Page 8

8 RUMAH

MINGGU, 22 APRIL 2012 M 30 JUMADIL AWAL 1433 H

KEMENTERIAN TENAGA KERJA

Buruh Dapat Subsidi Uang Muka KPR Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mulai memberikan subsidi uang muka perumahan untuk pekerja dan buruh di seluruh Indonesia.

Mudahnya Merawat Gipsum Penggunaan material gipsum untuk interior saat ini sudah semakin meluas karena disebabkan oleh karakteristiknya sebagai material tahan api dan finishing yang sangat baik. Apalagi kelebihannya? Hal paling utama hanya debu, dan itu bukan perawatan yang sulit. Atau, sarang laba-laba, tinggal dibuang sarangnya, selesai. Mau dicat ulang juga tidak masalah, tinggal dicat, lalu selesai. Suwarso, System Develoment Rep BORAL Jayaboard, mengatakan teknik perawatan gipsum juga tidak rumit. Gipsum hanya butuh perawatan dari sisi kebersihan agar tetap sedap dipandang. “Kalau lihat plafon, apa yang dirawat? Tidak ada. Kalau soal bocor, itu faktor eksternal tentunya. Hal paling utama hanya debu, dan itu bukan perawatan yang sulit. Atau, sarang laba-laba, tinggal dibuang sarangnya, selesai. Mau dicat ulang juga tidak masalah, tinggal dicat, lalu selesai,” ujar Suwarso. Untuk aplikasi cat, lanjut Suwarso, juga tidak sulit. Tidak ada syarat khusus untuk pengaplikasian cat pada gipsum. Begitu telah terpasang, gipsum sudah bisa dicat. “Dengan cat tembok biasa bisa, tinggal cat saja kalau sudah dipasang. Tidak perlu diblok dengan pelapis lagi, karena cat langsung menyerap. Mau cat glossy atau minyak juga bisa dan mudah. Kalau di tembok itu kan kita tunggu kering dulu begitu tembok terpasang, kalau gipsum begitu selesai terpasang bisa langsung dicat. Bahan gipsum mudah menyerap dan daya rekatnya sangat baik untuk cat,” kata Suwarso. Nah, bagaimana jika untuk mengaplikasikan wallpaper? “Tidak masalah. Bahkan, dengan gipsum standar pun daya rekatnya baik untuk wallpaper,” ujar Suwarso. (h/*)

BELAJAR DARI GEMPA PADANG 2009

Gipsum, Bahan Material Serba Praktis MODEL bangunan minimalis juga membawa berkah bagi bahan material gipsum. Ini disebabkan, karena tipe minimalis lebih cocok ‘tandem’ dengan bahan gipsum, seperti untuk plafon dan penyekat ruangan. Di samping itu, gipsum mudah didapatkan, biaya yang tidak terlalu mahal, pengerjaan yang simple serta mudah perawatannya. Misalnya, ketika kebutuhan ruangan mendesak, siasat paling sering dilakukan adalah dengan teknik penyekatan. Namun, supaya saat penyekatan tidak menimbulkan masalah baru, misalnya membuat ruangan makin sempit, dibutuhkan pemilihan material yang tepat. Salah satu solusi pilihan material penyekatan saat ini

adalah penggunaan gipsum. Material non-struktural untuk interior ini bisa menjadi penyekat untuk ruangan semiprivat. Sifatnya yang ringan serta mudah dibongkar akan mempermudah saat pemasangan atau penyesuaian kebutuhan di kemudian hari. Sekat gipsum juga tepat bila diaplikasikan untuk menyekat kamar anak. Pemasangannya juga relatif mudah. Langkah pertama dilakukan adalah memasang rangka metal berbentuk rel atau track pada plafon dan lantai. Struktur besi hollow kemudian dipasang secara vertikal pada track dengan jarak antarbesi maksimal 60 cm. Langkah berikutnya adalah menempelkan lembaran gipsum pada rangka tersebut, kemudian disekrup. Sebagai sentuhan

finishing, gipsum bisa dicat sesuai keinginan. Selain ringan dan fleksibel, penyekat dari gipsum memiliki beberapa kelebihan lainnya. Pertama, aplikasi gipsum lebih mudah serta aman bagi kesehatan dan lingkungan. Kedua, gipsum tahan api karena bahan dasarnya tidak menyebarkan api. Ketiga, finishing-nya lebih rapih dan halus. Keempat, gipsum juga lebih hemat energi. Tak hanya itu. Jika diaplikasikan pada ruangan ber-AC, maka akan membuat lebih cepat dingin dibandingkan dengan pemakaian material konvensional lain. Kelima, gipsum dapat diaplikasikan untuk kebutuhan ruang kedap suara. Yang pasti, material gipsum sebagai penyekat lebih aman saat terjadi gempa. (h/kcm)

Syarat Menggunakan Gipsum DENGAN karakteristiknya sebagai material tahan api dan finishing yang sangat baik, penggunaan material gipsum untuk interior saat ini semakin meluas. Apa saja syaratnya jika ingin menerapkannya dalam hunian? Kalau kondisi di Jakarta tentu tidak masalah, mengingat kelembabannya cukup rendah dan suhunya masih masuk dalam rate yang disyaratkan. Rahmawan Gunawan, Technical Rep BORAL Jayaboard, mengatakan, hal pertama harus diperhatikan adalah kondisi lingkungan hunian Anda. Menurutnya, lingkungan rumah harus berada kondisi kering. Kemudian yang kedua, suhu di hunian itu berada

pada 5-40 derajat celcius. Sementara faktor ketiga, kelembaban ruangan hunian maksimal 90%. “Misalnya tinggal di Bandung, apakah bisa memasang gipsum? Tinggal dilihat tiga kondisi itu saja, karena ketiga hal itulah yang akan sangat mempengaruhi untuk papan gipsum standar. Kalau kondisi perkotaan di Jakarta tentu tidak masalah, mengingat kelembabannya cukup rendah dan suhunya masih masuk dalam rate yang disyaratkan,” ujar Rahmawan. Sementara untuk ketebalan gipsum sebagai dinding, Rahmawan mengatakan, biasanya dikaitkan dengan ketebalan kusen yang dipakai. “Biasanya ada yang 3 inci atau 4 inci, gipsumnya itu

tinggal mengikuti saja,” katanya. Seperti disebutkan sebelumnya, penggunaan material gipsum untuk interior saat ini semakin meluas karena disebabkan oleh karakteristiknya

sebagai material tahan api dan finishing yang sangat baik. Selain itu, teknik perawatan gipsum juga tidak rumit karena hanya butuh perawatan dari sisi kebersihan agar tetap sedap dipandang.

Untuk mengaplikasi cat pada material gipsum juga tidak sulit. Tidak ada syarat khusus, karena begitu telah terpasang, gipsum sudah bisa dicat. (h/*)

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan subsidi ini segera disalurkan kepada pekerja dan telah disetujui alokasi anggaran pemberian subsidi itu oleh DPR. “Pada tahun ini, pemerintah menyiapkan anggaran pemberian subsidi bagi pekerja buruh tersebut dan sudah disetujui DPR,” kata Muhaimin dalam siaran pers, Kamis (19/4). Program subsidi uang muka perumahan bagi buruh, ujar Cak Imin, sudah dimulai sejak 2008 sekaligus mempercepat pembangunan rumahrumah pekerja di sekitar kawasan industri. Tahun ini, Kemenakertrans mulai mengintensifkan lagi program subsidi uang muka perumahan itu. Muhaimin menambahkan saat ini pemerintah terus melakukan verifikasi data pekerja penerima subsidi tersebut. Subsidi uang muka perumahan akan diberikan kepada 1.500 pekerja masing-masing

Rp 2 juta. Uang muka tersebut hanya diberikan kepada pekerja yang ingin memiliki rumah. Sedangkan untuk subsidi koperasi, pemerintah menyediakan anggaran bagi 250 koperasi khusus pekerja Rp 20 juta per koperasi. Selain itu, ada juga subsidi iuran Jamsostek di luar hubungan kerja, untuk mengajak pekerja informal agar menjadi peserta Jamsostek. Nantinya, akan disiapkan anggaran bagi 8.000 orang yang akan mendapatkan bantuan iuran Rp 80.000 selama delapan bulan. “Pemberian subsidi ini akan dikombinasikan dengan subsidi program yang telah diberikan selama ini. Pemberian subsidi kepada buruh diharapkan dapat membantu kehidupan para pekeja dan buruh dan dapat langsung dirasakan manfaatnya,” katanya. Selain itu, Kemnakertrans akan mengajak perusahaanperusahaan swasta untuk turut membantu pembangunan perumahan pekerja/buruh di sekitar kawasan industri. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) maupun rumah susun sederhana milik (rusunami) akan diperbanyak di basis-basis indutri seperti di Batam, Jakarta, Surabaya, Medan, Bekasi, dan Tangerang. “Untuk jangka panjang pemerintah telah menyusun langkah-langkah strategis untuk menjamin standar kehidupan yang layak bagi pekerja dan buruh di sekitar kawasan industri,” katanya. (h/*)

Material Gipsum Lebih Aman Saat Gempa MATERIAL nonstruktural sebenarnya tidak boleh diabaikan. Pasalnya, saat gempa bumi terjadi, material ini lebih dulu terjatuh dan bisa menimpa penghuni rumah. “Bila material nonstruktur diabaikan bisa mengakibatkan kejadian fatal atau kecelakaan di dalam bangunan,” kata Vivi Satria Wibawa, Strategy and VAP Manager PT Petrojaya BORAL Plasterboard di Jakarta, Kamis (11/4). Saat gempa terjadi, lanjutnya, justru material nonstruktural seperti plafon atau penyekat akan berjatuhan terlebih dahulu. Faktor ini, menjadi salah satu penyebab bertambahnya korban jiwa. Muhammad Ferdi, Junior PM-Metal PT Petrojaya Boral Plasterboard mengatakan pihaknya mencoba menawarkan solusi lewat produk bernama Jayaboard Seismic Ceiling System yang tahan terhadap goncangan gempa. “Titik awal kami saat kejadian gempa Padang tahun 2009. Sebagai perusahaan yang peduli masalah keamanan, serta bagian dari solusi bahwa produk kami dapat meminimalkan risiko guncangan gempa,” jelasnya.

Dengan penyekat atau partisi dari gipsum, katanya, bisa meminimalkan risiko dari bahaya tertimpa material bangunan saat gempa berlangsung. Dalam pengujian, saat terjadi guncangan justru penyekat dari gipsum ini bertahan lebih lama ketimbang konstruksi dari batu bata. Apabila diterapkan dalam bangunan kemudian terjadi gempa, risiko konstruksi batu bata lebih rawan kecelakaan. Sebagai ilustrasi, berat konstruksi batu bata 250 kilogram per meter persegi. Sementara, material gipsum beratnya maksimal 15 kilogram per meter persegi. Selain partisi, produk teranyar Boral Jayaboard lainnya adalah plafon. Keduanya telah diuji dengan standar internasional ASTM - 580, yakni suatu standar Internasional yang menguji sistem aplikasi dengan gipsum. Plafon dan partisi ini dibuat dengan sistem yang mengikuti arah gerakan serta guncangan gempa. Selain fleksibel, plafon dan partisi juga ringan sehingga tidak akan mencelakai penghuni rumah atau orang di dalam bangunan. (h/*)

Haluan 22 April 2012  

Haluan 22 April 2012

Haluan 22 April 2012  

Haluan 22 April 2012

Advertisement