Issuu on Google+

Selasa, 15 Mei 2012 23 Jumadil Akhir 1433 H 25 Sie Gwee 2563 Eceran Rp 2.500,Terbit Pertama: 29 November 1998

Koran Utama di Kalbar http://www.equator-news.com

Korban Angin Ribut Ditemukan Nelayan Mempawah. Hermanto, 38, warga Komplek Abrasi Rt 10 Rw 04 Desa Penibung Kecamatan Mempawah Hilir yang tenggelam akibat disapu gelombang dan angin ribut Minggu (13/5) sore di Pantai Penibung, berhasil ditemukan. Hermanto ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh salah satu nelayan di Muara Pantai Penibung, sekitar pukul 05.30 Senin (14/5). Sebelumnya, Hermanto bersama anaknya, Jordi, 10 dan keponakannya Dandi, 11, hendak pulang dari Pulau Penibung menuju ke pantai dengan berjalan kaki.

Cuaca menjelang sore itu sebenarnya cerah, begitupun ketika mereka bertiga turun dari rumah tak ada tanda bakal terjadi angin ribut. Mendadak cuaca memburuk, awan hitam menggumpal dan angin bertiup kencang mengakibat ombak besar menghantam pantai. Hermanto tergulung ombak, sementara anak dan keponakannya berhasil menyelamatkan diri. Padahal, justru Hermanto ingin mengamankan keduanya. Setelah hilang kurang lebih 16 jam, korban ditemukan dalam keadaan tidak

Sebelum Pilgub, ALBN Diresmikan PONTIANAK. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Kalbar, DL Denny, mengatakan, sebelum Pilgub 2012, Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) di Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya, akan diresmikan. Sekarang sudah hampir rampung. Target sebelum Pemilukada Kalbar sudah diresmikan. Sehingga 2012 ini diharapkan terminal ALBN itu sudah bisa beroperasi penuh, katanya dihubungi Equator, Senin (14/5). Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan Terminal ALBN itu mencapai Rp 70 miliar. Terminal itu dibangun sejak 2002 yang dilakukan secara multiyears dengan dana sharing dari pusat dan daerah. Sayangnya, Denny belum bisa merinci secara detail anggaran yang sudah dialokasikan untuk pembangunan terminal tersebut. Terminal ALBN di Sungai Ambawang selain melayani bus antarnegara, Pontianak-Kuching juga melayani bis jurusan Sintang, Sanggau, Sekadau, Kapuas Hulu, Melawi dan Ketapang. Sementara, terminal bus di Batulayang akan jadi terminal bus tujuan kawasan Pantai Utara.

bernyawa oleh Lukman Nur Hakim di muara Laut Penibung. Kontan saja, penemuan tersebut membuat keluarga dan warga setempat yang telah melakukan pencarian sejak sore, menghambur ke lokasi. Korban diangkat dari air menuju kerumah duka. Isak tangis pun tumpah ketika keluarga menyaksikan jenazah Hermanto, yang tampak mengeluarkan darah. Setelah dibersihkan, barulah jenazah disemayamkan dan dikebumikan oleh pihak keluarga. Setelah sejak sore hingga tengah malam

pencarian korban tidak membuahkan hasil, petugas dan warga menghentikannya. Barulah pada subuh harinya pencarian dilanjutkan. Dan pada pagi, korban ditemukan oleh warga, kata Kepala Desa (Kades) Penibung, Alpian kepada koran ini. Atas kejadian itu, Alpian menghimbau masyarakat Desa Penibung dan sekitarnya meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan aktivitas di wilayah pesisir pantai. Sebab, cuaca ekstrem bisa terjadi kapan saja hingga menyebabkan korban jiwa.

Halaman 7

Korban tenggelam disapu angin ribut ketika disemayamkan di rumah duka

Kisruh Pembangunan Pasar Flamboyan

DIREMEHKAN

DPRD Kota Pontianak Kecewa Johansyah: Walikota Jangan Sombong PONTIANAK. Kekecewaan Walikota Pontianak Sutarmadji kepada Ketua DPRD Hartono Azas lantaran Dewan mengundang para pedagang Pasar Flamboyan berdialog, balik membuat para wakil rakyat berang. Saya menyesalkan pernyataan Walikota yang menganggap remeh kami, lembaga DPRD. Kami paham aturan. Kal a u dibilang bu-

Halaman 7

kan urusan DPRD, lantas apa guna Perda Nomor15 Tahun 2001? Bahwa setiap perbuatan hukum atas barang tidak bergerak milik Pemda, harus melalui persetujuan DPRD, tegas Hartono Azas Ketua DPRD Kota Pontianak

Sutarmidji: Mengundang Pedagang Itu Sabotase Namanya

Sekretaris Fraksi Hanura, Johansyah, kepada Equator di Gedung DPRD Kota Pontianak, Senin (14/5). Johansyah menegaskan demikian menanggapi pernyataan Sutarmidji yang menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja DPRD yang dinilai tidak paham permasalahan hukum antara pedagang dan Pemkot. Saya sangat kecewa dengan kinerja Ketua DPRD Kota Pontianak, sengaja mengundang para pedagang Pasar Flamboyan. Sementara mereka sendiri tidak mengetahui pasti, duduk permasalahan yang kini terjadi, kata Sutarmidji kepada Equator, Jumat (11/5). Pernyataan bahwa kisruh Pasar Flamboyan bukan urusan Legislatif, yang kemungkinan adanya sabotase, juga ditepis Johansyah. Termasuk tudingan dipolitisirnya kasus pasar tradisional terbesar di Kota Pontianak itu. Saya dan kami seluruh anggota DPRD Kota Pontianak paham benar dengan aturan dan tidak ada kepentingan atas Pasar Flamboyan. Kepentingan kami hanya sebagai wakil rakyat yang peduli atas permasalahan yang dihadapi para pedagang yang notabene adalah masyarakat Kota Pontianak, ujar Johansyah. Menurutnya, jika Walikota Pontianak menyatakan bahwa permasalahan Pasar Flamboyan bukanlah ranah legislatif

PONTIANAK. Menanggapi kemarahan anggota DPRD Kota Pontianak yang merasa diremehkannya dalam kisruh pembangunan Pasar Flamboyan, Walikota Sutarmidji yakin hanya sebuah kesalahpahaman. Namanya eksekutif ya punya kewenangan eksekusi dan untuk itu bukan ranahnya DPRD. Yang saya sesalkan hanyalah undangan yang disebarkan kepada seluruh pedagang. Sementara untuk pemilik los dan kios baru akan diberikan sosialisasi pada minggu ini hingga 20 Mei, tutur Sutarmidji menjawab EQUATOR via selular, Senin (14/5) tadi malam. Walikota Pontianak ini mengatakan bahwa Pasar Flamboyan bukan ranah legislatif dengan maksud bukan menyepelekan DPRD Kota Pontianak. Hanya mengingatkan bahwa eksekutif berhak atas eksekusi pasar yang memang bukan kewenangan dari DPRD. Menurutnya, tidak ada hal lain yang dia sesalkan kecuali undangan terhadap para pedagang. Sementara berapa jumlah pedagang, Pemkot yang memiliki data lengkap. Sedangkan DPRD Kota mengundang para pedagang tanpa pemberitahuan sebelumnya. Saya tahu tugas DPRD dan mekanismenya karena dulu saya juga anggota DPRD yang

Halaman 6

Halaman 6

Runway Baru Supadio Tanggung Jawab Penuh PT Angkasa Pura II Komisi V DPR: Pembangunannya Sangat Lamban PONTIANAK. Pembangunan runway baru Bandara Supadio kini menjadi tanggung jawab penuh PT Angkasa Pura II, menyusul diterbitkannya PP Nomor 40 Tahun 2012 tentang Pembangunan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Bandara. Sesuai PP 40 Tahun 2012, pengembangan Bandara Supadio sebagai bandara yang diusahakan oleh PT Angkasa Pura II, termasuk runway baru tidak bisa didanai APBN, sepenuhnya tanggung jawab PT

Ankasa Pura II, jelas Agustinus Edi Sukarno, Kepala Bidang Perhubungan Udara Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Kalbar dihubungi Equator, Senin (14/5). Karena itu, sambung dia, DPRD Kalbar melakukan konsultasi ke Kementerian BUMN untuk mendorong percepatan runway baru tersebut. Mengenai kucuran APBN 2012 untuk Bandara

Halaman 6

PT PLN (Persero) Area Pontianak

Pameran MTQ ke XXIV Kalbar di Melawi

Kalbar Kaya Handicraft dan Aneka Kuliner

Injet-injet Semut Diremehkan, DPRD Kota Pontianak Kecewa -- Jadi, wakil rakyat barok sadar ke?

- Bang Meng

Harga Eceran :

Mempawah Rp 2.500,-

Mandau dan temaduk handicraft hasil karya pengrajin Melawi yang dipajang di pameran MTQ XXIV tingkat provinsi Kalbar.SUKARTAJI

Singkawang Rp 2.500,-

Bengkayang Rp 2.500,-

Sambas Rp 2.500,-

Landak Rp 3.000,-

NANGA PINOH. Kalbar sangat kaya dengan hasil karya kerajinan tangan atau handcraft dan kuliner. Bahkan masing-masing kabupaten/kota memiliki ciri khas masing-masing. Kekayaan karya anak Kalbar tersebut dipajang pada pameran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIV Kalbar. Pameran dilaksanakan selama lima hari, hingga Kamis (17/5) mendatang. Pemeran ini untuk pengembangan industri kerajinan kreatif masyarakat yang berbasis warisan budaya. Hingga memotivasi perajin dalam mengembangkan ide, gaga-

Sanggau Rp 3.000,-

san yang cerdas dan inovatif, kata H Firman Muntaco SH MH, Bupati Melawi ditemui saat meninjau pemeran, Senin (14/5) Di stand Melawi, khususnya stand milik Dekranasda Melawi dan beberapa stand dinas, terpajang mandau dengan motif kas daerah kota juang ini dengan berbagai ukuran dipajang. Mulai dari yang berukuran dua meter hingga sejengkal yang bisa dijadikan hiasan di meja tamu. Selain mandau, Melawi juga menampilkan tikar dari pipet untuk menyedot minuman yang berwarna warni. Di Nanga Pinoh

Sintang Rp 3.000,-

Melawi Rp 3.000,-

sendiri sudah ada satu kelompok binaan Dekranasda Melawi di Desa Kenual, Kecamatan Nanga Pinoh membuat anyaman dari pipet ini. Ayaman dari rotan pun ada, dibuat tas, topi dan berbagai produk lainnya. Ayaman dari rotan ini berada dari Kecamatan Menukung. Termasuk patung asli buatan Kabar yang dikenal dengan tamaduk. Walau yang dipajang buatan baru, namun tamaduk ini sangat menarik perhatian pengunjung. Memang harga temaduk yang telah berumur panjang bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Kapuas Hulu Rp 3.000,-

Halaman 7

Ketapang Rp 3.000, -


2

INTERAKTIF

Selasa, 15 Mei 2012

Pengantar: Tumpahkan unek-unek, kritik, pujian ataupun komentar Anda tentang layanan umum dalam kolom SMS InterAktif. Untuk SMS yang belum dimuat harap bersabar, antre! Kami tidak melayani SMS berbau SARA dan menyudutkan pribadi tanpa fakta.

Harian

HP : 081345479682

Redaksi menerima opini pembaca, maksimal 1 halaman kwarto ukuran huruf 12. Silakan kirim ke e-mail: redaksi@equator-news.com Jawa Pos Media Group SIUPP: Nomor. 792/Menpen SIUPP/1998 Tanggal 9 Desember 1998. Terbit 7 kali/minggu

Pembina : Dahlan Iskan. Direktur/Pemimpin Umum: Djunaini KS. Penerbit: PT Kapuas Media Utama Press. Alamat: Jalan Arteri Supadio Km 13,5. Telepon: (0561) 768677 (hunting), 725550. Fax: (0561) 768675. Telepon: (0561) 743344 (hunting), 760646. Fax: (0561) 760147.

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: R Rido Ibnu Syahrie. (Nonaktif). PJS Pelaksana: Hamka Saptono. Redaksi: Anton Perdana, Yuni Kurnianto, Misrawie. Staf Redaksi:Julianus Ratno, Samsul Arifin. Umum dan Personalia: Djailani Kasno. Pracetak/Tata Wajah: Mustaan (Koordinator), Dennis, Defri (ii), Yudi. Kota Pontianak: Kiki Supardi, Sahirul Hakim, Taufiq. Kubu Raya: Yuniardi. Biro Mempawah: Alfi Shandy (Jl Teratai Blok A No 3 Telp 0561-691326). Biro Biro Singkawang: Mordiadi. Biro Sambas: M Ridho (Jl. Sukaramai Komp Didis Permai Blok G10, Desa Dalam Kaum, Sambas Telp. 0562-392738). Biro Sanggau: M Khusyairi (Ka Biro) (Komplek Pasar Rawa Bangun Lantai 2, Kota Sanggau). Biro Landak: A.Sutarjo (Jl Jalur 2 Ngabang depan Wisma Usaha Jaya Pal.2 Ngabang). Biro Kayong Utara: Kamiriludin (Ka Biro) (Jalan Simpang Tiga Desa Siduk, Kecamatan Sukadana). Ketapang: Kiram Akbar. Biro Sekadau: Abdu Syukri. Biro Kapuas Hulu: Arman Khairiadi (Jl M Yasin, Putussibau Utara No 3 (Telp. 0567 22877). Biro Melawi: Sukartaji (Ka Biro) (Jl Juang Nanga Pinoh. Telp. 0568-22069). Biro Sintang: Suhardin (Jl Oevang Oeray Baning Sintang (Lantai 2 Graha Pena Kapuas Post Sintang). Biro Bengkayang: Yopi Cahyono. Promo Bisnis: Darussalam. Sekred: Juliati Fitria. Website: Hendra Ramawan. Keuangan: Nurbani (Koord), Julia Novitasari. Iklan:A Jaiz (Koord) Uray Kamaruzaman, Darussalam, Jenggo, Deny A . Pemasaran: Rosadi Jamani (Manager), Kiki Rizky. Divisi Even: Mohamad Qadhafy. Distribusi: Abubakar. Iklan Jakarta: Jl. Jeruk Purut-Al-Ma’ruf No. 4 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12560 Telp. 78840827 Fax. (021) 78840828 Tarif iklan per milimeter kolom: Hitam putih Rp 7.000,00. Spot colour: Rp 10.500,00. Full colour: Rp 15.000,00. Iklan baris: Rp 7.000,00/baris (minimal dua baris maksimal 10 baris). Harga Eceran: Rp 2.500,00. Harga Langganan: Rp 65.000,00/bulan, (luar kota tambah ongkos kirim). Bank: Bank Mandiri Cabang Pontianak Sidas. Percetakan: PT Akcaya Pariwara. (Isi di luar tanggung jawab percetakan).

EQUATORIAL

Runway untuk Kalbar Mobilisasi yang cepat dalam melakukan setiap aktivitasnya, menjadi sebuah kebutuhan manusia di masa kini. Baik dalam urusan pekerjaan atau pun bepergian untuk berwisata, mengunjungi keluarga, teman dan kerabat. Karena kebutuhan mobilitas yang tinggi tersebut, transportasi udara menjadi pilihan yang cocok. Sebab jenis transportasi udara bisa menghemat waktu perjalanan, untuk tujuan Pontianak-Jakarta misalnya, setidaknya diperlukan waktu satu hari satu malam menggunakan kapal express. Namun bila menggunakan pesawat, jarak Pontianak-Jakarta bisa ditempuh dengan waktu 1 jam, 45 menit. Sungguh jauh selisih waktu, sehingga transportasi udara menjadi pilihan masyarakat bepergian. Kepala Divisi Operasi (Kadiops) Bandar Udara Supadio Pontianak, Sy Usmulyani mengakui, jumlah penumpang yang menggunakan Bandara Supadio terus mengalami peningkatan. Tahun 2010 jumlah penumpang hanya 1.500 orang hingga 1.750 orang saja. Namun tahun 2011, penumpang yang menggunakan Bandara Supadio melonjak hingga 3.300 orang perhari. Tingginya jumlah penumpang yang menggunakan Bandara Supadio idealnya ditunjang dengan landas pacu (runway) baru, dengan panjang 3.000 meter dan lebar 45 meter. Sehingga pesawat berbadan lebar Boeing 737-900 ER dan Airbus 330 bisa mendarat disana. Bila pesawat berbadan besar bisa parkir di Bandara Supadio, sudah barang tentu mobilisasi manusia dan barang akan semakin cepat. Karena bandara sebagai suatu simpul dari suatu sistem transportasi udara, memiliki peran yang sangat penting sebagai salah satu pintu gerbang negara dari negara lain. Selain itu juga, bandara sangat berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Karena angkutan barang sudah tergantung pada lalu-lintas pesawat yang datang dan pergi ke atau dari sebuah bandar udara baik dari dalam maupun luar negeri. Penambahan runway penting, untuk menjadikan bandara Supadio sebagai bandara udara internasional yang dapat menjadikan Kalbar lebih dikenal pihak luar. Sebab kedatangan warga asing bisa memberikan sisi positif bagi Kalbar. Minimal sektor pariwisata di Kalbar bisa bergeliat. Sehingga tidak terlalu berlebihan, jika Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di Kalbar ikut serta mewujudkan pembangunan runway baru di Bandara Supadio. Kendati sedianya, seluruh pembangunan bandara menjadi tanggungjawab PT Angkasa Pura II menyusul diterbitkannya, PP nomor 40 Tahun 2012 tentang Pembangunan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Bandara. Terlepas dari kewenangan itu, perluasan runway tetap menjadi tanggungjawab bersama. Sebab PT Angkasa Pura II tetap membutuhkan bantuan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dalam pembebasan lahan. Beranjak dari realitas itu, perlu kiranya komitmen Pemerintah Provinsi untuk berjuang membebaskan lahan untuk pembangunan runway baru. Karena pada hakikatnya, perluasan bandara bertujuan mempercepat mobilisasi masyarakat dan meningkatkan perekomian Kalbar. (*)

6GNMQOUGNFCP+PFQUCV Selama ini komunikasi dengan HP menggunakan Simpati di bawah naungan Telkomsel, dan IM3 di bawah naungan PT Indosat signalnya sangat mengecewakan. Sudahlah di berbagai tempat di daerah-daerah signalnya hilang total, dalam kota pun juga tidak bisa diandalkan. Beberapa kali nelpon ke sesama kartu dalam pembicaraan selalu terputus-putus. Padahal keadaan HP lagi dialing neh. Hal ini bisa menimbulkan kesalahpahaman dengan lawan bicara, dikira sengaja diam-diam tidak menyambung pembicaraan. Kepada Telkomsel dan PT Indosat harap profesional. Jangan hanya bisanya untuk SMS saja, apalagi banyak SMS penipuan masuk. Terimakasih Equator. 085750728884 8-5-2012

08.31

-CWO0GNC[CP Komentar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalbar di koran ini (9/5) bertema Kekurangan BBM , sama sekali tidak memberikan solusi terhadap kesulitan

nelayan Kalbar. Bahkan membuktikan ketidakpedulian dan melecehkan kaum nekayan Kalbar. Pernyataan Kepala DKP, untuk mengatasi kekurangan BBM agar nelayan mencari pekerjaan lain, itu menunjukan kesombongan yang tidak punya integritas sebagai pelayan publik dan sangat menyakiti hati kaum nelayan. Daripada nelayan Kalbar dianjurkan berhenti, lebih baik xx yang angkat xx xx Kalbar, toh selalu berpihak pada kelompok tertentu. Thanks Equator yang aspiratif. 08979835624 9-5-2012

085348139488 9-5-2012

18.53

12.52

08.10

)KOCPC5QNWUKJP[C

$GNWO#FC Saya korban penganiayaan di depan xuxx mxx sampai saat ini belum ada tindak lanjut oleh Polres. Padahal sudah dilaporkan, saksi juga sudah diperiksa tapi pelakunya masih berkeliaran. Ada apa dengan LHP/lp/7o/1v/2012 Kalbar. Apakah tunggu pembalasan dari pihak korban. Terimakasih. Dari Akhie SSos. 082152765469 9-5-2012

5GNGUCKMCP5GPIMGVC Kabupaten Landak kasus sengketa lahan milik Baharan di Nuak Amang belum terselesaikan oleh petinggi PT W. Padahal belum perusahaan masuk, masyarakat damai tidak ada konflik sesama, tapi sekarang adanya perusahaan sawit bagaikan nexx. Raja-raja di desa dan di kabupaten berpangku tangan tidak mau menyelesaikan masalah sengketa? Lhn.

Saya warg a Sangg a Temilak. Pak, banyak tangki miyak solar atau premium yang suka kencing di tepi jalan, gimana solusihnya? 085750698995 9-5-2012 08.37

Pemimpin Wanita dan Tantangannya Oleh: Y Priyono Pasti Persamaan hak serta kedudukan wanita dan pria di Indonesia mulai menemukan aktualitasnya. Emansipasi wanita di republik ini mulai membuahkan hasil. Kini banyak kaum wanita Indonesia memiliki jabatan strategis dan menduduki posisi penting di berbagai lembaga (institusi) di negeri ini. Beragam lembaga dan sejumlah aktivis wanita terus bermunculan, untuk berjuang menyuarakan jeritan kaumnya yang selama ini terpinggirkan. Survei bertajuk 99 Powerfull Women in Indonesia oleh majalah Globe Asia edisi Oktober 2007 menegaskan kebangkitan wanita Indonesia. Mereka adalah sejumlah perempuan Indonesia yang dianggap memiliki kedudukan dan pengaruh yang signifikan bagi masyarakat. Latar belakang mereka sangat beragam. Mulai dari tokoh politik nasional, pengusaha, profesional, intelektual, selebriti, hingga first lady Ani Bambang Yudhoyono. Survei tersebut mengindikasikan adanya penguatan peran wanita dalam lingkaran kekuasaan dan kepemimpinan di Indonesia. Meski demikian, untuk memperlebar porsi kepemimpinannya secara signifikan bukan persoalan gampang. Di sejumlah negara, termasuk di Indonesia sendiri, hanya sedikit wanita yang mampu menduduki posisi chairman/chiefsuite. Posisi eksekutif puncak

M

tetap saja ada kaca (penghalangpen) yang tak mudah, bahkan tak mampu mereka pecahkan untuk menggapainya (lih. Ekuslie Goestiandi, 2007). Ada sejumlah faktor yang menyebabkan sulitnya seorang wanita mendobrak kaca penghalang tersebut. Meminjam Alice Eagly dan Linda Carli dalam Ekuslie Goestiandi (2007), dua faktor utama yang menjadi penyebabnya adalah (1) perseps i

dan prasangka yang tak menguntungkan wanita dan (2) tuntutan kehidupan keluarga yang menyita waktu wanita. Harus diakui, persepsi dan prasangka masyarakat belum sepenuhnya memberi ruang yang luas bagi kepemimpinan wanita di negeri ini. Masyarakat kita terlanjur percaya pada slogan Men are from Mars, women are from Venus . Wanita selalu dikaitkan dengan karakter-karakter yang bersifat komunal, seperti penuh perasaan, ringan tangan, friendly, baik hati, simpatik, sensitif, ramah, dan

lemah lembut. Sementara laki-laki dikaitkan dengan perangai-perangai keras, seperti agresif, ambisius, dominan, penuh percaya diri, berdaya tahan tinggi, penuh ketegasan, dan individualistik. Masyarakat kita

masih sering beranggapan, bahwa kepemimpinan yang efektif identik dengan sifat-sifat keras. Akibatnya, wanita acap bergulat dengan kondisi ambigu yang sarat dilema. Seorang wanita yang bersikap dan bertindak terlalu komunal dianggap tidak cocok untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif. Sebaliknya, bila seorang wanita berperangai terlalu keras

dan individualistik dipandang kehilangan watak kewanitaannya. Selain persepsi dan prasangka sebagaimana yang dipaparkan di atas, tuntutan kehidupan keluarga yang menyita waktu wanita secara signifikan merupakan kendala lain dalam kepemimpinan seorang wanita. Menjalankan tanggung

jawab sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya, telah menjadi kendala nyata kepemimpinan seorang wanita. Frekuensi pengambilan cuti, izin, dan absensi yang tinggi telah mengurangi akses mereka untuk dapat maksimal menjadi seorang pemimpin. Bagaimana menyiasatinya? Pelbagai upaya mesti dilakukan untuk mengakselerasi seorang

wanita menjalankan peran kepemimpinannya. Pertama, pemilikan kompetensi kepemimpinan yang memadai dan terus berupaya untuk meningkatkan dan menguatkannya melalui pengalaman dan refleksi. Menganalogi Mintzberg, No one can create a leader in a class-room. Kecakapan kepemimpinan lahir dari pengalaman pergulatan di lapangan, yang diperkuat oleh refleksi atas pengalaman itu. Interaksi antara pengalaman dan refleksilah yang membuat seseorang mampu mengembangkan seni dan praktik kepemimpinannya. Pemimpin wanita harus menyadari hal tersebut dan melakukannya. Kedua, meluruskan cara pandang masyarakat kita terhadap pemimpin wanita dan gaya kepemimpinan yang dikembangkannya. Lembaga pendidikan dinilai menjadi wadah yang tepat untuk itu. Dan ketiga, biarkan wanita mengembangkan gaya kepemimpinannya sendiri, tak perlu membanding-bandingkannya dengan pria pemimpin. Semoga kepemimpinan wanita di Indonesia semakin jaya, sehingga jargon aspiratif yang menyebut masa kini sebagai milenium wanita semakin menemukan aktualitasnya.

Penulis adalah seorang pendidik, alumnus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, tinggal di Pontianak Utara.

ASALAH KITA D e r i t a Te n a g a Ke r j a I n d o nesia (TKI) seakan tak pernah berhenti. Meski disebut memberikan kontribusi signifikan bagi penghasilan negara, tapi perlindungan bagi pahlawan devisa itu masih minim. Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat mengatakan, pengiriman remitansi (kiriman uang) TKI sepanjang tahun 2011 berjumlah 6,11 US$ miliar atau setara

dengan Rp 53,36 triliun. Sayangnya, berbagai kekerasan harus dialami sejumlah TKI. Bahkan, beberapa diantara mereka harus meregang nyawa di tanah orang, meski ada juga yang bisa kembali ke Tanah Air membawa kabar bahagia. Mereka pun tak luput dari incaran sindikat penjualan organ manusia. Seperti yang dialami lima warga Dusun Ruis, Desa Pengadang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, tewas dibantai PDRM dengan kesalahan tak jelas, 4 Desember 2008. Jenazahnya dikembalikan dalam kondisi mengenaskan setelah diotopsi dengan hilangnya beberapa organ tubuh. Apa komentar Anda?

T

ANGGAPAN

Malas aku bro kalau ngomong soal TKI, karena selalu bermasalah. Lebih baik kita bergembira, dan buat apa mikirin jadi TKI atau TKW. Sudahlah pusing aku, kita ngopi dulu biar tak stres.

DIJUAL ALAT BERAT  Excavator (Hitachi)  Farm Tractor (John Deere)  For Warder (Timber Jack)  Dump Truck 130 HT (Toyota)

085252580831 12-5-2012 18.35

TELEPON PENTING

TAHUN 2007-2008

Rumah Sakit RS. Soedarso RS. St. Antonius RS. YARSI

737701 732101 739685

Polisi Poltabes Ptk Polsek Ptk Kota Polsek Ptk Barat Polsek Ptk Selatan Polsek Ptk Timur Polsek Ptk Utara

734900 7558880 774766 736184 742910 883126

Pemadam Kebakaran Din Kebakaran Kota PMK PB PMK Bintang Timur PMK Merdeka PMK Sei Raya

730897 736344 585511 7171666 7159596

PDAM PDAM

767999

 577868

Jl. Tanjungpura No. 36 Pontianak

Berminat Hubungi :

HP 081256634300 *Tanpa Perantara*


3

PRO PONTIANAK

Selasa, 15 Mei 2012

Ajak Masyarakat Gemar Membaca

Kadisdik Kota Pontianak, Drs H Mulyadi MSi, melihat hasil karya siswa SMK Kota Pontianak pada pameran beberapa bulan lalu. A

NTON PERDANA

Kelola Produk Unggulan Bangun Kreativitas Siswa SMK PONTIANAK. Dinas Pendidikan Kota Pontianak diharapkan, mendorong para siswa SMK mengelola produk-produk unggulan. Sehingga bisa dipasarkan dan jadi kebanggaan bagi masing-masing sekolah dan masyarakat Kota Pontianak. Kendati produksi tidak dilakukan secara massal, namun langkah mendorong pemasaran hasil karya siswa SMK di Kota Pontianak terus berlangsung. Bahkan Walikota Pontianak mengeluarkan surat edaran pada setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), untuk menggunakan hasil karya siswa SMK. Kita mendorong seluruh SMK yang ada di Kota Pontianak, untuk mengelola produk yang sudah ada menjadi sebuah produk bermanfaat. Sehingga dapat menjadi produk unggulan Kota Pontianak, ungkap Ketua Komisi D DPRD Kota Pontianak, Mansyur, SAg, pada

wartawan, Minggu (13/5). Masnyur lantas mencontohkan, SMK Negeri 3 misalnya yang sudah bisa menghasilkan produk minuman mineral hendaknya bisa menjadi kebanggaan Kota Pontianak. Sehingga bisa di produksi secara massal dan di konsumsi seluruh masyarakat Kota Pontianak. S e t i d a k ny a p r o d u k a i r mineral bisa menjadi trend mark SMK dan Kota Pontianak. Makanya produk yang dihasilkan siswa SMK harus mendapatkan dukungan dari Pemkot dalam bentuk anggaran. Sehingga bisa dipasarkan hingga keluar Kota Pontianak, terangnya. Mansyur juga meminta, air mineral yang diproduksi siswa SMK hendaknya dapat memberikan motivasi terhadap siswa SMK lain untuk berkreativitas. Intinya kita berharap, ada inovasi yang dihasilkan SMK lainnya dengan melihat motivasi dari air mineral. Kami DPRD Kota akan mendukung upaya yang dilakukan pihak SMK lain yang memiliki semangat dan mendorong para siswa berkreasi. yakinnya. Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Drs

PENGUMUMAN LELANG KEDUA EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Berdasarkan pasal 6 Undang-undang Hak Tanggungan Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) selaku pemegang Sertifikat Hak Tanggungan dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pontianak akan melaksanakan penjualan di muka umum (lelang) eksekusi Hak Tanggungan atas barang-barang jaminan hutang milik dari : 1.

Atas nama : MUHAMAD YUSUF Sebidang tanah berikut bangunan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor : 265 (Dahulu SHGB No.2797), Kelurahan Sungai Beliung (Dahulu Kelurahan Sungai Jawi Luar) tanggal 22 September 1994 atas nama MUHAMAD YUSUF seluas 83 m², sebagaimana terurai dalam Surat Ukur No. 6217/Kel. Sungai Beliung Tanggal 26 November 2011 (Dahulu Surat Ukur No.2895/1994 Tanggal 1 Agustus 1994),terletak di Gang.Matan I Blok D Nomor 271,Kelurahan Sungai Beliung (Dahulu Kel.Sungai Jawi Luar),Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak (Harga Limit Rp. 35.000.000,- Uang jaminan Rp. 10.500.000,-)

Jadwal Pelaksanaan Lelang : Hari/Tanggal : Selasa, 29 Mei 2012 Jam : 14.00 s/d selesai Tempat : KPKNL Pontianak Jalan Letjen.Sutoyo No.19 Pontianak SYARAT-SYARAT LELANG : 1. Peserta Lelang diwajibkan menyetorkan uang jaminan ke rekening Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang (KPKNL) Pontianak Nomor Rekening: 0076050464 pada PT.BNI (Persero) Tbk Cabang Pontianak dan harus sudah efektif selambat-lambatnya 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang. 2. Penawaran lelang dilaksanakan secara Terbuka dengan penawaran lelang dilakukan secara lisan dengan harga semakin meningkat. 3. Pemenang Lelang wajib melunasi harga lelang dan pungutan lainnya yang sah secara tunai paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah pelaksanaan lelang. 4. Apabila pemenang Lelang tidak melunasi kewajibannya maka dinyatakan “Wanprestasi” dan Uang jaminan akan disetor ke Kas Negara sebagai pendapatan jasa lainnya serta peserta lelang akan dimasukkan ke dalam DAFTAR HITAM LELANG. 5. Peserta Lelang wajib hadir pada saat pelaksanaan lelang dengan membawa asli KTP/SIM yang masih berlaku dan fotokopinya. Pemberian kuasa kepada pihak lain untuk mengikuti lelang harus secara tertulis dan dibubuhi materai secukupnya. 6. Setiap Peserta lelang wajib melakukan penawaran, pelanggaran terhadap hal tersebut diatas dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 7. Barang-barang yang dilelang dijual apa adanya pada saat pelaksanaan lelang dan semua resiko ditanggung pembeli. 8. Informasi lebih lanjut hubungi PT.Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Pontianak, Jalan Jend. A. Yani 110 A, Pontianak, Telp. (0561) 731661, 737661 atau Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pontianak Jalan Letjen Sutoyo No.19 Pontianak, Telp. (0561) 735269. Pontianak,15 Mei 2012 PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Pontianak Muhammad Haikal Kepala Cabang

H Mulyadi MSi menuturkan, memberikan dukungan pada SMK yang sudah menghasilkan produk. Bahkan Walikota Pontianak, H Sutarmidji SH, MHum, sudah mengeluarkan surat edaran pada setiap SKPD untuk menggunakan produk yang dihasilkan siswa SMK. Khusus untuk air mineral, sekarang tiap sekolah atau SKPD menggunakan produk dari siswa SMK. Hanya memang penggunaan terbatas khusus untuk kemasan botol. Sebab mesin yang dimiliki hanya bisa memproduksi kemasan botol, tuturnya. Namun kedepan, Dinas Pendidikan Kota Pontianak sudah mengalokasikan dana untuk mendorong para siswa membuat alat kemasan gelas. Sehingga produksi siswa SMK bisa membanjiri pasar Kota Pontianak. Soal kualitas jelas tidak perlu ragu lagi. Sudah pasti aman, karena sudah diuji laboratorium. Hanya memang kedepan kita berharap, siswa bisa merancang mesin untuk memproduksi air mineral dalam bentuk gelas. Sehingga air mineral produksi siswa bisa bersaing dengan merek lain, yakinnya. Diakui Mulyadi pula, pemasaran produksi siswa SMK tidak hanya sebatas air min-

eral. Hasil karya siswa merakit laptop dan infokus, juga dipergunakan seluruh SKPD dan sekolah di Kota Pontianak. Minimal tahap pertama Pemkot bisa menjadi pasar hasil karya siswa. Tapi kita juga sudah membuka pasar ke para pengusaha komputer. Alhamdullilah tanggapan pasar sangat positif, ujarnya. Kedepan menurut Mulyadi, dirinya juga sudah merancang beberapa kegiatan yang dapat mendorong pemasaran hasil karya siswa SMK, salah satunya melangsungkan kegiatan promosi setiap dua bulan. Siswa SMK juga kita arahkan untuk melakukan perbaikan Air Conditioning (AC) atau pengatur udara yang ada di Pemkot Pontianak. Sehingga siswa SMK bisa langsung melakukan praktik, ketika lulus bisa membuat usaha service AC secara kecil-kecilan, urainya. Bahkan sejak beberapa tahun terakhir, SMK di Kota Pontianak sudah membuat bisnis center yang bertujuan untuk memasarkan hasil produk mereka. Kita juga berupaya menggandeng pihak ketiga, agar hasil karya siswa SMK itu bisa dipasarkan. Langkah kesana sudah kita lakukan, tinggal menunggu jawaban saja, pungkas Mulyadi. (dna)

Kopi Pancong

PONTIANAK. Kualitas pendidikan di Kota Pontianak diharapkan meningkat dari tahun sebelumnya. Salah satu memotivasi para murid, untuk dapat berprestasi dengan mengajak mereka menyukai buku pelajaran dan mengajak masyarakat gemar membaca. Kendati tak mudah, namun langkah itu patut selalu dilakukan. Karena dengan membaca banyak manfaat yang bisa diperoleh generasi mendatang harapan bangsa. Dengan gemar membaca maka akan memotivasi anak mencari pengetahuan melalui buku-buku pelajaran yang disediakan di sekolah dan di perpustakaan daerah, ungkap anggota DPRD Kota Pontianak, Uray Henny, pada equator, Minggu (13/5). Sebelumnya Kepala Unit Pelayanan Perpustakaan Provinsi Kalbar, Untad Dharmawan mengakui, minat baca di Kalbar cenderung rendah. Indeks pendidikan Kalbar sangat jauh, karena minat baca yang rendah dibanding provinsi Kalimantan lainnya. Untuk se Indonesia saja, kita menduduki posisi 28, ungkapnya kepada wartawan. Masih kurangnya kesadaran masyarakat ini, diakui Untad, memengaruhi pengetahuan masyarakat mendorong pendidikan untuk lebih maju. Kita ingin meningkatkan pendidikan masyarakat Kalbar kedepan dengan meningkatkan minat baca. Meskipun sudah jadi kebiasaan dari masyarakat belum terbiasa membaca, tetapi kami

yakin masyarakat Kalbar dapat merubah hal itu, harapnya. Diakui Untad pula, berbagai usaha dilakukan perpustakaan untuk menarik minat baca masyarakat. Caranya dengan membuka pos-pos perpustakaan di desa-desa yang ada di Kalbar. Tahun 2009 misalnya, dibuka perpustakaan di 15 desa. Tahun 2010 dan 2011 masingmasing sudah ada 50 desa yang memiliki perpustakaan. Selain itu ada pos perpustakaan juga dibuka di panti asuhan, masjid, gereja dan LSM-LSM. Kita juga melakukan pos layanan keliling, koleksi buku diperkaya, sarana dan prasarana, kampanye program pencanangan Kalimantan Barat membaca, bedah buku, dan diskusi, katanya.

Terhadap jumlah pengunjung, menurutnya jumlah pengunjung pada tahun 2009 berjumlah 405 orang per hari. Sementara untuk tahun 2010, jumlah pengunjung mengalami peningkatan menjadi 445 orang per hari yang terdiri dari pelajar 38 orang, mahasiswa 162 orang, guru/ dosen 12 orang, pegawai 12 orang dan masyarakat umum berjumlah 210 orang. Mengenai jadwal perpustakaan sendiri, dikatakan Untad, Perpustakaan daerah sudah menambah jam buka di hari Sabtu dan Minggu. Hal ini dilakukan agar memudahkan masyarakat Kalbar dalam membaca. Penambahan jadwal sekarang kami buka juga di hari Sabtu dan Minggu, pungkasnya. (dna)

Wakil Walikota Pontianak, Paryadi S Hut MM ketika memberikan sambutan pada lomba kelurahan tingkat propinsi di Kelurahan Mariana, Senin (14/5). D INA

Kelurahan Mariana Jadi Diri Juara Satu Tingkat Kota Sendiri

PONTIANAK. Banyak orang yang memiliki idola, agar dapat menjadi seseorang yang diidolakan, baik di bidang musik, pendidikan, ekonomi dan sebagainya setiap orang harus memiliki kelebihan. Kendati begitu, bukan berarti orang diidolakan tidak memiliki kekurangan. Sutarmidji Sebab banyak orang yang diidolakan ternyata memiliki kekurangan. Sehingga menjadi diri sendiri merupakan jalan terbaik. Saya sendiri mengidolakan Ustadz Zainuddin MZ, karena almarhum sangat piawai dalam memberikan ceramah, ucap Walikota Pontianak, H Sutarmidji SH, MHum, saat melepas Khafilah MTQ Kota Pontianak, belum lama ini. Tapi menurutnya, sang idola hendaknya hanya jadi contoh dan patokan saja. Sebab yang terpenting, bagaimana bisa menjadi diri sendiri. Karena orang akan lebih menghargai kita dengan percaya pada diri sendiri, yakinnya. Jadi diri sendiri penting dilakukan, selain memotivasi menjadi lebih baik juga merupakan modal kedepan membentuk pribadi yang dinamis, tangguh dan bertanggung jawab atas diri sendiri. Jadi diri sendiri kedepan merupakan modal utama memperbaiki diri menjadi manusia berkualitas, dan selalu menginginkan prestasi atas keyakinan dari dalam diri sebagai motivasi menjadi pribadi bertanggung jawab dan dinamis, pungkas Walikota. (dna)

PONTIANAK. Kelurahan Mariana Kecamatan Kota Pontianak, akhirnya didaulat memenangkan perlombaan kelurahan tertib administrasi tingkat Kota Pontianak. Sedangkan Juara kedua diraih Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Pontianak Selatan, diikuti Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara meraih juara ketiga. Sedangkan juara harapan satu sampai tiga diraih, Kelurahan Pal Lima, Kecamatan Pontianak Barat, Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, dan Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara. Keberhasilan Kelurahan Mariana tertuang dalam Keputusan Walikota Pontianak nomor 201 tahun 2012, tertanggal 10 Februari 2012 tentang pembentukan panitia penyelenggara dan tim penilai lomba kelurahan tingkat kota Pontianak. Keberhasilan Kelurahan Mariana berhak mewakili Kota Pontianak, pada Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi yang ren-

cananya dilaksanakan Senin (14/5), ungkap Wakil Walikota, Paryadi, pada wartawan usai menghadiri perlombaan Kelurahan Tingkat Provinsi di Kelurahan Mariana, Senin (14/5). Diakuinya, sesuai dengan pemaparan administrasi kelengkapan, Paryadi mengakui, Kelurahan Mariana memiliki kelengkapan administrasi dibanding kelurahan lainnya. Untuk mensupport Kelurahan Mariana dalam lomba tingkat Provinsi, saya berharap Kelurahan Mariana juga keluar sebagai juara tingkat Provinsi, harap Paryadi. Lurah Mariana, Gustan MT mengatakan, lomba yang diikutinya tak lain untuk mengukur kinerja lurah sebagai administrator pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Selain itu juga bertujuan mengukur tingkat partisipasi masyarakat dalam mendukung program pembangunan kelurahan. Kegiatan Lomba Kelurahan ini juga bertujuan, tersedianya

data program pembangunan baik yang dibiayai APBD Kota Pontianak maupun dan sumber pembiayaan lainnya. Tujuannya bisa meningkatkan peran serta dan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung, memelihara hasil pembangunan kelurahan. Tak kalah penting sebagai ajang mencari pemenang untuk mewakili Kota Pontianak pada lomba tingkat Provinsi Kalbar, paparnya. Sistem Penilaian Lomba Mengacu pada pedoman Permendagri nomor 13 tahun 2007 yang meliputi 8 indikator yaitu Bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi Masyarakat, Keamanan dan Ketertiban, Partisipasi Masyarakat, Pemerintahan, Lembaga Kemasyarakatan serta Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Ada pun tim penilai masingmasing indikator terdiri dari SKPD Kota Pontianak, Ketua LPM Kota Pontianak dan Tim Penggerak PKK Kota Pontianak. (dna)


4 PPAN Lapor Pemprov Kalbar SINGKAWANG. Menyelesaikan permasalahan kepemilikan sertifikat tanah terkait Program Pembaruan Agraria Nasional (PPAN) 2008, Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang melalui Tim Penyelesaian Masalah PPAN telah membicarakannya dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar. Kita sudah rapat dengan provinsi terkait penyelesaian masalah PPAN serta transmigrasi itu, kata Hendryan, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sekretariat Daerah (Setda) Kota Singkawang kepada wartawan, kemarin (13/5). Ketua Tim Penyelesaian Masalah PPAN ini menjelaskan, saat ini terus mendalami permasalahan yang dialami warga Kelurahan dan Sagatani, berdasarkan data-data yang tersedia. Tetapi, kata Hendryan, memang permasalahan tersebut terkendala, karena susahnya mencari pihak-pihak yang mengetahui persis duduk persoalannya. Apalagi banyak petugas di provinsi yang pindah. Petugas di provinsi banyak yang telah berpindah tugas. Padahal, keterangan dari mereka ini akan sangat membantu. Terlebih lagi program tersebut melibatkan provinsi, jelas Hendryan. Sementara itu, tambah dia, khusus masalah PPAN, merupakan kewenangan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Singkawang. Kalau nanti di tingkat Singkawang bisa dituntaskan, tidak harus dibawa ke provinsi lagi, katanya. (dik)

Singkawang Juara 1 Kelompencapir Kalimantan SINGKAWANG. Kelompok Pengolahan Hasil Perikanan Kota Singkawang yang mewakili Kalbar meraih Juara I dalam Lomba Kelompencapir Tingkat Regional V Kalimantan, menyisihkan perwakilan dari provinsi lainnya di Kalimantan. Kalbar yang diwakili Kelompok Pengolah Hasil Kurnia Kota Singkawang berhasil menyisihkan peserta lainnya, seperti Kalsel diwakili Kelompok Budidaya Ikan Mina Maju Sejahtera dan Kalteng diwakili Kelompok Budidaya Ikan Pahandut Seberang Mina, kata Shinta Yuli Mediana SPi, Kepala Seksi (Kasi) Pasca Panen dan Pemasaran, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Singkawang kepada wartawan, kemarin (14/5). Dia mengungkapkan, Kota Singkawang dipercaya untuk mewakili Kalbar dalam Lomba Kelompencapir, yang merupakan rangkaian dari Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Industrialisasi (Gempita) 2012 yang diselenggarakan Kementerian DKP. Masing-masing kelompok yang mewakili provinsinya dalam Lomba Kelompencapir itu mengirimkan empat orang. Kelompok kita diwakili Erlita Kurmala Devi, Yeti Herlina, Faisal dan Mikraj, dengan Pendamping Kelompok Penyuluh Perikanan Olo Manik SPi dan saya, kata Shinta. Dia menjelaskan, penilaian Lomba Kelompencapir ini melalui beberapa tahap. Diantaranya, penilaian mandiri, penilaian portofolio dan pendalaman, penilaian performance serta penilaian audiens. Semua tahapan penilaian itu ditempuh tim juri yang terdiri dari unsur Kementerian Kelautan dan Perikanan, Akademisi bidang Perikanan dan Unsur Entrepreneur bidang Kelautan dan Perikanan. Tahap awal penjurian dilaksanakan pada tanggal 7 Mei sampai dengan 8 Mei 2012. Sedangkan acara puncak pada tanggal 11 Mei 2012 di Stasiun PSDKP Sungai Rengas, Kubu Raya yang dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo, Wakil Gubernur Kalimantan Barat serta Kepala Daerah seProvinsi Kalimantan Barat, ungkap Shinta. Dari hasil penilaian dewan juri, Kalbar memperoleh Nilai 96, Kalsel 76 dan Kalteng 73. Dengan hasil tersebut Kelompok Pengolahan Hasil Perikanan Kurnia Kota Singkawang berhak untuk maju ke Tingkat Nasional Yang akan diikuti oleh enam Regional se-Indonesia, jelas Shinta sumringah. (dik)

P ONTIANAK . Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 84 K/ TUN/2010 membatalkan jabatan Kepala Desa Sepuk Laut yang dipangku Ismail Hasanudin. Pembatalan jabatan tersebut setelah ada gugatan yang dilakukan lima warga Sepuk Laut, yakni Jamal Usman, Mochtar S, M Yusuf Bujang dan Daud Kitik. Salinan putusan resmi diterima penggugat pada Jumat 13 April 2012 lalu. Kelima penggugat melayangkan keberatan pada 2008 lalu terhadap pemilihan Kades yang dinilai cacat hukum. Tidak menaati

- Melayani Carter Dalam & Luar Kota - Pengiriman Barang Telp : (0561) 7161816 (0561) 779655 Hp : 081256271689 081257488955 Pontianak Kantor Pusat : Jl. Tabrani Ahmad Komp : Hasia Permai No. B 8

Sintang : Hp : 082152599899 085750111101 ( Pasar Inpress)

aturan sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pontianak Nomor 09/2007 tentang Cara Pemilihan Kepala Desa. Ketika gugatan dilayangkan, Desa Sepuk Laut masih bagian wilayah Kabupaten Pontianak. Bupatinya dijabat Agus Salim. Seiring pemekaran wilayah, kini Desa Sepuk Laut masuk wilayah administratif Kabupaten Kubu Raya. MA sudah mengeluarkan putusan Nomor 84 K/TUN/2010. Salinan putusan telah diterima para penggugat pada hari Jumat 13 April 2012 lalu. Maka pemer-

IKY SUPARDI

P O N T I A N A K . Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pontianak kembali menggelar Wisuda Sarjana, Pengukuhan Dosen dan Tenaga Administrasi yang telah menyelesaikan Pendidikan Program Doktor dan Program Magister tahun akademik 2011/2012. Sebanyak 122 wisudawan/ wisudawati akan dikukuhkan hari ini (Selasa, 15/5) di Rumah Adat Melayu Kalbar. Alhamdulillah kita kembali menggelar pengu-

kuhan wisudawan/wisudawati STAIN Pontianak tahun akademik 2011/2012. Kali ini merupakan baru pertama kalinya wisuda dilaksanakan dua kali dalam setahun. Wisuda ini yang pertama dan yang kedua akan digelar di bulan Okteber 2012 mendatang, ungkap Sekretaris Panitia Wisuda, Helmi kepada Equator, Senin (14/5). Menurutnya, dari 122 calon wisudawan tersebut berasal dari tiga jurusan dan enam program

Ingin berlangganan Harian Equator di Singkawang Hub: 081256056477 Ingin berlangganan Harian Equator di Sambas. Hub : 085245698977 Ingin berlangganan Harian Equator di Sekadau. Hub : 085652347489

pengukuhan nantinya selain mengukuhkan para mahasiswa yang sudah mendapatkan gelar sarjana. Juga akan dilakukan pengukuhan beberapa dosen dan tenaga administrasi di lingkungan STAIN yang sudah menyelesaikan pendidikan, baik program megister maupun doktor. Kemudian akan diberikan penghargaan kepada mahasiwa yang berprestasi mulai dari yang memperoleh Indek Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi juga mahasiswa yang tercepat dan

ini secara tegas mengisyaratkan Kades tergugat sudah tidak dapat bertindak mengatasnamakan pemerintah Desa Sepuk Laut, tegas Jamal. Sangat diharapkan pemerintah Kubu Raya tanggap dan mampu merealisasikan putusan MA. Supaya masyarakat tidak dipimpin Kades yang secara hukum sudah membatalkan jabatannya. Kami berharap pemerintah cepat melakukan eksekusi, karena MA mengatakan Ismail Hasanudin sudah tidak sah menjadi Kades, lantaran memiliki dua KTP, jelas Jamal. (sul)

SEDOT WC

7089235

0561 - 7911322 Graha Pena Equator Lt 3 Jl. Arteri Supadio Km 13.5 Kubu raya

ERLIZA TRANSPORT

'3 -XWDDQ

ANTAR JEMPUT

DISCOUNT s/d 25 Jutaan

Fasilitas :  Selang baru tanpa bau  Pengalaman 25 th di bidang WC.  Juga menerima servis AC (Rumah & Kantor)

085387914812 085349213932

Jual Mobil

iKLANBARis

Equatornews.com

DISCOUNT 60% GARANSI

Undangan & Souvenir tak

PD. ANEKA BATU ALAM Menjual :

ce

Melayani : • Lebih 1000 Model Undangan Terbaru • Aneka Souvenir Kawinan ( Ratusan Model Ready Stock) • Cetak Yasin, Kop, Bon, Nota, Digital Printing

Kunjungi Workshop Kami : PERCETAKAN ANUGRAH Jl. Kh. Wahid Hasyim No. 60 Pontianak Telp. (0561) 7057240, 7537420 (Depan Supermarket Asoka Baru) PERCETAKAN ADI Jl. H. Rais A. Rahman Gg. Gunung Sahari No. 21 Pontianak Telp. 7183366, 081282587257, (Belakang Garuda Mitra)

Pasang Iklan Anda disini

THERAPY REFLEXIOLOGI TITIK-TITIK AMPUH IZIN PRAKTEK DINKES NO. 448/574 PKPM 2002

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN EJAKULASI DINI • LEMAH SYAHWAT • MANI ENCER • IMPOTEN • PROSTAT • HERNIA • KANKER PAYUDARA • KANKER RAHIM • KEPUTIHAN • TERLAMBAT DATANG BULAN • BELUM PUNYA KETURUNAN • KISTA • AMANDEL • ASAM URAT • MATA RABUN • FLU/PILEK MENAHUN • TELINGA BERNANAH • AMBAYEN/WASIR • STROKE • DIABETES • GINJAL • TUMOR • LIVER • REMATIK • GONDOK • POLIP • AYAN • MAAG • SIPILIS • JANTUNG • ASAM URAT • ASMA • DARAH TINGGI/RENDAH • EXIM/GATAL-GATAL

DITANGANI LANGSUNG OLEH SHINSHE MURSYID AL MUDAWALI HP. 081345500116 Jl. Tanjungpura Gg. Kamboja No. 19 Samping Ramayana Mall Pontianak Buka: 08.00-20.00 WIB

Batu Alam Granit Marmer Batu Koral Prasasti Batu Nisan Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 18 Pontianak (Jl. Penjara / depan Jl. Beringin)

Telp. (0561) 743999

PONTIANAK - SINTANG - PUTUSSIBAU Berangkat : Pagi, Jam 10:00 WIB Sore, Jam 16:00 WIB

'3 Sebuah rumah Jl. Tebu Pinggir Jalan Utama Luas 9 mx 20 m bertingkat lantai porselen ada tempat usaha dan Siap tinggal. Hubungi langsung :

termuda, ujar Helmi saat ditemui di sela-sela gladi resik kemarin. Lulusan terbaik untuk Prodi PAI jatuh pada Fitri Afriyanti dengan nilai IPK 3,82. terbaik Prodi PBA jatuh kepada Abdurrohman dengan nilai IPK 3,73. Tercepat Prodi PAI dan PBA jatuh kepada Junai Ida dengan nilai IPK 3,70 masa studi 4 tahun 3 bulan dan Antoni dengan nilai IPK 3,30 dan masa studi 4 tahun 4 bulan 26 hari. Kamudian untuk lulusan termuda PAI dan PBA jatuh kepada Sri Utama Ningsih dengan nilai IPK 3,34 dan Nurhayati dengan nilai IPK 3,57. selanjutnya, terbaik, tercepat, dan termuda Prodi EI jatuh kepada Ratna dengan nilai IPK 3,34 dengan masa studi 4 tahun 5 bulan 6 hari dengan usia 24 tahun. Kemudian untuk terpaik Prodi KPI disabet oleh Nur Saleha dengan nilai IPK 3,66. Tercepat dan termuda Prodi KPI di peroleh oleh Arif Fakhruddin dengan nilai IPK 3,56 dan masa studi 4 tahun 5 bulan 8 hari dengan usia 23 tahun. Terbaik dan tercepat BKI diperoleh oleh Marisa dengan nilai IPK 3,83. Lulusan termuda BKI jatuh kepada Halim dengan nilai IPK 3,83 yang berusia 24 tahun. Dari keseluruhan sebenarnya yang memperoleh nilai terbaik itu ada dua yaitu Marisa dan Halim yang memperoleh nilai IPK sama yaitu 3,83. Tetapi yang akan menyampaikan sambutan perwakilan mahasiswa adalah Marisa. Karena ia memperoleh dua predikat sekaligus yaitu sebagai terbaik juga tercepat, jelas Helmi. (kie)

Pemasangan iklan Hub :

EKO SERVICE

HUB TELP.

Ingin berlangganan Harian Equator di Pemangkat Hub : 085386731285

Ingin berlangganan Harian Equator di Sanggau Hub : 085328879844

Rp. 200.000 Rp. 150.000 Rp. 125.000 Rp. 100.000

Rp. 950.000,-

NEW..!, Sehat dan Langsing setelah Nissan Livina X-Gear Th 2010 Hrg Melahirkan dgn Nutrisi Seluler.Aman U/ibu 160 jt (nego) Hub: 081256008880 Hamil & Menyusui di Program Hingga Berhasil Turun 5-30 Kg. Hub: 082151131899, Lowongan 085652321777, 085245664011 Di cari tukang masak&bersih2 wanita Umur (20-50 Th) di utamakan Biro yang bs bahasa mandarin Hub : Ingin berlangganan Harian Equator di 082122223353. Bengkayang Hub : 085288031117

Ingin berlangganan Harian Equator di Sintang. Hub : 081345184340

30 x 21 x 14 x 7x

DIJUAL

- Staf Administrasi - Receptionis - Kasir + Admin - Admin Logistik - Usia Maksimal 25 Tahun

Ingin berlangganan Harian Equator di Melawi Hub : 0568-22069

studi. Jurusan Tarbiyah yang terdiri dari Prodi Pendidikan Agama (PAI) kelas reguler sebanyak 66 orang, PAI kelas khusus sebanyak 14 orang, PAI kelas kualifikasi sebanyak 16 orang dan Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) sebanyak 12 orang. Jurusan Syariah Prodi Ekonomi Islam (EI) sebanyak 6 orang. Jurusan Dakwah Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) sebanyak 2 orang dan Prodi Bimbingan Konseling Islam (BKI) sebanyak 6 orang. Dalam

Tarif Paket Umum

Rp. 7.000/baris Min 3 Baris, Max 5 baris (1 Baris 30 Karakter)

DIBUTUHKAN

Kesehatan

kewenangan Bupati Kabupaten Pontianak, katanya. Jamal berpandangan, jika Bupati Kubu Raya tidak melaksanakan amar putusan MA, maka komitmen Muda Mahendrawan untuk menegakkan supremasi hukum dan Good Governance diragukan sekali. Masyarakat Sepuk Laut sudah lama menantikan sikap tegas Bupati Kubu Raya menyangkut sengketa kepala desa ini. Masyarakat akan kecewa jika putusan MA tidak dilaksanakan, karena konteksnya berkaitan dengan penegakan hukum. Putusan MA

Mahasiswa STAIN melakukan gladiresik sebelum menggelar Wisuda Sarjana. K

Tarif Iklan Baris

Lamaran Lengkap Diantar ke : : PT. PURI ANEKA REZEKI Jl Arteri Supadio Km 12 Sui Raya Kubu Raya Telp : (0561) 762888 Email : ekoha_Par@yahoo.co.id

intah Kabupaten Kubu Raya harus dapat melaksanakan putusan tersebut. Membatalkan jabatan Kades Sepuk Laut meski belum berakhir masa jabatannya, kata Jamal warga Desa Sepuk Laut di Pontianak, kemarin. Menurut Jamal salah seorang warga Sepuk Laut yang menggugat Ismail Hasanudin, seiring terbitnya Putusan MA, yang berhak mencabut surat Bupati Pontianak Nomor 367 tahun 2007 tentang pemberhentian kepala desa adalah Bupati Kubu Raya. Kini bukan lagi menjadi

Hari Ini STAIN Kukuhkan 122 Wisudawan

IKLAN BARIS

Pontianak - Sintang PP

Selasa, 15 Mei 2012

MA Batalkan Jabatan Kades Sepuk Laut

LARIS ARIS Transportasi

KALBAR RAYA

SWIFT-APV-SX4-X OVER

Proses

MUDAH & CEPAT

JOHANES

081256606125 0561 753897 7

BOOKING TIKET : PONTIANAK

PUTUSSIBAU

Jln. KH Ahmad Dahlan

Jln Lintas Selatan No. 76 Kedamin Hilir, Putussibau Selatan

- 0821 5515 5575 - 0821 5515 5595 - 0857 5065 5900

- 0821 5515 5565 - 0856 5451 7988

Melayani : - Carter Dalam & Luar Kota - Tiket Pesawat - Menerima Pengiriman Barang

SUZUKI MOBIL TERMURAH DARI YANG TERMURAH CASH BACK s / d 25 JT

DP 10% S/d 4 Th

Xenia Type PICK UP APV Estilo Splash GL Sx4 SWIFT Grand Vitara

Dp R Rp. p. 14.050.000.Rp. Rp. 17.970.000.Rp. 15.040.000.Rp. 15.210.000.Rp. 27.460.000.Rp. 22.050.000.Rp. 35.540.000.-

Angsuran R Rp. p. 2.583.000.R Rp. p. 4.220.000.Rp. 4.640.000.Rp. 4.260.000.Rp. 5.810.000.Rp. 5.000.000.Rp. 8.190.000.-

DENNY 085252452381

G r a Max Grand n d PU-BOX Gran Max

Segera Hubungi :

DODY 08125608423, 0561-7565151

BERGABUNG di BISNIS Investasi FOREX? Modal rp.5 Jt

Profit 5%/hari Nonstop 100 hari

Hub. Telp.

UDIN 021-41188041 KLIK

www.gradasigold.com. SMS “MINAT”

Hp. 087781995599


PEMILUKADA 2012

5 Tahun Depan Gubernur Dipilih DPRD Jakarta. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) optimistis Rancangan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) yang mengatur mekanisme pemilihan gubernur oleh DPRD bisa tuntas rampung tahun ini. Jika prediksi Kemendagri ini tidak meleset, maka 2013 mendatang pemilihan gubernur tidak akan lagi dilakukan secara langsung oleh rakyat. Tahun ini juga (rampung) kan sesuai dengan tatib (Tata Tertib DPR RI, red) tidak boleh melampaui dua kali masa sidang. Kalaupun ada perpanjangan, masih ada satu kali masa sidang. Jadi tidak boleh lebih dari tiga kali masa sidang, ujar Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Reydonnizar Moenek, Minggu (13/5). Namun jika harus molor hingga akhir tahun atau lebih, pemilihan gubernur oleh DPRD baru bisa dilakukan pada 2014 mendatang. Pasalnya, kata Doni̶sapaan Reydonnizar̶UU yang baru disahkan membutuhkan masa sosialisasi sebelum diaplikasikan. Tergantung pada pasal peralihan, kapan itu (undang-undang) diberlakukan, setahun atau dua tahun (setelah disahkan). Akankah masih harus ada turunan PP (peraturan pemerintah) atau Permen (peraturan menteri)? paparnya. Seperti diketahui, pada 24 Januari lalu pemerintah melalui Kemendagri telah mengajukan RUU Pilkada. RUU tersebut merupakan bagian dari revisi UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Pemda) yang di dalamnya mengatur pemilihan gubernur secara langsung. Atas usulan RUU, akhir bulan ini DPR RI akan mendengarkan keterangan dari pemerintah. Tanggal 30 Mei kita sudah mendapatkan jadwal (pembahasan) dari DPR atas RUU Pilkada bukan lagi pemilukada tapi pilkada, tambahnya. Namun dalam RUU ini, Kemendagri hanya mengusulkan pemilihan di DPRD tersebut hanya untuk gubernur. Sementara untuk bupati dan walikota tetap masih dilakukan pemilihan langsung. Salah satu alasan Kemendagri menggagas pemilihan gubernur oleh DPRD, adalah tingginya biaya politik yang harus ditanggung oleh negara untuk pemilihan kepala daerah. Biaya pemilihan secara langsung tersebut menyedot Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dalam jumlah yang besar. Ada daerah yang dua kali pemilihan menghabiskan Rp 970 miliar, kemudian menghabiskan Rp 300 miliar hanya untuk pemilihan kepala daerah, tambah Reydonnizar. Data Kemendagri menyebutkan, untuk pemilihan walikota dan bupati rata-rata setiap pasangan calon menghabiskan Rp 15 miliar - Rp 50 miliar. Angka tersebut hampir merata, baik pada pasangan yang kalah ataupun menang. Gubernur malah ada yang Rp 60 miliar sampai dengan Rp 100 miliar, tambahnya. Lalu apakah pemilihan gubernur di DPRD bisa menjamin hilangnya kasus korupsi? Gampang, kita undang mereka (DPRD), kita lokalisir mereka dua hari kita matikan HP, undang KPK, undang semua penggiat antikorupsi, kita awasi mereka kan paling sekitar 75 atau 100 orang. Kalau terjadi kerawanan paling 100 orang (anggota DPRD itu saja, red) Tapi kalau dalam pemilihan langsung kerawanan begitu masif, pungkasnya. (Jp)

Selasa,15 Mei 2012

Kader PAN Harus Kerja Keras dan Ikhlas

Muscab DPC PAN Kecamatan Semparuk.

Pelaksanaan Muscab DPC PAN se-Kabupaten Sambas. \\ M Ridho

Sambas. Dalam setiap Musyawarah Cabang (Muscab) DPC yang dilaksanakan DPD PAN Kabupaten Sambas, tidak hentihentinya diingatkan agar kader PAN bekerja keras, cerdas, tuntas dan ikhlas untuk memenangkan Pemilu 2014, Pilgub 2012 dan Pilpres 2014. Setelah muscab DPC PAN se-Kabupaten Sambas tuntas, ditargetkan Desember 2012 tuntas pula penyelenggaraan musyawarah ranting (Musran), Musyawarah rayon dan musyawarah sub rayon. PAN harus maju dan harus memenangkan Pemilu 2014. Ini komitmen kita sesuai tema muscab, yaitu Membangun Kebersamaan Meraih Kemenangan Pemilu 2014 , tetapi yang terpenting tahun 2012 ini kita harus memenangkan Pak Ude kita, Ir H Burhanuddin A Rasyid pada Pilgub Kalbar. Kita harus bulatkan suara Kabupaten Sambas, serta memenangkan Hatta Rajasa sebagai Presiden RI, kata Misni Safari SP, Sekretaris DPD PAN Kabupaten Sambas didampingi Ketua POK DPD PAN Kabupaten Sambas, Drs Ramzi dalam setiap acara Muscab DPC PAN. Misni mewakili Ketua DPD PAN Kabupaten Sambas, dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH mengajak seluruh kader PAN

untuk bekerjasama dan samasama bekerja. Dalam hal ini ialah kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas, tegasnya. Hal ini disampaikan, karena target PAN harus berhasil meraih 10 kursi pada Pemilu 2014. Agar terlaksana, maka harus bekerja keras, cerdas, tuntas dan bekerja ikhlas. Target ini harus kita capai dengan kebersamaan. Sehingga dapat maksimal dengan baik, karena masih banyak agenda penting partai yang harus kita menangkan selain Pemilu Legislatif, seperti Pemilihan Gubernur dan Presiden, tegasnya. Supaya target perolehan 10 kursi PAN Kabupaten Sambas dapat tercapai, maka yang harus dilakukan ialah menjaga kekompakan dan solid dalam mensosialisasikan PAN kepada masyarakat. Caranya dengan kebersamaan membangun infrastruktur dari tingkat kecamatan, ranting rayon sampai sub rayon. Sehingga kader PAN semakin mengakar di masyarakat. Jika semua jaringan sudah dibangun, Insya Allah apa yang kita harapkan dapat tercapai, dan PAN akan menjadi partai pemenang Pemilu 2014, ungkap Misni disambut semangat kader PAN yang hadir.

Muscab DPC PAN Kecamatan Tekarang

Lebih jauh, Misni kepada Equator mengungkapkan, hingga kini sudah 12 DPC PAN melaksanakan muscab. Pada bulan Mei ini bebernya, Hendriandi secara aklamasi terpilih sebagai Ketua DPC PAN Semparuk pada tanggal 6 Mei, sedangkan Suparman Yusuf mantan Kades

Semperiuk secara aklamasi terpilih sebagai Ketua DPC PAN Jawai Selatan pada tanggal 8 Mei. Lalu sorenya, Ilham Hamidi terpilih sebagai Ketua DPC PAN Tekarang. Selanjutnya pada 11 Mei, Mulyadi secara aklamasi terpilih sebagai Ketua DPC PAN

Salatiga, tanggal 13 Mei giliran Edi Iskandar secara aklamasi terpilih sebagai Ketua DPC Galing. Tinggal tujuh DPC PAN lagi yang belum melaksanakan muscab. Insya Allah tanggal 30 Mei nanti semua muscab sudah tuntas dilaksanakan, pungkasnya. (edo/**)

JENDELA USAHA

Bakpia Rumahan Bisa Merambah Industri

Meski hanya skala rumah tangga, tapi usaha pembuatan bakpia bisa ditingkatkan hingga industri. Salah satunya, dalam persaingan penjualan Bakpia Pathuk yang begitu ketat ada sebuah merek bakpia, yaitu Bakpia Kurnia yang mempunyai nilai kompetitif tersendiri. Bakpia seperti ditulis laman bisnisukm, merupakan

makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula yang dibungkus dengan tepung lalu dipanggang. Saat kita menyebut nama bakpia, pastilah pikiran kita tertuju ke Yogyakarta. Di beberapa daerah di Indonesia, makanan yang terasa legit jika dimakan ini dikenal dengan nama pia atau kue pia. Isi bakpia bisa menyesuaikan dengan keinginan konsumen, diantaranya cokelat, keju, kumbu hijau, dan kumbu hitam. Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari

daerah Pathok, Yogyakarta. Peluang usaha pembuatan bakpia skala rumah tangga kini bisa merambah ke skala industri. Entah sejak kapan bakpia mulai dibuat, yang jelas bakpia sangat lekat dengan kota Jogja. Rasanya yang legit karena terbuat dari campuran kacang hijau dan gula pasir lalu dibungkus dengan adonan tepung dengan sedikit minyak

nabati. Pilihan bahan alami dan racikan yang pas membuat bakpia menjadi oleh-oleh khas Jogja untuk orang-orang tercinta di kampung halaman. Dalam kondisi normal, ketahanan bakpia bisa sampai sebulan tanpa bahan pengawet dan penyimpanan dalam suhu ruang yang baik. Berdasarkan data Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) DIY, sepanjang tahun 2007 sedikitnya 46 persen dari total 75.140 industri kecil

analisa Usaha

Estimasi biaya sebulan Bahan: Kacang hijau 4 kwintal Terigu 300kg 12 zak (@ Rp 160.000 Gula 12 karung (@ Rp 275.000 Mentega 2 karton (@ Rp 130.000 Minyak goreng 150 liter Total

Rp 4.800.000 Rp 1.920.000 Rp 3.300.000 Rp 260.000 Rp 1.500.000+ Rp11.780.000

Operasional tenaga 4 orang = Rp 3.000.000 Omset Rp 1 juta perhari = Rp 30.000.000 Keuntungan: Rp 30.000.000 - (Rp 11.780.000 + Rp 3.000.000) = Rp 14.780.000

di provinsi ini bergerak di bidang pengolahan makanan. Sebagian diantaranya adalah industri yang menghasilkan produk makanan bakpia. Jumlah industri kecil pembuat bakpia sebenarnya relatif sedikit. Di seluruh DIY tercatat hanya ada 131 usaha kecil bakpia, tak sampai 1 persen dari total 34.628 industri kecil makanan di provinsi ini. Salah satu sentra bakpia yang cukup populer adalah sentra bakpia Pathok. Untuk mencapai sentra bakpia ini tidaklah sulit. Jika anda saat ini berada di kawasan Malioboro, cukup dengan Rp 5000 anda akan diantar becak pulang pergi, dengan membawa aneka rasa bakpia. Lokasinya yang cukup dekat dengan kawasan Malioboro menjadikan Pathok tak pernah sepi pengunjung. Pathok adalah salah satu sentra bakpia yang cukup terkenal dari masa ke masa. Bahkan beberapa konsumen telah memiliki merek tertentu sebagai langganannya. Di sepanjang jalan KS Tubun ini setiap rumah memiliki usaha pembuatan bakpia mulai dari skala rumah tangga hingga skala industri. Anda akan dengan mudah menemukan toko-toko penjaja bakpia di sekitar jalan tersebut. Merek dari bakpianya sendiri adalah nomor rumah yang dipatenkan. Jadi jangan heran saat anda membeli bakpia di rumah nomor 25 maka merek bakpianya juga 25, rumah nomor 75 dengan bakpia 75 atau bahkan nomor rumah 175 dengan bakpia 175. Dalam persaingan penjualan Bakpia Pathuk yang begitu ketat, di sepanjang Jalan KS Tubun misalnya, kurang lebih 800 meter hampir semua jualan Bakpia. Ada sebuah merek Bakpia, yaitu Bakpia Kurnia yang mempunyai nilai kompetitif tersendiri. Usaha bakpia ini digeluti Subardini, warga asli Pathok dari tahun 92. Pada awal memulai usaha ini, ia tidak hanya membuat bakpia, tetapi juga membuat yangko. Namun dengan bertambahnya pesanan dari pelanggan, ibu yang akrab dipanggil Dini ini,

mengoper usaha yangko-nya ke adiknya. Bertempat dikawasan sentra, satu wilayah di sepanjang

Jalan KS Tubun, tak membuat Dini kesulitan dicari oleh para penikmat bakpia dari dalam ataupun luar kota. (bkm)

Crazy Promo

IDACHI STORE STORE 65 Disc

PROFESIONAL HEALTH CARE PRODUCTS Jl. Tanjungpura Mall Ramayana Lt. 2 No. 3 Telp. 0561-7506345 Pontianak FS 728-6 TREADMILL MANUAL

FS 802

HOME GYM 10.750

FS 1980 MOTORIZED TREADMIL

S/d

Persen

Tgl 12 Mei S/d 20 Mei 2012

SPIN SUPER POWER

6.650

1.480

Hanya

Hanya

Hanya

5.288 Ribu

3.688 Ribu

828 Ribu

8.375

Hanya

4.088 Ribu

(NEW) AIR CLIMBER

FS 664 NEW ORBITRACK

1.280

PLATINUM BIKE

6.950

3.950

OZEN BODY

680

Hanya

Hanya

Hanya

Hanya

888 Ribu

3.328 Ribu

1.988 Ribu

288 Ribu

BRA KOZUI

NECK & BACK MASSAGER

545

FS 201

EYE MASSAGER

POWER YOGA 1.250

350

Hanya

Hanya

Hanya

228 Ribu

568 Ribu

118 Ribu

4.450

Hanya

1.818 Ribu

Cocok Untuk Melayani Pesan Antar

: Fitness Centre, Hotel, Apartemen Dan Lain-lain : Grosir dan Eceran : Dalam dan Luar Kota (Khusus Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

SMS 087883556888

Buruan !!! Stock Terbatas Barang Import Harga Lokal


6 padah bertuah

Bentuk Dewan Pengupahan KABUPATEN Kayong Utara satu-satunya daerah di Provinsi Kalimantan Barat yang sampai sekarang ini belum memiliki upah minimum kabupaten (UMK). Hal ini ditegaskan Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kayong Utara, Amru Chanwari kepada Equator via telepon, Minggu (13/5). Belum adanya penetapan UMK di kabupaten ini, diakui Amru, lantaran hingga sekarang ini Kabupaten Kayong Utara belum membentuk Dewan Pengupahan. Hal ini mengakibatkan UMK belum dapat ditetapkan. Dewan Pengupahan ini dibentuk atau difasilitasi oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kayong Utara, kata Amru. Pada Januari lalu, dilanjutkan Amru, dirinya selaku Ketua KSPSI telah menerima surat dari Dinsosnakertrans yang isinya meminta nama-nama yang layak dilibatkan sebagai Dewan Pengupahan. Hanya saja, dikatakan dia, sampai sekarang belum ada kabar kelanjutannya. Belum dibentuknya Dewan Pengupahan juga dibenarkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Kayong Utara, Baharudin. Akibatnya, Kabupaten Kayong Utara terpaksa mengacu upah minimum provinsi (UMP). Semula, dikatakan Baharudin, Kayong Utara mengacu UMK Ketapang karena kabupaten ini hasil pemekaran Kabupaten Ketapang. Namun sekarang Kayong Utara tidak lagi mengacu UMK Ketapang melainkan UMP Kalbar. Kalau UMK Ketapang sebesar Rp 1.050.000 namun UMP lebih kecil lagi yakni sekitar Rp 900 ribu, jelasnya. Baharudin menjelaskan, untuk menentukan UMK, Dewan Pengupahan harus melakukan survey kebutuhan hidup layak di setiap perusahaan. Maka diambil keputusan sesuai dengan kebutuhan hidup pekerja dan kemampuan daya bayar perusahaan. Sebagaimana diketahui, Kementerian Tenaga kerja dan Transmigrasi meminta kepala daerah tingkat kabupaten/kota yang belum memiliki Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota (Depekab/Depeko) agar segera membentuknya. Hal ini diperlukan supaya Depekab/ Depeko dapat segera bekerja sebagai persiapan dalam penetapan Upah Minimum tahun 2013. Disebutkan, keberadaan Dewan Pengupahan dibutuhkan untuk memastikan penentuan Upah Minimum benar-benar Telah Hadir di Kota Anda dilaksanakan sesuai prosedur yang telah ditentukan. Dalam M enye di a ka n : Kulkas, TV, Digital, Mesin p e n e t a p a n U M K Cuci, Laptop, Computer, Alat tahun 2013 nanti, harus meng ikut i Meubel, Lemari, Kursi Sofa, dan berdasarkan Springbad dan lain-lain. pada ketentuan Alamat: peraturan dan peJalan Kota Karang, Sukadana, rundang-undangan Kayong Utara (Pasar Lama) Ketenag akerjaan yang berlaku, (Bisa Kredit Melalui FIF) tutup Baharudin. Hubungi: ANGI: 085245262806 (lud)

KABAR GEMBIRA

BUDI ELECTRO

GELIAT KAYONG UTARA

Selasa, 15 Mei 2012

Kajati: Apa yang Kita Terima Adalah Tugas dari Tuhan Sosialisasi Penerangan Hukum

Jasman Panjaitan SUKADANA. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalbar, Jasman Panjaitan, SH MH mengajak seluruh pihak untuk taat hukum. Hal ini ditegaskan Jasman ketika menyampaikan sosialisasi dan penerangan hukum di gedung Balai Praja, Kantor Bupati Kayong

Utara, Senin (14/5). Di kesempatan itu, Jasman didampingi sejumlah staf Kejati Kalbar serta Kajari Kabupaten Ketapang. Di acara itu, hadir Bupati Kayong Utara H Hildi Hamid, Sekda Kayong Utara, H Hendri Siswanto, S.Sos, Asisten Setda Pemkab Kayong Utara, Kepala SKPD dan aparatur di lingkungan Pemkab Kayong Utara. Hadir juga Ketua DPRD Kayong Utara, Ibrahim Dahlan, Wakil Ketua DPRD Namrun Leru beserta sejumlah anggota DPRD lainnya. Termasuk, masyarakat Kayong Utara. Jasman mengatakan, kalau rapat kerja (Raker) yang dihadiri seluruh Kajati se Indonesia, dirinya tampil beda di hadapan Kejagung dibandingkan paparan Kajati lainnya. Bukannya memaparkan tentang hasil kerja yang dicapai,

melainkan menyoroti mentalitas para jaksa yang ada di wilayah diperbaiki hukumnya dan harus diperbaiki. Kepada peserta, Kajati secara tegas dan lugas mengakui, kalau sering mempermasalahkan tentang perbedaan untuk pembenaran diri. Bukannya mencari persamaan. Dia mencontohkan, seperti diberitakan media cetak terbitan Kalbar belum lama ini, adanya perbedaan pendapat antara Kejaksaan dengan Kepolisian tentang gula ilegal di Kalbar. Polda menjaring perbuatan itu dengan Undang-Undang perlindungan konsumen. Sedangkan kejaksaan menyatakan perbuatan itu masuk dalam tindak pidana penyelundupan, yang mestinya diperiksa oleh Bea Cukai. Sampai mempermalukan institusi teman dan tidak mau

memperpanjang penahanan. Dan menyatakan bahwa penyelidikan polisi tidak sah sah. Inilah gambaran kalau kita tidak memahami secara sempurna, ceritanya dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Menurut dia, apapun yang diterima adalah tugas dari Tuhan. Kita lakukan pendekatan secara hati nurani. Jika kita tidak menyerahkan diri kepada Tuhan, maka Tuhan akan menuntut pertanggungjawaban kepada kita, ceramahnya. Sekarang contohnya ada kasus, lanjut Kajati, yang harus dipertimbangkan dengan baik. Apakah hakim akan menggunakan kecerdasan intelektual atau hati nurani. Misalnya, ada seseorang yang berkelahi antara atasan dan bawahannya (Dicon-

tohkan dia dan asistennya-red) Dalam hal ini si atasan salah dan benar Namun, Namun bawahan yang benar. ketika di persidangan majelis hakim justru membenarkan si atasan. Alasannya menggunakan kecerdasan hati nurani. Karena, jika menggunakan kecerdasan intelektual, maka akan menimbulkan masalah yang lebih besar. Kita harus dikontrol dengan kecerdasan rohani, paparnya mendapat aplaus. Menjawab pertanyaan peserta terkait tata cara pemanggilan oleh jaksa, dijelaskan Kajati Kalbar harus ada prosedur pemanggilan. Kalau ada panggilan yang tidak diketahui pimpinannya tolong diingatkan. Jangan gunakan alasan untuk membenarkan diri. Gunakan kecerdasan pendekatan emosional. Tetapi meskipun itu benar, belum tentu baik, warningnya. (lud)

Kafilah MTQ KKU Siap Harumkan Daerah SUKADANA. Perlombaan Musabaqah Tilawatil Qur an (MTQ) XXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Melawi sudah dimulai sejak Minggu (13/5). Hingga kini, kegiatan masih berlangsung. Memasuki babak penyisihan, masing-masing peserta dari kabupaten/kota se-Kalimantan Barat mulai unjuk kebolehan. Kabupaten Kayong Utara yang mengikutsertakan sebanyak 34 peserta dengan mengikuti seluruh cabang yang dilombakan dinyatakan oleh Sekretaris LPTQ KKU sekaligus Ketua Kafilah KKU, H Nazril Hijar,S.Ag siap bertarung semaksimal mungkin di arena MTQ kota Juang Melawi guna mengharumkan nama daerah. Adapun seluruh cabang yang diikuti peserta MTQ Kabupaten

Kayong Utara seperti cabang Tilawah untuk tingkat dewasa, remaja, anak-anak, cacat netra, qira ah sab ah, tartil qur an. Selanjutnya cabang Tahfizh 30 juz, 20 juz, 10 juz, 5 juz ma attilawah, 1 juz ma attilawah. Cabang Khat diantaranya Naskhi, Hiasan Mushaf, Dekorasi. Kemudian cabang-cabang lain yang diikuti lagi seperti cabang syarhil qur an dan cabang fahmil qur an. Menang dan kalah atau mendapat juara dan tidak, itu hal yang biasa terjadi. Maka, harus siap menerima kekalahan maupun kemenangan. Namun, jauh hari sebelum pertandingan MTQ XXIV tingkat Provinsi Kalbar di Melawi ini, kita sudah melakukan persiapan-persiapan dengan maksimal, kata Nazril. Terpenting lanjut Nazril, adalah tetap memberikan dukungan dan

Peserta MTQ KKU dari cabang yang berbeda dengan tenang mengikuti pelombaan MTQ XXIV tingkat Provinsi Kalbar di Melawi. Secara maksimal pada babak penyisihan ini mereka berupaya unjuk kemampuan di atas mimbar yang dipersiapkan panitia MTQ Melawi yang berada di setiap masjid Nanga Pinoh Melawi. HUMAS

motivasi kepada para peserta yang bertanding agar tetap bersemangat dan mesti optimis. Meskipun sebagai kabupaten baru namun kemampuan dan keterampilan yang dimiliki tentunya tidak kalah dari daerah-daerah lain. Oleh karena itu Nazril berharap, kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kayong Utara untuk mendo akan kafilah yang saat ini sedang berupaya keras mengharumkan nama daerah tercinta agar diberi kemudahan mengikuti berbagai cabang yang dilombakan. Melalui partisipasi dan doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Kayong Utara, Nazril mengharapkan, dari seluruh cabang MTQ yang dilombakan, ada beberapa kemenangan yang dapat dibawa pulang sebagai buah tangan untuk daerah. (lud/hms)

SAMBUNGAN Diremehkan ......................................................................................................................dari halaman 1 dalam hal eksekusi, hal itu adalah benar. Pemerintah Kota Pontianak tidak bisa jalan sendiri tanpa DPRD Kota Pontianak. Kalau begitu kami akan buka Undang Undang dulu dan belajar kembali tentang UU. Walikota jangan sombong, dia dipilih oleh masyarakat dan seharusnya tidak menimbulkan pernyataan yang menyinggung lembaga, tegasnya. Johansyah juga menyesalkan pemahaman Walikota tentang fungsi mediasi wakil rakyat. Kalau para pedagang datang mengutarakan permasalahan dan menginginkan solusi dari anggota DPRD, Johansyah balik mempertanyakannya kepada Walikota. Walikota dulunya anggota DPRD, mestinya dia paham bagaimana kinerja DPRD. Sementara yang datang ke kami

adalah masyarakat Kota Pontianak. Saya sangat kecewa dengan pernyataan seorang Walikota seperti itu, katanya lagi dengan nada kesal. Kekesalan senada atas statemen Walikota Pontianak terhadap Ketua DPRD dan Dewan secara keseluruhan, juga muncul dari anggota DPRD Fraksi Demokrat, Anwar Ali. Kata dia, semestinya Walikota sebagai mantan anggota Dewan sangat paham kalau DPRD itu berfungsi sebagai lembaga pengawas dan pengontrol atas kinerja Pemerintah Daerah. Anwar juga menyayangkan pernyataan Walikota yang mengatakan persoalan Pasar Flamboyan bukan ranah DPRD. Apapun yang dilakukan Pemkot, DPRD harus tahu. Ibaratnya mencopot satu paku pun di Pasar Flamboyan, DPRD harus

Sutarmidji: Mengundang bertugas mengawasi pemerintahan. Jadi kalau mengundang para pedagang itu maksudnya apa kalau bukan sabotase namanya. Kecuali DPRD meminta penjelasan terlebih dahulu baru ngundang, itu baru benar. Ini kan ndak, langsung ngundang pedagang, yang diundang yang memang belum dapat sosial-

isasi, marahlah mereka, sesal Midji. Walikota juga menyayangkan setelah kejadian para pedagang ke DPRD lalu timbul orang yang mengakui menjadi penggagas yang hingga saat ini Walikota sama sekali tak mengerti maksud orang tersebut.

Runway Baru Supadio sebesar Rp 7 miliar akan digunakan untuk redesign runway. Anggaran tersebut sangat minim dari total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan runway baru yang mencapai Rp 700 miliar. Kepala Dishubkominfo Provinsi Kalbar DL Denny menambahkan, memang dana APBN kecil yakni Rp 7 miliar. Alasan pemrintah pusat ketika itu karena keterbatasan anggaran dan banyak bandara yang harus diurus. Pemerintah Provinsi, sambung dia, sudah beberapa kali melakukan komunikasi ke Kementerian Perhubungan terkait persoalan itu. Termasuk DPRD Kalbar, bahkan dua Gubernur juga sudah beberapa kali mengusulkan

tau. Apalagi ini pembangunan dengan menelan biaya puluhan milyar dari APBD, katanya. Anwar Ali menegaskan, bukannya DPRD tidak mendukung Walikota terhadap pembangunan Pasar Flamboyan. Justru sangat mendukung, apalagi kebutuhan masyarakat akan pasar yang baik dan bersih sangat diharapkan. Pembangunan Pasar Flamboyan merupakan kebutuhan masyarakat, sehingga kami sangat mendukungnya. Tetapi kalau dianggap ini bukan ranah DPRD, saya menyesalkan. Saya berharap Pemkot bijaksana menyelesaikan kasus ini, kata Anwar Ali. Anggota Komisi B, Bahasan, juga mengomentari statement Walikota Sutarmidji seperti kacang lupa kulitnya. Dia menyayangkan pernyataan Sutarmidji yang dianggapnya

arogan dan menyepelekan DPRD. Tidak ada kepentingan kami dalam permasalahan Pasar Flamboyan. Saat itu para pedagang datang ke DPRD, dan kami sebagai wakil rakyat harus menerima, mendengarkan dan menyelesaikan segala masalah yang dihadapi masyarakat, kata Bahasan. Bahwa DPRD menjalankan fungsi kontrol dan mengawasi roda pemerintahan, harus berjalan dengan baik. Sehingga kemitraan dan ada kerjasama yang baik antara legislatif dan eksekutif. Bukannya memberikan statemen yang terkesan tidak menganggap DPRD. Kemungkinan saat berbicara seperti itu Walikota sedang tidak sadar. Karena dia dulunya anggota DPRD, jadi mesti paham tugas dan wewenang DPRD, pungkasnya. (dna)

....................................................................dari halaman 1 Perlu saya tekankan bahwa Pasar Flamboyan tetap menggunakan APBD dan bukan timbul dari pihak manapun juga. Jadi timbul yang ngaku penggagas. Itu bukan penggagas tapi pengagas, sindir Sutarmidji. Ia berharap persoalan ini tidak berlarut-larut dan kem-

bali menegaskan bahwa Pemkot tidak akan berubah pada ketetapannya mengenai Pasar Flamboyan. Akhir bulan ini terakhir, kalau belum dibongkar saya sendiri yang akan membongkarnya. Sesuai dengan peraturan, tegas Midji mengakhiri pembicaraan. (dna)

..................................................................................................................dari halaman 1

percepatan realisasi pembangunan runway baru itu. Mengenai pembebasan lahan seluas 30 hektar untuk pembangunan runway itu, masih dibahas untuk mencari jalan terbaik. Misalnya dengan sharing antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Anggaran yang dibutuhkan di atas Rp 30 miliar. Sangat Lamban Komisi V DPR-RI ketika melakukan kunjungan kerja ke Kalbar April lalu menilai pengerjaan runway baru Bandara Supadio sangat lamban. Para wakil rakyat tersebut mengharapkan runway baru secepatnya difungsikan untuk kepentingan masyarakat Kalbar. Berdasarkan penjelasan

dari PT Angkasa Pura II, runway yang dibangun akan beroperasi pada 2014 mendatang, ujar Nusyirwan Soejono ST, Ketua Rombongan Komisi V DPR-RI ketika berada di Pontianak. Dia mengatakan Bandara Supadio Pontianak sudah lama direncanakan untuk diperbesar. Karena satu-satunya bandara bertaraf nasional di Kalbar yang juga wilayah perbatasan antarnegara. Selain itu Kalbar merupakan salah satu wilayah strategis di Indonesia. Maka kami mengharapkan pembangunan runway baru secepatnya diselesaikan dan tidak boleh berlama-lama lagi, ujar Nusyirwan. Ia menegaskan, paling lama 2013 runway baru bisa dioperasikan. Apalagi saat ini kapa-

sitas bandara tidak sesuai dengan kepadatan penumpang. Kita mengharapkan ekonomi Kalbar semakin membaik dengan adanya bandara yang layak, tegas Nusyirwan. Ia melihat kapasitas Bandara Supadio sudah tidak layak lagi. Melonjaknya penumpang dan aktivitas pesawat yang padat harus dijadikan pertimbangan bagi PT Angkas Pura untuk pembangunan bandara dan memperlebar runway Supadio. Kepentingan masyarakat dan daerah menggerakkan roda perekonomian juga harus dipertimbangkan PT Angkasa Pura. Jangan hanya mempertimbangkan profit saja, sehingga mengabaikan kepentingan masyarakat, pungkas Nusyirwan. (jul)

Capres Harus Kaya Raya dan Keras J A K A R TA . P e m i l i k d a n pemimpin Republik Cinta Managemen, Ahmad Dhani, mengaku, figur yang masih cocok menjadi presiden Indonesia pada 2014 nanti berasal dari kalangan militer. Saya selalu berpikir bahwa militer masih figur yang cocok. Jenderal yang biasa pegang komando. Kalau SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) kan staf. Paling tidak (harus) jenderal yang bekas KASAD, pangab atau panglima TNI, itu yang cocok. Karena dibutuhkan sosok yang keras, katanya kepada wartawan, Senin (14/5), di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Apakah yang dimaksudkan itu termasuk Prabowo Subianto-bekas Komandan Jendral Kopassus yang kini menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra? Dhani menegaskan, ya mungkin juga. Tapi kan banyak juga jenderal, bukan cuma Prabowo, kata Dhani. Karena, kata Dhani, sekarang organisasi kemasyarakatan (ormas) lebih keras daripada presiden. Indonesia membutuhkan presiden yang keras. Padahal kita butuh

presiden yang keras, bukan ormas yang keras. Saya rasa perlu sedikit otoriter, tegasnya. Karenanya, Dhani mengatakan, sosok militer yang kuat, berani berbicara tegas sangat cocok untuk menjadi Presiden Indonesia 2014. Misalnya kalau saya jadi presiden. Mungkin, dalam mengatasi kekerasan atas nama agama saya akan berbicara siapa saja yang menggangu agama, keyakinan dan aliran seseorang, siapa saja yang mengusik mereka, nomor satu berhadapan dengan saya sebagai Presiden Indonesia. Kalau sampai ada presiden ngomong gitu, takut pasti ormasnya, katanya lagi. Dia juga mengatakan, syarat nomor satu Presiden Indonesia 2014 harus kaya raya. Karena, menurutnya, untuk mengatasi permasalahan di Indonesia satu-satunya hanya dengan uang. Banyak pejabat dan politisi tergelincir dengan uang, karena presidennya tidak punya uang, ungkapnya. Kalau saya sih terserah. Kalau ada orang muda yang kaya raya, ya silah-

kan, monggoh. Tapi ya itu tadi, kita butuh presiden yang kaya raya. Sangat kaya raya, tegasnya soal apakah capres ideal berusia tua atau muda. Dhani juga menegaskan bahwa sebenarnya Indonesia tidak mengalami krisis kepimpinan. Cuma, kata dia, yang masih menjadi persoalan adalah sistem pemilihan presiden. Dia menduga, rakyat tidak memilih presiden dengan tepat. Dhani mengatakan, sistem pilpres perlu dipertimbangkan untuk diubah. Menurutnya, kalau tidak diubah maka rakyat akan kembali memilih presiden seperti pada 2004. Itu yang jadi pertanyaan. Kan dimulai dengan 2004 pilpres langsung. Rakyat pertama kali langsung memilih presiden dan terpilihlah Pak SBY. Itu kan bisa jadi bahan pelajaran. Kalau sistem sudah benar, ya silahkan dilanjutkan. Kalau ternyata dianggap tidak benar, ya diubah sistemnya. Kan demokrasi Pancasila macam-macam. Undangundang kan bisa dibuat sesuai keinginan masyarakat Indonesia, jelasnya. (jp)

Penjaminan Saldo Rp2 Miliar Dianggap Tinggi JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan tengah mengkaji tingkat penjaminan saldo untuk setiap nasabah pada satu bank yang saat ini ditetapkan sebesar Rp2 miliar. Pasalnya penjaminan di Indonesia relatif lebih tinggi. LPS dalam tugasnya dari waktu ke waktu menganalisis skim-skim penjaminan antara lain sejak tahun 2008 menjadi Rp2 miliar, ujar Direktur Penjaminan dan Manajemen Resiko LPS Salusra Satria di Jakarta, Senin (14/5). Menurutnya, jika melihat pada negara-negara tetangga

sejak awal 2010 dan 2011, penjaminannya sudah mengarah kembali ke level penjaminan yang normal. Memang pihaknya mengakui untuk Indonesia level Rp2 miliar termasuk relatif tinggi. Karenanya, selalu ada kajian terhadap level yang pas untuk penjaminan pada kondisi tertentu. Namun diakui hal tersebut merupakan wilayah atau kewenangan dari pemerintah dan Bank Indonesia (BI). Kalau pada kondisi saat normal dan tenang memang Rp 2 miliar itu dianggap tinggi. Barang kali terlalu dini kita

membicarakan hal ini, terangnya. Berdasarkan data LPS Per 20 Maret 2012 untuk rekening yang nilainya diatas Rp2 miliar sebanyak 151.610 rekeninng atau 0,15 persen dengan nominal sebesar Rp.1,492 triliun. Sedangkan untuk rekening yang nilai simpanannya di bawah Rp2 miliar sebanyak 100.945,99 rekening atau 99,85 persen atau nominal Rp.1,386 triliun. Secara keseluruhan total rekening perbankan 101.097,60 deng an nominal Rp.2,879 triliun. (jp)


7 GELANGGANG Dukung Walikota Naikkan Anggaran Olahraga PONTIANAK. Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, H Eka Kurniawan mendukung rencana Walikota Pontianak, Sutarmidji yang berniat akan menaikkan anggaran olahraga pada tahun 2013 mendatang. Menurutnya, sudah selayaknya angg aran untuk bidang olahraga Kota Pontianak ditambah untuk menambah daya dobrak dan peningkatan Eka Kurniawan prestasi olahraga kota ini. Saya mengacungi jempol terhadap rencana Pak Wali untuk menaikkan anggaran olahraga tahun depan. Sudah waktunya bidang olahraga di kota ini mendapat perhatikan lebih, ungkap Eka Kurniawan beberapa waktu lalu. Legislator PDI Perjuangan tersebut mengungkapkan, anggaran untuk para cabor yang ada saat ini dinilainya sudah tak layak. Bantuan yang diberikan ke KONI Kota Pontianak tahun ini sebesar Rp1.4 miliar, dibagi dengan 33 jumlah pengurus cabang olahraga, berarti setiap cabor hanya menerima 20 hingga 40 juta. Belum lagi dipotong kebutuhan operasional dan belanja kegiatan KONI Kota Pontianak. Sebagai insan olahraga dan sudah hampir belasan tahun berkecimpung di dunia olahraga, Eka mengatakan sudah merasakan suka duka menjadi pengurus. Menjabat sebagai ketua umum PBVSI dan PASI, kata Eka, dia harus merogoh kocek pribadi untuk kepentingan organisasi yang dibinanya. Yang mau mengurus olahraga ini hanya orang yang gila saja. Jika tidak hobi, pasti tidak akan mau. Bayangkan saja, selama belasan tahun saya harus mengeluarkan uang pribadi untuk membina atlet bola voli dan atletik. Tapi saya ikhlas demi kemajuan prestasi atlet-atlet kita, ungkapnya. Dengan rencana Walikota Pontianak menaikkan anggaran olahraga, Eka mengucap syukur. Sudah selayaknya, kata dia, cabang olahraga mendapat perhatian serius dari pemerintah. Sementara Sekretaris Aliansi Journalis Sport (AJS) Kalbar Vico Alhadi menilai angka Rp1.4 miliar yang digelontorkan Pemerintah Kota Pontianak untuk membina 33 cabang olahraga di Kota Pontianak sangat tak wajar. Jika dibandingkan dengan jumlah APBD Kota Pontianak yang mencapai angka satu triliun, berarti anggaran olahraga untuk 33 Pengcab Kota Pontianak hanya seperseribu dari jumlah APBD Kota Pontianak. Inikan sangat tak wajar dan perlu tingkatkan lagi di tahun-tahun mendatang. Rencana pak walikota untuk menaikkan anggaran patut kita berikan apresiasi, ungkapnya. (oen)

Selasa, 15 Mei 2012

Elang Khatulistiwa Menuju Divisi Utama PONTIANAK. Meski kalah dari Persikubar Kutai Barat 0-1, Sabtu (12/5) kemarin, namun Persipon Pontianak mampu membalas dengan membungkam Persipal Palu 1-0, Minggu (13/5), di Stadion Sepakbola Purwakarta. Sehingga mimpi tim kebanggaan masyarakat Kota Pontianak untuk bisa berlaga di Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia sepertinya akan terwujud. Sekretaris Tim Persipon Kushairi mengatakan, cukup puas dengan permainan Hengky dkk. Setelah kalah dari Persikubar, tim Persipon mampu bangkit dan mengalahkan tim Persipal Palu. Kita sedikit lega, karena ini hasil yang memang kita tunggutunggu. Kita harap laga selanjutnya, Persikubar bisa memenangi

Persipon 1-0 Persipal Palu laga ga melawan Palu. Jika hasilnya seri saja, kita bisa lolos ke babak selanjutnya, ungkap Kepala Dispenda Kota Pontianak tersebut. Diungkapkan Kushairi, bahwa setelah PSSI terpecah kontestan yang tampil di Liga Indonesia semakin berkurang. Bahkan di pentas divisi satupun demikian. Jika semula direncanakan grup ini akan diikuti empat kontestan, ternyata saat hari H, satu tim urung tampil. Akhirnya hanya tiga kontestan yang ikut, sementara PS Pasir Grogot tidak ikut serta, katanya. Namun demikian, dengan tidak

tampilnya satu tim ini, memberikan keuntungan bagi kontestan lainnya. Peluang untuk lolos lebih mudah, karena yang berlaga hanya tiga tim, tandasnya seraya memohon doa dan dukungan masyarakat kota Pontianak dan Kalbar untuk lolosnya tim sepakbola kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat ini. Sementara Fery Pangkey salah satu pemain belakang Persipon mengatakan, dengan hasil ini, peluang Persipon untuk lolos ke divisi utama semakin terbuka lebar. Jika Persikubar mampu menang atau bermain

seri saja melawan Persipal Palu, dipastikan kita yang akan lolos, ungkapnya. Menurut Fery, kekalahan menghadapi Persikubar sebenarnya di luar target tim. Anak-anak asuh Inyong Olumbulan ini kebobolan karena lengah akibat serangan balik lawan. Ketika melawan Persikubar, kami terus melakukan serangan. Bahkan kami menguasai jalannya pertandingan. Namun, kita lengah saat serangan balik, tuturnya. Makanya, Fery mengakui bahwa pertahanan Persikubar memang cukup rapat. Sang kiper

Persikubar jjuga bermain dengan gemilang. B Beberapa kali penyelamatan gemilang gemiilang dilakukan kiper tim asal Ku Kutai utai Barat Kalimantan Timur terse tersebut. Padahal peluang kita cukup banyak, namun kita kurang beruntung, ujarnya. Namun kegagalan Skuad Elang Khatulistiwa ini mampu terbalas di laga kedua saat berjibaku menghadapi Persipal Palu. Tim asal Sulawesi Tengah ini takluk dengan skor tipis 1-0. Gol Persipon dicetak oleh striker Hengky melalui tendangan bebas di menit 15. Hasil ini tentu sangat memggembirakan bagi kami. Kita tinggal menunggu hasil antara Persikubar melawan Persipal Palu besok. Kita berharap Persipal Palu kalah dari Persikubar, harapnya. (oen)

PODSI Kalbar Pasang Target Medali PONTIANAK. Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalbar berani pasang target meraih medali pada PON XVIII di Riau tahun 2012 mendatang, meski dengan segala keterbatasan dana dan fasilitas latihan. Dari empat nomor yang lolos di PON XVIII Riau, kami

Jelang PON XVIII Riau hanya memiliki peluang baik di nomor Dragon Boat. Prediksi ini berdasarkan fakta dari hasil kualifikasi PON yang diikuti Pedayung Kalbar, ungkap Ketua harian PODSI Kalbar, Abdi ke-

pada wartawan, kemarin. Menurutnya, pada babak kualifikasi PON yang lalu, nomor dragon boat mampu meraih perunggu dengan limit waktu yang cukup memuaskan. Hanya saja

mengenai jenis medali, PODSI Kalbar tidak berani pasang target untuk bisa meraih emas. Mengenai persiapan hingga saat ini, dijelaskan Abdi bahwa PODSI Kalbar telah melakukan latihan intensif sejak Januari lalu melalui program latihan Desentralisasi. Dari serangkaian latihan yang dijalani, Abdi dapat melihat perkembangan

pedayung Kalbar yang menunjukkan peningkatan bagus. Sementara kendala selama menjalankan latihan, dijelaskan Abdi, seperti halnya dengan cabang olahraga lainnya, PODSI Kalbar juga kesulitan dalam pendanaan. Saya sangat mengharapkan adanya bantuan dari KONI Kalbar, pintanya. (oen)

Ilustrasi/IST

SAMBUNGAN Kalbar Kaya ..........................................................................................................................dari halaman 1 Selain Melawi, anyaman juga ditampilkan Kota Pontianak. Kalau Melawi dari rotan, Kota Pontianak dari akar keladi air. Di Pontianak, kata penjaga stand, Sopian Hadi, perajin keladi air ini sudah mulai banyak. Keladi air ini dirajut indah hingga menghasilkan topi, pot bunga dan temayan. Keladi air ini masih belum dibudidayakan, namun perajin masih bisa mengambilnya di daerah dataran rendah di Pontianak. Selain anyaman keladi air, Kota Pontianak juga memamerkan berbagai produk lidah buaya. Keripik lidah buaya, cokelat dari lidah buaya, dodol, stick, jeli, tek, air dan sabun. Bahkan tanaman yang banyak ditanam di Jalan 28 Oktober ini juga sudah bisa dibuat dompet dan gantungan kunci. Terutama kulitnya, ujar Sopian. Pameran Kabupaten Bengkayang atau Bumi Sembalo memajang berbagai produk dari rumput laut sebagai produk unggulan. Rumput laut ini sudah diolah menjadi dodol dan manisan yang bisa langsung dinikmati. Sedangkan Sanggau memamerkan berbagai produk dari kulit kayu Kapuak. Ada baju, tempat Handphone, dompet dan tempat tisu. Tarang Jupri, menjaga stand Sanggau, berbagai produk dari kulit ini sangat diminati. Bahkan, waktu ekspo Inacraft di Jakarta bulan lalu, baju Kapuak milik Sanggau ini dibeli seharga Rp2,5 juta untuk satu baju. Kalau kita ingin bersaing dengan orang Jawa, memang mesti ada bahan yang unik. Salah satunya berbagai produk dari Kapuak. Hampir semua kabupaten di Kalbar ini memiliki

karya tangan dari Kapuak ini, ungkap Jupri. Berbagai karya dari Kapuak ini dibuat oleh warga yang ada di Kota Sanggau. Selain handicraft dari kulit kayu, Sanggau juga menampilkan madu dari Kecamatan Bonti, Lamok dari Batang Tarang. Berlanjut ke persembahan Kabupaten Kubu Raya yang menampilkan Salai Pisang dan teri keremas. Salai pisang ini dibuat home industri yang ada di Batu Ampar. Sementara Teri Keremas dibuat kelompok warga Sungai Raya. Bahan baku kedua produk ini berlimpah di Kubu Raya. Hingga bisa dibuat setiap harinya. Dalam pameran ini, dalam dua hari stock kita sudah habis terjual, kata penjaga stand Kubu Raya, Yani, yang juga pengelola home industri. Bahkan home industri miliknya ini sudah memiliki izin produksi dan memiliki lebal halal. Hingga wajar, home industri yang dinamai Gilang ini banyak binaannya. Jalan-jalan ke stand berlanjut ke Kapuas Hulu. Kabupaten konservasi yang memiliki kekayaan Danau Sentarum ini memiliki kerupuk ikan. Hingga wajar bila kerupuk basah dengan berbagai bentuk ditampilkan. Bukan hanya itu, Kapuas Hulu juga menampilkan produk lainnya, seperti anyaman dari rotan, perhiasan manik-manik hasil karya warga Suku Taman, tenun ikan yang dibuat warga Suku Iban. Home industri kerupuk ikan sangat banyak di Kapuas Hulu. Namun, ikan ini ada musimnya. Hingga produksi kerupuk mengikuti musim ikan, jelas Adurahman yang bekerja di Disperindagkop Kapuas Hulu. Stand Kabupaten Ketapang memamerkan amplang. Maka-

nan tersebut sangat laris. Dikatakan Utin Amanul Habasiah SSos, dalam sehari amplang bisa laku hingga Rp8 juta. Saking larisnya, amplang rencananya akan didatangkan lagi ke Melawi. Besok amplang dari Ketapang akan datang lagi, ujarnya. Selain amplang, Ketapang juga memamerkan hiasan ale-ale dan kepah. Ale-ale dipakai untuk menghiasi cangkir tempat telur. Sedangkan kepah dijadikan tempat sirih. Kedua binatang laut tersebut biasanya ada pada pesta pernikahan Melayu. Ketapang juga memajang berbagai produk anyaman dari rotan. Ada topi, tudung saji dan keranjang berbagai bentuk. Tudung saji banyak yang laku, ujar Habasiah. Melangkah ke kota Singkawang. Memang banyak yang dipajang di stand kota seribu kuil ini. Namun yang khas adalah keramik dengan berbagai bentuk. Ada tempayan dengan berbagai ukiran yang menari, tempat bunga, pasu dan lain sebagainya. Sedangkan stand di sampingnya, Kayong Utara, menampilkan tikar pandan sebagai pajangan utama. Ada pula kursi bambu yang dibawa hanya foto saja. Kayong Utara juga memajang foto industri pengalengan ikan. Di sini ada pula dodol salak dan kerupuk udang. Tikar pandan paling banyak peminatnya. Waktu di inacraft Jakarta beberapa waktu lalu pun banyak diminati. Home industri tikar pandan ini banyak di Kayong Utara. Kita pun sudah melakukan pembinaan untuk inovasi karya, ujarnya. Beranjak ke stand Kabupaten Sambas menampilkan kerajinan songket. Songket kain dalam

berbagai bentuk dipamerkan, seperti baju, kopiah, selendang serta baju koko. Pengusaha songket serta penjaga stand, Alfian mengatakan, kain songket Sambas memang sudah berumur ratusan tahun. Hingga wajar produksi khas Sambas ini tertata agak rapi. Sudah ada perajin, pengusaha dan penjual. Paling tidak, sudah ada 500 orang di tujuh desa di sekitar Kota Sambas yang membuat kain songket ini. Sebanyak 500 orang tersebut tidak termasuk yang dipekerjakan di Brunei Darussalam. Bahkan, kita sudah memiliki 22 motif kain yang telah dipatenkan di Menkumham. Kain songket ini, bagi kita bukan semata-mata untuk bisnis. Tapi sebagai wujud karya seni budaya, ujarnya. Berlanjut ke Kabupaten Sintang yang juga menampilkan tenun khas kabupaten ini. Hasil tenun ini juga telah berubah bentuk menjadi tas, sal, baju, dompet, kopiah bahkan sepatu. Tenun ini dibuat oleh warga yang tinggal di sekitar Bukit Kelam. Sementara Kabupaten Pontianak, menampilkan berbagai karya dari pasir dan mayang enau. Selain itu, daerah ini juga memajang kain khas Mempawah. Yakni kain awan berawan. Di Sekadau, dipastikan pengunjung akan tertarik dengan produk lanjutan dari kain tenun khas daerah ini. Kain tenun dari alat tenun bukan mesin ini dibuat oleh kelompok perajin Kumpang Ilong. Setelah ditangani oleh Kumpang Ilong menjadi kain tenun. Lalu akan ditangani oleh perajin Batu Tinggi. Pada kelompok Batu Tinggi ini, tenun menjadi berbagai produk yang siap pakai. (aji)

Korban Angin ...................................................................................................................dari halaman 1 Terutama bagi warga yang biasanya menyeberang dari pantai ke Pulau Penibung berjalan kaki, agar lebih berhatihati jangan sampai ada lagi korban tenggelam di daerah itu, imbaunya. Alpian menuturkan, kejadian

yang menimpa warganya tersebut bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya, sudah ada dua korban meninggal di wilayah perairan tersebut, tepatnya 1997 silam. Kejadiannya sama persis dengan yang dialami almar-

hum Hermanto ini. Dua korban lainnya juga sedang berjalan kaki menyeberang dari pantai menuju Pulau Penibung. Setiap kejadiannya melibatkan tiga orang dan satu korban yang semuanya laki-laki, ungkapnya.

Jika memang ingin menyeberang ke pulau, hendaknya menggunakan kendaraan air. Misalnya, sampan dan lainnya. Sehingga, jika tiba-tiba terjadi cuaca ekstrem, warga lebih cepat menyelamatkan diri menuju ke pantai, pungkasnya.(shn)

Sebelum Pilgub ...........................................................................................................dari halaman 1 Terminal tersebut memiliki hall untuk angkutan kota atau desa beserta ruang kedatangan dan keberangkatannya. Terdapat pula gedung untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) beserta ruang kedatangan dan keberangkatannya.

Terminal itu juga memiliki ruang untuk antar-jemput, kedatangan dan keberangkatan bagi penumpang. Penumpang juga dapat memanfaatkan mushalla, klinik, lokakarya, toilet, menara air, kolam ikan, dan loker. Selain itu terdapat pula ruang untuk mesin generator set, gu-

dang, ruang imigrasi, pos retribusi, traffic control, area parkir kendaraan pribadi, roda roda, angkutan ALBN, AKAP, AKDP, angkutan kota, serta bus kota. Pe m e r i n t a h p u s a t p e r l u segera merampungkan beberapa proyek nasional bidang infrastruktur di Kalbar, meng-

ingat pentingnya infrastruktur dalam proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Mulai dari program jalan strategis nasional, pembangunan j e m b a t a n Ta y a n , t e r m i n a l antar negara, bandara, pelabuhan samudera hingga jalan pararel perbatasan. (jul)

Keberadaan Pilot Sukhoi Masih Misterius JAKARTA. Kabar mengejutkan sempat beredar dari tim evakuasi di lokasi jatuhnya SSJ 100. Jenazah seorang pria berambut putih yang diduga pilot Alexander Yablontsev tersangkut disebuah pohon dengan sebuah parasut terkembang. Berbagai dugaan muncul termasuk Alexander mencoba kabur dari pesawat dengan parasut. Temuan jenazah tersebut oleh tim Kopassus yang dipimpin Sertu Abdul Haris di lembah Puncak Salak I Sabtu (12/5) sore. Keyakinan bahwa itu pilot berdasar kulit, rambut dan identitas korban. Namun, Danyon 23 Grup 2 Kopassus Letkol (inf ) Sumirating Baskoro tidak yakin sang pilot melarikan diri. Alasannya, jarak antara jenazah bule yang tersangkut di pohon dengan benda diduga parasut itu berjarak lima meter. Benda tersebut tidak menempel ditubuh korban yang tak lagi utuh itu. Dia juga tidak yakin kalau itu adalah sebuah parasut. Memang ada tali-tali dari barang itu yang menjulur, katanya pada Jawa Pos. Dia memastikan hal itu langsung dari anak buahnya dilapangan setelah isu terevakuasinya pilot merebak. Dia juga belum memastikan apakah sesuatu berwarna oranye itu parasut atau tidak. Alasannya, barang tersebut tertutup pepohonan dan tim memilih untuk tidak mengambil barang tersebut. Begitu juga dengan jenazah tersebut, Sumirating enggan berpolemik lebih lanjut meski mirip Alexander Yablontsev. Menurutnya, kepastian itu lebih baik menunggu hasil identifikasi tim di Jakarta. Pihaknya juga tidak mau menjelaskan lebih banyak tentang rencana evakuasi hari ini. Di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, pakar Teknologi Informasi (TI) Roy Suryo mengatakan kalau Yablontsev belum tentu melarikan diri. Sebab, menurut anggota komisi I DPR RI tersebut, pesawat SSJ 100 tidak dilengkapi kursi pelontar atau ejection seat yang bisa digunakan dalam keadaan darurat. Isu sudah diketemukan pilot dengan parasut itu belum tentu benar. Karena saya di berada di komisi I, saya pernah mengecek langsung ke pabriknya. Dan kami tahu teknis superjet yang tidak dilengkapi dengan ejection seat, jelasnya. Politikus partai Demokrat

tersebut mengatakan pesawat tempur Sukhoi memang dilengkapi ejection seat. Namun, pesawat komersil Sukhoi seperti jenis Superjet 100 tidak memiliki kursi pelontar tersebut. Dalam kokpitnya itu tidak ada ejection seat. Makanya kalau ada kabar jenazah pilot tergantung itu tidak mungkin, katanya sambil menunjukkan foto-foto ruang kokpit SSJ 100. Karena itu, dia meminta kepada semua pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang menyesatkan. Dia juga meminta pihak keluarga tidak terpengaruh dengan kabar jenazah pilot tersebut. Teknologi informasi tidak untuk menyebarkan kabar yang tidak benar. Mohon bijak dengan teknologi, imbuhnya. Sementara itu, Direktur Eksekutif Disaster Victim Identification (DIV) Polri, Kombes Pol Dr Anton Castilani menuturkan, hingga kemarin sore, pihaknya belum bisa memastikan bahwa jenazah yang ditemukan tergelantung tersebut benar-benar jasad Alexander Yablontsev. Dia menuturkan, DVI belum bisa memastikan satu persatu identitas jenazah korban Sukhoi, karena masih dalam proses identifikasi. Kita tidak bisa bilang itu adalah jenazah pilot, karena sampai sekarang semuanya masih dalam proses. Jadi belum tentu benar jika jenazah itu adalah jenazah pilot. Prosesnya masih panjang, kata Anton. Terkait proses identifikasi jenazah, Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Pol dr Musshadeq Isshad menuturkan jumlah data antemorthem dari pihak keluarga penumpang sudah lengkap. Tercatat, terdapat 35 data antemortem WNI, delapan dari Rusia dan satu dari Amerika. Sudah lengkap data antemortem dari seluruh penumpang, termasuk profil DNA yang dibutuhkan, jelas Musshadeq di RS Polri, kemarin. Musshadeq memaparkan, hingga kemarin, pihaknya sudah menerima total 21 kantong, dengan rincian, 18 kantong merupakan berisikan potongan tubuh korban, sementara sisanya berisi properti penumpang, seperti pakaian, perhiasan, kartu identitas dan lain sebagainya. Musshadeq mengatakan, begitu kantong yang berisi jasad datang, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan kedok-

teran forensik. 16 kantong yang sudah datang lebih dulu, sudah dibuka dan tengah diidentifikasi isinya. Sementara, tiga kantong tambahan berisi jasad yang baru datang, akan mulai dilakukan identifikasi kemarin malam. Musshadeeq menuturkan proses identifikasi jenazah dilakukan dengan identifier primer dengan pemeriksaan biomolekuler. Sebagai informasi, ada dua macam identifier, primer dan sekunder. Identifier primer meliputi sidik jari, gigi geligi dan DNA forensik, sementara identifier sekunder menyangkut data medik dan properti. Tapi kemungkinan besar kita akan gunakan identifier primer dengan DNA forensik, jelasnya. Dia menguraikan, proses identifikasi dimulai dengan pendataan melalui pemeriksaan potongan tubuh jenazah dan sejumlah tanda dari korban. Lalu, tim DVI akan melakukan perbandingan dengan data yang telah diterima dari pihak keluarga korban. Tim lantas menyusun deskripsi pada setiap jaringan dari jasad para korban yang diterima. Kemudian pengambilan sampling terhadap jenazah untuk dilakukan pemeriksaan DNA. Langkah berikutnya, melakukan pemeriksaan DNA terhadap jenazah sebagai data postmorthem. Karena itu, kita harapkan malam ini (kemarin) juga seluruh rangkaian kita selesaikan, jelasnya. Dalam melakukan proses identifikasi jenazah, Musshadeeq menuturkan, pihaknya dibantu tim dari Rusia. Kemarin, hadir Ketua Pusat Forensik Rusia, Andrey Kovalev. Dia menuturkan pihaknya akan membantu semaksimal mungkin identifikasi jenazah korban. Kami akan menyelidiki kasus ini sampai tuntas. Selasa nanti, Prof Ivanov yang merupakan pakar biomolekuler akan datang untuk membantu proses identifikasi, ujarnya. Ketika ditanya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses identifikasi, Kovalev tidak bisa memastikan. Namun, dia mengatakan hal tersebut bisa memakan waktu cukup lama karena banyaknya jumlah potongan jenazah. Sulit untuk mengatakan berapa lama proses itu berlangsung. Paling cepat dua minggu. Tapi kami seratus persen yakin ada dua potongan besar jasad berasal dari Rusia, jelas Kovalev. (jp)


8 16

Selasa, 15 Mei 2012

Pembukaan MTQ XXIV Tingkat Provinsi Kalbar Spaktekuler

Wujud Keberagaman Kalbar

Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya didampingi tamu VIP menekan bel tanda dibukanya MTQ XXIV Kalbar.

N

Wakil Gubernur Kalbar Charistiandy Sanjaya saat menyerahkan piala bergilir MTQ Provinsi Kalbar pada ketua panitia yang juga Bupati Melawi, H Firman Muntaco, SH MH.

anga Pinoh. Guyuran hujan tidak mengurungkan niat puluhan ribuan mata pengunjung dari pelosok Melawi dan tamu se-Kalbar untuk menyaksikan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIV tingkat provinsi Kalbar. Bahkan, tamu VIP wakil bupati dan bupati Kabupaten serta walikota dan wakil walikota Sekalbar hadiri. Di lapangan Stadion Olahraga Raden Temnggung Setia Pahlawan malam Minggu (12/3). Rasa dingin hujan terbayar dengan pembukaan yang sangat meriah, spektakuler dan mewah. Apalagi dimeriahkan dengan pertunjukan Marchin Band Praja program studi Ilmu Pemerintahan (IP) Universitas Tanjungpura (Untan) sangat aktraktif. Ditambah lagi dengan alunan merdu bacaan Al-Quran olah juara nasinal juara Drs Hj. Zulfikar. Serta ditutup dengan pertunjukan Tarian yang memukau ini mengisahkan heroik Pahlawan

Wali Kota Pontianak, H. Sutarmidji, SH., M.Hum saat menyerahkan piala bergilir MTQ Provinsi Kalbar kepada wakil Gubernur Kalbar, Chistiandy Sanjaya.

Nasional Abdul Kadir Reden Temenggung Setia Pahlawan. Diakhir dengan pertunjukan kembang api yang menerangi galapnya angkas diatas stadion yang terbilang mewah. Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya mengatakan adanya ajang rutin MTQ Provinsi menandakan wujud keberagaman di Kalbar. Keberagaman ini mesti dijaga sebagai kekuatan dalam pembangunan Melawi. Memang kepanitiaan MTQ Provinsi di Melawi ini lintas agama. Bahkan banyak koordinator dari pemeluk agama kristen. Bupati Melawi, H Firman Muntaco, SH MH mengaturkan terimakasih pada seluruh masyarakat Melawi yang mendukung pelaksaan MTQ ini. Dukungan tersebut memang mengalir dari seluruh masyarakat Melawi dari berbagai latarbelakang agama dan suku. Terimakasih pada seluruh masyarakat Melawi yang telah mendukung dalam berbagai cara. Tanpa dukungan masyarakat, MTQ ini sulit untuk suksek. Kesuksesan ini karena kita semua, ujar Firman. (*)

Bupati Melawi H Firman Muntaco, SH MH bersama istri saat membalas lambaian tangan kafilah Melawi.

Sekda Kalbar M. Zeet Hamdy Assovie memukul beduk petanda dimulainya pawai ta'aruf.

Kendaraan Hias Kafilah Melawi.

Tarian klosan cerita heroik Pahlawan Nasional Abdul Kadir Reden Temenggung Setia Pahlawan yang dilakonkan secara total pelajar Melawi.

Marchin Band Praja program studi IP Untan saat unjuk kemampuan di hadapan pengunjung MTQ Provinsi.

Kafilah Melawi saat defile di lapangan stadion olahraga raden temenggung setia pahlawan.

Ketua DPRD Melawi saat memegang piala bergilir MTQ dari Gubernur Kalbar.

Pesta kembang Api penutup pembukaam MTQ yang diselenggarakan sangat meriah.

Warga Tionghua yang partisifasi dalam pawai ta,aruf.


PATROLI

CUSTOMER SERVICE - Ingin berlangganan - Koran datang siang - Tidak terima koran Hp. 081345479786 (Santo) 08125746667 (Abu Bakar) 08125639448 (Mulyadi)

Hubungi: Bagian Pemasaran

Selasa, 15 Mei 2012

KOMISI A PANGGIL KAPOLRESTA PONTIANAK. Ketua Komisi A DPRD Kota Pontianak M Fauzi mendesak Jajaran Polresta Pontianak segera melakukan penangkapan terhadap delapan tersangka cabul yang saat ini masih buron. Kita minta aparat kepolisian serius menangani kasus ini. Karena dengan adanya kasus ini membuat warga Kota Pontianak menjadi gelisah, ujar Fauzi, Senin (14/5). Fauzi menegaskan, Komisi A akan memanggil Kapolresta Pontianak untuk mengadakan rapat koordinasi. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana penanganan kasus pemerkosaan terhadap Bunga, 16, yang digilir 15 pemuda beberapa waktu lalu. Dalam kasus ini Komisi A akan terus memantau perkembangannya. Kasihan nasib seorang anak yang masih berumur 16 tahun sudah menjadi korban

Ilustrasi

Tiga Hari Tenggelam Ditemukan Membusuk

Petugas mengambil sidik jari jasad Syamsul di RSUD Sanggau. M KHUSYAIRI

SANGGAU. Tiga hari tenggelam, jasad Syamsul, 27, pekerja PT ZUG, kontraktor pada pembangunan PLTGB (Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batu Bara) di Sungai Batu, Sanggau, ditemukan membusuk. Jasad Syamsul ditemukan mengapung dalam kondisi membusuk, sekitar 50 meter dari ponton (tongkang) milik PT Erna Djuliawati, Kayu Tunu, Sanggau, Senin (14/5) sekitar pukul 08.00. Warga Desa Karang Tengah, Nganjuk, Jawa Timur itu dengan rekannya sesama pekerja di PT ZUG, Wahyu Titis, Ahmad Fatoni dan Donik Indra Sumantri menyeberang Sungai Kapuas tujuan Logpond PT Erna, Sabtu (12/5) malam, sekitar pukul 19.30. Mereka berbelanja menggu-

nakan Speedboat 3.3 PK. Hampir sampai di tepian sungai, mendadak mesin speed mati karena kehabisan bensin. Wahyu langsung mengisi bensin. Setelah distarter mesin speed tidak mau menyala. Karena derasnya arus Sungai Kapuas saat itu, akhirnya speed itu menabrak ponton milik PT Erna yang bertambat. Speed yang ditumpangi karam. Syamsul dan rekanrekannya secara spontan terjun ke Sungai Kapuas. Mereka berempat berusaha berenang ke tepian. Namun Syamsul masuk di bawah tongkang dan tak mampu berenang ke tepian sungai. Sejak itu Syamsul dinyatakan tenggelam, hingga ditemukan telah membusuk. Jasad

Halaman 15

Tes Urine Polres Sanggau

BNNK Sanggau mengambil sampel urine jajaran Polres Sanggau. M KHUSYAIRI

SANGGAU. Sedikitnya 450 jajaran Polres Sanggau mengikuti test urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sanggau, Senin (14/5). Tiga anggota positif mengonsumsi obat-obatan. Namun bukan narkoba, melainkan obat maag, batuk dan rematik. Ada tiga anggota terdeteksi mengonsumsi obat. Tapi bukan yang mengandung narkoba. Ketiga anggota ini memang sering sakit, jelas Kapolres Sanggau AKBP Winarto SH MH kepada wartawan usai menjalani test urine, kemarin. Tes urine bertujuan untuk

menekan penggunaan narkoba di kalangan kepolisian. Tes ini kita laksanakan dadakan. Agar diketahui secara benar apakah ada atau tidak anggota kita yang menggunakan barang berbahaya itu. Kita ingin memastikan bahwa anggota kita bersih, tegas Winarto. Dituturkannya, tes urine akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Untuk tahap nantinya, akan dilaksanakan kembali, dengan jadwal dirahasiakan. Kita ingin menciptakan aparat yang bersih dari penggunaan barang haram tersebut. Test ini akan kita

Halaman 15

perbuatan bejat oleh anakanak remaja, tegas Fauzi. Dikatakan Fauzi, mestinya jajaran Polresta Pontianak melakukan pendekatan terhadap para orangtua tersangka. Tujuannya meminta anakanaknya menyerahkan diri kepada pihak kepolisian, sehingga dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi harus melakukan pendekatan terhadap kedua orangtua para tersangka yang saat ini masih DPO. Polisi harus meminta anak-anak mereka menyerahkan diri. Tentunya dengan jaminan para pelaku tersebut tidak diperlakukan seperti pelaku tindak kriminal lainnya, jelas Fauzi. Legislator PKNU tersebut meminta polisi tidak diam dalam menangani kasus ini. Apalagi kasus asusila tersebut memunculkan dampak buruk dan mencemari nama baik Kota Pontianak. Dampak buruknya, masyarakat menjadi

was-was keluar rumah. Apalagi bagi perempuan, mereka sangat terancam sekali dengan adanya kasus asusila yang belakangan ini marak terjadi di Kota Pontianak, tegas Fauzi. Dikatakan Fauzi, dari pemberitaan media cetak, dalam seminggu pasti ada kasus tentang pencabulan terhadap anak bawah umur. Jadi di mana patroli rutin yang sering diberitakan media cetak maupun elektronik? Apakah hanya patroli diam di tempat atau apa? tanya Fauzi. Fauzi mengatakan, selain peningkatan kasus cabul, kasus penodongan, jambret dan Curanmor juga semakin marak terjadi di Kota Pontianak. Seharusnya dengan adanya peristiwa-peristiwa yang menonjol belakangan ini, aparat penegak hukum segera melakukan upaya tindak tegas. Saya sangat mendukung sekali komitmen Kapolresta Pontianak dalam mengambil

tindakan terhadap pelaku kejahatan jalanan, penodongan dan Curanmor untuk ditembak di tempat. Ini memang sudah sewajarnya, karena aksi para pelaku tersebut sangat membahayakan nyawa masyarakat yang menjadi korbannya, ungkapnya. Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Puji Prayitno mengatakan, jajarannya masih menangani kasus pemerkosaan terhadap Bunga, 16. Proses hukum enam pelaku, kini sudah memasuki tahap dua. Artinya berkas perkaranya sudah hampir selesai. Secepatnya segera dikirim ke Kejaksaan Negeri Pontianak. Sudah tahap II, secepatnya juga berkas perkaranya akan kita kirim ke Kejaksaan Negeri Pontianak, ungkap Puji. Puji mengatakan, hingga saat ini sudah enam tersangka yang diringkus petugas. Keenam tersangka tersebut dititipkan di Lapas Anak Sungai Raya.

Mereka masih di bawah umur. Sedangkan delapan tersangka lainnya kini menjadi daftar pencarian orang (DPO). Untuk delapan tersangka yang masih berkeliaran di luar, sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Sesuai perintah Kapolresta Pontianak, jajaran Polresta dan Polsek sudah melakukan koordinasi untuk segera melakukan penangkapan terhadap delapan tersangka cabul yang saat ini masih berkeliaran diluar, katanya. Puji mengimbau kepada delapan tersangka untuk segera menyerahkan diri. Pihak kepolisian sangat berterima kasih, jika pelaku menyerahkan diri. Namun jika tidak, pihak kepolisian akan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku. Selain itu diminta kepada masyarakat apabila mengetahui keberadaan pelaku, segera menghubungi pihak kepolisian terdekat. (sul)

Diberhentikan Sementara Gaji Dipotong 75 Persen PONTIANAK. Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kalbar memberhentikan sementara Sapuan, pegawai Lapas Ketapang karena menjadi pengedar sabu dan diduga pemasok narkoba di Lapas Ketapang. Bukan hanya pemberhentian sementara, gaji oknum sipir Lapas Ketapang itu juga dikurangi 75 persen, kata Lukardono, Kepala Kantor Kemenkumham Kalbar, Senin (14/5). Dikatakan Lukardono, Kemenkumham berkomitmen memerangi narkoba. Sesuai perintah Dirjen Kementrian Hukum dan HAM agar seluruh jajaran lembaga tersebut terlepas dari narkoba. Sosialisasi serta tes urine sudah kita lakukan agar jajaran Kemnkumham Kalbar terlepas dari pengguna, maupun jaringan peredaran narkoba di Kalbar. Pihak kita juga sudah memberi warning bagi oknum Kemenkumham yang terlibat narkoba akan dipecat. Karena Kemenkumham Kalbar berkomitmen penuh memerangi narkoba di sekitar area jajarannya, ungkap Lukardono. Sapuan, sipir Lapas Kelas II B Ketapang yang terlibat narkoba juga akan diproses hukum oleh kepolisian. Kemenkumham Kalbar meminta aparat kepolisian memproses Sapuan dan menjeratnya sesuai aturan hukum pidana. Apalagi Sapuan sudah mencoreng nama institusinya. Kita minta aparat kepolisian memproses oknum tersebut sesuai prosedur undang-undang narkotika, tegas Lukardono. Lukardono meng aku masih menunggu hasil pemeriksaan pihak kepolisian. Tujuannya untuk mengetahui apakah Sapuan bandar atau pengedar narkoba. Terlepas bandar maupun pengedar, oknum tersebut harus tetap mempertanggungjawabkan segala perbuatannya, jelasnya. Sepanjang Januari hingga 14 Mei 2012 ini, terdapat dua oknum dari jajaran Kemenkumham Kalbar yang terindikasi mengonsumsi narkoba. Terbukti setelah adanya pemeriksaan tes urine yang dilakukan BNNP Kalbar beberapa waktu lalu. Dua oknum tersebut kita tindaklanjuti dengan meminta bantuan BNNP Kalbar melakukan rehabilitasi. Saat ini dua oknum tersebut masih

menjalani proses rehabilitasi, paparnya. Lukardono mengimbau kepada seluruh jajaran Kementerian Hukum dan Ham Kalbar untuk selalu mewaspadai diri, agar tidak terlibat narkoba jenis apapun. Tertangkapnya oknum sipir Lapas Kelas II B Ketapang patut dijadikan contoh untuk menjadi lebih baik. Karena Kemenkumham sendiri dalam permasalahan narkoba tidak ada toleransi maupun pandang bulu. Selama saya menjabat di Kalbar, saya minta hal ini tidak terulang untuk yang kesekian kalinya. Kemenkumham pusat saat ini sudah menyatakan perang terhadap narkoba. Ini patut dijadikan w a r n ing bagi seluruh jajaran Kemenkumham, imbaunya. Pegawai Lapas Ketapang, Sapuan, diringkus petugas Satuan Narkoba Polres Ketapang. Ia ditangkap petugas usai transaksi narkoba di Toko Pakaian New Triada Jalan Sisingamangaraja, Kamis (10/5) sekitar pukul 19.00. Ketika ditangkap sempat melawan dan menjatuhkan sabu ke tanah. Awalnya saya sendiri yang menangkap dia (Sapuan, red) ketika keluar dari toko. Saya tangkap dari belakang (piting) dan dia sempat melawan. Dia juga menjatuhkan sabu dari sakunya. Ketika kita periksa saku celananya hanya tinggal bungkusnya saja, ungkap AKP Abraham Marpaung, Kasat Narkoba Polres Ketapang, kepada Equator. Penangkapan itu berkat informasi warga. Sapuan sebenarnya merupakan target operasi (TO) petugas. Perwira berpangkat tiga balok itu mengaku telah tiga bulan mengintai tersangka. Dalam tiga hari terakhir, Sapuan juga terlihat sering keluar-masuk toko pakaian itu. Diindikasikan, tersangka menjadi pemasok narkoba

BU A S S U S KA PAS SIPIR LA NG KETAPA

Satpol PP membongkar lapak PKL di Komplek Yuka, Pontianak Barat. SYAMSUL ARIFIN

Lukardono, Kepala Kantor Kemenkumham Kalbar. SYAMSUL ARIFIN

ke dalam Lapas dan sering membeli ke Mami. Dia juga kita duga sebagai pengguna narkoba. Karena ketika dites urine di RS, positif mengandung metafetamin, ungkap Abraham. Kepala Lapas Ketapang, Indra Sofyan membenarkan jika Sapuan adalah petugas Lapas Ketapang. Ia mengetahui penangkapan tersebut setelah ditelepon Kasat Narkoba Polres. Ia menyesalkan peristiwa tersebut. Namun tetap menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum. Kalau memang terbukti bisa dipecat. Itu merupakan instruksi dari Kemenkum HAM, kata Indra ketika ditemui Equator di ruang kerjanya kemarin. Tindakan Sapuan tersebut telah mencoreng institusi Lapas Ketapang. Harusnya malam itu ia bertugas jaga malam, justru membeli barang haram. Mirisnya lagi, ketika Sapuan meminjam motor temannya sesama penjaga Lapas dengan alasan membeli susu anaknya. Tak tahunya dia malah pergi membeli sabu. Dia (Sapuan, red) sudah sering diingatkan. Bukan hanya saya, tapi juga dari KPLP dan temantemannya. Tapi tampaknya tidak diindahkan. Saya sempat bilang harus belajar dari kasus Nanang (oknum sipir yang ditangkap karena kasus narkoba) beberapa waktu lalu, tutur Indra. (sul)

Satpol PP Bongkar Lapak PKL PONTIANAK. Lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di atas fasilitas umum (Fasum) di sekitar Kompleks Yuka kembali ditertibkan Satpol PP, Kota Pontianak, Senin (14/5). Beberapa bangunan langsung dirobohkan petugas. Namun sebagian pedagang ada juga terlihat yang merobohkan bangunannya sendiri. Penertiban berjalan lancar dan tanpa perlawanan dari pedagang. Hanya usai penertiban, beberapa pedagang terlihat protes dan tidak terima pondoknya dibongkar. Kasi Operasional Satpol PP Kota Pontianak, Uray Abu Bakar menuturkan, penertiban kembali dilakukan, setelah memberikan tenggang waktu kepada pedagang. Karena masih saja ada bangunan yang berdiri, makanya langsung dilakukan pembongkaran. Satpol PP melakukan penertiban sudah sesuai ketentuan. Sebelumnya para PKL itu sudah beberapa kali diberikan peringatan. Mereka mendirikan bangunan di atas fasilitas umum yang sudah jelas dilarang. Sedangkan lokasi tersebut akan digunakan untuk pelebaran jalan. Nantinya akan digunakan oleh orang banyak, kata Uray. Salah seorang pemilik bangunan yang ditertibkan, Lusdianti mengaku bangunan pondoknya yang dibongkar, bukanlah tanah pemerintah. Namun dulunya memang orangtuanya disuruh pemilik tanah untuk menjaga sawah yang ada di belakang pondok miliknya. Kita sudah bongkar tempat dagangan kita yang di depan. Tapi mengapa pondok kami di atas tanah orang masih juga dibongkar, sesalnya seraya bingung mencari tempat tinggal dan tempat usaha. Pedagang pisang, Nopen, 24, mengaku pasrah lapak tempat usahanya dibongkar. Karena ia menyadari bahwa mereka dari awalnya memang hanya membayar bangunan atau tempat jualannya saja. Sedangkan tidak dengan tanahnya yang merupakan milik pemerintah. Kalau saya terima saja, karena selama ini hanya menumpang jualan saja. Dulu beli bangunan yang pertama enam juta tahun 2002, keduanya 10 juta. Jualan di sini saya sudah 10 tahun, jelas Nopen. (sul)


10 musyawarah kite

Anggota Persit Wajib Sokong Karir Suami SUNGAI RAYA. Ketua Persit KCK Cabang III Spersdam PD XII/Tpr, Nining Dedy Kusmayadi, meminta anggota Persit Kartika Candra Kirana (KCK), hendaknya bisa memberikan dorongan pada suami, untuk mengemban tugas dengan sebaik-baiknya. Menciptakan suasana yang harmonis, serta saling menyayangi, ungkap Nining, usai menyerahkan memori dan kekayaan pada Ketua Persit KCK Ranting 3 Ajen, Rita P. Silalahi pada acara penandatanganan berita acara dan tanggung jawab jabatan, kemarin. Sementara sebagai anggota masyarakat, lanjut Nining, setiap anggota hendaknya tidak boleh lepas kapasitasnya sebagai ibu rumah tangga yang sangat berperan dalam membina putra-putrinya. Terpenting lagi, bisa mewaspadai dan menghindarkan hal-hal yang merusak generasi muda terutama masalah penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Atas nama pribadi, saya mengucapkan selamat atas pengangkatannya sebagai Ketua Ranting 3 Ajen pada Ibu Rita P. Silalahi. Jabatan itu merupakan amanah dimana mengandung konsekuensi peningkatan kepedulian terhadap situasi dan kondisi organisasi yang dipimpinnya, kata Nining. Bahkan dirinya berkeyakinan, terhadap ibu Rita P. Silalahi atas pengalaman jabatan yang pernah dialami, dapat membawa organisasi Persit KCK Ranting 3 Ajen ke arah yang lebih baik. Menurutnya, tuntutan dan harapan dalam terorganisasi perlu adanya sikap proaktif dan kreatif, sehingga organisasi itu sendiri dapat lebih berkembang tentunya dengan ketekunan, kesabaran dan keikhlasan. Hal ini penting, supaya dapat meraih prestasi yang pada muaranya dapat memberikan sumbangan positif bagi kemajuan organisasi. Bagi anggota Persit, ada hal yang perlu digaris bawahi yaitu tidak boleh mengorbankan kewajiban utama dalam kehidupan berkeluarga, pintanya. Sebab, kata Nining, hal ini sangatlah penting dalam kapasitas sebagai istri prajurit, anggota Persit mempunyai tugas serta peran ganda yaitu sebagai anggota Persit maupun anggota masyarakat. Untuk itu, Nining berpesan, seluruh anggota Persit Ranting 3 Ajen untuk segera mengenali Ketuanya yang baru, serta bekerjasama dan bahu-membahu untuk peningkatan kualitas organisasi. Tidak perlu membanding-bandingkan antara pejabat lama dan baru. Namun lebih mempersiapkan pola pikir untuk menerima apa adanya serta ikuti dan sesuaikan pola kerjanya kepada pemimpin yang baru, harap Nining. Tampak hadir para ketua Ranting Sejajaran PD XII/ Tpr, para pengurus Persit KCK Cabang III Spersdam PD XII/Tpr, para pengurus serta pembina harian Persit KCK Ranting 3 Ajen. Acara ini merupakan moment penting bagi organisasi Persit KCK ranting 3 Ajen dimana di dalamnya sekaligus dilaksanakan penyerahan tugas dan tanggung jawab serta pengangkatan ketua Ranting yang selama beberapa bulan ini kosong. (oen)

KUBU RAYA Menuju Perubahan

Selasa, 15 Mei 2012

Sengkarut Pilkades Tanjung Harapan

Ijazah Ismail Asli atau Palsu? SUNGAI RAYA. Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Kubu Raya, Supardi belum dapat memastikan ijazah milik M. Ismail, kandidat peraih suara terbanyak pada Pilkades Tanjung Harapan, Kecamatan Batu Ampar, asli atau palsu. Saya masih belum pernah lihat ijazah yang dipegang M. Ismail. Kalau sudah dilihat, barulah kita bisa menentukan, ijazah yang sekarang dipegang keduanya asli atau palsu, yakin Supardi, pada wartawan, Senin (14/5). Berdasarkan keterangan M. Ismail sebelumnya, ijazah yang kini dikantonginya memang asli. Hanya memang terjadi perbedaan pada tanda tangan Kepala Dinas Pendidikan, Frans Randus yang terlihat agak berbeda. Kalau saya lihat tanda tangannya berbeda. Bila merunut nomor

serinya ijazah, PB 0090779 adalah atas nama Agustami dengan nomor ujian 14-033-006-3, kata Supardi. Ditanya mengenai ijazah yang di legalisir Dinas Pendidikan Kubu Raya, diakui Supardi, legalisir tidak berarti membuat ijazah itu sah. Sebab dirinya sendiri belum melihat ijazah asli yang dipegang Ismail. Kita bisa bandingkan, ijazah asli paket B yang dipegang Agustami atau Ismail. Itu salah satu jalan keluar menuntaskan persoalan tersebut, tegasnya. Supardi menambahkan, untuk memproses ijazah paket biasanya dilakukan PKBM, kemudian ke Dinas Pendidikan kabupaten, Provinsi lalu ke Pusat. Dinas Pendidikan sendiri tidak paham, apakah M. Ismail sebelumnya ketika meminta cap basah kepala dinas juga ikut melampirkan

ijazah paket B aslinya. Jadi persoalan ini juga terus kami telusuri, ujarnya. Sebelumnya Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjung Harapan, telah mencabut atau membatalkan hasil Pilkades Tanjung Harapan yang dimenangkan M. Ismail. Keputusan tersebut dituangkan dalam SK BPD nomor 01 tahun 2012, tertanggal 18 April tentang Penetapan Calon Kepala Desa Terpilih yang dilaksanakan tanggal 5 April 2012 kemarin. Keputusan pembatalan ditandatangani Ketua BPD, Talib di kediamannya sendiri. SK Pembatalan tersebut dikirimkan pada sejumlah pihak terkait PPKD, Kapospol Padang Tikar, Bupati, Camat, Kaban Pemdes, serta masing-masing kandidat yang bertarung seperti Ismail, Sahron dan Rajeman, tutur Syahrun

SUNGAI RAYA. Pabrik PT Mitra Aneka Rezeki (MAR) yang terletak di Kecamatan Kubu hingga saat ini diduga belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tetap. Bahkan, Izin sementara yang bernomor: 503/412/ BPMPT_E/IMB.S/2011, tertanggal 2 Mei 2011 dengan masa berlaku 6 bulan telah habis masa berlakunya. Memang benar, PT MAR belum mengurus IMB Tetap. Bahkan IMB sementara pun belum diperpanjang, tegas Kepala BPMPT Kubu Raya, Maria Agustina, SE, MSi, pada Equator via telephone, Senin (14/5). Dikatakannya, setiap perusahaan wajib mengurus IMB tetap, jika masa berlaku IMB sementara sudah akan habis. Mengingat masa berlaku IMB sementara hanya 6 bulan. Makanya sebelum masa berlaku IMB sementara habis, pihak perusahaan wajib mengurus IMB tetap. Ketika ditanya, apakah pihak

PT MAR Belum Kantongi Izin Meski Sudah Beroperasi PT MAR sudah mengurus IMB tetap, Maria mengaku, pihak perusahaan belum mengurus IMB tetap. Jika hal ini dibiarkan, maka pihaknya akan memberikan sanksi berupa denda sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kita akan denda perusahaan tersebut karena keterlambatannya mengurus IMB, katanya. Berdasarkan data yang dihimpun Equator, Surat Bupati Kubu Raya bernomor 503/0331/ BAPPEDA-Ekon, perihal Klarifikasi Legalitas Perizinan dan Status Lahan Pabrik PT MAR, tertanggal 30 April 2012 yang ditandatangani Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan ditujukan pada Direktur PT MAR. Dalam surat itu disebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan

tim yang turun ke lapangan ditemukan ada aktivitas pabrik pengolahan kelapa sawit PT MAR belum memiliki legalitas perizinan sesuai ketentuan yang berlaku, baik IMB, izin operasional maupun status lahan untuk pendirian pabrik serta legalitas perusahaan. Beranjak dari hasil itu, PT MAR hendaknya segera mungkin mengurus perizinan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pihak Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sangat dirugikan dengan belum lengkapnya legalitas perusahaan, sehingga hilangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk penertiban izin dan kelancaran kegiatan usaha, pihak perusahaan diminta untuk mengurus legalitas perizinan yang

salah satu kandidat calon Kepala Desa Tanjung Harapan bersama Juanda tokoh pemuda setempat. Ia berharap, surat tersebut segera ditindaklanjuti pihak terkait supaya masalah ini segera diselesaikan. Sehingga tidak ada kevakuman dalam roda pemerintahan desa, ucapnya. Jika ini dibenarkan, maka akan berdampak negatif untuk masyarakat Desa Tanjung Harapan. Dikarenakan kasus ini sudah sekian kalinya terjadi. Kasus serupa pernah terjadi pada tahun 2004 sehingga pelantikan molor hingga tahun 2006. Pengaruhnya tidak hanya di Desa Tanjung Harapan saja. Akan tetapi secara umum masyarakat Kecamatan Batu Ampar, katanya. Jika kasus ini terus berlarut maka sama saja pembodohan pada masyarakat. Sebab sudah jelas permasalahannya adalah

berkaitan dengan IMB, status lahan pabrik dan izin operasional pabrik. Selain itu, berdasarkan surat perintah Bupati Kubu Raya, nomor 094/0167.A/Bappeda-Ekon, tanggal 12 April 2012 tim pemerintah langsung turun melakukan pemeriksaan terhadap pabrik pengolahan kepala sawit PT MAR di Desa Ambawang, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya. Hasilnya tim menemukan, pabrik pengolahan kepala sawit PT MAR telah selesai dibangun dengan realisasi fisik 100 persen dengan disertai mesin produksi Crude Palm Oil (CPO) yang sudah terpasang. Berdasarkan kesimpulan yang didapatkan tim, pabrik PT MAR belum memiliki IMB tetap, dan izin sementara yang dimiliki sudah habis masa berlakunya. Selain itu, pabrik PT MAR belum

ijazah palsu. Nama M. Ismail tidak terdaftar sebagai peserta ujian nasional paket B periode I tahun 2011 di PKBM Lembayung. Bahkan, ijazahnya yang bernomor seri PB 0090779 itu atas nama Agustami dengan nomor ujian 14-033-006-3. Apalagi dari Dinas Pendidikan Kalbar dan PKBM Lembayung sudah mengeluarkan pernyataan memang benar yang bersangkutan tidak terdaftar dan fotokopi ijazahnya palsu, kata dia seraya menambahkan kasus ijazah kades ini sebelumnya sudah dilaporkan kepada pihak berwajib. Pada Pilkades Tanjung Harapan, nama Ismail menang setelah meraup 286 suara. Kemudian disusul nomor urut dua atas nama Syahrun yang meraup 217 suara. Kemudian Rajemen mengumpulkan total 106 suara dan berada di urutan ketiga. (oen)

memiliki izin usaha industri perkebunan sesuai ketentuan yang berlaku. Pabrik PT MAR telah melakukan pengolahan CPO dan melakukan pengiriman/penjualan CPO sebelum persyaratan perizinan yang lengkap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dikonfirmasi Equator, ACT General Manager PT MAR, Gusti Ahmad Fadillah, membantah kalau pabrik PT MAR belum memiliki IMB. Izinnya ada, cuma masih sementara, ungkapnya. Menurut Gusti, pihaknya sudah memiliki IMB sementara. Sambil menunggu pengurusan IMB tetap, pihaknya masih menunggu proses yang sedang dijalani. Makanya, pihak perusahaan akan mengurus secepatnya terkait masalah perizinan PT MAR di Kecamatan Kubu. Sehingga pada intinya, kami tidak memiliki masalah apapun. Sebab proses perizinan masih sedang diurus secepatnya, pungkas Gusti. (oen)

GEMA KABUPATEN PONTIANAK musyawarah kite

Jalan produksi Desa Pasir Panjang yang telah direalisasikan pada tahun 2011 lalu. Alfi Shandy/Equator

Dukung Aktifitas Peternak WARGA peternak Rt 08 Rw 04 Desa Pasir Panjang Kecamatan Mempawah mengaku bersyukur terhadap realisasi pembangunan jalan produksi di desanya. Keberadaan jalan tersebut sangat mendukung aktifitas peternakan warga setempat. Masyarakat berharap pembangunan jalan dapat dilanjutkan pada tahun 2012 ini. Keberadaan jalan produksi itu sangat penting dan strategis dalam mendukung aktifitas peternakan masyarakat. Karenanya, masyarakat kami sangat berterima kasih kepada Dinas P3K, khususnya Kabid Peternakan, drh Buntaran yang telah memperjuangkan aspirasi tersebut, kata Ketua Kelompok Ternak Gembala Baik, Alimuddin kepada koran ini, Senin (14/5) di Mempawah. Dijelaskannya, sebelum dilaksanakan pembangunan, infrastruktur tersebut merupakan jalan setapak yang memiliki panjang kurang lebih 1,5 kilometer. Akses jalan yang kecil menjadi kendala peternak melakukan aktivitasnya sehari-hari. Dulu hanya jalan setapak yang sulit dilewati. Bahkan, jika turun hujan jalan menjadi becek dan licin. Namun, setelah adanya pembangunan ini, jalan sudah dibuka dengan lebar tiga meter dan dapat dilalui kendaraan mobil, bebernya. Dari panjang jalan mencapai 1,5 kilometer, hanya 800 meter yang telah mendapatan sentuhan pembangunan. Yakni berupa pengerasan tanah merah dan batu. Sedangkan 600 meter lainnya masih merupakan akses jalan setapak. Jalan ini merupakan akses penghubung antara desa. Misalnya, Desa Pasir Panjang dengan Desa Bakau Kecil serta Desa Pasir Palembang. Keberadaan jalan ini sangat penting dan strategis, paparnya. Karenanya, dia berharap, kelanjutan pembangunan jalan produksi desa Pasir Panjang itu dapat dilanjutkan kembali pada tahun 2012 ini. Baik melalui APBD kabupaten, provinsi maupun Bansos APBN Pusat. Besar harapan kami jika pada tahun 2012 ini, pembangunan jalan produksi tersebut dapat dilanjutkan kembali. Karena terdapat ratusan warga yang sangat berharap realisasi pembangunan tersebut. Dan mayoritasnya adalah masyarakat peternak, ujar Alimuddin. (shn)

Pohon Tumbang Putuskan Jaringan Listrik SUNGAI PINYUH. Angin kencang yang menerjang wilayah Kabupaten Pontianak pada Minggu (13/5) sore kemarin tidak hanya menelan korban jiwa. Beberapa fasilitas jaringan listrik juga rusak akibat tertimpa pohon tumbang. Akibatnya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan pemadaman listrik. Cuaca ekstrem yang terjadi sore kemarin membuat beberapa jaringan listrik. Misalnya, jaringan listrik yang putus akibat tertimpa pohon tumbang dan lainnya, kata Kepala Pos Pelayanan PLN Sungai Pinyuh, Irwanto Kadri.

Diungkapkannya, beberapa jaringan listrik yang mengalami kerusakan serius tersebut, misalnya di daerah Dusun Parit Kurus, Desa Sungai Bakau Besar Laut (SBBL), Kecamatan Sungai Pinyuh, Desa Sembora Salatiga dan lainnya. Akibat kerusakan itu, kami terpaksa melakukan pemadaman listrik. Karena kami langsung melakukan perbaikan terhadap jaringan listrik yang putus tersebut. Setelah beberapa waktu, barulah kerusakan itu dapat diperbaiki, tuturnya. Irwanto menjelaskan, kerusakan yang diakibatkan faktor

alam seperti itu diluar prediksi dan dugaan PLN. Cuaca ekstrem tersebut tidak dapat diperkirakan terjadinya, hingga merusak jaringan listrik yang ada di masyarakat. Kami dari pihak PLN sama sekali tidak menginginkan hal seperti ini terjadi. Namun, faktor alam seperti cuaca ekstrem tersebut bisa terjadi kapan saja. Sehingga tidak bisa kita cegah atau tanggulangi. Namun, kami tetap berupaya mengatasi kerusakan yang terjadi guna memberikan pelayanan listrik yang maksimal, tegasnya. Secara pribadi, dia menyampai-

kan ucapan permintaan maafnya kepada para pelanggan listrik yang ada diwilayah kerjanya. Dia berharap pelanggan dapat memaklumi kondisi dilapangan hingga menyebabkan pelayanan listrik menjadi terganggu. Kami akan memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada masyarakat pelanggan listrik. Pemadaman yang dilakukan semata-mata untuk perbaikan jaringan listrik yang rusak akibat cuaca ekstrem, pungkasnya. Cuaca ekstrem yang menerjang kawasan Kabupaten Pontianak itu tidak hanya merusak fasilitas

jaringan listrik saja. Beberapa bangunan rumah milik warga juga rusak akibat sapuan angin kencang yang berdurasi kurang lebih 45 menit itu. Bahkan, angin kencang tersebut juga menimbulkan korban jiwa di masyarakat. Salah satu warga Desa Penibung Kecamatan Mempawah Hilir, Hermanto, 38 meninggal dunia setelah tenggelam terseret ombak di Pantai Penibung. Setelah sempat hilang sejak sore, jenazah korban ditemukan di wilayah Muara Penibung pada Senin (14/5) sekitar pukul 05.30 pagi. (shn)

Generasi Berkualitas Melalui Lomba Bercerita MEMPAWAH. Meningkatkan minat baca dan budaya, Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusda) Kabupaten Pontianak menggelar lomba cerita, Senin (14/5) di Halaman Kantor Perpusda. Kegiatan tersebut diikuti 32 peserta SD dan MI, dibuka oleh Wakil Bupati Pontianak, H Rubijanto. Tujuan yang paling mendasar dari kegiatan lomba ini, meningkatkan minat baca anak-anak terhadap cerita-cerita rakyat Kabupaten Pontianak. Sehingga dengan cerita itu akan menambah ilmu pengetahuan anak. Karena membaca merupakan kunci keberhasilan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusi (SDM), kata Rubijanto dalam sambutannya. Rubijanto mengatakan, pada usianya, anak-anak sangat pontensial untuk dibentuk menjadi generasi yang berkualitas. Caranya dengan menumbuhkembangkan dan meningkatkan minat membaca anak tersebut. Sebagai orangtua, kita memiliki peranan yang penting dan strategis dalam membentuk karakter anak yang gemar membaca. Mungkin saat ini masih minim anak-anak yang gemar membaca. Karenanya, menjadi bagian dari tugas orangtua untuk mendorong dan meningkatkan minat baca tersebut, ujarnya. Karenanya, Rubijanto menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Kantor Perpusda

Anak-anak mencium tangan Wabup sehabis membuka lomba bercerita. Alfi Shandy/Equator Kabupaten Pontianak yang telah menyelenggarakan kegiatan lomba membaca tingkat anak SD dan MI tersebut. Karena lomba ini diyakini dapat mendorong minat dan motivasi anak untuk membaca. Yang terpenting itu bagaimana kita berhasil meningkatkan minat dan budaya membaca anak-anak.

Tentunya, upaya yang dilakukan Perpusda ini perlu didukung oleh semua pihak. Terutama orangtua itu sendiri, agar lebih giat untuk mendorong dan memberikan motivasi kepada anak-anaknya untuk membaca, paparnya. Untuk itu, Rubijanto meminta agar kegiatan lomba membaca itu tidak hanya sekedar dijadi-

kan acara seremonial belaka. Melainkan dapat menjadi inspirasi kepada orangtua dan anak untuk meningkatkan minat membaca. Sehingga akan lahir SDM-SDM generasi muda yang berkualitas. Yang terpenting itu bukan siapa juara dari lomba bercerita ini. Melainkan dampak positif

terhadap anak-anak agar bisa lebih maju dan berkembang dalam hal minat membacanya. Sehingga ilmu yang didapat tersebut dapat mengasah kemampuannya sesuai bidang keahliannya masing-masing, jelasnya. Kepala Perpusda Kabupaten Pontianak, Johana Sari Margiani menilai, perlombaan yang digelar pihaknya tersebut merupakan bagian dari upaya Perpusda untuk meningkatkan minat baca dikalangan pelajar. Kegiatan itu dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahunnya. Meningkatkan minat baca dikalangan anak itu sangat penting. Sebab, anak merupakan generasi muda yang nantinya akan melanjutkan pembangunan di masyarakat. Untuk itu, kita perlu membentuk dan menciptakan generasi yang berkualitas, jelasnya. Jihana berharap, upaya peningkatan minat membaca anak ini mendapat dukungan dari semua pihak. Terutama orang tua itu sendiri untuk lebih aktif memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anaknya untuk membaca. Kalau sudah SDM generasi mudanya berkualitas, maka akan berpengaruh terhadap kelanjutan pembangunan di daerah itu sendiri. Sehingga kedepan, akan lahir generasi-generasi masyarakat Kabupaten Pontianak yang berkualitas dan dapat memajukan pembangunan, ungkapnya. (shn)


11

SINGKAWANG Spektakuler

Selasa, 15 Mei 2012

Wakil Banleg Walkout

SUARE KITE

Tingkatkan Derajat Profesionalisme PNS

Paryanto \\Mordiad Singkawang. Sidang Paripurna Nota Pengantar Walikota Singkawang terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di DPRD Kota Singkawang diwarnai aksi walkout Wakil Ketua Badan Legislasi (Banleg), Paryanto.

Ini sebagai sikap konsistensi saya terhadap penolakan paripurna ini, karena terjadi pelanggaran perundang-undangan, kata Paryanto ditemui usai paripurna tersebut, Senin (14/5). Ketika Ketua DPRD Singkawang, Tjhai Chui Mie selaku pimpinan sidang membuka paripurna secara resmi, Paryanto langsung interupsi karena terdapat mekanisme yang tidak ditempuh sebelum pengajuan raperda dari eksekutif dan legislatif. Paryanto menjelaskan, mekanisme yang tidak dilalui itu telah menyalahi UU 12/2011 tentang Peraturan Pemben-

tukan Perundang-undangan. Sehingga sudah semestinya mekanisme itu ditempuh terlebih dahulu. Di dalam UU tersebut, salah satu klausulnya menyebutkan hasil penyusunan Program Legislasi Daerah (Prolegda) antara DPRD dengan Pemda disepakati menjadi Prolegda, kemudian ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD. Jadi satu tahapan lagi harus dilakukan DPRD, terang Paryanto. Menurut dia, Prolegda itu merupakan instrumen perencanaan program peraturan daerah yang disusun secara terencana, terpadu dan sistematis. Dengan kata lain, eksekutif

dan leg islat if menyepakat i dahulu perda-perda apa saja yang akan dibahas atau disahkan pada 2012. Misalkan perda inisiatif DPRD atau dari Pemkot, harus disepakati dulu apakah akan disortir atau dilaksanakan semua. Tahapan ini yang tidak dilakukan, karena Prolegda dasar pembentukan perda, kata Paryanto. Sempat terjadi perdebatan panjang dan adu argumen mengenai Prolegda tersebut. Sehingg a salah seorang anggota DPRD lainnya mengusulkan paripurna diskor. Tetapi usulan itu tidak diindahkan. Paripurna tetap berlangsung. Sempat beradu argumen dengan Ketua DPRD, sebenarnya

kita hanya tidak ingin DPRD melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan, tegas Paryanto. Dikarenakan penjelasannya tidak diindahkan, Paryanto pun menyampaikan ke pimpinan sidang untuk walkout. Legislator PKS ini pun meninggalkan ruangan sidang. Kendati demikian, paripurna tetap berlangsung, Walikota Singkawang Hasan Karman tetap menyampaikan notanya terhadap Raperda Retribusi Jasa Usaha, Raperda Retribusi Perizinan Tertentu, Raperda Retribusi Izin Gangguan dan Raperda Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). (dik)

Eksekutif Ajukan Raperda Pembentukan BPBD Diklat Prajabatan Golongan II Angkatan I Kota Singkawang 2012 digelar di MAN Model Singkawang, Senin (14/5). \\ Mordiadi Singkawang. Pegawai Negeri Sipil (PNS) dituntut untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan derajat profesionalisme dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggungjawabnya sebagai abdi negara. Salah satu upaya untuk mencapai peningkatan tersebut melalui Diklat Prajabatan, kata Drs H Edy R Yacoub MSi, Wakil Walikota Singkawang ketika membuka Diklat Prajabatan Golongan II Angkatan I Kota Singkawang 2012 di MAN Model Singkawang, kemarin (14/5). Diklat Prajabatan tersebut diikuti 43 peserta dan dihadiri Kepala Bidang Diklat PIM dan Prajabatan Bandiklat Kalbar Dra Bonosa Bonawati, dan Kepala BKD dan Diklat Kota Singkawang Drs Sofian MSi. Di tempat yang sama Kepala Bidang (Kabid) Diklat BKD Kota Singkawang, H Iryani SHI mengungkapkan, Diklat Prajabatan tersebut berlangsung dari 14 Mei hingga 2 Juni mendatang. Iryani yang juga Ketua Penyelenggara Diklat mengatakan, diklat digelar untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap agar dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansinya. Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu, perekat persatuan dan kesatuan bangsa, memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pelayanan, pengayoman dan pemberdayaan masyarakat, papar Iryani. (dik)

Singkawang. Kendati telah mendapat penolakan pada tahun sebelumnya, eksekutif kembali mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Diajukan kembali, karena mengingat pentingnya keberadaan BPBD ini, kata Walikota Singkawang Dr KRA Hasan Karman Notohadiningrat, ketika Paripurna Nota Pengantarnya terhadap empat raperda, kemarin (14/5). Hasan menjelaskan, dengan tidak adanya BPBD banyak kerugian yang dirasakan Kota Singkawang. Diantaranya terkait anggaran dari pusat yang tidak bisa diterima, karena kita tidak punya BPBD, jelasnya. Padahal, tambah dia, apabila BPBD terbentuk tentunya ketika sewaktu-waktu terjadi bencana seperti hujan badai kemarin, terdapat instansi yang mengkoordinator pihak lain untuk penanggulangannya. Ketika ada bencana, sudah ada koordinatornya untuk bergerak, kata Hasan. Dia menjelaskan, pembentukan BPBD Kota Singkawang ini sebagai tindaklanjut Peraturan Menteri Dalam Negeri serta melihat asas manfaatnya. Asas manfaatnya yang kita lihat dalam pembentukan BPBD ini. Kalau memang tidak bermanfaat

kenapa kita buat, saya sangat terbuka jika memang tidak perlu hapuskan saja, ujar Hasan. Kota Singkawang seringkali dihadapkan pada beberapa bencana seperti hujan badai, banjir, kebakaran hutan, kabut asap, demam berdarah dan lainnya. Semua tidak bisa diprediksikan kapan terjadinya. Kalau ada BPBD akan jelas siapa yang bertanggungjawab sebagai koordinator, ujar Hasan. Pembentukan BPBD ini mendapat dukungan dari salah seorang anggota DPRD, Su Mian. Menurut dia, keberadaan badan itu sangat penting bagi Kota Singkawang. Kalau sudah ada BPBD nantinya akan lebih mudah dalam hal mengatasi jika terjadi bencana di Singkawang, katanya. Terpisah, anggota DPRD Kota Singkawang, Aloysius Killim mengatakan, pada prinsipnya semua fraksi di DPRD Singkawang menyetujui pembentukan BPBD tersebut. Tetapi masih terdapat pro-kontra mengingat bantuan dari pusat tidak banyak. Sedangkan biaya operasional dari BPBD itu lebih besar. Sebenarnya dilihat dari operasionalnya memang besar. Namun jika tidak ada BPBD, maka tidak ada dana dari pusat yang bisa diterima Kota Singkawang terkait penanganan bencana.

ILUSTRASI Ini menyebabkan adanya prokontra di DPRD, kata Aloysius. Terdapatlah pilihan, BPBD dapat disetujui asalkan terlebih dahulu dilakukan revisi perda mengenai Struktur Organisasi Pemerintah Daerah (SOPD), karena kalau tidak direvisi akan menjadi beban keuangan daerah bila disahkannya BPBD. Hal itu menjadi permasalahan baru, kata Aloysius, karena sangat tidak mungkin dilakukan revisi SOPD di akhir masa jabatan saat

ini. Kemungkinan revisi Perda SOPD itu dapat dilakukan pada walikota berikutnya, katanya. Sementara itu, Wakil Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRD Kota Singkawang, Paryanto mengatakan, sebelumnya hal ini sudah dibahas di tingkat Banleg yang berakhir pada voting internal. Hasilnya fifty-fifty antara yang pro-kontra, katanya. Karena di internal Banleg seimbang antara yang setuju dengan tidak, terkait pembentukan BPBD

itu, dibuatlah surat kepada Pimpinan DPRD yang menyatakan hal tersebut pada keputusan fraksifraksi di DPRD. Tetapi Ketua DPRD tidak menanggapi surat Banleg itu, alasannya karena sudah masuk surat pernyataan dari ketua-ketua fraksi mengenai persetujuan pembentukan BPBD. Kesepakatan itu tidak tahu dibuat dimana, yang jelas kesepakatan itu di luar agenda atau jadwal Dewan, kata Paryanto. (dik)

SAMBAS TERIGAS tumpahansalok

SSB GK Sambas Sebarkan Kurikulum U-5 dan U-12 Sambas. Pembinaan sepakbola usia dini di Indonesia menjadi perhatian serius Persatuan Sepabola Seluruh Indonesia (PSSI). Salah satunya menggiatkan penerapan Kurikulum Sepakbola U-5 dan U-12, seperti yang dilakukan Sekolah Sepak Bola (SSB) GK Sambas. Pondasi memTimo Scheunemann. bentuk Timnas senior yang tangguh sudah jelas harus dimulai dengan mempersiapkan pemain sejak usia dini, diantaranya mengembangkan pola pembinaan atlet usia dini yang menjadi tanggungjawab klub, seperti hadirnya SSB, kata H Sigit Atmojo, Ketua SSB GK Sambas kepada Equator, Minggu (13/5). Menurutnya, visi dari kurikulum pembinaan usia dini menjadi pondasi dasar pembinaan pelatih dalam melatih atlet usia dini. Targetnya, kurikulum sepakbola menjadi panduan bagi para pelatih untuk melahirkan pemain berbakat dan tangguh, tegasnya. Diungkapkan Sigit, selama ini SSB terlalu sibuk meraih prestasi, sehingga lupa bahwa prestasi sebenarnya adalah pembentukan pemain secara menyeluruh. Sekarang sudah saatnya kita bersama-sama memberikan yang terbaik untuk Indonesia, bukan untuk kita pribadi, kepentingan politik maupun SSB, namun untuk Indonesia yang akan datang, ujarnya. Kurikulum sepakbola usia dini diperuntukkan bagi pelatih, pengurus, pemain, orangtua murid, guru dan persatuan sepakbola. Salah satunya, kurikulum yang disusun Timo Scheunemann. Warga negara Jerman itu kini menjadi Direktur Pembinaan Atlet Usia Muda PSSI. Sebagai Ketua SSB GK Sambas, kami merasa bangga dipercaya menyalurkan kurikulum sepakbola usia dini bagi SSB dan guru Sekolah Dasar (SD) di Kalimantan Barat, ucapnya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kurikulum ini, masyarakat dapat menghubungi Pengurus SSB GK Sambas di Sekretariat SSB Jalan Saing Rambi Km 215 Sambas. Untuk lebih mudah lagi, dapat menghubungi Munandar pelatih SSB ke nomor 081256567900, atau Yupi Aprianto di nomor 081256403036. Insya Allah kurikulum ini akan dijelaskan secara langsung oleh Timo Scheunemann pada 3 Juni 2012 tentang peluncuran dan sharing kurikulum bagi 40 pelatih SSB dan guru SD, jelasnya. (edo/**)

Tujuh Dewan Hakim Dari Sambas

Bupati Sambas dr Hj Juliarti bersama Ir H Prabasa Anantatur menyaksikan pembukaan MTQ XXIV Kalbar di Kabupaten Melawi. Sambas. Kabupaten Sambas patut berbangga kata Ketua LPTQ Kabupaten Sambas, Ir H Hasanusi MM. Pasalnya, tujuh Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIV Kalbar di Kabupaten Melawi berasal dari Kabupaten Sambas. Ia menjelaskan, Kafilah MTQ Kabupaten Sambas berjumlah 26 orang sebagai peserta, official 8

orang, pendamping 4 orang dan 6 pelatih serta beberapa pengurus LPTQ Kabupaten Sambas, diantaranya Drs H Mujahidin MSi (Sekretaris Kafilah Sambas), H Dahlius Morad (Bendahara), H Rusli H Fadalli (Wakil Ketua) dan H Taridi Asy ary (Bagian Perlengkapan Umum). Alhamdulillah Kafilah Kabupaten Sambas dalam keadaan

sehat walafiat. Pengurus, qari dan qariah akan berjuang melakukan yang terbaik agar bisa meraih hasil optimal pada ajang MTQ Melawi, ujarnya. Diungkapkan Hasanusi, dukungan dan doa seluruh masyarakat Kabupaten Sambas agar kontingen MTQ Kabupaten Sambas meraih hasil yang terbaik dan selalu sehat dalam kompetisi sangat diharapkan. Sehingga Kafilah MTQ Kabupaten Sambas bisa menjadi yang terbaik pada ajang MTQ Kalbar di Kabupaten Melawi, harapnya. Sementara itu, walaupun hujan lebat mewarnai acara pembukaan MTQ XXIV Kalbar di Kabupaten Melawi, namun Kafilah MTQ Kabupaten Sambas tetap berpartisipasi menyemarakkan acara tersebut, Sabtu (12/5) yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya di Stadion Olahraga Raden Temenggung Setia Pahlawan, Kabupaten Melawi. Bupati Sambas dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH turut menghadiri acara pembukaan MTQ Kalbar. Didampingi Ketua LPTQ Sambas Ir H Hasanusi, Kabag Humas PDE

MTQ Kalbar di Melawi dan Sandi H Rusniardi SPdI, Asisten II Pembangunan Perekonomian H Chifni B SSos, Staf Ahli Bupati Sambas Uray Joni Darwin SSos, Ketua DDII Kabupaten Sambas Ir H Burhanuddin A Rasyid, dan anggota DPRD Kalbar Dapil Sambas Ir H Prabasa Anantatur MH. H Dahlius Bendahara LPTQ Sambas, H Dahlius Morad kepada Equator, Senin (14/5) melalui selularnya mengungkapkan, hingga sekarang kondisi kafilah sejak tiba di Kabupaten Melawi dalam keadaan sehat. Meski cuaca lebih panas dari Kabupaten Sambas, namun kafilah tetap semangat. Apalagi Bupati Sambas bersama beberapa pejabat di lingkungan Kabupaten Sambas menyempatkan diri ke Pemondokan Kafilah Sambas untuk memberikan motivasi ke-

pada peserta MTQ Kabupaten Sambas, katanya. Diungkapkan H Dahlius, peserta merasa seperti di kampung sendiri begitu tiba di Melawi. Bahkan, kedatangan Kafilah Kabupaten Sambas disambut hangat warga Sambas yang bermukim di Melawi. Beberapa peserta sejak kemarin sudah berlomba, seperti Cabang Tilawah golongan cacat netra atas nama Lidia di mimbar Masjid Baitul Muhajirin golongan dewasa atas nama Nursalim. Sedangkan di mimbar utama, Qiraatus Sab ah di Masjid Miftahul Jannah atas nama Noviandi. Cabang Tahfidz golongan 1 zus atas nama Rifqi dan Husnul Fitriah di Masjid Ibnu Taimiyah, Cabang Khotil Qur an golongan mushaf di Aula STKIP. Insya Allah malam Rabu (besok, red) akan diumumkan peserta yang masuk final, jelasnya. (edo)

Tingkatkan Promosi Pariwisata Daerah (6)

Hasrat Laksanakan Hari Jadi Kota Sambas Sambas. Hasrat masyarakat Sambas untuk mencari tahu hari jadi Kota Sambas yang sebenarnya, manfaatnya demi masa depan daerah. Bila mengumpamakan kelahiran seorang bayi, maka hari jadi layaknya hari lahir. Hari Jadi Kota Sambas merupakan hasrat orang banyak, ungkap A Muin Ikram, budayawan Kalbar dalam paparannya pada acara Sarasehan Hari Jadi Kota Sambas. Upaya mencari data dan fakta Sambas ge mare (masa lampau) papar Muin, meliputi alur perjalanan sejarah. Penelusuran ini cukup sulit. Selain banyak perbedaan, juga bertolak belakang dengan berbagai persepsi yang didapat. Dari sekian banyak informasi yang didapat, ada satu buku yang ditulis langsung pewaris Kesultanan Sambas tahun 1903, yaitu Sultan Muhammad Tsafiuddin II. Sultan Sambas ke-13 ini memiliki

data otentik, lewat bukunya yang berjudul Silsilah Sambas . Buku ini ditulis tangan dengan huruf Arab menggunakan kertas bergaris dari Singapura oleh Sultan, ujarnya. Pak Muin̶sapaan akrabnya̶ menyebutkan, sejarah adalah pelajaran yang sangat berharga, karena dari sejarahlah kita dapat mengetahui pengetahuan dan pengalaman guna menuju masa depan yang lebih baik. Jika kita membicarakan Sambas yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke-13 Masehi. Disitu dikatakan lokasinya wilayah Paloh, yang telah didatangi pedagang Arab (Islam). Selanjutnya di wilayah Galing, paparnya. Kata Sambas terang Muin, pernah disebut dalam kaitannya dengan adanya sebuah kerajaan yang diperintah Ratu Sepudak asal Kerajaan Majapahit. Letaknya di Muara Sungai Sambas kecil hingga menyusuri Sungai Sam-

bas Besar. Ada kampung Muara Tibangun, disini kata Sambas juga pernah disebut berkaitan dengan datangnya Raja Tengah, terangnya. Pada abad ke-15, kata Sambas tampil pada saat pembicaraan menentukan batas Kerajaan Sambas dan Mempawah yang diwakili Nek Riouk berkedudukan di Lara, yang menghasilkan perundingan batas kerajaan antara Sambas dan Mempawah adalah Desa Sungai Raya. Sehingga daerah tersebut dinamakan Sungai Raya, yang artinya tempat bersuka ria melipur lara. Nama Sambas juga muncul di Kota Bander. Kemudian ke Lubuk Madung, dan muncul lagi dalam sebuah kerajaan Islam pertama yang dipimpin Raden Sulaiman bergelar Sultan Muhammad Tsafiuddin I, yang tercatat dinobatkan tanggal 9 Juli 1631 Masehi. Kemudian lokasi kerajaan Sambas

A Muin Ikram, budayawan Kalbar menyampaikan makalahnya saat Sarasehan Hari Jadi Kota Sambas. \\ M Ridho yang diberi nama Alwaazikhoebillah dipindahkan di Muare Ulakan hingga sekarang. Dengan ditentukannya hari jadi Kota Sambas tegas Muin, diharapkan Sambas bisa lebih maju. Terutama menyangkut bidang sosio budaya. Tentunya dengan melestarikan dan menumbuhkembangkan serta meningkatkan

nilai semua aspek budaya Melayu Sambas. Bila di bidang pariwisata dianggap media atau wadah yang cukup efektif memperkenalkan Sambas di dunia luar dan regional, maka sudah seharusnya program khusus guna mempertajam program yang telah ada untuk mempromosikan Kabupaten Sambas, sarannya. (edo/bersambung)


12

MELAWI MEMBANGUN

Selasa, 15 Mei 2012

Jual Beras Lokal Tampilkan Ikan Semah NANGA PINOH. Sungai Melawi yang identik dengan sungai air darat, berbatu dan jernih menjadi habitat hidup ikan semah atau yang nama latinnya Tor Douronensis. Ikan ini sangat enak, hingga wajar bila harganya cukup tinggi. Bagi mereka yang belum pernah melihat ikan semah, bisa saja datang ke Pameran MTQ XXIV Provisi Kalbar di Melawi. Karena Stand Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP3) Melawi. Ada satu aquarium yang memanjang ikan yang telah mulai langka ini. Ikan dengan memiliki sisik tebal ini berenang-renang di aquarium yang dibuat berarus deras di stand DP3. Sekitar 5 ekor ikan yang berukuran sedang berebut udara dan arus air. Pengunjung dipastikan tidak kesulitan untuk memandang tubuh ikan semah. Lantaran aquarium berisi air yang sangat jernih. Ikan semah ini hidup di daerah sungai perhuluan. Induk ikan semah biasanya berada di lubuk sungai yang berair deras. Tapi, saat ini warga bisa melihat ikan semah di stand kami, kata Sekretaris DP3 Melawi, H Hasanudin, SH, ditemui kemarin. Di Melawi ikan semah sering ditangkap nelayan di Sungai Kelawai, Kecamatan Sayan. Sungai Ella Kecamatan Ella Hilir, Sungai Pinoh yang ada Kecamatan Sayan, Nanga Pinoh, Tanah Pinoh dan Sokan termasuk seluruh sungai-sungai yang ada di Kecamatan Sokan. Lantas dijelaskannya, biasanya nelayan menangkap ikan semah dengan pukat, jala dan pancing. Rata-rata berat ikan semah berkisah 5 hingga 10 kilogram per ekor. Bahkan, kata Hasan, pernah ada orang menangkap ikan semah hingga 67 kilogram satu ekor. Walau ikan ini memiliki pertumbuhan yang sangat lambat saat dipelihara. Namun, ungkap Hasan, di Melawi sudah ada yang menangkar bibit ikan semah di sungai-sungai untuk dipelihara. Kata Dia, berdasarkan data dari nelayan dan pedagang penampung produksi ikan dan konsumsi di Sungai Kelawai, Kecamatan Sayan, 150 ribu bibit per tahun , sedangkan produksi akan pertahun 4,2 ribu kilogram. Di sungai Ella, Kecamatan Ella Hilir produksi bibit ikan semah mencapai 50 ribu ekor selama satu tahun. Produksi ikan konsumsi bisa mencapai 1,2 ribu kilogram selama satu tahun. Di Sungai Pinoh bibit ikan yang didapatkan bisa mencapai 100 ribu ekor selama satu tahun. Dengan produksi ikan konsumsi mencapai 3 ribu kilogram. Sedangkan di Sungai Belimbing, kecamatan Belimbing produksi benih mencapai 50 ribu ekor selama satu tahun. Dengan produksi ikan konsumsi mencapai 1,2 ribu kilogram. Pertumbuhan ikan semah yang dipelihara sangat lamban. Di Sayan, benih ikan semah yang ditangkap berukuran 2 cm, selama 5 bulan, ikan tersebut baru mencapai ukuran 10 hingga 12 cm, terangnya. (aji)

NANGA PINOH. Dua karung beras hasil produksi petani Melawi terpajang di stand Dinas Pertanian, Perternakan dan Perikanan (DP3) M Melawi. l i M Mahfum hf saja, j DP3 Melawi bertekat untuk memenuhi kebutuhan beras lokal dari Melawi sendiri, dan meningkatkan produksi beras daerah. Beras lokal yang terpajang itu berasal dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Tanah Pinoh dan Kecamatan Sayan. Sekarang kita punya stok 15 ton yang sedang dikemas, kata Kepala DP3 Melawi, Ir Abang Sukandar, ditemui wartawan kemarin. Diungkapkannya, kemasan yang dibuat DP3 merek Ikan Semah dan Tiga Mandau tetap mencantumkan beras lokal dalam kemasan. Memang berasberas lokal ini memiliki peminat tersendiri. Beras lokal ini berasal dari Kecamatan Tanah Pinoh sangat pulen seperti Dankan, Raja, Kumai dan Ebol. Kemasan tiga mandau tertulis beras lokal Melawi dalam bingkai berwarna hijau. Lalu ada tulisan 100 persen Indonesia dalam bingkai berwarna merah. Lalu tertulis pula tiga mandau yang berwarna biru. Serta gambar 3 buah mandau yang berwarna merah beserta muatan isinya. Lalu dalam kemasan juga ditulis nama beras. Kemasan tiga mandau diisi dengan Ciherang dan IR 64. Kedua jenis beras ini bibitnya didatangkan dari Jawa. Tapi ketika ditanam di Melawi, hasilnya lebih besar dari beras lokal. Ciherang

Stand DP3 Melawi dari, Kecadan IR 64 ini berasal dari matan Sayan. Kita akan menyiapkan kemasan 5 kilogram dan 10 kilogram. Harga jual untuk kemasan Ikan semah dan Tiga Mandau ini berbeda. Namun, prinsipnya, tetap membuat petani sejahtera, ulasnya. Diungkapkan Abang, harga beras lokal diambil di lokasi saja sudah mencapai harga Rp 9 ribu perkg. Sampai ke ibu Kota Melawi Rp 10 ribu perkg. Ditambah biaya pemaketan, maka beras kemasan ikan semah akan dijual dengan harga Rp 12 ribu per kilogram. Kemasan tiga roda akan lebih murah dari itu. Lantas ulasnya, DP3 akan menyiapkan beras untuk pegawai negeri Sipil (PNS) sebanyak 10 ton selama satu bulan. Dengan asumsi satu orang pegawai memakan beras selama satu bulan 10 kilogram. Tahun 2013 kita akan memaksimalkan mengemas beras-beras dari Melawi. Adanya pemaketan mengharuskan dinas untuk membeli beras. Jelas akan merangsang petani untuk menanam padi, ulasnya. Sebenarnya di Melawi bukan hanya Sayan dan Tanah Pinoh yang ada menghasilkan padi. Namun hampir seluruh kecamatan memproduksi padi. Karena

Kecamatan K Sokan, Belimbing, Nanga N Pinoh, Ella dan Menukung juga ju uga menghasilkan padi. Bukan hanya itu, DP3 Melawi juga akan berkomitmen untuk jju k b k it t k mengupayakan mencapai target m yang telah ditetapkan provinsi. y Yakni 38 ribu ton gabah kering giling. Atau meningkatkan sekitar 9 ribu ton dari produksi tahun 2011, yakni 29 ribu ton. Bahkan, itu telah menjadi kontrak antara Bupati Melawi dengan Gubernur Kalbar. Untuk mencapai target tersebut kita akan mendorong petani untuk menanam padi dua kali dalam satu tahun. Penambahan cetak sawah, menanam bibit unggul, pengendalian hama dan penyakit yang intensif, ulasnya. (aji)

Kemasan beras tiga mandau yang dipajang di stand milik DP3 Melawi.

Kepala DP3, Ir Abang Sukandar dan Sekretaris DP3 H Hasanudin SH saat memegang kemasan beras lokal Melawi. SUKARTAJI

Segera Perbaiki Desa Ella Hilir NANGA PINOH. Jalan di lingkungan kota Kecamatan Nanga Ella banyak berlubang. Terutama jalan yang ada di Desa Ella Hilir. Segera lakukan perbaikan agar, jalan tidak bertambah parah. Kerusakan diperkirakan karena banjir yang melanda beberapa tahun belakangan. Lantaran jalan ini berada di daerah yang rawan banjir Jalan di kota Kecamatan Nan-

ga Ella rusak parah. Diperlukan perbaikan segera agar tidk tambah parah. Bila dibiarkan, bisa jadi banyak jalur yang tidak bisa dilalui, pinta pemuda Melawi, Syamsul Bahri. Dijelaskannya, memang awalnya jalan sudah rusak, namun kerusakan diperparah dengan banjir yang terjadi pada September 2008 lalu. Lalu diperparah lagi dengan banjir di tahun 2009,

2010 dan 2011. Kerusakan jalan kecamatan ini dikarenakan oleh bencana alam. Memang setiap tahun, Nanga Ella merupakan kawasan yang dampak banjir paling parah. Ini adalah karena bencana. Kalau tidak terjadi banjir, mungkin kerusakan tidak seperti ini. Sebab aktivitas kendaraan yang memungkinkan untuk merusak jalan sangat kurang di kawasan

ini. Sebab daerah padat penduduk, ulasnya. Dikatakan Syamsul, anggaran untuk bencana yang ada di pemerintah kabupaten bisa disalurkan di daerah ini. Dana untuk bencana kan ada di APBD Melawi tahun ini. Harus dialokasikan ke daerah ini, ujarnya. Diungkapkannya, kerusakan jalan dan jembatan di Kecamatan Nanga Ella bukan hanya terjadi

pada kota kecamatan. Namun banyak jalan dan jembatan yang rusak akibat dari banjir tahun lalu. Banyak kerusakan terjadi akibat banjir, olah karena itu harus skala prioritas dalam pembangunan. Harus memprioritaskan kebutuhan dan banyaknya masyarakat yang m e m b u t u h k a n . Wa r g a k o t a kecamatan sangat memerlukan jalan yang baik, ujarnya. (aji)

SINTANG RAYA Tak Masuk Pembahasan DPR-RI

Nicodemus: PKR Disabotase Milton didampingi istri memberikan hadiah kepada kader posyandu. SUHARDIN

Milton Minta Kader Posyandu Proaktif SINTANG. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sangat dibutuhkan dalam melaksanakan pembangunan. Keberhasilan pembangunan ke depan juga sangat bergantung pada kualitas SDM yang ada, terutama dalam menghadapi era globalisasi yang lebih menuntut kualitas SDM lebih baik. Demikian dikatakan Bupati Sintang Milton Crosby pada pembukaan Jambore Kader Posyandu Tingkat Kabupaten Sintang di aula CU KK Senin(14/5). Dikatakannya, untuk mewujudkan SDM yang andal itu, semuanya tidak lepas dari kaum ibu-ibu rumah tangga terutama pada kader Posyandu dalam memberikan pelayanan kesehatan bayi di setiap desa dan RT. Posyandu adalah sistem pelayanan kesehatan dasar yang memberi perhatian khusus kepada kesehatan ibu dan anak di kawasan pedesaan. Pelayanan yang diberikan, termasuk penyuluhan dan pendidikan kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak, pemberian imunisasi, makanan tambahan untuk ibu dan anak dan pemeriksaan janin, katanya Untuk itu Milton minta seluruh jajaran kader Posyandu untuk mampu mendorong masyarakat untuk terus menerus meningkatkan komitmennya dalam peningkatan kualitas kesehatan lingkungan, sehingga masyarakat semakin sehat dan produktif sebagai langkah pasti peningkatan kualitas bangsa. (din)

Bantu Panti Asuhan SINTANG. Memasuki usianya ke-62 tahun, Jajaran Satpol PP memberikan Sumbangan kepada Panti asuhan. Bantuan tersebut diserahkan langsung Plh Kasubag Pol PP, Indra Gunawan SSos, di Panti Asuhan Hira Jalan YC Oevang Oeray. Meskipun kecil, bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami (Pol PP red) untuk warga kurang mampu, kata Indra. Menurut Indra, bantuan yang diberikan oleh Satpol PP kepada panti asuhan ini, merupakan kegiatan sosial yang dilakukan pihaknya . Dimana kegiatan serupa pihaknya mengadakan kegiatan donor darah yang dilaksanakan beberapa hari yang lalu. Kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka sebagai wujud kepedulian antar sesama masyarakat, jelasnya. Indra juga mengatakan, bahwa panti asuhan memiliki peran yang besar dalam menangani persoalan anak telantar. Karena itu, pihaknya meminta kepada panti asuhan dapat bersinergi dengan pemerintah untuk menuntaskan persoalan tersebut. (din)

SINTANG. Terganjalnya pembentukan Kapuas Raya diduga kuat ada unsur kesengajaan. Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar dari Partai Demokrat, Nicodemus R Toun, menyebutkan telah terjadi sabotase politik terhadap proses pemekaran Provinsi Kapuas Raya (PKR). Sabotase politik inilah yang membuat proses pembentukan PKR mandek dan tercoret dari daftar pembentukan daerah otonomi baru di tingkat DPR RI. Semua orang sudah tahu, anak kecil pun saya pikir juga tahu siapa yang menghambat proses pembentukan PKR. Kita juga tahu, dari pihak koordinator sudah bersurat untuk minta dilakukan koordinasi terkait syarat yang harus dilengkapi, namun selalu saja ada yang menghambat. Ini lah yang saya sebut sebagai sabotase politik terhadap proses pemekaran PKR yang menjadi citacita dan keinginan masyarakat timur Kalbar, bebernya pada wartawan saat berada di Sintang, Sabtu (12/5).

Nicodemus sendiri enggan membeberkan pihak yang telah melakukan sabotase atas mandeknya PKR. Namun pria yang juga selaku Sekretaris Majelis Partai Demokrat Kalbar itu mengatakan, bukan rahasia lagi pemekaran PKR masih diperlukan tiga syarat administrasi yang harus dan mesti dipenuhi oleh Pemerintah Provinsi. Sayangnya tiga syarat yang sudah diajukan oleh Koordinator PKR, Milton Crosby, sebanyak dua kali tak juga dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi. Maka dalam waktu dekat, sesuai dengan permintaan dari komisi A bahwa koordinator pembentukan PKR akan dipanggil. Kita akan meminta keterangan secara jelas dan transparan apa yang sebenarnya menjadi masalah. Sehingga pemekaran PKR jadi mandek, tegasnya. Terkait surat dari coordinator pemekaran PKR yang ditemukan di meja Ketua DPRD Kalbar, Nico mengatakan bahwa saat ini pihak dewan tengah melacak dimana sebenarnya mandeknya surat

tersebut. Apakah surat tersebut mandek di Komisi A atau di Ketua DPRD Kalbar. Nico sendiri mengaku, meski dirinya menempati posisi sebagai Wakil Ketua DPRD Kalbar, tidak ada kewenangan baginya untuk mempertanyakan tentang surat tersebut. Selain tidak etis, di lembaga legislative telah disepakati adanya pembagian tugas. Ia sendiri merupakan koordinator komisi B yang membidangi masalah pertanian, perkebunan dan perikanan. Sementara Ketua DPRD Kalbar Minsen menjadi koordinator Komisi A yang membidangi masalah pemerintahan dan hukum. Jadi ada etikanya. Kalau ada surat masuk jadi memang tergantung ketuanya. Apakah surat itu harus di share kepada anggota atau tidak ditindaklanjuti, ucapnya. Nicodemus juga menyesalkan dijadikannya isu pembentukan PKR oleh sejumlah tokoh politik yang akan mencalonkan diri dalam Pilgub September mendatang.

Hari Pertama Pelaksanaan MTQ XXIV di Melawi

Sintang Ikuti Tiga Babak Penyisihan SINTANG. Hari pertama pelaksanaan MTQ ke XXIV tingkat Provinsi di Kabupaten Melawi, tiga kaďŹ lah Sintang telah mengikuti tiga babak penyisihan cabang lomba. Antara lain lomba tilawah quran golongan remaja putri atas nama Erma Wahyuni, bidang Hifzil Quran golongan satu juz atas nama Agung Pribadi dan bidang Khatil Quran atas nama Immadudin. Tiga nama peserta lomba tersebut bukanlah peserta baru. Erma wahyuni merupakan qoriah yang pernah mengikuti MTQ ke XXIII di Landak Kabupaten Ngabang dan menempati posisi sebagai harapan I. Begitu juga dengan Immadudin, yang merupakan menantu dari Kabag Inkom

Setda Sintang AM. Hermanto, merupakan juara III pada bidang lomba yang sama pada MTQ Tingkat Provinsi di Kabupaten Landak 2011 lalu. Untuk dua cabang lomba tersebut, tekad kita adalah untuk meningkatkan prestasi dan peringkat. Tentu harapannya peringkat di MTQ ke XXIV ini akan lebih meningkat dan lebih baik, ungkap H. Nurhadi, Sekretaris LPTQ Sintang yang juga selaku Sekretaris Rombongan Kafilah MTQ dari Sintang. Sedangkan untuk bidang hifzil Quran atas nama Agung Pribadi, menurutnya Sintang harus mempertahankan prestasi. Karena putra dari SKPC SP IV Desa Tinom Baru ini merupakan juara III bi-

dang hifzil Quran 1 juz pada MTQ tingkat nasional yang di selenggarakan di Banjarmasin Kalimantan Selatan pada 2011 lalu. Kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat Sintang agar di MTQ ke XXIV ini kami bias meningkatkan peringkat. Alhamdulillah, kondisi semua kaďŹ lah saat ini baik dan sehat walaďŹ at, ucapnya. Pelepasan para KaďŹ lah MTQ Sintang dilepas simbolis Wakil Bupati Sintang dan Kemenag Sintang. Pada hari Sabtu (12/5) Bupati Sintang Milton Crosby dan seluruh jajaran Pimpinan SKPD Sintang melakukan konvoi menuju Kabupaten Melawi untuk menyaksikan pembukaan pameran dan MTQ. (din)

Sebenarnya saya tidak ingin berprasangka buruk terhadap manuver salah satu oknum anggota partai politik yang mengatakan bahwa Gubernur akan melakukan deklarasi PKR di DPR RI. Ini kan jadi tanda tanya besar, kenapa baru dilakukan sekarang. Menjelang Pilgub lagi, tentu jadi pertanyaan, ada apa di balik ini semua, ungkapnya penuh tanya. Menurutnya, jika memang Gubernur Kalbar Cornelis memiliki iktikad baik terhadap citacita dan kebutuhan masyarakat timur Kalbar, mestinya hal itu bisa dilakukan sejak dulu. Ia pun sangat menyayangkan, upaya menguak kembali tentang Kapuas Raya terutama persyaratan yang memang belum bisa dilengkapi justru menjelang pesta politik akbar di Kalbar ini. Kalau yang menggunakan isu itu memang orang yang selama ini memperjuangkan PKR, tentu tidak jadi masalah. Tapi kalau yang menggunakan isu PKR hanya untuk kepentingan

politik, maka ini patut disesalkan, ujarnya. Ia pun berharap masyarakat bisa berpikir jernih dalam menggunakan hak politiknya dalam Pilgub yang akan dihelat September mendatang. Ia juga menilai sangat wajar jika pada saat pemilihan gubernur mendatang masyarakat juga menggunakan hak politiknya dengan alasan terhambatnya pemekaran PKR. Saya pikir tentang PKR ini masyarakat harus jelas dan paham. Siapa yang sebenarnya memperjuangkan PKR dan siapa yang menghambatnya. Saya sendiri mengetahui betapa sulitnya koordinator PKR berusaha melakukan koordinasi, tapi selalu saja dihambat, jelasnya. Nico juga mengatakan bahwa masyarakat harus tahu secara gamblang tentang PKR, sehingga masyarakat bisa memberikan penilaian yang objektif. Jika masyarakat paham, maka menurutnya tidak akan lagi terjadi yang namanya pembohongan publik. (din)

Warga Resah Keamanan Terancam SINTANG. Pemerintah diminta segera melakukan penertiban perizinan, karena disinyalir banyak yang tidak sesuai dengan peruntukan. Seperti dikeluhkan warga Jalan SintangKelam RT 6 RW 9 Kelurahan Tanjung Puri, ada bengkel di kawasan mereka selain sebagai bengkel juga menjual BBM dan Gas. Keluhan warga ini bukan tak beralasan, mereka khawatir terjadi kebakaran ataupun ledakan di bengkel tersebut di kemudian hari. Kalau ceroboh, bisa merugikan masyarakat banyak. Terlebih lagi, di sebelah bengkel itu juga ada bengkel las, ungkap Hendra Johansah, warga setempat pada Equator Senin (14/5). Dikatakan Hendra, yang juga pernah menjadi Ketua Keamanan di RT itu bahwa dirinya pernah mempertanyakan soal perizinan kepada pemilik usaha tersebut. Ternyata, ijin yang ada hanya ijin bengkel. Cuma pegang ijin bengkel. Ijin BBM dan Gas tidak ada, ujarnya. Namun pada kenyataannya di lapan-

gan, sambung Hendra, justru bangunan bengkel malah penuh dengan BBM dan Gas. Tindakan seperti ini tidak dibenarkan. Selain membahayakan warga sekitar, juga sudah menyalahi tata cara perizinan, tegasnya. Hendra juga menyebutkan bila kerap kali dijumpai sejumlah mobil tangki singgah di bengkel tersebut. Diduga kuat mobil-mobil tangki itu kencing . Saya punya gambar-gambarnya, kata Hendra. Hendra mengaku, sudah pernah melaporkan persoalan tersebut kepada Disperindagkop dan UKM Sintang. Hanya memang, sampai saat ini belum ada tindaklanjut di lapangan. Mereka bilang ijin yang dikeluarkan sesuai permohonan yakni ijin bengkel. Soal BBM dan Gas mereka tidak tahu, terangnya. Tidak sampai disitu, Hendra pun melaporkan hal tersebut kepada salah satu anggota Satpol PP Sintang. Dia (anggota Satpol PP) itu sudah turun langsung ke lapangan. Tapi sampai saat ini pun tidak ada kejelasan, bebernya. (din)


13 NINGKAU NUAN

UPK Dibentuk untuk Menjamin PNPM-MP Menjamin proses pengelola kegiatan yang baik dan berkesinambungan di lokasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) maka dibentuk Unit Pengelola Kegiatan (UPK) di setiap kecamatan. Selain untuk menjamin keamanan, akuntabilitas dan penyaluran dana dengan baik, UPK berperan dalam pendokumentasian atas setiap kegiatan yang dilaksanakan. UPK berkedudukan di kecamatan dan terbentuk dalam forum Musyawarah Antar Desa Kedua (MAD II) atau MAD prioritas usulan kegiatan. Yakni pada saat semua usulan kegiatan dari setiap desa di kecamatan tersebut, didiskusikan oleh masyarakat untuk diurutkan sesuai skala prioritas. Kepengurusan UPK terdiri dari anggota masyarakat yang dipilih dalam forum MAD II. Pengurus UPK umumnya terdiri dari ketua, bendahara dan sekretaris. Hasil pemilihan ini kemudian ditetapkan dan disahkan dengan SK camat atas nama bupati, kata M Nasharuddin SE, Kabid Kelembagaan Sosial dan Ekonomi Desa di Badan Pemberdayaan Desa, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPDPKB) Kapuas Hulu. Dikatakan pria yang juga menjabat Pjo PNPM-MP Kapuas Hulu ini, kepengurusan UPK bukanlah sebuah profesi. Melainkan sebagai wujud sumbangsih masyarakat untuk turut berperan dalam pembangunan wilayah masing-masing. Pengurus UPK tidak mendapatkan gaji, melainkan hanya intensif yang besarannya diputuskan masyarakat juga dalam forum MAD. Dalam hal terjadi kelalaian atau pelanggaran atau pengunduran diri oleh salah satu pengurus UPK, masyarakat dapat melakukan penggantian melalui MAD khusus. Bila dianggap perlu, regenerasi kepengurusan UPK juga dapat dilakukan di akhir pelaksanaan program dalam rangka pengelolaan dana atau kegiatan paska program. UPK bertanggungjawab atas administrator keuangan, pengelolaan dana Bantuan Langsung untuk Masyarakat, pembukuan keuangan dan kegiatan program, pengelolaan Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP) dan pinjaman bergulir untuk Usaha Ekonomi Produktif (UEP), pembinaan kelompok simpan pinjam, dan meningkatkan pelayanan kepada Rumah Tangga Miskin (RTM) dalam kebutuhan permodalan melalui kelompok pemanfaatan, terangnya. (aRm)

KAPUAS HULU

UNCAK KAPUAS Membangun Bumi Kapuas Hulu

Selasa,15 Mei 2012

Perekonomian Cenderung Membaik Bupati Sampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati menyerahkan dokumen LKPJ kepada ketua DPRD Kapuas Hulu--Arman Hairiadi

Putussibau. Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir SH, menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2011 di hadapan DPRD. LKPJ dibacakan Bupati saat sidang paripurna DPRD Kapuas Hulu masa persidangan ke-1 tahun anggaran 2012 dengan agenda pembahasan laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Kapuas Hulu Tahun Anggaran 2011, Senin (14/5) pagi di ruang sidang DPRD. Sidang dipimpin Ade M Zulkifli SAP Ketua DPRD didampingi M Yusuf Habibi dan Agustinus Ding SH selaku wakil ketua diikuti 18 anggota. Hadir pula pada sidang ini Letkol Inf H Jayusmas Dandim 1206/PSB, AKBP Dhani Kristianto

SIK Kapolres Kapuas Hulu, Elpiter Sianipar SH Ketua Pengadilan Negeri Putussibau, Ir H Muhammad Sukri Sekda Kapuas Hulu dan beberapa kepala SKPD. Di hadapan anggota legislatif, Bupati menyampaikan kinerja tahunan pemerintahannya di berbagai bidang. Baik bidang kesejahteraan masyarakat, peningkatan organisasi dan aparatur pemerintah daerah, pembangunan infrastruktur, budaya, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya. Dijelaskan Nasir APBD Kapuas Hulu tahun 2011 setelah perubahan secara keseluruhan sebesar Rp 911.00.125.950. Sementara pada 2010 APBD Kapuas Hulu sebesar Rp 825.327.906.827,

sehingga pada 2011 mengalami peningkatan. Sedangkan kontribusi PAD terhadap APBD secara keseluruhan sampai saat ini, meskipun persentase belum sebanding dengan penerimaan dari pemerintah pusat, namun dari sisi kinerja setiap tahunnya mengalami peningkatan, ujarnya. Penerimaan daerah masih didominasi oleh dana perimbangan yang berasal dari pemerintah pusat. Baik dana alokasi umum, dana alokasi khusus maupun dana bagi hasil pajak dan bukan pajak. Di samping itu terdapat dana dekonsentrasi yang diterima langsung oleh beberapa SKPD. Karena itu upaya peningkatan PAD akan terus dioptimalkan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi, kata Nasir. Realisasi belanja pada tahun anggaran 2011 sesuai data sementara, keseluruhannya setelah perubahan sebesar Rp 833.904.288.084, 59. Ini terdiri dari belanja operasi sebesar Rp 559.604.865.699, belanja modal sebesar Rp 272.507.515.361, dan belanja tak terduga sebesar Rp 1.791.907.024,59. Sementara jumlah kekayaan pemerintah daerah Kapuas Hulu per 31 Desember 2011, dengan total aktiva sebesar

Bupati ketika membacakan LKPJ--- Arman Hairiadi Rp 2.013.646.215.459,03. Dikatakan Nasir, kondisi perekonomian Kabupaten Kapuas Hulu pada tahun 2011 secara kasat mata memperlihatkan kecenderungan semakin membaik. Sektor pertanian dalam arti luas termasuk di dalamnya sektor perkebunan dan kehutanan, selama ini merupakan leading sector perekonomian Kabupaten Kapuas Hulu. Di samping sektor perdagangan dan jasa tahun 2011 mengalami perkembangan yang cukup baik.

Pada sektor perkebunan, terdapat investor perkebunan besar swasta nasional (PBSN) komoditi kepala sawit. Di mana sampai saat ini terdapat sebanyak 24 perusahaan yang telah menjalankan aktivitasnya di Bumi Uncak Kapuas. Diharapkan dengan berlangsungnya kegiatan investasi tersebut akan diikuti dengan terbukanya lapangan kerja. Sebab saat ini tenaga kerja yang telah terserap pada sektor ini diperkirakan berjumlah 10.475 orang. (aRm)

Pansus DPRD Bertugas Menilai Kinerja Eksekutif Putussibau. Setelah Bupati menyampaikan dan menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), DPRD Kapuas Hulu akan membentuk Panitia Khusus (Pansus). Tim Pansus nantinya akan menilai kinerja kepala daerah. Ade M Zulkifli SAP, Ketua DPRD Kapuas Hulu, mengatakan usai menerima pemaparan LKPJ Bupati, hari itu juga unsur pimpinan DPRD Kapuas Hulu menyurati fraksi-fraksi. Tujuannya agar fraksi-fraksi mengajukan nama-nama untuk tergabung dalam Pansus. Pansus maksimal berjumlah 15 orang. Nanti baru mereka menunjuk ketua dan sekretaris Pansus, katanya. Dijelaskan dia, Fraksi Partai Golkar, Fraksi Perjuangan Daerah, dan Fraksi PDIP diminta

mengutus tiga orang untuk tergabung dalam Pansus. Sedangkan Fraksi PPP, Fraksi Partai Demokrat, dan Fraksi Bintang Keadilan, diharapkan masingmasing mengutus dua orang. Jumlah ini tergantung besaran banyaknya anggota fraksi, tukasnya. Pada LKPJ yang disampaikan Bupati, lanjut Zulkifli, dipaparkan kelebihan dan kekurangannya. Terhadap kelebihan itu tentu harus dipertahankan. Sedangkan untuk kekurangan, tentu nanti Pansus akan memberikan masukan-masukan. Agar ke depannya tepat dan sesuai sasaran. Makanya pansus ini sangat penting demi pembangunan yang lebih baik di Kapuas Hulu. Namun secara umum menurut saya pembangu-

nan di Kapuas Hulu bagus, tapi tidak bisa dimungkiri masih ada beberapa kekurangan. Kekurangan-kekurangan inilah akan kita rekomendasikan agar lebih baik lagi, jelasnya. M Yusuf Habibi, Wakil I Ketua DPRD Kapuas Hulu, menuturkan Pansus dibentuk untuk melihat apa benar LKPJ yang disampaikan Bupati tersebut. Apakah ada sikronisasi APBD dengan pelaksanaannya. Bila dianggap perlu, Pansus dapat turun ke lapangan untuk mengecek kebenarannya. Nanti Pansus baru membuat rekomendasi dan disampaikan pada paripurna yang dihadiri bupati. Dia menilai selama ini pembangunan di Kapuas Hulu semakin baik. Seperti pembangunan infrastruktur jalan yang

M Yusuf Habibi

Agustinus

menunjukkan ada peningkatan. Walau pun diakui Yusuf masih ada yang mesti dilakukan pemerintah daerah. Ini lantaran keterbatasan dana. Hanya yang masih belum genah sampai saat ini masalah BBM di Kapuas Hulu. Padahal ada HET, tapi kita masih terlalu memberikan toleransi. Karena penindakan belum ada. Ini juga bisa salah satu rekomendasi Pansus kepada eksekutif, ujarnya. Sementara Agustinus Ding SH, Wakil II Ketua DPRD Kapuas

Ade M Zulkifli SAP Hulu, mengharapkan Pansus nanti bekerja sesuai waktunya. Sebab Pansus tidak boleh bekerja lebih dari satu bulan. Apabila lewat sebulan, maka dianggap dewan tidak memberikan rekomendasi kepada Bupati. Secara umum pembangunan di Bumi Uncak Kapuas ada perkembangan. Begitu juga dengan besaran dana ada peningkatan. Namun untuk rincinya nanti kita lihat kerja dari Pansus untuk menanggapi LKPJ Bupati ini, singkatnya. (aRm)

BUMI DARANANTE Kabupaten Sanggau Membangun APAI JI KITAK

Tangkap Pengecer Tabung Gas Ilegal

Nelayan Tayan, Butuh Keramba Apung Genjot Sektor Perikanan

Munawar: Siapkan Laporan ke Polda Sanggau. Ulah pengecer tabung gas Elpiji 3 Kilogram (LPG 3 kg), tanpa izin alias illegal semakin marak di Kecamatan Tayan Hilir, Sanggau, sejak beberapa waktu belakangan ini. Dalam melancarkan aksinya, para pengecer tanpa dilengkapi izin ini, Munawar Rahim SH mendatangkan tabung LPG 3 Kg dari Pontianak. Lantas, langsung mendistribusikan ke toko-toko dan warung yang biasa menjual LPG. Malahan, tak jarang para pengecer illegal ini, langsung menjual ke rumah tangga yang membutuhkan. Kita banyak mendapatkan masukan dari masyarakat di Tayan, tentang maraknya pengecer tabung gas elpiji 3 kilo illegal ini. Informasinya, tabung itu didatangkan dari Pontianak, ungkap Munawar Rahim SH, Humas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Sanggau, kemarin. Dipaparkan, ulah pengecer illegal ini, bukan hanya mematikan usaha agen atau pengecer yang sah atau mengantongi izin. Namun, tabung gas yang dijual, jelas patut dipertanyakan. Soalnya, dalam menjual ke toko-toko atau warung, dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET). Timbul pertanyaan, dari mana mendapatkan tabung itu dan apakah sudah memenuhi syarat. Jelas ulah pengecer tak berizin itu, ada unsur kerugian Negara. Mereka tak mengantongi izin, namun mencari keuntungan dari apa yang dijual. Apalagi saya dengar harga jual mereka (pengecer illegal) lebih rendah dari HET. Ini ada apa, tabung apa yang mereka jual itu, bebernya. Diketahui, saat ini untuk wilayah Kecamatan Tayan Hilir, hanya ada 3 agen atau pengecer yang telah mengantongi izin. Jelas selain ketiga itu, jelas itu merupakan pengecer atau agen illegal. Perlu menjadi perhatian instansi terkait untuk melaksanakan penertiban. Mencermati laporan masyarakat itu kata Munawar, pihaknya sedang mengumpulkan data-data siapa saja, oknum pengecer tanpa izin itu. Setelah mendapatkan bukti-bukti dan data yang bersangkutan, maka nantinya akan dilaporkan ke Polres Sanggau atau Polda Kalbar. Kita sangat konsen membantu instansi dalam penegakan hukum. Ini kan bagian dari tindak kejahatan. Nah, kita sedang mengumpulkan data-data dan identitas si pengecer illegal ini. Nanti, laporan resmi akan kita sampaikan ke Polda Kalbar. Kita tidak pernah main-main dalam menanggapi masalah ini, pungkasnya. (SrY)

Sunarto (M Khusyairi) Sanggau. Berdasarkan kondisi wilayah, Kecamatan Tay-

an Hilir sangat cocok menjadi tempat budidaya perikanan, menggunakan sistem keramba jaring apung. Pasalnya, wilayah itu dominan berada di pesisir sungai Tayan dan sungai Kapuas. Tak menutup kemungkinan kedepan, bakal menjadi salah satu andalan dalam meningkatkan produksi perikanan di Bumi Daranante. Secara kewilayahan memang sangat cocok, untuk dijadikan tempat pengembangan keramba jaring apung. Dimana memiliki potensi berupa sungai dan perairan dangkal. Sehingga mampu menjadi salah satu

andalan produksi perikanan di Kabupaten Sanggau, ujar Sunarto, Kepala Desa Pedalaman, Tayan Hilir, Sanggau, kemarin. Diketahui, hingga saat ini terbilang minim, bantuan pemerintah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat. Terkait dengan pengembangan keramba jaring apung ini. Padahal memiliki potensi sungai dan perairan dangkal yang sangat baik, untuk pengembangan ini, ungkapnya. Produksi perikanan dengan menggunakan sistem keramba jaring apung ini. Dinilai

mampu untuk meningkatkan pro duksi ikan. Dimana selama ini, Tayan merupakan salah satu produsen ikan air tawar di Kabupaten Sanggau. Selama inikan, kita hanya mengandalkan hasil tangkapan nelayan saja. Sementara, untuk pengembangan ke arah budidaya sangat minim, tuturnya. Produksi budidaya perikanan menurut komoditas per kecamatan paling besar disumbang Tayan Hilir, dengan berbagai jenis ikan, untuk konsumsi warga di Kabupaten Sanggau. Bahkan pemasarannya hingga ke Negara Malaysia. Penyumbang terbesar ikan air tawar selama ini, boleh dikatakan hanya

Tayan Hilir saja, timpalnya. Langkah pengembangan dan peningkatan produksi perikanan, dengan memaksimalkan potensi perairan ini. Khususnya yang menggunakan sistem keramba jaring apung. Jelas sangat cocok untuk Kecamatan Tayan Hilir. Hanya saja sekarang, tinggal menunggu perhatian pemerintah. Salah satu penopang perekonomian masyarakat di Kecamatan Tayan Hilir, diantaranya produksi atau hasil tangkapan nelayan. Selain itu, merupakan primadona bagi masyarakat Tayan. Kedepan, hendaknya ini menjadi perhatian pemerintah, pungkasnya. (SrY)

Wabub Buka Fashion Show S A N G G AU . Wa k i l B u p a t i Sanggau Paolus Hadi,S IP, M Si mengungkapkan, karang taruna merupakan wadah untuk menguatkan hubungan kepemudaan. Karang taruna ini, wahana bagi generasi muda, bukan hanya untuk berkumpul. Namun, untuk menggalakkan diri dan organisasinya masing-masing. Guna untuk menguatkan hubungan kepemudaan, agar kedepan tetap solid, tuturnya, ketika membuka festival Dangdut dan Fashion Show digelar karang taruna Desa Semuntai, Mukok, kemarin. Hadi berpesan, agar segenap organisasi memperkuat jaringan. Supaya tetap hidup, maju dan jaya. Festival fashion show dan karaoke dangdut ini, bukan hanya semata merupakan hiburan. Namun, hendaknya sekaligus sebagai ajang menggali bakat, tuturnya. Kesempatan itu Hadi juga sempat menyinggung berbagai program Pemkab Sanggau. Yang diantaranya, program kesehatan masyarakat terutama

pemberantasan penyakit kaki gajah (Filariasi). Ini salah satu program Pemkab Sanggau digalakkan. Kita minta dukungan masyarakat, bagi masyarakat yang belum terlayani. Maupun jika ada gejala penyakit kaki gajah, harap segera melaporkan kepada petugas atau tim kesehatan Kabupaten Sanggau, jelasnya. Ketua panitia, Amin Hasan, S Ag, mengungkapkan, kegiatan itu digelar hingga, Kamis (17/5) mendatang. Untuk lomba fashion show diikuti 52 peserta, laki-laki dan wanita. Sedangkan lomba karaoke dangdut, diikuti 36 peserta, laki-laki dan wanita. Kepala Desa Semuntai, Julaika, SSos mengajak warganya untuk mendukung kegiatan tersebut. Harapannya, kegiatan dapat berjalan dengan aman, lancar dan sukses. Kegiatan ini, kita harapkan dapat memacu semangat para karang taruna yang ada, agar lebih giat dalam berkarya di masa mendatang, pintanya. Sekretaris Camat Mukok, Dra Musiah mengungkapkan, ka-

Wabup Sanggau, ketika membuka festival dangdut dan fashion show di Semuntai (M Khusyairi) rang taruna jangan sampai dibina setengah-setengah. Kecamatan Mukok ini, meskipun

wilayahnya kecil. Namun potensinya cukup besar, maka harapan kedepan Kecamatan

Mukok ini, pembangunannya semakin maju, tukasnya. (SrY/ kdi-hms).


14 injeh karaja

Landak Masuk Final Fahmil Quran NANGA PINOH. Kafilah Landak cabang Fahmil Quran masuk final pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXIV tingkat Provinsi Kalbar di Kabupaten Melawi. Syukur Alhamdulillah, untuk cabang perlombaan Fahmil Quran yang diikuti M Darwis, Deni Saputra dan Hidayatullah, peserta kita masuk final. Insya Allah, final perlombaan FahmKita tentunya sangat il Quran akan berharap adanya doa digelar besok dan dukungan dari (hari ini, red), ujar Moh Aslan, masyarakat Landak, ketua kafilah MTQ Landak MOH ASLAN dihubungi via selular, kemarin sore. Menurut Aslan, masuknya cabang perlombaan Fahmil Quran yang diikuti kafilah Landak, tentunya tidak terlepas dari dukungan dan doa masyarakat Landak. Di samping itu, latihan rutin terus dilakukan oleh para pelatih. Kita tentunya sangat berharap adanya doa dan dukungan dari masyarakat Landak, sehingga kafilah MTQ Landak bisa mempersembahkan yang terbaik bagi Landak. Untuk saat ini peserta MTQ Landak tetap dalam keadaan sehat walafiat. Apalagi kita ada membawa tim kesehatan dari Landak yang selalu standby di posko penginapan kafilah Landak, ungkap Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Landak ini. (tar)

LANDAK EDO Membangun Negeri Intan

Selasa, 15 Mei 2012

Sekda Landak Dipolisikan Dituduh Serobot Tanah Warga NGABANG. Perebutan tanah lapangan sepakbola Bardanadi Ngabang antara Pemkab Landak dengan Sriyati, warga yang mengaku pemilik tanah menuju ranah hukum. Sriyati melalui kuasa hukumnya, Jonh Pasulu SH MH melaporkan Sekretaris Daerah (Sekda) Landak, Ludis ke Mapolres Landak. Ludis dilaporkan karena diduga telah menyerobot tanah di lapangan sepakbola Bardanadi Ngabang. Kami memang sudah melaporkan Sekda Landak ke Polres Landak atas tuduhan penyerobotan tanah di lapangan sepakbola Bardanadi Ngabang. Kami resmi melaporkannya ke Polres pada 4 Mei 2012 lalu dengan nomor TBL/121/Kalbar/Res Landak. Untuk saat inipun yang baru kita laporkan yakni Sekda Landak, ujar John Pasulu. John mengatakan, awal mula adanya laporan ke Polres Landak, Sriyati selaku ahli waris Said Digul mengajukan permohonan hak milik di atas tanah yang

dipersengketakan itu. Permohonan didasarkan pada dokumendokumen yang sah, berupa surat jual beli orangtua Sriyati pada 12 Maret 1952. Dua persil tanah yang masing-masing bernomor 556 dan 529 dan tercatat dalam dokumen Nomor CA BA 107CPLXRV. Brig, Dokumen tersebut telah dicatat dalam surat keterangan No. 594.7.5/64/Agr-87 oleh Pemda Tk II Pontianak. Dari dua persil tersebut, nomor 556 telah dijual kepada Jordanus Herman Ahie pada 6 Maret 1987 Nomor. 02/Agr/594.3/1987. Sekarang tanah inipun telah berdiri sebuah Gereja Katolik. Sedangkan untuk persil 529 belum pernah dijual kepada siapapun dan belum ada sertifikatnya, papar John. Atas dasar tersebut, akhirnya Sriyati pun mengajukan permohonan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Landak untuk mendapatkan sertifikat hak milik. Namun pada kenyataannya, BPN Landak malah menerima permohonan Ludis yang didasarkan pada dokumen-dokumen yang

dimilikinya. Yang saya sesalkan, dengan sewenang-wenangnya BPN Landak telah mengembalikan berkas yang sudah kami usulkan, walaupun dokumen saya yang dikembalikan hanyalah foto copynya saja, kesal John. John Pasulu juga mempertanyakan, bagaimana Sekda Landak dapat mengklaim tanah orang lain, hanya dengan suatu pernyataan yang mengatakan bahwa lapangan sepakbola Bardanadi telah dikuasai sejak tahun 1958 oleh Pemkab Landak. Sementara terbentuknya Pemkab Landak setelah dilakukannya pemekaran pada tahun 2000 an lalu. Apakah hal tersebut logis? Apakah Pemkab Landak dalam hal ini Sekda tidak pernah membaca surat Wakil Bupati Pontianak yang pernah menjelaskan kepada saya, bahwa Pemda tidak pernah merasa memiliki asset lapangan sepakbola Bardanadi Ngabang? Lalu,

mengapa tiba-tiba ada pengakuan dari Sekda Landak hanya sekedar untuk ingin mengambil tanah saya. Ini suatu sikap yang tidak baik, baik dari Sekda Landak maupun BPN Landak, ungkap Sriyati melalui kuasa hukumnya. Selain itu katanya, ada juga surat permintaan izin dari Yonarmed 16 Ngabang kepada Sriyati sebagai ahli waris untuk menggunakan tanah lapangan sepakbola Bardanadi Ngabang tersebut untuk kegiatan sosial. Nah, di sini bisa dilihat

bahwa permintaan izin tersebut bukan ditujukan kepada Pemkab Landak. Dengan demikian, dari fakta-fakta seperti itu jelas, Sekda Landak berkeras untuk mengambil tanah tersebut. Jelas, tindakan tersebut dapat dikategorikan penyerobotan tanah, tegas John seraya mengatakan, setidaknya ada tiga pasal yang dilanggar Sekda, yakni penyerobotan, kesewenang-wenangan dan perbuatan tidak menyenangkan. (tar)

DPRD Sampaikan PU Dua Raperda NGABANG. Enam Fraksi di DPRD Landak menyampaikan Pemandangan Umum (PU) terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif eksekutif Pemkab Landak pada paripurna di ruang sidang DPRD Landak, Senin (14/5). Fraksi di DPRD menyampaikan PU Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Landak tahun 2011-2031 dan Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Landak 2011-2016. Dalam PU-nya, seluruh fraksi menyatakan sikap politiknya dengan menyetujui jika kedua Raperda

itu dibahas bersama eksekutif dan legislatif. Dalam PU-nya, Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) tetap mendukung adanya kedua Raperda tersebut. Namun, ada beberapa pertanyaan yang disampaikan fraksi pohon beringin tersebut. Kami mempertanyakan, sejauh mana persoalan eksplorasi Sumber Daya Alam (SDA) ini diatur dalam Raperda tentang RTRW? Kemudian, ketika Raperda RTRW ini sudah ditetapkan, hal-hal apa saja yang akan berbenturan dengannya, jika dikaitkan dengan ruang wilayah

yang sudah digunakan oleh Pemkab maupun masyarakat Landak, ungkap Lipinus, juru bicara Fraksi Golkar. Demikian juga dengan Raperda RPJMD Landak 2011-2016. Fraksi inipun mempertanyakan sejauh mana implementasi visi dan misi Bupati Landak yang tertuang dalam Raperda tentang RPJMD ini. Sebab, rencana pembangunan daerah tentu tidak bisa dilepaskan dari visi dan misi bupati. Kemudian, bagaimana upaya pemerintah daerah menjaga keterpaduan antara perencanaan pembangunan daerah, seperti RPJM

daerah, RKPD dan APBD tiap tahunnya. Selanjutnya, bagaimana mengukur tingkat keberhasilan dari visi, misi dan arah pembangunannya dalam setiap programnya, ujar Lipinus. Dalam Raperda RPJMD ini, Fraksi Partai Golkar juga mempertanyakan apakah gambaran umum daerah yang tertera sudah menyajikan prediksi ilmiah kondisi 20 tahun ke depan. Kami juga menilai perlu penyajian data fasilitas pendidikan, mulai pra sekolah sampai perguruan tinggi bagi warga Landak dalam jangka 20 tahun

ke depan. Hal ini diperlukan agar dapat meningkatkan daya saing pendidikan warga Landak, sehingga dapat mengantisipasi melonjaknya pengangguran, akibat lemahnya daya saing pendidikan, ungkap Lipinus. Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Landak Heri Saman didampingi Wakil Ketua DPRD Landak, Klemen Apui dan juga dihadiri sejumlah anggota DPRD Landak. Sedangkan di jajaran eksekutif dihadiri Bupati Landak Adrianus Asia Sidot dan sejumlah Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Landak. (tar)

BUMI LAWANG KUARI balai betomu

Realisasi Forum Lalu Lintas Dipertanyakan SEKADAU. Kepedulian Pemkab Sekadau dalam membantu mengatasi persoalan lalu lintas di daerah ini dipertanyakan. Salah satu penyebabnya, Pemkab Sekadau tak kunjung mempergunakan kewenangannya merealisasikan Pembentukan Forum Lalu Lintas di daerah ini. Terus terang saya merasa heran. Kok sampai sekarang Sekadau belum memiliki forum lalu lintas. Padahal di kabupaten lain forum lalu lintas sudah lama dibentuk, ujar Osvarinusa SSos, pemerhati sosial dan politik Sekadau saat bertandang ke kantor Biro Harian Equator Sekadau, kemarin. Keheranan pria yang akrab disapa Oos itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, Pemkab yang memegang kewenangan untuk menerbitkan SK pembentukan forum lalu lintas tersebut. Bisa jadi ini indikasi Pemkab kurang peduli dengan masalah lalu lintas di daerah Sekadau, tuturnya. Dosen salah satu sekolah tinggi di Sekadau itu menilai, pembentukan forum lalu lintas cukup penting untuk membiasakan budaya tertib lalu lintas di Sekadau. Tujuan akhirnya, untuk mengeliminir tingkat kecelakaan. Berdasarkan data Sat Lantas Polres Sekadau, sejak Januari hingga April tahun ini, sedikitnya delapan warga Sekadau tewas akibat kecelakaan lalu lintas. Satu diantara korban adalah Hidus, yang tak lain adik Bupati Sekadau. (bdu)

Pantau Kualitas SDM Lewat Ojek SEKADAU. Rencanakan kerjamu dan kerjakan rencanamu pepatah ini sepertinya menjadi patokan Nurwanto SPd dalam membangun sebuah dunia pendidikan di Kabupaten Sekadau. Berbagai cara ia lakukan untuk melihat sejauh mana pendidikan masyarakat sampai ke pedalaman dengan menjalani pekerjaan ganda sebagai abang ojek. Dua tahun lamanya, Nurwanto sempat menjadi pengojek di bawah naungan Persatuan Ojek Terminal Lawang Kuari Sekadau (Poterlas). Bukannya tambahan penghasilan yang ia kejar. Namun, dari para sumber yang ia layani di atas kuda besi itulah menjadi pemberi informasi efektif, dijadikan sebuah media pendidikan tinggi. Jadi sambil jalan saya tanya penumpang saya, di kampungnya berapa orang yang serjana, sekolah yang ada di sana sampai tingkat apa, tutur Nurwanto menceritakan surveynya sebagai langkah awal mendirikan Universitas Terbuka (UT) di Sekadau. Dalam waktu dua puluh empat bulan tersebut, setiap informasi yang ia terima dan dapat dari mata kepalanya selalu ia tuangkan dalam catatan, sebagai dasar dan acuan dalam menggapai niat luhurnya. Alhasil, 26 Juli 2009 lalu, Suhendro SKom, Koordinator Registrasi dan Pengujian UPBJJ-UT Pontianak bersama dirinya mendirikan UT Program Pendidikan Non Pendas Kabupaten Sekadau. Pada Tanggal 23 Februari 2010 UT yang ia kelola juga mendapat legalitas kepengurusan berupa Surat Penunjukan yang ditandatangani Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sekadau dengan surat tugas Nomor : 421/109/Dikpora 01. (bdu)

Bangkitkan Cinta Lingkungan Sejak Dini SEKADAU. Kantor Lingkungan Hidup dan Pertamanan Kabupaten Sekadau menghelat lomba mewarnai dan lomba menggambar untuk anakanak PAUD, TK dan SD, kemarin. Lomba yang mengambil lokasi di Gedung Ketaketik Sekadau itu digelar dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang akan jatuh pada 5 Juni mendatang. Lomba dimulai pukul 09.00 itu dibuka Wakil Bupati Sekadau, Rupinus SH MSi. Turut hadir dalam pembukaan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sekadau, Ny Scolastika Simon Petrus, Wakil Ketua TP PKK Ny Kristina Rupinus, perwakilan dari masing-masing SKPD di lingkungan Pemkab Sekadau, para peserta dan orangtua murid. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sekadau, Rupinus mengatakan, pendidikan lingkungan hidup perlu dilakukan sejak dini. Pasalnya, kebiasaan sehari-hari yang sudah berlangsung terus-menerus sulit untuk diubah. Untuk itu, melalui kegiatan lomba menggambar dan mewarnai ini diharapkan dapat menanamkan kecintaan para peserta atau anak didik terhadap lingkungan, ujar Rupinus. Ditegaskan Rupinus, kegiatan

lomba menggambar dan mewarnai menjadi salah satu media bagi anak didik, dalam memahami lingkungan hidup. Hal ini penting penting, agar mereka hidup nantinya memiliki rasa cinta terhadap lingkungan. Tujuan akhirnya untuk meningkatkan perlindungan dan sikap bertanggungjawab terhadap masalah lingkungan, ujar Rupinus. Kepala Kantor Lingkungan Hidup dan Pertamanan, Hertasning mengatakan, lomba mewarnai dan menggambar ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Kepedulian dimaksud tidak hanya datang dari warga, tapi secara khusus dari anakanak PAUD, TK dan SD yang merupakan peserta lomba menggambar dan mewarnai. Menurutnya, jumlah peserta PAUD, TK dan SD yang mengikuti lomba sebanyak 150 peserta. Berasal dari 32 sekolah se-Kabupaten Sekadau, ucap Hertas. Selain lomba menggambar, lanjut Hertas, Kantor LH juga melaksanakan lomba membuat kerajinan dari bahan limbah. Kita juga telah melaksanakan lomba kebersihan sekolah dari tingkat SD, SMP dan SMA, katanya. (bdu)

Wakil bupati didampingi ketua PKK tinjau pelajar lomba melukis. HARTONO/HUMAS PEMKAB SEKADAU

Christiandy Bangga Gula Betung Sekadau MELAWI. Usai membuka pameran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIV Tingkat Provinsi di Nanga Pinoh, Melawi, Sabtu (12/5), Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya menyempatkan diri mengunjungi stand pamaren Kabupaten Sekadau. Meski tidak lama, namun Cristiandy sempat melihat sejumlah produk kerajinan asal Sekadau yang dipamerkan. Saat kunjungan itu, Cristiandy didampingi Bupati Melawi Firman Muntaco dan Sukiman anggota DPR RI asal Kabupaten Melawi. Sejumlah pejabat tinggi di Provinsi Kalbar juga ikut dalam kunjungan tersebut. Kunjungan Cristiandy di stand pemeran Sekadau disambut sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sekadau. Cristiandy mengawali kunjungan dengan mengisi buku tamu. Setelah itu langsung melihat berbagai produk dan informasi yang disajikan oleh Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Sekadau. Cristiandy menyatakan bangga dan salut dengan jenis produk dan informasi yang disajikan di stand pameran Kabupaten Sekadau. Produk yang

Wagub Kalbar isi buku tamu di stand pameran Sekadau. HUMAS PEMKAB SEKADAU

dimaksud diantaranya kain tenun dan gula betung (gula merah). Begitu melihat bungkusannya, saya sudah tahu kalau ini gula betung. Demikian juga dengan jenis kain tenun yang dipamerkan, ujar Cristiandy. Cristiandy mengaku sangat bahagia dengan beragamnya produk kerajinan yang ditampilkan di stand Kabupaten Sekadau. Saya senang dengan produk yang dipamerkan oleh stand Kabupaten Sekadau. Selamat kepada Kabupaten Sekadau, lanjutnya. Cristiandy juga mengapresiasi para perajin yang ambil bagian dalam pameran MTQ XXIV di Kabupaten Melawi. Ada banyak jenis produk perajin yang dipamerkan. Ini menunjukkan bahwa kreasi para perajin hidup dan tumbuh, yakinnya. Adapun produk unggulan yang dipamerkan di stand Kabupaten Sekadau antara lain, kain tenun kumpang ilong, gula betung, ikan olahan. Ada juga kerajinan kulit kepuak/kulit kayu, suvenir dari manik-manik dan lain sebagainya. (bdu/r)


15

KABUPATEN KETAPANG

pempadahan

PPS Siap Mutakhirkan Data Pemilih Ketapang. Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kabupaten Ketapang siap memutakhirkan data pemilih setelah diberikan bimbingan teknis belum lama ini. Hal ini dikatakan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Ketapang Juardhani, Senin (14/5) di ruang kerjanya. PPS telah diberikan pengarahan teknis berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk memutakhirkan data pemilih. Termasuk bimbingan teknis untuk veriďŹ kasi calon perseorangan, walau pada kenyataannya tidak ada yang lolos, katanya. Ia mengemukakan pemutakhiran data pemilih berdasarkan DP4 (Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu) yang diserahkan catatan sipil. Menurutnya, data yang akan dimutakhirkan ini memang ada kelebihan dan kekurangannya. Daftar penduduk ini tersusun rapi berdasarkan urutan dalam kartu keluarga dan mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK). Selain itu, tertera alamat penduduk yang memudahkan PPS yang dibantu petugas pemutakhiran data pemilih (PPD) untuk mencocokkan dan meneliti di lapangan nantinya, ungkap Juardhani. Pria yang murah senyum ini mengungkapkan untuk pemutakhiran data pemilih, petugas di lapangan nantinya akan membawa stiker. Jelas dia, petugas di lapangan mendatangi setiap rumah dengan menempelkan stiker. Stiker tersebut akan tertulis nama-nama kepala keluarga dan anggota keluarganya yang mempunyai hak pilih. Sehingga setiap orang akan dapat melihat apakah terdaftar atau tidak, jelasnya. Juardhani menyebutkan, boleh dikatakan stiker merupakan bukti setiap rumah didatangi atau tidak oleh petugas pemutakhiran data. Dikatakannya, berdasarkan jadwal pemutakhiran akan dilaksanakan pada 24 Mei sampai 23 Juni 2012. Setelah pemutakhiran inilah, nantinya PPS akan menyusun Daftar Pemilih Sementara (DPS). Selanjutnya DPS disahkan untuk diumumkan kepada publik di tempat-tempat umum dan mudah dilihat oleh masyarakat yang punya hak pilih, paparnya. Harapannya, masyarakat yang punya hak pilih supaya melihat DPS untuk mengecek apakah mereka terdaftar. Jika belum terdaftar, tegas dia, segera mendatangi PPS dan mendaftarkan diri sebagai pemilih sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Karena kalau Daftar Pemilih Tetap (DPT) sudah diumumkan maka masyarakat tidak bisa lagi mendapatkan haknya. Sebab proses untuk pengumuman DPT cukup panjang waktunya, karena pengumuman DPS mulai 24 Juni 2012, sedangkan pengumuman DPT pada tanggal 1 Agustus 2012, tegas Juardhani. (KiA)

“PPS telah diberikan pengarahan teknis berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk memutakhirkan data pemilih.

Selasa, 15 Mei 2012

Pembagian Plasma Persoalan Utama Perkebunan Masyarakat Desa Mensubang Mengeluh ke DPRD Ketapang. Pembagian plasma sektor perkebunan kelapa sawit masih menjadi persoalan utama. Seperti halnya yang dialami masyarakat Desa Mensubang, Kecamatan Nanga Tayap. Mereka mengadu ke kantor DPRD Kabupaten Ketapang terkait pendapatan dari hasil sawit plasma yang hanya Rp 200 ribu, Senin (14/5). Di hadapan anggota dewan mereka menolak MoU antara perusahaan dan koperasi yang ditandatangani 29 Juli 2011 di Jakarta. Salah satu isi dari MoU itu adalah, menempatkan kebun plasma masyarakat Desa Mensubang bukan di Desa Mensubang, melainkan di Desa Pangkalan Telok. Akibatnya kami tidak tahu mana kebun plasma kami. Kami hanya dapat Rp 200 ribu, kata Sucipto, Kepala Desa Mensubang. Selain itu kata dia, pihak koperasi tak pernah ada keterbukaan dengan masyarakat. Sehingga masyarakat tak tahu-menahu soal perjanjian tersebut. Dikatakannya, masyarakat terpaksa mengadu ke dewan, lantaran mereka tak

tahu harus mengadu kemana lagi. Dalam pertemuan itu, tak satupun dari pengurus koperasi yang hadir. Ini sebenarnya yang salah adalah pengurus koperasi yang lama karena mereka tidak ada keterbukaan, tudingnya. Karena itu, ia juga mengaku tanggal 16 Juni nanti akan kembali membentuk pengurus koperasi yang baru. Diharapkan pengurus yang baru nantinya lebih akuntabel, transparan dan berpihak kepada masyarakat. Sementara itu, perwakilan dari PT SIS, mengatakan Rp 200 ribu yang diberikan kepada masyarakat sebenarnya bukanlah hasil dari perkebunan sawit. Uang itu merupakan lebih merupakan dana talangan. Ia mengaku pihak perusahaan merugi Rp 400 ribu per hektar dari 812 hektar lahan yang ada. Sebenarnya jatuh temponya Juni. Terus terang perkebunan ini masih baru. Soal kerugian itu sebenarnya sempat berkoordinasi dengan pihak koperasi. Mereka bilang bagaimana mau mengungkapkannya kepada masyarakat.

Audiensi yang digelar DPRD Ketapang, masyarakat Desa Mensubang, PT SIS serta SKPD--kiram. Tidak mungkin masyarakat akan menerima kerugian itu, ujarnya. Terkait soal MoU itu kata dia, merupakan dasar bagi perusahaan dengan masyarakat selama tiga tahun belakangan ini. Ia mengatakan MoU itu bisa serta-merta dibatalkan sepihak. Kalau nanti dibatalkan, perusahaan bisa disalahkan karena melanggar aturan yang telah dibuat, terangnya. Sementara itu, pimpinan rapat, Jamhuri Amir, mengatakan inti dari tuntutan masyarakat ini adalah pendapatan mereka yang kecil dari hasil kebun. Di mana pun letak kebunnya, kata dia, sepanjang hasilnya sesuai dengan

keinginan masyarakat, masyarakat tidak akan komplain. Sebenarnya masyarakat menginginkan hasil dari inti dan plasma sama, atau setidaknya tak jauh berbeda. Intinya itu, kata Jamhuri. Berdasarkan pengakuan masyarakat soal pengurus koperasi, Jamhuri mengatakan harusnya sebagai anggota koperasi masyarakat jangan segan-segan menanyakannya. Karena dalam koperasi, jelas dia, kekuasaan tertinggi di tangan anggota. Ini kadang-kadang yang terjadi, pengurus koperasi memanipulasi. Misalnya TBS yang dijual empat ton dibilang dua ton. Ini

biasa terjadi. Nah, masyarakat harus proaktif. Jangan hanya diam, ungkapnya. Jamhuri menyarankan agar dalam pemilihan pengurus koperasi nantinya masyarakat dapat memilih orang yang benar-benar dapat dipercaya dan berpihak kepada masyarakat. Jangan orang-orang yang menjadi perpanjangan tangan perusahaan. Biasanya kalau ada masalah, dia akan mati-matian membela perusahaan, terangnya. Dari hasil audiensi itu, Jamhuri membacakan kesimpulan antara lain , bahwa proses pemindahan lokasi plasma dari desa Pangkalan Telok ke desa Mensubang harus secara serius dipertimbangkan oleh pihak perusahaan. Dengan pertimbangan perusahaan tidak hanya sematamata mengejar keuntungan tapi juga kesejahter aan masyarakat. Terhadap MoU yang telah dibuat oleh pihak perusahaan dan pengurus koperasi, sepanjang klausulnya merugikan salah satu pihak dapat dilakukan perubahan. Terakhir, soal tanah kas desa (seluas enam hektar per desa) pihak perusahaan harus menyerahkan ke desa sesuai dengan undang-undang yang berlaku, ungkapnya. (KiA)

Anggota Koti, Sapma dan Srikandi PP Dibaret Dandim : Pembaretan Bukan Penyiksaan Ketapang. Komandan Distrik Militer (Dandim) 1203 Ketapang Letkol Inf. Agus Prasetiyo Wibowo melakukan pembaretan kepada 150 personil Komando Inti (KOTI) Mahati dana, Satuan Pemuda Pelajar (SAPMA) dan Srikandi MPC Pemuda Pancasila Ketapang, di halaman Makodim 1203 Ketapang, Senin,(14/05). Sebelum dilakukan pembaretan oleh Dandim 1203 Ketapang, para personil KOTI, SAPMA dan Srikandi Pemuda Pancasila Ketapang diberikan pelat ihan fisik pengenalan medan jalan kaki dengan rute Makodim 1203 Ketapang ‒Tanjung Belandang dan selanjutnya pada malam hari di taman Makam Pahlawan diberikan

latihan mental dan rohani oleh Perwira Operasi Kodim 1203 Ketapang Kapt. FU. Fatillaw beserta jajarannya. Dandim 1203 Ketapang Letkol Inf. Agus Prasetiyo Wibowo mengatakan, pembaretan yang dilakukan terhadap anggota pemuda Pancasila, dimaksudkan untuk meningkatkan rasa kebersamaan, semangat juang yang tinggi dalam memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan. Pembaretan sebagai motivasi kepada anggota Pemuda Pancasila untuk berbuat yang terbaik kepada masyarakat, katanya. Selain itu kata Dandim, pembaretan juga memberikan rasa bangga memakai loreng Pemuda Pancasila sehingga Pemuda

Pancasila keberadaannya di Kabupaten Ketapang, diakui dan diharapkan masyarakat dapat membantu masyarakat. Loreng Pemuda Pancasila jangan sampai disalahgunakan akan hal-hal negatif, karena PP sudah ada pedoman organisasi AD dan ART, ujarnya. Dandim berharap, ke depannya Pemuda Pancasila tetap melakukan program pembaretan terhadap anggota KOTI yang baru menjadi anggota PP untuk di ambil nilai-nilai positif yang telah diberikan oleh para instruktur. Pembaretan bukan melakukan penyiksaan atau lainnya, tetapi lebih mengedepankan sikap jujur dan bertanggung jawab serta rasa kebersamaan dalam berorganisasi,

Pembaretan anggota PP oleh dandin 1203 ketapang di halaman makodim Senin. kiram. jelasnya. Panitia pelaksanaan pembaretan KOTI MPC PP Ketapang Hery Sas Azahri berharap MPC PP Ketapang di bawah ketua Martin Rantan tetap memberikan terobosan-terobosan posi-

tif terhadap kemajuan daerah Ketapang. Sehingga Pemuda Pancasila menjadi organisasi yang solid dan keberadaannya di Kabupaten Ketapang tetap dibutuhkan masyarakat, harap Hery. (KiA)

SAMBUNGAN PATROLI Wakil Rakyat Bawa Siswi SMA ke Hotel Siantar. Tumini, warga Nagori Serapuh, Kecamatan Gunung Malela, Simalungun, mendatangi Polres Siantar untuk melapor-

kepada Tumini, jika ingin mencari tahu siapa tamu di kamar 103 agar menunggu tamu itu check out. Kalau mau tahu siapa di kamar 103, tunggu sampai check out, ujar Tumini menirukan saran pegawai hotel. Karena mereka tidak diperbolehkan mengetahui siapa di kamar 103 itu, terpaksa mereka menunggu di pelataran parkir dekat mobil anggota dewan CS. Namun hampir dua

kan angg o t a D P R D

Siantar berinisial CS, yang diduga mencabuli putrinya Atika Dewi (19) di salah satu kamar Hotel Alexander. Awalnya, Tumini dan putrinya Yani mendapat kabar pada Kamis (10/5) sekira pukul 03.00 WIB dari warga bahwa Atika berada di Hotel Alexander, kamar nomor 103 Jalan Saribu Dolok Simpang Dua Nomor 06 bersama anggota Dewan Siantar isinial CS. Sekira pukul 03.30 WIB, mereka pergi menuju hotel dimaksud. Di sana, Tumini meminta tolong kepada pegawai hotel memastikan siapa tamu di kamar 103. Namun pegawai hotel tidak memberi tahu siapa yang menginap di kamar itu dengan kode etik hotel. Kemudian pegawai hotel menyarankan

jam menunggu, jendela kamar 103 tibatiba sudah terbuka. Mengetahui kejadian itu, sekira pukul 05.00 WIB pegawai membuka kamar dengan kunci cadangan. Ternyata tamu dimaksud sudah tidak ada di sana. Tapi karena mobil masih di sana, mereka memutuskan tetap menunggu sampai pukul 08.00 WIB. Namun si pemilik mobil tak kunjung menjemput mobilnya. Mereka pun kecewa karena tidak berhasil menangkap anaknya. Selanjutnya mereka mendatangi Polresta untuk melaporkan kejadian itu sekitar pukul 09.30 WIB. Pihak kepolisian yang mendapat laporan, langsung mendatangi Hotel Alexander guna olah TKP. Tapi sesampainya di sana, kamar 103 sudah dibersihkan pihak hotel.

Walau begitu, pihak kepolisian tetap olah TKP guna mengambil sidik jari pada bagian jendela kamar yang diduga jalan keluar tamu di kamar tersebut. Selanjutnya pihak kepolisian mengecek buku tamu di recepsionist memastikan siapa tamu di sana. Saat dicek, buku tamu sudah dihapus dengan cara ditipeks. Setelah diselidiki lebih lanjut, nama yang ditipeks adalah anggota DPRD Siantar inisial CS. Saat dikonďŹ rmasi Metro Siantar (Grup JPNN), Satpam Hotel mengatakan, mobil tamu kamar 103 itu dijemput langsung oleh pemiliknya pukul 08.30 WIB. Kemudian pegawai dapur juga mengatakan, Atika sudah sering datang ke Hotel itu, kadang naik kereta merah dengan temannya, terkadang naik mobil. Anak Ibu itu sudah sering kemari. Tapi kok baru sekarang dicari, kata pegawai dapur kepada Tumini. Usai olah TKP, polisi dan Tumini kembali ke Polresta Siantar. Karena Atika Dewi tidak ikut melaporkan kejadian itu, pihak kepolisian tidak menerima laporan mereka, karena masih dugaan. Untuk dapat mengadukan kasus itu, Tumini disarankan menghadirkan korban. Lalu sekira pukul 17.00 WIB, Atika berhasil dihubungi dan bersedia hadir di Polresta Siantar. Namun setelah dikonfirmasi, Atika mengaku malam itu dia tidak di Hotel, melainkan di tempat kos temannya bernama Imel di sekitar Timbang Galung. Atika, siswa kelas III di salah satu SMA di Siantar ini, mengaku sudah lama tak pulang ke rumah karena tidak mau disuruh kuliah oleh ibunya di Jogya. Dia mengaku ingin menganggur satu tahun. Atika mengatakan, kakaknya Yani pacaran dengan CS, bukan dirinya. Tapi karena aku seminggu tak pulang ke rumah, Yani menuduh aku ada main dengan CS, ujarnya kepada METRO. Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Azahruddin mengatakan, dalam kasus tersebut, Yani diduga cemburu kepada adiknya Atika. Sebab, kata Kasat, adiknya itu ada selingkuh dengan CS. Tidak dapat membuktikan bahwa yang di Hotel Alexander kamar nomor 103 adalah Atika, terpaksa pengaduan ke pihak polisi dibatalkan, kata Azahrudin. (jp)

Tes Urine ...................................................................................................................................dari halaman 9 laksanakan kembali, ungkapnya. Ketua BNNK Sanggau, Kompol Nurwignyo SH menegaskan, ketiga anggota yang positif tersebut bukanlah pemakai narkoba. Melainkan dikarenakan mengonsumsi

obat-obatan seperti obat maag, obat batuk dan obat rematik. Ya, berdasarkan hasil tes kita, memang ada tiga orang anggota positif. Tetapi bukan pemakai narkoba. Ketiga anggota itu memang sakit, sehingga men-

gonsumsi obat, jelasnya. Te s t u r i n e m e m b e r s i h kan aparat penegak hukum dari penyalahgunaan obatobatan terlarang. Sekaligus sebagai realisasi program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan pereda-

ran gelap narkoba (P4GN). Selain itu melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 12/2011 tentang strategi nasional P4GN. Salah satu kegiatannya yakni test urine ini, tegas Nurwignyo. (SrY)

Bentrok, Dua Anggota Geng Motor Kritis Medan. Warga yang gerah deng an ulah geng motor, mengambil langkah sendiri untuk memberantasnya. Salah satunya dengan cara sweeping ke beberapa titik kumpul lokasi geng motor. Hal tersebut dilakukan warga dikarenakan upaya pihak kepolisian menggelar razia pada setiap malam di akhir pekan, tidak membuahkan hasil. Malah aksi geng motor semakin mengganas. B u k t i ny a p a d a , M i n g g u (13/5) dini hari, puluhan geng motor terlibat saling serang dengan warga di beberapa di kawasan, seperti di Jalan Monginsidi, Jalan HM Joni, dan Pasar XII Desa Kolam Percut Sei Tuan. Keterangan yang diperoleh, awalnya keributan bermula di kawasan Pasar XII, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Minggu (13/5) sekitar pukul 02.30 WIB.Puluhan anggota geng motor yang melintas di kawasan itu, membuat keributan dengan melempari pengguna jalan yang melintas. Akibatnya, satu unit mobil jenis APV dengan nomor polisi BK 1196 QG mengalami pecah pada bahagian kaca depannya akibat terkena lemparan batu.Beruntung pemilik kendaraan, Andi Simamora (26), warga Jalan Griya Kencana, Blok G, Medan Tuntungan tidak menjadi sasaran amuk kawanan geng motor. Kanit Reskrim Polsek Perc u t S e i Tu a n , A K P F a i d i r Chan mengatakan pihaknya sudah menyelamatkan korban dengan menurunkan personil kelokasi Korban sendiri telah melaporkan

ke jadian ini ke Mapolsek Percut Sei Tuan dan sampai saat ini sedang kita proses. Lagi pula, setiap malam Sabtu, malam Minggu dan malam Senin kita lakukan patroli, jelasnya. Sementara itu, sekitar pukul 04.00 WIB di Kawasan KFC Walkot (Wali Kota) Jalan Mongonsidi, Kecamatan Medan Polonia. Dua orang warga diduga anggota geng motor, kritis menjadi bulanbulan warga saat melakukan aksi sweeping terhadap geng motor. Keterangan yang diperoleh berawal saat warga sekitar yang sedang berkumpul di kawasan Jalan Mongonsidi, dikejutkan dengan suara geberan dari sepeda motor jenis Kawasaki Ninja dengan nomor polisi BK 2573 A B P. K o n t a n s a j a w a r g a yang mendengar, langsung mendatangi sumber suara itu hingga terjadi adu mulut sampai saling pukul. Warga yang beringas, langsung menghajar kedua warga yang diduga anggota

geng motor hingga babak b e l u r. Pe t u g a s k e p o l i s i a n dari Polsek Medan Baru yang mendengar informasi itu, langsung turun ke lokasi mengehentikan aksi beringas warga. Tembakan peringatan ke udara juga dilepaskan untuk membubarkan warga yang main hakim sendiri, Kedua korban yang kritis, langsung dilarikan ke RSU dr Boloni di Jalan Monginsidi. Selain itu, akibat aksi sweeping oleh warga salah seorang pengguna jalan yang mengendarai mobil, menjadi panik yang mengakibatkan kecelakaan setelah menabrak becak motor (Betor). Melihat itu, warga yang sweeping langsung menghancurkan mobil tersebut. Kapolsek Medan Baru, Kompol Doni Alexander saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Iya, ada penganiayaan. Dua orang yang diduga anggota geng motor diamuk dan satu unit mobil yang dirusak masa telah berdamai, ucap Doni. (jp)

Tiga Hari Tenggelam........................................dari halaman 9 Syamsul dibawa ke RSUD Sanggau untuk diautopsi. Sudarno, 45, paman Syamsul mengungkapkan, jasad keponakannya akan diterbangkan ke Surabaya. Hari ini (kemarin), jika sudah selesai proses pemeriksaan petugas, akan kita bawa ke Surabaya, ujar Sudarno.

Menurut Sudarno, keponakannya itu baru 21 hari berada di Sanggau. Itu pun karena ada pekerjaan pembangunan PLTGB di Desa Sungai Batu. Kita berangkat sama-sama dari Jawa Timur, timpalnya. Semasa hidupnya, Syamsul dikenal pekerja keras dan suka membantu sesama. Orangnya

suka menolong. Walau saya tidak begitu akrab, tapi tahu bagaimana orangnya, celetuk temannya, mengaku asal Banten. Kapolres Sanggau, AKBP Winarto SH MH membenarkan kejadian itu dan jajarannya sedang melakukan penyelidikan. (SrY)


P

romo romo

& Seremoni

KURS TRANSAKSI BANK INDONESIA Update Terakhir 14 Mei 2012

Uang

Nilai

Kurs Jual

Kurs Beli

AUD (Australia) BND (Brunei) CNY (Yuan) EUR (Euro) GBP (Pounsterling) HKD (Hongkong) JPY (Yen) KRW (Won) MYR (Ringgit) PHP (Peso) THB (Bath) USD (Dollar)

1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 100.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00

9,278.05 7,394.46 1,469.86 11,940.17 14,887.68 1,193.35 11,579.61 8.06 3,014.80 217.41 296.80 9,266.00

9,183.17 7,319.29 1,455.27 11,819.78 14,737.11 1,181.35 11,461.77 7.98 2,981.96 215.20 293.57 9,174.00

iPhone 5 Berbahan LiquidMetal Smartphone terbaru Apple, iPhone generasi ke-5 a t a u iPhone 5 dir u m o rkan akan segera diluncurkan pada akhir tahun ini. Pada perhelatan Apple World Wide Developer Center (WWDC) yang akan berlangsung bulan Juni, Apple rencananya akan mengeluarkan pengumuman resminya. Berdasarkan rumor terbaru mengenai produk ponsel teranyar Apple ini, seorang seniman, Jon Fawcett menciptakan sebuah konsep (gambar) penampakan iPhone 5. Mashable menuliskan, jika iPhone generasi ke-5 ini nantinya akan terbuat dari LiquidMetal. Sebuah campuran logam yang berbeda yang memungkinkan daya tahan telepon lebih lama (fisik). LiquidMetal ringan seperti plastik, namun memiliki daya tahan seperti alumunium. Dengan bahan ini iPhone 5 akan memiliki berat yang lebih ringan dan ukuran yang lebih tipis. Di konsep Jon Fawcett, iPhone 5 akan memiliki ukuran 4,14 x 2,25 dan hanya memiliki ketebalan 7 mm dengan ukuran layar 4 inc. Nantinya iPhone 5 akan dibekali dengan kamera 10 mega piksel (belakang) dan 5 megapiksel (depan) dengan quad speakers untuk menambah kualitas suara. Jon Fawcett tidak berafiliasi dengan Apple. Ia sekadar menghadirkan konsep fisik iPhone 5 nantinya yang akan diluncurkan pada akhir tahun ini. (sdn)

Selasa, 15 Mei 2012

Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Wujud Perluasan Peran STKIP

Yuyun: Siapkan Calon Guru Berkompetensi

PONTIANAK. Tugas pokok dan fungsi LPTK STKIP-PGRI Pontianak adalah melakukan pembinaan sumber daya manusia (SDM) dalam disiplin ilmu kependidikan. Menyiapkan keder-kader pendidik yang mampu berkompetisi di segala bidang menjadi tujuan perguruan tinggi ini. Sekretaris Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Indonesia, Yuyun Safitri MPd mengatakan, tujuan STKIP-PGRI Pontianak adalah menghasilkan lulusan yang profesional dan berkualitas, memiliki kepribadian

yang handal, solidaritas, loyalitas yang tinggi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, serta memiliki kompetensi dalam dunia pendidikan dalam berbagai aspek kehidupan. Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia yang mulai mengembangkan misi peningkatan mutu dan kualitas SDM sejak 2009. Hingga saat ini jumlah mahasiswa sejak angkatan pertama dan angkatan keenam tahun 2011 berjumlah 1.100 orang. Diprediksi, tahun 2013 yang akan datang, Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia akan wisuda perdana, ungkap Yuyun. Misi Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia didirikan paparnya, untuk menyelenggarakan pendidikan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, mengembangkan kompentensi pedagogik, profesional sosial bagi calon tenaga kependidikan/non kependidikan dan meningkatkan kualifikasi pendidikan pada berbagai jenis dan jenjang pendidikan, serta program-program lain yang relevan. Juga melaksanakan penelitian dan pengkajian dalam rangka mengembangkan dan menerapkan ilmu bahasa dan sastra, ujarnya. Praktik lapangan untuk mensosialisasikan penggunaan Bahasa Indonesia dengan baik telah dilakukan di Kabupaten Sanggau, tepatnya di Kecamatan Entikong dan Kecamatan Bonti. Praktik ini wujud kepedulian bahasa kepada masyarakat, ucapnya. Ketiga jelasnya, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian institusional terhadap pemban-

gunan pendidikan nasional, dalam rangka mengaplikasikan hasil-hasil pendidikan dan penelitian. Dan yang terakhir, menggalang kerjasama dengan lembaga-lembaga lain, baik vertikal maupun horizontal, untuk mengadakan upaya pembinaan program dan personil dalam rangka mendukung program internal STKIP-PGRI Pontianak dan lembaga lain yang terkait. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di STKIP-PGRI Pontianak jelasnya, menaungi Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Prodi ini satu sama lain memiliki arah pengembangan yang berbeda. Prodi Pendidikan, mengembangkan disiplin ilmu kependidikan. Sedangkan prodi non pendidikan mengembangkan pendidikan disiplin ilmu. Sesuai dengan struktur kurikulum jelasnya, prodi pendidikan membekali mahasiswa dengan mata kuliah dasar keahlian profesi keguruan, mata kuliah keahlian dan mata kuliah keahlian lainnya. Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia membekali mahasiswa dengan mata kuliah disiplin ilmu bahasa dan sastra. Dengan demikian, lulusan dari prodi ini diharapkan mampu menciptakan lulusan sarjana yang mandiri dan handal di segala bidang usaha. Maksudnya, misalnya sebagai wiraswasta, jurnalis, pembicara, panelis dan sebagainya. Sebagaimana penerapan disiplin ilmu dalam program mata kuliah pilihan, jelasnya. (Iz/*)

Indonesia Ingin Kuasai 10 Persen Sepatu Asia JAKARTA. Produsen sepatu nasional berambisi menguasai 10 persen pasar sepatu Asia Tenggara pada tahun ini. Ambisi itu dimulai dengan membuka toko baru sekaligus memperkenalkan 10 merek lokal di Malaysia, Thailand, dan Filipina. Industri sepatu nasional saat ini dihadapkan sejumlah kendala, seperti merosotnya permintaan dari pasar Eropa akibat krisis yang melanda kawasan tersebut, kata Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Eddy Wijanarko di Jakarta, akhir pekan lalu. Dia mengaku untuk mencapai targetnya, pihaknya memperluas pasar, terutama menguasai 10 persen pasar sepatu Asean pada tahun ini. Eddy mengemukakan, Malaysia, menjadi pasar pertama yang akan dijajaki untuk membuka sejumlah toko baru sekaligus memperkenalkan delapan merek sepatu lokal, seperti Mario Minardi dan Gino Mariani. Selama ini, lanjutnya, baru ada dua produk sepatu Indonesia yang bisa masuk ke pasar Malaysia, yakni Andre Valentino dan Rotelli. Sementara di Tanah Air selama ini sudah beredar puluhan merek sepatu asal Malaysia. Selama ini pasar kita di Malaysia kecil sekali, di bawah 1 persen. Dengan itu 10 merek sepatu yang masuk diharapkan tahun ini bisa meningkat menjadi 5 persen, katanya. Olehkarenanya, lanjutnya, Aspirindo telah membuat nota kesepahaman dengan produsen sepatu Malaysia terkait pertukaran informasi dan peningkatan kapasitas ekspor dan impor sepatu olahraga. Tidak hanya ke Malaysia, lanjut Eddy, rencananya produk-produk sepatu Indonesia juga diupayakan menembus pasar Thailand dan Filipina. Selama ini di Thailand dan Filipina itu baru mengenal satu atau dua merek sepatu kita. Kami akan upayakan setidaknya jadi 10 merek sepatu masuk kesana sehingga bisa meningkatkan pasar kita di sana masing-masing menjadi sekitar 3 persen pada 2012, jelasnya. Eddy menambahkan industri sepatu nasional saat ini tidak hanya dihadapkan pada persoalan pasar yang menciut di kawasan Eropa, tetapi juga kerap dibuat bingung oleh inkonsistensi kebijakan lintas kementerian. Selain itu, masalah tenaga kerja cekatan yang terlalu terkonsentrasi di sedikit wilayah, seperti Tangerang dan Bandung, juga menjadi kendala untuk melakukan perluasan usaha ke wilayah lain di Tanah Air. Tahun ini beberapa industri akan mengalihkan pabriknya ke Jawa Tengah, katanya. Meski demikian, Eddy menambahkan, Aspirindo optimistis ekspor sepatu Indonesia akan tumbuh 10 persen pada tahun ini dengan omset diperkirakan mencapai USD 3,6 miliar. Jumlah itu meningkat USD 300 juta dari pencapaian tahun lalu yang sekitar USD 3,3 miliar. Sejumlah merk sepatu internasional yang kini membuka pabrik di Indonesia yakni Clark, Timberland, Echo, dan Fortuna. (Jp)

S

16

elebritis

Erin Heatherton

Demi Victoria s Secret

Pacar terbaru Leonardo DiCaprio ini memiliki lekuklekuk tubuh yang sempurna. Tak heran, ia dipercaya membintangi iklan produk terbaru Victoria’s Secret. Dalam iklan kali ini, Erin Heatherton tampil lebih hot dengan pose topless-nya. Tanpa mengenakan bra, model ini akan berpose sambil mengenakan berbagai produk celana dalam. Dalam satu foto, model seksi ini berpose dengan hanya mengenakan celana dalam loreng, sedangkan kedua dadanya ditutup dengan lengan. Rambut digerai dan make-up yang natural tentunya membuat siapa saja terkagum-kagum saat melihat fotonya. Pada foto lain, tampak Heatherton berpose membelakangi kamera dengan mengenakan celana dalam merah. Selain itu, masih ada beberapa pose seksi yang bakal membuat mata siapa saja terbelalak melihat keindahan tubuhnya. Gadis 23 tahun ini telah menjalin hubungan dengan DiCaprio sejak Desember 2011. Hubungan cinta terjalin setelah pertemuan mengesankan dalam pesta Victoria’s Secret yang diadakan di New York. Sumber bilang, sejak pacaran sama Heatherton, DiCaprio selalu menunjukkan keseriusannya. Keduanya pertama kali terlihat bersama dalam sebuah acara seni bela diri pada 9 Desember 2011. Dan saat perayaan Tahun Baru lalu, sebuah sumber melihat Dicaprio memboyong Heatherton menuju Hotel Four Seasons di Los Angeles, Amerika Serikat untuk mempertemukannya dengan sang bunda. (Rm)

Kiki Amalia

Bercerai? Markus kesulitan ekonomi karena tak dilirik klub papan atas lagi. Sedangkan Kiki Amalia jarang ngartis dan baru saja melahirkan. Keduanya dikabarkan bercerai. Berulang kali rumah tangga Kiki Amalia dan Markus Horison diterjang isu tak sedap. Keduanya dikabarkan sering cekcok soal ekonomi dan pekerjaan. Buntutnya, muncul keinginan bercerai. Namun, Kiki terlihat santai karena sudah keseringan digosipin aneh-aneh. “Ada isu cerai dan saya dibilang sudah pisah rumah. Saya tegaskan semua itu nggak benar,” jawab Kiki, akhir pekan lalu. Isu cerai makin santer setelah Markus mulai pindah klub sepakbola. Seorang sumber mengungkapkan, prestasi Markus sebagai penjaga gawang sudah tak paten lagi. Imbasnya, pemain Timnas Indonesia ini tak dilirik klub papan atas lagi. Alhasil, penghasilan Markus jadi seret, dapur mulai kurang ‘ngebul’. Padahal, Kiki tidak terlalu banyak kegiatan keartisan. “Markus sering blunder, makin tidak meyakinkan mainnya. Beberapa klub sudah hilang kepercayaan di samping umurnya yang tak muda lagi. Untung saja ada beberapa temannya yang bantu, dia itu (Markus) beneran lagi susah hidupnya. Kasihan Kiki kan baru lahiran punya anak,” ungkap sumber itu. Ditanya kabar tadi, Kiki cuek bebek. “Saya dan suami tidak kesulitan ekonomi, kami hidup bahagia. Kami berdua punya tabungan. Alhamdulillah kita bisa survive,” tangkis Kiki. Soal masalah gaji suaminya, Kiki tak mau ikut campur. Ia memilih lebih fokus come back ke dunia entertainment. “Itu intern pekerjaannya. Suami saya sih nurut saja dengan karier saya,” ucap pesinetron dan presenter ini. Ia pun membuang jauh hasrat masa lalu ingin dinikahi pria berlatar pengusaha atau artis. Baginya, pesepakbola seperti Markus juga memberikan rasa nyaman. “Saya merasa Allah memberikan apa yang saya butuhkan, bukan yang saya inginkan. Belum tentu kalau menikah dengan pengusaha atau artis saya bisa bahagia,” ucap mantan pacar Hengky Kurniawan ini. Sosok Markus di mata Kiki adalah pria yang bisa membimbing dan membawa pengaruh positif. Kiki senang Markus banyak mengajaknya untuk beribadah. “Walaupun dia mualaf. Dia tidak berhenti mengajak ibadah. Puasapuasa sunah yang saya jalankan itu banyak diajak dia. Dari awal saya memang bermimpi punya suami yang bisa membimbing dalam hal agama, karena itu kunci kebahagiaan dalam hidup kita,” ucap Kiki. (Rm)


15052012