Page 20

Anambas

Kamis, 17 Oktober 2013

20

Premium di Tarempa Langka Lagi TAREMPA (HK) — Masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas mengeluhkan kelangkaan BBM jenis premium subsidi dari pemerintah yang sudah terjadi dalam beberapa hari ini. Kalau pun ada yang menjual, dalam hitungan jam, premium tersebut sudah habis. Zamzukri Liputan Anambas Dede, salah sau warga Tarempa mengatakan, kelangkaan BBM bukan kali ini saja terjadi, bahkan sudah berulangkali, namun tak ada juga tanggapan dan solusi dari pemerintah Anambas. Padahal Kabupaten ini sangat dikenal dengan sumber Minyak dan Gas (Migas). "Saya sudah keliling dari tadi pagi bang untuk mencari 1 liter bensin, tapi tak ada satu kiospun yang menjualnya. Kelangkaan BBM jenis

ini, bukan kali ini saja terjadi, namun sudah berulangkali. Aneh, padahal daerah kita dikenal sangat kaya akan minyak, capek bang, cari minyak," keluh Dede kepada Haluan Kepri, Rabu (16/10). Sementara itu, salah seorang warga Tarempa yang enggan namanya disebut, juga mengeluhkan hal yang sama. Bahkan dia mengaku sudah mencari hingga ke agen, namun juga kosong. "Saya sudah berkeliling cari bensin (premium) dari kios ke kios, bahkan hingga ke agen, tapi tidak satu pun yang menjualnya, sementara

tanki motor saya nyaris kosong. Kalau ada salah satu kios yang menjualnya, dalam hitungan jam saja sudah habis, malahan banyak warga yang kecewa, karena sudah antri tapi tak dapat juga," kata warga Tarempa tersebut. Warga tersebut menyayangkan atas kelangkaan bensin mengalami kelangkaan sehingga menyulitkan warga yang membutuhkan bahan bakar untuk kendaraan bermotor. "Pemerintah daerah seharusnya mengevaluasi kuota BBM atau pejabat yang bekerja menangani BBM di kabupaten Anambas ini, karena bukan kali ini saja daerah ini mengalami kelangkaan, tetapi sudah berulang-ulang," ucapnya. Sebagaimana diketahui, kuota BBM yang diberikan Pertamina kepada Kabupaten Anambas berjumlah sekitar 720 ton perbulan. Dengan rincian, untuk solar 370

Sampah di Samping MIN Ganggu Kenyamanan Warga TAREMPA (HK) — Warga Desa Tanjung Barat, Kecamatan Siantan mengeluhkan tumpukan sampah di samping Madrasah Ibtidaiyah Negri (MIN) Jalan A Yani. Selain menimbulkan bau tidak sedap, dikawatirkan juga akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Bahkan tumpukan sampah tersebut sudah mengganggu kenyamanan warga di sekitarnya. Salah seorang warga yang tinggal di sekitar tempat tersebut, Rini mengatakan, sudah beberapa hari sampah menumpuk tidak diangkut oleh petugas kebersihan. Akibatnya sampah-sampah tersebut berceceran hingga ke jalan. "Tumpukan sampah tersebut sangat mengganggu sekali. Selain baunya sangat tak sedap, juga banyak dikerubuti lalat, dikawatirkan akan menimbulkan beberapa penyakit. Tumpukan sampah terlihat semakin banyak hingga berceceran di jalan ketika hari libur akhir pekan Sabtu dan Minggu," ujar Rini saat ditemui Haluan Kepri,

Rabu (16/10).. Dikatakannya, warga disini sudah sering memberitahu kepada pihak kebersihan agar menutup dan mengalihkan lokasi pembuangan sampah tersebut ketempat lain, tapi tak juga dilakukan. Selain berada di lingkungan warga, juga berada di samping sekolah. "Kami sudah sering memberi tahukan kepada pihak kebersihan, namun tak ada juga tanggapan. Selain berada di lingkungan warga, juga berada persis disamping sekolah," Jelasnya. Sementara itu, menurut Kepala Badan Lingkunagn Hidup (BLH) Kabuapten Anambas, Zukhrin mengatakan, tugas pokok yang dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup

terhadap Kebersihan saat ini sudah selayaknya dikelola oleh Dinas tersendiri, sehingga urusan kebersihan bisa lebih difokuskan. "Sudah selayaknya pengelolaan sampah ini dilakukan oleh Dinas tersendiri, sehingga urusan kebersihan terutama tentang sampah bisa lebih fokus. Begitu juga dengan BLH sendiri, juga lebih fokus dengan Lingkungan Hidup,"Paparnya. Tambahnya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan

ZAMZUKRI/HALUAN KEPRI

ton, untuk premium 230 ton dan minyak tanah 123 ton Perbulan.

Lalu kemana hilangnya BBM di Kabupaten Anambas, sehingga BBM tersebut

selalu langka yang mengakibatkan warga kecewa. Atau ada permainan yang terjadi

ANTRI PREMIUM — Kelangkaan BBM jenis premium bersubsidi kembali terjadi di Anambas dalam beberapa hari terakhir. Tampak sejumlah warga Tarempa antri menunggu giliran untuk mendapatkan 1,5 liter premium dari salah satu kios penjual BBM di Tanjung Barat, Rabu (16/10).

oleh para pejabat dan oknumoknum yang mencari keuntungan. ***

Anambas tengah mempersiapkan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) baru, yakni Dinas Kebersihan dan Pertamanan wilayah, terpisah dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) sebagaimana layaknya saat ini. "Sekarang Pemda Anambas tengah mempersiapkan SOTK yang baru, guna masing-masing pihak lebih fokus melaksanakan fungsi dan tugas pokok yang diberikan. Ia berharap semoga pemecahan terhadap permasalahan sampah cepat tuntas," tukasnya. (zam)

ZAMZUKRI/HALUAN KEPRI

TUMPUKAN sampah di samping MIN, Tarempa menimbulkan bau tak sedap dan sangat mengganggu pemandangan, Rabu (16/10).

Editor: Didik, Layouter: Ricoh Polda

Haluankepri 17okt13  

Haluankepri 17okt13

Advertisement