Page 13

Natuna

Kamis, 17 Oktober 2013

13

MENJULANG TINGGI — Gunung Ranai tampak menjulang tinggi dan terlihat indah persis berada di belakang Kota Ranai. Belakangan ini banyak wisatawan domestik berkunjung ke sana untuk menikmati keindahan gunung tersebut.

Natuna Belum Miliki TPI RANAI (HK) — Kabupaten Natuna adalah daerah maritim yang kaya akan ikan dan mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan, namun hingga saat ini belum memiliki tempat pelelangan ikan (TPI). Fathurrahman Liputan Natuna Anggota DPRD Natuna, Amin merasa aneh jika Natuna tidak memiliki TPI, sebab Natuna merupakan daerah maritim yang kaya akan ikan dan hampir semua penduduknya terdiri dari para nelayan. Amin mengatakan, selain ikannya banyak, masyarakat Natuna juga senang mencari ikan sebab pekerjaan sebagai nelayan merupakan pekerjaan turun temurun yang diwariskan nenek moyang. Sehingga masyarakat Natuna tidak perlu dikomando melainkan mereka sudah memiliki inisatif sendiri untuk turun ke laut, demikian juga dengan keahlian dan pengalaman mereka. Menurut Amin, masyarakat Natuna tidak perlu

diberikan pembekalan yang lama untuk menjadi lebih pandai lagi mencari ikan sebab mereka sudah hafal cara dan waktunya serta titiktitik menumpuknya ikan di dalam laut. “Kalau kita bicara laut berarti kita bicara kekayaan dan kesejahteraan masyarakat, betapa tidak, ikan kita saja sangat banyak sekali belum lagi kekayaan laut yang bukan ikan. Karenanya banyak orang nyari ikan ke Natuna baik yang sah maupun yang mencuri. Dan kalo dari segi masyarakat, masyarakat kita ini sejak dulu kala hidunya memang nelayan, jadi untuk nambah ilmunya kita tak perlu capekcapek ngajarinnya sebab mereka udah hapal caranya, bahkan mereka sudah sangat menguasai dimana tempat ikannya yang banyak serta mereka tau waktu-waktu ikan mau makan dan ngerti

isyarat laut yang membahayakan,” Terang Amin. Oleh karena itu menurut Amin, agak sedikit aneh jika tidak ada pusat transaksi hasil ikan bagi para nelayan untuk melelang ikan hasil tangkapannya. Sementara, Dinas Kelautan dan Perikanan Natuna masih merencanakan pembangunan TPI. Kadis Kelautan dan Perikanan Pemkab Natuna, Wahyu Nugroho mengaku, saat ini pihaknya masih membuat perencanaan dibangunnya tempat pelelangan ikan.Untuk tempat para nelayan menurunkan hasil tangkapannya. “Untuk membuat tempat pelelangan ikan masih mencari lokasi yang tepat, memudahkan untuk menampung hasil tangkapan nelayan,Rencannya, akan dibangun sejumlah lokasi, bukan hanya satu titik saja. Karena wilayah Natuna memiliki banyak pulau-pulau, tentunya dengan sosialisasi ke masyarakat, harus mendapat pemahaman tentang tempat pelelangan ikan, dan tahap kesiapan sumber daya manusianya.”pungkas Wahyu.***

Gunung Ranai Juga Punya Potensi RANAI (HK) — Selain diciptakan sebagai pasak bumi oleh Tuhan, ternyata tidak jarang gunung-gunung juga memiliki potensi dan fungsi lain. Banyak gunung dengan potensi keindahan dipergunakan jadi potensi wisata oleh umat manusia. Demikian juga halnya dengan Gunung Ranai, selain memiliki fungsi sebagai pasak bagi gugusan kepulauan di Pulau Tujuh, gunung ini juga tidak jarang dikunjungi para wisatawan terutama sekali wasatawan lokal. Sedikitnya ada tiga potensi yang menonjol di gunung Ranai, di antaranya adalah gunung tersebut memiliki keunikan dari segi konturnya, yang mana gu-

nung teresebut terdiri dari dari tanah tentunya, dan didominasi bebatuan raksasa sehingga gunung itu terkesan seakan-akan tumpukan batu raksasa yang menjulang. Potensi lainnya, gunung tersebut persis berada di belakan Kota Ranai yang tentunya tidak terlalu jauh dari pusat kota, bahkan pusat perkantoran Pemerintah Kabupaten Natuna berada di salah satu kaki Gunung Ranai.Jarak yang tidak terlalu jauh ini tentunya merupakan satu potensi tersendiri bagai gunung tersebut. Selain itu, ukuran ketinggian gunung Ranai yang terbilang tidak terlampau tinggi dari permukaan laut juga merupakan potensi

tersendiri, sehingga gunung menarik dan memungkinkan untuk didaki oleh semua kalangan. Dan masih banyak potensi yang menarik digunung tersebut seperti air terjun dan lain sebagainya yang hingga kini masih jarang dijamah umat manusia. “Tidak bisa kita pungkiri, kekayaan yang diberikan Tuhan memang sangat banyak. Betapa tidak, mulai dari puncak gunung Ranai hingga dasar laut Natuan terhampar berjutajuta kekayaan yang siap digali untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati Ilyas di Satrad Ranai beberapa waktu lalu. Karenanya ujar Bupati Ilyas, semua kekayaan tersebut baik yang berada di-

puncak gunung dan di dasar laut merupakan tugas bersama untuk menggali dan memanfaatkannya untuk sebesar-besarnya kepentingan masyarakat. Terpisah Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna, Syamsul Hilal mengaku telah lama menyusun rencana untuk mengelola gunung Ranai itu, namun hingga saat ini belum bisa direalisasikannya. “Untuk gunung Ranai kita sudah merencanakan untuk membuat jalan beton sampai puncaknya, tapi tahun ini belum bisa terlakasana karena ada program prioritas di pemerintah, semoga saja 2014 bisa terealisasi,” pungkasnya berharap. (cw61)

Gokar Setuju Bupati Dipilih DPRD RANAI (HK) — Rencana pemerintah pusat mengu-

sulkan pemilihan pemerintah daerah dipilih oleh DP-

RD, mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya muncul dari Ketua DPD Partai Golkar Natuna, Hadi Candra. Ia mengkau Partainya sangat setuju dengan rencana dimaksud. Sebab menurut Candra, saat ini sangat sulit tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum paska tertangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), karena tersangkut kasus suap terkait Pemilukada,”saat ini krisis kepercayaan kepada MK sebagai wasit yang memutuskan terakhir, saja sudah cacat, siapa yg mau dipercaya lagi?” ujarnya balik bertanya. Candra juga berharap agar PKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga turut memberikan pengawasan terhadap proses jalannya Pemilukada, sehingga tidak ada lagi permainan pada oknum anggota fraksi. “Minta KPK juga terlibat mengawasi dalam proses pemilihan, sehingga benarbenar fair dan terbuka. Kita buka secara transfaran kalau perlu pakai CCTV, agar oknum anggota fraksi tidak bisa bermain-main lagi,” ujar Hadi Candra yang pernah menjadi Ketua DPRD termuda di Indonesia ini. Selain itu kata Candra,

komitmen fraksi juga harus ada, sebab bagaimanapun jika tidak ada dukungan total dari fraksi maka akan sangat rentan adanya politik uang (money politic). Karenya dalam hal ini perlu pengawasan yang ketat. Hadi Candra juga mengutarakan, selain alasan krisis kepercayaan kepada MK, pihaknya menilai Pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dipilih langsung rakyat, sudah terbukti banyak masalah. Di antaranya tingginya tingkat konflik antar golongan, suku yang bisa merusak keutuhan tali persaudaraan di masya rakat itu sendiri. Hal itu baik sebelum maupun setelah Pilkada. ”Saya pikir terjadinya konflik yang menimbulkan perpecahan antar golongan dan suku, merusak aset negara. Dan ini sudah bisa menjadi pertimbangan UU tersebut untuk bisa disahkan,” kata Hadi Candra. Meski pemerintah pusat telah mengantarkan draft usulan pemilihan gubernur oleh DPRD dan pemilihan bupati oleh rakyat ke DPR RI untuk dibahas dan disahkan, tetapi draft tersebut dikembalikan. DPR RI mengusulkan agar system pemilihan dirubah, menjadi bupati yang dipilih DPRD sementara gubernur dipilih rakyat.(cw61) Editor: Niko, Layouter: Syahril

Haluankepri 17okt13  

Haluankepri 17okt13

Advertisement