Page 1


Panduan Kegiatan Indonesia Hijau Program Pendidikan Tentang Sampah

!! !! Hak Cipta Teks: Š 2015 Marlou Jongejan-Bessem

Hak Cipta Ilustrasi: Š 2015 Petra Houweling Editor Teks: Deborah Sherwood Penerbit: Desa Putera, Jakarta Penerjemah: Mega Anjar Sari Rahayu, Maksimus Doni, Agnes Pranugrahaning, Septi Suryaningrum, Lily Tjhang (permainan)

!! !Program Indonesia Hijau ini di terbitkan dengan bantuan dana Keluarga Sizoo dari Belanda, bantuan dana dari Jerman dan bantuan dana dari Green Indonesia Bazaar di Perth. !! Program Indonesia Hijau tentang sampah terdiri dari: 1.Panduan Kegiatan 2.Buku untuk anak-anak 3.Permainan 4.DVD Indonesia Hijau

!Nantikan program pendidikan kami yang akan datang mengenai air dan energi! !Bersama kita bisa membersihkan dan menghijaukan dunia! ! ! Happy Green World Foundation

EcoFlores

www.happygreenworld.org

www.ecoflores.org

info@happygreenworld.org

nina@ecoflores.org

H

ap

!

!

py

ld

ISBN 978-90-820985-1-8

Gree n W

or

! 1


Daftar Isi

!

!

Pengantar........................................................................................................................................................3 Temu Penulis.................................................................................................................................................3 Temu Illustrator..............................................................................................................................................3 Pendahuluan...................................................................................................................................................4 Latar Belakang tentang Mengurangi, Menggunakan Kembali dan Daur Ulang Sampah…..........................4 Tujuan............................................................................................................................................................6 Isi Program Indonesia Hijau ……………….................................................................................................6 Panduan Kegiatan .........................................................................................................................................7 Daftar Kegiatan……......................................................................................................................................8 Komentar Umum Atas Kegiatan……………..............................................................................................10 Peta Pikiran..................................................................................................................................................10 Buku Anak-Anak.……..…………………………….………………………………..............………........11 Permainan.....................................................................................................................................................11 Durasi Program…………………………………………………………………………...............….........11 Kegiatan.......................................................................................................................................................12 Kamus………………………………………………………………………………………......................47 Websites.......................................................................................................................................................48

!! ! Kita bukan pulau yang terpencil, kita dihubungkan oleh mata rantai yang sama. Kita adalah bagian dari rantai kehidupan. Setiap perbuatan kita, baik yang disengaja maupun tidak, berpengaruh terhadap orang lain. Tidak perlu menunggu orang lain untuk berubah, jika kita mengubah diri kita terlebih dahulu, dengan begitu saja sudah menjadi perbedaan. AMMA


2


! Pengantar Fokus utama dari program pendidikan tentang sampah Indonesia Hijau adalah untuk menyebarkan kesadaran tentang jumlah sampah yang kita produksi dan mendorong perilaku berkelajutan (sustainable behavior) dengan mengajarkan bagaimana mengurangi, menggunakan kembali serta daur ulang sampah.Kami ingin memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk hidup di dunia yang sehat dan bersih, serta kami yakin bahwa perubahan masyarakat dimulai dengan mendidik generasi baru. Program Indonesia hijau ini tidak akan mungkin terlaksana tanpa bantuan dari EcoFlores foundation, Happy Green World Foundation dan para penyandang dananya. Kami ingin mengucapkan terimakasih kepada semua sukarelawan yang telah membantu menyukseskan program Indonesia Hijau.

Temu Penulis Marlou Jongejan-Bessem Marlou Jongejan-Bessem adalah seorang lulusan Ilmu Ekonomi dengan jurusan Ekonomi Lingkungan dari Universitas Groningen. Dia pernah bekerja di Departemen Perubahan Iklim Kementrian Belanda Urusan Perumahan dan Lingkungan Hidup selama perealisasian Protokol Kyoto. Selanjutnya, dia bekerja sebagai seorang konsultan di BoschvaartEnvironmental Consultants, di mana tujuannya adalah melakukan pendekatan langsung terhadap konsultasi di tempat perkemahan, taman liburan, kolam renang dan hotel. Pekerjaan konsultasinya berfokus pada pengungaran biaya operational melalui penggunaan air dan energy yang lebih efisien dengan menghasilkan limbah yang lebih sedikit. Antara 2006 dan 2012 Nn. Bessem memulai beberapa proyek lingkungan di Kairo, Mesir. Beberapa contohnya adalah memulai proyek kompos bagi petani; mempresentasikan dan bimbingan lingkungan untuk masyarakat, perusahaan, dan sekolah; dan menulis artikel tentang lingkungan di majalah. Program pendidikan tentang sampah Green World dan Indonesia Hijau telah diterbitkan untuk meningkatkan kesadaran tentang sampah diantara anak-anak di seluruh Mesir dan sekarang telah diperluas ke Indonesia. Happy Green World Foundation bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang topik-topik seperti sampah, air, dan energy. Website kami: www.happygreenworld.org.

! Temu illustrator Petra Houweling Petra Houweling adalah illustrator untuk program Green World dan Indonesia Hijau. Dia belajar sosiologi di Belanda dan telah bekerja pada berbagai proyek untuk anak-anak.Salah satu tugasnya adalah membuat kartu bergambar untuk membantu pengungsi mengidentifikasi dan memahami kompleksitas emosi mereka. Tahun lalu ia menerbitkan sebuah buku untuk anak-anak tentang persahabatan. Petra terutama menggambarkan untuk tujuan pendidikan, dan ciri khas gayanya ditandai dengan warna-warna cerah dan hangat. Portofolionya dapat dilihat di website-nya: www.happysolucky.com.

! 3


Pendahuluan Negara di seluruh dunia terlibat dalam proses mencari tahu bagaimana untuk hidup dalam harmoni dengan alam dengan mengadopsi cara-cara berkelanjutan mengenai energi, air dan sampah. Pemerintah memiliki rencana dan proyek, namun individu-individu dan komunitas-komunitas juga harus turut bertanggungjawab untuk memelihara lingkungan.Hari ini kita perlu bergandengan tangan dan bersemangat menciptakan dunia yang bersih dan hijau, untuk diri kita sendiri hari ini, namun terutama untuk generasi berikutnya.Kita harus menjaga lingkungan seperti yang kita lakukan untuk keluarga kita.Bagaimanapun juga, untuk menjadi bahagia dan sehat kita membutuhkan dunia yang bersih dan sehat. Untuk mempelajari melakukan itu, pertama kita perlu menyadari bagaimana kita berhubungan dengan sampah, mengapa kita memproduksi sampah dalam jumlah besar, dan bagaimana kita dapat memiliki hubungan yang berbeda dengan mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah. Kita membuang sampah seperti plastik, kertas, kaca, kaleng, aluminium, dan sampah organik karena kita berpikir bahwa kita tidak dapat menggunakannya lagi dan sampah itu akan hilang dengan sendirinya. Namun demikian, bumi ini adalah sistem yang tertutup, yang artinya sampah tidak akan hilang dari planet kita. Kita perlu menggungakan kembali atau mendaur ulang bahan dan barang bekas. Beberapa contohnya adalah: kertas daur ulang, kaca daur ulang, produk dari daur ulang plastik, dan kompos. Buku ini bertujuan untuk mendukung guru-guru dan tenaga pendidik lain dalam membantu murid-murid belajar mengenai masalah yang muncul dari fakta bahwa semakin banyak sampah yang diproduksi secara global oleh penduduk dunia yang semakin bertambah. Kami akan membahas pentingnya hidup berkelanjutan dengan mengajarkan bagaimana mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah untuk mencegah polusi dan menipisnya sumber daya alam di bumi.

! Latar Belakang tentang “Mengurangi”, “Menggunakan Kembali”, dan “Daur Ulang Sampah” Bersama kita bisa menciptakan sebuah lingkungan yang sehat dan peduli untuk masa depan dunia ini. Kita dapat beraksi! Setiap orang dapat melakukan bagiannya! Untuk mencegah berkurangnya sumber daya alam kita dan bertambahnya gunungan sampah, masing-masing dari kita perlu mengubah perilaku kita berkenaan dengan sampah.Kita dapat belajar mengurangi sampah kita dengan lebih mudah melalui mengurangi, menggunakan kembali, dan daur ulang sampah. Sebagai contoh, kita dapat mengurangi jumlah kemasan dan penggunaan deterjen pembersih, serta menggunakan kembali tas atau pakaian. Kita dapat mendaur ulang kertas, plastik dan kaca, juga sampah organik menjadi kompos. Kita dapat mulai membangun kesadaran dengan mengubah kebiasaan kita sendiri dan dengan kita sebagai contoh, kita dapat mempengaruhi generasi yang akan datang. Kita harus memastikan bahwa setiap anak mulai mengembangkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan yang paling penting adalah belajar mengurangi sampah. Hal ini akan membawa kita pada lingkungan sekolah yang sehat dan bersih, begitu juga di jalanan dan di rumah. Ini akan berdampak positif pada kerapian anak-anak kita, kesehatan, dan energi. Karena kebiasaan ini akan dilanjutkan ke rumah, anakanak akan terus melakukan kebiasaan baru mereka yang dipelajari melalui praktek kegiatan. Dalam jangka 10 tahun, kita pasti akan melihat perbedaan besar pada masyarakat kita, bersama kita bangun dunia yang hijau!

4


Mengurangi sampah berarti kita belajar memproduksi sampah lebih sedikit. Hal ini terdengar sederhana, dan memang demikian! Dengan memproduksi lebih sedikit sampah kita akan membuang lebih sedikit. Untuk mengurangi sampah kita perlu menilai sampah kita dengan kritis.Misalnya, kita dapat memilih menggunakan catridge printer yang dapat diisi ulang dan battery yang dapat diisi (charge) kembali. Daripada menggunakan kantong plastik dari supermarket, kita dapat membawa tas yang dapat digunakan berulang kali untuk membawa belanjaan kita ke rumah. Menggunakan kembali berarti kita menggunakan sesuatu lebih dari satu kali.Dengan berpikir dua kali sebelum kita membuang sesuatu ke tempat sampah, kita dapat memberikan kehidupan kedua bagi banyak benda.Sebagai contoh, sebuah seragam yang sudah tidak muat lagi bisa digunakan oleh anak yang lebih kecil.Menggunakan botol minum yang dapat digunakan berulang kali dari pada botol minum yang sekali pakai langsung buang.Sebuah kantong plastik dapat digunakan kembali saat berbelanja atau sebagai kantong sampah.Banyak benda dapat digunakan kembali saat pelajaran kesenian.Anak-anak dapat menjadi kreatif dengan menggunakan kembali barang-barang bekas. Daur ulang tidak hanya berarti ‘menggunakan kembali’ sesuatu tetapi juga memperbaiki atau mengubahnya menjadi suatu produk baru. Ketika kita mendaur ulang, kaca bekas bisa kita dijadikan kaca yang baru, dan plastik bekas dapat dijadikan produk-produk plastik yang baru seperti selimut, mainan, peralatan rumah sakit, mouse pad, dan produk bermanfaat lain. Sampah organik dapat kita daur ulang menjadi kompos melalui suatu proses yang kita sebut ‘penguraian’.Organisme kecil memakan sampah organik seperti sampah dapur, dedaunan, dan rumput, yang kemudian menghasilkan tanah yang subur.Daur ulang sampah organik –membuat kompos—dapat dilakukan oleh anak-anak kita sendiri di sekolah ataupun di rumah.Dalam kegiatan lainnya, anak-anak belajar bagaimana mendaur ulang kertas dan bagaimana membuat kompos. Sebuah perusahaan daur ulang dapat mengumpulkan berbagai jenis sampah yang dapat didaur ulang.Jika sebuah perusahaan seperti itu tidak ada di wilayah Anda, mungkin menarik untuk memulai perbincangan dengan orang-orang yang bertanggung jawab di wilayah Anda untuk membangun suatu pusat daur ulang. Manfaat dari mengurangi, menggunakan kembali, dan daur ulang sampah adalah mengurangi jumlah sampah, mengurangi polusi, meningkatkan kualitas kesehatan manusia dan binatang, meningkatkan kepedulian lingkungan dan menghemat uang!

! !

5


Tujuan Tujuan program ini adalah: 1. Membangun kesadaran dan pengetahuan tentang sampah melalui latihan praktek. 2. Mendorong anak-anak untuk mengubah perilaku mereka yang berhubungan dengan sampah melalui kegiatan mengurangi, menggunakan kembali dan daur ulang barang-barang. 3. Mengajarkan pada anak-anak untuk bertanggung jawab pada sampah mereka untuk memastikan terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan ramah untuk dihuni baik hari ini maupun di masa depan. 4. Mengadaptasi sebuah pendekatan berkelanjutan (sustainable approach) mengenai pembuangan sampah Kami yakin bahwa: Cara terbaik bagi anak-anak belajar adalah dengan praktek langsung. Materi yang disediakan akan membantu anak-anak membangun kepercayaan diri mereka. Materi yang disediakan mendorong interaksi sosial dan prestasi akademis. Kegiatan yang dilakukan membangun kesadaran tentang masalah sampah. Bermain secara kreatif adalah cara yang penting untuk mengajarkan anak-anak berkomunikasi, berpikir, merasakan dan mengekspresikan diri mereka. 6. Anak-anak suka bereksplorasi dan membuat sesuatu dari sampah yang didaur ulang. 7. Anak-anak menikmati bertanya dan membuat peta pikiran. 1. 2. 3. 4. 5.

!

Isi Program Indonesia Hijau 1. Sebuah panduan kegiatan yang terdiri dari sejumlah kegiatan praktek untuk membantu anak-anak mengadaptasi perilaku berkelanjutan (sustainable behaviour) dan mendorong mereka untuk mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah mereka. 2. Sebuah buku anak-anak yang interaktif dimana anak-anak dapat belajar mengenai jenis-jenis sampah seperti plastik, kertas, sampah organik, dan kaca. Asal mula dan waktu penguraian akan dibahas, serta cara untuk mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang. Dalam setiap halaman, kota-kota di dalam buku akan dirubah tahap demi tahap dari kotor menjadi bersih. 3. Sebuah permainan yang para pemainnya akan diberi penghargaan (beberapa langkah maju di papan) atau hukuman (beberapa langkah mundur di papan) ketika menampilkan perilaku yang tepat terhadap sampah. 4. Website kami www.happygreenworld.org, www.pinterest.com/happygreenworld dan laman Facebook kami: Happy Green World.

! ! 6


Panduan Kegiatan Panduan kegiatan menawarkan informasi yang berisi latar belakang mengenai sampah dan daur ulang, serta kegiatan praktek untuk orang tua yang dapat dilakukan di sekolah atau di rumah.Anak-anak dipacu untuk berpikir kritis tentang perilaku mereka dalam hal ‘sampah dan lingkungan mereka’. Melalui beberapa kegiatan anak-anak belajar untuk mengenali bahan-bahan sampah yang ada di lingkungan mereka. Mereka belajar bagaimana untuk mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah yang mereka hasilkan dan bahwa membuang sampah di tempatnya dapat membawa kita menuju lingkungan yang bersih dan rapi, sekaligus mampu untuk menggunakan kembali atau mendaur ulang bahan-bahan.

! !

7


Daftar Kegiatan Daftar kegiatan dibagi menjadi 3: A, T dan D. 1. Awareness (A) – Kesadaran akan masalah sampah; 2. Thinking (T) – Pemikiran – yang akan mengarahkan pada pemahaman yang mendalam atas masalan dan solusi pembuangan sampah 3. Doing (D), - Melakukan- dimana anak-anak melakukan sendiri dan mendaur ulang, mengadopsi perilaku berkelanjutan.

!

A,T,D

Kegiatan

Umur

Waktu

Halaman

1

A

Menghargai Planet

semua

20 menit

12

2

A

Mengenali Sampah

4-11

30 menit

13

3

A

semua

45 menit

14

4

A

7-14

45 menit

15

5

A

Kemasan Pembungkus Menimbulkan Sampah Kotak Makan & Botol Minum yang Dapat Dipakai Lagi Membeli Dalam Jumlah Besar

semua

30 menit

16

6

D

Gambar Sampah

4-11

45 menit

17

7

T

Apa Perbedaannya?

semua

45 menit

18

8

D

Permainan “Indonesia Hijau”

semua

20 menit

19

9

T

Cerita: ‘Kehidupan sebuah…’

7-14

60 menit

20

10

D

Reaksi Benda-benda terhadap Tanah, Air, dan Udara

semua

45 menit

21

11

T

Waktu Pembusukan (Penguraian)

semua

45 menit

22

12

T

Dampak Sampah

7-14

60 menit

23

13

T

Cara mengurangi sampah

7-14

30 menit

25

14

T

Cara menggunakan kembali sampah

7-14

30 menit

26

15

T

Cara mendaur ulang sampah

7-14

45 menit

27

16

D

Memisahkan sampah itu berguna! 7-14

60 menit

29

8


A,T,D

Kegiatan

Umur

Waktu

Halaman

17

T

Mendorong Perilaku Berkelanjutan Terhadap Sampah

7-14

45 menit

30

18

D

Mengorganisir ‘Eco-Week’

11-14

60 menit

32

19

D

Membuat Banda Seni dan Kerajinan Tangan Menggunakan Kertas Daur Ulang

4-11

60 menit

33

20

D

Membuat Tali Lompat

Semua

45 menit

34

21

D

Limbah Berbahaya – Baterai

7-14

30 menit

35

22

D

Membersihkan Wilayah

semua

60 menit

36

23

D

Membuat Lagu Rap

7-14

45 menit

37

24

D

Bank Sampah

7-14

60 menit

37

25

T

Sop Plastik

7-14

45 menit

40

26

D

Mendaur Ulang Kertas

semua

60 menit

41

27

A

Cerita Tentang Celiio, Si Ulat Kompos

4-11

20 menit

42

28

D

Permainan Kompos

semua

20 menit

43

29

D

Membuat Kompos

7-14

60 menit

44

30

D

Menanam Benih

semua

30 menit

46

! !

9


Komentar Umum Atas Kegiatan Setiap kegiatan yang tertulis disarankan untuk anak-anak dalam kelompok usia yang telah ditentukan namun dapat juga diajarkan kepada kelompok usia lain. Kegiatan tersebut dapat diajarkan di sekolah dasar, sekolah menengah, tempat penitipan anak, ataupun di rumah.Guru dapat memilih kegiatan yang mana yang dirasa cocok untuk para muridnya. Sebagian besar kegiatan dapat diselesaikan dalam waktu satu jam atau kurang. Pastikan tersedia waktu untuk diskusi lanjutan dalam setiap kegiatan. Topik untuk didiskusikan:

!1. Apakah kamu bertindak atas pengetahuan kamu yang baru? Bagaimana itu dapat merubah

perilakumu? 2. Apa yang sulit untuk dirubah? 3. Bagaimana reaksi orang tua dan teman-temanmu? 4. Apa yang dapat dilakukan untuk tetap menjaga antusiasme dan meningkatkan tingkat keberhasilan?

!Penting untuk berbicara kepada anak-anak dan menjelaskan bahwa ide baru dan kebiasaan baru perlu

waktu untuk tertanam.Pastikan bahwa anak-anak tidak kecewa jika mereka tidak didukung secara langsung oleh orang-orang disekitar mereka. Anak-anak membuat perbedaan dan setiap kesusksesan kecil adalah berharga! Jika semua kesuksesan kecil dikumpulkan akan menjadi sebuah kesuksesan besar, dan pada saatnya nanti akan mengubah dunia.

!Ketika mengajar anak-anak, mulailah langsung dengan tindakan dari pada menjelaskan teori. Mereka akan menyukai belajar sambil praktek. !! Peta Pikiran

!Dalam panduan kegiatan, kita menggunakan peta pikiran.Peta pikiran adalah sebuah alat yang dapat

meningkatkan pengorganisasian cara pikir.Ini adalah sebuah cara kreatif dan efektif untuk brainstorming (berpikir) dan menstrukturkan pemikiran atas semua subjek.

!Sebuah peta pikiran dapat dibandingkan dengan peta sebuah kota. Pusat dari peta pikiran Anda

menggambarkan hal yang paling penting dari ide yang ingin Anda masukkan. Jalan utama menuju pusat menggambarkan pemikiran utama Anda dalam proses berpikir. Jalan kecil menggambarkan pemikiran sekunder Anda. Sebuah peta pikiran akan memberikan Anda gambaran yang akan membantu Anda mengingat dan menstrukturkan informasi secara lebih baik.

!Mulailah dari tengah halaman atau papan tulis dan masukkan ide utama Anda dalam gambar atau kata.

Hubungankan pusat dengan cabang-cabangnya dan tuliskan pemikiran atau asosiasi lain.Gunakan warna saat membuat peta pemikiran.Gunakan garis kurva seperti batang pohon.Gunakan satu kata di tiap garis dan gunakan gambar, karena gambar dampat memudahkan Anda untuk mengingat ribuan kata.

!Contoh sebuah peta pemikiran: !

10


!

Buku Anak-Anak

!Buku untuk anak-anak berisi dua lagu yang menunjukkan bagaimana mencapai dunia yang lebih bersih dan hijau. Sebuah kota yang sangat tercemar akan berubah secara bertahap jika disediakan tempat sampah, udara, tanah, dan air yang bersih serta orang-orang yang sehat dan bahagia.

!Selain itu, asal-usul plastik, kertas, sampah organik dan kaca, penggunaan dan waktu penguraian juga dibahas, juga cara mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang bahan-bahan tersebut. !! Permainan

!Permainan ini adalah sebuah aplikasi dari informasi yang dipelajari anak-anak selama pelajaran.Bermain

di dalam kelompok-kelompok kecil dalam kelas sebagaimana yang dijelaskan dibalik permainan.Pastikan setiap anak tahu bagaimana memainkannya sebelum membawanya pulang ke rumah.

!! Durasi Program !Program Indonesia Hijau dapat diajarkan dalam beberapa bulan selama tahun ajaran. Hal ini dapat

disesuaikan dengan kebijakan sekolah atau pusat komunitas untuk mengajarkan program tersebut apakah sebagai proyek bulanan (satu kegiatan per hari selama satu bulan) atau untuk membaginya selama beberapa bulan berturut-turut dengan satu kegiatan per minggu. Program ini juga cocok dilakukan sebagai kegiatan ekstrakulikuler dan program liburan sekolah, serta selebihnya menyediakan berbagai ide untuk kegiatan dan pertemuan sekolah lainnya.  

11


Kegiatan

!(A) Kegiatan 1: Menghargai Planet Semua umur, waktu: 20 menit. !Tujuan

Untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya peran dan keindahan alam.

!Persiapan

Para guru memilih film tentang alam yang ditayangkan di Youtube. Tentukan pilihan dari film berikut: 1. Planet Earth: What a Wonderful World 2. Flores Indonesia- Pulau yang sangat Indah dan menakjubkan- Tekno Bolang

!Apabila tidak ada hubungan internet, guru dapat menunjukkan gambar gambar tempat yang indah di bumi kita contoh nya Flores !Sumber Internet, film You Tube !Uraian kegiatan

Para guru menunjukkan film dari You Tube kepada siswanya. Ketika video selesai, guru menyuruh anak-anak untuk berpikir tentang liburan mereka atau tempat yang ingin merake kunjungi. Ajak mereka untuk memvisualisasikan dan menceritakan pengalamannya di kelas. Guru dapat mengajukan pertanyaan seperti: -Bagaimana perasaanmu di tempat yang spesial itu? -Apa kamu mau pergi ke sana lagi lain waktu? -Apa menurutmu tempat itu akan tetap sama beberapa tahun yang akan datang? -Menurutmu, tempat itu masih bagus atau malah sudah tercemar? -Apa yang dapat kamu lakukan untuk menjaganya agar tetap bersih?

!! Kesimpulan

Menjelaskan bahwa kita tidak bisa hidup tanpa planet dan semua yang ditawarkan oleh alam. Kita bergantung pada udara, air dan makanan yang kesemuanya itu berasal dari planet kita ini. Jika kita tidak menjaga alam ini, hutan, lautan dan pegunungan akan tercemar dan tereksploitasi habis untuk generasi yan akan datang. Tolong kurangi sampah, tangani sampah dengan baik dan buanglah sampah pada tempatnya.

!! !!

12


(A) Kegiatan 2: Mengenali Sampah Umur: 4-11, 30 menit.

!Tujuan Mengenai dan memahami sampah. !Persiapan

Para guru membawa kantong plastik berisikan sampah ke sekolah di hari jadwal kegiatan akan berlangsung. Perlu diperhatikan bahwa sampah yang dikumpulkan terdiri dari bermacam-macam sampah, namun pastikan juga bahwa sampahnya aman bagi anak-anak. Pastikan Anda memiliki sampah plastik, kaca (jangan yang pecah), kertas, sampah hijau seperti sisa sayuran atau kulit buah, kaleng dan pakaian. Bawa plastik atau nampan untuk memamerkan sampah tersebut. Kegiatan ini membangun kesadaran melalui pengalaman, oleh karena itu anak-anak harus melihat dan berinteraksi semua bahan yang kita sebut sampah. Hati-hati agar anak-anak tidak menyentuh sampah atau pakaikanlah sarung tangan dan cuci tangan setelah kegiatan selesai.

!Bahan-Bahan

Plastik (untuk alas), nampan (baki), plastik sampah berisikan sampah seperti sisa makanan, kaleng, kaca, kertas, kulit buah, bekas teh celup dan sebagainya.

!Uraian kegiatan

Guru dan anak-anak duduk dalam posisi melingkar. Letakkan plastik sebagai alas untuk menaruh sampahsampah di tengah lingkaran. Guru menunjukkan plastik sampah yang berisi sampah dan mengajukan beberapa pertanyaan pada anak-anak: -Kalian tahu apa yang ibu/bapak punya di sini? -Sampah seperti apa yang kira-kira ada di dalam sini? Setelah ide muncul dan ada diskusi,keluarkan semua isi plastik sampah ke atas alas plastik. Semua ynag sudah dibuang disebut ‚sampah‘. 1. Apa yang kalian lihat ada di tengah? Plastik, kertas, sisa makanan, karton jus, bungkus makanan atau potongan kayu? 2. Apa ini semua sampah atau kita masih bisa menggunakannya lagi? 3. Apakah anak berpikir tentang jenis ‚sampah‘ lain? Guru mulai membuat peta pikiran di papan tulis dengan menuliskan kata ‚sampah‘ di tengah-tengah. Anak-anak menambahkannya ke peta pikiran.

!

! Kesimpulan

!

Anak murid jadi mengetahui apa yang dibuang sebagai sampah. Dengan bantuan peta pikiran, anak akan berpikir tentang tema sampah dan memahami bahwa beberapa barang tersebut masih ada yang dapat digunakan lagi.


13


!( A) Kegiatan 3: Kemasan Pembungkus Menimbulkan Sampah Semua umur, 45 menit. !Tujuan Menyadarkan masyarakat bahwa jumlah sampah yang besar berasal dari kemasan pembungkus makanan. !Persiapan Guru dan anak-anak membawa bahan-bahan yang diperlukan ke sekolah sebelum kegiatan dimulai !Bahan-bahan

Guru membawa contoh produk makanan yang dikemas dalam bentuk dus, plastik, kaleng atau toples. Bawa 2 dari masing masing produk tersebut, satu kosong dan satunya masih penuh. Contoh produk yang dapat digunakan adalah sebagai berikut: teh kotak, aqua gelas, kacang garuda, buah-buahan, susu, permen karet dan botol minuman seperti teh botol.

!Uraian kegiatan

Kegiatan ini dapat dilakukan dalam kelompok kecil. Setiap kelompok anak-anak melakukan hal ini: (1) bandingkan ukuran berat isi makanan (produk) dengan berat kemasan pembungkus; (2) tuliskan hasilnya dan (3) bandingkan dengan hasil kelompok anak yang lain. Setiap kelompok harus memiliki satu produk dan satu pengukur. Guru kemudian meminta salah seorang anak untuk maju ke depan kelas dan menuliskan berat dan hasilnya, seorang anak untuk mengganti produk dan seorang lainnya menyampaikan hasil pengukuran ke kelompok lainnya.

!1. Semua jenis produk disimpan di atas meja guru. Dari setiap produk yang ada, harus ada satu yang

kosong dan satu yang masih berisi. Setiap anak dari setiap kelompok memilih satu produk dan kemasannya kemudian membawanya ke meja kelompok masing-masing. Anak-anak murid kemudian membandingkan berat produk yang masih dalam kemasan dan berat kemasannya saja, kemudian menuliskan hasil pengukuran berat produk sendiri dan berat kemasannya. Jika sudah selesai, kembalikan produk dan kemasan kosongnya ke meja kemudian berganti mengukur produk dan kemasan yang lain.

!2. Anak-anak kemudian disuruh membuat daftar produk yang memiliki kemasan sedikit (seperti buahbuahan, nasi dan kentang) dan produk yang memiliki banyak kemasan banyak (seperti cairan atau produk yang musah rusak, permen karet atau biskuit dengan kemasan dobel) kemudian bandingkan apakah pengemasan seperti itu perlu atau terlalu banyak.

!3. Anak-anak harus menyadari akan jumlah kemasan yang dimiliki sebuah produk, bandingkan dengan

produknya sendiri dan belajar untuk melihat secara kritis tentang kemasan tambahan. Guru kemudian menjelaskan bahwa kita bisa mengurangi sampah dengan mengurangi jumlah kemasan sebuah produk. Restoran yang menyediakan menu bungkus bawa pulang dan produk dengan kemasan dobel harus dihindari. Setelah penggunaan, buanglah sampah kemasan di tempat sampah yang tepat agar dapat digunakan kembali maupun didaur ulang.

!Anak murid yang lebih kecil dapat menggunakan pengukur berat mereka untuk menyadari bahwa barang

yang dibungkus selalu lebih berat dari barang yang tidak dibungkus, dan mereka dapat melihat mana pengemasan barang yang memang diperlukan dan mana pengemasan barang yang tidak perlu (seperti barang yang memiliki dua jenis pengemasan).

!Kesimpulan

Mengurangi penggunaan kemasan adalah salah satu cara mengurangi sampah. Hal ini dapat dilakukan dengan membawa plastik bekas sendiri ke toko, menolak penggunaan piring Styrofoam atau menolak memilih produk yang memiliki kemasan.

!

14


!(A) Kegiatan 4: Mengurangi sampah dengan menggunakan kotak bekal dan botol minuman yang dapat digunakan kembali. Umur: 7-14, 45 menit.

!Tujuan

Mendorong anak murid dan orang tua untuk mengurangi sampah dengan menggunakan barang yang dapat digunakan kembali.

!Persiapan

Guru dapat membaca bacaan dengan tema mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah dengan melihat website yang disebutkan di akhir petunjuk kegiatan ini.

!Bahan-bahan Kertas dan pena (alat tulis). !Uraian kegiatan

Guru menjelaskan tentang kemasan yang dapat digunakan kembali dan memberikan contoh. Kegiatan dilanjutkan dengan anak-anak harus membawa makanan dan minuman mereka dalam wadah yang dapat digunakan kembali di minggu berikutnya. Ini berarti bahwa makanan dan minuman jika dibawa dalam wadah yang dapat digunakan kembali akan mengurangi penggunaan kemasan plastik langsung buang, kertasataupun aluminium. Anak-anak membuat surat untuk orang tua mereka tentang kegiatan penelitian mereka mengenai pengurangan sampah di sekolah. Anak-anak membaca surat yang mereka buat di depan kelas dan mendiskusikan tentang barang-barang yang biasa mereka gunakan di rumah atau di kelas, yang dapat digunakan kembali atau didaur ulang. Anak-anak memilih surat yang paling bagus, yang nantinya akan dikirim ke orang tua mereka. Pastikan hanya satu surat per keluarga yang dibawa pulang. Mengirim dengan email dan mengurangi penggunaan kertas akan lebih baik.

!Guru dapat membuat daftar pencapaian masing-masing anak di kelas mengenai kegiatan ini.

Guru membuat daftar menggunakan kertas dengan menuliskan nama masing-masing anak di sebelah kanan dan urutan tanggaldi bagian atas. Setiaparunya guru akan mencatat pencapaian masing-masing anak dengan memberikan tanda ++ bagi yang tidak menghasilkan atau membuang sampah, + bagi yang menghasilkan sedikit sampah atau – bagi yang membuang banyak sampah lebih dari seharusnya. Setelah satu minggu guru memberikan hadiah pada anak murid yang pencapaiannya terbaik di minggu itu, atau kepada semua anak atas usaha mereka mengurangi sampah. Lakukan kegiatan ini dengan prosedur yang sama selama beberapa minggu ke depan untuk menanamkan kebiasaan baik ini!

!Kesimpulan

Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengetahuan mereka dalam hal mengurangi sampah dengan orang tua di rumah. Dengan memberikan usaha terbaik mereka dalam bersama mengurangi sampah dan mendapat hadiah setelah melakukannya akan mendorong anak terbiasa untuk melakukan kebiasaan baik ini.

! !

Tip: mendorong penggunaan email dari pada surat kertas biasa dalam komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua murid.

!! !! !

15


!(A) Kegiatan 5: Membeli dalam jumlah besar Semua umur, 30 menit. !Tujuan

Anak-anak menyadari bahwa dengan membeli popcorn atau keripik dalam kemasan yang besar sekaligus akan mengurangi sampah dibandingkan membeli dalam kemasan yang kecil-kecil.

!Persiapan Guru meminta anak murid membawa bahan-bahan ke sekolah sebelum kegiatan dimulai. !Bahan-bahan Keripik dalam kemasan besar, kemasan kecil dan selotip. !Uraian kegiatan

Setiap anak menerima keripik kemasan kecil. Sementara guru memegang keripik kemasan besar. Guru menanyakan pada anak-anak beberapa pertanyaan berikut dan menuliskan jawabannya di papan tulis. - Berapa berat keripik yang ada di kemasan kecil? Dan berapa berat keripik yang ada di kemasan besar? - Berapa banyak kemasan kecil yang beratnya sama dengan satu kemasan besar? Anak-anak diperbolehkan memakan keripiknya. Setelah selesai makan, tempelkan kemasan kecil satu sama lain hingga membentuk sebesar kemasan besar. Tempel dan sambungkan kemasan kecil sebanyak mungkin sampai sekiranya dapat memuat berat isi yang sama dengan kemasan besar. Kemasan mana yang menghasilkan banyak sampah?

!Guru menulis beberapa pendapat di papan tulis dan meminta anak murid untuk mendiskusikan

jawabannya: 1. Kalian menghasilkan sedikit sampah jika membali 200 gram keripik kemasan kecil. 2. Kalian menghasilkan sedikit sampah jika membeli 200 gram keripik kemasan besar. (pilih jawaban mana yang benar) jawaban yang benar adalah nomor 2. Bagaimana kalian masih dapat membawa popcorn untuk makan siang tanpa membeli yang kemasan kecil? Ambil sebagian popcorn dari kemasan besar yang ada di rumah dan masukkan dalam wadah yang bisa digunakan lagi atau ke dalam kotak bekal. Jelaskan pada anak-anak bahwa ini dapat diterapkan di berbagai produk lain. Produk apa yang dapat dibeli dalam kemasan besar? (minuman ringan, deterjen bubuk, dan lain-lain).

!Kesimpulan

Membeli produk dalam kemasan besar lebih baik dalam hal jumlah sampah yang dibuang dan lebih murah.

!! !!

16


!(D) Kegiatan 6: Gambar Sampah Umur: 4-11, 45 menit. !Tujuan Anak-anak membuat gambar dan berbagi pengetahuan mereka mengenai sampah dengan yang lainnya. !Persiapan Guru memastikan bahwa semua bahan-bahan yang dibutuhkan tersedia. !Bahan-bahan Buku anak-anak, kertas daur ulang atau kertas baiasa dan pena, majalah dan gunting. !Uraian kegiatan

Guru membacakan buku anak-anak mengenai sampah dan meminta mereka membuat gambar tentang sampah. Gunakan kertas daur ulang atau halaman belakang kertas yang sudah terpakai (satu sisi sudah terpakai, gunakan halaman belakangnya yang masih kosong) untuk menggambar. Anak-anak dapat bekerja beregu atau sendiri-sendiri. Tema menggambar kali ini bisa berupa:

!

1. Kota yang bersih atau kota yang kotor 2. Barang apa saja yang kita gunakan setiap hari dan bagaimana kita dapat mendaur ulang atau menggunakan kembali barang tersebut?

3. Barang seperti apa saja yang dapat dibuat dari barang daur ulang?

!Biarkan anak-anak menuangkan ide-ide mereka sendiri dalam menggambar atau memunculkan slogan dengan tema mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah. Gambar yang sudah jadi dapat dipamerkan di dinding sekolah.

!!

!!

!

17


(T) Kegiatan 7: Apa perbedaannya? Semua umur, 45 menit.

!Tujuan

Anak-anak melihat dampak dari pencemaran dengan mendiskusikan gambar kota yang bersih dan kota yang tercemar di buku anak-anak, dan dampak pencemaran terhadap udara, tanah, air dan kesehatan (baik kesehatan manusia maupun hewan).

!Bahan-bahan Buku anak-anak !Persiapan

Selama kegiatan ini, anak-anak bekerja dalam kelompok. Jika perlu, jelaskan pada mereka bagaimana cara membuat peta pikiran.

!Uraian kegiatan

Anak-anak memutuskan untuk memilih mebuat peta pikiran tentang kota bersih atau kota yang tercemar. Tulis tema “kota bersih� atau “kota kotor� di tengah-tengah, lalu buat percabangan tentang dampak dari ada atau tidaknya sampah di ingkungan, udara, air, makanan, kesehatan hewan dan manusia. Anak-anak dapat mengunakan buku mereka untuk mengobservasi dampak dari kota tercemar dan kota bersih.

!Jika mereka sudah selesai, guru membuat peta pikiran kelas di papan tulis. Anak-anak murid kemudian menyampaikan apa yang sudah mereka tulis dan guru menjelaskan dampak dari sampah terhadap dunia dan kehidupan kita. Contoh dari peta pikiran adalah sebagai berikut.

!

!

!

 

18


!

(D) Kegiatan 8: Permainan Indonesia Hijau Semua umur, 30 menit.

!Tujuan Anak-anak belajar tentang isu yang berhubungan dengan sampah melalui permainan Bumi Hijau. !Bahan-bahan Papan permainan Indonesia Hijau, pion permainan dan dadu !Persiapan

Guru menjelaskan instruksi papan permainan, yang tertera di belakang papan permainan. Guru kemudian membagi anak-anak ke beberapa kelompok yang tersiri dari 3 atau 4 anak dan menyiapkan pion dan dadu.

!Uraian kegiatan Anak murid memainkan permainan Indonesia Hijau. !! !!

! 


!

19


(T) Kegiatan 9: Cerita: “Kehidupan sebuah‌â€? Umur: 7-14, 60 menit.

!Tujuan Menulis cerita tentang sebuah sampah. !Persiapan

Guru memilih jalan atau tempat bermain kemudian menyuruh anak-anak mencari sampah yang dibuang di sana. Jika hal ini tidak memungkinkan, anak-anak dapat memilih obyek dari buku mereka.

!Bahan-bahan Kertas dan bolpen !Uraian kegiatan

Anak-anak menuliskan cerita tentang sebuah sampah yang mereka temukan di jalanan atau tentang gambar di buku mereka. Ceritanya menjabarkan tentang perjalanan hidup sebuah obyek, bagaimana benda itu bisa menjadi ada. Mereka dapat menulis tentang dampak negatif sampah bagi alam dan manusia dan berbagai cara untuk mengurangi sampah, seperti 3 M: mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang.

!Beberapa poin yang mungkin dpat dimasukkan ke dalam cerita adalah:

1. Pikirkan tentang sebuah benda dan jelaskan tentangnya. 2. Pilih apakah benda tersebut yang akan bercerita tentang dirinya atau anak-anak sendiri yang menceritakan benda tersebut.

3. Dimana benda itu dibuat? 4. Di mana benda itu dijual? Siapa yang membelinya? 5. Bagaimana benda itu digunakan? 6. Bagaimana benda itu berakhir di tempat sampah? 7. Apa yang terjadi setelahnya? 8. Di mana benda itu dibuang? 9. Siapa yang membuang benda itu? 10. Apa dampak sampah tersebut di tempat sampah ituditemukan? 11. Apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negative dari sampah? 12. Apa yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi dampaknya bagi lingkungan? 13. Bagaimana benda ini bila digunakan kembali dan didaur ulang? 14. Bagaimana kira-kira kehidupan benda ini kelak?

!Cerita yang sudah selesai dapat ditempel di majalah dinding sekolah dan di aula, sehingga naka-anak yang lain dapat membacanya. Alternatif lain, biarkan mereka menyampaikan cerita mereka di pertemuan sekolah. Mereka juga dapat membuat film animasi tentang tema ini.

!Kesimpulan Anak-anak membuat cerita tentang perjalanan sebuah sampah berbagi cerita dengan anak murid lainnya. !! !
 !

20


(D) Kegiatan 10: Reaksi Benda-benda terhadap Tanah, Air dan Udara. Semua umur, 45 menit.

!Tujuan

Anak-anak mencari tahu bagaimana benda berbeda bereaksi jika dikubur: apakah akan berkarat, membusuk, tumbuh atau tetap seperti semula. Anak-anak akan memahami arti dari kata dapat terurai alami (biodegradable) dan tidak dapat terurai alami (non biodegradable).

!Persiapan -

Guru membawa barang-barang yang dibutuhkan ke sekolah. Bagi anak-anak menjadi beberapa kelompok. Gunakan sarung tangan ketika memegang tanah, dan selalu cuci tangan setelahnya. Perhatikan baik-baik saat anak-anak menggunakan kantung plastik. Catatan, bahwa kegiatan ini akan sangat berantakan.

!Bahan-bahan

Satu pot tanah atau akses ke kebun, sekop, kertas, pensil warna, kantong plastik, batang stik, kacangacangan, kacang kering, botol kaca, penjepit kertas, kayu, buah-buahan atau sayuran seperti bawang atau kentang.

!Uraian kegiatan

1. Setiap kelompok memilih benda yang berbeda untuk dikubur. Anak-anak menggambar benda yang akan mereka kubur sebelumnya, untuk perbandingan nanti.

2. Mereka kemudian mengubur benda yang sudah dipilih. Tandai dengan stik untuk memudahkan 3. 4. 5.

6.

menemukannya kembali. Catatan: sirami dengan air selama beberapa minggu. Beberapa tumbuhan seperti kacang-kacangan dan bawang perlu air untuk tumbuh. Setelah sekitar 3 minggu, anak-anak kembali dan menggali benda yang mereka kubur sebelumnya. Kemudian mereka menggambar keadaan benda itu lagi. Seberapa besar perubahan benda tersebut dari gambar aslinya? Diskusikan hal ini dengan anak-anak. Ajarkan mengenai arti dari kata dapat terurai alami dan tidak dapat terurai alami dengan menggunakan contoh yang ada. Dapat terurai alami artinya bahwa benda itu dapat lapuk seiring berjalannya waktu oleh mikro organisme dan makhluk hidup lain di bumi. Misalnya adalah sampah hijau, sampah sayuran dan buah-buahan dan kertas. Apakah bendanya tidak berubah sama sekali? Jika demikian benda tersebut adalah benda yang tidak dapat terurai alami. Contohnya adalah kaleng aluminium, wadah plastik dan ban karet. Benda-benda tersebut tidak akan rusak di dalam tanah atau hal ini akan memakan waktu sangat lama, namun bisa didaur ulang menjadi barang baru. Jika benda tersebut mulai tumbuh, seperti bawang, rawatlah dengan memberi air dan sinar matahari yang cukup. Pindahkan tanaman ke dalam pot dan simpan di ruang kelas.

!! !Kesimpulan

Setiap benda memiliki reaksi yang berbeda jika dikubur dalam tanah. Beberapa di antaranya tumbuh, beberapa lainnya membusuk dan menjadi tanah lagi (biodegradable) atau tidak berubah sama sekali karena benda tersebut tidak dapat terurai alami. Untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tanah, kita harus mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah.

!! !! !!

21


(T) Kegiatan 11: Waktu Pembusukan (Penguraian) Semua umur, 45 menit.

!Tujuan

Anak-anak mencari tahu bahwa alam dapat membusukkan sampah dan berapa lama waktu yang diperlukan oleh matahari, angin dan hujan untuk membusukkan sampah.

!Persiapan Pastikan bahwa internet tersambung baik untuk menayangkan film „Gloop.“ !Apabila tidak ada hubungan internet guru bisa menunjukkan gambar sampah atau bisa juga pergi berjalan jalan untuk melihat sampah di sekitar sekolah. !Bahan-bahan Kertas, beberapa potong buah, botol kaca, kaleng, botol plastik, kotak jus, akses internet. !Uraian kegiatan Pertama-tama, tayangkan film YouTube „Gloop“ pada anak-anak. Guru bertanya kepada anak anak, berapa lama kah waktu yang diperlukan sampah untuk terurai?

!Jelaskan bahwa plastik adalah benda yang tidak dapat terurai alami, dengan kata lain butuh waktu lama

untuk menjadi busuk. Pembusukan adalah sebuah proses busuknya sebuah benda secara fisik dan kimia oleh bakteri dan jamur. Biasanya membutuhkan waktu lama untuk membusukkan sebuah benda. Jika kita membuang kaleng soda ke tanah, maka akan memakan waktu sampai 500 tahun bagi alam, angin dan matahari untuk membusukkannya.

!Guru kemudian membuat peta pikiran tentang waktu pembusukkan di papan tulis. Biarkan anak-anak

menyampaikan ide mereka tentang berbagai jangka waktu pembusukkan. Gunakan peta pikiran di bawah berikut. Gunakan gambar benda-benda yang berbeda untuk memudahkan pemahaman anak-anak yang lebih muda. Sebutkan secara eksplisit bahwa kondisi iklim dan cuaca memiliki dampak akan seberapa cepat sebuahbenda membusuk. Semakin banyak sinar matahari, hujan, angin dan bakteri akan mempercepat proses pembusukan.

!!

!

! Sumber informasi: Layanan Taman Nasional Amerika 22


! !Anak-anak dalam kelompok yang terdiri dari 3 orang mulai menjawab pertanyaan berikut:

1. Apa yang terjadi jika kita membuang sampah di alam atau di tempat pembuangan akhir? (apakah itu akan terus di sana untuk waktu yang lama, adakah dampaknya pada tanah, air atau udara?)

2. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk penguraian kulit pisang, botol beling, kantong kertas dan botol plastik?

3. Barang apa yang waktu penguraiannya paling cepat? (buah-buahan dan sampah hijau) 4. Yang mana yang paling lama penguraiannya? (Styrofoam) 5. Apa yang akan terjadi dengan plastik? Apakah akan terurai dengan cepat atau lebih lama jika

dibandingkan dengan kulit pisang? Plastik tidak akan menghilang selamanya, ia akan rusak, megecil dan semakin kecil dan berubah menjadi pasir beracun. 6. Apa saja yang merupakan bahan utuk penguraian? (matahari, angin, ulat, bakteri) 7. Apa itu styrofoam? (lihat gambar) Barang ini tidak dapat lapuk secara alami, artinya ia akan tetap di alam selamanya! Jadi ingatlah, jangan pernah gunakan barang dari styrofoam. 8. Apa yang dapat kau lakukan untuk menolong alam ini? (mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang (3M) dan mulai memisah-misahkan sampah yang ada di rumah-sesuai kategori organik dan non-organik)

!Kesimpulan

Benda-benda dapat diurai olah alam namun itu membutuhkan waktu yang lama. Solusi terbaik dibandingkan membuang sampah ke tempat pembuangan akhir adalah dengan menggunakannya kembali dan mendaur ulang benda tersebut.

!! !(T) Kegiatan 12: Dampak Sampah Umur: 7-14, 60 menit. ! Tujuan

Anak-anak menyadari bahwa sampah memiliki dampak terhadap udara, tanah, air dan kesehatan kita. Persiapan Guru menonton dua film pendek di www.youtube.com untuk kemudian menunjukkannya ke anak-anak selama kegiatan ini. Film pertama „A day in the life of your garbage and recyclables“ (Sehari dalam Hidup Sampahmu dan Benda-Benda Daur Ulang) dan selanjutnya „How does a modern landfill work?“ (Bagaimana Cara Kerja Tempat Pembuanagn Sampah Akhir Modern). Apabila tidak ada hubungan internet, dapat menggambar peta perjalanan sampah dari pabrik, toko, perumahan, tempat sampah sampai ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah. Bahan-bahan Papan tulis, computer dengan akses internet. Uraian kegiatan Guru menunjukkan film di YouTube dan meminta anak-anak menyampaikan pendapat mereka. Guru mendiskusikan bagaimana perjalanan sampah mulai dari toko sampai tempat pembuangan akhir. Apa yang terjadi setelah ia dibuang? (misalnya, anak-anak membeli yoghurt di toko, memakannya untuk

23


sarapan, membuang gelas bekasnya di tempat sampah di depan pintu, petugas pengumpul sampah mengambilnya ke tempat pembuangan akhir, sampah gelas yoghurt tinggal di sana selama bertahuntahun, mencemari bagi tanah dan air tanah, atau kemudian dibakar kemudian mencemari udara?) Apa dampak dari membuang sampah ke alam? Benda apa yang tidak boleh dibuang ke tempat sampah? (batu batre, barang rumah tangga dan barang elektronik) Guru mendiskusikan tema utama “Apa dampak dari sampah?” Anak-anak kemudian menyebutkan dampaknya sementara guru menggambarkan peta pikiran di papan tulis.

!

!

Limbah berakibat pada: 1. Udara – pembakaran sampah akan menyebabkan polusi udara. Polusi udara akan berakibat langsung pada manusia dan hewan karena menghirup udara yang terkontaminasi dan dapat mengakibatkan alergi dan penyakir pernapasan. 2. Tanah – Polusi pada tanah akan membuat kualitas sayuran dan hasil pertanian menjadi buruk dan manusia serta hewan dapat mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi. 3. Air – Polusi air membahayakan ikan, tanaman air, dan juga tanah. Tanah akan menyerap air sehingga tanah dan tanaman akan terkontaminasi. Dan jika air yang terkontaminasi dijadikan air minum, maka akan berdampak langsung pada kesehatan manusia. 4. Hewan – Hewan dapat tersedak sampah, terjebak dalam timbunan sampah, dan menghirup udara yang terkena polusi. 5. Manusia – Manusia akan mengalami masalah kebersihan, masalah fisik seperti sulit bernafas, sakit kepala, atau manusia akan mengkonsumsi makanan atau air yang tekena polusi..

!Kesimpulan

Mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah sangat penting, karena hal ini mengurangi dampak buruk polusi terhadap udara, tanah, air, dan kesehatan kita.

24


(T) Kegiatan 13: Cara-cara mengurangi sampah Umur: 7-14, 30 menit.

!Tujuan Bertukar pikiran tentang cara mengurangi sampah dengan menggunakan peta pikiran. !Persiapan

Gunakan internet untuk memutar film di YouTube: “Landfill Harmonic – The World Sends Us Garbage...We Send Back Music”.

!Apabila tidak ada hubungan internet, Guru bisa menulis lagu bertema mengurangi,menggunakan kembali dan mendaur ulang. !Bahan-bahan Buku anak-anak, papan tulis atau kertas besar, dan pensil warna. !Uraian kegiatan Guru mempertontonkan film YouTube “Landfill Harmonic” kepada anak murid, kemudian mendiskusikannya di kelas. Jelaskan bahwa solusi masalah sampah adalah dengan cara mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah. Dengan mengurangi sampah dan tidak membuang terlalu banyak barang, kita akan mengurangi jumlah sampah dan polusi. Manusia segala usia harus merubah kebiasaan dan menjaga kebersihan juga melestarikan planet bumi untuk generasi sekarang dan akan datang.

!Anak-anak diminta untuk membuat peta pikiran tentang bagaimana mengurangi sampah. Anak-anak dapat menggunakan informasi yang ada di buku anak-anak. Dapatkah mereka menemukan cara lain selain yang tertulis dalam buku? Apakah masalah sampah yang terkait dengan kota mereka, dan solusi apa yang dapat mereka sarankan?

!Buat peta pikiran lagi dengan topik ‘mengurangi sampah’ dan gunakan dalam diskusi kelas.

! 25


(T) Kegiatan 14: Cara menggunakan kembali sampah Umur: 7-14, 30 menit.

!Tujuan Siswa berpikir tentang cara menggunakan kembali sampah !Persiapan

Guru dan siswa membawa ‘sampah’ dari rumah. Guru dapat menjelaskan cara membuat peta pikiran dan tujuan dari peta pikiran

!Bahan-bahan Kotak kemasan/kardus, botol kaca, kotak korek api, kantong plastik, kertas, dan sampah organik. !Uraian kegiatan

Anak-anak menjelaskan tentang ‘produk sampah’ mereka dan berdiskusi tentang cara menggunakan kembali sampah. Beri motivasi kepada anak murid untuk memberikan contoh penggunaan sampah kembali. Kemudian putarkan video YouTube: “Green Kids Take Charge: part 2 of 3”.

!Setelah menonton video, anak-anak membuat peta pikiran sendiri-sendiri tentang cara menggunakan

kembali sampah. Setelah itu, guru menggambar peta pikiran di papan tulis dan mengisi dengan ide-ide dari anak-anak. Peta pikiran dapat berupa seperti gambar di bawah:

!


 !

26


!(T) Kegiatan 15 – Cara-cara mendaur ulang sampah Umur: 7-14, 45 menit. !Tujuan

Anak-anak mengetahuai bahan pembuat suatu produk dan bahan-bahan apa saja yang bisa didaur ulang.

!Persiapan Guru membawa bahan-bahan ke sekolah dan menunjukkannya di atas meja. !Bahan-bahan Rompi bulu domba, ban, alat elektronik, kertas, gelas, kompos, kaleng, internet. !Uraian kegiatan

Putar video YouTube: “Sesame Street, Recycling Blues�. Guru menunjuk sebuah produk dan bertanya kepada anak-anak dari bahan apa produk tersebut dibuat. Kaca terbuat dari pasir. Plastik terbuat dari minyak. Kertas terbuat dari kayu pohon. Kaleng terbuat dari aluminium. Ban terbuat dari karet. Kompos terbuat dari sampah organik.

!Dapatkah mereka mengetahui bahan dasar produk-produk tersebut?

Guru menjelaskan bahwa beberapa material dan produk dapat didaur ulang menjadi produk baru. Kebanyakan produk didaur ulang di pabrik, tetapi mendaur ulang kertas dan membuat kompos dapat dilakukan di rumah atau di sekolah. (lihat kegiatan 27 dan 30).

!Anak-anak berpasangan membuat peta pikiran tentang cara mendaur ulang sampah. Anak-anak dapat menggunakan buku atau internet untuk mencari pilihan lain. Anda dapat temukan link lain di bagian belakang buku panduan ini.

!Setelah selesai, setiap grup akan mempresentasikan peta pikiran mereka didepan teman sekelas.

Selanjutnya guru menggambar peta pikiran seluruh kelas. Peta pikiran tersebut dapat berupa seperti ini:

27


!

!! !! !

Kesimpulan Kebanyakan produk dapat didaurulang menjadi produk baru. Mendaurulang dapat menghemat sumber daya alam, energi, air dan biaya fabrikasi, dan juga mengurangi sampah.

!! !! !! !

Tahukah kamu? Sekitar 60% sampah di tempat sampah dapat didaurulang. 

28


!(D) Kegiatan 16: Memisahkan sampah itu berguna! Umur 7-14, 60 menit. !Tujuan

Membuat rencana memisahkan dan mendaur ulang sampah di sekolah kemudian mengumpulkan dan membawanya ke bank sampah terdekat.

!Persiapan

Guru memastikan bahwa di kelas telah tersedia 6 keranjang sampah dan barang-barang yang dapat didaur ulang Beri tahu penjaga sekolah mengenai kegiatan ini.

!Bahan-bahan

6 (atau sebanyak yang diperlukan) keranjang sampah, kertas, pensil warna, majalah, dan gunting. Uraian kegiatan Tunjukkan video YouTube: “Green Kids Take Charge: Part 3 of 3� kepada anak-anak.

!Bagi anak-anak menjadi 6 kelompok. Setiap kelompok menangani 1 jenis sampah: plastik, kertas, kaca,

logam, sampah organik, dan sampah lain (yang tidak masuk klasifikasi kategori sebelumnya). Mereka akan membuat rencana untuk mengajarkan cara mengelompokan sampah di sekolah dan membawanya ke bank sampah. Setiap kelompok membuat rencana pengelolaan sampah sesuai dengan jenis sampah yang mereka tangani, seperti:

!1. Mencari tahu jumlah tempat sampah yang ada di sekolah dan membaginya ke dalam 6 jenis sampah

(plastik, kertas, kaca, logam, sampah hijau-organik, dan sampah lain). 2. Membuat poster tentang cara pengelompokan jenis sampah dan membuangnya ke tempat sampah yang sesuai. Anak-anak juga dapat menggunakan stiker warna-warni untuk menandai tempat sampah. 3. Letakan tempat sampah di tempat strategis di sekolah. 4. Menunjuk orang yang akan mengumpulkan sampah dari tempat sampah dan membawanya ke tempat pengumpulan. 5. Menghubungi bank sampah terdekat dan menanyakan apakah pihak bank sampah dapat mengambil sampah dari sekolah setiap 2 minggu sekali, jika tidak bisa, anak-anak menunjuk perwakilan untuk mengantar sampah ke bank sampah. 6. Membuat rencana apabila sampah tidak terkelompokan sesuai dengan kategorinya. 7. Menanyakan pihak sekolah apakah sekolah dapat menggunakan uang yang dihasilkan dari bank sampah (lihat contohnya di bagian sebelum kesimpulan). 8. Membuat presentasi tentang rencana pengelolaan sampah milik masing-masing kelompok dan menjelaskannya kepada kelompok lainnya dan juga guru. Pastikan tiap-tiap kelompok tahu rencana tersebut dan cara mendaur ulang bahan-bahan tersebut. Guru memberitahu anak murid bahwa tempat sampah akan di tempat yang berbeda-beda di sekolah dan dengan ini proses daur ulang dimulai. Guru memberitahu mengapa mendaurulang itu penting. Guru menunjuk kelompok kecil anak untuk terus berkomunikasi dengan Anda (misal, satu kali sebulan) untuk memberitahu Anda kemajuan kegiatan daur ulang yang sedang mereka lakukan. Guru berusaha untuk menjawab pertanyaan dari anak-anak dan membantu menyukseskan proyek ini. Guru mendiskusikan rencana pengelolaan 6 jenis sampah tersebut dan merangkumnya dalam 1 rencana umum, dalam rencana itu sebutkan tugas dan nama anak yang bertanggung jawab untuk tugas tersebut.

!!

29


Di minggu-minggu berikutnya anak-anakmemantau dan memastikan bahwa sampah-sampah dibuang ke dalam tempat sampah yang benar. Tempat Sampah 1 – merah – plastik Tempat Sampah 2 – hijau – sampah organik (buah, sayur, daun dan rumput) Tempat Sampah 3 – biru – kaca Tempat Sampah 4 – kuning – kertas Tempat Sampah 5 – abu-abu – sampah lain Tempat Sampah 6 – coklat – kaleng dan logam Ijinkan pula anak-anak untuk membawa sampah dari rumah jika mereka mau.

!Pastikan bahwa sampah yang terkumpul dibawa ke bank sampah. Dan juga pastikan bahwa uang yang

didapat dari bank sampah digunakan untuk membeli tempat sampah atau membeli bahan/peralatan yang diperlukan untuk mendaurulang sampah di sekolah. Contoh: membeli barang-barang yang dapat dipakai kembali alih-alih membeli barang sekali pakai seperti piring, cangkir, dan botol minum untuk makan siang; dan membeli barang-barang yang berguna bagi sekolah seperti tempat sampah, buku, mainan, atau bibit tananman

!Kesimpulan

Anak-anak telah membuat rencana untuk memisahkan dan megumpulkan plastik, kertas, kaca,logam, dan sampah lain di sekolah and membawa sampah yang dapat didaur ulang ke bank sampah

!

(T) Kegiatan 17:Mendorong Perilaku Berkelanjutan terhadap sampah Umur 7-14, 45 menit.

!Tujuan

Membuat anak menyadari sikap mereka yang ‘berkelanjutan’ terhadap sampah

! !Persiapan

Bagi anak-anak menjadi berpasang-pasangan. Guru membaca tentang konsep ‘berkelanjutan’ dan menjelaskannya kepada anak murid saat pelajaran. http://livinggreenandsavingenergy.com/the-key-to-sustainability-cradle-to-cradle-thinking.html Guru juga dapat memutar film Youtube: ‘Waste management- ISLANDS project’.

!

30


Bahan-bahan Pulpen dan kertas.

!Uraian kegiatan

Guru menjelaskan bahwa perilaku yang berkelanjutan adalah perlaku yang melestarikan keseimbangan alam baik untuk masa kini dan masa depan dengan menghindari penipisan sumber daya alam dan polusi alam.

!Anak-anak yang dibagi dalam kelompok (1 kelompok 2 orang) dan mereka saling mewawancarai tentang perilaku mereka. Mereka menulis jawabannya di selembar kertas dan menghitung jawaban ya (semakin banyak jawaban ya, menunjukkan perilaku yang berkelanjutan).

!Lihat statistik kelas dan jika ada area tertentu dengan jawaban negatif, cari tahu alasannya. Guru mendiskusikan jawaban dengan anak-anak dan menuliskan jawaban yang paling penting di papan tulis. !Wawancara 1: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Apakah kamu mencintai alam? Apa yang sangat menarik dari alam? Apakah kamu kecewa jika kamu menemukan sampah di jalanan, laut atau alam sekitar? Apakah kamu selalu membuang sampah pada tempatnya? Apakah kamu menggunakan gelas dan piring yang dapat digunakan kembali atau yang hanya sekali pakai? Apakah kamu menggunakan kembali sampah di rumah? Jika iya, bagaimana caranya? Menurut kamu, apakah mengurangi, menggunkan kembali, dan mendaur ulang sampah itu berguna? Apakah kamu mendaur ulang sampah di rumah? Contohnya mendaur ulang kertas atau membuat kompos? Apakah kamu mengambil sampah di jalan saat sedang jalan-jalan? Apakah kamu membawa tas sendiri saat berbelanja?

!

Kelompok Pertanyaan berikutnya dapat dijawab berpasang-pasangan atau seluruh kelas.

!Wawancara 2: 1. 2. 3. 4.

Bagaimana cara untuk menyelesaikan permasalahan sampah? Bagaimana kelas kalian bisa mulai mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah? Apakah kamu ingin belajar membuat kertas dan kompos? Bagaimana kamu dapat membantu menjaga kebersihan dan menghijaukan lingkungan sekitar?

!Guru mendiskusikan jawaban dengan anak-anak dan menulis kesimpulannya di papan. Jika kita

mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah, maka kita tidak perlu membuangnya dan tetap menjaga sumberdaya alam. Perilaku berkelanjutan ini akan mengurangi kerusakan lingkungan dan menghemat uang.

!Diskusikanlah cara berpikir seperti yang ada di piramida di atas dengan anak-anak.

Ide pada piramida tersebut mendorong ekonomi holistik yang tidak ada sampah lagi. Ini bertujuan untuk menggunakan kembali barang bekas. Dengan cara ini sumber daya alam tidak terbuang dan meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan.

!Kesimpulan

Anak-anak menyadari tentang pentingnya perliaku berkelanjutan terhadap sampah dan memahami konsep dalam piramida di atas (cradle to cradle concept).

!

31


!(D) Kegiatan 18: Mengadakan ‘Eco-Week’ [Minggu Lingkungan] Umur 11-14, 60 menit. !Tujuan

Anak-anak berbagi pengetahuan dengan seluruh sekolah tentang apa yang mereka pelajari mengenai mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah (reducing, reusing and recycling).

!Persiapan

Guru membuat daftar kegiatan yang akan dilakukan pada Eco-Week. Contoh kegiatan dapat diambil dari Buku Panduan Aktivitas ini, atau kegiatan lain dapat seperti:

!1. 2. 3. 4.

Band sampah - Membuat alat musik dari sampah dan/atau menulis lagu tentang daur ulang untuk dimainkan selama Eco Week. Junk to Funk Fashion Show – anak-anak yang telah mendaftar akan membuat pakaian dari bahan yang bisa dipakai kembali atau bahan hasil daur ulang. Tantangan Makan Siang tanpa bungkus – anak-anak akan mendapatkan poin jika membawa bekal makanan dari rumah atau makan di kantin untuk mengurangi sampah dari kemasan makanan. Anak anak bisa menciptakan karya seni dari bahan bahan yang dapat di daur ulang untuk dipasang di sekitar sekolah.

!Bahan-bahan Pulpen, kertas, komputer. !Uraian kegiatan

Anak-anak mulai membuat panitia kecil untuk kegiatan yang telah dipilih. Untuk setiap kegiatan, satu kelompok anak-anak membuat rencana dengan mendiskusikan hal-hal berikut: 1. Menentukan tanggal Eco-Week (dilakukan bersama guru) 2. Mengundang orang untuk berpartisipasi dalam Eco-Week dengan menulis email atau surat atau mengumumkan melalui selebaran. 3. Memasang lembar pendaftaran untuk berbagai macam kegiatan dan ditempelkan di sekolah 4. Membuat promosi seperti membuat poster. 5. Memilih musik (untuk Junk to Funk Fashion Show). 6. Menunjuk orang yang bertanggung jawab mendokumentasikan acara Eco-Week. 7. Memilih proyek lingkungan untuk penyaluran uang hasil lelang di acara Eco-Week. 8. Nikmati Eco-Week dan ambil banyak foto untuk newsletter berikutnya!

!Tulis nama orang yang bertanggung jawab untuk setiap tugas dan pastikan setiap anak tahu tugasnya masing-masing. Minta anak-anak melapor kepada guru setiap akhir minggu !Kegiatan ini dapat dilakukan setiap tahun. !Kesimpulan Anak anak senang dan meningkatkan kesadaran tentang mendaur ulang sampah di sekitar sekolah. !

32


!(D) Kegiatan 19: Membuat Benda Seni dan Kerajian Tangan dari Kertas bekas Umur 4-11, 60 menit. !

! Tujuan Anak-anak membuat prakarya berbahan dasar papier-mâché* dengan kertas bekas papier-mâché: bubur kertas yang dapat dibentuk.

!Persiapan

Guru memastikan semua bahan yang dibutuhkan telah tersedia dan menunjukkan contoh prakarya dari papier-mâché kepada anak-anak. Anak yang lebih muda akan membutuhkan bantuan untuk meniup balon. Guru dapat menonton video YouTube tentang cara membuat Papier Mâché Animal [“How to Make a Papier Mâché Animal” ]

!Bahan-bahan Balon, lem, air dan tepung, sobekan koran atau majalah bekas, cat, kuas cat, dan tali. !Uraian kegiatan

Beritahu anak-anak bahwa mereka akan membuat papier-mâché animals. Papier-mâché adalah sebuah proses dimana Anda mencelupkan sobekan-sobekan kertas menjadi bubur dan membentuknya. Bentuknya akan mengeras saat kering dan bisa diberi warna. Anak-anak dapat bekerja secara kelompok atau sendiri. 1. Pastikan anak-anak telah memiliki bahan-bahan yang dibutuhkan di meja mereka. Anak-anak mulai membuat sobekan-sobekan kertas dengan merobek atau menggunting kertas. 2. Di meja mereka terdapat mangkok yang berisi lem yang dicairkan atau campuran 1 cangkir tepung dengan 2 cangkir air. Segera gunakan campuran lem atau tepung agair cairan tidak kering. 3. Anak-anak meniup balon dan kemudian mengoleskan lem di permukaan balon. 4. Anak-anak mencelupkan sobekan kertas ke dalam lem, melumuri dengan lem tipis. Kemudian tempelkan ke balon dan rapikan untuk menghilangkan kantong udara. 5. Pastikan seluruh balon tertutup dengan kertas. Lapisi balon sedikit demi sedikit, jangan menempelkan kertas dalam jumlah banyak sekaligus karena kertas akan lebih lama kering. 6. Biarkan sampai kering. 7. Setelah benar-benar kering, warnai dengan cat dan tempelkan mata dan telinga. 8. Tempelkan tali dan gantung di kelas.

!! Kesimpulan

Anak-anak menggunakan sampah untuk membuat karya seni 


33


!(D) Kegiatan 20: Membuat Tali untuk Lompat Tali Semua umur, 45 menit. !

Tujuan Anak-anak belajar menggunakan sampah untuk membuat tali (untuk lompat tali)

!

Bahan-bahan Kantong plastik, gunting, selotip, dan benda berat.

!

Persiapan Beritahu anak-anak agar berhati-hati saat menggunakan kantong plastik dan gunting. Buatlah tali sebelumnya untuk ditunjukkan kepada para mereka.

!

Uraian kegiatan Anak-anak membuat tali dengan menggunakan kantong plastik bekas. Peragakan cara membuat tali dengan menunjukkan sampel yang telah dibuat sebelumnya. Kemudian minta mereka mengikuti langkahlangkah di bawah ini untuk membuat tali. Potong pegangan kantong plastik dan buka melalui bagian pinggir. Potong kantong plastik dengan lebar 2-3cm, mulai dari bagian bawah ke bagian tas plastik. Kumpulkan 3 (atau 6) potongan plastik dan buat simpul 8cm dari ujungnya. Jepit simpul dibawah kaki meja atau minta seseorang untuk memegangnya, dan kepang potonganpotongan tersebut sampau 5inch dari ujung. 5. Rekatkan tiga potongan plastik baru ke ujung plastik yang telah dikepang dengan selotip, dan lanjutkan mengepang potongan plastik berikutnya. 6. Ulangi langkah ini sampai panjang tali yang diinginkan, kemudian buat simpul 5 inchi dari ujung tali. 7. Jika mau, selotiplah bagian ujung untuk membentuk pegangan. 1. 2. 3. 4.

!Setelah selesai, anak-anak dapat menggunakan tali untuk main lompat tali saat istirahat. !Kesimpulan Anak-anak dapat belajar membuat barang baru dari barang bekas. !!

!

!! ! 34


!(A) Kegiatan 21: Limbah Berbahaya – Baterai Usia 7-14 tahun, 30 menit. !Tujuan

Anak-anak menjadi sadar seberapa sering kita menggunakan limbah berbahaya seperti baterai; memahami dampak limbah baterai terhadap lingkungan kita; dan mengerti apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah efek berbahaya.

!Persiapan Guru mencari tahu apakah ada program pengumpulan dan daur ulang baterai bekas di negaranya. !Material

Guru membawa beberapa contoh perangkat elektronik yang menggunakan baterai ke sekolah. Contohnya adalah jam tangan, mainan anak-anak, lampu senter, HP, computer, radio, kamera, dan remote kontrol.

!Deskripsi aktivitas:

Guru menunjukkan perangkat-perangkat elektronik di atas meja dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut: 1. Apa yang membuat alat-alai ini bekerja? (baterai) 2. Bisakah kamu menyebutkan contoh lain alat-alat yang menggunakan baterai? (alat pendeteksi asap, alat music elektrik, game boy, jam weker, mouse tanpa kabel dan mobil) 3. Apa yang seharusnya kamu lalukan jika baterai-baterai itu mati? (Karena baterai mengandung zat beracun kamu perlu membawanya ke tempat daur ulang, namun demikan sering kali bateraibaterai itu hanya dibuang di tempat pembuangan sampah) 4. Mengapa baterai termasuk limbah berbahaya? (Baterai mengandung bahan beracun seperti cadmium, nikel, seng, dan mangan yang berbahaya bagi lingkungan (tanah, air, udara) dan manusia serta binatang ketika baterai bekas hanya di timbun di tempat pembuangan sampah) 5. Bagaimana kamu dapat mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang baterai? (mengurangi sampah baterai: tidak membeli baterai dan alat-alat yang menggunakan baterai tetapi memilih membeli alat-alat yang menggunajan kabel listrik. Menggunakan kembali: beli baterai yang dapat di charge ulang (baterai sekunder) dari pada membeli baterai sekali pakai (baterai primer). Mendaur ulang: bawa sampah baterai ke toko atau lokasi pengumpulan baterai untuk selanjutnya di bawa ke tempat daur ulang. 6. Membuat rencana untuk mengumpulkan baterai dan program daur ulang di dalam sekolah, maka dengan demikian semua sampah baterai dapat dikumpulkan dan didaur ulang secara memadai. Pastikan Anda memasukan hal-hal berikut dalam perencanaan: - Titik lokasi pengumpulan baterai di sekolah - Penganggung jawab yang akan mengumpulkan dan membawa sampah baterai dari sekolah ke tempat daur ulang. - Kunjungan ke lokasi pengumpulan dan daur ulang baterai jika memungkinkan.

!Kesimpulan

Anak-anak menjadi sadar akan dampak berbahaya dari baterai terhadap lingkungan kita ketika sampah baterai hanya berakhir di tempat pembuangan sampah dan anak-anak telah belajar bagaimana pentingnya hal tersebut sehingga membawa baterai bekas ke titik lokasi pengumpulan untuk selanjutnya didaur ulang.

!! !! !!

35


!! (D) Kegiatan 22: Membersihkan Wilayah Semua umur, 60 menit. !Tujuan Anak-anak tahu bahwa mereka bisa ikut membersihkan sampah di lingkungan mereka !Bahan-bahan Tempat sampah, sarung tangan plastik, sapu dan pengki !Persiapan

Guru mengambil foto area tersebut sebelum dan sesudah dibersihkan untuk memperlihatan perbedaan setelah dibersihkan.

!Uraian kegiatan

Anak-anak akan membersihkan area contohnya taman bermain atau area dekat dengan sekolah. Anakanak membersihkan area tersebut dengan menggunakan sarung tangan plastik, sapu, pengki, dan tempat sampah. Setelah selesai, anak-anak kembali ke kelas dan mulai memisahkan sampah dan membuangnya ke tempah sampah yang sesuai: kaca, sampah organik, kertas, plastik, dan sampah lain. Pastikan mereka mencuci tangan setelah kegiatan ini.

!Setelah kembali ke kelas, anak-anak membuat peraturan untuk menjaga area tersebut bersih. Aturan-

aturan tersebut dapat berupa: - Jagalah kebersihan area ini. - Buang selalu sampah seperti kertas, kaleng dan sisa makanan ke tempat sampah. - Jangan membuang sampah dari luar jendela mobil, rumah, atau kantor. Simpan sampai kamu menemukan tempat sampah. - Ambil sampah yang tertinggal, jangan tunggu yang lain melakukannya. - Menyediakan tempat sampah dan meletakkannya di lapangan sekolah, aula, dan rumah. - Bawa makanan ke sekolah menggunakan kotak makan yang dapat dipakai kembali. - Membawa tas sendiri saat berbelanja. - Mulai gunakan tempat sampah yang berbeda untuk memisahkan sampah. - Mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang. - Nikmatilah tempat yang rapih dan alam yang indah. Di hari-hari berikutnya anak-anak mematuhi aturan yang mereka buat di area itu.

!Setelah selesai, anak-anak membuat poster yang akan dipasang di sekolah. Jangan lupa untuk

menempelkan foto ‘sebelum dan sesudah’ dan juga aturan baru yang mereka tetapkan. Guru akan membuat lomba poster terbaik. Pemenangnya akan mengirimkan posternya ke info@happygreenworld.org dan poster mereka bisa digunakan di kampanye kesadaran Indonesia Hijau kami!

!

!

36


!(D) Kegiatan 23: Membuat Lagu Umur 7-14, 45 menit. !Tujuan Anak-anak membuat lagu tentang mengurangi, menngunakan kembali dan mendaur ulang sampah !Persiapan

Guru memilih lagu dari www.youtube.com, contohnya lagu “Let’s Go Green Kids Recycle It” atau lagu “Reduce, Reuse and Recycle” or “Recycle Song”.

!Bahan-bahan Kertas ukuran besar, pensil warna, komputer dengan akses internet. !Uraian kegiatan

Jika diperlukan, guru dapat menjelaskan apa itu lagu dan memberi contoh dari YouTube. Bagi anak-anak ke dalam beberapa grup dan biarkan mereka membuat lagu tentang sampah, efeknya terhadap lingkungan, dan cara mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang. Biarkan mereka memikirkan cara menampilkan lagu rap dan membuat poster untuk ditunjukan sambil bernyanyi.

!Setiap grup menampilkan lagu mereka di depan teman sekelasnya. Guru merekam video yang dapat di tampilkan saat pertemuan dengan orang tua. !! (D) Kegiatan 24: Bank Sampah Umur 7-14, 60 menit.

!Tujuan Anak-anak mengetahui cara kerja bank sampah. !Persiapan

Seminggu sebelum kegiatan ini dimulai, guru dan murid membawa sampah yang telah dipilih dan meletakkannya di sudut kelas. Siapkan 2 meja di dalam kelas: satu meja untuk mendaftar nama anak murid dan memberi mereka buku tabungan bank sampah, dan satu meja lagi dilengkapi dengan timbangan untuk menimbang sampah dan mencatat hasil timbangan di buku tabungan mereka. Guru dapat membuat buku tabungan untuk semua anak atau mendapatkannya dari bank sampah terdekat sehingga anak-anak dapat terus mengumpulkan sampah yang telah dipilih dan membawanya ke bank sampah. Untuk kegiatan ini siapkan timbangan, buku tabungan dan pulpen. Guru dapat melihat video Sistem Bank Sampah (Unilever) (https://www.youtube.com/watch? v=UiaeA6ImYI4) unduk dapat dijelaskan kepada anak anak.!

!Bahan-bahan

Sampah yang telah dipilih dan bersih yang bisa diproses di bank sampah terdekat, buku tabungan bank sampah, timbangan, tempat sampah untuk bahan-bahan yang dapat didaurulang. Catatan: dengan alasan kebersihan, sampah organik tidak termasuk dalam kegiatan ini.

!Uraian kegiatan

Dalam kegiatan ini guru akan menjelaskan tentang bank sampah. Kemudian anak-anak akan bermain bank sampah, agar mereka dapat mengetahui cara kerja bank sampah tersebut. Guru akan menunjuk beberapa anak untuk bertugas di 2 meja.

!Meja pertama adalah tempat pendaftaran dimana anak anak mendaftarkan namanya dan mendapatkan buku tabungan.

37


Di meja kedua, anak-anak menyerahkan sampah yang mereka bawa (contohnya kantong plastik, botol kaca, kaleng atau kertas). Sampah tersebut kemudian ditimbang dan berat sampah akan ditukarkan menjadi poin yang akan ditulis di buku tabungan. Poin dapat berupa sebagai berikut: 10 gram plastik: 1000 point 100 gram kaca: 1000 point 10 gram kertas: 1000 point 100 gram logam: 1000 point kaleng: 500 point

!Sampah yang telah ditimbang kemudian disimpan di tempat daur ulang yang sesuai dengan jenis sampah yang ada di kelas atau di sekolah. !Anak-anak kembali duduk di meja masing-masing setelah semua anak terdaftar dan menyerahkan sampah mereka. !Guru menjelaskan kepada anak-anak bahwa semua sampah yang dipilih akan dibawa ke bank sampah dan beratnya akan dicatat di buku tabungan sekolah. Bank sampah akan membayarkan uang sesuai jumlah sampah yang dapat didaurulang kepada sekolah. Kemudian bank sampah akan menjual sampah tersebut ke perusahaan pendaur ulang. Perusahaan pendaur ulang akan membuat produk baru dari sampah tersebut atau menjualnya ke perusahaan lain.

!Anak-anak dapat menghitung poin keseluruhan kelas. Anak-anak dan guru dapat mengunjungi dan

membawa sampah tersebut ke bank sampah sebenarnya. Guru harus memastikan bahwa anakpanak mengerti bahwa uang dapat dihasilkan dengan cara membawa sampah ke bank sampah.

!Untuk anak yang berusia lebih muda, kegiatan ini selesai di sini. Anak yang lebih tua dapat melanjutkan kegiatan dengan menjawab pertanyaan berikut. !Guru menulis pertanyaan-pertanyaan di papan tulis dan meminta anak-anak untuk menjawab pertanyaan di selembar kertas. Samakan jumlah point dengan jumlah uang dalam rupiah, missal 10.000poin = Rp 10.000. 15% pendapatan akan dipotong oleh bank sampah sebagai biaya jasa and 85% persen akan dibayarkan ke sekolah.

!! 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Berapa jumlah poin keseluruhan kelas? Berapa jumlah uang yang didapat masing-masing anak? (Rp 1500 untuk bank sampah, masing masing anak mendapat Rp 8500 dibagi anak.) Bagaimana bahan-bahan tersebut didaur ulang dan dijual? (Perusahaan akan menggunakan kembali atau mendaurulang barang tersebut menjadi produk baru dan menjualnya). Apa yang akan dilakukan dengan barang-barang yang terjual? (barang-barang tersebut akan dipakai untuk membuat produk baru/produk daur ulang). Apa dampak yang diberikan bank sampah terhadap sumber daya alam? (mengurangi jumlah sumber daya lam, energi, dan air yang dipakai dalam pembuatan produk baru) Apa dampak yang diberikan bank sampah terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan biaya pengangkutan sampah ke TPA? (Jumlah sampah yang diangkut ke TPA berkurang. Maka dari itu biaya angkut menjadi lebih rendah dan polusi juga akan berkurang.) Apa dampak bank sampah pada lingkungan dan alam dari suatu negara? (Karena orang memilah dan membuang sampah mereka ke bank sampah, jumlah sampah yang dibuang di darat, laut dan sungai menjadi semakin berkurang. Selain itu, menjadi semakin sedikit sampah yang dibakar, dan hal ini tentu akan mengurangi polusi udara. Berkurangnya polusi akan membuat tanaman, binatang dan manusia menjadi lebih sehat.)

38


8. 9. 10.

Apa dampak bank sampah pada tingkat penyerapan tenaga kerja di suatu daerah? (Semakin banyak orang yang bisa bekerja sebagai pemilah dan pengumpul sampah, dan kedua profesi ini tentu akan menyerap tenaga kerja di daerah itu.) Menurut Anda, apakah kehadiran bank sampah akan menambah atau mengurangi polusi? (Keberadaan bank sampah diperkirakan akan mengurangi polusi karena bank sampah akan membantu orang mendaur ulang lebih banyak sampah lagi di suatu negara.) Siapa yang diuntungkan dari kebiasaan membuang sampah ke bank sampah? (Semua orang: konsumen, bank sampah dan perusahaan daur ulang. Lingkungan menjadi lebih bersih dan orang mendapat uang dan bisa menghemat.)

!Kesimpulan

Anak-anak menjadi mengerti cara kerja bank sampah dan tahu apa manfaatnya membuang sampah di bank sampah. Mereka menjadi tahu apa manfaat dari menciptakan barang baru dari bahan-bahan daur ulang: lingkungan menjadi lebih bersih, lingkungan sekitar menjadi lebih sehat, terciptanya lapangan kerja dan memberi penghasilan bagi keluarga, menghemat sumber daya alam dan menghemat biaya.

!! ! ! ! ! ! ! !

!

! ! ! ! ! !

!

39


(T) Kegiatan 25: ‘Plastic Soup’ Umur: 7-14, 60 menit. Tujuan Anak-anak menjadi sadar akan keberadaan plastic soup- sup plastik di laut. Bahan Komputer yang memiliki akses internet.

!

!

Persiapan Lihat di situs www.plasticsoupfoundation.org.

!

Uraian kegiatan Perlihatkan video dari YouTube tentang plastic soup: “Plastic Soup – The Great Pacific Patch” dan “Recycled Island From Plastic Ocean” dan diskusikan masalah tentang plastic soup dan apa kira-kira solusi yang memungkinkan untuk mengatasinya. Anak-anak bisa menulis surat ke suatu perusahaan atau supermarket memberitahu kepada mereka tentang bahaya yang dapat ditimbulkan oleh plastik dan apa kira-kira sumbangsih dari mereka untuk mengatasinya, misalnya dengan mengurangi kemasan plastik. Kumpulkan informasi dari internet atau dari http://pinterest.com/happygreenworld/ untuk isi surat Anda. Dalam surat dapat di masukan informasi sebagai berikut: 1. Apa yang dimaksud dengan ‘plastic soup’? 2. Di mana Anda bisa melihat ‘plastic soup”, dan sebesar apa kira-kira ‘plastic soup” itu? (jika dibanding dengan ukuran negara, plastic soup besarnya sama dengan gabungan luas antara Portugis, Spanyol, dan Prancis, atau dua kali lipat dari ukuran negara Amerika (UNEP) 3. Bagaimana bisa sampah-sampah sampai menumpuk di sana? 4. Siapa yang kira-kira bisa terkena dampak dari plastic soup? 5. Apa yang bisa kita lakukan untuk menghentikan pencemaran terhadap laut? 6. Bagaimana perusahaan dapat membantu kita untuk mengatasi masalah ini.? Apabila anak-anak sudah selesai, biarkan mereka membacakan surat mereka kepada teman lainnya.

! ! !

!

!

!

40


(D) Kegiatan 26: Mendaur ulang kertas Semua umur, 60 menit.

!Tujuan Anak-anak belajar bagaimana cara mendaur ulang kertas. !Persiapan

Harap guru memastikan terlebih dahulu semua bahan yang diperlukan sudah tersedia. Anak-anak membawa kertas bekas sendiri dari rumah.

!Bahan

Gunting, kertas bekas, mangkuk besar, sendok kayu, bingkai, kawat kasa seperti kawat jala (yang lubangnya sangat kecil), kain, benda yang cukup berat untuk menekan lembaran kertas.

!Uraian kegiatan

Perhatikan di sekililing Anda, di mana-mana Anda melihat benda atau barang terbuat dari kertas: koran, majalah, poster, buku tulis, kardus dan buku. Kertas dibuat dari pohon dan kertas sudah menjadi bagian hidup kita. Kita tidak bisa bayangkan bagaimana hidup kita tanpa kertas. Lebih dari 30% onggokan sampah kita adalah kertas. Itu berarti benda yang paling sering kita buang adalah kertas. Artinya, dari 100 kilo sampah yang kita buang, sekitar 30 kilonya adalah kertas. Semakin banyak kita mendaur ulang kertas koran, semakin banyak pohon yang kita selamatkan karena tidak jadi ditebang; semakin banyak pohon, semakin bertambah banyak oksigen di udara! Daur ulang kertas adalah proses mengubah kertas bekas menjadi produk kertas baru. Kertas bekas bisa diolah menjadi kertas koran dan buku tulis, dan bisa juga menjadi serbet dan kertas kloset. Mendaur ulang kertas prosesnya cukup mudah, dan Anda bahkan bisa melakukannya di rumah.

!Sekarang anak-anak bisa mulai mendaur ulang kertas. Proses ini akan menghabiskan beberapa waktu untuk benar-benar selesai seluruhnya. !1. Anak-anak dibagi dalam beberapa kelompok kecil. Letakkan ember dan kertas bekas di atas meja

mereka. Masing-masing kelompok memotong atau menyobek kertas bekas tersebut menjadi beberapa potongan kecil. 2. Anak-anak kemudian menaruh potongan-potongan kertas tadi ke dalam ember dan tambahkan air, aduk beberapa kali. Biarkan di dalam air sampai menjadi bubur atau adukkan dengan alat pengaduk atau mixer (jika ada) sampai berubah menjadi bubur. 3. Buat pengayak/penyaring: buat bingkai dan pasang jalinan kawat ke bingkai. Akan lebih gampang kalau memakai pengayak/penyaring yang sudah jadi. Guru membantu anak murid cara menggunakan pengayak tersebut jika perlu. 4. Ayakkan atau saring bubur kertasnya, digoyang-goyang supaya bubur kertasnya menyebar rata dan biarkan airnya mengering sampai lembarannya memiliki bentuk, artinya tebal lembaran itu sama dengan ketebalan selembar kertas yang tidak memiliki bagian yang transparan. 5. Beri sepotong kain pada bagian atas lembaran itu dan putarkan kemudian beri sepotong kain lagi di atasnya. 6. Biarkan kering sambil ditekan dengan menggunakan buku yang cukup berat di atasnya selama 2 jam atau masukkan ke mesin pres. 7. Angkatlah pelan-pelan, dan jadilah selembar kertas hasil karya Anda sendiri! Jemurkan di bawah sinar mata hari supaya benar-benar kering.

!Kesimpulan Anak-anak tahu bagaimana cara membuat kertas dari sampah kertas. !

41


(D) Kegiatan 27: Cerita tentang Cellio Si Ulat Bulu Kompos Umur: 4-11, 20 menit.

!Tujuan

Setelah membaca cerita ini, murid-murid akan mengerti apa itu kompos dan bagaimana cara membuat kompos.

!Uraian kegiatan Guru membaca cerita “Cellio Si Ulat Bulu Kompos� kepada para anak-anak: !

Cellio Si Ulat Bulu Kompos Dahulu kala hiduplah seekor ulat bulu di hutan. Si ulat bulu yang masih kecil ini ingin tumbuh dan tumbuh sehingga suatu hari kelak ia bisa berubah bentuk menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Karena itu ia harus makan dan makan dan makan supaya tumbuh menjadi besar dan sehat. Namun si ulat bulu yang satu ini hanya suka makan makanan tertentu saja. Apakah Anda tahu apa makanan kesukaannya itu? Suatu hari Cellio sedang mencari makan, berjalan ke sana ke mari di bawah pepohonan yang tinggi di hutan dengan sinar matahari yang menyelinap melalui celah-celah dedaunan. Cellio mencoba makan semua yang ia lihat, karena ia ingin tumbuh besar. Ia makan daun-daun pohon, dan rasanya sangat enak sekali. Ia mengigit sebuah wadah plastik, tapi rasanya sungguh tidak enak! Ia suka buah-buahan dan rumput-rumput yang ada di sekitarnya, dan ia pun tumbun dan tumbuh. Dimakannya seekor serangga kecil, tapi rasanya tidak enak juga. Makanan kesukaannya adalah tomat: sayur yang tumbuh dari sebuah tanaman. Jadi, Cellio suka daun, rumput, buah-buahan dan sayur-sayuran tetapi tidak suka daging, roti dan plastik. Cellio bersama ulat-ulat dan bakteri-bakteri lainnya suka menguraikan bahan-bahan organik menjadi tanah yang subur. Inilah yang disebut kompos. Pohon-pohon dan tumbuhan-tumbuhan di sekitarnya juga suka unsur hara dari tanah subur ini. Jadi, pohon-pohon dan tumbuh-tumbuhan membantu Cellio untuk tumbuh dan Cellio membantu pohon-pohon dan tumbuh-tumbuhan untuk tumbuh. Cellio si ulat bulu kompos membantu mengubah sampah organik, yaitu daun, rumput dan buah-buahan, menjadi kompos. Ia melakukan pekerjaan yang hebat, mengolah sampah hijau menjadi kompos! Dan saat Cellio memiliki makanan yang cukup iapun kemudian berubah bentuk menjadi seekor kupukupu yang indah. Anak yang lebih muda bisa mulai menggambar Cellio Si Ulat Bulu Kompos dan makanan yang ia sukai. Anak yang lebih tua bisa buka buku anak-anak dan baca tentang 'sampah hijau' dan berdiskusi. Apa yang dilakukan Cellio sebenarnya adalah 'mendaur ulang'. Cellio mengubah bentuk 'sampah hijau' menjadi 'kompos'. Kita semua bisa mendapat manfaat dari sampah dapur hijau kita saat bentuknya berubah menjadi kompos. Apabila kita mendaur ulang sampah hijau, kita akan mendapat tanah yang subur sehingga kita tidak perlu membeli pupuk. Kita bisa menanam sayur dan tanaman obat-obatan kita sendiri dengan menggunakan kompos. Kesimpulan Dengan mulai mendaur ulang sampah hijau, berarti kita menekan jumlah sampah yang kita buang, kita membuat tanah menjadi subur (kompos) dan kita bisa menanam tanaman kita sendiri.

!

42


(D) Kegiatan 28: Permainan Kompos Semua umur, 20 menit.

!Tujuan

Permainan kompos bisa menghantar kita ke pemahaman yang lebih baik tentang “bahan-bahan” apa saja yang berubah menjadi kompos.

!Bahan Satu lembar kertas warna merah dan satu lembar kertas warna hijau untuk masing-masing anak. !Persiapan

Guru melihat dan pastikan setiap anak memiliki kertas warna merah dan warna hijau di atas mejanya. Kertas-kertas ini bisa digunakan lagi saat anak-anak membuat poster pada aktivitas lainnya! Jika tidak ada, guru bisa meminta anak-anak untuk mengatakan Ya atau Tidak dengan suara keras saat menjawab pertanyaan.

!Uraian kegiatan

Guru menanyakan kepada anak murid benda mana saja yang bisa berubah menjadi kompos. Anak-anak menjawabnya dengan menunjukkan kartu warna hijau jika jawabannya “Ya” atau warna merah jika jawabannya “Tidak”. Anak-anak bisa mengingat-ingat lagi kisah tentang Celli Si Ulat Bulu Kompos tadi. Benda-benda kesukaan Cellio berguna untuk membuat kompos.

!Guru mulai menyebut dengan suara keras bahan-bahan berikut ini dan minta penjelasan setiap kali anakanak memberi jawaban. Apel (ya, Cellio suka buah-buahan dan buah-buahan bisa berubah menjadi kompos) • Daging (tidak, daging akan menarik perhatian binatang ke timbunan kompos untuk memakan • daging itu) Daun (ya, daun bisa berubah menjadi kompos) • Plastik (tidak, plastik tidak bisa berubah menjadi kompos) • Minyak (tidak, timbunan kompos akan membusuk) • Tomat (ya, Cellio suka sayur-sayuran dan sayur-sayuran merupakan bahan yang penting dalam • membuat kompos) Kertas (ya, tetapi hanya sedikit) • Roti (tidak, roti akan membusuk dan bau busukannya akan mengundang binatang ke timbunan itu) • Rumput (ya, rumput dapat berubah menjadi kompos) • Teh dan kopi (ya, daun teh dan biji kopi dapat berubah menjadi kompos) • Ikan (tidak, Cellio tidak suka ikan dan ikan akan mengundag binatang ke timbunan itu) • Kayu (ya, ranting-ranting kecil adalah bahan yang sempurna untuk kompos.) • Terus sebutkan segala macam buah atau sayuran (ya, Cellio menyukainya) •

!

Guru menjelaskan bahwa apabila Anda menumpukkan semua benda yang dijawab “Ya” tadi di suatu tumpukan besar, mereka akan mengurai atau membusuk menjadi kompos setelah 3 hingga 6 bulan, tergantung kondisi cuacanya. Membuat kompos di daerah dingin lebih lama dibanding di daerah panas. Kompos dapat digunakan untuk pupuk bunga, tanaman, pohon, sayur dan tanaman obat-obatan.

!Mulai sekarang, anak-anak buang sampah hijau (seperti buah-buahan) dari bungkusan makan siang mereka ke tong sampah kompos yang ada di sekolahnya. !! !!

43


(D) Kegiatan 29: Membuat Kompos Umur: 7-14, 60 menit.

!Tujuan

Membuat tong penyimpan sampah hijau untuk menjadi kompos. Bahan Kawat kasa, 4 batang kayu, isolatip, tempat yang cukup teduh.

!Persiapan

Guru menetapkan suatu tempat di halaman sekolah untuk tempat ditaruhnya tong sampah kompos. Pilih tempat yang cukup teduh dan tidak terlalu dekat dengan tempat anak-anak bermain.

!Uraian kegiatan

Guru mendiskusikan proses pembuatan kompos dengan anak-anak. Proses ini antara lain terdiri dari langkah-langkah berikut: membuat tong sampah kompos; menempatkan tong sampah pada tempatnya; mengisi tong sampah; membiarkan bahan-bahan di dalamnya mengurai atau membusuk; gunakan komposnya untuk memupuk bunga, sayur-sayuran atau tanaman obat-obatan Anda yang sedang tumbuh atau menabur pupuk kompos di taman bunga, tanaman dan pohon-pohon. Guru dan anak murid mulai menulis rencana pengelolaan kompos. Dalam rencana ini perlu didiskusi tentang pembuatan tong sampah kompos dan pembuatan kompos itu sendiri dan siapa penanggung jawabnya. Bagi anak-anak ke dalam dua kelompok. Masing-masing kelompok bertugas sebagai berikut: 1. Membuat dua tong sampah; 2. Mengumpulkan sampah dari ruang kelas, mengisi tong sampah, memeriksa isinya (satu anak satu minggu) 3. Menggunakan kompos. Baca petunjuk berikut ini kepada kedua kelompok agar mereka tahu apa yang harus dilakukan. Tancapkan empat batang kayu ke tanah dan ikatkan kawat kasa di sekelilingnya. Biarkan bagian bawah dan atasnya terbuka. Anak-anak mulai mengisi tong sampah pertama dengan sampah hijau dan campurkan dengan baik. Apabila tong pertama sudah penuh buat isinya menjadi lembab, tutup dengan plastik dan mulai isi tong yang kedua sambil berjalannya waktu. Anak-anak membuat dua tong sampah supaya mereka terus memiliki kompos. Cek isi dari kedua tong ini secara rutin dan buang sampah yang bukan bagian dari tong sampah kompos. Setelah 3 bulan isinya akan sudah berubah menjadi kompos. Saat memakai kompos Anda bisa menggunakan pengayak atau penyaring untuk membuang bagian-bagian yang besar dalam kompos dan memasukkannya ke tong kompos lainnya. Ingat, tumpukan sampah ini harus selalu lembab dan di saat yang sama memerlukan udara. Jika tidak lembab, percikkan air di atas tumpukan sampah. Agar tidak kena panas sinar matahari, Anda dapat menutup tumpukan sampah itu dengan pasir atau plastik. Balikkan setiap 2 minggu sekali untuk memastikan ada cukup udara di dalamnya. Apabila terlalu basah atau tidak cukup udara, tumpukan sampah ini akan berubah menjadi sup yang berbau busuk, dan bukannya menjadi kompos. Dalam hal ini, tambahkan carikan-carikan kertas koran atau serbuk gergaji dan jangan lupa adukkan. Tumpukan akan memanas dan materialnya akan berubah menjadi kompos. Tugaskan satu orang untuk memeriksa tong-tong ini secara rutin dan membuang material-material yang bukan di sana tempatnya dan untuk mengecek tingkat kelembaban dan udaranya. Apabila kompos sudah jadi, ambil ‘material yang tidak terurai seluruhnya’ dan taruh di tong yang kedua. Kompos yang sudah jadi dapat digunakan untuk memupuk tanaman yang ada atau Anda bisa menanam

44


benih baru di dalamnya. Unsur hara yang ada di dalam tanah yang subur membantu pertumbuhan tanaman obat-obatan, buah-buahan, sayur-sayuran, bunga, tanaman dan pohon-pohonan.

!Cetak pamflet kompos (lihat di bawah ini) yang menjelaskan apa yang boleh masuk dan apa yang tidak boleh masuk ke dalam tong sampah kompos. Tempelkan pamflet itu pada tong sampah kompos dan pajangkan pada papan pengumuman sekolah. Sediakan tong sampah kompos kecil di dalam ruang kelas. Anak-anak bisa membuang kulit dan sisa makan siang mereka yang lainnya yang hijau ke dalam tong ini dan buang isinya setiap hari ke tong sampah kompos yang lebih besar yang ada di luar.

! Pamflet kompos

!

Kesimpulan Anak-anak tahu bagaimana membuat tong sampah kompos dan mengubah sampah hijau menjadi kompos. Mereka bisa melanjutkan dan menanam sayur-sayuran, buah-buahan dan tanaman obat-obatan dari kompos di sekolah ataupun di rumah.  

45


! (D) Kegiatan 30: Menanam benih Semua umur, 30 menit.

!

Tujuan Anak-anak menyemai benih dan merawatnya.

!

Bahan Kompos, pot, berbagai macam bulu kempa warna biru dan hijau atau kertas, bola kapas dan lem putih, gelas bekas, botol plastik dan bibit.

!

Persiapan Campurkan kompos hasil bikinan sendiri tersebut dengan pasir atau tanah pot. Anak-anak membawa botol plastik atau gelas bekas yogurt ke sekolah.

!

Uraian kegiatan Apabila Anda menggunakan botol plastik, potong terlebih dahulu bagian atasnya sampai terpisah dengan bagian bawahnya (10 cm dari bagian atas) dan buatkan empat lubang di bagian bawahnya. Jika Anda menggunakan gelas bekas yogurt, Anda tinggal membuat lubang di bagian bawahnya.

!

Anak-anak bisa mendekorasi pot mereka dengan berbagai macam cara, gunakan alam sebagai idenya. Anak-anak mengisi bagian bawah botol dengan kerikil dan selebihnya dengan tanah pot. Setelah itu benih siap ditanam di dalam botol, dengan menyebarnya pada tanah dalam botol tersebut, menepuk pelan-pelan, lalu siramkan sedikit air di atasnya. Letakkan pot di dalam ruang kelas supaya mereka dapat menyaksikan mulai tumbuhnya benih-benih itu. Pastikan ada cukup sinar matahari dan sirami tanamannya setiap 2 atau 3 hari sekali. Mari nikmati alam!

!! !

!!

!

46


Kamus

!Kompos: Tanah subur yang merupakan perpaduan antara tanaman yang membusuk dan sisa-sisa

makanan (sampah hijau), yang berguna untuk meningkatkan struktur tanah dan memberi unsur hara pada bunga, tanaman dan pohon.

!Mengurai atau membusuk: mengurai menjadi bagian-bagian yang lebih kecil: misalnya, apel akan membusuk dan kembali menjadi unsur hara (tanah) yang merupakan asalnya. !Lingkungan: Segala sesuatu yang ada di sekitar makhluk hidup dan yang mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatannya. !Limbah atau sampah: Segala sesuatu yang dibuang karena tidak diperlukan lagi atau karena dianggap tidak berguna lagi. !Limbah berbahaya: Limbah atau sampah yang berbahaya terhadap kesehatan manusia. !TPA: tempat pembuangan akhir sampah atau limbah padat di darat. !

Peta pikiran: Sebuah diagram yang digunakan untuk melukiskan kata-kata, gagasan-gagasan, tugastugas, atau hal-hal lain yang terkait dengan atau disusun disekitar kata atau gagasan pokok (yang ditulis di bagian tengah). Peta pikiran digunakan untuk menggali, memvisualisasi, menstruktur dan mengelompokkan gagasan-gagasan. Selain itu, peta pikiran juga digunakan sebagai alat bantu mempelajari dan menyusun informasi, mengatasi masalah, membuat keputusan dan menulis.

!

Plastic soup: Sebuah area yang sangat luas di lautan yang berisi sampah-sampah plastik yang mengambang.

!

Recycle: Menempatkan suatu benda atau barang bekas pakai pada suatu proses yang membuat benda atau barang itu menjadi sesuatu yang baru. Dengan proses ini barang atau benda itu menjadi tidak masuk ke onggokan sampah.

!

Reduce: Menghemat penggunaan suatu barang atau tidak menggunakannya sama sekali, sesuai kebutuhan Anda. Kita bisa mengurangi pemakaian plastik kantong dengan membawa plastik kantong kita sendiri ke toko dan dengan demikian kita bisa mengurangi sampah plastik.

!

Reuse: Menggunakan lagi barang yang sudah dipakai, untuk keperluan yang sama atau yang lain; misalnya, kita bisa memanfaatkan kantong belanjaan kita sebagai pelapis tong sampah.

!Membusuk: sampah hijau yang ada dalam tong sampah kompos akan membusuk dan menjadi pupuk. !Tanah: Lapisan bagian atas permukaan tanah yang subur yang ditumbuhi dengan tumbuh-tumbuhan; tanah yang kaya akan unsur hara yang digunakan di kebun dan tanaman-tanaman pot. !

Berkesinambungan (Sustainable): menjaga keseimbangan ekologi dengan cara menghindari penurunan sumber daya alam untuk generasi ke depan.

! !

47


Situs Lihat situs kami untuk update link-link baru ke situs-situs lainnya atau video-video YouTube terkait lainnya.

!

Organisasi: www.happygreenworld.org www.ecoflores.org www.happysolucky.com www.winwinstories.org

!

Reduce, Reuse and Recycle: www.funsci.com/fun3_en/paper/paper.htm www.recycleworks.org/kids/index.html www.recycling-guide.org.uk www.vimeo.com/enviropals/the 3R’s www.teachingideas.co.uk/themes/theenvironment www.recycle-more.co.uk www.jointhepod.org www.healthychild.org www.ngkids.com.au

! !

Seni & Kerajinan www.activityvillage.co.uk/recycling_crafts. www.activityvillage.co.uk/recycling_for_kids Youtube Movie: Weekend project: 2 liter bottle recycling

!Plastic Soup

www.plasticsoupfoundation.org www.youtube.com/the plastic Soup Photo Essay www.plasticoceans.net/videos www.5gyres.org Permainan dan Kuis http://science.howstuffworks.com/environmental/green-science/landfill-quiz.htm

!

Membuat Kompos www.pbs.org/independentlens/dirt-the-movie/composting.html

! !

48


kiripi kirip kiripik

ik

kirip

ik kirip

ik

Profile for Happy Green World

Green Indonesia Activity Guide new  

This activity guide is part of the Green Indonesia educational program on reduce, reuse and recycle waste. It contains 30 activities for tea...

Green Indonesia Activity Guide new  

This activity guide is part of the Green Indonesia educational program on reduce, reuse and recycle waste. It contains 30 activities for tea...

Advertisement