Page 2

2 UTAMA Pedagang Wakil Kelurahan di Mifan Merasa Dizalimi PADANG PANJANG, HALUAN — Sejumlah perwakilan pedagang dari masing-masing kelurahan se Kota Padang Panjang yang menempati kioskios di pelataran parkir objek wisata Mifan, angkat bicara soal perintah untuk pengosongan kios yang menurut rencana akan dilakukan, Senin (17/ 6) pagi ini. Para pedagang mengaku, aksi ini tak ubahnya sebagai bentuk penzaliman terhadap mereka. Dari 16 unit kios yang ada, pedagang yang masih menempati lokasi itu tercatat sebanyak 8 unit atau 8 perwakilan dari 16 kelurahan se-Kota Padang Panjang. Delapan unit yang terisi itu di antaranya wakil pedagang dari Kelurahan Ekor Lubuk, Pasar Usang, Bukit Surungan, Tanah Hitam, Ngalau, Guguk Malintang, Pasar Baru dan Ganting. “Kami tidak menolak untuk mengosongkan tempat ini. Asalkan pemerintah daerah bisa menepati janji untuk penempatan 50 outlet bantuan Kementerian Koperasi (Kemenkop) di depan lokasi Mifan ini,” ujar pedagang perwakilan LPM Kelurahan Bukit Surungan, Deni Wati. Dikatakan, pengusiran terhadap mereka juga pernah terjadi beberapa tahun lalu. Hal itu dipicu masa kontrak antara pihak Pemko Padang Panjang dengan pihak pengelola Mifan telah berakhir. Namun pada saat itu, para pedagang menolak untuk mengosongkan kios karena tidak mendapatkan solusi tempat memindahkan usaha dagangan mereka. “Karena menimbulkan gejolak, akhirnya saat itu pemko mencarikan solusi untuk mengusulkan proposal ke pihak kementerian. Setelah pembangunan rampung, outlet-outlet yang sedianya diperuntukkan kepada kami itu, justru sudah terisi penuh,” ujar Sariah, wakil pedagang dari Tanah Hitam. Kegetiran pedagang yang pada awalnya memang diminta untuk menempati kios tersebut secara gratis, dikatakan telah diadukan ke pihak Pemko dan DPRD Padang Panjang. Bahkan pihak Komisi III ketika bertemu pedagang kala itu, mengatakan bahwa pedagang diperbolehkan untuk tetap berjualan, sembari pihak dewan berusaha untuk terus mencarikan solusinya. “Tapi apa yang saat ini terjadi, kami harus mengosongkan kios dengan batas waktu Senin besok (hari ini, red). Kami merasa telah dizalimi. Dan kami tidak akan berjualan di sini, meski harus di teras seperti penggusuran dulu lagi. Karena kami telah terlanjur beralih usaha, seperti ada yang dulunya usaha bordir serta makanan ringan,” timpal Yusniar dari Guguk Malintang. Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindag Kota Padang Panjang, Reflis mengatakan, pihaknya telah memfasilitasi dan mencarikan solusi seluruh pedagang yang berada di Mifan, untuk mendapatkan bantuan dari pihak kementerian. Terkait pedagang dari kelurahan yang menempati kios LPM di Mifan untuk bisa menempati outlet tersebut, juga sudah diarahkan agar mendaftar ke koperasi selaku pengelola bantuan. “Pemko hanya sebagai fasilitator. Sementara teknis pengelolaan bantuan sesuai arahan pusat harus melalui koperasi. Maka pedagang yang akan mendapat jatah outlet, tentu terlebih dahulu harus mendaftar ke koperasi, termasuk para pedagang dari kelurahan itu sendiri,” kata Reflis. (h/yan)

SENIN SENIN, 17 JUNI 2013 M 8 SYA’BAN 1434 H

PBB TOLAK RS SILOAM DI RANAH MINANG

Dampak Buruk RS Siloam tak Perlu Pembuktian Lagi PADANG, HALUAN — Bola salju penolakan terhadap pendirian Rumah Sakit (RS) Siloam milik Lippo Group/pengusaha James T Riady di Ranah Minangkabau terus membesar. Setelah dari kalangan ormas Islam, ormas umum, mahasiswa dan DPRD Padang, berikutnya penolakan juga disampaikan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). “Kami sangat menghargai pluralisme atau keberagaman, baik suku, ras, budaya, sosial, maupun agama. Tapi kami punya kebijakan untuk identitas dan dampak sosial budaya, yang ditimbulkan dari sebuah investasi di Ranah Minang,” kata Sek-

retaris DPW PBB Sumbar, Zaldi Heriwan dalam siaran persnya di Asrama Haji Padang, saat pelaksanaan konsolidasi dan pembekalan caleg PBB untuk DPRD Sumbar, DPRD kabupaten/kota dan DPR RI, Sabtu (15/6).

Menurut Zaldi Heriwan, menolakan terhadap pendirian RS Siloam di Ranah Minangkabau merupakan instruksi langsung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBB kepada DPW PBB Sumbar yang harus dilaksanakan. Penolakan tersebut juga sebagai penegasan sikap PBB sebagai pewaris Masyumi. Zaldi Heriwan menjelaskan, dalam melakukan percepatan pembangunan, memang diperlukan investasi besar dan PBB mendukung hal itu. Apakah itu dalam bentuk pembangunan hotel, mall, rumah sakit, ataupun infrastruktur lainnya. Namun, untuk menerima sebuah investasi diperlukan sikap kehati-hatian. Terutama mengukur dampak yang ditimbulkan oleh investasi itu, dan paling parah adalah

dampak sosial budaya. “Sosial sudah melingkup semuanya dan dalamnya ada agama. Lippo sebagai sebuah perusahaan besar, punya saham yang banyak. Vatikan punya saham dengan perusahaan yang dimilikinya, kalau sudah ada saham dalam perusahaan, maka sudah pasti ada misi agama,” kata anggota Komisi IV DPRD Sumbar itu tegas. Menurutnya, tidak perlu membuktikan dulu sebuah kekhawatiran, atau tunggu dulu kejadiannya, baru dilakukan antisipasi dari dampak investasi. “Banyak orang berkata buktikan dulu. Saya pikir itu tak perlu dibuktikan di Ranah Minang, karena itu sangat memungkinkan terjadi. Orang Minang tak seperti itu mestinya, tapi tahu jo rantiang ka manc-

ucuak,” sebutnya didampingi Ketua DPC PBB Kota Padang. Ia menyadari, bahwa apa yang dilakukan PBB cukup besar tantangannya, apalagi saat peresmian dihadiri oleh para tokoh Sumbar. Seolah-olah ingin memperlihatkan dukungan para tokoh untuk investasi itu sangat besar pula. “Namun yang perlu diingat, PBB dari awal sudah mendeklarasikan partai penerus Masyumi, partai yang peduli terhadap keutuhan umat Islam, termasuk menjaga pluralisme dalam wadah NKRI. Tentunya pluralisme yang menjaga dampak sosial budaya di tengah mayoritas. Soal keimanan memang urusan pribadi, tapi keimanan perlu dijaga secara bersama,” ujarnya. (h/rud)

Ratusan Orang Hadiri Tahlilan Taufiq Kiemas di Batusangkar TAHLILAN TAUFIQ — Suasana Tahlilan hari ketujuh meninggalnya Ketua MPR RI H Taufiq Kiemas yang diselenggarakan di Gedung Nasional Sri Maharaja Dirajo, Batusangkar, Sabtu (15/6). YULDAVERI

BATUSANGKAR, HALUAN — Memperingati hari ketujuh wafatnya Ketua MPR RI H Taufiq Kiemas, ribuan jamaah kelompok Yasinan dan simpatisan PDIP Kabupaten Tanah Datar dan daerah lainnya di Sumatera Barat melakukan kegiatan Tahlilan di Gedung Nasional Sri Maharaja Dirajo Batusangkar, Sabtu (15/ 6). Hak tersebut sebagai bentuk duka dan penghargaan anak bangsa terhadap pemimpin panutan bangsa yang berpulang meng-

hadap Sang Khalik. Tahlilan yang dimulai pada pukul 20.00 WIB dihadiri Bupati Tanahdatar M Shadiq Pasadigoe, Ketua DPD PDIP Provinsi Sumatera Barat Alex Indra Lukman, angota DPRD Provinsi Sumatera Barat Rizanto Algamar, Ketua PDIP Tanahdatar Aulia, para Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Tanahdatar, majelis wirid dan para simpatisan partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut.

Dalam sambutannya Bupati Tanah Datar, M Shadiq Pasadigoe mengatakan peringatan hari ketujuh wafatnya Taufiq Kiemas yang tak lain adalah salah seorang tokoh nasional dan juga putra terbaik Sumatera Barat dan ninik mamak masyarakat Tanahdatar ditujukan untuk mengenang jasanya dan memberikan doa kepada pemimpin yang patut menjadi panutan tersebut. “Warga Tanahdatar merasa sangat kehilangan atas kepergian

pemimpin bangsa yang juga merupakan ninik mamak kita. Ke depan kita berharap akan lahir lagi pemimpin bangsa dari Tanah Datar,” kata Shadiq yang diamini oleh jamaah tahlilan. Dikatakan, sumbangsih almarhum Taufiq Kiemas yang begitu besar bagi kemajuan Bangsa Indonesia tidak akan luntur dan selalu dikenang oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, terutama beliau telah mencetuskan empat pilar kebangsaan yang sampai saat ini dianggap sebagai ikon pemersatu bangsa Indonesiai dari Sabang sampai Merauke. “Berdirinya Gedung Nasional yang megah ini merupakan salah satu bentuk sumbangsih dan menjadi pemikiran Almarhum H Taufik Kiemas. Sebagai anak kemenakan dari Taufiq Kiemas, kita patut bersyukur dan bangga karena beliau terlahir sebagai putra asli Tanahdatar,” tuturnya. Sementara itu Ketua DPD PDIP Sumbar Alex Indra Lukman

menyebutkan, almarhum Taufiq Kiemas telah menjadi salah seorang tokoh nasional dan menjadikannya sebagai seorang politisi yang sangat berjasa terhadap bangsa. Dia amat mengagumi usaha Taufiq yang tidak pernah menyerah dalam mensosialisasikan konsep empat pilar kebangsaan. Empat pilar tersebut adalah Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Menurutnya konsep tersebut sangat penting untuk menjaga keutuhan bangsa. “Empat pilar itu adalah kristalisasi dari pengembaraan politik Taufiq yang sudah sekian lama menjadi aktivis politik dari zaman Bung Karno. Dia sudah sangat matang kalau dalam soal ideology. Inilah kemudian yang mengkristal dalam pemikiran empat pilar itu tadi. “Saya mengagumi keteguhan hati beliau karena terus mensosialisasikan empat pilar. Selalu mengajak kita semua untuk kembali kepada Pancasila, UUD 45 dan juga kebhinekaan,” ujarnya. (h/ydv)

Sawahlunto Gantikan Bukittinggi "Kota Wisata" Oleh:

NOVA ANGGRAINI PEMERINTAH Kota Sawahlunto segera akan menjadikan tiga kawasan desa dan kelurahan di daerah itu menjadi kampung wisata, dengan berbekal keunikan dan kekhasan yang dimiliki masing-masing kawasan, seperti diberitakan Haluan Sabtu (15/6). Langkah ini seolah jadi bukti keseriusan Pemko Sawahlunto dalam mengelola potensi wisata daerahnya yang kini sudah dikenal dunia sebagai kota wisata tambang berbudaya. Maka dengan akan dikembangkannya sejumlah kampung wisata di kota itu, pariwisata

Sawahlunto akan semakin terkenal. Tidak mustahil, julukan “Kota Wisata” yang kini dikenal melekat pada Bukittinggi “Kota Wisata”, lambat laun berubah menjadi Sawahlunto “Kota Wisata”. Apalagi tingkat kejenuhan pariwisata di Bukittinggi “Kota Wisata” rasanya sudah sangat tinggi. Setumpuk persoalan yang mencoreng pariwisata Bukittinggi sudah sangat memuakkan publik, seperti persoalan keterbatasan lokasi parkir, tarif parkir tak standar hingga objek wisata yang sudah tak up date, itu ke itu saja, mulai membosankan. Sementara di Sawahlunto, wisatawan mulai menemukan alternatif baru. Meski di sini hanya tersedia satu dua hotel, tak seperti Bukittinggi yang hotelnya menjamur, tetapi puluhan homestay di Sa-

wahlunto adalah salah satu yang terbaik di Tanah Air. Terbukti, Sawahlunto pun ditunjuk menjadi tuan rumah perhelatan The International Homestay Promotional Fair 2013 pada 10-13 Juni 2013 ini. Mengembangkan kampung wisata merupakan upaya Sawahlunto untuk menciptakan objek dan berbagai destinasi wisata baru daerah itu, sehingga wisatawan memiliki aneka alternatif objek untuk dilihat. Dengan mengembangkan kampung wisata, perekonomian masyarakat pun akan menjadi lebih baik, karena di Kampung wisata terjadi integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. Konsep utama dalam pengembangan kampung wisata adalah akomodasi dan atraksi. Di kampung wisata, akomodasi untuk wisatawan adalah bagian dari tempat tinggal para penduduk

setempat dan atau unit-unit yang berkembang atas konsep tempat tinggal penduduk, sehingga penduduk dapat menikmati langsung perputaran uang akibat aktivitas wisata pengunjung. Di kampung wisata, seluruh kehidupan keseharian penduduk setempat bisa berintegrasi dengan wisatawan, seperti kursus tari, bahasa, menenun dan lain-lain yang spesifik. Hal ini juga bisa menjadi pemasukan bagi masyarakat lokal. Dengan demikian, maka masyarakat lokal benar-benar merasakan langsung perputaran uang yang timbul sehingga perekonomian masyarakat men-

>> Editor : Syamsu Rizal

jadi lebih baik. Namun, pengembangan kampung wisata harus direncanakan secara hati-hati agar dampak yang timbul dapat dikontrol, khususnya dampak negatif akibat perbauran penduduk lokal dengan wisatawan yang datang dari berbagai kalangan dan latar belakang. Langkah yang dilakukan Pemko Sawahlunto diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Sumbar yang sebenarnya juga memiliki potensi wisata yang luar biasa, yang tentu saja bisa dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakatnya. ***

>> Penata Halaman : Jefli

Profile for Harian Haluan

Haluan 17 Juni 2013  

Haluan 17 Juni 2013

Haluan 17 Juni 2013  

Haluan 17 Juni 2013

Profile for haluan