Page 10

Metro Batam

Kamis, 17 Oktober 2013

Dari Halaman 9

Keluarga Basri Keluarga Besar Basri Harun yang terdiri dari istri, anak, dan cucunya itu menyumbangkan hewan kurban berupa 15 ekor kambing untuk masyarakat setempat. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap tahunnya dan di lakukan di wilayah yang berbeda-beda. " Menyumbangkan hewan kurban untuk masyarakat itu, pada dasarnya karena ketulusan dan keikhlasan dari kita kepada orang yang berhak menerimanya. Sehingga apa yang kita niatkan itu, dapat tersalurkan dan dapat dinikmati serta dirasakan manfaatnya bagi warga yang mendapatkannya," ungkap Drs H Basri Harun, anggota DPRD Kota Batam dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Rabu (16/10). Menurut Basri Harun, apa yang dilakukan bersama keluarga besarnya bukan karena sesuatu hal. Akan tetapi ma-

syarakat, khususnya di daerah tertentu memang membutuhkan perhatian khusus dari orang yang sudi memperhatikkan mereka. Berangkat dari sana, kata Basri Harun, keluarga besarnya merasa terketuk hati dan ikut merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat ketika memasuki Hari Raya Idul Adha. " Dengan niat yang tulus serta hati yang ikhlas, akhirnya kami dalam keluarga besar Basri Harun menyumbangkan hewan kurban kepada masyarakat. Dan tahun ini kami pusatkan di Tanjunguma," tandas Basri Harun. Perindo Kurban 2 Sapi dan 7 Kambing Sementara itu di tempat berbeda, DPW Persatuan Indonesia (Perindo) Provinsi Kepri, memotong 9 ekor hewan kurban, masing-masing 2 ekor sapi dan 7 ekor kambing. Pelaksanaan kurban di-

lakukan secara langsung oleh Ketua DPW Perindo Kepri, Andi Kusuma bersama pengurus lainya Rabu (16/10) di depan Kantor Perindo Kepri, di Komplek Inti Seipanas, Batam Kota. Andi Kusuma yang juga Caleg DPR RI Dapil Provinsi Kepri, menyebutkan bahwa penyembelihan hewan kurban tersebut dilakukan sebagai wujud tolerasi beragama dan sekaligus menjadi moment berbagi Perindo Kepri kepada masyarakat. " Wujud toleransi beragama dan aksi sosial Perindo Kepri," ungkap Andi Kusuma ke Haluan Kepri, disela-sela penyembelihan berlangsung. Bahkan kedepan, lanjut dia, kegiatan tersebut akan dilakukan secara rutin. Pasalnya, penyembelihan hewan kurban dan kemudian membagikan ke masyarakat, bukan hanya menjadi kegiatan ibadah lebaran semata,

tetapi sudah menjadi tradisi yang turun-temurun. Setelah dilakukan penyembelihan, daging hewan kurban kemudian dibagikan ke masyarakat melalui pengurus Majelis Taklim yang ada di 12 kecamatan di Kota Batam. Mewakili kelompok Majelis Taklim yang hadir, Pengurus Mejelis Taklim Kelurahan Tanjung Sengkuang, Batuampar, Syuhaini mengucapkan terima kasih sekaligus syukur atas kepedulian dari Perindo Kepri. "Alhamdulillah, mudahmudahan Ormas lain juga bisa ikut peduli," ujarnya.Senada juga disampaikan Hj Khodijah Amiri Pengurus Majelis Taklim yang terlibat di kepanitian hewan kurban ini, mengatakan langkah Perindo harusnya bisa dicontoh Ormas lain, karena sangat positif dalam membantu masyarakat kurang mampu. (ays/lim)

Dari Halaman 9

Warga Nusa tahun sebelum UWTO habis merupakan batas waktu penyelesaian kredit. Misalnya, jika UWTO nya tinggal 10 tahun maka tenor KPR yang bisa dilakukan hanya 8 tahun. Begitu seterusnya," katanya. Karena itu, ia pun heran, perumahan Graha Nusa Batam yang masa berlaku UWTOnya tinggal 2 tahun lagi, tapi ternyata Bank Mandiri masih bersedia mengu-

curkan kreditnya. Lama waktu kredit ada yang 10 tahun, ada juga yang 5 tahun. Tergantung permintaan pengembang. Warny, warga Graha Nusa Batam lainnya mengatakan pengembang Nusa Batam telah membohongi warga. Seharusnya, pihak Graha Nusa Batam berkonsultasi dulu dengan penasehat hukum sebelum melakukan transaksi dengan calon konsumen. Seh-

ingga tidak timbul persoalan di kemudian hari. Sebelum terjadi keributan, warga sempat menggelar rapat dengan pengembang. Hasilnya, tidak memuaskan warga sehingga terjadilah demo besar-besaran. Bahkan saat itu warga juga menyegel kantor PT Pelangi Nusa Batam, sebelum permasalahan itu selesai. Ketika digelar pertemuan antar warga dengan perwakilan Bank Mandiri dan Bank

Dari Halaman 9

Edarkan 5.000 Atas perbuatannya, kedua kakak beradik tersebut dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotka, dengan ancam hukuman 20 tahun penjara. Peringkat Dua Berdasarkan penelitian yang dilakukan Universitas Indonesia (UI) bekerja sama dengan BNNP Pusat pada tahun 2011, sebanyak 44 ribu penduduk Kepri terindikasi sebagai pecandu dan pengedar Narkoba. Itu artinya secara nasional Kepri mendapat peringkat 2 dibidang penyalahgunaan narkoba. Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba saat ini yang bisa dilakukan BNNP Kepri hanya dengan tindakan preventif. Misalnya, dengan mengadakan penyuluhan kepada masyarakat dengan berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait. Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat di BNNP Kepri, Dr Elfrieda Munthe

Bumiputera, katanya, akan dilanjutkan pada tanggal 31 Oktober mendatang dan hasilnya akan dijelaskan kepada warga sekitar. "Kita masih menunggu hasil keputusan Bank Mandiri dan laiinya, apakah ditolak atau tidak. Tapi informasi yang saya terima dari Bank Mandiri, pihak pengembang disalahkan, tetapi diwaktu rapat itulah akan didengar hasilnya," ketusnya kemarin siang. ***

melalui staf penyuluhannya, Kornel Bawalanga, yang ditemui Rabu mengatakan, "Dari 44 ribu orang masyarakat Kepri yang terindikasi itu, pertanyaan kita sekarang ini dimana orang-orang itu sekarang. Kami dari BNNP Kepri terus berupaya melakukan pendekatan dan penyuluhan langsung ke lingkungan masyarakat,"kata Kornel. Kornel menambahkan saat ini BNNP Kepri telah mempunyai warga binaan sebanyak 59 orang di Belakang Padang. Jumlah tersebut, langsung pengakuan dari para korban pengguna dan penyalahguna barang haram itu. Tidak melalui tindakan razia atau penangkapan, murni dari pengakuannya masing-masing. " Sementara ini khusus Batam yang murni langsung dari pengakuan pengguna dan penyalahguna barang haram itu, ada sebanyak 63 orang yang terdiri dari 50 or-

ang laki-laki dan 13 orang perempuan. Namun dari hasil operasi, ada sebanyak 42 orang yang terindikasi sebagai pengguna dan penyalahguna. Dan umumnya hanya kita berikan pembinaan Sesuai undang-undang nomor 35 tahun 2009, pengguna dan penyalahguna ini tidak dilakukan tindakan hukum. Mereka hanya diberikan pembinaan dan pendampingan,"kata Kornel. "Ada empat macam ketergantungan pengguna dan penyalah guna barang haram itu di Batam, pertama pengguna rektesional atau yang bisa disebut senang-senang, Situsional yakni korbannya yang sedang galau atau sedang menghadapi masalah, penyalah guna dan ketergantungan. Dari keseluruhan warga binaan BNNP Kepri, tentu ada tahapan pengunaannya. Dari tahapan-tahapan itu lah BNNP Kepri bisa melakukan pembinaan

dan rehabilitasi terhadap para korban,"ungkap Kornel Kornel mengimbau bagi korban pengguna dan penyalahgunaan barang haram itu tidak akan dilakukan proses hukum seperti pengedar.berdasarkan undang-undang nomor 35 tahun 2009,bahwa penyalah guna dan pengguna itu mendapat perlindungan hukum." Jangan enggan atau takut melaporkan ke BNNP Kepri, tidak akan diproses sama sekali. Kecuali bagi pengedarnya,"ujar Kornel. Dari sekian ribu korban pengguna dan penyalahguna narkotika di Kepri, jelasnya, tidak semuanya mau melaporkan. Masyarakat masih takut dan tidak mau melaporkan ke intansi terkait. "Apalagi mendengar nama BNNP atau Kepolisian, masyarakat sudah takut duluan. Untuk itu BNNP Kepri terus melakukan pendekatan atau pembinaan secara humanis,"tutur Kornel. (cw81)

PERSYARATAN PELAYANAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN BERDASARKAN PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 19-1 TAHUN 2009 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERDA KOTA BATAM NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI KOTA BATAM

8. AKTA KELAHIRAN PERSYARATAN : a. Surat Pengantar Pembuatan Akta Kelahiran dari RT/RW setempat; b. Surat Pengantar dari Kelurahan Setempat; c. Fotocopy Kartu Keluarga (KK); d. Fotocopy KTP Orang Tua; e. Fotocopy Surat Nikah/Akta Perkawinan Orang Tua; f. Fotocopy Identity Card (IC) orang tua bagi WNA; g. Fotocopy Passport/KITAP/KITAS WNA; h. Surat Kelahiran dai RS/Dokter/Bidan yang menolong kelahiran si Bayi; I. Fotocopy KTP Saksi 2 (dua) orang. 9. AKTA PERKAWINAN PERSYARATAN : a. Surat Pengantar Pembuatan Akta Kelahiran dari RT/RW setempat; b. Surat Pengantar dari Kelurahan Setempat; c. Fotocopy Kartu Keluarga (KK); d. Fotocopy KTP Suami – Istri; e. Fotocopy Identity Card (IC) orang tua bagi WNA; f. Fotocopy Passport/KITAP/KITAS WNA; g. Fotocopy Surat Nikah dari Gereja/Vihara/Pura/Klenteng; h. Fotocopy Ijazah/Akta Kelahiran Suami – Isteri; I. Pas Foto Gandeng 4 x 6 = 4 Lembar; j. Fotocopy KTP Saksi 2 (dua) orang; k. Bukti pembayaran retribusi perolehan Akta Perkawinan kepada Bendahara Penerima di Instansi Pelaksana Lampiran I :

Perda Daerah Kota Batam Nomor 8 Tahun 2013 Tanggal 27 Juni 2013

PENETAPAN TARIF RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK KARTU TANDA PENDUDUK DAN AKTA CATATAN SIPIL I. Retribusi di Bidang Palayanan Pendaftaran Penduduk adalah : NO JENIS RETRIBUSI WNI 1 Kartu Keluarga ( KK ) Baru 15,000 2 Kartu Keluarga ( KK ) Penggantian 10,000 3 Kartu Tanda Penduduk ( KTP ) Baru 20,000 4 Kartu Tanda Penduduk ( KTP ) Penggantian 10,000 5 Kartu Keterangan Bertempat Tinggal / Surat Keterangan Tempat Tinggal 500,000 6 Kartu Penduduk Sementara / Surat Keterangan Tinggal Sementara 10,000 7 Perpanjangan Kartu Penduduk Sementara / Surat Keterangan Tinggal Sementara 5,000 8 Kartu Identitas Kerja (KIK) 5,000 9 Kartu Identitas Penduduk Musiman -

WNA 1.000.000 100,000 1.500.000 1.000.000 -

II. Retribusi di Bidang Palayanan Pencatatan Sipil adalah : NO PERISTIWA PENTING 1 Akta Kematian yg pelaporannya 0 s/d 30 hari 2 Akta Perkawinan yg pelaporannya 0 s/d 60 hari 3 Akta Perceraian yg pelaporannya 0 s/d 60 hari 4 Akta Pengesahan dan Pengakuan Anak yg pelaporannya 0 s/d 30 hari 5 Akta Ganti Nama yg pelaporannya 0 s/d 30 hari

WNA 50,000 600,000 1.800.000 150,000 100,000

WNI 10,000 300,000 300,000 50,000 -

PENGADILAN NEGERI KLAS IA BATAM Jalan Engku Putri Batam Centre Telp.(0778) 468828 Fax, (0778) 468828 KOTA BATAM PROP.KEPRI

PENGUMUMAN LELANG EKSEKUSI I.(PERTAMA) NOMOR : 02/EKS/2013/PN.BTM Pengadilan Negeri Batam dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Batam akan mengadakan penjualan dimuka umum(Lelang Eksekusi) bertempat di Kantor Pengadilan Negeri Batam Jl.Engku Putri, Batam Centre, Batam pada : - HARI : JUMAT TANGGAL, 15 NOPEMBER 2013 PUKUL10.00 WIB S/D SELESAI; Atas barang tidak bergerak milik Termohon Eksekusi (ENDI HENDRI) berupa : · Sebidang Tanah berikut Bangunan Rumah Toko yang terletak di Komplek Wijaya Blok H No. 3, Kelurahan Sungai Harapan, Kota Batam dengan luas 109 M2, dengan Hak Guna Bangunan No. 19 dengan batas-batas sebagai berikut : Sebelah Kiri dengan Ruko Blok H No. 2, Sebelah Kanan dengan Tanah Kosong, Sebelah Depan dengan Jalan, Sebelah Belakang dengan Tanah Kosong / Bangunan Liar, dengan Lantai Keramik, dinding Beton, Atap Genteng, 2 Lantai, dengan harga Limit sebesar Rp. 251.637.500 dan setoran uang Jaminan Rp. 80.000.000.Lelang Eksekusi dilakukan dengan pembayaran tunai guna memenuhi isi Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Batam tanggal, 31 Mei 2013 Nomor : 02/EKS/2013/PN.BTM; Syarat-syarat Lelang : 1. Peserta Lelang diwajibkan menyetorkan uang Jaminan Lelang An.Rekening Penampungan Lelang, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Cab. Batam, Nomor Rekening 0184395587 dan harus sudah efektif diterima selambat-lambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum pelaksanaan lelang; 2. Penawaran Lelang dilakukan langsung secara tertulis dalam amplop tertutup. 3. Pelunasan Lelang dilakukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja setelah pelaksanaan Lelang. 4. Bagi Peserta Lelang yang tidak ditunjuk sebagai Pemenang Lelang uang Jaminan akan dikembalikan tanpa potongan apapun. 5. Kondisi asset dijual apa adanya. 6. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Batam Telp.(0778) - 468828 atau KPKNL Batam, Jl.Engku Putri, Seberang Gedung Pusat Informasi Haji,Batam Centre Telp. (0778)469824. PEMOHON LELANG : PT.BANK PERKREDITAN RAKYAT AGRA DHANA, berkedudukan di Kota Batam, dalam hal ini memberi Kuasa kepada MINGGU SUMARSONO, SH, Advokad, yang beralamat Jl.Raden Patah Depan Klinik Prodia No. 8 Batam; Termohon Lelang... TERMOHON LELANG : ENDI HENDRI, pekerjaan Wiraswasta, yang beralamat di Taman Cipta Asri Blok E No. 8, RT.009/RW.012, Kelurahan Tembesi, Kec.Sagulung, Kota Batam; BATAM, 17 OKTOBER 2013.PANITERA PENGADILAN NEGERI BATAM -dtoH.BUNYAMIN, SH NIP. 19630615 198303 1005.-

10

COFFEE MORNING H.MUHAMMAD NABIL :

Kepri Harus Mandiri Dibidang Pangan TERLALU berisiko ketika Provinsi Kepri, Batam khususnya, terlalu tergantung pada impor dalam ketersidaan dan pemenuhan kebutuhan pangan. Kita tidak tahu bagaimana situasi di negara produk pangan tersebut. Kalau stabilitas keamanan terjaga ya pasokan pangan juga aman, tapi bagaimana di negara asal terjadi gejolak baik fenomena alam maupun politik yang menyebabkan produk pangan mereka gagal total. Tentu mereka akan berusaha mengamankan untuk mereka sendiri, lalu bagaimana nasib kita yang terlalu tergantung ke sana? Provinsi Kepri memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk ketersediaan dan terjaminnya ketahanan pangan. Beberapa wilayah di Kepri cukup subur seperti di Pulau Kundur – Tanjung Batu, Kabupaten Bintan, Lingga, dan sebagian Natuna. Pemerintah provinsi harus membuat pemetaan secara lebih jelas dalam suatu Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) sehingga jelas dalam penganggarannya. Pemerintah perlu mendorong tumbuhnya daerah swasembada pangan daerah tersebut, sehingga surplus produknya bisa dimanfaatkan untuk stabilitas daerah provinsi lainnya se-

perti Batam. Pemerintah perlu membuat rencana secara lebih matang, berapa luas wilayah yang akan digunakan, berapa harga pupuk, bibit dan obat-obatan lainnya. Produk pangan tersebut harus kompetitif, kalau perlu pemerintah provinsi melakukan subsidi terhadap komponen yang ada, bisa juga mengajukan bantuan ke pemerintah pusat. Jika Provinsi Kepri mampu mengembangkan sentral-sentral produksi pangan, maka dalam jangka panjang ketersediaan pangan masyarakat akan aman. Dengan demikian, Batam dan daerah lain yang selama ini tergantung pada impor bisa menguranginya. Jaminan ketahanan pangan harus dapat dilakukan secara mandiri karena menanyangkut perencanaan jangka panjang. Pemerintah bekerja sama dengan masyarakat juga bisa mengembangkan produk pupuk alternative sehingga tidak menimbulkan biaya mahal. Artinya, multi effek dari pengembangan sentral produksi pangan tersebut juga akan mempengaruhi pertumbuhan sector lainnya. Masyarakat lainnya juga dituntut untuk kreatif membuat produk-produk alternative yang lebih banyak bagi masyarakat petani. Untuk mempercepat arus pengiriman barang, pemerintah provinsi perlu membuka perhubungan laut dengan membangun banyak alternative pelayaran. Jika mobilisasi pergerakan penduduk tinggi maka pemerintah tidak perlu melakukan subsidi. Itu artinya perputaran ekonomi dan peredaran uang di wilayah provinsi Kepri berjalan dengan baik. Di sinilah sekali lagi

Dari Halaman 9

Kehadiran PNS libur hari raya Idul Adha. Kata dia, hari pertama ini, tidak ada pelanggaran yang berarti, kalau pun ada PNS yang tidak masuk itu karena

mereka sudah mengajukan cuti sebelumnya. Tidak hanya itu, kata Ardi, saat ini juga, semua pelayanan untuk umum sudah kembali

normal. "Saat ini juga, pelayanan untuk umum sudah kembali normal dan masyarakat sudah boleh mengaksesnya, "pungkas Ardi. (byu)

Dari Halaman 9

Kulit Bundar Suami Yeni Hendrawati, ayah dari Haniva dan Arif ini mengatakan, sepakbola merupakan olahraga yang memiliki prospek yang cukup baik untuk kedepannya. Selain itu ujar Zul, sepakbola merupakan olahraga ketahanan fisik, mental dan kekompakan yang solid sebuah tim. " Di lapangan, kita harus bisa berkoordinasi dengan baik, kompak dan bisa mengoper bola yang akurat kepada kawan agar bisa menjebol gawang lawan. Kita tidak mungkin bisa menciptakan gol sendiri tanpa berkoordinasi dan saling oper bola dengan kawan satu tim," alumni IKIP Padang tahun 1997 silam ini. Dengan skil individu yang terlatih serta dengan tim

perlu ditekankan penataan ruang yang baik, direncanakan secara matang, dan berorientasi pembangunan jangka panjang. Provinsi Kepri sudah berjalan sekitar 10 tahun, untuk itu memang perlu kajian-kajian akademis yang berorientasi pengembangan wilayah dari segala sector, utamanya dalam rangka memperkuat dan kemandirian ketahanan pangan. Selain sector pertanian, sector perikanan baik laut maupun darat juga perlu dikembangkan. Di mana Provinsi Kepri terkenal sebagai daerah yang menyajikan sea food dengan berbagai jenis khas masakan. Pengembangan yang disesuaikan dengan RTRW kemudian didukung dengan penganggaran yang cermat dan tepat sehingga sasaran pembangunan benar-benar dinikmati masyarakat. Saat ini adalah momentum untuk memperjuangkan bagaimana kepri dan daerah kabupaten / kota lainnya mendapatkan porsi anggaran yang lebih besar dari pusat. Para wakil rakyat baik DPD RI maupun DPR RI-lah yang punya peraan besar karena langsung bisa berhubungan dengan pembahasan anggaran di pusat. Sebagai daerah border line yang berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia dan Thailand – Kepri akan mendapatkan perhatian lebih dari pusat. Di mana bukan saja pada sector pengembangan ekonomi tetapi juga demi ketahanan dan keamanan nasional. Ekonomi masyarakat perbatasan kuat dengan ketahanan pangan yang mantap maka semakin kuat daya tahan negara sebab memiliki benteng pertahanan yang juga kuat di perbatasan.***

yang solidlah, papar alumni Universitas Negeri Padang (UNP) program S2 Teknik Mesin, Sumatera Barat tahun 2012 ini, kita baru bisa mencetak gol. Dulu waktu di kampung, ujar pria yang mengidolakan Lampar staker dari club Chelsi ini, setiap sore ia bersama kedua saudara lelakinya sering melihat orang bermain sepakbola. Dengan dukungan orang tua, kami pernah ikut club bola bernama FC Rainbow, untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan dalam mengolah si kulit bundar itu. " Saya selalu ikut dalam latihan maupun dalam pertandingan sepakbola tingkat SD, SMP, SMA dan waktu kuliah di IKIP Padang. Bahkan, kami pernah meraih

juara satu dalam pertandingan bola se-Kabupaten Agam tahun 1990 lalu," papar lelaki yang memiliki semboyan hidup kejujuran dan kerja keras demi masa depan yang lebih baik ini. Menurut pria yang mengaku waktu kuliah aktif di dunia jurnalistik ini hingga saat ini dia masih aktif dua kali seminggu bermain sepakbola, sambil mengajari anaknya yang juga mulai hobi bermain sepakbola. " Sekarang saya masuk tim sepakbola organisasi PGRI Batam. Setiap ada pertandingan sepakbola antar club di Batam, saya selalu dilibatkan untuk membela dan mendukung club PGRI kecintaan saya ini," pungkas Zul yang mengaku juga hobi menulis dan fotogarafi ini. (vnr)

Haluankepri 17okt13  

Haluankepri 17okt13

Advertisement