Page 1

Harian Umum Media Group IKLAN SIRKULASI REDAKSI

0751 4488700 082385321222 082390765000

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat Sabtu, 19 September 2015 / 6 Dzulhijjah 1436 H / Edisi 322, Tahun ke-66 / Harga Eceran Rp3.500/Eks (Luar kota tambah ongkos kirim)

Kebakaran di Silaut Sulit Dipadamkan PAINAN, HALUAN — Upaya untuk memadamkan api pada lahan perkebunan sawit di Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan terhadang medan yang sulit dijangkau. Untuk mengendalikannya, petugas mengupayakan membangun parit guna melokalisir penyebaran api. Akibatnya, kabut asap terus membu-

bung ke udara. Camat Silaut Samwil menyebutkan, tekstur tanah Silaut yang bergambut dan kering menjadikan tantangan tersendiri dalam upaya pemadaman. Nyala api tidak terlihat nyata di permukaan, namun api bergerak di ba-

>> KEBAKARAN hal 07

Kemiskinan di Sumbar Bertambah

Pemprov Keluhkan Serapan Anggaran

KABUT ASAP - Beginilah kondisi Jalan By Pass Bukittinggi yang diselimuti kabut asap yang cukup pekat, Jumat (18/9). Kabut asap di Kota Bukittinggi dan beberapa daerah di Sumbar mendadak pekat dalam hitungan jam, dan telah berkategori tidak sehat. HASWANDI

Jadwal Sholat Subuh

Zuhur

Ashar

Magrib

Isya’

04.56

12.16

15.24

18.19

19.28

Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepadaAllah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS Al; Hadit ayat 1)

PADANG, HALUAN — Rendahnya serapan anggaran yang berakibat sejumlah kegiatan pemerintah tidak berjalan, berdampak kepada meningkatnya angka kemiskinan di Sumbar. Hal ini diperparah dengan perekonomian Indonesia yang masih lesu akibat tekanan global. Sekretaris Daerah (Sek-

da) Prov Sumbar, Ali Asmar Jumat, (18/9) kepada Haluan di pelataran parkir escape building, Kantor Gubernur Sumbar mengatakan, naiknya angka kemiskinan di Sumbar akibat serapan anggaran yang rendah dan ditambah dengan melemahnya perekonomian na-

>> PEMPROV hal 07

Musim Haji 2015 Penuh Musibah Musim haji tahun 2015 diwarnai kasus tumbangnya crane lalu terbakarnya hotel tempat menginap sebagian jamaah Indonesia. Musibah sekaligus cobaan ini tentunya juga jadi pembelajaran sekaligus meningkatkan kedekatan kepada sang khalik

MAKKAH, HALUAN — Setelah musibah crane tumbang di Masjidil Haram, Jumat kemarin, (Kamis waktu setempat), jamaah haji musim 2015 kambali mendapat cobaan. Hotel tempat jamaah Indonesia bersama seribuan jemaah haji Asia, Hotel Sakkab Al Barakah di wilayah Aziziah terbakar. Belum ada keterangan resmi dari pejabat haji Indonesia, baik di Arab Saudi maupun

di tanah air, Joko Widodo. Api menghanguskan seluruh isi kamar 801 Lantai 8 Pemondokan 403 itu. Tidak ada korban jiwa, namun seluruh barang bawaan milik jemaah yang tinggal di kamar itu musnah dilalap api. “Ada 2 orang yang tinggal di dalam kamar

>> MUSIM HAJI hal 07

Fauzi Bahar di Galanggang Siliah Baganti

Upaya Melestarikan Seni beladiri Nenek Moyang PETUGAS Unit Laka Satlantas Polres Solok Selatan mengamati mobil minibu yang terguling. JEFLI

Rombongan tim SMA 3 Solok Nyaris Celaka SOLSEL,HALUAN — Rombongan tim sepakbola SMA 3 Solok berhadapan dengan maut menyusul kendaraan yang mereka tumpangi terguling di kawasan Blok Nol, Jorong Pekonina, Kecamatan Alam Pauh Duo, (18/9) pagi ini. Supir mobil, Dedi (42), mengatakan bahwa ia dan siswa menginap di rumah saudaranya di Muara Labuh

>> ROMBONGAN hal 07

Pencak silat menjadi sebuah warisan seni beladiri yang terus dipertahankan keberadaannya. Bela diri yang tak sekedar kekerasan dan adu fisik itu justru menanamkan nilai-nilai yang kini diterjemahkan dalam berbagai media.

S

ALAH satu upaya menjaga eksistensi silat itu adalah gelaran Galanggang Siliah Baganti (GSB) yang dilaksanakan secara bergantian di seluruh daerah di Sumbar. Gelaran kali ini, Kabupaten Tanah Datar jadi nan si pangka bagi tetamu, tokoh silat dari seantero Sumbar, plus lainnya. Ketua Ikatan Pencak

Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Barat Fauzi Bahar mengatakan, Silat tradisional Minangkabau harus dilestarikan, kalau ditanya soal Silat maka dunia akan mengakui berasa dari Minangkabau dan di Minangkabau silat itu dikenal dari Luhak Nan Tuo. Dikenalnya Silat Mi-

WAKIL Bupati Tanah Datar, H. Irdinansyah Tarmizi di dampingi Ketua IPSI Sumbar, Fauzi Bahar memukul Gong dimualinya GSB VI Tanah datar di Nagari Padang Magek

>> UPAYA hal 07

YULDAVERI

Kasus Pembunuhan Istri Bos Baiturrahmah Belum Kedaluarsa PADANG, HALUAN — Umar Jaya (53) alias Nayau menjadi pintu masuk bagi penyidik Polri untuk mengungkap kasus pembunuhan istri bos Yayasan Baiturrahmah tahun 1996 silam. Sayangnya, polisi terkendala dengan berkas verbal dan laporan awal yang besar kemungkinan tak lagi bisa didapat. Kendati demikian polisi dinilai wajib menindaklanjuti pengakuan tersangka yang kini “dipinjam” penyidik Polres Limapuluh Kota karena tersangkut kasus perampokan, akhir tahun 2014 lalu. Dalam pengakuan

www.harianhaluan.com

„ Redaktur: Rakhmatul Akbar

awalnya, Nayau memainkan peran tersebut dalam satu komplotan. Ahli Hukum Pidana asal Universitas Ekasakti, Adi Wibowo menilai polisi wajib mengusut kasus kejahatan yang dilakukan Umar Jaya di Kota Padang, baik itu dengan menggunakan LP yang lama maupun keluarga korban membuat laporan baru. “Dalam KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) dijelaskan, untuk kasus kejahatan dengan ancaman hukuman di atas lima

>> KASUS hal 07

„ Layouter: Irvand


2

Utama

Sabtu, 19 September 2015 6 Dzulhijjah 1436 H

APBD-P Sumbar Disahkan Awal Oktober PADANG, HALUAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemprov Sumbar akan mempercepat pengesahan APBDPerubahan (APBD-P) tahun 2015. Anggaran APBD-P akan ketuk palu paling lambat awal Oktober mendatang.

Polres Tanah Datar Gelar Perkara Kecelakaan Maut TANAH DATAR, HALUAN — Peristiwa kecelakaan maut di ruas jalan Dobok - Piliang 10 Agustus lalu, antara mobil Avanza dan sepeda motor dan memakan korban jiwa dua orang, kini dalam penyidikan Polres Tanah Datar. Tiga saksi yaitu IR, EI dan SL telah diperiksa pihak Kepolisian. Hasil gelar perkara Satlantas yang telah dilakukan masih membutuhkan satu orang saksi guna pengungkapan kasus kecelakaan yang merenggut nyawa Efrison (46) dan Irwan Akmal (42) warga Jorong Bukit Gombak Nagari Baringin, Batusangkar. Kapolres Tanah Datar, AKBP Nina Febri Linda melalui Kasat Lantas Iptu Avani Erliansyah kepada Haluan, Jumat (18/9) mengatakan, pasca kecelakaan maut tersebut, Polisi terus mengusut dan telah meminta keterangan pada tiga saksi. “Setelah kita lakukan gelar perkara, dibutuhkan satu orang saksi lagi yang langsung melihat saat kejadian kecelakaan itu. Keterangan dari tiga orang saksi yang telah dikumpulkan, baru satu saksi yang langsung melihat saat kecelakaan dan masih kita butuhkan satu saksi lagi yang langsung mendengar, melihat dan menyaksikannya,” sebut Kasat Lantas. Kasatlantas mengatakan, sarana di TKP mesti menjadi perhatian bersama terutama kepada instansi terkait. Antara bahu jalan dengan bibir aspal yang tingginya 20 cm itu sangat rawan terhadap kecelakaan lalu lintas. “Kita harapkan secepatnya dibenahi,” harap Kasat Lantas Avani. (h/fma)

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Sumbar, Hendra

Irwan Rahim usai rapat paripurna bersama Plh Gu-

bernur, Jumat (18/9) dengan agenda penyerahan nota pengantar APBD-P 2015. Ditegaskan Hendra, APBD-P 2015 direncanakan akan disahkan Rp4,2 triliun. Saat APBD-P disahkan, SKPD pun sudah bisa melanjutkan proses tender untuk program pembangunan fisik. Kemudian penyusunan

MENDEREK — Mobil derek menderek mobil minibus Avanza yang tabrakan dengan sepeda motor pada Agustus lalu di ruas jalan Dobok - Piliang, Batusangkar. FERI MAULANA

Lewat Lapau Panjang di Purus

PT Semen Padang Bantu Perekonomian Masyarakat PADANG, HALUAN — Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang kembali menyalurkan bantuannya kepada masyarakat Kota Padang, melalui pembangunan lapau panjang di kawasan Danau Cimpago Pantai Purus Padang. Bangunan berupa 10 petak kios tersebut, secara resmi Jumat (18/9) diserahkan Direktur Keuangan PT Semen Padang Tri Hartono Rianto kepada Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah. Tri Hartono Rianto mengatakan, bantuan kios itu diserahkan kepada Pemerintah Kota Padang untuk

dapat dimanfaat oleh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian. Menurutnya, hal ini wujud dari kepedulian Semen Padang melalui program paduli nagari CSR. “Sebagai bentuk kepedulian Semen Padang terhadap masyarakat kota Padang, maka kita buatkan 10 unit kios dengan biaya lebih kurang 700 juta rupiah untuk masyarakat yang berjualan di pinggir pantai Padang. Ini merupakan bagian dari program paduli nagari CSR PT Semen Padang,” ujar Tri saat memberikan sambutan pada acara penyerahan lapau

panjang. Ia juga mengatakan, dalam pembangunan kios-kios tersebut, PT Semen Padang menggunakan produk berkualitas terutama semen unggulannya Semen PCC. Hal ini menurutnya, agar kios yang dibangun tersebut dapat bertahan lama dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. “Dalam pembangunan lapau panjang ini, kita menggunakan produk-produk unggulan dan berkualitas terutama dalam penggunaan Semen PCC. Untuk bangunan yang berada dipinggir pantai dan digunakan dalam

waktu yang cukup lama, semen PCC adalah solusi yang sangat tepat dalam pembangunan kios-kios tersebut,” tambah Direktur Keuangan PT Semen Padang itu. Sementara itu, Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah menyampaikan terima kasih kepada PT Semen Padang, yang telah peduli pada masyarakat dalam membangun lapau panjang. Menurutnya, Semen Padang selalu komit dalam membantu masyarakat, khususnya Kota Padang. “Lapau Panjang ini nantinya, selain dapat menghidupkan perekonomian

masyarakat, juga akan di jadikan sebagai tempat rekreasi keluarga,” ungkap Mahyeldi. Ia juga mengatakan, Semen Padang juga telah membangun lapau panjang dengan produk unggulannya semen PCC yang telah terbukti sangat bagus dan terpercaya dalam membangun di proyek-proyek unggulan selama ini. Dengan keberadaan lapau panjang yang kokoh, tentunya dapat bertahan lama menopang perekonomian masyarakat yang akan memanfaatkannya untuk tempat rekreasi keluarga yang nyaman. (rel/met)

program dalam APBD-P ini akan disesuaikan dengan realisasi anggaran tiaptiap SKPD. “Jika realisasi rendah, maka program dievaluasi dan dipertimbangkan untuk tetap menerima anggaran, dikurangi atau malah ditambah. Kita ambil patokan berdasarkan laporan evaluasi atau realisasi semua SKPD pada semester I,” kata Hendra Dilanjutkannya, ekonomi Indonesia secara nasional saat ini lagi goyah. Termasuk juga di Sumbar. Dengan pengesahan APBD-P yang tengah disegerakan , dana dari belanja pemerintah diharapkan akan membantu menggenjot perekonomian. Dalam hal ini, semakin tinggi realisasi APBD-P maka akan semakin banyak dana beredar di masyarakat, ekonomi pun dinilai akan terus menggeliat. Di lain pihak, Plh Gubernur, Ali Asmar juga menyampaikan pendapat yang hampir senada. Ia mengatakan Pemprov dan DPRD akan bergegas menyelesaikan APBD-P sesegera mungkin. Waktu penyelesaian ditarget kurang lebih sebulan. “Kita pastikan awal Oktober sudah ketuk palu. Jadi semua SKPD bisa langsung realisasi. Dalam hal ini masih tersisa waktu empat bulan untuk menyelesaikan semua program,” ujarnya. Ali memaparkan, dalam nota pengantar itu yang disampaikan hari itu, nilai APBD-P bertambah menjadi Rp4,2 triliun dari APBD induk Rp4,1 triliun. Penambahan berasal dari pendapatan daerah senilai Rp50 miliar dan beberapa sumber lainnya. Menyeimbangkan tambahan pendapatan ini, belanja daerah juga ditingkatkan menjadi Rp4,2 triliun dari awalnya hanya Rp4,05 trilun. Jika masih ada kekurangan untuk menutupi belanja, kata dia, dana akan diambil dari sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) tahun 2014 lalu.

Namun, lanjut dia, dalam menyusun program pada APBD-P, DPRD dan pemprov juga telah merasionalisasi atau mengkaji ulang program yang kemungkinan tak bisa diselesaikan dalam waktu empat bulan ini. Beberapa di antaranya penggunaan sisa tender pembangunan fisik yang tak bisa diselesaikan hingga akhir tahun. “Kita pindahkan dananya untuk program lain yang lebih prioritas dan lebih memungkinkan untuk bisa selesai 100 persen,” jelas Ali. Kemudian ia juga menerangkan, secara umum, alokasi pembagian dana APBDP terdiri dari, urusan pendidikan Rp76 miliar, kesehatan Rp492 miliar, pekerjaan umum Rp681 miliar, perumahan Rp6 miliar, penataan ruang Rp5,5 miliar, perencanaan pembangunan Rp13 miliar, perhubungan Rp22 miliar. lingkungan hidup Rp18 miliar, pemberdayaan perempuan dan anak Rp3,5 miliar, KB Rp803 juta, sosial Rp27 miliar, ketenagakerjaan Rp10 miliar, koperasi/umkm Rp7,5 miliar, penanaman modal Rp4,9 miliar, kebudayaan Rp14 miliar. Kepemudaan/olahraga Rp17 miliar, kesatuan bangsa/politik Rp11 miliar, otonomi daerah Rp2012 miliar, ketahanan pangan Rp9 miliar, pemberdayaan masyarakat Rp13 miliar, kearspian Rp6 miliar, komunikasi/ informasi Rp11 miliar, perpustakaan Rp2 miliar, Pertanian Rp76 miliar, kehutanan Rp3 miliar, energi dan sumber daya mineral Rp5,5 miliar, kelautan dan perikanan Rp15 miliar, perdagangan Rp9 miliar, industri Rp13 miliar. “Pemprov akan memberdayakan semua SKPD untuk segera merealisasikan program yang ada di dinas mereka masing-masing. Hal tersebut akan kita lakukan mengingat realisasi yang ada sampai saat ini baru 52 persen lebih,” pungkas Ali Asmar. (h/mg-len)

Tukang Ojek Kurir Sabu Ditangkap PADANG, HALUAN—Tim Kepolisian Sektor Lubuk Kilangan (Polsek Luki) menangkap satu tersangka kurir sabu di Simpang Gadut, Kecamatan Lubuk Kilangan pada Kamis (17/9) sekitar pukul 20.30 WIB. Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti sabu dalam paket kecil senilai Rp250 ribu. Pelaku adalah SY (23), yang berprofesi sebagai tukang ojek, warga Koto Baru Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Kuranji. Saat ini pelaku diamankan bersama barang bukti di Mapolsek Lubuk Kilangan guna pengembangan lebih lanjut.

Dari informasi yang dihimpun, penangkapan tersangka berawal adanya informasi dari masyarakat setempat yang resah dengan ulah pelaku yang sering bertransaksi narkoba di sana. Menanggapi laporan tersebut, petugas kepolisian Lubuk Kilangan bersama Kapolsek Kompol Aswarman langsung mendatangi lokasi kejadian guna membuktikan laporan tersebut. Setiba di sana, petugas langsung menangkap pelaku saat di perjalanan. Setelah ditangkap, petugas mengorek keterangan dari pemuda ini darimana dia mendapatkan

barang haram tersebut. Dari mulut pria ini, petugas mendapatkan jawaban bahwa dia membeli barang dari ‘N’ yang merupakan pemasok sabu kepada ‘SY’ yang akan dijual kepada temannya ‘R’. “Saat ini kami masih memburu “N” yang merupakan penjual barang haram tersebut. Kami juga memburu “R” yang hendak membeli barang tersebut melalui tersangka “SY”. Pelaku terbukti melanggar pasal 112 dan pasal 114 UndangUndang RI nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara. (h/mgadl)

Tunggu SKB Tiga Menteri

Realisasi Dana Desa Jalan Terus PADANG, HALUAN — Pemprov Sumbar masih menunggu Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri terkait dengan penyaluran dana desa. SKB tiga menteri ini akan menjadi penguatan kepada Wali Nagari (Walnag) agar tidak takut dalam menggunakan dana tersebut. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sumbar, Syafrizal kepada Haluan Kamis (17/ 9) melalui sambungan telepon di Padang memastikan dengan dikeluarkannya SKB tiga meneteri ini, dipastikan tidak akan tumpang tidih dengan kebijakan yang sebelumnya telah dijalankan di Sumbar. SKB ini kata Syafrizal, hanya berupa penguatan kepada kepala daerah agar tidak takut dalam melaksanakan dana desa. “Sejauh ini kita telah melakukan beberapa langkah di Kabupaten/Kota untuk dapat melakukan percepatan penye-

www.harianhaluan.com

rapan dana desa. Mulai dari pembentukan badan penyelenggara kegiatan hingga pembentukan badan pengawas,” terang Syafrizal yang juga Penjabat (Pj) Bupati Dharmasraya. Dilanjutkannya, untuk badan penyelenggara kegiatan ini terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan dua orang anggota. Untuk Surat Keputusan (SK) dikeluarkan Wali Nagari. Sementara untuk badan pengawas pembangunan fisik, beranggotakan sebanyak tiga orang diambilkan dari unsur masyarakat. “Untuk badan pengawas kita ambilkan dari unsur masyarakat yang paham dengan pembangunan. Jadi, SK nya juga dikeluarkan Walnag dan biaya untuk badan ini diambilkan 3 persen dari dana desa yang ada,” imbuhnya. Nantinya kata Syafrizal, dalam pelaksanaannya ketika badan penyelenggara kegiatan menyu-

„ Redaktur: Ismet Fanany MD

sun rencana kerja maka badan pengawas yang akan melakukan pengawasan. Setelah lolos dari pengawasan baru Walnag mengeluarkan dana sesuai dengan kebutuhan. “Untuk Rencana Anggaran Biaya (RAB) pelaporannya kita mintakan langsung dari dinas terkait di Kabupaten/Kota dengan didampingi petugas pendamping dana desa. Bentuk laporannya sama dengan laporan PNPM yang lama,” terangnya. Sementara untuk penyaluran dana desa tahap II semuanya telah sampai di rekening pemerintah daerah. Dana ini baru akan disalurkan setelah dana desa tahap I direalisasikan. “Tahap I sebesar 40 persen sudah berada di rekening 880 desa/nagari penerima. Sementara untuk tahap II kita biarkan saja di rekening Pemda sampai dana Tahap I bisa dilaksanakan,” terangnya. (h/mg-isr)

„ Layouter: Habli


Sabtu, 19 September 2015 6 Dzulhijjah 1436 H

3

Jelang Chelsea vs Arsenal

Menanti Fabregas! LONDON, HALUAN — Cecs Fabregas sempat melempem di awal musim ini tapi kemudian bisa cemerlang lagi saat Chelsea melawat ke markas Maccabi Tel Aviv. Kontribusi Fabregas kembali dinantikan di Stamford Bridge. Fabregas menjadi salah satu lakon pada sukses Chelsea menjadi juara Premier League musim lalu. Duetnya dengan Diego Costa menjadi salah satu pasangan yang paling ditakuti pada kompetitor The Blues. ESPN mencatat Fabregas menjadi pencetak 18 assist dan menjadi yang terbanyak di Premier Legaue. Tapi, memasuki musim ini Fabregas tak langsung cemerlang. Fabregas yang menjadi pilihan utama untuk mengisi lini tengah dalam tujuh laga terakhir ‘Si Biru’ di semua ajang belum bisa memberikan kontribusi dalam tujuh laga itu. Tampil selama 508 menit, dia tak menyumbangkan gol maupun assist. Kebuntuan Fabregas berakhir di laga matchday I LIga Champions menghadapi Maccabi Tel Aviv. Dia mendo-

nasikan satu gol laga versus Maccabi yang akhirnya dimenangkan Chelsea 40 tersebut. Selain itu, Fabregas memberikan satu assist pada gol yang dicetak Diego Costa. Ujian terdekat Fabregas bakal berlangsung di Stamford Bridge, Sabtu (19/ 9) malam WIB. The Blues dijadwalkan menjamu Arsenal yang justru mempunyai laju lebih sip di liga Inggris. Lagipula, Chelsea sedang butuh ledakan untuk mendongkrak peringkat mereka di papan klasemen sementara. Hingga pekan kelima mereka masih berada di urutan ke-17dengan baru membukukan satu kali menang dan stau kali seri. Menarik menanti Fabregas kembali bersinar atau malah melempem lagi. (h/dtc)

PEMUKULAN Gendang Buka SIMFes 2015

WAKO Bersama Seluruh Peserta SIMFes 2015

Irama Padang Pasir Buka Malam Pertama SIMFes 2015 I RAMA padang pasir seolah hadir di tengah Lapangan Segitiga Kota Sawahlunto, ketika alatalat musik gendang dol, milik sanggar Art Association Traditional (Arastra) asal Bengkulu saling berpacu, dalam Sawahlunto International Festival (SIMFes) 2015 digelar, Jumat (18/ 9) malam. Arastra Bengkulu menjadi grup pembuka malam pertama SIMFes 2015, dalam iven yang diikuti musisi yang berasal dari lima negara dua benua itu. Penonton yang terpukau dengan penampilan Arastra, seolah tidak ingin dilewatkannya sedetik pun. Arastra merupakan sanggar dari bumi rafflesia yang kini telah berusia 32 tahun. Alat musik yang dinamakan gendang dol itu, terdiri dari suling, tabla, dan derabuka, yang kesemuanya merupakan alat musik asli Bengkulu. www.harianhaluan.com

Usai Arastra yang tampil selama 30 menit, penonton SIMFes 2015 kembali disuguhkan kesenian tradisional Talempong Pacik, yang ditampilkan sanggar Olah Raso Kampung Teleng Sawahlunto. Kini, giliran bunyi nyaring serunai yang membelah pusat kota Sawahlunto. Suasana semarak khas keminangan itu, kian membuat Lapangan Segitiga penuh disesaki penonton. Selanjutnya, duo musisi asal Jerman yang tergabung dalam Who’s Pinsky menjadi musisi mancanegara pertama, yang tampil dalam SIMFes 2015. Kedua musisi muda kelahiran 29 tahun silam itu, Insa Reichwen yang tampil dengan gitar akustik sekaligus vokal, diiringi Stephan Schope dengan cajon. Kedua musisi dari negara dengan industri otomotif mercedes benz itu, tampil

mempesona dengan mengalunkan irama musik rock, yang mereka bawakan. “Mereka dapat membuktikan, alunan musik rock juga bisa dibawakan dengan alat musik akustik,” ungkap salah seorang penonton, yang mengaku terpesona dengan penampilan 30 menit kedua musisi mancanegara itu. Walikota Sawahlunto Ali Yusuf, ketika membuka SIMFes 2015 mengungkapkan, iven internasional yang telah enam kali digelar tersebut, ditujukan untuk mempertahankan kebudayaan yang ada. Baik kebudayaan daerah sendiri, maupun kebudayaan dari negara peserta SIMFes 2015. Tujuannya tidak lain, untuk meningkatkan rasa memiliki kebudayaan dan kesenian yang telah ada. “SIMFes ini menjadi bagian upaya pemerintah, dalam mempromosikan Sawahlunto di bidang seni dan budaya ke level internasio-

nal. Tujuannya, untuk mengenalkan Sawahlunto di mata internasional,” ungkap Ali Yusuf. Ali Yusuf juga sempat menyinggung iven Sawahlunto International Songket Carnival (SISCa) 2015, yang digelar akhir Agustus lalu, yang gaungnya berlanjut hingga ke Negeri Paman Sam. Bagi Ali Yusuf, sebagai daerah bekas tambang, tidak ada jalan lain, untuk memanfaatkan bekas tambang itu sendiri, sebagai modal untuk memajukan ekonomi masyarakatnya. Caranya, dengan menggali sejarah, budaya, kesenian, kerajinan, serta menjadikan seluruh potensi yang ada, sebagai motivasi bagi wisatawan untuk datang ke Sawahlunto. Tidak kalah dengan Who’s Pinsky, masih dengan bekal alat musik gitar, Herepord Hoppers, yang diisi duo musisi asal Inggris, Shopie

Allen dan gitaris Jacob Puchmayr juga tampil memukau. Shopie dan Jacob dengan musik dari selatan dan utara Inggris, menampilkan lagu yang berceritakan samudera nan luas, dengan bertemakan kehidupan sehari-hari dan cinta. Steev Kindwald, menjadi musisi mancanegara terakhir, pada lama pertama SIMFes 2015. pria kelahiran 45 tahun silam itu sangat piawai dengan alat musik flut. Dengan alat musik tiup itu, Steev memainkan instrumen kuno budaya leluhurnya. Wajar saja jika para penonton kembali terbius, ketika Steev memainkan flut yang memunculkan instrument. Sebab 26 tahun sudah, pria yang lebih memilih tinggal di asia itu, memainkan, menciptakan, serta menelurkan 18 album dengan alat musiknya. Tidak kalah dengan musisi mancanegara, SIMFes

WAKO Kalungkan Selendang Songket Peserta SIMFes 2015

GRUP Arastra Bengkulu dalam SIMFes 2015

PERTUNJUKAN Talempong Pacik Kampung Teleng Sawahlunto

keenam ini, juga dimeriahkan dengan penampilan musisi nasional Gilang Ramadhan, yang sangat akrab dengan musik perkusinya. Semarak SIMFes 2015 ditandai pembukaan dengan „ Redaktur: Holy Adib

menabuh gendang. Walikota juga sempat mempromosikan tenun songket Silungkang, dengan mengalungkan selendang songket Silungkang ke setiap peserta SIMFes 2015.(adv) „ Layouter: Syamsul Hidayat


4

Olahraga

Sabtu, 19 September 2015 6 Dzulhijjah 1436 H

Lintas Menangi Derby Sumbar

Tim Futsal PON Sumbar ke Semi Final PADANG, HALUAN — Tim futsal PON Sumatera Barat (Sumbar) memenangi derby Sumbar dalam babak perempat final turnamen futsal Piala Walikota Pekanbaru, Jumat (18/9). Tim futsal PON Sumbar unggul 1-0 atas tim Pemkab Limapuluh Kota. Pertandingan berjalan alot, ketat, penuh adu taktik dan strategi antarkedua tim. Gol tunggal Efrinaldi menjelang akhir babak pertama menjadi pembeda bagi kedua tim. Pertandingan ini pantas disebut sebagi laga terbaik sejauh ini di turnamen. PON Sumbar dengan pemain-pemain muda U-23 terbaik di Sumbar, bertarung dengan para pemain senior Limapuluh Kota yang diisi beberapa mantan pemain PON Sumbar 2012 dan pemain beken lainnya. “Ini benar-benar pertandingan futsal. Kedua tim memeragakan futsal yang sebenarnya. Itu terlihat dari cara mereka bermain, strategi yang dipakai, bahkan sikap pemain futsal jelas tergambar,” ujar Ketua AFP Sumbar, H. Yasman Yanusar kemarin. Ini juga menjadi pertarungan dua pelatih beda generasi, Syafrianto Rusli di Tim PON Sumbar dan Yudhi Fatra di pihak Limapuluh Kota. Ibaratnya, pertarungan ini antara guru dengan murid, karena Yudhi adalah mantan anak asuh Syafrianto di Tim Futsal 2012. Begitupun antar pemain, starting line up PON Sumbar, Nando Roberto, Efrinaldi, Hendra Deviardi, Ramisdo Febri, dan AW Dhiki Mega Nanda, tidak kaku menghadapi lima pemain Limapuluh Kota, Rangga Zaputra, Jefrianda, Florin Marvindo, Ade Vionanda, dan Hikmal. Atas kemenangan ini, Syafrianto Rusli mengaku cukup senang dan bangga kepada anak asuhnya. “Anakanak bermain luar biasa, mereka mampu memainkan strategi yang kami siapkan dengan sempurna. Kuncinya mereka bermain sangat sabar,” ucapnya usai laga. Di semi final yang digelar Sabtu pagi, PON Sumbar akan bertemu sesama tim asal Sumbar lainya yaitu PSR Padang, yang mengalahkan tim Pra PON Riau 1-0. Dengan demikian, di final dipastikan akan ada wakil Sumbar. Sementara semi final lainnya akan berhadapan antara Pingdus FC Surabaya melawan tim Optimus Siak. (h/mg-san)

Piala PSP U-14 dan U-11

Hari Ini Partai Final Digelar

PADANG, HALUAN — Partai final turnamen piala PSP U-11 dan U14 bakal digelar di Stadion H. Agus Salim Padang, Sabtu (19/9). Turnamen ini akan ditutup oleh Walikota Padang yang juga Ketua Umum PSP Padang Mahyeldi Ansharullah. Pertandingan pertama akan digelar pada pukul 14.00 WIB Rencananya, partai final yang juga penutupan akan digelar Minggu (13/9) lalu. Namun diundur karena adanya kegiatan dari Walikota Padang. “Acara penutupan dan partai final karena Walikota Padang saat itu tidak di Padang,” ujar Ketua Panitia Yulius Dede, Jumat (18/9). Pertandingan pertama akan mempertemukan Sekolah Sepakbola (SSB) Balai Baru dengan SSB Batuang Taba untuk memperebutkan peringkat ketiga U-11. Pertandingan dilanjutkan dengan perebutan juara pertama antara PSTS Tabing dengan Muspan. Setelah pertandingan U-11 selesai, pertandingan dilanjutkan dengan perebutan tempat ketiga U-14 antara SSB Putra Wijaya dengan SSB Sentral Remaja. Selanjutnya, pertandingan terakhir yang juga merupakan partai final U-14 akan mempertemukan PSP U-14 dengan Taruna Luki. “Semoga pertandingan final berjalan dengan lancar dan aman hingga berakhirnya acara,” harapnya. Juara satu U-11 akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp3 juta, piala tetap, piala bergilir dan bola. Untuk juara dua akan mendapatkan uang pembinaan sebanyak Rp2 juta, piala tetap dan bola, juara ketiga mendapatkan hadiah sejumlah Rp1 juta, piala tetap dan bola. Sedangkan untuk tim fair play akan mendapatkan bola. Untuk pemain terbaik dan top score akan mendapatkan sepatu dan piala tetap. Sementara itu, juara satu U-14 akan memeroleh uang pembinaan sebesar Rp5 juta, piala tetap, piala bergilir dan bola. Untuk juara kedua akan memeroleh uang pembinaan sebesar Rp3 juta, piala tetap dan bola, juara ketiga meraih uang pembinaan sebesar Rp2 juta, piala dan bola. Untuk tim fair play mendapatkan bola. Pemain terbaik dan top score akan mendapatkan sepatu dan piala. U-14 diikuti sebanyak 22 tim yang memakai sitim setengah kompetisi. Babak penyisihihan memakai sistim grup. Juara dan runer up lolos ke babak selanjutnya yang menggunakan sistim gugur. Sementara itu, untuk U-11 diikuti 25 tim yang memakai sistim setengah kompetisi, juara grup, runer up dan peringkat tiga terbaik lolos kebabak 16 besar yang memakai sistim gugur. (h/mg-san)

www.harianhaluan.com

Marstio Persembahkan Emas Terakhir

Sumbar Raih Posisi Lima Besar PADANG, HALUAN — Marstio Embrian Hidayatullah menjadi penyumbang medali emas terakhir bagi Sumatera Barat di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2015 di Bandung Jumat (19/8). Dengan tambahan satu medali emas ini Sumbar kokoh berada di peringkat kelima. Popnas sendiri berakhir Jumat (19/9).

JUMPA PERS — Ketua Umum Pengprov PBSI Sumbar, Syafrizal Ucok memberikan keterangan pers tentang kejuaraan bulutangkis antar sekolah, MILO School Competition 2015 di kantor BPM Sumbar, Jumat (18/9). Kejuaraan itu digelar 6-11 Oktober di GOR PT Semen Padang. OSNIWATI

PBSI akan Gelar Kejuaraan Bulutangkis Antarpelajar PADANG, HALUAN —Pengprov Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumbar akan mengadakan kejuaraan bulutangkis, MILO School Competition 2015. Rencananya, iven itu digelar 6-11 Oktober di GOR PT Semen Padang, untuk kelompok U-11, U-13 dan U-15. Kejuaraan bulutangkis antarsekolah, yakni SD dan SLTP sederajat, akan mempertandingkan kelompok beregu pa/pi dan perseorangan. Iven itu akan memperebutkan total hadiah Rp33,6 juta. Untuk perorangan Rp19,2 juta dan beregu berhadiah sebesar Rp14,4 juta. “Kompetisi ini salah satu ajang untuk pemanasan menjelang kompetisi yang lebih besar lagi bagi atlet bulutangkis,” ujar Ketua Umum Pengprov PBSI Sumbar, Syafrizal Ucok saat jumpa pers di kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sumbar, Jumat (18/9). Syafrizal Ucok yang juga Pj Bupati Dharmasraya tersebut didampingi pengurus harian Basril Basyar, Humas Zulnadi dan beberapa pengurus lainnya menyebutkan, kelompok beregu SD/SLTP sederajat hanya dipertandingka antaratlet pelajar Padang. Sementara kelompok perorangan diberlakukan buat atlet di Sumbar dan sekitarnya. Perseorangan dibagi pula tiga kelompok, dini, anak dan kelompok pemula pa/pi. Kelompok dini umur di bawah 11 tahun, anak di bawah 13 tahun dan pemula di bawah 15 tahun. Kelompok yang dipertandingkan akan dilaksanakan apabila jumlah peserta minimal delapan regu untuk beregu, delapan atlet buat tunggal dan delapan pasang untuk ganda. Ketentuan beregu antar SD dan SLTP sederajat, hanya untuk siswa SD/SLTP bersekolah di Padang. Pendaftaran atas

nama sekolah dan satu regu harus dari sekolah yang sama. Satu regu minimal dua atlet, maksimal empat atlet dengan komposisi dua tunggal, satu ganda (pemain boleh merangkap), sekolah dapat mengirimkan atlet lebih dari satu regu. Sementara untuk perorangan, tambahnya, terbuka untuk siswa SD/SLTP yang berkelompok usia anak s/d remaja. Pendaftaran atas nama sekolah dan klub, satu sekolah dan klub boleh mengirimkan sebanyakbanyaknya peserta. Melampirkan FC akte kelahiran, rapor, surat keterangan sekolah/klub, surat izin orangtua dan kartu keluarga (KK). Untuk ketentuan peserta ganda, pemain boleh berasal dari sekolah yang berbeda. Pendaftaran semua kelompok digratiskan. Menurut Syafrizal iven yang disponsori MILO tersebut untuk

membangkit arwah bulutangkis Sumbar, sebab selama ini masih minim prestasi. Bagi peserta yang berminat dapat mendaftar di sekretariat kantor BPM Sumbar Jln. Pramuka No. 13 Padang. Atau lewat kontak person Rudyanto (085272077788), Dedet (085376358909), Nopra (085272527779) dan Sisi dengan nomor HP 081363037374. Iven tersebut akan dibatasi pesertanya sebanyak 600 orang. Apabila sudah memenuhi kuota, pendaftaran akan ditutup. “Pendaftaran sudah mulai dibuka dan berakhir Sabtu (3/9) sampai pukul 19.00 WIB. Pada hari itu dilakukan pengudian. Pendaftaran harus menggunakan nama lengkap, nama sekolah, dilampiri foto copy akte dan KK. Peserta yang tidak sesuai dengan ketentuan didiskualifikasi. Pertandingan semua nomor dengan sistem gugur,” ujarnya. (h/ows)

Marstio yang merupakan atlet taekwondo meraih medali emas pada kelas under 51 Kg putra. Marstio diprediksi memang akan memeroleh medali emas, sebab Marstio merupakan peraih medali emas pada ajang Kejurnas antar PPLP pada tahun ini dan peraih medali emas di Kejuraan Taekwondo Indonesia Open yang berskala internasional. Sejak babak pertama Marstio selalu menang telak dari lawan-lawannya. Pada pertandingan pertama menghadapi Frans Exel, Marstio mampu menang dengan skor 20-1, di pertandingan kedua Stanislaus dari Banten, Marstio unggul 2311, di babak semi final menghadapi Ananda Edi dari Sumatera Selatan Marstio unggul 23-11, di partai final dengan Dimas Gilang dari Jawa Tengah dia mampu menang dengan skor 29-1. “Alhamdulilah, kami meraih satu medali emas di cabang taekwondo. Ini semua berkat kerja keras semua pihak. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat atas doa dan dukungannya,” ujar pelatih taekwondo Sumbar Budi Ilyas, kemarin. Dengan tambahan satu medali emas ini Sumbar, berhasil mengumpulkan 11 medali emas, tujuh perak, dan 24 perunggu. Sumbar yang berada di posisi kelima menjadi yang tertinggi di luar pulau Jawa. Peringkat satu diraih oleh Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Tengah lalu Sumbar. “Hasil ini berkat kerja keras semua pihak, baik itu atlet, pelatih official dan pemerhati olahraga yang selalu memberikan masukan untuk kami. Ini merupakan hasil yang luar biasa. Kami sangat bersyukur dengan hasil yang kami dapat,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar Priadi Syukur. Perolehan medali emas Sumbar jika dibandingkan dengan Popnas 2013 lalu menuru satu medali, pada Popnas 2013 lalu Sumbar berhasil meraih 12 medali emas. Atas hasil ini Priadi mengatakan kalau ada beberapa cabang yang ditargetkan untuk bisa meraih medali emas, namun meleset. “Seperti cabang pencak silat dan tinju, saya mendapatkan informasi kalau mereka dicurangi wasit. Sementara itu, di cabang judo atlet perempuan yang diprediksikan akan mendapatkan medali emas, namun ada masalah pribadi yang dialami sehingga gagal mendapatkan medali,” jelasnya. Lebih jauh Priadi mengatakan, akan melakukan evaluasi untuk hasil yang dicapai ini. “Yang terpenting itu nantinya kami akan meningkatkan sarana dan prasarana olahraga. Itu merupakan hal yang terpenting,” ujarnya. Mengenai bonus, Priadi mengatakan akan memberikan bonus kepada atlet yang memiliki prestasi. “Itu akan kami anggarkan dulu. Sebab dalam aturanya harus jelas berapa yang mendapat medali. Untuk saat ini saya belum bisa mengatakan berapa besaranya,” tutupnya. (h/mg-san)

„ Redaktur: Atviarni

„ Layouter: Syamsul Hidayat


Opini

Sabtu, 19 September 2015 6 Dzulhijjah 1436 H

5

Tajuk

Masyarakat Miskin Bertambah ONDISI perekonomian masyarakat sejak beberapa bulan terakhir terus memburuk. Harga barang hasil pertanian pada umumnya anjlok. Sebut saja kelapa sawit, karet, coklat, pinang dan lain sebagainya. Dulu ketika krisis ekonomi tahun 1998 yang kesusahan adalah para pelaku ekonomi menengah ke atas atau yang tinggal di perkotaan. Sedangkan para petani yang di pedesaan malah tersenyum. Karena apa? Karena waktu itu nilai rupiah ambruk hingga Rp17.000 per USD, tetapi barang hasil pertanian di pasar dunia internasional harganya melejit dan permintaan tetap tinggi. Sedangkan pada krisis ekonomi tahun 2015, petani malah menangis. Meskipun hasil panen kebun lumayan banyak, namun harga jual di pasar dunia anjlok, karena turun drastisnya permintaan dari Negara-negara pengimpor. Sementara harga barang-barang kebutuhan yang lain naik meroket. Apalagi untuk barang-barang yang komponen atau bahan produksinya sebagian adalah barang impor. Minyak sawit contohnya, permintaan Negara Cina dan India selaku pengimpor terbesar terus melorot, menyusul terjadinya krisis ekonomi di kedua Negara dan Negara-negara lainnya. Akibatnya harga sawit pada beberapa daerah di Sumbar dan Indonesia pada umumnya terjun bebas hingga titik terendah, yakni Rp300/kg. Kondisi perekonomian masyarakat makin tertekan lagi menyusul rendahnya serapan anggaran yang berakibat sejumlah kegiatan proyek pemerintah tidak berjalan. Akibatnya angka kemiskinan di Sumbar meningkat. Hal ini diperparah dengan perekonomian Indonesia yang masih lesu akibat tekanan global. Sekda Provinsi Sumbar, Ali Asmar Jumat, (18/9) mengatakan, naiknya angka kemiskinan di Sumbar akibat serapan anggaran yang rendah dan ditambah dengan melemahnya perekonomian nasional. Angka kemiskinan tersebut selalu berubah-ubah atau berfluktuatif. Dari data yang dikeluarkan BPS memang angka kemiskinan Sumbar menunjukan peningkatan. Tapi jumlah itu biasa berubah, karena disebabkan banyak faktor. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk miskin mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut berlaku secara nasional, termasuk di Sumbar. Secara nasional, jumlah penduduk miskin merangkak naik. Pada Maret 2015 sebanyak 28,59 juta orang atau 11,22 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Artinya, jumlah penduduk miskin di Indonesia bertambah dibandingkan pada September 2014 ketika penduduk miskin berjumlah 27,73 juta jiwa atau 10,96 persen dari total jumlah penduduk. Kemudian, dalam enam bulan, jumlah penduduk miskin telah bertambah sebanyak 860.000 orang. Namun, bila persentase jumlah penduduk miskin pada Maret 2015 sebesar 11,22 persen dibandingkan pada Maret 2014, yakni ketika porsi penduduk miskin sebanyak 11,25 persen, maka terjadi penurunan persentase penduduk miskin terhadap total jumlah penduduk, yakni sebanyak 0,03 persen. Sedangkan di Sumbar, penduduk miskin bertambah 24.871 orang dibandingkan September 2014. Pada Maret 2015 mencapai 379.609 jiwa. Secara keseluruhan persentase penduduk miskin di Sumbar mengalami kenaikan dari 6,89 persen pada September 2014 menjadi 7,31 persen pada Maret 2015. PBS menetapkan 14 kriteria keluarga miskin, yakni; 1) Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8 m persegi per orang. 2) Jenis lantai tempat tinggal terbuat dari tanah/ bambu/kayu murahan. 3) Jenis dinding tempat tinggal dari bambu/ rumbia/ kayu berkualitas rendah/tembok tanpa diplester. 4)Tidak memiliki fasilitas buang air besar/ bersama-sama dengan rumah tangga lain. 5) Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik. 6) Sumber air minum berasal dari sumur/ mata air tidak terlindung/ sungai/ air hujan. 7) Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/ arang/ minyak tanah. Berikutnya, 8) Hanya mengkonsumsi daging/ susu/ ayam dalam satu kali seminggu. 9) Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun. 10). Hanya sanggup makan sebanyak satu/dua kali dalam sehari. 11) Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas/ poliklinik. 12) Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah: petani dengan luas lahan 500m2, buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan dan atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan dibawah Rp. 600.000,- per bulan. 13) Pendidikan tertinggi kepala rumah tangga: tidak sekolah/ tidak tamat SD/ tamat SD. 14) Tidak memiliki tabungan/ barang yang mudah dijual dengan minimal Rp. 500.000,- seperti sepeda motor kredit/ non kredit, emas, ternak, kapal motor, atau barang modal lainnya. Jika minimal 9 variabel terpenuhi maka suatu rumah tangga dianggap tergolong miskin. **

K

HALUANISME

Pengadilan Sosial (untuk) Koruptor P

ERMASALAHAN korupsi adalah penyakit yang sudah mendarah daging bagi masyarakat kita. Sehingga korupsi bukan hanya pembicaraan dan budaya elit (penguasa) tetapi juga massa (rakyat). Maka dari itu, susahnya revolusi pemberantasan korupsi di negeri ini (baca: Indonesia) menunjukan bahwa kita dipaksa lingkungan (baca:penjara sosial) tidak boleh “bertanya” dan “memberitahu”. Imbasnya, orang-orang yang terlibat dalam pertarungan dinamika “korupsi” baik level kecil, menengah dan tinggi memilih diam dan jalur aman sebagai alternatif penyelamatan karir—bahwa jujur—bagi masyarakat kita adalah suatu “aib” dan itu harus disimpan secara rapat. Apabila tak ingin dikucilkan pada lingkungan sosial, hal ini lah yang menyebabkan, bahwa “isu” pemberantasan korupsi di negeri ini seperti “main kucing-kucingan”. Hal yang lumrah kita lihat pada masyarakat kita dewasa ini. Budaya menjadi mafia sudah terbentuk dari kadar yang kecil. Misalnya saja, kita yang selalu berpergian ke luar kota, kampung-kampung masyarakat, dengan mudah saja kita melihat ada perbaikan jalan kecil-kecilan yang dilakukan pemuda. Satu, dua, tiga kali tentu hal yang biasa bagi kita, bisa jadi bantuan dari pemerintah belum datang pada daerah tersebut.

Tetapi, puluhdahulu, baik an kalinya peryang bekerja di ARIFKI baikan jalan birokrasi BePeneliti Sosial dan Politik FISIP Universitas Andalas, Padang dilokasi yang landa atau “posama, dan adalitisi”. Sampai nya pungutan atas jasa me- tuk “kelas baru” yakni “bi- saat ini “tradisi mental” terreka melakukan perbaikan rokrasi” yang berpendidikan sebut terus bergenerasi dan jalan yang bertahan dua-tiga Belanda. Kita menyadari menggurita. hari dan berlubang kembali, budaya kolonial Belanda, Oleh karena itu, penumserta meminta pungutan lagi meminta tanah sepetak ber- pasan korupsi dengan langmaka sama saja ada upaya tambah sepetak menjadi satu kah hukum yang tegas dan pemerasan terhadap masya- hektar dan daerah tersebut memiskinkan “koruptor” rakat yang melewati jalan menjadi miliknya seutuhnya tak juga menjadi langkah petersebut. Sebenarnya apa pasca itu. Kita tentu tidak nyelesaian masalah korupsi. yang menjadi masalah pada bisa membohongi bangsa ini Masyarakat Indonesia me“mental” kita?, apakah se- dan generasi selanjutnya. ngalami kesulitan mewubagai manusia kita sulit Memang kita merdeka se- judkan sebuah wadah anti melepaskan diri dari “kenis- cara defacto dan deyure korupsi, masyarakat tidak taan moral” dan takut ber- tetapi secara budaya hidup bisa lari dari permasalahan kita masih menjadi rege- ini. Masyarakat akan meprilaku “jujur”. Lagi –lagi sejarah kita narasi yang “cacat mental”. nganggab uang terima kasih mencatat, budaya adalah Pasca kolonial pergi, mala- atau uang basa-basi yang “akar”masalah yang sulit han kita yang menjadi “im- mereka berikan sesama makita lawan. Misalnya. Bu- prialisme” bagi bangsa kita syarakat adalah uang biasa daya upeti memberikan “har- sendiri. bukanlah upaya latihan” ta” kepada para pengu asa Perbedaan sikap yang gratifikasi”, yang ujungatau orang berpengaruh atas ditunjukan penjajah kepada ujung berbuntut korupsi. bentuk ketakutan kita se- bangsa pribumi dalam men- Masalah-masalah budaya bagai massa (rakyat). Bu- cicipi pendidikan dan kesa- korupsi tradisional ini, harus daya ini sebenarnya sudah maan didepan hukum sudah ada sebuah pendidikan dini ada sejak pemerintahan za- biasa. Penjajah yang lebih mengembangkan penyadaman Belanda. Budaya yang memberikan tempat kepada ran masyarakat, pendidikan menjadi darah daging kolo- pengusaha non-pribumi dini anti korupsi adalah sonial Belanda yang diwa- yang mengembangkan pen- lusi membenahi masyarakat risikan pada para birokrasi didikan, anak-anak pribumi secara perlahan-lahan tanpa Indonesi. Tak bisa kita pung- Indonesia hanya bisa menik- ada tuntutan yang besar dan kiri, perusahan dagang Be- mati pendidikan “kelas ren- mudarat bagi generasi selanlanda (baca:VOC) hancur dah”. Pada waktu itu, anak jutnya.Dan kita harus belajar, karena persoalan korupsi. bupati menjual “harga diri- memaksa kawan dan orang Dengan melekatnya bu- nya” hanya persoalan kepa- tua yang pergi liburan agar daya tersebut tentu berhu- sihan berbahasa Belanda membelikan oleh-oleh (babungan perioderisasi penja- dan bekerja di birokrasi. ca: buah tangan). jah dalam mengubah mental Bangsanya berdarah-darah Pembelajaran anti kokita. Penjajah yang men- memeperbaiki sistem demi rupsi yang dibangun dari jadikan Indonesia sebagai memperbaiki kebutuhan bawah akan membuat akar bangsa mendidik generasi- hidup warga yang sedang generasi akan membaik dan nya dengan adat ketimuran, kelaparan. Kita seakan-akan demi masa depan anti kodengan mudahnya saja dipe- diajarkan berkhianat, bu- rupsi di Indonesia. Masyacah belah de- daya berkhianat yang dila- rakat harus bisa belajar dan ngan memben- kukan oleh generasi pen- memahami bahwa masalah-

Kebakaran di Silaut Sulit Dipadamkan Apa karena sawit murah lalu dibakar? PT SP Bantu Masyarakat Lewat Lapau Panjang Belum serah terima sudah dirusak

PEMBERITAHUAN SETIAP artikel/opini yang dikirim ke Redaksi Haluan, panjang tulisan minimal 1.000 words (kata) dan maksimal 1.350 words (kata). HENDAKNYA artikel tak dikirim secara bersamaan ke media lain yang terbit di Kota Padang. Setelah 15 hari jika artikel tak dimuat, maka tulisan tersebut kami nilai tak layak muat. Terima kasih

Terbit Sejak 1948 Pendiri: H. Kasoema Penerbit: PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP No 014.SK.Menpen. SIUPP A.7 1985 Tanggal 19 November 1985

www.harianhaluan.com

CEO: H. Basrizal Koto Pemimpin Umum/ Penanggungjawab: Zul Effendi Pemimpin Redaksi: Yon Erizon Wakil Pemimpin Perusahaan: David Ramadian Redaktur Pelaksana: Ismet Fanany MD Rakhmatul Akbar Koordinator Minggu: Afrianita Koordinator Liputan: Devi Diany Kabag Produksi: Mai Hendri

masalah kecil yang disepelekan akan membuat masyarakat akan terbiasa. Ajaran yang ditegaskan dari dini, korupsi akan bermasalah ketika masyarakat menganggab itu adalah sesuatu yang biasa. Permasalahan-permasalahan korupsi akan menjadi mandul jika koruptor hanya dihadapkan terhadap pengadilan-pengadilan formal karena pengadilan formal hanya menjadi “suntikan semu” membuat koruptor jera. Pengadilan sosial adalah suatu tindakan mengucilkan koruptor dari lingkungan masyarakat, sebab koruptor akan berbahaya jika dibenturkan dengan pengadilan forrmal saja, kejeraan seorang koruptor akan terbentuk jika pandangan masyarakat terhadap koruptor sebagai penyakit menular yang berbahaya. Semua orang pasti menjadi takut, bahwa pengadilan yang paling ditakuti adalah pengadilan sosial. Pengadilan sosial membuat koruptor amnesia ketika ia dilenyapkan dari masyarakat banyak, sosial adalah lingkungan penting yang membuat masyarakat mengutamakan itu diatas segalanya dalam lingkungan lain, orang akan mati kehidupannya ketika ia tidak lagi menjumpai lingkungan sosialnya. Apa salahnya, kita rekomendasikan bahwa seorang koruptor itu dikucilkan untuk mendapatkan efek jera?. Semoga hal ini menjadi bahan diskusi bagi kita semua. ***

Razia Angkot Pakai Musik Keras YTH Pak Walikota Padang dan Dinas Perhubungan Kota Padang, agar dirazia angkutan kota yang menggunakan musik keras. Karena, menganggu kenyamanan penumpang dan tidak dapat mendengar jika ada handphone berbunyi. Pengirim : 0811663XXX Jawab: Untuk musik keras rutin kami lakukan razia, bahkan hingga kami sita alat musik kerasnya. Bagi masyarakat yang merasa terganggu dapat menegur langsung sopir yang menggunakan musik keras tersebut. Atau, catat saja nomor polisinya sehingga jelas angkot yang akan sita alat musiknya. Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Rudy Rinaldy

Direktur Haluan Media Group: H Desfandri. Dewan Redaksi : H. Basrizal Koto, H. Desfandri, H. Hasril Chaniago, Zul Effendi, Yon Erizon, Ismet Fanany MD, Rakhmatul Akbar, Sekretaris Redaksi: Silvia Oktarice, Redaktur: Rudi Antono, Atviarni, Dodi Nurja, Nova Anggraini, Nasrizal. Asisten Redaktur: Ryan Syair, Ade Budi Kurniati, Heldi Satria, Rahmadhani. Reporter Padang: Rivo Septi Andreas, Osniwati, Jefli. Perwakilan Bukittinggi: Yursil Masri (Plt Kepala), Haswandi, Ridwan, Pariaman/Padang Pariaman: Dedi Salim, Trisnaldi, Warman, Bustanul.Payakumbuh/ Limapuluh Kota: Zulkifli, Dadang Pasaman: Icol Dianto, Atos Indria, Ahdi Susanto, Welina, Agam: Rahmat Hidayat, Kasra Scorpi, Padang Panjang: Iwan DN. Tanah Datar: Yuldaveri, Emrizal, Ferry Maulana Pasaman Barat: Suryandika,Gusmizar. Pesisir Selatan: M. Joni, Haridman, Kabupaten Solok/Kota Solok: Alfian, Marnus Chaniago, Eri Satri. Solok Selatan:

Holly Adib, Sawahlunto: Fadilla Jusman, Sijunjung: Azneldi, Ogi. Dharmasraya: Maryadi. Biro Jakarta: Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: Moralis, Biro Kepri: Andi. Tim Kerja Usaha: Kabag Iklan: Yunasbi, Kabag Sirkulasi: Nofriza, Kabag Keuangan: Gustirahmita, Tata Letak/Desain: Nurfandri, Rahmi, Syamsul Hidayat, Habli Hikman, Wide Ilyas, Ilham Taufiq Kartunis : Muhammad Taufik, HRD:-, Umum : Nurmi, Kasir : Desy, TI : Teguh, Pra Cetak : Sawal Marjuni HRP, Cetak : Mardianto (Koordinator), Afandi, Rudi Kurniawan. Haluan Media Group: CEO H.Basrizal Koto, Direktur: H Desfandri. Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Iklan dan Sirkulasi: (0751) 4488700, Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: haluanpadang@gmail.com, redaksi_haluan@yahoo.com,

website: http/harianhaluan.com, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp78.000, Harga eceran Rp3.500,- Tarif iklan: Tarif Iklan: Display FC halaman satu: Rp50.000/mm kolom, Display BW halaman satu: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam FC: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam BW: Rp17.500/mm kolom, Iklan SC :Rp25.000/ mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat FC: Rp15.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat BW: Rp10.000/mm kolom, Dukacita: Rp10.000/mm kolom, Iklan kolom (maks 300 mmk) FC: Rp15.000, Iklan Kolom (maks 300 mmk) BW: Rp10.000, Advertorial FC: Rp40.000/ mm kolom, Advertorial BW: Rp25.000/mm kolom Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, Bank Nagari Cabang Utama Padang Rek No: 1008.0103. 00009.1 PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http://www.harianhaluan.com

„ Redaktur: Ismet Fanany MD

„ Layouter: Ilham Taufiq


6

Sabtu, 19 September 2015 6 Dzulhijjah 1436 H

Kilas

Ekspor Sumbar Naik 18,1 Persen PADANG, HALUAN — Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat aktivitas ekspor di provinsi itu naik 18,1 persen sepanjang triwulan II 2015. “Pergerakan harga komoditas yang mulai membaik serta depresiasi nilai tukar rupiah mendorong peningkatan kinerja ekspor,” kata Kepala Perwakilan BI Sumbar Puji Atmoko, kemarin. Menurut dia kondisi itu tercermin dari volume ekspor komoditas nonmigas yang meningkat dari 738,5 ribu ton pada triwulan I 2015 menjadi 903,0 ribu ton pada triwulan II 2015. Mulai membaiknya harga komoditas internasional, khususnya Crude Palm Oil (CPO) serta masih berlanjutnya tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak pada peningkatan nilai ekspor luar negeri Sumbar, kata dia. Selain meningkatnya volume, nilai ekspor nonmigas Sumbar pada triwulan II meningkat dari 386,3 juta dolar AS di triwulan I 2015 menjadi 462,4 juta dolar AS, lanjut dia. Ia mengatakan meningkatnya ekspor luar negeri terlihat juga terdari volume ekspor melalui Pelabuhan Teluk Bayur selama triwulan II 2015 yang mencapai 867,8 ribu ton, lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2015 mencapai 827,9 ribu ton. Sementara dari kelompok komoditas, ekspor Sumbar masih didominasi oleh hasil olahan kelapa sawit (CPO) dan karet, kata dia. Sedangkan ekspor produk turunan kelapa sawit mencapai 72 persen dan karet mencapai 20 persen terhadap total ekspor Sumbar, lanjut dia. Berdasarkan negara tujuan, ekspor Sumbar lebih banyak dipasarkan di India sebanyak 39 persen , Amerika Serikat 15 persen , Eropa sembilan persen , Tiongkok tiga persen dan Malaysia tiga persen, kata dia. Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat ekspor daerah itu pada Agustus 2015 turun 11,40 persen dibandingkan Juli yang mencapai mencapai 144,1 juta dolar Amerika Serikat (AS). Ekspor Sumbar pada Juli seluruhnya berasal dari komoditas nonmigas dengan total nilai sebesar 127,7 juta dolar AS, kata Kepala BPS Sumbar Yomin Tofri. (h/ans)

Sido Muncul Gelar Temu Grosir SEMARANG, HALUAN — Sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada para mitra kerjanya yang telah membantu memasarkan produk-produk Sido Muncul di wilayah Jawa Tengah, Sido Muncul mengadakan pertemuan grosir se-Jawa Tengah di Semarang, baru-baru ini. Pertemuan berlangsung di Pendopo Pabrik Sido Muncul, Ungaran Semarang dengan dihadiri oleh 217 grosir besar dan menengah. Pada pertemuan ini, Sido Muncul juga memperkenalkan produk-produk terbarunya yang baru saja di luncurkan beberapa waktu lalu yaitu Tolak Linu, Tolak Angin Care dan Kuku Bima Energi RTD (Siap Diminum), sekaligus menghadirkan Tantri Kotak sebagai Brand Ambassador Tolak Linu. Kedatangan para grosir disambut oleh Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat dan Komisaris Utama PT SidoMunculTbk, SigitHartoyo. Para grosir diajak berkeliling pabrik untuk melihat proses produksi, pembuatan pupuk organic cair Biofarm, dan ke pabrik bahan baku Semarang Herbal Indo Plant. Selain itu, para grosir dihibur band lokal Cong Rock dan beberapa lagu hits dariTantri Kotak. Direktur Utama PT Industri Jamudan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat mengatakan, “Kegiatan ini penting dilakukan untuk menjaga hubungan baik dengan para mitra kerja, karena tanpa mereka produk-produk kami tidak akan berjalan seperti sekarang.Selain itu dengan memperkenalkan langsung produk-produk yang baru saja diluncurkan kepada para grosir, mereka akan lebih mengenal produk yang akan mereka jual”, yaitu:Tolak Linu, Tolak Angin Care dan Kuku Bima RTD.(h/atv)

DIREKTUR Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, memperkenalkan produk barunya pada kegiatan Temu Grosir di Semarang, baru-baru ini.

www.harianhaluan.com

KPP Pratama Blokir dan Sita Harta Penanggung Pajak PADANG, HALUAN — Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumbar Jambi kembali melakukan penegakan hukum di bidang perpajakan terhadap Wajib Pajak (WP) yang mempunyai tunggakan pajak. Rabu (16/9), dilakukan Pekan Penagihan Pajak Serentak pada 8 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di wilayah kerja Kanwil DJP Sumatera Barat dan Jambi.

HARGA EMAS MEROKET — Dua hari belakangan harga logam mulia emas di Pasar Raya Padang meroket ke angka Rp1.305.000 per emas (dua setengah gram). Padahal, sebelumnya harga emas masih bertengger di angka Rp1.270.000. Kenaikan harga emas ini dipicu oleh nilai tukar rupiah yang semakin rendah terhadap dolar. HASWANDI

Harga Emas Meroket PADANG, HALUAN — Warga masyarakat Kota Padang dikejutkan dengan harga emas yang semakin meroket harganya sejak dua hari belakangan ini. Meroketnya harga emas seiring dengan semakin menguatnya dolar yang sudah menembus angka Rp14.553 per US Dolar. Pantauan Haluan, Jumat (18/9) harga emas batangan saat ini sudah mencapai harga Rp1.305.000 dari harga sebelumnya Rp1.270.000. Harga tersebut naik sekitar Rp35.000 sejak dua hari ini. Kenaikan harga emas, bagi sebagian masyarakat menjadi berita gembira karena saat yang tepat untuk menjual investasi emasnya untuk keperluaan yang mendadak. Namun bagi sebagian orang lagi adalah hal yang sangat mengejutkan dengan meroketnya

harga seiring dengan menguatnya dolar. Salah seorang karyawan Toko Emas Murni, Rahmat yang mengatakan bahwa harga yang masih bertahan tinggi saat ini makin melambung meski tidak berhubungan dengan menguatnya dolar. “Kita mengikuti harga emas dunia yang saat ini terus naik. Akan tetapi harga emas ini sewaktu-waktu dapat berubah,” terangnya. Sementara itu, untuk harga emas perhiasan 24 karat dasar saat ini berada pada harga Rp1.240.000 dari sebelumnya berada pada harga Rp1.220.000 per masnya. Untuk harga emas perhiasan 24 karat yang sudah jadi (tambah upah) berada dikisaran harga Rp1.300.000 per mas atau harga tergantung model barang. Dilanjutkan Rahmat,

untuk emas perhiasan 22 karat atau emas 70 persen saat ini masih berada pada harga Rp445.000 per gramnya. Untuk harga mas putih atau emas 75 persen dengan harga Rp495.000 per gram. Emas gram tersebut juga ikut naik sekitar Rp20.000 dibanding harga sebelumnya. Semakin menguatnya dollar saat ini membuat aktivitas di Money changier didominasi oleh jual mata uang dollar. Karyawan Money Changer Toko Emas Murni, Ulfa mengatakan saat ini semakin banyak yang menjual mata uang dolar. “Harga dolar saat ini yang semakin tinggi dimanfaatkan oleh warga masyarakat yang mempunyai mata uang dolar untuk dijual dengan harga Rp14.553 per US Dolar,” ujarnya.(h/ mg-win)

Kakanwil DJP Sumbar dan Jambi M Ismiransyah M Zain dalam press realese yang diterima, kemarin, Pekan Penagihan Pajak Serentak Triwulan III ini merupakan penegakan hukum di bidang perpajakan dan untuk meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak dalam pembayaran utang pajak. Kedelapan KPP Pratama tersebut adalah KPP Pratama Padang, KPP Pratama Bukittinggi, KPP Pratama Solok, KPP Pratama Payakumbuh, KPP Pratama Jambi, KPP Pratama Muara Bungo, KPP Pratama Bangko dan KPP Pratama Kuala Tungkal. “DJP SumbarJambi berupaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan Wajib Pajak dalam melunasi tunggakan pajak. Secara optimal, petugas pajak memberikan pemahaman terkait aturan mengenai penagihan pajak. Kita tetap mengedepankan penagihan pajak secara persuasif,” ungkap Ismiransyah. Dijelaskan, dari hasil pelaksanaan Pekan Penagihan Pajak Serentak antara lain, pemblokiran harta kekayaan WP atau Penanggung Pajak yang tersimpan pada bank sebanyak satu WP dengan jumlah tunggakan sebesar Rp1.741.979.617. Kemudian, penyitaan harta kekayaan WP atau Penanggung Pajak sebanyak 17 WP dengan jumlah tunggakan pajak sebesar Rp10.109.646.901. Dan, pelelangan harta kekayaan WP sebanyak 4 orang dengan jumlah tunggakan sebesar Rp2.977.299.396. “Kami menghimbau para Wajib Pajak yang telah

dilakukan tindakan penagihan berupa pemblokiran, penyitaan, pelelangan harta kekayaan sebagaimana tersebut di atas untuk segera melunasi utang pajaknya. Hal ini untuk menghindari tindakan penagihan selanjutnya berupa pelelangan, pemblokiran harta kekayaan Wajib Pajak, pencegahan bepergian ke luar negeri atau penyanderaan. Bagi Wajib Pajak yang ingin mengetahui jumlah tunggakan pajaknya dan tata cara pelunasan utang pajaknya, dapat menghubungi Kantor Pelayanan Pajak Pratama dimana Wajib Pajak terdaftar,” ulas Ismiransyah. Sesuai dengan UndangUndang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa, yang dimaksud dengan Penagihan Pajak adalah serangkaian tindakan agar penanggung pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak dengan menegur atau memperingatkan, melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus, memberitahukan surat paksa, mengusulkan pencegahan, melaksanakan penyitaan, melaksanakan penyanderaan dan menjual barang yang telah disita. Rencananya, kegiatan penagihan pajak dilakukan secara berkesinambungan sehingga diharapkan Wajib Pajak yang masih mempunyai tunggakan pajak dapat segera menyelesaikan kewajiban perpajakan. Selain itu kegiatan penagihan secara serentak ini diharapkan mampu meningkatkan efektifitas pencairan tunggakan. (h/hel)

Xiaomi Rilis Mi 4c JAKARTA, HALUAN — Misteri tanggal kehadiran Mi 4c akhirnya terpecahkan juga. Smartphone Android terbaru Xiaomi itu dikatakan akan diperkenalkan pada 22 September mendatang. Uniknya, kabar tersebut disampaikan langsung oleh Lin Bin, Co-founder dan President Xiaomi, kemarin. Itu artinya, berita itu tersebut dapat dipastikan kebenarannya. Selain itu, Bin membeberkan berbagai spesifikasi yang akan diusung oleh Mi 4c. Menurutnya, perangkat barunya itu akan hadir dalam dua versi sekaligus.

Versi pertama bakal dibekali dengan RAM 2 GB yang dikombinasikan dengan media penyimpanan berkapasitas 16 GB. Sementara itu, versi kedua memiliki RAM dan media penyimpanan lebih besar, yakni 3 GB dan memori 32 GB. Keunikan lainnya, Mi 4c akan mendukung tipe USB terbaru, yakni tipe C. Tipe USB ini dikatakan mampu memberi kecepatan transfer data yang lebih tinggi dan pengisian daya lebih cepat dari tipe sebelumnya. Sayangnya, Bin tidak membeberkan spesifikasi lebih mendetail lagi. Menurut rumor yang beredar

sebelumnya, ia dikatakan akan menggunakan SoC buatan Qualcomm, Snapdragon 808 1,8 Ghz hexa-core. SoC tersebut masih sedikit lebih cepat dari yang dipersenjatai Xiaomi di Mi 4i. Di perangkat versi itu, Xiaomi menggunakan Snapdragon 615, juga buatan Qualcomm. Dari segi desain, Mi 4c dikatakan akan mirip dengan Mi 4i. Layarnya sendiri berjeniskan IPS dengan bentang 5 inci yang mendukung resolusi Full HD 1080 piksel. Xiaomi Mi 4c dikatakan akan berjalan di sistem operasi Android 5.1.1 dengan tampilan antarmuka terbaru

PONSEL Xiaomi Mi 4i dalam kardus penjualannya

MIUI 7. Menariknya, meski memiliki spesifikasi sedikit lebih tinggi dari Mi 4i, Mi 4c digosipkan akan dibanderol dengan harga yang tidak terlalu berbeda. Perangkat itu akan dijual de-

„ Redaktur: Atviarni

ngan harga 1.299 yuan atau sekitar Rp2,8 juta. Xiaomi Mi 4c dikabarkan akan mulai dijual pada 3 Oktober di Cina. Masih belum diketahui, apakah akan masuk ke Indonesia atau tidak. (h/kcm)

„ Layouter: Rahmi


Utama

Sabtu, 19 September 2015 6 Dzulhijjah 1436 H

Soal Kebakaran Hutan

Jangan Tunggu Status Darurat Asap JAKARTA, HALUAN — Anggota Komisi IV DPR Hermanto berpendapat, keseriusan dalam mengatasi kebakaran lahan dan hutan mestinya tidak menunggu ditetapkannya terlebih dahulu status darurat asap. Keseriusan pasca ditetapkannya status darurat seperti yang terjadi di Riau, sebetulnya sudah terlambat karena saat ini asap dari pembakaran lahan dan hutan telah sangat mengganggu kehidupan masyarakat. “Terutama untuk daerah-daerah yang setiap tahun menjadi langganan kebakaran, keseriusan itu mestinya sudah dimulai di penghujung musim hujan. Saat tersebut, Mendagri mestinya mengeluarkan radiogram yang memerintahkan gubernur untuk mengeluarkan kebijakan guna mencegah dan mengantisipasi secara dini kebakaran hutan di wilayahnya”, papar Hermanto dalam keterangan tertulis menangapi kebakaran yang terjadi di

Riau dan sekitarnya. Paparan asap di Riau dilaporkan telah menyebabkan puluhan ribu masyarakat terkena berbagai penyakit seperti batuk, sesak napas, kerongkongan kering, sulit untuk menelan dan mata perih. Selain itu jarak pandang berkurang yang akibatnya terpaksa Bandara ditutup. Paparan asap juga sudah mengganggu masyarakat di negara tetangga, Singapura dan Malaysia. Kedepan, menurut Hermanto,

harus cukup regulasi yang memungkinkan keseriusan dalam mencegah kebakaran lahan dan hutan. “Kita memiliki banyak potensi untuk mencegah dan mengatasi kebakaran lahan dan hutan. Kita punya tim pemadam api Manggala Agni, teknologi rekayasa hujan, bom air, armada pesawat pemadam kebakaran yang terdiri dari tujuh Hercules C-130, CN-235 dan CN-295 serta ribuan satuan tugas pemadam kebakaran”, tuturnya. Selain itu, lanjutnya, Kemendagri punya struktur sampai ke Kepala Desa. Polri punya Babinkamtibmas (Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). TNI punya Babinsa (Bintara Pembina Desa). “Mereka ini para pembina masyarakat desa yang sekaligus bisa menjadi informan bagi keberadaan titiktitik api di wilayah tugasnya. Dari informasi yang diberikan mereka tersebut kemudian bisa diambil langkah-langkah cepat untuk memadamkannya. (h/mat)

KI Sumbar Belajar SIMSI ke Bogor BOGOR, HALUAN — Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat Hamid Dipopramono mengatakan sistem informasi manajemen sengketa informasi (SIMSI) menjawab kemajuan informasi dan telekomunikasi. "Awalnya SIMSI ini seperti mimpi tapi setelah bermitra dengan Management System Internasional (MSI) dalamw aktu singkat bisa diaplikasikan dan sejak 13 sampai 19 September kita melakukan pelatihan SIMSI dengan KI Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia,"ujar Hamid saat membuka Bimbingan

Teknis Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Sengketa Informasi di Lor In Sentul Bogor, Kamis (17/9)?. SIMSI menurut Syaifuddin menjadi bukti baha KI adalah lembaga mandiri dna kredibel yang memberikan keterbukaan informasi publik senyata mungkin. "Harapan kami 2020 Indonesia tanpa sengketa informasi publik, karena semua badan publik mampu memberikan layanan akses informasi ke publik," ujar Syaifuddin. Menurut Koordinator Pro-

gram MSI, Ahsanul Minan, KI sebenarnya lembaga gerbang pertama pemberantasan korupsi di ?Indonesia. "Bedanya KI dengan KPK, kalau KPK punya kewenangan menangkap sedangkan KI pioner pencegahan lewat pengawalan transparansi informasi semua badan publik,"ujar Ahsanul. Sementara, Komisioner KI Sumbar, Adrian Tuswandi yang menjadi peserta pada bimbingan teknis itu mengakui aplikasi SIMSI sangat memudahkan pemohon sengketa informasi publik ke KI. (h/rel)

Pemprov........................................ Dari Halaman. 1 sional. Angka tersebut kata Sekda selalu berubah-ubah atau berfluktuatif. "Dari data yang dikeluarkan BPS memang angka kemiskinan Sumbar menunjukan peningkatan. Tapi jumlah itu biasa berubah, karena disebabkan banyak faktor," ujar Ali Asmar yang juga Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Sumbar tersebut. Penyebabnya kata Sekda, karena sejumlah kegiatan pemerintah tidak berjalan. Ketika kegiatan tidak berjalan, uang tidak banyak beredar di masyarakat. Selain itu adanya pemahaman aturan yang tidak sama dari pusat hingga daerah, ditambah ketakutan aparatur pemerintah untuk melaksanakan anggaran turut memperburuk kondisi ini. "Ada beberapa regulasi yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang mengikat-ngikat. Yang melarang ini tidak boleh, ini tidak boleh sehingga ini membuat kebingungan. Ini juga menghambat karena akan memunculkan ketakutan kita di daerah," terang Ali Asmar. Dilanjutkannya, UU Nomor 23 Tahun 2014 dalam Pasal 298, Ayat 4 dan 5 yang mengatur tentang hibah juga turut menghambat program pengentasan kemiskinan di Sumbar. Di mana dalam UU ini diatur tentang lembaga, organisasi yang menerima hibah adalah yang telah berbadan hukum. "Ini menghambat program kita. Kita contohkan dengan program satu sapi satu petani.

Mana ada petani kita yang tahu aturan harus berbadan hukum ini. Mereka tahu terima bantuannya dan dimanfaatkan dengan baik. Begitu juga dengan bantuan untuk gepem, juga tersandung aturan ini," paparnya. Ditegaskan Sekda, sejak adanya pertemuan dengan seluruh pimpinan penegak hukum di Inna Muara yang digelar Pemprov Sumbar beberapa waktu lalu mulai membuat pelaksanaan anggaran menjadi lebih baik. "Syukur ada komitmen bersama, diskresi/kebijakan jangan dipidanakan, sekarang sudah agak lebih baik," tambahnya. Sekda juga menyinggung banyak tenaga kerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahaan tempat bekerja juga menambah keluarga miskin di Sumbar. "Salah satu contohnya ketika PT Langkiau memutuskan untuk menutup perusahaan, dan mem-PHK sebanyak 125 orang tenaga kerja, ini pasti berdampak pada kemiskinan," ujarnya. Ke depan kata Sekda, untuk pengurangan angka kemiskinan itu, Pemprov Sumbar akan melakukan percepatan serapan anggaran. Seperti halnya percepatan serapan dana desa yang saat ini telah ada di rekening desa/nagari. "Kalau ini tidak cepat direalisasikan, dana ini tidak bisa lagi digunakan," terangnya. Selain itu ujar Sekda, membuat program pengentas kemiskinan yang tepat sasaran dengan membuka lapangan-lapangan

pekerjaan yang nantinya dapat menyerap tenaga kerja. "Kita akan membuat program yang tepat sasaran," imbuhnya. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik merilis jumlah penduduk miskin mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut berlaku secara nasional, termasuk di Sumbar. Secara nasional, jumlah penduduk miskin merangkak naik. Pada Maret 2015 sebanyak 28,59 juta orang atau 11,22 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Artinya, jumlah penduduk miskin di Indonesia bertambah dibandingkan pada September 2014 ketika penduduk miskin berjumlah 27,73 juta jiwa atau 10,96 persen dari total jumlah penduduk. Kemudian, dalam enam bulan, jumlah penduduk miskin telah bertambah sebanyak 860. 000 orang. Namun, bila persentase jumlah penduduk miskin pada Maret 2015 sebesar 11,22 persen dibandingkan pada Maret 2014, yakni ketika porsi penduduk miskin sebanyak 11,25 persen, maka terjadi penurunan persentase penduduk miskin terhadap total jumlah penduduk, yakni sebanyak 0,03 persen. Sedangkan di Sumbar, penduduk miskin bertambah 24.871 orang dibandingkan September 2014. Pada Maret 2015 mencapai 379.609 jiwa. Secara keseluruhan persentase penduduk miskin di Sumbar mengalami kenaikan dari 6,89 persen pada September 2014 menjadi 7,31 persen pada Maret 2015. (h/mg-isr)

Kasus ............................................ Dari Halaman. 1 tahun, masa kedaluarsa kasusnya selama 25 tahun. Jadi untuk kasus pembunuhan seperti ini tentu masih sangat mungkin untuk diusut dengan LP yang lama, proses dari 1996 hingga hari ini disebut proses penyelidikan,” jelas Adi. Meskipun LP yang lama tidak ditemukan karena beberapa kondisi, lanjut Adi, pihak keluarga korban pun masih mempunyai hak untuk melaporkan kembali kasus tersebut untuk menjerat pelaku atas kasus kejahatan yang dilakukannya. “Selain itu, jika memang ia melakukan pembunuhan terhadap istri bos Yayasan Baiturrahmah dengan rekan-rekannya, satu temannya yang telah diproses secara hukum dapat dijadikan saksi ‘mahkota’ jika masih hidup,” tukas Adi. Sementara itu, Koordinator Police Watch Sumbar Ilhamdi Taufik saat dihubungi Haluan berpendapat, kepolisian harus melakukan penyelidikan dengan diawali menempatkan masalah satu per satu. Sebagaimana dikewww.harianhaluan.com

tahui, Umar Jaya memiliki seabrek kasus kejahatan yang dilakoninya di berbagai daerah baik di Sumbar hingga luar Sumbar. “Pisah-pisah dulu kasus-kasusnya biar terang satu per satu, semuanya harus diusut oleh kepolisian termasuk kejadian di Padang 1996 lalu. Karena tugas polisi membuat terang kasuskasus pidana. Mulai dulu dari isu yang paling penting terkait pengakuannya. Untuk kasus pembunuhan pemiliki Yayasan Baiturrahmah ia mengaku menerima imbalan, harus diungkit siapa yang memberi imbalan, apa yang melatarbelakanginya dan lain sebagainya,” ucap Ilhamdi. Soal keluarga korban melaporkan kembali atau tidak, lanjut Ilhamdi, terserah kepada keluarga tersebut. Namun, polisi punya kewajiban untuk membuat kasus pembunuhan itu menjadi terang. “Selain itu coba lihat pada terdakwa yang telah dihukum, polisi juga bisa berangkat dari situ,” pungkasnya. Menanggapi hal ini, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat-

reskrim) Polresta Padang, AKP Abdus Sukur Felani kepada Haluan mengatakan pada Jumat (18/ 9), ia baru mengetahui berita penangkapan Umar Jaya saat pelaku telah digiring menuju Payakumbuh, karena sebelumnya pelaku memang termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polresta Payakumbuh. “Karena DPO di Payakumbuh, maka proses di sana didahulukan. Untuk kasus kejahatan yang dilakukan pelaku di Padang, seperti kasus pembunuhan pada 1996, kami akan lihat dulu LPnya (Laporan). Karena kejadiannya sudah puluhan tahun yang lalu, tentu arsip-arsipnya sudah cukup, sehingga perlu dicari dulu untuk dipelajari kembali,” ucap Abdus. Oleh karena itu, lanjutnya, ia belum dapat memastikan kapan akan mengambil tindakan untuk mengusut kembali kasus tersebut. “Yang pasti, sebelumnya sudah ada rekannya yang dihukum, nanti dari putusan tersebut juga akan dikembangkan,” imbuh Abdus.(h/mg-isq)

7

Rombongan .................................. Dari Halaman. 1 karena dalam pertandingan sebelumnya mengalami kemenangan. Sehingga untuk pertandingan yang dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB ia hanya berkecepatan 80 km /jam. “Naas ketika di tikungan blok nol, saya kaget saat melihat ada mobil dari arah Sangir dengan kecepatan tinggi dan saya banting stir ke kiri, tapi malah menyebabkan ban mobil keluar jalur sehingga mengalami pecah ban dan terguling,”kata Dedi. Mobil minibus Xenia BA 2562 TG mengangkut delapan

orang termasuk siswa yang akan mengikuti pertandingan sepakbola yang digelar SMAN 3 Solok Selatan (Solsel) di GOR Rimbo Tangah, Kecamatan Sangir. Sementara Kasat Lantas Polres Solsel, AKP Indra membenarkan bahwa ada minibus mengangkut rombongan siswa yang terguling akibat ban pecah. Saat ini mobil dibawa ke Polsek Sungai Pagu untuk pemeriksaan. “Tidak ada korban, hanya tiga siswa mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan di

Rumah Sakit. Tiga orang siswa yang mengalami luka-luka diantaranya, Dayat, Unggun dan Eki. Sedangkan mobil mengalami pecah ban, kaca kanan pecah dan atap mobil penyok,”kata AKP Indra saat dihubungi Haluan melalui seluler. Panitia penyelenggara iven sepakbola yang bertajuk Smantri Smart Cup II (SSC), Syamsuria mengatakan untuk semua perawatan dan biaya akan ditanggung pihak panitia.Sedangkan pertandingan akan ditunda pada Sabtu (19/9)pukul 09.00 WIB.(h/jef)

Musim Haji .................................. Dari Halaman. 1 itu,” kata Kepala Seksi Perlindungan Jemaah Daerah Kerja Mekah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Jaetul Muchlis Bashir, Kamis (17/9). Lantai 8 Pemondokan 403 dihuni jemaah dari Kediri yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) Surabaya (SUB) 61. Mereka tiba di Mekah pada Rabu 16 September 2015. Jemaah dalam kloter ini melakukan umrah qudum atau kedatangan secara bertahap. Muchlis menjelaskan, kebakaran terjadi saat penghuni kamar sedang umrah. Dia menduga penghuni kamar lupa mematikan rice cooker ketika berangkat umrah. “Rice cooker menyala, padahal umrah berjalan sampai 2 jam. Ini tentu saja sangat ceroboh,” ujar Muchlis. Melewati tengah malam, asap muncul dari lantai 8 pemondokan. Dengan cepat, asap me-

menuhi lantai lain di bawahnya. Pemondokan 403 memiliki 10 lantai yang terisi lantai 1 sampai lantai 8. “Jemaah histeris melihat asap,” ujar Muchlis. Selanjutnya, petugas langsung mengevakuasi seluruh jemaah dari lantai 1 sampai lantai 8. Sebagian pintu yang terkunci dibuka paksa. Petugas sektor juga menghubungi pemadam kebakaran setempat. “Tidak sampai 5 menit petugas kebakaran langsung datang,” imbuh dia. Petugas kepolisian juga datang untuk mengatur lalu lintas di sekitar pemondokan. Petugas pemadam kebakaran bekerja dengan cepat mulai dari memadamkan sumber api di kamar 801 dan mengevakuasi 2 jemaah ke rumah sakit milik pemerintah Arab Saudi. Muchlis menyatakan, 2 jemaah itu dievakuasi bukan karena mengalami luka melainkan

mengirup asap tebal. “Keduanya jemaah risiko tinggi, sudah uzur. Dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan. Nanti Sansur akan cek kondisi mereka,” kata dia. Sansur merupakan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang kesehatan yang salah satu tugasnya memantau kesehatan jemaah sakit. Setelah api dipadamkan, petugas pemadam kebakaran dan tim kesehatan melarang jemaah tinggal di dalam pemondokan karena bau asap masih mendominasi. Seluruh jemaah dipindahkan ke Pemondokan 310 di Hotel Holliday Inn. Menurut Muchlis, jemaah hanya sementara dipindahkan ke Pemondokan 310. “Setelah 1x24 jam, jemaah dari lantai 1 sampai 7 bisa kembali ke 403. Untuk jemaah yang lantai 8 harus menunggu dulu karena bau asapnya memang sangat kuat,” tandas Muchlis. (h/net/lnc)

Upaya ........................................... Dari Halaman. 1 nangkabau di dunia luar dikarenakan silat Minang merupakan silat yang mempunyai makna berbada dengan bela diri lain, Silat yang berasal dari Minangkabau tidak sekedar bela diri, tetapi lebih dari itu mengandung makna yang besar sebagai pegangan hidup. Hal itu dikemukakan Fauzi Bahar selaku Katua IPSI Sumatera Barat dalam pengarahannya pada acara pembukaan Festival Silat Tradisional GSB ke VI tingkat Kabupaten Tanah Datar yang dibuka secara resmi Waki Bupati Tanah Datar, H. Irdinansyah Tarmizi dan Ketua DPRD Tanah Datar, Zuldafri Dharma. Menurut Fauzi Bahar, silat Tradisional Minangkabau mempunyai makna dalam setiap langkahnya, dan sangat ampuh menga-

tasi tantangan hidup untuk menuju kesempatan dunia dan akhirat. Dikatakan bahwa Silat Minangkabau sangat ampuh melawan permasalahan generasi muda dalam memerangi narkoba, karena dalam mempelajari silat dilatih beladiri dan berakhlak mulia dan semua atribut - atributnya . “Saya lebih cendrung pakaian Silat dijadikan pakaian olahraga kedepannya, kalau dilihat pakaian silat merupakan satu kesatuan yang kokoh yang tak bias dipecah belah, termasih mengatasi tauran, sebab kalau sudah pakai pakaian kesatuan tidak ada lawan, semua adalah kawan” ungkap Fauzi Bahar. Oleh sebab itu saya mengapresiasi festival GSB yang tetap eksis dilaksanakan setiap tahunnya di Tanah Datar yang anggaran

biayanya disiapkan oleh pemerintah Tanah Datar dan mendapat dukungan yang tinggi dari masyarakat yang sangat membanggakan. Sumatera Barat pada tahun ini akan melaksanakan Gelanggang Siiah Baganti Tingkat Sumbar di Kabupaten Agam, sebagai bentuk upaya kita untuk melestarikan budaya Minangkabau sebagai warisan bagi anak kemenakan dikemudian hari. Kegiatan Festiva GSB VI tingkat antar nagari se Kabupaten Tanah Datar dilaksanakan tahun ini di Nagari Padang Magek Kecamatan Rambatan dari tanggal 18 sampai 20 September 2015. Fauzi Bahan memberikan bantuan untuk pelaksanaan GSB VI Kabupaten Tanah Datar yang diterima oleh Ketua Pelaksana, Syafril Jamal. (*)

Kebakaran .................................... Dari Halaman. 1 wah permukaan tanah. Proses kebakaran terjadi seperti api dalam sekam. Mobil pemadam kebakaran sejak beberapa hari terakhir telah dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Namun kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau titik-titik penting. Begitu pula dengan beberapa pompa air, juga tidak bisa dioperasikan karena rata-rata lahan kering. Terkait kebakaran lahan tersebut Kepala BPBD Pessel Prinurdin menyebutkan, upaya yang tengah dilakukan untuk membatasi gerak api adalah dengan membuat parit agar tak meluas ke lahan. perkebunan milik PT Sapta Sentosa Jaya Abadi.”PT. Sapta Sentosa Jaya Abadi juga telah menerjunkan eskavator untuk membuat parit agar bisa mengisolasi lahan. Setidaknya telah ada parit yang dibuat sepanjang sekilo lebih,” katanya. Secara keseluruhan, kategori udara di Sumbar kini sudah mulai tidak sehat. Dari hasil pengukuran kualitas udara yang dilakukan Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) Koto Tabang di Agam Sumbar pada pukul 07.00 WIB kosentrasi harian aerosol PM10 (partikel debu) masih berada di level 70 mikrogram permeter kubik dan masih berkategori sedang. Satu jam kemudian, atau pukul 08.00 WIB kualitas udara mulai memburuk dan PM10 berada di level 86 mikrogram permeter kubik. Namun di level itu, kualitas udara masih tetap berkategori sedang. Pada pukul 11.00 WIB kualitas udara belum menunjukan peningkatan, dan PM10 terus merangkak di level 110 mikrogram permeter kubik. Tapi pada pukul 12.00 WIB, kualitas udara mulai berkategori tidak sehat, dan PM10 berada di level 189 mikrogram permeter kubik. Puncaknya, satu jam kemudian atau pukul 13.00 WIB kabut asap bertambah pekat dan kosentrasi PM10 menembus level 293 mikrogram permeter kubik. Kondisi udara tidak sehat ini bertahan hingga pukul 14.00 WIB.Sementara sorenya pada pukul 15.00 WIB kualitas udara sedikit meningkat dan PM10 berada di level 282 mikrogram

permeter kubik. Namun pada level tersebut tetap berkategori tidak sehat. Untuk kategori Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) berdasarkan kosentrasi PM10, ISPU berkategori baik jika PM10 berada di level 1 hingga 50 mikrogram permeter kubik, dan level 51 hingga 150, ISPU berkategori sedang. ISPU sudah bisa dikatakan tidak sehat, jika kosentrasi PM10 mencapai level 151 hingga 350 permeter kubik, dan di level 351 hingga 420, ISPU sudah berkategori sangat tidak sehat. Sementara ISPU masuk kategori berbahaya jika PM10 berada di atas 420 mikrogram permeter kubik. Staf BMKG bagian Observasi, Data dan Analisis Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) Koto Tabang di Agam, Albert Nahas, mengatakan, memburuknya kondisi udara di Sumbar karena beberapa faktor, yakni sumber kabut asap dari bagian selatan Sumatera masih kering. Akibatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum bisa diatasi, baik dari faktor cuaca maupun dari usaha pemadaman. Selanjutnya dari segi teknis, ia menduga ada perbedaan tekanan antara dua lapisan udara yang dekat dengan permukaan. Perbedaan ini menyebabkan tertahannya partikel debu, sehingga dampak kabut asap di rasakan di Sumbar. “Dari bau yang tercium, mengindikasikan kabut asap yang dirasakan kali ini bersumber dari lokasi yang tidak terlampau jauh dan pencemar yang dibawa berasal dari lapisan udara yang cukup rendah,” jelas Albert Nahas. Ia melanjutkan, kemungkinan lain adalah faktor arah dan kecepatan angin yang membawa polutan yang bergerak cukup cepat. Ia mengatakan, setidaknya pengukuran kecepatan angin permukaan di Kototabang mengindikasikan pergerakan udara permukaan yang cepat. Pengidap ISPA Fluktuatif Sementara itu, Dinas Kesehatan melaporkan Jumlah pengidap Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat kabut asap di Sumbar cenderung berfluktuatif. Hingga minggu ke-36 jumlah penderita ISPA mencapai 3.220

kasus. Padahal sebelumnya pada minggu ke-35 sempat mencapai 6.009 kasus. “Kita memperhatikan jumlah kasus Ispa yang berubah-ubah tiap minggu,” sebut Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Kabid P2PL) Dinas Kesehatan Sumbar, dr Irene, Jumat (18/9) di Padang. Dikatakan Irene, peningkatan jumlah penderita ISPA akibat terpapar kabut asap lebih banyak di daerah Kabupaten Solok. Data itu didapatkan Dinas Kesehatan melalui seluruh fasilitas kesehatan yang ada di seluruh kabupaten/kota. Berdasarkan data tersebut, pada minggu ke-29 2015, peningkatan kasus ISPA mencapai 3. 192. Pada minggu ke-30 meningkat menjadi 3.228 kasus. Pada minggu ke-31 meningkat menjadi 3.979 kasus. Pada minggu ke-32 turun menjadi 3.633 kasus. Pada minggu ke-33 meningkat menjadi 4.495 kasus. Pada minggu ke-34 turun menjadi 4.265 kasus. Pada minggu ke-35 meningkat menjadi 6.009 kasus. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Zulfiatno menghimbau masyarakat Kabupaten/Kota yang paling banyak terpapar asap untuk menggunakan masker saat beraktifitas di luar ruangan. Selain itu juga diharapkan meminimalkan kegiatan di luar ruangan. Hanya saja, hingga kini BPBD belum akan menetapkan status darurat asap di Sumbar. Karena asap tersebut juga tidak selalu dalam kondisi pekat. Di Sawahlunto, warga setempat sempat bernafas lega setelah kabut asap menghilang pascahujan lebat Senin (14/9) lalu, kini kabut asap kembali menyelimuti Kota Sawahlunto yang setiap harinya terus bertambah pekat. Hal ini dikawatirkan akan kembali menganggu aktivitas dan kesehatan warga. “Sempat bernafas lega setelah kabut hilang karena diguyur huja lebat senin lalu, kini beraktivitas diluar terutama berkendaraan roda dua mulai dirasakan sesak nafas dan mata menjadi perih,” kata Ardiansyah (31) warga Saringan Sawahlunto kepada Haluan.(h/wan/har/mg-isr/mg-rki)

„ Redaktur: Rakhmatul Akbar

„ Layouter: Irvand


8

Sabtu, 19 September 2015 6 Dzulhijjah 1436 H

Lingkar

KPID Sumbar Siap Awasi Kampanye Pilkada PADANG, HALUAN — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat akan menghentikan program sebuah lembaga penyiaran jika terbukti melanggar aturan kampanye pilkada. Wakil Ketua KPID Sumbar yang juga Ketua Pokja Pilkada Sumbar 2015, Afriendi Sikumbang kepada wartawan di Padang, Jumat (17/9) mengatakan, waktu yang ditetapkan masa kampanye termasuk di lembaga penyiaran adalah 14 hari sebelum masa tenang 5 Desember 2015 mendatang. Iklan kampanye pun saat ini juga dikoordinir oleh KPUD provinsi untuk gubernur dan KPUD kabupaten/kota untuk walikota/bupati di daerah. Lebih jauh disebutkan, KPID pun melakukan pengawasan intensif terhadap lembaga penyiaran selama 14 hari tersebut. Kendati demikian, pengawasan di luar 14 hari tersebut tetap dilakukan. “Pengawasan lembaga penyiaran itu dilakukan sejak 27 Agustus 2015 lalu atau sejak penetapan nomor urut calon,”ujar Afriendi. Menurut Afriendi, sejak 27 Agustus hingga kini dari tim pemantau KPID Sumbar memang belum ditemukan pelanggaran tersebut oleh lembaga penyiaran. Tentu, kondisi seperti ini diharapkan bisa tetap berlanjut hingga hari pencoblosan. Lembaga penyiaran yang diawasi adalah media elektronik seperti televisi dan radio, khusus cetak diawasi oleh dewan pers. Terkait pemberitaan pasangan calon, Afriendi menjelaskan, boleh saja namun harus berimbang dan disiarkan semua kegiatan paslon. Jika tak diindahkan, KPID Sumbar berhak memberikan teguran kepada lembaga penyiaran tersebut dalam bentuk teguran tertulis 1 hingga 2. Namun, setelah teguran kedua tetap juga dilanggar maka lembaga penyiaran tersebut bisa menutup program siarannya. (h/ows)

Asyirwan Yunus Hanya Dapat Jatah Cuti 15 Kali LIMAPULUH KOTA , HALUAN — Penjabat (Pj) Gubernur Sumbar, Reydonnyzar Moenek hanya memberikan izin 15 kali cuti kampanye terhadap calon Bupati Asyirwan Yunus yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Limapuluh Kota. Berdasarkan surat nomor 120/700/pem-2015 perihal pemberian cuti kampanye yang ditujukan kepada Bupati Limapuluh Kota tertanggal 10 September lalu, calon incumbent Asyirwan Yunus turut dilarang untuk memanfaatkan fasilitas negara selama menjalankan cuti kampanye. Dalam surat tersebut, cuti kampanye selama 15 kali bagi Asyirwan Yunus hanya berlaku dari 3 September hingga 6 November mendatang. Begitu pun, kampanye yang diperbolehkan bagi calon incumbent hanya ada 2 kegiatan. Yakni kunjungan dan sosialisasi dengan masyarakat. Rincian jadwal kampanye bagi calon bupati Asyirwan Yunus, yakni pada 3 September di Kecamatan Kapur IX, 4 September di Kecamatan Gunuang Omeh, 11 September di Kecamatan Lareh Sago Halaban, 17 September di Kecamatan Harau. Kemudian, 18 September di Kecamatan Mungka, 25 September di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, 1 Oktober di Kecamatan Pangkalan, 2 Oktober di Kecamatan Guguak, 9 Oktober di Kecamatan Suliki, 15 Oktober di Kecamatan Payakumbuh. Selanjutnya, 16 Oktober di Kecamatan Bukit Barisan, 23 Oktober di Kecamatan Akabiluru, 29 Oktober di Kecamatan Luak, 30 Oktober di Kecamatan Kapur IX. Terakhir 06 November di Kecamatan Gunuang. Dari jadwal kampanye yang diizinkan oleh Pj Gubernur Sumbar tersebut, ada 2 kecamatan yang didatangi Asyirwan Yunus selama dua kali. Yakni Kecamatan Kapur IX dan Kecamatan Gunuang Omeh. Sementara, calon incumbent, Asyirwan Yunus beberapa hari yang lalu mengatakan, hanya mengambil jadwal kampanye pada hari Kamis dan Jumat. Sedangkan di luar hari itu, dirinya tetap masuk kantor seperti biasanya. “Hari Senin sampai Rabu saya tetap masuk kantor. Tetapi hari Kamis dan Jumat saya cuti untuk berkampanye,” terang Asyirwan Yunus. (h/ddg)

KETUA KPU Jajang Fadli bersama sejumlah devisi dan sekretariat KPU Pasaman temu ramah ke Kantor Panwaslu Pasaman, disambut Ketua Panwaslu Rini Juwita bersama komisionernya, Jumat (18/9). ICOL DIANTO

www.harianhaluan.com

Panwaslu Pasaman Temukan Masyarakat Usil di Pilkada PASAMAN, HALUAN — Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Pasaman merekomendasikan sembilan temuan kasus pelanggaran kampanye di daerah setempat. Berdasarkan temuan tersebut, salah satunya adalah kasus pidana, sementara yang lainnya kasus pelanggaran administrasi.

DIALOG BERSAMA WALI NAGARI — Calon Wakil Gubernur Sumbar Fauzi Bahar saat memberikan kata sambutan di hadapan wali nagari Pesisir Selatan di Padang, Jumat (18/9). Para wali nagari mengharapkan agar gubernur dan wakil gubernur mendatang bisa memperbaiki akses jalan di kawasan pantai. MAY HIDAYATI

Dialog Fauzi Bahar dan Wali Nagari Pessel

Masyarakat Harapkan Gubernur Perbaiki Jalan Pantai PADANG, HALUAN — Calon Wakil Gubernur Sumatera Barat Fauzi Bahar melakukan dialog dengan wali nagari Pesisir Selatan di Padang, Jumat (18/9). Dalam dialog ini wali nagari mengharapkan gubernur dan wakil gubernur ke depan bisa memperbaiki jalan ke arah pantai demi kelancaran transportasi masyarakat. Termasuk penyelesaian jalan tembus dari Kambang ke Muaro Labuah. Walinagari dari Setara Nanggalo Pesisir Selatan Sesliani menyatakan, walaupun kabupaten ini sudah dikatakan terlepas dari kabupaten miskin namun kenyataannya masih banyak masyarakat miskin di kawasan pesisir pantai. “Dikatakan sudah terlepas dari kemiskinan, sementara kenyataan dibawah tidak begitu. Kalau datang

raskin kami yang berantam dengan masyarakat saat pembagiannya, karena banyak masyarakat yang merasa berhak menerimanya bahkan masih ada masyarakat yang tidak tinggal di rumahnya dan masih ada empat KK berkumpul dalam dua rumah,” urai Sesliani kepada Fauzi Bahar. Menjawab pertanyaan tersebut, FB berjanji di hadapan para walinagari yang hadir bahwa masalah kemiskinan akan menjadi prioritas utama baginya. Karena hal tersebut harus menjadi perhatian serius baik pemerintah pusat maupun daerah. Dikatakan juga, potensi pariwisata yang ada di Pessel perlu ditingkatkan untuk memperjuangkan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya daerah pesisir pantai. Dengan dimaksimalkannya pariwisata, da-

pat menjadi sumber ekonomi dan menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar. “Yang jelas kita akan memperjuangkan setiap jengkal hak rakyat, dan akan memberikan pembangunan yang merata untuk seluruh masyarakat termasuk juga Pessel,” katanya. “Termasuk juga harga sawit yang kurang berpihak pada petani sawit, dan termasuk juga harapan dari masyarakat Silaut yang meminta pemekaran kabupaten tersebut. Hal-hal yang disampaikan oleh saudara kita tadi sesuai dengan logika. Dengan membangun dan memperbaiki jalan akan mempermudah transportasi masyarakat dalam memasarkan hasil panennya atau hasil tangkapan ikannya di laut,” tambah mantan Walikota Padang ini. (h/mg-rin)

Temuan yang tergolong tindak pidana ini dilaporkan oleh kuasa hukum pasangan calon BennyDaniel, yang melaporkan pelanggaran pemasangan bahan kampanye di sembarang tempat dan menyebarkan bahan kampanye di sekitar lokasi pertemuan tatap muka pasangan Benny-Daniel. Dalam laporan bernomor 009/LP/PILBUP/IX/ 2015 ini, bertindak sebagai pelapor Surya Tambunan dan Boy Roy Indra sebagai saksi. Dari hasil klarifikasi, Surya Tambunan melaporkan dua item dugaan pelanggaran, yaitu pemasangan bahan kampanye pasangan Yusuf-Atos di sembarang tempat dan pemasangan bahan kampanye itu dilakukan di sekitar lokasi pertemuan pasangan Benny-Daniel. “Hasil temuan Panwaslu, ada oknum masyarakat yang sengaja membuat tulisan di papan terkait penolakan terhadap salah satu pasangan. Tulisan itu memuat kata-kata menjelek-jelekan. Namun, hasil pleno memutuskan, tidak dipenuhi unsur pidana pemilu sehingga kasus tersebut sudah tuntas,” jelasnya. Delapan pelanggaran lainnya, tukuk Rini, merupakan pelanggaran administrasi, salah satunya terkait Alat Peraga Kampanye (APK). Temuan itu

melanggar PKPU Nomor 07 Tahun 2015 tentang Kampanye. Pelanggaran administrasi ini, kata Rini, dilakukan oleh tim kampanye dari kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati, baik pelanggaran oleh pasangan Benny-Daniel, maupun pelanggaran oleh pasangan Yusuf- Atos. Bahkan, dari temuan Panwaslu itu, pelanggaran juga dilakukan oleh kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. “Rekomendasi telah kami serahkan kepada KPU Pasaman, nanti KPU menyurati tim kampanye pasangan calon. Jika tidak ditaati oleh pasangan calon, panwaslu berkoordinasi dengan Satpol PP meminta bantuan untuk menurunkan alat peraga kampanye dan bahan kampanye yang disebar dan dipajang di sembarang tempat,” ungkapnya. Panwaslu Pasaman mengakui banyaknya baliho dan spanduk serta poster pasangan calon bertebaran di sejumlah kecamatan. Penurunan APK ini terkendala karena anggaran operasional yang tidak mencukupi. “Saat ini baru Kecamatan Lubuk Sikaping yang bisa ditertibkan. Itupun dengan anggaran bersama-sama, antara Panwaslu, Satpol PP, KPU dan Kesbangpol dan Linmas,” sebut Rini Juwita. (h/col)

KPU Imbau Benny-Daniel Daftarkan Media Sosial PASAMAN, HALUAN — Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pasaman mengimbau tim kampanye pasangan calon Bupati Pasaman Benny Utama- Daniel untuk mendaftarkan media sosial yang digunakan pasangan incumbent itu dalam bersosialisasi dan interaktif dengan publik. Ketua KPU Pasaman Jajang Fadli melalui Devisi Teknis Rodi Andermi mengakui, telah menerima pendaftaran empat akun media sosial facebook yang akan dipergunakan untuk kampanye oleh pasangan calon nomor urut dua, Yusuf Lubis- Atos Pratama. Diantara akun media sosial yang didaftarkan pasangan calon Yusuf- Atos, adalah facebook Yusuf Lubis I, Yusuf Lubis II dan Atos Pratama. Sedangkan tim kampanye pasangan calon nomor urut satu, Benny

Utama- Daniel Lubis, belum mendaftarkan akun media sosialnnya. “Bagi pasangan calon yang mempergunakan media sosial untuk sosialisasi, atau ada akun yang mengakungaku tim kampanye pasangan calon, tetapi mereka tidak mendaftarkan kepada KPU, maka mereka akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang ada,” pungkasnya. Rodi menegaskan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No 07/ 2015 tentang Kampanye Pilkada, diatur materi kampanye termasuk melalui media sosial. Akun media sosial yang digunakan untuk kampanye tersebut tidak boleh memuat unsur pelanggaran kampanye, termasuk kampanye hitam. Untuk itu, KPU Pasaman, akan terus memantau aktivitas akun media sosial

facebook dari tim kampanye pasangan calon terakit. Pihaknya juga akan bekoordinasi dan bekerjasama dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat. Sementara itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Pasaman Rini Juwita menyatakan, terus memantau media sosial, terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2015 di daerah itu, baik akun yang telah didaftarkan ke KPU ataupun tidak. “Hingga saat ini, kami masih memantau, dan belum menemukan adanya pelanggaran, jika nanti terdapat pelanggaran, atau laporan maka tentu dari Panwaslu akan melakukan penindakan, berupa teguran ataupun mengeluarkan rekomendasi dalam temuan pelanggaran administrasi dan ataupun tindak pidana kampanye,” pungkasnya. (h/k/col)

„ Redaktur: Rahmadhani

„ Layouter: Ilham Taufiq


Sabtu, 19 September 2015 6 Dzulhijjah 1436 H

Kilas

Pemko Padang Pantau Harga Sembako Jelang Idul Adha PADANG, HALUAN — Pemerintah Kota Padang akan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha pekan depan. Jika kenaikan harga di luar batas yang ditoleransi, Pemko akan melakukan operasi pasar. Namun, hingga saat ini belum ada kenaikan harga yang signifikan. Wakil Walikota Padang, Emzalmi kemarin mengatakan, setiap menjelang lebaran tentunya permintaan di pasaran akan tinggi dibandingkan penawaran dibanding pada hari-hari lainnya. “Kalau dilihat dari pengalaman dari lebaran Idul Fitri kemarin, tidak ada kenaikan harga yang terlalu signifikan dan itu tidak besar pengaruhnya. Artinya, untuk permintaan dipasar semua kebutuhan bahan pokok masih bisa terpenuhi,” ujar wawako. Kecenderungan stabilnya harga kebutuhan pokok juga karena dibantu pasokan yang datang dari luar. Kemudian, untuk Kota Padang sendiri hingga saat ini tingkat inflasi masih dalam keadaan bagus dan stabil.(h/pmc)

Yuk, Temukan Talas Jumbo dan Buah Merah di Arena GPN 2015 PADANG, HALUAN — Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Banten memamerkan talas berukuran jumbo pada Gelar Pangan Nusantara (GPN) 2015 yang digelar Kementerian Pertanian di Lapangan Tarandam, Kota Padang, pada 15 sampai 18 September. “Talas ini asli Banten. Namanya talas beneng. Beneng itu besar dan koneng (Kuning). Karena isi talasnya berwarna kuning. Ukurannya berbeda dengan talas di daerah lain,” kata Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL) Kabupaten Pandeglang Banten, Dadan A. Hudaya di Padang, Jumat. Ia menjelaskan talas tersebut berukuran jumbo karena masa panennya lebih lama yakni mencapai dua tahun. Biasanya masa panen talas saat berumur delapan bulan dengan rata-rata panjang 30 centimeter. Talas koneng tersebut dijadikan salah satu alternatif pangan pengganti nasi. “Talas koneng dijadikan tepung, yang bisa dibuat menjadi Kue talam, es krim, dan brownies,” katanya. Setelah dipanen talas dapat disimpan selama 20 hari. Menurut Dadan dalam sebulan permintaan akan tepung talas itu mencapai lima ton yang didistribusikan ke Jakarta dan Depok. Hal itu lanjutnya, membuktikan bahwa tepung talas sudah banyak diminati untuk diolah menjadi makanan ringan dan makanan olahan lainnya. Salah seorang pengunjung Barmita (59) mengharapkan agar stand Banten di GPN itu bisa menjual bibit talas tersebut. “Kalau ada bibitnya lebih mudah untuk ditanam di pekarangan rumah,” katanya. Sementara itu, Provinsi Papua Barat mengandalkan buah merah dalam Gelar Pangan Nusantara (GPN) 2015. Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Lokal, Badan Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat, Ellyanti Mayangsari di Padang, Jumat, mengatakan buah merah salah satu komoditi unggulan yang ada di daerahnya. “Buah merah banyak memiliki khasiat untuk kesehatan serta berfungsi menjaga daya tahan tubuh,” katanya. Ia menjelaskan, pada GPN kali ini pihaknya mengemas buah merah dalam bentuk kemasan kapsul yang memudahkan masyarakat untuk mengkonsumsinya. Khasiat buah merah juga dapat mengobati kanker, kista, HIV Aids dan penyakit generatif lainnya serta baik dikonsumsi oleh anak-anak. Ia mengungkapkan, dalam GPN ini pihaknya sudah menjual sebanyak tujuh botol dari 10 botol yang dibawa. Satu botolnya dijual seharga Rp200 ribu. “Untuk satu botol berisi 60 kapsul,” katanya. Ia mengakui, meskipun buah merah bisa ditanam di beberapa daerah lain, namun hal khasiat buah merah dari Papua tidak sama dengan buah merah dari daerah lain. “Buah merah Papua biasa ditanam di daerah yang dingin atau pegunungan,” kata dia. Dia mengharapkan dengan dipamerkannya buah merah asli Papua Barat pada GPN ini dapat lebih mengenalkan buah merah pada masyarakat Padang dan nasional. Salah seorang pembeli Ida (53) warga Kota Padang, mengaku tertarik dengan buah merah tersebut, karena banyak khasiatnya. “Buah ini asli Papua berbeda dengan buah merah lainnya sehingga memiliki khasiat yang berbeda juga,” ujarnya. (h/*)

www.harianhaluan.com

9

Ratusan Guru Honorer K2 Diangkat Jadi PNS Tahun Ini PADANG, HALUAN — Guru honorer kategori dua (K2) yang sudah mengantongi ijazah sarjana strata satu (S1) dan mengabdi sejak tahun 2005 akan diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Desember mendatang. Namun, masih ada guru honorer yang belum yakin dengan janji itu. Marlina, salah seorang guru Sekolah Dasar (SD) yang mengabdi sudah lebih dari 10 tahun sangat berharap untuk diangkat jadi PNS. Tetapi, keraguan kembali menghampiri ketika diwajibkan mengikuti tes seperti biasanya. “Untuk ikut tes PNS saja saya sudah lima kali. Janganjangan nanti ujian lagi, padahal pemerintah berjanji akan mengangkat tanpa ujian dua tahun lalu, nyatanya ujian juga. Beda presiden, beda pula aturan, kami jadi bingung,” terangnya. Kecemasan juga dirasakan oleh Andika, guru honorer K2 di Kota Padang yang belum menamatkan S1nya. Padahal pemerintah sendiri sudah memberikan batas waktu akhir tahun ini. “Saya sudah mengabdi 9 tahun, namun saya belum menamatkan S1. Tahun de-

DUDUK SANTAI — Sepasang remaja sedang duduk santai di taman Tugu Proklamasi di depan Museum Adityawarman, Padang, Jumat (18/9). Museum Adityawarman adalah salah satu cagar budaya Sumbar yang bisa menambah wawasan bagi para pengunjung, terutama pelajar. Namun sayang, kebanyakan tempat ini hanya dimanfaatkan tamannya saja oleh pengunjung untuk berduduk santai kala siang hingga sore hari, sementara museumnya jarang dikunjungi. MAI HIDAYATI

pan baru saya tamat di UT,” paparnya. Andika memahami adanya peringatan dari pemerintah untuk menamatkan S1 secepat mungkin atau akhir tahun ini. Selama ini pemerintah telah memberikan kesempatan kepada para guru honorer untuk menyelesaikan studinya sampai S1 hingga Desember 2015. Juga sudah sering

diingatkan agar para guru meningkatkan kompetensinya, dengan menempuh pendidikan minimal S1. “Iya, dinas memang sudah memberikan himbauan,” paparnya. Menurut Plh BKD Kota Padang Yosefriawan, tahun lalu guru honorer K2 sudah diangkat sebanyak 510 orang dari yang diajukan 987 orang. “Jadi sisa dari yang

lulus itu yang kita ajukan lagi tahun ini,” paparnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi mengatakan guru honorer K2 memang sudah dijanjikan untuk diangkat jadi PNS. Namun, bagi yang belum sarjana sudah pasti tidak bisa diangkat. “Kita sudah berikan imbauan kepada guru baik PNS

maupun yang honorer K2 untuk menuntaskan pendidikan S1-nya, pusat juga memberikan syarat itu,” paparnya. Ia menambahkan, pemerintah pusat sudah berjanji untuk mengangkat honorer K2 yang tersisa tahun lalu untuk dijadikan PNS. Jumlah guru honorer K2 di Kota Padang masih banyak, lebih dari 400 orang.(h/ows)

Sabtu dan Minggu Disperindagtamben dan Pedagang Disdukcapil Tetap Miras Sama-sama Bingung Layani Buat Akta Lahir Soal Aturan Pemerintah

PADANG, HALUAN — Aturan penjualan minuman keras (miras) yang kerap kali berubah membuat pedagang dan Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (disperindagtamben) Kota Padang, bingung. Belum genap setahun miras dilarang beredar di minimarket dan toko-toko, kecuali di tempat yang telah diizinkan, sekarang sudah dilonggarkan lagi aturan tersebut. Pantauan Haluan di seputar kawasan Pondok Kota Padang, pedagang yang menjual miras mudah sekali ditemukan. Cici, salah seorang pedagang miras, mengaku, tidak tidak ada perubahan apapun dalam penjualan miras di tokonya. Memang, katanya, awal tahun lalu ada pengumuman melarang penjualan miras oleh Pemerintah Kota Padang. “Saya ada izinnya men-

jual ini semua. Jadi tidak saya indahkan aturan tersebut. Malah berubah lagi sekarang, kan,” ucapnya. Ia menambahkan, jika penjualan miras dipermasalahkan oleh pemerintah, kenapa harus ada bayar pajaknya dan segala macamnya. Di salah satu minimarket di Tabing juga menyediakan miras dengan tingkat alkohol yang rendah. Menurut penjualnya, aturan untuk menjual miras dari pemerintah memang tidak ada yang tegas. Dulu itu hanya imbauan kepada konsumen yang membelinya, jika masih anak sekolah pedagang dilarang menjual kepada mereka. “Tidak begitu gencar sosialisasi larangan kemarin itu. Hanya saja kepada konsumen yang masih usia sekolah saja jangan dijual,” jawab Ani, salah seorang penjaga minimarket.

Kepala Disperindagtamben Kota Padang Hendrizal Azhar mengaku bingung dengan aturan yang bolak balik dari pemerintah pusat. Namun, sosialisasi awal tahun sudah dilakukan. Regulasi sekarang tentang Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 6/M-DAG/PER/1/2015 sudah diketahuinya. “Sekarang sudah dilonggarkan lagi,” jelasnya. Ia menambahkan, dengan adanya regulasi ini, pemerintah kembali memperbolehkan penjualan minuman beralkohol dengan kadar di bawah 5 persen, atau minuman beralkohol tipe A di toko-toko pengecer dan minimarket. Namun, karena terbit Permendag pada tanggal 16 Januari 2015 lalu tentang pelarangan penjualan minuman keras dan beralkohol, membuat pemerintah daerah dan pedagang bingung. (h/ows)

PADANG, HALUAN — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang, tetap melayani pembuatan akta kelahiran setiap Sabtu dan Minggu. “Ini merupakan pelayanan khusus untuk melayani pembuatan akta kelahiran, karena banyaknya masyarakat, terutama Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengurus akta kelahiran,” kata Kepala Disdukcapil Kota Padang Wedistar di Padang, Jumat (18/9). Berdasarkan peraturan pemerintah, PNS harus mendaftar ulang dan salah satu syarat untuk registrasi adalah dengan memiliki dan melengkapi dokumen kependudukan, salah satunya akte kelahiran. Wedistar mengatakan, pelayanan pada hari Sabtu dan Minggu memang diprioritaskan untuk PNS, akan tetapi masyarakat biasa tetap dilayani pada hari tersebut. “Kami tidak mau ada

„ Redaktur: Nova Anggraini

anggapan tidak adil dan membeda-bedakan, jika hanya mendahulukan PNS,” paparnya. Ia menjelaskan, pelayanan pada Sabtu dan Minggu tersebut hanya berlangsung selama dua minggu, yaitu dari pukul 08.00 sampai 13.00 WIB. “Untunglah para pegawai dan staf mau meluangkan waktunya untuk tetap melayani pada hari libur,” jelasnya. Selain itu, Wedistar meminta agar masyarakat mengurus sendiri dan tidak menggunakan jasa perantara, karena kebanyakan perantara meminta biaya sedangkan Disdukcapil tidak memungut biaya untuk pengurusan atau gratis. Sementara itu, salah satu petugas dalam pembuatan akta kelahiran, Hendri, mengatakan bahwa Disdukcapil hanya mampu melayani kurang lebih sebanyak 100 orang dalam sehari. (h/ows)

„ Layouter: Rahmi


10

Padang

Sabtu, 19 September 2015 6 Dzulhijjah 1436 H

Kilas

Tim Gabungan Tidak Temukan Gunting Saat Tertibkan Salon PADANG, HALUAN — Tim gabungan Pemerintah Kota Padang, tidak menemukan satu gunting pun di dalam salon liar saat menggelar penertiban di lantai II Padang Teater Pasar Raya Padang. “Sebelum melaksanakan penertiban terhadap 36 salon liar kami lebih dulu memastikan kondisi dan aneh, salon kok tidak ada gunting,” kata Kepala Dinas Pasar Kota Padang Endrizal di Padang, Kamis. Setelah itu, pihaknya telah melayangkan beberapa kali teguran bahkan surat peringatan namun tidak digubris oleh pengelola. “Karena tidak digubris makanya kami melakukan penertiban karena kekurangan personil kami meminta penambahan dari Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang,” kata dia. Dari penertiban itu, 36 salon liar berhasil ditertibkan dan ia masih membuka peluang untuk pemilik kios kembali menggunakan kios tapi bukan untuk tempat maksiat. “Kalau mereka mau menggunakan lagi kami persilahkan tapi harus disesuaikan dengan fungsinya,” kata dia. Sebelumnya seorang pengelola salon yang tidak mau disebutkan namanya mengaku telah membayar uang keamanan agar salonnya tetap beroperasi. Endrizal pun membenarkan hal itu tapi menurutnya itu bukan uang keamanan tapi uang retribusi sampah yang memang harus mereka bayar. “Bisa jadi ada oknum di balik ini semua,” kata dia. Terpisah, Ketua KNPI Padang Selatan Muhammad Tito menyambut baik penertiban yang baru saja dilakukan dan menurutnya salon liar itu sudah lama meresahkan warga. “Kegiatan ini kami dukung. Ke depan kami akan terus mengamati perkembangan salon liar ini apakah kembali berfungsi sebagai tempat maksiat atau tidak,” katanya. (h/*)

DPRD Desak Pemko Padang Normalisasi Sungai di Purus dan Pondok PADANG, HALUAN — Anggota Komisi III DPRD Padang, Iswanto Kwara, mendesak Pemko untuk segera melakukan normalisasi aliran sungai di kawasan kumuh yang rentan terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Saat ini, sejumlah drainase yang alirannya ke sungai di Kota Padang tercemar dan mengalami pendangkalan. Selain di kawasan Purus, kondisi yang sama juga terlihat di sekitar kawasan Pondok. Sedimen dan sampah menumpuk hingga menghambat aliran air. Untuk itu, butuh penanganan serius dari Pemko Padang. Menurutnya, semangat gotong royong saja tidak cukup untuk memperbaiki sungai-sungai yang telah tercemar. Sebab, gotong royong warga hanya mampu membenahi drainase dan aliran tertentu saja. Sementara, untuk sungai besar butuh bantuan alat berat dari Pemko. “Saya setuju sungai yang besar harus diadakan pengerukan untuk membuang sedimen. Kita butuh kepedulian lebih dari pemerintah untuk membersihkan aliran sungai dan drainase yang telah tercemar tersebut,” ujar politisi dari Fraksi PDI P, kemarin. Selaku anggota komisi yang membidangi pembangunan dan lingkungan hidup, Iswanto mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut ke Pemko. Namun, sejauh ini hal itu belum digubris. Kalaupun sudah dilakukan perbaikan di beberapa titik untuk perbaikan drainase dan betonisasi, program itupun dinilai tidak optimal karena pengerjaannya masih banyak terbengkalai. Menurutnya, tidak ada kendala yang urgen untuk sekadar menormalisasi. Soal biaya, tidak terlalu tinggi. Tidak seperti pembuatan atau perbaikan drainase. Dia sangat menyayangkan sikap Pemko yang dinilai kurang tanggap. (h/pmc)

www.harianhaluan.com

Solusi Alih Fungsi Lahan

Puluhan Hektare Sawah Baru Akan Dibuat PADANG, HALUAN — Pemko Padang akan membuat area persawahan baru di kawasan Sungai Pisang seluas 10 hektar. Ini dilakukan untuk menutupi alih fungsi lahan di tempat lain dan untuk mengatasi penyusutan luas lahan pertanian dari waktu ke waktu di Kota Padang. “Uji coba ini kita lakukan juga dalam waktu dekat di Bungus Teluk Kabung dengan luas 10 ha,” kata Kepala Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (Dispernakhutbun) Kota Padang Heryanto Rustam kepada Haluan, kemarin. Dijelaskan, luas lahan pertanian di Kota Padang berkurang setengah persen setiap tahun dari luas lahan yang dimiliki Kota Padang 6.574 ha. Hal itu ditengarai akibat semakin banyaknya jumlah penduduk di Kota Padang dan semakin banyaknya pertumbuhan perumahan setiap tahun, sehingga lahan pertanian semakin sempit. Secara kasatmata memang terlihat, area pertanian di Kota Padang mengalami penyusutan dari waktu ke waktu, yang berdampak pada ketersediaan berbagai jenis produk pertanian lokal yang anjlok. Ironisnya, di antara areal pertanian yang dialihfung-

SUNGAI KERING — Sejumlah buruh sungai mencari batu kali untuk dimuat ke dalam truk dan dijual, di dasar sungai Air Dingin yang kering di Lubuk Minturun, Padang, beberapa hari lalu. Para buruh sungai kesulitan mencari batu kali ukuran kecil/menengah, pasir dan kerikil cor akibat tidak adanya hujan di hulu sungai itu. ANTARA FOTO

sikan menjadi kompleks perumahan, tempat usaha/ bisnis justru di areal yang termasuk produktif, serta tergolong subur. Jika dikalkulasikan, penyempitan lahan setiap tahun mencapai puluhan hektare. Bila ditelisik, fenomena ini ternyata lebih disebabkan karena peluang ekonomi dari sektor pertanian tidak lagi menjanjikan. Petani dan pemilik lahan lebih memilih usaha lain bidang perdagangan, jasa dan industri. Kepala Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan

Kehutanan (Dispernakhutbun) Kota Padang Heryanto Rustam, mengakui, penyusutan lahan pertanian memang disebabkan oleh semakin banyaknya perumahan. “Bisnis perumahan merambah hingga ke pinggiran kota, hingga membuat pemilik lahan begitu bernafsu menjual tanahnya,” katanya. Misalnya, tambah Heryanto, di seputar Kuranji, harga tanah per satu meter bujursangkar tak jarang dibanderol dengan nilai Rp 1 juta, sehingga pebisnis ber-

lomba-lomba membeli lahan di sana. “Sekarang lokasi mendirikan bangunan perumahan dan tempat usaha seakan tidak tebang pilih, sawah produktif pun jadi. Makanya kita selalu mengingatkan petani supaya tidak menjual lahannya untuk perumahan,” pungkasnya. Sosialisasi ke masyarakat, baik secara langsung maupun melalui kegiatan resmi pemerintahan sudah sering dilakukan. Namun di luar pengawasan, pemilik lahan diam-diam tetap saja

membandel. Biasanya daerah pinggiran dijadikan sebagai area pertanian sekarang sudah berubah jadi pemukiman dan area bisnis. Bila kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin rentang waktu 1020 tahun ke depan, ketersediaan lahan pertanian produktif di kota Padang ini akan berkurang. “Rasanya kami sudah cukup berupaya menetralisir keadaan, namun kesadaran warga tetap saja lemah. Tapi kami tidak patah arang,” pungkasnya.(h/ows)

Mahasiswa Unand Ikuti Kuliah Umum LKPP PADANG, HALUAN—Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintahan (LKPP) Agus Prabowo memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Unand mengenai pengadaan barang dan jasa pemerintahan, Jumat (18/9) di Unand. Tema yang diangkat adalah Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintahan yang Ramah Lingkungan dan

Mendukung Keberlanjutan. Wakil Rektor I Unand Febrin Anas mengatakan, saat ini banyak permasalahan yang dihadapi pemerintah mengenai pengadaan barang dan jasa, baik itu untuk tingkat lokal, nasional maupun internasional. “Pengadaan barang dan jasa juga bisa memberikan pengaruh terhadap lingkungan. Untuk itu kita juga perlu memahaminya,” ujar

Febrin. Lebih jauh Febrin mengatakan, mahasiswa perlu diberi pemahaman mengenai pengadaan barang dan jasa ini. Sebagai mahasiswa tentunya masih memegang prinsip yang idealis. “Setelah mereka tamat kuliah dan masuk dalam dunia kerja dan bertemu dengan pengadaan barang dan jasa, mereka sudah mengerti. Selain itu mereka juga bisa paham mana yang baik dan buruk dalam pengadaan barang dan jasa ini. Yang baik bisa mereka pakai dan yang buruk mereka tinggalkan,” jabarnya. Agus Prabowo mengatakan tujuan diadakan kegiatan ini ada tiga yaitu memberikan pemahaman kepada peserta mengenai kegiatan pengadaan barang dan jasa, mengaitkan pengadaan barang dan jasa dengan isu global dan memperkenalkan LKPP kepada masyarakat. Dalam materinya Agus Prabowo menyampaikan, dunia pengadaan barang dan jasa akan menjadi bagian yang penting dalam pembangunan nasional ke depan. Lebih jauh dirinya mengatakan kalau pengadaan barang dan jasa itu semakin komplek dan melibatkan banyak lintas disiplin ilmu pengetahuan.

“Misalnya saja, negara membangun jalan tol, banyak hal yang akan dikaji, seperti kualitas tanah, kondisi sosial masyarakat sekitar, apa bahan baku yang cocok untuk aspal dengan kondisi keadaan daerah tersebut serta prinsip ekonomi yang akan dipakai,” jelasnya. Untuk karakter pengadaan barang berdasarkan sektor pelaku dibagi dalam dua macam yaitu swasta dan pemerintah. Untuk swasta sendiri, memiliki karakter seperti mencari keuntungan maksimum, lebih mementingkan hasil dari pada proses.

“Sementara untuk pemerintah, memiliki karakter harus efisiensi dan efektif, serta memiliki tanggung jawab untuk pembayar pajak atau masyarakat,” paparnya. Di akhir materi, Agus menyampaikan bahwa ke depan kebijakan untuk pengadaan barang dan jasa harus ramah lingkungan, seperti untuk pengadaan barang elektronik yang hemat listrik. “Mengutip kata-kata bijak, bahwa bumi ini merupakan titipan dari anak cucu yang mesti dijaga,” tutupnya. (h/mg-san)

KEPALA LKPP RI Agus Prabowo sedang memberikan kuliah umum di Hall Convention Unand, Jumat (18/9). SANI

„ Redaktur: Nova Anggraini

„ Layouter: Rahmi


Payakumbuh dan Limapuluh Kota

Sabtu, 19 September 2015 6 Dzulhijjah 1436 H

11

Kemensos Dorong Pemko Lahirkan Perda Pemkab Pasang RPPJ Pada Beberapa Titik SARILAMAK, HALUAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), melengkapi Rambu-Rambu Petunjuk Pengarah Jalan (RPPJ) pada beberapa lokasi untuk memberi petunjuk kepada masyarakat dan pengunjung yang datang ke daerah itu. Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Kabupaten Lima Puluh Kota Rasdison di Sarilamak Kamis mengatakan RPPJ tersebut telah dilakukan secara berturut-turut sejak dua tahun lalu. “Hingga tahun ketiga ini, RPPJ di Kabupaten Lima Puluh Kota baru terpenuhi 30 persen dari kebutuhan,” kata dia. Ia mengatakan, Kekurangannya tersebut akan dipenuhi secara bertahap pada tahun-tahun berikut, sehingga pada semua lokasi memiliki RPPJ tersebut. Menurutnya, rambu-rambu penunjuk arah tersebut akan memudahkan orang mencari nagari (desa adat) maupun lokasi wisata di daerah ini. “Siapapun yang datang ke sini tidak akan bingung serta tidak perlu bertanya-tanya lagi, melainkan cukup melihat ke papan penunjuk arah seperti yang ada di beberapa kota besar,” kata dia. Selain itu, kata dia, Limapuluh Kota sebagai daerah perlintasan Sumbar-Riau memerlukan RPPJ tersebut agar orang-orang yang melewati daerah tersebut mendapatkan petunjuk saat melakukan perjalanan. Salah seorang masyarakat Limapuluh kota mengapresiasi langkah pemerintah setempat untuk melengkapi beberapa lokasi dengan RPPJ tersebut. Menurutnya, RPPJ tersebut sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang baru berkunjung ke daerah itu, apalagi kabapaten tersebut memiliki beberapa lokasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. “Dengan adanya petunjuk arah itu, para wisatawan yang berkunjung ke beberapa lokasi wisata yang di daerah ini akan lebih mudah,” katanya. (h/ant)

PAYAKUMBUH, HALUAN — Dua pejabat Puslitbang Kementerian Sosial RI, Agus Purwanto dan Muhtar, mendorong Pemerintah Kota Payakumbuh untuk melahirkan Perda tentang UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Bidang Kesejahteraan Sosial. “Jika Perda ini dapat diwujudkan, tiga tahun ke depan, Kementerian Sosial akan memberikan suntikan dana buat peningkatan kesejahteraan masyarakat di kota ini,” ungkap kedua pejabat Puslitbnag Kemensos RI, dalam acara Rakor dan Penyuluhan Pengembangan Kelembagaan Pelayanan Terpadu, pada sebuah hotel melati di Payakumbuh, Jumat (18/9). Kegiatan tersebut, seperti yang dilaporkan Kepala Dinsos dan Naker Kota Payakumbuh, Idris, diikuti 60 peserta, dari unsur pelaksana dan pokja UPTKAN, serta sejumlah pimpinan SKPD terkait. Wakil Walikota Payakumbuh H. Suwandel Muchtar, usai membuka rakor, meminta seluruh peserta dapat merumuskan rancangan peraturan daerah yang menyangkut dengan bidang kesejahteraan sosial itu. “Ini signal positif yang harus disikapi segera. Untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, jangan pernah mengulur waktu,” ulasnya. Menurut dia, penguatan kelembagaan urusan kesejahteraan, seperti diminta Puslitbang Kemensos, langkah maju yang harus disam-

but hangat. di Payakumbuh pendirian kelembagaan sosial baru berdasarkan SK Wa-

likota Payakumbuh. Karena itu, wawako meminta, SKPD terakait segera merancang ranperdanya, agar mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Kelembagaan kesejahteraan sosial di Payakumbuh itu berupa Unit Pelaksana Teknis Kesejahteraan Anak Nagari (UPT-KAN). Turunannya, dalam rangka mem-

bantu biaya pendidikan keluarga miskin, dibentuk LKS (Lembaga Kesejahteraan Sosial) Mitra Kenanga, sejak awal 2014 lalu. Sumber dananya, melalui infak dan sedekah pegawai dan guru dijajaran Pemko Payakumbuh. Kehadiran LKS Mitra Kenanga, dikatakan, cukup membantu warga kurang

mampu. Namun, organisasi ini cukup kewalahan, melayani permintaan keluarga miskin, karena keterbatasan dana yang diterima. Sementara itu, LKS Mitra Kenanga yang dibentuk UPT-KAN, mendapat apresiasi oleh Kemensos. Hanya saja, bantuan baru bisa diberikan, jika kelembagaan itu dibentuk dengan Perda. (h/zkf)

RAKOR KESEJAHTERAAN — Wawako H. Suwandel Muchtar, membuka rakor dan penyuluhan bidang kesejahteraan sosial di Payakumbuh, Jumat (18/ 9). ZUL

Rencana 2016

Jalan Provinsi Menjadi Jalan Kota PAYAKUMBUH, HALUAN — Jalan Propinsi Sumatera Barat yang ada di Kota Payakumbuh, akan berganti status. Direncanakan tahun 2016 mendatang bakal berubah menjadi jalan kota. Sedangkan jalan Gajah Mada dari simpang Tanjung Anau ke simpang Payobasuang yang semula berstatus jalan strategis nasional akan menjadi jalan provinsi. Kepala Dinas PU Payakumbuh, Marta Minanda, yang dihubungi Haluan me-

ngatakan, jalan provinsi yang akan dijadikan jalan kota, seperti jalan Tan Malaka, mulai dari simpang Bunian sampai batas kota di Lampasi. Seterusnya jalan Ahmad Yani dua ruas dari Tugu Adipura-Labuah Basilang dan dari Labuah Basilang sampai ke perbatasan batang Tabik Limapuluh Kota. “Pembicaraan pengalihan status jalan tersebut dengan Pemprov Sumbar, sudah hampir selesai, mudah mudahan awal tahun depan, sudah bisa

direalisasikan. Sehingga pemeliharaan rutin maupun pelebarannya nanti menjadi tanggung jawab Pemko Payakumbuh,” ujarnya. Dikatakan, jalan Gajah Mada setelah selesai pelebarannya nanti akan menjadi jalan alternatif menuju ke Riau dan sebaliknya. Dari jalan tersebut, bisa ditempuh ke jalan Kabupaten Limapuluh Kota, arah ke Taram, tembus ke Bukik Limbuku dan Batu Balang, Kecamatan Harau.

Di Batu Balang sudah disambut dengan jalan alternatif Ketinggian-Batu Balang. Jalan tersebut nanti akan difungsikan Pemkab Limapuluh Kota, untuk menghindari kemacetan lalulintas di Pasar Sarilamak. “Bila rampung nanti, bisa saja kendaraan angkutan penumpang dan truk melewati jalan tersebut, terus ke Taram dan menuju jalan Gajah Mada di Payakumbuh, menuju ke berbagai kawasan termasuk Lintau,” ulasnya. (h/zkf)

Baruah Gunung Punya Potensi Pariwisata LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Baruah Gunung, Kecamatan Bukik Barisan, berpotesni untuk dikembangkan sebagai objek wisata andalan. Selain daerah pertanian dan peternakan, nagari itu punya pemandangan alam yang indah, karena berada di kawasan bukit barisan. Lagipula saat ini tengah dibangun embung di Rimbo Kalayau yang sangat berpotensi menjadi objek wisata alam. Pemuka masyarakat Baruah Gunung, Azrai Yahya di Payakumbuh, kemarin mengatakan, potensi yang ada di baruah Gunung itu, hendaknya dilirik Pemkab Limapuluh Kota, melalui Disbudparpora setempat, karena alamnya masih asri. Sebelum sampai di lokasi objek wisata, warga yang berkunjung akan menemui kebun tembakau yang luas sampai ke perbukitan. Untuk menuju ke Baruah Gunung, dapat ditem-

www.harianhaluan.com

puh dari berbagai jurusan, dari Payakumbuh ke Suliki, Tanjung Bungo dan Koto Tangah, Sungai Naning dan Baruah Gunung. Selain itu bisa juga ditempuh dari Payakumbuh, ke Anding, Guntung Banjaloweh dan Koto Tangah. Begitu juga dari Payakumbuh ke Koto Tinggi, lewat Sungai Dadok atau Sungai Sirieh menuju ke pembangunan monumen nasional dan ke barauh Gunung. Namun jalan yang dilewati dari tiga jurusan itu, sudah memadai tapi belum sepenuhnya baik. Akibat disejumlah titik labil dan rawan longsor. Bilas Pemkab serius membangun jalan yang lebih baik ke nagari tersebut, maka hubungan ke daerah pertanian tembakau itu akan semakin lancar. Jalan Penghubung ke daerah itu masih ada yang 3 meter lebarnya, utamanya dari Suliki dan Tanjung Bungo, walau telah dilengkapi

dengan jembatan permanen di Sialang. Sebagian jalan ke Baruang Gunung sudah menggunakan aspal Hotmix namun belum merata. Pasca kecamatan kedatangan Menko Kesra RI, Agung Laksono, bersama rombongan ke Sungai Naniang, pertengahan Nopember 2013 lalu, diharapkan membawa perubahan. “Jalan yang semula berliku liku dengan lebar 2,5 hingga 3 meter itu, diharapkan mampu diluruskan dan diperlebar. Selain itu pengaspalan jalan hendaknya diperbaharui dengan hotmix, karena ruas jalan SulikiSimpang Sungai Dadok lewat Sungai Naniang, sebagai jalan lingkar alternatif menuju ke Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh tempat monumen PDRI dibangun. Ketua DPRD Limapuluh Kota, Syafaruddin Dt. Bandari Rajo, yang dihubungi sebelumnya mengakui, status jalan pada ruas SulikiSimpang Sungai Dadok,

„ Redaktur: Heldi Satria

lewat Tanjung Bungo, Koto Tangah, Sungai Naniang dan Baruah Gunung, direncanakan akan menjadi jalan strategis Provinsi Sumatera Barat. Sehingga perbaikan dan pelebaran jalan tersebut, akan dibiayai oleh Pemprov Sumatera Barat. “Kita memang merasakan dan melihat kondisi jalan di beberapa bagian yang belum begitu baik, selain lebar jalan yang belum memadai, jalan banyak tikungan. Lagipula di beberapa titik jalan rawan longsor ketika musim penghujan,”sebutnya. Kondisi jalan yang baik berdampak positif terhadap kecepatan angkutan barang dan orang. Selama ini banyak kendala yang ditemui masyarakat di jalan, selain jalan sempit juga di beberapa tempat berlobang, sehingga menghambat kelancaran lalulintas dari pusat pemerintahan kecamatan menuju ke nagari-nagari. (h/zkf)

„ Layouter: Habli


12

Nasional

Sabtu, 19 September 2015 6 Dzulhijjah 1436 H

Di Balik Pelonggaran Penjualan Miras

FPKS: Diduga Ada Mafia Bermain Lintas

JAKARTA — Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini, mengatakan pihaknya menolak keras upaya pelonggaran penjualan minuman keras (miras). Sebab, pelonggaran penjualan miras membahayakan moralitas generasi muda.

Kebakaran Pemondokan Haji

Komisi VIII: JCH Lansia Agar Dituntun JAKARTA, HALUAN — Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menanggapi kebakaran yang terjadi di pemondokan jemaah haji Indonesia. Menurut dia, kebakaran itu disebabkan karena ketidaktahuan jemaah haji terhadap dampak rice cooker yang ditinggalkan di atas tempat tidur. Selain itu, hampir 60 persen jemaah haji merupakan kaum lanjut usia (lansia) dan banyak di antara mereka yang belum mengerti tentang cara penggunaan alat modern, seperti rice cooker dan lift. Politikus PAN ini pun meminta, petugas penyelenggara haji bertindak cepat dengan mengumpulkan pimpinan kloter untuk mengantisipasi masalah tersebut. “Mulai dari PPIH yang di Makkah untuk mengadakan rapat koordinasi Kloter lalu ke Karom atau ketua rombongan. Diminta untuk rapat atau bertemu dengan seluruh jemaah, memberi tahu tentang prosedur dalam menanak nasi di pemondokan,” katanya, Jumat (18/9/ 2015). Menurut Saleh, pihak penyelenggara dan pemilik hotel sejak awal sudah melarang jemaah untuk memasak nasi. Setiap prosedur keamanan juga sudah diingatkan sejak sebelum keberangkatan jemaah haji. “Ini bukan karena ketidakpatuhan tapi kelalaian orang tua yang harus dituntun, kadang tidak paham gunakan lift, asal tekan belum tentu sampai tempat tujuan. Nah, itulah mengapa penting kepala rombongan untuk memberi pengetahuan sederhana sehingga tidak terjadi lagi,” ungkapnya. “Alhamdulillah, tidak ada korban, hanya sekadar ledakan, tidak meluas dan diperbaiki dan sudah kembali normal,” tandasnya. Sebelumnya sebuah penanak nasi (rice cooker) yang dibiarkan menyala oleh seorang jemaah haji asal Kediri, Jawa Timur menyebabkan kebakaran di Sektor 4, rumah 403 lantai 8 Hotel Sakaf al Barakah di Wilayah Aziziyah, Makkah, Arab Saudi, Kamis 17 September 2015. (h/inl)

Refrizal Optimis PKS Penuhi Target DEPOK, HALUAN — Politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H Refrizal Ditemui optimis partainya bisa memenuhi target mencapai 10 persen suara pemilih pada Pemilu 2009. Target menjadi partai papan atas di republik ini tercetus dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) PKS ke-4 di Hotel Bumi Wiyata Depok. “Sebelumnya saya menyampaikan selamat menunaikan amanah kepada pengurus pusat PKS 20152019. InsyaAllah pemilu 2019, PKS akan sukses menjadi partai papan atas. Kepada seluruh kader, mari kita bersama berkhidmat untuk rakyat dan senantiasa memberi manfaat kepada bangsa dan negara. Terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat selama ini, mohon maaf atas segala kesalahan kami dan mari kita bersama perbaiki Indonesia”katanya dalam rilis yang diterima Haluan, kemarin. Selain itu, H. Refrizal menyatakan bahwa PKS sebagai salah satu partai Islam terbesar di Indonesia harus terus menggerakkan roda dakwah agar menjadikan Indonesia sebagai negara yang sejahtera, bermartabat dan senantiasa diberkahi oleh Allah SWT” tutup politisi Sumatera Barat ini. Munas ke-4 PKS ini ditutup secara resmi oleh Ketua Majelis Syuro PKS Dr. Salim Segaf Aljufrie. Kegiatan ini menghasilkan beberapa amanat antara lain penetapan target suara PKS lebih dari 10% dalam pemilu 2019, mendorong terwujudnya kebijakan publik pada kemaslahatan umat, meningkatkan peran PKS dalam kancah internasional, mengokohkan wilayah dakwah sebagai basis peningkatan suara. (h/rel)

www.harianhaluan.com

“Menurut saya, harus diselidiki apakah ada manuver dari mafia-mafia miras untuk melonggarkan upaya pengendalian miras. Ini laik dicermati,” katanya, Jumat (18/9). Kalau untuk mengetahui siapa di balik dalangnya upaya pelonggaran penjualan miras ini memang harus diselidiki. “Kita tidak boleh suuzon saja, makanya perlu dilakukan penyelidikan.” PKS, ujar Jazuli, jelas menolak keras pelonggaran penjualan miras. Walaupun

di sisi lain tidak bisa menutup seluruh penjualan miras karena ada orang tertentu yang tidak dilarang minum miras. “Tetapi dari sisi penjualannya harus diperketat dan dikendalikan untuk mencegah anak-anak di bawah umur membeli miras,” katanya. Pejabat, lanjutnya, juga jangan hanya melihat penjualan miras dari aspek ekonomi. Pejabat harus memikirkan efek miras bagi moralitas generasi muda. (h/rol)

Kisah Pengemudi Go-Jek

Ibu Terpaksa Bawa Anak Antar Barang PEMBEBASAN SANDERA WNI — Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian (kiri) menerima dua WNI korban penyanderaan di zona zero antara RI - Papua Nugini (PNG), Jumat (18/9). Kedua sandera yakni Badar dan Sudirman disandera sejak 9 September lalu di wilayah PNG akhirnya dibebaskan dari kelompok bersenjata kepada pihak militer PNG, Kamis (17/09) malam sekitar pukul 22.00 waktu PNG. ANTARA

Dua Sandera WNI Dibebaskan JAKARTA, HALUAN — Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/ Cenderawasi, Letkol TNI Teguh Puji Raharjo mengatakan dua orang warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok bersenjata di wilayah Papua Nugini kini sudah berada di Jayapura, Papua. Letkol TNI Teguh Puji Raharjo, mengungkapkan, dua sandera itu sudah diserahkan dari pihak pemerintah PNG kepada pemerintah Indonesia, yang diwakili Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Hinsa Siburian, di Kantor Konsulat Jenderal (Konjen) Indonesia di Vanimo, Papua Nugini. ‘’Penyerahan itu dilakukan pada pukul 13.00 Waktu Indonesia Timur (WIT),’’ katanya saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (18/9). Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, dua sandera yang diketahui bernama Sudirman dan Badar itu langsung dibawa menuju Jayapura, Papua. Pihaknya, lanjut Teguh, pun sudah menyerahkan dua orang sandera itu kepada Polda Papua untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

‘’Kemungkinan besar saat ini sudah bersama keluarganya,’’ ujarnya. Upaya pembebasan ini, ungkap Teguh, dilakukan oleh tentara PNG (PNG Army). Namun, pihaknya juga tetap berkoordinasi dengan PNG Army dalam membawa dua sandera itu ke tanah air. Sebelumnya, kelompok bersenjata yang melakukan penculikan terhadap dua WNI di sekitar perbatasan Indonesia dengan PNG, akhir pekan lalu. Penculikan itu terjadi saat dua WNI itu tengah melakukan penebangan pohon di sekitar wilayah Skofro, Distrik Keerom, Papua. Kemudian para pelaku membawa dua sandera itu ke wilayah PNG, tepatnya di Skouwtiau, Vanimo. Sedangkan terkait upaya peningkatan penjagaan di wilayah perbatasan, Kapendam XVII/Cendrawasih mengungkapkan, pihaknya tentu akan melakukan upaya peningkatan penjagaan di wilayah perbatasan PNGPapua Nugini. Selama ini, para personel TNI memang tiap hari selalu melakukan penjagaan dan patroli secara berkala di sekitar wilayah

perbatasan tersebut. Namun, Teguh mengakui, kondisi cuaca dan medan di wilayah perbatasan memang sedikit menyulitkan aparat keamanan dalam melakukan patroli penjagaan. Medan yang berat berupa hutan lebat dan jalan yang belum tentu bisa dilewati oleh para personel dan kendaraan. Pun dengan perubahan cuaca yang cukup ekstrim. ‘’Jadi tidak seperti di Jawa. Kalau di sini, siangnya panas, tiba-tiba sore bisa berubah menjadi hujan lebat. Tapi, kami sudah dan akan terus melakukan patroli dan menjaga keamanan masyarakat,’’ ujar Teguh. Tidak hanya itu, Teguh menyebut, dengan adanya insiden penculikan ini tentu diharapkan semua aparat keamanan dan masyarakat yang tinggal di sekitar perbatasan bisa meningkatkan kewaspadaan. Kendati demikian, Teguh menilai, warga masyarakat tidak perlu takut untuk melakukan kegiatan rutin harian mereka. ‘’Jangan nanti malah mengganggu kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat yang sudah berjalan,’’ ujarnya. (h/rol)

JAKARTA, HALUAN — Tak semua Go-Jek pria. Ada juga yang perempuan, dan mereka ibu-ibu. Satu kisahnya ramai di media sosial, tentang ibu Go-Jek yang membawa anak saat mengantar barang. Ibu ini menjadi Go-Jek sebagai pengantar barang. Adalah Nuri, pekerja kantoran di kawasan TB Simatupang yang melihat ibu itu pada Rabu (16/9) di lobi Gedung Nestle. Nuri yang tengah melintas menegur ibu Go-Jek yang menggendong anaknya. Si ibu itu ternyata habis mengantar barang. Kemudian dia saat pulang hendak mengambil minum. Di lobi gedung itu memang disediakan minuman gratis berupa kopi, susu, dan air putih untuk siapa saja. “Saya tanya si ibu ini lagi mau anter barang. Dia bawa anak bayi umur 1 tahun 8 bulan,” terang Nuri, Jumat (18/9/2015). Nuri sempat membantu si ibu Go-Jek yang tak sempat ditanya namanya. Ibu itu mengambil kopi untuk an-

„ Redaktur: Heldi Satria

aknya yang tidak suka susu. Ibu itu sempat bercerita kalau dia memiliki dua anak, yang lebih besar bersekolah. Suaminya bekerja di Sulawesi. “Dia ngontrak di Jakarta, dan jadi Go-Jek untuk menghidupi anaknya. Nah dia memang membawa anak, karena tidak ada yang jaga anaknya,” urai Nuri. Karena juga hanya mengantar barang, anak kecil lucu itu pun bisa dibawa. Sebelum berpisah, Nuri sempat memberikan makanan kecil untuk anak si ibu yang lucu. “Gue sih nggak terlalu ekstrim ya sama Go-Jek. Tapi orang kaya gini lebih respect lah dibanding mintaminta di lampu merah bawa anak. Apa masih mau kasih larangan Go-Jek terus sampai ngancem mukulin GoJek? Apa pernah mikir karena ini bisa menghapuskan pengemis di lampu merah. Come on guys. Hidup ini berat. Jadi jangan bikin susah sama orang yang niat berusaha pakai keringat,” pesan Nuri. (h/dtc)

„ Layouter: Syamsul Hidayat


Hiburan

Sabtu, 19 September 2015 6 Dzulhijjah 1436 H

Ayu “Pagari” Bilqis

Siti Tak Lupa Kampung SITI KDI telah lama meninggalkan tanah kelahirannya. Sejak menikah dengan pria asal Turki-Bosnia, Cem Junet Peerk, ia memang berkomitmen untuk bangun keluarga kecilnya di SANA. Kendati demikian, Siti tetap menempatkan Ibu Pertiwi di hati sanubarinya. Buktinya, bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa wajib dalam keluarga kecilnya, yang sudah dikaruniai seorang putri Elif Kayla Peerk. “Dia berbahasa Rusia. Kalau di rumah saya ajarkan bahasa Indonesia juga. Biar tahu Indonesia,” ujarnya di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (16/9). Sayangnya, pedangdut 34 tahun ini agak kesulitan mengajari Elif untuk fasih berbahasa Indonesia. Memang mau tak mau, lingkungan sekitar telah membiasakan sang bocah berbicara bahasa Rusia. “Dia diajarkan tapi ya begitu. Soalnya kan lingkungan keluarga di Turki begitu (berbahasa Rusia), jadi Elif belajar juga bahasa di sekitarnya,” jelasnya. Siti KDI menikah dengan Cem Junet Peerk di kawasan Tanjung Priuk, Jakarta Utara pada 25 Juni 2011. Setelahnya, pasangan suami-istri itu segera pergi ke negara asal Cem di Turki. Siti pun menjadualkan pulang ke Tanah Air setiap beberapa bulan sekali. (h/ccm)

BELUM lama ini pelaku akun penjualan anak yang melibatkan anak-anak selebriti seperti Ruben Onsu dan Ayu Ting Ting akhirnya ditangkap. Hal ini tentunya membuat kedua selebriti itu merasa senang lantaran si pelaku sudah diamankan oleh pihak yang berwajib. Meski begitu, masih ada rasa cemas didalam hati Ayu Ting Ting. Oleh karena itu, ia sekarang ini lebih berhati-hati dalam memposting foto si buah hati, Bilqis ke sosial media. “Alhamdulillah sudah ke tangkap pelakunya. Yang saya protektifin si Bilqis ya, makanya sekarang saya lebih berwanti-wanti kalau mau mengupload foto Bilqis atau apa pun,” ungkap Ayu saat ditemui di Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (17/9). Dalam kesempatan itu, pelantun Sambalado ini juga menuturkan bahwa ia tak peduli dengan komentarkomentar pedas para haters mengenai dirinya. Namun, jika sudah membawa nama putri tercintanya itu yang membuat Ayu geram. Apalagi, dengan kasus penjualan anak tersebut. “Enggak ngaruh sama saya. Mau jungkir balik di depan gue juga enggak ngaruh. Sebenarnya orang yang seperti itu orang yang enggak punya kerjaan aja. Tapi kalau kaya kemarin soal anak saya itu beda ceritanya karena dia sudah main menjual bayi murah dan segala macam. Menurut saya itu sudah keterlaluan,” tandasnya. (h/ccm)

Cakra Masuk Empat Kategori

AJANG penghargaan Anugerah Planet Muzik (APM) akan kembali digelar lagi di tahun 2015 ini. Rencananya, acara penghargaan musik Asia Tenggara ini akan dilaksanakan pada 9 Oktober 2015 mendatang di Suntec Singapura. Dalam ajang ini beberapa musisi Tanah Air pun masuk di dalam daftar nominasinya. Sebut saja Cakra Khan, salah satu penyanyi Indonesia yang masuk dalam empat nominasi. Dari keempat kategori itu rata-rata lagu duet Cakra dengan penyanyi asal Malaysia, Siti Nurhaliza, yakni berjudul Seluruh Cinta. “Alhamdulillah bisa masuk nominasi lagi di Anugerah Planet Muzik (APM). Saya masuk di empat kategori yang kebanyakan dari lagu duet saya dengan Dato Siti. Yaitu Kolaborasi Lagu Terpopuler dan apalagi gitu. Satu lagi kategori Penyanyi Laki-laki Terbaik,” kata Cakra saat ditemui di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (17/9). Tak hanya itu, pelantun Harus Terpisah ini juga mendapat kesempatan lagi untuk memeriahkan APM award. Ia pun merasa bangga dan terhormat bisa kembali mengisi acara tersebut. Mengingat di tahun-tahun sebelumnya, Cakra juga sudah bernyanyi di panggung APM pada 2013-2014. “Pastinya senang, ini sebuah kehormatan sekali bisa ada di APM lagi. Dan pastinya saya membawa nama Indonesiaitu yang membuat saya lebih senang. Tampil di sana saya belum tahu a k a n menyanyikan lagu apa karena ditentuin oleh mereja, tapi saya akan berusaha tampil dengan baik,” ujarnya. Selain Cakra, beberapa musisi Tanah Air lainnya pun masuk nominasi yang bersanding dengan para musisi dari Malaysia dan Singapura. Diantaranya Afgan, Angel Pieters, Armada, Bunga Citra Lestari, Cita Citata, Fathin Shidqia Lubis, dan GAC. Ada juga Isyana Sarasvati, Judika, Kunto Aji, Maudy Ayunda, Noah, Nowela, Raisa, Rossa, Sheila on 7, Tulus, Ungu, Yovie & Nuno, serta Yura Yunita. (h/ccm)

www.harianhaluan.com

13 13

Dian Ayu “Anak Moge” TAK hanya Ananda Omesh yang mencintai motor besar, Dian Ayu Lestari sang istri pun tampaknya tertular virus nikmatnya sensasi di balik kemudi kendaraan roda dua tersebut. Penampilan Dian Ayu yang biasanya terlihat luwes dan gemulai, seketika berubah ‘sangar’ ketika menunggangi motor gede alias moge. Entah sejak kapan Dian Ayu mulai bisa menunggangi motor dengan mesin berkapasitas besar. Namun dalam unggahan potret di akun Instagram, ibu beranak satu ini tampak lincah membelah jalan raya. Meski berada di atas sebuah moge, namun Dian Ayu terlihat tetap menjaga

penampilan. Dalam balutan kaos tanpa lengan berwarna hitam dan bawahan berwarna putih, ia terlihat begitu menawan. Tak hanya berkendara seorang diri, Dian Ayu juga terlihat menunggangi motor buatan Amerika yang ditaksir seharga setengah miliar rupiah itu, bersama anggota klub motor besar. Bahkan di sebuah potret, tampak Dian Ayu melaju dan memimpin konvoi di barisan paling depan. Sementara, di potret lainnya, Dian Ayu terlihat menunggangi motor besar di samping sang suami Omesh. Pasangan suami istri ini terlihat kompak ketika lakukan konvoi di jalanan. (h/ ccm)

Zaskia: Masakan Indonesia Juara DELAPAN hari sudah Zaskia Sungkar dan sang suami, Irwansyah berada di luar negeri mulai dari Amsterdam, Belanda hingga London. Dimana, desainer cantik ini akan mengikuti London Collerction, Oxford Fashion Studio. Meski tengah berada di luar negeri, nyatanya Zaskia dan sang suami tetap tak bisa meninggalkan makanan khas Tanah Air. Foto yang diposting ke Instagram-nya, memperlihatkan beberapa macam masakan yang sengaja dimasak sendiri oleh wanita kelahiran 22 Desember 1990 itu. Rupanya, masakan ini ia buat untuk menyambut kedatangan sang adik tercinta, Shireen Sungkar dan sahabatnya, Laudya Chyntia Bella yang menyusul Zaskia ke London. “Dari kemarin bikin pasta mulu, hari ini abis subuh lgsng ngungkep ayam masak ayam penyet , sayur sop, sama dadar telur bebek demi menyambut tamu tercinta yg kelaperan @shireensungkar @laudyacynthiabella,” tulisnya di foto tersebut. Zaskia juga mengungkapkan dimana pun ia berada pasti selalu mencari makanan khas Indonesia. Menurutnya, makanan khas Tanah Air yang paling juara. Ia pun tak sungkan membawa bumbu-bumbu dapur dari Indonesia. “dimanapun negara nya tetep masakan indonesia juaranya , setiap traveling kudu bawa bumbu dapur dll sambil berdoa lolos imigrasi ricecooker , dan kali ini ak bawa jambal kalau daging halal tinggal googling inshaAllah banyak mini mart atau halal butchers .. happy holiday !,” tandasnya. (h/ccm)

Direhab, Eza Gemuk EZA Gionino divonis empat bulan masa rehabilitasi. Putusan Majelis Hakim itu disampaikan dalam sidang lanjutan kasus penyalahgunaan narkotika, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. “Menjatuhkan hukuman selama empat bulan dengan menjalani rehabilitasi RSKO (Rumah Sakit Ketergantungan Obat) di Cibubur (Jakarta Timur),” ungkap Hakim Ketua, Amat Khusaeri, di ruang sidang PN Jaksel pada Kamis (17/9). Namun sebelum vonis masa rehabilitasi dijatuhkan padanya, Eza telah menjalani satu setengah bulan masa rehabilitasi Rumah Rehabilitasi Natura, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Selama jalankan proses rehabilitasi, berat badan Eza Gionino justru mengalami kenaikan. Ricky selaku ka-

„ Redaktur: Afrianita

kak kandung Eza menyatakan kondisi kesehatan Eza selama di panti rehab semakin membaik. “Berat badan Eza memang bertambah selama jalankan rehabilitasi. Bahkan kondisi kesehatan Eza sekarang lebih sehat dan lebih baik dari yang lalulalu,” ungkap Ricky ditemui usai sidang. Meski divonis Majelis Hakim dengan empat bulan rehabilitasi, namun Eza dan keluarga besarnya termasuk ibunya, berjiwa besar menerima putusan tersebut. “Namanya putusan buat rehab, ya harus dijalani. Ibu enggak hadir hari ini, tapi udah beberapa kali ketemu di tempat rehab (Natura). Ibu sudah dapat info (soal vonis). Eza juga udah rehab kurang lebih satu setengah bulan,” tandas Ricky. (h/ ccm)

„ Layouter: Rahmi


14 14 14

Bukittinggi dan Agam

Sabtu, 19 September 2015 6 Dzulhijjah 1436 H

Resep

Jumlah Personil Dinas PU Agam Masih Minim AGAM, HALUAN — Dinas Pekerjaan Umum Agam (PU) Agam masih mengharapkan bantuan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keindahan taman di lingkungan masing-masing. Hal ini mengingat jumlah personil yang ditugaskan untuk itu baru menjangkau sembilan kecamatan dan jumlahnya terbatas, yakni hanya 62 orang. Kesembilan kecamatan yang telah mendapat layanan kebersihan itu yakni, Banuhampu, Tilatang Kamang, Baso, Kamang Magek, Lubuk Basung, Tanjung Raya, Tanjung Mutiara. Ampek Angkek dan Ampek Nagari. Menurut Kepala Dinas PU Agam, Yunaldi, bantuan masyarakat yang diharapkan seperti membuang sampah pada tempatnya agar dapat memudahkan petugas mengangkatnya ke dalam mobil pengangkug ke tempat pembuangan akhir. “Kini, setiap hari Dinas PU mengerahkan delapan unit mobil truk dengan 68 unit kontainer untuk megangkut sampai dari sejumlah pasar di kawasan agam barat termasuk Pasar Tiku,” sebut Yunaldi. Pantauan Haluan, kebersihan di pasar-pasar tradisional yang belum terjangkau oleh dinas PU masih banyak yang bermasalah seperti menimbulkan bau busuk karena penumpukan sampah (h/ks)

Pemko Bukittinggi Pastikan Hewan Kurban Tercukupi BUKITTINGGI, HALUAN — Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, melaluiDinas Pertanian setempat memastikan bahwa stok sapi untuk penyembelihan hewan kurban pada hari raya Idul Adha 1436 Hijriyah akan tercukupi peternak lokal dan pasokan dari daerah lain. Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan Darat, Dinas Pertanian setempat, Edi Arman di Bukittinggi, Jumat, mengatakankebutuhan hewan kurban di kota itu mencapai 877 ekor sama dengan tahun lalu, terdiri dari sapi, kerbau dan kambing sebanyak 64 ekor. Kebutuhan ini akan terpenuhi dari pasar ternak Bukittinggi, petani ternak dan juga pemasok dari daerah linnya. “Dengan demikian warga tidak perlu cemas tidak mendapatkan sapi untuk berkurban, karena akan bisa terpenuhi,” katanya. Ia mengatakan, populasi hewan ternak di Bukittinggi memang masih tergolong kecil hanya 380 ekor, namun karena kota itu memiliki pasar ternak, banyak pedagang yang datang dari daerah lain untuk berjualan sapi di kota itu. Para pedagang berdatangan dari daerah tetangga seperti Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Tanah Datar, Agam, dan Solok Selatan. Terkait kesehatan hewan kurban, pihaknya juga sudah menyiapkan tim pemeriksa kesehatan hewan guna mengantisipasi hewan terinfeksi penyakit. (h/ant)

Kebutuhan Pembangunan Pemecah Ombak Mendesak AGAM, HALUAN — Tokoh masyarakat, Tiku, Kecamatan, Tanjung Mutiara Boy Basri Tanjung semakin mengkhawatirkan keselamatan masyarakat yang tinggal pada areal terkena abrasi yang terjadi pada sejumlah jorong, di Kenagarian Tiku Selatan, dan Tiku Limo Jorong. Masyarakat sangat berharap pemerintah Provinsi maupun DPRD Provinsi agar sesegera mungkin memberikan bantuan untuk pembangunan pemecah ombak. Akibat gelombang tinggi yang terjadi beberapa minggu terakhir sejumlah rumah sudah terendam abrasi. Sebagian masyarakat telah meninggalkan rumah mereka untuk bermukim di rumah keluarga yang lebih aman. Kondisi terparah melanda dua jorong, masing-masing di Jorong Ujung Labung, Nagari Tiku Limo Jorong dan Jorong Pasia Paneh, Kenagarian Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara. Boy, selaku putra daerah Tiku mengatakan, gelombang tinggi biasanya memang terjadi dimulai pada awal September. Biasanya pada bulan Oktober sampai Desember gelombang laut akan jauh lebih besar. Sejumlah warga yang meninggalkan rumah kemudian menempati rumah keluarganya yang berada cukup jauh dari pinggir pantai. Menurut Boy, pembangunan batu pemecah ombak dari bantuan Balai Provinsi Sumbar masih sangat terbatas. Meski demikian masyarakat setempat mengucapkan terima kasih atas bantuan yg diberikan oleh Balai Provinsi tersebut. Apabila tidak ada pembangunan itu bisa jadi kondisinya bakal lebih parah. “Dua Jorong tersebut menjadi langganan abrasi setiap tahun. Masyarakat sangat mendukung program pemerintah dalam pekerjaan normalisasi pantai. Semua itu tentu akan memberikan dampak pada keselamatan warga yang bermukim di pesisir pantai. Masyarakat juga sangat berharap pada pemerintah, serta wakil rakyat yang ada di Kabupaten maupun Provinsi,” jelasnya. Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumbar, Daerah Pemilihan (Dapil) Bukittinggi - Agam, Aristo Munandar mengatakan, ancaman abrasi pantai di Tiku ada beberapa titik rawan, merupakan permasalahan serius dan harus segera diambil langkah secepat Mungkin. Ia mengaku akan terus berkoordinasi dengan Balai Provinsi Sumbar terkait pembangunan pemecah ombak. (h/yat)

www.harianhaluan.com

STIKes Fort de Kock Bentuk LSP

Lead Asesor BNSP Saksikan Uji Kompetensi BUKITTINGGI, HALUAN — Tim Lead Asesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mendatangi Kampus STIKes Fort de Kock Bukittinggi, untuk menyaksikan (witness) uji kompetensi bidan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), Jumat (18/9). Kegiatan ini merupakan bukti akhir seluruh proses rangkaian lisensi LSP STIKes Fort de Kock Bukittinggi, sebelum diberikan sertifikat lisensi LSP oleh BNSP. “Kami hanya sekedar menyaksikan saja, karena semuanya sudah disiapkan dan asesor juga sudah mengerti apa yang akan dilakukan. Inilah wujud kesungguhan BNSP, kalaupun kami sudah melakukan asesmen penuh semua persyaratan administrasi dan sistem, tapi kami perlu melihat untuk membuktikannya secara langsung,” ujar Sugianto, Master Asesor yang juga anggota BNSP Komisi Lisensi. Sugianto menilai, STIKes Fort de Kock Bukittinggi melakukan uji kompetensi secara sungguh-sungguh di tempat kerja. Ia mengapresiasi proses tersebut, karena kegiatan ini berhubungan dengan aspek kesehatan dan aspek manusia yang langsung menyangkut ke masalah kesehatan dan keselamatan orang. “Berbeda dengan oto-

FOTO BERSAMA — Tim Lead Asesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) foto bersama dengan pimpinan STIKes Fort de Kock Bukittinggi serta pemilik Bidan Praktek Swasta (BPS) Bunda, setelah menyaksikan (witness) uji kompetensi bidan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), Jumat (18/9). HASWANDI

motif misalnya atau produkproduk lain itu bisa disimulasikan, tetapi ini betulbetul di tempat kerja, dimana orang memeriksa kesehatannya. Asesor juga turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap aspek kebidanan,” jelas Sugianto. Sugianto juga menegaskan, STIKes Fort de Kock Bukittinggi sangat layak untuk jadi contoh nasional dalam membentuk LSP, karena kampus ini tidak hanya memiliki gedung yang bagus dan representatif serta memiliki tata ruang yang bagus, tapi pemimpin dan pengurus kampus tersebut dinilai pu-

nya semangat tinggi untuk mengembangkan kampus. “Mereka tidak hanya menyiapkan perangkat saja, tapi motivasi, semangat dan apa yang ingin dicapai untuk memastikan dan memelihara para lulusannya itu patut menjadi contoh bagi perguruan tinggi yang lain,” lanjut Sugianto. Sebagai otoritas pelaksana sertifikasi profesi, BNSP memiliki tugas melaksanakan sertifikasi kompetensi dan fungsinya sebagai fungsi regulatif, fungsi pemberdayaan, serta fungsi pelayanan teknis yang melaksanakan proses sertifikasi

Cakupan Layanan PDAM Bukittinggi Baru 48 Parsen BUKITTINGGI, HALUAN — Dari 9.600 pelanggan PDAM Kota Bukittinggi, baru sekitar 48 parsen pelanggan yang sudah teraliri air PDAM. Sedangkan 52 parsen lagi warga masih harus menunggu terhadap pasokan air bersih PDAM tersebut. Cakupan pendistribusian air bersih PDAM untuk Kota Bukittinggi masih menjadi keluhan ditengah masyarakat. Bahkan disejumlah kawasan di Bukittinggi layanan PDAM masih belum optimal dan tidak teraliri air PDAM. “Untuk Kota Bukittinggi hanya baru sekitar 48 parsen yang sudah teraliri air PDAM. Hal ini disebabkan banyaknya pipa jaringan pada transmisi utama dan pipa distribusi yang sudah tua serta rentan dengan kebocoran yang membuat tekanan air berkurang,” ujar Direktur PDAM Kota Bukittinggi Murdi Tahman, didampingi Kabag Teknik Budi Suhendra, Rabu (16/9). Dikatakannya, saat ini tingkat kebocoran pipa PDAM mencapai 33 parsen. Kebocoran ini disebabkan pipa PDAM yang sudah berumur puluhan tahun sehingga butuh penggantian. Dengan keadaan pipa yang sudah tua itu, tentunya ren-

tan dengan tekanan air sehingga berdampak kepada kebocoran pipa. Dengan kondisi pipa sekarang maka berdampak kepada penyaluran pendistribusian air PDAM kerumah pelanggan. Kendala lainnya yang dialami PDAM adalah dengan minusnya biaya operasional. Dengan pelayanan 12 jam, PDAM Bukittinggi minus biaya operasional lebih kurang Rp 90 sampai 98 juta per bulannya. “saat ini panjang pipa PDAM Bukittinggi adalah 192 Km. Sedangkan untuk perbaikan untuk satu persen saja membutuhkan biaya 2-4 Milyar,” sebut Murdi. Untuk mengatasi persoalan tersebut terang Murdi, pada tahun 2016 nanti pihaknya akan melakukan revitalisasi jaringan khusus pada pipa transmisi utama dengan menggunakan dana APBN sebesar Rp 14 milyar. Dengan dana APBN Rp 14 milyar itu revitalisasi pipa hanya bisa dilakukan lebih kurang sepanjang 10 km. “Memang untuk perbaikan jaringan akan dilakukan pada awal 2016. Disamping itu Kita juga akan melakukan efisiensi internal dan penggantian pipa,” jelas Murdi.

Dirinya menambahkan, untuk tahun 2015 ini, juga akan dilakukan MoU antara Bukittinggi dan Agam untuk penyediaan air baku. Diperkirakan MoU akan dilaksanakan akhir Oktober mendatang. MoU tersebut meliputi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Agam-Bukittinggi, dan sumber airnya berada di Malalak. Jika SPAM Regional terlaksana, air bersih di Bukittinggi diperkirakan bisa tercapai 70 sampai 80 persen di tahun 2017 dan 2018. Sementara itu Kabag Teknik Budi Suhendra mengatakan, saat ini PDAM Bukittinggi memiliki empat sumber mata air untuk mengaliri seluruh kawasan Bukittinggi. Sumber air itu berasal dari Sungai Tanang, Cingkariang, Tabek Gadang Tigo Baleh, dan Kubang Putih. Semua sumber air itu berasal dari mata air kecuali dari Tabek Gadang. Dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, pihaknya juga sudah meningkatkan pelayanan selama 24 jam, yang sebelumnya hanya 12-16 jam perharinya. Seperti pelayanan pada sumber air Tabek Gadang yang sudah berlangsung 24 jam dari sebelumnya yang hanya 16 jam sehari. (h/tot)

kompetensi kerja, menunjuk dan memberi lisensi bagi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), membina dan mengembangkan perangkat sistem sertifikasi kompetensi. Selain itu, BNSP juga memiliki fungsi pengendalian, yaitu memastikan bahwa seluruh sistem, proses, skema dan mekanisme sertifikasi kompetensi baik yang dilaksanakan oleh BNSP maupun melalui LSP, berjalan sesuai dengan kaidah yang telah ditetapkan. LSP merupakan perpanjangan tangan dari BNSP yang memiliki tugas melaksanakan sertifikasi kom-

petensi bagi tenaga kerja sesuai dengan bidangnya masing-masing. Proses pendelegasian wewenang sertifikasi profesi dari BNSP kepada LSP dilakukan melalui proses akreditasi. Proses pemberian lisensi terhadap LSP oleh BNSP ini sendiri mengadopsi kepada Standard ISO 17024. Dalam hal tenaga kerja ingin mendapatkan pengakuan terhadap bidang kompetensi yang dimilikinya, maka tenaga kerja tersebut dapat mengajukan proses uji kompetensi melalui LSP yang sesuai bidang profesinya. (h/wan)

Bupati Agam Buka Acara Manasik Haji AGAM, HALUAN ngat penting — Bupati Agam bagi anak-anak Indra Catri, megenerasi penengatakan kegiatan rus bangsa agar manasik haji bagi mereka dapat anak-anak usia dimeneladani nini bisa menambah lai-nilai yang keimanan dan terkandung damembangunan lam melaksamoral serta akhnakan ibadah lak generasi muda haji guna ditesejak dini. rapkan dalam INDRA CATRI Hal itu dikakehidupan setakan bupati saat mem - hari-hari nantinya,” tambah buka secara resmi acara Dt. Malako Nan Putiah. manasik haji bagi Pen Selain itu, menurut budidikan Anak Usia Dini pati, selain ajang memper(PAUD) dan Taman Ka- kenalkan pengalaman ibanak-kanak se-Kecamatan dah haji sejak usia dini, Tanjung Raya, di halaman keutamaan manasik haji bisa Kantor Camat setempat, membangun kecerdasan Kamis (17/9). emosional dan kecerdasan “Saya sangat apresiasi spiritual anak dan juga unkepada peserta (anak-anak) tuk menanamkan keimanan yang antusias melaksanakan yang kuat kepada anak-anak peragaan manasik haji, be- sepanjang hayat. gitu pun orang tuanya yang “Saya mengharapkan kesudah mendukung anak- pada orang tua wali agar anak mereka mengenal Ru- senantiasa mendorong dan kun Islam kelima ini,” kata mendukung anak-anak unIndra Catri. tuk terus belajar terutama Bupati menjelaskan, pe- tentang ilmu agama dan ragaan manasik haji ini, kepada guru-guru juga dihabertujuan untuk mengajar- rapkan. Semoga kelak dekan kepada anak-anak usia ngan ilmu yang didapat, dini tentang ilmu penge- anak-anak kita nantinya bisa tahuan agama islam, teru- menunaikan ibadah haji ke tama ibadah haji. tanah suci, amin,” harap “Disamping itu juga sa- bupati. (h/amc)

„ Redaktur: Heldi Satria

„ Layouter: Rahmi


Sumbar

Sabtu, 19 September 2015 6 Dzulhijjah 1436 H

15

Pessel Siapkan 350 Kamar Hotel

Carocok Jadi Lokasi Grand Start TdS 2015 PAINAN, HALUAN — Pelaksana Harian (Plh) Bupati Pesisir Selatan, Erizon, memerintahkan panitia lokal Tour de Singkarak (TdS) 2015 dan seluruh instansi terkait, untuk memastikan kesiapan akomodasi dan penginapan bagi peserta.

Parkir di Teras, Mobil Sunardi Raib DHARMASRAYA, HALUAN — Kasus pencurian kendaraan bermotor, kembali terjadi di wilayah hukum Polres Dharmasraya. Kali ini, nasib apes menimpa Sunardi (47), warga Pulau Mainan Kecamatan Koto Baru, Dharmasraya. Mobil Carry bernomor polisi BA 8613 VQ milik korban, raib dilarikan orang tak dikenal. Peristiwa yang terjadi Selasa (15/9), sekitar pukul 22.00 WIB itu, bermula ketika korban tertidur lelap setelah memarkirkan kendaraannya di teras rumah. Ketika korban bangun di pagi hari, dia mendapati mobilnya sudah tidak lagi berada di teras. Akibat kejadian itu, kerugian yang diderita korban diperkirakan mencapai Rp80 juta. Kapolsek Koto Baru, Iptu Suyanto, ketika di konfirmasi Haluan Jumat (18/9), membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan korban pencurian kendaraan bermotor atas nama Sunardi. Hingga kini terang Suyanto, kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihaknya. “Kasus ini sudah dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” sebut Kapolsek. (h/mg-bad)

Tiga Jabatan Eselon II Segera Dilelang DHARMASRAYA, HALUAN — Dalam waktu dekat, pergeseran pejabat eselon akan terjadi di lingkungan Pemkab Dharmasraya. Pasalnya, hingga kini tiga jabatan eselon II masih kosong dan selanjutnya akan dilakukan proses pelelangan. “Dalam waktu dekat akan terjadi penggeseran pejabat eselon, dalam rangka mengisi posisi yang kosong,” ungkap Penjabat (Pj) Bupati Dharmasraya, Syafrizal kemarin. Dijelaskan, kekosongan posisi jabatan setingkat eselon II, dikhawatirkan akan mengganggu jalannya roda pemerintahan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengisian posisi yang kosong seperti Kepala dan Sekretaris BPM, Kepala Bappeda dan Staf Ahli Bupati, serta kekosongan di sejumlah jabatan eselon III. “Tidak perlu gelisah dalam menghadapi mutasi. Kalau kinerja baik, tentu akan tetap dipertahankan, bahkan jika perlu dipromosikan untuk jabatan yang setingkat lebih tinggi. Kalau ada pejabat yang gelisah, itu berarti yang bersangkutan tidak mempunyai kinerja baik,” tegasnya. Ditegaskan Syafrizal, seorang pejabat eselon II yang tidak mengerti dan tidak punya misi dan nurani untuk membangun kabupaten yang punya potensi besar ini, disarankan untuk mundur sebelum diambil tindakan dengan tidak lagi memberikan poisisi atau jabatan yang pas. “Kepada seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Pemkab Dharmasraya, diharapkan untuk dapat merubah kebiasaan buruk, seperti disiplin, kinerja, sikap dan etos,” pungkasnya. (h/mdi)

GRAND START TDS — Peserta Tour de Singkarak (TdS) 2014 saat dilepas dari lokasi grand start di Kabupaten Padang Pariaman. Untuk pelaksanaan grand start TdS tahun 2015 ini, akan dilangsungkan di kawasan reklamasi Pantai Carocok Painan. IST

Lomba Kadarkum Tingkat Sawahlunto

Tumbuhkan Kesadaran dan Pemahaman Hukum Warga SAWAHLUNTO, HALUAN — Keluarga sadar hukum (Kadarkum) Kecamatan Lembah Segar, berhasil menjadi pemenang I dalam Lomba Kadarkum tingkat Kota Sawahlunto tahun 2014. Sementara di peringkat kedua, diraih Kadarkum dari Kecamatan Talawi, disusul Kadarkum dari Kecamatan Silungkang untuk peringkat ketiga. Wakil Walikota Sawahlunto, Ismed yang berkesempatan hadir dan membagikan hadiah mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah dalam upaya meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dalam mematuhi setiap aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari hari. “Dengan sadar hukum,

DIJUAL RUMAH DAN TANAH

RUKO DIJUAL, Luas Bangunan 4,8 M X 16 M, 2 Lantai, SIsa Tanah Lebih Kurang 7 M2. Parkir 4M. Jln. Adinegoro Kel Ganting, Koto Tangah. Harga 950 Juta. C o c o k u n t u k t e m p a t usaha Hubungi. DIJUAL I UNIT RUKO, di Jln. Ahmad Yani No. 103 E Kampung Cina Bukittinggi, L 113 M2, Hub. Firman, 0823 9079 7959, 0813 6306 7459 D ikontrakkan Rumah Permanen.

4 Kt. 2 Km. Dapur. Bisa Untuk Kantor. Alamat Komplek Perumahan Gunung Mas. Masuk Dari Sman 3. (Belakang Tower) Gunung Pangilun Padang. Yang Berminat Hub Hp 081394565262.

820 M2. JLN. RANAH 1 NO.3 A, PADANG (BELAKANG SPBU ALANG LAWAS). DIJUAL GUDANG DAN TANAH. LUAS 11.750 M2, KEL. KAMPUNG JAMBAK KOTO TANGAH. HUBUNGI: 0821 7054 4929 - 0822 8403 6864. MAAF TANPA PERANTARA.

DIJUAL RUMAH TYPE BEBAS(150M2) LUAS BANGUNAN 218 M2, LUAS TANAH 208 M2. YANG TERLETAK DI TAMAN BUNGA RESIDENCE BLOK A/9 DAN A/10 JLN. ADINEGORO KEL. BATANG KABUNG GANTING KOTA PADANG. SPESIFIKASI: LANTAI KERAMIK, BANGUNAN LANTAI 2, KAMAR 4, KAMAR MANDI DIDALAM, GUDANG, RUANG KELUARGA, RUANG TAMU, DAPUR DAN GARASI MOBIL LISTRIK 3.800 WATT, PDAM. HUBUNGI: DODI/ RANDI: 0823 7500 7597 | 0853 5727 7113

BROTHER MASSAGE, Pijat Refleksi, tradisional dan capek2.oleh tenaga pria profesional dan berpengalaman. bersedia dipanggil ke tempat. Hub. 0896 8626 5667

TRADITIONAL MASSAGE, MELAYANI PIJAT KEBUGARAN DAN PENGOBATAN, PEMIJAT PROFESSIONAL PRIA, HU BUNGI. 0822 8497 6339

P U S AT H E R B A L INT, s e d i a berbagai produk herbal ,izin BPOM, MUI serta halal. Insy a Allah dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Jln. Jihad V Kubu Dalam RT/RW 01 ( Perum Kharisma 3 ).

DIJUAL KABAR GEMBIRA! Dijual Tanah disamping Pasar Balai Barangan, Kota Pariaman, Sgt Strategis di Tepi jalan dan sebelah Pasar Balai Barangan, Luas 6.829 M2, SHM, Cocok untuk perumahan Developer(NEGO) HUB: 0823-8924-6359 / 0813-7866-2762

1 (satu) bidang tanah Hak milik, luas 1.125 m2, lokasi dekat masjid dan perumahan dekat pusat kota, kel. Anduringt, Kec. Kuranji. Harga Nego & 1 (satu) bidang tanah Hak Milik, luas 1.000 m2, Kel. korong Gadang, Kec. Kuranji. Minat Hub.0813 6358 0062

DIJUAL RUMAH, LT. 136 M2, LB 87 M2, Lokasi Pusat Kota. alamat. Jl. Agus Salim II No. 13. Sawahan, Kota Padang. Hp. 0813 6737 8716

DIJUAL RUMAH DIJUAL RUMAH TINGGAL, Di Jl. Dobi V No. I padang, kampung Pondok - Kota, ukuran panjang 16 m, lebar 9 m, SHM, Harga 1 Milyar Nego. Minat hub: 0852 1574 1549 / 0823 9099 6930 Dijual Rumah luas tanah: 220 m, luas bangunan kurang lebih 280 m, 3 Kamar tidur & 2 kamar mandi dilantai 1, 3 kamar tidur & 1 kamar mandi dilantai 2, 1 dapur, 1 ruang tamu, listrik & air ada, grase untuk 2 mobil, tempat strategis, tampa perantara. alamat: Wisma Indah II Lapai, Jln. Nangka Blok 1. No. 2 Hp.0812 6723 9239/0813 6334 4803 Dijual Rumah, 2 Lantai, lantai 1 (3 KT, 2 KM, 2 Dapur, Ruang Sholat, Ruang Tamu, Garasi). Lantai 2 (2 KT, 2 Km, 1 Dapur, Ruang Keluarga). Alamat Jl Belimbing No. F8, Wisma Indah 2 Lapai. Harga Rp. 800 Juta Nego. Hub: 0812 6619 671. Tampa Perantara DIJUAL RUMAH : LUAS TANAH 600 M (SIAP PAKAI) LUAS BANGUNAN 450 M, KAMAR TIDUR 9 KAMAR ( 7 KAMAR PAKAI AC/K. MANDI). LISTRIK 4500 W, AIR SUMUR BOR. DALAM GARASE MOBIL BISA MASUK 4 UNIT, DALAM PAGAR BISA PARKIR 6 UNIT. BISA UNTUK RUMAH TINGGAL / KANTOR, DLL. ALAMAT : JLN. AIR CAMAR 2/3 PADANG. TELO. HUBUNGI : 0812.66957.620 / 0813.7470.2763. BISA SMS TERLEBIH DAHULU. TANPA PERANTARA.

www.harianhaluan.com

STOCKIST XAMTHONE PLUS, sedia paket hemat dan delivery, Dahsyat!, Insya Allah menyembuhkan. Jln Gang Singgalang 4 Depan Rs. Ibnu Sina Padang, Call. 085274336308

seluruh masyarakat bisa memahami setiap aturan yang berlaku, serta akan lebih kritis, jeli dan memiliki kepekaan yang tinggi tentang masalah masalah hukum,” ungkapnya. Terkadang sebutnya, sikap masyarakat yang kritis tetapi tidak didukung dengan pengetahuan dan pemahaman yang utuh tentang hal-hal yang berkaitan dengan hukum, secara teoritis maupun dalam aplikasinya sehari hari. Oleh sebab itu, melalui pembentukan keluarga sadar hukum dapat menjadi salah satu solusi yang mampu memecahkan persoalan hukum yang dihadapi oleh masyarakat. Ia menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan sebagai sosialisasi

ARAW FILM, KACA FILM & CUTTING STIKER, melayani penjualan dan pemasangan kaca film, aneka sticker samblas dan cutting stiker. Jl. Veteran No. 91 Padang. Hub. 085264697457 ONE PIECE VARIASI, Masang Kaca film, stiker, branding, dll. Jl. ST. Syahrir. No. Hp. 081374315278 TOKO ASTAGFIRULLAH, menjual sparkpart mobil, oli, service dll. Jl. Lubuk Lintah No. 22. Hub. 0812 6614 9972 STNK

BA 3835 LF a/n HAMNI. hilang sekitar Jl. By Pass Gulai Bancah Bukittinggi. Bagi yang menemukan harap melapor ke Pos Polisi terdekat.

OLISINDO SERVICE, melayani salon mobil, cuci mobil, cuci karpet, tukar tambah ban plat. Jl. Adinegoro No. 30, Arah Lubuk Buaya (Depan Perumahan Lubuk Gading. HP. 0812 6684 0106

MON ACCESORIES MOBIL, menerima pasang kaca film, alarm, central jok, power window, audio mobil, service dll. Jl. Ujung Gurun No. 148 Padang.

RS SITI RESWARI, menerima persalinan umum dan BPJS, dan Reswari Florist menerima pesanan karangan bunga, Hub. 0852 6371 DEONA FASHION, menjual berbagai jenis pakaian dari segala model terbaru. Jl. Sisingamangaraja

ADVERTISING BERLIAN, menger jakan billboard, neon box, papan merek, promotion, percetakan, digital printing. Jl. Dobil No. 25 Padang. Telpn. 07517889392, HP. 081266502225. e-mail:

produk hukum yang telah diundangkan sehingga dapat diketahui oleh masyarakat luas. “Akan tumbuh kesadaran sosial dan pemahaman hukum bagi para peserta yang selanjutnya dapat disebarluaskan kepada anggota keluarga dan lingkungan sekitarnya,” sebutnya. Untuk juara I berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp3 juta ditambah piala, juara ke II Rp2 juta dan juara ke III mendapat Rp1,5 juta ditambah piala. Lomba tersebut juga dihadiri Kepala Divisi Penyuluhan Hukum dan HAM Kantor Wilayah Kemenkum dan HAM Provinsi Sumatra Barat Dra. Dede Mia Yusanti M.Ls. (h/mgrki)

AL HAADI ZIARAH TOUR & TRAVEL, Penyelenggara resmi haji khusus dan umrah. Jl. S. Parman No. 152 A. Telp. (0751) 7057746 / 7057747. Hp. 08126764737 MACBERRY, Menjual bermacam

merk HP. Jl. Niaga No. 146 Padang. Telp. (0751) 892096, HP.

SERVICE HP, Terima servis hp, PC, laptop siap antar jemput untuk wilayah padang, kunjungi toko kami di jln Kampung Kalawi No.

OLISINDO SERVICE, melayani Service, ganti oli, cucian mobil, dll. jln. Adinegoro No. 38, Depan perumahan Lubuk Gading Permai, arah ke Lubuk Buaya. Saat ini dibuka lowongan untuk tenaga kasir, datang langsung ke alamat Kami. Hub: Bapak Reza 081266840106

JASA INSTAL LAPTOP, dengan berbagai windows seperti win xp,win 7dan win 8, harga terjangkau, Jl Gelugur RT 001 RW 04, Kubu Dalam Padang Timur, Padang

SERVICE AC ( AIR CONDITIONER), special AC mobil & Spare Part. Melayani pemasangan AC, antar jemput ke alamat. Jln. Ujung Gurun No. 77 Padang. Hub: 0751-7814716

DIJUAL MOBIL DI JUAL MOBIL SUZUKI ERTIGA GX 13 BA PADANG, Double Blower, Putih, Pajak Baru, KM 34 Ribu , dengan harga 155 Jt Nego. Hub: 086718200

FORD RANGER DOUBLE CABIN 4X4T ahun ‘08, 2 unit, warna silver dan hitam,plat BA, kondisi mobil bagus, mulus, mesin terawat dan siap pakai, orisinil, Asuransi All Risk, nego. Hub: 087895733338, 081267333302

DI JUAL 2 (dua) unit mobil Nissan PKC 211 Tahun 2004, beserta dengan tangki Kapasitas 14. 000 liter, harga 155jt (nego). Tanpa Perantara Hub : 0812 6690 3003

LAMPU LED US, dengan Kipas, tinggal colok ke power bank atau laptop. Juga terima jasa instal l a p t o p / k o m p u t e r, g a m e p c / android/ipad/iphone,hub 081261888142 (sms)

TOKO ASTAGFIRULLAH, menjual sparkpart mobil, olie, service dll. Jl. Lubuk Lintah No. 22. Hub. 0812 6614

AN NABAWY RENT CAR, Melayani antar jemput ke bandara, carteran perorangan dan rombongan, mobil pesiar dalam & luar kota serta rental mobil. Jl. Veteran No. 51. Hub: (0751) 22000,

PT. FAFA TOUR AND TRAVEL, Melayani penjualan tiket pesawat semua maskapai. Jl. Palmerah No. 3 Air Tawar Timur, Simpang Tunggul Hitam. Hub.

SPESIALIS TUKANG BANGUNAN DAN RENOVASI RUMAH di Pdg lain wilayah Sumbar. Jujur, Amanah dan Profesional. Tukang &kuli bangunan yg kami miliki berpengalaman mengerjakan proyek, Hub. 081267772422/0751-9587995

SPESIALIS RAYAP / ANAI-ANAI, Rumah/Bangunan anda dirusak Rayap/ Anai-Anai? Hub. Segera : Nurzal Nurdin, Jl. Pinang Sori III No. 22 Air Tawar Timur - Padang. Telp : (0751) 7056336, HP. 0813 6354 5399

SEJAHTERA ALLUMINIUM, menerima pesanan konsen alluminium, partisi alluminium, pintu swing alluminium, jendela kesmen dll. Jl. Simpang Garuda Tunggul hitam No.9 Padang, hp: 08126727396

berlianaadvertising@yahoo.com

SOFTWARE SERVER PULSA MU RAH, tapi bukan murahan sudah teruji kehandalannya, langsung diinstalkan dan tinggal pakai.Hub Wardoyo Jln. Tanjung Indah V Blok C/36 Lapai Padang. Hub. (0751) 7055027, 085263978000

Erizon juga meminta agar panitia lokal dan instansi terkait untuk segera memberikan laporan dan progres persiapan, serta kendala-kendala yang dihadapi di lapangan. “Waktu pelaksanaan pembukaan TdS dan grand start sudah semakin dekat, maka seluruh persiapan untuk kebutuhan peserta juga sudah harus mendekati final,” kata Erizon. Misalnya kebutuhan penginapan, seluruh potensi penginapan di Painan sekitarnya harus diberdayakan. Maka panitia lokal sudah bisa memastikan kesiapan penginapan dan keamanan bagi peserta dan manajemen peserta. “Saya sudah perintahkan SKPD terkait untuk memastikan kesiapan akomodasi bagi peserta TdS 2015. Besok saya akan tagih progres panitia dan SKPD terkait. Setiap waktu kinerja panitia perlu di evaluasi,” katanya. Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Pessel Gunawan, menyebutkan, pihaknya telah memesan seluruh hotel dan penginapan untuk tamu pada TdS mendatang. Panitia lokal juga bakal mempersiapkan home stay yang tersebar di seluruh wilayah Painan. “Setidaknya ada 350 kamar hotel yang dipesan untuk kebutuhan peserta. Hingga kini belum ada perubahan rute untuk Pessel-Padang. Kami terus berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar dan pihak terkait dengan iven tersebut,” katanya. Terkait lokasi grand start, Gunawan mengatakan, Pessel sudah siap untuk itu yakni di Kawasan Carocok Painan. Tempat untuk tenda utama, penonton, parkir, panggung dan start sudah memadai. Luas lokasi yang tersedia saat ini lebih dari 10 hektare. “Namun bagaimana teknisnya tentu nanti diserahkan kepada panitia. Kita menyediakan tempat yang susuai standar TdS, namun melihat luas lokasi dan kondisi tempat tampaknya sudah memadai,” katanya. Sementara untuk areal parkir menurutnya, Pessel telah dapat menggunakan kawasan reklamasi yang baru di arah selatan. Selain itu juga ada tempat parkir utama. Pessel dapat menampung ribuan kendaraan untuk iven besar tersebut. Dikatakannya, kawasan grand start Tour de Singkarak (TdS) 2015 di Kawasan Carocok Painan selesai akhir tahun 2014 lalu. Agar pelaksanaan TdS 2015 berlangsung dengan baik, daerah itu harus bekerja keras selama setahun mempersiapkan sarana. Menjelang pelaksanaan memang ada penambahan area reklamasi di Painan Selatan, yakni kelanjutan area reklamasi sekarang. Kepala Dinas PU Pessel Era menyebutkan, reklamasi itu selain bertujuan untuk memperluas kawasan yang akan dijadikan lokasi grand start juga untuk pengamanan dan keindahan pantai. Terkait grand start TdS 2015, hal itu sudah ditetapkan oleh pejabat berwenang pada saat Pessel menjadi tuan rumah start etape 9 TdS 2014 lalu. (h/har)

CV. CINTA RASA CATERING , Menerima Pesanan untuk Pesta Perkawinan, Penataran dan Peresmian Kantor, menyediakan pesanan untuk rendang, gulai kalio ayam, Samba buruk2 (lado tanak, samba lado bawok, lado terasi, lado bada, dll. Alamat Jln. Pasir Putih Blok M No. 2. Telp. (0751) 447592, 0813 74100 307-0812 76123 679

BARCELONA CAFE, Nobar, Jajanan Bofet Della ( Nasi Goreng, Aneka Jus, Sup Darek dll) Menyediakan tempat acara ultah, makan bersama, buka 24 jam. Jln Dr. Wahidin No.1 (depan Kantor PLN Sawahan. Hub. 0823 8846 7417

Mampir yook di Cafe Break..! jln. agus salim no.14 padang (samping BCA sawahan) bisa nobar, buka bareng, wifi, karaoke keluarga, nuansa tempo doeloe. harga terjangkau dan rasa memuaskan. open full time.

ALFA RENTAL MOBIL, antar jemput bandara, rental kendaraan harian, mingguan, bulanan, Avanza, Xenia, Innova, APV, Fortuner, Harga relatif, Unit ready, Hub. 0751-9970033,

PT. BUNDA WISATA NUSANTARA, melayani penjualan tiket pesawat semua maskapai. Harga bersahabat. Jl. Raya Pitameh No. 1 Telp. 0751-74154, Hp. 08126772460-081374809222 Padang

PEMASANGAN GIPSUM & CAT RUMAH, bisa untuk kantor/ruko, dengan harga pemasangannya bisa diatur, mau harian/mingguan silahkan hubungi via tlp/sms 085264797936

TIVA TOKO BANGUNAN, melayani cat bangunan dll. Jl. Adi Negoro No. 3A. Hp. 0813 6333 2828

PT RATU JAYA TOUR & TRAVEL, Jl. S.Parman No 123 Ulak Karang. Telp. (0751) 7058386, 8260961, 8260878

ARWANA BRAS, pusatnya kunci & Handle di Padang & Lampung. Menjual berbagai jenis kunci & handle dengan grosir dan eceren. Alamat Jl. Harapan No. 4 Belakang Klinik Annisa Bandar Olo Padang Telp. 0751 - 977231

CV DORA SATYA INSANI, usaha jasa angkuatan sewa melayani: Padang (P. Sidempuan, P. Siantar, R. Perapat, Medan, Aceh, Bengkulu). Jl. Lapai samping kantor INTEL TNI AD. Padang. Hp. 081263385860

TOKO BANGUNAN RAVICOI, jual berbagai macam bahan bangunan, Jl. Adinegoro No. 1 samping SD Ganting No. 10 Padang. Telp. (0751) 4855333. HP. 082174870914 „ Redaktur: Ryan Syair

Dibutuhkan segera TEKNISI dengan syarat: Pria, Umur max 30 th, Pendidikan min STM/SMK,Jujur, bertanggung jawab & disipilin tinggi. Lamaran diantar lansung ke Jl. Nipah

1 (satu) bidang tanah seluas 9.000 m2, Nagari sungai Buluah, Kec. Batang Anai, dekat SD, rencana Pesantren dan Jln Aspal, SHM, Harga 75.000 m2. Minat Hub Telp. 0852 7478 Dijual 2 bidang Tanah dengan luas masing-masing 250M2 & 229M2 (besertifikat) lokasi Jl. Nurtanio, Koto Tangah, Parupuak Tabiang Kota Padang, Hub: 081267878966 DIJUAL MOBIL DIJUAL MOBIL FORTUNER 2.7 G A/T TH 2011. WARNA ABU-ABU. HUB: 081374243390

DIBUTUHKAN SEGERA YO SIKO WARNET, KARYAWAN/TI DENGAN SYARAT, SBB: SEHAT JASMANI DAN ROHANI, JUJUR, TERAMPIL, PENDIDIKAN D1 KOMPUTER/ MENGUASAI KOMPUTER, UMUR MAX 35 TAHUN. LAMARAN DIALAMATKAN KE CV. YO SIKO, KOMP. KODAM BLOK A NO.4 SITEBA. TELP: 0751 444233, HP 08126612865(SIMP. PERUMNAS BELOK KANAN) PALING LAMBAT TANGGAL 20 SEPTEMBER 2015 DIJUAL CEPAT RUMAH, Lokasi Wisma Indah IV Suteba Dekat Mesjid, LT/LB : 180 m2 / 220 m2. Fas: LT 1 (

2 KT / 1 KM), LT 2 (2 KT / 1 KM Gudang), PLN,PDAM,TELKOM, SUMUR BERSIH, HARGA NEGO, HUB : ANDRE ( 0812 6793 277) KEHILANGAN STNK BA 7128 BV, BUKU KIR FE 1146 BAN (100 PS). HILANG DARI PASAR RAYA MENUJU TELUK BAYUR. BAGI YANG MENEMUKAN HARAP MELAPORKAN KE POS POLISI TERDEKAT. Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 483. Atas nama Syafril Sutan Kulifah. Hilang di Padang Panjang. BAGI YANG MENEMUKAN HARAP MELAPORKAN KE POS POLISI TERDEKAT.

„ Layouter: Ilham Taufiq


16

Sabtu, 19 September 2015 6 Dzulhijjah 1436 H

BPBD Padang Panjang Bagikan 28 Ribu Masker

Penderita ISPA di Pariaman Capai 4.239 Orang PARIAMAN, HALUAN — Bencana kabut asap yang melanda hampir sebagian besar daerah di Sumbar sejak beberapa bulan terakhir, mulai memberikan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat. Di Kota Pariaman, jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) mencapai 4239 kasus/ pasien, atau meningkat mencapai 200 persen. Berdasarkan data yang diperoleh Haluan dari Dinas Kesehatan Kota Pariaman, kasus pneumonia (radang paru-paru) pada Juli 2015, tercatat sebanyak 22 kejadian, yang sebagian besar diderita anak usia 0-4 tahun. Selanjutnya batuk bukan

pneumonia sebanyak 582 kasus (anak usia 5 tahun). Sementara untuk kategori umum, jumlah pederita Influenza Like Illness (ILI) tercatat sebanyak 819 kasus. Sehingga sepanjang Juli 2015, jumlah kasus ISPA tercatat 1423 kejadian.

Grafik peningkatan yang cukup drastis, terlihat sepanjang Agustus 2015. Penderita pneumonia di bulan ini usia 0-4 tahun sebanyak 39 kejadian, batuk bukan pneumonia yang diderita anak di atas 5 tahun sebanyak 1117 dan kalangan umum penderita ILI sebanyak 1660 kasus, dengan jumlah total mencapai 2816 kasus. Sehingga jika di total jumlah kasus dari Juli-Agustus, tercatat 4239 kasus. “Jika dilihat dari indikasi peningkatan jumlah kasus ISPA tersebut, bisa dikatakan penyebabnya adalah kabut asap yang terjadi sejak dua bulan terakhir. Langkah

atisipasi yang telah kita ambil diantaranya melakukan rapat koordinasi dengan tim tanggap darurat daerah, kemudian membuat surat edaran ke setiap kecamatan dan Puskesmas, serta membagikan masker kepada masyarakat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Yutiardi Rifai kepada Haluan, Jum’at (18/9). Pada kesempatan itu, Yutiardi mengimbau agar masyarakat sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar rumah. Jikapun keluar rumah, masyarakay disarankan untuk menggunakan masker dan rutin untuk meminum air putih. “Kadar partikel

Walikota Berikan Reward Siswa Berprestasi

REWARD — Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf memberikan reward berupa uang motivasi kepada siswa yang berhasil meraih prestasi pada lomba Pentas PAI ke-7 tingkat Sumatera Barat. HUMAS

SAWAHLUNTO, HALUAN — Walikota Sawahlunto Ali Yusuf memberikan reward kepada siswa yang berhasil meraih prestasi pada ajang lomba pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) ke-7 tingkat Sumatera Barat. Reward tersebut berupa uang motivasi yang langsung berasal dari kantong pribadi Walikota. Adapun siswa yang mendapat reward tersebut diantaranya, Rasyidatul Fitri

www.harianhaluan.com

siswa SMPN 8 yang berhasil mendapat juara II cabang Tahfiz, Afrinaldi siswa SMPN 8 juara II kaligrafi Islam, serta Muhammad Indra Nugraha siswa SMAN 1 Sawahlunto juara III Pidato Pendidikan Agama Islam. Ali Yusuf menyebutkan, reward ataupun bonus yang diberikan ini merupakan bentuk perhatian sekaligus stimulan bagi siswa berprestasi, sehingga ke depannya lebih bersemangat untuk

meningkatkan kualitas diri. “Ketatnya persaingan terutama di tingkat provinsi, tentu hasil yang didapat kali ini menjadi koreksi bagi kita semua untuk lebih bekerja keras melakukan pembinaan dan dukungan, termasuk dengan memberikan reward bagi yang berprestasi,” katanya. Siswa yang berprestasi tersebut lanjut bapak tiga anak itu, akan terus dilakukan pembinaan sebagai aset

yang bisa dikatakan di ambang normal/sehat 0-50 ug/ m3, sedangkan kondisi saat ini mencapai 110-120 ug/ m3 dengan kadar oksigen 60-70%,” terang Yutiardi. 28 Ribu Masker Sementara dari Kota Padang Panjang, fenomena kabut asap kembali melanda daerah berpenduduk sekitar 50 ribu jiwa itu. Meski sempat menipis pasca diguyur hujan sejak dua hari terakhir, namun kabut volume kabut asap kembali menebal. Atas kondisi itu, pemko melalui BPBD Kota Padang Panjang, telah membagikan 28 ribu masker kepada masyarakat di 16 kelurahan. Kepala BPBD Padang Panjang, Erizal menyam-

paikan, selain membagikan langsung masker kepada masyarakat, pihaknya juga mendistribusikan masker kepada empat Puskesmas yang ada di Kota Padang Panjang, untuk ikut membagi-bagikannya kepada warga ataupun pasien. Pembagian masker dipimpin Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, Sukma. “Kita telah bagikan masker sebanyak 28 ribu kepada warga di 16 Kelurahan yang ada di kota Padang Panjang. Pembagian masker ini salah satu upaya dalam mengantisipasi dampak kabut asap, agar masyarakat terkontaminasi dengan udara yang tidak lagi sehat,” jelas Erizal didampingi Sukma.

Dari data Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, dampak bencana kabut asap juga menimbulkan korban penderita ISPA. “ Hingga saat ini kita belum mengetahui berapa jumlah warga yang terserang ISPA. Kita juga akan melakukan pendataan melalui Puskesmas dan RSUD,” kata Erizal. BPBD pungkasnya, akan selalu memantau situasi kabut asap kiriman dari kebakaran hutan yang terjadi. Sebut Erizal, pihaknya terus mengimbau agar masyarakat mengurangi aktivitasnya di luar rumah. “Meskipun jumlah masyarakat yang terkena ISPA masih di bawah seratus, saya harap masyarakat tetap waspada,” imbaunya. (h/mg-man/mg-pis)

daerah, terutama untuk cikal bakal khafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Menurutnya, menciptakan siswa berprestasi yang berlandaskan Islam, sangat tergantung pada peran serta orang tua dalam pembinaannya. Untuk itu kepada walimurid atau orang tua agar terus memotivasi putra putrinya untuk meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT, dengan mengenalkan ajaran agama sedari dini. “Sehingga ke depan akan tercipta generasi yang Islami. Tidak saja berprestasi akademik tapi juga berakhlak mulia,” tandas Ali. Kepala kantor Kementrian Agama Kota Sawahlunto, Ramza Husmen menyebutkan, kendati siswa yang ikut bersaing pada pentas PAI tersebut belum memberikan hasil yang maksimal, akan tetapi pihaknya berjanji akan terus berupaya sekuat mungkin, menjadi koreksi untuk perbaikan ke depannya. “Kepada walikota kami ucapkan terimakasih atas dukungannya baik secara pemerintahan, maupun individu. Sehingga siswa di kota ini semakin termotivasi untuk belajar dan meraih prestasi,” tandas Ramza. (h/mg-rki)

„ Redaktur: Ryan Syair

„ Layouter: Wide


Haluan 19 September 2015  

Haluan 19 September 2015

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you