Page 8

CMYK

Sabtu, 15 Maret 2014

Persiapan MTQ XXV tingkat Nasional

Cahaya

Bidang Musabaqah Rapat Khusus

Surah Maryam URAH Maryam adalah surah ke-19 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi. Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surah Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersamasama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi. Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam (atau Maria dalam agama Kristen), ibu dari Nabi Isa AS. Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, dimana Ia melahirkan Isa AS sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki. Kelahiran Isa AS tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah SWT. Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surah ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa nabi Zakaria AS oleh Allah SWT, dimana ia ingin dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaannya, sedang usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul. Pokok-pokok isi surah tersebut antara lain, pertama, Keimanan: Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dan hukum-hukum alam; Isa AS bukan anak Allah karena mustahil Allah mempunyai anak; Jibril AS turun kepada rasul-rasul membawa wahyu atas perintah Allah; di hari kiamat orang kafir menghadap Allah sendiri-sendiri, semua manusia akan menghadap

S

Interaktif

Tuhan sebagai hamba. Kedua, Kisah-kisah: Allah mengabulkan doa Zakaria AS untuk memperoleh anak; kisah kelahiran Isa AS tanpa ayah; kisah Ibrahim AS dengan bapaknya; Musa AS seorang yang dipilih oleh Allah; Ismail AS seorang yang benar dalam janjinya; Idris AS seorang yang sangat kuat kepercayaannya. Ketiga, Ancaman terhadap orang yang meninggalkan salat dan mengikuti hawa nafsunya serta kabar gembira untuk orangorang yang telah taubat dan mengerjakan amal-amal yang saleh; keadaan di surga; membiarkan orang yang sesat setelah diberi petunjuk bergelimang dalam kesesatannya adalah sunnah Allah. Terjemahan surah Maryam ayat 1-7: 1. Kaaf Haa Yaa‘Ain Shaad (QS. 19:1) 2. (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tetang rahmat Rabb kamu kepada hamba-Nya zakariya. (QS. 19:2) 3. yaitu tatkala ia berdo’a kepada Rabbnya dengan suara yang lembut. (QS. 19:3) 4. Ia berkata: “Ya Rabbku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalalu telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada Engkau, ya Rabbku. (QS. 19:4) 5. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalanku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari Engkau seorang putera, (QS. 19:5) 6. yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub, dan jadikanlah ia, ya Rabbku, seorang yang diridhoi”. (QS. 19:6) 7. Hai Zakariya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia. (QS. 19:7)

Haluan Kepri membuka rubrik Interaktif terkait penyelenggaraan MTQ XXV Tingkat Nasional di Batam. Masyarakat bisa mengirimkan SMS ke 085264088880 ------------------------------------------------------------setju jika operasionl tempat hiburan ditertibkn selama mtq beralgsung 08136458xxxx kegiatan mlm balap2 motor dan nongkrg yg sering dilakukan rmj di sektr btm centr jg harus ditertibkan 08137208xxxx

Insert Membaca AlQur'an untuk Anak ILA mendidik anak membaca AlQur’an menjadi hak anak yang harus ditunaikan orang tuanya, maka mendidik anak menulis AlQur’an juga menjadi hak anak yang wajib ditunaikan oleh orang tuanya. Rasulullah SAW menegaskan dalam sabdanya:"Hak anak yang harus ditunaikan orang tuanya ialah memilihkan nama yang baik, mengajarkan tulis menulis, dan menikahkan ketika dewasa" (HR Dailami dan Abu Nuaim dari Abu Hurairah r.a) Sebagaimana belajar membaca AlQur’an, anak-anak juga ditekankan untuk serius, rajin dan giat dalam belajar menulis AlQur’an. Jika anak belum bisa membaca AlQur’an dengan baik, agar anak lebih termotivasi untuk membaca dan menghafal AlQur’an, cobalah terapkan panduan ini , pertama, pada tahap awal, rangsang dan biasakan telinga anak-anak kita mendengar lafal-lafal Al Qur’an. Mulailah dengan surah atau ayat yang akan dibaca dan dihafal. Pada prinsipnya, anak sudah dikenalkan dengan asma Allah dalam ayat suci AlQur’an sejak berada dalam kandungan. Itulah awal tahapan terbaik yang memang

B

8

harus distimulus. Dengarkan dengan baik dan berulangulang, sehingga memori anak akan terus terpenuhi lafal-lafal Al Qur’an. Ingatlah bahwa usia emas anak mulai dari 0-9 tahun, di mana ia mudah meniru dan menghafal. Para orangtua dapat memanfaatkan momen emas ini. Kedua, setelah anak mulai terbiasa, mulailah untuk mengenalkan anak pada hafalan yang sebenarnya. Cobalah dengan memberinya waktu khusus untuk menemani saat menghafal sambil mendengar kaset rekaman atau memutar compact disc. Ketiga, anda juga bisa menyarankannya untuk menbuat catatan kecil yang dapat dibawa kemana-mana. “contekan” kecil tersebut dimaksimalkan dengan membacanya berulang-ulang. Anjurkan pada anak-anak untuk melafalkan ayat-ayat yang ingin dihafal itu dalam setiap kesempatan. Keempat, selain peran orangtua, tidak ada salahnya mengikutkan anak pada pengajian atau madrasah di masjid dekat rumah. Suasana yang kondusif dan temanteman di lingkungan pengajian atau madrasah dapat membantunya menghafal dengan cepat. (bma)

BATAM (HK) — Panitia Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXV Nasional di Batam Bidang Musabaqah melakukan rapat khusus terkait dengan persiapan pelaksanaan bidang musabaqah dan perhakiman, yang digelar di Aula PIH Batam Centre, Batam, Kamis (13/3). Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Kanwil Kemenag Kepri Drs. H. Marwin Jamal, Kepala Biro Kesra Kepri Drs. Tarmidi, Staf Ahli Gubernur Drs. H. Razali Jaya, Kabid Bimas Islam Erman Zaruddin, para panitia bidang musabaqah dan para penanggung jawab bidang perhakiman. Kakanwil Kemenag Kepri, Drs. H. Marwin mengatakan, tugas Ketua V yang membidangi musabaqah adalah mempersiapkan segala kebutuhan bidang musabaqah dan perhakiman. H. Marwin mengatakan panitia MTQ XXV Nasional Batam mempersiapkan 7 cabang lomba. Untuk cabang Tilawah AlQuran terdiri dari tartil putra, tartil putri, anak-anak putra, anak-anak putri, remaja putra, remaja putri, dewasa putra, dewasa putri, cacat netra putra, cacat netra putri, qiraat putra, qiraat putri. Untuk Cabang Hifzh AlQur'an terdiri dari 1 juz dan tilawah putra, 1 juz dan tilawah putri, 5 juz dan tilawah putra, 5 juz dan tilawah putri, 10 juz putra, 10 juz putri, 20 juz putra, 20 juz putri, 30 juz putra, dan 30 juz putri.

Pada cabang Tafsir AlQur'an terdiri dari Bahasa Arab Putra, Bahasa Arab Putri, Bahasa Indonesia putra, Bahasa Indonesia putri, Bahasa Inggeris Putra, Bahasa Inggeris Putri. Untuk Cabang Syarh Al Quran terdiri atas Regu/ Gabungan Putra/ Putri. Cabang Fahm AlQuran terdiri dari regu/ gabungan putra/putri. Untuk cabang Khat AlQuran terdiri dari Naslah putra, Naskah putri, Dekorasi putra, Dekorasi putri, Hiasan mushaf putra, Hiasan mushaf putri serta Cabang Musabaqah Menulis Ilmiah Al-Quran (M2IQ) untuk putra dan putri. “Semua penanggung jawab kita minta untuk mengecek kembali tempat dilaksanakannya lomba untuk semua cabang, karena waktu semakin dekat dan persiapan tempat lomba harus sudah final”, kata Marwin. “Cek kembali kebutuhan ruangan lomba mulai dari kebutuhan lomba, baliho, petugas dan sampai kepada sarana dan prasarana yang harus tersedia seperti penerangan yang cukup, dan lain-lain”, ucapnya lagi mengingatkan.

IST

PANITIA MTQ XXV Nasional Bidang Musabaqah melakukan rapat khusus terkait dengan persiapan pelaksanaan bidang musabaqah dan perhakiman, yang digelar di Aula PIH Batam Centre, Batam, Kamis (13/3). Sementara itu Staf Ahli Gubernur H. Razali Jaya mengatakan, setiap penanggung jawab harus sudah merancang apa tugas dan tanggung jawab serta kebutuhan jika masalah tempat lomba dan personilnya sudah final. “Misalnya untuk cabang lomba Hifzh Al-quran 5 juz yang akan membutuhkan astaka mini, maka segera lakukan komunikasi dengan bidang sarana dan prasarana agar segera disiapkan termasuk siapkan juga design yang akan digunakan. Kemudian didata juga kebutuhan sarana apa yang dibutuhkan disitu. Sengaja kita selenggarakan rapat ini supaya masing-masing koordinator tahu dengan tagus yang akan dilaksanakan”,

Profil Ria Nofita Sari,Siti Hartina,dan Zunnia

T

4 materi yang diberikan pelatih. Alhamdululillah, meskipun baru beberapa hari TC tapi Fita udah hafal 2 materi," kata siswi kelas XI jurusan IPS itu. Hal senada juga disampaikan Siti Hartina (17), siswi kelas XII jurusan IPS di Qur'an Centre Sekupang. Saat MTQ tingkat Batam mewakili Kecamatan Sekupang, ia berhasil meraih Juara 1. Siti mengaku sudah tidak canggung lagi lantaran latihan yang dilakukan hanya menghafal, meskipun dirinya baru bisa menghafal beberapa paket materi saja. "Kalau awal-awal kemarin memang saya agak gugup. Namun, kali ini tidak lagi, apalagi posisi saya kemarin dengan sekarang sama yakni Sari Tilawah. Jadi, saya hanya fokus menghafal saja," kata Siti. Sedangkan Zunnia (19) mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Alqur'an (STIA) Qur'an Centre Sekupang mengungkapkan, di-

digunakan untuk lomba cabang Khat Al-Quran menggunakan meja gambar yang biasa digunakan oleh para arsitek. “Dari beberapa pengalaman kita mengikuti cabang Khat AlQur'an di Kendari, Banten, maupun Ambon maka kita bisa mengadopsi meja gambar yang digunakan di Banten, karena para peserta lomba cabang Khat AlQur'an akan lebih mudah dan nyaman dalam menulis”, ujar Alimuddin. Usai mengikuti rapat, para peserta rapat yang merupakan para koordinator lomba langsung melakukan peninjauan tempat lomba sekaligus menginventarisir semua kebutuhan yang akan segera diusulkan untuk dilengkapi. (fhy/r)

Sudut Alun-alun Pawai Ta’aruf Akan Diikuti 3.400 Peserta

"Harus Bisa Tampil di Tingkat Nasional..." IGA dara manis ini dipercaya untuk mewakili Batam pada MTQ Provinsi yang akan dilaksanakan di Karimun akhir Maret ini. Meski berasal kecamatan yang berbeda, namun, ketiganya sudah tampak kompak. Mereka dipilih berdasarkan prestasi yang diraih ketika MTQ XXVII tingkat Batam beberapa waktu lalu. Ria Nofita Sari (17) siswi MAN 1 Batam, kala itu mewakili Kecamatan Sagulung dalam cabang lomba Syarhil Qur'an dan berhasil meraih Juara 2 mengaku bangga bisa diberi kepercayaan mewakili Batam di Karimun, meskipun ia harus meninggalkan kedua temannya yang kala itu menjadi timnya. "Kalau dibilang sedih, ya sedih. Soalnya kami bertiga itu udah dekat banget. Tapi, nggak apa-apalah, toh ini juga demi keberhasilan tim," ucapnya kepada Haluan Kepri. Fita yang kini dipercaya sebagai Pensyarah akan memfokuskan diri pada hafalan. Ia juga mengakui kini baru bisa menghafal 2 dari 4 paket materi yang diberikan pelatih. Berbekal pelatihan yang ia jalani selama di kecamatan, Fita mengaku tidak merasa kesulitan. "Saat ini Fita harus benarbenar Fokus untuk menghafal

kata Razali Jaya. “Setelah rapat ini, silahk a n m a s i n g - m a s i n g k o o rdinator membuat perencanaan dan komunikasikan dengan Ketua V Bidang Musabaqah. Pada prinsipnya kita harus menyadari bahwa hakekat pelaksanaan MTQ itu terletak pada suksesnya penyelenggaraan bidang musabaqah, karena ruh MTQ adalah pada penyelenggaraan lomba”, kata Razali Jaya lagi. “Meskipun pembukaan MTQ berlangsung luar biasa, namun jika bidang musabaqahnya banyak kendala maka akan timbul kesan kurang baik. Kita harus siapkan semua lini”, ucap Razali. Dalam kesempatan itu, Drs. Alimuddin, penanggung jawab bidang Khat AlQur'an mengusulkan agar meja yang

rinya fokus menjaga suara dan selalu mengulang membaca AlQur'an dengan kaidah lagunya. "Kalau saya lebih fokus menjaga suara dan selalu mengulang - ulang membaca AlQur'an. Yang utama saya pelajari adalah kaidah lagu saat membaca AlQur'an," ucapnya memberi penjelasan. Saat dijumpai di Asrama Haji, Batam Centre, Jumat (14/ 3) ketiga mengaku siap mengharumkan nama Batam. Namun Fita mengungkapkan dirinya bertekad, tidak hanya bisa tampil di tingkat provinsi, namun, juga ingin tampil di tingkat Nasional. "Pokoknya saya harus dapat tampil di tingkat Nasional. Fita yakin kami bisa. Soalnya Fita nggak mau bikin temanteman Fita yang kemarin kecewa. Fita kepingin mereka bangga meskipun hanya Fita sendiri yang berhasil ke Provinsi," imbuhnya. (cw90)

CMYK

TANJUNGPINANG (HK) — Pawai ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXV tingkat Nasional akan diikuti oleh sekitar 3.400 peserta dari 34 provinsi ditambah dari 7 kabupaten dan kota se-Kepri. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri Muramis yang juga merupakan Panitia MTQ Nasional mengungkapkan, jumlah peserta itu bisa lebih dari yang diperkirakan. “Jik a masingmasing provinsi peserta mengirimkan 100 orang dan ditambah peserta dari kota dan kabupaten se Kepri, maka jumlah bisa di atas 3400 orang,” ucap Muramis disela acara Rapat Kerja (Raker) Gubernur Kepri HM Sani dengan Camat, Lurah dan Kades seKepri di Aula Kantor Pemprov Kepri, Jumat (13/3). Diterangnya, pawai ta’aruf itu direncanakan akan dilaksanakan sehari sebelum pelaksanaan MTQ Nasional. “Pawai ta’aruf itu direncanakan akan dibuka oleh Menteri Agama RI, Suryadharma Ali sekitar pukul 14.30 yang dipusatkan di seputar Nagoya sehari sebelum pembukaan MTQ,” ucap Muramis seraya mengatakan untuk start pawai

ta’aruf dimulai dari depan Hotel Pasific dan berakhir di Nagoya Hill. “Para peserta akan pawai sepanjang 1,9 km. Setelah pawai taruf, peserta diberi waktu istirahat selama satu atau dua jam. Setelah itu, kita persilahkan peserta untuk belanja atau jalanjalan di sekitar Nagoya Hill. Setelah itu, peserta akan dijemput dengan bus yang sudah disiapkan panitia,” bebernya lagi. Sesuai rencana, tambah Muramis, jalan yang akan dilalui pawai ta’aruf akan dikosongkan satu jam sebelum acara. “Sekitar pukul 12.00 WIB siang jalan sudah dikosongkan. Petugas akan mengatur wilayah tersebut dengan tidak mengganggu aktifitas masyarakat,” terangnya lagi. Untuk pawai ta’aruf tersebut akan diawali mobil operasional satlantas, diikuti marching band, lalu diiringi pembawa Bendera Merah Putih, bendera MTQ Nasional, kemudian bendera Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB). “Setelah itu baru iringiringan mobil hias peserta dari masing-masing provinsi,” tambahnya. (sut)

Editor: Fery Heriyanto, Layouter: Syahril

Haluankepri 15mar14  

Haluankepri 15mar14

Haluankepri 15mar14  

Haluankepri 15mar14

Advertisement