Page 1

Harian Umum MEDIA GROUP

KAMIS

KORAN LOKAL TERBAIK DI INDONESIA

23 MEI 2013 M / 13 RAJAB 1434 H Harga Eceran Rp3.500/eks, (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

TERBIT 24 HALAMAN EDISI 208, TAHUN KE 65

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

121 PETAK KIOS LUDES DI PADANG PANJANG

Pasar Terbakar, Pedagang Curiga KEBAKARAN yang meludeskan 121 petak kios di Pasar Padang Panjang menimbulkan spekulasi masyarakat. Pedagang curiga, kebakaran ini ada unsur kesengajaan sebab rencana pembangunan pasar yang sudah digagas sejak tahun 2007 yang lalu masih belum terealisir. PADANG PANJANG, HALUAN — Pasar Padang Panjang terbakar lagi, Rabu (22/5) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Sebanyak 121 kios di los H dan I hangus terbakar terdiri dari 36 kios dan 77 lapak pedagang. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 05.15 WIB setelah mobil pemadam kebakaran Kota Seramnbi Mekkah itu datang ke lokasi dibantu sejumlah mobil damkar dari Tanahdatar, Agam, Bukittinggi, dan Pariaman. Los H dan I merupakan los yang tersisa akibat kebakaran pasar yang sudah berkali-kali terjadi menimpa pasar Padang Panjang sebelumnya. Para pedagang hingga siang kemarin masih mencari sisa-sisa dagangan yang masih dapat dimanfaatkan. Wakil Walikota Padang Pan-

jang H. Edwin sesaat api mulai berkobar langsung datang ke lokasi bersama sejumlah kepala dinas. Untuk pengamanan lokasi kebakaran, Polres Padang Panjang sudah memasang garis polisi. Beberapa pedagang yang ditanya Haluan di TKP menyebutkan api berasal dari arah timur. Api melalap isi kios yang umumnya berupa dagangan ikan kering dan barang-barang kebutuhan harian dengan begitu cepat lantaran lapak-lapak pedagang banyak berbahan plastik dan mudah terbakar.

>> PASAR TERBAKAR hal 07 PUING — Kebakaran Pasar Padang Panjang, Rabu (22/5) dini hari hanya menyisakan puing-puing bangunan. RIYAN

Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayatNya? Sesungguhnya, tiadalah beruntung orangorang yang berbuat dosa. (QS Yunus ayat 17)

04.54

12.18

15.41

18.20

19.33

Bupati H. Baharuddin meninjau lokasi grib pantai Sasak Pasbar yang dihantam abrasi Rabu (22/5) kemarin.

80 Rumah Dihantam Abrasi

SKANDAL DAGING

KPK Sita Alphard Luthfi JAKARTA, HALUAN — Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar skandal suap impor daging sapi mendapat apresiasi publik, masih terus berlanjut. KPK kembali menyita sebuah mobil mewah dalam kasus suap dan pencucian uang pengurusan kuota impor daging yang dilakukan mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.Dengan disitanya mobil Alphard, total yang disita ada tujuh mobil berkaitan dengan pencucian uang eks presiden PKS itu “Baru saja penyidik melakukan

penyitaan lagi terhadap sebuah mobil yang diduga berkaitan dengan LHI,” kata juru bicara KPK, Johan Budi SP di kantornya,Rabu (22/5). Mobil yang diduga hasil pencucian uang Luthfi Hasan Ishaaq itu merupakan salah satu mobil mewah yakni, Toyota Alphard dengan nomor polisi B 147 MSI, warna Hitam. Mobil tersebut disita KPK dari kantor DPP PKS, di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. “Sekarang sudah dibawa ke KPK. Posisinya ada di

>> KPK SITA hal 07

1. Fortuner Hitam B 544 RFS 2. Mitsubishi Grandis warna hitam B 7476 UE 3. Mazda CX9 warna putih B 2 MDF 4. Mitsubishi Pajero Sport warna hitam 1074 RDW 5. Nissan Navara B 90 51 QI warna hitam 6. Volkswagen’s Caravelle warna hitam B 948 RFS 7. Toyota Alphard dengan nomor polisi B 147 MSI

KETUA DPD RI DI USINDO– ASHINGTON DC

Irman Gusman Paparkan Masa Depan Demokrasi Indonesia WASHINGTON D.C, HALUAN — KetuaDewanPerwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman tampil memukau ketika memaparkan pandangannya mengenai penguatan peran DPD dan masa depan demokrasi Indonesia di hadapanlebih 100 pengusaha dan tokoh masyarakat Amerika di Washington D.C., Selasa petang (Rabu dinihari WIB). Demikian dilaporkan wartawan senior Haluan Media Group Hasril Chaniago dari ibukota Amerika Serikat tersebut, kemarin.

PASBAR, HALUAN — Sebanyak 80 unit rumah warga Pasa Lamo Nagari Sasak Kabupaten Pasaman Barat, mengalami rusak berat tertimbun pasir akibat abrasi pantai yang terjadi empat hari belakangan. Bupati Pasaman Barat, Baharuddin R bersama rombongan saat meninjau lokasi abrasi, Rabu (22/5) mengatakan, selain merusak rumah warga, abrasi juga menghantam 19 pandam kuburan yang ada di sepanjang pantai Sasak. Pantauan Haluan di lokasi abrasi kemarin, jalan sepanjang 2 kilometer juga

>> 80 RUMAH hal 07

DAFTAR MOBIL DISITA KPK

Ketua DPD RI Irman Gusman diapit oleh Dubes RI di Washington Dino Patti Djalal (kiri) dan Presiden Usindo Ambassador David Merill. HC

>> IRMAN GUSMAN hal 07

Besok, Komisioner KPU Sumbar Dilantik PADANG, HALUAN — Besok, Jumat (24/5) lima orang komisioner KPU Sumbar periode 2013-2018 akan dilantik di Jakarta. Lima nama tersebut menurut nomor urut yang diberikan KPU adalah Amnasmen (Komisioner KPU Kota Solok), Mufti Syarfie (Komisioner KPU Sumbar), Fikon (Komisioner KPU Agam), Nova Indra (Komisioner KPU Kabupaten Solok), dan Nurhaida Yetti (Akademisi). Menurut Sekretaris KPU Sumbar Hendrinal, nama-nama hasil penetapan peringkat calon anggota KPU ini, diterima sekitar pukul 23.30 WIB. KPU mengumumkan 10 nama sesuai peringkatnya di website KPU. Lima nama berikutnya, akan menjadi calon PAW kelima anggota ini. Yaitu Desi Asmaret, Samaratul Fuad, Afrianto Korga, Adrianto, dan Suhatri Bur. Sementara posisi yang akan diterima kelima komosioner ini akan diketahui setelah kepulangannya dari Jakarta nanti. Mufti Syarfie selaku komisioner KPU Sumbar 2013-2018 mengatakan, sampai kemarin (11.00 WIB) belum menerima pemberitahuan secara resmi dari KPU. Dirinya hanya mengetahui menempati nomor urut kedua, setelah melihat website KPU. Mufti sendiri dengan keadannya saat ini, sudah menjabat sebagai komisioner KPU sebanyak tiga kali. “Ini adalah amanat yang diberikan kepada saya, yang harus dijalankan sebaik-baiknya,” katanya, Rabu (22/5). Sementara Ketua KPU Sumbar Marzul Veri, yang masa jabatannya segera berakhir, mengatakan, dirinya akan tetap menjadi politisi, setelah keluar dari KPU Sumbar ini. Apakah akan masuk ke dalam dunia politik melalui partai, dirinya masih belum mau memberitahu. “Tunggu saja tanggal mainnya,” ujarnya. Komisioner KPU Sumbar periode 2008-2013 ini berakhir masa tugasnya, pada Jumat (24/ 5) besok. Marzul pun mengatakan, dirinya beserta komisioner lainnya sudah bersiap-siap meninggalkan KPU ini. “Hari ini, mobil yang selama ini mendampingi, akan saya tinggalkan,” kelakarnya. (h/eni)

AMNASMEN

MUFTI SYARFIE

FIKON

NOVA INDRA

NURHAIDA YETTI

DPR dan Bawaslu Sepakat Ada Pengawas Tiap TPS JAKARTA, HALUAN — Untuk meningkatkan kualitas pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemilu 2014, Komisi II DPR dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sepakat ada pengawas 1 orang di setiap Tempat Pemungutan

Suara (TPS). Kesepakatan tersebut tercapai dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi II DPR dan Bawaslu di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/5).

>> DPR DAN hal 07

Tolak Pendirian RS Siloam...............................>> 02 Pemberian Bansos Diperketat.........................>> 04 Tamatan SMK Dilirik Malaysia......................... >> 24 >> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

>> Penata Halaman : David Fernanda


2 UTAMA

KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

KILAS

ORMAS ISLAM GALANG SEJUTA TANDA TANGAN

Tolak Pendirian RS Siloam

1,3 Juta Warga Sumbar Belum Rekam e-KTP PADANG, HALUAN — Sampai saat ini masih tercatat sekitar 1,3 juta masyarakat Sumatera Barat belum melakukan perekaman sata kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Jumlah tersebut tersebar di seluruh kabupaten/ kota di Sumbar. Pemerintah menargetkan Juni mendatang, pendataan selesai. “Dari data Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, tercatat sekitar 1,3 juta masyarakat Sumbar belum melakukan perekaman e-KTP. Ini di luar perkiraan. Makanya kita minta daerah mempercepat proses pendataan ini,” kata Ka Biro Pemerintahan dan Kependudukan Setdaprov Sumbar Syafrizal Ucok, Rabu (22/5). Dia mengatakan sudah berkoordinasi dengan pemerintahan kabupaten/kota untuk penyelesaian perekaman tersebut. Termasuk juga berkomunikasi dengan pemerintah pusat, untuk memberikan petunjuk dan arahan. “Saat ini kabupaten/kota tengah melakukan penyisiran untuk pendataan masyarakat yang belum terdata untuk dilakukan perekaman kembali,” terangnya. Syafrizal menjelaskan, banyaknya jumlah warga yang belum terdaftar melakukan perekaman e-KTP disebabkan oleh banyak hal. Kebanyakan persoalan yang terjadi adalah banyak warga ketika pendataan e-KTP tidak berada di kampung halamannya sehingga tidak masuk database. Dia mengatakan dalam waktu dekat akan kembali menggelar rapat dan evaluasi dengan pemerintah kabupaten/kota terkait kelanjutan perekaman e-KTP yang belum tuntas. Dalam rapat nanti, apa-apa saja kekurangan di daerah diminta untuk disampaikan, dan akan diteruskan ke pemerintah pusat. Syafrizal menyebutkan salah satu daerah yakni Kabupaten Tanah Datar sudah dibantu oleh pemerintah pusat tiga unit alat mobile untuk perekaman e-KTP. Saat perekaman di Tanah Datar selesai, alat tersebut akan dipindahkan ke daerah lain yang masih membutuhkan. “Yang paling banyak itu Padang. Masih ada sekitar 208 ribu orang yang belum melakukan perekaman. Sementara di Tanah Datar sendiri masih tersisa sekitar 100 ribu orang. Masyarakat yang belum melakukan perekaman diharapkan bisa menghubungi pusat pelayanan terdekat, agar proses pendataan dan perekaman bisa segera dilakukan. Dia optimis, meski tersendat, e-KTP bisa berhasil di Sumbar. E-KTP boleh difotokopi Terkait larangan memfotokopi e-KTP, seperti edaran Mendagri yang ramai diperbincangkan sebelumnya, Syafrizal mengatakan tidak ada persoalan. “E-KTP itu boleh difotokopi. Yang tidak boleh itu distepler karena merusak,” katanya. Dia menyebutkan, edaran itu sebenarnya ditujukan untuk instansi pemerintahan dan swasta agar tidak mem fotokopi e-KTP. “Tujuannya agar instansi segera memiliki card rider agar lebih praktis, sehingga penggunaan e-KTP bisa lebih optimal,” sebutnya. (h/cw-sal)

PADANG, HALUAN — Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam di Sumatera Barat akan menggelar aksi sejuta tanda tangan untuk menolak pendirian Rumah Sakit (RS) Siloam Padang, Jumat (24/5) mendatang.

TOLAK RS SILOAM — Sejumlah perwakilan Ormas Islam akan menggelar aksi pengumpulan sejuta tanda tangan, untuk menolak pembangunan RS Siloam di Padang. Diantaranya (dari kiri ke kanan) A Dt Rajo Malano, Khairul Amri, Irfianda Abidin, Ibnu Aqil D Ghani, dan Buya Amri Mansyur. ENI

PERCEPAT TERAPKAN SPM

Pemprov Akui Tata Kelola Pemerintahan Lemah PADANG, HALUAN — Pemprov Sumbar mengakui masih banyak kelemahan dalam tata kelola pemerintahan di Sumbar. Termasuk soal transparansi dan partisipasi yang dinilai oleh Partnership for Governance Reform sebagai poin paling rendah. Tetapi bukan berarti pengelolaan pemerintahan buruk. Hal itu disampaikan Sekdaprov Sumbar Ali Asmar usai membuka Bimbingan Teknis Fasilitasi Percepatan Penerapan Standar Pelayanan Minimun (SPM) Provinsi Sumbar di Daima Hotel Padang, Rabu (22/5). Ali Asmar mengatakan rendahnya penilaian Sumbar melalui Indonesia Governance Index (IGI) 2012 disebabkan masih banyaknya daerah yang telat mengirimkan laporan realisasi program kerja. Begitu juga dengan SKPD yang belum sepenuhnya disiplin dalam menyampaikan laporan program kerja. Namun, dia optimis kondisi lebih baik akan segera tercapai. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir Sumbar banyak memperoleh penghargaan secara nasional, baik itu soal perencanaan pembangunan maupun terkait program kerja yang sudah dijalankan pemerintah.

“Saya kira, kita masih pada track-nya, dan berjalan menuju yang lebih baik,” kata doktor ilmu pendidikan itu. Ali Asmar mengatakan salah satu upaya yang tengah dilakukan provinsi untuk perbaikan itu adalah melalui percepatan penerapan SPM. Selama ini katanya, belum ada standar resmi mengenai panduan pelayanan yang bisa diterapkan di semua level secara nasional. “Dengan bimbingan teknis ini, kita harapkan petugas pelayanan publik pemerintahan bisa menyamakan persepsi dan memiliki standar minimal yang baku. Sehingga ada tolak ukur apakah yang dilakukan pemprov selama ini sudah mencapai standar atau belum,” terangnya. Sebelumnya, peneliti dari Partnership for Governance Reform, Edi Indrizal dalam soft launching tata kelola pemerintahan di Indonesia memaparkan, Sumbar mengalami penurunan drastis dari penelitian pada 2008. Hasil penelitian mereka, Sumbar berada pada peringkat 20 dari 33 provinsi yang dinilai. Pada penelitian sebelumnya Sumbar berhasil meraih posisi tiga secara nasional. Penelitian

mereka memfokuskan pada empat arena yakni pemerintah, birokrasi, masyarakat sipil, dan masyarakat ekonomi. Masing-masing arena tersebut dibuat enam variabel penilaian yang meliputi partisipasi, keberadilan, akuntabilitas, transparansi, efisiensi, dan efektifitasnya dalam menyokong tata kelola pemerintahan daerah. Hasilnya Sumbar hanya mengumpulkan 5,65 poin (ukuran poin 1-10, red) sedikit di bawah angka rata-rata nasional 5,67 poin. Pada tahun 2008 lalu, Sumbar meraih 5,98 poin dan menempati posisi tiga dari 33 provinsi yang diteliti. Tiga variabel terendah ada pada transparansi, partisipasi dan keberadilan di arena pemerintah dan birokrasi. “Hasil ini sempat menjadi perdebatan juga di internal Partnership. Kenapa peringkat Sumbar demikian jauh merosot. Setelah diteliti kembali dan dievaluasi oleh tim independen, memang demikianlah keadaannya. Penurunan drastis terjadi pada arena pemerintah dan birokrasi. Sementara arena masyarakat sipil stagnan dan masyarakat ekonomi juga cenderung menurun,” jelas Edi. (h/cw-sal)

Hal itu dikatakan perwakilan ormas Islam, saat jumpa pers kepada wartawan di DPRD Sumbar, Rabu (22/5). Ormas Islam yang menyatakan penolakan ini, ditandai dengan menandatangani surat pernyataan penolakan pembangunan RS tersebut, yaitu Gerakan Muslim Minangkabau (GMM) Pusat, Komite Penegakan Syariat Islam (KPSI), Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumbar, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Padang, Libas Sumbar, Paga Nagari Sumbar, Amir Khilatul Muslimin, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sumbar, tetua adat dan LM3 LPW Sumbar. Beberapa pimpinan ormas yang hadir adalah Ketua GMM Pusat H Maad Acin, Ketua KPSI Novendri, Ketua MTKAAM Irfianda Abidin, Ketua HTI Sumbar Rozi Saferi, Ketua MMI Padang Jawahir Jumhur, Ketua Libas Sumbar Khairul Amri, Ketua Paga Nagari Sumbar Ibnu Aqil D Ghani, Amir Khilatul Muslimin Buya Amri Mansyur, tetua adat A Dt Rajo Malano, dan lainnya. Dalam surat pernyataan tersebut ada lima poin yang menjadi alasan ditolaknya pembangunan RS Siloam di Kota Padang. Alasan paling mendasar adalah latar belakang CEO Lippo Group James T Riady yang dianggap membawa misi misionaris dengan mendirikan RS Siloam. Disebutkan, James Riady merupakan tokoh misionaris Kristen tingkat nasional yang berusaha membangun 100.000 sekolah misionaris. Kemudian, nama Siloam sendiri merupakan nama sebuah mata air yang dianggap suci oleh orang Yahudi yang diyakini bisa menyembuhkan penyakit buta. Siloam juga merupakan nama kelompok penginjil di Amerika yang didirikan pada tahun 1882 yang kemudian berkembang menjadi kelompok baptis dengan pusat di Alabama, Amerika Serikat. Alasan selanjutnya adalah, keberadaan RS ini sendiri diduga akan digunakan untuk tujuan pemurtadan. Pendirian RS ini sebelumnya pernah ditolak di Palembang dan Jakarta. Dengan alasan ini, ormas Islam ini menyatakan menolak tegas berdirinya rumah sakit ini dan meminta Pemko Padang mencabut izin pendirian bangunan tersebut. Kemudian, Irman Gusman dan pejabat lainnya yang turut hadir dalam acara peletakan batu pertama, diminta mencabut dukungan atas proyek tersebut dan meminta maaf kepada masyarakat Sumbar. Ketua Paga Nagari Sumbar Ibnu Aqil D Ghani juga mengatakan, dirinya juga menerima beberapa sms yang juga menyatakan penolakan terhadap RS Siloam ini. Seperti dari DPW Muhammadiyah Jakarta yang mengtakan tidak ada alternatif lain bagi umat Islam di Padang, selain menolak pembangunan RS Siloam. “Sementara untuk demo secara besar-besaran belum kita lakukan. Hal yang kita lakukan kali ini baru demo pemanasan,” jelas Ibnu. Sementara Irfianda Abidin mengatakan, jika pembangunan RS ini masih terus dilakukan, pihaknya akan menegakkan bendera perang kepada pihak yang mendukung. Artinya, ormas Islam ini akan terus mengadakan perlawanan terhadap pembangunan RS ini. (h/cw-eni)

PENYELESAIAN TAPAL BATAS PROVINSI

Surat Gubernur Tak Digubris Kemendagri PADANG, HALUAN — Sengketa tapal batas Sumatera Barat dengan provinsi tetangga tampaknya belum kunjung menemui kejelasan. Meski sudah ada kesepakatan daerah tentang batas provinsi, dan kemudian diserahkan penyelesaiannya kepada pemerintah pusat, tetapi belum ada keputusan pusat terkait hal itu. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sudah tiga kali menyurati Kementerian Dalam Negeri untuk meminta percepatan penetapan tapal batas tersebut. Namun sampai sekarang belum ada reaksi. “Gubernur sudah tiga kali surati Kemendagri selama April lalu, tetapi tidak digubris. Surat kami tidak pernah ditanggapi,” kata Kepala Biro Pemerintahan Setdaprov Sumbar Syafrizal Ucok, Rabu (22/5). Menurut pengakuannya, surat yang berisi permintaan segera dikeluarkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri

(Permendagri) tentang penetapan tapal batas daerah itu, sudah dikirimkan kepada Mendagri Gamawan Fauzi, Dirjen Pemerintahan Umum Made Suwandi, dan Direktur Wilayah Batas Eko Subowo. Namun, sampai hari ini belum ada tanggapan terhadap surat tersebut. “Saya tidak tahu apakah sudah diterima mendagri atau belum. Yang jelas kami sudah surati,” katanya. Tidak hanya menyurati, Syafrizal mengatakan sudah acapkali berkomunikasi dengan dengan Direktur Wilayah Batas Ditjen Pemerintahan Umum Kemendagri, Eko Subowo. Namun tetap tidak ada kepastian yang diberikan. “Saya juga bingung jadinya. Alasannya macam-macam. Padahal di daerah, kami dengan provinsi tetangga Bengkulu, Sumut, Riau dan Jambi sudah sepakat menetapkan batas wilayah, dan menyerahkan keputusan akhir

kepada pusat. Kalau dibiarkan begini terus bisa berpotensi konflik. Saya menduga ada yang tidak beres di Kementerian,” tegasnya. Meski begitu, Syafrizal mengaku tidak mau menyalahkan siapa pun. “Kita akan coba lagi menghubungi mendagri untuk minta penjelasan,” ujarnya. Persoalan tapal batas Sumbar dengan provinsi tetangga sejak lama sudah menuai konflik. Seperti perbatasan Sumbar-Bengkulu misalnya. Meski sudah ada kesepakatan, ketika pemekaran kabupaten baru tetap timbul masalah. “Tetapi itu sudah bisa kita selesaikan,” terang mantan Wakil Bupati Pesisir Selatan itu. Sementara untuk batas Sumbar-Sumut, masih ada satu titik batas yang belum disepakati, yakni antara Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman (Sumbar) dengan Kecamatan Muara Sipongi,

Kabupaten Mandailing Natal (Sumut). Batas kedua provinsi, sebut Syafrizal, sepanjang 244 kmr dengan jumlah patok sebanyak 107 titik. Penyelesaian satu titik yang belum tuntas itu, juga disepakati kedua provinsi diserahkan ke pemerintah pusat. Begitu juga dengan batas Sumbar dengan Jambi sepanjang 258,5 km dengan patok batas sebanyak 142 titik. Batas kedua daerah sempat jadi perdebatan ka-

rena Kabupaten Bungo dan Tebo (Jambi) tidak menyepakati batas dengan Kabupaten Dharmasraya (Sumbar). Namun dalam pertemuan pada 31 Januari lalu di Jambi, sudah disepakati menyerahkan penetapan kepada pusat. “Untuk perbatasan dengan Riau tidak ada persoalan lagi. Jadi pada intinya, kita di daerah sudah selesai dan sepakat dengan batas yang ada. Sisanya diserahkan

kepada pusat untuk penetapan. Tetapi sampai sekarang belum ada respon Kemendagri,” tutup Syafrizal. Dihubungi tadi malam, Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Djohermansyah Djohan mengatakan jika provinsi sudah mengirimkan surat biasanya akan segera ditindak lanjuti. “Memang tidak bisa cepat, karena sengketa tapal batas ini ratusan jumlahnya. Saya rasa itu sedang disiapkan di

kementerian, tepatnya di Ditjen Pemerintahan Umum, nanti saya tindaklanjuti juga,” jelasnya via telepon seluler. Djohermansyah menjelaskan dalam penetapan tapal batas tersebut, Kemendagri akan memanggil daerah dan dirapatkan dengan difasilitasi oleh kementerian. Dalam rapat tersebut akan disepakati batas-batas sekaligus dibuatkan petanya, sebelum akhirnya ditetapkan melalui Permendagri. (h/cw-sal)

Reformasi Belum Gagal DISAAT mulai banyak orang yang mengklaim bahwa masyarakat hari ini semakin merindukan suasana atau situasi sebagaimana kondisi di era Soeharto, hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) seperti yang beritakan Haluan, Rabu kemarin, seakan mementahkan klaim tersebut. Hasil survei terkini SMRC yang dilakukan 1-10 April 2013 justru menunjukkan bahwa mayoritas responden, yakni sebesar 57,7 persen, menyatakan bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan yang terbaik. “Semua klaim negatif terhadap demokrasi itu ternyata tak sejalan dengan aspirasi masyarakat nasional secara umum,” kata Direktur Riset SMRC Djayadi Hanan. Serangkaian hasil survei SMRC ini semakin membuktikan bahwa orang yang memimpikan suasana Indonesia kembali menjadi seperti Orde Baru di masa lalu, ternyata bukanlah mainstream suara rakyat Indonesia. Rakyat justru menginginkan Indonesia semakin demokratis. Dan keinginan itu jelas tidak bisa lagi diputar ke masa lalu, kembali ke masa-masa pemerintahan Soeharto atau masa Orde Baru. Hasil survei SMRC terkini melibatkan 1.200 responden yang diambil secara acak di seluruh daerah di Tanah Air tersebut juga menunjukkan mayoritas responden (65,2 persen) menya-

takan perjalanan negara Indonesia berada di arah jalan yang benar. Hanya 24,5 persen saja yang menyatakan salah arah dan sisanya menyatakan tidak tahu. Terkait kebebasan dalam berbicara, lembaga survei ini menyebut sebanyak 96,1 persen responden menyatakan kebebasan berbicara adalah hal yang penting. Dan 70,9 persen menilai kebebasan berbicara kini lebih baik daripada masa Orde Baru. Demikian pula dalam hal kebebasan pers. Sebanyak 93,6 persen menilai kebebasan pers penting bagi bangsa. Dan sebanyak 73,6 persen menilai kebebasan pers saat ini lebih baik daripada Orde Baru. Walau pada awal Reformasi, banyak kalangan memperkirakan Indonesia akan hancur, terpecah, dan terpuruk. Kekhawatiran itu tak terbukti, bahkan kini Indonesia dinyatakan sebagai negara bebas dibandingkan dengan negara lain di kawasan ASEAN. Kebebasan di Indonesia malah disejajar dengan Jepang, Korea Selatan, India, dan Taiwan. Akan tetapi itukan hasil survei SMRC. Namun menurut hemat saya, belum semua cita-cita reformasi terwujud. Lihat saja dalam penegakan hukum. Berantas KKN, yang dulu menjadi yel-yel demo aktivis proreformasi, hingga hari belum terlaksana secara utuh, bahkan nyaris

Oleh: DODI NURJA menjadi isapan jempol belaka. Simaklah berita hari kehari. Lihatlah, betapa mengerikannya praktik korupsi di era reformasi ini. Dari tujuh agenda reformasi seperti tuntutan adili Soeharto dan kronikroninya, amandemen UUD 1945, penghapusan dwi fungsi ABRI, pelaksanaan otonomi daerah seluas-luasnya, menurut hemat saya, yang masih jauh panggang dari api adalah dua yang terakhir itu, penegakan supremasi hukum, pelaksanaan pemerintah yang bersih dari KKN. Tak heransering muncul anekdot, jika di era Orde Baru praktik korupsi di belakang meja, tapi di era reformasi sekalian dengan mejanya dikorup. Ironis memang. Tapi, bagaimapun, era reformasi masih lebih baik! ***

>> Editor : Syamsu Rizal

>> Penata Halaman : Syahrizal


KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

Djamaris Zain Somasi KAN Salido PADANG, HALUAN — Keluarga besar Kaum Suku Tanjung Kabun Kampung Bungo Pasang III Kenagarian Bungo Pasang Salido, Kabupaten Pesisir Selatan, melalui kuasa hukumnya Marthalina Satnalita melemparkan somasi kepada Ketua Adat Nagari (KAN) Salido tentang pemberian gelar Datuak (Dt) Rajo Mudo (bungo di karang) kepada Djamaris Zain. Seharusnya, gelar yang diberikan itu adalah Dt Rajo Intan. Dalam somasi yang bernomor 03/Ist/KPB.III/ VI/2013 ini, disebutkan pemberian gelar Dt Rajo Mudo ini oleh Ketua KAN Salido yang lalu, Amir Dt Panduko Malin (alm) tidak mempunyai dasar hukum yang kuat dan tidak mempunyai bukti ranji. Permohonan pemberian gelar Dt Rajo Mudo ini pun tidak pernah diminta oleh keluarga. Djamaris Zain dalam siaran persnya (Senin, 20 Mei) mengatakan, berdasarkan ranji yang ditandatangani Ketua KAN Salido Amir Dt Panduko Malin (alm), Mamak Kepala Waris Suku Tanjung di Kabun Nurmajak Imam Mangkudum dan lainnya, gelar Dt Rajo Intan adalah gelar datuak asli milik nenek moyang Djamaris Zain. Nenek moyang tersebut bernama Angku Mardani Dt Rajo Intan. Djamaris Zain juga mengatakan, KAN tidaklah berwenang untuk memberi gelar datuak suatu kaum. Yang berhak adalah kaum itu sendiri yaitu Datuak Pangulu Salingka Kaum. KAN hanya menyetujui saja. Untuk itu, kata Djamaris, pihaknya meminta KAN dapat menindaklanjuti dan memproses hal ini sesuai dengan adat Minangkabau. Meskipun keinginan kaum ini tidak digubris oleh KAN, pemberian gelar ini tetap akan dilakukan. Dalam waktu dekat Kaum Suku Tanjung di Kabun akan mengangkat, meresmikan, melantik, dan melewakan Djamaris Zain dengan gelar Datuak Rajo Intan. Djamaris Zain juga meminta perubahan ini segera diproses oleh KAN dalam waktu 2x7 hari. (h/eni)

Mekanisme Pemberian Bansos Diperketat PADANG, HALUAN—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperketat mekanisme pemberian bantuan sosial (Bansos) mulai tahun 2013 ini. Pengetatan itu menyusul masuknya anggaran siluman senilai Rp1,9 miliar dalam APBD Sumbar 2013 dengan peruntukan Safari Dakwah PKS Wilda Sumatera.

BALIHO — Seorang anak sedang menatap baliho calon walikota yang dipasang di batang pohon pelindung jalan di Simpang Tabing, Kota Padang, Rabu (22/5). Padahal pemasangan atribut kampanye di batang pohon pelindung tidak dibolehkan oleh pemerintah kota, karena merusak pemandangan dan lingkungan. AMIR

PENGAMANAN TDS 2013

Polresta Padang Terjunkan 875 Personil PADANG, HALUAN — Menjelang helat Tour de Singkarak (TdS) di Kota Padang awal Juni mendatang, jajaran Polresta Padang telah menyiagakan sekitar 875 personil. Mereka akan diterjunkan untuk pengamanan. Polresta pun kini tengah melakukan pengecekan rute yang akan dilewati para pebalap dan pembagian petugas untuk penempatan personil. “Kami telah berkoordinasi dengan instansi terkait dalam memperisapkan TdS ini, dari mulainya acara hingga penutupan,” kata Kapolresta Padang

3

Kombes Pol. Moch. Seno Putro melalui Kabag Ops Kompol M.Yudie Sulistiyo, kemarin (22/ 5). Dikatakan Yudie, dalam pengamanan nanti, pihaknya menggunakan sistim pengamanan penggal, setiap penggal ditempatkan beberapa personil dan masing-masing penggal di pimpin oleh satu orang perwira penanggung jawab. Pembagian tugas ini juga untuk mengawasi kawasan yang rawan kecelakaan. Rute TdS 2013 ini, kata Yudie, ada perbedaan dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu kegiatan

TdS dimulai di Jalan Samudera. Sementara tahun ini dimulai dari Batas Kota Pariaman dan finish di depan Kantor Gubernur. Dijelaskannya, rute yang akan dilalui peserta TdS ini dimulai dari Batas Kota Pariaman menuju Sudirman, Jalan Agus Salim, Sutomo Marapalam, Jalan Aru, Jalan Padang-Indarung, Jalan Piai Sungai Galang, Simpang Pasar Baru, Unand, Simpang Ketaping, Jalan By Pass menuju Bandara International Minangkabau (BIM). Kemudian peserta balik ke Padang lewat Ulak Karang, Jalan

Baru, Jalan Samudera, Simpang Pujasera, Jalan Nipah, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Diponegoro, Jalan Pemuda, Jalan Olo Ladang, Jalan A. Yani, dan finish di Kantor Gubenur. Setelah itu, langsung melakukan putaran kecil sebanyak enam kali. “Putaran kecil sebanyak enam kali yang dilalui peserta yakni Jalan Raden Saleh, Jalan Veteran, Jalan A. Yani, dan Kantor Gubenur,” jelasnya. Untuk itu, personil yang disiapkan sekitar 875 orang dan nantinya bisa bertambah, karena ada tambahan rute TdS dari pada

rute tahun sebelumnya. Dalam upaya pengamanan tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Rencananya kejuaraan balap sepeda internasional pada 2- 9 Juni mendatang, etape terakhir diperkirakan akan banyak menggunakan ruas jalan akan ditutup, karena tidak tertutup kemungkinan akan terjadi kemacetan. “Maka dari itu, penempatan personil di lokasi TdS ini juga bertujuan untuk melakukan pengaturan di jalan raya jika terjadi kemacetan,” ungkapnya. (h/nas)

“Peristiwa itu membuat kita berpikir perlunya pengetatan mekanisme dan seleksi proposal yang diberikan bansos. Jangan sampai kecolongan lagi,” kata Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Sumbar, Zaenuddin kepada Haluan, Selasa (21/5) lalu. Dia mengatakan perlu pengawasan ketat dan seleksi berlapis, terhadap proposal yang masuk ke pemprov untuk meminta bansos. Sebab, dari berbagai kasus yang terjadi, dana bansos rawan dimanfaatkan oleh individu untuk kepentingan kelompoknya. Hal semacam itu menurutnya tidak boleh terjadi di Sumbar. “Kita upayakan seketat mungkin. Penerimanya memang mesti sesuai dengan yang termaktud dalam Permendagri (peraturan menteri dalam negeri) Nomor 32 tahun 2011 itu. Karena ini, pertanggungjawabannya tidak gampang,” kata Zaenuddin. Dia mengatakan mulai APBD Perubahan tahun 2013, proses seleksi proposal yang ditujukan ke pemprov harus melewati Sekretaris Daerah dengan dibantu Asisten III. Kemudian proposal tersebut diserahkan ke masing-masing SKPD untuk diverifikasi sebelum dibahas di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Pembahasan tersebut kemudian dilanjutkan kembali bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD untuk sebelum ditetapkan dalam APBD. “Jadi proposal tidak bisa lolos begitu saja. Yang dulu sistemnya tidak beda jauh, tetapi pengawasan tidak ketat sehingga bisa masuk dalam APBD. Kedepan tidak bisa lagi,” terangnya. Dia juga meminta pengusul bansos untuk menaati prosedur yang berlaku, serta mempelajari Permendagri No 32 tahun 2011 tersebut. “Tujuan kita memang penerima bansos nanti adalah orang-orang yang berhak,” ujarnya. (h/cw-sal)

>> Editor: Rudi Antono

>> Penata Halaman: Syamsul Hidayat


4 SUMBAR LINGKAR

HMPS PMat Adakan Seminar Nasional PADANG, HALUAN — Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S, akan hadir sebagai pembicara utama dalam seminar Nasional Pendidikan Matematika, Sabtu (25/5) di Aula Balairung Caraka Kampus I Universitas Bung Hatta (UBH) Ulak Karang. “Seminar tersebut digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika (HMPS PMat) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UBH,” ujar Rita, Ketua Prodi Pendidikan Matematika FKIP UBH di ruangan kerjanya, Rabu (22/5). Rita menyebutkan kurikulum 2013 yang akan diberlakukan saat ini menuai pro kontra dari masyarakat.Menurutnya lagi, pemerintah telah berkali-kali melakukan perubahan kurikulum sejak tahun 1994, kemudian tahun 1999 berubah lagi menjadi kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dan tahun 2013 ini akan berubah lagi. “Melihat perkembangan tersebut dan kondisi, FKIP UBH akan melaksanakan Seminar Nasional Pendidikan Matematika, dengan tema Menyongsong kurikulum 2013 untuk mencapai Indonesia cerdas 2020, diharapkan akan hadir 300 peserta yang berasal dari mahasiswa, dosen, tenaga pendidikan,guru dan masyarakat umum” imbuh Rita. Dijelaskan bahwa, banyak masyarakat kurang memahami latar belakang perubahan kurikulum, teori dan pelaksanaan kurikulum itu sendiri dan apakah kurikulum 2013 tersebut mampu meningkatkan mutu pendidikan di Indonsesia sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. “Pelaksanaan seminar akan di plenokan, agar peserta lebih memahami dan menambah wawasan tentang kurikulum 2013 sehingga dapat diaplikasikan dengan tepat,” ujar Rita mengakhiri. (h/ita)

KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

Tiga Remaja Pelaku Curanmor Ditangkap PADANG, HALUAN — Tiga remaja dicokok Tim Reskrim Polsek Padang Selatan di dua lokasi di wilayah Kota Padang, Selasa (21/ 5) sekitar pukul 20.00 WIB. Diduga, mereka ini terlibat kasus pencurian sepeda motor (curanmor).

Percepatan Pembebasan Lahan Diperlukan PADANG, HALUAN — Anggota Komisi III DPRD Sumbar HM Tauhid mendesak Pemko Padang, menyelesaikan pembebasan lahan untuk normalisasi Banda Lurus Kurao Pagang, Karena, normalisasi sungai sepanjang 2,2 kilometer tersebut, sebagian besar lahannya terkendala. “Padahal program itu pemko yang minta, sesuai aturan yang melakukan pembebasan lahan adalah Pemko Padang. Kita ingin ini menjadi perhatian dari dinas terkait,” katanya, kemarin saat meninjau lokasi pembangunan normalisasi sungai itu. Jika tidak segera dibebaskan, maka pembangunan itu akan terhambat atau tidak terlaksana. Jika tidak terlaksana, dikhawatirkan proyek itu terlambat dan tidak selesai pada waktunya. “Targetnya tahun 2014 selesai, karena dengan sistem tahun jamak,” ujarnya. Sementara KPA Normalisasi Banda Lurus Kurao Padang Syafril Daus mengatakan, saat ini pembebasan lahan baru sekitar 200 meter. Pemko berjanji akan membebaskan sekitar 600 meter lagi pada bulan Agustus mendatang. Jika 600 meter itu selesai dibangun, tentu akan terhalang lagi pembangunannya. “Makanya kita berharap, 1,4 kilometer lagi dibebaskan secepatnya. Kalau bisa anggaran perubahan sudah dimasukan dalam APBD untuk pembebasan lahan itu. Agar tahun mendatang, tinggal membangun saja lagi,” ujarnya. Dikatakan, targetnya tahun ini selesai sekitar 15 persen pengerjaannya. Karena kondisi lahan, maka yang terlaksana baru sekitar 5 persen. “Jadi minus 10 persen lagi, agar target tercapai maka harus dibebaskan lahan secepatnya,” katanya, via telepon. (h/eni)

PENGAMEN — Anak jalanan seperti pengamen kini semakin meningkat di Kota Padang, dan sering ditemui di setiap perempatan lampu merah. Contohnya di Jalan Dr Hamka, Rabu (21/5). AMIR

PNPM INTEGRITAS

Pengerjaan 15 Program Dimulai SIJUNJUNG, HALUAN — Sedikitnya 15 prasarana umum dibangun melalui kegiatan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) Integrasi tahun 2013 ini. “Ada 15 unit prasarana umum dibangun melalui kegiatan PNPM Integritas,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagari (BPMPN), Medison melalui Kepala Bidang Usaha Ekonomi Masyarakat, Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna, Drs Zulni Asri, kemarin. Selain prasarana umum, sambung Zulni Asri, dalam kegiatan PNPM Integritas tahun 2013 ini juga dilaksanakan pelatihan keterampilan, seperti pelatihan menjahit dan tata boga. ”Selain prasarana umum, juga dilaksanakan pelatihan keterampilan,”

tambahnya. Pembangunan prasarana umum dan pelatihan keterampilan tersebar di sejumlah nagari di kabupaten ini. Pengerjaannya, di danai dana APBN sebesar Rp4 miliar, dan ditambah dana pendamping yang berasa dari APBD Kabupaten Sijunjung senilai Rp1 miliar. 15 prasarana umum dan pelatihan keterampilan itu meliputi, pembangunan gedung PAUD di Nagari Aia Amo, cor lantai jembatan di Nagari Kamang, pembangunan tali Bandar di Nagari Tanjung Lolo, regit beton dan jembatan di Lubuk Tarok peningkatan jalan lingkar di Nagari Silongo dan drainase saluran irigasi. Kemudian, renovasi pasar di Nagari Koto Tuo peningkatan jalan di Nagari Padang Sibusuk, pembangunan saluran irigasi di Nagari Kampung Baru, regit

beton di Nagari Tanjung, regit beton di Nagari Guguak. Selanjutnya, regit beton jalan di Nagari Sumpur Kudus, pembangunan gedung PAUN di Nagari Sisawah, pembangunan jalan dan jembatan di Nagari Paru dan pembangunan gedung Poskesri di Nagari Aia Angek. Sementara pelatihan keterampilan dilaksanakan di Nagari tanjung Bonai Aur, Koto Tuo, Mundam Sakti dan Nagari Koto Baru. Menyinggung pelaksanaan kegiatan tersebut, Zulni Asri mengatakan, pelaksanaan kegiatan prasarana umum dan pelatihan keterampilan sudah dimulai beberapa waktu yang lalu. Bahkan, pencairan dana tahap I sudah dilakukan.“Pencairan dana kegiatan tahap I sudah dilakukan beberapa waktu lalu,” ucapnya. (h/azn)

FLLAJ Siap Kerja Tanpa Honor

BUPATI Syamsu Rahim mengukuhkan pengurus FLLAJ Kabupaten Solok, dengan Ketua Umum Sekda M Saleh, Sekertaris Umum Dedi Permana (kanan), Rabu (22/5). RISWAN JAYA

SOLOK, HALUAN — 52 orang anggota Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Solok menyatakan komitmenya untuk siap bekerja sosial tanpa diberi honor. Tujuannya, untuk memajukan sektor transportasi dan mencari solusi dari persoalan angkutan jalan. Walau dengan jadi pengurus, akan banyak menyita waktu dan tenaga. Komitmen untuk siap bekerja tanpa diberi honor atau uang ‘siliah jariah’ tersebut juga

ditegaskan Bupati Syamsu Rahim kepada seluruh anggota Forum LLAJ Kabupaten Solok dengan Ketua Umum Sekda M Saleh dan Sekertaris Umum Kadis Perhubungan Dedi Permana, saat dikukuhkan jadi pengurus, Rabu (22/05) di Ruang Pelangi Kantor Bupati di Arosuka. “Menjadi pengurus dan anggota FLLAJ memikul kerja tambahan yang cuma menyandang status pengabdian tanpa mendapat honor atau bayaran “ tutur Syamsu.

Forum bisa membantu pemerintah daerah memajukan dunia transportasi dan ikut menyelesaikan berbagai masalah, yang berkaitan dengan angkutan jalan dan lainnya. “Termasuk ikut menyelesaikan persoalan terminal bayangan yang keberadaanya hingga kini masih menjadijadi,” sebutnya. (h/ris)

Dari ketiga tersangka tersebut, salah satu di antaranya yakni Heru (20) terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, karena mencoba melawan dan kabur dari pengepungan petugas. Sedangkan dua tersangka lain adalah Arizona (16), dan Aridinata (16). Mereka ini warga Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Padang. Dari tangan mereka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor jenis Suzuki Satria FU, dan Kawasaki Ninja. Kini ketiga tersangka bersama barang bukti telah diamankan di Mapolsek Padang Selatan guna pengusutan lebih lanjut. Kapolsek Padang Selatan Kompol Dewi Suryani mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari adanya laporan korban Prayogo (17), bahwa sepeda motornya hilang di depan Cheers Bilyard Jalan AR. Rahman Hakim beberapa hari yang lalu. Atas peristiwa tersebut, korban melaporkan peristiwa tersebut dengan ditemani dua temannya yang ternyata sebagai tersangka yaitu Arizona dan Aridinata. Ketika korban melaporkan kejadian itu, penyidik curiga pada kedua teman korban. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata kedua teman korban terlibat dalam aksi pencurian itu. “Diduga kedua tersangka tersebut melakukan aksi dengan cara menggandakan kunci kontak sepeda motor milik korban,” kata Dewi, kemrin (22/5). Sementara Heru mengaku baru satu kali menjalankan aksi tersebut. Dalam beraksi, dia mengajak dua teman lainnya untuk melakukan pencurian itu. Dia melakukan tindak kejahatan tersebut hanya untuk bergaya saja, dan membuktikan bahwa dia bisa mencuri sepeda motor milik orang lain. (h/nas)

Atasi Banjir, Sungai Sibinail Dikeruk LUBUK SIKAPING, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman upayakan pencegahan banjir dengan melakukan normalisasi dan pengerukan, khususnya di sejumlah sungai yang berpotensi banjir. Normalisasi dan pengerukan tersebut, dilakukan secara bertahap pada tahun 2013 ini. Dalam minggu ini, Pemkab Pasaman melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) tengah melakukan pengerukan Sungai Batang Sibinail di Nagari Padang Metinggi, Kecamatan Rao. Kepala Bidang (Kabid) Pengairan Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pasaman Edi Zubir mengatakan, saat ini satu unit eskavator tengah melaksanakan pengerukan untuk meninggikan sisi kiri dan kanan Sungai dengan pasir, dan kerikil yang dikeruk dari sungai tersebut. “Lebih kurang sudah sepekan pekerjaan tersebut dilakukan. Pengerukan alur sungai yang direncanakan sekitar 5000 meter tersebut, anggarannya mencapai Rp200 juta lebih,” sebut Edi. Edi berharap, dengan rampungnya pengerjaan pengerukan Batang Sungai Sibinail, nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Lahan pertanian warga yang selama ini tidak terpakai akibat banjir, akan bisa dimanfaatkan kembali. (h/rio)

>> Editor : Rudi Antono

>> Penata Halaman: Syamsul Hidayat


OPINI 5

KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

Stop Kecurangan Pemilukada Sebelum Masyarakat Memilih ENERIMA atau tidak menerima hasil Pemilihan Kepala Daerah rupanya adalah dua hal yang senantiasa mewarnai tiap kali Pilkada selesai dilaksanakan. Jarang ada Pilkada yang tidak diikuti dengan nada kritik dan protes atas hasilnya. Kalau tidak menganggap ada permainan curang perhitungan suara, tentu menganggap adanya permainan uang yang mengantarkan kemenangan buat kompetiter. Bahkan beberapa Pilkada kemudian sampai maju ke Mahkamah Konstitusi, walaupun kemudian berakhir dengan tetap memberi pengakuan kemenangan kepada pihak yang digugat. Pemilu Kepala Daerah Kota Sawahlunto 16 Mei lalu berakhir dengan statistik yang membuat tegang dua kubu yang terlibat dalam rivalitas: Ali Yusuf – Ismed dengan Erizal – Emeldi, karena selisih kemenangan antara keduanya sangat tipis. Maka tak ayal ketika Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sawahlunto, Selasa (21/5) kemarin pada rapat pleno penghitungan suara Pilkada Sawahlunto yang menetapkan Ali Yusuf – Ismed (Alis) sebagai pemenang, membuat Erizal-Emeldi mengajukan keberatan. Pemilihan Walikota dan Wakil walikota Sawahlunto periode 2013-2018 dimenangkan oleh Ali Yusuf – Ismed dengan meraih 9.570 suara atau sebesar 30,02 persen. Dari hasil penghitungan dalam sidang rapat pleno ini, pasangan nomor 1, Ali Yusuf – Ismed memperoleh jumlah suara 9.570 atau 30.02 persen. Pasangan nomor 2 Irwan Hussein – Desrial Eri memperoleh 3.791 suara atau 11,89 persen. Pasangan nomor urut 3 Erizal Ridwan – Emeldi dengan perolehan suara 9.265 suara atau 29,06 persen. Sedangkan pasangan independen dengan nomor urut 4, Taufik Syamsir – Nasriwan memperoleh 1.094 suara atau 3,43 persen dan nomor urut 5, Fauzi Hasan – Deri Asta memperoleh 8.161 suara atau 25,6 persen. Dengan penetapan KPU ini, berarti Pilkada Sawahlunto hanya satu putaran, bukan dua putaran seperti yang diprediksi sebelumnya. Namun hasil penghitungan suara ini diprotes sekelompak massa. Hal ini dipicu karena ketidakpuasan mereka atas kinerja KPU Sawahlunto yang dinilai dari awal sudah tidak transparan dan terkesan memihak pada salah satu pasangan calon. Dari belasan pamflet dibawa warga mendatangi Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) tempat penghitungan suara digelar, diantaranya ada yang bertulisan meminta agar pihak KPU membatalkan hasil penghitungan suara yang telah dilakukan oleh pihak PPK. “Demi keadilan, batalkan hasil Pilkada Sawahlunto karena banyak kecurangan. KPU dan Panwaslu jangan tergoda dengan Innova dan Avanza,”. Maka seperti nantaralah pihak yang tidak yang kalah berniat mengajukan gugatan. Para saksi mengeluarkan segala fakta dan temuan kecurangan yang ditemukan mereka saat pilkada diselenggarakan. Nah, sekarang apakah akan terulang lagi peristiwa di berbagai Pemilihan Kepala Daerah di daerah lain? Dimana kehebohan adanya penggelembungan suara, money politics justru baru ‘berbunyi’ setelah perhitungan suara. Kita tak hendak melakukan pemihakan kepada salah satu pihak. Tetapi bagi semua pihak yang terlibat Pilkada (tidak saja di Sawahlunto) apabila memang ada indikasi kecurangan –terutama yang menyangkut surat suara seperti dituduhkan di Sawahlunto – dan soal bagi-bagi uang sebelum pemilihan, sebaiknya hebohnya itu sebelum pencoblosan. Ada banyak saluran yang bisa dipakai untuk melaporkan temuantemuan seperti itu, selain kepada Bawaslu. Bisa juga kepada polisi, KPU, LSM, pers dan sebagainya. Tetapi sejauh ini di beberapa tempat justru temuan-temuan seperti itu malah ‘dipermalamkan’ dulu sambil melihat-lihat situasi. Apabila jagoannya kalah, baru temuan yang ‘dipermalamkan’ itu dikeluarkan sebagai senjata. Sedangkan apabila timnya menang, maka temuan itu hanya dianggap angin lalu saja. Semestinya semua pihak yang terlibat dalam rivalitas Pemilu Kepala Daerah harus tidak sekedar pernyataan saja untuk siap kalah dan siap menang. Pernyataan siap kalah dan siap menang tidak saja siap menerima hasil yang diumumkan oleh KPU, tetapi juga siap untuk membuat Pemilu Kepala Daerah menjadi Pemilu yang bersih, fair dan elegan. Selebihnya adalah soal niat baik untuk menjadikan Pemilu Kepala Daerah sebagai ajang membangun kejujuran dan semangat kebaikan. Artinya, apabila menjelang pemungutan suara dilakukan, apabila memang ada temuan-temuan yang akan bisa menjadi perintang bagi calon yang dinyatakan menang nanti, maka sedini mungkin harus diungkap dan dilaporkan. Misalnya adanya dugaan money politics, jangan hanya disimpan. Ambil buktinya dan laporkan ke pihak pengawas. Dengan demikian, kita menemukan kecurangan lebih dini, dan pada saat perhitungan semua pihak hanya tinggal menunggu selisih angka perolehan suara saja. Tidak ada lagi yang perlu diprotes dan digugat. Kasus Sawahlunto hanyalah pengulangan dari banyak Pemilu Kepala Daerah sebelum ini di berbagai daerah, tapi hendaknya ini adalah hal yang terakhir untuk dihebohkan. Setelah ini, pada Pemilu Kepala Daerah yang lain, pada saat perhitungan suara hanya ditunggu dengan segala keikhlasan dan sikap legowo. Itu baru namanya demokrasi.***

M

„

KSAD yang baru berharta Rp32 M KPK tak berani periksa

„

Nah…lho…

„

Umumnya masalah bakal Caleg Golkar adalah soal kesehatan Misalnya kesehatan kantong?

„

PEMBERITAHUAN SETIAP artikel/opini yang dikirim ke Redaksi Haluan, panjang tulisan minimal 1.000 words (kata) dan maksimal 1.350 words (kata). Hendaknya artikel tak dikirim secara bersamaan ke media lain yang terbit di Kota Padang. Setelah 15 hari jika artikel tak dimuat, maka tulisan tersebut kami nilai tak layak muat. Terima kasih.

Pemimpin Umum: H. Basrizal Koto WPU / Penanggungjawab: Zul Effendi, Pemimpin Redaksi: Yon Erizon Pemimpin Perusahaan: Indra Helmi

Terbit Sejak 1948 Pendiri H. Kasoema

Redaktur Pelaksana: Ismet Fanany MD Redaktur Pelaksana: Syamsu Rizal

Penerbit: Litbang & Online Media: Eko Yanche E PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP Koordinator Minggu: David Ramadian No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 Koordinator Liputan: Rudi Antono 1985 tanggal 19 November 1985. Manajer Cetak: Mardius Caniago

Ekonomi Global dan Ketahanan Pangan OLEH: EDDY SUNTORO Bekerja di Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian ENURUT Direktur Pengelola Bank Dunia, Caroline Anstey, ada lima tantangan yang akan dihadapi perekonomian global setelah terjadi beberapa kali krisis finansial pada awal abad ke-21. Pertama, di bidang pekerjaan. Saat ini terdapat lebih dari 620 juta orang muda tidak bekerja dan sulit kuliah. Mereka ini kebanyakan berada di kawasan Asia dan Afrika Sub Sahara. Kedua, ketidakmerataan pendapatan yang dapat meningkatkan instabilitas dan ketegangan sosial. Saat ini lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia berpenghasilan kurang dari 1,25 dolar AS/hari. Akibatnya, kesenjangan dalam banyak kasus meningkat. Ketiga, masalah infrastruktur. Di mana lebih dari 1,3 miliar orang tidak memiliki akses kepada listrik. Untuk itu, dibutuhkan dana sekitar 48 miliar dolar AS per tahun agar setiap orang dapat mengakses listrik pada 2030. Keempat, perubahan iklim yang meliputi gelombang panas ekstrem dan anjloknya stok pangan global, sehingga semua kawasan dunia akan terkena dampaknya. Dan kelima, adanya efek destabilitas dari kemajuan teknologi. Jika pertumbuhan ekonomi sekarang tidak ingin terganggu, dan konflik sosial tidak ingin terjadi, apa yang diprediksi dan dikatakan Bank Dunia harus direspon dengan baik oleh eksekutif, legislatif, dan dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya. Jika tidak, dikhawatirkan tantangan tersebut akan benar-benar terjadi, dan dapat berimplikasi negatif terhadap sendi-sendi pembangunan

M

ekonomi, sosial, politik bahkan ketahanan nasional. Dari kelima tantangan yang dipaparkan Bank Dunia, salah satu upaya yang perlu dilakukan pemerintah adalah melalui peningkatan dan pembangunan ketahanan pangan. Dengan demikian, empat dari lima masalah yang disampaikan Bank Dunia dapat dijawab dan diatasi, meliputi masalah ketenagakerjaan, pemerataan pendapatan, pembangunan infrastruktur dan perubahan iklim. Mengapa melalui pembangunan ketahanan pangan? Karena, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia dan pemenuhannya merupakan bagian dari HAM yang dijamin di dalam UUD Negara RI Tahun 1945 sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia berkualitas. Pembangunan ketahanan pangan pada dasarnya bukan hanya bagaimana ketersediaan pangan bisa terpenuhi melalui usaha tani oleh petani. Pangan itu sendiri harus didistribusikan ke berbagai wilayah sehingga bisa tersedia dan harganya terjangkau daya beli masyarakat. Dalam Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, disebutkan bahwa pembangunan pangan dilakukan melalui sistem ketahanan pangan yang terdiri dari sub sistem ketersediaan pangan, distribusi pangan dan konsumsi pangan, sehingga ruang lingkup kegiatannya sangat luas dan melibatkan berbagai kelembagaan pemerintah, swasta dan masyarakat, karena yang ditangani tidak hanya budidaya pertanian (on farm) tetapi sampai pasca produksi (off farm) bahkan sampai usaha perbaikan gizi

masyarakat. Jika diuraikan masingmasing dari kegiatan sub sistem ketahanan pangan, pembangunan ketahanan pangan selain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, juga membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja. Hal ini bisa dilihat dari proses penyediaan pangan. Agar ketersediaan pangan dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan pangan penduduk, kegiatan usaha tani mulai pengadaan dan penggunaan benih, pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, pemeliharaan dan pemanenan hasil harus dilakukan dengan baik. Kegiatan tersebut jelas membuka peluang usaha dan tenaga kerja. Tantangan perubahan iklim global, yang dapat mengganggu produksi pangan dalam negeri, harus dijawab dengan membangun cadangan pangan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Selain itu, juga perlu terus dilakukan penelitian untuk menghasilkan benih unggul tahan terhadap

kekeringan dan kehujanan. Peluang usaha lainnya yang bisa menyerap tenaga kerja adalah dalam distribusi bahan pangan. Agar distribusi dan pemasaran bahan pangan dari sentra-sentra produksi pangan di perdesaan bisa sampai ketangan konsumen yang berada di perkotaan dan pelosok-pelosok perdesaan, perlu dibangun prasarana dan sarana distribusi bahan pangan yang efektif dan efisien. Kegiatan tersebut dapat dipastikan akan membutuhkan jumlah tenaga kerja cukup banyak, mulai dari pembangunan pelabuhan, pembangunan jembatan, perbaikan jalan untuk transportasi darat dan laut untuk kelancaran pengangkutan barang dari satu tempat ke tempat lainnya, pengemasan produk pangan, penyimpanan (pergudangan), pemasaran dan perdagangan, jasa telekomunikasi, perbankan dan sebagainya. Semua kegiatan tersebut tidak bisa dianggap remeh, karena selain mampu menyerap tenaga kerja banyak dan memberikan kesejah-

teraan yang memadai bagi para pekerja, juga sangat penting memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di berbagai wilayah. Komponen berikutnya yang dapat memberikan peluang usaha di bidang pangan adalah dalam pengembangan konsumsi pangan. Hal ini, seiring dengan semakin meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk pangan beragam bergizi seimbang, bermutu, aman dan mempunyai cita rasa serta penampilan menarik. Selain itu, kondisi tersebut didukung oleh meningkatnya jumlah kelas menengah di Indonesia yang mencapai 56,5 persen dari 237 juta penduduk atau sekitar 134 juta orang. Dengan populasi jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, tentu merupakan peluang pasar yang sangat menggiurkan bagi mereka yang ingin menekuni bisnis pangan (kuliner). Dari uraian tersebut jelas bahwa pembangunan ketahanan pangan yang dilakukan mampu menjawab tantangan ekonomi global. ***

dilatarbelakangi oleh virusvirus nakal, penyakit pun datang dan akhirnya kering kerontang. Karena itu lah, bangsa ini dirundung problematika kompleks terkait finansial negara. Dalangnya tak lain adalah tikus negara, sungguh sangat memprihatinkan. Menyoal eksistensi korupsi dalam negeri memang sangat memilukan. Apalagi dengan dilengkapi “saudaranya”, kolusi, nepotisme, kriminalitas dan manipulasi. Lambat laun, Indonesia justru menjadi terminal tindak amoral dan diskriminasi. Memang susah menanggulangi bencana tersebut. Korupsi seakan menjadi hobi, ciri khas, dan jati diri bangsa. Kasus korupsi di Jawa Tengah saja, pada kurun 2012 cukup menyibukkan KPK. Sebut saja Ketua DPRD Jateng, Murdoko yang telah terpidana selama 2 tahun 6 bulan, M Yaeni yang menjabat sebagai Ketua DPRD Grobogan 2 tahun 5 bulan, Sumartono anggota DPRD Kota Semarang 1 tahun 6 bulan, dan masih banyak lagi. (Suara Merdeka, 2/1/13) Menerapkan jiwa heroik Jika ditelaah lebih dalam, untuk memberantas korupsi di Indonesia, tak sesulit membelah puncak gunung dan menguras lautan lepas. Namun, jika didasari dengan persatuan dan kesatuan, serta jiwa nasionalis dan religius pasti hal tersebut dapat ditanggulangi. Sebab, korupsi merupakan problematika jama’ah dan harus disetop dengan kekuatan jama’ah pula.

Hal ini sesuai pemaparan yang diungkan oleh Jeremy Pope bahwa, korupsi merupakan masalah global yang harus menjadi keprihatinan bersama. Jadi benar kiranya bahwa problematika ini membutuhkan kekuatan ekstra atas dasar kesatuan dan persatuan masyarakat dari berbagai elemen. Perlu diketahui, justru di sisi lain yang terpenting adalah sifat heroik. Walaupun toh kenyang wawasan nasionalis dan religius, namun tanpa didasari dengan rasa kepercayaan diri serta keberanian, tidak akan ada gunanya. Sungguh sangat memprihatinkan jika realitanya demikian. Padahal, dapat dikatakan bahwa jiwa pemberani merupakan key of success dalam menjalankan segala hal. Sebab, dengan jiwa heronya tersebut, mampu menjadi energi yang tak tertandingi. Siap tanggap di segala tempat, dan ringan tanpa beban dalam melewati rintangan. Modal tersebutlah yang pada hakikatnya mampu menjawab problematika negeri. Kebenaran memang harus diserukan, dan keburukan sudah selayaknya ditiadakan (amar ma’ruf nahi mungkar). Seperti halnya yang diungkapkan oleh Ketua KPK di acara talkshow Mata Najwa bahwa, menegakkan kebenaran adalah sebuah ibadah. Jadi hukumnya wajib seperti halnya ketika beribadah kepada Tuhan. (MetroTV, 3/ 1/13) Wallahu a’lam bi alshawab. (*)

Polemik Dana Pensiun DPR OLEH: MAHFUDH FAUZI Peraih Beasiswa Monash Institute dan aktivis HMI IAIN Walisongo Semarang ENYOAL tentang kemakmuran di Indonesia, tentu harus lebih jeli dan mendalam untuk menafsirkannya. Memang dalam hal perkembangan ekonomi sudah cukup membaik. Seiring perkembangan semasa tragedi 1998, perkembangannya tercatat 45% per tahun. Artinya, kemakmuran di masa mendatang adalah sebuah keniscayaan. Namun perlu diketahui pula, bahwa masa depan tiada yang mengetahui. Hanya saja manusia dapat melakukan usaha Planning untuk kemaslahatannya pribadi dan sosial. Disadari, dalam merealisasikan apa yang dicanangkan perlu adanya skill dan materi. Kedua hal tersebutlah merupakan komponen urgent dalam mencapai kemakmuran. Indonesia memang baru 67 tahun merdeka. Cukup rasional jika hal tersebut dijadikan sebagai alasan kenapa kondisi bangsa sedemikian rupa. Namun, jika sedikit menengok ke belakang, Indonesia merupakan negara macan yang cukup disegani. Artinya, kondisi sekarang bertolak belakang dengan masa lampau. Memang, hidup sekarang uang lah yang paling berkuasa. Sindrom kapitalis oleh kaum barat juga sudah merongrong di tulang putih dan larut di merahnya darah bangsa. Karena itu, usaha normalisasi perekonomian negara harus

M

dilakukan, tanpa ada campur tangan metode asing yang cenderung seperti lebah, depan madu belakang sengat. Karena itu, APBN sebagai operasional negara harus dikelola dengan baik. DPR ataupun birokrat negara tidak selayaknya mendapat dana pensiun. Toh upah semasa menjabat tidak sedikit. Lebih baik dana pensiun dialokasikan terhadap guru honorer, yang telah mengabdikan diri terhadap bangsa berupa jiwa dan raga. Bahkan langkah ini cukup adil. Walaupun ada juga guru yang mengalami disorientasi, namun hakikat guru memang baik. Bahkan, Imam Ghozali pun berasumsi bahwa pekerjaan paling mulia adalah guru. Sebab, mengingat kemiskinan yang masih melanda negeri ini, salah satunya faktor pendidikan lah yang menjadi dasar. Paska kemerdekaan saja hampir 94% warga negara buta huruf. Namun realita lambat tahun pendidikan sudah menjamah di berbagai elemen bangsa. Siapa lagi kalau bukan hasil dedikasi dan pengabdian dari sang pahlawan tanpa tanda jasa. Sesungguhnya alokasi dana pensiun untuk para wakil rakyat tidak masalah. Hanya saja “penggemukan” APBN harus dilakukan. Sebab, konsentrasi negara bukan hanya untuk satu arah, namun segala penjuru. Infrastruktur,

pendidikan, pertahanan, pertanian, perekonomian, atau sektor lainnya. Mungkin dengan cara pengelolaan kekayaan negara dengan baik sebagai wujud langakah riil. Dari segi sumber daya alam (SDA), sesuai dengan UUD 45 Pasal 33, selayaknya SDA dikelola negara dengan baik, tanpa ada campur tangan asing. Dari segi agama, Indonesia merupakan negara mayoritas Islam, yang mengenal zakat maal. Menurut dosen Ilmu Politik Pascasarjana UI Dr. Muhammad Nasih potensi harta zakat per tahun hampir Rp2,5 triliun. Oleh karena itu, cukup rasional jika kedua hal tersebut diatur dengan baik, demi kemakmuran bersama. Untuk sementara waktu alokasi dana pensiun untuk DPR tidak lah penting. Lebih baik dana lebih ditekan di APBN untuk menyuplai segala kebutuhan negara, tentu demi masa depan bangsa dan negara. Perlu disadari pula, konsentrasi negara tidak dengan kaca mata kuda. Di sisi lain banyak problematika, yang ketika proses penanggulangannya justru berlipat membutuhkan banyak dana. Apalagi kalau bukan pendidikan, yang pada dasarnya menjadi key of succes suatu peradaban. Dapat dipastikan, jika pendidikan mengalami disfungsi, maka negara pun akan mengalami keterpurukan. Memberantas tikus negara Sesungguhnya APBN negara memang gemuk dan sehat. Hanya saja, karena

Direktur Haluan Media Group: H Desfandri. Dewan Redaksi : H. Basrizal Koto, H. Desfandri, H. Hasril Chaniago, Zul Effendi, Yon Erizon, Indra Helmi, Ismet Fanany MD, Eko Yanche Edrie, Syamsu Rizal, Sekretaris Redaksi: Silvia Oktarice, Redaktur: Afrianita, Atviarni, Dodi Nurja, Nova Anggraini, Rahmatul Akbar. Asisten Redaktur: Devi Diani. Reporter Padang: Ade Budi Kurniati, Nasrizal, Perwakilan Bukittinggi: Haswandi (Plt Kepala), Syamsuardi S, Ridwan, Pariaman/Padang Pariaman: Dedi Salim, Trisnaldi, Payakumbuh/Limapuluh Kota: Zulkifli, Syafril Nita, Sri Mulyati, M Siebert, Pasaman:Atos Indria, Ahdi Susanto, Welina, Agam: Rahmat Hidayat, Kasra Scorpi, Padang Panjang: Iwan DN, Rian Syair, Tanah Datar: Yuldaveri, Emrizal, Aldoys, Pasaman Barat: Suryandika, M. Junir, Gusmizar, Pesisir Selatan: Sabrul Bayang, M. Joni, Haridman, Kabupaten Solok/Kota Solok: Syamsuardi Hasan, Riswan Jaya, Alfian, Almito, Marnus Chaniago, Solok Selatan: Icol Dianto, Sawahlunto: Fadilla Jusman, Sijunjung: Elfa Fuadiansyah, Azneldi, Dharmasraya: Maryadi, Ferry Maulana, Biro Jakarta: Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: Moralis, Biro Kepri: M Sahdan Tim Kerja Usaha: Efri Hanter (Kabag Sirkulasi), Yursil Masri (Manajer Keuangan), Andiyanto (Koord Sirkulasi), Yunasbi (Kabag Iklan), Tata Letak/Desain: David Fernanda, Nurfandri, Rahmi, Syamsul Hidayat, Jefli, HRD : Desmasari, Umum : Nurmi, Kasir : Desy, TI : Teguh. ,Pra Cetak : Sawal Marjuni HRP, Mai Hendri, Cetak : Mardianto (Koordinator), Afandi, Rudi Kurniawan, Jecky Jekcson. Haluan Media Group: CEO H.Basrizal Koto, Direktur: H Desfandri. Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Iklan dan Sirkulasi: (0751) 4488700, Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: haluanpadang@gmail.com, redaksi_haluan@yahoo.com, website: http/ harianhaluan.com, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp78.000, Harga eceran Rp3.500,- Tarif iklan: Tarif Iklan: Display FC halaman satu: Rp50.000/mm kolom, Display BW halaman satu: Rp35.000/ mm kolom, Display halaman dalam FC: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam BW: Rp17.500/mm kolom, Iklan SC :Rp25.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat FC: Rp15.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat BW: Rp10.000/mm kolom, Dukacita: Rp10.000/mm kolom, Iklan kolom (maks 300 mmk) FC: Rp15.000, Iklan Kolom (maks 300 mmk) BW: Rp10.000, Advertorial FC: Rp40.000/mm kolom, Advertorial BW: Rp25.000/mm kolom Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, Bank Nagari Cabang Utama Padang Rek No: 1008.0103.00009.1 PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http://www.harianhaluan.com

>> Editor : Syamsu Rizal

>> Penata Halaman : Irvand


6

KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

TAK SETUJU NOMOR URUT

Caleg Golkar ‘Pindah Kapal’ BATUSANGKAR, HALUAN – Gara-gara tidak setuju dengan nomor urut, Wali Nagari Sungai Tarab Tanah Datar, Ardi Siswa mengundurkan diri dari pencalonan legislatif DPRD Tanah Datar periode 2014-2019 dari Partai Golkar. Ardi “pindah kapal” untuk mencalonkan dirinya ke Partai Nasdem. Dia pindah lantaran tidak setuju di tempatkan di nomor besar, karena merasa optimis punya dukungan lebih banyak dibanding caleg lainnya. Dia berada di Dapil 2 yang meliputi Kecamatan Sungai Tarab, Sungayang, Salimpung dan Tanjung Baru. Ketua DPD II Partai Golkar Tanah Datar Zuldafri Darma dalam rapat finalisasi perbaikan persyaratan administrasi bakal calon yang akan di masukkan ke KPU, kemarin membenarkan pengundurkan diri caleg Partai Golkar dari Dapil 2 tersebut. Sekretaris DPD II Partai Golkar Anton Yondra dalam rapat tersebut menjelaskan, seluruh caleg dari Partai Golkar untuk legislatif DPRD Tanah Datar sudah lengkap administrasinya. Dia meminta agar semua caleg Partai Golkar tidak mempermasalahkan nomor urut karena nomor urut tidak menjamin kemenangan. Terkait pengunduran diri Wali Nagari Sungai Tarab dari caleg Partai Golkar, kata Zuldafri Darma adalah hal yang wajar dan biasa terjadi. Partai Golkar tidak mempermasalahkannya. Apalagi yang bersangkutan sudah membuang kata yang justru memojokkan dirinya sendiri. Bagi Partai Golkar, penetapan bakal calon legislatif dan nomor urut ditetapkan dengan berbagai pertimbangan yang obyektif. Bagi kader yang tidak menerima keputusan, tentu itu namanya tidak loyal. Dan partai tidak akan segan-segan untuk mencoret yang tidak loyal itu meski dia saat ini anggota DPRD baik tingkat propinsi maupun kabupaten dan kota sekalipun. Buktinya, ujar Zuldafri Darma, Elizar Ucok dan Z Dt. Putih anggota DPRD Tanah Datar dari Fraksi Partai Golkar juga “loncat pagar” karena tidak dicalonkan lagi di Partai Golkar akan segera di PAW, kata Epi yang juga ketua DPRD Tanah Datar menyampaikan. Menurut Zuldafri Darma, Partai Golkar sebagai partai besar tidak gegabah mengutus kader ke lembaga legislatif. Partai Golkar akan mengusulkan kadernya yang memiliki integritas, loyalitas dan santun serta dekat dengan masyarakat. Sebab, bagi Partai Golkar lembaga legislatif bukanlah “lapangan pekerjaan”, tetapi merupakan “lahan pengabdian” dalam memperjuangkan masyarakat serta memajukan kabupaten Luhak Nan Tuo, sebut Zuldafri Darma. (h/one)

PENGEMBALIAN PERBAIKAN DCS BEREBUT DI HARI TERAKHIR

Tiga Partai Tak Serahkan Bacaleg 100 Persen Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar menerima 760 bakal calon legislatif, hasil perbaikan Daftar Calon Sementara (DCS). Jumlah tersebut masih kurang, karena ada tiga parpol yang tak menyerahkan Bacaleg 100 persen PADANG, HALUAN – Dari 12 partai politik, ternyata masih ada tiga partai yang tidak melengkapi jumlah calegnya sampai 100 persen pada hari terakhir pengembalian perbaikan DCS, kemarin. Partai itu adalah PKS hanya menyerahkan 64 orang bacaleg, PBB 63 orang bacaleg dan PKPI 48 orang Bacaleg. Untuk penyerahan berkas perbaikan ini, KPU memberi waktu kepada partai untuk melengkapi berkas yang masih belum sempurna sampai pukul 00.00 WIB. Hal ini berdasarkan edaran KPU Nomor 355/KPU/V/2013 yang diterima KPU sekitar pukul 15.00 WIB. Dikatakan Ketua KPU Sumbar Marzul Veri, perbaikan ini seperti ada berkas yang tidak distempel atau yang belum terlegalisir. Surat edaran ini juga menegaskan, adanya bacaleg ganda yang ditemukan kembali, akan langsung dicoret

oleh KPU. Kemudian, jika ada partai yang mendaftarkan bacalegnya, sementara saat pertama kali, tidak ikut mendaftar, tidak akan diterima oleh KPU. Artinya, berkas yang diterima oleh KPU, hanya parpol yang pernah menyerahkan berkas pendaftaran sebelumnya. Terkait adanya kekurangan yang ditemui, seperti ditemukan bacaleg yang berstatus PNS dan bacaleg ganda, beberapa parpol sudah memperbaiki kesalahan tersebut. Untuk bacaleg yang PNS, menurut Koordinator Divisi Teknis KPU Sumbar Mufti Syarfie, beberapa calon yang masih berstatus PNS sudah menyerahkan bukti pengunduran diri. Sekretaris DPD Gerinda Sumbar Darmawi didampingi Wakil Sekretaris DPD Gerindra Sumbar Hidayat mengatakan, ditemukannya bacaleg ganda di partai Gerindra

KEMBALIKAN BERKAS — Tim KPU Sumbar menerima penyerahan berkas perbaikan parpol dari pengurus PAN. ENI karena kekurang hati-hatian partai. “Calon ini bukan pengurus partai, namun masyarakat yang masuk saat proses rekruitmen. Saat itu partai tidak mengetahui bahwa bacaleg yang bersangkutan, juga mendaftar di partai lain. Untuk calon yang mendaftar di partai lain ini, sudah kita coret,” jelas Darmawi, Rabu (22/5). Sementara itu, di KPU

Padang hampir semua parpol, menyerahkan perbaikan DCS caleg yang sebelumnya sangat banyak yang tak memenuhi syarat tersebut. Hanya PKS, Nasdem dan Hanura yang menyerahkan sehari sebelum deadline. Untuk Nasdem, juga bermasalah untuk kelengkapannya waktu itu sehingga harus melengkapi kembali. Menurut Ketua KPU Padang Alison. Rabu (22/5), mungkin sudah menjadi kebia-

saan pada Parpol untuk menunggu hari terakhir untuk pengembaian berkas ini. “Kami kalangkabut juga, melayani mereka. Hingga batas akhir pukul 16.00 WIB, sudah seluruhnya datang dan melakukan registrasi. Tapi, tidak semuanya selesai. Kami masih bekerja hingga malam memeriksa berkas parpol, apakah sudah cukup atau masih ada yang kurang,” katanya. (h/eni/ade)

JAFRINUR – INDRA SYARIF

Maju Calon Independen di Pilkada Padang PADANG, HALUAN – Setelah lama dinanti, akhirnya

Jafrinur dan Indra Syarif mengumumkan tekadnya maju

pada Pilkada sebagai pasa- apapun, maka kondisi Padang ngan calon walikota/wakil hari ini disebabkan karena walikota Padang. Pasangan salah urus. “Kota Padang itu dalam yang maju di jalur independen (perserorangan) ini mende- dokumen resmi nasional adaklarasikan diri, Rabu (22/5). lah sebagai pusat dagang di Kepada wartawan Rabu Sumatera bagian tengah, (22/5), di salah satu rumah sebagai pusat industri, pusat makan di Padang, deklarasi pariwisata dan pusat pendipasangan akademisi dan dikan,” kata Jafrinur yang juga pengusaha ini dihadiri kole- Dekan Fakultas Peternakan ganya. Pasangan yang juga Unand ini. Sementara sang calon merupakan kader Golkar ini mengaku mendapat dukungan wakil walikota, Indra Syarif penuh dari rekan seprofesinya akan memfokuskan diri pada di Unand, mantan birokrat, perbaikan layanan pada maspara mahasiswa, kalangan yarakat. Pelayanan cepat dan pengusaha dan basis tra- prima akan diterapkan. Terdisional di kampung halaman- utama pengurusan akte kelahiran anak, karena akte itu nya di Koto Tangah. Jika dipercaya mengem- adalah hak seluruh masban amanah sebagai kepala yarakat. (h/vie) daerah, mereka bertekad akan mengembalikan kejayaan Kota P a d a n g . Pembangunan ibu kota provinsi ini harus dilakukan sesuai dengan dokumen resmi nasional tentang tata ruang kota. PASANGAN calon walikota/wakil walikota Padang, Jafrinur Dengan tak me- dan Indra Syarif saat mendeklarasikan diri untuk maju pada nyalahkan si- Pilkada Padang mendatang. DEVI

>> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman: Syahrizal


SAMBUNGAN 7

KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

Puluhan Ribu Ikan Warga yang Mati di Keramba Segera Diganti Pemerintah PAINAN, HALUAN — Ikan keramba jaring apung yang mati mendadak di Muara Ampiang Parak, Kecamatan Sutera segera diganti. Benih ikan tersebut segera didatangkan ke Muara Ampiang Parak untuk mengisi keramba yang saat ini telah kosong agar warga tidak mengalami kerugian. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pessel Edwil Noer Rabu (22/5) menyebutkan, penggantian ikan akan dilakukan secepatnya. Yang jelas petani ikan membuat berita acara bahwa ikan mereka mengalami kematian. Dan ikan pengganti tetap dengan jenis yang sama yakni ikan nila air payau. “Sebelum ikan dimasukkan ke keramba warga, ikan tersebut di payaukan dulu. Benih ikan akan mengalami masa karantina agar bisa menyesuaikan diri dengan air payau. Tujuannya agar ikan tidak mengalami kematian lagi,” jelasnya. Disebutkannya, Pesisir Selatan fokus untuk mengembangkan ikan budidaya termasuk jenis ikan nila. “Artinya agar masyarakat tidak merugi, pemerintah melalui pihak ke tiga segera mengganti ikan yang telah mengalami kematian mendadak di Muara Ampiang Parak,”

katanya. Seperti dilansir Haluan Rabu (22/5), sekitar 20 ribu ikan jenis nila milik petani keramba di Muara Ampiang Parak mati mendadak pada hari Sabtu (18/5) hingga Minggu (19/5). Puluhan ribu ikan seukuran dua jari tersebut tampak mengambang dalam keramba jaring apung milik warga. Kondisi ikan sudah tampak memutih. Di muara Amping Parak saat ini terdapat sekitar 30 kotak keramba jaring apung, dimana setiap sepuluh kotak berada dalam satu kerangka keramba besar. Walinagari Amping Parak Bustami menyebutkan, ia telah mendapat laporan dan melaporkan ke pemerintah kabupaten terkait matinya puluhan ribu ikan di keramba. “Saat mendapat laporan bahwa telah terjadi kematian pada puluhan ribu ikan di Muara Amping Parak saya langsung meninjau lokasi, lalu setelah itu memberikan laporan,” katanya. Menurut Bustami, matinya puluhan ribu ikan milik warga diduga bukan akibat keracunan, akan tetapi akibat gagalnya ikan tersebut beradaptasi dengan lingkungan Muara Amping Parak.

“Kenapa saya katakan bukan keracunan, soalnya jenis ikan lain yang ada di Muara Amping Parak tidak mengalami kematian, kecuali kan jenis nila tersebut,” katanya. Sementara itu Novendra Arianto (38), salah seorang pemilik keramba jaring apung di Amping Parak menyebutkan, ia mengetahui ikannya mati pada Sabtu pagi. Pada saat itu, ikan miliknya tidak satupun yang hidup. Senada dengan Bustami, Novendra Arianto juga menduga kematian ikannya bukan keracunan. “Beberapa hari terakhir air pasang terbilang besar, sehingga dengan meningkatnya air pasang juga menyebabkan meningkatnya kadar garam di Muara Amping Parak. Akibat perubahan kadar garam air muara, ikan ikan yang dipelihara masyarakat menggunakan keramba tidak bisa menyesuaikan diri,” katanya. Disebutkan Novendra, ikan nila yang dipelihara masyarakat adalah jenis ikan yang hidup di air payau. Namun akibat kadar garam beberapa hari terakhir di Muara Amping Parak meningkat, maka ikan gagal beradaptasi dengan kondisi air yang baru tersebut. (h/har)

80 Rumah ...................... Dari Halaman. 1 tertimbun pasir sehingga menghambat jalur transportasi menuju Muaro Pantai Sasak. Jika dibiarkan maka ratusan rumah warga yang ada di Sasak akan dihantam abrasi. Menurut bupati, pihaknya saat ini telah memberikan bantuan sebagai penanganan awal. Diantaranya adalah telah menyediakan posko bencana di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sehingga bantuan yang diberikan bisa disalurkan dengan cepat. Pihaknya juga telah menyalurkan bantuan berupa 2 ton beras, mie instan 1.600 buah, kecap sebanyak 240 botol, dan sarden 1.200 kaleng. Pemkab Pasbar sudah kewalahan menangani musibah abrasi pantai ini. “Kita mengharapkan agar pemerintah pusat melalui BNPB memperhatikan masalah ini karena menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar Baharuddin. Dia mengatakan untuk tahap awal warga yang rumahnya menga-

lami rusak berat telah diungsikan ke halaman kantor Camat Sasak. Selain itu pihaknya juga sedang mencarikan lahan seluas 5 hektar untuk membangun rumah penampungan bagi warga yang terkena musibah. ”Saat ini yang perlu penanganan adalah sekitar 9 kepala keluarga dan kita akan mencarikan solusinya. Namun, untuk merelokasi warga yang ada di tepi pantai semuanya maka diperlukan bantuan pemerintah pusat,”ujarnya. Untuk itu, katanya, peran pemerintah pusat dan provinsi sangat dibutuhkan karena jika dibiarkan maka Nagari Sasak setengahnya akan terbenam dihantam abrasi pantai. Pihaknya juga menyayangkan pembangunan batu grib yang ada saat ini, yang dikerjakan salah satu rekanan provinsi Sumbar, pembangunannya tidak sesuai dengan harapan karena diduga banyak penyelewengan dalam pengerjaannya.

“11 batu grib itu tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Selain batunya kecil-kecil juga banyak memakai tanah dan pasir sehingga tidak bisa menahan hantaman ombak. Saya melihat pengerjaan proyek batu grib itu diduga banyak korupsinya sehingga dengan mudah dihantam abrasi,”ujar Baharuddin. Untuk itu, dia mengharapkan agar pembangunan batu grib itu dievaluasi ulang sehingga musibah abrasi pantai tidak terus terjadi. Camat Sasak, Yaswirman menambahkan abrasi pantai itu juga mengakibatkan nelayan yang ingin melaut terganggu karena banyak pohon pinus dan cemara bertumbangan. Sehingga pukat nelayan banyak yang tersangkut sehingga mengganggu ekonomi warga karena banyak jaring ikan nelayan yang rusak. “Selain itu sekitar 2 kilometer jalan tertimbun pasir sehingga akses jalan menuju Pantai Sasak yang dijadikan destinasi wisata terganggu,”katanya. (h/nir)

Irman Gusman ................ Dari Halaman. 1 Dalam pemaparan dan diskusi yang dipandu PresidenUsindo (United States – Indonesia) Ambassador David Merill, Irman memberikan perspektifnya dalam bahasa Inggris yang lancar mengenai politik dan demokrasi Indonesia pasca-Reformasi 1998. Ketikamenyampaikan pengantarnya, David Merillm emperkenalkankepada forum Usindo bahwa Irman Gusman adalah seorang tokoh dan pemimpin Indonesia yang telah diundang oleh KetuaUmum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengikuti konvensi calon presiden dari partai pemenang Pemilu 2009 itu. Di depan forum Usindo, Senator asal Sumatera Barat ini menjelaskan, bahwa tahun 2013 ini Indonesia berada dalam”tahun politik” menyongsong Pemilu 2014. Selain akan memilih 560 anggota DPR dan 132 anggota DPD dari 33 provinsi, Pemilu 2014 dipastikan akan menghasilkan seorang presiden baru bagi Indonesia. “Karena dibatasi oleh konstitusi, Presiden SBY akan mengakhiri masajabatannya yang kedua tahun 2014, dan setelah itu Indonesia dipastikan akan memiliki pemimpin nasional yang baru,” kata Irman. Usindo adalah sebuah lembaga non-pemerintah yang memiliki misi mempererat hubungan Amerika dan Indonesia. Didirikan pada tahun 1991 oleh Edward Master, mantan Duta Besar AS di Indonesia, Usindo beranggotakan para diplomat, tokohpolitik, akademisi, aktivis, dan pengusaha Amerika yang mempunyai hubungan dengan Indonesia. Mereka selalu peduli bagi peningkatan hubungan Amerika dengan Indonesia, arena itu secara teratur terus melakukan pengkajian dan pengamatan terhadapsetiap perkembangan yang terjadi di Indonesia. Usindo dikenal sebagai kelompok yang mempunyai akses kepada pengambil keputusan di pemerintah maupun Kongres Amerika yang berkaitan dengan kebijakan mengenai berbagai aspek hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat. Irman Gusman diundang khusus oleh Usindo untuk menyampaikan persepektifnya mengenai perkembangan politik danmasa depan demokrasi di Indonesia menjelang Pemilu 2014. Tokoh Indonesia yang pernah diundang menyampaikan ceramah dan berdiskusi di Forum Usindo antara lain adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan KetuaUmum DPP GolkarAburizal Bakrie. Ketika tampil di depan “Usindo

Special Open Forum Luncheon” di Cosmos Club, Massachusetts Avenue No. 2121, Washington DC, Ketua DPD RI Irman Gusman didampingi oleh Duta Besar RI untuk AS Dino Patti Djalal. Hadir pula pengusaha nasional Hasjim S. Djojohadikoesoemo (adik kandung Probowo Subianto) yang juga salah satu anggota board of trusteeUsindo. Dari Indonesia ikut menyertai Ketua DPD empat anggota masingmasing Aidil Fitri Syah (Sumsel), GK Ratu Ayu Koes Indriyah (Jawa Tengah), Bahar Ngitung (Sulawesi Selatan), dan Ella Giri Komala (Jawa Barat). Pemantapan Demokrasi Dalam pemaparan selama 30 menit Irman menjelaskan proses demokrasisasi yang terjadi di Indonesia pasca-Reformasi 1998. Irman menyebutkan, lembaga DPD yang kini dipimpinnya lahir sebagai bagiandari agenda reformasi yang berkaitan dengan pelaksanaan sistem desentralisasi pemerintahan dan otonomidaerah. DPD lahir untuk menyalurkan aspirasi dan kepentingan daerah sebagai pengimbang (balanced) dari DPR yang merupakan lembaga perwakilan rakyat melalui partai politik. “Keberadaan DPD adalah untuk menjaga ke-Indonesiaan yang bhinnekatunggalika dan penjaga keutuhan NKRI,” katanya. Selama delapan tahun keberadaannya, diakui IrmanDPD belum bisa menjalankan fungsi dan wewenangnya secara optimal karena masih mencari format hubungan kerjasamanya dengan DPR dan Presiden sebagai pembuat undangundang. Namun dengan keluarnya Putusan Mahkamah Konstitusi tanggal 27 Maret 2013, yang menyatakan bahwa DPD, DPR dan Presiden mempunyai kedudukan yang setara dalam proses legislasi (pembuatan undang-undang), DPD kini sudah mempunyai kedudukan yang tegas sesuai wewenangnya yang diberikan oleh konstitusi. Berkaitan dengan Pemilu2014 yang juga akan memilih presiden baru Indonesia untuk periode 20142019, dikatakan Irman akan berlangsung dengan lancar dan tidak akan mengganggu stabilitas politik dan keamanan Indonesia. Sejak Reformasi 1998, jelas Irman, Indonesia telah melaksanakan tiga kali pemilu legislatif sistem multipartai yang demokratis, dan dua kali pemilihan presiden langsung oleh rakyat. Baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden, jelas Irman, telah berlangsung secara demokratis dan lancar tanpa

ada gangguan yang berarti. Karena itu, katanya,Pemilu 2014 sebagai pemilu legislatif yang keempat serta pemilu presiden langsung yang ketiga pasca-Reformasi, akan berjalan denganlebihbaik lagi. “Memang belum bisa dibandingkan dengan Amerika yang sudah lebih 200 tahun membangun demokrasinya. Tapi saya bisa tegaskan bahwa transisi kekuasaan, khususnya pergantian presiden, padaPemilu 2014 akan berjalan dengan baik. Kami masih dalam tahap pemantapan demokrasi,” tegasnya. Pernyataan yang tegas itulah yang nampaknya ditunggu oleh forum Usindo tersebut, sehingga di akhir pemaparan perspektifnya Irman Gusman mendapat tepuk tangan yang meriah dari para hadirin. Menurut seorang anggota Usindo, dari forum terbuka yang diadakan Usindo sebelumnya, “Usindo Spesial Open Forum” yang mengundang Irman Gusman terbilang paling ramai.Dalam forum sebelumnya, termasuk ketika menghadirkan Aburizal Bakrie tahun 2011, banyak kursi undangan yang kosong. Pada forum yang diadakan hari Selasa (Rabu WIB) kemarin, hampir tidak ada kursi yang kosong. Selain menghadiri undangan Usindo untuk menyampaikan perspektifnya mengenai masa depan demokrasi Indonesia, Ketua DPD Irman Gusman dan empat anggota DPD yang mendampinginya juga melakukan pertemuan dan pembicaraan dengan Senator dan anggota Kongres Amerika. Hari Senin (Selasa WIB) bertemu dengan Senator Sherrod Brown (Demokrat-Ohio) yang menggantikan kursi Senator Barack Hussein Obama. Sedangkan hari Selasa (Rabu WIB) bertemu dengan Senator Michel Bennet (DemokratConnecticut), dan anggota Kongres Jim McDermott yang juga menjabat Ketua Kaukus Indonesia pada Kongres Amerika. Setelah mengadakan ramah tamah dengan masyarakat Indonesia di Washington DC dan sekitarnya, hari Rabu petang (Kamis WIB) delegasi DPD RI yang dipimpin Irman Gusman bertolah ke Moskow, Rusia, untuk menandatangani kerjasama dengan Duma (Senat) Republik Federasi Rusia. Selain itu juga diagendakan mengadakan pertemuan dengan Wakil PM Rusia, Presiden Direktur Russian Railways (Perusahaan Kereta Api Rusia), dan ramah tamah dengan masyarakat Indonesia yang tinggal di Moskow. (h/hc)

TEMUAN RSUP M DJAMIL

Kartu Jamkesmas Dipalsukan PADANG, HALUAN — Pembagian kartu Jamkesmas di Padang masih menyisakan masalah lain. Kartu yang diberikan dari Pemerintah Pusat itu dipalsukan dan diduga digunakan oleh mereka yang tidak mendapatkan pembaruan kartu Jamkesmas dan di salahgunakan oleh oknum yang tidak ingin membayar biaya perewatan dan pengobatan. Kasus pemalsuan Jamkesmas ditemukan di RSUUP M Djamil Padang kemarin, (23/5). Hal ini disampaikan oleh Kepala TURP RSUP M Djamil Padang Chaterina Welong kepada Wartawan . Menurut Welong, motif pemalsuan dengan melakukan scaning kartu penerima Jamkesmas, dan mengganti dengan namanya. Selain

itu dipres dengan plastik pres se akan menyerupai, kartu jaminan kesehatan yang baru, yang dikeluarkan sejak Maret lalu. Chaterina Welong juga menjelaskan, pemerintah sudah memperbarui data penerima jaminan kesehatan. Meski kartu baru sudah mulai berlaku sejak 1 Januari 2013 lalu, tapi kartu Jamkesmas yang

lama masih berlaku hingga akhir Februari 2013 lalu. “kartu jaminan Kesehatan yang baru resmi digunakan sejak 1 maret lalu, “ ujar Welong. Welong juga mengatakan, memang sebelumnya kartu lama masih dapat digunakan, selama bulan JanuariFebruari waktu transisi, namun pada 1 Maret lalu pasien Jamkesmas sudah wajib menggunakan kartu jaminan kesehatan baru. Menaggapi hal itu Direktur utama RSUP M Djamil Padang, Aumas Pabuti mengatakan, pihaknya akan menyelidiki kasus ini, dan kenapa hal ini bisa terjadi. “Jika pasien yang memalsukan kartu ini benar benar miskin, kita akan carikan jalan keluarnya, namun jika hanya untuk mencri keringananan kita akan proses, “ katanya. (h/hri)

DPR dan ....................... Dari Halaman. 1 Ketua Bawaslu Muhammad mengatakan, keberadaan pengawas pemilu di tiap TPS diharapkan bisa menjawab permasalahan guna menghindari terjadinya kecurangan dalam pengitungan suara. “Problem mendasar kita mudahmudahan setiap TPS ada pengawas pemilu, itu yang paling aman dan efektif mengamankan formulir C1 sebagai data yang paling valid pada hari itu,”jelasnya. Ia menambahkan, jika formulir C1 tidak bisa pengawas pemilu

mendapatkan maka akan ada kesulitan untuk menghubungi saksi partai yang juga sudah mendapatkan itu. “Semoga dengan adanya keputusan politik hari ini, ada petugas pemilu yang kami sebut mitra pemilu yang akan menjemput dan mengamankan formulir C1, dan memastikan angkanya sama seperti yang dipegang oleh KPPS, saksi partai dengan yang dipegang oleh pengawas pemilu, insya Allah,” kata Muhammad.

Terkait keberadaan pengawas di setiap TPS tersebut, Komisi II DPR meminta kepada Bawaslu untuk melengkapi persyaratan dan permohonan dalam pembicaraan pendahuluan dalam RAPBN Tahun Anggaran 2014. “Kita minta Bawaslu untuk melengkapi persyaratan dan permohonan untuk dibacarakan dalam pembahasan RAPBN 2014,” kata Ketua Komisi II DPR Agun Gunanjar ketika membacakan kesimpulan rapat. (h/sam)

Pasar Terbakar ............... Dari Halaman. 1 Jumlah kerugian belum bisa diketahui. Diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Kebakaran ini menimbulkan berbagai spekulasi masyarakat dan dijadikan komunitas politik. Pasalnya sejak beberapa waktu belakangan ini pasar Padang Panjang tengah dalam gonjang-ganjing untuk dibangun. Sejumlah SMS sesaat setelah kebakaran mulai bermunculan. Mereka menuding kebakaran ini ada unsur kesengajaan sebab rencana pembangunan pasar yang sudah digagas sejak tahun 2007 yang lalu masih belum terealisir. Bahkan beberapa calon walikota bersama tim suksesnya termasuk bakal calon legislatif juga datang ke lokasi kebakaran guna memberikan bantun langsung kepada pedagang yang ditimpa musibah kebakaran Kapolres Kota Padang Panjang AKBP Sofyan Hidayat kepada wartawan belum bisa menjelaskan penyebab kebakaran secara pasti. Pihaknya akan melakukan penye-

lidikan. “ Kita akan menyelidiki asal api dan penyebab kebakaran “ kata Sofyan Hidayat. Menurut catatan Haluan, Pasar Padang panjang sudah berkali-kali terbakar. Hampir seluruh los dan kios di pusat pasar yang dulu dinamakan Pasar Serikat Padang Panjang Batipuh X Koto sudah terbakar dalam waktu yang berbeda. Namun karena belum ada kesepahaman antara pedagang dengan Pemko Padang Panjang terkait harga, hingga kini rencana itu belum terwujud. Sehingga pedagang memanfaatkan puing kebakaran itu untuk berdagang dengan mendinding tiang-tiang bangunan lama yang masih tersisa yang juga rentan terhadap kebakaran. Tanggap Darurat Atas musibah kebakaran itu, pemerintah daerah mengumumkan masa tanggap darurat. Wawako Padang Panjang Ir Edwin mengatakan, masa tanggap darurat akan diberlakukan hingga satu minggu ke depan.

“Kita mengimbau seluruh pedagang yang menjadi korban kebakaran, untuk selalu sabar dan tabah dalam menghadapi musibah tersebut. Insya Allah, pemerintah daerah akan segera mendistribusikan bantuan,” kata Edwin didampingi Sekdako Budi Harianto, Asisten II Sonny Budaya Putra dan Kepala Kantor Pasar Faisal. Untuk posko penanganan bencana kebakaran ujar Edwin, selanjutnya akan dipusatkan di Kantor Pengelola Pasar dengan masa tanggap darurat terhitung mulai 22 hingga 29 Mei mendatang. Untuk korban kebakaran, juga akan ada bantuan dari Pemko Padang Panjang melalui Dinas Sosial setempat. “Sampai saat ini, kita masih mendata kerugian dari peristiwa kebakaran tersebut. Kita juga meminta kepada pasangan calon wako/ wawako, untuk tidak mempolitisir peristiwa tersebut, termasuk juga provokasi dari pihak media,” harap Edwin. (h/one.yan)

KPK Sita....................... Dari Halaman. 1 sebelah Mazda CX9 (yang sudah disita KPK),” kata Johan. Penyitaan mobil Alphard ini berlangsung lancar tanpa gangguan seperti pada penyitaan sebelumnya. “Tidak ada yang tidak kooperatif. Baru setengah jam lalu sampai sini (KPK),” tambah Johan. Sebelumnya KPK telah menyita enam mobil mewah dari kantor DPP PKS. Keenam mobil tersebut diduga berkaitan dengan pencucian uang Luthfi Hasan Ishaaq. Gadis Belia Sementara itu, KPK juga menyebut nama baru untuk saksi kasus dugaan suap impor daging dan pencucian uang, dengan tersangka Luthfi Hasan Ishaaq. Darin Mumtazah, gadis belia yang masih duduk dibangku kelas 3 SMK sudah dua kali dipanggil KPK. Tapi Ibunda Darin yang biasa disapa Ummi, saat ditemui di rumahnya di kawasan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, membantah isu tentang anaknya memiliki hubungan dengan mantan Presiden PKS itu. “Saya tidak tahu soal istri siri. Saya juga tidak kenal sama Pak Luthfi. Kalau berita bicara seperti itu, jangan gampang percaya,” ujarnya. Dia bahkan menegaskan bahwa Luthfi Hassan tidak pernah mendatangi rumahnya. Rumah yang ditempati Darin dan keluarganya saat ini terlihat kosong. Lampu depan rumahnya juga tidak dihidupkan, pintunya terkunci rapat. Tujuan Ummi datang ke rumah

kontrakan ini hanya untuk memberi makan hewan peliharaannya. “Mau kasih makan kucing, sudah pada kelaparan. Di sini ada orang yang tinggal, enggak pernah sepi, cuma hari ini sedang pergi,” katanya Sedakan Wasekjen PKS, Fahri Hamzah menuding KPK ingin menghancurkan moral Luthfi Hasan Ishaaq melalui seorang wanita muda, Darin Mumtazah. Menurut Fahri,tindakan itu dilakukan KPK untuk memenangkan opini publik. Sehingga, setelah moral Luthfi hancur di mata masyarakat, baru KPK melakukan proses hukum. “Itu bagian dari festival KPK. Dia menangkan dulu opini publik, disinggung, moral hancur, lalu masuk ke hukum. Karena mau menghukum orang dihancurin dulu moralnya,” kata Fahri. Namun teka-teki hubungan antara Luthfi dan Darin Mumtazah (DM) mulai terkuak. Suyitno, seorang petugas keamanan di tempat tinggal DM , di Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, mengaku, ibunda DM memperkenalkan Luthfi kepadanya sebagai suami DM. Luthfi dan DM juga diketahui tinggal sekamar di rumah itu. Kepada Kompas.com, Rabu , Suyitno menceritakan, istrinya bekerja di rumah itu sebagai pembantu rumah tangga. Suatu hari, sekitar bulan November 2012, ia pernah dipanggil istrinya untuk memijat seseorang yang ia kenal wajahnya sama dengan Luthfi di rumah itu. Saat itu, ibunda DM, yang akrab disapa Umi dan ayah DM, Ziad,

memperkenalkan orang itu sebagai suami DM. Suyitno tidak tahu kalau pria yang dipijatnya itu adalah Presiden PKS. Ia juga tak ambil pusing dan menyelesaikan tugasnya memijat. “Saya enggak mau nanya macammacam saja. Enggak enak hati mau nanya-nanya,” lanjutnya. Sesaat sebelum pijat, tutur Suyitno, Luthfi memanggil DM dengan sebutan “Mah”. “Saya dengar, si Luthfi manggil, ‘Mah ada minyak kayu putih enggak buat papah pijat’. Enggak lama si DM datang, ‘ini Pah minyaknya’, gitu,” ujarnya. Menurut Suyitno, berdasarkan keterangan istrinya, saat itu Luthfi sudah menginap satu malam di rumah itu. “Dia (Luthfi) rupanya sudah satu malam di situ, tinggalnya sekamar dengan DM di kamar lantai bawah. Istri saya juga ngomong itu,” ujar Suyitno. Di dalam rumah dengan luas sekitar 300 meter persegi dan berlantai dua tersebut, terdapat enam kamar. Tiga kamar di lantai bawah dan tiga lantai lagi di lantai atas. Namun, hanya kamar di lantai bawah yang digunakan untuk tidur. Satu kamar digunakan untuk memelihara kucing, satu kamar untuk orangtua DM, dan satu kamar lainnya digunakan untuk DM serta Luthfi. Suyitno menduga Luthfi dengan DM memiliki hubungan khusus selayaknya orang yang tengah dimadu asmara. Berdasarkan pengamatannya saat ia memijat Luthfi, DM dan Luthfi pun kerap saling memanggil dengan “Pah dan Mah.” (h/kcm/dn/vvn)

>> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

>> Penata Halaman : David Fernanda


8

KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H


KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

9

SEKDA SYAFRIL BASYIR

Dinas Pasar agar Segera Bebaskan Iwapi PADANG, HALUAN—Pemerintah Kota (Pemko) Padang meminta, agar Kepala Dinas Pasar Kota Padang yang baru Hendrizal, segera menyelesaikan persoalan pembebasan lahan Pasar Iwapi. Pasalnya, sampai kini masalah lahan Iwapi itu belum juga tuntas.

MENCABUT RUMPUT— Sejumlah pegawai Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Padang, sedang mencabut rumput liar yang tumbuh di sepanjang trotoar di Jalan Dr Hamka, Kota Padang, Rabu (22/5). Hal tersebut dilakukan untuk meraih kembali penghargaan Adipura yang pernah lepas dari Kota Padang.

“Saya harapkan, Kepala Dinas Pasar Kota Padang yang baru Hendrizal mampu menyelesaikan persoalan Pasar Iwapi itu,” kata Sekda Kota Padang, Syafril Basyir kepada Haluan, Rabu (22/5). Ia sangat menyayangkan, persoalan Pasar Iwapi belum juga menemukan titik temunya hingga kini. Penyebabnya karena harga yang terlalu tinggi diminta pedagang. Harga itu tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh penilai tim independen.

AMIR

LINGKAR Pemuda Aia Cama Gelar Pendidikan Politik PADANG, HALUAN—Pendidikan politik bisa dilakukan oleh siapa saja. Baik dilakukan pemerintah, penyelenggara pemilu, partai politik, ataupun masyarakat termasuk kelompok pemuda. Hal itu pulalah yang dilakukan Persatuan Pemuda Aia Cama dan sekitarnya (Perpas) sejak beberapa hari belakangan ini. Setiap hari Minggu, mereka menggelar senam pagi bersama. Saat pelaksanaan senam pagi itu, diperkenalkanlah para calon-calon kepala daerah atau calon Walikota Padang yang berencana maju dalam Pilkada nanti. “Jadi para calon itu kita kenalkan pada warga yang ikut senam tiap hari. Siapapun boleh datang, karena kita tak pernah menyuruh masyarakat harus pilih orang ini atau harus orang pilih calon lain. Artinya, masyarakat mengenal lebih dekat, soal pilihan terserah masyarakat. Intinya, jangan sampai memilih kucing dalam karung,” ucap Ketua Pemuda Aia Cama dan sekitarnya, Ilmi Mukhsim, kemarin. Disebutkannya, mereka yang datang tak diundang, tapi datang sendiri. Selain itu juga tidak dipungut biaya, bahkan segala makanan dan minuman disediakan oleh para pemuda. “Jadi jangan dikira para calon itu menyumbang. Tidak dibenarkan akan hal itu, bahkan beberapa orang calon yang datang juga heran dan selalu tanya apa yang bisa dibantu untuk kelurahan atau pemuda. Kita katakan tidak ada yang perlu dibantu, warga hanya ingin kenal siapa yang akan dipilihnya,” ujarnya.(h/rud)

“Namun, Pemko Padang tetap optimis dan akan terus benegosiasi dengan pedagang,” kata Syafril Basyir. Ia juga mengatakan, jika harga yang diminta pedagang mendekati harga yang sesuai penilaian Pemko Padang, besar kemungkinan persoalan Pasar Iwapi dapat dituntaskan. Dikatakan, mestinya masalah Pasar Iwapi ini sudah bisa diselesaikan dan tidak berlarut-larut. Apalagi anggaran ganti rugi sudah dialokasikan pada APBD 2012 sebesar

POSKO ANTI DO

Putus Sekolah karena Nakal akan Dibina PADANG, HALUAN—Usai pembentukan Posko Anti Drop Out (DO) untuk menampung anakanak yang putus sekolah, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pendidikan telah membentuk Perwako sebagai payung hukumnya. Sumber daya manusianya (SDM) yang akan menggerakkan Posko Anti DO juga telah dipersiapkan. Sedangkan sumber dananya berasal dari Baznas Kota Padang. Kepala Dinas Pendidikan, Indang Dewata kepada Haluan Rabu (22/5) mengatakan, untuk mencari anak yang putus sekolah ini, maka Dinas Pendidikan akan mendatanya dimulai dari usulan masyarakat yang disampaikan kepada RT, RW, kelurahan dan diteruskan ke kecamatan. Laporan dari kecamatan nantinya akan diverifikasi lagi oleh Dinas Pendidikan. Anakanak putus sekolah itu akan discreening. Mereka nantinya akan dibagi menjadi 2 kelompok. “Kita akan kelompokkan anak putus sekolah ini menjadi 2 kelompok. Jika anak tersebut berhenti sekolah karena masalah ekonomi, maka si anak akan langsung disekolahkan ke sekolah terdekat di tempat tinggalnya.

Uang sekolah dan pakaiannya akan dibantu Baznas,” katanya. Jika si anak sudah cukup lama menganggur, mungkin tidak bisa langsung masuk sekolah. Maka perlu dilakukan proses remedial dan readtalk. Untuk remedial dan readtalk ini, anak akan diingatkan kembali dengan pelajarannya dan akan dilakukan ujian secara tertulis maupun lisan. Jika hasilnya baik, si anak bisa ditempatkan di kelas yang sama ketika ia DO. Akan tetapi kalau hasil ujiannya jelek, maka akan ditempatkan satu kelas di bawahnya. Sementara anak yang DO karena nakal, bandel atau malas, pihaknya akan memberikan pembinaan dulu. Diharapkan selama pembinaan, terajdi perubahan sikap dan perilaku. Kemudian baru dikembalikan ke sekolah. “Diharapkan, dengan adanya program Posko Anti DO ini, Human Development Indeks (HDI) Kota Padang akan lebih baik dibanding sebelumnya. Sekaligus program ini dapat meningkatkan angka partisipasi belajar siswa, sehingga tidak ada masyarakat yang menganggur,” terang Indang. Untuk dananya dipatok pero-

rang sekitar Rp1,4 juta/tahun dan akan diusulkan pembiayaannya ke Baznas. “Untuk pendidikan anak akan ditanggung Baznas. Tetapi SDM, seperti tenaga pengajar serta sarana dan prasarana akan diakomodir oleh Dinas Pendidikan. Anggaran ini, akan diusulkan pada APBD perubahan untuk jam mengajar tambahan guru. Direncanakan sekitar Rp50 juta untuk tahun pertama yang dimulai pada tahun ajaran baru,” kata mantan Kepala Bapedalda Kota Padang ini. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang Muharlion mengatakan, pihaknya sangat mendukung pencanangan Posko Anti

DO ini. Program ini sudah menjadi program pemerintah pusat dan diikuti oleh daerah. Dalam hal ini Padang yang telah mencanangkan program ini. Pasalnya, dengan adanya posko ini maka diharapkan memang tidak akan ada lagi anak yang putus sekolah ketika masa wajib belajar sembilan tahun ini. “Kalau b i s a proses pen dataannya dilakukan dengan terbuka, dengan sosialisasi secara gencar hingga ke tingkat RT/RW. Dengan sosialisasi yang gencar, diharapkan seluruh orang punya akses informasi dan tidak ada lagi anak putus sekolah di Kota Padang ini,” kata kader PKS itu. (h/ade)

Rp4,5 miliar. Ternyata sampai akhir 2012, dana tersebut tak juga terserap dan akhirnya menjadi Silpa. Masalah Pasar Iwapi ini berlarut-larut karena tidak adanya komunikasi yang rutin antara pedagang dan Dinas Pasar. Sebab, untuk menyelesaikan masalah yang paling penting itu adalah pendekatan emosional. “Untuk itu, saya minta Dinas Pasar segera menuntaskan persoalan Pasar Iwapi ini,” tegasnya. Sedangkan mantan Kepala Dinas Pasar Tasril Tasar mengatakan, harga yang dialokasikan Pemko Padang tidak sesuai dengan keinginan pedagang yang meminta ganti rugi Rp38 miliar. Karena itu sampai kini tidak ada titik temunya. “Padahal yang menetapkan nilai sebesar Rp4,5 miliar itu adalah tim independen bukannya Dinas Pasar. Bila sepakat, maka ganti rugi pedagang Pasar Iwapi itu bisa dilakukan 18 Desember 2012 lalu,” katanya. Sedangkan Kepala Dinas Pasar Kota Padang yang baru Hendrizal mengatakan, akan mempelajari persoalan Pasar Iwapi ini, karena dia baru saja dilantik. “Saya akan koordinasi dengan BPBD Kota Padang dan Disperindagtamben, guna mengatasi persoalan Pasar Iwapi ini,” ujarnya. Anggota Ko-misi II DPRD Kota Padang Bidang Pasar, Roni Chandra mengatakan, persoalan ganti rugi pedagang Iwapi hendaknya segera dituntaskan. “Ganti rugi untuk pedagang Iwapi itu sudah sesuai dengan penelitian dari tim independen sehingga memiliki kekuatan hukum dan dapat dipertanggung-jawabkan,” kata kader Demokrat ini. Ia mengharapkan, pendekatan emosional sangat diperlukan dalam menyelesaikan persoalan pasar ini. Sebab, masalah pasar tidak semudah yang dibayangkan. (h/ade)

Baliho PDAM Bergambar Azhar Latif akan Ditarik PADANG, HALUAN—Pada beberapa sudut kota, terpampang baliho milik Azhar Latif. Meski sudah tidak menjabat sebagai Dirut PDAM, tetapi di baliho masih tertulis dengan jelas jabatannya Direktur Utama PDAM. Berbagai pendapat pun bermunculan. Salah satunya tanggapan dari DPRD Kota Padang. Mereka meminta agar baliho Azhar Latif yang masih mencantumkannya sebagai Dirut PDAM Kota Padang, segera ditarik dan diturunkan. Pasalnya, baliho tersebut diduga dimanfaatkan untuk kampanye Azhar Latief. “Saya minta, baliho Azhar Latief yang kini masih terpampang dan tersebar luas di Kota Padang, agar ditarik. Karena tidak sepantasnya memanfaatkan PDAM sebagai ajang kampanye,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Padang Erison kepada Haluan, Rabu (22/5). Ia juga mengatakan, Panwaslu harus bersikap tegas dengan segera menurunkan baliho tersebut. Jika tidak juga ditarik, maka DPRD yang akan mengambil sikap. Hal yang sama juga disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Padang,

Roni Chandra. Menurutnya, baliho tersebut diduga sebagai media kampanye karena diketahui bahwa Azhar Latief juga maju pada pemilihan walikota Padang. Namun tidak etis jika masih mengatasnakan sebagai Dirut PDAM. “Untuk itu, DPKA harus mengambil tindakan jika dikaitkan dengan pemasukkan bagi daerah,” katanya. Sedangkan Kepala DPKA Kota Padang Syahrul mengatakan, tidak bisa menjawabnya karena yang berhak menurunkan baliho Azhar Latief adalah pihak PDAM. “Jika PDAM memasang baliho, tidak akan bayar pajak karena merupakan perusahaan daerah. Tapi, jika dimanfaatkan untuk kampanye tentu harus jelas,” katanya. sementara Dirut PDAM, Soeloko mengatakan, pada hari Jumat (24/5) mendatang, baliho PDAM yang menampilkan Azhar Latif akan ditarik. “Jumat (24/5) ini akan ditarik dari peredaran baliho PDAM itu dan akan diganti dengan gambar tiga direksi PDAM yang baru,” katanya. (h/ade)

>> Editor : Devi Diany

Penata Halaman: Syahrizal


10 PA D A N G LINGKAR

KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

DISDIK PADANG CEMAS

STKIP PGRI akan Jadi Universitas PADANG, HALUAN—STKIP PGRI Sumbar tengah mempersiapkan diri menuju perubahan dari yayasan ke universitas. Sembari menunggu moratorium yang akan berakhir 2014 tentang perubahan itu, STKIP PGRI melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Hal tersebut dikatakan Ketua STKIP PGRI Sumbar, Dr.Zusmelia, pada Dies Natalis ke 29 dan Wisuda ke 46 STKIP PGRI Sumbar, di UPI Convention Center, Rabu (22/5). “Sambil menunggu moratorium, kita juga akan menambah dua jurusan baru, yakni jurusan Pendidikan Fisika dan Pendidikan Teknologi Informatika dan Komputer pada periode 2013/ 2014. Dalam dua bulan ke depan, izin operasional dua jurusan tersebut akan dikeluarkan oleh Dikti. Dengan penambahan dua jurusan tersebut, STKIP PGRI Sumbar mempunyai 11 jurusan yang nantinya akan dibagi menjadi lima fakultas,” ujar Dr. Zusmelia. Selain menambah jurusan, STKIP PGRI Sumbar juga menambah gedung dan meningkatkan kualitas dosen. “Kami sedang membangun Kampus II di Jalan Gajah Mada, Gunung Pangilun Padang. Gedung tersebut berlantai 3 dengan 35 ruang kuliah, dilengkapi dengan ruang dosen, laboratorium, perpustakaan dan kantor program jurusan. Pembangunan gedung tersebut sudah mendekati tahap akhir,” kata Dr. Zusmelia. Untuk menyambut perubahan dari yayasan ke universitas, STKIP PGRI Sumbar berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas dosen tetap. Saat ini pihaknya memiliki 234 dosen tetap dengan kualifikasi Doktor (S3) 209 orang, Magister (S2) 17 orang dan 23 orang lagi sedang studi lanjut S2. Sedangkan 179 dosen lain berasal dari Unand, UNP dan IAIN. Pada Wisuda ke 46 ini, STKIP PGRI Padang melantik sebanyak 679 lulusan sarjana akta IV. Lulusan tersebut terdiri dari program studi (prodi) Pendidikan Biolgi 102, Matematika 151, Bahasa Inggris 206, Geografi 97, Sejarah 62, Bimbingan Konseling 60, Sosiologi 1 orang. Dengan demikian, pada periode Mei 2013, STKIP PGRI Padang telah mewisuda sebanyak 8390 orang. (h/mg-dib)

Buku Master untuk SMP Belum Diterima PADANG, HALUAN— Aturan tentang pengadaan buku untuk Kurikulum 2013 kembali mengalami perubahan. Sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan, untuk pengadaan buku tingkat SMP dan SMA dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Sementara untuk SD langsung dari pusat. Dua bulan menjelang dimulainya kurikulum 2013, Kemendikbud kembali menyatakan bahwa hanya untuk tingkat SMP saja penganggaran buku kurikulum dari DAK, sisanya langsung dari pusat. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana dan Aset, Dinas Pendidikan Kota Padang, Iskandar mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu buku master untuk SMP yang dikirimkan dari pusat. Dinas Pendidikan Kota Padang sudah menganggarkan sekitar Rp2 miliar dari DAK yang diterima untuk buku SMP ini. Diperkirakan, dari anggaran yang disediakan ini, bisa digunakan untuk 13.215 orang siswa baru. Terdiri dari 8.184 orang untuk siswa SMP negeri dan 5.031 orang untuk siswa SMP swasta. “Untuk satu orang siswa direncanakan mendapat 10

PANEN PADI — Seorang petani sedang memanen padinya di area persawahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Jum’at (17/5). Musim kali ini jauh lebih menguntungkan jika dibandingkan musim panen sebelumnya, karena kurangnya serangan hama tikus. AMIR

eksemplar buku, dengan perkiraan satu buah buku seharga Rp25.000,” ujar Iskandar, Rabu (22/5). Sedangkan jumlah buku yang disediakan untuk tingkatan SD dan SMA masih belum diketahui. Karena sekolah yang akan menyelenggarakan kurikulum sendiri masih belum diketahui. Terkait belum diserahkannya master ini ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Iskandar merasa khawatir pengadaannya tidak bisa selesai tepat waktu.

Menurut kebiasaan, waktu pengerjaan mencetak sedemikian banyak buku, membutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan. “Itu kalau semuanya berjalan lancar. Selain itu yang kita khawatirkan, untuk pengadaan buku ini juga akan ditenderkan. Jadi akan makan waktu lama,” ucapnya. Iskandar juga mengkhawatirkan seandainya buku ini tidak jadi dicetak, anggaran sebesar Rp2 miliar tidak bisa dialihkan. Melihat pencetakan naskah UN

2013 yang bermasalah beberapa waktu lalu, Iskandar juga khawatir dengan keadaan buku yang akan dicetak oleh pusat ini. Hal lainnya yang mengganggu, kata Iskandar adalah DAK yang tersisa. Artinya, ada sekitar 10 persen anggaran dari DAK tingkat SMA sederajat yang belum diketahui penggunannya. Karena, aturan dari pusat mengatakan, sekitar 50 persen dari DAK digunakan untuk membantu rehabilitasi sekolah yang menga-

lami rusak berat. Kemudian, 40 persen lagi digunakan untuk mutu pengadaan, seperti membeli alat peraga. Sisanya sekitar 10 persen masih belum diketahui untuk apa. Sisa dana itu untuk tingkat SMA sekitar Rp789 juta dan SMK sekitar Rp456 juta. “Sayangkan uang sebesar ini tidak tahu digunakan untuk apa. Kita sendiri masih menunggu kemana sisa DAK ini digunakan,” pungkas Iskandar. (h/cw-eni)

ANDRE DAN SPSC GELAR JALAN SANTAI

Biasakan Hidup Sehat dengan Olahraga PADANG, HALUAN—Ratusan anggota Sinar Pagi Sport Club (SPSC) mengikuti jalan sehat bersama Andre Rosiade. Semua peserta terlihat gembira, karena kegiatan berlangsung di pagi hari, saat udara Kota Padang masih segar. Rute sepanjang 7 kilometer dari Koto Kaciak, Air Manis dan Teluk Bayur terasa sangat pendek. Andre Rosiade bersama Ketua SPSC Martias, serta tokoh masyarakat lainnya, begitu menikmati suasanan tersebut. Ini merupakan kedua kalinya kegiatan AR Center dan SPSC digelar, yang diikuti ratusan peserta. “Kami senang, karena anak muda seperti Andre Rosiade, juga mau bergabung dengan kami,” kata Martias. Menurut Martias, acara teranyar itu mendapat dukungan penuh dari Andre Rosia-

Andre Rosiade menyerahkan secara simbolis baju seragam untuk Sinar Pagi Sport Club kepada Ketua SPSC Martias. de, yang disebut-sebut bakal maju sebagai bakal calon wali Kota Padang. Menurutnya, sejak beberapa waktu lalu, Andre memang sangat dekat dengan anggota Sinar Pagi dan terus berpartisipasi. “Kami berterima kasih kepada Andre Rosiade yang mendukung acara kami ini. Apalagi kemarin Andre Rosiade juga membagi-bagikan 100 seragam untuk anggota SPSC. Semoga apa yang dicita-citakan

Andre Rosiade untuk melakukan perubahan di Kota Padang ini terwujud,” kata Martias dalam ajang yang juga diikuti beberapa tokoh seperti Sengaja Budi Syukur, Dahnil Aswad dan lainnya. Anggota SPSC lainnya, H Herman yang juga Ketua Persatuan Pedagang Sandang (PPS) Pasar Raya Padang menyebutkan, kegiatan yang diadakan Sinar Pagi dan didukung Andre Rosiade ini sangat bermanfaat.

Menurutnya, jika ingin membangun kota, Andre harus menunjukkan niat baiknya untuk lebih dekat dengan masyarakat. “Tidak ada yang lebih baik, dari pada seorang calon pemimpin dekat dengan masyarakat, terutama bagi pedagang pasar. Kami melihat, Andre telah belajar banyak bagaimana seluk beluk Kota Padang. Kami berharap, Andre membawa kami ke arah yang lebih baik, dari keterpurukan saat ini,” katanya. Sementara itu Andre Rosiade didampingi tim dari AR Center mengaku bahagia bisa bergabung dengan ratusan orang anggota Sinar Pagi. Menurutnya, kelompok olahraga ini perlu dijaga, dan terus didukung, baik secara perorangan ataupun pemerintah. Apalagi, klub ini diisi oleh banyak senior dan tokoh masyarakat, di semua penjuru kota. (h/atv)

ANGGOTA DPR RI HM AZWIR DAINY TARA

Gotong Royong Membangun Jalan Tani PADANG, HALUAN—Anggota DPR-RI HM Azwir Dainy Tara meminta masyarakat Kampung Tangah, Kecamatan Kuranji, Kota Padang untuk mengukur jalan tani agar dapat dikerjakan dengan gotong royong bersama. Azwir menilai, jalan tani perlu menjadi prioritas untuk memudahkan masyarakat membawa hasil tani mereka. Himbauan itu sampaikannya saat pertemuan bersama masyarakat di Mushalla Kedondong, RT02/RW05 Kampung Tangah, Kelurahan Ku-

ranji, Kecamatan Kuranji, Padang, Minggu lalu. Azwir juga mengajak masyarakat agar tidak selalu menunggu bantuan pemerintah saja, karena banyak daerah di Kota Padang yang harus mereka perhatikan. Justru itu perlu dilakukan inovasi mencari bantuan kepada perantau dan anggota dewan karena mereka memiliki dana aspirasi yang bisa digunakan untuk kemaslahatan masyarakat, kata Azwir Untuk itu, Azwir mengajak masyarakat untuk mengukur

panjang jalan untuk digoro bersama, yang dimulai dengan mengumpulkan batu dan pasir dan dia berjanji akan membantu semennya. “Minimal kita bisa memu-

lai untuk 300 hingga 500 meter pertama. Melalui kegiatan ini kita bangkitkan kembali semangat gotong royong ditengah masyarakat,” kata Azwir. (h/one) Azwir Dainy Tara bertemu dengan masyarakat Kampung Tangah, Kecamatan Kuranji, Kota Padang

>> Editor: Devi Diany

>> Penata Halaman: Syahrizal


DARI NAGARI KA NAGARI 11

KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

LINGKAR Pelabuhan Teluk Tapang Butuh Jalan Aksebilitas PASBAR, HALUAN — Bupati Pasbar, H. Baharuddin R menyurati menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, agar dalam rangka percepatan pembangunan dan operasional Pelabuhan Teluk Tapang, dimohonkan penganggaran jalan aksibilitas pelabuhan Teluk Tapang tahun 2014 mendatang. Hal tersebut sebagai upaya Pemerintah daerah Kabupaten Pasaman Barat agar target 2014 Pelabuhan Teluk Tapang dapat dioperasionalkan tidak mundur. “Hal ini mengingat begitu penting dan strategisnya pelabuhan itu. Makanya Bapak Bupati langsung menyurati Kementerian PU, agar tahun depan Teluk Tapang dianggarkan hingga selesai pembangunannya di tahun itu,” kata Kepala Dinas Perhubungan Pasbar, Mardani kepada Haluan kemarin di kantornya. Saat ini, ia katakan kondisi pembangunan pelabuhan sudah selesai sekitar 90 persen. Sekarang dalam tahap pengerjaan darat (reklamasi). “ Teluk Tapang membutuhkan dana Rp 170 miliar untuk pembangunan pelabuhan,” katanya. Adapun, target penganggaran pusat tahun depan ujarnya seperti kebutuhan pendanaan peningktan jalan, aksebiliti pelabuhan diharapkan dari kementerian PU tahun 2014, Rp 348 miliar, kebutuhan pendanaan pembangunan 3 unit jembatan di ruas jalan aksebiliti Rp 6 miliar, kebutuhan pembangunan 20 unit box culvert Rp 358 miliar. Sementar jumlah dana untuk tahun ini, dari APBD Kabupaten Pasaman Barat Rp 13,5 miliar dan dari APBD Provinsi Rp 12 miliar. “Surat Bapak Bupati berkenaan juga dengan berita acara kesepakatan antara kementerian perhubungan dan pemda provinsi pra musyawarah perencanaan pembangunan nasional tanggal 23 maret 2013, menyatakan target penyelesaian pelabuhan di tahun 2014, diharapkan akses ke pelabuhan juga selesai 2014,” tukas Mardani. (h/dka)

SASAK PORAKPORANDA — Puluhan wartawan TV nasional, media cetak dan elektronik lainnya datang meliput musibah Sasak. Kejadian bencana itu sudah memporak-porandakan kawasan Sasak. Terlihat para wartawan mewawancarai Bupati Pasbar, H. Baharuddin R di lokasi bencana. ANDIKA

BENCANA SASAK SANGAT MEMILUKAN

Jangan Biarkan Pemkab Sendiri PASBAR, HALUAN — Kemarin, cuaca cerah menyelimuti langit Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia Kabupaten Pasaman Barat. Hembusan angin laut menerpa wajah, diubun-ubun matahri bersinar dengan terik. Tapi, dia tidak seperti dulu lagi. Angin semilir yang berhembus tidak menyejukkan lagi, terik matahari langsung membakar kulit. Ya... sejak terjadi bencana yang terjadi berulang kali di daerah itu lokasi objek wisata terkenal asyik untuk di kunjungi kini sudah gersang. Akibat bencana abrasi pantai yang menghantam wilayah Sasak sejak setahun dan terakhir terjadi minggu lalu menjadikan Sasak seperti daerah yang takut untuk dikunjungi. Bukan hanya pengunjung, warga yang bermukim di daerah itu juga sudah amat ketakutan. Sebab, bencana yang terjadi sudah memporak porandakan rumah-rumah mereka.

Pandam pekuburan yang sudah berusia puluhan tahun juga terbongkar oleh ganasnya ombak. Jarak rumah warga yang dulu puluhan meter dari bibir pantai kini tinggal hitungan jengkal. Sudah sekitar 80 rumah yang rusak dihantam ombak besar itu. Sembilan rumah terpaksa di pindahkan ke lokasi lain. Jalan-jalan tertimbun pasir yang dibawa ombak, genangan air dimana-mana, pohon-pohon kelapa dan cemara yang tumbuh disekitar pantai tumbang. Rumput-rumput ilalang yang tumbuh didaratan mati memerah. Yang terlihat hanya raut-rauat wajah warga Sasak yang cemas, berharap uluran tangan pemerintah agar mereka dibebaskan dari daerah sasaran keganasan ombak itu. Musibah yang terjadi itu seolah tak berujung, sebab ombak masih ganas juga, sementara warga masih tetap bertahan pada zona bahaya itu. Bukan mereka yang mau bertahan, tapi daya itu benar yang tidak ada. Hanya disana harta milik mereka berada, jika pindah kemana akan pergi sementara ekonomi warga hanya pas-pasan. Maklum sajalah, umumnya mata penca-

BUPATI Pasbar, H. Baharuddin R melihat bekas kikisan abrasi pantai, urat kelapa saja sudah terkikis lebih dari satu meter. Padahal letak tumbuh kelapa itu sebelumnya jauh dari bibir pantai. ANDIKA

BEGINILAH sekarang nasib warga Sasak, setiap waktu mereka dirundung kecemasan. Rumah mereka sudah dekat dibibir pantai, sementara ombak besar terus mengancam. ANDIKA

PROYEK BATU GRIB SASAK

Diduga Ada Korupsi Besarbesaran

BUPATI Pasbar, H. Baharuddin R menyerahkan bantuan kepada warga korban bencana Sasak yang diterima Walinagari Sasak secara simbolis. ANDIKA harian penduduk Sasak hanya sebagai nelayan tradisional. Hingga kini, belum ada yang tergugah pada peristiwa yang menimpa warga Sasak itu. Pemda Pasaman Barat masih berkerja sendirian menanggulangi bencana. Tapi yang bisa mereka kerjakan, hanya terbatas pula. Hanya masa tanggap darurat yang bisa dilakukan. Sementara harapan warga mereka benarbenar diselamtakan dari ancaman. Padahal kejadian itu sudah menjadi peristiwa nasional. Buktinya, saat ini atau tadi maupun tadi malam sepuluh stasiun televisi menayangkan berita musibah Sasak. Mereka tayangkan jeritan warga Sasak yang minta uluran tangan segera. Kemarin, sekitar sepuluh wartawan stasiun televisi nasional datang meliput kejadian itu ke lokasi bencana. “Tolong kami pak, hari-hari kami sekarang di Sasak ini hanya cemas dan takut. Lihatlah gulungan ombak yang datang itu, seolah-olah akan mengahabisi kami saja disini yang rumah kami tingga beberapa jengkal lagi dari bibir laut,” kata ila , salah seoarang warga Sasak yang rumahnya sudah tergaing di pinggir laut. Walinagari Sasak, Arman datang menghiba kepada Bupati. Minta dibantu warga Sasak. Dicarikan solusi agar mereka terbebas dari ancaman. Katanya, akibat bencana yang terjadi itu, 80 rumah warga rusak, sembilan rumah terpaksa di pindahkan. Selain itu 300 kuburan juga mengalami nasib yang sama, karena terkikis ombak. “Setiap kali bencana datang, kita bersamasama dengan masyarakat menyaksikan derasnya ombak pantai menghantam pemukiman dan pandam pekuburan di Jorong Pasalamo ini. Jeri-

tan hati warga setiap kejadian tidak dapat dibayangkan lagi. Dan semua itu sudah kita sampaikan kepada Pemda Pasbar. Namun karena keterbatasan Pemda hanya bisa memberikan bantuan untuk tanggap darurat”, sebutnya. Bupati Pasbar, H. Baharuddin R mengatakan, Pemda Pasbar sudah berbuat maksimal terhadap Sasak. Sesuai tupoksinya, Bupati bersama jajaran sudah melakukan penanggulangan awal. Tapi karena beratnya kerusakan yang terjadi, Pemda Pasbar angkat tangan. Tak ada daya lagi, kecuali bantuan dari provinsi atau pusat. “Kita tidak sanggup lagi, makanya akan kita buat pernyataan dan langsung memberikannya kepada pusat, bahwa kita tidak sanggup untuk mengatasi Sasak. Solusi yang ditawarkan pemecahannya adalah bantuan dari pusat, seperti relokasi warga, pembangunan tanggul atau batu grib, jalan dan lain-lain,” kata Bahar. Ia katakan, ia sebagai bupati sangat terenyuh. Sangat disayangkan, Sasak yang mau dibangun sebaik-baiknya, tapi belum selesai dibangun musibah sudah datang. “Kasihan saya, apalagi saat ini Sasak sedang ramai-ramainya dikunjungi , oleh sebab itu Sasak harus segera dibenahi,” ujarnya. Terhadap bencana yang terjadi itu, ujarnya harus dibantu. Minimal dalam tahap minimal yang sumbernya dari Pemda Pasbar menanggulangi korban atau memperbaiki pisikologis.”Jangan hitunghitungan lagi, obati dulu hati mereka, sebagai tanda perhatian kita,” ujar Bahar kepada para kepala SKPD yang hadir saat itu. Adapun, pasca bencana itu Pemda Pasbar sudah melakukan beberapa kegiatan di

Sasak. Seperti menyalurkan bantuan sembako, pembersihan jalan dan pemukiman warga. Membersihkan pantai dari dari puing-puing kayu yang terbawa ombak. “Telah dislurkan bantuan beras sekitar 2 ton lebih, mi instan, bantuan perbaikan rumah penduduk yang bakal dipindahkan dari kawasan bibir pantai sekitar 9 unit rumah. Semantara untuk menghadapi kondisi rumah warga dan pasilitas umum yang tertimbun pasir, warga setempat beserta sejumlah instansi pemerintah melakukan goro di lokasi bencana,” sebut Bahar. Katanya, jika ingin Sasak terbebas dari bencana abrasi, ada beberapa langkah yang mesti dilakukan. Sesuai hasil evaluasi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pasca musibah itu. Penyebab utama musibah, akibat kurangnya batu grib penahan ombak. Sementara grib yang ada sekarang tak berfungsi maksimal. Pasalnya pembangunan dilakukan sembarangan. Batu yang dipasang kecil-kecil, sudah itu ditengahtengah diisi pula dengan pasir. Posisi pemasangan hanya di pinggir pantai, kawasan lautnya tak tersentuh. Lokasi pemukiman warga di sekitar pantai mesti direlokasi. “Lokasi relokasi sudah ada,” tukas Bupati. Untuk itu dikatakan Bahar, untuk mewujudkan semua itu butuh kebersamaan semua pihak. Baik itu Pemda Pasbar, provinsi dan pusat. Disamping itu juga butuh kesadaran dan dukungan masyarakat, bahwa niat baik pemerintah untuk merelokasi bukan untuk menghambat atau menjauhkan dari tempat usaha, tetapi memberikan jaminan keselamatan bagi masyarakat.(h/dka)

PASBAR, HALUAN — Pembangunan batu grib (penahan ombak) di kawasan pantai Sasak, Kecamatran Sasak Ranah Pasisia ditegaskan Bupati Pasbar, H. Baharuddin R terindikasi terjadi korupsi besar-besaran oleh pelaksana pekerjaannya. Pasalnya, sangat jelas kejanggalan yang terjadi pada proyek itu. Terkuak pasca abrasi pantai yang terjadi di Sasak sekitar seminggu yang lalu. Batu grib yang baru saja selesai dibangun sudah hancur diterjang ombak. Batu yang digunakan tidak layak dan tidak sesuai spek. Kondisinya, selain batu yang digunakan berukuran kecil juga ditengah-tengah tumpukan batu hanya berisi pasir. Begitu ombak besar datang yang pasirnya hanyut, batunya jadi runtuh. Penegasan proyek batu grib yang amburadul itu Bupati buka secara terang-terangan kemarin (22/5) saat meninjau langsung ke lokasi. “Saya tegaskan, ini proyek yang tidak benar, pelaksana pekerjaannya melakukan korupsi besar di proyek ini, lihat saja buktinya. Mana ada batu grib yang seperti ini di pasang pada daerah lain seperti di Padang dan daera lain,” kata Bupati Baharuddin kepada para wartawan, termasuk sekitar sepuluh wartawan tv yang datang meliput ke lokasi pembangunan batu grib. Ia mengatakan, akibat kecurangan yang dilakukan kontraktor ataupun pihak lain yang mendapat keuntungan dari sana, warga Sasak menjadi korban. Tujuan pembangunan batu grib sebagai penahan ombak, agar warga terbebas dari abrasi tidak berhasil. Ombak besar datang, batu grib hancur, rumah wargapun jadi sasaran juga. Katanya, sebagai bupati ia tidak bisa menerima semua itu. Pasalnya, warganya menjadi korban. Tanah rakyatnya menjadi habis digerus ombak. Untuk itu ia berharap, pihak yang berwewenang memeriksa atau penegak hukum segera mengusut kasus tersebut. “Yang mengerjakan proyek ini ada dua perusahaan yaitu PT. Sakti Margana dan PT. Rimbo Paraduan. Mereka dalang semuanya dibalik kehancuran Sasak,” tegas Bahar. Kata Bahar, Pemda Pasbar selama ini berharap Sasak menjadi salah satu daerah unggulan. Dengan potensi wisatanya yang indah, akan mampu menarik wisatawan datang. Makanya, Pemda Pasbar juga terus berupaya membenahi Sasak. Kendati secara bertahap, tapi sebelum terjadi bencana, upaya itu sudah terbukti. Setiap hari Minggu digelar pagelaran seni di lokasi objek wisata, mampu menarik pengunjung lebih banyak. Namun, dari upaya Pemda itu musibah datang pula. “Coba saja, batu grib ini berfungsi dengan baik, tidak akan terjadi bencana yang separah ini. Paling tidak, ombak besar yang datang akan pecah di ujung grib, sehingga yang sampai ke pinggir pantai tak deras lagi,” ujar Bupati. (h/dka)

BUPATI Pasbar, H. Baharuddin R memeriksa pembangunan batu grib yang diduga bermasalah dan dananya banyak dikorupsikan. Pasalnya, selain letak pembangunan tidak sesuai, batu yang digunakan tidak sesuai spek, batu grib hanya dipasang satu lapis sementara di dalamnya pasir. ANDIKA >> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman: Irvand


12 PAYAKUMBUH DAN LIMAPULUH KOTA

KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

TAMATAN SLTP

Jangan Ada Putus Sekolah LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Pelajar setingkat SLTP diminta supaya jangan sampai berpikir tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

KHATAM ALQURAN — Walikota Riza Falepi berikan selamat kepada santri peserta Khatam Alquran sesaat setelah pawai takruf dilepas di depan masji

JUMAT BESOK

Hasil UN SLTA Diumumkan LIMOPULUH KOTA, HALUAN — Menurut rencananya Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota akan mengumumkan hasil ujian nasional (UN) siswa tingkat SLTA pada besok, Jumat (24/5) siang. Pengumuman hasil UN ini terhadap 2.926 siswa peserta ujian penentu kelulusan itu, akan dikawal ketat oleh petugas kepolisian di masing-masing sekolah. “Menurut Dirjen Pendidikan Pusat, hasil UN ditingkat SLTA akan diumumkan serentak se Indonesia pada 24 Mei mendatang. Dirjen pun menghimbau, supaya dihari pengumuman nanti, siswa dilarang untuk melakukan coret-coret pakaian sekolah,” ungkap Radimas, Kepala Bidang Pendidikan SLTP/SLTA yang sedang mengikuti rapat koordinasi kelulusan siswa bersama Dirjen Pendidikan di Jakarta, Rabu (22/5). Untuk tahun ini, kata mantan Kepsek SMPN 1 Halaban itu, jumlah peserta UN ditingkat SLTA di Kabupaten Lima Puluh Kota mencapai 2.926 siswa, terdiri dari 1967 siswa dari SMA, 486 siswa SMK dan 216 siswa. Ia menghimbau, kepada para orangtua siswa agar bisa menahan anaknya untuk tidak berkumpul atau merayakan kelulusan secara berlebihan di sekolah ataupun ditempat wisata seperti melakukan coret-coret pakaian dan melakukan konvoi dengan sepeda motor.”Nantinya, petugas kepolisian juga akan disiagakan dimasing-masing sekolah untuk melakukan pengaman teradap halhal yang tidak diinginkan. Hasil UN kali ini, kita berharap ada peningkatan dari kelulusan siswa dikabupaten Limapuluh Kota,”tuturnya. (h/ddg)

Pawai Khatam Al Quran Baiturrahman Semarak PAYAKUMBUH, HALUAN —Warga Kelurahan Padang Kaduduk, Nagari Koto nan Gadang, Kecamatan Payakumbuh Utara, menggelar alek religius. Sebanyak 71 dari 150 murid TPA/ TPSA masjid setempat menjalani kegiatan khatam Quran. Guna memeriahkan acara, warga menggelar karnaval, menyusuri jalan-jalan utama dan jalan lingkungan di Nagari Koto nan Gadang. Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi bersama Sekdako Ir. H. Benni Warlis, MM, pimpinan SKPD, Camat Kecamatan Payakumbuh Utara Nofriwandi, SH, Ketua KAN Koto nan Gadang Heri Iswandi Dt. Muntiko Alam, SE serta puluhan tokoh masyarakat lainnya, melepas karnaval dari depan Masjid Baiturrahman. Khatam Quran, dilaporkan ketua panpel, menyediakan hadiah buat pembaca terbaik, berupa kulkas, meja belajar, megic com, dispenser dan peralatan shalat. Untuk selanjutnya, pawai melibatkan seluruh peserta khatam, murid TPA, orang tua murid, barisan anak nagari dan tiga unit drum band itu menuju Simpang Napar, Simpang Bunian, depan Ramayana Jalan Sudirman, masuk ke Kelurahan Koto Baru Balai Janggo dan kembali finis di depan Masjid Baiturrahman, menempuh jarak sepanjang lebih kurang 5 Km. Walikota Riza Falepi, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap warga Kelurahan Padang Kaduduk. Iven khatam yang digelar, bukan setingkat kelurahan, tapi sudah seperti kegiatan tingkat kota. TPA/TPSA kelurahan lainnya, seyogianya belajar ke Padang Kaduduk, sebutnya. Walikota Riza Falepi mengajak seluruh santri dan

orang tua murid, lebih meningkatkan kemampuannya membaca Alqur’an. Kegiatan khatam, bukanlah berhenti membaca Alqur’an. Sebaliknya, memotivasi warga untuk membaca, memahami dan menggali nilai-nilai Alqur’an. Sesuai visi dan misi walikota, menjadikan Kota Payakumbuh yang religius, di antaranya diaplikasikan dalam bentuk kegiatan menghfal Alqur’an dan magrib mengaji. Kegiatan tersebut, sudah terlaksana disekolah-sekolah sejak awal Januari lalu. Malahan, satu sekolah di antaranya, SMPN 1 Payakumbuh sudah mengisi kegiatan ekstra kurikuler dengan membuka TPA. Baru-baru ini, muridnya juga sudah melakukan khatam Alqur’an. Walikota Riza mengajak seluruh warga kota untuk membudayakan membaca kitab suci, minimal dua kali sehari, pada jam subuh dan jam magrib. Budaya baca Alqur’an, akan membawa kesejukan di rumah tangga, lingkungan dan suasana kota akan semakin kondusif dan jauh dari ancaman musibah, simpulnya.(h/smt)

Begitu juga dengan tamatan SLTA, tidak sekedar lulus, tapi mampu berkompetisi masuk ke Perguruan Tinggi. Wakil Bupati Limapuluh Kota, Asyirwan Yunus di SMPN Kecamatan Lareh Sago Halaban, Rabu (22/5), mengatakan, bagi mereka yang tamat perguruan tinggi, diharapkan mampu bersaing mendapatkan lapangan pekerjaan atau menciptakan lapangan kerja. Untuk itu para pelajar dan mahasiswa tersebut jangan pernah berhenti belajar. “Kita berharap para tamatan SMP tidak ada yang putus sekolah. Begitu juga

dengan lulusan SLTA, agar dapat bersaing mendapatkan perguruan tinggi dan tamatan perguruan tinggi mampu pula bersaing mencari atau menciptakan lapangan pekerjaan,” ulasnya. Dikatakan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini, setiap orang tua jangan hanya melepas anaknya ke sekolah. Tapi sesekali perlu mendapat perhatian sampai di sekolahnya, guna mengetahui kekurangan atau kelemahan siswa. Diharapkan mampu tercipta komunikasi antara guru dan siswa. Sebab guru tidak

hanya dituntut sebagai tenaga pengajar. Tapi, lebih dari itu sebagai pendidik yang bisa memberikan contoh teladan. Kepala SMPN 4 Kecamatan Lareh Sago Halaban, Rahmad Santoso, optimis siswanya lulus 100 persen dalam UN lalu. Sebab, sejak beberapa waktu belakangan prestasi siswa di sekolah yang berlokasi di Jorong Mangunai Nagari Ampalu itu menunjukan prestasi yang menggembirakan. “Kami optimis 47 siswa kelas tiga di sekolah kami lulus semua. Keyakinan itu berdasarkan prestasi sekolah kami dalam olimpiade matematika, biologi, fisika dan IPS tingkat Kabupaten Lima Puluh Kota beberapa waktu lalu yang berapa pada peringkat 20 dari 46 SMP di daerah ini. (h/zkf)

TARGET PARTAI GOLKAR

Minimal 8 Kursi di DPRD PAYAKUMBUH, HALUAN — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Payakumbuh, menargetkan perolehan 8 kursi di DPRD setempat pada pemlilu Legislatif tahun 2014 mendatang. Perolehan kusrsi itu tidak muluk-muluk, mengingat kursi partai Golkar DPRD sekarang sebanyak 6 kursi. Ketua DPD Partai Golkar Kota Payakumbuh, Sudirman Rusma dalam kesempatan bincang bincang dengan Haluan, Rabu kemarin menuturkan, dalam pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) partai berlambang pohon beringin itu sudah mendaftarkan kadernya ke KPU Payakumbuh sebanyak 25 orang. “Kita optimis terget 8 kursi diharapkan tercapai, karena bacaleg yang direkrut pengurus DPD Golkar Payakumbuh, meru-

pakan kader terbaik partai, mereka dinilai sudah teruji. Seperti pemuka masyarakat, anggota dewan yang masih duduk di dewan sekarang dan kader terbaik lainnya. Dalam kesempatan itu, ia meminta para kader partai dari DPD sampai kecamatan dan kelurahan, supaya bekerja dengan sungguhsungguh, ikhlas dan cerdik. “Pengurus tidak akan canggung menargetkan 8 kursi pada Pemilu mendatang,”ulasnya. Ia juga mengajak seluruh kader Partai Golkar untuk melaksanakan melakukan kerja yang bermanfaat ditengah-tengah masyarakat. Diharapkan kader koorperatif, berbuat demi rakyat karena suara Golkar adalah suara rakyat dan selalu melakukan konsolidasi. Sehingga mampu memberikan kontribusi suara yang maksimal. (h/zkf)

Wajah Kota Dihiasi TV Layar Lebar PAYAKUMBUH, HALUAN — Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Payakumbuh, merencanakan, bakal memasang TV Tron atau televisi layar lebar dibeberapa sudut kota Payakumbuh. Di malam hari, dengan adanya tayangan programprogram kota secara audio visual itu, akan menambah gemerlapan wajah Kota Batiah. Suasana kota di malam hari

akan semakin menarik, tak obahnya bagaikan kota-kota besar lainnya di Tanah Air. Untuk tahap awal, pemasangan TV Tron berukuran 2,56 meter x 1,65 meter sudah dipajang di pertigaan Jalan Sukarno-Hatta dengan Jalan Diponegoro atau jalan lingkar bagian luar di Kelurahan Pakan Sinayan, Kecamatan Payakumbuh Barat. “TV Tron itu sudah beroperasi

sejak Senin (20/5) lalu. Meski baru satu buah, tapi sudah cukup memberi warna terhadap keindahan wajak kota di malam hari, “ ucap Kepala Disparpora Drs. Syahnadel Khairi, Rabu (22/5). Menurut Syahnadel, dalam tahun ini, pihaknya merencanakan bakal menambah dua titik lagi pemasangan TV Tron, seperti di jantung kota, di kawasan Tugu Adipura atau di kawasan Pasar

Ibuah Jalan A. Yani. Tapi, pendanaannya akan diupayakan dalam APBD Perubahan 2013. Selain membangun sendiri, pihaknya juga membuka selebar-lebarnya kepada pihak swasta memasang TV yang sama. “Kita beri space untuk perusahaan swasta memasang TV Tron itu, dengan beberapa kemudahan-kemudahan,” akunya. (h/smt)

>> Editor: Syamsu Rizal

>> Penata Halaman: Jefli

KEHILANGAN ARSIP STNK BA 5315 TT A/N HARDINAL. ALAMAT JL. NENAS NO. 324 TR.03/06 UJ. GURUN PD. BARAT KOTA PADANG. HILANG DISEKITAR KANTOR SAMSAT PADANG. BAGI YANG MENEMUKAN HARAP LAPOR KE POS POLISI TERDEKAT

KEHILANGAN I LEMBAR STNK BA 6960 NG A/N SUHENDRI DAN 1 LEMBAR KTP A/N ADI REZA KURNIA. BAGI YANG MENEMUKAN HARAP LAPOR KE POS POLISI TERDEKAT


BUKITTINGGI 13

KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

Aset Koperasi Bukittinggi Rp190 M BUKITTINGGI, HALUAN—Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bukittinggi mengklaim, dari 101 koperasi yang terdata di Kota Bukittinggi, 82 diantaranya tumbuh sehat dengan aset koperasi saat ini mencapai Rp190 miliar. “ Pemko Bukittinggi sangat komit dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan koperasi, dan kami akan terus memberikan

pembinaan dan perhatian, sehingga seluruh koperasi yang ada di kota ini semakin kuat dan sehat,” ungkap Kabid Koperasi dan UKM Kota

Bukttinggi Yetti Murni, kepada Haluan, Selasa (21/5) di ruang kerjanya. Dijelaskannya, untuk 19 koperasi yang tidak aktif itu pihaknya akan terus memberikan pembinaan dan mencarikan solusi, sehingga koperasi tersebut dapat tumbuh sehat kembali. Selain itu lanjut Yetti, untuk meningkatkan daya saing koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM),

Kementrian Koperasi dan UKM dan Pemerintah Provinsi Sumbar juga memberikan bantuan dana bergulir, dengan total dana bergulir yang telah diterima dan dikelola oleh koperasi mencapai Rp5,590 miliar. Dana bergulir yang berasal dari Kementerian Koperasi dan UKM itu, diterima koperasi dalam bentuk dana PKPS BBM senilai Rp1,450 milyar, PUKMK Rp390 juta, MAP Rp850 juta, KSP Sektoral Rp1

milyar, P3KUM sebesar Rp300 juta dan LPDB-KUMKM Rp1,5 milyar. Sedangkan dana bergulir dari Pemprov Sumbar sebesar Rp100 juta. Sementara itu, dana hibah untuk penguatan modal yang sudah diterima koperasi hingga saat ini mencapai Rp1,376 milyar, dengan rincian, dari Kementrian Koperasi dan UKM sebesar Rp250 juta, dari APBD Provinsi Rp986 juta, dan

dari APBD Kota Bukittinggi Rp140 juta. “ Kita bersyukur karna koperasi yang ada saat ini tumbuh sehat dan berkembang, hal ini tidak terlepas dari Perhatian Pemko Bukittinggi, Pemprov Sumbar dan Kementrian Koperasi dan UKM ,yang telah memberikan dana bergulir dan hibah untuk kemajuan dan perkembangan koperasi di kota ini,” Jelas Yetti. (h/-tot)

Bakal Calon Pengusaha Dilatih Menjahit BUKITTINGGI, HALUAN— Sebanyak 30 pemuda/pemudi yang putus sekolah, mengikuti pelatihan menjahit dalam program ‘pelatihan entrepreneurship bagi generasi muda angkatan II wilayah II yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar di Hotel Royal Denai Bukittinggi, Selasa (21/5) Kegiatan ini akan berlangsung hingga 28 Mei 2013 mendatang. Ketua Pelaksana Kegiatan, Adiwarman, menyebutkan bahwa peserta pelatihan kali ini berasal dari tujuh kabupaten dan kota di Sumbar yang meliputi Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, Kota Padangpanjang, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten 50 Kota. “Target pelatihan kali ini, semua peserta bisa menjahit dan membuat pakaian, minimal untuk pakaian sendiri. Untuk membantu buka usaha, masing-masing peserta akan mendapatkan mesin jahit yang akan diberikan secara gratis. Selain menghadirkan pakar jahit menjahit, pelatihan ini juga menghadirkan pemateri dari pengusaha, pejabat pemerintah dan dari berbagai kalangan lainnya,” ujar Adiwarman. Adiwarman mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pemuda dalam rangka pelaksanaan program kecakapan hidup, melahirkan generasi muda yang terampil agar mampu berusaha man-

diri di tengah-tengah masyarakat, serta mendorong berkembangnya unit usaha. Sebelumnya, juga dilakukan pelatihan yang sama di Kota Padang, yang diikuti 30 peserta dari Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Agam dan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sementara itu, Kepala Dispora Sumbar Priadi Syukur mengungkapkan, sekitar seperempat dari jumlah penduduk di Sumbar tidak memiliki pekerjaan, alias pengangguran. Namun dari data resmi, Priadi Syukur tidak mengetahui secara pasti berapa angka atau jumlah total para pengangguran di Sumbar. Untuk mengatasi banyaknya pengangguran itu, Priadi Syukur memandang perlu memberdayakan organisasi masyarakat (ormas), yang selama ini hanya eksis pada momen-momen tertentu. Ia berharap suatu ormas tetap eksis tanpa bergantung pada suatu momen, serta bisa mandiri dalam menggalang dana, seperti dengan cara buka unit usaha atau bisnis lainnya. “Saat ini, pemerintah memang mengarahkan generasi muda untuk buka usaha sendiri, dan tidak bergantung pada lowongan PNS, karena jumlah pencari kerja lebih besar dibanding jumlah peluang kerja yang tersedia. Oleh karena itu, berbagai cara perlu dilakukan untuk membentuk generasi muda berjiwa pengusaha,” jelas Priadi Syukur. (h/ wan)

MENGADU — Sejumlah pedagang di kawasan Janjang Gudang Kota Bukittinggi mengadukan nasibnya ke anggota DPRD Bukittinggi, Rabu (22/5). Mereka mengeluhkan ulah Satpol PP yang selalu menggusur tempat mereka berjualan. HASWANDI

Sering Digusur, Pedagang Ngadu ke Dewan BUKITTINGGI, HALUAN— Belasan pedagang di kawasan Janjang Gudang Kota Bukittinggi mengadukan nasibnya ke anggota DPRD Bukittinggi, Rabu (22/5). Mereka mengeluhkan ulah Satpol PP yang menggusur tempat mereka berjualan, padahal beberapa tahun sebelumnya mereka mengaku telah diberi dispensasi atas kebijakan pemimpin Satpol PP sebelumnya. “Dulu secara lisan dan secara kekeluargaan, pemimpin Satpol PP dulu memberikan toleransi kepada kami untuk berjualan di bibir Janjang Gudang, dengan

ketentuan hanya memakai bibir Janjang Gudang sepanjang 80 sentimeter. Kebijakan pemimpin Satpol PP sekarang tidak ada toleransi sama sekali, sehingga tempat jualan kami selalu jadi sasaran penggusuran,” ujar Andi, selaku Ketua Persatuan Pedagang Janjang Gudang Bukittinggi. Menurut Andi, seringnya petugas gabungan melakukan penggusuran membuat para pedagang di Janjang Gudang merasa tidak aman dan tidak nyaman saat berjualan. Ia berharap angota dewan bisa memfasilitasi para pedagang dengan Satpol PP, dalam

mencari solusi yang terbaik bagi masing-masing pihak. “Kalau memang sekarang kami tidak boleh berjualan disana, terus pemerintah merelokasi kami ke tempat yang layak dan representatif, kami tidak keberatan. Tapi usaha pemerintah untuk mengarah kesana belum tampak,” jelas Andi. Saat ini, ada sekitar 30 hingga 40 pedagang yang berjualan di sepanjang Janjang Gudang. Diantara pedagang itu, sebagian besar telah memiliki kedai sendiri, dan sejumlah pedagang lainnya dikategorikan sebagai Pedagang Kaki Lima (PKL).

Menyikapi hal ini, Yontrimansyah selaku Ketua Komisi B DPRD Bukittinggi, menjelaskan bahwa keluhan dan permasalahan pedagang itu akan dikaji lebih lanjut, dengan melibatkan unsur terkait. Namun langkah awal, Ia berharap para pedagang membuat surat keberatan secara resmi yang disertai kronologis permasalahan, sehingga bisa ditindaklanjuti secara resmi pula. “Nantinya kami juga akan turun ke lapangan secara mendadak, untuk mengetahui permasalahan secara detail. Jika memang

tidak ada kebijakan bagi pedagang untuk berdagang di kawasan Janjang Gudang secara tertulis, maka kami akan bicarakan pada dinas terkait untuk mencari solusi yang terbaik,” jelas Yontrimansyah. Janjang Gudang Bukittinggi merupakan salahsatu cagar budaya peninggalan penjajahan Belanda, yang memiliki lebar sekitar tiga meter, dengan panjang sekitar 500 meter. Janjang Gudang atau ‘Tangga Gudang’ menghubungkan kawasan Pasar Atas dengan Jalan Perintis Kemerdekaan Bukittinggi.(h/ wan)

Ribuan Siswa Minum Susu Gratis Ilustrasi

BUKITTINGGI, HALUAN— Sekitar 5.400 siswa Sekolah Dasar (SD) seKota Bukittinggi akan berkumpul di Lapangan Kantin Bukittingi untuk meminum susu secara gratis dalam Peringatan Hari Susu Nusantar (HSN) dan Livestok Ekspo pada 1 Juni 2013 mendatang. Rencananya, kegiatan itu akan dihadiri oleh mentri pertanian RI,Suswono. Peringatan HSN itu, akan diikuti “Sebanyak 54 SD se-Kota Bukittinggi, akan datang dan berkumpul dilapangan kantin Bukittinggi untuk minum susu pada peringatan puncak HSN. Dari 54 SD, masing masing sekolah mengutus 100 orang siswa

dan 4 orang guru pendamping,” ungkap Kabid Peternakan dan Perikanan Darat, Dinas pertanian Bukittinggi Edi Arman kepada Haluan, Rabu (22/ 5). Disebutkannya, minum susu bersama itu, se-kai-tan di percayanya Bukittinggi oleh pemerintah pusat seba-gai tuan rumah pada peringatan HSN tingkat Nasional ke-V tahun 2013. Dimana sebelumnya peringatan HSN selalu di lakukan di Pulau Jawa. Dalam peringatan HSN itu, selain minum susu bersama juga diadakan kegiatan berbagai perlombaan yang di ikuti oleh murid TK se- Kota

Bukittinggi, diantaranya lomba mewarnai, dan lomba menggambar, serta panggung kesenian. Kegiatan bertajuk ‘Susu segar masuk sekolah, anak sehat dan pintar’, bertujuan untuk me-ningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingnya minum susu segar, meningkatkan konsumsi susu perkapita masyarakat Indonesia demi terwujudnya peningkatan kualitas gizi.” Sebut Edi. Secara terpisah, Kasi Peternakan Bukittinggi Effia Martin kepada Haluan menyebutkan, untuk kegiatan Livestok Ekspo (pameren produksi peternakan), akan di pusatkan di eks

>> Editor : Afrianita

Pusido Gulai Bancah Bukittinggi. Pameran Industri Peternakan ini bertujuan untuk memotivasi para peternak pelaku Agrobisnis peternakan untuk memproduksi ternak dan hasil olahan yang berkualitas, serta menumbuhkan minat masyarakat untuk berusaha di bidang peternakan . Sasaran dari kegiatan livestock expo ini agar terjalinnya sinergitas antar praktisi ilmuwan dan aparatur peternakan dalam meningkatkan pengetahuan pelaku peternakan, dan mendekatkan produsen dengan konsumen di bidang investasi bisnis. (h/ cw-tot)

>> Penata Halaman : Jefli


14 WANITA DAN KELUARGA Resep

Pindah Kerja, Haruskah? BILA Anda sedang menimbang-nimbang untuk resign maka penting sekali bagi Anda untuk mengidentifikasi, apa yang membuat Anda ingin resign.

Donat Mini Isi Strawberry Bahan: 500 gram tepung terigu protein sedang 1 sdt baking powder 10 gram ragi instant 80 gram gula pasir 2 sdm susu bubuk 1 sdt vanili 1/2 sdt garam 2 butir telur 100 gram margarin 180 ml minyak untuk menggoreng Bahan Isi: selai strawberry Cara Membuat: 1. Campurkan tepung terigu, baking powder, ragi instant, gula pasir, susu bubuk, vanili, garam, kemudian aduk hingga adonan rata. 2. Masukkan telur dan air, aduk rata dan uleni. Tambahkan margarin, dan uleni adonan hingga kalis dan elastis. Jangan berhenti menguleni bila adonan belum kalis karena donat akan sulit mengembang. Bulatkan adonan kemudian diamkan kurang lebih 30 menit di sebuah tempat. Tutup dengan lap basah. 3. Setelah adonan mengembang benar, kempiskan, kemudian ambil dan bentuk adonan menjadi bulat-bulat, isi dengan selai strawberry. Diamkan kembali sekitar 10 menit. 4. Panaskan minyak dan goreng donat hingga matang dan berwarna cokelat keemasan. Angkat, dinginkan dan sajikan. 5. Sebagai tambahan toping Anda bisa mengguling2kan di gula halus, atau menambahkan toping cokelat. ***

Tips Sukses Bekerja di Rumah DENGAN kecanggihan teknologi terkini, banyak mama yang memutuskan bekerja dari rumah agar mendapatkan lebih banyak waktu bersama anak. Berikut rahasia sukses mama yang bekerja dari rumah. 1. Gunakan Teknologi dengan Bijaksana Pendukung utama para Mama bekerja dari rumah ada teknologi. Jika saat ini Anda hanya menggunakan 1 atau 2 jenis media sosial untuk membuka jejaring dan memasarkan produk, coba pelajari media sosial lain yang berpotensi meningkatkan penjualan. Anda juga dapat memperbesar peluang maupun jenis usaha dengan mempelajari teknologi lain yang tersedia. Meskipun begitu, usahakan laptop dan telepon genggam tidak mengganggu keseharian keluarga Anda. Keuntungan bekerja dari rumah adalah Anda dapat mengatur waktu. Meskipun hal itu berarti jam kerja ajaib, seperti malam hari saat anakanak sudah tidur. 2. Cari Rekan Kerja Tepat Membuka usaha bersama mama lain berarti beban kerja dapat dibagi dan adanya rasa pengertian yang tinggi. Bagilah tugas dengan adil sesuai peran masing-masing. Ketika Anda membutuhkan waktu ekstra untuk anak-anak, rekan kerja dapat tetap menjalankan usaha dan sejenak mengambil peran Anda. Begitupun sebaliknya. 3. Biasakan Multi-tasking Dengan bekerja dari rumah Mama bisa mendukung perkembangan anak lebih intensif. Ketika semua bahan makanan sudah dimasukkan ke dalam slow cooker, Anda bisa menelepon klien sambil menunggu masakan matang. Jika anak masih usia bayi, Anda bisa meletakkan meja kerja di kamarnya. Menyusui sambil mengecek email dapat dilakukan bersamaan. Dengan fitur pengeras suara, Anda dapat berdiskusi dengan rekan kerja sambil mengganti popok. 4. Jangan Berbohong pada Pelanggan Klien, pelanggan, vendor, rekan kerja ataupun pihak lain yang terlibat dalam usaha Anda sebaiknya mengetahui dari awal bahwa Anda adalah mama ‘rumahan’ alias ibu rumah tangga. Namun usahakan untuk selalu bersikap professional seperti tepat waktu, teliti dan cermat. Ketika situasi darurat terjadi di rumah terhadap anak Anda, jangan ragu untuk memutuskan telepon atau mejadwal ulang pertemuan dengan alasan yang sesungguhnya. Jujur membuat Anda terlihat lebih professional karena itu adalah karakter yang dibutuhkan dalam berbisnis. 5. Kenali Batasan Anda Banyak Mama yang mencoba untuk melakukan semua selayaknya SuperWoman. Sayangnya semua ada batasannya, energi, waktu bahkan kesempatan. Gunakan jejaring teman dan keluarga semaksimal mungkin. Terima tawaran bantuan jika Mama membutuhkannya. Kenali batasannya Anda dan jangan coba-coba melanggarnya. (h/prt)

KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

“Aku sudah tidak betah di sini,” ujar Hendra kepada sahabatnya Tommy. “Sejak Andre dan timnya masuk, suasana kantor berubah menjadi benar-benar tidak kondusif. Rupanya arah angin sudah berubah. Si bos yang tadinya tak masalah dengan kinerjaku tiba-tiba lebih berpihak pada Andre. Bahkan Andre kini sudah menjadi anak emasnya,” ujar Hendra lagi. Tommy mengangguk perlahan. Nampak sekali ia merasakan apa yang dialami oleh sahabatnya ini. Namun ia juga tak ingin kinerja sahabatnya menjadi makin terpuruk. Karena itu dengan hati-hati ia mengatakan, “Bagaimana kalau kita melihat hal ini dari sudut pandang yang berbeda? Jadikan Andre sebagai sparring partner mu. Kita ciptakan persaingan yang sehat di perusahaan ini.” “Persaingan apa lagi?” kata Hendra. Suaranya terdengar meninggi. “Selama ini Andrelah yang menciptakan persaingan yang tidak sehat. Dia memang pandai mencari muka pada atasan.” Tommy tersenyum, “Maksudku begini, memang harus kita akui bahwa kinerja Andre memang sangat baik. Proyek-proyek yang dia dapatkanpun sungguh menjanjikan. Suasana kerjapun berubah menjadi lebih optimis ketika Andre mulai bekerja disini. Secara objektif aku harus mengatakan bahwa Andre adalah sales yang hebat. Dia pandai membuka berbagai peluang bisnis. Itulah yang membuat si bos semakin menyukainya.” Hendra sungguh terusik

dengan kata-kata terakhir sahabatnya ini. “Rupanya kau sudah mulai termakan kata-kata manis Andre. Sudahlah, aku tak ingin berdebat denganmu mengenai hal ini. Aku hanya ingin bilang bahwa tekadku kini sudah bulat. Aku akan segera angkat kaki dari perusahaan ini.” Pull Factor Vs Push Factor Ada dua faktor yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk resign. Pertama, adalah pull factor. Ini adalah faktor eksternal yaitu tawaran dari perusahaan lain yang cukup menarik bagi seorang profesional. Kedua, push factor. Ini adalah faktor internal yang mendorong seseorang untuk resign, misalnya karena kinerja yang buruk, budaya organisasi yang kurang cocok, tidak mampu menghadapi persaingan di kantor maupun memburuknya hubungan dengan atasan. Dari dua hal ini, yang mana alasan yang lebih baik seseorang untuk resign? Sudah tentu pull factor. Orang-orang yang berhenti karena pull factor biasanya adalah seseorang yang berprestasi di tempat kerjanya, karena kalau mereka tidak berprestasi, siapa yang mau membajak mereka? Ini tentu saja berbeda dengan push factor. Orang-orang yang pindah kerja karena push factor lebih sering merupakan orang yang bermasalah. Karena itu mereka akan mengambil tawaran apapun asalkan bisa segera hengkang dari perusahaan. Posisi tawar mereka menjadi lemah, dan kalau demikian halnya sulit bagi mereka untuk mendapatkan posisi yang lebih baik di perusahaan yang baru. Inilah kelihatannya yang sedang dialami oleh Hendra. Dia tidak tahan menghadapi kompetisi dalam perusahaannya. Ia semakin terdesak dan merasa sebagai pecundang. Sesungguhnya hal ini karena kemampuan dan daya saingnya kurang. Kondisi ini diperburuk lagu dengan adanya paradigma bahwa ia sudah pasti kalah walaupun pertandingan sebetulnya baru saja dimulai. Padahal Hendra

sesungguhnya belum mengalami kekalahan apapun. Pertanyaan terpenting: apa yang membuat kita tidak nyaman? Ketika memutuskan untuk resign, pertanyaan yang mestinya kita ajukan adalah: Apa yang membuat kita tidak nyaman? Ada banyak hal yang bisa membuat kita tidak nyaman dalam bekerja, tetapi hal itu dapat kita sederhanakan menjadi hanya dua faktor. Faktor pertama disebut dengan faktor nonjob (di luar pekerjaan). Ini adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan uang dan lingkungan organisasi. Contoh dari hal ini adalah faktor gaji, budaya organisasi, lingkungan pergaulan, situasi kompetisi dan sebagainya. Faktor kedua adalah faktor job (pekerjaan itu sendiri). Contoh dari hal ini meliputi: tantangan yang diberikan oleh pekerjaan, cocok atau tidaknya pekerjaan dengan bakat dan minat kita, kesempatan yang diberikan oleh pekerjaan untuk berkembang, serta makna yang diberikan oleh

pekerjaan tersebut bagi kebahagiaan kita. Bila Anda sedang menimbang-nimbang untuk resign maka penting sekali bagi Anda untuk mengidentifikasi, apa yang membuat Anda ingin resign (baik karena faktor push atau pull) apakah karena faktor job atau nonjob. Alasan terbaik bagi Anda untuk pindah kerja sesungguhnya adalah karena faktor job. Bila pekerjaan Anda saat ini kurang sesuai dengan minat dan bakat Anda maka pindah kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang cocok sangat disarankan. Bila pekerjaan Anda saat ini sudah sesuai dengan minat dan bakat Anda, Anda juga boleh berpikir-pikir untuk resign bila mendapatkan tawaran yang cocok untuk faktor job tetapi memberikan kelebihan dalam faktor nonjob nya seperti antara lain gaji dan posisi yang lebih tinggi. Jadi alasan utama pindah kerja sesungguhnya adalah karena faktor job. Bila faktor job terpenuhi maka kita baru dapat

Adaptasi di Tempat Kerja Baru

MENJADI anak baru di kantor memang bukanlah hal yang mudah. Jangan terjerumus dalam hal-hal kecil yang bisa membuat anda diasingkan. Pelajari 7 tips berikut ini. Setelah melalui proses rekrutmen yang menantang, kini saatnya Anda memasuki kantor baru. Seperti apa teman kerja, lingkungan, dan apakah mereka akan menyukai Anda tentunya membuat hati berdebar-debar. Jangan khawatir, selalu ada cara agar Anda mudah diterima. Ingat, jangan hanya fokus ke diri Anda tapi juga perhatikan lingkungan dan teman sekerja. 1. Cara Berpakaian Anda adalah anak baru di kantor. Jangan berharap teman sekerja langsung bisa mengenali kepribadian Anda. Penampilan luar merupakan salah satu poin kesan pertama Anda. Gunakan pakaian yang pantas dan tidak berlebihan di hari pertama bekerja. Seperti apa gaya berbusana di kantor baru bisa Anda pelajari saat datang wawancara atau ketika proses rekrutmen di kantor tersebut. Jangan menggunakan aksesori atau makeup berlebihan yang seakan meminta perhatian. Bisa jadi hal tersebut malah membuat Anda menjadi bahan omongan miring di tempat kerja baru. 2. Budaya Kantor Mempelajari seperti apa budaya kantor baru Anda sangatlah penting. Ada kantor yang santai, formal, atau kombinasi antara keduanya. Pastikan Anda mempelajari dulu seperti apa budaya kantor Anda dari perilaku teman-teman sekerja, hubungan teman sekerja dengan atasan, dan

sebaliknya. Ada kantor yang Anda bisa dengan santai menghampiri meja bos untuk berdiskusi, ada juga kantor yang bahkan Anda tak akan punya kesempatan untuk berbicara dengan bos besar Anda. Anda tentunya tak mungkin mengingat banyak hal dalam waktu yang singkat. Gunakan catatan untuk mengingat hal-hal yang penting. 3. Kepribadian yang Positif Dalam proses bekerja, suatu saat Anda pasti membutuhkan bantuan rekan kerja. Jangan bangun dinding yang tinggi pada hari pertama kerja. Sapa rekan kerja yang Anda temui dengan senyum. Untuk awal, cukup sapa dengan senyum atau hai. Tak perlu terlalu keras berusaha mengobrol seakan Anda sudah mengenal mereka lama. Terlalu ‘sok akrab’ malah akan membuat Anda dijauhi di tempat kerja. Biarkan hubungan Anda tumbuh secara alami lewat proses interaksi sehari-hari. Pada masa-masa awal kerja, jika ada ajakan untuk hangout selepas kerja, usahakan untuk ikut serta. Lewat kesempatan yang lebih santai tersebut Anda bisa mengenal rekan kerja lebih jauh dan mengakrabkan diri. Usahakan untuk seimbang dalam mendekati berbagai jenis rekan kerja. Terlalu banyak mendekati rekan kerja laki-laki atau terlalu memilih mendekati atasan akan membuat Anda cepat jadi bisik-bisik kantor. 4. Mengingat Nama & Posisi Ini merupakan hal yang penting untuk membangun kesan pertama. Usahakan untuk mengingat nama teman sekerja Anda, minimal yang satu bagian atau divisi. Anda juga

bisa membuat semacam peta nama agar mudah mengingat. Gambar secara umum posisi duduk dan tulis nama teman Anda untuk memudahkan mengingat. Pilih satu atau dua orang yang Anda ingat betul, lalu minta bantuan mereka untuk mengingat nama-nama teman lainnya. Mengetahui posisi orang tersebut di perusahaan juga penting. Jangan sampai sikut-sikutan di lift dengan rekan sekerja yang ternyata salah satu orang penting di perusahaan Anda. Memang tidak mudah untuk melakukan hal tersebut dalam minggu pertama. Lakukan bertahap dimulai dari orang yang paling sering berinteraksi dengan Anda. 5. Bantu & Inisiatif Salah satu cara untuk mudah disukai di tempat kerja baru adalah menjadi rekan kerja yang senang membantu dan berinisiatif. Tentunya lagi-lagi jangan berlebihan. Pastikan pekerjaan Anda tetap bisa diselesaikan walau harus membantu tugas rekan kerja. Jika pekerjaan Anda sudah selesai, jangan hanya berdiam diri dan menunggu penugasan selanjutnya. Tanyakan kepada atasan atau rekan kerja apa yang bisa Anda lakukan atau siapa yang bisa Anda bantu. 6. Semangat Bekerja Pernah saya memiliki rekan baru yang selalu datang telat dan sering pulang cepat. Hal tersebut tentunya bukan hal yang tepat untuk memberi kesan pertama yang baik. Usahakan selalu datang sedikit lebih cepat jika memungkinkan dan pulang setelah waktunya atau sudah ada rekan kerja lain yang pulang. Pelajari dulu bagaimana kebiasaan kantor baru Anda. Satu hal lagi yang tak kalah penting adalah meminimalisir kepentingan pribadi pada jam kerja. Usahakan sesedikit mungkin chatting, membuka situs jejaring sosial, atau izin untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. 7. Hindari Bergosip Godaan terlibat bergosip memang kadang susah ditolak. Untuk masa-masa awal sebaiknya hindari terlibat dalam kegiatan pergosipan. Jangan sampai citra Anda sebagai anak baru menjadi miring karena ikut-ikutan berkomentar dan terlibat dalam tim gosip. Sebagai anak baru, sebaiknya perbanyakan teman daripada lawan. (h/srb)

mempertimbangkan faktor nonjob nya. Namun, bila faktor job tidak terpenuhi maka seberapa menariknyapun faktor nonjob hal itu hanyalah fatamorgana yang akan membawa kita pada kesia-siaan belaka. Bahkan seandainyapun faktor nonjob tidak terpenuhi dalam pekerjaan kita yang sekarang, tapi selama faktor job terpenuhi, saya tetap menyarankan Anda untuk bertahan di pekerjaan yang sekarang ini. Apalagi kalau prestasi kita saat ini belum mencapai yang diinginkan. Ini disebabkan dua hal. Pertama, ketika Anda pindah kerja karena kinerja Anda yang buruk maka Anda akan kehilangan harga diri Anda sebagai seorang profesional. Kedua, Anda akan segera mengalami hal yang sama di tempat Anda yang baru nanti. Benar, lingkungan Anda akan berubah, tetapi masalah Anda akan berulang kembali karena sesungguhnya Anda sendiri masih belum berubah dan masih membawa masalah Anda itu kemanapun Anda pergi. (h/bis)

Membangun Kesuksesan Karir FERRY W. Atmadi, konsultan karier dari Management Development International (MDI) menjabarkan wisdoms yang berasal dari filsuf dan cendekiawan timur yang dapat membangun kesuksesan karier Anda. Anda harus menciptakan ‘peperangan’ di mana Anda pasti akan memenangkannya.” - Shun Tzu Menurut Ferry, orang-orang yang berhasil mendapatkan promosi adalah mereka yang memiliki sederet pencapaian prestasi kerja. Jadi, jangan berharap mendapat hadiah promosi jabatan dari atasan, jika Anda tak pernah mengukir prestasi. Anda tak bisa diam-diam saja dan merasa puas dengan hasil yang Anda capai selama ini apabila Anda menginginkan promosi. “Butuh strategi agar bisa ‘dilirik’. Pikirkan apa kekuatan Anda dan tonjolkan kekuatan itu agar Anda punya nilai tambah dibandingkan rekan kerja lainnya,” papar Ferry. “Anda bisa bicara, tapi tak terdengar. Anda harus menggunakan gong dan drum.” - Shun Tzu Ferry menuturkan bahwa orang-orang yang paling sukses tidak selalu orang-orang terpintar atau yang memiliki ide paling hebat. “Sering kali, mereka yang sukses adalah yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik sehingga ia bisa menyampaikan ide-idenya dengan baik dan diingat oleh orang,” katanya. Melihat kenyataan itu, mulailah tingkatkan kemampuan komunikasi Anda dan jangan hanya jadi pendengar pasif dalam tiap rapat. Belajarlah bagaimana caranya menarik perhatian dan menyampaikan pendapat yang baik dalam forum. Sumbangan ide kreatif Anda dalam rapat bisa menonjolkan eksistensi Anda di lingkungan kantor. “Di depan menjadi teladan, di tengah ikut serta, di belakang memberi dukungan.” - Ki Hadjar Dewantara Keterlibatan seorang pemimpin dalam proses penyelesaian tugas memegang peranan penting. Tak hanya sebagai teladan, tapi juga untuk memotivasi bawahannya. “Jadi, pemimpin yang baik tidak hanya memberi instruksi atau contoh di hadapan anak buahnya, tapi juga mau memberi dukungan sambil mengevaluasi proses kerja anak buahnya,” jelas Ferry. “Perjalanan ribuan kilometer dimulai dari satu langkah.” - Lao Tzu Jangan ragu menerima tantangan untuk menyelesaikan satu tugas berat. Lebih baik segera kerahkan segenap kemampuan Anda untuk mulai mengerjakannya agar tidak melewati tenggat penyelesaian tugas tersebut. Apabila di tengah jalan Anda menemui kesulitan, Anda bisa bertanya kepada rekan senior atau atasan Anda untuk memperoleh bimbingan. Hal ini juga berlaku bagi Anda yang ingin meninggalkan comfort zone dan beralih ke pekerjaan baru. “Langkah pertama biasanya jadi langkah terberat dari seluruh perjalanan Anda mengawali karier baru. Tapi, perjalanan baru itu tidak akan terwujud tanpa langkah pertama itu. Jadi, beranikanlah diri Anda,” tutur Ferry. “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.” - Falsafah Minang Agar bisa diterima dalam suatu komunitas atau lingkungan baru, tentunya kita harus mau menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan budaya setempat. Misalnya saja, Anda yang baru pindah kerja ke perusahaan baru atau ditugaskan di kota lain, sebaiknya ikuti alur kerja dan hargai kebiasaan atau budaya yang berlaku di perusahaan atau lingkungan baru ini. Apalagi jika posisi Anda sebagai atasan yang membawahi anak buah yang mayoritas berasal dari daerah tersebut, tentunya dengan mengadopsi kebiasaan setempat akan memudahkan Anda untuk berinteraksi dan mengelola anak buah. “Jadilah bagian dari mereka,” saran Ferry. Begitu juga bagi mereka yang bekerja dalam program Corporate Social Responsibility perusahaan, yang tugasnya harus banyak berhubungan dengan masyarakat setempat. “Memiliki sikap fleksibel dan terbuka terhadap multikultural itu penting agar pesan yang Anda komunikasikan bisa dipahami dan diterima oleh banyak pihak,” tutur Ferry. (h/fmn) >> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman: Rahmi


KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

KILAS EKONOMI

Parfum Paris Laris Manis

Bulog Kini Tangani Kedelai PADANG, HALUAN—Mulai bulan Mei ini, pemerintah kembali menugaskan Perum Bulog untuk menangani pengamanan harga dan penyaluran kedelai. Hal ini sebagai upaya untuk mendukung dan meningkatkan ketahanan pangan negara. Seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, penugasan ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 23 Tahun 2013 yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tanggal 8 Mei 2013. Dalam Perpres itu disebutkan, tata cara pelaksanaan pengamanan harga dan penyaluran kedelai diatur oleh Menteri Perdagangan setelah memerhatikan pertimbangan Menteri Pertanian, Menteri Perindustrian, serta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. “Dalam melaksanakan tugas pengamanan harga dan penyaluran kedelai itu, Perum Bulog dapat bermitra dengan badan usaha milik negara dan atau badan usaha lainnya dengan mengikuti tata kelola perusahaan yang baik,” demikian bunyi Pasal 3 Perpres tersebut. Adapun menyangkut pendanaan untuk melaksanakan penugasan pengamanan harga dan penyaluran kedelai itu, menurut Pepres ini, dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Melalui Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2013 itu, Presiden SBY juga menugaskan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan korporasi oleh Perum Bulog. “Perusahaan Umum Bulog dalam rangka penugasan dimaksud menyampaikan laporan paling kurang 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan kepada Menteri BUMN,” bunyi Pasal 5 Ayat (2) Perpres. Penugasan Perum Bulog untuk menangani pengamanan harga dan penyaluran kedelai itu juga didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2003 tentang Pendirian Perusahaan Umum (Perum) Bulog, yang disebutkan bahwa perusahaan ini didirikan untuk menyelenggarakan usaha logistik pangan pokok yang bermutu dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak (Pasal 6 Ayat (1) PP No.7/2003). Pada Ayat (2) pasal tersebut ditegaskan, dalam hal tertentu, Perum Bulog melaksanakan tugas-tugas tertentu yang diberikan pemerintah dalam pengamanan harga pangan pokok, pengelolaan cadangan pangan pemerintah, dan distribusi pangan pokok kepada golongan masyarakat tertentu, khususnya pangan pokok beras dan pangan pokok lainnya yang ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka ketahanan pangan. (h/kcm)

PENJUAL parfume paris bisa ditemui di pasar-pasar tradisional. Parfume paris tidak mengandung alkohol, sehingga baik digunakan bagi kaum muslim yang tidak membolehkan pemakaian alkohol. OSNIWATI PADANG, HALUAN— Parfume paris tidak mengandung alkohol, sehingga baik digunakan bagi kaum muslim yang tidak mem-

bolehkan pemakaian alkohol. Dengan fakta begitu, saat ini pertumbuhan parfume paris menjamur di Kota Padang dan

menjanjikan. Penjual parfume paris bisa ditemui di pasar-pasar tradisional, di konter penjualan pulsa serta di tempat keramaian yang lainnya. Menjamurnya penjual parfume paris tersebut dipengaruhi oleh keinginan dari pecinta parfume untuk beralih ke parfume paris. Parfume paris selain wangi harga terjangkau. Salah seorang penjual parfume paris yang berada di Pasar Raya Padang Tono mengatakan, peminat parfume paris lebih banyak mahasiswa dan orang kantoran.“Karena harganya murah dan wangi jadi mereka bisa beli lebih dari satu. Kita

EKONOMI BISNIS 15 menawarkan 3 botol Rp10.000,” ungkap Tono. Tono menambahkan, dengan menjamurnya penjual parfume paris di Kota Padang tidak menyurutkan niatnya untuk memiliki toko parfume yang islami tersebut. Walaupun persaingan di dunia parfume menurut Tono semakin banyak, namun yang namanya riski tidak akan kemana. “Kita akui untuk perfume paris di Kota Padang menjamur, namun saya tetap optimis akan bisa lebih berkembang lagi. Sebab, prospek ke depannya menjanjikan,” harap Anto. Sementara itu, Ani salah

KETUA PERBANAS

Bank Harus Ekspansi JAKARTA, HALUAN—Industri perbankan nasional diminta tidak terlalu asyik bermain di dalam negeri, meskipun potensi pasar perbankan di Indonesia masih bagus.

Industri perbankan Indonesia juga harus memikirkan ekspansi ke negara lain di Asia Tenggara, terutama menjelang pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015.

Demikian diungkapkan Ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas), Sigit Pramono, dalam konferensi pers tentang Indonesia Banking Expo 2013 (IBEX 2013) di Jakarta, Rabu (22/5).

Penjualan Bank Mutiara Kembali Kandas JAKARTA, HALUAN— Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengumumkan, upaya menjual PT Bank Mutiara Tbk kembali gagal, lantaran investor yang mengajukan penawaran tidak memenuhi syarat administrasi. Dalam rilis resmi yang diterima, Rabu malam (22/5) panitia penjualan menjelaskan LPS telah melakukan penilaian dan prakualifikasi terhadap berkas calon investor yang mendaftar. “Berdasarkan hasil penilaian dan prakualifikasi, tidak terdapat calon investor yang memenuhi persyaratan administratif, sehingga proses penjualan saham PT. Bank Mutiara, Tbk. dinyatakan selesai,” tulis LPS. Lembaga tersebut menyatakan akan memanfaatkan momentum waktu yang tersisa, sehingga proses penjualan akan dibuka kembali. Sebagaimana diketahui, LPS menawarkan Bank Mutiara seharga Rp6,7 triliun, atau sebesar dana talangan yang diberikan oleh pemerintah pada 2008. Tahun 2013 adalah tahun terakhir bagi LPS untuk menjual bank yang dulunya bernama Bank Century ini di harga Rp 6,7 triliun. Jika hingga akhir tahun ini LPS gagal menjual Bank Mutiara di harga Rp6,7 triliun, bank ini akan dilego di harga pasar. Sebelumnya diberitakan, ada sekitar lima calon investor yang berminat membeli Bank Mutiara. LPS bersama penasihat keuangan, PT Danareksa Sekuritas telah melakukan road show ke sejumlah negara untuk menawarkan bank tersebut. Negara-negara yang didatangi di antaranya Timur Tengah dan Asia Timur serta Australia. (h/kcm)

seorang pencinta parfume paris kepada Haluan mengatakan dia menghabiskan 1 botol parfume paris dalam waktu 1 bulan. Menurut Ani, keharuman parfume paris memang khas jika dibandingkan dengan parfume yang lainnya. “Selain tidak mengandung alkohol, ketika panas dan gerah parfume paris akan menguap wanginya. Beda dengan parfume yang mengandung alkohol akan membuat pengap udara. Tetapi, untuk memilih parfume paris yang bagus itu harus teliti, karena ada parfume paris sekarang yang mengandung alkohol,”terang Ani. (h/cw-oos)

TAMPAK SEPI— Kondisi Pasar Pengembangan Simpang Tabing Padang tampak sepi dari pengunjung, Rabu (22/5). AMIR

IBEX 2013 yang berlangsung pada 23-25 Mei itu bertema “Penguatan Struktur Perbankan Nasional untuk Meningkatkan Daya Saing Mengahadapi Era Masyarakat Ekonomi ASEAN”. Menurut Sigit, pasar perbankan di Indonesia saat ini masih berpotensi untuk terus dikembangkan. Masih banyak penduduk Indonesia yang belum tersentuh oleh layanan bank. Namun, dia mengingatkan, bank-bank asal Indonesia juga harus berpikir untuk melakukan ekspansi ke negara lain, terutama di Asia Tenggara. “Saat ini pasar perbankan di dalam negeri memang masih menjanjikan. Tapi jangan sampai bank-bank kita terlalu asyik dengan pasar dalam negeri, dan melupakan pasar di luar negeri,” ujar Sigit. Pada 2015, saat Masyarakat Ekonomi ASEAN diberlakukan secara penuh, maka perbankan Indonesia berpotensi untuk melakukan ekspansi ke negara lain. Menurut Sigit, bank-bank Indonesia harus memilih negara yang tepat sebagai tempat investasi. “Menurut saya, bank-bank kita tidak perlu lagi menyasar pasar Singapura dan Malaysia yang sudah jenuh. Kembangkan saja ke negara lain, seperti Vietnam, Thailand, Kamboja, dan sebagainya,” katanya. (h/kcm)

Penjual Mangga Harum Manis Menjamur PADANG, HALUAN— Pedagang mangga harum manis menjamur di Pasar Raya Padang . Demikian pantauan Haluan, Rabu (22/5). Selain harganya murah, rasanya pun enak dan manis. Salah seorang pedagang mangga harum manis, Marni menuturkan mangga harum manis berasal dari Padang Pariaman dan luar kota Sumbar. Namun, mangga harum manis yang dijual di Pasar Raya Padang adalah produk lokal. “Kalau mangga harum manis yang saya jual adalah mangga harum manis lokal. Walaupun begitu, dari segi rasanya tidak

kalah dengan mangga harum manis impor dari daerah luar sumatera. Saya menjual mangga harum manis ini mulai dari Rp5.000 per kilo hingga 13.000 per kilo tergantung kepada jenisnya, (bagus atau sudah lamanya, red),” ungkap Marni. Marni menambahkan, walaupun mangga harum manis menjamur di pasar-pasar tradisional di Kota Padang, peminatnyapun masih banyak. Selain harganya yang terjangkau oleh kalangan menengah ke bawah mangga harum manis ini enak dan wangi khas harum manisnya tercium. “Kita tahu untuk membeli

buah biasanya merogoh kocek lumayan besar. Sehingga masyarakat berpikir untuk membeli buah. Saat ini tidak perlu cemas lagi untuk memenuhi kebutuhan vitamin keluarga, karena penyedian buah sudah banyak di pasar tradisional, dan kualitasnyapun tidak tertinggal dengan buah yang ada di mallmall,” jelas Marni. Salah seorang pembeli mangga harum manis, Chika menuturkan sering dia membeli buah-buahan yang menjamur di Pasar Raya Padang, terutama jeruk dan mangga yang khusus sumber vitamin C. Menurut Chika, ketika buah-buahan

PEDAGANG mangga harum manis menjamur di Pasar Raya Padang . Demikian pantauan Haluan, Rabu (22/ 5).Selain harganya murah, rasanya pun enak dan manis. OSNIWATI

tersebut menjamur maka harganyapun tidak mahal. “Kalau lagi banyak-banyaknya pasti murah, makanya saya

bersama teman-teman kampus sering berbelanja kebutuhan buah-buahan ke Pasar Raya Padang,”tutup Chika. (h/cw-oos)

>> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Jefli


16

KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

PERBANKAN

Foodmart Diskon 50 Persen

Bank Mandiri Geber Kredit Konsumsi JAKARTA, HALUAN— Kelas menengah yang tumbuh pesat di Indonesia menjadi bidikan bank guna menggeber kredit konsumer. Salah satunya Bank Mandiri. Kemarin (21/5), bank pelat merah ini melakukan perjanjian kerjasama branding dengan mal atau pusat perbelanjaan Senayan City. Dalam kerja sama ini, Bank Mandiri dan Senayan City melakukan serangkaian program promo untuk memanjakan nasabah bank BUMN tersebut. Programnya fokus pada pembiayaan ritel. Executive Vice President Consumer Finance Bank Mandiri, Tardi, mengatakan, ada tiga segmen kredit yang ditargetkan dalam mal branding ini. Yakni, penggunaan kartu kredit, kredit pemilikan rumah (KPR), dan kredit kendaraan bermotor (KKB). “Sebagian besar transaksi ketiga jenis kredit ini banyak terjadi di mal,” ujar dia (21/5). Khusus pengguna kartu kredit, Bank Mandiri akan memanjakan nasabahnya melalui produk yang ditawarkan Debenhams. Bentuknya berupa diskon dan cicilan dengan bunga 0%. Bank Mandiri berharap volume transaksi kartu kredit sebanyak R 200 miliar. Sementara penambahan kartu baru bisa mencapai 20.000 kartu. “Volume kredit dari Senayan City ditargetkan bisa mencapai Rp500 miliar. Ke depan kami juga akan menaikkan penggunaan kartu debit,” terangnya. Catatan saja, hingga kuartal I-2013, jumlah kartu kredit Bank Mandiri yang beredar mencapai 2,9 juta kartu. Tahun ini volume transaksi kartu kredit Mandiri diprediksi meningkat menjadi Rp20 triliun. Tahun lalu, volume transaksi kartu kredit Mandiri mencapai Rp18 triliun. Selain itu, Bank Mandiri juga menggelar pameran properti bertajuk Mandiri Expo di Senayan City. Tardi menyebutkan, pihaknya menargetkan bisa menyalurkan KPR sekitar Rp400 miliar - Rp500 miliar lewat hajatan tersebut. Salah satu strategi yang dipasang adalah program suku bunga KPR 6,75% efektif selama 2 tahun dan 9,75% fixed di tahun ketiga. Bank Mandiri juga mengincar penyaluran KKB di Senayan City. Bank berlogo pita kuning ini memasang target penyaluran kredit hingga Rp 100 miliar atau setara 100 aplikasi KKB baru. Tardi menyebutkan, Bank Mandiri selama ini menyasar segmen mobil premium dengan kisaran harga jual antara Rp 700 juta hingga Rp1 miliar per unit. (h/kcm) Per Maret 2013, kredit konsumer Bank Mandiri naik 21% menjadi Rp 49,3 triliun. Bank Mandiri memang masih berpeluang besar menggenjot kredit konsumer, sebab porsinya masih 6,15%. Bank Indonesia membatasi kredit konsumer maksimal 30%. (h/kcm)

PADANG, HALUAN—Pusat perbelanjaan Foodmart di Basko Grand Mall kembali melakukan promo heboh untuk pembelanjaan bahan makanan seperti ikan, udang dan cumi.

PROMO HEBOH— Pusat perbelanjaan Foodmart di Basko Grand Mall kembali melakukan promo heboh untuk pembelanjaan bahan makanan seperti ikan, udang dan cumi. Selain itu, Pusat pembelanjaan ini juga mengadakan belanja berhadiah dengan total Rp5 Miliar bagi pengguna kartu Hi Card. OSNIWATI

Promo ini berlaku mulai dari jam-jam tertentu yang disediakan oleh Foodmart bagi pelanggan setianya. Diskon dimulai dari jam 15 WIB hingga detik-detik penutupan Foodmart Basko Grand Mall. Bahan makanan tersebut diskon mulai dari 20 persen hingga 50 persen. Selain itu, Pusat pembelanjaan ini juga mengadakan belanja berhadiah dengan total Rp5 Miliar bagi pengguna kartu Hi Card. “Promo ini, bentuk kami memanjakan pelanggan setia Foodmart dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga,” ujar Store Manager Foodmart Basko Grand Mall, Putra kemarin. Putra menyebutkan, harga heboh produk bahan makanan dan buah-buahan seperti jeruk impor yang diskon 10 persen. Serta untuk mangga harum manis

lokal yang saat ini musimnya diskon 25 persen Mangga harum manis dari Rp2.960 per ons menjadi Rp 1.790 per ons. Strawberry 250 gram Rp21.600 menjadi Rp14.950. Semua jeruk australia diskon 20 persen. “Ice cream walls 700 ml diskon 15 persen. Diskon ini berlaku juga untuk kebutuhan lainnya seperti bahan kosmetik dan peralatan rumah tangga,”jelas Putra. Lainnya Sunco refill 2 liter Rp23.700, semua jenis attack det 800 gram Rp13.670, semua jenis Daia 900 gram Rp10.200, harga murah paseo softpack essential 250’S 2 ply dan semua jenis nutrilon royal 3-4 box 400 gram dan tin 800 gram. “Pulpy o’mango and tropival 350 ml Rp5.400. cash bask 10 persen semua produk syarat dan ketentuan berlaku,” tutup Putra. (h/cw-oos)

ASURANSI

AAJI Gelar Top Agent Award JAKARTA, HALUAN—Untuk mendongkrak jumlah agen asuransi jiwa di dalam negeri, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggelar ajang Top Agent Award Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (TAA AAJI). Ketua Umum AAJI, Hendrisman Rahim menuturkan bahwa penyelenggaraan TAA ini selain sebagai apresiasi terhadap para agen terbaik di tingkat nasional, juga sebagai sarana untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa profesi agen asuransi jiwa

adalah profesi yang baik. Menurut dia, acara ini akan diselenggarakan pada 26-27 Juni tahun ini di Trans Luxury Hotel, Bandung. “Dengan demikian akan lebih banyak lagi masyarakat tertarik dan berminat menjadi agen asuransi jiwa. Semoga mendorong tercapainya 500 ribu agen di industri agen asuransi jiwa,” kata Hendrisman di kantornya, Jakarta, Rabu (22/5) Sedangkan, Kepala Departemen Kanal Distribusi Agency AAJI, De Yong Adrian menuturtkan pentingnya penghargaan

kepada agen oleh karena AAJI melihat angka pertumbuhan tenaga pemasaran asuransi jiwa di Indonesia akan terus tumbuh dalam 1-3 tahun ke depan. “Sehingga sudah menjadi target AAJI untuk meningkatkan jumlah tenaga pemasaran berlisensi ke depannya menjadi 500 ribu di 2015,” kata De Yong. Menurut De Yong, AAJI menyadari bahwa sebagai lapangan kerja yang menarik, jalur keagenan maupun kemitraan akan terus menjadi tujuan potensi karir yang menarik.

Sehingga ke depan AAJI ersama industri asuransi jiwa akan terus mengembangkan jumlah tenaga pemasaran dalam mendukung tujuan pemerintah untuk mendorong industri keuangan di Indonesia. “Salah satu caranya adalah dengan terus mendidik tenaga pemasaran yang berlisensi untuk terus dapat berkon-

>> Editor : Afrianita

tribusi terhadap peningkatan penetrasi asuransi jiwa di Indonesia. Cara lainnya adalah dengan penurunan biaya ujian lisensi keagenan untuk semakin mempermudah akses publik menjadi agen profesional. Penghargaannya, kita gelar secara tahunan melalui TAA AJI ini,” ucap De Yong. (h/kcm)

>> Penata Halaman:

Jefli


KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

17

Selebrasi Buka Celana, Mario Dikartumerah

PERTAHANKAN — Manajemen Manchester City menegaskan pihaknya akan mempertahankan Sergio Aguero karena tidak berencana memboyong Neymar ataupun Radamel Falcao ke Etihaj Stadium. UEFA

MANCHESTER CITY

Tak Incar Neymar-Falcao MANCHESTER, HALUAN — Manchester City mengomentari isu seputar bursa musim panas. CEO City, Ferran Soriano mengatakan klubnya tidak mencoba mendatangkan Radamel Falcao serta Neymar dan menegaskan Sergio Aguero akan bertahan. Falcao menjadi salah satu pemain yang paling diinginkan setelah tampil gemilang sejak bergabung Atletico Madrid. Dalam dua musim di Spanyol,

pemain Kolombia ini sudah mengemas 70 gol dan baru saja mengantar timnya juara Copa del Rey sekaligus finis ketiga di La Liga.

Atas performa itu, sejumlah klub top diberitakan mengincar Falcao. Sebut saja, Real Madrid, AS Monaco, Chelsea dan City. Di sisi lain, Neymar terus dihubung-hubungkan dengan kepindahan ke Eropa. Yang paling sering, pesepakbola sensasional Brasil itu dikabarkan telah menjalin kesepakatan dengan Barcelona meskipun sampai sekarang belum ada buktinya. "Neymar dan Falcao? (Gosip-gosip) ini salah, mereka

tidak pernah ada dalam agenda kami," ucap Soriano yang dikutip TalkSPORT dari Tuttomercatoweb.com. Dari City sendiri, Aguero tidak jarang dikaitkan dengan kepindahan ke Madrid. Kuatnya dugaan Gonzalo Higuain akan dilepas, Los Merengues butuh penyerang baru dan pemain yang telah menghasilkan 47 gol di dua musimnya bersama City itu diyakini menjadi pengganti yang pas. Soriano mengatakan bah-

wa Aguero masih akan menjadi figur sentral bagi ambisi City untuk merebut kembali titel Premier League dan meraih sukses di Eropa di musim depan. Oleh karenanya, mantan menantu Maradona itu tidak akan dijual. "Hal pertama yang saya ingin tekankan adalah kami tidak pernah berpikir ingin menjual Aguero. El Kun akan senang bertahan bersama kami di tahun ini," imbuh dia.(h/net)

BANGKOK, HALUAN — Kegembiraan Mario Gjurovski usai mencetak gol ke gawang lawan ia rayakan dengan melepas celana. Ia sukses menuai tawa penonton, meski juga harus rela mendapat kartu merah dari wasit. Kejadian itu terjadi di sebuah pert a n d i n g a n kompetisi Liga Primer Thailand pada akhir pekan, yang mengetengahkan duel antara Muang Thong United menghadapi TOT Sport Club. Pada suatu ketika Gjurovski, yang membela Muang Thong United, sukses bikin gol untuk timnya. Dengan cerdik, ia melambungkan bola melewati hadangan kiper lawan yang datang menghadang, untuk mengubah kedudukan menjadi 2-0. Kalau para pesepakbola lazimnya merayakan gol dengan membuka baju, Gjurovski berbeda. Ia memelorotkan celana, mengenakannya di atas kepala, berlarilari kecil, lalu membentuk jarijemarinya seperti pistol, dan kemudian menembakkannya ke arah suporter. Aksi gelandang serang 27 tahun asal Makedonia tersebut tak ayal melahirkan tawa dari para suporter yang

memadati stadion, sebagaimana diwartakan Reuters. Akan tetapi, wasit yang melihat aksi itu tersenyum pun tidak. Usai menggelengkan kepala, si pengadil lapangan lalu mencabut kartu kuning yang disusul dengan kartu merah, karena ternyata sebelum itu Gjurovski sudah menerima satu kartu kuning lain. Para pemain Muang Thong yang baru sekian detik lalu dilanda rasa ceria tak pelak mendadak lesu. Dengan gontai Gjurovski lantas melangkah meninggalkan lapangan, setelah memasang celananya lagi--meski cuma sampai sebatas dengkul saja. Untung buat Muang Thong, aksi Gjurovski yang berbuah kartu merah itu tak membuat mereka keok. Tampil dengan 10 pemain di waktu sisa, juara liga 2012 tersebut akhirnya menang 2-1. Perayaan tak lazim dari Gjurovski ini boleh jadi "terinspirasi" Mirko Vucinic, penyerang Juventus asal Montenegro. Bulan lalu ia merayakan golnya untuk Juve dengan melepas celana dan memutarnya di udara. Bulan Oktober tahun 2010 ia pun pernah melakukan hal serupa saat ia bermain untuk tim nasional.(h/net)

Robin Van Persie Bakal Diboyong ke Jakarta JAKARTA, HALUAN — Bintang-bintang Eropa dari 'Negeri Kicir Angin' itu dipastikan unjuk kebolehan di Jakarta pada 7 Juni mendatang. Pelatih timnas Belanda, Louis van Gaal, telah merilis daftar skuat utuk melawan

Indonesia. Dari daftar yang diumumkan hari Rabu (22/5), terdapat nama-nama beken seperti Robin van Persie, Arjen Robben, Dirk Kuyt, Rafael van der Vaart, dan Wesley Sneijder.

Terdapat pula beberapa pemain lain yang tak kalah terkenal seperti gelandang Swansea City, Jonathan de Guzman, midfielder Aston Villa, Ron Vlaar, serta pemain kawakan dari Everton, John Heitinga.

Dilansir Reuters, ada empat pemain yang untuk pertama kalinya dipanggil ke timnas Belanda, yaitu Miquel Nelom, Lerin Duarte, Jens Toornstra dan Ricky van Wolfswinkel. Belanda akan melakoni

pertandingan persahabatan melawan timnas Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno pada 7 Juni mendatang. Empat hari kemudian mereka terbang ke Beijing untuk berujicoba dengan timnas China. (h/net)

>> Editor : Rakhmatul Akbar

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


18 OLAHRAGA City Bakal Akuisisi Klub Indonesia MENTERI Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, membenarkan adanya rencana tim Liga Inggris, Manchester City, mengakuisisi salah satu tim asal Indonesia. Roy juga menegaskan, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga mendukung wacana tersebut. Wacana akuisisi yang akan dilakukan ManCity awalnya diungkapkan oleh Head Domestic Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM), Rio Sanggau. Dalam satu kesempatan, Rio mengaku mendapat informasi itu dari agen Daihatsu yang menangani kerjasama dengan ManCity. “Sudah ada pembicaraan soal itu ke Menpora,” kata Rio saat itu. Roy membenarkan pernyataan tersebut. Dia mengaku telah bertemu dengan perwakilan ADM guna membicarakan rencana akuisisi ManCity. “Kami pemerintah masih menunggu. Namun pada prinsipnya kami mendukung semua upaya kolaborasi ini. Contoh, Indonesia menjalin kerjasama antara pemerintah dengan KNVB (Federasi Sepak Bola Belanda),” kata Roy seperti dikutip dari VIVAbola. Roy menjelaskan, secara definitif, City belum menentukan tim yang bakal diakuisisi. Namun, Roy menegaskan bahwa kesempatan itu akan diberikan kepada klub amatir. “Prioritasnya lebih kepada tim amatir, bukan klub profesional,” sambung Politisi Partai Demokrat tersebut. Mengenai prosesnya seperti apa, Roy berpesan agar sama-sama menguntungkan. Dia tidak ingin akuisisi yang dilakukan menggunakan mekanisme yang biasa digunakan bank. Roy juga tidak ingin campur tangan terkait peluang pemain Indonesia merumput bersama ManCity. (h/net)

Arema Tertahan di Lamongan LAMONGAN, HALUAN — Arema Malang memetik satu angka saat melawat ke kandang Persela Lamongan di lanjutan ajang Indonesia Super League (ISL). Laga yang berakhir 0-0 itu juga diwarnai dua kartu merah. Bermain dihadapan LA Mania di laga yang berlangsung di stadion Surajaya Lamongan, Rabu (22/5) sore WIB, Persela langsung tancap gas. Peluang pertama hadir lewat Samsul Arif di menit kelima tapi tendangannya ke arah gawang yang tim Singo Edan masih lemah. Delapan menit kemudian, Mario Costas mendapatkan peluang. Tapi sepakan striker Persela asal Argentina itu masih bisa diantisipasi oleh Kurnia Meiga. Arema mendapatkan peluang pertama saat laga berjalan 25 menit. Meneruskan bola umpan sundulan Kayamba Gumbs, kans pertama Arema itu masih bisa di diantisipasi penjaga gawang tuan rumah, Choirul Huda. Costas mendapatkan peluang emas satu menit menjelang turun minum. Tapi, Kurnia Meiga masih bisa mengantisipasi sepakan Costas dari jarak dekat itu. Skor 0-0 tak berubah hingga babak pertama habis. Di babak kedua wasit yang memimpin laga, Oki Dwi Putra, harus mencabut dua kartu merah dari sakunya. Satu kartu merah langsung diberikan kepada Djayusman Triyasdi yang dengan sengaja menghentikan bola dengan tangan saat beradu lari dengan Greg Nwokolo pada menit 71. Sementara satu lagi diberikan kepada bek Arema, Victor Igbonefo yang mendapat kartu kuning kedua di penghujung laga setela melanggar Samsul Arif. Tak ada gol tercipta sepanjang 90 menit kendati kedua tim menciptakan sejumlah peluang, pertandingan pun berakhir dengan skor kaca mata alias 0-0. Dengan hasil seri ini, Arema kini mengumpulkan 39 poin hasil dari 20 kali bertanding. Sementara Persela ada di posisi10 dengan raihan 23 poin.(h/net)

KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

Indonesia Pede Hadapi China JAKARTA, HALUAN — Walaupun kalah 0-5 di babak penyisihan grup, tim Indonesia menyatakan siap untuk kembali menghadapi China di perempatfinal. Para pemain dalam kondisi mental yang positif.

IPC MENANG — Tim IPC Pelindo (putih) tengah berusaha menembus pertahanan tim Optimus, Siak, Provinsi Riau pada hari ketiga pelaksanaan turnamen futsal nasional, Rafhely Specs Cup III di Lapangan Rafhely, By Pass. Pada laga ini, IPC menang 5-0 atas Optimus. IST

RAFHELY SPECS CUP III 2013

Tim Unggulan Masih Terlalu Perkasa PADANG, HALUAN — Tim-tim unggulan yang bertarung di turnamen futsal nasional Rafhely Specs Cup III masih terlalu perkasa bagi peserta lainnya. Tim tersebut, sudah mengunci posisi puncak di masing-masing grup yang dihuninya, yakni tuan rumah Rafhely Padang, Libido FC Bandung, Pepermi Sukabumi, dan IPC Pelindo Jakarta. Pada hari ketiga pelaksanaan turnamen tahunan ini, Rafhely yang dimotori Rahmad “pencet” Budiman kembali menang atas lawannya, yakni Wasaka Dumai 81. Di hari pertama, anak asuh Syafrianto Rusli ini sukses mencukur Street Soccer Padang 13-3. Kemudian, pada Selasa (21/5),

tuan rumah kembali unggul 6-0 atas tim Yasser FC Padang. Di grup B, Libido Bandung juga sukses memimpin klasemen setelah memenangi tiga pertandingan di fase penyisihan. Mereka unggul 11-4 atas Denny Sport Bukittinggi di hari pertama. Di hari kedua, mereka tak memberi ampun tim Palank Padang dan menang 173 dan di hari ketiga, Rabu (22/ 5) tim asal Bandung ini menghentikan mimpi tim Pekanbaru, Corner Futsal 7-3. Sedang di grup C, Pepermi Sukabumi juga terlalu digdaya bagi lawan-lawannya. Di hari pertama, mereka menang telak 4-0 atas tim Padang, Cendana Andalas, lalu menang lagi 6-4 atas Talago Sport.

Pepermi menyisakan satu pertandingan penyisihan grup menghadapi tim asal Padang lainnya, Sparing FC, Kamis (23/5). Tim Indonesian Futsal League (IFL), IPC Pelindo, Jakarta yang dimotori mantan pemain PON Sumbar, Randy “Akank” Satria juga menyisakan satu laga pada Kamis (23/5) ini. Bermain pukul 11.00 WIB, tim pro yang diongkosi BUMN IPC Pelindo diyakni akan mampu mengatasi tim asal Muaro Bungo, SJG, seperti mereka menghentikan perlawanan dua tim lain, yakni TVRI Sumbar dengan skor 13-1, dan Optimus Siak, Riau dengan skor 5-0 pada Rabu (22/5) kemarin. Pada laga ini, Akank menciptakan hattrick. (h/mat)

Petinju Papua Datang Lebih Awal PADANG, HALUAN — Tim dari Papua dipastikan akan menjejakkan kakinya pertama kali ke Sumbar untuk mengikuti Kejurnas Tinju Piala Wapres II yang akan dihelat 3-8 Juni 2013 mendatang di pelataran parkir Taman Budaya. Tim yang berkekuatan 30 petinju itu berasal dari Pengcab Pertina Kabupaten Kaimana, Papua Barat dan Pengcab Pertina Kota Jayapura, Papua. Demikian dikatakan Ketua Pengprov Pertina Sumbar, Togi P Tobing kepada wartawan di Padang, Rabu (22/5). Didampingi Sekum Pertina Sumbar Fazril Ale dan sejumlah

pengurus lainnya, Togi menyebut, ia sudah mendapat konfirmasi dari kedua pengurus Pertina asal Papua dan Papua Barat itu bahwa mereka akan mendarat di BIM pada 31 Mei. Sementara untuk batas kedatangan tim terakhir, yakni tanggal 2 Juni 2013, atau sehari sebelum pembukaan Kejurnas. "Jadi sejauh ini, berdasarkan konfirmasi dari kontingen yang akan datang, dua kontingen tersebutlah yang akan pertama sampai ke Padang. Dari 26 daerah yang telah memastikan ikut kejurnas ini, baru dua kontingen tersebut mengkonfirmasikan kedatangan mereka," kata Togi.

Ditambahkan Fazril Ale Piala Wapres kali ini agak berbeda dengan yang pertama. Kalau dulu hanya petinju yang lolos PON saja yang bisa bertanding, kini, petinju perwakilan pengprov, pengcab, dan pelatnas yang akan tampil. "Jadi, persaingan antar petinju akan lebih ketat," kata Fazril Ale. Selain melaksanakan Kejurnas, sebut Togi lagi, PP Pertina juga memberikan kesempatan pada Pertina Sumbar untuk melaksanakan penataran dan ujian wasit bintang satu AIBA "Kemungkin besar pelaksanaannya seiring dengan gelaran Kejurnasini," ujarnya. (h/mat)

100 Peserta Mulai Berlaga di Kejurda Catur LUBUK SIKAPING, HALUAN — Sebanyak 100 peserta dari 15 kab/kota di Sumatera Barat, mulai bertarung pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur tingkat Sumatera Barat, Rabu (22/5) di Gedung Syamsiar Thaib Lubuk Sikaping. Bupati Pasaman, Benny Utama menyaksikan langsung pertandingan perdana yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB tersebut. “Kami berharap atlet-atlet catur yang sukses menjadi juara pada Kejurda kali ini bisa menjadi atlet catur masa depan Sumbar nantinya. Selamat bertanding bagi para peserta, tunjukan

sikap sportifitas dalam bertanding,” jelas bupati sebelum pertandingan. Master Nasional Ruby Tamono bertindak sebagai wasit kepala pada Kejurda tersebut. Sementara Inspektur Pertandingan yang juga Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Sumbar Azraf Zawir menjelaskan pertandingan tersebut dilaksanakan dengan sistem Swiss tujuh babak dan sembilan babak. Azwar menjelaskan dalam sistem swiss tersebut, semua pemain akan bermain sesuai

dengan jumlah babak yang telah ditentukan sebelumnya. Pada sistem swiss 7 babak, semua peserta turnamen akan bermain sebanyak 7 kali. Dalam setiap babak pemain yang menang akan mendapat 1 poin sedangkan jika draw atau remis masing-masing mendapat setengah dan peserta yang kalah tidak mendapatkan poin. Pairing babak I akan diadakan secara acak (pengundian), akan tetapi pairing babak II dan seterusnya akan menyesuaikan dengan jumlah poin yang telah didapatkan dengan syarat Pada tiap fase

seorang pemain tidak akan bertemu dengan lawan yang sama lebih dari satu kali. Setiap pairing babak (kecuali babak I) setiap pemain akan bertanding (dipasangkan) dengan pemain yang memiliki jumlah poin yang sama atau hampir sama. Jika terdapat poin yang sama, maka penentuan urutan akan menggunakan sistem buchholz yaitu melihat jumlah poin pemain yang pernah dihadapi. Jika masih sama urutan kemudian akan dilihat dengan sistem berger yaitu melihat jumlah poin pemain yang pernah dikalahkan.

"Kami sedang bersiap menghadapi China. Bagaimana mengatasi tekanan dan persiapan terus berjalan. Tapi yang terpenting adalah mental pemain sangat positif. Mereka sudah mengatakan bahwa mereka siap," terang manajer tim, Rexy Mainaky, di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (22/ 5/2013). Dijelaskan mantan pebulutangkis ganda putra itu, tadi malam tim telah berdiskusi tak lama setelah pengundian babak perempatfinal, dan mereka langsung menyiapkan strategi-strategi. "Mental positif pemain itu yang kami perlu. Dan kami dapatkan malam itu, kami bersama-sama membicarakan hal tersebut. Mereka bilang, ayo fight semua," cetusnya. Dalam pantauan detiksport di sesi latihan tadi pagi, raut ketegangan tidak terpancar dari wajah para pemain.

Seluruh pemain terlihat asyik menjalani latihan dengan suasana kebersaman. Soal formasi yang akan diturunkan, Rexy belum mau membocorkannya. Namun menurut dia, tidak menutup kemungkinan dia dan tim pelatih bakal memutar formasi. "Kemungkinan untuk memutar formasi ada. Seperti misalnya memutar tunggal putri, bisa saja. Semua kemungkinan ada,'' jelasnya. "Apapun yang akan terjadi. Kami ambil pelajarannya. Bagaimana kami ke depannya. Mempersiapkan diri di kejuaraan selanjutnya. Jangan putus asa dulu. Kita harus berani," simpul dia. Pertandingan Indonesia versus China digelar di Putra Stadium, Kuala Lumpur, Kamis (23/5) pukul 12 siang waktu setempat. Yang menang akan bertemu Taiwan atau Denmark di babak semifinal. (h/net)

Perenang Sumbar Boyong Emas PADANG, HALUAN — Target PRSI Sumbar untuk memboyong medali emas dari Kejurnas renang Kelompok Umur (KU) di Kolam Dewi Anjani Jalan Sonokeling, Lombok Barat, NTB, tercapai. Capaian puncak ini diraih perenang andalannya, Alfhred Hendri di hari terakhir pelaksanaan Kejurnas ini. Terjun di nomor spesialisasinya pada 200 meter gaya dada, Alhfred menyentuh garis finish dengan catatan waktu 2 menit, 31.36 detik, mendahului perenang Bali, I Wayan yang sampai di garis finish 2.34,86 menit. Sementara itu perenang Riau, Andreu S Budiman, menyabet medali perunggu dengan catatan waktu 2.41,13 detik. Sebelumnya, Alhfred juga meraih perak pada 800 meter gaya bebas senior. Dengan hasil raihan itu maka dalam iven nasional itu perenang Sumatra Barat memboyong satu emas, satu perak dan dua perunggu. Menempatkan posisi kedelapan dari 27 provinsi yang ambil bagian. Dua medali perunggu dihasilkan Alhberd Hendri pada nomor 800 meter gaya bebas, dan sumabngan Harizal pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu pada Selasa (21/5). Seperti diberitakan

ALFHRED HENDRI dalam iven sudah menjadi kalender tetap PB PRSi itu, Pengprov PRSI Sumbar membawa 14 atlet perenang putraputri, Harizal, Alfhred Hendri, Alhberd Hendri, Abrian Adri Nyoman, Aldo Fahkrozi, Rovinda Furqon, Razak Rais Ziko, Tegar Mulia Nasution, Adriansyah, Wimbi Filianni, Debi Geovany, Febiola Cantika, Paska Rina, dan Anisatul Lufia Aziz. Sayang 11 perenang lainnya belum bisa memberikan medali bagi Kontingen PRSI Sumbar. "Torehan medali emas yang diukir Alfhred itu bisa menjadikan PB PRSI memanggilnya masuk ke dalam pelatnas. Bagi perenang lainnya bisa menjadi motivasi keberhasilan Alfhred itu," kata Agus Boing Nurbiantoro, Ketua Umum PRSI Sumbar. (h/mat)

Bantu Pelaksanaan iven ini juga mendapat dukungan dari Caleg partai Golkar, Ananda Mutiara Rezeki Tara. Calon anggota DPR-RI dari Dapil Sumbar II itu membantu pelaksanaan iven sebesar Rp2,5 juta yang diserahkan oleh Yoga Al Tara. “Saya mendukung penuh berbagai kegiatan yang dilaksanakan kelompok-kelompok masyarakat, seperti Kejurda Catur guna melahirkan atlet-atlet catur berprestasi di Sumatera Barat maupun ditingkat Nasional,” kata putri Azwir Daini Tara ini (h/rio/one)

Lansek Manih FM (LANIS FM) Frequensi (FM) 93,6 MHz (FM) Power Suport 1000 Watt ( Blues 30 NV) Alamat Studio/Office : Jl.Sudirman No.191 Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Telp. ( 0754) 20173-20553 Fax. 0754.20158 Email : lansekmanihfm@yahoo.co.id LANSEK MANIH FM “ Penyampai Informasi Pembangunan dan Penyejuk Hati Anak Nagari” >> Editor : Rakhmatul Akbar

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

19

MR H SUTAN MOHAMMAD RASJID

Testimoni Untuk Rasjid Saya Dukung SM Rasjid Jadi Pahlawan Nasional KIPRAH perjuangan Mr H Sutan Mohammad Rasjid sebagaimana yang dinukilkan dalam buku-buku sejarah sangat jelas bagaimana komitmen beliau terhadap Republik Indonesia. Karena itu negara menganugerahkan Bintang Mahaputra Adipradana kepada beliau. Saya juga mendukung Mr Sutan Mohommad Rasjid diusulkan jadi pahlawan nasional. Mr H Sutan Mohammad Rasjid, satu dari sederetan putra Minang yang jasanya begitu besar dalam perjuangan bangsa ini. Komposisi orang Minang dari dulu hanya sekitar 2,5 secara nasional tapi perannya di tingkat nasional berkisar 7 sampai 12 persen. Ini modal besar bagi Sumatera Barat. H. Irman Gusman (Ketua DPD RI)

Sangat Layak Menjadi Pahlawan Nasional Mr St Mohammad Rasjid sangat layak menjadi pahlawan nasional. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendukung usulan pahlawan nasional untuk beliau. Masyarakat terutama generasi muda hendaknya selalu mengingat jasa-jasanya. Nilai-nilai perjuangan Mr St Mohammad Rasjid sangat perlu ditauladani dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. H Irwan Prayitno (Gubernur Sumatera Barat)

Jadi Kebanggaan Bagi Sumbar BANGSA yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Mr H St Mohammad Rasjid sosok yang pantas menjadi pahlawan nasional. Di telah nyata berbuat dan berjuang untuk negara. Dia satu dari sekian banyak pelaku sejarah Pemerintrah Darurat Republik Indonesia. Pengakuan pemerintah terhadap perjuangan besar PDRI dengan menetapkan Hari Bela Negara (HBN), membuka jalan untuk mengusulkan beliau sebagai pahlawan nasional. Kita menyiapkan berbagai persrayatan dan kelengkapan tentang pengusulan tersebut. Kita semua siap bekerja keras agar mudah-mudahan tahun 2013 ini beliau ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Jika berhasil, tentu ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumbar. H Muslim Kasim (Wakil Gubernur Sumatera Barat)

Tanda Hormat Kita Kepada Pejuang KITA sangat hormat dan bangga atas perjuangan yang luar biasa Mr H St Mohammad Rasjid terhadap nusa dan bangsa. Beliau memiliki rasa kecintaan yang sangat dalam terhadap bangsa dan negaranya. Beliau adalah orang teguh dan berprinsip. Beliau pantas menjadi Pahlawan Nasional dan patut menjadi contoh tauladan bagi anak bangsa. Nilai-nilai kejuangan dan kenegarawan yang ada pada dirinya patut ditiru. Upaya pengusulan Mr H St Mohammad Rasjid sebagai Pahlawan Nasinal telah dimulai oleh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dengan pemberian nama pada jalan utama dari Simpang Duku menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Jika usulan ini terwujud, ini adalah kabanggaan bagi masyarakat Minangkabau. H Ali Mukhni (Bupati Padang Pariaman)

TestimoniUntukRasjid Kami Wajib Mendukung Mr H St Mohammad Rasjid berjasa besar memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia melalui PDRI. Ia sudah sangat pantas menerima penghargaan sebagai pahlawan nasional. Jasa beliau sangat besar. Kami wajib mendukung pengusulan beliau menjadi pahlawan nasional. Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota siap mengeluarkan rekomendasi sehubungan dengan pengusulan tersebut. Jika pun rekomendasi tidak diminta, tapi kami merasa perlu untuk memberikannnya. Ini adalah sejarah besar. dr H Alis Marajo (Bupati Kabupaten Limapuluh Kota)

RASJID bersama PM India Nehru

Irwan, Irzan, Aswin dan Arwin saat HUT ke 88 Rasjid

Mr St Moh Rasjid ketika jadi pembina upacara di Lapangan Kantin Bukitinggi Tahun 1948

PEMAKAMAN Mr H Sutan Mohammad Rasjid dalam upacara militer, 30 April 2000

SETELAH diabadikan menjadi nama Jalan Batas Kota Padang- Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kamis 28 Februari 2013, selanjutnya Mr H Sutan Mohammad Rasjid akan diusulkan menjadi Pahlawan Nasional. Insyaallah hari ini, Sabtu 4 Mei 2013 akan digelar pula Seminar Nasional Pengusulan Mr H St Mohammad Rasjid menjadi Pahlawan Nasional. Seluruh pihak sepakat dan menyatakan bahwa mantan Gubernur Militer Sumatera Tengah dan mantan Menteri Keamanan/Sosial/ Perburuhan Pemerintah Darurat Republik Republik Indonesia (PDRI) tersebut pantas menyandang gelar Pahlawan Nasional. Jasanya sangat besar. Beliau sosok pejuang pemberani, bersih, bijaksana dan memiliki intelektual yang mempuni. Putra kelahiran Jawi-Jawi Pariaman 19 November 1911 dan meninggal di Jakarta, 30 April 2000 (pada umur 88 tahun) tersebut berjuang di Sumatera Barat, nasional hingga internasional. Sangat banyak pesona yang menarik untuk diungkap dari sosok Mr H St Mohammad Rasjid yang juga pernah menjadi Duta Besar RI di Italia dan menjadi delegasi Indonesia di Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag tersebut. Pertengahan hingga akhir Bulan Desember 1948 adalah saat-saat yang teramat genting bagi kelanjutan kemerdekaan dan keberadaan Republik Indonesia. Di mana ketika itu, Ibukota Republik Indonesia di Yogyakarta telah jatuh ke tangan Belanda dan pimpinan negara, Presiden RI Soekarno dan Wakil Presiden RI Moh Hatta ditangkap dan diasingkan oleh Belanda. Namun ternyata keberadaan republik ini belum berakhir. Di tengah-tengah hutan pada jejeran Bukit Barisan, Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di bawah kepemimpinan Mr Syafruddin Prawiranegara menyiarkan kabar yang mengejutkan dunia menyatakan bahwa republik ini belum jatuh ke tangan Belanda. Perlawanan demi perlawanan terus dilancarkan oleh PDRI melalui perang gerilya. Salah satunya adalah Mr H St Mohammad Rasjid yang memegang posisi yang sangat strategis ketika itu. Di samping menjabat Gubernur Militer Sumatera Tengah, beliau juga diamanahkan menjadi Menteri Keamanan/Sosial/Perburuhan PDRI. Meski PDRI didirikan 19 Desember 1948, tapi baru diumumkan 22 Desember 1948 di Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, karena saat itu perlu menunggu Mr H St Mohammad Rasjid yang tengah berkunjung ke wilayah Pariaman. Para pejuang PDRI bergerilya dari beberapa titik di wilayah Sumatera Barat meliputi Koto Tinggi, Halaban, Situjuh Batur (di Kabupaten Limapuluh Kota), Sumpur Kudus di Kabupaten Sijunjung dan Bidar Alam di Kabupaten Solok

Selatan. Keberadaan PDRI menjadi penyambung bagi kelangsungan kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan izin Allah, tanpa PDRI, barangkali bangsa ini kembali akan jatuh ke tangan penjajah Belanda. Pada 3 Maret 1947 terjadi pemberontakan yang digerakkan oleh beberapa tokoh dari partai politik Islam tertentu. Dengan tuduhan pemerintah pusat tidak memperhatikan barisanbarisan yang berada di bawah naungan partai politik tersebut. Akan tetapi pemberontakkan itu dapat ditumpas dalam waktu satu malam. Senjata mereka dilucuti. Komandan Divisi DC Ismael Lengah menghendaki para pemimpin pemberontak itu diadili oleh Mahkamah Militer. Pengadilan itu pun segera dilaksanakan. Namun kemudian Mr H St Mohammad Rasjid memberikan pengampunan kepada mereka dengan perjanjian bahwa mereka tidak lagi akan mengulangi kesalahan yang sama. Keadaan pun segera menjadi tenang dan damai. Secara prinsip Mr H St Mohammad Rasjid menegakkan hukum dan menjalankan keadilan. Pada saat pemberontakan komunis meledak di Madiun pada tahun 1948, dengan cekatan Rasjid mengambil langkah yang sangat piawai dan bijaksana. Ketika itu tak seorang pun tokoh dan pengikut PKI di Sumatera Barat yang ditangkap oleh Mr H St Mohammad Rasjid yang saat itu tengah menjabat sebagai Gubernur Militer Sumatera Tengah. Malah Rasjid mengundang para tokoh PKI Sumbar tersebut dan diberikan penjelasan. Mereka diminta agar jangan menularkan pemberontakan oleh komunis di Madiun ke Sumatera Barat. Itu adalah langkah dan cara-cara bijaksana yang ditempuh oleh Rasjid di tengah-tengah krisis. Selama perang kemerdekaan II, Rasjid diangkat menjadi Gubernur Militer Sumatera Tengah. Di samping itu Rasjid juga diberi amanah sebagai salah seorang menteri dalam kabinet PDRI. Atas kontribusinya yang teramat besar dalam penyelenggarraan PDRI, dan jasa-jasa lainnya sebagai pahlawan kemerdekaan, Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan Bintang Mahaputra Adipradana kepada Mr H St Mohammad Rasjid melalui Keppres No 118/TK/2000. Terbentuknya PDRI di Sumatera Barat tanggal 19 Desember melalui Keppres No.26/ 2006 diabadikan Pemerintah Republik Indonesia sebagai “Hari Bela Negara�. Mr H St Mohammad Rasjid adalah seorang pejuang yang berpen-

Jasanya Sangat Besar KAMI sangat yakin, gelar sebagai pahlawan nasional akan disandang oleh Mr H St Mohammad Rasjid. Gelar pahlawan nasional sangat pantas untuknya. Karena beliau memang memiliki jasa yang sangat besar untuk kemerdekaan Bangsa dan Negara Indonesia. Bukan saja berjasa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaaan saja, M Rasjid juga pahlawan dengan cerminan motivasi pendidikan bagi generasi bangsa ini. Selain ikut berperang, beliau juga menuntut ilmu pengetahuan, sehingga beliau berhasil meraih gelar Mr dan ilmunya ini digunakan untuk membela bangsa dan negaranya. H Mukhlis Rahman (Walikota Pariaman)

dirian teguh. Sebagai ahli hukum, dia selalu berpihak kepada penegakkan hukum dan keadilan. Dia rela meninggalkan jabatan empuk dengan berbagai kesenangan demi keadilan bagi masyarakat. Meskipun dia pengacara hebat dan cerdas, tapi dia hidup sederhana. Mr H St Mohammad Rasjid wafat pada di Jakarta dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir. Makamnya besebelahan dengan makam Moh Hatta, Wakil Presiden RI pertama. Itu adalah permintaan Rasjid semasa hidup. Moh Hatta adalah sosok yang paling diidolakan oleh Rasjid, hingga dia minta izin kepada keluarga sang proklamator itu, bila ajal menjemput, dia dikuburkan di sebelah makam Moh Hatta. Keluarga Moh Hatta pun menyetujuinya. Rasjid memulai karier sebagai Ketua Jong Sumatranen Bond Cabang Padang (1927-1928), Sekretaris Indonesia Muda Cabang Jakarta (19301933), Jaksa Tinggi di Pengadilan Tinggi Padang (1944), Residen Sumatera Barat (1946-1948), Komisaris Negara Urusan Keamanan Dalam Negeri seluruh Sumatera dengan pangkat Menteri (1948), Gubernur Militer Sumatera Barat dan Tengah merangkap Menteri Keamanan, Pembangunan, Pemuda, Sosial dan Perburuhan PDRI (1949-1950). Berikutnya Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri RI (1950-1954), Duta Besar RI dan Berkuasa Penuh untuk Italia (19541958), 1956-1959 Anggota Konstituante Republik Indonesia (1954-1958) Sedangkan tanda jasa yang pernah diterima di antaranya meliputi; Bintang Order of Saint Silvestre (dari pemimpin Tahta Suci Vatikan), Bintang Perintis Kemerdekaan dan Bintang Mahaputra Adipradana. (yon e, dari berbagai sumber)

Tidak Diragukan Lagi, Rasjid Adalah Pahlawan TENTANG rencana pengajuan SM Rasjid sebagai pahlawan nasional ada tiga tanggapan saya. Pertama, tidak diragukan lagi bagaimana perjuangan Rasjid di masa-masa darurat dulu. Kedua, memang seharusnya diberikan penghargaan dan bahkan sudah terlambat sekali. Ketiga, untuk mengusulkan SM Rasjid sebagai pahlawan nasional perlu didukung oleh semua pihak mulai dari tingkatan nagari sampai provinsi dan lainnya. Sebagai seorang pemimpin SM Rasjid juga disebut sebagai negarawan karena perjuangannya murni untuk rakyat. Hal ini jelas berbeda dengan zaman sekarang. Sama dengan pendapat orang banyak, saya setuju dengan anggapan bahwa mencari negarawan itu sulit. Di zaman

Rasjid pemimpin merupakan negarawan, yang berarti sudah memikirkan masyarakat banyak. Sementara saat ini, lebih banyak yang muncul kaum elit yang hanya memperjuangkan dirinya dan kelompoknya. Jadi, mencari negarawan itu memang sulit. Rasjid juga adalah intelektual. Berbagai sumber buku menjelaskan Rasjid juga pernah menjadi tenaga pengajar di Sekolah Keguruan Rakyat. Dia berhasil menamatkan sekolah Belanda yang dahulu bernama Sekolah Mulo. Setelah tamat

Mulo, Rasjid melanjutkan sekolahnya, ke Sekolah Hukum Tinggi. Selain itu, ia juga organisatoris di berbagai organisasi di Indonesia, seperti organisais Sumatera Ninebone, organisasi PPI, dan lainnya. Di setiap organisasi yang digelutinya itu, ia selalu memegang pernan sentral. Dia tokoh multi talenta, dan berbeda dengan tokoh-tokoh lainnya. Mr H St Moh Rasjid pantas diangkat menjadi pahlawan nasional. Prof Dr Phill Gusti Asnan (Sejarawan Unand)

Usulan Jadi Pahlawan Nasional Patut Didukung PENGUSULAN Mr H Sutan Mohammad Rasjid sebagai pahlawan nasional patut didukung penuh. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Selain sebagai seorang tokoh perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) Mr H St Mohammad Rasjid merupakan tokoh yang sangat memahami adat Minangkabau. Banyak tokoh perjuangan yang berjasa, namun tidak memahami adat Minangkabau. Namun hal ini tidak terjadi di dalam diri M Rasjid. Hal inilah yang harus dicontoh generasi muda sekarang ini. M Sayuti Datuak Rajo Panghulu (Ketua LKAAM Sumbar)

Peran Mr Rasjid Sangatlah Besar SUTAN Mohammad Rasjid merupakan tokoh penting dalam menyelamatkan negara Indonesia. Dengan jabatannya sebagai Gubernur Militer Sumatera Tengah dan ditunjuk menjadi Menteri Keamanan/Sosial dan Menteri Perburuhan dan Sosial sewaktu kabinet darurat, perannya sudah sangat besar. Ia ikut mematahkan serangan diplomasi Belanda di dunia internasional dengan cara diplomasi radio dari rimba raya. Hal yang patut dilihat dari sosok St Mohammad Rasjid adalah kearifan, kedisiplinan, dan kemauannya yang pantang menyerah. Dan yang jelas, ia sangat kukuh dengan pendiriannya. Itu patut dicontoh. Beliau pantas diusulkan menjadi Pahlawan Nasional. Bagindo M. Letter (Ulama Sumatera Barat)

Tokoh yang Bijak MESKIPUN Mr H St Moh Rasjid menjabat sebagai Gubernur Militer Sumatera Tengah, namun bukan berarti dia adalah tokoh yang suka menyelesaikan konflik dengan cara kekerasan atau perang. Menurut berbagai sumber, dan cerita-cerita dari para saksi sejarah, Mr St Moh Rasjid adalah orang yang anti dengan kekerasan dan lebih suka menyelesaikan konflik secara damai. Bukti nyata bahwa Rasjid adalah sosok Gubernur Militer yang lebih memilih jalur diplomatis atau damai dalam menyelesaikan konflik adalah peristiwa 3 Maret. Dia lebih memilih cara kekeluargaan dan mufakat. Begitu juga ketika menghadapi orang-orang yang terlibat komunis, Rasjid lebih memilih menyelesaikan persoalan tersebut melalui perjanjian tertulis, daripada memberikan hukuman fisik. Dr Amrin Imran (Sejarawan)

>> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman : Irvand


20

TANAH DATAR

LINGKAR Sambut Menag, Festival Qasidah Rebana Digelar BATUSANGKAR,HALUAN — Dalam rangka menyambut kunjungan Menteri Agama RI ke Luhak nan Tuo, diselenggarakan festival qasidah rebana tingkat provinsi Sumatera Barat, yang akan dilangsungkan di lapangan hijau Rambatan. “Festival qasidah rebana tersebut dilangsungkan dari tanggal 8 hingga 10 Juni mendatang, dibuka secara resmi oleh menteri Agama RI, masing-masing daerah Kabupaten/ Kota menampilkan empat cabang, qasidah anakanak, qasidah remaja, dewasa dan bintang qasidah,” tutur Kabag Kesra Yuhardi di Pagaruyung Senin (20/5). Pada acara pembukaan qasidah rebana itu nantinya juga dilaksanakan launching Asosiasi Majelis Taklim Indonesia (AMTI) Sumbar, penyematan pin kepada Bupati M.Shadiq Pasadigoe atas prestasinya dalam pembinaan kehidupan beragama. Sebelum acara festival berlangsung, Menteri Agama RI menghadiri lounching dan pembukaan desa binaan magrib mengaji mandiri di Jorong Tanjung Lado Ateh Bukik Nagari Pasie Laweh Kecamatan Sungai Tarab. Dalam kunjungannya ke Tanah Datar Mennag juga berkesempatan mengunjungi masjid Tua Nagari Rao-Rao untuk melaksanaka salat Jumat. (h/emz)

Calon Anggota Panwaslu Ikuti Tes Wawancara BATUSANGKAR,HALUAN — Sebanyak 80 orang calon anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan di Kabupaten Tanah Datar, mengikuti uji kelayakan (tes wawancara), Jumat (17/5) setelah sebelumnya mengikuti ujian tertulis pada 9 Mei. “Ada 80 dari 165 orang yang berhasil lulus ujian tertulis yang sudah kita laksanakan 9 Mei lalu. Mereka mengikuti tes wawancara hari ini,” kata Ketua Panwaslu Kabupaten Tanah Datar, Nazmi di Batusangkar. Dia mengatakan, tes wawancara tersebut merupakan tahapan terakhir yang harus diikuti oleh calon anggota Panwascam yang dilaksanakan di kantor Panwaslu Tanah Datar, selanjutnya bila telah disahkan dilakukan pelantikan. Setelah melewati uji kelayakan, Panwaslu akan mengumumkan nama-nama yang berhasil lulus untuk dijadikan anggota Panwascam pada 23 Mei. “Sedangkan pelantikannya dan pembekalan dilangsungkan pada 29 Mei,” kata dia. Dia mengatakan, jumlah calon anggota Panwascam yang mengikuti tes wawancara itu setelah berhasil lulus seleksi ujian tertulis yang tersebar di 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Datar. Masing-masing kecamatan kata dia, ada enam orang nama yang terbaik diantara pelamar lainnya, untuk diseleksi lagi menjadi tiga orang setiap kecamatan. Menurut dia, calon anggota Panwascam yang berhasil lulus seleksi ujian tertulis itu adalah mereka yang memiliki nilai tertinggi diantara calon lainnya. “Mereka (Calon anggota Panwascam) itu lulus setelah memiliki nilai tertinggi di masingmasing kecamatannya pada ujian tertulis yang sudah kita laksanakan,” kata dia. Dia berharap mereka yang terpilih adalah yang terbaik dari sekian banyak calon anggota Panwascam, sehingga bisa melaksanakan tugas dengan baik. “Kita berharap dengan terbentuknya anggota Panwascam ini, bisa membantu kerja Panwaslu ditingkat Kabupaten selama tahapan Pemilihan Umum,” harapan dia. (h/emz)

Kegiatan Keagamaan Tanah Datar Menggembirakan BATUSANGKAR, HALUAN — Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Datar, Ny. Betti Shadiq Pasadigoe, SE,Ak, MM mengharapkan agar para santri yang telah menamatkan Alquran tetap membaca dan memperdalam pengetahuan baca alquran sebagai pedoman untuk kehidupan masa datang yang lebih baik. Hal itu dikemukakan Ny. Betti Shadiq Pasadigoe pada acara Khatam Alquran Santri TPA Masjid/Mushalla se Kecamatan Tanjung Emas yang dipusatkan di Masjid Nuurul Ikhlas Nagari Koto Tangah, Minggu lalu yang dihadiri oleh Bupati Tanah Datar, M. Shadiq dan Ketua TP PKK Tanah Datar. “Kita sangat bersyukur sekali di Kabupaten Tanah Datar kegiatan keagamaan sangat menggembirakan karena disetiap Masjid, TPA dan Pondok alquran di Tanah Datar bergairah melakukan aktivitas pendidikan,” kata Betti. Dikatakan bahwa, kecemasan kita para orang tua saat sekarang terhadap generasi muda yang cendrung mulai jauh dari pendidikan agama mengakibatkan kerusakan moral, budi pekerti yang dapat merusak masa depan bangsa dan negara. Saat sekarang ini negera kita sangat membutuhkan orang-orang yang mempunyai Ilmu pengetahuan dan yang berkepripbadian, yang beriman dan bertaqwa untuk menjalankan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Kita berharap di Kabupaten Tanah Datar pembinaan generasi muda terhadap keagamaan dan yang diawali dengan pendidikan baca tulis Alquran, sehinnga apabila sudah mampu membaca Alquran dengan baik, tentt selanjutnya mereka akan mampu mengamalkan isi kandungan Alquran untuk menjalankan kehidupan sehariharinya, ungkap Ny. Betti. (h/ydv)

KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

Luhak nan Tuo

Hari Kebangkitan Nasional Diperingati BATUSANGKAR, HALUAN — Bupati Tanah Datar M. Shadiq Pasadigoe menyatakan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional, dapat dijadikan sebagai motivasi dalam membangun kebersamaan. “Nilai-nilai Harkitnas yang masih sangat relevan saat ini yaitu membangun dan memelihara kebersamaan dan persatuan dan pemuda berhimpun dalam organisasi tanpa menonjolkan semangat kedaerahan,” katanya saat upacara peringatan Harkitnas ke-105 di Lapangan Cindua Mato Batusangkar, Senin (20/5). Ia menyebutkan, perjuangan para mahasiswa yang merumuskan ikrar satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa merupakan sebuah gagasan agung yang begitu brilian untuk dipahami maknanya dalam kehidupan bernegara saat ini. “Tantangan yang dihadapi pada abad ke-21 ini bukan lagi dalam bentuk penjajahan, tetapi berupa globalisasi dan akan diuji daya saing dan keunggulan bangsa ini ditengahtengah ajang kompetisi antar bangsa,” tuturnya. Dengan memperingati Harkitnas setiap tahunnya, berarti ikut mengenang semangat perjuangan para pendiri bangsa ini untuk diambil sebagai teladan bagi generasi muda,

HARKITNAS — Bupati Tanah Datar M. Shadiq Pasadigoe menjadi pembina upacara peringatan hari Kebangkitan Nasional ke 105 tahun 2013 di lapangan Cindua Mato Batusangkar, Senin (20/05). ujarnya. “Mereka telah berjuang tanpa pamrih, penuh pengorbanan, kesabaran dan keberanian mengusir penjajah dari bumi pertiwi,” kata Bupati M.Shadiq Pasadigoe di hadapan peserta upacara Harkitnas tersebut. Menurut Shadiq, dengan memahami sejarah maka akan menanamkan etos perjuangan

bagi generasi berikutnya yaitu perjuangan bangsa Indonesia ke depan untuk menjadi negara maju, modern, adil, dan sejahtera. “Para pejuang lebih mengedepankan dialog yang konstruktif bagi pemecahan persoalan bangsa yang dihadapi, sehingga permasalahan pelik di bidang politik, ekonomi

maupun sosial bangsa dapat terpecahkan,” ucapnya. Momentum Harkitnas, tambahnya, harus menjadi cambuk kembali pada nilai-nilai kebersamaan sebagai bangsa dalam menghadapi globalisasi dengan menggelorakan rasa bangga dan cinta tanah air. “Tidak ada bangsa yang bisa maju tanpa perjuangan

keras, dan tidak ada bangsa yang akan maju tanpa pengorbanan,” tuturnya. Upacara Harkitnas ini diikuti unsur Muspida, pimpinan SKPD, anggota TNI, Polri, PNS dan siswa.,usai upacara Bupati M.Shadiq Pasadigoe melakukan ziarah ke makam pahlawan Batusangkar. (h/emz)

Jembatan Bukit Tamasu KPPI Tanah Datar Terbentuk Telan Dana Rp26,175 Miliar BATUSANGKAR,HALUAN — Pembangun jembatan Bukit Tamasu sepanjang 60 meter menghubungkan Nagari Balimbing, Kabupaten Tanahdatar dengan Nagari Bukik Kanduang, Kabupaten Solok, menelan dana Rp26,175 miliar. “Pembangunan jembatan ini akan menghubungkan dua kabupaten, Tanahdatar dan Solok. Jembatan ini akan berdampak positif untuk peningkatan perekonomian masyarakat kedua daerah” kata Bupati Tanahdatar M. Shadiq Pasadigoe saat meninjau pembangunan jembatan itu. Ia menyebutkan, jembatan gantung yang ada sekarang ini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, sehingga masyarakat kesulitan mengangkut hasil pertanian dan perkebunan dari arel pemukiman warga menuju pasar. Pelaksana proyek pembangunan jembatan ini diharapkan dapat selesai sesuai jadual waktu yang telah ditetapkan,yakni pada bulan April tahun depan (April 2014). Selain itu, Bupati juga meminta

pelaksana dari PT Handaru Jakarta untuk menggunakan bahan kualitas baik sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi pemerintah daerah dan masyarakat yang memanfaatkannya nanti. Jembatan yang akan melintasi Batang Ombilin ini sudah sejak lama diimpikan masyarakat kedua daerah, karena adanya Pasar Balimbing sebagai tempat belanja kebutuhan sehari-hari kedua nagari. Sementara itu, Kepala Jorong Bukit Tamasu Delvison menjelaskan jembatan yang dimulai pembangunannya pada Juni 2012 diharapkan selesai pada April 2014. “Pembangunan jembatan sepanjang 60 meter ini menelan biaya sebesar Rp26,175 miliar dari APBD Sumbar, saat ini pekerjaannya diperkirakan sudah mencapai 75 persen,” katanya. Ia menyebutkan masyarakat Bukit Tamasu sangat bersyukur atas pembangunan jembatan ini ,hubungan transportasi yang terkendala selama ini dapat direalisasi dan mapu ditempuh dengan durasi waktu yang cukup singkat. (h/emz).

M. Shadiq Pasadigoe BATUSANGKAR, HALUAN — Kaum perempuan di Kabupaten Tanah Datar, membentuk Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI), guna memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan di legislatif Luhak nan Tuo. “Pemerintah daerah berharap kuota 30 persen kursi di DPRD Tanah Datar dapat diisi oleh kaum perempuan,” kata Bupati M. Shadiq Pasadigoe pada pembukaan sosialisasi dan fasilitasi

pembentukan KPPI Tanah Datar, di Batusangkar, Jumat (17/5). Ia menambahkan, sosialisasi dan fasilitasi ini dapat mendorong semangat perempuan untuk mengisi kuota yang telah ditentukan dalam undang-undang, bukan hanya sebagai syarat semata, tetapi dapat diwujudkan “Demokrasi yang sehat, kuat dan produktif harus memperhatikan kesetaraan dan keadilan gender, dan memiliki peluang yang besar untuk menduduki kursi legislative, mengingat secara keseluruhan warga Tanah Datar didominasi kaum perempuan, hanya saja kekuatan poklitik kaum hawa itu belum terkonsolidasi secara maksimal,” ucapnya. Pada Pemilu 2014, kata Shadiq, memiliki makna yang mendalam bagi penguatan hak-hak politik perempuan. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD memberikan “hak

istimewa” bagi perempuan dalam kepengurusan partai dan pengajuan bakal calon anggota legislatif (bacaleg). Kepengurusan partai di semua tingkatan wajib mengakomodir sekurang-kurangnya 30 persen perempuan. Begitu juga dalam proses pengajuan bacaleg wajib menyertakan 30 persen perempuan di setiap daerah pemilihan (dapil). “Pada proses pendaftaran, verifikasi dan penetapan partai politik beberapa waktu lalu, partai banyak yang tidak memenuhi syarat. Salah satunya karena tidak memenuhi kuota sekurang-kurangnya 30 persen perempuan dalam kepengurusan,” ujarnya. Begitu juga dalam pengaturan pengajuan bacaleg yang dituangkan dalam Peraturan KPU Nomor 7 tahun 2013 yang sudah diubah menjadi Peraturan KPU Nomor 13 tahun 2013. Partai politik wajib mengakomodir perempuan dalam daftar bacaleg di setiap dapil, sekurangkurangnya 30 persen. (h/emz)

Camat Batipuh Lolos Seleksi Tahap Pertama

KETUA TP PKK Tanah Datar, Ny. Betti M. Shadiq Pasadigoe menyerahkan Piagam Khatam secara Simbolis pada acara Khatam TPA se Kecamatan Tanjung Emas di Masjid Nurul Ikhlas Nagari Koto Tangah YULDAVERI

BATUSANGKAR, HALUAN — Lolos dalam penilaian tahap pertama Penilaian Kompetensi Camat Tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2013, Camat Batipuh, Drs. Osman Bin Nur, MSi, Senin lalu di Kantor Camat Batipuh dinilai kembali untuk nominasi 9. Osman Bin Nur merupakan Camat yang berhasil menempatkan posisi teratas dalam penilaian ditingkat Kabupaten Tanah Darar dan berhak dinilai ditingkat Propinsi Sumatera Barat, oleh Tim Tingkat Propinsi Sumatera Barat sudah memasuki penilaian tahap ke II. Penilaian yang dilakukan Tim Propinsi Sumatera Barat ke Batipuh Senin itu merupakan penilaian Tahap II, berdasarkan hasil penilaian tahap I oleh Tim Propinsi, Camat Batipuh Osman Bin Nur masuk nominasi penilaian 9 besar. Salah seorang tokoh masyarakat Batipuh, Mardalis Dt. Intan (Ketua LKAAM Batipuh) pada

kesempatan tersebut menyebutkan kalau selama kepemimpinan Camat, Osman Bin Nur yang dikenal dekat dan sering berkoordinasi dengan masyarakat Batipuh itu telah banyak melakukan perubahan, dibidang pembangunan yang selama ini telah dilakukan dengan segala upaya, baru sekarang banyak yang terwujud. Wakil Bupati Tanah Datar, H. Hendri Arnis dalam Sambutannya mengatakan, keberhasilan Osman Bin Nur sebagai Camat terbaik ditingkat Kabupaten Tanah Datar dan sekarang masuk nominasi 9 besar dalam penilaian ditingkar Propinsi Sumbar, merupakan hasil dari kemampuannya dalam berkarier sebagai camat yang mempunyai banyak inovasi dalam membangun Kecamatan Batipuh dan dekat dengan masyarakat. “Kita berharap prestasi yang dicapai Camat Batipuh, Osman Bin Nur dalam penilaian Kompetensi Camat tingkat Sumbar >> Editor : Atviarni

ini, disamping akan membawa nama baik daerah yang tak kalah pentingnya adalah dapat mendorong semangat camat lainnya untuk bekerja dengan baik dan berprestasi,” kata Hendri Arnis. Sementara itu Ketua Tim Penilai Kompetensi Camat Tingkat Sumbar, Rusdi Lubis menjelaskan, penilaian Kompetensi Camat bertujuan untuk memotivasi Camat agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai Camat secara maksimal, mempercepat pelaksanaan pembangunan di nagari. Tim yang terdiri dari Mantan Bupati Agam, H. Aristo Munandar, Mantan Bupati Padang Pariaman, Martias Mahyudin dan Mantan Sekda Propinsi Sumbar, Rusdi Lubis sebagai Ketua Tim akan menilai Camat berprestasi dari 3 bidang, yaitu Budang Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan.(h/ydv) >> Penata Halaman: Rahmi


FIGURA 21

KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

TASYA KAMILA

SORAYA LARASTI

Antara Kuliah dan Kerja di Dunia Hiburan

Beri ASI Eksklusif SEORANG ibu tentunya akan memberikan yang terbaik bagi anakanaknya. Begitu pula dengan Soraya Larasati yang pada19 Mei lalu telah dianugerahi anak pertama dari pasangannya Donni Arnaldi. Laras, begitu biasa ia disapa, ingin memberi yang terbaik bagi bayinya yang baru lahir lewat asupan ASI secara eksklusif. “Alhamdulillah ASI udah bisa, mau eksklusif secara 6 bulan. Kalau banyak sampai 2 tahun,” ujar Laras saat menggelar jumpa pers bersama sang suami di RS.Brawijaya Women & Children, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2013). Demi menjaga stock ASI-nya terus mencukupi bagi sang bayi, Laras tak akan menahan makan apa saja. Ia juga akan menunda program diet untuk bobot tubuhnya yang naik selama hamil. “Pas lahiran harus diet, tapi katanya harus makan banyak, bergadang tidur sejam, kalau anak tenang orangtua tenang. Sekarang yang penting susunya banyak, sayur,” tukasnya. (h/dtc)

JOE TASLIM

Ingin Main di Film Steven Spielberg

MANTAN penyanyi cilik Tasya Kamila saat ini tengah fokus menekuni pendidikannya. Wanita mungil yang tengah mendalami ilmu akuntansi itu sangat konsisten dengan apa yang sudah ia jalani untuk masa depannya. Saat ini, kuliahnya di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia sudah masuk semester 6. Ia pun memiliki cerita, mengapa sangat tertarik menyelesaikan kuliah akuntansinya. “Aku pilih akuntansi, ya sedikit ada hasutan dari papahku dan kakakku, karena mereka kan akuntan. Jadi, memang fakultas ekonomi merupakan jurusan yang tepat dan aku sekarangnggak salah pilih jurusan,” kata Tasya saat ditemui di sela acara Skin Care Workshop by Garnier di Sentul, Jawa Barat. Pelantun Libur Telah Tiba ini pun berencana

untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi lagi di bidang ekonomi. Namun, setelah lulus S1 akuntansi, ia ingin rehat sejenak, dan kembali melanjutkan karier di dunia hiburan. “Niat sih ada, tapi pengennya kalau selesai kuliah

aku mau fokus di entertainment dulu 1 atau 2 tahun lah,” terangnya. Penyanyi cilik yang pernah melejit lewat duetnya bersama grup band asal Yogyakarta, Sheila on Seven ini pun mengaku, di sela kesibukannya menuntut ilmu, ia juga tetap ingin eksis menjalani pekerjaan sebagai artis. “Biasanya kalau enggak ada kegiatan di entertainment, ya aku pulang kuliah ngerjain tugas. Tapi, kalau ada acara, ya paling tampil di talkshow, jadi MC atau acara lainnya. Tapi, kalauenggak ada sama sekali, ya biasanya aku langsung pulang, karena sudah capek juga sih kuliah,” ucapnya. (h/vvn)

>> Editor : Nova Anggraini

>> Penata Halaman: Rahmi

ATLET judo sekaligus aktor Joe Taslim telah membuktikan bakat akting laganya di film perdanannya di Hollywood, Fast & Furious 6. Setelah sukses mendapat sejumlah pengakuan dari sejumlah sutradara dan penggemarnya, Joe mengaku belum puas. Diam-diam Joe punya mimpi. Pria asal Palembang ini ingin sekali bisa bekerja sama dengan Steven Spielberg dan Chrstopher Nolan. “Pengen main di film Steven Spielberg dan Christopher Nolan,” ujar Joe Taslim kepadaVIVAlife. Meski demikian Joe tak mau muluk-muluk. Baginya, dapat bertemu dengan sutradara idolanya sudah luar biasa. “Numpang lewat juga nggak apa-apa. Nggak apaapalah di filmnya Steven Spielberg numpang lewat, yang penting salaman sama dia,” ujarnya sambil tertatwa. Sebelumnya, Joe membeberkan bahwa dirinya akan bergabung dengan satu film laga Hollywood lagi. Joe Taslim sudah bersiap menunjukkan aktingnya dalam proyek film terbaru, The Night Come to Us. Ia mengaku tampil di film arahan sutradara Gareth Evans ini sebagai jagoan. “Jadi pembunuh bayaran. Ceritanya action gitu. Y a n g jelas, film ini bukan untuk anak-anak,” cerita Joe. Hampir sama dengan film yang pernah sukses ia bintangi, The Raid, film barunya ini juga menunjukkan perpaduan bela diri dan penuh dengan pertumpahan darah. (h/vvn)

ISTRI HAMIL

Christian Sugiono Enggan Bagi Cerita SETELAH sekian lama menanti, akhirnya pasangan Titi Kamal dan Christian Sugiono akan segera dikaruniai momongan. Mereka akan segera menjadi orang tua, setelah janin di rahim Titi Kamal lahir. Seperti kabar yang beredar, Titi Kamal tengah hamil anak pertamanya. Saat dikonfirmasi, Christian Sugiono membenarkan kabar kahamilan istrinya tersebut. Namun untuk detailnya, dia tidak mau menjelaskan. “Alhamdulillah, kok tahu. Doain saja tapi saya nggak mau cerita dulu,”

kata Christian di Auditorium SAE INSTITUTE, FX Plaza, Senayan, Jakarta, Rabu (22/ 5). Christian khawatir jika banyak bercerita mengenai kehamilan, akan terjadi halhal yang tidak diinginkan. Kata Tian, pamali membicarakan kehamilan yang masih muda. “Tanda-tanda seperti itu ada. Saya tidak mau panjang lebar. Kata orang sebelum umur sekian, disimpan dulu, pamali. Tapi nggak tahu dapat bocoran dari siapa nih?” pungkas bintang SANG PIALANG itu penasaran. (h/ kpl)


22

SELASA, 22 MEI 2013 M 11 RAJAB 1434 H

LINGKAR Ratusan Anak PAUD Ikuti Lomba Kreativitas PADANG PARIAMAN, HALUAN — Tiga ratus lebih murid PAUD, dan 11 pendidik PAUD, di Kecamatan Sungai Limau, ambil bagian dalam lomba kreativitas anak yang dilaksanakan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Padang Pariaman, di Sungai Limau, Rabu (22/5). Kegiatan Kerjasama antara SKB dengan Penilik PLS Kecamatan Sungai Limau tersebut, bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak PAUD, sehingga mereka kelak diharapkan menjadi anak-anak yang pintar dan cerdas. Azinar, Panitia pelaksana kegiatan menyebutkan, 12 kegiatan lomba yang diadakan saat ini, disamping lomba untuk anak PAUD, juga untuk Pendidik PAUD. Lomba untuk anak PAUD, terdiri dari Lomba Kalose, Terompa Panjang, Pinjer Pentin, Mewarnai dan Membaca ayat-ayat pendek atau Do’a. Dan Lomba untuk pendidik PAUD, Lomba Mendongeng, Karya Lagu Sesuai Tema, APE dari bahan limbah, Kalose, Mars PAUD antar Gugus, dan Karya Tulis Pengelola PAUD. Kegiatan itu berlangsung dua hari, Rabu-Kamis (22-23 Mei 2013). Perkembangan PAUD di Kecamatan Sungai Limau, kabupaten Padang Pariaman cukup bagus, jumlah PAUD sekarang 24 unit, jumlah murid 761 orang. Dengan latanr belakang pendidik PAUD yang beragam, ada yang tamat SLTA, ada yang masih kuliah. Kepala SKB Padang Pariaman, Yulisni, kepada Haluan menyebutkan, Lomba berdasarkan meteri yang dilombakan, jelas sangat membantu dalam meningkatkan kecerdasan anak didik dan berguna untuk kemajuan pengelolaan PAUD ke depan. (h/tri).

Padang Pariaman Bertekad Bebas Filariasis PADANG PARIAMAN, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, bertekad bebas dari penyakit filariasis atau kaki gajah sebelum tahun 2020. “Tahun 2020 ditargetkan di seluruh dunia tidak akan lagi ada penderita penyakit ini, tapi Padang Pariaman tanpa perlu menunggu 2020 akan mewujudkan itu,” kata Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni di Padang Pariaman, Rabu. Menurut Bupati, sebagai daerah yang endemis, pihaknya prihatin sekali melihat para penderita kronis yang kehilangan produktivitas, serta akan memberatkan perekonomian keluarga. “Karena itu, marilah kita bersama-sama mewujudkan Padang Pariaman Bebas Filariasis, kalau bisa secepatnya, tanpa perlu menunggu 2020,” katanya. Ia juga menegaskan, semua aparatur pemerintah daerah harus terus bekerjasama mewujudkan Padang Pariaman bebas Filariasis. Ali Mukhni menjelaskan, penyakit kaki gajah merupakan penyakit infeksi yang termasuk kategori “new emerging diseases” atau penyakit dengan gejala penyebaran yang sangat cepat. Berdasarkan data WHO, katanya, sudah sekitar 120 juta penduduk di 80 negara yang terinfeksi penyakit ini. Kurang lebih 10 juta dari penderita berada di Indonesia, dengan jumlah penderita kronis 6.500 orang, yang tersebar di 1.553 desa/nagari/ kelurahan pada 231 kabupaten/kota di 26 Provinsi di Indonesia. Sebagai upaya membebaskan dari penyakit kaki gajah, Pemkab melakukan sosialisasi Pengobatan Massal Filariasis Tahap I Tahun 2013 bagi aparatur Pemda terkait se-Kabupaten Padangpariaman. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk menjalin sinergi antara berbagai pihak, serta menetapkan komitmen bersama dalam pelaksanaan pengobatan massal Filariasis. Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman, dr. H. Zunirman menyatakan, penyakit filariasis harus ditanggapi dengan serius. (h/hms)

Bulan Bakti Goro Dilaksanakan di Nagari Kuraitaji PADANG PARIAMAN, HALUAN — Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) rutin aparatur Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, untuk bulan Mei dilaksanakan di Nagari Kuraitaji. Wakil Bupati Padang Pariaman, Damsuar di Padang Pariaman, Senin mengatakan, kegiatan gotong royong (goro) ada dua jenis, yakni fisik dan dana. “Jika kita tidak mampu secara fisik maka bergorolah dengan uang, karena dalam bergoro juga dibutuhkan dana untuk memperlancar kegiatan,” kata Damsuar. Dijelaskannya uang tersebut bisa digunakan untuk membeli kelengkapan goro atau menambah biaya pembelian bahan bangunan atau alat membangun sesuatu. Damsuar juga menjelaskan bahwa goro tersebut banyak manfaatnya, karena selain membersihkan dan merapikan lingkungan sekitar, olahraga dan menjalin silaturahim antar warga dan aparatur pemerintah. Ia mengajak semua peserta goro terutama aparatur Pemkab Padangpariaman juga memperhatikan lingkungan rumah pribadi masing-masing. “Jangan asyik bergoro keliling nagari saja, sedangkan rumah sendiri lupa dibersihkan,” katanya. Ia mengatakan demikian, karena ia bersama Bupati dalam waktu yang tidak akan ditentukan akan melihat langsung rumah pribadi Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), apakah dibersihkan dan dirawat sebagaimana membersihkan lingkungan dalam setiap BBGRM.(h/hms)

PEMILIHAN DUTA WISATA PADANG PARIAMAN

Indah dan Raihan, Jadi “Cik Uniang-Cik Ajo” PADANGPARIAMAN, HALUAN — Indah Permata Sari terpilih sebagai “Cik Uniang” dan Raihan Muhammad terpilih sebagai “Cik Ajo” dalam pemilihan Duta Wisata Padang Pariaman. Selain itu, terpilih Rini Handayani R (Runner Up I Cik Uniang) Syafriko Yulisman (Runner Up I Cik Ajo) Ayu Wirdawati (Runner Up II Cik Uniang) Afrizal Devriko (Runner Up II Cik Ajo) Kiki Ofelia (Berbakat Cik Uniang) Derta Mukhtar (Berbakat Cik Ajo) Intan Operma D (Favorit Cik Uniang) Arif Hidayat (Favorit Cik Ajo). Duta Wisata “Cik Uniang-Cik Ajo” akan dikirim untuk mengikuti pemilihan uda uni di tingkat provinsi. “Pemilihan Cik Uniang dan Cik Ajo sangat bermanfaat sebagai ajang menguji prestasi remaja dan pemuda di bidang pengetahuan dan wawasan budaya Minangkabau,” kata Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni di Padang Pariaman, Senin. Pemilihan Duta Wisata tahun 2013 ini diikuti 20 peserta yang berasal dari utusan kecamatan dan umum. Ali Mukhni menyatakan sangat mendukung kegiatan rutin tahunan yang digelar Dinas Pemuda, Olahraga, Seni, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) PadangPariaman itu. Menurutnya, jika wawasan budaya sudah dikuasai maka remaja bisa menjadi duta dalam mempromosikan pariwisata dan budaya Padang Pariaman. Bupati menaruh harapan kepada Cik Uniang dan Cik Ajo yang terpilih sebagai pemenang untuk dapat menjadi contoh dan teladan bagi remaja dan pemuda Padang Pariaman lainnya untuk mencintai budaya Minangkabau dan Padang Pariaman. Ia juga berharap kepada peserta terbaik agar meningkatkan kemampuan untuk dapat bersaing dalam ajang Pemilihan Uda dan Uni Sumatera Barat. Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Burhasman, mengatakan, pemilihan itu digelar tidak hanya menilai performance fisik semata tetapi menilai 3 item. Item tersebut yakni fisik, intelektual dan kepribadian, katanya. “Bila dikemas dengan baik bisa menjadi penyiapan generasi muda untuk bekalnya di dunia kerja,” tambah Burhasman. Burhasman mengajak generasi muda untuk mencintai budaya, etika dan sopan santun Minangkabau, karena ia sangat prihatin dengan remaja dan pemuda sekarang yang tidak lagi memperhatikan sopan santun dan etika dalam bergaul sehari-hari. (h/hms)

MUSDA PORBI — Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, ikut menghadiri dan membuka resmi Musda Porbi (Persatuan Olahraga Buru Babi) ke II Tingkat Kab. Padang Pariaman di Aula Kantor Bupati Padang Pariaman, Rabu (22/5)

Wagub Buka Musda Porbi PADANG PARIAMAN, HALUAN — Rabu pagi (22/5), Wakil Gubernur Sumatera Barat, Muslim Kasim secara resmi membuka Musda Porbi (Persatuan Olahraga Buru Babi) ke II Tingkat Kabupaten Padang Pariaman di Aula Kantor Bupati Padang Pariaman. Dalam acara yang juga dihadiri oleh Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni , Kapolres Padang Pariaman serta sejumlah pengurus dan anggota PORBI Padang Pariaman tersebut, Wagub Muslim Kasim menyampaikan dukungannya agar PORBI tetap eksis dalam melaksanakan kegiatankegiatannya. “Karena akan sangat banyak tujuan yang bisa dihasilkan dari kegiatan Porbi ini, salah satunya

Jembatan Pasa Usang Senilai Rp24,3 Miliar Dibangun PADANGPARIAMAN, HALUAN — Jembatan Pasa Usang, Kabupaten Padangpariaman, yang sudah rusak akibat gempa 2009 akan dibangun ulang proyek Balai Besar Jalan Nasional II dengan nilai proyek Rp24,377 miliar. Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno di Padangpariaman, Senin, mengaku menyambut baik dibangunnya jembatan Pasa Usang yang baru karena akan memperlancar arus trasportasi dan akan bisa meningkatkan perekonomian Sumbar. “Jembatan ini sangat bermanfaat bagi Sumbar, karena akan memperlancar arus transportasi yang semakin padat,” kata Irwan. Ia juga sangat mengapresiasi upaya Bupati yang lincah mencari dana untuk membangun Padangpariaman. Salah satu komponen yang serius diurus Bupati adalah penyelesaian administrasi dan negosiasi pembebasan lahan. “Untuk pembangunan jembatan

Pasa Usang ini bisa diselesaikan hanya dalam 5 hari,” ungkap Irwan. Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni menyebut bahwa semua dana pembangunan yang masuk ke Padangpariaman tidak terlepas dari bantuan Gubernur Sumbar beserta jajarannya. “Kita diberi target waktu penyelesaian pembebasan lahan target sangat singkat. Alhamdulillah, berkat bantuan pihak terkait dan pemuka masyarakat Pasa Usang pembebasan lahan bisa disegerakan,” jelasnya. Pihaknya kini juga sedang menuntaskan pembebasan lahan jalan Duku-Sicincin yang sudah lama terkatung-katung. Jembatan Pasa Usang dibangun Proyek Balai Besar Jalan Nasional II ini dikerjakan oleh kontraktor PT. Nindya Karya dengan nilai kontrak Rp24,377 miliar dengan waktu pengerjaan 277 hari kalender dan memiliki lebar 7 meter panjang 105 meter. (h/hms)

adalah membantu para petani dalam memberantas hama Babi yang selama ini meresahkan dan merusak tanamantanaman petani”. Ujar Muslim Kasim Wagub menjelaskan “bahwa sebenarnya kegiatan berburu itu sudah melekat dalam kebiasaan masyarakat di Sumatera Barat. Berburu itu adalah mainan anak nagari Minangkabau, oleh sebab itu selain akan sangat membantu para petani, kegiatan berburu ini juga adalah salah satu kegiatan pelestarian budaya Minangkabau”. “Kemudian manfaat selanjutnya adalah bisa meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan antara masyarakat. Karena ketika kegiatan berburu tersebut dilaksanakan, para peserta yang datang berasal dari berbagai wilayah, apakah itu dari

Padang Pariaman sendiri maupun ada dari daerah-daerah lain di Sumatera Barat. Jadi mereka nanti bisa saling bersilaturrahmi dan berbagi pengalaman bagaimana keadaan di daerah mereka, persoalan dan cara mereka mengatasinya,” kata Muslim Kasim. Banyak sekali manfaat yang bisa dihasilkan dari kegiatan berburu babi ini, bahkan jika bisa dikemas dengan baik, kegiatan Berburu babi ini bisa menjadi iven budaya yang bisa dijadikan sebagai ikon wisata Sumatera barat, harap Muslim Kasim. Terkait Musda itu sendiri, dimana Musda kali ini akan memilih pengurus yang baru , Muslim Kasim yang merupakan Ketua Umum Porbi Kab. Padang Pariaman secara resmi membubarkan jajaran pengurus Porbi yang lama. (h/hms)

Anggota Panwaslu Segera Dilantik

PADANG PARIAMAN, HALUAN — Ketua Panwaslu Kabupaten Padang Pa riaman, Rudi Hendra, SE akan melantik 51 orang anggota Panwaslu Keca matan. Dari 51 orang anggota tersebut dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Padang Pariaman. Kalau tidak ada aral melintang, pelantikan anggota Panwaslu Kecamatan itu akan dilantik hari ini (Kamis-red) di Hotel Nantongga Kota Pariaman, usai pelantikan akan dilanjutkan dengan pembekalan tugas-tugas dan wewenang anggota Panwaslu

Kecamatan. “Kita optimis 51 orang anggota Panwaslu Kecamatan se Kabupaten Padang Pariaman yang akan dilantik ini akan dapat bertugas dengan baik, karena mereka ini diterima melalui serangkaian seleksi yang cukup ketat,” kata Kepala Sekretariat Panwaslu Kabupaten Padang Pariaman, Sadril.S.Sos.MM kepada Haluan Rabu (22/5) di Sungai Laban. Menurut UU No 15 Tahun 2011, kata Sadril, Anggota Panwaslu Kecamatan tersebut akan bertugas, mengawasi tahapan penyeleng garaan Pemilu di wilayah kecamatan diantarannya mengawasi, pemutakhiran data pemilih berdasarkan data kependudukan dan penetapan daftar pemilih sementara dan daftar pemilih tetap, pelaksanaan kampanye, logistik Pemilu dan pendistribusiannya, pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara hasil Pemilu, pergerakan

surat suara dari TPS sampai ke PPK, proses rekapitulasi suara yang dilakukan oleh PPK dari seluruh TPS serta pelaksanaan penghitungan dan pemungutan suara ulang, Pemilu lanjutan, dan Pemilu susulan. “Kemudian, menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap tahapan penyelenggaraan Pemilu, menyampaikan temuan dan laporan kepada PPK untuk ditindaklanjuti, meneruskan temuan dan laporan yang bukan menjadi kewenangannya kepada instansi yang berwenang, mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu. Kemudian memberikan rekomendasi kepada yang berwenang atas temuan dan laporan mengenai tindakan yang mengandung unsur tindak pidana Pemilu serta melaksanakan tugas dan wewenang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelas Sadril lagi. (h/cw-bus).

Bupati Canangkan BBGRM ke-10 PADANG PARIAMAN, HALUAN — Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, mencanangkan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-10 dan Bakti Sosial TNI-IBI KB Kes tingkat Kabupaten Padang Pariaman tahun 2013, serta Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 41, Rabu (15/5) di Kecamatan Nan Sabaris Pencanangan yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, diikuti kentongan oleh Wali Nagari se Kec. Nan Sabaris yang digelar pelaksanaanya di samping kantor Wali Nagari

Kurai Taji Kec. Nan Sabaris. Pada Kesempatan tersebut juga hadir Sekretaris BPM Sumbar, Kabid KB BKKBN Sumbar, Ketua DPRD Eri Zulfian, Kapolres Amirjan, Danramil Sicincin Irwan Taufik, Kepala SKPD, Camat dan Wali Nagari se Padang Pariaman. Dalam sambutan Bupati Ali Mukhni mengatakan bahwa kegiatan gotong royong di Padang Pariaman sebenarnya tidak perlu lagi dicanangkan karena kegiatan membangun nagari tersebut sudah menjadi budaya masyarakat Padang Pariaman. “Bahkan kita sudah mema-

sang tekad Tiada Hari Tanpa Bergoro di Padang Pariaman,” ungkapnya tegas. Dan hanya di Padang Pariaman yang masyarakat nagarinya bergoro malam, yaitu di Nagari III Koto Amal Selatan katanya lagi. Hal tersebut dilakukan mengingat kesibukan warga pada siang hari dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Lebih jauh Bupati Ali Mukhni menginformasikan bahwa dengan bergoro baik yang dilakukan oleh warga masyarakat atau bersama aparatur pemerintah telah menghasilkan pembangunan yang luar biasa.

“Kalau dihitung dengan nilai uang sudah hampir Rp70 milyar dana yang dikucurkan melalui goro,” jelas Ali Mukhni. Di antaranya melalui dana konsumsi, pembebasan lahan, pembebasan tanaman, dll. Sementara akses jalan yang terbuka oleh goro sudah mencapai 160 Km dan dana segar dari badoncek sebesar Rp300 juta. “Dari Pemkab kita juga menstimulus dana sebesar Rp10 juta per nagari,” kata Bupati mengakhiri. Menurut Kepala BPMPKB, Rasyid, kegiatan goro selain menjadi kebutuhan daerah juga

merupakan pelaksanaan amanat Kemendagri No. 42/2005 tentang BBGRM yang kemudian diturunkan melalui Pergub Sumbar, Perda dan Perbup Padang Pariaman. Sebagai apresiasi kepada nagari yang aktif dan sukses melaksanakan BBGRM, Pemkab Padang Pariaman memberikan reward kepada Walinagari III Koto Amal Selatan Kec. IV Koto Amal, Lurah Ampalu Kec. VII Koto dan Kudu Ganting Kec. V Koto Timur berturut-turut peringkat 1, 2 dan 3 sebagai Nagari berprestasi dalam melaksanakan BBGRM. (h/hms)

>> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman:Rahmi


RIAU DAN KEPRI 23

KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

Kabut Asap Selimuti Kota Tembilahan LINGKAR

TEMBILAHAN, HALUAN — Meskipun tidak ditemukan adanya titik api, namun di Kabupaten Inhil, khususnya di Kota Tembilahan dan sekitarnya diselimuti kabut asap yang cukup tebal.

Warga Keluhkan Listrik PLN Mati Hidup BENGKALIS, HALUAN — Sejumlah warga Bengkalis kembali mengeluhkan listrik PLN mati hidup. Akibatnya, sejumlah peralatan listrik menjadi rusak. Disamping itu, warga juga mengeluhkan jadwal pemadaman bergilir yang makin lama makin tidak karuan. Jika sebelumnya 1:12, dalam seminggu terkahir ini bisa tiga sampai empat kali sehari. “Sejumlah alat alat elektronik saya rusak. Kalau sudah seperti ini siapa yang mau bertanggungjawab. Seharusnya PLN professional dalam hal ini, jangan hanya ketika pelanggan terlambat membayar aliran listrik diputus. Ketika pelanggan dirugikan seperti ini, mereka juga seharusnya memberikan kompensasi. Itu baru berimbang namanya,” ujar tokoh masyarakat Bengkalis, Effendi Buntat kepada wartawan, Rabu (22/5). Akibat pemadaman lampu tidak karuan tersebut, pria yang akrab disapa Buntat, mengalami kerugian dimana televisi ukuran 52 inchi miliknya rusak. Parahnya, ketika dibawa ke tempat service untuk diperbaiki peralatannya tidak ada pula. “Menurut orang yang service harus dibawa di Pekanbaru. Kalau sudah seperti ini, mana tanggung jawab PLN. Jangan hanya ketika pelanggan menungguk langsung dilakukan pemutusan. Tapi ketika mereka merugikan pelanggan, dimana tanggungjawabnya,” tanya Buntat. Pendapat senada diungkap Linda, warga Kelapasari. Menurutnya, akhir-akhir ini durasi pemadaman listrik PLN semakin parah. Dalam sehari bisa dua sampai tiga kali mati, sehingga bisa menggangu aktivitasnya. “Durasi matinya sudah tidak bisa kita prediksi lagi. Jika sebelumnya dalam seminggu ada sekali pemadaman, sekarang dalam sehari bisa dua atau tiga kali meski tidak terlalu lama,” ujar Linda. Yang membuat Linda cukup kesal, ketika beras sudah dicuci, tiba-tiba mati lampu. Jika durasi matinya lama, beras yang sudah dicuci menjadi lembek. Mau tak mau terpaksa dimasak juga menggunakan kompor. (h/man)

LANGKA — Gas elpiji ukuran tiga kilogram masih langka dan susah dicari di Kota Tanjungpinang. Terlihat tumpukan gas elpiji, yang kosong saat akan diangkut, Rabu (22/5). SUTANA

Dinas PU Diminta Awasi Kontraktor PEKANBARU, HALUAN — Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Zulfan Sulaiman mengatakan proyek fisik yang telah dianggarkan dalam APBD Pekanbaru, harus mendapat perhatian serius oleh Dinas PU selaku pengguna anggaran. Artinya pengawasan dari Dinas PU ke pihak kontraktor sebagai pelaksana kegiatan harus berjalan maksimal. Sehingga proyek yang dianggarkan tersebut tidak terkesan asalan dikerjakan. “Khususnya di daerah pinggiran sesuai pantauan kita, dimana proyek tersebut dikerjakan asalan, sehingga hanya beguna sesaat saja. Seperti proyek semenisasi yang selama ini dilakukan oleh pihak kontraktor hanya

dapat dimanfaatkan sebentar, belum sampai satu tahun selesai dikerjakan sudah hancur.” ujar Zulfan Sulaiman pada wartawan kemarin, Rabu (22/5). Menurut Zulfan, sesuai pengamatan proyek semenisasi yang dikerjakan dimana ketebalan yang seharusnya 15 centimeter dikurangi menjadi 10 centimer, tentu kekuatannya juga berkurang. Diperparah lagi, dengan adukan semen yang tidak sesuai dengan standar. “Kalau memang ingin mendapatkan hasil yang bagus, mestinya proyek semenisasi harus dilakukan dengan redemix (mobil molen), namun untuk menghemat anggaran para kontraktor melakukan dengan cara manual, dan ini jelas berbeda kualitasnya dikemu-

dian hari.” Jelasnya Maka dari itu, kata Zulfan, Dinas PU dapat melakukan pengawasan kepada seluruh kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan jalan semenisasi, sehingga kualitas jalan yang diinginakan untuk jangka panjang dapat tercapai. “Selain itu, partisipasi dari masyarakat dalam pengawasan sangat juga diperlukan terutama pihak pengawas dari PU. Jangan nantinya proyek yang telah menghabiskan dana APBD jutaan rupiah ini terbuang percuma, dan hanya untuk memperkaya kontraktor pelaksana saja, namun harus lebih kepada pemanfaatan pada masyarakat.” ungkapnya. (h/ben)

Terkait kondisi tersebut, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhil memastikan, bahwa kabut asap itu merupakan kiriman dari kabupaten/kota tetangga, seperti Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), dan Pelalawan. “Berdasarkan pantauan Satelit NOAA 18, Selasa (21/5) kemarin, di Inhil diketahui tidak terdapat titik api. Sehingga, bisa dipastikan kabut asap yang ada saat ini adalah kiriman dari daerah lain, yakni paling banyak dari Rohil dan Pelalawan,” kata Kepala Bidang Kerusakan Lingkungan BLH Kabupaten Inhil, Ardi Yusuf kepada Haluan Riau, Rabu (22/5). Kendati demikian, lanjut Ardi, untuk mencegah timbulnya titik api di Kabupaten Inhil. Pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan peduli terhadap api, yaitu tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan di lingkungannya. “Sedangkan BLH bersama Tim Karhutla Inhil, senantiasa siap untuk segera turun langsung ke lokasi, jika terjadi kebakaran hutan dan lahan. Sehingga untuk antisipasinya, BLH selalu berkoordinasi dengan camat dan aparat desa lainnya, guna meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” terangnya. Selain itu, BLH Kabupaten Inhil juga sudah bekerjasama dengan pihak perusahaan dengan membentuk Kelompok Peduli Api (KPA), yang bertugas memberi penyuluhan kepada masyarakat, khususnya para petani tentang kerugian membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. “Kita imbau para petani untuk tidak melakukan pembakaran lahan, karena dampak yang akan ditimbulkan nantinya sangat besar, seperti munculnya kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat,” tambahnya. Sementara itu, Aziz, warga Kecamatan Tembilahan Hulu yang ditemui Haluan Riau menjelaskan, bahwa saat ini ketebalan kabut asap belum begitu mengganggu aktifitasnya, karena jarak pandang masih cukup jauh dan tidak begitu mempengaruhi penglihatan. “Kabut asap ini memang cukup tebal pada pagi hari, tetapi menjelang siang sudah mulai berkurang dan akhirnya hilang,” ujarnya. (h/jum)

>> Editor : Nasrizal

>> Penata Halaman: Syahrizal


24

KAMIS, 23 MEI 2013 M 13 RAJAB 1434 H

Bupati Dharmasraya Resmikan TBM DHARMASRAYA, HALUAN — Setelah senam bersama jajaran Pemkab Dharmasraya, wartawan dan jajaran Bank Nagari di Pasar Lama Pulau Punjung, akhirnya Bupati Dharmasraya H Adi Gunawan, melaunching Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang dimotori oleh PWI Perwakilan Dharmasraya, Rabu (22/5) di Pulau Punjung. “Saya sangat merespon apa yang sudah diperbuat oleh PWI Dharmasraya, salah satunya membuat TBM. Hal ini perlu dicontoh oleh lembaga-lembaga lain,” tutur Adi Gunawan, saat melakukan peninjauan ke TBM PWI Perwakilan Dharmasraya di Pulau Punjung. Dikatakannya, apa yang sudah diperbuat oleh PWI perlu didukung penuh oleh pihak-pihak terkait seperti Kantor Perpustakaan, begitu pula Dinas Pendidikan juga bisa bergandengan tangan dengan PWI termasuk mengadakan pelatihanpelatihan jurnalistik. “Selain mengadakan buku-buku di TBM, PWI ke depan hendaknya dapat menggandeng SKPD lain untuk membuat berbagai acara yang bermanfaat khususnya bagi para pelajar dan masyarakat Pasar Lama Pulau Punjung,” ujar Adi. Ketua PWI Perwakilan Dharmasraya Maryadi SE menyampaikan, adanya TBM adalah berkat kerja keras rekan-rekan wartawan umumnya dan anggota PWI khususnya, begitu pula dukungan semua pihak seperti Pemkab Dharmasraya. Apa yang diperbuat oleh PWI, katanya, adalah kerja sosial untuk masyarakat yang dapat menikmati yang sudah diperbuat oleh PWI yaitu taman bacaan. “Dengan adanya taman bacaan, diharapkan masyarakat akan dapat menikmati informasi yang sangat dini,” ujar Maryadi. Ditambahkannya, ke depan, di sekitar TBM PWI tersebut akan ada hot spot gratis. (h/fma)

Tamatan SMK Asal Padang Dilirik Malaysia PADANG, HALUAN — Dunia usaha yang berasal dari negeri Jiran Malaysia terus melirik tenaga kerja berasal dari tamatan SMK yang ada di Kota Padang, Sumatera Barat. “Dunia usaha Negara Malaysia berminat menampung tenaga kerja dari tamatan SMK yang ada di Kota Padang,” kata salah seorang pengusaha Restoran Rumpun Selera Malaysia Syafnida, di Padang, kemarin. Menurut dia, bahwa tenaga kerja Indonesia di Restoran Rumpun Selera berjumlah 93 orang dan sebanyak 73 orang berasal dari tamatan SMK di Kota Padang. “Tamatan SMK sangat bagus, dan sangat ahli dalam pekerjaannya. Makanya kita selalu ingin menambah jumlah tenaga kerja yang berasal dari tamatan SMK,” ungkap dia. Mencari tenaga kerja yang yang memiliki keahlian dan kompetensi seperti alumni SMK sangat sulit ditemukan di Malaysia, tambah Syafnida disebabkan di negara Malaysia tidak memiliki sekolah atau lembaga pendidikan seperti SMK yang ada di Indonesia yang siap terampil bila tamat. Sementara itu Kepala Sekolah SMK 6 Padang Ariswan menjelaskan permintaan tenaga kerja dari tamatan SMK di Malaysia setiap tahunnya terus meningkat, baik itu bagi alumni SMK yang memiliki jurusan Jasa Boga, maupun dari jurusan perhotelan. (h/ans)

MAHASISWA MENGELUH

Perpustakaan di Unand Kekurangan Buku PADANG, HALUAN — Sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand, mengeluhkan kurangnya buku di perpustakaan FIB Unand.

BELAJAR JURNALISTIK — Puluhan siswa Pondok Pesantren Kauman Madrasah Aliyah Kulliyatul Muballighien Muhammadiyah Padang Panjang (MA. KM Muhammadiyah) berkunjung ke Haluan, Rabu (22/5), untuk belajar kejurnalistikan. AMIR

Siswa KM Muhammadiyah Belajar Jurnalistik di Haluan PADANG, HALUAN — Minat belajar bidang jurnalistik siswa Pondok Pesantren Kauman Madrasah Aliyah Kulliyatul Muballighien Muhammadiyah Padang Panjang (MA. KM Muhammadiyah) sangat tinggi. Hal ini terbukti saat 20 siswa dan siswi bersama para guru pembimbing mereka berkunjung ke Haluan, Rabu (22/5). Sejumlah pertanyaan terkait kejurnalistikan diajukan para siswa tersebut. Dalam sesi tanya jawab yang dipimpin langsung oleh Koordinator Minggu David Ramadian dan Redaktur Pendidikan Nova Anggraini, siswa antusias menanyakan proses pencarian berita hingga penerbitan berita di Haluan. “Pencarian berita sebelum terbit melalui proses yang panjang dan semuanya terencana dan dirancang

secara apik,” jelas David Ramadian. Kemudian, penjelasan ditambah oleh Nova Angraini, bahwa sebelum koran dicetak melalui proses edit terlebih dahulu oleh redaktur di bawah pengawasan redaktur pelaksana. Semua proses tersebut diawasi secara ketat. Jika ditemukan kesalahan judul atau kesalahan redaksional ketika dilay out, maka sebelum dilakukan proses pracetak, kesalahan itu diperbaiki oleh redaktur kembali. “Proses pencarian berita dan pencetakan berita melalui pengawasan ketat, baik oleh redaktur maupun redaktur pelaksana yang bertugas mengawasi semua halaman,” terang Nova. Kepala MA KM Muhammadiyah Zamri Muis mengatakan, dirinya sudah berlangganan Haluan sejak tahun 1975. Karena alasan

itulah, Zamri Muis memilih Haluan sebagai tempat belajar bagi siswasiswinya yang mencintai dunia jurnalistik. “Sejak tahun 1975 saya sudah berlangganan Haluan, maka saya memutuskan untuk mengunjungi Haluan hari ini (Rabu, red) bersama guru dan siswa-siswa MA KM Muhammadiyah,” ujar Zamri yang didampingi Wakil Kepala Bidang Kurikulum Derliana. Siswa MA KM Muhammadiyah juga diajak mengunjungi ruang redaksi dan ruang percetakan Haluan. Siswa-siswi tersebut bisa melihat proses pembuatan berita di ruang redaksi dan melihat bundel Haluan yang terbit puluhan tahun silam. Siswa juga diajak ke ruang percetakan dan melihat langsung bagaimana koran Haluan diperbanyak. (h/cw-oos)

Akibat kekurangan buku tersebut, mereka kesulitan mendapatkan referensi yang dibutuhkan untuk proses belajar dan terlambat memahami perkembangan ilmu pengetahun yang mereka minati. Ramon (22) mahasiswa Sastra Indonesia Unand mengeluhkan minimnya buku-buku sastra Indonesia seperti buku-buku karya kreatif dan non kreatif. Begitu juga dengan Heru (22) mahasiswa Sastra Inggris Unand, mengeluhkan kurangnya jurnal terakreditasi nasional dan internasional. Bahkan jurnal online yang seharusnya berlangganan, tidak ada. Sementara itu, Andha (25) mahasiswa Sastra Indonesia yang sedang menyusun skripsi, mengeluhkan kurangnya buku pengajaran teori, padahal mahasiswa harus menulis skripsi menggunakan teori. Kepala Perpustakaan FIB Unand Rahmayeni, membenarkan keluhan mahasiswa FIB tersebut. Ia membeberkan, dari 2010 sampai 2013, baru sekali ada penambahan buku dari dana rutin Unand. Tambahan buku banyak dari alumni, itu pun buku bekas. Tentu saja buku-buku tersebut tidak cukup memenuhi kebutuhan buku mahasiswa FIB. “Jumlah buku di FIB saat ini sebanyak 4.611. Jumlah ini tidak seimbang dengan jumlah mahasiswa FIB yang lebih kurang 1.500. Bukubuku yang ada sekarang kebanyakan buku-buku lama,” ujar Rahmayeni kepada Haluan saat ditemui di perpustaakn FIB Unand, Selasa (22/5). Menurut Rahmayeni, harusnya tersedia 20 eksemplar untuk satu judul buku. Kata Rahmayeni lagi, buku yang sangat kurang di perpustakaan FIB adalah buku sastra Jepang dan sastra Inggris. Namun secara keseluruhan, buku di FIB kurang. “Selain kekurangan buku, perpustakaan ini juga kekurangan fasilitas lainnya, seperti komputer yang hanya satu unit, tidak adanya printer dan mesin fotokopi. Saya sudah pernah mengajukan kepada Dekan FIB soal penambahan buku dan kekurangan fasilitas lainnya, namun belum ditanggapi,” ungkap Rahmayeni. Sementara itu, Wakil Dekan I FIB Unand, Oktavianus mengaku menambah buku tiap tahun untuk pustaka FIB. “Tiap tahun kami membeli buku untuk pustaka FIB. Kalau jumlahnya ternyata kurang, kami tidak bisa memenuhinya sekaligus karena dananya terbatas. Di samping itu, pengadaan buku harus berintegrasi dengan pihak kampus,” beber Oktavianus. Oktavianus menyarankan mahasiswa FIB untuk kreatif mencari referensi buku di luar kampus. “Sekarang zaman serba mudah, buku-buku banyak di internet, harusnya mahasiswa kreatif mencari buku di luar pustaka kampus, karena kepentingan kampus tidak hanya buku,” jelas Oktavianus. Oktavianus berjanji akan mengidentifikasi bukubuku yang diperlukan oleh mahasiswa FIB dan akan membelinya demi kelancaran proses belajar mahasiswa. (h/mg-dib)

>> Editor : Nova Anggraini

>> Penata Halaman : Rahmi

Haluan 23 Mei 2013  

Haluan 23 Mei 2013

Advertisement