Issuu on Google+

CMYK

KORAN LOKAL TERBAIK DI INDONESIA

Website: www.haluanmedia.com

Rabu, 27 November 2013 23 Muharram 1435 H TERBIT 24 HALAMAN, NO27/11 TAHUN KE 12

Website: www.haluankepri.com

HARGA ECERAN Rp2.500,-

Incumbent Dipatahkan Wajah Baru Kakak Beradik Isi DPRD Batam BATAM (HK) — Haluan Kepri kembali menerbitkan calon legislatif yang berpeluang duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam program "Jika Pemilu Legislatif Hari Ini". Dalam kajian bulan keempat

(November), formasi 50 kursi berubah-ubah. Yang mencolok, wajah baru mematahkan peluang para calon legislatif (caleg) dari incumbent untuk bisa terpilih. Cuma terdapat 13 orang incumbent yang berpeluang du-

duk. Mereka antara lain, Udin P Sihaloho (PDIP), Tuahman Purba (Partai Golkar), Surya Sardi (Partai Demokrat), Hj Rekaveny (PDIP), Yudi Kurnain (PAN), Basri Harun (Partai Hanura), Eddy C Lumawie (PKPI), Titin Yuniastuti (PKB), Jahuin Hutajulu (Partai Demokrat), Diana Incumbent Dipatahkan Hal 4

Dua Anggota Dewan Perempuan Kelahi Dipicu Soal Uang Diduga Suap Rp200 Juta BATAM (HK) — Kejadian memalukan tersaji di ruang Komisi IV DPRD Kota Batam, Selasa (26/11). Dua anggota dewan yakni Rusmini Simorangkir dan Diana Titik Widayati terlibat perkelahian sekitar pukul 13.00 WIB, sesaat setelah para wakil rakyat itu usai mengikuti rapat paripurna. Amir Yunus dan Ali Mahmud Liputan Batam Diduga, pemicu perkelahian kedua anggota dewan tersebut adalah pembagian uang sebesar Rp200 juta yang disinyalir merupakan “uang suap” dari Dinas Pendidikan Kota Batam. Awalnya, Rusmini Simorangkir menemui Diana yang merupakan Se-

kretaris Komisi IV. Dia bermaksud mengklarifikasi perihal uang Rp200 juta yang menurut informasi diterima Rusmini diambil Diana dari Yahya, pejabat Sekretaris Disdik Batam. Dua Anggota Hal 7

ILUSTRASI

Hari Ini, Dokter Mogok Kerja Keluarga Korban Minta Dokter Tak Lebay

Pencurian Marak di Bengkong Sadai

Hal

9

Paripurna Diwarnai Aksi Walk Out

Hal

17

BATAM (HK) — Anjuran Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menggelar mogok kerja nasional pada 27 November juga sampai di Batam, Pro-

vinsi Kepulauan Riau. Hari ini, para dokter di Batam, melakukan mogok kerja selama satu hari penuh. Mogok kerja ini sebagai ben-

Putra Minang Bangun Plaza di Jakarta

Liza Natalia

Joged Fitnes JAKARTA (HK) — Liza Natalia (38), penyanyi dan instruktur senam kebugaran, kini mengeluarkan kreasi yang diberinya nama 'Joged Fitnes'. "Joged Fitnes akan banyak disukai masyarakat dan saya mendukung gerakan Lingkar Indonesia Joged Fitnes Hal 7

JAKARTA (HK) — H Is Anwar Dt Rajo Perak, pengusaha sukses asal Minang, terus mengembangkan bisnisnya di ibukota Republik Indonesia, Jakarta. New Is Plaza Building, pusat bisnis dan perkantoran delapan lantai di Jalan Pramuka Raya Kav 150, Jakarta, milik pengusaha yang juga wartawan senior ini, diresmikan pemakaiannya, Sabtu malam lalu. Peresmian New Is Plaza dihadiri ratusan undangan, tetua Minang, tokoh nasional dan pengusaha sukses di antaranya, dua Capres

tuk solidaritas IDI terhadap rekan sejawat mereka, dr Dewa Ayu Sasiary Sp.OG yang bertugas di Manado, Sulawesi Utara, yang tengah tertimpa kasus hukum. IDI meminta dokter Hari Ini Hal 7

Jangan JANGAN menunggu mampu untuk mengerjakan kebaikan, karena kebaikan demikian banyak dan berlimpah, lakukan yg kita bisa. Jangan menunggu mampu untuk meninggalkan kejahatan, lakukan secepatnya jangan ditunda. Menunggu melakukan kebaikan akan membuat kita ditinggalkan keretanya dan menunda meninggalkan kejahatan, kita akan menjadi korbannya. Orang yang cerdas cepat berbuat baik dan segera pula meninggalkan kejahatan.(fbc)

Putra Minang Hal 7

Menelisik Judi Online Coin Centre (2)

Kapolri Berganti, Judi Tetap Beroperasi BATAM (HK) — Jendral Sutanto. Siapa yang tidak kenal dengan perwira bintang empat di pundaknya itu? Dapat disimpulkan, Sutanto salah satu Kapolri tersukses dalam hal pemberantasan judi. Bayangkan, sejak beliau diangkat menjadi Kapolri oleh Presiden SBY pada 7 Juli 2005, dan berakhir pada 30 September 2008, banyak perubahan positif yang dibuatnya, khususnya di ranah penegakkan hukum di Indonesia. Kapolri Berganti Hal 7

DERMAWAN/HALUAN KEPRI

GEDUNG Coin Centre di Seipanas.

HALUAN KEPRI SATU-SATUNYA KORAN BACAAN MASYARAKAT KEPRI CMYK

Editor: Yuri, Layouter: Mulia Aditya, Grafis: Dimas


Ekonomi KITA, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, berada dalam kelompok G-20 negara terkuat ekonomi di dunia (urutan ke 15), menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam “memetakan” ekonomi dunia. Indonesia juga aktif di WTO (World Trade Organization) dan ikut dalam CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) atau Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif yang yang terdiri dari: akses pasar, pengembangan kapasitas dan fasilitasi perdagangan dan investasi. Keterlibatan Indonesia dalam berbagai forum ekonomi dan pembangunan internasional semakin memperkuat posisi Indonesia dalam kerjasama bilateral, tri-lateral dan multilateral. Berbagai dokumen kerjasama dalam bentuk EPA (Economic Partnership Agreement)

Rabu, 27 November 2013

Optimisme Penguatan Ekonomi Indonesia atau Perjanjian Kemitraan Ekonomi telah ditandatangani. Penguatan kerjasama dan kemitraan Uni Eropah-Indonesia juga semakin menempatkan Indonesia dalam posisi kuat. Merujuk pada Desember 2009 dalam pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden Komisi Eropa (José Manuel Barroso), kedua pemimpin ini telah mendiskusikan bagaimana cara meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Uni Eropa. Selanjutnya dibentuklah suatu “Kelompok Visi” dalam kerangka peningkatan kemitraan dalam sektor perdagangan dan investasi. Potensi Indonesia ada di lima aspek (1). Kondisi geografis dengan

DR H Syamsul Bahrum (PhD) syamsulbahrum007@gmail.com donesia dalam berbagai foposisi stratejik, berpulau, rum kerjasama regional dan dengan kekayaan alam internasional (WTO, APEC, yang melimpah, (2). PoASEAN, CEPA, IOA-ARC, tensi demografis dengan dll). Dengan PDB perkapita jumlah yang besar (250 (2011) sekitar US.4.700, juta jiwa di posisi keemangkatan kerja sekitar 112 pat jumlah penduduk dujuta (2012), pertumbuhan nia yang mencapai 7 miekonomi yang terus stabilliar, setelah Amerika Semeskipun fluktuatif tetapi rikat), apalagi sekitar 45 prospektif (5,5-6,5 %) tenjuta adalah kelas meneBahrum tunya kita harus terus opngah yang produktif, (3). Stabilitas politik, efektifitas peme- timis dalam menatap masa depan rintahan dan kebijakan pemba- Indonesia yang gemilang dan cengunan yang semakin tertata, (4). merlang. Apalagi proyeksi pem-baKerjasama internasional yang se- ngunan dan skenario ke-majuan makin baik dan keterlibatan In- harus disusun untuk mencapai

Indonesia unggul dalam berbagai bidang di HUT Indonesia ke 100 tahun (1945-2045). Saat ini, fundamen ekonomi Indonesia sebagaimana negaranegara lainnya sedang diuji karena adanya kebijakan The Fed (Bank Central USA) dalam “tapering off QE (Quantitative Easing). Hal yang patut dibanggakan adalah optimisme akan daya daya tahan ekonomi kita, apalagi Pemerintah telah merespons dengan cepat dengan mengeluarkan berbagai paket kebijakan nasional untuk memproteksi ekonomi dalam negeri terutama terus menstimulus ekspor dan menangani impor dengan bijak. Kita ambil sisi positif bahwa penguatan valas atas Rupiah akan

2

memperkuat struktur ekspor dalam negeri dan menekan angka impor komoditas dalam negeri dan sekaligus untuk memperbesar kapasitas ekspor dan penguatan pemakaian produk dalam negeri. Hal yang patut disyukuri adalah kebijakan menaikkan harga BBM meskipun sempat menaikkan inflasi secara agregat dan sempat “digugat” oleh rakyat dan berimplikasi pada struktur makro-mikro ekonomi, tetapi pada akhirnya tidak banyak menimbulkan masaalah. Optimisme terus terbangun bahwa Pemerintah bersama pengusaha dan masyarakat akan selalu memiliki “exit strategy” dan solusi dalam mengatasi berbagai problem ekonomi baik yang berawal dari kondisi dalam negeri atau bermula dari situasi luar negeri. Insya Allah kita memahaminya.***

Distribusi Kebutuhan Pokok Harus Lancar TANJUNGPINANG (HK) — Guna menjaga kelancaran arus distribusi kebutuhan pokok, terutama pangan, Pemerintah Provinsi Kepri menggelar rapat koordinasi kedua Bidang Perekonomian tahun 2013, Selasa (26/11) di Hotel Bintan Plaza, Tanjungpinang. Sutana Liputan Tanjungpinang Kelancaran arus distribusi kebutuhan pokok perlu dijaga, agar stabilitas harga juga terjaga. Pada akhirnya ekonomi Kepri sesuai harapan. Sebagaimana disampaikan Plh Sekdaprov Kepri Drs Said Agil saat membuka rapat, kemarin. Dalam sambutannya, Said Agil mengatakan bahwa ekonomi Provinsi Kepulauan Riau pada Triwulan III tumbuh sebesar 5,50 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II sebesar 6,54 persen. Pada Triwulan III tumbuh pada sektor perdagangan, hotel, restoran, pengangkutan dan komu nikasi, serta sektor jasa.

Setelah mengalami inflasi yang cukup tinggi pada bulan September 2013, kemudian pada bulan Oktober 2013 tekanan harga di Provinsi Kepulauan Riau mulai mereda dengan inflasi sebesar 0,16 persen (mtm) atau lebih rendah dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,76 persen (mtm). Pergerakan harga lebih tinggi dibandingkan dengan perkembangan harga secara nasional yang mengalami inflasi sebesar 0,09 persen (mtm) atau 8,32 persen (yoy). Inflasi Kepri sendiri diperoleh dari dua daerah, yaitu Kota Batam dan Kota Tanjungpinang. Di mana pada Oktober 2013 Kota Batam mengalami inflasi sebesar 0,27 persen (mtm) atau 6,87 persen (yoy) sedangkan Kota

Tanjungpinang mengalami deflasi sebesar 0,29 persen (mtm) atau 10,84 persen (yoy). "Peran Pemerintah Daerah dalam pengembangan ekonomi, khususnya dalam pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sebagai wadah koordinasi lintas sektor di daerah semakin penting. Mengingat fungsi dari TPID adalah melakukan identifikasi atas sumber tekanan inflasi dan merumuskan langkah-langkah yang akan diperlukan untuk mengatasi sumber permasalahan tersebut. Dalam perkembangannya, koordinasi TPID tidak hanya terbatas dalam lingkup satu wilayah administrasi semata, namun berkembang dari tingkat kabupaten, kota dan provinsi di dalam satu wilayah. Dan menjadi antar wilayah provinsi karena keterkaitan ekonomi antar daerah," kata Said Agil Dilanjutkan Said Agil, di Provinsi Kepulauan Riau sudah ada tiga TPID yang terbentuk, yakni TPID Kota Batam, TPID Kota Tanjungpinang, dan TPID Provinsi Kepri. Segera menyusul TPID

Kabupaten Karimun. "Agar laju inflasi dapat terkendali di setiap daerah, maka diharapkan rakor ini pemerintah kabupaten dan kota yang lainnya segera membentuk TPID," harap Agil. Ditinjau dari segi geografis, wilayah Kepri berbatasan langsung dengan negara tetangga. Selain dari internal dalam negeri, pasokan yang masuk ke kepri juga berasal dari luar negeri. Hal ini jelas Agil, menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi Pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan kebutuhan bahan pokok. Dengan demikian kecukupan pasokan barang dan kebutuhan pokok yang dikonsumsi masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau menjadi sangat penting supaya kecukupan permintaan terpenuhi dan harganya tidak bergejolak. "Itulah gunanya Rakor bidang ekonomi Pemprov Kepri ini dilaksanakan. Yakni untuk meningkatkan koordinasi, sinkronisasi dan asistensi terhadap perkembangan ekonomi daerah, sesuai dengan tema ‘Kerjasama antar Daerah da-

SUTANA/HALUAN KEPRI

RAPAT KOORDINASI — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menggelar rapat koordinasi kedua Bidang Perekonomian tahun 2013, bertempat di Hotel Bintan Plaza, Tanjungpinag, Selasa (26/11). Rakor ini bertujuan mencari solusi dalam meningkatkan perekonomian Kepri. lam Pengembangan Ekonomi Daerah," bebernya lagi. Adapun topik yang dibahas meliputi, Kebijakan Kerjasama antar Daerah, Sosialisasi Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 027/ 1696/SJ Tahun 2013 Tentang Menjaga Keterjangkauan Barang dan Jasa, Pengalaman Kerjasama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur dengan Daerah Lain Dalam Pengendalian Inflasi dan Pe-

ran Pemerintah Provinsi Dalam Pengembangan Ekonomi Daerah. Dengan adanya kerjasama antar daerah yang kuat diharapkan menjadi solusi untuk memastikan kelancaran ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat, menjamin kontinuitas pasokan, kelancaran arus distribusi, kebijakan lalu lintas barang daerah pemasok dan tata niaga yang lebih tertata, sehingga ter-

wujud stabilitas harga. Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Perekonomian Kepri Chris S Triwinasis, dalam laporannya menyampaikan, jumlah peserta rapat koordinasi ke-2 bidang ekonomi capai 80 orang. Masing-masing dari Ketua Komisi II Bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Provinsi Kepulauan Riau dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Riau. ***

Editor: Nana Marlina, Layouter: Zikri Karisma


CMYK CMYK

Rabu, 27 November 2013

3

Belanja Rp50.000, Dapat Kupon Undian KARIMUN (HK) — Minimarket Asli Mart yang di Jalan Ahmad Yani Sungai Lakam, Tanjung Balai Karimun menyediakan kebutuhan harian Anda dengan harga bersaing. Berbelanja minimal Rp50.000, berkesempatan memenangkan hadiah uang tunai jutaan rupiah. Promo ini berlaku hingga 31 Desember 2013.

Abdul Kodir Liputan Karimun "Konsumen yang berbelanja minimal Rp50 ribu, mendapatkan satu kupon undian, berlaku kelipatan," ujar

"Satunya Kata dan Perbuatan", Dr, H.M. Soerya Respationo, S.H., M.H.

Wawasan Kebangsaan

Bagian 36 Seorang sosiolog besar Amerika, Francis Fukuyama yang sebelumnya menuangkan sebuah pemikiran dalam "The end of Histrory and The Last Mana" (1992), yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi "Kemenangan Kapitalisme dan Demokrasi Liberal", mengisyaratkan agar peran pemerintah dalam berbagai lini haruslah diminimalkan, sebuah konsep minimal state yang melahirkan konsep deregulasi, debirokrasi, privatisasi, liberalisasi serta hal-hal lain yang intinya agar peran

pemerintah menjadi minimal. Namu, seolah membantah tesis sebelumnya dalam Tata Pemerintah dan Tata Dunia abad 21 justru ia dengan sangat sadar menyarankan pentingnya memperkuat negara, kosep yang seolah bertentangan dengan teori sebelumnya, guna menghindar dari malapelataka dan ancaman kemanusiaan di abad ke-21, melalui konsep memperkuat peran negara. Dari kebingungan sosiolog inilah hendaknya kita dapat belajar bahwa instrumen-instrumen pemerintah pad level manapun harus dapat kita perkuat sekaligus dengan memperkuat masyarakat maupun sistem pasarnya. Kuncinya, ada keseimbangan, ada harmoni, dan sinergi antara kekuatan yang datang dari luar dirinya maupun yang datang dari dalam dirinya sendiri. Para futurolog kelas dunia semacam John Naisbitt dalam Global Paradox mengingatkan pada kita semua bahwa semakin besar ekonomi dunia, semakin kuat perusahaan kecil. Menurut Naisbitt (1994), ketika dunia dipadu secara ekonomi, bagianbagian komponennya menjadi lebih banyak dan lebih dari kecil dan lebih penting. Secara serentak, ekonomi global berkembang sementara ukuran bagian-bagiannya menyusut. Jika sebelumnya adagium menyebut berpikiralah global bertindaklah lokal. Maka, mantra abad baru menurut Naisbitt justru harus dibalik, berpikirlah lokal, bertindaklah global. Mengapa? Sebuah negara modern dan salah satu adikuasa di bidang ekonomi berfungsi mirip sekali se-

buah suku. Jepang dengan nilai-nilai budaya yang homogen telah lama bekerja secara luar biasa hebatnya dalam berpikir secara lokal dan bertindak secara global dalam kurun waktu yang sangat lama. Konsep Jepang diyakini sebuah konsep yang ditawarkan Soekarno: Kalau satu bangsa tidak mempunyai kepribadian nasional, tidak mempunyai jiwa nasional, tidak mempunyai semangat nasional, tidak mempunyai karakter nasional, bangsa itu tidak bisa bangkit kembali sebagai satu bangsa yang sejahtera. Satu pola pikir lokal yang diikuti dengan bertindak global. Kita merasakan dampak dari globalisasi dan krisis multi dimensional yang melanda Indonesia telah memperlihatkan tanda-tanda awal ke arah munculnya krisis kepercayaan diri (self confidence) dan rasa hormat dari (self esteem) sebagai bangsa hingga memudarnya wawasan kebangsaan. Krisis kepercayaan sebagai bangsa dapat berupa keraguan terhadap kemampuan diri sendiri untuk mengatasi persoalanpersoalan mendasar yang terus menerus datang. Apabila krisis politik dan ekonomi sudah sampai pada krisis kepercayaan diri, maka eksistensi Indonesia sebagai suatu negara (nation) sedang dipertaruhkan. Oleh karenanya kita perlu melakukan reevaluasi terhadap proses terbentuknya "nation and character building" kita selama ini, karena boleh jadi persoalan-persoalan yang kita hadapi saat ini berawal dari kesalahan dalam menghayati dan menerapkan konsep awal "kebangsaan" yang menjadi pondasi keIndonesiaan. ***

Supervisor Minimarket Asli Mart, Teguh. Dikatakannya, program tersebut merupakan program rutin tahunan Asli Mart untuk memanjakan konsumen. Sebelumnya, dalam rangka ulang tahun beberapa bulan lalu, Asli Mart juga menggelar promo berhadiah langsung dengan hadiah utama satu unit sepeda motor. "Sebelumnya kami telah sukses menggelar promo berhadiah langsung di hari ulang tahun Asli Mart. Kali ini promo

undian berhadiah uang tunai di penghujung tahun," ujar Teguh. Teguh mengatakan, kemudahan yang ditawarkan Asli Mart tidak ada di tempat lain. Berbelanja minimal Rp50 ribu sudah mendapatkan kupon undian, berlaku kelipatan untuk semua konsumen, baik pemegang member atau pun umum," ujarnya. Asli Mart menyediakan perlengkapan harian, mulai aneka makanan ringan, hingga pembersih, peralatan elektronik, pecah-belah dan lainnya. ***

Aston Tawarkan Paket Liburan Sekolah TANJUNGPINANG (HK) — Dalam rangka menyambut liburan panjang, Hotel Aston Tanjungpinang dan Conference Center menawarkan paket School Holiday Escape. Melalui promo ini, harga kamar per malam hanya Rp508.000/ nett di kamar Superior dengan berbagai keuntungan. Public Relations Coordinator Hotel Aston Tanjungpinang Putri Agitiara, mengatakan, paket School Holiday Escape berlaku mulai tanggal 16 November sampai 28 Desember 2013. "Paket ini banyak keuntungan. Di antaranya sarapan untuk dua orang, anak di bawah usia 8 tahun gratis," ujar Putri. Fasilitas lainnya, gratis WIFI, gratis akses menggunakan Fitness Center dan kolam renang. "Dan paling menarik dari paket ini, pada saat check in, anak-anak Anda akan mendapatkan 'Special Cookies' di kamar Anda," ujar Putri. Putri menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan program 'Children Corner' untuk menyenangkan anakanak. Yakni dapat memilih kegiatan yang mereka suka seperti menggambar, mewarnai dan menyusun puzzle. "Untuk keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi Putri Agitiara di 0771 442 947," imbau Putri. (yan)

CMYK

Editor: Nana Marlina, Layouter:Novrizal


Dunia

Rabu, 27 November 2013

Incumbent Dipatahkan Titik Windayati (PPP), Edward Brando (PAN), Jeffry Simanjuntak (PKB), Sukaryo (PKS), Zainal Abidin (Partai Golkar) dan Riky Indrakari (PKS). Selengkapnya, mari kita lihat perbandingan antara incumbent dan caleg wajah baru per daerah pemilihan. Di daerah pemilihan Batam 1 (Bengkong-Batuampar), sesungguhnya terdapat sembilan incumbent yang bertarung. Namun sayang dalam kajian Haluan Kepri bulan ini, nama seperti Nuryanto (Ketua Komisi I DPRD Batam), Mawardi Harni (Anggota Komisi IV ), Idawati Nursanti (Anggota Komisi II), Muhammad Yunus Muda (Ketua Komisi III), Mesrawati Tampubolon (Anggota Komisi II), kalah pamor dengan politisi yang bukan incumbent. Seperti Mawardi Harni misalnya, polisi PAN ini terdepak oleh dua caleg PAN baru. Yakni, Lisa Febriani dan Sawaluddin. Sesungguhnya peluang Mawardi Harni besar terpilih menyusul dua kursi bakal diraih PAN. Namun apa daya, karena pergerakan politisi gaek ini lamban, akhirnya semangat tinggi Lisa yang merupakan istri Sekretaris DPC PAN Batam, Samiatul Akbar dan Syawaluddin, kader militan PAN menggeser peluangnya. Sementara itu, pertarungan dua incumbent di partai Golkar yakni antara Muhammad Yunus Muda dan Tuahman Purba sepertinya harus berakhir dengan kemenangan Tuahman. Walau begitu, Tuahman mesti mewaspadai calon lain di Golkar yang secara personal memiliki semangat tarung yang tinggi. Sebut saja nama Ruslan, Hj. Hardati, Asnawati, H Faizal Abdul Fatah dan Veridin Riyanto. Mereka siap mematahkan mimpi Tuahman untuk kembali ke Engku Putri. Selanjutnya, menarik juga mengamati pertarungan dua incumbent dari PDIP antara Nuryanto dan Udin P Sihaloho. Karena posisi kursi PDIP kali ini dalam kajian Haluan Kepri berat untuk meraih dua kursi, maka peluang Udin lebih maksimal dari Nuryanto. Udin yang dikenal vokal mengkritisi dunia pendidikan Batam cukup lebih menyita perhatian pemilih. Apalagi Udin memang dikenal seorang politisi yang merakyat. Tidak hanya turun ketika mau pencalonan saja. Sedangkan nama anggota Komisi II DPRD Batam, Mesrawati Tampubolon mesti bekerja ektra keras jika ingin melampaui

4

Dari Halaman 1 dominasi Ketua DPRD Batam, Surya Sardi di dapil ini. Soalnya, dalam kajian Haluan Kepri, PD masih berkutat pada raihan satu kursi. Belum lagi, Mesra mesti berhadapan dengan calon lain seperti Shaleh Taubah, Suyatni yang merupakan tokoh Paguyuban Warga Pacitan dan Ilham, anak muda yang dinilai paling aktif blusukan ke kantong suara di Bengkong. Jika melihat pergerakan di lapangan, sesungguhnya tantangan terberat Surya bukan dari Mesrawati, Ilham, tapi mantan santri Gontor tersebut. Sedangkan dr Idawati Nursanti (anggota Komisi II DPRD Batam) sepertinya harus mengubur mimpinya mengulangi sukses pada 2009 lalu. Soalnya, secara kepartaian pamor PPP tengah redup dan secara fomasi caleg yang dimiliki PPP sendiri, sulit untuk meraih satu kursi. Namun di pentas politik tidak ada yang tidak mungkin. Modal incumbent Idawati bisa saja membalikkan prediksi. Dan yang fenomenal adalah, pamor Partai Gerindra yang kian hari makin bersinar. Pada kajian bulan ini, Haluan melihat peluang partai besutan Prabowo Subianto ini bisa meraih dua kursi. Adalah Kamaluddin dan Gundong Purba bisa mewakili politisi Gerindra nanti di Engku Putri. Kamaluddin yang merupakan menantu dari Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Kepri, memang selama ini sangat aktif turun ke masyarakat. Meski masih muda, Kamal sepertinya cepat beradabtasi dengan para calon pemilih di lapangan. Deni sapaan akrab pria ini acap kali diundang masyarakat bertemu dan bersilaturahmi. Sedangkan Gundong yang dikenal seorang pengusaha sukses dan Ketua Paguyuban Marga Purba Kota Batam ini cukup berpengaruh di tengah masyarakat. Sikap low profile pria ini kian meyakinkan pemilih jika yang bersangkutan siap menunaikan amanah sebagai wakil rakyat kelak. Sementara itu, anggota DPRD Batam yang baru dilantik, Bustamin Hasibuan agaknya harus mengakui ketangguhan caleg Hanura lainnya, Djoni Trison. Karena pada bulan ini, Hanura dalam kajian Haluan masih berat mempertahankan dua kursi yang pernah diprediksi pada bulan sebelumnya. Terakhir, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sepertinya memberi peluang kepada Ketua DPD PKS

Batam, Taufik Hermawan untuk melenggang ke Engku Putri. Sesungguhnya, kiprah Taufik di lapangan bukanlah asing. Sebab Siti Nurlela, istri Taufik yang jadi anggota DPRD Batam saat ini sering mendampingi dirinya jika bersilaturahmi ke lapangan. Beralih ke Daerah Pemilihan Batam 2 (Batamkota-Lubukbaja). Di dapil ini, beberapa incumbent pun terseok-seok. Sebut saja, Ganda Tiur Maritje Simorangkir (anggota Komisi III DPRD Batam). Istri mantan Ketua DPC PDIP Kota Batam, Sahat Sianturi, sepertinya berat mengimbangi Hj. Rekaveny (Wakil Ketua Komisi II DPRD Batam) dan Agus Harminsyah. Kedua kader ini memang beberapa bulan belakangan paling rajin merajut silaturahmi dengan calon pemilih. Begitu juga nama anggota Komisi I DPRD Batam, Helmi Hemilton. Sempat top di beberapa bulan kajian Haluan, kali ini, Helmi harus logowo dikudeta, politisi muda Andi S Mukhtar. Secara mobilisasi, Andi memang sangat massif. Mantan Sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Batam aktif sekali melakukan sosilisasi baik turun langsung atau lewat alat peraga. Boleh dikatakan di Dapil II ini, Andi sangat digjaya. Sulit kader PD di dapil ini mengimbangi gerak Andi yang sangat aktif bersama rakyat. Gaya Andi pada Pemilu 2014 ini, sangat jauh berbeda dengan Pemilu 2009 lalu. Sekarang dengan kemapanan politik dan finansial sangat mendukung Andi untuk mendulang suara sebanyak-banyaknya. Selanjutnya, Tintin Yuniastuti (anggota Komisi I DPRD Batam) agaknya bisa menyelamatkan muka PKB di dapil ini. Pada bulan lalu, PKB memang dalam kajian Haluan tidak begitu menonjol, bulan ini PKB makin intens ke tengah masyarakat. Sedangkan anggota Komisi I DPRD Batam, Basri Harun terlalu kuat untuk dilumpuhkan caleg Hanura di daerah pemilihan ini. Mantan Komandan Ditpam Otorita Batam ini, siap melenggang ke Engku Putri. Sementara itu, Eddy C Lumawie, anggota Komisi I DPRD Batam juga susah dikalahkan. Di PKPI, Eddy diprediksi merajai perolehan suara. Walau begitu, bukan tidak mungkin caleg lain bisa mengubur impian Eddy untuk kembali memakai pin DPRD Batam. Untuk Partai Amanah Nasional (PAN), Ketua Komisi II DPRD

Batam, Yudi Kurnain bisa membuka peluang ke Engku Putri lagi. Meski begitu, nama seperti Faisal Ola, Erinaldi, Asnawi dan Sudarman berpeluang menyalip Yudi. Sementara itu, pertarungan ketat terjadi di Partai Golkar. Jika dalam bulan lalu, Hendra Asman bertengger di posisi teratas, sekarang peluangnya masih terbuka lebar. Tapi Hendra mesti hati-hati dengan pergerakan Ides Madri dan Misharti S.Ag. Selanjutnya PKS bisa meriah kursi satu. Itu diisi oleh Bambang Dipoyono. Demikian juga PPP. Pengusaha buah, Erizal ST berpotensi jadi wakil PPP dari daerah ini. Sedangkan Partai Gerindra masih berpeluang meraih satu kursi. Adalah Muhammad Fadli Luran yang bisa mengamankan kursi tersebut. Walau berstatus anak muda, Fadli jangan dianggap remeh. Apalagi Fadli merupakan caleg tempatan yang jelas-jelas memiliki secara emosional yang kuat. Sedangkan kursi selanjutnya akan diamankan oleh Partai Nasional Demokrat (Partai NasDem). Pengusaha reparasi dan onderdil mobil ini, Lik Khai bisa mengandaskan ambisi caleg NasDem lainnya yang rata-rata adalah politisi baru. Lanjut ke Daerah Pemilihan Batam III (Nongsa-SeibedukGalang-Bulang). Di dapil ini, nasib para incumbent juga tidak jauh beda dengan daerah pemilihan lain. Yang menarik adalah, terdapat tiga orang incumbent di Partai Demokrat. Yakni, Jahuin Hatajulu, Muhammad Yunus Spi dan Muhammad Yunus (NAD). Namun karena rating partai penguasa di republik ini tengah terjun bebas, maka peluang PD cuma bisa meraih satu kursi. Lagian juga, partai lain memasang pada caleg yang punyaq nilai kompetisi yang tidak jauh berbeda dengan tiga incumbent dimiliki Partai Demokrat tersebut. Dalam kajian Haluan, dari rivalitas tiga incumbent ini, Jahuin Hutajulu dinilai lebih berpeluang. Maju dengan gaya politik merakyat dan berkantong tebal, Jahuin dikenal royal dengan para calon pemilih. Jahuin pun dikenal seorang pejuang aspirasi masyarakat di dapil ini. Karena itu, meski Muhammad Yunus (NAD) pada Pemilu 2009 lalu memiliki perolehan suara signifikan, bagi Jahuin tidak terlalu sulit untuk mematahkan dominasi Yunus. Selanjutnya nasib incumbent lainnya yakni Ruslan Ali Wasyim

di Partai Golkar. Walau dipercaya di nomor urut 1, usaha keras Rivarizal ST, caleg nomor 2 akan mengubur impian Ruslan kembali dilantik jadi wakil rakyat. Demikian juga ketika caleg PAN, Biliefman Sijabat menyandang status incumbent. Bukan otomatis bisa menggerek popularitas dan elektabilitas dirinya di dapil ini. Biliefman kalah pamor dengan caleg PAN lainnya, Andi Mapisangka yang terlanjur berkibar di Kawasan Industri Batamindo. Sementara itu, kepiawaian anggota Komisi III DPRD Batam Edward Brando dalam mencuri hati calon pemilih, menambah keyakinan tim kajian Haluan Kepri bahwa politisi Partai Amanah Nasional ini terpilih lagi. Sementara itu, anggota DPRD Batam lainnya, Windarti Wahyuningsih sepertinya masih berjuang keras untuk melanggengkan kursinya. Habis, suara PKB di daerah ini disapu oleh Partai Gerindra, PPP, PKS, PDIP, dan NasDem. PPP bisa diwakili oleh anggota Komisi IV DPRD Batam, Diana Titik Windayati. Kursi Gerindra masih milik Ismail, PKS masih milik Muhkriadi dan kursi NasDem masih masih dalam gengaman Ketua Gemmerlang Kota Batam, Suardi Taherek. Yang menarik, balap-balapan terjadai antara caleg PDIP Tumbur M Sihaloho dan Ernawati. Jika bulan lalu, Ernawati meninggalkan Tumbur, kali ini adik kandung anggota DPRD Batam, Udin P Sihaloho berhasil mengatasinya. Masuk ke daerah pemilihan Batam IV (Sagulung). Dengan jumlah delapan kursi yang tersedia, diprediksi terjadi persaingan ketat di daerah ini. Cuma saja, cuma Jeffry Simanjutak dan AA Sany yang maju di daerah ini dari incumbent. Selebihnya pendatang baru. Cuma saja, nasib AA Sani tidak seberuntung Jeffry. Sebab dalam kajian Haluan Kepri, Sani kalau pamor dari Kurnaiawan Sasmita dan Nono Hadi Siswanto. Kedua politisi PAN ini, diprediksi mampu menyirnakan asa Sani bisa bersafari lagi. Walau berstatus sebagai mantan Ketua DPD PAN Batam, Sani yang tinggal di Batuampar kurang dekat secara psikologis dengan pemilih di daerah itu. Berbeda dengan Sani, Jeffry memang cukup mempuni di daerah ini. Berstatus sebagai incumbent dan ketua DPC PKB Batam, agaknya sulit dibantahkan tidak bisa dilantik kembali sebagai anggota DPRD Batam. Cuma saja Jeffry mesti mewaspadai turunnya motivasi

caleg PKB lainnya di dapil ini. Jika ini terjadi Jeffry akan kerja sendiri. Dampaknya suara PKB jadi memble. Caleg lain tidak mampu menggerek perolehan suara PKB. Selanjutnya pada bulan ini prediksi Haluan Kepri di daerah ini ridak banyak perubahan. Kursi PKS masih milik Sukaryo, Gerindra masih milik Anang Adhan, PDIP untuk Sugianto dan Partai Demokrat milik Rita Riani. Yang menarik keberadaan Rita yang dianggap sangat diperhitungkan di dapil ini. Rita sangat aktif di pengajian dan dikenal sangat dekat dengan masyarakat. Sementara itu, kursi Partai Golkar sepertinya masih milik Joko Mulyono. Walau begitu, Ketua Gapensi ini mesti mewaspadai kedigjayaan anggota Komisi IV DPRD Batam, Rusmini Simarongkir dan caleg lainnya Mustava. Terakhir, hasil pengamatan, diskusi, kajian informasi yang dihimpun tim, peta politik di daerah pemilihan Batam 5 (Sekupang, Batuaji dan Belakangpadang) ini makin ketat. Tercatat tiga partai diprediksi memperoleh dua kursi. Partai itu, Partai Demokrat, Partai Golkar dan Gerindra. Enam kursi dari 12 kursi tersedia akan diperebutkan oleh PAN, PKS, PBB, PKPI dan PDIP dan Hanura. Menariknya, di dapil ini incumbentnya sedikit. Sehingga peluang caleg bukan incumbent jadi besar. Pada incumbent itu, Erikson Pasaribu (PDIP), Sarita Pattiasina (Demokrat), Zainal Abidin (Partai Golkar) dan Muhammad Musofa (Hanura) dan Riki Indrakari (PKS). Dari lima incumbent itu, dalam kajian Haluan Kepri, hanya Zainal dan Riki Indrakari yang bakal terpilih kembali. Peluang Golkar meraih dua kursi di dapil ini selain milik Zainal juga kepunyaan Ramansyah. Ramansyah sendiri merupakan Sekretaris DPD Partai Golkar Batam. Sementara itu, yang agak lucu adalah, walau Sarita Patiasina saat ini berstatus sebagai incumbent, agaknya anggota Komisi II DPRD Batam masih kalah pamor dari Tengku Hamzah dan Jhonson Fidoli Sibuea yang nota benenya adalah pendatang baru. Sarita mesti juga mespadai caleg lainnya seperti Mag Saysay Indra dan Jamiat. Sedangkan untuk Partai Gerindra, kajian Haluan tidak jauh berbeda dar bulan lalu. Adalah Ernawati dan Luther Jansen yang akan melabeli kursi tersebut. Selanjutnya partai politik

lainnya harus puas berbagi satu kursi.Partai itu antara lain,PAN,PDIP, Partai Hanura, PKS, PBB, dan PKPI. Pemilik kursi beberapa partai berubah dalam prediksi kali ini. Jika sebelumnya incumbent Erikson Pasaribu berpeluang merengkuh kursi, namun tingginya intensitas Budi Mardiyanto turun ke masyarakat, perlahan dominasi Erikson kian berkurang. Sedangkan untuk kursi PBB dan PKS masih milik Ronni Abdi dan Riki Indrakari. Sedangkan kursi untuk PKPI diprediksi milik Fransisko Panjaitan. Pengusaha hiburan ini dianggap lawan tangguh oleh caleg lainnya. Walau ada caleg se partai, Augustinus Purba, Fransisko tidak gentar menghadapi pergerakan mantan anggota DPRD Batam asal Partai Demokrat ini. Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Batam, Muhammad Musofa agaknya mesti mengakui keunggulan Ketua DPC Partai Hanura Batam, Iwan Krisnawan. Kendati begitu Musafa mengklaim lebih berpeluang dari Iwan. Terakhir, kader militan PAN, Agus Priyono bisa dilantik sebagai anggota DPRD Batam. Agus kembali bisa mengatasi Safari Ramadhan. Pemimpin Redaksi Haluan Kepri, Rinaldi Samjaya mengatakan, penentuan 50 anggota DPRD Batam versi Haluan Kepri ini tidaklah serampangan. Pihaknya bersama tim yang melibatkan akademisi, redaktur pelaksana, redaktur politik dan sejumlah redaktur, membahas usulan semua nama yang terdapat dalam Daftar Calon Tetap (DCT). "Kami akui, cukup alot perdebatan dalam mengerucutkan 50 nama tersebut. Tentunya merujuk lima kreteria yang telah kami sepakati. Antara lain, pengalaman politik, integritas, kapasitas, tidak cacat hukum (baik negara, sosial, dan moral), dan elektabilitas," katanya. Sebelum dibahas pun tambah Aldi, pihaknya dalam sebulan belakangan sudah mengamati, mengumpulkan semua informasi tentang pergerakan caleg yang potensial tadi. "Tim kerja dari segenap redaktur, wartawan, sirkulasi dan desk politik yang mengawal proses ini, turun langsung mengumpulkan semua informasi tentang caleg potensial tersebut," ujarnya. Baru lah, kata Aldi, di akhir bulan, pihaknya membahas secara intensif nama-nama yang mendekati berpeluang dilantik sebagai anggota DPRD Batam pada Pemilu 2014 mendatang. (fur)

Editor: R Ghafur, Layouter: Syahril


Opini & Layanan Umum Keresahan Warga Bengkong Sadai AKSI kawanan maling yang marak terjadi di wilayah Bengkong Sadai, Kecamatan Bengkong, Batam akhir-akhir ini, sudah menimbulkan keresahan dan kepanikan bagi para warga yang berdomisili di kawasan tersebut. Menurut pengakuan warga, aksi maling di kawasan tersebut, khususnya yang terjadi di komplek perumahan Putra Kelana Jaya (PKJ), sudah sangat sering terjadi. Bahkan menurut warga, sejak tiga bulan terakhir, tidak terhitung lagi jumlah rumah warga yang berhasil dibobol oleh kawanan maling. Terakhir, aksi kawanan maling terjadi Senin (25/11), aksi kali ini menimpa Iwan (39), warga komplek perumahan

PKJ. Dari aksi yang dilakukan kawanan maling, mereka berhasil menggondol uang tunai sebesar Rp80 juta beserta sejumlah perhiasan emas, sehingga jika ditaksir, kerugian yang dialami mencapai Rp100 juta. Tentunya, keresahan yang dialami oleh warga Bengkong Sadai, merupakan suatu yang sangat beralasan, karena walaubagaimanapun, permasalahan keamanan adalah suatu kebutuhan utama dalam kehidupan. Menyikapi maraknya aksi pencurian yang terjadi di kawasan tersebut, salah satu langkah yang harus ditempuh oleh warga, adalah dengan kembali meningkatkan sistem keamanan lingkungan, atau lebih dikenal dengan istilah Siskamling.

Pengamanan dengan pola Siskamling, yang tidak hanya mengandalkan peran dan fungsi petugas keamanan semata, tetapi juga melibatkan peran warga sekitar, sebenarnya sudah terbukti efektif memberikan dan menciptakan rasa aman ditengah masyarakat. Yang terjadi selama ini, pola pengamanan Siskamling tersebut, sudah lama ditinggalkan oleh sebagian besar warga. Warga lebih cendrung menggunakan pola pengamanan, yang semata-mata mengandalkan fungsi tenaga pengamanan. Keberadaan Batam, sebagai kota metropolitan, tidak dapat disangkal, menjadikan Batam, sebagai kota yang memiliki segudang permasalahan. Salah satu permasalahan ter-

sebut adalah tingginya jumlah masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Banyaknya masyarakat Batam yang hidup di bawah garis kemiskinan, sudah dapat ditebak, akan menimbulkan dampak sosial lainnya. Salah satu dampak tersebut adalah, terjadinya berbagai tindakan kriminal, seperti pencurian dan perampokan serta berbagai aksi kriminal lainnya. Pemerintah Kota Batam yang kita harapkan mampu mencarikan solusi atas tingginya angka kemiskinan di daerah ini, ternyata belum mampu berbuat banyak. Segudang permasalahan dan keterbatasan anggaran, masih menjadi kendala utama bagi pemerintah untuk mencarikan jalan keluar bagi mereka

yang dinilai tidak mampu. Dampaknya, aksi kriminal sudah pasti mengalami peningkatan. Polisi yang diharapkan mampu mengatasi berbagai tindakan kerawanan yang terjadi di Kota Batam, juga tidak bisa di harapkan. Keterbatasan jumlah personil dan luasnya wilayah yang harus diamankan, menjadi kendala utama bagi polisi. Dalam hal ni, jelas tidak ada kata lain, fungsi pengamanan dengan melibatkan peran masyarakat, harus kembali digalakkan. Seluruh komponen masyarakat, harus menyadari dan memahami, bahwa kondisi aman dan kondusif, merupakan suatu hal yang sangat berharga. Untuk mewujudkan hal tersebut, jelas di perlukan biaya yang

Moral Pelajar dan Revitalisasi Pendidikan Agama Dari berbagai razia yang dilakukan Satpol PP kota Tanjungpinang, wisma dan kos-kosan merupakan tempat yang sering digunakan dalam melakukan tindakan asusila dikalangan remaja atau pelajar. Menguatnya tindakan asusila yang terjadi dikalangan kaum pelajar (baca; pelajar) akhir-akhir tentu sangat memprihatinkan. Terutama dikalangan orangtua, guru dan lembaga pendidikan itu sendiri. Sebab jika fenomena negatif tersebut terus menjadi gaya hidup di kalangan pelajar (remaja) maka ia akan terkena dampak ikutan berikutnya, yakni rentan terkena HIV/Aid, Narkoba dan krisis identitas. Hal ini tentu sangat merugikan kita semua, terutama masa depan yang bersangkutan dan negara. Sebab, jika hal ini tidak diantisipasi maka kita akan gagal menikmati berkah demokrafi atau kependudukan itu sendiri. Indonesia seperti kita ketahui saat ini sedang menikmati apa yang disebut bonus demokrafi, dimana jumlah penduduk usia produktif mencapai 70 % dari keseluruhan penduduk dalam satudua dekade mendatang. (Gatra, 8 Mei 2013). Mereka yang termasuk dalam usia produktif ini disebut juga dengan generasi emas. Suatu generasi yang memiliki masa depan yang gemilang- karena usia nya yang produktif. Namun ia juga akan menjadi bumerang jika ia tidak dapat merawat dan mengembangkannya ke arah positif. Revitilasi Pendidikan Agama Nah, dalam konteks mengupayakan agar kaum pelajar atau generasi emas yang dimiliki bangsa ini tetap menjadi bonus demokrafi atau kependudukan dan bukan sebaliknya bencana, maka salah satu hal yang perlu dilakukan adalah revitalisasi peran pendidikan Agama. Pendidikan agama menjadi sangat penting bagi kaum pelajar. Karena krisis yang dialami oleh mereka seperti berbagai fenomena yang mengemuka seperti seks bebas,

KRISIS moral yang menerpa dikalangan pelajar akhir-akhir ini menunjukkan intensitas yang meninggi. Dalam berbagai pemberitaan di media massa tergambarkan meningkatnya intensitasnya krisis moral tersebut. Dalam bulan Juni-oktober 2013, mencatat ada sekitar 112 remaja terjaring razia tindak asusila.

Oleh: Umar Natuna Ketua STAI Natuna, tinggal di Ranai narkoba, perkelahaian, dll, sebenarnya bermula dari krisis identitas dan orientasi hidup. Krisis identitas dan orientasi hidup itu bermula dari ketidakmampuan yang bersangkutan memaknai eksistensi kefitrahannya. Bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah dan sejak awal sudah dibekali potensi agama. Namun potensi ini kemudian tenggelam dalam tarikan nafsu dan sifat kebinangan yang ada dalam manusia itu sendiri. Pendidikan agama sebenarnya harus mampu menyadarkan kaum pelajar akan potensi fitrah dan agama yang dimilikinya. Bahwa hidup bukan saja berorientasi dunia yang fana ini, melainkan juga ada kehidupan yang lebih bermakna, bermartabat dan berbahagia di akhirat kelak. Pendidikan agama dalam kontek ini, harus melakukan orientasi kembali, agar kaum terpelajar mampu memahami potensi laten yang dimilikinya. Dalam konteks bagaimana agar pendidikan agama harus berperan transfotmatif dan evaluatif dalam kehidupan kaum pelajar, maka memang harus dilakukan revitalisasi terhadap pendidikan agama itu sendiri. Karena pendidikan agama yang berjalan selama ini lebih merupakan doktrin fatalis dan pengetahuan belaka. Agama hanya diajarkan sebagai doktrin yang membedakan agama satu dengan agama yang lain, agama hanya diajarkan sebagai pengetahuan dan agama hanya diajarkan untuk melegitimasi bahwa yang bersangkutan beragama. Karenanya, pendidikan agama tidak bermakna apa-apa bagi

penyelasaian berbagai persoalan yang dihadapi kaum remaja atau pelajar. Agama tidak hidup, dinamis dan interpreatatif dalam menyikapi berbagai pergolakan pemikiran, perasaan dan realitas sosial yang dihadapi kaum pelajar. Agama lebih berperan sebagai “hakim”, ketimbang sebagai suara hati yang menggetarkan relung jiwa dan prilaku kaum remaja. Jika saja agama menjadi suara hati kaum pelajar, maka ia akan berfikir ulang tentang berbagai penyimpangan yang akan dilakukan. Karena itu sadar betul, bahwa ia memiliki kekuatan ruhiah yang harus ditunaikan dan tannggung sosial yang harus diperankanya sebagai konsekuensi sebagai hamba Tuhan. Untuk itu, pendidikan agama sebagai elemen terpenting dalam dunia pendidikan, terutama dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 yang berbasis pendidikan karakter, maka haruslah dilakukan upaya revitalisasi terhadap pendidikan agama itu sendiri. Pertama, pemahaman ulang tentang kedudukan dan fungsi pendidikan agama di Sekolah. Selama ini pendidikan agama

K olom Publik (Bagian Pertama) KETIKA kota Batam dipenuhi hingar bingar pergulatan upah minimum, sebuah pertanyaan menyeruak dikepala saya: bagaimanakah kelak nasib pedagang mikro binaan DSNI? Adakah perbaikan nasib datang seiring kenaikan upah minimum? Ataukah akan timbul ‘korban’ diantara mereka? Pertanyaan itu muncul ketika saya mencoba memahami

Upah dan Pemimpin fakta-fakta berikut. Pertama, pedagang binaan DSNI bukanlah golongan karyawan (buruh ?) yang akan menikmati kenaikan tersebut. Kedua, kenaikan upah selalu diiringi kenaikan harga – sebuah keadaan yang hanya bisa dijelaskan oleh satu teori saja: teori monopoli. Ketiga, nasib pedagang binaan yang

usahanya sudah mampu menggaji karyawan, terkait dengan upah karyawannya. Dari obrolan, diskusi, tanya jawab dengan mereka, diperoleh satu kesimpulan umum, kenaikan upah tidak banyak berdampak pada usahanya. Tidak ada lonjakan penjualan. Yang lebih mereka

di Sekolah lebih difungsikan untuk membedakan murid yang satu dengan murid yang beragama lainnya. Pemahaman fungsi agama yang demikian, mengakibatkan pengajaran agama lebih berorientasi doktrin dan ritual yang kering akan makna sosial dan peran kritis agama. Agama menjadi pemisah identitas. Mestinya, agama menjadi penyatu, pintu masuk bagi kaum remaja menyelesaikan berbagai persoalan dan perbedaan dalam merespon berbagai tantangan hidup yang dihadapinya. Kedua, Revitalisasi orientasi pembelajaran. Pembelajaran pendidikan agama selama ini lebih berorientasi pengetahuan semata. Padahal aspek pengetahuan dalam agama amatlah sedikit, yakni aspek melek Kitab Sucinya, selebihnya harulah berorientasi pembentukan kepribadian. Makanya, orientasi pembelajaran Agama kedepan haruslah berbasis pada psikologi behaviorisme atau yang dikenal dengan teori S-R ( stimulus respon). Yakni dimana pendidikan agama diawali dengan pengkondisian emosi dan reflek. Karena kepribadian seseorang merupakan akumulasi emosi dan reflek yang dikondisikan. ( Dede Rosyada, 2009). Dalam kaitan ini menarik pernyataan De-Mar, 1989), “ beri aku selusin bayi sehat, saya akan jadikan mereka seperti apa yang saya mau; dokter, pengacara, artis, pedagang, pemimpin politik dan bahkan pencuri sekalipun”. Mereka akan menjadi sesuatu yang baru lepas dari bakat dan kebiasaan leluhurnya. Ketiga, penguatan kapa-

sitas guru agama. Guru agama selama ini berada dalam kondisi terpuruk. Selain karena faktor internal ketidakpercayaan diri, malas belajar dan gagap teknologi, juga karena mereka kehilangan pengetahuan sosial dalam kehidupan sosial. Mereka tidak memiliki keahlian dalam bidang seni dan budaya sebagai pintu masuk unt uk mengajarkan agama. Karenanya, guru agama haruslah memiliki keahlian agama tertentu dan juga perangkat ilmu kemasyarakatan, agar ia memiliki kekuatan budaya dan jaringan sosial kemasyarakat untuk merealiasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan pelajar. Keempat, revitalisasi dalam aspek penilaian. Penilaian pendidikan yang bertumpu pada aspek pengetahuan belaka seperti yang dipraktikkan selama ini tidak akan membawa kepada pemahaman, penghayatan dan pengalaman agama itu sendiri. Aspek pengetahuan adalah bagian terkecil dari aspek penilaian agama, yang terpenting adalah aspek pemahaman, penghayatan dan pengamalan. Dalam konteks ini haruslah dicara formula dan skema penilaian pendidikan agama di sekolah, sehingga ada keutuhan aspek yang dinilai dengan realitas prilaku pelajar atau siswa. Tanpa ini direvitalisasi, maka pendidikan agama hanya sekedar pengetahuan yang setiap saat akan hilang dan tidak membekas dalam kepribadian siswa atau peserta didik. Itulah untuk menyebut beberapa langkah revitalisasi yang mesti dilakukan dalam konteks menjadi pendidikan agama sebagai kekuatan budaya dan sekaligus kekuatan kritis dalam membangun kepribadian siswa atau pelajar. Kini momentum tersebut sangat terbuka dengan diberlakukannya kurikulum 2013 yang berbasis pendidikan karakter. Persoalannya, terpulang pada pemangku pendidikan, terutama pemangku pendidikan agama untuk mengisi dan mewarnainya dalam proses pembelajaran yang terintegartif. ***

Bimo T. Prasetyo, Direktur Operasional Nurul Islam Group

rasakan justru adalah dampak kenaikan harga. Sama seperti karyawan (buruh ?), mereka juga punya anak yang harus sekolah yang biayanya merambat naik. Pertanyaannya adalah: apakah karyawan (buruh ?) terbebas dari jeratan yang sama setelah upahnya naik? Tidak ada ulasan dimedia massa mengenai hal itu. Proses demonya sendiri

masih lebih seksi untuk diulas, yang kemudian hilang seiring berhentinya demonstrasi. Bagi saya, dari sisi pandang pemberdayaan masyarakat dhuafa, masalah upah masih terlalu remeh untuk menjadi isu dominan. Pergulatan upah menjadi pagelaran rutin setiap tahun tanpa menyuguhkan sesuatu yang baru. ***

Rabu, 27 November 2013 mahal serta pengorbanan dari seluruh warga. Jika seluruh komponen warga sudah memahami pentingnya menciptakan rasa aman pada suatu lingkungan, maka apapun ancaman serta gangguan keamanan yang bakal

5

maupun yang sudah terjadi, akan gampang dideteksi dan ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di negara ini. Sehingga pada akhirnya, suasana aman serta kondusif akan segera tercipta di tengah masyarakat. ***

C akap B ijak "JIKA Anda mengadili orang, Anda tidak akan punya waktu untuk mencintai mereka"

Bunda Teresa

"PENGEMBANGAN diri adalah nama permainan; tujuan utama Anda adalah menguatkan diri, bukan menghancurkan lawan” Maxwell Maltz

M enyanyah Guru...

Nando KT Wartawan Haluan Kepri KEMAJUAN suatu negara tak lepas dari peran guru maupun dosen. Mereka yang menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) negaranya. Karena itulah negara-negara maju menaruh perhatian besar terhadap dunia pendidikan, termasuk di dalamnya keberadaan para guru dan dosen. Sayangnya, Indonesia tidak seperti itu. Dunia pendidikan, termasuk mutu dan kesejahteraan tenaga kependidikan, belum menjadi perhatian utama pemerintah. Perhatian terhadap mereka masih minim. Memang, konstitusi telah mengamanatkan 20 persen dari total APBN/ APBD harus dialokasikan untuk sektor pendidikan. Tetapi, amanat itu masih sebatas di atas kertas. Belum terealisasi sepenuhnya. Banyak trik yang digunakan pemerintah untuk mengelabui ketentuan tersebut. Misalnya, anggaran pendidikan untuk peningkatan SDM aparatur pemerintah ikut dimasukkan dalam alokasi 20 persen APBN/ APBD itu. Jadi riilnya alokasi anggaran untuk sektor pendidikan tidak mencapai 20 persen. Harus diakui, seiring peningkatan alokasi anggaran pendidikan, anggaran untuk guru memang berangsur meningkat. Tetapi peningkatannya belum mampu mendongkrak kesejahteraan guru secara signifikan, terutama mereka yang mengabdi di daerah-daerah terpencil. Tak pelak masih banyak guru yang menyambi pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Nasib guru swasta lebih tragis lagi. Tidak sedikit dari mereka yang penghasilannya di bawah upah minimum kota (UMK). Upah sebesar itu tentu tak sebanding dengan mulianya pekerjaan guru yang mendidik anak-anak bangsa. Dengan penghasilan sekecil itu, tentu sulit berharap para

guru bisa menunaikan tugasnya dengan baik. Untuk menutupi kebutuhan hidup keluarga, sebagian guru terpaksa menjalani beberapa pekerjaan sekaligus. Ada guru yang mengajar di beberapa sekolah sekaligus. Ada juga yang menjadi pengojek, bahkan pemulung. Sungguh memprihatinkan kehidupan sebagian guru di negeri ini. Berkaca dari kondisi itu, pemerintah perlu lebih serius meningkatkan kesejahteraan guru, tak terkecuali guru swasta. Jangan sampai guru beralih status menjadi pekerja di pabrikpabrik karena upahnya jauh lebih besar dan lebih menjamin kesejahteraan. Jika hal itu sampai terjadi, alamat buruk bagi masa depan negeri ini. Tapi, para guru juga harus menyadari bahwa guru adalah ladang pengabdian. Menjadi guru berarti sudah siap hidup sederhana serta menjadi teladan dan rujukan bagi banyak orang. Guru bukan profesi yang tepat bila ingin kaya-raya. Bila motivasinya ingin mengejar kekayaan dan berbagai kesenangan duniawi lainnya, lebih baik lekas beralih profesi dengan menanggalkan pekerjaan sebagai guru. Guru adalah profesi terhormat dan amat mulia di mana tidak semua orang bisa dan layak menyandangnya. Oleh karenanya, profesi ini hendaknya tidak dikotori dengan perbuatan-perbuatan tidak terpuji dan tercela. Miris dan sedih mendengar ada guru yang melakukan perbuatan asusila terhadap anak didiknya sendiri, tersangkut korupsi dan pelbagai tindak kriminal lainnya. Apa jadinya generasi penerus bangsa ini bila dididik oleh guru bermental dan berperilaku buruk seperti itu? Bukannya melangkah maju mengejar ketertinggalan dari negara lain tetapi malah berjalan mundur sehingga kian jauh tertinggal di belakang! Selamat Hari Guru. ***

√ Dua Anggota Dewan Perempuan Kelahi - Kita sediakan ring tinju aja gimana ? √ Dewan Minta Kontrak Karimun Granite Dicabut - Katanya ada orang kuat, emang berani ? REDAKSI menerima kiriman artikel opini, surat pembaca, essai, dan informasi dengan syarat tidak menghina, memfitnah atau menghujat seseorang atau kelompok serta tidak berbau SARA. Setiap surat dilengkapi identitas diri dan dikirimkan ke Redaksi Harian Umum HALUAN KEPRI, Bengkong Garama, Telp. (0778) 427000 (hunting), Faks. (0778) 427784, E-mail: redaksi@haluankepri.com Redaksi berhak mengolah ulang isi

P o j o k

Editor : Fery Heriyanto, Layouter: Zikri


CMYK

Meranti

Rabu, 27 November 2013

600 Ekor Ayam Mati Mendadak SELATPANJANG (HK) — Sebanyak 600 lebih ekor ayam milik Iskar warga Desa Sesap, Kecamatan Tebing Tinggi, ditemukan mati mendadak tanpa diketahui penyebabnya. Ruslan Nahrowi Liputan Meranti Kejadian ini menyebabkan para peternak ayam kebingungan. Soalnya, ayam yang mati mendadak itu tidak ditemukan tanda-tanda terkena serangan penyakit. “Saya temukan sekitar 600 ekor ternak ayam saya mati mendadak dalam kandang. Apa penyebabnya, saya tidak tahu. Sebelumnya tidak ada tanda-tanda terserang penyakit. Untuk itu,saya mencoba mengontak petugas PPL untuk mendapatkan kepastian penyebab kematian ratusan ekor ayam saya tersebut. Tapi sampai hari ini, petugas PPL tersebut tak juga kunjung datang” ungkap Iskar.

Kematian ratusan ekor ternak ayam milik warga Desa Sesap ini, memang sempat mengejutkan tetangganya. Namun, apa penyebabnya juga tidak tahu. Camat Tebing Tinggi, Aliza melalui Sekcam Tebing Tinggi Edy M Nur saat dikonfirmasi, juga sempat terkejut. Soalnya, tidak ada laporan dari Kepala Desa Sesap terkait adanya kematian mendadak ratusan ekor ternak ayam milik warga desanya. “Sampai hari ini, kami belum mendapat laporan terkait kematian mendadak ratusan ekor ternak ayam milik Iskar di desa Sesap. Kita juga sudah kontak kepala desa Sesap, juga tidak tahu. Untuk itu, pihak pemda

KAMPANYE Wonderful Kepri berbasis komunitas juga dilakukan dengan menggandeng komunitas seni yang ada di masyarakat.

kecamatan berharap agar warga segera melaporkan bila menemukan adanya ternak ayam yang mati mendadak, apalagi dalam jumlah yang besar. Hal ini dimaksudkan untuk dapat di ketahui apa penyebabnya. Apakah ini karena serangan virus flu burung ataupun karena kesalahan dalam penangangan” ungkap Edy. Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Meranti Julian Norwis, saat dikonfirmasi, juga mengatakan tidak ada laporan ke kantor. Untuk itu, pihaknya tiddak dapat memberikan penjelasan lebih detail terkait kematian mendadak ratusan ekor ternak ayam milik warga Desa Sesap tersebut. “Kita sudah cek ke Kabid, tidak ada laporan terkait kematian ratusan ekor ternak ayam di desa Sesap. Meskipun demikian, kita akan cek

lebih detail” ungkap Julian. Dikatakanya lagi, untuk saat ini Meranti bebas serangan flu burung yang bisa mematikan mendadak ratusan ternak jenis unggas. Kalaupun ada kematian mendadak seperti yang dialami peternak ayam di Desa Sesap, kemungkinan besar disebabkan karena kesalahan penanganan. Soalnya, ternak ayam yang masih dalam usia muda, sangat rentan akan perubahan cuaca dan penanganan. Kalau penanganannya salah, bisa saja menyebabkan kematian mendadak dalam jumlah yang besar. “Kita berharap, agar masyarakat bisa lebih proaktif. Jangan didiamkan, seperti ini. Soalnya, dengan kematian ternak secara mendadak seperti ini, jelas sangat merugikan petani. Apalagi, penyebabnya tidak tahu hal ini tentunya akan membuat cemas peternak lainnya,” tandas Julian lagi.***

6

Tinjau Pelaksanaan Pilgubri

Hari Ini, Pejabat Gubri Kunjungi Meranti SELATPANJANG (HK) — Hari ini pejabat Gubernur Riau Djohermansyah Djohan dipastikan akan melakukan kunjungan resmi ke Kabupaten Kepulauan Meranti. Hal ini diungkapkan Bupati Kepulauan Meranti Irwan seusai memimpin Rapat Gerakan Meranti Menanam 1 Milyar Pohon di Kantor Bupati Kepulauan Meranti di Selatpanjang, Selasa (26/110. “Insya Allah, Rabu (27/ 11) Pejabat Gubri akan melakukan kunjungan resmi ke Kabupaten Kepulauan Meranti. Diperkirakan rombongan akan tiba di Selatpanjang sekitar pukul 11.00 wib. Kunjungan resmi Gubri ini dalam rangka untuk melihat lebih dekat keberadaan Kabupaten Kepulauan Meranti dan sekaligus untuk meninjau pelaksanaan pemilihan gubernur Riau untuk putran kedua” ungkap Bupati Irwan. Menurutnya, kunjungan gubernur ke Meranti ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Pro-

PANDU/HUMAS MERANTI

SERAHKAN CINDRAMATA — Bupati Meranti Drs Irwan menyerahkan cinderamata kepada Danlanal Dumai Kolonel laut (P) Budi Purwanto, ST pada acara temu ramah di Ballroom Grand Meranti di Selatpanjang, Selasa (26/11). vinsi Riau, setelah dilantik oleh Mendagri. Sebelum tiba di Meranti, Gubri dipastikan melakukan kunjungan resmi di Kabupaten Bengkalis. Dari Bengkalis, rombongan Gubri langsung ke Meranti. Dalam kunjungan ke Meranti, ada beberapa agenda kegiatan salah satu diantaranya meninjau sejumlah TPS di kota Selatpanjang, sebagai upaya melihat secara langsung proses pemilihan cagubri dan wagubri.

“Kita harapkan seluruh masyarakat Meranti yang telah mendapatkan undangan untuk memilih, menggunakan hak pilihnya secara baik dan benar. Bagaimanapun juga, satu suara aspirasi politik akan sangat menentukan calon pemipin Riau kedepan. Untuk itu, jangan sampai mengabaikan hak pilih ini. Hak pilih merupakan hak politik yang dijamin haknya oleh negera sesuai dengan udangundang” beber Irwan(rus)

KEGIATAN Wonderful Night dan Laga Lagu merupakan salah satu kampanye memperkenalkan slogan Wonderful Kepri

ANTUSIASME masyarakat yang tinggi untuk menyaksikan ASEAN JAZZ Festival 2013 yang merupakan salah satu dari rangkaian Wonderful Event tahun 2013.

Ajang Promosi Peningkatan Wisata Unggulan Kepri

Wonderful Kepri 2013 KEPALA Dinas beserta Sekretaris Dinas pariwisata Provinsi Kepri ikut mendampingi tim promosi Wonderful Kepri pada acara Natas Holiday Fair 2013, Singapura.

KEGIATAN Demonstrasi Sadar Wisata dan Bangkitnya Kaum Kreatif di Batam yang dihadiri oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga memperkenalkan branding Wonderful Kepri di Masyarakat.

KEGIATAN Promosi dalam Negeri secara terpadu di Jakarta bersama Dinas Kabupaten/ Kota dan Stake Holders untuk memperkenalkan Wonderful Kepri di tingkat Nasional.

MEMPERKENALKAN Slogan Wonderful Kepri kepada masyarakat melalui wawancara denganRadio Republik Indonesia Tanjungpinang.

WONDERFUL Kepri adalah slogan atau branding yang diusung Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk mempromosikan potensi pariwisata unggulan yang selama ini menjadi daya tarik utama pariwisata Kepulauan Riau yang mencakup Wonderful Nature and Culture, Wonderful Heritage, Wonderful Creative, Wonderful Religious, Wonderful Flora and Fauna, Wonderful Food and Culinary, dan Wonderful Event. Sasaran utama Wonderful Kepri adalah meningkatkan branding pariwisata Kepri ke kancah komunitas pariwisata internasional hingga pada akhirnya mampu lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara berkunjung ke Kepulauan Riau.

Untuk mensosialisasikan slogan Wonderful Kepri telah dilakukan sosialisasi dan dipromosikan melalui kegiatan pariwisata di tingkat

Kabupaten/ Kota maupun tingkat Provinsi. Foto dan Narasi : Dinas Pariwisata Kepri

KEPALA Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Guntur Sakti, S.Sos memperkenalkan branding Wonderful Kepri pada acara Proyeksi Wisman 2013 di Batam.

CMYK

Editor: Andi, Layouter: Syahril


Sambungan Dari Halaman 1

Hari Ini tersebut dibebaskan. Para dokter akan mengenakan baju putih dan pita hitam serta memasang spanduk sebagai bentuk protes ke Mahkamah Agung (MA). “Besok (hari ini) seluruh dokter di lingkungan RSUD Embung Fatimah akan menggelar mogok kerja untuk solidaritas rekan Dewa Ayu Sasiari yang tidak dibebaskan dari jerat hukumnya,” ujar mantan Humas RSUD Embung Fatimah, Cut Guspida, Selasa (26/11) Kata Cut, meski demikian, RSUD EMbung Fatimah tetap membuka layanan Poli Umum untuk masyarakat, termasuk bagi pasien pemegang Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) serta Unit Gawat Darurat (UGD) untuk pelayanan emergency. Yang tidak buka adalah layanan Poli Klinik tak ada yang buka sama sekali. Dalam aksi solidaritas ini, tambah Cut, juga akan diikuti dari beberapa rumah sakit di Batam. Nantinya, selain melakukan orasi, para dokter juga mengenakan pemasangan pita hitam satu sama lain sebagai bentuk keprihatinan atas nasib yang menimpa Dewa Ayu Sasiary. Disinggung terkait keresahaan masyarakat yang ingin berobat namun tidak ada dokter karena adanya mogok nasional ini, Asmoji salah satu dari dokter RSUD Embung Fatimah menjelaskan, hal ini sudah mereka pertimbangkan. “Iya memang keresahan pasti ada. Apalagi kalau pasiennya sangat butuh sekali tapi dokternya hari itu tak ada. Namun bagaimana lagi? Aksi ini kan digelar juga demi mendukung solidaritas rekan dokter yang di Manado agar segera dibebaskan dulu,” katanya. Selain di RSUD Embung Fatimah, aksi serupa juga akan digelar di depan Rumah Sakit Kasih Sayang Ibu dan Anak (KSIA) Ruko Palm Spring, Batam, mulai pukul 09.00 WIB. Selain memasang spanduk, mereka juga akan menyampaikan orasi serta tuntutan kepada MA. Setidaknya ada tiga tuntutan yang akan disampaikan. Pertama meminta MA untuk membebaskan teman sejawat mereka yang sudah divonis bebas murni di Pengadilan Negeri. Kedua, agar kejadian ini tidak menjadi yuridis prodencial yang mengakibatkan timbul kejadian serupa dikemudian hari. Ketiga, para dokter menyatakan bahwa negara ini belajar menghargai dan melindungi dokter di kemudian hari, agar dokter merasa aman dan nyaman dalam melakukan profesinya. “Kami merasa bahwa saat ini dokter sedang terzolimi. Karena

sistem kesehatan yang buruk di Indonesia, membuat dokter dan rakyat menjadi korban,” ungkap dr Hakim Seregar, salah satu dokter senior di Batam. Kata dr Hakim, atas vonis bersalah oleh MA terhadap tiga rekan mereka di Manado tersebut, menunjukkan saat ini profesi seorang dokter telah terintimidasi dan tidak mendapatkan kepastian hukum. Padahal, kata Hakim, dokter memiliki lembaga independen dan Surat Keputusan (SK) Presiden RI. Kata dia, kasus ini seharusnya diserahkan ke lembaga Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI). Sebab tugas MKDKI ini melindungi masyarakat sebagai penerima jasa kesehatan serta menjaga kehormatan profesi luhur seorang dokter. “Jadi seharusnya kasus ini diserahkan ke MKDKI. Apabila dokter tersebut dianggap melakukan pelanggaran pidana murni, maka lembaga yang namanya MKDKI inilah yang merekomendasikan ke polisi, dengan pasal KUHP atas kelalaian dokter yang menyebabkan kematian orang lain. Bukan langsung diserahkan ke lembaga lain,” cetusnya. Hakim menilai, vonis terhadap ketiga orang dokter tersebut sudah sangat sadis bahkan diperlakukan sebagai seorang kriminal bak seorang teroris, penyelundup, koruptor, dan narkoba. Perlu diketahui bahwa, apa yang dilakukan oleh para dokter tentu sudah sesuai dengan SOP. Dan secara universal, dokter tidak pernah memberikan kesembuhan. Melainkan upaya maksimal dalam pengobatan. “Dengan aksi ini kami hanya ingin mengetuk hati penegak hukum, karena MA merupakan lembaga penegak hukum tertinggi. Karena hukum di Indonesia sudah banyak dicederai. Dan aksi ini kami lakukan dalam batas-batas kesopanan. Sekali lagi, dokter tidak boleh dipidanakan atau dipenjarakan karena upayanya tidak dapat mencegah suatu kematian,” tegas Hakim. Selain itu, pihaknya juga akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) gabungan Komisi III dan Komisi IX DPR RI dalam waktu dekat ini. Hadir dalam jumpa pers tersebut di antaranya, Ketua IDI Kota Batam, dr Soritua, Ketua IDI Kepri, dr Afrizal Dachlan, dr Afdalun, dr Cahya, Kadiskes Kota Batam, dr Chandra Rizal serta para dokter senior maupun dokter muda lainnya. Mogok Nasional olidaritas para dokter atas kasus dr Dewa Ayu Sasiary Prawani

memang terus menggelinding sejak beberapa hari belakangan. Gelombang unjuk rasa akan terus terjadi pada hari-hari mendatang. Rabu, 27 November 2013, seluruh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG) atau spesialis kandungan di seluruh Indonesia mengancam mogok kerja sehari. Aksi ini dilakukan sebagai solidaritas atas dipidananya dokter Ayu di Manado karena dituduh melakukan malpraktek. Aksi mogok merupakan imbauan dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan Pengurus Besar Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (PB POGI). “Besok semua dokter SpOG dan poli kandungan tidak melayani praktek sehari, kecuali untuk emergency (pasien dengan kondisi darurat),” kata Ketua POGI Komisariat Kota dan Kabupaten Mojokerto MN Akbar saat dihubungi, Selasa (26/11). Setelah mogok, pelayanan seperti biasa akan berjalan normal pada Kamis (28/11). Pengurus POGI pusat maupun daerah berharap aksi solidaritas ini jadi dukungan moral atas upaya peninjauan kembali (PK) perkara hukum yang menimpa dokter Ayu. Melalui kasasi Mahkamah Agung, Ayu divonis bersalah dalam perkara malpraktek yang menyebabkan pasien meninggal dunia. Padahal, dalam pengadilan tingkat pertama dan kedua, Ayu dinyatakan tidak bersalah. Jangan Lebay Sementara itu, keluarga korban dugaan malapraktek yang dilakukan dr Ayu Sasiary meminta para dokter tidak bersikap berlebihan dalam aksi solidaritas terhadap dr Ayu. “Anak saya divonis mati, mereka hanya divonis 10 bulan, kenapa harus demo,” kata Yulin Malengkeng, ibunda Julia Fransiska Makatey yang meninggal saat persalinan. Yulin mengaku, dia merasa ada yang salah dengan tindakan para dokter yang sampai harus menghentikan prakteknya untuk membela orang yang menurut dia jelasjelas melakukan kesalahan. “Kenapa yang jelas bersalah justru dibela. Kalau bilang dirugikan, siapa yang lebih dirugikan dengan kami. Ini kan putusan hukum bukan kami,” kata Yulin. Yulin meminta agar dua orang dokter yang kini belum ditangkap, yakni dr Hendry Siagian dan dr Hendry Simanjuntak untuk segera menyerahkan diri dan menjalani proses hukum. “Vonisnya saja ringan kenapa harus takut untuk menjalaninya,” kata Yulin. (cw71/ lim/tmp/kcm)

lankan kegiatan perjudiannya. Hingga kenekatan Coin Centre lahir dengan menjalankan judi online milik pengusaha Filiphina. Untuk menghilangkan jejak dan aroma judi yang melekat di Coin Centre, manajemen mengelabui dengan menutup total aktivitas yang ada sebelumnya. Mulai dari karyawan, jaringan dan semua peralatan penunjang operasional dilepaskan. Sehingga, bangunan Coin Centre itu tampak hanya menjadi sebuah gudang kosong yang bertuan. Ketika semua warga, mantan pengunjung terlena dengan kekosongan gedung Coin Centre, pengelola mulai memainkan rencananya. Perlahan, sejumlah ruangan di lantai dua disulap. Salah satu ruangan yang sebelumnya adalah vip room, direnovasi jadi ruangan untuk menyimpan server induk. Sedangkan ruang lainnya yang juga bekas vip room, dijadikan ruangan untuk ruang kerja operator yang bertugas menginput data pemain. “Pasca penutupan judi setelah Sutanto naik, masyarakat umum menyakini gedung itu kosong. Padahal, gedung itu disulap untuk aktivitas perjudian juga. Hanya sebahagian orang yang sudah menjadi member (anggota-red) mengetahui kegiatannya,” ujar sumber Haluan Kepri yang dapat dipercaya. Menurut sumber, untuk mengoperasionalkan judi online ini, manajemen tidak sembarangan merekrut orang-orangnya. Orang yang menjadi operator, adalah orang yang benar-benar dipercaya dan dapat menyimpan rahasia aktivitas yang dijalani. Dan untuk mengangkat seseorang jadi operator ini, maka orang yang bersangkutan mendapat fasilitas dan gaji yang menggiurkan. “Untuk tempat duduk operatornya saja dibeli dengan harga Rp5 jutaan. Bayangkan saja, tahun 2000-an, itu barang mewah. Gaji yang mereka terima puluhan juta. Benar apa yang diungkap Haluan Kepri belum lama ini untuk jumlah gaji operatornya (sekitar 70 jutaan rupiah/bulan). cuma,

media tidak mengungkapkan bonus yang didapat oleh operator. Yang mana nilai bonusnya itu sangat besar juga,” kata sumber, tanpa merincikan bonus yang diperoleh seorang operator. Namun ia mengatakan bonus itu tergantung pendapatan, jika besar pendapatan manajemen maka bonus yang diperoleh operator semakin besar. “Biasanya, bonus yang mereka dapat lebih besar dari gaji yang diterima setiap bulannya,” katanya. Lebih jauh dijelaskannya, meskipun aktivitas perjudian di Coin Centre ini berjalan secara terselubung sejak Sutanto jadi Kapolri, namun setelah berganti beberapa kali Kapolri, kegiatan ini tetap berjalan secara ‘gelap’. “Dari Sutanto berganti ke Bambang Hendarso D hingga Timur Pradopo, kegiatan ini tetap jalan. Di awal karir, Sutarman jadi Kapolri, aktivitasnya terhenti dengan pengungkapan yang dilakukan Polda Kepri bekerjasama dengan Mabes Polri. Ini tanda yang baik, jika Sutarman serius untuk menghentikan perjudian di Batam dan Indonesia umumnya,” ujarnya. Sementara itu, Kapolri Jendral Sutarman dalam kunjungan kerjanya ke Polda Kepri belum lama ini menegaskan, judi online di Coin Centre yang diungkap kepolisian ini menjadi perhatiannya. Ia akan selalu memantau perkembangan kasus yang masih dalam penyidikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri. “Kita akan terus pantau dari Mabes,” ujar Sutarman menegaskan. Walaupun nilai pengeluaran manajemen sangat besar untuk menjalankan kegiatan ini, namun mereka tetap bertahan dan berjalan seperti biasanya. Bahkan tidak sedikit rupiah yang dihasilkan dalam menjalankan aktivitas ini. Namun sebagus-bagusnya menyembunyikan kegiatan ini, tetap saja tercium oleh aparat penegak hukum. Untuk lebih lanjut akan dikupas lebih dalam tulisan berikutnya. (pariadi/eddy)

Dari Halaman 1

Kapolri Berganti Ketika pertama kali menjabat, Sutanto berjanji dengan tegas dan konsisten menindak empat jenis kejahatan, yaitu, pertama, kejahatan yang merugikan kekayaan negara seperti korupsi, illegal logging, illegal mining dan penyelundupan. Kedua, kejahatan yang berdampak luas terhadap masyarakat seperti judi dan narkoba. Kejahatan ketiga adalah kejahatan yang meresahkan masyarakat seperti kejahatan jalanan dan kejahatan oleh kawanan bandit. Dan yangterakhir, segala pelanggaran lalulintas yang mengakibatkan kecelakaan lalulintas, ketidaktertiban dan kemacetan. Janji yang dilontarkan Sutanto itu tidak hanya sebuah janji belaka. Sejak kepemimpinan Sutanto, ia mampu menutup kran segala bentuk perjudian hingga keseluruh pelosok desa di Indonesia. Tidak pandang bulu, kehadiran Sutanto ini mampu untuk melenyapkan segala bentuk perjudian yang ada di Indonesia. Bahkan, bisa disebut Sutanto adalah musuh bagi bandar judi. Begitu juga dengan lokasi perjudian Coin Centre, tidak lepas dari sepak terjang Sutanto. Dimana sebelumnya, yakni sejak tahun 1990-an hingga tahun 2005, Coin Centre beroperasi secara terbuka tanpa ada hambatan apapun. Triliunan rupiah uang pengunjung sudah masuk dalam kas keuangan Coin Centre. Hingga akhirnya, Sutanto menutup aktivitas di gedung tersebut. Lokasi yang menjadi ‘dapur’ untuk menghasilkan keuntungan pun ikut tertutup. Pertanyaannya, apakah Coin Centre rela melepas keuntungan yang luar biasa itu? Tentu tidak. Walaupun Sutanto yang notabene orang yang anti judi ini telah jadi orang nomor satu di kepolisian, orang-orang yang biasa memanfaatkan Coin Centre untuk berjudi tetap membandel. Aktivitas perjudian di Coin Centre hanya berhenti untuk sementara waktu. Selama tidak beroperasi beberapa bulan tersebut, manajemen mencoba mencari celah dan cara, agar dapat menja-

Rabu, 27 November 2013

7

Dari Halaman 1

Putra Minang

ISTIMEWA

TEKEN PRASASTI — H Is Anwar Dt Rajo Perak menyaksikan Prabowo Subianto dan Irman Gusman menandatangani prasasti peresmian New Is Plaza di Jalan Pramuka Raya Kav 150, Jakarta. yakni Irman Gusman dan Prabowo Subianto, mantan Kapolri Awaluddin Djamin, mantan Menaker Fahmi Idris, mantan Menkumham Patrialis Akbar, mantan Menpen Yunus Yosfiah, Wagub Sumbar Muslim Kasim, penyair Taufik Ismail, Basrizal Koto, Asril Tanjung, Syahrul Ujud, Dasrul Lamsudin, Darmawi Khaidir dan Sukrawadi Dahlan. "New Is Plaza yang diresmikan kemarin, adalah pengembangan dari plaza sebelumnya. Di plaza sekarang ada ruang pertemuan besar yang bisa menampung 1.500 sampai 2.000 orang untuk berbagai keperluan," kata Is Anwar kepada Haluan, Senin (25/11). Khusus untuk keperluan warga Sumatera Barat baik yang ada di Jakarta maupun warga Minang di kampung yang mau menyelenggarakan acara di Jakarta, Is Plaza selama setahun ini memberikan harga khusus, diskon 30 sampai 50 persen. "Sebagai putra Minang, saya tentu juga harus bisa berbuat dan berbakti untuk kampung halaman. Caranya dengan memberikan harga khusus untuk setiap kegiatan urang awak yang diselenggarakan di Is Plaza," kata Is Anwar.

Pengusaha properti yang juga pendiri Harian Pos Kota dan majalah Sarinah itu merasa bersyukur dan bahagia karena peresmian New Is Plaza dihadiri dua Calon Presiden RI dan ratusan tokoh Minang. Irman Gusman, Ketua DPD RI yang kini ikut konvensi Capres Partai Demokrat dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, di mata Is Anwar adalah dua figur yang potensial untuk membangun negeri ini. Meski dihadiri dua Capres dan beragam tokoh, pembangunan Is Plaza, menurut Is Anwar, adalah murni untuk pengembangan bisnis."Mereka hadir adalah sebagai sahabat yang sudah saya kenal sejak lama," kata mantan anggota DPR dan MPR RI itu. Irman Gusman dan Prabowo yang didaulat menandatangani prasasti peresmian Is Plaza, mengungkapkan rasa kagum dan bangga dengan Is Anwar. “Pak Is Anwar adalah seorang wartawan senior yang juga seorang seniman dan pengusaha. Prestasi dan perjalanan panjangnya di berbagai bidang, patut kita banggakan,” ujar Irman. Di mata Prabowo, Is Anwar dan Sumatera Barat, adalah bagian

tidak terpisahkan dari perjalanan hidupnya. Prabowo merasa sangat dekat dengan orang Minang. "Pada umur saya enam tahun, keluarga kami hijrah ke Sumatera Barat saat terjadinya gejolak PRRI. Kami merasa mempunyai hubungan emosional yang sangat dekat dengan Ranah Minang," kata Prabowo. Wagub Sumbar Muslim Kasim dalam sambutannya juga mengungkapkan rasa bangga dengan Is Anwar. “Ini juga kebanggaan untuk kita semua. Makanya, kami mengajak, setelah sukses di rantau, Pak Is Anwar juga kami undang untuk membangun Sumatera Barat dengan berinvestasi di berbagai bidang,” kata Wagub. Acara peresmian New Is Plaza dihadiri sejumlah artis senior seperti Erni Johan, Elly Kasim dan Elvi Sukaesih. Di penghujung acara, Is Anwar, wartawan, pengusaha dan juga pernah berkiprah sebagai seorang seniman ini, memberikan anugerah kepada lima keluarga musisi senior, yakni Asbon, Oslan Husein, Zainal Combo, Nuskan Syarif dan Tiar Ramon. Selain piagam penghargaan, masing-masing keluarga artis senior itu juga menerima uang kehormatan. (h/bk/ze)

dia dan Rusmini sempat terjadi adu mulut. Bahkan dia didorong Rusmini hingga terjatuh. Tak hanya itu, lanjut Diana, dia juga dibentak-bentak selayaknya orang dewasa menghardik anak keceil. Ketika suasana kian tak kondusif, Diana langsung bergegas meninggalkan Gedung DPRD Batam. Soal ucapan Rusmini bahwa dia menghubungi suaminya Ahars Sulaiman yang merupakan anggota DPRD Kepri, Diana membenarkannya. Dia mengaku tak terima dan karena itu memanggil suaminya untuk mendapat perlindungan. "Saya didorong, Mas. Dibentak-bentak lagi seperti anak kecil," kata Diana yang dikonfirmasi lewat telepon, Selasa sore. Disinggung mengenai dugaan uang suap Rp200 juta yang menjadi akar persoalan, Diana dengan lantang menyebutnya sebagai fitnah. Tegasnya, dia tak pernah terima suap dari Disdik Batam. "Itu fitnah! Saya tak pernah seperti itu," bantah legislator asal Partai Persatuan Pembangunan ini. Begitu juga saat diberitahu mengenai adanya rekaman yang beredar di masyarakat terkait pengakuan Sekretaris Disdik Kota Batam, Yahya yang memberikan uang Rp200 juta, Diana tetap menampiknya. "Rekaman kan tak bisa jadi alat bukti. Siapa itu yang bilang saya terima uang Rp200 juta?" Diana bertanya balik. Diana pun akan melaporkan Rusmini ke Badan Kehormatan (BK). "Secepatnya saya akan laporkan ini ke BK," ujarnya. Menurutnya, pertengkaran itu bukan sekadar adu mulut, tapi terjadi kontak fisik. Hal ini jugalah yang akan dilaporkan Diana ke BK DPRD Batam. Sebab, dia tak akan terima perbuatan Rusmini. Sampai permasalahan itu tuntas, dirinya akan menggunakan pengawalan dari pihak keluarga atau dari pihak luar. Pengawalan itu, katanya untuk menjaga mengantisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Mungkin besok saya akan gunakan pengawal. Suami saya tak ingin terjadi apa-apa dengan saya," tegas dia. Informasi yang berkembang, pada awal pelaksanaan anggaran 2013 lalu, Diana ditenggarai datang menjumpai Yahya. Berdasarkan dalam rekaman tersebut, Yahya mengaku dirinya didatangi oleh Diana yang mengatasnamakan komisi IV. Diana minta kepada Disdik Batam untuk mengamankan rekan-rekannya di Komisi IV DPRD Batam dengan kompensasi berupa 10 proyek penunjukan langsung (PL). Saat itu Diana membangun komunikasi dengan Yahya. Selanjutnya Yahya menyampaikan informasi tersebut kepada Muslim Bidin, Kepala Disdik Batam. Atas permintaan tersebut langsung diamini oleh Muslim Bidin. “Waktu itu ibu Diana minta 10 proyek PL. Lalu saya tanya, mau mentahnya atau pengerjaannya. Jawab Bu Diana, mentahnya saja. Setelah itu, saya serahkan uangnya Rp200 juta kepada Bu Diana. Belakangan, informasinya uang itu tidak dibagikan kepada teman-temannya yang lain. Sementara uang sudah tidak ada lagi. Saya pun jadi bingung, mau gimana lagi,” aku Yahya dalam rekaman itu. Singkat cerita, Disdik Batam menitipkan uang senilai Rp200 juta untuk mengamankan Komisi IV terkait pelakasnaan dan pengusulan anggaran Dinas tersebut. Namun disayangkan, dalam perjalanan uang tersebut tidak dibagikan ke anggota Komisi IV lainnya, tapi uang tersebut diduga masuk ke kantong pribadi. Dan akhirnya memunculkan banyak pertanyaan setelah kasus ini muncul kembali ke permukaan. Dan puncaknya, Selasa kemarin, Rusmini Simorangkir emosi dan melabrak Diana Titik Widayati. “Pantasan selama ini sidak dan RDP (rapat dengar pendapat) terhadap Disdik Batam melempem,” ungkap Rusmini menutup pembicaraan dengan wartawan koran ini. ***

pilih sebelum masuk ke entertainment. Setiap saya pulang sekolah, PR saya itu biasa membuat koreografi baru. Misalnya, tiap daerah itu punya tari, seperti di Bali ada Tari Kecak, di Jawa Barat ada Jaipong. Nah, ini saya kreasikan dengan gerakan senam. Misalnya, beberapa gerakan yang bisa membentuk tubuh, tapi tetap terlihat indah," tutur Liza. Tak hanya tari tradisional, goyangan masa kini seperti Goyang Cesar, yang sedang

populer pun dimodifikasinya agar menjadi gerak yang menyehatkan. "Ini baru mulai, baru satu minggu kami luncurkan, dan akan banyak program yang berhubungan dengan joged massal. Kayak Goyang Cesar itu kan kakinya begini (digetarkan), kalau tidak dikombinasikan sama gerakan senam enggak akan ada hasilnya. Tapi, kalau ditambah gerakan-gerakan senam, ini bisa membantu membentuk paha," jelas Liza. (kcm)

Dari Halaman 1

Dua Anggota Sayang, Rusmini tak mendapat jawaban yang bisa memuaskan rasa ingin tahunya. Emosinya pun meledak. Ia marah-marah dan membanting remote TV yang ada di ruang komisi yang mengurusi bidang pendidikan dan sosial tenaga kerja itu. Pengakuan Diana, dia sempat didorong hingga terjatuh ke lantai. “Saya datang meminta penjelasan, tapi dia malah tak bisa memberikan penjelasan dan meminta saya bicara dengan suaminya, Ahar Sulaiman,” kata Rusmini. Selaku anggota Komisi IV, Rusmini mengaku sangat kecewa dengan sikap Diana. Pasalnya, ia tak ada menerima serupiah pun uang dari Disdik. Tapi, namanya justeru dikait-kaitkan menerima suap dari Disdik untuk mengamankan dinas tersebut di lingkungan DPRD Batam. “Kalau untuk kepentingan pribadi, jangan kaitkan kami yang lain,” ujar politisi Partai Golkar ini. Saat keributan terjadi, di ruang komisi tersebut juga ada anggota dewan lain, yakni M Yunus Spi, Mawardi Harni dan Suwandi ST. Mawardi Harni membenarkan telah terjadi keributan di antara dua rekannya tersebut. Senada dengan Rusmini, ia juga meminta Diana bisa menjelaskan masalah ini. Mawardi pun bertekad untuk mencari tahu kebenaran dugaan adanya uang suap Rp200 juta dari Disdik Batam tersebut. “Secara pribadi, saya berani katakan saya tidak pernah mendapatkan uang sebagaimana isu yang berkembang saat ini,” ujarnya. Pengakuan serupa disampaikan oleh Riki Indrakari, anggota Komisi IV lainnya. Ia mengaku tidak pernah menerima uang dari Disdik Batam, atau juga dari pihak lain yang mengatasnamakan Komisi IV DPRD Batam. “Kita minta ini diusut, jangan sampai jadi preseden buruk ke depan,” katanya. Lapor ke BK Sementara itu, Diana saat dikonfirmasi, seperti dikutip dari batamtoday.com, mengaku antara

Dari Halaman 1

Joged Fitnes Sehat Alami. Kita bisa sehat tanpa keluar biaya, cukup joged saja," kata Liza dalam jumpa pers di pusat kebugaran miliknya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini. Liza mengungkapkan, sejak berusia 15 tahun ia biasa membuat gerakan senam. Dalam perjalanan kariernya selaku instruktur senam kebugaran, ia mulai memadukan senam dengan tari tradisional. "Dunia kebugaran sudah saya


CMYK

Rabu, 27 November 2013

8

Perpustakaan Bintan Gelar Lomba Cerita BINTAN (HK) — Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bintan menggelar lomba cerita dan lomba syair di Gedung Wisma Karya Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Bintan, Rabu (20/11) pukul 09.00 Wib. Lomba yang diikuti puluhan pelajar se-Kabupaten Bintan ini, dibuka oleh Bupati Bintan Ansar Ahmad, yang diwakili Asisten 3 bidang Administrasi Umum Raja M Akib. Kepala Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bintan Irianto menya-

takan, lomba cerita dan syair ini bertujuan untuk membangkitkan minat membaca masyarakat, terutama dikalangan pelajar dan lembaga pendidikan guna membangun sumber daya manusia yang cerdas dan berakhlak mulia. Pelajar yang mengikuti perlombaan ini sebanyak 50 peserta, untuk pelajar SD kelas 4 hingga kelas 5 se-Kabupaten Bintan kategori lomba cerita dan untuk pelajar SLTA kategori lomba syair. Selain menggelar lomba

cerita dan syair, Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bintan juga melaksanakan penilaian terhadap perpustakaan dan pengelolanya di sekolah se-Kabupaten Bintan. Juara satu lomba cerita diraih oleh Naswa Hanna Erliyanti asal siswi SDN 001 Bintan Uatar, juara dua Hepiyani Septi Yerndri siswi SD Gugus III Bintan Timur dan juara tiga Jingga siswa SDN 003 Teluk Sebong. Juara satu kategori lomba syair diraih oleh Lili

Pronoya asal siswi SMPN 2, untuk juara dua Tri Mardiati asal siswi SMPN 1 dan juara tiga Restu Erinda siswi SMPN 12. Sedangkan, juara satu kategori perpustakaan dan pengelola diraih oleh SMPN 2 Bintan Timur yang dikelola Jaminah, juara kedua SMPN 4 Bintan Timur yang dikelola Wini Sartika dan juara ketiga SMPN 3 yang dikelola Sri Hartati. Narasi dan Foto : Rico Barino

PANITIA penyelenggara bersama dewan juri serta tamu undangan.

DEWAN juri lomba cerita.

PESERTA yang juara lomba syair.

DEWAN juri lomba syair.

SALAH satu peserta dari tingkat SLTP dalam lomba syair.

PESERTA yang juara lomba cerita.

SALAH satu peserta dari tingkat SD dalam lomba cerita.

56 Anggota Koperasi Diklat Akuntansi KEPALA Disperindag Kabupaten Lingga Drs Saad memberikan sambutan.

LINGGA (HK) — Sebanya 56 anggota koperasi di Kabupaten Lingga ikuti kegiatan Diklat Pelatihan Akuntansi Koperasi yang diselenggarakan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Lingga di Hotel Gapura Dabo Singkep, Rabu (2/10). Kepala Bidang Koperasi, Disperindagkop Kabupaten Lingga, Syaharuddin mengatakan, kegiatan pelatihan akuntasi koperasi tersebut bertujuan untuk mem-

berikan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kelembagaan koperasi dan menejemen keuangan. Selain memberikan bimbingan tekhnis, kegiatan tersebut juga mempelajari tentang pembuatan laporan keuangan pad penyusunan laporan Rapat Anggota Tahunan. Dijelaskan, untuk narasumber dalam pelatihan koperasi itu sengaja didatangkan dari pusat (Jakarta-red) serta dari Ketua Devisi

Jaringan Usaha Koperasi Provinsi Kepri. Lebih lanjut Syaharuddin menjelaskan, perkembangan koperasi baru di Kabupaten Linggan terus mengalami perkembangan tiap tahun. Dari jumlah tersebut, tercatat koperasi yang tidak aktif mencapai lebih kurang 30 persen. Hal ini tambah Syaharuddin, dapat disebabkan karna faktor masih le-

mahnya segi kelembagaan yang pembentukannya belum mengacu kepada satu tujuan yang sama sesuai peraturan yang ada. Di tempat yang sama, narasumber dari Kementerian Koperasi dan UKM, Dr Eka Setia Jatnika SE Msi menambahkan, setiap koperasi harus terlebih dahulu melakukan tertib admnistrasi serta laporan keuangan yang baik. Ia berharap, semua koperasi

yang telah terbentuk dapat bangkit, terutama dari sisi manajemen, agar perekonomian di daerah bisa tumbuh. Karena lemahnya koperasi itu tergantng dari pengelolaan manajemen,� jelas Eka. Kegiatan pelatihan akuntasi koperasi tersebut berlangsung selama tiga hari. dimulai pada Rabu (2/10) sampai Jumat (4/10). Narasi dan Foto :Afrizal

WAKIL Bupati dan Kadisperindagkop.

PESERTA dan panitia kegiatan Pembinaan, Pengawasan dan Penghargaan Koperasi Berprestasi.

WAKIL Bupati memberikan sambutan.

WAKIL Bupati Lingga Drs. Abu Hasim mendengarkan sambutan.

WAKIL Bupati menyerahkan sertifikat penghargaan kepada anggota koperasi terbaik.

WAKIL Bupati menyerahkan sertifikat penghargaan kepada anggota koperasi terbaik.

CMYK

Editor: Eddy, Layouter: Mulia Aditya


CMYK

Rabu, 27 November 2013

9

Pencurian Marak di Bengkong Sadai Windarti Wahyuningsih, S.E. Ketua Muslimat NU Seibeduk

Kerja Itu Ibadah BAGI warga Batam, khususnya keluarga besar Nahdatul Ulama (NU) di Kecamatan Seibeduk, pemilik nama lengkap Windarti Wahyuningsih, tentu sudah tidak asing lagi. Kerja Itu Hal 10

Polisi Diminta Bertindak BENGKONG (HK) — Aksi pencurian di Kelurahan Bengkong Sadai, Kecamatan Bengkong marak. Aksi itu tidak hanya dilakukan pada malam hari tetapi juga siang hari saat sebagian warga berangkat kerja. Pariadi Liputan Batam

Iwan (39), warga Blok A1 No.5 perumahan Putra Kelana Jaya (PKJ), Bengkong Sadai yang pernah menjadi korban pencurian mengatakan,

hampir setiap minggu terjadi pencurian di kawasan itu. Pelakunya diperkirakan lebih dari satu orang. " Terakhir korbannya saya sendiri. Saat itu, pelaku Pencurian Marak Hal 10

300 Simpatisan Dukung Andi Menuju Senayan BATAM CENTRE (HK)— Sebanyak 300 simpatisan dan tim sukses hadir dalam rapat akbar pemenangan caleg DPR RI nomor urut 1 dari Partai Hanura, Andi Kusuma di Kantor DPW Perindo Kepri, Senin (25/11).

Melalui rapat ini, diputuskan akan membentuk posko pemenangan hingga ke ranting-ranting Perindo di Kepri. “ Kehadiran simpatisan dan keseriusan tim sukses 300 Simpatisan Hal 10

DELMAWAN/HALUAN KEPRI

BONGKAR MUATAN — Aparat Bea Cukai Batam dan Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar muatan kapal KM Maju Bersama II di Pelabuhan Macobar, Batuampar, Selasa (26/11). Diduga kapal tujuan Tembilahan itu mengakut sabu-sabu.

DERMAWAN/HALUAN KEPRI

ANDI Kusuma Caleg DPR-RI dapil Kepri dari Partai Hanura menggelar Rapat Koordinasi dengan 300 simpatisan di Kantor DPW Perindo Kepri, Senin (25/11).

PKK Batam Gelar Papsmear Gratis BATAM CENTRE (HK) — Sebanyak 100 perempuan di Kecamatan Sekupang dan Belakang Padang mendapatkan layanan papsmear gratis yang disediakan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Batam, Selasa (26/11). Kegiatan yang mengambil tempat di Rumah Kreatif Binaan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Batam, Sekupang ini sebagai upaya deteksi dini terhadap kanker serviks atau kanker leher rahim dengan cara papsmear. Ketua Pokja IV, Esse Chandra dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja rutin tahunan Pokja IV TP PKK Kota Batam bidang kesehatan. Pada pelaksanaan kali ini kegiatannya disejalankan dengan pePKK Batam Hal 10

CMYK

Editor: Sofyan, Layouter: M Fahrullazi


Metro Batam Anggota DPRD Marah Pemko Tak Akomodir Hasil Reses BATAM CENTRE (HK) — Sejumlah anggota DPRD Batam marah besar kepada Pemerintah Kota Batam. Pasalnya, hasil reses yang mereka lakukan tak pernah diakomodir dalam APBD. Hal itu terungkap dalam rapat Paripurna penyampaian hasil Reses ke III DPRD Batam di ruang rapat paripurna, Selasa (26/11). Rapat yang awalnya berjalan mulus itu, tiba-tiba berubah menjadi ajang kritik sejumlah fraksi. Rapat tersebut dihadiri Wakil Walikota Batam Rudi. Rasa kecewa tersebut ditumpahkan Fraksi Peduli Keadilan Nasional (PKN), Fraksi Persatuan Pem-

bangunan Indonesia Raya (PPP Plus), Fraksi Partai Keadialan Sejahtera (PKS) dan Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar). Ketua Fraksi PKN DPRD Batam, Eddy C Lummawie mengatakan, fraksinya mempertanyakan apakah hasil reses yang dilakukannya diakomodir dalam APBD. Jika tidak, percuma para anggota dewan tersebut melakukan reses. " Pertanyaannya, apakah hasil reses kami akan menjadi pertimbangan kegiatan Pemko, kalau sama sebelumnya untuk apa dilakukan reses," ujar Eddy kesal. Padahal, menurut dia, temuan di lapangan saat reses,

ada banyak persoalan, diantaranya masalah banjir, drainase, jalan dan sekolah baru serta lainnya. “Tapi puluhan kali disampaikan, tak pernah diakomodir," ketus Eddy. Kekecewaan serupa juga disampaikan juru bicara PPP plus, dr Idawati Nursanti. Ia mengatakan, percuma pihaknya menyampaikan temuan selama reses kalau pada akhirnya temuan tersebut tak ditindaklanjuti oleh Pemko Batam. " Seluruh hasil reses terangkum dalam laporan, tapi kami mengingatkan agar hasil reses ini benar-benar ditindaklanjuti," katanya. Riki Indrakari, juru bicara Fraksi PKS mempertanyakan apakah usulan fraksinya ditampung dan diakomodir

Rabu, 27 November 2013 dalam APBD 2014. " Atau hanya akan ditampung, tapi tidak dimasukkan ke APBD," ungkap Riki Indrakari. Laporan hasil reses yang disampaikan oleh 9 fraksi, mayoritas menyoroti persoalan banjir, jalan, drainase dan pembangunan sekolah. Namun mereka menyampaikan ke Wakil Walikota Batam, Rudi bahwa selama ini tidak ada tindaklanjutnya. Asmin Patros, Ketua Fraksi P Golkar menambahkan telah terjadi ketidak-singkronan antara jadwal reses dengan pembahasan KUA PPAS. " Kita menyayangkan, antara pelaksanaan reses tidak seiring pembahasan KUA PPAS," katanya. Sehingga sering kali, lanjut Asmin, saat turun kembali untuk reses justeru masyarakat mempertanyakan hasil sebelumnya. "Harusnya kami datang dengan hasil reses, bukan sekedar mencari per-

Kepala BP Batam Harus Bawa Perubahan BATAM CENTRE (HK) — Wakil Rektor III Universitas Batam Lagat Siadari, berpendapat, siapa pun yang terpilih menjadi Kepala BP Batam nantimya, harus bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik. "Kalau pendapat saya, Kepala BP Kawasan yang baru, baik dari internal maupun eksternal, harus memberikan perubahan terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Batam, " ujar Lagat, kemarin. Lagat menambahkan, pergantian pimpinan di tubuh BP Kawasan Batam baik dari dalam (internal) maupun dari orang luar (eksternal), harus mampu memberikan perubahan pada pertumbuhan ekonomi di Kota Batam. Selain itu , ujar Lagat, dengan kepemimpinan BP Kawasan yang baru akan banyak mengeluarkan ide-ide yang baru dan juga terobosan, asalkan jangan sampai meru-

gikan orang lain serta melanggar hukum. Ia menyebutkan, saat ini para calon Ketua BP Batam masih dalam tahap seleksi. Untuk itu, siapapun yang terpilih, harus berani menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi di Batam, seperti persoalan lahan, kampung tua dan lain sebagainya. Untuk itu, ia minta penguji dari Universitas Indonesia (UI), agar serius dalam menyeleksi dan menilai kandidat calon Ketua BP Batam. Jangan sampai ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan. " Harapan kita tim harus transparan, bagaimana pun BP kawasan sebagai regulator jangan sampai tidak mampu menyelesaikan persoalan yang muncul," katanya. Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Humas Badan Pengusahaan

(BP) Batam yang juga salah satu calon Ketua BP Kawasan Batam Dwi Djoko Wiwoho mengaku belum ada persiapan seandainya terpilih menjadi Kepala BP Batam menggantikan Mustofa Widjaja. " Yang disiapkan saat ini hanya mental saja," katanya. Menurut Djoko, dalam pencalonan Kepala BP Batam untuk masa yang akan datang, dia mendapatkan arahan dari Kepala BP Batam Mustofa Widjaja. Dalam hal ini, pesan yang disampaikan Mustofa Widjaja kepadanya siapa saja boleh mengikuti pencalonan ini. " Pak Mus berpesan, siapa saja boleh mencalonkan jadi Kepala BP Batam, asal tahu kepemimpinan dan siap dari segi kepemimpinan. Dia (Mustofa) menyemangati kami, jangan kalah dengan yang tua. Saat ini masih ada test lagi yakni pertama assesment tes (tes tertulis) dan

interview (yang dilakukan dari tim UI, tim penguji, dan Kepala DK. Penentuan akhir tetap di DK, "paparnya. Djoko menambahkan, walaupun seluruh kandidat memiliki skill yang berbeda-beda, namun ia tidak terpengaruh. " Persaingan ini sangat berat. Pengalaman mereka (kandidat) banyak dan juga pengetahuannya. Ya, intinya saya hanya mencari pengalaman baru saja, "jelasnya. Menurut Djoko, siapapun yang nantinya akan menjadi Kepala BP Batam yang baru, baik dari internal BP maupun eksternal, harus mampu dalam segala hal. " Siapapun nantinya yang terpilih menjadi ketua BP Batam, apakah itu dari orang dalam ataupun dari orang luar, dia harus mampu memimpin. Kalau saya terpilih, saya juga harus siap, "pungkasnya. (byu)

Tak Cukup dengan Penghentian Pembangunan Tower PT TA BATAM CENTRE (HK) — Kepala Badan Komunikasi dan informasi (Kominfo) Batam, Salim mengatakan bahwa pihaknya tak bisa menghentikan atau sampai membongkar paksa bangunan menara telekomunikasi (Tower) milik PT Retower Asia (PT RA) di Tanjunguncang. Pasalnya, tak cukup alasan untuk melakukan apa yang dimintakan oleh segelintir orang mengatasnamakan warga. Dimana semua perizinan dan dokumen untuk melakukan pendirian tower, sudah dipe-

nuhi oleh perusahaan. "Tak cukup alasan untuk melakukan penghentian," ungkap Salim dihubungi Haluan Kepri ke telepon selulernya, Selasa (26/11). Hal ini menjawab protes Warga ruko Putra Jaya, Tanjunguncang yang memprotes pembangunan tower milik PT Retower Asia di lokasi tersebut, dan warga bahkan meminta tower yang sudah dibangun sebagian itu dibongkar. Menurut Salim, jika masyarakat menghawatirkan akan terjadinya radiasi atau

juga bangunan akan menimpa masyarakat, maka jalan tengahnya adalah mendatangkan ahli radiasi dan ahli kontruksi bangunan. "Harusya mendatang ahlinya, bukan dihentikan atau dibongkar," kata Salim. Dalam RDP di Komisi III DPRD Batam, yang dipimpin Jefri Simanjuntak dan Muhammad Musofa, Senin (25/11) kemarin, pihak PT TA sudah berjanji untuk menfasilitasi apa yang menjadi keberatan warga. "Kami ingin jalan tengahnya, mari kita dudukkan kembali," ungkap kontraktor

Dari Halaman 9

Pencurian Marak berhasil menguras harta benda saya berupa perhiasan emas senilai Rp80 juta, laptop dan barang berharga lainnya. Kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta," katanya. Menurut Iwan, pelaku masuk ke rumahnya saat rumah dalam keadaan kosong. Saat itu, ia dan istrinya pergi bekerja, sedangkan anak-anaknya pergi sekolah. Kondisi rumah yang kosong membuat pelaku masuk dengan leluasa. Pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang itu masuk melalui pintu depan, dengan cara melepas paksa gembok yang terdapat di pintu tersebut. Hal itu diketahui

setelah dirinya pulang ke rumah dan melihat kunci gembok di pintu masuk dirusak. Kejadian itu sudah dilaporkan ke Polsek Bengkong. Namun laporan tersebut tidak ditanggapi serius anggota polisi yang sedang piket jaga. " Saat dilaporkan, polisi yang bertugas tidak serius menanggapinya," ujar Iwan. Adi, warga lainnya mengatakan sejak tiga bulan terakhir sudah tak terhitung lagi berapa rumah yang sudah dibobol kawasan maling. Untuk mencegah aksi tersebut, warga meningkatkan pengamanan dan menambah tenaga pengamanan.

" Berbagai tindakan pencegahan dengan meningkatkan pengamanan dengan melibatkan warga sudah kita lakukan, namun aksi pencurian itu selalu terjadi," ujar Adi. Untuk itu, ia meminta aparat kepolisian, khususnya petugas Polsek Bengkong bertindak supaya aksi ini tidak terus terjadi. Sehingga warga pun tenang rumahnya dalam keadaan kosong. Kapolsek Bengkong Iptu Hadi Sucipto yang dikonfirmasi soal sikap anggotanya yang tidak menanggapi laporan warga, mengatakan itu hanya kesalahpahaman saja.

" Kita selalu merespon setiap laporan masyarakat, perihal aksi kejahatan yang terjadi. Terkait ketidakpuasan warga atas pelayanan polisi dalam merespon laporan tindak kejahatan yang disampaikan warga Bengkong Sadai beberapa hari lalu, Hadi Sucipto mengatakan bahwa hal tersebut, hanya salah persepsi saja dari warga," katanya. Menurut Hadi, setiap terjadi aksi kejahatan, polisi akan menayakan berbagai hal terkait peristiwa yang terjadi, sehingga berdasarkan data yang dihimpun, menjadi dasar bagi polisi untuk melakukan penyelidikan. ***

Dari Halaman 9

300 Simpatisan yang hadir dalam rapat akbar ini sebagai bentuk dukungan penuh kepada saya. Saya berterima kasih banyak kepada mereka, dan saya semakin optimis untuk bertarung di Pemilu Legislatif 2014 nanti,”ujar Andi Kusuma yang juga Ketua DPW Perindo Kepri, Selasa (26/11). Sebagai tokoh pemuda, ia melihat sangat banyak yang

pembangunan tower, Andri. Selaku pelaksana pembangunan, lanjut Andri, ia sangat keberatan dengan permintaan segelintir orang yang menyebut dirinya warga. Pasalnya, izin dari Badan Kominfo dan IMB sudah didapatkan dari Distako. "Mohon pertimbangan semua pihak, kami ini ingin membantu masyarakat, bukannya kami tidak memberikan dampak positif," ungkapnya. Menurutnya, dari hasil rekomendasi komisi III, pihaknya akan secepatnya melakukan pertemuan dengan warga. (ays)

harus diperjuangkan untuk kemajuan Kepri. Dengan semangat membawa perubahan, ia akan berjuang sekuat tenaga untuk mencapai sukses menuju Senayan. " Nasib, tidak ada yang tahu dan sudah saatnya anggota dewan di regenerasi ke kalangan pemuda," ujarnya optimis. Untuk memajukan Kepri, diperlukan perubahan dan

perjuangan. Sekarang ini, kata dia, masyarakat Kepri merindukan sosok pemuda yang bisa membawa aspirasi ke pusat. Tentunya, aspirasi itu akan bermuara di DPRRI. Kekuatan dan kemauan keras seorang anggota dewan juga harus diselaraskan dengan hati nurani, dan ini yang hanya dipunyai dirinya bertarung dengan caleg DPR

RI lainnya. Dia mengatakan, dalam Pileg nanti, memang banyak yang bertarung untuk kursi DPR RI, ada yang berasal dari incumbent dan peserta baru. Ini, adalah sebagai bentuk demokrasi dan siapa saja boleh ikut bertarung di Pileg 2014 nanti. Intinya, maju sebagai caleg DPR RI, ia juga optimis sebagai tokoh muda dan bersaing dengan caleg lainnya. (rml) Telah Hilang 3 Dokumen - Satu lembar surat bukti penetapan KSB 6 M x 10 M Sei lekok Batu aji Batam Batam barat No.B/104/KSB PN & PS/XII/2004 a/n. Nuriah beserta Satu lembar peta bukti penetapannya dari KSB Penyiapan pemukiman Kantor Otorita batam - Satu lembar surat bukti penetapan KSB 6 M x 10 M Sei lekok Batu aji Batam Batam barat No.B/105/KSB PN & PS/XII/2004 a/n. J Mawar Pandiangan beserta Satu lembar peta bukti penetapannya dari KSB Penyiapan pemukiman Kantor Otorita batam - Satu lembar surat bukti penetapan KSB 6 M x 10 M Sei lekok Batu aji Batam Batam barat No.B/106/KSB PN & PS/XII/2004 a/n. Sri Yati beserta Satu lembar peta bukti penetapannya dari KSB Penyiapan pemukiman Kantor Otorita batam.

Hubungi :Sardina Pandiangan Hp. 081267570009

soalan baru," tegasnya. Menanggapi kondisi ini, Wakil Walikota Batam, Rudi mengatakan ia akan

mempelajari apa yang diusulkan legislatif dalam pelaksanaan reses. " Akan kita tampung, tapi kita juga

10

mengharapkan Legislatif hadir di pembahasan di tingkat kelurahan," ungkap Rudi singkat. (ays)

Waspadai Penyakit Kaki Gajah SEKUPANG (HK) — Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Batam menggelar sosialisasi penyakit kaki gajah (filariasis) di seluruh kecamatan di Kota Batam, Selasa (26/11). Kegiatan tersebut digelar untuk meminimalisir penularan penyakit kaki gajah di masyarakat. Filariasis atau penyakit kaki gajah (elephantiasis) adalah penyakit menular yang mengenai saluran kelenjar limfe (getah bening) disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Batam Sri Rupiati M.si mengatakan penyakit ini menyerang semua golongan umum dan bersifat menahun. Jika seor-

ang terkena penyakit ini dan tidak mendapatkan pengobatan sedini mungkin dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, buah dada dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. "Cacat yang menetap akan menimbulkan hambatan psiSri kologis, " kata Sri Rupiati yang ditemui di ruang kerjanya, kemarin. Pemberian obat akan dilakukan secara massal dan akan diadakan ditiap daerah khususnya di Kota Batam secara gratis. Ia berharap pemberian obat filariasis di putaran kedua ini bisa terealisasi secara keseluruhan, khususnya Kota Batam yang jumlah penduduknya kurang lebih

697.234 jiwa. " Saat ini jumlah warga yang sudah mendapatkan obat penyakit kaki gajah ini mencapai 65 persen. Itu artinya terjadi peningkatan dibanding tahun lalu yang hanya mencapai 50 persen," tambahnya. Untuk mendapatkan obat pencegahan penyakit kaki gajah secara gratis, ia mengimbau masyarakat agar mendatangi Puskesmas-puskesmas , Bidan dan tempat tempat yang menyediakan obat pencegah penyakit kaki gajah tersebut. " Kita juga mengimbau masyarakat Batam untuk terus mengikuti pola hidup sehat dengan melaksanakan program 3 M yaitu Menguras, Mengubur dan Menutup termasuk alat-alat yang bisa menampung air," ujarnya menjelaskan. (r)

Surya Sardi: Tunggu Kajian Fraksi Usulan Perda Penyertaan Modal BATAM CENTRE (HK) — DPRD Batam sudah menerima naskah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyertaan Modal yang diusulkan oleh Pemko Batam. Dimana dalam salah satu point disebutkan, Pemko Batam akan menyertakan modal sebesar Rp42 miliar ke Bank Riau Kepri. Namun demikian, menurut Ketua DPRD Batam Surya Sardi, usulan penyertaan modal Pemko Batam tersebut perlu dilakukan kajian, terutama kajian dari seluruh fraksi di DPRD Batam. " Rencana penyertaan modal ini perlu dikaji dulu, kita ingin menghitung berapa besar manfaatnya," ungkap

Surya Sardi yang ditemui usai menerima naskah usulan Ranperda Penyertaan Modal dari Wakil Walikota Batam Rudi, Selasa (26/11). Jumlah penyertaan yang dimintakan, lanjut Surya Sardi, sangat besar, sehingga harus dipertimbangkan matang-matang sebelum menyetujui akan dibahas atau ditunda di tahun 2014 mendatang. Pasalnya, menurut Politisi Demokrat ini, saat ini masih banyak kebutuhan pembiayaan yang diusulkan oleh masyarakat untuk dimasukkan dalam APBD 2014 mendatang, begitu juga dengan hasil reses DPRD Batam yang perlu mendapatkan prioritas. Wakil Walikota Batam,

Dari Halaman 9

Kerja Itu Apalagi sejak ditunjuk menjadi Ketua Muslimat NU Seibeduk pada 2007 lalu. Tentu bukan tanpa alasan, karena perempuan kelahiran Batu Sangkar, Sumbar, 23 Desember 1967 ini, tak hanya menenteng jabatan yang dimiliki, tapi ia banyak bersentuhan dengan masyarakat dengan sejumlah kegiatan positif yang digagasnya. Sebagai Ketua Muslimat NU Seibeduk, ia menanamkan satu pola pikir yang patut dicontoh, yakni sekecil apapun pekerjaan itu, maka akan

bernilai ibadah jika dilakukan dengan penuh keikhlasan. " Jika dijalakan penuh keikhlasan, sekecil apapu pekerjaan itu akan jadi ibadah," ujar Alumni Universitas Paripurna Jakarta ini. Karena itu, menurut isteri Aiptu Syamsuprianto ini, setiap melakukan pekerjaan apapun jenisnya jangan pernah berpikir akan mendapat imbal balik, tapi intinya bagaimana pekerjaan kita bisa bermanfaat bagi warga sekitar. Konsep berpikir ini, tak hanya diturunkan di komuni-

tas Muslimat NU, tapi juga disebarluaskan di setiap organisasi yang ia lakoni, sebut saja di Gabungan Organisasi Wanita (GOWA) Kota Batam dan Badan Kontak Majelis Taklim Kecamatan Sei Beduk. Dibalik kesibukannya sehari-hari, perempuan satu ini masih menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama keluarganya, terutama buat empat anaknya, masing-masing Dhimas Prasetio, Dwi Ajeng Widya Antari, Muh Tegar Dewantoro dan Pramudya Permana. (ays)

viks sungguh sebuah angka yang membuat kita tercengang,” ujar Esse. Parahnya, karena tidak mengeluhkan gejala apapun, penderita biasanya datang berobat kepelayanan kesehatan ketika penyakitnya telah mencapai stadium lanjut. Karenanya operasi saja tidak cukup membuat penderitanya sembuh seperti sedia kala, jelas Esse. “Penderita harus menjalani terapi tambahan seperti kemoterapi dan radiasi yang biayanya tidak sedikit,” imbuh Ny. Esse. Esse juga menyebutkan, pemeriksaan papsmear juga sesuai dengan arah pembangunan Millenium Development Golals (MDG'S) yaitu tentang peningkatan kesehatan ibu juga promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Katanya lagi, bila ibu atau wanita sehat diharapkan dapat mendukung terwujudnya Kota Batam sebagai bandar dunia modern yang madani dan menjadi lokomotif perekonomian di Indonesia. Sementara itu dr. Nida Sufrida Gumar, Sp PA, M.Kes, Instalasi Patologi Anatomi RSUD Embung Fatimah Batam selaku narasumber dalam kesempatan tersebut mengatakan, kanker serviks merupakan penyakit atau keganasan pada serviks atau leher rahimyang bisa terjadi pada siapa saja dan sangat ditakuti masyarakat karena bisa mengakibatkan kematian.

Dikatakan dia, setiap tahun di seluruh dunia 493.243 perempuan didiagnosa terkena kanker serviks dan 273.505 perempuan setiap tahunnya meninggal akibat terkena kanker serviks. Di dunia, lebih dari 700 perempuan meninggal setiap hari karena kanker serviks dimana 80 persen terjadi di negara berkembang diantaranya Laos, Vietnam dan Indonesia. Kanker serviks menurut Nida bukan penyakit keturunan, kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Faktor resiko yang mempermudah seorang wanita menderita kanker serviks antara lain disebabkan keadaan sosio ekonomi yang rendah, gizi yang kurang, hygiene atau kebersihan kurang, usia kawin dan kehamilan muda, partner sex lebih dari satu, merokok, kurang makan sayur dan buah-buahan. “ Pola hidup sehat, istirahat yang cukup, menjaga kebersihaan dan jangan stress merupakan upaya untuk mencegah kanker serviks,” ujar dr. Nida. Ditambahkan dia, pencegahan kanker serviks secara primer dengan vaksin dapat membantu memberikan sebagian perlindungan dan Pencegahan sekunder melalui papsmear secara teratur dapat membantu mengurangi resiko kanker serviks. "Ayo ibu-ibu kita papsmear untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker," ajaknya. (r)

Dari Halaman 9

PKK Batam ringatan hari Ibu ke- 85. “ Sasaran program ini menjangkau dua belas kecamatan se kota Batam. Sebelumnya kita telah melaksanakannya di Kecamatan Batu Aji dan Sagulung serta Kecamatan Bengkong dan Batu Ampar dengan jumlah peserta masing-masing 100 orang,” kata Esse. Menurut istri Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam ini, kanker leher rahim atau kanker serviks banyak diderita wanita di seluruh belahan dunia terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Sebagaimana kanker pada umumnya kanker serviks juga menimbulkan berbagai permasalahan seperti, kesakitan, penderitaan, kematian, kerugian finansial atau ekonomi maupun lingkungan. Esse menambahkan, saat ini kanker serviks menjadi penyebab kematian nomor dua di dunia setelah jantung koroner. Seiring bertambahnya usia, hubungan seksual yang terlalu dini, jumlah kehamilan yang pernah dialami akan meningkatkan resiko seorang perempuan mengidap kanker serviks. Indonesia, kata Esse, menduduki peringkat kedua setelah Cina dengan kasus sebanyak 15.050 pada tahun 2002. Menurut data Yayasan Kanker Indonesia, kanker serviks menyebabkan korban meninggal sedikitnya 200.000 wanita pertahun. “Itu berarti setiap hari ada 500 orang wanita meninggal karena kanker ser-

Rudi yang ditemui usai menghadiri Rapat Paripurna penyerahan draf Ranperda Penyertaan Modal mengatakan, bahwa keberadaan Perda ini sudah diamanatkan oleh Peraturan Menteri. Karenanya, untuk dapat menyertakan modal Pemko di Bank Riau Kepri, pihaknya wajib mendapat regulasi, yakni Perda. " Selain karena alasan keamanan, kita juga diwajibkan oleh menteri," ungkap Rudi. Ditanya kenapa baru sekarang baru diusulkan Perda Penyertaan Modal, padahal Pemko Batam sudah melakukan penyertaan modal di sejumlah BUMD dan BUMN, secara tegas Rudi mengatakan bahwa baru sekarang dipersyaratkan. (ays)


CMYK

11

Rabu, 27 November 2013

Serta Pelatihan Pelatih Sepak Takraw se-Kota Tanjungpinanang

Dispora Tanjungpinang Gelar Rakor Pemuda dan Olahraga TANJUNGPINANG (HK)-Dalam rangka untuk menghasilkan rumusan kebijakan Kepemudaan dan Olahraga, serta menghasilkan Pelatih Cabang Olahraga Sepak Takraw yang bisa menciptakan Atlit-atlit Sepak Takraw yang handal yang dapat mengibarkan bendera Kota Tanjugpinang pada Even daerah maupun Even Nasional, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tanjungpinang menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pemuda dan

Olahraga, serta Pelatihan Pelatih Sepak Takraw se-Kota Tanjungpinanang. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Walikota Tanjungpinang yang diwakilkan dengan Asisten III Administrasi Umum Drs Ali Hisyam, Senin (11/11) di Restaurant Nelayan, Tanjungpinang. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan agar dapat mewujudkan peran lembaga kepemudaan dalam membangun kewirausahaan pemuda,

ASISTEN III Administrasi Umum Ali Hisyam.

PENYERAHAN penghargaan kepada pesilat senior oleh Asisten III Administrasi Umum Ali Hisyam.

bertekad secara bersama-sama menjadikan olahraga unggulan di Kota Tanjungpinang, serta terbinannya para pelatih yang berkualitas dibidang olahraga Sepak Takraw. Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh DPRD Kota Tanjungpinang, Kepala Dinas, Kepala Badan dan Kepala Kantor serta Camat se-Kota Tanjungpinang, Organisasi Kepemudaan se-Kota Tanjungpinang, pelatih Sepak Takraw terdiri dari Guru-Guru Olahraga se-Kota

Tanjungpinang, Club Sepak Takraw Kota Tanjungpinang, serta Nara sumber dari Kemenpora PB.PSTI Jakarta. Foto: Dispora Narasi : Rusmadi

KEPALA Bidang Pemuda dan Olahraga Abdul Basyid.

SALBIAH dan Panitia Rakor Pemuda dan Olahraga serta pelatihan pelatih sepak takraw se-Kota Tanjungpinang.

KADISPORA Tanjungpinang Juramadi Esram.

ALI Hisyam dan Juramadi Esram, serta para penerima penghargaan.

PESERTA rakor pemuda dan olahraga, serta pelatihan pelatih sepak takraw se-Kota Tanjungpinang.

ALI Hisyam dan Juramadi Esram, serta peserta rakor pemuda dan olahraga, serta pelatihan pelatih sepak takraw se-Kota Tanjungpinang.

PESERTA rakor pemuda dan olahraga, serta pelatihan pelatih sepak takraw se-Kota Tanjungpinang.

PESERTA rakor pemuda dan olahraga, serta pelatihan pelatih sepak takraw se-Kota Tanjungpinang.

HIBURAN atraksi silat oleh para pelajar Kota Tanjungpinang.

TAMU undangan menyanyikan lagu indonesia raya

CMYK

Editor: Eddy Supriatna, Layouter: Novrizal


Lingga

Rabu, 27 November 2013

12

PTSP Segera Beroperasi LINGGA (HK) — Sesuai dengan Perbup No 13 Tahun 2013, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) mulai melakukan pelayanan administrasi per 1 Desember 2013 melalui Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) Kabupaten Lingga. Nofriadi Putra Liputan Lingga Secara Resmi Bupati Lingga H Daria membuka kantor pelayanan tersebut di Lapangan Hang Tuah Daik Lingga, bekas kantor DPPKAD Lingga, Selasa (26/11). Dalam sambutannya, Daria mengatakan diresmikannya kantor PTSP yang berada dalam naungan BPMP Kabupaten Lingga adalah untuk mempersingkat regulasi dan administrasi yang dikeluhkan oleh investor. “Saya berharap, segera memenuhi kebutuhan serta memberikan pelayanan se-

cara prima,” ungkapnya. Dikatakannya, pelayanan yang masuk dalam regulasi satu pintu tersebut terdapat sebanyak sepuluh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yaitu Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Kesehatan, Dinas Budaya dan Pariwisata, Dinas Pertambangan dan Energi, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi,

Badan Lingkungan Hidup, serta Setda bagian Agraria, Hukum dan Ekonomi. Lanjut Daria, PTSP ini sudah dilakukan di Karimun, dan Bintan. Maka di Kabupaten Lingga, secara resmi dibuka dan dilaunching pada hari ini. Sementara Kepala BPMP Lingga, Said Nur Syahdu mengatakan bahwa dari kesepuluh jumlah perizinan melalui 10 SKPD tersebut terdapat 128 perizinan dan 3 bagian di sekretariat daerah dengan kewenangan yang dilimpahkan oleh Bupati Lingga, sesuai Perbup. “128 perizinan, di Setda ada ekonomi itu SITU, di agraria itu ada izin lokasi. Yang jelas adalah untuk mempersingkat birokrasi, kemudian efisiensi keuangan dan waktu bagi pelanggan kami, “ungkapnya. Dijelaskannya, sebelumnya perizinan di banyak dinas, maka sekarang hanya satu pintu. Sehingga dalam pelay-

anan ini Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu mempunyai Standard Operasi Hari Kerja. Misalnya SITU, hari kerjanya apabila semua berkas semuanya dinyatakan lengkap, maka dalam tiga hari akan SITU tersebut bisa keluar. Jika tidak keluar maka kami bisa dikomplai sama pelanggan kami, terangnya. Dikatakannya, mengenai perizinan usaha yang bertempat tinggal di Kota Dabo, Said, mengatakan memang secara umum dan keseluruhan di Provinsi Kepri dan Kabupaten Lingga memang kendalanya secara geografis, tidak memiliki sarana tansportasi air yang disubsidi. Memang ini menjadi kendala, sehingga kedepan, ketika Satu Pintu sudah mapan, maka kami bisa buka kantor perwakilan di Dabo Singkep. “Ketika masuk di konter ini kita terbuka dan tidak ada yang dirahasiakan, tidak biaya-biaya selain restribusi, kita mulai 1 Desember 2013

NOFRIADI PUTRA/HALUAN KEPRI

TINJAU RUANGAN — Bupati Lingga H Daria, melakukan tinjau kondisi ruangan kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu, di dampingi oleh Kepala BPMP Said Nur Syahdu di Lapangan Hang Tuah Daik, Lingga, Selasa (25/11). ini,” ungkapnya. Launching sosialisasi sekaligus peresmian kantor PTSP Kabupaten Lingga di-

hadiri oleh sejumlah kepala SKPD Kabupaten Lingga. Serta Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Kamarud-

din. Turut hadir sekretaris Gapensi Kabupaten Lingga, serta sejumlah perwakilan dari Apindo.***

Kabupaten Lingga Layak Dimekarkan DPRD Dukung BPPK2S LINGGA (HK) — Badan Pekerja Pembentukan Kabupaten Kepulauan Singkep (BPPK2S) mendapat dukungan dari DPRD Kabupaten Lingga, terkait rencana dilakukan pemekaran Kabupaten Lingga dengan Kabupaten Kepulauan Singkep. Hal ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan anggota DPRD

Kabupaten Lingga, Senin (25/11). Dalam kesempatannya, BPPK2S menyampaikan hasil kajian dari Universitas Indonesia (UI) terkait rencana pemekaran kabupaten. Sebanyak 20 orang dari BPPK2S menyampaikan aspirasinya tentang langkah dan tindak lanjut untuk usaha memperjuangkan Kabupaten Kepulauan Singkep di mekarkan dari Kabupaten Lingga.

Ketua BPPK2S, Agus Norman, mengatakan bahwa berdasarkan laporan akhir yang diterimanya, Kabupaten Singkep layak dimekarkan, karena secara geografis hal itu dimungkinkan dan secara ekonomi kalau dihitung secara PAD antara Kabupaten Lingga skoringnya sama nantinya. “Secara komparatif hampir sama Kabupaten Singkep dengan Kabupaten Lingga nantinya.Dari tim penilaian

ya begitu,” ungkapnya. Persyaratannya, lanjut Norman sudah lengkap, tinggal pelaporannya saja kepada Ketua DPRD, hasil pembentukan tiga kecamatan baru kepada DPRD. Maka dalam hal ini langkah-langkah cepat yang pelu dikerjakan adalah dengan melakukan lobi melalui beberapa partai yang ada. Dikatakannya, langkah itu merupakan salah satu

peluang pintu masuk kerja BPK2S, kepada seluruh partai politik yang ada di Kabupaten Lingga. Salah satunya kepada Pak Azhary (partai Golkar sudah diberikan), serta sejumlah teman-teman yang lain juga berpartisipasi. Terkait dengan moratorium dari Kementrian Dalam Negeri soal tidak diperbolehkannya pemekaran kecamatan dan Kabupaten di seluruh Indonesia, Norman menanggapi bah-

wa hal itu datangnya dari pemerintah. Sehingga ketika usulan dan aspirasi masyarakat terbentur akan hal itu, maka Norman berpandangan bahwa ada pintu lain atau celah yang bisa dimasuki yakni melalui inisiatif DPRD. “Hak inisiatif yang kita gunakan, itu tidak terpengaruh oleh moratorium tersebut dan diperbolehkan secara undang-undang,” ungkapnya. Jadi langkah selanjutanya, kata Norman hak inisiatif ini akan diusulkan ke DPRD Provinsi untuk diadakan paripurna. Karena moratorium itu sampai akhir tahun. Sehingga, ketika pemerintah daerah akan menyampaikan hal ini ke Kementrian Dalam Negri, maka hal ini akan bermasalah. Namun, ketika ini disampaikan ke DPRD Provinsi dan DPRD pusat itu tidak masalah. Dilanjutkannya, cita-cita pemekaran Kabupaten Kepulauan Singkep adalah untuk kesejahteraan masyarakat dan rentang kendali dapat terselesaikan. Serta efeknya, Senayang akan menjadi terperhatikan. Ia menilai selama ini yang terperhatikan hanya pulau Singkep dan Pulau Lingga saja. Menanggapi usulan dari tokoh masyarakat pemekaran Kabupaten Singkep yang menyerahkan hasil kajian teknis dari UI tentang layaknya pemekaran Kabupaten tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Kamaruddin Ali, mengatakan bahwa secepatnya DPRD mengejar persyaratan pembentukan dan pemekaran Kabupaten Singkep. Saat ini baru ada empat Kecamatan, sedangkan persyaratannya harus ada lima Kecamatan. “Mau tidak mau DPRD mengejar satu kecamatan lagi.Saat ini DPRD sedang menggunakan hak inisiatifn-

ya. Diperkirakan kerja Pansus Rampung awal Desember ini,” ungkapnya. Ketika hal ini sudah rampung DPRD segera mengesahkan pemekaran Kecamatan tersebut, artinya ketika ini disahkan maka syarat pembentukan Kabupaten Singkep terlengkapi. Sehingga ketika ini sudah lengkap, maka DPRD bersama-sama dengan Badan Pekerja Pemekaran Kabupaten Singkep akan menyerahkan ini kepada Gubernur, jelasnya. “Itu nanti kita minta DPRD Provinsi dan Gubernur menyampikan kepada DPR pusat,” ungkapnya. Menurutnya, perjuangan ini bukan hanya sampai disitu saja, namun ada lobi-lobi kepada DPR pusat agar mengesahkan Kabupaten Kepulauan Singkep ini. Serta alasan pemekaran sederhana saja, karena wilayah Kabupaten Lingga ini sangatlah luas, maka untuk mempercepatkan pembangunan wilayah yang ada di Kabupaten Lingga. Dinilainya, dana yang ada saat ini belumlah dapat menyelesaikan seluruh persoalan pembangunan rakyat di Kabupaten saat ini, sehingga salah satu solusinya adalah melakukan pemekaran Kabupaten Kepulauan Singkep ini, supaya masyarakat terlayani dengan baik. Kamarudin Ali, berpandangan terkait PAD Kabupaten Lingga yang menjadi pertimbangan pemekaran Kabupaten Singkep, ia mengatakan sudah dilakukan pengkajian, maka hal itu tidak mengganggu PAD. Sehingga dalam hal ini Kamaruddin meminta agar Pemerintah Daerah untuk ekstra keras menggali potensi PAD yang ada di Kabupaten Lingga. (put)

Editor: Ali Mahmud, Layouter:Novrizal


Natuna

13

Rabu, 27 November 2013

Kapal Cepat Mulai Beroperasi Rute Natuna-Pontianak RANAI (HK) — Bupati Natuna, Drs H Ilyas Sabli, M.Si meresmikan kapal cepat Natuna Exppres yang melayani jasa angkutan penumpang di Pelabuhan Tanjung Payung, Penagi, Selasa (26/11). Rio Liputan Natuna Peresmian dihadiri Sekda Natuna, Anggota DPRD Natuna, SKPD, FKPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan undangan lainnya. Bupati Ilyas berikan apresiasi kepada pengusaha PT Mitra Kalindo Pontianakyang telah membuka pintu pertama jasa angkutan kapal laut yang melayani rute Natuna dan Pontianak, Kalimantan Timur. Ilyas mengatakan, apresiasi yang diberikan kepada pihak pengusaha merupakan hal yang patut diberikan, pasalnya pengusaha tersebut sudah bersedia membuka pintu pertama dan merupakan murni dari bisnis. “Kita sangat senang dengan adanya pihak pengusaha yang bersedia berinvestasi yang melayani jasa transportasi laut, dan itu sangat membantu masyarakat kita. Selain itu, mereka sudah bersedia membuka pintu pertama, dan ini merupakan bisnis murni. Untuk itu kita patut memberikan apresiasi kepada pihak pengusaha asal pontianak tersebut,”ujar Ilyas kepada sejumlah wartawan. Dengan adanya kapal cepat yang melayani rute Na-

tuna kata Ilyas, tentunya akan sangat membantu masyarakat selain itu fery Natuna Expres merupakan angkutan khusus untuk penumpang, dan jauh sebelumnya Pemkab juga sudah mendatangkan kapal subsidi khusus barang. “Untuk kapal yang telah kita subsidi kita tidak mau buru-buru untuk mencabut subsidi kapal yang sudah kita lakukan, karena itu beda. Kalau yang fery Natuna Expres untuk penumpang, sedangkan untuk yang kita subsidikan itu kita memprioritaskan untuk barang. Jadi barang terpenuhi, orang juga terpenuhi,”ungkap Ilyas Sementara itu, dengan adanya pengusaha kapal yang telah bersedia berinvestasi di Natuna, Iyas belum memikirkan jauh untuk investor yang lain, pasalnya pengusaha tersebut merupakan orang yang pertama dan telah bersedia membuka pintu bisnis. “Kita belum jauh memikirkan hal itu, karena kita akan mengkaji dan melihat dulu keseriusan pihak pengusaha. Tentunya kita tidak ingin mengecewakan pihak pengusaha yang telah bersedia membuka pintu pertama yang merupakan viur murni dari bisnis, dan kalau memang ini ada keseriusan,

RIO/HALUAN KEPRI

PENGOPERASIAN KAPAL — Bupati Natuna menerima plakat dari Direktur PT Mitra Kalindo sebagai pemilik kapal cepat Natuna Expres usai acara pengguntingan pita sebagai tanda dimulainya pengoperasian kapal yang akan melayari rute Natuna-Pontianak. tentunya kita beri pula kompentitif dan kenapa kita harus membuka untuk investor baru,”ungkap Ilyas Dengan demikian Ilyas berharap ke depannya ada penambahan armada yang akan melayani rute NatunaTanjungpinang. Sementara itu, Kadishubkominfo Natuna, Wan Siswandi dalam sambutannya mengatakan, pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada PT Mitra Kalindo yang membantu peme-

rintah dalam menunjang kegiatan transportasi, sehingga pemerintah dan kedepannya bisa terus membangun hubungan kemitraan dengan perusahaan ini. “PT Mitra Kalindo telah berpartisipasi dalam menunjang kegiatan transportasi laut lewat kapal cepat yang sangat representatif untuk menunjang kegiatan transportasi. Dengan ini secara tidak langsung Natuna telah dipersatukan oleh jasa perhubungan, karena transpor-

tasi utama di Natuna ini bukan transportasi darat namun laut. Oleh karena itu pemerintah akan selalu membangun hubungan kemitraan dengan PT Mitra Kalindo,” ujar Wan Siswandi. Sebelumnya Pihak PT Mitra Kalindo, Dra Devi Indriati mengatakan, dengan adanya kapal fery Natuna Exppres kiranya dapat memberikan pelayanan bagi konsumen dan sekaligus dapat menumbuhkan kerja sama yang baik antara pemerin-

tah, pengguna jasa dan perusahaan ini. “Dengan diresmikan kapal cepat yang berkapasitas 250 penumpang ini dapat memfasilitasi kebutuhan konsumen, serta lewat momentum peresmian kapal ini dapat menumbuhkan kerja sama antara pemerintah dan PT Mitra Kalindo Indah serta pengguna jasatersebut,” harapnya. Selain itu, Devi berharap pihaknya dapat terus meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat,

sehingga dapat mempersingkat jarak dan waktu dalam menghubungkan pulau satu dengan yanglainnya lewat jasa transportasi laut. “Untuk tarif tiketnya memang agak mahal, tapi itu sudah standar pusat. Untuk tujuan Pontianak-Ranai Rp350 ribu, Ranai-Midai Rp180 ribu, Ranai-Serasan Rp250 ribu. Yang pasti lebih cepat dan jarak tempuh PontianakRanai bisa tempuh dalam sehari. Pagi berangkat sore sudah sampai,”pungkasnya.***

COFFEE MORNING H MUHAMMAD NABIL :

Guru Masihkah Dapat Ditiru…?

GURU masih punya peranan penting dalam membangun kecerdasan bangsa. Tapi bagaimana peranan itu didasarkan pada nilai pengabdian atau komersilisasi. Dunia pendidikan sudah dijadikan ladang bisnis.

Liberasisasi pendidikan hasilnya bukan peningkatkan kualitas namun sebaliknya lembaga pendidikan tidak lebih hanya menjadi transaksi jual beli. Filosofi belajar dalam dunia pendidikan mengalami degradasi makna juga dibelokkan. Ada beberapa catatan yang ingin saya bahas terkait dengan hari guru dan seluk beluk permasalahannya. Perayaan ulang tahun mestinya memberikan kebahagiaan bagi yang merayakan termasuk yang turut mendukungnya (undangan pesta). Hari Ultah mestinya dijadikan pintu evaluasi diri agar bisa menjadi yang lebih baik lagi. Tapi apa yang terjadi belakangan pada setiap perayaan hari ulang tahun dijadikan momentum untuk ber-

demontrasi (unjuk rasa) menuntut sesuatu atau memprotes sesuatu. Menjadi guru adalah suatu pilihan pengabdian kepada bangsa demi memperbaiki kehidupan umat manusia. Sebab gurulah penyampai segala ilmu pengetahuan dalam dunia pendidikan. Guruguru inilah yang menentukan bagaimana nasib dan kualitas bangsa ini ke depan. Sayangnya kepedulian, pengabdian serta rasa tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa hanya berada dalam bentuk pengabdian yang tulus dan ikhlas. Puluhan tahun yang lalu, kehidupan guru-guru kita sangat memprihatinkan. Hampir tidak ada fasilitas pendidikan maupun kesejahteraan hidup yang memadai.

Namun mereka tanpa pernah mengeluh, dengan dedikasi yang tinggi, telah mencurahkan segala kemampuan ilmu pengetahuan ditransfer kepada generasi penerus. Mengabdi menjadi guru, mengamalkan ilmu yang dimiliki, menjadi bagian dari ibadah. Ingat tiga amalan yang tidak akan pernah terputus meskipun orangnya sudah meninggal dunia, yakni sodaqoh jariah, anak yang sholeh, dan ilmu yang bermanfaat. Itulah mengapa guru-guru yang mengamalkan ilmunya itu kemudian diberikan julukan ‘Pahlawan tanpa Tanda Jasa’. Ketika sebuah perbuatan disebut dengan amalan maka orang tersebut tidak mengharapkan imbalan, apalagi menuntut secara berl-

ebihan. Gaji, tunjangan dan pendapatan guru atau tenaga pendidik sekarang ini sudah sangat bagus. Mereka sudah di atas ratarata kehidupan masyarakat. Dunia pendidikan sudah menganut sistem kapitalis. Guru tidak lagi punya dedikasi pengabdian tapi lebih pada tanggung jawab pekerjaan dengan imbalan yang sebesarbesarnya. Apakah kondisi dunia pendidikan dengan tipikal guru atau tenaga pendidikannya, masih bisa disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Pahlawan itu berbuat tanpa pamrih. Kalaupun mereka diberikan imbalan, itu sebagai penghormatan atas jasa-jasanya tersebut. Tetapi bukan menjadi tujuan utama. Ketika negara sudah mulai lebih

maju dan mampu memberikan pendapatan yang tinggi kepada para guru, itu menjadi persoalan berbeda. Tetapi ketika kita membagikan ilmu yang kita miliki dengan imbalan yang sudah ditentukan (dipatok) angkanya, apakah kita masih boleh disebut mengabdi bahkan disebut pahlawan…? Kita bisa melihat secara kasat mata bagaimana kehidupan guru sudah jauh lebih baik. Tenaga pendidik sudah orientasinya mengejar pendapatan sebagai imbalan ilmu yang diberikan. Kita sekarang tidak lagi melihat guru yang bisa menjadi sosok yang dianggap mulia, sosok yang bisa dijadikan panutan/contoh, apalagi diidolakan karena kebaikan dan dedikasinya. Menjadi pertanyaan mendasar,

mengapa anak-anak sekarang seperti tidak ada yang membekas jasa gurugurunya di kehidupan berikutnya? Salah satu jawaban karena komersilisasi jasa guru dengan materi. Biaya pendidikan yang masih mahal di semua tingkatan. Jika di sejumlah negara maju pendidikan justru diberikan secara gratis, di negeri kita tercinta ini masih sebatas menjadi label. Padahal anggaran yang ditelorkan pemerintah sangat besar baik pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Mengapa pendidikan yang semestinya bisa gratis tapi tidak bisa terlaksana. Semua tidak lebih karena tuntutan ekonomi sistem kapitalis yang menggerus nilai-nilai moral dan jiwa pengabdian.***

Editor: Niko, Layouter: Syahril


CMYK

Rabu, 27 November 2013

Caleg Boleh Beriklan Jangan ada unsur Kampanye BATAM(HK) — Badan Pengawas Pemilu Provinsi Kepulauan Riau meminta media massa baik cetak atau eletronik mengarahkan iklan yang masuk terutama dari calon anggota legislatif agar tidak mengandung unsur-unsur kampanye. Pariadi Liputan Batam “Kami menyadari Pemilu menjadi ajang bagi media massa untuk meraih profit. Kami juga tidak ingin membatasi caleg untuk berpromosi, namun semua iklan yang masuk dari caleg harus diarahkan agar tidak mengandung unsur kampanye,” kata Ketua Bawaslu Kepri, Razaki Persada saat menggelar sosialsisasi dengan sejumlah wartawan berbagai media, Selasa (26/11). Razaki Persada menambahkan, setiap calon legislatif yang beriklan dilarang mencantumkan atribut par-

tai, daerah pemilihan, nomor urut calon, biodata, visi-misi sebelum 16 Maret sampai 5 April 2014 mendatang. “Saat ini,kami sudah melakukan kerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) untuk mengawasinya. Sampai saat ini, iklan yang ada di media cetak masih menjadi masalah, sedangkan untuk media elektronik di Kepri, Bawaslu Kepripun sudah menjalin kerjasama dan hampir tidak ada pelanggaran lagi,” kata Razaki. Sedangkan Komisioner KPU Kepri, Marsudi, mengatakan tidak memiliki kewenangan menegur atau mem-

DERMAWAN/HALUAN KEPRI

KETERANGAN PERS — Ketua Panwaslu Kepri, DR Razaki Persada memberikan keterangan pers terkait dengan aturan iklan caleg di media massa, dalam pertemuan dengan wartawan, Selasa (26/11). Panwaslu tidak melarang para caleg beriklan, tapi jangan ada unsur kampanye. beri sangsi pada media massa yang memuat iklan berkampanye atau memperkenalkan diri kemasyarakat. “Itu merupakan ranahnya Dewan Pers dan KPID. Kalau ada iklan di media massa yang berbau kampanye, kami hanya bisa menegur pada calegnya saja,” kata dia. Marsidu juga berharap kerjasama seluruh media

massa untuk bersama-sama mengawasi jalannya proses tahapan pemilu dengan tidak memberitakan beritaberita yang mengandung unsur kampanye. “Ada massanya caleg boleh berkampanye di media massa, namun untuk saat ini belum diperbolehkan. Semua harus mematuhinya,” kata Marsudi.

Sosialisasi kampanye yang diselenggarakan Bawaslu Kepri di Batam diikuti sekitar 20 orang wartawan yang bertugas di Batam. Sosialsiasi tersebut juga bekerjasama dengan Forum Jurnalis Kepri Pemantau Pemilu yang dibentuk sesuai sosialisasi oleh Bawaslu Pusat beberapa waktu lalu. ***

CMYK

14

Tingginya Biaya Pemilu Picu Korupsi MAKASSAR (HK) — Guru Besar Universitas Negeri Makassar Prof Dr Andi Kasmawati Rahman, MHum mengatakan, terjadinya korupsi pada lingkup pemilihan daerah salah satu penyebabnya karena mahalnya biaya pemilihan kepala daerah. “Hal ini tidak akan terjadi bila pengawasan dari KPU dan Bawaslu ketika kampanye berjalan dengan baik,” kata Andi Kasmawati di Makassar, Senin. Menurut dia, seharusnya sejak resmi maju di Pilkada dan setelah kampanye, harta kekayaan seluruh calon kepala daerah diaudit oleh auditor independen. Bertolak dari situ KPU bisa mengetahui ada atau tidaknya kejanggalan dalam penggunaan dana kampanye. Berkaitan dengan hal itu, lanjut dia, esensi pengawasan adalah sebagai kontrol dari atasan atau badan yang dibentuk, agar yang telah direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik

CMYK

dan mencapai tujuan dengan baik sesuai peraturan perundang-undangan. Dia mengatakan, pelaksanaan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah perlu terus ditingkatkan untuk menghindari kesalahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Disamping itu untuk menghindarkan dari penyelewengan, korupsi, kolusi dan nepotisme. “Sejumlah peraturan perundang-undangan telah dibuat untuk mendukung pengawasan seperti: UU No 32 Tahun 2004 tentang pemerintah daerah, UU No 28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara bersih dan bebas dari KKN dan lain sebagainya,” ujarnya. Menurut dia, UU dan sejumlah aturan tersebut tidak hanya sekedar dibuat, tetapi dijadikan pedoman dan pengarah dalam penyelenggaraan pengawasan.(rol)

Editor : R Ghafur Layouter: Syahril


Pendidikan Apa Itu Reaksi Kimia REAKSI kimia adalah peristiwa perubahan kimia dari zat-zat yang bereaksi (reaktan) menjadi zat-zat hasil reaksi (produk). Pada reaksi kimia selalu dihasilkan zat-zat yang baru dengan sifat-sifat yang baru. Reaksi kimia dituliskan dengan menggunakan lambang unsur. Contoh reaksi antara merkuri dengan oksigen:

HgO ? Hg + O2 Pada reaksi kimia ini dapat diterjemahkan bahwa "Molekul HgO yang terdiri dari satu atom merkuri (Hg) dan satu atom hidrogen (O), menghasilkan (?) satu molekul yang terdiri dari satu atom merkuri (Hg), dan satu molekul yang terdiri dari dua atom oksigen (O2). Suatu reaksi kimia

Rabu, 27 November 2013

merupakan gabungan beberapa lambang, yang selanjutnya dinamakan dengan persamaan kimia. Zat yang berada di sebelah kiri anak panah disebut dengan pereaksi, sedangkan zat yang berada di sebelah kanan anak panah disebut dengan hasil reaksi. Menurut hukum konservasi, bahwa dalam reaksi kimia biasa tidak ada materi yang hilang meskipun mungkin berubah. Jumlah atom dalam pereaksi harus

tetap sama dengan yang dihasilkan, betapa pun atom-atom itu berubah untuk membentuk pola molekul yang baru. Sehingga, agar reaksi antara Hg dan O di atas menjadi persamaan yang setimbang, maka persamaannya menjadi 2HgO ?2Hg + O2 Cara membaca persamaan reaksi kimia di atas adalah : 2 molekul merkuri oksida (HgO) yang terdiri darisatu atom merkuri (Hg) dan satu atom oksigen (O) menghasilkan

15

dua molekul merkuri (Hg) yang masing-masing terdiri atas satu atom merkuri (Hg), dan satu molekul oksigen (O2) yang terdiri atas dua atom oksigen (O2) Ciri-ciri Reaksi Kimia, yakni dapat menimbulkan perubahan warna, dapat membentuk endapan, dapat menimbulkan perubahan suhu, dan dapat menimbulkan gas. Sedangkan faktorfaktor yang mempengaruhi laju reaksi kimia yaitu, ukuran zat, perubahan suhu, dan katalis. (education)

Disdik Minta Persiapkan UN

Drs H Muslim Bidin

BATAM (HK) — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, meminta sekolah mempersiapkan ujian nasional (UN) dengan matang. Hal ini dalam upaya meningkatkan nilai dan angka kelulusan. Meski hasil UN tahun 2013 cukup bagus, namun harus lebih ditingkatkan lagi. Arment Aditya Liputan Batam

Demikian permintaan ini disampaikan Kepala Disdik Kota Batam, Drs H Muslim

Bidin usai menggelar pertemuan dengan kepala sekolah di Kantor Disdik Kota Batam, Selasa (26/11). Begitu pula kepada orang tua murid dan masyarakat, Muslim juga meminta supaya dapat membantu menyukseskan UN mendatang yang akan dimulai pada April 2014 mendatang. "Sekolah dan orang tua harus bersinergi sama-sama ikut serta mensukseskan UN dengan cara ikut membantu mengawasi anak-anaknya agar tidak keluyuran selama persiapan UN berlangsung," pintanya. Muslim juga mengingatkan kepada pihak sekolah melakukan pelatihan pengisian Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) serta mengecek rapor peserta didik apakah sudah menyelesaikan seluruh program pembelajaran atau belum. Sehingga tak ada masalah yang dialami sewaktu ujian nanti. "Kita minta perdalam melakukan pelatihan dan membedah kisi-kisi yang dibagikan pada peserta didik. Kisi-kisi tersebut langsung berasal dari pusat. Pelatihan juga didasarkan pada pengalaman UN tahun sebelumnya. Yang tak kalah penting, anak juga harus disiapkan mentalnya untuk menghadapi UN nanti," kata Muslim. Muslim mengingatkan sekolah akan persiapan UN ini, tiada lain dengan hara-

ARMENT/HALUAN KEPRI

SERAHKAN HADIAH — Kepala Sekolah SMKN 2 Batam Nofrizal menyerahkan hadiah kepada juara O2SN tingkat SMK, beberapa waktu lalu. Kegiatan O2SN SMK ini di Batam kian meriah dengan berbagai lomba. pan, hasil UN nantinya akan lebih baik dan jujur tanpa ada rekaya atau bocoran soal. "Makanya kita juga menghimbau orang tua ini tiada lain agar dapat mengarahkan anaknya di rumah agar lebih berkonsentrasi

belajar, menjaga kesehatan dan sebagainya. Kita ingin adanya keterpaduan orang tua, masyarakat dan pemerintah dalam menyukseskan UN dapat dilakukan secara bersama, karena pendidikan tanggung jawab bersama,"

jelasnya. Meski hingga kini Muslim mengaku belum menerima jadwal UN secara resmi dari Kemdikbud, namun katanya berdasarkan informasi yang didapat bahwa jadwal UN 2014 akan dimulai 14 April

2014 bagi SMA/MA, SMK/ MAK dan SMALB, dan 5 Mei 2014 bagi SMP/MTs dan SMPLB. Sedangkan UN SD nantinya berdasarkan kesepakatan bersama Disdik Provinsi karena tidak lagi dilaksanakan oleh BSNP. ***

Raih Prestasi di Bidang Takraw SEKUPANG (HK) — Siswa yang bernama lengkap Muhammad Irvan Syah merupakan atlet takraw berprestasi. Ia merupakan kebanggaan SDN 01 Sekupang, prestasi takraw diraihnya hingga tingkat Kota Batam. Ia kerap berlatih setiap hari Minggu di dalaminya sejak kelas IV SD, dan kini sudah duduk dibangku kelas VI-B. "Saya enggak tau kenapa suka bermain sepak takraw, menurut saya enak aja bermain sepak takraw karena mirip dengan sepak bola samasama menggunakan kelihaian kaki," ujarnya kepada Haluan Kepri, beberapa hari lalu. Terkadang ketika wak-

Opini Guru

tu luang cowok yang sering dipanggil Irvan ini digunakan berlatih sepak takraw di rumah. Dan malamnya ia gunakan untuk belajar. "Ya kalau prestasi sejak kelas IV sudah dapat. Meski demikian belajar juga nomor satu, dan saya mendapat rangking ke 5 di dalam kelas," ucapnya. Selama ini Irvan mengaku sudah mengikuti per-

lombaan sebanyak dua kali mulai tingkat kecamatan hingga tingkat kota. "Kemaren pas di tingkat kecamatan saya mendapatkan juara 2, terus di tingkat kota saya mendapatkan juara 3," katanya dengan bangga. Irvan lahir di Batam tepatnya tanggal 10 Juni 2001. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ketika ditanya hendak melanjutkan sekolah kemana usai tamat SD, Irvan mengaku bingung. "Bingung belum terpikir ke SMP mana nanti Muhammad Irvan Syah melanjutkan," Siswa SDN 01 Sekupang katanya. (cw75)

Yendri Sarman Kepsek SDN 02 Batuampar

ROFIK/HALUAN KEPRI

BUPATI Bintan Ansar Ahmad, Kadisdikpora Makfur Z, Kepsek SDN 017 Bintim Suharni, Plt Camat Bintim Hasan bersama piagam juara II Nasional dan piala Best Practice Character di SDN 07 Bintan, Kijang, Selasa (26/11).

SDN 017 Bintim Juara II Nasional Best Practice Character Tingkat SD BINTAN (HK) — Prestasi SDN 017 Bintan Timur, boleh diacungi jempol. Kemendikbud Pusat, menetapkan SDN 017 Bintan Timur sebagai juara II tingkat nasional, dalam Best Pratice Karakter untuk tingkat SD. Penghargaan ini diumumkan, Jumat (22/11) malam, di Hotel Haris, Bandung, setelah Kepala SDN 017 Suharni melakukan presentasi di depan dewan juri. Pada awalnya Suharni tak yakin bakal dapat juara II. Karena setelah melalui penilaian beberapa tahap, tidak ada kabar dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Provinsi Kepri. Di ajang penilaian ini, Dinas Pendidikan Kepri mengirimkan 4 sekolah, untuk ikut lomba yang diadakan Kemendikbud tersebut. Pertama, SD 017 Bintan Ti-

mur, SD 05 Tanjungpinang, SD 014 Bukit Bestari dan SD 02 Tanjung Balai Karimun. Akhirnya pada tanggal 21 November mendapat kabar diminta berangkat ke Bandung untuk presentasi di depan dewan juri, terkait lomba tersebut. Malam, tanggal 22 November akhirnya diumumkan sebagai pemenang juara II. Dalam penilaian Best Practice Character ini, Suharni menyebutkan bahwa SDN 017 mengirimkan beberapa persyaratan yang diminta dewan juri. Seperti halnya administrasi sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, penerapan pendidikan karakter budaya, pendidikan peran serta masyarakat, manajemen berbasis sekolah. Pada kesempatan ini juga ia sedikit bercerita soal penera-

pan pendidikan karakter di sekolahnya itu. Dengan sistem PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) itu yang diterapkan di SDN 017. Ada 40 SD se-Indonesia yang ikut dalam penilaian Best Practice Character tingkat SD ini. Sementara pada hari Selasa (26/11) kemarin, Bupati Bintan, Ansar Ahmad pun berkesempatan hadir dan memberikan ucapan selamat kepada sekolah ini, atas prestasi yang telah diraih, juara II nasional, Best Practice Character yang diadakan oleh Kemendikbud. ''Saya berharap prestasi ini terus ditingkatkan dan dipertahankan, agar sekolah ini benar-benar bisa menjadi contoh bagi sekolah lainnya yang ada di Kepri dan di Bintan pada khususnya," harap Ansar. (rof)

Pendidikan Karakter Perlu Dimbangi Contoh PENERAPAN pendidikan karakter di sekolah dibutuhkan dukungan dari semua pihak dan perlu dimbangi dengan contoh ketauladan. Pendidikan karakter tidak akan menghasilkan karakter yang diharapkan tanpa diimbangi dengan contoh. Di sekolah siswa di ajarkan untuk bersikap jujur misalnya, tapi mereka banyak melihat di sekeliling mereka mengenai praktek-praktek ketidakjujuran. Seketika itu juga hilanglah kejujuran yang di ajarkan di sekolah. Hal lain misalnya, di sekolah anak diajarkan untuk taat beribadah, di lingkungannya anak melihat banyak orang yang mengaku bergam tapi tidak pernah melaksanakan perintah-Nya. Apalah guna penerapan pendidikan karakter di sekolah. Pendidikan bukan hanya tanggungjawab sekolah, tapi tanggungjawab kita semua. Ini yang perlu disadari oleh se-

mua orang, tapi kebanyakan nya, banyak mempengaruhi orang sulit menerimanya. tingkah laku siswa. Hal ini Begitu pula dengan ada- karena mereka mendengar nya pendidikan karakter di dan melihatnya. Berbeda desekolah, bukan hangan radio, radio tinya tanggungjawab dak akan mempengasekolah tapi juga ruhi sikap dan tingtanggungjawab sekahlaku seorang sismua elemen masyawa secara mendalam rakat. Kendati hasil karena mereka hanya dari penerapan penmendengar. Begitu judidikan karakter tiga dengan pendidikan, dak langsung dapat jika ingin pendidikan dilihat secara nyata karakter itu menghakarena membutuhsilkan karakter yang Yendri kan waktu yang ladiharapkan, maka ma untuk memupuk itu se- pendidikan perlu seperti telemua. Namun, tindakan asu- visi. Siswa harus mendengar sila dan tindak kekerasan dan melihat, maksudnya yang banyak dilakukan pela- mendengar baik-baik mengejar akan selamanya tetap nai penerapan pendidikan kabanyak seperti sekarang jika rakter dari indikator ke indipendidikan karakter yang kator juga melihat contoh diterapkan tidak diimbangi nyata dalam kehidupan. dengan contoh yang nyata. Nah, bagaimana pelaksaSiswa sekarang lebih kri- naannya di sekolah pada saat tis, mereka akan melakukan ini? Mengingat konsep dasarapa yang sering dilihat, dira- nya mengintegrasikan pensakan, bukan hanya didengar. didikan karakter dalam kuriPerlu contoh? Televisi misal- kulum, maka tidak ada pe-

nambahan mata pelajaran. Semua guru, kepala sekolah maupun tenaga pendidikan yang lain bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah masing-masing. Jadi, nilainilai dalam pendidikan karakter diintegrasikan dalam mata pelajaran atau pembiasaan-pembiasaan dengan beragam cara yang tepat. Untuk kedisiplinan, misalnya. Anak diharuskan mengerjakan PR, datang tepat waktu, tidak menyontek, dan sebagainya. Di samping itu, kepala sekolah juga harus bertanggung jawab terhadap kegiatan-kegiatan yang kita sebut sebagai pembudayaan sekolah. Seperti, menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan toilet dengan benar, penyediaan tempat sampah dan pembiasaan anak-anak membuang sampah pada tempatnya, termasuk membiasanya budaya bersih-rapi-nyamandisiplin-sopan santun.***

Bagi para siswa atau guru yang memiliki prestasi gemilang di sekolah atau ada acara di sekolah mau diterbitkan di Harian Umum Haluan Kepri, silahkan hubungi wartawan Haluan Kepri, Arment, melalui 081277177598. Editor: Arment , Layout: M Fahrullazi


CMYK

Rabu, 27 November 2013

16

ANGGOTA DPRD Batam .

Bangun Negeri Laksanakan Tugas BATAM (HK) — Suasana rapat pembahasan anggaran yang dilakukan tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Batam, bersama tim anggaran Pemko Batam di gedung dewan ini, dalam rangka meningkatkan pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat

Kota Batam. Tugas pokok bagi anggota legislatif sangat jelas tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD. Yakni budgeting, legislasi, dan controlling. Tentu dalam menjalankan tugas pokoknya

ini, anggota DPRD Kota Batam terus memperjuangan kesejahteraan masyarakat, dengan berpegang teguh pada motto 'Bangun Negeri Laksanakan Tugas'. Narasi: Yusri Foto: Humas DPRD

SUASANA Rapat Banggar.

RAPAT dipimpin oleh Ketua DPRD Batam dan Wakil Ketua.

UDIN P Sihaloho sedang memberikan pendapat.

TIM Banggar Pemko Batam.

RAPAT Banggar Tim Pemko dan DPRD.

TIM Banggar Pemko Batam.

TIM Banggar DPRD Kota Batam.

MESRAWATI dan Tintin Yuniastuti sdg mengikuti Rapat.

SURYA Sardi, Aris Hardy Halim dan Irwansyah.

SUASANA rapat antara tim banggar pemko dan DPRD Batam.

DIANA Titik, Helmy dan T. Erikson mengikuti rapat Banggar.

CMYK

Editor: Eddy Supriatna, Layouter: MFahrullazi


CMYK

Rabu, 27 November 2013

17

Paripurna Diwarnai Aksi Walk Out TANJUNGPINANG (HK) — Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepri terkait penandatanganan MoU (nota kesepahaman) proyek lanjutan pembangunan Jembatan I Dompak dan Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri diwarnai aksi walk out tiga anggota dewan.

Kotak Menghentak Tanjungpinang TANJUNGPINANG (HK) — Ribuan warga Kota Gurindam tumpah ruah di Lapangan Pamedan A Yani saat malam puncak Dragon Boat Race (DBR) 2013,

Sutana Liputan Tanjungpinang

Kotak Menghentak Hal 18

Anggota DPRD Kepri yang meninggalkan ruangan rapat tersebut adalah Yudi Carsana, Onward Siahaan dan Ahars Sulaiman. Mereka meninggalkan ruangan lantaran dalam rapat banggar yang dilaksanakan Jumat (22/11) lalu, telah disepakati bahwa penganggaran lanjutan RSUP tidak dianggarkan dalam tahun jamak (multiyears). Namun pada rapat paripurna Selasa (26/11) kema-

rin, Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi justru menyatakan bahwa pengerjaan pembangunan lanjutan RSUP dianggarkan dalam tahun jamak, yakni pada 2014 dan 2015. Dan total anggaran disepakati Rp91,1 miliar seParipurna Diwarnai Hal 18

SUTANA/HK

Natalia Apoteker Jala Farma Tanjungpinang

Mencoba Hal Baru SELAGI ada kemauan dan optimistis dalam menemukan hal yang baru meski tak besar keberhasilan yang didapat, tak menyurutkan keingintahuan Dara kelahiran Tanjungpinang ini. Sebab selain memberikan pengalaman berharga bagi hidupnya juga memberikan harapan baru karena dara manis ini men Mencoba Hal Hal 18

PENANDATANGANAN MOU — Ketua DPRD Provinsi Kepri Nur Syafriadi dan Gubernur Kepri HM Sani menandatangani MoU terkait lanjutan pembangunan Jembatan I Dompak dan RSUP, Selasa (26/11). Pembangunan dua proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp500 miliar.

APBD Kepri 2014 Rp3,4 Triliun TANJUNGPINANG (HK) — Rapat Paripurna dengan agenda Kebijakan Umum Anggaran dan Perencanaan Platfom Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2014, menyepakati APBD tahun 2014 Kepri sebesar Rp3,4 triliun di Gedung DPRD Provinsi Kepri di Dompak,Tanjungpinang, Selasa (26/11). Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan Nota

KUA-PPAS 2014 oleh Gubernur Kepri Muhammad Sani dan Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi mengatakan, proyeksi APBD 2014 Provinsi Kepri disepakati melalui pembahasan yang menyepakati dengan beberapa faktor yakni APBD Kepri Hal 18

ZULFIKAR/HK

BAND Kotak beraksi di panggung menutup pagelaran Dragon Boat Race 2013, Tanjungpinang, Senin (25/11) malam.

Deputi Kemenpora Kagumi Jong Festival Olahraga Rakyat

TANJUNGPINANG(HK) —Pada pembukaan Festival Olahraga Rakyat, Selasa (26/11), Deputi Promosi dan Penghargaan Kemenpora Chandra Bhakti mengungkapkan rasa kagumnya pada permainan rakyat lomba perahu Jong.

"Saya baru kali pertama ini melihat Lomba Jong," katanya. Chandra Bhakti mendukung kegiatan melestarikan budaya dan tradisi Tanjungpinang dan meminta pemerintah untuk lebih giat menggali potensi wisata yang ada. "Pantai ini perlu dikembangkan, tapi dengan catatan jangan dirusak. Biarlah keindahan pantai ini tetap asri dan alami," ujarnya. Festival olahraga yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tanjungpinang di Tanjung Siambang, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (26/11) ini bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga dan melestarikan olahraga rakyat yang ada di Kota Tanjungpinang. Kepala Dispora Kota Tanjungpinang Juramadi Esram saat ditemui di sela-sela acara menyampaikan, saat ini para pemuda lebih banyak bermain dengan barang-barang elektronik daripada melakukan aktivitas olahraga. Maka itu Dispora berupaya meningkatkan kembali semangat olahraga para pemuda melalui festival olahraga rakyat. Selain itu, kegiatan ini juga untuk mempromosikan objek wisata baru kepada masyarakat mengingat Kota Tanjungpinang memiliki banyak potensi wisata, khususnya objek wisata pantai. "Untuk apa jauh-jauh ke tempat lain jika hanya sekedar ingin melihat pantai. Di sini (Tanjungpinang,red) banyak pantai yang indah. Kita punya objek wisata yang Deputi Kemenpora Hal 18

CMYK

Editor: Lily, Layouter: Novrizal


Tanjungpinang Polwan Tanjungpinang Mulai Pakai Jilbab TANJUNGPINANG (HK) — Sejumlah polisi wanita (polwan) di lingkungan Polres Tanjungpinang dua hari ini terlihat mengenakan jilbab atau kerudung. Pantauan Haluan Kepri di Mapolres Tanjungpinang, polwan-polwan yang mengenakan jilbab tidak banyak jumlahnya. Aktivitas mereka pun tak berbeda dari hari biasa. Jilbab yang dikenakan berwarna gelap disesuaikan dengan warna baju seragam dinas yang dikenakan. Meski begitu, penampilan mereka tetap rapi dan tidak mengganggu estetika berseragam. Ujung jilbab dimasukkan ke dalam baju sehingga nama yang ada di dada sebelah kanan dan pangkat yang ada di pundak masih terlihat jelas. Menurut Kasubag Humas Polresta Tanjungpinang AKP Imawan Rantau, aturan tertulis terkait penggunaan jil-

bab bagi polwan hingga saat ini belum diterima oleh Polres Tanjungpinang. "Penggunaan jilbab oleh polwan di sini berdasarkan berita bahwa Kapolri membolehkan pakai jilbab. Sehingga polwan di sini menggunakan jilbab. Aturan secara secara tertulis untuk petunjukan pelaksanaan belum ada. Kita masih menunggu petunjuk," katanya. Imawan mengaku tidak mengetahui kapan aturan dan petunjuk dari Mabes Polri itu akan keluar. "Untuk di Kepri kapan resminya, masih menunggu petunjuk (dari Mabes)," katanya. Seperti dilansir laman Tempo, beberapa waktu lalu Kapolri Jenderal Pol Sutarman telah memberikan izin bagi polwan menggunakan jilbab bagi polwan, beberapa waktu lalu. Namun belum ada keputusan tertulis soal ini "Itu hak asasi seseorang.

Dari Halaman 17

APBD Kepri kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,9 trliun dan biaya belanja sebesar Rp3,4 triliun. "Rapat paripurna dengan agenda pelaksanaan pembahasan dan penandatanganan Nota Kesepahaman KUAPPAS ini sesuai dengan Pasal 88 Permendagri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pembahasan keuangan Daerah," ujar Nur. Sementara Sekretaris DPRD Kepri Eko Sumbaryadi mengatakan, selain mengalami kenaikan pendapatan yang mencapai Rp2,9 triliun, pembiayaan belanja pada APBD 2014 Kepri juga mengalami kenaikan, dari Rp3,1 triliun lebih pada APBD

2013 menjadi Rp3,4 triliun lebih di APBD 2014. "KUA-PPAS RAPBD Kepri 2014 adalah Pendapatan di Proyeksi mencapai Rp2,9 triliun mencakup PAD sebesar Rp875 miliar, Dana Perimbangan Daerah Rp1,8 miliar, pendapat lain-lain yang sah Rp223 miliar," kata Eko saat membacakan naskah. Di sektor belanja, APBD 2014 diproyeksikan sebesar Rp3,4 triliun, dari sektor penerimaan pembiayaan sebesar Rp502 miliar, dan proyeksi silpa yang sebelumnya mencapai Rp449 miliar. Sementara pencairan dana cadangan sebesar

rena dunia bisnis yang ia tekuni saat ini menuntut dirinya untuk selalu berpikir kreatif dan inovatif. Meskipun Natalia telah lulus dari Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta dan menjadi seorang apoteker, ia tetap mencoba mengelola bisnis kuliner milik keluar-

ganya yakni Restoran Ganet Bata Merah (GBM) di Tanjungpinang. "Harapan jangan pernah hilang dari sebuah tindakan, karena setiap tindakan adalah satu proses untuk mencapai sebuah Harapan," katanya mengungkapkan motto hidupnya. (cw72)

paku dalam botol, dan balap karung. Peserta lomba sebagian besar berasal dari Kota Tanjungpinang. Namun pada lomba permainan sampan jong, pesertanya tak hanya dari Tanjungpinang tetapi juga dari Bengkalis, Bintan, dan Batam. Jumlah total peserta mencapai 115 orang. Sementara pada Jumat (29/11) malam, Dispora bekerja sama dengan Perpus-

takaan dan Arsip Provinsi Kepulauan Riau akan memutar film bertemakan pendidikan di lokasi yang sama. Kegiatan ini juga mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Seperti yang diungkapkan Amir. Ia merasa senang diselenggarakan festival olahraga rakyat. "Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut setiap tahun," ujarnya. (cw77)

Dari Halaman 17

Deputi Kemenpora bisa dikembangkan, salah satunya Tanjung Siambang," ujarnya. Festival yang akan digelar selama lima hari ke depan Selasa-Sabtu (26-30/11) ini mempertandingkan cabang olahraga prestasi seperti renang, voli pantai dan sepak sola serta perlombaan olahraga tradisi seperti lomba sampan jong, lomba balap bakiak, lomba enggrang, pukul bantal, memasukkan

Dari Halaman 17

Kotak Menghentak Senin (25/11). Band Kotak tampil menghentak, menghibur warga. Walaupun sempat diguyur hujan lebat, hal itu tidak menyurutkan semangat warga Kota Tanjungpinang untuk merasakan kegembiraan atas keberhasilan Tim Provinsi Kepulauan Riau yang berhasil mempertahankan gelar juara pada ajang DBR 2013. Perayaan malam puncak DBR 2013 makin semarak dengan penampilan band asal Jakarta, Kotak, yang terkenal dengan hits "Cinta Jangan Kau Pergi". Kelompok band yang digawangi oleh Tantri, Chua, dan Chella ini seakan menghipnotis ribuan penonton yang kebanyakan kaum remaja Tanjungpinang dengan lagu-lagu andalannya seperti Beraksi, Pelan-pelan Saja, dan beberapa lagu dalam album promo mereka. Kepulan asap mengiringi kedatangan para personil band Kotak membuat sua-

Rp75 miliar, pembiayaan Rp47,5 miliar, serta pembiayaan pemilu sebesar Rp47,5 miliar," paparnya. Gubernur Kepri Muhammad Sani dan Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi selanjutnya menandatangani Nota Kesepahaman KUA-PPAS RAPBD 2014 Kepri tersebut. Sebelum menutup rapat, Ketua DPRD Kepri, Nur Syafriadi berpesan kepada Gubernur agar secepatnya membuat Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) 2014 sehingga DPRD dapat segera membahas bersama masing-masing SKPD dan TAPD Kepri. (sut)

Dari Halaman 17

Mencoba Hal jadai banyak tahu dari sebelumnya tidak tahu. "Saya merasa sudah lebih dari cukup untuk bersemangat kembali mempelajari hal-hal baru," katanya. Menurut Natalia, menemui hal baru artinya selalu berinovasi dalam hidup. Hal itu harus dilakukannya ka-

Saya sudah sampaikan pada anggota, kalau ada yang mau pakai, silakan," ujar Sutarman, Selasa (19/11) lalu. Menurut Sutarman, model jilbab yang diperbolehkan adalah seperti yang digunakan polwan di Aceh. Namun polwan yang ingin mengenakan jilbab itu mesti membeli sendiri. "Kalau mau beli sendiri, silakan. Kami tidak ada anggarannya," ujarnya. Sutarman menambahkan, polwan yang ingin mengenakan jilbab tidak perlu lagi menunggu turunnya peraturan tertulis. "Mulai besok, kalau ada yang mau pakai saat tugas, tidak masalah," katanya. Diketahui, dalam Surat Keputusan Pol Skep/702/IX/ 2005 mengenai Standar Operational Prosedur untuk seragam yang harus dipakai polisi dan PNS Polri, penggunaan jilbab bagi polwan belum tercantum. (jua)

sana semakin bergemuruh. Penonton berteriak histeris ketika Tantri menyapa mereka. Sebelum beraksi, Tantri sempat mengatakan bahwa ini kali pertama Kotak hadir di Kota Gurindam. Penampilan yang enerjik dari para personil Kotak membuat suasana di Lapangan Pamedan semakin bergemuruh. Usai membawakan tiga lagu, Tantri sempat berseloroh, "Kami bisa semangat seperti ini karena gonggong yang kami makan tadi siang. Selain kalian semua yang membuat stamina kami semakin bersemangat," teriaknya disambut riuh tepukan para penggemarnya. Di sela-sela manggung, Tantri juga mencoba menggunakan dialek Melayu Tanjungpinang dengan mengatakan, "Kami nak cube berbahasa Melayu tapi tak bise," ujarnya sambil tersenyuk lebar. Penampilan band Kotak malam itu ditutup dengan

lagu hits Beraksi. Rp40 Juta untuk Tim Kepri Pada malam puncak tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Tanjungpinang Effiyar M Amin menyampaikan terima kasihnya kepada semua pihak pendukung kegiatan DBR 2013 "Tahun ini kita menyediakan hadiah uang tunai untuk Juara Pertama yakni sebesar Rp40 juta, Juara Kedua Rp25 juta, Juara Ketiga 20 juta, dan Juara Keempat Rp10 juta," ujarnya. Sementara Plt Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Syafrial Evi mewakili Walikota Tanjungpinang menyerahkan Piala Bergilir kepada Tim Perahu Naga Provinsi Kepualauan Riau yang memenangkan lomba. Ajang DBR ke-12 tahun 2013 ini diikuti oleh 32 tim peserta, empat tim diantaranya berasal dari luar negeri yaitu Malaysia dan Singapura. (cw77)

Rabu, 27 November 2013

18

2014, IGD RSUD Dua Lantai TANJUNGPINANG (HK) — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpinang berencana merombak gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi dua lantai, tahun depan. Selain untuk meningkatkan pelayanan masyarakat, kondisi gedung juga sudah tua. "Rencana ke depan kita sudah meminta kepada pemerintah provinsi untuk pembangunan ruang IGD baru. Saat ini sudah dalam tahap penyusunan DED (detailed engineering design,red). Konsep bangunan baru nanti berlantai dua," ujar Direktur RSUD Kota Tanjungpinang Dr Eka Hanasarianto, Selasa (26/11). Eka mengharapkan, rencana membangun gedung IGD baru terealisasi pada 2014 mendatang. Karena menurutnya, DED pembangunan ruang IGD sudah terkonsep sejak tiga tahun lalu. Eka melihat saat ini Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) juga tengah melakukan pembangunan gedung IGD. Sehingga menurutnya tidak salah jika RSUD Tanjungpinang juga melakukan pembenahan untuk memberikan pelayanan maksimal

ZULFIKAR/HK

GEDUNG IGD RSUD Kota Tanjungpinang akan dibangun dengan konsep dua lantai, Selasa (26/11). kepada masyarakat. "Kita berharap Gubernur Provinsi Kepri dapat menyetujui usulan ini. Sehingga tahun 2014 sudah bisa dikerjakan. Mudah-mudahan ya, saya tidak bisa memastikan mengingat yang punya anggaran bukan kita," ucapnya. Terkait keluhan masyarakat mengenai minimnya peralatan di RSUD, Eka membantah kondisi peralatan di rumah sakitnya dalam kategori kurang. "Kalau sangat kurang sekali tidaklah.

Sedang-sedang saja," ujarnya. Untuk mengatasi kekurangan peralatan, lanjut Eka, ke depan RSUD akan menambah dan memperbarui alat-alat kesehatan. Belum lama ini, kata Eka, RSUD mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Kepri berupa alat rontgen, alat USG, dan inkubator bayi. "Alhamdulillah, saat ini beberapa alat yang sempat macet sudah bisa ditanggulangi," ujarnya. Kurang Darah, Bentuk Ranting PMI

Menanggapi kekurangan stok darah di PMI Tanjungpinang, Eka mengatakan, saat ini pihaknya telah berupaya mengatasinya. Salah satunya adalah dengan membentuk ranting PMI di setiap kecamatan di Kota Tanjungpinang. PMI Tanjungpinang juga telah menyurati perusahaan dan instansi di Kota Tanjungpinang untuk membentuk Kelompok Donor Darah (KDD) agar stok darah tetap ada. Terkait hal ini, Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul beberapa waktu lalu juga mewajibkan pegawai negeri sipil (PNS) mendonorkan darahnya di PMI. Namun menurut Eka, hal itu tak mungkin dapat dilakukan mengingat donor darah merupakan hak azasi setiap orang dan tidak bisa dipaksakan. "Donor darah itu tidak boleh karena terpaksa. Kalau memaksa nanti malah melanggar HAM," ujarnya sembari bercanda. Ia berharap, masyarakat Kota Gurindam lebih sadar akan pentingnya mendonorkan darah. "Selain menambah pahala, juga dapat membuat si pendonor menjadi lebih sehat," ujar Eka. (cw77)

Puluhan Alat Berat Disita Polisi Di Lokasi Tambang Bauksit Singgarang Besar TANJUNGPINANG (HK) — Puluhan alat berat jenis loader dan dump truck yang digunakan untuk aktivitas eksploitasi tambang bauksit di kawasan Senggarang Besar, Tanjungpinang disita pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Tanjungpinang, Selasa (26/11). Penyitaan alat berat tersebut berdasarkan laporan dari pemilik alat berat itu sendiri, Toni. "Atas laporan si pelapor (Toni,red) kita amankan alat berat tersebut," kata Kapolsek Kota Tanjungpinang AKP Wahyu Endra kepada wartawan kemarin. Wahyu mengungkapkan, si pelapor mengaku alat berat miliknya disewa pakai oleh Ami, seorang penambang

bauksit di Senggarang Besar. Namun, tanpa diketahui Toni, puluhan alat berat tersebut dirantai dan digembok oleh Djodi Wirahadikusuma, pihak yang diduga memiliki persoalan hutang piutang dengan Ami. "Alat berat akan dilepas jika Toni tidak berhubungan dengan persoalan antara Ami dan Djodi," tegasnya. Di tempat terpisah, Djodi membenarkan kejadian itu. Antara Djodi dengan Ami telah terjalin kerjasama pengelolaan lahan untuk eksploitasi tambang bauksit di lahan 30 hektar milik Djodi. Ia mengaku terpaksa merantai dan menggembok alat berat milik Toni karena Ami (penyewa) belum melunasi hutang pengelolaan

lahan sebesar Rp1,65 miliar. "Ami belum bayar hutangnya kepada saya. Padahal hutang itu berdasarkan kerjasama berupa pengolaan lahan saya seluas 30 hektar pada Mei tahun ini. Informasi yang saya tau, polisi mau melakukan mediasi agar persoalan selesai," ungkap Djodi saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon. Djodi juga mengaku tidak mengetahui bahwa alat berat yang ia gembok adalah milik Toni. "Saya tahunya hanya dengan Ami. Alat berat itu saya gembok karena dipakai Ami untuk mengupas lahan milik saya yang sampai sekarang sesuai janji belum dibayar," jelasnya. Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian tengah mengupayakan mediasi antara Djodi dan Ami. (jua)

Dari Halaman 17

Paripurna Diwarnai mentara pada rapat Jumat lalu, disepakati hanya Rp40 miliar. Rapat paripurna yang sebelumnya dijadwalkan dimulai pukul 10.00 molor hingga pukul 14.15 WIB. Rapat dibuka oleh Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi didampingi oleh semua wakil DPRD dan dihadiri Gubernur Kepri Muhammad Sani beserta beberapa kepala SKPD Kepri. Dalam pembukaan rapat, Nur Syafriadi menjelaskan, setelah skorsing beberapa hari, paripurna dilanjutkan kembali dengan agenda penandatangan MoU pembangunan lanjutan Jembatan I Dompak dan RSUP. "Lanjutan penganggaran jembatan ini harus benarbenar diteliti dengan cermat, mengingat saat ini semua bahan-bahan bangunan mengalami peningkatan harga. Kita memutuskan, total alokasi anggaran lanjutan jembatan ini sebesar Rp409, 8 miliar yang dianggarkan dalam multiyears selama dua tahun, yakni di tahun 2014 dan 2015," jelasnya. Sementara dalam pengerjaan lanjutan proyek RSUP, lanjut Nur, sesuai rapat bersama dengan sejumlah anggota Banggar yang digelar di Ruangan Ketua DPRD Kepri, disepakati bahwa lanjutan pengerjaan RSUP dilakukan juga dengan muti years tahun 2014 dan 2015. Total anggaran yang disetujui sebesar Rp91.1 miliar. "Anggaran sebesar itu guna menyelesaikan ruang perawatan pasien dari lantai 5 hingga 8 dan penyelesaian 6 ruang operasi di lantai 3 dan 4. Jumlah anggaran yang disepakatai totalnya sebesar Rp91,1 miliar dengan rincian pengerjaan fisik ruang rawat dan ruang operasi sebesar

Rp88,2 miliar dan jasa kontruksi Rp2,2 miliar dana pengelolaan manager proyek sebesar Rp500 juta. Semua itu dianggarkan dalam dua tahun, untuk anggaran tahun 2014 sebesar Rp40 miliar dan tahun 2015 Rp51,1 miliar melalui multiyears," jelasnya. Sebelum Nur selesai membacakan naskah putusan, salah satu anggota DPRD Kepri Yudi Carsana mengajukan interupsi sembari mengatakan bahwa penganggaran lanjutan RSUP telah disepakati tidak dianggarkan dalam tahun jamak pada rapat Banggar Jumat (22/11) lalu. "Namun paripurna hari ini (kemarin,red), Ketua DPRD Kepri mengatakan pengerjaan lanjutan RSUP dianggarkan dengan multiyears, 2014 dan 2015. Kesepakatan dalam rapat Jumat itu dianggarkan hanya Rp40 miliar namun menjadi Rp91,1 miliar," kata Yudi mempertanyakan keganjilan yang terjadi. Yudi menambahakan, dalam rapat siang ada beberapa anggota Banggar yang tidak setuju terkait dimasukkannya lanjutan pengerjaan RSUP dalam anggaran tahun jamak. "Kalau memang ada anggota Banggar yang tidak setuju, seharusnya dilakukan voting bukan diambil alih oleh Ketua DPRD," jelasnya. Menjawab interupsi dari Yudi Carsana, Ketua DPRD Nur mengatakan bahwa sebelumnya hal itu telah dibahas dengan anggota banggar pada rapat siang di ruangan Ketua DPRD. Nur mengatakn, anggota banggar telah menyepakatinya. "Bahwa untuk pengerjaan lanjutan proyek RSUP, kita telah sepakat dan dilanjut-

kan di tahun jamak. Hal ini demi efisiensi angaran dan efektifitas pelaksanaan," kelas Nur. Senada dengan Yudi, anggota DPRD Surya Makmur Nasution mengatakan, "Pada rapat jumat (22/11) dilakukan rapat dengan anggota banggar dan disepakati bahwa pembangunan lanjutan RSUP tidak dilakukan dengan tahun jamak. Namun menjadi tanda tanya ketika dalam rapat hari ini Ketua menyatakan bahwa pengerjaan lanjutan RSUP dilanjutkan dengan tahun jamak dan dalam rapat banggar tadi Ketua memutuskan secara sepihak," jelas Surya. Nur menyatakan bersedia bertanggung jawab sebagai pimpinan. "Itu tidak ada masalah menurut saya," jelas Nur sambil membacakan keputusan hasil rapat banggar yang dilakukan di ruangannya. Saat hendak dilakukan penandatangan MoU oleh Gubernur dan Wakil Ketua DPRD Kepri, anggota DPRD Kepri Yudi Karsana, Onward Siahaan dan Ahars Sulaiman melakukan aksi walk out dan meninggalkan ruang sidang sebelum penandatanganan MoU. Nur Syafriadi menyayangkan sikap Yudi Carsana dan kawan-kawan tersebut. "Saya merasa tergelitik dengan sikap Yudi Carsana. Ini tindakan yang tidak benar yang dilakukan anggota dewan. Karena ini menyangkut kebijakan publik dan untuk kebaikan masyarakat," tegas Nur sambil melanjutkan paripurna. Sementara Yudi Carsana saat dihubungi Haluan Kepri membantah dirinya melakukan aksi walk out. Ia mengatakan, telah mengangkat

tangan untuk meminta izin keluar ruang sidang. "Gubernur dan Wakil Ketua DPRD melihat saya saat mengangkat tangan itu. Tidak benar saya melakukan aksi walk out. Kebetulan pada jam itu akan menjemput anak sekolah," katanya. "Kalau saya tidak setuju saya akan nyatakan dalam rapat. Saat ini juga baru MoU, bukan pengesahan. Bila akan menolak nanti dilakukan saat rapat paripurna pandangan fraksi. Saya paham kok tentang itu," katanya. Sementara Ahars Sulaiman saat hendak meninggalkan ruang rapat mengatakan tidak ada masalah. "Yang penting mekanismenya sudah jalan. Dan kalau dibahas dari komisi sudah oke, dari banggar sudah oke, tidak ada masalah," katanya. Saat ditanyakan alasan keluar ruangan sidang saat penandatangan MoU, sambil masuk ke dalam mobil Ahars mengatakan, "Saya mau pulang. Semua masalah sudah selesai." Rapat paripurna yang sedianya dimulai pukul 10.00 WIB dipertanyakan oleh Sukri Fahrial saat akan masuk ruang rapat paripurna. Dalam rapat terungkap bahwa Selasa siang sebelum paripurna dimulai, telah dilaksanakan rapat di ruangan Ketua DPRD Kepri. Anggota Banmus Andi Lolo mendapat informasi anggota Banggar menggelar rapat pada siang sebelum paripurna dimulai. "Kita tidak tau apa yang menyebabkan molor. Banmus hanya menentukan kapan rapat akan dilaksanakan dan jam berapa. Kalau mengenai angaran, itu wewenang banggar," jelasnya singkat. ***


CMYK

Bintan

Rabu, 27 November 2013

19

Tanaman Warga Mantang Dirusak Bansos dan Dana Hibah Diperketat BINTAN (HK) — Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Kesra Setda Bintan gelar sosialisasi peraturan tentang dana hibah dan bantuan sosial (bansos) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bintan, di Hotel Bintan Agro, Bintan, Senin (25/11).

ROFIK/HALUAN KEPRI

TINJAU JEMBATAN — Bupati Bintan Ansar Ahmad meninjau jembatan kangboy, Selasa (26/11). Bupati meminta pembangunannya agar digesa.

Penghijauan di Pulau Koyang BINTAN (HK) — Ribuan pohon milik warga Mantang Lama di lahan bekas pertambangan di Pulau Koyang dirusak sejumlah pemuda tak dikenal. Rico Barino Liputan Bintan Akibat kejadian ini, masyarakat yang tergabung dalam Koperasi Produksi Mutiara Mantang (PMT), Desa Mantang Lama, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan, membuat laporan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Bintan Timur, Senin (25/11). Jaharudin (38) warga Man-

tang Lama ini membuat laporang dengan nomor STPL/ 120/XI/2013, mengatakan, pada tanggal 4 November 2013 kemarin, pihaknya melakukan penanaman pohon karet dilokasi tanah pelepasan PT Antam dan kembali kepada negara dan lantas itu statusnya sebagai hutan produksi hingga, kami melakukan penghijauan atas swadaya masyarakat dan berlangsung

dengan tertib dan sukses. Dikatakanya kembali, saat pengrusakan tersebut pemuda yang mengaku dari perusahaan pertambangan bauksit bersitegang dengan warga hingga nyaris terjadi bentrok. Dikarena, jumlah pemuda tersebut lebih banyak, warga hanya bisa diam saja, saat sejumlah pemuda itu merusak sejumlah pos penghijauan dan pos menebas pohon-pohon yang baru beberapa hari ditanam. Dijelskannya kembali, akibat lahan yang telah gundul itu menjadi sumber banjir. Masyarakat sekitar berinisiatif menghijaukannya saja karena warga sekitar yang terkena dampaknya. "Kalau terkena banjir kami warga sekitar yang menjadi korban,

terlebih lantaran peruntukan lahan itu untuk hutan produksi maka kami tanam pohon karet,'' ungkapnya kembali. Jaharudin berharap, dengan adanya kasus pengrusakan oleh puluhan pemuda itu, polisi cepat menindaklanjuti laporan tersebut. "Kami ingin hidup tenang di pulau Koyang. Kalau lahan itu terus menerus ditambang, kami khawatir juga pulau itu bisa semakin mengecil, bahkan bisa tenggelam,'' harapnya. Sementara itu, dilain tempat, Kapolsek Bintan Timur Kompol Irham Halid membenarkan adanya laporan tersebut. Namun, pihaknya akan menyelidiki lebih jauh lagi terkait permasalahan tersebut. ***

Acara yang dibuka Bupati Kabupaten Bintan, H Anshar Ahmad diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan Elizar Juned, dalam sambutannya, pihaknya mengakui selama ini penyaluran bantuan Pemerintah Daerah kepada masyarakat terbentur keterbatasan dana dan juga tidak meratanya bantuan, dikarenakan banyaknya masyarakat yang mengajukan permohonan yang terbentur dengan kekurangan persyaratan yang sesuai aturan yang berlaku. "Dengan adanya kondisi seperti ini, Pemerintah Daerah memandang perlu membuat aturan-aturan yang jelas sehingga batuan yang akan diberikan kepada masyarakat tepat pada tujuan-

nya. Yang sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 32 tahun 2011," kata Elizar Juned. Disambungnya, Permendagri tersebut tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD).Hibah dan bantuan sosial dapat dilakukan sesuai peraturan yang berlaku, diantaranya kriteria yang harus meliputi, rehabilitasi kerja, perlindungan kerja, pemberdayaan kerja, jaminan kerja, penanggulangan kemiskinan, dan penanggulangan bencana, semua ini diatur agar tepat pada sasaran. "Mudah-mudahan dengan adanya acara ini, sehingga peraturan Hibah dan bantuan

CMYK

sosial dapat dipahami, agar pelaksanaan pemberiannya dapat tersalur dengan baik. Serta terciptanya tertib administrasi, akuntabilitas dan transparansi pengelolaannya," jelasnya kembali. Selain itu, Kepala Bagian Kesra Setda Bintan, Ramlah, mengatakan, tujuan acara ini digelar untuk memberikan pengertian dan penjelasan terhadap peserta kegiatan khususnya, terhadap masyarakat umumnya. Karena saat ini penerima bantuan, diperketat dalam hal persyaratan maupun hala-hal lainnya. "Kedepannya, aturan tersebut sifatnya terencana. Satu tahun sebelumnya sudah terdata, sesuai aturan yang berlaku. Dengan demikian proposal bantuan dari masyarakat atau kelompok masyarakat harus masuk tahun sebelumnya untuk dimasukkan dalam rencana kerja (renja) SKPD. Ditahun ini kita telah ajukan untuk dana hibah maupun bantuan sosial sekitaran lebih kurang, Rp37 miliar, sesuai usulan masyarakat," tutupnya. (cw72)

Editor:Eddy Supriatna , Layouter: M Fahrullazi


Anambas

Rabu, 27 November 2013

20

7 Calon KPPAD Diuji Masyarakat TAREMPA (HK) — Masyarakat Anambas diberi kesempatan untuk memilih di antara 7 calon yang layak menduduki komisioner Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Anambas. Ketujuh calon itu adalah Mazli, Yesi Susilawati, Marzuki, Bermansyah, Rusli Mahardi, Hendriko Mulyadi Hutapea dan Arman Andrrias. Tim Haluan Kepri Liputan Anambas “Seleksi tahap pertama sudah kita laksanakan dengan bantuan KPPAD Provinsi Kepri. Ada ujian tertulis, wawancara dan fit and proper test. Maka keluarlah 7 nama yang lolos dan memasuki tahapan uji publik,” jelas Sekretaris panitia seleksi Komisioner KPPAD Anambas, Suindrawati, kemarin. Nama calon komisioner tersebut sudah dipublikasikan di media cetak dan beberapa tempat, agar masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas dapat menilai sendiri, seperti apa figur calon Komisioner KPPAD, yang kedepan akan dipercaya menyelesaikan masalah perempuan dan anak di kabupaten termuda di Kepri ini. Suindrawati menjelas-

kan, masyarakat boleh memberikan penilaian objektif kepada setiap calon yang telah terpilih. Jika memang ada masyarakat yang keberatan dengan calon terpilih, dengan alasan yang bsia dipertanggungjawabkan dengan data dan fakta yang akurat, Suindrawati mempersilahkan untuk mendatangi secretariat panitia seleksi. Sekretariat berada di Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (KPPKB) Anambas. “Kalau memang ada yang keberatan dengan figure yang sudah dipilih, bisa datang ke secretariat KPPAD dan menyampaikan keberatannya. Tentu dengan data dan fakta yang benar. Boleh perorangan, boleh organisasi. Kita terbuka menerima masukan,” uajr wanita yang juga menjabat sebagai kepala kantor

PPKB Anambas ini. Sementara itu, ketua panitia seleksi komisoner KPPAD Anambas, Arzam mengatakan, tahap selanjutnya adalah pelaksanaan fit and proper test di DPRD Anambas. Fit and Proper test sendiri akan dilaksankan pada minggu kedua Desember. “Fit And Proper Test bagi 7 orang calon Komisioner KPPAD akan segera kita laksankaan. Menurut jadwal, sekitar minggu kedua Desember. Kita akan sisakan 6 orang yang dianggap paling layak untuk kemudian kita serahkan pada Bupati Kepulauan Anambas,” jelas Arzam, yang ditemui di depan gedung DPRD Anambas. Namun hingga kini Arzam belum bisa memastikan apakah fit and proper test akan diserahkan langsung kepada Komisi III DPRD Anambas, atau melalui keputusan ketua DPRD Anambas. Namun yang jelas, jika semua proses berjalan dengan lancar, maka Akhir Desember Anambas akan memiliki KPPAD. “Belum bisa dipastikan, apakah dari keputusan ketua DPRD saja, atau diserahkan kepada Komisi III. Tapi yang jelas kita berharap akhir Desember Komisiner terpilih sudah bisa dilantik,” harap

DOK

PELABUHAN PEMDA — Berbagai aktivitas banyak terjadi di kawasan Pelabuhan Pemda Anambas. Salah satunya sebagai sarana tempat bersandarnya kapal pompong dan speed boad menuju pulau yang berdekatan dengan Tarempa.

Arzam. Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Haris berharap KPPAD bisa segera Anambas bisa segera terbentuk dan menjalankan fugnsi

dengan baik. Pasalnya, dirinya berharap KPPAD bisa menyelesaikan setiap kasus anak yang selama ini seperti terkubur dan tak terjamah. “Saya harap KPPAD dapat menuntaskan permasa-

lahan yang berkenaan dengan anak. Karena selama ini, kasus ini bukan tidak ada. Tetapi seperti tersembunyi karena tidak ada yang konsen mengawasai hal tersebut. Ini sebagai salah satu

bentuk kepedulian sekaligus upaya pemerintah untuk mengatasi serta memecahkan berbagai persoalan yang menyangkut tentang anak di daerah ini,” ucapnya beberapa waktu lalu.***

Pulau Durai Harus Steril Untuk Penangkaran Penyu TAREMPA (HK) — Untuk menjaga kelestarian lingkungan dan sebagai tempat pembiakan, penangkaran penyu di Pulau Durai harus steril dari penduduk. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelestarian alam agar penyu mau bertelur di tempat tersebut. “Pulau Durai harus tetap alami agar penyu mau bertelur disana, jika tempat itu kotor maka tidak tertutup kemungkinan penyu akan mencari pulau lain yang masih steril dari penduduk,” ungkap Ketua LSM Gerakan Bersama Rakyat (GBRAK) Anambas, Anwar sebagai pengelola Pulau Durai, Senin (25/11). Anwar menambahkan, saat ini penangkaran penyu

di Pulau Durai akan dilakukan seperti lokasi penangkaran Pengumbahan, Jawa Barat. Pasalnya Pengumbahan termasuk lokasi penangkaran penyu yang baik dan berhasil, pihaknya telah berkunjung kesana beberapa waktu lalu. “Kita telah studi banding ke Pengumbahan, dimana mereka termasuk sukses melakukan penangkaran penyu. Nanti akan kita buat juga di Pulau Durai,” ujarnya. LSM GBRAK, lanjut Anwar, dalam waktu dekat akan melakukan pembersihan seluruh pesisir pantai dan akan membuat batasan bagi masyarakat yang berkunjung ke Pulau Durai. Pulau Durai

akan dibuat pembatas dimana lokasi yang bisa ditempati oleh masyarakat dan mana yang tidak. “Kita akan bersihkan sampah-sampah yang ada di bibir pantai agar penyu mau naik ke pantai. Disana juga akan kita buat aturan mana lokasi yang bisa ditempati oleh masyarakat dan akan kita buat tempatnya. Tidak seperti sekarang ini, masyarakat bebas datang kesana. Kita takutkan nanti, penyu tidak mau bertelur atau mencari tempat yang lain. Kalau masih di pulau kita tidak masalah tapi kalau kepulau negara tetangga gimana,” papar Anwar. Untuk pembangunan lokasi penangkaran akan didanai oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Saat ini

sudah mulai dibangun tempat penangkaran. Ia berharap untuk menjaga kelestarian Pulau Durai dibutuhkan kerjasama seluruh elemen masyarakat terutama masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas. Ia juga meminta agar masyarakat tidak sembarangan membuang sampah karena saat ini sampah sudah mengotori Pulau Durai. “Saya berharap seluruh masyarakat berpartisipasi untuk menjaga kelestarian Pulau Durai agar Penyu tetap bertelur disana. Masyarakat tidak membuang sampah sembarangan saja sudah membantu kita karena saat ini sampah yang ada dibibir pantai merupakan sampah yang terbawa oleh arus laut,” pintanya.(nel)

Sat Linmas Anambas Terbentuk Siap Amankan Pemilu 2014 TAREMPA (HK) — Akhirnya, Satuan Perlindungan Masyarakat (Sat Linmas) di Kabupaten Kepulauan Anambas terbentuk. Asisten 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Nurman berharap Sat Linmas yang baru dibentuk tidak menjadi ajang proyek tahunan, yang akan menghilang setelah pelaksanaan pemilu 2014 mendatang. “Memang tugas kedepan yang paling prioritas adalah membantu pelaksanaan pemilu. Tapi tidak berarti setelah pengamanan pemilu selesai, Linmas langsung bubar. Karena masih banyak lagi fungsi dan tugas Linmas yang lain yang harus dikerjakan pasca pemilu 2014,” ujar Nurman saat pembekalan Sat Linmas Anambas, Selasa (26/11). Diantara tugas yang dimaksud Nurman adalah membantu penanggulangan bencana, membantu upaya pertahanan negara dan membantu kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa ditinggalkan oleh Sat Linmas, karena melekat pada tugas dan fungsinya sebagai garda terdepan pengamanan lingkungan. “Kalau ada bencana angin puting beliung, saudara dulu yang bergerak. Karena kami yang ada di Tarempa ini kan jauh, kadang desa-desa tertentu sangat sulit untuk bisa dijangkau. Anda adalah yang terlebih dahulu memberikan penanganan serta memberikan informasi kepada tingkat yang lebih tiggi tentang adanya bencana,” jelas Nurman memberikan pemaparan mengenai peran penting Sat Linmas, lebih daripada sekedar pengamanan pemilu, pilkada dan pilkades.

Dirinya juga mengatakan, Sat Linmas adalah posisi yang memiliki peran penting dalam membantu pertahanan negara. Setelah didaftarkan menjadi anggota Sat Linmas, akan langsung tercatat sebagai tenaga bantuan pertahanan negara. “Posisi Sat Linmas itu strategis sebaga tenaga bantuan pertahanan Negara. Kita tahu selama ini tenaga inti pertahanan negara adalah TNI, nah Sat Linmas yang berperan penting membantu,” jelas Nurman lagi. Apalagi jika mengingat posisi Anambas yang berada di perbatasan NKRI yang kaya Potensi, maka peran Sat Linams semakin strategis. Nurman menjelaskan Sat Linmas memiliki peran penting dalam penanganan ilegal Fishing dan Ilegal Logging yang kerap terjadi di Anambas.

“Anda adalah pintu pertama informasi kepada Pemerintah daerah, maupun aparat keamanan. Jika saudara menemui adanya tindakan Illegal fishing dan illegal loging, maka anda yang kita harapkan untuk memberikan informasi kepada instansi yang bersangkutan,” ungkap Nurman lagi. Untuk itu, Nurman menganggap penting bagi Sat Linmas untuk terus diberikan pembinaan dan peningkatan kapasitas secara berkala. Dirinya berjanji, kedepan Pemda akan selalu berusaha meningkatkan kemampuan teknis Sat Linmas. Tidak hanya itu, dirinya juga berharap Sat Linmas bisa mendapatkan insentif yang layak, seabgai bentuk penghargaan atas tugas dan fungsi yang diembankan kepadanya. Nurman menginstruksikan agar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Anambas, sebagai tempat

bernaungnya Sat Linmas bisa menggagas hal tersebut kepada Bupati Kepulauan Anambas. “Nanti Satpol PP diharapkan membuat Nota Dinas kepada Bupati, agar insentif kepada Sat Linmas ini bisa diakomodir dari APBD. Ini kita lakukan sebagai bentuk pengikatan komitmen Sat Linmas untuk pelaksanaan tugas dan fungsinya selama bertugas. Jangan sampai setelah pengamanan Pemilu mendatang, anggota Sat Linmas langsung bubar jalan,” katanya lagi. Tidak hanya Pemda yang berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan Sat Linmas, ternyata Pemerintah Pusat juga sangat serius meningkatkan Kesra anggota Sat Linmas. Dar informasi yang diberikan Nurman diketahui, Mendagri sedang mempersiapkan peraturan tentang pedoman Sat Linmas.(nel)

Pemkab Gelar Pelatihan Jenazah ANAMBAS (HK) — Pemkab Kepulaun Anambas melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menggelar pelatihan tata cara penyelenggaraan dan penyelamatan jenazah di Kecamatan Palmatak. kan mayat tersebut,” Kegiatan yang mejelas Tengku. rupakan agenda tahuNamun kini, nan Pemda Anambas sangat minim umat tersebut dibuka langmuslim yang mampu sung oleh Bupati Kedan mengerti bagaipulauan Anambas, Temana tata cara mengku Mukhtaruddin, laksanakan penghorSelasa (26/11). matan terhadap jeDikatakan, kegianazah Hal ini menutan tersebut adalah rut Tengku sangat wujud perhatian Tengku ironis, apalagi jika Pemda Anambas dalam upaya meningkatkan pe- melihat keterbelakangan peran, fungsi serta kemampuan ngetahuan agama. “Tata cara tersebut mepara generasi muslim untuk dapat mengetahui dan me- rupakan fardhu kifayah yang mahami bagaimana mem- menjadi hukum bersama meperlakukan mayit yang sesu- laksanakannya. Memang bungguhnya sesuai dengan sya- kanhal yang mudah bagi kita untuk langsung mengerti, riat islam. “Ini bentuk kepedulian kita butuh pembelajaran dan pedari Pemerintah daerah, untuk latihan agar kita mampu unmengajarkan kepada generasi- tuk memberikan penghorgenerasi muda bagaimana matan terhadap jenazah memperlakukan jenazah se- umat muslim sendiri. Tapi bagaiamana mestinya, sesuai seakrang sepertinya pengedengan syariat Islam yang tahuan itu sudah mulai menipis,” sesalnya. benar,” ujar Tengku. Hal inilah yang melatar Sama seperti manusia yang hidup, jenazah juga belakangi Bagian Kesra mempunyai hak untuk di- Anambas menggelar pelatihormati oleh orang yang hi- han tersebut. Karena menudup. Karena itu Tengku me- rut Tengku perlu pemberian nganggap sebagai orang yang pengetahuan kepada genemasih hidup sudah selayak- rasi muda mengenai penangnya kita memperlakukan jenazah dengan hormat. “Setiap manusia pasti akan bertemu dengan kematian yang mengharuskan umat muslim untuk mengurus dan menghormati mayat. Dalam ajaran islam setiap mayat mempunyai hak untuk dihormati oleh yang hidup, oleh karena itu selayaknya bagi hamba yang hidup mempunyai kewajiban untuk mengubur-

anan jenazah, dan peningkatan kualitas bagi para petugas jenazah. Peningkatan kualitas petugas jenazah, tidak hanya medepankan ngilmu dan wawasan luas semata, akan tetapi juga memperhatikan sisi praktek. Peningkatan kualitas yang mengedepankan sisi praktek ini diharapkan bisa menjadi jawaban atas problem yang selama ini dihadapi oleh masyarakat. “Ini jawaban dari tuntutan pada saat sekarang ini, dimana letak dan geografis Anambas yang dikelilingi dengan lautan terkadang membuat masyarakat kita kesulitan dalam memperlakukan mayat sesuai dengan haknya apabila terjadi musibah, sehingga tuntutan petugas jenazah di kecamatan/ desa sangatlah dibutuhkan,” jelas Tengku. Tengku berharap, pemberian materi dalam pelatihan ini bisa lebih selektif, sehingga materi yang disampaikan akan dapat lebih maksimal. “Pemberian materil harus lebih selektif. Mungkin bisa dilaksanakan per desa atau per kecamatan, agar lebih mengena dan dapat lebih tepat sasaran. Saya berharap juga peserta bisa lebih giat dan pro aktif dlam mengikuti serangkaian pelatihan ini, agar kapasitas anda berkembang sebagai pengurus jenazah,” pinta Tengku. (nel)

Editor: Didik, Layouter: Syahril


Karimun

Rabu, 27 November 2013

21

Tiga Pulau Akan Dirangkai Jembatan KARIMUN (HK) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun bakal merangkai tiga pulau dengan jembatan. Tiga pulau tersebut yakni Pulau Pulau Parit, Pulau Tulang dan Pulau Lumut. Untuk tahap awal, pada 2014 ini akan segera dibuat Detailed Engineering Design (DED) pembangunan jembatan itu. Ilham Liputan Karimun Bupati Karimun Nurdin Basirun kepada sejumlah wartawan di Baran, Kecamatan Meral, Selasa (26/11) mengatakan, tujuan dibangunnya jembatan yang merangkai tiga pulau tersebut adalah untuk memudahkan akses masyarakat untuk menuju Pulau Karimun Besar sebagai pusat pemerintahan Karimun. “Pembangunan di Pulau Karimun Besar kan semakin bertambah pesat. Kita khawatir nantinya lahan untuk pemukiman penduduk semakin berkurang. Kalau sudah begitu, maka Pulau Karimun Besar nantinya akan dijadikan sebagai perkantoran dan bisnis, sementara Pulau Parit, Tulang dan Pulau Lumut dijadikan sebagai tempat pemukiman penduduk,” kata Nurdin. Dikatakan, jika jembatan penghubung antar pulau tersebut nantinya sudah dibangun, maka perlahan-lahan Pulau Parit akan dijadikan sebagai kecamatan tersendiri. Tentu saja, untuk mewujudkan hal itu diperlukan penambahan sarana dan prasarana serta infrastruktur yang mendukung terwujudnya Parit sebagai satu kecamatan.

Ketika ditanya berapa besar anggaran yang akan dihabiskan untuk pembangunan jembatan tersebut, Nurdin belum bisa memastikan berapa estimasi anggarannya. Namun, pihaknya akan berupaya melobi ke pemerintah pusat agar anggaran pembangunan itu bisa didukung melalui APBN dan dibantu dengan APBD Karimun. “Tahun depan kan baru tahap pembuatan DED nya dulu, jadi berapa estimasi anggarannya belum bisa dipastikan. Kalau dapat jangan semuanya dibebankan kepada APBD Karimun. Saya akan coba melobi ke pusat juga soal anggarannya. Yang jelas, dalam pengerjaannya kita upayakan melibatkan pihak swasta,” jelasnya. Sementara, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Karimun Doddy Rusandi menambahkan, wacana pembangunan jembatan yang akan menggabungkan Pulau Parit, Pulau Tulang dan Pulau Lumut tersebut sudah diwacanakan sejak 2012 silam. Saat ini hanya tinggal penyusunan DED nya saja. Doddy juga menyebut, estimasi anggaran pembangunan jembatan tersebut sekitar Rp500 miliar. Namun, angka pastinya bisa diketahui ke-

tika DED jembatan tiga pulau, yakni Putersebut sudah selelau Moro-Jang-Pauh. sai pada 2014 menRaja Bakhtiar datang. “Anggaranmengatakan, selain nya sekitar Rp500 misebagai ikon, tujuan liar lebih, namun paspembangunan jemtinya kita tunggu DED batan tersebut adanya saja lah,” ungkap lah untuk memudahDoddy. kan akses penghubuSelain membangng antar masyarakat Bakhtiar un jembatan Pulau yang tinggal di daParit, Pulau Tulang dan Pulau erah hinterland. Apalagi, waLumut, Pemkab Karimun juga cana pembangunan jembatan tengah membangun jembatan itu sudah lama dinanti-nanpenghubung antara Pulau Ja- tikan oleh masyarakat. ng dengan Pulau Moro. Bah“Jembatan itu nantinya kan, DED pembangunan jem- j u g a b a k a l d i j a d i k a n s e batan Moro-Jang tersebut bagai penopang untuk pesudah diajukan melalui AP- nyaluran listrik dan air berBD-Perubahan 2013 ini. sih dari Pulau Moro ke PuKepastian tersebut di- lau Jang. Selama ini, masampaikan Ketua DPRD Ka- syarakat yang tinggal di rimun, Raja Bakhtiar saat Pulau Jang belum meradijumpai Haluan Kepri di sakan penerangan listrik ruang kerjanya beberapa 24 jam. Diharapkan, setewaktu lalu.”Wacana pem- lah jembatan itu ada, maka bangunan jembatan Moro- bisa sebagai akses untuk Jang dalam waktu dekat se- menyalurkan kabel listrik,” gera dilaksanakan. Untuk ungkap Raja Bakhtiar. tahap awal, DED nya akan Selain itu, katanya, jemdiajukan melalui APBD-P batan itu juga difungsikan 2013 ini,” kata Raja Bakhtiar. sebagai penyaluran pipa Setelah pengajuan ang- air bersih dari waduk air garan untuk DED proyek b e r s i h m i l i k U n i t U s a h a j e m b a t a n i t u , k a t a R a j a Air Bersih (UUAB) Perusda Bakhtiar, maka pada APBD Karimun dari Pulau Moro Murni 2014 akan dianggar- ke Pulau Jang. Dengan pekan untuk pengerjaan fisik nyaluran air bersih itu, majembatan yang diperkira- ka persoalan air bersih di kan memiliki panjang se- Pulau Jang akan segera tek i t a r 6 0 m e t e r t e r s e b u t . ratasi. Anggarannya proyek itu diBukan itu saja, persoalperkirakan sekitar Rp15 an penting lainnya adalah miliar-Rp20 miliar. keberadaan jembatan bisa Menurutnya, jika pem- menjadi sarana transporbangunan jembatan itu sudah tasi bagi pelajar dari Jang selesai, maka kelak akan ke Moro. Selama ini, sarana menjadi ikon Moro di sam- t r a n s p o r t a s i a n a k - a n a k ping pembangunan jembatan menggunakan boat pancuyang menghubungkan Pulau ng, namun setelah jembaPauh-Pulau Moro melalui tan ada maka anak-anak Pelabuhan Simba. Jembatan akan lebih cepat sampai ke itu, nantinya akan merangkai sekolah. ***

UKM Masih Menjanjikan KARIMUN (HK) — Membuka usaha kecil menengah (UKM) di Tanjung Balai Karimun masih sangat menjanjikan. Selain lokasi yang sangat strategis untuk memasarkan berbagai produk yang dihasilkan, sejauh ini pemerintah setempat juga memfasilitasi berbagai fasilitas guna memberikan keringanan bagi masyarakat yang ingin membuka usaha sendiri. Imran, Kasi Kelembagaan Koperasi dan UKM Kabupaten Karimun mengaku, ditahun 2013 ini memang peluang untuk masyarakat kecil yang ingin membuka usaha dan memulai usaha berupa UKM sangat menjanjikan, sebab pemerintah telah menyediakan sarana dan prasarana guna untuk meningkatkan perekonomian keluarga. “Sejauh ini memang sangat berpeluang untuk membuka usaha seperti UKM, jadi kami harap bagi masyarakat yang ingin membuka usaha dan memulai usaha UKM, sangat berpeluang sekali, karena sejauh ini pemerintah Kabupaten Karimun telah memberikan fasilitas sarana dan prasarana untuk masyarakat kecil seperti di coastal area, masih banyak stand yang kosong, apalagi tidak lama lagi proyek pembangunan wisata di sana sudah mulai di buka,” tutur Imran. Imaran juga mengaku sejauh ini sudah 713 UKM yang terdaftar di tahun 2013, namun angka ini masih sedikit dibanding dengan Kabupaten yang berkembang pesat, apalagi aset

dan penghasilan bumi karimun juga sangat menjanjikan, seperti hasil laut dan taninya, yang sudah mulai dilirik masyarakat luas. Aku Imran usaha ini sangat cocok dikembangkan guna membantu prekonomian masyarakat dan hasil bumi karimun bisa diolah menjadi beragam kuliner, cendra mata, kerajinan khas karimun dan cemilan seperti kerupuk khas Karimun. “Untuk tahun 2013 ini memang sangat meningkat berkisar 10% peningkatan dari tahun 2012 kemarin, dan peningkatan UKM ini sudah sangat tinggi, berarti respon masyarakat sangat luar baisa. Saya rasa masyarakat masih berpeluang ba-

nyak untuk mengolah dan memperkenalkan produk-produk unggulan dari Kabupaten Karimun sendiri, mulai dari cemil-cemilan, dan aksesories rumah khas dari karimun dan tentunya kuliner hasil laut,” tutur Imran. Imran juga mengaku, selama ini pihaknya telah memberikan fasilitas yang menjanjikan bagi yang ikut bergabung bersama mereka dalam dunia usaha UKM di Karimun, mulai dari perndistrbusian, pelatihan dan menyediakan fasilitas. Agar masyarakat lebih sadar, jika usaha mendiri itu lebih menjanjikan ketimbang usaha besar, namun ikut dengan orang lain.(abk)

ABDUL KODIR/HALUAN KEPRI

BEBERAPA stand UKM, milik masysrakat Karimun di bawah naungan UKM Kabupaten Karium di Castal Area. Masih banyak peluang untuk buka usaha UKM.

DOK

PETUGAS UPACARA — Para guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) dan Sekolah Menengah Pertama (SDIT) Darul Mukmin menjadi petugas upacara pada HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-68 dan Hari Guru Nasional (HGN) ke-19, Senin (25/11).

Semarak HUT PGRI dan HGN Darul Mukmin Meriah KARIMUN (HK) — Ada yang berbeda pada Senin (26/11) di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) dan Sekolah Menengah Pertama (SDIT) Darul Mukmin. Pada upacara peringatan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke68 dan Hari Guru Nasional (HGN) ke-19 diisi oleh seluruh guru dan bukan seperti biasanya yang dilaksanakan oleh para siswa. Kontan saja hampir semua siswa bertanya dan mereka saling berbisik melihat petugas upacara pada pagi itu dilaksanakan para guru mereka di sekolah. Mulai dari pembina upacara, penggerek bendera, pemimpin upacara hingga pimpinan barisan dilakukan guru-guru. Hal tersebut sengaja tidak diceritakan kepada para siswa sehingga kesan kaget anak didiknya sangat terasa dipagi hari menjelang detik-detik upacara bendera. Wakil Kepala Bidang

Kurikulum SDIT Darul Mukmin, Yurna Dewita yang pada hari itu menjadi pembina upacara menggantikan Kepala Sekolah Luthfi Abdul Malik dalam amanatnya menyampaikan bahwa tepat pada 25 November merupakan HUT PGRI ke 68 dan HGN ke 19, maka barulah siswasiswa mengerti. Ia juga menyampaikan bahwa siswa harus menghormati dan menghargai para guru kita, karena insan pendidik itu merupakan bagian keberhasilan kita di masa depan. “Guru kita adalah bagian dari masa depan kita. Keberhasilan kita kelak juga merupakan begian dari usaha keras para guru. Tanpa mereka bisa jadi kita tidak akan menjadi apa-apa di kemudian hari.” Ujar Yurna. Saat berlangsungnya upacara bendera tersebut ada hal yang unik terjadi, biasanya para siswa tampak sedikit tidak tenang atau selalu ada keributan

kecil dalam suasana upacara berlangsung, namun saat petugas upacara dilaksanakan para gur, justru para siswa tampak sangat tenang. Usai upacara, para siswa pun menggelar aneka kegiatan pementasan yang bertemakan guru dengan melibatkan seluruh siswa dimulai dari siswa kelas satu hingga kelas enam menampilkan kebolehan menyanyi, menari, membaca puisi spesial untuk guruguru meraka. Tak lupa juga mereka memberikan bingkisan kepada para guru. Hal yang sama di SMP IT Darul Mukmin pun tampak tak mau terlewatkan momen tersebut. Dimana para siswa memberikan bingkisan kepada guru-guru mereka. Tidak hanya itu, para siswa juga memasak makanan spesial untuk dinikmati para pahlawan tanpa tanda jasa di sekolah tempat mereka menuntut ilmu.(gan)

Hambat Peraihan Adipura

Kesadaran Masyarakat Rendah KARIMUN (HK) — Belum tampaknya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya menjadi titik kelemahan dalam tekad Pemkab Karimun untuk meraih piala adipura. Kondisi itu menjadi perhatian serius dari Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Karimun, H Amjon yang menjadi koordinator persiapan untuk merebut piala adipura. Menurutnya beberapa titik yang dinilai masih rawan adalah Pasar Puakang. Namun hal itu segera diatasi dengan melakukan berbagai upaya seperti menyiapkan tempat sampah organik dan non organik. Kelemahan-kelamahan tersebut kata Amjon diharapkan agar bersama-sama diantisipasi dan tidak sepenuhnya masyarakat berharap kepada pemerintah untuk setiap saat membersihkannya. Melainkan kesadaran masyarakat pun dituntut untuk bersama-sama menjaga kebersihan. Salah satu titik yang masih perlu diperbaiki adalah seluruh pertokoan di Jalan Nusantara dan Jalan Tengku Umar. Dimana masih minimnya penghijauan. Sehingga di dua jalan tersebut akan disiapkan tanaman berupa pot besar serta tong sampah organik dan non organik. Untuk saat ini lanjut Amjon, penilaian adipura pertama telah dilewati dan seperti apa hasilnya, belum bisa disampaikan karena saat ini tim penilai masih melakukan

proses penilaian. Namun demikian Pemkab Karimun tetap berupaya mempersiapkan sebaik mungkin titik-titik kelemahan sebelum proses penilaian tahap dua. “Artinya kita tetap optimis bisa meraih piala adipura, untuk itulah persiapan dalam melewati penilaian tahap dua harus dilaksanakan dari sekarang. Kalau kita diamkan saja nanti kita keteteran untuk menuju tahap selanjutnya, jadi jangan berandai-andai dan harus optimis saja bahwa kita masuk dalam penilaian tahap pertama sehingga terus bergerak sambil menunggu hasilnya. Yang jelas untuk saat ini kita fokus kepada titik yang masih lemah seperti toko dan pasar. Sehingga akan ditambah tong sampah untuk setiap lapak, dengan harapan para pedagang dan pembeli membuang sampah berdasarkan tempat yang telah disediakan seuai peruntukanya,” ujar Amjon, Selasa (26/11). Dikatakan Amjon, untuk perbaikan dalam kelemahan sebelum penilaian tahap pertama adalah pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang saat ini sudah dibenahi dan tidak separah sebelum penilaian. Bahkan saat ini telah dilakukan pemilahan sampah organik dan non organik. Selain itu telah disediakan mesin pengolahan sampah untuk dijadikan pupuk kompos yang bekrjasama dengan Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut). Kemudian telah di-

siapkan alat pencacah plastik agar menjadi serbuk. Disekitar TPA juga telah ada sumur lindi dan sumur pantai yang telah dilakukan uji labor. Fungsinya adalah untuk melihat apakah terjadi pencemaran terhadap air tanah atau tidak dan setelah dilakukan uji labor ternyata hasilnya cukup baik dan tidak terjadi pencemaran. Sedangkan tanggapan tim penilai terhadap kondisi Rumah Sakit Umum (RSUD), Puskesmas dan taman kota dianggap cukup baik. Bahkan mereka kagum dengan situasi kebersihan yang tetap terawat, namun seperti apa hasilnya lagi-lagi Amjon mengaku itu tergantung dari tim yang melakukan penilaian. Adapun untuk evaluasi kata Amjon lagi, rencananya hari ini, Rabu (27/11) akan ada pertemuan antara Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq bersama seluruh unsur terkait termasuk masyarakat dalam rencana merebut piala adipura, bertempat di ruang rapat utama Kantor Bupati Besok. Fokus pembahasannya adalah tentang evaluasi menyeluruh tentang kegiatan pantau satu mengenai dimana titik kelemahan dan kelebihan serta solusi yang akan dilaksanakan. “Intinya kita sama-sama berharap bisa gol dalam penilaian tahap pertama, sehingga bisa mempersiapkan jauh-jauh hari. Karena kalau itu betul-betul terwujud sesuai harapan maka kita punya waktu dua bulan dari sekarang. (gan)

Editor: Niko, Layouter: Syahril


CMYK

Rabu, 27 November 2013

22

Ceni Pecahkan Rekor Pele

Ceni

KIPER veteran Brasil Rogerio Ceni baru saja mencatatkan namanya sebagai pemain yang tampil paling banyak membela klub. Catatan manis ini rupanya melewati rekor yang sebelumnya dipegang oleh legenda Brasil Pele. Torehan rekornya tercipta saat memainkan 1.117 laga bagi Sao Paulo saat melawan Botafogo, melewati raihan Pele sebanyak 1.116 laga selama 18 tahun berkostum Santos. Ceni bergabung dengan Sao Paolo sejak tahun 1990 dan tidak pernah sekali pun berganti klub. Bersama klubnya Ia berhasil mempersembahkan tiga gelar Liga Brasil, dua Copa Libertadores dan satu FIFA Club World Cup. (dtc)

Citizen Siap Cetak Sejarah MANCHESTER (HK) - Manchester City berpeluang mencetak sejarah saat menjamu Viktoria Plzen dalam lanjutan Liga Champions matchday 5 di Etihad Stadium, Kamis (28/11) dinihari WIB. Jika mampu menang di laga nanti, maka The Citizens akan mencatatkan rekor tiga kali kemenangan beruntun di ajang Liga Champions sepanjang sejarah klub berdiri.

Anak asuh Manuel Pellegrini memiliki modal besar untuk melakukannya setelah mereka secara perkasa membantai Tottenham dengan skor 6-0 akhir pekan kemarin.

Pellegrini sendiri sudah mengatakan bahwa dirinya akan kembali memainkan kiper Joe Hart sejak menit pertama setelah di beberapa laga sebelumnya lebih mempercayai Costel Pantilimon. Sementara itu bagi sang tamu sendiri, duel ini bisa jadi sudah tidak memiliki arti apa-apa setelah mereka tersingkir dari kompetisi. Sejauh ini, Plzen duduk di posisi juru kunci Grup D dengan tak bisa meraih poin

sama sekali dan kebobolan 12 gol. Lantas, apakah City bisa mengulangi pesta gol seperti akhir pekan kemarin? Atau justru Viktoria Plzen yang berhasil membuat kejutan? Kita tunggu saja. (glc/bln)

Leverkusen vs Man United Kamis (28/11) Pkl. 02:45 WIB

Man City vs Viktoria Plzen Kamis (28/11) Pkl. 02:45 WIB

Juara Olimpiade Buka Turnamen Astec Chivas TANJUNGPINANG (HK) — Juara olimpiade Barcelona 1992, Alan Budi Kusuma dan Susi Susanti akan datang ke Tanjungpinang (Tpi) pada 3 Desember mendatang. "Kedatangan atlet bulutangkis legendaris Indonesia ini, dalam rangka menggelar badminton coaching clinic sekaligus membuka, Turnamen Astec Chivas Open 2013 di GOR Mahakam Tanjungpinang. Ini kedatangan pertama Alan dan Susi ke Kota Gurindam ini," ungkap panitia, Robby Wijaya, kemarin. Turnamen bulutangkis ini diselenggarakan oleh Persatuan Badminton (BP)

CMYK

Chivas bekerjasama dengan Roniq Sport yang merupakan reseller produk badminton Astec. Menurut Robby, didatangkannya pasangan atlet ini untuk memberikan motivasi bagi atlet-atlet bulutangkis Tanjungpinang serta para orang tua, bahwa karier dalam olahraga bulutangkis dapat memberikan masa depan yang cerah. Kedatangan Alan Budikusuma ini dikatakan Robby juga dalam rangka pemberian sponsorship bagi 3 atlet usia dini berprestasi Tanjungpinang yang diusulkan oleh Roniq Sport. (sut)

Editor: Didik, Layouter: M Fahrullazi


Iklan

Rabu, 27 November 2013

23


CMYK

Rabu, 27 November 2013

JAJARAN Dinas Kesehatan mengikuti upacara peringatan HKN di Dabo

SAMBUTAN dari Kadinkes Lingga dr Ignasius Luti

Peringatan HKN dan Pencanangan Peberantasan Penyakit Kaki Gajah Di Lingga LINGGA(HK)— Peringati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 49 di Lingga ditandai pencanangan pemberian obat pencegahan penyakit kaki Gajah di Gedung Nasional Dabo, selasa (12/13) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lingga, Iqnatius Luti menjelaskan, Masyarakat harus membantu untuk ikut berpartisipasi dalam program pemberantasan penyakit kaki

gajah. Jika masyarakat tidak mau memakan obatnya maka target bebas penyakit kaki gajah tidak akan tercapai. Terget terbebas dari penyakit kaki gajah minimal dapat terialisasi bila 85 % penduduk Lingga mengkonsumsi obat yang diberikan tenaga kesehatan. Menurutnya, peningkatan penyakit kaki gajah di Lingga cukup memperihatinkan

24

SELURUH staf jajaran RSUD dan Puskesmas mengikuti upacara peringtan HKN di Gedung Nasional.

mencapai 10 persen dari tahun ke tahun. Kabupaten Lingga dalam memperingati hari tersebut dikerahkan untuk aksi minum obat anti Filariasis secara massal dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional, 12 November. Narasi dan Foto : Jepriadi/Humas Dinkes

KEPALA Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga dr Ignasius Luti

STAF Dinas Kesehatan dalam upacara HKN Lingga

KADINKES Lingga menyerahkan penghargaan

SEMUA peserta HKN diwajibkan mengkonsumsi obat anti penyakit kaki gajah STAF Puskesmas yang mengikuti upacara HKN di Lingga

JAJARAN Dinas Kesehatan yang terlebih dahulu meminum obat anti Filariasis sebelum diberikan secara masal kepada masyarakat

KADINKES Lingga memberikan selamat kepada penerima penghargaan dalam HKN.

STAF dan jajaran Dinkes Lingga

STAF dan jajaran Dinas Kesehatan Lingga usai acara HKN

PELATIHAN Kader Filariasis di Daik

PEMAPARAN tentang bahayangnya penyakit kaki Gajah oleh tenaga kesehatan Lingga di Senayang

PELATIHAN dan sosialisasi kader filariasis di Senayang

PARA Kader Filariasis di Tajur Biru

PELATIHAN Kader Filariasis di Pancur

CMYK

Editor: Eddy Supriatna, Layouter: Novrizal


Haluankepri 27nov13