Page 19

CMYK

Bintan

Sabtu, 15 Maret 2014

Kapal PSDKP Temukan Lokasi Barang Antik BINTAN (HK) — Kapal patroli Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Pesisir (PSDKP) menemukan lokasi pencarian barang antik perairan Numbing, sekitar 30 mil dari pulau Numbing, Bintan, Kamis, (13/3). Reza Fahlepi Liputan Bintan Kapal dengan nama Hiu 010 dengan nomor lambung 210 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Dirjend Perhubungan Laut dengan pangkalan di Batam ini, sempat menyaksikan dari dekat dua kapal yakni, pompong dan speed boat yang diduga mencuri barang antik dari dasar laut perairan tersebut. Saat itu, juga nakhoda kapal nelayan La Nurdin bersama awak kapal sempat menyaksikan aktivitas pengambilan benda berharga tersebut yang sudah lama dilakukan. Tokoh masyarakat

Kecamatan Bintan Pesisir La Mane turut serta menyaksikan bersama sejumlah awak media dan nelayan yang ikut ke lokasi yang diduga menjadi temuan benda antik tersebut pada siang hari. Dari pantauan, saat mengitari kedua kapal tersebut, kapal patroli tidak berapa lama pergi meninggalkan lokasi barang antik. Menurut keterangan dari nakhoda kapal nelayan, kapal patroli tersebut baru hari itu juga tiba di lokasi untuk memantau pengambilan barang antik. La Mane mengatakan, aktifitas pengambilan barang antik tersebut sudah bebera-

REZA/HALUAN KEPRI

BARANG ANTIK — Sejumlah kapal nelayan yang disaksikan kapal patroli PSDKP sedang melakukan aktifitas pengambilan barang antik yang diduga dicuri di perairan Numbing, Kamis, (13/3). pa hari dilakukan di perairan tersebut. “Masyarakat biasa tidak bisa berbuat apa-apa, karena saya juga beberapa kali menyaksikan aktifitas tersebut tidak pernah ada kapal patroli dan baru ini terpantau,” ujarnya.

La Mane berharap Pemerintah agar mengawasi pengambilan barang antik tersebut dan jangan sampai dicuri oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk kepentingan pribadi. Dikatakan, barang antik tersebut

bisa diambil oleh pihak yang tentunya harus sudah memiliki izin dari Pemerintah. Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bintan Wan Rudi I mengatakan, lokasi penemuan barang antik di perairan Numbing tersebut pengawasannya bukan merupakan wewenang dari DKP Bintan, melainkan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Karena jarak tersebut diatas 12 mil dari pulau Numbing dengan wewenang dari pusat dan diatas 4 sampai 12 mil merupakan wewenang Provinsi, sedangkan Bintan sampai 4 mil. “Kapal patroli yang berpangkalan di Batam ini memiliki tugas untuk mengawasi diantaranya illegal fishing dan juga termasuk pencurian barang antik atau benda berharga di dasar laut,” jelasnya. ***

19

Hakka Bintan Antar Air Gratis ke Rumah BINTAN (HK) — Disaat warga kesulitan air bersih karena sumur kering, disebabkan musim kemarau berkepanjangan, begitu juga suplay dari PDAM yang kecil, Himpunan Hakka Sejahtera Indonesia Kabupaten Bintan menghantarkan air bersih gratis ke kampung-kampung di Kecamatan Bintan Timur. Mulai dari kampung Tekojo, kampung Baru Keke, Sei Enam, maupun kawasan Kijang Kota. Penghantaran air yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Hakka Bintan Sufaiadi alias Lukku, didampingi para pengurus lainnya diantaranya Acai. “Kita menghantarkan air ke kampung-kampung, mulai dari Tekojo, dilanjutkan ke Kijang Kota, maupun kampung-kampung Lainnya,” kaga Lukku, Acai, di Sei Enam, Jum’at (14/3). Pembagian air bersih gratis ke warga ini akan dilaksanakan terus-menerus sampai turun hujan. “Kita membagikan air dengan armada 1 lori, dengan kapasitas tangki air-

nya 5 ribu liter. Kegiatan sosial ini akan terus kita laksanakan hingga datangnya hujan,” ujarnya. Salah seorang pemuda yang juga pengurus Hakka Bintan, Eddy yang menyertai penghantaran air ke rumah warga, mengatakan, kegiatan sosial lainnya yang digagas adalah donor darah. Akan diadakan pada bulan Mei, yang digelar serentak di seluruh Indonesia. “Untuk kegiatan donor darah secara nasional dikoordinir oleh Hakka pusat, targetnya terkumpul 5-6 ribu kantong darah untuk seluruh Indonesia,” kata Eddy. Salah seorang warga Sei Enam, pak Itam mengatakan, ia menyambut baik aksi sosial yang dilaksanakan Hakka, ditengahtengah warga yang sedang kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. “Menurut saya, aksi sosial Hakka ini tepat waktu, tepat tempat dan tepat sasaran. Karena memang kemarau ini sudah terlalu lama. Ini adalah kemarau terpanjang bagi saya,” ungkapnya.(rof)

ROFIK/HALUAN KEPRI

HAKKA Bintan turun memberikan air secara gratis kepada warga di kawasan Sei Nam, Kecamatan Bintan Timur, Jum’at, (14/3).

CMYK

Editor:Eddy Supriatna , Layouter: Syahril

Haluankepri 15mar14  

Haluankepri 15mar14

Haluankepri 15mar14  

Haluankepri 15mar14

Advertisement