Page 1

EDISI : 088 TAHUN LXIII

MINGGU 31 JULI 2011 M / 30 SYA’BAN 1432 H

HARGA ECERAN

Rp2500

HARI INI TERBIT 24 HALAMAN

SEJARAH MENCATAT, HALUAN TERBIT SEJAK 1948 DAN MENJADI TUAN RUMAH DI NEGERI SENDIRI Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orangorang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka. (QW At Taubah ayat 17)

SUBUH ZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA

04:49 12.23 15.49 18.28 19.43

WIB WIB WIB WIB WIB

Ramadan Bulan Pendidikan Karakter PUASA MERUPAKAN kewajiban yang universal dan sebagai orang yang beragama Islam, maka perlu diyakini bahwa puasa merupakan kewajiban yang disyariatkan untuk setiap muslim/mukmin seperti layaknya sebagai umat dari Nabi Muhammad SAW. Bulan Ramadan selain bulan yang penuh berkah sebenarnya mempunyai beberapa nama julukan. Nama-nama itu merefleksikan makna keberkahan Ramadan yang dapat diraih bagi yang menjalaninya dengan benar. Puasa, bukan sekadar kewajiban tahunan, dengan menahan lapar dan berbuka, kemudian setelah itu hampir tidak berbekas dalam jiwa ataupun dalam bersosialisasi di tengah masyarakat, namun puasa lebih kepada kewajiban yang mampu menggugah moral, akhlak, dan kepedulian kepada hal sosial kemasyarakatan. „

Warga Minang Bogor Adakan Hiburan Semalam Suntuk BOGOR, HALUAN — Menyambut Saum Ramadan 2011, warga Bogor asal Agam dan Bukittinggi, mengadakan acara silaturahim di RRI, Kota Bagor, Sabtu (30/7) kemarin. Acara silaturahim ini dihadiri oleh Bupati Agam Indra Catri dan Ketua Umum Gebu Minang, Ermansyah Jamin Dt. Tanmaliputi. Ketua Panitia, Z. Bandaro Labiah yang juga pengisi acara siaran Minang di RRI Bogor, mengatakan bahwa silaturahim ini selain diisi pengajian juga menggelar hiburan semalam suntuk dengan menampilkan berbagai atraksi kesenian Minang, seperti musik dendang, rabab dan saluang. Menurut dia, acara seperti ini sudah rutin dilakukan di Kota Bogor, baik tingkat nagari maupun tingkat Sumatra Barat dengan menghimpun seluruh warga Minang yang berdiam di kota hujan ini, termasuk yang tinggal di daerah kabupaten Bogor seperto Ciawi, Cibinong, Lewiliang, Citereup dan daerah lainnya.

„ Bersambung ke Halaman 11

SAMBUT RAMADAN — Puluhan santri TPA Al-Khaif Tengerang melakukan aksi keliling dengan membawa berbagai wadah yang bertuliskan ajakan menyemarakkan bulan suci Ramadan 1432 H, Sabtu (30/7). ANTARA

RENCANA MORATORIUM CPNS

Pemprov Belum Merespons

PARA PEMINAT kursi CPNS sementara masih bisa bernapas lega. Karena keputusan final kapan moratorium rekrutmen CPNS diterapkan, belum jelas. PADANG, HALUAN — Sampai hari ini, pemerintah belum mengeluarkan sikap resmi tentang moratorium PNS. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) sendiri masih menanti keputusan tersebut. Namun bila dilihat proses yang sama pada tahun sebelumnya, biasanya pada bulan Juli ini sudah

diketahui alokasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Meski demikian, apa pun keputusan pemerintah, moratorium PNS atau menerima PNS, Pemprov Sumbar dapat menerimanya. Sebab gaji yang diterima para PNS itu dibayar oleh Negara. Lagipula, penerimaan PNS itu tujuannya

bertambah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di tingkat pedesaan/nagari,” kata Kepala Dinas Peternakan Sumbar Edwardi di Padang, Sabtu (30/7). Menurut dia, idealnya mantri atau paramedis hewan satu orang di setiap kecamatan agar pelayanan terhadap kesehatan hewan masyarakat lebih mudah dilakukan. „ Bersambung ke Halaman 11

Dalam Sahur Ada Berkah

S

„ Bersambung ke Halaman 11

Dinas Peternakan Sumbar Kekurangan Mantri Hewan

PADANG, HALUAN— Jumlah mantri hewan di Sumatera Barat masih kurang. Saat ini hanya ada 50 orang, kerena sudah banyak yang pensiun. Makanya, diperlukan penambahan tenaga paramedis hewan tersebut. Karena itu, Dinas Peternakan Sumbar memprogramkan penambahan tenaga paramedis hewan pada 2012 karena jumlahnya semakin berkurang seiring banyak yang pensiun. “Tahun depan ditargetkan 100 tenaga paramedis atau mantri hewan

Oleh: H. MAS’OED ABIDIN

ABDA RASULULLAH SAW: “Bersahurlah kamu, karena dalAm sahur itu ada keberkahan” (Al Hadist riwayat enam perawi hadist kecuali Abu Daud). Sahur adalah pertanda awal pelaksanaan ibadah puasa di setiap hari. Bersahur adalah suatu suruhan (sunnah) Rasulullah SAW, yang juga merupakan rahmat dari Allah. Sahur memiliki kaitan erat dengan ibadah puasa di bulan Ramadan. Sahur hendaklah pelaksanaannya dilambatkan waktunya menjelang mendekati waktu subuh. Maksudnya supaya dapat dipersiapkan kekuatan jasmani di siang hari di kala menahan (imsak), juga supaya salat Subuh sebagai salah satu sendi asas agama Islam itu tidak tercecerkan. Sahur merupakan pembeda antara puasa umat Islam dengan kalangan non-Islam (Yahudi, Nasrani) dan sebagainya.

adalah sebagai penyeimbang dari penerimaan tenaga honorer. “Sampai hari ini belum ada jawaban dari pemerintah pusat tentang usulan formasi CPNS yang kita ajukan beberapa bulan lalu. Bila memang akan ditetapkan moratorium PNS, kita menerimanya, tidak ada masalah. Tapi kita tunggu dulu lah keterangan resmi dari pemerintah,” kata Kepala BKD Sumbar Jayadisman kepada Haluan di Padang Sabtu (30/7).

Bagi masyarakat muslim di Minangkabau makan sahur disebut makan parak siang atau makan sebelum fajar pertanda siang akan datang. Selanjutnya bimbingan Allah dalam firmanNya menyebutkan bahwa pada malam hari bulan Ramadan itu seseorang muslim dapat melakukan hubungan dengan keluarganya, dapat juga makan dan minum hingga terbitnya fajar, sebagaimana isi wahyu Alquran berbunyi: “Wa kuluu waasyrabuu hatta yatayyana lakum al khiatul abyadhu min al khaitil aswadi minal fajr, tsumma atimmu ashshiyaama ila al-laili”. „ Bersambung ke Halaman 11

ANTARA

PETINJU INDONESIA Muhammad Rachman (kiri) berpaling meninggalkan ring saat penyerahan sabuk juara kepada petinju Thailand Pornsawan Porpramook usai pertandingan perebutan gelar kelas terbang mini (47,7 kg) WBA di studio Indosiar, Jakarta, Sabtu (30/7) malam .

Rachman Gagal Pertahankan Gelar

JAKARTA, HALUAN — Petinju ‘Gaek’ Indonesia Muhammad Rachman gagal gagal memenuhi ambisi untuk mempertahankan gelar setelah kalah angka dari penantangnya Pornsawan Por Pramuk pada pertarungan perebutan gelar 12 ronde di Studio 5 Indosiar, Jakarta Sabtu (30/7) malam. Meski cukup banyak mendaratkan pukulan, namun Rachaman harus menerima kenyataan pahit. Dari tiga hakim, satu orang memberikan skor imbang 114-114. Sedangkan dua hakim lainnya memberikan kemenangan untuk Pornsawan dengan skor 115-113, dan 115-113. „ Bersambung ke Halaman 11

SYAMSUL BAHRI TEWAS

Kecelakaan di Jalinsum

SIJUNJUNG, HALUAN — Lagi-lagi jalan lintas sumatera (Jalinsum) yang membentang di Kabupaten Sijunjung menelan korban jiwa.Korbannya, adalah Syamsul Bahri (48).Warga Maloro Kecamatan Kamang Baru ini, tewas dengan kondisi kepala pecah. Kecelakaan maut itu terjadi di Tanjung Lolo Kecamatan Tanjung Gadang, Jumat (29/7) sekitar pukul 19.00 WIB atau berselang 12 jam dengan tabrakan beruntun di Guguk Nenas Tanjung Gadang yang merenggut tiga korban nyawa dan lima lainnya luka-luka. „ Bersambung ke Halaman 11

AWAL RAMADAN

Garuda Kurangi Penerbangan Padang-Jakarta

PADANG, HALUAN — Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengurangi frekuensi penerbangan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ke Bandara SoekarnoHatta (Soetta) Jakarta awal bulan suci Ramadahan. Alasannya, berdasarkan pengalaman tahun lalu, awal Ramadhan ini para penumpang BIM-Soetta sepi, begitu juga sebaliknya. GM PT Garuda Indonesia Cabang Padang, Dedi Irawan di Padang, Sabtu (30/7) mengatakan, pengurangan frekuensi penerbangan pesawat Garuda dari BIM ke Soetta berlaku mulai 1 hingga 6 Agustus 2011. “Biasanya pesawat Garuda berangkat dari BIM menuju Jakarta empat kali dalam satu hari namun awal bulan Ramadhan menjadi tiga kali saja,”katanya. „ Bersambung ke Halaman 11


2

Laporan Utama

MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

Ramadan Bulan Rezeki bagi Semua Orang Laporan: Iwan Dn SYAHRU Ramadan biasanya diramaikan pula dengan wirid pengajian dan tadarus. Pengajian atau ceramah agama disampaikan ulama dan ustad dari berbagai daerah. Jauh hari, pengurus masjid harus mencari ustad yang akan mengisi ceramah agama. Untuk ustad kondang “amplopnya” agar besar. Sedangkan ustad biasa bervariasi antara Rp100 ribu sampai dengan Rp150 ribu. Mencari ustad menjelang Ramadan mudah-mudah sulit pula. Pengurus masjid harus bocking jauh hari sebelumnya. Sebab sang ustad umumnya sudah memiliki jadwal yang dicatat dalam agendanya masing-masing. Rata-rata jadwal mereka terisi penuh. Bahkan ada ustad “naiak duo”. Artinya dalam semalam mengisi dua masjid atau musala. “Ya, Ramadan juga bulan rezeki. Satu kali mengaji dapat amplop bervariasi mulai Rp100 ribu hingga Rp250 ribu, “ ujar A Dt Sampono salah seorang ustad di Batipuh. Selain rezeki bagi ustad, bulan Ramadan juga menjadi ajang pengembangan kreasi ibadah bagi para remaja melalui wirid remaja masjid. Para pelajar tingkat SLTP dan SLTA diwajibkan mencatat ceramah agama sekaligus meminta tanda tangan ustad yang memberikan pengajian. Tujuannya agar anak anak bisa menyimpulkan materi pengajian. Tapi kadang kala siswa “galir” pula, sudahlah mencontek lalu menitipkan pula tanda tangan ustad kepada temannya yang lain. Di beberapa masjid di Batipuh para pelajar diberi kesempatan memberikan ceramah agama selama 7 menit (kultum). Di samping untuk memberanikan diri, mereka juga harus mencari bahan untuk disampaikan. Di bulan Ramadan itu juga lazim dilaksanakan MTQ. Kegiatan ini disponsori Remaja Masjid di masing-masing tempat. “Di kota Padang Panjang selain agenda wirid remaja juga dimanfaatkan untuk melaksanakan pesantren Ramadan,” ujar Wakil Walikota Padang Panjang Edwin Anas. Seluruh sekolah diwajibkan untuk mengikutinya. Berbeda dengan Kabupaten Tanah Datar, pesantren Ramadan tidak diselenggarakan. Bupati Tanah Datar Sadiq Pasadigue menilai, pesantren Ramadan kurang bermanfaat karena belum terpola secara baik. Pemda Luhak Nan Tuo katanya, masih menyusun format yang tepat dengan kurikulum yang jelas. Selama Ramadan di Tanah Datar anak-anak tetap bersekolah kecuali murid SD dan TK kelas 1 sampai dengan 3 diliburkan. “Namun jika orang tua menginginkan anak mereka tetap belajar juga tidak dilarang,” kata Syafrinal, UPT Pendidikan Kecamatan Batipuh. Undangam Babuko Selain maanta pabukoan, di Padang Panjang dan sekitarnya lazim juga masyarakatnya mengundang babuko dalam bulan Ramadan tersebut. Sanak dan famili dekat beserta saudara diundang babuko. Berapa banyak undangan tergantung keadaan ekonomi dia. Pabukoan ada pula yang disediakan di masjid untuk malapeh saha. Saha dimaknai dengan puasa. Malapeh saha orang lain menjadi amal bagi yang menyediakan makanan atau minuman tersebut. “Malapeh saha orang lain adalah ibadah,” kata Yetmawita di Gunung Rajo. „

Ramadan, Bulan Pendidikan Karakter Puasa merupakan kewajiban yang universal dan sebagai orang yang beragama Islam, maka perlu diyakini bahwa puasa merupakan kewajiban yang disyariatkan untuk setiap muslim/mukmin seperti layaknya sebagai umat dari Nabi Muhammad SAW. Laporan: Miazuddin dan Nasrul Azwar

Bulan Ramadan selain bulan yang penuh berkah sebenarnya mempunyai beberapa nama julukan. Nama-nama itu merefleksikan makna keberkahan Ramadan yang dapat diraih bagi yang menjalaninya dengan benar. Puasa, bukan sekadar kewajiban tahunan, dengan menahan lapar dan berbuka, kemudian setelah itu hampir tidak berbekas dalam jiwa ataupun dalam bersosialisasi di tengah masyarakat, namun puasa lebih kepada kewajiban yang mampu menggugah moral, akhlak, dan kepedulian kepada hal sosial kemasyarakatan. Dalam berbagai banyak literatur, dikatakan puasa sarat dengan nilai pendidikan. Paling tidak secara kasat mata, selain aktivitas yang sebenarnya bersifat umum seperti makan pada waktunya sehingga kesehatan kita terjaga, kita juga diajarkan supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan kita. Kapan waktu makan, kapan waktu bekerja, kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah. Jadi, pendidikan itu berhubungan langsung dengan penataan kembali kehidupan kita di segala bidang. Menata kehidupan sesungguhnya bagian dari proses mawas diri atau introspeksi. Jadi, bulan Ramadan sesungguhnya bulan terbaik sebagai masa mawas diri yang intensif. Proses mawas diri melibatkan

evaluasi diri ke wilayah kedalaman jiwa untuk dinyatakan kembali dalam keseharian sebagai akhlak dan perilaku mulai yang membumi. Ramadan kita merasakan sekali suasana ukhuwah di antara kaum muslimin terjalin sangat erat dengan selalu berinteraksi di masjid/musala untuk melakukan salat berjamaah. Dan di antara tetangga juga saling mengantarkan perbukaan sehingga antara kaum muslimin terasa sekali kebersamaan dan kesatuan kita. “Karenanya, tolok ukur keberhasilan seseorang menjalankan puasa Ramadan sebagai manusia yang takwa justru akan terlihat bukan hanya saat puasa dilaksanakan semata. Hasil puasa Ramadan yang optimal dengan kiasan 1000 bulan, justru harus lebih banyak mempengaruhi perilaku manusia di waktu sesudah puasa, yaitu 11 bulan ke depan sampai kematian tiba,” kata Buya Mas’oed Abidin, tokoh ulama Sumateran Barat. Sementara itu, Syamsul Bahri Khatib, Ketua MUI Sumbar menjelaskan, puasa itu mengandung pendidikan karakter tinggi yaitu kejujuran. “Puasa mendidik pada shaim (orang yang berpuasa) mengendalikan diri, nafsu syawat dan mengendalikan keinginan sekalipun kepada yang halal dan diperbolehkan agama, jujur kepada diri sendiri

RAMADAN DI NAGARI-NAGARI

Menyemarakkan Masjid, Mensyiarkan Islam

Laporan:

Haridman Kambang, Kasra Scorpi, Maison, dan Icol Dianto

U

NTUK menyemarakkan Ramadan, sejumlah nagari di Pesisir Selatan menyelenggarakan serangkaian kegiatan. Terkait dengan itu, Pemerintah Nagari Kambang Barat memulainya dengan kegiatan Halal Bil Halal. Halal bil Halal tingkat nagari yang diselenggarakan Kamis (28/7) lalu, yang dipusatkan di Tebing Tinggi itu selain bertujuan untuk saling memaafkan, juga sebagai ajang mensosialisasikan kegiatan pemerintah nagri selama bulan suci Ramadan. Wali Nagari Kambang Barat, Nurlison dalam kesempatan itu mengatakan, bulan Ramadan di nagari tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh umat Islam untuk peningkatan kuantitas dan kualitas ibadah. “Pemerintah nagari mendorong warga mendirikan malam Ramadan. Seluruh mesjid yang ada di nagari itu selain menyelenggarakan salat Tarawih, juga melaksanakan tadarusan,” kata Nurlison. Tadarus menurutnya bisa diikuti oleh seluruh masyarakat, baik remaja maupun orang tua. Tadarus, merupakan konsep pemerintah nagari untuk mengisi malam Ramadan oleh masyarakat. “Berdasarkan pemetaan pemerintah nagari, sejumlah masjid telah memiliki agenda seperti itu,” katanya Disebutkannya, selain itu untuk menjaga mutu dan kualitas ibadah selama bulan Ramadan, pemerintah nagari juga menampung seluruh laporan masyarakat yang merasa terganggu pelaksanaan ibadahnya. “Khusus untuk kenyamanan ibadah, pemerintah nagari sangat membutuhkan laporan dari masyarakat. Dari laporan masyarakat tersebut, pemerintah nagari dengan berkoordinasi dengan Tim-SK 5 Pessel, menindak segala bentuk aktivitas yang mengganggu pelaksanaan ibadah,” kata Nurlison. Sementara itu Ketua Bidang Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan, Baharuddin menyarankan, selain pelaksanaan salat Tarawih dan tadarus, masjid atau sekolah sebaiknya juga mengadakan pesantren Ramadan. “Pesantren Ramadan bagi anak-anak, sementara untuk para dewasa mengaktifkan kuliah subuh atau kuliah tujuh menit. Kegiatan seperti ini juga sangat bermanfaat bagi peningkatan kapasitas ummat,” kata Baharuddin. Selanjutnya MUI Pesisir Selatan melalui Ketua Bidang Fatwa Alimuddin mengatakan, idealnya, bulan Ramadan ini memang dimanfaatkan untuk peningkatan ibadah.

Terbit Sejak 1948 Pendiri H. Kasoema

Penerbit: PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 1985 tanggal 19 November 1985.

“Mudah mudahan setelah Ramadan, kegiatan ibadah selama Ramadan membekas,” katanya. Oleh sebab itu menurutnya, tidak pantas kiranya warga di Pesisir Selatan berbuat yang tidak tidak selama bulan Ramadan. Tinggalkan seluruh kebiasaan buruk, dan gantilah dengan amalan baik. “Jangan nodai Ramadan dengan hal hal yang tidak membawa manfaat. Bagi yang muda-mudi, jangan adalagi istilah asmara subuh. Hal itu sama saja dengan mengotori Ramadan. Oleh karenanya, MUI Pessel mendorong setiap masjid, langgar, musala, surau dan lain sebagainya untuk menyelenggarakan pesantren Ramadan atau kegiatan sejenisnya,” katanya. Agam Sementara itu, di Kabupaten Agam proses belajar mengajar di pondok pesantren selama Ramadan libur total. Para santri diminta guru pulang ke kampung masing-masing untuk meramaikan rumah ibadah. Mereka diminta untuk menjadi imam salat, penceramah agama, mengajar membaca Alquran, memimpin doa bersama dan aktif dalam kegiatan keagamaan lainnya. “Hal itu sudah menjadi tradisi pesantren sejak dulu Bagi santri sendiri kegiatan seperti itu merupakan praktik lapangan terhadap pelajaran yang diterima dari guru-guru di pesantren,” kata Damniryus, Kasi Pondok Psantren Kandepag Agam. Saat ini di Agam terdapat 2 pesantren khusus yang memilki kurikulum tersendiri dengan pelajaran khasnya, yakni telaahan kitab kuning yaitu Pesantren Nurul Yakin di Manggopoh Kecamatan Lubuk Basung dan Ataqwa di Nagari Canduang Koto Laweh Kecamatan Canduang. Selain itu terdapat 25 pesantren yang memakai kurikulum Depag dengan pelajaran dominan agama plus umum. Semua pesantren itu dikelola oleh organisasi keagamaan, yayasan dan pribadi. “Ciri khas psantren memang lebih banyak pelajaran agama yang disertai praktik, sehingga para santri banyak kepandaian dalam melaksanakan ritual keagamaan. Hendaknya kepandaian santri itu dimanfaatkan masyarakat dalam rangka meningkatkan kehidupan beragama di samping sebagai pengembangan diri bagi santri tersebut,” sebut Damniryus. Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Agam, Erwin Umar, selama Ramadan daftar pelajaran diubah, dari pukul 08.00 -09.00 siswa melaksanakan tadarus di kelas masing-masing, dari pukul 09.00-11.45 belajar seperti biasa. Kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama sampai masuk waktu salat Zuhur. Pada salat Zuhur guru dan siswa salat berjemaah. Selama Ramadan para siswa tidak

boleh diberi pekerjaan rumah. Pada malam hari mereka diharuskan mengikuti salat Tarawih, ceramah agama dan tadarus di rumah ibadah di lingkungan tempat tinggal. Sementara pelajaran praktik olahraga dan kegiatan yang menguras tenaga fisik lainnya ditiadakan. Sementara itu surau-surau kaum/suku banyak yang diaktifkan untuk kegiatan Ramadan, seperti halnya Surau Rumbio milik suku Jambak di Jorong Gumarang Nagari III Koto Silungkang kecamatan Palembayan. “Surau ini setiap bulan Ramadan selalu diramaikan anak kemanakan untuk melakukan peribadatan,” kata B Tuanku Basa, tuanku suku Jambak. Padang Panjang Ketua Forum Mubaligh KPTA Padang Panjang Nasrulah Nukma, mengatakan bulan Ramadan termasuk bulan yang ‘mengkader’ umat Islam untuk menjadi manusia sukses dan berprestasi. Aktivitas yang dilakukan pada saat Ramadan, sejatinya, membimbing orang-orang yang menjalankan ibadah puasa agar mencapai predikat muttaqin. “Predikat muttaqin bukanlah predikat yang mudah untuk diraih. Predikat yang membutuhkan cara untuk mendapatkanya. Banyak orang yang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa, kecuali hanya lapar dan dahaga,” kata Nasrulah Nukma. Selain itu, tambahnya, aktivitas Ramadan bukan hanya untuk memperbanyak pahala, tapi juga untuk mengajari orang muslim bagaimana menjadi manusia yang sukses. Orang yang berpuasa dapat menemukan itu melalui puasa yang telah dilalui. “Kapan merasakan bahwa puasanya ‘maksimal’ dan kapan hanya merasakan sekadar melepaskan tuntutan puasa,” katanya. Hadapi Ramadhan Apa Adanya Solok Selatan Dari Solok Selatan Alizar Timbalan, (54), Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPM, PPr & KB) Kabupaten Solok Selatan ini memaknai bulan puasa sebagai latihan kejujuran, mawas diri, dan kedisiplinan. “Bulan puasa hanya mengalihkan jadwal makan dari siang ke malam, malahan makan jadi teratur, berbuka, makan malam dan sahur,” tutur ayah dua putra ini saat ditemui Haluan di ruang kerjanya. Transformasi ibadah wajib ke wujud perbuatan nyata sangat mendukung di bulan Ramadan. Inilah yang dikenal dengan ibadah sosial, beramal membantu sesama, seperti menyantuni fakir miskin dan anak yatim lebih ditingkatkan. “Ibadah puasa sebagai latihan ibadah dan kesehatan, segala materi yang berlebihan tidak begitu penting, hadapi saja Ramadan apa adanya,” katanya. „

tidak mau melampaui batas yang telah ditentukan dan selalu menjaga aturan agama, baik berbentuk surhan maupun latangan (bertakwa),” jelas Syamsul Bahri Khatib. Ibadah puasa memang lain dari ibadah lainnya dalam Islam. Karena ibadah yang satu itu memiliki banyak kandungan hikmah. Kandungan hikmah dimaksud antara lain melatih kepekaan sosial, untuk meningkatkan kesehatan, dan cara praktis mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Tanjung Raya, M Nur Achar, SAg, Penyuluh Agama Islam Fungsional, Kecamatan Ampek Nagari, Jarnaini, S.Ag, Ketua Majelis Ulama (MUI) Kecamatan Palembayan, Thariq Bin Nuh, pemuka agama Nagari Sitanang, Buchari Umar, dan Pemuka Masyarakat Matur Marzan Khatib Bagindo, sepakat mengatakan ibadah puasa memang unik. M Nur Achar mengatakan, umat yang sedang melaksanakan puasa bisa merasakan kalau beberapa penyakit yang mereka idap, jadi sembuh atau berkurang. Itu memang sebuah kehebatan ibadah yang satu itu. Nabi Besar Muhammad SAW dalam sebuah hadisnya menegaskan, kalau umatnya ingin sehat, berpuasalah. Puasa memang untuk kesehatan. Hal itu telah terbukti, dan tak terbantahkan. “Logikanya, selama 11 bulan organ tubuh, terutama organ pencernaan bekerja tanpa henti. Kini, sebulan diistirahatkan. Dalam artian kerjanya diatur sedemikian rupa, sehingga tidak terlalu berat seperti pada bulan-bulan sebelumnya. Dengan keteraturan itu, maka tubuh menjadi sehat,” kata M Nur Achar. Menurut Thariq Bin Nuh, selama berpuasa, umat hidup teratur. Makan-minum teratur, tidur teratur, dan tingkah laku pun teratur sesuai dengan kaidah yang berlaku. Selama berpuasa umat akan hidup dalam sebuah disiplin. Umat yang berdisiplin akan melahirkan tatanan masyarakat yang

harmonis, dinamis, aman, damai, dan tenteram. Bila kondisi itu bisa dipertahankan seusai Ramadan, alangklah akan harmonisnya kehidupan masyarakat Agam, Sumbar, dan Indonesia. “Ramadhan adalah bulan penempaan disiplin tinggi. Disiplin yang diajarkan nabi Besar Muhammad SAW, yang berasal dari Sang Maha Mengetahui, dan Maha Pintar,” ujar dai kondang Agam tersebut. Sementara Jarnaini mengemukakan, ibadah puasa merupakan media pembersih jiwa, dan mendidik umat hidup teratur, untuk mencapai tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi. “Pada bulan Ramadan, Allah SWT menurunkan rahmatNya yang tidak terhingga. Sejak dari dilipatgandakannya pahala ibadah, juga pada bulan itu diturunkan malam Lailatulqadar, malam yang ditunggu-tunggu umat yang mengerti akan arti dan kemuliaan malam tersebut,” terang Jarnaini. Buchari Umar menyebutkan, kalau pada bulan Ramadan itu Allah SWT menurunkan rahmat dan ampunan bagi hambaNya. Merugilah orang yang tidak mengerti, dan tidak melaksanakan ibadah puasa, sedangkan ia mampu melaksanakannya. “Bulan Ramadhan merupakan bulan pembakaran dosa, bulan ampunan, dan bulan rahmat. Makanya, akan sangat rugi umat yang tidak merlaksanakan ibadah,yang hanya datang sekali dalam setahun,” ujar Buchari. Di samping itu, beberapa camat yang berhasil dihubungi menyebutkan, bulan Ramadan merupakan bulan silaturahim antara aparatur pemerintah dengan warganya. Pada bulan itulah sebaikbaik momen untuk mendekatkan diri kepada warga,untuk menjalin dan meningkatkan kualitas hubungan silaturahim, sperti disampaikan Camat Tanjung Raya, Syatria, Camat Matur Helton, Camat Ampek Nagari Syahrul Hamidi, Camat Malalak Bambang. W, dan Camat Palembayan Nazwar.

“Di samping untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, momentum Ramadan juga sangat efektif untuk mendekatkan diri dengan warga. Pada saat itu merupakan momen terbaik untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan kepada warga, agar mereka memahami dan ikut mendukung kegiatan pembangunan menurut semestinya,” ujar Helton, yang diamini rekannya sesama camat. Makanya, selama bulan Ramadan para camat tersebut melakukan kunjungan ke berbagai tempat, terutama rumah ibadah. Di sanalah tempat merajut tali kasih antara warga dan pemimpinnya. “Kami di kecamatan membentuk Tim Ramadan, yang akan mengunjungi warga dan jamaah tarwih, untuk beribadah bersama, dan bersilaturahim,” ujar Syahrul Hamidi. Menurut para camat tersebut, banyak masalah bisa dituntaskan dengan pendekatan kepada warga selama bulan Ramadan. Di samping itu, banyak pula aspirasid an harapan warga bisa diserap langsung, sehingga memudahkan perencanaan pembangunan ke depan. “Ramadhan memang bulan penuh rahmat,” ujar Nazwar. Syatria menghimbau agar momentum Ramadan dimanfaatkan warga dengan sebaikbaiknya. Jangan jadikan Ramadan sebagai bulan laknat, dengan melakukan perbuatan yang tidak diridai Allah SWT. Baik para pemuka agama, pemuka masyarakat, dan para pemimpin di Kabupaten Agam menghimbau agar bulan Ramadan tidak dinodai dengan perbuatan yang bisa merugikan ketertiban dan keamanan masyarakat. Jangan membunyikan meriam bambu, atau petasan, karena itu bisa mengganggu kekhusukan umat yang sedang beribadah. Jangan ngebut-ngebutan di jalan raya, karena bisa mencelakai diri sendiri dan pemakai jalan lainnya. Jadikan Ramadan menjadi bulan yang aman, tertib, dan indah. „

JADWAL TARAWIH ANDA Minggu, 31 JULI 2011/30 SYA’BAN 1432 H NO

TEMPAT

1.

Mushalla Nurul Islam Gurun Laweh Lbk Begalung

PENCERAMAH Martaon Pulungan, SH.I

2.

Mushalla Al-Jadid Kabun Jalan Tunggang

Agusnedi, S.Ag

3.

Masjid Baitul Makmur Perumnas Air Tawar Barat

Drs. Wardi Lubis

4.

Masjid Al Bahrain Purus Atas

Drs. H. Rasyidin Lawat

5.

Masjid Imamuddin Indah II Lapai Padang

Pengurus

6.

Masjid Barkah Kel. Jati Kec. Padang Timur

H. M. Nur Ilyas, M. Ag

7.

Masjid Husnul Khatimah kmp Perum Nuansa Indah

Alman Sabura, S.Pd.i

8.

Masjid Baiturrahman - Jati

Drs. H. Muslim Hamid, MHI

9.

Masjid Hidayah Jalan Tunggang

Pengurus

10.

Mushalla Baitul ‘Arafah Korong Gadang - Kuranji

H. Erizal Ilyas, MA

11.

Masjid Sahara Padang Pasir

Prof. dr. H. Basjiroeddin Ahmad

12.

Masjid Ukhuwah Muhammadiyah Simpang Haru

H. Mansur anwar, B.A

13.

Masjid Raudah Ulak Karang

Asril, M. Ag

14.

Masjid Abrar Bandar Olo

Drs. Novian Adam

15.

Masjid Khairul Ummah Gadut Kelurahan Padang besi

Drs. Nasril, M.Pd.i

16.

Masjid Baitul Muttaqin Pangkalan TNI AU Padang

Drs. M. Nasir Nasution

17.

Masjid Raya Ganting

Drs. H. Asril alam

18.

Masjid Nailussa’adah Alang Laweh Koto

Pengurus

19.

Masjid Nurus Sakinah

Pengurus

20.

Masjid Nurul Iman Sumatera Barat

Pengurus

21.

Mushalla Darul Ishlah

Pengurus

22.

Masjid Nurul Yaqin Belanti

Pengurus

23.

Masjid Al-Wustha Bungo Pasang

Pengurus

24.

Masjid Al-hidayah Siteba

Pengurus

25.

Masjid Baiturrahman Parak Anau- Filano Tabing

Pengurus

26.

Masjid Istiqlal Purus Atas

Pengurus

27.

Masjid Nurul Huda Simpang Piai

Pengurus

28.

Masjid Nurul Ihsan Komp. Arai Pinang Pangambiran

Safrila, S.Ag

29.

Masjid Raya Muhammadiyah Tanjung Sabar

Pengurus / Muspika

30.

Masjid Al-Azhar UNP Padang

Prof. Drs. Nur Anas DJamil

Pemimpin Umum: H. Basrizal Koto. Konsultan Pengembangan Media: H. Hasril Chaniago, Pemimpin Redaksi: Zul Effendi, Pemimpin Perusahaan: Irfan Jasri, Tim Kerja Redaksi: Eko Yanche Edrie (Koordinator), Ismet Fanany MD, Nasrul Azwar, Atviarni, Dodi Nurja, Syamsu Rizal, Afrianita, Gusni Yenti Putri, David Ramadian, Nova Anggraini, Aci Indrawadi, Perdana Putra, Rahmatul Akbar, Gustedria, Reporter: Andika Destika Khagen, Ade Budi Kurniati, Suswinda Ningsih, Mice Angelasari, Rudi Antono, Haswandi, Koresponden: Syamsuardi S, Jon Indra, Ridwan (Bukittinggi), Dedi Salim (Pariaman), Zulkifli, Syafril Nita, IlhamYusardi (Payakumbuh), Atos Indria (Lubuk Sikaping), Miazuddin, Kasra Scorpi (Lubuk Basung), Iwan DN, Darwin Danin (Padang Panjang), Yuldaveri, Emrizal (Batusangkar), M.Junir, Gusmizar (Pasaman Barat), Sabrul Bayang, M.Joni, Haridman (Painan), Syamsuardi Hasan, Riswan Jaya, Alfian, Almito (Solok), Marnus Chaniago (Solok Selatan), Alamsyah Halim, Fadilla Jusman (Sawahlunto), Azneldi (Sijunjung), Maryadi (Dharmasraya), Biro Jakarta: Syafruddin Al (Koordinator), Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: M. Moralis Biro Kepri: Yon Erizon Tim Kerja Usaha: Isbadri Bakri (Koordinator Sirkulasi), Alfarino Ikhsan (Koordinator Promosi), Layout: Andri Idra (Koordinator), Syafrizal, Nurfandri, Rahmad Doni, Rahmi, David Fernanda. Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: redaksi_haluan@yahoo.com, website: http/harianhaluan.com, Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp57.000, Harga eceran Rp2.500,- Tarif iklan: FC: Rp25.000/mm kolom, Produk BW: Rp 10.000/mmkolom, Spot Colour: Rp20.000/mmkolom, Display: Rp 10.000/mmkolom, Sosial BW: Rp 8.000/mmkolom, Sosial FC: Rp 15.000/mmkolom, Iklan Mini(Max 1kolom X50mm) Rp 100.000/1 kali muat, Iklan Baris: Rp 10.000/ baris Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http://www.harianhaluan.com


Nasional

MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

3

KEBAKARAN HUTAN

El Nino jadi Kambing Hitam

JUMLAH hotspot (titik api) penyebab kebakaran hutan terus meninggi hingga Juli 2011. Gejala ini diasumsikan lebih karena ulah manusia. Tapi fenomena el Nino sering dijadikan ‘kambing hitam’.

kota. Titik api paling banyak ditemui di Kabupaten Pesisir Selatan, Pasaman Barat, Dharmasraya dan Solok Selatan. Ini merupakan angka paling tinggi se-panjang 2011. Namun pejabat setempat yang membidangi Pengamanan dan Perlindungan Hutan hanya melemparkan penyebab kebakaran hutan itu pada cuaca ekstrim dan kemarau panjang seabagfai pangkalbalanya. Terpisah, Forest Fire Monitoring Officer WWF Indonesia Dedi Hariri menyatakan, tahun ini titik api terus terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Beberapa daerah bahkan telah memiliki titik api sejak bulan Mei lalu. Tercatat daerah seperti Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah terus memiliki titik api sampai akhir bulan Juni 2011 ini. “Faktor utama memang dilakukan manusia, namun pembakaran tidak dilakukan bila musim kering tidak datang,” urai Dedi. Para pelaku pembakaran hutan diperkirakan sangat memanfaatkan waktu tidak hujan ini, meskipun hanya sehari atau dua hari.

HEMAT UANG, BAKAR SAJA- Hotspot yang kemudian membesar tak terkendal, i seringkal berawal dari keserakahan investor perkebunan sawit yang mengambil jalan pintas dalam membuka areal perkebunan besar. Daripada banyak biaya keluar untuk pembersiahan secara manual dan mekanik, ya ..., dibakar saja.

Tanggung Jawab Perusahaan Dari Sampit dilaporkan, tiga perusahaan besar swasta (PBS) perkebunan kelapa sawit yang ada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, diduga melakukan pembakaran lahan yang menyebabkan terjadinya kabut asap di daerah tersebut. Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur, Suparman, Jumat (8/ 7) mengatakan, ketiga PBS perkebunan kelapa sawit itu

adalah PT Rimba Makmur, PT Adyaksa Kecamatan Parenggean, dan PT Menteng Jaya Sawit Perdana di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Dari ketiga PBS itu, areal kebun yang terbakar luasannya mencapai puluhan hektare dan lahan kebun yang paling luas terbakar adalah milik PT Menteng Jaya Sawit Perdana mencapai 15 hektare lebih. Tim dari BLH Kotawaringin Timur telah turun ke lapangan untuk

CANDU FILM ASING

‘Harry Potter’ Diserbu

DEMAM ‘Harry Potter’ telah melanda dunia semenjak sekuel terakhir film tersebut diluncurkan perdana di Inggris, 7 Juli 2011. Kini, film berjudul ‘Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2’ itu menyebarkan ‘mantranya’ di Indonesia. Sehari setelah kepastian tayang film ‘Harry Potter’ pada Selasa, 26 Juli 2011, sejumlah

bioskop di Jakarta membuka penjualan tiket yang dapat dibeli via M-Tix maupun di loket bioskop langsung. Alhasil, terjadi antrean yang cukup panjang pada Rabu lalu. Para pencinta film berbondongbondong mendatangi bioskop guna mendapatkan tiket, seperti yang terjadi di studio XXI Mal Taman Anggrek. “Rabu baru ambil tiket jam 14.00, an-

treannya ramai banget,” ujar Iman, salah seorang penonton, di studio XXI Mal Taman Anggrek, Jumat, 29 Juli 2011. Hari ini film ‘Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2’ diputar serentak di seluruh Indonesia. Hampir semua bioskop membuka separuh lebih studionya untuk menayangkan sekuel terakhir film ‘Harry Potter’ tersebut. Studio XXI Pondok Indah 1, Jakarta, misalnya, membuka empat dari enam studio untuk final ‘Harry Potter’. Bioskop ini sudah dipadati para penggemar ‘Harry Potter’ yang rata-rata berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa sejak siang. Di antara mereka bahkan ada yang rela bolos dari sekolah demi menyaksikan film yang sudah lama ditunggutunggu tersebut. Mereka pun terlihat antusias tatkala pintu studio dibuka.

Satu orang sempat terjatuh karena terdorong oleh antrean di belakangnya. Suasana di dalam studio pun tak kalah meriah. Saat film tersebut dimulai terdengar teriakan dari bangku penonton menyambut antusias film yang dibintangi Daniel Radcliffe dan Emma Watson itu. Kondisi yang sama juga terjadi di luar Jakarta. Studio XXI Tunjungan Plaza, Surabaya, bahkan membuka seluruh studionya untuk memutar film tersebut. Satu dari empat studio itu menayangkan ‘Harry Potter’ dalam format 3-D. Film yang sempat merajai box office Amerika di pekan perdana pemutarannya itu juga tampak mendominasi layar bioskop di Medan. Sebut saja studio 21 Palladium yang membuka tiga dari empat studionya untuk memutar film itu. Antrean panjang juga terlihat di dua bioskop besar di Yogyakarta. Di studio 21 Plaza Ambarukmo misalnya, terjadi antrean yang cukup panjang hingga luar pintu bioskop. Sementara ratusan orang tampak antre di Empire XXI, sejak pukul 07.00 WIB. Padahal Empire XXI baru dibuka pukul 11.30 WIB. Salah seorang mahasiwa Kedokteran UMY, Abdul Latif, tetap bertahan di dalam antrean yang mengular meski tiket untuk hari ini sudah habis. “Rencananya saya beli tiket untuk nonton hari ini. Kalau tiket untuk hari ini habis, ya terpaksa saya antre beli tiket buat besok,” kata Latif. “Untuk hari ini jumlah penonton 3.500,” kata Ilham Murjayanto, Manajer XXI Yogyakarta, di studio Empire XXI Yogyakarta.„

melakukan pengecekan dan pengukuran areal kebun yang terbakar tersebut. Namun, menurut pengakuan pihak perusahaan, bukan mereka yang melakukan pembakaran, melainkan api berasal dari lahan milik warga yang kemudian menjalar ke areal perkebunan mereka. Yang pasti, apa pun alasannya kebakaran tersebut telah terjadi di areal perkebunan mereka. Dengan demikian, perusahaan harus bertanggung jawab.

Menurut Suparman, meski kebakaran lahan itu tidak disengaja pihak perusahaan, mereka akan tetap dituntut untuk bertanggung jawab karena kejadian itu adalah akibat kelalaian pihak perusahaan. Pemerintah daerah jauh hari sebelumnya telah memberikan peringataan pada seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk waspada dan mengawasi areal kebun mereka masing-masing agar terhindar

dari kebakaran. Maka apabila terjadi kebakaran, hal itu dianggap sebagai kelalaian. Dirinya juga mengimbau masyarakat dan seluruh pihak perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kotawaringin Timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Pembukaan lahan pertanian dengan cara membakar harus dikendalikan agar api tidak menjalar kemana-mana. (h/dn/ant)

Lore Lindu, Taman Nasional yang Merana

TAMAN Nasional Lore Lindu di Sulawesi Tengah menyimpan banyak flora dan fauna endemik. Keanekaragaman hayati itu menjadikan Taman Nasional Lore Lindu ditetapkan UNESCO sebagai cagar biosfer dunia atau sebagai paru-paru dunia bagi kehidupan manusia. Sayangnya, kondisinya saat ini kian memprihatinkan. Pembalakan liar terus terjadi. Belum lagi konflik warga yang merambah kawasan itu dengan pemerintah yang tak kunjung usai. Apa sebenarnya yang terjadi? Sepuluh tahun lalu, ketika memasuki kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), hutan rapat terlihat di kiri kanan jalan. Pohon eucalyptus atau leda berjajar tampak bak serdadu berbaris lantaran batangnya yang bercorak loreng. Kicauan burung bersahutan bak orkestra alam. Di kawasan ini terdapat 200 lebih spesies burung, 30 persen di antaranya adalah endemik atau hanya berada di kawasan ini. Semisal burung gagak berleher putih, burung kancilan ungu, dan burung kipasan Sulawesi. Taman Nasional ini mencapai 217.000 hektare. Namun, kini semua sudah berubah. Hutan yang tadinya rapat kini terbuka. Rumah papan beratap rumbia dan pohon cokelat milik penduduk jadi pengganti hutanhutan rapat ketika memasuki kawasan ini. Jaraknya 60 km arah selatan Kota Palu. Salah satu kawasan taman nasional yang kini menjadi perkampungan itu dikenal sebagai Dongidongi. Warga dari empat desa di sekitar cagar biosfer itu telah merambahnya. Jumlah penduduk yang masuk ke kawasan TNLL sekitar 3.000 jiwa atau lebih dari 1.000 kepala keluarga. Mereka dari Suku Da’a, salah satu subsuku Kaili, suku asli Sulteng. Diperkirakan, hutan rapat yang telah berubah jadi kebun cokelat mencapai 1.500 hektare. Kini warga yang bermukim di kawasan Dongidongi ada yang berasal dari suku Bugis dan suku Jawa. Mereka mengaku membeli tanah dari warga sebelumnya, seperti pengakuan Mama Putri yang sudah tiga tahun tinggal Dongidongi. “Saya di sini cuma buka kios jual sembako, tidak berkebun. Waktu itu saya beli harga tanahnya cuma Rp 1,8 juta, tapi kalau sekarang sudah naik,” katanya. Upaya pemerintah untuk memindahkan warga Dongidongi sejak sepuluh tahun lalu menemui jalan buntu. Warga menolak dipindahkan dengan alasan

ekonomi mereka sudah membaik, tanaman cokelat mereka juga sudah mulai berbuah. Padahal tak ada infrastruktur apa pun di Dongidongi. Seperti pernyataan Widagdo, mantan Kepala Balai TNLL terdahulu, bahwa pemerintah tidak akan membangun sarana dan prasarana di kawasan Dongidongi. Peralihan Dua Zona Kawasan ini merupakan daerah peralihan antara zona Asia dan zona Australia atau Garis Wallace. Garis Walace ini membentang dari Taman Nasional Nani Wartabone Gorontalo hingga Donggala-Poso, Sulawesi Tengah hingga hutan-hutan tropis di Kendari, Sulawesi Tenggara. Sebagai cagar biosfer dunia, taman nasional ini juga dijadikan laboratorium alam dunia bagi pengembangan ilmu pengetahuan, budi daya, rekreasi, dan pariwisata. Bertambahnya jumlah warga yang bermukim di Dongidongi dikhawatirkan memicu pembukaan hutan untuk dijadikan lahan perkebunan cokelat. Setyo Indriyanto, Kepala Bidang Teknis Konservasi, Balai TNLL, aktif berkomunikasi dengan warga setempat. “Kami bekerja sama dengan masyarakat dan memberi pembinaan agar tidak membuka lahan di taman nasional ini. Kita jelaskan, menebang pohon di areal taman nasional melanggar undang undang, bahkan di kemudian hari bisa membahayakan mereka sendiri,” ujarnya. Menurut Setyo, sebagai upaya untuk menghentikan terjadinya pembalakan, pihaknya bekerja sama dengan Polisi Kehutanan menerjunkan sejumlah personel untuk menjaga kawasan tersebut. “Namun, jumlahnya masih kurang. Kalau hanya 46 orang kemudian luas wilayah yang harus dijaga 217.000 hektare, satu orang harus menjaga berapa ribu hektare?” kata Setyo lagi. Idris Tinulele, seorang relawan lingkungan dan peneliti burung mengkhawatirkan tempat pengamatan burung di kawasan tersebut akan pindah bahkan mungkin hilang sama sekali. “Yang paling sensitif untuk burung di sini, semua jenis-jenis yang endemik di sini kan tidak mau tempat terbuka. Dia harus hutan primer. Dengan pembukaan lahan, otomatis wilayah mereka berkurang, wilayah populasinya juga berkurang. Mereka tidak mau beradaptasi dengan yang namanya pembukaan hutan,” kata Idris. (h/dn/sh/ant)

KENALI DARI DINI,

Way of Life!

TERUJI LINTAS

BENUA

SUPAYA JANGAN MENYESAL NANTI ! Sphermatorhoe atau Sakit Jirian Merenggut Kenikmatan Hidup Anda. Ejakulasi Prematur, Sperma terlalu cepat keluar, memang salah satu perusak kebahagiaan perkawinan banyak orang. Termasuk juga diantaranya sering mimpi mengeluarkan sperma, onani, kurang ereksi, gairah hidup rendah, pemalas, pelupa, banyak khayal, dsb. Jika masalah itu ada pada anda, keluarga atau mungkin teman Anda mengalaminya, keselamatan hidup lahir dan bathin sedang terancam. Karena, tiap-tiap orang yang dihinggapi problema demikian, kenikmatan dan kelezatan hidupnya di dunia ini telah hilang. Bahkan, bisa tidak mendapat keturunan, sehingga hidupnya terasing dan sepi.

Untuk itu kami siap membantu :

H. MH. HERBALIST PT. ELANG PERKASA MOTOR : Jl. Khatib Sulaiman No.87 Padang Telp. (0751) 7051422, 7051423 Kantor Cabang : = PAYAKUMBUH : Telp. (0752) 91795 = DHARMASRAYA : Telp. (0754) 71245 HARI MINGGU / LIBUR SHOWROOM TETAP BUKA

Jl. Nipah No. 29 Padang 25118

Dari Pukul 08.00 s/d 11.00 WIB (Siang) dan 15.00 s/d 18.00 (Malam). Hari Minggu & Libur Tetap Buka.

1966

“Tidak terjadi El Nino tahun ini, jadi titik api yang terus meninggi sampai sekarang dipastikan karena kegiatan manusia,” ujar Gunawan Dodo, Kepala Divisi Riset Bidang Kualitas Udara dan Iklim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kamis lalu di Jakarta. Sebelumnya, diperkirakan penyebab tingginya angka titik api karena adanya fenomena iklim bernama El Nino. Hawa panas yang dibawa El Nino diduga menyebabkan faktor pendukung kebakaran hutan menjadi tinggi. Fenomena El Nino tersebut diperkirakan menyebabkan tingginya angka kebakaran hutan pada tahun 1997-1998. Sementara itu, pada tahun 2011 ini titik api terus terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Pulau Sumatera diberitakan memiliki cukup banyak titik api, 36 di antaranya berada di daerah Riau. Sementara Kalimantan Timur mencatat telah memiliki hingga 307 titik api. Sedangkan di Sumbar sejak sebulan terakhir, telah memunculkan sedikitnya 119 titik api, tersebar di seluruh kabupaten/

Permintaan keterangan via Surat, lampiran perangko balasan Rp. 5.000,-


4

Luar Negeri

MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

OSLO GUNCANG LAGI

Breivik, Teroris Anti-Islam

CITRA Norwegia sebagai negara antikekerasan yang rutin menggelar penganugerahan Nobel Perdamaian Dunia seolah runtuh. Bom berkekuatan besar meledak di pusat pemerintahan di Oslo, Jumat lalu. Dua jam usai ledakan, tragedi berlanjut dengan aksi penembakan brutal di Pulau Utoya, 30 kilometer dari Oslo. Lebih 80 orang tewas di pulau itu. Anders Behring Breivik, pria 32 tahun berperawakan tinggi, dengan rambut pirang dan mata biru, dituding sebagai biang keladi tragedi kemanusiaan terburuk sejak Perang Dunia II yang melanda negara Skandinavia itu. Enam jam sebelum aksi sadis itu, Breivik muncul melalui video berdurasi 12 menit bertajuk ‘Knights Templar 2083’ yang diunggah di YouTube. Berpose lengkap dengan senapan otomatis yang digunakan untuk membunuh, ia mengkampanyekan kebencian terhadap Islam dan paham Marxisme. Ia mempersiapkan diri untuk perang salib berikutnya. “Sebelum memulai Perang Salib, kita harus melakukan tugas kita dengan menebangi budaya Marxisme,” demikian salah satu teks yang menyertai video yang diunggah dengan akun BerwickAndrew tersebut. Video itu telah dihapus oleh pengelola YouTube lantaran dianggap terlalu rasis. “(Jika) para multikulturalis elit Eropa terus menolak mengalihkan kekuasaan politik dan militer kepada kekuatan konservatif revolusioner kita, maka Perang Dunia II mungkin akan terlihat seperti piknik bila dibandingkan dengan pembantaian yang akan datang,”

bunyi teks lainnya di video tersebut. Dengan nama samaran Andrew Berwick, ia juga meninggalkan catatan dalam dokumen sepanjang 1.500 halaman yang diunggah di situs Norwegia document.no. Video dan dokumen itu tegas menggambarkan sosoknya yang seorang ekstrimis sayap kanan, Kristen fundamentalis, antiIslam, anti-Marxisme, antiimigran, dan anti-multikulturalisme. Tak hanya itu, Breivik pun membuat akun Facebook dan Twitter sekitar seminggu sebelum melancarkan aksinya. Dari informasi yang tertera di Facebook, Breivik pernah mengenyam sekolah bisnis di barat Oslo. Ia juga memiliki sebuah peternakan di kota kecil Rena, yang dinamai Breivik Geofarm. Masih di halaman Facebook-nya yang kini telah dibekukan, Breivik menulis berhaluan politik konservatif dan memiliki hobi berburu. Buku-buku favoritnya antara lain ‘On Liberty’ karangan John Stuart Mill, ‘1984’ karya George Orwell, dan ‘The Trial’ karangan Franz Kafka. Sementara di Twitter, ia baru membuat satu tweet pada 17 Juli lalu. Menyebut diri sebagai filsuf dan ekonom, ia

membuat tweet, “Seorang yang memiliki keyakinan setara dengan kekuatan 100 ribu orang yang hanya memiliki rasa ketertarikan.” Sebagai seorang Kristen fundamentalis, Breivik tampaknya gelisah dengan semakin banyaknya umat agama lain di Eropa. Sekitar 10 tahun, ia aktif sebagai anggota Partai Kemajuan yang kerap menimbulkan perdebatan menyangkut sikap anti-imigran dan antimultikulturalisme. Partai Kemajuan kini menjadi oposisi. Sementara yang menjadi sasaran serangannya di Pulau Utoya adalah pemuda yang tengah menghadiri Partai Buruh, partai berkuasa saat ini. Jaringan Teroris Berdasar dokumen internet yang kini disita polisi, Breivik diduga merencanakan aksinya sejak 2009. Ia memulainya dengan membangun bisnis pertanian sebagai kedok untuk pembelian bahan peledak. Terbukti pada Mei lalu, ia membeli sekitar 6 ton pupuk yang diduga kuat sebagai bahan baku bom yang meledak di jantung kota Oslo, Jumat lalu. Jika akses membeli bahan baku bom ia miliki lewat usahanya di bidang pertanian, izin kepemilikan senjata api ia miliki melalui hobinya berburu. Di Norwegia, memiliki senjata api pribadi bukan hal sulit. Pada 1 Januari 2010, sebanyak 439 ribu warga Norwegia tertera di Daftar Pemburu Norwegia. Itu artinya, setiap satu dari 10 warga Norwegia memiliki senjata api. Sebagian besar pemilik memilih senjata semi-otomatis dan senapan bolt-action dengan alasan untuk keperluan berburu. Sementara kepiawaiannya

menembak mungkin ia dapat melalui kegiatannya di organisasi sayap kanan neo-nazi Norwegia. Bersama anggota fanatik organisasi ini, ia aktif berlatih menembak di Oslo Gun Club untuk mempersiapkan perang salib berikutnya yang mereka yakini. Sang pengacara, Geir Lippestad, mengatakan Breivik melakukan pemboman dan penembakan itu seorang diri. Merencanakannya sejak lama, Breivik menganggap kebrutalan yang dilakukannya merupakan suatu keharusan, meskipun sangat mengerikan. “Ia mengaku bertanggung jawab,” kata sang pengacara. Meski Breivik, yang tak memiliki catatan kriminal sebelumnya, mengaku sebagai pelaku tunggal, polisi tetap menelusuri kemungkinan keterlibatan orang lain dalam tragedi ini. “Keterangan para saksi penembakan di pulau Utoya membuat kami tidak yakin mengenai kepastian jumlah pelaku,” kata Kepala Polisi Sveinung Sponheim. Terlepas dari perdebatan aksi tunggal atau kelompok, tragedi kemanusiaan tersebut menunjukkan wajah terorisme sesungguhnya. Tragedi yang menewaskan lebih 90 korban tewas, dan puluhan korban luka itu, menegaskan bahwa terorisme tak terkait ajaran agama tertentu. Terorisme sebatas paham menebar ketakutan. Terguncang Lagi Belum hilang duka dan trauma atas serangan ganda pada Jumat pekan lalu , ketegangan kembali menyelimuti ibu kota Norwegia. Kamis pagi, sebuah koper mencurigakan ditemukan dalam sebuah bus bandara yang terparkir di stasiun kereta api utama Kota

DARAH korban ledakan bom tampak membasahi trotoar kota Oslo, Norwegia (AP) Oslo. Petugas keamanan langsung mengevakuasi seluruh calon penumpang dan warga di sekitar stasiun tersebut. Pemerintah juga menerapkan status siaga di Oslo. Di sekitar Oslo Sentralstasjon, petugas keamanan pun segera memasang police line dan larangan melintas. Untungnya, tidak terbukti ada hal yang mengkhawatirkan. “Kami sudah memeriksa seluruh bagian bus dengan mengerahkan anjing pelacak dan robot pendeteksi bom, tetapi tidak menemukan apapun yang berbahaya,” kata Jubir Kepolisian Oslo Sturla Henriksboe, dalam wawancara dengan stasiun televisi TV2. Tak lama setelah pemeriksaan, petugas mencabut police line

dan larangan melintas yang terpasang di stasiun tersebut. Sekitar dua jam kemudian, Oslo Sentralstasjon (Stasiun Sentral Oslo) dibuka lagi. Sedikitnya 200 calon penumpang yang sempat dievakuasi kembali ke stasiun yang berjarak 48 kilometer dari bandara tersebut. “Sekarang semuanya sudah kembali normal. Polisi siaga penuh. Kami tidak takut, tapi kami harus lebih berhati-hati,” papar Randi Roe, warga Oslo yang berprofesi sebagai perawat. Terkait koper mencurigakan itu, polisi mengaku sudah mendapatkan petunjuk. Sejumlah saksi mata menyatakan melihat seorang pria secara tergesa-gesa meninggalkan bus tersebut. Beberapa saat ke-

mudian, sebuah koper ditemukan di dekat pintu bus. Tepatnya di lorong bangku yang berada dekat pintu. Sejak Jumat lalu bus bandara menggantikan kereta api dengan rute yang sama. Bersamaan dengan itu, polisi menemukan bahan peledak di pertanian yang disewa Anders Behring Breivik selama merancang serangannya. Sayang, polisi tak merinci jenis dan jumlah bahan peledak tersebut. Begitu ditemukan dan dipastikan sebagai milik pria 32 tahun itu, bahan peledak tersebut langsung dimusnahkan. Hingga kemarin polisi belum menutup kemungkinan bahwa Breivik tidak beraksi sendirian. (vnc/ap/bbc)

Ramadan di Austria, Diwarnai Aksi Peduli Palestina

SALAH satu sudut kota Wina, Austria

SETIDAKNYA terdapat sekitar 400,000 Muslim di Austria atau sekitar 4% dari 8 juta total penduduk negara itu. Agama Islam secara resmi diakui di Austria sejak 1912 dan menjadi agama kedua terbesar setelah Katholik. Sebagaimana tradisi di negeri Islam lainnya, Muslim di Austria menyambut kehadiran bulan Ramadan dengan penuh suka cita. Mereka menjalankan ibadah shalat tarawih di sekitar lima puluh masjid di Wina dan kota-kota Austria lainnya. Umat Islam Austria juga kerap datang ke masjid secara teratur untuk mendengarkan kajian agama tentang hukum Islam, tafsir al-Qur’an dan ilmu pengetahuan lain. Di Wina juga terdapat sebuah Islamic Center yang didirikan dan dibiayai oleh negara-negara Muslim. Islamic Center ini merupakan pusat informasi dan dakwah Islam. Kuliah-kuliah keagamaan maupun khutbah kerap diberikan oleh kelompok sarjana Muslim terkemuka dari Al-Azhar, Mesir dan tempat-tempat lain. Shalawat tarawih di Islamic Center diadakan secara teratur. Lebih dari itu, Islamic Center ini juga menyediakan hidangan sahur dan buka puasa sepanjang bulan Ramadhan. Menjelang bulan suci Ramadhan,

Muslim di Austria biasanya menggelar kampanye pengumpulan paket lebaran untuk keluarga miskin dan hadiah lebaran untuk anak-anak yatim piatu di Palestina. Kampanye ini dikoordinir oleh organisasi kemanusiaan Palestina yang ada di Austria. Kampanye yang diberi nama Feeding Fasting Palestinians ini mendapat sambutan positif dari Muslim Austria. Mereka berlomba-lomba menginfakkan hartanya. Untuk menyebarluaskan kampanye bantuan bagi warga Palestina ini, warga Muslim Austria menggunakan berbagai cara, seperti penyebaran poster, pemasangan iklan dan jasa pos. Semua bantuan dikirimkan melalui lembaga-lembaga sosial yang beroperasi di wilayah Palestina. Untuk menentukan jatuhnya awal bulan Ramadhan, Muslim Austria sepakat mengikuti Arab Saudi. Sebelumnya, selama bertahun-tahun, warga Muslim yang berasal dari berbagai etnis, seperti Mesir, Suriah dan Turki tersebut, berbedabeda dalam menentukan jatuhnya awal bulan Ramadhan, disesuaikan dengan negara asalnya masing-masing. Terpanas di Bahrain Bahrain akan mengalami Ramadan terpanas dalam 33 tahun terakhir. Para ahli kesehatan memperingatkan agar orang-orang berpuasa secara bijaksana.

Bulan suci itu diperkirakan dimulai pada Senin pekan depan dan berlanjut hingga 30 Agustus. Itu berarti terjadi pada puncak musim panas. Menurut Wakil Presiden Bahrain Astronomical Society, Dr. Waheeb Alnaser Ramadhan. kali ini bukan hanya panas, tapi juga akan berlangsung lebih lama. “Pada hari pertama Ramadan, kita akan berpuasa 14 jam dan 47 menit, dari 3.38 AM hingga 6.25 PM,” kata Alnaser. “Dan pada hari terakhir selama 14 jam dan 5 menit, dari 3.57 AM hingga 6.02 PM.” Ramadan ini secara teoretis akan menjadi terpanas karena jatuh mulai 1 Agustus hingga 29 Agustus, ketika suhu maksimum rata-rata selama 100 tahun terakhir menjadi 51 derajat Celcius, suhu rata-rata 38 Celcius dan 82 persen merupakan kelembapan relatif tertinggi. Akibat suhu ekstrem dan hari-hari yang panjang, ahli kesehatan menyarankan orang yang baru didiagnosis diabetes atau masalah ginjal untuk tidak berpuasa sama sekali. “Saya tidak akan berpura-pura bahwa puasa tidak akan sulit, terutama bagi mereka yang terkena panas atau melakukan aktivitas fisik dalam panas. Mereka akan kehilangan banyak keringat,” ujar Direktur Direktorat Promosi Kesehatan, Dr. Amal Al Jowder. (ti)

ANWAR IBRAHIM:

Saya Bangga

PEMIMPIN — Pemimpin oposisi Malaysia Datuk Anwar Ibrahim mengatakan demokrasi di negaranya sangat memprihatinkan. Bahkan unjuk rasa yang dilakukannya bersama kaos kuning atau kelompok Bersih 2.0 beberapa waktu lalu mendapat tindakan represif dari aparat kepolisian. “Orang-orang yang

ditangkap itu bangga. Kami masih lebih demokratis daripada Burma,” kata Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, pada Forum Publik dengan Datuk Seri Anwar Ibrahim tentang akses terhadap Keadilan, di Puri Imperium, Jakarta, Sabtu (30/ 7). Lebih dari 1.400 orang, kata

Anwar, termasuk dirinya, ditahan oleh aparat pada bentrokan beberapa waktu lalu. Anwar mengalami luka pada kepala dan kakinya, sementara pengawalnya mengalami luka parah pada wajahnya. Media pemerintah mengabarkan demo diikuti sekitar 6.000 orang, sementara Anwar mengatakan massa Bersih 2.0 kala itu mencapai 50.000 orang. “Kita tidak menuntut pemerintah terguling, hanya meminta pemilu yang bersih, jurdil kata orang Indonesianya,” ungkap Anwar. Kelompok oposisi yang dipimpinnya itu, lanjut Anwar, turun langsung ke masjidmasjid, pesantren-pesantren dan ke desa-desa untuk menyampaikan pesan agar terjadi pemilu yang bersih, yaitu media bebas, bebas dari korupsi, dan aturan tidak mengikat kebebasan. “Tapi belum tentu mereka (masyarakat) mau, karena tidak dibayar,” keluhnya. Di Indonesia, lanjut Anwar, masih banyak ruang yang baik bagi media, asosiasi, dan

masyarakat untuk mengekspresikan kebebasan berpendapat dan berkumpul. “Di kita tidak ada,” ungkap Anwar. Kelompok Bersih 2.0 yang dipimpinnya, lanjut Anwar, itu terdiri dari berbagai macam kelompok etnis, baik itu Melayu, China, India, dan etnis lainnya. “Kalau pemimpin UMNO kan slogannya satu Malaysia, Melayu,” kata Anwar. Dalam aksi lalu, Anwar menegaskan bahwa pihaknya meminta waktu selama tiga jam saja untuk melakukan aksi damai namun permintaan yang hanya tiga jam itu tetap saja mendapat kekerasan dari aparat. Meskipun begitu, pihak media pemerintah menuding tindakan yang dilakukan oleh Anwar dan kelompoknya adalah tindakan yang ingin menjatuhkan pemerintahan sehingga Aksi itu tidak mendapat simpati dari masyarakat Malaysia. “Yang pasti pesan yang ingin kami sampaikan kepada rakyat, kepada dunia itu clear,” katanya. (inc)


Lancong

MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

5

TINA AJARKAN KASIH SAYANG

Menelusuri Taman Kasang Kulim

S

ETENGAH jam waktu yang dibutuhkan dalam perjalanan dari pusat Kota Pekan baru menuju Taman Wisata dan Mar gasatwa Kasang Kulim, Pekanbaru, Riau. Anda akan diajak menembus Jalan Kaharuddin Nst. LAPORAN:

DELVI YANDRA SESAMPAI di persimpangan kawasan Pasir Putih saya terus menyusuri jalan yang lurus. Di Simpang Kubang Raya, saya berbelok ke kanan. Dan saya telah meninggalkan Kota Pekanbaru dan semakin dekat menuju Kebun Binatang Kasang Kulim. Ya, tentu saja kebun binatang itu berada di kawasan Kasang Kulim. Saya disambut gerbang dengan replika patung gajah dan relief-relief di salah satu dinding, menggambarkan seorang gadis yang melepaskan berbagai jenis satwa semisal gajah, harimau, singa, rusa, jerapah, orangutan, kanguru dan jenis unggas menuju kapal keberangkatan. Di relief berikutnya, sebuah taman satwa menunggu kapal tersebut berlabuh. Dengan harga tiket Rp13 ribu (dewasa) dan Rp6 ribu (anak-anak), bakal disuguhkan pemandangan yang misterius. Di jalan setapak, saya belum menemukan apa-apa. Tetapi, setelah saya menyusuri jalan menembus goa pendek, berbagai satwa mengawasi langkah kaki saya. Terdengar suara dendang lagu Minang merangsek dari kantin Nila bersama semilir angin. Nila tampak terkantukkantuk dengan bertumpu pada tangannya. Satwa Mengawasi Beberapa ekor kelelawar menatap saya dalam keadaan terbalik. Matanya hitam menyala. Juga beberapa ekor siamang yang tersudut karena pengunjung usil. Seekor macam akar berteduh di kandang sempit sambil mengawasi gerik pengunjung. Dia memastikan tak seorang pun mengusiknya. Saya menyeberangi jembatan kayu yang berderik, membelah danau buatan jadi dua. Beberapa ekor rusa bawean (axis cuhli) bertumpuk dalam kediamannya. Beberapa meter dari sana, dua ekor buaya air tawar irian (crocodylus novaeguineae) tampak tenang di dalam kolam. Seolah tak ada tanda-tanda kehidupan di kandangnya. Di sebelahnya, seekor singa siap menerkam siapa saja yang sangat dekat dengannya. Mau lihat yang imut-imut?

Melangkahlah terus ke depan. Seekor iguana yang gemar memakan serangga kecil berenang di kolam dangkal. Di seberangnya, seekor kakaktua berbulu putih dan sedikit kuning bertengger memandangi danau. Untuk melengkapi liburan anak-anak, tersedia kolam renang, bianglala dan berbagai jenis perosotan dan ayunan. Berkeliling kebun binatang dengan kuda tak ada salahnya juga. Anda akan dapat menyaksikan elang bondol (haliastur indus) mengawasi dari ketinggian. Dua kakinya dengan kokoh mencengkeram batang yang rebah. Basri, penjual es krim roti telah lama mengais rezeki di kebun binatang tersebut. Dia dengan santai melenggang di antara binatang buas dan satwa liar yang terkurung di dalam kandang. “Kalau sudah sore saya berjualan di pasar kaget,” tutur lelaki asal Pariaman ini. Tak jauh, tampak seekor orangutan (pongo pygmaeus) berukuran raksasa sedang dimandikan oleh salah seorang pekerja. Dia tampak senang sekali. Di ujung kebun binatang, dua kandang memuat beberapa ekor beruang madu (helarctos melayanus). Beberapa di antaranya sedang sibuk berguling-guling, yang lainnya tidur dengan pasrah. Juga beberapa unggas lainnya, seperti enggang rangkung (buceros), kasuari dan ayam mutiara (gallus sonneratii) yang mondar mandir dengan cepat. Menyergap apa saja yang mendekat ke mulut kandang. “Kalau gajah masih kita lepas di hutan belakang kebun ini. Kalau hari Sabtu dan Minggu, barulah kita perlihatkan,” tutur Agus, pawang orangutan. Kasih Sayang Sebut saja Tina (22 Kg), seekor orangutan yang mengajarkan kita tentang cinta kasih. Tina gemar sekali bergulingguling di taman. Dia dilepaskan Agus begitu saja, tetapi tetap dalam pengawasan. Jika Anda mengulurkan tangan ke hadapan Tina, maka dia akan meraih tangan itu dan mengajak Anda berkeliling taman. Apapun makanan yang diberikan akan dia sambar dengan tulus. Tapi jangan beri Tina kacang. Dia akan sakit

perut karenanya. Memang, bau tubuh Tina persis seperti bau manusia yang tidak mandi selama seminggu. “Ya meskipun Tina dimandikan tiga kali sehari, bau badannya tetap begitu juga,” ungkap Agus. Beberapa saat kemudian, seorang ibu mengulurkan tangannya. Hap! Tina meraih tangan itu. Ibu mengajak Tina berbelanja es krim. Tentu saja Tina senang dan meraih es krim dengan segera. Setelah itu, Tina berguling lagi dan lagi. Lalu, sejurus kemudian, dai memeluk tubuhnya sendiri. “Kalau siang Tina kita lepaskan, sore kita masukkan dia ke kandangnya lagi.” Terus Direnovasi Berdiri sejak tahun 1991, Kebun Binatang Kasang Kulim terus direnovasi oleh pengelolanya, Desprianto. Saat ditemui Haluan, Rabu (6/7), Desprianto sedang khusyuk membersihkan dan merenovasi kandang ular sanca. Beberapa pekerja lain juga membantunya. Tampak sejauh mata memandang, tumpukan batu bata merah siap untuk membendung pagar pembatas yang akan segera direalisasikan menjelang lebaran tahun ini. Kebun Binatang Kasang Kulim merupakan satu-satunya kebun binatang di Pekanbaru. Secara turun temurun, Desprianto mewarisi hobi orangtuanya yang mencintai binatang. Dari situ, Desprianto belajar mencintai binatang dengan tulus ikhlas. Di tanah seluas 14 hektare, ada sekitar 20 jenis binatang yang dirawat di sana. Mulai dari siamang, macam akar, ular sanca, buaya, beruang madu, gajah, rusa, landak, kuda, singa, kuda nil, sampai pelbagai jenis unggas. Meskipun dalam tahap renovasi, Desprianto berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan pembinaan terhadap kebun binatang yang dikelolanya. Di luar jenis binatang yang merupakan warisan orangtua dan sumbangan masyarakat, Kebun Binatang Kasang Kulim juga tergabung dalam Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) dan di bawah naungan BKSDA, sehingga Desprianto mendapat bantuan binatang dengan sistem barter. Pada Sabtu dan Minggu, dokter dari Dinas Peternakan datang mengecek kondisi binatang di Kebun Binatang Kasang Kulim. Cuaca buruk dan kelalaian petugas menjadi penentu kehidupan satwa yang ada di dalamnya. “Kami memberikan makan yang teratur,” ungkap Desprianto. ***


6

Personal

MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

KKN Berperan Penting Membentuk Karakter Mahasiswa K

DR. IR. FERI ARLIUS DT. SIPADO, M. SC KETUA BADAN PELAKSANA KULIAH KERJA NYATA UNAND

uliah Kerja Nyata atau lebih dikenal dengan KKN, sudah dilaksanakan sejak 30 tahun yang lalu, tepatnya sejak tahun 1971. Universitas Andalas bersama Universitas Gadjah Mada dan Universitas Hasannudin adalah pelopor dari program KKN tersebut.

BIO DA DATTA Nama : Dr. Ir. Feri Arlius Dt. Sipado, M.Sc Tempat/Tanggal Lahir : Tanah Datar / 25 Desember 1967 Agama : Islam Pekerjaan : Dosen Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas Pendidikan : 1. Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian Unand, Padang 2. Agricultural Systems Program, Graduate School Chiang Mai University, Thailand 3. Program Doktor (S3) Ilmu Pertanian di Program Pascasarjana Unpad, Bandung Jabatan : - Ketua Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Andalas - Ketua Laboratorium Sistem Manajemen Pertanian dan Informasi Geografis Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Provinsi Sumbar - Wakil Ketua Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Sumatera Barat - Wakil Ketua Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (Perteta) Provinsi Sumatera Barat - Direktur Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Alumni Yayasan Alumni Fakultas Pertanian Unand (AFTA) - Ketua Bidang pada Pusat Studi Tata Ruang dan Infrastruktur Universitas Andalas - Ketua Bidang pada Pusat Studi Inovasi Universitas Andalas - Komisaris Utama PT. BPR Stigma Andalas - Padang - Ketua Kerjasama Unand dengan Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu untuk Pembangunan Nagari Sejahtera.

PERTANIAN MERUPAKAN sektor yang sangat penting di Sumatera Barat. Sektor pertanian menyerap 46 persen dari angkatan kerja dan memberikan kontribusi 24 persen pada produk domestik regional bruto (PDRB) Sumatera Barat. Sayangnya, sektor pertanian masih saja dililit sejumlah persoalan serius. Masalah sektor pertanian secara umum adalah rendahnya luas kepemilikan lahan petani. Berikut, masalah rendahnya kualitas sumberdaya manusia, serta minimnya sarana, prasarana dan modal. Masalah lain adalah pemasaran dan tata niaga yang tidak menguntungkan petani. Selanjutnya informasi dan teknologi yang sangat terbatas serta kebijakan pertanian pemerintah yang belum optimal dan menyentuh dalam mengembangkan sektor pertanian. Sebagai salah seorang alumni Fakultas Pertanian Unand yang sehari-hari juga bekerja sebagai dosen di Fakultas Teknologi Pertanian Unand, DR. Ir. Feri Arlius Dt. Sipado, M. Sc, selain melaksanakan penelitian, juga aktif dalam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dari kegiatan-kegiatan tersebut ia melihat bahwa permasalahan pertanian itu sangat kompleks. Untuk itu diperlukan peran serta dari semua pihak, termasuk organisasi masyarakat / LSM. Di mata DR Feri Arlius, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) merupakan organisasi yang ia nilai sangat peduli dengan masalah pertanian dan isuisu penting tentang peningkatan kesejahteraan petani. Komitmen dari Ketua Umum HKTI, Prabowo Subianto, terhadap dunia pertanian dan masyarakat tani, telah mendorong DR Feri untuk ikut berkiprah di HKTI. Bahkan akhirnya ia dipercaya petani Suma-

Karena itu, Universitas Andalas dari tahun ke tahun selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan KKN, dengan memberikan pembekalan yang lebih intensif dan terfokus kepada mahasiswa untuk kegiatan-kegiatan selama di lapangan, serta menjalin kerjasama dengan pemerintah dan pihak swasta. Guna mengetahui lebih jauh tentang pelaksanaan KKN di Unand, khususnya untuk tahun 2011 ini, wartawan Haluan Syamsu Rizal mendapat kesempatan untuk mewawancarai Ketua Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unand, DR. Ir. Feri Arlius Dt. Sipado, M. Sc. Padatnya kegiatan yang mesti dilaksanakan oleh Pak Datuak, demikian DR Feri Arlius disapa sebagian besar kalangan yang biasa berinteraksi dengannya, membuat wawancara harus dilakukan dalam sejumlah kesempatan. Beberapa kali sepanjang awal Juli lalu, wawancara dilakukan di ruang kerjanya sebagai Ketua Badan Pelaksana KKN Unand yang terbilang sederhana. Ruangan tersebut berada pada salah satu sudut di lantai dua Rektorat Unand Limau Manis. Meski harus bekerja di ruangan yang terbilang sempit, Doktor jebolan Ilmu Pertanian Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran Bandung ini tetap mampu menunjukkan kepiawaiannya menjadi tuan rumah yang baik. Pria murah senyum ini mampu membuat lawan bicara betah berlama-lama untuk berdiskusi dengannya. Terakhir, wawancara berlangsung di ruangan kerjanya di kantor HKTI Sumatera Barat, yang terletak di salah satu ruas jalan utama di kawasan GOR H Agus Salim Padang. Berikut petikannya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Unand kembali melaksanakan KKN. Berapa jumlah mahasiswa yang

terlibat kali ini? Setiap tahun Universitas Andalas mengirim lebih kurang 3.500 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata. KKN merupakan mata kuliah wajib di Universitas Andalas. Selain itu, KKN juga merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tahun 2010 yang lalu, Universitas Andalas juga merintis Kuliah Kerja Nyata Bersama dengan Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat, yang diikuti oleh Universitas Riau, Universitas Jambi, Universitas Bengkulu, Universitas Sriwijaya, Institut Pertanian Bogor, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Universitas Jakarta dan Universitas Gadjah Mada. Tahun 2011 ini, selain diikuti Perguruan Tinggi Negeri wilayah Barat, KKN di lingkungan Unand juga diikuti mahasiswa dari Universitas Teknologi Malaysia (UTM). Rincian jumlah mahasiswa peserta KKN dari luar Unand adalah 40 mahasiswa dari Universitas Jambi, 20 mahasiswa dari Universitas Sriwijaya, 6 mahasiswa dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan 10 mahasiswa dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Dengan jumlah mahasiswa sedemikian besar, apa saja tujuan yang ingin dicapai lewat KKN? Kuliah Kerja Nyata dilaksanakan mahasiswa dengan didampingi dosen Universitas Andalas. Maksudnya untuk memberikan pembelajaran kepada mahasiswa tentang relevansi antara materi kurikulum yang mereka pelajari di kampus dengan realita pembangunan di tengah-tengah masyarakat. Selain itu KKN adalah salah satu bentuk kegiatan dalam pembentukan karakter mahasiswa terutama dalam beradaptasi dengan masyarakat dan ling-

kungan. KKN juga bertujuan membantu pemecahan persoalanpersoalan yang ada di masyarakat dan sarana aplikasi keilmuan mahasiswa dalam pembangunan dan pengembangan nagari / masyarakat. Tahun 2011 ini, di daerah mana saja KKN Unand dilaksanakan? Tahun ini, KKN Unand dilaksanakan di 13 kota dan kabupaten. Yakni Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Agam, 50 Kota, Tanah Datar, Pariaman, Solok, Pesisir Selatan, Solok Selatan, Dharmasraya, Sijunjung, Kota Sawahlunto dan Kota Pariaman. Untuk pelaksanaan KKN tahun 2011 ini, Universitas Andalas bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mensukseskan Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP). Kerjasama juga dilakukan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat untuk program Nagari SEHATI. Sinergi program KKN untuk pemberdayaan masyarakat juga dilakukan dengan beberapa kota dan kabupaten seperti Kabupaten Agam, 50 Kota, Dharmasraya, Tanah Datar dan Kota Pariaman. Kerjasama lainnya adalah dengan Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), Yayasan Damandiri, serta dalam proses dengan Pertamina, PT Pelindo 2, PT Semen Padang dan sejumlah pihak lainnya. Bisa diterangkan, apa saja hasil yang selama ini telah tercapai? Berbagai kegiatan telah dilaksanakan dalam KKN. Setiap mahasiswa wajib melaksanakan minimal 1 program utama, yaitu program yang berhubungan dengan disiplin ilmunya. Dalam bidang pertanian, beberapa program utama adalah penyuluhan dan demplot pertanian organik, pelatihan membuat pupuk kompos, pelatihan membuat pestisida nabati, penyuluhan budidaya dan pemeliharaan tanaman kakao, pembuatan biogas dari kotoran hewan, pengolahan hasil-hasil pertanian dll. Di bidang kesehatan, mahasiswa KKN bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat mengkampanyekan pola hidup sehat, kecukupan asupan

gizi bagi anak, dokter kecil, mengaktifkan posyandu, pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis dll. Dalam bidang pendidikan, diberikan motivasi untuk berprestasi bagi murid-murid SD, SMP/MTSN, serta tambahan pelajaran dalam bidang ilmu Matematika, Fisika, Kimia, Bahasa Inggris, dll. Selain itu juga diberikan pelatihan kewirausahaan bagi pemuda-pemuda di lokasi KKN. Di beberapa lokasi KKN, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil juga diminta masyarakat untuk membuat rancangan gambar dan biaya untuk pembangunan mushala dan kantor walinagari. Karena setiap mahasiswa wajib membuat minimal 1 kegiatan, maka setidaknya di setiap nagari dengan 20 mahasiswa KKN, dilaksanakan 20 kegiatan dari berbagai bidang ilmu seperti Pertanian, Peternakan, Hukum, Ekonomi, Kedokteran, Sastra, dll. Apakah anggaran yang dibutuhkan untuk melaksanakan KKN cukup tersedia? Permasalahan utama dalam pelaksanaan KKN adalah tidak tersedianya anggaran untuk melaksanakan program. Universitas Andalas hanya menyediakan dana untuk memberikan pembekalan / coaching kepada mahasiswa, dan transportasi untuk dosen dalam mendampingi mahasiswa. Biaya transportasi ke dan di lokasi KKN, serta biaya hidup selama KKN ditanggung oleh mahasiswa. Untuk anggaran pelaksanaan kegiatan, ditanggung secara swadaya oleh mahasiswa dan masyarakat. Namun, ada beberapa kegiatan yang juga dibantu pendanaannya oleh pemerintah daerah / dinas instansi terkait. Bagaimana dengan dukungan dari pemko/pemkab tempat dilaksanakannya KKN? Dukungan dari pemko dan pemkab sangat baik dalam menyambut dan menfasilitasi mahasiswa KKN. Namun kita harapkan, ke depan dukungan ini juga diberikan dalam bentuk anggaran untuk pelaksanaan kegiatan. Jika semua itu terwujud, pelaksanaan KKN pasti akan berjalan lebih baik dan hasil yang bisa dinikmati oleh masyarakat juga akan lebih optimal. (***)

Sejahterakan Petani Lewat Perusda Tani tera Barat untuk menjadi Ketua HKTI Provinsi Sumatera Barat. Selain itu, DR Feri juga berharap, kolaborasi berbagai pihak ini akan dapat memberikan sesuatu yang lebih baik untuk petani khususnya dan masyarakat pada umumnya. Menurut pria yang juga dipercaya sebagai Komisaris Utama PT BPR Stigma Andalas - Padang ini, hal yang sangat mendasar yang perlu segera dilakukan pemerintah adalah memperbaiki pola tata niaga dan distribusi pupuk. Dari waktu ke waktu, petani membeli pupuk jauh di atas harga yang ditetapkan (HET). Ironisnya lagi, bahkan dengan harga yang tinggi sekalipun pupuk belum tentu bisa didapatkan para petani di pasaran. "Perbedaan harga antara pupuk subsidi dengan non subsidi telah menyebabkan terjadinya sejumlah penyelewengan. Mengganti karung pupuk bersubsidi dengan karung non subsidi, dan kemudian menjualnya ke perkebunan-perkebunan dengan harga yang lebih tinggi sudah menjadi berita yang umum di dengar," ujar alumni Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Andalas dan Agricultural Systems Program, Graduate School Chiang Mai University, Thailand ini pula. Permasalahan pupuk ini tidak hanya terjadi di Sumatera Barat, tapi sesungguhnya telah menjadi permasalahan nasional. Jadi, pola dan mekanisme distribusi penyaluran pupuk yang diterapkan pemerintah saat ini dinilai telah gagal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat petani. Ketua Kerjasama Universitas Andalas dengan Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) untuk Pembangunan Nagari Sejahtera ini menambahkan, hal lain yang juga perlu segera diperbaiki adalah

soal pemasaran dan tata niaga produk pertanian. Jerih payah masyarakat petani di sawah dan ladangnya tidak mendapatkan harga jual yang pantas. Akibatnya, petani hanya mendapatkan sedikit uang dari kelebihan biaya produksinya. Mereka tidak dapat menabung untuk mengantisipasi jika terjadi gagal panen. Tidak heran, praktek rentenir dan tengkulak menjadi marak dan tidak bisa dihentikan. Bahkan, untuk komoditi yang spesifik Sumatera Barat, yang menjadi komoditi ekspor, seperti kulit manis dan gambir, petani juga tidak mendapatkan harga yang pantas. Tengkulak dan pedagang besar malah yang menentukan harga dan berapa besar keuntungan untuk mereka. Disaat mekanisme pasar yang sekarang ini pada tata niaga pupuk dan hasil-hasil pertanian tidak berjalan dengan baik dan fair, maka pemerintah perlu segera mengambil tindakan-tindakan untuk penyelamatan kepentingan masyarakat petani. Pemerintah harus lebih peduli dan memberikan campur tangan yang lebih besar untuk mengatur masalah tata niaga pupuk dan hasil pertanian ini. Salah satu jalan yang dapat dilaksanakan Pemerintah Sumatera Barat untuk mengatasi hal ini, menurutnya adalah dengan membentuk Perusahaan Daerah Pertanian (Perusda Tani). Dengan memberikan wewenang kepada Perusda Tani ini untuk mendistribusi pupuk bersubsidi, maka pelaksanaannya lebih mudah dimonitoring dan dikontrol. Selanjutnya, Perusda Tani ini juga diarahkan untuk membeli hasil-hasil pertanian masyarakat dengan harga yang lebih pantas. Dr Feri yang juga tengah disibuk-

IST

KETUA DPD HKTI Sumbar DR. Ir. Feri Arlius Dt. Sipado, M. Sc, bersama Ketua Umum HKTI Prabowo Subianto. kan dengan rencana Reuni 25 Tahun Angkatan 87 SMA Negeri 2 Padang, dimana ia juga dipercaya menjadi ketua alumninya, mengungkapkan Perusda Tani ini juga diminta mengembangkan industri pengolahan hasil-hasil pertanian, sehingga dapat memotong mata rantai pemasaran yang sangat panjang dan

memberikan nilai tambah untuk hasil-hasil pertanian Sumatera Barat. Tentu saja, untuk menjalankan tugas ini, Perusda Tani perlu dipimpin oleh orang yang profesional, yang sudah teruji kemampuannya. Sebagai nagari-nya para saudagar, ia sangat yakin, ada putra-putra terbaik asal Sumatera Barat yang

sudah berkiprah dalam kancah perdagangan nasional dan internasional. Tidak ada masalah kalau kita harus membayar mahal seorang profesional yang mumpuni, asal mampu menyelesaikan permasalahan serta memberikan kontribusi untuk perbaikan sistem dan ekonomi masyarakat. (h/srz)


Rantau

MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

7

MENGGUNAKAN KAPAL TNI AU

DEVI DEANI

BK3AM Fasilitasi Pulang Basamo Anjungan Sumbar di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta

Anjungan Sumbar Gelar Festival Tari Minang Kreasi JAKARTA, HALUAN — Berbagai upaya dilakukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Anjungan Sumbar, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dalam menumbuhkembangkan, dan melestarikan budaya dan kesenian Minangkabau. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah dengan menggelar Festival Tari Minang Kreasi 2011, di Anjungan Sumbar TMII, Minggu (24/7) lalu. Festival itu diikuti 26 peserta dari kategori sanggar dan tingkat sekolah dasar (SD). ”Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkembangkan dan melestarikan budaya serta kesenian Minangkabau di wilayah Jabodetabek. Kegiatan ini rutin kita adakan setiap tahun,” jelas Kepala UPTD Anjungan Sumbar Yusman Yusbar kepada Haluan. Yusman mengaku membatasi jumlah peserta. “Jumlah peserta memang kita batasi mengingatkan keterbatasan waktu pelaksanaannya. Kalau tidak kita batasi pelaksanaannya tidak bisa satu hari. Dengan 26 peserta saja pelaksanaannya bisa sampai sore,” kata Yusman. Yang lebih menarik lagi dari kegiatan festival tersebut adalah bahwa pesertanya tidak hanya putra-putri asal Minang. “Mereka lebih banyak yang bukan orang Minang, terutama dari kategori tingkat SD, karena di sekolah mereka dalam ekstrakurikuler adalah latihan tari-tarian Minang,” jelas Yusman Yusbar. Festival tersebut memperebutkan Piala Gubernur Sumbar, Ketua DPRD Sumbar dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar. Untuk kategori sanggar keluar sebagai juara I adalah Sanggar Padu Rasa, juara II JVT dan juara III Sanggar Saviani. Untuk juara I tingkat SD adalah SD Harapan Baru Bekasi, juara II SD Negeri Cibubur 01 Pagi dan juara ketiga SD Suaka Kartika. (h/sam)

SIMBOLIS — Bantuan dari Perkumpulan Andalas Bangkit yang diterima secara simbolis oleh Bupati Pessel Nasrul Abit

Bangkit Andalas Bantu Warga Kurang Mampu

PADANG, HALUAN — Kepedulian masyarakat Minang yang ada di perantauan, tak perlu diragukan lagi. Mereka bahu membahu membantu sanak saudaranya di kampung. Apalagi di hari baik bulan baik seperti ini. Itu pula yang dilakukan perantau yang tergabung dalam Yayasan Bangkit Andalas, Jakarta. Bantuannya berupa kain sarung 770 buah, Alquran 450 buah, mukena 300 lembar dan sajadah 250 lembar itu, bakal diberikan untuk masyarakat yang kurang mampu. Diharapkan, masyarakat sedikit terbantu dan dapat bersuka cita melaksanakan ibadah selama Ramadan. Ketua Umum Perkumpulan Bangkit Andalas Liestiyana Rizal Gusman didampingi Bendahara Zetra Hendra kepada wartawan, Jumat (29/7), usai penyerahan bantuan VIP Room BIM mengatakan, bantuan yang diberikan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian perantau. Dan ini bukanlah yang terakhir, karena ke

depan masih banyak lagi program kegiatan yang akan disalurkan untuk masyarakat daerah ini. Lewat perkumpulan ini pula para perantau yang tergabung didalamnya turut serta menunjang upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan sosial, budaya, pendidikan, pemberdayaan masyarakat agar lebih trampil, serta merangkul masyarakat untuk lebih peduli pada daerahnya. Perkumpulan ini juga turut menggerakkan sektor UKM. “Kita turut menunjang program pemerintah di segala bidang. Misi kita tiada lain untuk menyelenggarakan pelayanan dan penyuluhan di bidang sosial, budaya, agama, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di bidang kerajinan dan keterampilan,” kata Liestiyana. Bantuan itu diterima Ketua Forum Annisa, Nyonya Anita Ali Asmar. Kemudian secara simbolis diserahkan kepada Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit, yang hadir mewakili kepala daerah lainnya di

Sumbar. Anita dalam laporannya menyebutkan, Forum Annisa adalah wadah berhimpun para istri kepala daerah dan istri pimpinan SKPD di lingkungan Pemprov Sumbar. Misi yang diemban forum ini tak jauh beda dengan misi yang diusung Perkumpulan Bangkit Andalas, diantaranya penyaluran bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu, baik berbentuk pakaian, kain sarung, uang tunai dan lainnya. Forum Annisa juga menggelar pertemuan bulanan sebagai pengikat silaturahmi dan diisi dengan kegiatan wirid pengajian dan kegiatan lainnya. “Baru-baru ini forum Annisa juga menyerahkan bantuan kepada anak yatim berupa pakaian, kain sarung dan uang tunai”, ujar Anita yang didampingi pengurus Forum Annisa lainnya, diantaranya Nyonya Syafrizal, Nyonya Asnol Amri, Nyonya Effie Surya Budhi dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Sumbar Surya Budhi. (h/ vie)

JAKARTA, HALUAN – Meski lebaran 1432 Hijriah masih sebulan lagi, tapi Badan Koordinasi Kemasyarakatan dan Kebudayaan Alam Minangkabau (BK3AM) telah merancang untuk memfasilitasi masyarakat Minang di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pulang basamo dengan menggunakan kapal laut milik TNI Angkatan Laut.

“BK3AM hanya memfasilitasi masyarakat urang awak yang tidak beruntung mendapat tiket pesawat dan bus pulang lebaran untuk menggunakan kapal laut,” kata Ketua BK3AM Zulfahmi Burhan Dt Rajo Bagagar, Jumat (29/7). Pulang basomo dengan menggunakan kapal laut tersebut jelasZulfahmi, adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat Minang di wilayah Jabodetabek yang tidak mendapatkan tiket pesawat dan bus untuk pulang kampung saat lebaran. “Jadi bukan untuk kalangan bawah, tapi bagi mereka yang tidak kebagian tiket pesawat dan bus,” terangnya. Memang ide pulang basamo dengan kapal laut itu kata Zulfahmi, memang kelihatan ketinggal zaman, tapi memang dalam kenyataannya banyak masyarakat yang tidak kebagian tiket pesawat maupun bus untuk pulang kampung saat lebaran. “Biayanya cukup terjangkau, hanya Rp600. 000 untuk pulang dan pergi. Itu sudah termasuk biaya makan selama dalam perjalanan di kapal,” jelasnya lagi. Kapal yang akan membawa rombongan pulang basamo itu akan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok tanggal 26 Agustus dan kembali ke Jakarta dari Pelabuhan Teluk Bayur tanggal 3 September 2011. “Nanti akan kita lepas secara resmi saat pemberangkatan di Tanjung Priok,” kata Zulfami. Sesampai di Teluk Bayur diharapakan disambut secara resmi oleh Pemerintah Provinsi

ZULFAHMI BURHAN

Sumbar. “Kita koordinasikan dan kita harapkan kesediaan gubernur atau wakil gubernur menyambut mereka di Teluk Bayur. Sudah selayaknya pula mereka ini disambut pemerintah daerah karena mereka ini pahlawan devisi Sumbar. Sebab, perantau itu yang sering memberikan bantuan ke kampung halaman mereka masingmasing,” ujarnya. Bahkan Zulfahmi juga mengharapkan pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar turut menjemput mereka yang ikut dalam rombongan pulang basamo itu. “Pemerintah Agam misalnya, menjemput mereka yang berasal dari Agam. Kalau perlu pemerintah Kabupaten Agam menyediakan bus untuk mereka. Begitu juga dengan kabupaten dan kota lainnya. Itulah harapan dan himbauan kita,” tuturnya. (h/sam)

ATAKA Express COURIER & CARGO SERVICE

Lebih Cepat Lebih Baik

Jl. Teknologi Raya No. 104, Siteba Padang, Telp. (0751) 7871716, HP. 081374001716, FAX. (0751) 7056964

PENGIRIMAN DOKUMEN, PAKET & CARGO (Melayani Lokal & Dpmestik ke Seluruh Wilayah Nusantara) Catt : Jemput Antar Alamat JASA PINDAH RUMAH/KOST, PINDAH KANTOR/TOKO/BARANG (Dalam / Luar Kota di Nusantara) EKSPEDISI (PENGANGKUTAN BARANG) Sumatera-Jawa/Nusantara PENGEPAKAN (PACKING) & PENYEDIA ARMADA ANGKUTAN (TRUCKING) AKTIS MURAH, PR CITY COURIER (Pengiriman Dalam Kota; Paket & Dokumen, Billing Statement, AHABAT Kartu Kredit, Brosur, Undangan, dll. DAN BERS Cabang/Outlet ZATAKA : PADANG, Cengkeh : (0751) 775824, Simp. Tinju Lapai : (0751) 7809336, HP. 081320551548 DUKU : (0751) 484169, HP 081374883322, BUKITTINGGI : (0752) 7001516, HP. 081363573535, SOLOK : (0755) 22050, HP. 085274022811, PAINAN : (0756) 22473, HP. 08126745508, MUARO Sjj : (0754) 20250, HP.081374632998, MUARA LABUH : (0755) 70592, HP. 081363814593, Simp. Empat Pasaman : HP. 085263008432, 081363321678, Pulau Punjung : (0754) 40042, HP. 081374044040, Jambi : (0741) 21545, HP. 081927513593, Sungai Penuh : (0748) 323725, JAKARTA : (021) 8608003, 93443910, HP. 0811868308, Pekanbaru : (0761) 5522788, 085271945100 dan Agen/Outlet kami di kota anda

BERYL COPY CENTRE Grosir & Retail Sales, Service, Spare Part & Rental Mesin dari USA Menyediakan Mesin Foto Copy Bermacam Tipe : CANON NP 6050 CANON IR 5000 CANON IR 6000 CANON IR 5020 CANON IR 6020 CANON IR 8500 CANON IR 6570 CANON IR 2200 CANON IR 3300 CANON IR 8500 = Rp.

28 juta

BERYL COPY CENTRE

Hubungi : Jl. Veteran No. 50 Padang Telp. (0751) 32666 Jl. Nangka No. 40 Pekanbaru Telp. (0761) 61360 Jl. Sutan Agung No.07 Jambi Telp. (0741) 32495


MINGGU, 31 JULI 2011 M / 30 SYA’BAN 1432 H

8

8

PIALA DUNIA U-20

Brasil Ditahan Mesir BARRANQUILLA, HALUAN- Piala Dunia FIFA U-20 kembali menghadirkan sensasi. Kali ini terjadi pada pertandingan pertama Grup E. Mesir secara mengejutkan berhasil menahan imbang raksasa Brasil 1-1. Seperti dilansir FIFA.com, Sabtu (30/7), pertandingan yang berjalan di Barranquilla itu berlangsung cukup ketat. Pada babak pertama Brasil mendominasi jalannya laga. 12 menit laga berlangsung, pemain belakang Brasil, Danilo mampu memanfaatkan sepak pojok dengan sundulannya untuk membuka keunggulan Brasil. Namun tak lama berselang, Mesir membalasnya dengan gol yang dicetak Omar Gaber pada menit ke 26. Gaber berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangannya setelah memanfaatkan umpan silang yang gagal dipotong oleh Danilo. Tembakan rendahnya itu juga tak bisa diamankan penjaga gawang Brasil Gabriel. Bahkan Mesir bisa saja memimpin 2-1 atas Brasil pada menit ke 48, jika saja tendangan dari jarak 12 meter Gaber tak melebar. Babak kedua, pertandingan masih berjalan sengit. Kedua kesebelasan bergantian menyerang sehingga alur bola tidak membosankan untuk dilihat. Selain itu pertandingan juga menjurus kasar. Alhasil dari pertandingan keras tersebut, memasuki menit akhir , tepatnya pada menit ke 85, kiper Mesir Ahmed El-Shenawi harus meninggalkan lapangan setelah berbenturan oleh pemain Brasil Henrique. Saat mengejar bola, kaki Henrique tidak sengaja mengenai wajah

DANILO DA SILVA El-Shenawi. Beruntung Mesir masih ada satu jatah pergantian pemain sehingga ElShenawi bisa digantikan oleh kiper cadangan Mohamed Awwad. Namun pergantian kiper tersebut tak mengubah hasil dari pertandingan itu. Skor akhir tetap 1-1. Atas hasil ini, Seleccao Junior tetap berada di posisi pertama ditemani Mesir di posisi kedua. Kedua tim itu mengungguli Panama dan Austria yang juga bermain imbang 0-0 di pertandingan lainnya grup E. Brasil dan Mesir layak memuncaki klasemen Grup E karena produktivitas gol. Pada pertandingan lainnya, Austria ditahan imbang 0-0 oleh Panama. Kejutan juga terjadi ketika Inggris ditahan imbang 0-0 oleh Korea Utara. Sementara Argentina mencatat kemenangan tipis 1-0 atas Meksiko. (h/ okz/pp)


Olahraga Raja Minyak, Raja Bola Oleh: Aditya Mohammad

DI EROPA perburuan pemain sedang sengit-sengitnya terjadi dalam window transfer I yang akan berakhir tanggal 1 September 2011 nanti. Beberapa pemain menjadi komoditas hangat untuk diperebutkan klub-klub yang berambisi menjadi yang terbaik baik di kompetisi dalam negerinya maupun dalam impian meraih title Liga Champions Eropa yang secara de facto berarti menjadi klub terbaik di muka bumi. Cesc Fabregas, Samir Nasri, Neymar, Carlos Tevez, Sergio Aguero, Luka Modric, dan Javier Pastore menjadi bintang yang paling diburu setelah kepastian kemenangan Barcelona dalam perburuan Alexis Sanchez. Sebagian besar klub-klub yang terlibat dalam perburuan pemain-pemain bintang ini adalah klub-klub besar yang secara tradisi dikenal sebagai klub yang memiliki daya tarik paling kuat dari ribuan klub sepakbola yang ada di Eropa berkat deretan trophy juara yang mereka miliki. Namun semua berubah ketika seorang pemuda berumur tiga puluhan bernama Roman Abramovich membeli Chelsea FC tahun 2003. Sejak saat itu seperti menjadi trend bagi para “raja-raja” minyak untuk memiliki klub sepakbola di Eropa. Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan mengikuti jejak bos Sibneft itu dengan membeli Manchester City tahun 2008. Dalam dua tahun belakangan uang minyak mengalir semakin cepat dengan pembelian Malaga CF oleh Abdullah bin Nasser Al Thani dan pembelian Paris Saint Germain oleh Sheikh Hamad bin Jassem bin Jabr Al Thani yang juga dikabarkan berencana membeli kepemilikan Manchester United dari keluarga Glazer dalam waktu dekat ini. Para orang terkaya di dunia ini memiliki SOP tetap dalam proses akuisisinya yaitu sedikit berbicara banyak membeli, berbeda dengan Si Poltak raja minyak dari Medan yang banyak, malah terlalu banyak bicara. Ketika Chelsea dan Manchester City sudah dianggap sebagai klub besar dan mampu bersaing untuk memperebutkan pemain-pemain bernama besar berkat kesuksesan yang telah mereka peroleh, maka Malaga CF dan PSG masih dianggap belum memiliki daya tarik sebesar dua yang pertama. Namun mereka telah berhasil mendapatkan pemain-pemain bagus yang tidak terlalu bernama besar yang membuat mereka tiba-tiba diperhitungkan dalam jalur perebutan juara di level kompetisi domestik mereka. Si Macan Tidur sepakbola Prancis PSG mengumpulkan bintang-bintang lokal Ligue 1 dalam termasuk penyerang Lorient yang sempat diincar oleh Liverpool, Kevin Gameiro. Yang terbaru mereka berhasil memulangkan pemain muda Prancis yang musim kemarin dianggap salah satu penampil terbaik di AS Roma, Jeremy Menez. Yang paling mengejutkan adalah kabar makin merapatnya Javier Pastore Ke PSG daripada ke Chelsea atau duo Milan, AC dan Inter yang juga menginginkan tanda tangannya. Para penduduk Malaga kota yang selama delapan abad berada dalam kekuasaan Khalifah Islam sedang mengalami jatuh cinta lagi kepada Islam berkat akuisisi Malaga CF oleh Abdullah bin Nasser Al Thani dari tangan keluarga Sanz. Malaga CF telah berhasil menggetarkan sepakbola Spanyol berkat transfer musim panas mereka yang sangat dahsyat. Ruud van Nistelrooy, Jeremy Toulalan, Joris Mathijsen, Joaquin Sanchez, Santi Cazorla, serta tiga bintang muda berekomendasi tinggi Diego Buonanotte, Isco, dan Nacho Monreal telah resmi menjadi pengawal panji-panji putih biru Malaga. Sempat juga terdengar kabar mengenai penawaran Malaga kepada Samuel Eto’o. Uang minyak benar-benar telah merubah semua konstelasi persepakbolan Eropa, sebuah klub dalam semalam bisa bertransormasi dari klub medioker menjadi raksasa gendut penghambur uang. Bagaimana dengan Indonesia ditangan bos Grup Medco, Arifin Panigoro yang baru berhasil menguasai PSSI? Saya sarankan agar kita semakin memperbanyak doa kita pada Allah SWT karena raja minyak satu ini tidak mungkin membeli Wesley Sneijder untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia. (*)

MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

9

PSSI UMUMKAN PEMAIN TIMNAS U-23

Fauzan dan Ardian Gagal

PADANG, HALUAN — Dua pemain asal Sumbar, M. Fauzan Djalam dan Ardian Torres yang mengikuti seleksi Timnas U-23 untuk SEA Games 2011 gagal masuk skuad inti. Fauzan yang bermain bersama Semen Padang dan Ardian (Minangkabau FC) gagal bersaing dengan pemain-pemain lainnya. Dalam pengumuman pemain timnas yang dilakukan pelatih kepala Timnas U-23, Ramhad Darmawan, kemarin ada 24 pemain yang lolos seleksi. Mereka adalah penjaga gawang Rifky Mokodompit (Persita) Andretani Adyaksa (Persija) dan Johan Angga kusuma (Persijap). Pemain belakang Abdurrahman (Pelita Jaya), AA.Ngurah Wahyu Trisnsjaya ( Persija ), Septyahadi (PSPS), Irfan Raditya (Arema), Joko Sidik (Bontang FC), Stevie Bonsapia (Persipura), Hasyim Kipuw (Persija) dan Hendro Siswanto (Persela). Pemain tengah Johan Juansyah

(Persijap), Joko Sasongko (Pelita Jaya), Mahardika Lasut (Sriwijaya FC), Juned Hardianto Wibowo (Solo FC), Dendi Santoso (Arema), Ramdani Lestaluhu (Persija), Kim Jeffry Kurniawan (Persema), Zulham Zamrun (Persela). Pemain depan Yongky Aribowo (Arema), Titus Bonai (Persipura), Jajang Mulyana (Sriwijaya FC), Lucas Mandowen (Persipura), Fauzi Rishaldi (Persita). Disamping itu ada enam pemain timnas senior yang dipastikan mendapat tempat yaitu Kurnia Meiga, Egi Melgiansyah, Gunawan Dwicahyo, Ferdinand Sinaga, Octavianus Maniani dan

Irfan Bachdim. Ramhad bersama asistennya, Aji Santoso dan Widodo C. Putro juga memberikan kesempatan kepada empat pemain untuk mengikuti seleksi susulan yaitu Patrick Wanggai (Persidafon), Andik Virmansyah (Persebaya 1927), Marcelino Mandagi (Bontang FC) dan Fery Bayu Thomas (Persela 21). "Kami pertimbangkan sejumlah pemain yang tidak bisa hadir karena mengalami cedera, seperti Andi Vermasnyah dari Persebaya 1927 dan Patrick Wanggai dari Persidafon, Dafonsoro serta Marcelino dan Bayu Thomas," kata Rahmad. Selain itu, sejumlah nama

pemain naturalisasi juga akan dipertimbangkan untuk mengikuti seleksi selanjutnya. "Akan kita usahakan memanggil mereka kembali, sebab pemain naturalisasi yang ada di luar negeri itu juga terikat kontrak dengan klubnya, namun akan kami panggil dalam seleksi selanjutnya," katanya. Sementara itu, enam pemain Timnas U-23 yang saat ini mengikuti timnas senior dalam persiapan Kualifikasi Pra Piala Dunia, juga akan dipanggil bergabung dan mengikuti seleksi selanjutnya. Keenam pemain timnas U23 yang ikut dalam timnas senior itu diantaranya Irfan

Bachdim, Ferdinan Sinaga, Kurnia Mega, Okto Maniani, Egi Melgiansyah. "Keenam pemain anggota timnas senior ini memang tidak mengikuti seleksi di Kota Batu, namun mereka akan kami panggil dalam seleksi terakhir," kata Rahmad. Rahmad mengaku, pihaknya juga masih menunggu keputusan dari Federasi Sepak Bola Asia atau AFC mengenai jumlah pemain yang akan diturunkan dalam SEA GAMES 2011 November mendatang. "Kami tunggu keputusan dari AFC untuk jumlah nominal berapa pemain yang wajib diturunkan dalam SEA GAMES 2011 nantinya," katanya. (h/ant/pp)

Nasuha Masuk Radar Maung

BANDUNG, HALUAN — Bek kiri Persija Jakarta Muhammad Nasuha menjadi rencana masa depan Maung Bandung – julukan Persib – musim depan. Tapi, untuk mendatangkan Nasuha bukan tanpa kendala. Sebab, pemain yang kini kontraknya akan berakhir dengan Persija per Agustus nanti tentu tidak akan dilepas dengan mudah begitu saja. Pemain kelahiran Tangerang, 15 September 1984 memang tidak perlu diragukan lagi penampilannya. Pemain yang memborong satu gol saat tim nasional Indonesia menjamu Turkmenistan, Kamis (28/7) lalu berpeluang besar lantaran manajemen mulai mengincar pemain yang dibidik pelatih musim depan. Meski nama pelatih belum juga diumumkan Manajer Persib Umuh Muchtar, nama Nasuha mencuat lantaran punya caps yang cukup baik di timnas. Mantan pemain Sriwijaya juga merupakan salah satu pilar lini pertahanan yang juga kerap mencetak gol bagi Persija. Pada laga timnas di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pun, Umuh sengaja datang untuk memantau beberapa pemain termasuk Nasuha. Kehadiran Umuh di Jakarta disebut sebagai ajang melobi sejumlah pemain. "Selain memberikan dukungan kepada timnas Indonesia, sekalian memantau pemain juga," kata Umuh kepada wartawan. Diutarakan manajer yang sepertinya tidak mau kalah bersaing dengan klub lain dalam mendatangkan pemain, sejumlah pemain berkostum timnas menjadi bidikan utama. Bahkan usai timnas bermain, Umuh ingin langsung membuka komunikasi dengan pemain besangkutan. "Kita lihat saja nanti kalau semuanya sudah ada kejelasan, baru saya akan katakan," terangnya lagi. Nasuha sendiri akan diproyeksikan mengisi lini belakang. Musim lalu, dalam

BERI UMPAN — Pebola voli Indonesia Bagus Wahyu Ardyanto (kedua kanan) memberikan umpan kepada Affan Priyo Wicaksono dalam pertandingan melawan klub Chang Thailand pada perebutan peringkat lima Kejuaraan Bola Voli Putra Asia Antarklub 2011 di Palembang, Sabtu (30/7).

VOLI ANTARKLUB ASIA

Indonesia Peringkat Enam beberapa kesempatan, Pangeran Biru mendapat kritikan soal lemahnya pengawalan lini belakang. Di musim 2010/2011 gol yang bersarang di gawang Markus Horison mencapai jumlah yang cukup tinggi yakni 43 kali. Total Cristian Gonzales dkk menjalani 28 partai dengan mengumpulkan 39 angka hasil dari 11 kemenangan, 11 kalah dan 6 imbang. Di musim lalu Nasuha cukup bersaing dengan pilar pertahanan Persija semisal Erick Bayemi, Precious Emuejeraye, dan Ambrizal. Selama berkostum Macan Kemayoran – julukan Persija – Nasuha sudah bermain sebanyak 15 kali. Penampilan terbaiknya dirasakan saat berkostum Sriwijaya yang kala itu juga dilatih Rahmad, Nasuha bermain sebanyak 28 kali. Bila Nasuha benar-benar merapat, tidak mungkin bila sejumlah pemain akan hengkang dari Persib. Isnan Ali yang bermain di posisi yang sama bukan tidak mungkin akan kehilangan tempat di musim depan. Nama pemain lainnya Nova Arianto juga akan terancam kehilangan masa depan. Penampilan Nova di musim lalu terbilang kurang kontribusinya pada tim. (h/okz/pp)

PALEMBANG, HALUAN — Klub Bank Sumselbabel yang mewakili tuan rumah Indonesia tampil antiklimaks ketika menyerah 1-3 (23-25, 25-20, 2225, 17-25) kepada Chang (Thailand) pada pertandingan perebutan peringkat kelima pada Kejuaraan Bola Voli Antarklub Putra Asia yang berakhir di Palembang, Sabtu. Dengan kekalahan di pertandingan hari terakhir itu, tuan rumah yang pada pertandingan sebelum tampil mengesankan dengan mengalahkan tim tangguh Qatar dengan skor telak 3-0, harus puas menempati peringkat keenam dari 12 negara peserta. Disaksikan sekitar 3000 penonton yang memadati stadion "Palembang Sport & Convention Center" yang juga akan dipakai sebagai arena SEA Games 2011 itu, pemain tuan rumah seperti bermain tanpa semangat, berbeda dengan pertandingan-pertandingan sebelumnya. Thailand yang juga diperkuat oleh pemain yang disiapkan menghadapi pesta olahraga Asia Tenggara, itu membuka pertandingan dengan merebut set pertama dengan skor 25-23, tapi tuan rumah berhasil merebut set kedua dengan skor 25-22

untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Pada set ketiga, Indonesia mampu mengimbangi permainan lawan ketika terjadi skor imbang sampai 18-18, sebelum Thailand kembali melaju untuk akhirnya merebut set tersebut dengan skor 25-22. Harapan para penonton untuk menyaksikan kebangkitan tim Indonesia pada set keempat tidak terwujud karena klub juara Proliga itu selalu tertinggal sejak awal dan tidak pernah bangkit untuk mengejar ketinggalan. Tim Indonesia yang dimotori Ramzil Huda, Agung Seganti, Bagus Wahyu dan Andri tersebut tampak frustrasi menembus ketatnya pertahanan Thailand yang mengandalkan Jirayu Raksaew, Wanchai Tabwises dan Montri Vaenpradab. Dalam waktu relatif singkat, Thailand melaju 16-9 dan tandatanda kekalahan Indonesia mulai terlihat ketika sudah tertinggal semakin jauh dengan skor 1321. Tanpa mengendorkan serangan, Thailand akhirnya tidak tertahankan untuk memenangi pertandingan dengan skor 2517 dan sekaligus menempati peringkat kelima. Usai pertandingan, asisten

pelatih Dadang Sudrajat mengakui bahwa para pemain tampil antiklimaks, dan berbeda dengan permainan saat mengalahkan Qatar dengan skor telak 3-0 sehari sebelumnya, atau saat berhadapan dengan Iran, meski akhirnya kalah 1-3. "Memang kalau berhadapan dengan negara sesama dari Asia Tenggara, ada perasaan tegang karena mereka nanti akan menjadi lawan di SEA Games," kata Dadang memberikan alasan. "Ketika sudah tertinggal agak jauh dan banyak smes-smes yang berhasil diblok lawan, rasa percaya diri pemain mulai goyah dan akhirnya permainan menjadi tidak berkembang," ucapnya, menambahkan. Sementara itu, pelatih kepala Thailand Monchai Supajirakul mengakui bahwa sebagian pemain juga dipersiapkan menghadapi SEA Games 2011 yang akan berlangsung 11-22 November mendatang. "Kami juga menjadikan kejuaraan ini sebagai ajang uji coba. Saya melihat bahwa Indonesia tetap sebagai tim tangguh di SEA Games nanti karena selalu menjadi juara dalam beberapa tahun terakhir ini," kata Monchai melalui seorang penerjemah. (h/ant)

DIBALIK SUKSES TIMNAS INDONESIA

Antara Rijsbergen dengan Riedl INDONESIA BERHASIL menyingkirkan Turkmenistan pada ajang kualifikasi babak kedua Piala Dunia 2014 dengan agregat 5-4. Indonesia sukses menahan imbang 1-1 negeri pecahan Uni Soviet itu di kandang lawan dan menang 4-3 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Hasil itu membuat Indonesia menciptakan sejarah tersendiri. Ini merupakan prestasi terbaik kedua Indonesia setelah pada kualifikasi Piala Dunia 1986 ketika Indonesia hampir saja lolos namun dikalahkan di babak play off oleh Korsel. Tidak banyak yang memprediksi Indonesia akan bisa lolos dari hadangan Turkmenistan. Maklum, selain persiapan Indonesia yang minim yaitu

hanya dua minggu saja. Disamping itu kepengurusan PSSI baru saja terbentuk. Dan yang lebih parahnya lagi terjadi pergantian pelatih dari Alfred Riedl kepada Wilhemus Rijsbergen. Semua kekurangan itu membuat Indonesia tidak diunggulkan lolos. Namun ada satu yang menarik yaitu Rijsbergen menyatakan optimisnya Indonesia bisa lolos. Pelatih asal Belanda itu pede mengatakan Indonesia akan lolos. Itu dia lontarkan jelang leg pertama di kandang Turkmenistan. Banyak pihak yang mencibir dan menganggap pengangkatan Rijsbergen merupakan blunder pertama PSSI dibawah kepengurusan Djohar Arifin. Seiring dengan waktu,

Oleh: PERDANA PUTRA

sekarang Rijsbergen menjadi pujaan baru Indonesia karena mampu meloloskan Merah Putih dengan sejajar bersama 20 tim terbaik Asia lainnya. Apa kuncinya? Saya melihat kunci Rijsbergen adalah kepercayaan diri yang ditanamkan kepada pemain. Disamping itu secara strategi, pemanggilan kembali Boaz Salossa, M. Ilham dan Ricardo Salampesy merupakan faktor utama keberhasilan Rijsbergen bersama Rahmad Darmawan, Aji Santoso serta Widodo C. Putro ini. Kepercayaan tinggi pemain terbukti mampu mengimbangi Turkmenistan di leg pertama. Bermain di lapangan jelak, Indonesia malahan sebenarnya bisa memenangkan pertandingan

karena tuan rumah bermain dengan 10 orang. Tiga pemain yang dipanggil Rijsbergen menjadi aktor utama Indonesia. Salampesy di belakang, Ilham di sayap dan Boaz di depan. Mereka mampu menghidupkan permainan Indonesia. Malahan M. Ilham menjadi pahlawan Indonesia ketika menahan imbang 1-1 Turkmenistan di leg pertama. Andai Ilham tidak mencetak gol, maka percuma saja kemenangan 4-3 Indonesia di leg kedua. Permainan Boaz, Ilham dan Salampessi semakin menjadijadi di leg kedua. Kendati Boaz tidak mencetak gol pada pertandingan itu, namun akselerasinya di lapangan memberi ruang gerak kepada rekannya Cristian Gonzales. Gol Pertama

Gonzales adalah umpan dari Ilham, gol kedua Gonzales umpan dari Boaz begitu juga dengan gol ketiga M. Nasuha. Harus diakui bahwa faktor persiapan yang minim membuat fisik pemain menjadi drop. Setelah tampil agresif disepanjang babak pertama, kemenangan 3-0 kemudian menjadi 4-1 gagal dipertahankan. Turkmenistan mampu menciptakan dua gol setelah hanya bermain dengan 10 orang. Ini merupakan PR utama Rijsbergen jelang putaran ketiga nanti. Andai Indonesia tampil konstan seperti babak pertama, bukan mustahil Indonesia mampu mengimbangi Arab Saudi maupun Jepang sekalian. Sebenarnya Rijsbergen harus berterimakasih kepada pen-

dahulunya Alfred Riedl yang sudah membuat kerangka tim. Maklum, Rijsbergen mempertahankan mayoritas pemain terdahulu. Jika Rijsbergen merombak tim, saya yakin Indonesia tidak akan mampu lolos dari hadangan Turkmenistan. Sekarang masyarakat Indonesia sudah dipastikan ingin melihat ‘lacuik tangan’ pelatih asal Belanda ini. Jika mampu membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia, mungkin nama Rijsbergen akan melegenda di Indonesia. Namun jika tidak, namanya hanya numpang lewat. Setidaknya, Rijsbergen harus mampu mengimbangi perlawanan timtim kuat Asia agar jangan sampai menjadi lumbung gol. Ayo Mister, kamu pasti bisa. (*)


10

Rendo

MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

Garah Si Mantaba

KONSULTASI HUKUM

“MARHABAN YA RAMADAN”

Diasuh Oleh: Rusdi Zen

Rumah di Tanah Bagian Istri PERTANYAAN: Bapak Konsultasi Hukum yang terhormat. Saya Apri, di Padang. Saya memiliki empat orang anak, seluruhnya laki-laki. Istri saya telah meninggal. Saya membangun rumah di atas tanah pusaka yang telah jadi jatah istri. Namun belakangan, mertua saya ingin menguasai rumah yang saya bangun itu, padahal dalam sertifikat induk atas kepemilikan tanah itu ada nama istri. Kini saya dan anak-anak memang tidak tinggal lagi di rumah itu. Rumah itu saya kunci dan kini mertua mendesak saya untuk menyerahkan kunci kepadanya. Yang ingin saya tanyakan, apakah mertua berhak menguasai tanah itu, padahal saudara-saudara istri juga telah membangun rumah di tanah yang sama. Apa langkah yang bisa saya lakukan, karena saya ingin rumah itu tetap menjadi hak anak-anak saya. JAWAB: Bung Apri di Padang. Jika tanah tersebut sudah dibagi, maka bagian dari alm isteri anda jatuh kepada anak anak anda. Bagian tersebut tidak bisa diambil kembali oleh ibu dari alm istri anda. Untuk itu saran saya rumah tersebut sebaiknya anda huni atau sewakan kepada orang sebagai tanda, bahwa anda (dan anak anak anda selaku ahli waris dari alm ibunya) menguasai tanah tsb. Perihal rumah yang anda bangun di atas tanah itu 100 persen milik anda. Hukum Tanah Indonesia mengenal asas pemisahan horizontal. Artinya pemilik tanah tidak otomatis pemilik rumah yang terletak di atas tanah itu. Dalam kasus anda, tanah yang di atasnya telah anda bangun rumah malah hak alm istri anda dan sekarang tentu turun kepada anak anak anda. ***

Perdata Menangguhkan Pidana PERTANYAAN: Bapak Konsultasi Hukum yang terhormat. Saya Azis di Bukittinggi. Saya ingin tahu, apakah boleh kita mengajukan laporan pidana terhadap satu perkara, sementara perkara perdatanya juga tengah disidangkan. JAWAB: Bung Aziz di Bukittinggi, seseorang boleh saja melaporkan suatu dugaan tindak pidana kepada polisi, sementara masalah perdata terkait dengan tindak pidana tersebut sedang diperiksa dalam pengadilan perdata. Jika tindak pidana yang dilaporkan menghendaki adanya putusan perdata terlebih dahulu untuk menentukan siapa yang berhak atas objek yang dipersengketakan, maka proses pengaduan anda akan ditangguhkan dulu oleh polisi/penyidik. Umpama anda mengadukan seseorang telah menebang pohon yang tumbuh di atas tanah yang anda anggap milik anda. Padahal antara anda dengan orang yang anda laporkan itu sedang berlangsung sengketa di pengadilan perdata mengenai siapa yang berhak atas tanah tersebut. Menebang pohon milik orang jelas merupakan perbuatan pidana. Akan tetapi jika putusan pengadilan kelak menyatakan tanah dimana pohon yang ditebang itu tumbuh justru milik orang yang anda laporkan, maka tindakannya menebang pohon bukanlah tindak pidana, lantaran dia menebang pohon miliknya sendiri. ***

Hutang yang Tertunggak PERTANYAAN: Bapak Konsultasi Hukum yang terhormat, saya Rina di Padang. Saya mempunyai hutang kepada seseorang dan belakangan saya kesulitan membayarnya, karena usaha saya kurang lancar. Saya mencoba bernegoisasi dengan orang tersebut, agar diberi kemudahan untuk mengangsurnya per bulan, tetapi dia tidak mau. Dia tetap ingin hutangnya dibayar lunas dan dia mengancam akan melaporkan saya ke polisi. Yang ingin saya tanyakan, apakah memang ada pidananya dalam masalah ini dan apa lagi langkah yang bisa saya lakukan untuk mengatasi masalah ini. Saat ini saya benar-benar dalam kesulitan dan saya sama sekali tidak ingin lari dari tanggungjawab terhadap hutang tersebut. Saya bahkan telah menyerahkan uang untuk mengangsurnya melalui istrinya, namun dia tak mau menerimanya. Kini uang angsuran itu masih berada di tangan istrinya. JAWAB: Ibu Rina di Padang. hutang piutang adalah masalah perdata. Hutang hanya akan lunas bila dibayar atau dihapuskan oleh yang berpiutang (kreditur). Kewajiban membayar hutang (haftung) melekat pada si berutang (debitur) dan dijamin dengan hartanya yang ada sekarang dan yang akan ada kemudian hari. Jika si berutang meninggal, maka haftung berpindah kepada ahli warisnya. Membayar utang bisa sekaligus dan bisa pula diangsur sesuai kesepakatan. Debitur yang lalai atau ingkar membayar hutang tidak dapat dipidanakan. Jika hal itu terjadi, maka dapat dipastikan, bahwa kreditur “main mata” dengan polisi. Polisi digunakan sebagai “debt collector”. Laporkan kepada Komisi Kepolisian. Tentang anda tidak mampu membayar sekaligus, hanya mampu mengangsur, namun ditolak oleh kreditur. Saran saya angsuran itu anda titip (konsinyasi) di Pengadilan Negeri Padang (sesuai domisili anda). Konsinyasi dilakukan guna menghindari setidaknya meminimalkan risiko dituduh ingkar janji (waprestasi).

Untuk konsultasi ini, anda dapat menyampaikan pertanyaan ke email yanti_haluan@yahoo.com.sg, atau SMS ke nomor 085265173477

Galak-galak Surang sumber: ketawa.com

Pelajaran Tokoh Penemu Bersejarah Di suatu sekolah, pas jam pelajaran sejarah: Bu Guru : “Yas, Ibu perhatiin kamu dari tadi ngantuk saja. Coba jawab pertanyaan ibu dulu. Siapa itu THOMAS ALFA EDISON??” Ilyas : “Tidak tau, Bu!” Bu Guru : “Nah bener kan.... Kalau JAMES WATT kamu tahu??” Ilyas : “Apalagi sama dia... Tidak kenal aku, Bu!” Bu Guru : “Kalau ALEXANDER GRAHAM BELL??” Ilyas : “Aduh, Bu! Tidak kenal semua Bu!!” Bu Guru : “Dasar tolol banget sih kamu. Itu, semuanya kamu tidak tau ??!!” Ilyas : “Naahhh, coba Ibu saya tanya: Ibu tau tidak Pak ROHIM?” Bu Guru : “Siapadia??” Ilyas : “Kalau HAJI ABBAS?! USTADH UMAR?? KYAI SAMSURI?!” Bu Guru : “Stop stop Yas... Siapa mereka itu??” Ilyas : “Aku cuma mau ngasih tau Bu.. Tidak semua orang yang Ibu kenal, aku juga kenal... Orang yg aku kenal, Ibu juga tidak kenal.. Kita ini manusia bu, punya kenalan sendiri-sendiri!!” Bu Guru : “???!!!”

Tanya Jawab Soal Makanan Diet T: Haruskah saya mengurangi daging dan makan lebih banyak buah dan sayuran? J: Anda harus memahami efisiensi logistik. Apa yang dimakan seekor domba? Daun dan jagung. Dan apakah itu? Sayuran. Jadi daging domba adalah tidak lebih dari mekanisme yang efisien dalam memberikan sayuran untuk tubuh anda. Butuh biji? Makan ayam. T: Apakah saya perlu mengurangi asupan alkohol saya? J: Tidak, tidak sama sekali. Anggur dibuat dari buah. Brandy adalah anggur yang disuling, itu berarti mereka mengambil air dari buah

sehingga Anda mendapatkan bahkan lebih dari kebaikan anggur. Bir juga terbuat dari gandum. Ini hanya kesalahpahaman, bahwa orang-orang memiliki pikiran sempit. Jadi? T: Apakah makanan yang digoreng tidak buruk bagi Anda? J: ANDA TIDAK MENDENGARKAN! Makanan digoreng dalam minyak sayur. Bagaimana bisa mendapatkan lebih banyak sayuran akan buruk bagi Anda? T: Apakah cokelat buruk bagi saya? J: Apakah kamu gila? HELLO... Biji kakao... sayuran! Ini makanan terbaik! T: Apakah berenang baik untuk bentuk tubuh Anda? J: Jika berenang baik untuk bentuk tubuh Anda, tolong jelaskan mengenai ikan paus kepada saya. ***

Lagi Menerima Fax Tiga orang pria lagi bersantai di sebuah sauna. Tiba2 ada bunyi “beep” berulang kali. Pria pertama menekan sikunya, dan suara tersebut berhenti. Yang lain melihat nya dengan penuh keheranan. “Oh, itu bunyi pagerku, aku mengimplan microchip untuk pager di tanganku” kata pria pertama. Beberapa menit kemudian, ada dering handphone berbunyi. Pria kedua mengangkat telapak tangannya dan menempelkannya ke telinga, lalu berbicara. Setelah selesai berbicara, pria kedua berkata: “oh,itu tadi handphone gue, gue dah install microchip di telapak tangan gue” Pria ketiga merasa malu, karena tidak bisa seperti mereka, keluar dari sauna, terus kembali dengan kertas toilet menggantung dari lipatan pantatnya. Yang lain merasa keheranan. “Oh, aku lagi menerima fax” sahut pria ketiga dengan bangga. ***

Salam Perikanan

Diasuh oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta

Mengatasi Penyakit Pada Ikan Lele

Para pembaca setia Haluan dan pencinta rubrik Salam Perikanan. Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang ikan lele bisa disebabkan oleh bakteri, parasit atau bahkan cacing. Penyakit – penyakit yang sering dijumpai oleh para peternak ikan lele adalah cendawan, bintik putih, borok, cacingan serta trichodina. Untuk terhindar dari kerugian besar, para petani ikan lele harus dapat mengendalikan penyakit – penyakit tersebut diatas dengan terlebih dahulu mengetahui penyebab dari penyakit tersebut serta gejala yang muncul sebelum pada akhirnya nanti mengetahui bagaimana caranya untuk menanggulanginya. CENDAWAN 1. Jenis yang dapat menyerang adalah saprolegnia dan achyla, dimana mereka sering dijumpai di perairan yang kaya akan bahan organik. 2. Penyakit ini menyerang ikan lele yang sudah teruka atau yang sedang berada dalam kondisi lemah. 3. Gejala yang ditunjukkan oleh ikan lele yang terserang oleh penyakit ini adalah bahwa pada sekitar lukanya banyak dijumpai serabut berwarna putih. 4. Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah : kepadatan tebar dikurangi dan air kolam ditaburi dengan garam dapur sejumlah 5 gram / m2. 5. Beberapa tindakan pengobatan yang dapat dilakukan adalah: Merendam ikan lele yang sakit ke dalam air PK berdosis 1 gram / 100 liter air. Proses perendaman dilakukan selama 30 menit. Jamur dapat dihilangkan dengan menggunakan obat Furazolin. BINTIK PUTIH 1. Penyebab dari munculnya penyakit ini adalah ichthyophthirius multifiliis dimana mereka akan menyerang ikan lele yang dipelihara didalam kolam yang airnya menggenang. 2. Gejala yang ditunjukkan oleh ikan lele yang terserang oleh penyakit ini adalah bahwa pada permukaan kulit dan juga insang ikan lele banyak dijumpai bintik – bintik berwarna putih yang apabila dibiarkan terlalu lama, kulit dan insang ini akan rusak sebelum pada akhirnya nanti ikan lele akan mati dalam hitungan jam. 3. Beberapa tindakan pengobatan yang dapat dilakukan adalah: Memperbaiki sistem sanitasi, air kolam ditaburi dengan garam dapur sejumlah 30 gram / liter air, sebanyak 2 – 3 kali berturut – turut, penggunaan malachyte green berdosis 0,1 gram / m2 sebanyak 2 hari sekali hingga ikan lele sembuh. BOROK 1. Merupakan penyakit yang paling ditakuti oleh para peternak ikan lele dikarenakan dapat menyebabkan kematian massal. 2. Penyebab dari munculnya penyakit ini adalah aeromonas

dan pseudomonas dimana mereka meenyerang organ dalam ikan lele, seperti hati, limpa serta daging. 3. Gejala yang ditunjukkan oleh ikan lele yang terserang oleh penyakit ini adalah munculnya borok diseluruh permukaan kulit ikan lelel. Borok ini akan mengeluarkan nanah jikan penyakit ini memarah. 4. Beberapa tindakan pengobatan yang dapat dilakukan adalah: Mengkarantinakan ikan lele yang sakit dan pemberian antibiotik pada ikan lele yang masih sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka. Antibiotik ini dapat diberikan dengan cara dicampurkan ke dalam pakan ikan lele dengan dosis antibiotiknya adalah sebesar 1 mg / kg pakan. Selain itu air kolam ditaburi dengan garam dapur sejumlah 10 kilogram yang telah dicampur dengan tumbukan daun pepaya. CACINGAN 1. Jenis yang dapat menye-

rang adalah dactylogyrus dan gyrodactylus, dimana mereka sering dijumpai dikolam yang kepadatan tebarnya terlalu tinggi serta baru saja mengalami perubahan lingkungan hidup yang drastis dan mendadak. Mereka sering menyerang bagian insang ikan lele (akan menyebabkan kesulitan dalam hal bernafas) serta kulitnya (menjadi berlendir). 2. Gejala yang ditunjukkan oleh ikan lele yang terserang oleh penyakit ini adalah menurunnya nafsu makan serta ikan lele sering berenang ke atas permukaan air. Beberapa tindakan pengobatan yang dapat dilakukan adalah: Mengganti air dalam

jumlah yang besar, air kolam ditaburi dengan garam dapur sejumlah 40 gram / m2, merendam ikan lele yang sakit ke dalam air PK berkonsentrasi 0,01 % selama 30 menit. TRICHODINA Penyakit ini disebabkan oleh protozoa, dimana mereka menyerang bagian insang dari ikan lele. Ikan yang terserang oleh penyakit ini akan berputar – putar dan muncul diatas permukaan air. Tindakan pengobatan yang dapat dilakukan adalah merendam ikan lele yang sakit ke dalam air berformalin berkonsentrasi 15 – 20 ppm.*** Sumber: http:// www.infoagrobisnis.com

Ajukan pertanyaan anda mengenai seluk beluk dunia perikanan dan kelautan kepada pengasuh melalui email aborperikanan@bunghatta.ac.id atau sms ke +6281374610315. Pertanyaan anda akan dijawab oleh para pakar dunia perikanan dan mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta, Padang.

TTS BERHADIAH

MENDATAR: 2. Kapal selam (Ing) 5. Museum Rekor Indonesia 6. Pertemuan (Ing) 7. Penduduk asli bangsa Jepang 8. Manusia pertama di bumi 9. Cuti panjang 13. Berbaris pada malam hari 15. Maskapai penerbangan Pakistan 17. Titik api 19. Garis cadang 20. Jumpa 23. Karangan bunga 24. Kerah baju 25. Pembetulan kesalahan 26. Organisasi buruh internasional 28. Karet yang dihisap oleh bayi 30. Kata penghubung untuk menandai pilihan 33. Potongan muka 34. Pengarang novel Di Bawah Lindungan Ka’bah (alm) 35. Sebutan untuk ahli pembuat keris 36. Bergerak ke atas

37. Lomba balap mobil di jalan raya 38. Waktu salat MENURUN: 1. Jenis perhiasan wanita 2. Tempat penemuan benda purbakala 3. Sayatan daging goreng 4. Musim panas Kupon 10. Ketepatan 11. Tentara kita 12. Abjad 14. Panji, bendera 15. Nama alat musik 16. Hitam (Arab) 18. Pohon yang banyak tumbuh di tepi pantai 21. Uji kenaikkan 22. Bintang 27. Setia 29. Organisasi Massa 31. Diulang nama hewan laut 32. Sisa Hasil Usaha 33. Nama rubrik di Haluan Minggu

024

Kirim jawaban melalui kupon di atas dan dikirim melalui Pos ke Kantor Redaksi harian Haluan, Kompleks Bandara Tabing, Jalan Prof. Hamka, Padang. Tersedia hadiah menarik bagi pemenang.


MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

11

Pemprov Belum ..........................Sambungan dari Hal.1

TARAWEH AWAL — Ratusan Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah melakukan salat Tarawih di Musala Baitul Ma"mur, Pauh Limo, Padang, Sumbar, dimulai Jumat (29/7) lalu. ANTARA

Gubernur Kaget Sumut Dinyatakan Kantong Jaringan Terorisme

MEDAN, HALUAN — Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho mengaku kaget terkait informasi yang diumumkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) jika provinsi itu termasuk kantong jaringan terorisme. “Saya kaget dengan statemen itu,” katanya kepada wartawan di Medan, Sabtu (30/7). Menurut Gatot, berdasarkan pemantauan dan penilaian selama ini, pihaknya tidak melihat indikasi adanya jaringan terorisme di Sumut. Bahkan, meski Sumut sangat beragam dengan multietnis dan multiagama, tetapi indikasi adanya gerakan sempalan atau pelaku teror juga tidak terlihat. Pihaknya juga tidak melihat indikasi jaringan terorisme tersebut meski ada penggerebekan kelompok bersenjata beberapa bulan lalu di kawasan Dolok Masihul, Kabupaten

Serdang Bedagai. Apalagi dengan adanya keterangan dari Kapolda Sumut sebelumnya Irjen Pol Oegroseno jika kelompok bersenjata di Dolok Masihul tersebut bukan jaringan teroris. “Kelompok di Dolok Masihul bukan teroris seperti kata Kapolda (Sumut) yang lalu (Oegroseno),” katanya. Karena itu, pihaknya merasa kaget atas pernyataan yang dikeluarkan BNPT tersebut. Namun, kata Gatot, pernyataan BNPT tersebut menjadi “warning” (peringatan) bagi masyarakat, khususnya Pemprov Sumut. Pihaknya akan mengkaji pernyataan itu melalui Lembaga Kewaspadaan Dini yang dipimpin mantan Ketua DPRD Sumut Brigjen. (Purn) Moediono. “Agar benar-benar tidak terjadi,

(pernyataan) itu akan kita kaji,” katanya. Cara lain yang perlu dilakukan adalah penggiatan kembali upaya penanaman dan sosialisasi empat pilar utama dalam berbangsa dan bernegara. “Itu nilai yang harus kembali ditanamkan,” kata Gatot. Sebelumnya, Ketua BNPT Ansyaad Mbai menyatakan, sebanyak 14 provinsi di Indonesia teridentifikasi sebagai kantong penyebaran ideologi terorisme. “Pemetaan tersebut diperoleh berdasarkan pantauan yang dilakukan sejak beberapa tahun terakhir,” katanya di Jakarta, Senin (25/7). Ke-14 daerah itu adalah Aceh, Sumut, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogjakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Timur. (ant)

Kecelakaan di .............................Sambungan dari Hal.1 Peristiwa tragis itu berawal ketika, Syamsul Bahri dengan sepeda motor jenis KTM BA 5512 KK melaju dari arah Solok menuju Kiliran Jao. Saat memasuki Tempat Kejadian Perkara (TKP), diduga mendahului kendaraan di depannya. Namun malang baginya, motor yang dikendarainya terjatuh dan terpental ke aspal. Pada saat itu dari

arah berlawan, datang kendaraan yang belum diketahui jenis, dan langsung menggilas tubuh korban. “Korban tewas di TKP.Diduga korban tabrak lari. Kendaraan yang menabrak masih kita selidiki,” kata Kasubag Humas Polres Sijunjung, AKP Bagindo Zubirman, Sabtu kemarin. Warga sekitar yang mengetahui

adanya kecelakaan, langsung memberikan pertolongan, dan membawa korban ke Puskesmas Tanjung Gadang. Beberapa saat kemudian anggota Sat Lantas Polres Sijunjung datang untuk melakukan olah TKP dan sekaligus mengamankan kendaraan.Guna penyelidikan lebih lanjut kasus kecelakaan lalu lintas ini ditangani Sat Lantas Polres Sijunjung.(h/azn)

Rachman Gagal .........................Sambungan dari Hal.1 Dengan demikian, Rachman hanya bisa mengecap gelar juara tersebut beberapa bulan saja sejak menyandangnya pada 11 April lalu. Waktu itu, Rachman di luar dugaan menang KO atas petinju Thailand, Kwanthai Sithmorseng, yang membuatnya sebagai petinju Indonesia tertua yang mampu merebut gelar juara dunia. Kekalahan tadi malam, menjadikan rekor petinju berusia 40 tahun tersebut menjadi 64 kali menang (33 KO), 11 kali kalah dan 5 kali seri. Sedangkan Porpramuk, yang delapan tahun lebih muda dari Rachman, kini memiliki rekor bertinju 23 kali menang (16 KO), 3 kali kalah dan 1 kali seri. Baru saja ronde pertama dimulai, Pornsawan langsung merangsek maju untuk mendesak Rachman. Namun petinju berusia 32 tahun tersebut sulit melepaskan pukulan terbaik karena Rachman bisa menghindar sambil melepaskan jab kiri untuk menghambat dan meredam agresivitas lawannya tersebut. Alhasil, tak ada pukulan-pukulan terbaik yang bisa dilontarkan kedua petinju. Memasuki ronde kedua, pertarungan semakin “panas”, karena sering terjadi jual-beli pukulan meskipun tak terlalu telak mengenai sasaran. Akan tetapi, Rachman mendapat keuntungan karena beberapa kali hook kiri dan kanannya

bisa menghujam wajah Pornsawan. Mirip dua ronde awal, di ronde ketiga Rachman tetap menggunakan strategi lebih dulu menyerang perut Pornsawan. Setelah itu, petinju berusia 40 tahun tersebut melepaskan hook ke wajah lawannya tersebut. Meskipun demikian, Pornsawan seperti tak “menggubris” beberapa pukulan yang menghantam wajahnya, bahkan dia memaksa Rachman bermain jarak rapat yang tentu saja sangat menguras stamina. Tak ingin memforsir tenaganya, Rachman berusaha menghindari pertarungan terbuka pada ronde keempat. Meskipun terus digempur, Rachman terus menghindar sambil melepaskan jab, seraya menantikan kesempatan untuk melakukan counter. Strategi ini cukup membantu, karena Rachman bisa “menyimpan” tenaganya untuk menghadapi lanjutan duel ini. Pada ronde lima dan enam, Pornsawan bertarung lebih “brutal” karena tak memberikan kesempatan kepada Rachman untuk menghela nafas. Dia terus melancarkan serangan sehingga Rachman lebih banyak bertahan dan mengandalkan double cover untuk menghindari gempuran. Rachman hanya sesekali membalas dengan jab disertai hook, yang tak membuat Pornsawan gentar. Bahkan sebaliknya, dia semakin beringas

untuk menyerang meskipun kebanyakan pukulannya hanya menerpa angin ataupun terhalang double cover Rachman. Melihat kebugaran Rachman kian menurun, Pornsawan semakin bersemangat melancarkan serangan. Sayang, hook kiri dan kanannya tak bisa mendarat dengan telak, sehingga Rachman bisa selamat dari gempurannya dan berhasil menyelesaikan ronde ketujuh dengan baik. Hal serupa juga terjadi di tiga ronde selanjutnya, di mana Rachman bisa keluar dari tekanan Pornsawan, meskipun sesekali terkurung di tali ring. Daya hindar yang bagus membuat Rachman bisa selamat dari serangan Pornsawan, yang terpaksa memilih perut sebagai bidikan pukulan karena kesulitan menghantam wajah lawan. Pada ronde terakhir, Rachman berusaha bermain aman dengan selalu menghindari konfrontasi. Petinju yang tak didampingi pelatih manapun dalam persiapan duel ini hanya sesekali “mencuri” poin lewat jab disertai satu hook kanan, untuk menghadang Pornsawan sehingga tidak terlalu agresif. Alhasil, kedua petinju bisa menyelesaikan pertarungan selama 12 ronde ini. Tetapi agresivitas tampaknya yang menjadi alasan utama Pornsawan memenangkan pertandingan ini. (met/kcm)

Dalam Sahur ..............................Sambungan dari Hal.1 Artinya, makanlah dan minumlah hingga kamu dapat membedakan antara benang putih dan hitam di waktu fajar, dan kemudian sempurnakan puasamu hingga datang malam (QS.2:187). Agama Islam tidak membenarkan seseorang untuk berpuasa sepanjang hari dan malam, sebagaimana dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah mengubah hukum-hukum Allah. Bagi setiap muslim berpuasa diawali dengan sahur dan diakhiri dengan ifthar (berbuka) setiap harinya. Demikianlah hudud (ketentuan hukum) dari Allah. Pelaksanaan sahur

sebelum imsak atau fajar datang ini menjadi kesiapan diri melaksanakan hukum-hukum Allah secara benar tanpa reserve. Lebih jauh mengajarkan seseorang muslim untuk teguh dalam menjaga dan melaksanakan hukum-hukum yang ditetapkan sepanjang hidupnya. Sesungguhnya seseorang muslim dengan ibadah yang dikerjakan dididik teguh mengamalkan hukum untuk kemashlahatan bersama. Dia akan berani mengatakan yang hak itu benar dan yang bathil itu adalah salah. Hukum adalah kebenaran dari Allah, bukan kekuasaan karena mengikut hawa nafsu belaka.

Ibadah puasa (shaum) akan melahirkan sifat sabar (tabah dengan kejujuran) dan istiqamah (konsisten, teguh berpendirian) serta qanaah (sikap merasa cukup sesuai dengan hak yang dimiliki). Ketiga sifat utama ini dilatih dengan intensif pada setiap rukun puasa dengan penuh kedisiplinan diri. Disiplin yang tidak dipaksakan dari luar tapi disiplin yang ditumbuhkan dari dalam mengakar pada sikap dan berbuah dalam tindakan. Sungguh benar Rasulullah SAW dengan tugasnya sebagai “rahmatan lil-alamin”. „ Padang, Ramadan 1432 H/ Agustus 2011 M

Warga Minang ............................Sambungan dari Hal.1 Bandaro Labiah menambahkan, tujuan acara ini adalah untuk bersilaturahim menjelang Ramadan yang akan dimulai Senin besok. “Silaturahim itu penting sebagai sarana saling bermaaf-maafkan antar sesama warga Agam dan Bukittinggi yang ada di kota dan kabupaten ini,”

ujarnya. Menurut dia, kehadiran Bupati Indra Catri dan Ketua Umum Gebu Minang juga sangat menambah semarak acara. “Pak Bupati dan ketua Gebu Minang itu kan baru, jadi sekalian untuk saling mengenal dengan warga rantau yang ada di

hinterland Jakarta ini,” kata Bandaro. Acara hiburan, selain menampilkan putra-putri Minang di Bogor, juga mendatangkan tim kesesian urang awak dari Jakarta yang selama ini sudah dikenal luas oleh masyarakat Minang Bogor.(h/sal)

Mantan pamong senior Rusdi Lubis yang dihubungi terpisah mengatakan, secara konsep setuju dengan penerapan moratorium itu. Penerimaan PNS yang berlangsung setiap tahun itu telah membebani anggaran untuk membayar gajinya. Sedangkan APBN/APBD itu mestinya lebih banyak dihabiskan untuk belanja modal. Apalagi beban pekerjaan PNS itu belum pula diukur, apakah jumlah PNS yang ada sekarang benarbenar sesuai dengan beban pekerjaan yang ada. Diakui atau tidak, banyak PNS yang ‘menganggur’. Mereka bukan pengangguran yang sebenarnya, tetapi mereka adalah pengangguran yang tidak kentara (disquished unemployment). “Mereka itu bukan menganggur, tetapi termasuk ketagori pengangguran yang tidak kentara. Sebab, beban kerja yang mestinya bisa dikerjakan oleh 1 orang tetapi dikerjakan oleh 2 orang atau lebih. Soal ini, kita harus jujur mengakuinya, karena banyak yang seperti ini” terang Rusdi. Tetapi bila ditinjau dari realitas yang ada, maka rencana pemerintah untuk menerapkan moratorium PNS harus dipertimbangkan lagi. Angkatan kerja itu setiap tahunnya selalu bertambah baik dari jumlah maupun kualitas ilmu. Dulu yang berprediket sarjana itu terbatas sekarang jumlahnya membludak. Perguruan tinggi selalu mencetak sarajana-sarjana ini, sementara lapangan kerja yang tersedia sangat terbatas. Menjadi PNS adalah salah satu lapangan kerja yang rutin setiap tahun menyerap tenaga kerja. Bila moratorium diterapkan, tentunya angka pengangguran akan semakin membengkak. Untuk itu, mantan Sekdaprov Sumbar ini menyarankan, agar pemerintah melakukan analisis beban kerja di seluruh pemerintah daerah itu. Pada akhirnya akan diketahui berapa betul PNS yang dibutuhkan pemerintah, baik jumlahnya maupun kualitasnya. Dari situ pula diketahui adanya kelebihan PNS atau kekurangan PNS. “Bila memang berlebih, maka sebaiknya tawarkan pensiun dini pada

PNS tersebut atau dialihkan ke jenis pekerjaan lain di bidang wira usaha bagi PNS yang usianya masih produktif,” katanya. Diwartakan sebelumnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB) masih mengkaji usulan moratorium (penghentian sementara) penerimaan CPNS dari Tim Reformasi Birokrasi. Sebab, langkah seperti itu pernah dilakukan tetapi malah muncul masalah baru. “Dulu kita sudah pernah menghentikan penerimaan CPNS, sekitar tahun 2000-an, tetapi malah banyak tenaga honorer yang bermunculan. Sampai sekarang pun masih menjadi masalah karena jumlah PNS memang tidak bertambah tetapi banyak tenaga honorer yang lantas minta diangkat (menjadi PNS-red),” ujar Deputi Sumber Daya Manusia Bidang Aparatur Kementerian PAN dan RB Ramli Naibaho. Kementerian PAN mengaku sudah melakukan upaya serius untuk mengurangi jumlah PNS. Salah satunya tidak melakukan penambahan pegawai baru, melainkan hanya untuk mengisi kekosongan kursi yang ada. Strategi itu dinilai lebih realistis karena jumlah PNS yang pensiun juga cukup tinggi. “Setidaknya ada 150 ribu kursi PNS yang kosong setiap tahun karena berbagai sebab seperti pensiun dan lain-lain,” kata dia. Pihaknya mulai mempertimbangkan untuk tidak memberikan kuota CPNS secara besar-besaran. Bahkan, jumlah kuota CPNS nasional kedepan akan terus dipangkas. “Tahun ini sudah mulai, biasanya (lowongan) kan 300-an ribu orang, tahun ini maksimal 250 ribu orang. Itu pun karena ada pengangkatan CPNS tenaga honorer di daerah tertinggal. Tahun depan kita akan kurangi lagi,” tuturnya. Ramli menambahkan, pemerintah daerah cenderung banyak menerima jumlah pegawai hingga menggerus dana pembangunan. Untuk itu, pemerintah pusat berupaya memperbaiki sistem penerimaannya dengan tidak mengabulkan semua usulan kuota kebutuhan pegawai di daerah.

“Penerimaan CPNS harus proporsional, disesuaikan dengan jumlah penduduk dan kemampuan APBD,” terangnya. Sebelumnya, Ketua Tim Independen Reformasi Birokrasi, Erry Riyana Hardjapamekas bersama dua anggotanya menyampaikan usulan kepada Wakil Presiden Boediono. Salah satunya Erry meminta agar dilakukan moratorium (penundaan sementara) penerimaan CPNS. “Selama penghentian itu pemerintah dapat melakukan perbaikan sistem, melakukan konsultasi dengan pemangku kepentingan, serta mencari masukan dari masyarakat,” ungkapnya. Menurut dia, perlu dipikirkan cara agar tidak ada lagi pengangkatan CPNS secara sembarangan seperti yang terjadi di daerah-daerah. “Penerimaan CPNS harus sesuai kebutuhan. Untuk pengaturan di masa mendatang, Tim Independen mengharapkan agar RUU Aparatur Sipil Negara secara komprehensif mengatur tentang formasi dan CPNS, sehingga menjadi terpadu. Kita berharap tidak ada lagi hanya sekadar menerima CPNS,” cetusnya. Sementara Mendagri Gamawan Fauzi hanya memastikan soal lamanya masa “moratorium” itu, yakni selama satu tahun. “Selama 12 bulan. Selama 12 bulan ini dilakukan penataan kepegawaian, baik di pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Dibuat juga regulasinya,” terang Gamawan Fauzi. Lantas, 12 bulan itu dihitung sejak kapan? Nah, dari jawaban Gamawan, tidak tertutup kemungkinan tahun 2011 ini sudah tidak ada lagi penerimaan CPNS. “Tunggu pengumuman. Jika besok diumumkan, ya 12 bulan terhitung sejak diumumkan,” ujar Gamawan. Sebelumnya, Gamawan mengatakan, kebijakan moratorium ini harus melalui keputusan presiden. Gamawan sendiri setuju jika moratorium diberlakukan. Hanya saja, penerimaan CPNS tetap dilakukan dari jalur sekolah kedinasan, seperti lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). “Juga dari honorer karena sudah dijanjikan akan diangkat jadi CPNS,” terangnya. (h/vie)

Garuda Kurangi .........................Sambungan dari Hal.1 Garuda Indonesia membatalkan penerbangan pada pukul 06.30 WIB dari BIM menuju Bandara Soetta Jakarta. “Sedangkan berangkat dari Jakarta menuju BIM pada pukul 19.00 WIB, juga dibatalkan,” kata Dedi Irawan. Dia mengatakan, bulan Ramadan, maskapai penerbangan memberikan harga tiket promosi bagi masyarakat Sumbar untuk berangkat dari BIM menuju Cengkareng, Jakarta. “Harga tiket di bulan Ramadan diberikan Garuda Indonesia pada masyarakat Sumbar yakni sebesar Rp505.000,” katanya. Menurutnya, harga promosi tiket pesawat Garuda Indonesia sebesar Rp505.000 berlaku mulai 1 hingga 20 Agustus 2011. “Setelah 20 hingga 29 Agustus 2011, harga tiket pesawat kembali normal yakni sebesar Rp615.000,” katanya. Dia menambahkan, kita menjamin, para penumpang pesawat Garuda tidak akan mengalami gangguan pada bulan Ramadan. “Mudah-mudahan pada bulan Ramadan penerbangan Garuda Indonesia tidak akan terganggu, sehingga masyarakat dapat berangkat dengan nyaman sampai tujuan,” katanya. Masalah Pilot Masalah pilot, Garuda segera menyelesaikannnya. Seperti dikemukakan Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Emirsyah Satar, manajemen telah bertemu Asosiasi Pilot Garuda (APG) untuk merencanakan mediasi. Kedua pihak sepakat duduk bersama pada pertengahan Agustus. “Sehingga sebelum Lebaran sudahada titiktemu,”kata Emir di Jakarta, Sabtu (30/7)

kemarin. Menurut dia, permasalahan yang dikeluhkan APG hingga melakukan aksi mogok pada Kamis (28/7) bukan hanya selisih standar gaji antara pilot asing dan pilot Indonesia, namun ada beberapa hal lain. Persoalan-persoalan itulah yang akan dibahas pada mediasi dengan APG. Presiden APG Stefanus Gerardus mengaku menghentikan aksi mogok setelah muncul upaya mediasi dari Menteri BUMN Mustafa Abubakar. “Selama ini yang menjadi masalah hanya komunikasi. Sekarang setelah komunikasi dibuka, kita harapkan semuanya terbuka untuk memajukan Garuda,” kata Stefanus. Ia juga menyanggupi hadir jika manajemen Garuda yang dipimpin dirut mengajak bertemu untuk menyelesaikan permasalahan yang dikeluhkan pilot selama ini. APG melakukan aksi mogok kerja sebagai bentuk protes terhadap perbedaan gaji antara pilot Indonesia dan pilot asing. Aksi mogok kerja juga dilakukan awak kabin yang tergabung dalam Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi). Emir menegaskan,aksi mogok kerja tidak menimbulkan kerugian (potential lost) pada perseroan. CEO yang pernah mengenyam pendidikan diploma sastra Prancis di Universitas Sorbonne, Prancis ini juga menegaskan bahwa kemarin pagi (29/7) penerbangan Garuda dari Jakarta ke berbagai kota tujuan domestik dan luarnegeri sudah normal meski masih ada yang karena alasan operasional mengalami keterlambatan. Ekspansi Garuda Indonesia memperoleh pinjaman modal kerja USD55 juta

dari tujuh bank yang tergabung dalam Club Loan. Pinjaman tersebut sebagai upaya penambahan pesawat yang terprogram dalam rangka ekspansi menuju Quantum Leap. Bahkan masih terbuka peluang maskapai pelat merah ini untuk kembali meminjam dana hingga USD120 juta. Menurut Emirsyah Satar, Club Loan terdiri atas tujuh bank asing dan lokal yang dikoordinatori Citibank dan UBS AG.Ketujuh bank tersebut yakni Citibank, UBS AG,Bank International Indonesia (BII), Permata Bank,Bank Central Asia (BCA), Bank of China,dan Bank ICBC. “Garuda harus berkembang, maka perlu dukungan dari bank. Ini (pinjaman) bagian dari ekspansi,” ujarnya seusai penandatanganan dengan Club Loan. Executive Director Investment Banking Departemen UBS AG Agung Prabowo mengatakan, pinjaman kepada Garuda Indonesia ini bertenor dua tahun dengan bunga Libor plus. Namun, tidak disebutkan nominal plus dimaksud.”Yang jelas, bunganya kompetitif. Kami belum bisa sebutkan sekarang,” kilah Agung. Dia menjelaskan, bank antusias memberikan pinjaman kepada maskapai penerbangan nasional seiring dengan industrinya yang terus berkembang. “Kami memberikan pinjaman kepada Garuda karena perusahaan ini prudent secara manajemen. Dari sisi fundamental, ada perubahan, ada transformasi. Selain itu, prospek bisnis penerbangan nasional bagus sekali karen//a pesawat terbang menjadi moda transportasi yang paling efisien,” paparnya. (sal/met/si)

Dinas Peternakan .......................Sambungan dari Hal.1 Jadi, tenaga yang akan didiklat itu tenaga-tenaga honorer atau pegawai yang tersebar pada instansi di kabupaten dan kota, tapi kerjanya belum maksimal, ujarnya. “Sekarang banyak pegawai di kabupaten dan kota, khususnya yang baru-baru tak jelas kerjanya, apalagi tenaga honorer. Makanya perlu diberdayakan menjadi tenaga paramedis hewan ternak,” katanya. Tujuan diikutkan dalam program diklat para medis itu supaya mereka lebih terarah, profesional dan pendapatan mereka bisa bertambah serta bermanfaat bagi masyarakat. “Program ini untuk mendukung pengembangan satu petani satu sapi yang telah mulai dilaksanakan pemerintah provinsi mulai tahun ini,”

katanya. Pada kesempatan itu, Kadisnak Sumbar menyebutkan pihaknya akan memprogramkan gerakan pengembangan rumput raja pada 2012. Disnak Sumbar mengusulkan anggaran pada APBD dan APBN 2012 senilai Rp1 miliar untuk gerakan tersebut sebagai upaya mendukung program satu petani satu sapi. “Kita akan memberikan bibit ruput raja kepada petani untuk dikembangkan sebagai pakan ternak sapi. Upaya itu langkah mendukung program satu petani satu sapi di Sumbar,” katanya. Menurut dia, petani harus diberi dukungan dalam mengembangkan usaha ternak sapi. Dukungan untuk peternak sapi terus meningkat,

dimana pada 2011 pemerintah melalui APBN telah mengalokasi senilai Rp4 miliar sebagai insentif bagi sapi petani yang bunting. Dana bantuan sosial tersebut dikelola kelompok tani. Bila ada sapi anggota dan masyarakat yang bunting diberi insentif sebesar Rp500 ribu per ekor. Selain itu, kata Edwardi, pemerintah pusat pada 2011 juga memberikan dukungan bagi pengembangan pemberian insentif terhadap peternak yang terdesak menjual sapi betina senilai Rp23 miliar. Peternak yang dihadapkan masalah keuangan dan harus menjual sapi betina tetapi harus ke kelompok yang mengelola uang Bansos ini, sehingga harga lebih wajar dan tak tertekan di pasaran. (ant)


12

MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

PERINGATAN PUNCAK HARI ANAK NASIONAL

BUAH HATI

AYO BERPRESTASI!!

SYAWELLY HANIM

Berawal Dari Membaca Bobo

NAMANYA Syawelly Hanim. Siswa kelas 5 SDN 09 Lapai itu tampak lincah menari di acara peresmian sekolahnya. Selain menari, Hanim, begitu ia akrab disapa, juga sangat suka membaca. Ia punya beberapa koleksi majalah Bobo favoritnya di rumah. “Sejak itu, Hanim suka membaca. Apalagi yang ada gambarnya. Asik membacanya,” katanya tersenyum, Jumat (29/7). Lama-kelamaan, kebiasaan membaca buku cerita itu, juga diterapkannya untuk membaca buku pelajaran. Ternyata membaca bisa jadi sangat menyenangkan, jika dilengkapi gambar yang menarik. Kesukaannya membaca itu, menyebabkan anak ke dua dari tiga bersaudara ini menyukai mata pelajaran Bahasa Indonesia. Nilainya selalu tinggi di mata pelajaran ini tiap semesternya. Hobinya membaca ternyata juga membawa pengaruh baik untuk prestasinya secara keseluruhan. Terbukti ia selalu mendapat ranking di sekolah. “Kadang-kadang dapat juara 1, tapi juga pernah juara 2 dan 3,” katanya senang. Selain hobi membaca, peran sang Ibu sangat besar untuk keberhasilan Hanim. Ibunya, Ermawati selalu membiasakan untuk belajar sehabis Solat Magrib dan selesai setelah solat Isya. Sejak dulu, Hanim sangat ingin menjadi dokter jantung. Ia ingin mengobati semua orang yang berpenyakit mematikan itu. (h/cw12)

PROFIL SETNAWARNI

Membangun Jembatan Hati SEMUA anak itu punya keunikannya tersendiri. Ada yang pendiam, ada yang lebih ceria. Ada yang cerdas tapi juga ada yang perlu dorongan. Tugas guru adalah membangkitkan potensi yang ada pada anak tersebut bukan menghakiminya. Begitulah prinsip yang selalu dipegang teguh Setnawarni, Kepala Sekolah SDN 09 Lapai Padang. “Kita harus membangun jembatan hati pada siswa yang agak sulit didekati. Jika dia sudah merasa dekat dengan kita, maka kita bisa membantu memecahkan masalah yang dapat mengganggu mereka di sekolah, ” jelasnya, Jumat (29/7). Guru yang telah mengabdi sejak tahun 1984 ini mengaku tak pernah kesulitan lagi menangani anak-anak yang dianggap nakal. Hanya butuh pendekatan dan kasih sayang saja. Dulu, wanita kelahiran 28 september 1965 ini sering dianggap pemarah oleh siswa-siswanya. “Maklum, dari dulu Kepala Sekolah itu image nya pasti galak dan pemarah. Tapi setelah dekat sama saya, pandangan anak-anak itu bisa langsung berubah,” katanya lagi. Setahun yang lalu, siswa di sekolah yang dipimpinnya itu harus belajar di lokal darurat karena lokal mereka rusak akibat gempa 30 September 2009 yang lalu. “Kalau belajar di lokal darurat, anak-anak sering tidak konsentrasi belajar. Karena dindingnya hanya dari triplek, jadi suara ribut-ribut di luar sangat mengganggu,” paparnya. Namun kini sengsara itu membawa nikmat. Bangunan sekolahnya itu dibangun lebih baik dan besar dari sebelumnya. Sekolah itu dibangun dari dana bantuan yang dikumpulkan tvOne dari seluruh pemirsanya. Sebanyak 750 siswa dan 40 Guru dan karyawan yang di sana kini mulai menemukan kenyamanan lagi. Proses Belajar Mengajar (PBM) pun berjalan lancar. Namun, demi mempertahankan mutu, tahun ini ia hanya menerima 100 siswa baru saja. “Jumlah siswa sudah banyak. Sekarang saja ada 24 rombongan belajar yang terdiri dari dua shift. Kalau nanti ada tambahan ruangan kelas, kami juga akna menambah jumlah siswa untuk diterima,” tutupnya. (h/cw12)

RATUSAN anak berkumpul di auditorium Gubernur, Rabu (27/7). Dari ratusan anak yang memadati ruangan tersebut, nampak perwakilan seluruh anak-anak berprestasi yang ada di Sumbar. Mulai dari anak-anak PAUD dengan berbagai kostum tari, ada yang menggunakan pakaian tari tradisional, ada pula yang menggunakan kostum tari modern, dan baju senam nan cantik. Selain itu, juga ada remaja menggunakan pakaian muslim dan pakaian sekolah. Anak-anak ini tak hanya berasal dari sekolah umum, namun ada juga yang berasal dari Panti Asuhan dan Panti Sosial. Semua anak yang berkumpul ini adalah, mereka yang berprestasi mewakili masingmasing sekolah, dan daerah di Sumatera Barat Mereka lagi memperingati Hari Anak Nasional. Anakanak itu berkesempatan mendapatkan penghargaan dari Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim. Acara dibuka dengan pembacaan Ayat suci Al-Qur’an oleh Aufa Atika, salah seorang qoriah Nasional dari MTSn Model Padang dan penampilan tari pasambahan dari pemenang lomba tari tingkat Sekolah Dasar se Sumbar. Lalu diikuti dengan berbagai penampilan lain seperti, pantomim dari pemenang Juara 2 lomba pantomim tingkat nasional, penampilam musik akustik dari Forum Anak Sumbar, dan senam ceria oleh anak-anak pemenang lomba senam ceria tingkat Kota/ Kabupaten di Sumbar, yang dimenangkan oleh anak-anak

dari Kab. 50 Kota. Tak hanya mereka yang bearda di sekolah umum, anakanak yang berasal dari panti pun ikut unjuk gigi. Diantaranya Tari Batok dari Panti Sosial Bina Grahita dan penampilan lagu oleh anak-anak dari Panti Bina Netra Tuah Sakato. Acara ini semakin meriah dengan dihadirkannya Halilintar Morgen atau yang lebih dikenal dengan Lintar Idola Cilik 3, seorang penyanyi anakanak yang namanya melambung melalui sebuah kontes menyanyi yang diadakan sebuah televisi swasta di Sumbar. Lintar yang saat itu menyanyikan lagu “Ayah” dan “Jangan Menyerah” mampu menyedot perhatian seluruh peserta yang ada diruangan tersebut. Suaranya sungguh merdu. Di akhir penampilan Linta juga sempat berdialog dengan Wagub Sumbar, Muslim Kasim. Sebuah kejutan diterima Lintar kali ini. Sulung empat bersaudara yang kini tinggal bersama ibunya ini mendapatkan beasiswa pendidikan dari Wagub Sumbar, untuk melanjutkan pendidikannya hingga ke universitas. Nah, tahun ini mereka semua berkesempatan menerima penghargaan, karena berprestasi dibidangnya masing-masing. Tahun besok giliran kamu semua ikut unjuk gigi, dalam peringatan Hari Anak Nasional. Ayo berprestasi!!! (h/cw16)

WAGUB menerima sirih dari anak-anak pemenang lomba tari tingkat Kab/Kota.

PENAMPILAN tari oleh pemenang Lomba Tari RATUSAN anak memadati auditorium Gubernuran dalam Tingkat SD se Sumbar memperingati Puncak Hari Anak Nasional.

PENAMPILAN tari oleh pemenang Lomba Tari Tingkat SD se Sumbar

Ketamakan Nia Oleh: UMUL KHAIR

S

AMPAI jam setengah sembilan malam, sakit di perut Nia masih belum juga reda. Padahal dia sudah berjalan, berputar, mengitari seluruh sudut rumah dengan harapan sesak di perutnya dapat segera hilang. “Coba kamu bawa jalan, mondar-mandir, agar makanannya bisa cepat turun.” Begitu titah ibu sebelum berangkat taraweh tadi. Sebentar kemudian gadis itu duduk, memegangi perutnya yang sedikit membuncit. Nia kekenyangan. Terbesit rasa sesal di hati gadis kecil itu atas apa yang dilakukanya ketika berbuka puasa tadi. Seharusnya dia tidak melahap habis semua makanan. Nia baru menyadari bahwa perilakunya tadi merupakan salah satu sifat yang dibenci oleh Allah. “Tamak itu adalah bagian dari sifat setan. Hawa nafsu maupun setan akan mempengaruhi kita untuk selalu merasa tidak puas. Nia, Sebenarnya kamu itu sudah kenyang, tetapi karena tidak puas dengan satu makanan, kamu ingin mencoba menghabiskan makanan yang lain.” Perkataan ayah masih tergiangngiang di telinga Nia. Sejak malam itu, dalam hati Nia berjanji untuk tidak bersikap

tamak dan memperturutkan hawa nafsu lagi. Kejadian tersebut berawal dari beberapa jam yang lalu. Saat itu jam dinding masih menunjukkan pukul setengah enam sore, tetapi meja makan telah penuh dengan beraneka hidangan yang mengundang selera. Usai mandi dan shalat ashar, Nia langsung menempati salah satu kursi meja makan. Kebiasaan baru, karena hari ini merupakan hari pertama puasa dan sekaligus hari pertama Nia belajar puasa sehari penuh. Walaupun umurnya masih 7 tahun, tetapi Nia bersemangat sekali untuk berpuasa penuh pada Ramadhan kali ini. “Jangan dilihatin terus makanannya Nia, bisa rusak puasa kamu.” Nia menoleh, memperhatikan ibu yang sedang meletakkan kolak di meja makan. “Habis, makanannya enak-enak semua. Nanti, Nia boleh habisin semuanya kan Bu.?” “Ya boleh, tapi apa kamu sanggup?” Ibu berlalu ke dapur setelah berkata. “Sanggup dong Bu. Nia kan puasa. Udah seharian Nia ngak makan, ngak minum, jadi perut Nia pasti muat dimasukin makanan sebanyak ini.” Belanya. Ibu tersenyum. “Ya sudah, sekarang panggil Ayah dulu. Kita buka puasa sama-sama.”

seketika Nia langsung berlari ke ruang tamu. Usai menunaikan shalat maghrib, ayah, ibu dan Nia telah terlihat asyik menikmati

hidangan buka puasa. Sesuai rencana, Nia memang berniat menghabiskan semua makanan yang dibuat oleh ibunya. Mulai dari kolak, es teler, bubur

kampiun sampai onde-onde di lahap habis oleh gadis itu. Pada awalnya semua terasa enak dan lezat, tetapi lama-kelamaan rasa kenyang mulai datang. “Kamu nggak makan nasi Nia? Ayam gorengnya enak loh”Tiba-tiba ayah nyeletuk. Nia beralih melihat ayam goreng di sebelah mangkok nasi. Semua tahu, itu adalah makanan kesukaannya. Ingin sekali Nia mengambil ayam goreng yang menggugah selera itu, tetapi rasa kenyang menahan Nia untuk berbuat. Pandangan Nia beralih mengamati orangtuanya yang asyik dengan ayam goreng mereka. Nia jengkel. Dia ingin sekali segera menyantap makanan favoritnya itu. “Seharusnya perutku masih muat diisi ayam goreng. Dari pagi aku kan ngak makan atau minum, jadi pasti masih ada tempat kosong di perutku” Begitu teori yang berkecamuk di dalam hati Nia. Akhirnya tanpa pikir panjang, Nia menggapai sepotong paha ayam yang sedari tadi menggoda seleranya. Krik! “Benar, ayam goreng ini sangat lezat” Nia meneruskan gigitannya. Tetapi baru beberapa gigitan tiba-tiba gadis kecil itu mengerang. “Aduh, perutku Bu” Setengah berteriak, Nia memegangi perut. Itulah awal rasa sakit dari kekenyangan yang diderita Nia malam itu. Mahasiswa Sastra Unand


Elok

MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

13

Ramadan Bulan Penuh Berkah RAMADAN telah tiba, umat Islam mulai menjalankan ibadah puasa, menahan lapar dan dahaga. Adik-adik tentunya mulai mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, diantaranya didikan subuh, pesantren Ramadan dan sama-sama mengikuti Salat Tarawih dan Witir, serta ceramah Ramadan. Aneka jenis busana muslim yang santai ini bisa jadi pilihan buat ke masjid atau musala. Gamis, baju dan rok panjang, dengan jilbab senada untuk yang cewek. Baju koko atau kemeja panjang, dengan celana panjang bisa jasi pilihan buat adikadik cowok. Yang penting, busananya cocok dan enak dikenakan. Tidak panas dan tidak ribet, saat memakainya. Pilih warna sesuai kesukaan masingmasing. Karena masih kanakkanak, semua jenis warna pada umumnya oke-oke saja untuk dipakai. Tak perlu ragu untuk memakainya. Yang penting, padanannya cocok. Untuk ke masjid atau musala, sandal tentu lebih cocok, sehingga tak perlu repot membukanya saat hendak masuk masjid atau musala. Selamat berpuasa. ***

Model Busana Fotografer Lokasi

: : : :

Rahma Azizah Deabie, Rizki Marska Deabie Koleksi pribadi Deni Prima Masjid Nurzikrillah di Resort And Part Ladang As, Sungai Lareh Padang


14

Kultur

MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

ESAI

Penguasa Lalat: Membaca Harapan Anak-anak Inggris

“Ad pa H ari IIn ni, Adaa B Beeri ritta A Apa Hari De n SSaastro ?” Den Oleh: Andhika Dinata Pangamat dan Kritikus Sastra Tolong ciptakan makna bagiku, apa saja – aku selembar daun terakhir yang ingin menyaksikanmu bahagia ketika sore tiba. [“Sajak Tafsir”, Sapardi Djoko Damono]

Oleh Desi Sommalia Gustina

APA yang akan dilakukan oleh seorang anak yang berusia tak lebih dari dua belas tahun ketika terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni dan sama sekali tak memiliki persiapan (bekal) untuk bertahan hidup. Tanpa makanan, obat-obatan, pakaian, dan keperluan lainnya. Akankah anak-anak tersebut mampu menghindar dari bahaya kelaparan? Jika iya, dalam jangka waktu berapa lama mereka mampu bertahan dan apa yang mereka lakukan hingga terhindar dari kematian. Pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang ada di kepala saya ketika membaca keterangan pengantar novel Penguasa Lalat yang tertera di cover belakang novel karya Wiliam Golding ini. Novel Penguasa Lalat (Penerbit BACA!, Yogyakarta, 2011) adalah sebuah novel yang bercerita tentang petualangan yang mendebarkan dari sekelompok anak sekolah Inggris yang terdampar di sebuah pulau akibat pesawat yang mereka tumpangi tertembak dan terbakar. Uniknya, diantara mereka yang selamat tidak terdapat seorang pun lelaki atau perempuan dewasa. Pilot dan awak pesawat yang membawa anakanak tersebut tidak diketahui rimbanya. Berada di sebuah pulau tanpa didampingi oleh orang dewasa serta tanpa perlengkapan apa pun, membuat anak-anak yang terdampar di pulau tropis tersebut berusaha mencari pertolongan. Novel Penguasa Lalat ini mengawali cerita dengan menggambarkan bagaimana upaya seorang anak berambut pirang menerobos ranting-ranting dan pepohonan untuk dapat keluar hutan, tempat dimana ia terlempar dari kabin pesawat. Anak berambut pirang tersebut bernama Ralph. Berusia dua belas tahun. Ia terus berusaha merangkak naik diantara tanaman menjalar dan batang pohon ketika seekor burung berwarna merah dan kuning mendadak terbang dengan pekik melengking yang kemudian diikuti oleh pekik burung-burung lainnya. Di sekelingnya terbentuk cekungan panjang bekas hantaman pesawat ke hutan rimba tersebut. Tak jauh dari tempat Ralph berdiri, terlihat seorang anak gendut penderita asma bernama Piggy. Keduanya tak saling kenal. Jika Ralph dan Piggy berada ditempat yang sama, itu disebabkan saat pesawat mengalami kerusakan keduanya sama-sama terlempar ke dalam hutan yang sama sekali belum pernah mereka kunjungi. Piggy yang menggunakan kaca mata digambarkan sebagai anak yang penuh dengan analisa. Dengan kekuatan analisanya, Piggy meyakini bahwa di pulau tersebut tidak hanya ada dirinya dan Ralph. Ia meyakini masih ada sekian anak lagi yang terdampar di pulau tersebut. Saat keduanya telah keluar dari hutan dan berada di tepi pantai, Piggy menemukan sebuah kerang berukuran besar. Piggy meminta Ralph untuk memanggil anak-anak lain yang diyakininya berada disekitar mereka dengan cara meniup kerang besar tersebut. Analisa Piggy benar. Begitu kerang tersebut ditiup oleh Ralph, seorang anak keluar diantara pohonpohon kelapa, sekitar seratus meter dari arah pantai. Umurnya kira-kira enam tahun. Lalu diikuti anak-anak lainnya. Hal tersebut membuat Ralph semakin bersemangat meniup kerang. Sebab ia melihat telah ada kehidupan di pulau tersebut. Terlebih lagi ketika semakin keras kerang ditiup maka semakin banyak anak laki-laki berjalan menuju pantai. Namun, saat semua anak telah berkumpul di tepi pantai, sebersit kecewa terbit diantara mereka. Kecewa itu dikarenakan mereka mendapati tak ada seorang pun perempuan atau lelaki dewasa diantara mereka. Jika tak ada orang dewasa, itu artinya anak-anak tersebut harus mengurus diri mereka

sendiri sampai datang sebuah pertolongan. Di sini uniknya anak-anak Inggris tersebut, meski bersulam kecewa karena tak mendapati seorang pun lelaki atau perempuan dewasa diantara mereka, anak-anak Inggris tersebut tetap menjaga harapan agar mendapat pertolongan sesegera mungkin. Meski tak semua anak menyumbang pikiran dalam mencari jalan keluar, tetapi tak seorang anak pun tampak menangisi keadaan. Galibnya anak-anak yang gemar bermain, dalam kondisi yang tak pasti akan datangnya pertolongan, anak-anak Inggris tersebut masih bisa bergembira bermain dan berlarian di tepi pantai berpasir. Tetapi anak-anak tersebut tak melulu bermain, karena fokus utama anak-anak tersebut adalah mengurai kebuntuan dan mencari solusi mengenai apa yang harus dilakukan agar mereka segera diselamatkan. Tindakan pertama yang mereka lakukan adalah memilih siapa diantara mereka yang tepat untuk dijadikan pemimpin. Setelah melakukan urun rembuk , Ralph terpilih sebagai ketua dari anak-anak tersebut. Ralph yang ditemani oleh dua rekannya—Jack dan Simon, kemudian memutuskan untuk mencari tahu apakah daerah yang tengah mereka tempati adalah benar sebuah pulau yang dikelilingi laut atau tidak. Caranya dengan menelusuri tepi pantai hingga gunung. Dari hasil penelusuran Ralph dan dua rekannya, sebuah kesimpulan tercipta, bahwa benar tanah yang sedang mereka pijak adalah sebuah pulau yang diputus laut dan tanpa penghuni—kecuali hewanhewan liar dan aneka tumbuhan. Ralph lalu menginstruksikan agar sesegera mungkin menyalakan api di atas gunung, sebagai tanda bahwa ada kehidupan di pulau tersebut. Hal ini dimaksudkan jika sewaktu-waktu ada kapal yang melintasi pulau yang mereka huni, maka akan menjadi isyarat, dan bocah-bocah tersebut bisa segera diselamatkan. Namun, laiknya anak-anak yang lebih menyukai bermain, tak banyak yang memiliki jalan pikiran seperti Ralph. Ketika menjaga api agar terus menyala, bocah-bocah tersebut dihinggapi jenuh. Termasuk Jack yang lebih menyukai berburu babi. Ketika giliran Jack menjaga api, ia justru berburu di hutan. Hal tersebut memantik kemarahan Ralph dan melampiaskannya saat Jack pulang berburu. Begitu melihat Jack, Ralph serta merta menumpahkan kekesalannya. Menurut Ralph, kemarahannya beralasan. Sebab api yang sudah disepakati agar terus dijaga justru padam ketika sebuah kapal melintas di depan pulau tersebut. Harapan agar segera diselamatkan seketika mengempes. Ralph yang telah dipilih sebagai pemimpin merasa pantas memberi ‘teguran’ kepada Jack yang dianggapnya melanggar ‘aturan’. Namun, Jack tidak sepakat dengan Ralph. Menurutnya api bisa dihidupkan kembali dan Ralph tak perlu mengeluarkan kemarahan. Perdebatan

yang terjadi antara Ralph dan Jack tersebut kemudian menjadi awal pertentangan selanjutnya. Yang kemudian menciptakan sikap permusuhan oleh Jack terhadap Ralph. Cerita dalam novel pemenang nobel sastra 1983 ini jika diibaratkan sebagai sebuah pemerintahan, seorang Jack dapat lah digambarkan sebagai pemimpin partai oposisi. Jack menjadi penentang utama terhadap ‘kepemimpinan’ Ralph. Dan dengan kemahirannya berburu menjadi senjata utama bagi Jack untuk meruntuhkan ‘kekuasaan’ Ralph. Hasil buruan Jack saat dibagibagikan kepada anak-anak tersebut, seperti sembako yang dibagi-bagikan oleh pemerintah kepada ‘rakyat’nya. Melihat bagaimana perseteruan perebutan ‘kekuasaan’ oleh Jack terhadap Ralph, tidak lah berlebih jika kemudian novel Penguasa Lalat ini dikatakan sebagai sebuah novel yang mengekspos dualitas sifat manusia, yaitu kesenjangan antara ketertiban dan kekacauan, kecerdasan dan naluri, struktur dan kebiadaban. Aturan-aturan yang diciptakan Ralph—dan telah disepakati bersama, menunjukkan betapa anak-anak Inggris tersebut menginginkan sebuah ketertiban sekalipun mereka berada di sebuah pulau yang tanpa aturan. Namun, ketika terjadi pembangkangan terhadap aturan-aturan yang telah dibuat maka menimbulkan kekacauan. Kecerdasan anak-anak Inggris tersebut dapat dilihat dari bagaimana mereka berpikir agar bisa bertahan hidup dan tidak putus asa mencari cara agar segera diselamatkan. Namun, kecerdasan yang dimiliki anakanak tersebut kadangkala bertabrakan dengan naluri atau keinginan untuk bermain dan berburu. Lalu, dengan dipilihnya pimpinan kelompok dan adanya pembagian tugas untuk melaksanakan sesuatu serta aturan agar tidak melakukan sesuatu menunjukkan betapa anak-anak Inggris tersebut mencoba tetap terstruktur di tengah kekalutan. Namun, kebiadaban juga terlihat ketika Jack berhasil memengaruhi sebagian anak untuk melakukan penyerangan terhadap kelompok Ralph yang berujung pada kematian Piggy. Meski telah membaca novel ini hingga tuntas, tetapi tak mampu menjawab tanya yang menyeruak di kepala saya mengenai dalam rangka apa anak-anak Inggris tersebut bepergian menggunakan pesawat namun tidak didampingi oleh guru atau orang tua. Yang lebih mengherankan, anakanak tersebut banyak yang tidak saling kenal. Meskipun begitu, novel ini tetap dapat dinikmati sebagai novel petualangan dalam bentuk yang paling murni. Di samping itu, membaca novel yang dipilih oleh majalah Time sebagai salah satu dari 100 novel berbahasa Inggris terbaik 1923-2005 ini kita akan disuguhi sebuah pesan mengenai betapa pentingnya menjaga sebuah harapan. Karena dengan harapan seseorang akan mampu bertahan meski berada ditempat dimana tak ada tanda-tanda kehidupan. Selamat membaca! Padang, 25 Juli 2011

/1/ Menulis catatan karya Sapardi Djoko Damono (SDD) saat ini sepertinya tak lagi menarik. Pertama, bukan perkara mutu atau kebernasan karya melainkan sudah terlalu banyak literatur yang membahasnya. Kedua, tidak lain karena SDD penyair besar Indonesia yang dimafhumi khalayak. Meski kedua alasan itu terus mengemuka bukan berarti kajian kritis tentangnya berhenti sampai di situ saja. Untuk itu dalam kesempatan ini saya mencoba menyelami salah satu antologi karyanya1 meski sadar harus berkutat rasa “takut” dan “ragu” di hadapan penyairnya itu, namun pembahasan tentangnya harus tetap dilanjutkan. “ Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro ?” (Indonesia Tera, 2002) menjadi antologi puisi SDD memuat dua belas (12) puisi, “Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro?”, “Tiga Percakapan Telepon”, “Panorama”, “Sajak Tafsir”, “Padang Pasir”, “Ada yang Bernyanyi”, “Rumput”, “Sebelum Fajar”, “Kami Mendengar Nyanyian”, “Malin Kundang”, “ Surah Penghujan: Ayat 1-24”, dan “ Perihal Waktu”. Keseluruhan karyanya memiliki kekhasan masing-masing, baik dari muatan literer atau kompleksitas pengaryaan. Sekumpulan puisi yang ditulisnya termasuk “Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro ?” dan “ Surah Penghujan: Ayat 1-24 ” menunjukkan keberkelasan SDD dalam menulis puisi. Dua puisi itu –sebenarnya tak lebih unggul dari puisi lain– namun ia punya daya tarik, keunikan dan kekhasan tersendiri. Secara umum, karakter puisi SDD dalam “Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro?” dominan pada tema alam dan filsafat. Tema ini dikatakan “khas”nya SDD yang kemudian dipopulerkan secara apik ke ranah kesusastraan kita. Di Eropa dan Amerika sendiri tema semacam itu sudah dahulu dikenal lewat karya-karya besar TS Eliot (Inggris) dan Robert Frost (Amerika). Jika masterpiece karangan TS Eliot lebih “mengakar rumput” pada teologi klasik: udara, bumi, air dan api; maka Robert Frost cenderung berfilsafat romantik yang salah satunya tergambar dalam karya “A Minor Bird” (1928) dikutip SDD sebagai penggalan latar “Ada yang Bernyanyi”. Kehadiran SDD dalam puisi tak sepenuhnya dapat disebut terpengaruh oleh kedua kutub penyair dunia itu, namun ia pelan-pelan mulai bergerak bebas dari kungkungannya dan merapihkannya ke dalam tatanan baru yang lebih rigid. Kecenderungan untuk patuh dan taat konvensi membuat SDD setia memuisi pada domain romansa sepertihal Eliot dan Frost telah memulainya dahulu. Di jagad sastra kita saat ini, SDD acap disebut tak punya tandingan dalam menulis puisi prosais dan bentuk yang sewadah dengannya – meski pendapat itu terasa agak berlebihan namun demikian “suara kuat” yang konon muncul tentangnya. Saat ini sepertinya SDD tak butuh ruang karena (ia) sudah menjadi ruang itu sendiri. Dalam konteks itu, malah dan kemudian ia menjadi ruang bagi yang lain untuk bercermin padanya. /2/ // musim harus berganti musim agar langit menjadi biru untuk kemudian kelabu agar air menguap untuk kemudian membeku agar pohon tumbuh untuk kemudian rubuh agar akar menyerap air untuk dikirim ke tunas daun untuk kemudian gugur agar lebah menyilangkan putik dan benang sari untuk kemudian layu agar rumput meriap untuk kemudian kering agar telur menetas dan burung terbang untuk kemudian patah sayapnya agar hari bergeser dari minggu ke sabtu agar kau mengingat untuk kemudian melupakan-Ku // agar kau tahu bahwa Aku melaksanakan kehendak-Ku // agar kau sadar bahwa Aku memenuhi janji-Ku .. // [“ Surah Penghujan: Ayat 1-24”, ayat 1] Hujan adalah sebuah tanda. Ia (juga) sepotong ayat. SDD menangkap hujan sebagai “tanda” sekaligus “ayat”. Kedua penafsiran itu yang kemudian disiratkan ke dalam bentuk surat (puisi). Pesan meretaskan hujan yang semula tanda menjadi ayat menjadi benang merah bagi SDD untuk mengurai nalar kreatifnya. Ibarat cangkir, puisi adalah cangkir itu sendiri, sementara pesan adalah air yang isi dalam cangkir itu. Apapun bentuk cangkirnya, yang jelas air akan tetap utuh di wadahnya sebelum ada orang yang meneguknya. Fungsi air tak sama dengan cangkir. Air berfungsi sebagai pelepas dahaga, sementara cangkir hanya medium yang tetap pada tempatnya. Kenyataan memahami puisi sebagai “cangkir” yang tersurat dan tersirat membuka ilham bagi SDD untuk menerangkan gagasan hukumhukum-Nya yang maha luas. Tatkala kehendak dan bahasa-Nya tergerak untuk menciptakan yang kosong menjadi ada, yang konon menjadi rupa, yang kemarau menjadi hujan, apakah kita mampu menyerap dan menyadari kehendak dan bahasa semacam itu?. “Surah Penghujan: Ayat 124 ” adalah sebuah kredo puisi. Dalam kenyataannya kredo pasti memuat keganjilan dan keanehan yang sudah selayaknya dimaklumi. SDD tentu memahami puisi tak boleh dan tak akan pernah boleh bertukar tempat menjadi Sabda, Wahyu atau Firman, maka diabsorbsi istilah “credo quia absurdum ” 2 sebagai penghantar puisi tersebut. Dalam teologi Tertullianus (: konteks alih kesusastraan), kemustahilan itu yang mesti terlebih dahulu dipahami agar ia “boleh” dan tidak bias. “ Surah Penghujan: Ayat 1-24 ” yang ditulisnya hanya berperan sebagai cangkir penghantar “air”, ia tak berperan ganda untuk menandingi atau meniru-niru Kitab Suci –yang sampai kapanpun tak akan bisa ditandingi– namun (ia) lebih pada pengayaan karya yang jerumus dalam rumusnya sendiri: garisnya sendiri. // ..agar kau senantiasa bertanya kenapa musim harus berganti musim agar langit menjadi biru untuk kemudian kelabu agar air menguap untuk kemudian membeku agar pohon tumbuh

untuk kemudian roboh agar akar menyerap air untuk dikirim ke tunas daun untuk kemudian gugur agar lebah menyilangkan putik dan benang sari untuk kemudian layu agar rumput meriap untuk kemudian kering agar telur menetas dan burung terbang untuk kemudian patah sayapnya agar lahar mengeras menjadi batu agar kau mengingat untuk kemudian melupakan-Ku.. // [“Surah Penghujan: Ayat 1-24”, ayat 1] Kredo puisi yang mirip prosa di atas kental terlihat dengan tidak ditemukannya tanda baca: titik atau koma dalam puisi itu. Penulisan dibuat dengan gaya sambung begitu saja, berkata-kata, dan bercerita. Kata Aku dan Ku ditulis dengan huruf A dan K letter kapital menunjukkan maksud yang tak lagi sama jika ia ditulis dengan huruf kecil biasa. Pemilihan judul “Surah Penghujan” dengan plot ayat per ayat juga menunjukkan keberluasan penyair yang rumpang dari tatanan baku yang ada. Ia benar-benar memanfaatkan “licentia” secara penuh yang menjadi otoritas utuh pengarang. Citraan dan efek yang dihasilkan dari otoritas itu cukup kuat bilamana pembaca menyelesaikan pembacaannya itu. /3/ Tendensi puisi liris SDD simetris pada sumbunya sendiri, sekilas kelihatan datar tanpa tikungan. Ciri khasnya lebih banyak berkatakata, berprosa, beralur dan bercerita. Puisinya lekat dari objek. Benda-benda sekitar tak luput jadi korban peng-objek-an. Sebagai contoh: kursi goyang, koran pagi, kopi, uang logam (“Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro?); langit, bukit, pucuk-pucuk teh, jalan setapak (“Panorama”); batu , sungai , sawah , burung (“Sajak Tafsir) menggambarkan beberapa benda yang dijadikan unsur peng-objek-an itu. Sekilas tak ada yang istimewa dari kehadiran kursi goyang, koran pagi, kopi, uang logam yang menjadi objek puisi itu, namun bagi SDD ia terlihat istimewa dan menjadi pilihan kata/frasa. Keberadaan objek dengan serba kesederhanaannya menjadi pantomim yang menguatkan usul karyanya. Usul dan klausul semacam itu yang kemudian dipertahankan agar menjelma jadi ruas-bukunya sendiri. Kekuatan itu dapat dilihat pada kedua bait ini. // Ada berita apa hari ini, Den Sastro? Siapa bertanya? Ada kursi goyang dan koran pagi, di samping kopi. Huruf, seperti biasanya, bertebaran di halaman-halaman di bawah matamu, kau kumpulkan dengan sabar, kausulap menjadi berita. Dingin pagi memungut berita demi berita, menyebarkannya di ruang duduk rumahmu dan meluap sampai ke jalan raya. Ada berita apa hari ini, Den Sastro? .. // [“Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro?”] // “Aku mau menulis puisi!” teriakmu. Hanya kabut / yang terkejut. Sementara ada yang dalam dirimu / sibuk keluar masuk. Sementara kau bersitahan / pada panorama: kebun teh, / jalan setapak, bunga-bunga kecil yang mekar / di pinggirnya, kerikil di bawah sepatu, / dan udara dingin. “Aku mau menulis puisi!” .. // [“Panorama”] Sastrawan Rusia Boris Pasternak, peraih Nobel Sastra lewat “ Doctor Zhivago” (1957) yang berpendapat bahwa: “ hal-hal menakjubkan, tidak lain hal-hal sederhana, tapi disentuh dengan tangan jenius”. Selaras dengan itu, SDD telah memulainya dengan baik. Puisi baginya tak ubahnya prosa. Kehadirannya tak mesti dipahami dengan renung mendalam, tapi (ia) cukup diendap dan dialirkan lewat huruf menjadi kata menjadi frasa menjadi bait menjadi puisi. Sederhananya kata tak sesederhana maknanya. Demikian konsep SDD dalam kepenyairannya itu. Kesederhanaan dan kebersahajaan itu terlihat pada bait berikut. // ..Aku tidak terlibat dalam makna / seperti yang mereka bayangkan / tentang diri mereka sendiri- / bukan bahasa yang tak lain masa lalu. / Dan kau juga tak akan mampu / membayangkan aku / sebagai kapan saja. / Aku tidak memerlukan bahasa - / diam bukan batu, mengalir bukan sungai, / dicangkul bukan sawah, / terbang bukan burung, / bertahan bukan daun. / Aku tidak, bukan apa pun. // [“Sajak Tafsir”] Dan juga keteduhan pada bait “Ada yang Bernyanyi”3 yang diilhami dari “A Minor Bird”, Robert Frost berikut. // Ada yang bernyanyi. Ada / yang tidak bernyanyi. Ada / seekor burung. Dan tak ada burung. / Kausiasati pohon itu ketika duduk / di beranda depan rumahmu. / Menarik napas dalam-dalam, menghembuskannya / kembali pelahan-lahan, kaucoba menyingkirkan / kenangan: sebuah tempat tidur / yang sia-sia. Hanya dengkur.. // [“Ada yang Bernyanyi”] /4/ Di dalam antologi “Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro?” tak akan kita temukan gaung puisi yang meletup-letup, suara letus meriam, dan pecah martil di dalamnya, karena memang demikian khas puisi SDD yang cenderung datar, tenang dan diam. Terasa arogan memang menjerumuskan diri dengan serba keterbatasan untuk mengulas karyanya yang besar itu, namun SDD tetap SDD yang (ia) besar karena karyanya bukan karena banyak sedikitnya ulasan tentangnya. Tunggu dahulu, ada satu pertanyaan yang hingga saat ini saya penasaran dan tak pernah mampu menjawabnya: Siapa sebenarnya sosok Den Sastro yang dimaksud SDD dalam puisinya itu? Tokoh komikkah? Wartawan reportasekah? Penyair hebatkah? Kawan Sapardi kah? atau mungkin jelmaan Sapardi sendiri dalam imaji konkritnya? atau memang sosok itu raib dan tidak ada?. Dalam hal itu, saya dengan segala keterbatasan lagi-lagi tak mampu menerka. Cukup Sapardi Djoko Damono sendiri yang menjawabnya. Juli, 2011 Catatan Akhir : 1 Bahasan esai ini difokuskan pada karya Sapardi Djoko Damono, “Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro?” (2002) 2 “Credo quia absurdum”, bahasa latin: “I believe because it is absurd” [Tertullianus] 3 Diilhami dari puisi “A Minor Bird” (1928) karya Robert Frost, dalam kutipan // And of course, there must be something wrong / In wanting to silence any song //


Mamangan

MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

15

KARAKTER SANTUN ANAK MINANG

Kepribadian Seimbang, Rasional dan Emosional TUANGAN LIMBAGO

YULIZAL YUNUS DT. RAJO BAGINDO

Oleh

Mambuhua Ndak Mambuku, Mauleh Ndak Mangasan

Ketua V LKAAM Sumatera Barat

Oleh: SYUHENDRI DT. SIRI MARAJO

MENJADI arif dan bijak adalah hal utama sekaligus menjadi puncak karakter ideal yang ingin dicapai oleh setiap anak nagari Minangkabau. Arif dan bijaksana menghapus rasa canggung saat menempatkan diri dengan lingkungan. Kearifan dan kebijaksanaan terbentuk secara natural dalam sistem yang ada dalam masyarakat Minangkabau yang bergerak secara dinamis menurut kodratnya. Suatu saat orang Minangkabau menjadi anak atau kemenakan dalam kaummya, lalu perlahan beralih memasuki wilayah strukrtur adat menjadi seorang ninik mamak, urang sumando, penghulu atau berbagai posisi lainnya dalam garis dunia dewasa. Mambuhua ndak mambuku, mauleh ndak mangasan dilihat dari sisi realitas merupakan sebuah idom yang paradok. Suatu yang musykil jika dua utas benang dibuhulkan takkan kelihatan simpulnya atau sehelai kain yang diulaskan takkan kelihatan bekasnya. Tapi begitulah orang Minangkabau dengan bahasa yang indah mengantarkan anak Minangkabau berlatih, belajar memahami, menjalankan sebuah siklus kehidupan agar menjadi matang sesuai dengan posisinya masing-masing. Mambuhua ndak mambuku, mauleh ndak mangasan merupakan ketajaman pikiran dan kepiawaian bagi orang Minangkabau dalam mengelola berbagai persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, baik dalam suku, kaum ataupun nagari. Dari rumusan yang demikian dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa setiap orang Minangkabau adalah pemimpin. Pemimpin yang arif dan bijak mampu mengelola berbagai masalah dan silang sengketa dengan adil tanpa berpihak. Pihak-pihak yang bersengketa merasa diperlakukan sama, tanpa terasa persoalan terselesaikan dan masing-masing pihak tidak ada yang merasa dipermalukan. Mambuhua ndak mambuku, mauleh ndak mangasan juga merupakan sebuah bentuk proses komunikasi elegan antar sesama, tak saling menyakiti walaupun yang disampaikan terkadang pahit, sebuah ironi, nasehat, peringatan dan segala macamnya. Proses komunikasi semacam ini biasanya muncul, saat orang Minangkabau dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai pimpinan, saat seorang Mamak menasihati kemenakan, Bundo kanduang menasihati Penghulu, Penghulu dalam memutus suatu silang sengketa atau berbagai perkara dan kejadian lainnya. Betapa indahnya sebuah tuntunan sikap dan nilai-nilai kearifan yang telah diwariskan adat saat menjalani hidup. Jika ini dapat direalisasikan dalam keseharian, terasa betapa hidup ini menjadi indah begitu berharga dan bermakna. Mambuhua ndak mambuku mauleh ndak mangasan merupakan sebuah cita-cita tentang keteraturan, melatih kerendahan hati, menjauhi sikap rendah dan kasar, menekan rasa egois yang tak berkeruncingan. Menjadi anak nagari Minangkabau ideal, terlatih menata diri secara arif dan bijak dalam tata pergaulan, menjaganya dengan baik. Sekecil dan sederhana apapun persoalan yang terjadi bila sudah berkaitan dengan hubungan antar sesama dalam kehidupan tidak boleh disepelekan. Tak ada persoalan yang tak terselesaikan, tak ada keruh yang tak terjernihkan.

Smart 081266115060

TERSEDIA : CASH BACK

UNDANG -UNDANG Adat Minangkabau saat ini tidak terpakai lagi secara utuh karena perubahan zaman, sistem politik dan pemerintahan. Tujuan mempelajari Undangundang Adat tersebut untuk mengetahui dan memahami bahwa suatu sistem adat selalu didukung oleh undang-undang dan peraturan dan sanksi-sanksi yang jelas.Untuk dapat memahami bagaimana masyarakat Minangkabau menjabarkan

falsafah Alam Takambang Jadi Guru dan menuangkannya dalam bentuk peraturan dan perundang-undangan. Undang-Undang Adat merupakan penjabaran terhadap Adat Nan Diadatkan terbagi dalam 4 kelompok; 1. Undang-Undang Nan Duopuluah Undang-Undang Nan Dupoluah merupakan undangundang yang mengatur masalah hukum pidana, tanpa mencantumkan sanksi hukum atau ancaman pada si pelanggar.Jika seseorang melakukan pelanggaran, maka yang memikul hukuman itu adalah suku atau kaumnya. Suku atau kaumnyalah memberikan hukuman.

Jika tidak teratasi oleh kaum atau sukunya, sipelaku diserahkan kepada raja. Dia dijadikan orang hukuman atau budak yang mengabdi kepada raja. Undang-undang Nan Duopuluah terbagi atas dua bahagian yaitu :Undangundang Nan Salapan dan Undang-undang Nan Duo Baleh. (Rinciannya sudah dijelaskan pada PUSAKO terdahulu) 2. Undang-undang Luhak jo Rantau Undang-undang Luhak jo Rantau merupakan undangundang yang mengatur masalah kedudukan wilayah beserta kedudukan, posisi dan kewenangan penghulu raja, dan

pejabat lainnya baik di luhak maupun di rantau. Jadi, lebih bersifat kepada pengaturan dan penataan dalam sistem pemerintahan kerajaan.Undangundang luhak dan rantau terbagi dalam dua kelompok; a. Undang-undang luhak: kedudukan Luhak; kedudukan kelarasan Koto Piliang dan Bodi Caniago; kedudukan Nagari; kedudukan Koto; kedudukan Dusun; dan kedudukan taratak. Pada kedudukan kelarasan mencakup; kedudukan pangulu, manti, malin, dubalang, cadiak pandai, urang tuo dan anak, kamanakan. b. Undang-undang rantau: kedudukan raja di rantau; kedudukan raja dan urang

= KOMPUTER

= PROPERTI

= OTOMOTIF

= ELEKTRONIK

gadang pada setiap rantau; kedudukan panggao dan dubalang; kedudukan syahbandar; kedudukan nangkodo, juru mudi. Dalam undang-undang rantau ini juga ditemukan; - Undang-undang lauik nan salapan - Undang-undang pulau balarangan - Undang-undang bungo adat (pajak), antara lain; ka rimbo babungo kayu, ka sungai babungo pasie, ka tambang babungo ameh, ka sawah babungo ampiang, ka lauik babungo karang . 3. Undang-undang Nagari 4. Undang-undang Dalam Nagari (bersambung )

= ALAT KOMUNIKASI

Pasang Iklan Anda disini ...

= FASHION

KOMPLEK BANDARA TABING, JL. HAMKA PADANG Telp. (0751) 4488700 - 703, Fax. (0751) 4488704 Email Divisi Iklan : iklan_haluan@yahoo.com

= BIRO JASA = RUPA RUPA = INFO BISNIS

Ready & Discount

805 8 Jtaan 13 Jtaan 14 Jtaan 19 Jtaan 9 Jtaan 14 Jtaan 21 Jtaan 23 Jtaan

GRGASUTRIS AN AN

PERTAMA

Proses Cepat, Data Bisa Dijemput, Menerima Tukar Tambah Hubungi Segera : SUARDI,SE

0813 6319 8611

READY STOCK TDP

DAN MELAYANI

TDP

13 jt

TUKAR TAMBAH

17 jt

661

HUB :

RULLY

0813 88 67 88 96

ASTRA DAIHATSU READY STOCK Xenia Terios Luxio Grand Max PU

Angsuran 3,7 jt-an Angsuran 3,9 jt-an Angsuran 5 jt-an Angsuran 5,5 jt-an Angsuran 8,8jt-an Angsuran 4,9jt-an

TDP 15 Jt an TDP 20 Jt an TDP 14 Jt an TDP 9 Jt an

A AN

Dapatkan CASH BACK 12 Jt* * atau DP 0%

081363358095 0751 - 7858838

T O Y O T A

AVANZA INNOVA RUSH FORTUNER

ALTIS VIOS YARIS HILUX

Syarat kredit murah, Bunga kecil & DP kecil

SISKA R (Counter Sales)

081363009186 / 0751-7847106

Sinar Motor

Jl. Jhoni Anwar No.12Telp. (0751) 782525, 081266062283, 081807257680 Mobil Modif Gaul Warna Merah th 88 Jazz 07 Vitell Sporty Abu-abu Honda City 06 Abu-abu, Kijang Pick Up Avanza 06 Hitam, Avanza 05, BMW 92 318i Innova 06 Hitam, Pajero 96, Mercy 95

PAKET TOYOTA AVANZA E AVANZA G AVANZA S AVANZA E AVANZA G AVANZA S

DP 18.803.000 ANGS 3.768.000 DP 20.831.000 ANGS 4.186.000 DP 22.328.000 ANGS 4.503.000 DP 25.539.000 ANGS 3.499.000 DP 28.342.000 ANGS 3.887.000 DP 30.405.000 ANGS 4.180.000

ALJUFRI Auto 2000

081374991979 / 0751 7855179

085295026688,

DHANILSATRIA (0751)8228333

DIJUAL

Tanah seluas 3 Ha, Hak Milik, Penawaran Rp.200 juta /Ha, di Liki Atas Muaro Labuah Kabupaten Solok Selatan, Hub :

0811873225 / 087826879

DIJUAL Ruko, LT. 620M2, LB. 240M2 x 3 Lantai. Jual Jantan Dogo Argentino, 1.5 Th - 15 jt. Jl. Kampung Batu No.43A Padang. Hub : 081993634254

DIJUAL SEGERA

1. Sebidang tanah di Komplek Perumahan Unand Blok B Depan Lap. Golf Hook (Kanan Kiri Jalan) 489M2. SHM (850 ribu/m2 = Bisa Nego) 2. Sebidang tanah di Komplek Perumahan Unand Kel. Pisang Luas 600 M2, 400 M2, 300 M2. SHM (650 ribu/m2 = Bisa Nego) Hubungi : Benny = 08126600950, Ismail = 082170335151, Tam = 081363403172

Hubungi Bag. Penjualan:

DIJUAL TANAH

Luas 510M2, lokasi di Banuaran samping TK Presiden. Hub : (0751) 7861168

DONI SAPUTRA, SE

HP : 08126712726 / FLEXY 0751 7872220

Xenia Terios Pick Up MB Luxio Surion Hub :

DIJUAL TANAH

DIJUAL RUMAH

1 unti Rumah di Perum Pondok Indah Blok G-5, Parak Gadang Ganting, Padang. Minimalis, Asri, Aman & Cluster, LT121 m2, LB 70 m2, 2 KT, 1 KM, 1300 watt, PAM, SHM, IMB, Pny Taman Depan, Car Port, Halaman Belakang, & Tangki Air. Peminat Hub : 08126633438, a/n. Hengki Kho

Honda Civic TDP 35jt Angs/bln 10,1jt Hub :

791

ASTRA DAIHATSU Xenia Terios Luxio Grand Max PU Grand Max MB Sirion

TEMPAT INDENT DAIHATSU

Lokasi di Kota Pekanbaru. Ukuran 15x14,25x50 M2, Jln. PArit Indah. Luas 950M2 di Jln. Wonosari. Bagi yang berminat hub : 085263670013 & 081371737763

Honda Freed TDP 24jt Angs/bln 8,1jt

READY STOCK

ASTRA DAIHATSU

Sepeda Motor Merk Bajaj Pulsar 180cc, Th.11, W. Hitam, BA Padang, Mesin Bagus, Terawat. Hub : 081374096100

HONDA GAJAH MOTOR

Padang

DIJUAL CEPAT

TUKAR/TAMBAH

BONUS PASTIKAN PEMBELIAN MOBIL "TOYOTA" ANDA DI DEALER RESMI "TOYOTA" HUB :

Rubrik ini dihadirkan LKAAM Sumatera Barat setiap Minggu. Adapun tulisan-tulisan yang ditampilkan membentang seputar adat Minangkabau dan seluk beluknya.

Ketua Umum Bundo Kanduang Sumatera Barat

Paket Hemat Toyota TDP 22jt-an TDP 27jt-an TDP 35 jt-an TDP 36jt-an TDP 87jt-an TDP 36 jt-an

atau tawuran, tujuannya membunuh, diasah ladiang 7 hari 7 malam, lalu dikejar lawan ditikam bunuh, sangat tak sportif, tak santun, jahat, tak ada lagi kecerdasan otak dan kecerdasan perasaan, kecerdasan spiritual. Tipe teroris, semua orang yang menantang mau dibunuh semua, takut orang bergaul dengannya. Dengan kepribadian santun, semua orang senang bergaul dengannya. Ia mengembangkan gaya hidup pandai menyantuni yang kecil dan pandai menyenangkan hati orang tua/ tidak tak sekalipun hendak membuat hiba hati orang tua/ orang yang dihormati. Artinya karakter santun melahirkan budi yang indah. Bisa memaafkan orang yang sering menzaliminya di samping menyimpan kewaspadaan, bisa menyambung hubungan silaturrahmi dengan orang yang tega memutuskan silaturrahmi, bahkan seperti perinsip Islam, mau mengunjungi musuh, meski harus dengan tetap waspada.

Diasuh oleh PUTI RENO RAUDHA THAIB

"READY STO CK" "BUNGA PA LING RENDAH "

Avanza E Avanza G Inova Rush Fortuner Yaris

anak laki-laki Minang, salangkah turun dari janjang, musuah tidak dicari, kok basuo pantang dielakkan. Kesatria, dalam norm adat: aso hilang/ dua tabilang/ tanamo anak laki. Tetapi kalau memang perang ka bsosoh, caliakan tando lakilaki/ usah takuik nyawa malayang/ jan cameh darah taserak. Tetapi dengan sporitiftas orang Minang, lebih senang, kalau harus berkelahi adalah tanpa senjata. Bila pakai batu atau pisau disebut orang Minang “gadang sarawa” (besar celana) artinya penakut. Abih mansiu nan salatuih/ abih peluru nan sabuah/ nan musuah balawan juo. Abih sanjato tajam/ hilang sanjato lahia/ saanjato batin digunokan. Artinya orang berani, kita juga harus berani. Tetapi jika sudah tahu orang juga berani/ bagak, kita harus bisa menghentikan/ berhenti berkelahi dengan sportif. Tidak harus sampai membunuh. Tidak seperti sekarang, siswa dan mahasiswa berkelahi

UU Adat sebagai Penjabaran dari Adat Nan Diadatkan

Way of Life! - Pick Up - Roalvan - Karimun - Splash - APV Arena - Swift - SX 4 - Grand Vitara

MUKHLIS 0751 - 8200228

PUSAKO

Iklan Baris Rp. 20.000,- / terbit

DAIHATSU Hub :

SANTUN merupakan karakter dengan wujud perilaku/ sikap, tindak dan perkataan yang menawarkan rasa sejuk dalam pikiran dan senang dalam hati. Pareso (kecerdasan pikiran/ intelectual/ rasional) selalu seimbang dengan raso (kecerdasan emosional). Rasionalnya dibawa turun, rasa dibawa naik, bertemu pada gelombang yang sama, dan memancarkan nada nyambung dengan mitra yang seimbang. Pemimpin (penghulu, ulama, cadiak pandai dan bundo kandung) yang santun di Mi-

nang baik secara rasional maupun emosional, melahirkan sikap melindungi seluruh tumpah darah (ranah dan rantau) dan rakyat (anak kamanakan) sesuai fungsinya masingmasing. Norm adat menata dalam petatah: Penghulu lantai nagari Cadiak pandai pagaran kokoh Alim ulama suluah bendang Bundo kandung hiasan nagari. Kalau ada orang salah dan silang sengketa, dengan rasa, pandai menyelesaikan dengan santun dan membuat jera sipelaku. Kalau terpaksa merespon tantangan berkelahi, ia bisa berhenti dan menghentikan perkelahian dan pertikaian secara santun dan sportif. Sikap sportif itu dalam prakteknya dalam adat diberi nilai, hitam tahan tapo, putiah tahan sasah, kok manang jan manapuak dado, kok kalah jan manyasa. Artinya orang yang sportif mengakui keberadaan orang meskipun lawan. Dalam pertarungan politik

misalnya, pada event Pemilu, Pilpres, Pilkada dan Pilwana (Pemilihan Wali Nagari) jika pesta pemilihan sudah selesai, yang menang terhomat dan yang kalah tetap punya martabat. Sportifitas diperlihatkan, pemenang pemilihan juga tidak boleh dendam dengan siapa saja. Sebab dalam adat memakai disebutkan, api padam puntuang anyuik, galanggang usai sangketo abih, biduak lalu kiambang batauik, yang namanya silaturahim tidak boleh putus. Nilai adat ini sejalan dengan perinsip syara’ dalam praktek Rasulullah saw seperti dalam sabdanya: ashila man qatha’aniy/ aku senantiasa menyambung silaturrahmi dengan orang yang selalu memutusnya. Juga sabdanya afwu man zhalamani/ aku selalu memberi maaf orang yang pernah menzalimi aku, tentu itu dialakukan dengan penuh kewaspadaan yang santun. Norm adat Minang dalam berkompetisi bahkan dalam menerima tantangan berkelahi satu lawan satu, atau cakak batanaan (berkelahi bawa nasi) atau cakak massal (tawuran), tujuannya hanya ingin menunjukkan: “kalau orang bagak/ ia bagak pula”. Ada ketahanan diri. Apalagi

TDP TDP TDP TDP TDP TDP

15 Jtan 20 Jtan 11 Jtan 13 Jtan 15 Jtan 20 Jtan

HERRY

BANJIR HADIAH...!!! Undian 1 Milyar BURUANNN....

085274467936 081266280242

DIJUAL RUMAH

2 Lantai, Siap Huni, Lokasi Strategis di Perumahan Cendana Parak Kopi (Polamas). Bebas Banjir & Tsunami. LT/LB. 195M/250M2, Listrik 2200 W, Telp, Air PDAM, Garasi 2 Mobil, R. Tamu, R. KEluarga, R. Makan dan Gudang, Lampu Hias, Sofa, Lemari Pajang. Harga 875 jt (Nego). Hub : Devin (0751) 7807055

DIJUAL RUMAH

1 Unit Rumah, Jl. Jeruk 18 No.388 Perumnas Belimbing. Fasilitas : 2 KT, 1 KM, LT. 64M2, Listrik 900 W, Air PDAM, Sertifikat Hak Milik, Lokasi Dekat Pasar Belimbing. Dijual Rp.79 jt (Nego). Hub : Irwanto HP. 081363971759, (0751) 9806143 8 4 1

TDP 15 Jt an TDP 20 Jt an TDP 14 Jt an TDP 10 Jt an TDP 10 Jt an TDP 20 Jt an

Dapatkan CASH BACK 12 Jt* * atau DP 0%

* Hub Bag Penjualan : *

VHINO 081363646799 POPULAR JAYA EXPRESS GROUP Melayani Jasa Pengiriman Kilat dengan harga ekonomi ke seluruh Indonesia

Service door to door (Barang dijemput dan diantar)

Hubungi

0751 781 8791

Office : Jl. Ar Hakim No. 73 ( Simpang Ranah ) Padang, Sumatera Barat Jl. Herkules No. 13 Dadok Tunggul Hitam Padang, Sumatera Barat

DIJUAL RUMAH Rumah Type 36 di Komplek Monang Lubuk Buaya Koto Tangah, Padang. Sudah di renovasi jadi 3 kamar tidur, ruang tamu luas 4x3, ruang keluarga luas 5x4, kamar mandi 4. Bagi yang berminat hubungi nomor HP. 081266796212 (tanpa Perantara)

DIJUAL RUMAH

Di Komp. Perumahan Aur Duri Baru Gang II No.2 belakang Mesjid Al-Kautsar Padang, S.HM. LT 346 m2 LB 110 m2, 4KT, 4 KM, PLN, PDAM, TELP, ASURANSI. Bebas banjir / jauh dari pantai. Hub: 081363350833 / 07519951237.

IKRAR

Flexi : 7861997 081374359920, 081947429930

TOYOTA INTERCOM Ready Stock !!! Avanza Innova Rush Fortuner Yaris Camry

Bunga Murah Vios % Dyna Rino Hilux Hilux Double Dapatkan Grand Prize Cabin 1kg Emas & Cash Back Altis

4,56

Tukar Tambah Juga Bisa (DP 15%)

KOBE

08126738957, 0751 - 7859913

KEHILANGAN

STNK BA. 5329 A, an. SANTI NOFRITA, Hilang pada hari Jum’at 29-7-2011 di Lubuk Begalung Padang. Bagi yang menemukan harap lapor ke pos polisi terdekat.

DIJUAL / DIKONTRAKAN

Ruko - Jl. Pondok No. 94 Padang (Samping Bank Panin), L 9M, P 23 M, 4 Lt (3,5 Tingkat).

DIJUAL

Orgen KN 7000 Mulus & Bagus, Hubungi : 081322079797, 085278468710, 07517872233


16

Seni

MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

CERPEN Oleh: R YULIA

M

EREKA kembali berbisik-bisik. Di sudut. Menjauhkanku lewat tatapan setajam clurit– seakan memberi ancaman tentang harga mahal yang harus kubayar jika coba menguping atau memperpendek jarak terhadap mereka lipatan dahi dan tarikan garis mengetat pada bibir. Aku berpaling. Tak hendak mencuri lihat, mencuri dengar atau bahkan mencuri hati. Sekujur tubuhku melekat erat pada jeruji besi, membatasi kehendak liar yang menggelepar-gelepar dalam kepala, meronta-ronta seperti babi hutan yang tertombak. Hawa dingin yang mengalir lewat genggaman tangan, kulit wajah, dada dan pahaku, membekukan seluruh keinginanku pada temperatur nol absolut. Termasuk keinginan menemuinya! Sebenarnya, tanpa kumaui pun bisik-bisik mereka singgah samar-samar. Bertandang bersama liukan angin yang gemulai, menerobos liang pendengaran, meski pada akhirnya keluar dari liang lainnya dengan sisa enggan yang menggumpal. Setengah menggerutu pada penjaga benak yang tak mempan dirayu. Kupikir, ketimbang menyimak bisik-bisik separuh rahasia milik mereka yang bersila di sudut lembab itu, lebih baik kukerahkan para pemanggil ingatanku untuk mengembalikan wajahnya di hadapanku. Wajah lembut dengan bibir meranum tanpa polesan, sepasang alis sabit yang tak terlalu tebal, hidung membulat yang membuat senyumku terlepas begitu saja saat melihatnya—dan geligi kelinci. Aku seperti perawan yang berbaring telanjang di hamparan rumput surga bila mengingatnya. Begitu lega dan bebas. Sayang, mengingat wajahnya tak sekadar menghadirkan bunga-bunga, sekaligus menarik kumbang-kumbang, ulat dan dedaunan busuk yang tiarap di sekitarnya. Kumbang-kumbang yang menyengat, ulat-ulat yang menyebar gatal dan dedaunan busuk yang dengan cepat menularkan kebusukannya ke sekujur tubuhku. Kebusukan yang mengamputasi akal dan nalarku, sehingga terdampar di balik jeruji besi ini. Berkumpul bersama empat kepala di sudut sana yang masih juga mengawasiku di tengah kalimatkalimat yang mereka keluarkan dan menumpuk selapis demi selapis kebusukan lain hari per harinya. Meski beberapa petik kalimat mereka singgah di kepalaku dan menggoda rasa ingin tahu, entah kenapa ingatanku lebih memilih untuk singgah kembali ke masa lalu. Pada wajah lembutnya, pada lelaki bertu-

buh kekar dengan tato sepasang angsa di lengan, pada cengkeraman, peluk dan ciuman kasar, pada telunjuk yang menuding lalu lunglai dan suara mengerang sekarat yang membuntuti mimpiku selama empat puluh malam! Ah, kalau saja lelaki bertato itu tak menyakiti pemilik wajah lembut yang kupuja, tentu badik di tanganku tak perlu mengakar di jantungnya. Dan aku juga tak perlu terdampar di sini. “Jadi, kita akan melakukannya malam ini?” Suarasuara di belakang punggungku, singgah begitu saja. Menindih wajah-wajah yang berkelebat sebelumnya di pelupuk mata. “Ya iyalah. Memangnya kau betah berlama-lama di sini?” “Tapi kalau rencana kita gagal, kan bisa gawat, Bang. Risikonya besar.” “Itu urusan belakangan. Jangan dipikirkan. Yang penting, semuanya sudah dipersiapkan dengan teliti. Dan aku yakin, segalanya akan berjalan lancar. Sudah kupelajari situasinya. Nanti malam kita bergerak.” “Dia gimana?” Aku tahu siapa “dia” yang dimaksudkan. “Dia kita kasih kenangkenangan istimewa untuk tutup mulut.” Tawa sumbang sontak pecah memenuhi ruangan, memekakkan telinga. Aku tahu apa yang mereka maksudkan. Malam merambat perlahan dan menghadirkan dingin lebih dari sekedarnya. Tak hanya kulit, aku bahkan merasakan gigil hingga ke tulang sumsum. Ruangan ini tak terlalu luas. Bahkan menjadi sedikit sesak dengan kain sarung lusuh yang disampirkan menutup jeruji. Pijar suram dua puluh lima watt, semakin mengaburkan bayang-bayang yang ingin kubangun di tepi pelupuk mata. Berlima tanpa sepatah kata, bagiku lebih menakutkan ketimbang terdampar di pekuburan. Empat lelaki di belakangku seperti menghitung dengus napas mereka sendiri. Sementara aku, sibuk memainkan sempoa di benak dan menimbang-nimbang, haruskah aku menemuinya? Lalu langkah-langkah malas perlahan mengisi ruang. Gemanya mendekatiku. “Ayo Han, beri kami sedikit penawar malam ini. Kau tahu, angin di luar begitu lembab dan tajam. Jadi, kasihanilah kami…” Aku dapat merasakan ancaman dari suara yang berdesis di belakang telingaku. Sebuah rengkuhan mengurungku. Kudukku berjaga. Napas yang memburu di belakangku menghidupkan letupan-letupan yang secepat kilat menghanguskan sisi manusia di diriku. Dan aku membiarkan semuanya berjalan

Wajah-wajah dalam Ingatan

seperti hantu-hantu yang bergentayangan di luar sana. Tak kurasakan sama sekali cengkeraman yang menghunjam tajam pada belikat, tubuh yang didorong dan terhempas berulang ke dinding, lenguhan kasar dan sebidang dada kokoh yang menghimpitku. Bahkan, sejumput sesak pun tak kurasakan kali ini. Padahal, malammalam sebelumnya aku butuh suplai udara dalam jumlah besar untuk mengatasi rasa jijikku pada lenguh dan kuyup peluh yang ikut membanjiri tubuh. Tubuhku dan lelakilelaki di belakangku. Malam ini aku membatu, mengeras bersama tumbuhnya sulur-sulur harap di kepala. Aku sudah memutuskan! Jeda beberapa waktu, membuatku menunggu. Wajahku datar mencium dinding kasar. Sayup-sayup telingaku menangkap suara aba-aba di luar. Pergantian tugas jaga. Aku masih menunggu, dengan tubuh separuh terbuka. Aku mencuri intai. Seorang lelaki berbaring di dekat kakiku. Matanya terpejam–meski aku yakin ia tak sedang terlelap—napasnya masih setengah memburu, lidahnya sesekali menjumput gumpal liur di sudut bibir. Sementara tiga lelaki lain, berkumpul di sudut ruangan yang remang-remang, tepat di bawah eternit yang menganga. Sesekali, salah seorang dari ketiganya bergantian tengadah, menitipkan serabut-serabut pertanyaan. Apa yang akan terjadi lepas malam ini? “Ayo.” Lelaki yang tadi berbaring, beranjak memberi perintah dalam bisik samar. “Ingat! Tutup mulut dan tidurlah dengan nyenyak.” Meski ia tak menatapku, aku paham kalau kalimat itu ditujukan padaku. Intonasi yang tebal dan tajam adalah perintah mutlak. Tadinya aku akan mengangguk, namun kemudian sesuatu mengubah gerak kepalaku menjadi sebuah gelengan. Empat dahi yang mengernyit dan empat pasang mata penuh tanda tanya, kini mengarah kepadaku. “Apa maksudmu?” tanya itu mencelat dari pemilik wajah tirus. Sekelebat bayangan berkelebat. Wajah yang lembut, bibir ranum, alis sabit, hidung bulat dan geligi kelinci, sempurna membingkai ingatan. “Aku ikut.” Empat sekawan itu terperangah. Ah mereka, mengapa selalu bereaksi seragam? Manusia-manusia menjenuhkan, umpatku dalam hati. “Sepertinya dia mulai gila, Bang.” “Ya, si banci mulai gila.” “Bukankah hukumanmu tinggal dua bulan lagi? Sudahlah, kau tak perlu ikut-ikut. Di sini saja dan tetaplah

bungkam.” “Ya. Layani saja merekamereka yang membutuhkan bokongmu. Bukankah itu lebih menyenangkan?” Gelak mereka berhamburan dengan liar. Aku menelan ludah yang terasa masam. Tapi tak ada alasan untuk mundur. Tidak sedikitpun. Bukankah aku sudah terbiasa dengan neraka yang tercipta di balik jeruji ini? Lantas, apa yang membuatku harus kecut menghadapi ancaman neraka di luar sana? Aku menggeleng. Wajah lembut itu semakin merangsek dalam fikiranku. Dua bulan memang tak lama. Tapi, enam puluh hari adalah waktu yang akan membentangkan berbagai kemungkinan, termasuk kemungkinan untuk tak pernah melihatnya lagi selamanya. “Kau yakin?” Aku mengangguk. Empat lelaki di depanku saling berpandangan, lalu mengedikkan bahu dengan ragu. “Terserah kaulah! Resiko tanggung sendiri. Tapi ingat, jangan merepotkan! Hanya lelaki sejati yang terbiasa dengan cara-cara seperti ini.” Kalimat itu diucapkan dengan cibiran dan tatapan sinis. Tak berpengaruh apa pun untukku. Toh, sudah sejak lama aku kehilangan identitas dan harga diri sebagai manusia. Bahkan aku pikun dengan kelelakianku sendiri. Mungkin, saat menemuinya nanti baru aku akan kembali pada wujud semula, meski alpa seperti apa detilnya.. Derap langkah petugas jaga baru lima menit menjauh. Raung anjing hutan yang

menggema dari kejauhan menjadi hitungan awal memulai segalanya dengan cepat dan tanpa kesalahan. Dari kaos-kaos yang disobek dan dijalin kuat dengan empat lembar kain sarung lusuh, lelaki-lelaki yang bergelantungan memanjat eternit, merangkak perlahan di sepanjang loteng yang penuh hamparan sarang –laba-laba, semut, nyamuk, cicak, dan lainnya-, genteng yang jebol, tembok tebal beruntai kawat berduri karatan dan sebuah lompatan yang menjadi akhir dari rangkaian skenario yang telah ditetapkan. Aku yang dianggap ‘bukan lelaki sejati’, sedikit diuntungkan dengan posisiku yang tak berada di urutan terakhir. Sayangnya, aku tetap saja merepotkan mereka. Aku bukan pelompat handal, meskipun mampu memanjat tembok dan tak berteriak ketika hunjaman kawat berduri menggores beberapa bagian tubuh. Darah yang mengucur mulai menggenapi ketegangan syarafsyarafku. Dan itu buruk untuk memulai sebuah lompatan terburu-buru. Aku mendarat dalam ketidaksempurnaan dan memercik gaduh. Tiga lelaki di depanku sudah menghilang dalam gulita yang pekat. Hanya seorang yang masih tersisa. Tapi ia pun menciptakan sial dengan kegaduhan berikutnya saat menimpa tubuhku. “Kau……!” Gerutunya tak berlanjut. Sirine yang meraung-raung di belakang kami, memaksanya bangkit dengan susah-payah dan lari terseok-seok menerobos kegelapan, menyusul tiga temannya.

Meninggalkanku. Aku mencoba mengabaikan rasa sakit ketika beberapa lampu mulai menerangi sekitar dan mengunciku. Raut lembut itu kembali berkelebat. Aku tersenyum, mengumpulkan kekuatan untuk sekedar bangkit. Kegaduhan dan suara-suara mulai terdengar dari balik tembok di belakangku. Kuseret langkah untuk berlindung dalam gulita yang sedikit menjauh. Lumpur tebal yang melekat di kaki seperti gandul besi yang sedemikian rupa menahan ayunan kakiku. Tapi kelebat raut lembut itu memberiku kekuatan. Aku berjuang dengan seribu keyakinan. Yakin untuk bisa menemuinya, menelusuri lekuk wajahnya, menjentik hidung bulatnya, menikmati senyum bersahaja dari bibir ranumnya dan. Salak anjing yang bersahutsahutan di belakangku, menepis bayang-bayang menggairahkan yang menyesaki benak. Aku terjaga dan sadar, ini bukan saat yang tepat untuk membayangkannya. Kuseret paksa langkahku, mengendap-endap di antara batang dan daun-daun jagung yang gemulai. Salak anjing, kegaduhan dan berisik aba-aba semakin mendekat. Aku mulai memaksa seluruh kekuatanku untuk berlari. Berlari…berlari dan terus berlari. Salak anjing semakin riuh. Sahutmenyahut. Sambut-menyambut, berselang-seling dengan satu dua letusan yang memecah hening dan merobek langit. Sebuah teriakan menggelegar dari balik punggung. Derap langkah, gaduh yang semakin memuncak dan akhirnya sebuah letusan menyalak

garang. Sesuatu menerjang pinggangku, memuncratkan cairan, merapikan distribusi hawa panas ke seluruh tubuh. Dan berikutnya, aku seperti kayu lapuk yang roboh memeluk tanah. Kuyup bersama peluh dan darah! Raut lembut di benakku, menggigil dan menguap dalam sekejap. Aku lumpuh.. Ruangan itu tak lebih baik dari sebuah kandang kuda. Papanpapan rapuh bercelah yang menjadi dinding pembatas dengan dunia luar, tak mampu menghalangi masuknya udara dingin yang menggigit. Terlebih dinihari begini. Seorang perempuan satu-satunya makhluk bernyawa di tempat itu- duduk terkulai di atas jerami tebal yang tertutup secarik kain. Kain itu sudah terlalu lama kehilangan rupa. Seperti pemilik tubuh yang telah beratus-ratus waktu menindihnya tanpa jeda. Seuntai rantai besi yang tertanam di lantai, mengalungi pergelangan kakinya yang menghitam. Perempuan itu tak ubahnya arca, diam, tanpa ekspresi dan suara. Rambut panjangnya yang masai, berjuntai menutup paras. Hanya dengus samar napasnya yang memberi tanda tentang seutas nyawa yang masih melekat di tubuh. Sesekali kepalanya terangguk-angguk lunglai. Selebihnya, tak ada jejak kehidupan. Apalagi riwayatnya sebagai manusia. Meski dalam ingatan yang semakin buram ia masih bisa merasakan tentang seseorang di masa lampau, yang menguliti raut lembut, bibir ranum, dan hidung bulatnya dengan tatapan penuh minat. Sangat berminat. „

PUISI DEDI SUPENDRA

:Malam Malam, Seperti kacang goreng Laku keras dibeli kupu-kupu Datangnya ditunggu membawa madu Hilangnya meninggalkan kabar tak sedap, seperti keringat-keringat yang bercucur dari kulit-kulit berbalut bedak dan debu panas Malam, laksana darah bagi nyamuk nakal Segar dan sedap Dan merah membakar sayap

:Cerita Bola Mata Kau masakkan makanan, terasa asin dan kau memberengut ketika menghidang di meja berseprai abu-abu. Aku duduk dibelakangnya. Kau diam saja seperti ada usus dalam perutmu melilit belit jantung dan hatimu. Ku tatap matamu. Aku bisa membaca, kisah burung dalam sangkar emasmu. Kau bilang, sebenarnya matamu yang mengadu padaku, bahwa kau seharusnya keluar pagi tadi. Mengukur jalan lalu memelintir nasib. Dan kau pikir, aku yang harus menghidang di meja berseprai abu-abu (?) Bola matamu tak berkedip menantangku. Samar-samar, diputar gambar bayang-bayang peluh menyembul dari pori kulit lembutmu yang kemudian dalam sekejap mengelupas, berdarah-darah. Badanmu bukan langsing lagi, tapi kurus keras. Gedung bertingkat tujuh terselip dipangkal lenganmu. Sedang aku, keasyikan tidur-tiduran berlulur susu. Sesekali mondar-mandir ke dapur membuatkan teh hangat untukmu. Itu cerita bola matamu. Atau kau memang ingin?

:Sang Pembawa Pesan Saat senja menjelang Ada ruang yang mengembang di antara gelap dan terang pias; Setitik cahaya mengumbar senyum dalam remang Mengantar kata tentang pesan alam pada sang bintang Yang tiba-tiba muncul di balik langit yang kesepian Lalu menjelmalah kerajaan malam Dengan pangeran dan permaisurinya yang baru bangun dari tidur Di sela-sela nafas yang dihembuskan angin Percayalah pada seruan malam, Yang timbul tenggelam diantara fajar dan petang Malam tidak hanya sekedar datang tak diundang Namun lebih kepada pembawa pesan tentang kunang-kunang Yang menjadi pesolek disela-sela kelam

Mengedip menggoda Malam bukanlah pecundang seperti kata orang-orang Bukanlah sarang kupu-kupu Bukanlah permainan sembunyi dan temukan Namun, sebentuk keadaan untuk mengenang bayang yang telah hilang dan pergi Menemukan rupa baru untuk esok pagi Malam, seperti sebagian orang bilang Menjadi guru bagi kehidupan Tentang salah, untuk tak diulang Tentang duka, agar tak dikenang Tentang khilaf, untuk pelajaran Tentang tawa bahagia, untuk bersyukur pada Tuhan Tentang rencana Jadi apa dan untuk apa kita ada di masa depan.

:Berkeliling Bawa bintang ke mata kaki, mainkan layaknya sepak raga. Lantun-lantunkan bekel ke tanah keras. Semakin kuat, semakin terang bintang bola bekel. Kian tinggi, kian riuh suara para pengembara angkasa. Rumah-rumah yang terbaring di pucuk-pucuk sinar mentari. Mobil-mobil yang melaju di lintasan neptunus. Batu-batu permata bersinar seperti bola lampu di sekitaran Venus. Dan harapmu menggantung di ekor komet.

:Ceritamu Cerita punya cerita, kau adalah cerita yang tak patut ku ceritakan Layaknya cerita orang dewasa yang tak seharusnya menjamur digantungangantungan pikiran bocah ingusan. Ceritamu seperti bangau, yang punya dua kaki namun berdiri hanya dengan yang satunya. Cerita tentangmu seperti pelacur malam. Kaum homoseksual. Germo dan mucikari. Seperti belatung dan cacing. Seperti kucing beranak kambing. Atau ceritamu bagaikan penggambaran manusia liar. Tanpa tuhan. Entah bagaimana kau akan lari, tetap saja Tuhan akan mengejarmu, Ah, tidak. Kau akan membutuhkan Tuhan. Tepatnya. Gelisahmu adalah cerita kesepian. Sedihmu berupa buram dengan hujan dan kilat yang bersahut-sahutan.

Ceritamu bagai lelaki tanpa perempuan.

:Seperti yang Sudah-Sudah I Seperti yang sudah-sudah. Tak ada cangkir yang kosong. Piring-piring penuh. Jamuan hiruk. Denting sendok. Slurup minuman dari kerongkongan yang dahaga. Suara-suara penuh cerita dan bual. Pesta. Surga. Merahmerah di sana-sini. Ada kemerlap di balik selubung malam. Lagi-lagi keramaian itu menyembab dari kulit-kulit rapuh. Mudah saja menggembung. Gelak tawa seketika limpah ruah, mencebur-cebur hingga melentingkan percikan binar riang dari wajah-wajah berbedak tebal dan berpengharum sebotol. II Sesungging seringai melayang dari sudut meja ke ujung jamuan, terlempar dengan sinis. Ada segunung buih menjelma di antara dua bibir yang penuh gelegak kesombongan. Ada sedelik sorot bola mata membelalakkan keangkuhan ke penjuru negeri. Peserta jamuan seperti lahir dari rahim yang sama. Sama saja, seperti kembar siam. Semuanya menggelar tikar merah sendiri di bawah pantat-pantat mereka. Melingkarkan bertingkattingkat gulung emas di jari-jari tajam hingga berkilat-kilat dan memunculkan pendar seolah menggoda jari lain untuk mengoyak sinarnya ke muka. Lalu, ada dua tiga lingkar ular besar di leher-leher nan jenjang, juga di tempat-tempat lainnya, yang rasanya mudah tersingkap.

III Dunia seperti jamuan saudagar besar, kawan. Satu hari dengan semalam pesta besar. Seunggunan makanan. Berkulah-kulah minuman segar. Juga buah-buahan manis, merah, kuning, hijau mengkilat karena dicuci dengan pembersih anti kuman ternama. Satu minggu dengan berpuluh-puluh sapi yang dikorbankan untuk mengundang saudagar-saudagar lainnya. Sementara, dibalik dinding dari kelambu tenda sang saudagar, berbaris-baris pengemis meneguk air liur dengan sorot mata lapar yang ganas. Berjejer tulang-tulang minta ditambah daging. 2010 TENTANG Dedi Supendra Lahir di Pekanbaru, 20 Maret 1989. Mahasiswa Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Padang. Ia bergiat di Surat Kabar Kampus Ganto UNP. Karya-karyanya pernah dimuat di Haluan, Padang Ekspres, Singgalang, Kompas.com, dan Harian Aceh.


Panggung

MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

17

Pendidikan Seni Berbasis Estetika Islam Oleh: EDIWAR CHANIAGO

Dosen ISI Padang Panjang dan Pemerhati Seni Budaya

P

ENDIDIKAN seni (kesenian) hingga hari ini termasuk isu yang masih kurang populer pada kalangan sekolah umum (non lembaga kesenian). Masalah kesenian masih dianggap sebagai materi pelajaran tambahan (ko kurikuler). Pendekatan kepada isu-isu yang terkini dan paling populer adalah pendidikan karakter. Penulispenulis kreatif telah menawarkan berbagai gagasan tentang pendidikan karakter itu, sesuai bidangnya masing-masing. Dalam konteks ini, pendidikan seni merupakan salah satu diantara sekian banyak program pendidikan karakter yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah umum, dari tingkatan paling rendah PAUD, TK, SD, SMP maupun SMA/SMK. Artinya, pendidikan seni merupakan salah satu ruang alternatif dalam pengembangan pendidikan karakter di Indonesia. Kalau kita mengamati perjalanan sejarah seni, kita akan melihat bahwa seni yang berkembang sekarang ini, terutama di jaman postmodern ini, terlihat seperti tidak ada aturannya. Orang sering mengatakan zaman ini adalah zaman kontemporer dan seni yang hidup di zaman kontemporer ini mengikuti gaya kontemporernya. Kita sering menyebut hasil-hasil karya seni zaman ini sebagai seni kontemporer. Kalau pada zaman modern dan sebelumnya, seni bisa diukur dengan jelas, artinya kita bisa mengatakan bahwa sebuah karya seni itu indah atau tidak berdasarkan kriteria-kriteria

tertentu misalnya berdasarkan keharmonisannya, keteraturannya, simetrisnya, warnawarna yang bisa dikatakan rapi dan teratur, maka pada zaman kontemporer ini kita merasa kesulitan untuk mengatakan bahwa sebuah karya seni itu indah atau tidak. Persoalan indah atau tidak merupakan persoalan estetika. Dengan estetika yang memiliki ukuran tertentu itulah kita akan mengukur seberapa besar sebuah karya seni itu indah. Dengan demikian, pada zaman ini kesulitan yang kita alami merupakan masalah yang perlu dilihat lebih lanjut. Apakah kaidah-kaidah estetika masih berlaku untuk zaman ini? atau apakah estetika sendiri sudah tidak relevan atau bahkan tidak kita perlukan lagi? atau apa estetika yang dilahirkan sebuah karya seni sesuai menurut ukuran-ukuran keagamaan (Islam)? dan sebagainya. Sederetan persoalan hubungan seni dan estetika menjadi sesuatu yang menarik dalam perkembangan kesenian masa kini. Dalam konsepsi Islam, segala ciptaan seni yang memiliki nilai-nilai keindahan harus dihubungkan dengan kekayaan dan kebesaran Allah s.w.t. Dengan demikian, seni dalam Islam mempunyai kedudukan hukum (syar’i) tertentu yang diatur oleh ajaran-ajaran agama Islam, baik yang terdapat dalam Alquran, Hadist, maupun pendapat-pendapat para ulama dari berbagai mazhab dalam Islam. Seni bukan berarti keindahan yang diungkapkan sebagai ungkapan kesenangan manusia yang dapat merusak,

KIDIA PHOTOWORK

SENI yang bernuansa Islam, Hoyak Tabuik di Pariaman. tetapi merupakan keindahan yang disandarkan ke dalam bentuk ungkapan kesenangan demi kebaikan. Dalam konteks ini, pendidikan seni berbasis estetika Islam merupakan kewujudan dari subjek kreatif dalam penjelmaan kesatuan nilai-nilai yang berkaitan dengan logika, estetika dan etika. Nilai logika mendasari kajian ilmu yang bersifat rasional dan empirik, yang membentuk keterampilan

teknik, sedangkan nilai keindahan mendasari penemuan bentuk-bentuk sintetik baru yang lebih indah dan memuaskan. Sedangkan nilai etika adalah masalah ukuran salah dan benar, baik dan buruk, berhubungan dengan ajaran religi, moral, akhlak, tatakrama, sopan santun, dan lain-lain. Dalam implementasinya, estetika Islam hakikatnya dipakai sebagai wadah dan etika adalah isi. Isi harus bermanfaat

MONOLOG KELAHIRAN DI TEATER UTAMA TAMAN BUDAYA SUMATERA BARAT

Menunggu Kelahiran yang Sungsang Oleh Delvi Yandra

Penggiat pada Teater Rumah Teduh dan Studio Merah Padang

DELVI

PEMENTASAN monolog “Kelahiran” sutradara dan karya Parma yang dipanggungkan di Teater Utama Taman Budaya Sumatera Barat, Sabtu (23/7) lalu.

L

AMPU menyala di satu titik seiring dengan alunan tembang yang digumamkan seorang perempuan hamil (diperankan Fani). Suara-suara gamelan bersahutan silih berganti, merangsek ke seisi ruangan Teater Utama Taman Budaya Sumatra Barat, Sabtu (23/7) malam. Pertunjukan Akbar Pementasan monolog yang ditampilkan oleh anggota baru Teater Rumah Teduh tersebut merupakan bagian dari kegiatan besar yang juga diselenggarakan pada malam yang sama. Pertunjukan akbar Malam Sejuta Harapan VIII (MSH VIII) yang digelar oleh anggota baru Unit Kegiatan Seni (UKS) Universitas Andalas tersebut terdiri dari pelbagai rangkaian kegiatan pertunjukan seni. Selain pementasan monolog berjudul “Kelahiran” juga terdapat pementasan teater “Sayembara Topi Raja” oleh anggota baru Teater Rumah Teduh, pertunjukan grup vokal oleh anggota baru Andalaswara UKS, pameran lukisan oleh anggota baru divisi Seni Rupa UKS, band dan perkusi oleh anggota baru Harpa UKS, dan pertunjukan tari “Barbie Dance” oleh anggota baru Andalas Seruni Dance UKS. Semua kegiatan tersebut terangkum dalam MSH VIII dengan tema “Teropong Bintang” yang disutradarai oleh Nurfirman. Kembali kepada pertunjukan

monolog “Kelahiran” karya yang disutradarai Parma. Hari kelahiran yang dinantikan akan tiba. Perempuan hamil tersebut membayangkan tentang anak yang akan segera dia lahirkan. Dia terus nembang sembari menahan rindunya mendambakan kelahiran seorang anak perempuan. Teramat sangat. Panggung merupakan suatu sudut kamar tidur dengan satu tempat tidur berbentuk box, satu guling dan satu bantal. Di salah satu sisi tempat tidur terdapat sekeranjang pakaian dan perlengkapan bayi. Perempuan hamil tersebut menghentikan tembangnya. Menghela nafas sejenak lalu kembali bergumam. Kegelisahankegelisahan dari satu penantian muncul ketika perempuan tersebut mengungkapkan mitos bahwa semestinya anak yang lahir kelak menjadi seorang dokter. Apalagi jika membayangkan betapa biaya melahirkan itu mahal. Terbersit keinginannya untuk menjual tanah. Adegan ini sangat kontras dengan realitas sosial kekinian. Dengan dialek Jawa yang tidak kentara menimbulkan kesan bahwa garapan monolog tersebut dilakukan dengan kurang serius. Sebagian adegan yang muncul sangat tidak wajar. Perbuatan, sikap dan gerak laku teater tidak tampak secara baik di atas panggung pertunjukan. Kehendak perempuan hamil tersebut agar jabang bayi kelak menjadi anak yang pintar dimanifestasikan dengan gerak laku tidak

semestinya. Kegamangan dan keraguan pemeranan menjadi tolak ukur bahwa proses latihan si aktor yang kurang maksimal. Nilai plus terletak pada usaha aktor untuk memasuki karakter tokoh, artikulasi dan intonasi vokal yang rancak. Aktor memiliki dinamik dan tempo yang baik meskipun kandas oleh peran dan adegan yang kaku. Pencahayaan yang tidak baik juga membuat fokus penonton buyar seketika itu juga. Barangkali persiapan sebelum pertunjukan menjadi penting untuk diperhatikan oleh kru, baik oleh sutradara sendiri maupun manajer panggung. Menjadi Sungsang Umpama sebuah kelahiran, pertunjukan menjadi sungsang. Tak dinyana, di tengah-tengah pertunjukan penonton dikejutkan dengan laku aktor yang tak biasa. Perempuan hamil tersebut malah ingin membangun dua karakter sekaligus. Usaha “berbahaya” tersebut tak diimbangi dengan usaha untuk memasuki karakter tokoh dengan lebih baik. Laku gerak semisal berjalan tak mencerminkan karakter sebagai seorang perempuan yang sedang mengandung bayi. Matanya menerawang ketika berdialog. Laku aktor saat duduk dengan melipat kaki pun tak semestinya demikian. Perempuan tersebut berusaha mempertahankan intonasi meskipun terbata-bata pada bagian dialog tertentu. Kemunculan suara gemuruh petir dan debur ombak yang mendadak pun tak disadari aktor. Hal tersebut dapat dilihat ketika aktor mulai merespon suara-suara tersebut selang beberapa saat kemudian. Jeda terlalu lama membuat adegan tak asyik dinikmati. Dengan suara-suara semacam itu, seolah-olah sutradara ingin menimbulkan kesan bahwa perempuan hamil sedang menunggu suaminya pulang melaut. Atau jangan-jangan aktor-lah yang sekaligus menjadi sutradara. Atau barangkali sutradara tak menyadari ketibaan adegan tersebut. Jika memang tersebab proses latihan yang kurang maksimal, wajar-wajar saja ketimpangan pada beberapa adegan ada. Kecemasannya bertambah sejalan dengan gemuruh petir dan debur ombak. Akankah suaminya pulang dengan selamat dari melaut?

Menunggu Suami? Benarkah perempuan hamil tersebut sedang menunggu suaminya pulang melaut? Atau sejak semula memang suaminya telah tiada? Kegilaan aktor memainkan dua karakter sekaligus membuat pertunjukan menjadi sungsang. Tak pelak, ketika adegan tertentu, aktor yang sedang hamil dapat gesit bergerak dan leluasa melakukan kegiatan yang tak semestinya dilakukan oleh perempuan yang sedang hamil. Perempuan hamil tersebut bercerita tentang suaminya. Dia berkisah tentang suaminya yang sangat menyayangi janin. Dia juga memperlihatkan popok bayi yang sudah sejak semula telah dipersiapkan suaminya di dalam keranjang. Rasa syukur dia manifestasikan kepada “Gusti Allah”. Dia melakukan rutinitas, misalnya menjahit sambil membayangkan sesuatu. Ah, dia teringat ladang jagung! Dia mulai menyadari bahwa suaminya tak sedang berada di ladang jagung. Dia berteriak histeris seperti kerasukan. Tertawa tak wajar, lupa dengan kondisinya yang sedang hamil. “Suamiku! Cepat pulang suamiku! Jangan sampai celengceleng itu merusak tanaman kita!” Tukas perempuan hamil itu dengan cekatan sambil memandang kejauhan. Mendadak aktor mengalami sakit di perut. Tandatanda mulai tampak dari kandungannya. Dia akan segera melahirkan. “Anak kita akan segera lahir!” Lagi-lagi. Mementaskan sebuah pementasan monolog bukanlah perkara mudah. Selain kepiawaian sang aktor memasuki karakter tokoh, penguasaan panggung juga mutlak diperlukan. Kali ini, aktor merintih. Menjerit kesakitan. Seketika itu pula dia mengeluarkan sebentuk kain menyerupai bayi dari balik bajunya. Aih, ternyata penonton dibuat ragu dengan kemunculan peristiwa tersebut. Benarkah perempuan itu hamil? Ataukah itu hanya sebentuk kegilaan dari seorang perempuan yang terobsesi ingin memiliki anak?! “Cup-cup-cup…” ucapnya kepada “benda’ berbentuk bayi dipangkuannya seraya mengakhiri pertunjukan. Penonton bertepuk tangan seiring dengan lampu yang padam.„

bagi martabat kemanusiaan baik pribadi maupun komunal, sedang bungkus atau wadahnya harus indah agar melahirkan kenikmatan indrawi dan lahir batin manusia. Artinya, peranan kesenian berbasis estetika Islam bukanlah sebagai satu kebutuhan hiburan saja, lebih dari itu mengajak umat kepada kebaikan, dan menghindarkan diri dari kemudharatan, berusaha untuk memperhaus rasa, karsa dan pikiran. Yusuf Al-Qardlawy berpandangan bahwa estetika (seni) Islami merupakan kebutuhan rasa (instuisi) yang dapat meningkatkan derajat manusia dan kemuliaan manusia, bukan seni yang dapat menjerumuskan manusia dalam kehinaan. Oleh karena itu karya seni yang berbasis estetika Islami mestinya berpegang teguh pada koridor syariat Islam. Keindahan yang diungkapkan bukanlah kesenangan yang dapat merusak keperiabdian manusia, tetapi merupakan keindahan yang disandarkan ke dalam bentuk ungkapan kesenangan demi kebaikan. Dalam tradisi sufi, estetika Islam lebih jauh dikaitkan dengan metafisika dan jalan kerohanian yang mereka tempuh di jalan ilmu tasawuf. Estetika selalu membicarakan hakekat dan fungsi seni, pengaruhnya terhadap psikologi dan kehidupan kerohanian manusia, penggunaan karya seni dalam menumbuhkan semangat religius dan solidaritas sosial, serta cara-cara memahami karya seni melalui metode hermeneutika (ta’wil). Pendidikan seni dalam dimenasi estetika Islam adalah sarana yang memungkinkan ruh Islam menembusi pemahaman akan keagungan Allah, menyerap ke seluruh kehidupan

manusia untuk mengingatkan mereka akan Kehadiran Allah yang Maha Indah dan cinta akan keindahan. Bagi orang yang senantiasa ingat kepada Allah, seni yang bersifat Islami akan pendorong yang sangat bernilai bagi kehidupan spiritualnya dan sarana untuk merenungkan realititas kewujudan Allah. Dalam pandangan mendalam, seni yang berdimensi estetika Islam dapat dilihat dari dua jenis, yaitu keindahan batin (jamal) bersifat universal dan memperkaya rohani, karena di dalamnya terdapat hikmah dan jalan menuju Tauhid. Sedangkan kedua adalah keindahan zahir (husn) tidak jarang hanya memukau (sihr). Orang yang tak berpengetahuan dan memiliki penglihatan batin sering teperdaya oleh yang tampak indah dalam pandangan mata, tetapi orang arif dapat menembus ke sebalik keindahan zahir sehingga dapat melihat yang hakiki. Dalam kaitan ini, salah satu hadist menyebutkan “Tuhan itu Maha Indah dan mencintai keindahan”. Kata yang digunakan dalam Hadis ialah ‘jamal’, dan kata tersebut dikaitkan dengan Cinta. Tetapi tidak semua keindahan yang tergolong ‘husn’ itu memiliki arti negatif, karena untuk namanama Tuhan yang indah disebut asma al-husna. Dengan demikian di samping ada keindahan zahir yang buruk, ada keindahan zahir yang baik, bahkan dapat dijadikan sesuatu yang menuju keindahan tertinggi Selain itu, para sufi juga berpendapat bahwa semua karya yang baik mestilah dapat dirujuk kepada ayat-ayat Alquran. Karya seni yang dilahirkan dalam konsepsi Islam sebenarnya merupakan tafsir spiritual

terhadap ayat-ayat Alquran yang ditransformasikan ke dalam bahasa figurative, termasuk puisi, musik, tari, rupa dan sebagainya. Dalam hubungannya dengan spiritualitas Islam, hakikat seni berdimensi estetika Islami menurut Nasr (1993) bagaikan dua mata air yang bersumber dari Alquran dan barakah Nabi. Suatu karya seni dapat dikategorikan sebagai seni Islam bukan hanya karena diciptakan oleh seseorang Muslim, tetapi juga karena dilandasi oleh Wahyu Illahi. Seni Islam menyerapkan realititas batin wahyu Islam dan membawa manusia masuk ke ruang batin wahyu Illahi. Jika dilihat daripada sumber asal kejadiannya, seni Islam diibaratkan sebagai buah daripada spiritualitas Islam dan sebagai sokongan yang membantu dan melengkapi kehidupan spiritual penganutnya yang menguntungkan atau membawa penganutnya kembali kepada penciptanya Berkaitan dengan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa siapapun yang melakukan kreatifitas dalam kesenian Islami paling tidak senantiasa harus berhadapan dan dituntut semaksimal mungkin untuk dapat mempersatukan dimensi estetika (keindahan), etika (kebajikan) dan agama (kebenaran). Dengan kata lain, konsepsi dan karakteristik pendidikan seni dalam dimenasi estetika Islam adalah bersifat integral dan holistik yang dapat memusatkan keindahan dalam ruang moral, mengkehendaki adanya proses ekspresi dan kreativitas yang tidak menyeleweng dari prinsip dan kaedah nilai-nilai keagamaan. „ Kampung Jambak, 28 Juli 2011

Irama Melayu dari Pinggiran Kota S

AYANG Serawak sungainya sempit… Hendak kubawa perahu sempit… Dengan cekatan, Mashudi memetik gambus di Gedung Arena Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR), Senin (11/ 7) malam lalu. Suaranya serak-serak basah menggema ke tiap sudut ruang. Mashudi memejamkan mata, mencoba meresapi petikan gambus. Dengan peci lengkap pakaian adat Melayu berwarna biru, jari-jarinya diterpa cahaya biru lampu sorot dari depan dan belakang. Mashudi hanya satu dari beberapa peserta ujian seni musik semester II, IV dan VI jurusan seni musik AKMR. Selain dia, Jang Fahrizal juga memainkan perkusi (bebano). Bebano (rebana) merupakan alat musik pukul yang menjadi pengiring tari dan orkestra Melayu terutama Tari Persembahan. Bunyi bebano yakni tak, ding dan dung memiliki beberapa pola misalnya langgam, zapin, mak inang, patam-patam (silat) dan joget. Kulit bebano terbuat dari kulit kambing atau sapi. Lingkaran tengahnya dilapisi rotan yang diberi sedak. Mulanya, bebano datang dari timur tengah melalui jalur perdagangan. Kapalkapal merapat ke pesisir dan kepulauan di Riau. Mereka berdagang sembari memperkenalkan permainan bebano. Pengibu dan penganak merupakan dua pola dasar permainan bebano yang terbuat dari batang kelapa. Sejalan dengan perkembangan zaman, bahan pembuatan bebano dapat juga menggunakan kayu lainnya. Dalam gerak pukul bebano, tangan kanan berfungsi sebagai dasar dan tangan kiri sebagai pengisi. Selain Jang, Candra Hidayat dan Ramli juga turut mempersembahkan permainan bebano. Beberapa mahasiswa semester II memainkan violin minut in G. Lukman tampil necis dan rapi. Begitu juaAdri, Tommy juga Mashudi. Tetapi, Robby dengan setelan hitam berusaha menjiwai permainan violinnya begitu ekspresif. Jarinya turut bergoyang. Begitu juga Eman. Ketika lampu sorot berwarna biru belum penuh sempurna, Eman dengan tergesa-gesa menggesek violin. Iskandar alias Andau juga memainkan minut in G. Sementara itu, untuk uji violin semester VI, M Fauzi menghayati tiap gesekan dengan iringan gitar. Juga M Robby Syukrizal yang memainkan senar G pada terpaan cahaya biru lampu sorot yang berpadu bersama pakaian putihnya. Agus Salim dan Ridho tak hendak ketinggalan. Dinamik dan syahdu, begitulah mereka memainkan violin. Lain lagi Nur Azman dengan “Flower Song” yang gembira. Nur menghidupkan kembali suasana di suatu taman bunga. Dia bayangkan seekor kupu-kupu melintas dan menghisap sari bunga. Ketika itu juga suara violin mendadak cepat. Akhirnya, Nur memilih memetik senar violin dengan sebelah tangannya. Begitu pun Andi Arya Putra. Tak cukup hari itu saja uji seni musik berlangsung. Selasa (12/7) malam, kembali dihadirkan uji jelajah musik Melayu dan gaya musik Melayu semester IV. “Makan Sirih” menjadi lagu pembuka. Selamat datang para undangan, pendengar

budiman/ Salam hormat kami sembah… ketipak bebano seimbang dengan deru akordion yang digilas nada-nada violin. Gadis pelantun lagu tersebut mengenakan pakaian hijau toska. Dan sang Konduktor agak kaku menyalakan gerak tangannya kepada para pemain musik. Kali ini matakuliah mayor I gitar, akordion dan cello merangsek ke seluruh sudut ruangan. Melodi gitar yang dipangku Lukman dan Agus Salim merambat perlahan. Semakin lama semakin cepat. Namun, bagi Ramli, itu bagian paling sulit. Tak dinyana, buaian cello membawa Andau meresapi tiap-tiap gesekannya. Gerak kaki dan tangannya selaras mengikuti anggukan kepala. Lain lagi Amar dan Fahmi yang menekan tuts akordion dengan tenang. Ansambel in bes mayor dengan lagu “Anak Tiung” dan “Mak Inang Pulai Kampai” diiringi permainan bebano dengan tempo lebih cepat dari “Anak Tiung”. Amar menyelesaikannya dengan baik. Fahmi ingin tampil beda, dia berdiri di atas panggung. Matanya menggeliat sambil sesekali memperhatikan jari-jarinya. Hentak kaki pun sejalan dengan gairah gerak kepalanya. Malam pun di tuntaskan dengan jelajah denting piano mencekam disusul derap akordion dan violin yang menyatu bersama bebano. Ya, itu lagu “Seroja” yang sungguh menyayat. Mengapa kau bermenung/ Oh adik berhati binggung/ Mengapa kau bermenung/ Oh adik berhati binggung/ Lupakan saja asmara/ Pada asmara… Tak cukup hanya menguji peserta satu per satu, jurusan musik AKMR menggelar uji komposisi musik yang diikuti oleh 13 komposer muda berbakat AKMR, Rabu (13/7) malam. “Kebetulan yang mengasuh matakuliah komposisi ini saya sendiri,” tukas Arman Rambah yang pernah mengikutkan salah satu komposisinya di Cereka Bunyi beberapa waktu lalu. Dalam hal ini, Arman mewajibkan kepada anak didiknya untuk menjadi komposer sekaligus konduktor pada ujian tersebut. Hal ini, ungkap Arman, menjadi rancang bangun yang akan disesuaikan dengan seni musik itu sendiri. “Sekarang musik tak bisa otodidak saja, mesti ada pendekatan keilmuannya.” Selain itu, diharapkan setiap mahasiswa bermain musik tidak hanya by feeling tetapi juga mengandung sistematika bermusik. “Kita harapa mereka menjadi seniman yang tak buta huruf.” Artinya, mereka mengenal musik sampai ke akar-akarnya dan mereka pun dapat tegak di atas kaki sendiri. Berdikari. Itulah harapan dan cikal bakal yang hendak dicapai dari ujian musik isntrumen Melayu yang telah digelar selama tiga hari ini. Masing-masing mahasiswa, kata Arman, wajib mengambil satu matakuliah yang berhubungan dengan instrumen Melayu. Semisal gambus, violin, vokal Melayu, akordion, perkusi dan bebano. “Di sini, musik Melayu menjadi mayor dan mahasiswa wajib mengambil salah satu yang diminatinya.” (Delvi Yandra/Penggiat pada Teater Rumah Teduh dan Studio Merah)


18

MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

KONTES YARIS SHOW OFF 2011 DI IIMS

K A B A R

Kini, Yamaha Xeon Sudah AHO YAMAHA MEMANG terkenal dengan keunggulan teknologi produk terbaru serta warna dan stiker sesuai selera masyarakat. Setelah New Jupiter, VIxion dan Vega ZR, sekarang gilirian Xeon yang dilengkapi fitur Automatic Headlight On (AHO) ini. Artinya, sekarang skubek andalan Yamaha di kelas 125 cc ini sudah tak lagi punya saklar lampu utama. “AHO merupakan bentuk dukungan Yamaha terhadap pemerintah dalam menjalankan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” ungkap Indra Dwi Sunda, PR Corporate dan Communication Head PT Yamaha Motor Kencana Indonesia. Selain fitur AHO, Yamaha juga mengganti mika lampu sein dan lampu belakang Xeon dari orange jadi putih bening. Meski mikanya putih, tapi bohlam lampu yang digunakan tetap kuning sehingga sorot lampunya tetap aman. “Perubahan mika lampu menjadikan Xeon lebih sporty tetapi tidak menyalahi aturan karena nyala lampu tetap kuning sebagaimana mestinya,” tambah Indra. Selain dua pembaruan tadi, tidak ada yang berubah. Pilihan warnanya tetap sama. Begitu pula dengan desain stripingnya, tidak ada yang berubah. (h/mp.com)

Handa Blade 2012 diluncurkan PT ASTRA Honda Motor (AHM) telah memenuhi janjinya memperkenalkan produk terbarunya Honda Blade 2012 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (28/7) lalu. Produk barunya ini diprediksi bakal menjadi bebek sporty yang paling bergaya sport di kelasnya. Pabrikan sepeda motor berlogo sayap ini menghadirkan Blade baru dengan paras lebih sportif dan agresif. Tampilan anyar ditandai pada lampu depan model kembar, sayap depan bergaya Honda CBR, desain muffler yang sportif serta desain buritan futuristik. “Kami hadirkan All New Blade untuk para konsumen yang menyukai tampilan sporty. Blade dilengkapi teknologi baru dengan performa mesin yang lebih bertenaga,” kata Presiden Direktur AHM, Yusuke Hori. Moped ini ditopang mesin 110 cc menggunakan teknologi anyar HVIC (Honda Variable Ignition Control Technology). Fitur ini berfungsi lebih menyempurnakan proses pengapian untuk mendapatkan performa yang lebih bertenaga namun tetap efisien. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 8,4 PS pada 7.500 rpm serta torsi 8,14 Nm pada 5.500 rpm. AHM juga membekali standar Blade dengan rem cakram di depan dan belakang. Selain itu bagasinya mampu terisi hingga 7 liter. Untuk banderolnya dipasarkan dengan harga Rp 14 juta (OTR-Jakarta) dengan pilihan 4 warna (victory red, accelera green, superior black, dominate black). Juga tersedia versi racing special edition dengan harga Rp 14,2 juta. (h/mp.com)

Berhadiah Total Rp1,2 iliar

PADANG, HM — Yaris Show Off 2011 dimulai kemarin, Sabtu (30/7) di arena Indonesia Internasional Motor Show 2011. Kompetisi modifikasi berhadiah total Rp1,2 miliar merupakan ajang pembuktian kreatifitas bagi modifikator mobil, khususnya Toyota Yaris. Selain hadiah uang, pemenang kontes yang kelima kalinya ini juga diajak jalan-jalan ke Tokyo Auto Salon. “Ajang ini lebih dari kegiatan kompetisi semata. Melalui

kegiatan Yaris Show Off kami harapkan komunitas penggemar modifikasi mobil, yang memang dikhususkan anak muda ini akan terbentuk secara alami. Dengan demikian sinergi serta

komunikasi positif akan tetap terjaga antara kami dengan para konsumen Toyota, khususnya Yaris,” kata Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor, Johnny Darmawan. Yang menarik, tutur Johnny, tahun ini ada kelas baru ‘Rising Star’. Kelas baru bertujuan mengkomodasi para peserta yang melakukan modifikasi ringan Toyota Yaris. Namun mereka tidak berhak untuk memperebutkan hadiah utama. King of the King hanya untuk

mereka yang bertarung kelas Free for All. Tema tahun ini adalah Custom and Creative in Style dan diselenggarakan di 10 kota dengan target 200 peserta. Kotakota yang akan disinggahi Medan, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar dan Manado. “Jumlah peminatnya sangat banyak, namun karena keterbatasan, memaksa kami membatasi peserta hanya 200 orang.

Kami mohon maaf ,” kata Direktur Marketing TAM, Joko Trisanyoto. Sebagaimana tahun sebelumnya, mobil yang diikutsertakan harus tetap layak jalan untuk penggunaan sehari-hari serta tidak mengurangi fungsi dari fasilitas keselamatan yang ada seperti lampu, rem, hingga sabuk pengaman. Yaris Show Off diselenggarakan pertama kali di CIlandak Town Square Jakarta pada 2007 lalu. (h/vid/dp.com)

MODIFIKASI SUZUKI SATRIA FU150 2009

TIPS

Amplas Piston Ngancing

Seram ala Film Monster Robot

PISTON di dalam silinder mendadak macet bikin hati was-was. Mesin susah diselah akibat piston menjepit dinding liner. Biasanya, liner akan tergores ring piston yang saat itu mengembang. Ini na-

manya overheat. Penyebabnya bisa dari pasokan pelumas terlalu tekor, sehingga gesekan piston di dinding silinder tidak dilindungi pelumas. Parahnya, jika goresan terlalu dalam bikin kompersi ngempos dan minta dioversize. Tapi selama goresan di dinding liner tidak terlalu dalam atau nggak lebih dari 0,15 mm jangan panik. Luka tadi bisa diatasi dengan cara meratakan lubang itu pakai ampelas ukuran 400 yang harganya tidak lebih dari Rp 2.500 dan bisa dan mudah dibeli. Untuk lebih gampang mengerjakannya, pisahkan dahulu antara piston dan silinder yang macet. Siram bagian dalamnya pakai oli baru. Enaknya sih, dikerjakan saat mesin dibongkar dan lagi dingin. Jika di permukaan goresan terdapat gumpalan kecil bekas pecahan gram yang ikut terjepit, ratakan dahulu pakai pukulan kunci pas ambil bagian luarnya. Maksudnya, agar mudah untuk dikerok, karena struktur besi sudah berubah. Kemudian garis-garis goresan tadi diratakan dengan ampelas. Dan biar bentuk alur tidak berubah, lihat permukannya yang masih bagus. Baru arahkan gosokan ampelas sesuai alur di silinder. Agar tidak kasar dan mengurangi pengkikisan, celupkan ampelas ke bensin sebelum digosok. ***

Lampu Rem Skubek On Terus LAMPU REM nyala terus bukan cuma bikin bingung pengendara di belakang. Tapi, juga bisa bikin setrum aki gampang tekor. Apalagi peranti itu disupport penuh dengan aki dan bukan dari putaran sepul. Namun gejala ini tentu ada pemicunya dan tidak terjadi begitu saja. Apalagi sedari awal dibeli, persoalan tidak ada sampai akhirnya ada part pendukung komponen ini yang bikin masalah. “Seringnya terjadi di matik. Penyebabnya switch rem di rumah tuas rem depan-belakang tidak sempurna lagi ditekan tuas rem bagian depan. Sehinga posisi tombol switch sering maju ke depan dan bikin lampu rem nyala terus,” ujar Ronni Panggabean mekanik Pandawa Motor. Tidak sempurnanya tombol rem tertekan katanya ada dua penyebab. Pertama tatakan tombol di tuas rem bagian depan sudah mulai bolong, atau lubang as pengungkit di tuas rem sudah mulai terkikis. Sehingga saat dipegang jari, posisi tuas dan tombol sudah terlalu terbuka. Makanya jadi seperti ngerem terus. Untuk mengatasi hal itu biasanya tuas rem diganti baru. Cuma kalau belum sempat diganti, kata Ronni akali saja dengan menambah atau mengganjal tinggi permukaan tatakan tombol switch agar posisi seperti tertekan kembali. “Paling mudah, bisa ganjal pakai plastik bekas tempat oli yang tebalnya 1,5 mm. Nggak terlalu tebal atau ketipisan sehingga bikin posisi tekan tombol switch rem kembali seperti semula,” imbuh mantan mekanik AHHAS di Pancoran, Jakarta Selatan. Lantas untuk lakukan penambalan, bahan yang diperlukan adalah plastik bekas wadah oli, gunting dan lem multifungsi macam Alteco yang banyak dijual juga mudah dicari. Prosesnya seperti biasa tuas rem yang mulai bermasalah dicopot terlebih dahulu dari dudukannya. Lalu ambil plastik wadah oli untuk dipotong sesuai ukuran tatakan tombol pada tuas rem agar tidak menggangu saat dipasang. “Setelah dapat ukuran yang pas, plastik tadi dikasih lem salah satu sisinya. Baru deh dilekatkan pada bagian tatakan tombol rem di tuas rem. Biar cepat dan mantap melekat, permukaan plastik boleh dihangatkan terlebih dahulu dengan bantuan korek api,” pesan mekanik dari Jl. Bangka Raya (depan Gedung AKA), Mampang, Jakarta Selatan. (h/mp.com)

SERAM juga melihat tampilan Suzuki Satria F-150 milik Padang Pradipta dari Perumnas Mulyasari, Majenang, Cilacap Jawa Tengah. Seperti monster atau robot di film Transformers. “Bisa seperti itu karena bagian tangki dan bodi depan sudah didesain cukup radikal,” jelas Suswanto, modifikator from Billy Custom (BC), Purwokerto yang mengerjakan itu semua modifikasi ini. Tangki dibuat enggak biasa karena memiliki desain baru

INFO

dengan bentuk lancip. Bagian ini nemplok pada underbone bagian belakang komstir. Juga ada shroud atau sayap pada tangki. Makanya bentuk dan ukuran wadah bensin itu cukup besar sekaligus sebagai dudukan sein. Cover lampu sengaja dibuat menumpuk dengan dudukan cover setang. Bagian ini memang dibuat agar ornamen setang sedikit ngumpet dan berkesan clean. Sekaligus memperlihatkan desain baru pada dunia streetfighter. Tujuan lainnya, juga sebagai

dudukan spidometer asli Satria F. Secara fungsional tetap aman sebagai penunjuk info sein di saat belok dan kelengkapan informasi putaran mesin pada takometer serta kapasitas bahan bakar. Lainnya, model deltabox baru dirancang dengan bentuk lebih besar. “Bagian ini untuk mengkamuflasekan sasis bawah tangki sedikit kurang basar,” jelas modifikator yang juga ‘tercemar’ aliran streetfighter khas Kota Mendoan itu. Aliran streetfighter ini biasa disebut atau beken dengan West Jateng Style alias WJS. Seperti bodi belakang buntung dan pendek yang berkesan single fighter. Cara bikin pendek tadi dilakukan dengan memotong tulang belakang sampai abis. “Untuk memangkasnya, dari mulai bagian underbone. Lantas dibuatkan lagi rangka baru pada bagian atas sebagai dudukan jok plus bodi belakang kecil. Bahan yang dipakai cuma pipa bulat 22,5 mm dengan panjang 25 cm,” jelas ayah dari Evan Januar Pratama ini. Hasilnya konsep SF di Satria F-150 ini berbeda dari yang sudah ada. “Apalagi ini streetfighter yang transsexual dari jenis bebek. Bukan itu saja, juga sudah dikasih pesona lain pada komponen dan aplikasi pro arm,” tegas modifikator yang mangkal di Jl. Unwiku No. 26, Karang Salam, Purwokerto. (h/mp.com)

Kunci Utama Perlengkapan Adventure

PEMULA YANG pengin beradventure alam butuh komponen pelengkap untuk menyesuaikan tunggangan dengan jalur yang dilewati. Sedikitnya butuh tiga komponen yang kudu dibeli. “Persyaratan tiga barang itu untuk kuda besi yang katagorinya trail seperti Kawasaki KLX150, KLX250, ataupun Suzuki TS125. Paling utama buat motor hand-guard, gir belakang, dan ban,” beber Frans Tanujaya, pemilik Acay Motor, spesialis toko perlengkapan roda dua off- road di Bandung, Jawa Barat.

Hand guard alias komponen pelindung handel rem dan kopling. Beberapa merek ditawarkan dari harga Rp 150 ribuan sampai Rp 500 ribuan. Tanpa hand guard, handel kopling atau rem, bisa bermasalah sewaktu misalnya motor terjatuh atau nabrak batang pohon. Gedubrak! Gir belakang menyesuaikan dengan kebutuhan adventure biar putaran bawah cepat berputar. Menaikkan 5 mata sproket belakang jadi pilihan supaya putaran bawah enteng diajak berkitir. Pilihan gir belakang untuk adventure bisa

didapat dengan dana dari Rp 150 ribuan sampai Rp 300 ribuan. Ban kudu diganti dong. Pilihan ban pacul karena area adventure pastinya bertanah atau permukaan yang langsung dicengkram ban gembur. “Pilihan merek seperti Kenda, Dunlop, atau juga Pirelli. Harganya dari Rp 500 ribuan sampai Rp 800 ribuan,” sebut Seto Rahman dari Ardian’s MX Shop, Jogja. Seandainya sudah tiga komponen baru sudah nempel di motor, tinggal perlengkapan di badan. Helm, jersey, celana, sepatu, dan sarung tangan. Keempat riding gear itu sudah banyak dijual di tokotoko spesialis adventure roda dua. “Butuh biaya Rp 2 jutaan untuk celana, jersey, helm, dan sarung tangan. Itu bikinan lokal yang layak. Tapi, kalau untuk barang impor jelas lebih dari itu,” papar Asep Hendro, pimpinan Asep Hendro Racing Sport (AHRS), Depok, Jawa Barat. Kalau perlengkapan motor dan badan sobat sudah terpenuhi, silakan deh kalau mau lanjut mengupgrade tunggangan. Misal ganti knalpot, CDI, sokbreker depan pakai SE mesti menyiapkan dana minimal Rp 10 sampai Rp 12 jutaan lagi. Untuk memenuhi semua itu tinggal hitung kemampuan dan kebutuhan. (h/mp.com)


Rumah

MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

19

Tips Membuat Gazebo

GAZEBO merupakan satu fasilitas dengan ruang-ruang terbuka sebagai alternatif tempat berkumpul dan melakukan kegiatan santai bersama anggota keluarga lainnya. Karena sebagai tempat santai, kuncinya adalah kenyamanan. Untuk itu bangunan gazebo dibuat terbuka, semi permanen, dibuat ringan, dan konstruksi tidak masif. Peletakan gazebo biasanya ditempatkan di luar rumah, biasanya di taman, teras belakang rumah, atau di tepi kolam renang. Biasanya untuk menuju gazebo dibuat jalan setapak dari batu-batu alam yang diselingi tumbuhan dan bunga-bunga. Cara membuatnya, anda harus memperhitungkan gazebo akan menampung berapa orang. Misalnya untuk empat orang, ukuran lahan 2 meter x 2 meter sudah cukup. Pilihlah tempat gazebo dengan view terbaik. Lalu sesuaikan tema gazebo dengan gaya rumah anda, agar tampilannya baik gazebo dan rumah utama tetap senada. Agar proporsional, luas halaman gazebo bisa satu per lima dari total luas halaman. Penempatan gazebo sebaiknya jauh dari pohon buah. Buah yang jatuh akan merusak atap gazebo, dan biasanya pohon buah adalah sarang serangga seperti semut. Mempercantik gazebo bisa anda lakukan dengan penambahan unsur alam seperti pemakaian serat alam dari ijuk pada atap. Atau memakai parquette dengan warna tanah, bisa juga memasang tirai di tiang sebagai ornamen, juga bantal-bantal berwarna lembut. Jika ingin, anda dapat menambahkan pencahayaan dengan lampu. (dari berbagai sumber/***) Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui, sebelum Anda meletakkan gazebo, di halaman Anda. Diantaranya : * Agar proporsi gazebo dan halaman seimbang, sebaiknya gazebo rumah memiliki luas 1/5 dari total luas halaman. * Ukuran minimal gazebo adalah 2mx2m. Dengan ukuran demikian, Anda bisa menempatkan meja kecil, kursi bantal, dan beberapa aksesoris. * Sebaiknya buat jarak minimal antara tembok terdekat rumah dengan gazebo, sepanjang 2m. * Anda perlu berhati-hati jika ingin meletakkan gazebo di bawah pohon buah. Buah yang jatuh, dapat merusak atap gazebo. Selain itu, pohon buah biasanya menjadi sarang serangga. Tentunya seranggaserangga tersebut dapat mengganggu kenyamanan Anda. * Biasanya akses menuju gazebo rumah dibuat berupa jalan setapak. Untuk keleluasaan Anda, buat jalan selebar 40cm-90cm. * Tambahkan lampu untuk memberikan tata cahaya yang mempercantik tampilan gazebo. Di tempat jual gazebo mungkin kita bisa mendapat informasi mengenai cara mempeindah gazebo. Sebaiknya lampu gazebo dapat dinyalakan atau dimatikan dari dalam rumah. Sediakan pula sekering tersendiri, agar tidak mengganggu penggunaan listrik di rumah induk.

Menata Taman dalam Rumah

GELAP, pengap,lembab, sumpek akan terasa bila rumah kita tidak memiliki bukaan yang memadai. Bila lubang angin, jendela dan pintu dirasa belum mencukupi kebutuhan penghawaan dan pencahayaan yang baik, bisa dibuat ruang dengan bukaan di bagian atap di rumah. Ruang ini biasa disebut patio, yang diletakkan di tengah, pinggir, atau belakang rumah. 1. Patio dapat ditata menjadi taman yang dipenuhi tanaman, atau menjadi taman kering dengan batu-batuan sebagai elemen pengisinya. 2. Pilih tanaman yang tidak membutuhkan terlalu banyak sinar matahari dan mudah perawatan. Misalnya anthurium, palem, pandan bali,dll. 3. Beberapa tanaman dalam pot yang disusun sedemikian rupa berdasarkan komposisi dan peletakan yang tepat, bisa jadi pilihan pengisi patio 4. Selain ditanami tumbuh-tumbuhan, patio juga dapat dihiasi berbagai macam batu alam seperti batu paras,koral dan batu candi. 5. Untuk menciptakan kesegaran dan kesejukan, tambahkan elemen air berupa kolam dan pancuran. 6. Bila memang tidak memungkinkan menanam tanaman hidup di patio, bisa diletakkan tanaman artificial 7. Agar rumah tetap mendapat pencahayaan yang baik namun tidak terkena hujan, beri tudung atap yang terbuat dari bahan transparan atau genteng kaca. 8. Bisa juga dengan membiarkan atap terbuka namun dipasangi teralis yang permanent atau dibuka tutup dengan engsel. Lapisi lagi dengan kawat nyamuk untuk mencegah masuknya nyamuk sekaligus memecah curahan air hujan.***

Gazebo, Alternatif Rekreasi di Rumah Menyelaraskan Rumah dengan Taman Minimalis

TAHUN ini merupakan tahun “rumah” dan taman “minimalis” yang kompak, trendi, dan praktis menjadi pilihan favorit para konsumen rumah, yang dengan jitu dibaca oleh para pengembang properti. Berbagai produk rumah minimalis ditawarkan dan dijual sebagai simbol baru kehidupan masyarakat kosmopolitan, yang merupakan refleksi cara hidup, berpikir, dan bekerja masyarakat urban yang serba praktis, ringan, efisien, dan penuh kesederhanaan. Rumah dan taman merupakan reinterpretasi sosial budaya masyarakat terhadap alam dan kehidupan tempat tinggalnya. Rumah adalah tempat hunian kita beristirahat, bersosialisasi, berkeluarga, dan beribadah. Taman juga merupakan cermin energi alam, dan energi adalah sumber kehidupan. Maka, jika rumah dan taman dirancang sebagai satu kesatuan yang harmonis akan memberikan energi kehidupan kepada penghuninya. Konsep rumah dan taman minimalis bertujuan meningkatkan nilai suatu ruang keseluruhan (eksterior dan interior) dengan mengurangi segala sesuatu yang berlebih di dalam ruang tersebut. Filosofi minimalis mewakili gaya hidup yang praktis, dinamis, ringkas, efektif, dan efisien, yang diterapkan dalam semua aspek kehidupan termasuk arsitektur bangunan rumah, interior ruang, dan eksterior taman. Kolaborasi rumah dan taman minimalis justru menjadi media komunikasi antara arsitektur dan lansekap dengan bentuk kekontrasannya, keras-lunak, kaku-lembut, mati-hidup, geometris-dinamis, serta antara buatan manusia (budaya) dan alam. Minimalis menghilangkan kejenuhan terhadap pemakaian banyak ornamen dekoratif, pernak-pernik aksesori. Karakter dan kualitas ruang-ruang yang tercipta ditentukan oleh keberadaan ruang itu sendiri, bukan oleh perabot dan pernak-pernik aksesori di dalamnya. Ruang menjadi terasa lega (hampa, keabadian, suasana meditatif) sesuai kebutuhan utama penghuni, mengoptimalkan sirkulasi udara segar yang sehat, dan pencahayaan sinar matahari yang melimpah (kaya warna). Pencahayaan alami dari jendela, pintu, dinding transparan (kaca patri, glassblock), atau skylight, keteduhan pohon, komposisi tanaman dan perkerasan, yang tepat akan menghadirkan bayangan obyek-obyek dari sinar matahari yang terpantul di dinding sebagai elemen estetis alami tersendiri. Sementara permainan tata cahaya lampu sangat artistik, baik lampu sorot, lampu

tanam, hingga lampu gantung dengan bentuk-bentuk geometris, mampu menghidupkan suasana malam hari. Perlu dipahami, konsep minimalis Barat dan Timur memang agak berbeda. Konsep minimalis Barat cenderung pada rasional fungsional yang lebih menekankan pada fungsi ruang dan ekspresi kejujuran material. Sedangkan konsep minimalis Timur sangat dipengaruhi filosofi ZenBuddhisme yang menekankan kesederhanaan, keselarasan, efisien, dan efektif, dan men yi mb ol k an k e k os on g an dan keheningan (nilai spiritual) agar setiap ruang yang tercipta jernih, polos, dan bening, sehingga ruang dapat dihayati kebesaran Sang Pencipta. Menjadi minimalis yang alami. Pola geometris, proporsional, efektif-efisien, warna netral, dan alami (kesan lega dan lapang), warna murni (primer), representasi alam (tanaman, bentuk kontur, unsur air), material mentah tanpa finishing yang berlebihan (kesan tenang, lembut, murni, suci, polos), tekstur, dan kontras. Kualitas desain rumah dan taman, ruang yang ada, dan penyelesaian bidang struktur harus semakin lebih baik. Bentuk desain yang lugas, polos, sederhana, tidak rumit, kompak, dan efisiensi-efektif ruang. Blocking massa, material, pencahayaan, pengulangan, sirkulasi ringkas, optimalisasi multifungsi ruang dan berurut. Nilai keindahan rumah dan taman minimalis tidak mengandalkan ornamen dan obyek artifisial, tetapi lebih bermakna kepada sebuah kejujuran bentuk, fungsi, dan penjiwaan ruang-ruang yang diciptakan. Penataan rumah dan taman minimalis mensyaratkan keseluruhan tampilan yang harmonis, perpaduan antara material keras (beton, batu, koral, kerikil, pasir), struktur eksotis fisik bangunan dan tanaman, warna-warni eksotik, serta elemen pendukung (lampu, kolam, bangku, patung, perabot). Minimalis mensyaratkan keselarasan bahan, bentuk, warna, dan tekstur dengan kesan ingin yang disampaikan, hangat, intim, romantis, alami, atau futuristik. Permainan warna dengan tema monokromatik seperti gradasi satudua warna primer menciptakan kesatuan ruang antara rumah dan taman. Pemakaian material bangunan (rumah dan taman) minimalis t i dak h arus s e l al u mah al . Pemakaian bahan-bahan sederhana (unsur kesederhanaan yang kuat) bukan kemewahan dengan material mahal, dan material alam (unsur keselarasan dengan alam). Ekspos dominasi bahan

material (lunak dan keras) tertentu akan menghasilkan efek yang berbeda-beda. Desain dan perhitungan struktur yang detail dapat menghemat pemakaian bahan material dengan hasil bangunan rumah dan taman tetap optimal tampil artistik. Penataan perabot mensyaratkan keteraturan, di mana semua benda terletak teratur pada posisinya masing-masing. Ruangan diisi dengan perabotan yang sangat efisien dan fungsional saja. Perabot yang dipilih hanya yang benarbenar dibutuhkan, bukan elemen dekoratif, jika memungkinkan multifungsi. Ruang pun terkesan bersih dan lega. Perabotan interior dan eksterior dengan bentukbentuk geometris bertujuan memaksimalkan penggunaan ruang, tidak ada celah ruang yang tersisa atau mati. Ta m a n b e r p e r a n p e n t i n g memasukkan keindahan dan keselarasan alam ke dalam bangunan dan menyatukan dengan lingkungan alam sekitar. Taman sebagai obyek hidup yang dinamis justru memberikan roh kepada rumah minimalis yang sering kali terkesan dingin dan kaku. Pagar rumah dirancang memperkuat kesan minimalis dari beton bertekstur (garis horisontal/ vertikal), atau tembok daun sirih (potongan batu kali disusun bertingkat) yang tengah menjadi tren, hingga pagar tanaman yang memperlembut kekakuan bangunan. Kehadiran unsur air dalam bentuk kolam geometris dan berupa air tenang, air terjun, atau air semprot (efek kabut) menghadirkan keheningan dan kesejukan terhadap ruang dan penikmat ruang tersebut. Rumah dan taman minimalis, keduanya harus saling berkolaborasi membentuk tatanan ruang luar, bangunan, dan ruang dalam yang seimbang (yin yang), saling berjalinan secara harmonis, dan tidak saling mendominasi. Pembagian ruang sangat efisien, fungsional, dan jelas hierarkinya, serta mengurangi (mereduksi) berbagai kebutuhan ruang yang tidak penting. Penghuni maupun tamu dapat mudah mengenali fungsi-fungsi ruang. Ruang terasa mengalir mulai dari halaman depan, teras depan, penjelajahan setiap ruangruang, hingga teras belakang. Ruang makan, ruang keluarga, dan dapur yang saling berhubungan memiliki keteraturan, kesinambungan, dan keselarasan rancangan antarruang. Menyelaraskan rumah dan taman minimalis berarti menghadirkan sebuah lingkungan rumah yang tenang dan menyejukkan.

KEBUTUHAN masyarakat terhadap tempat untuk beraktivitas tidak hanya dilakukan di dalam rumah saja, tapi juga berkembang kepada bangunan pendukung yang berada di sekitar rumah itu sendiri. Salah satu contohnya adalah gazebo.

Gazebo adalah bangunan sederhana yang difungsikan untuk tempat bersantai di halaman depan atau belakang rumah. Umumnya dijadikan sebagai tempat duduk-duduk sambil bercengkrama bersama anggota keluarga. Keuntungannya tak lain menjadi pilihan melepas penat sambil menghirup udara segar ketimbang refreshing menghabiskan waktu di luar rumah yang tentunya sangat boros di sisi ekonomi. Arsitek Panji Kurniawan menerangkan, gazebo merupakan salah satu fasilitas tambahan dari kebutuhan primer rumah yang memang berfungsi sebagai lokasi rekreatif atau santai. Letaknya pun berada di ekterior rumah dan ditempatkan untuk melihat visual tertentu. “Gazebo berasal dari kata gaze yang berarti memandang dan ebo yang artinya keluar. Secara umum artinya memandang keluar. Saat berada di gazebo, yang kita lihat itu pemandangan. Bisa melihat laut jika memang gazebo letaknya di tebing laut ataupun melihat jalan dan lain sebagainya,” katanya kepada Tribun. Bangunan permanen itu kata Panji, memiliki empat sisi dengan ukuran sama, dan dindingnya tidak berbentuk tempo dengan kata lain terbuka. Dimensi ukuran yang lazim ditemui 2 meter x 2 meter (m) atau 3 m x 3 m. Ukuran tersebut relatif tergantung luas lahan taman yang dimiliki ataupun keinginan pemilik rumah mengingkan ukuran di luar standar. Penggunaan material yang banyak digunakan untuk membuat konstruksi gazebo adalah kayu. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan penggunaan material lain seperti bambu, batu, besi, alluminium, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk material atap, bisa menggunakan alang - alang, ijuk, sirap, genteng, kain ataupun seng. Tingkatkan Estetika Fungsi gazebo perlahan berubah menjadi aksesoris pelengkap untuk meningkatkan nilai estetika dan keindahan dari sebuah rumah. Desainnya sangat khas karena dibangun terpisah dari bangunan utama (rumah), berdiri sendiri di area taman yang bentuk dan desainnya bermacam-macam. “Umumnya gazebo dapat dikenali dari bentuk dasarnya yang terdiri dari atap, tiang-tiang penyusun tanpa dilengkapi dinding, dan lantai yang elevasinya sedikit lebih tinggi dari elevasi permukaan tanah di sekitarnya. Kalau untuk desain, ada model klasik dan perpaduan modern-klasik,” jelas arsitek Fritz Akhmad Nuzir. Dia menjelaskan, gazebo model klasik mudah dikenali di Indonesia karena bentuk desainnya menyerupai bangunan adat Jawa atau Bali. Ciri khasnya adalah mengaplikasikan banyak ukiran atau ornamen. Sedangkan model hasil perpaduan modernklasik memiliki ciri dengan gaya yang simpel, tidak mementingkan detail pada bangunannya, dan permukaan lantai gazebo yang terkesan datar/ flat. “Bentuk gazebo umumnya berbentuk geometris, segi empat, segi enam, atau lingkaran. Untuk konstruksinya, biasanya gazebo dibuat permanen, meskipun ada juga yang dibuat dengan model dan bahan yang mampu untuk dicopot-pasang seperti gazebo berbahan aluminium atau gazebo dari bahan bambu,” urai Ketua Jurusan Arsitektur Fakultas Tehnik UBL ini. Agar kesan bersantai di gazebo semakin nyaman, kata Fritz, bisa menambah bantal, guling, dan pernak-pernik lainnya dan sebaiknya diberi penutup. Bisa juga diberi tambahan kelambu yang dipasang sedemikian rupa menutupi seluruh bagian dalam gazebo. Namun, pemasangan jangan sampai mengganggu pandangan ke luar. (tribun lampung/***)


20

MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

Nia Ramadhani

INDY BARENDS

Belum Hamil, Berat MENJELMA Tubuh Naik 9 Kg BAK MODEL MESKI terlihat agak gemukan, namun artis Nia Ramadhani memastikan kalau hingga saat ini belum merasakan tanda-tanda kehamilan. Istri Ardie Bakrie itu pun berjanji, kalau memang hamil nantinya akan menginformasikan pada wartawan. “Kalau ada kabar bahagia pasti dibagi, tapi sampai sekarang belum ya doain aja insya Allah,” ungkap Nia Ramadhani saat ditemui dalam acara preskon Penghargaan Achmad Bakrie (PAB), di Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (28/7/ 2011). “Kita bakal berbagi kalau ada kabar bahagia kok,” sahut Ardie Bakrie menambahkan. Tidak dibantah, baik oleh Ardie maupun Nia, kalau paska nikah berat tubuh mereka langsung melar. Berat tubuh Ardie bahkan naik hingga 17 kilogram. “Kalau aku setelah kawin naik 9 Kg,” tegas Nia. Nia kini tengah berusaha menguruskan badan dalam rangkaian untuk program mendapatkan keturunan. Mereka sedang berusaha untuk mendapatkan keturunan setelah proses pernikahan yang sudah hampir setahun. “Sekarang lagi program ngurusin badan. Ya terus usaha. Kita juga pengin ya,” ungkap Nia. “Lagi dicoba, doain saja,” sahut Ardie. Nia sendiri mengungkapkan kalau keluarganya sangat berharap untuk segera memiliki cucu, namun yang namanya anak atau keturunan bukan sepenuhnya menjadi hak manusia, kecuali hanya bisa berusaha. “Namanya orang tua pasti pengin punya cucu. Tapi mereka mengerti. Gak maksa juga, semua kan bergantung sama Yang di Atas,” pungkas Nia. (kpl.com )

Sempat mempunyai bentuk tubuh yang subur, presenter Indy Barends selalu dijadikan bahan candaan. Apalagi jika ia bertemu dengan Indra Bekti, seperti anjing dan kucing, keduanya selalu ribut jika disinggung soal penampilan tubuh. Tapi dilihat dari situ, ibu dua anak itu memang mudah akrab dengan siapa saja. Dan sejak melahirkan anak keduanya, wajah Indy jarang terlihat di layar kaca. Sekalinya muncul, publik dibuat ternganga. Postur tubuh Indy Barends terlihat lebih kurus dari biasanya. Muncul rumor, Indy melakukan suntik langsing. Kabar itu langsung disangkal Indy. “Saya enggak suka suntik kurus. Ayam broiler kali ah disuntik segala,” candanya, saat ditemui di Restoran Jack Rabbit, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/07). Sudah empat bulan terakhir, presenter sekaligus bintang iklan itu menjalani program hidup sehat. Bukan tanpa usaha, ia kini menjadi vegetarian. “Sekarang sedang memperbanyak makan buah dan sayuran. Benar-benar hidup sehat deh,” ucap DJ Blanco itu. Indy begitu ketat menjaga pola makannya, bahkan ia rela menghindari nasi dan sarapan pagi diubah dengan makan buah dan telur rebus tanpa kuningnya. Buah yang dikonsumsi adalah pisang, anggur dan pir. “Kalau menu makan siang, saya makan terserah saja, tapi harus nasi merah. Kalau malam enggak makan, hanya minum saja,” tambahnya. Perjuangan keras Indy nyatanya membawa hasil. Tubuhnya bak gadis yang baru berusia belasan. Padahal nggak ada yang menyangka wanita asal Bogor, Jawa Barat itu sudah bersuami dan punya dua anak. “Lihat, saya kayak model kan? Berat badan saya turun lumayan banyak. Lima bulan lalu masih 54 kilogram. Sekarang 49 kilogram,” ujarnya bangga. (ccm.com)

RIZAL ARMADA

Ingin Pulang Kampung

VOKALIS Armada Band, Rizal, mengaku bakal sibuk selama bulan Ramadan ini. Pasalnya, grup band Armada harus menjalani tur ke sembilan kota pada bulan tersebut. Padahal, puasa pertama nanti, Rizal punya suatu keinginan. “Pengen pulang ke Palembang. Tapi nggak bisa. Paling lebaran bersama,” ungkapnya saat dijumpai di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (29/7).“Masakannya sih nggak spesial banget. Tapi suasananya aja yang ngangenin,” imbuhnya sembari mengenang, saat dia masih bisa menghabiskan bulan Ramadan di rumah, yang kini tak bisa lagi dia rasakan. Dengan menjadi vokalis grup band ternama, otomatis sekarang Rizal sudah menjadi selebriti. Dan risiko yang harus diterima, salah satunya adalah seperti ini, sibuk di kala Ramadhan, dan terpaksa meninggalkan keluarga. “Mereka (keluarga) nggak habis pikir aja anak mereka jadwalnya padat banget. Tapi untungnya mereka ngerti. Dan ini alhamdulillah kan rejeki,” ujarnya.Rizal memaknai segala kesibukannya ini sebagai rezeki. Untuk mendapatkan rezeki, tentunya seseorang harus bekerja keras dan merelakan beberapa hal yang mau tak mau harus ditinggalkan. (kpl.com)


Inspirasi

OLEH: ZUKRI SAAD

SENIOR Uwan para Profesor di ITB tidak setuju dengan istilah sumber daya manusia atau SDM. Mereka menilai dengan kemampuan akal pikiran yang diberkahi Tuhan, manusia harus dihargai dengan berbagai kekurangan dan kelebihannya. Untuk itu mereka menggunakan istilah manusia bersumberdaya. Dalam konteks kita di Sumatera Barat, urusan manusia sumberdaya ini jelas tak akan habis habisnya bila diperbincangkan. Hal mana diperkuat dengan keberadaan Gubernur yang berlatar belakang keahlian itu. Banyak betul aspek maupun prospek bila ingin mengembangkan manusia bersumberdaya, apalagi dari dulu sampai kini kita masih mengklaim diri sebagai propinsi industri otak. Satu sisi tentu baik saja, karena itu akan memicu kita untuk mempertahankan predikat itu, kalau bisa sampai akhir masa. Tapi disisi lain, kita tak bisa berbangga diri tanpa terus membenahi dan mengembangkan berbagai kebutuhan pendukung. Berbagai kalangan, baik sarana pendidikan negeri maupun swasta haruslah bekerja keras membangun potensi dirinya agar mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman yang cepat dan kian cepat. Untuk itu perlu dikemas suatu skenario bagaimana secara meyakinkan kita kembali bisa mengukuhkan diri sesuai predikat tersebut. Tentu diperlukan modus operandi yang antisipatif terhadap masa depan, katakanlah perguruan tinggi di Sumbar bekerja keras menghadirkan manusia bersumberdaya yang siap tempur menghadang globalisasi dan era liberalisasi ekonomi dunia. Kita mampu menghadirkan mereka yang berhasil “lolos hidup” di era serba bebas dan dunia tanpa batas adminstratif pemerintahan. Generasi bergenerasi. Manusia bersumberdaya yang mungkin tidak akan lagi mengenal nasionalisme negara, tapi akan menjalani fungsi dan interaksi global yang serba kompleks dan nampaknya kian bringas. Interaksi dimana yang kuat akan menang dan yang lemah akan terhisap serta tertindas. Mereka yang lemah itu kelak akan sekedar menghiasi statistik belaka, tanpa kontribusi efektif untuk bangsa ini. Lulusan perguruan tinggi di Sumbar boleh ribuan, tapi kualitasnya jangan untuk statistik saja. Di Sumatera Barat, dengan kembali ke sistem pemerintahan nagari, terbuka luas peluang bagi anak nagari dimanapun domisilinya untuk berimprovisasi secara kreatif dan berkontribusi mengembangkan potensi anak nagarinya. Kondisi saat ini, pengembangan lewat jalur pendidikan formal, nampaknya sudah tidak maksimal lagi. Menghadapi ketatnya persaingan dimasa depan,anak nagari terdidik tak cukup lagi sekedar lulus SMA atau malah sarjana sekalipun. Yakinlah, mereka akan sulit bahkan tidak akan mampu bersaing. Logika siap latih seperti yang selama ini diketengahkan secara umum niscaya akan tergilas oleh keperkasaan sarjana negara lain. Makanya, logika baru yang perlu dijadikan paradigma pengembangan manusia bersumberdaya kita ke masa depan adalah mereka yang siap pakai dan siap bersaing, tentu secara global !!. Intinya, masyarakat kita di nagari-nagari, di kabupaten dan kota serta di tingkat propinsi berikut perantau perlu berembuk bersama, merancang suatu skenario pengembangan yang antisipatif terhadap globalisasi sebagai fenomena masa depan itu. Skenario mana untuk menjadikan SDM kita tuan rumah di negeri sendiri serta unggul bersaing bila berekspansi kerja ke negara lain. Untuk itu Uwan usul sekaligus masukan untuk penyusunan skenario itu kalau mungkin, antara lain : (a) lakukan seleksi cukup ketat untuk melihat anak nagari yang unggul dan berbakat di nagari-nagari dan kota-kota. Manusia bersumberdaya unggul mana sebaiknya sudah dipantau sejak kelas 2 SMP dan sederajat; (c) 10 besar dari tiap SMP di Sumbar diseleksi lagi lebih terarah, katakanlah melibatkan psikolog, pendidik dan dokter khusus; (c) kalau terpilih 50 orang tiap kabupaten kota, maka jumlahnya bisa mencapai 1000 orang bila dihitung tingkat propinsi. Mereka diasramakan dan proses belajar mengajarnya ditumpangkan pada satu SMP yang ditunjuk tiap kabupaten-kota. Disini mereka akan menjalani pendidikan umum tapi ditambah dengan menu khusus. Menu mana menurut Uwan tak lain adalah kemampuan berkomunikasi beberapa bahasa dan menguasai teknologi informasi; (d) Setamatnya SMP, mereka tetap dalam satu kelas khusus di SMA yang ditunjuk untuk mengelola proses belajar mengajarnya; (e) Tamat SMA mereka akan berkualifikasi mampu mengoperasikan teknologi informasi mutakhir dengan sempurna, berbahasa Inggris dengan TOEFL diatas 600 dan mahir satu bahasa lainnya, katakanlah Jepang, Mandarin atau Jerman (f) Mereka harus berangkat ke LN untuk melanjutkan kuliahnya di berbagai bidang yang prospektif; (g) Bila kelak lulus dengan sempurna, tak perlu pulang dulu ke tanah air. Boleh bekerja di negara mana saja untuk beberapa waktu. Bila sudah berpengalaman tinggi dengan rating global setara expert asing, silahkan pulang kalau ada kebutuhan. Silahkan berkiprah didalam negeri dengan kepala tegak karena gajinya akan setara dengan orang asing. Logika ini digunakan secara cerdas oleh Pemerintah India. Dimana-mana kita akan menemukan sosok intelek warga negaranya, berkiprah di berbagai bidang kehidupan. Tahun 90-an, pemerintah memanggil pulang anak bangsanya untuk membangun pusat riset dan pengembangan teknologi informasi di Bengalore. Berbondong-bondong ahli IT meninggalkan Silicon Valley, pulang membangun kampungnya. Kini Bengalore menjadi pusat pengembangan IT terkemuka didunia, menghasilkan berbagai produk yang bersaing secara global. Soal kita bagaimana membiayainya, karena pendidikan jalur khusus demikian pasti tidak murah. Demikian pula perlu guru berkompetensi sesuai, yang tidak saja lolos verifikasi keguruan, tapi tentu perlu yang lebih mumpuni. Pada posisi inilah Uwan melihat ada tanggung jawab kongkrit anak nagari untuk berkontribusi. Bila tiap nagari membiayai proses penggodogan anak-anak muda kita ini, itu artinya tiap nagari harus mengalokasikan uang untuk membiayai 3 orang saja sampai lulus pertahun. Kabupaten, kota dan propinsi mengalokasikan dana pendidikan khusus tiap tahun APBD serta penggalian dana khusus melalui berbagai lembaga diperantauan. Uwan yakin, bila jelas maksud dan tujuan pengumpulan dana itu, puluhan milyar bisa digali dari kocek perantau. Dana ini kelak dikelola sebagai bentuk dana abadi yang akumulatif sehingga leluasa membagi beasiswa untuk mendukung pengglobalan manusia bersumberdaya dari Nagari-nagari. Tibalah saat-saat membahagiakan yang akan kita rasakan kelak, mendengar 1000 orang anak nagari dari Sumbar pertahun masuk ke dinamika global. Menghadang tantangan global dengan meningkatkan kapasitas personal dan merintis masa depan sambil bersiap untuk membangun nagari pada saatnya. Langsung maupun tidak langsung. Simpruk Terrace Condo, Jakarta, 26 Juli 2011

21

AROMA PAYAKUMBUH DI KOTA BATAM

SKENARIO

Manusia Bersumber Daya

MINGGU,31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

Dari Galamai ke Cake Buah Naga Oleh MAYONAL PUTRA

TERNYATA galamai, makanan khas Payakumbuh-Limapuluh Kota, punya sejarah panjang. Dari penuturan masyarakat Luhak Nan Bungsu ini, usaha galamai sudah hadir sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia. Adalah Hj Rosneli (almarhumah) yang mengawali usaha rumahan galamai ini denga merek “Aroma” pada era tahun 1940-an. Usaha ini berkembang pesat sampai tahun 1980-an dengan menampung puluhan pekerja. Usaha ini berkembang pesat dan produknya sampai ke kota-kota di Sumatera Barat dan provinsi lainnya. Namun demikian, persoalan muncul ketika dipengujung 1980 an, beberapa pekerja intinya banyak yang keluar dan mengembangkan usaha lainnya. Dan ini membuat usaha “Aroma” goyah. Tapi hal ini bagi Rosneli bukan masalah besar. Sementara itu, dalam rentang 10 tahun, dari 1980-1990, di Kota Payakumbuh dan sekitarnya, tumbuh pula usaha sejenis. Ketatnya persaingan, membuat Usaha Aroma pada pertengahan tahun 1990, menyatakan “istirahat”. Perintis usaha rumahan yang pertama di daerah ini tak mampu berproduksi. Menurut cucu kandung Rosneli, Beni Saputra (30) dalam bincang-bincang dengan Haluan beberapa waktu lalu, pihak keluarga ingin menghidupkan Aroma dengan kemasan yang berbeda. “Dek banyak bona oleholeh di Pikumbuah, dan pasarannyo raso-raso agak sulik. Mako, alun yakin sajo ambo untuak mambukak usaho oleholeh di kampuang baliak. Sungguahpun rencana itu ado,” kata Beni Saputra yang telah 11 tahun membuka usaha di Pulau Batam, Kepulauan Riau, Beni Saputra sendiri salah seoranng generasi “Aroma” juga mengembangkan usaha buah tangan di Batam. Niatnya meneruskan kreativitas neneknya, yang telah menghidupkan keluarga besarnya sudah dibawanya sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah Batam, tak pernah padam, bersama adiknya Rahmat Hidayat.

MAYONAL

BENNI Saputra bersama istrinya Melani mengembangkan makanan khas olahan buah naga di Batam. “Kaluarga ambo indak digodangan dek gaji per bulan dari negara,” ungkap alumni SMK 3 Payakumbuh ini saat ditemui Haluan di NagoyaBatam. Usaha Buah Naga Setelah berumah tangga dengan gadis cantik Melayu bernama Melani, Beni membangun usaha mandiri, sekaligus meneruskan spirit Aroma gelamai Payakumbuh, semakin mantap saja. Suatu malam, Beni mengatakan keinginannya kepada istrinya, tapi ia belum memikirkan usaha rumah tangga semacam apa yang harus dilakukan. Terbersit ide dalam pikirannya, bagaimana memanfaatkan buah naga sebagai ikon buah asal Batam itu. Beni membangkitkan nama Aroma yang telah lama “terkubur”. Buah naga pun ia olah menjadi sejenis cake (kue) dengan berbagai cita rasa. “Aroma akan lebih hidup lagi, walaupun di tempat yang berbeda,” ujar anak dari pasangan Indra

Mulia dan Ernita ini. Setelah melihat peluang besar, Benni akhirnya memutuskan dirinya keluar dari dunia model, dan istrinya Melani, mantan pemain sinetron “Ikhlas” di SCTV itu, juga pindah kerja menjadi pegawai di salah satu bank terkenal cabang Batam. “Yo, bia lobiah fokus sajo ka usaho kek buah naga ko. Walaupun Aroma di payokumbuah ndak ado lai, di Batam harus awak nomor satu masalah oleh-oleh ko,” ucap lelaki kelahiran Payakumbuh itu. Sejak Mei 2011 lalu, usaha rumah tangga cake buah naga, yang diberi nama Aroma mulai diproduksi. Sedikitnya ada enam cita rasa yang ditawarkan yakni, rasa original, coklat, strawberry, Keju, blueberry dan almond. Semua rasa itu menjadi topping dan selai sebuah cake buah naga kecuali rasa original. Sedangkan, kemasan warna yang dipilih disesuaikan pula dengan warna buah, yaitu merah. “Cake buah naga, produksi

Aroma memang suatu kreasi makanan khas yang baru. Dengan menggunakkan komposisi buah naga lebih banyak yang didatangkan dari perkebunan buah naga di kawasan Barelang,” tambah Rahmat Hidayat. Selain itu, Beni juga mempunyai harapan agar usaha yang sedang dikembangkannya mendapat sambutan yang positif bagi perantau Minang di Batam ataupun masyarakat Sumatera Barat yang sesekali berkunjung ke Batam. “Kalau ado urang kampuang kito pai main-main ka Batam, mudah-mudahan oleholeh nan di boli tontu punyo kito ndak,” ujar Beni lagi sambil tertawa. Usaha yang memperkerjakan sebagian besar berasal dari Payakumbuh ini juga telah mendapat respons dari Pemerintahan Kota Batam, Batam Tourism, dan Kadin Kota Batam. Menurut Ketua Batam Tourism, Rahman Usman, sudah bertahun-tahun petani Barelang

menghasilkan buah naga yang setiap bulannya ratusan ton dijual keluar Provinsi Kepri, baru kali ini ada ide dan usaha rumah tangga yang paling menarik. Tidak hanya itu, usaha ini, akan mampu mengangkat nama Batam ke luar. “Setidaknya, makanan yang yang diproduksi Aroma ini, tidak mengurangi khasiat buah naga, yakni penetralisasi gula darah dalam tubuh,” terang Rahman Usman. Nada Faza Soraya, Ketua Kadin Kota Batam, mengatakan, mendukung langkahlangkah dan terobosan yang dilakukan Aroma dan siap bekerja sama demi kemajuan produktivitas warga Batam. Sugimto (51) pemilik kebun, juga sangat mendukung usaha ini. Menurut Sugimto, usaha makanan khas yang dikerjakan Aroma inin mempunyai peluang bisnis yang sangat besar. Petanipetani buah naga juga merasa gembira dengan adanya kreasi oleh-oleh yang menggunakan buah naga Batam ini. „

Ijon, Ka Da Tam Raunan ka Jawa Dikarang: BADAWI SUTAN PANGERAN

H

UBUNGAN Da Tam jo Jon Tempe samakin bagalintinpintin. Kepeang Da Tam, kepeang Ijon. Oto Da Tam, oto Ijon. Apo nan Da Tam makan, itu Ijon sungkah. Ka bukik samo mandaki, ka lurah samo manurun. Itu buah kecek Da tam ka Jon Tempe. Dan itu nyo buktikan jo parbuatannyo. Nan ujuangnyo, Jon Tempe sabana bakilek kanyang. Indak paralu bapikia. Indak paralu bapaluah mancari kepeang. Tingga maanguak sajo lai. Baitu maanguak, lindok an mato saketek. Gigik bibia. Nah. Badasia- dasia wang karate. Limo ribo ampek sampai limo halai ka tangan Ijon mah. Bulan baru, tender Da Tam malatuih. Sureksurek proyek ka diuruih ka Jawa. Jon Tempe, sayang Da Tam, tantu dibao naiak kapa tabang. “Ka Jakarta awak baduo. Indak ado arati da Tam tanpa Ijon,” bisiak Da Tam ka lubang turiak Jon Tempe. “Bara alai ka Ijon bao baju bisuak ka Jawa tu Da tam?” tanyo Jon Tempe di ateh oto. “Baju? Ka Jawa… jo da Tam mambao baju? Bagarah Ijon mah. Badan jo nyao sajo bao yang oii. He hehe…Apo guno Mangga Dua? Apo guno Tanah Abang? Apo guno Grand Mall, Senayan City, Blok Em Plaza he heh. Bara lusin Ijon nio…?” mangecek an itu, pipi Jon Tempe kanai cubik ciek. “Padiah da Tam…Badarah beko…ubek dek Da Tam….”runguik Jon Tempe bamanjo manjo manyeka pipinyo nan manyirah.

“Da Tam cayang ka Ijon…Kan cubik sayang nyo…Berang Ijon…?” “Iyo…Da Tam paraman raman…Maleh Ijon…” Oto bajalan manuju Travel panjualan tiket. Disitu tiket diambiak duo pasang “PP”, Barangkek hari Salasa pukua sabaleh.Tabayang dek Jon Tempe…kalau lah di Jawa…bara kasanangnyo. Bos maurus tender…Kepeang banyak ndak taetong, co ramo ramo… Hari salasa pukua duo, Jon Tempe jo Da Tam lah sampai di Jakarta. Baambiak hotel babintang ampek batingkek tigo puluah anam di “bilangan Senayan”. Singajo di piliah di lantai ka tigo puluah limo.

Sabab, Ijon Tempe mangaku gamang kalau di puncak bana…Inyo nio nan tinggi, tapi jan nan paliang tinggi…. “Ijon pamuntah kalau di nan tinggi bana….” “Ooo, Kalau baitu… di lantai satu atau duo sajo lah…” kecek Da Tam ka manuka kunci. “Lah iyo lanta tigo puluah limo… rancak mah Da Tam…Ulang taun Pas jo ulang taun ijon bulan nan lalu…Salain tu, Ijon taragak maliek Jakarta dari ateh…” “Heh. Tigo puluah limo umua Ijon …? Salamaik lah ciek…” Sambia basalam, Da Tam “maagiah Sun “kapipi Ijon. Merah muko Ijon kanai sunguik Da Tam...Ganjia

rasonyo…tapi…,baa lah…? Patang hari tu juo Jon Tempe dibao Da Tam ka Mangga Dua. Disitu Jon disuruah mamilIah apo nan katuju. Nak Bulu Jihin, Baju kauih gaul, baju rancak rancak lainnyo, solop jo sipatu…. Jon Tempe sabana mambang hatinyo. Cuma, ado ciek kandak Da Tam….nan gak barek…Barek jo jangga. Jon Tempe… disuruah mamiliah Wig-rambuik palasu bawarna sirah atau biru…Bulu mato palasu…Gincu bibia,,,…Minyak arun atau parfum…Baju induak induak nan seksi sapasang…. “Ndeeh…Untuak sia ko Da Tam…?” tanyo Jon Tempe manyeka paluah dingin. “Iko…. Ijon pakai gak sakali… beko malam…Sakali…”baleh da Tam mangijok an sabalah mato. “Ijon nan ka mamakai…? Baju padusi ko…untuak Ijon…? Da Tam tadiam. Mukonyo taliek kecewa. Jon Tempe mulai mangarati…Da Tam ko indak buliah dikecewakan doh…Abih main awak. Yo. Apolah bareknyo mamakai baju padusi…Sakali…malam…?Apo bana sakiknyo ? “Ndak sayang Ijon ka Da Tam…?” tanyo Da Tam jo suaro barek. Ijon tempe maanguak lambek lambek. Bungkuihan baju satangah kopor lah di tangannyo. Dadonyo badabok dabok. Kantuiknyo malasuih…Baa kamamakai pambalian …nan dikandak an Da Tam ko beko malam ko?!


22

Kampus

MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

MAHASISWA SAMBUT RAMADAN

Dari Balimau Sampai dengan Ziarah Kubur BULAN Ramadan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat islam, karena bulan Ramadan adalah bulan yang penuh rahmad dan ampunan. Dalam meyambut bulan Ramadan, banyak hal yang dilakukan. Di masyarakat kita menyambut Ramadan ada istilah yang populer yaitu ‘balimau’. Balimau diartikan dengan membersihkan diri, hati dari pikiran dari hal-hal yang akan menggangu dan merusak nilai puasa. Ada juga mengartikan balimau untuk pergi jalan-jalan dan liburan dengan keluarga, ada juga yang ‘merayakan’ balimau dengan cara pergi mandi-mandi ke tempat pemandian. Sebenarnya balimau itu bagaimana sih? Yuk kita tanya pendapat mahasiswa tentangnya sekaligus mencari tahu apa saja cara mereka dalam menyambut bulan Ramadan? “Balimau adalah membersihkan diri, hati pikiran dari hal-hal yang menganggu kita dalam menjalankan puasa,” ungkap Umiati Sani mahasiswa IAIN IB Padang. Pendapatnya ini mengisyaratkan bahwa membersihkan hati itu soal sikap, prilaku atau pola pikir.Rekan sesame mahasiswanya tak semua sependapat dengan Umi. Seorang teman kita yang enggan disebut namanya, mengatakan, pergi mandi-mandi merupakan cara menyambut Ramadan, “Mandimandi ke tempat pemandian

sangat menyenangkan dan bisa menbersihkan diri” ungkapnya. Lain lagi dengan Haniva. “Mandi-mandi dan refresing gak banget deh,” ujarnya. Haniva berpendapat bahwa balimau dengan dengan pengertian mandi-mandi bukan tradisi dalam Islam. Yang benar, sebelum memasuki bulan Ramadan kita mesti membersihkan hati, diri dan pikiran dari hal-hal yang merusak. Senada dengan itu, Utari Kurnia Dewi, mahasiswa STAIN Bukittinggi berkata,”Mandi kan bisa di rumah sendiri mengapa harus di tempat pemandian (umum),” tuturnya. Ya, meski mandi bisa mensucikan diri, tapi kalau di tempat pemandian tidak ada pembatas antara laki-laki dan perempuan, bisa menimbulkan maksiat dan melanggar norma-norma agama. “Kenapa harus mandi-mandi” ungkap Utari lagi. Yang penting membuka pintu maaf selebarlebarnya dan menghilangkan prasangka dan praduga tidak baik kepada orang lain. Ungkapan Utari dan Haniva sejalan dengan pendapat Oki Alexsander “Yang penting dalam meyambut Ramadan adalah saling maaf-memaafkan dan silahturrahmi dengan keluarga, kerabat dekat, dan tidak ketinggalan teman-teman tentunya” tutur mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia STEKIP ini. Ada juga yang menyambut Ramadan dengan cara melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti pengajian, ceramah agama. Ada juga yang menyambutnya dengan kegiatan yang bersifat rekreatif seperti seperti panjat pinang

Balimau atau Berdarmawisata

Oki Alexsander, STEKIP DALAM menyambut ramadan aku mempersiapkan badan dan membersihkan diri dari perbuatan tak berguna. Paginya mandi trus memakai wangi-wangian. Lalu silahturahim dengan sanak saudara, dan teman-teman. Tidak kelayapan dan pergi ke tempat wisata. Itu nggak penting banget deh. Haniva, Universitas Bung Hatta BERKUNJUNG ketempat wisata, mandi-mandi kepemandiang gak aku banget deh. Dalam meyambut Ramadan yang sering aku lakukan berkunjung ke rumah keluarga utuk silahturrahim. Juga berkumpul dengan teman-teman. Bukan untuk hura-hura tapi untuk bermaafan. Pokoknya yang positif lah......... Lili Arlani, UMSB SAYA tidak setuju balimau dengan cara berlibur kebtempat wisata, karena hanya untuk memuaskan kesenangan dunia saja, padahal sebelum puasa yang harus disiapkan adalah kebersihan lahir dan batin. Yang saya lakukan pergi silaturahim ke rumah sanak keluarga dan membersihkan kuburan keluarga sambil takziah, tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Allah karena suatu saat kita akan meninggal.

SEORANG pemuda, melompat ala kodok dari ketinggian sekitar 50 meter dari permukaan sungai di Pemandian Lubuk Minturun Padang. Atraksi ini selalu mewarnai prosesi balimau menyambut Ramadan. Haswandi dan balap karung “ Yang penting tidak menimbulkan maksiat dan bernilai positif,” tutur Bobi Azra, mahasiswa STAIN Bukittinggi. Banyak cara memang yang dilakukan dalam menyambut Ramadan. Balimau salah satunya. Pada dasarnya balimau itu kegiatan membersihkan diri, membersihkan tubuh dari kotoran yang menempel di tubuh.Untuk itu tidak perlu melakukannya di pemandian umum, di rumah pun cukup. Tak cukup tubuh bersih, hati pun mesti bersih. Bisa dicapai

dengan menghilangkan praduga dan pikiran buruk terhadap orang lain, serta meminta maaf kepada sanak keluarga, dekat maupun jauh. (Laporan Misra)huannya,” kenang Ratna. Seingat mahasiswi jurusan Jurnalistik ini, cukup lama waktu yang ia dan teman-temannya habiskan di Rumah Puisi. “Kami pulang saat sore. Karena keasyikan belajar di sana, jadi lupa waktu,” tutur Ratna yang berharap bisa melakukan study tour ke Rumah Puisi lagi. Yah, ternyata bermanfaat

atau tidaknya study tour itu tergantung niat masing-masing individu. Jika sedari awal memang sudah memancangkan tekad untuk belajar, pasti akan mendapat hasil maksimal. Sebagaimana diungkapkan Silvia, dari UNP. “Bermanfaat atau tidak tergantung kita sendiri.” ujar Silvia semangat sembari menambahkan perlunya efisiensi kegiatan study tour. Nah, bagaimana dengan jurusanmu. Sudah punya rencana melakukan study tour? (laporan Rizki Diana Rangkuti)

DEBAT

Memaknai Ramadan

Utari Kurnia Dewi, STAIN Bukittinggi TAK terasa beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Ramadan, sangat senang rasanya karena bulan Ramadan ini adalah bulan yang ditunggu-tunggu. Di bulan ini semua pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup rapat, semua dosa akan diampuni. Seluruh umat Islam akan merasakan kebahagian dan kedamaian. Ramadan juga bisa melahirkan rasa kebersaman melalui acara buka bersama, shalat berjamaah dan lainnya. Di masyarakat kita dalam menyambut Ramadan ada istilah populer yaitu ‘balimau’. Balimau bisa diartikan dengan membersihkan diri, hati dari pikiran dari hal-hal yang akan menganggu dan merusak nilai puasa. Namun kebanyakan masyarakat kita terutama muda-mudi merayakannya dengan dengan cara mandi-mandi ke tempat wisata dan pemandian. Saya tidak setuju karena semua itu hanya untuk ke-

senangan dunia saja, bahkan banyak terjadi maksiat. Banyak pemuda-pemudi yang mengartikan balimau itu sebagai acara liburan dan acara mandi-mandi menjelang bulan Ramadan. Mandi bisa untuk membersihkan diri (tubuh), tapi kalau mandi di tempat pemandian umum, apalagi tidak ada batasan antar laki-laki dan perempuannya, bukannya membersihkan diri lagi namanya.Tidak perlu mandi beramai-ramai, apalagi sampai melanggar norma-norma agama kita. Yang penting bagi kita dalam menyambut Ramadan ini adalah bersihkan hati dan fikiran kita dengan membuka pinti maaf selebar-lebarnya antara sesama kita, menghilangkan prasangka dan praduga yang tidak baik kepada semua orang yang dekat dengan kita, itu lebih cukup dari pada harus pergi mandi-mandi dan berrekreasi yang dampaknya tidak baik, hanya semata-mata untuk menghamburkan urang dan hanya untuk memuaskan nafsu semata. „

Rika Rahmad Darniati, IAIN Imam Bonjol STradisi balimau jelang Ramadan sering diasumsikan negatif. Balimau sering diidentikkan dengan kegiatan berfoyafoya dan bersenang semata. Namun jika dilihat ke belakang, tradisi balimau di Minangkabau adalah warisan leluhur yang sarat dengan nilai dan pesan positif. Balimau artinya mandi dengan limau dan bunga-bungaan yang dimaksud untuk mensucikan dan mengharumkan diri. Kegiatan balimau bukan saja dilakukan jelang Ramadan saja, tapi juga dilakukan calon pengantin. Biasanya sebelum menikah calon pengantin dimandikan dengan kembang oleh bakonya. Balita yang turun mandi pun melakukan balimau. Tujuannya agar anak mengenal lingkungan sekitarnya dengan baik. Mandi dengan limau atau jeruk dan kembang yang dilakukan jelang bulan Ramadan oleh masyarakat Minangkabau merupakan sebuah tradisi yang me-

SINEMANIAK

ngandung nilai. Diartikan sebagai upaya mensucikan diri. Dulu mandi dengan limau ini biasanya dilakukan di sungai atau tempat pemandian masyarakat. Karena memang pada saat itu masyarakat masih tradisional. Sebagian masyarakat yang bermukim di daerah pantai melakukan balimau di laut. Jika merujuk kepada maknanya jelas balimau bukanlah sebuah kebiasaan yang negatif. Ini hanya upaya untuk mensucikan diri sebelum melakukan ibadah. Terlebih Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah dan bulan yang sangat dinantikan oleh umat muslim. Oleh karena itu wajar saja jika menyambut bulan pengampunan itu kita ingin lebih baik dari hari-hari biasanya. Selain kegiatan mandi dengan limau tersebut, balimau kerap juga diartikan tidak hanya mensucikan diri secara fisik. Hal ini kerena setelah balimau biasanya diiringi dengan kebiasaan manjalang sanak famili untuk bermaafan.„

Kentut dan Politik Oleh: Donny Syofyan Mahasiswa Pascasarjana FIB UGM

SEBUAH judul film, Kentut (2011), bukanlah sebuah judul film yang lazim. Namun, cerita dalam film ini dalam banyak hal mengisahkan suasana panas politik dan sosial di negara kita. Dikenal sebagai seorang sutradara independen, Aria Kusumadewa memilih untuk menunjukkan independensinya lewat sejumlah produksi film, termasuk Medi; Pencopet Kota Palembang, Beth, dan Novel Tanpa Huruf R. Selaku alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ), ia mengangkat peristiwa seharihari dan kehidupan jalanan dalam pelbagai tema film yang diusungnya. Ia menganggap lebih terbiasa menghadapi realitas sosial di sekitarnya. Dimulai dua tahun silam, Aria mulai keluar dari sarangnya dan mendekati kisahkisah yang menjadi arus utama

dalam masyarakat, berangkat dari film-film independen hingga komersial, seperti terlihat dalam Identitas. Film yang dibintangi oleh Tio Pakusadewo, Leony Vitria Hartanti dan Ray Sahetapy ini berhasil merebut Best Movie Award dalam Festifal Film Indonesia (FFI) tahun 2009. Sementara, Aria dan Tio masing-masing membawa pulang tropi untuk kategori sutradara dan aktor terbaik. Untuk film terbarunya, Kentut, sekali lagi tampil satu tim dengan aktor veteran Deddy Mizwar yang juga bekerja sama dengannya dalam film Identitas sebagai produser. Dalam Kentut, Deddy melakukan banyak peran sebagai produser ekesekutif dan aktor utama. Untuk proyek ini, Aria mengambil ciri-ciri unik sebagai gagasan utama, bersumber dari kejadian-kejadian sosial yang diramu dengan pemain ansambel yang solid serta percikan humor segar. Ya, Aria mulai ke arah komedi. Kali ini, lewat Kentut ia mengapung ke permukaan.

Bobi Azra, STAIN Bukittinggi MENYAMBUT Ramadan bisa dilakukan dengan cara mengaji, mendekatkan diri kepada Allah. Banyak cara (rekreatif) dalam menyambutnya, seperti panjat pinang, balap karung dan lainnya. Balimau bila akan menimbulkan maksiat gak usahlah. Yang terpenting adalah silahturrahim dengan keluarga, saling maaf-memaafkan dan intropeksi diri, agar menjadi orang yang selalu dekat dengan Allah.

Sebagian boleh jadi menganggap remeh kekuatan dan kelangsungan gas dalam perut ini—ketut. Tapi, kentut bisa menjadi kekuatan utama yang bakal mengguncang suatu daerah dan mempengaruhi keseluruhan sektor-sektor lainnya, baik secara sosial maupun politik. Ini terjadi di sebuah kabupaten bernama Kuncup Mekar, suatu tempat di negeri ini, yang tengah mengaadakan pilkada. Film ini berawal dari suatu kegiatan kampanye yang berujung kepada pilkada. Dua pasangan calon bersaing untuk menduduki jabatan kepala daerah. Jasmera—diperankan oleh Deddy Mizwar—yang terus terang menganggap dirinya hedonis, membuat heboh masyarakat dengan keputusannya untuk ikut dalam arena pilkada bersama seorang penyanyi dangdut terkenal Delarosa (Iis Dahlia). Keputusannya memilih penghibur cantik ini sebagai pasangannya sudah barang tentu sebagai strategi untuk meraup suara pemilih sebanyak mungkin. Kandidat lainnya adalah

Patiwa (Keke Soeryo), seseorang yang terbilang berpaham konvensional (straight arrow) yang khas namun pintar ingin membangun kabupaten Kuncup Mekar lewat pengembangan sektor pendidikan dan kesehatan. Sementara Jasmera—yang gemar berpakaian jas merah, sepasang sepatu olah raga dan topi—berkampanye dengan arakarakan yang keras dan mencolok mata di sepanjang daerah, Patiwa cenderung dengan merapat kepada masyarakat lewat program-program pendidikan dan kesehatan. Tim kampanye Patiwa dipimpin oleh seorang wanita pintar, cantik, dan ambisius bernama Irma (Ira Wibowo). Kondisi politik berubah secara drastis begitu Patiwa terluka dan harus mengalami operasi di rumah sakit. Setelah operasi bedah, ia dilarang meninggalkan rumah sakit sampai ia berhasil terkentut. Kentut dianggap menunjukkan kemajuan dari bagian dalam seorang pasien. Isu kentut ini tiba-tiba berubah menjadi perkara penting dan

pembicaraan di kota. Ini adalah berita buruk bagi kubu Patiwa karena penyakit ini bisa mempengaruhi pilkada yang akan dilewatinya. Sebaliknya, bagi Jasmera berita ini benarbenar sebuah kabar baik. Semua mata tertuju pada kepala rumah sakit, yang diperankan oleh aktor senior Cok Simbara, ketika semua orang memburunya untuk mengetahui kondisi kesehatan terkini Patiwa. Situasi ini tentu menambah beban sakit kepala tak terduga bagi kepala rumah sakit ini begitu keadaan rumah sakitnya berubah menjadi panggung politik dalam semalam. Kisah ini banyak sedikitnya mencerminkan proses pilkada langsung di negeri ini, bersamaan dengan masalah dan penipuan yang terjadi selama pilkada, semisal lemahnya mekanisme pemantauan hingga kandidat yang tak kompeten. Di satu sisi, Patiwa mencerminkan cerminan kandidat yang elok dan terdidik lewat pikiran-pikiran cerdasnya untuk membangun daerahnya.guna mencoba peruntungan mereka di wilayah panas ini.

Rehal Judul Penyusun Penerbit Terbit Halaman

: Pram Melawan! : P Hasudungan Sirait dkk : Nalar : I, 2011 : xxxviii + 502 Halaman

Pemikiran Provokatif PRAMOEDYA Ananta Toer memang kontroversial hingga akhir hayatnya. Tidak banyak literatur yang mengungkapkan pemikian sastrawan yang dicap sebagai “kiri” itu secara komprehensif. Hal itu membuat sosok Pramoedya sulit ditangkap secara utuh. Kecurigaan serta stigma yang melekat padanya, semakin membuat tokoh yang diwacanakan sebagai penerima hadiah Nobel untuk bidang sastra itu, terlupakan. Padahal menjelang akhir hayatnya, sejumah karyanya mengalami cetak ulang. Di sejumlah forum, karyanya tidak pernah sepi dibicarakan dan diapresiasi. Bahkan tidak sedikit remaja mulai tergila-gila dengan karya Pramodya. Oleh sebab itu, terbitnya Pram Melawan!, merupakan sebuah titik pijakan baru yang dapat mengantarkan para peminat karya Pram—demikian panggilan pendek Pramoedya—, pemerhati sejarah, maupun peneliti sastra menuju pemahaman semesta Pramoedya secara lebih lengkap. Buku ini merupakan kumpulan sejumlah wawancara yang dilakukan oleh penyusunnya dengan Pram. Topiknya beragam, dari soal politik, sastra, kebudayaan, keluarga, sosial hingga pengalaman pribadinya ketika dibuang ke pulau Buru. Dari sinilah pembaca dapat melihat banyak sisi lain dari Pram. Ia seakan ingin orang mengetahui duduk persoalan masa lalunya secara jernih terkait dengan kekuasaan. Ia juga ingin meluruskan siapa yang sebenanya layak disebut sebagai orang yang merampas kebebasan orang lain. Sementara itu, untuk pihak-pihak yang berseberangan dengannya di masa lalu, Pram seakan ingin mereka melihat alasan-alasan mengapa lelaki pendukung Soekarno itu melakukan sesuatu yang dianggap keliru. Salah satu pertanyaan yang sering mengusik tentang Pram adalah, apakah ia seorang anggota Partai Komunis Indonesia ketika itu? Ia menjawab, anggota Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) tidak otomatis menjadi anggota PKI. Bagi Pram, Lekra adalah kiri. Namun, kiri tidak berarti komunis. Kiri adalah orang yang tertindas dan tersingkirkan. Golongan seperti inilah yang harus dibela. Merekalah yang harus dimanusiakan. Jadi, keliru jika golongan ini yang harus diperlakukan tidak adil. Itu juga yang menjadi roh dalam realisme sosial di dalam sastra. Mereka yang tertindas harus dibebaskan, diberi kesadaran. Jadi, realisme sosial akan tetap relevan hingga kapan pun selama rakyat yang tertindas masih ada. Hal menarik lain yang diungkapkan oleh Pram adalah permusuhan Lekra dengan Manikebu. Menurut pengakuannya, Pram memang melawan orang-orang golongan Manikebu. Alasannya, ia hanya berusaha mencegah demokrasi liberal ala Barat dan melawan orang-orang yang anti terhadap Soekarno. Menariknya, dalam wawancara yang dilakukan, Pram selalu berbicara terbuka, tanpa tedeng aling-aling. Seluruh gelora emosi, kekesalan, serta kekecewaannya, tertumpah tanpa beban dalam buku ini. Buku ini bagaikan sebuah medium bagi Pram untuk menunjukkan realitas dirinya. Sebuah realitas yang berkorespondensi dengan berbagai gejala yang ada di sekitarnya. Realitas ini bagi Pram bukan hanya sesuatu yang hadir dari bawah alam sadar, namun juga sesuatu yang terinternalisasi dari lingkungan. Kita tungu saja apakah akan ada yang menjawab isi buku ini. Jika pun ada, semoga itu diletakkan dalam keranga sejarah kebudayaan dan kesenian, bukan politik yang tidak berujung.***

Halaman terselenggara atas kerja sama Harian Haluan dengan Komunitas Jurnalistik IAIN Imam Bonjol Padang. Penanggung Jawab: Maya Lestari Gf. Grup facebook: Haluan Kampus


Hobi

MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

23

DIDIET HARYADI PUTERA

Sulap Membuatnya Merasa Berbeda Laporan: SONYA WINANTA Foto: DENI PRIMA

PADANG, HALUAN— Seni pertunjukkan sulap masih diminati sebagian besar masyarakat di dunia, karena pada penyajiannya, sulap dapat membuat heran penonton akan rahasia di balik penyajiannya. Sulap merupakan suatu gabungan dari berbagai seni yang ada, misalnya seni tari, seni musik, seni rupa, dan lainlain dan merupakan penerapan dari gabungan berbagai disiplin ilmu, diantaranya ilmu fisika, ilmu biologi, ilmu kimia, ilmu psikologi, dan lain-lain. Salah seorang siswa kelas XI SMA 10 Padang, Didiet Haryadi Putera amat tergila dengan sulap dan seluk beluknya itu. Remaja yang akrab dipanggil Didiet itu tampak lihai memainkan triktrik sulap di depan teman-

teman dan siswa baru yang sedang berkumpul di lapangan sekolahnya. Ia mengangkat sebuah meja tanpa benar-benar menyentuhnya. Meja tersebut dilapisi kain hitam yang cukup panjang. Kain tersebut dipegang di kedua ujungnya. Tiba-tiba meja tersebut terangkat dengan liar dan tak bisa dikontrol. Ia

seakan-akan sangat berusaha untuk menjinakkan meja tersebut, namun tak mampu. Meja itu terus bergerak-gerak liar. “Meski bukan pertama kalinya tampil di depan umum, tapi saya grogi juga,” akunya. Trik sulap yang ditampilkannya itu dinamakan floating table. Konsepnya, meja tersebut diibaratkan seekor binatang liar. Si pesulap yang berperan sebagai tuan berusaha menjinakkan. Namun sayang, saat pertunjukkan listrik tak berfungsi.

“Seharusnya ada musik sebagai pengiring. Musik dapat mendramatisasi pertunjukkan tadi. Jadi penonton lebih mudah menangkap maksudnya,” jelasnya. Namun, tanpa musik, ternyata tak mengurangi antusiasme penonton sore itu. Mereka tetap tertawa melihat tingkah polah si pesulap yang kepayahan mengejar binatang peliharaannya yang mendadak jadi tak terkendali. Hobi sulap ini telah ditekuninya sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP) dulu. Ia mempelajari trik sulap itu secara otodidak. Karena sangat tertarik, ia mulai mencari tempat-tempat

yang menjual alat-alat sulap. “Sebenarnya alat sulap, agak sulit didapat di Padang. Tapi kalau sungguh-sungguh mencari ternyata ada,” katanya lagi. Perlengkapan sulap yang diperolehnya di Padang memang cukup sulit. Ketika duduk di bangku SMA, ia mulai mencari peralatan sulap ke luar Padang, yaitu ke Bandung dan Jakarta. Untuk membeli alat sulap itu, ia rela mengorbankan uang jajannya sebulan. Ia bisa jadi anak sekolah yang paling hemat demi memuaskan

kesukaannya itu. Hobi ini ditekuninya, karena menurutnya menjadi berbeda itu lebih baik. Tak sembarang orang bisa menguasai trik sulap. “Saya suka mencoba-coba melakukan hal-hal orang-orang kebanyakan tak mampu,” akunya. Awalnya, putera dari Maryetti dan Amri ini tak begitu disetujui kedua orang tuanya untuk menekuni sulap. “Mereka takut sulap bisa mengganggu sekolah,” katanya dengan raut muka sedih. Namun ternyata sejauh ini ketakutan kedua orang tuanya tak terjadi. Ia tetap mengutamakan sekolah. Ia telah menguasai cukup banyak trik dalam sulap. Diantaranya dress code. Dalam pertunjukkannya, trik ini membuat si pesulap mampu bertukar pakaian tanpa menggantinya. Ia hanya menutupinya dengan sebuah jaket hitam dan tiba-tiba pakaiannya pun berganti. Juga ada Finishing Cane di mana sebuah tongkat berubah menjadi sapu tangan. Selain itu ada linking ring yang memungkinkan si pesulap menyambung-nyambung cincin besar dari besi hanya dengan melemparnya Remaja yang sangat mengidolakan David Coperfield itu mengaku, agak kesal kalau teman-temannya berusaha mengorek-ngorek rahasia di balik trik sulapnya. “Enaknya sulap itu terasa kalau kita tak tau trik. Kalau sudah tau ya gak ada gunanya lagi. Gak asik lagi,” katanya. Kini ia dan beberapa orang teman sedang membuat kelompok kecil untuk menekuni sulap. cita-citanya memang ingin menjadi pesulap professional dan itu akan diusahakannya mulai dari sekarang. Seni Sulap bukanlah suatu keterampilan yang berbau klenik atau supranatural, karena setiap trik sulap dapat dijelaskan. Sulap semata-mata hanyalah permainan “kelihaian” tangan, manipulasi, hasil kerja dari suatu perlengkapan/ peralatan ataupun efek yang timbul dari suatu reaksi kimia dan yang telah dilatih sebaik mungkin oleh seorang pesulap sebelum dipertunjukkan kepada orang lain. Oleh sebab itu sulap dapat dipelajari oleh semua orang, asalkan orang tersebut mau berlatih pula dengan baik. „


24

MINGGU, 31 JULI 2011 M 30 SYA’BAN 1432 H

SUNSET PULAU CINGKUAK

SUNSET BUKIT LANGKISAU

Sunset(nya) Painan MENIKMATI PANORAMA SUNSET

Painan memiliki pesona sunset yang sangat menarik, ada banyak titik untuk kita bersantai disenja hari sembari menikmati pesona jingga di ufuk barat. Di antara banyak titik, Sunset Pantai Carocok, Sunset Bukit Langkisau, Sunset Pulau Cingkuak adalah favorit. Sebahagian masyarakat Painan yang tidak memiliki kegiatan di sore hari akan memilih salah satu titik untuk menikmati sunset. Sudut pandang yang berbeda-beda ditambah panorama indah di masing-masing objek wisata memberi keunikan tersendiri bagi sunset di Kota Painan. Bahkan kekinian sering kali akhir pekan para mengabadi moment berburu sunset, di Painan. Bagi penikmat Sunset tentu tak ada kebosanan menyaksikan sang mentari perlahan-lahan di Kota Painan, apa lagi diberi banyak akternatif dan sudut pandang, tinggal memilih tempat yang di suka dan memastikan cuaca dalam keadan cerah. Sang surya terbenam di barat, langit memerah jingga, teduh dan nyaman, inilah Sunset(nya) Painan.

SUNSET PANTAI CEROCOK TENTANG RUBRIK RANA Rubrik Rana terbuka untuk siapa saja. Foto yang dikirim format jpg. Olah digital sebatas menaikkan kontras dan cropping. Subyek foto berada di wilayah Sumbar, yang tiap minggunya akan ditetapkan tema foto. Foto yang dikirim merupakan karya sendiri dan tidak sedang atau telah diikutkan lomba. Kirimkan ke email haluan_unik@yahoo.com dengan identitas lengkap serta keterangan foto yang mencakup lokasi pemotretan. Foto terbaik akan mendapatkan bonus cuci cetak 30R di Studio Foto Queen Jalan Pemuda Padang, untuk satu foto terbaik tiap minggunya.Tema foto minggu mendatang: ‘SUASANA RAMADAN’

BOLA PIJAR PERLAHAN TURUN DI UFUK BARAT

MERAH JINGGA, SUNSET PAINAN

FOTO DAN TEKS: YUKA FAINKA PUTRA (ORANG PAINAN)

Haluan310711  

Haluan310711

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you