Page 3

CMYK

CMYK

Kamis, 17 Oktober 2013

3

King’s Rajanya Hotel BATAM (HK) — King’s Hotel Batam menawarkan kenyamanan menginap layaknya peraduan raja. Hotel berbintang empat yang terletak di Bukit Senyum, Jl Yos Sudarso ini menawarkan kemegahan arsitektur dengan nuansa kerajaan dan interior yang mewah. Roslina Liputan Batam

“Nikmati pengalaman menginap tak terlupakan, serasa tinggal di sebuah kerajaan. Memiliki pemandangan yang sangat indah, karena hotel kami terletak di lokasi yang sangat menak-

jubkan,” papar Area Manager King’s Hotel Joe Lubis, Rabu (16/10). Hotel yang memiliki pemandangan menakjubkan dari 106 kamar tidur yang ditawarkannya ini memberikan layanan kamar 24 jam, non stop. Pemandangan yang fantastis ini merupakan sa-

tu-satunya di Batam, karena bisa melihat langsung tata kota Batam, khususnya kawasan bisnis Nagoya, serta pemandangan laut dan sun set di kala senja. Dari hotel ini juga dapat dilihat langsung lalu lintas kapal di perairan international dan gedung-gedung pencakar langit di Singapura. Dari hotel ini juga dapat melihat gedung pencakar langit di kawasan Johor Bahru Malaysia. Letaknya sangat strategis, yaitu 15 menit dari Terminal Ferry Harbour Bay maupun Terminal Ferry International Batam Centre, 30 menit dari Bandara Hang

Nadim Batam. Khusus bulan Oktober, King’s Hotel menawarkan promo khusus, yaitu of the Month BBQ dan Steamboat dinner, romantic candle light dinner, arisan package, birthday party package dan lunch mantap.

“Semua promo disajikan dengan harga yang kompetitif,” ujar Joe. Spesial untuk malam hari, King’s Hotel menawarkan paket yang berbeda dan istimewa, yang akan membuat pengunjung memiliki momen yang tak terlupakan di Sym-

phony Bar & Lounge, King’s Royal Dinning, Asher Bistro & Lounge serta Pool Bar. Selain itu, King’s Hotel juga menawarkan fasilitas room service 24 jam, board meeting room, outdoor swimming pool, wealthy fitness centre, Spa & Massage, High

"Satunya Kata dan Perbuatan", Dr, H.M. Soerya Respationo, S.H., M.H.

Sebuah Refleksi untuk "Melatih Kejujuran" ngan kelapangan, ketulusan dan kerelaan hari akhir dan bathin, karena Allah SWT pasti akan menyayangi kita. Satunya Kata dan Perbuatan, mudah-mudahan tidak hanya sekedar ucapan semata tetapi dapat diimplementasikan dalam hidup dan kehidupan, diwujudkan dalam pergaulan kehidupan diri, keluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena jika antara kata dan perbuatan tidak satu, maka Allah SWT sangat membencinya, sebagaimana firmanNya dalam surat AshShaff ayat 2 dan 3: "Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?"

Bagian Kedua

IST

DESAIN MEMUKAU — Kemewahan King's Hotel di kawasan Bukit Senyum, Batam terlihat dari desainnya yang memukau, dan letaknya yang sangat strategis. Berdiri di hotel ini mendapatkan pemandangan yang indah di segala sisi.

Speed internet Access dan obat-obatan (medicine). “Anda menginginkan kepuasan meningap dan ingin mendapatkan pengalaman menginap bak raja yang tak terlupkan? Menginaplah di King’s Hotel, reservasi hubungi (0778) 430 003. ***

Sebagaimana hadist Rasulullah yang diriwayatkan oleh Thabrani. Irhamuu man fil ardli yarhakum man fissamaa...Sayangilah mereka yang di bumi, maka Yang di Langit akan menyayangimu... Lalu, ketika kita dijamin Sang Pencipta, jika menyayangi yang ada di bumi akan disayangi oleh Allah SWT, maka saya kira tidak usah ragu menebar kasih sayang pada sesama manusia yang berbeda agama, berbeda paham, berbeda keyakinan de-

"Kebencian yang sangat besar di sisi Allah SWT, jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." Dari kajian yang mendalam dan dari berbagai sumber literatur yang saya pelajari, saya sering mengemukakan bahwa Islam adalah ajaran agama yang sempurna, tetapi harus diakui bahwa kesempurnaan ajaran Islam itu tidak serta merta, mutatis muntadis, bahwa pemeluknya langsung sempurna. Masih banyak yang harus disempurnakan..., kenapa hal ini perlu saya sampaikan? Karena banyak individu yang kalau sudah beragama Islam merasa diri otomatis

CMYK

sempurna, sesempurna ajarannya. Padahal, ketika kita sudah menjadi seorang muslim, kita sesungguhnya hanya baru memasuki pintu menuju rahmat itu bahkan mungkin kita hanya baru mengetuknya, belum memasukinya secara kaffah, secara keseluruhan. Sebagai contoh, apa yang dikemukakan salah seorang ahli tafsir Al qur'an, Dr Amir Faishol dalam bukunya The Unity of Alqur'an, ia menyatakan bahwa banyak kalangan kita memahami Alqur'an secara parsial lalu kemudia memahami dan memaknai ayat-ayatnya berdasarkan sudut pandang parsial itu tanpa melihat keterkaitan antara satu ayat dengan ayat yang lain. Akibatnya, kesimpulan yang diambil cenderung bertentangan dengan spirit Alqur'an secara umum. Akibatnya lebih jauh dari cara pandang parsial itu, telah membuat seakan Alqur'an bertentangan satu dengan yang lain. Itulah yang dahulu pernah terjadi pada kaum Qadariah (yang menganggap manusia bagaikan superman, bisa berbuat apa saja tanpa tergantung pada Allah SWT) yang mengambil ayat-ayat tertentu yang mendukung pendapat dan pikiran akalnya yang kemudian membenturkannya dengan ayat-ayat Alqur'an yang diyakini kaum Jabariah ( yang menganggap manusia bagaikan kapas, yang tidak berdaya, nasibnya ditentukan kemana angin takdir berhembus). ***

Editor: Nana, Layouter: Syahril

Haluankepri 17okt13  

Haluankepri 17okt13

Advertisement