Page 7

Sambungan

Kamis, 17 Oktober 2013

KPK Didesak Ungkap Pertemuan Akil-Atut di Singapura ;JAKARTA (HK) — Komisi Pemberantasan Korupsi didesak untuk mengungkap adanya pertemuan antara Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif Akil Mochtar dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah serta adiknya, Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan, di Singapura. Desakan itu disampaikan Masyarakat Transparansi (Mata) Banten dan Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik (ALIPP), Rabu (16/10). ”Analisa kami, ketiga orang itu bertemu karena sudah lama kami mencium adanya kedekatan antara Atut dan Akil. Koneksi Golkar membuat mereka dengan mudah melakukan komunikasi,” kata juru bicara Mata Banten, Oman Abdurohman. Surat pencegahan Atut ke luar negeri menguatkan dugaan kedekatan Atut dengan Akil. Sebab, lanjut Oman, dalam surat pencegahan itu disebutkan keterkaitan Atut dengan penanganan sengketa pemilihan kepala daerah tahun 2011-2013. Kebetulan, sengketa pemilihan Gubernur Banten tahun 2011 juga ditangani oleh Akil. ”Praduga kami, lewat Akil-lah Atut meneruskan kepentingan politiknya di MK,” tuturnya. Dihubungi secara terpisah, Direktur Eksekutif ALIPP Suhada berpendapat, keberadaan Akil, Atut, dan Wawan dalam waktu bersamaan di Singapura menguatkan dugaan adanya pertemuan di antara ketiga orang tersebut. ”Itu juga merupakan fakta yang makin menguatkan dan meyakinkan dugaan keterlibatan Atut,” tuturnya. Oleh karena itu, Mata Banten dan ALIPP mendorong KPK untuk mengungkap adanya pertemuan. Tidak hanya dengan meminta keterangan dari ketiganya, tetapi juga melacak hingga ke Singapura. Juru bicara keluarga Atut, Fitron Nur, belum banyak memberikan keterangan ketika dihubungi lewat telepon selulernya. Dia hanya

mengatakan bahwa kepergian Atut ke Singapura untuk berobat. ”Tepatnya berobat rutin, check-up biasa, di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura,” katanya. Namun, ia tidak mengetahui kegiatan Wawan di Singapura. Sebab, katanya, Atut menyatakan tidak bertemu dengan Wawan di Singapura. Belum jelas benar apakah itu juga berarti bahwa Atut tidak bertemu Akil. Informasi yang dihimpun, Akil, Atut, dan Wawan diketahui berakhir pekan di Singapura hari Sabtu, 21 September 2013 atau 11 hari sebelum KPK melakukan operasi tangkap tangan. Berdasarkan data yang diperoleh Kompas, Akil tercatat pergi ke Singapura, Sabtu, 21 September 2013, pukul 05.00, sementara Atut pergi ke Singapura pada pukul 07.00 hari yang sama. Adapun Wawan pergi ke Singapura sehari sebelumnya, Jumat sekitar pukul 19.00. Kepulangan mereka bertiga ke Indonesia tercatat berbeda waktu. Akil pulang ke Indonesia pada Senin (23/9) sekitar pukul 11.30 WIB. Keesokan hari baru Wawan yang kembali ke Indonesia menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 825. Atut baru pulang ke Indonesia pada Rabu (24/9), sekitar pukul 19.30 WIB. Dia menggunakan pesawat Singapore Airlines dengan nomor penerbangan SQ 966. Wawan Akui Temani Atut Sementara, Wawan melalui pengacaranya, Pia Akbar Nasution, mengaku pernah bertemu dengan Akil Mochtar di Singapura, beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, Wawan mengaku hanya menemani kakaknya, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. “Enggak ada bicara tentang hal-hal yang spesifik. Pak Wawan kan hanya nemenin Bu Atut ketemu di situ,” kata Pia di Gedung

Dari Halaman 1

"Tegaslah Pak nembakan WNI di Malaysia telah terjadi beberapa kali. Pada waktu sebelumnya, tenaga kerja Indonesia asal Madura ditembak di Malaysia. Saat itu, Pemerintah Malaysia menyatakan peristiwa itu merupakan salah tembak dan tak ada sanksi apa pun meski korbannya meninggal dunia. Atas dasar itu, Rieke mendesak Presiden dan jajarannya tidak terus-menerus tutup telinga dan bisu untuk menyikapi penembakan WNI di Malaysia. Bagi Rieke, permasalahan ini merupakan harga diri sebuah bangsa dan ia menuding Pemerintah Indonesia merupakan pelaku pelanggaran hak asasi manusia bila kejadian-kejadian tersebut tak disikapi dengan tegas. "Ayo Pak SBY, daripada marah-marah soal Bunda Putri, marahlah karena rakyatmu ditembak mati di negara orang tanpa kejelasan kasus dan prosedural hukum," tandas Rieke. Dipulangkan ke Sumbawa Sementara itu, empat warga

KPK, Jakarta, Rabu (16/10). Wawan merupakan tersangka penyuap Akil terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah Lebak, Banten. Menurut Pia, tujuan utama kliennya pergi ke Singapura adalah untuk menonton balapan Formula 1. Begitu sampai di Singapura, Wawan baru tahu bahwa Atut juga berada di negeri jiran tersebut. “Jadi Mas Wawan duluan sampai sana, baru tahu kalau ada Bu Atut. Jadi berangkatnya juga enggak sama-sama,” ujar Pia. Dia juga mengatakan bahwa dalam pertemuan itu tidak ada pembicaraan terkait perkara. Wawan dan Atut hanya berkonsultasi mengenai pilkada secara umum. “Membicarakan hal-hal yang umum sajalah, bagaimana soal pilkada, tapi bukan bicara spesifik kasus apa, itu enggak, dan itu pun hanya sebentar karena Pak Wawan dengan temannya, dan Pak Akil juga ada teman-temannya,” tutur Pia. Terpisah, Akil melalui pengacaranya, Otto Hasibuan, membantah pernah mengadakan pertemuan dengan Atut dan Wawan di Singapura. Dia juga membantah bertemu dengan Atut di pesawat. Menurut Otto, kliennya kerap ke Singapura untuk keperluan berobat dan perjalanan dinas. Itu pun, kata Otto, Akil mengajak ajudannya ikut serta. “Jadi kalau dia memang mau bertemu dengan orang lain, tentunya dia sendiri. Tapi, ini kan dia bawa ajudannya dan perjalanannya resmi untuk berobat. Jadi pertama kali dia berobat, kemudian check up kedua kalinya,” ucap Otto. Dia juga mengatakan bahwa Akil tidak pernah membicarakan masalah sengketa Pilkada Lebak dengan Wawan dan Atut. Menurutnya, hubungan antara Akil dan Atut hanya sebatas antara Ketua MK dan gubernur. “Hubungannya dia sebagai gubernur tentu kenal,” katanya. (kcm/rol)

negara Indonesia yang tewas ditembak Polisi Kerajaan Malaysia jasadnya akan dibawa pihak keluarga dari Kuala Lumpur ke Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dengan pesawat Garuda Indonesia. "Hari ini pihak keluarga berangkat untuk menjemput keempat jasad itu. Nanti malam mereka langsung diterbangkan dari Kuala Lumpur menuju Mataram. Dari Mataram kemudian Sumbawa," kata Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Provinsi Kepulauan Riau Mangampin Simamora, yang dihubungi dari Tanjungpinang, kemarin Dikatakan, seluruh biaya akomodasi, transportasi dan konsumsi ditanggung BP3TKI Kepri, meski yang meninggal itu bukan TKI. BP3TKI juga memberi uang saku kepada keluarga dari empat WNI yang ditembak mati oleh polisi Malaysia pada Jumat pekan lalu. "Kebijakan ini manusiawi, sebagai bentuk pertanggungjawaban

Pemerintah Indonesia kepada warganya," ujarnya. Mangampin mengaku belum mengetahui secara pasti pekerjaan keempat WNI tersebut, kecuali sebagai WNI. Keempat WNI itu atas nama Hafat, nomor paspor Indonesia A0649848 kelahiran 8 Juni 1969, Iknoriansyah nomor paspor U450798 kelahiran 7 Mei 1988, Hery Setiawan nomor paspor A4208167 kelahiran 25 November 1980, dan Wahyudi nomor paspor A2640273. BP3TKI Kepri hanya menemukan istri dari Iknoriansyah dan Wahyudi. Berdasarkan keterangan Eka, istri dari Iknoriansyah, keempat WNI tersebut bekerja sebagai buruh bangunan dan perkebunan. "Kami tidak dapat memastikan apakah mereka ditembak setelah merampok, sebagaimana yang dituduhkan aparat penegak hukum di Malaysia. Tetapi keluarga keempat WNI itu menyatakan bahwa mereka bekerja sebagai buruh bangunan dan perkebunan," ungkap Mangampin. (kcm/ant)

Catatan Rieke soal WNI yang ditembak mati polisi Malaysia 1. Tanggal 9 Maret 2005, empat TKI asal Flores, NTT, bernama Gaspar, Dedi, Markus, dan Reni secara brutal ditembak mati oleh Polisi Diraja Malaysia. 2. Tanggal 16 Maret 2010, tiga TKI asal Sampang, Madura, bernama Musdi, Abdul Sanu, dan Muklis ditembak oleh polisi di Danau Putri, Kuala Lumpur. 3. Tanggal 24 Maret 2012, tiga TKI asal NTB, bernama Herman, Abdul Kadir Jaelani, dan Mad Noon ditembak oleh polisi Malaysia di Port Dickson. 4. Tanggal 19 Juni 2012, tiga TKI asal Lumajang dan Sampang, Madura, bernama Sumardiono, Marsudi, dan Hasbullah ditembak oleh polisi Malaysia. 5. Tanggal 7 September 2012, lima TKI asal Batam dan Madura bernama Jony, Osnan, Hamid, Diden, dan Mahno ditembak oleh polisi Malaysia. 6. Terakhir, pada tanggal 11 Oktober 2013, empat TKI asal Batam, Yudi, Hery, Ikron, dan Hapatitu, ditembak oleh Polisi Diraja Malaysia di negara bagian Selangor.

Dari Halaman 1

DPRD Karimun anggota dewan Karimun," papar Hengki. Menurut Hengki, kriteria yang akan digunakan sama dengan kajian pada lembaga legislatif yang sebe-

lumnya sudah dilakukan Haluan Kepri yakni pengalaman politik, integritas, kapasitas, tidak cacat hukum (baik negara, sosial, dan moral), dan elektabilitas. Selain itu ada ka-

Dari Halaman 1

Polisi: Akan nantinya akan ada mengarah ke tersangka," sambungnya. Terkait pemeriksaan yang dilakukan Polisi, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Batam Armen Wijaya SH, yang dikonfirmasi Rabu (16/10) melalui ponselnya, terkait ada atau tidaknya Polresta Barelang memberikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejari Batam, sampai berita ini diturunkan belum dapat dihubungi. Sebelumnya, Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Kelistrikan Indonesia (L- Perkindo), Thomas AE mendesak Polresta Barelang menuntaskan proses hukum pencemaran nama baik, terkait pencurian listrik yang dituduhkan PT PLN Batam terhadap

jian tambahan dengan melibatkan masukan dari kalangan kampus. "Siapa mereka? Tunggu pada pekan keempat Oktober 2013 nanti," pungkas Hengki. (fhy)

managemen Planet 3 yang beralamat di Ruko Nagoya City Centre blok B nomor 8 Nagoya, Batam. "Kita sudah menyaksikan sejumlah kesewenang-wenangan yang dilakukan PT PLN Batam terhadap para konsumennya. Salah satu yang pernah menjadi korban adalah planet 3. Dimana planet 3 mereka tuduh melakukan pencurian listrik, sehingga membuat permasalahan ini harus berujung ke kepolisian. Kita minta agar polisi menuntaskan permasalahan ini" ujar Thomas. Dikatakan Thomas, pihaknya mendukung planet 3 dan polisi agar segera menuntaskan kasus ini. Hal ini menurutnya penting, agar PLN Batam, tidak lagi semena-mena kepada para konsumennya atau begitu gampangnya

menuduh para konsumen melakukan pencurian tanpa alasan yang jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Menurut Thomas, laporan planet 3 terhadap PT PLN Batam, setidaknya mampu mewakili keluhan sejumlah konsumen yang selama ini dirugikan oleh perbuatan PT PLN Batam. Untuk itu, Thomas meminta, agar kasus pencemaran nama baik tersebut dapat dituntaskan sampai ke pengadilan. Informasinya, sejumlah pihak baik dari PT PLN Batam, bahkan wartawan media harian yang sempat memuat berita terkait tuduhan yang dialamatkan PT PLN Batam kepada Planet 3, telah menjalani pemeriksaan oleh Unit VI Tipiter, Sat Reskrim Polresta Barelang. (byu)

Dari Halaman 1

11 Negara putaran final juga sudah diketahui. Mereka adalah Argentina, Kolombia, Chile, dan Ekuador. Zona lain yang baru saja menyelesaikan babak kualifikasi adalah CONCACAF (Amerika Utara dan Karibia). Dari zona ini, Honduras memastikan diri lolos untuk menemani Amerika Serikat dan Kosta Rika. Sementara itu, dari Asia, empat tim telah memastikan lolos sejak bulan Juni silam. Keempat tim tersebut adalah Jepang, Australia, Iran, dan Korea Selatan. Zona CAF (Afrika) selangkah lagi akan menyelesaikan babak kualifikasi. Di zona ini, ada sepuluh tim yang bertarung di babak ketiga kualifikasi dan akan memperebutkan lima tempat di Brasil 2014. Ada enam tiket tersisa ke putaran final yang akan diperebutkan melalui babak play-off. Dari Eropa, delapan tim yaitu Kroasia (runnerup Grup A), Swedia (runner-up

Grup C), Rumania (runner-up Grup D), Islandia (runner-up Grup E), Portugal (runner-up Grup F), Yunani (runner-up Grup G), Ukraina (runner-up Grup H), dan Prancis (runner-up Grup I) akan memperebutkan empat tiket ke Brasil. Dua tiket lainnya akan diperebutkan melalui play-off yang mempertemukan dua tim dari dua zona berbeda. Peringkat kelima di zona CONMEBOL, Uruguay, akan bertemu wakil Asia, Yordania. Sementara itu, peringkat keempat zona CONCACAF, Meksiko, akan menghadapi wakil OFC (Oseania), Selandia Baru. Babak play-off memakai format kandang-tandang. Untuk zona Eropa, play-off akan dilakukan pada tanggal 15 November dan 19 November 2013. Sementara playoff lainnya digelar pada 13-14 November dan 20 November. (kid/ bbc/glc)

CONMEBOL: Argentina, Kolombia, Chile, dan Ekuador CONCACAF: Amerika Serikat, Kosta Rika, dan Honduras CAF: ?

Peserta play-off UEFA: Kroasia, Swedia, Rumania, Islandia, Portugal, Yunani, Ukraina, dan Prancis Play-off AFC vs CONMEBOL: Yordania vs Uruguay Play-off CONCACAF vs OFC: Meksiko vs Selandia Baru

gak terancam. Mereka jauh lebih pintar dan beradat dari orangorang yang hidup di kota," tekan Pia. Kalau pun ada hal tak enak yang dirasanya, ungkap Pia, pa-

ling-paling hanya "mabuk" sebagai efek samping dari meminum obat anti malaria. "Pengalamanku yang di hutan itu enggak ada dukanya, kecuali mabok obat malaria," ujar Pia lalu tertawa. (kcm)

Juhrin merencanakan melakukan upaya hukum PK terhadap kliennya. Karena dalam adanya novum baru bahwa ternyata kliennya berada dibawa tekanan selama persidangan. "Kami lagi mempertimbangkan PK, tapi ini masih di diskusikan dengan tim," katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, AKBP Mindo Tampubolon yang sebelumnya divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Batam, akhirnya ditetapkan bersalah oleh MA. Tiga majelis hakim yakni Salma Luthan, Sri Wurwahyuni, dan Artidjo Alkostar membatalkan putusan bebas majelis hakim PN Batam. Serta menerima permohonan kasasi Kejaksaan Negeri Batam atas terdakwa AKBP Mindo Tampubolon. Dalam amar putusan yang telah ditandatangani pada 12 September lalu, majelis hakim mengabulkan kasasi jaksa yang menuntut agar terdakwa Mindo dihukum seumur hidup karena terlibat membunuh. Serta mengadili terdakwa Mindo yang secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama. Atas putusan itu, Mindo hanya memiliki kesempatan untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) ke MA. Namun sebelum mengajukan PK, Mindo harus mencari bukti baru dalam kurun waktu 90 hari. Kasus pembunuhan Putri Mega Umboh ini sempat membuat heboh masyarakat Batam hingga luar Batam. Mayat Putri yang merupakan putri sulung mantan Kapoltabes Pekanbaru Kombes James Umboh ditemukan Minggu, 27 Juni 2011, di pinggiran hutan dekat jalan arah ke Pelabuhan

Telaga Punggur, Kecamatan Nongsa, Batam. Kondisinya sangat mengenaskan. Mayatnya dimasukkan dalam tas koper besar warna merah. Terdapat sejumlah tusukan benda tajam di tubuh korban, termasuk jejak jeratan pada leher dan lainnya. Tak jauh dari lokasi penemuan mayat korban, ditemukan mobil pribadi keluarga Mindo-Putri, jenis Nissan X-Trail BP 24 PM. Kondisi mobil acak-acakan dan terdapat bercakan darah yang berserakan di jok dan lantai. Dari penyidikan pihak kepolisian, pembunuhan dilakukan oleh Ujang dan Rosma. Rosma adalah pembantu keluarga Mindo-Putri. Sedangkan Ujang adalah pacar Rosma. Pembunuhan dilakukan di kediaman Mindo-Putri di Perumahan Anggrek Mas III Blok A6 Nomor 2, Batam. Tak berapa lama, penyidik kembali menetapkan Mindo sebagai otak pelaku pembunuhan. Hingga pada 24 Mei 2012 lalu di ruang sidang utama PN Batam, majelis hakim PN Batam yang dipimpin hakim Reno Listowo didampingi hakim Riska dan Ridwan memvonis bebas Mindo dari tuntutan JPU hukuman seumur hidup. Sementara, Ujang dinyatakan bersalah sebagai otak pelaku pembunuhan dan divonis 20 tahun penjara. Rosma yang mengaku tidak ikut membunuh tapi mengetahui kejadian pembunuhan itu divonis 15 tahun penjara, yang lebih ringan dua tahun dari tuntutan JPU selama 17 tahun penjara. Jasad Putri Mega Umboh yang saat peristiwa pembunuhan itu terjadi tengah hamil tiga bulan lantas dibawa ke rumah orangtuanya di Lampung untuk dimakamkan. (ays)

Dari Halaman 1

Dari Halaman 1

Dari Halaman 1

DPT Kepri Karimun 167.484 orang, Kabupaten Kepulauan Anambas 29.507 orang, Kabupaten Natuna 51.347 orang dan Kabupaten Lingga sebanyak 67.369 orang. Kemudian, DPT untuk Kota Tanjungpinang sebanyak 146.270 orang dan Kota Batam sebanyak 762.961 orang. Ketua KPU Batam Muhammad Syahdan mengatakan, jumlah DPT Kota Batam untuk Pemilu 2014 sebanyak 726.961 orang. DPT tersebut sudah diplenokan Sabtu (12/10) lalu. Kata dia, DPT ini sudah final. Meski demikian, warga yang namanya belum masuk ke dalam DPT, masih memiliki peluang untuk dapat menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi 2014 mendatang. "Nanti ada DPT khusus, istilahnya untuk DPT perbaikan. Kita siapkan waktu tambahan 14 hari sejak pleno DPT. Untuk DPT perbaikan ini nantinya akan ditetapkan oleh KPU Provinsi Kepri," ujar Syahdan. Soal tempat pemungutan suara, Syahdan mengatakan, pihaknya sudah menetapkan sebanyak 2.057 unit yang tersebar di penjuru Kota Batam. TPS-TPS ini nantinya akan dipakai oleh pemilih maksimal 500 orang. Sedangkan untuk kemungkinan penambahan pemilih, juga akan disiapkan TPS khusus. "Tapi TPS khusus ini juga masih menunggu DPT khusus dari KPU Provinsi Kepri," ujarnya. Karimun Tambah 2.906 Sementara itu, DPT Kabupaten Karimun yang sebelumnya sebanyak 164.578, sekarang menjadi 167.484 orang atau bertambah se-

UEFA: Belanda, Italia, Belgia, Swiss, Jerman, Rusia, Bosnia-Herzegovina, Inggris, dan Spanyol.

RI dapil Kepri, dan rencananya pekan depan DPD RI dapil Kepri akan juga dirilis. Program ini akan berlangsung sekali sebulan untuk masing-masing dewan dan akan berlangsung jelang pemilu legislatif 9 April 2014 mendatang. (fhy)

Kejari Minta nya, hingga kini belum diketahui apakah Mindo Tampubolon melalui Kuasa Hukumnya sudah menerima salinan putusan oleh Pengadilan Negeri (PN) Batam. "Eksekusi bisa kita lakukan, kalau salinan putusannya sudah diterima oleh pihak Mindo, dan juga sudah diterima oleh Kejari Batam," katanya. Dimana hingga kini, Kejari Batam sendiri baru menerima kutipan putusan kasasi, bukan salinan putusan yang memuat secara rinci tentang alasan yang mendasari amar putusan seumur hidup yang bersangkutan. Ketika ditanya keberadaan Mindo sekarang, Armen sendiri mengakui tidak tau persis, namun yang mereka tau kalau Mindo bertugas di Mabes Polri di Jakarta. Dimintai pendapatnya, praktisi hukum yang juga staf DPRD Batam, Sutan J Siregar menyatakan bahwa eksekusi Mindo seharusnya disegerakan, agar yang bersangkutan tidak melarikan diri. "Seharusnya eksekusi disegerakan, karena Peninjauan Kembali tak menunda eksekusi," kata Sutan. Praktisi Hukum lainnya, Juhrin Pasaribu menambahkan, tidak ada alasan kejaksaan untuk menunda eksekusi Mindo. Karena, putusan MA sudah sangat jelas dan mengamanatkan segera dilakukan eksekusi. "Tuhan tidak tidur, putusan MA menjadi bukti masih adanya keadilan di dunia ini," ujar Juhrin yang merupakan pengacara Ujang dan Ros, dua terpidana lainnya dalam kasus serupa yang kini ditahan di Lapas Klas II Barelang. Bahkan akibat putusan itu,

AFC: Jepang, Australia, Iran, dan Korea Selatan

lalu, Haluan Kepri melakukan "kajian" terhadap caleg DPRD Batam, Kepri, DPR RI versi Haluan Kepri dalam program "Jika Pemilu Legislatif Hari Ini". Nama-nama anggota caleg yang telah dirilis yakni DPRD Batam, DPRD Kepri, DPR

Hidup Tanpa Orang Rimba, yang selama ini sering dinilai bodoh. "Banyak orang yang enggak paham, banyak orang yang bilang mereka orang bodoh. Tapi, pas di sana mereka benarbenar santun sekali dan saya eng-

Tim Lolos ke Piala Dunia 2014: Tuan Rumah: Brasil

Dari Halaman 1

DPD RI Termasuk, masukan, saran, dan kritikan. Tim kajian Haluan Kepri selalu berpikiran positif terhadap semua hal itu. Ini sekaligus menjadi bahan masukan bagi tim kajian," terangnya lagi. Seperti diketahui, sejak bulan

7

banyak 2.906 orang. Namun, jumlah tersebut masih berkurang jika dibandingkan dengan DPS dengan jumlah 173.070 orang. Ketua Pokja Pemutakhiran Data Pemilih KPU Karimun Ahmad Sulton mengatakan, faktor yang menyebabkan berkurangnya jumlah pemilih tersebut karena adanya data ganda, pemilih yang pindah domisili, pemilih yang meninggal dan perubahan status dari TNI/Polri yang pensiun menjadi masyarakat sipil. "Dari seluruh DPT yang telah ditetapkan tersebut terdapat pemilih pemula sebesar 15 persen, jumlahnya hampir merata di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Karimun. Namun, berdasarkan data yang kami miliki, jumlah paling banyak itu di Kecamatan Karimun, selain jumlah penduduknya yang padat, juga terdapat sekolah," kata Ahmad Sulton, kemarin. Sulton merincikan, untuk Kecamatan Karimun jumlah DPT sebanyak 33.418 orang, Moro 13.358 orang, Kundur 22.765 orang, Meral 28.484 orang, Tebing 17.315 orang, Buru 7.667 orang, Kundur Utara 8.927 orang dan Kundur Barat 12.947 orang. Selanjutnya, Kecamatan Durai 4.570 orang, Meral Barat 8.387 orang, Ungar 4.453 orang dan Kecamatan Belat 5.193 orang. Setelah penetapan DPT tersebut, kata Sulton, masih ada tahapan lagi yang akan dilakukan KPU Karimun yakni penyusunan daftar pemilih tambahan. Mereka adalah pemilih yang sudah terdaftar di

daerah lain, namun berencana akan menggunakan hak pilihnya di Kabupaten Karimun, seperti saksi ataupun wartawan yang sedang melakukan liputan di Karimun. "Syarat bagi daftar pemilih tambahan itu, mereka harus mengurus surat pindah pemilih terlebih dahulu atau form A5 dari TPS tempat mereka terdaftar. Selain daftar pemilih tambahan, sampai H-14 KPU masih tetap menerima warga yang belum terdaftar baik itu yang memiliki identitas maupun tidak untuk didaftarkan di pemilih khusus, namun mereka setiap bulan harus direkapitulasi secara berkala dan penetapannya berada di KPU Provinsi," kata Sulton. Dijelaskan, bagi masyakat yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Sementara (DPS) hingga DPT, mereka tetap menggunakan hak pilihnya dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau identitas lainnya yang berlaku. Hanya saja, mereka hanya dibolehkan menggunakan hak pilihnya itu di TPS tempat mereka tinggal sesuai dengan alamat di KTP. Sebelum penetapan DPT, lanjut Sulton, pihaknya menemukan daftar pemilih ganda di Kabupaten Karimun hingga mencapai angka 5000-an pemilih. Namun, daftar pemilih ganda tersebut sudah dibersihkan hingga menjadi nol. Sekarang yang ada hanya daftar pemilih ganda antar kabupaten. "Yang paling banyak antara Karimun dan Batam mencapai 200 pemilih," katanya. (ybt/ham)

Haluankepri 17okt13  
Haluankepri 17okt13  

Haluankepri 17okt13

Advertisement