Page 12

Lingga

Sabtu, 31 Agustus 2013

12

Listrik Padam Sembilan Jam Aktivitas Perkantoran Sepi LINGGA (HK) — Warga mengeluihkan listrik padam di sebagain besar wilayah kota Dabo, Kabupaten Lingga pada hari Jumat (30/8) sekitar pukul 09.00 WIB. Pihaknya terus mencari Jefriadi penyebab padamnya listrik Liputan Lingga Hal ini menggangu aktivitas warga dan perkantoran yang ada di daerah tersebut. Sementara itu, pihak PLN masih mencari penyebab padamnya listrik. “Ada gangguan di mesin 2 Fender arah ke Jagoh. Sampai saat ini belum hidup dan kita masih usahakan dilapangan,” kata Plt Manejer PLN Rayon Dabo Singkep, Luber Tri Hartoko. Hingga saat ini belum dapat memastikan penyebab listrik padam yang di perkirakan mulai dari pukul 09.00 WIB tersebut.

dan mengecek untuk dilakukan pengetesan. Sementara itu, beberapa daerah yang tidak mendapat aliran listrik meliputi sebagian besar kota Dabo, Rumah Sakit, Pasir Kuning, Bukit Kapitan, Pasar, Sekop Darat dan Sekop Laut serta kantor PLN sendiri. Akibat padamnya aliran listrik membuat aktifitas warga menjadi terkendala, sebagian besar kantor tampak sepi aktivitas. “Kalau listrik padam begini jadi susah, mau kerja dan banyak yang terkendala,” ujar pegawai di Dinas Ke-

sehatan yang memilih berada di luar kantor menunggu listrik hidup. Anak-anak sekolah dan bahkan ibu rumah tangga juga mengeluh akibat padamnya aliran listrik dari pagi. “Mau menyuci, gosok dan masak jadi susah karena listrik mati. Semuanya jadi di tertunda,” ujar Suhati, ibu rumah tangga yang tinggal di Bukit Timah, Dabo. Sekitar hampir pukul 18.00 WIB listrik kembali hidup. Kerusakan mesin PLN sudah dapat diatasi. Pihak PLN juga mngimbau kepada warga bila ada pohon di depan rumahnya tumbuh besar dan tinggi agar dapat dipangkas dagannya. Karena pohon besar tersebut dapat menyebabkan kabel tiang listrik menjadi terganggu dan bila pohon tumbang, kabel menjadi putus dan aliran listrik bisa terganggu.***

BupatiBukaTurnamenSenayangCupIV LINGGA (HK) — Bupati Lingga, H Daria membuka turnamen sepak bola Senayang Cup IV sekaligus disejalankan dengan acara halal bi halal bersama warga Kecamatan Senayang. Dalam lawatannya ke Kecamatan Senayang, Bupati Lingga Daria beserta rombongan disambut oleh masyarakat Senayang dan Camat Senayang, Kamaruddin. Pada kesempatan itu, Daria didampingi Camat Lingga Kamaruddin serta anggota DPRD Lingga Sui Hiok, membuka secara resmi pertandingan sepak bola Senayang Cup IV. Bupati juga melakukan kick off (tendangan perta-

ma) pada peresmian pembukan turnamen sepak bola tersebut. Daria berharap pertandingan bola kaki ini mampu meningkatkan ajang silaturahmi antar klub-klub yang ikut bertanding. “Dalam suasana masih di bulan Syawal ini, mari kita tingkatkan silaturahmi,” ujar Daria di sela sela sambutannya. Setelah melakukan Halal Bil Halal, Daria melanjutkan kegiatan lawatannya dengan melantik tiga Pjs Kepala Desa (Kades) pemekaran di Kecamatan Senayang. Antara lain Pjs Kades Pulau Bukit, Pjs Kades Tanjung Lipat, dan Pjs Kades Tajur Biru.

Dikatakan Daria, dengan dilantiknya tiga Pjs kepala desa tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan yang baik terhadap warganya. Pemekaran desa tersebut, kata Daria, bertujuan untuk memperpendek rentang kendali administrasi dari desa induknya. Bukan hanya itu, lanjut Daria, dimekarkannya desa tersebut masing-masing warga desa apat terbantu dengan adanya pusat administrasi desa diwilayah masing-masing. Turut hadir, Ketua TP PKK Lingga, H Syarifah Rosemwaty serta sejumlah jajaran kepala SKPD Kabupaten Lingga. (put)

NOFRIADI PUTRA/HALUAN KEPRI

SALAMI WARGA — Wakil Bupati Lingga, H Abu Hasyim menyalami warga saat acara Halal Bil Halal di Lapangan Hang Tuah Daik, Lingga. Turut hadir Ketua DPRD Lingga Kamaruddin Ali dan Anggota DPRD Lingga, dan sejumlah kepala SKPD Lingga, Jumat (30/8).

Ikan Laut Minim di Pasar Dabo

JEPRIADI/HALUAN KEPRI

AKIBAT cuaca buruk, nelayan di Dabo, Singkep mengeluhkan sulitnya mendapatkan ikan saat melaut. Hal ini berakibat langkanya ikan di Pasar Dabo, Jumat (30/8)

LINGGA (HK) — Akibat masih kuatnya angin dan besarnya gelombang laut di Kabupaten Lingga, ikan laut sulit di dapat. Sehingg, penjualan ikan di pasar setiap hari terus berkurang. “Memang agak kurang ikan dalam seminggu ini, angin masih kuat dan gelombangpun besar, jadi susah mau dapat ikan,” ujar penjual ikan di Pasar Dabo. Biasanya, kata mereka, berbagai jenis ikan dengan ukuran kecil sampai yang besar dengan mudah ditemukan di Pasar Dabo. Namun saat ini tidak seperti bulan kemarin dan jumlah ikan yang dijual tidak banyak lagi. “Kalau ikan Tamban se-

lalu ada, tetapi kalau ikan besar agak susah sekarang. Tunggu angin teduh baru adalah,” kata nelayan yang mangkal di Pelabuhan Dabo, Mat, Jumat (30/8). Begitu juga ibu rumah tangga yang setiap harinya berbelanja keperluan di pasar mengatakan hal yang sama. Beberapa penjual ikan yang biasanya membawa ikan dari Daerah Sungai Buluh dan Jagoh juga mengeluhkan \tentang kondisi alam yang tidak menguntungkan bagi nelayan. Mereka yang berjualan dengan menggunakan sepeda motor di kampung-kampung saat ini harus bersabar dengan berkurangnya hasil tangkapan dari laut. (jfr)

DPPKAD Keluhkan Sertifikat Tanah Ganda LINGGA (HK) — Dinas Pendapatan Pengelolahan Keuangan dan Aset Daerah mengeluhkan Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pasalnya, ditemukan kasus kepemilikan tanah bersertifikat ganda. Dikatakan Kepala Bidang Penerimaan Pajak DPPKAD Kabupaten Lingga, Mulkan Azima, persoaln tersebut sudah disampaikannya kepada PNBP Pusat. Karena untuk penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dilakukan oleh pusat, sedangkan DPPKAD hanya memfasilitasi PNBP ke masyarakat. “Persoalan di lapangan

banyak ditemukan surat administrasi ganda. Seperti lahan satu sedangkan suratnya dua. Ini menjadi persoalan dalam pembayaran oleh masyarakat,” ungkapnya. Menurut Mulkan, hal ini harus menjadi perhatian, supaya tidak terjadi kesalahan administrasi yang ujung-ujungnya merugikan pemilik surat tersebut. Sampai saat ini, lanjut Mulkan, memang belum ada persoalan akibat kepemilikan surat tanah yang ganda tersebut. Namun, sedikit menyulitkan petugas,” terangnya. Dikatakan Mulkan, untuk penerimaan PBB tahun ini

memang melalui Pusat. Tapi, diharapkan pada tahun 2014 nanti, sudah diserahkan ke daerah. Daerah yang langsung mengurus penerimaan dari Pajak Bumi dan Bangunan. Diterangkannya, untuk tahun 2013 ini jumlah atau target pencapaian PAD Lingga sebanyak 17,5 M. Hal itupun menyeseuaikan dengan kondisi ekonomi di Lingga. “Kita tak berani banyakbanyak, karena kita tahu di Lingga minim investasi. Sedangkan investasi tambang itupun diterima dari Dana Bagi Hasil, melalui pusat,” imbuhnya. (put)

Warga Sertih Butuh Perbaikan Jalan LINGGA (HK) — Setelah dibuka jalan darat sejak empat tahun lalu, warga Dusun Sertih, Desa Kelumu kabupaten Lingga masih mengeluhkan kondisinya. Pasalnya, jalan yang menghubungkan desa mereka ke Daik tersebut, pada saat hujan dan musim surut, sulit dilewati.

NOFRIADI PUTRA/HALUAN KEPRI

SEORANG warga melintas di jalan Sertih-Kelumu yang kondisinya memprihatinkan akibat digerus hujan. Sehingga badan jalan longsor dan membahayakan pengendara, Selasa (27/8). Jalan dari Dusun Sertih menuju Kampung Kelumu yang panjangnya sekitar 3,5 Km saat ini kondisinya masih jalan tanah. Sebagian badan jalan sudah ada yang lepas

akibat dibawa arus air ketika hujan. Bahkan terdapat dua jembatan kecil yang saat ini kondisinya mulai lapuk. Di satu titik badan jalan putus akibat longsor, sehing-

ga untuk bisa dilewati, warga Sertih membangun jembatan kecil dengan lebarn 1 meter menggunakan kayu. “Kalau hari hujan, kita susah nak lewat ke sana. licin. Apa lagi kalau musim surut, warga susah untuk akses ke luar kampung, apakah nak ke Daik atau hendak ke Kelumu,” ungkap mantan Kepala Desa Kelumu, Radiono, Selasa (27/8) Apalagi jika ada warga yang sakit, akan sulit untuk dilewati ambulan. Selama ini warga harus naik pompong dulu ke Kampung Kelumu, sehingga waktu tempuh sangat lama dan jauh. Radiono mengatakan, waktu hujan datang guru tak hadir akibat jalan becek. Begitu juga dengan warga yang hendak menjual hasil tangkapan mereka, tidak bisa menjualnya ke pasar. Sementara itu, Yusuf warga Sertih mengatakan, 80 KK wwarga Sertih setiap hari belanja sembako di Pasar Daik . Kalau hendak belanja ke Penuba cukup jauh. “Kita harapkanlah jalan darat ini diperbaiki pemerintah,” imbuh Yusuf.(put)

Editor: Apsek, Layouter:Syahrial Anwar

Haluankepri 31agus13  

hk

Haluankepri 31agus13  

hk

Advertisement