Page 1

EDISI : 156 TAHUN LXIII

SELASA 18 OKTOBER 2011 M / 20 DZULKAIDAH 1432 H

HARGA ECERAN

Rp2500

HARI INI TERBIT 24 HALAMAN

SEJARAH MENCATAT, HALUAN TERBIT SEJAK 1948 DAN MENJADI TUAN RUMAH DI NEGERI SENDIRI Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu. (QS An Nisaa' 4:86)

SUBUH ZUHUR ASHAR MAGHRIB ISHA

04.43 12.03 15.18 18.06 19.15

WIB WIB WIB WIB WIB

http://www.pkpu.or.id

CALON MENTERI— Kepala BKPM Gita Wirjawan (kiri) bersama (dari kirikanan) Praktisi Hukum yang juga Politisi Partai Demokrat Amir Sjamsoeddin, Anggota DPD Provinsi DKI Jakarta Djan Faridz, Komandan Kodiklat TNI AD Letjen TNI Marciano Norman dan Anggota DPR Fraksi Partai Amanat Nasional Azwar Abubakar seusai memenuhi panggilan Presiden Yudhoyono di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/10).

REFLEKSI

Jika Reshuffle Tak Mangkus, Bagaimana? OLEH: ALWI KARMENA RESHUFFLE. Payah benar lidah awak menyebutnya. Selanjutnya sebut saja kocok ulang kabinet. Kalaulah jalan pemerintahan kabinet ini diibaratkan semacam permainan kartu, kocok ulang yng dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudjoyono (SBY) beberapa hari mendatang ini, benar benarlah kocok “habis main”. Artinya, sudah ini tak ada lagi kocok-kocokan. Harilah petang. Lampulah galok. Gim, masuk atau tidak kartu ceki ini. Barang ketekadirlah, sekedar usaha, kan sudah dicoba. Kocok ke kocok. Kocok ke kocok. Kartu juga yang semakin lusuh. Ya. Seperti dikatakan tadi: Kalu rasanya ndak juga bisa diasuh “ceki” di tangan ini, ndak juga kunjung sampai-sampai.

„ Bersambung ke Halaman 11

DOK

RANDANG merupakan masakan khas Minangkabau akan difestivalkan akhir tahun ini.

Akhir 2011 Festival Randang Digelar AKHIR tahun 2011 ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berencana akan menggelar festival masak randang guna lebih memperkenalkan jenis masakanan khas Minang ini di tengah masyarakat. Anggarannya akan dialokasikan dalam APBD Sumatera Barat. Beberapa waktu lalu, Stasiun Televisi CNN menyatakan bahwa randang adalah makanan paling favorit dan paling lezat di dunia. Pernyataan ini merupakan suara pemirsa televisi tersebut yang didominasi masyarakat kalangan menengah ke atas. Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di sela-sela kegiatan rapat koordinasi bupati/ walikota se-Sumatera Barat Sabtu (15/10) lalu di Bukittinggi, mengatakan, masakan yang terdiri dari daging sapi bersantan dan diangekangekkan hingga kering ini ternyata mampu menggugah selera masyarakat dunia, mengalahkan jenis makanan lain di benua Eropa dan Asia yang sudah terkenal itu.

„ Bersambung ke Halaman 11

KABINET BARU DIUMUMKAN SORE INI

ANTARA

4 Diganti, 5 Wajah Baru, 1 Mundur ROMBAK kabinet yang sudah dirancang sejak lama sampai juga ke titik akhir. Nanti malam rencananya Presiden SBY mengumumkan susunan kabinet baru. Empat menteri diganti, 1 mundur dan 5 orang wajah baru.

JAKARTA, HALUAN — Patrialis Akbar adalah salah satu menteri yang diganti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Posisi Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) tersebut digantikan oleh Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat. Patrialis Akbar sendiri baru mengetahui bahwa dirinya akan diganti pada Minggu malam (16/10). “Sekitar jam 10 tadi malam saya dihubungi Pak Sudi Silalahi (Mensesneg –red). Beliau menyampaikan pesan Pak SBY bahwa saya akan diganti,” kata Patrialis Akbar menjawab pertanyaan Haluan, Senin (17/10). Mengetahui dirinya diganti, Patrialis Senin kemarin langsung berpamitan dengan para pejabat di

2 Tahanan Kabur

DHARMASRAYA, HALUAN — Lagi-lagi, dua tahanan di jajaran Polres Dharmasraya melarikan diri. Peristiwa ini terjadi, Minggu (16/10). Dua tahanan di Polsek Koto Baru diketahui berhasil kabur atau melarikan diri dari dalam tahanan. Sebelumnya hal yang sama juga pernah terjadi di Polsek Sungai Rumbai dan Polsek Koto Agung Sitiung.

lingkungan Kementerian Hukum dan HAM. “Besok (hari ini – red) Bapak sudah tidak masuk kantor lagi. Kita semua bersedih,” kata salah seorang pejabat di Biro Humas Kemenkumham. Setelah lengser dari jabatan Menkumham, Patrialis Akbar mengaku tertarik menjadi hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, untuk duduk sebagai hakim, Patrialis harus mengejar gelar doktor lebih dahulu sebagai salah satu syarat. Menurut Patrialis, saat ini ia sedang menempuh program doktor di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat. Dia berharap studi S3-nya tersebut kelar tahun 2012

„ Bersambung ke Halaman 11

„ Bersambung ke Halaman 11

SEKAP LIMA KARYAWAN AMP

Kawanan Rampok Sikat Perhiasan Emas

PADANG, HALUAN — Kawanan rampok kembali beraksi di wilayah hukum Polresta Padang. Mereka membobol brankas besi milik PT AMP Jalan Dr. Hamka No. 59, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (17/10) dini hari. Selain itu, perampok menyekap lima karyawan PT AMP termasuk seorang Satpam. Barang-barang yang berhasil dibawa kabur oleh pelaku yakni 70 emas perhiasan kalung emas yang tersimpan di dalam brankas besi, serta 3 unit laptop, uang tunai sebesar Rp500 ribu, BPKB kendaraan bernopol BA 111 FE , HP dan satu buah buku deposito milik korban yang diikat. Total kerugian sekitar Rp200 juta. Satpam PT AMP Syaiful Abidin (36) mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. Saat itu, empat karyawan lainnya, yakni Ayu Fitri Sari (30), Defanda

(52), Jaka (26), dan Tanjung (26) melaporkan kepadanya bahwa ada beberapa orang yang tidak dikenal berada di belakang PT AMP, gelagatnya agak mencurigakan. Syaiful bersama empat karyawan lainnya itu langsung menuju ke belakang. Setiba di belakang, dia menemukan

kawanan rampok tengah mencongkel brankas besi. Kelimanya berusaha mencegah aksi itu. Namun, naas bagi mereka, kawanan rampok itu berhasil melumpuhkan Satpam dan menyekapnya bersama empat korban lainnya. „ Bersambung ke Halaman 11

SEBELUM DAN SETELAH SIDANG

Djufri Dikurung

PADANG, HALUAN — Tidak seperti biasanya, mantan Walikota Bukittinggi Djufri tak bisa lagi leluasa duduk-duduk di ruang tunggu bersama pengunjung Pengadilan Negeri (PN) Padang sebelum dan setelah sidang. Sejak diributkan dengan persoalan makan di Lamun

Ombak (LO) bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kamis (13/10) lalu, terdakwa kasus korupsi itu, harus menunggu di dalam sel tahanan PN Padang, baik sebelum sidang maupun setelah disidangkan. „ Bersambung ke Halaman 11

ANTARA

Sejumlah murid belajar sambil berdiri di ruang kelas yang terbuat dari bambu di SDN 5 Sukadana, Dusun Bunpoto, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, NTB, Senin (17/10).

RSBI Masih Bermasalah

PADANG, HALUAN — Penyelenggaraan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) hingga kini masih menuai masalah, baik RSBI yang dikelola Pemprov Sumbar maupun milik kabupaten/kota. RSBI Pemprov Sumbar yang di Kabupaten Solok dan di Kabupaten Pasaman, tidak jelas nasibnya padahal pembangunannya telah dimulai sejak 2008 silam. Sementara RSBI di kabupaten/kota operasionalnya belum sesuai Standar Nasional Pendidikan, seperti tenaga pendidiknya yang berijazah S-2 belum mencapai 20 persen sarana dan prasarana pendidikan yang juga tidak sesuai standar dan anggaran yang dialokasikan masing-masing „ Bersambung ke Halaman 11


2 UTAMA LINGKAR Kube Harapan Dinilai Tim Provinsi DHARMASRAYA, HALUAN— Kelompok Usaha Bersama (Kube) Harapan dan pendamping berprestasi Jorong Sungai Atang, Nagari Koto Rijal Kecamatan Padang Laweh Kabupaten Dharmasraya, Senin (17/10), dinilai tim penilai dari Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Penilaian tersebut, kata Ketua Kube Harapan Hartanto didampingi Ketua Pendamping Waryono, adalah hasil penilaian tim Kabupaten Dharmasraya. Sebelumnya, Kube Harapan meraih nilai tertinggi di tingkat kabupaten. Kemudian mewakili Kabupaten Dharmasraya untuk tingkat Provinsi Sumbar, yang selanjutnya mewakili Provinsi Sumbar untuk maju pada tingkat nasional. “Besar peluang Kube Harapan maju untuk tingkat nasional mewakili Provinsi Sumbar. Karena pada tingkat provinsi, Kube Harapan sudah berada pada peringkat tiga besar,” ulas Hartanto. Ia menjelaskan, Kube Harapan berdiri tahun 2007 yang mulanya adalah kelompok toboh (kerja kelompok gotong royong-red). Berkat perjuangan dan usaha keras anggota, maka pada tahun 2008 kelompok ini mendapat bantuan dari pemerintah sebesar Rp20 juta. Dengan modal tersebut, kelompok Harapan membeli tiga ekor sapi. Sampai saat ini jumlahnya sudah berkembang menjadi tujuh ekor sapi dengan nilai uang sebesar Rp45 juta.Dan pada tahun 2010, kelompok ini kembali mendapat bantuan sebesar Rp30 juta yang kembali digunakan untuk membeli empat ekor sapi. Saat ini sapi tersebut sudah hamil atau bunting. “Saat ini aset Kube Harapan sudah mencapai Rp90 juta,” tukuk Hartanto. Ke depan, kelompok Harapan akan menggandeng instansi terkait utuk pengelolaan limbah dari sapi dan menggandeng Dinas Pertanian untuk minta bantuan bibit kakao. Karena selain buah kakao dapat dijual, isinya dapat digunakan untuk makanan sapi.Camat Padang Laweh Syamsul Bahar juga menjelaskan bahwa untuk Nagari Koto Rijal, jumlah KK yang masih rendah pendapatannya hanya 74 KK. Diharapkan dengan Kube ini, KK yang pendapatannya masih kurang tersebut dapat dientaskan. Begitu pula kata camat, dalam program ini, kelompok-kelompok Kube sedikit mengeluhkan masalah Inseminasi Buatan (IB), karena untuk satu kali IB harus mengeluarkan dana Rp50 ribu. Oleh sebab itu mereka mempertanyakan program dari Dinas Peternakan untuk memberikan IB gratis atau dengan bayaran 50 persen. Tim Penilai yang dipimpin oleh Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Sumbar Mukhtar Lutfi tersebut disambut Wakil Bupati Dharmasraya H. Syafruddin R, Kepala SKPD, Camat Padang Laweh Syamsul Bahri, wali nagari serta tokoh masyarakat dan kelompok-kelompok Kube se-Kecamatan Padang Laweh. (h/srz)

Mukhtar Lutfi Plt Kadinas Sosial Sumbar

PADANG, HALUAN—Sejak 16 September lalu, posisi Kepala Dinas Sosial Sumbar ditinggal pejabatnya Kafrawi Bakhtiar yang mendapat promosi di Kemendagri RI, sebagai Asisten Deputi Infrastruktur Ekonomi dan Kesra pada Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan. Kepala BKD Sumbar Jayadisman yang dihubungi Haluan Senin (17/10), di Padang mengatakan, untuk kelancaran tugas di dinas tersebut, Gubernur Sumbar menunjuk Sekretaris Dinas Sosial Sumbar Mukhtar Lutfi sebagai pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Sosial Sumbar, terhitung sejak Senin (19/10), sampai ditetapkan pejabat defenitif. Sementara soal mutasi, rotasi dan promosi di lingkungan Pemprov Sumbar, masih belum dapat dipastikan jadwalnya. Yang pasti, prosesnya tengah berlangsung dan kini sudah di tangan Baperjakat Sumbar. “Kita belum bisa tentukan kapan dilaksanakan mutasi ini. Tetapi prosesnya sedang kita laksanakan,” kata Jayadisman yang juga anggota Tim Baperjakat. Kafrawi Bakhtiar yang dihubungi terpisah mengakui, sejak 3 pekan lalu dia berkantor di Jakarta. Pria kelahiran Oktober 1956 ini dipercaya menduduki jabatan Asisten Deputi Infrastruktur Ekonomi dan Kesra pada Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan. “Benar, saya kini berkantor di Jakarta. Ini adalah jabatan baru yang dipercayakan pemerintah kepada saya. Mohon dukungannya,” kata Kafrawi. Dari informasi yang diperoleh Haluan di rumah bagonjong, agaknya proses mutasi dan rotasi ini menanti sejumlah pejabat eselon II lain yang bakal pensiun pada 1 November mendatang, seperti Staf Ahli Gubernur bidang SDM, Surya Dharma Sabirin dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumbar, Syahrial Syam. (h/vie)

SELASA, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

Penjualan Raskin Tak Disetorkan PADANG, HALUAN — Ditemukan di Pesisir Selatan, penjualan beras raskin tak disetorkan petugas lapangan, sehingga menunggak senilai Rp3 juta. Pengiriman raskin untuk Kepulauan Mentawai tak mendapat jaminan asuransi karena sarana transportasi yang jelek. Raskin telah didistribusikan 82 persen untuk seluruh Sumbar.

Distribusi beras untuk rumah tangga miskin (raskin) di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat, tak selamanya berjalan lancar. Ada saja persoalan di lapangan yang menjadi kendala dan mencuat ke permukaan. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumatera Barat mencatat, distribusi raskin yang tidak sesuai dengan data rumah tangga sasaran (RTS) penerima adalah salah satu kasus yang ditemukan. Di samping itu, ada pula yang mengandung unsur kriminal, karena petugas di lapangan tidak menyetorkan penjualan raskin. Seperti yang terjadi di Pesisir Selatan, tunggakan raskin sebesar Rp3 juta belum dibayarkan, karena dipakai oknum petugas. Demikian antara lain terungkap dalam Rapat Evaluasi Penyaluran Raskin 2011 di Sumatera Barat, yang dipimpin Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesra Setdaprov Sumatera Barat, Syafrial. Rapat ini dihadiri seluruh kabupaten/kota, BPKP Sumatera Barat dan Bulog Divre Sumatera Barat di gubernuran, Senin (17/10). Selain itu, ada pula keterlambatan penyaluran raskin karena tidak ada pihak asuransi yang menanggung distribusinya, seperti penyaluran raskin untuk Kabupaten Mentawai. Akibatnya, realisasi raskin untuk masyarakat kepulauan itu masih rendah sekitar 50 persen dari total pagu 3.187.980 kg. “Distribusi beras untuk keluarga miskin ini terkendala karena tidak memadainya transportasi. Kapal-kapal yang melayari rute Padang-Mentawai umumnya sudah tua, sehingga pihak asuransi tidak mau me-

HASWANDI

DISTRIBUSI beras keluarga miskin untuk Provinsi Sumatera Barat telah mencapai 82 persen. Namun, ada beberapa daerah yan g tidak menyetorkan hasil penjualan raskin.

ngambil risiko menanggung proses pengangkutan raskin,” kata Rizal Effendi, Kepala Divre Perum Bulog Sumatera Barat. Di samping itu, Mentawai juga masih menunggak pembayaran raskin untuk penyaluran tahun 2010 sebesar Rp60 juta. Meski demikian, penyaluran raskin untuk Mentawai tetap diupayakan Bulog Divre Sumatera Barat. Dan saat ini telah ada perusahaan asuransi yang berkenan mem-back-up distribusinya. Dan rencananya jika tak kendala, Selasa (18/10) akan diberangkatkan. Untuk tunggakan, Rizal mengharapkan, Pemkab Mentawai segera melunasinya. Sebab saat ini penyaluran raskin 2011 sudah memasuki tahap akhirdan akan tiba pula raskin 2012. Sementara raskin yang belum tersalurkan, akan disalurkan secepatnya. Saat ini kapal pengangkut sudah sandar di pelabuhan. Direncanakan hari ini sudah berangkat ke Mentawai. Kabid Pengawasan IPP BPKP Sumatera Barat, M.Taufiq Tjadi Aman yang juga Tim Advokasi raskin Sumatera Barat

mengatakan, pada audit penyaluran raskin 2010 ditemukan adanya proses penyaluran yang menghambat kelancaran program. Raskin yang disalurkan tidak sesuai antara data RTS dengan realisasi di lapangan, karena raskin juga dibagikan kepada masyarakat yang tidak ada namanya dalam data. Penyaluran yang tidak sesuai data RTS penerima ini, tidak dilengkapi dengan berita acaranya kesepakatan dalam masyarakat tersebut. Asisten II Setdakab Pesisir Selatan, Desri dalam penjelasannya menyebutkan, distribusi raskin memang dibagi rata untuk seluruh penduduk miskin di daerah itu. Karena data raskin yang dipakai saat ini adalah data BPS yang dinilai tidak akurat lagi. Apalagi data BPS itu direlis tahun 2008 sebelum gempa 2009. Sedangkan tunggakan raskin alokasi Januari 2011 yang belum dibayar karena dipakai oknum petugas, sedang dalam proses penyelesaian. Diupayakan tunggakan tersebut dapat dibayarkan secepatnya. Sekretaris Dinas Sosial Mentawai, Oreste Sakeru yang hadir

rapat evaluasi ini berharap, distribusi raskin untuk Mentawai dapat dilakukan secepatnya karena masyarakat setempat sangat menanti-nanti raskin tersebut. Pengiriman raskin yang tertunda-tunda ini sudah terjadi beberapa kali, sementara masyarakat sangat berharap mendapatkannya. Sedangkan soal tunggakan raskin 2010, diupayakan dapat diselesaikan November mendatang. Pembicaraan dengan Camat Siberut Barat Daya sebagai daerah yang memiliki tunggakan sudah dilakukan. Selain itu masalah yang mencuat adalah tunggakan pembayaran raskin pada bulan berjalan yang nyaris dialami oleh seluruh kabupaten /kota, kecuali Kota Solok. Penyaluran Capai 82 Persen Penyaluran beras miskin pada 19 kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat sudah mencapai 82,35 persen hingga posisi 14 Oktober 2011, dari total pagu sebanyak 46.338.840 kilogram. “Penyaluran raskin untuk 257.438 rumah tangga saran (RTS) di Sumbar relatif berjalan lancar, termasuk pembayaran

dari kabupaten dan kota,” kata Syafrial. Dari jumlah penyaluran tersebut, untuk wilayah kerja Divre Sumbar tercatat 14.090.220 kg dari rencana 17.932.680 kg untuk sebanyak 99.626 RTS. Jumlah realisasi itu tersebar pada lima kabupaten dan kota, meliputi Padang, Pariaman, Padangpariaman, Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai. Untuk wilayah Subdivre Bukittinggi sudah tersalurkan sebanyak 13.844.238 kg dari yang direncanakan 16.236.720 kg kepada 90.204 RTS tersebar di Pasaman, Pasaman Barat, Agam, Limapuluh Kota, dan Kota Bukittinggi, Payakumbuh serta Padangpanjang. Subdivre Solok yang membawahi Kabupaten Dharmasraya, Sijunjung, Solok, Solok Selatan, Tanahdatar dan Kota Solok serta Sawahlunto dengan realisasi mencapai 10.224.438 kg dari pagu 12.169.440 kg untuk 67.608 RTS. Menurut dia, langkah yang baik telah dilaksanakan kabupaten dan kota, mesti dilanjutkan sampai akhir tahun, dan tetap memperhatikan tepat sasaran. (h/vie)

SOAL DJUFRI MAKAN DI LAMUN OMBAK

Di Luar Lapas, Tanggung Jawab Jaksa

PADANG, HALUAN — Keluarnya mantan Walikota Bukittinggi, Djufri, dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muaro Padang, Kamis (13/10) lalu, setelah adanya permintaan izin dari jaksa. Secara otomatis, pengawasan terhadap terdakwa kasus dugaan korupsi mark-up pengadaan tanah pembangunan Kantor DPRD dan Kantor Subdin Kebersihan dan Pertamanan Kota Bukittinggi, tahun 2007 itu adalah tanggung jawab jaksa. Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumbar, Sumarni Alam, ketika mengadakan jumpa Pers dengan sejumlah wartawan di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumbar, Senin (17/10). “Tidak ada pengawasan dari pihak Lapas, jika telah keluar

dari Lapas. Kalau kita melakukan pengawasan, maka kita salah. Karena dalam UU yang mengawasi terdakwa keluar dari LP adalah jaksa,” kata Sumarni Alam didampingi Kepala Lapas Muaro Padang, Elly Yuzar. Dia menegaskan, Djufri dikeluarkannya dari Lapas Muaro Padang, didasarkan ketentuan yang berlaku. Berdasarkan keterangan dari dokter Djufri meminta agar dirinya dapat diizinkan berobat ke dokter spesialis yang ada di luar Lapas Muaro. Atas permintaan itu, Kepala Lapas Muaro Padang Elly Yuzar, menyurati Pengadilan Negeri (PN) Padang. PN Padang kemudian mengeluarkan surat penetapannya. Barulah surat itu dieksekusi jaksa. “Jadi kami mengeluarkan Pak Djufri itu sesuai protap dan

aturan,” katanya. Terkait makan siang jaksa dengan Djufri, Sumarni Alam tidak mengetahui hal itu. Dia menyebutkan, usai berobat Djufri kembali lagi Lapas sekitar pukul 17.00 WIB. Menurutnya, lama proses pengobatan tergantung dari rekomendasi dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap Djufri. Namun berdasarkan surat izin keluar Kamis (7/10) memang Djufri hanya melakukan pengobatan hingga sore hari saja. “Kalau beliau makan kan ada pengawasan dari jaksa,” ujarnya. Sudah Tiga Kali Keluar Dia mengatakan, sejak Djufri ditahan di Lapas Muaro Padang, dia sudah tiga kali dikeluarkan dari LP Muaro. Namun dari tiga kali itu, hanya satu kali yang keluar untuk berobat. Dua lagi,

sekitar Juli 2011 ketika adanya penyerahan Barang Bukti dan tersangka ke Kejari Bukittinggi, waktu itu berkas perkaranya dinyatakan lengkap (P-21). Saat itu Djufri masih tahanan jaksa. Kemudian sekitar September 2011, Djufri dikeluarkan lagi dari Lapas untuk melihat keluarganya yang sakit didasarkan atas penetapan dari majelis hakim PN Padang. Mengapa penetapan tanggal 7 Oktober baru dieksekusi jaksa tanggal 13 Oktober? Sumarni, mengaku eksekusi itu tergantung dari kesanggupan dari kejaksaan. “Mungkin tanggal 13 itu baru ada kesanggupan jaksa untuk mengawas. Semestinya keluar tahanan saat keluarnya penetapan hakim. Tapi kita gak tahu juga kesanggupan itu ada di jaksa,” ulasnya. Berapa lamanya Djufri boleh

berada di luar melakukan pemeriksaan kesehatan, kata Sumarni tergantung dari hasil rekomendasi dari dokter yang memeriksanya. Semua tahanan, katanya, baik itu tahanan korupsi maupun tahanan lainnya, punya hak yang sama, tidak ada diskriminasi dalam hal ini. “Tidak ada yang prioritas. Semua punya hak dan kewajiban yang sama, sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku,” imbuh Sumarni. Dia membantah, adanya informasi tentang tahanan yang berkeliaran berjalan-jalan di teras Lapas Muaro, hanya diberikan kepada tahanan korupsi. Menurutnya, semua tahanan punya hak yang sama untuk itu. Hak tersebut, diberikan agar tahanan tidak jenuh karena selalu berada di dalam sel tahanan.(h/dfl)


NASIONAL 3

SELASA, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

Dana BOS untuk Madrasah Naik

LINGKAR Istri Tersangka Teroris Dibebaskan

Palembang,Haluan— Untuk 2012, dana BOS baik di tingkat sekolah umum, Madrasah Ibtidaiyah (MI), maupun Tsanawaiyah (MTs), naik. Kucurannya, dijamin tidak terlambat

JAKARTA, HALUAN — Kepolisian Negara RI membebaskan istri dua tersangka kasus teroris yakni istrinya Borju yaitu Apriliani dan istri Yahya yaitu Mutriah. “Kedua istri para tersangka tidak ditahan yang bersangkutan dijadikan saksi,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Jakarta, Senin. Borju dan Yahya ditangkap karena menyembunyikan tersangka Heru Komarudin yang masuk dalam daftar pencarian orang, ujarnya. “Keduanya ditangkap pada hari Sabtu (8/10) di Perumahan Pondok Cipta, Blok E No. 167, Kelurahan Bintara, Bekasi Barat, Jawa Barat,” kata Anton. Sementara itu, tersangka Heru Komarudin ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri pada waktu yang sama di kawasan Pasar Senen, Jakarta, katanya. “Ketiganya ditangkap karena merupakan bagian dari kelompok jaringan teroris yang melakukan bom bunuh diri di dalam Mesjid. Pelaku adalah jaringan lama bom di Cirebon dibalik aksi bom bunuh diri di Mesjid Adz Zikra di Mapolres Cirebon Kota, Mochammad Syarif. Sedangkan pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Solo adalah Pino Damayanto, alis Ahmad Urip alias Ahmad Yosefa alias Hayat alias Raharjo. Ahmad dan Syarif aktif dalam keanggotaan JAT wilayah Cirebon pimpinan Agung Nur Alam alias Abu Husama. Syarif dibai’at oleh Amir Markasiah, ustadz Abu Bakar Ba’asyir di Tasikmalaya pada tahun 2008 bersama sepuluh anggota JAT wilayah Cirebon. Syarif juga aktif mengikuti majelis ta’lim pimpinan Ba’asyir di beberapa tempat di wilayah Jawa Barat. (ant)

Kenaikan dana bantuan operasional sekolah (BOS) itu, untuk sekolah umum, Madrasah Ibtidaiyah (MI), maupun Tsanawaiyah (MTs). Menurut Kasi Madrasah Pendidikan Agama (Mapenda) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palembang M Izzy Teguh, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/10), mengatakan, meski belum ada pemberitahuan secara resmi dari Kemenag RI, hasil Rakornas yang dilaksanakan di Bandung beberapa waktu lalu, diperkirakan dana BOS setiap siswa akan naik. “Memang selama ini untuk memenuhi kebutuhan madrasah yang pada umumnya didominasi madrasah swasta relatif kekurangan, karena selain kebutuhan operasional sekolah juga harus memenuhi kebutuhan pembayaran untuk guru honor,” katanya. Perkiraan rencana kenaikan tersebut, kata Izzy, untuk MI menjadi sebesar Rp 570.000 per siswa dalam setahun dari Rp 400.000. Mts, sebesar Rp780.000 per siswa setahun dari Rp 570.000. “Tidak ada istilah keter-

70 Juta Penduduk BAB Sembarangan

DANA BOS-Untuk 2012, dana BOS baik di tingkat sekolah umum, Madrasah Ibtidaiyah (MI), maupun Tsanawaiyah (MTs), naik. Net

lambatan pencairan untuk madrasah, bahkan pada Rakornas lalu, disebutkan Sumsel menjadi nomor empat terbaik se-Indonesia, di lingkungan Kemenag terkait pencairan BOS, yakni cepat pencairan, laporan dan tepat guna. Hanya saja pencairan periode pertama Januari-Maret dilakukan pada akhir periode,” ujarnya. Sementara itu, mengenai pencairan BOS periode ke-4 yakni Oktober-Desember pada 2011, dirinya menjelaskan akan ditransfer pada minggu keempat di bulan ini. Dengan jumlah penerima, MI sebanyak 19.712

siswa dari 90 madrasah, pada tingkat Mts sebanyak 4.346 siswa dari 33 madrasah. “Mudah-mudahan pada 24 Oktober mendatang, dana BOS periode terakhir di 2011 ini sudah dapat ditransfer ke rekening madrasah. Pencairan periode ini diperuntukkan sebagai biaya semester dan pembelian buku BOS bagi madrasah yang belum melakukan, sedangkan yang sudah bisa digunakan untuk biaya kegiatan belajar-mengajar,” jelasnya. Ia menambahkan, mekanisme pencairan BOS untuk madrasah,

Ketua Umum TP PKK Pusat Ajak Masyarakat Biasakan Cuci Tangan

JAJARTA, HALUAN — USAID menilai Indonesia masih memiliki masalah sanitasi karena sekitar 70 juta penduduk buang air besar (BAB) sembarangan sehingga menimbulkan penyakit diare. “Indonesia termasuk salah satu negara yang masih memiliki persoalan sanitasi,” kata Director Environment Program USAID Indonesia Alfred Nakatsuma di Jakarta, Senin. Dia menjelaskan, sekitar satu miliar orang masih buang air besar di alam terbuka. “Dari jumlah itu, 81 persennya terjadi di India, Indonesia, Cina, Ethiopia, Pakistan, Nigeria, Sudan, Nepal, Brazil, Niger, dan Bangladesh,” katanya. Oleh karena itu, pembangunan air dan sanitasi memerlukan perencanaan pemerintah dan partisipasi masyarakat. “Pembangunan sektor ini membutuhkan dukungan banyak pihak dan masyarakat juga harus bisa melakukan perubahan untuk diri sendiri dan lingkungannya,” katanya. Dia mengingatkan, 94 persen insiden diare karena faktor lingkungan berupa konsumsi air yang tidak sehat dan sanitasi yang buruk. (ant)

J AKA RTA , HALUAN — Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Ny. Vita Gamawan Fauzi (istri Menteri Dalam Negeri), mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk membiasakan hidup sehat dengan cara mencucui tangan dengan sabun lebih dulu sebelum melakukan berbagai aktivitas. Ajakan tersebut disampaikan saat peringatakan Hari Cuci Tangan Sedunia (HCTS) ke-4 yang dipusatkan di Taman Kanak-kanak Angkasa, No. 8, Halim Perdana Kusuma, Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (17/10). “Gerakan ini harus dimulai dari taman kanakkanak karena mereka mudah meniru perbuatan yang baik-baik, termasuk membiasakan diri untuk cuci tangan lebih dulu sebelum beraktifitas, seperti makan, setelah buang air besar, mau ke sekolah dan sebagainya,” kata Ny. Vita kepada wartawan usai melakukan cuci tangan bersama pakai sabun dengan sejumlah anak TK di sekolah tersebut. Menurut Ny. Mendagri ini, anak TK juga berani memprotes orang tua mereka bila melihat orangtuanya tidak cuci tangan lebih dahulu bila mau berakitivitas. “Hal inilah yang ingin kita tanamkan kepada anakanak usia dini, sehingga kelak bisa memberikan pengaruh besar demi tercitanya gaya hidup bersih di

Kencing Sapi Suburkan Sawit JAKARTA, HALUAN — Air kencing sapi ternyata mampu meningkatkan kesuburan pada buah serta batang kelapa sawit dan bahkan didasarkan penelitian bisa meningkatkan produksi hingga 20 persen. “Itu sudah terbukti dengan berbagai penelitian, jadi penghasilan petani akan bertambah jika bisa memanfaatkan urine tersebut,” kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Riau Patrianov, Senin. Menurutnya, sesuai dengan penelitian yang dilakukan, produksi air kencing sapi yang diletakkan di sekitar pohon kepala sawit membuat subur batang dan daun. “Kencingnyakan mengandung pupuk juga jadi sangat bagus untuk pertumbuhan,”ujarnya. Selain itu menurut Patrianov, air kencing sapi ini bisa menambah jumlah buah kelapa sawit tersebut, karena merangsang pembuahan lebih cepat. “Tapi yang lebih penting adalah terjadinya peningkatan produksi pada batang yang mendapat pupuk dari urine sapi. Bahkan produksinya meningkat hingga 20 persen,” tambahnya. Selain air kencing Sapi, kotoran sapi “berak” juga sangat baik untuk pertumbuhan buah kelapa sawit,dan pertumbuhan batangnya. (ant)

kalangan masyarakat Indonesia,” ujarnya. Gerakan cuci tangan yang dikooridnasikan oleh TP PKK Pusat bekerjasama dengan GOPTKI (Gerakan Organisasi Persatuan Taman Kanakkanak Indonesia) dan Unilever itu dilaksanakan selama 21 hari sejak kemarin. Seluruh anak-anak TK di Indonesia, anak SD, SMP, SMA sampai masyarakat umum diminta untuk melakukan kegiatan tersebut secara ikhlas demi kebaikan diri sendiri yang pada gilirannya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Khusus untuk anak-anak, membiasakan pola hidup bersih itu sekaligu untuk mencegah berbagai wabah penyakit yang sering melanda anak-anak di seluruh dunia. “Penyakit diare justru sering mendera anakanak karena hidup tidak bersih,” ujar Ketua Umum GOPTKI, Ny. Tarmizi dalam sambutannya. Taman Kanak-kanak Angkasa 8, Halim PK, adalah taman kanak-kanak terbaik di Jakarta yang tahun ini mendapat kehormatan untuk tempat acara HCTS tersebut untuk tingkat nasional. Ny. Gamawan nampak sangat ceria berada di tengah anak-anak TK yang lucu-lucu dan bersedia berlamalama di tempat cuci tangan yang telah tersedia di TK ini untuk ikut membantu membasuh dan menyabuni tangan mereka. “Seperti cucu sendiri,” ujarnya kepada Haluan. (sal)

Gempa Guncang Aceh BANDA ACEH, HALUAN — Kota Banda Aceh dan sekitarnya kembali diguncang gempa, Senin (17/10) sekitar pukul 17.45 WIB. Lindu membuat panik warga, terutama mereka yang berada di gedung bertingkat. BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Menurut BMKG kekuatan gempa

kedua 5,8 SR, berpusat di 27 km barat daya Sinabang, 149 km barat daya Tapaktuan, atau 159 km barat daya Labuhanhaji, atau 1.523 km barat laut Jakarta. Beberapa jam sebelumnya, gempa berkekuatan 4,3 skala Richter juga mengguncang Banda Aceh. Tapi gempa ini hanya dirasakan sebagian warga di kota itu. (ant)

Way of Life!

nggak sempat baca Ready

Stock

DP m ula

da ri

klik kami di www.harianhaluan.com

10% PT. ELANG PERKASA MOTOR : Jl. Khatib Sulaiman No.87 Padang Telp. (0751) 7051422, 7051423 Kantor Cabang : = PAYAKUMBUH : Jl. St. Usman No.14, Kampung Cina Telp. (0752) 91795 = DHARMASRAYA : Jl. Lintas Sumatera Koto Baru KM.218 Dharmasraya Telp. (0754) 71245 HARI MINGGU / LIBUR SHOWROOM TETAP BUKA

i

57

dana yang berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kantor wilayah Kemenag, langsung ditransfer ke rekening madrasah melalui Bank BRI. “Untuk pengambilannya dengan memperlihatkan Memorandum of Understanding (MoU) yang telah dilakukan antara madrasah dengan Kemenag Kota Palembang,” tambahnya. Terpisah, saat dihubungi BeritaPagi, Edi Manhar Kabid Perencanaan Pembangunan dan Subsidi pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang me-

nuturkan pihaknya juga telah menerima informasi mengenai wacana kenaikan dana BOS per siswa. Namun mengenai besaran nilainya belum mengetahui secara pasti. “Menurut informasi dari pusat, ada kemungkinan dana BOS per siswa akan naik, begitu juga rencana tingkat SMA sederajat juga akan menerima BOS, namun baik untuk penambahan atau yang baru belum diketahui jumlah besarannya dan kapan baru akan direalisasikan dan jika hal itu benar kami sangat setuju sekali,” tuturnya. (h/inilahcom)

Bimbang

BELUM pernah dia beristri, meskipun telah berkali-kali disuruh orang tuanya, karena menurut perkataannya kepada kawan-kawannya beristri itu mengikat langkah, menyebabkan hilang kebebasan. Apalagi di zaman ini, zaman kemajuan, semuanya serba susah. Akan dipilih istri orang kampung, terlalu bodoh, tidak tahu bagaimana kemauan hidup di zaman sekarang. Istri itu selain pandai mengatur rumah, pandai melekatkan pakaian yang menarik hati, harus pandai pula bergaul. Tidak kaku, jika bertemu dengan laki-laki lain. Sedang pada perempuan kampung semuanya itu tidak lengkap. Akan beristri orang kota, tingkahnya banyak, mintanya bukan sedikit. Dia mau menonton, mau ini, mau itu, kadangkadang hendak mengatur langkah lakinya menurut sukanya. Apalagi gadis-gadis sekarang-menurut persangkaan Aziz-tidak mempunyai cinta yang jujur, sebab pergaulanna terlalu bebas. Dia sudah berkalai-kali berjanji dengan gadis-gadis akan setia, sehidup semati, sesakit sesenang, tetapi sebagian besar yang berjanji itu, bersuami juga, dan hidup senang dengan suaminya. Janjinya ketika masih perawan seberat bumi dan langit. Dia sendiri pun demikian pula, berjanji empat kali sehari, dengan anak gadis-gadis yang bermacam-macam pula perangainya, dia juga mungkir. Jadi bagi Aziz, hidup adalah komiditi belaka. Kejujuran tidak ada pada masyarakat, baik lakilaki atau perempuan. Kejujuran bergantu kepada uang. Kawin tidak ada gunanya asal suka sama suka. Sebab itu hanya ijab dan kabul, yang perempuan diperbolehkan orang tuanya, baru boleh kawin, kalau tidak, tidak boleh. Yang demikian adalah merampas kemerdekaan. Lebih baik turutkan saja kehendak hati sedang badan muda, kalau sudah tua, yaitu kesempatan kesenangan tak ada lagi barulah perbaiki diri, baru kawin! Tetapi sungguhpun begitu, kepada kaum

Ilustrasi Marwan

keluarga ada juga segannya sedikit. Itulah sebabnya dia tinggal di Padang, supaya jangan mengganggu pendengaran kaum kerabat kiri kanan. Kalau dia pulang sekali-sekali dan disebutkan kepadanya perkara kawin, tidaklah itu alasan yang dikeluarkannya, hanyalah dijawabnya saja, “Belum hendak kawin, belum ada yang setuju.” Adiknya Khadijah telah bertunangan dengan seorang muda yang kaya, yang baru saja menerima pusako besar di Bukittingi dan berpikiran modern pula. Tetapi dia (Khadijah) hendak mencoba dahulu, melunakan hati saudaranya supaya suka kawin pula. Yang maksud hatinya akan jodoh saudaranya ialah Hayati. Mudah-mudahan keborosan dan pikiran muda saudaranya itu dapat berubah jika mendapat istri sebagai Hayati yang alim itu. Apalagi Hayati cantik benar, perasaan kampungnya dapatlah dibentuk supaya lebih maju, jika kelak tinggal di kota. Apalagi kota sebagai Padang.


4 OPINI

SENIN, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

Haluan Kita Dana Hibah Rajawali Saatnya Dipergunakan ADA uang menganggur sebanyak Rp52 miliar atau sekitar 5 juta Dolar AS di kas Pemprov Sumbar. Dan sungguh memprihatinkan, dana sebanyak itu yang tadinya disebutsebut akan dibagi kepada anak-anak miskin untuk keperluan pendidikan mereka dalam bentuk beasiswa, hingga kini masih belum bisa dilakukan. Apa Pasal? Ini adalah dana hibah PT. Rajawali sebesar 5 juta USD yang merupakan kompensasi persetujuan Sumatera Barat terhadap pengambilalihan saham Cemex di PT Semen Padang oleh PT Rajawali. Maka oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sedianya digunakan sebagai dana beasiswa bagi anakanak yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikannya. Tapi hingga kin, masih belum dapat dimanfaatkan. Sebab DPRD Sumbar tidak bisa merestui pemakaian dana tersebut bila Yayasan Pendidikan Minangkabau yang ditugaskan mengelola dana ini belum juga menyampaikan program kerjanya. Dana itu dapat dimanfaatkan sesuai dengan peruntukkannya sebagai beasiswa apabila yayasan pengelola dana itu telah menyampaikan program kegiatannya. Tetapi hingga hari ini sejak dibentuk pertengahan tahun 2010 lalu, Yayasan Pendidikan Minangkabau belum pernah penyampaikan programnya. Anehnya sebelum ini dana itu dikesankan bahwa dana abadi tersebut bermasalah besar. Padahal, yang diperlukan kesepakatan bersama saja bahwa dana itu siap digulirkan kepada yang berhak. Yayasan bersangkutan tadinya dipermasalahkan oleh DPRD yang menganggap Perda yayasan masih perlu ditinjau kembali, karena terdapat beberapa masalah yang perlu diluruskan. Di antaranya, menyangkut dewan pembina yang tidak boleh ex officio gubernur dan ketua DPRD. Termasuk jumlah nominal dana yayasan yang dibuat sebesar Rp50 miliar. Dalam Perda dibuat sebesar Rp50 miliar, sementara bantuan dari PT Rajawali tidak sampai sebesar itu. Makanya perlu dilakukan perbaikan dan saat ini sudah diproses oleh Depkum/HAM HAM. Informasi terakhir sudah dilakukan perbaikan dan tinggal ditandatangani oleh Dirjen. Lalu kenapa sekarang masih juga belum jalan? Menilik pada pokok masalah yang ada, sebenarnya tidak ada lagi sangkut pautnya ke legislatif. Tingal menggulirkan program kerja saja. Untuk itu sebenarnya penguruslah yang segera mengambil over, segera jalankan. Kinilah saatnya melakukan pekerjaan memberi bantuan beasiswa pada awal tahun ajaran. Jadi sesegeranya saja pengurus yayasan menyampaikan program kerja. Program kerja itu harus disampaikan dengan didukung data yang valid. Seperti siapa saja yang mau dibantu, bagaimana mekanisme pemberian bantuan, berapa lama bantuan diberikan dan sebagainya. Seyogyanya pengurus menyampaikan ke gubernur, program kerja yang mau dilakukan. Kemudian ditembuskan ke DPRD. Seperti kita ketahui pendirian yayasan berawal dari dana hibah PT. Rajawali, sebesar U$$ 5 juta. Oleh pemerintah daerah bersama DPRD disepakati penggunaannya untuk membantu masyarakat di bidang pendidikan. Fokusnya pemberiaan beasiswa pada siswa berprestasi, yang tidak mampu. Perdanya ditetapkan, pendirian yayasan dinotariskan dan pengurusnya sudah dilantik. Pelantikannya juga dihadiri mendagri, yang waktu pembahasan perda menjabat Gubernur Sumbar, yaitu Gamawan Fauzi. Setelah semua selesai, lalu terjadi pergantian kepemim pinan atau gubernur, masalah yayasan kemudian mengendap. Masalah itu didukung oleh temuan BPK, tentang dana Rajawali yang selalu menjadi Silpa dalam APBD. Terlalu lama program itu (pemberian beasiswa) terhambat tentu berakibat munculnya tudingan yang tidak-tidak kepada Pemprov maupun kepada DPRD. Masyarakat sudah menunggununggu bantuan-bantuan beasiswa dari YBPM dengan segala harapan. Bahkan kemudian bisa jadi muncul anggapan bahwa pemimpin daerah yang sekarang bersama DPRD yang sekarang sengaja membuat YBPM itu jadi jalan ditempat lantaran bukan mereka yang membuat program. Untuk tudingan seperti itu, kita menganggap (kalau memang ada) adalah berlebihan. Kita yakin bahwa baik Gubernur maupun DPRD sangat berkepentingan agar dana Rp50 miliar itu bisa dioperasikan dan memberikan dampak besar kepada perkembangan peningkatan kualitas SDM Sumbar. Lihat saja daerah lain sudah pusing menyisihkan bagaimana bisa terkumpul dana abadi yang bisa menjawab permasalahan bila terjadi kesulitan bagi kader-kader daerah melanjutkan pendidikan dengan beasiswa. Kita di Sumatera Barat tinggal mengoperasi saja, tapi nyatanya masih belum kunjung juga. Kita berharap dalam tahun ini juga operasional YBPM sudah terlihat. Yayasan sudah dapat memantau siapasiapa saja calon penerima beasiswa YBPM itu nanti.***

Model Pemilihan Gubernur OLEH: ASRINALDI A

Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Andalas

SALAH satu isu yang masih alot yang dibahas dalam revisi UU Pemilu Kada saat ini adalah mengenai cara pemilihan kepala daerah, terutama di tingkat provinsi. Terkait dengan isu ini, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri sepertinya tetap menginginkan pemilihan gubernur dikembalikan kepada DPRD. Model pemilihan seperti ini menguat kembali setelah pemerintah menemukan banyaknya implikasi negatif pemilihan gubernur secara langsung yang melibatkan masyarakat. Di antara implikasi tersebut adalah dari aspek biaya pelaksanaan, kemanfaatan bagi masyarakat dan kestabilan politik di daerah. Dari segi biaya, pelaksanaan pemilihan kepala daerah ini terkesan boros karena menghabis biaya yang cukup besar ditambah dengan biaya lain yang harus ditanggung calon kepala daerah seperti biaya tim sukses, biaya pengalangan massa, dan biaya kampanye. Sementara, manfaat langsung dari Pemilukada ini belum sepenuhnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Sebaliknya, pemilihan kepala daerah ini malah menyebabkan munculnya konflik

pihak. Banyak kalangan menolak model pemilihan seperti ini karena dianggap tidak sesuai dengan semangat reformasi yang seharusnya mendorong adanya partisipasi masyarakat. Pertanyaanya mungkinkah dicarikan jalan tengah, misalnya, dengan menggabungkan pemilihan langsung dan tidak langsung sehingga dapat menyelesaikan pro–kontra model pemilihan gubernur ke depan? Pemilihan gubernur dengan melibatkan anggota DPRD sebagai pemilih, memang bukanlah solusi yang tepat untuk saat ini. Apalagi di tengah menguatnya keinginan publik terlibat dalam proses politik secara langsung. Sebelum UU No.32/2004 diterbitkan, di bawah UU No. 22/1999 pemilihan gubernur/kepala daerah memang melalui mekanisme DPRD ini. Dalam pemilihan tersebut anggota DPRD menjadi faktor penentu kemenangan seorang

horizontal karena adanya proses mobilisasi yang dilakukan elite politik untuk kepentingan tertentu. Kenyataan ini mendorong pemerintah mencari alternatif untuk menentukan bagaimana sebaiknya gubernur tersebut dipilih. Wacana yang berkembang yang memicu kontroversi adalah pemerintah tetap kukuh ingin mengembalikan pemilihan gubernur tersebut kepada DPRD sepertimana yang pernah dilakukan sebelum ini karena ia tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi. Walaupun masih sebatas draf UU, namun pemilihan gubernur melalui alternatif ini mengundang reaksi banyak

gubernur. Pentingnya peran anggota DPRD ini membawa implikasi menguatnya politik transaksional yang mendorong gubernur “membeli” suara anggota DPRD agar memilihnya. Akibatnya, model pemilihan melalui DPRD ini menyisakan banyak kasus korupsi dan suap di daerah. Tidak sampai disitu saja, model pemilihan seperti ini juga disertai dengan ancaman dan penculikan terhadap anggota DPRD. Jelas apa yang terjadi pada masa lalu inilah yang ditakuti sehingga dianggap tidak akan mengubah proses Pemilukada menjadi lebih baik.

„ RSBI di Sumbar masih bermasalah „ Padahal RSBI bukan kependekan Rintisan Sekolah Bermasalah Internasional

Haluan Aspirasi

082170625544/ 08163253248

Seragam Pramuka

SETIAP hari Kamis para pelajar tingkat SD s/d SLTA memakai baju seperti Pramuka warna coklat muda celana warna coklat tua. Kalau dikatakan Pramuka pakaian Dinas dan atribut tidak lengkap apa lagi topi baret dan ilm kepramukaannya sama sekali nihil. Dp berpakian mubazir dan memberatkan biaya kepada ORTU kan lebih baik dihapus saja dan uangnya bisa dibelikan buku-buku pelajaran yang penting-penting. Hobi Pramuka tidak wajar kalau digeneralisasikan kepada semua siswa. Tentunya kalau hobi ada yang senang tarian, karate, sepak bola, baca puisi, music/band dll. Keterampilan ini bisa diberikan pada setiap hari minggu atau hari libur lainnya. Semoga pihak Depdiknas pusat tanggap terhadap usulan ini jangan egocentris. Kalau orang sekolah biayanya makin tahun makin mahal maka bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang bodoh di Asia dan masuk buku MURI JAYASUPRANA di Semarang. Relakah Bapak/ibu kondisi demikian? +6281266844***

Terbit Sejak 1948 Pendiri H. Kasoema

Penerbit: PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 1985 tanggal 19 November 1985.

milihan melalui DPRD ini. Pertanyaannya adakah alternatif lain yang dapat dilakukan? Perlu diingat seharusnya dalam menetapkan model pemilihan gubernur ini, maka kita perlu mempertimbangkan dua kepentingan besar dalam penyelenggaraan pemerintah daerah, yaitu kepentingan pusat di daerah dan kepentingan daerah itu sendiri. Sesuai dengan UU No. 32/2004 secara jelas dinyatakan bahwa gubernur adalah wakil pemerintah pusat di daerah. Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah gubernur harus bertanggungjawab kepada pemerintah pusat dalam melaksanakan tugasnya. Wa-

laupun begitu, dalam konteks tertentu, gubernur juga menjadi kepala daerah otonom di tingkat provinsi dengan kewenangan otonomi yang terbatas. Ini karena kewenangan utama penyelenggaraan otonomi daerah sudah diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah kabupaten/kota. Singkatnya, dengan adanya dua fungsi gubernur yang harus dilaksanakan ini menyebabkan pemerintah pusat harus mempertimbangkan kedua peran tersebut dalam mencarikan model yang sesuai untuk memilih gubernur. Akan tetapi, jika dilihat konsepsi NKRI dengan titik berat otonomi ada pada daerah kabupaten/kota, maka idealnya kewenangan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat itu haruslah besar ketimbang kewenangannya sebagai kepala daerah otonom. Dengan porsi kewenangan ini, maka idealnya gubernur hanya melaksanakan kewenangannya untuk mengoordinasikan, mengawasi, dan membina otonomi daerah yang dilaksanakan pemerintah kabupaten/kota. Konsekuensi dari penjabaran tugas dan wewenang gubernur ini bermuara pada bagaimana cara gubernur itu ditentukan. Dalam realitanya, sesuai dengan PP No.23 tahun 2011 kewenangan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat jauh lebih besar ketimbang kewenangannya sebagai kepala daerah otonom. Oleh karena itu, idealnya gubernur cukup

ditentukan oleh presiden sebagai kepala pemerintahan di republik ini. Namun, keputusan untuk menentukan gubernur di tangan Presiden ini tentu akan mendapat reaksi negatif dari masyarakat yang sudah menikmati demokrasi langsung selama ini. Supaya peran presiden yang besar ini tidak bertentangan dengan semangat demokrasi, maka peran tersebut harus dibatasi sehingga tidak menimbulkan gejolak dalam masyarakat. Caranya adalah dengan melibatkan DPRD sebagai wakil masyarakat daerah dalam menentukan calon gubernur. Artinya, pilihan presiden menentukan calon gubernur haruslah berasal dari calon yang diusulkan oleh DPRD yang sebelumnya sudah menyaring nama calon gubernur dari masyarakat. Lalu bagaimana cara melaksanakannya? Ini bisa dilakukan melalui referendum atau survey yang metodologinya diperketat sehingga aspirasi masyarakat lebih terjamin. Dengan cara ini pemerintah pusat dapat meminimalkan gejolak yang ada dalam pemilihan gubernur yang selama ini dikhawatirkan banyak pihak. Namun, aspek penting dari model pemilihan gubernur seperti ini adalah tidak mengurangi hakikat demokrasi perwakilan yang sedang dilaksanakan sekaligus memperkuat kembali peran DPRD untuk melaksanakan fungsi perwakilan politiknya di daerah.„

KISRUH PASAR INPRES PADANG

Konflik yang Selalu Dipelihara Jurnalis Haluan tinggal di Padang

„ Onde mandee

Dari segi lain, pemilihan gubernur mellaui DPRD ini semakin menjauhkan proses politik dari konstituennya karena kelompok oligarki partai cenderung mengendalikan proses pemilihan dan mengarahkan anggota DPRD untuk memilih calon tertentu. Akhirnya yang dihasilkan adalah tawar menawar politik jangka pendek untuk kepentingan segolongan eite tertentu. Inilah kelemahan model pe-

Dalam pemilihan tersebut anggota DPRD menjadi faktor penentu kemenangan seorang gubernur. Pentingnya peran anggota DPRD ini membawa implikasi menguatnya politik transaksional yang mendorong gubernur “membeli” suara anggota DPRD agar memilihnya.

OLEH ANDIKA D KHAGEN

„ Satu nama orang awak hilang dari daftar Menteri KIB II

INILAH.COM

“TAK akan ada penyelesaian kisruh di Pasar Inpres Padang.” Kalimat itu sering diucapkan banyak orang yang mengikuti sengketa Pasar Raya Padang ini, termasuk intelektual dari kampus. Alasannya jelas, tak ada yang mau mengalah. Bila disederhanakan, persoalan di Pasar Inpres sebenarnya hanya pada tiga pertanyaan: 1). Apakah gedung dirobohkan atau tidak? Bagaimana dengan nasib pedagang? Berapa harga di gedung baru jika dibangun kelak? Dua persoalan telah selesai. Empat penelitian dari lembaga kompeten membuktikan gedung tidak layak. Persoalan kedua Walikota Padang Fauzi Bahar telah berjanji memprioritaskan pedagang lama. Kini, tinggal pada persoalan ketiga, harga. Ini menemui jalan buntu hingga kini. Banyak pertemuan telah dilakukan untuk membahas harga. Terakhir diakomodir Komnas HAM, juga tak berujung. Pihak Pemko menetapkan harga Rp25 juta-Rp27 juta per meter, sementara pe-

dagang bertahan pada keputusan Rp10 juta ke bawah. Soal harga, dalam buku Selamatkan Pasar Tradisional, penulisnya Herman Malano yang membuat Bambu Kuning Square di Lampung mengkalkulasikan, rata-rata harga yang pantas untuk pedagang tradisional hanya Rp6-Rp7 juta per kios. Harga tinggi karena pembangunan melibatkan multitender. Pengalaman ini didapatkan Herman Malano setelah terlibat banyak proyek pasar tradisional. “Asal saya pedagang kecil, saya hanya mengabdi, tidak mencari keuntungan,” katanya dalam suatu wawancara khusus dengan penulis. Politisasi Dibanding substansi membahas satu persoalan (harga), persoalan di Pasar Inpres justru mencuat pada hal-hal yang tak substansial. Ironinya, itu terlalu banyak terjadi. Penggusuran, demo, dan sebagainya bukanlah substansi. Ia berada di luar konteks. Konteksnya adalah: pedagang dan pemerintah. Pihak ketiga seharusnya mendorong dua

komponen ini, bukan menjauhkan persoalan. Persoalan di luar konteks jelas politisasi. Michel Foucault seorang adalah seorang filsuf Prancis dan sosiolog dalam buku Madness and Civilization, menggambarkannya dengan “konflik yang dijaga.” Ia dijaga karena sederet keuntungan-keuntungan, entah itu ekonomi, sosial, ataupun popularitas. Dalam konteks ini, konflik dipandang dari sisi yang lain, bukan dari makna denotasinya. Konflik yang dalam makna leksikal mengandung pengertian pertikaian yang dihindari, dalam analisis “konflik yang dijaga” pengertian dan maknanya berubah menjadi “dipelihara”. Siapakah yang memelihara konflik? Dalam teori demikian, sulit mencari benang merahnya. Jauh lebih sulit membedakan “pahlawan” atau “pengacau”, makna “menolong” atau “pecundang” menjadi bias karena pada saat bersamaan bisa berubah menjadi “menggolong.” Namun, itu akan mudah terlihat oleh “pemain” dalam persoalan itu. Biasanya, pekonflik tahu “siapa” di belakang mereka, tapi kesulitan bertindak karena turut diun-

tungkan dari “siapa” tersebut. Mencari “siapa” sebenarnya bukanlah tindakan yang bijak setelah hampir tiga tahun persoalannya belum juga menemui ujung. Lagi-lagi, hal tersebut akan semakin menjauhkan dari substansial. Fokus dan (Sekali Lagi) Fokus Bila hanya satu persoalan, kenapa penyelesaiannya begitu lama? Mengikuti hampir tiga tahun perkembangan sengketa (bila disebut begitu) di Pasar Inpres, fokus menjadi persoalan terbesar. Ini berlaku untuk kedua pihak. Hampir tak ada keputusan (yang dibuat pemerintah) yang benar-benar final. Hampir tak ada pula penerimaan kebijakan yang diterima baik pedagang. Muaranya tak lagi mencari jalan keluar. Bila acuannya pada teori sederhana antara fungsi pemerintah mengayomi dan rakyat diayomi, hal tersebut justru tak terbukti. Pemerintah (semestinya) berada di tengah-tengah pedagang. Memasuki persoalannya, mendalami, lalu memutuskan. Keputusan yang hanya bersumber dari atas tanpa akar yang kuat, mudah dirobohkan (dibantah).

Bapak Proklamator Bung Hatta pernah melakukannya, dalam konteks yang lebih luas. Menyelesaikan konflik-konflik di daerah pascakemerdekaan, ia tinggal lebih setahun di daerah konflik, memindahkan kantornya ke daerah yang bertikai, dan bergabung bersama masyarakat. Sebab, keputusan tanpa mempertimbangkan sosiologis, psikologis, tak akan mampu membuat keputusan benarbenar berterima. Kehadiran pemerintah dengan fungsinya mengayomi, mungkin tak utuh menyelesaikan persoalan, tapi orang akan melihat ada niat baik di sana. Setidaknya, Bung Hatta menunjukkan cara fokus yang sempurna. Kedekatan dan niat baik pemerintah—menjadi tanggungjawabnya menyelesaikan persoalan—meminimalisir pihak-pihak yang hanya mengambil keuntungan sesaat. Dengan niat baik itu, pemerintah bukan berada pada posisi superordinat untuk mengambil keuntungan pula, tapi untuk rakyatnya. Isu-isu tak akan beralih. Politisasi tak akan terjadi. Namun, bila melihat terlalu lamanya persoalan ini, jelas ada niat yang tidak baik! „

Pemimpin Umum: H. Basrizal Koto, Konsultan Pengembangan Media: H. Hasril Chaniago, Pemimpin Redaksi: Zul Effendi, Pemimpin Perusahaan: Irfan Jasri, Wakil Pemimpin Redaksi: Eko Yanche Edrie, Redaktur Pelaksana: Ismet Fanany MD, Nasrul Azwar, Sekretaris Redaksi: Silvia Oktarice, Koordinator Liputan: Aci Indrawadi, Koordinator Liputan Daerah: Syamsu Rizal, Asisten Koordinator Liputan: Rudi Antono, Redaktur: Afrianita, Atviarni, Dodi Nurja, Nova Anggraini, Perdana Putra, Rahmatul Akbar, Reporter Padang: Gusni Yenti Putri, David Ramadian, Gustedria, Haswandi, Andika Destika Khagen, Ade Budi Kurniati, Suswinda Ningsih, Mice Angelasari, Devi Diani, Defil, Nasrizal Koresponden: Syamsuardi S, Jon Indra, Ridwan (Bukittinggi), Dedi Salim, Trisnaldi (Pariaman/Padang Pariaman), Ilham Yusardi, Zulkifli, Syafril Nita, Sri Mulyati, M Siebert (Payakumbuh/Limapuluh Kota), Atos Indria, Ahdi Susanto, Welina (Pasaman), Miazuddin, Kasra Scorpi (Agam), Iwan DN, Darwin Danin, Maison (Padang Panjang), Yuldaveri, Emrizal, Aldoys (Tanah Datar), M. Junir, Gusmizar (Pasaman Barat), Sabrul Bayang, M. Joni, Haridman (Pesisir Selatan), Syamsuardi Hasan, Riswan Jaya, Alfian, Almito, Marnus Chaniago (Kabupaten Solok/Kota Solok), Icol Dianto (Solok Selatan), Alamsyah Halim, Fadilla Jusman (Sawahlunto), Azneldi (Sijunjung), Ferry Maulana (Dharmasraya), Biro Jakarta: Syafruddin Al (Koordinator), Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: M. Moralis Biro Kepri: Yon Erizon Tim Kerja Usaha: Isbadri Bakri (Koordinator Sirkulasi), Nofriza Zaniyar, Alfarino Ikhsan (Koordinator Promosi), koordinator Iklan : Yunasbi, Tata Letak/Desain: Andri Idra (Koordinator), Syafrizal, Nurfandri, Rahmad Doni, Rahmi, David Fernanda, HRD : Desmasari, Umum : Nurmi Jamal, Keuangan : Bedhendri, Kasir : Desy, TI : Teguh, Pra Cetak : Sawal Marjuni.HRP, Mai Hendri, Syamsul Hidayat, Cetak : Mardianto (Koordinator), Elvin Devino, Afandi, Rudi Kurniawan, Prasetyo, Jecky Jekcson. Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: redaksi_haluan@yahoo.com, website: http/harianhaluan.com, Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp57.000, Harga eceran Rp2.500,- Tarif iklan: FC: Rp25.000/mm kolom, Produk BW: Rp 10.000/mmkolom, Spot Colour: Rp20.000/mmkolom, Display: Rp 10.000/mmkolom, Sosial BW: Rp 8.000/mmkolom, Sosial FC: Rp 15.000/mmkolom, Iklan Mini(Max 1kolom X50mm) Rp 100.000/1 kali muat, Iklan Baris: Rp 10.000/baris Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, Bank Nagari Cabang Utama Padang Rek No: 1008.0103.00009.1 PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http://www.harianhaluan.com


5

SELASA, 18 OKTOBER 2011 M / 20 DZULKAIDAH 1432 H

Levente Tempel Barcelona

KLOSE MENANGKAN DERBY ROMA, HALUAN — Gebrakan Miroslav Klose 20 detik menjelang akhir pertandingan, Minggu, membuat laga derby dimenangkan Lazio 2-1 atas Roma pada lanjutan kompetisi Seri A, setelah tujuh pertandingan berakhir tanpa gol.

Hanya tiga dari 14 tim yang berhasil membuat gol akhir minggu ini, pada laga yang memproduksi 14 gol, tiga lebih sedikit dari pertandingan buruk sebelumnya pada musim ini. Khusus pada Minggu, hanya ada lima gol dalam tujuh pertandingan, sembilan lainnya terjadi pada tiga pertandingan Sabtu. Tapi pertandingan derby, yang mengakhiri lima laga sukses Roma, berlangsung dramatis.

Pablo Osvaldo membuat Roma unggul pada menit kelima setelah mencetak gol berurutan dalam empat pertandingan. Tapi Simon Kjaer dikeluarkan dari lapangan karena menjatuhkan Christian Brocchi di dalam kotak penalti dan pemain Brazil Hernanes menyamakan angka sebelum Klose tampil sebagai penentu kemenangan Lazio. Pelatih Edy Reja, yang disuruh keluar karena berlebihan merayakan keme-

nangannya, mengatakan kemenangan itu akan mengangkat martabat mereka di tengah pendukungnya. "Akhirnya kami pantas menang dan kami memenangi laga derby dan saya berharap itu membuat lega pendukung kami," katanya, "Saya harap setelah saya dikeluarkan ini akan menjadi segala sesuatunya lebih mudah." Pelatih Roma Luis Enrique menampik untuk menyalahkan penalti atas nasib timnya.

"Saya menduga pertandingan akan berakhir imbang, tapi kami kurang beruntung," katanya. (ant)

Jose Barkero

Klose

MADRID, HALUAN — Levante mengalahkan 10 pemain Malaga 3-0, Minggu, sehingga kini menempel Juara Eropa dan Spanyol, Barcelona, di puncak klasemen kompetisi Liga Spanyol. Klub yang bermarkas di Valencia itu kini mengoleksi 17 poin dan berada di urutan kedua karena selisih gol dengan Barcelona, yang menang 3-0 atas Racing Santander. Levante, yang terhindar dari degradasi karena unggul dua poin pada musim lalu, dengan cepat memimpin pertandingan ketika Jose Barkero menembak pada menit ke14 dengan memanfaatkan bola yang melenting dari pemain tengah Malaga, Enzo Maresca. Derita lebih menerpa Malaga ketika penjaga gawang Willy Caballero mendapat kartu merah pada menit ke28 karena memegang bola di luar daerah pertahanannya. Bola dari titik bebas yang ditendang Barkero, dimanfaatkan Juanlu Gomez dan penjaga gawang pengganti Ruben Martinez memungut bola dari dalam gawangnya. Penjagaan Malaga di bawah mistar berlanjut, ketika pada menit ke-40 Ruben gagal menjalankan tugasnya saat bola melayang dari jarak jauh dan Arouna Kone berhasil menjentikkannya ke dalam gawang.(ant)


6 OLAHRAGA

SELASA, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

IPL Berlanjut Setelah SEA Games

Diego Michiels Bertekad Masuk Tim Inti

JAKARTA, HALUAN — Pertandingan pembuka Indonesia Premier League (IPL) akan berlanjut , yakni mulai 26 November nanti, setelah berlangsungnya penyelenggaraan SEA Games 2011.

JAKARTA, HALUAN — Pemain sayap Timnas U-23, Diego Michiels bertekad untuk bisa masuk tim inti dalam skuad Merah Putih yang akan diterjunkan ke SEA Games XXVI/2011, 11-22 November 2011. "Saya akan berusaha untuk bisa masuk tim inti karena ini merupakan event besar pertama buat saya," ujar Diego Michels di Jakarta, Senin. Hal itu dikatakan Diego Michiels di sela-sela peluncuran MNC Grup sebagai Media Partner INASOC untuk tayangan langsung perhelatan SEA Games XXVI dan ia memang sengaja didatangkan dalam acara tersebut sebagai salah satu perwakilan atlet. Diego yang merupakan pemain naturalisasi keturunan Belanda mengatakan, ia sendiri sudah sangat senang ketika Pelatih Timnas Rahmad Darmawan memilihnya masuk dalam skuad Merah Putih. "Saya sangat senang dan bangga bisa tergabung dalam Timnas U-23 sehingga bisa ikut bermain di SEA Games nanti. Kondisi persepakbolaan disini cukup menyenangkan. Indonesia memiliki tim yang kuat dan semakin berkembang dalam permainan," ujarnya.

Halaban, Tuan Rumah Kejuaraan Sepakbola U 18

Menurut Humas IPL, Abi Hasantoso, di Jakarta, Senin, jadwal resmi IPL akan dirilis dengan surat pengantar yang sah dan ditandatangani CEO IPL dan

ANTARA

LIMAPULUH KOTA, HALUAN—Wakil Bupati Limapuluh Kota Drs.Asyirwan Yunus membuka secara resmi kejuaraan sepakbola Kabupaten Limapuluh Kota U 18 di lapangan hijau Kenagarian Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Minggu (16/10). Pertandingan perdana berlangsung antara tuan rumah, Kecamatan Lareh Sago Halaban menghadapi Bukik Barisan, ditandai dengan tendangan bebas Yakubis, anggota DPRD dari Dapil 3 ( Luak, Lareh Sago Halaban dan Situjuh Limo Nagari). Wabup dalam sambutannya menginformasikan kepada masyarakat penonton yang memadati pinggiran lapangan hijau Batu Payung sore itu, bahwa pada Desember tahun 2012 Kabupaten Limapuluh Kota dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat. Salah satu cabang olah raga yang dipertandingkan yang terbanyak digemari masyarakat adalah bola kaki. Pertandingan perdana itu berakhir dengan kemenangan untuk Lareh Sago Halaban, 3-0 atas tamunya, Bukik Barisan.(h/mus)

SETELAH SEA GAMES - Regulator IPL menetapkan kelanjutan liga baru akan berlangsung setelah pelaksanaan SEA Games setelah dibuka melalui pertandingan Persib Bandung-Semen Padang yang berakhir imbang 1-1 Sabtu, (15/10) lalu

TURNAMEN KU-13 PSIP

Tak Terkalahkan, Rajawali Pimpin Klasemen

PADANG, HALUAN — SSB Rajawali sukses menjadi pemuncak klasemen sementara turnamen PSIP Indarung KU-13 tahun pada laga di pecan ketiga Minggu (16/ 10) di Lapangan PSIP Atap Genteng Indarung. Anak asuh Johan Syafril ini berhasil memenangkan tiga laga sekaligus dihari yang sama, yakni menaklukkan Padang Yunior dengan skor 3-1, membungkam pemuncak klasemen sebelumnya

WABUP Drs.Asyirwan Yunus menyerahkan bola ke panitia kejuaraan U 20 tahun

SSB Balai Baru dengan skor 31, serta menumbangkan BBC Batuang Taba dengan skor 2-0. Dengan demikian tim yang bermarkas di Brandon Kuranji ini sukses mengumpulkan 18 poin, sekaligus menyapu bersih enam laga dengan kemenangan. Berada di tempat kedua ada Sentral Remaja yang sukses mengumpulkan 15 poin, serta pemuncak sebelumnya SSB Balai Baru harus puas berada di tempat ketiga

dengan poin 13. Sementara PSIP sebagai tuan rumah, gagal menyudahi derbi Indarung dengan kemenangan. Menghadapi Putra Semen, anak asuh Herman Pulalo ini hanya mampu bermain imbang 3-3. Dan pada laga selanjutnyamereka juga harus puas bermain imbang 2-2 lawan PSTS tabing. Tim tuan rumah untuk sementara menduduki posisi ke lima dengan raihan 11 poin. (h/rio)

Klasemen Sementara 1. Rajawali 2. Sentral Remaja 3. Balai Baru 4. Pdg Yunior 5. PSIP Indarung 6. PSTS Tabing 7. BBC Bt Taba 8. Putra Semen Indrg 9. Taruna Luki 10. POKS Kuranji 11. Gelora Lubeg

6 6 7 6 6 7 6 7 7 7 7

6 5 4 4 3 3 3 2 2 0 0

0 0 1 0 2 2 0 1 1 1 0

0 1 2 2 1 2 3 4 4 6 7

21 7 17 18 16 14 16 13 11 6 3

4 0 11 5 11 13 4 18 21 24 34

18 15 13 12 11 11 9 7 7 1 0

Pemain Futsal Jalani Seleksi Tahap II PADANG, HALUAN – Tim pelatih futsal Sumbar sudah mendapatkan sebanyak 19 pemain untuk menjalani seleksi tahap ke II, dalam mempersiapkan tim jelang berlaga pada Pekan Olaharaga Nasional (PON) XVII-2012 Riau. 19 pemain tersebut terbagi atas 11 pemain lama (yang meloloskan tim Sumbar ke PON) serta delapan pemain baru (hasil penjaringan oleh tim pelatih). Dari 15 orang pemain lama, hanya sebelas yang dipanggil kembali oleh manajemen tim yakni, Randi “Akank” Satria Mushar, Yudhi Fatra, Ori Efendi, Rahmat Budiman, Ade Andika, Roni Doank, Leo Purabaya, Soni Nasirwan, Fuji Maulid Bandriana, serta dua penjaga gawang Nofri Rangga Zaputra dan Ade Lesmana. Sedangkan dari 20 orang pemain baru yang direkomendasikan oleh pelatih, delapan nama didapatkan pelatih, mereka adalah, Andro Fauzi dari Rafhely Futsal Padang, Yurisman (Cendana Andalas Padang),

Jefri Firdaus (Canabis Padang), Jefrianda Agus (GP Futsal Padang), Yulio Irfanda (Feby Vale Padang), Agnef Safantri (Adrenalin Padang), serta Indra Yose (Trantip Payakumbuh). Manejer tim futsal Yasman Yanusar yang ditemui Haluan di Rafhely Futsal Ulak Karang Senin (17/10) mengungkapkan ke 19 pemain ini belum seluruhnya akan dipanggil untuk membela tim Sumbar, karena masih ada waktu hingga akhir Oktober untuk mengerucutkan pemain menjadi 15 orang. “Pemain yang dibutuhkan untuk mengisi skuad hanya 15 orang. Jadi, 19 pemain ini akan menjalani seleksi tahap selanjutnya dengan sistim terbuka. Seleksi tersebut berbentu latihan yang akan digelar pada 19, 21, 24, 26, 28 Oktober mendatang di Rafhely Futsal,” terangnya. Tim pelatih futsal Sumbar telah mempersiapkan program. Usai merampungkan seleksi pemain, manajemen tim Futsal Sumbar baru akan

FAMILY PISCES GROUP CV. Family Pisces Jln. Pasir Kandang No 20 Kel. Pasia Nan Tigo Kec. Koto Tangah Kota Padang - Sumbar

memulai persiapan untuk Trainning Centre (TC) penuh, atau Pelatda PON. Pelatih tim Sumbar Syafrianto Rusli menegaskan pada awal November mendatang skuad inti tim sudah terbentuk. “Jika 15 pemain utama sudah didapat, selanjutnya kami akan segera menggelar Pelatda PON secara berjangka pada November. Untuk persiapan PON masih tersisa waktu

sekitar 10 bulan lagi. Selama lima bulan pertama, kami akan mengikuti beberapa kompetisi futsal berlevel nasional. Kemudian 5 bulan berikutnya baru kami akan fokus pada persiapan untuk berlaga di Riau. Dengan demikian, Insya Allah persiapan tim Sumbar menyongsong PON akan lebih matang,” tegas Syafrianto. (h/rio)

- Benih Lele Berbagai Ukuran - Benih Nila - Benih Gurami - Benih Mas - Dll

Juga Menyediakan Berbagai Kebutuhan Sarana Dan Prasarana Perikanan Pelet , Waring, Obat-obatan, Ovabrin, Artenia Minaraya, dll

PADANG, HALUAN – Sebanyak 24 tim pastikan mengikuti Turnamen Futsal Rafhely Specs II2011 se-Sumatera Barat, Jambi dan Bengkulu yang akan dihelat mulai Sabtu (22/10) mendatang di Lapangan Rafhely Futsal Ulak Karang Padang. 24 tim tersebut yakni Rafhely, Yaser, Cendana Andalas, Adrenaline, Cengkeh, Galaxi, Palank FC, Sparing, Cyber, Tifosi, Bank Nagari, SP All Star, Karya Prima, GOR United, Canabis, Statika, Fulsalisti, Posmetro, Milanisti dari Padang, Central

BERYL COPY CENTRE Grosir & Retail Sales, Service, Spare Part & Rental Mesin dari USA

Contact Person : Andi 0811763909 email : andilele.restu@yahoo.co.id

CANON NP 6050 CANON IR 5000 CANON IR 6000 CANON IR 5020 CANON IR 6020 CANON IR 8500 CANON IR 6570 CANON IR 2200 CANON IR 3300 CANON IR 8500 = Rp.

menyatakan bahwa pertandingan tersebut batal dilaksanakan karena Persipura mengirimkan surat yang menyatakan ketidaksiapan melakukan pertandingan tersebut. Pertandingan Deltras melawan Persema, tidak terlaksana karena pihak Persema melalui CEO-nya menyatakan timnya belum siap melakukan laga. Untuk pertandingan Persib melawan Persipura, pihak Persib keberatan menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya. Selain itu, Persipura pun menyatakan tidak siap seperti halnya saat melawan Persiba Bantul. Untuk pertandingan Persisam melawan Persiba Balikpapan, ketika dikonfirmasi Departemen Kompetisi IPL ternyata kedua tim menyatakan ketidaksiapannya. Atas dasar ketidaksiapan empat pertandingan tersebut, menurut dia, IPL kemudian mengeluarkan "draf jadwal kedua" yang disampaikan saat CEO Meeting pada 13 Oktober 2011. Jadwal hanya berisi satu pertandingan di bulan Oktober 2011 sesuai permintaan/rekomendasi AFC dan sudah dikonsultasikan antara AFC dengan Ketua Komite Kompetisi PSSI. Satu-satunya pertandingan tersebut merupakan kick-off antara Persib vs Semen Padang pada Sabtu (15/10) lalu.(ant)

Sriwijaya Tolak Ikut Kompetisi IPL

PALEMBANG, HALUAN — Sriwijaya Football Club (SFC) menyatakan menolak bergabung dengan Indonesia Premier Liga (IPL) meskipun PSSI telah memberikan batasan waktu hingga 26 Oktober 2011. Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola SFC, Hendri Zainuddin, Senin, mengatakan, tetap dengan komitmen awal yakni tidak bersedia bergabung dengan IPL "PSSI terlalu memaksakan kehendaknya, padahal pengesahan pemain belum dilakukan, jadwal pertandingan yang belum jelas, dan regulasi kompetisi hingga kini belum dirilis," ujar Hendri. Selain itu, ujar dia, langkah SFC itu dilandasi sikap PSSI yang kerap tidak melibatkan pengurus klub dalam mengambil suatu kebijakan. "PSSI bukannya menemukan solusi atau mengajak berkomunikasi, tapi malah memberikan batas waktu, jika tidak akan langsung dicoret. Intinya, SFC yang tergabung dalam 14 klub, menolak bergabung dengan LPI, tetap bergeming jika PSSI tidak mau mendengarkan keinginan klub," ujar dia. Hendri menegaskan, 14 klub itu lebih mengakui legalitas Liga Super Indonesia (LSI) di bawah PT Liga Indonesia (LI) yang telah merencanakan kompetisi digelar pada 1 Desember 2011. "PT Liga Indonesia hingga saat ini masih diakui sebagai pemegang hak menyelenggarakan kompetisi di Indonesia, jika diganti ke Liga Primer Indonesia tentu harus

melalui suatu kongres," katanya. Ia menambahkan, ke-14 tim yang menolak LPI itu, di antaranya Persipura Jayapura, Persisam Putra Samarinda, Persiba Balikpapan, Persib Bandung, Mitra Kukar, PS Semen Padang, Persidafon Dafonsoro, Persiwa Wamena, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Deltras Sidoarjo, dan Pelita Jaya Purwakarta. "Hingga kini komunikasi di antara 14 tim yang menolak LPI masih terjalin dan tetap dengan komitmen awal. SFC pun hingga kini tetap ngotot tidak mau bergabung dengan LPI," ujarnya. Berpeluang Rekrut Bambang Pamungkas Hendri juga menegaskan, dalam kaitan rekrutmen pemain baru, peluang Sriwijaya FC mendapatkan Bambang Pamungkas terbuka, jika Persija Pimpinan Ferry Paulus gagal dalam proses banding untuk mendapatkan status sebagai pemilik klub. "Sriwijaya FC sudah berkomunikasi dengan Ferry Paulus mengenai keinginan untuk memboyong Bambang ke Palembang. Sementara ini, sudah ada titik terang bahwa Bambang tidak mau bergabung dengan manajemen klub yang baru," ujar Hendri. Namun, dia melanjutkan, jika Ferry Paulus memenangkan proses banding, maka negosiasi awal dengan Bambang Pamungkas dipastikan batal."Jadi, masih menunggu hasil proses banding Ferry. Jika kalah, maka Bambang akan ke SFC, tapi jika menang tetap bertahan di Persija," kata dia lagi.(ant)

24 Tim Ikuti Turnamen Futsal Rafhely II

Menyediakan Mesin Foto Copy Bermacam Tipe :

Menyediakan

diketahui Ketua Umum PSSI dan Ketua Komite Kompetisi PSSI. Ia menyatakan, sebetulnya Konfederasi Sepak Bola (AFC) hanya meminta satu pertandingan kompetisi IPL pada bulan Oktober 2011 sesuai batas waktu yang ditentukan AFC. Hanya saja anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI meminta lima pertandingan pada bulan Oktober 2011. Atas dasar permintaan Exco PSSI itu, IPL telah mengeluarkan dua versi draf jadwal. Pada "draf jadwal pertama" ada lima laga yang semestinya dilaksanakan sesuai permintaan anggota Exco PSSI. Yaitu: Persib Bandung vs Semen Padang (15/10), Persiba Bantul vs Persipura Jayapura (16/ 10), Deltras Sidoarjo vs Persema Malang (17/10), Persib vs Persipura (19/10), dan Persisam Putra Samarinda vs Persiba Balikpapan (22/10). Namun setelah me-review persiapan tim-tim tersebut hanya ada satu partai pertandingan yang kedua timnya siap bertanding. Yaitu Persib melawan Semen Padang sebagai pertandingan pembuka IPL di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, Sabtu (15/10). Untuk pertandingan Persiba Bantul melawan Persipura Jayapura, Departemen Kompetisi IPL sudah mengirimkan konfirmasi kepada pihak Persiba Bantul yang

28 juta BERYL COPY CENTRE

Hubungi : Jl. Veteran No. 50 Padang Telp. (0751) 32666 Jl. Nangka No. 40 Pekanbaru Telp. (0761) 61360 Jl. Sutan Agung No.07 Jambi Telp. (0741) 32495

(Bukittinggi), Jordus (Batu Sangkar), Bungo Sport, Equinox (Muaro Bungo), serta AFC (Bengkulu). “Sebanya 24 tim tersebut akan dibagi menjadi delapan grup, setiap grup berisi 3 tim. Pertandingan akan dilangsungkan dua kali 20 menit semi bersih, dengan wasit langsung dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Sumbar. Setiap tim berisikan maksimal 12 pemain dengan tiga orang ofisial,” kata Pemilik Rafhely futsal Yasman Yanusar kepada Haluan Senin

(17/10) . Yasman menambahkan bahwa misi yang akan dicapai dengan digelarnya turnamen ini yakni, sama dengan turnamen Rafhely sebelumnya. “Turnamen ini diharapkan mampu memberikan jam terbang yang lebih bagi tim-tim futsal. Disamping itu mampu menembah frekuensi pertandingan futsal. Dengan banyaknya kompetisi yang digelar, akan lebih mudah bagi sebuah tim untuk menghasilkan bibit-bibit baru,” tegasnya. (h/rio)


OLAHRAGA 7

SELASA, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

Pebalap Sumbar ke Italia

Ratusan Kuda Pacu Tangguh di Sumbar Terjual ke Luar

PADANG PANJANG, HALUAN — Lebih dari 100 ekor kuda tangguh yang lahir di arena pacu kuda di Sumbar dibeli pengusaha dari daerah lain. Kudakuda seperti Kuda Lenggogeni, Sutan Agogo, Mata Hati dan Obama Asmara yang biasa merajai ajang pacu kuda nasional dijual dengan harga Rp100 juta hingga Rp250 juta per ekor. Hal ini dikatakan Ketua Pordasi (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia) Sumbar, Fauzah Hafiz, MBA saat meninjau kesiapan pacu kuda Seizon Tradisional Padangpanjang Batipuh X Koto (Pabasko), Minggu

(16/10) sore. Akibatnya, kalender pacu kuda 2011 yang telah disusun tidak terlaksana, seperti di Solok, Pariaman, dan Batusangkar. Anggota DPRD Kota Bukittinggi ini juga menilai kalender pacu kuda di delapan gelanggang yang ada di Sumbar itu tak berjalan maksimal sebagaimana mestinya karena minimnya bibit kuda dan perhatian pemerintah daerah. “Dukungan pemerintah sangat berarti bagi perkembangan pembibitan kuda. Saat ini, kuda pejantan umumnya sangat sedikit sehingga populasi kuda

di Sumbar semakin berkurang. Pada hal peternakan kuda cukup menjanjikan bagi petani peternak, bahkan jauh lebih baik dibanding peternakan sapi atau kerbau,”katanya. Minimnya perhatian pemerintah ini juga dirasakan panitia pelaksana alek Seizon Tradisional ini. Panitia seksi dana, Taufik Hidayat, menyebut dari proposal yang telah dilayangkan ke berbagai pihak terkait, hasilnya masih minim. Bahkan ada, bupati atau walikota yang enggan membantu. Ketua Panitia, Yunelson dt Tan Ameh menyebut alek pacu kuda ini akan

dilaksanakan Minggu (23/10) hingga Senin (24/10) mendatang. Persiapan awal sudah dilakukan seperti penimbunan dan pemadatan lintasan pacu. Dt Son, sapaan akrabnya, yakin perbaikan lintasan pacuan kuda selesai tepat waktu. “Panitia kini kesulitan dana penyelenggaraan dan masih menunggu hasil proposal yang sudah dikirim sebelumnya. Yang sudah menyatakan akan membantu adalah operator selular axis senilai Rp 40 juta . Tapi saya yakin, alek ini Insya Allah berjalan sukses dengan tingginya dukungan warga,” kata Dt Son.(h/one)

JAKARTA, HALUAN — Pembalap muda belia asal Sumatera Barat, Perdana Putra Minang yang masih berusia 10 tahun, akhir Oktober ini berencana turun di Kelas Mini 60 CC pada Kejuaraan WSK (World Series Karting) Final Cup di Sirkuit Ortona, Italia.

Bonus Peraih Medali POMNAS Diserahkan PADANG, HALUAN – Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) Sumbar akan menyerahkan bonus terhadap atlet mahasiswa yang berprestasi dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) 2011, Selasa (18/ 10) ini di Ruang Sidang Senat Universitas Negeri Padang (UNP). Pada ajang itu kontingan mahasiswa Sumbar yang dip sukses menduduki peringkat ketujuh dari 32 Provinsi. Penyerahan bonus tersebut, selain dihadiri Ketua Umum Bapomi Sumbar, Drs. Alizamar dan Sekum Drs. H Arsil, M.Pd juga mengundang Ketua Umum KONI Sumbar, Dr H Syahrial Bakhtiar, serta tamu undangan lainnya. Sekum Bapomi Sumbar, Arsil menjelaskan, atlet mahasiswa Sumbar berhasil menorehkan prestasi di lima cabang olahraga, yakni atletik, pencak silat, sepak takraw, karate dan cabang olahraga renang. 19 medali berhasil diraih, yakni, 5 medali emas, 5 perak dan 9 perunggu berhasil dibawa pulang kontingan Sumbar. Cabang atletik menyumbangkan 3 medali perak, 1 perunggu. Pencak Silat meraih dua medali emas dan 4 medali perunggu. Sedangkan dari cabang olahraga sepaktakraw mendapatkan dua medali emas. Cabang karate menyumbang 2 perak dan 2 perunggu serta cabang renang 1 emas, 2 perunggu.(h/rio)

PADANG, HALUAN – Tim Voli Pantai Sumbar menargetkan merebut posisi empat besar pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) bola voli pantai usia 20 tahun di Pantai Amal Tarakan, Kaltim memperebutkan piala Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) di Tarakan Kalimanatan timur (Kaltim) 20-25 Oktober mendatang. Koyal yang ditemui Haluan di sela-sela latihan di Lapangan Voli Pasir Komplek Gor Haji Agus Salim mengungkapkan, Sumbar akan mengirim delapan atlet binaan Disdikpora Sumbar, hasil seleksi yang digelar beberapa waktu lalu ke Kejurnas tersebut. Mereka terbagi atas dua pasang putra dan dua pasang putri, yakni Abraham linkoln berpasangan dengan M. Ikbal, Rezki Dwi Saputra berpasangan dengan Fadisaputra, Melina Puspitasari berpasangan dengan Viola Dwi Elpantini, serta Yurisadola Marisa berpasangan dengan Dahlia Yuturi. “Lawan-lawan kita memang dari seluruh provinsi di Indonesia, namun kita tetap harus optimis untuk mampu memberikan penampilan yang maksimal pada setiap laga,” tukas Koyal. (h/rio)

RIO

LATIHAN PANAH — Dua atlet panah dari klub Sekora tengah berlatih untuk peningkatan kemampuan teknik memanah di lapangan panahan Sekora, Tabing

Pemanah Sekora Pertajam Teknik

PADANG, HALUAN – 20 pemanah klub Sekora ikuti skoring serta evaluasi teknik memanah, di Lapangan Panahan Sekora, Pasir Putih, Tabing, Padang Minggu (16/10). Kegiatan yang digelar pengurus klub Panahan Sekora tersebut bertujuan untuk persiapan mengikuti seleksi tim Pra Kualifikasi PON yang akan digelar Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Sumbar pada 30 Oktober mendatang. Pelatih klub Sekora, Djamar Tanjung kepada Haluan menjelaskan skoring tersebut memper-

tandingkan nomor ronde vita dengan jarak 20 meter yang diikuti 15 pemanah putra dan 5 putri. “Untuk tahap awal, hasil ini sangat bagus dan menggembirakan. Mereka yang ambil bagian adalah pemanah yang dibina Yayasan Sekora. Anak-anak ini nantinya yang bakal mengikuti Seleksi Pra PON, karena kami sudah melihat potensinya,” ujar Djamal Tanjung didampingi Aprinaldi, salah seorang pengurus klub panahan Sekora, serta juga Sekum Perpani Sumbar. Sementara pemanah yang memiliki catatan angka tertinggi saat skoring itu diantarnya Jaya Har-

tono, dimana pada hari Sabtu (15/ 10 mencatat skor 670 dan pada Minggu (16/10) 657. Rahmadison hari pertama dan kedua masingmasing 729 dan 647. “Saya sudah bisa fokus, namun kadang masalahnya suka ingin melihat hasilnya segera, dengan menurunkan panah. Padahal itu tidak baik,” ungkap Jaya Hartono. “Saya anggap semua batu. Jadi kami bisa memanah dengan baik dan itu yang diajarkan pelatih,” timpal Rahmadison. Selain Jaya Hartono dan Rahmadison di kelompok putra, di kelompok putri juga tampil yang terbaik diantaranya Kartika. (h/rio)

kan poin 255 atau unggul 13 poin dari saingan terdekatnya, Keanon Santoso dari Team TKM Racing (DKI) dan 18 poin atas Rafasadia Salmun dari Team AUS Motorsport (DKI). Berkat jumlah poin tersebut, Dana berhak meraih gelar Juara Umum RMC Indonesia 2011. Sukses ini mengulang kejayaan Dana yang pada 2010 lalu juga berhasil keluar sebagai Juara Umum Asia Max Challenge di kategori yang sama. "Dana adalah hasil bukti dari kerja keras tim dan program yang kami jalankan selama ini. Saya sangat berterima kasih atas dedikasi dan kerja sama seluruh anggota tim Red White Racing dalam membantu mewujudkan impian pembalap muda berbakat kami ini," kata Stanley Iriawan, mantan atlet nasional otomotif. Hasil yang diraih Dana tentu sangat membanggakan, mengingat ini adalah kejuaraan nasional pertama di kategori 8-12 tahun yang direbut oleh pembalap dari Pulau Sumatera, khususnya wakil dari Pengda IMI Sumbar.(ant)

NET

Voli Pantai Junior Targetkan 4 Besar

"Balapan ini akan diikuti lebih dari 80 pebalap dari berbagai belahan dunia dan selain Dana, panggilan pebalap itu, Indonesia juga akan diwakili Presley Martono (11 tahun) dari DKI Jakarta," kata Tim Manajer Red White Racing, Stanley Iriawan di Jakarta, Senin. Sebelumnya, katanya, pembalap karting Red White Racing Team yang mewakili Pengda IMI Sumatera Barat (Sumbar) itu tampil sebagai Juara Umum Rotax Max Challenge (RMC) Indonesia 2011 kategori Micro Max (8-12 tahun). Hasil tersebut, berhasil ditoreh pembalap berusia 10 tahun itu di putaran final RMC yang dilangsungkan sepekan setelah kejuaraan AKOC Seri III di Sirkuit Internasional Sentul di Bogor. Dana mengungguli 16 peserta lain di final yang berlangsung ketat. Dalam ajang yang berlangsung tiga seri ini Sentul, Surabaya dan Sentul ini Dana berhasil memenangkan klasemen umum seri ini. Dana berhasil mengumpul-

PERDANA Putra bersiap di garis start di ajang Go Kart nasional. Remaja asal Sumbar ini dipersiapkan ke ajang internasional di Italia mewakili Indonesia

SEA Games XXVI

Indonesia

Venues Siap Dipasang Penghitung Skor

ANTARA

VENUE TENIS SEA GAMES. Sejumlah penonton menyaksikkan laga turnamen tenis Piala Gubernur Sumsel yang sekaligus merupakan ajang test event Sea Games XXVI di Lapangan Tenis, Kompleks Olah Raga Jakabaring, Palembang, Sumsel, Minggu (16/10). Sejumlah cabang olah raga antara lain tenis, voli pantai, sepatu roda, digelar di Kompleks Olah Raga Jakabaring, sebagai uji coba arena (test event) Sea Games XXVI yang akan diselenggarakan pada 11-22 November mendatang.

PALEMBANG, HALUAN — Tiga venues SEA Games XXVI (akuatik, atletik, dan menembak) di Komplek Olahraga Jakabaring Palembang, siap dipasangi perangkat elektronik penghitung skor, setelah pembangunannya rampung, kata Ketua Komite Pembangunan Venues SEAG Sumsel, Rizal Abdullah. "Mengenai pekerjaan pembangunan fasilitas gedung bisa dikatakan selesai, dan kini tinggal melakukan pemasangan beragam peralatan elektronik untuk kepentingan pertandingan," kata Rizal, di Palembang, Senin. Dia menerangkan, untuk lapangan tembak direncanakan memasang "electronic scoring board" pada Selasa (18/ 10). "Peralatan "electronic scoring board" untuk lapangan jarak tembak 25 meter, 10 meter, 50 meter, dan final, direncanakan tiba di Palembang pada Senin ini. Nanti proses perakitan dan

pemasangannya membutuhkan waktu kurang lebih satu pekan," ujar dia. Dia melanjutkan, lapangan tembak itu diharapkan akan siap digunakan untuk ajang tes event yang direncanakan 28-29 Oktober mendatang. "Untuk lapangan tembak bisa saya pastikan dapat dipakai pelaksanaan tes event, namun bagian luarnya, seperti taman dan pohon-pohon membutuhkan waktu lebih lama. Tergantung juga dengan cuaca di Kota Palembang," kata dia lagi. Sikap optimistis itu juga pada venue atletik, ujar Rizal. "Untuk fasilitas atletik pembangunannya juga sudah selesai, dan tinggal memasang peralatan foto finish dan scoring board. Peralatannya direncanakan diberangkatkan dari Malaysia pada 18 Oktober, yang diharapkan tiba di Palembang pada 21 Oktober nanti," ujar dia pula.

. . AAM ALZUNAZ ANUGRAH MANDIRI

Sedangkan, untuk Stadion Akuatik tinggal memasang "bulk head" (alat pengubah panjang kolam renang dari 50 meter ke 25 meter, Red) yang saat ini sudah tiba di Pelabuhan Boom Baru Palembang. "Rencananya Senin ini bulk head dan scoring board dipasang, sehingga ajang tes event fin swimming pada 2123 Oktober nanti akan siap digunakan," ujar dia. Rizal tidak memungkiri, ketiga venues itu (lapangan tembak, atletik, dan akuatik) sangat menjadi sorotan, mengingat belum juga rampung seratus persen pada satu bulan menjelang SEAG berlangsung, 1122 November mendatang. "Memang sebagian pihak meragukan kesiapan venue atletik, akuatik, dan menembak. Tapi, saya bisa yakinkan bahwa ketiga venues itu akan selesai dan siap digunakan pada SEA Games nanti," ujar dia.(ant)

PT. ALZUNAZ ANUGRAH MANDIRI Jl. Veteran No. 98 Padang 25115 Telp. 0751 - 811 687 Fax. 0751 - 241 52 e-mail : alzunaz_anugrahmandiri@yahoo.co.id

E .W EAST WEST

COLLEGE

NGGAK LULUS UMPTN !? ANDA NGGAK PERLU PUTUS ASA.. SIAPAPUN ANDA... BELUM BEKERJA...

LET'S GO !!! BERGABUNG DENGAN EWC (East West College) Lembaga Pendidikan Perhotelan di Negeri 9 Malaysia Lansek Manih FM (LANIS FM) Frequensi (FM) 93,6 MHz (FM) Power Suport 1000 Watt ( Blues 30 NV) Alamat Studio/Office : Jl.Sudirman No.191 Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Telp. ( 0754) 20173-20553 Fax. 0754.20158 Email : lansekmanihfm@yahoo.co.id LANSEK MANIH FM “ Penyampai Informasi Pembangunan dan Penyejuk Hati Anak Nagari”

LANGSUNG BEKERJA DI HOTEL BINTANG 5 MALAYSIA

PROGRAM SINGKAT 1-3 bulan tamat langsung bekerja di Hotel Bintang 5 di Malaysia dengan gaji standar Luar Negeri.

Uang kuliah bisa dicicil setelah bekerja. Tunggu apa lagi...

RA !!! E G E S R A T F A D

EAST WEST COLLEGE

Contact Person :

Pak Cik : 0812 675 9909 Pak Zul : 0813 7494 5555

SEA Games ke-26 di Indo pertandingan pada dua kota dan DKI Jakarta.


8

SELASA, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

GUBERNUR: BUTUH RENSTRA

YULDAVERI

FOTO bersama peserta pelatihan API di PMI Cabang Tanah Datar.

PMI Tanah Datar Gelar Pelatihan BATUSANGKAR, HALUAN — Palang Merah Indonesia [PMI] Cabang Tanah Datar mengadakan pelatihan spesialisasi pertama {API} bagi pengurus dan relawan PMI se Tanah Datar, Selasa [17/10] bertempat di Hotel Pagaruyung Dua Batusangkar. Pelatihan tersebut dihadiri Ketua PMI Sumbar, diwalili H. Sunardi, Ketua Umum PMI Cabang Tanah Datar, Ny. Betti M. Shadiq dan juga diiluti oleh relawan dari PMI Cabang se Sumbar. Pelatihan ini bertujuan antaralain mengurangi resiko bencana secara terpadu berbasis masyarakat dan adaptasi perubahan iklim yang didanai kerjasa PMI Sumbar dengan Palang Merah Canada. Instrukturnya berasal dari PMI pusat, propinsi Sumbar dan dari DPBD Tanah Datar. Ketua Umum PMI Cabang Tanah Datar, Ny. Betti M. Shadiq mengemukakan, prinsip dasar dari PMI adalah kemanusiaan, kebersamaan, keseimbangan dan netral dengan tujuan menolong sesama manusia, dengan tidak memandang agama dan negara.” Sesuai dengan tugas pokoknya PMI untuk melaksanakan tugas kemanusiaan dalam penanggulangan bencana, perlu kesiapsiagaan relawan dalam bertugas, pelatihan API merupakan betuk kesiapsiagaan dengan akan dibekalinya para relawan dengan kempuan, ilmu dan keahlian,” ujarnya. Sementara itu Ketua PMI Sumbar, diwakili H. Sunardi pada acara tersebut mengatakan, relawan yang terlatih harus siap menjadi orang terpilih mendapat keterampilan dan keahlian sebagai bekal dan kemampuan untuk terjun sebagai tenaga kemanusiaan. Turut memberikan sambutan Sedangkan Bupati Tanah Datar, diwakili Kepala Dinas Kesehatan.(ydv)

RUMAH YOSRIZAL LUDES

Api Padam, Damkar Baru Datang

PAINAN, HALUAN — Sebuah rumah permanen milik Yosrizal 41 th warga Koto Kandih kecamatan Lengayang Pessel hangus terbakar beserta isinya, api diduga akibat konsleting arus listrik, kemudian kerugian diperkirakan sekitar Rp 100 juta dan tidak ada korban jiwa, kejadian sekitar jam 04.00 WIB Senin (17/10). Peristiwa kebakaran tersebut cepat diketahui oleh masyarakat, dalam kondisi tersebut masyarakat secara terpadu berupaya memadamkan api dengan mengunakan peralatan seadanya berupa ember dan panci, akibat kejadian tersebut seluruh isi rumah termasuk barang berharga hangus terbakar. Muin 44 th warga setempat mengatakan, pristiwa kebakaran ini cukup mengundang perhatian masyarakat, karena dalam waktu relatif singkat TKP sudah dibanjiri oleh masyarakat yang datang dari berbagai pelosok seraya memberikan pertolongan memadamkan api Informasi dari keterangan masyarakat di TKP menyebutkan, api diduga membakar bagian loteng rumah, kemudian merambat keseluruh sisi. Kepala BPBD Pessel, Nasyariyadi B setelah mendapatkan informasi dari masyarakat langsung menurunkan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dari Balai Selasa yang berjarak sekitar 30 km dari TKP,namun sesampainya di lokasi ternyata api sudah berhasil dipadamkan oleh masyarakat.(mjn)

Danau Maninjau dan Singkarak Tercemar

PADANG, HALUAN — Kualitas lingkungan dua dari lima Danau alam di wilayah Sumbar, Maninjau dan Singkarak, terus tercemar. Di kawasan kedua danau ini juga terjadi tarikmenarik kepentingan yang berakibat pada terus menurunya kualitas lingkungan danau. Seperti dilansir antara, Senin, Gubernur Sumatera Barat Irwan Paryitno menyatakan, perlu dibuat rencana strategis dalam pengelolaan danau yang ada di daerah itu agar dapat mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi selama ini. “Dari lima danau yang ada di Sumatera Barat, permasalahan yang mengemuka berupa penurunan kualitas lingkungan seperti me nurunnya permukaan air, pencemaran endapan residu serta terjadinya tarik menarik kepentingan ekonomi jangka pendek dengan kelestarian lingkungan, kata Irwan. Untuk itu, menurut dia, penting dibuat rencana detil tata ruang kawasan strategis, khususnya untuk Danau Singkarak dan Danau Maninjau agar dapat mengakomodasi prinsip-prinsip pem-

OBJEK WISATA BANJIR — Pedagang mengantarkan minuman melewati genangan banjir di kawasan objek wisata Pantai Gandoriah Pariaman,Minggu. Sebagian kawasan pantai itu banjir akibat gelombang pasang laut. ANTARA

bangunan yang berkelanjutan. Ia menilai, saat ini pengelolaan Danau Maninjau dihadapkan pada persoalan keterbatasan kemampuan pemerintah daerah, terutama ketersediaan sarana dan parasarana dalam mengatasi permasalahan lingkungan yang terjadi. Kemudian, juga belum disepakati aturan yang menjadi pedoman penataan kawasan Danau Maninjau, kerusakan hutan pada daerah resapan dan budidaya perikanan yang perkembangnya me-

lebihi daya dukung lingkungan. Sementara, untuk Danau Singkarak permasalahan yang dihadapi saat ini berupa rendahnya kemampuan lahan menyimpan air sehingga aliran air permukaan menjadi lebih tinggi. “Hal itu menyebabkan tingginya air permukaan pada saat hujan dan rendah pada saat musim kemarau,” lanjut dia. Selain itu di kawasan Danau Singkarak juga terjadi pencemaran

akibat limbah domestik seperti limbah pasar, hotel dan restoran yang berada di sepanjang danau. Dalam rencana strategis tersebut juga harus mengakomodasi agar masyarakat setempat memiliki akses yang lebih luas untuk kepentingan umum. Menurut Gubernur, juga diperlukan upaya penertiban pemanfaatan lahan di daerah sempadan danau serta mendorong investasi untuk memperbaiki infrastruktur. (dn/ant)


SELASA, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

LINGKAR Harga Cabai di Pekanbaru Turun PEKANBARU, HALUAN — Harga cabai merah di Kota Pekanbaru, mulai turun karena pasokan komoditas itu banyak membanjiri pasar dari daerah di luar Provinsi Riau. “Harga cabai mulai berangsur turun, tapi belum sampai ke harga normal,” kata seorang pedagang, Fatmawati, di pasar Dupa Pekanbaru, Senin (17/10). Ia menjelaskan, harga cabai merah pada pekan lalu berkisar Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram (Kg). Namun, harga komoditas itu mulai turun ke harga Rp28.000 per Kg. Sedangkan, harga cabai rawit dan cabai hijau kini masing-masing mencapai Rp26.000 dan Rp24.000 per Kg. Menurutnya, kenaikan harga cabai beberapa waktu lalu disebabkan pengaruh musi panen di daerah penghasil. Pasokan cabai di Pekanbaru cenderung berfluktuatif dan dipengaruhi kondisi di daerah pemasok seperti dari Jawa, Bukittinggi, dan Medan. “Harga cabai naik itu disebabkan oleh musim panen atau tidaknya di tempat tersebut dan juga distributor penyalur yang ongkosnya semakin tinggi,” katanya. Seorang konsumen, Maryati, mengatakan harga cabai hingga kini belum juga normal setelah terus naik setelah Lebaran lalu. Menurut dia, seharusnya harga normal cabai berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per Kg. “Harga cabai belum kembali ke normal, jadi untuk mengakalinya membeli tidak terlalu banyak dan diganti dengan lada,” kata Maryati yang beprofesi sebagai pedagang nasi rames. (hr/ant)

RIAU DAN KEPRI 9 Warga Desak Pulau Berhala Dikembalikan ke Kepri TANJUNGPINANG, HALUAN — Massa beberapa organisasi kemasyarakatan berunjuk rasa di Kantor Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau, mendesak pemerintah pusat mengembalikan Pulau Berhala ke wilayah Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau. “Kami minta Pulau Berhala dikembalikan ke Kepulauan Riau (Kepri), karena secara hukum dan historis berada di wilayah Pemerintahan Lingga bukan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi,” kata Agus Syaputra, koordinator

aksi dari Dewan Pemuda Melayu Indonesia (DPMI), Senin (17/10). Massa DPMI bergabung dengan Forum Silaturahmi Masyarakat Lingga dan Ikatan Mahasiswa Lingga di Tanjungpinang. Dalam aksi tersebut, Mastur Taher, mantan Bupati Kabupaten Bintan juga ikut berorasi. Mastur mengatakan, Kabupaten Lingga dimekarkan dari Bintan pada tahun 2003. Dalam UU Nomor 31/2003 tentang Kabupaten Lingga, Pulau Berhala masuk dalam wilayah admnistrasi Pemerintahan Lingga. “Sengketa

kepemilikan Pulau Berhala sudah sekitar 10 tahun lalu dan kami telah memperjuangkan agar Pemerintah Bintan menggugat UU Tanjung Jabung Timur,” ujar Mastur. Sementara itu, Suwandi dari Forum Silaturahmi Masyarakat Lingga, mengatakan, lepasnya Pulau Berhala merupakan kesalahan Gubernur Kepri, HM Sani dan Bupati Lingga, Daria. “Sani dan Daria tidak optimal mengurus Pulau Berhala sehingga direb’t Jambi,” ujarnya. Berdasarkan Peraturan Menteri

Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 44/2011, Pulau Berhala masuk wilayah administrasi Pemerintahan Tanjung Jabung Timur, Jambi. Pemerintah Kepri berencana menggugat peraturan tersebu ke Mahkamah Agung. “Kami mendukung upaya Pemerintah Kepri untuk menggugat peraturan itu,” katanya. Aksi kelompok massa DPMI berlangsung sekitar 2 jam. Kemudian massa dari Forum Komunikasi Putra Putri Polri, yang bergabung dengan Himpunan

Jembatan Riau-Malaka Perlu Kajian Mendalam

PEKANBARU, HALUAN — Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau, Ayat Cahyadi mengatakan, dibutuhkan pengkajian matang sebelum merealisasikan pembangunan jembatan Riau-Malaka, Malaysia.

Dua Warga Hilang di Perairan Tanjung Sauh

DPRD Tanggapi Tudingan Mafia Anggaran BATAM CENTRE, HALUAN — Pernyataan pengamat ekonomi Universitas Raja Ali Haji (UMRAH), Rafki Rasyid, terkait ada dugaan mafia anggaran membuat anggota DPRD Kota Batam gerah. Rasa kegerahan sejumlah wakil rakyat atas pernyataan tersebut, akhirnya ditanggapi dengan serius. Ketua komisi I, Basri Harun meminta Rafki agar tidak hanya berani buka-bukaan di media masa. Tapi tunjukkan lah, bila ada bukti dan fakta terkait keterlibatan oknum anggota DPRD yang terlibat dalam kasus dugaan mafia anggaran tersebut. “Selaku ketua komisi I, tentu saya sangat serius menanggapi pernyataan Rafki yang dimuat di media itu. Jangan hanya bilang dugaan, tapi sebaiknya tunjukkan buktibukti hukum yang melibatkan oknum anggota dewan seperti yang disampaikan dia (Rafki),” tegas legislator dari Partai Hanura, Senin (17/10). Kata Basri, bila berbicara tentang dugaan mafia anggaran, tentu sudah masuk ke pidana. Dan kalau kita bicara mengenai hukum, maka harus ada pembuktian yang jelas. Namun tidak ada bukti dan data, makanya jangan sekali-kali memberikan pernyataan seperti itu. Karena bisa saja pernyataan ini justru menimbulkan sebuah fitnah yang sangat kejam terhadap anggota DPRD Kota Batam. Pensiunan perwira Polri berpangkat Kombes dan juga sebagai anggota badan anggaran (Banggar) DPRD Kota Batam ini juga berjanji, apabila Rafki mampu membuktikan adanya dugaan keterlibatan oknum anggota dewan dalam mafia anggaran, tentu dewan tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas berupa sanksi-sanksi sesuai tatatertib DPRD. Bila perlu diproses secara hukum. “Kita tidak mau difitnah seperti itu. Dan kita juga tidak akan melindungi, apabila ada oknum anggota dewan yang terlibat dalam mafia anggaran sebagaimana yang disampaikan sudara Rafki. Tapi asalkan Rafki mampu membuktikan fakta atau bukti-bukti tentang keterlibatan oknum di dewan,” tantang Basri Harun. (hk/lim)

SUTANA

DEMO — Puluhan masa yang mengatasnamakan, Dewan Pemuda Melayu Islam (DPMI) Kepri menggelar demo di Kantor Gubernur Kepri, Senin (17/ 10). Mereka menuntut agar Pemerintah Jambi mengembalikan Pulau Berhala ke wilayah Kepri

Polisi Buru Penimbun Solar

BATAM, HALUAN — Polresta Barelang, Kepri sudah mengantongi sejumlah pelaku yang diduga kuat telah menimbun solar. Sementara itu, oknum aparat terkait yang diduga sebagai penimbun solar dalam penangkapan lori pada Selasa (11/10) lalu, kini terus menjalani pemeriksaan berikut sopir dan pemilik lorinya. Termasuk penangkapan lori Kamis (13/10) lalu. Kini polisi terus memburu pelaku berikutnya. Tim Khusus (Timsus) yang dibentuk jajaran Polresta Barelang sudah bekerja memonitor di lapangan. Polisi tidak segan-segan akan menindak tegas para pelaku yang bermain bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Sejumlah lokasi yang dicurigai sudah dikantongi polisi. “Tolong jangan terlalu dibesar-besarkan, kasian anggota sudah bekerja keras di lapangan memantau para pemain solar ilegal ini. Khawatir mereka mengetahui kerja kita, kemudian lari menghilang,” katanya. Banyak mata rantai dalam kasus kelangkaan BBM jenis solar di Batam, katanya tidak menuntut kemungkinan banyak mafia yang terlibat dalam kasus ini. Dari mulai sopir, pemilik armada (lori), pihak SPBU, konsumen atau penadah

hingga aparat terkait. “Semua akan kita telusuri jaringannya hingga tuntas, karena para pelaku ini diduga kuat penyebab kelangkaan solar di Batam. Sudah jelas perbuatannya sangat merugikan masyarakat,” ujar Yos. Kata Yos, dengan tertangkapnya pemain solar ilegal di SPBU 1429 4737 Tanjungpiayu, Kamis (13/10) dan penangkapan lori di SPBU Simpang Jam, Baloi pada Selasa (11/ 10). Menjadi sebuah gambaran bahwa banyak pemain solar ilegal di Batam. Satu persatu para pelaku akan tertangkap, sambil menunggu informasi anggota bekerja di lapangan, polisi akan terus memproses para pelaku yang sudah tertangkap untuk diproses secara hukum. “Dua pemilik lori bernama Agus dan Hendrik dan dua sopir Yusardi dan Janes kini terus menjalani pemerikasaan, Mereka ditangkap dengan jaringan yang berbeda dan pemilik berbeda. Selanjutnya kita juga akan menelusuri keterlibatan pihak lain yang bermain di belakang layar,” ujarnya. PT Dwi Cipta Sejahtera sebuah perusahaan penyewaan alat berat diduga melakukan penyalahgunaan solar bersubsidi untuk kepentingan menggerakan alat beratnya. Peru-

sahaan tersebut sejak lama mengerjakan proyek-proyek pemerataan dan penimbunan di sekitar wilayah Tanjunguncang dan Batuaji. “Betul dia menggunakan solar subsidi untuk menghidupkan alat beratnya,” ujar M Damanik mantan sopir perusahaan rental alat berat tersebut kepada wartawan akhir pekan kemarin. Kata Manik sapaanya, modus yang dilakukannya sama halnya dengan para pemain solar ilegal dengan melansir ke SPBU-SPBU. (hk/tea)

“Pengkajian itu harus dilakukan secara bersama antara Pemerintah Provinsi Riau dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat,” kata Ayat Cahyadi di Pekanbaru, Senin (17/10) Mulai dari aspek kerjasama antara Pemerintah Malaysia dan Indonesia menurut dia butuh dikaji mendalam, apakah memberikan keuntungan, dan seberapa besar keuntungannya terhadap Riau sendiri, khususnya pada sektor perekonomian masyarakat. “Jika pembangunan jembatan Riau-Malaka tidak mendatangkan keuntungan yang berarti terhadap masyarakat di Riau sendiri, atau justru berpotensi menimbulkan konflik, sebaiknya rencana ini jangan diteruskan,” katanya. Menurur Ayat Cahyadi, masih banyak yang harus dibenahi di dalam negeri sendiri, khususnya Riau yang tentunya masih begitu banyak persoalan terutama infrastruktur. “Lihat saja jalan-jalan yang ada di sekitar kabupaten/kota yang ada di Riau, masih banyak rusak. Selain itu, banyak juga pulau-pulau kian tertinggal karena tidak ada jembatan penghubung antara pulau satu dengan lainnya,” ujarnya. Persoalan-persoalan lokal ini dulu yang sebaiknya menurut Ayat Cahyadi harus difikirkan oleh pemerintah agar taraf perekonomian masyarakat lokal dapat lebih maju. “Selain itu, saya juga yakin, realisasi pembangunan jembatan RiauMalaka akan dominan atau lebih menguntungkan pihak Malaysia. Karena selama ini yang selalu ‘ngotot’ itu mereka (Malaysia),” ujarnya. Untuk itu, kata dia, se-

baiknya pemerintah daerah lebih jeli dalam merespon atau melihat hal ini, jangan hanya karena kepentingan segelintir orang atau kelompok, masyarakat luas yang menjadi sengsara. “Harapan saya sebagai wakil rakyat, pemerintan agar lebih memperhatikan kondisi infrastruktur dalam negeri terlebih dahulu dan jangan jauh-jauh ‘bermimpi’ untuk membangun jembatan Riau-Malaka yang belum tentu menguntungkan masyarakat lokal,” lanjutnya. Di tempat terpisah, pengamat perekonomian dari Universitas Riau Drs Restu MSi berpendapat sama. Menurutnya, rencana pembangunan jembatan Riau-Malaka tidak akan mendatangkan keuntungan seimbang bagi Indonesia, dan justru lebih menguntungkan Malaysia. “Keuntungan bagi Indonesia khususnya Riau hanya kelancaran mobilitas menuju negeri tetangga itu. Tapi secara global, keuntungan ekonomi lebih banyak ke Malaysia,” kata Restu di Pekanbaru. Sejauh ini Pemerintah Provinsi Riau telah melakukan berbagai upaya agar rencana pembangunan jembatan RiauMalaka dapat terwujud. Salah satunya yakni dengan berkoordinasi bersama sejumlah pejabat dalam negeri agar jembatan Riau-Malaka menjadi proyek nasional. Selain itu, Gubernur Riau HM Rusli Zainal menyatakan optimisme rencana tersebut akan terealisasi mengingat keseriusan Pemerintah Malaysia untuk turut mendanai rencana pembangunan jembatan akan terjulur di Selat Malaka dengan panjang mencapai lebih 40 kilometer itu. (hr/ant) SUTANA

TANJUNGPINANG, HALUAN — Dua dari enam orang warga Telaga Punggur, Batam, hilang di perairan Tanjung Sauh, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. “Keenam orang warga Punggur itu beserta pompong yang digunakan untuk memancing di perairan Tanjung Sauh pada Minggu siang (16/10) tenggelam diterjang angin puting beliung,” kata petugas Bandar Pelabuhan Punggur, Nuryanto, Senin (17/ 10). Petugas SAR, Polair Batam dan TNI AL hingga masih mencari kedua korban. Sementara Kepala Dinas Penerangan Lantamal IV/Tanjungpinang, Mayor Janes Sitanggang, mengatakan, pompong tanpa nama tersebut tenggelam diterjang ombak dan angin kencang. Warga yang berhasil diselamatkan adalah Laroni, Jefri dan Yonki, sementara seorang lainnya yang berhasil selamat belum diketahui identitasnya. Sedangkan salah seorang warga Punggur belum berhasil ditemukan Yan, seorang lagi belum diketahui identitasnya. Pencerian kedua korban itu terkendala dengan cuaca buruk disertai angin kencang di sekitar Tanjung Sauh. Saat ini, Yan, tekong pompong tersebut masih diperiksa Polair Batam. Ia mengimbau, nelayan maupun warga yang ingin memancing ikan di perairan dalam perlu mewaspadai angin kencang dan ombak besar. Sebaiknya, warga maupun nelayan tidak menggunakan pompong atau sampan di perairan yang jauh dari bibir pantai. “Ombak dan angin kencang membahayakan keselamatan,” katanya.(hk/ant)

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Maritim Raja Ali Haji memasuki lokasi aksi, bergabung dengan, massa dari DPM. Massa dari DPMI, Forum Silaturahmi Masyarakat Lingga dan Ikatan Mahasiswa Lingga di Tanjungpinang, berpindah dari lokasi aksi yang dijaga oleh polisi dan Satpol Pamong Praja Pemporov Kepri ke depan gedung DPRD Kabupaten Bintan. Kelompok massa lain mulai pagi hingga siang unjuk rasa di depan Degung Daerah, di Tanjungpinang. (hk/ant)

KMP LOME — Direncanakan Jumat (21/10) ini siap beroprasi dengan tujuan TanjungpinangTanjung Balaikarimun. Dinas Perhubungan Kepri telah beberapa kali merencanakan beroprasinya KMP LOME ini namun selalu batal dengan berbagai alasan.

Siswa SMKN I Karimun Belajar di Lantai

KARIMUN, HALUAN — Komisi A DPRD Karimun yang membidangi pendidikan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Karimun di Jalan Bati, Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, Senin (17/10) kemarin. Tujuh anggota Komisi A yakni Wakil Ketua Syahril, Sekretaris Anwar Abu Bakar dengan anggota Jamaluddin, Anwar Hasan, Sujoko, Komaruddin dan Zulfikar terkejut ketika menyaksikan puluhan siswa kelas X duduk di lantai saat belajar di ruang prakter komputer dan ruang praktek CNC. Di ruang praktek komputer ditemukan puluhan siswa kelas X PKJ 1 yang didominasi perempuan duduk berkelompok sambil

mendenarkan guru mereka mengajar. Di ruangan itu, terdapat 20 unit komputer, sedangkan yang bisa dipakai hanya 7 unit saja. Sementara, di ruang labor CNC, juga ditemui siswa yang belajar sambil mengaso di lantai. Siswa yang semuanya laki-laki tersebut tengah belajar praktek, di depan mereka teronggok satu unit mesin CNC tanpa pernah dipergunakan. “Sejak kapan kalian belajar sambil duduk di lantai ini, apa nggak capek” ujar Anwar Hasan, salah seorang anggota Komisi A. “Sejak pertama sekolah Pak. Ya pasti capeklah, pinggang serasa mau putus. Kadang kami belajar hingga tiga jam di ruang praktek ini,” jawab beberapa siswa tersebut.

Awalnya, tujuan anggota Komisi A melakukan sidak ke SMK 1 hanya untuk memastikan mesin CNC yang merupakan bantuan dari Dinas Pendidikan Kepri tahun 2008 senilai lebih dari Rp400 juta apakah sudah dipakai atau belum karena informasinya selama berada di sekolah tersebut, mesin itu sama sekali tidak pernah terpakai. Kenyataannya, mesin tersebut belum pernah dipergunakan sama sekali dengan alasan sekolah itu belum dilengkapi mesin bubut. Begitu juga alat audio di labor bahasa sama sekali tidak pernah dipergunakan untuk kepentingan siswa. Beberapa siswa kelas X ketika ditanya Jamaluddin mengaku selama menjadi siswa di

SMK tersebut, mereka mengaku tidak pernah menggunakan alat audio tersebut. “Belum pernah Pak, melihat saja kami belum. Memang kami dengar alat itu ada di labor bahasa. Namun, kami sendiri belum pernah menggunakannya,” ujar dua siswa kelas X saat berada di koridor sekolah. Jamaluddin menyebut banyak kejanggalan yang terjadi di SMK tersebut, diantaranya satu labor yang seharusnya dijaga oleh seorang toolman (asisten guru bengkel) ternyata satu toolman menjaga tiga labor sekaligus. Seperti yang dilakukan Zulmansyah, toolman labor listrik, elektro dan labor audio video (AV). Parahnya lagi, Zulmansyah hanyalah tamatan SMP.

Zulmansyah mengaku masih banyak yang tidak mengetahui nama dan fungsi alat yang dijaganya tersebut. Mendengar pengakuan pegawai yang diangkat sejak 2006 tersebut, Jamaluddin gelenggeleng kepala. “Sebagai seorang toolman, tentunya anda tahu fungsi dari seluruh alat-alat yang anda jaga ini kepada siswa. Kalau mereka tanya anda mau menjawab apa sedang anda sendiri tidak mengetahuinya,” ujar Jamaluddin. Kenyataan yang sama juga terjadi pada labor las, M Yusuf, toolman labor tersebut ternyata juga tamatan SMP. Sama dengan Zulmansyah, ia sendiri juga banyak yang tidak mengetahui apa nama dan jenis alat yang ada di labor tersebut. (hk)


10 LUAR NEGERI

SELASA, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

MENHAN MALAYSIA

LINGKAR

Tak Ada Kebijakan Caplok Negara Lain

Memoar Saddam akan Diterbitkan

BAGDAD, HALUAN — Putri tertua Saddam Hussein, Raghad Saddam Hussein, 41 tahun, berencana menerbitkan buku harian hasil tulisan tangan ayahnya. Namun, Ragdad belum menemukan penerbit yang mau mencetak dan mendistribusikan memoar mantan Presiden Irak tersebut. Haitham al-Harash, pengacara Ragdad mengatakan kliennya tengah bernegosiasi dengan sebuah penerbit untuk menerbitkan buku tersebut. Ragdad mensyaratkan hak dari penjualan buku tersebut masuk ke kantong keluarganya. “Buku itu nantinya akan mengisahkan penggulingan Saddam oleh AS,” papar Haitham membocorkan isi buku tersebut, seperti dikutip al-arabiya.net, Senin (17/10). Sebelumnya, Oktober 2009 lalu, Kepala Badan Pertahanan Saddam, Khalil al-Dulaimi menulis sebuah buku berjudul ‘Saddam Hussein dari Penjara AS.. Inilah yang Terjadi’. Dulaimi mengklaim buku tersebut merupakan memoar asli Saddam yang kemudian dibantah Ragdad. Sementara itu, pihak Interpol, hingga kini mencari Ragdad atas tuduhan terorisme. Ragdad diburu interpol atas tuduhan pendanaan teroris dan skenario serangan terhadap pasukan koalisi. Menurut informasi terakhir, Raghad dan keluarganya hidup di bawah perlindungan keluarga kerajaan Yordania.(rep)

JAKARTA, HALUAN — Pemerintah Malaysia tidak pernah punya kebijakan dan tidak berniat mencaplok wilayah negara lain termasuk Indonesia. Kalau ada masalah politik, harusnya diselesaikan secara politik. Jangan dipolitisasi.

San Diego Kota Paling Beruntung WASHINGTON, HALUAN — Bukan Las Vegas atau New York melainkan San Diego, yang terpilih menjadi kota terbaik dan penuh keberuntungan di AS. Demikian daftar peringkat kota terbaik yang dirilis sebuah majalah pria ternama di AS. San Diego mengalahkan Baltimore, Phoenix, Wilmington, Delaware dan Richmond. “Keberuntungan merupakan bentuk keajaiban dalam dunia modern,” kata David Zinczenko, Pemimpin Redaksi majalah tersebut, seperti dikutip Al-arabiya.net, Senin (17/10). David mengatakan masyarakat perlu percaya dengan keberuntungan. Dengan keberuntungan, masyarakat akan memenangkan sistem acak dalam kehidupan. “Dan saat anda menyebutkan sesuatu, anda akan merasa menang,” ujarnya. Kemenangan San Diego tidak terlepas dari keberadaan maniak judi, pemenang lotere, jumlah lubang dalam lapangan golf, memiliki cuaca bersahabat, minim kejatuhan benda angkasa dan tingkat utang yang rendah. Pemenang lotere berasal dari San Diego. Kota ini tercatat memiliki tingkat kematian rendah kilat saat badai dan benda jatuh,” katanya. Sementara Las Vegas, pusat judi di AS, tidak masuk jajaran lima besar. “Las Vegas beruntung masuk 10 besar. Yang terpenting adalah, tidak akan ada Las Vegas, jika penjudi dari kota ini beruntung,” katanya. Nasib kurang beruntung justru menimpa kota Virginia. KOta ini gagal menjadi yang terbaik lantaran mencatat tingkat kematian tertinggi akibat jatuhnya benda lain dan tidak memiliki penjudi atau pemenang lotere. (ant)

Gadis Tewas Diinjak Gajah Sirkus HANOI, HALUAN — Polisi di Vietnam mengatakan gajah sirkus telah menginjakinjak sampai mati seorang penonton. Sumber lain menyebut gadis itu menyelinap ke lokasi kandang gajak untuk memberi makan. Pham Ngoc Tien, pejabat kepolisian Provinsi Lao Caidi utara mengatakan gajah itu adalah bagian dari rombongan sirkus dari Hanoi yang melakukan tur 10 hari di provinsi itu. Dia mengatakan gajah saat kejadian diikat di halaman belakang yang berpagar. Tien mengatakan, gadis 11 tahun dan beberapa anak lainnya menyelinap ke halaman belakang. Gadis itu hendak memberi makan gajah ketika tiba-tiba sang gajah mengangkatnya dengan belalainya, melemparkan dirinya ke tanah dan menginjak-injaknya berkali-kali.Tien mengatakan gadis itu meninggal di tempat kejadian beberapa saat kemudian. Polisi sedang menyelidiki kenapa gajah menjadi seberingas itu. (ap)

Israel Harus Cabut Blokade Gaza GAZA, HALUAN — Anggota Dewan Legisaltif Independen Jamal Khudri, ketua komite rakyat anti blokade, mengatakan bahwa penjajah Zionis Israel telah kehilangan seluruh alasan melanjutkan blokade terhadap Jalur Gaza, setelah dicapainya kesepakatan pertukaran tawanan dan berlanjutnya gen catan di Jalur Gaza. “Bahwa berlanjutnya blokade yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza harus dihadapi dengan tekanan internasional untuk membentuk kekuatan penekan pada penjajah Zionis Israel untuk mengakhiri penderitaan orang-orang Palestina,” ujar Khudri seperti dikutip info palestina, Ahad. Dia menyatakan bahwa blokade Gaza ilegal, tidak sah, tidak bermoral dan bertentangan dengan hukum internasional. Dia menyerukan ada tekanan HAM untuk mengakhiri blokade terhadap Jalur Gaza. Dia menyerukan ada tekanan terbesar dari pihakpihak internasional dan HAM khususnya di tengah jalan keluar penting di ranah Palestina dalam banyak persoalan. (rep)

REUTERS

HARI PEMBERANTASAN KEMISKINAN — Seorang bocah bermain di bawah jembatan di tepi Sungai Bagmati, Kathmandu, Nepal, Senin (17/10). Tanggal 17 Oktober diperingati di seluruh dunia sebagai Hari Pemberantasan Kemiskinan. Nepal adalah salah satu negara termiskin di dunia itu.

Penegasan itu disampaikan Menteri Pertahanan Malaysia Dato Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/10). “Tidak ada kebijakan Malaysia untuk memasuki wilayah negara lain,” tegasnya. Hamidi mengharapkan jika ada beberapa kasus di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia hendaknya itu diselesaikan secara diplomasi melalui perundingan. “Kami antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia telah memiliki komite bersama perbatasan baik untuk wilayah darat maupun laut. Dan terakhir kita akan berunding kembali pada akhir 2011 di Jakarta,” ujarnya. Hamidi mengatakan masalah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, jangan menjadi hambatan untuk mewujudkan hubungan kedua negara yang lebih baik. “Ma-

salah politik, hendaknya diselesaikan secara politik. Tetapi jangan dipolitisasi hingga merusak hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia. Marilah kita selesaikan permasalahan ini dengan baik, hingga hubungan baik kedua pihak tetap berjalan baik,” katanya. Hamidi menegaskan hubungan baik kedua negara harus menjadi prioritas utama dalam menyelesaikan setiap persoalan antara kedua negara, termasuk masalah perbatasan yang kerap terjadi. “Hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia harus terus diperkuat agar tidak mudah dimanfaatkan pihak ketiga yang tidak senang dengan hubungan baik antara kedua negara,” katanya. Jadi, lanjut Hamidi, Malaysia tidak mencaplok wilayah RI termasuk di Tanjung Datuk dan Camar Bulan. (dn/ant)

Pria Bangkrut Keliling Dunia 11 Tahun MONTREAL, HALUAN — Seorang pria berusia 56 tahun asal Kanada yang meninggalkan rumah setelah bisnisnya bangkrut berkeliling dunia dengan berjalan kaki selama 11 tahun. Dia kemudian berkata di hadapan para pendukungnya, Ahad waktu setempat, bahwa kini target barunya adalah mempromosikan perdamaian. Jean Beliveau yang disambut bak pahlawan oleh anggota keluarga, anggota parlemen, dan para pendukungnya di kampung halamannya, Montreal mengatakan bahwa misi yang sebenarnya adalah untuk melobi pemerintah Kanada dan negara lain agar membentuk Kementerian Perdamaian. “Kita semua berbeda dan itulah yang indah dari hidup di Bumi ini perbedaan warna kulit, keyakinan, dan sistem politik,” katanya. “Semuanya merupakan not musik ... kita harus menciptakan harmoni dari perbedaan not itu guna membentuk keselarasan,” kata Beliveau yang berbicara di depan kerumunan massa dengan penuh emosi. Beliveau meninggalkan Montreal saat hari ulang tahunnya yang ke-45 pada 18 Agustus 2000, setelah bisnis kecilnya bangkrut.

Ia kemudian memutuskan untuk berlari keliling dunia guna memupus rasa kecewa yang mendalam. Pria Kanada itu berlari melintasi Atlanta dan Georgia, sebelum akhirnya melambatkan langkahnya untuk mencatatkan rekor jalan kaki terpanjang keliling dunia dengan jarak 75.000 kilometer yang melewati 64 negara. Selama 11 tahun, ia melintasi gurun dan pegunungan. Ia juga sempat jatuh cinta selama sembilan hari di Meksiko, memakai turban dan memanjangkan jenggot ketika berada di Sudan, memakan ular di China, serta dikawal oleh tentara bersenjata di Filipina. Sekembalinya dari perjalanan pada Minggu, Beliveau akhirnya bertemu kembali dengan ibunya, yang tidak pernah dijumpainya selama 11 tahun berada di jalan. Sang ibu memeluk Beliveau dengan erat. Kekasihnya Luce

Iran Membalas Jika Diserang AS

TEHERAN, HALUAN — Pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan, Teheran akan menanggapi dengan keras “tindakan tak pantas” oleh negara besar Barat terkait dengan yang diduga rencana Iran untuk membunuh dubes Arab Saudi untuk Washington, kata televisi negara. “Setiap tindakan tak pantas terhadap Iran, apakah terkait politik atau keamanan, akan dihadapi dengan keras oleh negara Iran,” kata Khamenei, Senin.. Pernyataan Khamenei itu tampaknya merujuk jelas pada tuduhan Amerika Serikat bahwa dua orang Iran yang terkait dengan pasukan keamanan Iran telah merencanakan untuk membunuh duta besar Saudi untuk AS. Iran mengatakan, tuduhan itu tanpa dasar dan telah direncanakan dengan sinis untuk mengucilkan lagi Teheran yang program nuklirnya yang diperselisihkan telah memicu beberapa putaran sanksi internasional terhadap negara itu. Ketika berbicara di provinsi Kermanshah di Iran barat, Khamenei mengatakan Washington telah mengarang tuduhan itu untuk mengalihkan demonstrasi terhadap kerakusan perusahaan. “Dengan mengarang skenario tak berdasar terhadap Iran, para pemimpin Amerika ingin mengalihkan perhatian dari gerakan Pendudukan Wall Street itu,” kata Khamenei. “Sangat tidak enak dan sulit bagi para pemimpin Amerika untuk menerima bahwa bangsa dari sedikitnya 80 negara mendukung gerakan itu.” Washington telah menyerukan tekanan yang meningkat terhadap Iran sejak Selasa ketika negara itu mengungkapkan apa yang disebut sebagai rencana pembunuhan tersebut. Meskipun Iran telah minta Arab Saudi untuk bertindak hati-hati dalam tanggapannya pada tuduhan AS itu, Riyadh telah mengambil langkah pertama untuk melaporkan Iran ke Dewan Keamanan PBB, tindakan yang dapat menimbulkan sanksi baru, kata sebuah pernyataan dari misi kerajaan itu di PBB, sebagaimana dikutip oleh koran Asharq al-Awsat. (ant)

Archambault, yang memberikan dukungan finansial dan emosional selama Beliveau melakukan perjalanan itu, turut menyambutnya dalam pesta perayaan bersama kedua anak dari pernikahan Beliveau yang sebelumnya. Lebih dari 100 pendukung turut berjalan bersama Beliveau dalam beberapa kilometer terakhir yang ditempuhnya di sepanjang jalanan kota Montreal. Beliveau

mengatakan konsep ‘Kementerian Perdamaian’ yang diusungnya diharapkan mampu membentuk sebuah tim yang akan mengajarkan perdamaian kepada para siswa, seperti yang dilakukan Korps Perdamaian Kanada saat ini. Ide tersebut didukung oleh lembaga Masyarakat untuk Promosi Kementerian Perdamaian. “Kita mungkin tidak akan pernah merasakan perdamaian, namun jika kita mengambil

sebuah langkah ke depan, kemudian melangkah sekali lagi, saya rasa kita bisa menciptakan dunia yang lebih baik secara bersama,” kata Beliveau. Archambault, yang setahun sekali terbang untuk mengunjungi Beliveau supaya mereka bisa merayakan Natal bersama, bulan lalu mengatakan bahwa “Saya adalah Penelope-nya, dan dia sang Ulysses.” (ant)

PEMERINTAH KOTA BUKITTINGGI Mengucapkan Selamat & Sukses Atas

DILANTIKNYA SEBANYAK 403 WISUDAWAN/WISUDAWATI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) PERINTIS SUMBAR KE-IX YAYASAN PERINTIS SUMBAR

Oleh Ketua Kopertis Wilayah X (Sumatera Barat, Riau , Jambi & Kepuluan Riau)

Bapak Prof. Dr. Damsar, MA Pada Hari Ini Selasa 18 Oktober 2011 di Rocky Plaza Hotel Jalan Permindo No.40 Padang "Semoga ilmu yang diperoleh wisudawan/wati bermanfaat bagi peningkatan kesehatan masyarakat"

Walikota

Wakil Walikota

Sekretaris Daerah

Ttd

Ttd

Ttd

Ismet Amzis

Harma Zaldi

Yuen Karnova


11

SELASA, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

Jika Reshuffle .............................Sambungan dari Hal.1 Tegak sajalah lagi. Ndak main, ndak anti. Mau apa lagi? Awak terpacit kartu mati. Kartu mati adalah salah satu ungkapan yang menyatakan ceki “jeblok” atau harapan keberhasilaan yang pupus. Bagaimanapun kartu dikocok atau disusun, duduk dikisar dan diputar, tak ada juga tanda-tanda awak akan “gim” atau menang. Biasanya, kalau telah demikian keadaannya, orang yang biasa main akan berhenti saja main. Daripada kalah total. Isi dompet terkikis. Tergadai cincin, jam tangan atau HP? Eloklah tegak saja lagi. Hari demi hari kalah. Kartu, kartu mati. Kabinet Indonesia Bersatu tentulah bukan permainan kartu mati. Menteri-menteri yang dipakai SBY bukanlah ceki buruk, yang sejak dua tahun ini ndak memperlihatkan tanda-tanda akan menyampaikan SBY pada tujuan. Tapi, keadaan terbentang memang seakan demikian. Yang biasa dikocok, disusun dan dipertaruhkan…memag hanya permainan kartu. Misalnya main bridge, remi,

koa, joker atau semacamnya. Bahwa nawaitu dari SBY tidaklah perlu kita ragukan baiknya, yaitu terus menuju ke arah penyempurnaan. Terlepas, apakah pengocokan ulang ini dipengaruhi pihakpihak tertentu, atau memang hasil pertimbangan beliau sendiri. Yang penting hasilnya. Apakah dengan “resapel” buah yang hambar bisa jadi rasa apel? Penggatian anggota kabinet, yang dalam tulisan ini diumpamakan “kartu ceki”, ketika “dimainkan” justru semakin jeblok. Apa lagi yang akan dikocok? Masa tiga tahun ke depan untuk mengharapkan perobahan yang significant, rasanya agak riskan. Soalnya, kalau dipikir-pikir, kemandegan kinerja Kabinet Indonesia Bersatu, tidak semata dikarenakan figur atau person, tapi lebih dari itu: Sistem. Sistem reformasi yang mengubah atmosfir negeri ini sedemikian rupa, dimana demokrasi dan keterbukaan yang ditawarkan oleh sebahagian kita sering salah kunyah, salah telan. Kalau dilihat figure-figur yang

dipilih sebelum ini, tidaklah terlalu buruk. Pula, menteri yang didudukkan di berbagai institusi tidak akan berjalan sendiri. Di masingmasing departemen sudah ada mekanisme standar yang berjalan. Ada Dirjen. Ada staf ahli, pejabatpejabat terlatih, yang otomatis mendukung secara teknis operasional. Di berbagai lini, ada perangkat profesional yang berpengalaman. Jadi, menteri tidak bekerja sendiri. Kalau SBY punya pilihan dan penilaian tersendiri, sesuai dengan hak prerogratifnya, ada undangundang yang memayunginya. Cuma, di ujung tulisan ini, kita menitip sedikit kekhawatiran awam. Pengocokan atau penyusunan ulang anggota kabinet mendatang, kalau kiranya tidak berhasil memperbaiki kinerja pemerintahan, dengan kata lain, tidak banyak bermanfaat untuk rakyat, Presiden SBY yang akan lengser di ujung masa baktinya (3 tahun lagi) akan turun tanpa kesan yang indah. Tapi, turun dengan kesan kegagalan dan ketercanggungan. „

Djufri Dikurung ..........................Sambungan dari Hal.1 Perubahan tersebut terlihat Senin (17/10), ketika anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat itu akan mengikuti sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PN Padang. Pantauan Haluan di PN Padang, persoalan Djufri makan dengan JPU di Rumah Makan Lamun Ombak Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, diduga membuat pihak kejaksaan bersikap tegas. Tidak ada pertemuan pelepas rindu antara terdakwa dengan keluarga yang biasanya mereka lalui di ruang tunggu pengunjung. Bangku yang biasa ia duduki bersama istri dan anaknya, kadang terlihat kosong dan kadang ditempati pengunjung sidang yang lain. Istri, anak dan keluarga, jika ingin berada di samping Djufri, harus masuk pula ke dalam sel tahanan dengan terlebih dulu meminta izin terlebih dulu kepada petugas pengawalan dari kejaksaan. Kondisi tersebut telah menjawab semua pertanyaan masyarakat tentang perlakuan yang berbeda yang didapatkan antara sesama tahanan. Kini, mereka telah sama-sama di dalam sel, baik sebelum dan sesudah sidang.

Perlakuan yang berbeda tersebut, dulunya sempat mengundang kecemburuan sosial antarsesama tahanan. Karena status mereka semuanya sama yakni sebagai terdakwa. Tapi mengapa Djufri mendapatkan perlakuan yang istimewa. Beberapa aktivis, lembaga perbantuan hukum juga pernah mempertanyakan hal yang sama. Iman Partaonan Hasibuan contohnya, salah seorang anggota LBH yang bertugas sebagai penerima pengaduan masyarakat di LBH tersebut, menganggap, hal itu sangat-sangat tidak adil. Kenapa orang yang maling ayam yang uangnya hanya puluhan ribu saja, mendapat perlakuan lebih tegas dibadingkan pejabat korupsi yang diduga telah merugikan negara ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Namun sekarang tidak lagi, terperogoknya Djufri di LO sedang makan bersama JPU itu juga berdampak terhadap terdakwa-terdakwa korupsi lainnya yang sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Padang. Seperti halnya, terdakwa Gusmal dan kawan-kawan yang juga menjalani persidangan kemarin (Senin-red). Dan kemungkinan hal tersebut juga akan diberlakukan terhadap terdakwa-

terdakwa korupsi hingga seterusnya. Sementara itu, Humas Kejaksaan Tinggi Kejati) Sumbar, Ikwan Ratsudi, ketika dihubungi melalui handphonnya, mengatakan, menurut aturannya, seorang terdakwa yang akan mengikuti persidangan dan setelah sidang tersebut memang harus berada dalam sel. “Dalam aturannya memang memang harus dalam sel, namun teknis di PN, bisa saja sedikit berbeda. Hal itu tergantung dari JPUnya. Hal tersebut tergantung situasi,” katanya. Sambung Ikwan, Djufri berada di luar sel sebelum dan sesudah sidang, mungkin karena kebutuhan JPUnya. Bisa jadi terdakwa di luar sel karena menunggu sesaat lagi sidang akan dimulai. Atau mungkin karena terdakwa meminta untuk melaksanakan salat ke musala yang ada di PN atau minta izin untuk pergi ke kamar mandi atau ke WC untuk buang air. Seperti sering diberitakan, Djufri tersangkut kasus penggelembungan harga tanah untuk pembangunan kantor DPRD dan Subdin Kebersihan dan Pertamanan Bukittinggi tahun 2007 lalu. Ia disidangkan secara terpisah dengan mantan Sekda Khairul. Sementara enam pejabat di bawahnya sudah dijatuhi hukuman. (h/dfl)

4 Diganti, ....................................Sambungan dari Hal.1 mendatang. Dengan keluarnya Patrialias, maka jumlah urang awak di kabinet tinggal empat orang, yakni Armida Alisjahbana (Kepala Bappenas), Gamawan Fauzi (Mendagri), Linda Agum Gumelar (Meneg P3A) dan Tifatul Sembiring (Menkominfo). Untuk pejabat setingkat menteri adalah Basrief Arief (Jaksa Agung). Sedangkan untuk setingkat Wakil Menteri jika Fasli Jalal keluar, maka yang baru masuk adalah Musliar Kasim. Sehari kemarin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memanggil enam orang ke Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/10), untuk bergabung di jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II. Adapun nama-nama yang dipanggil dan datang pada pukul 10.00 WIB tersebut yaitu Komandan Kodiklat TNI-AD Letjen Marciano Norman, Kepala BKPM Gita Wirjawan, Dirut PLN Dahlan Iskan, pengacara Amir Syamsudin, anggota Komisi I DPR Azwar Abubakar, dan anggota DPD DKI Jakarta Djan Faridz. Dalam keterangan pers bersama usai bertemu dengan Presiden selama hampir 2,5 jam, Kepala BKPM Gita Wirjawan mengatakan bahwa Presiden memintanya menjadi calon Menteri Perdagangan menggantikan Mari Elka Pangestu. “Tadi dalam pertemuan saya diminta oleh Presiden untuk bertugas dan diberikan amanah sebagai calon Menteri Perdagangan. Dan, dengan senang hati saya terima tugas dan amanah yang diberikan tersebut,” kata Gita. Sementara itu, Amir Syamsudin menyatakan diminta untuk menjadi calon Menteri Hukum dan HAM menggantikan Patrialis Akbar. “Tapi masih ada satu tahapan sebelum secara resmi diumumkan. Esok, kami akan menjalani tes kesehatan. Jadi saya belum bisa optimis bahwa saya akan berlanjut,” Amir menjelaskan. Adapun Azwar Abubakar, mantan Plt Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, menjadi calon Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi yang saat ini dijabat EE Mangindaan. Djan Faridz jadi calon Menteri Perumahan Rakyat menggantikan Suharso Monoarfa yang sudah mengundurkan diri. “Saya diberikan tugas oleh Presiden untuk melaksanakan tugas di Kementerian Perumahan Rakyat. Mudah-mudahan bisa lulus di tes kesehatan,” ujar Djan. Sedangkan Marciano Norman, mantan Komandan Paspampres, ditunjuk sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang masih dijabat Jenderal (Purn) Sutanto.

“Beliau memberikan kepercayaan sebagai Kepala BIN. Saya mohon doa restunya dan dapat menjalankan tugas dengan baik,” ujar mantan Pangdam V/Jaya tersebut. Terakhir, Direktur PLN Dahlan Iskan diminta Presiden SBY menjadi calon Menteri BUMN menggantikan Mustafa Abubakar yang sekarang masih sakit dan dirawat di Singapura. “Saya ditugaskan menjadi calon Menteri BUMN kalau lulus tes kesehatan,” ujar Dahlan. Menurut Jubir Presiden Julian Aldrin Pasha, seluruh calon wakil menteri dan calon menteri ini akan menjalani tes kesehatan pada esok hari di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. “Rencananya (kabinet reshuffle) akan diumumkan pada Selasa 18 Oktober 2011 pukul 20.00 WIB, dan pelantikan nanti pada Rabu 19 Oktober 2011 pukul 09.00 WIB,” Julian menjelaskan Patrialis Lebih Baik Wakil Ketua DPR Pramono Anung menyesali posisi Patrialis digantikan Amir Syamsuddin. “Patrialis relatif lebih baik hubungannya dengan DPR,” ujar Pramono Anung menjawab pertanyaan wartawan, di gedung DPR, kemarin. Bahkan kata politisi PDIP itu, kalau pun Patrialis diganti maka yang lebih cocok sebagai penggantinya adalah Denny Indrayana. “Kalau Denny Indrayana, saya lihat dia dalam kapasitas kapabel. Cuma mungkin karena dia dianggap bukan orang partai sehingga tidak ditempatkan di posisi Patrialis. Walaupun saya lihat Denny lebih bisa,” kata Pramono. Pramono melihat pergantian Menteri Hukum dan HAM itu untuk kepentingan politik 3 tahun ke depan. “Sebenarnya dalam rangka untuk kepentingan tiga tahun kedepan, seperti lebih untuk mengamankan presiden dan pendukung presiden,” ujar Pramono. Ketika ditanya wartawan apakah dengan posisi Menkumham dipegang kader Partai Demokrat Amir Syamsuddin maka kasus yang ada, seperti Bank Century dan wisma atlet bakal tenggelam, Pramono tidak memungkirinya. “Itu kenapa SBY tunjuk Amir sebagai Menkumham. Saya lihat, proses hukum ke depan lebih banyak diwarnai politik. Nantilah kita lihat seperti apa proses hukum yang banyak diwarnai proses politik Tapi saya ucapkan selamat dan bekerja tidak hanya untuk kepentingan penguasa, tapi juga untuk rakyat dan perbaikan sistem peradilan.,” kata Pramono. Nada serupa juga dilontarkan

anggota Komisi III DPR dari Partai Golkar Bambang Soesatyo. Ia mengkhawatirkan, kasus-kasus yang yang berhubungan dengan Presiden SBY dan Partai Demokrat akan semakin hilang dengan ditunjuknya Amir Syamsudin sebagai Menteri Hukum dan HAM menggantikan Patrialis Akbar. “Dugaan saya begitu. Yang pasti, kasus-kasus yang siap menghadang SBY adalah Century, Antasari, IT KPU. Tapi bakal mental dan diamankan nantinya,” kata Bambang yang ditanya wartawan, di Gedung DPR RI, kemarin. Bahkan dia menilai pengganti Patrialis Akbar itu lebih buruk dan menunjuk Amir Syamsuddin juga semakin menambah kekacauan dari sisi penegakan hukum dengan duet tersebut. “Menurut saya tambah kacau. Sebab, kalau tidak salah, orang Demokrat sendiri bilang Amir Syamsuddin itu pengacara para koruptor, pengemplang BLBI,” tegas Bambang Soesatyo. Sarat Politis Dosen Tata Negara Universitas Andalas (Unand) Khairul Fahmi melihat penambahan wakil menteri yang dilakukan Kabinet Indonesia Bersatu pimpinan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) sarat dengan pertimbangan politik akomodasi. “Secara UU tidak salah, tapi saya melihat itu bukan kebutuhan negara,” katanya. Menurut aktivis dari Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Sumbar ini, politik akomodasi sebenarnya telah terlihat dari ucapan SBY bahwa “ada itikad koalisi yang harus diperhatikan.” Statemen ini, kata Fahmi, jelas mengindikasikan niat awal SBY dalam membentuk kabinet. Semakin tegas karena yang duduk pada posisi menteri pertimbangannya sangat politis. Menurut Fahmi, dalam parlementer, tidak ada istilah koalisi. Yang harus diperhatikan adalah rakyat, rakyat, dan rakyat. Tapi itu tak akan terjadi bila yang menduduki jabatan penting pertimbangannya adalah politis. Posisi wakil menteri, kata Fahmi, juga bukan tuntutan dari persoalan bangsa. Saat ini, katanya, negara membutuhkan orang-orang yang tegas dalam mengambil keputusan untuk menyelesaikan persoalan bangsa. “Kuantitas akan memperlemah tujuan itu,” ujarnya. Lagipula, lanjut Fahmi, meski ada penambahan wakil menteri, akan kesulitan karena keputusan tetap ada pada mentri. Lalu, tanyanya, siapa yang bisa menjamin mentri dan wakil menteri akan sejalan? (h/sam/adk)

PENGALIHAN TANAH NEGARA

Surat Dakwaan JPU Cacat

PADANG, HALUAN — Penasehat Hukum terdakwa kasus pengalihan tanah Negara yang melibatkan mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Bagindo Suarman menilai dakwaan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak memenuhi syarat formil dan materil Surat dakwaan juga tidak dapat diterima karena dianggap tidak melalui proses penyelidikan dan tidak mempunyai sandaran hukum yang jelas. Hal tersebut disampaikan dalam pernyataan keberatan (eksepsi) yang dibacakan bergantian oleh Desman Ramadhan dan Rifka Zuwanda selaku Penasehat Hukum, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Padang, Senin (17/ 10) dihadapan majelis hakim yang diketuai Budi Soesilo dengan anggota Sapta Diharja dan Perri Dasmarera. Dijelaskan Desman, jaksa menuliskan alamat terdakwa yang berbeda dengan alamat aslinya. Dakwaan tidak ada nomor, tanggal dan tahun pendaftaran tanah yang dialihkan tersebut pada Departemen Pertanian RI. Penyidik tidak pernah menggunakan laporan hasil pemeriksaan atau investigasi akuntan sebagai dasar merumuskan unsur kerugian yang menyebabkan terdakwa melakukan perbuatan melawan hukum. Bagindo Suarman dinyatakan sebagai Terdakwa II dalam kasus ini karena terlibat dalam proses disposisi nota staf tertanggal 13 Maret 2007 yang berasal dari Kabag Tata Pemerintahan Kabupaten Solok yang saat itu dijabat oleh Emil Dolia

Khaira, yang selanjutnya menjadi Terdakwa III. Nota staf tesebut pada intinya menyampaikan bahwa tanah yang dimohonkan oleh Anwar, yang telah menguasai secara fisik tanah tersebut sejak tahun 1980. Penjelasan tersebut sesuai dengan surat keterangan Wali Nagari Koto Gaek Guguk pada tanggal 3 Februari 2007. Pada surat tersebut Terdakwa III juga menjelaskan bahwa tanah Negara bekas erfpacht vervording 172 di Bukit Bekicut, Jorong Sukarami, Kenagarian Koto Gaek Kec. Gunung Talang Kab. Solok telah diserahkan dari pemerintah daerah kab. Solok kepada tata ruang Kab. Solok untuk digunakan sebagai lahan pertanian. Menurut penasehat hukumnya, selaku Sekda, tugas Bagindo Suarman adalah membantu Kepala Daerah dalam pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan, serta mengkoordinir SKPD dan tugas lainnya yang diberikan oleh Kepala Daerah. “Perbuatan Terdakwa II memberikan disposisi atas nota staf dari Kabag Pemerintahan in casu Terdakwa III yang kemudian diteruskan kepada

Bupati Solok atau Terdakwa I sesuai dengan tugas dan fungsi Terdakwa II. Namun dalam surat dakwaan penuntut umum malah dinyatakan Terdakwa II melakukan perbuatan melawan hukum yang merugikan Negara,” jelas Desman. Bak Timun Bungkuk Surat dakwaan tersebut juga tidak dapat diterima karena menurut penasehat hukum tidak dilakukan penyelidikan. “Penyidik langsung menyidik, menahan tersangka lalu melimpahkannya ke Pengadilan Tipikor PN Padang tanpa ada penyelidikan. Penyelidikan ibarat timun bungkuk. Dan jika Terdakwa II tidak melakukan disposisi sesuai dengan isi dan maksud nota dinas dari Kabag. Pemerintahan Kab Solok (terdakwa III) untuk diteruskan kepada Bupati, terdakwa dapat dikualifikasi telah melakukan penyalahgunaan wewenang dalam bentuk tidak melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan tugas selaku Sekda Kab. Solok,” tegas Rifka. Dalam sidang terpisah, untuk terdakwa H.M Lukman selaku Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) dan Husni selaku Kepala Seksi Pertanahan yang tersangkut kasus yang sama, juga dilakukan sidang dengan agenda yang sama yaitu eksepsi. Penasehat Hukum Lukman, Didi Cahyadi Ningrat dan Wilson Saputra serta Penasehat Hukum Husni, Suarno dan Johni Erizal juga menyatakan bahwa surat dakwaan yang diajukan JPU tidak memenuhi syarat secara formil dan materil. (h/dla)

2 Tahanan ..................................Sambungan dari Hal.1 Informasi yang dihimpun Haluan mengatakan bahwa dua orang tahanan Polsek Koto Baru yang kabur tersebut yaitu Rony (30), yang terjerat kasus cabul dan Hengky (29) yang terjerat kasus pencurian kambing. Keduanya kabur setelah memotong jeruji besi di ruang tahanan.

Namun sumber Haluan yang keberatan untuk ditulis identitasnya tersebut mengaku tidak mengetahui secara persis darimana asal gergaji yang digunakan untuk memotong jeruji besi itu. Sebelumnya, peristiwa yang sama juga terjadi di Polsek Sungai Rum-

bai. Saat itu, tahanan melarikan diri lewat loteng ruang tahanan. Sementara di Polsek Koto Agung Sitiung, tahanan melarikan diri setelah disuruh petugas membersihkan halaman. Namun tahanan yang kabur tersebut kembali dapat ditangkap tidak jauh dari kediaman orang tuanya. (h/)

Akhir 2011 ..................................Sambungan dari Hal.1 “Kesukaan mereka pada rendang memang luar biasa. Saya pernah lihat mereka makan randang itu bagaikan makan kue saja, dicomot langsung dimakan bukan sebagai lauk,” kata Irwan sembari tersenyum. Dalam perlombaan nantinya, lanjutnya, masyarakat akan diundang untuk unjuk kebolehannya membuat randang. Tidak sekadar membuat saja, tetapi cita rasanya yang lezat juga akan dinilai begitu pula cara mengemasnya sehingga layak dipasarkan ke luar negeri. Karena hasil karya perlombaan ini nantinya akan dipasarkan.

Menurut Irwan, penetapan randang sebagai makanan favorit di dunia oleh CNN merupakan anugerah bagi Sumatera Barat, karena merupakan promosi gratis bagi Ranah Minang. Peluang ini tidak akan disia-siakan dan akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar randang menjadi lebih dikenal. “Kita dapat promosi gratis dengan penetapan CNN tentang randang sebagai makanan favorit, sementara negara tetangga Malaysia untuk memperkenalkan pariwisatanya pada dunia melalui CNN menghabiskan biaya hingga Rp500 miliar,” ujarnya.

Walikota Padang, Fauzi Bahar langsung merespons ucapan Irwan tersebut. Dikatakan, Kota Padang siap menjadi tuan rumahnya. Pihaknya akan mengundang masyarakat terutama kalangan ibu-ibu rumah tangga mulai dari tingkat kelurahan dan kecamatan, untuk berlomba membuat rendang. Masakan yang paling enak dan lezat akan mendapatkan hadiah. “Di sisi lain, upaya ini juga menjadi peluang bisnis bagi masyarakat yang benar-benar serius membuat rendang yang lezat,” kata Fauzi Bahar. (h/vie)

Kawanan Rampok .....................Sambungan dari Hal.1 “Kami kalah tenaga dengan pelaku. Pelaku badannya besar-besar. Diperkirakan jumlah pelaku ada sekitar lima orang. Saat saya mencegatnya, salah seorang pelaku langsung memukul saya dari belakang dengan mengunakan balok kayu. Kemudian, beberapa pelaku lainnya juga mengejar empat orang teman saya dan menyekapnya,” kata Syaiful warga Jalan Ambun Sari, RT 003 RW IX, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara. Setelah itu, kawanan rampok langsung membobol brankas. Kemudian, mengambil tiga unit laptop, perhiasan emas, uang tunai dan barang berharga lainnya. Para

perampok ini kemudian kabur dengan mengunakan mobil jenis Toyota Avanza warna hitam dengan nomor polisi BM 1096 DD. “Kami diketahui disekap pagi harinya sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, beberapa karyawan PT AMP terkejut melihat kami tengah disekap dengan tali,” ungkapnya. Atas kejadian ini, para korban melaporkannya ke Mapolresta Padang. Kapolresta Padang Kombes Pol. Moch. Seno Putro mengungkapkan, saat ini polisi tengah mencari dimana keberadaan kawanan rampok itu. Diduga, pelaku perampokan itu masih berada di Padang. Namun, dimana lokasinya, hingga

kini belum diketahui. Mobil yang digunakan pelaku, kata Seno, sudah diketahui siapa pemiliknya. Mobil tersebut, merupakan mobil milik salah seorang warga di Bengkalis, Riau. Namun, apakah mobil itu mobil rental atau mobil milik pelaku, hingga kini belum diketahui. “Kita masih mengumpulkan data-data siapa pelakunya dan koordinasi dengan Jajaran Polda Riau,” jelasnya. Saat ini, beberapa barang bukti sudah diamankan di Polresta Padang, yakni brankas besi, tiga buah linggis dan satu batang kayu balok berbentuk bulat yang digunakan pelaku untuk melumpuhkan korban. (h/nas)

RSBI Masih ................................Sambungan dari Hal.1 pemerintah daerah tidak memadai.Bupati Pasaman, Benny Utama dalam Rakor Gubernur dan Bupati/Walikota seSumbar Sabtu (15/10), mengatakan, salah satu RSBI yang dibangun Pemprov Sumbar di daerahnya sampai kini tak kunjung selesai. Bahkan pada 2010, pembangunan gedung dihentikan dengan alasan lokasi yang tidak layak dan disarankan untuk dipindahkan. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Apalagi masyarakat di daerah itu sangat berharap adanya sekolah yang bertaraf internasional di daerahnya. Karena itu, Pemkab Pasaman menegaskan, bahwa pembangunan sekolah itu tidak mungkin untuk dipindahkan karena tidak mungkin dialokasikan dua kali anggaran untuk kegiatan yang sama. “Kami minta Pemprov Sumbar agar tetap melanjutkan pembangunan RSBI itu karena kehadiran sekolah tersebut adalah harapan masyarakat setempat. Kami bersedia mematangkan lokasinya hingga dianggap layak,” tegas Benny. Sementara RSBI di Solok, menurut Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Kerjasama Rantau Setdaprov

Sumbar, Suhermanto Raza, pembangunan gedungnya telah selesai, tetapi jalan menuju ke sekolah itu belum dibangun. Pemkab Solok sudah berjanji akan segera mengerjakannya. Sekolah ini juga belum memiliki asrama siswa. Artinya, proses penerimaan siswa baru belum dapat dilaksanakan. Dan sampai saat ini, baru RSBI di Padang Panjang yang telah dapat beroperasi. “RSBI di Solok belum punya jalan menuju lokasi. Pemkab Solok sudah berjanji akan membangun jalannya. Asrama siswa juga belum dibangun. Jadi baru RSBI Padang Panjang yang selesai dibangun,” terang Suhermanto. Sementara RSBI milik kabupaten/ kota, menurut Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam penjelasannya saat rakor, jumlah tenaga pendidik di RSBI belum mencapai 20 persen, karena itu Bupati/ Walikota diminta untuk memutasi guru yang telah berijazah S2 ke RSBI. Selain itu Bupati/Walikota juga diminta mengalokasikan anggaran untuk peningkatan jenjang pendidikan guru di RSBI menjadi S2 agar tercapai target yang

ditetapkan. Disamping itu, juga ditemukan adanya mutasi kepada sekolah pada RSBI yang tidak mempedomani peraturan Menteri Pendidikan Nasional. Sebab kepala sekolah RSBI yang sudah memperoleh pembinaan secara utuh dari pusat maupun provinsi harus dikonsultasikan Pemko/Pemkab ke pemerintah pusat melalui provinsi. “Kita minta Bupati/Walikota mempedomani aturan yang ada dalam melakukan mutasi kepala sekolah RSBI,” katanya. Irwan juga meminta agar Pemko/ Pemkab mengalokasikan anggaran untuk memenuhi sarana dan prasana RSBI seperti ruang kelas, laboratorium, pustaka dan lainnya. Sarana dan prasarana yang ada sekarang tidak memenuhi Standar Nasional Pendidikan. Pemkab/Pemko dapat memprioritaskan DAK untuk pembangunan sarana dan prasarana itu. Sedangkan dana penunjang operasional RSBI, diharapkan masing-masing kepala daerah meningkatkan alokasi anggaran dalam APBD. (h/vie)


12 LIPUTAN KHUSUS

SELASA, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

ATLET PABBSI SAWAHLUNTO MENUJU PON 2012

Prestasi Luar Biasa dengan Latihan Luar Biasa

BUYUNG LAPAU

B

PRESTASI yang luar biasa, tidak akan pernah dicapai dengan latihan yang biasa. Hasil yang luar biasa, hanya bisa diraih dengan kerja yang luar biasa pula. Agaknya kedua kalimat itu, menjadi kunci sukses bagi Iwan Samurai untuk lolos Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) Surabaya, sekaligus mengantongi tiket PON yang akan digelar di Riau, Oktober 2012 mendatang. Bukan sekadar latihan dan kerja keras tentunya. Kepalang tanggung, atlet binaraga ini juga harus rela melego mobilnya demi memenuhi nutrisi dan suplemen yang dibutuhkan, agar setiap milimeter ototnya yang telah terbentuk tidak hilang begitu saja. “Sudah kepalang tanggung, jika dihentikan tiket PON akan melayang. Sementara jika dilanjutkan, tentu harus ada aset yang melayang. Pilihan saya tetap, prestasi. Kalau aset bisa dicari kembali,” tutur Iwan Samurai, atlet sekaligus pelatih dan Pengurus Cabang PABBSI Kota Sawahlunto. Pemilik nama asli Muswar Iwan itu menuturkan, binaraga memang bukan olahraga yang hanya membutuhkan latihan semata. Nutrisi dan suplemen juga menjadi bagian penting yang tidak bisa dipandang sebelah mata dan diabaikan begitu saja. Betapa tidak, kebutuhan satu bulan suplemen dan nutrisi pria yang mengaku lahir tanggal 18 agustus itu, mencapai Rp5 juta hingga Rp7 juta. Suatu angka yang luar biasa untuk bisa dipenuhi seorang atlet. Sebelum berangkat mengikuti Pra PON, Iwan sempat meminta kepada KONI untuk menempatkannya sebagai atlet prioritas, dari tiga kategori atlet yang dikirim. Namun, tetap saja menurut Iwan, KONI menempatkannya pada posisi terendah, yakni atlet potensial. “Saya juga tidak minta yang tertinggi. Super prioritas, saya hanya minta prioritas.

Sebab kebutuhan akan nutrisi dan suplemen yang dibutuhkan tidak alang kepalang. Namun, pihak yang memutuskan tidak mempertimbangkan hal itu,” ujarnya lirih. Tetapi itulah Iwan, meski tidak mendapatkan dukungan penuh dari beberapa pihak terkait, bahkan dipandang sebelah mata untuk dalam Provinsi Sumbar, Ia terus mencoba berupaya untuk memenuhi kebutuhan nustrisi dan suplemen tersebut. Tiket PON yang diraih Iwan dalam Pra PON Surabaya itu, membawa berkah tersendiri. Sebuah perusahaan suplemen nutrisi memberikannya kesempatan, dan menjadi sponsor dalam kebutuhan suplemen Iwan, menjelang PON mendatang. “Tiket PON menyelamatkan saya. Tidak sia-sia, meskipun kendaraan melayang namun tiket ini mendatangkan sponsor untuk satu tahun ke depan. Mudah-mudahan target medali emas juga tercapai,” tandasnya. Katanya, Sumbar membutuhkan figur seorang atlet binaraga. Seperti layaknya Jakarta, dengan Ade Rai. Iwan Samurai yang pernah dipercaya beberapa klub fotografer Ranahminang sebagai model untuk sesi pemotretan mortal combat itu, ingin Sumbar memiliki figur binaragawan juga. Kecintaan Iwan akan binaraga memang terbilang besar. Jika dirunut kembali ke belakang, Iwan harus memutuskan diri untuk keluar dari bangku kuliah dan serius dalam mengembangkan binaraga. (h/dil)

Tiket PON Iwan Kegembiraan PABBSI Sawahlunto

ERHASILNYA Iwan Samurai mendapatkan tiket di Pra PON Surabaya menuju PON di Riau 2012 mendatang, membawa kegembiraan tersendiri bagi Pengcab PABBSI Sawahlunto. betapa tidak, Iwan Samurai sudah menjadi ikon dan motivator tersendiri bagi atlet-atlet PAB BSI Sawahlunto. Sejak bergabung dengan PABBSI Sawahlunto, selain menjadi atlet Iwan Samurai juga memberikan kontribusi dengan menjadi pelatih, serta pengurus cabang olahraga yang me-

nuntut latihan dan banyak nutrisi serta suplemen tersebut. Dengan dukungan dari Pemerintah Sawahlunto, saat ini PABBSI Sawahlunto telah memiliki gedung fitnes sekaligus tempat untuk latihan bagi para atlet PABBSI Sawahlunto. Iwan sendiri, setaip akhir pekan langsung tampil sebagai motivator dan pelatih di gedung fitnes yang memanfaatkan gedung bekas Wisma Arga. “Iwan Samurai bergabung dengan PABBSI Sawahlunto semenjak tahun 2005. Sudah terbilang enam tahun, Iwan

hadir memberikan dukungan dan motivator bagi calon-calon atlet PABBSI Sawahlunto,” ujar Ketua Pengurus Cabang PAB BSI Sawahlunto, Buyung Lapau. Bagi Buyung Lapau, kehadiran Iwan Samurai di PABBSI Sawahlunto mampu membangun dan membangkitkan semangat para atlet. Wajar saja, PABBSI Sawahlunto menjadi tumpuan utama bagi ‘Kota Arang’ dalam mempertahankan posisi kesembilan dalam Pekan Olahraga Provinsi Sumbar 2010 lalu. Dari 19 medali emas yang diraih atlet Sawahlunto, sem-

bilan diantaranya berasal dari PABBSI Sawahlunto. medali emas itu juga dilengkapi dengan 14 perak dan 13 perunggu. Sungguh sebuah cabang olahraga yang mampu mendulang medali terbanyak di Sawahlunto. Keberhasilan itu, ungkap Buyung Lapau yang juga akrab disapa dengan Pak Boy itu, juga tidak terlepas dari support yang diberikan Pemerintah Sawahlunto. “Saling membantulah, keberhasilan yang diraih, tidak terlepas dari dukungan pemerintah juga,” tambahnya. (h/dil)

IWAN SAMURAI


13

SELASA , 18 OKTOBER 2011 M / 20 DZULKAIDAH 1432 H

Anugerah Illahi Butuh Bantuan PADANG, HALUAN — Entah apa yang dirasakan oleh Anugerah Illahi. Bayi berusia lima bulan itu menderita penyakit yang cukup kompleks. Bayi ketiga pasangan Hanafi (45) dan Ernawati (37) ini menderita penyakit cukup kompleks. Ia tidak memiliki mata. Antara mulut dan hidung tak memiliki pembatas. Ia telah dirawat di RS M Djamil selama lima hari, kondisi kesehatannya belum berangsur. Lebih penting lagi, ia begitu butuh bantuan kaum dermawan. "Ia sering muntah-muntah," kata Hanafi, warga asal Koto Padang Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya ini menuturkan, saat malam anak bungsunya itu juga tak tidur. Menurut Humas RS M. Djamil Padang Gustafianof, bahwa rumah sakit telah melibatkan banyak dokter, untuk menangani Anugerah. "Barangkali membutuhkan waktu yang lama," katanya. Lamanya waktu pengobatan yang membuat keluarga petani ini, tak cukup biaya untuk mengobati. "Saya ke Padang membawa uang Rp3,5 juta. Sekarang tinggal Rp600 ribu," ujarnya. (h/adk)

KONDISI PASAR RAYA TAK MENENTU

Pemagar "Misterius" Dilempar Pedagang BUNCAH — Ratusan Pedagang Pasaraya Padang buncah dan berkerumun untuk mengantisipasi aksi pemagaran Pasar Inpres II, III dan IV Pasar Raya Padang, Senin (17/ 10). Aksi pedagang yang mulai mengganas ini membuat para pengunjung pasar menjadi cemas. HASWANDI

BULAN KESEHATAN GIGI NASIONAL 2011

FKG Universitas Baiturrahmah Gelar Periksa Gigi Gratis

PADANG, HALUAN—Puluhan siswa dari berbagai SD di Kota Padang mengikuti pemeriksaan dan perawatan gigi gratis di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Baiturrahmah Padang, Senin (17/10). Kegiatan ini juga diikuti oleh sejumlah masyarakat umum, yang akan berlangsung hingga Rabu (19/10) besok. Profesional Relationship Manager Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk, Ratu Mirah Afifah mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian agenda Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2011 yang digagas oleh Pepsodent, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (Afdokgi). Ratu Mirah Afifah menga-

takan, BKGN tahun 2011 ini telah berlangsung semenjak 12 September 2011 lalu hingga 29 Oktober 2011 mendatang di 14 FKG yang memiliki Rumah Sakit Gigi Mulut Pendidikan (RSGMP) dan di enam kota PDGI cabang di Indonesia. Ia menjelaskan, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2007, sebanyak 72,1 persen masyarakat Indonesia memiliki lima gigi yang berlubang. Namun beberapa tahun kemudian, masyarakat yang mengunjungi RSGMP di FKG pada BKGN 2010 tercatat 19.584 orang yang telah mendapat perawatan cuma-cuma. Ini berarti, kesadaran masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut telah mengalami pening-

katan yang signifikan. Dekan FKG Universitas Baiturrahmah Padang Utmi Arma menambahkan, sekitar 67,7 persen anak berumur 12 tahun ke bawah di Sumbar memiliki gigi yang berlubang. Hal ini disebabkan oleh faktor kebiasaan, sosial ekonomi, cara menggosok gigi yang tidak benar, serta berbagai faktor lainnya. Dari data Riskedas 2007, hanya 2,7 persen penduduk Sumbar berusia 12 tahun ke atas yang menggosok gigi secara benar, yakni pagi sesudah sarapan dan malam sebelum tidur. Sisanya sebesar Rp97,3 persen belum memiliki kebiasaan positif tersebut. Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, orangtua saat ini masih

memaksa anak untuk gosok gigi, dan belum diberi kesadaran

tentang upaya kesehatan gigi dan mulut. (h/wan)

HASWANDI

SEJUMLAH anak mengikuti pelatihan tata cara menggosok gigi yang benar di Universitas Baiturrahmah Padang, Senin (17/10).

PADANG, HALUAN — Pasar Inpres, tepatnya di jalan Pasar Baru kembali mencekam, Senin (17/10) sekitar pukul 13.00 WIB. Kondisi mencekam terjadi, karena ada pihak melakukan pemagaran terhadap Pasar Inpres II, III dan IV. Pedagang melemparnya dengan batu.

Pemagaran diduga dilakukan oleh 'orang dalam', atau orang yang berkecimpung di pasar sehari-harinya. Karena tidak menerima upaya pemagaran itu, pedagang langsung melempar batu kepada orang yang memagar. Pedagang Inpres II lantai I, Rosla menceritakan, pemagaran dilakukan orang berinisial M. Menurutnya, M mengelola parkir di Pasar Raya. Siang itu, ia secara menyelinap bersama sembilan orang temannya, memagar dengan seng di sekitar jalan Pasar Baru. Sontak, pedagang bereaksi. Rosla yang mendengar informasi pasar dipagar, langsung berlari menuju jalan Pasar Baru. Menurutnya, Ia sempat melemparkan batu kepada M. "Selain M, saya ingat seseorang di antaranya. Ia penjual burung beo," katanya. Menurut Rosla, seng yang telah selesai dipasang dan dipaku sekitar lima buah. Seng itu ditanggalkan lagi oleh pedagang. Menurut Rosla, yang membuat pedagang marah, karena pemagaran tak ada izin. "Tiba-tiba saja dipagar. Izinnya mana?" tanyanya. Hal itulah yang membuat pedagang marah. Masih pengakuan Rosla, M melarikan diri melihat reaksi pedagang. Ia terkena dua hantaman batu di punggungnya. Akibat kejadian siang itu, pedagang kaki lima yang

mendominasi di jalan Pasar Baru menutup dagangannya. Isu pasar akan dipagar tiap hari berseliweran. Menurut Sekretaris Pasar Inpres II Inbur, selalu ada informasi yang sumbernya tidak jelas, namun sampai dari telinga ke telinga. "Tadi pagi saya juga mendengar pasar akan dipagar pada pukul 12.00 WIB," ujarnya. Menurut Inbur, informasi yang tidak resmi itu yang membuat keadaan menjadi tak menentu. "Begitu mendengar ada pemagaran, pedagang langsung bereaksi," katanya. Padahal, katanya, urung rembuk pedagang dan pemko belum tuntas hingga kini. Salah seorang pedagang yang minta namanya tidak ditulis menyebutkan, karena keadaan tidak menentu, pedagang siaga 24 jam di lokasi Pasar Inpres. Ini juga pernah dilakukan pedagang pada Ramadan lalu. Soal M, Haluan mencoba menelusurinya, namun hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. Kepala Dinas Pasar Asnel pada kesempatan berlainan menyebutkan, pemerintah pada dasarnya tidak lagi bisa ikut campur persoalan pasar, karena tendernya telah dimenangi PT Faiz Jaya. Tentang tidak adanya surat pemagaran, Asnel menyebutkan bukan lagi kewenangannya. (h/adk)


14 PADANG Polresta

0751-22317

Damkar

0751-92113

DPRD

0751-690960

BPBD

0751-91547

Walikota

0751-92202

RSUD

0751-93550

SELASA, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

Lelang Pembongkaran Balaikota Sepi Peminat

PADANG, HALUAN—Lelang terbuka untuk pembongkaran gedung baru balaikota di Kompleks Balaikota Padang Jalan M Yamin, Senin (17/10) gagal terlaksana dan sepi peminat.

LINGKAR Akreditasi Tentukan Kualitas Pendidikan PADANG, HALUAN — Komisi IV DPRD Kota Padang meminta Pemerintah Kota (Pemko) Padang, segera melakukan pembinaan terhadap sekolah yang belum terakreditasi. Karena, akreditasi merupakan salah satu indikator mutu bagi pendidikan. “Dalam menentukan akreditasi tersebut, terlihat dari standar kompetensi lulusan, isi, proses, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan pendidikan dan penilaian pendidikan,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang Azwar Siry kepada Haluan, Senin, (17/10). Akreditasi merupakan sebuah proses penilaian secara komprehensif, terhadap kelayakan satuan dan program pendidikan. Sementara itu Anggota Komisi IV DPRD Kota Padang Muzni zein mengatakan, pemerintah mestinya tidak mempertahankan sekolah yang dinilai tidak layak. Dengan kata lain, sekolah itu dibiarkan saja melangsungkan proses pendidikan. "Kalau sekolah itu dinilai tidak layak, kenapa tetap dipertahankan," katanya. Secara umum, kelayakan bisa dilihat dari status akreditasi sekolah. Sebab, untuk memperoleh akreditasi sekolah harus memenuhi berbagai kriteria. "Namun yang lebih pening itu pembinaan terhadap sekolah yang belum terakreditasi," ujarnya Disamping itu, sekolah yang sudah memiliki akreditasi, juga harus menjadi jaminan atau menjaga peningkatan kualitas pendidikan. “Artinya, jangan sampai akreditasi hanya formalitas saja,” katanya.(h/ade)

Peserta KB Baru Lampaui Target PADANG, HALUAN — Realisasi peserta KB baru (Aseptor baru) program Revitalisasi KB kerjasama TNI dengan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kota Padang telah mencapai 11.770 peserta. Angka tersebut sudah mencapai target (101,42%), karena pada program revitalisasi KB TNI tahun ini ditargetkan 11.605 peserta. “Ini pencapaian yang bagus, karena Revitalisasi KB TNI yang diselenggarakan bulan Mei sampai Oktober ini, target kita sudah tercapai. Bahkan, angka 101,42% itu baru pencapaian sampai September, belum termasuk Oktober. Artinya, masih ada potensi pencapaian target ini,” kata Kepala BKBPP Kota Padang, Heriyanto Rustam mewakili Walikota saat Penyuluhan dan Pelaksanaan Program Revitalisasi KB TNI di depan Puskesmas Ambacang, Kecamatan Kuranji, Senin (17/10). BKBPP kota Padang bersama Kodim 0312 sebagai mitra BKBPP dalam pelaksanaan program Revitalisasi KB TNI tersebut optimis dapat mengulang sukses tahun lalu, dimana Padang keluar sebagai juara 1 dalam pelaksanaan program tersebut di tingkat Sumbar. (h/vid)

Sebab dari 14 peminat yang mendaftarkan diri, tak satu pun yang melakukan penawaran. Kondisi itu, membuat panitia pelaksana yang bekerja sama dengan Balai Lelang Padang, terpaksa menghentikan proses lelang. “Dari 14 peminat sebelumnya, setelah dilakukan pemaparan semuanya menarik diri dan tidak melakukan penawaran sama sekali,” kata ketua panitia lelang, Afrizal BR kepada Haluan Senin (17/10). Menurut Afrizal, penyebab tidak adanya penawaran adalah peminat tak mau menanggung resiko, jika puing atau material gedung yang akan dirubuhkan menimpa dan merusak bangunan kios penampungan yang ada di bawahnya. Pernyataan Afrizal dikuatkan oleh Kabag Perlengkapan, Ferri E Rinaldy yang menambahkan bahwa para peminat meminta pemerintah membongkar terlebih dahulu satu blok pasar penampungan yang ada. “Jika permintaan tersebut dipenuhi, maka pelaksanaan lelang bisa dilanjutkan. Tapi jika lelang dipaksakan, pemenang tak mau menanggung ganti rugi jika material

puing menimpa kios tersebut,” imbuhnya. Kengototan peminat lelang untuk membuka atau membongkar kios darurat menurut Afrizal dan Ferri, selain untuk menghindari reruntuhan material puing, juga untuk memudahkan alat berat masuk ke lokasi pembongkaran. Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Kota Padang, Syahrul mengatakan, untuk proyek pembongkaran gedung baru tersebut, Pemko Padang telah menetapkan pagu dana sebesar Rp180 juta. Dan pemenang akan diketahui jika proses lelang selesai. “Dengan gagalnya lelang tahap pertama, kami akan mengupayakan dilakukannya lelang tahap kedua. Agar pembongkaran bisa segera dilakukan dan areal tersebut bisa dibangun dengan kios penampungan tambahan,” imbuhnya. Pantauan Haluan, keberadaan gedung dengan empat lantai tersebut memang sudah sangat mengkhawatirkan. Selain kondisinya yang rusak parah dihantam gempa, juga sebagian material telah menggelantung di ujung bangunan.(h/ted)

Aset Pemko Paling Banyak di Dinas PU

PADANG, HALUAN — Pemerintah Kota Padang hingga 30 Desember 2010 lalu, memiliki aset tetap senilai Rp2,81 triliun. Aset tersebut merupakan nilai total dari aset bergerak atau pun aset yang tersebar di 43 SKPD yang ada di jajaran Pemko Padang.Nilai tersebut, muncul dari perhitungan seluruh aset daerah, baik berupa tanah, bangunan, jalan, alat atau mesin, serta kendaraan bermotor baik roda dua, empat atau lebih. “Nilai aset tersebut setiap tahunnya memang selalu menunjukkan peningkatan. Hal ini memungkinkan terjadi karena meningkatnya harga jual objek aset itu sendiri. Selain itu, ada juga aset pemerintah yang dihapuskan sebagaimana diatur dalam Permendagri No 17 tahun 2007 tentang pengelolaan aset dan barang,” jelas kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Kota Padang, Syahrul pada Haluan, Senin (17/10). Mantan sekretaris di Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang ini me-

ngatakan, dari total aset sebagaimana disebut di atas, Dinas Pekerjaan Umum tercatat sebagai SKPD dengan aset terbesar. Di mana instansi tersebut memiliki aset sebesar Rp1.17 triliun. Sementara itu, Kantor Penanaman Modal menjadi SKPD dengan aset paling kecil yaitu hanya sebesar Rp560,6 juta. Menurut Syahrul, semakin banyak kegiatan dan program yang diusung di sebuah SKPD, maka nilai aset yang mereka miliki akan semakin besar. Dan hal itu merupakan sebuah konsekwensi logis dari pembangunan daerah.(h/ted)

Perkembangan Aset Tetap Pemko Padang No 1. 2. 3. 4. 5.

Tahun 2006 2007 2008 2009 2010

Nilai Aset Rp2,37 triliun Rp2,5 triliun Rp2,63 triliun Rp2,65 triliun Rp2,81 triliun Sumber DPKA Padang

HASWANDI

TAK DIMINATI — Inilah salahsatu bangunan tinggi Balaikota Padang Jalan M Yamin Padang yang rusak berat akibat gempa 30 September 2009 lalu. Lelang terbuka untuk pembongkaran gedung baru balaikota ini gagal terlaksana, karena dari 14 peminat yang mendaftarkan diri, tak satu pun yang melakukan penawaran.

KEPALA LAPAS MUARO

Tidak Ada Perlakuan Diskriminatif pada Tahanan PADANG, HALUAN — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muaro Padang Elly Yuzar mengaku, Lapas Muaro Padang bukanlah lembaga yang bersih. Menurutnya, ada-ada saja oknum pegawai Lapas Muaro Padang yang ‘bermain’ dengan sejumlah tahanan titipan maupun narapidana (napi) sehingga merusak nama baik Lapas Muaro Padang. “Memang Lapas Muaro Padang ini tidaklah bersih seratus persen, tapi kami terus berusaha untuk memperbaiki semua kekurangan. Saat ini, kami sedang mengincar sejumlah oknum pegawai yang bekerja sama dengan para tahanan dan napi,” ujar Elly Yuzar ketika ditemui Haluan di ruang kerjanya, Senin (17/10). Selama empat bulan menjabat sebagai Kepala Lapas Muaro Padang, ia mengaku telah memberikan sanksi pada dua oknum pegawainya. Kedua oknum itu juga telah dipindahkan ke tempat terpencil di Sumbar. Saat ini ia terus memantau aktivitas para pegawainya untuk menciptakan lembaga yang bersih. Terkait isu tebang pilih bagi tahanan dan napi di Lapas Muaro Padang, Elly Yuzar

Gagal Merantau, Bambang Dikembalikan LAPORAN : GUSTERIYA PETUGAS outreacher dari satuan tugas Tim Reaksi Cepat (TRC) Kementerian Sosial RI, Sabtu (15/10) melakukan reunifikasi terhadap Bambang Saputra (16) yang ditemukan terlantar dan terlunta-lunta di pinggir jalan tol Cibubur KM 11 pada 4 Oktober 2011 lalu. Tim reunifikasi yang terdiri dari Ahmad Sahidin, Sri Subekti, Gumgum Gumelar dan Siti Aisyah, bekerja sama dengan Dinas Sosial Sumbar melalui seksi anak, remaja dan lansia serta seksi rehabilitasi tuna sosial, menyerahkan pria berbadan kurus itu langsung kepada orang tuanya, Murni. “Bambang ditemukan terlunta-lunta di pinggiran tol Cibubur oleh seorang anggota RAPI. Selanjutnya dia diantarkan ke Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Bambu Apus Jakarta Timur,” kata Ahmad Sahidin selaku ketua

tim pengantar. Dikatakan, penemuan Bambang yang berasal dari Jorong Sariak Nagari Muaro Takuang Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung terjadi tanpa disengaja. Saat itu, Bambang yang “dikerjai” temannya tengah terduduk lemas di pinggiran jalan tol, karena telah lima hari tidak makan. “Saat ditemukan, kondisi Bambang sudah sangat memiriskan sekali. Selain sudah kuyu dan tidak bisa berdiri sempurna, jalannya pun sudah oyong,” kata Sri Subekti menambahkan. Sri yang merupakan petugas di RPSA Bambu Apus mengatakan, saat diantar tim TRC ke RPSA setelah diberi makan dan mandi, menceritakan kalau dia berangkat ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Namun belum sempat pekerjaan didapat, seluruh barang-barang berharganya yang terdiri dari tas, dompet dan HP dilarikan temannya yang

ATAKA Express COURIER & CARGO SERVICE

Lebih Cepat Lebih Baik

Jl. Teknologi Raya No. 104, Siteba Padang, Telp. (0751) 7871716, HP. 081374001716, FAX. (0751) 7056964

PENGIRIMAN DOKUMEN, PAKET & CARGO (Melayani Lokal & Dpmestik ke Seluruh Wilayah Nusantara) Catt : Jemput Antar Alamat JASA PINDAH RUMAH/KOST, PINDAH KANTOR/TOKO/BARANG (Dalam / Luar Kota di Nusantara) EKSPEDISI (PENGANGKUTAN BARANG) Sumatera-Jawa/Nusantara PENGEPAKAN (PACKING) & PENYEDIA ARMADA ANGKUTAN (TRUCKING) AKTIS MURAH, PR CITY COURIER (Pengiriman Dalam Kota; Paket & Dokumen, Billing Statement, AHABAT Kartu Kredit, Brosur, Undangan, dll. DAN BERS Cabang/Outlet ZATAKA : PADANG, Cengkeh : (0751) 775824, Simp. Tinju Lapai : (0751) 7809336, HP. 081320551548 DUKU : (0751) 484169, HP 081374883322, BUKITTINGGI : (0752) 7001516, HP. 081363573535, SOLOK : (0755) 22050, HP. 085274022811, PAINAN : (0756) 22473, HP. 08126745508, MUARO Sjj : (0754) 20250, HP.081374632998, MUARA LABUH : (0755) 70592, HP. 081363814593, Simp. Empat Pasaman : HP. 085263008432, 081363321678, Pulau Punjung : (0754) 40042, HP. 081374044040, Jambi : (0741) 21545, HP. 081927513593, Sungai Penuh : (0748) 323725, JAKARTA : (021) 8608003, 93443910, HP. 0811868308, Pekanbaru : (0761) 5522788, 085271945100 dan Agen/Outlet kami di kota anda

TEDDY

Tim reunifikasi Kementerian Sosial RI melengkapi dokumen penyerahan Bambang Saputra kepada keluarga di kantor Dinas Sosial Sumbar, Sabtu. sama-sama berangkat dari Muaro Bungo. “Mulai dari sanalah, Bambang mulai menggelandang. Kalau dihitung waktunya, Bambang telah menggelandang selama enam hari tanpa pernah

memakan satu butir nasi pun,” urainya. Kasi Anak, Remaja dan Lansia Dinsos Sumbar Haryolelono dan Kasi Rehabilitasi Tuna Sosial, Hermansyah berharap apa yang menimpa

Konveksi Menerima Pesanan Partai Besar & Kecil Tas Seminar Tas Diklat Tas Kongres

Tas Penataran Tas Sekolah Pasang Roda Tas Jemaah Haji

Jln Gajah Mada No. 1 Simpang Olo, Nanggalo Gunung Pangilun - Padang

AKHIRUDDIN HP. 081363433198

Bambang menjadi kasus yang pertama dan terakhir di Sumbar. “Mudah-mudahan ini menjadi yang pertama dan terakhir,” kata Haryolelono singkat. Bambang Saputra sendiri, kepada Haluan mengatakan, meskipun awalnya dia ingin mencari pekerjaan di Kota Jakarta, namun setelah menjadi korban oleh temannya sendiri, dia memastikan tidak akan kembali ke Kota Metropolitan itu. “Biarlah saya di kampung saja ke sawah atau ke ladang. Mungkin ini lebih baik bagi saya, orang tua dan juga keluarga. Saya pastikan tidak akan pernah lagi memikirkan Kota Jakarta,” katanya dengan mata menerawang.(h/ted)

HASWANDI

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muaro Padang Elly Yuzar, memperlihatkan sejumlah barang bukti berupa telepon genggam (HP) yang disiita petugas dari tahanan dan napi LP Muaro Padang, Senin (17/10). menegaskan, pihaknya tidak membeda-bedakan pelayanan maupun fasilitas semua tahanan dan napi, bahkan telepon genggam (HP) milik tahanan dan napi korupsi juga disita petugas. “Tidak hanya tahanan atau narapidana pencurian, perjudian, narkoba dan yang lainnya, tapi tahanan dan napi korupsi juga kami sita telepon genggamnya. Hal ini dilakukan mengingat banyak tahanan dan napi yang menggunakan HP untuk suatu perbuatan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Elly Yuzar. Menurutnya, petugas Lapas telah beberapa kali melakukan pemeriksaan ruangan tahanan, maupun menggeledah tahanan atau napi itu sendiri. Tapi nyatanya, hampir setiap pemeriksaan ditemui HP dengan jenis dan merek yang berbeda. Saat ini, petugas Lapas Muaro Padang telah menyita ratusan HP milik tahanan dan napi. Dia menjelaskan, HP yang ditemukan saat pemeriksaan diselundupkan oleh para pengunjung dengan modus yang berbeda, seperti disembunyikan di dalam jilbab, celana dalam, sanggul dan sebagainya. Tapi saat ini, petugas Lapas Muaro Padang tak ingin lagi kecolongan, dan menggeledah setiap pengunjung yang bertamu dengan menempatkan petugas laki-laki dan

CV. SAROHA ELEKTRONIK Jl. Alai Timur No.77 Ampang Padang Telp : (0751) 40874

Melayan = = = = = =

i

PENJUALAN PEMASANGAN TUKAR TAMBAH PERBAIKAN BONGKAR PASANG SERVIS

AC Kulkas Kipas Angin Dispenser Air Panas Baru & Bekas

Semua

Merk

Servis Resmi Elektroluc Wilayah Sumbar

perempuan di pemeriksaan khusus. “Bagi yang tertangkap tangan atau terbukti memiliki HP, tahanan atau napi itu akan diberi sanksi. Tapi karena HP itu bukan barang haram, maka sanksi yang diberikan tidaklah frontal, tapi lebih bersifat pembinaan. "Sanksinya tak diizinkan menerima tamu dengan jangka waktu tertentu, paling cepat satu bulan,” ujar Elly Yuzar. Tapi mengingat alat komunikasi itu juga penting bagi tahanan dan napi untuk menghubungi keluarga, pihak lapas berencana untuk membangun sejenis wartel yang mana semua gerakan dan arah pembicaraan tahanan dan napi bisa dipantau petugas. Ketika disinggung tentang kepergoknya tahanan Djufri sedang makan di Kasang beberapa waktu lalu, Elly Yuzar kembali menegaskan, bahwa semua itu merupakan kewenangan jaksa dan hakim. “Lapas kan hanya tempat penitipan. Jika polisi yang menahan, maka wewenangnya ada di kepolisian, begitu juga kalau yang menahan itu kejaksaan, maka pihak kejaksaanlah yang berwenang. Tersangka Djufri kan tahanan kejaksaan, maka kejaksaanlah yang berwenang untuk menangani hal itu,” tambah Elly. (h/wan)


PADANG 15

SELASA, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

Distribusi Air PDAM Macet Lagi

LINGKAR Konsumsi Makanan Haji PADANG, HALUAN — Jemaah haji Embarkasi Padang yang telah masuk asrama dilarang mengonsumsi makanan yang berasal dari luar untuk mencegah terjadinya keracunan akibat salah menyantap makanan. Menurut Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang Japeri Jarab di Padang, Senin, peraturan ini dibuat demi kebaikan jamaah agar semua makanan yang mereka konsumsi terjaga dan berada dalam pengawasan bidang kesehatan. “Saat jamaah masuk asrama haji dilarang mencari makanan yang ada di luar. Hal ini mengingat makanan yang ada di luar belum terjamin dan dikhawatirkan jika terjadi sesuatu akibat salah menyantap makanan akan merugikan jamaah sendiri,” kata Japeri Senin (17/10). Di sisi lain PPIH Embarkasi Padang telah menyiapkan makanan bagi jamaah karena setiap hari dilakukan proses pemeriksaan yang cukup ketat untuk memastikan aman dikonsumsi. Kepala Bagian Pengawasan Katering PPIH Embarkasi Haji Padang Ildamsyah sebelumnya mengatakan, setiap hari pihaknya melakukan penelitian sampel menu haji yang akan dikonsumsi jamaah ketika berada di pesawat serta di asrama haji.(h/ant)

PADANG, HALUAN—Pendistribusian air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang di kawasan Ulu Gadut dan sekitarnya mengalami gangguan tadi malam, Senin (17/10). Gangguan ini disebabkan adanya pekerjaan perbaikan pipa bocor, di dekat rel kereta api Bandar Buat mulai pukul 19.00 WIB, Senin (17/10).

HASWANDI

ANGKUT BARANG – Dua orang buruh mengangkut barang-barang jualan ke Pasar Inpres III Pasar Raya Padang, Senin (17/10). Meski Pasar Inpres II, III dan IV dihembus hawa pemagaran dan pembongkaran, namun para pedagang tetap memasok barang jualan ke kios mereka masing-masing.

Belum Ada Rencana Aksi Terhadap Temuan BPK PADANG, HALUAN—Panitia kerja (Panja) DPRD Kota Padang masih menunggu hasil rekapitulasi aksi dari tujuh SKPD Kota Padang, terhadap temuan Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan Badan Pemeriksaan Keuangan (LHP BPK) RI. “Sampai kini, kami belum merencanakan rapat Panja.

Karena, masih menunggu hasil rekap aksi tersebut. Sebab, tanpa adanya hasil rekap itu apa yang akan dibahas termasuk terhadap temuan perjalanan fiktif tiga orang anggota DPRD Kota Padang,” kata Ketua Panja DPRD Kota Padang Erison kepada Haluan, Senin (17/10). Dengan telah keluarnya hasil rekap tersebut, maka Panja

dapat mengambil sikap apakah pengembalian uang tersebut ke kas daerah atau hanya sekedar teguran saja. Ia juga mengatakan, agar SKPD segera menuntaskan hasil temuan BPK itu. Dengan menyiapkan, dokumen-dokumen pendukung dan barang bukti sebagai penunjang pemeriksaan.

“Karena, kalau hasil rekap itu cepat maka cepat pula persoalan terhadap temuan BPK itu. Dan, diharapkan tidak lagi menjadi temuan BPK,” tegasnya. Sebelumnya tujuh SKPD di Kota Padang terkait dalam temuan LHP BPK, diantaranya Dispora, Dipernakhutbun, Sekretariat DPRD, Bagian Umum, Dinas PU.

Sedangkan, Dipernakhutbun telah mengembalikan uang perjalanan dinas ke kas daerah. Termasuk satu orang anggota DPRD Kota Padang Jhon Roza Syaukani juga telah mengembalikan ke kas daerah. Sedangkan, dua orang anggota dewan lainnya Jhoni Ismed dan Oesman Ayub belum mengembalikan.(h/ade)

Delapan Unit Motor Diamankan Polisi

PADANG, HALUAN—Sedikitnya delapan unit kendaraan roda

dua terjaring saat dilakukan operasi kendaraan bodong oleh

Polsek Padang Selatan pada enam lokasi di wilayahnya, Senin (17/10) sekitar pukul 14.30 WIB. Operasi ini dilakukan untuk menimalisir tindak kejahatan di wilayah hukum Polsek Padang Selatan, seperti pencurian sepeda motor (curanmor). Dari sekian motor yang diamankan polisi, kebanyakan tidak memasang plat nomor kendaraan dan surat-surat. Kapolsek Padang Selatan AKP Nuraida mengatakan, kawasan yang dilakukan operasi tersebut adalah di Seberang

Padang, Mata Air, Kampung Nias, Simpang Ranah, Jembatan Buai, dan depan Mesjid Nurul Iman. “Beberapa kawasan tersebut sering terjadi tindakan kejahatan dan banyak yang melanggar lalu lintas,” kata Nuraida kepada Haluan, Senin (17/10). Motor yang terjaring itu di antaranya, lima unit telah di tilang, sementara tiga unit belum ditilang dikarenakan pengendaranya telah melarikan diri terlebih dahulu sebelum petugas memberikan tilang.

“Kita belum bisa mengatakan tiga unit motor tersebut terindikasi curanmor. Namun, kami akan berkoordinasi dengan Reskrim Polresta Padang dan apabila ditemukan maka akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya. Ditambahkannya, dari awal tahun 2011 hingga 17 Oktober sudah terjadi 16 kasus curanmor di wilayah Padang Selatan. Dari sekian kasus curanmor, sudah enam kasus berhasil terungkap, sementara lebihnya masih dalam penyelidikan. (h/nas)

ILUSTRASI

spanduk - baliho - billboard sticker - backdrope branding car - x banner roll up - dll

Menyewakan Bando & Billboard lokasi strategis di Padang, Payakumbuh & Pariaman

Kantor Pusat : Jl. Gajahmada No.40 Gn. Pangilun Padang Telp. (0751) 447825, 40269 Cabang Payakumbuh : Cabang Padang : Jl. Soekarno-Hatta 123 Jl. Andalas 83 Telp. 890 383 Koto Nan Ampek Jl. Belakang Olo 46A (dpn Hotel Jakarta) Telp. 33 222 Telp. 0752 - 796 123

Iklan Baris

Otomotif

Smart

Rp. 20.000,- / terbit

PAKET TOYOTA

ASTRA INTERNASIONAL-DAIHATSU

"OKTOBER CERIA" MILIKI Xenia DP 9jt-an, SEGERA Angsuran 3Jt-an MOBIL sudah termasuk angsuran 1, all risk, subsidi rate 2,15jt DAIHATSU Asuransi Bonus Kaca Film, Console Box dan aksesories lainnya ANDA Hub :

FERRY - ASTRA

CV. BUDDY SUMUR BOR Sekarang paket air bersih ada pilihan Rp.13 Jt

Rp.9 Jt

Rp.6 Jt

Syarat ketentuan berlaku

AYO BURUAN!!!

Kalau bisa pakai PVC, Ngapain pakai besi Atau Rp. 1,5 Jt per batang (Pipa Gyp)

Hub : CV. BUDDY SUMUR BOR Komp. Gando Permata Cendana Mata Air Blok F No. 04 Padang (Depan Lapangan Voly) Gando Permata Telp. (0751) 765601 HP. (0751) 8212111, HP. 081266015111

Iklan Baris Rp. 20.000,- / terbit

DP. 18.793.000 DP. 20.816.000 DP. 22.308.000 DP. 29.462.000 DP. 23.187.000 DP. 17.800.000

sehingga menyebabkan terjadinya gangguan pelayanan untuk daerah Ulu Gadut dan sekitarnya mulai dari jam 19.00 WIB sampai selesai. Dimohon pengertian pelanggan yang berada di daerah Ulu Gadut atas terjadinya ketidaknyamanan,” katanya lagi. Ia menambahkan, gangguan kebocoran terjadi karena diduga masih ada beberapa titik pipa yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa 2009 lalu. Namun demikian, tambahnya, PDAM sendiri sudah melakukan dan terus melakukan perbaikan terhadap kelancaran arus di pipa jaringan ke pelanggan tersebut. (h/vid)

91 PNS Pemko Disekolahkan PADANG, HALUAN—Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang mencatat, untuk tahun 2011 ini sebanyak 91 PNS ditugaskan melanjutkan pendidikannya ke berbagai jenjang pendidikan, sesuai dengan keperluan daerah serta kelulusan pegawai bersangkutan. Para pegawai tersebut melanjutkan pendidikan di sejumlah perguruan tinggi yang ada di Sumatera Barat dan juga di sejumlah perguruan tinggi yang berada di luar Provinsi Sumatera Barat. “Bagi yang mengikuti tugas belajar, mereka dibebaskan dari kegiatan rutin selaku PNS. Namun harus dicatat, yang bersangkutan hanya akan menerima gaji pokok, tunjangan anak dan istri serta beras. Bagi pegawai yang menduduki posisi eselonering, maka tuanjangan jabatan dan tunjangan daerah mereka otomatis hilang,” kata kepala BKD Padang, Hiptonius Damanhuri, Senin (17/10). Dengan banyaknya pegawai yang sedang mengikuti tugas belajar dan juga belajar mandiri, maka diharapkan kualitas aparatur pemerintahan di Kota Padang semakin meningkat. Dan tentunya hal itu juga akan berdampak pada komposisi jenjang pendidikan pegawai yang ada saat ini. Terhadap pegawai yang mengikuti tugas belajar itu, Pemko Padang kata Hiptonius Damanhuri menetapkan sejumlah kebijakan untuk dipenuhi. Jika tidak, maka yang bersangkutan selain ditarik dari tugas belajar, juga harus mengganti biaya selama yang bersangkutan mangkir dari

Pasang Iklan Anda disini ... KOMPLEK BANDARA TABING, JL. HAMKA PADANG Telp. (0751) 4488700 - 703, Fax. (0751) 4488704 Email Divisi Iklan : iklan_haluan@yahoo.com

tugasnya selaku aparatur negara. “Kebijakan tersebut adalah bagi yang menyelesaikan S1, diberikan target maksimal 4 tahun dengan masa rentang selama 1 tahun. Untuk S2, targetnya adalah 2 tahun dengan masa rentang selama 6 bulan. Sementara untuk S3, targetnya adalah 4 tahun dengan masa rentang 1 tahun,” urainya. Seluruh pegawai yang mengikuti tugas belajar tersebut kata dia harus memenuhi limit waktu yang telah ditetapkan. Jika tidak, tentu mereka harus menerima konsekwensi sebagaimana kebijakan yang telah ditetapkan daerah. Ia juga menjelaskan, dari program tugas belajar itu, tak satupun pegawai yang dikirim gagal menuntaskan pendidikan mereka. Dan hal ini menurutnya sebuah prestasi yang pantas diapresiasi.(h/ted)

PNS TUGAS BELAJAR 2011 D3 : 5 Orang D4 : 7 Orang S1 : 16 Orang S2 : 60 Orang S3 : 3 Orang

Total : 91 Orang

KOMPOSISI JENJANG PENDIDIKAN PNS KOTA PADANG 1. SD : 258 Orang 2. SMP : 248 Orang 3. SMA : 3.613 Orang 4. Diploma : 4.004 Orang 5. S1 : 5.533 Orang 6. S2 : 501 Orang 7. S3 : 3 Orang Total

: 14.160 Orang

Elang Perkasa Motor Discount s/d 30jt, DP ringan/bunga 3,99% Pick Up Karimun Splash APV

DP 2,5jt-an DP 6jt-an DP 6jt-an DP 7jt-an

Swift SX4 Vitara

DP 8jt-an DP 9jt-an DP 18jt-an

Proses cepat, data bisa dijemput menerima tukar tambah

Padang

RIZALUL FIQRI,S.Psi

ANGS 3.733.000 ANGS 4.146.000 ANGS 4.458.000 ANGS 5.907.000 ANGS 4.642.000 ANGS 4.600.000

081363001111

BONUS KARPET DASAR & SARUNG JOK

Hubungi

PIN BB : 32E4252D

082173140240 / 0751 - 9846138

Smart

AVANZA E AVANZA G AVANZA S INOVA YARIS HILUX PU

“Kami mohon maaf dan mohon pengertian masyarakat atas gangguan ini. Pekerjaan perbaikan demi kepentingan peningkatan kualitas pelayanan ke depannya,” kata Direktur Utama PDAM Kota Padang Ir. H. Azhar Latif didampingi Direktur Teknik H. Edwar, Direktur Umum Amriyono dan Humas Herryzal, AA kepada Haluan, Senin (17/10) malam. Menurutnya, gangguan yang terjadi yaitu kebocoran pipa transmisi yang masuk dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Ulu Gadut ke Reservoar Selatan. Lokasinya dekat rel kereta api Bandar Buat. “Karena ada pekerjaan perbaikan, maka pendistribusian air kita stop sementara,

ALJUFRI

081374991979 / 0751 7855179

791

= KOMPUTER

= PROPERTI

= OTOMOTIF

= ELEKTRONIK

= ALAT KOMUNIKASI

Pasang Iklan Anda disini ...

= FASHION

KOMPLEK BANDARA TABING, JL. HAMKA PADANG Telp. (0751) 4488700 - 703, Fax. (0751) 4488704 Email Divisi Iklan : iklan_haluan@yahoo.com

= BIRO JASA = RUPA RUPA

FVZ 285PS

= INFO BISNIS

PUSAT GIPSUM Produksi, Distributor, Papan Gipsum Rangka Metal, Aksesoris, Lis Profil Gipsum Melayani Siap Pasang dalam dan luar kota Jl. Andalas No.7 ptk 1 Simp. Haru Padang Telp. (0751) 38573 / 38555 Jl. By Pass Baru Km.9,5 No.2 Padang Telp. (0751) 495411 / 495412 Jl. By Pass Baru Km.11 Balai Baru Padang Telp. (0751) 497403 / 497406

Star

Dent

Removal

Mengembalikan Penyok (Pentok) Tanpa Proses Pengecatan dlm Waktu Singkat Mobil Anda Akan Kembali Mulus HANYA

15 MENIT SAJA

Joko (Jo) 0821 7457 1144 Jl. Ujung GurunNo. 147 Padang

KEHILANGAN

KEHILANGAN

1 (satu) bh Sertifikat Tanah dengan No. Hak Milik 618 yang terletak di Kel. Air Pacah Kec. Koto Tangah Kotamadya Padang dengan luas=570m2 An. Pemil ik Rustam Nursa/Rosna. Hilang pada hari Rabu, 30 September 2009 sekitar pukul 17.30 WIB Pasca Gempa.

1 (satu) lbr STNK Sepeda Motor Yamaha VIXION BA.6702WW An. Toni Yolanda. Hilang hari Kamis, 13 Oktober 2011 didalam perjalanan dari Rumah menuju Siteba Padang. Bagi yang menemukan harap lapor ke Pos Polisi terdekat

Menerima : Salon Mobil Interior Eksterior Menghilangkan Baret Baret Halus CP : Remon : 081374962345, (0751) 9815553 Jl. Ujung Gurun No. 147

KEHILANGAN

1 (satu) bh Sertifikat Deposito Bank Nagari Padang No.0301029936 An. Ayu Fitria Sari,Amd, 1 (satu) bh buku BPKB R4 Nissan Grand Livina Warna Abu-abu Tua Metalik No. Pol BA.111SV, No. Rangka : MHBG1CGFAJoo778, No. Mesin : MR18054916R No. BPKB : G3298362C. An. Ayu Fitria Sari,Amd. Hilinag Senin, 17 Oktober 2011 di Kantor PT. AMP Jln. Dr. Hamka No.69 Padang. Bagi yang menemukan harap lapor ke Pos Polisi terdekat

DIJUAL TANAH

KEHILANGAN

SHM, Luas 7.000m2, Lokasi Gurun Laweh Kalumbuk Kec. Nanggalo. Ada Rumah & Durian Unggul Nasional. Hub : HP. 08126708098

1 (satu) buah BPKB Kendaraan Roda Empat merk Mitsubishi Lanser XL dengan No. Plo BA.1570 JB. An. Kamal Firdaus. Hilang hari Sabtu, 8 Oktober 2011 dalam perjalanan dari Tabing menuju Psr. Siteba Padang. Bagi yang menemukan harap lapor ke Pos Polisi terdekat

GRAND TOURING


16

PASAMAN BARAT Tuah Basamo LINGKAR

Bupati Minta Gedung Pertemuan Dituntaskan PASBAR, HALUAN — Bupati Pasbar Baharuddin R menginstruksikan kepada Kepala Bappeda agar segera menyelesaikan pembangunan gedung Pertemuan Sungai Aua Kec Sungai Aua. “Saya perintahkan Kepala Bappeda agar memasukkan anggaran lanjutan pembangunan Gedung Pertemuan Sungai Aua minimal Rp100 juta tahun ini,” kata Baharuddin saat berpidato pelantikan panitia MTQ ke 6 di Sungai Aua, Senin (17/10) kemarin. Dengan demikian diharapkan gedung pertemuan itu, akan bisa menampung berbagai aktivitas dan kegiatan masyarakat Sungai Aua di masa depan. “Saya berkeinginan gedung pertemuan itu segera bisa dimanfaatkan masyarakat,” sebut Baharuddin. Bupati Pasbar, mengaku baik pembangunan infrastruktur di Pasaman Barat landasan morilnya juga agama. “Kalau semua dibangun dengan landasan iman, pasti hasilnya menyenangkan jiwa,” katanya. (h/nir)

SELASA, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

Pasar Simpang Ampek Dijadikan Kawasan Bebas Parkir

PASBAR, HALUAN - Menghindari kemacetan dan memperindah kota di Pasar Simpang Ampek, pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan dan Satpol PP serta Polres Pasbar, Minggu (16/10), melakukan penertiban parkir di sekitar pasar Simpang Ampek. Lokasi ini dijadikan kawasan bebas parkir.

Panitia MTQ Dikukuhkan PASBAR, HALUAN — Bupati Pasaman Barat Baharuddin R melantik dan mengukuhkan panitia MTQ Nasional Tingkat Kabupaten Pasbar ke 6 tahun 2011, Senin (17/10), di Hall Serbaguna Kec. Sungai Aua Pasaman Barat. MTQ Tingkat Kabupaten Pasbar itu, dijadwalkan akan dilaksanakan Desember 2011 mendatang, dengan tuanrumah Kecamatan Sungai Aua. “Saya minta semua pihak dan panitia menyukseskan MTQ ini, karena ini barometer membangun Pasbar di atas tadah agama,” ujar Baharuddin saat melantik Panitia MTQ Pasbar. Mereka yang dilantik adalah Ketua Umum Getri Ardanis, Ketua I Iswandi, Ketua II Nahruddin Lubis, Sekretaris Umum Syawal Syura, dan Ketua Bidang Humas Zulnafri, Adrizal (anggota) dan belasan pengurus seksi lainnya. Bupati meminta kepada semua pengurus agar bekerja dengan maksimal agar MTQ itu berjalan dengan sukses. “Camat, walinagari, dan ketua panitia saya minta menyukseskan MTQ, ini juga termasuk barometer keberhasilan pejabat yang menjadi panitia MTQ,” ujar Baharuddin. MTQ yang bakal diikuti semua kecamatan, agar diikuti untuk semua cabang. Khusus bagi pemenang juara I nantinya, bupati berjanji akan memberi biaya haji dari Pemkab Pasbar. Hadiah juga diberikan kepada kecamatan yang juara umum, namum hadiahnya masih dirahasiakan. “Untuk juara satu saya akan hajikan ke Mekkah, biaya dari pemerintah daerah,” ujar Baharuddin. Dalam menghadapi MTQ Nasional Tingkat Sumbar yang dijadwalkan akan dilaksanakan di Kabupaten Dharmasraya, bupati berkeinginan kafilah Pasbar, memegang peran dan memperoleh prestasi yang membanggakan. “Dalam MTQ, saya tak ini Pasbar nomor pincit lagi,” tukas Baharuddin. Dia juga mengajak seluruh kepala SKPD juga pro aktif membantu dan menyukseskan MTQ Tingkat Kabupaten Pasbar. “Kalau acara olahraga kita royal, kenapa acara keagamaan tidak kita besarkan pula?” ujar Baharuddin memberi dorongan kepada kepala SKPD. (h/nir)

PNS Diwajibkan Datang Tepat Waktu PASBAR, HALUAN — Bupati Pasbar Baharuddin R, menekankan disiplin terhadap pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Pasbar , khususnya disiplin datang tepat waktu ke kantor. “Guna mewujudkan pemerintah yang baik seluruh aparatur harus disiplin dan bekerja dengan baik,” ujar Baharuddin R saat menjadi inspektur upacara pada apel gabungan PNS, Senin (17/10). Bagi PNS yang tidak mematuhi aturan akan diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku. Begitu juga terhadap pegawai honor daerah maupun kontrak akan diberhentikan jika tidak mengindahkan aturan yang berlaku. Senin (17/10), di hadapan seluruh pegawai di Pasbar, Baharuddin mengumumkan nama-nama PNS dan pegawai kontrak yang diberi sanksi karena tidak disiplin dalam melaksanakan tugas atau kehadirannya sangat minim. Kepala BKD Pemkab Pasbar Syahnan, kepada Haluan menyebutkan, bahwa kini pemerintah daerah sangat komit terhadap disiplin pegawai di Pasbar. “Sanksinya bervariasi sesuai ketentuan, bisa surat peringatan, pemotongan Tunjada, bahkan bagi PNS yang 41 hari tidak hadir bisa diberhentikan statusnya sebagai pegawai negeri,” kata Syahnan. Oleh karena itu, Syahnan, menghimbau kepada seluruh pegawai di Pasbar, baik pejabat bereselon, staf, tenaga honor, maupun tenaga kontrak, untuk disiplin dalam hal kehadiran dan bekerja. Sehingga diharapkan dari hasil kerja yang disiplin itu akan menghasilkan output yang maksimal pula. (h/nir)

JUNIR

Bupati Pasbar Baharuddin R tampak akrab dan berdialog dengan para stafnya, antara lain Kabag Humas Pasbar Zulnafri, Senin (17/10).

Islamic Centre Dibangun Tahun Depan

SIMPANG AMPEK, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, akan membangun gedung “Islamic Centre” di atas lahan dua hektare pada 2012. Islamic centre itu akan menampung berbagai kegiatan keislaman dan pelatihan bagi generasi muda Islam, kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman Barat Getri Ardenis, Jumat. “Pembangunan Islamic Centre itu direncanakan di atas lahan dua hektare dengan perkiraan dana mencapai Rp500 juta. Lokasinya belum kami pastikan, namun anggarannya akan dimasukkan ke dalam APBD Pasaman Barat 2012,” katanya. Ia menyatakan, dalam persiapan pembangunan Islamic Centre itu, pihaknya telah melakukan studi banding ke dua daerah yakni Muaro Bungo, Provinsi Jambi, dan Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Studi banding itu cukup memberikan gambaran tentang Islamic Centre dengan kegiatannya.

“Studi banding itu dilakukan sebagai bentuk pembelajaran, selain melihat bentuk bangunannya, kami juga melihat kegiatan apa saja yang dilakukan di Islamic Centre tersebut,” kata Getri. Dalam perencanaan yang sedang disusun, jelasnya, dalam area 2 hektare itu akan didirikan berbagai macam bangunan. Mulai dari masjid, aula, tempat persatuan ormas Islam, usaha ekonomi, Taman Pengajian Al Quran/Madrasah Diniyah Awaliyah (TPA/MDA) hingga tempat lembaga pendidikan Islam lainnya. Selain bangunan, dalam area itu juga akan dibangun tempat penginapan haji. Penginapan itu akan djadikan tempat transit calon haji sebelum berangkat ke Kota Padang. Bahkan lokasi itu direncanakan sebagai tempat pelatihan khatib, imam, dai dan penyuluh agama Islam. “Pada intinya Islamic Centre dibangun sebagai tempat kegiatan keislaman di Pasaman Barat sehingga kegiatan keislaman akan terpusat pada satu tempat dan pem-

binaan agama Islam akan mudah dilakukan,” ujar Getri. Rencana pembangunan Islamic Centre tersebut sesuai dengan visi misi Bupati Pasaman Barat H Baharuddin R yang ingin membangun Pasaman Barat berlandaskas Islam. Bupati Pasaman Barat menyatakan, pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas harus didukung akhlak yang mulia berlandaskan agama Islam. Program yang sedang digalakkan dalam mewujudkan visi dan misi tersebut di antaranya mewajibkan anak sekolah untuk pandai baca tulis Al Quran jika ingin melanjutkan pendidikannya. “Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah daerah menempatkan dai di setiap nagari yang bertugas mendidik anak-anak untuk belajar agama Islam. Jika si anak sudah pandai baca tulis Al Quran, anak tersebut akan memperoleh sertifikat yang akan digunakan untuk melanjutkan pendidikan,” kata Baharuddin. (ant)

Penambang Diminta Perhatikan Lingkungan SIMPANG AMPEK, HALUAN — Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Pasaman Barat meminta para penambang galian C di daerah itu agar benarbenar memperhatikan dampak lingkungan dalam menjalankan aktivitas penambangan mereka. “Kepada para penambang galian C diminta memperhatikan lingkungan, di samping juga harus memiliki izin yang jelas dari instansi terkait. Jika ditemukan penambang tanpa izin dan di lokasi yang dilarang akan berurusan dengan hukum,” kata Kepala Distamben Pasaman Barat Faizir Djohan di Simpang Ampek, Minggu. Ia menyebutkan, jika para penambang tidak memperhatikan lingkungan sekitarnya, apalagi jika aktivitas penambangan dilakukan di dekat bangunan, jembatan dan perumahan, maka dapat menimbulkan longsor atau pencemaran. Menurut dia, pihaknya terus melakukan penertiban penambang

liar terutama yang beraktivitas di dekat pemukiman penduduk. Distamben beserta aparat kepolisian dan Satpol PP beberapa waktu lalu berhasil menangkap penambang yang melakukan aktivitas penambangan di luar izin lokasi dan berada di dekat bangunan jembatan. “Setiap penambangan harus memiliki izin yang jelas dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu, penambang dilarang melakukan penambangan di area tertentu yang membahayakan masyarakat sekitar,” ujarnya. Lokasi yang dilarang untuk dijadikan area pertambangan di antaranya di sekitar lokasi jembatan, bangunan, perumahan serta di areal hutan. Jika penambangan tetap dilakukan di lokasi tersebut akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan seperti jembatan ambruk, air sungai menjadi keruh serta akan terjadi pencemaran lingkungan. “Untuk memperingatkan para penambang kami telah memasang

plang larangan di beberapa lokasi seperti di dekat jembatan dan perumahan,” katanya. Jika para penambang tetap menambang di area tersebut akan dijerat dengan Pasal 158 UndangUndang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara serta Pasal 50 Ayat (3) Huruf g UU RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara dan atau denda Rp10 miliar, jelasnya. Ia menambahkan, Distamben Pasaman Barat saat ini juga sedang mendata lokasi-lokasi tambang yang ada. Pendataan dilakukan sebagai bentuk penanggulangan dini terhadap dampak lingkungan sekaligus pengaturan tambang galian C agar memberikan pendapatan bagi daerah. “Pasaman Barat banyak memiliki potensi galian C. Untuk itu kita saat ini sedang melakukan pendataan agar bisa dikelola dengan baik sehingga menambah pendapatan asli daerah,” katanya. (ant)

Penertiban itu merupakan hasil kesepakatan seluruh stakeholder tentang kawasan bebas parkir di sekitar jalan raya Pasar Simpang Ampek dan penertiban pedagang kreatif lapangan (PKL). Pantauan Haluan, sekitar pukul 06.30 WIB, petugas dari Dinas Perhubungan Kominfo Pasbar bersama kepolisian, Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Dinas Koperindag Pasbar sudah melakukan penertiban di lokasi pasar. Sepeda motor yang sudah banyak parkir di bahu jalan diminta petugas untuk dipidahkan ke halaman Gedung Pertemuan “Tuah Basamo”, begitu juga dengan pedagang yang sudah mulai melakukan transaksi jual beli di pinggir jalan raya diminta pindah ke dalam pasar. Kini kawasan pasar tersebut terasa plong. Tidak macet seperti yang biasa terjadi sebelumnya. Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Pasbar Mardani didampingi Kasat Pol PP Abdi Surya dan Kasi Dal

Ops Decky Syahputra, di selasela penertiban mengatakan, kegiatan hari itu adalah aplikasi dari hasil kesepakatan bersama anatara pemerintah daerah dengan pihak kepolisian, ninik mamak Simpang Ampek, walinagari Aua Kuniang, Jorong Simpang Ampek untuk menertibkan parkir dan PKL di kawasan pasar. Katanya, aturan itu mulai berlaku sejak tanggal 16 Oktober 2011 dan seterusnya. Setiap hari pasar selalu akan ditempat anggota di sepanjang jalan kawasan pasar dari dinas perhubungan, Pol PP dan kepolisian. “Kita berharap ini bukan aksi sesaat, tapi untuk seterusnya. Kalau begini, kan, terasa lapang dan tidak semrawut lagi,” katanya. Salah seoarang pedagang yang terkena gusur, Amril, mengatakan, tidak keberatan jika ia diminta untuk pindah berdagang ke dalam pasar atau tidak di pinggir jalan lagi. Asal hal itu bukan hanya untuk kali ini saja, tapi berkelanjutan untuk seterusnya. (h/nir)

Pamsimas Harus Dimanfaatkan dengan Baik

SIMPANG AMPEK, HALUAN — Wakil Bupati Pasaman Barat Syahrul meminta para wali nagari dan kepala jorong memanfaatkan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) dengan baik. “Semua wali nagari dan jorong harus bisa memanfaatkan program nasional pamsimas dan menjaganya dengan baik. Sebab program itu bertujuan untuk memberikan air bersih kepada masyarakat,” katanya pada pembukaan pelatihan pamsimas di Simpang Ampek, Rabu. Ia mengatakan, untuk membuat satu unit pamsimas pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp275 juta. Dalam pelaksanaan program pamsimas tidak hanya kegiatan fisik dan proses saja yang dikerjakan, tetapi juga administrasi. “Jika pelaksanaan fisik bagus tapi administrasinya terbengkalai, bisa dikatakan program tersebut tidak berhasil,” katanya. Untuk itu, menurut dia, sebelum tim pamsimas memulai pelaksanaan kegiatan selanjutnya, petugas diberikan pelatihan teknis dan administrasi untuk meningkatkan pengetahuan sumber daya manusia sesuai dengan petunjuk pelaksanaan programnya. “Program pamsimas harus didukung dan dijaga agar masyarakat terutama yang berada di daerah pedalaman bisa memanfaatkan air bersih,” katanya. Untuk materi teknis, menurut dia, antara lain berupa sistem jaringan perpipaan, gambaran umum prasarana air bersih, jenis-jenis bangunan air bersih, sistem jaringan perpipaan gravitasi dan pompa, spesifikasi teknis bangunan, spesifikasi teknis pipa dan asesoris, cara pemasangan pipa, cara pemasangan sambungan pipa, dan cara galian pipa. Sementara untuk materi administrasi atau pembukuan adalah jenis-jenis pembukuan sesuai petunjuk program pamsimas yang meliputi buku kas umum, buku bank, buku penerimaan dan pengeluaran, rencana penggunaan dana (RPD), serta buku in kind dan buku material. Dengan adanya pelatihan teknis dan administrasi tersebut, katanya, masyarakat dan petugas mendapat pengetahuan dan pengalaman, baik pelaksanaan fisik maupun dalam bidang administrasi atau pembukuan. “Masyarakat tidak hanya mendapat manfaat air bersih tapi juga mendapat ilmu pengetahuan,” ujar dia. (ant)

Simpang Ampek Berbenah Demi Raih Adipura

PASBAR, HALUAN — Kabupaten Pasaman Barat bertekad mewujudkan cita-cita menjadi kota bersih. Untuk meraih prestasi itu, Pemkab Pasbar giat membenahi Kota Simpang Ampek. “Kita bertekad akan memboyong Piala Adipura tahun 2011. Adipura adalahgelar tertinggi pada bidang lingkungan hidup,” ujar Wakil Bupati Pasbar Syahrul Dt Marajo, Senin (17/10) kemarin. Berbagai upaya pun sudah dilakukan menjelang penilaian Adipura tahun 2011. Salah satunya, melaksanakan gotong royong bersama, mulai dari seluruh instansi pemerintah, swasta dan

masyarakat. Bupati dan wakil bupati juga ikut gotong royong (goro)bersama, seperti yang dilaksanakan Jumat lalu. Ruas-ruas jalan, tempat-tempat umum dan kawasan kantor serta kawasan rumah masing-masing dibersihkan. Sementara Bagian Humas Setkab Pasbar sejak beberapa hari terakhir terus menyuarakan melalui mobil penerangan kepada masyarakat agar melakukan goro bersama dan menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat diimbau tidak membuang sampah sembarangan, tidak membuang sampah ke sungai, tidak membakar sampah dan tidak menjemur pakaian di

halaman rumah. “Demi terciptanya Pasaman Barat sebagai daerah yang bersih dan sehat dan untuk penilaian Adipura tahun 2011”, begitu bunyi seruannya. Wakil Bupati Pasaman Barat Syharul Dt Marajo saat melakukan monitoring goro bersama itu mengatakan, goro jangan dianggap sebagai upaya meraih Adipura saja, tapi sebagai momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan, rasa keterpaduan dan rasa saling membutuhkan, yang dibuktikan melalui peran nyata dalam berbagai aktivitas pembangunan, untuk mengabdi kepada kepentingan masyarakat.

“Untuk itu kegiatan seperti ini dapat berlanjut dan makin di sempurnakan pada tahun tahun yang akan datang,” katanya. Tujuan yang dicapai dari pelaksanan peringatan tersebut, ujarnya, demi rasa persatuan kesatuan masyarakat dalam pengabdian untuk membangun bangsa yang mandiri dalam meningkatkan peran aktif masyarakat pembangunan dalam bidang kemasyarakatan, ekonomi, sosial budaya dan agama serta bidang lingkungan. “Kita berharap tahun 2011 ini menjadi tahun yang penuh berkah bagi kita semua, dan membawa sejarah baru bagi

Pasbar, karena berhasil meraih Piala Adipura,” ungkapnya. Begitu juga dengan masyarakat, selalu mendukung kebijakan dan program pembangunan pemerintah, demi kemajuan Pasbar ke depan. Juga memiliki rasa tanggung jawab terhadap hasil pembangunan yang telah dibangun,yang sedang berjalan dan masih dalam tahap perencanaan untuk dipelihara dan di kembangkan di masa yang akan datang. “Kita kembali menanamkan nilia-nilai kehidupan berbangsa sekaligus memupuk rasa kebersamaan dan persatuan dalam bergotong royong,” pintanya. (h/nir)


EKONOMI DAN BISNIS 17

SELASA, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

Kentang Lokal Tetap Diminati PADANG, HALUAN — Masuknya komoditi kentang impor asal Cina di pasar tradisional di Kota Padang ternyata tidak mengurangi minat konsumen membeli kentang lokal. Hal ini diakui oleh salah satu pedagang kentang di Pasar Raya Padang Husni pada Haluan Senin (17/10) Husni mengaku kentang impor tersebut dijual berdampingan dengan kentang lokal. Ini sengaja dilakukan, agar konsumen bisa dengan bebas memilih dan membandingkan sebelum membeli. Seperti yang diberitakan sejumlah harian ini sebelumnya, harga kentang impor cenderung lebih murah dibanding kentang lokal. Dan menyebabkan harga kentang lokal anjok turun. “Kentang lokal Rp6 ribuan per Kg kalau kentang Cina Rp3 ribu hingga Rp4 ribuan per kg,” katanya. Rupanya tak hanya harga, perbedaan mencolok lainnya terlihat dari ukuran kentang impor yang jauh lebih besar. Hal senada juga dibenarkan Imron pedagang lainnya. “Kentang impor memang ada dan memang lebih murah sekarang tinggal pembeli mau memilih yang mana,” ucapnya. Namun berdasarkan pengamatan sejumlah pedagang, kentang lokal justru jauh lebih diminati dibanding kentang asal luar negeri. Itu karena kualitas dari komoditi yang berbeda asal tersebut, berbeda. “Katanya kentang lokal lebih manis tapi ada juga yang suka beli kentang impor kalau cari yang murah dan besarnya,” tambahnya lagi. Tapi kalau mengandalkan kualitas apalagi menyangkut pelanggan seperti pelaku rumah makan dan katering, ujarnya lagi, kebanyakan akan memilih kentang lokal. Ya, kualitas yang lebih unggul yang menjadi daya tarik sehingga komoditas lokal tak kalah saing dengan komoditi impor. “Hal ini hendaknya menjadi perhatian penting para petani untuk menghasilkan tanaman dengan meningkatkan mutu dan kualitas tanaman, tentu tidak perlu menaruh kekhawatiran ketika barang lokal terpaksa sejajar dengan barang asal luar negeri,” jelas Imron lagi.(h/win)

Avanza, Mobil Keluarga Paling Laris AVANZA – Hingga saat ini, Toyota Avanza masih merupakan mobil paling laris di Indonesia. Untuk mendapatkan mobil keluarga ini, peminatnya harus indent dulu karena banyaknya permintaan.

Telkomsel Tingkatkan Kapasitas Jaringan 3G

BELITUNG, HALUAN — Telkomsel berperan serta aktif mensukseskan puncak pesta bahari Sail Wakatobi – Belitong 2011 di Tanjung Kelayang, 13 Oktober 2011. Operator selular ini mendukung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam menyediakan layanan Media Center serta penambahan kapasitas jaringan komunikasi data di lokasi tersebut. Upaya ini diharapkan mampu mempromosikan potensi pariwisata bahari Provinsi Bangka Belitung baik di dalam negeri hingga ke mancanegara. “Sebagai operator telekomunikasi

Pasar Laptop Masih Terbuka Luas PADANG, HALUAN — Pasar komputer jinjing atau laptop di Padang ternyata masih menggiurkan untuk pelaku bisnis. Bahkan beberapa komputer dan laptop yang berada di Padang mengaku mampu menjual antara 200 hingga 250 unit perbulannya. Menurut Sales Toko J.Bros Komputer, Citra, pihaknya sebulan mampu menjual 250 unit lebih berbagai merk laptop, mulai yang ukuran 10 hingga 14 inch. “Kebanyakan yang diminati konsumen adalah merk Acer dan Toshiba, karena laptop yang kami tawarkan sesuai dengan kebutuhan pembeli, silahkan mau pilih yang mana,” ujar Citra pada Haluan Senin 17 Oktober. Menurutnya, para pembeli laptop di toko ini akan mendapatkan hadiah seperti mouse

PADANG, HALUAN — Meskipun Toyota sudah meluncurkan New Kijang Innova beberapa waktu lalu, namun produk lainnya, Toyota Avanza masih menjadi andalan dalam penjualan produk Toyota di Sumbar.

NET

LINGKAR

optic, pendingin, tas, dan juga alas mos. Ini adalah salah satu trik dari Marketing untuk mendongkrak penjualan. “Untuk ukuran pilihan yang banyak diambil yaitu 14 inch dan 10 inch, imbang saja, tergantung permintaan, ada yang dual core, dan yang 10 inch untuk intel atom,” terang Citra. Segmen pelajar dan anak sekolah termasuk pembeli laptop yang paling banyak hingga saat ini. Dan diakuinya, konsumen paling tinggi adalah dari kalangan mahasiswa dan pelajar. “Biasanya untuk keperluan sekolah, kalau anak-anak SD hingga SMP biasanya yang ukuran 10 inch, tetapi kalau mahasiswa dan pekerja kantor lebih memilih yang layar 14 inch,” ujar wanita yang mengaku sudah bekerja di

J.Bross sejak 3 tahun lalu. “Untuk para pelajar dan mahasiswa, mereka rata-rata membeli dengan pembayaran cash, sedangkan pekerja kantoran kebanyakan dengan cicilan atau kredit leasing,” paparnya. Hal sama juga terjadi toko King Computer di kawasan Pondok Padang. Toko ini mengaku tidak pernah berhenti menerima orderan laptop. “Biasanya yang paling laris adalah jenis laptop, tiap bulan kami dapat menjual hingga 200 unit, yang dipilih dominan merk Acer 10 inch dan Toshiba 14 inch,” ujar Lia, admin King Computer. Dengan harga Rp2 jutaan, prosesor intel atom amd, para pembeli dapat menggunakan jenis laptop ini. Apalagi saat ini, banyak merek baru buatan Cina, yang murah dan lumayan lengkap. (h/win)

paling besar di Indonesia, Telkomsel ingin berperan aktif dalam perkembangan pembangunan suatu daerah. Penambahan kapasitas jaringan khususnya untuk layanan broadband di sekitar pantai Tanjung Kelayang, diharapkan mampu membantu promosi pariwisata bahari Belitong melalui komunikasi dari turis ataupun para partisipan lain. Begitu pula dengan menyediakan Media Center di lokasi kegiatan, Telkomsel ingin lebih memudahkan seluruh insan media yang sedang meliput event internasional ini,” ujar GM Corporate Communications Telkomsel Ricardo Indra dalam siaran persnya Senin (17/10). Di Pantai Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung Telkomsel menambahkan kapasitas jaringan 3G hingga dua kali lipat dibanding hari biasa sehingga pelanggan dapat lebih nyaman dalam berkomunikasi baik melalui voice, SMS, maupun internat data. Sebelumnya wilayah pesisir Tanjung Kelayang hanya di cover oleh jaringan 2G. Selain menyediakan jaringan berkualitas 3G yang lebih optimal, Telkomsel mengambil bagian dalam pameran pembangunan dengan membuka layanan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dan

pengunjung dalam memperoleh berbagai update informasi selular serta produk dan layanan Telkomsel dengan tarif terjangkau. Bagi insan media yang meliput Sail Wakatobi – Belitong 2011, Telkomsel juga mendukung Kominfo dengan menyediakan Media Center seluas 128 meter persegi dilengkapi dengan Hot Spot gratis atau Free WiFi berkualitas HSDPA yang mampu melayani langsung 64 user secara bersamaan. Telkomsel juga menyediakan lucky draw seperti Modem TelkomselFlash, Perdana Flash dan merchandise bagi seluruh jurnalis yang meliput. Dukungan Telkomsel terhadap program bersama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Komunikasi dan Informatika ini merupakan bagian dari komitmen Telkomsel dalam mewujudkan Good Corporate Citizenship sebagai perusahaan yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Seiring dengan kepedulian melayani pasar dan industri telekomunikasi sebagai core business, Telkomsel secara konsisten memberi nilai tambah pada lingkungan, masyarakat dan pembangunan daerah sesuai dengan visi dan misi Telkomsel.(h/win/rel)

Ini terlihat sejak diproduksinya mobil jenis MPV (Multy Purpose Vechile) tersebut, mobil yang ideal untuk keluarga ini laris manis dan selalu tinggi permintaan di Sumbar. “Avanza masih tinggi permintaan. Sampai sekarang pembelian masyarakat masih inden. Untuk Innova baru juga banyak permintaan, tapi tingkat penjualan masih tinggi Avanza,” kata Sales Suvervisor Auto 2000 Padang, Prima kepada Haluan, Senin (17/10). Menurutnya, tingginya permintaan Avanza karena varian Toyota yang satu ini sangat ideal untuk mobil keluarga di tanah air. Selain irit pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM), perawatan Avanza juga gampang. Hal tersebut juga ditopang perkembangan ekonomi masyarakat, khususnya Sumatera Barat. Dengan makin membaiknya situasi ekonomi ditandai aktivitas perdagangan, perkebunan serta sektor lainnya mendukung pasar penjualan Avanza tersebut. “Makanya, inden terhadap satu jenis varian mobil ini terus tinggi, terutama sejak keluaran New Avanza beberapa waktu lalu yang banyak menawarkan pilihan warna,” katanya. Laris manisnya Avanza tersebut juga terjadi secara nasional. Seperti dilansir dari situs Auto 2000, minat masyarakat semakin tinggi dengan kehadiran All New Toyota Avanza. Sebagai diler utama Toyota, Auto2000 mengakui mulai membuka inden All-New Avanza sampai akhir Oktober. Dengan demikian konsumen yang melakukan inden pada bulan November akan mendapatkan Avanza varian terbaru. “Kami (Auto2000) penuhi inden Avanza lawas akhir bulan ini,” ujar Marketing Divisi Head Jakarta I Auto2000, Agus Prayitno Wirawan. Sebelumnya, Toyota diberitakan bakal meluncurkan mobil MPV murah itu di November 2011.New Avanza mengalami perubahan yang cukup frontal dari depan, belakang hingga ke dalam kabin penumpang. Sayang tidak ada informasi apakah Toyota tetap mempertahankan mesin 1.300 cc dan 1.500 cc dengan 2 pilihan transmisi yakni otomatis dan manual. All New Toyota Avanza mengalami perubahan tidak hanya luar dan formasi interior juga diakui berubah. Sepertinya kabin paling belakang yang diklaim memiliki ruang lebih lega. (h/vid)


18 EKONOMI DAN BISNIS LINGKAR Permintaan Tenaga Kerja ke Batam Meningkat HALUAN, PADANG — Jumlah permintaan perusahan-perusahan asing yang berkembang di Batam dan Bintan terhadap tenaga kerja asal Sumbar meningkat. Saat ini permintaan mereka mencapai seribu calon pekerja dari jumlah permintaan awal yang sebelumnya hanya sekitar 750 orang. Tenaga kerja yang akan dikirim dengan latar belakang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA). “Kuota tersebut mesti kita cukupi menjelang akhir tahun ini, karena sesuai dengan isi kontrak kerja sama dalam program penempatan kerja Antar Kerja Antar Dae-rah (AKAD),” kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Zulkifli kepada Haluan di Padang, Senin (17/10). Setidaknya, semakin tingginya permintaan tenaga kerja asal Sumbar, akan membawa dampak positif terhadap perekonomian mereka. Dikatakan Zulkifli, perusahaan-perusahaan yang siap menampung tenaga kerja asal Sumbar, diantaranya PT. Excelitas Ind, PT. Philips Industries, PT. Siix Electronics Ind, PT Petra Aries, dan PT. Yokogawa, serta beberapa perusahaan asing lainnya yang bergerak dalam bidang elektronik. Untuk mempercepat pengiriman tenaga kerja asal Sumbar, pihak Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Sumbar segera mengkoordinasikannya kepada seluruh dinas tenaga kerja kabupaten/ kota di Sumbar. “Semakin cepat kita laporkan, maka akan semakin cepat pula kita proses pengiriman tenaga kerja,” papar Zulkifli. Namun, sebelum dilepas ke Batam dan Bitan, mereka mesti mengikuti tes yang diadakan pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, untuk menilai kelayakan mereka sebagai pekerja. Calon pekerja yang dinyatakan lulus tes tersebut akan dilakukan pembinaan dan penempatan kerja AKAD. “Karena pekerja asal Sum-bar bukanlah pekerja asal-asalan atau sebagai buruh pabrik, melainkan didominasi sebagai supervisor. Jadi, kita akan mentraining mereka hingga bisa memahami dunia kerja,” ulasnya. Dari hasil training nanti, mereka lebih didorong untuk menjaga sikap atau attitude, sehingga akan berdampak pada tingkat produktifitas. Hal itu pun juga akan memicu pada kesejahteraan mereka, mes-kipun telah difasilitasi de-ngan penginapan. Di sambung Zul-kifli, kendati pe-kerja dengan status kon-trak selama 1 atau 2 tahun, tidak menutup ke-mungkinan kontrak kerja pe-kerja asal Sum-bar diperpanjang atau sesuai dengan umur passport. Sebelumnya, pada tahap pertama, pihak Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Sumbar telah mengutus sebanyak 100 orang dalam penempatan tenaga kerja AKAD tersebut. (h/mce)

SELASA, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

PACU PENINGKATAN PARIWISATA PAYAKUMBUH

Graha Kost Gelar Lomba Karaoke

PAYAKUMBUH, HALUAN — Graha Kost dan Homestay Payakumbuh, tepatnya di depan SMP 4 Pakan Sinayan, Koto Nan Ampek Payakumbuh, menggelar Lomba Karaoke dalam rangka Hari Sumpah Pemuda, menggelar lomba mulai 28-30 Oktober 2011.

DODY SYAHPUTRA

LOMBA KARAOKE – Untuk memacu peningkatan pariwisata di kota Payakumbuh, Graha Kost dan Homestay Payakumbuh menggelar lomba karoeke pada 28-30 Oktober mendatang. Kegiatan ini sekaligus dimaksudkan untuk memeriahkan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober.

Padang Fair Digelar 11-21 November

PADANG, HALUAN — Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan Energi (Perindagtamben) Kota Padang memastikan iven Padang Fair 2011 dimulai tanggal 11 sampai 21 November nanti. Hingga kemarin, peserta yang telah mendaftar ikut pameran terbesar jelang akhir tahun tersebut yaitu 56 untuk stand tertutup dan 39 peserta di stand terbuka. “Kami bersama PT Solindo Duta Convexion sudah menetakan jadwal Padang Fair 2011 ini sesuai jadwal dan iven acara yang diiklankan di media masa. Kami sudah siap menggelar iven terbesar jelang akhir tahun ini. Bahkan, sampai sekarang sudah sekitar 70 persen stand yang sudah terisi,” kata Kepala Dinas Perindagtamben Kota Padang, Zabendri

kepada Haluan, Senin (17/10). Menurutnya, ada sekitar 11 jenis kegiatan yang dilaksanakan selama iven tahunan Pemko Padang tersebut. Di antaranya kegiatan utama pameran produk unggulan, pameran industri kerajinan, pameran produk koperasi dan UKM, pameran peluang investasi dan pariwisata,pameran pembangunan, pameran buku dan pendidikan, pameran aneka produk, parade artis Minang dan ibukota, festival band, arena permainan anak dan aneka lomba lainnya. “Pameran ini sekaligus ajang promosi semua potensi yang dimili Kota Padang. Kita harapkan melalui Padang Fair ini, hasil produksi dan kerajinan daerah yang ada di Padang/ Sumatera Barat dan juga memperagakan bermacam keterampilan

dapat bernilai jual yang lebih tinggi. Utamanya, setelah pameran ini Padang dan potensi yang dimiliki Kota Padang semakin dikenal masyarakat, baik nasional maupun internasional,” katanya. Padang Fair yang kembali mengambil lokasi di Komplek Stadion H. Agus Salim Padang tersebut berlangsung 11 hari dengan menyediakan stand tertutup AC, stand terbuka dan stand UKM. Untuk mempromosikan Padang Fair, lanjut Zabendri, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan iklan dimedia masa. “Kita harapkan, dengan adanya Padang Fair ini, tentu dapat membangkitkan roda perekonomian warga dan masyarakat yang sempat jatuh pascagempa,” katanya lagi. (h/vid)

Dua ruangan karaoke modern tanpa minuman keras sesuai aturan yang Perda Payakumbuh, menanti para peserta. Ketua Pelaksana Lomba Karaoke se-Sumbar ini, Hendri, kemarin bersama owner Graha Kost Wati dan Dicky mengatakan lomba ini diselenggarakan semata untuk memacu aktifitas entertainment dan pariwisata Kota Payakumbuh. Jelas, di sisi respek bisnis akan berdampak juga ke tingkat hunian di Graha Kost yang kini selalu ramai pengunjung. Satu ruangan karaoke dengan daya tampung 8 orang dan satu ruangan 12 orang maksimal, menjadi andalan terkini bagi Graha Kost untuk menampilkan lomba karaoke ini. Para wartawan di Payakumbuh, akhir pekan lalu sengaja diundang oleh Graha Kost untuk menikmati layanan sistem karaoke modern namun taat tradisi ini. “Selaku putra asli Payakumbuh, saya ingin agar pariwisata Kota Payakumbuh ini terpacu. Jangan hanya pemerintah daerah saja yang bekerja keras membangun pariwisata, mempopulerkan, sampai mmarketingnya. Justru kita masyarakat dan pengusaha lokal pun ikut dibebankan tugas ini,” aku Wati yang bersiap menambah 28 kamar lagi di lingkungan Graha Kost agar bisa menampung kebutuhan inap di Payakumbuh. Selama ini, aku Wati yang lama bekerja dan menjadi komando pelaksana di berbagai hotel berbintang di Riau, ia selalu menemui bahwa konsumen langsung ke Bukittinggi untuk menginap. Lalu, wisata Kota Payakumbuh menjadi alternatif saja, jika dari Riau, misalnya akan kembali pulang. Makanya, Wati merasa sangat perlu untuk menambah jumlah penginapan yang berstandar baik, menurut kriteria tamu. Khusus Graha Kost yang tidak mengijinkan tamu untuk menginap untuk kepentingan asusila. ”Kami bertekad menjadi penginapan dan fasilitas karaoke yang betul-betul bernuansa keluarga. Sehingga, tamu dan masyarakat terhibur, kami pun langgeng berusaha. Tak satupun aturan di pemerintah dan masyarakat yang kami terobos. Semuanya kami patuhi. Ini demi kemajuan kota batiah kami,” aku Wati tulus. Khusus untuk lomba karaoke akan dibagi menjadi dua kategori. Umum dan anak-anak. Mulai hari ini, pendaftaran sudah dibuka. Hendri mengatakan ia bisa langsung dihubungi guna pendafataran dan sponsorship di nomor 085263036814. Para calon peserta atau peminat pun dapat langsung menyaksikan ruangan karaoke keluarga nan apik, bersih, nyaman dan santun di Graha Kost Pakan Sinayan Payakumbuh ini. Target peserta tidak disebutkan Hendri. Namun, pastinya, bahwa kegiatan pertama ini akan menjadi tolok ukur untuk kemajuan dunia seni dan pariwisata Payakumbuh. Graha Kost kini menempatkan diri sekaligus menjadi duta marketing pariwisata Payakumbuh. (h/dodi)


PENDIDIKAN 19

SELASA, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

MDA TANJUNG SANI

Butuh Bantuan Perbaikan Sekolah AGAM, HALUAN- Madrasah Diniyah Aliyah (MDA) Koto Panjang Nagari Tanjung Sani Kecamatan Tanjung Raya membutuhkan bantuan perbaikan sarana dan prasarana sekolah guna meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar.

VINO

PEMBUKAAN acara Pelatihan dan Ujian Kompetensi Pelaksana Lapangan Pekerjaan Gedung serta Jalan yang digelar BSK Politeknik dengan Kementrian PU, Selasa (17/10).

BSK Politeknik dan PU Gelar Uji Kompetensi

MAHASISWA ILMU SEJARAH UNAND

Ikuti Pertukaran Pelajar ke Malaysia PADANG, HALUAN – Mahasiswa Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas akan ikuti program pertukaran pelajar (student exchange) ke Malaysia. “Program Akan berlangsung selama tiga minggu dengan Fakultas Sastra dan SABAR Sains Sosial Universiti Malaysia,” ujar Drs. Sabar, M. Hum Ketua Jurusan Ilmu Sejarah Unand kepada Haluan, Selasa (17/10) . Untuk saat ini, telah mendaftar sebanyak 7 orang mahasiswa sementara itu kesempatan hanya dibuka untuk 10 orang mahasiswa saja. “Untuk itu, saya menghimbau kepada mahasiswa Ilmu Sejarah Unand untuk mendaftar, karena secepatnya mereka akan diberangkatkan ke Malaysia tersebut,” tuturnya. Dia mengatakan program itu adalah untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya 9 orang mahasiswa telah mengikutinya Sementara itu, Dr. Anatona, M.Hum selaku Pembantu Dekan III Fakultas Ilmu Budaya mengatakan akan menindaklanjuti tawaran dari pihak Universiti Malaya itu. Nantinya mereka yang ikut program pertukaran pelajar akan mengikuti kuliah dan kegiatan lain (seperti seminar), wisata sejarah. “Selain itu juga kunjungan ke pustaka-pustaka,” tuturnya. Selain program tersebut, untuk pertama kalinya jurusan Ilmu Sejarah Unand juga telah memberikan kredit semester kepada mahasiswanya. “Wahyu Suriyani dan Suci Oktavia , kuliah di Universiti Malaya tersebut selama satu semester. Nilai-nilai kuliah yang mereka dapatkan disana juga diakui disini,” tutupnya. (h/vin)

ITA

LAUNCHING — Bank Nagari Cabang Utama Padang menggandeng SMA 3 Padang untuk Launching Co Branding Kartu Tanda Siswa (KTS). Kepala Cabang Utama Padang Amrel Amir bersama Sekdaprov Sumbar Ali Asmar, Kacab Pembantu Bank Nagari Kantor Gubernur Wiwik Febriani Putri dan Kepala SMA 3 Padang Monalisa usai penandatanganan kerjasama

itu sejak tahun 2010 MDA itu dibuka kembali walaupun berjalan dengan terseok-seok” kata Yefri. Dikatakannya, sampai kini perekonomian masyarakat setempat belum pulih, sehingga mereka sangat memerlukan bantuan dari pemerintah maupun swasta untuk meningkatkan kualitas pendidikan di MDA tersebut. Tenaga pengajar yang ada sekarang hanya 2 orang yaitu warga setempat Muhaimi dan Tuti Maria yang honornya sangat rendah. Fokus pelajaran MDA adalah tulis baca Al quran dan penyelenggaraan shalat. Dua orang guru itu menambahkan, sarana belajar lain yang juga dibutuhkan adalah pasokan listrik karena kalau musim hujan ruangan kelas gelap tidak kondusif untuk belajar. (h/ks)

Bank Nagari Gandeng SMA 3 Padang RSBI Ciptakan Kasta dalam Pendidikan Launching KTS

PADANG, HALUAN — Bank Nagari Cabang Utama Padang menggandeng SMA 3 Padang untuk Launching Co Branding Kartu Tanda Siswa (KTS). Selain untuk kartu pembayaran SPP, KTS juga berfungsi sebagai kartu identitas dan ATM. “KTS tersebut sama seperti halnya Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Hanya saja ini untuk pelajar dan SMA 3 Padang menjadi yang perdana untuk program ini,” ujar Amrel Amir selaku Kepala Cabang Utama Padang saat penandatangan kerjasama di sekolah tersebut, Selasa (17/10). Menurut Amrel, dalam kesempatan yang dihadiri juga oleh Sekdaprov Sumbar Ali Asmar, Kacab Pembantu Bank Nagari Kantor Gubernur Wiwik Febriani Putri, dan Kepala SMA 3 Padang Monalisa, kerjasama ini diharapkan bisa menguntungkan kedua belah pihak. “Dengan adanya KTS ini diharapkan lebih memudahkan para siswa dalam melakukan pembayaran SPP karena bank setiap bulannya

akan langsung mengauto debet rekening siswa untuk pembayaran uang sekolah selain juga bisa membantu siswa untuk belajar menabung. Karena program ini juga merupakan bagian dari program tabunganku yang sedang digenjot oleh Bank Indonesia. Setiap minggunya nanti melalui Bank Nagari Kantor Cabang Pembantu Kantor Gubernur akan datang petugasnya setiap minggunya ke sekolah ini,” terang Amrel. Dalam kesempatan yang dihadiri Sekdaprov Sumbar Ali Asmar serta Kacab Pembantu Kantor Gubernur Wiwik Febriani Putri, Kepala SMA 3 Padang Monalisa dan ratusan siswanya itu, Amrel juga berjanji akan memberikan bantuan papan skor basket untuk sekolah itu yang disambut riuh tepuk tangan siswa dan yang hadir. Wiwik menambahkan, program KTS ini sudah dimulai efektif pada Oktober ini dengan jumlah siswa SMA 3 Padang yang terdaftar sekitar 926 orang. Nantinya setiap bulan, secara otomatis, pembayaran sekolah

siswa akan langsung didebet dari rekeningnya masing-masing. Sementara itu Monalisa selaku Kepala SMA 3 Padang mengatakan bahwa kerjasama KTS ini dengan Bank Nagari juga merupakan salah satu upaya mewujudkan sekolah yang berbasis ICT atau sekolah yang berbasis teknologi informasi guna mencapai sasaran menjadi Sekolah Berstandar Internasional. “Salah satu indicator SBI itu adalah mewujudkan sekolah berbasis ICT. Kerjasama dengan Bank Nagari ini saya kira juga merupakan pendukung untuk menuju SBI tersebut. Selain juga meningkatkan kualitas proses belajar mengajar tentunya ,” terang Monalisa. Dijelaskannya lebih jauh, SMA 3 Padang yang kini tengah menyandang status Sekolah Rintisan Berstandar Internasional (RSBI) terus berbenah diri untuk menuju SBI. Selain terus mempertahankan tingkat kelulusan 100 persen, juga meningkatkan presentase kelulusan siswa untuk diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). (h/ita)

JAKARTA, HALUAN — Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) maupun kurikulum Sekolah Berstandar Internasional (SBI) berdampak pada terciptanya kasta-kasta dalam dunia pendidikan. Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listiyarti mengatakan, hal itu terlihat dalam perlakuan terhadap guru, murid, orangtua/wali, hingga sarana dan prasarana pendidikan. Pasti ada pengkotak-kotakan dalam sistem RSBI dan SBI. Dari guru dan murid, kelas dan media pengajaran, dan unsur-unsur lain seakanakan ada kasta berbeda dalam satu sekolah,” kata Retno, dalam sebuah diskusi di Kedai Tempo, Utan Kayu, Jakarta Timur, Senin (17/10). Adanya pengkotak-kotakan dalam dunia pendidikan, menurutnya, tidak sesuai dengan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter yang digagas Menteri Pendidikan Nasional saat ini, M. Nuh. Pasalnya, para siswa secara gamblang menyaksikan dan mengalami secara langsung

adanya diskriminasi dalam dunia pendidikan di sekolahnya. “Bayangkan saja, kelas sebelah yang berstatus RSBI semuanya serba ‘wah’, kursinya beda, LCD-nya beda, lokernya beda, murid dan gurunya juga tampil seolah-olah dari kasta berbeda,” urai Retno yang juga staf pengajar SMA Negeri 13 Jakarta. Ia menekankan, seharusnya yang dijadikan pegangan adalah landasan konstitusi terkait pendidikan nasional. Negara Indonesia menganut sistem negara kesejahteraan (welfare state) yang menjamin terpenuhinya hak-hak dasar setiap warga negara. “Namun, yang terjadi dengan RSBI, seakan-akan yang punya duit lebih atau orang kaya saja yang berhak atas pendidikan yang baik,” kritik Retno. Lebih parah lagi, lanjut Retni, pemerintah memberikan perhatian lebih pada sekolah yang berstatus internasional dengan adanya subsidi khusus. Seharusnya, sekolah-sekolah yang prestasinya menurun yang diberikan perhatian lebih oleh pemerintah agar tercipta kesetaraan dalam dunia pendidikan. (kcm)

SMAN 1 Ampek Angkek Dapat Bantuan Komputer

AMPEK ANGKEK, HALUAN — Komandan Kodim (Dandim) 0415 Batanghari, Jambi Kolonel Inf. Auvit Chaniago selaku “Alumni Lapan Ampek (ALA ’84)” SMA Negeri 1 Ampek Angkek berharap Pemkab Agam agar memberikan perhatian lebih terhadap dunia pendidikan. Hal itu dikatakannya usai menyerahkan bantuan dua unit komputer untuk almaternya di ruang kerja kepala SMAN 1 Ampek Angkek, Sabtu (15/10) lalu. “Perhatian lebih itu, terutama dalam memenuhi kebutuhan pendidikan sesuai perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi, yang disebut kemajuan IT,” ujar lulusan AKABRI 1988 itu. Selain itu menurut pria kelahiran Lundang Ampek Angkek 1

9

April 1965 itu, sebagai alumni pertama, ia mengaku sangat bangga dengan almamaternya yang kini menjadi salah satu sekolah model di Indonesia. Sebagai sekolah model menuju RSBI, jelas ada sejumlah persyaratan yang mesti dipenuhi SMAN 1 Ampek Angkek, diantaranya sarana IT seperti komputer, laptop, infokus serta dilengkapi jaringan internet. Namun sebagaimana disampaikan pihak sekolah yang dipimpin Dra. Silfa Dusun, M.Pd, katanya, sarana itu masih sangat kurang. “Kepada alumni kiranya sudi menyisihkan sebagian kecil rezki untuk disumbangkan kepada almamater. Sebab, untuk masa kini dan mendatang, generasi yang akan terpakai atau dipercaya memegang jabatan, selain memiliki moral dan etika, serta berbudi luhur tinggi, juga menguasai dunia IT,” tutur-

nya. Kepala SMAN 1 Ampek Angkek Silfa Dusun didampingi waka peningkatan mutu Mursal mengungkapkan, saat ini sekolah

yang dipimpinnya hanya memiliki 30 unit komputer. Sementara sebagai sekolah model, semuanya sudah berbasis IT. “Permintaan sudah disampai-

kan baik ke pemerintah maupun alumni, dan baru dari dapat jawaban alumni Bapak Aufit, yang kami sambut penuh syukur,” tuturnya. (h/rdw) RIDWAN

PADANG, HALUAN – Sebanyak 50 alumni Politeknik Negeri Padang ikuti pembekalan dan uji kompetensi mengenai Pelaksana Lapangan Pekerjaan Gedung serta Jalan pada 17-22 Oktober di Aula Badan Sertifikasi Keterampilan (BSK) Politeknik Negeri Padang. “Peserta untuk pelaksana Lapangan pekerjaan gedung ialah 25 orang, dan juga sebaliknya, peserta Pelaksana Lapangan Pekerjaan Jalan juga 25 orang,” ungkap Apwiddal, ST, MT panitia pelaksana kepada Haluan, Selasa (17/10). Acara itu dibuka oleh H. Mahmuda Rivai, SH, MM, Asisten III Administrasi Umum Provinsi Sumbar dan terselenggara berkat kerjasama antara Kementerian Pekerjaan Umum dengan BSK Politeknik Negeri Padang. Acara tersebut terdiri dari berbagai macam bentuk materi.”Untuk peserta Pelaksana Lapangan Pekerjaan Jalan, materinya antara lain, undang-undang jasa kontruksi dan etika profesi, manajemen proyek, pengendalian lingkungan dan pengaturan lalu lintas, keselamatan dan kesehatan kerja, standar desain jalan 1 dan 2, bahan jalan, perhitungan biaya kontruksi jalan, metode pelaksanaan jalan, pengukuran dan perhitungan hasil kerja, spesifikasi teknik, pengendalian mutu, biaya dan waktu, serta assesment. Narasumber yang mengisi acara itu selain dari pusat, PJKD, Politeknik Negeri Padang, dan Praktisi. Pemprov Sumbar yang diwakili oleh H. Mahmuda Rivai, SH, MM, memberikan apresiasinya terhadap pelaksanaan acara itu. “ Pernah dulu kejadian, dana telah diturunkan oleh pusat, namun tenaga ahli yang dibuktikan dengan adanya sertifikat hanya sedikit. Sehingga membuat mereka terlihat ragu memberikan dana kepada Sumbar,” katanya. Sementara itu, Dr. Ir. Andreas Suhono, MSc Kepala Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi mengatakan bahwa acara itu merupakan agenda rutin. (h/vin)

“Bantuan yang dibutuhkan adalah dana untuk perbaikan bangunan sekolah, perabotan seperti kursi dan meja serta honor untuk guru,” ujar Walinagari Tanjung Sani, Yefri, MDA pada Haluan, Selasa (17/10). Dikatakannya sejak didirikan tahun 2005 lalu sebagai sarana pendidikan keagamaan bagi anak-anak Koto Panjang, pembiayaan pembangunan MDA tersebut keseluruhannya ditanggung masyarakat. “Akibat kemerosotan ekonomi dan seringnya terjadi bencana di nagari Tanjung Sani, MDA pernah berhenti selama 2 tahun yakni tahun 2008 dan 2009, waktu itu masyarakat tidak mampu menanggung biaya operasional sekolah. Akibatnya banyak anakanak yang tidak pandai membaca Al-Quran. Oleh karena

Dandim 0415 Batanghari, Jambi Kol.Inf. Aufit Chaniago bersama kepsek Silfa Dusun dan para guru


20 POKOK & TOKOH

SELASA, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

BUNGA CITRA LESTARI

Beri Solusi Penghapusan RBT T

idak hanya Pasha Ungu, penyanyi cantik, Bunga Citra Lestari juga mengaku menyayangkan mengenai penghapusan RBT, BCL yang ditemui saat perskon Selamatkan Musik Indonesia di Hard Rock cafe, EX Plaza, Jakarta Pusat, Senin (17/10) mengungkapkan perasaannya.

“Aduh sayang banget ya kalo dihapus, mana momennya pas banget, gue udah kurus dan mau ngeluarin single baru, jadi momennya salah banget nih. Kalo menyesal sih enggak, cuma pasti kecewa. Pemerintah harus meninjau ulang kembali, kita bisa mencegah pencurian pulsa, tapi jangan melarang RBT,” jelas BCL.

Istri pesinetron Ashraf Sinclair yang baru saja mengeluarkan single Wajahmu Mengingatkan Aku ini juga mengaku, bahwa dengan dihapuskannya RBT, maka masa depan untuk musik Indonesia menjadi tidak tentu, karena untuk CD album sendiri sudah ramai dengan kasus pembajakan. “Solusinya harus dari mereka,

karena yang buat kan pemerintah, tapi pasti nanti ada jalan, harus ada peraturan tapi kita gak dirugikan. Ini kayak ngelempar granat untuk membunuh nyamuk. Kenapa gak dicari aja masalahnya, terus diselesaikan. Jangan kita yang gak ada urusannya kena imbas. Ini adalah hidup kita, jangan dimatikan, nanti kita terancam,” usainya. (kpl)

SAMMY

Lebih Senang Solo Karir MEMULAI kembali karirnya di dunia musik, Sammy memilih untuk bernyanyi solo. Hingga saat ini Sammy belum berniat untuk membuat band ataupun berduet dengan seseorang lantaran ia sedang menikmati kesuksesannya sebagai solois. “Lebih enak sendiri. Kalau duet mesti ada persiapan, kalau nggak ada persiapan harusnya mengisi lagu enak nanti jadi kurang enak,”

ungkap Sammy di studio RCTI, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Senin (17/10). Walau Sammy belum berniat untuk berduet dengan penyanyi lain, namun ia tak menutup kemungkinan untuk berduet dengan musisi lainnya. “Tadi sih duet dadakan enak-enak saja, so far so good,” papar Sammy usai duet bersama Vicky Shu di acara DahSyat. Meski membuka kesempatan

INTAN NURAINI

IRWAN HIDAYAT

Raih Undip Award 2011 DINILAI mempunyai komitmen dan dedikasi pada pengembangan bidang kemanusiaan dan kewirausahaan, Irwan Hidayat, mendapat penghargaan Undip Award 2011, sebagai rangkaian peringatan Dies Natalis ke 54 Universitas Diponegoro. Direktur Utama PT Sidomuncul ini menerima penghargaan tersebut, bersama tiga tokoh nasional lainnya, yaitu KH Mustofa Bisri, Sri Bebassari, dan Suyadi. Masingmasing menerima penghargaan dalam bidang Kemanusiaan dan Kewirausahaan, Seni Budaya dan Pemersatu Multikulturalisme, Pemberdayaan Perempuan, dan Lingkungan Pesisir. Penghargaan diberikan pada Malam Temu Alumni UNDIP di Auditorium Undip, Jalan Imam Bardjo Semarang, Sabtu (15/10) oleh Rektor UNDIP

Prof Sudharto P Hadi MES PhD. Pada kesempatan tersebut mantan Jaksa Agung Hendarman Supandji yang juga Ketua DPP IKA UNDIP dan para alumni perguruan tinggi tersebut. “Penghargaan yang kami berikan ini murni sebagai bentuk dan apresiasi tertinggi kepada mereka yang telah berjuang dan berjasa bagi masyarakat. Tidak ada motif apa pun, selain murni penghormatan dari lembaga pendidikan pada peringatan dies natalis kali ini,” kata Dr Ir W Farid Maaruf MSc, ketua Panitia Dies Natalis Ke-54 Undip. “Selain itu empat tokoh tersebut dikenal mempunyai komitmen dan dedikasi pada pengembangan bidangnya masing-masing”, tambahnya. Menurut Irwan Hidayat, dengan diterimanya Undip Award ini dapat memacu

untuk berdute dengan penyanyi lain, namun Sammy tak mau asal pilih pasangan duet. Ia berharap kelak dapat bernyanyi bersama dengan penyanyi profesional lainnya. “Yang pasti bisa nyanyi, bisa membuat lagu enak, nggak harus perempuan atau laki-laki. Kalau orang luar negeri, kupingnya luar biasa. Mereka tahu kritik apa yang akan menyerang,” pungkasnya. (ccm)

Umumkan Pernikahan

TINGGAL menghitung hari pasangan Intan Nuraini dan Donny Azwan Putra akan resmi menjadi sepasang suami istri. Mendekati hari H, mereka pun semakin sibuk dengan segala macam persiapan. Terutama soal gaun pengantin, Intan bahkan membutuhkan waktu khusus untuk fitting baju di

untuk berkarya lebih baik lagi ke depan. “Bagi saya pribadi, penghargaan ini juga merupakan penghormatan bagi seluruh pekerja di perusahaan kami,” ujarnya. “Menerima UNDIP Award menjadi satu kebangaan tersendiri bagi saya sebagai warga Semarang karena pemberi

award yaitu Universitas Diponegoro, berdomisili di kota yang sama tempat saya berasal dan menjalankan aktifitas bisnis,” lanjutnya. Ia berjanji akan meningkatkan potensi pariwisata Semarang, Yogyakarta dan Solo terutama dalam menyambut visi Jawa Tengah 2012. (h/atv)

butik perancang busana Amy Atmanto di Jalan Tebet Timur Raya, Jakarta Selatan. Sepanjang proses fitting, keduanya tak pernah lepas dari senyum bahagia. Bahkan dalam kesempatan tersebut, Intan yang sebelumnya bungkam soal tanggal pernikahan, mengumumkan secara langsung kapan akad nikah digelar dan diselenggarakan dimana. “Akad dan resepsi akan digelar di hari yang sama, 30 Oktober,” tutur Intan. Kedua acara itu juga akan digelar di tempat yang sama di Gedung Dhanapala, Jakarta Pusat. Tak kurang 1200 udangan pun

telah disebar. Tanggal pernikahan biasanya punya makna yang istimewa bagi calon pengantin. Begitu juga dengan Intan dan Donny yang mengatakan dimana pada tanggal tersebut hubungannya dengan Donny sudah melewati masa satu tahun. “Nggak ada yang spesial untuk pemilihan tanggal itu, tapi dipilih karena kita setahun jadian itu tanggal 26 Oktober, jadi tanggal 30 Oktober kita udah setahun jadian,” ungkap mantan kekasih Syahrul Gunawan itu. (ccm)


SELASA, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

LINGKAR Ganggu Lalu Lintas, Bangunan Ditertibkan AROSUKA, HALUAN — Sedikitnya 150 bangunan tanpa izin (liar—red) berada pada sisi ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kawasan Tengah di Kabupaten Solok, segera ditertibkan, karena dinilai sudah mengganggu kelancaran dan ketertiban lalu lintas di kawasan itu. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Solok, Efriadi di Arosuka, Jumat mengatakan, bangunan tersebut terletak di Kecamatan XI Koto Singkarak, Kecamatan Gunung Talang dan Kecamatan Kubung, bagian Jalinsum Kawasan Tengah. Ribuan kendaraan tiap harinya melintas di ruas jalan itu, bukan saja kendaraan antar kota di Sumatera Barat juga antar provinsi di Sumatera juga menuju ke sejumlah kota di Pulau Jawa. Bangunan tersebut, umumnya menjadi tempat usaha bagi warga setempat, dan sudah berada di sana sejak belasan tahun silam. “Pada umumnya bangunan tersebut berada di pinggir jalan bahkan sudah berada di badan jalan, ini cukup berbahaya bagi keberadaan pedagangan itu, juga berpotensi menimbulkan kecelakaan bagi kendaraan yang melintas,” katanya. Ia mengemukan, sudah banyak kejadian kendaraan mengalami kecelakaan, termasuk menabrak bangunan di pinggir jalan itu. Guna tindak penetibannya, katanya, akan bekerja sama dengan instansi terkait, termasuk dari kepolisian setempat. “Kita juga kerjasama dengan dinas kehutanan, karena dari bangunan berada di pinggir jalan itu, berada di kawasan hutan lindung,” katanya. Sejumlah ruas jalan dibiayai pembangunan dan perawatannya itu, melintasi kawasan hutan lindung di Sumatera Barat. Sebelum dilakukan penertiban, katanya, akan melakukan dialog dengan warga itu, bersama tokoh adat setempat. Secara terpisah Ketua DPRD Kabupaten Solok, Syafri mengisyaratkan, agar melibatkan tokoh adatnya, karena yang memiliki bangunan sebagai tempat usaha itu, warga setempat. “Kita juga tidak menginginkan warga yang berusaha di sana jadi korban kecelakaan,” katanya. (ant)

Solok Kekurangan Satpol PP AROSUKA, HALUAN — Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Solok Efriadi mengatakan, saat ini pihaknya masih kekurangan personel guna melaksanakan tugas penegakan peraturan daerah. “Saat ini total personel yang ada hanya 60 orang, sementara idealnya 350 orang mengingat jumlah penduduk Kabupaten Solok sekitar 341 ribu jiwa,” katanya di Arosuka, Jumat. Menurut dia, rasio untuk efektivitas keberadaan personel adalah 1 berbanding 1.000 penduduk, sementara dengan jumlah penduduk melebihi 341 ribu jiwa idealnya daerah itu memiliki 350 personel Satpol PP. Keterbatasan personel, katanya, disebabkan kekurangan anggaran daerah, apalagi dengan adanya moratorium PNS sampai tahun 2012 yang semakin menyulitkan untuk mendapatkan tambahan tenaga baru. Meski mengalami keterbatasan personel, kata Efriadi, pihaknya tetap melakukan tugas pokok dan fungsi dengan efektif dan efisien. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan kerja sama dengan semua elemen masyarakat, termasuk sekolah dan lembaga nonformal lain. Dia menjelaskan, dengan kerja sama yang terjalin baik sudah sangat banyak kemudahan yang dirasakan Satpol PP. Salah satu contoh ketika ada praktik maksiat, masyarakat langsung memberikan informasi kepada Satpol PP. Sejauh ini, kata Efriadi, dengan kerja sama yang baik dengan masyarakat tahun ini saja pihaknya menertibkan 30 kasus pelanggaran perda, di antaranya praktik maksiat dan anak sekolah yang kedapatan bermain di warnet pada jam pelajaran.(ant)

PBB Sudah Terkumpul 35 Persen AROSUKA, HALUAN — Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Solok sampai September 2011 baru terkumpul Rp800 juta atau 35 persen dari target yang ditetapkan. Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset (DPPKA) Kabupaten Solok, Darwin Tanjung mengatakan, target PBB Kabupaten itu yang ditetapkan pusat adalah Rp 1,7 Miliar, sedangkan target daerah menjadi Rp2,5 miliar. “Sampai bulan September lalau baru tercapai 35 persen dari target daerah, lebih kurang Rp800 juta,” katanya, Rabu. Menurutnya, melihat kondisi, capaian PBB tahun ini tidak bisa sampai seratus persen (Rp2,5 miliar) mengingat sudah memasuki bulan kesepuluh. “Paling-paling bisa terkumpul sekitar 50 persen,” imbuhnya. Ditambahkannya, tahun lalu capaian PBB di daerah itu juga tidak terpenuhi, dari target Rp3 miliar tidak sampai Rp2 miliar yang terkumpulkan atau sekitar 70 persen. Dia menyatakan, penyebab telat terkumpulnya PBB karena kesadaran masyarakat membayar pajak sudah mulai berkurang. Salah satu faktornya adalah karena tidak adanya sanksi bagi masyarakat yang tidak membayar PBB tersebut. “Berbeda dengan pajak kendaraan, bagi masyarakat yang tidak membayar pajak kendaraan, ketika membawa kendaraannya ada sanksinya berupa tilang dari kepolisian,” katanya. Selain itu, katanya, juga dipicu kesalahan kantor pajak setempat dalam memberikan Surat Pemberitahuan Tanda Pajak (SPTP) yang akibatnya masyarakat tidak mau membayarkan pajak. Tambah Darwin, untuk mengatasi hal tersebut pihaknya terus berkoordinasi dan memberikan acuan kepada kantor pajak setempat agar PBB bisa terkumpulkan sesuai target.(ant)

Aloe jo P atuik Patuik

KABUPATEN SOLOK

21

DUKUN DIBEKALI PENGETAHUAN MEDIS

Masyarakat Masih Gunakan Jasa Dukun Beranak

AROSUKA, HALUAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Solok, akan memberikan pemahaman medis praktis tentang persalinan kepada 186 dukun beranak di daerah itu pada bulan November 2011 mendatang. Sebagian masyarakat di Solok saat ini masih memanfaatkan jasa dukun beranak untuk membantu persalinan.

Kepala Bidang Pelayan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Solok, Aida Herlina, di Arosuka, Jumat, mengatakan pemberian pemahaman medis praktis kepada dukun beranak tersebut mengingat saat ini masih banyak masyarakat yang memanfaatkan dukun beranak dalam persalinan. “Sekitar 20 persen dari jumlah persalinan di daerah ini masih memanfaatkan jasa dukun beranak,” katanya. Menurut dia, dengan kegiatan ini sekaligus mengajak dukun beranak agar bisa bermitra dengan petugas kesehatan, saling bekerja sama dalam menangani persalinan. “Ketika dukun beranak butuh pertolongan medis bisa langsung berkoordinasi dengan petugas kesehatan,” katanya. Selama ini, tambah Aida Herlina, kerja sama antara dukun beranak dengan petugas kesehatan masih jarang, sehingga dalam situasi tertentu persalinan dinilai tidak aman secara medis. “Bukan kita tidak mempercayai kemampuan dukun beranak, namun ada situasi tertentu yang juga membutuhkan tenaga medis,” katanya. Di sisi lain, keberadaan dukun beranak memang tidak bisa dihilangkan, karena sudah membudaya semenjak dulunya, karena dukun beranak sudah ada sejak dulunya, dan sampai saat ini juga masih populer di 14 kecamatan di daerah itu. “Meskipun pada saat ini sudah ada program Jaminan Persalinan (Jampersal) yang tidak dipungut biaya, namun masyarakat tetap banyak memanfaatkan jasa dukun beranak,” katanya. Pemberian pemahaman medis ini, direncanakan dilaksanakan selama dua hari berturut-turut dengan mendatangkan narasumber dari petugas Dinkes daerah dan provinsi. Dengan adanya pemahaman medis ini diharapkan dukun beranak bisa memanfaatkan bantuan petugas kesehatan jika dibutuhkan.(ant)

BATU PERTAMA - Ketua LPM Unand Hermansyah didampingi Bupati Solok Syamsu Rahim meletakkan batu pertama pembangunan Gedung PKM dan Rumah Pintar Nagari Panyakalan. (riswan jay)

Besok, PWI Solok Gelar Konfercab SOLOK, HALUAN — Jika tak ada aral melintang, PWI Perwakilan Solok yang menaungi wilayah Kabupaten Solok dan Kota Solok, akan menggelar Konferensi Cabang di Aula BPTB Sumbar Sukarami, Rabu (19/10). Konfercab itu dilaksanakan guna memilih susunan kepengurusan PWI Solok yang baru untuk masa bakti 2011-2014 mendatang. PWI Perwakilan Solok sendiri merupakan satu dari lima PWI perwakilan di wilayah Sumbar yang telah habis masa bakti kepengurusanya sejak bulan Juli tahun 2009 lalu. Dijadwalkan Konfercab PWI Solok itu akan dibuka secara resmi oleh pengurus PWI Cabang Sum-

bar, yang juga bakal memantau langsung proses jalannya kegiatan Konfercab tersebut. Selain dihadiri seratusan hadirin yang terdiri dari seluruh anggota PWI Perwakilan Solok dan berbagai elemen masyarakat lainnya, rencananya konfercab itu juga dihadiri Bupati Solok Syamsu Rahim dan Wali Kota Solok Irzal Ilyas Dt Lawik Basa. Ketua Panitia Pelaksana Konfercab PWI Solok periode 20112014 Zul Nazar didampingi Wakil Ketua Riswan Jaya dan Sekertaris Asnul Hakiim mengatakan, konfercab digelar dengan semangat kebersamaan. Dengan motto yang diusung “Dari Anggota, Oleh Anggota,

untuk Seluruh Anggota PWI Solok dan untuk Seluruh Lapisan Masyarakat Kabupaten dan Kota Solok tercinta”. Sementara itu, sejumlah nama tokoh wartawan di daerah penghasil bareh tanamo itu, disebutsebut sebagai kandidat kuat calon Ketua PWI Solok periode 20112014 mendatang. Di antaranya adalah Almito, Syamsuardi Hasan, Alfian dan Riswan Jaya dari Harian Haluan. Kemudian Wanedi Saman, Waitlem, Rusmel Dt Sati serta Sofyan Kudan dari Harian Singgalang. Almito sendiri dan Wanedi Saman merupakan Ketua dan Sekertaris PWI Solok periode 20062009 yang baru saja berakhir masa

bakti kepengurusannya. Sejumah figur kandidat calon ketua dari surat kabar mingguan yang biasa mangkal dan bertugas di daerah itu juga bermunculan ke permukaan. Di antaranya adalah Asnul Hakim, Raflis Chandra Leo Dt Bandaro Basa, Zul Nazar, Teten Agusri dan Irwan Efendi Munaf. “Siapapun yang terpilih menjadi Ketua PWI Solok mendatang hendaknya juga mampu membawa angin perubahan ke arah yang lebih baik bagi seluruh wartawan di kota dan Kabupaten Solok ke depan,” papar wartawan Pos Metro Eri Viko didampingi rekanya Rizal Islami dari Padang Ekspres, Senin (17/10), di Arosuka. (h/ris)

Pembangunan Rumah Pintar Disambut Antusias SOLOK, HALUAN — Masyarakat Nagari Panyakalan Kecamatan Kubung Kabupaten Solok menyambut antusias pembangunan gedung Pusat Kegiatan Masyarakat (PKM) dan Rumah Pintar kerja sama Universitas Andalas Padang dengan Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) pemerintahan Presiden SBY. Pasalnya dari pembangunan gedung PKM dan Rumah Pintar tersebut kelak diharapkan berdampak pada meningkatnya taraf kecerdasan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat. Ujung-ujungnya dari pembangunan gedung PKM dan Ru-

mah Pintar itu kelak, Nagari Panyakalan yang berpenduduk 5.600 jiwa dan tersebar di empat jorong itu, akan berkembang pula menjadi salah satu nagari sejahtera di ranah Minang ini. Nagari Panyakalan sendiri selama ini memang telah menjadi nagari binaan SIKIB dan isteriisteri Direksi BUMN. Hal ini tak lepas dari lekat tangan isteri Menteri BUMN Syarif Hasan yang berasal dari Nagari Panyakalan tersebut. Peletakan batu pertama pembangunan gedung PKM dan Rumah Pintar di atas lahan seluas 2.500 m² itu dilakukan secara simbolis

oleh Ketua PLM Unand Hermansyah didampingi Bupati Solok Syamsu Rahim dan perwakilan BUMN Sumbar Armain serta Wali Nagari Panyakalan Musfar. Ketua panitia pembangunan gedung PKM dan Rumah Pintar Panyakalan Feri Arlius didampingi KetuaLPM Unand Hermansyah dan Bupati Solok Syamsu Rahim mengatakan, Rumah Pintar tersebut merupakan media pembelajaran bagi anak-anak dan masyarakat Panyakalan. Sedang Bupati Solok Syamsu Rahim kepada wartawan media cetak dan elektronik mengatakan, sasaran pembangunan Rumah

Pintar dan gedung PKM tersebut hendaknya benar-benar untuk mencerdaskan masyarakat setempat melalui berbagai program aktivitas kegiatannya. Rumah Pintar dan gedung PKM Panyakalan itu hendaknya benar-benar dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyaraat setempat, dan juga bisa dipergunakan untuk berbagai aktivitas kegiatan positif lainnya. “Jangan sampai nantinya gedung PKM dan Rumah Pintar Panyakalan ini cuma akan menjadi bangunan yang bersifat fenomenal saja dan tak ada nilai manfaatnya,” papar Syamsu Rahim. (h/ris)

Ditemukan 12 Kasus Gizi Buruk Hingga September AROSUKA, HALUAN — Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, mencatat sebanyak 12 kasus gizi buruk terjadi di daerah itu sampai September. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Solok Aida Herlina di Arosuka, Rabu, mengatakan 12 balita yang menderita gizi buruk tersebut sudah ditangani pihak Dinkes, dan dua balita lainnya masih menjalani perawatan. “Dua balita penderita gizi buruk yang masih dirawat tersebut adalah

Febri Faizah yang berumur 13 bulan, asal Kecamatan Hiliran Gumanti menderita kelainan tumbuh kembang (celebral palsy) dan Muhammad Alfarezi berasal dari Kecamatan Lembang Jaya menderita kelainan jantung,” sebutnya. Kedua penderita tersebut saat ini menjalani rawat jalan di rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Solok dan seluruh biaya pengobatan ditanggung Dinkes setempat. Menurut dia, penderita gizi buruk pada umumnya berasal dari

keluarga yang tidak mampu, sehingga mereka kekurangan gizi yang disebabkan ketidakmampuan orangtuanya dalam memberi asupan gizi yang cukup untuk anaknya. “Gizi buruk timbul pada keadaan kurang zat gizi tingkat berat yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam waktu cukup lama dengan berat badan menurut umur,” sebutnya. Dikatakannya, Dinkes Kabupaten Solok belum memiliki anggaran khusus untuk penanganan

kasus gizi buruk, sehingga ketika penyakit tersebut melanda masyarakat pihaknya harus mencari alternatif agar penderita bisa mendapatkan penanganan medis secara gratis. “Kita juga koordinasikan dengan pihak badan amil zakat daerah (Bazda) untuk membantu biaya perawatan penderita gizi buruk ini,” katanya. Ditambahkannya, untuk mengantisipasi hal itu pada tahun 2012 pihaknya akan mengajukan anggaran khusus untuk penangan

kasus gizi buruk. “Kalau bisa kita ajukan Rp30 juta untuk 10 kasus,” katanya. Ia mengimbau masyarakat setempat agar menjaga asupan gizi anaknya, terutama balita. Dan jika masyarakat melihat penyakit yang ciri-cirinya mengarah ke gizi buruk, pihaknya mengharapkan masyarakat segera melaporkan kepada petugas kesehatan terdekat. “Dengan adanya laporan dini dari masyarakat penyakit tersebut bisa diatasi dengan segera,” katanya. (ant)

Tiga Unit Rumah Kompos Rampung Akhir Oktober AROSUKA, HALUAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, membangun tiga unit rumah kompos dengan dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp1,2 miliar dan rampung pada akhir Oktober 2011. “Saat ini rumah kompos tersebut dalam pengerjaan, dan sesuai kontrak kerja pada 31 Oktober mendatang sudah rampung dan bisa dimanfaatkan masyarakat “ kata Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Solok Rerizaldi di Arosuka, Rabu. Rumah kompos dibangun di Nagari Muara Panas Kecamatan Bukit Sundi, dan Paninggahan, sehingga nantinya bisa dimanfaatkan sebagai alat mendaur ulang sampah keluarga.

Rerizaldi menambahkan, sebelumnya Pemkab Solok sudah membangun satu unit rumah kompos di Alahan Panjang namun kondisinya sekarang tidak layak pakai. Agar rumah kompos tersebut bisa digunakan, pihaknya akan melakukan renovasi secara menyeluruh. Pembangunan rumah kompos, kata dia, untuk mengurangi limbah sampah keluarga yang bisa mencemari lingkungan dan juga tidak baik untuk kesehatan. “Selain itu juga bisa bernilai ekonomis, karena sampah-sampah tersebut nantinya bisa digunakan sebagai pupuk,” katanya. Dia menambahkan, secara ekologi manfaat rumah kompos akan mengurangi pencemaran dan mengembalikan siklus organik.

Kompos-kompos yang dihasilkan bisa dijadikan pupuk organik dan bisa diperjualbelikan. “Pemanasan global bukan saja disebabkan menipisnya lapisan ozon akibat pengaruh rumah kaca, tapi juga karena banyaknya sampah, buruknya lingkungan, polusi udara dan gundulnya hutan,” katanya. Dikatakan, kompos ibarat multivitamin untuk tanah pertanian karena akan meningkatkan kesuburan tanah dan merangsang perakaran yang sehat dan juga memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. “Aktivitas mikroba ini mem-

bantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah dan menghasilkan senyawa yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman, juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia,” jelasnya. Pada sektor ekonomi, katanya, memanfaatkan rumah kompos dapat menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah, mengurangi volume limbah, memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada bahan asalnya, selain itu juga bisa mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah, mengurangi

kebutuhan lahan untuk penimbunan. Tambah Rerizaldi, bahan sampah yang bisa diolah di rumah kompos tersebut pada dasarnya semua bahan-bahan organik padat dapat dikomposkan, seperti limbah organik rumah tangga, sampahsampah organik pasar, kertas, kotoran peternakan, limbahlimbah pertaniah, limbah-limbah agroindustri. Sedangkan bahan organik yang tidak bisa dikomposkan adalah seperti tulang, tanduk, dan rambut. Selain itu KLH Kabupaten Solok terus berupaya mengampanyekan budaya ramah lingkungan dan kearifan lokal dalam mengantisipasi buruknya kondisi lingkungan serta semakin parahnya pemanasan global. (ant)


22 BUKITTINGGI

SELASA, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

Gunung Marapi Tidak Lagi Keluarkan Asap

LINGKAR Pengobatan Bekam Lebih Mujarab AGAM, HALUAN — Secara serentak di seluruh Indonesia, tepatnya Sabtu (15/10), atau 17 Zulkaedah di bulan Hijriah, Asosiasi Bekam Indonesia (ABI) melakukan bekam (hijamah) secara gratis di setiap cabang ABI di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Pengobatan seperti Nabi Muhammad SAW itu, dilakukan dengan gratis di seluruh Indonesia untuk mensosialisasikan manfaat dari berhijamah. ”Berhijamah atau berbekam itu merupakan sunnah Nabi. Jika kita melakukanya, tidak saja untuk kesehatan tubuh, tetapi juga mendapat pahala. Karena dengan berbekam, akan mengeluarkan toksin atau darah buruk dalam tubuh manusia,” kata Dasri, pimpinan Bekam Assalam Thibbun Nabawi di Balai Gurah, Ampek Angkek, Agam, tempat prakteknya, Sabtu lalu. Dikatakan Dasri, cara berbekam saat ini sudah direformasi, Jika semula memakai tanduk onta, kini memakai jarum suntik dan tabung sedotan. Hal itu sesuai dengan kemajuan zaman. Tetapi tujuan dan maksudnya masih sama dengan yang dilakukan Nabi untuk berobat.“Dalam tubuh kita itu ada 12 titik pusat akupuntur yang harus dibersihkan toksin atau racunnya. Dengan demikian, darah kita menjadi bersih dan menyehatkan. Sebab apapun penyakit yang ada di tubuh manusia, berasal dari toksin. Maka dengan berbekam, kita telah membersihkan toksin,” kata Dasri menjelaskan. Salah seorang pasien bekam, Adid, pada saat acara Indoensia berbekam kepada Haluan mengatakan, dia selalu berbekam satu kali dalam tiga bulan untuk kesehatan. Kata Adid, penyakit yang sering dia alami pegal-pegal dan sering pusing. Setelah rutin berbekam, penyakit tersebut sudah hilang ditubuhnya. ”Kalau saya sudah merasa agak pegal-pegal, walau tak sampai tiga bulan, saya langsung saja berbekam. Insya Allah, setelah berbekam, penyakit pegal-pegal itu hilang,” kata Adit. (h/jon)

BUKITTINGGI, HALUAN — Gunung Marapi di Kabupaten Tanahdatar dan Agam, Sumatera Barat, tidak lagi mengeluarkan asap hitam maupun putih, Senin.

NET

MARAPI — Sepanjang Senin, gunung Marapi tidak lagi mengeluarkan asap hitam maupun putih. Namun Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BGPVMB) masih memberlakukan larangan bagi pendaki tiga kilometer dari puncak.

Wartawan Muda Berharap Nasrul Tanjung Pimpin PWI

BUKITTINGGI, HALUAN — Meskipun dipastikan banyak calon ketua yang menawarkan diri untuk memimpin, wartawan muda Kota Bukittinggi menginginkan Nasrul Tanjung untuk memimpin PWI Perwakilan Bukittinggi periode 2011-2014. “Kita ingin yang memimpin PWI adalah orang yang betulbetul memiliki kemampuan dan intelektual yang tinggi, agar ke depan PWI Perwakilan Bukittinggi lebih berwibawa dan bermartabat. Karena wartawan

itu dianggap orang cerdas. Maka yang memimpinnya juga harus orang yang lebih cerdas,” kata wartawan muda Ramadalius kepada Haluan kemaren sore. Ditanya siapa calon ketua yang pantas memimpin PWI ke depan, Ramadalius memandang sosok wartawan senior Nasrul Tanjung lebih pantas memimpin PWI ke depan. Menurut Ramadalius, sosok Nasrul Tanjung tidak saja wartawan senior, tetapi juga sosok panutan wartawan muda di Bukittinggi. ”Kita lebih

banyak menimba ilmu kewartawanan dari Abang Nasrul Tanjung. Lagi pula Nasrul Tanjung orangnya supel dan mudah bergaul dengan siapa saja, tanpa membedakan satu dengan yang lainya. Dengan begitu, dia kami anggap mampu mengayomi, kami nan ketek-ketek ko,” terang Ramadalius. Tidak saja dengan alasan itu wartawan muda Bukittinggi menginginkan Nasrul Tanjung, tetapi Nasrul Tanjung diyakini mampu menyatukan semua elemen

wartawan dan telah memiliki perekonomian yang mapan. “Kalau nan ka jadi pimpinan tu, iyo urang nan bapitih. Kalau indak, ba a lo beliau ka maurus PWI, samantaro pariuk di rumahnya nyo sajo ndak ba isi,” kata mantan aktifis STAIN Bukittinggi 2006/2007 itu. Wartawan lainnya, Arfideli Ilham juga memandang sosok Nasrul Tanjung adalah figur yang pantas dan tepat untuk mengayomi 74 orang anggota PWI Perwakilan Bukittinggi. “Kalau kita lihat sosok beliau

itu sangat pantas. Disamping sudah mapan, beliau juga sudah lama berkecimpung di dunia jurnalistik, sehingga pengalamannya tidak diragukan lagi,” ungkap Arfideli Ilham. Konferensi PWI Perwakilan Bukittinggi rencananya berlangsung hari ini, bertempat di aula kantor Lurah Belakang Balok. Adapun calon ketua yang mencalonkan diri diantaranya, Chun Musido, Syamsuardi S, Hafnipon, Emi Zainal dan mantan ketua Adek Rossy Mukrie. (h/jon)

Dari pagi hingga sore, dari Kota Bukittinggi, gunung setinggi 2.891 meter dari permukaan laut tersebut tidak terlihat mengeluarkan asap hitam ataupun putih. Salah satu gunung aktif di Sumbar itu tampak jelas dari kejauhan Bukittinggi. Meski gunung tersebut tidak lagi mengeluarkan asap putih ataupun hitam, namun masih berstatus waspada level II. Sejak peningkatan aktivitas gunung terjadi pada tanggal 3 Agustus 2011 sekitar pukul 09.00 WIB, gunung ini hampir tiap hari mengeluarkan asap hitam yang disertai abu vulkanik. Penurunan aktivitas gunung mulai terjadi pada Senin. Namun Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BGPVMB) masih memberlakukan larangan bagi pendaki tiga kilometer dari puncak. "BGPVMB masih merekomendasikan gunung waspada level II dan terlarang bagi orang mendaki tiga kilo meter dari puncak," kata Petugas BGPVMB Warseno di Bukittinggi. Kata dia, sejak gunung dinyatakan waspada level II, hingga sekarang belum mengeluarkan balerang ataupun lahar. Untuk itu, ia berharap masyarakat agar tidak khawatir gunung akan meletus karena tanda-tanda itu tidak terlihat. Dia menyebutkan, laporan dari alat seismograf diketahui gunung pada Sabtu (15/10)

Basamo Mako Manjadi INTENSIFKAN PENAGIHAN

LINGKAR Minat Budi Daya Lele Rendah

AMPEK NAGARI, HALUAN — Dibandingkan warga kecamatan tetangga, minat warga Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, membudidayakan ikan masih tergolong rendah. Buktinya, sampai saat ini jumlah kelompok pembudidaya ikan masih sedikit. Informasi tersebut diungkapkan Camat Ampek Nagari, Syahrul Hamidi, SH, Senin (17/10). Menurutnya, kelompok pembudidaya ikan jenis nila ada 10 kelompok, dan pembudidaya lele baru 4. Sedangkan produksi nila sekitar 1 ton per 3 bulan. Produksi lele lumayan, yaitu mencapai 500 ton per 3 bulan. Yang menggembirakan, kelompok lubuk larangan sudah tersebar di seluruh pelosok jorong yang ada di kecamatan itu. Walau produksinya masih relatif sedikit, yaitu sekitar 1,5 ton sekali panen, namun dampaknya terhadap pelestarian lingkungan sangat bagus. Pasalnya,lubuk larangan dijaga para pemuda. Dengan demikian tidak ada lagi peluang bagi pencari ikan menggunakan potas dan setrum. Di sisi lain, lubuk larangan terjaga kebersihannya. Kondisi demikian menyebabkan kawasan lubuk larangan tetap bersih dan aman dari gangguan penggunaan potas dan setrum. Di Nagari Sitanang, menurut Wali Nagari Yulisman Dt. Majo Lelo, Senin (17/10) di Lubuk Basung, minat warga membudidayakan lele sangat rendah. Warga kini terfokus pada pengolahan kebun sawit. Alasan mereka, sawit lebih menghasilkan, dan mampu menyerap tenaga kerja. “Anak Nagari Sitanang memang lebih memilih berkebun sawit ketimbang usaha budi daya lele,” ujarnya. (h/msm)

AGAM, HALUAN — Kepala Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) Kabupaten Agam, Fatimah, S. Sos, M.Si meyakini target pemasukan dari pajak reklame ke kas daerah 2012 bisa mencapai 200 persen dari target 2011, yang hanya Rp400 juta.

MIAZUDDIN

Dishutbun Dapat Bantuan 370 Ribu Batang Bibit MPTS

MIAZUDDIN

AGAM

KPT Data Reklame di Agam

BELUM TERDAFTAR — Reklame jenis branding di salah satu bangunan di pinggir jalan provinsi, tepatnya di Simpang Tembok Lubuk Bausng, Agam. Reklame jenis itu belum terdaftar di SKPD terkait di Pemkab Agam. Difoto Senin (17/10).

PENGASPALAN jalan Surau Kariang (Nagari Lubuk Basung)Batang Piarau (Nagari Kampung Pinang, via Pulai, Jorong Sungai Jariang, Nagari Lubuak Basung sedang dilakukan, dengan dana Rp2,7 miliar.

mengalami letusan sebanyak 17 kali letusan dan dua kali hembusan serta satu kali gempa vulkanik dalam dan dua kali vulkanik dangkal. Peningkatan aktivitas gunung tanggal 3 Agustus 2011 sekitar pukul 09.00 WIB telah mengeluarkan asap hitam yang disertai abu vulkanik mencapai 1.000 meter dan menjangkau ke sejumlah daerah di Sumbar, seperti Agam, Tanahdatar, Pariaman, Padangpariaman, dan Padangpanjang. BGPVMB dalam memantau aktivitas gunung tersebut telah memasang tiga alat seismograf dan satu digital analog pada posisi ketinggian 2.000 meter di daerah Batu Palano dan ketinggian 1.500 meter di Lasi. Gunung Marapi Bukittinggi terakhir kalinya meletus pada tahun 2005. Saat dalam status siaga, Kota Bukittinggi merupakan salah satu daerah evakuasi. Dalam kondisi aktif normal, gunung yang berdampingan dengan Gunung Singgalang dan Tandikek ini selalu menjadi tujuan bagi pendaki dari dalam maupun dari luar Sumatera Barat. Setiap pergantian tahun baru, gunung itu selalu ramai oleh pendaki. Akses pendakian Gunung Marapi mudah dicapai. Titik mulai pendakian berada di Kotobaru, Tanahdatar dengan lama perjalanan dari Kota Padang menuju Kotobaru sekitar 1,5 jam. (h/ant)

AGAM, HALUAN — Pemkab Agam, melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun), tahun ini mendapat bantuan bibit MPTS (multi porpose tree species) dari Dinas Perkebunan Sumbar. Bantuan bibit tersebut akan tiba di Agam pekan III Oktober 2011. Jumlahnya 370 ribu batang, terdiri dari bibit gaharu, mahoni, surian, sengon, jabon, bayua nangka, sukun, cemara laut, dan pokat. “Bantuan bibit kayu tersebut akan dimanfaatkan untuk mem-

perbaiki kerusakan hutan dan lahan yang ada di Agam, terutama pada kawasan hutan tangkapan air,” ujar Kadis Hutbun Agam, Ir. Yulnasri, MM, Minggu (16/10). Agam saat ini banyak membutuhkan bibit kayu, termasuk bibit MPTS. Hal itu disebabkan minat warga menanam sangat tinggi. Di sisi lain, kondisi demikian sangat menguntungkan untuk memperbaiki kerusakan lahan dan lingkungan.

“Kayu jenis MPTS dapat mengantisipasi kelangkaan kayu unutk bahan bangunan, dan meningkatkan produk buah-buahan,” ujarnya. Dikatakan, saat ini kerjasama penanaman bibit kayu dengan pihak kecamatan sangat bagus. Banyak pemerintah kecamatan meminta bantuan bibit kayu kepada Dinas Hutbun Agam. “Kami berharap bibit bantuan tersebut dipelihara dan dirawat dengan baik, sehingga mendatangkan hasil nantinya,” ujarnya. (h/msm)

“Yang penting, kesungguhan dalam melakukan tugas, karena pajak reklame perlu diintensifkan penagihan dan pengawasannya,” ujar Fatimah di ruang kerjanya, Senin (17/10). Untuk mengintensifkan pemungutan pajak reklame, diperlukan data yang valid. Karena itulah saat ini petugas KPT Agam melakukan pendataan reklame. Agar data yang diperoleh benar-benar valid, maka dilakukan pendataan per kecamatan. Dari hasil pendataan yang dilakukan, ternyata banyak reklame belum terdaftar. Reklame yang belum terdaftar tersebut jelas belum menghasilkan pemasukan untuk kas daerah. Jenis reklame yang belum terdaftar mayoritas dari jenis branding, suncreen, dan stiker. Di Kecamatan Tanjung Mutiara, menurut hasil pendataan, setidaknya terdapat 8 buah reklame jenis branding, dan jenis stiker lebih banyak lagi. Branding merupakan reklame yang dibuat langsung, dengan menggunakan cat atau sejenisnya pada dinding bangunan. Biasanya bangunan toko, dan ada juga pada bangunan jenis lainnya. Sedangkan suncreen adalah reklame dalam bentuk pelindung dari sinar matahari. Biasa dipasang pada bagian atap toko. Branding bisa berukuran besar, sesuai dengan bidang dinding tempat membuatnya. Namun suncreen biasanya hanya berukuran 1 x 2 meter. Sementara stiker berukuran lebih kecil lagi, yaitu sekitar 40 x 40 Cm, dipasang

pada tempat strategis di toko atau di bangunan lainnya. “Selama ini belum ada yang valid mengenai reklame, baik dalam bentuk baliho di jalan umum, atau jenis lainnya,“ ujar Fatimah pula. Yang sangat disesalkan, ada pengusaha pemasang reklame, terutama jenis branding, yang terkesan tidak kooperatif dalam membicarakan reklame yang telah mereka pasang di daerah itu. Di antaranya adalah salah satu perusahaan telepon seluler. Pimpinan perusahaan yang membawahi Agam, dan berkedudukan di Bukittinggi, sudah dua kali berjanji untuk bertemu membicarakan masalah reklame yang mereka pasang. Namun ketika didatangi ke kantornya, sang pimpinan menurut stafnya sedang keluar. “Bila tetap tidak bersedia melakukan pertemuan untuk mencari solusi reklame yang telah terpasang, dengan sangat terpaksa kami akan mengambil tindakan,” tukuk Fatimah. Tindakan yang akan diambil, menurut Fatimah pula, bisa saja sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Bisa juga dengan menutup reklame jenis branding, dan membongkar reklame jenis suncreen serta stiker. Walau demikian, Fatimah mengimbau pihak pemasang reklame mau duduk semeja membicarakan masalah tersebut. Karena, walau bagaimanapun hendaknya antara pihak perusahaan pemasang reklame, dan Pemkab Agam melalui SKPD terkait tetap terjalin kerja sama yang baik. (h/msm)


PAYAKUMBUH & LIMAPULUH KOTA 23

SELASA, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

LINGKAR Perbaikan Jalan Dapat Respons PAYAKUMBUH, HALUAN — Permohonan masyarakat Kelurahan Padang Tinggi, Kecamatan Payakumbuh Barat, yang meminta perbaikan jalan kelurahan, melalui Tim Safari Ramadan tahun 2011, mendapat respon dari Pemko Payakumbuh. Kelurahan itu, memperoleh tiga proyek peningkatan kelas jalan sekaligus.Ketiga proyek perbaikan jalan itu meliputi, Padang Tinggi-Piliang sepanjang 500 meter, akan dikerjakan dengan lapen (lapisan penetrasi). Padang TinggiMahat Islami sekitar 350 meter dan Padang Tinggi-Koto Tangah, sepanjang hampir 600 meter. Keseluruhannya sudah mulai dikerjakan rekanan kontraktor mulai Oktober ini. Wakil Ketua LPM Padang Tinggi, Taufik, ketika dihubungi Haluan di Payakumbuh kemarin menyebutkan, sudah lama warga meminta dan bermohon kepada pemko untuk memperbaiki ke tiga ruas jalan tersebut. Aspirasi masyarakat itu mendapat respon positif dari pemko. “Masyarakat bersyukur permintaan mereka dikabulkan. Bahkan pemko memberikan lebih, karena yang diminta perbaikan sebelumnya dua ruas jalan, namun diberikan perbaikan tiga ruas jalan. Utamanya perbaikan jalan lingkar dengan aspal antara Padang Tinggi menju Kelurahan Piliang, sepanjang hampir 500 meter. Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PU Payakumbuh, Zul Arman kepada Haluan mengakui Padang Tinggi kebagian kue pembangunan tahun ini, proyek pengaspalan tiga ruas jalan. Proyek tersebut dibiayai dengan dana PPID (Percepatan Pembangungan Infrastruktur Daerah), untuk Padang Tinggi senilai Rp300 juta lebih. (h/zkf)

Warga Diminta Tebang Pohon Tua

PAYAKUMBUH, HALUAN — Wakil Walikota Payakumbuh H. Syamsul Bahri, mengajak warga kota untuk menebang pohon-pohon kayu, seperti pohon kelapa dan tanaman tua lainnya, agar tidak menimpa rumah penduduk. Di Payakumbuh, dalam beberapa bulan terakhir, meski tidak membawa korban jiwa, tapi sudah lebih sepuluh rumah penduduk yang ditimpa pohon. Dua rumah korban terakhir, ketika pohon tersebut tumbang, angin tidak terlalu kencang. Ditenggarai, karena pohonnya sudah tua dan lapuk. Minggu (9/10), sekitar pukul 15.30 WIB, rumah milik pasangan kakek nenek, Ruslan dan Asma, di Kelurahan Padang Tangah, Payakumbuh Barat, ditimpa pohon kelapa. Rumah keluarga miskin ini, belah dua berantakan. Padahal, rumah pasangan keluarga ini, dibangun dengan bantuan sosial Pemko Payakumbuh, Desember 2009. Selang sepekan kemudian, Sabtu (15/ 10), giliran rumah Parta (28), di Kelurahan Koto Tuo, Kecamatan Payakumbuh Selatan, yang ditimpa pohon ambacang. Peristiwa naas menimpa pasangan suami Parta dan Defrina (27), terjadi sekitar pukul, 13.30 WIB. Waktu itu, Defrina tengah memberi makan puteri semata wayangnya. Tiba-tiba, angin kencang datang beberapa menit dan langsung menumbangkan pohon ambacang berdiamater sekitar 45 cm yang tumbuh di belakang rumah korban. Akibat musibah itu, rumah semi parmanen berukuran 3 x 5 meter itu, hancur berantakan. Sementara, Desi, panggilan ibu muda itu, mengalami luka gores di bagian pipi sebelah kiri. “Kejadiannya berlangsung sangat cepat, saya dan anak saya langsung kaget dan lari ke luar rumah,” ungkap Desi. Musibah tersebut langsung ditanggulangi oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Payakumbuh. Bantuan tanggap darurat langsung diberikan Wakil Walikota H. Syamsul Bahri, yang datang bersama Kadis Sosial Naker Adrian, SH, M.Si, serta Camat Payakumbuh Selatan Dra. Elfriza Zaharman, yang datang sejam setelah kejadian, untuk menyampaikan rasa dukanya. (h/smt)

SETELAH MELEWATI VOTING

Tambahan Dana Pembangunan Kantor Walikota Disetujui

PAYAKUMBUH, HALUAN — DPRD Payakumbuh akhirnya menyetujui penambahan dana pembangunan Kantor Walikota sebesar Rp5 miliar untuk anggaran perubahan 2011. Sebelumnya, alokasi dana berjumlah Rp22 miliar dan setelah ditambah, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan ini berubah menjadi Rp27 miliar.

ZULKIFLI

SAMPAH — Tumpukan sampah Kota Payakumbuh, yang terangkut ke TPA hanya sebanyak 62 persen dari 240,55 m3 sampah perhari, meliputi 22.403 rumah tangga.

TERANGKUT 62 PERSEN

Sampah Payakumbuh 240,55 M3 per Hari

PAYAKUMBUH, HALUAN- Bidang Kebersihan dan Pertamanan Kota Payakumbuh, belum mampu memberikan palayanan sepenuhnya kepada masyarakat kota ini. Tingkat pelayanan angkutan sampah, baru mampu mencapai 62 persen, dari jumlah penduduk kota ini, atau 67.145 jiwa yang terhimpun dalam 22.403 rumah tangga dari 25.302 rumah tangga yang ada. “Luas daerah pelayanan kebersihan di Kota Payakumbuh, belum menjangkau seluruh kecamatan pada 76 kelurahan. Namun cakupan pelayanan diperkirakan sudah mencapai seluas 63 hektare,” ungkap Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Kota Payakumbuh, Yulizon Dt. Bagindo Putiah, dalam percakapan dengan Haluan di kantornya kemarin. Menurut dia, rumah tangga (RT) yang baru terlayani, seperti di Kecamatan Payakumbuh Barat 8.600 RT, Payakumbuh Timur 4.906 RT, Payakumbuh Utara 5.495 RT, Payakumbuh Selatan 1.854 dan Kecamatan Lamposi Tigo Nagori

mecapai 1.548 RT. Kekurangan jangkauan pelayanan itu, secara bertahap diupayakan penambahannya setiap tahun. Belum terpenuhinya seluruh pelayanan kepada masyarakat itu, ulas Yulizon Dt.Bagindo Putiah, akibat kekurangan armada truk pengangkut sampah serta sarana prasarana lain. “Seluruh peralatan yang ada masih jauh dari cukup, sehingga tidak sebanding dengan penduduk penghasil sampah,” ujarnya didampingi Kasi Pertamanan, Agus Rudiono. Contohnya, keberadaan 10 unit truk sampah dengan kondisi di bawah 80 persen, hanya mampu mengangkut sampah dari pagi hingga siang sekitar 62 persen dari seluruh timbunan sampah yang ada sebanyak 240,55 meter kubik per hari atau 149,16 m3. Jumlah timbunan sampah terbanyak itu berada di Payakumbuh Barat 93,45 m3 per hari. Terkecil di Payakumbuh Selatan, sebanyak 11,26 m3 per hari, tuturnya. Sementara jenis alat angkutan sampah yang ada pada Bidang Kebersihan dan Pertamanan juga

belum mencukupi. Seperti gerobak sampah 70 unit, mini truk satu unit, dump truk kecil 6 unit, arm rool kecil 2 buah dan motor sampah sebanyak 8 unit. Untuk itu diperlukan lagi penambahan peralatan angkutan sampah utamanya truk, sebutnya. Dikatakan, untuk petugas personil lapangan yang melayani 116 ribu penduduk Payakumbuh, hanya ada sebanyak 150 orang. “Kita perlu tambahan 250 orang personil lagi untuk petugas lapangan, termasuk untuk TPA Regional di Taratak Aur Kuning Payakumbuh Selatan. Aktivis Peduli Nagari Luak Limopuluah, Yudilfan Habib dan Pengamat Lingkungan, Edlen Syarkawi ketika diminta komentarnya secara terpisah di Payakumbuh kemarin menuturkan, seharusnya Pemerintah Kota Payakumbuh memenuhi peralatan kebutuhan angkutan sampah di kota ini. Utamanya penambahan truk, supaya seluruh timbunan sampah terangkut ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Tidak ada lagi sampah yang dibakar penduduk, ulasnya. (h/zkf)

450 KOLAM TERPAL DIKEMBANGKAN

UPR Ar- Rahman Pusat Pelatihan Perikanan

PAYAKUMBUH, HALUAN — Usaha Perbenihan Rakyat (UPR) ArRahman Kelurahan Talang, Kecamatan Payakumbuh Barat, bersama dua UPR lainnya di Kota Padang, diusulkan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, sebagai Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) di Sumatera Barat. “Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumatera Barat, akan berjuang maksimal, agar kegiatan P2MKP itu, menjadi milik ARRahman Payakumbuh dan UPR Padang,” ungkap Kabid P2HKP Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat, Jeflin, ketika dihubungi lewat telepon selulernya, Minggu (16/10). Menurutnya, keberadaan UPR-Rah-

man dinilai lebih baik dari sejumlah UPR lainnya disejumlah kota/ kabupaten di Sumatera Barat, karena itu layak menerima kegiatan P2MKP. Jika disetujui KKP, Ar Rahman bakal menjadi pusat perhatian petani ikan air tawar di Sumatera Barat. Karena, di areal milik ArRahman di Kelurahan Talang, akan dibangun gedung pelatihan serta prasarana dan sarana lainnya, dalam menunjang kegiatan peningkatan SDM petani serta PPL. “Kita dari DKP Sumbar, ingin menjadikan Payakumbuh dan Padang, sebagai gerbang Pesona Ikan di Sumatera Barat. Proposal P2MKP itu sudah dikirim DKP Sumbar ke Kementerian KP. Malahan, pihak kementerian, sudah memberi lampu hijau. Dan mudah-mudahan tahun anggaran 2012, sudah terlaksana kegiatan pemberdayaan petani ikan dimaksud,” ulas Jeflin. Ketua UPR Ar-Rahman Jasril, SE, ketika dihubungi di Kelurahan Talang, kemarin, bersama 74 anggotanya

mengaku, UPR AR-Rahman kini terus melakukan sosialisasi pada warga Payakumbuh dan Limapuluh Kota, untuk membudidayakan ikan air tawar. Tidak harus dalam kolam ikan, lewat kolam terpal pun bisa dilakukan. Sekarang ini, tercatat sebanyak 450 kolam terpal dikembangkan warga di kedua daerah, katanya. Dikatakannya, guna mendapatkan kegiatan P2MKP, selain punya kelembagaan yang mandiri, ArRahman juga telah mempunyai 12,5 hektare lahan kolam ikan. Kolam tersebut, meliputi tempat pembenihan, pendederan, penampung induk, kolam pembesaran, pengasapan ikan, serta balai sajian hasil perikanan. Di lokasi lahan perikanan ArRahman, akan dijajaki untuk membangun pondok makan. Menunya spesial ikan berbagai jenis. Karena itu, sajian dan menunya akan jauh berbeda dengan rumahrumah makan lainnya yang ada di Kota Payakumbuh, ujarnya meyakinkan. (h/zkf)

TK TIARA KACA TOKO CERMIN

MENERIMA PESANAN : BERBAGAI UKURAN KACA ETALASE ROLLING DOOR TANGGA ALUMINIUM FOLDING GATE RAK PIRING KUSEN ALUMINIUM

Jl. A Yani No. 113 Ketaping - Ps. Ibuh Payakumbuh

tidak menyetujui penambahan anggaran perubahan untuk pembangunan kantor walikota yang baru ini. Rp5 miliar ini menjadi masalah yang berat untuk diputuskan. Makanya, kemarin one man one vote akan menjadi pemutus bagi penambahan anggaran ini. Anggota DPRD Syafrizal dari FPPP yang terkenal vokal dan mengkritisi selisih penepatan plafon anggaran sementara (PPAS) perubahan 2011 yang di luar kewajaran. Akhirnya, PPAS itu kemudian direvisi kembali. Batu sandungan kemudian terdapat di anggaran pembangunan Kantor Walikota. Nilai Rp5 miliar menjadi keberatan di tiga fraksi. Prediksi awal memang yang setuju akan menang. Jumlah anggota dari 3 fraksi yang setuju 13 anggota. Sisanya 12 anggota fraksi yang tidak mendukung. Namun, hasil akhir menemukan adanya satu suara yang membelot dari komitmen. Siapa orangnya? “Kita tidak tahu. Pastinya ini bentuk demokrasi yang fair dan berjalan dengan mekanisme semestinya,” ujar Wilman Singkuan selesai voting. (h/rel)

Pemilik Kafe Lecehkan Panggilan Tim 7 PAYAKUMBUH, HALUAN — Tim 7 Kota Payakumbuh kembali beraksi. Kali ini, sepuluh lelaki yang tengah menggelar pesta miras pada sebuah kafe dikawasan Padang Cubadak, Kelurahan Sicincin Mudiak, Kecamatan Payakumbuh Timur, Sabtu (15/10), sekitar pukul 22.30 WIB berhasil diamankan. Dengan menggunakan lima mobil patroli, Tim 7 yang didukung Kapolsek Kota AKP Eridal, Dan Ramil 01 Payakumbuh Kapten Sunarko, Pasi Intel Yonif 131/BS Sambiring, Pasi Intel Den Zipur 2, Ibnu, dan Propam Polresta, malam tersebut, menemukan 10 lelaki tengah asyik menikmati miras yang sudah dioplos dengan tuak. Kesepuluh lelaki yang tertangkap basah pesta miras itu, langsung ditangkap Tim 7 dan dibawa ke Sekretariat Satpol PP di Bukik Sibaluik, Payakumbuh. Seorang di antaranya, Chandra (28), yang sudah mabuk berat, mencoba melawan petugas. Tapi, dapat diamankan anggota tim. Malam itu, pemilik kafe bernama Caal, tidak berada di tempat. Antoni (26), orang kepercayaan Caal, malam itu juga dibawa petugas ke Bukik Sibaluik. Tim 7, seperti dijelaskan Kasatpol PP Fauzi

Firdaus, Senin (17/10), mengaku kesulitan, meminta pertanggungjawaban pemilik kafe. Karena, setiap diminta datang ke Kantor Satpol PP, yang bersangkutan tetap mangkir. “Kita sudah dua kali memanggil Caal, tapi masih tak digubrisnya,” jelas Fauzi. Menurut Fauzi, pihaknya akan memanggil Caal, buat ketiga kalinya. “Kalau masih membangkang, yang bersangkutan akan dipanggil secara paksa,” tegas Fauzi. Menurut Fauzi, kafe remangremang itu tidak memiliki izin, sehingga melanggar Perda Pekat. Sebelumnya, Tim 7 juga mengamankan sepasang lelaki dan wanita bukan muhrim, yang tengah berduaan di tempat gelap di kawasan lapangan Poliko Payakumbuh. Sepasang sejoli itu, bernama Noveri (23), warga Balai Panjang Gadut, dan Novria (17), dari Labuh Gunung, Pakan Rabaa. Keduanya, ketika ditangkap, mengaku habis belajar kelompok di rumah temannya. Karena lelah, mereka istirahat di teras bangunan eks SPG yang berada di depan RS Ibnu Sina itu. Setelah diamankan di Sekretariat Satpol PP, kesepuluh lelaki pesta miras bersama sepasang kekasih itu, dipulangkan ke rumahnya, setelah menandatagani surat perjanjian. (h/smt)

PUSAT PENGOBATAN TRADISIONAL INDIA MATA DAN KHUSUS PRIA MELAYANI PRIA DAN WANITA = TANPA OPERASI = Mengobati Berbagai Penyakit Mata - Katarak - Min/Plus - Glukoma - Mata Merah - Berair - Berlemak - Silinder - Dll

Mengobati keluhan khusus Pria - Lemah Syahwat - Impotensi - Ejakulasi Dini - Kurang Gairah - Sperma Encer - Diabetes - Tidak punya keturunan - Ambeien - Asam Urat - Reumatik, Dll

anda tidak perlu cemas atau khawatir dengan ramuan tradisional india tanpa efek samping cukup 1 atau 2 kali pengobatan insyallah anda akan sembuh secara alamiah. kami berikan garansi

Hubungi :

Hubungi :

Skor suara untuk voting setuju atau tidaknya penambahan anggaran pembangunan, 14-11 dari total 25 anggota DPRD yang ada. Awalnya, pembicaraan tentang penambahan dana ini sempat deadlock Jumat pekan lalu. Senin (17/10) kemarin setelah paripurna mendengar pandangan fraksi-fraksi, pintu ruang sidang kemudian ditutup rapat. Papan tulis diarak ke depan. Voting atas persetujuan penambahan anggaran kemudian digelar. Haluan hanya bisa mendengarkan sayup-sayup persoalan yang diributkan itu. Pekan lalu, setelah rapat didengar kabar bahwa dalam pandangan fraksifraksi, ternyata tiga fraksi mendukung dan tiga fraksi menolak dengan catatan. Tentunya hasilnya imbang alias harus diambil keputusan menambah anggaran pembangunan Kantor Walikota di anggaran perubahan ini. Komposisinya, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Golkar, Fraksi PKS versus Fraksi PPP, Fraksi PAN dan Fraksi Gabungan BPR (Bintang Perjuangan Reformasi). Skor tiga lawan tiga ini menyetujui dan

Jl. A. Yani No. 134 Bukittinggi (dibawah jembatan Limpapeh) Hp. 081266469636 HARI LIBUR TETAP BUKA

Buka Jam : 08.00 - 20.00

Izin Depkes 11/DKK-yankes/stpt/11/2008


24 SUMATERA BARAT Masyarakat Mandeh Masih Terisolir PAINAN, HALUAN — Akibat belum lancarnya sarana perhubungan serta komunikasi dan informasi dengan dunia luar, masyarakat Kenagarian Mandeh yang terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan hingga saat ini masih dibelenggu ketelesoliran. Akibat kondisi jalan yang buruk, masyarakat terpaksa menggunakan jalan laut dengan mengunakan perahu menuju ibu kecamatan. Wali Nagari Mandeh Jasril LB kepada Haluan Senin (17/10) mengakui, masyarakatnya yang berpenduduk sebanyak 360 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.020 jiwa, kesulitan berhubungan dengan pihak luar terutama karena belum ada sinyal hand phone. Padahal daerah tersebut hanya berjarak sekitar 18 km dari ibu kecamatan. Mengingat sarana perhubungan darat yang belum lancar tersebut, jelas membutuhkan biaya yang besar bila menggunakan kapal. Meskipun pemerintah telah membangunkan jalan dari Tarusan ke Mandeh, namun jalan tersebut belum berfungsi secara maksimal karena sulit dilalui akibat kondisinya rusak parah. Salah seorang warga setempat, Malin, juga meminta perhatian pemerintah untuk dapat membangun jalan yang lebih memadai. Tidak seperti sekarang ini, kondisi jalan sebagian besar masih berupa jalan kerekel yang rawan kecelakaan. Masyarakat juga mengharapkan agar pemerintah maupun pihak perusahan dapat membangun jaringan HP agar hubungan masyarakat dengan pihak luar dapat berjalan lancar, serta membantu meringankan beban masyarakat. Padahal, bila ada alat komunikasi, tentu segala urusan akan dapat berjalan mulus dan lancar. Camat Kecamatan Koto XI Tarusan Hadi Susilo membenarkan keinginan masyarakatnya untuk dapat bebas dari keterbelakangan, terutama dalam hal hubungan lalulintas. (h/mjn)

SELASA, 18 OKTOBER 2011 M 20 DZULKAIDAH 1432 H

TUNTUT HAK TANAH ULAYAT

Warga Sikabau Kembali Demo PT AWB DHARMASRAYA, HALUAN — Puluhan warga Kenagarian Sikabau, Senin (17/10), mendatangi PT Andalas Wahana Berjaya (AWB) menuntut hak atas tanah ulayat yang dikelola sebagai perkebunan kelapa sawit. Warga juga menuding perusahaan tersebut telah menyerobot lahan olahan warga setempat.

NET

KANDIH — Tahun 2012, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Sawahlunto diperkirakan turun sebesar 0,44 persen. Penurunan PAD disebabkan kebijakan pengalihan pengelolaan kawasan wisata Kandih, yang selama ini dikelola pemerintah, mulai tahun 2012 akan dikelola langsung di bawah manajemen PT. Wahana Wisata Sawahlunto.

APBD Sawahlunto 2012 Diperkirakan Naik Tipis SAWAHLUNTO, HALUAN — Pendapatan APBD Sawahlunto tahun 2012 diperkirakan akan naik tipis dari tahun 2011 ini. Kenaikan

pendapatan berkisar 2,27 persen, atau sekitar Rp9,08 miliar dari sebelumnya pendapatan tahun 2011 Rp399,88 miliar menjadi Rp408,97 miliar untuk tahun mendatang. Hal itu terungkap dalam Penyampaian Nota Walikota Sawahlunto, yang disampaikan Wakil Walikota, Erizal Ridwan, pada Rapat Paripurna DPRD, yang digelar Senin (17/10). Dalam nota tersebut, Erizal mengatakan meningkatnya pendapatan didorong pemasukan dari dana perimbangan. Dimana tahun 2011, dana perimbangan mencapai Rp273,16 miliar, naik menjadi

Rp296,54 miliar. Meski terjadi kenaikan pada dana perimbangan yang mencapai Rp23 miliar, namun sektor pendapatan lainnya berupa pendapatan asli daerah (PAD) mengalami penurunan sebesar 0,44 persen. Dimana tahun 2011 PAD Sawahlunto mencapai Rp32,85 miliar, turun ke angka Rp32,71 miliar. “Penurunan PAD disebabkan kebijakan pengalihan pengelolaan kawasan wisata Kandih, yang selama ini dikelola pemerintah, mulai tahun 2012 akan dikelola langsung di bawah manajemen PT. Wahana Wisata Sawahlunto,” ujar Erizal.

Penurunan terbesar juga terjadi di sisi lain-lain pendapatan yang sah, dengan angka penurunan hingga 15,07 persen. Sebelumnya lain-lain pendapatan yang sah mencapai Rp93,86 miliar, tahun 2012 direncanakan hanya Rp79,71 miliar. Sementara pimpinan DPRD Sawahlunto, Emeldi usai memimpin rapat paripurna kepada Haluan mengatakan, kondisi umum pendapatan daerah untuk tahun 2012, akan mengalami kenaikan sebesar Rp9,08 miliar. Kenaikan itu, lanjutnya diprediksi berasal dari dana alokasi umum yang diperkirakan naik 9,72 persen, dan dana alokasi

khusus (DAK) sebesar 7,66 persen. “Untuk pendapatan asli daerah, dewan akan kembali menyigi lebih detail kemungkinan-kemungkinan untuk terjadi peningkatan pendapatan,” ujar Emeldi. Emeldi juga mengatakan, DPRD Sawahlunto akan segera membahas R-APBD 2012 tersebut, sehingga dapat selesai sebelum batas waktu yang telah ditentukan. “Insya Allah, dalam pembahasan akan mengoptimalkan pemasukan, sehingga APBD 2012 dapat meningkat dan optimal digunakan untuk pembangunan daerah ini,” tambahnya. (h/dil)

Perusahaan perkebunan yang mendapatkan Hak Guna Usaha (HGU) lahan ulayat dari Nagari Sikabau, Tebing Tinggi, Gunung Medan dan Koto Padang tersebut, menuai masalah atas ulayat Nagari Sikabau seluas sekitar lima ribu hektare. Pucuk pimpinan Ninik Mamak Sikabau, Idil Fitri Dt Gadang (48), di halaman kantor AWB mengatakan, sekitar 100 hektare lahan warga Sikabau diserobot pihak perusahaan. Sedangkan lahan itu merupakan masa depan perekonomian warga. Ia berharap pihak perusahaan tidak mengganggu warga berladang dan bisa mencarikan solusi terbaik. “Masyarakat Sikabau perlu ada sebuah wadah yang berbadan hukum. Walaupun perusahaan telah menyalurkan kompensasi dari hasil perkebunan, saya selama ini tidak pernah menerimanya. Investor jangan mau tertipu oleh oknum-oknum yang mengaku punya ulayat,” harap Idil. Dijelaskannya, pada tahun 2003 lalu ia ikut menyerahkan ulayat seluas 16.800 hektare. “Setelah ada perjanjian baru pada tahun 2005, saya tidak menyepakatinya dan tidak mau menandatangani kesepakatan itu. Karena semula kesepakatan 60 persen untuk plasma dan 40 persen untuk kebun inti. Tapi akhirnya justru menjadi terbalik. Berarti perjanjian tersebut batal secara adat atas lahan Nagari Sikabau seluas lima ribu hektare tersebut. Hal ini agar segera diselesaikan secara baik-baik,” ungkapnya. Wali Nagari Sikabau, Sulistiyo berharap, aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak ada salahnya ninik mamak ikut membantu memperjuangkannya. “Ulayat itu wewenang ninik mamak yang berenam itu. Kita harap perusahaan bisa menyelesaikannya dengan musyawarah dan kekeluargaan. Bagaimanapun masyarakat ingin AWB berjalan dengan lancar,” tutur Sulistiyo. Sementara itu, Manager Plasma PT AWB, Rata Sipahutar menjelaskan, perusahaan tidak pernah melakukan penyerobotan lahan warga. Menurutnya, ninik mamak yang berenam itu semuanya sudah teratasi oleh perusahaan. “Nanti saya salah meletakkan adat di sini. Adat itu kan selingkar nagari. Awalnya telah disepakati Koperasi Ninik Mamak yang diketuai Dt Rajo Panghulu sebagai wadah masyarakat dalam bekerjasama dengan AWB,” terangnya. (h/fma)


Haluan 18 Oktober 2011  

Haluan 18 Oktober 2011

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you