Page 15

Pendidikan

Sabtu, 31 Agustus 2013

Target Harus Jadi Juara DISETIAP kesempatan lomba cowok pemalu ini tetap menargetkan bisa meraih juara. Untuk mengejar targetnya itu ia tekun belajar dan berlatih, terutama untuk tingkat nasional latihan lebih ditingkatkan lagi. Faiz telah beberapa k ali

meraih juara, nasional baik bidang akademik maupun non akademik. Karena memang ia seorang pelajar yang multi talenta. “Awalnya aku malu ketika ikut lomba, tapi setelah menang jadi termotivasi,” kata siswa yang duduk di kelas II jurusan TKJ. Seperti

ketika ikut lomba desain, awalnya ketika ikut lomba hanya iseng-iseng saja menyertakan hasil karya desainnya kepada panitia lomba, akhirnya setelah pengumuman karyanya menjadi yang terbaik. Ia pun tak menyangka karyanya menjadi juara. “Mem-

buatnya hanya satu hari saja, ketika saya punya ide mendesain sebuah mobil masa depan,” kata cowok penyuka desain grafis ini. Faiz berharap prestasinya ini bisa terus meningkat, karena ia ingin mengangkat anak daerah bisa bersaing ditingkat nasional.

Faiz merupakan anak yang tekun dan rajin mengeksplorasi hal-hal yang berbau desain. Putra bapak Yusuf dan ibu Neli yang hanya seorang guru TK ini memang sudah senang dengan desain sejak pertama kali mengenal kompul lewat warnet di dekat rumahnya. Potensi besar dari anak sederhana ini bisa dilihat oleh gurunya yang akhirnya me-

nyarankan Faiz agar mendalami bidang desain grafis. Ketik a ikut lomba lagi Faiz tertantang untuk meraih juara. “Saya sesaat ini sedang mempersiapkan akan ikut pada ajang nasional, mudahmudahan saja meraih juara lagi, meski ajang ini diadakan untuk umum,” kata penyuka traveling ini.(Nuri jurnalis sekolah)

15

M Faiz

Kemendikbud Evaluasi Kurikulum 2013 Turunkan Tim ke Batam BATAM (HK) — Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Muslim Bidin mengatakan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) secara khusus akan segera mengevaluasi implementasi Kurikulum 2013 di Batam kepada sekolahsekolah yang menerapkan Kurikulum 2013 sejak Senin lalu. Evaluasi ini dilakukan karena Batam merupakan daerah yang siap menerapkan Kurikulum 2013 secara menyeluruh. Arment Aditya Liputan Batam "Rencana tanggal 4 September nanti, Tim dari Pusat akan datang mengevaluasi kepada 85 kepala sekolah (kepsek) dan guru. Evaluasi ini mencakup kendala atau persoalan yang dihadapi ketika sekolah menerapkan Kurikulum 2013. Nanti akan dicari langkah-langkah yang kongkrit agar implementasi Kurikulum 2013 diterapkan

di Batam sesuai tujuan yang diinginkan," ujar Muslim beberapa hari lalu. Diakui Muslin bahwa sejauh ini penerapan Kurikulum 2013 sudah berjalan dengan baik, meski masih terbentur kendala waktu mengajar serta materi berbasis IT. Namun hal itu telah bisa disiasati, hanya saja saat ini yang sedang digesa adalah

ARMENT/HALUAN KEPRI

BERI MOTIVASI — -Para pelajar di SMPN 9 Batam begitu antusias saat mengikuti kegiatan motivasi belajar yang disampaikan Redaktur Pendidikan Haluan Kepri, Arment Aditya, beberapa waktu lalu. menyiapkan buku pegangan murid dan buku pegangan guru. "Nanti untuk buku pegangan siswa ini kita akan melakukan pendekatan ke Kemendikbud, mudah-mu-

dahan secepatnya bisa membantu," kata Muslim. Sementara dari laporan diterima pihaknya, masih ada sekolah yang cenderung masih tertarik pada pola ku-

rikulum KTSP, karena belum terbiasa dengan Kurikulum 2013. Hal itu juga dipengaruhi oleh kelas yang tak menggunakan Kurikulum 2013 jadi membuat guru masih terob-

sesi dengan kurikulum lama. Padahal sekolah di Batam sebelum implementasi kurikulum baru ini telah melakukan persiapan baik dari segi SDM maupun hal-hal teknis lainnya, termasuk juga mempersiapkan kurikulum untuk muatan lokal. Meski banyak yang mengkhawatirkan pelaksanaan kurikulum 2013 di Batam terlambat pelaksanaannya, namun Muslim membantahnya. Menurutnya, pelaksanaan Kurikulum 2013 di Batam tidak akan terlambat dari sekolah sasaran, karena jangka waktunya hanya dua mingguan. "Kepsek dan guru menyatakan siap untuk melaksanakan kurikulum ini, karena mereka tahu bahwa Kurikulum 2013 ini yang merupakan kelanjutan dari kurikulum sebelumnya. Hanya saja proses pembelajaran pada kurikulum 2013, di tingkat SD

bukan lagi fokus pada mata pelajaran, namun pada tematik integratif, tidak lagi terpisah-pisah dan baru pada tingkat SMP dan SMA untuk pembelajarannya dikelompokkan per mata pelajaran. "Intinya Batam siap mensukseskan Kurikulum 2013 ini," kata Muslim menandaskan.***

Muslim

Sekolah Negeri di Batam Belum Mampu Terapkan Standar Kelas

ARMENT/HALUAN KEPRI

GURU sedang melakukan PBM di dalam kelas bersama anak didiknya di SMPN 10 Batam. Sekolah ini cukup diminati masyarakat, sehingga jumlah siswa perkelas mencapai 40 hingga 45 siswaan.

Konsultasi Pendidikan

BATAM (HK) — Hingga kini sekolah di Batam belum mampu menerapkan jumlah standar nasional siswa perkelas diisi 32 orangan. Pasalnya rata-rata sekolah negeri baik SD, SMP maupun SMA/SMK perkelas paling sedikit diisi 36 siswa, itupun merupakan sekolah tertentu yang dikatakan unggulan. "Itu mungkin kemarin ketika ada RSBI, tapi setelah RSBI di cabut, tak ada lagi kelas I yang kelasnya diisi 36 siswa, apalagi 32 siswaan. Seperti SMAN 1, malah sekarang perkelas 40 siswaan,' ujar Ketua Forum Komunikasi Aliansi Pendidikan Provinsi Kepri, Noviandi, Jumat (30/8). Menurutnya dengan over kapasitas siswa perkelas ini, membuat sekolah di Batam tidak ada lagi dinamakan sekolah unggulan, karena saat penyeleksian siswa dilakukan secara serampangan. "Gimana mau dikatakn sekolah

Diasuh : R Dewi Novita K, SPSi PSi Psikologi Pendidikan BAGI siswa, guru dan orang tua yang merasa punya pertanyaan seputar psikologis tentang pendidikan anak, bisa dikirim langsung melalui handikahandika@yahoo.co.id atau SMS melalui 0812538744/081277177598. Insya Allah, R. Dewi Novita Kurniawati, S.Psi, S.Psi akan memberikan solusi bagi permasahan yang dihadapi. Namun dengan catatan sertakan data diri yang lengkap. Hal ini untuk mempermudah dalam pemantauan perkembangan terhadap permasahan yang dihadapinya.

unggulan, calon siswa yang masuk kesana saja asal terima tidak memperhatikan nilai lagi. Jadi jangan berangan-angan lah sekolah di Batam bisa sehebat seperti di Jawa, bila pendidikan di Batam masih ditunggangi politik," katanya. Noviandi juga mengatakan, biar pejabat melek akan akturan Kemendikbud menerepakan standar jumlah siswa 32 siswa per kelas itu, karena berasumsi bahwa dengan semakin sedikit siswa dalam satu rombongan belajar (rombel), maka semakin efektif siswa belajar dan guru mengajar. Karena kelas kecil meningkatkan efektivitas perhatian guru dapat mengenali siswa lebih mudah. Selain itu kelas kecil membuat tugas administrasi pembelajaran lebih ringan. Meski demikian Noviandi tak menolak bila kelas kecil juga akan

Pertanyaan: MAAF bu nama saya Nur guru mengajar bahasa Indonesia, mau tanya bagaimana cara mengajar anak didik yang kurang konsentrasi tidak mau memperhatikan guru sedang menerangkan. Yang membuat saya jengkel dia selalu mengganggu teman lainnya. Tapi anehnya ketika dia diberi soal bisa menjawab dengan benar. Sekian pertanyaan dari saya dan terima kasih. Nur Lina Guru Bahasa Indonesia Jawaban: TERIMA kasih bu Nur atas suratnya. Memang mengatasi anak didik yang bandel atau susah diatur gampang-gampang susah. Begitu pula dalam satu kelas sikap dan prilaku anak juga akan beragam karakter. namun bila dihadapkan pada siswa yang sulit diatur, maka sebagai seorang pendidik harus mencari solusi agar anak tersebut bisa ikut aturan main yang telah diberlakukan. Disi saya saya sarankan ada beberapa hal

tidak berpengaruh langsung pada peningkatan efektivitas belajar siwa. Karena kata dia, efektivitasnya ditentukan pula oleh variabel lain yang sama-sama penting, yaitu strategi pembelajaran dan kompetensi guru. "Memang kelas besar diisi 40 siswa lebih sebenarnya tidak jadi masalah juka di tangan guru yang efektif. Yakni guru bisa dengan tenang menjalankan tugasnya dan bisa dengan percaya diri hadir di depan kelas mengajar dengan penuh kreativitas dan perhatian pada muridnya. "Tapi kan guru yang seperti ini jarang," katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin menjawab Haluan Kepri menyatakan, bahwa banyaknya sekolah negeri menerapkan siswa perkelas over kapasitas tiada lain dikarenakan orang tua terlalu memakasakan diri anaknya harus

masuk pada sekolah negeri. Padahal kata dia masih banyak sekolah swasta yang pada kosong kelasnya. "Kasihan sekolah swasta jadi kosong karena kekurangan siswa. Padahal biaya pendidikan di sekolah negeri seperti SMA dan SMK tak jauh berda dengan di sekolah swasta," kata Muslim. Sejujurnya Muslim menyadari sesungguhnya jumlah siswa perkelas untuk SD sesuai aturan tidak boleh melebihi 32 orang per rombongan belajar atau kelas. Hal ini kata dia telah tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2013 tentang perubahan atas Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/ Kota. Acuan ini dibuat agar dapat dilaksanakan di satuan pendidikan dasar sehingga proses belajar mengajar bisa efektif. (men)

yang bisa dijadikan solusi, diantaranya ibu bisa memperlakukan siswa tersebut sama seperti siswa yang lain, dan coba amati sikap dan tingkah lakunya serta jangan segan untuk terus menegurnya apabila dia bersikap tak acuh dalam belajar. Anak didik yang seperti ini harus ibu tetap pantau hasil belajarnya, kadangkala ada siswa yang pada saat guru menerangkan dia asyik dengan kegiatannya sendiri. Namun disaat diminta untuk mengerjakan soal dia bisa mengerjakannya. Nah kalau perlu, ajak anak tersebut bicara dari hati ke hati karena mungkin saja dia adalah satu dari antara siswa yang mengalami krisis perhatian, apakah itu dari lingkungan keluarga maupun antar sesama rekan bermainnya. Cobalah ibu untuk lebih besabar dan terus berusaha untuk menciptakan nuansa kelas yang bervariasi sehingga para peserta didik tidak bosan, dan coba libatkan anak-anak yang susah diatur tersebut untuk ikut andil dalam mengatur kelas. Mudah-mudahan cara ini bisa jadi jalan keluarnya. Sekian saran saya semoga berhasil.

Bagi para siswa atau guru yang memiliki prestasi gemilang di sekolah atau ada acara di sekolah mau diterbitkan di Harian Umum Haluan Kepri, silahkan hubungi wartawan Haluan Kepri, Arment, melalui 081277177598. Editor: Arment , Layout: Syahrial Anwar

Haluankepri 31agus13  

hk

Haluankepri 31agus13  

hk

Advertisement