Page 1

Harian Umum

I klan Berlangganan Pengaduan

MEDIA GROUP

RABU

0751 0751 0751

4488700 9559333 4488702

TERBIT 24 HALAMAN NOMOR 006 TAHUN KE 64

30 MEI 2012 M / 9 RAJAB 1433 H

Harga Eceran Rp2.500/eks, Harga Langganan Rp57.000/bulan

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

RAZIA TEMPAT MAKSIAT BERUJUNG BENTROK

Oknum TNI AL Hajar 7 Wartawan OKNUM TNI-AL main pukul. Tujuh wartawan dan seorang anggota DPRD jadi korban.

PADANG, HALUAN — Razia kafe dan pondok-pondok yang ditenggarai sering digunakan sebagai tempat maksiat di kawasan Bukit Lampu, Padang, berujung bentrok. Tujuh wartawan dan satu anggota DPRD

Padang jadi korban, babak-belur dihajar oknum TNI AL. Salah satu anggota DPRD Kota Padang dari Partai Amanat Nasional (PAN), Syafrizal DJ, juga ikut jadi korban. Oknum TNI AL yang

melakukan pemukulan ini diduga menjadi beking dari kafe yang terkena razia Satpol PP bersama Tim SK4 dan warga setempat.

>> OKNUM TNI hal 11

BENTROK — Sebagai bentuk kekesalan warga terhadap oknum TNI Angkatan Laut, yang telah bersikap arogan dan melakukan kekerasan terhadap wartawan, anggota dewan dan sejumlah warga, masyarakat Kelurahan Gates Nan XX, Selasa (29/ 5) malam, mengelar aksi membakar ban di pertigaan Jalan Palembang menuju pelabuhan Teluk Bayur. AMIR

WARTAWAN Favorit TV yang menjadi salah satu korban tindak kekerasan dari oknum TNI AL, sedang menahan kesakitan dan meminta pertanggung jawaban dari pihak TNI AL di DIT LANTAMAL II TNI AL Teluk Bayur Padang. AMIR

Pelecehan Terhadap Pers PADANG, HALUAN — Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Sumbar Roni Saputra mengatakan, insiden Teluk Bayur, yang bermula dari razia Satpol PP, berakhir pemukulan terhadap wartawan oleh oknum TNI AL Lantamal II Teluk Bayur, merupakan pelecehan profesi wartawan. “Konstitusi menjamin kerja

wartawan. Insiden ini melanggar konstitusi tersebut,” ujarnya di Padang, Selasa (29/ 5). Ia mencatat insiden tersebut merupakan delik khusus yang melanggar hukum pidana dan UU Pers. Di hukum pidana, tiga kasus yang dicatat: pengrusakan

>> PELECEHAN hal 11

Para Korban Bentrok 01. Budi Sunandar – Wartawan Global TV — kaset diambil, telinga dipukul hingga berdarah dan mendapat 7 jahitan. 02. Sy. Ridwan – Fotografer Padang Ekspres — dipukuli dan ditendang, memory kamera diambil 03. Jamaldi – Wartawan Favorit TV – kamera dirusak hingga hancur dan muka memar di pukuli. 04. Andora Khew – Wartawan SCTV – Kaset diambil dan dipukuli, pelipis membiru dan bibir pecah. 05. Julian – Wartawan Trans 7 — Telinga dipukuli hingga keluar darah, kamera dirusak 06. Atriandi – Wartawan Metro TV — Dipukuli dan diinjak-injak, kaset diambil 07. Deden – Wartawan Trans TV — Dicekik dan dipukuli 08. Syafrizal DJ – Anggota DPRD Padang — Dipukuli dan diinjak-injak, perut merasa nyeri dan lutut memar.

Kelaparan, Dua Bocah Makan Tanah

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS Al Maa-Idah Ayat 9) 04.54 WIB

12.19 WIB 15.43 WIB

18.21 WIB

19.34 WIB

KHAS

PARIAMAN, HALUAN — Sungguh miris apa yang terjadi pada dua anak yang bernama Rio (5) dan Rizki (8). Kemiskinan yang membelenggu keluarga mereka telah menyebabkan keduanya menderita gizi buruk dan terbiasa makan tanah. Kedua anak yang tinggal di Korong Olo, Nagari Sunur, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman itu diketahui menderita marasmus dan kwashiorkor atau yang biasa disebut gizi buruk. Saat ini, kedua anak yang masih bersaudara ini, sudah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman. Pantauan Haluan Selasa

dr Robert Simanjuntak , Sp.A tengah memeriksa Rio (5) dan Rizki (8) di RSUD Kota Pariaman, Selasa (29/5). RIVO (29/5), terlihat fisik kedua anak tersebut mengalami gembung di bagian perut.

Kaki dan tangan keduanya juga tampak mengecil. Tatapan matanya juga kosong.

Setiap saat, kedua anak itu terdengar menangis karena merasakan gatal di bagian anusnya. Ibu kedua anak itu, Maunis (39), dengan mata berkacakaca sambil menahan tangis menceritakan, dirinya tak mampu untuk membiayai hidup anak-anaknya kerena penghasilannya hanya Rp10.000 per hari. Uang sebesar itu didapatnya dari hasil membantu membuat lapiak pandan (tikar pandanred) usaha milik tetangganya. Ia menambahkan, selain membuat lapiak, dirinya juga menerima upah dari warga yang

>> KELAPARAN, hal 11

BUDIDAYA IKAN DI KEBUN SAWIT

Modal Besar, Untung pun Besar Batu Lumut Sungai Dareh Dipopulerkan Obama POPULARITAS batu lumut Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya yang disebut juga sebagai giok Sumatera terus meroket. Selain disebabkan keindahannya, kepopuleran batu lumut Sungai Dareh secara tidak langsung juga dipengaruhi

>> BATU LUMUT hal 11

LAPORAN: MARYADI PENSIUN dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) tak membuat Hasan Basri berpangku tangan. Seperti biasanya, setiap pagi dia sudah bersiap-siap. Cuma saja tidak berpakaian seragam PNS, melainkan berpakaian kebanyakan orang. Tujuannya ke kolam ikannya yang tidak jauh dari tempat tinggalnya atau masih berada di Lubuk Karya Sitiung IV, Kabupaten Dharmasaraya.

Meski pria yang sudah berumur 60 tahun itu sudah pensiun PNS, tapi ia tidak pensiun dalam menambah penghasilannya. Bukannya serakah dalam mencari uang, tapi semuanya itu dilakukannya

>> MODAL BESAR hal 11 BUPATI Dharmasraya H.Adi Gunawan dan Wabup H.Syafruddin R saat meninjau salah satu kolam petani pembudidayaan ikan yang akan melakukan panen raya.MARYADI

MENTERI Perhubungan E.E Mangindaan menyerahkan piala WTN pada Walikota Solok Irzal Ilyas Selasa (29/5) di Jakarta. ALFIAN

Kota Solok Terima Piala Wahana Tata Nugraha SOLOK, HALUAN — Kota Solok meraih prestasi tingkat nasional berupa piala Wahana Tata Nugraha (WTN) di bidang tertib lalu lintas. Untuk tahun 2012, Kota Solok adalah satu-satunya kota di Sumatera Barat yang berhasil meraih piala WTN. Sedangkan kota lainnya hanya menerima plakat. Walikota Solok Irzal Ilyas diundang ke Jakarta oleh Menteri Perhubungan E.E Mangindaan untuk menerima piala WTN, Selasa (29/5). Piala bergengsi

>> KOTA SOLOK hal 11

Janda Bandar Narkoba Ditangkap PADANG, HALUAN — Direktorat Narkoba Polda Sumbar menciduk seorang perempuan yang diduga bandar narkoba di Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Selasa (29/5) sekitar pukul 12.00 WIB.

Dari tersangka disita kokain sebanyak 25 tabung berukuran 50 gram, bahan dasar pembuat narkoba seperti ekstasi dan ineks sebanyak 26 botol, dan tiga paket sedang sabu.

>> JANDA BANDAR hal 11

>> 02 Gudang di Pasbar Hangus Terbakar........................... >> 07 Kuota Bidik Misi Tersisa......................................... >> 14 Pipa Bocor Tak Kunjung Diperbaiki............................


2 UTAMA

RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

KILAS

RUU PEMERINTAHAN DESA

Gudang Musnah Terbakar PASBAR, HALUAN – Peristiwa kebakaran kembali melanda bumi Pasaman Barat. Kali ini, salah satu gudang di Simpang Tigo Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Selasa kemarin diamuk sijagomerah. Tak ayal, gudang berukuran 6x8 meter yang berisikan perabot tersebut hangus terbakar. Kepala BPBD Pasbar Asgiarman didampingi Wadan Pemadam Kebakaran Afrizal kepada Haluan kemarin di Simpang Ampek, menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.10 WIB dan mengakibatkan kerugian sekitar Rp400 juta. Selain itu, kebakaran tersebut juga menghanguskan satu unit sepeda motor merk Jupiter MX. Dia menjelaskan, daerahnya memiliki 11 kecamatan, 19 nagari atau desa, dan 206 jorong. Karenanya, sangat diperlukan kesiapsiagaan mobil pemadam kebakaran. Jika mobil pemadam bertambah, maka bisa ditempatkan di kecamatan. “Saat ini dua unit mobil pemadam kebakaran berada di Kota Simpang Ampek dan satu unit di Kecamatan Kinali. Sedangkan di Kecamatan Sungai Beremas, Kecamatan Koto Balingka, Kecamatan Sungai Aua sangat kesulitan memperoleh bantuan ketika ada kebakaran,” katanya. (h/nir)

Untuk Memberdayakan Desa PADANG, HALUAN — Ketua Tim Pansus DPR RI tentang RUU Pemerintahan Desa, Budiman Sudjatmiko menegaskan, RUU Pemerintahan Desa lahir dari semangat dan niat untuk memberdayakan desa atau apapun nama lainnya. Desa akan punya anggaran dan dapat membuat rencana pembangunan daerah sendiri.

LOMBA PENULISAN ARTIKEL

Siswa SMA 3 Batusangkar Juara Pertama PADANG, HALUAN — Mengenalkan perpustakaan dan buku bacaan pada anak-anak dan remaja, serta menanamkan kecintaan membaca, Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumbar, menggelar lomba mewarnai dan menulis artikel, Senin (28/5) lalu. Lomba yang dilaksanakan di Kantor Perpustakaan Daerah Sumbar, Komplek GOR H Agus Salim Padang ini diikuti peserta dari Taman Kanak-Kanak seKota Padang untuk lomba mewarnai dan pelajar SMA se- Sumbar untuk lomba penulisan artikel tentang perpustakaan. “Melalui lomba ini, kita ingin masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, lebih mengenal perpustakaan dan lebih dekat dengan buku. Sehingga minat baca mereka semakin meningkat. Itulah mengapa kita melaksanakan lomba ini langsung di Perpustakaan Daerah tidak di gedung atau tempat lainnya. Sebab, kita ingin mereka tahu dengan lokasi perpustakaan daerah sekarang serta buku-buku koleksinya,” kata penanggung jawab lomba, Zuriah, Selasa (29/5) di Padang. Khusus lomba menulis artikel, kata Zuriah, pemenangnya diumumkan hari ini, Rabu (30/5). Sesuai keputusan dewan juri yang terdiri dari, Yusrizal KW, Nasrul Azwar, dan Deddy Arsya, Juara I diraih oleh Muhammad Ifan Alfian dari SMA 3 Batusangkar dengan artikel berjudul “Revitalisasi Peran Perpustakaan dalam Membangun Bangsa Berkarakter”, juara II, Mendayu Amarta Fitri dari SMA 1 Gunung Talang kabupaten Solok dengan judul artikel “Mewujudkan Karakter Gemar Membaca dan Kreatif Melalui Perpustakaan”, dan juara III diraih Mila Putri dari SMA 1 Simpang Empat, Pasaman Barat melalui artikel berjudul “Membangun Karakter Bangsa Melalui Perpustakaan”. Salah seorang juri, Deddy Arsya, mengungkapkan, agak sulit mencari artikel yang kreatif dari peserta lomba ini. Dia berharap para pelajar lebih banyak membaca, agar ide-ide kreatif untuk ditulis itu berkembang. Peran guru juga sangat penting dalam membangun minat baca pelajar dan mengajarkan menulis yang menarik dan kreatif. “Juga, hendaknya, guru-guru jangan mendikte anak-anak muridnya dalam menulis sesuatu. Biarkan saja mereka menuliskan apa yang dipikirkan, sehingga ide-ide kretif mereka itu bisa muncul dan terlihat,” ujarnya. Bagi pemenang menulis artikel, kata Zuriah, akan dikirim surat ke sekolah masing-masing. “Kami akan kirimkan surat ke sekolah bagi pemenang,” kata Zuriah. (h/naz)

WISUDA — Komandan Lanud Padang Letkol Pnb Fairlyanto,ST mewisuda 37 Taruna Remaja SPN Ketaping Padang Pariaman di Hotel Roky Padang, Selasa (29/5). Para wisudawan terdiri dari 19 orang dari jurusan Air Freme&Power Pland /AP,dan 18 orang dari jurusan pemeliharaan dan perbaikan instrument elektronika pesawat udara. PENTAK LANUD PADANG

KISRUH GAPURA HOK TEK TONG

HTT Menang atas Pemko Padang PADANG, HALUAN — Majelis Hakim yang menangani perkara gugatan Hok Tek Tong (HTT) terhadap Dinas Tata Ruang dan Bangunan (TRTB) Kota Padang, akhirnya mengabulkan permintaan kuasa hukum HTT untuk mencabut kembali Surat Perintah Bongkar Gapura Nomor : 640/2.04/DTRTBP.P/2012 tanggal 6 Februari 2012. Hal tersebut dibacakan hakim Dwika dalam amar putusannya di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Padang, Selasa (29/5). “Untuk itu diperintahkan kepada Dinas TRTB selaku tergugat agar mencabut surat perintah bongkar yang telah dikeluarkan,” kata Dwika didampingi hakim Fidly dan Mohammad Yusup. Selain diperintahkan mencabut surat tersebut, Dinas TRTB juga diwajibkan membayar biaya perkara sebesar Rp1,2 juta. Lebih lanjut hakim Dwika mengatakan, sesuai aturan, gapura HTT merupakan bangunan bukan gedung. Dalam persidangan terungkap

pihak HTT sendiri telah mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta meminta rekomendasi izin kepada Walikota Padang, Fauzi Bahar. “Dari berkas barang bukti (BB), Walikota Padang Fauzi Bahar, dalam surat rekomendasinya telah mengizinkan pembangunan gapura HTT tersebut dan memerintahkan Kepala Dinas TRTB untuk merekomendasikannya dengan sebatas persetujuan berupa tanda tangan. Untuk itu tidak ada kuasa Dinas TRTB mengeluarkan surat perintah bongkar tersebut. Hal ini telah tertuang dalam peraturan yang ada,” kata Dwika. Usai membacakan amar putusan tersebut majelis hakim memberikan waktu selama 14 hari untuk menyatakan sikap kepada pihak Dinas TRTB selaku tergugat terkait putusan tersebut. Dalam sidang kemarin tampak hadir Kepala Dinas TRTB, Padang, Dian Fakri, serta beberapa staf Dinas TRTB Padang. Terhadap putusan tersebut pihak penggugat,

Feryanto Gani melalui kuasa hukumnya, Djuanda Rasul menegaskan menerima putusan tersebut. “Kami sangat menghormati hukum yang ada. Jadi selaku penggugat kami menerima putusan tersebut,” kata Djuanda kepada wartawan. Sementara itu, Dian Fakri didampingi kuasa hukumnya Tati dan Nisfan Jumadil, menegaskan menolak putusan tersebut. Karena Dian sendiri merasa selaku Kadis TRTB pihaknya cukup berhak untuk mengeluarkan suatu rekomendasi izin IMB. “Tidak bisa saya hanya menandatangani IMB saja, dan membiarkan orang membangun sembarangan saja. Itu kan tidak mungkin. Dinas TRTB itu dibentuk untuk mengurus izin IMB dan mengawas pembangunan,” tegas Dian. Dian sendiri menerangkan tidak tertutup kemungkinanan pihaknya akan mengajukan banding terhadap putusan majelis hakim tersebut. (h/dla)

161 Siswa MA Tak Lulus UN PADANG, HALUAN — Meski telah berupaya semaksimal mungkin agar lulus Ujian Nasional (UN), namun nasib menentukan lain. Dari 7.762 siswa Madrasah Aliyah (MA) di Sumbar yang ikut Ujian Nasional (UN), sebanyak 7.601 siswa dinyatakan lulus dan 161 orang lainnya tidak lulus, atau dengan persentase kelulusan 97,93 persen. Meski demikian, angka kelulusan ini lebih baik dibanding tahun lalu yang hanya sekitar 95,04 persen. Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumbar, Ismail Usman kepada Haluan Senin (28/5) di Padang mengatakan, peserta UN yang tidak lulus itu umumnya berasal dari MA swasta. Ke depan, hal ini harus menjadi perhatian untuk perbaikan mutu dan kualitas pendidikan di MA swasta, teru-

tama penyediaan sarana prasarana dan kualitas guru yang mengajar. Namun prestasi membanggakan juga dicapai siswa MA ini. Dari jumlah total kelulusan, terdapat peningkatan kelulusan tiap jurusan. Jurusan IPA, persentase kelulusan tahun ini mencapai 99,85 persen, meningkat dibanding tahun 2011 lalu yang hanya 96,62 persen. Untuk jurusan IPS, persentase kelulusan tahun ini 97,01 persen, meningkat dari tahun lalu yang hanya 94,63 persen. Sedangkan untuk jurusan bahasa, selama 2 tahun ini peserta UN selalu lulus 100 pesen. Dan untuk jurusan agama, persentase kelulusan 98,03 persen, meningkat dari tahun lalu yang hanya 95,04 persen. Seleksi beasiswa untuk santri

ada bagian lain, Kabid Madrasah Pendidikan Agama Islam (Mapendais) Artis Arjun menyebutkan, sebanyak 139 santri dari seluruh pondok pesantren (ponpes) di Sumbar telah mengikuti seleksi untuk mendapatkan beasiswa dari Kementerian Agama bagi santri berprestasi tahun 2012. Beasiswa itu diberikan kepada santri kelas III setara SMA untuk melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi ternama di Indonesia seperti UI, ITB, UIN dan perguruan tinggi lainnya. Hasil dari seleksi masih menunggu pengumuman dari pusat. Tahun lalu, terdapat 8 santri di Sumbar yang mendapat beasiswa tersebut. Tahun ini diharapkan lebih banyak lagi. Minimal 25 orang bisa menerima beasiswa itu tahun ini. (h/vie)

Terdakwa Korupsi Kincir Divonis Satu Tahun PADANG, HALUAN — Faisal Fanani, terdakwa kasus korupsi pengadaan kincir air di Kabupaten Limapuluh Kota pada tahun 2006 lalu, divonis satu tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan. Faisal terlihat tenang begitu mendengar vonis huku-

man yang dijatuhkan kepadanya. Faisal tidak terbukti menikmati uang pengadaan kincir dan tidak ditetapkan untuk membayar uang pengganti senilai Rp53 juta. Dalam amar putusannya, majelis hakim yang dipimpin Sapta Diharja menilai terdakwa terbukti melanggar Pasal

FAISAL Fanani saat mendengarkan putusan. DELA

3 jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah, dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001. Majelis hakim menilai terdakwa selaku Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran (P4) dalam pengadaan kincir air terbukti menandatangani berita acara serah terima barang yang dibuat oleh Jafri SP selaku panitia pengadaan barang. Selain itu, terdakwa selaku pensiunan Dinas Perkebunan Kabupaten Limapuluh Kota mencoba untuk menghilangkan fakta yang telah diberikan saksi-saksi yang selama ini diperiksa dalam persidangan. “Terdakwa tidak pernah menjalankan tupoksinya secara

benar terkait pengadaan tersebut,” kata Sapta Diharja. Selain itu majelis hakim juga mempertimbangkan halhal yang memberatkan dan meringankan dari perbuatan terdakwa. Yakni tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi dan mempertimbangkan terdakwa belum pernah dihukum dan berlaku sopan di persidangan. Sebelumnya, dalam keterangannya terdakwa Faisal Fanani menyebutkan telah memeriksa lima kincir air yang ada dalam proyek itu. Saat pemeriksaan, didapati ada dua kincir air yang belum berfungsi karena belum adanya paralon saluran air. Karena itulah terdakwa meminta pada rekanan untuk segera menyelesaikannya.

Ketika itu, rekanan berjanji akan menyelesaikannya dalam waktu dua hari. Namun, pada tanggal 15 Desember, salah seorang anggota pengadaan bernama Jafri datang menemuinya dan menyodorkan berita acara yang isinya mengatakan bahwa proses pengerjaan telah selesai 100 persen. Usai mendengarkan putusan, terdakwa yang menggunakan batik dan peci coklat tampak tegar berjalan keluar ruang sidang. Di luar ia disambut sejumlah keluarga dan rekannya yang menyalami dan memberikan dukungan. Ia juga menyiumi cucu perempuan yang telah menunggu di luar ruang sidang selama pembacaan putusan. Ia menerima putusan majelis hakim. (h/dla)

Sedangkan soal judul UU ini, Pemerintahan Desa, agaknya tidak masalah bila harus diubah sehingga mengakomodir seluruh bentuk pemerintahan terendah di bumi pertiwi ini dan tidak terkesan penyeragaman. Sebab selain, Desa di Jawa, Sumbar menyebutnya Nagari, sedangkan di Sumsel disebut Marga dan Banjar di Bali. “RUU ini lahir dari semangat dan niat untuk memberdayakan desa atau sebutan lainnya dan untuk pemerataan pembangunan. RUU ini juga mengakomodir keberagaman dan mengakui kewenangan hak asal usul desa atau sebutan lainnya,” kata Budiman saat rombongan Pansus RUU Pemerintahan Desa menyerap aspirasi masyarakat Sumbar Selasa (29/ 5), di Padang. Pertemuan yang dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, DPRD Sumbar, LKAAM Sumbar, akademisi, para bupati, wali nagari, tokoh masyarakat adat ini, berlangsung alot karena banyaknya usulan dan sarana yang disampaikan. Bahkan yang paling ekstrim sekalipun, muncul usulan agar RUU ini dibatalkan saja. Seperti disampaikan Mestika Zed, menurutnya, soal pemerintahan terendah itu serahkan saja pengaturannya pada peraturan daerah masing-masing. Yang perlu dilakukan adalah mengubah paradigma lama penyeragaman desa dan perkuat otonomi yang telah bergulir. Apalagi bila melahirkan UU Pemerintahan Desa dengan iming-iming uang untuk desa. Akmal Rangkayo Basa dari LKAAM Sumbar menyebutkan, penyeragaman yang dilakukan sangat membahayakan kesatuan. Demi untuk mendapat bantuan desa, dilakukan pemekaran nagari di Sumbar. Bahkan di Pesisir Selatan kini sudah 182 nagari terbentuk. Padahal nagari itu tak bisa dipisahkan antara pemerintahan dan adatnya. Sehingga pemekaran pemerintahan nagari saja tidak bisa dilakukan. Desa Jadi Subjek Pembangunan Budiman Sudjatmiko lebih jauh menjelaskan, meski perencanaan pembangunan itu berawal dari Musrenbang yang digelar mulai dari tingkat bawah, tetapi program yang muncul itu tetap top down, alias telah diatur pusat. Desa tak berdaya menolaknya karena desa juga tak punya anggaran sendiri. Desa selalu menjadi objek. Dari penelusurannya di lapangan, dapat diibaratkan

bahwa desa atau sebutan lainnya diberikan jalan tol oleh pemerintah. Tapi masyarakat tidak bisa beli mobil atau motor karena tidak punya uang. Itulah Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Agar pemerintah tidak lagi top down dalam melaksanakan pembangunan di desa, perlu payung hukum UU ini. “Ke depan, bila RUU ini disahkan menjadi UU maka desa punya anggaran sendiri yang dapat disimpan di kas daerah kabupaten. Dana ini tidak bisa dialihkan begitu saja untuk kegiatan lain. Desa bisa menjalanan program pembangunan yang disusun sendiri dengan memintanya ke kabupaten,” kata Budiman yang beristrikan orang Bukittinggi ini. Bila RUU ini dalam pembahasannya mengundang pro dan kontra, pihaknya dapat memahami karena masih jauh dari sempurna. Pansus DPR RI bertugas untuk menyempurnakan dengan menyerap aspirasi dari daerah. Rencananya RUU ini akan disahkan setelah 2 kali masa sidang, tepatnya akhir tahun ini. Tetapi bila masih banyak yang perlu dibahas maka ditambah 1 kali masa sidang. Pendapatan Desa/Nagari Forum Wali Nagari (Forwana) se Sumbar pada kesempatan itu menyampaikan rekomendasi, diantaranya penambahan klausul tentang pendapatan desa, khusus untuk Sumbar dihitung berdasarkan jumlah jorong pada satu desa. Alasannya, desa atau nagari di Sumbar merupakan kesatuan masyarakat hukum adat yang menggabungkan beberapa desa. Selanjutnya, pasal 24 atau 5 yang menyebutkan kepala desa diberi wewenang sebagai hakim perdamaian desa, agar diubah dengan menyebutkan kepala desa berwenang membentuk lembaga perdamaian desa. Bila memberikan kewenangan pada kepala desa sebagai hakim perdamaian maka dikhawatirkan akan menimbulkan konflik kepentingan di kemudian hari. “Kita mengajukan beberapa usulan, diantaranya agar pendapatan desa itu diberikan berdasarkan jumlah jorong di Sumbar, bukan berdasar jumlah nagari,” ujar Ketua Forwana Sumbar, Anwar Maksum. Sementara itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam sambutannya menyebutkan, perlu adanya pertemuan khusus membahas rumusan yang akan diusulkan ke Pansus DPR RI melibatkan seluruh unsur yang hadir saat itu. (h/vie)

Kafilah Sumbar TC di Jakarta PADANG, HALUAN — Jika tak ada aral melintang, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno akan melepas 44 orang kafilah Sumbar berangkat ke Jakarta Kamis (31/5), untuk pemusatan pelatihan (TC) menjelang ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke24 tahun 2012 di Ambon. Mereka akan bertolak ke Ambon, Maluku Selasa (5/6), untuk mengikuti ajang MTQ yang dihelat Jumat (8/6) sampai Selasa (19/6). Kontingen Sumbar yang didampingi 16 orang ofisial ini diharapkan dapat masuk 3 besar. “Kontingen MTQ Sumbar akan ke Jakarta Kamis (31/5), untuk pemusatan pelatihan sebelum ke Ambon. Rencananya gubernur akan melepas keberangkatan mereka,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Ismail Usman kepada Haluan Senin (28/5), di Padang. Pemusatan pelatihan akan berlangsung selama beberapa hari sebelum berangkat ke Ambon. Tahun ini, target yang hendak diraih masuk tiga besar atau minimal bertahan di peringkat 5 besar. Saat MTQ ke-23 di Bengkulu tahun lalu, Sumbar berada di peringkat 5. Kepala Bidang Agama Biro Bina Sosial Setdaprov Sumbar, Eko Faisal yang dihubungi terpisah menjelaskan, para kafilah itu akan mengikuti 12 cabang perlombaan. Dari 44 qori dan qoriah yang diutus, terdapat 14 super prioritas untuk merebut medali emas. “Kafilah Sumbar pada MTQ Nasional ke-23 di Bengkulu meraih juara I pada cabang Tilawah Cacat Netra, juara II dengan empat perolehan pada cabang Juz Tilawah dan juara III dengan dua perolehan masing-masing pada dari cabang Qiraat Putri dan cabang Tilawah Remaja Putra, “ katanya. Kafilah Sumbar juga berhasil memboyong juara harapan yakni, harapan 1 cabang Hifdhil 20 juz, harapan II cabang Menulis dan Membaca Isi Kandungan Alquran (M2KQ) putri, dan harapan III dengan dua perolehan masing-masing Hifdhil 10 juz putra dan M2KQ putra. (h/vie)


EKONOMI BISNIS 3

RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

“NEX DAY’ BERSAMA SM*SH

Penjualan Suzuki Naik 400 Persen PADANG, HALUAN — Penjualan Suzuki Nex naik 400 persen di Sumbar, setelah pergelaran iven “Nex Day” bersama Boy Band SM*SH, 26-27 di RTH Imam Bonjol Padang. Iven yang digelar PT Sejati Unggul Persada, Main Dealer Suzuki Padang itu memberikan diskon besar-besaran Marketing Suzuki Cabang Lubuk Buaya, Liza kepada Haluan Selasa (29/5) mengatakan, varian baru andalan Suzuki di kelas matic tersebut mendapat respon dari masyarakat. Ini terbukti penjualan Suzuki di Shoroom Cabang Lubuk Buaya laris manis.

Penawaran DP atau uang muka Rp 500 ribu dan ditambah lagi dengan potongan cicilan selama 2 bulan yang langsung diberikan kepada konsumen menambah daya tarik konsumen untuk menggunakan produk Suzuki. “Meski hanya berlangsun

selama 2 hari, namun antusias masyarakat dalam even suzuki tersebut terlihat sangat tinggi, salah satu shoowroom yang kebanjiran pelanggan adalah shoowrom Suzuki Cabang Lubuk Buaya ini,” jelasnya. Menurutnya, di samping promo, peningkatan penjualan Suzuki juga disebabkan keiritan konsumsi bahan bakar dengan mesin satu silinder SOHC 2-katup dan berpendingin udara dengan kapasitas 113cc. Mesin ini diklaim mampu memuntahkan tenaga sebesar 9,4 PS pada putaran mesin 8.800 rpm dan torsi 8,7 Nm pada putaran mesin 6.500 rpm. Suzuki nex 110 ditawarkan dengan harga Rp 12.350.000 OTR dan tersedia dengan enam pilihan warna yaitu hijau, putih, pink, merah, hitam dan biru dengan dua pilihan striping. “Padang memang sangat potensial untuk pasar matic, makanya, pilihan yang tepat

NEX ‘SM*SH’ — Personil boy band SM*SH dan pejabat dari PT SIS dan Main Dealer PT Sejati Unggul Persada foto bersama produk matic baru Suzuki Nex sebelum acara Nex Day di RTH Imam Bonjol Padang. AMIR bagi masyarakat adalah Suzuki Nex,” tambah Lisa. Saat ini, diakuinya, Suzuki

Nex cukup mendongkrak penjualan produk Suzuki di Kota Padang, Khususnya untuk

Shoowroom Suzuki Cabang Lubuk buaya ini. Bagi masyarakat yang penasaran dengan

keunggulan dari Suzuki Nex bisa segera memesannya di dealer Suzuki. (h/cw-hel)

OTOMOTIF

Peminat Piaggio Vespa Terus Meningkat PADANG, HALUAN —Berharap penjualan meningkat, PT Piaggio Indonesia cabang Padang, Jalan Gajah Mada tetap buka pada hari Minggu. Saat ini, penjualan Piaggio cukup menggembirakan mencalai 65 unit per bulan. “Khusus Minggu dan hari libur lainnya, Shoowroom Piaggio ini buka dari Pukul 09.00 hingga 15.00 wib saja,” kata Operation Manager PT Piaggio Indonesia Wilayah Sumatera, Budiono kepada Haluan, kemarin. Khusus hari libur, dikatakannya, karyawan PT Piaggio Indonesia Cabang, karyawan ditugaskan secara bergilir sesuai dengan shif masingmasing. Untuk pelayanan service dan pembelian produk masih tetap berjalan seperti hari biasanya. Dia menyebutkan, Piaggo dan Vespa merupakan merek ternama dan sudah lama dikenal penggemar di tanah air. Khusus Kota Padang sendiri kata dia, sejak tahun 1980-an telah mendapatkan tempat tersendiri di hati penggemarnya. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat “fanatik Vespa” ini, makanya, diler dan bengkel servis ini tetap buka hari libur.

“Kami datang ke sini tidak pernah ragu. Daerah ini akan tumbuh terus bersama dengan tumbuhnya pasar otomotif nasional,” jelasnya. Di samping penjualan, Diler Piaggio Indonesia ini menawarkan layanan Sales Service Spare Parts (3S). Hadirnya diler ini selain untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, dan memberikan jaminan aftersales service yang selama ini menjadi faktor penghambat. Ditambahkannya, pasar motor di Kota Padang dan sekitarnya masih cukup besar. Kehadiran diler yang menjadi pusat after sales serice ini akan memberi nilai tambah. “Konsumen akan dijamin perawatan, pemeliharaan, hingga suku cadang. Tidak hanya itu, kami juga menyatakan tengah menyiapkan sejumlah mekanik yang dilatih agar dapat menguasai teknologi tersebut,” ungkap Budiono. Untuk pemasaran, Budiono mengaku peningkatan penjualan saat ini sangat pesat sekali. “Dalam satu bulan, kita bisa mengeluarkan barang sebanyak 65 unit,” jelasnya. Motor asal Italia, Piaggio dan Vespa identik dengan

aura kemewahan. Bahkan kemewahan motor tersebut terbilang melebihi motor pabrikan Jepang. Karenanya, tak jarang pemilik motor asal Italia itu acap kali dianggap motor kaum berduit. “Salah satu trik untuk meningkatkan penjualan adalah dengan tetap membuka dialer pada hari libur,” ungkapnya. Menurut Budiono, kemudahan memiliki Piaggio dan Vespa saat ini karena tersedianya motor Piaggio dan Vespa rakitan China atau Vietnam, sehingga ketika masuk ke RI harganya pun relatif terjangkau oleh semua kalangan. Konsumen pun leluasa memilih produk mana yang paling digemari di antara motor-motor tersebut. Disinggung mengenai persaingan dengan kendaraan roda dua dari merek lain, Budiono mengaku untuk produk Piaggio, sudah ada marketnya sendiri, dan biasanya produk Piaggio digemari oleh kalangan menengah keatas. Ada 4 varian yang ditawarkan kepada konsumen, seperti Piaggio Vespa lx 150 injeksi yang mempunyai kelebihan mesin 150 cc 4 langsam matic, pengapian eletronic

SHOOWROOM Piaggio Gajah Mada tetap Buka di Hari libur. injection, Ban tubeless Immobilizer key, kapasitas tangki 8,5 liter, fork depan hidrolik, belakang peredam kejut tunggal dengan 4 pengaturan tingkat kekerasan. Kemudian ada Piaggio Vespa lx 125 kabulator dengan kelebihan Mesin 125cc 4 langsam matic, pengapian kabulator, ban tubeless immbobilizer key, kapasitas tangki 8 liter, fork depan hidrolik, belakang peredam kejut tunggal dengan 4 pengaturan tingkat kekerasan. Piaggio Liberty injeksi

kelebihan Mesin 150cc 4 langsam matic pengapian injeksi, ban tubeless immbobilizer key, kapasitas tangki 7ltr ltr fork depan hidrolik, belakang peredam kejut tunggal dengan 4 pengaturan tingkat kekerasan. Tipe Zip 100 juga menawarkan kelebihan seperti Mesin 150cc 4 langsam matic, pengapian kabulator, ban tubeless kapasitas tangki 7 liter, fork depan hidrolik, belakang peredam kejut tunggal dengan 4 pengaturan tingkat kekerasan. (h/cw-hel)


4 EKONOMI BISNIS

RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

RENCANA ‘DP’ 30 PERSEN

LG Pasarkan 3 Juta Handset LTE

Kredit Motor akan Lesu

JAKARTA, HALUAN — LG Electronics mencapai prestasi penjualan yang cukup membanggakan. Rival Samsung dari Korea Selatan itu, melaporkan hasil penjualan handset LTE (Long Term Evolutions) telah memasarkan lebih dari 3 juta unit sejak peluncuran Verizon Revolution pada jaringan LTE tahun 2011 lalu. Meskipun jumlah tersebut mungkin tidak sebanding dengan pencapain Samsung selama ini, namun menembus angka 3 juta unit bisa dibilang prestasi tersendiri bagi LG. Kesuksesan LG dengan smartphone LTE terutama berasal dari penjualan perangkat di Korea Selatan dan Amerika Utara. Dikutip selular dari online, saat ini LG memasarkan perangkat LTE di 10 pasar dan berencana memperluas dengan mengirim perangkat di 20 pasar pada akhir tahun 2012 ini. Selain Revolution, Produk LG Optimus LTE II nampaknya juga banyak digandrungi konsumen karena performa dan kinerjanya. Serupa dengan Samsung Galaxy S III, Optimus LTE II juga menggunakan RAM 2GB dengan prosesor Dual-core. LG Optimis LTE II bisa dikatakan menjadi smartphone pertama di Korea yang menggunakan RAM sebesar 2GB yang didukung dengan koneksi LTE. (h/sel)

PADANG, HALUAN — Sejumlah perusahaan jasa pembiayaan otomotif (leasing) mulai dibuat pusing oleh rencana aturan baru uang muka (down payment (DP)) 30 persen yang akan diterapkan Bank Indonesia (BI) mulai 15 Juni nanti.

Daihatsu Recall Sirion dan Gran Max PANTAI PADANG — Jalan Samudera Pantai Padang ini akan menjadi lokasi pameran dalam rangka Tour de Singkarak dan Festival Siti Nurbaya. PKL dan pelaku usahanya bisa memanfaatkan pameran ini untuk mendongkrak pendapatannya. IST

JAKARTA, HALUAN — PT Astra Daihatsu International (ADM) rela menggelontorkan dana hingga Rp15 miliar untuk me-recall produk varian Sirion dan Gran Max. Recall ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada penggunanya. Direktur Marketing PT ADM, Amelia Tjandra saat konferensi pers Daihatsu Recall Gran Max dan Sirion di Jakarta, Selasa (29/5) mengatakan, program recall dilakukan untuk penggantian beberapa komponen kedua varian Daihatsu yang cukup laris manis di pasaran tersebut. Seperti diketahui, potensi kerusakan yang terdapat pada hatchback kompak, Sirion yaitu terletak pada tetesan air dari selang AC yang dapat menyebabkan karat pada steering rack. Dan hasilnya, sebanyak 3.227 unit Sirion yang diproduksi sejak Januari 2008 - Maret 2011 harus mengalami perbaikan. Sementara untuk Grand Max, baik versi pick up, minibus dan blind van terdeteksi dapat membahayakan pengendara lain, karena kerusakan dudukan ban cadangan yang dapat mengalami keretakan. Jumlah kendaraan yang teridentifikasi sebanyak 36.988 unit Gran Max PU yang diproduksi sejak tahun 2007 sampai 15 Oktober 2010. Kemudian 11.715 unit Gran Max tipe minibus dan blind van produksi tahun 2007 sampai 23 Oktober 2008. Namun hingga saat ini, ADM memastikan belum ada kejadian dialami konsumen. “Recall ini merupakan bentuk tanggung jawab Daihatsu sebagai sahabat yang mengutamakan kenyamanan dan keselamatan pelanggan,” sebut Amelia. Seluruh pelanggan di Indonesia, diminta segera menghubungi Daihatsu Access (kode area)+ 500898 untuk mengatur jadwal perbaikan di bengkel resmi. Seluruh perbaikan dilakukan cuma-cuma, alias gratis! Untuk perbaikan Gran Max dibutuhkan waktu sekitar 60 menit dan Sirion perlu 50 menit. (h/otc/*)

DUO IVEN TDS DAN FESTIVAL SITI NURBAYA

Disbudpar Gelar Pameran Produk UKM PADANG, HALUAN — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Padang menggandengkan iven Fesitival Siti Nurbaya dengan Tour de Singkarak (TdS) 2012. Fesitival tersebut diantaranya pameran yang menampilkan produk ekonomi kreatif Kota Padang. Pameran tersebut sekaligus solusi bagi wisatawan terutama peserta dan official TdS untuk mendapatkan produk-produk khas Kota Padang yang akan mereka bawa pulang ke kampong halaman masing-masing. Sebab, selama ini belum ada pameran atau tempat khusus yang menjual produk UKM khas Padang selama penyelenggaraan TdS. Sebaliknya, justru pelaku usaha kecil menegah (UKM) mengeluhkan iven TdS, karena mengurangi pendapatan mereka. Seperti halnya pedagang kreatif lapangan di sepanjang Pantai Padang justru kehilangan kesempatan berjualan, karea lokasi mereka ditutup. Sementara lokasi alternatif tak ada dipersiapkan panitia.

“Sekarang, kami gelar Festival Siti Nurbaya. Kami sediakan stan mulai dari depan kantor Disbudpar sampai depan Gedung Taman Budaya. Kami menghimbau para pedagang, jangan menaikkan harga, agar pembeli lebih banyak,” kata Asnel, Kepala Disbudpar Padang kepada Haluan, Selasa (29/5). Sementara itu, para pedagang di sepanjang Pantai Padang khawatir terhadap iven TdS tersebut, jika jalan ditutup lagi. “Sekarang kami was-was dengan iven TdS ini. Apalagi pasca surat edaran Gubernur tentang isu gempa, membuat omset kami sepi. Namun jika memang Pantai Padang tak masuk rute TdS tahun ini, serta ada pameran, kami snagat senang sekali,” kata Oja, salah seorang pedagang di Pantai Padang. “Gimana kami mau menaikkan harga yang beli aja sepi, palingan berapa yang mereka tawar kami bakal kasih, misalnya saja kepala muda, harga satandar kelapa muda di sekitaran taplau ini Rp 8000, kalau

ada yang nawar Rp6000 aja pasti saya kasih,” katanya lagi. “Biasanya kalau pagi jam 09.00 ini lumayan rame yang duduk disini menikmati pemandangan taplau, tapi semenjak ada isu-isu gempa dan tsunami, bisa dilihat sendiri keadaannya. Walaupun ada turnamen TdS sepertinya tidak mempengaruhi penjualan pedagang kaki lima disini, namun kami berharap kalau ada Festival Siti Nurbaya, taplau bisa ramai kembali,” sambung Dodi yang juga merupakan pedagang di Pantai Padang tersebut. Festival Siti Nurbaya dilaksanakan, 3-11 Juni 2012. Iven ini akan menampilkan segala jenis kesenian dan kuliner Ranah Minang yang akan diperlombakan. Diharapkan dengan adanya festival Siti Nurbaya, iven TdS sendiri menjadi lebih berkesan dibanding tahun lalu karena disini kami akan memperlombakan 11 Kecamatan dan 104 Kelurahan. “Diharapkan bisa membuat ramai kembali Pantai Padang dan sekitarnya,” harap Asnel. (h/cw-dra)

Mereka pesimis mampu meningkatkan kinerja bisnis, bahkan justru sebaliknya diperkirakan akan mengalami kelesuan. Kepala Cabang PT Mega Central Finances (PT MCF) Cabang Padang, Oyong Liza mengatakan, keluarnya aturan DP baru tersebut cukup memengaruhi geliat usaha jasa pembiayaan. Apalagi nantinya beban makin berat lantaran harga bahan bakar minyak (BBM) naik. “Terus terang kami merasa keberatan karena kebijakan tersebut dapat membuat bisnis ini lesu. Terutama, yang akan paling terkena dampaknya adalah customer di segmen kedua atau yang biasa membayar DP di bawah 30 persen,” ujar Liza. Menurutnya, memang pada dasarnya aturan yang tertuang dalam Surat Edaran BI dan Bapepam-LK Nomer 14/10/ DPNP, 15 Maret 2012 serta Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomer 43/PMK.010/ 2012 bagus. “Namun, bagi kami aturan tersebut dapat mengurangi potensi penambahan customer. Pasalnya, secara tidak langsung masyarakat yang hanya mampu bayar DP di bawah 30 persen akan urungkan niat membeli kendaraan,” katanya. Ia mengaku, selama ini untuk pasar kota Padang lebih banyak customer mengambil kredit dengan membayar DP di bawah 30 persen. Hal senada juga dikatakan Pimpinan Mandiri Tunas Finances (MTF), Mario. Saat ditemui Haluan, dia mengaku khawatir dengan penurunan jumlah konsumen jika aturan tersebut mulai diberlakukan tanggal 15 Juni 2012 ini. “DP 30 persen ini akan berpengaruh bagi penambahan konsumen, pasalnya kebanyakan konsumen yang menggunakan jasa leasing berasal

dari golongan menengah kebawah yang mengandalkan DP rendah untuk mendapatkan kendaraan,” jelasnya. Dengan DP 30 persen, lanjutnya, kemungkinan besar langkah yanag akan lakukan untuk mengantisipasinya adalah dengan seleksi ketat bagi konsumen yang akan menggunakan jasa Multifineces ini. “Realistisnya pasar akan tetap menaikkan DP, ini akan terjadi penurunan, meski sesaat. Setelah itu akan stabil,” katanya lagi. Mandiri Tunas Finances sendiri, kata Mario, akan tetap mengikuti aturan yang diberlakukan oleh pemerintah. Dia memastikan tidak akan menekan sektor pembiayaan kredit kendaraan. “Kami harus selektif dalam memilah dan memilih,” kata dia. Aturan Bank Indonesia (BI) dan pemerintah yang menaikkan besaran DP bagi kendaraan roda dua dan roda empat membuat sebagian kalangan khususnya usaha yang bergerak di bidang industri otomotif harus mencari alternatif lain. Hal ini dianggap sangat berpegaruh terhdap daya beli masyarakat akan kendaran. Namun ada juga yang mengatakan regulasi tersebut belum terlalu berpengaruh. Seperti yang diungkapkan Pimpinan Suzuki Cabang Lubuk Buaya Padang Iwan. Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum mengalami kendala yang berarti. “Hingga saat ini penjualan motor Suzuki masih tetap lancar,” katanya. Dengan penerapan DP tinggi per 15 Juni tersebut, dikatakannya, sebenarnya akan berdampak positif bagi masyarakat, pasalnya, semakin tinggi DP, maka angsurannya juga akan semakin kecil. (h/cw-hel)

EKONOMI KREA TIF KREATIFITAS MERAMU KOPI DAN SUSU

Warung Kopmil, Serasa Minum Kopi di Cina Town PADANG, HALUAN — ”Gak kopmil gak asik, rasanya juga unik, mending beli kopmil dari pada bikin sendiri. Sebenarnya kopmil itu simple tapi ya enak,” ujar Yudi, salah seorang pelanggan Kopi Milo (Kopmil) yang juga mahasiswa Unand. Ungkapan Yudi sedikit menggambarkan begitu cerahnya prospek usaha warung kopi di Padang saat ini. Salah satunya, warung Kopi Milo (Kopmil) di kawasan Pondok, depan Gedung HBT Padang. Kopmil ini cukup dikenal masyarakat, terutama kalangan mahasiswa. Bahkan, kopmil menjadi pilihan nongkrong asik ala anak muda Padang saat ini. Padahal, Kopmil tersebut terbuat dari bahan kopi dan susu.

Namun berkat kreatifitas pembuatnya meramu bahan-bahan kopi dan susu, hasilnya tersaji Kopmil yang lezat dan nikmat. Kopmil depan HBT ini berdiri sejak 8 tahun silam. Namun mulai ramai diminati pembeli sejak dibangunnya rumah duka. Trendnya, beli kopmil, nongkrong dirumah duka. Tempat penjualan kopmil sendiri sangat kecil jadi para pembeli membeli kopmil dan duduk ramai-ramai di rumah duka. “Di sini suasananya asik, kalau foto-foto berasa kayak di luar negri seperti di Cina Town,” ujar Febby, mahasiswa Darma Andalas yang sedang nongkrong di Kopmil. Prospek penjualan kopmil ini sangat bagus di mana setiap harinya selalu ramai di datangi pengunjung.

Rata-rata omset perharinya mencapai Rp7 juta hingga Rp8 juta. Menu yang ditawarkan oleh pedagang Kopmil ini bermacammacam yakni, kopi milo, cappuccino, cadburry coklat, kopi gingseng, kopi ovaltine, coffemix, dan aneka jus. Dari semua rangkaian menu yang ada tetap Kopmil dan cadburry yang paling laris. Harga jual dari semua menu adalah Rp7ribu. Pedagang Kopmil di daerah Pondok ini hanya dua tetapi keduanya sama-sama laris manis. Mereka mampu menjadikan Kopmil sebagai trend nongkrong anak muda. Padahal mereka hanya menyampurkan produk-produk olahan yang sudah ada seperti susu milo, oveltine, cadbuury, coffemix, dan kopi

gingseng, tetapi rasa dari kopi milo ini sangat khas karena mereka mencampurkan kopi hitam bubuk yang sudah disaring dengan produk-produk olahan tersebut, lalu ditambahkan susu kental manis. Buah dari kreatifitas pedagang kopmil ini patut diancungi jempol karna beragam pembeli yang datang ke areal depan HBT Pondok ini. “Gak ada masalah nongkrong di rumah duka ini. Justru menambah suasana indah kota Padang, lebih ramai Pondok jadi suasananya juga semakin bagus,” begitu ungkap Paulus Bakar (54), Seksi Pengamanan Rumah Duka. Pemilik Kopmil, Chris Mustika (32) mengharapkan agar tren Kopmil ini tidak pernah hilang. “Saya

akan terus berusaha mencari menumenu baru sehingga Kopmil kedepan lebih laris lagi dari sekarang. Sementara itu, Koping (40) salah seorang pemilik Warung

Kopmil melakukan promo Kopmil lewat dunia maya, seperti jejaring sosial facebook, twitter, dan Blackberry Messengger (BBM). (h/mg-dra)

WARUNG Kopi Milo (Kopmil) di depan Gedung HBT kawasan Pondok Padang selalu ramai oleh kalangan muda, terutama sore hingga malam hari. DARA


NASIONAL 5

RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

NOTES

Iwa Kusuma IWA Kusuma Soemantri dilahirkan pada 31 Mei 1899 dan meninggal 27 November 1971 pada umur 72 tahun. Iwa adalah seorang politikus, ahli hukum. Terakhir adalahMenteri Negara pada Kabinet Kerja IV (1963-1964). Masa pensiunnya dihabiskan dengan menjadi ketua Badan Penelitian Sejarah Indonesia dan aktif menerbitkan beberapa buku. (h)

IDT KAWASAN TIMUR — Anak-anak berdiri di atas gundukan pasir di kampung Baingkete Distrik Makbon, Sorong, Papua Barat, Selasa. Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) mencatat 183 daerah yang masuk kawasan Inpres Desa Tertinggal (IDT), dan dari jumlah tersebut hampir 70 persen lebih berada di Indonesia Bagian Timur. ANTARA

LINGKAR Djafar Hafsah Terdepak ke MPR JAKARTA, HALUAN — Setelah didepak menjadi Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, Djafar Hasah diposisikan menjadi Ketua Fraksi Partai Demokrat di MPR mengantikan Agus Hermanto yang dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR. Pada saat serah terima jabatan di gedung MPR, Selasa (29/5), Djafar menyatakan bahwa dirinya baru merasa menjadi anggota MPR ketika diamanahi partainya menjadi Ketua Fraksi di MPR. Karena selama ini dirinya mengaku hanya bergelut dengan dinamika di DPR saja. “Baru terasa jadi anggota MPR ketika dipercaya partai sebagai Ketua Fraksi di MPR. Selama ini kan hanya di DPR saja,” ujar dia. Meski begitu, Djafar mengaku dirinya siap menempati posisi baru tersebut. Dirinya langsung mengumpulkan semua bahan informasi mengenai tugas, dan kewenangan MP R . “Sa ya la n g su n g kumpulkan buku-buku, dan informasi lainnya soal MPR. Sudah saya baca semua. Sampai sekarang saya masih cari informasi lainnya. Ini untuk menyesuaikan dengan tugas baru, dan bisa secepatnya bekerja lebih baik lagi,” kata. Wakil Ketua MPR Melani Leimena Suharli yang hadir dalam acara serah terima jabatan tersebut mengatakan bahwa menjadi anggota MPR akan lebih santai.”Di MPR ini keadaan lebih nyaman, bisa tidur nyenyak. Karena di MPR ini fraksi merah putih,” kata Melani. (h/sam)

Sumpah Pocong Bersihkan Nama JAKARTA, HALUAN — Seorang warga Desa Gedugan, Pulau Giligenting, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, bernama Saliha melakukan sumpah pocong di Masjid Agung untuk membersihkan namanya karena telah dituduh menyantet orang lain. "Ibu saya tidak tahan telah dituduh menyantet orang lain hingga meninggal dunia. Sumpah pocong ini atas inisiatif ibu saya sebagai bentuk bantahan sekaligus untuk membersihkan nama baik atas tuduhan telah menyantet orang lain," kata putri Saliha, Sifawati, di Sumenep, Jawa Timur, Selasa. Ia menjelaskan, sebelumnya aparat desa sudah membantu menyelesaikan masalah tersebut dengan mempertemukan kedua pihak yang berseteru namun tidak mencapai hasil. "Dalam pertemuan itu, ibu saya sebenarnya sudah siap untuk sumpah pocong guna membuktikan tidak punya ilmu santet dan selanjutnya menyantet orang lain," kata Sifawati. Sumpah pocong Saliha di Masjid Agung itu dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia di Sumenep, KH A Shafraji. Shafraji berharap warga Sumenep tidak mudah menuduh orang lain telah menyantet orang lain, karena itu lebih dekat dengan fitnah. "Selama ini, sumpah pocong memang sering digunakan oleh seseorang untuk membuktikan dirinya tidak punya ilmu santet dan menyantet orang lain. Pada tahun ini, saya baru pertama kali memimpin prosesi sumpah pocong untuk kepentingan pembuktian tidak menyantet orang lain," ujarnya. (h/ant)

Juni, Penggunaan Listrik dan Air Mulai Dihemat JAKARTA, HALUAN- Mulai Juni 2012, pemerintah akan memberlakukan kebijakan penghematan penggunaan listrik dan air di kantor-kantor pemerintah, pemerintah daerah, BUMN dan BUMD, serta penghematan penerangan jalan. “Semuanya itu mulai diberlakukan pada bulan Juni 2012,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan pidato tentang kebijakan peng-

hematan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (29/5) malam. Presiden Yudhoyono menegaskan, pimpinan instansi dan lembaga terkait harus bertanggung

jawab untuk menyukseskan pelaksanaan program tersebut. Yudhoyono mengatakan, program serupa sebenarnya telah dilaksanakan pada tahun 2008 dan 2009. “Ketika itu, kami menghadapi kondisi yang relatif sama dengan apa yang terjadi saat ini. Gerakan penghematan listrik dan air ini berjalan dengan sangat sukses,” katanya. Dalam pidatonya, Yudhoyono juga mengulas penggunaan kemajuan teknologi informasi

untuk mengendalikan sistem distribusi BBM bersubsidi di setiap SPBU. Pemerintah juga akan menerapkan kebijakan penggunaan stiker bagi kendaraan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah, termasuk kendaraan BUMN dan BUMD. Kendaraan-kendaraan tersebut dilarang menggunakan BBM bersubsidi. Kebijakan penggunaan stiker juga akan diterapkan kepada kendaraan perkebunan dan pertambangan. “Pelarangan ini

kita lakukan dengan menerapkan sistem stiker pula. Pengawasannya dilakukan oleh BPH Migas, secara terpadu bekerjasama dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah,” kata Yudhoyono. Dua kebijakan yang lain adalah konversi BBM ke Bahan Bakar Gas, serta penghematan penggunaan listrik dan air di kantor-kantor pemerintah, pemerintah daerah, BUMN dan BUMD. (h/ant)

kuat, berani dan tegas, baik di eksekutif, legislatif maupun yudikatif. "Kalau tidak, maka benar apa yang ditudingkan masyarakat di mana negara sering abai, tidak hadir atau absen dalam konflik-konflik dan kekerasan atas nama agama, budaya maupun usaha lainnya. Negara memang harus hadir. Kalau tidak, maka kepemimpinan negara ini berarti lemah, dan karena itu ke depan butuh pemimpin yang kuat, berani dan tegas," tutur politisi Gerindra ini. Dikatakan, Indonesia yang besar dengan aneka ragam agama, suku, budaya dan adat-

istiadat harus dijaga bersama dalam satu wadah negara. Sebab, hal itu sudah terbukti sejak negara ini mulai berdiri di tahun 1928 di mana sebanyak 70 % orang Jawa tapi mereka tidak mau menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa Indonesia. "Padahal, kalau mereka mau, itu bisa bahasa Jawa digunakan sebagai bahasa nasional. Selain itu, di Papua ada yang berbusana setengah telanjang dan di wilayah lain ada yang tertutup, berjilbab. Ini sebagai keniscayaan dan karunia Tuhan YME yang harus terus dipelihara," katanya. (h/sam)

Indonesia Butuh Pemimpin Berani JAKARTA, HALUAN — Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin mengaku terkejut dengan pembatalan konser Lady Gaga dengan alasan keamanan yang membuktikan membuktikan jika negara, khususnya aparat , tidak mampu memberikan rasa aman terhadap kelangsungan sebuah konser musik. "Saya selaku pribadi terkejut dengan pembatalan konser Lady Gaga dengan alasan keamanan. Itu pun yang menyampaikan manajer Lady Gaga dan bukannya aparat kepolisian. Untuk itu, Indonesia sebagai negara yang besar ini telah dikesankan oleh dunia, sebagai negara yang tidak mampu memberikan rasa aman bagi masyarakatnya," kata Lukman Hakim Saifuddin dalam dialog 'Menegakkan Konstitusi Memaknai Pluralisme'," di MPR, Senin (28/ 5). Menurut Lukman, demokrasi masih sering dipahami sebatas adanya perbedaan. Padahal, demokrasi itu untuk

MAILY ADAMCar Auto Accessories Grosir & Eceran

membangun konsensus dari keberagaman tersebut untuk Indonesia ke depan. "Demokrasi tanpa disertai dengan jiwa besar, maka hakikat demokrasi itu akan makin jauh dari cita-cita demokrasi, bahkan akan membunuh demokrasi itu sendiri. Kalau ini dibiarkan dan memberikan ruang untuk memaksakan kehendaknya sendiri, maka negara yang paling bertanggung jawab," ujarnya. Ditegas Lukman, demokrasi itu antara lain untuk menegakkan hukum atau konstitusi dan semuanya tergantung dengan kepemimpinan sebagai muara dan segalanya. Selain itu masyarakat harus pula memiliki pendidikan dan wawasan yang baik terhadap berbangsa dan bernegara yang

demokratis ini, karena pemimpin itu sendiri dipilih langsung oleh rakyat. "Jadi, hanya dengan pendekatan hukum kekerasan atau anarkisme itu bisa diatasi dan juga dengan pendekatan politik. Negara tidak boleh melakukan pembiaran. Di mana jika negara atau pemimpin dianggap tidak hadir untuk menyelesaikan konflik masyarakat, khususnya terkait kekerasan dan anarkisme, maka nanti tidak usah dipilih lagi sebagai pemimpin sebagai presiden," tambah Lukman. Anggota MPR dari Fraksi Gerindra Martin Hutabarat pada kesempatan yang sama juga mengatakan bahwa untuk menegakkan konstitusi dan pluralisme tersebut membutuhkan kepemimpinan yang

Juga Hadir Di :

Sarung Jok 2 Tone (2 Warna)

Karpet DasarRp.1.150.000

Dengan Kriteria :

Rak Barang

Rp. 1.400.000

Double Din Rp. 1.950.000

Kaca Film FOKUS Contact Person :

Rp.1.250.000,-

RINI (082172615271), Delfi (08126604324 Jl. Belakang Olo No 48 (Depan Bank Panin) 0751 - 27619, Fax (0751) 33436

PARABEK - BUKITTINGGI MENERIMA SANTRI BARU

Model Cantik Harga Bersahabat

SPECIAL PROMO Aksesoris HILUX

Paket DVD + TV SPION/TV Sunvisor / TV Indash / TV Ondash Rp.1.600.000

SUMATERA THAWALIB Tahun Pelajaran 2012/2013

Melayani : Alarm, Central Lock, Kaca Film, Audio, Bumper Depan, Tangga Samping, Spoiler, Talang Air, Rak Bagasi + Roof Rail, Gorden, Dll

Bed Liner single Cabin = Rp. 3.750.000 Bed Liner Double Cabin = Rp. 2.750.000 Grill model Prado = Rp. 1.050.000 Roll Bar mulai harga = Rp. 1.900.000 Bamper Depan mulai harga = Rp. 1.650.000 Bamper belakang mulai harga = Rp. 450.000

PONDOK PESANTREN

Jl. Prof.M.Yamin S.H No 108 Telp. 0751 - 28015, Fax. (0751) 870791

PRIORITAS FASILTAS 1. Pelatihan praktek dan teori manasik untuk umrah Gratis untuk semua calon umroh 2. Calon dari luar kota Padang 10 hari sebelum berangkat disediakan penginapan telah di tanggung PT Al-Mabrur (Gratis) 3. Pemberangkatan jamaah Padang - Jakarta (PP) antar jemput didampingi oleh pembimbing dari Sumbar 4. Mengenai Jadwal Umrah silahkan datang ke kantor Al- Mabrur 5. Tas, Pakaian Ihram Pria/Wanita dan pakaian seragam biro (Gratis) Biaya Domestik, Padang - Jakarta, PERSYARATAN UMROH Jakarta-Padang Akomodasi Hotel VIP Makkah : Zamzam Tower ***** Madinah : Dallah Taiba **** Jeddah : Holiday Inn ***** Akomodasi Umrah Reguler Hotel Syafira **** Akomodasi Umroh Ramadhan Apartemen dekat dengan Masjid Akomodasi Umroh Khusus Makkah : Al-Aulian *** Madinah : Dallah Taiba **** Catt* Untuk Umroh Khusus tidak ada tambahan biaya lagi, kecuali suntik Meningitis

1. Pasport RI yang masih berlaku minimal 7 bulan Nama minimal 3 suku kata 2. Pas Photo Warna 4x6=5 lbr dan 3x4=5 lbr (Background Putih tampak muka 80%) 3. Surat Nikah asli bagi suami istri dibawah usia 46 tahun dan akte kelahiran + KK asli bagi anak 4. KTP asli bagi wanita berusia diatas 45 tahun 5. Pembayaran biaya Umroh 1 bulan sebelum berangkat lengkap dengan persyaratannya.

Airport Tax, Service Bandara Pdg-Jkt-Jed-Pdg dan lain-lainnya Rp 2.500.000

dto Hj. IMNANIAR USMAN Direktris HP : 081267527251

PT. WISATA AL-MABRUR USMANIAH TOURS & TRAVEL PENYELENGGARAAN HAJI PLUS & UMROH Jl. Kali Porong No. 1 Padang Baru, Padang (Belakang Balai Diklat Depag Sumbar) Telp & Fax (0751) 7056308 - HP. 0811664326 - 081374442868 - 08126752725 - 0813633331617 e-mail : wisataalmabrurimnaniar@yahoo.com

A. Tamatan SD/Sederajat Biaya masuk Rp. 7,2 juta B. Tamatan MTs/SMP/Sederajat 1. Biaya Masuk Rp. 3,5 juta 2. Program Studi : Keagamaan, IPA dan IPS C. Waktu Pendaftaran & Tes 1. Pendaftaran : Sekarang s/d 23 Juni 2012 2. Tes : 24 Juni 2012 3. Daftar Ulang : 26 - 28 juni 2012 D. Syarat Pendaftaran 1. Mengisi formulir pendaftaran 2. Membayar uang pendaftaran Rp. 150.000,3. Foto copy rafor kelas VI/IX semester I (legalisir) atau foto copy ijazah SD/MI/SMP/MTs (legalisir) 4. Pas foto 3 X 4 sebanyak 3 lembar (berwarna) Alamat :

Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Kec. Banuhampu Kab. Agam Sumatera Barat 26181 Telp. (0752) 31079, 627229. Fax. (0752) 31079 Website : www.thawalib-parabek.sch.id CP. 081363392445 - 081363268386 - 081288561707


6 OPINI

RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

IAIN IB MENJADI UIN IB

Piala WTN, Banyak Kota Sumbar Gagal TAHUN-tahun sebelumnya Sumatera Barat bagai ‘mandi piala’ karena sejumlah kota menerima anugerah Wahana Tata dari Kementerian Perhubungan atas prestasi sebagai kota yang lalu-lintasnya tertib. Sekali lagi ‘lalu-lintas paling tertib’. Tahun lalu masih ada Kota Padang Panjang, dan Pesisir Selatan yang memboyong Piala yang sering disebut lambang supremasi keberhasilan manajemen traffic sebuah kota itu. Tapi tahun ini hanya Kota Solok saja yang meraih piala Wahana Tata Nugraha (WTN) sedangkan kota lainnya hanya menerima plakat. Prediket plakat itu berada di bawah piala WTN. Bagi Kota Solok yang berada di jalur transito itu tentu tak mudah merebut piala WTN, karena banyak saingannya. Tetapi lepas dari bagaimana fakta-fakta di lapangan sebenarnya, ini adalah sebuah prestasi. Jadi bolehlah warga Solok bangga dengan Walikotanya memboyong piala WTN itu pulang ke ranah Lubuk Sikarah itu. Prestasi itu setidaknya tentu dengan berkaca pada kompetisi tahun sebelumnya dimana Solok belum beruntung merebut WTN. Setidak-tidaknya yang mesti diperbaiki oleh sebuah kota yang hendak berkompetisi memperebutkan piala WTN adalah manajemen ramburambu, zebra cross, kedisiplinan awak angkutan umum, serta kepatuhan masyarakat pejalan kaki terhadap peraturan lalu-lintas dalam menggunakan jalan umum. Sejak zaman orde baru, perebutan piala WTN memang diperuntukkan bagi perbaikan cara kita berlalu-lintas di sebuah kota. Secara umum pemberian penghargaan ini diberikan Pemerintah Republik Indonesia kepada kota-kota yang mampu menata transportasi publik dengan baik. Penghargaan ini diberikan setiap tahun, biasanya pada bulan April. Penilaian dilakukan atas kategori kota metropolitan, kota besar, kota sedang, dan kota kecil. aspek penataan transportasi yang berkelanjutan, dan berbasis kepentingan publik dan ramah lingkungan mendapat pertimbangan terbesar dalam penilaiannya. Ada apa sebenarnya dengan Sumatera Barat sampai tahun ini hanya satu Kota saja yang beroleh piala WTN? Apakah penilaian tahun-tahun sebelumnya tidak terlalu selektif atau memang kotakota lain tahun ini jauh lebih hebat lagi tertib lalu-lintasnya dibanding kota kota di Sumatera Barat? Atau justru kota-kota di Sumatera Barat yang pernah meraih piala WTN seperti Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh atau Pariaman sekarang sudah makin sembrawut lalu-lintasnya? Mestinnya semua pihak memandang perlu penegakkan budaya tertib berlalu-lintas agar keselamatan di jalan raya benar-benar dapat terjamin dan nyaman. Artinya tidak perlu kita menjadi tertib untuk mendapat nilai baik dalam penialaian piala WTN, tetapi mesti sebaliknya. Piala WTN akan datang sendirinya apabila tertib berlalulintas kita memang sudah membudaya. Kata membudaya di sini berarti bukan temporer, bukan tertib lantaran ada tim penilai datang. Tetapi sudah berurat berakar di hati semua kita. Ya masyarakat, ya awak angkutan umum, ya petugas. Lomba Tertib Lalu Lintas dan Angkutan Kota tidak hanya mengacu pada tingkat ketertiban dalam berlalu lintas namun juga menilai aspekaspek lain, yaitu penataan sistem transportasi kota, inovasi, kreativitas pemerintah kota dan tentunya political will. Banyak sekali program-program peningkatan sistem transportasi yang dalam proses dan harus segera kita terapkan dalam waktu dekat, Sustainable Transport System atau Sistem Transportasi berkelanjutan sudah harus menjadi target setiap kota di Sumatera Barat ini. Sustainable transport meliputi banyak program dan berkelanjutan serta dibutuhkan kemauan baik dari segenap pemangku kepentingan di setiap kota. Manajemen perlalu-lintasan kota tidak mungkin hanya jadi pekerjaan Dinas Perhubungan semata. Tetapi juga pihak-pihak lain yang dapat menimbulkan dampak buruk terhadap kelancaran arus lalu-lintas. Bila lalu-lintas tidak lancar, jangan harap tertib dan disiplin akan muncul. Suatu langkah Analisis Dampak Lalu Lintas Tata Guna Lahan sangat dibutuhkan sebagai pengontrol pertumbungan tata guna lahan baru, seperti mall, hotel dan tata guna lahan baru lainnya sehingga minimal mengantisipasi kemacetan yang menjadi dampaknya baik ketika pelaksanaan pembangunan, pasca beroperasinya pembangunan maupun antisipasi dampak lalu lintas pada beberapa tahun mendatang dan tentunya partisipasi dan kesadaran penuh dari pembangun/investor sangat dibutuhkan. Kota-kota seperti Padang, Bukittinggi, Padang Panjang, Payukumbuh dan Solok yang termasuk padat lalu-lintasnya sudah harus berpikir jauh ke depan. Jangan hanya demi WTN. Piala WTN hanya dampak dari sebuah kebijakan yang terukur dari manajemen perhubungan sebuah kota.

„ DPR: RUU Pemerintahan desa untuk memberdayakan desa dan nagari „ Untuk memberdayakan atau memperdayakan? „ Jalan ke BIM terkendala hotel Pangeran’s „ Tak satu jalan ke BIM

PEMBERITAHUAN Setiap artikel/opini yang dikirim ke Redaksi Haluan, panjang tulisan minimal 1.000 words (kata) dan maksimal 1.350 words (kata). Hendaknya artikel tak dikirim secara bersamaan ke media lain yang terbit di Kota Padang. Setelah 15 hari jika artikel tak dimuat, maka tulisan tersebut kami nilai tak layak muat. Terima kasih.

Terbit Sejak 1948 Pendiri H. Kasoema

Penerbit: PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 1985 tanggal 19 November 1985.

Membangun Optimisme Oleh: REZA FAHMI

Dosen Psikologi Umum IAIN Imem Bonjol Padang dan Direktur Dafa Research Institute WACANA tentang perubahan STAIN dan IAIN menjadi UIN sebenarnmya sudah lama muncul, yakni secara serius dimulai pada tahun 1999. STAIN Malang mengajukan usul perubahan status kelembagaan menjadi bentuk universitas sejak tahun tersebut, dan berhasil diperoleh SK Presiden tentang perubahan itu pada tahun 2004 bersamaan dengan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dua tahun kemudian setelah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2002. Perubahan menjadi UIN oleh tiga PTAIN tersebut, selang beberapa tahun kemudian disusul oleh IAIN yang lain, yaitu IAIN Riau menjadi UIN Syarif Qasim Riau, IAIN Bandung menjadi UIN Sunan Gunung Jati Bandung dan IAIN Makassar menjadi UIN Alaudiin Makassar. Kini di antara 53 PTAIN di seluruh Indonesia, enam di antaranya telah berubah bentuk menjadi universitas. Oleh karena itu, jika IAIN Walisongo Semarang dan mungkin IAIN atau STAIN lainnya, termasuk IAIN Imam Bonjol Padang berkehendak pula mengubah lembaganya menjadi bentuk universitas, telah tersedia pengalaman yang cukup. Kiranya pengalaman itu menjadi bahan berharga, baik untuk menyusun konsep, strategi, atau implementasi selanjutnya. Langkah Strategi Perubahan IAIN Menjadi UIN Berbicara tentang urgensi perubahan, oleh karena menyangkut hal yang bersifat rasional obyektif atau bersifat filosofis dari perubahan itu sendiri, maka kliranya tidak banyak berbeda antara STAIN/ IAIN satu dengan STAIN/IAIN lainnya. Sedangkan yang berkaitan dengan strategi dan apalagi implikasi, sekalalipun di antara masing-masing perguruan tinggi memiliki kesamaan, maka masih terdapat perbedaan, oleh karena kondisi dan sutuasi yang berbeda. Sebagai misalan : mempersiapkan dan memproses Perubahan STAIN Menjadi UIN Sejak awal menerima amanah untuk mempin STAIN Malang mulai pada awal tahun 1998, Prof Imam Suprayogo sudah berpikir untuk melakukan perubahan dari STAIN Malang menjadi UIN Malang. Segera setelah beliau dilantik, Kemudian beliau membentuk tim untuk menyusun Rencana Strategis Pengembangtan STAIN Malang 10 tahun ke depan. Dalam naskah rencana strategis pengembangan itu, telah ditargetkan, bahwa perubahan kelembagaan itu terjadi pada sekitar tahun 2004. Ternyata persis pada pertengahan tahun itu, berhasil keluar Surat Kepu-

tusan Presiden nomor 50 Tahun 2004 tentang perubahanh STAIN Malang menjadi UIN Malang. Pada saat itu telah disadari bahwa perubahan kelembagaan tidak akan mungkin selesai diproses dalam waktu singkat. STAIN Malang mentargetkan, bahwa proses perubahan itu akan memerlukan waktu selama enam tahun, dan ternyata benar, pada pertengahan tahun 2004, rencana tersebut menjadi kenyataan. Selama itu, selain berusaha keras melengkapi berbagai persyaratan yang diperlukan, juga melakukan konsolidasi internal maupun eksternalnya. Rasanya tugas itu amat berat, oleh karena STAIN Malang tidak sebagaimana IAIN Jakarta dan IAIN Yogyakarta, yang samasama mengusulkan perubahan status kelembagaan menjadi UIN, keduanya sudah menyandang nama besar dan kepercayaan yang sedemikian tinggi. Hal itu sangat berbeda dengan STAIN Malang yang ketika itu baru saja berubah statusnya dari fakultas cabang IAIN Sunan Ampel Surabaya menjadi STAIN Malang sehingga keberadaannya belum dikenal oleh banyak orang. Oleh karenanya, proses perubahan kelembagaan itu bukan pekerjaan gampang. Sebab ditengah usaha melakukan perubahan itu selalu diliputi oleh suasana pro dan kotra antara mereka yang menyetujui perubahan dan yang menolak dengan argumentasinya masing-masing. Mereka yang menyetujui memandang bahwa perubahan itu adalah merupakan keniscayaan manakala PTAIN ingin menampakkan ajaran Islam yang diklaim sebagai bersifat universal. Selama itu, PTAIN dengan fakultas-fakultasnya, yaitu Ushuluddin, dakwah, tarbiyah, syari’ah dan adab, dipandang sebagai institusi yang melakukan kajian dan menghasilkan tenaga-tenaga yang hanya relevan dengan pembinaan dan pengembangan keagamaan dalam pengertian terbatas. PTAIN dengan beberapa bidang studinya itu, menjadikan para alumninya hanya dianggap mampu memberikan sumbangan yang terbatas pada upaya memajukan bangsa. Tantangan Alih Status IAIN Menjadi UIN Lulusan PTAIN pada umumnya hanya menjadi guru agama, pegawai kementerian agama, dan instansi lain yang terbatas. Baru kemudian setelah ada perubahan, — pasca reformasi, yaitu setelah adanya keterbukaan iklim politik, berhasil membuka peluang bagi luilusan PTAIN memasuki posisi penting

dalam partai politik dan bahkan duduk sebagai anggota parlemen. Sedangkan mereka yang kurang menyetujui perubahan, mereka khawatir tugas-tugas tafaqquh fidien semakin langka. Selain itu, dengan perubahan IAIN menjadi UIN dikhawatirkan program studi yang telah lama dibina dan dikembangkan menjadi sepi peminat. Padahal kehadiran PTAIN pada awalnya adalah untuk melahirkan alumni yang memiliki keahlian dan kopentensi ilmu keagamaan. Maka dikhawatirkan di masa depan, lembaga yang akan melahirkan ulama, setelah IAIN berubah menjadi UIN tidak aka nada lagi. Kekhawatiran lainnya akan melahirkan lulusan yang serba setengah-setengah, yaitu penguasaan agama tidak matang, sedangkan ilmu umumnya juga kurang meyakinkan. Kesulitan lain yang dihadapi adalah terkait dengan birokrasi di berbagai kekementerian. Perubahan dari IAIN menjadi UIN harus melalui rekomendasi atau persetujuan beberapa kementerian, yaitu disamping kementerian agama juga kementerian pendidikan nasional, Menpan, Sekretari Negara, dan baru akhirnya diterbitkan Surat Keputusan Presiden. Mendapatkan rekomendasi dari satu kementerian ke kementerian berikutnya, menurut pengalaman ternyata tidak mudah, dan memerlukan waktu yang cukup lama. Itulah maka perlunya kesungguhan, keuletan dan kesabaran. Seterusnya pada kasus STAIN Malang yang beralih status menjadi UIN Malang dijumpai bahwa, alasan Filosofis Perubahan Menjadi UIN segera setelah mengalami perubahan dari Fakultas Tarbiyah cabang IAIN Sunan Ampel menjadi STAIN Malang, maka di kalangan dosen tumbuh kegelisahan terhadap lingkup kajian Islam. Sebagai sekolah tinggi, STAIN Malang hanya memiliki dua jurusan, yaitu jurusan tarbiyah dan syariah. Dalam berbagai diskusi yang dilaksanakan pada waktu itu muncul kesadaran bahwa ajaran Islam sebenarnya bersifat universal. Namun universalitas itu tidak terasakan tatkala PTAIN hanya berbentuk sekolah tinggi. Dengan bentuk sekolah tinggi, maka terasakan benar bahwa wadah atau institusi tersebut tidak akan mencukupi untuk mengembangkan ajaran Islam yang bersifat universal. Jika masih tetap dipertahankan, maka Islam hanya akan dipahami dari perspektif yang terbatas, yaitu hanya menyangkut aspekaspek yang bersifat ritual. Islam sebagai ajaran yang bersifat universial mestinya memiliki wilayah kajian yang luas, menyangkut per-

Dirikan Pos Polisi di Khatib Sulaiman

lulus thn2 sblmnya byk dtahan oleh KEPSEK. Anak2 terlantar jdnya (tdk bisa kuliah/mencari kerja). Mhn bantuan bpk trims.

YTH bpk polisi, motor yg ugal-ugalan di Khatib Sulaiman tdk bisa dibasmi sepertinya. Tiap polisi razia psti mnghilang, klw polisi mnghilang psti trjadi lagi ugal-ugalan. Cara mengatasinya, saya ada usul, dirikan pos polisi kecil d dkat Khatib.

Tenda di Tepi Laut Tak Enak Dilihat

+6287895999***

Ijazah Siswa Ditahan Kepsek PAK Kadis Pendidikan Kab Solok, kami mantan wali murid SMKN 1 LEMBAH GUMANTI, kenapa ijazah anak2 kami yg tlh

+6287792533***

ASSALAMUALAIKUM Pak Pol PP. Saya mau bilang kalau pemandangan di pantai taplaw tu kurang enak dilihat, karna tenda-tenda yg berdiri di sekitaran pantai itu. wasalam saya, pelajar SMU. +6285766304***

Tempat Maksiat di Bukit Lampu

soalan ilmu pengetahuan, kehidupan pribadi dan sosial, keadilan, dan kerja professional sebagai tuntutan zaman modern, dan juga tidak meninggalkan kegiatan ritual untuk membangun kehidupan spiritual yang kokoh. Selain itu, muncul kesadaran bahwa sejarah Islam tatkala meraih puncak kejayaannya adalah ketika tidak memilah-milah antara ilmu umum dan ilmu modern. Ilmu dipandang sebagai satu kesatuan. Dalam melakukan kajian, maka mestinya selalu menjadikan al Qurán dan hadits nabi yang merupakan ayat-ayat qawliyah dan hasil observasi, eksperimen dan penalaran logis yang merupakan ayatayat kawniyah sebagai sumber ilmu pengetahuan. Selanjutnya, bangunan keilmuan yang kajiannya selalu mendasarkan pada kedua sumber ilmu tersebut, maka dipandang sebagai ilmu pengetahuan Islam yang lebih sempurna. Berangkat dari sejarah pula, ditemukan bahwa kehadiran perguruan tinggi Islam di Indonesia pada awalnya adalah untuk melahirkan ulama’ yang intelek dan intelek yang ulama. Jargon ini diterjemahkan bahwa PTAIN hendaknya melahirkan seorang yang ahli di bidang agama (Islam) sekaligus ilmuilmu modern. Ahli di bidang sains sekaligus mampu memahami al Qurán dan hadits nabi serta pemikiran Islam yang selama ini berkembang, —fiqh, tauhid, akhlak, tasawwuf, tafsir dan lain-lain. Sementara orang memang pesimis terhadap pikiran besar itu bisa diwujudkan Modal Dasar Perubahan Kelembagaan IAIN Menjadi UIN Melalui diskusi panjang maka lahir tekat dan semangat bersama untuk mewujudkannya (baca: alih status IAIN menjadi UIN). Melalui diskusi panjang pula, akhirnya ditemukan metafora berupa sebatang pohon untuk menggambarkan keterkaitan antara ilmu yang diposisikan sebagai alat seperti bahasa asing, —Arab dan Inggris, filsafat, dasar-dasar ilmu sosial dan ilmu alam. Selanjutnya, setelah ilmu alat dikembangkan maka disusul kajian-kajian ilmu yang selama ini masuk rumpun kajian Islam, yaitu al Qurán dan hadits nabi, pemikiran Islam, dan sirah nabawiyah. Semua mahasiswa, apapun jurusannya, wajib mengikuti program kajian tersebut. Mengikuti pandangan al Ghazali, maka mengkaji rumpun ilmu tersebut, sebagai fardhu kifayah. Selanjutnya, semua mahasiswa sebagaimana fakultas atau jurusan yang dipilih, mengkaji ilmu yang selama ini disebut sebagai ilmu umum atau ilmu modern, seperti ilmu psikologi, ekonomi, humanbiora dan budaya, tar-

Undang Bencana ASS Sat Pol PP Padang, tolonglah diberantas dan dihancurkan tempat2 maksiat di kawasan Bukit Lampu karna kalau dibiarkan akan mengundang bencana di Kota Padang. +6287895365***

Jeritan Pegawai Sukarela RSUD Hanafiah MEMBACA Haluan tgl 28 Mei 2012 di kolom lingkar halaman Solok Selatan, pegawai sukarela di Solok Selatan masuk dlm kategori dua, datanya sudah masuk ke KemenPAN dan RB sebanyak 1.054. Nama

biyah, syariah dan sains dan teknologi. Kajian al Qurán, hadits dan pemikiran Islam mengantarkan mahasiswa meraih predikat sebagai calon ulama’ sedangkan mengkaji ilmu modern untuk mendapatkan identitas sebagai calon seorang intelek. Itulah maka diharapkan, lulusan UIN menjadi seorang calon ulama dan sekaligus calon intelek. Untuk melahirkan sosok ulama dan sekaligus intelek, selama itu yang menjadi batu sandungan, sebagaimana yang pernah dikemukakan oleh Prof. Mukti Ali (alm) sewaktu menjabat sebagai Menteri Agama adalah berupa lemahnya penguasaan mahasiswa terhadap dua bahasa asing —Arab dan Inggris. Selain itu, Mantan Menteri Agama di awal Orde Baru tersebut juga pernah melontarkan stateman bahwa: “tidak pernah ada ulama yang lahir dari lembaga selain pesantren”. Atas dasar statemen tersebut dan sekaligus sebagai bagian dari upaya mengembankan kemampuan bahasa Arab dan Bahasa Inggris, maka lembaga PTAIN perlu melengkapi kelembagaannya (IAIN/STAIN) dengan Ma’had al Aly. Akhir sekali yang ingin digarisbawahi dalam tulisan ini adalah bahwa, alih status IAIN Imam Bonjol menjadi UIN Imam Bonjol merupakan refleksi sikap optimisme tentang perubahan. Di mana filosofi yang digunakan adalah “Think Big, Start Small, Do Now” (berfikir tentang hal yang besar, mulai dari halhal yang kecil dan lakukan mulai dari sekarang). Kemudian proposal alih status IAINIB menjadi UIN-IB telah dipersiapakan dan sampai di Jakarta untuk dibahas oleh tim peninjau maka, tinggal berjuang meyakinkan penentu kebijakan (Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan) untuk mempertimbangkan dan meloloskan usulan tersebut. Pada masa yang sama do’a semua pihak yang berkepentingan (seluruh civitas akademika IAIN Imam Bonjol Padang, pemerintah daerah baik kota maupun propinsi Sumatera Barat, seluruh komponen masyarakat dan tokoh adat ; ninik mamak, cadiak pandai serta perantau) terhadap alih status IAIN Imam Bonjol Padang menjadi UIN Imam Bonjol Padang sangatlah diharapkan. Mengingat perjuangan perlu dibarengi do’a. Selanjutnya, kalaupun IAIN Imam Bonjol Padang akan mengalami alih status menjadi Uin Imam Bonjol Padang maka, ianya akan mengakar pada ABS-SBK. Hal ini sesuai dengan semangat perubahan yang dilakukan, di mana ikon budaya (ABS-SBK) yang akan menjadi karakter Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang ke depan. Insya Allah. Amin. „

mereka sudah diumumkan di Kantor BKD Solok Selatan. Sedih hati kami setelah membaca kolom tsb, karena kami sebagai pegawai sukarela di RSUD HANAFIAH Batusangkar yg HANYA BERJUMLAH 53 ORANG tidak terdata dlm kategori dua. Bahkan di antara kami yg pegawai sukarela, ada yg sudah mengabdi sejak thn 2004 smpai saat ini msh ttp jd pegawai sukarela di RSUD HANAFIAH Batusangkar. Apakah ini sudah menjadi takdir kami??? Kenapa CS (cleaning service) di RSUD HANAFIAH bisa diangkat jd PNS, sementara kami yg perawat, staf kantor, petugas apotek dan sopir ambulans dll, yg merupakan pegawai sukarela tidak??? Kepada bapak2/ibuk2 yg berwenang dlm masalah ini TOLONGLAH PERJUANGKAN NASIB KAMI!!! +6281363367***

Pemimpin Umum: H. Basrizal Koto, Wakil Pemimpin Umum/Pemimpin Perusahaan: Sofialdi, Wakil Pemimpin Umum: Zul Effendi, Pemimpin Redaksi: Yon Erizon, Wakil Pemimpin Perusahaan: Syafarudin Ariansyah. Dewan Redaksi : H. Basrizal Koto, H. Desfandri, H. Hasril Chaniago, Zul Effendi, Sofialdi, Yon Erizon, Ismet Fanany MD, Nasrul Azwar, Syamsu Rizal Redaktur Pelaksana: Ismet Fanany MD, Nasrul Azwar, Syamsu Rizal, Litbang dan Online Media: Eko Yanche Edrie, Sekretaris Redaksi: Silvia Oktarice, Redaktur: Rudi Antono, Aci Indrawadi, Afrianita, Atviarni, Dodi Nurja, Nova Anggraini, Rahmatul Akbar, Andika Destika Khagen, David Ramadian, Haswandi. Reporter Padang: Ade Budi Kurniati, Devi Diani, Nasrizal, Meidella Syahni Perwakilan Bukittinggi: Jon Indra (Kepala), Syamsuardi S, Ridwan, Pariaman/Padang Pariaman: Dedi Salim, Trisnaldi, Payakumbuh/Limapuluh Kota:Zulkifli, Syafril Nita, Sri Mulyati, M Siebert, Pasaman:Atos Indria, Ahdi Susanto, Welina, Agam: Miazuddin, Kasra Scorpi, Padang Panjang: Iwan DN, Darwin Danin, Maison, Tanah Datar: Yuldaveri, Emrizal, Aldoys, Pasaman Barat: M. Junir, Gusmizar, Pesisir Selatan: Sabrul Bayang, M. Joni, Haridman, Kabupaten Solok/Kota Solok: Syamsuardi Hasan, Riswan Jaya, Alfian, Almito, Marnus Chaniago, Solok Selatan: Icol Dianto, Sawahlunto: Alamsyah Halim, Fadilla Jusman, Sijunjung: Azneldi, Dharmasraya: Maryadi, Ferry Maulana, Biro Jakarta: Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: M. Moralis Biro Kepri: M Sahdan Tim Kerja Usaha: Prisma Joni (Plt Manajer Sirkulasi), Efri Hanter (Plt Kabag Sirkulasi), Yursil Masri (Plt Manajer Keuangan), Junaidi (Plt Koord Eceran), Andiyanto (Plt Koord Asongan), Yunasbi (Plt. Koord Iklan Kota padang), Tata Letak/Desain: David Fernanda, Nurfandri, Rahmi, Syamsul Hidayat, Jefli, HRD : Desmasari, Umum : Nurmi, Kasir : Desy, TI : Teguh. Plt Manajer Cetak: Irman S Rianto, Pra Cetak : Sawal Marjuni.HRP, Mai Hendri, Cetak : Mardianto (Koordinator), Afandi, Rudi Kurniawan, Jecky Jekcson. Haluan Media Group: CEO H.Basrizal Koto, Direktur: H Desfandri. Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Iklan dan Sirkulasi: (0751) 4488700, Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: haluanpadang@gmail.com, redaksi_haluan@yahoo.com, website: http/harianhaluan.com, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp57.000, Harga eceran Rp2.500,- Tarif iklan: Tarif Iklan: Display FC halaman satu: Rp50.000/mm kolom, Display BW halaman satu: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam FC: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam BW: Rp17.500/mm kolom, Iklan SC :Rp25.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat FC: Rp15.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat BW: Rp10.000/mm kolom, Dukacita: Rp10.000/mm kolom, Iklan kolom (maks 300 mmk) FC: Rp15.000, Iklan Kolom (maks 300 mmk) BW: Rp10.000, Advertorial FC: Rp40.000/mm kolom, Advertorial BW: Rp25.000/mm kolom Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, Bank Nagari Cabang Utama Padang Rek No: 1008.0103.00009.1 PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http://www.harianhaluan.com


SUMBAR 7

RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

Wali Nagari Diingatkan Tugas Pokok dan Fungsi PASBAR, HALUAN — Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Provinsi Sumatera Barat, Irvan Khairul Ananda mengingatkan, sesuai tugas pokok dan fungsinya, ada tiga komponen tugas wali nagari dalam melaksanakan sistem pemerintahan dan pembangunan di nagarinya. Ketiganya menjadi tugas dan tanggungjawab perangkat nagari dengan mitra kerjanya. Ketiga komponen itu, jelasnya, adalah melaksanakan tertib administrasi, menjalankan pemerintahan, dan melaksanakan pembangunan di nagari bersangkutan. Selain wali nagari dan seluruh perangkatnya, yang melaksanakan tiga komponen harus dilaksanakan secara bersama dengan melibatkan perangkat adat, badan musyawarah nagari, lembaga permusyawarah nagari (LPN), TPPKK dan bundo kanduang, cerdik pandai, lembaga kepemudaan, dan institusi terkait lain. Penjelasan ini disampaikan Irvan Khairul Ananda pada penilaian Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, sebagai peserta Lomba Nagari Berprestasi tingkat Provinsi tahun 2012 di kantor pemerintahan nagari setempat, Jorong Sarik, Senin (28/5). Selain tim penilaian yang dipimpin Elman Rahan bersama sekretaris Mukhlis, penilaian nagari itu juga dihadiri bupati, wakil bupati, kepala SKPD, camat, wali nagari se Pasaman Barat dan undangan lain. ”Lembaga Permusyawaratan Nagari (LPN) yang di SK-kan wali nagari adalah mitra kerja wali nagari dalam merencanakan, menindaklanjuti pelaksanaan dan pengawasan terhadap roda pembangunan di nagari itu. Karena itu, LPN jangan tidur, tapi carilah pengurus lembaganya yang kreatif, berkualitas dan profesional,” kata Irvan. Idealnya, ulasnya lagi, pengurus atau orang-orang yang terlibat di LPN adalah orang yang ikhlas, sungguh-sungguh dan serius melaksanakan tugasnya secara bersama dengan wali nagari. (h/nep/gmz)

BBC Wakil Pessel di TdS

BUPATI Pessel Nasrul Abit saat melepas Tim BBC Painan, Selasa (29/5). Tim BBC terdiri dari Ryan Hilman Arieahaan, Aiman Cahyadi, Rhamadani, Abdulgani, Amin Surya dan Agus Syofyan. HARIDMAN PAINAN, HALUAN — Pemkab Pessel mengirimkan utusannya untuk ikut bersaing dalam ajang TdS (Tour de Singkarak) tahun 2012. Tim dengan nama Binuang Bycicle Club (BBC) tersebut termasuk satu dari 9 tim yang mewakili Indonesia. Tim BBC yang pernah meraih posisi ke enam pada Tour de Indonesia tersebut terdiri dari Ryan Hilman Arieahaan, Aiman Cahyadi, Rhamadani, Abdulgani, Amin Surya dan Agus Syofyan. Keenam pebalap yang juga telah pernah tampil pada TdS lalu itu, kini sedang fokus melakukan latihan terakhir dengan mencoba menjajal medan medan sulit dari VII etape yang ada. “Khusus etape ke VI telah dilaluinya dengan baik. Sementara tiga hari ke depan, tim tersebut akan menjajal lintasan etape IV dan V yang tergolong medan paling sulit dari ketujuh etape,” kata Rama Dipayana, pengurus BBC dan juga Kepala Dinas Pariwisata Pessel, Selasa (29/5), di Carocok, Painan. Dikatakannya, untuk menjajal etape ke IV dan V itu, tim telah mempersiapkan diri, dan secara resmi telah dilepas Bupati Pessel Nasrul Abit di Painan. Masih terkait dengan klub sepeda kebanggaan Pessel itu, Nasrul Abit di markas BBC menyebutkan, masyarakat Pesisir Selatan sangat berharap tim ini mampu bersaing dan tidak gugur dalam menaklukkan etape per etape. “Dengan pengalaman di Tour de Indonesia pada tahun lalu, kita berkeyakinan mereka sanggup bersaing. Jadi persiapan atau latihan yang saat ini mereka jalani mudah-mudahan menambah skill dan teknik menyelesaikan setiap etape yang ada di TdS,” katanya. Dikatakan Nasrul Abit, terdapat 25 tim yang akan bertarung di TdS, sembilan diantaranya tim nasional. Sisanya dari luar negeri. (h/har)

KESEMPATAN BAGI SISWA MISKIN

Kuota Bidik Misi Tersisa 546 Kursi Lagi PADANG, HALUAN — Kuota program beasiswa pendidikan calon mahasiswa berprestasi (Bidik Misi) di Universitas Andalas (Unand) Padang dan Universitas Negeri Padang (UNP) belum terisi penuh, masih tersisa 546 kursi. Unand masih membuka kesempatan bagi 497 pendaftar. Se d a n g k a n UNP masih membuka kesempatan bagi 49 orang lagi. Rektor Universitas WERRY DARTA Andalas, Werry Darta Taifur dalam jumpa pers SNMPTN 2012, Senin (28/5), mengimbau agar siswa cerdas namun kurang mampu dari sisi ekonomi memanfaatkan peluang beasiswa Bidik Misi ini. “Jangan ada lagi media yang menulis, siswa miskin tak bisa kuliah. Saat ini, sudah banyak beasiswa yang bisa diberikan bagi siswa miskin,” ujar Werry. Dijelaskan, dari 750 kursi kuota Bidik Misi di Unand, baru terisi 253 kursi. Sedangkan di UNP, dari kuota 500 kursi jalur program Bidik Misi, sudah terisi 451 kursi. Untuk Unand sendiri, kata Werry, pemenuhan kuota Bidik Misi akan dilanjutkan melalui jalur ujian tulis SNMPTN. Maksudnya, para peserta SNMPTN yang telah lolos di Unand akan kembali diverifikasi datanya untuk memenuhi kuota Bidik Misi yang masih kosong. Siswa yang mengikuti program Bidik Misi tidak membayar uang pendaftaran SNMPTN dan gratis uang kuliah hingga tamat. Menurut Werry, beasiswa Bidik Misi adalah sebuah program universitas di seluruh Indonesia, di mana dananya dialokasikan untuk mahasiswa yang tidak mampu untuk membayar uang kuliah dan segala keperluan kuliah yang berlangsung selama empat tahun, sebagai batas mahasiswa tersebut lulus dalam pendidikan sarjananya di universitas tersebut. Selain melalui program Bidik Misi, melalui SNMPTN tahun 2012 jalur undangan atau Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) di Unand sudah terdapat 648 siswa yang lulus, dan di Universitas Negeri Padang (UNP) sebanyak 576 mahasiswa. Para siswa ini merupakan siswa berprestasi yang sudah direkomendasikan oleh sekolah masing-masing. (h/cw-eni)

PARALAYANG — Seorang penerjun paralayang terbang melayang di atas Puncak Lawang, Danau Maninjau, Kabupaten Agam beberapa waktu lalu. Saat ini Kabupaten Agam terus mempromosikan wisata Puncak Lawang sebagai salah satu objek wisata andalannya. RIVO SEPTI ANDRIES

AWASI DISTRIBUSI MITA

Pasaman Bentuk Tim Pemantau Pangkalan LUBUK SIKAPING, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman, membentuk tim untuk memantau pangkalan minyak tanah (mita) bersubsidi. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pasaman Hasrizal di Lubuk Sikaping, Selasa (29/ 5), mengatakan, pembentukan tim pemantau itu bertujuan untuk mengantisipasi penyelewengan distribusi minyak tanah bersubsidi. “Tim dikerahkan ke lapangan untuk memantau 57 pangkalan minyak tanah yang beroperasi di Pasaman,” kata dia. Menurut dia, dengan cara tersebut distribusi minyak tanah bersubsidi di Kabupaten Pasaman diyakini bisa berjalan baik. “Kami berharap masyarakat tidak lagi mengeluhkan kelangkaan minyak

tanah bersubsidi,” kata dia. Dia menyebutkan, sejak beberapa waktu terakhir masyarakat Kabupaten Pasaman mengeluhkan kelangkaan minyak tanah bersubsidi. Padahal jumlah pasokan minyak tanah bersubsidi untuk Kabupaten Pasaman sudah sesuai dengan jumlah warga yang membutuhkannya. Untuk mengatasi persoalan kelangkaan minyak tanah ini, Pemkab Pasaman melalui Dinas ESDM menyikapinya dengan menelusuri ke lapangan. “Kami tidak menginginkan terjadi penyelewengan distribusi minyak tanah bersubsidi yang menyebabkan pembagiannya tidak merata,” ujarnya. Dia menambahkan, tim pemantau tersebut dikerahkan ke setiap distributor minyak tanah itu secara

bergantian. “Kami akan mengupayakan setiap pangkalan dievaluasi secara teratur,” kata dia. Dia menyebutkan, jika ditemukan pangkalan minyak yang nakal akan diberikan sanksi yang setimpal sesuai dengan kesalahan yang dilakukan. Bila ditemukan ada pangkalan atau agen yang menjual minyak tanah dengan harga di atas ketentuan yang berlaku, akan diberikan sanksi berupa peringatan. Bahkan sanksi terberat berupa pencabutan izin pangkalan dan agen hingga membawa perkara ke pihak kepolisian untuk diproses secara hukum. “Para distributor nakal harus diberikan sanksi agar menjadi pembelajaran bagi agen-agen yang lain,” kata dia. (h/*)

Sektor Pendidikan Diajak Gunakan Seragam Berbahan Lokal SEJUMLAH siswa dan mahasiswa dari berbagai lembaga pendidikan mengikuti Sosialisasi Kebijakan Promosi Penggunaan Produk Dalam Negeri, Selasa (29/5), di Padang. PADANG, HALUAN — Sekolah dan lembaga pendidikan lainnya di Sumbar diajak menggunakan

seragam dan pakaian berbahan baku produk lokal, khas Sumatera Barat.

“Pola pikir yang menganggap produk luar negeri memiliki kualitas lebih bagus daripada produk dalam negeri, khususnya produk lokal Sumbar, secara bertahap harus dihilangkan. Pola pikir itu sangat merugikan negara dan menghambat perkembangan ekonomi Indonesia,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar Triyani Susilowati. Hal itu disampaikan pada kegiatan Sosialisasi Kebijakan Promosi Penggunaan Produk Dalam Negeri, Selasa (29/5), di Padang. Dijelaskan, dengan memakai produk lokal, berarti masyarakat telah membantu meningkatkan

kesejahteraan para pekerja lokal, mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan pendapatan negara, serta mencerminkan jati diri bangsa. “Jika permintaan produk lokal meningkat, berarti upah yang akan diterima pekerja lokal juga meningkat, kebutuhan akan tenaga kerja lokal juga meningkat, sehingga pengangguran berkurang,” kata Susi, sapaan Triyani. Di Sumbar, pemakaian produk lokal semakin gencar dilakukan oleh Pemprov Sumbar. Setiap hari Kamis dan Jumat, para PNS di Sumbar telah diwajibkan memakai seragam berbahan baku lokal. PNS juga diimbau memakai sepatu pro-

spanduk - baliho - billboard sticker - backdrope branding car - x banner roll up - dll

duksi perajin di Sumatera Barat. Tak hanya itu, dinas dan instansi di Sumbar juga diminta memanfaatkan komoditi pangan lokal dan makanan t r a d i s i o n a l d a erah dalam berbagai kegiatan. “Kini, giliran dunia pendidikan yang kita ajak dan imbau menggunakan seragam dan pakaian berbahan baku produk lokal, sebagai wujud kita cinta produk dalam negeri,” ulas Susi, seraya mengharapkan semua pihak menularkan kecintaan pemakaian produk dalam negeri kepada keluarga, lingkungan dan masyarakat, sehingga produk dalam negeri semakin berkembang dan mampu bersaing dengan produk luar negeri. (h/nov)

Menyewakan Bando & Billboard lokasi strategis di Padang, Payakumbuh & Pariaman

Kantor Pusat : Jl. Gajahmada No.40 Gn. Pangilun Padang Telp. (0751) 447825, 40269

CALL CENTRE

0811663733|0819663733|08126733747

Cabang Payakumbuh : Cabang Padang : Jl. Soekarno-Hatta 123 Jl. Andalas 83 Telp. 890 383 Koto Nan Ampek Jl. Belakang Olo 46A (dpn Hotel Jakarta) Telp. 33 222 Telp. 0752 - 796 123


8 LUAR NEGERI NOTES

RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

TRAGEDI HOULA

Anak-anak Dibantai

Ultah Hyomin PARK SUN-Young dilahirkan pada ir 30 Mei 1989 lebih dikenal sebagai Hyomin. Dia adalah aktris, Rapper, penyanyi dan penari asal Korea Selatan. Dia Lebih Dikenal sebagai member dari Penyanyi Grup wanita T-ara Hyomin dikenal dulunya adalah seorang ulzzang yang sangat terkenal di dunia maya. kemudian bergabung di JYP akhirnya dia masuk ke Core contents media untuk bergabung ke Penyanyi Grup wanita T-ar. (h)

AMMAN, HALUAN — Kengerian pembantaian warga kota Houla di Suriah. Saksi mata mengungkapkan tentara bayaran rezim Bashar al-Assad atau Shabiha juga membantai anak-anak.

Stasiun berita CNN, Selasa (28/5), menyajikan laporan beberapa saksi mata yang terekam liputan wartawan lokal, media asing tidak diperbolehkan ma-

suk Suriah, hanya mengandalkan rekaman yang berhasil lolos keluar. Sebanyak 108 orang tewas, lebih dari 30 anak-anak, dibantai seperti binatang di dalam rumah mereka sendiri. Mayat para bocah malang itu sangat mengenaskan. Beberapa perutnya terburai, beberapa lainnya luka parah di kepala dan dada. Dalam sebuah rekaman terlihat mayat anak-anak di lantai bersimbah darah, mata mereka membelalak, dan pakaian mereka sobek sobek. Saksi mata mengatakan bahwa bocah itu tutup usia bukan hanya karena ditembak, tapi juga ditusuk belati atau dikapak hingga mati. Seorang lelaki dalam rekaman yang diposting online memperlihatkan mayat anak-

anak yang ditutupi selimut. Membuka salah satunya dia berkata, “Mereka hanyalah anakanak, apa salah mereka Bashar? Apa salah mereka Arab?” ujarnya lirih. Shabiha menggunakan tank dan mortir menggempur pemukiman di Houla. “Sekitar pukul tujuh malam, penggempuran semakin keras dan seluruh gedung bergetar. Tentara menembakkan roket yang mengguncang wilayah itu,” tulis laporan HRW. Seorang bocah 10 tahun mengisahkan horornya. “Di ujung jalan saya melihat teman saya Shafiq, 13 tahun, berdiri sendirian. Seorang berpakaian militer menariknya dan menaruhnya di pojok rumah. Lalu Shafiq ditembak di kepalanya. Ibunya dan

kakak perempuannya, sekitar 14 tahun, keluar dan teriak. Tentara yang sama kemudian menembaki mereka berdua,” ujarnya. “Saya melihat Shafiq tergeletak mati. Tiga wanita lainnya, dua di antaranya membawa anak, juga ditembak. Beberapa ditembak di kepala, lainnya ditembak beberapa kali di tubuh. Seorang anak usia 14 tahun berhasil selamat, dia tertembak dua kali di kakinya. Sepupu saya mati ditembak di dada,” lanjutnya lagi. Horor di Houla memicu protes keras dan rasa jijik dari berbagai negara dan komunitas internasional. Dewan Keamanan PBB secara bulat mengutuk serangan tersebut. Negara-negara seperti Jerman, Inggris dan Prancis menolak

dengan keras alasan pemerintahan Assad yang mengatakan bahwa kebanyakan korban tewas dibunuh oleh teroris. Mereka tidak termakan bualan seperti itu. Bahkan China dan Rusia, dua sekutu dekat Suriah, ikut serangan tidak berperikemanusiaan tersebut. Rusia mengatakan bahwa pemerintah Assad harus bertanggungjawab atas kematian ratusan orang di Houla. PBB melaporkan, sejak demonstrasi anti Assad pecah tahun lalu, lebih dari 9.000 orang di Suriah tewas. Kebanyakan dari mereka adalah warga sipil. Namun, kelompok oposisi memiliki angka yang berbeda. Menurut mereka, sipil yang dibantai hampir mendekati jumlah 11.000 orang. (h/ccn/vvn

DERITA PENGUNGSI — Zeinab mint Hama (25) berfoto bersama anak-anaknya di kamp pengungsi Mbera di Mauritania selatan, Rabu (23/5).Ratusan keluarga tinggal di luar area kamp resmi membangun tempat tinggal mereka dari bahan-bahan apa saja yang dapat mereka temui, termasuk tongkat, selimut, handuk, dan kantong semen kosong. REUTERS

Sayeeda, Muslimah Jadi Menteri Inggris Yayasan Pendidikan Wira Surya Mandiri

SMK TEKNOLOGI PLUS

SMM : ISO 9001 : 2008 TERAKREDITASI B MENERIMA PENDAFTARAN SISWA BARU Tahun Ajaran 2012/2013

Kompentensi Keahlian : TEKNIK ELEKTRONIKA (MoU Kerjasama dengan McTRONIC INDUSTRIES SDN BHD Johor Malaysia)

TEKNIK OTOMOTIF (MoU Kerjasama dengan PPIBM Kuala Lumpur Malaysia)

TEKNIK KOMPUTER DAN INFORMATIKA (MoU Kerjasama dengan BPD HIPMI Sumatera Barat)

ubah dunia dan cara pandang terhadap Islam. Sebagai muslimah yang lahir dan besar di Inggris, hal itu juga mengubah dunia saya,” kata Warsi mengawali kuliah umumnya di kampus UI Depok, Selasa. Wanita keturunan Pakistan itu menceritakan, dia menghadapi tekanan dari dua kelompok masyarakat usai peristiwa 9/11. Selain dari

kaum kulit putih Inggris karena dia dianggap terlalu ‘berwarna’ dan terlalu perempuan, Warsi juga mendapat tekanan dari masyarakat Muslim Inggris. Menurutnya, nilai-nilai beragama sekaligus kemanusiaan yang paling mendasar dimulai dari perlindungan terhadap kaum minoritas. Diakui Warsi, saat ini usaha perlindungan kaum

minoritas di Inggris sudah jauh lebih baik dari masamasa sebelumnya. Sayeeda Warsi bukan figur biasa di partainya, yang kepemimpinannya didominasi oleh orang kulit putih dari wilayah selatan yang makmur. Perdana Menteri David Cameron pada tahun 2007 mengangkat Warsi ke House of Lords, membuatnya bertitel Baroness. (h/vvn)

TEKNIK AUDIO VIDEO TEKNIK KENDARAAN RINGAN TEKNIK SEPEDA MOTOR TEKNIK MULTIMEDIA

Waktu dan Tempat Pendaftaran : 1. Mulai sekarang s/d Juli 2012 setiap hari kerja dari pukul 07.30 s/d 17.00 WIB 2. Tempat Kampus : SMK TEKNOLOGI PLUS PADANG JL. BELANTI INDAH NO.5 KHATIB SULAIMAN PADANG Praktek Kerja Industri TELP (0751) 7051030 FAX (0751) 446907 Luar Negeri di Malaysia Email : teknologipluspadang@ymail.com

Fasilitas Belajar : 1. Gedung sekolah milik sendiri luas dan nyaman 2. Mushola 3. Labor dasar Elektronika 4. Labor Praktek Teknik Audio Video 5. Labor Bahasa 6. Labor Komputer

JAKARTA, HALUAN — Identitas sebagai muslimah tidak membuat Baroness Sayeeda Warsi, terhambat dalam menjalani perannya sebagai Menteri Non Portofolio dan juga ketua Partai Konservatif Inggris. Diakuinya, identitas itu justru membuatnya tertantang ingin membuat perubahan. “Banyak yang mengatakan bahwa kejadian 9/11 meng-

7. Work Shop Teknik Otomotif 8. Work Shop Pabrikasi / Las 9. Studio Gambar / Studio Design Grafis 10. Perpustakaan 11. Aula (Ruang Serba Guna) 12. Toko Sekolah

Fasilitas Pemberian Beasiswa : 1. Beasiswa kepada keluarga kurang mampu 2. Beasiswa BAZDA 3. Beasiswa Dompet Dhuafa Singgalang 4. Beasiswa dari yayasan dan instansi terkait

Dengan Teknologi Plus Kami Tampil Beda

PENGUMUMAN LELANG Nomor : B- 861 /N.3.20.1/Cpl.3/05/2012

Keluarga Besar

Berdasarkan Putusan Pengadilan An Terpidana: 1. NOFRICON pgl CON, nomor Putusan : 118/PID/B/2007/PN.MR tanggal 15 Agustus 2007 2. AYULISMAN Pgl. AYU , nomor Putusan : 119/PID/B/2011/PN.MR tanggal 01 November 2011 3. DANI APRI UMBARA pgl. DANI, nomor Putusan : 150/PID/B/2011/PN.MR tanggal 27 Desember 2011 yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Dengan perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Padang , Kejaksaan Negeri Sijunjung akan melaksanakan Penjualan secara Umum (Lelang) Barang Bukti Rampasan berupa : 1. 1 (satu) unit Kendaraan Suzuki APV Minibus NO. Pol BA 2109 RD warna Coklat Metalik ( Harga Limit Rp. 24.608.900,- dengan uang jaminan sebesar Rp. 24.000.000,-), 2. 1 (satu) unit Truck Mitsubishi Colt Diesel warna Kuning No. Pol BA 9124 KG ( Harga Limit Rp. 30.756.000,- dengan uang jaminan sebesar Rp. 30.000.000,-), 3. 1 (satu) Paket Kayu jenis Kelompok Rimba Campuran sebanyak 10.2760 M³ ( Harga Limit Rp. 2.615.756,- + Biaya Persiapan Lelang Rp. 1.233.120,- ) dengan uang jaminan sebesar Rp. 2.000.000,4. 1 (satu) unit Sepeda Motor jenis Yamaha Jupiter MX warna Biru Silver No. Pol BA 5443 KS ( Harga Limit Rp. 2.126.530,- dengan uang jaminan sebesar Rp. 2.000.000,-),

UPTD Pelayanan Terpadu Propinsi di Sijunjung

Mengucapkan Selamat Atas Penunjukan

JADUAL PELAKSANAAN LELANG Hari Tanggal : Rabu / 06 Juni 2012 Waktu : Pukul 10.00 Wib. Tempat : Kantor Kejaksaan Negeri Sijunjung Jln. Sudirman No.I Muaro Sijunjung. SYARAT - SYARAT PESERTA LELANG: 1. Calon Peserta Lelang diwajibkan menyetor uang jaminan ke Bank Mandiri Cab. Muaro Padang melalui Rekening Penampungan Lelang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Padang (KPKNL) dengan nomor Rek. 111.000.202.9052 yang sudah efektif paling lambat 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang pada waktu jam kerja ( untuk Barang Rampasan Kendaraan Roda 4 ) , dan untuk Barang Rampasan Kayu dan kendaraan roda 2 peserta menyetorkan uang jaminan ke Pejabat Lelang paling lambat 1 (satu) jam sebelum pelaksanaan lelang pada waktu jam kerja. 2. Calon peserta Perorangan wajib memiliki NPWP (Kayu). 3. Calon peserta lelang yang akan menyetorkan uang jaminan wajib melaporkan diri kepada Panitia Lelang Kejaksaan Negeri Sijunjung dengan membawa 2 (dua) lembar foto copy KTP/SIM, 2 (dua) lembar materai Rp.6.000,- 1 hari sebelum acara lelang dimulai pada waktu jam kerja (bagi peserta yang telah menyetorkan uang jaminan tapi tidak melaporkan kepada Panitia Lelang Kejaksaan Negeri Sijunjung maka yang bersangkutan tidak bisa diikutsertakan sebagai peserta lelang). 4. Kendaraan dan kayu yang akan dilelang tanpa disertai dengan kelengkapan surat-surat kendaraan seperti BPKB, STNK, dan surat-surat lainnya yang berhubungan dengan kendaraan tersebut serta Kendaraan/Barang yang akan dilelang apa adanya ( segala kerusakan, kekurangan terhadap Kendaraan/Barang yang akan dilelang sepenuhnya menjadi tanggungan peserta /pembeli ). 5. Penawaran Lelang dilakukan secara lisan dengan harga naik-naik. 6. Barang - barang diatas dapat dilihat sejak pengumuman ini pada setiap hari kerja di Kantor Kejaksaan Negeri Sijunjung di Muaro Sijunjung. 7. Informasi lebih lengkap mengenai spesifikasi, jenis, jumlah dan ketentuan lainnya silahkan menghubungi Panitia Lelang Kejaksaan Negeri Sijunjung. SIJUNJUNG, 29 MEI 2012 KETUA PANITIA LELANG KEJAKSAAN NEGERI SIJUNJUNG ttd PANITIA

Berdasarkan Rapat Jajaran Manajemen Harian Umum Haluan tanggal 18 Februari 2012 sebagai

Plt Kepala Perwakilan Harian Umum Haluan untuk wilayah Kabupaten Sijunjung Semoga Sijunjung Makin Jaya

Tertanda Asmarni SE MM


LAPORAN KHUSUS PASAMAN BARAT 9

RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

NAGARI BERPRESTASI

Kotobaru Kaya Keanekaragaman PASBAR, HALUAN — Bupati Pasaman Barat H Baharuddin R mengakui Nagari Kotobaru, Kecamatan Luhak Nan Duo, tepat mewakili kabupaten untuk bersaing di tingkat provinsi, dengan berbagai ciri khas dimiliki. Bahkan secara kemasyarakatan Nagari Kotobaru merupakan nagari yang sangat kompak, dalam artian dapat dikatakan Indonesia mini. “Nagari Kotobaru memang Bhinneka Tunggal Ika (walaupun berbeda-beda tetap satu juga). Di sana terdapat warga Minang, Mandailing dan keturunan Jawa. Jadi tidak heran kalau nagari itu kaya dengan budaya,” kata Baharuddin R, di halaman Kantor Wali Nagari Kotobaru, saat memberikan kata sambutan di hadapan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) provinsi dan tim penilaian lomba nagari ber-

prestasi tinggat provinsi, Senin (28/5). Dikatakan, terkait dengan perkembangan kesejahteraan masyarakat, terlihat begitu indah dan menjanjikan hamparan tanaman sawit di berbagai penjuru di nagari Kotobaru. Semua itu adalah hasil kerja sama masyarakat setempat dengan pihak perusahaan. Untuk nagari salah satu perusahaannya adalah PTPN VI Pirbun Ophir. Salah satu bukti kekompakan yang terlihat di sesama masyarakat di Nagari Kotobaru, walaupun mereka berasal dari keturunan yang berbedan namun masing-

masingnya berada telah berada pada sejumlah ninik mamak yang ada di nagari setempat.” Terlihat begitu kita masuk gerbang kantor nagari, sudah terlihat kekayaan budaya tersebut,” tutur Bahar. Selain itu paparnya, dari pemanfaatan dana Rp1 miliar per nagari yang dicetuskan Pemkab Pasbar untuk di Nagari Kotobaru berjalan sesuai dengan harapan masyarakat, dan terbukti telah dapat dinikmati warga setempat. “Wajar kalau Kotobaru kita antarkan mewakili Pasbar untuk perlombaan tingkat Sumbar. semoga saja mendapat juara I. Bahkan bisa mengukir prestasi yang sama dengan Pasar Silaping Nagari Batahan yang dapat nomor I di tingkat nasional”, tutur Baharuddin diiringi tepuk tangan yang optimis dari masyarakat setempat. Sementara itu Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Provinsi Suma-

tera Barat, Irvan Khairul Ananda mengingatkan, sesuai tugas pokok dan fungsinya, ada tiga komponen tugas wali nagari, melaksanakan sistem pemerintahan, dan pembangunan di nagarinya. Ketiganya menjadi tugas dan tanggungjawab perangkat nagari dengan mitra kerjanya. Ketiga kompoen itu melaksanakan tertib administrasi, menjalanan pemerintahan, dan melaksanakan pembangunan di nagari bersangkutan. Selain wali nagari dan seluruh perangkatnya yang melaksanakan tiga komponen harus dilaksanakan secara bersama dengan melibatkan perangkat adat, badan musyawarah nagari, lembaga permusyawarah nagari (LPN), TP-PKK dan bundo kanduang, cerdik pandai, lembaga kepemudaan, dan institusi terkait lain. Selain Kepala BPM, tim penilai yang dipimpin Elman Rahman SE bersama Mukhlis

Syamsir Alam Lubis, disambut dengan arak-arakan mulai dari pusat ibu kota kecamatan hingga ke plosok-polok di kecamatan setempat, Senin (28/ 5). Beranjak dari rasa haru dan kegembiraan itu, tak ayal saat memberikan sambutan, Ketua Pasar Silaping, Togar Sutan Katauatan, dengan suara yang serak serak basah, dengan mata berkaca-kaca, mengungkapkan rasa haru atas prestasi yang sekarang ada di depan matanya. Kenapa tidak sebut Togar, tak pernah terbayangkan Pasar Nagari Silaping yang telah ada sejak zaman Belanda, baru tahun 2012 akan dapat prestasi nomor satu di tingkat nasional.

MSi sebagai sekretaris, Nila Hestti SE, Ade Prima SKm, Titik Hariani Kamil, SH, MH,

Kepala Pasar Silaping, Togar Sutan Katautan bersama Wali Nagari Silaping, Syamsir Alam Lubis didampingi Bupati Pasbar H Baharuddin disambut masyarakat Silaping Berawal dari kegigihan sejumlah pedagang, masyarakat dan pihak nagari, upaya menuju prestasi mengejutkan itu dimulai. “Memang tidak pernah terbayangkan kalau Pasar

Nagari Silaping akan menjadi nomor I tingkat nasional,” katanya. Sangat luar biasa perjuangan Bupati Pasbar untuk prestasi ini.(h/nep/gmz/adv)

Senin (28/5). P A S B A R , Dikatakan, terHALUAN—-Kepala Badan Pemberdakait dengan Nagari yaan Masyarakat Kotobaru, mulai dan Keluarga Bedari awal benih rencana (BPMKB) potensi kerukunan Kabupaten Pasahidup antar umat man Barat selalu beragama, dan kekomit memberikan bersamaan seluruh pembinaan, dan masyarakat Nagari HENDRI pelayanan terhadap Kotobaru sudah TANJUNG seluruh nagari di terlihat. Bahkan kabupaten setemsudah terimplemenpat. Dengan harapan seluruh tasi dalam berbagai bentuk potensi nagari dapat diber- pembangunan. Terlebih dari dayakan sesuai dengan po- berbagai dana yang dikucurkan tensinya masing-masing untuk nagari tersebut. “Kita komit dan akan Selain itu lanjutnya, dari selalu berpacu untuk menum segi perekonomian perkebuhkembangkan seluruh bunan sawit, tanaman jagung, potensi nagari di Pasbar,” tu kacang-kacangan dan berbagai tur Hendri Tanjung di Koto- hal usaha yang ada di nagari baru di sela-sela mendam- Kotobaru Luhak Nanduo pingi tim penilai nagari ber- sangat terlihat dampak perprestasi Provinsi Sumbar, kembangannya, terhadap

BERYL COPY CENTRE Grosir & Retail Sales, Service, Spare Part & Rental Mesin dari USA Menyediakan Mesin Foto Copy Bermacam Tipe : BARU DATANG MESIN CANON IR 5000 & CANON IR 6000 DARI JEPANG DRUM BARU HARGA NEGO

AN PERSEDIA S A T TERBA

28 juta

perkembangan perekonomian masyarakat setempat. Sedangkan Walinagari Koto Baru, Firdaus Dt Rajo Mangkuto SE mengatakan, segenap perangkat perangkat nagari, pucuk adat, tokoh ma syarakat, institusi terkait dengan masyarakat seKotobaru bersyukur, dan terharu atas terpilih sekaligus ditetapkannya nagari yang dipimpinnya jadi peserta penilaian nagari berprestasi tingkat provinsi tahun 2012. “Kalaulah yang melaksana kan program kerja, demi jalannya pembangunan dan berjalannya pemerintahan di nagari Kotobaru, tidak akan sampai begini, jika yang melaksanakannya hanya walinagri bersama perangkat nya. Semua ini karena dukungan semua pihak.(h/nep/gmz/adv)

PUSAT PENGOBATAN INDIA

DARI INDIA MELAYANI PRIA/WANITA Mengobati berbagai macam penyakit mata seperti : Katarak MIN/Plus

Glukoma Mata Merah

Berair Berlemak

Silinder Dll

PENGOBATAN TRADISIONAL INDIA KHUSUS PRIA

+

Mengobati berbagai macam penyakit, seperti : Lemah Syahwat, Impotensi, Ejakulasi Dini, Kurang Gairah, Sperma Encer, Lemah Akibat Diabetes (Kencing Manis), Tidak Mempunyai Keturunan yang lama maupun yang baru, Ambeien, Asam Urat, Reumatik, dll

Cukup 1-2 Kali Berobat, Anda akan sembuh dengan Ramuan India "KAMI MEMBERI BUKTI, BUKAN JANJI"

BERYL COPY CENTRE

Hubungi : Jl. Veteran No. 50 Padang Telp. (0751) 32666 Jl. Nangka No. 40 Pekanbaru Telp. (0761) 61360 Jl. Sutan Agung No.07 Jambi Telp. (0741) 32495

YAYASAN BUYA NASKA

PONDOK PESANTREN MADINAH AL MUNAWWARAH PADANG SUMATERA BARAT- INDONESIA

KAMPUS : Jln. Raya komp. Andalas Makmur - Filano KD Parak Karakah Kec. Padang Timur Kota Padang WEB SITE : yayasan -buyanaska.or.id TELP. 0751 - 7891717 HP. 081374984001/ 08116602036

MADRASAH PERINGKAT I (PERTAMA) UJIAN AKIR NASIONAL (UN) TAHUN 2011 SE SUMATERA BARAT DAN MADRASAH PERINGKAT PERTAMA UJIAN AKIR MADRASAH BERSTANDAR NASIONAL (UAM -BN) TAHUN 2011 DAN 2012 SE - SUMATERA BARAT

Menerima Baru Santriwan/ ti Tingkat

berbeda dan berkaitan langsung dengan meteri penilaian yang dilaksanakan.(h/nep/adv)

HUB : Jl. Lubuk Begalung No. 24 Padang, HP. 081374688787 (no SMS)

CANON IR 8500 = Rp.

Rumainur SE, Zainudin SH, dan H Darmansah Sirum, SH. Mereka berasal dari instansi

BPMKB Berdayakan Potensi Nagari

Bupati dan Wabup Disambut Hangat di Silaping PASBAR, HALUAN — Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat (Pasbar) beserta seluruh Satuan Kerja Perangkat daerah (SKP) sePasbar, disambut masyarakat Silaping, Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasbar, dengan penuh bahagia bercambur haru. Tak plak kedatangan rombongan Bupati beserta rombongan saat mengantarkan piala Wakil Presiden RI, Budiono itu disambut dengan linangan air mata oleh sejumlah warga Silaping. Sementara piala itu yang terlihat selalu dipeluk erat Ketua Pasar Silaping, Togar Sutan Katautan dan Wali Nagari

Bupati Pasbar Baharuddin R membawa rombongan Tim Penilaian Lomba Nagari Berprestasi Tingkat Provinsi di Kotobaru

· Madrasah Tsanawiyah (MTs) 2 Kelas, Setiap Kelas 25 Santriwan/ ti · Madrasah Aliyah (MA) 1 Kelas, 30 Santriwan/ ti

VISI Menjadi Pondok Pesantren unggul, Kompet itif dan Berkualitas Pada Bidang Imtaq dan Iptek Serta Terdepan Dalam P embangunan Dan Pengembangan Akhlakul K arimah (Islamic Character Building and Development Education) WAKTU PENDAFTARAN

SEKARANG - 15 JULI 2012, MENDAFTAR LANGSUNG TES INFORMASI PENDAFTARAN KAMPUS : Jln. Raya komp. Andalas Makmur - Filano KD Parak Karakah Kec. Padang Timur Kota Padang WEB SITE : yayasan -buyanaska.or.id TELP. 0751 - 7891717 HP. 081374984001/ 08116602036

Cukup 1-2 Kali Berobat, Anda akan sembuh dengan Ramuan India "KAMI MEMBERI BUKTI, BUKAN JANJI"

BUKA JAM : 08.00 - 20.00 WIB IZIN Depkes 4179/DKK/XII/2001

AWAS TIRUAN !!! PENGOBATAN MATA INDIA LAINNYA KAMI YANG PERTAMA & SUDAH 11 TAHUN DI KOTA PADANG SAMPAI SEKARANG

ArMuNa TOUR Sabar dan Ikhlas Menuju Mabrur

PT. BUMI ARMUNA TOUR & TRAVEL Jl. Bandar Purus No.67/I Padang 25113 Hub.

Bapak ERIZAL NURDIN,SE HP.0813 6330 0909, Flexi : 0751 - 8228806 Wahyu Dyah Utami (HP. 0813 638 11973)

1. Tersedia Paket khusus umroh 15 hari dengan harga Rp20,5 juta, berangkat tgl 17 Mei 2012.

2. Umroh awal Juni 2012 9 hari Rp. 18,5 juta 3. Umroh Tengah Juni 2012 - 12 hari Rp.20,5 juta

Pesawat Garuda Catatan : - Harga tersebut selain Garuda/SV - Persediaan Seat Pesawat Terbatas.

SUDAH BISA MENDAFTAR UMROH PAKET RAMADHAN 1. AWAL RAMADHAN - 9 HARI 2. AWAL RAMADHAN - 12 HARI 3. AKHIR RAMADHAN - 15 HARI 4. FULL 31 HARI Penginapan Hotel *4

: Rp. 21,5 Jt : Rp. 23,5 Jt : Rp. 27 Jt : Rp. 31,5 Jt

FULL RAMADHAN - 31 HARI : Rp. 31,5 Jt (PENGINAPAN

APARTMENT)

FULL RAMADHAN - 31 HARI : Rp. 36,5 Jt ( P E N G I N A P A N

H O T E L

* 3 )

MENERIMA TAMBAHAN ACARA DI LUAR PROGRAM / PAKET ( KE GOA HIRO)

PAKET HAJI KHUSUS 2013/2014 Makkah : Grand Zam-zam/Hilton/Setaraf *5 Madinah : As Sharaf/Movenvick/Setaraf *5

(Handled by Anata Consurtium, Izin Haji Khusus D/414-2007)

PT. BUMI ARMUNA TOUR & TRAVEL email : erizalnur@yahoo.com www.armunatour.blogspot.com


10 SIGAB LINGKAR Mahasiswa UBH Mitigasi Bencana PADANG, HALUAN — Sebanyak 1.676 mahasiswa Universitas Bung Hatta (UBH) Padang dibekali materi mitigasi bencana di Aula Balairung Caraka Kampus I UBH Padang, Minggu (26/5). Pembekalan ilmu mitigasi bencana ini merupakan rangkaian Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) yang nantinya mahasiswa itu akan diturunkan ke 55 kenagarian yang tersebar di tujuh Kabupaten di Sumbar. Tujuh kabupaten itu diantaranya adalah Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat , Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Sijunjung. Menurut Koordinator pelaksana KKN-PPM UBH, Dr. Elfiondri,M.Hum, materi tentang mitigasi kebencanaan itu perlu diberikan kepada mahasiswa, karena wilayah Sumatera Barat termasuk daerah yang rawan bencana, terutama bencana gempa. “Fenomena alam yang terjadi sungguh tak dapat diterka dan sering di luar logika kita. Ini dapat dilihat dalam peristiwa tsunami di Aceh, Mentawai, dan bencana lainnya” imbuh Elfiondri. Ir. Haryani,MT pemateri mitigasi bencana, memaparkan bahwa bencana alam seharusnya menjadi pembelajaran sekaligus guru yang berharga bagi masyarakat maupun pemerintah, Untuk itu, upaya meminimalisasi korban sangat penting dibutuhkan. Langkah antisipasi perlu disiapkan dari jauhjauh hari, sehingga pada saat bencana alam terjadi, masyarakat siap menyelamatkan diri. Menurutnya lagi, yang bisa diterapkan adalah pendidikan mitigasi bencana terpadu, yaitu konsep yang merujuk pada satu tindakan mengurangi dampak suatu upaya mengantisipasi, mendidik atau melatih dan menginformasikan, yang merupakanh kunci untuk mengurangi efek mematikan dari bencana alam. “Kita berharap, mahasiswa-mahasiswa inilah yang akan menjadi agen dan pelaku dalam pendidikan mitigasi bencana kepada masyarakat. Mereka kita harapkan yang paling depan untuk memandu dan menenangkan masyarakat, jika bencana itu datang”, tambah Haryani. (h/rel/wan)

RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

Shelter Harus Disegerakan PADANG HALUAN — Untuk mengantisipasi ancaman tsunami khususnya di Kota Padang, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno cenderung mempertimbangkan pembangunan shelter-shelter mandiri dengan jumlah memadai. Ini dilakukan untuk menyiasati keterbatasan anggaran.

SIMULASI TAGANA — Sejumlah Taruna Siaga Bencana (Tagana) mengangkat perahu karet saat simulasi bencana pada Apel Siaga Bhakti Sosial Tagana Regional Tengah dan Timur di Lapangan Karebosi Makassar, Sulsel, Rabu (23/5). Apel siaga yang dihadiri langsung Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri tersebut, diikuti 22 provinsi. ANTARA

HUTAN NAGARI

Potensi Besar Perdagangan Karbon PADANG, HALUAN — Perdagangan karbon (carbon trading) tidak hanya bisa dilakukan antar pemerintah, organisasi dan perusahaan internasional. Pengelolaan hutan berbasis Nagari di Sumbar, juga sangat berpotensi dalam perdagangan karbon. Rakhmat Hidayat, Direktur Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, di Padang, Selasa (29/5) menyatakan, upaya memperbanyak hutan nagari perlu kian gencar dilakukan. “Dengan adanya hutan nagari maka degradasi hutan di Sumbar bisa berkurang. Dan, satu hal penting, hutan nagari yang lestari bisa menjadi modal carbon trading yang sangat mengutung masyarakat Nagari,” jelasnya. Rakhmat menepis jika pemberian hak pengelolaan hutan kepada masyarakat sekitar

hutan akan mendatangkan degradasi yang kian parah. Pengalaman selama ini membuktikan bertapa masyarakat lebih berkomitmen menjaga hutan, melestarikan dan mengelolanya. “Hutan Nagari Simancung dan Simanau adalah contoh betapa dengan memperbanyak hutan Nagari maka areal hutan di Sumbar akan terjaga. Karena dalam pengelolaan hutan nagari melibatkan aturan adat dan kearifan lokal setempat,” paparnya. Rakhmat menyebutkan, saat ini tingkat kerusakan hutan di Sumbar kian mengkhawatirkan, mencapai sekitar 60 persen dari 2,6 juta hektar luas hutan yang ada. Padahal, kata Rakhmat, hutan Sumbar menempati posisi dangat penting sebagai kawasan penyangga bagi dua provinsi, Riau dan Jambi. Hampir semua DAS

utama di kedua provinsi tetangga, berhulu di kawasan hutan Sumbar. Untuk menjaga kawasan hutan, diperlukan komitmen masayarakat di tingkat bawah yang berada disekitar hutan. Pendampingan dan pembinaan terus-menerus yang dilakukan KKI Warsi di Nagari Simanau, Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok dan Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan pauh Duo Kabupaten Solok Selatan, sehingga pada akhirnya Menteri Kehutanan mengeluarkan SK penetapan areal kerja hutan nagari di Nagari Simanau, Kecamatan Tigolurah, Kabupaten Solok seluas 1.088 ha dan di Jorong Simancung, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauhduo, Kabupaten Solok Selatan seluas 650 ha. “Memang tidak mudah membangun kesadaran masyarakat Nagari

“Jika shelter dibangun di sekolah atau bangunan lain akan menelan biaya yang lebih besar, jadi pembangunan shelter-shelter mandiri jauh lebih memungkinkan untuk menargetkan pembangunan shelter lebih banyak,” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara Workshop Peringatan Dini Tsunami di Sumatera Barat, Senin. Misalnya mendirikan sebuah shelter membutuhkan dana Rp1 miliar, kata Gubernur, jika digabungkan dengan mendirikan sekolah dipastikan akan memakan biaya lebih besar. Akibatnya jumlah shelter yang ditargetkan untuk menampung penduduk di daerah rawan tidak akan terpenuhi. “Karena antisipasi kita untuk persiapan bencana tsunami ini adalah pendirian shelter dengan jumlah yang memadai,” ujarnya. Mendirikan shelter yang banyak, kata Gubernur, adalah memelihara hutan dan memperjuangkan legalitasnya. Di Simancuang dan Simanau KKWarsi melakukan pembinaan dan pendampingan lebih dua tahun hingga terbitnya SK Menhut. Sedangkan Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Hendri Octavia menyatakan, hutan nagari merupakan salah satu cara menjaga kelestarian hutan. Dengan hutan nagari atau hutan kemasyarakatan, kata Hendri, bakal menjadi benteng penjagaan hutan yang tangguh karena masyarakat terlibat langsung didalamnya. “Kalau hanya mengandalkan aparat kompeten, anda tanyalah

prioritas pemerintah daerah. Ini antisipasi tidak efektifnya jalurjalur evakuasi jika terjadi tsunami. “Karena akan mengalami kemacetan total dan akan sangat beresiko jika masyarakat kita terjebak di dalam kemacetan tersebut.” Disampaikan Irwan, jumlah shelter yang akan dibangun harus bisa menampung penduduk yang sekarang banyak berdomisili di daerah pantai yang rawan terkena dampak tsunami. “Sedapatnya lokasi shelter berjarak sekitar 5 sampai 10 menit dari pemukiman penduduk, lahan-lahan yang akan digunakan untuk pendirian shelter tersebut juga sedapatnya lahanlahan yang tidak lagi perlu dana untuk pembebasannya, misalnya lahan-lahan publik, lapangan sepakbola, dan taman-taman kota, intinya kita harus bisa hemat memaksimalkan dana untuk kepentingan publik ini,” katanya. (h/rel) Kadishut di suatu Kabupaten, betap Sedangkan Direktur Komunikasi KKKI Warsi Rudi Syaf menyatakan masyarakat pengelola hutan Nagari, tetap sangat berpluang dalam perdagangan karbon dan pengurangan emisi (RDD Plus) . Menurut Rudi, ukuran dan jangkauan karbon trading, tidak akan seperti menggantang asap. Segalanya bisa terukur, bila kelembagaannya sudah duduk.” Pada tataran bawah, masyarakat lokal (Nagari) yang telah berhasil menjaga kelestarian hutan dan mencegah deforetasi, tentu sangat berhak mendapat insentif dari penerapan REDD plus,” jelasnya. (h/dn)


11

RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

Janda Bandar ................. Dari Halaman. 1 Kota Solok ..................... Dari Halaman. 1 Diduga, rumah tersangka dijadikan pabrik narkoba, karena bahan-bahan narkoba diperoleh di rumanya di Bukit Turki, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Hingga tadi malam wanita berstatus janda yang bernama Santi (38) ini masih diperiksa penyidik Direktorat Narkoba Polda Sumbar untuk keperluan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut. Informasi yang dihimpun Haluan, tersangka ditangkap di kawasan Simpang Haru. Dari tangan tersangka ditemukan dua paket

sedang narkoba jenis sabu. Selanjutnya sekitar pukul 15.30 WIB, petugas melakukan pengembangan lebih lanjut ke rumah tersangka yang berada di Bukit Turki. Di rumah tersangka petugas melakukan penggeledahan dan ditemukan kokain sebayak 25 tabung ukuran 50 gram, 26 botol bahan dasar pembuat ekstasi sama ineks, dan satu paket sedang sabu. Pjs Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Mainar Sugianto mengatakan, penangkapan ini berhasil berkat laporan dari masyarakat, sehingga petugas melakukan pengin-

taian dan pengembangan terkait laporan tersebut. “Memang tersangka sudah lama menjadi target operasi (TO) polisi. Untuk, menangkap tersangka, kami melakukan penyelidikan beberapa bulan terakhir,” kata Mainar. Dikatakannya, sampai saat ini tersangka masih diperiksa oleh penyidik untuk membongkar lebih lanjut jika ada pihak-pihak lain yang terlibat. Diduga, tersangka sudah lama menjalani bisnis haram tersebut, karena petugas menemukan beberapa botol bahan pembuat narkoba. (h/ nas)

Batu Lumut .................... Dari Halaman. 1 Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Presiden pertama AS dari keturunan kulit hitam tersebut memasang batu akik lumut Sungai Dareh tersebut di jari manis kanannya. Semenjak kabar Presiden Obama memasang cincin bermata lumut dari Dharmasraya itu tersiar, nama batu cincin akik ini pun terus melejit. Dampaknya, semakin banyak orang yang gemar dengan batu berwarna hijau lumut tersebut, mulai kalangan masyarakat biasa, pengusaha, pejabat daerah, pejabat pusat, para politisi dan lainnya. Batu lumut asal Sungai Dareh ini pun laris manis di pasaran. Giok Sumatera ini telah beredar di pasaran sejak 50 tahun lalu. Dalam lima tahun terakhir, namanya terus naik daun sehingga harga batu yang berasal dari Batanghari itu melambung. Kadangkala stok di pedagang juga kosong. Terus melejitnya kepopuleran batu lumut Sungai Dareh ini juga

tak terlepas dari gencarnya promosi yang dilaksanakan Pemkab Dharmasraya. Promosi itu dilakukan melalui pemberian cendera mata kepada tamu-tamu, mulai tamu dari lingkungan Sumbar, provinsi lain dan tamu-tamu dari pemerintah pusat dan mempromosikannya melalui berbagai pameran. Ditambah lagi karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Mendagri Gamawan Fauzi akhirakhir ini turut memakai batu lumut Sungai Dareh ini di jari mereka sehingga penilaian masyarakat di pasaran naik drastis. Salah satu pengrajin batu akik di Simpang Tiga Pasar Lama Pulau Punjung, Harmadi Tanjung (38) yang mewarisi usaha orang tuanya Rasidin Tanjung (alm) di tokonya Senin (28/5) mengisahkan, ia telah 25 tahun menggeluti usaha batu akik dan sekaligus memasarkannya ke berbagai daerah bahkan sampai ke Malaysia. Pada acara-acara pergelaran dan pameran Harmadi

juga sering hadir mempromosikan giok Sumatera ini. “Harga batu akik saat ini memang jauh lebih tinggi. Untuk ukuran 2 hingga 40 gram, berkisar dari Rp100 ribu sampai jutaan. Warna batu ada 68 warna. Jenis yang sangat populer diantaranya kumbang jati dan pucuk pisang. Batu ini memiliki empat kesamaan warna, yaitu dengan kopas, jamrud, giok dan yakub,” terangnya. Disebutkannya, untuk penjualan rata-rata sehari sekitar Rp400 ribu. Itupun karena menerima asahan dari pelanggan, “Tahun 1997 dulu saya pernah disekolahkan Pemprov Sumbar ke Jakarta, Bandung dan Jawa Tengah selama tiga bulan, untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran mengelola batu akik. Untuk gagang atau ikat batu cincin ini, saya mendapatkannya dari empat pengrajin gagang cincin yaitu dari Bukittinggi dan Pariaman yang berjenis silver dan stainless,” ungkapnya lagi. (Laporan Feri Maulana)

Modal Besar................... Dari Halaman. 1 untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan satu isteri dan tiga orang anaknya yang masih sedang menuntut ilmu dan membutuhkan biaya. Selain menerima uang pensiun setiap bulan, Hasan Basri masih mempunyai dua hektare kebun kelapa sawit yang tergabung dalam KUD Lubuk Karya. Meski begitu, upaya untuk terus menambah penghasilan terus dipikirkannya. Apalagi dia tidak suka banyak berada di rumah. Kebun yang dua hektare pun sudah diurus KUD. Hasan Basri melirik lahan kebun sawitnya yang tidak produktif atau tidak bisa ditanam karena kondisi tanahnya yang rawa atau berair. Ia mencoba untuk membuat kolam ikan di lokasi yang rawa tersebut dengan sumber air yang boleh dikatakan cukup meski musim kemarau datang. Dengan luas hanya seperempat hektar, ia dapat meraup keuntungan setiap enam bulanan sebesar

Rp135,5 juta. Hitung-hitungannya, bibit ikan nila, mas dan patin 100 ribu ekor Rp10 juta, biaya pakan ikan selama enam bulan Rp150 juta, upah tenaga kerja selama enam bulan Rp4,5 juta. Total pengeluaran Rp164,5 juta. Sedangkan hasil ikan setelah panen dengan luas seperempat hektare tersebut adalah 20 ton dikalikan Rp15 juta adalah Rp300 juta. Memang modal yang harus dikeluarkannya cukup besar, tapi dengan bermodalkan PNS dan anggota KUD, maka ia dipercaya oleh pihak perbankan untuk diberi pinjaman guna memodali usahanya tersebut. Tapi kata Hasan Basri, walaupun tidak sebesar kolamnya itu, jika ada tanah yang cukup baik posisinya dibuatkan kolam ikan, artinya dengan sumber air yang cukup dan mengalir, maka sangat baik dimanfaatkan atau dijadikan kolam ikan. Semuanya itu kembali kepada prinsip ekonomi

yaitu modal besar keuntungan akan besar pula atau sesuai dengan modal yang dikucurkan. Ketika ditanya kendala yang dihadapi, ia dengan tegas menjawab. Bagaimanapun, setiap usaha punya tantangan atau kendala, tapi semua itu akan teratasi apabila kita berusaha untuk mengatasinya dengan syarat jangan patah arang. Minimal bertanya kepada pihak-pihak terkait seperti Dinas Perikanan. Pengalaman Hasan Basri, usahanya yang ada tidak terlepas dari bantuan baik materi maupun pemikiran dari Dinas Perikanan dan KUD serta perbankan, karena instansi tersebut sangat terkait dengan usaha yang dilakukannya. Berawal dari mencari kegiatan setelah pensiun, sekarang Hasan Basri akan menambah luas kolamnya, ia menargetkan akan membuat kolam seluas dua hektare. Tentu dengan modal yang lebih besar pula.„

Oknum TNI AL................ Dari Halaman. 1 Awalnya razia Satpol PP yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB berjalan dengan baik. Bahkan razia kali ini didukung seluruh elemen masyarakat setempat. Terlihat dalam razia beberapa unsur pemerintah, mulai dari camat, lurah hingga ketua pemuda, ikut menghadiri pembongkaran pondok-pondok tempat maksiat ini. Masyarakat yang mengikuti aksi pembongkaran memang mengaku telah resah dengan aktivitas maksiat di Bukit Lampu ini. Bahkan di lima lokasi pembongkaran, banyak ditemukan bertebaran alat kontrasepsi bekas pakai. Siang itu, warung remangremang dan pondok yang sering menjadi tempat maksiat di Pantai Nirwana, Batu Cadas, Sungai Baremas dibongkar habis dan setelah itu dibakar agar material sisa pembongkaran tidak bisa digunakan lagi untuk mendirikan bangunan baru . Suasana pembongkaran yang awalnya aman, berubah mencekam setelah sekitar 20-an anggota TNI AL menghadang petugas Satpol PP dan warga, sesaat setelah membongkar dan membakar kafe milik Ari yang terletak di Batu Cadas, Kelurahan Gates Nan XX. “Di perjalanan pulang, rombongan dihadang oknum TNI AL berpakaian lengkap dan berpakaian preman. Tanpa banyak tanya mereka langsung memukul beberapa warga yang ikut membantu petugas melakukan razia. Termasuk di antara salah satu warga tersebut anggota DPRD Kota Padang Syafrizal DJ,” kata Jamaldi, salah satu wartawan yang menjadi korban kekerasan oknum aparat TNI AL. Melihat aksi penghadangan dan pemukulan oleh oknum aparat TNI AL terhadap warga, sontak para jurnalis langsung mengambil kamera untuk mengabadikan peristiwa tersebut. Namun, pengambilan gambar tersebut memancing emosi oknum aparat TNI AL tersebut kepada wartawan. Aksi pemukulan dan perampasan kamera wartawan pun dilakukan. Bahkan wartawan

Global TV, Budi Sunandar mengalami pendarahan di telinganya. Tak hanya itu, daun telinga Budi harus mendapatkan 7 jahitan. Nasib yang tak jauh beda juga dialami oleh enam wartawan lainnya. Kamera wartawan direbut paksa serta dirusak. “Saya langsung dipukul oleh oknum aparat tersebut. Padahal saya sudah mengatakan kepada mereka bahwa saya wartawan. Ternyata tidak ditanggapi. Malah saya tetap saja dianiaya. Kamera saya juga ditahan oleh oknum tersebut,” terang Budi. Tidak puas dengan memukul masyarakat dan wartawan, oknum aparat TNI AL tersebut juga melampiaskan kemarahannya dengan menceburkan tiga sepeda motor warga ke laut. Aksi anarkis yang dilakukan oleh oknum aparat TNI AL ini sontak menyulut emosi warga sekitar. Selang beberapa saat setelah kejadian pemukulan tersebut berlangsung, masyarakat sekitar langsung mengejar oknum aparat yang memukul sejumlah warga dan wartawan. Situasi semakin tidak kondusif, setelah tidak satupun oknum aparat TNI AL yang melakukan aksi kekerasan tertangkap. Sebuah motor Kawasaki Ninja yang digunakan oleh oknum aparat TNI AL tersebut kemudian dibakar oleh massa. Massa yang semakin beringas kemudian merangsek ke jalan utama Padang-Bengkulu dan mensweaping setiap orang yang berambut cepak dan segala sesuatu yang berbau TNI AL. Bahkan salah satu kafe dan rumah yang diduga milik anggota TNI AL dibakar massa. Akibatnya aktivitas di jalanan utama tersebut sempat terputus beberapa jam. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang, Nasrul Suganda yang dihubungi sore harinya belum mengambil tindakan apa-apa. Walau sebenarnya keikutsertaan wartawan dalam razia tersebut, atas ajakan pihak Satpol PP. Meski dirinya mengaku mendukung wartawan,

namun, belum ada sikap dan koordinasi dengan pihak Lantamal terkait dugaan penganiayaan tersebut. “Saat ini saya sedang mengumpulkan anggota untuk mendapatkan keterangan terkait dengan dugaan penganiayaan itu. Jika memang posisi kita betul, kita tetap dukung,” kata Nasrul. Terpisah, anggota Komisi III DPR RI, Taslim, mengecam aksi pemukulan yang diduga dilakukan oknum TNI terhadap awak media yang sedang melakukan peliputan. “Kasus pemukulan terhadap wartawan itu harus diusut tuntas, tidak peduli siapa pelakunya” tegas Politisi PAN asal Sumbar itu. Taslim juga mendesak Panglima TNI memberi sanksi terhadap oknum aparat yang melakukan perbuatan tersebut, jika terbukti benar melakukan pemukulan. “Untuk itu saya meminta pimpinan DPR RI melalui Komisi I untuk memanggil Panglima TNI, guna mempertanggungjawabkan perbuatan anggotanya,” ungkapnya. Sedangkan Wakil Komandan Lantamal II Kolonel I Nyoman Mandra saat dikonfirmasi oleh wartawan perihal kejadian ini, tidak mau berkomentar terkait peristiwa yang diduga telah dilakukan oleh anak buahnya. “Saya pelajari dahulu kronologis dan kebenaran kejadian ini terlebih dahulu. Untuk saat ini saya belum bisa berkomentar,” katanya. Hingga berita ini ditulis, walaupun suasana di lokasi sudah mulai kondusif, namun masyarakat masih tetap tampak berjaga-jaga. Aktivitas sweaping terhadap aparat TNI AL juga masih berlangsung. Ditambah lagi ada isu yang merebak bahwa massa akan melakukan penyerangan ke Markas Komando Lantamal II. Isu tersebut langsung ditanggapi oleh masyarakat yang berada di lingkungan sekitar Markas Komando Lantamal II dengan membakar ban dan bersiaga untuk menghadapi penyerangan dari masyarakat Kelurahan Gates Nan XX. (h/ang/nas)

itu langsung diserahkan oleh Menteri Perhubungan E.E Mangindaan kepada Walikota Solok Irzal Ilyas di Jakarta. Irzal Ilyas mengatakan, keberhasilan Kota Solok meraih piala WTN tahun 2012 adalah buah kerja keras semua pihak dalam berdisiplin di jalan raya, mematuhi aturan lalu lintas dan memanfaatkan jalan sesuai fungsi dan peruntukannya. Suatu hal yang menjadi kebanggaan bagi Kota Solok, di mana masyarakat bersama Dinas Perhubungan tidak mau menyerah begitu saja dengan prestasi tahun 2011 lalu. Tahun 2011 Kota Solok hanya meraih plakat, sama dengan kotakota lainnya di Sumatera Barat. Kota Solok pun bekerja keras melakukan berbagai pembenahan. Beberapa kekurangan tahun sebelumnya langusng dibenahi. Seperti rambu-rambu, zebra cross, penyuluhan para sopir angkutan kota dan pedesaan. Kalangan pelajar juga diberikan penyuluhan tentang budaya tertib berlalu lintas.

Setelah berbenah diri, akhirnya Kota Solok berhasil meraih WTN 2012. Irzal Ilyas berterima kasih kepada seluruh komponen masyarakat Kota Solok yang telah membantu pemerintah daerah meraih prestasi demi prestasi. Menurutnya, keberhasilan kali ini bukanlah keberhasilan walikota, muspida maupun DPRD. Melainkan keberhasilan semua pihak, termasuk masyarakat yang berprofesi sebagai tukang ojek, becak motor, sopir angkutan kota, kusir bendi dan lainnya. Walikota menilai seluruh elemen masyarakat tersebut peduli di dalam mematuhi peraturan lalu lintas di Kota Solok, sebuah kota kecil di Indonesia yang masyarakatnya masih homogen dan selalu bahu-membahu dalam membangun kota. Ada hal yang sangat unik di Kota Solok dimana setiap gerakan pembangunan yang dilaksanakan selalu melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk dalam mengawasinya. Begitu pula dalam ajang-ajang

lomba tingkat nasional, Pemko Solok tidak berjalan sendiri-sendiri, namun selalu merangkul seluruh komponen yang ada. Setiap persoalan selalu diputuskan secara bersama-sama. “Rasa memiliki Kota Solok memang ditanamkan sejak dulu,” terang Irzal Ilyas. Selama ini kesadaran berlalu lintas pada masyarakat ditegakkan dengan cara-cara persuasive. Pembinaan lebih diutamakan sehingga ada rasa malu dan segan bagi pemakai jalan untuk melanggar disiplin berlalu lintas. Konsep itulah yang selalu dikembangkan di Kota Solok. Ketua Komisi B DPRD Kota Solok Daswippetra Dt Mjj Alam memberikan apresiasi kepada Walikota Solok beserta jajarannya terutama Dinas Perhubungan yang telah menunjukkan prestasinya untuk Kota Solok. Dia berharap prestasi yang telah diraih jangan sampai membuat pemko terlena. Ke depan prestasi ini mesti dipertahankan sehingga piala WTN terus menjadi hak Kota Solok. (h/alf/adv)

Kelaparan, Dua............... Dari Halaman. 1 menggunakan tenaganya, untuk menggarap kebun dan sawah. Namun upah jerih payahnya tak dibayar langsung. “Karena kesibukan saya itulah, anak saya ini akhirnya suka memakan tanah. Saat saya bekerja keluar rumah untuk mencari sesuap nasi, tidak ada yang mengasuh mereka berdua di rumah. Sehingga anak ini mulai memakan tanah akibat lapar,” ujarnya sambil mengusap air mata. Di jelaskannya, dia hanya seorang diri mencari nafkah. Karena dulu kondisi suaminya pernah menderita keterbelakangan mental. Dan saat ini suaminya itu tinggal di Medan untuk berobat sambil bekerja sebagai anak buah di sebuah bengkel sepatu di Kota Medan. Hal itu dibenarkan oleh Bidan Yati, yang bertugas di Korong Olo. Menurut Bidan Yati, saat ditugaskan pada Februari 2012 lalu, ke Korong Olo, dirinya membantu Posyandu setempat mengadakan timbangan massal. Namun saat kedua anak tersebut ditimbang, berat badannya tidak normal. Puskesmas setempat akhirnya memberikan perawatan dengan memberikan susu kepada Rio dan Rizki. “Mengenai kondisi perekonomiannya, mereka memang keluarga susah. Untuk itu Korong Olo membantu dengan memberi bantuan

berupa beras. Namun setelah beberapa bulan, pihak Puskesmas menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit, karena tidak ada tanda-tanda perubahan. Dan saat dilaporkan kepada wali nagari, wali nagari hanya menjawab akan berusaha membantu,” tuturnya. Bidan yang selalu mendampingi dua anak penderita gizi tersebut menambahkan, saat ini setelah dirawat di rumah sakit, cacingcacing yang ada di dalam perut keduanya sudah mulai keluar saat buang air besar. Dokter Spesialis anak, dr Robert Simanjuntak, Sp.A. yang menangani kasus gizi buruk tersebut mengatakan, kategori gizi ada tiga yaitu: gizi baik, gizi kurang, gizi buruk. Dan kategori gizi buruk juga terbagi tiga yakni marasmus, kwashiorkor, dan marasmus-kwashiorkor. Dan untuk kasus ini masuk kategori marasmus-kwashiorkor. “Marasmus adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan kalori protein yang berat. Sedangkan kwashiorkor adalah malnutrisi protein berat yang disebabkan oleh intake protein yang inadekuat dengan intake karbohidrat normal,” terangnya. Ia juga menjelaskan, kasus gizi buruk butuh waktu tiga bulan untuk stabilisasinya. Pasien juga diduga mengalami yang namanya pica

yaitu, kelainan atau keinginan kuat seseorang untuk memakan bendabenda yang bukan makanan seperti, rokok, sabun, tanah atau cat. “Saat dicek, di dalam perut pasien terdapat banyak pasir. Dan untuk itu kami memberi bantuan secepatnya, seperti memberi cairan protein, dan hal-hal yang dibutuhkan,” tambahnya. Pada kesempatan yang sama, Direktur RSUD Kota Pariaman dr Lila Yanwar menjelaskan, mengenai perawatan, kedua anak tersebut akan terus dirawat sampai normal kembali. Terkait soal biaya, saat ini Jamkesmas dan Jamkesda sudah berjalan. Namun di luar itu, sesuai protap, biaya akan ditanggung bersama seperti dari Dinkes, RS, dan Pemkab Padang Pariaman. Kasus ini sangat kontras sekali dengan acara yang diadakan pada bulan April lalu, yakni Millenium Development Goals (MDGs), yang diadakan di Kota Padang, yang bertujuan untuk peningkatan kesehatan, pemberantasan kelaparan, dan lingkungan. Tepat pada hari ini tanggal (29/ 5) merupakan Hari Keluarga. Namun kenyataannya masih banyak kasus kelaparan terjadi di Sumatera Barat. Pada tahun 2012, sudah 6 pasien, termasuk kasus Rio dan Rizki, yang dirawat di RSUD Pariaman. (h/cw-rvo)

Pelecehan Terhadap.......... Dari Halaman. 1 alat, perampasan kaset dan cd, dan pemukulan. Di pasal 18 UU Pers, insiden tersebut menghalang-halangi kerja jurnalis. “UU ini memberikan hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp500 juta,” tuturnya. Menurut Roni, insiden ini terbilang aneh. “Kenapa wartawan yang dipukuli? Wartawan tidak punya kepentingan dalam pembongkaran yang dilakukan Satpol PP,” ujarnya. Keanehan lain, kenapa oknum TNI AL yang marah? Logikanya, kata Roni, oknum tersebut memiliki kepentingan. Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar Rino Zulyadi mengatakan, setelah melakukan inventarisasi data, akan melaporkan insiden tersebut kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL). “Kita minta ini diusut tuntas,” tuturnya. Jurnalis yang menjadi korban pemukulan, perampasan kamera, dari penulusuran Haluan antara lain Budi Sunandar (Global TV), Afriyandi (Metro TV), Deden (Trans TV), dan Julian (Trans 7). Sedangkan empat lagi yaitu Agus (Riau TV), Ejha (Favorit TV). Kameramen Ridwan ditahan memori kameranya. Peristiwa itu bermula dari Satpol PP yang melakukan razia pembongkaran kafe liar di kawasan Bungus Teluk Kabung. Pada salah satu tempat razia, tiba-tiba sekitar 20 orang oknum marinir menghalangi-halangi wartawan untuk peliputan. Tidak hanya menghalangi, beberapa wartawan juga dipukuli. Usut Tuntas Sejumlah organisasi wartawan menuntut oknum marinir yang terlibat pemukulan, perampasan, dan pengrusakan terhadap wartawan dituntut secara pidana. “Kita telah koordinasi dengan ketua AJI di Jakarta, ia minta kasus ini diperhatikan khusus. Ini akan dikawal secara nasional,” tutur Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang Hendra Makmur. Menurutnya, yang dikawal khususnya persoalan pidana yang melibatkan oknum marinir. Selain pidana, UU Pers mesti juga dipergunakan. “Dalam lima tahun terakhir, saya bisa katakan ini insiden yang paling jelek menimpa jurnalis,” tuturnya. Ketua IJTI Sumbar Rino Zulyadi sepakat oknum marinir dipidanakan. “Kita tidak akan tinggal diam. Dewan Pers harus turun tangan,” ujarnya. Menurutnya, selesai melakukan inventarisasi data

korban, IJTI akan langsung mengadukan kepada Dewan Pers. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar Basril Basyar menganalisis, telah terjadi kesewenang-wenangan terhadap kerja wartawan. “Razia itu urusan Satpol PP, kenapa oknum TNI AL yang marah?” tanyanya. Ia telah meminta kepada korban untuk melaporkan secara tertulis. Laporan tersebut akan dijadikan kajian untuk tindakan selanjutnya, setelah berkoordinasi dengan Dewan Pers. Ketua Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sumbar Asril Koto mendesak agar kasus ini diusut tuntas dan memberikan sanksi hukum yang tegas. Menurut Asril Koto, kasus kekerasan terhadap jurnalis ini bisa menjadi preseden buruk bagi TNI, khususnya Angkatan Laut. Selain itu, di saat semua elemen masyarakat bersama pemerintah, kepolisian, dan juga TNI sedang berupaya meminimalisir penyakit masyarakat, oknum AL malah terkesan melindungi. “Ini jelas berlawanan dengan kemauan rakyat. Pemukulan terhadap wartawan juga jelas berlawanan dengan upaya TNI mendekatkan diri dengan rakyat dan bersama-sama membangun karakter bangsa ini,” jelas Asril Koto. Kekerasan terhadap Jurnalis Tinggi Catatan AJI, kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia tergolong tinggi. Dalam periode 1 Mei 2011 hingga 30 April 2012, telah terjadi 43 dan 5 kasus kekerasan dilakukan terhap jurnalis. Ironisnya, semua pelakunya dari aparat. Hal yang sama terjadi ketika jurnalis harus menghadang nyawa dalam melakukan tugas. Kasusnya juga tidak diusut. Catatan AJI sejak 1996, sedikitnya terdapat 8 kasus pembunuhan jurnalis yang tidak diusut tuntas dan pelakunya belum diadili di antaranya, Fuad Muhammad Syarifuddin alias Udin, jurnalis Harian Bernas Yogyakarta. Diserang orang tidak dikenal pada 13 Agustus 1996, meninggal pada 16 Agustus 1996. Naimullah, jurnalis Harian Sinar Pagi. Pada 25 Juli 1997 ditemukan tewas dengan leher terluka tusuk di mobilnya yang terparkir di Pantai Penimbungan, Provinsi Kalimantan Barat. Hingga kini polisi tidak pernah menemukan pembunuh Naimullah. Agus Mulyawan, jurnalis Asia

Press tewas pada 25 September 1999 di Timor Timur. Agus tewas saat menumpang sebuah mobil dalam perjalanan dari Pelabuhan Qom, Los Palos, menuju Baobao, Timor Timur. Penyerangan mobil itu menewaskan dua biarawati, tiga frater, dua remaja putri, dan Agus Mulyawan. Belum ada upaya TNI mencari dan mengadili pembunuh Agus Mulyawan. Muhammad Jamaluddin, jurnalis kamera TVRI. Jamaluddin yang bekerja di Aceh hilang sejak 20 Mei 2003, dan ditemukan tewas di sebuah sungai di Lamnyong pada 17 Juni 2003 dalam kondisi luka dan terikat. Hingga kini polisi belum menemukan pembunuh Jamaluddin. Ersa Siregar, jurnalis RCTI, tewas pada 29 Desember 2003 di Nangroe Aceh Darussalam. Ia tewas dalam tembak-menembak antara pasukan GAM dan TNI di Desa Alue Matang Aron, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Ryamizard Ryacudu mengakui peluru yang menewaskan Ersa Siregar peluru TNI. Namun pembunuh Ersa belum pernah diadili. Herliyanto, jurnalis lepas tabloid Delta Pos Sidoarjo. Ditemukan tewas di hutan jati Desa Tarokan, Banyuanyar, Probolinggo, Jawa Timur pada 29 April 2006. Polisi menangkap tiga orang yang dijadikan tersangka. Pengadilan Negeri Kraksaan Probolinggo membebaskan ketiga terdakwa. Polisi tidak menemukan tersangka baru dalam kasus itu. Adriansyah Matra’is Wibisono, jurnalis TV lokal di Merauke, Papua. Ditemukan tewas di kawasan Gudang Arang, Sungai Maro, Merauke, 29 Juli 2010. Rilis Mabes Polri pada 20 Agustus 2010 menyatakan Ardiansyah masih hidup saat diceburkan ke Sungai Maro, Merauke. Namun Kepolisian Resor Merauke tidak menyidik dan mencari pelaku pembunuhan itu. Dan, Alfred Mirulewan, jurnalis tabloid Pelangi. Ditemukan tewas pada 18 Desember 2010 di Kabupaten Maluku Barat Daya. Empat orang ditetapkan polisi sebagai tersangka dan divonis bersalah oleh pengadilan. Namun Komisi Nasional Hak Asasi Manusia telah menerima pengaduan bahwa penetapan tersangka direkayasa dan pelaku sebenarnya belum ditangkap dan diadili. (h/adk/naz)


12 POLITIK

RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

CAPRES 2014

PAN Siap Deklarasikan Hatta Rajasa JAKARTA, HALUAN — Hatta Rajasa akan melenggang sebagai Calon Presiden 2014, karena dia satu-satunya calon yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN). Sekarang tinggal pendeklarasiannya sebagai Capres dari partai berlambang mataari tersebut. Sementara Cawapres yang akan mendampingi Hatta belum diputuskan sampai saat ini. Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Taufik Kurniawan menegaskan, Hatta Rajasa selaku Ketua Umum PAN

dipastikan sebagai satusatunya Capres dari PAN. Bahkan, soal pencalonan itu sudah diputuskan pada Rakernas PAN 2011 lalu. Sekarang tinggal pengukuhannya. “Akhir 2012 nanti kami Rakernas lagi. Insya Allah akan mencari waktu yang tepat untuk mendeklarasikan ketua umum sebagai Capres dari PAN,” kata Taufik di

TERSANGKUT KORUPSI

Demokrat Ganti 3 Anggota di DPR JAKARTA, HALUAN — Partai Demokrat (PD) akan mengganti tiga anggotanya yang terjerat kasus korupsi. Saat ini proses pergantian antar-waktu (PAW) tiga anggotanya itu sedang diproses Fraksi PD di DPR RI. Ketiga anggota DPR dari Fraksi PD yang segera diganti adalah Djufri, Amrun Daulay, dan Asyad Syam. “(Djufri) sudah diproses PAW-nya, bukan hanya proses nonaktif sementara. DPP sedang memproses tiga orang, Pak Djufri, Asyad Syam, dan Amrun Daulay. DPP sedang memproses PAW-nya,” kata Sekretaris Fraksi PD sekaligus Wakil Sekjen PD DPR RI Saan Mustofa, di DPR, Jakarta, Selasa (29/5). Amrun Daulay divonis 17 bulan penjara atas perkara korupsi pengadaan sapi impor dan mesin jahit di Kementerian Sosial. Asad Syam selaku mantan Bupati Muaro Jambi divonis penjara karena kasus korupsi pembangunan

pembangkit listrik tenaga diesel Sungai Bahar. Sedangkan Djufri, saat menjabat Walikota Bukit tinggi, divonis empat tahun penjara atas perkara korupsi penggelembungan dana pengadaan tanah Kantor DPRD Bukittinggi. “Pak Asyad sama (ditangani) oleh Kejaksaan. Kalau Pak Amrun Daulay oleh KPK,” jelas Saan. Ketua Fraksi PD Nurhayati menyatakan, dalam waktu dekat akan terjadi pergeseran anggota fraksinya yang ada di komisi, menyusul proses PAW terhadap ketiga orang tersebut. “Setelah ada penyegaran, kami akan lakukan penyesuaian komisi-komisi. Biasa, ada pergeseran-pergeseran. Nanti kami lihat sesuai kompetensi anggota. Saat ini, kami sedang meningkatkan soliditas,” kata Nurhayati yang baru beberapa hari menjadi Ketua Fraksi PD menggantikan Jafar Hafsah. (h/trn)

Jakarta, Selasa (29/5). Menurut dia, rencana deklarasi Capres merupakan upaya sosialisasi kepada masyarakat terutama kader PAN mengenai Capres dari PAN. “Sekarang tinggal deklarasi karena di internal PAN baik pusat sampai daerah solid mencalonkan Pak Hatta sebagai Capres. Tidak ada calon lain,” ujarnya. Selain menjagokan Hatta sebagai capres, PAN juga terus melakukan konsolidasi sampai ke daerah misalnya dengan penguatan infrastruktur PAN.

“Sosialisasi Pak Hatta capres terus dimantapkan sampai tingkat ranting, pedesaan dan RT/RW. Semua mendukung penuh Pak Hatta jadi capres, dari pusat sampai tingkat ranting RT/RW,” katanya lagi. Mengenai siapa kandidat calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Hatta, Taufik mengatakan PAN belum berpikir ke arah sana. “Kami berpikir step by step. Kami menunggu hasil pemilu legislatif dulu, sambil menunggu keputusan internal partai,” tambahnya. (h/trn)

CAPRES PAN — -Hatta Rajasa saat Kongres PAN beberapa waktu lalu. Ketua Umum PAN yang juga Menteri Koordinator Perekonomian ini diusung sebagai Capres satu-satunya dari PAN. IST


PADANG 13

RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

PERBAIKAN TAK KUNJUNG TIBA

Warga Akrab dengan Jalan Rusak PADANG, HALUAN — Jalan rusak, berlobang, dan jalan bergelombang, sudah begitu akrab bagi warga Kota Padang. Karena memang, sebagian besar jalan-jalan di ibukota provinsi Sumbar ini, mengalami kerusakan. Bahkan, di beberapa daerah, jalannya

tidak diaspal, terutama daerah pinggiran atau dikenal Padang pinggir kota (Papiko). Seperti disampaikan salah seorang warga Kelurahan Korong Gadang, kecamatan Kuranji Abrizal Nur (40). Kondisi jalan yang banyak berlobang dan berdebu, sudah terjadi sejak 2 tahun yang lewat. Pihak terkait pun sudah sering melakukan pengamatan dan pengukuran jalan, tapi hanya sampai tahap itu saja. Sementara poses pembangunan jalan tidak kunjung dilakukan. “Dalam satu bulan ini

saja, petugas sudah melakukan pengamatan dan pengukuran sebanyak tiga kali. Namun, sampai saat ini pembangunan jalan belum dilakukan,” ujarnya. Pernyataan senada pun disampaikan oleh Roni (35), warga Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah. Sebagian besar jalan di wilayah Balai Gadang masih memakai kerekel. Artinya, belum pernah diaspal khususnya jalan penghubung antara Sungai Sarik dengan daerah Sungai Balik.

“Keadaan jalan penghubung ini, sejak dulu tidak pernah di aspal. Kalu musim hujan, jalannya akan banjir. Hebatnya lagi, kalau musim kemarau debunya akan sampai ke rumah warga,” katanya. Pantauan Haluan, jalan yang rusak parah itu seperti jalan Sungai Balik Kelurahan Balai Gadang, jalan Guo Lubuk tempurung Kelurahan Kuranji, jalan Brunco Lanud Tabing, Jalan Asra Kelurahan Tunggul Hitam, jalan Kesehatan menuju Dinas Kesehatan Kota Padang, jalan Raya Gunung Sarik, Jalan Raya Korong Gadang dan masih banyak jalan lainnya. Selain itu, kondisi jalan

JALAN RUSAK — Jalan rusak hampir dapat dilihat di setiap sudut Kota Padang, seperti di jalan Markisa Raya, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji. PARWIS yang berada di dalam kota pun masih banyak yang mengalami kerusakan. Salah seorang supir angkot tujuan Pasar Raya-Labor Andika (21)

mengatakan, daerah jalan S. Parman khususnya di depan Bank Nagari Ulak Karang hanya bagian luar jalan saja yang kelihatan mulus. Na-

mun saat di lewati, para penumpang banyak yang tidak nyaman, karena aspalnya bergelombang, dan berlobanglobang kecil. (h/cw-wis)

Perbaikan Jalan Butuh Rp1,5 Triliun PADANG, HALUAN — Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Padang, ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk perbaikan seluruh jalan di Kota Padang, membutuhkan anggaran sebesar Rp1,5 triliun. Dana sebanyak itu sulit didapat, karena keterbatasan anggaran. “Alokasi anggaran untuk perbaikan jalan sangat minim,” katanya. Jika ingin jalan tampak bagus, katanya DPRD harus memperhatikan anggaran yang diperlukan Dinas PU. Saat ini, Dana Alokasi Khusus (DAK) hanya dianggarkan sebesar

Rp8 miliar, dari yang diminta Rp50 miliar. Kemudian, anggaran untuk jalan lingkungan hanya dialokasikan Rp15 miliar. Untuk pemeliharaan jalan hanya dialokasikan Rp1,5 miliar, seharusnya Rp50 miliar. “Jalan bertambah terus, tapi anggaran tidak ditambah. Kalau jalan berlubang dan rusak serta ada yang kecelakaan gara-gara jalan tersebut, yang dipanggil polisi tetap Dinas PU,” katanya. Begitu juga dengan pemanfaatan jalan. Dimana jalan yang seharusnya tidak boleh dilewati oleh kendaraan dengan tonase lebih, tapi tetap

dilewati. Akibatnya, jalan tersebut tidak bertahan 10 tahun, pada umur 1 tahun saja sudah rusak. “Untuk itu, Dinas Perhubungan (Dishub) juga harus bertanggungjawab seperti melarang kendaraan beban berat melewati jalan atau mengurangi beban yang dibawa. Sebab, jalan tersebut milik masyarakat bukannya milik pengusaha itu,” tambahnya agak geram. Dinas PU katanya sudah pernah koordinasi dengan Dishub untuk mengatur kendaraan beban berat, tapi tidak ditanggapi. “Jadi banyak yang

bertanggungjawab, tidak hanya PU. Karena kerusakan jalan bukan oleh PU, tapi penggunanya. Terutama kendaraan bertonase lebih, termasuk Semen Padng, yang membuat jalan Indarung rusak,” ujarnya. Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Padang Irwan Fikri mengatakan, DPRD memberikan anggaran berdasarkan skala prioritas. Dari program yang diajukan Dinas PU, memang tidak seluruhnya disetujui. Jika anggaran di APBD seluruhnya dialokasikan untuk pembangunan jalan, katanya. (h/ade/cw-wis/dra)


14 PADANG

RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

Pipa Bocor Tak Kunjung Diperbaiki Bank Nagari Masih Butuh Modal PADANG, HALUAN — Dirut Bank Nagari Suryadi Asmi menyatakan, sampai saat ini bank yang dipimpinnya masih butuh modal sebesar Rp144 miliar. Modal tersebut direncanakan dari kabupaten/kota, termasuk dari Pemko Padang. Untuk Pemko Padang, hanya mampu menyertakan modal sebesar Rp5,6 miliar. "Jika dilihat peringkat, Padang masih punya kesempatan untuk menjadi pemilik modal nomor pertama, seperti sebelumnya. Tentunya perlu tambahan modal lebih," katanya saat dengan pendapat dengan Pansus Penyertaan Modal Pemko Padang ke Bank Nagari, di DPRD Kota Padang, Selasa (29/5). Kebutuhan itu beranjak dari kondisi bank yang mendekati cash flow 11 persen. Jika hal itu terjadi, maka bank akan stagnan, dan tidak mampu melakukan pengajuan kredit. "Dengan adanya penyertaan modal ini, diharapkan bank akan tumbuh pesat 20-25 persen ke depannya, dan jika dihitunghitung aset dalam 5 tahun mendatang, akan mencapai 36 triliun," ujarnya. Ia mengharapkan, penyertaan modal ini segera terwujud. Sehingga bank milik daerah itu, tidak ngos-ngosan lagi. Sebab, tanpa adanya modal, maka pendapatan akan drop out. Sehingga deviden pun akan tergerus. Sementara itu, Afrizal, Wakil Ketua DPRD Kota Padang mengatakan, penyertaan modal memang perlu dilakukan, karena bank tersebut juga bagian dari Pemko Padang. "Jika dibanding daerah lain, modal pemko hanya menempati posisi empat, dan di bawah Mentawai dan Tenah Datar," ujarnya. Saat pembahasan, Pansus Penyertaan Modal menyepakati rapat paripurna penetapan perda itu hari Jumat (1/6).(h/ade)

PADANG, HALUAN — Warga Kelurahan Gates, Kecamatan Bungus Teluk Kabung (Bungtekab) mengeluhkan aliran air PDAM, yang sering ngadat atau mati. Penyebabnya, banyak saluran pipa air yang bocor. Berdasarkan penuturan warga di Jalan Makasar, Pasar Gaung, Kelurahan Gates, kebocoran pada saluran air terdapat di beberapa titik. Agar air tak keluar, warga berupaya untuk menutupi setiap kebocoran, dengan menggunakan kain dan karet. Tapi, rembesan air tetap tidak bisa dihentikan. Hal ini telah terjadi selama tiga bulan belakangan ini. Karena tidak kunjung diperbaiki, di beberapa titik pipa yang bocor tersebut sengaja dibiarkan oleh masyarakat. Air yang berasal dari semburan pipa itu, kemudian dijadikan air untuk membasuh tangan bagi masyarakat yang lewat. Masalah itu dibenarkan oleh Heri, salah seorang masyarakat Keluarahan Gates. Ia mengaku aliran air ledeng di rumahnya sering tidak mengalir. “Kalaupun ada, air yang keluar dari kran sangat kecil. Pagi hari, merupakan waktu yang paling sering air tidak keluar dari kran,” katanya. Dikatakan, kemacetan air memang tidak terjadi pada semua tempat di Kelurahan Gates. Pada tempat penjualan air bersih, yang dikelola warga, biasanya air lancar. Ia mengharapkan adanya perbaikan, apalagi ada rencana PDAM untuk menaikkan tarif air. Tentunya harus diiringi dengan perbaikan sistem penyaluran air dan layanannya.

Staf Kelurahan Gates, Nurfiah mengatakan, di Kelurahan Gates ada 1.553 kepala keluarga. Masyarakat Gates pada umumnya memang menggunakan air PDAM untuk kebutuhan MCK. Hal itu akibat ketidaklayakan sebagian besar air sumur, yang ada di Gates. “Ratusan rumah di Kelurahan Gates dialiri air ledeng dari PDAM. Sebagian masyarakat enggan mengunakan air sumur, karena airnya keruh. Bagi masyarakat yang rumahnya tidak dialiri air ledeng, mereka membeli ke tetangga atau ke tempat penjulan air yang dikelola masyarakat setempat, dengan harga Rp500 untuk satu ember air,” katanya. Sementara itu, Kabag Humas PDAM Kota Padang Suhardi mengatakan, terjadinya kemacetan aliran air ledeng pada daerah-daerah ketinggian, memang biasa terjadi. Tetapi kemungkinannya sangat kecil. Namun jika memang ada, hal itu diakibatkan oleh kendala di luar teknis. I a m e n g a k u t i d a k m engetahui terjadinya kebocoran di kelurahan Gates. Menurutnya, tidak ada regulasi tertentu, untuk melakukan pemeriksaan pipa aliran PDAM. “Jika ada kebocoran langsung saja dilaporkan. Kami akan mengutus petugas untuk melihat kondisi di lapangan,” katanya. (h/yat)

Lomba Kelurahan Ajang Evaluasi Program

Wakil Walikota Padang MahyeldiAnsyarullah mendampingi tim penilai kelurahan terbaik dari Provinssi Sumbar, untuk menilai Kelurahan Batu Gadang. DOC PADANG, HALUAN — Lomba kelurahan merupakan salah satu upaya, untuk meningkatkan motivasi, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.Termasuk untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan, yang telah dicapai oleh kelurahan, dengan adanya pelaksanaan penilaian lomba kelurahan berprestasi ini. Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, saat memberikan sambutan pada pelaksanaan Penilaian Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sumbar di Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lu-

buk Kilangan, Padang, Selasa (29/5). Acara tersebut dihadiri Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Sumbar, Muspida , DPRD Kota Padang, SKPD ,TP PKK dan GOW Kota Padang, camat se-Kota Padang, lurah se-Kecamatan Lubuk Kilangan, LPM, RT, RW, pemuda dan Karang Taruna Kelurahan Batu Gadang serta ninik mamak dan tokoh masyarakat. “Seluruh komponen yang ada di wilayah kelurahan, telah bekerja sama, karena ingin membuktikan dan menampilkan hasil kerja serta memperlihatkan keunggulan dan kelebihan” ujar Mahyeldi.

Dia juga menjelaskan, ada beberapa keunggulan yang menjadi dasar kemenangan Kelurahan Batu Gadang. Antara lain tingginya partisipasi masyarakat dalam mensukseskan program-program pemerintah, baik dalam kegiatan pembangunan seperti kegiatan Manunggal Bulan Bhakti Gotong Royong, kegiatan keagamaan seperti majelis taklim, wirid remaja, pesantren Ramadhan dan kegiatan sosial lainnya. Selain itu, kelurahan tersebut juga memiliki kelompok usaha masyarakat seperti kelompok usaha bersama (KUBE), gabungan kelompok tani (GAPOKTAN), serta siskamling untuk pengamanan lingkungan yang dikoordinir oleh RW dan RT dengan dukungan Babinsa, Babinkantibmas dan BNK. Pada kesempatan tersebut, Mahyeldi juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada seluruh warga Kecamatan Lubuk Kilangan umumnya, dan warga Kelurahan Batu gadang khususnya. Ucapan diberikan atas prestasi dan kerja keras keduanya hingga berhasil meraih juara dan mewakili Kota Padang untuk berkompetisi di tingkat Provinsi Sumbar. (h/cw-eni)

BOCOR — Salah seorang siswa sekolah dasar sedang membasuh tangannya pada salah satu pipa aliran air PDAM yang bocor di Pasar Gaung, Kelurahan Gates. RAHMAT HIDAYAT.

LINGKAR

Padang Kembali Terima Plakat WTN PADANG, HALUAN — Kota Padang untuk kategori kota besar tahun 2011, kembali menerima penghargaan berupa plakat Wahana Tata Nugraha (WTN), dari Kementerian Perhubungan RI, di Jakarta, Selasa (29/5). Penghargaan tersebut diserahkan oleh Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Soeroyo Alimoso, yang diterima langsung Walikota Padang Fauzi Bahar, didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Firdaus Ilyas, serta perwakilan instansi terkait lainnya. “Selain Kota Padang, Kota Cimahi dan Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, juga menerima penghargaan tersebut. Sedangkan kota besar yang menerima WTN dari Menhub RI yaitu, Denpasar dan Pekanbaru, “ujar Kabid Humas Pemko Padang Richardi Akbar, kepada pers, di Padang, Selasa (29/5). Penghargaan WTN tersebut, merupakan penghargaan untuk kabupaten/ kota yang dinilai berhasil dalam menjalankan program transportasi darat. Penilaiannya meliputi tertib lalu lintas di jalan raya, kerja sama aparat yang menangani masalah transportasi di lapangan, seperti aparat Polantas, Jasa

Yang tak kalah pentingnya, adalah apresiasi dari pemerintah pusat kepada masyarakat Kota Padang yang telah menunjukkan iktikat baik dalam bertransportasi. Sehingga berbagai permasalahan dan kekurangan bisa diatasi secara bersama

Fauzi Bahar Raharja, Organda dan pihak-pihak terkait lainnya. Selain itu, adanya kesungguhan dari Pemko Padang untuk membangun transportasi yang lebih maju, serta adanya dana pendamping untuk bantuan-bantuan yang diserahkan pemerintah pusat. Menteri Perhubungan RI E.E. Mangindaan berharap, di masa men-

datang permasalahan transportasi mendapat perhatian serius, dari kepala daerah. Agar transportasi darat semakin baik dan dikelola dengan sempurna. Fauzi Bahar sangat bangga dengan prestasi tersebut. Ini suatu bukti bahwa tata kelola transportasi di Kota Padang berjalan dengan baik. Meskipun Padang baru saja menghadapi musibah yang amat berat, yaitu gempa besar 30 September 2009 lalu, tapi berkat keseriusan dan kesungguhan aparat di lapangan, semuanya berjalan dengan baik. “Yang tak kalah pentingnya, adalah apresiasi dari pemerintah pusat kepada masyarakat Kota Padang yang telah menunjukkan iktikat baik dalam bertransportasi. Sehingga berbagai permasalahan dan kekurangan bisa diatasi secara bersama,“ ujar Fauzi Bahar. Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Firdaus Ilyas menyampaikan terima kasih kepada pihak jajaran Polresta Padang, Organda, Jasa Raharja, pimpinan SKPD se Kota Padang, para pengemudi dan pengguna jalan raya, karena berkat kerja sama, transportasi di Kota Padang berjalan menurut semestinya. (h/cw-eni/yat)

BODY SLIM 100% HERBAL....SUDAH TERBUKTI HASILNYA & AMAN


LAPORAN KHUSUS 15

RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

AZWIR Dainy Tara, Mutia Tara dan Donny Tara bersama pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Solok saat meninjau sumur bor di Aripan Solok.

AZWIR DAINY TARA

DR HM AZWIR DAINY TARA MBA

Ikhlas Berbuat untuk Sumbar

AZWIR Dainy Tara dan Mutia Rezeki Tara serta Donny Tara saat menyaksikan penyakit Cun saat meninjau sumur bor diAripan Solok. Azwir bantu biaya operasinya.

A

da empat buah Sumur Bor dibangun di Sumatera Barat tahun anggaran 2011 melalui anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi Pusat Sumber Daya Air Tanah dan Geologi Lingkungan tahun 2011. Sumur bor itu dikerjakan sebagai realisasi serapan aspirasi yang dihimpun anggota DPRRI untuk mengatasi kesulitan air di wilayah tertentu yang belum dijamah PDAM. Sumur bor dengan dana antara Rp 1 miliar hingga Rp1,5 miliar dikerjakan di Pasaman Barat, Bukik Siangok Tanahdatar, Aripan Kabupaten Solok dan RSUD Sijunjung Dari hasil peninjauan ke lapangan, dua sudah bisa dimanfaatkan masyarakat, masing-masing Bukik Siangok Rambatan dan satu lagi di Aripan Solok. Sementara pembangunan sumor bor di RSUD Sijunjung yang langsung ditinjau Azwir besoknya ternyata belum selesai. Belum berfungsi sama sekali. Dia gerah dan langsung telepon Badan Geologi Pusat

“Saya sudah telepon Badan Geologi Pusat Sumber Daya Air Tanah dan Geologi Lingkungan. Dia akan datang juga meninjau sumur bor di Pasaman dalam waktu dekat ini,“ kata Azwir menyampaikan di Sijunjung. Azwir Dainy Tara tak ingin sumur bor itu menjadi “ menara gading “ tanpa makna. Apalagi tidak selesai seperti yang terjadi di RSUD Sijunjung ini. “Itulah gunanya saya sering datang. Di samping menyerap aspirasi juga untuk mengetahui pelaksanaan pembangunan yang dibiayai APBN di daerah,” uajranya. Sabtu lalu, Azwir Dainy Tara, anggota DPR-RI utusan Sumbar ini datang ke Sumbar dalam berbagai rangkaian acara. Termasuk melihat langsung sumur bor di Aripan Kabupaten Solok. Tangki berkapasitas 5.000 liter, berikut mesin pompa canggihnya sudah terpasang sempurna. Namun pompa di Aripan ini belum dioperasikan karena tidak ada biaya BBM nya. Azwir siang itu langsung merogoh kantong membeli

DONNY Tara dan Azwir Dainy Tara bagi pupuk organik "Altara " gratis.

solar menyalakan mesin. Rupanya air sudah naik ke tangki dari kedalaman 100 meter. Airnya bersih. Azwir dan beberapa rombongan lainnya ikut mencuci muka di kran yang sudah terpasang di sekeliling tangki Azwir Dainy Tara didampingi Mutia Tara dan Donny Tara dalam kunjungan singkat itu meminta agar sumur bor ini segera dioperasikan. Pemerintah bersama masyarakat perlu segera merumuskan teknis operasinya. Akan percuma sumur bor jika tidak dimanfaatkan karena Aripan sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk itu Azwir berjanji akan menyampaikan kepada Bonny Tara membantu biaya BBM sebesar Rp 1 juta sebulan. “Bonny Tara anak saya sudah saya kontak dan akan bantu BBM agar Sumur bor bisa beroperasi maksimal “ kata Azwir Dainy Tara. Kehadiran sumur bor di Aripan sangat menggembirakan masyarakat. Nagari Aripan memang krisis air bersih. Tidak ada sumber air di sana karena perkampungannya berada di daerah ketinggian. Bahkan sawah masyarakat di sana merupakan sawah tadah hujan. “Karenanya sumur bor ini perlu dirawat, dijaga dan dikelola dengan baik. Pemerintah kabupaten, kecamatan dan nagari serta masyarakat perlu memikirkan sistem dan dana operasionalnya” kata Azwir Dainy Tara. Keberadaan sumur bor ini sangat besar artinya bagi masyarakat. Aripan selama ini belum memiliki sumber air minum. Kalaupun ada telaga di Aripan, namun jika kemarau, airnya kering. Masyarakat harus berjalan jauh guna mendapatkan air minum. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Azwir Dainy Tara yang sudah memperjuangkan aspirasi masyarakat ini,” kata tokoh masyarakat Aripan S Dt Mulia serta beberapa masyarakat menyampaikan Bantu pengobatan dan biaya pendidikan. Mujur benar nasib Cun (50 th), warga Aripan Kecamatan X Koto Diatas dan Yanter Bahri,

warga Nagari Guguk Koto Gadang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Tak terbayang bagi mereka akan ada uluran tangan spontan membantu kesulitan mereka berdua. Cun kakinya kanannya membesar sejak lahir. Jangankan bekerja, berjalan saja dia kesulitan. Demikian pula Yanter Bahri, tamatan SMA Negeri Kayu Aro. Yanter diterima di Undip Semarang sebagai mahasiswa undangan. Tetapi ia tak punya uang untuk berangkat dan menyewa rumah di Semarang nantinya. Cun dan Yanter Bahri akhirnya bertemu rombongan DR HM Azwir Dainy Tara MBA, anggota DPR-RI yang datang bersama anaknya Mutia Rezeki Tara dan Donny Tara saat berkunjung ke Kabupaten Solok, Sabtu lalu. Azwir melihat seorang warga yang diketahui bernama Cun. Jalannya tertatih tatih karena sulit mengangkat kakinya yang sangat besar seukuran buah kelapa. Baik Azwir, Mutia Tara maupun Donny merasa prihatin karena kakinya tak bisa di obati akibat tidak ada dana. Maklum Cun anak kelima dari 6 bersaudara adalah keluarga miskin. Spontan Azwir berjanji membantu biaya operasinya. “Saya akan bantu biaya operasi. Dan saya meminta pengurus DPD Partai Golkar dapat mengurus. Biayanya, semua nanti Bonny Tara yang tanggung,” sebut Azwir. Demikian pula Yanter Bahri. Awalnya agak takut juga bicara dengan Azwir Dainy Tara, maupun Mutia Tara dan Donny Tara saat hendak menutup turnamen bola kaki Bonny Tara Cup I di Nagari Dilam, Kecamatan Bukik Sundi. Didampingi beberapa tokoh Partai Golkar Kabupaten Solok, Azwir juga berjanji akan membantu biaya pendidikan Yanter. Betapa bahagianya Yanter maupun Cun. “Anggota DPR seperti Bang Azwir bersama keluarganya memang dermawan. Selalu membantu kesulitan masyarakat. Bahkan dia tak membedakan wilayah. Asalkan untuk Sumbar tanah kelahirannya, Azwir tetap turun tangan,”katanya. (iwan dn)

AZWIR Dainy Tara dan Mutia Tara melihat mesin pompa sumur bor di Aripan Solok.

Bantu Sarana Olahraga AZWIR Dainy Tara memang suka membantu secara ikhlas. Banyak bantuannya untuk mendukung pendidikan putra-putri Sumatera Barat. Bahkan dalam perjalanan menuju Solok, usai menutup Turnamen Bonny Tara Cup di Dilam, Azwir juga menerima proposal perbaikan lapangan bola dari pemuda Jorong Batu Karak. Pemudanya menyampaikan harapan agar Azwir Dainy Tara membantunya. Spontan pula Azwir meresponnya. “Bonny Tara akan bantu pula Rp5 juta,“ sebut Azwir di hadapan pemuda Batu Karak yang juga sudah kebagian baju KUKMI. Syafri Dt Sidi Marajo, Ketua DPRD Kabupaten Solok menilai, Azwir Dainy Tara adalah sosok pemimpin yang diidamkan. Azwir tidak pandang bulu. Meski Azwir harus memperkuat wilayah pemilihan Sumbar II nantinya, tapi Ia tak akan meninggalkan setapakpun Sumbar I. “Saya akan titipkan kepada Bonny agar memberikan perhatian lebih untuk daerah

ini. Karena Bonny nantinya akan membina Sumbar I, kata Azwir Hal serupa juga diungkapkan Donny Tara. Keluarga besar “Altara” akan selalu berbuat untuk Sumbar. Kami bersam-sama, Bonny Tara, Mutia Tara, dan saya bersama Ayahanda Azwir akan terus memperhatikan “kampung bako” katanya di hadapan undangan Tokoh masyarakat Dilam Ahda Yanuar Dt Mangkuto mengaku, semua ninik mamak Dilam sudah sepakat hanya mendukung Bonny Tara “ Kami hanya akan dukung Bonny Tara dan Mutia Tara. Siapa berkeringat, dialah yang menuai hasilnya. Belum ada anggota DPR-RI segigih dan setulus Azwir beserta keluarganya,“ sebutnya menambahkan Bagi Azwir, meski istrinya berasal dari Jawa tetapi hatinya lebih Minang dari orang Minang. Semua anak saya cinta Minang untuk membangun Ranah Minang. Siapa membangun dan disenangi rakyat mudah-mudahan akan mendapat balasan amal, kata Azwir. (iwan dn)

AZWIR Dainy Tara didampingi pengurus DPD II Partai Golkar kabupaten Solok saat mendengar harapan Yanter Bahri calon mahasiswa Undip Semarang yang akhirnya menerima bantuan pendidikan dari Azwir Dainy Tara

DONNY Tara memberikan sambutan pada acara penutupan turnamen Bonny Tara Cup I

AZWIR Dainy Tara didampingi Ketua DPRD dan Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Solok menjelang menutup turnamen Bonny Tara Cup I di Nagari Dilam, Kecamatan Bukik Sundi Solok.

Tutup Turnamen Bonny Tara Cup KEGIATAN kemasyarakatan Azwir Dainy Tara tak cukup hanya di Aripan Solok. Rombongan Altara bergerak lagi menuju Nagari Dilam, Kecamatan Bukik Sundi untuk menutup turnamen bola kaki Bonny Tara Cup, usai membantu masyarakat Aripan. Luar biasa sambutan masyarakat di sana. Turnamen itu diikuti 24 tim se Sumbar sejak 6 sd 25 Mei 2012. Meski curah hujan saat rombongan Altara datang, namun penonton tetap saja ramai datang. Selain menyumbang dana penyelenggaraan Rp10 juta dan menambahnya lagi Rp5 juta, Bonny Tara juga membagi-bagikan pupuk organik “Altara “. Tidak hanya itu, Azwir Dainy Tara disetiap kunjungannya juga “membawa buah tangan “ dengan membagi-bagikan

baju KUKMI. Syafri Dt Sidi Marajo, Ketua DPRD Kab Solok menilai, Azwir Dainy Tara adalah sosok pemimpin yang diidamkan. Azwir tidak pandang bulu. Meski Azwir harus memperkuat wilayah pemilihan Sumbar II nantinya tetapi, Ia tak akan meninggalkan setapakpun Sumbar I. Saya akan titipkan kepada Bonny agar memberikan perhatian lebih untuk daerah ini, kata Azwir. Tokoh masyarakat Dilam Ahda Yanuar Dt Mangkuto spontan mengaku semua ninik mamak Dilam sudah sepakat hanya dukung Bonny Tara “Kami hanya akan mendukung Bonny Tara dan Mutia Tara. Siapa berkeringat dialah yang menuai hasilnya. Dan mudah mudahan Allah menjadikan itu semua sebagai amal,“ sebutnya menambahkan.(iwan dn)


16 OLAHRAGA POJOK ARENA

RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

PIALA INDONESIA 2012

Rifat Kesulitan di Acropolis JAKARTA, HALUAN — Pembalap Indonesia yang tergabung di Fastron World Rally Team, Rifat Sungkar, mengaku Acropolis Rally memang pantas disebut sebagai salah satu seri terberat di ajang WRC 2012. Dalam rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com, Senin (28/5), Di Acropolis Rally, yang berlangsung pada tanggal 24 – 27 Mei 2012 ini, pereli Fastron World Rally Team, Rifat Sungkar, ditemani oleh Steve Lancaster sebagai co-driver dan navigator, menggantikan Scott Beckwith. Setelah melakukan survey lintasan selama tiga hari (21-23 Mei 2012), diakui oleh Rifat dan Steve bahwa Rifat dan Steve memaksimalkan survey/recee kali ini untuk mempelajari lintasan, membuat pace note, membiasakan diri dengan kondisi medan dan mobil, dan penyesuaian komunikasi antara driver dan navigator. Sebagai catatan, pada pelaksanaan scrutineering/ pemeriksaan kendaraan, cukup banyak kendaraan yang tidak lolos pemeriksaan, termasuk kendaraan Fastron World Rally Team, sehingga perlu diadakan re-scrutineering. (h/net)

Dua Tim Timpang PADANG, HALUAN – Tim Pro Duta FC dan Semen Padang FC yang akan bertarung di leg II Putaran III Piala Indonesia akan bermain dengan kekuatan timpang, Rabu (30/5) di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam, Sumatera Utara.

Ganda Campuran Janjikan Emas Olimpiade JAKARTA, HALUAN — Olimpiade London 2012 akan dilangsungkan pada 27 Juli-12 Agustus. Kontingen Indonesia memiliki peluang mempertahankan tradisi emas yang sudah dimulai sejak olimpiade 1992. Peluang tersebut ada pada cabang olahraga bulutangkis, di nomor ganda campuran melalui pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Menurut pelatih ganda campuran pelatnas PB PBSI, Richard Mainaky, sebagai pelatih ia dan Christian Hadinata akan berusaha untuk membuat Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir meraih medali emas. "Setelah di dua olimpiade sebelumnya meraih medali perak, kini saya berangkat ke Olimpiade London untuk mencari emas," tuturnya saat ditemui dalam acara Gerakan Moral Mantan Atlet Bulutangkis Nasional Lintas Generasi di Hotel Atlet Century Park, Senin (28/7). Menurut Richard, persiapan yang telah dilakukan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir ke olimpiade London 2012 sudah maksimal. "Saya menginstruksikan kepada kedua pemain untuk full maksimal berlatih, mulai dari latihan fisik, teknik, pokoknya semua latihan," ujarnya. Menurut saudara kandung Marlev dan Rexy Mainaky ini, lawan terberat bagi pasangan ganda vampuran Indonesia datang dari China, Denmark dan Korea. (h/net)

PIALA INDONESIA — Tim Pro Duta akan menjamu Semen Padang dalam Leg II Putaran III Piala Indonesia di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam, Sumatera Utara. Di Leg I, Semen Padang berhasil menang 2-0 atas tim Divisi Utama ini. ANTARA

LPI SMP KOTA PADANG

Juara Bertahan Melaju ke Final PADANG, HALUAN — Juara bertahan LPI tingkat SMP se Kota Padang, SMP 22 pastikan tiket ke final usai menaklukkan MTSn Koto Tangah dalam drama adu penalti dengan skor 3-1, di semifinal yang dihelat Selasa (29/5) di Stadion Haji Agus Salim Padang. Pada partai puncak yang akan dihelat Kamis (31/5) besok, anak asuh Johan Syafril ini akan berhadapan dengan SMP 5 yang tampil menggila pada semifinal dengan menaklukkan SMP 25 dengan skor telak 6-2. Juara bertahan SMP 22 menjalani pertandingan dengan cukup kesulitan. pada 35 menit babak pertama, berkalikali serangan yang dibangun Adek Tri Saputra dan kawan-kawan belum mampu mengancam gawang MTSn

Koto Tangah. Begitu juga pada 35 menit babak kedua, meski banyak peluang yang tercipta bagi kedua tim, namun tidak satupun yang mampu menghasilkan gol. hasil imbang 0-0 memaksa laga harus dilanjutkan dengan adu tendangan penalti. SMP 22 berhasil menyarangkan tiga gol melalui Adek Tri Saputra, Teguh Darmawan, dan Aditia Kelana. Sementara MTSn hanya mampu menyarangkan satu gol melalui Doni Syaputra. tiga penendang lainnya dari MTSn yakni, M Fikri, Freza Febra Helyum, serta Igo Fernando Hidayat, gagal menyelesaikan tugas mereka. sehingga memupuskan harapan MTSn Koto Tangah untuk tampil di partai

Beberapa Venue PON Belum Rampung PEKANBARU, HALUAN — Masih ditemukan beberapa venue yang belum rampung karena biaya terhambat. Namun KONI Pusat yakin PON XVIII tidak akan diundur pelaksanaannya. "Dari kunjungan kerja kita ke Riau ini, memang kita akui masih ada beberapa masalah yang ditemukan di lapangan. Masalah itu tidak lain, masih adanya venue PON yang belum tuntas," kata Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman dalam perbincangan dengan detikSport di Pekanbaru, Selasa (29/5/2012). Tono menyebutkan, dari kunjungan ke sejumlah venue yang ada di Pekanbaru, pihaknya menilai hanya

sebagian kecil yang belum terselesaikan dengan baik, antara lain lapangan tembak, lapangan boling dan biliar. "Tiga venue ini memang mengalami kendala. Namun hal itu hanya persoalan pendanaan yang anggarannya belum diketuk palu oleh DPRD Riau. Jadi intinya kendala di lapangan hanya persoalan pendanaan saja," kata Tono. Laporan ini, lanjut dia, akan segera dia sampaikan ke pihak Kemenpora untuk segera ditelaah. "Secara keseluruhan kita melihat persiapan venue di Riau sudah 90 persen. Kami yakin sisa waktu 3 bulan ke depan Pemprov Riau bisa menyelesaikannya tepat waktu," kata Tono

kepada detikSport. Dari kunjungan kerjanya selama dua hari di Riau, Tono menilai, berbagai persiapan venue dan penyelenggaraan PON masih jauh lebih siap dibanding persiapan PON di Sumatera Selatan. "Dengan batas waktu yang masih tersisa 3 bulan ke depan, bila kita melihat persiapan PON di Sumsel, Riau masih jauh lebih siap. Karena itu kami yakin PON di Riau tidak akan diundur dan akan berjalan sesuai dengan yang telah ditetapkan pada September mendatang," terang Tono. PON XVIII rencananya dihelat dari 9 sampai 20 September 2012. (h/net)

puncak Liga Pendidikian Indonesia (LPI) tingkat Kota Padang. pelatih kepala SMP 22 Johan Syafril yang ditemui usai laga menyatakan bahwa timnya siap untuk kembali merengkuh gelar juara pada LPI Padang tahun ini. "Petrandingan tadi menjadi pelajaran berharga bagi kami, karena beberapa kali anak-anak kesulitan menyelesaikan peluang yang ada. Pada partai final nanti, kami telah mengetahui dan melihat kelemahankelemahan maupun kelebihan di kubu lawan nantinya, Mudah-mudahan kami bisa memanfaatkan peluang tersbut. Saya yakin, anakanak bisa kembali meraih juara," terangnya. (h/rio)

Di kubu Semen Padang lima punggawa yang selama ini menjadi ruh permainan SP masing- masing Ferdinand Sinaga, esteban Vizcara dan Fendry R Mofu dipastikan absen karena alasan cidera. Meski dalam kondisi limbung, pelatih kepala SP, H. Suhatman Imam mengaku optimis mampu memetik poin dalam lawatan ke Medan. beberapa pemain pengganti telah disiapkan sebagai upaya mengantisipisasi perlawanan yang akan dikerahkan skuad asuhan Roberto Bianchi di hadapan pendukungnya sendiri. “Secara umum kondisi anak-anak dalam keadaan baik, mereka sudah melupakan kekalahan atas Perak FA dalam ajang laga seri Nusantara beberapa waktu lalu di Agus Salim beberapa waktu lalu. Jelang bertolak ke Medan kami sudah mempersiapkan diri dalam misi memetik poin,” ujarnya. H. Suhatman Imam menambahkan tiga pemain pengganti yang berpotensi diturunkan nanti diantaranya M. Rizal dan Suheri Daud yang selama ini kerap menjadi pemain pelapis yang secara kualitas sebenarnya tidak begitu berbeda dengan pilar utama. Semen Padang diprediksi bakal menurunkan susunan pemain, Jandia Eka Putra di posisi penjaga gawang, Abdul Rahman, Hengki Ardiles, Slamet Riadi dan david Ngan Pagbe di barisan belakang. Di lini tengah akan di huni Ellie Aiboy, Yu Hyun Koo, M. Rizal dan Rudi, sementara dua algojo penghuni lini depan akan dipercayakan kepada Edward Wilson junior dan Suheri Daud. Sementara, arsitek Pro Duta FC Roberto Bianchi akan merotasi pemainnya. Bahkan, Beto, demikian panggilannya akan menggunakan pemain pelapis kedua. Hal ini memang biasa dilakukan pelatih ini dimana menempatkan pemain yang minim pengalaman di starting eleven. “Untuk penjaga gawang akan diisi oleh Okky Rengga,” jelas Beto. Penggunaan pemain pelapis kedua ini tidak lain karena Pro Duta FC menargetkan juara grup di Divisi Utama yang tinggal menyisakan beberapa laga lagi. Juara grup akan menjadi modal utama untuk lolos ke kasta yang lebih tinggi lagi. Meski menurunkan pemain pelapis kedua namun tiga pemain pilar yang pernah mengikuti seleksi timnas di Jogjakarta akan diturunkan. Mereka adalah Ghozali Muharam Siregar, Rahmad Hidayat, dan Safrial Irfandi. (h/rio)

Pekan Depan, Indonesia Tantang Filipina JAKARTA, HALUAN — Setelah melakukan partai persahabatan melawan Inter Milan, Indonesia langsung akan bertolak ke Manila untuk berlaga melawan timnas Filipina pada 5 Juni 2012, pekan depan. "Saya akan mengemukakan program timnas untuk mempersiapkan timnas senior di Piala AFF. Jangka pendeknya, timnas senior akan bertanding melawan timnas Filipina," kata penanggungjawab timnas,

Bernhard Limbong di kantor PSSI, Selasa (29/5). Melawan Filipina menjadi momentum penting bagi Indonesia karena berpe ngaruh dan akan menentukan peringkat Indonesia dalam ranking FIFA. Saat ini, Indonesia turun drastis dengan bertengger di posisi 151. "Maka pemain sudah kami siapkan. Materinya kombinasi dari pemain yang berlaga di Palestina dan saat melawan Inter Milan,"

bebernya. Nantinya, anak asuh Nil Maizar yang akan diterbangkan ke Manila — ibukota Filipina — sekaligus menjadi kerangka tim yang akan berlaga di Piala AFF. Mereka dijadwalkan terbang ke Filipina pada tanggal 3 Juni 2012 mendatang. "Setelah kembali dari Filipina, timnas senior akan menjalani program AFF dan harus melakukan pusat pelatihan jangka panjang," pungkasnya.(h/net)

Walikota Lepas PSKB ke Medan BUKITTINGGI, HALUAN — Walikota Bukittinggi Ismet Amzis bersama ketua DPRD Rachmat Aris serta Ketua PSKB Melwizardi dan seluruh SKPD serta anggota dewan dan pengurus PSSI Bukittinggi melepas secara resmi keberangkatan tim PSKB ke Medan untuk berlaga di divisi I yang dijadwalkan, Rabu hari ini di Medan. Dalam arahanya walikota Bukittinggi menyampaikan, agar para pemain menjaga kesehatan di sepanjang perjalanan, karena jarak tempuh dengan

TIM THOMAS DAN UBER— Sejumlah pemain dan ofisial Tim Thomas dan uber Cup Indonesia 2012 mendapat arahan sebelum meninggalkan hotel tempat mereka menginapdi Wuhan, Cina, Kamis (24/5). Tim Thomas dan Uber Cup Indonesia harus angkat koper lebih awal karena gagal mencapai babak semifinal karena kalah dari Tim Thomas dan Uber Jepang. ANTARA

jalan darat ke Medan cukup jauh. Walikota juga mengabarkan kepada pemain PSKB, bahwa kedatangan PSKB ke Medan, akan disambut oleh perantau Bukittinggi di Medan untuk memberikan dukungan terhadap PSKB. “Begitu antusiasnya, warga kita yang di rantau menyambut PSKB di Medan. Mereka, para perantau itu bukan saja dari Bukittinggi tetapi juga dari daerah daerah lain di Sumbar,” kata Ismet. Ketua PSKB Melwizardi didampingi wakilnya Yontrimansyah menyampai-

kan, untuk sampai ke divisi I di Medan, PSKB kita menghadapi rintangan yang sangat sulit dari segi dana awalnya ketika berlaga ke divisi II di Kerinci, beberapa waktu lalu. Namun dengan semangat yang sangat tinggi tanpa berharap apapun kecuali demi nama baik Bukittinggi, PSKB kita berhasil juara I mengalahkan tuan rumah PS Kerinci. “Kami berharap dukungan dan doa kepada seluruh warga Bukittinggi, agar kita berhasil juara di Medan nantinya,” kata Melwizardi (h/jon)

Ketum PBSI Tolak Mundur JAKARTA, HALUAN — Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso menyatakan tidak mau mundur seperti tuntutan sejumlah mantan pebulutangkis top Indonesia, terkait kegagalan di Piala Thomas dan Uber. "Yang pertama, saya selaku ketum PB PBSI mohon maaf kepada masyarakat pecinta bulutangkis, di mana hasil pertandingan tim Thomas-Uber tidak sesuai harapan. Termasuk dari mantan pemain yang telah memberi saya berupa masukan kritik dan saran," ujar Djoko di markas bulutangkis Cipayung, Jakarta, Selasa (29/5/2012). Kemarin, sejumlah mantan pemain seperti Rudy Hartono, Christian Hadinata, Imelga Wiguna, Liem Swi King, Haryanto Arbi, Joko

Supriyanto, Susi Suanti dll, mengkritik keras PBSI karena dinilai gagal membawakan prestasi buat tim bulutangkis Indonesia. Regenerasi disepakati tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pengurus PB PBSI diminta bertanggung jawab dan Djoko didesak mundur. Menanggapi hal itu, Djoko tetap menilai bahwa dirinya telah melakukan persiapan semaksimal mungkin. Soal jabatannya, ia tetap akan mempertahankannya dan lebih menyerahkan kepada hasil musyawarah nasional November mendatang. "Saya selalu menerima saran dan masukan. Untuk tuntutan mereka sampai saat ini belum terima surat. Saya hanya ingin bertanggung jawab. Kalau ada masukan

saya akan pelajari dan akan saya perbaiki," ujarnya, seperti dinukil dari detikSport. "Kalau mundur, saya tidak mau. Itu semua tergantung mekanisme di Munas nanti saja," tegas Djoko yang juga mantan Panglima TNI itu. Pada gelaran tahun ini di Wuhan, China, tim putra Indonesia untuk pertama kalinya dikalahkan Jepang di babak perempatfinal, dan baru kali ini "Merah Putih" gagal menembus babak semifinal di Piala Thomas. Tim Uber Indonesia juga kandas di babak delapan besar dari Jepang. Di turnamen perorangan, dari empat Super Series di tahun ini, dari total 20 nomor, wakil Indonesia hanya menyabet dua gelar, atas nama ganda campuran Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir. (h/net)

WALIKOTA Bukittinggi Ismet Amzis melepas secara resmi bersama ketua DPRD, PSSI keberangkatan PSKB ke Medan untuk berlaga di Divisi I PSSI. JON INDRA


HUKUM DAN KRIMINALITAS 17

RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

PAT R O L I Maling Gasak Tas Pasien RS PASBAR, HALUAN —Tas milik Meli Susanti (28), pasien Rumah Sakit Ibnu Sina, Yarsi Simpang Ampek, Pasaman Barat digasak maling saat ia tertidur lelap, Selasa (29/5) sekitar pukul 04.00 WIB.Tas itu berisi 10 rekening diantaranya rekening KSU, ponsel, stempel dan uang Rp700 ribu. Kejadian itu, sebut Meli, dia diketahui pertama kali oleh ibunya yang ketika itu hendak mengambil mukena untuk Salat Subuh yang tersimpan pada sebuah tas coklat. Ternyata tas coklat dan tas warna hitam itu sudah tidak ada lagi. “Padahal sebelum ibu dan adik saya tidur pintu seluruh kamar sudah tertutup ditambah lagi pintu depan ruangan Al Latif ini sudah dikunci petugas rumah sakit pada Pukul 22.00 WIB malam, dan hanya baru di buka sekitar pukul 05.00 WIB paginya,” kata Meli. Hanya saja katanya, sebelum tidur sekitar pukul 01.00 WIB dinihari ia sempat mendengar ada suara pria yang mengedor pintu belakang ruangan Al Latif. “Tetapi malam itu tidak ada menaruh curiga, mungkin itu keluarga pasien yang inggin masuk mejengguk keluarganya yang sakit atau siapa lah,”ungkapnya. Direktur RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang Ampek dr Agung Mulia kepada wartawan membenarkan kemalingan itu. “Saya baru mengetahui kejadian itu ketika apel pagi yang disampaikan oleh salah seorang stafnya,”katanya. Dia sangat menyayangkan atas kejadian ini. Sebab, setiap harinya para petugas jaga di RS ini selalu waspada, dan pintu keluar masuk setiap ruangan yang ada pada setiap malamnya pasti dikunci pada pukul 22.00 WIB dan dibuka pada pukul 05.00 WIB. Namun demikian kami selalu mengingatkan kepada seluruh pasien yang dirawat di RS Yarsi ini, agar tetap waspada, serta tidak diperbolehkan untuk membawa barang perhiasan yang mencolok serta membawa uang dalam jumlah banyak. “Ke depannya kita akan memperketat lagi pengamanan pada malam hari, baik itu terhadap pengunjung maupun kelurga pasien,” lanjutAgung. Sementara itu Kapolres Pasbar AKBP Prabowo Santoso mengatakan, pihaknya sudah menangani kasus itu, dan telah dilakukan identifikasi di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP). “Kini kita baru memanggil beberapa orang saksi kita panggil untuk penyelidikan,”terang Prabowo. (h/nir)

Manager PT PMI Laporkan Penipuan PADANG, HALUAN-Manager PT Puri Multi Indosarana (PMI) yakni Apris Johnri (45), melaporkan kasus penipuan ke Mapolresta Padang, Selasa (29/5) sekitar pukul 12.00 WIB. Korban melaporkan seorang pria berinisial AK (48). Dalam laporan nomor laporan: 912/V/K/ 2012-Unit III tentang penipuan yang dilakukan oleh pelaku di kantor milik korban di Jalan Bandar Purus, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Akibat kejadian ini warga Komplek Filano Jaya, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara tersebut mengalami kerugian sekitar Rp35 juta. Keterangan Apris di SPKT Mapolresta Padang, beberapa hari yang lalu pelaku meminjam uang kepadanya sebesar Rp35 juta. Kemudian pada tanggal 22 Mei 2012, datang pelaku ke kantor dan langsung menyerahkan selembar cek Bank Danamon di lokasi sebagai pembayaran uang yang dipinjamkannya. “Memang pelaku datang ke kantor dan langsung menyerahkan cek tersebut. Setelah itu, pelaku pergi kembali,” kata Apris, kemarin. Kemudian hari itu juga, ketika dikriling, ternyata tidak bisa dicairkan karena saldo rekening giro pelaku tidak cukup. “Sesuai dengan Surat Keterangan Penolakan (SKP) dari Bank Danamon pada tanggal 22 Mei 2012,” ujarnya. Merasa telah ditipu, dia pun berusaha menghubungi dan menemuinya, namun dia tidak menemukan pelaku. Untuk itu, dia melaporkan ke Mapolresta Padang untuk melaporkan peristiwa ini dan agar diproses sesuai dengan hukum. Kanit III SPKT Polresta Padang Ipda Sugeng Riadi menyebutkan, pihaknya telah memintai keterangan korban dan telah membuat laporannya, namun untuk menindaklanjutinya pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. “Kami telah menyerahkan kasus penipuan ini ke bagian Unit Satuan Reksrim Polresta Padang untuk ditindaklanjuti,” katanya. (h/nas)

Pekerja Salon Ditangkap PADANG, HALUAN — Seorang pekerja salon di kawasan Permindo, Pasar Raya, Padang, Tina (38) nekad mencuri tujuh helai celana dalam wanita, dua handbody lotion dan tiga roll on body lotion di MD Mart, Simpang Tunggul Hitam, Kecamatan Padang Utara, Selasa (29/5) sekitar pukul 10.00 WIB. Wanita ini sempat berpura-pura seperti orang gila untuk menghindari amuk massa. Dia membuka baju dan berteriak tidak jelas, tapi masyarakat yang sudah mengerti dengan tingkahnya, langsung menciduk dan membawanya ke Mapolsekta Padang Utara. “Dia sempat berlagak seperti orang bodoh. Padahal kami sudah mengetahui profesinya apa dan dia bekerja dimana, mana bisa kami dibohongi,” jelas Irsyad (23), tukang ojek di lokasi kejadian. Sementara, Kepolsekta AKP Pane mengatakan pelaku ini sepertinya sudah ahli dan sering melakukan aksi. Terlihat dari caranya menyimpan dan mengambil barang yang ada di toko tersebut. Aksi yang dilakukan oleh pelaku sempat membuat massa geram dan hendak menghakiminya. “Untung anggota kami cepat datang ke lokasi dan langsung mengamankan pelaku beserta dengan barang buktinya. Diduga kerugian yang diderita Yessy (33) pemilik MD Mart adalah sekitar Rp 150 ribu,” ujar AKP Pane. (h/nas)

Mantan Kadisdik Akui Terima Dana

PADANG, HALUAN — Terdakwa korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pasaman Barat, M Yaman akhirnya mengakui menerima dana partisipasi yang dikumpulkan tiga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) sebesar Rp200 juta.

PERAWATAN — Para murid TK Handayani saat mendapat perawatan di RS Adnan WD Payakumbuh setelah ditabrak mobil Kijang yang dikemudikan bocah 12 tahun. SYAFRIL NITA

DIKEMUDIKAN BOCAH 12 TAHUN

Kijang Seruduk Rombongan Murid TK PAYAKUMBUH, HALUAN — Rombongan drum band TK Handyani, Sicincin Hilir, Kota Payakumbuh diseruduk mobil Kijang BA 2298 ZL yang dikemudikan Riski Hidayat (12), Senin (28/ 5) pagi. Akibatnya enam murid TK, dan seorang guru sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Dua di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Sedangkan empat lainnya Wahyu, Danu,A kib, dan Ichsan masih perlu perawatan lebih lanjut di RS Adnan WD, Payakumbuh. Informasi yang dihimpun Haluan, Senin pagi sekitar jam 9.00

WIB itu murid TK sedang latihan drum band di ruas Jalan Sicincin Mudik, tak jauh dari pertigaan jalan lintas Payakumbuh – Lintau (Sicincin Hilir). Suasana gembira pukulan gendrang, dan tambur murid TK yang diliputi gembira dan bersemangat , berubah menjadi pekik serta ratap tangis murid dan guru akibat diseruduk mobil yang dikemudikan bocah 12 tahun. Orang – orang sekitar membantu dengan cepat, dan melarikan korban dengan segera ke ruang gawat darurat RS Adnan WD. Sementara sopir kijang itu, Riski Hidayat didampingi ibunya

masih ketakutan. Katanya, saat mengemudikan mobil Kijang itu, tiba-tiba seekor penyengat masuk ke mobil Riski dengan spontan menepis binatang itu, hingga stir sempat terlepas, sehingga tak terkendali. Akibatnya kecelakaan tak terhindarkan. Mobil menyuruduk barisan TK yang tengah latihan. Dijelaskannya, Senin pagi itu ia baru pulang dari Batusangkar menuju Pekan Rabaa, Gadut, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Limapuluh Kota. Usai kejadian sopir mobil naas itu diperiksa petugas Polres Limapuluh Kota (h/snt)

SENGKETA TANAH ULAYAT SUKU MELAYU

MA Menangkan Gusriadi Cs Besar, PT AWB, Notaris Syaiful Bahri sebagai pihak tergugat, melawan Aziz Dt Basa, Zaenal Abidin Pandeka Bungsu, dan Kepala Kantor BPN Dharmasraya. Kedua pihak mengaku sebagai pemangku adat, dan menguasa tanah ulayat pusako tinggi pada wilayahnya masing-masing. Kemudian kasus tersebut berujung di Pengadilan Negeri Muaro yang dimenangkan pihak Gusriadi. Aziz Dt Basa tidak menerima keputusan PN Muaro, karena ia sebagai penggugat dikalahkan dan melakukan banding ke PT Padang. Ia pun dimenangkan PT Padang. Gusriadi kemudian melakukan kasasi ke MA. Ia pun dimenangkan MA setelah melakukan rapat permusya-

DHARMASRAYA, HALUAN — Mahkamah Agung akhirnya mengabulkan permohonan kasasi Gusriadi dan kawan-kawan, terkait sengketa tanah ulayat Suku Melayu di Gunung Medan, Dharmasraya. Putusan MA itu membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Padang yang memenangkan Aziz Dt Basa, dan Zaenal Abidin Pandeka Bungsu atas putusan Pengadilan Negeri Muaro Sijunjung yang memenangkan Gusriadi sebagai tergugat dengan objek perkara tanah ulayat Suku Melayu Gunung Medan. Awalnya pihak Gusriadi yang terdiri dari Hasbi Dt R Pangulu, Thalib Idris, Khairul Rasyid Dt Sinaro, Bustami Dt Manggung, M Yasin Dt Rajo Mangkuto, Ramli Dt Tan Besar, Edwar Dt Limbago

waratan, pada Jumat 20 Mei 2012 oleh hakim Agung Atja Sondjaja, Soltoni Mohdally dan I Made Tara Kasus ini berawal pada tahun 2003, Azis Dt Basa memberikan kuasa kepada salah seorang anggota kaumnya mengadakan kesepakatan dengan Pemkab Sawahlunto Sijunjung pada waktu itu selama satu tahun semenjak kesepakatan dibuat. Ternyata selama tenggang waktu yang diberikan, Pemkab Sawahlunto Sinjunjung tidak dapat meralisasikannya, maka kesepakatan yang dibuat batal. Kemudian, Oktober 2005 tanpa sepengetahuan Azis Dt Basa, Gusriadi cs membuat kesepakatan dengan PT AWB sehingga Azis Dt Basa menggugat Gusriadi ke PN Muaro.(h/mdi)

Namun dalam keterangannya di persidangan, Selasa (29/5), ia tetap membantah telah memerintahkan ketiga PPTK memungut dana pastisipasi tersebut. Sementara dalam sidang terpisah, ketiga PPTK mengatakan ide pemungutan dana partisipasi berasal dari M Yaman. “Saya tidak pernah memerintahkan ketiga PPTK untuk memungut uang partisipasi. Ketika salah satu PPTK yakni Safriadi mengantarkan uang Rp200 juta ke rumah saya pada Februari 2009, saya pikir itu adalah ucapan terima kasih dari kepala sekolah karena sekolahnya telah mendapat DAK dan pembanguna fisiknya telah selesai,” katanya. Pengakuan ini berbeda dengan bantahan terdakwa saat sidang sebelumnya yang menyatakan bahwa ia tak pernah menerima dana partisipasi. Dalam bantahan tersebut ia menyatakan hanya bertemu PPTK Safriadi sebentar di garasi rumahnya. Dalam keterangannya kemarin, terdakwa juga mengaku tidak tahu dari mana uang Rp200 juta yang diantarkan Safriadi tersebut. “Saya terima dan menghitungnya. Waktu itu ada Rp200 juta. Uangnya berupa pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu yang diikatikat dan dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam. Setelah menghitung saya masukkan ke dalam lemari saya supaya tidak ketahuan oleh keluarga,” katanya. Namun, dalam dakwaan dan keterangan PPTK sebelumnya, terdakwa menerima R 250 juta. Terkait hal ini terdakwa menjelaskan, angka itu berubah ketika ada pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Yang saya terima Rp200 juta tapi saat pemeriksaan berubah menjadi Rp250 juta. Karena saya tidak ingin mendapat masalah di kemudian hari, saya lunasi saja Rp250 juta. Itu juga atas saran Bakrie, selaku PPTK yang mengatakan lebih baik dilunasi saja supaya aman,” katanya. Selain itu, M Yaman juga membantah telah menerima dana Rp75 juta dari Mahlil selaku konsultan perencanaan pembangunan. “Saya tidak pernah berkoordinasi dengan Mahlil terkait hal ini, saya juga tidak terima uang Rp75 juta itu,” katanya lagi.

Keluarga Tersiksa Setelah menerima dana partisipasi, M Yaman mengaku khawatir dan takut. “Saya takut dan khawatir jika keluarga saya tahu. Tidak pernah terpikir oleh saya akan sampai ke sini. Jika saya tahu dana tersebut dari DAK saya tidak akan menerimanya karena itu tidak boleh,” pungkasnya. Saat ini, M Yaman mengaku keluarganya yang awalnya tak tahu apa-apa sempat tersiksa karena ia tersangkut masalah ini. “Saya bahkan menjual emas untuk menutupi uang Rp50 juta lagi,” tuturnya. Ketika ditanya hakim M Takdir mengapa ia tak mengembalikan uang tersebut saja langsung jika memang ia khawatir, M Yaman menjawab ia sengaja menunggu pemeriksaan BPK dulu baru akan mengembalikan. “Saya akui waktu itu kondisi saya terjepit. Oleh karena itu saya melakukan semua ini. Kini saya menyesal dan merasa bersalah,” katanya lagi. Ide M Yaman Sementara dalam sidang terpisah pada hari yang sama, tiga PPTK dalam keterangannya bersikukuh ide memungut uang partisipasi berasal dari M Yaman selaku Kepala Dinas saat itu. Setelah uang tersebut diterima, PPTK membagi tiga dana tersebut sesuai jumlah sekolah yang dibawahi PPTK. terdakwa Syafriadi membawahi 46 sekolah, terdakwa bakrie membawahi 41 sekolah dan terdakwa Agusman membawahi 44 sekolah. “Saya (Bakrie) menerima Rp17 juta, Agusman Rp17,5 juta, dan sisanya sekitar Rp20 juta diterima Syafriadi,” kata Bakrie. Sementara Syafriadi dalam keterangan menambahkan uang sisa perencanaan konsultan itu sebelumnya akan diserahkan kepada M Yaman. “Total uang konsultasi perencanaan pembangunan fisik sekolah itu adalah Rp140 juta, tetapi Yaman hanya menerima Rp75 juta dan sisanya Rp65 juta, kami (PPTK) usulkan untuk dana operasional,” jelas syafriadi. Pada akhir Desember 2009, Kadisdik meminta PPTK uang partisipasi dari sekolah. “Karena uang terkumpul baru Rp250 juta maka uang itu kami (PPTK) serahkan ke terdakwa di rumahnya,” kata bakrie. (h/dla)

KORUPSI DAK MENTAWAI

Mobiler Dipesan Tanpa Dokumen PADANG, HALUAN — Jon Effreddi, ketua majelis hakim yang menangani perkara dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus Mentawai mengkonfrontir keterangan Saiful Zen, tukang perabot yang mengerjakan mobiler sekolah penerima DAK dengan beberapa staf Dinas Pendidikan Mentawai, Nurman, Peris, Nizar, dan Datuk. Hasilnya ditemukan fakta bahwa pemesanan memang dilakukan Dinas Pendidikan tanpa surat pemesanan. Dalam konfrontir yang dilakukan, Selasa (29/5) Syaiful Zen mengaku tidak pernah menandatangani surat pemesanan mobiler untuk SD di Kepulauan Mentawai pada tahun 2009. Namun ternyata dalam surat pemesanan lengkap dengan stempel, dan tanda tangan atas nama pemilik perabot. Dari konfrontir tersebut pula, Syaiful Zen mengatakan saat melakukan pemesanan, Nurman, Peris, Nizar, dan Datuk, tidak ada memberikan surat pemesanan untuk ditandatangani. Namun yang diberikan hanya uang muka yakni masing-masing Rp5 juta hingga Rp10 juta. “Total uang muka yang saya

terima sekitar Rp30 juta,” kata Syaiful Zen. Diduga tanda tangannya yang ada dalam surat pemesanan itu dipalsukan terdakwa karena saat itu terdakwa Suwardi pernah meminjam stempel perusahaan saksi, dengan alasan untuk keperluan administrasi. “Saat pelunasan biaya pembuatan mobiler sekitar Desember 2009 lalu, Suwardi meminjam stempel dengan alasan keperluan administrasi. Administrasi apakah itu, saya tidak diberitahu,” kata Syaiful Zen. Ketika dikonfirmasi oleh majelis hakim kepada terdakwa, Suwardi mengatakan tidak pernah meminjam stempel kepada pemilik perabot (saksi). Namun stempel tersebut dicapkan langsung oleh pemilik perabot. “Saya tidak pernah meminjam stempel kepada saksi,” kata Suwardi. Menanggapi bantahan dari terdakwa, saksi mengatakan tetap pada keterangannya. Terdakwa pun tetap pada bantahannya. Hakim Curiga Sementara itu saksi lain, Besli, Kepala Bidang TK/SD

Mentawai, ketika dimintai keterangan banyak menjawab tidak tahu. Seperti halnya pertanyaan majelis hakim tentang isi buku petunjuk teknis atau pedoman pengadaan mobiler dan bangunan fisik SD, Besli menjawab tidak tahu. Saat sosialisasi, Besli juga tidak pernah mendengar kalau ia kepala Dinas Pendidikan mengumumkan khusus untuk pengadaan mobiler diambil alih oleh Dinas Pendidikan. Saksi juga mengaku tidak ada mengawasi pengadaan mobiler tersebut karena ia telah mempercayakan semuanya kepada PPTK. Ia baru mengetahui pengadaan mobiler tersebut diambil alih oleh PPTK setelah diperiksa oleh Kejari. Saksi juga mengaku tidak mengetahui siapa yang menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), siapa yang menjabat sebagai Pengguna Anggaran (PA), dan siapa yang menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Karena jawabannya selalu tidak tahu, Jon Efreddimencurigai bahwa saksi telah menerima uang dari terdakwa untuk melegalkan administrasi pengadaan

mobiler dengan cara menggunakan jasa pihak ke tiga. “Saudara terima uang ngak dari terdakwa dari hasil dugaan korupsi ini,” kata Jon. Sambil tersenyum Besli menjawab tidak ada menerima uang. “Tidak pak,” kata Besli. Terdakwa yang diminta untuk menanggapi keterangan dari saksi, membantah kalau terdakwa tidak mengetahui tentang pengambil alihan pengadaan mobiler oleh PPTK, karena saat sosialisasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Mentawai, saksi Besli hadir. Kemudian keterangan saksi tentang tidak ada menerima uang, terdakwa menjawab memang tidak ada. “Saya tidak ada memberikan uang pada saksi pak,” kata terdakwa menjawab pertanyaan Jon Efreddi. Sementara itu saksi dari Dinas Pengelolaan Pendapatan dan Keuangan Daerah (DPPKAD) Mentawai, Binsar Saleleubaja, mengatakan tidak bertanggung jawab masalah pengelolaan keuangan DAK. Namun yang bertanggung jawab soal pengelolaan adalah pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kepu-

lauan Mentawai. “Yang menjadi tanggung jawab kami hanyalah hingga dana DAK tersebut masuk ke rekening Dinas Pendidikan,” bebernya. Kasus ini berawal ketika terdakwa Suwardi, Kasi Sarana dan Prasarana Bidang Pendidikan TK dan SD pada Dinas Pendidikan Kepulauan Mentawai terlibat kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Mentawai tahun 2009, untuk pengadaan mobiler di 57 Sekolah Dasar (SD) Negeri dengan anggaran Rp13 miliar lebih. Perbuatan terdakwa secara melawan hukum memerintahkan kepada para kepala SD negeri bahwa khusus pengadaan mobiler diambil alih oleh pihak Dinas Pendidikan Mentawai telah merugikan keuangan negara sebesar Rp567.2 juta dan perbuatan terdakwa melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Ayat (2) Ayat (3) UU Nomor 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.(h/dla)


18 BUKITTINGGI, AGAM DAN PADANG PANJANG

RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

SANJAI

Kwarcab Bukittinggi Wakili Sumbar di LTV BUKITTINGGI, HALUAN — Kwarcab XIII Kota Bukittinggi, Regu Melati dari Gugus Depan MTsN I Gulai Bancah dipercayakan mewakili Sumbar dalam lomba Regu Berprestasi Tingkat Tinggi (LTV) tingkat nasional pada 4-10 Juli mendatang. Dipercayakannya Kwarcab XIII Bukitinggi mewakili Sumbar ke tingkat nasional, setelah mereka bersama Regu Cobra dari gugus depan SMP Negeri 4 berhasil meraih juara dari seluruh gugus depan di Sumbar dalam lomba LT IV yang memperlombakan 40 macam lomba di Padang Besi pada 16-20 Mei lalu. Atas kemenangan regu Melati dari MTsN I dan regu Cobra SMP Negeri 4, walikota bersama Ketua Kwarcab XIII Yuen Karnova, didampingi sekretarisnya Yollis Andri dan Ketua Harian Ellia Makmur, menjamu regu berprestasi itu makan siang, Selasa (29/5). Usai makan siang, Walikota Ismet Amzis menyampaikan apresiasi yang sangat dalam atas prestasi yang diraih Tentu hal ini telah membuktikan, bahwa tak salah Bukittinggi membawa visi sebagai Kota Pendidikan. Bahkan sejak beberapa tahun terakhir hasil nilai UN SLTA dan SLTP serta SD Bukittinggi meraih nilai dan rangking tertinggi di Sumbar . (h/jon)

Bekas Galian Tak Jua Ditutup PADANG PANJANG, HALUAN — Keluhan sebagian besar warga perihal bekas galian yang dibiarkan menganga di sekitar kawasan pertokoan M Syafe’i Pasar Pusat Padang Panjang, hingga kini belum juga diakomodir. Tokoh masyarakat yang juga pelaku usaha Padang Panjang H Syamsudin Dt Marajo kepada Haluan mengatakan, tak kunjung diperbaikinya bekas galian itu, merupakan bukti ketidakseriusan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti aspirasi dan keluhan warga. Padahal sebutnya, keluhan itu sudah disuarakan sejak setahun lalu. “Kami sangat terganggu dan tidak nyaman dengan kondisi itu. Selain menimbulkan genangan air di kala hujan, tak sekali dua pengendara yang sudah menjadi korban,” tandas Syamsudin. Seharusnya imbuh pengusaha sekaligus pemilik brand Rumah Makan Simpang Raya Bogor ini, pemerintah daerah sesegera mungkin turun guna mencari solusi dan mengatasi persoalan yang terjadi di lapangan. Dari pantauan Haluan, lobang bekas galian tidak hanya terdapat di sekitar pertokoan M Syafe’i, namun juga di sekitar pertigaan Koramil. “Siapa yang menggali, dia yang seharusnya bertanggung jawab. Kami sudah laporkan ini ke pihak PDAM, Dinas PU, bahkan juga telah mengadu ke DPRD. Tapi tak juga ada tindak lanjut,” imbuhnya.(h/yan)

Rp170 Juta Untuk Siswa Miskin Berprestasi AGAM, HALUAN — Pemkab Agam akan membantu siswa dari keluarga miskin yang berprestasi untuk melanjutkan studinya ke sejumlah perguruan tinggi. Dana untuk itu telah dialokasikan dalam APBD Agam 2012 sebanyak Rp 170 juta. Menurut EDIOSMAN Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Agam Ediosman, siswa yang akan mendapat bantuan itu akan dicek oleh tim sampai ke rumah tangga keluarganya untuk menentukan apakah keluarganya benar-benar miskin atau tidak mampu, supaya bantuan tepat sasaran. Siswa yang dapat bantuan apabila melanjutkan ke 5 perguruan tinggi ternama di tanah air yakni, Unand, ITB, UI, UIN Jakarta dan UGM. Namun seberapa banyak siswa dari keluarga miskin berprestasi yang melanjutkan ke perguruan tinggi tersebut masih dalam pengecekan ke sekolah-sekolah. Besar bantuan bervariasi disesuaikan dengan perguruan tinggi yang dimasuki. Ditambahkan Ediosman, dalam UN lalu dari 4000 lebih peserta tingkat SMA yang tidak lulus hanya 38 orang dengan rincian, 30 orang di SMA dan 8 orang di SMK. Namun yang tidak lulus itu diberi kesempatan untuk mengikuti ujian Pakte C. Sementara peringkat Agam di Sumbar menurun dibanding tahun 2011 lalu. Tahun lalu untuk SMA Agam berada pada ranking 8 kini melorot ke ranking 13. Untuk SMK tahun lalu Agam bertengger pada urutan ke 13 kini turun ke ranking 17. Posisi hasil UN yang diperoleh Agam itu akan dievaluasi sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas di masa mendatang. (h/ks)

TUA- Rumah Gadang berusia tua seperti ini masih banyak ditemukan di Tabek Patah Kecamatan Salimpauang Tanah Datar, namun kurang terawat. KASRA SCORPI

NILAI UN

SMAN 1 Bukittinggi Terbaik BUKITTINGGI, HALUAN — Dari lima SMA terbaik di Kota Bukittinggi, jumlah lulusan terbanyak dalam perolehan nilai tertinggi nilai hasil UN (Ujian Nasional) tahun ini di gondol SMA Negeri 1 Bukittinggi. “Alhamdulillah, selain seluruh peserta lulus seratus persen juga berhasil meraih posisi teratas

dalam perolehan nilai UN di IPS. Sumbar. Lulusan kita juga terbaDari 30 besar peraih nilai nyak meraih nilai tertinggi UN tingkat tertinggi,” ujar Kepala Sumbar, untuk juSMAN 1 Bukittinggi rusan IPA, 11 Drs. Taswar, SE, diantaranya diraih M.Pd kepada Haluan lulusan sekolahnya. di ruang kerjanya, Demikian juga untuk Selasa (29/5). tingkat Kota BukitMenurut Taswar tinggi, 26 orang didampingi Wakil diraih siswanya. Bidang Peningkatan Sedangkan Mutu Drs. Yusrizal, untuk Jurusan IPS TASWAR M.Pd, pada UN dari 30 besar, 11 tahun pelajaran diantaranya diraih 2011/2012 diikuti sebanyak 258 siswa SMAN 1, diikuti SMAN peserta terdiri dari 228 jurusan 3 (9), SMAN 5 (6), SMAN 2 (2), IPA dan 30 peserta dari jurusan SMAN 4 (1) dan SMAS Muham-

madiyah (1). Sehingga untuk perolehan nilai tertinggi 10 besar lanjutnya, diraih 17 lulusan yakni 10 orang dari jurusan IPA dan 7 dari jurusan IPS. “Diharapkan peserta yang mendapatkan nilai tertinggi tersebut, semuanya mendapat reward dari Pemko Bukittinggi, sebagaimana tahun sebelumnya,” ujarnya. Selain itu, dari data sementara yang sudah masuk, sebanyak 17 lulusan sudah diterima disejumlah perguruan tinggi ternama di tanah air. ITB ( 5 orang), UI (8 orang), IPB (1 orang dan Univer-

sitas Brawijaya (1 orang). Keberhasilan yang diraih SMA 1 Bukittiinggi, selain berkat adanya dukungan semua pihak, baik orang tua, guru, para alumni, maupun pihak lainnya, juga tak terlepas dari persiapan yang dilakukan dengan matang jauh hari oleh pihak sekolah. “Diantaranya, mempersiapkan anak didik untuk menguasai materi ujian, bedah standar kompetensi lulusan, mendatangkan pakar dari ‘’Habibie Center’’ dalam klinik matematika dan belajar sore yang telah dilakukan sejak jauh hari hingga UN dilaksanakan,” tambahnya lagi . (h/rdw).

Hari Ini, STAIN Bukittinggi Wisuda BUKITTINGGI, HALUAN—

“STAIN Sjech M Djamil Jambek yang dibuka sejak tahun 1997 lalu dengan dua jurusan Tarbiyah dan Syariah terus mengembangkan dirinya dengan membuka sepuluh program studi eksakta dan teknologi informasi dengan cita cita besar, STAIN menuju UIN.”

DR. ISMAIL Ketua STAIN Bukittinggi Hari ini, Rabu (30/5) Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof Dr Nur Syam, M Si menghadiri, wisuda ke-29 STAIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi yang berlangsung di aula pustaka Bung Hatta Gulai Bancah. Kedatangan Dirjen dalam

wisuda STAIN itu merupakan dukungan Kementerian Agama Republik Indonesia terhadap STAIN yang kian pesat berkembang dan banyak men jadi perbincangan warga Bukittinggi dan bahkan nasional. Ketua STAIN Bukittinggi Dr. Ismail mengatakan, mahasiswa yang diwisuda hari ini, sebanyak 164 orang Mereka yang diwisuda itu berasal dari jurusan Syariah 29 orang, Tarbiyah 131 orang dan 4 orang dari Perbankan Syariah. Ketua STAIN menjelaskan, wisuda hari ini, merupakan wisuda yang ke-29 setelah STAIN berdiri sendiri dari IAIN Imam Bonjol Padang dahulunya dengan jurusan Syariah. “STAIN Sjech M Djamil Jambek yang dibuka sejak tahun 1997 lalu dengan dua jurusan Tarbiyah dan Syariah terus mengembangkan dirinya dengan membuka sepuluh program studi eksakta dan teknologi informasi dengan cita cita besar, STAIN menuju UIN. Salah satu syarat UIN itu, kita harus punya program studi eksak dan TIT. Serta beberapa orang profesor dan dosennya sudah ham pir 100 persen berpendidikan S2. Selain itu kita juga mengembangkan kampus dari Bukittinggi ke Ku bang Putih Agam,” kata Ismail (h/jon)

WALIKOTA Bukittinggi Ismet Amzis menyerahan piala begilir walikota kepada Camat ABTB Rismal Hadi yang menjadi tuan rumah MTQ XXXV tahun ini. Acara itu di pusatkan di Masjid Jamik Tigo Baleh JON INDRA

Bukittinggi Gelar MTQ ke-35 BUKITTINGGI, HALUAN — Pemko Bukittinggi bersama dengan Kementrian Agama (kemenag) setempat sejak 27 hingga 29 Mei ini menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-35 dipusatkan di Masjid Jami’ Tigo Baleh, Pakan Labuah, Kecamatan ABTB (Aur Birugo Tigo Baleh. Rismal Hadi selaku ketua umum pada MTQ itu menjelaskan bahwa kegiatan tahunan ini diselenggarakan dengan meriah. Diawali dengan pawai ta’aruf oleh seluruh kafilah beserta rebana dan tansa, yang dilepas langsung oleh Wakil Walikota Harma Zaldi di Balai Adat KAN, Parat Antang, Minggu Pagi (27/05). “Pada waktu yang bersa-

maan pula walikota menyambut para kafilah di Masjid Jami’ Tigo Baleh serta membuka secara resmi MTQ itu dengan pemukulan beduk,” ungkap Rismal Hadi yang juga Camat ABTB itu kepada Haluan kemaren Sebanyak 242 kafilah yang berasal dari tiga kecamatan di Bukittinggi jelasnya, ikut ambil bagian berkompetisi dalam delapan cabang yang dilombakan. Yakni tilawah, tahfiz, khutbah dan azan, MFQ, khaligrafi, tartil, kitab standard dan MSQ. Masing-masing kafilah yakni terdiri dari 60 kafilah dari kecamatan MKS, 85 kafilah dari kecamatan Guguk Panjang dan 97 kafilah dari kecamatan

ABTB. Lokasi yang digunakan untuk kegiatan tidak hanya di Masjid Jami’ Tigo Baleh tetapi juga menggunakan beberapa mesjid dan musola yang ada di sekitarnya. Dalam pembukaan, Wako Ismet Amzis sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya MTQ ini memiliki dua tujuan penting yakni mensyi’arkan nilai-nilai agama Islam di tengah masyarakat. Serta sebagai ajang untuk mengevaluasi pembinaan untuk mendapatkan qori/ qoriah terbaik di tingkat Kota Bukittinggi yang nantinya akan diutus untuk mewakili MTQ Tingkat Sumbar di Solok Selatan tahun 2013 mendatang.(h/rdw).

Agam Beri Bantuan Sembako Murah AGAM, HALUAN — Menjelang memasuki bulan suci Ramadhan tahun ini, pihak Dinas Koperasi UMKM dan Perindag Agam bersama PT, Pos Indonesia akan memberikan bantuan paket sembako murah bagi keluarga kurang mampu di Kabupaten Agam. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindag Agam, Hadi Suryadi, SH, Selasa (29/5) di ruang kerjanya. Menurutnya, direncanakan

paket Sembako murah itu diperuntukkan bagi 2.250 keluarga kurang mampu, yang berasal dari Kecamatan Tanjung Mutiara, Ampek Nagari, Malalak, dan IV Koto. Nilai paket yang akan dibagikan tersebut Rp100 ribu/ paket. Paket tersebut akan ditebus Rp30 ribu/paket. “Paket dimaksud berisikan 10 kg beras, 1 kg minyak goreng, dan 1 kg gula pasir,” ujarnya. Pihak PT. Pos Indonesia semula meminta paket tersebut

diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu pada 2 kecamatan di Agam. Namun mengingat ada 4 kecamatan yang sangat membutuhkan, pihak Dinas Koperasi UMKM dan Perindag mengusulkan untuk 4 kecamatan. Kecamatan tersebut dipilih yang terbanyak memiliki keluarga kurang mampu. Menjawab Haluan, kapan pendistribusian paket sembako murah tersebut, Hadi mengatakan sedang dicari waktu yang pas. Saat ini sedang dilakukan

pendataan calon penerima paket sembako murah tersebut. Sedangkan paket sembako murah juga akan dibagikan kepada keluarga kurang mampu menjelang Idul Fitri tahun ini. Untuk itu telah dianggarkan dana dari APBD Agam 2012 sebesar Rp200 juta, guna penga daan paket sembako murah itu. Paket tersebut akan diprioritaskan untuk keluarga kurang mampu di Kecamatan Tanjung Mutiara, Ampek Nagari, IV

Angkek, dan Baso. Hadi juga berharap partisipasi perusahaan besar yang ada di Agam. Di daerah itu terdapat perusahaan perkebunan besar, seperti AMP, Mutiara Agam, dan Pelalu Raya. Di sisi lain juga diharapkan pihak PLN, pengusaha sukses, dan perantau yang berhasil. Dengan demikian, selama bulan puasa, dan untuk kebutuhan lebaran,keluarga kurang mampu mendapat keringanan beban hidup. (h/msm)


RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

PAYAKUMBUH DAN LIMAPULUH KOTA 19

5

Kebun Jeruk Gunung Omeh Diperluas LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Perluasan 200 hektar kebun Jeruk Gunung Omeh (Jesigo), Kabupaten Limapuluh Kota, akhirnya terealisasi juga secara bertahap.

Masing masing petani akan memperoleh dana sebesar Rp14 juta per hektare untuk membeli pupuk, bibit dan penguatan kelembagaan kelompok. Pada tahap awal akan ditanam pada lahan seluas 59,6 hektare, masing masing sebanyak 400 batang bibit Jesigo per hektarnya. Lahan seluas itu akan dikelola 14 kelompok tani. Dananya sudah masuk ke

rekening masing masing kelompok. Petani Jesigo kini mulai mengelola lahan untuk proses penanaman. Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Aprizul Nazar, didampingi Kabid Holtikultura, Masmariel Dt.Dirajo kepada Haluan di kantornya kemarin menginformasikan, penanaman Jesigo tahap I segera dimulai.

Sedangkan tahap II seluas 88,4 hektare, dikelola sebanyak 20 kelompok tani. Pada tahap III seluas 52 hektare, saat ini dalam proses penetapan, supaya yang masuk kelompok tersebut benar benar berprofesi sebagai petani dan memiliki lahan untuk bertanam Jesigo. Dikatakannya, lokasi kebun Jesigo, mulai dari Pandam Gadang, Lokuang, Pua Data, Sungai Sirieh,

Sungai Dadok, Palangki Tangan sampai ke perbatasan Agam. Selain itu program tersebut termasuk Pagadih dan Palupuah Agam seluas 50 hektare. Kemudian lokasi menyebar ke Kecamatan Bukik Barisan, diantaranya di Nagari Baruah Gunung, Nagari Sungai Naning seluas 12 hektare. Masa depan pemasaran Jesigo setelah berproduksi sekitar usia 3 tahun nanti, diprediksi akan semakin cerah. Pemprov Sumbar akan membangun jalan Bonjo-Koto Tinggi sepanjang 16 km, Agam-Koto Tinggi

lewat Pagadih dan Palupuah 27 km,. Termasuk jalan dua jalur pasar Koto Tinggi-Sungai Siriah ke lokasi pembangunan menumen nasional diatas lahan seluas 20 hektare. “Seluruh pembangunan ruas jalan tersebut, termasuk pelebaran jalan ruas Lampasi-Suliki dan Suliki-Koto Tinggi, untuk mendukung kawasan Monumen Nasional itu, diperkirakan akan menghabiskan dana puluhan miliar, “sebut Kepala Bappeda Limapuluh Kota, Novian Burano yang dihubungi secara terpisah, kemarin.(h/ zkf)

Almaisyar- Dedrizal Makin Bersinar

RUSAK — Baliho pasangan calon Walikota Payakumbuh Nuzirwan Nazar SagoChandra Setipon di pusat Kota Payakumbuh rusak akibat diterjang angin kencang melanda Payakumbuh belakangan ini. DADANG ESMANA

Limapuluh Kota Siap Laksanakan TdS LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Kabupaten Limapuluh Kota, sudah siap melaksanakan atau menyambut peserta Tour de Singkarak yang akan finis Stage IV di Lembah Harau 5 Juni 2012 mendatang. Untuk pengamanan juga sudah disiapkan. Tanggal 31 Mei mendatang akan dilakukan gelar pasukan pengaman yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Pramuka. Jalan ke Tarantang dan ke Lembah Harau juga dinilai sudah memenuhi syarat, sudah ditinjau Tim

Panitia Pusat bersama Polda Sumbar, sebagai penanggung jawab ketertiban dan kemanan beberapa hari yang lalu. Sebab kesepakatan dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, adalah 500 meter sebelum finis, lebar jalan harus lima meter. “Kita optimis semua persiapan rampung menjelang finis TdS nanti, “ungkap Kepala Disbudparpora Kabupaten Limapuluh Kota, Zulhikmi, didamping Kabid Pariwisata, Ali Hasan di Tanjung Pati, kemarin. Menurutnya, rombongan TdS di Lembah Harau nanti akan disam-

but dengan kesenian tradisional, seperti seni tari pasambahan, talempong pacik. Masyarakat pelaku UKM juga siap memamerkan kerajinan dan pernak pernik melalui pameran sehari yang akan disponsori Dinas Koperindag setempat. Selain itu juga akan digelar pesta taman di taman rekreasi Lembah Harau. Dikatakan, kepada masyarakat diharapkan tidak meletakkan material bangunan di pinggir jalan, seperti kerekel, pasir yang akan menggangu jalannya TdS yang

akan diikuti 250 peserta dari berbagai negara. Begitu juga bagi pemilik ternak, ayam, itik, kucing, kambing dan anjing agar tidak dilepas pada hari H tersebut. Sementara itu sarana prasarana pendukung kegiatan TdS di Lembah Harau, seperti tenda, press confrence, kursi tamu, pentas, sound system dan lainnya sudah oke yang diserahkan ke pihak ketiga. Sehingga finish bagi peserta Tds dan manca Negara itu menyenangkan selama berada di Lembah Harau, ulasnya. (h/zkf)

PAYAKUMBUH, HALUAN — diri dalam Pemilukada Kota Pasangan calon Walikota dan Wakil Payakumbuh 2012 berpasangan Walikota Payakumbuh nomor urut dengan Dedrizal putera Koto Nan 3, Ir. H. Almaisyar - Dedrizal bakal Gadang Payakumbuh Utara. menjadi “kuda hitam” dalam bursa Suami tercinta dari dr.Hj.Liza Pemilukada 12 Juli Andriani, M.Kes. ini 2012 mendatang. pernah menjabat PimDuet Almaisyar – pinan Askrida Cabang Dedrizal yang pada Padang. Terkenal cukup awalnya kurang diperhivocal di media massa, tungkan , akhir – akhir low profile dan juga ini makin bersinar, dan akrab bergaul dengan mulai membayangi para wartawan. calon kuat lainnya seperti Almaisyar yang berRiza Falepi – Suwanposko di Jalan Sukarno ALMAISYAR del Muchtar dan calon Hatta No 1 Balai Nan incumben Syamsul Bachri yang Duo Koto Nan Ampek Payakumbuh berpasangan dengan Weri Yunaldi, Barat itu adalah jeblosan SD 03 dengan tidak mengecilkan peluang Koto Nan Ampek 1977, SMPN 1 pasangan calon lainnya termasuk Payakumbuh 1981, SMA 1 Payadua pasangan dari independen. kumbuh 1984, serta melanjutkan Almaysar, pria kelahiran keperguruan tinggi ( S1 ) Fak Payakumbuh 11 Mei 1965 yang Peternakan Unand Padang 1993, kini menjabat pimpinan Askrida Pasca Sarjana S2 Magister ManaKalimantan Timur ini, perawa- gemen Univ Putra Indonesia YPTK kannya lembut, namun punya Padang 2007, serta alih profesi Ajun kobaran semangat yang besar Ahli Asuransi Indonesia Kerugian dalam membangun daerahnya. ( AAAIK) AAMAI Jakarta 2004. Keinginan yang besar untuk Walau peluang 7 pasangan membangun kampung halaman calon walikota dan wakil sama itulah yang menjadi dasar dari , Almaisyar - Dedrizal makin H. Syarkawi Dt. Tandiko (almar- diperhitungkan pasangan calon hum) pensiunan Dinas PU dan lainnya, kata sumber Haluan yang ibu Hj.Aliwar.Sy, mencalonkan enggan disebut namanya. (h/snt)

Pipi Bustami Membesar Karena Kanker LAPORAN : DADANG ESMANA HARAU, HALUAN — Tak terba- tersebut. Bahkan di bagian pipinya yangkan bagi kita, seperti ada yang mekalau kedua pipi sengendap, seperti damakin hari, semakin ging yang tumbuh dan membesar. Tetapi, menjulur ke bawah hal demikianlah yang wajahnya. dialami Bustami Seharusnya Bus(59), warga Jorong tami menjadi tulang Sungai Sipatai, Kepunggung keluarga, nagarian Taram, KeTetapi hal demikian camatan Harau, Katak bisa ia lakoni. Istri bupaten Limapuluh nya lah yang harus Kota yang mengidap bekerja keras, mempenyakit aneh. banting tulang seBUSTAMI Kedua pipi Busbagai buruh tani tami membesar dan menutup harian untuk menghidupi 2 orang bagian wajah bapak dua anak anak yang belum bekerja.

Liza (43) istri Bustami menceritakan, awalnya, Bustami hanya mengalami lembab seperti orang sakit gigi pada pipinya semenjak kecil. Oleh orang tua dari Bustami membiarkan hal tersebut sampai Bustami menikahi Liza. Saat itu, orang tua Bustami mengira hanya hal yang biasa saja dan akhirnya membesar seperti sekarang ini. Kedua pipi Bustami semakin hari semakin membesar , bahkan sekarang telah sebesar bola takraw. Dan menjulur sampai ke mulut. “Begitulah keadaan Bapak. Semakin hari, pipinya semakin membesar. Dahulu pipinya hanya membengkak seperti sakit gigi. Kami mengira pipi Bapak hanya

sakit biasa. Kami tak mengira akhirnya pipi beliau bisa sebesar ini,”ungkap Liza kepada Haluan, Selasa (29/5) . Prihatin dengan keadaan suami tercinta, Liza mencoba membawa suaminya berobat ke dukun kampung. Tapi tidak membuahkan hasil. Bermodalkan Asuransi Kesehatan (Askes) yang mereka punya, akhirnya Liza memberanikan diri membawa Bustami berobat ke RS Umum Adnand W.D Payakumbuh. Pihak rumah sakit Adnan WD Payakumbuh tidak mampu menangani penyakit yang diderita Bustami dan Ia pun di rujuk berobat ke RS Ahmad Muchtar Bukittinggi.

Setelah dilakukan pemerikasaan, barulah diketahui penyakit yang diderita Bustami. Bustami mengidap penyakit kanker kalenjer berupa gumpalan lemak pada kedua bagian pipinya dan harus dioperasi. “Berbagai cara dilakukan agar Bapak bisa sehat. Puluhan dukun telah di datangi, tetapi hasilnya sia-sia. Malahan Bapak bertambah sakit. Untung saja kami punya jaminan Askes yang bisa membawa Bapak berobat ke rumah sakit. Yang kami pikirkan hanya biaya untuk perjalanan dari Payakumbuh-Bukitting, minimal 2 kali seminggu. Terkadang kami harus memimjam uang ke tetangga agar Bapak bisa bi bawa berobat ke Bukittinggi,” ungkap

Liza dengan wajah sedih. Sebagai buruh tani, setiap pulang kerja di sawah orang yang membutuhkan jasanya, Liza hanya mampu mendapatkan uang Rp 20 ribu per harinya. Itu pun masih terasa kurang untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi untuk biaya pengobatan Bustami ke Bukittingi. Terpaksa Liza meminjam uang ke orang lain dengan batas waktu yang kadang-kadang tidak pasti. “Setiap perjalanan ke Bukittinggi, kami menghabiskan biaya Rp100 ribu-Rp150 ribu, Dari mana lah kami mendapatkan uang sebesar itu? Untuk makan sehari-hari saja susah. Terpaksa kami harus meminjam ke tetangga,”ungkap ibu yang hanya tamatan SD tersebut.***

Ir.H.ALMAISYAR AAAIK.,MM (Calon Walikota Payakumbuh) & DEDRIZAL (Calon Wakil Walikota Payakumbuh)

Berniat Baik Berfikir Yang Baik Dan Berbuat Yang Terbaik Untuk Payakumbuh Yang Lebih Baik


20

SIJUNJUNG Lansek Manih

RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

91 Izin Pertambangan Dikeluarkan Pemkab menerima royalti sebesar Rp500 juta. IPR diberikan dalam jangka waktu satu tahun.

LOKASI TAMBANG — Lokasi tambang di Batu Gando, Muaro Sijunjung, yang kandungan emasnya cukup menjanjikan selalu dipadati kapal pencari emas. DARLINOP

Sanksi Tegas untuk Penambang Melanggar SO SIJUNJUNG, HALUAN — Di samping dapat meningkatkan taraf hidup ekonomi pelaku tambang, pekerjaan yang dilakukan di luar standar operasional yang sudah ditetapkan pun rawan terhadap nyawa pekerja. Kondisi ini membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sijunjung prihatin. Untuk memberikan efek jera, DPRD mengharap ada sanksi tegas terhadap pemilik izin dan lokasi yang melanggar standar opersional (SO) tambang emas ini di lapangan.

“Kalau tidak, maka korban akan terus berjatuhan. Kejadian ini terus terulang akibat kurangnya pengawasan. Meski ada korban jiwa, pihak yang seharusnya bertanggungjawab juga bebas di lapangan karena tidak ada sanksi hukum terhadap mereka. Kita prihatin dengan kondisi ini,” kata Ketua DPRD Sijunjung, Mukhlis R di Muaro Sijunjung sekaitan dengan kecelakaan tambang emas yang makin sering terjadi di daerah ini, kemarin. Ia juga minta pihak yang

terkait tidak saling lempar tanggungjawab dalam menangani kasus ini. Distamben sesuai kewenangannya bisa mencabut izin penambang. Sedangkan aparat penegak hukum bisa memberikan sanksi tegas sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Selama ini tidak dijalankan, ia yakin kejadian ini akan terus terulang. Nyawa seakan tak berharga di lokasi tambang yang dilakukan acak-acakan di luar standar operasional pertambangan.

Korban terakhir menimpa Andik (27) di Batang Ombilin, Jorong Subarang Ombak, Nagari Muaro, Sijunjung. Saat kejadian, warga Koto Tuo, Palangki, Kecamatan IV Nagari ini bekerja di kapal milik Ardi (21) di lokasi tambang Lenang Bungsu. Korban tertimbun longsoran di lokasi tambang yang sedang ia kerjakan. Akibat labilnya lokasi tambang, jasad korban baru bisa dievakuasi satu hari setelah kejadian. Kematian Andik ini masih diselidiki oleh polisi setempat. (h/nop)

SIJUNJUNG, HALUAN — Guna membantu meringankan beban masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan di daerah, sebanyak 91 Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di sektor pertambangan emas telah dikeluarkan Pemkab Sijunjung sejak Juni 2011 lalu. Hal tersebut seiring dengan keluarnya Undang-Undang (UU) Nomor 4 tahun 2009, tentang Mineral dan Batubara (Minerba) serta Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 23 tahun 2011. Dari sini Pemkab Sijunjung menerima royalti sekitar Rp500 juta. Dikatakan Plh Kepala Dinas Pertambangan Energi dan Mineral (Distamben) Kabupaten Sijunjung Asril Nurkamin, meningkatnya sektor pertambangan ini sejak pemerintahan yang sekarang ini. Kalau dulu, katanya, tambang yang dikelola dilakukan secara ilegal. Namun, setahun belakangan ini dikeluarkan Perbup oleh Bupati Yuswir Arifin sehingga kegiatan yang dilakukan masyarakat tersebut menjadi legal dan disesuaikan dengan prosedur hukum dan ketentuan serta perundangundangan yang berlaku. Meski aksi di lapangan banyak juga yang dilanggar oleh penambang. “Sejak setahun belakangan ini, sudah masuk royalti sekitar Rp500 juta ke kas daerah. IPR hanya diberikan untuk jangka satu tahun, dan dapat diperpanjang setiap tahun untuk kegiatan selanjutnya. Dalam pengurusan izin pemohon

diwajibkan membayar retribusi izin Rp30 ribu per hektar per tahun dan iuran tetap Rp25 ribu per hektar per tahun,” ujarnya kemarin. Dari 91 IPR yang tersebar pada empat kecamatan (Sijunjung, IV Nagari, Kupitan dan Koto VII) tersebut, 3 di antaranya tidak beroperasi lagi. Ketiganya adalah IPR atas nama A Intan Batuah dengan nomor IPR 188.45/409/ KPTS-BPT-2011 tanggal 27 Juni 2011 seluas 1 hektar di Muaro, Sijunjung, Yipril Yedi dengan nomor IPR 188.45/426/KPTS-BPT2011 tanggal 4 Juli 2011 seluas 1 hektar di Koto Tuo, IV Nagari dan Frandeski Zuana seluas 1 hektar di Padang Sibusuk, Kupitan. “Ketiganya mengembalikan IPR karena lokasi tambangnya tidak menjanjikan. Sedangkan bagi pemilik IPR yang masih melakukan penambangan kita lakukan pengawasan setiap bulan. Meski kita akui, mayoritas di antaranya melakukan penambangan tidak sesuai dengan standar operasi yang kita keluarkan. Di mana, mesin yang digunakan hanya dibolehkan berkekuatan 25 PK dan tidak boleh menggunakan alat berat. Ada saja alasan yang mereka kemukakan,” jelas Asril Nurkamin. Untuk menindak pemilik IPR nakal ini, katanya lagi, dibuatkan berita acara pelanggaran. Bila masih melakukan kesalahan sampai tiga kali, maka pada saat perpanjangan IPR untuk tahun berikutnya izin tambangnnya langsung di cabut. IPR ini dikeluarkan. “Pengawasan setiap bulan. Bagi yang melanggar kita tegur, dan dibuatkan berita acaranya. Namun, ada-ada saja alasan yang mereka kemukakan,” tukasnya. (h/nop)

=

DIJUAL TANAH: Luas 120 meter persegi (8x15). Lokasi di Tanjung Pati samping SMAN 1 Harau Limapuluh Kota. Harga Rp 48 Juta cocok untuk Rumah anak kos, bisa dibangun 8 Kamar. Yang berminat hubungi: Syahrul ( 081374646599 )

= KEHILANGAN

.BPKB MOBIL MITSUBISHI L 300 TAHUN 2001. BA 8092 JL An PENTA VALENT. Hilang pada tahun 2009 di daerah Jln. Batang Lembang Padang. Bagi yang menemukan harap lapor ke Pos Polisi terdekat.

=

DIJUAL TANAH BUKITTINGGI

= KEHILANGAN

BPKB BA 6740 SZ an Arviana Mandasari. . Bagi yang menemukan harap lapor ke Pos Polisi terdekat. =

KEHILANGAN

STNK SEPEDA MOTOR SUZUKI FU, DGN PLAT BA 2046 BO an MAIDINER ELPENDI. Hilang antara rumah menuju Tunggul Hitam, Padang. Bagi yang menemukan harap lapor ke Pos Polisi terdekat.

= LOWONGAN DIBUTUHKAN SEGERA : Satu orang Calon Manajer usaha coffe and juice. Wanita Minimal tamatan SMA / SMK yang sederajat atau D3 / Mahasiswi Tinggal skripsi, tidak dibutuhkan pengalaman kerja / akan dilatih, Inovatif kreatif dan visionaris, kirim lamaran berupa CV, fotocopy KTP ke PO BOX 260 Padang

=

KEHILANGAN

STNK BA. 7737 JQ , An. BPS Propinsi Sumatera Barat. Kehilangan antara Psr. Payakumbuh & Tanjung Pati. Bagi yang menemukan harap lapor ke Pos P olisi terdekat

Luas Lantai 337 Meter persegi + penginapan lama. Lokasi Jln. Ahmad Yani. Sekitaran 500 Meter dari Jam Gadang. Yang berminat hubungi: ( 0818-18-5678 ) DIJUAL TANAH B.U. : Luas 1.115 M2 SHM, ada bangunan permanen ukuran 12 x 17 Siap 70%. Lokasi Sungai Lansek, Kec. Tj Gadang Desa Cilacap samp. SD depan lapangan bola kaki. Cocok sekali untuk Investasi, kantor, gudang dan ruko. + 70 M dari Jl. Lintas Sumatra. Hub : 082171861621 / 081363402603


RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

LINGKAR Camat Mesti Tanggap Keluhan Masyarakat PAINAN, HALUAN — Camat yang menempati lokasi tugas baru diharapkan untuk cepat menguasai tupoksi. Camat juga diminta untuk cepat dan tanggap menangkap keluhan masyarakat. Bupati Nasrul Abit menyebutkan, saat ini sejumlah posisi camat telah diisi oleh pejabat baru. “Maka untuk memperlancar pelayanan masyarakat, kepada camat bersangkutan diminta untuk segera menguasai tupoksi dan melaksanakan program kerja yang telah disusun,” kata Nasrul Abit. Disebutkannya, camat Sutera dan Lengayang pada Senin,( 22/5) telah melakukan serah terima jabatan (Sertijab). Sertijab dilakukan oleh Murdinal Guswandi dengan Yespi Nawiarsih. Mereka berganti posisi setelah bupati Pesisir Selatan H. Nasrul Abit melakukan mutasi dan rotasi jabatan eselon II dan III Jumat (11/5) lalu. Murdinal Guswandi sebelumnya bertugas sebagai Camat di Kecamatan Lengayang dimutasi ke Kecamatan Sutera, begitu juga Yespi Nawiarsih yang mengalami sebaliknya. Sertijab dua camat ini disaksikan Sekdakab Pesisir Selatan H. Erizon. Dalam mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Pemkab Pesisir Selatan yang baru lalu, sebanyak delapan camat mengalami mutasi dan rotasi jabatan, dari dua puluh pejabat eselon II dan III yang dilantik. Ke delapan camat tersebut selain Murdinal Guswandi dan Yespi Nawiarsih adalah Alfis Basyir dari Pancung Soal ke Kecamatan Bayang, berganti posisi dengan Sutan Heryadi. Kemudian Irjal dari Ampek Nagari Bayang Utara ke kecamatan IV Jurai menggantikan posisi Zulkifli yang hijrah ke Batangkapas. Sementara camat Batangkapas Darmadi ditarik ke Sekretariat Daerah menjadi Kepala bagian Umum. Selanjutnya Darwis dari Kecamatan Lunang Silaut menggantikan posisi Irjal sementara posisinya sendiri digantikan oleh Drs. Ferry yang pindah dari sekretariat daerah. (h/har)

Banda Sapuluah

PESISIR SELATAN

PERBATASAN

Waspada Pelanggaran HAM KASUS tanah dominan pelanggaran HAM. Kesadaran hukum masyarakat masih rendah. PAINAN, HALUAN — Pesisir Selatan (Pessel) masih berpotensi terjadinya pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia). Hal itu disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat di daerah ini mengenai HAM. Hal itu dikemukakan oleh Sekda Pessel Erizon saat membuka sosialisasi rencana aksi nasional Hak Asasi Manusia di Painan (28/5). Dalam sosialisasi yang diikuti 45 peserta dari unsur pemerintah dan masyarakat itu Sekda menyebutkan, salah satu peluang terjadinya pelanggaran diakibatkan kondisi geografis dan soal perbatasan. “Di bagian selatan daerah ini misalnya, merupakan kawasan lahan perkebunan. Maka batasbatas perkebunan juga bisa memantik pelanggaran HAM di sana. Sering terjadi persoalan perbatasan yang akhirnya berujung pada pelanggaran HAM,” katanya. Itu baru batas lahan sesama masyarakat, belum lagi potensi pelanggaran, misalnya soal tanah. Menurutnya, masyarakat perlu mengenal dan mengetahui Undang-Undang yang berkenaan dengan perlindungan HAM. Ia juga membeberkan hak yang perlu dilindungi secara umum atau kelompok yang perlu mendapat perlindungan di Pessel, perlindungan sejumlah hak sipil dan politik, pemenuhan hak ekonomi, sosial dan budaya, perlindungan terhadap anak, perlindungan terhadap hak perempuan, perlindungan hak kelompok rentan lainnya misalnya transmigran. Soal Tanah

Catatan Haluan, masalah tanah merupakan persoalan yang paling banyak memunculkan pelanggaran HAM di Sumbar. Sementara, Persoalan tapal batas dan tanah ulayat dengan perusahaan perkebunan menjadi penyumbang angka tertinggi aduan. Data Komisi HAM Sumbar sepanjang 2010 dan hampir sama pada 2011 misalnya, tercatat 121 pengaduan kasus pelanggaran HAM. Menurut Kepala Komnas HAM Sumbar Ali Ahmad, persoalan tanah ini ditemukan di

sejumlah daerah seperti Kabupaten Solok Selatan, Pasaman Barat, dan Pesisir Selatan. Dari data Komnas HAM Sumbar tahun 2010, kasus hak sipil politik tercatat mencapai 55 kasus. Lebih dari setengahnya telah diselesaikan Komnas HAM Sumbar, sedangkan sebanyak 3 kasus diteruskan ke Komnas HAM pusat. Sementara di bidang ekonomi sosial budaya, tercatat sebanyak 40 kasus. Pada bidang perlindungan kelompok khusus, pelanggaran terbesar terjadi pada anak. Dari

28 kasus yang ditangani Komnas HAM Sumbar, kasus terhadap hak anak mencapai 14 kasus sedangkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tercatat sebanyak 10 kasus. Sisanya, kasus terkait pelanggaran hak perempuan yakni 4 kasus. Menurutnya, pengaduan dugaan pelanggaran HAM terus mengalami perbaikan dari tahun-tahun sebelumnya. “Ini berarti, kami berhasil menyosialisasikan tentang HAM pada masyarakat sehingga mereka tahu ke mana harus melapor jika

KAMBANG

Kader PKK Tingkatkan Kapasitas PAINAN, HALUAN — Ketua gerakan PKK Pesisir Selatan Wartawati Nasrul Abit mengingatkan, kader PKK perlu meningkatkan kapasitas dan kemampuan diri setiap saat. Tanpa peningkatan, kader PKK akan sulit melakukan upaya pencerahan kepada kaum perempuan. Hal itu dikatakan Wartawati saat penutupan jambore PKK Minggu (27/5) lalu di Painan. Dikatakannya, bila kader PKK selalu berupaya melakukan peningakatan keterampilan tidak mustahil ia bisa memainkan peran strategis untuk meggenjot kesejahteraan masyarakat. “PKK memiliki program yang jelas dan kader-kader yang tangguh yaitu kader Dasa Wisma tersebar sampai ke lapisan paling dekat dan bersentuhan dengan keluarga-keluarga. Saya berharap dengan adanya jambore kader PKK tejadi tukar informasi dan fikiran,” katanya. Gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga dari tahun ke tahun telah memperlihatkan dampak yang positif dalam rangka membantu pemerintah melalui peningkatan kualitas SDM.Antara lain anak balita, remaja, ibu hamil, ibu menyusui, upaya peningkatan keluarga, kebersihan diri maupun lingkungan dan lainnya. Kader PKK di lapangan terutama di tingkat nagari sangat menentukan kualitas keluarga di tengah kehidupan masyarakat. Pelaksanaan program di masa mendatang perlu ditingkatkan melalui pembinaan yang terus menerus kepada institusi masyarakat antara lain kader PKK. Kegiatan Jambore Kader PKK ini ditekankan agar kader-kader dapat meningkatkan wawasan pengetahuan dan ketarampilan dalam pelaksanaan 10 program pokok PKK. Tujuan jambore kader PKK berpretasi adalah meningkatkan percepatan gerakan PKK dalam rangka mewujudkan keluarga sehat dan berkualitas. Meningkatkan wawasan pengetahuan dan ketrampilan peserta jambore. Selain itu sebagai wadah dan kesempatan untuk berbagi pengalaman antara sesama peserta dan tumbuhnya rasa harga diri serta kebanggaan bagi peserta. Di bumi perkemahan juga digelar lomba silmulasi pencegahan KDRT, pembuatan pembuatan APE, penyuluhan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan dalam mengefektifkan pembentukan kelompok PKK dan menggerakan 10 program pokok PKK. Berikutnya, lomba merangkai buah segra dan sayur, penataan kemah serta lomba kesenian masing-masing kecamatan. Untuk lomba Outbond yaitu yel-yel, poco-poco, makan kerupuk, balon dangdut. Dikatakan, kegiatan jambore diikuti kader-kader PKK di 12 kecamatan se-Pessel yang berjumlah 200 orang. (h/har)

Vasektomi untuk Laki-laki PAINAN, HALUAN — Laki laki di Pesisir Selatan diminta untuk ikut dengan sadar program KB (Keluarga Berencana). Kesadaran dan peran serta laki laki dalam be-KB akan mampu menekan angka kelahiran di daerah itu. Dandim Pessel Kolonel Arhanud Imanuel Pasaribu bersama Bupati Pessel Nasrul Abit di Markas Kodim 0311, medorong prajurit dan PNS untuk ikut vasektomi. Sebagai langkah awal laki laki ikut KB diawali dengan disosialisasikannya alat kon-

terjadi dugaan pelanggaran HAM,” ujar Ali. Dari 121 pengaduan yang diterima Komnas, sebanyak 18 kasus ditutup karena alasan tidak cukup bukti untuk diteruskan. Namun, Ali mengaku, kasuskasus yang telah ditutup tersebut berkemungkinan dibuka kembali jika ada bukti baru. Kasus tanah terakhir yang diterima Komnas HAM adalah pengaduan dari kelompok pengacara Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI). (h/har/adk)

PANEN IKAN — Masyarakat Ranah Pesisir, Pesisir Selatan melakukan panen ikan. Ikan merupakan salah satu potensi alam yang turut mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pessel. HARIDMAN KAMBANG

KB

SERAH terima jabatan Camat Lengayang dari Murdinal Guswandi ke Yespi Nawiarsih. HARIDMAN

21

trasepsi berupa vasektomi Sabtu (26/5). Sekitar 43 orang prajurit mendaftarkan diri. “Ini merupakan langkah awal yang sangat baik bagi gerakan KB di Pesisir Selatan. Prajurit di lingkungan Kodim 0311 yang telah mendaftar dan ikut ber KB menggunakan vasektomi diharapkan juga mampu mensosialisasikan kemasyarakat,” kata Imanuel Pasaribu setelah meninjau bus KB keliling milik Pemkab Pessel. Semantara Bupati Nasrul Abit

DANDIM 0311 Pessel Kolonel Arhanud Imanuel Pasaribu bersama Bupati Pessel sebelum pembukaan gerakan KB bagi laki laki. HARIDMAN KAMBANG

menyebutkan, setelah prajurit TNI di Kodim 0311 memulai gerakan KB menggunakan vasektomi, maka selanjutnya upaya gerakan KB juga akan berlanjut ke-PNS yang ada di lingkup Pemkab Pessel. Dikatakannya, kini kesadaran laki-laki untuk ikut ber KB masih terbilang sangat rendah. Keadaan ini membuat sulit menyukseskan program KB di-Pessel. “Berdasarkan data yang diperoleh dari tenaga bidan dan spesialis kebidanan di Pessel, angka kelahiran di-Pessel masih tinggi. Terdapat 9.00 kelahiran bayi setiap bulan. Baik yang melahirkan di bidan maupun di tenaga spesialis kebidanan,” katanya. Angka itu menurut Nasrul Abit perlu ditekan dengan pelaksanaan program KB. Penekanan angka kelahiran ini sangat penting bagi Pesisir Selatan untuk mengurangi angka kemiskinan. Angka kemiskinan berkaitan erat dengan jumlah penduduk. “Berdasarkan pemantauan kami, nelayan dan petani masih banyak yang belum memahami arti KB. Bahkan terpantau nelayan dan petani biasanya mempunyai banyak anak. Dengan anak yang banyak itu, kepala keluarga kesulitan untuk menyesejahterakannnya,” katanya. (h/har)

Membuang Bayi Pelanggaran HAM PAINAN, HALUAN — Pembuangan bayi oleh orangtua yang terjadi di Sungai Tunu, Pesisir Selatan pada Jumat (25/5) lalu merupakan pelanggaran HAM oleh orang tuanya. Oleh karena itu, pemerintah mendukung upaya aparat kepolisian mengusut tuntas pelaku yang membuang bayinya. “Bayi yang dibuang itu punya hak yang harus diterima dari orang tuanya, termasuk hak dilindungi. Kejadian ini diharapkan tidak terulang lagi di Pesisir Selatan,” kata Wakil Bupati Pessel Editiawarman selaku Ketua Rencana Aksi Nasioanl Hak Asasi Manusia (Ranham). Berdasarkan pantauan Haluan bayi berumur dua hari telah ditemukan di depan kedai tak berpenghuni. Bayi perempuan dengan berat badan 2,5 kg ditemukan Jumat sekitar pukul 21.00 WIB oleh tiga orang pemuda tanggung. Bujang Baro (28), Warga setempat menyebutkan, sekitar pukul 20.30 WIB, tiga pemuda lewat depan kedai yang sedang kosong itu. Di sana lampu tidak nyala. Ketika tepat di depan kedai

itu, pemuda tersebut mendengar suara dari palanta kedai. Mendengar ada suara itu, memancing keingintahuan pemuda. Rupanya saat disigi yang tergelatak di palanta kedai itu adalah bayi yang sengaja dibuang ibu kandungnya. Bujang Baro bersama warga setempat segera mengantarkan bayi yang masih merah itu ke rumah Bidan Desa atau Pustu Koto Kabun. Saat itu bayi yang diantarkan Bujang Baro itu diterima Bidan bernama Ratna Dewi (38). Ratna Dewi Sabtu (26/5) menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, bayi perempuan itu baru berumur dua hari. Kondisi bayi saat ditemukan dalam keadaan sehat walafiat. Ciri-ciri bayi itu berhidung agak mancung dan kulit kuning langsat. Berdasarkan catatan bidan desa di Koto Kabun, terdapat sekitar 15 ibu hamil. Namun di wilayah Koto Kabun belum satu pun ibu hamil tersebut yang melahirkan. “Ya artinya bayi yang ditemukan warga itu bukan dari perempuan Koto Kabun yang terdata hamil,” katanya.(h/har)

TdS, FL dan Menyisir Keelokan Pessel Oleh Wendi Bahar HANYA dalam hitungan beberapa hari kedepan, dua agenda penting dihelat secara berbarengan, Tour de Singkarak (TdS) dan Festival Langkisau (FL). TdS merupakan agenda tahunan kementrian Pemuda Olahraga dan Provinsi Sumatera Barat. Untuk tahun ini Kabupaten Pesisir Selatan menjadi salah satu kabupaten/kota dari 14 daerah yang dilewati dan disinggahi rute peserta. Bagi Kabupaten Pessel kepercayaan ini sekaligus tantangan tersendiri bagi daerah untuk mempersiapkan diri sebagai tuan rumah yang paripurna. Kendati hanya beberapa jam singgah dipunggung bumi Pessel namun Pemda sangat serius dan an-

tusias mempersiapkannya. Oleh karena itu, di saat yang bersamaan segenap infrastruktur disiapkan sebagai salah satu prasyarat kelayakan rute, terutama kesiapan jalan yang memadai untuk dilewati. Sesuai dengan pengecekan terakhir dari tim gabungan, Kemenpora, Dirlantas Polda, Balai Jalan, PU dan Dispora Pessel bahwa persiapan sudah hampir seratus persen rampung, dan segenap pihak berkomitmen untuk proaktif. TdS memiliki makna penting bagi daerah jika dikaitkan dengan dampak publikasi yang digaungkan media, tidak saja media lokal, nasional tetapi juga akan diliput media asing. Tentu saja,

bagi daerah-daerah yang dilewati akan menjadi salah satu kebanggaan dan prestise daerah. Kabupaten Pesisir Selatan tentu berharap iven yang gaungnya sudah mendunia ini menjadi salah satu daerah yang makin dikenal baik nasional maupun mancanegara, karena memiliki potensi wisata dan pesona alam yang memukau. Artinya, pariwisata daerah kian menggeliat dan pada akhirnya akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Terkait Festival Langkisau, Pemkab Pessel terus secara kontinu menjaga iven ini sehingga akan makin dikenal public secara luas sebagai agenda tahunan yang mampu menghidupkan berbagai potensi usaha dan perdagangan. Sedianya FL ini akan dibuka

tanggal 5 Juni 2012 oleh Menteri Koperasi dan UKM dan dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat, beberapa orang anggota DPR/DPD RI serta para tokoh nasional asal Pesisir Selatan, tak ketinggalan alek ini akan dipadati oleh segenap masyarakat Pesisir Selatan. Setali tiga uang dengan TdS, FL juga hendak menjerat para tamu agar singgah di Kabupaten Pessel sembari menikmati keelokan daerah. Hampir disetiap inci wilayah Kabupaten Pesisir Selatan memiliki pesona yang memancajakan mata dan rasa para pelancong. Maka tidak berlebihan kiranya, tingkat kunjungan wisata baik lokal maupun mancanegera beberapa waktu belakangan menunjukkan grafis naik. Tentu saja, salah satu penyebabnya

karena FL yang digelar hendak menjaring sebanyak mungkin agar orang melirik Pessel. Berbicara keelokan daerah, Pessel dianugerahi berbagai objek wisata alam yang menarik untuk disambangi. Alamnya yang asri dan sangat eksotis. Walau belum dipoles maksimal kenyataannya, lokasi-lokasi wisata baik bahari, air terjun pegunungan, wisata sejarah dan wisata budaya menjadi daya tarik dan magnet bagi wisatawan untuk berkunjung. Akhirnya TdS dan FL tidak berhenti hanya sebagai agenda rutin biasa, tetapi secara grafis dapat dibuktikan dengan melonjakkan kunjungan wisata dan makin berkembangnya minat investor menanamkan investasinya di Kabupaten Pesisir Selatan di masa yang akan datang. (*)


22

RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H


RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

Sabiduak Sadayuang

K O TA PA R I A M A N

23

LINGKAR 300 Penyu Akan Dilepas PARIAMAN, HALUAN — Mendukung suksesnya pelaksanaan Tour de Singkarak (TdS) di Kota Pariaman, tanggal 9 Juni 2012, akan dilakukan kegiatan melepas 300 anak penyu ke laut, direncanakan dilakukan oleh Wakil Menteri Pariwisata. “Kegiatan dilakukan di Pantai Gandoriah,” kata Kepala Dinas Kelautan Perikanan Kota Pariaman Yandrileza kepada Haluan, Senin (28/ 5). Penyu-penyu yang akan dilepas tersebut sudah disiapkan jenisnya, penyu lekang, sisiak dan penyu hijau. Ditambahkan Yandri, sudah lebih seribu anak penyu yang dilepas ke laut dalam berbagai kegiatan di Kota Pariaman sejak Januari hingga Mai 2012. Persediaan yang ada sekarang sekitar 2000 ekor dan itu berada di lokasi penangkaran penyu di konservasi penyu Desa Ampalu, Pariaman Utara. (h/tri)

Perempuan Perlu Berorganisasi MELEPAS PENYU — Walikota Pariaman Mukhlis R melepas penyu di pantai Ampalu Pariaman, baru-baru ini. Sebanyak 300 penyu lagi akan dilepas untuk memeriahkan acara Tour de Singkarak (TdS) 2012. NET PARIAMAN, HALUAN — Asisten I Sedako Pariaman Indra Sakti membuka kegiatan fasilitasi upaya perlindungan perempuan terhadap tindak kekerasan di Pondok Indah, Senin lalu. Menurut Kepala BP2 KB Kota Pariaman Yutiardi, kegiatan yang sudah berlangsung itu dilakukan selama dua hari berturut-turut dengan jumlah peserta 80 orang, termasuk dari relawan, pengurus P2TP2A Puti Gandoriah, SKPD dan organisasi perempuan di Kota Pariaman. Indra Sakti menyebutkan, organisasi kemasyarakatan merupakan unsur penting dalam mengupayakan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlu diberdayakan. Dalam kapasitas organisasi, perempuan dan lembaga pemberdayaan perempuan sangat diperlukan sosok perempuan yang mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Namun terkadang masih banyak perempuan yang duduk dalam organisasi belum terlatih untuk menjalankan fungsi organisasi di lapangan. Ia meminta perempuan yang aktif dalam organisasi khususnya organisasi perempuan punya kewajiban meningkatkan kemampuan dan kapasitas diri dalam berorganisasi yang nantinya akan berdampak terhadap kualitas kemandirian organisasinya. Selain kegiatan fasilitasi, sekaligus dilakukan pembentukan pengurus P2TP2A Puti Gandoriah periode 2012-2015. Ketua umum terpilih, Ny.Afni Armen. Dan ketua Harian Fitri Nora. Menurut Yutiardi, pelantikan pengurus akan dilakukan dalam waktu dekat ini.(h/tri)

SD 01 Pauh Kurai Taji Dinilai Tim Adiwiyata PARIAMAN, HALUAN — Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Pauh Kurai Taji dinilai tim Adiwiyata tingkat nasional, Senin lalu. Kepala Sekolah SDN 01 Pauh Kurai Taji Sumiarti kepada Haluan mengaku gembira dengan kedatangan tim penilai, karena usaha yang dilakukan selama ini mulai menampakkan hasil. “Salah satu bukti, sekolah dinilai oleh tim penilai Adiwiyata tingkat nasional,” ujarnya. Menurutnya, sejumlah langkah telah dilakukan untuk mewujudkan sekolah yang berwawasan lingkungan. Awalnya penghijauan yang dilakukan untuk lingkungan sekolah dimulai dengan cara badoncek, orang tua, komite dan masyarakat, ini salah satu inovasi pasca gempa yang dilakukan terhadap sekolah. Di sekolah anak-anak diajarkan disiplin dan itu terintegarsi dengan Adiwiyata. Masing-masing guru bertindak sebagai penanggungjawab. Sedang sampah organik di daur ulang menjadi kompos dan sampah organik dijadikan bank sampah. Siswa juga dikenalkan dengan budidaya perikanan darat, kolam lele dibangun di samping sekolah. Pembelajaran dilakukan bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pariaman. Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pariaman Definal yang dihubungi Haluan, Senin (28/5)menyebutkan, lagi menunggu hasil penilaian Adiwiyata tersebut.(h/tri)

Irigasi Anai II Dilanjutkan PARIAMAN, HALUAN — Kelanjutan pembebasan lahan untuk pembangunan irigasi Anai II di Kota Pariaman, tetap dilaksanakan tahun ini. Masyarakat yang belum menyiapkan dokumen administrasi sebagai persyaratan dan pembayaran ke masyarakat tetap disiapkan dan ditagih. “Pemerintah Kota Pariaman sudah membayarkan 29 persil lahan masyarakat yang terkena pembangunan irigasi dari 160 persil lahan,” kata Kepala bagian Pemerintahan Mayfaldi kepada Haluan, Senin (28/5). Dijelaskan Mayfaldi, kegiatan tersebut sudah berkoordinasi dengan pihak balai irigasi wilayah V Sumbar. Pekerjaan fisik kegiatan pembangunan irigasi Anai II di Kota Pariaman, dimulai dalam tahun ini. Kota Pariaman hanya bersifat mendampingi dan memfasilitasi kegiatan. Namun soal dana adalah dana APBN, pada DIPA Balai Irigasi Wilayah V. Mayfaldi menambahkan, jika dokumen administrasi tuntas dari masyarakat, maka pembayaran segera dituntaskan tahun ini juga. Irigasi Anai II di Kota Pariaman, melintasi tujuh desa di kecamatan Pariaman Selatan. Desadesa tersebut adalah, Balai Kurai Taji, Batang Tajongkek, Sungai Kasai, Marunggi, Palak Ane, Marabau dan Desa Padang Cakua. (h/tri)

IMB

Bangunan Didata Ulang SELAMA dua bulan, bangunan-bangunan di Kota Pariaman akan ditinjau Izin Mendirikan Bangunan (IMB)-nya. PARIAMAN, HALUAN — Pemerintah Kota Pariaman kini sedang mempersiapkan langkahlangkah untuk melakukan pendataan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) guna mendapatkan data akurat tentang bangunan. Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Pariaman, Alfian kepada Haluan Senin (28/ 5) menjelaskan, di antara langkah yang sudah disiapkan itu dengan menyurati camat dan kepala desa serta kelurahan

untuk meminta bantuan dalam pendataan itu, terutama bangunan yang belum punya IMB. Menurutnya, pendataan ini penting untuk database, sekaligus bisa mengukur perkembangan bangunan yang ada, tidak hanya terlihat secara kasat mata.”Dan masyarakat pun diminta pahan akan fungsi atau manfaat IMB terhadap suatu bangunan,” tuturnya. Alfian juga menyebutkan, pendataan juga untuk menjawab Perda IMB yang kini sedang dalam pembahasan di eksekutif. Manfaat lain, terkait pemanfaatan ruang kota sesuai perda di samping PAD. Pendataan akan berlangsung selama dua bulan dan dalam kegiatan ini akan melibatkan SKPD terkait. Pengurusan IMB, di Kantor

Pelayanan Izin Terpadu dan Penanaman Modal terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun dari Januari sampai Mei 2012, tercatat 87 IMB yang dikeluarkan. Terinci, Januari 3 IMB, Februari 4 IMB, Maret 12 IMB, April 22 IMB dan pada Mei hingga Minggu terakhir ini sudah 36 IMB yang dikeluarkan. Tentang formulir IMB, sudah disebar di kantor camat, desa dan kelurahan. Alfian juga mengajak warga untuk mengurus IMB tersebut secara langsung, biar mengetahui cara mengurus IMB tersebut. “Berapa besar biaya yang dikeluarkan, persyaratan apa yang harus disiapkan untuk mengurus izin tersebut. yang jelas mengurus sendiri IMB akan menguntungkan masyarakat yang punya IMB itu,”

katanya. Namun dari IMB yang telah dikeluarkan, paling banyak untuk perumahan dan tempat usaha. Temuan DPRD Catatan Haluan, pada 2011 , Kunjungan Kerja (Kunker) DPRD Kota Pariaman ke kawasan pertokoan Jati-Lapai Kota Pariaman menemukan fakta 21 bangunan yang ada di sepanjang jalan tersebut, hanya empat bangunan yang memiliki IMB. Menurut Anggota Komisi B DPRD Kota Pariaman Aris Munandar ketika itu, dari 21 bangunan yang ada di sepanjang Jati, persisnya sesudah jembatan jalur dua, hingga arah Lapai, sebelum SPBU, sangat menyalahi ketentuan yang berlaku, selain merusak tatanan kota, karena letaknya yang tidak

beraturan. Temuan DPRD banyak bangunan yang tidak memenuhi aturan, selain banyak yang tidak memiliki izin, posisi bangunan yang hampir selesai dan ada yang sedang dalam pembangunan, banyak menyalahi aturan. Ketentuannya, minimal lokasi bangunan berjarak enam meter dari jalan, sedangkan bangunan yang ada saat ini melebihi ketentuan itu. Bahkan ada bangunan yang tiangnya berdepetan dengan tiang listrik penerangan jalan, jelas ini membahayakan. Bangunan itu juga tidak dilengkapi selokan, bisa menyebabkan banjir. Selain itu banyak juga warga sekitar yang melapor kepada DPRD, mereka tidak diberi akses jalan oleh pemilik bangunan. (h/tri)

Tunjangan Sertifikasi Guru Akan Dibayarkan

Kegiatan Padat Karya Dimulai

PARIAMAN, HALUAN — Tunjangan sertifikasi guru di Kota Pariaman segera dibayarkan pemerintah, terutama kepada guru jenjang pendidikan dasar. Administrasi sudah selesai, SP2D sudah dimasukkan ke DPPKA. “Insyaallah beberapa hari ke depan sudah bisa ditransfer dari bendahara umum daerah atau kas daerah ke bank tempat para guru mengambil tunjangan tersebut,” jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Pariaman Indra Jaya menjawab Haluan Jumat (25/5). Jumlah sertifikasi pada jenjang pendidikan dasar (SD) dan SMP

PARIAMAN, HALUAN — Walikota Pariaman H.Mukhlis R meresmikan pelaksanaan kegiatan Padat Karya Produktif I dan II, program penempatan dan perluasan kesempatan kerja tahun 2012 di desa Sikapak Timur, Senin (28/2). Peresmian tersebut ditandai dengan penyerahan peralatan cangkul kepada peserta. Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Kota Pariaman Afnil dalam laporannya menyebutkan, kegiatan dilaksanakan pada dua desa. Untuk Padat Karya I, di desa Sikapak Timur, dengan kegiatan penanaman bibit pisang seluas 4 hektare yang terbagi pada empat hamparan. Sementara Padat Kerya II di Desa Cubadak Air, disini dalam bentuk kegiatan budidaya ikan air tawar.

yang ber-SK Menteri Pendidikan, 625 orang. Namun sesuai peraturan, tunjangan sertifikasi yang dapat dibayarkan hanya untuk 556 orang, sisanya sebanyak 59 orang, belum bisa dibayarkan. Menurut Indra, penyebab belum bisa dibayarkan terhadap 59 orang itu, karena jam mengajar yang kurang dari 24 jam, serta mata pelajaran yang diampunya tak sesuai dengan keahliannya. Akibatnya mereka belum memenuhi syarat untuk menerima tunjangan sertifikasi. Di samping itu, menurut Undang-Undang Guru dan Dosen, bahwa, setiap guru

wajib mengajar 24 jam, kemudian mengajar sesuai sertifikasinya. Ke depan terhadap persoalan tersebut, akan dicarikan solusisolusinya, seperti dengan menambah ruang belajar atau para guru yang bersangkutan mencari tambahan jam mengajar yang bukan di sekolahnya. Tentang tunjangan sertifikasi untuk guru SMA, dibayarkan menyusul, jumlahnya 323 orang. Dana sertifikasi yang teralokasi hampir Rp18 miliar. “Namun yang menjadi pertanyaan sekarang, berapa yang bisa cair tahun ini,” kata Indra. (h/tri)

Pengrajin Ikuti AMT PARIAMAN, HALUAN — Pengrajin di Kota Pariaman diberi pelatihan Achievment Motivation Training (AMT), selama selama 5 hari (21 s/d 26 Mei 2012) di Hotel Nan Tongga Pariaman. Peserta pelatihan sebanyak 25 orang pengrajin dan kegiatan dibuka Staf Ahli Walikota Pariaman Bachrumsyah Bakri, Senin lalu. Menurut Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Industri Kota Pariaman Sumiramis, kegiatan berlatang belakang adanya program pemerintah kota untuk meningkatkan kemampuan

SDM pengrajin. Menurutnya, ada tujuh belas item yang diberikan kepada peserta pelatihan, di antaranya urgensi kewirausahaan, evaluasi diri, perubahan pola pikir dan tingkah laku dalam berusaha dan hubungan tingkah laku manusia terhadap prestasi di perusahaan serta pola pikir kreatif. Pada kesempatan itu Bachrumsyah Bakri menyebutkan, secara bertahap pemerintah kota akan terus berupaya membina unit-unit usaha yang ada sehingga menjadi pelaku usaha

yang berdisiplin, memiliki rasa percaya diri, berwawasan luas, mandiri serta mampu mengembangkan usaha ke arah yang lebih baik. Saat ini, katanya, terdapat 1.560 unit usaha, tidak hanya di sektor formal tapi juga non formal dengan serapan tenaga kerja mencapai 7.900 orang. Di setiap nagari dan desa serta kelurahan di Kota Pariaman senantiasa dijumpai jenis-jenis produk yang spesifik misalnya sulaman nareh, bordiran pariaman, ladu arai pinang, sala lauak piaman. (h/tri)

Dikatakan Afnil, tujuan kegiatan sebagai upaya tersedianya lapangan pekerjaan sementara bagi masyarakat yang menganggur dan miskin. Tenaga kerja selama kegiatan berlangsung untuk padat karya I dan II masing-masing 88 orang. Walikota Pariaman menjelaskan, pengolahan lahan terlantar secara tekun dan baik, akan bisa menambah geliat ekonomi masyarakat. Sebenarnya banyak yang bisa dilakukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, bahkan pekarangan rumah pun bisa menjadi lahan produktif, contoh budidaya lele terpal. Diingatkan walikota, kesuksesan program sangat ditentukan jalinan kerjasama semua pihak, saling mendukung dan dilaksanakan secara tekun. (h/tri)

WALIKOTA Pariaman menyerahkan peralatan kerja kepada peserta padat karya, ketika berlangsung pembukaan kegiatan tersebut, di desa SikapakTimur Kota Pariaman, Senin (28/5).

LKPJ 2011 Diwarnai Catatan PARIAMAN, HALUAN — Rekomendasi DPRD atas Laporan Keterangan Pertangungjawaban (LKPJ) Walikota tahun 2011, masih diwarnai sejumlah catatan yang perlu dicermati dalam mencapai target pembangunan. Sidang Paripurna istimewa DPRD Kota Pariaman yang menggagendakan pemberian rekomendasi atas LKPJ Wali Kota Pariaman tahun 2011, di gedung dewan, Selasa (22/5) itu,

dihadiri 16 anggota dewan Kota Pariaman. Sementara dari eksekutif, langsung dihadiri Walikota Pariaman Mukhlis R, unsur muspida, kepala SKPD, lurah dan kepala desa se Kota Pariaman. Ketua DPRD Kota Pariaman, Ibnu Hajar langsung memimpin sidang, dan rekomendasi tanggapan LKPJ tersebut, dibacakan secara bergantian oleh Wakil Ketua DPRD Kota

Pariaman, Hasbillah dan Mardison Mahyuddin. Dalam penyampaianya menyebutkan, memang telah banyak yang dicapai Pemerintah Kota Pariaman sehubungan dengan target APBD Kota tahun 2011. Tapi DPRD masih menilai, banyak lagi hal-hal lain di berbagai urusan seperti di bidang pendidikan, kesehatan dan pemerintahan umum, masih jauh dari harapan masyarakat.

Pada bidang kepegawaianpun demikian, juga diusulkan untuk pemetaan jumlah guru dan kesehatan serta kebutuhan pegawai pada masing-masing SKPD. Di samping itu perlu juga penempatan pegawai yang disesuaikan dengan kompetensinya, sehingga menguasai tupoksi kerja. Disampaikan juga tentang kebijakan mutasi, terutama dikalangan para guru. Begitupun terhadap solusi mengatasi

kelangkaan pupuk bagi petani, masih belum tampak maksimal. Terhadap berbagai rekomendasi Dewan tersebut, WaliKota Pariaman menyadari, memang masih ada sejumlah program yang belum memenuhi harapan. Namun yang jelas rekomendasi yang disampaikan akan sangat membantu dalam melakukan perbaikan penyelenggaraan pembangunan Kota Pariaman ke depan. (h/tri)


PARLEMENTARIA

24 KOMISI I DPRD SUMBAR

MUZLI M. NUR

MUSMAIZER DT. GAMUAK

H. SYAMSUL BAHRI YAHYA

RABU, 30 MEI 2012 M 9 RAJAB 1433 H

ARKADIUS DT, INTAN BANO

H. NOFRIL ANAS

H. ZAILIS USMAN

RAFDINAL, SH

KOMISI I DPRD SUMBAR

Fungsi dan Tugas Satpol PP Harus Sesuai Kebutuhan S ATUAN Polisi Pamong Praja atau sering dikenali dengan sebutan Satpol PP, punya tugas dan fungsi strategis dalam pemerintahan. Fungsi dan tugas utama itu terlihat dan diperkuat dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 40 tahun 2011 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Satpol PP. Jika sebelumnya tugasnya meliputi penegakan peraturan daerah (perda), peraturan kepala daerah, menjaga ketertiban umum, dan menciptakan suasana aman di tengah masyarakat, sekarang ditambah dengan melakukan perlindungan terhadap masyarakat. “Perubahan itu kan diikuti dengan perubahan nomenklatur dan eselonering jabatan, dari eselon IIb menjadi eselon IIa. Fungsinya ditambah menjadi perlindungan masyarakat, yang sebelumnya ada di Kesbangpol dan Linmas. Perlindungan masyarakat (linmas) ini yang dibebankan pada Satpol PP sekarang. Namun, yang lebih penting itu

efektifitas kerja, dan peningkatan kinerja dari Satpol PP itu sendiri,” kata Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumbar Musmaizer Dt. Gamuak. Menurutnya, peningkatan fungsi dan kinerja tersebut, harus disesuaikan dengan kebutuhan. Maksudnya, harus tergambar dengan jelas, sistem kerja, sasaran, dan evaluasi dari kinerja. “Misalnya dalam sistem kerja, jangan hanya bertumpuk saja pada satu bagian, tak jelas apa yang dilakukan. Ini yang harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing SKPD,” tuturnya. Komisi I yang diketuai oleh Muzli M. Nur, Wakil Ketua Musmaizer Dt. Gamuak, sekretaris H. Syamsul Bahri Yahya, dan anggota komisi yang terdiri dari Arkadius Dt, Intan Bano, H. Nofril Anas, H. Zailis Usman, Rafdinal, SH, Sunarno Gani, Ismarni, Syafril Ilyas, BA, Syahrial, B.Sc, akan tetap mendorong terjadinya peningkatan kinerja dari Satpol PP. “Namun, syaratnya memang harus jelas program kerja yang dilakukan,” tutur Ketua Komisi

I DPRD Sumbar Muzli M. Nur.. Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Sumbar Syahrial berpendapat, untuk tingkat provinsi, tidak perlu anggota Satpol PP dalam jumlah banyak. Karena, sebagian besar wilayah kerjanya itu berada di kabupaten/kota. Jika memang dibutuhkan juga untuk provinsi, maka perlu dilakukan penyesuaian, dan buka juga peluang untuk merekrut tenaga out sourcing. “Karena ini menyangkut efektifitas kerja. Misalnya, Satpol PP ditugaskan untuk mengawasi pegawai lain, atau pengawalan terhadap SKPD. Pertanyaannya, bagaimana kalau di lapangan, yang keluyuran itu atasannya? Apa berani mereka menegur atau menindak? Kedua, soal pengamanan. Mereka itu kan PNS. Tidak pernah dilatih untuk menjadi pengawal. Lagi pula, untuk pengamanan kan sudah ada polisi,” ujar kader PDIP Sumbar itu. Jika dibutuhkan juga, maka diambil dari tenaga outsourcing. Agar lebih profesional dan menjadi tenaga

SUNARNO GANI

ISMARNI

SYAFRIL ILYAS, BA

DIALOG — Ketua Komisi I DPRD Sumbar Muzli M. Nur berdialog dengan anggota komisi dan pihak Kecamatan Batang Anai saat mengunjungi Kabupaten Padang Pariaman. IST yang terlatih. “Dari segi jumlah, memang tak perlu banyak, karena provinsi tak

punya wilayah. Kalau kabupaten/kota. bolehlah, karena banyak bersentuhan dengan

masalah ketertiban umum, dan penegakan perda lainnya,” ujarnya. (***)

SYAHRIAL, B.SC

Haluan 30 Mei 2012  

Haluan 30 Mei 2012