Page 1

Harian Umum MEDIA GROUP

I klan 0751 4488700 Berlangganan 082388441221 Pengaduan 0751 4488701

SELASA

26 FEBRUARI 2013 M / 15 RABIUL AKHIR 1434 H Harga Eceran Rp3.500/eks, Harga Langganan Rp78.000/bulan (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (QS At Taubah Ayat 20)

05.13

12.35

15.50

18.39

TERBIT 24 HALAMAN 127 TAHUN KE 65

19.49

KHAS

JEJAK SEJARAH SM RASJID (1)

Demi Tanah Tumpah Darah, Rasjid Rela Menderita PENGANTAR — Kalau tak ada aral melintang, Kamis (28/2) lusa ruas jalan dari simpang duku ke Bandara Internasional Minangkabau akan diresmikan namanya menjadi Jl. Sutan Mohammad Rasjid. Menteri Keamanan/Sosial/Perburuhan PDRI adalah putra Jawi-Jawi Pariaman. Tentu banyak generasi muda yang tidak mengenal beliau, maka berikut kami turunkan tulisan bersambung tentang SM Rasjid sampai acara peresmian. ****

Satu persatu tokohtokoh pejuang Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang berjuang di Sumatera Tengah mulai diakui keberadaan-

nya oleh negara setelah selama masa orde baru plus orde lama sejumlah tokoh diposisikan sebagai kelompok dissident. Bahkan pada masa

>> PMII DESAK hal 07 DEMO DANA SILUMAN — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Padang melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Sumatera Barat, Senin (25/2). PMII menuntut DPRD agar membentuk Pansus untuk mengusut dana “Siluman” sebesar Rp1,9 miliar, tentang dana hibah safari dakwah DPP PKS. RIVO SEPTI ANDRIES

Incasi Raya Dituding Caplok 4.000 Ha Lahan INCASI RAYA: SILAKAN TUNTUT MELALUI JALUR HUKUM LAGI, masalah tanah ulayat bikin heboh. Kali ini terjadi di Kabupaten Dharmasraya. PT Incasi Raya dituding mencaplok lahan ulayat seluas 4.000 hektare. Pihak Incasi Raya sendiri mempersilakan pihak-pihak yang merasa dirugikan menuntut melalui jalur hukum. PADANG, HALUAN — PT Incasi Raya Group, dituding oleh suku Melayu Bonjol, telah caplok lahan mereka seluas 4.000 ha, yang

Basko Beri Kuliah Umum di ITP PADANG, HALUAN — Presiden Komisaris (Preskom) Basko Group H Basrizal Koto, Selasa (26/2) ini memberikan kuliah umum di Kampus Institut Teknologi Padang (ITP). Kuliah umum dengan peserta 200 mahasiswa ITP ini bertema “Menumbuhkan Jiwa dan Kompetensi Kewirausahaan Dalam Menghadapi Pasar Bebas”. Sekretaris ITP Ade Indra ST MT mengatakan kuliah umum ini digelar dalam rangka peringatan Dies Natalis ITP ke-40.

>> BASKO BERI hal 07

SUTAN M RASJID

PADANG, HALUAN — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Padang, Senin (25/2) kemarin berunjuk rasa ke DPRD Sumatera Barat. Mereka meminta lembaga wakil rakyat ini mengusut tuntas kasus dana siluman Rp1,9 miliar yang diperuntukkan bagi kegiatan safari dakwah DPP PKS. “Penganggaran kegiatan safari dakwah merupakan tindakan percobaan pencurian.

Masa Depan Janda di Afghanistan Kabur

>> MASA DEPAN hal 07

>> DEMI TANAH hal 07

PMII Desak DPRD Usut Dana Siluman

Barisan janda di Afghanistan, tanpa masa depan. FOTO: DW

SETELAH kematian suaminya, mereka harus menghadapi kemiskinan dan pengucilan sosial. Banyak dari mereka menganggap hidup telah berakhir sebelum benar-benar dimulai. Ketika Gulghotay menerima kabar kematian suaminya, dunia bagaikan kiamat baginya. Mereka baru menikah tiga bulan dan sekarang sang suami tiba-tiba meninggal, tewas dalam satu serangan bom bunuh diri. Perempuan muda berusia 22 tahun ini tinggal di bagian timur Provinsi MaidanWardak. Gulghotay tengah sibuk dengan pekerjaan rumah tangga, saat di provinsi tetangga, Ghazni, sebuah bom meledak di luar kantor polisi, menewaskan dua orang. Tujuh orang dilarikan ke rumah sakit, termasuk suami Gulghotay. Ia meninggal tidak lama kemudian akibat luka-luka yang dideritanya. Gulghotay tidak ingin hidup sebagai janda. Ia tidak melihat jalan keluar lain, selain berusaha mengakhiri hidupnya sendiri, dikatakan saudara laki-lakinya, Mohammad Azim. “Gulghotay berada di rumah dengan seorang perempuan lain dan memintanya untuk menjaga lampu, karena ia ingin mencari sesuatu di lemari. Ia menemukan botol asam, membukanya dan meminumnya. Untungnya, ada perempuan tersebut di sana, yang dengan cepat membawa Gulghotay ke rumah sakit.”

orde baru PDRI pun dianggap sebagai sejarah kelas dua saja setelah perjuangan di Yogyakarta.

terletak di Nagari Bonjo Kecamtan Koto Besar, Dharmasraya. Hal itu diungkapkan penguasa ulayat Suku Melayu

Bonjol, Umardani Datuak Bandaro, dalam jumpa pers di Restoran Taman Sari, Senin (25/2). Umardani selaku penguasa ulayat mengatakan, saat ini PT Incasi Raya Group sedang mengelola lahan yang luasnya kurang lebih 10.000 ha di lokasi tersebut, namun hanya 5.555 ha yang memiliki Hak Guna Usaha (HGU). Karena hal itu Suku Melayu Bonjol merasa dirugikan karena dari 10.000 ha luas lahan produksi Incasi Raya tersebut 4.000

Gubernur Terima Penghargaan Kearsipan

ha adalah hak Suku Melayu Bonjol, yang dicaplok oleh pihak PT Incasi Raya Group. Ia mengatakan, selama ini perusahaan penghasil minyak sawit tersebut, tidak pernah memberikan kontribusi terhadap Suku Melayu Bonjol dan kejelasan status lahan tersebut. “Saat ini kita minta, pikak PT Incasi Raya Group mengembalikan lahan kami seluar 4.000 ha, karena lahan tersebut merupakan hak kami, sementara dalam HGU

Advertorial

DINILAI cukup memberikan dukungan dalam bidang kearsipan, Gubernur Sumbar menerima penghargaan sebagai Pembina Kearsipan dari Kepala Arsip Nasional, M. Asikhin, Senin (25/2) dalam rangkaian acara Sosialisasi Peraturan Daerah no 17 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kearsipan. Dikatakan M. Asikhin, pada era reformasi ini, ketertiban dalam mengelola arsip menjadi salah satu pendukung pokok dalam mewujudkan akuntabilitas

>> GUBERNUR TERIMA hal 07

Gubernur Sumbar menerima penghargaan dalam hal pembinaan kearsipan dari Kepala Badan Arsip Nasional, M Asihkin, Senin (25/2) di Hotel Pengeran Beach. HUMAS

hanya 5555 ha yang bisa diolah oleh PT tersebut,” ujarnya. Kata Umardani, sebelumnya pihak mereka juga telah melakukan pendekatan secara persuasif untuk mengatakan hak atas lahan tersebut, namun pihak perusahaan tersebut tidak menghiraukannya. Selain telah membiccarakan dengan pihak perusahaan, pihak Suku Melayu Bonjol juga telah menempuh jalan administrasi pemerintahan untuk menyelesaikan permasalahan ini, namun juga diabaikan.

>> INCASI RAYA hal 07

Agus Martowardojo Calon Tunggal Gubernur BI JAKARTA, HALUAN — Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan siap menjadi gubernur Bank Indonesia. Saat ini, Agus mengaku tengah mempersiapkan diri untuk menjalani fit and proper test di Dewan Perwakilan Rakyat. “Penugasan ini saya terima dengan baik dan coba melakukan dengan baik fit and proper test di DPR. Kita harapkan hasil yang baik,” kata Agus AGUS di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/2). Ketika disinggung kegagalannya saat menjalani fit and proper test calon gubernur BI di Komisi XI DPR pada 2008, Agus mengatakan saat itu dia sudah melakukan yang terbaik. Saat itu, Presiden juga mencalonkan Raden Pardede. Kedua calon yang diusulkan Presiden ditolak DPR. “Tapi sekarang saya mendapatkan kepercayaan Presiden untuk menjadi gubernur BI, tentu

akan saya jalankan sebaikbaiknya. Selebihnya merupakan kewenangan DPR untuk menyetujui atau tidak menyetujui,” kata Agus. Ketika ditanya kebijakannya ke depan jika terpilih nanti, Agus mengatakan secara umum dia akan melanjutkan apa yang sudah baik. Namun, kata Agus, yang utama adalah pengendalian inflasi dan terus menjaga kesehatan moneter. “Adapun MARTO (kebijakan) yang lain adalah mempersiapkan pengalihan fungsi pengawasan, bank komersial ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan), meyakinkan peran otoritas moneter Indonesia di forum internasional, meyakini bahwa sistem pembayaran nasional itu bisa efisien dan efektif, dan juga melanjutlkan reform yang selama ini dijalankan di BI,” pungkas Agus.

>> AGUS hal 07

Pungutan Siluman di Solsel............................ >> 02 Kepala SKPD Teken Pakta Integritas...............>> 04 Harga Bawang Putih Meroket..........................>> 15 >> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

>> Penata Halaman : David Fernanda


2 UTAMA

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

PUNGUTAN SILUMAN DI PEMKAB SOLSEL

PTT K1 Setor Rp2 Juta / Orang KILAS

SOLSEL, HALUAN — Sebanyak 263 orang Pegawai Tidak Tetap Kategori Satu (PTT K1) di lingkup Pemerintahan Kabupaten Solok Selatan, menyetorkan uang sebesar Rp2 juta perorang. Uang tersebut dihubunghubungkan dengan masalah pengangkatan mereka menjadi CPNS.

Rumah Dihuni Tiga KK Terbakar BATUSANGKAR, HALUAN — Sigulambai kembali mengamuk. Akibatnya, tiga kepala keluarga ( KK ) di Jorong Andaleh, Nagari Andaleh Baruah Bukik, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar kehilangan tempat berteduh, karena rumah hunian mereka ludes jadi abu. Peristiwa kebakaran yang cukup menggemparkan warga Nagari Andaleh Baruah Bukik itu terjadi Senin (25/2) kemarin sekitar pukul.12.30 WIB. Kebakaran terjadi saat sebagian besar warga tengah melakukan aktivitas kesehariannya. Dari keterangan warga setempat, kobaran api secara cepat menjalar pada bagian atap bangunan rumah permanen bertingkat dua, yang dihuni oleh keluarga Herman (40), Ril (58) dan Pendi (36) . Setelah mendapat laporan via telepon dari warga Nagari Andaleh, Kepala BPBD Kabupaten Tanah Datar Altri Suandi langsung menurunkan tiga unit mobil Damkar dan satu resque untuk proses pemadaman. “Kita berupaya agar kobaran api tidak merembet ke bangunan rumah lain yang ada di sekitar lokasi kejadian. Alhamdulillah api dapat dijinakkan dalam tenggang waktu yang tidak begitu lama”, tutur Kasat Damkar Tanah Datar Nusyirwan dari lokasi kejadian siang kemarin. Tak ada korban jiwa dari peristiwa kebakaran di Jorong Andaleh Baruah Bukik ini. Namun kerugian yang diderita oleh tiga keluarga penghuni bangunan rumah itu mencapai ratusan juta rupiah, Menurut Syahrul, salah seorang warga Jorong Andaleh Baruah Bukik , kehadiran unit Damkar yang dengan sigap telah sampai di lokasi selang beberapa menit saja setelah terjadinya kobaran api, menyebabkan api dapat diatasi sehingga tidak sempat merembet ke bangunan rumah lain yang ada di sekitar lokasi, Dia juga memujikan tindakan cepat proses penyiraman yang dipimpin Danru Damkar Yurman yang mengkordinir anggotanya untuk melakukan proses pemadaman di lokasi pemukiman yang padat penduduk itu. (h/emz)

Guru Perlu Dilatih Spiritual PADANG, HALUAN—Kasus salah satu guru SMK digerebek di home stay (penginapan) di sekitaran Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Minggu (24/2) pukul 06.00 WIB lalu, perlu direnungi. Seorang guru seharusnya menjadi teladan bagi muridnya, kata Ketua MUI Sumbar, Syamsul Bahri Khatib, Senin (25/2). Pihaknya menyatakan fenomena ini menunjukkan guru kencing berdiri dan murid kencing berlari. Ini merupakan contoh buruk bagi murid yang tidak boleh ditiru. Hal ini disebabkan mental guru yang belum melekat dengan pendidikan agama. Perlu kiranya tes moral dan tes psikologi terhadap calon guru. Karena rusaknya guru menjadi rusaknya pendidikan. Jadi para guru harus diberi latihan spiritual memupuk nilai-nilai akhlakul karimah. Prof. Dr. Asasriwarni, MH, Pembantu Rektor IAIN Imam Bonjol Bidang Kemahasiswaan menyatakan, setiap manusia terkadang imannya bertambah dan kadangkadang menurun. Untuk itu, syarat-syarat guru, selain punya ilmu juga punya iman, beramal ibadah dan berakhlakul karimah. Guru seharusnya menjadi teladan bagi setiap kehidupan. Jangan sampai guru menjadi aktor dari penyakit masyarakat tersebut. Ia mengibaratkan, manusia memang mempunyai iradat seperti kemauan, pemikiran dan perasaan. Namun itulah fungsi ajaranajaran agama yang membatasi perilaku manusia dari hal-hal yang buruk. Kalau dia telah terjerumus berarti telah tanggal imannya. “Untuk itu, kita harus selalu menjaga diri agar dijauhi dari godaan-godaan syetan. Sehingga iman dan pikiran kita, selalu jauh dari bujuk rayunya. Ke depan, guru selaku pengajar harus diberi bekal ilmu-ilmu agama karena guru SMK yang tergerebek, mungkin kurang pemahaman agamanya, ungkap Rais Syuriah PWNU Sumbar ini. (h/cw-lex)

PELANTIKAN — Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo bersama dengan pengurus organisasi IKMB Kota Batam Periode 2013-2018 usai pelantikan dan pengukuhan pe3ngurus IKMB Minggu (24/2) di indor Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Batam. HALUAN KEPRI

Gubernur Sumbar Kukuhkan Kepengurusan IKMB Kota Batam BATAM, HALUAN — Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengukuhkan Ketua dan jajaran pengurus organisasi Ikatan Keluarga Minang Batam (IKMB) periode 20132018. Hal itu ditandai dengan penyerahan bendera Pataka kepada Ketua Umum IKMB Kota Batam, David Vitros J, Minggu(24/2) di indor Sport Hall Temenggung Abdul Jamal. Ketua Dewan Pembina IKMB Kota Batam, H Ahmad Zulkani mengatakan, keberadaan warga Minang selama ini di Kota Batam sudah mengambil peran yang sangat besar dalam berbagai bidang pembangunan. Peran tersebut selanjutnya bakal terus ditingkatkan lagi, guna mempercepat roda pembangunan Kota Batam. “Peran serta aktif warga Minang di Kota Batam maupun Kepri selama ini bukan hanya di bidang perdagangan, tapi di bidang lain di antaranya perbankan, akademisi, kesehatan, pendidikan, trasportasi, telekomunikasi dan bidang lainnya. Nah, kita ingin peran tersebut lebih ditingkatkan tentu saja bersinergi baik dengan Pemko Batam maupun Pemprov Kepri,” ujar Ahmad Zulkani. “Alhamdulillah, semua dokumen yang menjadi persyaratan untuk terbentuknya sebuah organisasi sosial sudah kita miliki dan teregistrasi,” kata Zulkani. Diterangkannya, untuk persyaratan legalitas dokumen sebuah

organisasi sosial, IKMB sudah memenuhi ketentuan pemerintah. Di antaranya, dari Badang Kesbangpol Pemko Batam sudah keluar Jumat (22/2) lalu. Sebelumnya, untuk dokumen notaris sudah terdaftar 8 Oktober 2012, dan dokumen dari Pengadilan Negeri(PN) Batam terbit 13 Desember 2012. Pembentukan IKMB bertujuan untuk memperjuangkan dan menpersatukan seluruh masyarakat perantau Minang yang ada di Kota Batam dalam bidang sosial. Sehingga, akan lebih mempererat tali silaturahmi, persatuan dan kesatuan sesama perantau asal Sumbar. “Kita tidak akan berseberangan dengan oraganisasi Minang, OKP maupun ormas Minang di Kota Batam yang sudah ada. Karena, kita organisasi sosial masyarakat dan tidak berpolitik praktis,” ungkapnya. Selain itu, terang Zulkani lagi, pihaknya juga akan bekerja sama dan saling mendukung dengan segenap organisasi Minang yang sudah ada. Tujuannya, agar bisa lebih kompak serta selalu bersinergi untuk membesarkan orang Minang yang memiliki potensi dan membangun Kota Batam. Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo dalam sambutannya meminta agar warga perantau dari Ranah Minangkabau di Batam maupun di Kepri, tidak melupakan adat leluhur. Dari itu, semua warga perantau juga tidak melupakan tali

persaudaraan dengan sesama perantau lainnya. “Peribahasa mengatakan, dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Artinya, kita harus tetap mengedepankan kebersamaan di tempat kita tinggal sekarang dan tempat kita berusaha. Tapi, warga perantau juga jangan melupakan adat istiadat daerah asal mereka,” kata Soerya. Soerya mengaku sangat bangga dengan menjadi sumando orang Minang. “Kalau di rumah, istri saya suka memasak masakan Padang. Kalau dicampur dengan masakan Jawa, tentunya jadi masakan campur sari,” pungkasnya. Batam memiliki multietnis, miniatur Indonesia, terang Soerya, warga Minang harus bisa bahumembahu bersama suku bangsa lain mengisi pembangunan. Soal perbedaan, Soerya menekankan bahwa perbedaan itu justru harus dilihat sebagai karunia. Perbedaan juga bisa menambah spirit, motivasi untuk memajukan bangsa. Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, sambutannya mengatakan, sangat senang dan bangga atas kekompakan yang ditunjukan perantau masyarakat Minang di Kota Batam. Karena, mereka masih berpegang teguh pada prinsip adat leluhur Minang, yang terkenal beradat dan memiliki akidah, meskipun jauh dari tanah kelahirannya.(h/hk)

Reno (samaran), salah seorang PTT K1 di Sekretariat Daerah Solok Selatan, kepada Haluan menyebutkan, ada pungutan sesama tenaga honorer kategori satu sebesar Rp2 juta perorang. Jika semua K1 membayar maka terkumpul dana sebesar Rp526 juta. “Saya belum bayar karena dana yang dikumpulkan itu tidak diketahui jelas kemana dimuarakan,” ujar Reno, Selasa (25/2) di Padang Aro. Lagi pula menurut Reno, gaji PTT K1 hanya sebesar Rp950 ribu. Tentu saja tidak semua PTT K1 sanggup membayarnya. “Benar ada pertemuan sesama kami PTT K1, namun masih banyak yang tidak datang sehingga banyak PTT K1 tersebut tidak mengetahui adanya upaya pengumpulan uang,” ujarnya. Ia menyebutkan, dana tersebut dikumpulkan atas inisiatif para honorer kategori satu. “Entah ini pesanan oknum pimpinan atau memang murni inisiatif sekelompok PTT, kurang jelas asal-usulnya. Namun sudah ada teman-teman yang membayarnya,” ujarnya. Hal yang sama disebutkan oleh PTT K1 dari Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan Yus (samaran). Katanya, teman-temannya sudah melakukan pembayaran sedangkan dirinya belum karena tidak ada uang. Setelah diselidiki, rupanya PTT K1 yang mengumpulkan uang tersebut berbeda-beda di setiap satuan dinas. Dari penyelidikan media ini, di sekretariat kantor bupati dikumpulkan oleh PTT K1 berinisial Y, dan pengumpul di BKD Solsel berinisial P. Namun, sampai berita ini diturunkan, Y dan P tidak ditemukan. Menurut teman sedinasnya, kebetulan Y di sekretariat sedang pulang karena ada keluarga yang sakit. Demikian juga dengan P di BKD, yang juga pulang karena jam istirahat. Kebenaran pungutan ini semakin terkuak. Menurut pengakuan salah seorang dari teman PTT K1 di BKD Solsel, berinisial EB, katanya sebagian besar K1 sudah menyetorkan uang. “Benar informasi bahwa K1 bayar Rp2 juta. Bahkan teman saya sebanyak 16 orang sudah melakukan pembayaran,” ujar EB. Ketika masalah ini dikonfirmasikan kepada Sekretaris BKD Solsel Yusrizal Chan, Senin (25/ 2) di ruang kerjanya di Padang Aro, yang bersangkutan menjelaskan bahwa atas nama BKD Solsel, pihaknya tidak tahu menahu tentang adanya pungutan itu. “Karena tidak ada arahan dari pimpinan instansi untuk melakukan pemungutan,” katanya. Menurut informasi yang didapatkannya, uang yang dikumpulkan oleh para PTT K1 itu muncul atas inisiatif para honorer tersebut. “Benar saya mendapatkan informasi pengumpulan uang itu. Informasinya kegiatan itu hanyalah inisiatif mereka melalui kesepakatan,” terang Yusrizal Chan. Ia mengatakan, soal pungutan itu tidak ada sangkut-pautnya dengan instansi BKD. Jika benar demikian, maka tidak ada gunanya para PTT K1 itu membayar ‘uang lelah’ yang tidak diketahui kemana aliran dananya. Jika disebut sebagai uang lelah, maka uang lelah yang mana yang dimaksud para PTT itu. Terkait persoalan ini, Wakil Ketua Tim Reformasi Birokrasi Nasional (T-RBN) Sofian Effendi pernah mengungkap, nilai transaksi suap dalam rekrutmen CPNS mencapai Rp30 triliun–Rp35 triliun per tahun dan sering melibatkan kepala daerah atau antekanteknya. (h/col)

Kejaksaan Segera Usut Kasus LP Wanita Pasbar PASBAR, HALUAN — Kejaksaan Negeri Simpang Ampek Pasaman Barat (Pasbar), segera mengusut kasus pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (LP) wanita yang terbengkalai. Proyek LP wanita yang terletak di Padang Tujuh Pasbar itu telah menelan dana Rp1 miliar lebih. “Ya benar kita segera lakukan menyelidikan kasus pembangunan LP wanita Pasbar, menindaklanjuti saran dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat Sudirman kepada pihak Kejaksaan Negeri Simpang Ampek untuk mengusut pembangunan LP Wanita dimaksud,”

kata Idianto SH, MH, Kajari Simpang Ampek kepada Haluan, Senin, (25/2) kemarin. Pernyataan Sudirman itu, disampaikan saat menghadiri acara panen raya jagung di Lapas terbuka Padang Tujuh, Kamis (21/2) lalu. Menurut Idianto, dalam waktu dekat ini dia akan mengumpulkan semua data. Sebab pada pembangunan tersebut terindikasi los anggaran, alias tidak bermanfaat. “Sangat disayangkan ratusan juta uang negara tidak ada manfaatnya dan terbuang percuma,” ujar Idianto. Seperti diketahui, Kakan-

wilkum dan HAM Sumbar Sudirman saat panen raya jagung di Lapas terbuka kelas II Pasaman di Padang Tujuh Pasbar Kamis (21/2) mengatakan, dia mempersilakan Kejari Simpang Ampek mengusut jika ada dugaan penyimpangan. Disebutkan, pembangunan LP itu dilaksanakan pada tahun 2011, tetapi hingga saat ini masih sekedar pondasi dan tiang. Bahkan, areal sekitarnya saat ini kembali menjadi semak belukar. Rencananya, bangunan LP wanita itu berada di samping LP Terbuka Pasaman Kelas II B Pasaman di Padang Tujuh. Di samping itu, Kakanwilkum

dan HAM Sumbar juga menginstruksikan Kepala LP Terbuka Rizal Permana menuntaskan permasalahan 10 hektare lahan, yang hingga saat ini masih belum ada kejelasannya. “Jangan biarkan persoalan ini berlarut-larut karena bisa menimbulkan permasalahan yang lebih kompleks. Segala masalah jika dimusyawarahkan bersama ninik mamak pemilik lahan akan bisa diperoleh jalan keluarnya,” jelas dia. Dia mengharapkan warga binaan diberi kegiatan yang positif sebelum mereka kembali ke masyarakat.”Kegiatan positif ini harus menjadi penyemangat

bagi semua pihak untuk berbuat lebih baik. Manfaatkan lahan yang tersedia sehingga bisa berguna nantinya bagi warga binaan dan lainnya,” kata dia. Menurut dia LP terbuka berbeda dengan LP atau rumah tahanan tertutup. Selain tempatnya terbuka tahanan yang ditempatkan di LP terbuka harus menjalani masa hukuman minimal 2/3 atau setengah masa hukumannya di LP tertutup. “Penempatan tahanan sudah diseleksi dengan baik dan harus menjalani sisa hukumannya di LP terbuka. Di LP terbuka mereka dibina dengan bercocok tanam dan binaan lainnya. (h/nir)

Merindukan Polisi Putih EBERAPA hari lalu saya dan beberapa rekan sekantor berniat makan siang bersama. Salah satu ampera di kawasan Imam Bonjol Padang menjadi tujuan kami. Berangkat dari kantor Haluan di kawasan Tabing, menuju jalan Khatib Sulaiman, kami melewati salah satu sudut utama di Kota Padang. Tepatnya, di simpang lampu merah depan kantor Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) atau di seberang gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar. Biasanya, disalah satu sudut persimpangan ini terdapat satu pos polisi. Tempat para polisi lalu lintas mangkal untuk menjaga

B

ketertiban di jalur yang terkenal dengan nama Simpang Didong ini. Sebenarnya bukan hal baru. Pos polisi tersebut terlihat rata dengan tanah sudah cukup lama. Kalau saya tak salah ingat, sudah ada dua bulan. Tanpa terucap, sebenarnya timbul pertanyaan dalam benak saya, mengapa pos polisi tersebut ditiadakan? Saya pikir mungkin akan dibangun baru, atau memang tidak lagi dibutuhkan pos di sana. Namun beberapa hari setelah itu, saya masih melihat sejumlah polisi masih mangkal di sana. Berarti hipotesa kedua saya gugur. Salah satu rekan tiba-tiba nyelutuk, “Eh, ndak ado pos polisi

ko lai do?” katanya. “Wah, lah lamo mah Uni,” kata saya. “O, lah lamo ndak lewat siko, ndak lo perhatian bana do,” katanya lagi. Salah satu rekan lain menjawab, “Kalau tak salah itu dirubuhkan karena ada yang mencoret dinding pos dengan cat pilox,” katanya. Apa yang ditulisnya? Jawaban berikutnya cukup membuat saya geli dan miris. Jika rekan sekaligus atasan saya ini tak salah ingat, orang iseng tersebut menuliskan “Cukup Rp50 ribu saja” di salah satu dinding pos polisi tersebut. Dan gambar menarik tersebut sempat diabadikan salah satu wartawan lokal. ‘Wah pantas saja segera diru-

buhkan’ batin saya.. Meski menggelikan namun bagi saya ini cukup mengundang kontemplasi. Sudah rahasia umum, dimana-mana termasuk di kota ini, bahwa polisi bisa dibayar. Teman kuliah saya bahkan pernah bisa lepas dari jeratan polantas hanya dengan Rp5.000 dengan memelas mengatakan bahwa ia seorang mahasiwi. Polantas macam ini mungkin memang tak sekejam kisah hitam polisi lain yang sering kali kita dengar. Namun tanpa disadari, praktik menyuap polisi di tepi jalan yang sudah berurat akar ini melahirkan koruptor-koruptor kecil baru. Saya ingat Pandji Pragiwaksono dalam buku terbarunya

Berani Mengubah menulis, “Kalau anda masih suka menyogok atau kasih uang damai atau sidang di tempat ketika ditilang polisi, anda tidak berhak mengaku malu atau kesal karena Indonesia adalah salah satu negara dengan peringkat korupsi tertinggi di dunia. Karena anda adalah salah satu yang membuat Indonesia berada di tingkat itu. Andalah pembengkok hukum tersebut.” Saya pikir Pandji benar. Namun terlepas dari itu semua, perbuatan orang iseng nan cukup cerdas itu, bagi saya merefleksikan kerinduan masyarakat akan ‘lebih banyak’ polisi putih. Mengapa ‘lebih banyak’? Karena memang

Oleh: DELLA SYAHNI masih ada, satu atau dua polisi yang baik dan masih bisa diandalkan pola pikirnya. Pak polisi, tak perlu muluk-muluk mengayomi kami ini itu, cukup tegur dan beri kami surat tilang jika kami melanggar. Cukup buat kami kembali percaya, dan merasa perlu mengadu pada polisi ketika kami tertimpa masalah. (*)

>> Editor : Syamsu Rizal

>> Penata Halaman : Syahrizal


SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

3

KETUA Yayasan ITP Drs Zulfa Eff Uli Ras MPd bersama Rektor ITP Ir Hendri Nofrianto MT, Kopertis Wilayah X, dan seluruh Senat ITP pada saat rapat senat luar biasa ITP dalam rangka Dies Natalis ITP ke-40 di Gedung D Lantai II Kampus ITP

DIES NATALIS ITP KE-40

Menuju Kampus Kompetitif, Dinamis dan Inovatif Di usianya yang ke-40 tahun, Institut Teknologi Padang (ITP) sebagai perguruan tinggi swasta tertua di Sumatera Barat (Sumbar) kembali menegaskan visinya “Menjadi Pusat Pengembangan Teknologi yang Kompetitif Dinamis dan Inovatif”. Sedangkan misinya, pertama menyelenggarakan pendidikan tinggi teknik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kedua, mengembangkan penelitian yang inovatif, produktif, dan responsif terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Ketiga, menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berlandaskan nilai dan tanggung jawab sosial. Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, ITP yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Teknologi Padang telah

Drs Zulfa Eff Uli Ras MPd Ketua Yayasan ITP merancang dan menyiapkan Road Map ITP 2008-2024. Road Map ITP tersebut, sebagai kerangka pengembangan ITP untuk 15 tahun ke depan dan menjadi panduan bagi pimpinan ITP. Road MAP ITP dibagi atas tiga tahapan atau yang disebut juga dengan Tiga Mile Stone. Mile Stone I (2008-2013) fokus kepada Peningkatan Kualitas dan Relevansi. Mile Sote II (2014-2019) fokus kepada Peningkatan Daya Saing. Mile Stone III (2020-2025)

REKTOR ITP Ir Hendri Nofrianto MT, memberikan penghargaan kepada salah seorang Dosen Tempo Doeloe

USAI penandatanganan kerja sama, dengan penerbit dan percetakan Andi Offset oleh pimpinan penerbit dan percetakan Andi offset Joko Irawan, Telkom Indonesia Wifi oleh Manager DBW Telkom Indonesia Wifi Area Sumbar Awaluddin E Hasibuan, Perkumpulan Perlindungan Instalasi Listrik Nasional (PPILN) yang diwakili Manager PPILN Ir Asril Kalis, Rektor ITP Ir Hendri Nofrianto MT

KETUA Yayasan ITP Drs Zulfa Eff Uli Ras MPd bersama Rektor ITP Ir Hendri Nofrianto MT, Kopertis Wilayah X, dan seluruh Senat ITP menyayikan Mars ITP

fokus Menjadi Perguruan Tinggi yang Unggul. Tiga Mile Stone ITP tersebut, dikemas dan diuraikan dalam rancangan strategi lima tahunan, dan selanjutnya akan dijabarkan dalam buku program kerja oleh pimpinan ITP. Tiga Mile Stone ITP tersebut dijabarkan Ketua Yayasan Pendidikan Teknologi Padang Drs H Zulfa Eff Uli Ras MPd dalam rapat Senat Luar Biasa ITP untuk peringatan Dies Natalis yang ke40, Kamis, 21 Februari 2013. Peringatan Dies Natalis itu dihadiri oleh pihak Kopertis Wilayah X, para tamu undangan, tidak terkecuali rekanan ITP, seperti Bank Nagari, Bank BNI dan lainnya, di Gedung D Lantai II Kampus ITP, Jalan Gajah Mada, Nanggalo, Padang. “Strategi pengembangan ITP tersebut, akan dirancang untuk jangka menengah, yang meliputi pembenahan internal kelembagaan, dengan tiga target sasaran, yaitu peningkatan pelayanan terhadap fasilitas akademik, peningkatan pelayanan proses pembelajaran, dan pemanfaatan dan pemberdayaan sumber daya,” ujar Zulfa. Dalam kurun waktu 40 tahun, ITP telah dipimpin oleh delapan orang, yang dimulai dari Dr Jalius Jama (ATP, 19731974), Ir Yusuf Aziz (ATP, 1974-1978), Ir Marah Nurmatias (ATP, 1978-1982), Ir Yulindo SA (ATP, 1982-1986), Drs Zulfa Eff Uli Ras (ATP-STTP, ITP, 19862003), Prof Dr Yulman Munaf MS (ITP, 2003-2007), Prof Ir H Zaidir MS Dr Eng (ITP, 2007-2011), dan orang yang kedelapan memimpin ITP untuk priode 2011-2015 adalah Ir Hendri Nofrianto MT. “Kami dari yayasan sangat berharap kepada Rektor ITP yang sedang menjabat saat ini. Karena, maju atau mundurnya ITP, semua tergantung kepada rektor beserta seluruh jajarannya,” kata Zulfa. Sementara itu, Rektor ITP Ir Hendri Nofrianto MT mengatakan, merujuk kepada tema peringatan Dies Natalis ITP ke-40, “ITP Menuju Peningkatan Daya Saing”, merupakan titik tolak mulainya ITP memasuki Mile Stone II, yaitu menuju peningkatan daya saing global. “Dengan titik tolak itu, kami berharap seluruh jajaran ITP melakukan evaluasi terhadap ketercapaian program pada Mile Stone I, yaitu peningkatan kualitas dan relenvansi. Sehingga, keberhasilan Mile Stone I tersebut, bisa dijadikan tolak ukur untuk melangkah ke Mile Stone berikutnya,” katanya. Dengan Dies Natalis ITP ke40, ia berharap ITP bisa mencapai visi dan misinya dengan waktu yang telah dirancang. Sehingga, ITP bisa melakukan hal-hal positif untuk masyarakat luas. Sementara itu, salah seorang Dosen ITP Tempo Doeloe, Drs Azwar Indra MPd mengatakan ITP sebagai perguruan tinggi swasta tertua di Sumbar, harus lebih lihai memajukan ITP dengan melakukan berbagai terobosan dan inovasi. Ia juga meminta agar pihak

kampus menanamkan rasa cinta dan rasa memiliki kampus kepada seluruh mahasiswa ITP. Sehingga ketika telah menamatkan pendidikan di ITP dan berhasil di dunia kerja mereka masih ingat serta cinta kepada kampus ITP. “Rasa cinta, dan rasa persamaan itu harus ditanamkan pada seluruh mahasiswa dan jajaran. Dengan demikian, maka setelah lulusan nantinya meninggalkan ITP, mereka tidak lupa pada seluruh jasa-saja ITP itu,” tuturnya. Acara Peringatan Dies Natalis ITP ke-40 ini juga diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan Prof Dr Nizwardi Jalinus MEd. Selain itu juga diisi penandatanganan kerja sa-

ma antara ITP dengan penerbit dan percetakan Andi Offset oleh Pimpinan Penerbit dan Percetakan Andi Offset Joko Irawan, Telkom Indonesia

Wifi oleh M a nager DBW Telkom Indonesia Wifi Area Sumatera Barat Awaluddin E Hasibuan, Perkumpulan Perlindungan Instalasi Listrik Nasional (PPILN) yang diwakili oleh Manager PPILN Ir Asril Kalis. Berikutnya juga dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata kepada Dosen ITP Tempo Doeloe, yaitu Ir Hendri GP MT, Drs Azwar Indra MPd, Drs Chairul Israr MPd, Drs Yunasril MSi, Ali Musri MEng, Prof Zaidir MS Dr Eng, Ir Isrin Agus MT, Prof Dr Jalius Jama MEd, Prof Dr Nizwardi Jalinus MEd, Ir H Armi Munir MM, Ir Syarifudin Tafar, Ir Saiful, Drs Irzal MKes, Drs Dasrul Rivai MA, Drs Nurkausar D, Ir Rafdinal Nazir MS PhD, Ir H Syukri Yunus MSc, Drs Azwir S, dan Drs Amran Gambut MA. Kemudian dilanjutkan dengan penyera-

han hadiah kepada para pemenang sejumlah perlombaan yang digelar dalam rangka Dies Natalis ITP ke-40. Untuk Lomba Logo Dies Natalis ITP ke-40 pemenangnya adalah Asmarayanto. Sedangkan untuk lomba Robotik Line Follower Analog, pemenangnya adalah tim dari SMKN 1 Payakumbuh dengan koordinator Delfi Sonda. ***

Ir Hendri Nofrianto MT Rektor ITP >> Editor: Yon Erizon

>> Penata Halaman: Irvand


4 SUMBAR LINGKAR

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

KUMPULKAN DANA PERJALANAN DINAS UNTUK KEMBALI MENCALEG

Kantor Camat Bonjol Dibobol Maling PADANG, HALUAN — Maling kembali beraksi di Pasaman. Kali ini, komplotan maling berhasil membobol kantor Camat Bonjol Kabupaten Pasaman, Senin (25/2) dinihari. Akibatnya, dua unit komputer yang disimpan di ruangan e-KTP dan dua unit kamera sebagai alat pemotretan pembuatan eKTP, raib disantroni. Kasus pencurian tersebut pertama kali diketahui oleh Jorong Kampung Sianok Nagari Ganggo Hilia Masri Datuk Paduko Sinaro, yang hendak berangkat pergi ke sawah miliknya, yang kebetulan berdekatan dengan kantor camat sekitar pukul 06.00 WIB. Ia curiga, ketika melihat pintu depan terbuka lebar. Padahal setahu dia, kantor camat tersebut baru buka sekitar jam 06.30 WIB. Merasakan ada kejanggalan, Ia langsung melaporkan kejadian itu kepada Eldi Novasta, salah seorang pegawai kantor camat Bonjol yang menjabat sebagai Kasubag Evaluasi Pelaporan dan Keuangan. Mendapatkan laporan dari Masri tersebut, Eldi Novasta langsung masuk ke dalam kantor camat, dan melihat ruangan tempat perekaman e-KTP tersebut, sudah terbuka gembok pintunya. Diduga pelaku masuk dengan cara mencongkel jendela belakang salah satu ruangan kantor camat. hal tersebut terlihat, karena salah satu jendela kaca sudah tidak ada, dan jejak sepatu para pelakupun terlihat di dinding kantor camat tersebut. Saat ini, kasus tersebut ditangani oleh Kepolisian Resort Pasaman, bekerjasama dengan Polsek Bonjol. (h/tos)

Anggota Dewan Hondoh Pondoh Kunker SOLOK, HALUAN — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lintang Fortuna tuding anggota DPRD Kabupaten Solok meraup dana perjalanan dinas, untuk modal kampanye pemilu 2014. Apalagi tahun ini merupakan tahun politik, tahun untuk meraih simpati rakyat.

PERBAIKAN — Sejumlah pekerja tengah memperbaiki saluran drainase di Jalan Dr Hamka, depan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sumbar, Senin (25/ 2). Tujuan dilakukan perbaikan drainase tersebut, untuk mengurangi genangan air yang kerap membanjiri badan jalan setiap hujan datang. AMIR

Virus Flu Burung Terus Serang Itik PADANG PARIAMAN, HALUAN — Virus flu burung (H5N1) terus mewabah dan menyerang peternakan itik di Padang Pariaman. Diperkirakan, sekitar 2.000 ekor itik telah terserang wabah mematikan tersebut. Senin (25/2), pihak dinas Pertanian Peternakan dan Kehutanan juga menemukan wabah tersebut di Pakandangan Kecamatan Enam Lingkung. Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Kehutanan Padang Pariaman, melalui Kepala Bidang Peternakan, Akhiruddin membenarkan akan wabah tersebut. Menurutnya, wabah ini pertama kali menyerang ternak itik warga di Kecamatan Ulakan Tapakis. “Kini wabah itu juga menyerang itik warga, di Pakan-

dangan Kecamatan Enam Lingkung,” ujarnya, Senin (25/2) di Pariaman. Mendapat informasi akan wabah ini, Akhiruddin bersama petugas peternakan langsung menuju lokasi ternak i t i k , untuk memastikan penyakit itik tersebut. “Memang benar, gejalanya hampir sama dengan gejala itik yang mati di kecamatan Ulakan Tapakis,” akuinya. Saat adanya serangan flu burung terhadap itik 15 hari yang lalu di Kecamatan Ulakan Tapakis, menurut Akhiruddin, dia bersama petugas lainya langsung melakukan pencegahan, yakni

dengan penyemprotan dan pemusnahan itik itik yang terindikasi penyakit tersebut. Agar virus ini tidak menyebar pada peternakan yang berada di kecamatan lainya, juga langsung d i l a k u k a n pelarangan mobilisasi itik, dari suatu kecamatan ke kecamatan lainya. “Namun hal ini tidak terpantau dengan maksimal,” aku Akhiruddin. Tidak terpantaunya mobilisasi ini dengan maksimal, dibuktikan dengan ditemukannya penyakit yang sama di kecamatan lain. Setelah ditelusuri, ternyata itik yang terserang ini merupakan

“Hal ini hanya berlaku sementara, sehingga penyakit yang mematikan ternakan itu benar benar hilang dari daerah kita,” himbaunya. Wabah flu burung yang terjadi pada petani di Kecamatan Enam Lingkung tersebut umunya merupakan itik rental yang dipelihara oleh Adi sebanyak 218 ekor, 200 ekor dinyatakan telah mati, Anto juga memelihara 180 ekor yang kondisinya saat ini dalam keadaan teler dan begitupun itik yang dipelihara oleh Ali Umar. “Itik yang seperti ini, harus dimusnahkan,” kata Akhiruddin. Bagi itik yang dimusnahkan, kata Akhiruddin, akan diganti Rp10.000/ekor oleh pemerintah. Itu untuk itik yang telah bertelur, sedangkan untuk itik dara diganti Rp5.000. (h/ded)

Pasar Raya Sawahlunto Rampung 80 Persen

GUNAKAN APBD

Kepala SKPD Teken Pakta Integritas DHARMASRAYA, HALUAN — Seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Dharmasraya teken pakta integritas. Penandatanganan pakta integritas itu dimaksudkan, agar setiap kepala SPKD dapat menggunakan anggaran sebagaimana mestinya, atau sesuai dengan peraturan yang ada. Lebih penting lagi, pelaksanaan program dengan anggaran yang tersedia, harus tepat sasaran. Pakta Integritas ditandatangani bersamaan dengan digelarnya kegiatan Monitoring Persiapan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun Anggaran 2013 dan penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), dari Bupati Dharmasraya Adi Gunawan kepada perwakilan kepala SKPD. Perwakilan penerima DPA tersebut yakni Sekretaris Daerah Benny Mukhtar, Sekretaris DPRD Yaswirno, Kepala Bappeda Khairuddin, Kepala Dinas PU Junaedi Yunus, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Syaharuddin, Kepala Kantor Arsip, Perpustakaan dan Dokumen Ali Umar, Direktur RSUD Sungai Dareh Henny Rita, dan Camat Koto Salak Nasution. Bupati mengatakan, bahwa sebagai pimpinan, dirinya harus melakukan penga-

itik “rental” yang sebelumnya juga berasal dari kecamatan Ulakan Tapakis. Maksud dari itik “rental” ini, itik ini milik pengusaha yang mempercayakan pemeliharaan pada petani lain, dengan perjanjian bagi hasil. Biasanya itik ini selalu berpindah pindah pada areal sawah yang baru saja dipanen. “Sistim itik rental inilah yang tidak terpantau oleh kami,” ulas Akhiruddin. Untuk itu, Ia berharap pada masyarakat, seandainya ada sistim pemeliharaan seperti ini yang masuk ke korong-korong, agar dinformasikan pada Dinas Pertanian, atau melarang pengusaha tersebut untuk masuk. Karena hal ini akan berdampak besar pada petani di sekeliling, di mana itik itu dipelihara.

Meraup modal itu, karena para anggota dewan ini terus ondoh pondoh ke luar daerah. Padahal mereka baru saja pulang dari Bali, Bandung, dan Semarang, pada tanggal 18 Februari lalu, dengan agenda studi banding. Namun, Minggu (24/2) mereka kembali pergi ke Jakarta. Upaya mempertebal pundi itu, karena anggota dewan itu juga berencana maju kembali. Makanya butuh modal yang cukup banyak. “Baru dua minggu lalu mereka pergi keluar daerah menghabiskan uang rakyat ratusan juta, sekarang sudah pergi lagi ke Jakarta seolah tak mempedulikan penderitaan masarakat miskin, atau anak-anak putus sekolah yang hidupnya serba dalam kesulitan, “ ujar Ketua LSM Yuslir Mak Itam kepada Hauan di gdung DPRD Kabupaten Solok, Senin (25/02). Sementara Sekretaris DPRD kabupaten Solok Hamdani Hasnam didampini Kasubag Humas Asnul Hakim, membenarkan keberangkatan seluruh wakil rakyat tersebut ke Jakarta. “Sekertariat dewan sebatas fasilitator pengurusan administrasi perjalanan seluruh anggota dewan, karena keberangkatan mereka memang sudah sesuai dengan ketentuan dan agenda dewan melalui rapat Bamus DPRD Kabupaten Solok tanggal 11 Februari lalu,” papar Hamdani Hasnam. Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Solok dari Fraksi Golkar Rusli Intan Sati, membantah, bahwa mereka menangguk uang dengan melakukan perjalanan dinas. “Tidak benar itu pak, kalau dikatakan kami anggota dewan memakai prinsip aji mumpung, meraup uang perjalanan dinas sebagai modal untuk maju menjadi caleg,” ujarnya. Yang pasti kata Intan Sati, kepergian mereka ke Jakarta, adalah dalam rangka mengikuti penguatan SDM. Seluruh anggota dewan mengikuti Diklat ke Kementrian Dalam Negeri, Jakarta. (h/ris)

wasan, memonitor dan mengevaluasi kinerja SKPD. “Termasuk ketepatan waktu pelaksanaan program kerja,” sebutnya. Pakta Integritas itu terdiri atas enam poin pernyataan kesepakatan, di antaranya komitmen melaksanakan pekerjaan pengadaan barang/jasa dan konstruksi yang dimulai Maret 2013 dan selambat-lambatnya Agustus 2013, menerapkan sanksi tegas kepada pihak yang tidak bertanggungjawab dalam kegiatan pengadaan barang/jasa dan konstruksi, melaporkan setiap proses kegiatan pengadaan barang/jasa dan konstruksi kepada pimpinan jika diminta, serta bertanggungjawab penuh dalam kegiatan di SKPD masing-masing. Bupati mengingatkan jajaran SKPD, untuk tidak terjebak dengan tahun 2013 yang kerap disebut-sebut tahun politik. “Tidak ada tahun politik. Bagi kita, tahun ini adalah tahun kerja. Karena itu saya minta seluruh SKPD untuk terus bekerja, bekerja dan bekerja,” imbuhnya didampingi Wakil Bupati Syafruddin R Ia juga mengatakan, bahwa setiap program tahun ini harus terlaksana, tidak boleh tidak. Agar masyarakat tidak kecewa menunggu hasil program pembangunan tersebut. (h/mdi)

SAWAHLUNTO, HALUAN — Jika tidak ada aral melintang, dalam waktu dekat ini, kota Sawahlunto yang dikenal dengan sebutan kota wisata tambang segera memiliki Pasar Raya. Direncanakan, peresmian Pasar Raya yang dibangun dengan menggunakan pinjaman dari Bank Dunia sebesar Rp 17,5 miliar ini akan diresmikan pada akhir Maret 2013 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Sawahlunto, Radam, kemarin. “Hingga saat ini, pembangunan Pasar Raya Kota

Sawahlunto sudah rampung sekitar 80 persen, sesuai rencana, akan diresmikan pada akhir Maret mendatang,” katanya. Dilanjutkannya, pada peresmian Pasar Raya kota Sawahlunto tersebut, direncanakan akan langsung dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum. Secara teknis, diakui Radam, pembangunan Pasar Raya tersebut memang sempat mengalami keterlambatan selama dua bulan, dari waktu yang direncanakan. Namun demikian, proses pembangunan pasar raya pertama di Kota Sawahlunto ini terus

dikebut meski peresmiaannya harus di undur dua bulan dari rencana semula. “Kendati sempat terlambat dalam proses pembangunan. Namun, sesuai dengan perjanjian dengan Bank Dunia pada saat diserahkannya pinjaman dulu, batas waktu maksimal peresmian pasar raya ini adalah sekitar bulan Mai 2013. Jadi bisa dikatakan keterlambatan proses pembangunan tidak akan mempengaruhi jadwal peresmian nantinya,” lanjut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Sawahlunto ini lagi.

>> Editor : Rudi Antono

Sedikitnya, lanjut Radam, pada Pasar Raya Sawahlunto ini akan bisa menampung seluruh pedagang yang sudah ada di Pasar Sawahlunto, dengan kapasitas 613 kedai dan los yang dibangun. Diharapkan, kondisi Pasar Sawahlunto menjadi rapi. Sementara itu, beberapa pedagang kreatif lapangan (PKL) di Pasar Sawahlunto mengatakan bahwa mereka sangat berharap pedagang yang lama menjadi prioritas Pemerintah Kota Sawahlunto, untuk menempati masingmasing kios dan los yang ada. (h/hel)

>> Penata Halaman: Syahrizal


OPINI 5

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

Pelajaran dari Pilkada Jakarta dan Jawa Barat ASANGAN Ahmad Heryawan – Dedy Mizwar menurut versi quick count menang dalam Pemilihan Gubernur/ Wakil Gubernur Jawa Barat yang digelar Minggu. Sembilan quick count menyatakan Aher-Dedy menang, termasuk yang dihitung cepat oleh KPU setempat. Hingga pukul 18.30 WIB, Minggu (24/2/2013), berdasarkan hasil penghitungan suara real count KPU Jabar, pasangan nomor urut empat Ahmad Heryawan (Aher) - Deddy Mizwar masih menempati posisi satu. Aher-Deddy sementara meraih 460.115 suara atau 33,3 persen. Data tersebut berdasarkan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang masuk 4.757 TPS dari 74.948 TPS di Jabar. Persentase TPS yang masuk 63,47 persen, dan persen suara yang masuk dari daftar pemilih tetap (DPT) 42,44 persen. Dede Yusuf-Lex Laksamana menguntit dengan 354.955 suara (25,7 %), menyusul Rieke Diah Pitaloka-Teten mendapat 347.310 (25,2 %). Posisi keempat Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim mendapat195.760 (14,2 %), dan ranking lima Dikdik Mulyana Arif Mansyur-Cecep N.S. Toyib memperoleh 26.699 (1,9 %). Sungguh ini sebuah pelajaran lagi setelah Pilkada DKI bagi penyelenggaraan Pilkada di daerah lain termasuk Sumatera Barat yang akan menggelar empat Pilkada tingkat kabupaten/kota dalam tahun ini. Satu yang patut jadi pelajaran, isu negatif di induk partai calon belum tentu memerosotkan elektabilitas calon. Aher diusung PKS, dan partai ini tengah didera isu dagang sapi. Tapi nyatanya tidak ngaruh kepada elektabilitas Aher. Justru elektabilitasnya naik dan akhirnya menghasilkan perolehan suara yang signifikan bagi kemenangan satu putaran. Padahal dua pasangan lain Dede-Alek dan Rieke-Teten adalah pasangan-pasangan yang diprediksi mengalahkan Aher sebagai petahana. Lagi-lagi yang terpenting menjadi modal kemenangan itu adalah pendekatan pasangan calon kepada pemilih. Cara kampanye dan sikap kampanye amat menentukan. Menurut penelitian sejumlah lembaga peneliti, pasangan yang paling intens bersilaturahmi kepada konstituen adalah Aher-Dedy. Popularitas nyatanya tidak menentukan benar walaupun itu menjadi modal kuat. Apa kurangnya popularitas Dede Macan Yusuf dan Rieke Diah Pitaloka atau Teten Masduki? Kita kira kemenangan Aher-Dedy akan dijadikan pembasuh luka oleh PKS setelah blunder yang dilakukan Presidennya Luthfi Hasan Ishaaq. Kabarnya kemenangan Aher sudah diplot DPP PKS untuk melawan apa yang mereka sebut sebagai upaya demoralisasi dalam kasus LHI. Karenanya PKS habis-habisan di Jawa Barat. Tapi apakah demikian adanya? Dikemanakan faktor-faktor keunggulan yang dimiliki Dedy Mizwar? Seniman dan pegiat film ini memang tampil amat sederhana. Bahkan ia sering mengatakan jika mereka menang, dia akan memosisikan diri, berbicara, bersikap dan mengambil kebijaksanaan sebagai seorang wakil gubernur dan tidak akan pernah merasa menjadi seorang gubernur. Ini sikap yang semestinya dimiliki semua wakil. Banyak kenyataan menunjukkan bahwa para wakil gubernur, wakil bupati dan wakil walikota tidak memosisikan dirinya pada tempat yang benar. Mereka merasa jadi gubernur, jadi bupati dan walikota. Kembali ke soal kemenangan Aher-Dedy. Yakinlah bahwa kemenangan ini tak semata karena kekuatan mesin partai PKS. Namun ada sejumlah faktor yang membuat Aher-Deddy menang di quick count Pilgub Jabar. Setidaknya ada lima hal yang membikin Aher-Dedy jadi pemenang. Dan kelima faktor ini hendaknya bisa menjadi pelajaran juga bagi pelaksanaan atau peserta Pilkada di empat kabupaten/ kota di Sumatera Barat mendatang ini. Yang pertama banyaknya kandidat di Jawa Barat itu. Ada lima pasangan calon yang disahkan KPU (Sebelumnya peminatnya amat banyak tapi gagal dalam verifikasi) Jumlah kandidat yang banyak amat berpotensi memecah suara. Apalagi partai-partai besar pecah dan mengajukan kandidat pasangan cagubnya sendiri. Ini amat menguntungkan incumbent. Lalu seperti sudah kita sebut di atas, faktor Dedy Mizwar juga menjadi daya dongkrak yang luar biasa bagi Aher-Dedy. Karena popularitas Deddy Mizwar tak diragukan lagi. Yang ketiga adalah Jokowi Effect. Cara Dedy berkampanye memang dipengaruhi Jokowi. Sederhana dan tidak banyak teorinya. Hal yang sama juga digunakan oleh Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki. Karena Jokowi effect itu pula, Rieke-Teten menyodok di nomor dua perolehan suara. Jokowi sendiri meski dengan banyak cibiran, ikut turun mendukung kampanye Rieke ‘Oneng’ Diah Pitaloka. Yang juga menguntungkan Aher lagi adalah kisruh di tubuh Partai Demokrat. Momentum pengunduran diri Anas Urbaningrum persis menjelang pencoblosan. Jadi jelas sangat mempengaruhi elektabilitas Dede Yusuf – Lex Laksamana. Faktoir lainnya tentu saja agak mirip dengan semua partai pengusung yakni konsolidasi cepat. Tapi PKS jauh lebih cepat mengonsolidasikan diri di Jawa Barat pascakejatuhan LHI. Maka empat Pilkada Sumbar yang dilaksanakan tahun ini bisa berkaca pada pelaksanaan Pilkada Jawa Barat itu. Cukup fairplay, tenang, aman, tertib dan peserta juga sportif. Kita tunggu pula Pilkada Sawahlunto, Padang Panjang, Pariaman dan Padang.***

P

„ PKS: kemenangan Pilkada Jabar untuk lawan demoralisasi pada kasus LHI „ Tapi kalau terbukti berarti amoralisasi „ Majelis tinggi nilai mundurnya Anas tidak pengaruhi elektabilitas PD „ Siap-siap nih para lembaga survei..

PEMBERITAHUAN SETIAP artikel/opini yang dikirim ke Redaksi Haluan, panjang tulisan minimal 1.000 words (kata) dan maksimal 1.350 words (kata). Hendaknya artikel tak dikirim secara bersamaan ke media lain yang terbit di Kota Padang. Setelah 15 hari jika artikel tak dimuat, maka tulisan tersebut kami nilai tak layak muat. Terima kasih.

Pemimpin Umum: H. Basrizal Koto WPU / Penanggungjawab: Zul Effendi, Pemimpin Redaksi: Yon Erizon Pemimpin Perusahaan: Indra Helmi

Terbit Sejak 1948 Pendiri H. Kasoema

Redaktur Pelaksana: Ismet Fanany MD Redaktur Pelaksana: Syamsu Rizal

Penerbit: Litbang & Online Media: Eko Yanche E PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP Koordinator Minggu: David Ramadian No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 Koordinator Liputan: Rudi Antono 1985 tanggal 19 November 1985. Manajer Cetak: Mardius Caniago

Geliat Politik Raja Media bukkan dengan langkah-langkah bisnis, semisal merger, akuisisi, diversifikasi, dan ekspansi perusahaan. Banyak yang mempertanyakan bahwa sebagai seorang Bos MNC Grup, HT sebetulnya sudah memiliki banyak hal, untuk tidak mengatakan segalanya. Sebagai seorang yang telah berada pada puncak reputasi dan karir bisnis, HT mengetahui bahwa ia tidak bisa mengamankan empirium bisnisnya dengan kekuatan bisnis semata. Terdapat kekuatan lain yang tak kalah pen-

politik masih dianggap sebagai kekuatan penentu menyangkut legitimasi, kebijakan publik, maupun keberpihakan kepada shareholder bangsa ini, tak terkecuali kalangan pebisnis. Bagi HT, menyandarkan diri pada kekuatan ekonomi saja lama kelamaan akan mengantarkannya pada titik jenuh di mana kekuatan finansial, modal, atau ekonomi tidak mampu lagi bergerak, baik untuk meneguhkan kedudukan bisnisnya maupun menggerakkan perubahan masyarakat secara lebih luas. Pada titik ini, HT percaya bahwa peran strategisnya bukan lagi bersandar pada kalkulasi ekonomi defensif

memberikan darah baru bagi Hary Tanoesoedibjo untuk turut mewujudkan ‘faktor Ahok’ dalam merebut simpati dan kepercayaan publik. Kemenangan Ahok, sebagai politisi keturunan Tionghoa, kian meyakinkan HT bahwa rakyat tidak main-main memberikan suaranya kepada para pemimpin yang mampu melakukan pekerjaan yang baik. Jokowi dan Ahok dianggap prima dan pas menetapkan agenda yang jelas, bertanggung jawab dan memiliki rekam jejak yang mengesankan dalam jabatan publik. Tak kalah pentingnya, keterlibatan HT dalam partai politik tersebut perlu dilihat sebagai upaya untuk menggu-

tingnya bukan saja untuk memapankan apa yang sudah dimilikinya tapi juga memperluas jangkauan tangannya pada titik-titik yang selama ini terkesan sulit tersentuh (untouchable). Kekuatan itu tak lain adalah kekuasaan politik. HT melihat bahwa tidak selamanya kekuatan modal bersifat instrumental untuk menjamin kekayaan dan aset bisnisnya untuk masa yang akan datang. Dalam jangka panjang, terlepas dari dahsyatnya peranan dunia bisnis menciptakan lapangan kerja dan mendorong tumbuhnya para wirausahawan (entrepreneur), kekuatan

tapi lebih kepada memenangkan konsiderasi-konsiderasi sosial-politik secara ekspansif. Kedua, wajah pluralitas politik kian mendapatkan tempat di hati dan pikiran masyarakat. Kemenangan Basuki “Ahok” Purnama Tjahaya sebagai wakil gubernur dalam Pilkada DKI lalu menunjukkan bahwa rakyat mulai rasional dan objektif alih-alih konservatif yang berbasiskan prasangka, subjektivitas, dan desas-desus dalam mengekspresikan preferensi politiknya. Meningkatnya para pemilih non-rasis yang lebih mendambakan perubahan sosial signifikan

gurkan stereotip publik bahwa warga keturunan Tionghoa bukanlah penduduk Indonesia asli sehingga nasionalisme mereka perlu dipertanyakan. Sejarah mencatat bahwa kurun perjuangan nasional dan saham etnis Tionghoa tak perlu diragukan. Siauw Giok Tjhan dan Liem Koen Hian, pendiri Partai TionghoaIndonesia (1932) menggalang kerjasama dengan para tokoh puncak gerakan kemerdekaan nasional pada masanya. Indonesia juga memiliki birokratbirokrat keturunan Tionghoa handal pada pemerintahan pasca-reformasi, semisal Kwik Kian Gie dan Mari Elka

OLEH: DONNY SYOFYAN

Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas ARTAI Hati Nurani Rakyat (Hanura) menetapkan raja media Hary Tanoesoedibjo (HT) sebagai Ketua Dewan Pertimbangan partai, menyusul pengunduran dirinya barubaru ini dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) di tengah keretakannya dengan Surya Paloh. Sekjen Hanura Yossi Iskandar Prasetyo mengatakan penunjukan HT sebagai Ketua Dewan Pertimbangan merupakan keputusan partai pascapertemuan pimpinan Hanura Jumat kemarin. Dalam pernyataannya HT menegaskan bahwa pertimbangannya memilih Hanura karena kesamaan visi dan misi dengan Hanura, yakni ingin mengubah kondisi bangsa yang saat ini memprihatinkan menjadi lebih baik. Belakangan HT mendirikan organisasi kemasyarakatan bernama Persatuan Indonesia (Perindo). Ia tidak menampik ormas ini bisa saja berubah menjadi parpol seandainya keadaan mengharuskan. HT belakangan memang menjadi bintang yang mulai menghiasi jagad perpolitikan Tanah Air. Keterlibatan dan petualangan politiknya, sejak NasDem hingga Hanura, tentu bukan didasarkan pada kepentingan normatif kebangsaan an sich. HT niscaya memiliki ekspektasi besar dan kalkulasi politik yang matang sebelum memutuskan terjun ke arena politik praktis yang dianggap sebagai wilayah becek dan licin. Sebagai seorang tycoon sukses di Tanah Air, HT sadar betul bahwa sedikit saja kesilapan dalam mengikuti ritme perpolitikan bisa saja menjadi bumerang bagi kerajaan bisnisnya yang tengah berdiri gagah. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan fundamental seorang HT mulai berlari kencang mengitari orbit perpolitikan Tanah Air. Pertama, menguatnya survival mode, terlebih dikaitkan dengan kerajaan bisnis sang tycoon. Sebagai seorang konglomerat sukses Tanah Air, HT tidak hanya sekadar disi-

P

Pangestu. Bahkan mantan Presiden Abdurrahman Wahid disebut-sebut juga memiliki darah Tionghoa dalam dirinya. Karenanya, pilihan HT untuk berpolitik bukanlah sesuatu yang tabu dan ahistoris bagi warga keturunan Tionghoa di republik ini. Ketiga, sebagai upaya untuk memunculkan tokoh muda dalam bursa pemilihan presiden. Sebelum meninggalkan NasDem, HT menegaskan bahwa NasDem telah berkembang dengan baik. Sebagian besar pimpinan DPC dan DPD partai tersebut masih berusia muda. HT ingin mempertahankan dominasi generasi muda, namun sayangnya Surya Paloh ingin mengubah hal itu dan menempatkan dirinya sebagai ketua partai. Konsistensi HT agar parpol dan bangsa ini dikelola oleh tangan-tangan anak muda mengantarkannya untuk terjun berpolitik. HT percaya bahwa kader-kader muda terbaik yang selama ini dibentuk lewat proses kaderisasi yang panjang dan berliku-liku menjadi sia-sia karena mereka hanya sebatas operator intelektual yang tak akan pernah menjadi gerbong partai dan bangsa ini. Tren ini berakibat pada bukan saja mati surinya kaderisasi kepemimpinan atau tumbuhnya iklim kompetisi yang penuh basa-basi. Tak kalah parahnya ini merusak pembangunan demokratisasi secara luas, bukan saja di tubuh parpol. HT sepertinya hendak menyatakan bahwa para pemimpin muda yang dibutuhkan bangsa ini tentu tidak cukup hanya mengandalkan usia muda saja. Tokoh muda yang kita inginkan tampil pada pemilihan presiden adalah tentu anak muda yang memiliki jiwa progresif , visioner, cakap, berintegritas, dan memiliki semengat juang tinggi dalam membangun negeri seperti yang telah dicontohkan oleh banyak tokoh muda kita dulu pada zaman sebelum kemerdekaan dan setelah kemerdekaan. Lewat kekuatan keuangan dan bisnis yang dipunyainya, HT mengingatkan anak muda calon pemimpin bangsa bahwa kemandirian menjadi harga mati bagi kejayaan bangsa di masa mendatang. (*)

082390765000

E-KTP Tidak Teratur Keluarnya YTH Bapak Walikota Bukittinggi. E-KTP di Kecamatan ABTB kok tidak teratur keluarnya? Saya rekam data Desember 2011 lalu, kok sampai saat ini e-KTP saya belum keluar juga? Sementara orang lain yang rekam data sesudah saya sudah keluar e-KTP nya. Tolonglah Pak, saya mau urus akte kelahiran. Kalau tak keluar juga nanti kena denda pula. Terimakasih. +6285274601***

Kecewa dengan Petugas RSJ HB Saanin KEPADA Direktur RSJ HB Saanin. Kami keluarga pasien sangat kecewa dengan petugas anda yang telah merugikan adik saya berupa perhiasan emas yang tidak diganti sesuai sewaktu dirawat di bangsal kelas satu Flamboyant. Mohon tegur ya Pak. Terimakasih. +6283182469***

Tak Terpengaruh Kasus Elit PKS KEMENANGAN pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, sebagaimana hasil hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei, dalam Pilkada Jawa Barat kemarin, bisa jadi merupakan bukti bahwa masyarakat tidak terlalu terpengaruh dengan kasus yang tengah melanda elit PKS. Bravo Aher-Deddy. +6283182241***

Tindak Preman yang Lakukan Pungli YTH Bapak Walikota Padang. Tolong tindak preman-preman yang melakukan pungli ke sopir angkot di depan Muhammadiyah, dan copet di Pasar Raya. Jadikanlah Kota Padang bebas pungli. Lakukanlah razia preman-preman di Pasar Raya, khususnya di depan Muhammadiyah. +6282170608***

Tanam Pohon Pelindung YTH Bapak Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Padang. Sejumlah ruas jalan utama di Kota Padang pohon pelindungnya banyak yang sudah tua. Disebagian ruas jalan lainnya bahkan sudah jarang. Karena itu, kami mohon kiranya segera dilakukan penyisipan ulang sehingga jalan-jalan utama di Kota Padang tetap teduh dan nyaman untuk dilalui. Terimakasih atas perhatiannya. +6281267028***

Pecat Guru Mesum di Homestay Maninjau YTH Ibu Kepala Dinas Pendidikan di Kota Bukittinggi dan Kepala SMK Kosgoro Bukittinggi. Kami sangat malu dengan berita tertangkapnya oknum guru yang berasal dari kota dan sekolah di Bukittinggi yang sedang melakukan perbuatan terlarang pada salah satu homestay di Maninjau. Mohon kiranya yang bersangkutan diberi sangsi tegas. Perbuatan mesum yang bersangkutan benar-benar telah mencoreng nama baik guru dan dunia pendidikan di Kota Bukittinggi. Kami tidak ingin nama baik ini rusak hanya karena perilaku satu orang oknum. Terimakasih. +6285376151***

Direktur Haluan Media Group: H Desfandri. Dewan Redaksi : H. Basrizal Koto, H. Desfandri, H. Hasril Chaniago, Zul Effendi, Yon Erizon, Indra Helmi, Ismet Fanany MD, Eko Yanche Edrie, Syamsu Rizal, Sekretaris Redaksi: Silvia Oktarice, Redaktur: Afrianita, Atviarni, Dodi Nurja, Nova Anggraini, Rahmatul Akbar. Asisten Redaktur: Devi Diani, Meidella Syahni, Reporter Padang: Ade Budi Kurniati, Nasrizal, Perwakilan Bukittinggi: Haswandi (Plt Kepala) Jon Indra (Non-Aktif), Syamsuardi S, Ridwan, Pariaman/Padang Pariaman: Dedi Salim, Trisnaldi, Payakumbuh/Limapuluh Kota: Zulkifli, Syafril Nita, Sri Mulyati, M Siebert, Pasaman:Atos Indria, Ahdi Susanto, Welina, Agam: Miazuddin, Kasra Scorpi, Padang Panjang: Iwan DN, Rian Syair, Tanah Datar: Yuldaveri, Emrizal, Aldoys, Pasaman Barat: Suryandika, M. Junir, Gusmizar, Pesisir Selatan: Sabrul Bayang, M. Joni, Haridman, Kabupaten Solok/ Kota Solok: Syamsuardi Hasan, Riswan Jaya, Alfian, Almito, Marnus Chaniago, Solok Selatan: Icol Dianto, Sawahlunto: Fadilla Jusman, Sijunjung: Elfa Fuadiansyah, Azneldi, Dharmasraya: Maryadi, Ferry Maulana, Biro Jakarta: Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: Moralis, Biro Kepri: M Sahdan Tim Kerja Usaha: Efri Hanter (Kabag Sirkulasi), Yursil Masri (Manajer Keuangan), Andiyanto (Koord Asongan), Yunasbi (Kabag Iklan), Tata Letak/Desain: David Fernanda, Nurfandri, Rahmi, Syamsul Hidayat, Jefli, HRD : Desmasari, Umum : Nurmi, Kasir : Desy, TI : Teguh. ,Pra Cetak : Sawal Marjuni HRP, Mai Hendri, Cetak : Mardianto (Koordinator), Afandi, Rudi Kurniawan, Jecky Jekcson. Haluan Media Group: CEO H.Basrizal Koto, Direktur: H Desfandri. Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Iklan dan Sirkulasi: (0751) 4488700, Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: haluanpadang@gmail.com, redaksi_haluan@yahoo.com, website: http/ harianhaluan.com, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp57.000, Harga eceran Rp2.500,- Tarif iklan: Tarif Iklan: Display FC halaman satu: Rp50.000/mm kolom, Display BW halaman satu: Rp35.000/ mm kolom, Display halaman dalam FC: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam BW: Rp17.500/mm kolom, Iklan SC :Rp25.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat FC: Rp15.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat BW: Rp10.000/mm kolom, Dukacita: Rp10.000/mm kolom, Iklan kolom (maks 300 mmk) FC: Rp15.000, Iklan Kolom (maks 300 mmk) BW: Rp10.000, Advertorial FC: Rp40.000/mm kolom, Advertorial BW: Rp25.000/mm kolom Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, Bank Nagari Cabang Utama Padang Rek No: 1008.0103.00009.1 PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http://www.harianhaluan.com

>> Editor : Syamsu Rizal

>> Penata Halaman : Syahrizal


6

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

LINGKAR

Anas Bongkar Kasus Century

Konflik Papua Karena OPM JAKARTA, HALUAN — Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan konflik yang terjadi di Papua disebabkan karena adanya keinginan dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) bukan karena adanya kesenjangan sosial. “Konflik Papua itu dari kelompok Papua Merdeka,” kata Men sos Salim usai Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kemensos dan Kemenkop dan UKM, di Kementerian Sosial, Senin (25/2). Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menepis kalau persoalan Papua karena adanya kesenjangan sosial. Pasalnya, penerapan otonomi khusus sudah diberlakukan di sana. Bahkan anggaran yang dikeluarkan dari kantong APBN cukup besar untuk pembangunan di Papua. “Otonomi khusus sudah dijalankan, anggaran cukup besar. Seharusnya gubernur dan para bupati turun ke rakyat. Masyarakat kita memahami pemerintah tidak mudah selesaikan masalah seperti membalikan tangan. Namun, kalau didekati, disentuh kedamaian bisa terwujud,” kata Salim. (h/inh)

JAKARTA, HALUAN — Mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum bertekad akan membongkar skandal bailout Bank Century. Rencana itu diungkapkan dalam pertemuan dengan para tokoh HMI di kediamnnya.

BARANG ANTIK — Bragam barang antik diperdagangkan di Jalan Surabaya, Jakarta, Senin (25/2). Pasar barang antik Jalan Surabaya sudah berdiri sejak tahun 1974. VVN

KISRUH DEMOKRAT

Dede Yusuf Kalah Pilgub JAKARTA, HALUAN — Mantan Wakil Direktur Eksekutif Partai Demokrat M Rahmad menilai, kekalahan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Dede Yusuf-Lex Laksamana tak lepas dari kisruh yang terjadi di Partai Demokrat. Loyalis mantan Ketua Umum Anas Urbaningrum ini mengungkapkan kacau-balaunya kondisi yang terjadi di Demokrat yang ditunjukkan ke publik menghilangkan simpati masyarakat. “Kalau masyarakat lihat sebuah rumah tangga yang cakar-cakaran dan menunjukkan rumah tangga yang lagi kacau-balau tidak bisa menjadi suri teladan otomatis akan memengaruhi dukungan

masyarakat,” ujar Rahmad di Gedung Kompleks Parlemen, Senin (25/2). Rahmad menuturkan, seharusnya, kekacauan yang terjadi di Partai Demokrat tidak diungkap ke publik. Namun, karena sudah telanjur terbongkar ke publik, Rahmad pun melihat konflik Demokrat merupakan andil penting dalam kekalahan Dede-Lex. Pasangan Dede-Lex yang bertarung dalam Pilkada Jawa Barat kalah dalam hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Padahal, Dede-Lex didukung empat partai besar, yakni Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, dan Partai Ke-

bangkitan Bangsa. Dalam hasil hitung cepat Puskaptis, pasangan AherDeddy unggul dengan 32,71 persen suara. Selanjutnya disusul dengan pasangan Rieke-Teten 28,15 persen, Dede-Lex 24,87 persen, Irianto Syafiuddin-Tatang Hakim dengan 12,54 persen, dan Dikdik Mulyana-Cecep Toyib 1,86 persen. Pasangan Aher-Deddy juga unggul dalam hitung cepat Litbang Kompas dengan 31,58 persen suara, disusul pasangan Rieke-Teten 28,90 persen, Dede-Laksamana 25,49 persen, Irianto-Tatang 12,30 persen, dan pasangan DikdikToyib memperoleh suara 1,74 persen.

Sementara itu, kenadati hasil quick count menunjukkan pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar mengungguli pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduk, namun Rieke belum mengakukalah. Menurut Rieke, hingga saat ini belum ada pihak yang menang dan kalah. Sehingga, ia akan terus berjuang hingga penghitungan cepat berakhir. Karena itulah ia merasa belum merasa perlu mengucapkan selamat kepada pihak manapun. Namun, dia juga menekankan bahwa perjuangannya ini bukanlah sekadar bahwa ia dan Teten ingin menjadi pimpinan Jawa Barat. “Ada 49,1 juta rakyat Jawa Barat

yang hidupnya sedang dipertaruhkan untuk lima tahun ke depan,” ujarnya. Pemeran Oneng dalam sitkom Bajaj Bajuri ini juga menekankan pentingnya pengawalan dalam penghitungan suara karena masih banyak warga Jawa Barat yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Misalnya staf dan pasien Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung yang tidak bisa mencoblos karena kurangnya kertas suara. “Kenapa bisa kertas suara tidak ada, padahal dari 1,4 triliun dana untuk pilkada, 12 miliar di antaranya dialokasikan untuk kertas suara. Dan semua uang itu dari rakyat,” kata Rieke lagi. (h/kcm)

Politisi Partai Hanura Yuddy Chrisnandi mengungkapkan, rencana itu disampaikan Anas dalam pertemuan Minggu malam. Yuddy dan Anas merupakan kolega saat masih sama-sama aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Menurut Yuddy, selain dirinya, pertemuan itu juga dihadiri politisi Golkar yang juga Pimpinan DPR, Priyo Budi Santoso. “Sekarang bolanya ada di Mas Priyo. Dia membidangi masalah Timwas Century. Anas pionir yang akan membongkar skandal Century senilai Rp 6,7 triliun,”kata Yuddy, di Gedung Usmar Ismail, Jakarta, Senin (25/2). Yuddy mengungkapkan, sebelum bertemu dengannya, Anas melakukan pertemuan dengan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution dan seorang sesepuh HMI. Namun, Yuddy mengaku tak mengetahui apa yang dibicarakan Anwar dan Anas. “Sebelum kami bicara lembar kedua itu masih ada Pak Anwar Nasution dengan satu orang sesepuh kami (HMI). Saya tidak tahu dia bawa apa ke dalam. (Anwar) ke luar, baru saya masuk dengan Mas Priyo. Kami bertiga lalu bicara lembar kedua itu.” papar Ketua Badan Pemenangan Pemilu Hanura ini. Selain Anwar, menurut Yuddy, mantan anggota DPR dari Fraksi PKS Misbakhun juga melakukan pertemuan dengan Anas. Menurutnya, Misbakhun menunggu di luar ruangan saat ia, Priyo, dan Anas bertemu. Misbakhun merupakan salah satu inisiator Pansus Angket Kasus Century, yang pernah berperkara dalam kasus LC fiktif Bank Century.

“Lembaran kedua ini hanya milik Anas, tapi milik semua orang,” kata Yuddy. Sebelumnya, dalam pidato pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum DPP Demokrat, Anas menyebutkan bahwa pengunduran dirinya ini bukanlah akhir segalanya. Anas mundur dari jabatannya setelah dinyatakan KPK sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi dalam proyek Hambalang. “Hari ini saya nyatakan ini baru permulaan. Ini baru awal dari langkah-langkah besar, ini baru halaman pertama. Masih banyak halaman berikutnya yang akan kita buka dan kita baca bersama untuk kebaikan kita bersama,” kata Anas saat itu. Hal itu dikatakan Anas menyikapi anggapan atau analisis dari pihak-pihak yang menyebut penetapan dirinya sebagai tersangka terkait dugaan korupsi proyek Hambalang merupakan akhir dari segalanya. Anas menambahkan, dalam kondisi apapun, ia akan tetap berkomitmen untuk memberikan hal yang berharga bagi masa depan politik di Indonesia. “Jadi ini bukan tutup buku. Ini pembukaan buku halaman pertama. Saya yakin halaman berikutnya akan makin bermakna bagi kepentingan kita bersama,” kata Anas Terpisah, juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi Sapto Prabowo menyambut baik rencana Anas Urbaningrum yang disebut-sebut akan membeberkan soal skandal Century. “KPK membuka diri. Semua data yang dia ketahui selain proyek ini (Hambalang). Silakan untuk disampaikan ke KPK,” ujar Johan, di Jakarta, Senin. (h/kcm/dn)

>> Editor : Dodi Nurja >> Penata Halaman: Syamsul Hidayat


SAMBUNGAN 7

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

Incasi Raya .................... Dari Halaman. 1 Agus Martowardojo........... Dari Halaman. 1 “Saya sudah temui pihak Perusahaan Incasi Raya Group, namun kami diabaikan saja. Pemerintah malah terkesan membela pihak perusahaan tersebut, “sebutnya. Ternyata perjuangan Umardani tak hanya sampai di situ dalam penyelamatan tanah ulayatnya. Umardani yang merasa berhak terhadap lahan itu juga merencanakan akan menempuh jalur hulkum untuk mencari jalan keluarnya. Selain itu, jika pihak Incasi Raya masih mengabaikan tututan ini, maka pihak Suku Melayu Bonjol juga mengancam akan melakukan aksi demantrasi ke

kantor Incasi Raya dalam waktu dekat serta membaikot operasional di lahan yang bermasalah tersebut. Disamping itu, Suku Melayu Bonjol ini juga telah membentuk tim untuk membantu perjuangannya dalam penyelamatan tanah ulayatnya. Di antaranya Ketua MTKAM Irfianda, Ketua Forum Libas Kahirul Amri, Ketua Paga Nagari Sumbar, Ibnu Aqil D.Ghani, Majelis KAN Bonjol dan Awaludin Putra. Tim ini juga bertekad akan menyelamatkan hak masyarakat akan tanah ulayat. Tanah ulayat adalah hak masyarakat Minang yang harus diperjuangkan untuk kepen-

tingan masyarakat Minangkabau, namun hal ini diakui olehg tim tersebut sudah pudur. Untuk itu mereka bertekat untuk mambangkik batang tarandam. Ketika Dikonfirmasi wartawan, Direktur Humas dan SDM PT Incasi Raya Zainal mengatakan, bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan silakan menuntut melalui jalur hukum atau melaporkan kasus ini ke Pemkab atau DPRD. “Silakan tuntut, negara ini kan negara hukum, semuanya bisa diselesaikan. Permasalahan ini adalah permasalahan lama yang bisa menghambat investasi di Sumbar,” ujarnya (h/hri)

PMII Desak ................... Dari Halaman. 1 Diibaratkan, ini sama dengan kejadian ketika seorang yang berencana mencuri motor, namun lebih dahulu diketahui dan digebuki warga. Seseorang digebuki karena kedapatan sedang mencoba-coba kunci motor,” kata Akmal, mahasiswa UNP. Para pengunjuk rasa menuntut agar masalah anggaran hibah sebesar Rp1,9 miliar yang ditujukan ke DPP PKS segera diselesaikan. Unjuk rasa ini sendiri berlangsung sekitar dua jam. Selama satu jam pertama, pengunjuk rasa ini terpaksa menunggu kedatangan anggota dewan bersama Sekdaprov Sumbar Ali Asmar. Ketua Umum PMII Kota Padang, Yosef Firman Susilo menyampaikan empat tuntutan dalam aksi tersebut. Yaitu, pertama mengusut tuntas kasus ini, kedua mendesak DPRD Sumbar membentuk pansus, ketiga meminta gubernur bertanggung jawab, dan keempat meminta Jefrinal Arifin selaku mantan Kepala Biro Binsos Setdaprov Sumbar angkat bicara tentang permasalahan ini. “Kami meminta DPRD segera membentuk pansus dalam waktu tiga hari,” kata Yosef. Menanggapi hal tersebut, Wakil

Ketua DPRD Sumbar Leonardy Hermainy, meminta tambahan waktu untuk pembentukan pansus tersebut. Disepakati, pansus akan terbentuk paling lama satu minggu, terhitung setelah unjuk rasa ini. Leonardy sendiri juga mempertanyakan kenapa hanya satu organisasi saja yang menggelar unjuk rasa. Pembentukan pansus ini sendiri juga diamini oleh Ketua DPD Hanura Sumbar M. Tauhid yang juga anggota komisi III DPRD Sumbar. Selain M. Tauhid, anggota DPRD lainnya seperti Irdinansyah Tarmizi, Bachtul, Zulkifli Jailani, Agus Susanto, Ismarni, Marlis, dan Plt Sekwan Delvi juga turut hadir. Sekdaprov Sumbar Ali Asmar yang turut hadir mengatakan bahwa dana sebesar Rp1,9 miliar tersebut belum dicairkan. “Saya sendiri yang menjamin dana tersebut belum dicairkan,” katanya. Terkait ketidaktahuan gubernur tentang dana siluman ini, Ali Asmar juga menerangkan kembali bahwa proposal yang masuk tersebut tidak diketahui gubernur. Sementara tindakan kepala Biro Binsos yang merekomendasikan hal ini untuk dianggarkan dalam APBD jelas melanggar peraturan. Gubernur

pun harus melakukan pembinaan terhadap pejabat tersebut. “Hal ini sudah menyudutkan saya,” kata Ali Asmar menirukan ucapan gubernur saat mengetahui dana siluman tersebut. Aksi pun dilanjutkan dengan longmarch ke kantor Gubernur Sumbar di Jalan Jendral Sudirman. Namun pada saat di kantor gubernur puluhan mahasiswapun disambut belasan satpol PP dan polisi. Mahasiswa pun berorasi dan meminta gubernur untuk keluar kantor menyambut mahasiswa. Pihak PNS pun menyatakan gubernur sedang ada acara di Inna Muara dan Hotel Pangeran Beach. Hingga sampai pukul 15.00 WIB mahasiswa menunggu, gubernur tidak muncul. Akhirnya massa bubar dan kecewa dengan sikap gubernur Sumbar yang tak menyambut aspirasi mahasiswa. Akmal selaku Koordinator Lapangan (koorlap) aksi menegaskan, gubernur harus bertanggung jawab dengan masalah ini. “Masih banyak anak-anak buruh tani yang tak sekolah, pendidikan yang mahal, banyaknya pengangguran dan masalah kesehatan yang terbengkalai,” katanya. (h/cw-eni/cw-lex)

Demi Tanah ................... Dari Halaman. 1 Seolah penyerangan dan penguasaan Soeharto selama 6 jam atas Yogyakarta pada 1 Maret 1949 dianggap jauh lebih heroik dibanding perjuangan berbulan-bulan di rimba belantara Sumatera Tengah oleh PDRI. Salah satu tokohnya adalah Sutan Mohammad Rasjid. Rasjid kelahiran Jawi-Jawi Pariaman 19 November 1911 adalah satu dari sejumlah tokoh kunci perjuangan PDRI sepanjang 1949-1950. Maklum ketika itu ia menjadi Residen Sumatera Barat. Lalu menjadi Gubernur Militer Sumatera Tengah dan dalam PDRI, Rasjid adalah Menteri Keamanan/Sosial/Perburuhan. Dalam buku sejarah selama empat puluh tahun semua pejuang PDRI yang berkaitan dengan PRRI seakan lenyap. Bisa dimaklumi kalau kekecewaan muncul dari kalangan keluarga para pejuang yang memegang kunci PDRI itu. Farid Prawirwanegara, putra Sjafroeddin Prawiranegara menulis di Kompas Online 1 November 2004. Ia mengatakan bahwa sejarah sepertinya memang mesti ditulis oleh jenderal yang menang. Termasuk sejarah nasional khususnya ysng terjadi di Sumatera Tengah. Sering dianggap bahwa PRRI adalah pemberontakan. Tapi Farid setelah berkali-kali berdialog dengan ayahnya, serta kemudian membaca buku Hatta ‘Demokrasi Kita’ semakin meyakini bahwa cap pemberontakan itu hanya oleh mereka yang menulis sejarah. “Karena history is written by the winning general, sejarah ditulis jenderal yang menang,” tulis Farid. Sebab seperti disebut Hatta dalam Demokrasi Kita, “Apalagi sejak dua tiga tahun yang akhir ini kelihatan benar tindakantindakan pemerintah yang bertentangan dengan Undang-Undang Dasar tahun 1950. Presiden konstitusionil yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diganggu gugat, mengangkat dirinya sendiri menjadi formatur kabinet. Dengan itu ia melakukan suatu tindakan yang bertanggung jawab dengan tiada memikul tanggung jawab…. Sungguhpun tindakan Presiden itu bertentangan dengan konstitusi dan merupakan suatu coup d’etat, ia dibenarkan oleh partai-partai dan suara terbanyak di dalam Dewan Perwakilan Rakyat.” Farid pun menulis, bahwa berdasar pernyataan Hatta itu jelas dapat disimpulkan bahwa sesungguhnya PRRI memang merupakan pemberontakan yang ingin melakukan koreksi penyimpangan terhadap konstitusi 1950 yang dilakukan oleh Bung Karno. Dengan demikian, tokoh sekelas Sjafroedin Prawiranegara, Natsir, Asa’at, Burhanuddin Harahap, Husein, Dahlan Djambek dan sebagainya hanya karena ingin mengoreksi pemerintah pusat. Sedangkan Rasjid ketika itu

masih jadi Duta Besar Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Roma Italia. Rasjid hanya terpanggil jiwanya lantaran tanah tumpah darahnya, kampung halamannya dibombardir oleh pemerintah pusat. Ia tidak bisa terima. Maka ia pun rela meninggalkan semua kemewahan dan kenyamanan hidup sebagai diplomat Indonesia di Eropa. Keluarga dan anak-anaknya sampai bersusah-susah dengan status pelarian politik. Anaknya Irwan Rasjid yang masih remaja bersama tiga adiknya harus pindah dari satu kota ke kota lain dan tidak diterima dalam pergaulan masyarakat Indonesia di Eropa. Karena apa Rasjid sedemikian kerasnya mau bersama PRRI? Bahkan sampai PRRI selesaipun ia masih dalam pelarian bersama Prof. Soemitro. Barulah 1966 setelah komunisme di Indonesia jatuh, Rasjid masuk lagi ke Indonesia. Dalam memoarnya, 70 Tahun Rasjid yang terbit tahun 1981 ada sebaris kalimat yang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Only on two things in life you cannot be objective; firstly, the love to your mo-ther; and secondly, the love to the country were you have been born (Hanya pada dua hal dalam hidup ini Anda tidak bisa objektif; pertama, cinta kepada ibumu; dan kedua, cinta kepada Tanah Air di mana Anda dila-hirkan). Begitulah Rasjid. Mendengar ranah Minang dibombardir oleh APRI, ia tidak tahan. Batinnya menjerit. Ia tak rela, tanah yang pernah diperjuangkannya dengan darah dan air mata bersama para pejuang tiba-tiba diluluh-lantakkan oleh meriam-meriam APRI. Apapun yang terjadi ia harus membela tanah tempat darah bunda tertumpah karena melahirkannya. Karena itu ia rela meninggalkan semua kemewahan sebagai diplomat. Dari sepak terjangnya selama perjuangan tidak diragukan lagi semangatnya untuk Indonesia. Meskipun (seperti juga sejumlah tokoh PDRI) sempat bersama PRRI. Tapi semua orang tahu bahwa PRRI tidak melakukan makar dan hanya menuntut penyatuan kembali Dwi Tunggal Soekarno-Hatta, otonomi daerah dan perimbangan kekuangan pusat dan daerah. Toh semua tuntutan itu akhirnya dilaksanakan juga oleh pemerintah pusat. Dan lagi pula, Presiden Soekarno sudah mengeluarkan Amnesti dan Abolisi untuk semua yang terlibat PRRI. Rasjid muda, sejak semua memang mencita-citakan masyarakat yang adil dan makmur. Karena itu pilihan pendidikannya setamat MULOP tahun 1929 di Padang adalah ke AMS di Batavia untuk dapat melangkah ke Sekolah Tinggi Hukum. Ia ingin bergelar Meester in de Rechten (Mr) Gelar itupun akhirnya disandang jua oleh Rasjid pada 1938 hingga

ia dipercaya menjadi Jaksa Tinggi di Padang 1944 sebelum menjadi Residen Sumatera Barat pada tahun 1946. Perjuangan PDRI bukanlah perjuangan yang mudah. Rasjid sebagai Residen saja ketika Agresi II meletus, berkali-kali mengundang rapat staf di Bukittinggi tapi tidak berhasil. Ia bahkan tidak terlalu memikirkan keluarga, sementara yang lain menyelamatkan keluarga terlebih dulu makanya rapat koordinasi perjuangan sulit dilakukan. Baru pada 19 Desember 1948 bisa dilakukan rapat. Rasjid memerintahkan semua dokumen diselamatkan dan unsur-unsur pemerintah dipindahkan ke luar kota Bukittinggi. Maka mulailah Rasjid memimpin perjalanan ke luar kota menuju ke Timur, Ia mengikuti Mr. Sjafruddin Prawiranegara dengan sejumlah pejabat pusat yang sedang ada di Bukittinggi ke arah Payakumbuh. Pemikiran menyelamatkan kelanjutan republik ini adalah naluri pemimpin yang muncul dari diri Rasjid. Maka klop lah, keinginan Rasjid dan kawan-kawan di Bukittinggi untuk melanjutkan republik ke hutan-hutan dengan keputusan darurat yang diambil di Yogya oleh Soekarno-Hatta untuk mengawatkan instruksi pembentukan pemerintah darurat kepada Sjafroeddin Prawiranegara yang sedang ada di Sumatera Barat atau Dr. Sudarsono dan AA Maramis di luar negeri. Syafrudin bersama rombongannya berangkat ke Bangkinang (sekarang masuk Kabupaten Kampar, Riau). Kemudian melakukan ‘gerilya’ selama lebih setengah tahun. Mulai dari Teluk Kuantan (Kuansing, Riau), Sungai Dareh (Dharmasraya, Sumbar), Abai Sangir, Bidar Alam (Solok Selatan), Silantai (Sumpur Kudus, Sijunjung), sampai ke Padangjopang, Koto Kociak, dan Koto Tinggi (Kabupaten Limapuluh Kota). Setelah pembentukan PDRI, Sjafroeddin bergerak ke Bangkinang lalu kembali ke Koto Tinggi enam bulan berikutnya. Sedang Rasjid bersama rombongan, berangkat ke Suliki. Terus ke Puah Data, Koto Tinggi. Di sini, di Pauah Data Rasjid dan rombongan mulai memancarkan siaran PDRI ke seantero dunia setelah pemancar YJB-6 ikut dibawa dari Bukittinggi ke daerah PDRI. Akibat gerakan diplomasi radio yang dilancarkan Rasjid di Koto Tinggi itu, Belanda menyerang dan membumi hanguskan wilayah pertahanan Rasjid. Tapi berkat bantuan rakyat, rombongan Rasjid selamat berikut pemancar YJB-6 yang sangat penting itu. Rasjid menekankan kepada semua pengawal untuk menjaga pemancar itu jangan sampai jatuh ke tangan Belanda.***

Sebelumnya, presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mencalonkan Agus Martowardojo sebagai Gubernur Bank Indonesia kepada DPR. Agus adalah calon tunggal. Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Firmanzah dalam siaran persnya di Jakarta, Senin kemarin , mengatakan, sebelumnya Presiden sudah berkonsultasi dengan Wakil Presiden Boediono dan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa. Dikatakan Firmanzah, ada empat alasan Presiden menunjuk Agus. Pertama, Agus memiliki pengalaman yang baik di bidang keuangan dan perbankan. Kedua, Agus dinilai berhasil mengawal fiskal. Jika Agus memimpin BI,

diharapkan sektor moneter akan lebih berhubungan dengan fiskal dan sektor riil. Ketiga, tambah Firmanzah, Agus dianggap mampu bekerja sama dengan lembaga di luar Kemenkeu, termasuk dengan anggota forum stabilitas sistem keuangan seperti Lembaga Penjamin Simpanan, Ototitas Jasa Keuangan, dan BI. Keempat, Agus terbukti memiliki profesionalisme, kredibilitas, dan integritas yang baik dan tidak perlu diragukan. “Saat ini, Agus telah memiliki pengalaman yang lebih lengkap dibanding ketika dicalonkan menjadi Gubernur BI dulu karena sekarang menjabat Menkeu dan dianggap mumpuni,” kata dia.

Didukung Hatta Sementara itu Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mendukung pencalonan Agus Martowardojo sebagai gubernur B). Agus dinilai cukup mumpuni dalam hal makro dan mikro keuangan. Hatta meminta agar pencalonan Agus ini tidak dikaitkan dengan pencalonannya pada 2008 lalu sebab kondisi pada waktu tersebut dan kini berbeda. “Jangan asumsikan akan ditolak lagi oleh DPR, pasti ini ada perkembangannya. Tentunya semua aspek akan dipertimbangkan,” kata Hatta, Senin. Hatta mengatakan, ia juga dimintai saran oleh Presiden terkait pencalonan Agus Marto ini. . (h/ kcm/dn)

Gubernur Terima ............. Dari Halaman. 1 kinerja pemerintahan. “Sekaligus menjadi salah satu solusi utama dalam penyelesaian sengketa yang berkaitan dengan aset tanah, bangunan, batas wilayah, serta persoalan kependudukan. Hal tersebut sangat dimungkinkan, karena arsip adalah alat bukti yang sah dan tak terbantahkan,” katanya. Selain itu, katanya, dukungan positif dan manfaat berharga tersebut hanya dapat terwujud melalui penyelenggaraan kearsipan yang sesuai dengan kaidah kearsipan sehingga dapat tercapai kondisi pengelolaan arsip yang handal dan terpercaya. Sementara itu terkait dengan beragamnya budaya dan sejarah di Sumatera Barat, Badan Arsip Nasional juga mengimbau agar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendaftarkan setiap kebudayaan-kebudayaan Minangkabau, seperti tari-tarian dan hal-hal yang khas dari Sumatera Barat ke UNESCO. “Kita akan bantu dukung,

sehingga nantinya bisa terdaftar sebagai warisan dunia dari Indonesia, khususnya Sumatera Barat dan tidak akan bisa di klaim oleh negara lain,” kata Asikhin. Setelah menerima penghargaan, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyampaikan bahwa masih banyak arsip-arsip tentang sejarah dan budaya Minangkabau yang tercecer di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu kedepannya arsip-arsip sejarah Minang yang dipunyai oleh para pendahulu, yang secara turun temurun dipegang oleh keluargakeluarga pewaris, akan didata dan kumpulkan. “Kemudian nantinya akan disiapkan anggaran untuk membeli atau menggantinya arsip mereka tersebut,” kata Gubernur. Gubernur juga menjelaskan bahwa selain arsip-arsip sejarah dan kebudayaan kita, didalam lingkungan pemerintah sendiri, setiap organisasi juga harus mempunyai pengelolaan arsip yang baik. Karena arsip yang dihasilkan

nantinya akan menjadi sebuah sumber informasi yang akurat dan merupakan bukti dari kegiatankegiatan yang pernah dilakukan oleh setiap organisasi. “Informasi yang terekam dalam media arsip tersebut tentunya akan menjadi kebutuhan bagi setiap organisasi saat ini maupun di masa yang akan datang,” kata Gubernur. Ditambahkan Kepala Badan Arsip Dan Perpustakaan Pemprov. Sumbar, Alwis menjelaskan bahwa maksud dan tujuan acara ini adalah sebagai apresiasi kepada setiap pimpinan Satuan Kerja Perangkat Dinas dan instansi terkait terhadap substansi materi peraturan daerah, juga untuk mendukung terselenggaranya tertib administrasi dan penyelamatan arsip di Provinsi Sumatera Barat. ”Sehingga nantinya diharapkan akan tersediannya sumber daya manusia yang menguasai pengetahuan dan keterampilan di bidang kearsipan sesuai peraturan perundang-undangan,” katanya. (adv)

Masa Depan................... Dari Halaman. 1 Gulghotay mengalami syok, dikatakan Azim. Ia menjalani kehidupan yang bahagia dengan mendiang suaminya, yang bekerja sebagai tukang bangunan. Sekarang Mohammad Azim merasa khawatir dengan masa depan adiknya. Tingginya Jumlah Janda Bukan hanya Gulghotay yang mengalami syok karena tiba-tiba menjadi janda. Dalam tiga dekade terakhir banyak perempuan yang kehilangan suami atau anggota keluarga lelaki mereka akibat perang. Menurut perkiraan organisasi kemanusiaan, di Afghanistan terdapat sekitar 2,5 juta janda, sekitar delapan persen dari jumlah penduduk Afghanistan. Sebagian besar dari mereka masih berusia relatif muda dan tidak bisa membaca ataupun menulis. Di Afghanistan, kaum perempuan tergantung pada suami mereka di semua bidang kemasyarakatan. Bagi mereka, kehilangan suami merupakan bencana. Dan banyak dari mereka mengambil jalan seperti yang ditempuh Gulghotay, mencoba untuk mengakhiri hidup mereka. Mohammad Hemat, dokter kepala di rumah sakit di Ghazni, mengatakan, setiap minggunya rumah sakit menerima 2-3 perempuan yang meminum cairan me-

matikan. Tidak semua dari mereka bisa diselamatkan. “Biasanya alasan psikologis dan masalah keluarga yang menyebabkan beberapa perempuan tidak mampu lagi menanggung tekanan.” Tanpa Hak Gulghotay masih beruntung, kesehatannya kembali pulih. Namun sebagai seorang janda di Afghanistan jalan yang sulit berada di hadapannya. Sangat tidak mungkin bahwa ia akan kembali menemukan seorang suami baru. Dalam tradisi di Afghanistan, seorang janda akan dinikahkan dengan iparnya. Di negara, di mana masa depan seorang istri tergantung kepada suaminya, para janda diterlantarkan tanpa hak dan menghadapi banyak kesulitan.”Misalnya di sebuah rumah penampungan perempuan, seorang janda mendapat perlakuan semena-mena dan diperkosa oleh ayah dan iparnya,” dilaporkan Wazhma Frogh, seorang aktivis yang memperjuangkan hak bagi perempuan. “Setelah kematian suami, seorang perempuan kehilangan identitas dan juga perlindungan sosialnya. Menghadapi situasi ini, banyak perempuan yang memilih untuk mati daripada terus hidup. Masyarakat hampir tidak menawarkan prospek kehidupan

kepada seorang janda.” Shajan tidak tahu persis, bagaimana ia bisa meneruskan kehidupan. Ia tinggal di kota Jalalabad di timur Afghanistan. Karena anakanaknya lah yang membuat dirinya berusaha untuk terus hidup, dikatakan Shajan. Seperti banyak janda lainnya, setiap hari ia harus berjuang keras melawan kemiskinan. Namun pemerintah Afghanistan tidak cukup memperhatikan para janda dan kondisi hukum dan sosial mereka yang memprihatinkan, demikian kritik Wazhma Frogh. “Misalnya, jika seorang polisi atau tentara tewas dalam perang, bukannya istri dan anak-anaknya yang mendapat uang bulanan, tapi ayahnya.” Selain itu, seorang janda di Afghanistan dianggap sebagai pertanda buruk. Kehilangan suami dianggap kesialan. Karenanya, banyak warga Afghanistan menghindar dari para janda karena takut ‘tertular sial.’ Banyak hal yang sulit yang masih harus dihadapi Gulghotaya. Ia akan bertahan hidup dan kembali pulih sehat. Namun seberapa besar pengorbanan yang akan harus ia bayar? Sekarang, keluarganya hanya berharap bahwa upaya bunuh diri yang telah ditempuh Gulghotaya merupakan yang terakhir. (h/dwl)

Basko Beri..................... Dari Halaman. 1 ITP resmi berdiri 21 Februari 1973. Dipilihnya H Basrizal Koto sebagai pembicara dalam kuliah umum ini, didasarkan kepada keberhasilan Basko (begitu pria asal Pariaman ini disapa) membangun perusahaannya dari nol. “Beliau dikenal sebagai seorang yang gigih, ulet, tekun dan sungguhsungguh dalam berusaha. Berbekal dari semua itu akhirnya beliau berhasil membangun sejumlah perusahaan. Menariknya Pak Basrizal membangun semua itu dari nol. Beliau berasal bukan dari keluarga kaya raya, tapi keluarga miskin. Beliau punya spirit yang luar biasa sehingga patut menjadi contoh,” kata Ade Indra, Senin (25/2). Menurut Ade, mahasiswa ITP yang lebih dominan dipersiapkan sebagai orang-orang pembuka peluang kerja, perlu mendapatkan motivasi dari pelaku-pelaku usaha yang sukses membangun usahanya dari bawah atau dari nol. Nantinya diharapkan dari ITP juga akan lahir para enterpreunership- enterpreunership yang handal yang bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat banyak. “Inilah mendasari kita mengapa kita meminta Pak Bas memberikan kuliah umum bagi mahasiswa ITP,” ujar Ade. Sementara itu H Basrizal Koto menyambut baik, permintaan dari Rektor ITP Ir Hendri Nofrianto MT untuk memberikan kuliah umum bagi mahasiswa ITP. Basko juga merasa terpanggil untuk memberikan motivasi kepada anak-anak muda, mahasiswa di Sumatera Barat, khususnya mahasiswa ITP agar berani menjadi pengusaha dan tidak hanya berharap

ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) semata. Apalagi kesempatan menjadi PNS juga sangat terbatas. Basko di tengah-tengah kesibukannya menyempatkan diri untuk hadir di ITP. “Insyaallah saya hadir,” kata Basko yang juga telah memberikan kuliah umum di kampus UI, ITB, UGM, Unand, Unri dan bagi mahasiswa di Kepri. Sebagaimana diketahui, H Basrizal Koto) yang sejak awal tahun 1990-an hingga kini dikenal sebagai salah seorang pengusaha Minang yang suskes membangun bisnisnya di berbagai bidang, sesungguhnya bukanlah berasal dari keluarga berada atau kaya raya. Tapi, Basko berasal dari keluarga miskin, bahkan sangat miskin. Dia lahir di Padusunan, Kabupaten Padang Pariaman, 11 Oktober 1959 silam dari rahim Hj. Janinar dan Bapaknya H. Ali Absar. Ia memanggil ibunya dengan sebutan “amak” dan ke bapaknya dengan panggilan “Apak”. Saking miskinnya, beras untuk dimasak saja, ketika tahun 1960-an, keluarga ini harus meminjam-minjam kepada tetangga di kampung mereka. Sungguh tak nyaman. Tapi Basko, tak mau menyerah. Dia tidak menyalahkan kemiskinan keluarganya dan juga tidak ingin menikmati kemiskinan itu sendiri. Yang ada di hati dan benaknya adalah melawan kemiskinan itu dengan tekad dan kerja keras. Basko pun mulai mengadu nasib di Pekanbaru dengan bekerja sebagai kernet oplet di Pekanbaru, lalu pindah ke Padang menjadi tukang jahit, jual-beli sepeda motor

bekas, jual-beli mobil bekas. Berikutnya pindah lagi Pekanbaru menjual aksesories kendaraan bermotor. Dia juga memboyong keluarga besarnya ke Pekanbaru. Ketika itu, Basko adalah pedagang aksesories kendaraan bermotor pertama di Pekanbaru sekitar tahun 1980-an. Meski hidupnya perlahan mulai membaik, Basko tak pernah berhenti. Ia pun mulai mendirikan perusahaan berupa PT yang begerak di bidang jual beli mobil dan lainnya hingga terus berkembang. Itulah cikal bakal, dia menjadi pengusaha sukses dari ranah Minang. Kini bisnis Basko tersebar di Riau, Sumbar, Kepri, Jakarta dan di berbagai lainnya di tanah air. Perusahaan yang berada di bawah naungan Basko Group adalah PT Basko Minang Plaza (Basko Grand Mall), Premier Basko Hotel, Haluan Media Group (Haluan di Padang-Sumbar, Haluan Riau di Pekanbaru-Riau, Haluan Kepri di Batam-Kepulauan Riau), PT Cerya Riau Mandiri Printing (percetakan), PT Cerya Zico Utama (properti), dan PT Bastara Jaya Muda (tambang batubara). Berikutnya PT Riau Agro Mandiri (penggemukan, impor dan ekspor ternak), PT Riau Agro Mandiri Perkasa (pembibitan, pengalengan daging), PT Indonesian Mesh Network (TV kabel dan Internet), Green City Mall and Apartement di Pekanbaru-Riau, Padang Grand Mall & Hotel (di Bypass Padang, sedang dalam persiapan pembangunan) dan Basko Tower di Simatupang-Jakarta (dalam persiapan). (h/*)

>> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

>> Penata Halaman : David Fernanda


8

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

„PILKADA PADANG Golkar Buka Pendaftaran Maret PADANG, HALUAN — DPD II Partai Golkar Kota Padang membuka pendaftaran calon walikota dan wakil walikota, sekaligus menetapkan berkoalisi Maret nanti. “Insya Allah, kalau tidak ada halangan dan rintangan pada bulan Maret 2013 ini Partai Golkar akan membuka pendaftaran bakal calon walikota dan wakil walikota padang,” kata Ketua DPD Partai Golkar Kota Padang Wahyu Iramana Putra kepada Haluan, Senin (25/2). Selain membuka pendaftaran, untuk bakal calon walikota dan wakil walikota juga Partai Golkar akan membuka pendaftaran koalisi parpol. Setelah dibuka pendaftaran, kemudian akan dilanjutkan penjaringan. Penjaringan itu, akan dilaksanakan oleh tim dari partai golkar melalui survei. Dari hasil survei itulah, nantinya calon terpilih yang akan diusung oleh Partai Golkar. “Partai Golkar, akan menerima calon kepala daerah baik dari internal partai maupun eksternal. Sedangkan, untuk koalisi akan dipilih sesuai visi dan misi parpol tersebut dan jika parpol itu memiliki kecocokkan dapat dilanjutkan hingga Pilkada,” katanya. Sementara itu, meskipun membuka peluang untuk kader eksternal, namun nama-nama kuat kader internal sudah jauh hari bermunculan, baik di lingkungan Partai Golkar sendiri, maupun di lingkungan masyarakat. Nama kader internal yang muncul dan mendapat respon di tengah masyarakat yakni Ketua DPD II Golkar Padang, Wahyu Iramana Putra, Ketua Kosgoro 1957 Sumbar Yusman Kasim dan Fungsionaris Pusat Partai Golkar, Alkudri. (h/ade)

PAN Belum Buka Pendaftaran PADANG, HALUAN — Hal yang sama juga dilakukan Partai Amanat Nasional (PAN). Sekretaris DPC PAN Kota Padang Masrul mengatakan, tim Pilkada PAN Kota Padang dalam waktu dekat akan membuka pendaftaran bagi calon walikota dan wakil walikota Padang, namun waktunya belum jelas. “Tepatnya pendaftaran akan dimulai belum jelas, karena harus melalui rapat internal tim pilkada,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Padang ini. Dikatakannyan, PAN memberi peluang kepada siapapun yang akan mendaftar, baik dari internal maupun eksternal. Jika calon tersebut memenuhi persyaratan serta sesuai dengan visi dan misi partai, maka bisa berjalan beriringan menghadapi Pilkada. Sedangkan, untuk koalisi Parpol belum diketahui kapan akan dilaksanakan. Sebab, akan ditindajlanjuti melalui rapat internal terlebih dahulu. Sementara itu, untuk peluang bakal calon walikota dan wakil walikota, partai berlambang matahari terbit ini membuka peluang kepada tokoh yang memiliki komitmen membangun Kota Padang, baik kader internal, maupun kader eksternal dari luar partai. Namun nama yang mencuat dari PAN saat ini yakni M. Ichlas El Qudsi yang saat ini duduk sebagai Anggota DPR-RI. (h/ade)

SEKJEN DPP REI ANTARKAN ALKUDRI KE DEMOKRAT

Hasil Seleksi Akhir Maret Hampir semua nama yang mencuat disebut-sebut calon walikota Padang melamar ke Partai Demokrat. Bakal calon akan diseleksi oleh Tim 9 Demokrat yang hasilnya ditetapkan akhir Maret nanti.

SERAHKAN FORMULIR — Alkudri menyerahkan formulir pendaftaran calon walikota yang diterima Tim 5 Penjaringan Calon Walikota Padang DPC Partai Demokrat Padang, Yusak David dan disaksikan Ketua DPC Demokrat, Januari Sumka. IST

PENGAMAT POLITIK UNAND DR. ASRINALDI

Baliho Tak Jaminan Bisa Meraih Hati Pemilih PADANG, HALUAN — Banyaknya baliho (kompanye-red), para calon walikota yang memenuhi ruang publik di Kota Padang ini tidak bisa jadi jaminan bisa meraih hati masyarakat. Namun jaminan untuk menjadi orang nomor satu, tak lebih dari masa pendukung. Hal ini di ungkapkan Pengamat Politik dari Universitas Andalas, DR Asrinaldi kepada Haluan, kemarin (25/ 2). Bahkan, Pembantu Dekan Fakultas Ilmu sosial Dan Ilmu Politik Unand ini menilai, banyaknya baliho, spanduk, poster dan alat peraga sosialisasi lainnya yang mengisi ruang publik justru memberikan sinyal bahwa sang calon belum memiliki modal politik dan belum dikenal luas oleh masyarakat. Hal buruknya, tidak menutup kemungkinan malah dengan baliho banyak itu akan akan memperburuk keadaan. “Karena masyarakat kelas mengah ke atas akan menilai, seorang calon yang banyak mengunakan fasilitas atau ruangan publik dalam promosikan diri berarti dia tidak punya modal dalam berpolitik, baik dari segi materil maupun

dari segi masa pendudukung,” sebutnya. Disamping itu, lanjut Asrinaldi, dia mengatakan saat ini masayarakat tidak dapat lagi “ditipu” atau di kelabui dengan jargon politik yang dipampangkan dalam sebuah baliho, karena masayarakat sudah banyak yang paham dan mengerti terhadap akan janji-janji politik yang membuat masayarakat antipati terhadap calon,” tegasnya. Sementara itu, pantauan Haluan di berbagai kawasan strategis di Kota Padang, baliho dan poster calon walikota kian marak, meski saat ini masih dalam waktu pendaftaran calon ke partai politik. Bahkan, ‘perang baliho’ ini tak menghiraukan ruang publik. Lokasi yang marak baliho calon diantaranya kawasan Jalan Khatib Sulaiman, Jalan Sudirman, Jalan Pemuda, Jalan M. Yamin dan Jalan Muhamad Hatta. Menurut salah seorang warga, Hendri (43) yang berprovesi sebagai Tukang Ojek menilai, semestinya para calon yang akan memimpin kota Padang 4 tahun kedepan, tidak perlu terlalu

banyak memampang gambar diri dimana-mana. Namun dia menyarankan kalau mau menarik perhatian masyarakat, tidak usah terlalu banyak menyebarkan baliho. Karena nantinya malah akan dianggap sebagai pejabat yang doyan menghambur-hamburkan uang. “Satu baliho berapa duit yang harus dikeluarkan. Apalagi jumlahnya mencapai ratusan. Itu kan jadi tidak baik di mata masyarakat, Lebih baik uang itu diberikan untuk membantu masyarakat miskin,” ujar Hendri yang di temui Haluan di Simpang Presiden kemarin (25/2). Hal senada juga di ungkapkan, Amrin (53), warga Simpang Haru. Dia bahkan mempertanyakan tulisan-tulisan kecil yang dijual oleh calon. Isinya nyaris sama. “Semuanya bertekad untuk perubahan Kota Padang. Dan setiap masa pemilu setiap calon pasti menginginkan perubahan namun hingga saat ini masih seperti itu-itu juga. Masih banyak yang miskin, makan dua kali sehari masih susah,” celotehnya. (h/hri)

JOSRIZAL ZAIN

Anas Mundur Tak Berpengaruh di Sumbar PADANG, HALUAN — Mundurnya Anas Urabaningrum dari Demokrat tidak akan berpengaruh terhadap kader di Sumbar. Demikian dikatakan Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar Josrizal Zain, Senin (25/2). Menurutnya, adanya penandatanganan pakta integritas beberapa waktu lalu, secara tegas mengatakan persoalan Anas Urbaningrum sepenuhnya diserahkan ke KPK. Sementara kader tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa. “Hal ini malah memicu terjadinya peningkatan untuk pemilu 2014 mendatang. Karena membuktikan, Demokrat bukan partai sembarangam” jelasnya.

Terkait perolehan suara di pemilu 2014, hal ini sedikit banyaknya jelas akan berpengaruh. Namun target Demokrat untuk pemilu 2014 mendatang tidak akan b e r u b a h . Demokrat telah menargetkan meraih perolehan suara sebanyak 30 persen pada p e m i l u mendatang. Saat ini pihaknya sedang meningkatkan aktivitas konsolidasi. Penandatangan pakta integritas sendiri, menurut

Josrizal, mengingatkan bagaimana awal mula partai ini berdiri. Di dalam pakta integiritas pun dijelaskan, kader harus bebas dari praktik KKN. Juga tidak boleh bermain dengan APBD provinsi maupun APBD kota dan kabupaten. “Kita lihat saja, baru jadi tersangka, sudah keluar dari partai. Jadi demokrat bukan partai mainmain,” katanya. Demikian juga halnya di tingkat pusat. Partai Demokrat membantah kabar yang men-

yebut para loyalis Anas Urbaningrum akan beramai-ramai meninggalkan Demokrat setelah ketua umum mereka resmi berhenti dari partai, pasca ditetapkan sebagai tersang korupsi proyek wisma atlet Hambalang. “Tidak ada (pengunduran diri loyalis Anas). Itu hanya emosi sesaat,” kata Ketua Fraksi Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, kemarin. Kalau pun ada ancaman mundur, ia yakin hal itu akan urung dilakukan setelah kepala para kader Demokrat kembali dingin. Nurhayati juga menyatakan, tak ada istilah ‘loyalis

Anas’ di Partai Demokrat. “Yang ada adalah loyalis partai,” kata dia. Namun demikian, apabila ada satu atau dua kader Partai Demokrat yang mengundurkan diri, Nurhayati mengatakan tak bisa mencegahnya karena itu adalah hak setiap kader. Sebelumnya, Wakil Direktur Eksekutif Partai Demokrat, M. Rahmad, mengundurkan diri dari Demokrat. “Ketua Umum (Anas Urbaningrum) tidak pernah meminta saya ikut-ikutan mundur. Keputusan mundur adalah sikap politik pribadi. Ketika guru politik saya keluar, maka keinginan terkuat saya adalah mengikuti jejak guru,” kata Rahmad. (h/cw-eni/vvn)

„ PILKADA SAWAHLUNTO

Fauzi Hasan-Deri Asta Serahkan LHKPN ke KPU SAWAHLUNTO, HALUAN — Pasangan calon walikota Fauzi Hasan-Deri Asta (Fader) menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sawahlunto, Senin (25/2). Fauzi Hasan datang ke KPU bersama Ketua Tim Pemenangannya, Kapten CPM (purn) Bustami Yoesmar. Pada kesempatan itu, Komisioner Divisi Teknis dan Perencanaan KPU Sawahlunto, Fira Hericel mengatakan bakal Calon Walikota Fauzi Hasan mengisi formulir LHKPN Model B. Fauzi Hasan mengisi formulir model B itu, karena sudah pernah menjadi penyelenggara negara dan melapor harta kekayaan. Fauzi Hasan pernah melaporkan harta kekayaan selaku penyelenggara negara dalam jabatan selaku Wakil Walikota Sawahlunto 10 tahun lalu saat

berpasangan dengan Walikota Amran Nur. Fauzi Hasan, kembali mengisi LHKPN saat maju menjadi Calon Walikota Sawahlunto di tahun 2008. Ia mengatakan, beda dengan bakal calon Wakil Walikota Deri Asta yang mengisi formulir LHKPN Model A. Deri Asta, ini pertama kali mengisi LHKPN. “Ini pasangan bakal calon walikota kedua yang menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara ke Komisi Pemilihan Umum,” kata Fira. “Kita memberi tenggat waktu pengisian dan pengembalian LHKPN kepada KPU hingga 28 Februari 2013. Apabila pasangan bakal calon belum juga diserahkan LHKPN, kita akan menyurati 1 Maret dan memberi kesempatan hingga 7 Maret 2013. LHKPN yang sudah diserahkan, selanjutnya KPU menyerahkan kepada Komisi

Pemberantasan Korupsi (KPK). Selanjutnya, KPK memberitahukan kekayaan masing-masing pasangan bakal calon kepada KPU,” katanya lagi. Sementara itu, bakal calon Walikota Fauzi Hasan mengatakan, semua persyaratan yang diperlukan untuk pencalonan sudah dipenuhi. Fauzi Hasan mengatakan, sangat mendukung dan peduli dengan gerakan anti korupsi. Bahkan, ketika peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang digelar Komunikasi Aksi Peduli Anti Korupsi (KAPAK) Sawahlunto pada 10 Desember lalu ikut menandatangani spanduk gerakan anti korupsi. “Dilandasi semangat anti korupsi itu, kami segara menyerahkan LHKPN kepada KPU. Sehingga, KPU bisa pula dengan segera menyerahkan LHKPN itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi, “ujar Fauzi Hasan. (h/hel)

CALON Walikota Sawahlunto, Fauzi Hasan menyerahkan LHKPN yang diterima Komisioner KPU Sawahlunto, Fira Hericel, kemarin. IST >> Editor : David Ramadian

PADANG, HALUAN — Hampir seluruh nama yang mencuat disebut-sebut calon walikota Padang mendaftar ke Partai Demokrat. Setidaknya ada 13 nama calon walikota dan wakil walikota yang resmi mendaftar di hari terakhir jadwal penjaringan, Senin (25/2). Ketua DPD Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Sumbar Alkudri juga tak ketinggalan. Menariknya, kedatangan Alkudri didampingi langsung Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) REI Eddy Hussy dan Wasekjen DPP REI Dadang Juhro. Mereka disambut Ketua DPC Partai Demokrat Padang Januardi Sumka dan Sekretaris Tim 5 Yusak David. Menurut Alkudri, sebelum daftar ke Demokrat, dirinya sudah minta izin ke DPD dan DPP Partai Golkar, karena pada pencalonan di Padang, Golkar tidak bisa mengusung calon sendiri atau harus berkoalisi. “Untuk mencalonkan diri sebagai Wako Padang, saya mau tidak mau harus melakukan koalisi dengan partai lain. Karena Partai Demokrat telah membuka pendaftaran, maka saya mmendaftarkan diri sebagai cawako,” ujar fungsionaris pusat Partai Golkar ini. Sebelumnya, James Hellyward mendatangi DPC Demokrat sekitar pukul 10.00 WIB dengan diantar puluhan pendukunganya yang berasal dari komunitas sepeda Kota Padang dan Ikatan Kelurga Padang (IKP). “Karena Demokrat yang membuka pendaftaran lebih awal, makanya kami mendaftarkan diri. Tapi kami juga akan mendaftar ke partai lainnya yang membuka pendaftaran,” kata guru besar Unand tersebut. James juga menampik, hasil survei yang memposisikan dirinya berada di posisi terbawah. Hasil itu tidak beralasan karena sampai saat ini, dirinya masih diterima di tengah-tengah masyarakat Kota Padang. “Saya tidak yakin dengan hasil survei tersebut. Saya juga bekerja di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Kalau saya ingin buat survei, saya juga bisa di posisi teratas, karena saya ketuanya,” tegas mantan Kadisbudpar Sumbar itu. Balon berikutnya Emma Yohanna, tokoh perempuan yang saat ini duduk sebagai Anggota DPD RI. Dia menjelaskan, dari segi tanggung jawab, tugas di legislasi dan di eksekutif tersebut memang jauh berbeda. Namun intinya untuk membangun Kota Padang ke depannya harus ada sinergisitas antara kedua lembaga tersebut. “Sebagai warga Kota Padang saya juga berhak untuk maju pada Pilkada nanti. Selama ini saya juga bertugas di legislasi, tugas dan tanggung jawab dari kedua lembaga itu jelas berbeda. Namun intinya untuk membangun Kota Padang kedua lembaga itu harus bersinergi,” jelas anggota DPD RI tersebut usai mendaftar. Lain lagi dengan Desri Ayunda. Dirut PT Igasar Semen Padang ini mengaku, merasa terpanggil untuk ikut membangun Kota Padang. Karena Kota Padang memang membutuhkan figur pemimpin yang bisa mengayomi masyarakat serta membawa perubahan di Kota Bingkuang, bukan sebagai penguasa. Dia juga yakin, tetap akan maju bersama partai menuju BA 1 A nantinya, bukan melalaui jalur independen. Mengenai hasil survei, dia menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat. Karena masyarakat yang lebih mengetahui siapa nantinya yang akan dipilih untuk menjadi pemimpinnya. Apalagi saat ini masyarakat Kota Padang juga sudah cerdas dalam memilih pemimpin. Tak ketinggalan, Azwin juga optimis di partai berlambang bintang mersi tersebut. Jika nantinya partai lainnya juga buka pendaftaran, dia juga akan mendaftarkan diri. Sementara, Yulteknil mengaku ingin mengabdi kepada Kota Padang. Namun pembangunan Kota Padang dinilai juga tak akan berbuah hasil yang bagus tanpa adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Kota Bingkuang. Sementara dua Balon Wawako FIrdaus Ilyas dan Masrizal juga mengaku terpanggil untuk bersama-sama dengan masyarakat membangun Kota Padang diberbagai sektor. “Kami sadar banyak kandidat yang sebagai Wako karena itu kami mengambil untuk posisi Wawako. Namun pada prinsipnya, antara Wako dan Wawako itu satu paket yang tidak bisa dipisahkan,” aku Firdaus Ilyas yang saat ini menjabat sebagai Kadishubkominfo Kota Padang. Dia juga mengaku, tak ambil pusing dengan hasil survey yang saat ini beredar diberbagai surat kabar di Sumbar. Karena mantan Kadispora Kota Padang itu yakin hasil sebenarnya akan dibuktikan pada Pilkada mendatang. Begitu juga dengan Sekretaris DPC Demokrat Kota Padang, Masrizal yang mengaku memiliki peluang dengan memposisikan diri sebagai Wawako. ”Kalau calon yang lain memilih Nomor satu, kami biarlah yang nomor dua saja. Namun bagaimana pun juga hasil seleksi tersebut nantinya akan ditentukan oleh tim Sembilan. Kemungkinan paling lambat akhir Maret mendatang DPC Demokrat Kota Padang sudah menentukan calonnya yang akan diusung nantinya. “Yang akan kami dukung itu nantinya adalah hasil yang direkomendasikan oleh tim Sembilan. Jadi mungkin sekitar akhir Maret ini kami sudah menentukan calon yang akan kita usung untuk Pilkada nanti,” kata Sekretaris tim Lima, Yusak David. (h/ade)

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

9

PKL PAKAI BADAN JALAN

Dinas Pasar Akan Gunakan Kekerasan PADANG, HALUAN — Pemerintah Kota Padang dinilai tidak serius menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Raya Padang. Pasalnya, semakin sering Dinas Pasar melakukan penertiban, maka sesering itu pula PKL kembali menggelar dagangannya.

PERBAIKAN JALAN — Sejumlah pekerja Dinas Pembangunan Umum (PU) Kota Padang, tengah melakukan pemeliharaan rutin dengan mengaspal ulang jalan di Jalan Dr Hamka, Kota Padang, Senin (25/2). Perbaikan ini dilakukan untuk kelancaran pengguna jalan karena jalan tersebut sudah mengelupas dan berlobang. AMIR

LINGKAR Perampok Mahasiswa UNP Masih Diburu PADANG, HALUAN—Tim Reskrim Polsek Kuranji masih berupaya mencari keberadaan dua pelaku perampokan di rumah kontrakan mahasiswi, Komplek Perumahan Kebun Indah Blok A, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Jumat (22/2) lalu. “Kami belum mengetahui keberadaan kedua pelaku tersebut. Walaupun demikian, kami masih terus melakukan pencarian terhadap mereka,” kata Kapolresta Padang Kombes Pol. Moch Seno Putro melalui Kapolsek Kuranji AKP Masrial, kemarin (25/2). Dikatakan Masrial, pihaknya telah memintai keterangan terhadap korban dan saksi lain. Pihaknya pun telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tetapi belum diketahui pasti, apakah pelaku tersebut masih warga sekitar atau tidak. Yang jelas hingga saat ini masih berusaha untuk mengungkap kasus tersebut. Untuk kedua pelaku ini, lanjut Masrial, pihaknya menduga pelaku belum profesional atau masih amatir. Sebab, dari informasi yang diperoleh pelaku ini tidak memakai penutup kepala alias sebo. “Untuk hasil sementara, kami telah mengetahui ciri-ciri pelaku. Dan kami berharap masyarakat membantu kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut agar pelakunya dapat ditangkap,” harap Masrial. Sebelumnya, salah satu Mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP) dirampok oleh dua pria tidak kenal di rumah kontrakannya di Komplek Perumahan Kebun Indah Blok A No.4 RT 03 RW 01, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Jumat (22/2) sekitar pukul 05.00 WIB. Beruntung korban bernama Niswatur Rahmah (18), yang sempat disekapnya tidak dilukai, karena pelaku ini membawa senjata berupa obeng. Namun barang berharganya berupa dua buah cincin emas, satu unit notebook merek Acer dan uang tunai Rp650 ribu berhasil dibawa dua pria tersebut. Akibat kejadian ini, korban menderita kerugian Rp5,5 juta dan merasa tidak senang atas peristiwa yang menimpanya, maka korban melaporkan ke Polsek Kuranji untuk menangkap pelakunya. (h/nas)

Wakil Ketua Kesatuan Pedagang Pasar (KPP) Asril Manan, menilai banyak pihak yang dirugikan oleh tidak tegasnya Dinas Pasar dalam menertibkan PKL. Karena para PKL ini selalu kembali berjualan setelah ditertibkan. “Saya meminta berulang kali kepada Pemko Padang untuk serius menindaklanjuti para PKL yang telah mengambil hak pemilik toko di sepanjang Aia Mancua sampai Raya Teater. Sama siapa kami akan mengadu, kalau bukan kepada Pemko. Kalau fenomena ini terus dibiarkan maka besar kemungkinan Pasar Raya ini akan penuh oleh PKL,” tutur Asril Manan. Dia pun mengaku sudah bosan dengan fenomena ini. Dia juga sangat menyesalkan sikap instansi terkait yang tidak nampak keseriusannya menindaklanjuti sampai tuntas persoalan tersebut. Kian hari, kata Asril Manan, masalah yang ada di Pasar Raya itu semakin

menumpuk. Kalau tidak diselesaikan satu per satu, akan muncul kezaliman lainnya. PKL tidak hanya mengambil hak pejalan kaki, namun PKL juga menzalimi pemilik toko. “Penertiban itu tidak harus dengan kekerasan. Akan tetapi perlu ketegasan dari Pemerintah Kota Padang. Jangan hanya berkesan cari muka saja. Selain itu, harus ada solusi yang diberikan Pemko, setelah melakukan penertiban. Dan tidak kalah pentingnya soal sarana, seperti lampu penerangan. Sehingga para PKL bisa berjualan dengan leluasa mulai jam 4 sore,” ucap Asril Manan. Pantaun Haluan di Pasar Raya Padang Senin (25/2), badan jalan hampir seluruhnya dipenuhi PKL. Di depan bundaran Aia Mancua yang beberapa waktu lalu sudah ditertibkan dari parkir sepeda motor. Tetapi hari ini (Senin, red), mereka kembali parkir di tempat tersebut. Sehingga menambah kesemrawutan

Pasar Raya Padang. Sementara itu, Kepala Dinas Pasar Tasril Tasar ketika di konfirmasi menyatakan, bahwa PKL sudah tidak punya perasaan, tidak punya moral lagi. Karena menurutnya, selain tidak mendengarkan dan mematuhi perjanjian yang telah disepakati bersama, PKL juga sudah berani melampaui batas di jalan tersebut. “Kami dari Pemko Padang tidak habis pikir dengan jalan pikiran mereka. Berulang kali kami tegaskan, tidak boleh berjualan di luar batas yang telah ditentukan. Namun, apa yang kita dapat ketika petugas tidak berada di tempat pengawasan, mereka semakin menjadi-jadi,”kata Tasril Tasar. Dia menambahkan, pihaknya akan menindak tegas para PKL tersebut. Masalah ini tidak akan dibiarkan berlarutlarut. Pihaknya juga bisa bertindak tegas terhadap PKL tersebut. “Selama ini kita masih bisa bertoleransi. Tetapi ke depan, siapa yang membangkang akan kita angkat saja daganganya. Bila tidak ingin kami menggunakan kekerasan atau pemaksaan, maka mari sama-sama kita menggunakan perasaan,” tegas Tasril Tasar. (h/cw-oos)

Masyarakat Berpartisipasi Dirikan Posko Andre PADANG, HALUAN — Angin segar perubahan yang dihembuskan Andre Rosiade dan AR Center disambut hangat warga Kota Padang. Mereka pun memberikan dukungan dalam berbagai bentuk. Seperti di Kelurahan Berok Nipah, Padang Barat, mereka dirikan Posko Pemenangan AR Center. Warga menilai, pemuda seperti Andre, adalah harapan untuk menjadikan Kota Padang lebih baik. Ketua RT 03 RW I, Kelurahan Berok Nipah, Gosmon Leo mengakui, masyarakat sangat antusias dengan sosok Andre Rosiade yang sering nongol di media massa, baik cetak, elektronik dan online dengan konsep perubahan. Apalagi sosok Andre sangat merakyat. “Dari cerita-cerita warga, satu hal yang membuat mereka menaruh empati kepada Andre Rosiade adalah, kepedu-

liannya untuk membantu warga yang kena musibah di Kota Padang. Seperti, saat galodo di Pauh, Lubeg, dan Padang Basi pertengahan 2012 lalu. Andre dan tim, langsung terjun dan membaur dengan warga,” katanya. Seorang warga, Aminah mengakui, Andre merupakan harapan warga kota untuk mengembalikan kejayaan kota seperti era 80 sampai 90-an. Dia mengharapkan, Andre Rosiade tidak terbelenggu oleh birokrasi pemerintahan yang lambat dan tidak memiliki tujuan utama untuk melayani warga. “Kami yakin, Andre yang merupakan seorang pengusaha, akan maksimal melayani warga,” katanya di lokasi pertemuan yang juga merupakan Posko Pemenangan Andre. Andre Rosiade berdialog dengan warga setempat dan mendengarkan aspirasi mere-

Andre Rosiade saat bersilaturahmi dengan masyarakat Berok Nipah ka. Andre pun memaparkan programnya untuk memimpin kota Padang. Seperti biasa, Andre menguraikan persoalan pasar yang harus segera dituntaskan, dan dia menjamin bisa menyelesaikannya dalam waktu 100 hari. Begitu pula soal kehadiran terminal angkutan kota (angkot), pemberantasan penyakit masyarakat (pekat).

“Kami juga meyakinkan, bisa mengadirkan pendidikan yang benar-benar gratis dari SD hingga SMA. Juga memberikan jaminan kesehatan gratis. Soal birokrasi, tentunya tidak lagi harus kaku, tapi bertitik tolak pada pelayanan masyarakat dengan baik,” katanya. Andre menyebut, sebagai seorang yang malang-melintang di dunia usaha, dia

>> Editor : Devi Diany

mengaku akan terus mendorong warga untuk membangun usaha mereka. “Nanti akan didorong semangat usaha dengan membanguna badan usaha oleh kelurahan dan dibimbing oleh pemerintah. Nantinya, konsep ini akan dimatangkan lagi. Sehingga, ke depan dapat berjalan dan diaplikasikan dengan baik,” katanya. (h/atv)

>> Penata Halaman : Syahrizal


10 PADANG

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

DIHALANGI WARGA

Pembongkaran Bangli Belum Tuntas LINGKAR

PADANG, HALUAN—Tim pembebasan Bypass dua jalur kembali menjalankan tugasnya, Senin (26/2). Namun tak berjalan mulus karena dihalangi warga.

Tersangka dan barang bukti kontak infak diamankan di Mapolresta Padang. NAS

Pencuri Kotak Amal Dihajar Massa PADANG, HALUAN—Seorang pemuda warga Nias, bernama Janter (16), dihakimi warga setelah ketahuan mencuri dua buah kotak yang berisi uang di Rumah Makan Mama, Los Baro, Kelurahan Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Minggu (24/2) sekitar pukul 23.30 WIB. Sedangkan rekan tersangka berhasil kabur dari kejaran masyarakat. Barang bukti dua buah kotak berupa kotak amal sekolah gratis Isafat Nusantara dan kotak infak pembangunan Mesjid Jami’ Darul Mujahidi, serta pisau telah diamankan. Sementara tersangka masih diperiksa oleh penyidik Reksrim Polresta Padang untuk ditindaklanjuti. Menurut keterangan saksi mata, Redo Putra (22), sebelum kejadian tersebut dia tengah ronda dikawasan Los Baro. Saat berkeliling, dia melihat tersangka tengah berusaha mencongkel gerobak Rumah Makan Mama yang dalam keadaan terkunci dengan menggunakan pisau. “Melihat aksi tersangka ini saya berusaha menangkapnya, tapi karena ketahuan terlebih dahulu maka dua tersangka ini langsung melarikan diri,” kata Redo kepada petugas. Melihat tersangka kabur, dia pun berteriak maling. Sehingga beberapa petugas malam yang mendegar teriakan tersebut ikut mengejarnya. Salah satu tersangka berhasil dicokok warga, sementara rekannya berhasil lolos dari pengejaran masyarakat. “Setelah tersangka Janter ini ditangkap, warga emosi melihat aksinya tersebut sehingga beberapa pukulan langsung melayang ke tubuhnya. Setelah itu, tersangka langsung digiring ke Mapolresta Padang,” jelasnya. Kanit II SPKT Polresta Padang Ipda Harmon menyebutkan, tersangka digelandang ke Mapolresta Padang oleh masyarakat dalam kondisi babak belur. Dari hasil keterangan sementara dari tersangka, dia mengaku baru sekali melakukan pencurian tersebut. “Kami tidak langsung begitu saja percaya dengan keterangan tersangka ini. Untuk itu, kami menyerahkan kasus tersebut ke Unit Satuan Reksrim Polresta Padang untuk diproses lebih lanjut,” ujar Harmon. Sampai saat ini, kata Harmon, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk menangkap rekan tersangka ini yang telah ikut serta dalam aksi tersebut. Sedangkan tersangka masih diperiksa itensif oleh penyidik Reskrim. (h/nas)

Mereka memblokir jalan kawasan By Pass KM 6, tepatnya samping Kantor Harian Padang Ekspres, Senin (25/2). Warga menghalang pembongkaran bangunan liar (bangli) dengan alasan kesepakatan ganti rugi lahan belum tuntas. Padahal, sejak pukul 08.30 WIB, Satpol PP dan juga aparat dari kepolisian serta TNI yang turut berjaga-jaga. Lalu, sekitar pukul 09.00 WIB pembongkaran bangunan semi permanen dimulai dilakukan. Awalnya pembongkaran berjalan mulus. Beberapa bangunan di pinggir jalan itu dirobohkan. Pohon-pohon yang tumbuhnya di pinggir jalan dan terkena pelebaran juga dipotong. Asisten I Bidang Pemerintahan Setdako Padang, Yosefriawan disela-sela proses pembongkaran bangunan liar mengatakan, bulan Februari ini merupakan target penyelesaian pembebasan lahan di kawasan Bypass. Selanjutnya sesuai instruksi Pemprov Sumbar, pekerjaan fisik jalan akan dimulai bulan April. “Kita berharap, Camat dan Lurah terkait dapat melakukan pendekatan dengan warganya masing-masing, terutama mereka yang masih menghalangi pembebasan lahan. Kita berharap, pembongkaran bangle ini dapat berjalan lancar dan tidak terjadi pembongkaran paksa,” katanya. Sedangkan bangunan yang belum dibongkar, menurut Yosefriawan masih tersisa sekitar 105 bangunan lagi. Yang terbanyak memang di kawasan Kuranji dan Pauh. Jika dipersentasekan sekitar 90 persen telah selesai dibongkar. Halangi Pembongkaran Namun, baru beberapa bangunan yang dibongkar, puluhan warga mulai turun menghalangi petugas melanjutkan pembongkaran. Mereka yang terdiri dari kaum ibu dan bapak ini menghalangi dengan nada pengancaman. Mereka juga berorasi meneriakkan kalimat jika kesepakatan perihal ganti rugi lahan tidak sesuai. Mereka menyatakan, bersedia bangunannya di bongkar, tetapi mesti ada uang atau tanah penggantinya terlebih dahulu. Untuk menghindari bentrokan, ratusan personil Satpol PP Kota Padang menarik diri untuk berkoordinasi lebih lanjut sekitar pukul 11.30 WIB. Menurut Yosefriawan, dirinya sangat menyayangkan penolakan warga. Karena Pemko telah melakukan komitmen dengan warga sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebab konsolidasi sebetulnya telah selesai. “Persoalan ini bersifat internal kaum, karena konsolidasi sudah selesai,” katanya. (h/vie)

HALANGI PEMBONGKARAN — Pembangunan bangunan liar di sepanjang Bypass kembali dilanjutkan Senin (26/2). Namun sebagian warga menghalanginya dan memasang spanduk di sepanjang bangunan miliknya. Tak mau ribut, Satpol PP terpaksa mundur. HUMAS

Rekonstruksi Pembunuhan Istri Ricuh PADANG, HALUAN—Rekonstruksi yang digelar Polsek Kuranji dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di halaman Gudang PT. Raj Dular Brother, di Simpang Tiga Rambutan, Kelurahan Balai Baru, Kecamatan Kuranji, Kota Padang,

Senin (25/2) sekitar pukul 10.00 WIB, berujung ricuh. Akibatnya tersangka Afrizal alias Ujang (32), mendapatkan beberapa pukulan dari anggota keluarga pihak istrinya, Fitri Darmawati panggilan Fit (26). Mereka tak

Rekonstruksi pembunuhan Fitri Darmawati oleh suaminya Ujang, di halaman Gudang PT. Raj Dular Brother, Simpang Tiga Rambutan, Kelurahan Balai Baru, Kota Padang, Senin (25/2) berakhir ricuh. Pihak keluarga korban menyerang pelaku. NASRIZAL

PROFIL KELURAHAN BATANG ARAU

Tetap Tenang Walau Raskin Belum Dibagikan Kantor Lurah Batang Arau. Kelurahan ini belum membagikan raskin, padahal kelurahan lainnya sudah menyalurkan raskin untuk masyarakatnya. Alex PADANG, HALUAN—Kelurahan Batang Arau sangat terkenal dengan objek wisatanya Jembatan Siti Nurbaya. Selain itu, kelurahan yang berada di Kecamatan Padang Selatan ini juga memiliki objek wisata lain yang terkenal, seperti Gunuang Padang, makam Siti Nurbaya serta

Kuburan Cino yang dinamakan Sintiong. Penduduknya sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Namun mereka sangat mandiri, tidak bergantung pada bantuan pemerintah. Misalnya saja, saat ini jatah raskin untuk masyarakat setempat belum dibagikan.

Masyarakat pun tidak resah. Dengan sabar mereka menanti pemberitahuan jadwal pembagian raskin dari kelurahan. Begitu pula ketika mengetahui jatah raskin mereka dikurangi. Ada 15 KK miskin yang tahun ini tidak mendapatkan jatah raskin. “Sampai saat ini, raskin untuk Batang Arau belum dibagikan. Karena harus menunggu keputusan rapat pihak kelurahan dengan seluruh Ketua RT/RW. Sedangkan kelurahan lainnya, seperti Kelurahan Pasa Gadang sudah dibagikan,” kata Aidil Zulhani SSTP, staf Bagian Pemerintahan Kelurahan Batang Arau. Dikatakan, dahulu kelurahan ini mendapat jatah

raskin untuk 467 KK. Sekarang berkurang menjadi 452 KK. Karena jatah berkurang, maka rencananya raskin itu akan dibagi rata untuk seluruh masyarakat miskin. Raskin tersebut juga direncanakan akan dibagikan langsung oleh pihak Ketua RT maupun RW. Jadi kelurahan tidak ada membagikan raskin. Sementara itu, Kasi Kessos, Ernita Zainal menyatakan, sampai saat ini belum ada kepastian pengambilan raskin. Namun besok (hari ini-red), akan diadakan rapat antara Lurah dan Ketua RW dan Ketua RT. Pihaknya menyatakan jadwal pembagian raskin di kelurahan ini biasanya tidak pasti. Terkadang di awal bulan,

terkadang di pertengahan bulan dan kadang-kadang di akhir bulan. Distribusinya berdasarkan instruksi dari kecamatan setelah jatah raskin tiba. Sementara itu warga RW IV, Pebayan Kamsani mengaku, tidak ada masalah bila raskin belum dibagikan. Karena hal seperti ini sudah biasa terjadi, kadang cepat dibagikan dan kadang lambat. Pihaknya menyatakan warga miskin tidak ambil pusing dengan persoalan raskin. Mereka menurut saja dengan pemberitahuan dari kelurahan. “Bagi kita tidak ada masalah jika raskin belum dibagikan. Bila raskin sudah datang pasti diberitahu pihak kelurahan. Dan kita akan segera menjemputnya,” ujar Pebayan.

terima kematian Fitri dan langsung menyerang tersangka. Beruntung Ujang cepat dibawa ke dalam mobil dan dilarikan ke Mapolsek Kuranji. Awalnya pelaksanaan rekonstruksi ini berjalan lancar. Namun setelah adegan terakhir yakni yang ke 22 selesai, tiba-tiba saja salah seorang keluarga korban menyusup masuk ke lokasi dan langsung memukul tersangka yang sedang dalam pengamanan pihak kepolisian. Sehingga petugas dan beberapa anggota dari Pemuda Pancasila wilayah Kuranji terlibat dalam pengamanan lokasi kejadian. Melihat kejadian itu, beberapa anggota keluarga lainnya ikut menyerang tersangka. Kondisi ini sempat membuat pihak kepolisian kewalahan, karena anggota keluarga korban yang menyerang pelaku terus bertambah. Pihak kepolisian pun langsung mengamankan beberapa anggota pihak keluarga korban yang memukul pelaku. Tidak hanya itu, untuk menjamin keselamatan pelaku, petugas langsung membawa pelaku ke dalam mobil dan dilarikan langsung ke Mapolsek Kuranji. Bahkan mobil Avanza hitam milik Kapolsek Kuranji AKP Masrial, yang tengah membawa pelaku juga menjadi sasarannya. Walaupun demikian, Ujang berhasil diselamatkan sebelum amukan keluarga korban semakin ganas. Setelah Ujang menghilang dari lokasi kejadian, maka satu-persatu keluarga korban pun meninggalkan lokasi rekontruksi. Tapi, keluarga korban berjanji untuk terus menggiring kasus ini hingga selesai. “Kami tidak terima dengan peristiwa tersebut yang menewaskan adik saya. Saya meminta kepada pihak kepolisian dan kejaksaan agar

>> Editor : Devi Diany

tersangka dituntut hukuman mati,” kata kakak korban bernama Heldi usai rekonstruksi. Heldi secara tegas menyebutkan, dia bersama keluarga lain dan beberapa anggota pencak silat akan dikerahkan untuk menghakiminya. Sebab, tersangka ini telah membunuh korban dengan sadis, maka tersangka pun harus mati dengan sadis juga. “Saya akan mengerahkan semua warga untuk menghakimi tersangka. Kalau kami tidak dapat hari ini (kemarin, red), nanti juga akan dapat untuk menghakiminya entah di pengadilan atau di tempat lain. Yang jelas, tersangka harus hilang dari dunia ini alias mati,” jelasnya. Sementara itu, Kapolsek Kuranji AKP Masrial mengatakan, beruntung kondisi Ujang sudah aman dan sesampai di Mapolsek Kuranji tersangka langsung diamankan ke dalam sel tahanan. “Meski Ujang sempat mendapat beberapa kali pukulan dari pihak keluarga korban, kondisi tersangka masih baik karena kita langsung mengamankannya pada saat terjadi kericuhan,” ujar Masrial. Disampaikannya, dengan selesainya kegiatan rekonstruksi tersebut, maka proses berkas kelengkapan kasus ini sudah dianggap lengkap. Mungkin beberapa hari kedepan, berkas akan dilimpahkan ke pihak Kejaksaan. Sebelumnya, Ujang membunuh istrinya di PT Raj Dular Brother yang berada di Simpang Tiga Rambutan, Balai Baru, Kecamatan Kuranji, Senin (21/1) sekitar pukul 15.00 WIB. Pelaku ini membunuh istrinya dengan menggunakan sebilah pisau belati. Ditemukan ada tiga luka tusukan ditubuh istrinya, di bagian dada, tangan dan rahang. (h/nas)

>> Penata Halaman: Syahrizal


SIGAB 11

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

Korban Banjir Diserang Diare PADANG, HALUAN — Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Rokan Hulu mencatat sebanyak 46 korban banjir di sejumlah desa di 7 kecamatan terserang penyakit diare. Diduga, penyakit diare tersebut lebih disebabkan sudah tercemarnya sumber air di pemukiman penduduk oleh bakteri Escherichia coli atau biasa disebut E-coli saat banjir merendam sejumlah desa di 7 kecamatan hingga, Minggu. “Penyakit diare lebih disebabkan akibat tercemarnya sumur warga saat bencana banjir besar beberapa waktu lalu. Ratarata enam orang per hari mengeluh terus buang air besar,” ungkap Kepala Diskes, Wildan Asfan Hasibuan, di Pasirpangaraian, Senin. Pasca bencana banjir, laporan Puskesmas ke Diskes bukan saja penyakit diare yang menyerang korban banjir, tapi beberapa penyakit mulai menyerang warga akibat buruknya kualitas sumber air di pemukiman penduduk akibat cemaran air bah. Sesuai data Diskes, sekitar 1.281 korban banjir di 7 kecamatan mengeluhkan penyakit pasca bencana banjir meliputi 46 penyakit diare, 281 inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA), 491 penyakit kulit, 183 gastritis, 169 rheumatik, 57 hipertensi, dan 54 penyakit lainnya. “Sementara untuk penyakit malaria, demam berdarah dengue (DBD), serta penyakit campak belum ada laporan sampai hari ini,” kata Wildan lagi. Sebagai langkah pencegahan berkembangnya penyakit lain pasca banjir seperti malaria dan DBD, Diskes saat ini giat melakukan fogging, membagikan kaporit tablet, dan membantu normalisasi sumur dengan membagikan kaporit. “Untuk pengobatan penyakit para korban banjir saat ini masih terpusat di Puskesmas, begitu pun oralit dan obat-obatan lain yang dibutuhkan korban banjir sudah di stand by kan di tujuh Puskesmas,” terang Wildan. (h/rhl)

Ribuan Rumah Terendam Banjir JAKARTA, HALUAN — Hingga Senin (25/2), banjir masih merendam 1.289 rumah warga dua desa di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Banjir itu disebabkan Sungai Benenain yang meluap setelah hujan deras yang mengguyur wilayah itu dalam sepekan terakhir. Terdapat dua desa yang masih tergenang banjir. Di Desa Umato’os, 760 rumah terendam banjir, sementara di Desa Fafoe terdapat 529 rumah yang tergenang. Banjir juga menewaskan ternak warga, serta merusak sumur, tambak seluas 24 hektare, dan lahan pertanian yang luasnya mencapai 640 hektare. Warga pun terpaksa mengungsi ke sekolah atau rumah kerabat yang aman dari banjir. Rony Seran, warga Desa Umato’os mengatakan, ketinggian air yang menggenangi rumah warga mencapai 1,5 meter setelah tanggul penahan sepanjang 70 meter yang dibuat pemerintah daerah jebol karena tak mampu membendung derasnya arus banjir. “Untuk Sungai Benenain ini, meskipun tidak hujan, tetapi terus mendapat banjir kiriman dari dua kabupaten, yakni Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Timor Tengah Selatan (TTS), karena posisi kita berada persis di hilir,” kata Rony. (h/kcm)

LONGSOR — Ruas jalan poros trans PaluKulawi mengalami longsor longsor akibat banjir di Desa Salua, Kecamatan Kulawi, Kab. Sigi, Sulut, Minggu (24/2). MTV

Pemkab Pasaman Bantu Korban Banjir PADANG, HALUAN—Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat kembali menggelontorkan bantuan 5 ton beras dan 750 paket sembako untuk warga korban bencana banjir di nagari Kotonopan kecamatan Rao Utara. Bantuan tersebut merupakan lanjutan dari bantuan tahap pertama, beberapa hari lalu. Berupa, satu ton beras dan seratusan paket sembako, terdiri dari Mie instan, minyak goreng, sarden, gula pasir. Selain itu, juga ada bantuan uang tunai dari DPRD provinsi Sumbar sebesar Rp20 juta, DPD Partai Demokrat Sumbar Rp9 juta, ditambah bantuan dari BAZ kabupaten Pasaman sebesar Rp10 juta. Bupati Pasaman, Benny Utama, mengatakan, sebanyak 10

ton beras bantuan pemprov Sumbar ditambah 5 ton dari pemda setempat disiapkan untuk warga korban bencana banjir di dua kanagarian di kecamatan Rao Utara. “749 KK di nagari Kotonopan ditambah 164 KK di jorong Battunggi, nagari Kotorajo mendapatkan jatah beras sebanyak 15 kg, selama masa tanggap darurat berlangsung,” ujar Benny Utama, seperti dikutip padangmedia.com, Senin kemarin. Bupati menyebutkan, bahwa bantuan untuk warga korban banjir di daerah itu terus ber-

datangan sebagai bentuk simpatik dan peduli sesama. Baik berupa uang tunai maupun paket sembako. “Semua sumbangan tersebut ditempatkan di posko 1 di kantor kecamatan Rao Utara,” ujarnya. Delapan hari pasca bencana, akses menuju ke Kotonopan sudah bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua. Namun, satu kampung masih terisolasi, yakni jorong Pagaran Tanjung Botung akibat runtuhnya jembatan Batang Lubu. Kembali Banjir Sementara itu bencana banjir kembali terjadi di kecamatan Padanggelugur, kabupaten Pasaman. Ratusan rumah warga di kampung Beringin, Kubu Langsek dan Kampung Tongah kembali terendam dengan ketinggian mencapai paha orang dewasa.

Hujan lebat yang mengguyur kawasan itu, pada Sabtu (23/2) sore pukul 17.00 WIB mengakibatkan aliran sungai batang Sontang kembali meluap. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Selain merendam rumah warga, banjir juga melumpuhkan arus lalu lintas dari arah Pasar Tapus menuju Kuamang karena badan jalan direndam banjir. Banjir baru surut sekitar pukul 22. 00 WIB. “Banjir ini adalah kali kedua terjadi dan melanda kawasan ini. Lebatnya hujan yang mengguyur kawasan ini mengakibatkan sungai batang Sontang meluap hingga ratusan rumah warga tergenang, beruntung tak ada korban jiwa,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Pasaman, M Nasir . Menurut Nasir, pendangkalan sungai dan pemasangan tanggul di

ujung kampung menjadi penyebab utama banjir acap kali menimpa pemukiman warga di daerah itu begitu hujan penghujan tiba. “Sungai yang dangkal dan adanya tanggul untuk mengaliri air ke kolam menjadi salah satu penyebab daerah ini menjadi kawasan langganan banjir,” tutur Nasir. Sementara itu, kepala kampung dan warga setempat, mendesak agar pemilik kolam segera membuat saluran pintu air pada tanggul tersebut. Karena, menurut warga tanggul berupa bronjong itu adalah penyebab banjir itu terjadi. “Kita hanya meminta tanggul itu dibuatkan pintu airnya, jika permintaan warga tidak juga diindahkan, maka kami para warga sudah sepakat untuk membongkar tanggul itu,” tukas kepala kampung Tongah, Anto Siregar bersama warga lainnya. (h/pmc)

KEHILANGAN BPKB MOBIL TOYOTA KIJANG PIC UP BA. 8589 WN A/N HERWAN. HILANG ANTARA JL. BAY PASS BALAI BARU MENUJU RUMAH. BAGI YANG MENEMUKAN HARAP LAPOR KE POS POLISI TERDEKAT KEHILANGAN BPKB BA 6138 SE A/N PEDROZA YULIANO. BAGI YANG MENEMUKAN HARAP LAPOR KE POS POLISI TERDEKAT

>> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


12 PAYAKUMBUH DAN LIMAPULUH KOTA LINGKAR Murid MIS IPHI Pindah ke MIN PAYAKUMBUH, HALUAN — Puncak dari aksi selalu merongrong Kepala Madrasah Iftidaiyah Swasta (MIS) ( Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI) Kota Payakumbuh membuat jumlah murid yang dipimpin kepala sekolah Assafil Kudri terus berkurang. Semula murid 260 orang, dan kini tinggal 60 orang. Mereka kemudian pindah ke MIN Filial dikomplek Mahad Islamy Payakumbuh. “Mereka para murid itu, ingin mendapatkan pendidikan layak ,akhirnya mereka pindah masuk MIN Perambahan kecamatan Latina,” kata beberapa orang tua murid ex MIS IPHI pada Haluan Senin. MIS yang berdiri sejak 1998 ini, sejak berdiri sampai 2010 hanya memiliki murid 76 orang dari kelas I s.d VI. Tapi sejak dipimpin Assafi Khudri, meningkat menjadi 260 orang. Konflik, sudah sejak awal Nopember 2012, dan 10 Nopember 2011 itu Assafi Kudri diberhentikan Yayasan. Pada hal yang mengangkat kepala sekolah Kemenag Kota Payakumbuh. Pernah dilangsungkan pertemuan di aula Kemenag Payakumbuh dihadiri pengurus Yayasan, kepala sekolah, orang tua murid, bahwa Pembina Yayasan Khu dri Sutan Marajo bersedia menfasilitasi konflik Yayasan dengan kepala sekolah, tapi sayang tidak ada tindak lanjut .(h/snt ).-

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

Pasar Payakumbuh Nyaris Ludes PAYAKUMBUH, HALUAN- Masih dalam suasana keramaian pengunjung pasar kuliner pada Minggu (24/2) malam di Kota Payakumbuh, mereka tengah menikmati makan minum di sejumlah tempat, maupun warga yang lalu lalang dengan sepeda motor dan mobil di jalan Sudirman, Sukarno-Hatta dan A.Yani, kota ini. Tiba tiba saja mereka dikejutkan dengan nyala api yang membesar di pertokoan lantai II deretan toko mas Bintang yang berada dipinggir jalan gang tempat parkir. Pasalnya, empat petak ruko lantai II yang berada

pada deretan toko mas Bintang pinggiran jalan parkir, bersebelahan dengan pusat pertokoan lantai II Bolok Barat, hangus dilalap si jago merah. Dalam peristiwa kebakaran tersebut, kerugian pemilik ruko

ditaksir ratusan juta rupiah. Untung tidak terjadi korban jiwa, karena toko yang terbakar dalam kondisi kosong, sedangkan asal api yang menghanguskan ruko tersebut, tengah diselidiki pihak berwajib. Keterangan yang dihimpun dari Kepala Bidang Pasar Payakumbuh, Isman, Senin kemarin menyebutkan, kebakaran pertokoan lantai II itu terjadi sekitar pukul 10.00 Wib. Mengetahui ada kebakaran masyarakat bersama instansi terkait dan pihak keamanan bahu membahu melokasilasi api sehingga tidak menjalar ke toko lain, seperti pusat pertokoan bertingkat blok Timur Dikatakan, mobil pemadam

kebakaran dari Payakumbuh, Limapuluh Kota yang bermarkas tidak jauh dari lokasi kebakaran bersama damkar daerah tetangga lain, cepat sampai dilokasi. Sehingga api dapat ditanggulangi sekitar satu jam. Sehingga pusat pertokoan di Kota Payakumbuh, selamat dari amukan si jago merah yang lebih luas. “Kini pihak berwajib dari Kepolisan Resort Kota Payakumbuh, tengah menyelidiki asal api, apakah kebakaran akibat arus pendek listrik atau disebabkan hal lain. Yang jelas kita menunggu keterangan Polisi untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran Minggu

Kadisdik Motivasi Siswa Gemar Menulis

Dinsosnaker Latih Pencaker PAYAKUMBUH, HALUAN — Para pencari kerja di Payakumbuh diberikan pelatihan ketrampilan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Payakumbuh. Selama sebulan ke depan, mulai 25 Februari hingga 25 Maret 2012, sebanyak 32 pencari kerja (pencaker) yang terdaftar di Dinsosnaker, menjalani pendidikan dan latihan (Diklat) menjahit dan otomotof mobil bensin. Diklat menjahit, khusus diikuti pencaker wanita, total 16 peserta. Sedangkan, 16 pencaker lelaki, mengikuti diklat otomotof mobil bensin. Diklat tersebut, dibuka Walikota Payakumbuh diwakili Kadinsosnaker Drs. Yummardius, dalam acara di ruang belajar KLK (Kursus Latihan Kerja) di Kelurahan Seberang Betung, Kecamatan Payakumbuh Barat, Senin (25/2). Kepala Dinsosnaker Yummardius, mengatakan, di kantornya saat ini tercatat lebih 500an pencaker, rata-rata tamatan SLTA. Untuk mengurangi angka pengangguran itu, para pencaker dibekali dengan berbagai ketrampilan, dan diharapkan nantinya, mampu membuka lapangan pekerjaan baru. Pada masanya nanti, dengan bekal ketrampilan tersebut, para pencaker tak harus bergantung lagi dengan lapangan kerja pemerintah, sebut Yummardius. Pelatihan buat pencaker itu bekerjasama dengan KLK Payakumbuh. Makanya, seluruh tenaga instruktur adalah staf KLK yang sudah terlatih. Selama sebulan ini, menurut Yummardius, peserta akan dilatih serius, agar nantinya mampu mandiri, mengembangkan kemampuan mereka. Yummardius, menggaransi, pencaker yang sudah menjalani diklat itu, tenaga kerja terlatih yang tidak akan mengecewakan pengusaha yang ingin mendapatkan tenaga kerja mereka.(h/smt)

malam itu, “ulas Isman. Menurut dia, malam kejadian peristiwa kebakaran itu, berbagai pihak berdatangan ke TKP (tempat kejadian peristiwa) setelah mendapat laporan, diantaranya, Kadis Koperasi, UKM dan Indag, Indra Syofyan, Kabid Pasar Isman, Kasi Trantib Syafrizal, Humas Trantib Antonio Nazar dan sejumlah anggota. Paginya, Senin (25/2) ikut datang ke lokasi kebakaran, Walikota Payakumbuh Riza Falepi, Wawako Suwandel Muchtar, Asisten Pemerintahan Sekretariat Pemko Yuherman, Sekdako H.Irwandi, serta sejumlah pejabat lainnya. (h/zkf/smt)

MOTIVASI — Kepala dinas pendidikan kabupaten Limapuluh Kota, Desri memberikan motivasi dalam pelatihan jurnalistik SMAN 1 Harau dan berharap agar siswa lebih gencar menulis. DADANG

Dr. Henny Riza Semangati Siswa PAYAKUMBUH, HALUAN — Sosialisasi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) diadakan oleh Pemko Payakumbuh dibawahi Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh. Bertempat di Aula SMKN 2 Payakumbuh, sosialisasi ini diselenggarakan pada Senin (25/ 02). Sebagai pembicara dihadirkan DR.Henny Riza Falepi, dosen teknik informatika Institut Teknologi Bandung yang juga istri Walikota Payakumbuh Riza Falepi. Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Walikota Drs. Edvianus, Kadiknas Kota Payakumbuh, kepala SMA seKota Payakumbuh dan lebih dari 300-an siswa-siswi kelas XII SMA jurusan IPA di Kota Payakumbuh. Wako Riza Falepi yang membuka sosialisasi SBMPTN Tahun 2013 menyampaikan pentingya sosialisasi tersebut bagi siswasiswi di Kota Payakumbuh.

Hal ini mengingat tidak dalam waktu lama lagi siswa kelas XII akan segera mengikuti ujian nasional dan selanjutnya akan mengikuti ujian seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Dalam sambutannya, ia berharap, siswa-siswi Kota Payakumbuh dapat diterima di perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia. DR.Henny Riza Falepi dalam pengarahannnya menyampaikan seleksi SBMPTN menggunakan tes tertulis dan tes keterampilan sebagai sistem penilaian. Pada dasarnya PTN wajib menerima minimal 60% peserta didiknya melalui SNMPTN. Sedangkan sisanya, terserah dari masing-masing PTN dapat melalui SBMPTN maupun ujian Mandiri. Pada jalur SBMPTN ini, peserta diharuskan membayar biaya tes dan pelaksana akan dilakukan secara regional oleh

kepanitian yang dibentuk beberapa PTN terdekat. Selanjutnya disampaikan oleh DR.Henny, SBMPTN sendiri didasarkan atas hasil tes tertulis yang dilakukan para calon mahasiswa baru dan biaya untuk SBMPTN sendiri sepenuhnya menjadi beban peserta. Beda halnya dengan SNMPTN, SBMPTN merupakan jalur mandiri yang dilakukan bersamasama dengan universitas lainnya secara nasional dan biaya pendaftaran tidak digratiskan. Senada dengan yang dsampaikan Wako, DR.Henny yang program sarjananya tersebut lulusan salah satu universitas ternama di Amerika itu juga berharap seluruh pelajar di Kota Payakumbuh nantinya dapat menembus PTN ternama di Indonesia, diikuti oleh riuh tepuk tangan siswa yang berhadir saat itu.(h/smt)

SARILAMAK, HALUAN — ”Bisa bergaul dengan siapapun, baik masyarakat umum, pejabat, kepala daerah, mentri bahkan presiden sekalipun. Itu lah keistimewaan mereka yang gemar menulis seperti para wartawan,” ungkap Kepala dinas pendidikan kabupaten Limapuluh Kota, Desri saat pembukaan pelatihan jurnalistik dan sambil memotivasi puluhan siswa-siswi SMAN 1 Harau, Senin (25/2) pagi. Dalam motivasi yang disampaikan Kadisdik Desri, dihadiri nara sumber yang telah berpengalaman didunia jurnalistik, Firdaus, Dodi Syahputra didampingi kepala SMAN 1 Harau Drs. Yunilfen Hendri dan guru Bahasa Indonesia, Muliati. “SMAN 1 Harau sangat hebat, kami baru memikirkan untuk melakukan kegiatan ini, tetapi SMAN 1 Harau telah memulainya. Diharapkan, dari kegiatan ini siswa dan siswi SMAN 1 Harau harus mampu me n u a n g k a n karya tulisannya ,minimal dalam bentuk majalah dinding,” imbuh Desri yang juga mantan wartawan diera tahun 80 an ini.

Dalam pelatihan dilakukan selama 2 hari yakni hari Senin dan Selasa (2526/2), siswa-siswi akan diajarkan teori dasar jurnalistik, teori dasar skema penulisan , jurnalistik berita, wawancara yang baik serta berbagai hal dalam penulisan puisi dan cerita pendek. “Beberapa menit pelatihan dimulai, para peserta secara bergantian langsung bertanya tentang penulisan ini, terutama tentang penulisan berita serta puisi. Rasa ingin tahu siswa sangat tinggi dan responya pun begitu hebat, sehingga membuat saya jadi kewalahan. Tetapi siswa begitu hebat dan luar biasa. Ini ikut membuat kita bangga,” ungkap Firdaus. Sementara itu, Yunilfen Hendri kepala SMAN 1 Harau sangat bangga diadakan pelatihan jurnalis terhadap siswa ini. Ia berharap, dengan diadakannya pelatihan ini , nantinya siswa lebih terpancing untuk menulis . Dengan telah dilatih seperti ini, siswa tak canggung lagi dalam menulis, baik puisi, cerpen atau berita dalam bentuk majalah dinding, terbitan media massa ataupun dijejaringan sosial. (h/ddg)

>> Editor : Dodi Nurja >> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

Basamo mangko manjadi

AGAM

13

Kepala UPT BP4K2P Tilatang Kamang Dilantik AGAM, HALUAN— Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4K2P) Kabupaten Agam Helios Rynondeva, melantik Masripin menjadi Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kecamatan Tilatang Kamang, di Aula Kantor BP4K2P, Senin (25/2). Kepala BP4K2P Agam Helios Rynondeva mengatakan, pelantikan kepala UPT bertujuan

Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4K2P) Kabupaten Agam Helios Rynondeva, melantik Masripin sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kecamatan Tilatang Kamang Senin (25/2).

untuk mengoptimaliasi dan mengenjot target yang akan dicapai. Masripin sebelumnya menajabat sebagai pelaksana tugas (PLT) Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tilatang Kamang, pengalaman sebagai PLT diharapkan membatu saat jabatan resmi sudah menjadi tanggunjawabnya saat ini. “ Dengan pelantikan ini diharapkan bapak Masripin bisa megemban tugas dengan sebaik mungkin. Bimbinglah petani-

petani dengan setulusnya, sebab kita harus peduli pada masyarakat, karena tanpa pada dasarnya bertugas untuk kepentingan masyarakat,” katanya. Dikatakannya, kita harus mendukung program Agam Menyemai, jangan slogan Agam menyemai disikapi dengan negatif. Karena dengan program tersebut sangat bermamfaat bagi masyarakat. “Dulu Masripin menjabat sebagai pelaksanan tugas PLT

kepala UPT yang telah pensiun sejak tahun 2011, maka mengingat kekosongan kepala UPT, Masripin menjabat sebagai PLT Kepala UPT lebih kurang satu tahun. Mengingat sudah lamanya Masripin menjabat sebagai PLT Kepala UPT, Kepala BP4K2P Kabupaten Agam Helios Rynondeva, sekarang mempercayainya sebagai Kepala UPT Kecamatan Tilatang Kamang. (h/yat)

Tanah Diwakafkan untuk Musala LINGKAR Komplotan Pencuri Kabel Diringkus AGAM, HALUAN- Polres Agam berhasil meringkus tiga orang pelaku pencurian kabel PLN dan Telkom yang sudah mulai meresahkan di Kabupaten Agam. Penangkapan mereka berawal dari informasi yang diberikan teman pelaku yang juga tertangkap di Kabupaten Padang Pariaman. Kapolres Agam AKBP Asep Ruswanda didampingi Kasat Reskrim AKP Albert Zai kepada Haluan Senin (25/2) di Lubuk Basung mengatakan, tiga orang pelaku ini sudah berhasil di amankan dari kediamannya masing masing. Ketiga pelaku ini adalah satu komlotan. Mereka sudah berkeja sama sejak tahun lalu. “ Tiga pelaku pencurian kabel tersebut adalah Anwar Alias Bujang (55) warga Nagari Bayur Kecamatan Tanjung Raya, Antonius Alias Leman (32) warga Lubuk Basung, dan Andi alias Makmur (35) Bayur Kecamatan Tanjung Raya. Mereka dicokok pada kediamannya masing masing.” Katanya Asep Ruswanda. Ia menjelaskan, Modus operasi komplotan ini khus mencuri kabel, PLN, dan Telkom yang sudah tidak lagi dialiri listrik. Di Kabupaten Agam cukup banyak kebel listrik yang sudah tidak lagi dialiri listrik. Kesempatan itulah yang dimamfaatkan pelaku untuk mencari keutungan. Untuk sementara Mereka mengaku telah melakukan pencurian pada empat tempat kejadian perkara (TKP), di antaranya, mereka melakukan pencurian pada areal tempat pembuangan sampah di Lubuk Basung. Disini mereka mengambil kabel dengan cara memajat delapan tiang listrik, dan berhasil menggondol 277 kg kabel. Kemudian, mereka juga melakukan pencurian kabel Telkom dengan panjang sekitar 150 meter, sementara di Kampung Jambu, dan di dekat Batu Lambuik Bayur komplotan ini juga menggondol kabel Telkom ratusan meter. Aktor dari komplotan pencuri kabel ini adalah Leman dan Bujang, sementara Makmur sabagai penduduk operasi. “Leman dan Bujang akan dikenakan pasal 363, tentang pencurian dengan hukuman maksimal lima tahun penjara. Sementara Makmur dikenakan pasal 55 dengan maksimal dihukum 3,5 tahun penjara,” jelasnya. (h/yat)

AGAM, HALUAN— Keluarga besar Suku Piliang Pasa Usang dan Suku Chaniago Luak Gadang Nagari Lubuk Basung mewakafkan tanahnya untuk pembangunan musalla. Tanah yang diwakafkan Suku Piliang seluas 20x20 meter berada pada pinggir jalan menuju Panti Asuhan Putri Lubuk Basung, dan tanah wakaf Suku Chaniago seluas 300 M2 berlokasi dekat lapangan sepak bola SMAN 1 Lubuk Basung. Penyerahan wakaf tanah tersebut dilakukan oleh ahli waris diantaranya ahli waris Suku Chaniago Hamzah Tahir kepada Wali Nagari Lubuk Basung Syafruddin pada Jumat, (22/2) lalu. Menurut tokoh masyarakat Pasa Usang Lubuk Basung, Khairul Koto, masyarakat merasa senang dan berterima kasih kepada pihak yang mewakafkan tanahnya dan tanah tersebut segera dimanfaatkan untuk pembangunan mushalla. ”Begitu senangnya, Jumat serah terima wakaf, Sabtu besoknya masyarakat telah turun gotong royong membesihkan tanah tersebut dan membentuk pengurus pembangunan musalla, “kata Khairul Koto. (h/ks) DUDUK— Wakil Bupati Agam Irwan Fikri dan Wagub Sumbar Muslim Kasim pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Ampek Koto Minggu lalu. KASRA SCORPI

Tabligh Akbar di Masjid IV Koto Agam

Salah seorang murid SMA Cendekia Agam memamfaatkan waktu istirahat untuk membaca. RAHMAT HIDAYAT

AGAM, HALUAN— Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, Walikota Padang Fauzi Bahar dan Wabub Agam Irwan Fikri menghadiri tabligh akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid IV Koto Agam, Minggu (24/2). Selain petinggi daerah itu

juga terlihat hadir sejumlah anggota DPRD Kabupaten Agam, para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Agam, dan ratusan warga masyarakat setempat. Pada acara di masjid Ampek Koto Kecamatan Ampek Koto yang diawali dengan zikir ber-

sama wagub memberikan tausyiah agar umat muslim meneladani kepribadian Nabi Muhammad SAW, seperti disiplin, tanggung jawab, perkataan, sifat pemaaf dan sifat nabi yang lain. ”Dengan meneladani kehidupan nabi dalam kehidupan kita sehari-hari semua pekerjaan

yang dilakoni akan berjalan lancar dan tertib” kata Wagub. Sementara itu Wabub Agam Irwan Fikri mengingatkan agar masyarakat turut mensukseskan program keagamaan yang dicanangkan pemkab antara lain magrib mengaji, taharah mesjid dan Wc bersih. (h/ks)

Lansek Manih FM (LANIS FM) Frequensi (FM) 93,6 MHz (FM) Power Suport 1000 Watt ( Blues 30 NV) Alamat Studio/Office : Jl.Sudirman No.191 Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Telp. ( 0754) 20173-20553 Fax. 0754.20158 Email : lansekmanihfm@yahoo.co.id LANSEK MANIH FM “ Penyampai Informasi Pembangunan dan Penyejuk Hati Anak Nagari” >> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Jefli


14 WANITA DAN KELUARGA

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

Cheongsam Makin Digemari CHEONGSAM, pakaian tradisional China yang satu ini telah dikenal luas dan mendunia. Ciri khas dengan potongan yang membentuk lekuk tubuh si pemakai, menjadikannya daya tarik tersendiri. Di tahun ini cheongsam akan trampil lebih trendi dengan sentuhan modern.

Gaun cantik yang sudah ada sejak tahun 1920-an ini bukan hanya beredar luas di daratan China, namun juga sering digunakan saat hari raya Imlek. Awalnya pakaian tradisional ini digunakan oleh kaum sosialita. Bukan hanya busana sehari-hari, ternyata cheongsam juga memiliki desain yang terus berbeda di setiap tahunnya. Jika tahun sebelumnya cheongsam tetap tampil dalam bentuk asli, yakni rok panjang dengan tambahan bolero dan panyet, tahun ini tren kembali berubah. Dalam acara fashion show baru-baru ini misalnya, dengan tema

Fashion Limited Edition dalam r a n g k a menyambut tahun baru

China, beberapa desainer meluncurkan bentuk cheongsam yang senada. Koleksi cheongsam tahun ini berbeda dan baru dalam hal potongan kerah yang lebih bervariasi dengan teknik potong sambung. Selain itu, kombinasi bahan dan adanya gaya klasik barat juga akan muncul di Imlek tahun ini. Dalam soal penggunaan kain,

Tips

cheongsam tahun ini akan diramaikan oleh kain tenun dengan motof timbul khas China, atau yang biasa dikenal dengan Jacquard Chinesse. Sedangkan potongan, cheongsam kali ini akan tampil dengan gaya yang lebih simpel dan pendek. Selain itu, Jacquard Chinesse tidak akan berdiri sendiri. Gabungan kain polos seperti satin tafetta, organza, dan beludru, juga akan banyak ditemukan dalam beberapa pilihan warna yang lebih tegas, namun tetap khas Imlek, seperti merah, hijau, dan biru. Untuk mempercantik tampilan, detil renda dan bordir timbul akan diberikan pada bagian kerah atau lengan, yang akan menambah unsur feminin, modern, serta dinamis. (h/net)

Memilih Cheongsam Sesuai Bentuk Tubuh CHEONGSAM merupakan busana tradisional perempuan China yang cocok dikenakan untuk perayaan Imlek, yang tahun ini jatuh pada 3 Februari 2011. Busana one-piece tersebut pertama kali diciptakan di Shanghai, sebelum berkembang menjadi pakaian yang lebih modis dan pas badan. Cheongsam memiliki ciri khas berleher tinggi dan tersedia dalam berbagai ukuran lengan baju, mulai dari lengan pendek, sedang, atau panjang. Selain itu, busana ini juga memiliki kancing di sisi kanan, dengan bagian dada yang longgar dan mengepas di bagian pinggang sehingga menonjolkan keindahan lekuk tubuh feminin. Sayangnya, tidak semua perempuan memiliki bentuk tubuh sempurna bak model. Simak sejumlah tips berikut ini untuk memilih cheongsam yang tepat sesuai bentuk tubuh Anda. Untuk yang bertubuh pendek, hindari potongan boxy dengan bantalan pada bahu karena akan menekan postur tubuh ke bawah. Selain itu, gaun yang terlalu panjang juga akan menciptakan efek tubuh Anda terlihat lebih pendek. Untuk yang berbahu lebar, hindari bantalan bahu karena akan membuat tubuh bagian atas terlihat lebih berat. Sebaiknya, pilih busana yang terbuat dari bahan lebih ringan seperti sutera untuk melembutkan siluet tubuh. Untuk yang bertubuh kurus, pilih bahan brokat untuk menambah volume tubuh dan membentuknya terlihat lebih berlekuk. Brokat merupakan kain sutera berat dengan desain di atasnya, yang umumnya dijahitkan menggunakan benang emas atau perak. Untuk yang berleher pendek, pilih model cheongsam dengan kerah yang lebih rendah sehingga membantu membuat leher terkesan lebih jenjang. Sementara itu, perempuan yang berleher panjang akan terlihat mengagumkan dengancheongsam berpotongan leher tinggi. (h/miol)

Resep

Lapis Legit Bahan : 30 kuning telur 350 gram gula bubuk ½ sdt vanili bubuk 300 gram mentega 200 gram margarin 3 sdm susu kental manis 100 gram tepung terigu, ayak dengan bumbu spekkoek 1 sdm bumbu spekoek Cara Membuat : 1.Kocok mentega dan margarin hingga lembut dan warna lebih muda, campurkan susu kental, aduk rata, sisihkan. 2.Kocok kuning telur, gula dan vanili hingga mengembang dan kental. Masukkan sebagian demi sebagian adonan mentega sambil diaduk rata, campurankan tepung terigu, aduk rata dengan spatula. 3.Panaskan oven dengan suhu 160°C. Siapkan loyang ukuran 22 x 22 cm, alasi dengan kertas yang diolesi mentega dan ditaburi tepung. 4.Tuang 3 sdm adonan ke dalam loyang dan ratakan lalu panggang sampai kecokelatan. Keluarkan dari oven, ratakan permukaannya dengan punggung sendok supaya padat dan rata. Tuang lagi 3 sdm adonan, panggang hingga kecokelatan. Matikan api bawah dan nyalakan api atas. Ulangi hingga adonan habis. Panggang dengan api atas dan kecil saja. 5.Jika adonan habis, matikan api atas dan panggang sebentar dengan api bawah supaya matang merata kira-kira 10 menit. Angkat setelah matang merata, dinginkan. ***

Meriahnya Perayaan Cap Go Meh CAP GO MEH melambangkan hari kelima belas dan hari terakhir dari rangkaian masa perayaan Imlek bagi komunitas kaum migran Tionghoa yang tinggal di luar China. Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien yang bila diartikan secara harafiah bermakna 15 hari atau malam setelah Imlek. Bila dipenggal per kata, Cap mempunyai arti sepuluh, Go adalah lima, dan Meh berarti malam. Cap Go Meh juga sering disebut Yuan Hsiao Cieh atau Shang Yuan Cieh dalam bahasa Mandarin. Perayaan Cap Go Meh tidak hanya dirayakan di Indonesia saja. Beberapa negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, juga ikut merayakan hari raya ini. Di negara China, festival Cap Go Meh dikenal dengan nama Festival Yuanxiao atau Festival Shangyuan. Sedangkan di Hong Kong dan Vietnam, di kenal dengan nama Festival Yuen Siu dan T¿t Nguyên Tiêu. Bahkan di beberapa negara, perayaan ini sering kali disamakan dengan hari raya Valentine versi China. Perayaan ini awalnya dirayakan sebagai hari penghormatan kepada Dewa Thai-yi. Dewa Thaiyi sendiri dianggap sebagai dewa tertinggi di langit oleh Dinasti Han (206 SM – 221 M). Upacara ini dirayakan secara rutin setiap tahunnya pada tanggal 15 bulan pertama menurut penanggalan bulan yang merupakan bulan pertama dalam setahun. Upacara ini dahulu tertutup hanya untuk kalangan istana dan belum dikenal secara umum oleh masyarakat China. Upacara ini harus dilakukan pada malam hari, maka harus disiapkan penerangan dengan lampu-lampu dari senja hari

hingga keesokan harinya. Inilah yang kemudian menjadi lampionlampion dan lampu-lampu berwarna-warni yang menjadi pelengkap utama dalam perayaan Cap Go Meh. Ketika pemerintahan Dinasti Han berakhir, perayaan ini menjadi lebih terbuka untuk umum. Saat China dalam masa pemerintahan Dinasti Tang, perayaan ini juga dirayakan oleh masyarakat umum secara luas. Festival ini adalah sebuah festival dimana masyarakat diperbolehkan untuk bersenang-senang. Saat malam tiba, masyarakat akan turun ke jalan dengan berbagai lampion berbagai bentuk yang telah diberi variasi. Di malam yang disinari bulan purnama sempurna, masyarakat akan menyaksikan tarian naga (masyarakat Indonesia mengenalnya dengan sebutan Liong) dan tarian Barongsai. Mereka juga akan berkumpul untuk memainkan sebuah permainan teka-teki dan berbagai macam permainan lainnya, sambil menyantap sebuah makanan khas bernama Yuan Xiao. Tentu saja, malam tidak akan menjadi meriah tanpa kehadiran kembang api dan petasan. Pada malam itu, para tua dan muda seolah “diwajibkan” untuk bersenang-senang. Yuan Xiao sendiri adalah sebuah makanan yang menjadi bagian penting dalam festival tersebut. Yuan Xiao, atau juga kerap disebut Tang Yuan, adalah sebuah makanan berbentuk bola-bola yang terbuat dari tepung beras. Bila ditilik dari namanya, Yuan Xiao mempunyai arti “malam di hari pertama”. Makanan ini melambangkan kebersatuannya sebuah keluarga

besar yang memang menjadi tema utama dari perayaan hari raya Imlek. (h/okt)

Buah-buahan Khas Imlek DALAM perayaan Imlek, kerap kali kita melihat banyaknya makanan-makanan khas, seperti lapis legit, kue keranjang, dan berbagai macam makanan lainnya. Di samping itu, juga hadir buah-buahan yang turut dihidangkan. Buah-buahan tersebut kerap dijadikan s e b a g a i makanan penutup setelah acara makanmakan keluarga. Tetapi, apakah Anda mengetahui, bahwa ternyata buahbuahan tersebut bukanlah sekedar hidangan penutup biasa, karena buah- b u a h a n tersebut mempunyai arti yang khusus dalam perayaan malam Tahun Baru Cina? Warga Cina pada umumnya sangat menyukai buahbuahan. Mereka menyukai buah-buahan yang besar dan terlihat menarik. Mereka juga lebih memilih buah-buahan yang segar, walaupun kita juga sering menemukan banyaknya buahbuahan yang telah dikupas dan dicampur dengan gulagula dalam acara-acara Imlek. Selain digunakan sebagai hidangan penutup, buah-buahan juga selalu dijadikan sebagai persembahan bagi dewa-dewa. Buah-buahan segar saat perayaan Tahun Baru Cina adalah simbol dari awalnya kehidupan baru. Sedangkan buah-buahan yang telah dicampur dengan gula-gula menggambarkan sebuah permulaan dari tahun yang manis. Biasanya, para umat Buddha juga menggunakan berbagai buah, mulai dari jeruk, limau, pisang, nanas dan semangka sebagai persembahan kepada para dewa-dewa di wihara. Dan bila berbicara tentang tradisi, buah-buahan juga kerap dijadikan buah tangan selama perayaan Tahun Baru Imlek dan beberapa perayaan lainnya. Jeruk sendiri adalah buah yang mempunyai simbol sebagai gambaran permohonan untuk nasib yang lebih baik. Inilah mengapa jeruk kerap kali menjadi buah tangan yang cukup banyak kita temukan. Sebagai permohonan untuk nasib yang baik, mereka sering menyantap buah tersebut pada hari kedua setelah tahun baru. Warga Cina tidak menyantapnya di hari pertama karena dahulu, kaisar Cina mendistribusikan buah jeruk kepada para bawahannya pada hari kedua. Jeruk Mandarin, jenis jeruk yang akrab dengan perayaan Imlek, juga mempunyai peran menarik lainnya. Sebagai contoh, seusai pernikahan, pengantin perempuan akan diberikan dua buah jeruk dari keluarga mertua. Sang pengantin perempuan harus mengupasnya pada malam pertama dan makan bersama sang pengantin pria. Dua buah jeruk tersebut melambangkan bahwa mereka berdua siap untuk berbagi kebahagiaan dan kesetiaan hingga akhir hayat. Sedangkan melon dan semangka adalah sebuah simbol dari kebersatuan sebuah keluarga. Bentuknya yang bulat utuh adalah sebuah perwakilan dari hubungan keluarga yang tetap bulat, besar. Selain itu, mereka juga membeli buah yang berukuran cukup besar dan membagikannya di antara para anggota keluarga untuk lebih menjalin keakraban di antara anggota keluarga (h/okz)

Aneka Pilihan Cheongsam ADAPUN Cheongsam dengan pilihan simple sebagai pelengkap fahsion Anda di sepanjang Tahun Baru Imlek. 1. Strictly red Bingung mau menggunakan pakaian seperti apa? Pakaian paling tepat dan mudah untuk digunakan di Tahun Baru Imlek adalah pakaian berwarna merah. Anda bisa menggunakan blouse merah yang simple, minidress berwarna merah yang girly, ataupun long dress merah yang anggun. Tambahkan aksesoris seperti belt atau perhiasan yang membuat penampilan Anda semakin menarik. Pakaian tersebut pun bisa digunakan kembali di acara special atau hari-hari lainnya di sepanjang tahun 2013 ini. 2. Orange, nude, and pastels are still okay Jika Anda yang ingin tampil beda dengan pilihan warna lainnya yang tidak terlalu mencolok seperti merah, Anda bisa pilih warna orange, nude, atau warna-warna pastel. Tambahkan saja aksesoris berwarna merah atau emas untuk menghidupkan suasana kebahagiaan dan kemakmuran pada tampilan Anda. 3. Chic cheongsams Ini dia saat yang paling tepat untuk menggunakan cheongsams. Kapan lagi Anda bisa menggunakan pakaian yang identik dengan budaya dan tradisi khas China selama berabad-abad ini. Apalagi kini model cheongsam semakin beragam dan inovatif. Padukan dengan tataan rambut yang tepat untuk tampilan yang sempurna. (h/ary)

Tolak Angin Sponsori Sewindu PBTY YOGYAKARTA, HALUAN — Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) yang sudah genap sewindu (8 tahun) kembali digelar di kampung Ketandan Yogyakarta. Perayaan Tahun Baru Imlek 2564 yang diselenggarakan selama 5 hari (20-24 Februari 2013) dengan puncaknya pada malam Cap Go Meh, kembali disponsori salah satu produk unggulan PT SidoMuncul yaitu Tolak Angin. Sampai saat ini Tolak Angin sudah berpartisipasi kelima kalinya sejak tahun 2009 mensponsori PBTY. Untuk memperkenalkan produk-produk PT. SidoMuncul dan mendekatkan diri langsung

kepada para konsumen seperti tahun-tahun sebelumnya Tolak Angin PT SidoMuncul mendirikan stand penjualan dengan berbagai promosi dan hadiah yang menarik. Seperti yang diungkapkan Direktur Utama PT SidoMuncul Irwan Hidayat, “Kami mendukung acara PBTY ini di samping ikut melestarikan keaneka ragaman suku bangsa ini kami juga diberikan kesempatan untuk berpromosi sehingga bisa berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan konsumen juga memperkenalkan varian produkproduk kami”. Pada PBTY ke VIII ini juga akan diadakan pemilihan Koko

dan Cici Yogyakarta yang pesertanya untuk umum tanpa dibatasi suku, agama dan ras, yang kriteriannya berumur 17 – 25 tahun. Jogja Dragon Festival yang tahun lalu sempat memukai pengunjung , tahun ini juga akan digelar lagi dengan memperebutkan piala Sri Sultan Hamengku Buwono ke X. PBTY yang merupakan acara tahunan yang diselenggarakan Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC) ini bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DIY dan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta dan didukung penuh oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Diharapkan dengan

Direktur Utama Sidomuncul Irwan Hidayat menyalami Gubernur Yogyakarta. adanya PBTY ini bisa melestarikan dan memperkenalkan budaya etnis Tionghoa sebagai salah satu aset bangsa Indonesia, memberikan pembelajaran untuk saling bertoleransi, mendukung >> Editor : Atviarni

pariwisata dan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar dan memperkuat ‘image’ Yogyakarta sebagai kota budaya yang ramah, guyub dan aman. (h/atv) >> Penata Halaman: Jefli


SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

LINGKAR Harga Sembako Berfluktuasi PAYAKUMBUH, HALUAN—Harga kebutuhan dapur masyarakat di Kota Payakumbuh, Senin kemarin, di Pasar tradisional Ibuh, mengalami fluktuasi. Cabai keriting misalnya kemarin dijual pedagang Rp27 per kg, seminggu sebelumnya harga cabai mencapai Rp30 ribu per kg, dua hari kemudian turun menjadi Rp25 ribu, sampai sore kemarin harga cabai masih bertahan Rp27 ribu per kg. Harga kebutuhan lain, cabai hijau tetap Rp20 ribu per kg, harga tomat turun Rp1.000 menjadi Rp7 ribu dari Rp8 ribu per kg sebelumnya. Untuk bawang merah asal Solok sejauh ini masih bertahan sebesar Rp18 ribu per kg. Sementara itu, harga sayuran berfariasi, kacang panjang dijual pedagang pengecer antara Rp2.000 hingga Rp3.000 per ikat tergantung besar ikatnya, sayur bayam Rp1.000-1.500 per ikat, kangkung Rp1.500 per ikat. Keterangan beberapa pedagang di Pasar Ibuh, Payakumbuh, kemarin menyatakan, harga bawang impor naik seribu rupiah menjadi Rp14.000 ribu per kgnya. Sedangkan harga bawang putih yang biasanya dijual pedagang pengecer Rp20.000 per kg saat ini naik menjadi Rp30.000 per kg. Sementara itu, harga ikan air tawar jenis nila seberat dua ekor per kg tetap bertahan seharga Rp24 ribu per kg, Gurami Rp32 ribu per kg, mas/rayo 24 ribu per kg. Ikan jenis nila ukuran yang lebih kecil Rp18 ribu per kg. Sedangkan ikan jenis lele dumbo tetap Rp16 ribu atau sama dengan harga pekan lalu. Untuk sayuran seperti buncis Rp5.000 per kg turun dari Rp6.000 per kg, tomat Rp9.000 per kg, walter Rp6.000 per kg, kol putih naik Rp5.000 per kg. Sedangkan harga daging rata rata Rp85.000 per kg. Untuk ikan laut sisiak Rp17.000 per kg, ikan tongkol Rp13.000 per kgnya dan udang kualitas baik Rp75.000 per kg. Sedangkan harga beras sejauh ini masih normal atau standar tidak mengalami kenaikan, salah seorang pedagang beras di pasar Ibuh, Masri menuturkan, beras kualitas I anak daro Rp 9.500 per kg, beras Sijunjung Rp9.000 per kg, beras pulut hitam Rp11.000 per kg, harga beras organik Rp11.000 per kg. (h/zkf)

RI Butuh 1.500 Ton Daging/Hari JAKARTA, HALUAN— Konsumsi daging sapi penduduk Indonesia terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Menteri Pertanian Suswono mengatakan, setidaknya Indonesia membutuhkan 1.504 ton daging sapi per hari di tahun ini. “Tahun 2013 kebutuhan daging kita per tahun itu 549 ribu/tahun. Jadi dibagi saja dengan 365 hari,” cetus Suswono usai rapat koordinasi soal pengan di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Senin (25/2). Dari jumlah itu, Suswono menjelaskan, sebanyak 85% kebutuhan daging dipasok dari sapi lokal, sedangkan 15% lainnya adalah impor. Namun menurutnya, potensi sapi lokal harus lebih dioptimalkan terlebih dahulu, jika tidak cukup, impor diperbolehkan. “Dari data para ahli itu menghitung sapi lokal bisa memasok 85%. Kita percaya hitungan itu. Kita optimalkan potensi lokal kalau tidak bisa ya bolehboleh saja kita impor,” katanya. Tetapi Suswono berujar, dia bukan orang yang anti impor. Menurut Suswono, impor boleh saja dilakukan asalkan pasokan sapi lokal tidak mencukupi kebutuhan nasional. “Tetapi dulu kita ingat kalau peternak dulu menangis nggak ada yang perhatikan. Sekarang konsumen menangis cepat reaksinya. Jadi jangan sampai petani menangis lagi. Importir itu hanya 67, sementara petani peternak itu 64 juta KK (kepala keluarga). Jadi itu yang saya kira saya membela petani dan peternak. Jadi importir harus ada empatilah kepada peternak. Di NTT dulu pernah sapi hidup dihargai Rp 16 ribu/kg. Sekarang sudah Rp30 ribu/ kg sapi bobot hidup. Impor jalan terakhir. Saya bukan anti impor,” ujarnya. (h/dtk)

Askrindo Jamin KUR Rp18 Triliun JAKARTA, HALUAN— PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menargetkan penjaminan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp18 triliun atau 50% dari target pemerintah sebesar Rp36 triliun. Dirut Akrindo, Antonius CS

Napitupulu mengatakan penyaluran penjaminan KUR pada 2013 melalui bank pelaksana diantaranya, BNI, BRI, Mandiri, BTN, Bukopin, BSM, BNI Syariah, dan 26 Bank Pembangunan Daerah (BPB). “Ke semua itu dengan total

Rp18 triliun, dengan target UMKMK (Usaha Mikro Kecil dan Menengah Keatas) sebanyak 900 ribu, yang diharapkan menyerap tenaga kerja sebanyak 1,8 juta orang,” kata Antonius saat Rapat Dengar Pendapat (DPR) dengan Komisi VI DPR,

EKONOMI BISNIS 15 Senin (25/2) Untuk mencapai target tersebut dan tidak terjadi hambatan, kata Antonius, penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1 triliun bisa dicairkan pada awal program penjaminan KUR

atau semester pertama. “Karena selama ini, realisasi penambahan PMN selalu dilakukan pada akhir tahun program penjaminan KUR, sehingga batas gearing ratio maksimum 10 kali dapat terlampaui,” tuturnya. (h/inl)

Harga Bawang Putih Meroket di Padang PADANG, HALUAN— Saat ini harga bawang putih di beberapa Pasar Tradisional di Kota Padang naik. Para pedagang menjual bawang putih seharga Rp32.000 per kilo-Rp34.000 per kilo .

KAMAR SET— Berbagai jenis tempat tidur lengkap dengan lemari dan meja hias (badroom set) di jual dengan harga bervariasi di Kumbang Furniture, Jalan Adinegoro, Lubuk Buaya Kota Padang. Senin (25/2). AMIR

AXIS PASTI PLUS

Bonus Isi Pulsa Via e-Banking JAKARTA, HALUAN— Sejalan dengan kampanye perusahaan ‘AXIS PASTI PLUS’, AXIS, operator online terkemuka di Indonesia, memberi lebih lagi bagi pelanggannya dengan menyediakan bonus isi pulsa hingga 25% melalui layanan isi pulsa di e-banking. Seperti ATM, internet banking, dan mobile banking yang tersedia melalui 28 bank dan mitra AXIS, seperti Bank Mandiri, BCA, BRI, Citibank, CIMB Niaga, Permata Bank, dan masih banyak lagi – daftar bank lebih lengkap terlampir. Tanpa syarat dan ketentuan yang rumit, semakin banyak pelanggan melakukan isi pulsa, semakin banyak pula nilai bonus yang akan diperoleh. Bonus berlaku selama 15 hari dan

pelanggan dapat menggunakannya bonus yang diperoleh untuk menikmati akses internet, menelepon, dan SMS ke semua operator, sepanjang hari. Program ini berlaku bagi semua pelanggan AXIS mulai 21 Februari hingga 30 Juni 2013. Bonus isi pulsa tersebut juga berlaku bagi pelanggan yang melakukan isi pulsa melalui aplikasi M-Saku dan layanan pelanggan mandiri, AXIS Net, yang dapat diunduh secara gratis dari Apple Store, Play Store, Blackberry World Application dan ponsel berbasis Windows. Berkomentar mengenai program ini, Syakieb A. Sungkar, Direktur Sales AXIS mengatakan, “Sesuai dengan kampanye kami ‘AXIS Pasti Plus’ dan komitmen untuk menyediakan

layanan komunikasi yang bernilai lebih, kami menjadikan isi pulsa kartu AXIS lebih simpel, tidak rumit, lebih mudah, dan lebih cepat melalui ATM, internet banking, mobile banking, M-Saku, dan AXIS Net. Lebih jauh, sebagai apresiasi bagi pelanggan kami yang telah menggunakan cara isi pulsa yang lebih inovatif, AXIS memberikan bonus menarik hingga 25% dari nilai isi pulsa. Dengan bonus isi pulsa ini, pelanggan dapat menelepon, SMS, dan akses internet lebih banyak dan lebih sering tanpa harus mengeluarkan uang lebih banyak. Tanpa syarat dan ketentuan yang rumit, cukup pakai dan isi pulsa AXIS Anda, dan Anda dapat langsung menikmati bonusnya. Sangat mudah,” tambahnya. (h/*)

Pantauan Haluan di Pasar Raya Padang, Minggu (24/2) harga komoditas bawang putih disejumlah pedagang sembako mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan harga bawang putih diduga faktor cuaca yang menyebabkan pasokan dari produsen atau petani bawang putih menurun. Beberapa pedagang mengatakan, sebelumnya harga bawang putih berkisar Rp20.000 per kilo–Rp24.000 per kilo. Namun sekarang melambung tinggi. “Mengalahkan harga cabe,” ujar Dino, 45 tahun, salah seorang pedagang sembako yang berdagang di Fase II Pasar Raya Padang . “Informasi yang saya dapatkan dari distributor langganan saya, kenaikan disebabkan cuaca yang tidak menentu (hujan yang terus menerus,red) dan gagal panen yang dialami oleh petani bawang putih,”ungkap Dino. Menurut Samirah, salah seorang pedagang sembako di Pasar Raden Saleh, mengatakan dia menjual bawang putih dengan harga Rp34.000/kg semenjak pekan terakhir. “Harga bawang putih sudah naik seminggu yang lalu, menurut pemasok bawang putih harga naik disebabkan persedian terbatas. Mungkin hal ini disebabkan oleh faktor bawang lokal sudah mulai habis dan saat ini kita menuggu bawang impor,”tutur Samirah. Selain itu, beberapa pedagang mengaku kesulitan untuk mendapatkan bawang putih sesuai dengan pasokan biasanya. “Sya biasa membeli bawang putih dengan jumlah banyak, saat ini saya beli separoh saja. Takut juga, kenaikannya memang terlalu tinggi nanti tidak habis,”tutur Andri salah seorang pedagang sembako di Pasar Alai. (h/oos)

Ekonomi Kreatif

Yumi, Mahasiswa dengan Penghasilan Jutaan PADANG, HALUAN— Sebelum menyelesaikan kuliah, Yumi menjalani bisnis pakaian jadi khusus wanita, sehingga setelah tamat dirinya punya bekal dan lapangan usaha. Pakaian jadi tersebut ditawarkan kepada teman-temannya. Usaha ini sudah dijalani selama 2 tahun lebih. Dengan bermodalkan hanya Rp5 juta. Usahanya tersebut tidak mau dibilang sebagai boutique. Walaupun sudah seperti boutique. Dia mengaku hanya sebatas usaha rumahan yang ditata dengan manajemen yang benar, walaupun begitu Yumi sangat

serius untuk mengurus usahanya tersebut. Yumi menjalani kegiatan tersebut dengan niat membantu perekonomian orang tuanya. dirinya mengaku senang menjalani kegiatan yang seperti itu. “Sambil belajar dan mengaplikasikan ilmu tentang pemasaran (manajemen, red). Selain itu, kuliah dengan biaya sendiri,”tuturnya. Biasanya Yumi menjual pakaian wanita sesuai dengan pesanan dari pelanggannya terlebih dahulu. Namun, saat ini dirinya sudah mempunyai tempat untuk memajang jualan-

nya. Ketika disinggung apakah dirinya tidak malu melakukan hal yang seperti itu dengan bangga dia menjawab, malah dirinya merasa mandiri dan mencari penghasilan sendiri. “Saya malah senang lakoni pekerjaan ini. Apalagi bisa tahu dengan barang-barang bagus dan barang-barang yang aspal (asli tapi palsu, red),”ucap Yumi mahasiswi Universitas Andalas tersebut. Harga yang ditawarkan oleh Yumi mulai dari Rp100.000. Harga tergantung kepada bahan dan jenis pakaian yang dijual. Misalnya jenis baju yang berba-

han lembut, akan dijual dengan harga yang tinggi. Yumi mematok harga dagangannya paling tinggi Rp300.000. “Masih harga mahasiswalah. Masih terjangkau untuk membeli baju sekali dalam sebulan. Apalagi dengan bisa mencicil. Saya juga memaklumi bagaimana keadaan teman-teman saya. Beli baju itu jarang. Makanya ada ide seperti ini,”tutur Yumi. Minimal penghasilan Yumi satu bulan berkisar antara Rp10 juta-15 juta. Bagi yang berminat bisa menyambangi Yumi di Purus IV. (h/cw-oos)

Yumi, mahasiswa yang kreatif di antara pakaian jadi yang di jualnya. OSNIWATI

>> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Irvand


16

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

DJP SUMBAR DAN JAMBI

Tingkat Kepatuhan Pajak Rendah PADANG, HALUAN— Tingkat kepatuhan Wajib Pajak (WP) Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumbar dan Jambi tahun 2012 adalah 68,29 persen, berada dibawah ratarata nasional yaitu 85,23 persen.

SAMPAIKAN SPT— Sesuai dengan batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi yang akan berakhir tanggal 31 Maret 2013 ini, DJP Sumbar danJambi menghimbau Wajib Pajak agar segera menyampaikan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi tepat waktu. IST

Kepala Bidang P2 Humas Kanwil DJP Sumbar dan Jambi, Nana Sumarna, Senin (26/2) mengharapkan masyarakat Wajib Pajak segera menyampaikan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi tepat waktu. “Sesuai dengan batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi yang akan berakhir tanggal 31 Maret 2013 ini, Wajib Pajak agar segera menyampaikan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi tepat waktu,” katanya. Dalam rangka meningkatkan kepatuhan penyampaian SPT maka akan diadakan Pekan Panutan Penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi Tahun Pajak 2012 oleh Gubernur Sumbar dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sumatera Barat (FKPD). Kegiatan tersebut akan diadakan mulai pukul 10.00

WIB di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Padang jalan Bagindo Aziz Chan No. 26 Padang pada Senin, 4 Maret mendatang. “Pekan Panutan Penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi oleh Gubernur Sumbar dan FKPD serta masyawarakat Wajib Pajak diharapkan akan menggugah para Wajib Pajak untuk ikut patuh dan segera menyampaikan SPT Tahunan PPh OP di KPP atau KP2KP atau Drop Box di tempat-tempat strategis lainnya,” tambahnya. Untuk mendapatkan Formulir SPT Tahunan, masyarakat Wajib Pajak dapat mengunduh melalui situs www.pajak.go.id atau mengambil sendiri di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) terdekat atau di Mobil Pajak Keliling/ Pojok Pajak yang berlokasi di tempat-

tempat strategis. SPT Tahunan yang sudah di isi dengan benar, lengkap dan jelas serta di tanda tangani dapat disampaikan melalui berbagai cara yaitu secara langsung ke KPP/ KP2KP atau Pojok Pajak, Drop Box atau Mobil Pajak. Selain itu juga bisa melalui Kantor Pos, Perusahaan Ekspedisi/ Kurir atau melalui e-Filing. Khusus bagi pegawai Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Barat dan Jambi telah terlebih dahulu menyampaikan SPT Tahunan PPh OP mereka, paling lambat tanggal 22 Februari 2013. Diingatkan kepada Wajib Pajak yang mengisi SPT agar mengisi terlebih dahulu formulir lampiran baru kemudian induknya. Disetiap lembar jangan lupa mengisi identitas seperti nama, NPWP dan tahun pajaknya. Tidak lupa juga membubuhkan tanda tangan, karena jika tidak SPT yang dilaporkan dianggap tidak sah. Jika ada kurang bayar maka kekurangan tersebut harus dibayar paling lambat sebelum SPT dilaporkan. Pembayaran dapat dila kukan di kantor pos atau Bank.(h/ita)

Galeri Usaha

Martabak Shanghai Kartika, Nomor 1 di Indonesia PADANG, HALUAN—Martabak Shanghai selalu menjadi makanan cemilan favorit untuk mengobrol santai sambil nongkrong-nongkrong bercerita di sebuah café. “Selain itu, juga bisa juga dijadikan sebagai sarapan pagi ,” kata Elfialdi (42 th), Owner Martabak Shanghai Kartika saat ditemui Senin (25/2). Pihaknya menyatakan, sejak SMA dulu ia telah mahir membuat martabak shanghai. Namun dibukanya outlet martabak shanghai di Simpang Enam ini sudah delapan bulan yang lalu. Ternyata diminati masyarakat baik kalangan muda maupun kalangan tua. Dan saat ini ia telah memiliki lima orang karyawan dengan satu orang pada shift pagi dan empat orang pada sift sore malam. Kini martabak shanghai telah membuka outlet bersama di rumah makan Ikan Bakar di Jalan Dobi, Sebelah Toko Kue Dallas di Jalan Niaga, di Pantai Purus dan setiap minggu pagi membuka outlet di GOR Agus Salim. Selain itu, dalam waktu

dekat akan membuka cabang di Gunung Pangilun, di Jalan Andalas dan di Jalan By Pass. tambah alumni Fakultas Sastra Universitas Andalas ini. Sementara itu, Kartika Turisiana, istri Elfialdi, Owner Martabak Shanghai Kartika menyatakan pembuatan martabak shanghai terbuat dari wartel, kentang , daging sapi , cabe , adonan tepung terigu dan diberi bumbu-bumbu masakan. Harga martabak sanghai Rp3.000. Martabak shanghai merupakan cemilan-cemilan santai tentunya. Produksi martabak shanghai biasanya 200-300 biji perhari untuk memenuhi outlet-outlet yang ada. Pihaknya menyatakan martabak shanghai ini tetap bukanlah dari shanghai, sebuah kota terbesar cina. Namun dipelajari sejak otodidak oleh suaminya sejak dua puluh lima tahun yang lalu. Dan nama kartika yang digunakan adalah nama istrinya. Rencananya akan merambah ke swalayan, mall, hotelhotel. Selain itu, di rumah

Owner Martabak Shanghai Kartika, Elfialdi (42 th) di outletnya di jalan Cokrominoto no 59, terlihat pengunjung sedang menyantap martabak shanghai. martabak Shanghai Kartika ini juga disediakan nasi goreng, spageti, udang bakar, iga bakar, sup sapi dan berbagai macam juice. Jika berminat untuk me-

nikmati martabak shanghai khas Padang, pengunjung dapat ke jalan Cokrominoto No 59 . tepatnya di Simpang Enam di sebelah jembatan arah Jalan Pulau Karam.

>> Editor : Afrianita

Selain itu juga dapat dipesan untuk acara arisan, ulang tahun, seminar dan resepsi penikahan. Jika berminat dapat menghubungi ke nomor 081363453461. (h/cw-lex)

>> Penata Halaman: Jefli


SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

17

Barcelona Gamang dalam Perburuan Neymar BARCELONA, HALUAN – Presiden Barcelona, Sandro Rosell masih tak mau memastikan posisi mereka dalam perburuan talenta Santos, Neymar. Wonderkid Brasil itu memang menegaskan niatnya bertahan di Brasil, setidaknya sampai usai Piala Dunia 2014. Namun spekulasi tentang masa depannya di Eropa tak berhenti mengalir, termasuk dikaitkan dengan Barcelona. Meski mengaku klubnya menaruh minat pada Neymar, Rosell tak yakin kapan deal tersebut bisa terwujud. “Barcelona selalu mencari pemain terbaik. Di samping pemain binaan sendiri, kami mencari pemain terbaik dari luar klub yang bisa memperbaiki skuad,” ucapnya pada SIC Noticas. “Sementara untuk Neymar, saya tak tahu kapan ia akan datang. Ia pemain Santos hingga 2014. Neymar, seperti pemain lain yang menarik minat pemantau bakat Barca, mungkin saja bergabung dengan tim kami pada akhirnya,” imbuhnya. (h/net)

Derby Della Madonnina Berakhir Imbang MILAN, HALUAN – Internazionale dan AC Milan bermain imbang 1-1 di Giuseppe Meazza pada giornata 26 Serie A. Tak ada pemenang dalam Derby Della Madonninna kali ini, dan dua rival pun harus puas berbagi angka. Menjamu Milan, Senin (25/ 2), Inter kebobolan terlebih dahulu oleh gol Stephan El Shaarawy di babak pertama. Namun, Nerazzurri memaksakan skor jadi sama kuat berkat pemain pengganti Ezequiel Schelotto di babak kedua. Dengan hasil ini, Milan pun mengoleksi 45 poin di peringkat

tiga klasemen sementara, sedangkan Inter satu poin dan satu anak tangga di bawahnya. Meski bertindak sebagai tim tamu, Milan justru lebih mendominasi di babak pertama. Selain unggul penguasaan bola, mereka juga menciptakan lebih banyak peluang. Rossoneri bahkan unggul terlebih dahulu di menit

26 setelah Muntari men-dispossess Antonio Casano, membuat Boateng bisa mengirim through pass matang kepada El Shaarawy, yang menuntaskannya dengan finishing cemerlang menggunakan bagian luar kaki kanan. Little Pharaoh mencetak golnya yang ke-16 di Serie A musim ini dan membawa Milan memimpin atas sang rival sekota. Setelah itu, arena seolah menjadi panggung pertarungan Mario Balotelli vs Samir Handanovic. Tercatat tiga shot on target dilepaskan Balotelli ke gawang mantan klubnya, termasuk sundulan meneruskan

GOL DEBUT — Ezequiel Scheletto (Inter Milan) mencetak sebuah gol spesial dalam laga melawan AC Milan di giornata 26 Serie A. Golnya yang menyamakan kedudukan jadi 1-1 untuk Internazionale itu merupakan gol perdananya di Derby Della Madonnina. Gelandang Italia berdarah Argentina tersebut bahkan sampai terharu karenanya. INTER.IT

corner El Shaarawy dan sebuah eksekusi tendangan bebas, namun Handanovic sigap di bawah mistar. Pada menit 71, kerja keras Inter membuahkan hasil. Hanya dua menit masuk sejak menggantikan Cambiasso, Schelotto membuat Giuseppe Meazza bergemuruh ketika sundulannya memanfaatkan crossing Nagatomo menembus gawang Abbiati dan mengubah skor jadi sama kuat 1-1. Skor imbang 1-1 bertahan hingga wasit Paolo Mazzoleni meniup peluit panjang dan Milan pun memastikan posisi mereka di klasemen tidak tergeser oleh

Inter. Skor imbang dalam bentrokan Inter kontra Milan terakhir kali tercipta 20 pertandingan lalu, tepatnya saat kedua tim bermain tanpa gol pada Oktober 2004. Milan sejatinya sedikit lebih diunggulkan daripada Inter dalam Derby della Madonnina edisi ke221 ini. Selain posisi yang lebih baik di klasemen dan belum terkalahkan sejak awal 2013, Milan juga baru saja mencatatkan kemenangan spektakuler atas Barcelona di Eropa. Rekor Derby Della Madonnina pun tetap 81 kemenangan untuk Milan, 77 untuk Inter, dan imbang berubah jadi 63. (h/net)

>> Editor : Rio Surya Wijianto

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


18 OLAHRAGA

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

AREMA URUNG KE PADANG

POJOK ARENA

La Nyalla Tolak KLB PSSI, KPSI Jalan Terus JAKARTA, HALUAN – Ketua Umum Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), La Nyalla Mahmud Mattalitti kembali membuat kebijakan mengejutkan. La Nyalla mengaku membatalkan niatnya membubarkan KPSI. Hal tersebut menyusul pernyataan FIFA yang menyatakan Kongres PSSI pada 17 Maret 2013, sebagai Kongres Luar Biasa (KLB) dan bukan Kongres Biasa (KB). La Nyalla mengaku tidak mempermasalahkan status Kongres. Hanya saja, dirinya justru mempertanyakan konsistensi FIFA yang sebelumnya mengamanatkan terselenggaranya Kongres Biasa oleh PSSI dan KPSI. “Soal status Kongres, sebenarnya tidak ada masalah. Tapi, KPSI baru bisa dibubarkan setelah terlaksananya Kongres Biasa dan bukan Kongres Luar Biasa,” imbuh La Nyalla. Dikatakannya lagi, FIFA sebelumnya mengamanatkan menggelar Kongres Biasa yang tercantum dalam Nota Kesepahaman (MoU) antara PSSI dan KPSI di Kuala Lumpur, Malaysia, 7 Juni 2012. Kemudian, katanya lagi, seputar pelaksanaan Kongres Biasa kembali ditegaskan melalui surat FIFA tanggal 18 Desember. “Artinya, sekarang FIFA yang melanggar kesepakatan. Sehingga, jangan salahkan kami kalau KPSI jalan terus. Sebab, KLB bukan amanat MoU,” ucapnya. Karena itu, La Nyalla berharap agar Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo dapat kembali menyurati FIFA dan mengingatkan FIFA perihal pelaksanaan Kongres Biasa yang telah diutarakan sebelumnya. “Hal tersebut merupakan tugas Menpora untuk menyurati FIFA. Saya hanya melaksanakan apa yang diperintahkan,” ujarnya. Dengan dipastikannya status KLB, maka tidak akan ada agenda lain selain penyatuan liga, revisi statuta, dan pengembalian empat Komite Eksekutif (Exco) terhukum. (h/net)

Wagub Sumbar: Majukan Terus Olahraga Sumbar PADANG, HALUAN — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat menunjukkan komitmennya dalam peningkatan prestasi olahraga Ranah Minang. Hal ini terbukti dengan suksesnya KONI Sumbar dibawah kepemimpinan Syahrial Bakhtiar menyabet target 12 medali emas yang diharapkan pada PON Riau XVIII-2012 lalu. “Ini bukti komitmen Syahrial Bakhtiar dan kawan-kawan berperan serta meningkatkan prestasi olahraga Ranah Minang,” jelas Wakil Gubernur Sumbar, H Muslim Kasim usai menerima silahturahmi Ketua Umum KONI Sumbar, Dr Syahrial Bakhtiar, Kamis (14/2) lalu seperti rilis yang diterima Haluan, Senin (25/2). Menurut Wagub, Pengurus Provinsi (Pengprov) cabor anggota KONI Sumbar telah menghasilkan atlet-atlet unggulan di beragam cabang olahraga. Kondisi tersebut merupakan buah dari pembinaan berkelanjutan di lingkungan Pengprov cabor. Oleh karena itu, Musorprov KONI Sumbar yang akan berlangsung 6-7 Maret 2013 mendatang di Balai Sidang Bung Hatta akan menjadi memontum percepatan kemajuan olahraga Sumbar dimasa mendatang. “Syahrial Bakhtiar juga telah terbukti sosok yang bisa mengayomi cabang olahraga,” ujarnya. Diungkapkannya, yang menunjang kegiatan olahraga di Sumbar adalah APBD. Makanya sosok yang memiliki keahlian dan kemampuan perlu dipastikan. Dalam pandangan H Muslim Kasim, Syahrial Bakhtiar dengan tangan dinginnya mampu menjadi motivator untuk kebangkitan kembali prestasi olahraga di Sumbar, khususnya dalam pembinaan atlet. (h/rio/rel)

Semen Padang Keberatan PADANG, HALUAN — Arema IPL, meminta LPIS menjadwal ulang pertandingan mereka yang sejatinya akan dijamu oleh Semen Padang, pada Rabu (27/2) di Stadion Haji Agus Salim Padang.

PERKENALKAN PIALA — Panitia Kejurda Inkanas IV-2013 Piala Gubernur Sumbar, memperkenalkan piala yang akan diperebutkan oleh dojo-dojo Pengda Inkanas jelang Kejurda yang akan dihelat 8-10 Maret mendatang di Kampus IPDN Baso, Kabupaten Agam. RIO SURYA WIJIANTO

KEJURDA INKANAS SUMBAR IV-2013

Persiapan Hampir Rampung PADANG, HALUAN — Persiapan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Inkanas Sumbar IV-2013 yang bertajuk “Piala Gubernur Sumbar” antar dojo se-Sumatera Barat, sudah hampir rampung dipersiapkan oleh panitia pelaksana. Hal ini dibuktikan pada rapat terakhir panitia yang dihelat pada Senin (25/2) di Sekretariat Inkanas Sumbar, Komplek GOR Haji Agus Salim Padang. Kejurda tersebut akan digelar pada 8-10 Maret mendatang di Kampus IPDN Baso, Kabupaten Agam. Hingga kemarin, peserta yang sudah mendaftarkan diri ke panitia, telah mencapai 699 karateka. Rapat terahkhir tersebut, dipimpin langsung oleh ketua panitia pelaksana, Erdi Janur. Panitia dari berbagai seksi, seperti sekretariat, perlengkapan, dan akomodasi menyatakan siap

untuk melaksanakan kerja kepanitian sesuai dengan jadwal yang telah disusun. “Saya berharap, kita semua bekerja sesuai bagian masingmasing. Utamakan bagian masing-masing dahulu. Kalau sudah selesai, kalau bisa memberi bantuan kepada bagian lain, saya harap dibantu. Kita harus jaga kebersamaan,” sebut Erdi Janur. Panitia menargetkan 800 karateka akan ambil bagian pada Kejurda tersebut. Disamping itu, masih ada empat dojo inkanas di kab/kota, yang masih belum melakukan pendaftaran yakni, Kabupaten Solok, Kota Pariaman, Bukittinggi dan Kabupaten Sijunjung. “Pendaftaran akan ditutup pada 7 Maret mendatang. Seusai jadwal pendaftaran, akan langsung diadakan drawing,” lanjut

Kabid Bin---pres Pengda Inkanas Sum-bar, Mukh-tar Anwar. Melihat geliat yang ada, akan keinginan banyak cabang inkanas untuk ber-kom-petisi dengan mengikuti kejuaraan yang memperebutkan Piala Gubernur ini, Mukh-tar yakin, target peserta bisa terpenuhi. “Mudah-mudahan, kejuaraan ini bisa dilaksanakan dengan diikuti karateka sebanyak yang ditargetkan,” tuturnya. Atlet-atlet karate yang telah mendaftarkan diri yakni, dari Payakumbuh sebanyak 34 karateka, Agam 70 karateka, Dharmasraya 90 karateka, Padangpanjang 20 karateka, Kota Padang 230 karateka, Tanahdatar 30 karateka, Pessel 35 karateka, Kota Solok 40 karateka, Pasbar 35 karateka, Limapuluh Kota 20 karateka, Solsel 65 karateka, dan Padangpariaman 50 karateka. (h/rio)

Sergio van Dijk Dipanggil Perkuat Timnas JAKARTA, HALUAN — Badan Tim Nasional (BTN) menambah pemain untuk menghadapi kualifikasi Piala Asia 2015 melawan Arab Saudi. Pemain Persib Bandung, Sergio van Dijk, termasuk di antaranya. Di tengah kontroversi mengenai eksistensinya, BTN sebelumnya telah merilis 34 nama pemain tim nasional untuk melakoni laga kualifikasi Piala Asia 2015 menghadapi Arab Saudi 23 Maret mendatang. Pada Senin (25/2),

diumumkan bahwa BTN memanggil dua pemain lain. “Kami punya dua tambahan pemain yaitu Sergio van Dijk dan Bayu Gatra. Tapi kalau Diego Michiels bebas, dia akan masuk dalam skuat. Jadi total 37 pemain,” ujar wakil ketua BTN Habil Maratti di Jakarta, Senin (25/2). Habil mengatakan, pada hari ini BTN rencananya sudah menjalani tes kesehatan dengan para pemain yang telah dipanggil. Tetapi dari 34 nama pemain, sejauh ini baru tiga pemain yang hadir, yakni Mario

Aibekop, Husin J Rahaningmas dan Anggi. Walhasil pemusatan latihan ditunda sampai 1 Maret. “Pemain melakukan pemeriksaan kesehatan pada 27 dan 28 Februari di salah satu klinik yang terletak di jalan Gatot Subroto, Jakarta,” ungkap Habil. “Mereka akan mulai berlatih sejak 1 Maret. Setelah berlatih kurang sepekan pelatih akan menyaring pemain menjadi 23. Jumlah itu dipersiapkan untuk melawan Arab Saudi,” lanjutnya. (h/net)

Hal ini diungkapkan media officer Semen Padang Ronny Suhatril, kepada Haluan Senin (25/2). Dijelaskan Ronny, Arema mengirimkan surat kepada PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) untuk meminta pertandingan yang sudah dipersiapkan maksimal oleh manajemen Semen Padang harus diundur. “Surat permintaan penjadwalan ulang dari Arema tersebut, diteruskan oleh LPIS ke manajemen PT KSSP Senin (25/2). Isi surat tersebut, menjelaskan bahwa alasan Arema urung ke Padang, disebabkan tidak mendapat tiket ke Padang. Dengan alasan tersebut, tentu saja manajemen sangat keberatan,”

terang Ronny. Jelas saja tim yang berjuluk Kabau Sirah tersebut keberatan, pasalnya SP, telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menggelar laga perdana Semen Padang di IPL 2013 tersebut. “Usai menerima surat tersebut, manajemen segera mengirimkan surat keberatan, kepada LPIS untuk meminta, laga tersebut, tetap digelar sesuai jadwal,” sambung Ronny. Disamping itu, pihak KSSP juga sudah mendapatkan daftar wasit yang akan memimpin pertandingan. Dengan demikian, LPIS tentu tetap akan menggelar laga tersebut, sesuai jadwal yang telah ditetapkan. (h/rio)

Turnamen Rafhely Specs III Segera Digelar PADANG, HALUAN – Rafhely Futsal, akan kembali menggelar turnamen futsal tingkat nasional, yang bertajuk Turnamen Rafhely Specs III-2013, yang akan dihelat pada Mei mendatang. Namun peserta yang mengikuti kejuaraan futsal seSumatera tersebut s a n g a t terbatas. Pasalnya pihak penyelenggara hanya membuka pendaftaran bagi 24 tim terbaik. Sebelumnya pada Turnamen Rafhely Specs II-2012 lalu hanya diikuti 21 tim. Pasalnya kejuaraan bergengsi tersebut hanya diikuti oleh tim futsal yang berada di wilayah Sumbar dan Jambi saja. Pemilik Rafhely Futsal, Yasman Yanusar menjelaskan, kejuaraan Rafhely Futsal Specs III merupakan kelanjutan iven Rafhely Specs yang digelar guna mengasah kemampuan pemain futsal, khususnya Sumatera Barat. Disamping itu juga memantau perkembangan futsal wilayah Sumatera. Ketua Bidang Futsal PSSI Sumbar ini menerangkan, kejuaraan tersebut sekaligus digelar dalam rangka meresmikan lapangan futsal Rafhely berstandar internasional di Jalan By Pass KM 11 Sungai Sapih Padang. Untuk persiapan menghadapi Rafhely Specs III, tim futsal Rafhely sudah kembali menggelar latihan, dari hasil

seleksi pemain yang digelar beberapa waktu lalu. Seleksi pemain langsung ditangani pelatih Syafrianto Rusli dengan asisten

pelatih Andrian Andika dan S a t r i a Welly. Mayoritas pemain yang mengikuti seleksi merupakan wajah-wajah baru lebih kurang 43 pemain. Pemain tersebut berasal dari Pesisir Selatan, Payakumbuh, Padang Panjang, Padang, serta Limapuluh Kota. Para pemain tersebut saat ini tengah digembleng tim pelatih dengan latihan setiap Kamis jam 3 sore dan Minggu jam 6 sore. “Pemain yang kita seleksi cukup bagus dan mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi pemain bertalenta. Animo pemain untuk mengikuti seleksi sangat tinggi. Padahal kami menggelar seleksi tertutup,” jelas Yasman Yanusar. Yasman juga mengungkapkan Ke 43 pemain tersebut akan menjalani latihan terlebih dahulu selama satu bulan ini, kemudian akan diciutkan menjadi 20 orang. Pemain yang diambil benar-benar pemain yang berpotensi, tidak ada pemain titipan. (h/rio)

70 Atlet Ramaikan Kejuaraan Paralayang SOLOK, HALUAN — Sebanyak 70 atlet paralayang dari Sumatera Barat dan Riau ikuti Kejuaraan Paralayang di Kota Solok. Walikota Solok Irzal Ilyas, telah membuka secara resmi kejuaraan tersebut pada Sabtu (23/2). Turut hadir pada acara pembukaan anggota DPR-RI HM Azwir Dainy Tara, fungsionaris Pusat Partai Golkar HM Yamin Ferianto Tara (Bonny Tara), HM Kohmeny Suharto Tara (Donny Tara).

Kota Solok ternyata memiliki obyek wisata Paralayang potensial di Puncak Bidadari Payo Tanah Garam kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok. Hal ini dimanfaatkan Dandim 0309 Wirabraja Solok bekerja sama dengan Event Organizer (EO) Joyo Production dengan menggagas kejuaraan Paralayang dan hunting foto. Dandim Solok Letkol Inf M Sigit Saksono menyebutkan iven paralayang Dandim Cup I

terlaksana berkat dukungan Bank BRI Cabang Solok. Semua dilakukan untuk memberikan hiburan sekaligus ajang ekonomi bagi masyarakat. “Kita juga bekerja sama dengan Pasida untuk menggelar iven ini, setelah terbentuknya komunitas tersebut di awal 2013 lalu” kata Dandim. HM Azwir Dainy Tara mengapresiasi terobosan Kodim 0309 Wirabraja. Iven itu akan memberi efek langsung terhadap masyarakat dan kemajuan

pariwisata kota Solok. “Saya mengapresiasi pemda solok dan Kodim beserta EO yang telah mengangkat obyek wisata puncak Bidadari Tanah Garam sebagai arena kegiatan iven olahraga dirgantara paralayang. Ini akan bisa menjadi wisata dirgantara unggulan kedepannya” kata Azwir. Sekretaris EO Joyo Production, Joko Sugianto mengatakan iven Dandim Cup I tersebut berorientasi “menjual” wisata Kota Solok. Makanya selain

paralayang, juga dikombinasikan dengan lomba hunting foto. “Fotografer dengan komunitasnya akan berperan mengeksplotasi keindahan objek wisata Puncak Bidadari melalui karya jepretan yang nantinya diposting di laman dunia maya. Iven ini sukses selain dukungan penuh Pemko Solok dan Kodim 0309, juga berkat kerjasama dengan Bank BRI yang mensupport dana hingga puluhan juta,” jelas Joko. (h/one)

WALIKOTA Solok Irsal Ilyas didampingi Azwir Dainy Tara, Bonny Tara, Donny Tara, Dandim Solok melepas balon pertanda pembukaan open Paralayang di Solok, Sabtu. IWAN DN

>> Editor : Rio Surya Wijianto

>> Penata Halaman : Damar Hidayat


LUAR NEGERI 19

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

PARK GEUN-HYE DILANTIK

Korsel Kini Dipimpin Perempuan

LANTIK — Presiden wanita pertama Korsel, Park Geun-Hye dilantik. Pelantikan ini juga tampak dihadiri Wakil Presiden RI Boediono.

REUTERS

Presiden Afghanistan “Usir” Pasukan Khusus AS NOTES

KABUL, HALUAN — Presiden Afghanistan Hamid Karzai memerintahkan penarikan pasukan khusus Amerika Serikat dari provinsi Wardak, Afghan. Penarikan pasukan harus dilakukan dalam dua pekan ini. Karzai menuding pasukan khusus AS tersebut memicu “ketidakamanan dan ketidakstabilan” di provinsi yang berdekatan dengan ibukota Kabul itu. “Dalam pertemuan dewan keamanan nasional hari ini... Presiden Karzai memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk

Hamid Karzai mengusir pasukan khusus AS dari provinsi Wardak dalam dua pekan ini,” kata juru bicara kepresidenan Afghan, Aimal Faizi seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (25/2/2013).

“Pasukan khusus AS dan kelompok bersenjata ilegal yang mereka ciptakan telah menyebabkan ketidakamanan, ketidakstabilan dan mengganggu warga lokal di provinsi ini,” imbuhnya pada konferensi pers. Juru bicara pasukan AS di Afghanistan mengaku telah mendengar pernyataan Faizi tersebut. Namun dia menolak berkomentar lebih jauh. “Kami menanggapi semua dugaan pelanggaran dengan serius dan berupaya keras untuk memastikan fakta-fakta seputar itu,” ujar juru bicara tersebut. “Sebelum kami punya kesempatan untuk berbicara dengan pejabat-pejabat senior Afghan mengenai masalah ini, kami tidak dalam posisi untuk berkomentar lebih jauh. Ini masalah yang penting yang akan kami bahas sepenuhnya dengan mitra Afghan kami,” tandasnya. (h/dtc)

Pengantin Baru Tewas Saat Bulan Madu Napoleon Melarikan Diri 26 FEBRUARI 1815 - Napoleon Bonaparte melarikan diri dari Elba. Kaisar Napoleon Bonaparte (lahir di pulau Korsika, 15 Agustus 1769 – meninggal 5 Mei 1821 pada umur 51 tahun) berasal dari sebuah keluarga bangsawan lokal dengan nama Napoleone di Buonaparte (dalam bahasa Korsika, Nabolione atau Nabulione). Di kemudian hari ia mengadaptasi nama Napoléon Bonaparte yang lebih berbau Perancis. Elba adalah sebuah pulau di Toscana, Italia, 20 km dari kota Grosseto. Ia adalah pulau terbesar di Semenanjung Toscana, dan pulau terbesar ketiga Italia. Elba dan pulau lainnya dalam Semenanjung tersebut (Pianosa, Capraia, Montecristo, Giglio dan Giannutri) dilindungi dalam Taman Nasional Semenanjung Toscana. (h/wkp)

DUBAI, HALUAN — Tragis! Seorang pengantin baru asal Inggris tewas saat berbulan madu di Dubai, Uni Emirat Arab. Wanita berumur 27 tahun itu diyakini terjatuh dari kamar hotelnya. Abbie Emmett tewas hanya beberapa hari setelah dia dan suami barunya, Sean (43) tiba di Dubai menyusul pernikahan mereka di Afrika Selatan. Suami Emmett merupakan mantan pemotor profesional Grand Prix. Emmett telah menikah dengan duda tiga anak itu sekitar dua pekan lalu di Cape Town, Afrika Selatan. Kepolisian Dubai masih terus

menyelidiki kematian wanita berumur 27 tahun itu. Dia dilaporkan terjatuh dari atas jendela kamar hotel tempat pasangan itu menginap pada Selasa, 19 Februari lalu. Sebelum pernikahan mereka, pasangan tersebut telah tinggal bersama di sebuah flat di Addlestone, Surrey, Inggris. Korban dikenal dekat dengan para tetangga. “Saya merasa sangat sedih. Dia masih begitu muda. Ini menyedihkan bagi semua orang,” ujar seorang tetangga bernama Nicolene Turvey (27) seperti diberitakan Daily Mail, Senin (25/2/2013). Seorang teman menyebut Abbie

Korban Kediktatoran Marcos Dapat Kompensasi

LINGKAR Jepang Digoyang Gempa 6,2 SR TOKYO, HALUAN — Gempa bumi mengguncang Jepang hari ini. Tak ada ancaman tsunami menyusul gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter (SR) ini. Gempa ini sempat membuat gedunggedung di Tokyo, ibukota Jepang bergoyang. Sejauh ini belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat gempa. Menurut media nasional NHK seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (25/2/2013), gedung-gedung di Tokyo sempat bergoyang selama sekitar setengah menit. Namun tak ada gangguan yang terdeteksi di pembangkitpembangkit listrik bertenaga nuklir yang berada dekat pusat gempa. “Gempa bumi terjadi sekitar pukul 16:23 hari ini,” demikian dilaporkan Badan Meteorologi Jepang. “Fokus gempa adalah di utara prefektur Tochigi. Kedalamannya sekitar 10 kilometer dan kekuatannya diperkirakan 6,2 SR,” imbuhnya. (h/dtc)

sebagai wanita yang baik. “Abbie orang yang menyenangkan. Kami telah berteman selama bertahuntahun,” tuturnya. “Saya tak percaya ketika mendengar apa yang telah terjadi. Saya dengar dia terjatug dari jendela di hotel mereka saat mereka berbulan madu. Mereka baru saja menikah beberapa pekan lalu, ketika mereka berada di Cape Town,” imbuhnya. Belum ada keterangan lebih jauh mengenai kematian Abbie serta apakah kematiannya merupakan kasus bunuh diri, kecelakaan atau yang lainnya. (h/dtc)

Benigno Aquino MANILA, HALUAN — Presiden Filipina Benigno Aquino akhirnya menandatangani undang-undang (UU) penting mengenai pemberian kompensasi bagi para korban HAM mendiang diktator Ferdinand Marcos. Ini terjadi 27 tahun setelah revolusi “People Power” berhasil mengakhiri kekuasaan Marcos. Sebanyak 10 miliar peso atau sekitar Rp 2,3 triliun akan dibagikan kepada ribuan orang yang pernah disiksa, diperkosa atau

ditahan pasukan keamanan Marcos, serta para keluarga mereka yang tewas dibunuh selama 20 tahun kediktatoran Marcos. Presdein Aquino mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (25/2/2013), UU baru ini merupakan bagian dari upaya pemerintahannya untuk memperbaki kesalahan di masa lalu. “Kita mungkin tak akan bisa mengembalikan waktu yang terenggut dari para korban, namun kami

bisa pastikan mereka mendapatkan pengakuan negara atas penderitaan mereka yang akan membantu mereka menyembuhkan luka-luka mereka,” kata Aquino dalam seremoni di Manila, ibukota Filipina untuk memperingati revolusi yang dipimpin ibunya, Corrazon Aquino. Menurut Loretta Ann Rosales, aktivis anti-Marcos yang pernah disiksa oleh pasukan Marcos, UU ini akhirnya akan memberikan rasa keadilan bagi para korban. “UU ini penting dalam memperbaiki pelanggaran-pelanggaran kediktatoran Marcos dan mewajibkan negara untuk memberikan kompensasi bagi mereka semua yang mengalami pelanggaran berat hak-hak mereka,” tutur Rosales yang kini memimpin komisi independen HAM Filipina. Di bawah UU baru ini, sebuah “badan kompensasi” akan menerima dan mengevaluasi semua data selama enam bulan mendatang. Uang kompensasi ini berasal dari dana rahasia Marcos sebesar US$ 600 juta di sejumlah bank Swiss yang berhasil dicairkan pemerintah Filipina. Pemerintah Filipina menuding Marcos dan keluarganya menggelapkan uang negara hingga US$ 10 miliar. Sejauh ini pemerintah baru berhasil menarik sekitar US$ 4 miliar. (h/dtc)

SEOUL, HALUAN — Untuk kali pertama dalam sejarah, negeri ginseng Korea Selatan memiliki presiden wanita pertama. Dia Park Geun-Hye, putri mantan pemimpin junta militer Korsel, Park Chunghee. Wanita 61 tahun ini diambil sumpahnya hari ini di Seoul, Senin 25 Februari 2013, dalam sebuah upacara pelantikan yang berlangsung selama 2,5 jam dan disaksikan oleh ribuan rakyat Korsel, ungkap kantor berita Reuters. Upacara pelantikan ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono dan istrinya, Herawati. Park kembali melangkahkan kakinya ke dalam Blue House,istana presiden Korsel, setelah 50 tahun lalu sang ayah berhasil meraih kekuasaan melalui kudeta militer. Geun-Hye merupakan sosok yang dikagumi oleh kaum konservatif Korea yang merasa bahwa dia mewarisi bakat kepimpinan sang ayah. Selain itu publik jatuh simpati padanya karena telah kehilangan orang tuanya dalam tragedi pembunuhan. Ibu Park tewas dalam serangan yang dilancarkan oleh Korea Utara ke Blue House tahun 1968. Sedangkan sang ayah juga tewas dalam aksi pembunuhan berencana pada 1979. Ajak Korut Segera setelah dilantik sebagai presiden negara dengan perekonomian keempat terkuat di dunia, Park dibanjiri tugas-tugas penting. Berbagai tantangan mulai dari menyikapi rezim di Korut, lambatnya perkembangan kesejahteraan dan ekonomi Korsel adalah sebagian tugas yang telah menantinya. Dalam menyikapi krisis

nuklir Korut, Park cenderung mengajak Korut kembali ke meja perundingan. Sikap yang berbeda yang tidak ditunjukkan oleh pendahulunya. Ketimbang menggunakan jalur kekerasan, Park memilih membangun kepercayaan di antara dua negara melalui pengiriman bantuan, pembicaraan rekonsiliasi dan pembukaan kembali beberapa insiatif ekonomi skala besar. Seperti dilansir laman CBC News, Minggu 24 Februari 2013, Park memperingkatkan Korut bahwa negara itu akan terus mengalami kehancuran tidak menghentikan program uji coba nuklirnya. Park bahkan menekan Pyongyang untuk merespon tawaran terbuka yang diberikan kepada Korut. Sikap kooperatif ini diambil Park karena dia berpikir bahwa itu merupakan jalan terbaik yang dapat ditempuh untuk memperbaiki konflik di antara kedua negara. Dia bahkan telah menunjukkan inisiatif sejak tahun 2002, dengan mengunjungi mantan pemimpin Korut Kim Jongil. Park juga bahkan memberikan cinderamata yang kemudian dipajang di sebuah museum di Korut. Dalam biografinya yang ditulis di tahun 2007, Park mengatakan maksud dari kunjungannya karena ingin memperbaiki hubungan di antara kedua negara. “Menurut saya dengan pengalaman menyakitkan yang pernah saya alami sebelumnya, tidak ada orang lain yang lebih baik lagi dapat menyelesaikan konflik Korut dengan Korsel selain diri saya,” tulisnya di dalam biografi itu. (h/vvn)

Kejujuran Pengemis Berbuah Mujur Rp1,1 Miliar WASHINGTON, HALUAN — Seorang pengemis yang jujur di Amerika Serikat mengembalikan sebuah cincin berlian milik seorang wanita di jalanan negara bagian Missouri. Akibat kejujurannya ini, dia mendapatkan balasan yang luar biasa besarnya dari orang-orang di seluruh dunia. Diberitakan CNN, Sabtu 23 Februari 2013, peristiwa ini terjadi saat Sarah Darling dari Kansas City melepaskan cincin berliannya karena iritasi. Cincin berlian itu kemudian dimasukkannya ke dalam dompetnya. Saat itu, ada seorang pengemis, Billy Ray Harris. Darling yang memberikannya uang koin kepada Harris. Namun, cincin berliannya yang berharga itu ikut jatuh ke dalam gelas kertas yang dipegang Harris. Darling baru menyadarinya keesokan harinya. Panik luar biasa, dia membongkar seluruh isi tasnya. “Sangat buruk, nilainya jauh lebih bernilai ketimbang harganya,” kata dia. Dia teringat Harris dan kembali mencari lelaki tua itu di tempatnya kemarin bertemu. Harris sudah tidak ada, Darling semakin panik. Keesokan harinya, dia kembali lagi dan menemukan Harris duduk di tempat sebelumnya. “Saya tanya kepada dia ‘apakah Anda ingat saya, saya tidak sengaja memberikan sesuatu yang sangat berharga bagi saya,’ dan dia berkata ‘apakah itu cincin? Ya, saya sengaja menyimpannya jika kau kembali lagi’,” kenang Darling. Harris bisa saja menjual cincin tersebut dan menggunakannya untuk makan atau membeli keperluannya sehari-hari. Namun, lelaki tunawisma ini tetap menyimpannya selama dua hari untuk dikembalikan pada pemiliknya. Sumbangan Online Tindakan Harris ini menyentuh Darling dan suaminya. Keduanya lantas menggagas bantuan online untuk Harris di situs giveforward.com. Cerita Darling ini membuat ribuan orang dari seluruh dunia ikut menyumbang. “Di kehidupan ini, semua pasti ada balasannya. Billy, kebaikanmu yang manis, walaupun kau sendiri kesusahan, membuktikan masih ada kemanusiaan di dunia ini. Kau adalah contoh terbaik,” kata seorang penyumbang Chris dan Mel dari Inggris yang memberikan US$20 atau setara Rp194.000. “Saya dari Singapura dan saya bersyukur atas kejujuran Anda,” tulis penyumbang lainnya dari Singapura, Wong Zen-na, yang memberikan US$10 (Rp97.000). Sumbangan ini akan terbuka selama 90 hari. Saat berita ini diturunkan, sudah delapan hari sumbangan dibuka, 4.753 orang yang menyumbang dengan total senilai US$120.383 setara Rp1,173 miliar. Mendengar perihal sumbangan ini, Harris mengaku terkejut. Dia merasa tindakannya tidak luar biasa dan seharusnya memang dia lakukan. “Saya kaget mendengarnya, saya menyukainya, tapi saya kira saya tidak pantas mendapatkannya. Apa yang saya rasakan adalah, ‘seperti apa dunia ini jika seseorang mengembalikan sesuatu yang bukan miliknya dan ini yang terjadi?’,” kata Harris. (h/vvn)

>> Editor : Nova Anggraini

BILLY Ray Harris, pengemis jujur di Amerika Serikat. (giveforward.com) >> Penata Halaman : Itvand


20

KABUPATEN SOLOK

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

Aloe jo Patuik

LINGKAR Muslimah Group Ikuti Pameran di Maroko SOLOK, HALUAN — UKM (Usaha Kecil dan Menengah ) dan Lembaga Kursus Keterampilan “ Muslimah Group Solok “ mendapat undangan untuk mengikuti Pameran di Negara Maroko tanggal 29 April sampai dengan tanggal 4 Mei 2013 mendatang, yang difasilitasi oleh Ikatan Penata Bordir Indonesia (IPBI) Pusat. Menurut pImpinan Muslimah Group Solok Dra. Hj.Rosmawati.MM Senin, dalam mengembangkan Produk Busana, khususnya Bordir Muslimah Group melaksanakan kerjasama dengan IPBI Pusat dan diharapkan nantinya IPBI di Sumatera Barat juga dapat dibentuk dan dikembangkan sebagaimana yang diharapkan dalam upaya meningkatkan perkonomian masyarakat daerah ini melalui usaha bordir. Ditambahkan, berdasarkan Informasi yang disampaikan oleh IPBI Pusat kepada Muslmah Group Solok, untuk lancarnya pelaksanaan Pameran tersebut selama berada di Maroko peserta Pameran akan di Fasilitasi oleh KBRI di Maroko yiatu penginapan hotel,pembebasan uang sewa stand,namun Tiket PP Indonesia – Maroko ditanggung oleh masing-masing peserta. Untuk keikutsertaan Muslimah Group di Maroko tersebut dihimbau kepada perajin Bordir yang ada di Sumatera Barat dapat bekerjasama dengan Muslimah Group, baik itu menyangkut produksi maupun lainnya, dengan demikian akan terjadi kerjasama yang saling menguntungkan. Di bagian lain ditambahkan, dalam pengembangan usaha Muslimah Group telah mengikuti pameran di dalam dan Luar Negeri serta di berbagai Kota /Daerah di Indonesia, antara lain Pulau Penang dan Kuala Lumpur Malaysia, Singapura dengan mempromosikan dan menjual berbagai Produk Kabupaten Solok dan Kota Solok. (h/mit)

BPR MOS Muara Paneh Miliki Aset Rp3,5 Miliar SOLOK, HALUAN — Bank Perkreditan Rakyat (BPR) MOS Muaro Paneh Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok kini menunjukkan kemajuan yang cukup mengembirakan. Total assetnya saat ini Rp3,5 miliar serta dana yang dihimpun mencapai Rp1.927.038.000 dari total penabung sebanyak 5690 orang. Tahun sebelumnya jumah tabungan hanya Rp1.435. 035.000 dengan jumlah penabung 5488 penabung. Direktur Utama Bank BPR Muaro Paneh Tarmizi.SE didampingi Direktur Rifwaldi.SE Minggu kemaren menambahkan, satu kemajuan yang sangat berarti bagi BPR ini yaitu dengan telah ditempatinya Kantor Baru BPR Mos Muara Panas di lokasi yang cukup strategis di Komplek Pasar Muara Panas. Hal ini akan lebih memudahkan nasabah untuk datang ke BPR Muara Panas, terutama yang berasal dari pelosok Nagari / Desa. Nasabah BPR MOS Muara Panas mencakup beberapa Kecamatan yaitu Kecamatan Bukit Sundi, Payung Sekaki,Tigo Lurah.Gunung Talang, Kota Solok, X Koto Singklarak dan lainnya. Dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para nasabah BPR Muara Paneh meluncurkan 5 jenis produk yaitu Tabungan, Deposito,Kredit Umum,Kredit UMKM dengan pelayanan sistim antar jemput khusus bagi penabung. Sistem pelayanan Tabungan antara jemput tersebut sangat membantu masyarakat dan tidak dipungut biaya apapun. Selain itu juga dilaksanakan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Solok dalam menyalurkan Keridi UKM (Usaha Kecil dan Menengah ) dengan jumlah pinjaman maksimal sebesar Rp5 juta dengan jangka waktu pinjaman maksimal 2 tahun. (h/mit)

Koperasi Handayani Salurkan Kredit Rp6,8 Miliar SOLOK, HALUAN — Bidang Usaha Simpan Pinjam Koperasi Pegawai Negeri (KPRI) Handayani Kecamatan Kubung sepanjang tahun 2012 lalu memberikan kredit Rp6.827.217.000 bagi 495 orang anggotanya. Ke 495 orang anggota yang tercatat pada akhir tahun 2012 itu terdiri dari para guru TK.SD, SDLB, MIN, Penjaga sekolah, staf dan karyawan serta pensiunan di lingkungan UPT Pra Sekolah dan Sekolah Dasar se Kecamatan Kubung. KPRI Handayani berasal dari nama Koperasi Kogussel yang berdiri sesuai dengan Badan Hukum tanggal 5 September 1973 Nomor 858/ BH-XVII dan berkantor di Jalan Raya Koto Baru Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. Demikian dikatakan Ketua I Koperasi Handayani Damsurifli S.Pd didampingi Sekertaris Bahktiar S.Pd, Bendahara Zainuddin S.Pd dan Ketua Badan Pengawas Novialdi S.Pd dalam Laporan Pertanggung Jawaban pengurus diacara Rapat Anggota Tahunan Koperasi Handayani ke 40, Sabtu (23/02) di Gedung Solok Nan Indah. Rapat Anggota Tahunan yang ke 40 Koperasi Handayani itu dihadiri Bupati Syamsu Rahim, Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Solok Harwendi, Camat Kubung Armen, Kepala UPT Pendidikan setempat yang juga pembina Koperasi Handayani Arman serta 495 orang anggota lainya. Damsurifli juga mengatakan bahwa untuk program tahun 2013 ini seluruh anggota Koperasi Handayani juga bisa meminjam kredit dengan jumlah maksimal 30 juta jangka waktu angsuran 48 bulan dengan jasa bunga 1,2%. Selain memiliki Bidang Usaha Simpan Pinjam, Koperasi Handayani juga mempunyai Bidang Pendidikan dan Latihan serta usaha Unit Toko yang menjual alat tulis kantor dan alatalat keperluan rumah tangga lainya. (h/ris)

BATU PERTAMA — Bupati Syamsu Rahim meletakkan batu pertama pembangunan Musala Al Ikhlas Balai-Balai Adat Nagari Aripan, disaksikan Ketua LKAAM yang juga Ketua DPRD Syafri Dt Siri Marajo (berkaca mata) dan Wali Nagari Mardan (2 kanan) serta tokoh masyarakat lainya, Jumat (22/02). RISWAN JAYA

BUPATI LETAKKAN BATU PERTAMA

Musala Al Ikhlas Balai Adat Aripan Dibangun SOLOK, HALUAN — Bupati Solok Syamsu Rahim meletakan batu pertama pembangunan Musala Al Ikhlas di komplek Balai-Balai Adat Nagari Aripan Kecamatan X Koto Singkarak di Jorong Pinto Rayo, Jumat (22/02).

WAKIL Bupati Solok Desra Ediwan AT saat menghadiri Rakernas Perhiptani dan Apkasi di Sahid Jaya Hotel Jakarta yang dibuka Presiden.

Wabup Hadiri Rakernas Perhiptani SOLOK, HALUAN — Wakil Bupati Solok Desra Ediwan AT dan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Solok Ir.Syarkawi.MM., menghadiri acara Rakernas Perhiptani ( Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia)dan Apkasi (Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia) Rabu (20/2) di Grand Sahid Hotel Jakarta. Acara pembukaan Rakernas Perhiptani dan Apkasi tersebut dihadiri oleh Ketua DPR RI , Ketua DPD RI sejumlah Menteri Kabinet bersatu jilid II,Kepala Badan Pertanahan,Gubenur BI,Gubernur DKI, Gubernur,Bupati dan Walikota seluruh Indonesia, Pengurus DPP Perhiptani, Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Perhiptani serta pengurus Dewan Pimpinan Daerah Perhiptani seluruh Indonesia. Dalam arahannya Presiden SBY yang membuka kegiatan ini menginstruksikan seluruh Kepala Daerah untuk mensukseskan nasional surplus beras 10 juta ton di tahun 2014,baik melalui program intentifikasi maupun ekstentifikasi, karena untuk mencapai surplus beras tersebut memerlukan penanganan ekstra dan keseriusan kepala Daerah. Dalam pelaksanaannya di lapangan Penyuluh Pertanian memegang peranan yang sangat penting,karena itu Presiden mengintrusikan Kepala Daerah, Gubernur, Bupati dan Walikota untuk lebih memperhatikan kesejahteraan Penyuluh karena tugas penyuluh cukup berat yang berhadapan lansung dengan petani. Pada kesempatan tersebut juga memberikan sambutan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang

banyak bicara tentang penangan komplik di daerah,sehingga tidak sampai menganggu keamanan Nasional. Sementara itu Ketua Perhiptani yang juga merangkap sebagai ketua Apkasi seluruh Indonesia Isran Noor dalam laporan dan sambutannya mengatakan, Perhiptani merupakan Organisasi para Penyuluh yang sudah berperan penting dalam mendukung swasembada panganb sejak 25 tahun terakhir,dapat memberikan kontribusi penting bagi akselerasi pencapain program-program pertanian, khususnya program Nasional Surplus Beras. Kelembagaan Penyuluh Kabupaten Solok dibahas Dalam Rakernas Perhiptani di Gedung APKASI maupun di Grand Sahid Jaya Hotel Kelembagaan Penyuluhan Kabupaten Solok dibicarakan secara khusus dengan Ketua Umum Isran Noor beserta seluruh peserta Rakernas,karena Kelembagaan Penyuluhan Kabupaten Solok sudah BP4K ( Badan Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) telah dibentuk dengan Perda No.02 Tahun 2010 . Dalam Perda tersebut ada 2 Badan yang ditetapkan yaitu BP4K dan BPPD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Khusus BPPD telah diisi Personilnya,sementara BP4K sampai saat ini personilnya. Kabupaten Solok termasuk salah satu Daerah yang mendapat bantuan pelaksanaan Penyuluhan Pertanian dari Bank Dunia dalam bentuk Program FEATI( Farmer Empowerment through Agricultural Technologi and Information ) atau

P3TIP (Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian). Sebelum program tersebut dilaksanakan Bupati Solok dan Ketua DPRD Kabupaten Solok membuat perjanjian tertulis untuk persyaratan pelaksanaan Program,termasuk kesediaan membentuk Kelembagaan Penyuluhan. Dalam Rakernas tersebut ada beberapa hal penting yang disepakati dalam bentuk Rekomendasi kepada pihak terkait,selain disampaikan kepada Presiden RI juga disampaikan kepada Menteri Pertanian, Menteri Penertiban Aparatur Negara (Menpan), Menteri Perikanan dan Kelautan,Menteri Kehutanan, Menteri Perindustrian dan Perdangan,Menteri BUMN, Gubernur,Bupati dan Walikota seluruh Indonesia. Hasil kesepakatan Rekomendasi Rakernas yang disampaikan oleh Almito.S.Pt dalam sidang Pleno di Ruang Sidang Utama Puri Agung Hotel Sahid antara lain, mendesak segera merevisi Perpres No.55 Tahun 2010 tentang perpanjangan masa pensiun Penyuluh ,dirubah menjadi usia 60 Tahun tanpa harus mengusulkan perpanjangan kepada Kepala Daerah. Mendesak THL-TB/ Penyuluh Kontrak dapat diangkat menjadi PNS,Mencairkan tunjangan Profesi Penyuluh yang telah mendapatkan sertifikasi, menaikkan tunjangan Fungsional dan BOP Penyuluh yang dinilai tidak layak lagi untuk saat ini, agar penerimaan CPNS formasi Penyuluh tidak dialih fungsikan ke formasi lain setelah diangkat jadi PNS, Pempres Kelembagan Penyuluhan dan lainnya. (h/mit)

Pembangunan Mushala berukuran 10 X 10 M2 yang menelan biaya ratusan juta itu, dibantu oleh keluarga H Zulkarnaini perantau Aripan di Batam dan perantau dari Palembang serta swadaya masyarakat lainya. Acara itu disaksikan Ketua LKAAM Kabupaten Solok yang juga Ketua DPRD Syafri Dt Siri Marajo,, Wali Nagari Aripan Mardan, Ketua Panitia Drs Arnis, perantau Aripan di Arab Saudi Irwan Piliang, tokoh pemuda Bosman Hidayat dan ratusan tamu undangan lainya. Bupati Syamsu Rahim mengatakan, dengan dibangun-

nya Mushala Al Ikhlas megah dan terletak didalam komplek Balai-Balai Adat Nagari Aripan itu, ke depan kian memperkuat implementasi Musyawarah Tungku Tigo Sajarangan (MTTS) - Tigo Tali Sapilin (TTS) di tengahtengah masyarakat nagari berpenduduk 4 ribuan jiwa yang tersebar di 3 jorong tersebut. Pasalnya ujar Syamsu Rahim, peran MTTS-TTS yang melibatkan unsur ninik mamak, cadiak pandai dan perangkat nagari lainya itu, merupakan sebuah wadah tempat bermusyawarahnya seluruh elemen masyarakat. “MTTS TTS merupakan sebuah wadah bagi seluruh elemen masyarakat nagari untuk menyelesaikan sengkarut persoalan yang timbul ditengah-tengah masyarakat,” tuturnya. Sebelumnya Ketua LKAAM Kabupaten Solok Syafri Dt Siri Marajo melantik dan mengukuhkan pengurus KAN Aripan periode 20132018 yang diketuai Amril Agus Dt Rajo Batuah dengan posisi Wakil Ketua dijabat S Dt Endah Kayo. Sedang Sekretaris dipercayakan kepada E Dt Tan Putiah dan Bendahara E Tuanku Imam. (h/ris)

22 Kelompok KRPL Dapat Dana Bansos SOLOK, HALUAN — Sebanyak 22 Kelompok Rumah Tangga Pangan Lestari (KRPL) yang tersebar di 14 wilayah Kecamatan di Kabupaten Solok mendapat dana bantuan dari pemerintah masing-masing Rp47 juta per kelompok. Setiap kelompok wanita yang mendapatkan dana bantuan dari anggaran APBN dan APBD provinsi itu terdiri dari 30 orang ibu rumah tangga yang akan memanfaatkan setiap pekarangan halaman rumahnya untuk ditanami sayur mayur umbi-umbian buah-buahan atau tanaman produktif lainnya sebagai sumber pangan keluarga. Halaman pekarangan rumah yang sudah ditanami sayur mayur umbi-umbian buah-buahan atau tanaman produktif lanya itu, menjadi Kebun Bibit Desa atau KBD disetiap jorong atau nagari dimana kelompokkelompok KRPL tersebut berada. Kepala Kantor Ketahan Pangan Kabupaten Solok Syarkawi kepada Haluan di Koto Baru, Jumat (22/ 02) mengatakan dana bantuan yang diberikan kepada KRPL tersebut berasal dari dana bantuan sosial atau bansos. Kelompok-kelompok KRPL tersebut ujar Syarkawi, dipilih melalui hasil seleksi kelompok-kelompok Dasa Wisma yang ada di jorong-jorong dalam nagari yang tersebar di 14 wilayah Kecamatan di Kabupaten Solok. Selain untuk pembuatan tanaman sayur umbi-umbian atau buah-buahan dihalaman pekarangan rumah kata Syarkawi, dana bantuan tersebut juga bisa dipergunakan untuk usaha ternak kecil lainnya. Seperti usaha ternak ikan, ayam, kelinci dan lain sebagainya. “Pada intinya semua usaha itu mengacu pada tercapainya program Pola Pangan Harapan,” papar Syarkawi. (h/ris)

>> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman: Irvand


FIGURA 21

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

Venna Melinda Gugat Suami SETELAH Titi Rajo Bintang atau yang lebih dikenal dengan nama Titi Syuman, menggugat cerai Wong Aksan beberapa waktu lalu, kini giliran Venna Melinda yang menggugat suaminya, Ivan Fadilah, pada tanggal 22 Februari 2013 lalu.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ida Noor, Humas Pengadilan Agama Jakarta Selatan. “Masukin (gugatan) tanggal 22 Februari 2013,” tulisnya lewat BBM, Senin (25/2). Untuk alasannya, Ida mengaku tidak mau berkomentar lebih jauh. “Venna yang masukin

gugatan di PA Selatan dengan nomor perkara 502/Pdt.G/2013/PAJS,” tambahnya. Lebih lanjut, Ida menegaskan akan membicarakan masalah tersebut pada awak media setelah jam makan siang dan melakukan sholat dhuhur. (h/kpl)

Markus Horison Lebih Semangat Kerja MENJALANI proses perceraian dengan Kiki Amalia, ternyata membuat Markus Horison justru merasa lebih bersemangat. Ia, bahkan lebih bersemangat melakukan aktivitasnya sebagai pesepakbola. Keterangan itu berdasarkan pantauan pelatih kiper di klub Markus. Menurutnya, seperti yang disampaikan Sangap Surbakti, pengacara Markus, ia mengalami berbagai peningkatan. “Setelah gugatan ini masuk, Markus mengalami peningkatan positif, percaya diri, tanggung jawab, dan makin serius,” ujar Sangap saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Senin, 25 Februari 2013. Ia menambahkan, Markus memang terlihat lebih lega dan merasa beban hidupnya berkurang. Sangap yakin, pasca perceraiannya, ia bisa menatap masa depan lebih positif. Markus sendiri pun mengakui dirinya lebih bahagia saat ini. Salah satu indikasinya, adalah interaksi informal Markus dengan rekan-rekannya di klub. Biasanya, saat berkumpul sebelum latihan, Markus diam saja dan tak berani menjawab jika ada yang meledeknya. Namun sekarang, Markus lebih santai dan terbuka. “Dia diledekin malah ngeledekin balik,” cerita Sangap lagi, sambil tertawa. Ia melanjutkan, Markus memang ingin menyelesaikan perceraiannya dengan Kiki secara baik-baik. Ia tidak menuntut hak asuh anak maupun harta gono gini, hanya perkara perceraian saja. Soal jawaban Kiki yang menuntut sejumlah nominal, Sangap masih akan berkomunikasi dengan kliennya. (h/vvn)

Syuting, Shandy Aulia Bawa Keluarga SUASANA lokasi syuting terkadang membosankan bagi artis dan kru film yang tiap hari harus berada di lokasi yang sama. Begitupun yang dirasakan oleh artis Shandy Aulia. Karenanya untuk mengantisipasi hal tersebut, Shandy pun sering membawa keluarga ataupun teman-temannya ke lokasi syuting. “Anggap saja sekalian liburan, ajak teman-teman untuk tim hore biar kalau sudah ngantuk bisa ngobrol dan cerita,” ucap Shandy Aulia saat ditemui di preskon film Samudra Hotel, di Kantor PT. Soraya Intercine Films, Jl. KH. Wahid Hasyim, No. 3 Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/2). Teman ataupun keluarga bagi Shandy bisa menghibur, apalagi ketika lelah menghinggapinya. “Siapa aja yang ingin main, tiap hari di tempat yang sama, bisa boring, bosen. Hampir satu bulan spare. Tanpa break, paling seminggu sekali,” lanjutnya. Shandy tak merasa canggung ketika aktingnya harus dilihat oleh keluarga. “Pasti suka dilihatin, tapi bukan masalah yang besar,” tandasnya. (h/kpl)

Kejaksaan Masih Tunggu Kedatangan Julia Perez

Vidi Aldiano Akan Ambil S2 di Amerika Serikat

MESKI disibukkan dengan banyak aktivitas di panggung musik, Vidi Aldiano tak melupakan pendidikannya. Bahkan, Vidi pun berencana melanjutkan kuliah ke Amerika Serikat. Pelantun ‘Status Palsu’ itu menjelaskan akan melanjutkan kuliah ke Amerika setelah menyelesaikan S1 jurusan bisnis di Universitas Pelita Harapan, Jakarta. Vidi baru saja selesai sidang skripsi. “Dua minggu lalu baru kelar sidang. Nanti ke Amrik untuk S2,” ungkapnya saat ditemui usai mengisi acara musik ‘DahSyat’ di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (25/2/2013). Vidi saat ini sudah mulai sibuk untuk mengurus pendaftaran kuliah di Amerika. Ia pun punya target, setidaknya tahun depan sudah mulai kuliah di Negeri Paman Sam itu. “Kalau keterima ya tahun ini, kalau nggak ya tahun depan,” jelasnya. (h/dtc)

PIHAK Kejaksaan Negeri Jakarta Timur telah mengeluarkan surat panggilan eksekusi atas Julia Perez aliasJupe untuk datang hari ini, Senin (25/2). Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Andi Herman sampai saat ini masih belum berkenan dimintai keterangan tentang pemanggilan Julia Perez. Namun melalui seorang petugas, pihaknya hingga kini masih menunggu kehadiran Jupe. “Kata bapak sih masih menunggu,” ucap seorang petugas kejaksaan di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Senin (25/ 2). Hingga pukul 11.00 WIB, Jupe belum juga terlihat mendatangi Kantor Kejaksaan Jakarta Timur. Dia juga belum bisa dikonfirmasi perihal keberadaannya.

Seperti diketahui, Jupe telah divonis Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan hukuman enam bulan masa percobaan dan tiga bulan penjara dalam kasus penganiayaan terhadap Dewi Perssik. Namun kemudian Jaksa

>> Editor : Nova Anggriani

Penuntut Umum (JPU) mengajukan proses hukum hingga kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dan permohonan tersebut dikabulkan. MA memvonis Jupe dihukum penjara tiga bulan tanpa masa percobaan. (h/kpl)

>> Penata Halaman: Syahrizal


22

PASAMAN BARAT

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

Tuah Basamo

PUNCAK HPN DI PASBAR

LINGKAR

Menhub Dijadwalkan Hadir

IPHI Gelar Tablig Akbar PASBAR, HALUAN — Pengurus IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia), di awal Maret 2013 akan menggelar tabligh akbar di Mesjid Agung Baitul Ilmu Pasaman Barat. “Menurut rencana, yang akan tampil sebagai pemberi tausiah pada acara tablig akbar tingkat kabupaten nantinya Ustadz Yusuf Mansur dari Jakarta. Kegiatan ini juga akan dihadiri pengurus IPHI provinsi, pengurus tingkat kabupaten/kota se Sumatera Barat, dan utusan kecamatan se Pasaman Barat”, kata Ketua IPHI kabupaten, Sayuti Amin, kepada Haluan, usai memimpin rapat persiapan tablig Akbar di Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Simpang Ampek, belum lama ini. Menurut Sayuti, belum ditetapkannya hari dan tanggal pelaksanaan tablig akbar keluarga besar (pengurus) IPHI se Sumatera Barat, didasarkan karena pihaknya masih menunggu informasi jelas, sekaligus kesediaan pengurus IPHI provinsi untuk hadir juga mengikuti kegiatan keagamaan di Pasaman Barat. Selain itu, jelas Ketua IPHI kabupaten lagi, pihaknya masih menunggu penjelasan yang lengkap dari pengurus ikatan persaudaraan haji tingkat provinsi akan kesediaan ustad Yusuf Mansur, yang akan bertindak sebagai pemateri tausiah keagamaan di Mesjid Agung Baitul Ilmu Pasaman Barat. Ketua pelaksana, Syafruddin, menyampaikan, karena ivent keagamaan pada tablig akbar yang akan dilaksanakan di Mesjid Agung Baitul Ilmu Pasaman Barat akan diikuti pengurus IPHI provinsi, utusan kabupaten/kota se Sumatera Barat, dan dari IPHI kecamatan se Pasaman Barat, mulai saat hingga pada hari pelaksanaan semarak keagamaan nantinya, pihaknya terus berupaya mempersiapkan segama sesuatunya. Sekretaris IPHI Pasaman Barat, Supian Qomari menambahkan, sesuai agenda kegiatan pengurus IPHI kabupaten, setelah tablig akbar dilaksanakan, agenda selanjutnya adalah melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerja). Rakerda nantinya diharapkan bisa menyusun program kerja, sesuai anggaran, jadual dan lokasi yang akan dilaksanakan. (h/gmz)

Kepala BP4KP Diserahterimakan PASBAR, HALUAN — Seiring telah dilaksanakannya pelantikan pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat pada berapa waktu lalu. Keluarga besar Badan Penyuluhan Pertanian, Pertanian Peternakan dan Ketahanan Tanaman Pasaman Barat (BP4KP), belum lama ini melaksanakan acara serahterima jabatan kepala salah satu KKPD itu. Jabatan Kepala BP4KP sebelumnya dijabat Munzir, yang semenjak beberapa waktu lalu menerima purnabakti (pensiun) diserahkan kepada Gustiwarman. Sebelumnya, Gustiwarman adalah Sekretaris di BP4KP atau sekretarisnya Munzir. Bupati, Baharuddin R pada kesempatan itu menyampaikan, secara pribadi dan atasnama pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, dirinya mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada Munzir, selaku pejabat lama atas kinerjanya dalam mengemban tugas, dalam mrangka pembangunan dan pengembangan Pasaman Barat selama ini. Muda-mudahan, segala bentuk pengabdian yang telah dilaksanakan menjadi amal dan ibadah baginya dan keluarga ke depan. Dikatakannya selama menjabat Kepala Badan Pertanahan Tanaman Pangan Hortikultura dan perternakan bapak telah berhasil menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dijajaran Pemerintah kabupatan Pasaman Barat. Kepada pejabat baru agar dapat bekerja lebih baik lagi dalam melaksanakan amanah kepercayaan yang diberikan dalam pembangunan khususnya pembangunan swadaya masyarakat. Kepala BP4KP yang baru, Gustiwarman pada kesempatan yang sama menyampaikan, dirinya terus berupaya kepada Munzir, walau tidak lagi melaksanakan rugas kedinasan di lingkungan BP4KP. Namun, pihaknya terus berharap bartuan, dukungan, usul dan sarannya, sehingga lembaga pengelola dan pembina kepenyuluhan di Pasaman Barat ke depan makin berkualitas. Untuk itu, selaku Kepala BP4KP) yang baru, akan mengemban tugas dan tangungjawab yang lebih baik lagi dimasa yang akan datang. Pisah sambut diakhiri dengan peyerahan kenang-kenagan cendra mata dari Pejabat yang baru Gustiwarman ke pejabat yang lama adalah pemicu untuk meningkatkan kualitas, kinerja dan profesionalisme ke depan. (h/gmz)

BP4KP— Gustiwarman, sebagai Kepala BP4KP Pasaman Barat saat pisah sambut dengan Munzir (kiri), yang memasuki masa pensiun.

ANTIK CAMAT SASAK — Bupati Baharuddin melantik, Yaswirman sebagai Camat Sasak.

Bupati Lantik Camat Sasak PASBAR, HALUAN — Bupati Pasaman Barat H.Baharuddin hari Selasa (19/2) melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan Yaswirman, sebagai Camat Sasak Ranah Pasise. Sebelumnya pemerintah kecamatan seetempat dipimpin Yanuardi. Selain Bupati, Baharuddin R, pelantikan camat di kawasan pantai Sasak, juga dihadiri Seketaris Daerah Yulrizal Baharin, Ketua Darmawanita Persatuan (DWP) Pasbar Tantri Yulrizal, Kepala BKD Muhayatsah dan undangan. Bupati, Baharuddin R pada kesempatan itu menyampaikan, serahterima jabatan camat yang pada hari ini dilaksanakan (Selasa lalured) adalah amanah yang harus dijaga, sekaligus sebagai tolok ukur untuk menentukan berkerja atau berkualitas atau

tidaknya seseorang, yang kepadanya diberikan amanah. Untuk itu, ulas bupati, maka kepada camat yang baru diinstrusikan agar sesegeranya menjalankan tugas, pokok dan fungsi (Topoksi-nya) secara baik dan benar mulai dari tingkat nagari sampai perangkat kecamatan hingga ke tingkat kejorongan. Dengan harapan, pemerintah bersama warganya dapat maju untuk pembangunan ke depan. Disampaikan kecamatan sasak ranah pasise sangatlah berbeda jika dibandingkan dengan nagari lain. Sasak Ranan Pesisie, secara struktur dan geokrafisnya berada di kawasan pantai barat Sumatera. Karena itu, dibutuhkan saling koordinasi, kerjasama dan saling koordinasi antara satu sama lainnya.

Oleh karnanya, ingat bupati lagi, dalam pembangunan pantai sasak pada tahun ini akan dikucurkan sejumlah anggaran. Hal ini, Sebuah pertanda bahwa sasak sangat diperhatikan pemerintah untuk lebih baik lagi dimasamasa yang akan datang. Selain itu kecamatan ini dapat menjadi ujungtombak pelaksanaan tugas pemerintah dalam pembangunan, pelayanan dengan pemberdayaan masyarakat. Ketua Darmawanita Persatuan (DWP) Pasbar Tantri Yulrizal berharap kepada Camat dan Ketua PKK Kecamatan agar dapat meningkatkan kinerja serta berpartisipasi dalam pelaksanaan program masyarakat di Kecamatan maupun di instansi yang berkaitan katanya. (h/gmz)

Distributor Pupuk Egois Akan Ditindak PASBAR, HALUAN — Wakil Bupati Pasaman Barat, Syahrul Dt. Marajo menegaskan, siapapun orangnya atau oknumnya ditetapkan sebagai distributor, tapi egois mendistibusikan pupuk kepada masyarakat, siap-siap untuk ditindak. Jangan mentangmentang pupuk telah menumpuk di rumah, lalu dipejualbelikan seenaknya. “Guna menghindari terjadinya penyimpangan pendistribusian pupuk kepada petani, kami terus melakukan menertibkan pendistribusian pupuk dari distributor ke pengecer, hingga kepada masyarakat,” kata Syahrul kepada Haluan di Simpang Ampek, Jumat (21/2). Berkembangnya informasi tidak sedap di tengah masyarakat, sekaitan terjadinya ketimpangan pendistribusian pupuk kepada masyarakat, ulas Wabup lagi, adalah pertanda bahwa masih

ada permainan pendistribusian pupuk di tengah masyarakat. Jika pihaknya menemukan ada oknum distributor atau pihak lain sengaja memperlakukan masyarakat (petani) tidak wajar, pihaknya akan mencabut izin operasioalnya sebagai distributor. Selama ini, tegasnya, banyak distributor pupuk tidak diketahui keberadaan, peran serta dan fungsi di tengah masyarakat, selaku penyalur resmi. Padahal, sesuai aturan dan mekanismenya, distributor bertanggungjawab mendistribusikan pupuk kepada petani, sesuai aturan yang berlaku. Di lain pihak, adanya anggapan yang mengapung di tengah-tengah masyarakat, bahwa terjadinya kelangkaan pupuk, sepeti di Pasaman Barat akibat tidak adanya perhatian pihak terkit. Padahal, campurtangan pihak terkait bukan berarti ada upaya

atau tindakan lain, apalagi ketika salah aturan atau non procedural dalam pendistribusian pupuk itu sendiri. Kepala Dinas Koperindag dan UKM Pasaman Barat, Darul Chutni mengakui, selain kebijakan pemerintah provinsi untuk mengurangi kuota dan pendistrian pupuk di Sumatera Barat, terjadinya kelangkaan pupuk itu adalah akibat adanya permainan antara distributor dengan pedagang, sehingga konsumen (masyarakat tani di kabupaten/kota). Ke depan, agar permainan di kalangan distributor pupuk dengan obat-obatan pertanian lainnya bisa diantisipasi, tegas Darul Chutni, keputusan yang akan menetapkan siapa saja orang atau lembaganya dipercaya sebagai distributor, khususnya di Pasbar harus di-SK-kan (ditetapkan oleh keputusan bupati), bukan pihak lembaga Pusri atau institusi lain. (h/gmz)

Nilai Tukar Rupiah Tentukan Harga PASBAR, HALUAN — Seiring perjalanan tahun, harga komuditi andalan di Pasaman Barat juga terus berubah. Hal itu disebabkan perubahan kurs nilai tukar rupiah sekaligus terjadinya perubahan terhadap nilai tukar dolar di kancah perdagangan dunia, sesuai jenis dan jumlah komuditi bersangkutan. Pedagang hasil bumi Pasaman Barat di Kecamatan Pasaman, Ramlan Batubara kepada Haluan di kediamannya, Lintang Selatan Simpang Ampek, Minggu (23/2) menyampaikan, seiring perubahan harga dan kian berubahnya kurs nilai tukar rupiah di kancah perdagangan dunia, kondisi tersebut juga berdampak pada terjadinya perubahan harga jual komuditi di Pasaman Barat. Pada minggu kedua Februari 2013 ini, jelas Ramlan, hare-

ga pinang di pasaran Pasaman Barat berkisar Rp6.000 per kilogram (kg), kakao (coklat) Rp19.250 per kg, minyak nilam Rp320.000 per kg, cengkeh Rp85.000 per kg, merica Rp75.000 per kg, dan kemiri pakai kulit Rp5.000 per kg. Dari sejumlah komuditi andalan masyarakat di Pasaman Barat, jelasnya lagi, harga minyak nilam, jika dibandingkan dengan minggu pertama Februari 2013 lalu, mengalami penurunan harga. Dari Rp400.000 per kg di minggu lalu, pada minggu kedua Februari 2013 ini turun menjadi Rp320.000. Menyinggung berapa harga normal dan bisa bertahan lama teerhadap harga komuditi andalan masyarakat Pasaman Barat di pasaran, Ramlan Batubara menjelaskan, hingga saat ini pihaknya tidak bisa memprediksi

berapa daftar harga yang normal terhadap sejumlah komuditi andalan, terutama di Pasaman Barat. Yang menentukan berapa harga jual berbagai komuditi andalan masyarakat Pasaman Barat hari ini dan ke depan adalah stabilitas nilai tukar rupiah. Jika pada minggu kedua Februari 2013 ini daftar harga komuditi andalan masyarakat Pasaman Barat, sesuai dengan daftar harga di atas, maka untuk minggu selanjutnya ditentukan oleh berada kurs nilai rupiah pada saat itu. “Sepanjang harga terhadap nilai tukar rupiah terus berubah, apalah meningkat dalam kondisi normal atau turun, kondisi itupulalah menetukan berafa harga jual komuditi andalan masyarakat, seperti di Pasaman Barat. (h/gmz)

PASBAR, HALUAN — Puncak peringatan HPN tahun 2013 tingkat provinsi di Pasaman Barat direncanakan tanggal 23 atau 30 Maret 2013. Ditetapkannya dua tanggal di bulan Maret 2013 disebabkan, karena belum jelasnya hari dan tanggal kesediaan Menteri Perhubungan Republik Indonesia untuk hadir sekaligus akan tampil sebagai keinotspeeker (pemetari utama) pada seminar sekaligus menghadiri puncak HPN 2013 di Simpang Ampek, Pasaman Barat. Ketua PWI Cabang Sumatera Barat, Basril Basyar, didampingi Sekretaris, pengurus PWI Perwakilan dan panitia pelaksana HPN tahun 2013, Sabtu (23/2) menyampaikan, untuk tingkat Provinsi Sumatera Barat, puncak peringatan HPN tahun ini dilaksanakan antara tanggal 23 dan 30 Maret depan. Sesuai mekanisme organisasi dan tuntutan administrasi, jelasnya, pihaknya berharap kepada Pemda melalui Bupati Pasaman Barat, Baharuddin R dalam waktu secepatnya mengajukan surat permohonan kepada Gubernur Sumatera Barat, agar mengundang kesediaan juga kahadiran Menteri Perhubungan RI untuk hadir sekaligus tampil sebagai keinotspeeker pada seminar dalam rangka HPN tingkat provinsi di Simpang Ampek, Pasaman Barat. Setelah Menteri Perhubungan RI tampil di arena seminar, agenda selanjutnya bersama Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno dan Bupati, Baharuddin R bersama rombongan neninjau pelabun taut Teluk Tapang di Nagari Aia Bangis, dan meninjau Bendara Pusana Anak Nagari (BPAN) di Laban, Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo. Selain seminar, jelas Basril Basyar lagi, agenda semarak HPN tahun 2013 Sumatera Barat di Kabupaten Pasaman Barat dilaksanakan jalan santai di kawasan Pasaman Baru, Simpang Ampek, pertandingan persahabatan (gelaktawa) antara tim PWI Sumatera Barat berhadapan dengan pihak Pemda

Pasaman Barat. Pada malam harinya, tambah Basril Basyar, dikuatkan Ketua Provinsi, Syukri Umar dan penitia tingkat kabupaten, pada malam harinya di hari Sabtu, tanggal 23 atau 30 Maret 2013 nanti akan dilaksanakan malam resepsi. Pada puncak peringatan HPN 2013, selain pengurus PWI cabang yang dihadiri Menteri Perhubungan RI bersama Gubernur Sumatera Barat, kegiatan itu juga dihadiri pengurus PWI kabupaten/kota bersama kepala daerahnya masing-masing. Bupati Pasaman Barat, diwakili Kabag Humas, Erfi, pada kesempatan itu menyampaikan, ditetapkannya kabupaten yang berada di palimg utara Sumatera Barat sebagai tuanrumah puncak peringatan HPN tingkat provinsi adalah penghargaan. Sejalan dengan hal itu, Pemda Pasaman Barat mengalokasikan sebanyak Rp200 juta sebagai dana hibah untuk keguatan HPN tahun 2013 di Pasaman Barat. Sesuai kesepakatan, jelasnya, Pemda Pasaman Barat pada pelaksanaan HPN tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2013 ini telah mengalokasikan anggaran daerah yang diambilkan dari dana hibah Pemda sebesar Rp200 juta. Karena itu, mailah secara bersama kita laksanakan sekaligus sukseskan semarak peringatan HPN tingkat Sumatera Barat ini dengan maksimal. Ketua PWI Perwakilan Pasaman Barat, Harmawi Siddik, didampingi Sekretaris Yulison, dan Ketua Pelaksana, Basrinal kepada Haluan menyampaikan, karena kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan di daerahnya, maka pihaknya masih membutuhkan adanya komunikasi, koordinasi dan konsultasi secara terpadu dengan semua pihak, begitu halnya dengan Pemda Pasaman Barat dan PWI Cabang Sumatera Barat. (h/ gmz)

HIPSI Gelar Pelatihan Jurnalistik PASBAR, HALUAN — Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Pasaman Barat, Pramana Yose, menyampaikan, kegiatan pelatihan jurnalistik bagi pelajar SMA/SMK tingkat kabupaten, dilakukan Himpunan Insan Pers Seluruh Indonesia (HIPSI) Cabang Pasaman Barat sangat membantu pelajar dalam meningkatkan kemampuan nalarnya untuk menulis ke arah yang lebih baik. “Kegiatan pelatihan ini sangat mulia. Karena dapat mencedaskan siswa dalam menulis. Maka ke depan akan kita buat lomba Mading bagi SMA/SMK se Pasaman Barat bekerjasama dengan HIPSI,” kata Pramana Yose, saat membuka acara pelatihan jurnalistik bagi pelajar, dihadiri Kabag Humas Setda Pasaman Barat, Erfi, di gedung SMAN 1 Pasaman, Sabtu (23/2). Menurut Pramana, dengan acara ini siswa mejadi mampu mengembangkan nalarnya dalam menulis. Dan mereka juga mengetahui tugas dari seorang jurnalistik ini. Apalagi manfaat mampu menulis ini sangat membantu siswa. Karena secara tidak langsung, siswa akan banyak membaca dan menciptakan kreativitas belajar yang maksimal, sehingga tujuan membangun pendidikan akan tercapai ke arah yang lebih mandiri. “Ke depan, akan diprogramkan semua sekolah khususnya SMA/SMK harus memiliki majalah dinding.

Karena salah satu mengembangkan bakat siswa, khususnya itu mengembangkan bakat menulis, yakni mengaktifkan mading di sekolah,” kata Pramana, seraya menyampaikan, kalau bisa bukan untuk siswa saja yang diberikan pelatihan menulis, namun bagi guru, khususnya guru Bahasa Indonesia perlu diterapkan. Bupati Pasaman Barat, diwakili Kabag Humas, Erfi mengatakan, kegiatan wartawan ini perlu dicontoh. Karena, selain dapat mengembangkan minat siswa dalam menulis. Manfaat menulis itu juga akan berguna bagi kehidupan sehari-hari, apalagi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ketua Panitia Pelaksana, Burhan Sikumbang menyampaikan, pelatihan ini diikuti oleh puluhan siswa tingkat SMA/SMK se-Pasbar. Artinya, beberapa sekolah mengirimkan siswanya sekaligus guru pendampingnya untuk mengikuti acara pelatihan jurnalistik ini. Acara ini dilakukan sehari penuh, dan setiap peserta dan guru pendamping yang mengikuti acara diberikan sertifikat. Pelatihan jurnalistik ini, nara sumbernya dari Wartawan Harian Pagi Padang Ekspres (Rohimuddin), Haluan (Junir) dan Surat Kabar Mingguan Padang Expo (Ikhwandri). “Dari acara itu, minat siswa sangat tinggi untuk menulis dan kemauan merekapun sangat tinggi,” kata Burhan Sikumbang. (h/gmz)

Kualitas Kesehatan Masyarakat Terus Ditingkatkan PASBAR, HALUAN — Pemda Pasaman Barat terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat, sehingga pelayanan kesehatan tetap berlanjut. Diantaranya melalui penerapan empat strategi, sehingga peningkatan kualitas dan tingkat kesehatan masyarakat terus berlanjut, seperti diharapkan. Penjelasan ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Lazuardi menjawab pertanyaan Haluan di ruang kerjanya,

kantor Dinas Kesehatan Setempat, Simpang Ampek, Jumat (22/2). Agar peningkatan kualitas kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal, tutur Lazuardi, maka langkah yang dilakukan pihaknya bersama lembaga terkait ke depan adalah menggerakkan dan memberdayakan masyarakat agar peduli dan selalu terbiasa hidup sehat. Selain itu, ulasnya, meningkatkan pelayanan kesehatan kepada orang miskin dengan pelayanan

bermutu, sehingga setiap bayi, anak, ibu hamil selalu terlindung dari penyakit. Sarana penunjang yang ada dan tersebar di kejorongan adalah tersedianya puskesmas, pustu dan polindes. Meningkatkan system surveillance, monitoring dan info kesehatan dengan sasaran setiap penyakit yang berkembang, menurut Lazuardi juga di antara pola peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan kepada masyarakat. Melalui sarana itu diharapkan

masyarakat secara lengkap akan mengetahui berbagai informasi berkaitan dengan kesehatan, sehingga bisa diapliasikan dalam kehidupannya. Mulai tahun 2007 lalu, sarana kesehatan di Pasaman Barat kian lengkap, mulai RSUD, Puskesmas non perawatan, Puskesmas perawatan, Pustu, Puskesmas keliling dan Poskesdes sebanyak 119 unit, tahun 2008 naik menjadi 136 unit, tahun 2009 manjadi 146 unit. Di tahun 2010 jumlahnya naik

menjadi menjadi 158 unit, dan untuk tahun anggaran 2012 dan 2013 depan, Pemda Pasaman Barat bersama DPRD juga akan meningkatkan alokasi anggaran kesehatan. Sehingga masyarakat Pasaman Barat ke depan benar-benar sehat dan sejahtera. Selain peningkatan sarana prasarana, Pemkab Pasbar melalui Dinkes juga terus memberikan pelayana kesehatan yang gratis kepada masyarakat melalui program jaminan kesehatan Askeskin, >> Editor : Atviarni

Jaminan Upaya Kesehatan Daerah (Jausada) dan berbagai program lainnya. “Dari 416 ribu lebih penduduk Pasaman Barat dan berada di 11 kecamatan, sebanyak 17.212 jiwa telah menjadi peserta Askes, 133.386 persen peserta Jamkesmas, 11.500 jiwa telah menjadi peserta Jamkesda, 19.100 jiwa telah menjadi peserta Jausada dan 20.000 jiwa menjadi peserta Jamsostek atau Asabri,” jelas Lazuardi lagi menambahkan. (h/gmz)

>> Penata Halaman: Jefli


RIAU DAN KEPRI 23

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

JENAZAH KORBAN TENGGELAM DIKIRIM KE DUMAI

2 Korban Kritis Sudah Sembuh

TENGGELAM — Kelauarag Korban tenggelam di Pantai Trikora Bintan tengah menunggu di RSUP Tanjungpinang, Sabtu (23/2) malam. Dalam peristiwa tersebut sato rang meninggal duania dan tiga orang lainnya dirawat intensif. SUTANA/HALUAN KEPRI

LINGKAR Empat Warga Myanmar Terdata Imigran Reguler TANJUNGPINANG , HALUAN — Empat warga Myanmar yang ditangkap petugas Imigrasi Batam ketika sedang membuat rumah di Ruli Cendana, Batam Centre, Senin (19/2) lalu sudah berada di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang. Saat ini mereka terdata sebagai imigran reguler. “Keempat warga Myanmar yang dikirim dari Batam sudah berada di Rudenim. Meraka kita data sebagai imigran reguler,” kata Kepala Rudenim Tanjungpinang, Surya Pranata kepada Haluan Kepri. Imigran reguler, sambungnya, yakni imigran asing yg dikenakan tindakan administratif keimigrasian seperti deportasi, pencabutan izin tinggal, dan yang lainnya. Dalam hal ini bisa dikatakan sebagai orang asing yang over stay, penyalahgunaan izin tinggal, termasuk pelaku illegal fishing. Sedangkan yang iregular itu seperti pencari suaka dan pengungsi. “Untuk penanganannya, Imigran Reguler akan ditangani Rudenim hingga mereka dipulangkan ke Negara asalnya. Sedangkan khusus yangg iregular penanganannya dilakukan bersama antara Imigrasi, IOM (Internasional Organization for Migration) dan UNHCR,” jelas Surya. Dalam waktu dekat ini, lanjut Surya, pihaknya akan menghubungi kedutaan Myanmar terkait keberadaan empar warganya itu. Setelah itu, mereka akan mengecek. Jika benar keempat itu adalah warga Myanmar, barulah dilakukan proses pemulangan ke negaranya. “Jika bukan, maka akan dilapor ke UNHCR dan IOM untuk mengatasi hal ini,” terangnya. Seperti yang diberitakan sebelumnya, keempat warga asing itu ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat perumahan Cendana, Batam. Pasalnya, masyarakat perumahan tersebut melihat ada aktifitas warga yang tidak dikenal, dan mereka tidak bisa berbahasa Indonesia. Atas dasar kecurigaan itu, lalu warga melaporkan ke kantor Imigrasi. Mereka masuk ke Batam secara ilegal melalui pelabuhan tikus dari Malaysia. Soalnya, mereka tidak memiliki identitas atau dokumen keimigrasian. Sebelum masuk Batam, para imigran ini sempat masuk ke Malaysia. Ketahuan tidak memiliki dokumen paspor, mereka sempat dikejar petugas Kepolisian Diraja Malaysia. Dengan menggunakan perahu, mereka akhirnya masuk ke Batam melalui pelabuhan tikus sejak akhir Januari 2013 lalu. Kemudian keempat warga Myanmar ini ditangkap sedang membuat sebuah bangunan di Ruli, depan perumahan Cendana. Sementara itu, jumlah deteni yang ada di Rudenim Tanjungpinang ada 325 orang. Sebanyak 17 orang masuk dalam kategori imigran reguler yang berasal dari Vietnam dan Myanmar. Sedangkan sisanya adalah imigran ireguler. Untuk imigran asal Afganistan, pihak Rudenim sudah melakukan pemindahan ke Medan sebanyak 6 penerbangan. “Setiap minggu, warga Afganistan yang ada di Rudenim, kita kirim ke Medan dengan menggunakan pesawat terbang dari Batam,” ujarnya. (h/cw70)

menyelamatkan tiga kawannya dengan pelampung. Setelah sampai di tepi pantai ke empat korban pingsan lalu ditolong oleh karyawan hotel Serumpun Padi Mas. Selanjutnya ke empat korban dibawa ke Puskesmas Pembantu Desa Berakit. Diketahui satu orang meninggal dunia, dua orang kritis, dan satu orang selamat, namun kondisinya lemas. Kemudian korban yang meninggal dan kritis di bawa ke RSUD Kepri di Tanjungpinang. Seorang karyawan Hotel Serumpun Padi Mas bernama Dodi, menceritakan, keempat orang tersebut saat itu tengah asyik berenang di tepi pantai Trikora IV. Saat tengah asik berenang tiba-tiba datang ombak besar langsung menggulung kempat orang tersebut hingga terseret ke tengah laut. Satu diantara mereka saat itu, sempat menyelamatkan ketiga kawannya dengan pelampung, hingga sampai ke tepi pantai namun saat tiba di tepi pantai keempat korban tersebut langsung pingsan. “Mereka habis PKL dari Malaysia, lalu jalanjalan,” ujarnya. (h/cw64)

AKIBAT PENAMBANGAN PASIR DARAT ILEGAL

Ribuan Ikan Mati di Teluk Lekop KARIMUN, HALUAN Ribuan bibit ikan hasil budidaya masyarakat di wilayah Teluk Lekop Desa Pongkar Kecamatan Tebing mati diduga akibat limbah hasil pengerukan penambangan pasir darat ilegal di wilayah tersebut. “Sejak penambangan pasir darat itu beroperasi sejak dua bulan yang lalu sudah 50 ribu bibit ikan lele di tambak ikan milik kami yang mati akibat limbah lumpur bercampur minyak yang masuk ke tambak. Hati saya sedih dan miris melihat ribuan bibit ikan mati tanpa kami bisa berbuat apa-apa lagi, “ keluh Sutarno alias Pak Noh, pemilik tambak ikan di Teluk Lekop Desa Pongkar Kecamatan Tebing, Minggu (24/2). Pak Noh mengatakan, sejak penambangan pasir darat yang hanya berjarak sangat dekat dengan lokasi tambak ikan yang dikelola bersama istrinya, beroperasi, otomatis usaha tambak ikan yang dirintisnya dengan susah payah mesti harus terhenti. Pak Noh juga mengaku mengalami kerugian hampir Rp 7,5 juta akibat matinya 50 ribu bibit ikan lele miliknya. Sebelumnya Rp 40 ribu bibit ikan lele miliknya juga mati dimana pada saat itu ia mengalami kerugian hampir Rp 6 juta. Total kerugian yang dialaminya Rp 13,5 juta. “Kami sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi, kami hanya ingin usaha tambak ikan bisa jalan dan berharap dicarikan solusinya. Selagi tambang pasir darat jalan kami terpaksa stop dulu, kami tak berani memasukkan bibit ikan ke dalam keramba karena takut nanti ikan mati lagi,” ucap Pak Noh ditemui di lokasi tambak ikannya

dengan nada lirih dan sedih. Pak Noh juga berkeluh kesah, sejak usaha tambak ikannya terhenti praktis ekonomi keluarganya langsung macet dan yang lebih membuat hatinya miris dan sedih adalah cicilan pinjaman untuk mendukung usaha tambak ikannya dari Bank juga macet. “Ini kami sudah menunggak cicilan pinjaman kami di Bank lima bulan, sementara kami sudah tidak sanggup membayarnya. Biasa kalau usaha tambak ikan kami jalan, beban cicilan bank sanggup kami tutupi,” ucapnya lirih. Sementara terkait dengan permasalahan yang dihadapinya, Pak Noh mengaku berbagai usaha telah dilakukannya untuk mencarikan solusi termasuk diantaranya meminta tolong bantuan kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Karimun, wartawan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Lingkungan Hidup termasuk juga menjumpai langsung Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq. “Mereka berjanji akan membantu kami supaya ada ganti rugi akibat matinya ribuan bibit ikan di keramba kami akibat dari lumpur dan limbah dari penambangan pasir darat tak berizin itu. Ada yang datang langsung ke lokasi tambak ambil foto-foto tapi sampai sekarang satu pun hasilnya belum ada, termasuk juga janji dari Pak Wakil Bupati,” ujar Pak Noh heran. Bahkan Pak Noh mengaku juga pernah langsung menemui dan melaporkan langsung ke Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq ke rumahnya untuk dicarikan solusinya tetapi sampai sekarang belum ada hasilnya. Sementara Wakil Bupati Karimun. H.Aunur Rafiq, ketika dikonfirmasi mengaku memang Pak Noh telah menghadap dirinya menyampaikan permasalah yang dialaminya perihal matinya ribuan bibit ikan lele di tambak miliknya. “Saya sudah merespon langsung laporan Pak Noh dan

KUANSING TAK MILIKI PESERTA UJIAN

Disdik Tetapkan 7.687 DNT Peserta UNPK PEKANBARU, HALUAN — Setelah beberapa waktu sebelumnya Dinas Pendidikan (Disdik) Riau sudah menetapkan Daftar Peserta Ujian Nasional atau Daftar Nominasi Tetap (DPUN/DNT) untuk UN reguler, kali ini Disdik juga telah mengeluarkan DNT untuk peserta Ujian Nasional Program Kesetaraan (UNPK) se Provinsi Riau. Dari seluruh 12 kabupaten/kota, Disdik mendata total peserta UNPK mencapai 7.687 orang. Dimana untuk Paket A jumlah pesertanya mencapai 628 orang, Paket B berjumlah 2.453 orang dan Paket C sebanyak 4.606 orang. Menurut Kadisdik Riau, HM Wardan MP melalui Kabid SMP, Dra Dewi Riyawati Andamari, Sabtu (23/ 2), begitu DNT selesai ditetapkan, DNT itu pun langsung disampaikan

BINTAN, HALUAN — Jenazah Epi (25), perempuan, mahasiswa STIE Tanjungpinang, korban tenggelam di pantai trikora IV KM 55, Sabtu (23/ 2) sore, dikirim ke rumah duka di Dumai, Riau, pada Minggu (24/2), setelah sebelumnya disemayamkan di RSUD Kepri di Tanjungpinang. “Jenazah korban sore ini dikirim ke Dumai, ke kampung halamannya,” kata Kapolres Bintan AKBP Octo Budhi Prasetyo,SIK melalui Kapolsek Gunung Kijang AKP H Butar-Butar, Minggu (24/2). Sedangkan dua orang lainnya Abu Bakar (25), mahasiswa, dan Prabowo (25) mahasiswa, yang sebelumnya kritis, saat ini sudah sembuh dan sudah boleh pulang dari RSUD Kepri. Adapun korban selamat Aci (25) perempuan, mahasiswa. Ketiga-tiganya adalah satu kampus dengan korban meninggal yaitu di STIE Tanjung pinang. “Kedua korban yang sebelumnya kritis, saat ini sudah sembuh dan diperbolehkan pulang,” ujar ButarButar. Kronologisnya, keempat korban berenang dan terseret ombak ketengah laut, satu diantara mereka

ke pusat melalui sistem online. Selanjutnya Disdik tinggal melakukan sosialisasi baik terkait teknis maupun mekanisme pelaksanaannya di seluruh kabupaten/kota. “DNT nya sudah selesai semua. DNT ini kita tetapkan, Jum’at (22/2) lalu. Setelah DNT selesai, selanjutnya kita akan lakukan sosialisasi ke kabupaten/kota. Kemungkinan sosialisasi UNPK ini kita laksanakan akhir Februari atau awal Maret mendatang,” ujar Dewi kepada Haluan Riau. Dewi menyebutkan, dilakukannya sosialisasi tersebut bertujuan agar menyamakan kesepahaman dan persepsi tentang mekanisme dan teknis pelaksanaan ujian dengan setiap Disdik kabupaten/kota. Hal ini mengingat karena pelaksanaan UNPK tahun ini tidaklah sama dengan tahun

sebelumnya. “Mengingat banyaknya perbedaan UNPK tahun lalu dengan tahun ini, maka sosialisasi itu perlu kita lakukan ke masing-masing kabupaten/kota,”tegasnya. Kuansing Nihil Peserta Dalam kesempatannya, Dewi juga menjelaskan, dari DNT yang ada, di 12 kabupaten/kota hanya Kabupaten Kuansing lah yang sama sekali tak mengikutsertakan peserta UNPK. Menurutnya, nihilnya peserta tersebut memang karena Kuansing sama sekali tak mengirimkan daftar pesertanya ke provinsi. Hanya saja saat disinggung mengapa tak ada satupun peserta UNPK di Kabupaten Kuansing, Dewi juga tak mengetahui sebabnya. Dia menuturkan, Disdik Kabupaten Kuansilng lah yang mengetahuinya. (h/sar)

para petambak ikan di Teluk Lekop dengan menghubungi dinas terkait untuk dicarikan solusi ganti ruginya. Sementara memang belum disepakati soal besaran ganti ruginya karena yang mengurus meminta ganti rugi yang terlalu tinggi dan itu belum kita putuskan,” jelas Aunur Rafiq, Minggu (24/2). Sementara itu Zai Zulfikar, tokoh masyarakat Tebing berjanji akan mengawal permasalahan yang dihadapi Pak Noh dan para petambak ikan di Teluk Lekop termasuk juga permasalah soal ganti rugi agar tepat sasaran dan sampai langsung ke tangan yang berhak menerima. “Kami akan kawal persoalan ganti rugi ini sampai ke tangan yang berhak, kami akan ‘sikat’ jika ada pihak-pihak yang ingin coba-coba mempermainkan uang ganti rugi dengan memanfaatkan situasi sehingga ganti rugi tidak sampai ke tangan yang berhak sebagaimana mestinya. Modus seperti ini sudah sering kali terjadi ,” tegas politisi Partai

Gerinda Kabupaten Karimun ini. Tiga Lokasi Sementara dari pantauan Haluan Kepri di daerah Teluk Lekop Desa Pongkar Kecamatan Tebing, terdapat tiga titik lokasi penambangan pasir darat ilegal karena tidak mengantongi Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Sesuai dengan UU RI No.4 Tahun 2004, PP No.22 Tahun 2010 dan PP No.23 Tahun 2010, setiap usaha pertambangan rakyat pasir darat wajib memiliki persyarakatan administrasi, teknis, lingkungan dan persyaratan finansial. Tiga lokasi itu yakni yang pertama tidak jauh dari lokasi keramba ikan milik Pak Noh yang hanya berjarak beberapa meter saja yakni tambang pasir darat milik dari Yatim sendiri. Lokasi kedua yakni juga dikelola oleh Yatim tetapi dimodali oleh tiga orang yakni Basir, Syamsudin dan Sabari Basirun, abang kandung dari Bupati Karimun, H.Nurdin Basirun. Sementara tidak jauh dari lokasi kedua terdapat

tambang pasir darat milik dari Jamil, warga Teluk Lekop. Ketiga lokasi usaha Pasir Darat di wilayah Teluk Lekop Desa Pongkar Kecamatan Tebing ini dipastikan ilegal karena tidak mengantongi Izin Pertambangan Rakyat (IPR) yang dikeluarkan oleh Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Karimun. “Untuk Izin Pertambangan Rakyat (IPR), Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Karimun hanya mengeluarkan satu Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di daerah Sememal Kelurahan Pasir Panjang Kecamatan Meral Barat atas nama Noor Idris,” ujar Budi Setiawan, Kabid Pertambangan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Karimun dikonfirmasi beberapa waktu lalu Dan juga seperti diketahui, di dalam peraturan daerah (Perda) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Karimun yang baru saja disahkan, Desa Pongkar termasuk kawasan hutan lindung. (h/hp)

DALAM rangka Hari Ulang Tahun Pomal ke67 dan disejalankan dengan HUT Kepabeanan Internasional ke-61 menggelar panjait pinang yang di gelar di Taman Tepi Laut Tanjungpinang, Minggu (24/2). Sejumlah peserta tengah berusaha menaiki pohon pinang. (24/2). SUTANA/HALUAN KEPRI

HUT KE-67

Pomal Gelar Panjat Pinang TANJUNGPINANG , HALUAN — Masyarakat Kota Tanjungpinang tampak antusias menyaksikan lomba panjat pinang dalam memeriahkan dan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pomal yang ke-67 dan disejalankan dengan hari Kepabeanan Internasional ke61. Pomal dan Bea Cukai menggelar lomba panjat pinang yang digelar di Taman Tepi Laut Tanjungpinang, Minggu (24/2). Dalam perayaan HUT Pomal ke-67 bekerja sama dengan Bea Cukai Tanjungpinang, pihak panitia menyediakan delapan pohon pinang yang siap diperebutkan oleh peserta. Beragam hadiah telah disiapkan oleh panitia mulai dara amplop berisikan uang, sepeda, rice cooker, kipas angin, dispenser dan lainnya. Komandan Pomal Letkol Laut (PM) R.P. Adi Prasetijo menegatakan, kegiatan lomba panjat

pinang untuk umum ini diselenggarakan dalam rangka HUT Pomal yang ke-67 sebagai kepedulian kepada masyarakat Tanjungpinang. “Antusias masyarakat Tanjungpinang yang datang untuk ikut lomba dan menyaksiakan acara ini cukup ramai. Peserta lomba sendiri berjumlah 26 tim yang ikut serta memeriahkan perlombaan ini. Kami mengambil acara panjat pinang karena kota ini bernama Tanjungpinang yang pas sekali dan acara sangat sukses,” ucap Adi dilokasi acara. Adi Prasetijo menambahakan, HUT Pomal mengambil tema dengan hiburan rakyat dan terbukti sangat disukai sekali oleh masyarakat Tanjungpinang. “Tim yang mengikuti lomba panjat pinang tidak dipungut biaya, yang penting mereka senang dalam mengikuti perlom-

baan ini, TNI ini kan dari masyarakat dan untuk masyarakat sehingga dengan menggelar kegaiatan yang memasyarakat dapat diterima oleh semua kalangan. Kedepannya akan mengadakan kegiatan yang sama, namun dengan tema dan konsep berbeda,” terangnya lagi. Ratusan masyarakat yang menyaksiakan lomba panjat pinang sangat terhibur terlebih saat peserta panjat pinang yang sudah hampir sampai ke puncak namun peserta tersebut gagal dan secara otomatis melorot kebawah, sontak para penonton tertawa terbahakbahak sambil bertepuk tangan. “Padahal peserta lomba hampir sampai kepuncak, namun peserta yang dibawah tidak kuat menahan beban diatas malah jatuh lagi,” ucap Widia yang menyaksiakan panjat pinang tersebut sambil tertawa. (h/sut)

>> Editor : Maidella Syahni

>> Penata Halaman : Irvand


24

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 M 15 RABIUL AKHIR 1434 H

Tersedia 4 Beasiswa Studi ke Belanda JAKARTA, HALUAN — Ingin melanjutkan studi ke Belanda? Jawabnya, “banyak jalan menuju Roma”. Selain dengan biaya sendiri, cita-cita untuk melanjutkan studi di Negeri Kincir Angin itu bisa diperoleh dengan mengikuti sejumlah program beasiswa yang ditawarkan, baik oleh Pemerintah Belanda maupun Nuffic Neso Indonesia bersama universitas-universitas di Belanda. Jika Anda berminat melanjutkan studi di Belanda, maka setidaknya masih ada kesempatan untuk meraih empat beasiswa studi ke Belanda. Apa saja? 1. Beasiswa StuNed Beasiswa kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda ini menawarkan beasiswa untuk jenjang S2 , short course, ataupun pelatihan khusus bagi kelompok tertentu atau Tailor-Made Training. Setiap tahun, menurut Nuffic Neso, ada 200250 mahasiswa Indonesia yang berangkat dengan beasiswa ini sejak diluncurkan pada 2000. Pendaftaran beasiswa StuNed untuk tahun akademis 2013 telah dibuka sejak Januari 2013. Sementara itu, tenggat waktunya berakhir dengan jadwal berbeda. Pendaftaran aplikasi program short courseperiode JuliDesember 2013 berakhir pada 1 Maret 2013, sementara program short course periode Januari-Juni 2014 pada 1 Oktober 2013. Aplikasi program S-2 ditunggu paling lambat 15 Maret 2013. Beasiswa StuNed mengharuskan kandidat sedang bekerja dan memiliki pengalaman bekerja minimal 2 tahun di instansi terakhir serta kemampuan bahasa Inggris yang baik, dibuktikan dengan skor IELTS min 6 atau internet-based TOEFL 80. 2. Beasiswa NFP Beasiswa Netherlands Fellowship Programme (NFP) ditujukan khusus bagi warga negara berkembang di dunia, termasuk Indonesia, untuk program S-2, S-3, dan shortcourse. Para pelamar perlu memerhatikan persyaratan berikut ini, yaitu pengalaman bekerja akumulatif minimal 3 tahun. Pendaftaran gelombang pertama beasiswa NFP yang dibuka pada tanggal 30 November 2012 telah ditutup pada tanggal 5 Februari lalu. Namun, pendaftaran gelombang berikutnya akan kembali dibuka pada 1 Maret 2013 dan ditutup pada tanggal 7 Mei 2013. 3. Beasiswa OTS Beasiswa Orange Tulip (OTS) merupakan kolaborasi Nuffic Neso Indonesia dengan institusi pendidikan tinggi Belanda dan perusahaan swasta, seperti Air France KLM, serta Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Saat ini, ada 40 beasiswa untuk program Foundation (persiapan), S-1, S-2, dengan total pendanaan melebihi 400.000 euro atau senilai Rp 5 miliar. Pelamar yang berminat perlu mendaftar terlebih dulu ke universitas di Belanda. Namun untuk mendaftar beasiswa ini, tak perlu menunggu sampai pendaftar memiliki surat penerimaan atau letter of acceptancedari universitas yang dituju. Pendaftaran beasiswa OTS akan ditutup pada tanggal 1 Mei 2013. 4. Beasiswa DIKTI-PhD Special Channel Nah, program beasiswa yang merupakan kerja sama dari DIKTI dan Nuffic Neso Indonesia ini bertujuan untuk menyediakan bantuan finansial bagi dosen tetap, calon dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan Kemdikbud untuk mengikuti program doktoral di Belanda. (h/kcm)

Cara Mengajar di Unand Masih Harus Diperbaiki PADANG, HALUAN — Berdasarkan hasil survei kepuasan mahasiswa Universitas Andalas (Unand), universitas ini masih harus memperbaiki cara mengajar dosen dan ketersediaan sarana untuk pembelajaran.

SATU BUKU BERDUA - Sejumlah murid kelas III di Sekolah Dasar Negeri 52 Parupuk Tabing, Kota Padang, terpaksa belajar menggunakan satu buku untuk dua orang, Senin (26/2), karena keterbatasan fasilitas penunjang pendidikan. AMIR

Siswa Masih Ragu Menentukan Pilihan Jurusan Jelang SNMPTN PADANG, HALUAN — Prestasi mahasiswa yang sedang kuliah saat ini akan menjadi tolak ukur bagi adik kelasnya di SMA untuk masuk ke universitas yang sama. Hal ini berlaku bagi siswa yang memiliki nilai yang sama dengan pilihan jurusan dan universitas yang sama dalam seleksi masuk bersama perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2013. Hal tersebut dikatakan Ketua Pelaksana SNMPTN 2103 Unand, Febrin Anas Ismail, Senin (25/2). Di samping prestasi dari alumni sekolah yang bersangkutan, akreditasi sekolah, trade record sekolah juga akan menjadi salah satu penentu bagi siswa yang memiliki nilai yang sama. Sementara secara umum, nilai siswa selama 6 semester ditambah nilai UN akan menjadi penentu diterimanya seorang siswa di sebuah jurusan.

Lebih lanjut Febrin mengatakan, jumlah sekolah yang menjadi peserta SNMPTN 2013 sebanyak 497 sekolah di Sumbar. Sebelumnya, hanya 321 sekolah yang menjadi peserta. Sementara jumlah siswa yang sudah menentukan pilihan jurusan di perguruan tinggi sekitar 6.000 orang pada tanggal 12 Februari lalu. Diperkirakan, jumlah siswa peserta SNMPTN diperkirakan 50.000 peserta. Dengan asumsi satu sekolah memiliki empat lokal yang diisi 30 orang siswa. “Keenganan siswa menetukan jurusan ini dikarenakan masih ragu menentukan pilihan,” jelasnya. Untuk membantu siswa yang berada di daerah terluar atau terpencil di Sumbar, panitia SNMPTN bekerja sama dengan PT Telkom untuk menyediakan fasilitas internet di kawasan tersebut. “Diharapkan sekolah turut

mengontrol siswa yang sedang memilih jurusan. Sekolah juga diharapkan tidak ketinggalan informasi dan mengetahui tata cara pengisian formulir pendaftaran,” katanya. Sementara Kepala SMAN 7 Padang Nursal mengatakan, semenjak mulainya pemilihan jurusan oleh siswa 1 Februari lalu, sekolah sudah melakukan pendampingan kepada siswa. Masing-masing siswa per kelas pun dibawa ke labor komputer untuk pemilihan jurusan. Diakui Nursal, saat ini belum banyak siswa yang menetapkan pilihan, meskipun sudah mengklik jurusan yang diinginkan. Artinya siswa belum meng-OK-kan jurusan yang dipilih, karena masih tersisa waktu sampai 8 Maret mendatang. “Jika jurusan sudah dipilih dan di-OK-kan, siswa tidak bisa mengubah pilihannya,” terang Nursal. (h/cw-eni)

Hal ini disampaikan Rektor Unand Werry Darta Taifur, seusai mewisuda 1.735 orang wisudawan pada wisuda I tahun 2013, Sabtu (23/2) di Auditorium Unand. Menurutnya, survei ini sudah dua kali dilakukan selama dua semeseter belakangan. Diakui Werry, kekurangan dalam cara mengajar dikarenakan latar belakang dosen yang tidak mendapatkan ilmu tentang pedagogik (ilmu mengenai peserta didik, red). Hal inilah yang menyebabkan mahasiswa kurang puas. Untuk mengatasi hal ini, seluruh dosen akan diikutkan dalam pelatihan applied approach (AA). Pelatihan ini sendiri sudah dimulai sejak November tahun lalu. Sementara untuk fasilitas, katanya, tanpa dilakukan survei pun, sudah diketahui kurangnya fasilitas. Seperti

pembangunan gedung Fakultas Farmasi yang sampai saat ini masih tebengkalai. “Diharapkan tahun depan, bangunan ini bisa dimulai pembangunannya. Sebelumnya, yang menjadi kendala adalah kurangnya dana,” jelas Werry. Leih lanjut Werry mengatakan, tahun ini akan fokus untuk pembangunan ruang kelas baru dan laboratorium. Adanya perubahan dalam sistem mengajar, Unand membutuhkan tambahan ruang belajar. Dengan sistem Student Center Learning (SCL). Jumlah siswa yang mencapai 60 orang di dalam kelas, harus diganti menjadi 20 orang per kelas dengan sistem ini. “Seperti di fakultas yang sudah menerapkan sistem desk problem solving (DPL),” ucapnya. Jika hal ini disempurnakan, diharapkan kompetensi lulusan Unand semakin membaik. Pada wisuda kali ini, Unand mewisuda 1.735 orang wisudawan. Dengan demikian jumlah alumni Unand sudah mencapai 92.138 orang. Unand sendiri saat ini sedang menuju universitas mandiri. Setelah sebelumnya berada dalam kategori universitas utama. “Jika sudah berstatus mandiri, Unand akan setara dengan UI dan ITB, yang sudah lebh dulu mejadi universitas mandiri,” pungkasnya. (h/cw-eni)

UNAND mewisuda 1.735 orang wisudawan pada wisuda I tahun 2013, Sabtu (23/ 2), di Auditorium Unand. ENI

>> Editor : Nova Angraini

>> Penata Halaman: Irvand


Haluan 26 Februari 2013  

Haluan 26 Februari 2013

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you