Issuu on Google+

EDISI 74

Tahun VII Edisi Khusus Kemerdekaan RI Ke-68


TOPIK UTAMA

2

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


DARI REDAKSI

Ajang Perenungan Diri

A

da satu tradisi atau ritual setiap menjelang hari raya keagamaan, khususnya Hari Raya Idul Fitri atau lebih kita kenal dengan Lebaran, yang dilakukan sebagian masyarakat Indonesia, yakni Mudik atau Pulang Kampung. Yap, tradisi atau ritual itu kerap kita saksikan

menjelang setiap Hari Raya Umat Islam. Bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang beragama Islam, tradisi mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri menjadi momen

Pemimpin Umum

: Iwan Purnama

khusus yang tidak setiap saat bisa dilakukan. Berjumpa dengan orangtua, sanak

Penasehat Hukum

: Mil Benny SH, MH

saudara di kampung, teman-teman lama, dan sebagainya senantiasa mengiringi

Pemimpin Perusahaan : Dewi Pujiharti

tradisi tahunan ini. Kota besar seperti Jakarta pun menjadi lengang dan jauh dari

Sekretaris : Susi Pujiastuti (Echa)

kebisingan manakala hampir sebagian warganya melaksanakan ritual mudik ini.

Manager Keuangan

: Dewi Pujiharti

Namun, lihatlah ketika Lebaran telah berlalu. Wajah Jakarta pun kembali seperti

Pemimpin Redaksi

: Endang Dwintari R

sediakala, macet dan bising.

Redaktur Pelaksana : Nurul Hakim

Ya, itulah pemandangan yang selalu kita saksikan manakala menjelang Hari

Redaktur Artistik

: Nurhasan

Raya Idul Fitri. Ritual pulang kampung seakan menjadi ‘pelampiasan’ dalam

Photographer

: Adang Sumarna

menyambut Hari Penuh Kemenangan. Hari dimana tidak ada rasa dendam,

Satria Setiadi (Teddy)

Indra Aris

Dewan Redaksi

: Iwan Purnama

Dewi Pujiharti

kesal, sedih, dan penuh suka cita, khususnya bagi umat Islam yang merayakan. Setelah usai merayakan Hari Penuh Kemenangan itu, kita, bangsa Indonesia pun kembali merayakan satu momen sejarah yang mengiringi kehidupan

Susi Pujiastuti

berbangsa dan bernegara. Ya, beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri,

Endang Dwintari R

kita kembali merayakan Hari Kemerdekaan RI. Hari dimana kita ‘dipaksa’

Redaksi : Mirza

untuk merenungkan tentang kemerdekaan negara yang sangat kita cintai ini.

Amir Hasan Ginting Manager Iklan

: Khairul Amri

Staff Iklan

: Budi Herman

Sirkulasi & Litbang

: Ahmad Sofyan

Sulut dan Gorontalo : Herman Manua Bengkulu : Budi Raharjo Bengkulu Selatan & Kaur : Wahyupi

Penerbit CV. TOPIK TRI UTAMA NPWP. 02.656.671.1 - 035.000 No. Rek. 1160005152930 Bank Mandiri Cab. Kemanggisan Hilir Redaksi menerima sumbangan tulisan dan artikel, yang sesuai dengan misi majalah kami dan dapat dikirim ke alamat redaksi atau melalui email yang tertera di bawah ini.

Alamat Redaksi Gedung DIA, Jl Kebun Jeruk Raya No 2 Kebun Jeruk, Jakarta Barat 11530 Telp : (021) 98274037, 53675314 Fax : (021) 53654075 Email : redaksi@majalahtopik.co.id Website : www.majalahtopik.co.id

Hari dimana kita ‘dituntut’ untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa ini. Hari dimana segala atribut partai, daerah, dan golongan tidak disematkan di dada. Hanya satu yang disematkan di dada kita, yakni rasa patriotisme dan nasionalisme. Hari dimana kita boleh berbangga diri menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang besar. Hari dimana kita kembali merenung, apa yang sudah kita berikan kepada bangsa dan negara ini, dan bukan apa yang sudah negara berikan kepada kita. Tentunya, dalam rangka menyambut kedua hari yang penuh spesial itu, kami, Majalah TOPIK, berkesempatan menampilkan wajah yang bernuansa nasionalisme. Namun, dengan segala keterbatasan yang ada, kami pun tak menampik bahwa masih ada bagian-bagian dari kami yang kurang. Untuk itu, dalam rangka Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1434 H/2013 M, ijinkan kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami menyadari, tidak ada yang sempurna di muka bumi ini. Hanya Allah SWT sajalah pemilik Segala Kesempurnaan. Dan, melalui peringatan HUT ke-68 Kemerdekaan RI tahun 2013, “Mari Kita Jaga Stabilitas Politik dan Pertumbuhan Ekonomi Kita Guna Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat”.

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

3


Topik Indeks Topik Advetorial

07

COVER STORY

08

Kebijakan pemerintah mengenai masalah perbatasan seperti masih dianaktirikan.

Tradisi Mudik Yang Tak Pernah Terlupakan........................................ 07

Topik Ekslusif Jadikan Indonesia Negara Maritim Terkuat Melalui Perbatasan...........8 RUU Daerah Perbatasan.........................................................................10 Pemprov Kalbar Buka Jalan Akses Perbatasan dan Pedalaman................................................................................................12

Padahal, perbatasan merupakan manifestasi utama kedaulatan wilayah suatu negara.

10

Tarif Iklan Cover IV Cover III Cover II Cover I Center Spread Full Page 2/3 Halaman 1/2 Halaman Advertorial (per halaman)

4

Cover Belakang Luar : Rp. 65.000.000 Cover Belakang Dalam : Rp. 40.000.000 Cover Depan Dalam : Rp. 50.000.000 Folder 2 halaman : Rp. 97.000.000 Halaman Tengah : Rp. 25.000.000 1 Halaman Dalam : Rp. 18.000.000 Halaman Dalam : Rp. 10.000.000 Halaman Dalam : Rp. 13.000.000 min. 2 halaman : Rp. 20.000.000 cp. Manajer Iklan & Promosi : Dewi Pujiharti (081574817575)

09 Untuk menjaga hubungan baik serta mencegah hal-hal yang tidak diinginkan sesama pihak yang berkepentingan. Maka kepada relasi, instansi pemerintah, instansi swasta, majalah TOPIK, bila menerima surat dari pihak maupun yang mengatasnamakan redaksi atau berhubungan dengan majalah TOPIK agar mengkonfirmasikan kepada redaksi. Dalam tugas jurnalistiknya, wartawan kami selalu dibekali kartu pers serta surat tugas sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dari redaksi. Wartawan majalah TOPIK dilarang menerima dan meminta apapun dari narasumber.

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


Topik Otonomi Rumah Radakng atau Rumah Betang......................... 14 Palembang Tuan Rumah ISG 2013............................ 18 WTP Hasil Kerja Keras dan Kerjasama Semua Unsur......................................................... 22

Topik Hukum Direktorat Topografi AD Siap Berperan Berantas Narkoba............................................. 60 Komitmen Kimia Farma Anti Narkoba......................... 60 Media Harus Berperan Menjadi Garda Terdepan Informasi Narkoba........................... 61

Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu Ditetapkan Sebagai Embarkasi Haji Antara................................ 24

Dedicate Your Life To Something.......................... 62

Gubernur Bengkulu Sidak Pelebaran Jalan Taba Penanjung - Kepahiang........................................... 26

Perlu Sinergi Ormas dan BNN Ciptakan Lingkungan Bersih Narkoba.................................. 64

Muzakir Raih Penghargaan Pemimpin Pelestari Bumi........................................................ 28

Topik Sosok Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti. MSc., PhD : Indonesia Semakin Diperhitungkan.......................................... 32

Topik Ekbis E_Ticketing Mudahkan Pengguna Jasa Commuterline........................................................ 36 Garuda : Pesawat Baru, Layanan Baru..................... 40 Dahlan Iskan : Kerja Keras Lebih Penting Dari Gelar...................... 42 “Teknologi Informasi untuk Transformasi Bisnis”................. 46

Topik Korporasi Danamon Peduli Lestarikan Ikon Budaya Lokal.... 48 Produksi Minyak PHE ONWJ Naik...................... 50 PTBA Bukukan Pendapatan Rp 5,43 Triliun........... 52

Topik Nasional Baru 47,7 Persen Masyarakat Terlayani Air Bersih.......... 54 Eyang Subur Main Film............................................. 56

Topik Hukum Perusahaan Juga Bertanggung Jawab Pada P4GN.......................................................... 58 Ini Dia, 21 Jenis Zat Psychoactive Peregang Nyawa!................................................................. 59

Topik Hankam Warga Kostrad Gelar Buka Puasa Bersama dan Nuzulul Qur’an 1434 H/2013 M....... 66 Komjen Pol Oegroseno Resmi Menjabat Wakapolri........ 67 KOSTRAD Peduli Masyarakat Ancol Selatan............... 67

Topik Event POCARI SWEAT Perkenalkan Pocarian+ Program Apresiasi Untuk Pocarian............. 68 Ramadhan Runway 2014........................................ 70 Kemenpera-AP I Bangun Rusunawa Pekerja Bandara.... 72 Lifebuoy “Persiapkan Anak Indonesia Menuju Generasi Emas”...................................................... 72 SanDisk Luncurkan 3 Produk Terbarunya....... 73

Topik Ragam Hipnoterapi Yang Mengusung Budaya Nusantara........... 74

Topik Kuliner GODIVA Chocolatier......................................... 76

78 Topik Konsultasi Sex Topik Wisata Air Terjun Banangar.......................................... 80

Topik Selebriti BNN Gandeng Musisi Anang Hermansyah........................ 82 Amanda Choes: Setuju Artis Kampanye Anti Narkoba.... 83

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

5


TOPIK UTAMA

6

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK ADVERTORIAL

A

da beberapa kalangan yang menganggap pembangunan jalan atau jembatan tol, akan merusak lingkungan. Paling tidak, inilah beberapa pendapat yang disampaikan kepada PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Karena menurut mereka, pembangunan jalan tol telah merusak ekosistem di sekitar jalan tol. Termasuk jalan tol yang ada di Bali. Selain adanya tanaman mangrove yang ditebang untuk keperluan konstruksi, pengurugan laut yang dilakukan pihak Jasa Marga, menurut mereka juga berpotensi mematikan ekosistem yang ada di laut. “Padahal, penebangan mangrove dan pengurugan laut itu adalah bagian dari prosedur kerja, dan dalam pembangunan jembatan tol ini kami juga mengedepankan teknologi yang eco friendly.” Ujar

JembatanTol, Membangun Tanpa Merusak Lingkungan Abdul Hadi Hs, Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga kepada wartawan beberapa waktu lalu. Menurut Abdul Hadi, pengurugan terpaksa dilakukan karena untuk melakukan penanaman tiang pancang. Jumlah tiang pancang yang ditanam dalam proyek ini sekitar 38 ribu tiang pancang. “Setelah pekerjaan selesai, kondisi di bawah jembatan akan kami kembalikan seperti semula, yakni tetap dialiri air laut dan akan ditanami mangrove,” jelasnya. Dalam melakukan pengurugan, Jasa Marga juga melakukannya dengan menggunakan metode ramah lingkungan, yaitu dengan melakukan pembuatan jalan kerja menggunakan timbunan batu kapur, atau lime stone. Sifat batuan lime stone yang terdiri dari kalsium carbonate atau mineral calcite berasal dari organisme laut. “Sehingga pembuatan jalan kerja dengan menggunakan batu kapur ini tidak mengganggu biota laut,” jelas Abdul Hadi. Setelah konstruksi selesai, maka timbunan batu kapur tersebut akan dikeruk kembali sehingga tidak akan membendung atau mengganggu arus air laut yang melewati sela-sela tiang pancang jalan tol tersebut. Hingga Januari 2013, sebanyak 163.000 m3 timbunan batu

kapur telah dipergunakan untuk membangun jalan kerja dan dirasakan sangat efektif untuk mempercepat proses pembangunan jalan tol tersebut. Selain itu, sebagai upaya untuk meminimalisasi dampak lingkungan dari pembangunan jalan tol, selain mitigasi melalui AMDAL, Perseroan juga telah memastikan bahwa tidak ada spesies Daftar Merah (spesies langka) IUCN (International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources) pada area tersebut dan melakukan upaya restorasi habitat melalui penanaman pohon kembali. Lebih lanjut, Abdul Hadi menjelaskan bahwa Pembangunan Jembatan Tol Nusa Dua – Ngurah Rai –Benoa bersinggungan dengan daerah yang memiliki nilai keanekaragaman hayati tinggi di luar daerah yang diproteksi. “Proyek jalan tol ini bersinggungan dengan wilayah Taman Hutan Rakyat (Tahura) mangrove seluas 5,8 ha,” jelasnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Jasa Marga berkomitmen untuk melakukan penghutanan kembali (re-foresting) mangrove di sepanjang jalan tol. Untuk permulaan, Perseroan bekerjasama dengan Pusat Studi Pembangunan Berkelanjutan LPPM Universitas Udayana sampai bulan Mei 2013 telah melaku-

kan penanaman 10.000 batang mangrove yang dilakukan di wilayah Benoa dan Bundaran Ngurah Rai. Jenis pohon mangrove yang ditanam adalah jenis Bakau Gandul dan Bakau Kurap yang sudah diisi dengan kalsium carbonate dengan maksud agar tanaman ini dapat beradaptasi dengan tanah yang ditimbun batu kapur. Dalam melakukan penanaman mangrove ini, Jasa Marga bekerjasama dengan Universitas Udayana (Unud). Program kerjasama ini meliputi program penelitian, pembibitan, penanaman dan pemeliharaan mangrove di sekitar jalan tol. Kegiatan penanaman akan terus dilakukan dengan mempergunakan bibit mangrove yang telah disemai untuk mengganti mangrove yang mati. Karena pada prinsipnya, dalam membangun jalan tol tidak boleh merusak lingkungan. Lingkungan yang sempat rusak karena adanya prosedur kerja yang harus dilakukan, maka harus dikembalikan seperti semula. “Bukan sekedar menanam mangrove, tapi yang kami tanam adalah kepercayaan. Kepercayaan ini adalah amanah yang harus kami lakukan, demi kelangsungan hidup ekosistem di sekitar jalan tol agar nantinya tetap dapat dinikmati anak cucu kita,” ujar Abdul Hadi. ☼ Advertorial

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

7


TOPIK EKSKLUSIF

Jadikan Indonesia Negara Maritim Terkuat Melalui Perbatasan

Foto-foto Dok.: istimewa

Kebijakan pemerintah mengenai masalah perbatasan seperti masih dianaktirikan. Padahal, perbatasan merupakan manifestasi utama kedaulatan wilayah suatu negara.

I

ndonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai sekitar 81.900 kilometer, memiliki wilayah perbatasan dengan banyak negara baik perbatasan darat (kontinen) maupun laut (maritim). Wilayah darat Republik Indonesia berbatasan langsung dengan negara Malaysia, Papua New Guinea (PNG), dan Timor Leste. Perbatasan darat Indonesia tersebar di tiga pulau, empat provinsi dan 15 kabupaten/ kota yang masing-masing memiliki karakteristik perbatasan yang berbedabeda. Demikian pula negara tetangga, yang berbatasannya hampir menyerupai baik bila ditinjau dari segi kondisi sosial, ekonomi, politik maupun budayanya. Adapun wilayah laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara, yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Lesta, dan Papua New Guinea (PNG). Wilayah perbatasan laut pada umumnya berupa pulau-pulau terluar yang jumlahnya 92 pulau dan termasuk pulau-pu-

8

lau kecil. Beberapa diantaranya masih memerlukan penataan dan pengelolaan yang lebih intensif karena mempunyai kecenderungan permasalahan dengan negara tetangga. Desa Semunying Jaya, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, misalnya, hanya salah satu potret buram dari kondisi umum di perbatasan Indonesia – Malaysia di Kalimantan Barat. Selain Desa Semunying, masih ada sekitar 97 desa di provinsi tersebut yang berbatasan dengan negara tetangga. Desa-desa itu tersebar di 15 kecamatan di lima kabupaten. Sebagian besar warga di perbatasan negara itu memiliki persoalan yang nyaris sama, yakni kesenjangan sosial dan ekonomi. Kesenjangan itu terjadi akibat perbedaan mencolok antara pembangunan di wilayah mereka dan di wilayah negara tetangga, seperti Malaysia. Kondisi infrastruktur menjadi salah satu penyebab utama kemiskinan dan

ketertinggalan wilayah perbatasan. Dari sekitar 873,14 kilometer (km) jalan akses ke perbatasan di Kalimantan Barat, hanya 23,7 km yang baik. Selain itu, masih terdapat 88,5 km jalan yang belum dibuka. Bandingkan dengan Malaysia yang semua wilayah perbatasannya sudah terhubung dengan jalan paralel. Mereka hanya butuh sekitar 4-5 jam untuk menjangkau titik perbatasan terjauh. “Pembangunan jalan paralel dan jalan penghubung utama ke perbatasan di Kalimantan Barat butuh Rp 3,5 triliun. Hanya sekitar dua kali lipat dari biaya pembangunan gedung mewah DPR,� kata mantan Kepala Badan Persiapan Pengelolaan Kawasan Khusus Perbatasan (BPPKKP) Kalbar, Nyoman Sudana, seperti dikutip Media Indonesia. Sementara, ekonom dari Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak Edy Suratman mengatakan bahwa pendapatan per kapita masyarakat kita di perbatasan rata-rata hanya US$ 400. Di Malaysia sekitar US$ 3.600 atau sembilan kali

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK EKSKLUSIF lipat lebih tinggi. Kehidupan mereka juga sangat bergantung pada dan lebih berorientasi ke Malaysia. Mulai pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari, penerangan listrik, hingga pelayanan pendidikan dan kesehatan. Selain mudah dijangkau, sekolah dan pengobatan di Malaysia memiliki kualitas dan pelayanan yang jauh lebih baik daripada di wilayah Indonesia. Guru Besar Ilmu Ekonomi itu menilai ketergantungan yang tinggi terhadap Malaysia menjadi ancaman serius bagi pertahanan nasional. Itu berpotensi menimbulkan krisis nasionalisme warga perbatasan. “Mereka lebih banyak merasakan manfaat pembangunan dari Malaysia. Ini bisa menjadi bom waktu yang dapat mengikis nasionalisme warga perbatasan,” ujar Edy. Tak dapat dipungkiri, warga Indonesia yang berdiam di suatu daerah perbatasan kerapkali diidentikkan dengan masyarakat terpencil, suku terasing, kaum pinggiran atau sebutan lain yang melukiskan suatu dinamika kehidupan masyarakat yang lagam, lamban, dan jauh dari hingar bingar kemajuan. Keterisolasian wilayah akibat buruknya infrastruktur jalan, akses informasi publik dan minimnya fasilitas pelayanan seperti ketersediaan air minum bersih, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Selain itu, minimnya pengamanan di wilayah-wilayah perbatasan Indonesia dengan negara lain menjadi ancaman tersendiri bagi Indonesia. Aksi curi-curi ikan nelayan dari negara Malaysia ke perairan Indonesia, penyelundupan, hanyalah sekelumit permasalahan yang muncul, selain masih adanya silang sengketa batas wilayah dengan negara tetangga. Berdasarkan identifikasi, baru batas maritim antara Indonesia dengan Australia yang telah lengkap disepakati. Sementara batas maritim dengan negara tetangga lain baru dilakukan penetapan batas-batas Dasar Laut (Landas Kontinen) dan sebagian batas laut wilayah. Untuk menegakkan kedaulatan dan hukum di wilayah yurisdiksi Indonesia diperlukan penetapan batas-batas maritim secara lengkap. Penetapan batas ini dilakukan berdasarkan Ketentuan Hukum Laut Internasional yang diatur dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS 1982) yang telah diratifikasi pemerintah Indonesia melalui UU No. 17 tahun 1985. Implementasi dari ratifikasi tersebut

adalah diperlukannya pengelolaan terhadap batas maritim yang meliputi Batas Laut dengan negara tetangga dan Batas Laut dengan Laut Bebas. Adapun batas-batas maritim Republik Indonesia dengan negara tetangga mencakup Batas Laut Wilayah (Teritorial Sea), Batas Perairan ZEE, Batas Dasar Laut atau Landas Kontinen. Belum selesainya penentuan batas maritim antara Pemerintah Indonesia dengan negara tetangga menjadikan daerah perbatasan rawan konflik. Penetapan batas maritim sangat dibutuhkan untuk memperoleh kepastian hukum yang dapat mendukung berbagai kegiatan kelautan, seperti penegakan kedaulatan dan hukum di laut, perikanan, wisata bahari, eksplorasi lepas pantai (off shore), transportasi laut dan lainnya. Belum adanya kesepakatan batas laut Indonesia dengan beberapa negara tetangga menimbulkan permasalahan saling klaim wilayah pengelolaan, khususnya pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perikanan. Beberapa kasus yang ada antara Indonesia dan Malaysia merupakan cerminan rentannya perairan daerah perbatasan. Terjadi saling tangkap nelayan baik dari Indonesia maupun Malaysia, bahkan bisa mengganggu hubungan diplomatik kedua negara. Permasalahan batas laut merupakan hal mendasar yang seharusnya segera diselesaikan dan disepakati oleh kedua negara. Bukan dengan saling menangkap kapal atau saling klaim wilayah per-

airan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia seharusnya lebih proaktif dalam penyelesaian batas laut dengan negara tetangga. Dengan demikian, adanya keinginan untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara Maritim yang kuat bisa terealisasi. Karena itu, “Pengaturan mengenai batas wilayah ini perlu mendapat perhatian untuk menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan Indonesia. Jelasnya, batas wilayah NKRI sangat diperlukan untuk penegakan hukum dan sebagai wujud penegakan kedaulatan,” tutur Gubernur Sulawesi Utara, DR. Sinyo Harry Sarundajang. Pembangunan wilayah perbatasan, menurut Sarundajang, pada hakikatnya merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Karena, wilayah perbatasan mempunyai nilai strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional. Disebutkan, nilai-nilai strategis tersebut, pertama, mempunyai pengaruh penting bagi kedaulatan negara. Kedua, merupakan faktor pendorong bagi peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat sekitarnya. Ketiga, mempunyai keterkaitan yang saling mempengaruhi dengan kegiatan di wilayah lainnya yang berbatasan dengan wilayah maupun antar negara. Keempat, mempunyai pengaruh terhadap kondisi pertahanan dan keamanan, baik skala regional maupun nasional. “Inilah sesungguhnya yang kita katakan, bahwa perbatasan negara merupakan manifestasi utama kedaulatan wilayah suatu negara,” tandas Gubernur Sulut. ☼

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

9


TOPIK EKSKLUSIF

RUU Daerah Perbatasan

Illustrasi

Artikel atau tulisan ini, memang, pernah dimuat di edisi sebelumnya. Namun, pada edisi khusus ini, artikel atau tulisan ini kembali dimuat dikarenakan masih terkait dengan Topik/Rubrik Ekslusif lainnya, yakni masalah Perbatasan

D

ewan Perwakilan Daerah (DPD) melalui Komite I tengah mengkaji urgensi dan relevansi RUU Daerah Perbatasan sebagai usul inisiatif. Masingmasing daerah perbatasan memiliki karakteristik berbeda-beda, karena kondisi sosial, ekonomi, politik, dan budaya negara-negara tetangga yang berbatasan dengannya yang beraneka ragam. Terkait hal tersebut, Komite I DPD pun meminta pendapat dan tanggapan stakeholders seperti kementerian/lembaga, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri),

10

dan pemerintah provinsi yang memiliki daerah perbatasan melalui sebuah forum, yakni focus group discussion. Dalam pengantarnya, Ketua Komite I DPD Alirman Sori menjelaskan bahwa pihaknya menganggap RUU Daerah Perbatasan memiliki urgensi dan relevansi karena keterbelakangan, ketertinggalan, serta keterisoliran daerah perbatasan di wilayah Indonesia. “Selalu dan setiap saat daerah perbatasan meneriakkan keterbelakangan, ketertinggalan, dan keterisoliran mereka. Jika nanti undang undang ini lahir, benarbenar bisa memenuhi kebutuhan daerah

perbatasan,� ujarnya di Ruangan GBHN, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Seperti diketahui, wilayah Indonesia berbatasan dengan banyak Negara, baik perbatasan darat (kontinen) maupun laut (maritim). Batas darat wilayah Indonesia dengan Malaysia, Papua Nugini, dan Timor Leste berlokasi di tiga pulau, empat provinsi, dan 15 kabupaten/kota. Sedangkan batas laut wilayah Indonesia dengan India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Palau, Australia, Timor Leste, dan Papua Nugini berlokasi di 92 pulau terluar, termasuk pulau-pulau kecil.

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK EKSKLUSIF Ketua Tim Kerja RUU Daerah Perbatasan, Jacob Jack Ospara, menjelaskan latar belakang dijadikannya RUU ini sebagai usul inisiatif, yakni mengingat daerah perbatasan memiliki karakteristik berbeda-beda yang dikarenakan kondisi sosial, ekonomi, politik, dan budaya Negara tetangga yang juga beraneka ragam. Selain itu, berbagai permasalahan yang ada di daerah-daerah perbatasan pun menjadi alas an dijadikannya RUU tersebut sebagai usul inisiatif, antara lain keminiman infrastruktur jalan, jembatan, listrik, dan air minum; lalu lintas barang dan orang tanpa hambatan; serta ketimpangan pertumbuhan ekonomi dan investasi. “Keadaan yang satu dengan yang lain sangat berbeda, dan kegiatan di sana seolah-olah tidak resmi, sehingga daerah perbatasan menjadi daerah yang rawan. Daerah perbatasan mengandung potensi positif. Ternyata malah terjadi sebaliknya. Pengaruh asing masuk lewat ideologi, sosial, budaya, ekonomi, dan kejahatan lintas Negara. Warga kita di daerah perbatasan dengan Malaysia, misalnya, tidak hafal lagu Indonesia Raya, tapi mereka bisa lagu Negaraku. Anak-anak sekolah di sana memakai kurikulum Malaysia, bukan Indonesia,” ungkap Jacob. Melihat kondisi yang demikian, tambah Jacob, dibutuhkan sebuah undang undang yang khusus mengatur pengelolaan daerah perbatasan. Seperti diketahui, katanya, sejumlah undang undang mengatur daerah perbatasan, tapi tidak terhadap pengelolaannya. Sifatnya sektoral dan tumpang tindih. “Bukannya dipacu untuk maju, daerah perbatasan malah menjadi ajang rebutan kepentingan masing-masing kementerian/lembaga,” tandas Jacob. Adapun substansi materi dari RUU Daerah Perbatasan itu sendiri, versi Komite I DPD, antara lain mengakomodir pendekatan kesejahteraan, sementara pendekatan keamanan dan pendekatan lingkungan mengikutinya; mengamanatkan implementasi kebijakan sebagai amanat beberapa undang undang seperti Undang Undang Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara; serta mengatur kelembagaan yang menangani pengelo-

laan daerah perbatasan. Focus group discussion yang digagas oleh Komite I DPD digelar selama dua hari, yakni 11-12 Juni 2013, di ruang GBHN Kompleks Parlemen MPR/ DPR/DPD RI Senayan, Jakarta. Forum tersebut akhirnya memperoleh kesepakatan bahwa RUU Daerah Perbatasan mendapat dukungan besar dari seluruh stakeholders. Pada sesi pertama di hari pertama, stakeholders yang hadir pada focus group discussion diantaranya dari jajaran Kementerian dan Lembaga Negara, seperti BNPP, Kemenlu, Bappenas, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian PDT, Kementerian PU, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Keuangan. Pada sesi selanjutnya, undangan yang hadir antara lain KASAD, KASAU, KASAL, Kapolri, dan BIN. Beberapa maksud dan tujuan diselenggarakannya diskusi adalah untuk menjaring masukan dari seluruh stakeholders pembangunan daerah perbatasan (darat, laut, dan udara) tentang pentingnya memiliki RUU Daerah Perbatasan. Selain itu, forum ini juga bertujuan untuk mengetahui pandangan (pemikiran) peserta tentang substansi apa saja yang perlu diatur dalam RUU Daerah Perbatasan, pola pembagian kewenangan yang ideal antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) dalam pengelolaan daerah perbatasan yang sejalan dengan semangat otonomi daerah (UU No. 32 Tahun 2004). Kemudian, mengetahui pandangan (pemikiran) peserta forum diskusi tentang pola sharing pembiayaan yang ideal antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) dalam pengelolaan daerah perbatasan yang sejalan dengan semangat perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah (UU No. 33 Tahun 2004); mengetahui pandangan (pemikiran) peserta tentang fokus utama pembangunan daerah perbatasan; mengetahui pandangan (pemikiran) peserta tentang bentuk institusi ideal di pusat dan daerah serta mekanisme kerja dalam membangun daerah perbatasan; teridentifikasinya

pandangan (pemikiran) peserta terhadap rencana penyusunan RUU Daerah Perbatasan, tentang substansi apa yang perlu diatur dalam RUU tersebut, tentang pola yang ideal antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengelola daerah perbatasan sejalan dengan semangat otonomi daerah (UU No. 32 Tahun 2004). Pada hari kedua pelaksanaan kegiatan, stakeholders yang hadir antara lain kepala daerah yang terkait dengan daerah perbatasan, yakni Guberbur NAD yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintah, Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Asisten I, Gubernur yang (juga) diwakili Asisten I dan Karo Hukum, Gubernur Maluku Utara, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, dan Gubernur Papua yang diwakili Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri. Setiap kepala daerah memberikan paparan sesuai kondisi di daerahnya untuk menangkap issu yang dialami di daerah masing-masing. Lebih lanjut dikatakan Ketua Komite I DPD, Alirman Sori, DPD sebagai lembaga Negara menjadi pertautan perjuangan aspirasi masyarakat dan daerah memandang bahwa daerah-daerah perbatasan merupakan wilayah yang strategis karena menjadi beranda depan Negara sekaligus pertaruhan bagi kedaulatan NKRI. Oleh karena itu, DPD patut memberikan perhatian dalam pengelolaan perbatasan ini. Pada tahun 2011 lalu, DPD juga telah membentuk panitia khusus perbatasan Negara dalam rangka memperjuangkan aspirasi masyarakat dan daerah perbatasan. DPD juga telah berupaya terus menunjukkan komitmen dalam memperjuangkan pembangunan daerah perbatasan dan bermaksud untuk selalu mengingat berbagai pemangku kepentingan tentang pentingnya pengelolaan daerah perbatasan. Sebagai penutup diskusi, Alirman berharap, dari diskusi terbatas ini, DPD dapat menginventarisasi dan mengakomodir kepentingan daerah perbatasan, sehingga Republik ini tetap utuh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ☼ Endang

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

11


Foto-foto Dok.: Johan Enas

TOPIK EKSKLUSIF

Karoline Margret Aggota DPR RI, Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH, Gidot Bupati Bengkayang saat meninjau pembangunan jalan perbatasan

Pemprov Kalbar Buka Jalan Akses Perbatasan dan Pedalaman

P

rovinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kedekatan wilayah dengan negara lain. Negara yang langsung berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Barat adalah Malaysia. Sudah menjadi rahasia umum, sebagai sebuah daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain, tidaklah mudah bagi pemerintah daerah setempat menjaga keutuhan wilayahnya, terutama wilayah NKRI. Berbagai pembangunan khususnya infrastruktur pun gencar dilakukan Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis, MH. Salah satunya adalah pembangunan jalan paralel di daerah perbatasan yang menghubungkan tiga kabupaten, yakni Bengkayang, Landak, dan Sanggau. Dibangunnya jalan paralel ini di-

12

maksudkan sebagai akses ke perbatasan dan sebagai infrastruktur dasar penunjang sektor ekonomi dan pertahanan keamanan. Sepanjang 862 kilometer jalan paralel dari batas Kalimantan Timur ke Aruk Kabupaten Sambas Kalimantan Barat pun mulai dibangun. Terlihat dua kontraktor melakukan aktifitas penimbunan dan penggusuran badan jalan yang berbukit dan terjal di kawasan perbatasan Jagoi Babang menuju kawasan Kabupaten Sanggau. Gubernur Cornelis dalam peninjauan langsungnya di poros jalur paralel Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Selasa (23/7) mengupayakan pembuatan jalan paralel ini tidak menemui hambatan sehingga bisa membuka isolasi masyarakat dari susahnya transportasi darat yang ada sejak Indonesia

merdeka. Dibukanya jalan paralel ini juga bertujuan untuk mempersiapkan negara bilamana ada ancaman dari luar berupa perang, narkoba dan perdagangan manusia bahkan penyelundupan. Turut hadir dalam peninjauan anggota DPR RI Dapil Kalimantan Barat, dr. Karolin Margaret Natasa, Bupati Bengkayang Suryatman Gidot dan Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang Sebastianus Darwis, serta beberapa kepala dinas instansi terkait. Selain meninjau jalan paralel, Gubernur juga meninjau Rumah Sakit Pratama Jagoi Babang dan SMKN Jagoi Babang yang sudah mulai beroperasi. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat, Jakius Sinyor, mengatakan bahwa pengerjaan jalan paralel ini dilakukan dengan mul-

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK EKSKLUSIF tiyear. Dengan anggaran sekitar Rp 57 miliar, diharapkan, bisa selesai dengan baik sehingga masyarakat dapat menggunakan jalur darat ini untuk memperlancar perekonomian. Pada kesempatan itu, Gubernur Cornelis mengatakan bahwa langkah pemerintah membangun jalan perbatasan harus didukung oleh pemerintah daerah, yaitu dengan segera membangun jalan akses baru yang secara ekonomi dan sisi pertahanan keamanan memiliki manfaat. Jalan paralel yang saat ini sedang dilakukan pembangunannya, nantinya, akan menghubungkan Kabupaten Landak dengan Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sanggau yang letaknya memang berada di daerah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Ditambahkan Cornelis, jika sudah terbuka jalan baru yang menjadikan Kabupaten Landak sebagai daerah sentralnya, maka, secara ekonomi pun masyarakat bisa memanfaatkan jalan ini, salah satunya untuk menjual berbagai hasil pertanian dan komoditi lain, langsung ke perbatasan antar negara. Sedangkan terkait dengan pendanaan, Cornelis menyebutkan, anggaran akan dibebankan pada anggaran kabupaten dan provinsi. Tetapi, kata Cornelis, sebelum ada pelimpahan stataus jalan, maka pemerintah kabupatenlah yang harus membangunnya, sedangkan pemerintah provinsi hanya bisa membantu pemberian dana hibah untuk pembangunan jalan yang ditargetkan mulai tahun depan. Gubernur Cornelis sendiri berkomitmen dalam membangun jalan pedalaman di provinsi itu. Salah satunya akses jalan penghubung daerah pedalaman Bengkayang – Landak – Sanggau yang maha berat dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua, dan akan dibuka tahun 2014 mendatang oleh Gubernur. “Pemerintah provinsi akan bekerjasama dengan Kabupaten Bengkayang, Landak, dan Sanggau guna membuka akses jalan penghubung ini tahun depan,” ujar Cornelis saat meninjau jalan poros Serimbu – Suti Semarang, Senin (29/07). Gubernur mengingatkan kepada instansi terkait seperti Dinas Kehuta-

nan dan Dinas Pekerjaan Umum untuk meng-kroscek data-data seperti status hutan dan status jalan sehingga ketika pengerjaan nanti tidak ada kendala lagi. Terkait status jalan, Gubernur Cornelis menjelaskan, jika status jalan masih jalan kabupaten, maka dana sharing dari provinsi akan disubsidikan ke kabupaten. Sebaliknya, jika status jalan itu merupakan jalan provinsi maka akan dibangun dari anggaran provinsi, dan dimulai pada tahun depan. Jakius Sinyor sendiri mengatakan, bahwa untuk anggaran pembangunan jalan penghubung ini, Dinas PU sedang mengkaji, baik dari sisi anggaran maupun tekstur jalan tersebut.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Barat, Marcellius Tj., mengatakan, terkait status hutan yang beberapa titik seperti di Desa Dange Pijan dan Dange Aji Kecamatan Air Besar, Landak, masih berstatus hutan lindung dan status tersebut akan diukur lagi titik ordinatnya untuk kemudian diajukan ke Kementerian Kehutanan, sehingga bisa dipertimbangkan, apakah relevan atau tidak menjadi hutan lindung. “Diupayakan untuk alih status hutan tersebut. Akan kita lihat lagi titik-titik ordinatnya kemudian diajukan ke Kementerian Kehutanan. Karena ini sudah ditinjau ke lapangan,” ujar Marcellius. ☼ Endang/Joe

Jalan perbatasan

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

13


Foto-foto dok.: MT/Aris

TOPIK OTONOMI

Rumah Radakng atau Rumah Betang Simbol Semangat Kekeluargaan, Persaudaraan, Gotong Royong dan Kebersamaan.

long house atau rumah Betang yang dinamakan Rumah Radakng (Radakng merupakan bahasa Dayak Kanayatn dimana dalam Bahasa Indonesia be-

rarti rumah betang atau rumah panjang) merupakan simbol semangat kekeluargaan, persaudaraan, gotong royong dan kebersamaan masyarakat Dayak.

M

asyarakat Kalimantan Barat, khususnya Dayak, kini memiliki sebuah kebanggaan dengan diresmikannya Rumah Adat Dayak Radakng atau Rumah Betang. Rumah adat terbesar di dunia dan termegah di Kalimantan dengan panjang sekitar 138 meter dan tinggi 7 meter ini diresmikan Gubernur Kalimantan Barat Drs Cornelis, MH. Nantinya, rumah adat tersebut akan menjadi pusat budaya masyarakat, terutama bagi suku adat Dayak Kalbar. Dalam sambutannya, Gubernur Kalbar menyatakan bahwa rumah panjang,

14

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK OTONOMI “Sehingga, sebagai bagian dari budaya Indonesia, harus dijaga dan dilestarikan rumah adat ini,” tutur Cornelis. Peresmian Rumah Adat Dayak Radakng yang dihadiri ratusan undangan, baik lokal maupun luar negeri, tersebut juga menandai dibukanya Pekan Gawai Dayak ke-XXVIII tahun 2013. Gubernur menambahkan, Radakng tidak saja menjadi pusat pengembangan budaya tapi menjadi pusat masyarakat dalam menyalurkan aspirasi seni dan budaya kreatif. “Jadi, rumah adat ini bisa diman-

rus dikelola dengan baik dan manfaatkan area ini untuk kegiatan budaya positif,” tandas Cornelis. Selain menjadi pusat seni dan budaya, khususnya bagi suku adat Dayak Kalbar, Rumah Radakng juga akan menjadi aset wisata yang bisa dimanfaatkan untuk menarik minat wisatawan, khususnya wisatawan asing. Nantinya, tambah Cornelis, para wisatawan bisa berkunjung dan melihat lebih dekat keberadaan Rumah Radakng tersebut. “Ini bisa menjadi aset wisata kita. Kalbar harus me-

se-Kalimantan, tokoh masyarakat asal Kalbar Oesman Sapta Odang, Provinsi se-Indonesia dan DAD kabupaten/kota se-Kalimantan, tokoh masyarakat asal Kalbar Oesman Sapta Odang, masyarakat, dan sejumlah organisasi Dayak luar negeri seperti dari Malaysia, dan sebagainya, ini juga menandai dibukanya Pekan Gawai Dayak ke-XXVIII tahun 2013. Gawai Dayak merupakan salah satu kegiatan besar masyarakat Dayak yang bertujuan untuk mengucap syukur atas berkah yang sudah dicapai selama

faatkan untuk kegiatan budaya yang positif. Pemerintah sudah mengakomodir kegiatan kebudayaan untuk mengenal lebih dekat setiap budaya yang ada. Apalagi, Radakng dibangun di kawasan kampung budaya. Tidak hanya membangun rumah adat Dayak, tapi juga rumah adat Melayu,” papar Cornelis. Pada kesempatan itu, Gubernur Kalbar berpesan agar semua pihak di Kalbar menjaga rumah adat Radakng tersebut dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kesenian serta kebudayaan. “Ha-

miliki pusat budaya untuk menarik minat wisatawan datang. Kita ingin melestarikan budaya lokal dengan membuat kawasan wisata seperti kampung budaya ini,” kata Cornelis yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalbar ini. Peresmian Rumah Adat Dayak Radakng yang dihadiri ratusan undangan, diantaranya para bupati dan walikota se-Kalimantan, Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) se-Kalimantan, Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi seIndonesia dan DAD kabupaten/kota

ini. “Ini adalah kekayaan daerah Kalbar yang harus dilestarikan. Saya berharap, kegiatan ini dinikmati bersama, tidak hanya masyarakat Dayak, tapi seluruh masyarakat yang ada di Kalbar,” tandas Cornelis. Dituturkan Cornelis, Pekan Gawai Dayak yang digelar selama tiga hari ini, selain memberikan apresiasi dan pelestarian budaya, tapi juga dapat menjadi bagian pencerdasan dan pencerahan menuju terwujudnya SDM (sumber daya manusia) yang berkualitas. “Yang ter-

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

15


TOPIK OTONOMI berdasarkan kebersamaan dan toleransi membentuk keutuhan dari Rumah Betang. Terdiri dari beberapa bagian dimana pada bagian depan Rumah Betang terdapat sebuah anak tangga yang berfungsi sebagai pintu masuk ke dalam rumah. Rumah yang berbentuk panggung dengan ketinggian sekitar tiga sampai lima meter dari permukaan tanah ini sengaja dibangun untuk menghindari banjir dan serangan binatang buas. Di ujung tangga akan dijumpai sebuah bale atau balai yang tidak terlalu luas. Fungsi dari bale atau balai ini sebagai tempat untuk menerima tamu maupun untuk mengadakan pertemuan dengan kerabat maupun keluarga yang lain. Masuk ke dalam bangunan akan terlihat banyak ruangan yang disekat menjadi beberapa ruangan. Setiap ruangan atau bilik ini ditempati oleh satu keluarga. Jadi, semisal dalam satu Rumah Be-

DR. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si Bupati Landak

kandung dalam Pekan Gawai Dayak ini, tambahnya, sarat dengan muatan religious untuk selalu bersyukur atas apa yang telah diperoleh. Diharapkan pula, iven ini dapat terus menjadi daya tarik bagi pengembangan pariwisata di Kalbar. Karena secara potensial, Kalbar sangat kaya akan budaya baik kultural maupun historis,� tandas Gubernur. Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Peresmian Rumah Adat Radakng, Ahi, menuturkan, Radakng akan menjadi simbol budaya yang pastinya menarik minat pengunjung dari luar Kalbar. “Desain menampung 600 orang di ruang utama. Sementara halaman yang ada kita juga disain

16

cukup luas yang bisa digunakan untuk aktifitas budaya,� demikian dijelaskan Ahi, seperti dikutip dari Inilah.com. Gubernur Cornelis pun mengajak seluruh lapisan yang ada di Kalbar untuk menjadikan ajang atau perhelatan akbar ini sebagai ajang pembangunan nilainilai budaya yang positif serta dapat mengangkat acara tersebut menjadi promosi budaya daerah. Filosofi Rumah Adat Suku Dayak Rumah adat suku Dayak dibangun tidak terlepas dari prinsip hidup atau filosofi kehidupan suku Dayak itu sendiri. Prinsip hidup itu tercermin dari bentuk dan model rumah adatnya. Hidup yang

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK OTONOMI tang ada 50 keluarga, berarti jumlah bilik yang ada juga 50. Itulah kenapa Rumah Betang ini bentuknya sangat panjang. Di bagian belakang Rumah Adat Suku Dayak terdapat sebuah ruangan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil dan alat-alat pertanian. Selain itu, Rumah Adat Suku Dayak juga memiliki kandang hewan ternak yang menyatu di rumah, karena hewan peliharaan termasuk dalam harta kekayaan keluarga, seperti babi, sapi dan anjing. Rumah Betang atau Rumah Radakng atau Rumah Panjang ini mencerminkan perilaku masyarakat Dayak yang mengutamakan persaudaraan dan kebersamaan. Selain sebagai tempat tinggal suku Dayak, sebenarnya Rumah Betang adalah jantung dari struktur sosial kehidupan orang Dayak. Budaya Betang merupakan cerminan mengenai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari orang Dayak. Di dalam Rumah Betang atau Rumah Radakng ini setiap kehidupan individu dalam rumah tangga dan masyarakat secara sistematis diatur

melalui kesepakatan bersama yang dituangkan dalam hukum adat. Keamanan bersama, baik dari gangguan kriminal atau berbagi makanan, suka-duka maupun mobilisasi tenaga untuk mengerjakan ladang. Nilai utama yang menonjol

dalam kehidupan di Rumah Betang atau Rumah Radakng adalah nilai kebersamaan (komunalisme) diantara para warga yang menghuninya, terlepas dari perbedaan-perbedaan yang mereka miliki. â˜ź Iwan Purnama/Endang/Hakim

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

17


TOPIK OTONOMI

P

Palembang Tuan Rumah ISG 2013

olemik mengenai lokasi penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (ISG) ke-3 akhirnya terjawab. Dalam rapat koordinasi terbatas yang diadakan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Jakarta, awal Juli 2013, Pemerintah memutuskan Palembang sebagai tuan rumah penyelenggaraan ISG ke-3. Menko Kesra Agung Laksono mengatakan bahwa keputusan tersebut sudah melalui pertimbangan yang matang dari berbagai unsur, termasuk panitia pusat. “Saya kira Palembang sudah siap untuk penyelenggaraan even internasional, apalagi bekas digunakan untuk Sea Games 2011 lalu. Jadi, ini adalah keputusan yang terbaik dari berbagai pihak,” tutur Agung usai Rakor. Ditambahkan Agung, Pemerintah ingin memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah dalam mengelola acara-acara besar, tidak hanya terpusat pada satu daerah saja seperti Jakarta. hal ini, katanya, selaras dengan semangat otonomi daerah. “Kami ingin agar daerah bisa dilibatkan dalam penyelenggaraan even internasional. Jadi, tidak Jakarta melulu,” ucap Agung. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo pun memastikan tuan rumah penyelenggaraan ISG 2013

18

adalah Palembang. Dalam keterangan persnya di kantor Kemenpora, Roy menegaskan bahwa keputusan memindahkan lokasi penyelenggaraan ISG 2013 dari Pekanbaru, Riau, ke Palembang, Sumatera Selatan, merupakan keputusan final, yang juga telah disetujui oleh Islamic Solidarity Sport Federation. “Hari ini kami sampaikan perkemba-ngan terakhir tentang rencana penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (ISG) ke-3 tahun 2013 yang awalnya akan dilangsungkan tanggal 6-17 Juni 2013 di Pekanbaru, Riau, namun dibatalkan. Kemudian, ada opsi di Jakarta, selanjutnya dibatalkan juga. Namun, pada akhirnya, ISG ke-3 tahun 2013 akan dilangsungkan pada 22 September-1 Oktober 2013 di Palembang, Sumatera Selatan. Sudah dimatangkan dan tinggal menunggu ditandatanganinya Keputusan Presiden tentang perubahan Keppres sebelumnya,” terang Menpora di hadapan para wartawan yang hadir. Penentuan tuan rumah ISG 2013 berlarut-larut sejak Pekanbaru dinilai tidak siap menggelar ajang olahraga multinasional yang melibatkan para atlit dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang itu. Namun, karena sejumlah arena pertandingan dinilai tidak layak, pemerintah pun

mengundurkannya menjadi bulan September. Pengunduran ini agar Pemda Riau memiliki waktu untuk membenahi fasilitas yang dianggap tidak memadai. Meski waktu penyelenggaraan telah digeser atau diundur, ternyata, Gubernur Riau, Rusli Zainal tersandung kasus korupsi dan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Walhasil, karena tidak ada pejabat yang bersedia bertanggungjawab, pemerintah memutuskan untuk memindahkan lokasi ISG 2013 ke Jakarta. Namun, dengan alasan masih ada arena pertandingan yang belum siap, akhirnya Pemerintah kembali memindahkan lokasi penyelenggaraan ISG 2013, dan Palembang terpilih menjadi tuan rumah. Pemilihan ‘Kota Pempek’ tersebut juga bukan tanpa alasan. Masalah kesiapan dan ketersediaan infrastruktur menjadi kriteria yang diperhatikan penyelenggara. Terlebih lagi, Palembang telah memiliki pengalaman menjadi tuan rumah Sea Games 2011. Ditilik dari sisi fasilitas tidak ada masalah, jelas Menko Kesra. Senada dengan Agung,Roy Suryo pun menuturkan bahwa pergeseran tempat penyelenggaraan ISG 2013 dari Jakarta menuju Palembang tidak bakal menimbulkan masalah. Menurutnya,

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK OTONOMI

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

19


TOPIK OTONOMI yang menggambarkan tentang 5 rukun Islam dan juga ada 5 warna. “Warnawarna itu sesuai dengan standar olahraga internasional. Jadi, jangan dihubungkan dengan yang lainnya. Selain itu, ada perubahan maskot, yang tadinya berbentuk Burung sekarang berubah menjadi Harimau Sumatera, lengkap dengan logo cabang-cabang olahraga,” papar Roy yang juga politisi dari Partai Demokrat ini. Adapun mengenai anggaran, Roy menegaskan bahwa APBN telah menganggarkan sebesar Rp 131 miliar untuk penyelenggaraan ISG 2013 mendatang. “Kita akan secepatnya bekerja untuk hasil keputusan ISG di Palembang nanti. Mengenai masalah anggaran, saya umumkan bahwa anggaran untuk ISG dari APBN yakni Rp 131 miliar sesuai penghematan,” tukas Menpora. Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin yang juga hadir menyatakan terima kasihnya karena Pemerintah telah menugaskan Sumatera Selatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan ISG ke-3 tahun 2013. Meski persiapan yang harus dilakukan sangat terkendala oleh waktu, namun orang nomor satu di Bumi Sriwijaya ini menyatakan keikhlasan dan kesiapan pihaknya dalam menggelar even bertaraf internasional tersebut. “Saya menerima penugasan ini dengan ikhlas karena ini amanah membela nama bangsa dan negara,” tandas Alex seraya meminta doa dan dukungan dari semua pihak agar Sumatera Selatan dapat mengemban amanah ini dengan baik. Kesiapan Sumatera Selatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan ISG ke-3 tahun 2013 tidak lepas dari kesiapan infrastruktur dan SDM yang ada di Bumi

Sriwijaya tersebut. Keberadaan Jakabaring Sport City menjadi salah satu faktor kesiapan Sumatera Selatan itu. “Kita sudah punya venuesnya di Jakabaring dan disekitar kampus Palembang. Dan itu terawat dengan baik, walaupun harus ada perbaikan dicat ulang supaya kinclong dan sebagainya. Sejak Sea Games yang lalu, lima kali kejuaraan dunia, enam kali kejuaraan Asia, empat kali kejuaraan Asia Pasifik, dimainkan di Jakabaring Sport City. Artinya, memang sudah terpakai,” tegas Alex. Islamic Solidarity Games adalah ajang olahraga multinasional yang melibatkan para atlit dari negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI). ISG berada dibawah pengawasan Islamic Solidarity Sport Federation (ISSF). Ajang pertama ISG diadakan pada tahun 2005 di Arab Saudi yang diikuti oleh 57 negara anggota OKI. Meski peserta ISG berasal dari negara-negara Islam yang tergabung dalam OKI, namun, warga non-muslim di negara-negara anggota juga diizinkan untuk mengambil bagian dalam ajang ini. Pada awalnya, ajang yang kedua dijadwalkan berlangsung pada bulan Oktober 2009 di Iran, kemudian dijadwalkan kembali pada April 2010, dan akhirnya dibatalkan setelah terjadi perselisihan antara Iran dan Dunia Arab atas penggunaan istilah Teluk Persia pada logo ajang ISG yang kedua, sebagai nama yang paling umum di Dunia Arab bagi daerah Teluk Arab. Perselisihan nama ini telah menjadi sumber ketidakharmonisan antara negara-negara Arab dan Iran yang telah berulangkali terjadi.☼ Endang

Foto dok.: www.flickr.com

ISSF telah menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah ISG 2013 tanpa menyebutkan kota khusus lokasi pelaksanaannya. “Memang, sebelumnya Jakarta yang ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggara, namun, dalam perkembangannya, Palembang yang kemudian resmi menjadi tuan rumah,” kata Menpora. Gagalnya Jakarta menjadi tuan rumah ISG 2013 pun tak luput dari ketidaksiapan beberapa venue termasuk stadion utama Gelora Bung Karno yang tidak bisa dipergunakan secara maksimal karena padatnya jadwal pertandingan. Begitu pun Stadion Madya yang dianggap sudah tidak memenuhi standar internasional lagi, dengan track yang kurang alurnya dan beberapa ruangan yang tidak tersedia. “Saya tidak mau kemudian menjadi terkendala dan kalaupun harus dipaksakan di Jakarta, ada perubahan-perubahan venue yang harus ada Keppres penunjukan langsung dan ini akan bisa menjadi kendala hukum nantinya,” papar Roy seraya menyampaikan permintaan maaf kepada sebagian masyarakat Jakarta, khususnya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo beserta jajaran, yang sudah kecewa dengan dibatalkannya Jakarta sebagai tuan rumah ISG 2013. Terkait dengan logo yang akan digunakan pada ISG 2013, Roy menjelaskan bahwa demi etika dan menghormati semua keputusan yang ada, dengan berpindahnya lokasi penyelenggaraan ISG 2013 secara otomatis merubah pula logo ISG 2013. Semula, logo ISG 2013 menunjukkan berbagai pertemuan arus dan masyarakat di Pekanbaru, namun berubah dimana di dalam logo baru tersebut terdapat gambar Jembatan Ampera dan dikelilingi oleh 5 bulan sabit

Stadium Gelora Sriwijaya

20

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK OTONOMI

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

21


TOPIK ADVETORIAL

Cornelis Gubernur Kalbar menerima penghargaan WTP dari Rizal Djalil Anggota VI BPKRI

B

WTP Hasil Kerja Keras dan Kerjasama Semua Unsur

adan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2012. Penyerahan Dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan BPK tersebut diserahkan pada Rapat Paripurna Istimewa Tahun ke-2 DPRD Provinsi Kalbar oleh Anggota VI BPK RI, Rizal Djalil kepada Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Drs. Cornelis, MH di Ruang Balairungsari DPRD Provinsi Kalbar, awal Juli 2013. Dalam sambutannya Rizal Djalil mengatakan, pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah Kalbar tahun 2012, telah diperiksa selama dua bulan dengan anggaran sebesar Rp.2,8 triliun dan realisasinya mencapai Rp.2,9 triliun. “Pemeriksaan terhadap laporan keuangan pemprov Kalbar memakan waktu dua bulan. Anggaran tahun 2012 hampir Rp.2,8 triliun, sedangkan realisasi pendapatan mencapai Rp.2,9 triliun atau 101 persen. Kami menemukan ada kehati-hatian dan efisiensi dalam membelanjakan anggaran dan PAD dengan

22

realisasi 40% atau Rp1,1 triliun, sedangkan pendapatan transfer dari pusat Rp.1,2 triliun dan pendapatan lainnya Rp.500 miliar,” kata Rizal. Lebih lanjut Anggota VI BPK RI mengungkapkan, persentase realisasi belanja pegawai di Kalbar merupakan yang paling rendah dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia, yakni belanja pegawai hanya 20% atau sekitar Rp.530 miliar. Adapun belanja barang Rp.780 miliar dan belanja hibah Rp345 miliar. “BPK tidak ragu-ragu memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Provinsi Kalbar. Artinya Dengan opini bagus ini, pemda bisa menerbitkan obligasi,” kata Rizal. Rizal menegaskan, diraihnya opini WTP oleh Pemda Kalbar memberikan benefit tertentu, di mana tidak semua provinsi di Kalimantan meraih opini tersebut. Hal tersebut diraih dengan kerja keras sesuai standar. “Hanya Kalbar satu-satunya provinsi di Kalimantan yang menerima opini WTP. Dan provinsi ke-3 di wilayah regional VI setelah NTB dan Sulsel. WTP didapatkan dengan kerja keras dan BPK cukup keras dan

tajam menerapkan standar operasional prosedur (SOP),” ujarnya. Penerimaan opini WTP dari BPK yang diraih, bagi Gubernur Kalbar Cornelis bukanlah karena tiba-tiba atau tidak jatuh dari langit. Setelah memasuki periode kedua baru berhasil meraih predikat ini. Hasil ini atas kerja keras dan sinergisitas antara semua unsur yaitu SKPD, DPRD Kalbar dan DPR RI. “Setelah jabatan gubernur periode ke dua, kami baru mendapat WTP. Hal ini merupakan bukti bahwa kami dalam mengelola pemerintahan yang dipercayakan kepada kami, khususnya mengelola keuangan kami bekerja dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab. Opini ini juga diraih berkat kerja keras dan dukungan bersama para aparatur termasuk SKPD, DPRD Kalbar dan DPR RI. Sinergi kelola keuangan dengan baik dan benar karena dengan WTP, akan memacu kerja yang lebih baik dan semakin baik lagi di tahun depan. Untuk itu, prestasi ini patut kita syukuri,” ujar Cornelis. ☼ Joe

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK OTONOMI

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

23


TOPIK OTONOMI

Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu Ditetapkan Sebagai Embarkasi Haji Antara

P

enetapan Bandar Udara (Bandara) Fatmawati Soekarno, Bengkulu, sebagai Embarkasi Haji Antara disambut sangat antusias oleh seluruh pejabat dan masyarakat Provinsi Bengkulu, termasuk Gubernur Bengkulu, H. Junaidi Hamsyah, S.Ag. M.Pd. Penetapan status Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu tersebut tidak lepas dari perjuangan Gubernur Bengkulu, Junaidi. Kedatangan Surat Keputusan (SK) No. 142 tahun 2013 tanggal 23 Juli tentang Penetapan Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu sebagai Embarkasi Haji Antara yang sudah ditandatangani Menteri Agama RI dibawa langsung Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, H. Suardi Abbas, SH. MH., dengan didampingi Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Bengkulu, Cik Asan Zen, SH. Dengan menaiki pesawat Citilink rombongan berangkat dari Bandara Cengkareng Soekarno-Hatta Jakarta menuju Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu. Setibanya di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, SK Kemenag RI disambut langsung oleh Gubernur Bengkulu, H. Junaidi Hamsyah, S.Ag.M.Pd., Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Drs. H. Asnawi A Alamat, M.Si., unsur FKPD, pimpinan SKPD serta seluruh kepala biro di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan Kemenag Kabupaten dan Kota. Selain itu, tampak pula hadir puluhan pelajar yang turut menyambut kedatangan SK Kemenag tersebut. SK Kemenag yang menetapkan Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu menjadi Embarkasi Haji Antara diarak mulai dari ruang VIP Bandara menuju Asrama Haji diiringi ratusan warga dan pejabat dengan berjalan kaki bersama yang jaraknya kurang lebih satu kilometer. Namun, jarak itu tak menyurutkan langkah warga dan para pejabat dalam menyambut kedatangan SK Embarkasi Haji Antara yang memang sejak lama ditunggu-tunggu, terutama oleh Ikatan Persatuan Haji Indonesia (IPHI) serta sejumlah calon haji se-Provinsi Bengkulu. Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, H. Suardi Abbas, SH. MH., mengatakan bahwa berhasilnya upaya memperjuangkan jalur keberangkatan calon jamaah haji (CJH) Bengkulu melalui jalur Embarkasi Antara tidak lain berkat do’a seluruh elemen masyara-

24

kat Bengkulu. Selain itu, adanya dukungan dari Gubernur Bengkulu dan Ketua DPRD Provinsi Bengkulu yang langsung mendatangi proses ekspose di Jakarta beberapa waktu lalu. Suardi menambahkan, saat ini ada sebanyak 1.360 calon jamaah haji yang masuk dalam kuota pasca pemangkasan 20 persen. Jumlah tersebut, kata Suardi, sudah dikurangi sebanyak 12 calon jamaah haji yang membatalkan keberangkatannya, dua diantaranya meninggal dunia sedangkan 10 lainnya batal karena ingin berangkat bersama keluarga. “Untuk kuota yang tidak terisi pasca pengumuman tidak bisa ditukar atau diambilalih oleh CJH lainnya,” tutur Suardi. Ditambahkan Suardi, Provinsi Bengkulu merupakan daerah keempat yang menerima SK Embarkasi Haji Antara untuk jalur angkutan CJH. Artinya, CJH tidak perlu lagi menginap di Padang, melainkan langsung menuju ke Tanah Suci, Mekkah. “Nantinya, hanya cukup kumpul dan serentak berangkat dari Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu. Keberangkatan sesuai dengan kloter yang sudah dibagikan, yakni 5 sampai 8 yang akan diberangkatkan tanggal 15 September sampai dengan 18 September 2013 mendatang,” jelas Suardi. Suardi berharap, SK tersebut bisa berlaku dan diberikan ke Provinsi Bengkulu sepanjang zaman. Namun, jika DPRD Provinsi Bengkulu tidak men-

ganggarkan dana untuk biaya perjalanan dan melakukan proses lelang mengenai armada pesawat pengangkutan CJH, maka pupus sudah harapan SK Embarkasi tersebut bisa dipertahankan. Sebab, Kementerian Agama RI akan menarik kembali SK jika tidak ada dukungan anggaran dana. Gubernur Bengkulu, H. Junaidi Hamsyah, S.Ag. M. Pd. pun berharap, Bengkulu tidak hanya sebatas menerima SK Embarkasi Haji Antara saja, melainkan ke depan bisa menerima SK Embarkasi Langsung. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan berusaha melobi beberapa kabupaten/kota tetangga seperti Musi Rawas, Lubuk Linggau, Pagar Alam, Empat Lawang, dan Kota Palembang serta daerah lainnya untuk berangkat ke Tanah Suci melalui Embarkasi Bengkulu. Gubernur melanjutkan, sejak pendaftaran bulan Januari 2013 lalu, kuota CJH diambilalih Provinsi karena jiga tidak diterapkan kuota Provinsi maka peluang masyarakat untuk bisa menunaikan ibadah haji cukup memakan waktu lama, yakni harus menunggu empat hingga lima tahun ke depan. “Dengan diberlakukannya Kuota Provinsi itu tidak lain untuk menekan adanya calon jamaah haji (CJH) eksodus. Selain itu, jika memang ada masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji, sebaiknya, sejak dini sudah menabung,” tutur Gubernur. ☼ Budi Raharjo

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK OTONOMI

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

25


TOPIK OTONOMI

Gubernur Bengkulu Sidak Pelebaran Jalan Taba Penanjung - Kepahiang

D

emi kelancaran perjalanan pemudik sebelum dan sesudah Lebaran, Jumat 26 Juli 2013, Gubernur Bengkulu H. Junaidi Hamsyah, S.Ag.M.Pd meninjau langsung pengerjaan proyek pelebaran jalan di kawasan Taba Penanjung – Kepahiang. Gubernur berharap, pengerjaan tahap awal ini dapat diselesaikan sebelum Lebaran 1434 H. Sidak dilaksanakan dari KM 30 sampai dengan KM 43 yang merupakan proyek pelebaran jalan 2 – 7 – 2 sepanjang 5 km. Untuk kenyamanan dan kelancaran arus lalu lintas kendaraan pasca Lebaran atau Idul Fitri 1434 H, terhitung H-4 hingga H+5 Lebaran, alat berat ditempatkan di beberapa titik jalan yang ekstrim dan rawan longsor, dengan

26

mensiagakan operator alat berat yang sudah berpengalaman. Apabila terjadi longsor di titik rawan, yakni kilometer 35,41 hingga 45 bisa diatasi langsung oleh operator alat berat dan pemudik tidak resah karena adanya kemacetan. Sehubungan dengan ini, Kepala Dinas PU Provinsi Bengkulu, Ir. Azwar Boerhan juga mengantisipasi, terhitung H-7 Idul Fitri, pengerjaan pelebaran jalan di jalan nasional kawasan pegunungan Bengkulu – Kepahiang akan dihentikan, sedangkan pekerjaan pengaspalan jalan yang dilebarkan sudah harus selesai pada H-4. Menurut Azwar Boerhan, sebenarnya, secara kelembagaan, Dinas PU Provinsi tidak mempunyai wewenang untuk menghentikan pekerjaan ini. Tapi,

berhubung mau Lebaran, maka pihaknya meminta pekerjaan dipercepat. “Demi kenyamanan pemudik, dilakukan penghentian pekerjaan sementara. Pekerjaan akan dilanjutkan lagi setelah Lebaran, setidaknya H+5. Ditargetkan pengerjaan peningkatan dan pembenahan jalan lalu lintas tuntas akhir 2013,” papar Azwar. Ditambahkan Azwar Boerhan, dengan pengerjaan jalan provinsi ini, semua akses jalan yang masih berlubang atau pun mengalami longsor akan segera diperbaiki. Berkaitan dengan ini juga, tahun 2014 Provinsi Bengkulu akan menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional, sehingga jalan provinsi semua dalam kondisi baik. ☼ Budi Raharjo

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK OTONOMI

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

27


TOPIK OTONOMI

Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar menerima penghargaan Indonesia Green Award 2013

Muzakir Raih Penghargaan Pemimpin Pelestari Bumi

Sudah saatnya perusahaan harus membuat perubahan dengan tidak lagi berorientasi untuk mengeruk sumber daya alam semata. Perusahaan harus berbisnis yang bisa memberi dampak pada perbaikan kondisi lingkungan dan masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan bisa menjalankan tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) secara lebih baik dan menguntungkan.

B

upati Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar, tak henti-hentinya menerima penghargaan. Pada tahun 2013 ini saja, orang nomor satu di Muara Enim ini telah menerima beberapa penghargaan yang berskala nasional. Setelah penghargaan dalam katagori Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dari Kementerian PAN RB, Wahana Tata Nugraha (WTN) Kementerian Perhubungan dan Adipura Kementerian Lingkungan Hidup, kali ini Muzakir menerima penghargaan Indonesia Green Award ( IGA) 2013 yang

28

diselenggarakan The La Tofi School of CSR. Muzakir terpilih dalam kategori Pemimpin Pelestari Bumi. Selain Muzakir, tokoh lain yang mendapat penghargaan adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Walikota Probolinggo HM Buchori, Presiden dan CEO PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar, Direktur Utama PT Sidomuncul Irwan Hidayat, Direktur PT Summarecon Agung Tbk Liliawati Rahardjo, Pendiri Sahabat Alam Adeline Tiffranie Suwana dan Ketua Umum Bike 2 Work Indonesia Toto Sugito. Penyerahan penghargaan Pemimpin Pelestari

Bumi dilaksanakan di Hotel Kempinsky, Jakarta, pada 25 Juni 2013 lalu oleh Wakil Menteri Perindustrian, Alex SW Retraubun. Selain memberi penghargaan kategori Pemimpin Pelestari Bumi, IGA tahun ini juga memberikan penghargaan untuk beberapa kategori lainnya seperti Pelestari Sumber Daya Air, Pelestari Energi Terbarukan, Pelestari Hutan, Pelestari Keanekaragaman Hayati, Pelopor Pengolahan Sampah, Pelopor Pencegahan Polusi, Pelopor Pengembangan Pangan, dan Pelestarian Nilai Luhur Komunitas.

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK OTONOMI

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

29


TOPIK OTONOMI Untuk penghargaan tertinggi di bidang lingkungan pada IGA Award 2013 diberikan kepada Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Prof Emil Salim. Menurut La Tofi, Chairman The La Tofi School of CSR, penghargaan lingkungan tertinggi dalam IGA ini diberikan kepada Emil Salim karena jasanya yang luar biasa dalam mengembangkan konsep pembangunan berkelanjutan yang menjamin kelestarian lingkungan dalam harmoninya dengan kehidupan sosial. Pada kesempatan itu, Emil Salim menyampaikan Pidato Bumi yang diamanatkan kepada para pemangku kepentingan. Dia menekankan, perusahaan harus membuat perubahan dengan tidak lagi berorientasi untuk mengeruk sumber daya alam, tetapi berbisnis yang bisa memberi dampak pada perbaikan kondisi lingkungan dan masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan bisa menjalankan tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) secara lebih baik dan menguntungkan. Untuk Kabupaten Muara Enim , selain Bupati Muzakir Sai Sohar, perusahaan BUMN yang berbasis di Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) juga meraih penghargaan. Perusahaan tambang batu bara plat merah ini meraih penghargaan dalam kategori Pelestari Energi Terbarukan dari The La Tofi School of CSR. Penghargaan ini diterima oleh Direktur Utama PTBA, Milawarma. Penghargaan ini diberikan atas kepedulian dan dedikasi PTBA yang secara kontinu terus membantu memelihara lingkungan dan secara nyata turut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang pendidikan serta bidang pengembangan energi; seperti energi terbarukan yaitu pengembangan pembangkit listrik microhydro. Dengan semangat Visi PTBA “Menjadi Perusahaan Energi kelas Dunia yang perduli lingkungan� serta dukungan masyarakat sekitar untuk dapat mencapai target kinerja secara berkesinambungan, menuju PTBA Emas dan akhirnya menjadi The Great PTBA. Upaya yang dilakukan PTBA dalam mengembangkan bisnisnya patut dicontoh. Sudah waktunya bagi semua Negara, perusahaan dan masyarakat global untuk melakukan pendekatan ekonomi hijau dengan menjalankan ap-

30

likasi pembangunan berkelanjutan pada semua proses yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Untuk menjawab tantangan tersebut harus melakukan kegiatan ekonomi berkelanjutan

yang berbasis pada efisiensi sumber daya, memperhatikan kelestari lingkungan dan tetap memberikan profit bagi perusahaan maupun masyarakat sekitarnya. â˜ź Amri

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Milawarma (1)

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK OTONOMI

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

31


Foto-foto Dok: MT/Tedy

TOPIK SOSOK

Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti. MSc., PhD

Indonesia Semakin Diperhitungkan 32

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK SOSOK

I

ndonesia kembali diminta untuk menyampaikan hasil-hasil High-Level Pa-nel of Eminent Persons (HLP) mengenai agenda pembangunan pasca 2015. Kali ini dalam diskusi panel yang diselenggarakan United Nations Economic Commission for Europe (UNECE) di Jenewa, pada 3 Juli 2013. Permintaan ini disampaikan UNECE karena peran sentral Presiden RI dalam memimpin HLP. Apa sajakah hasil-hasil yang diperoleh Indonesia dalam diskusi panel tersebut? Dan, keuntungan apa sajakah yang diperoleh Indonesia dengan menghadiri diskusi panel tersebut? Berikut petikan wawancara Endang Dwintari Respati dari Majalah TOPIK dan fotografer Satria Setiadi dengan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, MSc., PhD. yang mewakili Indonesia dalam Sidang Substantif Dewan Ekonomi Sosial PBB (ECOSOC) 2013 yang digelar di Jenewa tersebut? Beberapa waktu lalu, Bapak menghadiri Sidang Substantif Dewan Ekonomi Sosial PBB (ECOSOC) 2013 di Jenewa. Bagaimana hasil dari kunjungan tersebut? Indonesia diminta untuk mempresentasikan bagaimana perkembangan tentang sistem pencapaian universal healt coverage yang merupakan jaminan kesehatan untuk semua warganegara. Jadi, pemerintah kita ini memiliki program yang akan dimulai pada Januari 2014 hingga 2019 dimana seluruh masyarakat di Indonesia sudah harus memiliki jaminan kesehatan. Artinya, kalau mereka jatuh sakit, tidak mengalami sebuah kesulitan apalagi jatuh miskin karena penyakit memerlukan biaya mahal. Nah, di dunia ini, yang kemarin ECOSOC juga dilaporkan oleh wakil dari Uni Eropa, setiap tahun antara 100 sampai 150 juta orang jatuh miskin gara-gara sakit. Di

Indonesia, sejak 2005 itu ada program namanya Askeskin atau Jamkesmas yang dikhususkan untuk orang yang tidak mampu, orang miskin dan hampir miskin. Jumlahnya sekarang sekitar 86,4 juta orang. Waktu pertemuan itu (ECOSOC), memang, Indonesia diapresiasi terutama dari sisi keterpaduan data yang waktu itu ditanyakan oleh negara Brazil, bagaimana mengembangkan atau meng-cover atau menjamin sektor informal? Ditanyakan oleh Dirjen WHO, Margaret Chan, mesti harus tahu datanya dulu, siapa yang masuk dan tidak. Tidak semua negara itu memiliki data yang bagus. Meskipun Indonesia masih ada kekurangan, tapi sudah cukup bagus karena kita sekarang sudah tahu by name dan by address orang yang memiliki penghasilan mulai dari yang terbawah, 40 persen, yang jumlahnya sekitar 96,7 juta orang. Jadi, seluruh program-program kementerian menggunakan data ini demi keterpaduan. Kalau dulu, BKKBN memiliki data orang miskin sendiri, Departemen Sosial punya (data) sendiri, Departemen Kesehatan punya sendiri. Nah, sekarang ini, semua sudah terpadu menjadi satu kesatuan. Sehingga ini menjadi satu kemajuan dan diapresiasi oleh Dirjen WHO.

tang Universal Health Coverage. Resolusi yang mempertimbangkan isu tersebut disusun oleh tujuh negara, salah satunya adalah Indonesia. Dan, pada saat itu, kebetulan saya yang mewakili Indonesia. Sebelumnya, kita juga mengikuti forum WHA dimana yang menjadi ketua delegasi adalah saya, dan pada waktu itu jarang terjadi kita terpilih sebagai vice president bagian Asembly. Sidang WHA yang dihadiri sekitar 192 menteri kesehatan seluruh dunia dimana saya yang memimpin sidang, salah satu agendanya adalah membahas vaksin polio. Kebetulan, Indonesia dengan Bio Farma-nya telah memproduksi, bahkan, mengekspor paling tidak ke 118 negara di dunia. Resolusi yang ada pada waktu itu, dianjurkan untuk tidak lagi memakai oral vaksin untuk penyakit polio. Apa yang terjadi kalau tidak lagi memakai oral vaksin? Sementara kita menjadi negara yang memproduksi oral. Kalau menyimak resolusi itu, artinya Indonesia tidak lagi bisa produksi. Selain itu, kita juga tidak bisa lagi ekspor. Ketiga, karena kita juga membutuhkan vaksin polio, maka kita harus beli dari negara yang memproduksi vaksin polio menggunakan injeksi alias alat suntik. Sementara, harga vaksin injeksi itu lebih mahal 50 kali lipat dari vaksin oral.

Apakah ada arahan khusus dari ECOSOC?

Dalam ECOSOC juga sempat dibahas mengenai air. Bagaimana pandangan Bapak?

Dari forum itu, tentu, WHO siap untuk bisa dijadikan partner, membantu baik secara teknis atau tidak. Tetapi, bagaimana pun keputusannya, terserah kepada negara masing-masing, bagaimana strategi bisa mencapai universal health coverage. Tapi, yang perlu saya sampaikan lagi bahwa Indonesia sebagai anggota dari foreign policy telah memberikan kontribusi dalam menyusun sebuah resolusi dan disetujui oleh PBB, yakni Resolusi Nomor 67-81-2012 ten-

Meskipun saat itu yang memberikan presentasi bukan dari Kementerian Kesehatan, tetapi jelas, bahwa dari delapan tujuan itu salah satunya adalah bagaimana akses air bersih. Di Indonesia sendiri, memang, belum semua rakyatnya memiliki akses ke air bersih. Tidak usah jauh-jauh, di dekat Jakarta ini juga kadang-kadang tidak semua orang bisa mendapatkan air bersih, layak untuk diminum, bahkan sungai pun di be-

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

33


TOPIK SOSOK

berapa tempat masih dipakai untuk cuci dan kebutuhan rumah tangga. Itu sangat tidak sehat. Sekarang ini, Kemenkes bekerjasama dengan Kementerian PU mencoba untuk bisa memberikan semacam fasilitasi yang arahnya adalah pemberdayaan masyarakat. Jadi, bagi masyarakat yang tertarik apabila disekitarnya ada sumber air, bisa mengajukan (proposal) lalu bisa membantu dengan PU. Termasuk juga menjadikan air kotor diolah menjadi air bersih. Menyinggung mengenai tugas dan program kerja Bapak sebagai Wamenkes? Tugas saya secara keseluruhan memang membantu Menteri. Tapi, ada tugas yang sifatnya spesifik, yakni masalah SDM, bagaimana SDM kesehatan di Indonesia ini bisa bagus. Mengenai pendidikannya, kualitas dokternya, distribusinya, dan sebagainya. Selain mengurusi SDM, saya juga ditugasi sebagai Ketua Pokja Persiapan Implementasi BPSJN bidang kesehatan. Adakah tantangan atau kesulitan Bapak dalam mengemban tugas? Menurut saya, kesulitannya itu hanya dua. Pertama, kesulitan mendapatkan kesepakatan karena sekarang jamannya demokrasi. Kedua, tantangannya adalah masalah ketersediaan dana atau

34

anggaran.

syarakat itu apa pak?

Berapa dana yang telah dianggarkan untuk Kementerian Kesehatan?

Satu, saya kira itu pemahaman tentang pentingnya kesehatan. Konsep kesehatan itu sendiri menjadi masalah berat. Karena saya lihat, setelah desentralisasi ini, beberapa pemerintah daerah ada yang sudah cukup bagus, tapi masih banyak juga yang tidak menaruh perhatian terhadap kesehatan. Padahal, kesehatan itu merupakan satu investasi. Mau maju, ya, mesti harus sehat. Mau produktif juga harus sehat.

Untuk saat ini sebesar Rp 34 triliun. Mengalami kenaikan dari sebelumnya yang berjumlah Rp 32 triliun. Apakah anggaran sebesar itu dirasa cukup untuk kinerja Kemenkes? Kalau saya ditanya, apakah cukup dana atau anggaran sebesar itu? Saya jawab, masih kurang. Karena menurut UU Kesehatan, paling tidak sebesar 5% anggaran diperuntukkan untuk bidang kesehatan. Sekarang ini masih berkisaran 2,3%. Masih jauh sekali. Menurut Bapak, bagaimana dengen SDM Kemenkes sekarang ini? Yang jelas, sudah lebih baik, meskipun belum dikatakan ideal. Pada zaman dulu, jumlah dokter masih sangat terbatas. Sekarang, sudah lumayan. Tapi, masih belum sempurna. Bagaimana dengan kualitas SDM yang ada? Saat ini, memang, sudah ada perbaikan. Kebetulan saya di IDI (Ikatan Dokter Indonesia) telah menyusun kompetensi dokter Indonesia. Masalah kesehatan yang umum di ma-

Mengenai masalah penempatan tenaga medis antara daerah perkotaan dengan pelosok itu kelihatan agak kurang seimbang. Bagaimana tanggapan Bapak? Itu betul sekali. Karena sekarang ini, dengan desentralisasi, kuantitas rekruitmen tenaga kerja untuk daerah itu, sebenarnya, menjadi tanggungjawab pemerintah daerah. Tapi, tidak semua Pemda itu memandang kesehatan sebagai prioritas, karena mereka juga memiliki kepentingan untuk merekruit pegawai yang lain. Untuk penempatan tenaga dokter di daerah, apakah pemerintah pusat juga memiliki anggaran tersendiri? Untuk mengatasi masalah itu, kita sifatnya hanya membantu. Kita telah memberikan beasiswa kepada lebih dari

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK SOSOK 3.500 dokter spesialis. Kita berikan beasiswa untuk dokter spesialis, terutama, yang berasal dari daerah itu sendiri, dimana dia (dokter bersangkutan) wajib kembali ke daerah asalnya. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, bahwa tidak ada perhatian dari pemerintah setempat terhadap masalah kesehatan khususnya bagi warga masyarakatnya. Padahal, ada tiga hal pokok yang menjadi perhatian, yakni ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Negara-negara yang sudah maju, perhatian terhadap masalah kesehatan itu luar biasa. Semakin maju suatu negara, semakin tinggi perhatiannya terhadap kesehatan. Sebaliknya, kalau sebuah negara atau daerah belum memberikan perhatian kepada masalah kesehatan, maka itu berarti suatu kemunduran. Adakah target dari Kemenkes khususnya dalam hal pengentasan masalah kesehatan ini? Itu jelas. Sebenarnya, angka kematian juga menjadi target kita. Kami menginginkan jaminan kesehatan, paling tidak, 80%. Di luar masalah kesehatan. Bagaimana Bapak memaknai Hari Kemerdekaan RI ke-68?

Bagaimana Bapak menumbuhkan rasa

nasionalisme di dalam keluarga dan lingkungan kerja? Saya sering mengatakan kepada keluarga atau masyarakat bahwa Indonesia itu sebenarnya secara kebudayaan dan secara keindahan alam mampu membuat bangsa lain terkaget-kaget. Kita memiliki produk-produk alam yang internasional. Tapi, karena mindset masyarakat kita yang istilahnya ‘inlander’. Sehingga, seringkali masyarakat kita lebih menyukai produk asing atau luar negeri. Itu pemikiran yang sangat salah. Dan kita harus bisa menghargai hasil karya bangsa sendiri. Saya bersyukur kepada Allah Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kesempatan, mungkin puluhan atau ratusan negara yang sudah saya kunjungi di berbagai belahan dunia. Saya melihat, Indonesia memiliki keindahan yang sangat luar biasa yang tidak dimiliki oleh negara atau bangsa lain. Sementara, orang kita sendiri sering mengagumi keindahan negara lain. Kalau kita berbicara kemiskinan, banyak negara yang jauh lebih miskin daripada kita. Dan, kita harus sadar dan bersyukur menjadi bangsa Indonesia. Kita negara dengan 17.000 pulau. Tidak ada negara lain yang sebanyak itu. Karena itu, bersyukurlah kita sebagai bangsa Indonesia tinggal di negeri yang kaya ini. â˜źâ˜źâ˜ź

Foto Dok: www.okefood.com

Setiap warganegara itu harus memahami dan memaknai dengan lebih seksa-

ma dan substansial dimana sekarang ini kita berjuang bukan untuk merdeka lagi, seperti yang dilakukan para pendahulu kita. Tapi, hari kemerdekaan itu mengingatkan kita untuk berjuang lebih keras lagi dalam rangka mengisi kemerdekaan itu. Jadi, tentunya, dari sisi fisik lebih mudah, tapi dalam sisi pemikiran dan kerja keras belum tentu lebih mudah karena kita harus bisa mengisi untuk mencapai tujuan kemerdekaan itu sendiri. Sekarang ini, kita berjuang tidak melawan penjajah, tapi kita harus mampu menggunakan otak, tenaga, kerja keras, kerja cerdas dengan strategi yang jitu, mengangkat derajat manusia yang diukur melalui tiga faktor yaitu kesejahteraannya baik, tingkat pendidikannya tinggi, fisik, mental, dan sosialnya sehat. Itulah sebagai dasar kehidupan bangsa yang, menurut saya, dapat mencerdaskan kehidupan bangsa, mensejahterakan masyarakat, persatuan dan pluralisme, serta keadilan. Keadilan itu sangat penting dan harus ditegakkan. Saya sendiri sejak dulu sudah concern terhadap sistem jaminan, karena sistem jaminan sosial merupakan distribusi akses. Jadi, saya memaknai HUT Kemerdekaan RI sebagai langkah kita mengingatkan bahwa kita ini memiliki tugas berat yakni mengisi kemerdekaan.

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

35


TOPIK EKBIS Mulai 1 Juli 2013 lalu, semua perjalanan commuterline di stasiun Jabodetabek sudah menggunakan kartu elektronik. Penerapan e-ticketing ini diharapkan bisa menjadi proses modernisasi perilaku masyarakat.

M

Dirut KAI Ignatius Jonan

enteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meresmikan penerapan sistem electronic ticketing (E-ticketing) dan multi trip kereta api di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Pada awal Juli 2013 lalu. Dahlan, yang juga kerap disapa DI ini, pagi itu menggunakan pakaian kebesarannya kemeja putih, celana bahan hitam dan memakai sepatu olahraga mengatakan, hari ini adalah hari bersejarah bagi perkeretaapian Indonesia. “Apapun, meski ada keluhan, hari ini sangat sejarah untuk melakukan modernisasi masyarakat dalam bertransportasi kereta api,” kata Dahlan di stasiun Manggarai. Dahlan menyadari, sistem ini tidak mudah diterapkan dan disosialisasikan pada masyarakat. Sehingga wajar bila banyak menemui kendala yang harus dibenahi. “KAI luar biasa, karena sudah berusaha memodernisasi sistem kereta, semua harus terbiasa pakai kartu. Saya menyadari satu minggu ini banyak masyarakat yang kagok dan tidak terbiasa dengan sistem ini,” ujar Dahlan. Apapun kendalanya, bekas dirut PLN ini menginstruksikan KAI untuk tetap bertahan sembari memperbaiki hal-hal yang masih belum sempurna. Dahlan bahkan berpesan, jangan sampai hanya karena cibiran satu atau dua orang, KAI jadi takut. “Jangan karena satu atau dua orang yang mengeluh di media sosial, twitter atau tv, trus KAI jadi gak berlakukan E-ticketing ini,” pintanya. Menurut Dahlan, sudah waktunya transportasi di Indonesia berubah lebih maju dan lebih baik lagi. Di samping itu, dia meminta semua pihak terkait, seperti PT Telkom dan PT LEN agar samasama membantu KAI mensukseskan

E_Ticketing Mudahkan Pengguna Jasa Commuterline 36

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK SOSOK

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

37


TOPIK EKBIS sistem E-ticketing ini. “Permintaan saya pada Telkom, tolong sistemnya diperbaiki lagi, supaya gak ada masyarakat yang komplain macet di gate masuk atau keluar. Saya juga sudah minta Dirut PT Len untuk benahi persinyalan,” pungkas Dahlan. Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan berharap masyarakat menyambut baik kartu electronic ticketing untuk transportasi kereta api Jabodetabek. “Kami harap masyarakat menyambut baik ini. Karena kalau tidak pakai tiket ini, harga tiket harus sama semua jauh dekat. Tapi, dengan kartu ini, harga berbeda jauh dekat. Target kami mendorong masyarakat untuk naik Bekasi-Bogor supaya ada masyarakat penumpang yang ingin naik,” kata Jonan. Jonan memastikan, penggunaan tarif progresif dengan e-ticketing membuat biaya perjalanan KRL jauh lebih murah. “Pengguna jasa KRL hanya perlu membayar Rp 2.000 untuk lima stasiun pertama, dan Rp 500 untuk setiap tiga stasiun berikutnya,” kata Jonan. Jonan memastikan, melalui penerapan tarif progresif ini, seluruh harga tiket untuk perjalanan KRL jauh lebih murah. Misalnya, tarif progresif Jakarta-Bogor yang sebelumnya Rp 9.000 menjadi Rp 5.000 setelah tarif progresif. “Penghitungan penarifan berdasarkan jumlah stasiun dilakukan untuk sistem penarifan lebih adil,” ujarnya. Dia juga menjelaskan, sistem eticketing ini diterapkan di 66 stasiun Jabodetabek-Maja dengan dua jenis tiket yakni tiket kartu single trip (satu kali perjalanan) dan tiket kartu multi trip (berlangganan) dengan sistem potong saldo sesuai perjalanan. “Jadi, supaya lebih mudah, alangkah baiknya pengguna jasa menggunakan kartu multi trip agar tidak mengantre di loket,” imbuh Jonan. Dengan peresmian tersebut, mulai 1 Juli 2013 lalu, semua perjalanan commuterline di stasiun Jabodetabek sudah menggunakan kartu elektronik. Dahlan Iskan mengatakan, penerapan e-ticketing ini bisa menjadi proses modernisasi perilaku masyarakat. Semua masyarakat, kata dia, harus mulai membiasakan diri dengan sistem yang modern. “Siapa pun, orang awam sekalipun, harus dibiasakan menggunakan sarana yang modern. Hari ini kita mulai memodernisasi masyarakat,” kata Dahlan. Dia mengilustrasikan salah satu stasiun kereta di China. “Stasiun di Tiongkok dulu sama kumuhnya dengan stasiun yang ada di Jakarta. Namun, pemerintah Tiongkok memaksa untuk menerapkan sistem elektronik pada semua penum-

38

pang. Sekarang, kata dia, masyarakat desa di Tiongkok sudah terbiasa menggunakan tiket elektronik,” tutur Dahlan. PT KAI sendiri memperkirakan, pada minggu pertama penerapan e-ticketing ini akan banyak masyarakat yang masih bingung berhadapan dengan perangkat elektronik yang digunakan untuk menunjang sistem e-ticketing. Di Stasiun Manggarai sendiri, tempat launching e-ticketing, penerapan kartu elektronik terpantau berjalan baik. Penumpang dengan tertib melewati gate yang dijaga oleh petugas. Meskipun ada beberapa warga yang masih kebingungan dengan adanya sistem baru tersebut. Salah satu warga pengguna commuterline, Sri, mengaku masih kebingungan dengan adanya sistem yang lebih modern itu. “Ya, masih bingung. Tapi, tadi dikasihtahu, tiketnya ditempelin,” kata dia. Namun demikian, ia mengaku senang dengan tarif baru yang sekarang lebih terjangkau. Penumpang lain, Nurul mengaku sudah mengerti cara menggunakan e-ticketing. Dia bahkan merasa dimudahkan dengan adanya tiket elektronik tersebut. Sebab, kata dia, transaksi menjadi lebih praktis dan tarif juga lebih terjangkau. “Cuma pelayanan dari petugasnya saja yang kurang ramah,” ujar dia. Sebetulnya, mulai 24 Juni lalu e-ticketing dengan sistem Multi Trip telah mulai diberlakukan dengan penjualan kartu perdana yang dibanderol dengan harga Rp 33 ribu. Namun, pada hari peresmian, kartu perdana dijual dengan harga Rp 50 ribu. Manager Komunikasi PT KAI

Commuter Jabodetabek (PT KCJ) Eva Chairunisa beralasan kenaikan harga tersebut untuk memudahkan konsumen dan petugas loket dalam bertransaksi. Kemudahan itu, agar tidak sulit dalam masalah kembalian uang saat membeli tiket. “Sebenarnya untuk mempercepat pembelian. Kalau Rp 33 ribu kan ribet pakai kembalian, jadi kalau Rp 50 ribu lebih mudah dan cepat karena dapat menggunakan yang pas,” kata Eva saat ditemui di sela peresmian e-ticketing. Eva menambahkan, pemberitahuan juga telah dilakukan terkait harga penjualan yang berubah menjadi Rp 50 ribu. Dengan harga Rp 50 ribu, pembeli mendapatkan kartu e-ticketing beserta saldo 30 ribu. “Nantinya, kartu tersebut dapat digunakan untuk perjalanan dengan saldo minimal 7 ribu,” katanya. Mengenai antrean yang terjadi pagi ini di beberapa stasiun, Eva menganggap hal tersebut adalah kewajaran karena penerapan sistem baru. Seperti kata Dahlan Iskan, ini merupakan sejarah baru perkeretaapian di Indonesia dan masalah ini perlu adaptasi. Yang jelas, dalam penerapannya, PT KAI harus profesional, sehingga masyarakat merasa terbantu dengan adanya sistem baru ini, bukannya malah makin repot. Jika masyarakat lebih nyaman tentu akan semakin banyak masyarakat yang akan menggunakan moda transportasi publik ini. Sehingga, jika saat ini pengguna kereta api mencapai 460 ribu penumpang per hari, dengan sistem baru ini lebih banyak lagi masyarakat yang menggunakan kereta api. ☼ Amri

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK SOSOK

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

39


TOPIK EKBIS

Boeing 777-300ER Jenis Pesawat Baru Di Armada Garuda

Berbagai Fasiltas manjakakan Penumpang First Class Caruda

Garuda : Pesawat Baru, Layanan Baru PT Garuda Indonsia (persero) Tbk secara resmi menyambut anggota terbaru dalam jajaran armadanya. Pesawat state of the art Boeing 777300ER resmi di perkenalkan pada masyarakat di hanggar 2 Garuda Maintenance Facilietis (GMF) AeroAsia , 2 Juli 2013 lalu.

P

ada kesempatan itu, Garuda juga meluncurkan layanan First Class yang merupakan layanan premium dengan konsep layanan yang mengedepankan keramahtamahan Indonesia. Acara penyambutan pesawat dan peresmian layanan first class itu dihadiri antara lain oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Perhubungan E.E Mangindaan, Menteri Kominfo Tifatul Sembiring, Menteri Perindutrian MS Hidayat, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu, para duta besar Negara sahabat serta potential first class passengers. Dari total 10 unit pesawat Boeing yang dipesan, tahun ini Garuda akan menerima empat pesawat Boeing 777300ER. Dua armada yang diterima pada Juli ini akan melayani rute penerbangan Jakarta-Jeddah terhitung mulai Juli dan Agustus 2013. Dua pesawat Boeing 777-300ER berikutnya akan didatangkan pada akhir tahun ini untuk melayani penerbangan Garuda rute baru yakni Sydney-Jakarta-London. Tiga armada lainnya dijadwalkan tiba tahun depan

40

dan tiga sisanya pada 2015. Boeing 777-300 ER memiliki kapasitas kursi sebanyak 314 penumpang dengan 8 kursi untuk first class, 38 kursi untuk business class dan 268 kursi untuk economy class. Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, mengatakan, pembelian Boeing 777-300ER ini merupakan bagian dari program pengembangan armada untuk peningkatan kapasitas dan pengembangan jaringan penerbangan rute jarak jauh serta bagian dari langkah perseroan untuk menjadi global player. Pada 2015, Garuda Indonesia dan anak usahanya, Citilink akan mengoperasikan 194 pesawat Boeing 737-800NG, A330300/200, Boeing 777-300ER, dan A320 dengan rata-rata usia di bawah 5 tahun. Pesawat Garuda Boeing 777-300ER juga dilengkapi dengan fasilitas koneksi internet melalui WiFi dan exTV atau siaran televisi langsung yang terdiri dari enam channel internasional, yaitu CNN International, BBC World, BBC Arabic, NHK World Premium, Euronews, dan CNBC. Fasilitas tersebut memungkinkan penumpang untuk terhubung den-

gan koneksi internet dan melanjutkan aktivitas bisnisnya dalam penerbangan, mengakses hiburan lainnya seperti menonton pertandingan bola di channel olah raga yang disiapkan, yang disiarkan secara langsung, serta hiburan lainnya. WiFi dalam pesawat Garuda ini menjadi yang pertama kali di maskapai penerbangan Indonesia. Pesawat Boeing 777-300ER merupakan pesawat terbaik di kelasnya yang telah meraih predikat “Best Aircraft” selama lima tahun berturut-turut dalam ajang “Leading Edge Awards”. Salah satu layanan yang juga dapat dinikmati pengguna jasa khusus untuk kategori “First Class” Garuda Indonesia adalah layanan “Chef on Board” di mana penumpang bisa memesan makanan spesial di ketinggian lebih dari 35.000 kaki dengan adanya koki khusus. Layanan ini tentunya akan mengubah kebiasaan penerbangan dalam negeri selama ini. Jika biasanya penumpang hanya dihadapkan pada pilihan yang sudah ada, dengan layanan special chef ini, penumpang dimungkinkan untuk merasakan pengalaman yang berbeda. ‘Jeroan’ Boeing 777-300ER ini adalah General Electric GE90-115B memiliki diameter yang sedikit lebih besar daripada diameter kabin Boeing 737. Mesin ini merupakan mesin pesawat dengan gaya dorong terkuat di dunia. Pesawat Boeing 777 ini sudah dilengkapi dengan sistem kemudi fly-by-wire. Sistem ini biasanya dipakai pada pesawat tempur. Fungsinya adalah untuk mengatasi gejala turbulensi yang terjadi pada saat pilot menggerakkan tuas kemudinya. Pesawat ini menggunakan layar LCD yang terpadu dalam bentuk glass cock-

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK EKBIS pit. Selain mendatangkan empat armada Boeing 777-300ER, Garuda Indonesia juga akan menerima tiga Airbus A330, sepuluh Boeing 737-800NG, dan tujuh Bombardier CRJ1000 NextGen. Menteri Perhubungan EE Mangindaan, menilai wajar bila Garuda terus menambah armadanya seiring terus menggeliatnya dunia penerbangan nasional yang selaras dengan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata sekitar 6 persen per tahun. Namun, dia meyakinkan bahwa pihaknya tetap akan berlaku adil dan tidak akan menganakemaskan Garuda dibanding maskapai lainnya yang beroperasi di Indonesia. World’s Best Economy Class 2013 Sejalan dengan keberhasilannya dalam melaksanakan program transformasi perusahaan, “Quantum Leap 2011 – 2015”, kinerja Garuda Indonesia semakin diakui di tingkat internasional. Setelah berhasil meraih “The World’s Best Regional Airline” pada tahun 2012 lalu, maka pada hari ini, Kamis (18/6), Garuda Indonesia kembali berhasil meraih predikat “World’s Best Economy Class 2013” dari Skytrax - lembaga pemeringkat penerbangan independen yang berkedudukan di London. Garuda

Indonesia berhasil mengalahkan kandidat lainnya yaitu Singapore Airlines dan Asiana Airlines. Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Garuda Indonesia juga berhasil meraih award “Best Economy Class Airline Seat 2013” dari Skytrax. Pencapaian ini merupakan milestone yang membanggakan pada tahun ini mengingat tahun lalu gelar ini diraih oleh Singapore Airlines. Garuda Indonesia pada tahun lalu berada di peringkat empat dari “The Top Five Economy Class Airline”, setelah Singapore Airlines, Qatar dan Asiana Airlines. Achievement ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan Garuda Indonesia dalam berbagai program peningkatan layanan yang dilaksanakannya. Penyerahan award sebagai “The World’s Best Economy Class” tersebut dilakukan bersamaan dalam acara pameran dirgantara terbesar dunia – Paris Airshow, oleh CEO Skytrax Edward Plaisted dan Richard Quest (CNN) kepada Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar pada acara yang dilaksanakan di Hall de la Cocarde, Air & Space Museum, Paris Airshow. Penetapan Garuda Indonesia sebagai The World’s Best Economy Class tersebut didasarkan pada “customer satisfaction survey” yang dilaksanakan secara

global yang melibatkan lebih dari 18 juta penumpang, yang terdiri dari 100 kewarnegaraan yang berbeda-beda. Survei dilaksanakan terhadap lebih dari 200 perusahaan penerbangan internasional terbesar hingga penerbangan tingkat domestik dan mengukur lebih dari 38 aspek produk dan layanan yang diberikan oleh perusahaan penerbangan. Survei dilaksanakan mulai bulan Juli 2012 hingga Juni 2013. Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar mengatakan bahwa terpilihnya Garuda sebagai “World’s Best Economy Class 2013” tahun ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen seluruh karyawan Garuda Indonesia dalam memberikan layanan terbaik kepada para pengguna jasa dan untuk mewujudkan visi Garuda menjadi “Global Player”. Berkat komitmen kuat manajemen dan karyawan dalam memberikan yang terbaik, kinerja Garuda Indonesia secara bertahap terus diakui di tingkat internasional; dan hal ini mendorong Garuda Indonesia untuk terus melanjutkan program “Quantum Leap 2011 - 2015” dimana Garuda Indonesia akan menjadi airline bintang lima, dan akan mengoperasikan 194 pesawat pada tahun 2015 nanti. ☼ Amri

Dirut Garuda Emisyah Sattar meresmikan pesawat garuda baru dengan layanan baru

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

41


TOPIK EKBIS Penguasaan aset perekonomian yang kecil dan bersifat individual akan menjadi faktor yang amat sulit untuk menciptakan disain besar, baik dalam konteks citacita personal maupun komunal. Untuk itu, dibutuhkan sebuah disain gerakan dakwah bil hal yang masiv untuk menjawab permasalahan ini yakni, Korporatisasi Usaha Individu Umat.

DI - Menerima Gelar Doktor Dari IAIN Walisonga Semarang Jawa Tengah

doktor kehormatan yaitu, Prof Dr H Nur Syams M Si yang merupakan Guru Besar IAIN Sunan Ampel Surabaya. Dibantu dua promotor (co-promotor) yaitu Guru besar UNS Surakarta Prof Dr H Pawito PhD, Guru Besar IAIN Walisongo Prof Dr Hj Iswati M Ag. Prof Dr Nur Syam Msi sebagai perwakilan senat dan promotor mengatakan, Dahlan dipandang sebagai sosok yang inspiratif. Serta memiliki talenta menulis yang baik. Tercermin dari karya tulis akademis yang sudah banyak menjadi rujukan. Selanjutnya, kata Nur, mantan Direktur Utama PT PLN ini juga mampu mengembangkan bisnis media Jawa Pos Group dengan cepat. “Dalam hal pemikiran, Dahlan mampu mengkomunikasikan setiap gagasannya yang implementatif juga pengambilan yang kontradiktif,” ujar Nur.

Dahlan Iskan : Kerja Keras Lebih Penting Dari Gelar

M

enteri BUMN Dahlan Iskan dinilai merupakan sosok inspiratif, memberikan kontribusi kepada bangsa, dan memiliki jiwa entrepreneur tinggi yang mengaitkannya dengan ajaran agama. Hal ini disampaikan Kepala Bagian Hu-

42

mas dan Protokoler Kementerian BUMN Faisal Halimi. “Tiga penilaian tersebut menjadi dasar pemberian gelar doktor kehormatan (Honoris Causa/HC) oleh IAIN Walisongo kepada Dahlan Iskan,” ujar Faisal. Promotor utama pemberian gelar

Penganugerahaan doktor kehormatan tersebut diikuti oleh sekitar seribu tamu undangan. Terdiri atas para mahasiswa IAIN, dosen, dan termasuk sejumlah pejabat BUMN. Sederet petinggi perusahaan milik negara hadir

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK EKBIS

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

43


TOPIK EKBIS pada kesempatan tersebut. Seperti Dirut Pertamina Karen Agustina, Dirut PT Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin, Dirut Jamsostek Alvin G Masasya, Dirut PT Pegadaian Suwhono, Dirut PT Semen Indonesia Dwi Soetjipto, Dirut PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana. IAIN Walisongo Semarang menganugerahkan gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa) bidang komunikasi dan penyiaran Islam kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan. Penganugerahan dilakukan melalui Rapat Senat Terbuka di Gedung Aula Kampus Tiga IAIN Walisongo, pada 8 Juli 2013. Dalam pidatonya, Dahlan Iskan banyak membicarakan hal-hal terkait dakwah dan cara berkomunikasi. Salah satu buktinya, dalam pidato ilmiah bertajuk “Dakwah bil Hal Korporasi Usaha Individu Umat Menuju Indonesia Maju” yang disampaikan, Dahlan dengan lugas menerangkan arti Dakwah bil Hal merupakan istilah yang muncul hanya di Indonesia, seperti halnya halalbihalal. Dalam pidatonya, Dahlan terlihat sangat konsen untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan. Dikatakan Dahlan, dakwah ini merupakan dakwah dengan perbuatan dan hasil nyata. Hal ini mudah diaplikasikan dalam berbagai bidang. Tantangan terberat, menurut Dahlan, adalah di bidang ekonomi. Selain itu, kata Dahlan, berdakwah juga harus mengikuti tuntutan zaman sehingga bukan hanya untuk menjawab persoalan masa kini melainkan juga masa depan. Sebab itu, dia banyak menyoroti masalah pengelolaan perekonomian di Indonesia. Negara ini, lanjut Dahlan, tidak bisa terlepas dari bidang pertanian dan peternakan sebagai mata pencarian terbesar masyarakat, namun tetap perlu ada upaya pengelompokan yang tentunya untuk kesejahteraan. “Kita punya problem mendasar untuk mayoritas umat Islam, khususnya di pedesaan. Sangat sulit merumuskan desain masa depan tanpa mengubah struktur yang ada. Terutama struktur ekonomi mereka,” jelasnya. Penguasaan aset perekonomian yang kecil dan bersifat individual akan menjadi faktor yang amat sulit untuk

44

menciptakan disain besar, baik dalam konteks cita-cita personal maupun komunal. Misalnya, ungkap Dahlan, kepemilikan sawah yang kecil-kecil pada akhirnya hanya akan jatuh ke penyewa besar. Kepemilikan ternak yang hanya satu dua ekor juga tidak akan bisa memberi dampak yang besar bagi peningkatan kesejahteraan dan kualitas kehidupan secara umum. Untuk itu, dibutuhkan sebuah disain gerakan dakwah bil hal yang masiv untuk menjawab permasalahan ini. Sebuah disain yang tidak hanya berorientasi kekinian, tetapi juga mampu menjangkau masa depan yang dia sebut Korporatisasi Usaha Individu Umat. Hanya saja, disain ini diperlukan pihak ketiga yang akan menjadi penjamin fasilitas pendanaan (avialis). Avialis bisa menjadi jembatan bagi individu pengusaha kecil untuk menjangkau pendanaan perbankan. Yang bertindak sebagai avialis tidak hanya sebatas individu tetapi bisa juga korporasi. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah korporasi yang didisain tidak semata untuk mengejar keuntungan, tetapi juga mengembangkan berbagai upaya untuk mendukung percepatan terwujudnya kesejahteraan rakyat. Melalui program-program khusus yang relevan, BUMN akan menjadi perintis pengembangan korporatisasi usaha individu ini. Di sela pidatonya, Dahlan juga mengatakan, jika ke depan ada hal yang tidak menyenangkan, ia meminta agar gelar tersebut dicabut. “Kalau ada yang tidak menyenangkan, cabut saja gelar ini,” katanya yang disambut tepuk tangan riuh hadirin. Sementara itu, Rektor IAIN Walisongo Semarang Muhibbin Noor mengatakan, sosok Dahlan Iskan sangat layak menerima penganugerahan tersebut. Gaya kepemimpinan dan komunikasi yang baik bisa diterima semua kalangan. Gaya komunikasi Dahlan itu dinilai bisa menjadi contoh bagi pendakwah-pendakwah muda. Meski bukan peneliti dakwah, Dahlan juga dinilai memiliki pemikiran-pemikiran yang berguna bagi masyarakat. Keputusan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang, yang menganugerahkan gelar Doktor Hono-

ris Causa (HC) Bidang Komunikasi dan Penyiaran Islam pada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, dinilai sudah tepat. Banyak kalangan berpendapat, Dahlan Iskan layak memperoleh gelar doctor tersebut. Antara lain, pemilik perusahaan Jamu Sido Muncul, Irwan Hidayat. “Saya rasa sudah sangat tepat, lihat saja tadi pendapatnya luar biasa dan dia memang keliatannya dapat sekolahnya di jalan,” ujar Irwan. Irwan juga mengapresiasi orasi ilmiah Dahlan Iskan yang tidak bertele-tele dan mudah dimengerti serta diterapkan. “Dia itu yang dibicarakan pikiran pengusaha, kalau dia caranya gak gini, maka gak akan maju, makanya dia minta cara itu, harus dirubah cara berpikirnya. Maka dia menganjurkan para pendakwah untuk menyiarkan kebaikan terus menerus di manapun,” tuturnya. Chairul Tanjung, pemilik usaha Trans Corp pun menuturkan hal yang sama. Dia juga menilai pemberian gelar ini sudah tepat dan diyakininya sudah melalui proses panjang. “Kita mengucapkan selamat, bahwa Pak Dahlan mendapat gelar doktor yang diberikan IAIN. Ini terbukti bahwa segala macam pertimbangan yang pada akhirnya memutuskan gelar ini pasti dianggap layak,” terang dia. “Pasti sudah tepat, karena Pak Dahlan ini pemikiran dan kerjakerasnya sungguh luar biasa, dia memulai semuanya dari nol,” imbuh Dirut PT Pegadaian Suwhono. Bukti lainnya, sangat layak memperoleh gelar ini, selain pidato ilmiahnya yang mendapat apresiasi yang tinggi, juga bisa dilhat di sepanjang jalan menuju gedung IAIN Walisongo sampai audiotorium. Ratusan karangan bunga menghiasi ucapan selamat yang ditujukan pada pria kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951 ini. Lalu, apa tanggapan Dahlan Iskan atas gelar tersebut. Tanpa bermaksud merendahkan gelar yang diperolehnya, Dahlan mengatakan, mendapatkan gelar tidaklah penting. Karena baginya yang paling penting itu adalah kerja keras. Dengan kerja keraslah keinginan bisa terwujud. ☼ Amri

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK EKBIS

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

45


TOPIK EKBIS

IT BUMN

“Teknologi Informasi untuk Transformasi Bisnis�

Semua BUMN didesak oleh Kementrian BUMN untuk terus meningkatkan implementasi Teknologi Informasi (TI) dalam mendukung daya saing dan tranformasi bisnis BUMN.

K

ebijakan tentang penetapan TI di lingkungan BUMN sudah menjadi concern dan prioritas Kementerian BUMN. Tahun 2011, Kementrian telah mengeluarkan kebijakan dengan menerbitkan Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor: PER-01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik pada BUMN mengamanatkan penerapan TI di BUMN. Kemudian, pada tanggal 18 Februari 2013 dikeluarkan Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-02/MBU/2013 tentang Panduan Penyusunan Pengelolaan Teknologi Informasi Badan Usaha Milik Negara. Panduan tersebut menga-

46

manatkan tiga hal penting yang harus dilakukan oleh semua BUMN, yaitu Masterplan TI BUMN, Tata Kelola TI BUMN, dan Sinergi TI BUMN. Masterplan TI, dibutuhkan untuk pengembangan dan pemanfaatan TI di masing-masing BUMN, sehingga selaras dengan strategi bisnis jangka panjang, menengah dan pendek perusahaan BUMN. Setiap BUMN diwajibkan untuk membuat Masterplan TI, paling lambat Pebruari 2015. Sedangkan untuk Tata Kelola TI, setiap BUMN diharuskan mencapai target, minimal maturity level 3, dalam 5 tahun kedepan, Kebijakan tata kelola TI yang baik

diperlukan agar pengembangan dan pemanfaatan TI menjadi efektif sehingga perilaku kerja yang berbasis TI dapat ditumbuhkan sebagai budaya yang kuat pada setiap level. Dengan demikian, diharapkan TI tidak lagi sekedar tools yang memfasilitasi percepatan proses bisnis secara rutin, namun juga menjadi enabler dalam penyelesaian permasalahan operasional perusahaan. Lebih jauh, TI diharapkan menjadi driver untuk berinovasi dan memperluas pasar perusahaan sebagai langkah transformasi. Kementrian BUMN juga memandang perlunya masing-masing BUMN menjajaki peluang sinergi sesuai kebutuhan.

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK EKBIS masi bisnis dan peningkatan daya saing melalui implementasi TI. CEO BRI dan CEO PT KAI, menjelaskan tentang Success Story Implementasi TI Mensukseskan Bisnis di BUMN-nya masingmasing. Sedangkan CEO Pertamina, memaparkan case Sentralisasi IT untuk Mendukung Transformasi Bisnis Holding PT Pertamina. ERP Go Live di TLCC Vietnam

Sinergi ini harus berpegang pada prinsip collaboration (saling menguntungkan), comoetitiveness (memberi nilai tambah berupa cost yang kompetitif) dan compliance (menjunjung tinggi aspek kepatuhan). Kebijakan ini dikeluarkan untuk mendorong BUMN dalam meningkatkan daya saing bisnisnya, termasuk untuk menyukseskan transformasi bisnis agar tetap mampu bersaing di era persaingan bisnis kedepan. “Selaku Pemegang Saham BUMN, Kementrian BUMN mengharapkan pengelolaan teknologi informasi di BUMN dapat dimanfaatkan secara optimal, terukur, terarah dan memenuhi prinsip-prinsip GCG. Oleh karenanya, setiap pimpinan BUMN, terutama Dirut dan Komut, harus memahami dan menyadari akan pentingnya terknologi informasi dalam mendukung pengelolaan BUMN yang profesional dan berlandaskan prinsip-prinsip GCG,” tegas Menteri BUMN Dahlan Iskan. Dalam acara ini, CEO Bank Mandiri menamparkan tentang strategi transfor-

formasi bisnis BUMN tidak akan berjalan baik tanpa dukungan dan komitmen pemimpin perusahaan, dalam hal ini Dewan Komisaris, Dewan Pengawas, dan Direksi. Kedua organ perusahaan ini berperan penting untuk memulai inisiatif perubahan, mulai dari pembuatan kebijakan, keputusan investasi TI, hingga pengawasan dalam implementasi dan pengelolaan TI. “Diharapkan target maturity level dari Tata Kelola TI BUMN dalam 5 tahun ke depan adalah minimal maturity level 3 sesuai dengan maturity level yang ditetapkan,” ujar Mahmuddin Yasin dalam acara Business Executive Gathering Kementerian BUMN dan BUMN, di Birawa Assembly Hall - Hotel Bidakara Jakarta awal Juli 2013. ☼ Amri

Dalam kesempatan tersebut, Dwi Soetjipto, CEO Semen Indonesia, melakukan Video Conference jarak jauh, untuk meresmikan “ERP Go Live” di Thang Long Cement Company (TLCC), Vietnam. Dalam Video Conference ini, John Samudra, CEO TLCC, menjelaskan kesiapan TLCC dalam menerapkan ERP di perusahaannya. Lebih lanjut Dwi menerangkan bahwa dengan ERP ini maka pengelolaan operasional dan keuangan TLCC akan terintegrasi dalam sistem TI Semen Indonesia. Dengan demikian, sebagai holding, Semen Indonesia akan dengan mudah melakukan monitoring dan cotrolling pengelolaan anak perusahaannya meskipun lokasinya berada jauh di negara IT BUMN Dirut Garuda Karen Agustiawan Saat memaparkan penting TI Di Pertamina lain. “Ini adalah contoh nyata impelementasi TI dalam mendukung pengelolaan bisnis Semen Indonesia,” jelas Dwi Soetjipto. “Tidak hanya itu, BUMN harus berpikir lebih kreatif untuk meningkatkan posisinya dalam persaingan, seperti menerapkan e-bussiness,” tambah Dahlan. E-bussiness semacam e-commerce, e-procurement, e-customers, dan eloyalty tidak dipungkiri, telah berkembang sebagai cara pandang baru dalam mekanisme bisnis di era glo- IT BUMN - Dirut KAI Menyampaikan Pengalaman KAI dalam Menerapkan IT balisasi informasi. Lebih lanjut, Wakil Menteri BUMN Mahmuddin Yasin, menyatakan bahwa pengelolaan TI perlu disertai peningkatan kompetensi sumber daya di BUMN. Teknologi informasi dapat memfasilitasi perubahan ke arah yang lebih baik, namun teknologi informasi tidak dapat dengan sendirinya menciptakan perubahan. Penerapan TI dalam TransIT - Dirut BRI Sofyan Basir menjadi Pembicara dalam Gathering BUMN

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

47


TOPIK KORPORASI

Danamon Peduli Lestarikan Ikon Budaya Lokal Marunda dipilih karena kawasan ini memilki dua ikon sejarah dan budayanya, yakni Rumah si Pitung dan Masjid Al Alam yang merupakan salah satu masjid tertua di Jakarta. Selain itu, Marunda juga merupakan kawasan yang memiliki potensi yang besar sekaligus menghadapi tantangan yang tak kalah besar pula.

Y

ayasan Danamon Peduli bersama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Kota Administratif Jakarta Utara, pada awal Juli menyelenggarakan “Pengukuhan Penggerak Masyarakat Marunda dan Peresmian Fasilitas Pelayanan Masyarakat” di kawasan Rumah si Pitung, Kampung Marunda, Jakarta Utara. Kegiatan ini merupakan salah bentuk dari kerjasama antara sektor swasta dan pemerintah atau public private partnership (PPP) Danamon dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dimana dana yang diberikan oleh kedua pihak untuk kegiatan tahun 2013 adalah sebesar Rp 1,17 miliar. “Melalui Yayasan Danamon Peduli, kami dengan bangga melaksanakan

48

program investasi sosial di kawasan Marunda. Hal ini sejalan dengan visi kami untuk peduli dan membantu jutaan orang mencapai kesejahteraan dan pada hakekatnya tujuan program ini adalah membangun kapasitas masyarakat agar dapat mengelola sumber daya dan segala potensi lokal yang ada. Sehingga, masyarakat sekitar dapat memperoleh manfaat dari sumber-sumber tersebut dan dapat memelihara lingkungan serta peninggalan sejarah dan budayanya,” kata Henry Ho , Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. Marunda dipilih karena kawasan ini memilki dua ikon sejarah dan budayanya yakni Rumah si Pitung dan Masjid Al Alam yang merupakan salah satu masjid tertua di Jakarta. Selain itu, Marunda

dipilih karena merupakan kawasan yang memiliki potensi yang besar sekaligus menghadapi tantangan yang tak kalah besarnya. Pengukuhan Penggerak Masyarakat Marunda ini dilakukan secara simbolis dengan penyematan ‘pin’ kepada 50 warga perwakilan kelompok penggerak Marunda oleh Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono, disaksikan serta pejabat dinas terkait Jakarta Utara, serta Henry Ho dengan manajemen Danamon lainnya. Turut hadir dan mendukung kegiatan ini adalah Pengurus Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES), serta para undangan lainnya. Bambang Sugiyono menyampaikan bahwa dalam setiap upaya pembangunan, peran aktif masyarakat tidak bisa tidak men-

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK KORPORASI jadi kunci sukses dari upaya tersebut. Oleh karenanya, para penggerak dapat bersungguh-sungguh menggalang dan mengajak warga berpartisipasi dan kontribusi secara efektif. Dalam acara yang sama dilakukan peresmian serta penyerahan simbolis lainnya yaitu: 1. Peresmian fasilitas sosial, antara lain: Posyandu, Aula Pertemuan Warga, dan arena bermain kanakkanak. 2. Pemberian kunci simbolik gerobak motor sampah kepada perwakilan anggota kegiatan kesehatan lingkungan. Dukungan yang diberikan adalah dalam bentuk berbagai pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga. Selain itu, Yayasan Danamon Peduli juga telah melakukan penanaman bakau dan penghijauan di kawasan yang sering mengalami banjir rob ini, dengan melibatkan aktif masyarakat dalam kegiatan pemeliharaan lingkungan. 3. Pemberian ‘Baju si Pitung’ kepada perwakilan kelompok budaya/seni, yang melambangkan dukungan pelestarian dan promosi budaya lokal, penyediaan sarana dan pera-

latan kesenian dan peningkatan sarana Galeri Pameran di kawasan Rumah si Pitung. 4. Pemberian Paket Usaha Produktif kepada perwakilan kelompok ekonomi, yang terdiri dari pemberian modal usaha, identifikasi potensi usaha serta pelatihan keterampilan dan pemasaran. Kegiatan usaha produktif mendapatkan dukungan dana sosial Qordhu Hasan (Qordhul Hasan merupakan dana kebajikan umat, dimana sumber dana dari Qordhul Hasan yang dimaksud di atas terkumpul dari sumbangan umat serta denda-denda keterlambatan para nasabah dalam membayar kewajiban sebagai nasabah pembiayaan dari Unit Usaha Syariah Danamon). “Potensi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia masih sangat besar. Melalui program ‘Gerakan Ekonomi Syariah’ (GRES!) yang diluncurkan oleh PKES. Diharapkan masyarakat Indonesia menjadikan ekonomi syariah sebagai pilihan yang menguntungkan, sehingga ekonomi syariah menjadi bagian signifikan dari perekonomian nasional. Program kerja sama yang kami lakukan di Marunda ini menjadi contoh nyata dari apa yang secara nasional hendak kita

gerakkan, momentum ini tentunya diharapkan dapat memberikan dampak yang positif pada usaha yang akan dijalankan masyarakat,” kata Herry Hykmanto, Pengurus PKES dan Direktur Danamon Syariah. Kerjasama Yayasan Danamon Peduli dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini juga melibatkan peran masyarakat. Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, Bonaria Siahaan, menuturkan, kesinambungan program ini dirintis mulai dari tahap perencanaan dan disain dengan cara berkoordinasi erat dan mensinergikan program dukungan Yayasan Danamon Peduli dengan program pembangunan daerah. Pihaknya juga melakukan dialog dan konsultasi dengan warga setempat guna memahami betul permasalahan yang dihadapi dan kebutuhan warga. “Dengan menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama, kami yakin bahwa hasil akhirnya akan efektif,” ujar Bonaria Siahaan. Melalui proses yang partisipatif ini, kata Bonaria,Yayasan Danamon Peduli membangun komitmen warga untuk bersama-sama melakukan upaya pemeliharaan lingkungan dan pelestarian serta promosi budaya lokal. ☼ Amri

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

49


Foto-foto Dok.: istimewa

TOPIK KORPORASI

Pertamina PHE ONWJ

Produksi Minyak PHE ONWJ Naik

P

HE ONWJ) yang merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) ini, pada semester I tahun ini, PHE ONWJ berhasil mencapai ratarata produksi harian sebesar 38.996 barel minyak per hari (BOPD) atau naik 22,9% dari rata-rata produksi minyak periode yang sama tahun lalu sebesar 31.735 BOPD. Angka ini telah melebihi 6% dari target WP&B Semester 1 2013 sebesar 36.816 BOPD. Sedangkan target produksi untuk tahun 2013 berdasarkan revisi WP&B 2013 adalah sebesar 38.000 BOPD. Begitu pula dengan penjualan gas yang pada semester I tahun ini mencapai sebesar 187 juta kaki kubik (MMSCFD) atau meningkat sebesar 16,5% dari penjualan gas periode yang sama tahun lalu sebesar 160,53 MMSCFD. Catatan ini juga telah melebihi 4,5% dari target penjualan gas pada WP&B semester 1 2013 sebesar 179 MMSCFD. Target penjualan gas berdasarkan revisi WP&B 2013 adalah 175 MMSCFD. “Kami akan terus berupaya meningkatkan produksi migas agar target produksi nasional dapat tercapai. Saat

50

ini kami terus berusaha melakukan pemeliharaan fasilitas agar kegiatan produksi tidak terganggu, termasuk salah satunya proyek LIMA Subsidence Remediation,� ujar Executive VP/GM PHE ONWJ Jonly Sinulingga pada akhir Juli 2013 lalu. Selain pemeliharaan fasilitas yang telah berusia tua, beberapa kegiatan dilakukan untuk meningkatkan produksi migas. Aktivitas yang dilakukan pada 2013 antara lain kegiatan seismic 3D di perairan Karawang, pemboran 22 sumur pengembangan dan 4 sumur eksplorasi, optimasi planned losses dan quick recovery & intervention of unplanned losses serta pengembangan lapangan baru seperti UL dan GG serta pengembangan lapangan YY dan FSB yang telah disetujui POD-nya oleh SKK Migas. Dalam menjalankan operasinya, PHE ONWJ selalu menerapkan standar keamanan dan keselamatan yang tinggi, sehingga kegiatan operasi tidak menimbulkan kecelakaan kerja. Hingga semester I tahun 2013, PHE ONWJ membukukan catatan 6,905,859 jam kerja tanpa Loss Time Incident (LTI) atau telah mencapai kumulatif sebesar 23.220.792 jam kerja tanpa LTI sejak 23 Desember

Capaian produksi minyak nasional hingga 99 persen dari target APBN belum pernah terjadi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, capaian produksi minyak nasional selalu dibawah 99%. Anak usaha PT Pertamina, Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berhasil membubukan peningkatan produksi minyak pada semester pertama tahun ini. 2011. Komitmen PHE ONWJ dalam pengelolaan lingkungan termasuk kegiatan pemboran dan well service-nya telah dibuktikan melalui pencapaian sertikasi Manajemen Sistem Lingkungan ISO 14001 di seluruh station yang di mi-

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK KORPORASI likinya. “Kami menyadari bahwa upaya peningkatan produksi migas selalu diikuti dengan banyaknya aktivitas yang dilakukan sehingga risiko keselamatan dan keamanan di sekitar area operasi cukup besar. Tapi kami selalu berkomitmen untuk melakukan kegiatan operasi yang aman bagi pekerja dan lingkungan,” ujar Jonly. Selain PHE ONWJ, ada 6 KKKS yang berhasil melampaui target APBNP 2013 yakni, ConocoPhillips Indonesia Ltd, Vico Indonesia, Medco E&P Indonesia (S&C Sumatera), PHE ONWJ, Chevron Pacific Indonesia, Medco E&P Indonesia (Rimau) dan ConocoPhillips (Grissik) Ltd. Dengan rincian sebagai berikut, ConocoPhillips Indonesia Ltd berhasil mencapai produksi minyak sebesar rata-rata 34.867 barel per hari dari target dalam APBNP 2013 sebesar 32.890. Vico Indonesia berhasil memproduksi minyak sebanyak 13.740 barel per hari dari target 13.010 barel per hari. Medco E&P Indonesia (S&C Sumatra) berhasil memproduksi minyak sebesar 6.841 barel per hari dari target 6.630 barel per

hari; Medco E&P Indonesia ( Rimau) berhasil memproduksi minyak sebesar 14.086 barel per hari dari target 14.060 barel per hari. Secara umum Penerimaan Negara dari pengelolaan indusri hulu minyak dan gas bumi (migas) pada semester I tahun ini mencapai 18,7 miliar dollar AS, atau lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebesar 18,4 miliar dollar AS. Sementara itu, produksi minyak per hari sudah mencapai 99 persen atau rata-rata 831.118 barel per hari dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2013 sebesar rata-rata 840.000 barel minyak per hari. Menurut Rudi Rubiandini, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) , pencapaian tersebut belum pernah terjadi dalam kurun waktu 3 tahun. “Capaian produksi minyak nasional hingga 99 persen dari target APBN belum pernah terjadi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir capaian produksi minyak nasional selalu dibawah 99%,” ujarnya.

Keberhasilan capaian produksi minyak dan penerimaan negara tersebut merupakan hasil kerja keras para pekerja di SKK Migas, seluruh pekerja Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS), pimpinan dan pekerja di Kementerian Energi dan Sumber Daya mineral dan seluruh pemangku kepentingan di industri hulu migas. Karena itu, kata Rudi, pihaknya memberikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan produksi minyak dan gas bumi nasional sehingga target penerimaan Negara dapat terlampaui. Meskipun masih banyak KKKS belum berhasil melampaui target produksi minyak yang ditetapkan dalam APBNP 2013, namun beberapa di antaranya sudah berhasil dengan sangat baik melampaui target tersebut. “Bagi KKKS yang masih belum dapat memenuhi target yang ditetapkan di dalam APBNP-2013 maupun target didalam Work, Program and Budget (WP&B), kita berharap mereka bisa meningkatkan kinerjanya agar produksi minyak nasional juga bisa terlampaui,” demikian tutur Rudi. ☼ Amri

Pertamina PHE ONWJ Jonly Sinulingga

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

51


Foto-foto Dok: istimewa

TOPIK KORPORASI

PTBA Bukukan Pendapatan Rp 5,43 Triliun

V

olume penjualan batubara PT Bukit Asam (persero) Tbk pada semester pertama 2013 mengalami kenaikan sebesar 20 persen pada angka 8,81 juta ton dibandingkan volume penjualan periode yang sama tahun 2012 yang sebesar 7,36 juta ton. Sebanyak 53 persen atau 4,67 juta ton dari total volume penjualan tersebut untuk memenuhi permintaan ekspor sedangkan sisanya untuk mengisi pasar domestik. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Bukit Asam (PTBA) Milawarma di kantornya, 27 Juli 2013 lalu. �Total penjualan sebesar 8,81 juta ton itu merupakan kontribusi dari produksi dan pembelian semester pertama 2013 sebesar 8,21 juta ton, 6,66 juta ton berupa produksi dari unit pertambangan Tanjung Enim,� jelas Mila. Sementara, harga jual domestik tertimbang PTBA pada semester I pada 2013 ini tercatat sebesar Rp 611 ribu per ton atau mengalami penurunan 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan harga ra-

52

ta-rata ekspor sebesar US$ 76 per ton atau turun 18,7 persen dibandingkan tahun lalu. “ Penurunan ini disebabkan beberapa faktor, misalnya kondisi pasar batubara yang mengalami penurunan indek mencapai 20 persen,� ujar Mila. Dalam kondisi yang kurang menguntungkan tersebut, PTBA pada semester I ini masih mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 5,43 triliun. Angka tersebut turun 6 persen dibandingkan pendapatan yang sama tahun 2012. Namun, penurunan tersebut masih lebih kecil dibandingkan dengan perusahan kompetitor lainnya. Sedangkan Laba bersih untuk semester I 2013 tercatat Rp.0,87 triliun. Disisi lain, PTBA optimis bisa memenuhi target penjualan tahun 2013 yang dipatok sebesar 20,68 juta ton. Optimisme ini ditopang dengan peningkatan kapasitas angkutan batubara oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) setelah ada tambahan armada berupa 230 gerbong batubara dan 44 lokomotif yang telah beroperasi penuh pada bulan Juni

Dalam kondisi harga batubara yang mengalami penurunan, PTBA pada semester I ini masih mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 5,43 triliun. Angka tersebut turun 6 persen dibandingkan pendapatan yang sama tahun 2012. Namun, penurunan tersebut masih lebih kecil dibandingkan dengan perusahan kompetitor lainnya. 2013 ini. Dengan adanya penambahan armada angkutan tersebut, secara keseluruhan armada KA untuk angkuta batubara PTBA berjumlah 90 lokomotif dan 2.340 gerbong. Dengan rincian, 78 lokomotif dan 2.148 gerbong untuk angkutan dari Tanjung Enim menuju pelabuhan Tarahan, Lampung sementara sisanya 12 lokomotif dan 282 gerbong untuk jalur Tanjung Enim - Dermada Kertapati, Palembang.

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK KORPORASI Pada semester I 2013, realisasi angkutan batubara dari lokasi Tanjung Enim –Pelabuhan Tarahan Bandar Lampung dan Dermaga Kertapati di Palembang sebesar 6,22 juta ton dari 15,69 juta ton target angkutan tahun 2013. Angka tersebut mengalami kenaikan 31,8 persen dibandingkan realisasi angkutan tahun 2012 sebesar 11,9 juta ton. Dengan penambahan armada tersebut tentu saja akan terjadi kenaikan volume angkutan, sehingga PTBA yakin target akan terpenuhi. Proyek-proyek Pengembangan. Diiringi dengan peningkatan target angkutan kereta api eksiting oleh PT KA menjadi 22,7 ton mulai tahun 2014, PTBA juga melakukan peningkatan kapasitas Pelabuhan Tarahan dari sebelumnya sekitar 13 juta ton per tahun menjadi 25 juta ton sehingga dapat disandari kapal dengan bobot 150.000 DWT dibanding sebelumnya dengan kapasitas sandar 80.000 DWT. Untuk mendukung kehandalan operasional Pelabuhan, PTBA membangun PLTU 2 x 8 MW miliki sendiri yang saat ini pembangunannya telah mencapai 82% sehingga diharapkan pada triwulan keempat mendatang PTBA sudah bisa mengalihkan pemakaian daya listrik PLN yang digunakan selama ini ke tenaga listrik dari PLTU milik sendiri. Semenara itu, operasional penambangan dan sarana pendukungnya di Tanjung Enim sejak tahun lalu sudah beralih ke tenaga listrik milik sendiri yang dihasilkan PLTU 3 x 10 MW yang sudah dioperasikan sejak tahun lalu. Excess power dari PLTU 3 x 10 MW ini sebesar 6 MW dijual ke PLN dengan tariff sebesar Rp 787,2/kwh. Mengejar pertumbuhan produksi PTBA sekitar 50 juta ton pada empat tahun mendatang, PTBA melalui konsorsium anak perusahaan PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) mempersiapkan pembangunan jalur baru angkatan kereta api dari Tanjung Enim menuju propinsi Lampung dengan kapasitas 25 juta ton per tahun. Saat ini dalam tahap penyelesaian restrukturisasi kepemilikan saham pada anak perusahaan PT Bukit Asam Banko, perusahaan tambang sebagai produsen batubara yang akan memanfaatkan jalur transportasi kereta api ini. Kemudian proyek pembangunan PLTU Banjarsari 2 x 110 MW di Lahat, Sumatera Selatan, saat ini progresnya

sudah mencapai 52 persen. Berdasarkan progress proyek hingga saat, PLTU optimis bisa beroperasi pada Triwulan III tahun 2014. Dalam hal ini, PTBA merupakan pemasok tunggal bahan bakar batubaranya sebesar 1,15 juta ton per tahun. Sedangkan, untuk proyek pembangunan PLTU Banko Tengah 2 x 260 MW di Mulut Tambang di Tanjung Enim oleh anak perusahaan PTBA. Saat ini dalam tahap financial closure yang diharapkan selesai pada akhir tahun ini sehingga awal tahun depan pembangunan konstruksinya sudah bisa dimulai. Persiapan proyek PLTU Peranap 800-1.200 MW di Mulut Tambang di Peranap, Indragiri Hulu Riau saat ini masuk dalam tahap penyelesaian studi atau kajian penambangan untuk pasokan batu bara kajian untuk pembangunan konstruksi PLTU dan kajian untuk pembangunan transmisinya. Untuk menjalankan proyek ini akan dibentuk 3 anak perusahaan, masing-masing anak perusahaan untuk sektor pemasok bahan bakar batubaranya, sektor pembangunan konstruksi pembangkit dan sektor pembangunan jaringan listriknya, sebagian dari energi listrik yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ilstrik domestik dan separuhnya lagi untuk diekspor ke Malaysia melalui kabel bawah laut. PTBA juga masuk ke sektor bisnis Coal Bed Methane (CBM) di lokasi tambang PTBA di Tanjung Enim. Saat ini telah memasuki pada tahapan persia-

pan produksi gas yaitu tahap pengeboran sumur produksi percontohan ke-1, 2 dan 3 sudah diselesaikan dan memasuki tahap penyelesaian sumur produksi percontohan yang ke-4. Wilayah penambangan PTBA di Tanjung Enim memiliki cadangan CBM sebesar 0,8 triliun TCF. Berdasarkan progress saat ini, diharapkan tahun depan sudah mulai berproduksi dengan kapasitas 40 MMSCF per hari, atau setara dengan bahan bakar untuk pembangkit dengan kapasitas 200MW. Disisi lain, untuk menggenjot pendapatan PTBA saat ini sedang menjajaki proyek gasifikasi batu bara (Coal Bed Metan/CBN) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Saat ini proyek tersebut memasuki tahap pemboran sumur produksi. Mila menjelaskan, di wilayah pertambangan di Tanjung Enim memiliki cadangan CBM sebesar 0,8 Triliun Cubik Fet (Tcf). Dengan kegiatan pemboran yang berlangsung, diharapkan tahun depan sudah mulai berproduksi dengan kapasitas 40 juta kaki kubik per hari (Mmscfd) atau setara 200 Mega watt (Mw) bahan bakar untuk pembangkit. Saat ini, ada tiga sumur yang sedang tahap pemboran dan memasuki tahap penyelesaian sumur produksi percontohan ke 4. Saat ini pengembangan CBM tersebut dalam pola bisnis edit value. Pelaksanaan studi tengah dijajaki dengan menggandeng PT Pupuk Sriwijaya. â˜ź Amri

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

53


TOPIK NASIONAL

Nas- Hibah Air Minum - Bupati Muara Enim Bersama Kepala Daerah Penerima Hibah Air Minum untuk MBR

B

Baru 47,7 Persen Masyarakat Terlayani Air Bersih

upati Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar usai menandatangani perjanjian untuk penerusan program Hibah Air Minum tahap ke II dengan Menteri Keuangan bersama 66 kepala daerah lain di Jakarta pada 17 Juli 2013 lalu, kepada TOPIK mengatakan, bahwa bantuan dari Pemerintah Australia melalui AusAID sebesar 90 Juta dollar yang diterima Pemerintah Kabupaten Muara Enim ini sangat bermanfaat bagi peningkatan pelayanan air bersih di daerah ini, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “Target kita, 60 persen masyarakat pedesaan dan 80 persen masyarakat perkotaan akan mendapat layanan air minum yang higeinis sesuai standar kesehatan,” ujar Muzakir. Ya, secara nasional tingkat pelayanan air bersih masih di bawah standar , jika acuannya target yang ditetapkan secara global oleh MDGs (Millenium Development Goals) 2015, yakni rata-rata 68,87 % . “Secara nasional, hingga saat ini, hanya 47,71% masyarakat Indonesia mendapatkan air bersih yang layak,”

54

jelas Dirut PT Aqua Golden Missisipi, Parmaningsih Hadinegoro, ketika berbicara dalam seminar membahas air bersih di Indonesia, di Nusa Dua Bali, pertengahan Juni 2013 lalu. Sangat rendah dan masih jauh dari harapan. Padahal berdasarkan data Joint Monitoring Program 2010 dari UNICEF dan WHO, saat ini ketersediaan air bersih global mencapai 89%. Sayangnya, ya itu tadi, angka yang diraih Indonesia masih jauh dari rata-rata angka pelayanan yang ditargetkan. Tapi, seperti dikatakan Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar tadi, dengan bantuan dari pemerintah Australia ini, pelayanan bisa ditingkatkan, jangkauan dan sebaran masyarakat pemakai air bersih makin bertambah, dan akhirnya target rata-rata 68. 87 % dari MDGs tadi bisa dicapai daerah ini. Karena, sampai kini Indonesia masih disebut-sebut sebagai negara dengan layanan air bersih paling buruk di dunia. Padahal, kesulitan akses ke sumber daya air lambat laun akan menimbulkan kepunahan. Permasalahan air dan pangan yang mulai

menghantui ini perlu pendekatan sains dan teknologi. Executive Director Asia Pasific Centre for Ecohydrology yang juga peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Herry Harjono, menegaskan bahwa dalam pemanfaatan air perlu mempertimbangkan keberlanjutan sumber daya air. “Untuk membuat satu cangkir kopi saja, dalam proses pengolahannya memerlukan 140 liter air. Bahkan, untuk membuat satu unit komputer dibutuhkan 20.000 liter air,” kata Hery saat berbicara di seminar menyambut Hari Keanekaragaman Hayati (Kehati) Air dan Keanekaragaman Hayati di Bogor, akhir Mei 2013 lalu. Di samping itu, lanjutnya, setiap ton produk pangan membutuhkan air. Untuk 1 ton daging membutuhkan 15.500 liter air dan 1 ton beras 3.400 liter air. Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI, Bambang Sunarko, mengaku prihatin dengan kurang seriusnya pejabat di pemerintah memperhatikan persoalan ini, terutama terkait kebijakan pangan dan impor. Krisis air dan pangan akan

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK NASIONAL semakin serius dan ia menyayangkan, ketika krisis itu terjadi semakin serius dan nyata barulah ada tindakan. Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Siti Nuramaliati Prijono, mengungkapkan, tersedianya air berkelanjutan merupakan salah satu tantangan utama untuk pembangunan berkelanjutan. Ekosistem yang lestari di seluruh dunia akan menjamin ketersediaan air bersih bagi kehidupan manusia. Khususnya hutan dan lahan basah juga menjamin bahwa air bersih tersedia bagi komunitas manusia. Program Air Bersih dan Sanitasi Hampir 50 persen rumah tangga di wilayah perkotaan dan pedesaan di Indonesia kekurangan layanan-layanan dasar seperti ini. Sistem air bersih dan sanitasi yang baik akan menghasilkan manfaat ekonomi, melindungi lingkungan hidup, dan vital bagi kesehatan manusia. Masyarakat tidak selalu menyadari pentingnya kebersihan. Praktikpraktik kebersihan yang ada seringkali tidak kondusif bagi kesehatan yang baik, dan kakus tidak dipelihara atau digunakan dengan baik. Tingginya angka kejadian diare, penyakit kulit, penyakit usus dan penyakit-penyakit lain yang berasal dari air di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah tetap menjadi halangan yang seringkali terjadi dalam upaya meningkatkan kesehatan anak secara umum. Selain akses yang buruk terhadap air bersih, kegagalan untuk mendorong perubahan perilaku khususnya di kalangan keluarga berpenghasilan rendah dan penduduk di daerah kumuh telah memperburuk situasi air bersih dan sanitasi di Indonesia. Sebuah studi Bank Dunia yang disebarluaskan bulan Agustus 2008 menemukan bahwa kurangnya akses terhadap sanitasi menyebabkan biaya finansial dan ekonomi yang berat bagi ekonomi Indonesia, tidak hanya bagi individu tetapi juga bagi sektor publik dan perdagangan. Sanitasi yang buruk, termasuk kebersihan yang buruk, menyebabkan sedikitnya 120 juta kasus penyakit dan 50.000 kematian dini setiap tahun, dengan dampak ekonominya senilai lebih dari 3,3 miliar dolar AS per tahun. Sanitasi yang buruk juga menjadi penyumbang signifikan dari polusi air yang menambah biaya air yang aman bagi rumah tangga, dan menurunkan produksi perikanan di sungai dan danau. Biaya ekonomi yang terkait dengan polusi air oleh karena sanitasi yang buruk saja telah melampaui 1,5 miliar dolar AS per tahun. Tahun 2006, Indonesia kehilangan 2,3 persen produk domestik

bruto yang disebabkan oleh sanitasi dan kebersihan yang buruk. Sepanjang sejarahnya selama 10 tahun di Indonesia, IRD telah berada di garis depan dalam bekerja bersama masyarakat-masyarakat lokal untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur air dan sanitasi, mendidik penduduk mengenai kebersihan yang lebih baik, berkontribusi pada perlindungan lingkungan hidup, dan membantu masyarakat memperoleh pendapatan dari penyediaan layanan-layanan dasar. Dewasa ini, pemerintah terlihat kedodoran dalam memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi bagi masyarakatnya. Kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah daerah meluas meski telah memasuki musim penghujan. Di saat beberapa kota besar mengalami banjir akibat curah hujan yang tinggi, justru permasalahan krisis air bersih dan kelangkaan air sering melanda kota kota lainnya di Indonesia. Di lihat dari peta bumi dan geografinya, Indonesia seharusnya tidak terlalu khawatir terhadap krisis air bersih karena hampir sebagian besar wilayah Indonesia merupakan perairan. Ratusan sungai dan danau tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Berikut ini beberapa daerah yang terkena dampak krisis air bersih: 1. Bekasi, Jawa Barat. Sejumlah warga mengambil air untuk minum dan kebutuhan sehari-hari dari lubang yang digali di pinggiran sungai yang mengering di Ridogalih, Bekasi. 2. Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di 42 dusun di 18 desa yang tersebar di enam kecamatan, yakni Gemawang, Bulu, Jumo, Kandangan, Kaloran, dan Kranggan. 3. Cilacap, Jawa Tengah. Hingga saat ini, jumlah desa yang mengalami krisis air bersih telah mencapai 32 desa, tersebar di 12 kecamatan. Jumlah bantuan air bersih yang telah disalurkan sebanyak 408 tangki. 4. Provinsi Riau. Di daerah tersebut sangat sulit untuk memperoleh air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti minum, mandi dan mencuci. Terlebih di daerah tertentu seperti Duri, di mana air tanah yang didapat penduduk setempat, diperoleh dari dalam tanah dan telah tercampur dengan minyak. 5. Palembang, Sumatera Selatan. Kesulitan air dialami masyarakiat di pinggiran kota atau yang belum

tersentuh pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Musi. Sejumlah warga di kawasan Keramasan, Kertapati mengatakan, mereka sering mengalami krisis air bersih karena sumur dan aliran anak sungai Musi yang ada di lingkungan permukimannya mengalami kekeringan. 6. Kabupaten Gunungkidul, DIY. Warga yang merasakan krisis air bersih di antaranya adalah warga Kecamatan Tepus dan Tanjungsari. Mereka yang tinggal di dua kecamatan tersebut harus mendatangkan air bersih dengan cara membeli dari pihak swasta. Warga cemas akan persediaan air yang sudah menipis, mereka terpaksa membeli air tangki 5000 liter. 7. Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Krisis air bersih dialami warga Desa Karangsemi, Kecamatan Wungu. Puluhan keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih walaupun hanya untuk minum, karena air dari mengalir sekali dalam seminggu. Itupun air yang mengalir sangat sedikit sehingga tidak sebanding dengan kebutuhan warga. 8. Cianjur, Jawa Barat. Sekitar 300 keluarga di Kampung Tungaran, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami krisis air bersih setelah ambrolnya tumpukan sampah dan meluapnya aliran Sungai Cisarua di wilayah tersebut. Kalau sudah begini, krisis air bersih di mana-mana. Alangkah bijaksana apabila kita lebih peduli dengan lingkungan untuk menyelamatkan sumber air kita. Hal ini wajib dicanangkan dan dilakukan tindakan yang serius demi keberlangsungan generasi penerus kita. Dikarenakan sumber air dari tanah banyak mengandung bakteri, virus dan kotoran yang sangat merugikan bagi kesehatan kita. Maka memanfaatkan air dari sumber air tanah langsung sangat tidak dianjurkan.. Sangat dianjurkan kita lebih dapat memperhatikan air kita agar benar-benar aman kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan, salah satu solusi mendapatkan air bersih yang berkualitas adalah dengan menggunakan peralatan pemurnian air. Itu sebabnya, bantuan penyediaan fasilitas air bersih yang kini didapat 66 pemerintah daerah termasuk Pemkab Muara Enim, sangat bermanfaat, dan upaya keras Pemkab Muara Enim meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat ini, perlu diacungi jempol dan didukung. â˜ź Amri

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

55


TOPIK NASIONAL

Eyang Subur Main Film

Film ESMF Ungkap Kebenaran Sang Eyang Film produksi OMG Entertainment ini akan membuka mata untuk melihat kebenaran dari sudut pandang tokoh kontroversial Eyang Subur.

E

yang Subur, tokoh yang sempat panas disoroti oleh mediamedia beberapa waktu lalu karena perseteruannya dengan beberapa orang, menuai banyak hal seputar kehidupan pribadinya yang langsung menjadi buah bibir masyarakat Indonesia. Tak sedikit penilaian negatif dari sejumlah golongan masyarakat maupun individu pada akhirnya mengangkat nama Eyang Subur menjadi sosok kontroversial. Bahkan, kala itu, beberapa pihak sempat menggunakan nama Eyang Subur untuk mendompleng ketenaran lewat pemberitaan bahwa Eyang Subur akan main dalam sebuah film. Namun

56

sekarang, OMG Entertainmentlah yang akhirnya mendapat persetujuan langsung dari sang tokoh kontroversial ini untuk mengangkat kisah hidupnya ke layar lebar. Apakah semua desas desus yang ada ternyata benar, atau justru Eyang Subur yang merupakan korban dari berita-berita miring yang disebarkan oleh mereka yang ingin membesarkan namanya? Lewat film inilah, masyarakat dapat menilai langsung dan mengenal secara personal sosok Eyang Subur. Pada Senin 22 Juli 2013, bertempat di kantor OMG Entertainment di kawasan Patal Senayan Jakarta Selatan, Eyang Subur mengadakan acara syukuran produksi film ESMS. Acara tersebut

dihadiri tokoh dan sejumlah artis senior, diantaranya paranormal Permadi, Wieke Widowaty, Nenny Triana, Tessy Srimulat, Unang, dan H. Memed Mini. Dalam jumpa persnya, Eyang Subur menegaskan bahwa dia merasa perlu memulihkan nama baik atas isu maupun penilaian negatif terhadap dirinya, sehingga menjadikan alasan Eyang Subur untuk menerima tawaran bermain film. “Sebetulnya aku mikir-mikir ribuan kali untuk main film. Selama ini, saya kan dijelekkan. Saya nggak sangkut-sangkutin yang lain, ini untuk saya dan keluarga saya,� jelas Eyang yang didampingi istri pertamanya, Ibu Heri. Melalui film ESMS ini pula, pria berkacamata ini hanya ingin menyampaikan

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK NASIONAL pesan tentang kebenaran jati dirinya. “Terserah orang lain atau masyarakat luas mau menilai apa tentang diri saya,” ucapnya saat itu yang juga didampingi Ramdan Alamsyah selaku kuasa hukum Eyang Subur sekaligus produser film ESMS, sutradara Toto Hoedi, Hanoeng S. selaku associate producer, serta eksekutif produser Viktor LB. ESMF merupakan film semi-biografi dari sosok Subur. Beberapa peristiwa penting dalam hidup Subur seperti bisikan-bisikan gaib yang selalu menuntunnya, kebakaran besar di lingkungan Eyang tinggal, hingga masyarakat meyakini kalau Eyang memiliki kelebihan supranatural. “Film ini juga akan mengangkat sisi yang tak banyak diketahui orang. Kisah cinta Eyang Subur saat SMP, tumbuh remaja, sampai dugaan Eyang Subur datang ke guru cari ilmu atau memang pemberian dari Allah. Kami tonjolkan romansa kemanusiaan. Kami tidak menampilkan sosok yang berseteru dengan Eyang Subur,” tegas Ramdan. Menurut Ramdan, film yang akan mengangkat perjalanan hidup serta kisah nyata (true story) Eyang Subur rencananya akan diberi judul ‘Eyang Subur Antara Cinta dan Syareat’. Film ini berdurasi 90 menit, digarap usai lebaran dan saat ini masih akan menentukan pemain-pemain utama lain, di samping Eyang Subur sendiri beserta istri-istrinya. Ditambahkan Ramdan, banyak hal menarik yang perlu dipelajari dari sosok Eyang Subur. “Terutama dalam kapasitasnya sebagai kepala rumah tangga, ia punya kemampuan leadership yang bagus dan jadi panutan istri serta anakanaknya,” tutur Ramdan. Salah satu motif cerita Eyang Subur diangkat ke layar lebar ialah karena ingin menegakkan aturan sekaligus syiar agama Islam. Utamanya dalam urusan pernikahan. Perlu diingat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa tersendiri bagi Subur, untuk berpisah dengan empat dari delapan istri yang dimilikinya. “Terserah orang bilang apa, kami menegakkan fatwa MUI. Itu yang disodorkan ke masyarakat. Ada komitmen, dengan film ini kami syiar,” tandas Ramdan seraya menambahkan, untuk biaya produksi film semi-biografi Eyang Subur ini, pihak OMG Entertainment telah menyiapkan dana hingga Rp 10 Miliar. Sang sutradara Toto Hoedi meya-

kini bahwa film tentang Eyang Subur ini bakal mendapat perhatian masyarakat luas, karena banyak hal menarik dari kisah hidup Eyang Subur yang bisa diangkat. Ditambahkan Toto, film Eyang Subur akan lebih menekankan kilas balik tentang perkenalan Eyang dengan para istrinya. “Kasus ibu Ani juga diangkat. Dia terintimidasi pelecehan seksual selama SMP hingga akhirnya dinikahi Eyang. Lalu juga tentang istri pertama, ibu Heri. Ternyata dulu Eyang ngejarngejar dia. Setiap ibu Heri kemana, tibatiba Eyang ada di situ. Kemunculan dia buat kaget ibu Heri, ini kan satu romansa yang menarik,” paparnya. Bagi Toto, memfilmkan Eyang Subur merupakan tantangan besar. “Saya ingin lakukan eksplorasi tentang Eyang Subur. Setelah saya eksplorasi, banyak yang berbeda. Saya kaget karena halhal ini yang belum terungkap. Banyak hal di belakang itu, memperistri ini sesuatu yang menarik sampai akhirnya ada fatwa ini,” pungkas Toto, yang dikenal sebagai sutradara film horor. True Story Eyang Subur Sejak kecil, Eyang Subur bercita-cita menjadi seorang tentara, namun suatu hari, dia mendapat pengalaman spiritual yang begitu mendalam. Dan ternyata, seiring berjalannya waktu, pengalaman spiritual ini masih terus mengikutinya. Kehidupan percintaannya diawali pada masa remaja, saat Eyang Subur bertemu dengan wanita yang bernama Heri, yang kemudian menjadi isteri pertamanya. Namun, perjalanan cintanya tidaklah semulus yang diharapkan bagi Eyang Subur dan Ibu Heri yang kala itu berbeda status ekonominya. Namun tekad dan perjuangan tiada henti, akhirnya Eyang Subur dan ibu Heri berhasil membentuk sebuah keluarga. Akibat bujukan seorang teman, seperti kebanyakan keluarga lain, Eyang Subur dan Ibu Heri lantas hijrah ke Jakarta, berharap mendapatkan kehidupan yang layak. Namun, semua hanyalah pepesan kosong. Jadilah, Eyang Subur dan keluarganya hidup seadanya di Jakarta, berbekal kemampuannya menjahit. Saat usaha baru Eyang Subur ini dimulai dalam sebuah rumah kontrakan, bencana mulai berdatangan. Keempat anak Eyang Subuh sakit secara bergantian, selama berbulan-bulan, hingga akhirnya Eyang Subur harus merelakan usahanya demi merawat dan mengobati

anak-anaknya. Kehidupan mereka pun kian terpuruk. Eyang Subur pasrah, berserah diri kepada Alah SWT atas kehidupannya. Setiap malam ia berdoa memohon kesembuhan bagi anak-anaknya dan terus terjaga untuk merawat mereka. Sementara, siang harinya Eyang Subur tetap menjahit dan hal ini dilakukannya terus menerus hingga berbulan-bulan, sampai suatu ketika takdir itu pun datang dan merubah semuanya. Eyang Subur pernah dibilang gila oleh tetangga-tetangganya karena terlihat suka bicara sendiri. Tapi, Eyang Subur terus saja mengikuti nalurinya seakan sesuatu yang besar akan terjadi, hingga akhirnya pada tahun 1991 peristiwa kebakaran besar terjadi di kampungnya. Kebakaran itu menghanguskan seluruh isi kampung, kecuali rumah Eyang Subur. Rumahnya tetap utuh berdiri diantara lautan rumah yang terbakar di sekelilingnya. Keanehan ini segera menjadi pembicaraan panas kala itu. Kabar ini pun tersebar luas dengan cepat dan Eyang Subur dianggap memiliki kesaktian. Semua orang kemudian mencaricari Eyang Subur untuk sekedar meminta nasihat, maupun pertolongannya. Apa sesungguhnya yang terjadi pada saat kebakaran tersebut? Bagaimana sebenarnya kisah isteri-isteri Eyang Subur yang dinikahinya? Kenapa mereka semua ternyata begitu nyaman dan bahagia bersama Eyang Subur, bahkan hidup berdampingan dengan damai? Siapakah mereka ini sebenarnya dan ada apa dengan mereka sebenarnya? Mengapa Bu Ani, salah satu isteri dari Eyang Subur tidak mau bercerai dan keluar dari rumah Eyang Subur? Trauma apakah yang begitu mempengaruhi dirinya hingga begitu takut? Dan, bagaimanakah pengalaman spiritual yang mengikuti Eyang Subur sejak kecil itu? Semua akan terjawab di film ini. Sebuah tragedi dan kisah nyata berdasarkan penuturan langsung dari Eyang Subur dan keluarganya akan diungkap melalui film yang mengangkat tema perjuangan hidup seorang Eyang Subur. Seperti layaknya manusia lain yang mencari jalan lurus dan terbaik bagi dirinya sendiri maupun orang lain, Eyang Subur kerap kali mengatakan, “Wallahi, saya masih butuh bimbingan untuk tetap berada di jalannya Allah SWT.” ☼ N. Hakim/OMG ENtertainment

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

57


TOPIK HUKUM

P

Perusahaan Juga Bertanggung Jawab Pada P4GN

ersoalan narkoba saat ini bukan lagi masalah pemerintah, khususnya instansi terkait yang menangani kasus narkoba seperti kepolisian atau Badan Narkotika Nasional (BNN). Tapi sudah menjadi BNN Desak Keberadaan Satgas P4GN tanggungjawab seluruh elemen madi Lapas syarakat, termasuk dunia kerja, untuk ikut memberantasnya. Cara pandang Persoalan narkoba di Indonesia sudan berpikir sekarang sudah harus me- dah semakin pelik. Maka diperlukan mahami kalau narkoba adalah musuh pemahaman semua pihak tentang babersama bangsa Indonesia. Siapa pun haya narkoba, salah satu komponenwajib berperan aktif dalam ikut menyuk- nya di tingkat pegawai lembaga permaseskan Pencegahan Pemberantasan syarakatan (Lapas). Terlebih beberapa Penyalahgunaan Peredaran Gelap Nar- kasus narkoba terakhir berkaitan dekoba (P4GN), dan itu juga bagian tang- ngan lapas, yang membuat jadi sorotan gung jawab perusahaan. Pernyataan utama. Dengan alasan itu, pemikiran tersebut disampaikan Kasubdit Lingku- dan usulan secara teknis permasalahan ngan Kerja dan Masyarakat Direktorat narkoba di kehidupan lapas dibutuhkan Peran Serta Masyarakat BNN Dik Dik dari para pegawai lapas, dengan haraKusnadi, saat menjadi narasumber Fo- pan bisa memberikan solusi mencegah cus Group Discussion (FGD) peran serta lingkungan kerja dalam P4GN bersama PT KOI di Jakarta, Minggu (28/7). Sementara itu, rasa bahagia terlontar dari Ketua Penyelenggara Kegiatan, Chandra, yang mengatakan dengan kegiatan semacam ini begitu besar manfaat yang dirasakan. Terutama informasi yang mendetil soal bahaya narkoba. Bahkan, Chandra berkomitmen akan mengampanyekan pengetahuan yang telah diperolehnya kepada rekan sejawat di lingkungan kerjanya yang tidak sempat hadir dalam kegiatan. “Saya akan berperan aktif menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan bebas narkoba dengan mensosialisasikan bekal pemahaman saya tentang efek negatif narkoba kepada komunitas di tempat kerja,” paparnya seraya berharap agar ke depan program semacam ini dapat lebih terus digalakkan pada kehidupan dunia kerja, agar pekerja bisa terhindar dari peDik Dik Kusnadi, Kasubdit Lingjamas Dirpertamas BNN nyalahgunaan narkoba karena telah dibentengi dengan pengetahuan narkoba. peredaran narkoba lebih luas di lapas. Terpisah, Direktur Peran Serta MaPernyataan itu dikatakan Kasubdit syarakat BNN Brigjen Pol. Drs Siswandi Lingkungan Kerja dan Masyarakat mengatakan, bila lingkungan kerja harus Badan Narkotika Nasional (BNN) Dik steril dari narkoba supaya produktifi- Dik Kusnadi di Jakarta, Selasa (30/7) tas ekonomi berjalan baik. “Bagaimana dalam FGD bertema ‘Korban Narkoba bisa sejahtera kalau pekerja sebagai Terus Berjatuhan, Apa Yang Harus Kita tiangnya ekonomi sudah rusak dan tidak lakukan yang dilaksanakan Direktorat mampu berpikir baik karena telah meng- Jenderal Permasyarakatan Kementerian gunakan narkoba,” tegasnya. Hukum dan HAM bekerjasama dengan

58

BNN’. Ditambahkan Dik Dik, perlu segera pembentukan dan pembinaan Satgas Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lapas. Dengan adanya Satgas P4GN Lapas tersebut maka dapat segera dilakukan program kegiatan mulai dari sosialisasi, lalu pencegahan sampai tahap rehabilitasi soal narkoba di lapas. “Langkah persuasif kepada warga binaan soal narkoba yang sering terungkap marak di lapas pun dapat berjalan efektif dengan penuh pengayoman,” ujar Dik Dik. Kepala Rutan Salemba, Syamsul Hidayat, memaparkan bahwa pelaku kejahatan penyalahgunaan narkoba yang mengisi lapas sudah sa-ngat tinggi. Ia mengambil contoh kecil sebagai gambaran, dari 3259 napi yang menghuni Rutan Salemba, 55 persennya merupakan narapidana kasus narkoba. Besarnya angka tersebut dikarenakan belum tumbuhnya komitmen kesepahaman kebijakan politik bersama mengenai sangsi untuk bandar, pengedar dan pemakai serta kriteria siapa yang digolongkan dari ketiga aspek tersebut. “Masih banyak yang rancu pasalpasal aturan hukum antara bandar, pengedar dan yang hanya mengonsumsi narkoba,” jelas Syamsul. Secara terpisah, Direktur Peran Serta Masyarakat BNN, Brigjen Pol. Drs Siswandi mengatakan, keterlibatan pegawai-pegawai Rutan maupun lapas dalam turut membantu pemberantasan narkoba sangat dibutuhkan. Apalagi mereka yang biasa bertugas di Lapas Narkotika. “Mereka, petugas lapas, seharusnya, memahami kondisi peredaran narkoba di masyarakat umum sebab mereka setiap hari memantau pergerakan bandar dan pengedar di dalam lapas,” tandas Siswandi. ☼ N. Hakim/ Pertamas BNN

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK HUKUM

Ini Dia, 21 Jenis Zat Psychoactive Peregang Nyawa! 3. Methylone. Recreational drugs bersifat stimulant yang menyebabkan euphoria atau disphoria, susah tidur, halusinasi, menaikkan tekanan darah, hypertermia dan anorexia.

yang memiliki efek depresi, ketergantungan, rasa sakit yang kronis, menaikkan tekanan darah, susah tidur. Efek tersebut mirip dengan opiat dan cocain.

4. Mephedrone. Memiliki efek yang sama dengan MDMA, amphetamine dan cocain. Selain itu juga bersifat stimulant, euphoria, dilatasi pupil, susah berkonsentrasi, halusinasi, susah bernafas, menaikkan tekanan darah dan efek yang sejenis dengan ekstasi/MDMA.

14. DMA atau dimethamphetamine. Merupakan stimulant yang efeknya lebih rendah dibandingkan methamphetamine maupun amphetamine dengan potensi sedikit ketergantungan. Namun efek adiksi tersebut masih ada dan cukup membahayakan.

5. Pentedrone. Efeknya adalah stimulant dan bersifat psychoactive.

15. Synthetic Cannabinoids. Terdiri dari 60 jenis, dimana 2 jenis yakni JWH018 dan XLR-11 telah beredar di Indonesia.

6. 4-methyl-N-ethylcathinone. Sama halnya seperti pentedrone yaitu adalah stimulant dan tergolong entactogen drugs, yaitu yang bersifat psycoactive.

Brigjen Pol. Drs Siswandi, Direktur Peran Serta Masyrakat BNN

S

ebelumnya, telah dirilis sebanyak 14 jenis zat baru psychoactive yang telah diperiksa UPT Laboratorium Badan Narkotika Nasional, kini pada perkembangan terbaru kembali melaporkan 7 tambahan zat psychoactive yang sudah beredar banyak di Indonesia hingga awal Juli ini. Terhitung secara keseluruhan telah berjumlah 21 zat baru psychoactive yang sudah masuk ke Indonesia. Berikut penjelasan dari masing-masing psychoactive tersebut: 1. Benylpiperazine yang disebut sebagai recerational drugs. Memiliki efek euphoria dan stimulant. Akibat lainnya adalah persepsi terhadap warna, rasa, musik yang secara subyektif dapat berlangsung selama 4-6 jam. 2. Para-methoxymethamphetamine, merupakan recreational drugs bersifat stimulant dan memiliki kecenderungan menghasilkan beberapa kasus hyperthermia pada dosis rendah. Selain itu PMMA meningkatkan tekanan darah sehingga membahayakan kerja jantung.

7. N-ethylcathinone. Seperti pentedrone, yaitu efek adalah stimulant dan tergolong entractogen drugs yang bersifat psycoactive. 8. MDPV. Merupakan recreational drugs yang bersifat stimulant, efek euphoria, menaikkan tingkat kesadaran, menaikkan energi dan motivasi, menaikkan tingkat konsentrasi, menaikkan efek seksualitas, hilangnya keinginan untuk makan dan tidur. 9. JWH-018. Merupakan cannabinoid sintetik generasi pertama yang memiliki efek sama dengan mariyuana dan di otak menempati reseptor agonis cannabinoid. 10. XLR-11. Merupakan cannabinoid sintetik generasi ketiga yang memiliki seperti mariyuana dan di otak menempati reseptor agonis cannabinoid. 11. 2-CB. Merupakan recreational drugs yang berefek halusinasi dan stimulant seperti MDMA atau ekstasi. 12. DOC. Efeknya seperti amphetamine yang mempengaruhi tingkah laku dan persepsi di otak, meningkatkan efek visual penglihatan, menaikkan kewaspadaan terhadap suara dan pergerakan serta euphoria.

16. Synthetic Cathinones. Sudah ada 6 jenis zat masuk ke Indonesia, yaitu MDMC (methylone), 4-MEC, Nethylcathinone, pentedrone, 4-MMC (metedrone), MDPV. Dari keseluruhan zat sebanyak 44 jenis. 17. Phethylamines. Ada 6 jenis di Indo nesia hingga awal Juli, antara lain DMA, 2-CB, DOC, PMMA, 5-APB, 6-APB. Untuk jenis zat ini di dunia ada 58. 18. Piperazines. Sudah 3 jenis ditemukan peredarannya di Indonesia mencakup, benzilpiperazine -zat ini sejak 2007 sebetulnya sudah dilarang di Indonesia, chlorophenilpiperazine, trifluoro-methyl-phenilpiperazine. Zat psychoacative ini berjumlah semuanya 12 jenis. 19. Plant-based materials. Ada 2 jenis di Indonesia yaitu catha edulis dan mytragina speciosa. Sedangkan jenisnya sebesar 20 klasifikasi. 20. Ketamines. Zat ini sejak 2007 telah dinyatakan sebagai kriteria dalam golongan peraturan obat keras di Indonesia. 21. Miscellaneous. Sudah masuk ke Indonesia 1 jenis adalah methyltryptamine. â˜ź N. Hakim

13. Mitragyna adalah zat terkandung dalam daun tanaman ketum/kratom

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

59


TOPIK HUKUM

P

engarahan terkait bahaya narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) kepada Anggota TNI AD khususnya yang bertugas di Direktorat Topografi AD merupa-kan hal yang penting, sebab juga selaras dengan tujuan institusi untuk menciptakan lingkungan bersih dan bebas narkoba. Hal itu dikatakan Sekretaris Direktorat Topografi TNI AD M Giyanto di Jakarta, Selasa (30/7) di sela-sela kegiatan focus group discussion (FGD) peran masyarakat dalam melawan narkoba yang dilaksanakan oleh Direktorat Topografi TNI AD bekerjasama dengan BNN. “Kami setuju dengan langkah BNN turun ke lapangan memberikan informasi tentang dampak negatif narkoba ke kami, dari sini akan menambah pemahaman kami,” ujar Giyanto. Selain itu, sambung Giyanto, dengan bekal yang telah diterima prajurit di Direktorat Topografi AD dapat juga memacu upaya kesatuan dapat lebih berperan aktif dalam pemberantasan narkoba. Senada dengan itu, salah seorang peserta kegiatan yang juga anggota di Direktorat Topografi AD yakni Bambang menyatakan rasa terima kasihnya

pada BNN yang bersedia memberikan pengertian soal penyalahgunaan narkoba. “Walaupun ini sekadar langkah sederhana dan mungkin banyak orang memandang kecil, namun hal ini begitu besar manfaatnya terasa terlebih materinya tentang bahaya narkotika yang mengancam semua orang,” ucap Bambang. Bambang juga berkomitmen akan mengampanyekan anti narkoba di rekan-rekan prajurit lainnya dan lingkungan sekitar dari pengetahuan yang telah diterimanya dalam FGD. “Tujuan saya sebagai prajurit TNI AD juga sama, ingin memberantas narkoba,” tandasnya. Sementara itu, Kasubdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat Direktorat Peran Serta Masyarakat BNN Dik Dik Kusnadi mengingatkan bahwa masalah narkoba merupakan persoalan seluruh pihak. Menjadi tanggung jawab tiap komponen masyarakat untuk berperan aktif memberantas narkoba. “Tanpa kepedulian maka akan hancur semuanya karena narkoba,” terang Dik Dik. Pada kesempatan terpisah, Direktur Peran Serta Masyarakat BNN Brigjen

Pol Siswandi memberikan penghargaan besar pada Direktorat Topografi AD yang telah bersedia turut serta menjadi garda dalam cegah tangkal penyalahgunaan narkoba. “Saya berharap langkah yang dilakukan Direktorat Topografi AD sebagai contoh bagi instansi aparat lainnya untuk menuji Indonesia Emas 2015,” imbuh Siswandi. Komitmen Kimia Farma Anti Narkoba Kimia Farma telah melakukan kerjasama dengan BNN dua kali. Pertama, di awal tahun 2013 saat melakukan tes rambut dan tidak ditemukan satupun pegawai yang positif menyalahgunakan narkoba. “Kami berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan kerja kami agar tetap bebas narkoba,” ujar Pujianto, selaku Direktur Umum dan Human Capital Kimia Farma. Dik Dik Kusnadi, selaku Kasubdit Lingjamas BNN, pun berharap agar kegiatan FGD ini berlangsung dan dapat bermanfaat bagi para audien dan pekerja. “Untuk dapat disampaikan kembali kepada lingkungan masing-masing pekerja,” lanjut Dikdik. Peserta meminta agar BNN mem-

Direktorat Topografi AD Siap Berperan Berantas Narkoba

buat film pendek tentang ‘Bahaya Akibat Penyalahgunaan Narkoba’. Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui secara jelas tentang bahaya narkoba dan bisa disaksikan langsung melalui berbagai media visual di seluruh Indonesia. BNN diminta untuk membuat modul atau presentasi PPT yang dapat diunduh secara gratis, materi FGD BNN diusulkan untuk diajukan ke Dinas Pendidikan supaya ada Mapel (mata pelajaran) tertentu mengenai penyalahgunaan narkoba. “Pengaderan Agent of Change melalui seleksi dan ToT, dilakukan mulai dari tingkat masyarakat yang paling rendah seperti desa dan karang taruna,” tandas Pujianto. ☼ N. Hakim/ Pertamas BNN

60

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK HUKUM

T

Foto Dok.: Berita BNN Dengan Metro TV

ak mau ketinggalan dengan daerah lain, Pemerintah Kota Cirebon menegaskan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah Pemkot Cirebon untuk menghindari narkoba. Hal itu diungkapkan Walikota Cirebon, H. Ano Sutrisno, dalam kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba yang dilaksanakan oleh BNN (Badan Narkoba Nasional) di wilayah Kota Cirebon,bertempat di salah satu hotel berbintang di Kota Cirebon, Senin (17/6). Kegiatan sosialisasi kali ini mengusung tema “Peran Pemerintah Kota Cirebon Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mewujudkan

Media Harus Berperan Menjadi Garda Terdepan Informasi Narkoba Indonesia Bebas Narkoba 2015”. Tema tersebut tentunya sejalan dengan semangat Pemkot Cirebon untuk menjauhi menjauhi narkoba. Menurut Walikota Ano, narkoba adalah barang haram yang membahayakan yang akan menghancurkan kehidupan seseorang. Oleh karenanya Ano menghimbau kepada seluruh PNS dan secara umum masyarakat Kota Cirebon untuk menghindari narkoba dan jangan sampai mencobanya. “Jauhi dan jangan coba narkoba”, tegas Walikota. Lebih jauh Ano menegaskan, jika ada PNS aktif yang terlibat narkoba maka akan dipecat dan diproses secara hukum. Pemkot Cirebon bekerjasama dengan BNN siap menggelar tes urine untuk mengecek apakah para PNS aktif di seluruh perkantoran Pemkot Cirebon terlibat narkoba atau tidak. Sementara itu, untuk waktu pelaksanaan tes urine masih dirahasiakan untuk kesempurnaan hasil tes urine. “Kita siap gelar tes urine untuk cek PNS kita, apakah memakai narkoba atau tidak,” ujar Ano.

Sementara itu, Direktur Peran Serta Masyarakat ( Dir Pertamas) BNN Brigjen Pol. Drs Siswandi mendukung semangat dari Walikota Cirebon Ano Sutrisno tersebut dalam memerangi bahaya narkoba. “Saya dukung komitmen pak Ano. Dan saya siap fasilitasi Pemkot untuk tes urine narkoba,” tegas Siswandi. Cirebon Daerah Incaran Mafia Narkoba Wilayah III Cirebon (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) dinilai sebagai daerah rawan peredaran narkoba, yang melibatkan oknum penegak hukum dan pejabat pemerintahan. Ironisnya lagi, sasaran peredaran tak hanya masyarakat umum, melainkan kalangan pelajar SMP hingga mahasiswa. Dir Pertamas BNN Brigjen Pol Drs. Siswandi menegaskan, Wilayah III Cirebon yang meliputi empat kabupaten itu merupakan kawasan yang sangat rawan narkoba. Kerawanan itu dipengaruhi oleh letak geografis Cirebon di titik perbatasan lintasan. Cirebon menjadi daerah yang dilintasi para penduduk antara Jakarta - Surabaya, dan sebaliknya. Selain itu, Cirebon memiliki pelabuhan

yang cukup berpotensi. “Ada tiga kemungkinan di pelabuhan itu tenang. Tenang karena memang aman dan kondusif, tenang karena tidak diketahui masalahnya, dan atau tenang karena memang ditutup-tutupi para oknum. Kondisi ini yang harus kita bongkar dan ketahui,” kata Siswandi yang juga mantan Kapolres Cirebon Kota beberapa tahun lalu. Siswandi mensinyalir, para oknum itu hadir dari kalangan instansi pemerintah, para penegak hukum, dan masyarakat umum yang lebih luas. Lebih mengerikan lagi, sasaran penyebaran penyalahgunaan narkoba terfokus pada para remaja yang masih duduk di tingkat SMP, SMA, dan mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa. Siswandi berulang kali menegaskan, kondisi Cirebon sebagai daerah rawan narkoba. “Catat, Cirebon dan sekitarnya tidak hanya rawan, tapi sangat rawan. Dan kondisi kerawanan itu sudah berlangsung beberapa waktu lalu,” tegas Siswandi usai pertemuan di Hotel Zamrud, Jl. Wahidin, Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon, Senin (17/6). ☼ N. Hakim /Pertamas BNN

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

61


TOPIK HUKUM

Dedicate Your Life To Something

By: Prof. Dr. Suhandi Cahaya, SH, MH, MBA. Advocate-Curator-Mediator Consultant of Intelectual Property Rights-Expert WitnessLecutures of Law Faculty of Muhammadiyah Palembang and Jayabaya Jakarta. A. INTRODUCTION You were made by GOD and for GOD and until you understand that life will never make sense. What do I want to be? What should I do with my life? What are my goals, my ambitions, my dreams for my future? When I was young, I always thinking about the life. What is the meaning of life? How can we dedicate our life to something or to someone? The answer is life means only meaningless or life mean only vanity or life means only an empty dream. It is correct or not? It is depend on your view according to the writer. I live like a candle and it can be illuminate the people who are standing surround us that was the topics when writer preached at Bekasi Methodist Church dated 3 May 2013 with the priest Elisa Sagala, Sth. And before that the writer also preached at full gospel businessman Malaysia, Bima, and Solo. A lot of preaching can make writer happy because writer can convinced the people of GOD that did not make

62

any mistakes in their life even a small mistake and writer hope our life can be useful for other people if not we are only rubbish. B. DEDICATE YOUR LIFE TO SOMETHING You were made by God and for God and until you understand that life will never make sense. So he answered and said,” You shall love the LORD your God with all your heart, with all the soul, with all your strength, and with all your mind, and your neigbour as yourself.” What is the meaning of life? What do I want to be? What should I do with my lfe? What are my goals, my ambitions, my dreams for my future. Are we happy with getting as much money as we could by doing anything, even to the extent of cheating? Pushing it very low or maybe licking the top, or maybe we like to get as many wives as we could. If it is not a wife, maybe it is a boyfriend. A boyfriend who thinks that he is too handsome, that there are too

many women In his life. Maybe we are addicted to power, we want to be like a policeman, a prosecutor, a judge, who has power to retain someone according to KUHAP chapter I article 21: A retention is a placement of an accused in a specific place by an investigator or a prosecutor or a judge with its command, in relation to, and according to the methods ruled by the constitution. We do have an awesome Constitution and rules, however the enforcement of the law is always left behind or cannot be established. Why? Is it the corruption, collusion, and nepotism that cannot be taken care of by breaks the law? )Occupational crime, cited from Prof. Dr. Suhandi Cahaya, SH, MH, MBA., in my new book: Corporate Crime 2013) and I also would like to cite a very good opinion of Taverne (A Greek philosopher) that states,” Give me an honest and smart attorney, give me an honest and smart judge, even with the worst constitution, I will produce a fair decision.” In another story, we often see a

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK HUKUM woman who is obsessed with marrying a western guy because that woman always considers that a western guy is because that romantic, more handsome, and their children will become so much better having that guy as their father. But I think marrying a western guy would cause more anguish than happiness, because a western guy is easily get bored with his couple. Even with a western girl, he get bored easily, much less with local girl, it could be that in their eyes, the local girls are the beggars of love, therefore easily abused, will not put a flight. They do not realize that a lot of such cases are reported to the police. If the report is made to the local police, they would say that we should send the report to the County Police, and even when everything has been done, it takes a lot of time to actually process the case. Dedicate Your Life To Something, to know what counts and what doesn’t you have to know what you are dedicate your life to. There are, of course, no right or wrong answers to this one as it’s very personal choice - but it’s really useful to have and answer rather that not really knowing. As an example my own life has been driven by two things i.e.: a. Someone once told me that if my soul or spirit was the only thing I was likely to be taking with me when I went then it ought to be the best thing I had. b. My curious upbringing. The first one isn’t for me at least, in any way religious. It just struck a chord with me, triggered something. Whatever it was I was taking with me, then perhaps I ought to do a bit of work on it. Make sure it really is the very best thing about me. That got me thinking. How on earth do you go about that? The answer still is that I haven’t got a clue. I have esplored and experimented learned and made mistakes been a seeker and follower, read and observed and wrestiled with this great problem all my lfe. How do you go about improving your life on that level?? I think the only conclusion I have come to is to live as decent a life as possible to treat everyone with whom

you come into contact with respect and dignity it’s something to dedicate my life and it works for me. I got this topic when I was in Singapore on 10 April 2013, when I handled the case of a businessman woman who has cheated by His Subordinated who has worked more than years. When I learned that case, I have to admit that, I need to learn to enjoy life it self. Clients did not think about difficulties of lawyer they just think how they can take the money back from the cheater. I still remember at March 4th, 2005, when I was at Jimbaran Bali, and with me was my adversary, a western guy. We were at the beach wathing the sunset. It was gorgeous, hence a lot of foreigners come to that place. During that meeting, I could see that western guys, in their daily lives could enjoy more of this life. That guy enjoyed every ounce of that beer that he had, and they were very relaxed during that dinner. They did not getting hasty, we don’t thing now we can’t dedicate of life from nothing become something. It is different compared to our nation, where its people work day and night without getting tired and could not enjoy his/her life. Think about it, once he/she is stricten by a disease, or paralysed, everything will be over. Even when we are drinking beer, even though we drink a lot, but we still could not fully graps the enjoyment. The quality of life really determines one’s personality and independence/ freedom in life, the things that are sought after by western people as said by Franklin D. Roosevelt (1882-1945) President of the United States of America: In future days, which we seek to make secure, we look forward to a world founded upon four essential freedoms. The first is the freedom of speech and expression everywhere in the world, the second is the freedoms of every person to worship God in his own way everywhere in the world, the third is freedom from want, the fourth is freedom from fear. As long as our heart beats, as long as we still breath, we have an obligation to leard and stuty. We need to learn about life, and we need to study the knowl-

edge. Katherine states that: To learn, to desire, to know, to feel, to think, to act. This is what I want, and nothing else. That is what I must try for. Therefore, to enjoy this life we need to leard and study to achieve a better life quality for without those we are nothing but blind people, who see only darkness day and night. For everything, absolutely everything above and below visible and mirsible everything got started in him and find its purpose in him. Bertrand Russell states that: unless you assume is God, the question of life’s purpose is meaningless. Colossians chapter 1 verse 16, says that: For by Him all things were created that are in heaven and that are on earth, visible and invisible, wheter thrones or dominions or principalities or powers. All things were created through Him and for Him. C. CONCLUTION Many Christians people already breached the law because of suffering. The became evil for another people life, that is why writer from advocate become a preacher because writer has a heavy burden seeing this happened which already met in daily life. I hope this article can be useful for the people who has read it and always pray on glory for our Lord Jesus Christ even we known it is so difficult to understand God. Now I present this article for all of us. There is no intention to offend anyone, and let us learn and study together in this life. Let God considers our good deed and wisdom, things that we do for others. Or do we always cause trouble and anguish to our family and friends? And if such thoughts exist, I pray that the Lord will guide and lead him/her back to the right path. According to the writer we must learn about the under wisewords, it’s yardstick to measure How I’m Doing, What I’m Doing, and Where I’m Doing. Best Wishes, LAW OFFICE Prof Dr Suhandi Cahaya & Partners Jalan Gajah Mada No. 10 Lt. 2, Jakarta Pusat

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

63


TOPIK HUKUM

Perlu Sinergi Ormas dan BNN Ciptakan Lingkungan Bersih Narkoba

O

rganisasi masyarakat (ormas) harus berperan aktif dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Dengan diamnya ormas, sama halnya dengan membiarkan bangsa Indonesia runtuh. Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Peran Serta Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Siswandi saat memberikan pembekalan dan pengarahan rapat kerja Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (FOKAN) di Jakarta, Senin (15/7). Organisasi FOKAN sendiri terdiri dari beberapa LSM dan ormas yang berjumlah 25. Ormas dan LSM itu antara lain: SAN, Gandakrim, FBB, IKRW, FPKNHA, Geram, YKPI, Gepenta, FPPI, Gannas, Salam Bersih, FKDM, FIB,

64

PKJS, LP2TRI, SAKDN, GMDM, KNPI, Jaya Sakti, GRANAT, Wanita Kosgoro, SAPMA PP dan Anak Bangsa Centre Beraliansinya ormas dan LSM itu dalam FOKAN dengan visi yakni untuk terciptanya masyarakat Indonesia yang sadar dan bertekad melaksanakan upayaupaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Masih menurut Siswandi, gerakan masyarakat begitu penting saat ini dimana eskalasi penyalahgunaan narkoba sudah masuk kategori angka yang tinggi (lampu kuning). Pencegahan dan pemberantasan narkoba menjadi tanggung jawab semua pihak yang masih peduli masa depan negara ini, tegasnya. Kon-

tribusi dan kerjasama FOKAN, sambung Siswandi, akan sangat membantu BNN dalam memerangi narkoba. Cara pandangnya narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab BNN atau pemerintah saja. Tetapi semua unsur, termasuk masyarakat, harus terlibat menyelesaikan persoalan ini, papar Siswandi. Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal FOKAN Anhar Nasution mengucapkan terima kasihnya pada BNN yang bersedia memberikan petunjuk mengenai kinerja dan kerjasama antara ormas dan pemerintah. Anhar pun berharap semoga kemitraan antara ormas dan BNN dapat berjalan dengan baik seiring tujuan Indonesia bebas narkoba 2015. â˜ź

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK HUKUM

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

65


TOPIK HANKAM

Warga Kostrad Gelar Buka Puasa Bersama dan Nuzulul Qur’an 1434 H/2013 M

B

Pangkostrad saat memberikan sambutan pada acara buka puasa bersama dan peringatan nuzulul qur’an 1434 H

ertempat di lapangan Hitam Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad, Rabu(31/7/2013), warga Kostrad memperingati Nuzulul Qur’an 1434 H/2013 M dan buka puasa bersama serta menyantuni 1000 anak yatim piatu yang mengambil tema “Dengan Hikmah Nuzulul Qur’an tahun 1434 H/2013 M Kita Mantapkan Keimanan dan Ketaqwaan Prajurit TNI kepada Allah SWT sebagai Landasan Moral dalam Pelaksanaan Tugas dan Pengabdian”, dengan penceramah Bapak Ustaz KH. Drs. Hanafie Tamam. Hadir dalam acara ini, Pangkostrad Letjen TNI Gatot Nurmantyo, Kaskostrad Mayjen TNI Harry Purdianto, Pangdivif 1 Kostrad, Kasdivif 1 Kostrad, Irkostrad, Koorsahli, Perwira Ahli, para Asisten Kaskostrad, Lo Laut dan Udara, Kabalak Kostrad, para Asisten Kasdivif 1 Kostrad serta Komandan satuan jajaran Divif 1 Kostrad, Ketua beserta pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PG Kostrad. Dalam sambutannya, tak lupa Pangkostrad mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada segenap prajurit dan PNS Kostrad beserta ke-

luarga dengan harapan para prajurit dan PNS Kostrad menjadi prajurit yang bertaqwa serta semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ditegaskan Pangkostrad, ibadah puasa pada bulan suci Ramadhan, sesungguhnya mengandung beribu makna bagi setiap individu dan masyarakat. Ibadah puasa dengan segala ketentuan

yang telah ditetapkan, melatih diri untuk meningkatkan sikap dan perilaku patuh, taat dan disiplin dalam setiap aspek kehidupan. Sedangkan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, ibadah puasa dapat meningkatkan kepekaan dan kepedulian sesama manusia, terutama kepada saudara-saudara yang nasibnya kurang beruntung. Makna yang tersirat dalam ibadah puasa, sangat mendukung dalam pelaksanaan tugas dan sejalan dengan nilainilai yang terkandung dalam 8 wajib TNI. Pangkostrad juga menyampaikan bahwa menjadi insan yang beriman dan bertaqwa adalah tujuan akhir yang ingin dicapai dari pelaksanaan ibadah puasa dan ketaqwaan seseorang merupakan salah satu dasar dan syarat utama bagi terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas. Harapkan Pangkostrad kepada warga Kostrad, dengan momentum ibadah puasa menjadikan pendorong bagi segenap warga Kostrad untuk mewujudkan prajurit yang tangguh, panutan bagi warga masyarakat di sekitarnya dalam upaya menegakkan disiplin di semua aspek kehidupan. Di akhir sambutannya, Pangkostrad menekankan kepada prajurit dan PNS Kostrad hendaknya selalu menekankan prinsip ‘Berbuat yang Terbaik, Berani, Tulus dan Ikhlas’. “Sehingga apa yang kita lakukan adalah semata-mata karena Allah SWT,” tandas Pangkostrad. ☼

Buka bersama pangkostrad dengan warga kostrad

66

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK HANKAM

KOSTRAD Peduli Masyarakat Ancol Selatan

Foto Dok.:MT/Haris

M

enyambut Hari Raya Idul Fitri 1434 H tahun 2013, Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) bekerjasama dengan Dian Mandiri Foundation dan Obor Berkat Indonesia menggelar acara karya bakti sosial pada 30 Juli 2013. Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Staf Kostrad (Kas Kostrad) Mayjen TNI Harry Purdianto. S.IP., M.Sc. yang secara simbolis menyerahkan paket sembako dan kursi roda. Sebanyak 1.000 paket sembako langsung dibagikan kepada seluruh warga yang tinggal di RW 01, Ancol Selatan. Sedangkan kursi roda diserahkan kepada para manula. Selain Kas Kostrad yang membuka kegiatan, hadir pula pejabat Kostrad lainnya seperti Asren, Asintel, Kabalak Kostrad, dan para tamu undangan dari Polri serta jajaran Muspida wilayah Ancol Selatan, Jakarta Utara, khususnya RW 01. Tampak hadir, mantan Pangdam Jaya Mayjen TNI (Purn) Darpito. Selain pembagian paket sembako dan kursi roda, dilakukan pula pengobatan gratis bagi warga Ancol Selatan oleh dokter-dokter dari Kesehatan Kostrad, pengobatan mata dan pemberian kacamata plus minus sebanyak 300 buah bagi warga yang memiliki gangguan pada penglihatannya. Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di daerah Ancol Selatan saja, namun dilaksanakan juga kegiatan serupa di lingkungan satuan jajaran Kostrad. ☼

Komjen Pol Oegroseno

Resmi Menjabat Wakapolri

K

omjen Pol Oegroseno resmi diangkat menjadi Wakil Kapolri (Wakapolri) menggantikan Komjen Pol Nanan Soekarna. Polri menunjuk Irejn Pol Badrodin Haiti menggantikan posisi Oegroseno sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan atau Baharkam Polri. Acara serah terima jabatan (sertijab) dilaksanakan pada Jumat, 2 Agustus 2013, dipimpin oleh Kapolri Jenderal Timur Pradopo di Rupatama, Mabes Polri. Penunjukan Oegroseno sebagai Wakapolri berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor 557/V/tanggal 31 Juli 2013. Sementara, Komjen Pol Nanan Sukarna memasuki masa pensiun. “Pengganti Oegroseno dalam jabatan Kabaharkam adalah Irjen Badrodin Haiti yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Operasional Kapolri,” terang Kadiv Humas Polri Ronny F Sompie di Mabes Polri, Jakarta. Oegroseno yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1978 ini selama karirnya menduduki jabatan penting. Diantaranya pernah menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Tengah, Kepala Divisi Propam Polri, Kapolda Sumatera Utara, dan Kepala Lembaga Pendidikan Polri. Oegroseno yang merupakan putra dari Brigjen Pol (Pur) Rustam Santiko ini menjadi Kabaharkam sejak 27 Desember 2012. Sebelumnya, pria kelahiran Pati, Jawa Tengah, pada 17 Februari 1956 itu juga masuk bursa Calon Kapolri. ☼

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

67


TOPIK EVENT

Foto-foto Dok.: MT/Adang S.

POCARI SWEAT Perkenalkan Pocarian+ Program Apresiasi Untuk Pocarian

P

ocari Sweat memperkenalkan program Consumer Relationship Management(CRM), yakni Pocarian+ yang merupakan program CRM pertama diadakan oleh Pocari Sweat sekaligus menjadikan Pocari Sweat sebagai brand FMCG pertama di Indonesia. Menurut Ricky Lim, Product Marketing Manager Pocari Sweat, “ Pocarian+ merupakan wujud dari komitmen Pocari Sweat yang terus melakukan inovasi dalam dunia digital. Potensi terhadap perkembangan dunia digital dan mobile phone membuat Pocari Sweat berinisiatif untuk menginisiasikan CRM yang pertama dalam platform digital yang terintegrasi dalam mobile phone dalam bentuk mobile application yang merupakan wadah bagi konsumen atau Pocarian untuk dapat berinteraksi secara langsung dan semakin dekat dengan Pocari Sweat serta dapat mengetahui informasi terbaru dari Po-

68

cari Sweat”. Melalui social CRM ini, Pocari Sweat ingin memberikan sarana bagi konsumennya untuk dapat menikmati penghargaan dengan cara yang lebih mudah. Sejak diperkenalkan pada bulan Februari 2013, Pocari+ telah mendapatkan banyak animo dari pocarian. Sebanyak 8.138 Pocarian telah bergabung dengan Pocarian+ dan saat ini tercatat 1.349.263 ION poin telah dikumpulkan oleh konsumen Pocari Sweat yang tergabung dalam Pocarian+. “Pocarian dapat menukarkan poin yang didapat dengan berbagai hadiah persembahan dari Pocari Sweat dengan hadiah utama biaya pendidikan sebesar Rp 150 juta untuk belajar bahasa ke Jepang bersama dengan EF,” tutup Ricky. ☼ .Adang Sumarna

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK EVENT Sisca: “Kegiatan puasa full undangan buka puasa. Makanya saya batasi kegiatan nyanyi, saya pilih untuk menghadiri acara-acara buka puasa.”

P

ada Minggu 28 Juli 2013, penyanyi Sisca Dewi mengadakan acara buka puasa bersama anak-anak panti asuhan. Selain sebagai wujud empati terhadap pihak tak mampu, acara bukber dan santunan ini juga merupakan rasa syukur atas rezeki yang sudah dimiliki penyanyi asal Madiun, Jawa Timur. Tidak hanya anak-anak panti asuhan, acara ini juga dihadiri beberapa teman artis dan sahabatnya di kalangan politik pun ikut hadir. “Saya ingin berbagi, saya ada rezeki. Ya, apa salahnya berbagi, tadi juga ada teman-teman artis, jadi anak-anak bisa senang,” kata Sisca di kediamannya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Awalnya, Sisca mengaku cukup kesulitan mengundang teman-teman artis dalam acara santunan. “Memang agak susah sih, kalau ngundang buat senangsenang mungkin gampang,” Sisca bercanda. Di bulan Ramadhan ini, Sisca justru membatasi kegiatan menyanyinya untuk mengikuti acara buka bersama. “Kegiatan puasa full undangan buka puasa. Makanya saya batasi kegiatan nyanyi, saya pilih untuk menghadiri acara-acara buka puasa,” tutupnya. Selama 10 tahun tinggal di kawasan itu, pelantun tembang Aku Bukan Un-

Tradisi Ramadhan Sisca Dewi Bersama Ayak Yatim tukmu, rutin mengadakan kegiatan itu setiap tahunnya. “Buka puasa seperti ini rutin setiap tahun, aku biasanya undang anak yatim. Nanti pulang ke Madiun awal bulan juga bikin disana,” kata Sisca. “Alhamdulillah ya, awalnya aku sering ikut kegiatan seperti ini. Dulu sempat berdoa pingin undang di rumah sendiri, akhirnya terwujud. Biasanya di bulan Ramadan dan hari ulang tahun aku,” tutur artis yang mencalonkan diri sebagai

anggota legislatif melalui Dapil 8 Jawa Timur. Menjadi caleg (calon legislatif) tentu membutuhkan modal yang tak sedikit, namun Sisca mengatakan akan mengeluarkan modal sesuai dengan kemampuan. “Tak dipungkiri, biayanya cukup besar. Untuk sosialisasi dan yang lain. Modal pribadi pasti keluar, bukan hanya dari partai saja. Tetapi itu semua masih berada dalam kemampuan saya,” ujarnya usai acara santunan. Memang, saat ini kampanye belumlah dimulai, namun tatkala sudah diper-

bolehkan, ia berjanji tak akan menggunakan uang sebagai alat agar dirinya nantinya bisa terpilih. “Jadi saya pendekatan sosialisasi dan memperkuat jaringan. Yang jelas saya tidak akan mengeluarkan budget untuk politik uang (money politic),” katanya. Maka dari itu, Sisca mengaku banyak mengambil ilmu dari orang-orang yang sebelumnya sudah sukses menjadi anggota dewan namun dengan cara yang lurus. “Semua tokoh saya anggap guru. Ada pengamat politik netral, jadi saya sering tanya,” pungkasnya. ☼ N. Hakim

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

69


Foto-foto Dok.: MT/Adang S.

TOPIK EVENT

D

Ramadhan Runway 2014

alam rangka mengeksplorasi kekuatan Indonesia dalam industri kreatif fesyen, khususnya busana muslim dan busana alternatif Idul Fitri, serta me-ngapresiasi pencapaian industri busana muslim lokal yang telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri, sejumlah disainer Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Model Indonesia (APPMI) mencoba memamerkan sejumlah hasil karya rancangannya kepada publik Tanah Air dalam sebuah acara yang bertajuk “Ramadhan Runway 2014”. Bertempat di Kota Kasablanca, Jakarta, para disainer ini seakan berlomba menarik perhatian masyarakat, khususnya yang hadir di Kota Kasablanca. Sebanyak 40 disainer/brand yang tidak hanya berbusana muslim, tetapi juga busana alternatif untuk Hari Raya Idul Fitri. Peserta tidak hanya datang dari asosiasi, tapi juga dari komunitas hingga independen. Nama-nama seperti Irna Mutiara, Shafira, Dian Pelangi, Ria Miranda, Ida Royani, Hannie Hananto, Anne Avantie, Jenny Tjahyawati, Tuti Adib, Nuniek Mawardi, Hengky Kawilarang, Anne Rufaidah, Sofie, Wignyo Ra-

70

hadi, Zainal Songket, Malik Moestaram, Ina Priyono, dan disainer-disainer muda seperti Malika, Misla, LYN, Jasmine, Nuri Maulida, Look Up, Zoya, dan Amalina Aman dari Sydney turut mendukung acara ini. Selain menampilkan hasil-hasil karya rancangan para disainer, acara yang dihadiri General Marketing Manager Kota Kasablanka, Lusiana, dan Ketua Umum APPMI, Taruna K. Kusmayadi, juga menampilkan salah satu publik figur masyarakat, yaitu Marshanda. Marshanda berkesempatan melakukan special performance bersama Wardah Kosmetik. Ada pula fesyen show dari sebanyak 46 disainer, talkshow, hijab tutorial, musik religi dari kelompok Nadira Nasyid, Saqina Voice, dan Zero Nasyid yang akan mengantar para pengunjung yang datang ke Kota Kasablanka khususnya menjelang buka puasa. “Gelombang reaksi terhadap busana muslim ini menjadi suatu bisnis yang menjanjikan, sehingga semakin hari semakin meningkat. Efek yang ditimbulkan pun lumayan berdampak pada sektor lain, seperti industri hulu ke hilir dari mulai serat, tekstil hingga produk

pelengkapnya seperti aksesoris. Indonesia yang penduduk muslimnya tersebar di dunia, sangat bisa mengandalkan produk fesyen muslim ini menjadi komoditas yang bisa mengangkat ekonomi masyarakat,” ujar Irna Mutiara, salah satu peserta pameran dan juga sekaligus Pengurus Pusat APPMI dan Ketua Umum Hijabers Mom Community. Acara yang digelar dari tanggal 18 Juli hingga 18 Agustus 2013 ini juga menampilkan tren busana muslim tahun depan. Menurut beberapa disainer busana muslim, tren busana muslim mendatang belum beranjak dari tren tahun ini. Palet pastel masih menjadi favorit banyak disainer dalam menciptakan rancangannya. Seperti Jenny Tjahyawati yang mengusung warna-warna lembut untuk koleksi busana muslimnya di tahun 2014 mendatang. “Trennya sweet kaftan. Kaftan dipadu bolero dengan teknik unfinished. Saya banyak memakai warna pastel,” jelas Jenny saat konferensi pers “Ramadhan Runway 2014. Sedikit berbeda dengan Jenny, disainer busana muslim lain, Anne Rufaidah, menuturkan bahwa tren busana khususnya muslim tahun depan lebih

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK EVENT lihat kompetensi produk karya para disainer dan perajin tersebut yang semakin hari semakin baik serta mampu untuk bersaing di pasar internasional. Melalui ajang ini pula, baik peserta yang terdiri dari disainer senior, disainer muda, pengusaha busana muslim, pe-ngusaha aksesori, maupun pengunjung, mendapatkan referensi dan informasi mengenai perkembangan busana muslim Indonesia serta bisa saling bertukar pengalaman. Sehingga, ke depannya, seluruh stakeholder ini bisa bersinergi dan mengambil posisi masing-masing di dalam peta industri fesyen nasional. Melihat kenyataan sekarang, dimana pelaku bisnis busana muslim semakin bermunculan, tentu akan terjadi persaingan, saling tiru, dan saling banting harga. Untuk itu diperlukan strategi agar masingmasing bisa berjalan beriringan menuju arah yang sama. Ramadhan Runway merupakan program yang diadakan APPMI bekerjasama dengan Kota Kasablanka. Setiap tahunnya selama lima tahun belakangan, APPMI berusaha menggandeng sejumlah mal besar untuk menggelar fashion show agar karya para disainer lebih dikenal masyarakat luas. ☼ Endang didominasi busana monokrom. Hal itu terlihat dari koleksi terbarunya yang bernuansa hitam-putih. Potongan busana simple dengan penekanan pada detail, diharapkan Anne bisa menyentuh semua kalangan konsumen. Tidak hanya wanita berhijab. “Tema koleksi saya Around the World. Jadi, saya berharap, busana bisa terpakai oleh seluruh wanita di dunia. Siapapun bisa pakai,” tutur Anne. Jenny yang dipercaya sebagai ketua panitia mengatakan bahwa kerjasama antara APPMI dengan mal dalam bulan Ramadhan ini sangat disambut antusias oleh para disainer, karena disamping sebagai penjajakan pasar, tentunya, sebuah mal menawarkan warna tersendiri dan berbeda-beda antara mal satu dengan mal lainnya. “Sebagai disainer muslim, saya mempunyai harapan besar terhadap Kota Kasablanka ini. Sudah waktunya para pemilik mal menyediakan tempat yang permanen khusus untuk karya disainer busana muslim,” ucap Jenny. Melalui kegiatan selama satu bulan ini, para peserta menampilkan karya terbaik mereka. Sehingga masyarakat, khususnya Jakarta, dan dunia bisa me-

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

71


TOPIK EVENT

Foto-foto Dok.: MT/Adang S.

Lifebuoy “Persiapkan Anak Indonesia Menuju Generasi Emas”

L

ifebuoy, merek sabun kesehatan dan kecantikan produksi Unilever Indonesia, mendukung peringatan Hari Anak Nasional yang tahun ini mengambil tema “Indonesia yang ramah dan peduli anak”. Dukungan ini diwujudkan dengan melakukan pembinaan terhadap ratusan ribu anak Indonesia melalui program Dokter Kecil. Sejak dicanangkan pertama kali pada tahun 2004, misi Sosial Lifebuoy telah melakukan pembinaan kepada lebih dari 53 ribu “Dokter Kecil” dengan mengutamakan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat pada diri sendiri, teman sekolah dan juga anggota keluarga lain-nya Eva Arisuci Rudjito, Marketing Manager Skin Cleansing Categori PT. Unilever Indonesia Tbk, mengatakan, anak diyakini sebagai aset yang tidak ternilai harganya demi terbentuknya sebuah bangsa yang maju dan unggul di segala bidang dan pihaknya percaya bahwa visi itu dapat diwujudkan dengan kesehatan sebagai modal dasar. “Kami percaya bahwa kesehatan anak merupakan salah satu kunci utama untuk menciptakan generasi yang unggul dan investasi terhadap sumber daya manusia yang berperspektif jangka panjang,” ujar Eva kepada wartawan di KidZania Jakarta, akhir juli lalu. Sementara itu, drg. Ida Suseno Wulan MM selaku Deputi Menteri PUG Bidang Politik, Sosial dan Hukum Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, menyatakan peringatan Hari Anak Nasional 2013 dimaksudkan untuk mengajak semua pihak berperan aktif dalam upaya mewujudkan anak sebagai generasi penerus yang berkualitas dan berimplikasi pada pemenuhan hak dan perlindungan anak. Selain itu, HAN 2013 untuk memberikan jaminan terpenuhinya hak dan perlindungan, yang wajib dilindungi, dihormati, dihargai dan dijamin oleh keluarga, masyarakat, pemerintah, bangsa dan negara. “Dalam peringatan Hari Anak Nasional 2013 di Gedung SMESCO, Jakarta, pemerintah akan memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang membantu dan mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, tangguh dan mandiri. Seperti penghargaan kepada kepala daerah yang telah memberikan akte kelahiran gratis kepada warganya. Akte kelahiran ini penting sebagai indentitas anak untuk masuk sekolah, dan lain-lain,” ujar Ida. ☼ .Adang Sumarna

72

K

ementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dan PT Angkasa Pura (AP) I melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama pemanfaatan tanah untuk pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) bagi pekerja bandara. Penandatanganan ini dilakukan oleh Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenpera, Pangihutan Marpaung dan Direktur Personalia dan Umum Angkasa Pura I, Daan Achmad di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, pertengahan Juli lalu. “Kami akan sediakan tanah, untuk Kemenpera yang menyediakan rusunawanya,” ujar Direktur Personalia dan Umum Angkasa Pura I Daan Achmad ketika ditemui di Hotel Ritz Carlon Kuningan, Jakarta, pertengahan Juli lalu. Daan menjelaskan, pembangunan proyek tersebut akan difokuskan di Bandara Juanda (Sidoarjo, Bandara Sepinggan (Balikpapan), Bandara Sultan Hasanuddin (Maros), Bandara Ngurah Rai, Bandara Internasional Lombok (Lombok). Sementara dalam sambutannya, Pangihutan Marpaung mengatakan bahwa penandatanganan ini sebagai tindak lanjut kesepakatan bersama dan merupakan upaya pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memenuhi kebutuhan perumahan layak huni melalui rusunawa. “Jadi, khusus untuk BUMN nonperumahan, ini adalah pertama kali kita kerjasama. Sebelumnya kita sudah bekerjasama dengan Perumnas. Ke depan, kita akan kerjasama tidak hanya dibatasi terhadap rusunawa sewa tapi dimungkinkan untuk rusun milik,” ujar Pangihutan Marpaung. Lebih jauh Pangihutan mengatakan bahwa pembangunan rusunawa ini akan dilaksanakan melalui pola tahun jamak (multiyears), dimulai tahun ini. Jadi mulai Agustus akan dilakukan lelang pekerjaan fisik. Selanjutnya Pangihutan berharap dengan dibangunnya rusunawa pekerja di bandara menjadikan jarak antara hunian dan ke tempat kerja tidak terlalu jauh sehingga bisa jalan kaki dan bersepeda. “Selain mengurangi trafik juga dapat mengatasi polusi udara. Karyawan atau staf dari Angkasa Pura I juga dapat berhemat energi dan lebih produktif. Kami memang memikirkan orang lain karena rusunawa bagi pekerja Kemenpera sendiri belum ada,” tutur Pangihutan. ☼ .Adang Sumarna

Kemenpera-AP I Bangun Rusunawa Pekerja Bandara

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK EVENT

S

SanDisk Luncurkan 3 Produk Terbarunya

anDisk,

pemimpin

pasar

SanDisk SecureAccess Software yang

tuk menangkap gambar dan video den-

dalam solusi penyimpanan

memberikan enkripsi file aman dan per-

gan menakjubkan. UHS Speed Class

memori flash memasarkan

lindungan password3. SanDisk Secu-

1 (U1)4 dan peringkat recording video

tiga produk terbaru mereka.

reAccess™ software menawarkan en-

Speed Class 10 memastikan pengguna

Produk-produk baru ini diklaim sebagai

kripsi file 128-bit AES dan perlindungan

menikmati kinerja yang lebih baik dari

yang tercepat di segmennya masing-

password untuk file pribadi dan berbagai

kartu memori untuk perekaman Full HD

masing. Ketiga produk itu antara lain,

file lainnya tanpa rasa khawatir.

dan bahkan 4K HD dan playback.

SanDisk Extrem microSDHC, microS-

“Dalam dunia yang didorong oleh

“Kebanyakan ponsel cerdas high-end

DXC UHS-I, dan flash drive SanDisk Ul-

data, kita menyadari pentingnya untuk

kini dimotori oleh prosesor quad-core

tra USB 3.0.

terus memperluas portofolio flash drive

berkecepatan tinggi yang menampil-

Flash drive SanDisk Ultra® USB

kami yang cepat, handal dan bergaya,”

kan konten full HD dan aplikasi ke layar

3.0 yang memungkinkan pengguna

kata Idris Effendi, Country Manager In-

eksternal yang besar, dengan resolusi

untuk mentransfer dan berbagi file be-

donesia, SanDisk.

tinggi. Aplikasi seperti itu membutuhkan

sar dengan kecepatan hingga 80MB/

Kartu ini juga kompatibel dengan

bandwidth memori tinggi yang ideal un-

detik1. Drive ini ideal untuk menangani

kamera terbaru dan camcorder Full

tuk kartu SanDisk Extreme microSDXC,

dokumen-dokumen, foto, film dan lain-

HD5 sport/action, Kecepatannya yang

solusi memori microSDXC tercepat di

nya secara aman. Flash drive dilengkapi

ekstrim memungkinkkan pengguna un-

dunia,” tutup Idris. ☼ .Adang Sumarna

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

73


TOPIK RAGAM

Hipnoterapi Yang Mengusung Budaya Nusantara

H

ipnotis sudah dikenal sejak lama. Saat ini kebanyakan orang mengenalnya dalam dunia hiburan (entertainment) sampai dunia kesehatan. Dalam dunia kesehatan, metode pemulihan kesehatan menggunakan metode hipnotis disebut terapi hipnotis atau hipnoterapi (hypnotherapy). Sedangkan orang yang melakukannya dinamakan terapis hipnotis. Seorang terapis hipnotis yang memiliki nama tenar Dodie Magis mengatakan, hipnoterapi yang umum dipakai saat ini merupakan hipnotis modern. Sedangkan cikal bakal hipnotis modern itu sendiri, kata Dodie, berawal dari metode hipnotis yang dicetuskan oleh seorang dokter asal Jerman bernama dr Frans Anton Mesmer sekitar abad XIX. Metode Mesmer yang mengunakan energi disebut Mesmerisme. Mesmer berpendapat, bahwa se-

74

tiap manusia memiliki cairan energi (energy fluida) dalam tubuhnya dan kesehatan manusia dipengaruhi oleh daya tarik alam semesta, matahari, bulan, dan bintang (energi magnetis). Pada saat itu, teori Mesmerisme tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, sehingga mendapat pertentangan karena dianggap keliru. Akhirnya para ilmuwan sepakat untuk melarang Mesmer melakukan praktek serta mencabut ijin dokternya. Namun, Mesmerisme masih dipraktekkan oleh pengikutnya. Anehnya, meski pengikut Mesmer bukan dokter tapi mampu menghipnotis/menidurkan orang, sama seperti Mesmer. Kenyataan aneh ini menimbulkan keinginan para ilmuwan melakukan riset. Sekitar abad XX para ilmuwan menemukan metode hipnotis dengan fokus, hasilnya nyaris sama dengan Mesmerisme. Saat itu hipnotis secara fokus dapat

diterima oleh dunia psikologi dan kedokteran. Akhirnya, masih kata Dodie, hipnotis metode fokus diklaim sebagai hipnotis modern, sedangkan Mesmerisme merupakan hipnotis kuno. “Para ilmuwan hipnotis modern mengemukakan, ketika seseorang fokus maka alam bawah sadarnya terbuka dimana bisa memunculkan efek menidurkan orang tanpa energi magnetis. Magnetisme dinyatakan tidak ada,” terang Dodie. Terhadap kedua perbedaan metode hipnotis di atas, Dodie sendiri berpendapat bahwa metode hipnotis yang diajarkan Mesmer tergolong hipnotis modern karena masih mengandung ilmu metafisika, sedangkan yang disebut hipnotis kuno itu hanya menerapkan ‘ilmu gaib’. “Kalau hipnotis kuno itu kan memakai ilmu gaib, klenik atau pun supranatural,” ucap pria yang tertarik kepada dunia

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK RAGAM hipnotis sejak 8 tahun lalu. Javanese Magnetisme Awal mengenal dunia hipnotis, Dodie mengaku belajar dari senior sekaligus mentor pertamanya yaitu Master Hipnotis Romy Rafael. Setelah berkecimpung selama 2 tahun dengan Romy, selanjutnya Donie menimba ilmu kepada Julie Griffith yang juga guru dari Romy Rafael. Menurut Donie, selain menerapkan hipnotis modern, ternyata Julie juga menggunakan hipnotis ala Mesmerisme. “Gabungan dua metode hipnotis tadi oleh Julie dinamai hypnotherapy magnetism,” tandas pria kelahiran Purwokerto, 30 tahun lalu. Untuk menghimpun energi magnetis, lanjut Dodie, ternyata pula Julie melakukan pendekatan spiritual semisal meditasi. Tak jarang pula melakukan gerakan-gerakan yang memicu energi magnetis. Metode yang diterapkan Julie ini menimbulkan ketertarikan Dodie untuk mempelajari dan mengikutinya. Dodie ternyata tak asing dengan energi magnetisme, karena ia sudah mendalami spiritual jawa sejak 15 tahun lalu, sewaktu masih di bangku SMP. Untuk memperdalam ilmu hipnotis magnetism diperlukan literatur hipnotis ala Mesmer, namun kini tak mungkin dijumpai, karena lamanya berselang. Pada akhrnya ia men-

emukan buku karangan Ormond McGill yang berjudul The New Encyclopedia of Stafe Hypnotism. “Salam satu teknik hipnotis yang ditulis Ormond dalam bukunya ternyata mirip dengan apa yang dipraktekkan dalam metafisika jawa, juga menggunakan latihan secara tradisional,” imbuhnya. Tak hanya itu, Dodie mempelajari pula buku Ormond lain yang berjudul Hypnotism and Misticisme of India, di situ dijelaskan bahwa energy magnetism atau Mesmerisme itu sering kali dijumpai pada ilmu-ilmu energi tradisional India. “Saya teringat, tanah jawa di nusantara ini banyak pula dipengaruhi ajaran Hindu dari India. Metode Ormond yang dipadu dengan metafisika jawa ternyata bekerja lebih sempurna,” tukas Donie. Berbekal kepandaian ilmu hipnotis yang cukup teruji, pada tahun 2006 Dodie mendirikan klinik hipnoterapi Dodie Magis Hypnotherapy, menerapkan Javanese Magnetism dalam terapi hipnotis. Klinik Dodie berlokasi di bilangan Jakarta Barat yang bertujuan membantu sesama yang memiliki masalah psikologis/ emosional dan psikosomatis (masalah fisik yang timbul karena dipicu masalah psikologis), agar keluar dari masalahnya dan menjalani hidup dengan lebih baik, nyaman dan bahagia.

Kliniknya, kata Doddy, juga diperuntukkan bagi orang yang tidak memiliki masalah emosional atau psikologis apapun, namun ingin mengembangkan diri (self development) menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih sehat dan lebih bahagia dalam berbagai sisi kehidupan. “Selain hipnoterapi , juga memberikan memberikan pelayanan konsultasi psikologi atau bimbingan konseling untuk membantu klien mengatasi masalahnya secara sadar,” tandas penulis buku ‘Self Hypnosis’ (2008) ini. Tak hanya di dalam negeri, Dodie juga bekerja sama dengan terapis profesional di Belgia, Eropa, dan membentuk lembaga pelatihan penyembuhan holistik internasional, Mesmerism & Magnetism United International Institute yang berpusat di Belgia, Eropa. Dodie merupakan Grand Master Javanese Magnetism, di lembaga pelatihan penyembuhan holistik international tersebut. Dodie mengharapkan agar terapi hipnotis dengan menggunakan metode Javanese magnetisme mendapatkan dukungan dari pemerintah. “Saya mengharapkan agar pemerintah mendukung keberadaan Javanese magnetism, karena unsurunsur budaya nusantara melekat pada metode hiptno terapi yang saya lakukan,” pungkas Dodie. ☼ N. Hakim

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

75


TOPIK KULINER

Brussels_Sablon

GODIVA Chocolatier

The World’s Premium Chocolate from Belgium

C

oklat. Siapa yang tak kenal dengan santapan satu ini. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga orangtua pastinya sangat menyukai hasil olahan makanan atau minuman dari biji kakao ini. Berbagai olahan berbahan dasar coklat pun menjadi pilihan bagi para pecintanya. Mulai dari bentuk, warna, maupun isinya. Toko yang menjual coklat pun banyak dijumpai, khususnya di kota-kota besar. Salah satu produsen coklat yang ikut memanjakan lidah para pecintanya adalah Godiva Chocolatier. Produsen coklat asal Belgia ini membuka gerai pertamanya di Plaza Indonesia pada pertengahan Maret 2013 lalu, namun baru pada pertengahan Juni 2013 diperkenalkan kepada publik secara terbuka. Godiva Chocolatier merupakan produsen coklat yang didirikan pada tahun 1926 di Brussel, Belgia, dan mulai merambah pasaran Amerika Serikat pada tahun 1966. Godiva memiliki dan menjalankan lebih dari 450 butik dan toko eceran di Amerika Serikat, Kanada, Eropa, dan Asia, dan tersedia di lebih dari 10.000 gerai. Sebagian besar produk Godiva diproduksi dalam rumah tangga, menggunakan resep, bahan baku, dan metode produksi seperti di Brussel. Godiva Chocolatier terbuat dari coklat murni dan bahan baku bermutu tinggi dan kemudian amat mahal untuk permen coklat. Untuk pasar Indonesia, Godiva Chocolatier hadir untuk memanjakan para pecinta coklat di Nusantara. “Rasa coklat yang istimewa dan image elegan dari produk dan brand Godiva adalah perpaduan yang sempurna untuk sebuah penghargaan terbaik bagi diri sendiri, teman

76

Fabriek_verpakking_Resize yang kita sayangi, maupun kolega bisnis yang kita hormati,” jelas Vina Wijaya, Brand Manager Godiva Chocolatier Indonesia. Dengan konsep penjualan selalu memberikan personalized service kepada setiap customer yang datang, Godiva Chocolatier menawarkan kepada para pecinta coklat produk-produk coklat yang fresh and the best quality ingredients, seasonal product development, and elegant packaging. “Rasa dari coklat Godiva yang berkualitas terbaik dan sangat enak, sangat meleleh di lidah dan perpaduan chocolate coating yang berpadu sempurna dengan the filling inside,” tandas Vina. Kepada para pecinta coklat, khususnya di Indonesia, Godiva menyajikan berbagai produk-produk yang berkualitas terbaik. Sebut saja Pralines, Truffes, dan Carres, Signature Biscuits. Selain itu, di gerainya yang berdisain minimalis namun elegan, Godiva menawarkan lini produk lain termasuk luxury box, gold collection gift box, truffe koleksi gift box, dan paket pernikahan atau koleksi partai. Godiva juga menghasilkan coklat edisi musiman dan terbatas dengan kemasan khusus untuk hari-hari besar. Seperti halnya produsen-produsen coklat lain, Godiva Chocolatier pun memiliki kiat atau trik khusus dalam memasarkan produk-produknya agar dapat bersaing dengan produsen coklat lain yang sudah terlebih dahulu ada, khususnya di Indonesia, yakni dengan mengede-

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK KULINER

2011 GODIVA Gold Collection Product Shot

Autunt pankan eksklusifitas dari brand Godiva itu sendiri sambil menjaga kualitas produk. “Kami mengedepankan eksklusifitas dari brand Godiva sambil menjaga kualitas coklat kami dalam keadaan terbaik, serta memberikan personalized service di Godiva sehingga customer dapat

Truffe Collection Product Shot

merasakan Ultimate Chocolate Experience di Godiva Shop,” ujar Vina. Untuk lebih mendekatkan produk-produknya kepada para pecinta coklat, khususnya di Jakarta, Godiva pun bekerjasama dengan Keraton at The Plaza, sebuah hunian hotel bertaraf internasional yang terletak di pusat kota Jakarta. “Kami bekerjasama dalam launching ‘Godiva Allure-chocolate inspired High Tea’, yakni sesi High Tea yang sangat spesial persembahan dari Keraton at The Plaza Hotel, dimana makanan pendamping high tea adalah menggunakan produk coklat Godiva,” terang Vina. Tak dapat dipungkiri, ditengah persaingan bisnis yang semakin ketat dewasa ini, berbagai cara dapat digunakan, salah satunya melalui bentuk kerjasama dengan pihak lain. Begitu pun yang telah dilakukan Godiva Chocolatier. Dengan masuknya Godiva Chocolatier di tengah para pecinta coklat di Tanah Air, khususnya di kota-kota besar, Vina berharap, produsen coklat asal Belgia itu mampu menduduki posisi teratas premium Chocolate Brand di Indonesia. “No doubt about it,” tegas Vina. ☼ Endang

GODIVA Carre Collection

Sleeve_Milk_Dark1

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

77


TOPIK KONSULTASI

Konsultasi Seks

DAN KELUARGA

Bersama Dr Ferryal Loetan, ASC & T, SpRM, MKes-MMR Alamat Klinik : Jl. Jambu T-7, Kalibata Indah, Jakarta Selatan (Telp. 021-7971064) Jl. Mangga Besar Raya No. 38D, Jakarta Puat (Telp. 021-62305378)

Kenapa alat vital tegang di pagi hari?

Dokter, saya pemuda berusia 29 tahun, akhir-akhir ini saya amati setiap pagi alat vital saya selalu tegang dalam waktu yang relative lama (1/2 - 1 jam). Bila saya paksa untuk ‘tidur’, terasa sakit. Saya malu dok soalnya suka kebawa sampai saya sholat subuh di masjid. Dan sensitivitas alat vital tersebut juga bertambah. Misalnya, saya sedang tiduran tengkurap atau tanpa sengaja tergesek kain, langsung tegang. Pertanyaan saya: 1. Apakah itu normal, dok? Bila normal bagaimana supaya tegangnya tidak terlalu lama? 2. Bagaimana penjelasan secara ilmiah alat vital seseorang pria selalu tegang pada saat pagi hari (bangun

78

tidur), bukan pada malam hari? Terima kasih dok atas jawabannya. Dwi-Jkt Jawab: Memang pada laki-laki yang sehat sejak ia kecil pasti setiap pagi subuh sebelum kencing pagi penisnya akan berdiri dan tegang. Hal ini adalah normal karena saraf-saraf yang ada di sekitar penis tersebut menjadi terangsang karena penuhnya kandung kencing. Tetapi biasanya akan menurun kembali setelah dikeluarkan air kencing yang penuh tersebut. Kalau pada anak-anak remaja kadang-kadang ereksi tersebut memang terjadi agak lama walaupun telah dikeluarkan kencingnya. Itu adalah wajar saja. kalau kamu mau untuk cepat menghilangkan tegangnya, setelah kencing pagi itu langsung mandi dan siramkan air dingin yang agak banyak ke penis tersebut. Nah, dengan demikian pasti akan cepat menurunkan ketegangan. Jelas?!

mengeluarkan sperma walaupun kami telah lakukan lebih dari 15 menit, sehingga kami memutuskan untuk selesai dimana dia masih dalam keadaan ereksi. Hal tersebut terjadi 2 kali dalam sebulan. Terkadang saya harus member support/rangsangan agar dia bisa mengeluarkan spermanya. Apakah hal tersebut masih bisa memberikan kepuasan kepada suami saya walaupun tidak mengeluarkan sperma? Dan apakah dampaknya kepada suami saya? Sebab, setiap terjadi seolah hal tersebut bukan maslaah buatnya, tapi saya khawatir akan dampaknya. Tolong penjelasannya Pak Dokter. Sebelum dan sesudahnya, kami ucapkan banyak terima kasih. Ny. Hendarto Jawab: Saya masih belum jelas apakah suami anda itu masih bisa ejakulasi atau memang tidak bisa ejakulasi sama sekali. Karena jelas sangat

Problema ejakulasi Dokter Ferryal Loetan, Yth. Kami menikah sudah lebih dari 2 tahun, bertemu setahun sekali selama lebih kurang 2 bulan, berhubung suami kerja di luar. Dalam seminggu kami berhubungan lebih kurang 5 kali. Kami berdua berusia 28 tahun tidak ada masalah kesehatan, dan kami belum memiliki anak. Problem kami adalah, pada saat berhubungan suami sulit/tidak

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK KONSULTASI berbeda kedua keadaan tersebut. kalau tidak bisa ejakulasi sama sekali berarti itu adalah suatu gangguan yang perlu segera ditangani, apalagi kalau terjadi suatu rasa sakit pada saat seharusnya ada ejakulasi. Tapi kalau hanya ejakulasinya yang lama, sedangkan kemampuan ereksi tetap bertahan, dan tidak ada keluhan apaapa pada suami anda… ya itu berarti suatu kemampuan yang harus kamu syukuri dan sebenarnya diharapkan dan didambakan oleh banyak wanita. Jadi, si suami dapat bertahan lama dalam setiap pertempurannya. Bila kamu yang tidak dapat mengimbangi karena terlampau lama dia bisa bertahan sebenarnya sangat mudah solusinya, yaitu dengan lebih memperpanjang atau memperlama waktu pada saat foreplay atau pemanasan. Dapat saja kamu lebih lama dalam merangsangnya pada saat pendahuluan, dan hal itu bisa dilakukan secara manual dan bahkan dapat secara oral. Sehingga dalam hubungan seks berikutnya dia akan lebih cepat mendapatkan kepuasannya alias ejakulasinya. Nanti setelah kalian berdua dapat saling mengatur waktu (setelah saling memahami tentunya) maka akan dengan mudah untuk melaksanakan orgasme secara bersamaan.

Merasa kesehatan menurun setelah onani? Saya seorang pria berusia 25th, belum menikah. Saya merasa badan saya cukup sehat, tinggi/berat 172/58, berolah raga (senam di tempat, lari pagi, dll) lebih kurang 3 kali seminggu, dan makan makanan bergizi. Saya sering melakukan (maaf) onani sejak usia 12 th. Namun sejak kira2 setelah saya kuliah (21th) setiap kali sehabis beronani, saya merasa kesehatan/vitalitas saya menurun. Antara lain keluhan yang saya rasakan sbb: sering bersin2, cepat lelah (endurance menurun), kaki (paha, dengkul, sampai pergelangan kaki) terasa agak dingin (tidak hangat seperti biasa). Kadangkadang karena sering bersih, saya menderita pilik (flu). Karena keluhan tersebut, saya usahakan untuk mengurangi kebiasaan beronani, menjadi 1 minggu satu

kali. Namun saya tetap merasakan pengaruhnya setiap kali sehabis beronani, apalagi bisa saya melakukan 2 kali atau lebih dalam seminggu. Saya sering membaca, bahwa hal2 tersebut biasanya disebabkan oleh perasaan khawatir atau kondisi kesehatan yang kurang baik, tapi saya berharap agar ada jalan keluar yang lain yang dapat saya lakukan untuk mengatasi hal ini. Terus terang saya khawatir bila saya menikah nanti kalau2 masalah ini terus berlanjut. Ferry Jawab: Tentunya ada baiknya kalau kamu bisa mengurangi frekuensi melakukan onani itu. untuk itu cobalah melakukan olahraga yang teratur dan rutin, akan lebih baik kalau olah raga itu memang yang kamu sukai agar tidak cepat bosan. Dan setelah itu bila masih ada waktu luang cobalah untuk mengisi waktumu itu dengan hal-hal lain yang dapat membuatmu sibuk supaya tidak ada waktu untuk melamun yang buntu-buntutnya biasanya menjadi melamun jorok. Dan tentu saja kamu harus bisa menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan kamu terangsang seperti melihat buku jorok, gambar mesum apalagi film-film porno. Tapi yang jelas keadaan kamu yang sering bersin-bersin itu sih kayaknya tidak ada hubungan secara langsung dengan onani. Itu adalah tanda-tanda adanya semacam alergi pada diri kamu, yang bisa aja timbulnya terpicu akibat kondisi tubuh yangmenurun. Jadi, inti utamanya ya… tentu saja menjaga stamina dengan melakukan makan yang teratur dan cukup bergizi, cukup istirahat dan jangan lupa olahraga tadi. OK.

teman saya. Pada pesta perkawinan tersebut biasa saja (ia mengabarkan sudah hamil), tapi setelah dari perkawinan saya terkenang akan dia dan ingin memilikinya (menikahinya). Saya bingung dengan perasaan saya dok, tolong dijawab mengapa demikian. Alfa Bandung Jawab: Kamu itu ada-ada saja. selagi seorang wanita sedang tidak ada yang punya kamu tidak pernah memperhatikan. Nah… setelah jadi milik orang dan sedang hamil pula… baru kamu mulai tertarik. Tapi hal seperti itu wajar-wajar saja kok dan bisa dibilang alamiah dan sangat manusiawi. Tapi sebaiknyatidak kamu terusin untuk berpikir yang bukan-bukan apalagi mulai mengharapkan dia menjadi istri kamu ya… jangan dong. Akan lebih baik untuk memulai membuka mata lebar-lebar dan melihat wanita lain teman kamu yang belum kawin. Pasti banyak yangmenarik dan cocok. Nanti kalau sudah ada saya dikasih tahu ya….

Teman kuliah sudah jadi istri orang? Saya lelaki single, usian 29 th. Sewaktu kulah ada teman kuliah wanita tertarik pada saya, tapi saya tidak begitu tanggapi karena saya tidak begitu tertarik padanya. Setelah selesai kuliah dan kerja, ia menikah dengan orang lain yang sudah lama dipacari dan saya juga hadir dalam pernikahannya, dan tidak ada perasaan apapun - - biasa saja. Sekitar enam bulan kemudian saya bertemu dengannya di pesta perkawinan

Jika Anda ingin berkonsultasi, silahkan kirimkan pertanyaan anda melalui email ke redaksi@majalahtopik.co.id

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

79


Foto - fotodok.: www.ceriwis.com

TOPIK WISATA

Air Tejun Banagar tampak dari depan

I

ndonesia kaya akan sumber daya alam. Setiap bangsa dimana pun berada mengakui keindahan dan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Mulai dari ujung Pulau Sumatera hingga ujung Pulau Papua tak luput dari keindahan dan kekayaan sumber daya alam. Bahkan, kekayaan alam yang ada mampu mengangkat nama Indonesia. Setiap daerah di Nusantara memiliki potensi sumber daya alam masing-

Menyusuri tepian batu cadas

80

Air Terjun Banangar

Potensi Wisata Alam Yang Tersembunyi masing dengan ciri khasnya. Kalimantan Barat yang terletak di Pulau Kalimantan pun memiliki kekayaan sumber daya alam yang tak kalah menarik dengan daerah lain yang ada di Indonesia. Ragam seni dan budaya pun menghiasi kehidupan masyarakatnya. Salah satu potensi wisata alam yang dapat diperhitungkan di Provinsi Kalimantan Barat adalah Wisata Air Terjun Banangar atau Manangar yang terletak di hulu Sungai Landak, sekitar 290 kilometer arah timur laut Pontianak, Ibukota Provinsi Kalimantan Barat. Banangar adalah anomali bagi provinsi yang sarat kelokan sungai ini. Cuaca panas yang menjadi ciri khas Pulau Kalimantan, karena berada di Garis Khatulistiwa, tidak terasa manakala kita memasuki kawasan Wisata Air Terjun Banangar. Rasa penat selama perjalanan pun langsung sirna tatkala kita menyaksikan pemandangan alam yang mempesona di Air Terjun Banangar. Ya, Air Terjun Banangar, atau yang sering juga disebut dengan Air Terjun Mananggar, setinggi kurang lebih 48 meter me-

nyajikan pesona alam yang indah dan memukau. Tempat ini cocok bagi wisatawan yang senang berpetualang. Meski memiliki keindahan dan menjadi salah satu obyek wisata di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Landak, Air Terjun Banangar belum dikemas sebagai tempat wisata oleh pemerintah atau swasta. Setiap akhir pekan atau libur panjang, belasan bus dan kendaraan wisatawan berkunjung ke air terjun ini. Memang, diperlukan sedikit perjuangan dan kesabaran untuk menikmati keindahan Air Terjun Banangar. Jalan setapak yang panjang dan berliku harus dilalui wisatawan yang ingin menyaksikan indahnya pesona alam ini. Dibutuhkan waktu sekitar enam hingga tujuh jam berkendaraan dari Pontianak ke Serimbu, ibukota Kecamatan Air Besar, jika ingin menjangkau obyek wisata ini. Dari Serimbu, ada dua pilihan moda transportasi, yakni perahu yang ongkos sewanya Rp 500.000 pergi-pulang hingga ke jeram terakhir sebelum Air Terjun Banangar. Waktu tempuh yang dicapai

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK WISATA

Tampak dari goa bawah air terjun

Tampak dari atas-kanan

sekitar tiga jam. Pilihan kedua adalah ojek sepeda motor dengan ongkos Rp 100.000 pergi-pulang hingga ke Kampung Tauk, Desa Engkangin. Dari Engkangin, kita tetap harus menggunakan perahu dengan ongkos sewa antara Rp 200.000 dan Rp 300.000, tergantung kesepakatan dengan pemilik perahu. Dari Tauk masih dibutuhkan waktu berperahu menuju hulu ke jeram terakhir sebelum Air Terjun Banangar selama 1,5 jam. Wisatawan yang sudah berada di Serimbu pagi-pagi, jika beruntung, masih bisa menumpang perahu pengangkut bahan kebutuhan pokok ke arah hulu sehingga hanya perlu menyiapkan ongkos yang tak sampai Rp 100.000 per orang. Pemandangan alam berupa asrinya hutan di kiri dan kanan sungai pun bisa disaksikan para wisatawan selama perjalanan berperahu ini. vegetasi rimba khas pinggiran sungai, seperti bengkirai dan salam, memanjakan mata. Tak cukup hanya itu, Gunung Bentuang yang menjulang di sebelah timur Sungai Landak di Engkangin turut menambah eksotisme pedalaman Kalimantan Barat ini. Aneka satwa dan tanaman pun menjadi pemandangan yang menakjubkan. Dari jeram terakhir sebelum mencapai Air Terjun Banangar, petualangan pun dimulai. Begitu tiba dan keluar dari perahu, wisatawan akan disambut oleh

jalan alam dari batu dan akar-akar pohon besar. Setelah 15 menit berjalan menyusuri pinggiran sungai, suguhan goa yang merembeskan air melalui akar pohon yang menjulur ke bawah menjadi pemandangan nan elok. Airnya yang bersih dan bening membuat wisatawan menadahkan wajah untuk meminum langsung cipratan air yang turun atau sekadar membasuh wajah saja. Dari goa inilah perjalanan mendaki sudah menunggu. Jalan yang terjal memaksa kita menggunakan tangga di tebing yang tegak lurus dengan tanah.

Selama perjalanan mendaki ini, sesekali melintas warga masyarakat dari beberapa desa di hulu Sungai Landak yang membawa berbagai kebutuhan pokok. Para penduduk pendalaman itu berbelanja di Serimbu dan terpaksa memikul semua kebutuhan pokok melalui jalan-jalan terjal yang sama menuju air terjun Banangar. Setelah hampir satu jam berjalan dari tempat perahu ditambatkan, pesona keelokan Air Terjun Banangar pun menanti di depan mata. Rasa lelah, haus dan penat seakan terbayarkan manakala kita sampai di air terjun setinggi 48 meter dengan lebar sekitar 50 meter ini. Suasana pedesaan yang jauh dari keramaian dan hiruk pikuk sebuah kota besar menjadi pengalaman tersendiri bagi mereka yang datang berkunjung ke obyek wisata ini. keramahtamahan penduduk yang tinggal tak jauh dari Air Terjun Banangar pun menyambut kedatangan para wisatawan. Namun, keindahan, keelokan dan keramahtamahan itu belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan sarana dan prasarana menuju dan dari obyek wisata Air Terjun Banangar. Kiranya, pemerintah setempat dapat memberikan perhatian terhadap potensi yang ada di daerahnya karena hal itu terkait pula dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. â˜ź Endang /eTravel

Tampak dari atas-kiri

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

81


TOPIK SELEBRITI

enyalahgunaan narkoba di kalangan artis, selebriti maupun musisi Indonesia masih saja terjadi. Badan Narkotika Nasional (BNN) menggandeng musisi Anang Hermansyah, yang diharapkan ikut membantu menyebarkan informasi bahaya narkoba dikalangan publik figur maupun masyarakat. Sebenarnya kalangan artis, musisi, maupun selebriti memiliki concern yang tinggi untuk menolak keberadaan narkoba. Juga sepakat untuk menyebarkan, memberikan informasi agar jangan dekat-dekat narkoba. Karena barang sesat itu membuat prestasi dan karier hancur juga merusak masa depan, tegas Anang Hermansyah diselasela buka puasa bersama dengan jajaran Direktur Peran Serta Masyarakat BNN di Jakarta, Kamis (11/7) malam. Diakui Anang, ada beberapa teman selebritinya yang terkena narkoba dikarenakan barang terlarang itu beredar disekitar mereka dan untuk mendapatkannya sangat mudah. Selain mudah mendapatkan, pengaruh pergaulan dengan teman-teman yang juga menyukai dunia narkoba, sehingga cepat terpengaruh. “Saya kira, para pemakai yang umumnya memiliki intelektualitas, pendidikan yang tinggi sudah tahu serta mengerti bahaya narkoba. Bahkan tahu dan mengerti dampak yang ditimbulkan sangat merugikan dirinya, ke-

luarga maupun pekerjaannya. Tapi saya juga heran, kenapa kok masih memakainya, setan apa yang mempengaruhinya,” kata suami penyanyi Ashanti. Bapak dua anak ini menilai, mereka yang terjerumus narkoba, karena godaan iman yang tidak kuat. Juga tidak berpikiran jauh ke depan, hanya ingin menikmati kenikmatan sesaat, demi memuaskan nafsu yang semu. Namun, yang lebih penting lagi, sambung pencipta lagu pop ini, adalah darimana barang terlarang itu didapat, dibeli. “Nah, ini jelas ada penjualnya, ada pengedarnya, ada bandarnya. Merekamereka inilahnya yang harus terus dikejar dengan serius. Dan, bagaimana menemukan sumber utamanya, ini tugas polisi dan BNN agar lebih serius mengungkapkannya,” tandas Anang. Anang juga mengaku heran, kasus pengungkapan sudah banyak, penjahat narkoba dijatuhi hukuman namun kenapa publik belum menunjukkan adanya pergerakan untuk menolak tidak kepada narkoba. “Memang, dengan kepedulian dan kesadaran yang tinggi dari masyarakat akan dengan sendirin-

Direktur Peran Serta Masyarakat BNN Siswandi bersama Anang Hermansyah dan Ashanty

82

Foto Dok.: sugianto-industri.blogspot.com

P

BNN Gandeng Musisi Anang Hermansyah

ya narkoba akan hilang kepermukaan,” tambahnya. Narkoba Bikin Susah Menurut mantan juri Indonesian Idol 2012 ini, tidak ada manfaat yang didapat dengan mengkonsumsi narkoba, bahkan, enaknya sedikit namun akibatnya sangat luar biasa. “Malah narkoba itu membikin susah. Ya, susah bagi diri sendiri, menyusahkan keluarga juga menghancurkan nama baik keluarga. Jadi, menurut aku, nggak perlu cobacoba untuk memakainya,” saran Anang serius. Anang juga menyarankan hendaknya para korban maupun pecandu narkoba lebih baik insyaf dan sadar untuk kembali menjalani kehidupan yang normal. Melakukan aktifitas kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi orang lain. Pasalnya, jika tidak sadar akan menambah kepahitan kehidupan serta merusak masa depan. Direktur Peran Serta Masyarakat BNN Drs. Siswandi menjelaskan, BNN memang merangkul publik figur, termasuk musisi dan selebriti untuk menyampaikan pesan tentang bahaya narkoba kepada masyarakat. Merekalah yang dekat dan berhubungan langsung dengan masyarakat sehingga perannya dalam ikut menyebarkan informasi bahaya narkoba sangat diharapkan, papar jenderal bintang satu. ☼ ☼ ☼

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013


TOPIK SELEBRITI mas) BNN Brigjen Pol. Drs. Siswandi menyatakan, BNN akan berupaya menggandeng publik figur untuk turut berperan serta mengampanyekan anti narkoba. “Selain itu juga mencegah

giatan anti narkoba. Bisa saja para artis melakukan penyadaran tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, minimal kepada fans-nya. Bahkan Amanda sendiri meman-

Amanda Choes

Setuju Artis Kampanye Anti Narkoba

Foto Dok.: Berita Seleb_wartakota.tribunnews.com

A

manda Choes pelantun tembang dangdut ‘Jangan Kau Pergi’ menyatakan bahwa dunia hiburan khususnya kalangan artis perlu menggandeng BNN untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba. Gaya hidup artis sebagai publik figur, kata Amanda, tentu banyak disorot masyarakat, dimana sedikit banyak dapat mempengaruhi masyarakat dalam pola hidup keseharian. Entah lewat gaya, ucapan, tingkah laku, pergaulan sampai sikap. “Kalau perilaku artisnya baik, tentu saja akan menjadi contoh yang baik pula dan diikuti oleh masyarakat. Ini pasti juga membanggakan untuk si artis sendiri,” tutur dara kelahiran Jakarta 24 Juni 1989. Amanda pun tak menampik bila tak sedikit penyanyi dangdut yang cobacoba bermain narkoba. “Saya tidak tahu siapa saja orangnya. Saya secara pribadi, bagaimana menjaga diri sendiri serta teman-teman untuk berperilaku positif,” tukasnya sewaktu menyambangi kantor BNN, Selasa (23/7/13) Disinggung tentang maraknya artis terlibat narkoba yang tertangkap, gadis manis berzodiak Gemini ini menyatakan, kebanyakan karena berdalih penambah rasa percaya diri. Baik itu ketika akan tampil di panggung atau melepas penat karena kesibukan. “Tapi katanya ada juga yang ikut-ikutan pergaulan,” imbuhnya. Mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, Amanda sejak lama sudah tahu dan faham efek negatif barang terlarang itu. Pengetahuan ini diperolehnya saat masih duduk di bangku SMA dan mengikuti seminar terkait narkotika dan penyalahgunaan zat adiktif lain. Dari situ Amanda tahu, sebenarnya narkoba dibutuhkan dalam kehidupan, khususnya dunia industri dan farmasi. “Sayangnya, itu diselewengkan pemakaiannya, bahkan sampai berlebihan. Padahal dalam dunia medis semua ada takarannya,” jelas Amanda. Di momen yang sama, Direktur Peran Serta Masyarakat (Dirperta-

dan memberangus penyalahgunaan narkoba yang banyak terjadi memasuki wilayah dunia hiburan dan pekerjanya,” tegas Siswandi. Sejalan dengan Dirpertamas BNN, Amanda setuju saja bila BNN memberdayakan artis dalam kegiatan-ke-

dang langkah BNN dalam menggiatkan peran serta masyarakat dalam cegah tangkal narkoba sangat luar biasa. “Peran BNN sudah bagus sekali, walaupun butuh waktu untuk benar-benar menghilangkan narkoba dari Indonesia,” tutupnya. ☼ N. Hakim/Pertamas BNN

Majalah TOPIK | Edisi 74 | Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-68 | Tahun VII | Agustus 2013

83



Majalah topik edisi kemerdekaan 68