Page 18

Tanjungpinang

Sabtu, 15 Maret 2014

18

270 Unit Rumah Akan Direnovasi Warga Keluhkan Marka Parkir Jalan Gambir Program RTLH Tak Sesuai Peta Awal TANJUNGPINANG (HK) — Warga jalan Gambir, kawasan Pasar Baru Tanjungpinang mempertanyakan marka parkir bagi kendaraan roda dua dan empat yang dinilai tak sesuai dengan gambar pada perencanaan awal yang dibuat Dinas Perhubungan Informatika dan Informas (Diskominfo) Tanjungpinang sebelumnya. “Dari peta gambar awal yang kita dapati sebelumnya, batas garis parkir untuk kendaraan roda empat hanya enam titik dari kawasan Hotel Mutiara sampai tiang listrik samping ruko tempat usaha saya. Tetapi kenyataannya sekarang kok

tiba-tiba berubah jadi tujuh titik,” kata warga di jalan Gambir, Apeng, kepada Haluan Kepri, Jumat (14/3). Menurutnya, perubahan dan penambahan batas marka parkir untuk mobil merugikan usahanya yang telah ia rintis belasan tahun. Selain itu juga mengurangi pendapatan petugas parkir di kawasan itu. “Mobil yang parkir menghalangi toko saya. Pendapatan saya jadi berkurang karena sepi pembeli,” ucap Apeng. Ia berharap dinas terkait merubah garis batas parkir sesuai gambar awal. “Abang bisa lihat mobil yang parkir bisa berjam-jam di sini. Menghalangi orang datang berbelanja,” keluhnya.

Surat edaran Dishubkominfo Pemko Tanjungpinang Nomor 049/671/Dishubkominfo/2013 tanggal 6 Desember 2013 tentang kawasan tertib lalulintas perparkiran di kawasan pasar Tanjungpinang menyebutkan, kawasan parkir di jalan Gambir mulai dari lorong pasar sayur hingga lorong pasar ikan pelantar 2. Kendaraan yang boleh parkir dibatasi 54 unit untuk roda dua dan enam unit untuk roda empat. Namun perubahan yang terjadi adalah 30 unit untuk kendaraan roda dua dan tujuh unit untuk kendaraan roda empat. Salah seorang petugas parkir di kawasan tersebut saat ditemui mengakui

adanya perubahan peta marka parkir kendaraan. “Dengan kondisi sekarang, jelas berkuranglah pendapatan kita karena makin sempit marka parkir bagi kendaraan roda dua. Padahal pendapatan lebih banyak kita peroleh dari kendaraan itu,” ucapnya. Menyikapi keluhan warga, Kadiskominfo Pemko Tanjungpinang Wan Syamsi mengatakan, pihaknya telah melakukan revisi atas marka perparkiran di sejumlah kawasan termasuk di jalan Gambir. “Awalnya memang seperti itu. Namun hasil kajian kita di lapangan, terpaksa kita lakukan perubahan seperti kondisi saat ini,” kata Wan Syamsi. (nel)

TANJUNGPINANG (HK) — Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tanjungpinang memastikan, dari hasil verifikasi tahun ini, baru 270 unit Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang akan bantuan program Rumah Tak Layak Huni (RTLH). Jumlah tersebut kurang dari target yang telah ditetapkan yakni 388 unit RTS. “Tahun 2014, untuk RTLH kita baru melakukan verifikasi ke lapangan. Data usulan dari seluruh kelurahan yang kita terima, lebih kurang 480 unit RTS yang diminta direnovasi. Setelah kita kroscek, dari total itu yang dinyatakan layak hanya 270,” kata Kepala Dinsosnaker Kota Tanjungpinang Dimyath, Rabu (13/3). Sementara yang dinyata-

kan tidak layak mendapatkan bantuan program RTLH diantaranya karena rumah sudah bagus atau tidak memiliki surat kepemilikan lahan semisal hanya menumpang/menyewa. Dimyath mengatakan, anggaran program RTLH tahun 2014, adalah untuk 388 unit RTS. Tahun lalu hanya berkisar 300 RTS. Program ini berjalan sesuai MoU Pemko Tanjungpinang dengan Pemprov Kepri hingga 2015. MoU harus tuntas pada 2015. Sementara besaran anggaran dari kota dan provinsi adalah satu banding dua. “Sedangkan Kota Tanjungpinang, khusus untuk RTLH totalnya mencapai 1.570 unit RTS. Yang baru direnovasi sejak 2011-2013, masuk tahun 2014 ini lebih kurang baru 900 unit sudah kita lakukan. Ini masih ada

kurang lebih kurang 600 ratusan RTS belum kita renovasi,” ungkapnya. Biaya renovasi untuk satu unit rumah sebesar Rp17 juta dengan ongkos pembangunannya kurang lebih 2,5 persen dari biaya itu. “Ongkosnya 2,5 juta, ongkosnya boleh diberikan kepada tukang yang dipilih/ ditunjuk oleh kelompok yang bersangkutan,” ucap Dimyath. Dimyath mengingatkan aparatur kelurahan agar tidak bermain-main dengan program RTLH. “Saya dapat informasi juga seperti itu. Tak boleh ada KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme,red) kayak gitu. Makanya ada verifikasi. Kalau sampai terjadi, akan saya laporkan. Tm penilai verifikasi dari Disnaker dan PNPM. Setelah itu kita laporkan ke Gubernur selaku ketua tim verifikasi kemiskinan,” tegasnya. (yan)

Tanjungpinang Utus 500 Peserta Meriahkan Pembukaan MTQ V Tingkat Provinsi

TANJUNGPINANG (HK) — Pemerintah Kota Tanjungpinang akan mengirimkan 500 peserta untuk mengikuti pawai taaruf pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatih Quran (MTQ) V Tingkat Propinsi Kepri yang akan digelar 21 Maret di Karimun. “Seluruh SKPD juga akan menjadi peserta ditambah penggembira dan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT). SKPD diwajibkan ikut di barisan,” ujar Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul usai rapat terakhir

persiapan MTQ di Kantor Walikota, Jumat (14/3). Syahrul menjelaskan, peserta pawai taaruf merupakan perwakilan dari setiap kecamatan yang merupakan peserta MTQ VIII Tingkat Kota Tanjungpinang. Semen-

tara para kafilah yang akan mengikuti MTQ berjumlah 42 orang. “Seluruh peserta akan berangkat pada hari Rabu sekitar pukul 08.00 Wib,” ujarnya. Pada pelaksanaan MTQ V Tingkat Provinsi 2014, Pemerintah Kota Tanjungpinang menjagokan cabang Hifzil Quran, Tilawah Quran dan Khot Quran. Syahrul mengatakan, sampai saat ini persiapan kemantapan peserta untuk mengikuti MTQ V Tingkat Provinsi di Kabupaten Karimun pada 21 Maret mendatang sudah mencapai 95 persen. (cw77)

Siswa SMK Indra Sakti Belajar Lagi 12 Guru Tak Jadi Mundur TANJUNGPINANG (HK) — Perseteruan antara pihak Yayasan Pendidikan Indra Sakti Tanjungpinang dengan 12 gurunya berakhir setelah pengawas SMK/SMA dari Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang meminta kesepakatan kedua pihak. Setelah beberapa jam mengelar pertemuan, akhirnya perwakilan guru yakni Yudhi menyatakan kembali menjabat sebagai Kepala Sekolah dan guru-guru tak

jadi mengundurkan diri. Pengawas SMK dan SMA dari Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Nur Erwin mengatakan, pihaknya mendatangi SMK Indra Sakti mempertanyakan tanggungjawab pihak sekolah terhadap siswa-siswi yang terlantar. Pasalnya, Jumat (15/ 3) ini, seluruh siswa kelas XII SMA/SMK akan menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS). "Untuk ujian besok, para siswa masih tetap bisa

mengikuti ujian. Para siswa masih tetap bisa mengikuti Ujian. Semua soal sudah dipersiapkan. Untuk masalah guru mogok mengajar sehingga para siswa menjadi korbannya telah selesai setelah ada kesepakatan dari guru," kata Nur kepada Haluan Kepri, Jumat (14/3) pukul 16.00 WIB. Ketua Yayasan Pendidikan Indra Sakti Tanjungpinang, Rina Suriani mengatakan, setelah rapat belasan guru akhirnya mencabut kembali pernyataan pengunduran dirinya. (cw72)

utama di saat-saat sulit. Alumni Universitas Teknologi Yogyakarta dan SMAN 2 Tanjungpinang ini sangat enerjik. Ia bergabung dengan

Suzuki sejak 11 Februari 2013. Ia senang bekerja di otomotif karena banyak relasi dan selalu berkomunikasi dengan orang banyak. (cw72)

Dari Halaman 17

Bekerja untuk tercinta, Rima selalu memanjatkan doa. Itu menjadi penyemangat baginya. Selaun keluarga, kepada teman kerja juga saling support ter-

Dari Halaman 17

Dinsos Perkenalkan menyosialisasikan momentum perjuangan para pahlawan dan nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung di dalamnya. Edi menambahkan, kegiatan serupa telah dilaksanakan tahun lalu bersama guruguru Sekolah Dasar (SD). Tujuan agar para guru menyampaikan nilai-nilai kepahlawanan kepada murid-muridnya. "Saya kira kegiatan ini

sangat baik," katanya. Di Tanjungpinang, saat ini terdapat 93 Taman Makam Pahlawan. Sebanyak 84 makam pahlawan dan 8 makam veteran dan makam penjaga makam. Tujuan utama dalam kegiatan ini, kata dia, adalah agar para pelajar tidak melupakan kepahlawanan terutama yang berasal dari Provinsi Kepri. "Kita memiliki 2

Dari Halaman 17

Rektor UMRAH Rektor Maswardi sempat menemui mahasiswa, namun kembali masuk ke dalam kampus tanpa memberikan penjelasan sebelum mendengarkan tuntutan mahasiswa. Melihat Rektor tidak peduli, akhirnya mahasiswa masuk ke dalam kampus dan menyegel gedung dengan menuliskan "Disegel Sampai Rektor Diganti' di pintu kaca gedung dengan cat semprot warna merah. Uniknya, aksi para mahasiswa itu tidak dicegah oleh pihak kampus. Tak lama setelah aksi penyegelan, Mawardi kembali keluar dari ruangannya dan menemui pendemo. Namun ia tidak diberikan kesempatan berbicara. Rektor terlihat santai mengatakan bersedia mundur jika alasan mahasiswa jelas. Mendengar ucapan sang rektor, emosi puluhan mahasiswa kembali memuncak. Demo diwarnai aksi dorong mendorong antara mahasiswa dan pihak kampus. Beberapa mahasiswa merangsek mendekati rektor dan menyodorkan surat tuntutan. Dua anggota polisi yang datang untuk mengamankan aksi demo diusir keluar oleh pendemo. Juru bicara aksi, Sueb

pahlawan yaitu Raja Haji dan Raja Haji Fisabililah. Jangan sampai pelajar tidak tahui," ucapnya. Rofiano mengharapkan para pelajar mencintai tanah air dan daerahnya serta bersungguh-sungguh belajar agar dapat membangun daerah. "Hal ini menjadi warisan yang harus kita kembangkan kepada genarasi yang akan datang," puingkasnya. (sut)

mengatakan, rektor tidak memiliki itikad untuk menjawab tuntutan mahasiswa. Sejak memberikan skorsing terhadap salah seorang dosen mereka, rektor belum melakukan klarifikasi dan menjawab tuntutan mahasiswa. Menurutnya, Surat Keputusan Rektor UMRAH Nomor 541/UN53.0/HK.00.15/ 2004 yang men-skorsing dosen tetap kampus itu menunjukkan kepemimpinan otoriter sang rektor. Sanksi yang diberikan kepada dosen yang memberikan komentar kritis terkait mobil dinas dan kasus narkoba di lingkungan DPRD Kepri, kata dia, diputuskan tanpa proses yang berkeadilan dan kental nuansa politis. "Ini sama saja dengan mendiskreditkan independensi perguruan tinggi khususnya UMRAH. Dalam masalah ini, tidak menutup kemungkinan kegagalan pembangunan UMRAH dan pengelolaan manajerial yang buruk. Dalam hal keuangan juga terdapat peran-peran politisi korup yang akhirnya mengorbankan masa depan orang banyak," ungkap Sueb di sela-sela aksi demo. Adapun pernyataan mahasiswa yang ditujukan kepa-

da Rektor UMRAH adalah rektor dikatakan tidak mengedepankan akuntabilitas dan transparasi serta bersifat otoriter; Setiap kejanggalan yang ditemukan lapisan bawah, khususnya mahasiswa, hanya menjadi isapan jempol karena ruang aspirasi tidak tersedia. Ini dinilai merugikan dunia pendidikan tinggi di UMRAH. "Dari lima poin tuntutan mahasiswa, kepemimpinan rektor tidak bisa lagi dilanjutkan demi kebaikan UMRAH. Dia harus mundur. Kalau tidak, cita-cita masyarakat untuk melihat kegemilangan pendidikan tinggi Kepri, khususnya UMRAH, akan sia-sia. Bisa-bisa UMRAH hanya akan melahirkan SDM yang lemah karena terbiasa ditindas di kampusnya. Bila tuntutan ini tidak dipenuhi, maka gedung rektorat disegel sampai waktu yang tidak ditentukan," ucapnya mengancam. Aksi demo mulai reda bertepatan dengan waktu shalat Jumat. Mahasiswa membubarkan diri dengan tertib tanpa pengawalan polisi. Namun para mahasiswa mengancam akan terus berdemo sampai rektor mundur dari jabatannya. *** Editor: Lili, Layouter: Syahril

Haluankepri 15mar14  

Haluankepri 15mar14

Haluankepri 15mar14  

Haluankepri 15mar14

Advertisement