Page 1

Harian Umum

I klan Berlangganan Pengaduan

MEDIA GROUP

MINGGU

Harga Eceran Rp3.500/eks, Harga Langganan Rp78.000/bulan Luar Kota Tambah Ongkos Kirim

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

GRIYA BELIMBING RAYA I

ERTIGA MANIA

Perumahan Cantik Di Kawasan Strategis

Interior Ertiga Mewah

Perumahan Griya Belimbing Raya I hadir dengan paduan konsep hijau dan minimalis.

Pesta Suzuki Ertiga berlangsung semarak di Kota Padang, Minggu (9/ 12) lalu.

PROPERTI-8

(QS Huut ayat 6)

15.43

Ayo, Kembali Menanam Ubi Kayu Kripik Balado, Kerupuk Sanjai serta makanan oleh-oleh khas Minang lainnya banyak berbahan baku dari ubi kayu ataung Singkong.

RANA-24

OTOMOTIF-16

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

12.17

18.22

19.37

RUHUT SETELAH DICOPOT:

“Kalau Anas Tersangka, Aku Lengserkan Semua” JAKARTA, HALUAN –– Diusir dari arena Silaknas Partai Demokrat hari Jumat, Ruhut Sitompol mengaku tidak takut untuk datang lagi pada hari Sabtu kemarin. “Nggak ada urusan, anak tentara nggak ada takutnya,” kata Ruhut.

LAHAN PERTANIAN BERKURANG

Sumbar Tak Perlu Impor Singkong KEPALA Dinas Pertanian dan Hortikultura (Dipertahor) Sumbar, Djoni membantah jika Sumbar terancam krisis singkong. Diakuinya, memang secara nasional Indonesia mengimpor singkong, namun khusus di Sumbar kebutuhan Singkong masih mencukupi, sehingga tidak perlu menerima impor singkong. Secara umum kebutuhan singkong Sumbar tiap tahunnya hanya sebanyak 200 ribu

ton pertahun. Sementara produksi singkong Sumbar sudah melebihi kebutuhan tersebut. Menurutnya, ketersediaan singkong tersebut memang dikendalikan sesuai dengan kebutuhan. “Kita memang mengarahkan masyarakat untuk menanam singkong itu terbatas, tidak banyak dan tidak kurang. Sebab selain harga yang tidak begitu baik, untuk tranportasi singkong ini sangat sulit,” sebut Djoni. (h/*)

ELLIE AIBOY

Semen Padang FC Kalahkan Wakil Brunei BANDA ACEH, HALUAN — Selangkah lagi , Semen Padang memastikan tempatnya di Semifinal Piala Gubenur Aceh 2012 setelah di pertandingan perdana, membungkam wakil Brunei Darussalam, DPMM (Duli Pengiran Muda Mahkota) FC 4-2 (2-0). Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (15/ 12) malam, bomber masa depan Indonesia, Titus Bonai berhasil mencetak hattrick. Satu gol lainnya disarangkan tombak lamo Kabau Sirah, Edward Wilson Junior. Seperti biasa, Semen Padang langsung menggebrak pertahanan

>> SEMEN PADANG FC hal 07

KONSER GUNS N’ROSES DIUNDUR

Penggemar Kecewa JAKARTA, HALUAN — Ratusan penggemar Guns N’ Roses yang rela antri sejak pagi di Lapangan D Senayan Jakarta berbuah kecewa. Panitia penyelenggara mendadak memutuskan konser grup band legendaries Amerika Serikat itu yang dijadwalkan Sabtu (15/12) diundur siang ini, Minggu (16/12). Lokasi konser pun dipindahkan dari Senayan ke Mata Elang Internasional Stadium (MEIS) Ancol. Batalnya konser Guns N’ Roses malam ini, tentu mem-

4488700 9559333 4488702

TERBIT 24 HALAMAN NOMOR 074 TAHUN KE 65

16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

04.47

0751 0751 0751

buat para penggemarnya kecewa. Pasalnya, aksi band Rock legendaris Amerika (AS) sudah ditunggu-tunggu, harus batal lantaran pertimbangan keamanan dan cuaca buruk. Pemberitahuan penundaan konser Guns N’ Roses itu disampaikan secara tiba-tiba, pada Sabtu siang. Penundaan itu pertama kali diketahui melalui akun twitter milik Polda Metro Jaya (@TMCPoldaMetro), dan kemudian hal itu dibenarkan oleh Kabid

>> PENGGEMAR hal 07

Pria yang sebelumnya adalah kader Partai Golkar itu mengaku datang ke Silaknas selain masih menjadi haknya sebagai kader, juga ingin mendengarkan pengarahan Ketua Dewan Pembina, Susilo Bambang Yudhoyono. Dengan ringan Ruhut mengatakan bahwa dirinya masih pengurus Partai Demokrat. Kata ‘poltak raja minyak’ ini hanya SBY saja yang berhak memecat dia. Ia pun dengan sangat percaya diri mengklaim SBY masih membutuhkannya sebagai pengurus DPP Partai JEMBATAN HANCUR — Tumpukan kayu menyangkut di salah satu jembatan yang hancur akibat banjir bandang yang melanda Solok Selatan. Saat ini warga di lokasi bencana kesulitan air bersih. ICOL

KORBAN HILANG GALODO DITEMUKAN TEWAS

Warga Kesulitan Air Bersih Laporan: ICOL DIANT O DIANTO SOLSEL, HALUAN — Miswarni (35), satu dari dua korban hilang musibah banjir bandang (galodo) di Solok Selatan ditemukan meninggal dunia, Sabtu (15/12) sekitar pukul 10.30 WIB. Warga Jorong Manggih Nagari Pakan Rabaa Timur yang ditemukan di Sikapuak Jorong Sapan Salak Nagari Pakan Rabaa Timur Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh itu terseret sejauh 17 km. Tubuh korban ditemukan warga, Sabtu (15/12) sekitar jam 10.30 wib di pinggir sungai Batang Hari dengan kondisi menggenaskan. Ketika ditemukan warga, kondisi korban sedang

tertelungkup. Awalnya tim kesulitan untuk mengenali identitas korban karena tubuhnya yang sudah dilumuri lumpur. Setelah dievakuasi, jasad korban langsung dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh untuk memastikan identitasnya. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok Selatan Hamudis, Sabtu (15/12) menyebutkan, “Hasil identifikasi, korban yang ditemukan adalah Simis, anak dari Jasinan, korban yang masih hilang,” kata Hamudis di Padang Aro. Lokasi penemuan jasad korban cukup jauh dari titik lokasi kejadian. Kalau ditempuh bejalan kaki, maka membutuhkan waktu sekitar empat sampai enam jam. Kini, korban

>> KORBAN GALODO hal 07

Demokrat. Bahkan Ia punya bukti jika dirinya masih dianggap keberadaannya oleh SBY. “Buktinya aku diundang, malu tidak mereka,” jelasnya. Ruhut mengatakan, dirinya tidak pernah sama sekali berniat untuk menggulingkan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Namun selama ini dirinya meneriakan garis perjuangan partai yakni memberantas koruptor. “Niat aku jelas mendukung program SBY. Saya sadar betul rakyat

>> KALAU ANAS hal 07

Kota Solok Rayakan Hari Jadi ke-42 SOLOK, HALUAN — Hari ini Kota Solok genap berusia 42 tahun (16 Desember 197016 Desember 2012). Pada hari ini pula kota yang terletak di persimpangan jalan itu memperingati hari jadinya dalam rapat paripurna isitimewa DPRD Kota Solok di gedung pertemuan Kubuang Tigo Baleh. Humas Pemda Kota Solok Heppy Dharmawan SS.M.Si didampingi Kasubag Pemberitaan Alwadudi,ST kepada “Haluan” mengatakan, peringatan hari

jadi Kota Solok itu akan dihadiri Gubernur Sumatera Barat, para mantan Walikota Solok, para pendiri Kota Solok maupun ahli waris, Bupati/walikota dan Ketua DPRD se Sumatera Barat, perantau Solok, ninik mamak, Bundo Kanduang dan generasi muda. Kegiatan dilaksanakan pukul 09.00, didahului penyerahan kegiatan pada pimpinan DPRD, penyampaikan

>> KOTA SOLOK hal 07

“Duo Makmur” Masjid Terbaik Tanah Datar Laporan: IWAN DN

MASJID Makmur Batipuh.

BATIPUH, HALUAN — Penilaian masjid terbaik tidak dari bentuk dan keindahan, namun yang utama sejauh mana rumah ibadah itu dimanfaatkan oeh masyarakat dalam kegiatan ibadah dan kegiatan sosial lainnya. Hal ini tergambar dalam penilaian masjid di Tanah Datar. Masjid Makmur Tigo Batur Sungai Tarab dan masjid Makmur Ladang Laweh Batipuh kecamatan Batipuh terpilih sebagai masjid terbaik satu dan dua tahun

2012 di Kabupaten Tanah Datar. “Duo Makmur” masjid tersebut bukanlah masjid berarsitektur cantik dan megah. Kedua masjid yang kebetulan senama “Makmur” itu menjadi tempat segala aktifitas sosial kemasyarakatan di daerahnya masing masing. Disamping untuk salat berjamaah 5 waktu sehari semalam, juga dipakai sebagai tempat pertemuan pertemuan dalam membahas berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Masjid Makmur Ladang Laweh yang

>> DUO MAKMUR hal 07

Bola Oleh: Eko Yanche Edrie

D

UA pencarian sekaligus yang dilakukan oleh penggila sepakbola seluruh Indonesia: mencari pengurus organisasi sepakbola yang hebat dan mencari 11 pemain sepakbola yang hebat. INi pencarian yang amat panjang. Sentana bisa dilakukan dengan menggunakan search engine yang dimiliki mesin mencari google tentulah sudah lama dilakukan. Sayangnya ini tidak bisa dicari dengan perantaraan internet. Tapi ini benar-benar seperti mencari anak kepinding hilang di tumpukan pasir pantai. Sudah diharu dan dirancah pagi dan petang, >> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman : Syahrizal

namun yang dicari tiada bersua. Alihalih bersua, 200 juta rakyat nusantara ini malah disuguhi drama rebutrampas kursi jabatan pengurus PSSI. Drama tak berkesudahan itu telah membuat kita bertanya-tanya, sebenarnya apa yang dicari terlebih dulu? Pengurus yang hebat atau 11 pemain yang hebat? Entah kemana muka kan disurukkan ketika perselisihan pengurus bola republik ini justru harus diselesaikan di luar negeri.

>> BOLA hal 07


2

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

GO GREEN

Saatnya Selamatkan Hutan Bakau Sumbar HUTAN bakau (Rhizophora sp) yang merupakan salah satu jenis dari Mangrove yang ada di Kota Padang, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

HUTAN yang hidup sekitar pantai itu, masih dapat ditemui di Teluk Pandan, Kelurahan Teluk Kabung Tengah, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang. RIVO

Hutan yang hidup sekitar pantai itu, masih dapat ditemui di Teluk Pandan, Kelurahan Teluk Kabung Tengah, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang. Itu pun jumlahnya sudah jauh berkurang. Putra (28), salah seorang warga yang tinggal di kawasan hutan bakau mengatakan, “warga yang mayoritas mata pencahariannya sebagai nelayan, terbantu dengan adanya hutan bakau, mereka banyak memanfaatkan hutan bakau untuk mencari ikan dan kepiting. Selain itu di sini juga sering ditemukan, kera berbulu hitam yang sering bergelantungan dan mencari makan di sekitar kawasan bakau,” ujarnya Sedangkan Dosen fakultas perikanan yang juga Ketua Pusat Studi Pesisir Kelautan Universitas Bung Hatta, Eni Kamal, pernah menyampaikan, pada saat ini, hutan bakau yang ada di Sumatra Barat berkurang sebanyak 28 % dalam jangka 15 tahun terakhir. Hutan bakau yang ada di

provinsi itu saat ini hanya tinggal 39.600 hektare dan harus dipertahankan. Jumlah tu sbenarnya masih ideal asalkan pemerintah daerah di kabupaten dan kota masing-masing harus bisa mempertahankannya. Untuk kerusakan hutan bakau di Sumbar sendiri secara keseluruhan diperkirakan mencapai 30 persen, dan harus ada peran pemerintah untuk melakukan reboisasi tanaman bakau di perairan Sumbar. Dari 19 kabupaten dan kota yang ada di Sumbar, praktisi tersebut menjelaskan untuk Kota Padang yang menjadi ibu kota provinsi, kerusakan hutan bakaunnya telah mencapai 70 persen, dari 180 Ha hutan yang ada. Berkurangnya luas hutan bakau antara lain disebabkan oleh alih fungsi kawasan untuk pembangunan Hutan bakau mempunyai peran penting untuk kelansungan ekosistem, lebih 68% kehidupan makhluk laut berasal dari hutan bakau lalu baru bertahan hidup di lautan,” ujarnya Sumatra Barat yang wilayahnya pesisir pantai mempunyai peluang besar pemasukan dari sektor perikanan, namun masalah pelesatrian dan perluasan hutan bakau belum dikerjakan maksimal. Dapat dibayangkan apabila hutan bakau habis, maka populasi ikan juga berkurang dan nelayan pun tidak mem-

SAATNYA lestarikan hutan bakau. NE T punyai penghasilan,. Di jelaskannya, selain itu hutan bakau sangat berperan penting untuk mencegah abrasi pantai, dan sangat membantu menghambat kecepatan gelombang tsunami hingga 50 %. Untuk itu sudah seharusnya instansi yang terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pekerjaan Umum serta Dinas lainya bekerjasama menanam bakau secara besar-besaran, sehingga masyarakat paham menganai hutan bakau” terangnya. Drogram pengelolaan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut sebagai bagian dari

pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Sumbar 2011-2015 di Sumbar secara bertahap dalam lima tahun menargetkan setiap tahunnya dapat merehabilitasi seluas 90 hektare hutan bakau, sehingga pada akhir 2015 total luas hutan manggrove yang akan direhabilitasi mencapai 450 hektare. Data di Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar sendiri menyebutkan 22,67 persen dari luas hutan bakau di daerah itu dalam kondisi rusak parah. Dari pantauan Haluan

beberapa warga memanfaatkan pohon bakau sebagai kayu bakar, selain karena pohon bakau mudah untuk di tebang, kesulitan minyak tanah dan mancekiknya harga elpiji juga sebagai faktor penyebab masyarakat beralih ke kayu bakar. Bakau yang merupakan tempat habitatnya hewan khas pantai seperti ikan, burung,kepiting saat ini dalam kondisi terancam karena hutan bakau mulai berkurang seiring berubahnya fungsi hutan bakau. Pada hal hutan bakau juga bisa dikembangkan sebagai objek wisata ekoturisme. (h/r vo)

Perbedaan Hutan Mangrove dan Bakau HUTAN Mangrove dengan hutan Bakau sering dikonotasikan sama, padahal keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Istilah Mangrove tidak selalu diperuntukkan bagi sekelompok spesies dengan klasifikasi teksonomi tertentu saja, tetapi dideskripsikan mencakup semua tanaman tropis yang bersifat Halophytic atau toleran terhadap garam. Hutan Mangrove Tanaman yang mampu tumbuh di tanah basah lunak, habitat air laut dan terkena fluktuasi pasang surut. Sebagai tambahan, tanaman tersebut mempunyai cara reproduksi dengan mengembangkan buah Vivipar yang bertunas ( seed germination ) semasa masih berada pada pohon induknya. Mangrove dalam ekologi tumbuhan digunakan untuk semak dan pohon yang tumbuh di daerah intertidal dan subtidal dangkal di rawa pasang tropika dan subtropika. Tumbuhan ini selalu hijau

dan terdiri dari bermacam macam campuran apa yang mempunyai nilai ekonomis. Istilah “bakau” adalah sebutan bagi jenis utama pohon Rhizophora sp. yang dominan hidup di habitat pantai. Walaupun tidak sama dengan istilah Mangrove banyak orang atau penduduk awam menyebut hutan Mangrove sebagai hutan bakau atau secara singkat disebut

bakau. Disebut pula hutan payau karena hutannya tumbuh di atas tanah yang selalu tergenang oleh air payau. Wilayah Mangrove dicirikan oleh tumbuhan khas Mangrove, terutama jenis Rhizophora, Bruguiera, Ceriops, Avicennia, Xylocarpus dan Acrostichum ( Soerianegara,1993 ). Selain itu juga ditemukan jenis - jenis Lumnitzera, Aegiceras, Scyphy-

phora dan Nypa ( Nybakken, 1986; Soerianegara,1993 ). Mangrove memiliki kecenderungan membentuk kerapatan dan keragaman struktur tegakkan yang berperan penting sebagai perangkap endapan dan perlindungan terhadap erosi pantai. Hutan Bakau Sendiment dan Biomassa tumbuhan mempunyai kaitan erat dalam memelihara efisiensi dan berperan sebagai penyangga antara laut dan daratan, bertanggung jawab atas kapasitasnya sebagai penyerap energi gelombang dan menghambat intrusi air laut ke daratan. Tumbuhan tingkat tinggi juga sebagai habitat untuk perlindungan bagi hewan dan permukaannya bermanfaat sebagai substrat perlekatan dan pertumbuhan dari banyak organisme epifit ( Nybakken, 1986 ). Secara umum komunitas hutan termasuk hutan Mangrove memiliki karakteristik fisiognomi yaitu dinamakan

sesuai dengan jenis yang dominan berada di suatu kawasan. Misal, di kawasan hutan Mangrove yang dominan adalah jenis bakau ( Rhizophora sp. ) maka hutan tersebut dinamakan hutan Mangrove Rhizophora. (h/rvo) Fungsi dan Manfaat Mangrove Fungsi ekosistem mangrove mencakup fungsi fisik (menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dari erosi laut/abrasi, intrusi air laut, mempercepat perluasan lahan, dan mengolah bahan limbah), fungsi biologis (tempat pembenihan ikan, udang, tempat pemijahan beberapa biota air, tempat bersarangnya burung, habitat alami bagi berbagai jenis biota) dan fungsi ekonomi (sumber bahan baker, pertambakan, tempat pembuatan garam, bahan bangunan dll. (Naamin, 1990), makanan, obat-obatan & minuman, gula alcohol, asam cuka, perikanan, pertanian, pakan ternak, pupuk, produksi kertas & tannin dll. Menurut Wada (1999) bahwa 80% dari ikan komersial yang tertangkap di perairan lepas/dan pantai ternyata mempunyai hubungan erat dengan rantai makanan yang terdapat dalam ekosistem mangrove. Hal ini membuktikan bahwa kawasan mangrove telah menjadi kawasan tempat breeding & nurturing bagi ikan-ikan dan beberapa biota laut lainnya. Hutan mangrove juga berfungsi sebagai habitat satwa liar, penahan angina laut, penahan sediment yang terangkut dari bagian hulu dan sumber nutrisi biota lau. Kusmana (1996) menyatakan bahwa hutan mangrove berfungsi sebagai: 1) penghalang terhadap erosi pantai dan gempuran ombak yang kuat; 2) pengolah limbah organic; 3) tempat mencari makan, memijah dan bertelur berbagai biota laut; 4) habitat berbagai jenis margasatwa; 5) penghasil kayu dan non kayu; 6) potensi ekoturisme. Gosalam et al. (2000) telah mengisolasi bakteri dari ekosistem hutan mangrove yang mampu mendegradasi residu minyak bumi yaitu Alcaligenes faecalis, Pseudomonas pycianea, Corynebacterium pseudodiphtheriticum, Rothia sp., Bacillus coagulans, Bacillus brevis dan Flavobacterium sp. (h/rvo/net)

>> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Irvand


3

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

NASIONAL

Andi Tumbang di Hambalang “Hambalang tadinya hanya diperuntukkan bagi atlet junior. Oleh Andi, diperluas untuk keperluan atlet senior.” RAMAINYA kasus korupsi proyek Hambalang sudah setahun lebih, dan akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi membuat gebrakan baru. Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang menurut Badan Pemeriksa Keuangan merugikan negara sebanyak Rp 243,6 miliar. Penetapan Andi sebagai tersangka diketahui dari surat KPK tertanggal 3 Desember bernomor R-569/0123/12/2012 yang ditujukan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dalam surat itu, KPK meminta Direktorat Imigrasi mencegah Menteri Andi bepergian ke luar negeri karena sedang melaksanak penyidikan terhadap kasus tersebut. KPK memang telah beberapa kali memeriksa Menteri Andi untuk kasus ini. KPK juga meminta keterangan kepada sekitar 70 orang lainnya termasuk Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Keterlibatan Andi dalam proyek Hambalang pernah disebut-sebut Ketua Komisi Olahraga Dewan Perwakilan Rakyat Mahyuddin. Menurut dia, usul Hambalang diperluas menjadi pusat pendidikan dan latihan merupakan usul Andi. “Ada transkrip rapatnya,” katanya. Setelah itu, Andi mengajukan tambahan dana ke DPR sebesar Rp 625 miliar, dan disetujui Rp 150 miliar. Bekas Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin juga pernah mengancam untuk membuka proyek yang melibatkan Andi saat berada dalam pelarian. “Saya akan buka semua proyek di Menpora yang direkayasa Komisi X, dan Andi Mallarangeng, soal pembangunan stadion di Palembang serta pembangunan Stadion Hambalang Rp 1,2 triliun,” katanya. Menurut Nazaruddin, Andi menerima uang suap Rp 10 miliar terkait dengan proyek tersebut. Tudingan ini sudah dibantah Andi. Nama Andi juga muncul dalam audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan. Hasil audit BPK menyebutkan, sebagai menteri, Andi bersalah karena tidak menetapkan

pemenang lelang dengan nilai proyek di atas Rp 50 miliar. Wewenang itu diambil alih oleh Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharram. “Saya hanya menjalankan perintah,” kata Wafid. Terus Diusut KPK memang mulai menyidik tersangka Andi Alifian Mallarangeng, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga. Empat saksi akan dikorek keterangannya oleh penyidik termasuk Deddy Kusdinar, anak buah Andi, yang juga sudah ditetapkan tersangka. Adapun tiga saksi lainnya yang akan diperiksa adalah: Syarifah Sofia, Kepala Badan

ANDI ALFIAN MALLARANGENG Perizinan Terpadu; Luki Ambar Winarti, Kepala Bagian Persuratan Badan Pertanahan Nasional; dan Didi Nurhadiman, Direktur PT Cikarak Kreasi Sejati. “Mereka dimintai keterangan untuk AAM (Andi Alifian Mallarangeng), tersangka dalam kasus proyek Hambalang,” kata Kepala Bagian Media dan Informasi KPK Priharsa Nugraha. Rasuah pembangunan kompleks stadion olahraga di Bukit Hambalang, Bogor, ini terungkap setelah mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin buka suara. Nazar menuding proyek itu dimainkan oleh Andi Mallarangeng dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Menurut Nazar, Anas mendapat imbalan Rp 50 miliar yang digunakan sebagai dana pemenangan kongres Partai Demokrat di Bandung. Andi mendapat Rp 20 miliar. Ada lagi Rp 30 miliar mengalir ke Komisi Olahraga DPR. Namun semua pihak membantah tudingan Nazar tersebut. Belakangan KPK menetapkan Deddy Kusdinar selaku pejabat pembuat komitmen proyek itu sebagai tersangka. KPK kemudian menetapkan Andi sebagai tersangka. Keduanya diduga menyalahgunakan kewenangan dalam proyek berbiaya Rp 1,077

triliun tersebut. Deddy lebih dulu memenuhi panggilan lembaga antirasuah. Deddy yang mengenakan baju kemeja putih dan celana kecokelatan langsung memasuki ruang tunggu KPK. Namun, dia menolak mengomentari ihwal pemeriksaannya. Telusuri Dana Andi Dalam pada itu KPK telah melayangkan surat kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) beberapa waktu lalu. Surat itu berisi permintaan agar lembaga pengawas keuangan itu menelisik harta mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Alifian Mallarangeng. “Permintaan ini disampikan beberapa saat setelah penetapan AAM sebagai tersangka,” ujar Johan Budi S.P, juru bicara lembaga antikorupsi itu, di kantornya, Rabu (12/12). Johan mengatakan, permintaan ke PPATK itu bukan karena komisinya curiga bahwa Andi telah melakukan transaksi yang tidak wajar. Melainkan karena hal itu sudah menjadi kebiasaan KPK setelah menetapkan tersangka. Andi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pembangunan kompleks pendidikan olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor. Ia diduga menyalahgunakan kewenangan dalam proyek senilai Rp 2,5 triliun tersebut. Deddy Kusdinar, mantan anak buah Andi di Kementerian Olahraga, lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. Dugaan suap dalam pembangunan kompleks pembinaan atlet nasional ini terungkap saat mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, buka suara. Nazar menuding proyek itu sudah dimainkan oleh Andi dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Selain meminta PPATK untuk mengusut harta Andi, Johan mengatakan bahwa KPK juga melakukan pengusutan serupa. Namun, ia menolak menjelaskan hasil penelusuran tersebut. “Penelusuran aset sedang dilakukan, tetapi belum ada pembekuan,” ujarnya. Johan menambahkan, KPK bakal memeriksa Bupati Bogor, Rahmat Yasin, dalam kasus Hambalang, pada Kamis, 13 Desember. Rahmat bakal diperiksa untuk tersangka Andi Mallarangeng. “Kami tidak bisa menyampaikan materi pemeriksaan,” ujar Johan, saat ditanya apakah pemeriksaan itu terkait dengan pengadaan lahan Hambalang. (h/dn/tmp/net)

JUMPA PERS — Keterangan Andi Mallarangeng Mundur dari Jabatannya sebagai Menpora kepada jurnalis.IST

Inilah Peran Andi KEPALA Bidang Evaluasi dan Diseminasi, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Wisler Manalu buka mulut soal kasus korupsi kompleks pendidikan olahraga nasional di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor. Ia menyatakan ide perluasan proyek tersebut datang dari mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Alifian Mallarangeng. “Mungkin maksud beliau itu supaya makin besar arenanya, khususnya untuk pelatihan-pelatihan atlet junior maupun senior,” kata Wisler seusai diperiksa di Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu malam. Wisler mengakui ide tersebut membuat proyek yang awalnya ditaksir berbiaya Rp 200 miliar membengkak menjadi Rp 1,2 triliun. “Pasti (anggarannya naik) karena gedung, arena, dan daya tampungnya semakin besar dan banyak,” ujarnya. Andi Mallarangeng ditetapkan tersangka lantaran diduga menyalahgunakan kewenangan dalam proyek tersebut. Deddy Kusdinar, mantan anak buah Andi di Kementerian Olahraga lebih dulu ditetapkan tersangka. Pernyataan serupa juga pernah diungkapkan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (nonaktif), Wafid Muharam. Menurutnya, ide Andi muncul setelah serti-

fikat Hambalang rampung pada 2010. “Nah, berkembanglah ide (Hambalang) bukan hanya untuk sekolah, tapi juga untuk diklat (pendidikan dan pelatihan). Idenya Pak Menteri,” ujar Wafid melalui koleganya. Korupsi pembangunan kompleks pembinaan atlet nasional ini terungkap saat mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Naza-

ruddin buka suara. Nazar menuding proyek itu sudah dimainkan oleh Andi Mallarangeng dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Menurut Nazar, Anas mendapat imbalan Rp 50 miliar yang digunakan sebagai dana pemenangan dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun 2010. Sedangkan Andi mendapat Rp 20 miliar. Ada lagi Rp 30 miliar mengalir ke Komisi

Olahraga DPR. Namun semua pihak membantah tudingan Nazar tersebut. Meski begitu, Wisler yang juga disebut-sebut terlibat dalam kasus ini, menganggap ide politikus Demokrat tersebut cukup baik. Sebab, gedung Hambalang yang awalnya untuk menampung atlet remaja juga bisa menjadi tempat bagi atlet senior. “Saya kira itu wajar-wajar sajalah,” ujarnya. (h/net)

Parpol Berebut Kursi Andi

MENTERI Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng berjalan menuju masjid untuk menjalankan ibadah salat Jumat di kompleks Kementerian Pemuda dan Olahraga.

ANDI baru saja mundur sebagai Menpora, namun jabatan yang ditinggalkannya sudah mulai diperbutkan partai politik yang memang haus kekuasaan. Juru bicara partai Golkar, Tantowi Yahya mengatakan Partai Golkar siap mengisi posisi yang ditinggalkan Andi Mallarangeng di kabinet jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk kadernya. Tantowi mengatakan partainya mempersilakan jika Presiden memanfaatkan kekosongan posisi Andi untuk merombak kabinet. “Kami sebagai partai politik tak ikut campur dalam urusan tersebut, sepenuhnya menjadi hak presiden,” kata Tantowi. Mengenai munculnya sejumlah nama dari Golkar yang disebut bakal menggantikan Andi, seperti Idrus Marham dan Aziz Syamsuddin, Tantowi tak berkomentar banyak. Siapapun yang ditunjuk Presiden akan bekerja optimal mensukseskan pemerintahan. “Sebagai partai kami siap, karena tugas kami adalah menyiapkan calon pemimpin.” Sedangkan Anggota Dewan Pembina Demokrat, Hayono Isman mengatakan partainya tak mencampuri kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menunjuk dan merombak kabinet.

Namun menurut dia, pengganti Andi seharusnya tetap berasal dari Demokrat. “Secara etika tentu harus diganti dari PD tapi ini politik jadi bisa saja pengganti Andi bukan dari PD.” Menurut Hayono, jika posisi Menpora dari partai lain, jatah Demokrat di kabinet seharusnya tak dikurangi. Caranya dengan merotasi dan mengganti kabinet. Untuk pengganti Andi, mantan menpora ini berharap, Presiden menunjuk politikus muda yang punya semangat memajukan organisasi kepemudaan dan olahraga. Partai koalisi pendukung pemerintah mengaku tak berharap mendapat jatah Menteri Pemuda dan Olahraga yang baru ditinggal Andi Alifian Mallarangeng. “Kami persilakan Presiden menentukan sendiri, itu hak prerogratif presiden,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Malik Haramain di kompleks parlemen Senayan, Senin, 10 Desember 2012. Menurut Abdul Malik, partainya belum pernah membahas pengisi posisi Andi. Presiden dianggap lebih mengetahui orang yang tepat membantu tugasnya di bidang pemuda dan olahraga. “Orangnya silakan, bisa dari partai atau profesional.” (h/net) >> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Syahrizal


4

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

SUMBAR GALODO SOLSEL DIDUGA AKIBAT PEMBALAKAN LIAR

KONSUL KONSULTTASI HUKUM Kirimkan pertanyaan anda melalui SMS ke 082390365000 atau lewat email ke haluanpadang@gmail.com

Diasuh oleh: RUSDI ZEN

Penipuan Investasi

Kayu Gelondongan Berserakan SOLSEL, HALUAN — Galodo yang menimpa dua nagari di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan diduga akibat aksi pembalakan liar. Ini terlihat banyak ditemukan kayu gelondongan berserakan dan tersangkut di sepanjang sungai di Jorong Sungai Pangkur.

BAPAK konsultasi hukum mohon petunjuk, belakangan banyak nasabah investasi MLM. Saya juga anggota salah satu investasi emas. Bagaimana memastikan investasi itu bukan penipuan. Terimakasih (Roby-Padang) Jawab Bung Roby di Padang, ukuran penipuan adalah bujuk rayu, belit bohong, muslihat tentang sesuatu seakan-akan benar dengan tujuan menggerakkan atau memperdaya orang untuk memberikan sesuatu, mengaku berutang, membayar sejumlah uang dan sebagainya. Tabir pembatas antara MLM dengan penipuan amat tipis. Untuk itu perlu berhati-hati.

Ditipu Suami Bapak konsultasi hukum yang terhormat tahun lalu saya menikah dengan seorang pria yang baru saya kenal, setelah enam bulan menikah akhirnya diketahui suami saya itu sebelumnya sudah menikah dengan wanita lain dan punya dua anak. Padahal kepada saya dan keluarga ia mengaku masih bujangan. Hal ini juga dikuatkan dengan surat untuk mengurus dokumen menikah. SAya dan keluarga tertipu dan kecewa. Sayapun menggugat cerai dan dikabulkan pengadilan agama meski ia tidak hadir. Belakangan keluarga juga menyarankan melaporkan mantan suami saya itu ke polisi atas kelakuannya. Saya mohon penjelasan apakah mantan suami saya itu dapat saya tuntut pidana atau bagaimana prosedurnya. Terimakasih (Wl-Padang) Jawab Ny. WI, bisa saja anda melaporkan mantan suami ke polisi. Buat laporan polisi dan ceritakan kronologisnya dari a sampai z. Pada akhir laporan katakan anda tertipu, tidak senang dan dirugikan.

KAYU GELONDONGAN — Kayu gelondongan menumpuk di lokasi banjir bandang Solok Selatan. Kayu ini diduga ulah penebangan liar. ICOL

SEKRETARIS DISPORA SUMBAR ADIB ALFIKRI

KUPP Cegah Pengangguran di Kalangan Pemuda PADANG, HALUAN —Kelompuk Usaha Pemuda Produktif (KUPP) merupakan salah satu program sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk memberantas pengangguran di kalangan pemuda. Kegiatan ini membina usaha pemuda secara berkelompk yang dibantu permodalannya.

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar, Adid Alfikri didampingi Kepala Bidang Pengembangan Pemuda, Afrizal Mukhtar kepada Haluan mengatakan, KUPP merupakan salah satu program unggulan Dispora di bidang kepemudaan. Inti program tersebut yang memberdayakan semua potensi pemuda agar bisa mandiri, sehingga terhindar dari ancaman pengangguran. “Pengangguran ini merupakan ancaman besar bagi kalangan pemuda kita. Makanya, kami di Dispora bertekad menyukseskan program di pemuda ini. Kami akan buktikan kepada Bapak Gubernur dan legislatif, dengan dibentuknya Dispora, kita bangun kepemudaan lebih maju lagi,” kata Adib. Menurutnya, ada beberapa program kepemudaan yang telah dilaksanakan Dispora pada 2012 dengan dukungan anggaran sekitar Rp15 miliar. Anggaran tersebut memang masih relatif kecil jika

dibandingkan sebelumnya masih berstatus dua bidang di Dinas Pendidikan. Dengan dua bidang itu, pemuda dapat Rp13 miliar. “Namun demikian, kami terus berupaya memaksimal anggaran untuk menyukseskan program di kepemudaan ini. Salah satunya yaitu program KUPP yang bertujuan untuk menciptakan pemuda yang mandiri,” katanya lagi. Dia mengharapkan, pemuda yang mengikuti program KUPP tersebut dapat melaksanakan kegiatan dengan baik. “Kita berharap KUPP dan program lainnya ini bisa melahirkan pemuda-pemuda yang mandiri, pemuda yang mampu bersaing, dan pemuda yang mampu meng-update diri untuk mengembangkan usaha,” terang Adib Alfikri yang juga sebagai Ketua umum KNPI Sumbar ini. Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Afrizal Mukhtar menambahkan, selain membantu modal usaha, pemuda peserta kegiatan KUPP tersebut juga diberikan pembekalan kewirausahaan, sehingga modal yang mereka

terima dapat dikelola dengan baik sesuai harapan. Masing-masing KUPP mendapat bantuan Rp10 juta. Dana ini sudah kita salurkan, dimana penerimanya melalui seleksi yang dilakukan tim,” sebut Afrizal. Selain kegiatan KUPP, Bidang Pemuda juga telah melaksanakan kegiatan lainnya seperti pembinaan Khwartir Daerah

Pramuka Sumbar dan Kwarcab di daerah dan kegiatan kegiatan Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (PSP3). Khusus untuk PSP3 tahun depan dilaksanakan bersamaan dengan program Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP). Pada 2013 nanti, Sumbar tergabung bersama NTB, Papua, Kaltim dan Banten. (h/vid)

PETERNAKAN Sapi salah satu usaha potensial yang dikelola KUPP. IST

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok Selatan Hamudis kepada Haluan, Sabtu (15/12) di Padang Aro mengatakan, ada dua faktor yang menyebabkan pemicu banjir bandang di Pakan Rabaa. Yaitu, curah hujan yang tinggi dengan waktu yang lama dan adanya indikasi pembalakan hutan. “Kalau dianalisis, ada dua faktor pemicu terjadinya galodo di Pakan Rabaa. Pertama, memang curah hujan tinggi dengan waktu yang lama. Hampir 6 jam hujan turun dengan intensitas yang tinggi,” ujarnya. Ia melanjutkan, selain curah hujan yang tinggi, penyebab kedua diduga ada indikasi pembalakan hutan. “Kami melihat ada indikasi pembalakan hutan di hulu sungai Batang Binuang. Alasannya, banyak ditemukan sisa-sisa pemotongan berupa material kayu gelondongan di beberapa jembatan kecil di sepanjang aliran sungai Batang Binuang Jorong Sungai Pangkur,” paparnya. Namun, lanjutnya, pihaknya tidak ingin gegabah menyimpulkan bahwa penyebab galodo itu karena adanya pembalakan liar. “Kita koordinasi dulu dengan leading sektor terkait dan aparat penegak hukum,” urai Hamudis. Bukan Pembalakan Liar Ketika dikonfirmasikan ke Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Solok Selatan Tri Handoyo Gunardi menjelaskan, ada banyak faktor yang menyebabkan banjir bandang. Akan tetapi, pengamatan ia bersama pemerintah daerah dan muspida menyimpulkan sementara bahwa penyebab banjir bandang itu bukan karena pembalakan. “Dari pengamatan kami, banjir bandang di Jorong Manggis Nagari Pakan Rabaa Timur bukan karena pembalakan. Alasannya, kayu-kayu yang hanyut merupakan pepohonan yang sudah tua dan lama. Itupun tercabut dengan urat-uratnya,” jelasnya. Demikian juga kayu-kayu besar yang hanyut di Jorong Sungai Pangkur. Kayunya dikategorikan sudah lama terbongkar dari tempat tumbuhnya. Walaupun begitu, Kata Kadis Hutbun Tri Handoyo, kalau memang tim BPBD menemukan banyak kayu gelondongan yang menyumbat beberapa jembatan, bisa jadi ada dugaan sementara adanya indikasi pembalakan di hulu sungai. Untuk memastikan ada atau tidaknya pembalakan di hulu sungai, Dinas Hutbun setuju agar tim dari unsur muspida ikut menelusuri hulu sungai. “Kita setuju untuk menelusuri hulu sungai memastikan ada atau tidak pembalakan yang menyebabkan galodo tersebut,” ucapnya. Namun, Kadis Hutbun cenderung menganalisa bahwa di hulu sungai terjadi penggenangan air, seperti embung atau danau kecil yang terbentuk secara alami. “Dugaan kami sementara, di hulu sungai terbentuk danau kecil seperti embung. Proses terjadinya secara alami kerana adanya cekungan yang tersumbat pohon-pohon besar yang tumbang,” ungkapnya. Air yang tertahan kayu-kayu besar itu, menurut Tri Handoyo, sudah mencapai titik jenuh sehingga tidak mampu ditahan lagi. Dipicu curah hujan yang tinggi menyebabkan tekanan air semakin besar sehingga kayu-kayu lapuk itu diterobos dan terseret aliran sungai. Selain itu, Tri Handoyo juga menjelaskan bahwa banjir bandang juga disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, intensitas hujan lama, kemiringan tanah, susunan bebatuan pembentuk tanah, dan kerapatan tanaman penutup. (h/col).

>> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


5

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

LANCONG

P

ANTAI Padang merupakan salah satu aset wisata yang dimiliki Kota Padang. Kawasan Pantai yang berada di jalan Samudera ini dimanfaatkan oleh pemerintah kota Padang sebagai kawasan lokasi wisata yang berdaya jual tinggi. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pantai Padang. Lokasi wisata Pantai Padang ini berada tak jauh dari jalan raya, atau tepatnya di jantung kota Padang. Untuk sampai ke Pantai Padang, dari Pasar Raya pengujung bisa menaiki oplet putih dan orange jurusan Tabing. Atau, kalau ingin menikmati semaraknya bumi Ranah Minang pengunjung bisa juga berjalan kaki melewati Jl. M, Yamin Padang yang terkenal dengan pusat perbelanjaan. Keunikan tersendiri juga dimiliki oleh Pantai Padang ini, hampir setiap hari, di sepanjang lintasan Pantai Padang ini dipenuhi oleh kalangan muda mudi. Kawasan ini dikenal sebagai lokasi tongkrongan anak gaul kota Padang. Puluhan kendaraan baik mobil maupun motor selalu memadati lokasi pantai Padang ini setiap harinya. Tidak hanya itu, pantai Padang juga memiliki lokasi wisata kuliner yang yang tak kalah banyak dibandingkan dengan lokasi lainnya. Dibagian kiri maupun kanan dihiasi dengan rumah-rumah makan yang menyajikan aneka macam kuliner yang berbahan baku seafood. Hembusan angin lepas yang berasal dari arah laut membuat pengunjung betah berlama-lama untuk menghabiskan weekend dengan keluarga tercinta. Aneka ragam tempat makan yang berjejer ini dipenuhi dengan kuliner seperti ikan bakar, udang goreng dan yang lainnya. Tak hanya wisata kuliner, di lokasi Pantai Padang juga terdapat tempat bermain anak. Mulai dari permainan untuk balita hingga permainan mobil-mobilan ada di sini. Sembari menyaksikan keindahan sunset, pengunjung bisa dimanjakan dengan mkanan ringan seperti pisang bakar ataupun jagung bakar. Harga yang ditawarkanpun tidak terlalu mahal alias masih terjangkau untuk semua kalangan masyarakat. Di kawasan Pantai Padang juga tersedia mushala kecil yang bisa digunakan pengunjung untuk sholat. Fasilitas lainnya seperti WC umum juga ada di Pantai Padang ini. Beberapa buah halte yang bisa digunakan untuk sekedar duduk ataupun menikmati keindahan pantai juga disediakan pemerintah untuk pengunjung yang akan berkunjung ke Pantai Padang tersebut. Tanggul batu pemecah ombak juga sudah dibangun khusus oleh Pemerintah Kota Padang. Pemecah ombak ini dibentuk sedemikian rupa hingga bisa djadikan sebagai sarana untuk para pengunjung yang ingin menyaksikan keindahan Pantai Padang itu sendiri. Bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Padang, sebaiknya datang dan berkunjung ke Pantai Padang. (h/hel)

Narasi dan Foto-foto: HELDI

Penjual Jagung Bakar di Pantai Padang.

Anak sekolah habiskan waktu dengan bersantai di Pantai Padang

Rumah Makan Pantai Padang.

Pemecah Ombak yang dijadikan lokasi peristirahatan bagi pengunjung Pantai Padang.

Puluhan Cafe berjejeran di sepanjang pantai menawarkan aneka macam kuliner

Rumah Makan Nelayan, salah satu tempat makan pilihan di Pantai Padang. Warung-warung pedagang berjejeran disepanjang Pantai Padang.

Tempat bermain Anak di Pantai Padang.

MCK di Pantai Padang

Gelanggang Sileh Berganti tempat dilakukannya berbagai acara kesenian tradisional.

Musala Mini di Pantai Padang >> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman : Jefli


6

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

DARI NAGARI KE NAGARI

LINGKAR Perangkat Nagari Aia Manggih Ikuti Temu Ramah PASAMAN,HALUAN — Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi PAN Muzli M. Nur menggelar temu ramah dengan seluruh perangkat Nagari Aia Manggih dan Rombongan Wirid Yasin Nagari Aia Manggih Kecamatan Lubuksikaping Kabupaten Pasaman. Acara yang dipusatkan di Kantor Wali Nagari Aia Manggih, Rabu (5/12) dihadiri Wali Nagari, rombongan wirid yasin yang terdapat di lima jorong seperti Jorong Padang Sarai, Kampung Padang Paraman Dareh, Kampung Nan Anam, Kampung Nan XXX, serta Jorong Ambacanggang. Muzli M. Nur menuturkan tujuannya kekenagarian aia manggih tersebut hanya untuk mengadakan temu ramah dengan rombongan wirid yasin kenagarian aia manggih, selain itu, juga memberikan bantuan dana untuk pembelian baju seragam bagi rombongan wirid yasin tersebut. Selain itu, mengenai tenggapan wirid yasin yang ada di kenagarian tersebut, muzli mengatakan dengan terbentuknya wirid yasin, maka merupakan hal yang sangat positif terutama untuk membangun daerah yang dimaksud. Ia menambahkan, dengan diadakannya pengajian wirid yasin, maka kaum hawa bisa terhindar dari sifat-sifat yang berbau gossip, karena selama ini yang diketahui bersama kaum ibu selalu sensitif dengan gossip, serta juga terhindar dari hal-hal negative yang tidak diinginkan. Muzli juga menekankan kepada seluruh kaum ibu khususnya untuk wilayah Kabupaten Pasaman agar selalu mendekatkan diri kepada yang berbaur keagamaan, dan melakukan pembinaan terhadap rumah tangga melalui pengajian wirid yasin, zikir bersama dan lain sebagainya agar suatu keluarga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warohmah. Untuk itu, Muzli menghimbau kepada seluruh pemerintahan yang ada di Provinsi Sumatera Barat agar pemerintah daerah setempat setidaknya harus menggalakkan pengajian wirid yasin kepada masyarakatnya seperti yang ada di Kabupaten Pasaman saat ini. Sementara itu, Walinagari Aia Manggih Yoharman sangat berterima kasih atas kedatangan ketua komisi I DPRD Sumatera Barat Muzli yang telah membantu rombongan wirid yasin nagari itu dalam pembelian baju seragam rombongan tersebut. Yoharman berharap ke depannya rombongan pengajian wirid yasin yang ada di Kenagarian aia manggih itu akan menjadi contoh oleh nagari-nagari lain yang ada di Kabupaten Pasaman ini, serta dapat dijadikan aspirasi bagi wilayah lain yang ada di Provinsi Sumatera Barat ini. (h/tos/wel)

Nagari Muaro Tuntaskan Bayar Pajak SIJUNJUNG, HALUAN — Wali Nagari Muaro, Bakri, Dt. Madjo Indo, SH mengingatkan kepada warganya agar melakukan kewajibannya untuk membayar pajak.

LANTIK — Wakil Bupati Pasaman Barat, Syahrul Dt. Marajo menyematkan tanda kebesaran walinagari kepada Harju yang di lantik sebagai Walinagari Muaro Kiawai, Senin (10/12). ANDIKA

Walinagari Muara Kiawai Dilantik PASBAR, HALUAN — Wakil Bupati Pasaman Barat, Syahrul Dt. Marajo, Senin (10/12) melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan Harju sebagai Walinagari Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh. Pelantikan yang dilaksanakan di aula kantor camat ssetempat, Simpang Tigo Alin juga dihadiri sejumlah Kepala SKPD, Kabag Pemerintahan Nagari, Maiyuslinar, Kabag Humas, Hendrizon, Camat Gunung Tuleh, Yulifri, unsur Muspika, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan sejumlah tokok masyarakat setempat. Syahrul Dt. Marajo pada kesempatan itu menyampaikan, seluruh pemerintahan nagari di Kabupaten Pasaman Barat harus terus meningkatkan potensi dan kemampuanya sekaligus terus berbenah untuk memaksimalkan pelayanan secara prima kepada masyarakatnya. Selain itu agar selalu berupaya memperkokoh persatuan dan kesatuan, baik dari sisi tatanan adat, agama, pemuda maupun yang lain. Jajaran kiranya, ulas Sayhrul ada di antara pejabat publik, selaku walinagari atau kepala jorong

bertindak dengan sekehendak hatinya, tanpa mengabaikan kepentingan umum di daerahnya. Sebagai garda terdepan, seluruh pejabat dan pelayan publik harus bersikap proaktif pada berbagai hal aktifitas warga, sesuai potensi daerah masing-masing. Disampaikan, bila kerukunan sosial sudah tercapai pada suatu nagari, di bawah bimbingan walinagarinya, berbagai program yang merakyat bakal bermunculan. Apalagi dengan adanya anggaran Rp1 miliar setiap nagari yang digalakkan pemerintah daerah. Kepada Walinagari Muara Kiawai terpilih dan sudah dilantik, ia berpesan supaya selalu menjalin komunikasi yang bijak dengan masyarakatnya. Sehingga tercipata saling memahami kinerja masingmasing dalam mengisi berbagai pembangunan daerah. Anggaran Rp1 miliar setiap nagari mesti digunakan semaksimal mungkin untuk menampung aspirasi masyarakat, sehingga dapat mensukseskan berbagai organisasi kemasyarakatan, baik dari sisi tatanan adat, pemuda dan agama serta dapat

digunakan untuk peningkatan ekonomi kerakyatan dengan membangun berbagai prasarana terhadap kelancaran pertanian. Walinagari Muara Kiawai Harju menyampaikan, akan berupaya semaksimal mungkin menjalankan tugas dan fungsinya sebagai walinagari. Seluruh langkah bijaksana yang diprogramkan pemerintah daerah, serta harapan pihak kabupaten untuk melakukan pelayanan prima terhadap masyarakat sudah menjadi tarketnya. Dalam bertugas ia akan memandang sama masyarakatnya, dalam artian kalau bisa lebih cepat akan dipercepat. “Kita sangat memahami palayanan seperti apa yang diharapkan masyarakat, sebab kita juga berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja”, tuturnya. “Saya berterimakasih kepada seluruh masyarakat Nagari Muara Kiawai, yang telah mempercayainya sebagai walinagari priode 2012-2018. Supaya harapan masyarakat tercapai, kita sangat mengharapkan bimbingan dan arahan dari pemerintah kabupaten,” katanya. (h/gmz)

=

Hal tersebut ia lakukan dalam rangka mendukung program pemerintah Kabupaten Sijunjung di bawah kepemimpinan Bupati Yuswir Arifin dan Wakil Bupati Muchlis Anwar, dengan jalan memasang spanduk ajakan pada beberapa titik di Ibu Kota Kabupaten tersebut. Ia mengatakan, Nagari Muaro pungutan pada tahun wajib pajak 2012 telah tuntas 100 persen. “Sebagai warga negara Indonesia yang baik, mengerti undang-undang dan sadar akan pembangunan, kita wajib bayar pajak, untuk dan bagi masyarakat harus melakukan kewajibannya membayar pajak tepat pada waktunya dan sesuai dengan penggunaannya,” ujarnya kepada Haluan.(11/12). Lanjutnya, dengan memperhatikan kewajiban membayar pajak oleh setiap warga Negara, pastinya yang diuntungkan adalah warga itu sendiri. “Membayar pajak itu penting, karena dari situlah terbangun Negara Indonesia yang lebih maju, dan harus diketahui bahwa uang yang kita bayar untuk pajak, pastinya akan kembali untuk kita yang nikmati, walaupun itu kembali ke masyarakat bukan dalam bentuk uang, namun dalam bentuk hasil pembangunan. Karena disamping itu titah pembayaran pajak itu harus dilaksanakan seperti pada Perda No. 11 Tahun 2010 dan Perrda No. 1 Tahun 2012,” lanjutnya. Wali Nagari mengutara-

kan bahwa sistem pemungutan yang ia lakukan tidak lain hanyalah mengajak warga dan memaksimalkan fungsi Kepala Jorong, terlebih dengan adanya kendaraan operasional Kepala Jorong berupa sepeda motor dari bantuan pemerintah sehingga mempermudah Kepala Jorong selaku “eksekutor” di lapangan. “Sistem yang kita pakai itu hanya mengajak masyarakat untuk tepat waktu membayar pajak, seperti dalam rapat atau acara-acara di Nagari dan juga melalui ajakan lewat spanduk berupa tulisan. Selain itu tentu kita selaku Wali Nagari yang notabene tokoh masyarakat juga harus mencontohkan bahwa kita juga telah lunas pajak dengan membayar pajak tepat pada waktunya,” tutur Wali Nagari Muaro. Lebih lanjut dikatakan, “Fungsi Kepala Jorong juga kita optimalkan. Sepuluh jorong yang ada kita maksimalkan melalui ajakan dan himbauan serta surat edaran kepada masing masing kepala jorong. Dibalik itu kita berterimakasih kepada pemerintah bahwa telah membantu kita selaku Wali Nagari menjalankan tugas pemerintahan dimana sebagai pemeritahan terendah kita memiliki kepala jorong dan kepala jorong dibantu oleh pemerintah dengan kendaraan operasional roda dua. Ini lebih membuat proses kepala jorong selaku eksekutor pajak kita bekerja juga maksimal,” tambahnya. (h/cw-eep)

RUMAH

DIJUAL RUMAH LT 165 M2, LB 88 M2, 3 KT (2 KAMAR 4X4M, 1 KAMAR 3X3), 2 KAMAR MANDI, GARASI, HALAMAN, PLN, PDAM. KOMPLEKS GRAHA AGUNG PERDANA F.40 KEL. BATIPUH. LEBIH KURANG 20M DARI JLN RAYA BYPASS. (TANPA PERANTARA) 085219005301081363360613 >> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Syahrizal


7

MINGGU MINGGU, 16 DESEMBER 2012 M / 3 SHAFAR 1433 H

SAMBUNGAN Semen Padang FC ...........Dari Halaman. 1 lawan begitu kick off. Serangan suporadis ini terbukti jitu untuk membuka gol perdana. Media Officer Semen Padang FC, Ronny J Suhatril melaporkan gol pertama untuk kemenangan Semen Padang tercipta saat pertandingan baru berusia tiga menit melalui Titus Bonai. Membuat skor di menit awal tak membuat Laskar Bukit Indarung ini puas dini. Tekanan demi tekanan terus digalang Semen Padang yang mengandalkan skuad lama, seperti Esteban di kiri dan Ellie Aiboy di kanan. Namun, upaya ini lebih banyak dimentahkan pertahanan tim asal Brunei Darussalam ini. DPMM yang berkompetisi di SLeague (Liga Singapura, red) coba sesekali melakukan serangan balasan. Tapi hasilnya tetap sama, karena bola kerap terhenti di sektor tengah Semen Padang yang dikawal Yu Hyunkoo. Di pertengahan babak kedua, Titus Bonai kembali mengkonversi serangan timnya menjadi gol. Runner Up S-League mencoba mengejar ketertinggalan. Di menit 35, DPMM Brunei Darussalam nyaris menciptakan gol, namun berhasil diselamatkan oleh Jandia Eka Putra penjaga gawang Semen Padang. Di menit 40, DPMM Brunei Darussalam kembali mencoba ketertinggalan lewat pemain bernomor punggung 20. Namun sayang-

nya permainan terpaksa dihentikan karena listrik di stadion padam. Hingga jeda, skor tetap bertahan 2-0 untuk Kabau Sirah. Di babak kedua, gilirang DPMM yang langsung menekan. strategi menyerang langsung dimainkan anak asuh Vjeran Simunic. Hasilnya, Adi Said yang juga bomber Timnas Brunei Darussalam itu berhasil mencetak gol di awal babak kedua dimulai. DPMM terus menyerang untuk menyamakan skor. Di menit 55, lewat skema serangan balik, melalui umpan lambung pemain belakang Semen Padang, Edward Wilson yang bergerak dari sayap kiri berhasil melakukan sontekan tajam ke arah gawang DPMM Brunei. Sayangnya, sontekan manis Edward Wilson melebar di tiang gawang. Edward Wilson kembali melakukan penetrasi ke basis pertahanan pemain Brunei. Dia bekerjasama dengan Titus Bonai dan pada menit 59 mampu menggetarkan jala lawan setelah terlebih dahulu melewati kiper DPMM Brunei Darussalam. Skor berubah menjadi 3-1. Pendukung Semen Padang terus memberikan semangat dengan menabuh gendang. Tertinggal 1-3, DPMM Brunei Darussalam kembali tampil menyerang. Berawal dari Adi Said yang

menggiring bola dari sayap kanan kemudian melesakan umpan ke dalam kotak pinalti. Umpan tersebut langsung disambar oleh Rocha de Carvalho dan berhasil menggetarkan gawang yang dikawal Jandia Eka Putra. Skor kembali berubah menjadi 3-2, sementara Semen Padang masih unggul. Paska kebobolan kedua, tim manajer Semen Padang mengganti Elie Aiboy dengan Nur Iskandar, dan Jajang diganti dengan Novan Setia tepat di menit 68. Jajang terlihat mengalami cidera kepala paska terlibat benturan dengan Rocha de Carvalho yang membuahkan gol. Di menit ke 79, Titus Bonai kembali berhasil menjaringkan gol yang melengkapi hattrick perdananya di Piala Gubernur Aceh 2012. Bonai berhasil memanfaatkan bola yang diberikan oleh sayap kanan Nur Iskandar. Seakan masih haus gol, Tibo kembali mencoba peruntungan melalui umpan yang dilesakkan Nur Iskandar dari sayap kanan di menit 88. Namun sayangnya, tendangan tersebut membentur tiang luar sebelah kanan kiper DPMM. Semen Padang berhasil memenangkan laga perdananya di Piala Gubernur Aceh dengan membekuk DPMM Brunei Darussalam dengan skor akhir 4-2. (h/mat/net)

Kota Solok ....................Dari Halaman. 1 surat keputusan pendirian Kota Solok, sambutan Ketua DPRD, sambutan Walikota Solok serta arahan dari Gubernur Sumatera Barat. Selain acara pokok, kegiatan juga dilanjutkan peresmian gedung DPRD di Laing lebih kurang 2 Km dari gedung Kubuang Tigo Baleh, peninjauan beberapa proyek, seperti jalan lingkar utara, pasar semi modern dan sport hall di Kelurahan Tanjung Paku. Bersamaan dengan hari Ulang Tahun (HUT) Kota Solok ke-42 itu, juga dilaksanakan pameran pemba-

ngunan selama 4 hari. Pameran yang di pusatkan di Terminal Bareh Solok itu dimulai Sabtu (15/12). Acara pembukaan didahului dengan kegiatan pawai oleh masing-masing kelurahan dan makan baronjin. Tiap kelurahan menampilkan bermacam seni budaya dan adat di nagari Solok, mulai dari turun mandi, manjalang induk bako, maarak marapulai dan bermacam seni budaya dan adat lainnya sehingga peringatan hari jadi Kota Solok betul-betul meriah dan bersemangat. Sementara itu dari pantauan

“Haluan” di lapangan, peringatan hari jad Kota Solok juga dilaksanakan oleh berbagai organisasi di kelurahan, seperti pertandingan olahraga, silat tradisional dan dendang saluang. Lain halnya di kantor-kantor pemerintah dan swasta, deman HUT Kota Solok juga dihiasi spandukspanduk dan marawa guna menyemarakan acara baralek gadang Kota Solok. Hampir semua kantor pemerintah memasang spansuk tersebut. Pada malam harinya juga dilaksanakan malam resepsi di Terminal Bareh Solok. (h/alf)

ditunjuk mewakili lomba masjid terbaik tingkat kabupaten Tanah Datar tahun 2012 se Kecamatan Batipuh, kata pengurusnya, tidak yakin akan berada di peringkat kedua karena tidak berambisi untuk meraih juara. Hanya menanti tim penilai seadanya saja. Tak ada pemolesan dan persiapan seperti layaknya menghadapi sebuah lomba. Sebab pengurus tidak yakin, karena masih banyak sarananya yang belum terbenahi. Wajar jika ketika menerima kabar bahwa masjid Makmur Ladang Laweh Nagari Batipuh Baruah meraih peringkat kedua.

“Masyarakat dan pengurus menjadi kaget. Kami tak menyangka jika masjid Makmur Ladang Laweh terpilih sebagai masjid terbaik II se Tanahdatar,” kata Yurmitanto Dt Rangkai Bungsu, Sekretaris pengurus dan H Musril Dt bangso Dirajo kepada wartawan, kemarin. Keberhasilan ini, kata Yurmitanto dan Musril, adalah tantangan, sebab dari 12 buah masjid yang terdapat di nagari Batipuh Baruah saja, masjid Makmur bukan satu satunya masjid rancak. Lokasinya berada di tengah kampung, selalu diisi shalat berjamaah 5 kali

sehari semalam tanpa terhenti serta mengaji, juga menjadi satu satunya tempat pelaksanaan pertemuan bagi masyarakat untuk membahas berbagai aktifitas kemasyarakatan dan sosial. Masjid Makmur Ladang Laweh juga memiliki Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT). Hampir setiap malam terdengar kumandang ayat suci Alquran karena jamaahnya bertadarus. Hanya saja pembangunannya terasa merangkak lantaran hanya dibangun secara swadaya masyarakat dan perantau saja. (*)

Mobil Dinas LKAAM Sumbar Terbakar PADANG, HALUAN — Mobil Dinas Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar jenis Mitsubishi Colt Diesel L300, nyaris terbakar di Panorama I, Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sabtu (15/12) pagi. Beruntug mobil dengan plat merah nomor BA 2518 YK ini berhasil dipadamkan oleh Ketua LKAAM Sumbar M Sayuti dan sopirnya, serta pengendara lainnya yang berada di lokasi tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, hanya saja sebagian mesin mobil tersebut sudah habis terbakar. Ketika dihubungi melalaui handphonenya, Ketua LKAAM Sumbar M Sayuti mengatakan, mobil yang sudah menjadi kendaraan operasional LKAAM Sumbar ini mulai dioperasionalkan sejak tahun 2004 lalu. Sebelum terjadinya peristiwa tersebut, terlihat mobil ini agak mogok saat memasuki pendakian di Panorama I, Sitinjaui Lauik dan ditambah lagi dengan kondisi jalan yang sedang diperbaiki dan macet. Kemudian mobil ini mengeluarkan asap dan

percikan api, sehingga berhenti dan dia beserta sopir keluar dari mobil untuk mencari air di sekitar bandar kecil yang ada di pinggir jalan. Sedangkan beberapa pengendara lain yang terjebak macet akibat kejadian tersebut juga turut membantu memadamkan api. “Saya berangkat sekitar pukul 06.00 WIB ke Sijunjung untuk menghadiri pelantikan ninik mamak disana. Namun sekitar pukul 07.00 WIB dilokasi kejadian, mobil terhenti dan ada kepulan asap serta percikan api,” kata M Sayuti, kemarin (15/12) sore. Dilanjutkannya, api tersebut berhasil dipadamkan berkat bantuan dari pengendara lain dan dia pun melanjutkan perjalanan ke Sijunjung dengan mobil lain. Peristiwa ini sudah dia laporkan ke Gubernur Sumbar. Hingga berita ini diturunkan, mobil dinas tersebut sudah dibawa kembali ke kantor LKAAM Sumbar untuk diperbaiki. Dalam peristiwa ini baik M Sayuti dan sopirnya selamat. (h/nas)

Kalau Anas....................Dari Halaman. 1 miskin karena ulah koruptor,” tandasnya. “‘Badut-badut’ itu nanti semua akan tergeser. Kalau Anas jadi tersangka, aku lengserkan semua,” tandasnya. Ruhut khawatir Anas terjerat ketika mendekati Pemilu 2014 karena bakal membuat Demokrat terjerembab. Rivalitas Ruhut-Anas ini kian tajam. Sebagian kalangan menyebut ini adalah tanda-tanda keruntuhan Demokrat, partai yang dibangun oleh Susilo Bambang Yudhoyono ini. Faksionalisme di tubuh Demokrat menjadi begitu kental sehingga pasca-kepemimpinan SBY nanti (2014) hampir pasti akan mengubah peta politik internal parpol biru itu. Konflik dan fragmentasi bakal menggumpal karena masing-masing faksi sudah mengkristal membangun kepentingannya sendiri. SBY bukan tidak menyadari hal itu, namun pengaruhnya ke dalam Demokrat sudah melemah sejak skandal Century, Hambalang dan Wisma Atlit menggerus legitimasi Demokrat dan istana dengan begitu cepat. Skandal itu seakan melahirkan jutaan rayap yang mengge-

rogoti batang kayu Demokrat yang kian merapuh dipukul badai korupsi. Karena itu kemarin ketika tampil di Silaknas PD di Sentul, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar seluruh kader partai dapat menjaga kekompakan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. Sayangnya acara itu tertutup rapat dan hanya diperuntukkan bagi internal partai. Seusai acara Ketua DPP Partai Demokrat bidang Divisi Hubungan Eksternal Partai Demokrat, Andi Nurpati memberi keterangan pers. Menurutnya, SBY secara tegas meminta agar seluruh kader dapat saling bergandengan tangan untuk kembali memenangkan Pemilu 2014. “Pak SBY meminta agar menjaga kekompakan Partai Demokrat,” kata Andi. Selain itu, SBY juga meminta seluruh kader partai bekerja lebih keras menghadapi pemilu karena ada kemerosotan suara Partai Demokrat yang diakibatkan oleh beberapa kasus tindak kejahatan korupsi. “Satu poin Pak SBY juga

sampaikan, meskipun Partai Demokrat mengalami penurunan tapi Partai Demokrat optimis. Harus bekerja keras, harus optimis,” ucapnya. Sementara itu menyangkut posisi Ruhut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Saleh Daulay menilai pencopotan dia dari jabatan Ketua DPP Partai Demokrat akan membawa dampak positif bagi partai. Sehingga diharapkan mampu mengubah persepsi masyarakat terhadap Partai Demokrat yang selama ini kurang santun berkomunikasi. “Pencopotan Ruhut menurut saya bisa membawa dampak positif dan harus diikuti dengan penunjukan kader lainnya yang dinilai lebih baik,” ujarnya. Menurutnya Partai Demokrat memerlukan orang-orang yang santun dan piawai dalam berkomunikasi terutama menjelasng Pemilu 2014 mendatang. Karena sebelumnya, Ruhut kerap mengungkapkan persoalan internal partai kepada publik yang diikuti polemik diantara sesama kader Partai Demokrat dan antar partai lainnya. (eko/inc)

Kemarin di Jepang Presiden FIFA (Fédération Internationale de Football Association, dalam bahasa Inggris disebut IFAF) Sepp Blatter dan Sekretaris Jenderal Jerome Valcke, bertukar cakap dengan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, Sekjen Halim Mahfudz, dan dua anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Pertengkaran hebat antara PSSI dengan KPSI (Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia) sudah sampai kepada tahap membuat kita mual. Sebab pertengkaran itu hampir-hampir mengabaikan sepakbola. Mereka sibuk mengurus para pengurus. Padahal sepakbola hanyalah permainan yang dimainkan oleh 11 pemain melawan 11 pemain. Hingga hari ini ini jika dicari untuk obat pun tak kita temukan sebuah prestasi bola yang membanggakan bangsa ini. Dari waktu ke waktu kita paling hebat hanya finalis, selebihnya (maaf) menjadi pecundang asing. Kita pun memupuk kebencian yang amat sangat pada negeri tetangga yang acap membuat tim kita bulus. Sudah rasa-rasa akan menang melawan Malaysia, eh, kalah juga. Coba kita buka kitab lama, akan bersua deretan kekalahan Indonesia melawan sepakbola asing. September 1974 dalam pertandingan persahabatan melawan Denmark, kita dicukur 9-0. Pada pesta bola Piala Kirin di Jepang tahun 1979, klub Tottenham Hotspur ‘menghadiahi’ kita enam gol tanpa balas. Menejlang kualifikasi Olimpiade 1980, giliran Malaysia membantai kita 6-1. Tahun itu juga di Piala Raja Bangkok, tuan rumah menggunduli kita 6-1. Pada kualifikasi Olimpiade 1982, Selandia Baru membabat Indonesia 5-0. Di Singapura dalam Pesta Olahraga ASEAN, lagi-lagi Thailand menyudahi kita 5-0. Belum puas dengan kemenangan besar itu di SEAGames berikutnya di Bangkok kita dibikin keok lagi dengan angka lebih besar 0-7 melawan Thailand. Sudah cukup? Belum. Di Asian Games 1986 Seoul, tim Kuwait menjebol gawan Indonesia dengan 5 gol tanpa balas. Tahun 1988 Indonesia mencoba peruntungan lagi di lapangan bola, mencoba melawan Hamburg SV di Piala Merdeka Kuala Lumpur tapi hasilnya ndak baranjak lenggang dari katiak, kesebelasan milik 200an juta orang ini ditekuk 6-0. Bola masih terus digulir, pengurus silih berganti. Namun harapan yang bisa membuat kita bisa tersenyum dan mengepal tinju kecil kita kepada dunia tak kesampaian jua. Tahun 1989 untuk prakualifikasi Piala Dunia, kita dibikin berlutut kepada Jepang dengan 0-5. Dua tahun berikutnya nasib nahas kembali lagi terjadi di stadion Seoul pada

Piala Presiden, Mesir meacak-acak gawang Indonesia sampai 6 gol tanpa membalas sebiji zarah pun. Di Jeddah pada Oktober 2003, 6 gol pula ‘diutangkan’ kepada kita oleh Arab Saudi. Di Jakarta ketika kita menjamu Uruguay, tak sedikit pula bola dijalakan ke gawang kita tanpa tertangkap kipper; sampai tujuh gol dengan satu gol balasan. Ah terlalu panjang rasa miris kita kalau daftar kekalahan ini diteruskan. Saya tak mau dikatakan terlalu pesimis bahkan apriori dengan sepakbola Indonesia, kalau begitu coba simak apa saja yang sempat membuat hati kita berbunga dengan sepakbola nasikonal. Pertama ketika 1938 tim Indonesia meskipun masih bernama Dutch East Indies, berhasil lolos ke Piala Dunia di Prancis. Tim Melajoe Kopi Daoen ini bertanding di Stadion Velodrome Municipale, Reims, Perancis. Sekitar 10.000 penonton menyaksikan. Indonesia lolos dari penyisihan grup Asia setelah Jepang mengundurkan diri. Jadi tanpa pertanding, tim Indonesia melenggang kangkung ke Prancis. Sayangnya hanya sekali main, langsung keok 6-0 ditekuk Hongaria. Tapi ini sungguh membikin orang Indonesia bangga. Koran Sin Po ketika itu di Batavia menulis dengan judul headline besar : “IndonesiaHongarije 0-6, Kalah Sasoedahnja Kasi Perlawanan Gagah” Jepang kalah, Indonesia merdeka, kita pun memperbaiki sepakbola pula. Tahun 1956 tim nasional lolos ke Olimpiade Melbourne 1956. Ini yang selalu kita jadikan cerita penambah semangat bola nasional, ketika itu kipper terbaik dunia menjaga gawang Uni Soviet, Lev Yashin. Tim nasional Indonesia menahan Soviet 0-0. Banar-benar hebat, sekalipun kemudian kalah pada pertandingan berikutnya 04 dari negeri tirai besi itu. Dua tahun berikut prestasi dibuat lagi dengan mengalahkan RRT. Ada beberapa prestasi Indonesia yang menggembirakan, ketika menjuarai Piala Merdeka 1961, 1962, 1969, Piala Emas Agha Khan 1966, dan Piala Raja 1968. Tapi setelah menjadi juara pada Piala Pesta Sukan 1972 di Singapura, maka itulah catatan terakhir kemenangan kita. Bertirit-tirit saja kita kalah dengan angka telah sungguh membuat tak nyaman. Saya sempat ditanya Buya Mas’oed Abidin yang jarang menonton sepakbola ketika kita kalah terus dan terakhir dipecundangi Malaysia itu. “Sulit benarkah mencari 11 lelaki yang pandai memainkan bola diantara 200 juta orang penduduk Indonesia?” Saya tidak menjawab pertanyaan buya itu. Karena saya juga bermaksud mengajukan pertanyaan yang sama tapi sudah keduluan Buya.

Apanya lagi yang kurang? Dulu dikambinghitamkan bahwa Indonesia adalah negeri yang berada dalam tekanan rezim yang represif karenanya sepakbolanya juga tertekan. Tapi bukankan pada waktu bersamaan Uni Soviet, RR China, Polandia, Cekoslowakia juga negeri-negeri tertekan di bawah rezim komunis? Sepakbola mereka maju. Lalu dicarikan alasan lain bahwa negeri kita miskin. Eh, apa hebat-hebatnya secara ekonomi negeri-negeri di Afrika? Kamerun, apa hebatnya? Tapi pemain-pemain terbaik dunia lahir dari benua hitam itu. Sungguh sulit mencari akar masalah yang membuat sepakbola kita jadi seperti ini, jadi sepakbola yang menyakitkan hati. Apakah kita sudah harus sampai pada konklusi bahwa Indonesia tidak cocok mengembangkan sepakbola. Bahwa cabang olahraga yang bisa dilaksanakan Indonesia adalah olahraga perorangan? Tinju, karate, bulutangkis, tenis, renang atau atletik. Nampaknya olahraga yang bersama-sama dalam satu tim tidak membuat kita bisa menang. Tak bisa dipakai jargonnya SBY: bersama kita bisa! Malah sebaliknya: bersama kita kalah! Atau adakah kita sudah harus sampai pada satu kata sepakat: moratorium sepakbola! Buat apa buang anggaran hanya untuk kalah melulu? Sudahlah, Indonesia cukup menjadi penonton sepakbola yang hebat saja. Tidak usah bermain. Biarlah kita bangga dengan komentator bola kita yang hebat-hebat. Berdetak hati saya soal yang satu ini tujuh belit tinggal Malaysia oleh kita. Atau apakah perlu dibuat pula kesepakatan untuk sepuluh tahun ke depan kita tidak usah ikut bertanding melawan tim asing. Dalam SEA Games dan Asian Games kita coret saja cabang sepakbola untuk kita ikut. Biarlah sepakbola nasional kita nikmati di dalam negeri saja. Tidak ada yang harus kita malukan lagi. 200 juta penduduk ini masih bisa terhibur dengan pertandingan domestik. Setelah itu, barulah kita bisa agak tenang. Tidak ada sepakbola politik dan politik sepakbola. Yang mengurus sepakbola benar-benar mengurus sepakbola. Saya khawatir kalau terus-terusan sepakbola dipolitisasi, jangan-jangan nanti para politisi yang tak suka dengan bola malah nekat menyusun RUU Antibola dengan alasan sepakbola hanya menghabiskan uang negara dan membikin kegaduhan. Lalu akan ada TAP MPR yang menyatakan sepakbola sebagai olahraga terlarang! Sesiapa yang akan jadi anggota DPR dan PNS harus menunjukan surat keterangan bebas bola. Alamaaak, jangan sampailah. Membanar saya! Hidup sepakbola!„

Duo Makmur .................Dari Halaman. 1 Bola ............................Dari Halaman. 1

Penggemar ....................Dari Halaman. 1 Humas Polda Mtero Jaya, Kombes Polisi Rikwanto. Sejumlah penggemar dan calon penonton yang terlanjur sudah berjubel dan antre di Senayan, dibuat kecewa oleh penundaan tersebut, karena mereka tak sabar lagi menyaksikan aksi panggung pertama Guns N’Roses di Indonesia tersebut. Terutama para penggemar dan calon penonton yang berasal dari luar Jakarta. Beragam reaksi ditumpahkan oleh para penonton yang kecewa tersebut. “Mana panitia? Saya mau konfirmasi kenapa diundur,” ujar seorang calon penonton yang ditemui Tribun di sekitar Lapangan

D Senayan Jakarta. “Ini kan bukan konser dangdut koplo, masa panitianya nggak ada penjelasan,” ujar calon penonton lainnya. Sementara itu beragam tanggapan juga diungkapkan oleh para pengguna jejaring sosial twitter. Namun tanggapan para pengguna twitter ini terkesan lebih lucu dibanding tanggapan para calon penonton konser di Senayan. Beberapa pengguna twitter menuliskan bahwa penundaan konser Guns N’Roses, dilakukan lantaran sang vokalis sekaligus frontman band tersebut, Axl Rose, ingin menonton konser penyanyi Sting, yang waktunya memang kebetulan berbarengan dengan

konser GNR di Jakarta, yakni pada Sabtu (15/12) malam. Pengunjung yang sudah terlanjur kecewa itu langsung meninggalkan lokasi konser di lapangan D Senayan. Meski demikian, masih banyak pula penonton yang mengantre untuk membeli maupun menukarkan tiket mereka. Pihak penyelenggara Indika Pro, hingga saat ini masih belum menyampaikan konfirmasi terkait penundaan dan pemindahan lokasi konser band rock yang digawangi Axl Rose itu. Bahkan, sempat terjadi insiden pengusiran kepada sejumlah juru warta yang hendak menanyakan hal itu kepada pihak panitia penyelenggara. (h/vid/trn)

Korban Galodo ...............Dari Halaman. 1 dikebumikan pada Sabtu (15/12) di pemakaman kaumnya di Jorong Manggih. Untuk mencari ibu korban Rajinan, yang belum diketahui di mana bumi yang ditempati terus dilakukan. Sampai berita ini diterbitkan, satu lagi korban banjir bandang yang dinyatakan hilang akan dilakukan pencarian oleh tim SAR hari ini, Minggu (16/12) ke arah hilir sungai. “Korban ditemukan tim SAR dengan kondisi sudah meninggal. Korban ditemukan terjepit di tumpukan kayu. Tim melakukan evakuasi, sekitar pukul 14.00 wib barulah korban tiba di lokasi ambulan diparkirkan. Korban dilarikan ke rumah sakit untuk diidentifikasi, dan sekitar pukul 16.30 wib, korban sudah sampai dirumah duka,” urai Hamudis. Menurut Wali Nagari Pakan Rabaa Timur, Rusdi Katik Marajo, korban yang ditemukan akan dikebumikan hari ini karena kondisi korban yang sudah lunak. Korban dikebumikan di pandam pakuburan keluarga di jorong Manggih Pakan Rabaa Timur. Kesulitan Air Bersih Banjir bandang yang melanda Solok Selatan pada Kamis (13/12) malam, menyebabkan warga Sungai

Pangkua kesulitan air bersih. Kepala Jorong Sungai Pangkua, Edi Yetnus di Pakan Rabaa, Sabtu (15/ 12) menyebutkan, untuk mendapatkan air bersih, sebagian warga memanfaatkan sumber air bersih di masjid dan mushala yang tidak terendam lumpur. Hal itu dikarenakan rusaknya saluran pipa PDAM di lokasi bencana tersebut. “Kami memanfaatkan mata air di masjid di jorong ini untuk mencuci dan mandi karena air dari PDAM mati sejak banjir. Sampai saat ini (Sabtu-red), PDAM masih belum diperbaiki,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Solok Selatan Efriyon mengatakan pihaknya mengerahkan dua truk tangki air dengan masing-masing berkapasitas 2.000 liter untuk menyediakan air bersih bagi korban banjir. Tanggap Darurat 14 Hari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari sejak Jumat (14/12) hingga Kamis (27/12). Hal itu disampaikan Kepala BPBD Solok Selatan Hamudis. Walaupun demikian, masa tanggap darurat ini bisa saja berkurang jika rehabilitasi bisa

kurang dari hari yang ditetapkan. “Bantuan dalam bentuk uang dapat disalurkan melalui rekening Rehabilitasi dan Rekonstruksi Solok Selatan dengan Nomor: 00005544.01.000144.30.8 Bank BRI Unit Lubuk Gadang,” terangnya. Ia menyebutkan, bantuan langsung bisa dikirim atau dihantar ke Posko Bencana Alam di Kantor Camat Koto Parik Gadang Diateh dengan alamat Nagari Pakan Rabaa. Kerugian Capai Rp9,13 Miliar Data sementara BPBD Solok Selatan, kerugian akibat galodo mencapai Rp9,135 miliar dengan rincian kerusakan rumah warga Rp925 juta, fasilitas umum Rp6,23 miliar, materi Rp1,5 miliar, dan sawah dengan luas 150 hektare sebesar Rp450 juta. Data sementara tentang kerusakan yakni sebanyak 32 rumah warga rusak berat, 27 rumah rusak sedang, 80 rumah rusak ringan. Sebanyak 121 rumah terendam dan dua hanyut. Banjir tersebut juga merusak fasilitas umum berupa goronggorong dua unit, jembatan dua unit. Selain itu, sekolah rusak sedang satu unit, rusak ringan tiga unit, dan satu kantor kelompok tani rusak berat. (*)

>> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman : Syahrizal


8

MINGGU MINGGU,, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

PROPERTY

GRIYA BELIMBING RAYA I

Perumahan Cantik Di Kawasan Strategis Laporan:

NOVIA CITRA VALINCA

P

ERUMAHAN Griya Belimbing Raya I hadir dengan paduan konsep hijau dan minimalis. Dengan desain tata ruang yang tinggi akan memudahkan penghuni untuk beraktifitas di dalam rumah. Sementara itu, dengan elevasi yang berada di dataran tinggi dan juga jauh dari pinggiran sungai, penghuni perumahan yang dikem-

bangkan oleh PT Bumi Berkah Menghijau ini tidak perlu khawatir terhadap ancaman banjir. Menurut Direktur Utama PT Bumi Berkah Menghijau, Bahrun Rusdi, ruangan di perumahan ini ditata lebih terbuka agar cahaya dan udara mudah masuk ke masingmasing ruangan. “Ruangannya ditata terbuka agar udara bisa masuk dengan mudah,” ujar Bahrun kepada Haluan, Kamis, (13/12) di kantornya,

Jalan Sawahan Dalam III Nomor 10 Padang (telp: (0751) 7862211. Griya Belimbing Raya I berlokasi di Jalan Raya Kuranji (kelok) Belimbing. Lokasi ini jelas sangat strategis dan mudah dijangkau karena berada di tengah keramaian. Selain itu, kedepannya daerah tersebut juga akan menjadi pusat pemerintahan Kota Padang. Tidak hanya itu, wilayah tersebut juga mudah untuk akses menuju Bandara Internasional Minangkabau dan Pelabuhan Teluk Bayur. Lebih lanjut, terdapat pula fasilitas umum yang tersedia di sekitar perumahan seperti mesjid, sekolah dan pasar. Selain itu, perumahan ini juga dekat jalan raya, sehingga memudahkan peng-

huni perumahan untuk beraktifitas di luar rumah. “Perumahan kami dekat dengan beberapa failitas umum yaitu Pasar Belimbing, SMA 5 Padang, SMA 16 Padang, SMP 28 Padang, SMP 18 dan SMP 27 Padang dan Mini Market Citra,” tutur Bahrun. Enam Tipe Pilihan Perumahan Griya Belimbing Raya I menyediakan 6 pilihan tipe rumah yaitu yaitu Tipe 45/120, 47/ 135, 60/144, 60/160, dan 80/160. Spesifikasi teknis bangunan yang dihadirkan perumahan ini juga berkualitas. Bahan bangunan yang digunakan yaitu pondasi dari batu kali, atap rangka baja ringan, plafond rangka kayu dan gypsum board, serta kusen kayu banio (setara). Saat ini sedang dilakukan pembangunan tahap 1. Pada tahap ini disediakan sebanyak 22 unit rumah. Masing-masing tipe terbagi beberapa unit, untuk tipe 45 disediakan sebanyak 5 unit, tipe 47 sebanyak 5 unit, tipe 60 terdapat 7 unit, tipe 70 sebanyak 2 unit, dan tipe 80 terdapat 3 unit. Perumahan Griya Belimbing Raya I menawarkan harga yang berbeda untuk tiap tipenya. Tipe 45/120 dibandrol dengan harga Rp263 juta, tipe 47 Rp282 juta, tipe 60/135 Rp336 juta, tipe 60/150 Rp345 juta, tipe 60/144 Rp341 juta, tipe 70/144 Rp384 juta, tipe 70/208 Rp423 juta, tipe 80/160 Rp434 juta, dan tipe 80/280 Rp506 juta. Bahrun mengatakan, pengerjaan per unit bangunan diperkirakan akan selesai kurang dalam jangka waktu tiga bulan. “Setelah pemesanan, pengerjaan rumah diperkirakan rampung dalam waktu tiga bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sampai saat ini penjualan sudah mencapai sekitar 25 persen. Hal ini karena memang pembangunan tahap pertama baru saja dilakukan. “Kirakira sudah 25 persen yang terjual, insya Allah kedepannya akan meningkat karena sudah banyak yang tertarik,” tambahnya. Untuk proses pembelian, konsumen bisa mengajukan kredit ke bank manapun dengan pembayaran DP sebesar 30 persen. “Konsumen dapat memilih Bank KPR yang disepakati,” tutur Bahrun. Fasilitas Lengkap Griya Belimbing Raya I menghadirkan beragam fasilitas kepada penghuninya, seperti halaman depan dan belakang yang sengaja dihadirkan cukup luas. Hal ini bertujuan agar penghuni bisa membuat taman demi menciptakan kehijauan lingkungan. “Kami memang ingin perumahan ini mengedepankan konsep hijau di rumahnya. Oleh karena itu, kami sengaja menghadirkan halaman depan dan belakang yang cukup luas demi terciptanya ruang terbuka hijau di setiap rumah,” ungkap Bahrun. Selain itu, demi mendukung

konsep hijau di lingkungan rumah, PT Bumi Berkah Menghijau akan memberikan bibit pohon pelindung kepada tiap unit rumah. “Setiap unit akan kami beri bibit pohon pelindung demi mendukung program penghijauan,” tambahnya. Lebih lanjut, setiap unit rumah dari semua tipe juga disediakan tiga buah teras yang terletak di depan, samping, dan juga belakang rumah. Dimana dengan tiga buah teras tersebut udara akan lebih mudah masuk ke dalam rumah. Sehingga penghuni bisa merasakan kesejukan dan kenyamanan di dalam rumahnya. Bahrun menambahkan, perumahan ini menyediakan fasilitas tambahan lainnya yaitu jalan utama selebar 8 meter dan gerbang sendiri. Walaupun hadir dengan gerbang khusus, penghuni tidak perlu khawatir aktifitas sosialnya akan terhambat. “Konsep perumahan ini terbuka, jadi penghuni juga bisa mengakses ke perumahan terdekat. Hal ini demi memberi kesempatan kepada penghuni untuk bersosialisasi kepada lingkungan sekitar,” tambah Bahrun. (h/*)

>> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman : Irvand


9

MINGGU MINGGU,, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

OLAHRAGA

Padang Dominasi Kempo LIMAPULUHKOTA, HALUAN — Pertandingan Cabang Olahraga Kempo yang digelar di Hall Footshall Komplek Gor Singa Harau resmi ditutup pada hari Sabtu (15/12). Sebelum ditutup secara resmi dilakukan penyerahan medali kepada para atlit yang berlaga di berbagai kelas cabor kempo ini. Dari data yang berhasil dihimpun dari Panitia Pelaksana Cabor Kempo, Kota Bingkuang kembali menunjukkan dominasinya dalam perolehan medali emas. Dengan 11 medali emas 6 perak dan 4 perunggu, kontingen Padang mengubur impian Kontingen dari Kabupaten Kota lainnya di Porprov ke-XII ini. Penyerahan medali kepada para pemenang dihadiri oleh sejumlah pengurusn serta Wakil Ketua Umum Pengprov Perkemi Sumbar, Sunadi Dulasan dan Wakil Bupati 50 Kota Asyrwan Yunus. Diperingkat kedua, bertengger atlit Kota Sawahlunto dengan perolehan medali, 3 emas 4 perak dan 7 perunggu. Posisi ketiga ditempati oleh Kab. Solok dengan 2 emas 7 perak dan 4 perunggu. Pelatih Kempo Padang, Nofrialdi, dari 11 medali emas yang diraih Padang itu di antaranya berasal dari embu beregu putra dan putri lalu embu pasangan putra dan putri kyu 1, serta randori kelas 47 Kg putri. (h/mat)

Payakumbuh Dominasi Cabang Menembak

MENEMBAK — Tim Menembak kontingen Payakumbuh merebut dua dari empat medali emas cabang olahraga menembak di empat nomor air rifley matcg dan air rifley pistol yang berlangsung di Tabek Panjang.www. porprov. limapuluhkota.go.id

RENANG

Padang Tambah Empat Emas PAYAKUMBUH, HALUAN — Tim renang Kota Padang kembali berjaya di hari ketiga perlombaan Cabang Renang PORPROV XII di Kolam Renang Ngalau Payakumbuh, Sabtu (15/12). Tim renang Padang berhasil menambah 4 medali emas, 4 perak, dan 3 perunggu, sehingga total medali dari tim renang Kota Padang, hingga kemarin, yakni 12 emas, 11 perak, dan 5 perunggu. Medali emas emas masingmasing diraih Harizal pada nomor 200 m gaya bebas putra, dengan catatan waktu, 2.08,07 detik, Albert pada nomor 400 m gaya ganti perorang putra dengan catatan waktu 5.38,03 detik, Albert lagi pada nomor 200 m, gaya dada putra, dengan catatan waktu 2.45,57 detik, kemudian emas juga diraih pada nomor 4x100 m estafet ganti perorang. Medali perak masing-masing diraih Anishatul Lutfiah Aziz pada nomor 400 m gaya ganti perorangan putri dengan catatan waktu 7.03,85 detik , M Gilang Nasution pada nomor 200 m gaya dada putra dengan catatan waktu 2.59,70, Dicky Anugrah Pratama pada nomor 50 m gaya bebas putra dengan catatan waktu 2.8,01, Ayu Kurnia Oktarizi pada nomor 50 m gaya bebas putri. Sedangkan perunggu masing-masing, Ayu Kurnia Oktarizi pada nomr 200 m gaya bebas putri, dengan catan waktu 3.02,43 detik, pada nomor 4x100 estafet gaya ganti putri. Keberhasilan cabang renang disambut gembira Ketua Umum KONI Kota Padang, Ir. Azhar Latif yang datang lansung ke Kolam Renang Ngalau Payakumbuh, kemarin. “Target 12 emas dari KONI sudah tercapai, tapi Kami yakin besok masih akan dapat medali emas dari cabang renang. Renang merupakan salah satu lumbung medali Kota Padang,” ujar Azhar Latif spontan beri tanda terimasih berupa bonus khusus kepada seluruh perenang dan pelatih Padang. Ketua Harian Pengcab PRSI Kota Padang, H. Edwar, SE bersama pengurus harian lainnya, Alfitra, SE, Yenico, Martinus Matulessy, yang sejak hari pertama bersama tim renang, sangat berterima kasih kepada atlit, pelatih, dan org tua atlet yang terus memotivasi para atlit renang Padang. (h/vid)

BULUTANGKIS

Padang Pariaman Kuasai Nomor Beregu LIMAPULUHKOTA, HALUAN — Tim bulutangkis dari Kabupaten Padang Pariaman menyapu bersih dua medali yang disediakan di nomor beregu pada final di GOR M.Yamin, Kubu Gadang, Jumat (14/12) malam hingga tengah malam. Di nomor beregu putra, Padang Pariaman mengan-

daskan perjuangan Pasaman dengan keunggulan 2-1 dan

YASRIN bersama pemain Pasaman usai pengalungan medali. ATOS

di nomor beregu putri, Padang Pariaman menghentikan mimpi tuan rumah Limapuluh Kota untuk menambah emas dengan kemenangan 2-0 Dilaporkan wartawan Haluan, Atos Indria di lokasi, tim putra Pasaman sebenarnya memberikan perlawanan sengit. Pasaman sempat mengimbangi skor 1-1 melalui tunggal keduanya, Yanto Saputra yang menang atas tunggal Padang Pariaman Beno Ridho melalui perjuangan tiga set, 16-21, 2114 dan 21-19. Sayangnya di gim penentuan, ganda putra Pasaman Fermadi/Riski M menyerah dari ganda Padang Pariaman, 18-21 dan 18-21. Sebelumnya di gim pertama, tunggal pertama Pasaman Deri Adi Saputra juga kalah 20-22 dan 18-21 atas tunggal pertama Padang Pariaman. Manejeri tim Pasaman Yasrin Syahputra mengungkapkan, permainan yang berlangsung Jumat malam itu benar-benar berjalan ketat, kejar mengejar angka silih berganti. Saat terjadi kedudukan 1-1 dimana tunggul kedua Pasaman berhasil mencuri poin dan menyamakan kedudukan, dia berharap Padang pariaman akan

Dampak Ekonomi Porprov XII Makin Dirasakan Laporan Syafril Nita-Limapuluh Kota SEJAK Porproov XII digelar di kabupaten Limapuluh Kota dan beberapa sarana praserana yang ada di lingkungan KONI Kota Payakumbuh dimanfaatkan, suasana ramai di Kota Payakumbuh dan Kota Srilamak ibu kota kabupaten Limapuluh Kota meningkat terus. Baik siang apalagi malam hari kedua ibu kota Payakumbuh dan kabupaten Limapuluh Kota itu, denyut ekonominya makin bertambah. Pada malam hari mulai dari martabak manis, martabak

mesir, nasi goreng, sate, sampai restoran dan rumah makan ramai pengunjung. Yanuar pimpinan RM. Pergaulan Kota Payakumbuh, Irzal Malano pimpinan RM. Mis Munin di Labupaten Limapuluh Kota, Icha pimpinan Soto Garuda, serta Ajad Sudrajat pimpinan Sobat Resto mengakui pengunjung rumah makan dan restorannya meningkat tajam. Tidak itu saja, perparkiran sepeda motor, kenderaan umum dan pribadi juga terlihat panen uang. H. Amrialis

PAYAKUMBUH, HALUAN — Sejak digelar pada 13 Desember lalu, pertandingan Cabang Olahraga Menembak di Lokasi Aula Kantor PU Tabek Panjang, khusus penembak target dengan kelas Air Rifley MATCH Putra Putri senior, Air Pistol Putra Putri senior dan junior, Air Rilfley Hunting junior putra putri dan Air Pistol Junior Putra putri Dan di lapangan menembak dua, di lapangan tembak berburu di Kenagarian Bukik Bulek Taram, Kabupaten Limapuluh Kota, digelar kelas ivent tembak berburu perorangan dan beregu, serta eksekutif (Muspida plus + ketua pengcab). Dikutip dari www. porprov. limapuluhkota.go.id Atlet payakumbuh mendominasi, hingga Sabtu (15/12) kontigen Payakumbuh yang dipimpin AKP. Osmiral meraih posisi pertama untuk perolehan medali, yakni 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Kedua emas tersebut diperoleh dari kelas beregu dan kelas perorangan. Emas beregu pada cabor menembak ini dipersembahkan oleh Bambang Suharyanto. Cabor menembak ini akan digelar sampai hari Minggu (16/12). Senjata yang digunakan pada kejuaraan ini adalah senjata standar perbakin bidang berburu dan senjta tni polri. Dengan jumlah 24 pucuk dari perbakin dg kaliber 5,56 dan 7,62 sedangkan senjata tni polri kaliber 5,56. (h/net)

ketua Panpel tinju dilapangan Koto Baru yang berjarak sekitar 8 Km dari pusat Kota Payakumbuh dan 16 Km dari Kota Sarilamak, juga menyebut terjadi peningkatan arus ekonomi, mulai dari kacang goreng, sampai sate, martabak, jagung rebus laku keras. Di daerah Koto Baru Simalanggang lokasi pertarungan petinju berbagai kabupaten dan kota Se Sumbar, juga panen uang penjual mainan. Baik sekitar GOR H. Aziz Haily ex Singa Harau juga terlihat lokasi pameran berbagai SKPD dan UKM, diisi pedagang berbagai mainan anak, penjualan sovenir Porprov XII, kaus olahraga,

sepatu, dan perlengkapan olahraga lainnya. Suasana pedagang berbagai perlengkapan olahraga juga terlihat sekitar GOR Prof.M. Yamin, SH Kubu Gadang Payakumbuh tak jauh dari lapangan tenis dan lokasi bulutangkis.Begitu juga sekitar kolam renang Ngalau Indah, banyak diramaikan pedagang berbagai peralatan dan pakaian olahraga, serta sovenir Porprov XII, kata Drs. Mahdinur pemerhati olahraga basketball, renang, serta sepakbola pada Haluan kemaren. Manfaat sebagai tuan rumah Porprov memang cukup banyak kata Imtarizal, Jasri,

dan Hafnizal beberapa orang yang terlibat sebagai panitia basketball pada Haluan Sabtu kemaren. Minggu 16 Desember yang bertepatan dengan Pokan Okat Payakumbuh, diyakini pengunjung Kota Payakumbuh dan Kota Sarilamak makin meningkat. Kalau rata – rata orang berbelanjar Rp 100.000,berapa uang masuk ke kantong pedagang kita?. Daerah biru ini selama Porprov XII, akan kedatangan tamu lebih kurang 10.000 orang atlet, official, unsur Koni dan lain. Kalau orang tua dan keluarga atlet, datang menjadi suporter tentu akan lebih ramai lagi Mahdinur pada Haluan kemaren.(h/*)

mengubah strategi. Namun prediksi itu meleset. Nyatanya pertandingkan dimenangkan Padang Pariaman dengan keunggulan 2-1. Pasaman masih ada peluang di perorangan di fokuskan untuk menambah medali bagi Kabupaten Pasaman. Kendati demikian dia tidak sesumbar melihat peta kekuatan yang berimbang saat ini. Namun Yasrin optimis pihaknya telah mempersiapkan strategi untuk nomor perorangan yang dimulai Sabtu (15/12). Untuk cabor bulutangkis merupakan medali perdana yang ditorehkan selama keikut sertaan dalam Porprov.

Di sektor putri, ganda putri Padang Pariaman tak harus tampil menyusul dua tunggalnya berhasil memenangkan pertandingan atas tim tuan rumah. Ketua PBSI Sumbar Syafrizal Ucok yang baru dilantik sebagai Dewan Pengawas PB PBSI di Jakarta, Jumat (14/12) siang menyebutkan tunggal pertama Padang Pariaman, Rosi memenangkan pertandingan atas Kurnia 21-16 dan 14-11. Di set kedua, Kurnia mundur karena cedera. Sementara tunggal kedua, wakil Padang Pariaman Fauziah unggul 21-18 dan 21-15 atas wakil Limapuluh Kota, Rindu. (h/tos/mat)

NOMOR SENI PENCAK SILAT

Padang Sapu Bersih Sektor Putra PADANG, HALUAN — Pesilat Padang menyapu bersih 3 medali emas yang disediakan pada sektor putra untuk nomor seni. Sedangkan di sektor putri, pesilat Padang berhasil membawa sekeping emas dari nomor seni beregu. “Hasilnya luar biasa dan di luar prediksi. Kami sama sekali tak menargetkan di nomor ini tapi malah membawa pulang empat medali emas,”kata Ketum IPSI Padang Adib Alfikri yang dihubungi Haluan, tadi malam. Hasil ini, kata Adib tentu makin membuka peluang cabang yang dipimpinnya untuk memenuhi target yang telah ditetapkan KONI Padang, yakni delapan medali emas. Saat ini, nomor laga tengah berlangsung dan delapan kelas diantaranya, baik putra maupun putri sudah memasuki babak perempat final. “Dari delapan kelas putra dan putri yang telah dipertandingkan, hanya di kelas C putri pesilat Padang tak menempatkan wakilnya di perempat final. Di kelas ini, pesilat kami, Putri Wendari gagal setelah dikalahkan tuan

rumah,”kata Irshad, pelatih silat Padang yang dihubungi terpisah. Padang, kata Irshad, masih berpeluang untuk meraih yang terbaik di delapan kelas lainnya yang belum dipertandingkan. Cabang pencak silat yang dipertandingkan di Batang Agam Centre, Pasar Ibuh, Kota Payakumbuh, dijadwalkan akan menyudahi pertandingannya sehari sebelum penutupan, yakni 19 Desember 2012. Diurai pelatih Irshad, tiga medali emas di nomor seni putra cabang pencak silat yang berhasil disapu bersih melalui Doni Iskandar yang turun di kelas tunggal. Ia unggul dengan nilai 448. Di nomor seni ganda, dua pesilat kembar Padang, Kamal dan Kamil menyudahi pertandingan dengan nilai paling tinggi, 453 dan di nomor seni beregu, tiga pesilat Padang, masing-masing Randa, Aldi dan Doni Iskandar menjadi yang terbaik dengan nilai 447 “Di sektor putri kami berhasil meraih emas di nomor seni beregu melalui Yola, Yuliani dan Agustin,”kata Irshad lagi.(h/mat)

>> Editor : Rakhmatul Akbar

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


10

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

OLAHRAGA

DATA DAN FAKTA SERIE A Klasemen Sementara 1.Juventus 2.Inter Milan 3.Napoli 4.Lazio 5.Roma 6.Fiorentina 7.Milan 8.Udinese 9.Catania 10.Atalanta 11.Parma 12.Chievo 13.Sampdoria 14.Cagliari 15.Bologna 16.Torino 17.Palermo 18.Pescara 19.Genoa 20.Siena

16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16

12 11 10 9 9 8 7 5 6 7 5 5 5 4 4 3 3 4 3 4

2 1 3 3 2 5 3 7 4 2 5 3 3 4 3 7 5 2 3 5

2 4 3 4 5 3 6 4 6 7 6 8 8 8 9 6 8 10 10 7

(33-10) (29-17) (29-14) (24-18) (38-26) (29-18) (28-21) (24-24) (22-24) (17-23) (19-22) (19-27) (19-23) (14-26) (17-20) (17-21) (14-23) (12-30) (16-28) (15-20)

38 34 33 30 29 29 24 22 22 21 20 18 17 16 15 15 14 14 12 11

Jadwal & Hasil Pertandingan Minggu (16/12) Udinese 00 : 00 WIB Palermo Lazio 02 : 45 WIB Inter Milan Fiorentina 18 : 30 WIB Siena Catania 21 : 00 WIB Sampdoria Chievo 21 : 00 WIB Roma Genoa 21 : 00 WIB Torino Juventus 21 : 00 WIB Atalanta Milan 21 : 00 WIB Pescara Parma 21 : 00 WIB Cagliari Senin(17/12) Napoli 02 : 45 WIB Bologna

PREMIER LEAGUE Klasemen Sementara 1.Manc United 2.Manc City 3.Chelsea 4.Everton 5.Tott. Hotspur 6.West Bromwich 7.Arsenal 8.Swansea City 9.Stoke City 10.Liverpool 11.West Ham 12.Norwich City 13.Fulham 14.Newcastle 15.Sunderland 16.Southampton 17.Aston Villa 18.Wigan 19.Reading 20.Queens PR

16 13 16 9 16 8 16 6 16 8 16 8 16 6 16 6 16 5 16 5 16 6 16 5 16 5 16 4 16 3 16 4 16 3 16 4 16 1 16 0

0 6 5 8 2 2 6 5 8 7 4 7 5 5 7 3 6 3 6 7

3 1 3 2 6 6 4 5 3 4 6 4 6 7 6 9 7 9 9 9

(40-23) (30-14) (28-17) (27-20) (29-25) (24-21) (26-16) (26-21) (14-12) (22-20) (21-20) (17-24) (27-27) (18-23) (17-21) (22-32) (12-23) (17-30) (19-31) (13-29)

39 33 29 26 26 26 24 23 23 22 22 22 20 17 16 15 15 15 9 7

Jadwal & Hasil Pertandingan Sabtu(15/12) Newcastle 1-3 Manchester City Chelsea TUNDA Southampton Liverpool 22 : 00 WIB Aston Villa Manc.United 22 : 00 WIB Sunderland Norwich City 22 : 00 WIB Wigan Athletic Queens PR 22 : 00 WIB Fulham Stoke City 22 : 00 WIB Everton Minggu (16/12) Tott.Hotspur 20 : 30 WIB Swansea City West Bromwich 23 : 00 WIB West Ham United Selasa(18/12) Reading 03 : 00 WIB Arsenal

BUNDESLIGA Klasemen Sementara 1.Bayern München 2.B. Leverkusen 3.Bor Dortmund 4.E Frankfrut 5.Schalke 04 6.Stuttgart 7.Hamburger SV 8.Bor M'gladbach 9.Freiburg 10.Hannover 96 11.Mainz 05 12.Werder Bremen 13.Nürnberg 14.Wolfsburg 15.Fortuna Dssf 16.Hoffenheim 17.Augsburg 18.Greuther

16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16

13 9 7 8 7 7 7 6 6 7 7 6 5 5 4 3 1 1

2 3 6 3 4 4 3 6 5 2 2 3 4 4 6 3 5 5

1 4 3 5 5 5 6 4 5 7 7 7 7 7 6 10 10 10

(43-6) (30-22) (32-19) (31-27) (26-22) (20-25) (18-18) (24-25) (21-17) (31-29) (21-20) (27-28) (16-21) (17-25) (18-21) (22-38) (11-28) (10-27)

41 30 27 27 25 25 24 24 23 23 23 21 19 19 18 12 8 8

Jadwal & Hasil Pertandingan Sabtu(15/12) Bayern München 1 - 1 Bor.M'gladbach Leverkusen 21 : 30 WIB Hamburger SV Wolfsburg 21 : 30 WIB E. Frankfrut Mainz 05 21 : 30 WIB Stuttgart Greuther Fürth 21 : 30 WIB Augsburg Fortuna Düsrf 21 : 30 WIB Hannover 96 Minggu (16/12) Schalke 04 00 : 30 WIB Freiburg Hoffenheim 21 : 30 WIB Borussia Dortmund Werder Bremen 23 : 30 WIB Nürnberg

City Terus Tempel United NEWCASTLE, HALUAN — Manchester City sukses memetik poin penuh dalam lawatan mereka ke kandang Newcastle United. Mereka menang 3-1. Tiga gol dari Sergio Aguero, Javi Garcia, dan Yaya Toure membuat mereka menjaga persaingan dengan Manchester United. Bertanding di St James' Park, Sabtu (15/12/2012) malam WIB, Newcastle memulai laga dengan baik. Mereka bahkan mendapatkan peluang lebih dulu ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Peluang tersebut berasal dari penyerang mereka, Papiss Cisse. Sebuah umpan silang dari sisi kanan, yang dilepaskan oleh Vurnon Anita, disambut oleh Cisse dengan sebuah tendangan kaki kanan. Namun, tendangan tersebut masih bisa ditepis oleh Joe Hart. City mendapatkan peluang pada menit kedelapan. Umpan terobosan dari tengah diterima oleh Carlos Tevez, namun tendangan Tevez masih bisa diblok oleh Tim Krul. Di pinggir lapangan, hakim garis mengangkat bendera. Tevez ternyata sudah berada dalam posisi offside. Dua menit berselang, City akhirnya unggul. Umpan jauh dari Yaya Toure diterima oleh Samir Nasri di sisi kanan. Ia kemudian berhadapan dengan Krul dan memilih untuk

memberikan bola ke samping kirinya. Bola tersebut kemudian disambar oleh Aguero dan gol! Tak lama berselang, Nasri mendapatkan peluang bagus di dalam kotak penalti. Sial baginya, tendangannya membentur tiang gawang. Bola selanjutnya dibuang jauh oleh bek Newcastle. Pada menit ke-25, Hart berjibaku menyelamatkan gawangnya. Pertama, dia membuang bola yang nyaris disambar oleh Demba Ba. Bola muntah kemudian disundul Fabricio Coloccini kepada Michael Williamson. Nama terakhir ini kemudian melepaskan tembakan, namun Hart masih bisa menepisnya. Dari sebuah sepak pojok, City mendapatkan gol kedua mereka. Sepak pojok Silva disambut dengan sundulan oleh Javi Garcia. Sundulannya mengarah ke tiang jauh, tempat Davide Santon berada. Namun, Santon gagal menghalau bola sundulan tersebut. Di awal-awal babak kedua, tepatnya pada menit ke-50, Newcastle akhirnya memperkecil ketertinggalan. Berawal dari sebuah sepak pojok, bola berhasil dihalau oleh barisan pertahanan City. Coloccini kemudian mengambil bola tersebut dan melepaskan umpan ke dalam kotak penalti. Umpan tersebut kemudian disundul oleh Demba Ba dan gol untuk tuan rumah pun tercipta. Pada menit ke-78, justru City yang akhirnya menambah gol lagi. Tusukan Pablo Zabaleta dari sisi kiri diakhiri dengan sebuah umpan ke depan gawang Newcastle. Di sana Yaya Toure menyambutnya dengan sebuah tendangan. Newcastle 1, City 3. Skor tersebut pun bertahan sampai laga usai. (h/net)

JAVI García & David Silva (Manchester City FC)

Laga Akhir Tahun, Munich Tertahan di Kandang MUNICH, HALUAN — Bayern Munich menutup tahun 2012 dengan hasil kurang memuaskan, setelah Die Roten diimbangi Borussia Monchengladbach dengan skor 1-1. Dalam laga pekan ke-17 yang juga jadi akhir putaran pertama Bundesliga di Allianz Arena, Sabtu (15/12) dinihari WIB, Bayern tertinggal lebih dulu di babak pertama lewat gol Thorben Marx. Lalu Xherdan Shaqiri menyamakan kedudukan di awal pertama. Soccernet mencatat Bayern tampil dominan dengan 23 tembakan dengan sembilan on goal sementara Gladbach cuma dua dengan satu on goal. Hasil imbang ini tak mengubah posisi Bayern di puncak klasemen dengan 42 poin dan unggul 12 poin dari Bayer Leverkusen di tempat kedua. Lalu Gladbach di posisi ke-16 dengan 25 poin. Pada pertandingan itu, Bayern mengambil inisiatif serangan lebih dulu ketika Thomas Mueller di menit 5 sudah mengancam gawang Gladbach tapi bola hasil tembakanya masih bisa diamankan Marca Andre ter-Stegen. Di menit 16 giliran Mario Mandzukic meneruskan umpan Franck Ribery dengan kepalanya tapi bola masih melebar dari sasaran.

Lebih banyak ditekan oleh Bayern di awal laga, Gladbach justru unggul lebih dulu di menit 21 setelah handball Jerome Boateng membuat wasit menunjuk titik putih. Marx yang jadi eksekutor sukses mengonversi jadi gol. Setelahnya Bayern bernafsu untuk menyerang dan mencetak gol tapi peluang di menit 27 lewat Ribery dari sepakan di luar kotak penalti masih bisa ditepi Stegen. Juga sundulan Dante di menit 32 meneruskan korner Toni Kroos tapi bola masih tak menemui sasaran. Dua menit setelahnya Mandzukic kembali gagal bikin gol setelah tembakannya melenceng tipis dari sasaran. Bayern terus menggempur menjelang turun minum tapi tak ada yang berbuah gol sehingga Gladbach tetap memimpin 1-0. Di babak kedua usaha Bayern untuk mencetak gol penyama kedudukan hadir di menit 59. Xherdan Shaqri yang masuk jelang babak pertama usai melepaskan sepakan kaki kiri terukur di dalam kotak penalti dan sukses menaklukkan Stegen. Setelahnya Bayern kian terobsesi cari gol keduanya dan di menit 72 Stegen serta pemain belakang menggagalkan tiga peluang beruntun tuan rumah lewat Dante, Ribery dan Shaqiri. Akhirnya skor 1-1 tetap bertahan hingga laga usai. Setelahnya Bundesliga akan libur selama kurang lebih 40 hari sebelum kick-off pertengahan Januari mendatang. (h/net)

LA LIGA Klasemen Sementara 1.Barcelona 2.Atl. Madrid 3.Real Madrid 4.Málaga 5.Real Betis 6.Levante 7.Getafe 8.Valladolid 9.Sociedad 10.Valencia 11.Sevilla 12.Zaragoza 13.Vallecano 14.Athl. Bilbao 15.Celta Vigo 16.Osasuna 17.Mallorca 18.Granada 19.Espanyol 20.Deportivo LC

15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15

14 12 10 7 8 7 7 6 6 6 5 6 6 5 4 3 3 3 2 2

1 1 2 4 1 3 2 3 3 3 4 1 1 3 3 4 4 3 5 5

Jadwal Pertandingan Sabtu(15/12) Getafe 22 : 00 Minggu (16/12) Mallorca 00 : 00 WIB Granada 02 : 00 WIB Sevilla 04 : 00 WIB Senin(17/12) Real Madrid 01 : 00 WIB Barcelona 03 : 00 WIB Selasa(18/12) Deportivo LC 02 : 00 WIB Celta de Vigo 03 : 30 WIB

0 2 3 4 6 5 6 6 6 6 6 8 8 7 8 8 8 9 8 8

(50-17) (35-13) (37-12) (23-10) (24-26) (20-21) (18-20) (22-18) (22-19) (19-23) (21-22) (18-23) (18-32) (20-32) (16-20) (12-16) (14-27) (11-24) (15-24) (21-37)

43 37 32 25 25 24 23 21 21 21 19 19 19 18 15 13 13 12 11 11

Osasuna Athletic Bilbao Real Sociedad Málaga Espanyol Atlético Madrid Real Valladolid Real Betis >> Editor : Rakhmatul Akbar

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


11

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

PENDIDIKAN

TK BHAYANGKARI I

Utamakan Prestasi dan Playing ERDIRI sejak tahun 1960, Taman Kanakkanak ini merupakan TK Bhayangkari pertama yang ada di Sumatera Barat. Pada saat pertama kali berdiri, gedung sekolah TK Bhayangkari masih menumpang di Wisma Bhayangkari. Kemudian pada tahun 1962, sekolah ini mendapat sumbangan lahan di Jalan Rasuna Said Padang Baru . Saat itu, baru tersedia dua kelas yang kemudian meningkat dari tahun ke tahunnya. Menurut Kepala Taman Kanak-kanak Bhayangkari I, Nia, Yayasan Bhayangkari sangat mendukung semua kegiatan pendidikan di sekolah ini. “Yayasan sangat mendukung program pendidikan di sekolah ini, berbagai fasilitas juga sudah bertambah seperti ruang komputer dan outbond,” tutur Nia kepada Haluan. Sementara itu, sekolah ini juga masih menggunakan bangunan pertama. Ketika gempa beberapa tahun lalu, tidak ada kerusakan yang terjadi pada bangunan sekolah ini. “Bangunan sekolah sangat kuat, ketika gempa tahun 2009 lalu Alhamdulillah tidak ada yang roboh,” ujarnya. Nia menambahkan, sebelum banyak berdiri PAUD di Kota Padang, jumlah murid di TK ini terhitung cukup banyak sekitar 200 sampai 250 siswa. Tetapi untuk sekarang, jumlah siswanya mulai menurun, saat ini jumlah siswanya sebanyak 25 orang. “Berbagai faktor turut mempengaruhi jumlah siswa di TK ini, walaupun begitu kami selalu berusaha meningkatkan kualitas pendidikan di TK ini demi menarik calon siswa,” tambah Nia. Taman Kanak-kanak Bhayangkari juga tidak lepas dari berbagai kegiatan dan prestasi. Prestasi-prestasi yang pernah diraih sekolah ini yaitu lomba mewarnai di beberapa iven, juara 1 balai pustaka se-Sumbar, dan Juara 2 lomba menyanyi tingkat Kota Padang pada bulan September lalu. “Alhamdulillah, murid kami yang beranama Elsa Putri berhasil menjadi juara

B

Terbit Sejak 1948 Pendiri H. Kasoema

Penerbit: PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 1985 tanggal 19 November 1985.

2 dalam lomba menyanyi tingkat Kota Padang yang diadakan di Taman Budaya pada September lalu ,” ungkap perempuan yang sudah mengabdi selama 22 tahun di TK ini. Program belajar yang digunakan Taman Kanak-kanak ini memakai Kurikulum KTSP. Melalui kurikulum ini, program pembelajaran menggunakan manajemen berbasis sekolah. Dimana kurikulumnya disesuaikan dengan lingkungan sekolah. “Dengan kurikulum ini kami mengutamakan prestasi dan playing (kegiatan bermain_red). Tujuannya ialah siswa akan nyaman dengan program pembelajaran di TK ini dan mereka juga dipersiapkan untuk menghadapi masa sekolah dasar nantinya,” ujarnya. Selain itu, pembelajaran di sekolah ini lebih ditekankan ke Tematik. Oleh karena itu, TK Bhayangkari mengadakan kerja sama dengan beberapa instansi seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan CV Hayati. “Kami bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dalam hal sosialisasi pemadam kebakaran kepada siswa, dan juga dengan CV Hayati untuk sosialisasi tentang cara berlalu lintas sejak dini,” tutur Nia. Tidak hanya itu, kegiatan tambahan di luar sekolah juga diadakan oleh TK yang telah berumur lima puluh dua tahun ini. Seperti Swimming Day dan kegiatan hari besar lainnya. Kegiatan pendidikan yang dilaksanakan setiap pagi di sekolah ini yaitu senam, yang kemudian dilanjutkan dengan belajar Bahasa Inggris, setelah itu Iqra, kemudian belajar inti, istirahat dan makan. Kegiatan belajar dan mengajar di sekolah ini dilaksanakan dari hari Senin sampai dengan hari Sabtu yang dimulai dari pukul 8 sampai pukul 11 siang. Lebih lanjut, TK Bhayangkari I juga menghadirkan kegiatan ekstra seperti komputer, Bahasa Inggris, dan Drumband. Nia mengungkapkan, untuk kegiatan drumband terdapat pelatihan khusus tiap kelasnya. Dari pelatihan tersebut akan dipilih anak-anak yang berbakat dan kemudian akan

dilatih lebih giat lagi. “Grup Drumband sekolah ini sudah pernah tampil di beberapa iven, semoga kedepannya makin meningkat,” ujar Nia bersemangat. Program khusus keagamaan juga dilakukan pada hari Jumat, siswa-siswi dilatih salat dan mebaca surat-surat pendek. Hal ini demi membangun kesadaran beribadah murid sejak dini. Pada semester dua anak-anak difokuskan untuk mempersiapkan diri untuk masuk sekolah dasar. “Anak-anak kami persiapkan untuk masuk sekolah dasar pada semester dua. Mereka kami bina secara perlahan dan tidak dipaksa, hal ini agar anak-anak merasa senang ketika belajar,” terang Nia. Taman kanak-kanak ini sangat didukung penuh oleh

Yayasan Bhayangkari selaku yayasan yang membina sekolah ini. Beberapa kegiatan diadakan yayasan demi meningkatkan keprofesionalan guru seperti seminar untuk guru. Selain itu, guru juga sering mengadakan acara untuk wali murid, seperti pada beberapa waktu lalu diadakan ceramah tentang psikologi anak yang mendatangkan pembicara khusus dari Universitas Negeri Padang. Lebih lanjut, Kedepannya TK Bhayangkari akan mengadakan program fullday khusus untuk calon wali murid. Pada kegiatan tersebut akan dijelaskan kepada calon wali murid tentang program-program apa saja yang akan dilakukan sekolah dalam proses pembelajaran setahun kedepan. (h/cw-ncv)

BERYL COPY CENTRE Grosir & Retail Sales, Service, Spare Part & Rental Mesin dari USA Menyediakan Mesin Foto Copy Bermacam Tipe : BARU DATANG MESIN CANON IR 5000 & CANON IR 6000 DARI JEPANG DRUM BARU HARGA NEGO

AN PERSEDIA S A T TERBA CANON IR 8500 = Rp.

28 juta BERYL COPY CENTRE

Hubungi : Jl. Veteran No. 50 Padang Telp. (0751) 32666 Jl. Nangka No. 40 Pekanbaru Telp. (0761) 61360 Jl. Sutan Agung No.07 Jambi Telp. (0741) 32495

spanduk - baliho - billboard sticker - backdrope branding car - x banner roll up - dll

Menyewakan Bando & Billboard lokasi strategis di Padang, Payakumbuh & Pariaman

Kantor Pusat : Jl. Gajahmada No.40 Gn. Pangilun Padang Telp. (0751) 447825, 40269 Cabang Payakumbuh : Cabang Padang : Jl. Soekarno-Hatta 123 Jl. Andalas 83 Telp. 890 383 Koto Nan Ampek Jl. Belakang Olo 46A (dpn Hotel Jakarta) Telp. 33 222 Telp. 0752 - 796 123

Pemimpin Umum: H. Basrizal Koto, Wakil Pemimpin Umum/Pemimpin Perusahaan: Sofialdi, Wakil Pemimpin Umum: Zul Effendi, Pemimpin Redaksi: Yon Erizon, Wakil Pemimpin Perusahaan: Syafarudin Ariansyah. Dewan Redaksi : H. Basrizal Koto, H. Desfandri, H. Hasril Chaniago, Zul Effendi, Sofialdi, Yon Erizon, Ismet Fanany MD, Nasrul Azwar, Syamsu Rizal Redaktur Pelaksana: Ismet Fanany MD, Nasrul Azwar, Syamsu Rizal, Litbang dan Online Media: Eko Yanche Edrie, Sekretaris Redaksi: Silvia Oktarice, Redaktur: Rudi Antono, Aci Indrawadi, Afrianita, Atviarni, Dodi Nurja, Nova Anggraini, Rahmatul Akbar, Andika Destika Khagen, David Ramadian, Haswandi. Reporter Padang: Ade Budi Kurniati, Devi Diani, Nasrizal, Meidella Syahni Perwakilan Bukittinggi: Jon Indra (Kepala/ Non-Aktif), Syamsuardi S, Ridwan, Pariaman/Padang Pariaman: Dedi Salim, Trisnaldi, Payakumbuh/Limapuluh Kota:Zulkifli, Syafril Nita, Sri Mulyati, M Siebert, Pasaman:Atos Indria, Ahdi Susanto, Welina, Agam: Miazuddin, Kasra Scorpi, Padang Panjang: Iwan DN, Darwin Danin, Maison, Tanah Datar: Yuldaveri, Emrizal, Aldoys, Pasaman Barat: M. Junir, Gusmizar, Pesisir Selatan: Sabrul Bayang, M. Joni, Haridman, Kabupaten Solok/Kota Solok: Syamsuardi Hasan, Riswan Jaya, Alfian, Almito, Marnus Chaniago, Solok Selatan: Icol Dianto, Sawahlunto: Alamsyah Halim, Fadilla Jusman, Sijunjung: Azneldi, Dharmasraya: Maryadi, Ferry Maulana, Biro Jakarta: Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: M. Moralis Biro Kepri: M Sahdan Tim Kerja Usaha: Prisma Joni (Plt Manajer Sirkulasi), Efri Hanter (Plt Kabag Sirkulasi), Yursil Masri (Plt Manajer Keuangan), Junaidi (Plt Koord Eceran), Andiyanto (Plt Koord Asongan), Yunasbi (Plt. Koord Iklan Kota padang), Tata Letak/Desain: David Fernanda, Nurfandri, Rahmi, Syamsul Hidayat, Jefli, HRD : Desmasari, Umum : Nurmi, Kasir : Desy, TI : Teguh. Plt Manajer Cetak: Mardius Caniago, Pra Cetak : Sawal Marjuni.HRP, Mai Hendri, Cetak : Mardianto (Koordinator), Afandi, Rudi Kurniawan, Jecky Jekcson. Haluan Media Group: CEO H.Basrizal Koto, Direktur: H Desfandri. Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Iklan dan Sirkulasi: (0751) 4488700, Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: haluanpadang@gmail.com, redaksi_haluan@yahoo.com, website: http/harianhaluan.com, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp57.000, Harga eceran Rp2.500,- Tarif iklan: Tarif Iklan: Display FC halaman satu: Rp50.000/mm kolom, Display BW halaman satu: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam FC: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam BW: Rp17.500/mm kolom, Iklan SC :Rp25.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat FC: Rp15.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat BW: Rp10.000/mm kolom, Dukacita: Rp10.000/mm kolom, Iklan kolom (maks 300 mmk) FC: Rp15.000, Iklan Kolom (maks 300 mmk) BW: Rp10.000, Advertorial FC: Rp40.000/mm kolom, Advertorial BW: Rp25.000/mm kolom Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, Bank Nagari Cabang Utama Padang Rek No: 1008.0103.00009.1 PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http://www.harianhaluan.com >> Editor : Maidella Sani >> Penata Halaman : Rahmi


12

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

LAPORAN UTAMA HASIL TANI 200 RIBU TON PERTAHUN

Sumbar Tak Perlu Impor Singkong Laporan:

Petani Singkong Beralih ke Sawit KURANGNYA produksi ubi kayu juga disebabkan beralihnya lahan pertanian ke perkebunan sawit. Salah satunya di Kabupaten Dharmasraya. Padahal, daerah ini memiliki potensi besar yang dibuktikan adanya pabrik pengolahan singkong menjadi tepung tapioca. Namun pabrik ini sudah berhenti beroperasi, karena bahan baku terus menurun. Menurunnya produksi singkong di kabupaten termuda dengan potensi besar perekebunan tersebut akhir-akhir ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya lahan yang sudah mulai berkurang atau petani mengalihkan fungsi lahan dan tidak ada lagi pabrik penampung hasil produksi. “Petani saat ini sudah mengalihkan fungsi lahannya ke komoditi lain seperti sawit dan karet, ditambah lagi sudah tidak adanya pabrik tapioca yang akan menampung ubi kayu,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Dharmasraya, Afdal Tamsin, kepada Haluan. Dijelaskannya, perpindahan petani menanam dari komoditi pangan kepada karet dan sawit dipengaruhi pula oleh beberapa faktor yaitu harga komoditi karet dan komoditi sawit lebih menjanjikan, meski akhir-akhir ini mulai menurun. Tetapi tahun 2007 dan 2008, harga kedua komoditi tersebut mulai melambung sampai mencapai Rp1900 per kilonya untuk sawit dan Rp20 ribu perkilonya untuk karet, maka petani mengalihkan fungsi lahannya. Begitu pula sebagai pemilik pabrik tapioca adalah Incasi Raya, juga mengalihkan fungsi beberap lahan , akhirnya pabrik tapioca Incasi Raya tutup karena tidak ada lagi bahan baku yang akan diolah. Dengan tutupnya pabrik Tapioka di Sungai Betung tersebut, maka petani yang masih tergiur menanam ubi kayu secara otomatis juga mengalihkan fungsi lahannya. Namun demikian, kata Afdal, beberapa orang petani atau kelompok tani masih ada yang menanam ubi kayu untuk Tapioka yang mana hasilnya di kirim ke Pabrik Tapioka Muaro Bungo. “Hasilnya tidak seberapa, sekali panen hanya 5 sampai 10 truk, yang mana hasil tersebut dijemput oleh pihak pabrik ke kebun petani,” tukuk Afdal. Sedangkan petani yang masih bertahan menanam ubi kayu tersebut berada di wilayah Tiumang, Sitiung III dan sekitar perbatasan dengan Muaro Tebo, karena wilayahnya berada di perbatasan, meski diwilayah lain masih ada petani yang menanam ubi kayu yang dapat dimakan atau bukan untuk Tapioka, tapi jumlahnya sangat kecil sekali. Karena lahan yang dimanfaatkan petani hanya lahan-lahan sisa seperti lahan pekarangan, tebing-tebing yang tidak dapat di tanam Kelapa sawit dan Karet. Padahal harga ubi kayu makan saat ini cukup tinggi, karena sulitnya para pembuat kripik singkong atau kripik balado dalam memenuhi kebutuhannya terhadap ubi kayu. Sepertinya tambah Afdal, untuk mengarahkan petani kembali menanam ubi kayu cukup sulit, karena hal tersebut terkait dengan hasil atau uang. Berbeda dengan tahun-tahun ketika Dharmasraya sebagai salah satu sentra ubi kayu, karena pada waktu itu pihak perusahaan turun langsung membantu petani baik dari permodalan, bimbingan maupun memotovasi petani itu sendiri, karena perusahaan sangat butuh dengan ubi kayu yang dihasilkan oleh petani.

TIM REDAKSI KEPALA Dinas Pertanian dan Hortikultura (Dipertahor) Sumbar, Djoni membantah jika Sumbar terancam krisis singkong. Diakuinya, memang secara nasional Indonesia mengimpor singkong, namun khusus di Sumbar kebutuhan Singkong masih mencukupi, sehingga tidak perlu menerima impor singkong. Secara umum kebutuhan singkong Sumbar tiap tahunnya hanya sebanyak 200 ribu ton pertahun. Sementara produksi singkong Sumbar sudah melebihi kebutuhan tersebut. Menurutnya, ketersediaan singkong tersebut memang dikendalikan sesuai dengan kebutuhan. “Kita memang mengarahkan masyarakat untuk menanam singkong itu terbatas, tidak banyak dan tidak kurang. Sebab selain harga yang tidak begitu baik, untuk tranportasi singkong ini sangat sulit,” sebut Djoni. Disebutkannya, kebutuhan singkong Sumbar hanya untuk usaha keripik dan usaha kecil dan menengah lainnya. Kebutuhannya itu sudah terpenuhi

oleh singkong lokal. Dari data Dinas Pertahor Sumbar produksi Singkong di Sumbar tiap tahun terus meningkat seiring dengan peningkatan kebutuhan. Peningkatan itu juga tidak banyak, atau sekitar 0,5 persen tiap tahunnya atau sekitar 10 ribu ton/tahun. Sebaliknya, kebutuhan juga hanya sekitar 0,5 persen pertahunnya. Tahun 2011 lalu produksi singkong Sumbar hanya sebanyak 191 ribu, kemudian tahun 2012 naik menjadi 219 ribu ton diperkiran tahun 2013 mendatang produksi akan mencapai 234 ribu ton. “Penambahan itu karena peningkatan jumlah lahan,” ujarnya Djoni. Sebelumnya secara nasional Indonesia tercatat mengimpor singkong Rp32 miliar dari 3 negara, yakni China, Taiwan, dan Thailand. Kalangan pengusaha menilai, pemerintah kurang menggenjot produksi dalam negeri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total impor singkong yang dilakukan Indonesia dari Januari hingga Oktober 2012 mencapai 13.300 ribu ton dengan nilai US$ 3,4 juta atau Rp32,3 miliar. (h/dla)

Singkong Jenis Dasun SENTRA UKM KRIPIK SANJAI

Bukittinggi Kekurangan Singkong UBI sebagai bahan baku kerupuk sanjai di Kota Bukittinggi masih bergantung dari pasokan luar daerah. Saat ini, daerah Agam, Limapuluh Kota dan Pariaman sekitarnya yang menjadi pemasok utama. Seperti diungkap oleh Lukman El Hakim, Ketua Asosiasi Pengusaha Kerupuk Sanjai (APKS) Bukittinggi, Jumat (14/12), bahan baku keripik Sanjay banyak didatangkan dari daerah Gadut, Kabupaten Agam, Limapuluh Kota, Lubuk Alung, Pariaman dan sekitarnya. Menurut dia, saat ini organisasinya memiliki anggota sebanyak 25 orang. Jumlah itu sesuai dengan kriteria keanggotaan APKS, dimana setiap anggota bukan cuma pedagang sanjai, tapi juga melakukan produksi. Anggota APKS sendiri memperoleh ubi kayu sesuai dengan minat mereka masingmasing. Pasalnya, jenis ubi, lama

masa panen dan jenis tanah juga menjadi pilihan. “Untuk ubi yang ada di Bukittinggi, memang mempunyai kualitas bagus, tapi hasil panen tidak bisa menutupi jumlah kebutuhan pengusaha kerupuk sanjai,” ulas Lukman yang juga pemilik 3 toko sanjai dengan merek Sanjai Ummi di Bukittinggi. Kebutuhan dapur produksi Lukman untuk satu kali produksi sendiri dirata-ratakan sekitar 500 kilogram. Tergantung banyaknya pesanan yang masuk. Dihari-hari tertentu, jumlahnya bisa dua kali lipat. Masa produksi sebanyak 6 kali seminggu. Lukman berpendapat, Bukittinggi tidak bisa diharapkan untuk perkebunan. Nilai jual tanah yang tinggi membuat masyarakat cendrung mengalihkan perhatian ke sektor lain. Akhirnya, mau tidak mau memang harus dipasok dari luar daerah. Salah seorang anggota APKS,

Dasrul (52) pemilik usaha Sanjai Uni Nini, mengungkap hal senada. Sebagian bahan bakunya didapati dari hasil panen petani kebun di sekitaran kawasan Garegeh. Untuk menutupi kekurangan, dia memasok ubi kayu dari daerah tetangga yakni Gadut, Agam. ”Sebagian ubi didatangkan dari daerah sini. Bila kurang kami membelinya ke Gadut,” ujar pria ini ketika disambangi Haluan ke dapur usahanya, Kamis (13/12). Petani ubi yang ada disekitaran tempat tinggal Dasrul, sebagian besar sudah menjadi mitra. Artinya, seluruh hasil panen yang ada ditampung oleh pengusaha sanjai yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Kerupuk Sanjai. Menurut Dasrul yang waktu itu ditemani istrinya Gusnihayati (56), saat ini dia membutuhkan sekitar 450 kilogram ubi kayu tiap produksi. Aktivitas produksinya sendiri dilakukan 4 kali seminggu.

KEBUTUHAN MENINGKAT, HARGA MURAH

Petani Singkong Makin Sulit KRIPIK Singkong serta makanan lainnya dari “ubi kayu” merupakan oleh-oleh khas Minang yang telah mendunia. Selain itu, Singkong juga bahan pokok untuk kebutuhan lainnya, baik untuk makanan seperti dijadikan tepung maupun untuk lem kayu yang dipasok ke pabrik papan lapis. Potensi Singkong yang cukup besar terlihat dari makin cerahnya bisnis oleh-oleh dari Singkong. Hampir semua daerah membuat

oleh-oleh Kripik Balado dan makanan lainnya, terutama Kota Padang, Bukittinggi dan Payakumbuh. Meningkatnya kebutuhan Singkong membuat ranah Minang terancam krisis Singkong. Apalagi, lahan pertanian yang terus berkurang. Baik untuk kebutuhan lain seperti bisnis properti, maupun peralihan dari tanaman Singkong ke perkebunan. Kondisi ini juga disebabkan minimnya pendapatan petani

singkong, sehingga tak banyak masyarakat berminat menanam ubi kayu tersebut. Harga singkong menggiurkan ketika sudah menjadi makanan jadi seperti kripik balado atapun jenis makanan lainnya. Namun ketika singkong mentah di lahan pertanian, harganya murah. Akibatnya, petani terus menjering, karena jerih payahnya tak seimbang dengan penjualan hasil tani Singkongnya. (h/*)

SINGKONG atau ubi kayu yang digunakan sebagai bahan baku juga menjadi patokan. Menurut Gusnihayati bilang, jenis ubi kayu yang dia pakai adalah ubi kayu dasun. Ubi jenis itu kebanyakan ditemui di daerah Bukittinggi dan Agam, imbuh Dasrul yang hasil produksinya ini juga dijual ke pedagang sanjai lainnya. Selain itu, beragam jenis sanjai yang ditawarkan tidak berbahan ubi kayu saja. Con-

tohnya, sanjai ungu buatan Dasrul yang berbahan baku ubi jalar ungu. Bahan baku itu sendiri didatangkan dari wilayah Tanah Datar. Sama dengan rekannya, H. Sijabet, pengusaha kerupuk sanjai dengan merek Sanjai Mintuo, juga kebanyakan memasok bahan bakunya dari daerah Gadut, Agam. Dalam sekali produksi dia membutuhkan sekitar 200 kilogram ubi kayu. Masa produksinya juga 4 kali dalam seminggu. (h/aur)

PADANG PARIAMAN

Potensi Besar, Hama Pun Besar PADANG Pariaman, memiliki potensi luas tanam ubi kayu yang cukup besar, namun karena terkendala hama babi dan landak. Dari ribuan hektar lahan yang potensi untuk dikembangkan hanya sekitar 676 Ha lahan yang ditanami petani. “Sebenarnya seluruh kecamatan, memiliki potensi untuk ditanami ubi kayu, namun karena hama warga jadi malas untuk mengembangkannya,” ujar kepala Dinas Pertanian Pertenakan dan Kehutanan Padang Pariaman melalui sekretarisnya, Yurisman Yakup pada Haluan, Kamis (13/12) di ruang kerjanya. Menurut Yurisman, pada tahun ini produksi ubi kayu di sebesar 12.623 ton dengan luas tanam 676 Ha. Kebun ubi kayu tersebut tersebar hampir diseluruh kecamatan yang ada dengan areal tanam terbesar di Kecamatan Batang Anai (120 ha), Kecamatan Sintuak Toboh Gadang 107 ha dan Sungai Sariak seluas

60ha. Sedangkan kecamatan lainya rata dibawah 50 ha. Buyung salah seorang petani ubi kayu di kecamatan VII Koto Sungai Sariak pada Haluan menyampaikan, saat ini harga ubi jauh di bawah standar yakni Rp40ribu/karung ( karung pupuk urea). Sedangkan sebulan yang lalu harga ubi ini sempat mencapai Rp90ribu/karung. Ubi ini akunya dipasarkan kebeberapa daerah tetangga, seperti Solok, Padang dan Bukittinggi. Sementara itu Nazaruddin petani di Kotohilalang Nagari Sikucur Kecamatan V Koto Kampung Dalam menyampaikan keluhannya akan hama babi dan landak. Menurutnya, berkebun ubi kayu merupakan kebun yang sangat potensial dan efektif. Disamping mudah perawatan, mudah tumbuh dan tidak terlalu memerlukan pupuk. “karena tingginya musuh ubi kayu ini, kami jadi malas untuk menanamnya,” aku Nazaruddin polos.

DULU BERTEMAN POHON UBI, SEKARANG DI KELILINGI SAWIT

Baju “Mari Menanam Ubi” Tinggal Kenangan Laporan:

Maydella Syahni, Maryadi, Aulia Rahman dan Dedi Salim MENURUT petani di Dharmasraya, dahulunya pihak perusahaan tapioka membuat baju yang bertuliskan mari menanam ubi. Baju tersebut dibagikan secara gratis kepada petani, sekarang hal itu berbanding terbalik yang mana jumlah lahan perkebunan ubi kayu sudah menjadi perkebunan Kelapa Sawit dan Karet. “Dulu kemana kita pergi akan melihat pohon ubi kayu, sekarang terbalik kemana kita pergi akan melihat pohon Kelapa Sawit, Kareta dan Coklat,” pungkas Afdal. Salah seorang petani di Sitiung I, Parno (41), kepada Haluan mengaku memang beralihnya ia menanam kebunnya dari ubi kayu kepada Kelapa Sawit, karena banyak faktor juga, selain masalah

harga dan pemasaran, keseriusan pemerintah dalam membantu petani dalam menanam Kelapa Sawit, Karet dan Coklat, sudah sangat baik. Karena berbagai program pemerintah selalu mengajak petani untuk menanam tiga komoditi tersebut dengan menyediakan bibit-bibit unggul gratis dan bahkan pemerintah mempermudah segala hal yang menyangkut penanaman tiga komoditi itu. “Sama ketika petani di suruh menanam ubi kayu dulu, keseriusan pemerintah memang laur biasa pada waktu itu ditambah lagi keseriusan pihak perusahaan,” tutur Parno. Tapi menurut Parno, semuanya itu merupakan hukum alam atau perubahan situasi dan kondisi, jadi sulit lagi untuk merubahnya. Ibarat tekhnologi, kata Parno yang tamatan SMA 1 Sitiung I ini, dulu orang berkomunikasi lewat telpon kabel, kemudian lewat HP, kemudian internet dan seterusnya.

Lain dengan Aciak (37), salah seorang petani di Gunung Medan, mengaku ia menanam ubi kayu karena memanfaatkan lahan sekitar pekarangannya yang cukup besar, tapi apabila ditanam komoditi tua seperti Kelapa Sawit, Karet dan Coklat, lahan tersebut tidak tepat karena berada di pinggir Lintas Sumatera. “Harga tanah cukup tinggi, tapi kalau ditananm tanaman muda seperti ubi kayu, apabila sewaktuwaktu akan dimanfaatkan untuk bangunan kita tidak menunggu lama,” ucapnya. Ia dengan lahan kurang dari seperempat hektar, dapat mengahsilkan ubi kayu sekitar 100 karung dikalikan Rp150 ribu per karungnya, ubi tersebut ketika sudah layak panen, para pembuat kripik singkong sudah memborong ubi kayunya dengan panen secara bertahap. “Lumayanlah dapat membantu biaya anak masuk sekolah pada waktu panen ubi kayu,” tutur Aciak polos.

SALAH seorang petani singkong di Padang Pariaman dengan singkon hasil panen tanamannya. >> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman : Jefli


13

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

ANAK DAN KELUARGA

Ketika SiKecil Berlenggok MASIH dalam rangka merayakan Tahun Baru Islam dan menyambut Hari Ibu pada tanggal 22 Desember mendatang Taman Kanak-Kanak Angkasa Lanud Padang mengadakan kegiatan cerdas cermat dan lomba fashion show. Kegiatan ini di ikuti oleh 37 orang murid TK Angkasa Lanud Padang. Acara ini berlangsung 2 hari (14-15/12). Pada tanggal 14 lomba fashion show, dan ta nggal 15 lomba cerdas cermat. Lomba diadakan bertempat di sekolah TK Lanud Tabing. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan belajar dan kreatifitas dalam menanamkan minat sekolah bagi anak-anak usia dini dan taman kanak-kanak. Pada lomba fashion show peserta menggunakkan bermacam busana. Mulai dari busana casual, seragam polisi, busana pengantin, dan busana adat. “Bulan ini merupakan bulan kreatifitas bagi

murid. Pada kesempatan ini kita mengadakan 2 lomba saja. Pertama lomba fashion show dan lomba cerdas cermat. Kita akan melihat sejauh mana kemampuan anak-anak kita nanti,”kata Kepala Sekolah TK Angkasa Lanud Padang, Enggi Deswati, S.Pd. Selain itu, kegiatan lomba tersebut juga dihadiri oleh ketua yayasan dan wali murid. Pengumuman lomba akan dilaksanakan pada tanggal 22 Desember bertepatan dengan pembagian rapor siswa dan hari ibu. “Saya menyambut baik kegiatan yang seperti ini. Dengan adanya kegiatan lomba fashion show dan cerdas cermat bisa memancing bakat anak-anak. Diharapkan acara ini tidak berhenti sampai disini saja. Ada kesinambungannya dan wali murid juga bisa menyaksikan anaknya berbakat di bidang apa. Sehingga nantinya kita sebagai pendidik di rumah tangga bisa melihat sejauh mana bakat dan kemampuan yang dimiliki oleh anak-anak kita itu,”ungkap Ketua Yayasan Dr.Ila Fairlyanto. Acara ini disponsori oleh PT. Bernofarm Biolysin Kids, Vitalong C dan penerbit buku PT. Erlangga Perkasa Bandung. (h/cw-oos)

Enggi Deswati S.Pd Kepala Sekolah

Peran Emon DALAM rangkaian upacara 17 Agustus mendatang, siswa kelas V mendapat giliran menampilkan drama tentang perjuangan merebut kemerdekaan. Syahdan diminta oleh Bu Nur untuk memimpin kelompok drama kelas V. Segera Syahdan mendiskusikan rencana penampilan drama kelas V. Berbagai usulan dikemukakan oleh teman-teman Syahdan. “Bagaimana kalau kita membuat drama tentang perjuangan para pahlawan yang melawan Belanda dan Jepang?” usul Vivi.

“Ya bagus itu,” kata Ikrar. “Bagaimana kalau kita bentuk grup paduan suara juga agar lebih meriah?” usul Vina. “Ya kita menyanyikan lagulagu perjuangan seperti Hari Kemerdekaan, Padamu Negeri dan lain-lain,” timpal Ihsan. “Baiklah itu usul yang bagus,” kata Syahdan. “Bagaimana dengan naskahnya?”tanya Syahdan lagi. Mereka semua terdiam. “Hmm bagaimana kalau minta tolong kakakmu Ihsan?” usul Syahdan. “Baiklah aku akan minta

tolong kak Ami untuk buatkan naskahnya,” kata Ihsan. Diskusipun semakin hangat karena mereka semua semakin bersemangat menyambut perayaan 17 Agustus. Dua hari kemudian Ihsan sudah memegang naskah yang dibuatkan oleh kak Ami yang disadur dari salah satu buku sejarah. Segera Syahdan membagikan peran kepada temanteman yang tergabung di kelompok drama. Ada yang berperan jadi pejuang, ada pula yang menjadi pahlawan.

Oleh : Ananda M Iqbal Ada pula yang menjadi masyarakat biasa. “Aku tak mau jadi penjajah,” ujar Emon tiba-tiba. “Wah kenapa kau Emon, aku suka jadi penjajah kita akan berpakaian ala Belanda,” ujar Jojo senang. “Aku tak mau sama peran denganmu,” ujar Emon tiba-tiba sambil emosi dan meninggalkan teman-temannya yang lain. Teman-teman yang lain pun melongo. Hingga saat latihan esok haripun Emon masih tak mau ambil bagian dalam latihan

drama. Syahdan jadi kebingungan. Ia berpikir keras bagaimana membujuk Emon agar mau ikut latihan. Pelan-pelan ia mendekati Emon yang masih tampak kesal di sudut kelas. “Kenapa kamu tak mau ikut latihan?” tanya Syahdan. “Aku tak mau jadi penjajah. Aku bukan orang jahat,” kata Emon ketus. Syahdan tersenyum. “Siapa bilang kau jadi orang jahat. Justru dengan penampilanmu kau akan bisa membentuk banyak orang baik,” tutur Syahdan.

“Loh kok begitu?” kata Emon heran. “Iya, dengan keseriusanmu menjalani peran, penonton akan mengerti bagaimana keadaan Negara kita saat penjajahan. Dan itu akan membuat mereka mengerti bagaimana susahnya mendapatkan kemerdekaan. Dengan demikina mereka akan mengisi kemerdekaan dengan baik. Ini pekerjaan mulia,” pungkas Syahdan mantap. Emon seketika tercenung. “Apakah orang tak akan menganggap ku jahat juga

seperti penjajah?” tanya Emon masih ragu. “Tentu saja tidak,” ujar Ihsan yang dating tiba-tiba dari belakang bersama temanteman yang lain. “Iya Emon. Kau tak punya tampang penjajah kok. Penjajah itukan kulitnya putih,” goda Ikrar. “Ah kau bisa saja,” kata Emon. Jadilah sisa hari itu mereka habiskan dengan semangat latihan drama. Syahdan tersenyum, ‘tak sabar rasanya menunggu hari penampilan’ gumamnya. (h/*)

>> Editor : Maidela Syahni

>> Penata Halaman : Irvand


14

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

SOBAT Film The Hobbit: An Unexpected Journey Judul Film: The Hobbit: An Unexpected Journey Sutradara: Peter Jackson Pemain: Martin Freeman, Ian McKellen and Richard Armitage | See full cast and crew Dibawa dari novel The Hobbit kar ya J.R.R. Tolkien, film The Hobbit: An Unexpected Journey menjadi yang pertama dari satu lagi trilogi ambisius Peter Jackson. Sudah sembilan tahun lewat sejak film terakhir dari trilogi Jackson yang paling terkenal,The Lord of the Rings (LOTR), dirilis. Kali ini, Bilbo Baggins (diperankan dengan baik oleh Martin Freeman) paman dari Frodo Baggins, sihobbit yang berkelana demi cincin itu) berkisah tentang pengalamannya yang ‘terpaksa’ ikut perjalanan bersama 13 kurcaci dan penyihir Gandalf (Sir Ian McKellen) untuk mengambil alih rumah mereka di Kerajaan Erebor, yang dulunya dirampas oleh naga maut Smaug. “Seperti kompor pakai sayap,” kata salah seorang kurcaci tentang naga itu. Perjalanan mereka tak selalu mulus, bertemu dengan kaum Orc (yang punya dendam kesumat pada kaum kurcaci) atau troll. DalamThe Hobbit juga hadir karakter-karakter yang sudah lebih dulu dikenal berkat LOTR, seperti ratu peri Galadriel (Cate Blanchett) dan Gollum (Andy Serkis). Sama-sama trilogi, serta datang dari sutradara dan penulis naskah yang sama (Jackson, Fran Walsh, Philippa Boyens dan dengan tambahan Guillermo Del Toro), sulit bagi The Hobbit untuk tak dibandingkan denganLOTR. LOTR berhasil karena Jackson piawai mengawinkan cerita yang sangat kuat dengan majunya teknologi saat itu. Untuk The Hobbit, Jackson malah mengambil langkah kontroversial, yaitu menerapkan format high frame rate. Frame per detik untuk film konvensional adalah 24, dan Jackson melambungkannya menjadi 48frame per detik untuk The Hobbit. Butuh beberapa saat agar mata jadi terbiasa dengan pemandangan yang terlalu indah ini, terutama dalam tampilan tokohtokohnya. Adegan beberapa pertempuran memang tampak jelas benar, setiap gerakan tangkas tertangkap dan kita seperti dilontarkan masuk ke dalamnya. Efek visual seperti gerakan hewan, Gollum, suasana di dalam Kerajaan Erebor dengan detail yang keterlaluan atau penampilan kaum Orc dan trolljuga pantas membuat kita takjub. Untuk pemandangan alamnya (syuting dilakukan di Selandia Baru), The Hobbit mendesakkan hamparan gunung yang abuabu dan perkasa, pemukiman Hobbit dengan pintu dan jendela rumah yang bundar, padang hijau tanpa batas, atau belasan air terjun yang sampai titik-titik airnya tampak begitu terang di layar. Untuk hal warna dan detail, paling tidak, format 48 frame per detik memang jadi pengalaman menonton yang gila-gilaan. Sebagai yang pertama dari trilogi, The Hobbit berperan mematok mood dan situasi untuk kedua yang berikutnya. Walau sama sekali tidak jelek, tapi film ini kurang membangun perasaan. Dan betul, ada tema yang menyentuh seperti persahabatan, perjalanan, pencarian, sokongan alam dan penghuninya, pertempuran, atau si pecundang yang mendadak jadi pahlawan. Tapi tak seperti LOTR, tidak ada (atau belum?) rasa agung yang membuat LOTR menggugah bagi begitu banyak orang. (*/sha)

5cm, Kecintaan Terhadap Tanah Air Judul Film: 5cm Sutradara : Rizal Mantovani Produksi: Pt Soraya Intercine Films Pemain: Herjunot Ali, Fedi Nuril, Pevita Pearce, Igor ‘Saykoji’, Denny Sumargo, Raline Shah. Sebuah novel laris karya Donny Dhirgantoro yang terbit tujuh tahun yang lalu diadaptasi ke layar lebar. Memakan waktu yang cukup lama, tentu ada alasan kuat yang membuat kisah ini layak diangkat ke media gambar bergerak. ‘5cm’ mengisahkan persahabatan 5 orang yang terdiri dari 4 lakilaki dan 1 perempuan: Genta dengan jiwa kepemimpinannya (Fedi Nuril), Arial yang atletis (Denny Sumargo), Zafran yang puitis (Herjunot Ali), Ian yang konyol (Igor Saykoji) dan Riani, satu-satunya perempuan yang ‘mengasuh’ keempat sahabatnya (Raline Shah). Sudah sepuluh tahun mereka bersahabat, hingga sampai pada suatu kesadaran bahwa mereka terlalu lama hidup di lingkaran itu. Masing-masing tidak mempunya teman lain di luar mereka berlima. Di titik itu, Genta mengusulkan agar mereka berpisah dulu selama tiga bulan. Keluar dari zona nyaman mereka, mencoba mengakrabi hal-hal di luar sana dan mengejarkan apa yang selama ini tidak sempat dikerjakan. Perpisahan selama tiga bulan cukup memberi arti bagi kelima sahabat itu untuk berpikir dan melakukan sesuatu demi kepentingan diri mereka masing-masing. Ian, satu-satunya yang belum lulus sarjana di antara mereka, fokus kepada skripsi dan akhirnya mendapat jadwal sidang tugas akhir. Arial yang grogi jika didekati perempuan akhirnya sanggup mendekati incarannya. Zafran mulai menjalin hubungan dengan adik Arial, Adinda (Pervita Pearce) yang selama ini ditaksirnya. Demikian pula dengan Genta dan Riani, sibuk dengan urusan pribadi masing-masing. Sesuai kesepakatan, setelah tiga bulan mereka akan bertemu di tempat yang ditentukan oleh Genta. Lima sahabat, ditambah Adinda jadilah berenam mereka memulai petualangan yang tak akan pernah mereka lupakan. Sejak dimulai, film yang disutradarai oleh Rizal Mantovani ini menyajikan dialog-dialog yang cair dan segar. Kekonyolan Zafran yang kerap dipanggil Juple, dan Ian nyaris mengundang tawa di setiap kesempatan. Meski kadang tampak berlebihan, humor yang disajikan masih pada takarannya. Selain itu, film ini juga menyajikan gambar-gambar menarik mulai dari Stasiun Senen. Walau agak janggal melihat enam petualang ini duduk berdesakan di dua baris kursi, penonton dapat menyaksikan pemandangan sederhana yang menyentuh meski sekilas, tentang keragaman penumpang kereta ekonomi dan pemandangan fajar dari pintu bordes kereta. (dtc/sha)

Sting Kembali Memesona Singapura DI awal konsernya yang sold out di Singapore Indoor Stadium pada hari Kamis kemarin (13/12), Sting menyebut bahwa penampilan terakhirnya di Singapura adalah empat tahun lalu. Ketika itu musisi asal Newcastle, Inggris, tersebut datang ke Negeri Singa dalam rangka mempromosikan Songs From the Labyrinth, yang berisi komposisi musik klasik dari abad ke-16. Bisa jadi perubahan musik ini disebabkan karena usia yang semakin senja, serta semakin menegaskan pendiriannya bahwa reuni The Police di tahun 2007 - yang juga sempat mampir ke Singapura - takkan diulang lagi. Album terakhir yang dikeluarkan Sting adalah Symphonicities, berisi karya-karya ciptaannya yang diaransemen ulang untuk dibawakan orkestra, dan membawanya semakin jauh dari akar jazz, punk dan rock di band lama dan awal karier solonya. Dengan demikian Back to Bass menjadi judul yang tepat untuk tur Sting kali ini, karena membawanya kembali ke akar-akar tersebut. Sekitar 9.000 penonton memadati Singapore Indoor Stadium - termasuk musisi-musisi Indonesia seperti Pongki Barata, Ariyo Wahab, Ridho Hafiedz dari Slank, Aqi Singgih dari Alexa, Paquita Wijaya, Sita Nursanti dari Rida Sita Dewi, serta Udjo, Oddie dan Tika dari Project Pop dan menyaksikan Sting memainkan lagulagu paling populer dari era The Police maupun karier solonya. Dibuka dengan “If I Ever Lose My Faith In You”, lagu peraih Grammy dari album Ten Summoner’s Tales, Sting bersama band pengiringnya gitaris Dominic Miller, drummer Vinnie Colaiuta, keyboardist David Sancious, pemain biola dan mandolin Peter Tickell dan vokalis latar Jo Lawry - membuat penonton menari dan bernyanyi lewat karyakaryanya yang legendaris seperti

“Every Little Thing She Does Is Magic” dan “Englishman In New York” yang dibawakan dengan musikalitas tinggi. Di luar interlude berwarna jazz yang diselipkan di tengahtengah “Roxanne”, aransemen lagu-lagunya tak banyak berubah dari versi aslinya, tapi itu memang sesuai konsep Back to Bass yang lebih mengutamakan nostalgia. Selain musik, penonton juga dihibur oleh komentar-komentar humoris Sting di sela-sela lagu. Ketika memperkenalkan “The End of the Game”, bside dari era album Brand New Day yang bercerita tentang perburuan rubah, Sting

bertanya ke penonton, “In Singapore, do you have such a thing as a fox?” Dia terdiam sejenak, lalu menambahkan, “I said a FOX, madam.” Suara tawa penonton

semakin keras saat Sting tiba-tiba mengangkat boneka rubah kecil untuk memperjelas maksudnya. Lalu ketika memberi instruksi kepada penonton untuk menyahut di lagu “Heavy Cloud No Rain”, Sting mengingatkan pada karier lamanya sebelum menjadi musisi dengan berkata, “You can tell I used to be a school teacher.” Pada “Next to You”, tiba-tiba seorang anggota kru yang memakai topeng beruang raksasa naik ke atas panggung, berjoget-joget, lalu turun di akhir lagu. Tapi bagaimana pun juga, penonton datang ke Sting untuk musiknya, dan mereka mendapatkan

suguhan yang memuaskan selama dua jam. Tak seperti kebanyakan musisi rock paruh baya lainnya, di usia 61 tahun Sting masih terlihat segar, dengan permainan bas yang masih lincah dan kualitas vokalnya mencengangkan, terutama saat menahan not tinggi dan panjang di lagu “King of Pain”. Saat menutup konser dengan “Fragile” dan berkata ke penonton bahwa dia akan kembali ke Singapura, rasanya kondisi Sting akan tetap prima hingga beberapa tahun ke depan. Sabtu ini Sting dijadwalkan tampil di Mata Elang International Stadium, Ancol, Jakarta, dalam konser terakhir dalam rangkaian Back to Bass Tour. (rollingstones.co.id)

>> Editor : Esha Tegar Putra

>> Penata Halaman : Rahmi


15

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

KOMUNITAS KELOMPOK TEATER NAN TUMPAH

KUTIPAN

Kebersamaan Perihal Penting Berteater T

EATER Nan Tumpah diresmikan di Padang, 9 Oktober 2010. Pada tanggal tersebut Teater Nan Tumpah melakukan pementasan perdana setelah melalui proses latihan selama 5 bulan sejak dibentuknya kesepakatan mendirikan kelompok teater indipenden, yang digerakan oleh beberapa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kota Padang. Pementasan perdana tersebut berjudul “Cincin Kelopak Mawar” , Naskah Mahatma Muhammad adaptasi cerpen Firdaus dengan Sutradara Yeni Ibrahim yang dipentaskan di Gedung Teater Utama Taman Budaya Sumatera Barat. Berangkat dari tantangan untuk mengadaptasi cerpen Cincin Kelopak Mawar karya Firdaus ke Panggung Teater serta kesamaan ide dari Mahatma Muhammad dan Yosefintia Sinta yang ingin mementaskan karya teater pada Maret 2010, maka mereka berdua sepakat mengumpulkan beberapa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kota Padang untuk memulai proses latihan naskah Cincin Kelopak Mawar. Pelan tapi pasti, proses tersebut berjalan dibantu oleh Yeni Ibrahim(sutradara), Joni Andra (Penata Gerak) dengan grup Tari Impresa serta beberapa tokoh senior lain di taman Budaya Sumatera Barat. Nama Nan Tumpah tercetus dari Yosefintia Sinta setelah diskusi hangat beberapa anggota ketika menentukan nama kelompok pada awal Mei 2010. Nan Tumpah adalah sebuah metafora yang mengartikan proses teater yang berkelanjutan kemudian mencapai kesempurnaan ketika ditumpahkan di atas panggung.Tentu saja untuk menumpahkan segala bentuk kreativitas diatas panggung membutuhkan proses yang sangat panjang. Dimulai ketika berusaha mengenali, memahami, menggairahi, memberi pengertian, memberi penghargaan, , membuat, berpikir kritis dan memiliki kepekaan rasa sehingga kreativitas tersebut mencapai klimaksnya ketika ditumpahkan di atas panggung. Demikianlah harapan yang coba dibangun. Dalam satu tahun perjalanan, Teater Nan Tumpah sudah melakukan tiga kali produksi pementasan dalam skala besar

yaitu Cincin Kelopak Mawar (Oktober 2010) Sutradara Yeni Ibrahim , Cerita Kanak-kanak Dari Dunia Kucing (Mei 2011) sutradara Mahatma Muhammad dan Opera Pekerja (Mei 2011) Sutradara Andre Pratama. Selain itu Teater Nan Tumpah juga aktif mengikuti berbagai lomba untuk memberikan pengalaman kepada anggotanya. Prestasi yang cukup baik dihasilkan diantaranya : Juara 1 Dramatisasi Puisi (2010) yang diadakan oleh Teater IAIN Imam Bonjol, Juara 2 dan 3 Lomba Fragmen Festival Siti Nurbaya (2011). Pengalamanpun di asah dengan mengikuti pentas 75 Tahun penyair Rusli Marzuki Saria berupa pertunjukan Dramatisasi Puisi, dan berbagai kegiatan apresiasi sastra : Tadarus Puisi Fakultas Sasta Universitas Andalas, Sanggar Sastra Siswa Rumah Puisi Taufiq Ismail, dan Penampilan Musikalisasi Puisi dalam acara Komunitas Padang Membaca. Untuk belajar mengatur manajemen produksi selain pementasan teater panggung, berbagai acara Apresiasi coba dibuat: Diskusi dan Bedah Buku Tempurung Tengkurap (Mei 2011), Lomba Baca Puisi Kreatif Tingkat SMA Sederajat Se-Sumatera Barat (Mei 2011), dan Peluncuran Album Tembang Puisi karya Teater Nan Tumpah. Teater Nan Tumpah adalah kelompok teater independen yang bersifat non-profit (nirlaba). Anggotanya tak hidup dari penghasilan kelompok, tak mengandalkan perolehan dari pergelaran. Sebagian besar memiliki pekerjaan lain di luar kelompok. Pada penerapannya Teater Nan Tumpah adalah sebuah paguyuban kesenian dan bukan perusahaan. Kegiatannya tetap bersifat amatir, dalam pengertian para anggotanya tak memperoleh hasil dari pekerjaannya sebagai penopang utama biaya hidup sehari-hari. Mereka mensubsidi sendiri kegiatannya, sebuah ‘hobi serius’ yang dilakoni secara dedikatif, ikhlas dan gembira. Belum lama ini teater Nan Tumpah tutut membanggakan nama Sumatera Barat. Setelah melalui seleksi yang panjang dan pertunjukkan teater yang digelar oleh Federasi Teater Indonesia (FTI) dengan menampilkan sebelas grup teater dari Sabang sampai Merauke, Teater nan Tumpah dari Padang yang turut dalam seleksi

Sulap adalah ilmu satu-satunya tidak diterima oleh para ilmuwan, karena mereka tidak bisa memahaminya. (Harry Houdini, Pesulap)

regional (Sumbar, Jambi dan Bengkulu) meraih penghargaan Invitasi Teater FTI 2012 sebagai kategori grup favorit. Pengumuman yang disampaikan Sabtu (1/12) di Gelanggang Bulungan Jakarta Selatan, menghadirkan seratus juri yang terdiri dari berbagai kalangan termasuk budayawan, seniman, teaterawan, sosiolog, antropolog dan masyarakat. “Usaha kami setidaknya membuahkan hasil. Kami mendapat grup terfaforit,” kata Mahatma, sutradara naskah karya Arifin C

Noer berjudul Orkes Madun I: Madekur dan Tarkeni dari Teater Nan Tumpah. Kategori tersebut yakni sutradara favorit, aktor favorit, musik favorit, tata lampu favorit, artistik favorit dan kostum favorit. “Sebenarnya ada perbedaan antara penilaian dewan juri dan panitia, kami agak sedikit kecewa, apakah kami mendapat grup terbaik dan terfavorit? Ini jadi perbincangan hangat,” kata Mahatma menjelaskan. Perjuangan kelompok teater Nan Tumpah menuju Jakarta

untuk mengikuti FTI tidak berjalan lempang. Mereka menggarap naskah Orkes Madun I dengan 40 orang lebih. “Ke semuanya harus ikut, itu komitmen kami dalam berteater, dan kami melewati itu semua dengan senang hati,” terang Mahatma yang mengaku bahwa anggota dari kelompok tersebut mengikuti ajang tersebut pulangbalik dengan menggunakan bus. “Yang terpenting bagi kami adalah kebersamaan dalam tim. Ini porsi utama kami dalam menjaga hubungan baik di dalam kelompok,” tambah Mahatma. (*/sha)

Kini aku hanya menunggu orangorang untuk mulai memintaku membuat hujan tibatiba menghilang. (David Copperfield, Pesulap)

Buka Buku Memoritmo: Ada Cerita dalam Setiap Nada

Judul : Memoritmo: Ada Cerita dalam Setiap Nada Penulis : Anto Arief, Dkk Penerbit : Bukune (2012) Ada 14 tulisan di buku ini, dibuat oleh musikus, penulis, penyiar radio, wartawan musik, sampai sutradara film. Ide utamanya adalah bercerita tentang lagu dan pikiran apa yang ikut di belakangnya tentang lagu itu. Atau menurut tulisan di halaman belakang buku ini, “…bagaimana sebuah lagu begitu mampu menyimpan kenangan dalam nadanadanya.” Ada yang membedah lagu secara musik maupun lirik, seperti Eross Candra dari Sheila on 7 yang menerangkan khasiat lagu “Across the Universe” dari The Beatles untuknya. Atau Cholil Mahmud dari Efek Rumah Kaca yang dengan lancar dan sedap mengurai “Terbunuh Sepi” milik Slank, yang hingga kemudian hari ternyata masih menghantui proses penciptaan lagunya. Sementara tulisan Ade Paloh dari Sore yang mengenang lagu “Do You Want to Know a Secret” dari The Beatles sayangnya terasa tertimbun terlalu banyak kata. Ada yang membuka kenangan pribadi, seperti

Maradilla Syachridar (pencetus ide buku ini sekaligus musikus di Homogenic) tentang “Strings That Tie to You” dari Jon Brion. Penulis Valiant Budi mengingat pengalaman naasnya semasa SMA yang berangkaian dengan lagu “Sahabat Gelap” dari Kubik. Atau penulis Mikael Johani dengan tulisannya yang kuat tentang “Nothing Matters When We’re Dancing” dari The Magnetic Fields atau “Madu dan Racun” dari Bill & Brod. Juga ada lagu-lagu yang dirasa begitu menggugah hingga karya baru bisa tercipta dari situ, seperti tulisan kreatif Anto Arief tentang “Djuwita Malam”, Galih Sakti tentang “Yeh Jo Halka Saroor Hai” dari Nusrat Fateh Ali Khan, atau Rain Chudori tentang “Little Motel” dari Modest Mouse. Beberapa nama musikus yang terlibat di sini memang bisa membuat penasaran. Karena, misalnya, setelah kemarin-kemarin membuat kita suka atau kagum pada lagu-lagu yang mereka tulis (dan nyanyikan), wajar jika kita ingin tahu lagu macam apa yang sebegitu berkesannya untuk mereka. Dan yang lebih penting lagi: kenapa. Bagusnya, kebanyakan mampu menjelaskan dengan baik dan rinci. Seperti Meng dari Float dengan ceritanya yang sederhana tapi menyentuh, atau Kartika Jahja dengan tulisan yang seperti membuat hati sempal dari tempatnya. Di antara itu, beberapa tulisan terasa timpang karenanya. Seperti tulisan Sarah Deshita tentang cinta (berdasarkan lagu “True Love Waits” dari Radiohead) yang terasa berputar-putar di hal yang abstrak saja, hingga kurang ada kedekatan emosi yang bisa tumbuh di situ. Atau tulisan Sammaria Simanjuntak yang seperti ingin bercerita dengan ringan, tapi jadinya terasa terlalu ringan. (*/ sha)

Post Kolonial & Wisata Sejarah dalam sajak

Judul : Post Kolonial & Wisata Sejarah dalam sajak. Penulis : Zeffry Alkatiri Penerbit : Padasan (2012) Dalam buku kumpulan puisinya ini Zeffry menafsirkan sejarah dalam bentuk puisi/sajak dalam kalimat-kalimat yang lugas, tanpa kiasankiasan atau metafora-metafora yang kadang membingungkan pembacanya. Semua puisinya ditulis dalam bentuk sajak realis sarat dengan kritik sosial yang langsung mengena hati dan

pikiran pembacanya. Buku ini memuat 117 sajak yang terbagi dalam dua bagian besar yang mengikuti periode historis sejarah Indonesia dan dunia, bagian pertama terdiri dari 21 puisi dengan tema nusantara sejak kedatangan pengembara asing yang pertama hingga keadaan Indonesia di masa kolonialisme dan setelahnya . Bagian kedua terdiri dari 96 puisi yang diberi nama Wisata Sejarah yang merupakan tafsiran penulis dari penggalan sejarah bangsa-bangsa di dunia. Di bagian pertama puisi yang menurut saya paling menarik adalah puisi berjudul “Kami Hanya Menonton: Pengakuan si Midun, si Amat, dan si Inah (Dari Buyut sampai Cucu). Puisi ini merupakan puisi yang terpanjang dalam buku ini, tersaji dalam 104 stanzah, 28 halaman, dalam cakupan periode historis sejak jaman kolonial Belanda hingga masa kini. Puisi ini merekam keadaan sejarah dan kondisi sosial Indonesia dari masa ke masa. Berikut saya cuplikkan beberapa stanzah secara acak (bukan dalam urutan aslinya) dalam puisi ini yang mewakili beberapa periode waktu. Ada banyak sekali puisi-puisi menarik dalam buku ini. Bagian pertama dengan mudah kita dapat memahaminya karena pada umumnya kita mengetahui sejarah bangsa kita sendiri, namun di bagian kedua (Wisata Sejarah) dimana berisi puisi-puisi tentang sejarah bangsa-bangsa di dunia walau ditulis dalam puisi yang relaitf pendek-pendek (hanya dalam beberapa baris saja) namun bagi kita yang tidak memahami latar sejarah dunia yang memadai rasanya akan sulit untuk menangkap isi dari puisi-pusi di bagian kedua buku ini. (*/sha)

Saya pikir setiap orang bisa melakukan sulap jika mereka berlatih. Saya tidak merekomendasikan untuk bersulap, tapi siapa pun bisa melakukannya jika merasa butuh. (David Blaine, Pesulap)

Ketika pikiran, tubuh, dan jiwa bekerja sama saya percaya apa pun mungkin dilakukan. (Criss Angel, Pesulap) >> Editor : Esha Tegar Putra

>> Penata Halaman : Rahmi


16

MINGGU MINGGU,, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

OTOMOTIF Inden Ertiga Terus Bertambah

DEPUTY Director of Marketing and Sales PT SIS, Tokuda Hideaki, Owner PT EPM, Feriyanto Gani dan Albert Gani serta Branch Manager PT EPM saat melepas Fun Touring Ertiga di depan Gedung PT EPM Jalan Khatib Sulaiman Padang.JPG

PT ELANG PERKASA MOTOR (EPM) terus mencatat permintaan Suzuki Ertiga yang diyakini akan merebut perhatian konsumen otomotif di Sumbar. “Ya, kami optimis penjualan ertiga hingga akhir bulan Desember 2012 akan mencapai 500 unit, seperti target kita sebelumnya,” ungkap Liswendi Kamar, SE selaku Branch Manager PT EPM. Penjualan Suzuki Ertiga, lanjutnya lagi, awalnya hanya ditargetkan mengambil pangsa pasar otomotif di Kota Padang ini sebesar 15 persen saja. Namaun seiring dengan berjalannya waktu dan ditambah lagi dengan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat, penjulan ertiga di wilayah Sumatera Barat mampu menyaingi mobil sekelas lainnya. Bahkan, penjualan ertiga saat ini sudah mendekati 20 persen pasar. “Saat ini penjualan ertiga secara keseluruhan di Sumatera Barat sudah mencapai angka diatas 2200 unit, mudah-mudahan menjelang akhir tahun ini bisa terjual hingga 2400 unit, sesuai dengan target,” pungkasnya. (hel)

ERTIGA MANIA

Interior Ertiga MEWAH

KELUARGA Ertiga bersemangat mengikuti kegiatan Pesta Ertiga

Pesta Suzuki Ertiga berlangsung semarak di Kota Padang, Minggu (9/ 12) lalu. Ratusan konsumen dan calon konsumen mamadati halaman Taman Budaya Padang sebagai lokasi acara, dimana sebelumnya dilaksanakan touring fun Ertiga yang diikuti 200-an lebih keluarga

Ertiga. Konsumen Ertiga mengakui salah satu keunggulan produk mobil kelas MPV Suzuki tersebut yakni desain interior yang mewah. “Untuk Ertiga ini, saya melihat interiornya paling mewah di bandingkan mobil lain di kelasnya,” kata Azwin, salah seorang konsumen Ertiga yang mengikuti kegiatan Pesta Ertiga yang diselenggarakan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bekerjasama dengan autorizhed Suzuki, PT Elang

Perkasa Motor tersebut. Menurutnya, pada bagian interior terlihat nuansa modern, stylish dan elegan. Panel instrumen dirancang dengan desain yang modern dan mewah. Stir dilengkapi dengan Electronic Power Steering dan Tilt steering, switch audio pada stir (tipe GX). Head unit menggunakan integrasi audio system 2 Din yang dilengkapi CD player, dapat memutar MP3, USB connection serta sistem auxin yang dapat dihubungkan langsung dengan iPod, USB Connection, serta 4 speaker (GX & GL) dan 2 tweeter (GX). Pada cluster meter terdapat MID (Multi information display) yang terdiri dari Temperatur diluar kabin, penggunaan bahan bakar sesaat dan rata-rata serta jam. Ruang kabin Ertiga dirancang lapang di bagian head room dan leg room. Di bagian belakang/baris ketiga dirancang senyaman mungkin, dengan tuas sekali tarik folding dan sliding pada kursi ke-2, memudahkan penumpang keluar masuk baris ke-3. Mobil ini juga memiliki

ruang bagasi yang lega dan kursi belakang dapat dilipat sehingga memudahkan untuk memasukkan dan mengeluarkan barang bawaan. Disisi samping, dilengkapi juga dengan beberapa compartment/tempat penyimpanan barang sehingga memudahkan penumpang jika dipakai perjalanan jarak jauh/luar kota. Untuk keamanan, dilengkapi pula dengan Safety belt dengan 3 point ELR (Emergency Locking Retractor), dapat mengunci secara otomatis pada saat terjadi hentakan atau benturan tiba- tiba, dan height adjuster (GX), yaitu dapat diatur tinggi rendahnya

sesuai dengan postur pengemudi dan penumpang sehingga dapat memaksimalkan kinerja safety belt sesuai dengan postur penumpang. (h/vid)

Gesit di Tikungan, Tangguh di Tanjakan DENGAN teknologi baru sistem ‘tarik depan’, Suzuki Ertiga juga gesit di tikungan dan tangguh di tanjakan. Bodi juga terasa stabil meski dikendarai dijalan berliku di tikungan tajam serta tanjakan hebat seperti, sehingga Ertiga

ini sangat pas untuk daerah Sumbar. Tak ada gejala limbung yang berlebihan, baik saat kondisi mobil berpenumpang penuh, atau hanya bepergian seorang diri. Kestabilan juga didukung

sistem rem ABS di tipe GX dan EBD di tipe GL. “Sebelum membeli Ertiga ini, kami membeirkan kesempatan kepada konsumen untuk mencoba dulu performa Ertiga ini. Silakan datang langsung

ke show room kami, karena kami memberikan kesempatan tes drive gratis kepada masyarakat,” kata Owner PT Elang Perkasa Motor, Albert Gani didampingi Branch Manager Elang Perkasa Motor, Liswendi Kamar. (h/vid)

>> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman : Irvand


MINGGU MINGGU,, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

Pembangunan kantor DPRD yang bakal diresmikan saat HUT Kota Solok ke 42

Jalan KH H Ahmad Dahlan dengan lampu jalannya terlihat indah dengan pertumbuhan bangunan permanen

IRZAL ILYAS

ZUL ELFIAN

WALIKOTA SOLOK

HARI berganti hari, bulan berganti tahun, tanpa terasa usia Kota Solok hampir mendekati setengah abad (kurang 8 tahun) tepatnya 16 Desember 1970-16 Desember 2012. 42 tahun silam Kota Solok yang dulunya sebuah nagari yang letaknya sangat strategis dijadikan sebuah kota kecil di Indonesia melalui keputusan Menteri dalam negeri yang waktu itu dijabat Amir Mahmud. Untuk menjadikan sebuah kota

WAKIL WALIKOTA SOLOK

tentu bukanlah persoalan gampang, banyak suka dan dukanya maklumlah nagari Solok yang masuk wilayah pemerintahan Kabupaten Solok akan keluar dan menjadi daerah otonom sendiri. Ibarat sebuah keluarga, apabila anaknya sudah menginjak dewasa ingin berpisah dengan orang tuanya, walau agak terasa berat melepas namun tetap diikhlaskan. Hanya saja Kabupaten Solok tidak melepas begitu saja namun

tetap dibimbing, segala kekurangan masih difasilitasi, berpisah hanyalah secara administrasi saja namun historis tidak hilang, rasa persahabatan, persaudaraan tetap kental sampai sekarang. Kota Solok masih tetap ada rasa memiliki bagi Kabupaten Solok, begitu juga bagi pemerintahan Kota Solok tidak memperlihatkan arogansinya, teap menghormati seorang ibu yang telah melahirkannya. Sejak resmi berdiri 16 Desember

Jalan lingkar utara yang sedang dikerjakan, jalan ini membuka pertumbuhan ekonomi pinggiran Kota Solok dan mengurangi kepadatan arus lalu lintas dalam Kota Solok.

1970, Kota Solok mulailah merangkah melengkapi berbagai fasilitas yang diperlukan, segala kebutuhan didrop dari Kabupaten Solok. Pemerintah provinsi juga memperhatikan dengan serius serta pemerintah pusat memberi suntikan dana agar kota Solok yang sebelumnya bernama Pemerintah tingkat II Kota Solok bisa melengkapi diri sebagai sebuah kota dibawah komando walikotanya pertama Hasan Basri Sejak berdiri Kota Solok dipimpin Hasan Basri, Alimin Sinapa, Nursian Saidani, Matsudin Anang, Plt Taufik, Yumler/Sabri Yusni, Syamsu Rahim/Irzal Ilyas dan sekarang Irzal Ilyas/Zul Elfian. Dari banyak kepala daerah yang menakodai Kota Solok tentu masingmasing mereka memiliki terobosan pembangunan, ada yang meletakan kerangka pembangunan dan dilanjutkan walikota berikutnya.. Maklumlah sebuah nagari menuju sebah kota tentu banyak persoalan yang dihadapi, karakter masyarakatnya dan kekurangan fasilitas. Ditingkat nasional Kota Solok diakhir tahun 70-an masih terkenal kota kumuh karena kekurangan air bersih. Sungai Batang Lembang yang membelah Kota Solok merupakan wc terpanjang, air tersebut juga dimanfaatkan sebagai sumber air minum sebagian warga sehingga

MANTAN KETUA DPRD SOLOK NOVIARDI SYAM

Perluas Wilayah, Tingkatkan Sinergi DPRD-Eksekutif

NOVIARDI SYAM APA pula kata mantan Ketua DPRD Kota Solok Noviardi Syam yang lebih populer disapa Edi Kopi dengan usia Kota Solok ke 42 ini. Bagi pria yang low profil itu, hal yang mendesak dan perlu mendapat perioritas bagi Pemerintah Kota Solok ada 3 sektor, yakni perluasan wilayah, perluasan pasar dan mensingkronkan kembali hubungan DPRD dan eksekutif yang retak 2 tahun terakhir ini. “Perluasan wilayah jangan diartikan mencaplok wilayah Kabupaten Solok agar masuk Kota Solok, tidak demikian. Perluasan wilayah disini dengan memekarkan beberapa kelurahan yang ada, seperti halnya Kelurahan Tanah Garam, Kelurahan Paar

17

Pandan Air Mati dan Kelurahan Nan Balimo, serta bisa jug Kelurahan Simpang Rumbio,” katanya. Dikatakannya, perlunya pemekaran kelurahan tersebut karena jumlah penduduk dan pertumbuhan perumahan cukup pesat, jumlah penduduk Kota Solok tidak sama dengan jumlah penduduk 42 tahun lalu. Disisi lain perluasan kelurahan bertujuan untuk peningkatan pelayanan pada masyarakat, pemerintah harus mendekatkan diri dengan masyarakat selaku garda dalam menggerakan pembangunan. Kelurahan Tanah Garam misalnya, merupakan kelurahan terpadat penduduk, menyusul Simpang Rumbio Pasar Pandan Air Mati, VI Suku. Kemudian Nan Balimo, dengan pemekaran wilayah tersebut Kota Solok bisa dijadikan 3 Kecamatan, dengan demikian jika dilakukan degradasi oleh pemerintah pusat, K o t a Solok

aman, terang calon anggota legislatif 2014 dari partai Nasdem itu. Disektor pasar Solok juga tak bisa dipertahankan, kendati sudah dibangun pasar semi moderen sekarang belum juga mampu menjawab tantangan ke depan, perluasan pasar Solok ke arah Timur perlu dilaksanakan karena dengan letaknya yang strategis sangat berpeluang besar menjadikan Solok Kota perdagangan. Kota Solok selalu dikejar investor, baik investor real estate, perbankan dan investor otomotif. Bahkan kawasan pasar yang merupakan pusat bisnis selalu menjadi inceran. “Makanya selain arah Timur pasar Solok, saya juga cendrung dikawasan jalan Sudirman dibebaskan. Perumahan TNI yang ada di jalan Sudirman dipindahkan dan dibangunkan baru perumahan mereka melalui sistim roeslag.

Ketika DPRD 2004-2009 sudah dijajaki masalah pembebasan perumahan TNI di jalan Sudirman itu, kami bersama eksekutif mendatangi Kodim, Pangdam Bukit Barisan. Bahkan pihak Pangdam Bukit barisan di Medan merespon dengan baik, hanya saja tinggal kesepakatan saja, namun sekarang terhenti,” tambahnya lagi. Selain persoalan tersebut, singkorinasi antara legislatif dan eksekutif perlu dibangun kembali yang retak sejak 2 tahun terakhir ini. Keretakan itu tidak lagi menjadi rahasia umum bagi masyarakat, DPRD harus tahu posisi dan eksekutif juga demikian. Fungsi DPRD sudah ada dalam UU dan jangan mencampuri urusan eksekutif melainkan harus bermusyawarah dalam membangun Kota Solok agar lebih baik. Kendati ada oknum anggota DPRD yang masih dikendalikan mantan Walikota Solok hendaknya tidak larut seperti itu dan oknum itu harus berfikir jernih dan dewasa. (h/adv)

Walikota Irzal Ilyas tinjau pasar semi modern. muncullah muntah bocor. Kondisi itu tidaklah berlangsung lama, diera Saidani memerintah, air bersih dibangun walau belum semua warga terpenuhi. Beberapa kawasan tanah dibebaskan untuk membangun fasilitas pemerintah sehingga tahap demi tahap Kota Solok makin maju. Begitu juga di era pemerintahan Masudin Anang yang memimpin dua periode juga tak ketinggalan, lihat saja pembangunan terminal Bareh Solok, dan pembangunan pertokoan Bundo Kanduang. Begitu juga di era pemerintahan Yumler Lahar/Sabri Yusni, membuat jalan 2 jalur di pasar Solok, membebaskan areal lembaga permasyarakatan yang ada di pusat Kota Solok ke Laing, membebaskan jalan lingkar. Kemudian Syamsu Rahim /Irzal Ilyas pun melanjutkan membangun Lembaga permasyarakatan di Laing, dan eks Lapas dijadikan Rungan Terbuka Hijau (RTH), melanjutkan pembangunan jalan 2 jalur.Bahkan yang tak kalah pentingnya membangun Lampu Penerangan Jalan umum (LPJU) dalam Kota Solok. Kota Solok yang sebelumnya hanya ada lampu hias dan lampu mercury di jalan utama, kini berubah menjadi lampu dengan daya watt cukup memadai sehingga Kota Solok terang benderang malam hari. Ciri sebuah kota itu semakin tampak yang ditandai lampu penerangan jalan, walau pengadaan proyek senilai Rp23 miliar itu berbau penyimpangan namun tidak ada bukti yang kuat, hanya desas desus saja karena banyak lampu jalan itu yang rusak dan bahkan tidak hidup sama sekali. Dalam 2 tahun terakhir ini di era pemerintahan Irzal Ilyas/ Zul Elfian, Kota Solok terus menggeliat, kantor DPRD dibangun di kawasan laing 2 Km dari pusat Kota Solok. Pembangunan kantor DPRD itu untuk menjawab tantangan sebuah kota karena sejak berdiri 1970 lalu, kantor parlemen Kota Solok itu selalu mengalah dan numpang-numpang saja. Barulah di era Irzal Ilyas dialokasikan dana

sebesar Rp9 miliar lebih membangun kantor DPRD yang representatif, kemudian membangun sport hall. Pembangunan gelanggang olahraga itu untuk memajukan olahraga berbagai cabang di Kota Solok, selain juga membangun pasar semi moderen Batang Lembang di eks kantor pos lama pasar Solok. Dibidang air bersih juga sedang berjalan penambahan sumber air baru di Guguk Rantau Koto baru Kecamatan kubung. Awal pembangunan dilaksanakan almarhum Indra Maidi yang meninggal mendadak beberapa tahun lalu, namun pembangunan sumber air baru dengan debit 120 liter/ detik itu terus berlanjut dan diharapkan tahun 2013 sudah eksis. Sumber air baru itu mampu menjawab kebutuhan air bersih sampai tahun 2020 walau saat ini tingkat layanan air bersih sudah 90 % dari seluruh warga yang ada. Walau menggeliat dibidang inprastruktur kota dan pembangunan fasilitas lainnya, dibidang prestasi Kota Solok tak pernah ketinggalan, baik prestasi tingkat Sumatera Barat dan Nasional tak pernah absen. Prestasi dibidang kebersihan selalu bergema ditingkat nasional, tak terhitung jumlah piala adipura yang diboyong ke Kota Solok sejak pemerintahan Saidani tahun 80 an lalu. Prestasi dibidang tertib lalu lintas dengan piala Wahana Tata Nugrahanya sampai sekarang, prestasi bidang peningkatan beras nasional, prestasi dibidang sekolah berwawasan lingkungan, dan banyak prestasi lain yang diukir Kota Solok di era Irzal Ilyas/Zul Elfian Zakir salah seorang warga Selayo yang pernah merantau ke Jakarta tahun 78 lalu, kemudian tahun 2011 pulang kampung mengaku sangat kagum akan perubahan Kota Solok.“Saya terpana dan mengguk-mangguk dengan perkembangan Kota Solok, dulu banyak bangunan rumah semi permanen dan jalan yang lebarnya 5 meter, sekarang berkembang pesat. Pembangunan ruko dan gedung-gedung pemerintah hampir menyamai dengan kota-kota lainnya di Indonesia, Kota Solok memang hebat, pembangunan sangat pesat,” katanya.

>> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Jefli


18

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

AKSEN

Sony D’Rickson artis darah Minang ini sudah melalang buana ke kancah nasional. Buktinya saja, seorang artis papan atas Popy Bunga digandengnya untuk video klip salah satu albumya. Empat album lagunya telah beredar Indonesia. Salah satu album teranyarnya hingga mendongkrak namanya di kancah nasional yakni album “Mahal”. Dimana album “Mahal” itu terjual habis sebanyak 50.000 keping. “Alhamdulilah lagu saya bisa diterima oleh semua kalangan di Indonesia. Baik dari remaja hingga kalangan orangtua, “ ujar Soni kepada Haluan. Kedekatan Sony D’Rickson dengan Popy Bunga sempat menjadi sorotan publik. Dimana mereka digosipkan mempunyai hubungan dekat dengan artis sinetron itu. Kedekatan Sony D’Rickson, dengan Popy Bunga jelas terlihat di beberapa kesempatan, terutama saat mereka manggung bersama, di sejumlah daerah di Indonesia akhir-akhir ini. Pesinetron Popy Bunga yang selama ini sangat jauh dengan dunia dangdut, sekarang malah berbalik arah 100 persen, dan Popy Bunga malah serius mempelajari musik dangdut, bersama Sony D’Rickson.

Keseriusan pesinetron, Poppy Bunga belajar musik dangdut, diakui beberapa teman dekat Popy, menurut mereka sejak Popy duet dengan pedangdut Sony D’Ricson, Poppy ini akhir-akhir ini kerap latihan vokal bersama Sony. “Kita lagi latihan karena kita ada beberapa kalinya show di Padang,” ungkap Poppy bersama Sony diselasela latihan vokal di studio Viky Sianipar, Manggarai, Jakarta Selatan. Bintang cantik yang pernah bermain dalam film “Bidadari Jakarta” itu mengakui, sejak mencoba duet dengan pedangdut Sony D’Rickson banyak permint a a n s h o w duet di beberapa daerah. “Banyak request Poppy dan Sonny nyanyi bareng makanya kita serius latihan karena aku juga belum hafal,” jelas Popy sambil tersenyum. Selain sibuk latihan untuk persiapan manggung, Sony juga tengah sibuk melakukan promosi album ketiga dengan singel “Mahal”, yang sebelumnya pernah dipopulerkan oleh pedangdut senior Meggy Z,”Latihan secara live baru kali ini, karena ini juga untuk promo album ketiga saya,” ungkap Sony Sony juga mengatakan, saat ini hubungannya dengan Popy Bunga, hanya sebatas rekan kerja saja. Namun saat Haluan menanyakan, apakah hubungan perte-

manan ini nantinya akan berubah atau statusnya meningkat, hanya ditanggapi Sony D’Rickson, yang didampingi Popy Bunga dengan senyum. Setelah album ketiganya itu, Sony kembali meluncurkan album keempatnya yang bernuansa minang remix. Album keempatnya itu telah launching di kolam berenang ABG Lubuk Minturun, Minggu (9/ 12). Sony D’Rickson yang kali ini ditemani 4 orang artis minang idol itu meluncurkan 12 lagu dengan promo lagu Kutang Barendo, dan beberapa lagu lainnya yang berikan nuansa minang remix. Sony D’Rickson mengatakan, album yang baru diluncurkan tersebut sudah beredar di pasaran, “Untuk pertama, kita sudah menyebarkan 5 ribu copy, masyarakat sudah bisa menikmati album yang keempat ini, karena sudah kita sebar ke pasaran pada hari jumat kemarin,” terangnya. Ia juga mengatakan, pada album ketiga sebelumnya yang bernuansa minang dangdut mendapatkan penjualan sekitar 50 ribu copy. “Alhamdulillah penjualan album yang ke tiga kemarin membooming di pasaran, kita juga sangat berterima kasih pada masyarakat, karena sudah mau membeli kaset VCD yang asli,” ujarnya. Selanjutnya ia mengatakan, kedepan ia memiliki rencana akan

kembali meluincurkan album yang ke lima, dengan tujuan bisa menumbuhkan kecintaan masyarakat dengan musik minang, “Saya yakin, masyarakat di minang ini masih menyukai musik minang, sebagai seniman kita akan terus berupaya untuk menampilkan gaya dan seni yang baru,” bebernya. Sementara itu, lounching album Sony D’Rickson yang ke empat tersebut disambut meriah masyarakat yang hadir di Kolam Renang ABG di Lubuk Minturun, “ I n i pertama kali saya melihat Sony D’Rickson secara langsung, sebelumnya saya hanya melihatnya di dalam televisi,” ujar Surya (34), salah seorang penggemar musik minang. Dia juga menyebutkan, sangat bangga melihat Sony D’Rickson karena masih mau menyanyikan musik minang, hal itu dikarenakan

sudah banyak kalangan muda sekarang yang menyukainya, “Kita juga heran sebelumnya, sangat jarang ada anak muda yang mau mempopulerkan

m u s i k minang, tentu kita s a n g a t mendukung karya dari Sony D’Rickson, kalau bisa sampai menjadi artis nasional dengan musik minangnya,” harap Surya. (h/nas)

NIRINA-ERNEST

KOMPAK NGURUS ANAK TAK muda bagi artis Nirina Zubir untuk menjalankan dua peran sekaligus. Selain sibuk syuting, Nirina juga sibuk mengurus kedua buah hatinya, Zivara Ruciragati Sharief dan Elzo Jadden Anvaya. Tapi sejauh ini ia tak mengalami kesulitan karena sang suami, Ernest Cokelat, bersedia bekerja sama mengurus anak. “Karena memang untuk urusan anak, aku sama Ernest kompak untuk merawat mereka bareng. Jadi, enggak ada masalah kalau salah satu diantara kita lagi sibuk,” tutur Nirina saat dijumpai

Bolot Mengadu ke kak Seto

di, Jakarta Pusat, Kamis (13/12) malam. Bintang film 30 Hari Mencari Cinta ini juga memiliki cara tersendiri dalam mengurus dua anaknya. Nirina pun bersyukur karena punya suami yang sangat pengertian. “Simple, siapa yang lagi free dia yang ada sama anak-anak, kalau suami tur anak-anak ikut sama saya begitu juga sebaliknya, kan lumayan kayak ilmu pengetahuan juga kan di alam pengetahuan berbeda, saya di film, Ernest di musik. Biar anak-anak saya tambah pintar,” harap Nirina. (h/ccm)

KIKI AMALIA DITUDING MATRE MENGEJUTKAN, Markus Horison menggugat cerai Kiki Amalia ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan, sejak 10 Desember lalu. Beredar kabar, perceraian pasangan yang sudah dikaruniai satu anak itu karena soal ekonomi. Kiki dianggap terlalu materialistis alias matre. Hal ini membuat pihak Kiki yang diwakili oleh guru spiritualnya, Umi Nung, berang. “Kiki dibilang matre, Umi enggak terima. Kenapa Umi enggak terima, karena Umi tahu betul, walau Kiki enggak keluar dari rahim Umi, tapi sudah seperti anak Umi,” kata Umi Nung saat dihubungi via ponsel, Rabu (13/12). Umi Nung menyayangkan adanya fitnah yang dialamatkan pada

MUHAMMAD Sulaeman alias Bolot mengadu kepada pemerhati anak, Seto Mulyadi atau Kak Seto atas tuduhan mengeroyok pemuda bernama Rangga Putra Sadewa. Bolot meminta agar Kak Seto ikut menyelesaikan tuduhan itu dengan jalur damai. “Ini kan menyangkut kekerasan, baik itu kepada cucu Haji Bolot, maupun Rangga. Seberapa jauh, toh mereka kan masih keluarga, kalau memang masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan, damai kenapa tidak?” ujar Kak Seto saat mendatangi Polsek Ciputat, Kamis (13/12). Kak Seto menambahkan bahwa dirinya saat ini mencoba untuk membuka komunikasi dengan pihak Rangga. Ia pun merencanakan untuk bertemu kuasa hukum Rangga dalam waktu dekat ini. “Saya juga ingin mendapatkan laporan mengenai apa yang sebenarnya terjadi, apa y a n g sudah dilaporkan pak Saleh lawyer Rangga, dan apaapa saja yang diperlakukan adik Rangga,” jelasnya. Sebelumnya Rangga telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Ciputat. Anak Bolot, Mulyadi dan menantunya, Surya yang terlibat dalam kasus pengeroyokan itu sudah ditahan. Sementara Bolot belum menjalani pemeriksaan. (h/ccm)

Kiki. Dia berkeyakinan bahwa Kiki adalah sosok wanita yang mandiri dan tidak menggantungkan materi dari orang lain. “Kiki itu bukan anak manja, bukan anak yang morotin. Jangan yang enggak ada diada-adain, itu namanya fitnah,” tegasnya. “Kalau Kiki matre enggak dapat Markus. Dapat pejabat yang duitnya enggak berseri,” lanjutnya berapi-api. Kiki sendiri masih bungkam. Umi Nung mengatakan jika ia terus menangis saat mengetahui Markus menggugat cerai. Karena, pada dasarnya Kiki menolak untuk bercerai dan ingin menikah sekali seumur hidup. Begitu juga dengan Markus yang belum memberikan keterangan dan diketahui tengah berada di Medan. (h/ccm) >>

Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Jefli


19

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

UKM

WARUNG es cendol Berkat Yakin Pattimura

Es Cendol ini begitu terkenal di Kota Padang. Tak heran jika tempat ini selalu ramai dikunjungi pembeli, terutama pada saat makan siang.

KARYAWAN sedang melayani pembeli

PEMBELI sedang menikmati es cendol Berkat Yakin Pattimura

PEMBELI sedang menikmati es cendol

Es Cendol Berkat Yakin Pattimura ini letaknya persis di simpang tiga antara jalan Ahmad Yani dan Patimura tepat di depan RS Selaguri. Di tempat ini tidak hanya disediakan es cendol, tetapi juga berbagai menu lainnya seperti tahu Sumedang, mieso, mie ayam, dan soto. Saat Haluan mampir mencicipinya, warung es cendol sedang ramai pembeli, mulai dari anak-anak sekolah sampai para pekerja kantoran. Hal ini juga bisa dilihat dari banyaknya jejeran mobil dan motor yang parkir di depan kedai es cendol ini. Sementara itu, para karyawan juga terlihat sibuk melayani permintaan pembeli. Mereka bekerja dengan sangat gesit dalam melayani pembeli agar tidak perlu menunggu pesanan terlalu lama. Harga menu makanannya juga sangat terjangkau. Untuk harga es cendol Rp5.000/gelasnya, es rumput laut Rp4.000/gelas, dan sate Rp12.000/porsi. Dengan harga yang terjangkau tersebut, pengunjung sudah bisa kenyang dengan menumenu yang ditawarkan di tempat ini. Pemilik usaha Cendol Pattimura ini adalah Jhoni Efendi. Dulu, pria tersebut hanya seorang karyawan di sana. Dengan tekun, dia menjalankan rutinitas pekerjaannya, mulai dari membuat cendol sampai cara menyajikannya. Hingga akhirnya pria itu dipercaya memegang amanah melanjutkan usaha Cendol Pattimura. “Setelah majikannya me-

KARYAWAN medracik cendol

SATE merupakan menu tambahan yang disajikan es cendol Berkat Yakin

PEMBELI tengah menikmati es cendol

KARYAWAN memasukkan cendol ke gelas, siap untuk disajikan ninggal, Pak Jhoni mengambil alih usaha cendol ini, karena anak majikannya tidak mampu untuk meneruskan usaha ayahnya,” terang Penanggung Jawab Es Cendol Berkat Yakin, Agusnedi kepada Haluan. Setelah mengambil alih usaha tersebut, Jhoni pun melakukan perubahan-perubahan, seperti menukar nama usahanya menjadi Cendol Berkat Yakin. Dalam menjalankan usaha, memang tak selamanya berjalan mulus seperti harapan. Sejumlah tantangan pun dihadapinya. Jhoni mampu melewati semua tantangan itu, hingga usaha cendolnya perlahan namun pasti terus berkembang. Perjuangan untuk pengembangan usaha terus dilakukan dengan segala kreatifitas dan upaya maksimal. “Dengan keyakinan yang kuat, Pak Jhoni terus berusaha keras dalam membuat

usaha cendol ini maju,” tutur Agusnedi lagi. Usaha Cendol Berkat Yakin berdiri sejak tahun 1990. Awalnya tempat berjualan es cendol ini berlokasi di depan tempat berjualan saat ini. Penjualan Es Cendol Berkat Yakin mengalami puncaknya pada tahun 1995. Dalam seharinya omset yang diraih Jhoni bisa mencapai Rp5 Juta. “Dalam sehari, Es Cendol Berkat Yakin bisa menjual sebanyak 800 gelas sampai 1.000 gelas. Memang jualan es cendol ini sangat tergantung faktor cuaca. Kalau cuaca panas, biasanya penjualan kami semakin meningkat,” tutur pria 41 tahun ini. Selain itu, kenikmatan dan kesegaran yang dihadirkan oleh es cendol ini juga menjadi daya tarik utama bagi pembeli. Untuk bahan baku yang digunakan, Es Cendol Berkat Yakin memproduksi cendolnya sendiri.

Hal ini demi menjaga mutu cendol yang akan dijualnya. “Kami membuat cendol sendiri, mulai dari beras sampai menjadi cendol. Hal ini kami lakukan agar mutunya terjamin,” tambahnya. Di samping melayani pengunjung di tempat, Cendol Berkat Yakin juga menerima pesanan untuk acara resepsi pernikahan, ulang tahun, maupun acara-acara lainnya. Walaupun sudah lama hadir dengan nama Es Cendol Berkat Yakin tetapi masyarakat lebih mengenal es cendol ini dengan nama “Es Cendol Patimura”. Pengunjung yang biasa datang ke tempat ini tidak hanya dari Kota Padang tetapi dari kota lain. “Alhamdulillah sampai saat ini, Es Cendol Berkat Yakin makin dikenal orang-orang, tidak hanya di Padang tetapi juga di Kota lain,” tutur Agus tersenyum.

Pada saat awal berdiri, Es Cendol Berkat Yakin hanya mempekerjakan sebanyak tiga orang karyawan. Sekarang karyawannya sebanyak dua belas orang. Untuk jam operasional, Es Cendol Berkat Yakin buka dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB setiap harinya. Untuk menjangkau pelanggan di tempat lain, Es Cendol Berkat Yakin juga memiliki cabang di Pasar Baru tepatnya seberang Sentral Pendidikan BRI. Ke depannya, Es Cendol Berkat Yakin belum ada gambaran untuk membuka cabang di daerah lain. “Hal ini karena sebelumnya pernah ada niatan untuk membuka cabang di kota lain, tetapi karena calon mitranya ingin merobah resep khas dari cendol ini, maka niat untuk membuka cabang segera diurungkan,” kata Agus. Kendala terberat yang pernah dihadapinya selama menjalankan usaha adalah usai gempa di tahun 2009 lalu. Ketika ekonomi masyarakat seakan lumpuh tak berdaya. Setelah gempa itu, terjadi penurunan omset yang cukup signifikan menjadi Rp3 juta per harinya. Untuk menjaga hubungan dengan pelanggan, maka kepada karyawannya selalu ditekankan soal pelayanan kepada pembeli, seperti soal keramahan dan kebersihan. Dengan keramahan dan kebersihan yang dihadirkan kepada pelanggan maka hal tersebut akan terus diingat oleh pelanggan. Ia berharap untuk kedepannya usaha ini dapat terus berkembang dan juga menjadi favorit masyarakat. “Alhamdulillah sampai saat ini usaha kami terus berkembang dan sudah dikenal oleh masyarakat Padang. Semoga untuk kedepannya kami dapat mengembangkan usaha kami hingga ke luar kota,” katanya. (***)

>> Editor: Devi Diani

>> Penata Halaman: Syahrizal


20

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

PERSONAL

ALDI bersama Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Walikota Padang Fauzi Bahar

MENTERI Koordinator Perekonomin RI Hatta Radjasa saat melihat rumah yang akan dibedah

ALDI YUNALDI

Perjuangkan Masyarakat lewat Organisasi „ LAPORAN:

DEVI DIANY

S

OSOK muda yang energik, penuh semangat dan kreatifitas. Begitu kesan yang didapat ketika pertama kali bertemu dengan Aldi Yunaldi. Dia dikenal sebagai pendiri organisasi kemasyarakatan (Ormas) Warga Padang Cinta Damai (WPCD) sekaligus sebagai ketua umumnya. Kiprah pria kelahiran Padang, 23 Juli 1967 ini dalam berorganisasi, ternyata bukan kali ini saja. Karena dunia organisasi ternyata sangat lekat dengan dirinya. Jauh sebelum membentuk WPCD, Aldi sudah malang melintang di sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Padang bersama kawan-kawannya. Sepak terjangnya di LSM ini sudah dirasakan banyak pihak. “Saya sangat suka berorganisasi. Sebelum mendirikan WPCD, saya aktif di sejumlah LSM yang ada di Kota Padang ini, seperti LSM Lilin bergerak di bidang lingkungan, Aliansi Advokasi LSM Sumbar memperjuang-

kan spin off PT Semen Padang, berusia 3 tahun, putra pasa- terus menggeliat. Dukungan dan LSM lainnya,” kata ayah ngan Syamsuar St.Mudo dan keluarga pun mendari 3 orang anak ini. Siti Rosma ini bertekad akan jadi salah satu peSebagai aktivis, tentu membesarkan organambah semangat tekanan demi tekanan sering nisasi yang dalam seluruh akditerimanya. Tekanan itu tifitasnya. bahkan sudah menjadi Dalam memmakanannya sebesarkan orgahari-hari. nisasi, agaknya Karena mekemampuan mang, LSM Aldi tak perlu dan Ormas diragukan itu bagian tulagi. Pengagasnya mengalamannya wasi jalannya malang pembangunan melintang agar tepat sadi dunia saran dan dinikL S M mati masyarakat. menjadi Bila ditemukan bekal kekeliruan dalam baginya pat. ra r la pelaksanaannya, tenuntuk megge i men a s u D tu akan dikritisi. mimpin Ormas terWPC nggota Tetapi tidak semua sebut. Namun antara keduaama a rs e b bisa menerimanya dan d i p i m - nya, LSM dan Ormas tentu Ali sebagian lainnya mempinnya itu dan memiliki perbedaan. balas dengan ancaman. menjadi kebanggaan mas“Bila di LSM, kita mungkin Namun sedikitpun yarakat Kota Padang. Apalagi tak perlu membangun konsdia tak gentar menghada- hingga saat ini, WPCD menjadi truksi organisasi dari atas pinya. Apalagi sampai saat satu-satunya Ormas yang lahir hingga ke bawah dan LSM ini tekanan itu masih berupa dan besar di Padang serta bisa dibentuk oleh beberapa ancaman psikis yang dikirim memiliki kepengurusan hingga orang saja. Tetapi Ormas dalam bentuk pesan singkat ke tingkat akar rumput. menghimpun banyak orang, ke telepon genggam. SedangDisamping aktif berorga- konstruksi organisasi harus kan tekanan yang berupa fisik, nisasi, Aldi juga tercatat dibangun dan mengakar sambelum pernah diterima ayah sebagai salah seorang pe- pai ke bawah,” kata anak ke dari Tito Putra Aldiro, Cipta ngusaha muda yang sukses. 6 dari 9 bersaudara ini. Putri Aldiro dan Ghalib Bay Bisnisnya di bidang digital Program yang diusung pun Hakkiu Putra Aldiro ini. printing dengan bendera CV tak perlu muluk-muluk, lanKini bersama WPCD yang Pola Cipta Mandiri (PCM), jutnya. Yang penting program

ALDI Yunaldi mendampingi Menko Perekonomian Hatta Radjasa saat penanaman pohon

ALDI saat menghadiri rapat WPCD di tingkat kelurahan

itu manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas dan mereka terlibat didalamnya. Salah satunya dengan melakukan bedah rumah masyarakat yang tak layak huni. Sebab masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni. Bila dihitung secara kasar, dalam setiap kecamatan di Kota Padang, sedikitnya terdapat 100 unit rumah tidak layak huni. Pemandangan seperti ini paling banyak ditemukan di daerah nelayan. Mereka butuh bantuan, karena penghasilan yang mereka terima tidak akan pernah bisa untuk membangun sebuah rumah. Selain itu juga mendukung program pemerintah di bidang penanaman pohon 1 miliar. Alumni Pasca Sarjana UBH 2010 ini, menggerakkan masyarakat untuk menanam pohon. Menteri Koordinator Perekonomian RI Hatta Radjasa pun sengaja datang dalam kegiatan ini di Pasia Sabalah, Padang. Kepeduliannya pada masyarakat pinggiran ini, pernah diragukan banyak kalangan. Bahkan organisasi yang dipimpinnya itu disebut tunduk dan menjadi corong pembela kepentingan pemegang kekuasaan. Apalagi semua orang juga tahu kalau dirinya ketua tim sukses Fauzi Bahar pada Pilkada Gubernur beberapa waktu lalu. Menurut pria berkumis lebat ini, Ormas yang dipimpinnya tak berpihak kepada siapa pun. Meski kebijakan Walikota Padang sekalipun, bila dinilai bertentangan kepentingan masyarakat dan tidak aspiratif akan dikritiknya disertai dengan alasan dan hasil kajian yang dilakukan. (***)

The First FeMale Station in Padang

Lansek Manih FM (LANIS FM) Frequensi (FM) 93,6 MHz (FM) Power Suport 1000 Watt ( Blues 30 NV) Alamat Studio/Office : Jl.Sudirman No.191 Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Telp. ( 0754) 20173-20553 Fax. 0754.20158 Email : lansekmanihfm@yahoo.co.id LANSEK MANIH FM “ Penyampai Informasi Pembangunan dan Penyejuk Hati Anak Nagari” >> Editor : Devi Diany

>> Penata Halaman : Irvand


21

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

KESEHATAN

Tetap Fit dan Produktif di Usia Tua

>>>>>>>Tips Sehat di Usia Lanjut BERIKUT ini ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar tetap sehat di usia lanjutantara lain : 1.Tidur 6 - 8 jam setiap hari Manusia memerlukan istirahat antara 68 jam setiap harinya, tidak terkecuali Lansia. Meskipun usia telah senja, tetapi istirahat harus dilakukan secara teratur sehingga dapat mengembalikan kondisi tubuh. Dengan tidur yang cukup, maka tubuh dapat melakukan ecovery terhadap sel-sel yang rusak. Tidur antara 6-8 jam bisa meningkatkan kualitas hidup Lansia, karena dengan tidur yang cukup dapat menghindarkan stres sehingga penyakit yang disebabkan oleh stres bisa diminimalisir. 2. Minum air putih 3 - 6 gelas setiap pagi hari Setiap hari tubuh manusia mengeluarkan 1,5 liter cairan tubuh, oleh karena itu untuk mencukupi kebutuhan air dalam tubuh, Lansia harus minum minimal 3-6 gelas air di pagi hari. Memang khasiat minum air sangat baik untuk kesehatan ginjal dan bagian tubuh yang lainnya. 3. Jalan kaki 15 menit setiap pagi Berolahraga memang sangat diperlukan untuk menjaga kebugaran tubuh. Meskipun berusia lanjut, tetapi olahraga harus tetap dilaksanakan secara rutin sehingga tubuh Lansia tetap bugar dan sehat. Tentu saja Lansia akan merasa kesulitan apabila melakukan olah raga berat seperti sepak bola dan yang lainnya. Hal ini disebabkan karena kondisi fisik Lansia yang semakin menurun bila dibandingkan pada saat usia muda dulu. Olahraga ringan yang dapat dilakukan Lansia antara lain berjalan kaki selama 15 menit. Selain mudah dilakukan, berjalan kaki juga tidak menghabiskan banyak biaya karena jalan kaki selama 15 menit dapat dilakukan di sekitar komplek rumah. 4.One day one apple (Satu hari satu apel) Setiap hari Lansia diusahakan untuk dapat memakan satu buah apel, karena apel merupakan salah satu anti oksidan yang sangat baik. Selain itu terdapat berbagai manfaat yang dikandung apel, diantaranya memperlancar pencernaan, membersihkan paru-paru dan menurunkan kolesterol. 5. Konsumsi makanan yang mengandung Vitamin dan Mineral Mencegah berbagai penyakit harus diusahakan, terutama bagi Lansia. Maka dari itu alangkah baiknya para Lansia mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin atau mineral, seperti buah-buahan, sayuran, kacangkacangan, biji-bijian, ikan, daging, susu dan produk susu, telur, hati, dan sebagainya. 6. Memperbanyak Senyum dan Tertawa Sebagai Lansia tentu saja banyak aktifitas yang berkurang bila dibandingkan pada saat muda dulu. Hal tersebut tentu saja menimbulkan stres bagi sebagian besar Lansia, karena stress, bisa menimbulkan LDL (Low-Density Lipoproteins / Lemak Jahat) bagi Lansia. Lansia harus memperbanyak senyum dan tertawa karena dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Apabila seseorang bahagia, maka hormon Endorin meningkat sehingga kekebalan tubuh akan meningkat. Tidak hanya itu banyak manfaat baik yang diperoleh dari tertawa dan tersenyum diantaranya meningkatkan HDL (High-Density Lipoproteins / kolesterol baik) dalam tubuh, apabila Lansia mempunyai wajah yang selalu tersenyum, maka akan mempunyai banyak teman sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. (h/kcm)

MENJADI tua memang tidak bisa dicegah. Meski begitu, banyak orang tidak siap memasuki usia lanjut. Bagi mereka, masa tua bak momok yang menakutkan, karena khawatir tidak bisa lagi melakukan hal produktif dan berguna. Maklum saja, saat usia memasuki senja, banyak organ tubuh mu-

lai mengalami penurunan fungsi. Misalnya mata menjadi rabun, tubuh cepat lelah, serta daya ingat turun alias pikun. Tubuh pun menjadi gampang sakitsakitan. Bila ini terjadi, tentu bakal menguras keuangan. Inilah yang membuat orang cemas masa tuanya hanya akan merepotkan beban keluarga. Padahal, tak selamanya saat usia bertambah senja, kesehatan kerap mengganggu. Banyak juga kok, orang lanjut usia (lansia) yang tetap fit, produktif, berguna dan mandiri. Nah, hidup sehat di masa tua ini bisa diusahakan. Salah satu caranya. menerapkan

gaya hidup sehat sejak muda. Djoko Maryono, Dokter Spesialis Internis dan Kardiologis menjelaskan, ada dua hal yang membuat lansia gampang jatuh sakit. “Itu disebabkan penuaan sel tubuh dan akumulasi gaya hidup ketika muda,” katanya. Gaya hidup tidak sehat bisa mempercepat terjadinya penuaan sel-sel tubuh. Gaya hidup itu mencakup pengaturan pola makan, ditambah dengan olahraga dan istirahat cukup. Jika gaya hidup selagi much tidak teratur, maka proses kerusakan sel di usia tua lebah cepat terjadi. Sebab, pola makan dan gaya hidup tidak sehat itu bisa memicu radikal bebas masuk ke dalam tubuh. “Radikal bebas ini menimbulkan kerusakan di berbagai bagian sel,” kata Djoko. Semakin banyak radikal bebas masuk ke dalam tubuh, akan semakin banyak sel yang mengalami kerusakan. Kebutuhan kalori pada lanjut usia (lansia) tergantung dari usia, tinggi badan, berat badan, aktivitas, dan ada tidaknya penyakit yang menyertainya. Sejalan dengan bertambahnya usia, metabolisme tubuh dan kemampuan organ cerna akan menurun sehingga asupan makanan dan minuman yang berlebihan bisa menjadi beban kerja bagi organ-organ tubuh yang juga telah lansia. Umumnya perubahan komposisi tubuh yang terjadi adalah komposisi lemak yang meningkat, komposisi cairan tubuh yang berkurang, komposisi otot yang menurun disertai penurunan massa tulang. Pada lansia terjadi penurunan dari aktivitas organorgan yang saya sebutkan tadi. Hal ini perlu diperhatikan agar pemberian nutrisi pada lansia disesuaikan

dengan kebutuhannya, agar kualitas kesehatannya tetap terjaga dengan baik. Penurunan berat badan (BB) pada lansia merupakan faktor yang harus diwaspadai, karena mempengaruhi angka kematiannya. Penelitian yang dilakukan di sebuah Panti Werdha menunjukkan lansia yang mengalami penurunan BB lebih dari 10% dalam waktu 6 - 36 bulan, didapatkan angka kematiannya sebesar 62% dalam jangka waktu 3 tahun, sedangkan pada lansia yang tidak mengalami kehilangan BB angka kematiannya hanya sebesar 42% dalam kurun waktu yang sama. Oleh karenanya dukungan nutrisi yang kuat pada lansia merupakan hal yang sangat penting untuk tetap mempertahankan kualitas hidup dan kesehatan yang optimal. Nutrisi yang diberikan, kata Inayah harus disesuaikan dengan nafsu makannya, suasana makan, jenis makanan, dan cara pemberian makanannya. Pada beberapa lansia ada yang mempunyai nafsu makan yang berlebih, hal ini memberikan dampak yang kurang baik karena sejalan dengan bertambahnya usia, metabolisme tubuh yang telah menurun, kemampuan organ cernapun menurun. Antioksidan Untuk menahan serangan radikal bebas, diperlukan antioksidan. Antioksidan akan melindungi sel dengan menangkap radikal bebas, sehingga molekul yang tadinya berbahaya tidak mengancam sel-sel dalam tubuh lagi. Antioksidan ini bisa diperoleh dari makanan yang sehat seperti sayuran dan buahbuahan. Selain itu, antioksidan bisa didapatkan dari produk lebah dan lidah buaya.

Namun, tidak semua orang bisa memenuhi kebutuhan antioksidannya. Maklumlah, gaya hidup masa kini semakin menjauhkan orang dari pola makan sehat. Kalau tidak bisa dipenuhi dari asupan makanan, kita bisa mendapatkan antioksidan dari suplemen makanan. Djoko mengingatkan, seseorang sebaiknya mengonsumsi antioksidan sejak masa produktif. Tujuannya, untuk menjaga kebugaran sel dan organ tubuh hingga tua. Suplemen makanan untuk lansia bisa dikonsumsi oleh seseorang yang memasuki usia 40 tahun. Namun, jika diperlukan, usia 35 tahun juga sudah bisa mengonsumsi suplemen ini. Suplemen makanan ini juga diperlukan oleh orang tua. Soalnya, fungsi organ tubuh pada lansia menurun mulai, dari fungsi sel, hormonal dan pencernaan. Alhasil, makanan yang dikonsumsi lansia tidak dapat terserap dengan baik oleh tubuh. Penurunan fungsi organ ini juga membuat lansia tidak bisa mengonsumsi makanan terlalu banyak. Lagi pula, para lansia memang disarankan untuk mengurangi porsi makannya. Sebab, asupan makanan yang berlebih justru akan memboroskan penuaan sel. “Prinsipnya gizi yang cukup dan tidak berlebihan,” kata Djoko. Para lansia perlu mengkonsumsi suplemen makanan. Suplemen makanan yang dikonsumsi sebaiknya mengandung vitamin C. “Vitamin C akan membantu menyerap vitamin dan mineral lain yang dibutuhkan tubuh,” kata Djoko. Untuk lansia, suplemen ini sebaiknya dilengkapi juga dengan mineral lain, seperti vitamin B kompleks, vitamin D,omega 3 atau ginko biloba. (h/berbagai sumber)

Bila Orangtua Memasuki Usia Senja SEBAGAI seorang anak, sudah menjadi kewajiban kita untuk berbakti pada orangtua. Terlebih lagi jika orangtua kita sudah berusia lanjut, dimana biasanya kondisi tubuh mereka mulai lemah dan sakit-sakitan. Untuk itu, perlu kiranya kita sebagai anak mengetahui bagaimana cara merawat orangtua dengan baik. Pada kesempatan kali ini, akan dibahas mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan permasalahan kesehatan yang biasa terjadi pada orang yang telah lanjut usia dan bagaimana kita bisa membantu mereka dalam menjalani hari-hari di usia senja. Bertukar Peran Kita perlu memahami bahwa setiap fase dalam hidup kita akan terus berjalan dan mengalami perubahan. Jika dulu orangtualah yang mengasuh kita sewaktu kecil dengan penuh ketelatenan, kini tiba saatnya kita membalas budi baik mereka dengan merawat mereka ketika telah lanjut usia. Proses “bertukar peran” ini merupakan hal yang sangat wajar dan perlu kita syukuri.

Proses Penuaan Banyak perubahan yang terjadi pada berbagai organ tubuh yang bisa kita temui pada orang yang berusia lanjut, seperti : kemampuan penglihatan dan pendengaran berkurang, jantung menjadi agak membesar, penggunaan oksigen secara maksimal makin menurun, tekanan darah meningkat, dinding pembuluh darah arteri meningkat, massa otot serta daya genggam tangan menurun, kapasitas pernapasan maksimal menurun, otak mengalami kemunduran serta kerusakan sel-sel saraf, daya tampung kandung kemih menurun sehingga makin sering kencing (bahkan kadang sampai mengompol), dan ginjal makin kurang efisien dalam membuang limbah dari aliran darah. Kondisi-kondisi seperti inilah yang akan memunculkan banyak permasalahan kesehatan pada orang yang lanjut usia. Apa yang Bisa Kita Lakukan? Dalam merawat orangtua yang telah lanjut usia, kita perlu

mengetahui beberapa hal penting sebagai berikut: · Niatkan untuk mencari keridhoan Allah subhanahu wa ta’ala. · Bertutur kata dan bersikap lembut. · Berolahraga bersama. · Menemani orangtua menjalankan kegiatan kesukaan mereka. Dukung dan temani orangtua kita untuk melakukan hobinya, seperti misalnya berkebun, menyulam, atau membuat kue. Dengan demikian, orangtua akan terhindar dari stres dan bisa mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang bermanfaat. · Menyiapkan menu makanan sehat. · Rutin memeriksakan kondisi kesehatan orangtua. · Jangan sepelekan keluhan orangtua. Walaupun terkesan sepele, keluhan dan curahan hati mereka pantas untuk kita dengar dan perhatikan. Terutama jika menyangkut keluhan seputar kesehatannya. Hal ini mengingat beberapa masalah pada orang berusia lanjut bisa berakibat

fatal jika tidak segera ditangani. · Banyak belajar dan berlatih. Kita bisa menambah ilmu dengan membaca buku yang membahas tentang perawatan orang sakit di rumah. Selain itu, kita juga bisa bertanya bahkan berlatih tentang cara merawat orang sakit dari perawat atau dokter di sekitar kita. Misalnya, tentang bagaimana meminumkan obat yang benar, bagaimana cara membersihkan luka, mengganti perban, dan lain-lain. Terlebih lagi jika orangtua kita hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur, maka kita harus tahu bagaimana caranya mengganti posisi mereka (memiringkan, mendudukkan) supaya tidak terjadi ulkus decubitus (luka pada kulit karena terlalu lama berada pada posisi tertentu sehingga mengalami tekanan pada tempat yang sama). · Mengingatkan orangtua untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Mengasihi Orangtua dengan Setulus Hati Dalam merawat orang yang

telah lanjut usia, kita perlu tahu bahwa kondisi mereka sudah tidak sesehat dan sekuat ketika masih muda. Oleh karena itu, kita perlu belajar dan banyak bertanya pada ahlinya, supaya dapat melakukan perawatan dengan benar. Selain perawatan secara fisik, kita tidak boleh melupakan perlunya perlakuan dan sikap yang baik pada orangtua. Mengucapkan kata “Ah” kepada orangtua tidak dibolehkan oleh agama, apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu. Terlebih lagi, orangtua yang telah berusia lanjut biasanya mengalami perubahan perilaku dan lebih peka terhadap sikap atau ucapan yang kasar. Untuk itu, dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam merawat mereka. Demikian penjelasan singkat mengenai perawatan orang tua yang telah lanjut usia. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi bekal bagi kita untuk berbakti pada orangtua. (h/Avie Andriyani)

>> Editor : Nova Anggaraini

>> Penata Halaman : Rahmi


22

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

S ENI PUISI

Kiki Sulistyo

Pil Tidur telah kuhitung domba-domba terapung sebelum malam merambat semakin lambat di atas meja sebutir pil pilu dan malu pada cahaya lampu dari luar kamar

Lubang Ekor Oleh Deddy Arsya

O

aku angankan telunjuk menekan lekuk ini pada sebutir malam yang dalam barangkali seusai kokain, wiski ganda dan halaman pertama kitab suisida

RANG-orang di kampung kami berdebat tentang siapa sebenarnya yang membuat lubang-lubang itu? Ada yang mengatakan, jauh sebelum huru-hara terjadi, orang-orang komunis telah menyiapkan lubang-lubang untuk membenamkan guru-guru kami. Dalam rapat-rapat rahasia, mereka memerintahkan kepada seluruh anggota partai untuk membangun lubang di belakang rumah mereka sendiri. Tetapi seorang di antara mereka yang aku tanya di kemudian hari berkata, pembuatan lubang-lubang itu adalah program partai dalam rangka bersih desa. Sampahsampah rumah tangga dibakar dan dikubur dalam lubang itu. “Tak ada hubungannya dengan guru-guru kalian!” Beberapa orang lagi yang kutanya mengatakan, tentara memerintahkan organisasiorganisasi pelajar untuk menggali lubang-lubang itu. Soal yang terakhir ini, orangorang di kampung kami juga tidak satu pendapat. Ada yang mengatakan kalau para pelajar hanya disuruh menjemput ‘orang-orang itu’, tidak pernah diperintahkan menggali lubang-lubang. Lubang-lubang itu, tentara-tentara itu yang menggali. Tapi, tidak, tidak, orangorang komunis itu sendirilah yang diperintahkan tentara untuk menggali lubang untuk membenamkan diri mereka sendiri. Tapi tidak, tidak, kata setengah lagi. Yang sebenarnya terjadi adalah tentaratentara mengumpulkan beberapa petani dan menaikkan mereka ke atas truk. Petanipetani itu dibawa untuk menggali lubang di banyak titik, di banyak tempat, di kampung kami. Sampai catatan ini aku tulis, belum tercapai kata sepakat tentang siapa sebenarnya yang menggali lubanglubang itu. Bukan hanya lantaran kata sepakat untuk persoalan ini tidak perlu terjadi karena tidak ada gunanya, tetapi juga karena orang-orang di kampung kami telah lama tidak enak hati membicarakan perihal lubanglubang itu. Semacam rahasia

tergeletak di ranjang, mendengar lengking saksofon dari gramofon tua yang mengkilat tepi-tepinya itu lagu murung perihal minggu kelabu dengan lirik bulan-anggur gugur di harbour

Cerita tentang Kamus yang Naik Kereta Api

sudah lama aku tak menerima tugas begini rupa

T

aku sedang senang sebab bab-bab tidurku telah hampir akhir tidur yang penuh domba tak terhitung tidur yang mazmur dan makmur usia tak perlu kubatalkan aku hanya perlu menjahit kenangan menjadikannya baju salju juga saputangan jika ada sisa tangan waktu pil itu pilu dan tinggal satu seperti juga aku mulut tabung yang terbuka tak mampu menjangkaunya seperti juga mulut dunia tak bisa lagi padaku berkata-kata 2011

Sungai dan Puisi pagi jahat seekor pengerat antara samaran dan goyang pucuk ilalang aku dengar litani singkat ketika sayap kaca ini terentang ah, pengerat telah minggat nyatanya manakala serombongan bidadari terjun kemari pada jalan setapak ada semak tersentak ular beludak sementara sebutir jakun naik-turun di leher kalian yang mengintip bidadari mandi dari balik puisi ini. 2011

Kartu Judi aku harga mati untuk hidup hari ini pemberi madu pada keberuntungan dadu aku pengantar arwah pulang rumah tubuhku rekah di bawah lampion merah aku pecinta mereka yang cendekia menafsir keajaiban sembilan angka kuserap seluruh peluh para pekerja agar mereka bersuka dalam lupa aku penyaksi peristiwa mimpi dalam mata pegadang yang makin terang akan tamat sebuah riwayat bila sepasang angka tinggi jatuh di meja 2011

Soliloqui Pelatuk

aku inginkan gemetar jari pada gagang ini rintik detik antara bimbang dan kepalang menerka mana lebih segera memecah batok kepala atau mengarahkan moncong ke nganga rongga terlalu dalam sebenarnya rangkulannya hingga teramat kelam pula merah yang tiba aku selesai, ia sampai, dan kami abadi setidaknya dalam sebuah berita di koran pagi 2011

Lonceng Januari apa yang lebih sedih dari lonceng januari bilamana bayangan burung tergaris di rumput pengantar koran mengayuh sepeda dengan sisa-sisa air berlepasan dari mantelnya januari seperti kereta menunggu pergi tanpa penumpang tanpa peluit panjang karcis tertahan di loket baru dan harum belum sempat tercoret apa yang lebih sedih dari lonceng januari bilamana kabar-kabar seberang menipis di udara uap danau sampai ke beranda dan sepasang jompo melamunkan malam-malam walsa 2011

Kiki Sulistyo, lahir di Kota Ampenan, Lombok, 16 Januari 1978. Puisinya terbit di pelbagai surat kabar dan buku antologi bersama, antara lain Kompas, Jurnas, Jawa Pos, Suara Merdeka, Pikiran Rakyat, Bali Post, Padang Ekspres. Bekerja pada Departemen Sastra, Komunitas Akarpohon, Mataram, Nusa Tenggara Barat

Biodata: Liza Samakoen, penyair tinggal di Jakarta.

IDAKKAH kita punya kamus untuk mencari tahu? Mencari satu kata saja yang maknanya persis sama atau kegunaannya tak begitu jauh berbeda? Satu kata saja di antara begitu banyak himpitan kata, beribu berjuta bermilyar bertriliun jumlahnya. Kata-kata yang saling menindih menopang menggencet kawan mereka sendiri. Kawan satu rumah, satu ruangan, satu paviliun. Rumah yang bernama kamus. Rumah yang bisa juga berarti bahasa. Kawan satukesatuan turus, satukesatuan abjad, satu kesamaan pada huruf awal. “Kita sedang mencari, Marissa!” ibunya membisikinya. Tetapi sesungguhnya ibunya sedang berteriak ke telinganya. Kamus bahasa daerah kita yang baru saja diterbitkan Balai Bahasa? Bocah bisu itu menggeliat, ia ingin beranjak, pergi bermain ke rumah nenek, nun selemparan batu saja dari sana. Tapi ibunya menarik tangannya, “Marissa harus pandai berbahasa!” Ia bisu, untuk apa pandai berbahasa? Ia masuk sekolah dasar luar biasa di kota itu. Sudah hampir tiga minggu. Ibunya mengantarjemputnya setiap pagi dan tengah hari. Ibunya terus mencari. Ia seperti berbicara

yang harus ditutup rapat-rapat. Semacam luka yang tidak boleh lagi ternganga. Tetapi mereka sepakat untuk satu hal, bahwa lubanglubang itu pernah ada. Ke dalam lubang-lubang itu orangorang pernah dilemparkan tidak bernyawa. Meskipun ada

pula yang mengatakan orangorang itu tidak dilemparkan ke dalam lubang seperti melemparkan batu ke sungai. Orang-orang itu, sebelum mereka mati, berada dalam lubang itu dalam keadaan hidup. Orang-orang itu terlebih dahulu diperintahkan untuk

masuk ke dalam lubang, lalu setelah mereka semua berada di dalamnya, secara membabibuta mereka ditembaki dari bibir lubang. Kepala mereka pecah, jantung mereka hancur, leher mereka dilubangi pelurupeluru itu. Namun ada di antara

mereka yang hanya tertembak di kaki, di lengan, atau tidak tertembak sama sekali karena terhalang kawan mereka sendiri. Dan mereka tidak mati, tetap bernyawa, tetap hidup. Mereka yang hidup itu berteriak-teriak seakan-akan berharap untuk ditembak lagi, “kami belum mati, kami belum mati!” Tetapi tanah di bibir lubang telah buru-buru diturunkan. Dan jerit mereka yang masih hidup itu tetap tertinggal di bawah sana, sampai mereka mati, sampai daging dan tulang-tulang mereka hancur, “kami belum mati, kami belum mati!” Suatu kali ketika hujan sudah hampir tiga tahun tidak pernah turun di kampung kamu. Jalanan berpasir dan mengepulkan debu. Hutan dan perbukitan gampang saja menimbulkan asap. Ayahku jatuh dari motor. Malammalam ketika dia dalam perjalanan pulang dari memberikan wirid di ibukota kecamatan. Pundak kirinya patah, wajah kirinya penuh jejak tancapan kerikil, lutut kirinya menyumbul tulang. Aku kata, ayahku hampir mati. Sebab-karena ayahku jatuh adalah seorang tua yang katanya berasal dari kampung kami menumpang motor ayahku. Ayahku dengan lapang hati menumpanginya. Dalam perjalanan, orang tua itu hilang. Dan tiba-tiba saja orang tua itu telah ada saja tepat di depan motor ayahku. Dengan cepat, dengan setengah terkejut, ayahku menekan pijakan rem untuk menghindari orang tua itu agar tidak tertabrak. Jalanan berpasir dan ban luar motor ayahku lama tidak diganti. Ayahku jatuh ke sungai kecil di tepi jalan. Aku katakan, ini cerita ayahku. Orang kampung heboh. Cerita tentang lubang itu menyalak di mana-mana. Tapi yang akan kuceritakan bukan perkata lubang yang diperdebatkan orang-orang kampungku itu, tapi lubang di antara pangkal pahamu Begini ceritanya. Bersambung minggu depan.... (Padang, 2012)

Oleh Deddy Arsya sendiri. Sebab, Marissa tak peduli dan tak tahu sesungguhnya apa yang ibunya kerjakan dengan buku tebal beribu halaman yang disebut kamus itu. “Wah, ini kata yang kita cari,” Ibunya seperti ingin menyenangkan hati sendiri. “Wohoho, tidak rupanya,”katanya pula, alisnya mengernyit, dan bibir bawahnya turun beberapa milli. Kata itu susah ditemukan, susah didapat, di antara lautan kata yang bernama kamus bahasa. Ribuan halaman, jutaan kata, lebih, lebih, lebih lagi. Lalu kembali ke halaman paling depan. “Ada, ada!” kata ibunya pula. Marissa menggerakgerakkan tangan ibunya yang sibuk membaca. “Membaca buku apa?” kata hatinya barangkali. Membaca kamus, mencari kata, satu saja kata barangkali: “Terimakasih” dalam bahasa daerah kita. Ada? “Ini, ini, aku menemukannya” bisik hatinya, sementara tangannya menunjuk-nunjuk kamus di depannya. Di halaman muka, entah di halaman muka keberapa, mungkin 2 3 4 5 6 7 atau belum bernomor halaman? “No, no, itu bukan bahasa kita!” kata ibunya. “’Terimakasih!’ itu Bahasa Indonesia.” Ibunya menekankan padanya. Ibunya mulai berpikir, “cukupkah kata dalam

bahasa kita termaktub dalam ini kamus? Adakah sejarah panjang bahasa negerinya dapat termaktub dalam sebuah, hanya sebuah kamus, yang bernama kamus bahasa? Perlu berapa kamus untuk mencatatkan bahasa sepanjang manusia ada?” Atau mungkin saja sejarah bahasa dan sejarah manusia, tak perlu dicatatkan dalam kamus mana pun juga. Tapi adakah engkau tahu, Marissa, kata-kata apa dan mana saja yang tidak ada dalam kamus kita, yang tercecer di setiap zaman dari bibirbibir mereka yang tak kita kenal? Atau kata itu, kata “Terimakasih” itu tidak pernah ada dalam bahasa daerah kita? Ada, tetapi mungkin tak pernah diucapkan sehingga tak dianggap lagi ada? Bagaimana mungkin tak ada? Apa jadinya kehidupan tanpa kata “Terimakasih” itu, Marissa? Apa jadinya kehidupan tanpa adanya bahasa untuk menyatakan dan mengakui kita telah dibantu, kita telah ditolong sesuatu yang tidak selalu harus manusia? “Terimakasih” kenapa tidak ada? Tidakkah begitu congkak sebuah kebudayaan tanpa satu pun ungkapan untuk mengatakan rasa terimakasih dengan bahasa? Ibunya menceracau sendiri. Marissa tampak begitu bodoh tak mengerti.

“Ayo kita mencari, Marissa! Tidak mungkin tidak ada!” Ia duduk kembali dengan malas. Matanya mengikuti telunjuk ibunya. Ia tak tahu apa-apa akan apa yang tertera di buku tebal itu, juga apa yang dikatakan ibunya—ibunya berbicara yang gaib baginya. Tak bertahan lama ia menemani ibunya, lalu ia ingin berdiri lagi dan pergi. Tapi ibunya menahan tangannya seperti minta ditemani. Mereka terus mencari, dua anak-beranak itu, dua perempuan yang larut dalam lautan kata itu, mencari apa makna sesuatu dalam bahasa ibu mereka sendiri, nenek mereka, ninik mereka, ninik dari ninik mereka, ninik ninik dari ninik mereka di atasnya. Mereka berenang dalam kata, berkecimpung, kadang tenggelam. Lautan, lautan. Kamus beribu-ribu halaman. Mencari padanan kata “Terimakasih” dalam bahasa daerah mereka sendiri yang susahnya minta ampun begitu. Satunya mulai mengeluh, huh, seperti melenguh. Satunya lagi terus mencari agak lebih teliti, seperti meniti titian tipis saja. Dan ia membayangkan betapa malang kamus tanpa kata “Terimakasih”.

“Oh, Marissa, kita menemukan banyak sekali kata untuk mengutuk. Ini! Wah, ini juga! Ini, itu Marissa!” Wah, kata-kata kasar itu hidup, menyusup ke dalam perut ibumu, Marissa! Ke dalam alir darah dan sumsum neneknenekmu, ke tulangbelulang ninik-ninikmu, kakek-buyutmu, kakek dari kakek buyutmu! Marissa tertawa melihat tingkah Dayadaya, perempuan itu, yang teatrikal, tangannya dibuatnya serupa ular, berputar-putar, melingkari leher Marissa, menyelusup ke balik baju, sampai ke ketiak, ke pinggang, ke kepala, ke kaki. Marissa semakin geli, mengeluarkan airmata ingin tertawa. Memeluk ibunya, erat, semakin erat. Dan mereka jatuh ke dipan, bergulingan seperti pegulat. Beberapa hari berikutnya, mereka naik kereta api wisata ke Pariaman. Ia membangunkan Marissa pagipagi sekali dan menyuruhnya mandi. Marissa kembali dengan dagu yang bergetar karena dingin dan telah selesai berdandan. Beberapa jam kemudian, mereka telah berada di atas kereta, kereta wisata. Kamus Balai Bahasa itu tinggal diam di rumah. (Padang, 2012)

Kirimkan naskah puisi, cerpen, esai seni dan budaya anda ke: haluanminggu@gmail.com >> Editor : Esha Tegar Putra

>> Penata Halaman : Rahmi


23

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

KULTUR

Sejarah Perkembangan Linguistik dan Penerapannya di Indonesia Oleh Nur Ahmad Salman H Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas ILMU pengetahuan selalu mengalami peningkatan seiring perkembangan peradaban manusia. Cara berpikir manusia semakin kritis terhadap suatu persoalan. Teori-teori yang dihasilkan oleh pemikir-pemikir terdahulu sekarang telah bertranformasi menjadi suatu teori yang baru dan logis. Berkembangya teori inipun tidak terlepas dari teori yang ditemukan sebelumnya. Begitulah sifat dari ilmu pengetahuan. Setiap waktu dapat saja mengalami perubahan dan peningkatan. Ilmu pengatahuan bersifat akumulatif, sehingga tidak dapat dipungkiri jika ilmuwan terus mengembangkan hasil riset mereka untuk menemukan suatu hal yang baru, sebagai penyempurnaan ilmu pengetahuan sebelumnya. Tidak terkecuali terhadap ilmu bahasa, yaitu linguistik. Sebagai ilmu pengetahuan linguistik selalu mengalami perubahan. Studi tentang linguistik memiliki sejarah yang sangat panjang, dimulai pada abad sebelum masehi. Tokoh-tokoh pemikir pada abad ini telah memikirkan kajian-kajian kebahasaan, seperti Plato dan Aristoteles. Tidak hanya itu, beberapa kaum pada zaman itu juga telah memberikan sumbangsih terhadap lahirnya kajian-kajian kebahasaan, seperti kaum Sophis, kaum Stoik, dan kaum Alexandrian. Mereka telah memikirkan akan pentingya bahasa untuk dikaji dan dijadikan sabagai ilmu pengetahuan. Kesemua pemikir ini menitik beratkan kajian mereka terhadap hakikat bahasa atau berdasarkan filsafat bahasa. Namun bagitu, hasil pemikiran mereka inilah yang menjadi landasan penelitian-penelitian kebahasaan oleh peneliti selanjutnya. Pada zaman Yunani kuno misalnya, studi bahasa pada zaman ini mempunyai sejarah yang sangat panjang, yaitu lebih kurang abad ke-5 S.M. sampai lebih kurang abad ke-2 M. Bidang kebahasan yang menjadi masalah pokok para linguis pada waktu itu adalah pertentangan antara fisis dan nomos, kemudian pertentangan antara analogi dan anomali. Mereka selalu mempertanyakan apakah bahasa itu bersifat alami (fisis) atau bersifat konvesi (nomos). Begitupun pada zaman Romawi, studi pada zaman ini dianggap sebagai kelanjutan dari zaman Yunani. Hal ini sejalan dengan jatuhnya Yunani dan munculnya kerajaan Romawi. Orang Romawi mendapat pengalaman dalam bidang linguistik dari orang Yunani. Tokoh pada zaman Romawi adalah Varro. Dia sukses menulis buku tentang kebahasaaan. Bukunya yaitu De Lingua Latina, Varro masih memperdebatkan masalah analogi dan anomali seperti pada zaman Stoik di Yunani. Namun, Varro telah mulai membicarakan bidangbidang basa seperti etimologi, morfologi dan sintaksis. Tokoh lainnya dari zaman Romawi adalah Priscia. Dia juga sukses menuliskan buku yaitu Institutiones Grannaticae atau sering disebut dengan tata bahasa Priscia. Dalam sejarah studi bahasa, buku tata bahasa Priscia ini dianggap sangat penting. Karena buku ini merupakan buku tata bahasa Latin yang paling lengkap yang dituturkan oleh pembicara aslinya. Kemudian teori-teori tata bahasanya merupakan tonggak utama pembicaraan bahasa secara tradisional. Dengan dua ulasan ini, buku tata bahasa yang ditulis oleh Priscia menjadi model dan contoh dalam penulisan buku tata bahasa-bahasa lain di Eropa dan bagian dunia lain. Seiring berjalannya peradaban manusia, khususnya peradaban di Eropa. Maka teori-teori kebahasan yang telah ditemukan oleh peneliti pada zaman Yunani dan Romawi terus dikembangkan. Mereka belum puas terhadap keilmuan bahasa pada saat itu. Masih ada sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang belum terpikrkan pada zaman Yunani dan Romawi yang harus dijawab. Itulah yang terjadi pada zaman pertengahan. Studi pada zaman pertengahan di Eropa mendapat perhatian penuh, terutama oleh para filsuf skolastik dan bahasa Latin menjadi lingua franca, karena dipakai sebagai bahasa gereja, bahasa diplomasi dan bahasa ilmu pengetahuan. Pada zaman inipun hadir kaum yang memberikan sumbangsihnya terhadap perkembangan kajian bahasa, seperti kaum Modistae. Selain itu, Tata Bahasa Spekulativa menjadi bentuk hasil pemikiran tokoh pada zaman pertengahan. Itulah zaman-zaman kajian linguistik tradisional. Zaman Yunani, Romawi hingga Pertengahan menjadi zaman kajian linguistik tradisional. Dengan pemikiran-pemikiran mereka yang memberikan sumbangsih terhadap kajian kebahasaan, mampu menghadirkan teori-teori yang akan terus dikembangkan oleh peneliti selanjutnya. Begitupun pada abad modern, atau dalam kajian bahasa dikenal sebagai linguistik modern. Abad modern ini dibuka pada zaman Renaisans. Pada zaman ini ada dua hal dalam sejarah studi bahasa yang menonjol, yaitu sarjana pada masa itu harus menguasai bahasa Yunani, Ibrani dan bahasa Arab. Kemudian selain bahasa Yunani, Latin, Ibrani dan Arab, bahasa-bahasa Eropa lainnya juga mendapat perhatian dalam bentuk pembahasan, penyususan tata bahasa, dan bahkan juga perbandingan. Pada zaman modern ini, kajian linguistik semakin jauh berkembang dan semakin logis. Penelitian-penelitian terhadap bahasa semakin empiris dan ilmiah. Seperti kajian linguistik strukturalis, tokoh kajian ini yang terkenal adalah Ferdinand de Saussure. Dia dianggap sebagai bapak linguistik modern berdasarkan pandanganpandangan yang dimuat dalam bukunya Course de Linguistique Generale yang disusun dan diterbitkan oleh Charles Bally dan Albert Sechehay tahun 1915, tepatnya dua tahun setelah de Saussure meninggal. Berdasarkan catatan kuliah selama de Saussure memberi kuliah di Universitas Jenewa tahun 1906-1911. Pandangan-pandangan de Saussure yang dimuat dalam buku tersebut adalah mengenai konsep telaah sinkronik dan diakronik, perbedaan langue dan parole, perbedaan signifiant dan signifie, dan hubungan sintagmatik dan paradigmatik. Kesemua pandanga de Saussure ini banyak mempengaruhi kajian linguistik sesudahnya. Jika membandingkan kajian tradisional dengan struktural, linguistik tradisional selalu menerapkan pola-pola tata bahasa Yunani dan Latin dalam mendeskripsikan suatu bahasa, linguistik struktural tidak lagi melakukannya. Linguistik strukturalis berusaha mendeskripsikan suatu bahasa berdasarkan ciri atau sifat khas yang dimiliki bahasa itu. Namun perbedaan ini tidak terlepas dari teori-Tokoh-tokoh lainnya pada zaman linguistik modern yang memberikan sumbangsih terhadap kajian linguistik yaitu Louis Hjelmslev, John Rupert Firth, M.A.K. Halliday, dan Leonard Bloomfield. Dengan teori dan riset mereka masing-masing yang menghadirkan bentuk baru dalam kajian kebahasaan. Hal ini merupakan perkembangan dari ilmu bahasa. Studi linguistik telah mengalami tiga tahap perkembangan, yaitu tahap pertama yang disebut tahap spekulasi, tahap kedua yang disebut dengan tahap observasi dan klasifikasi dan tahap ketiga disebut dengan tahap perumusan teori. Pada tahap spekulasi, pernyataan-pernyataan tentang bahasa tidak didasarkan pada data yang empiris, melainkan pada dongeng atau cerita rekaan belaka. Pada tahap klasifikasi dan observasi para ahli bahasa mengadakan pengamatan dan penggolongan terhadap bahasa-bahasa yang diselidiki, tetapi belum sampai pada perumusan teori. Karena itu, pekerjaan mereka belum dapat dikatakan bersifat ilmiah. Penyelidikan yang bersifat ilmiah baru dilakukan orang pada tahap ketiga, bahasa yang diteliti bukan hanya diamati dan diklasifikasi, tetapi juga dibuatkan teori-teorinya. Dalam sejarah perkembangannya, linguistik dipenuhi dengan berbagai aliran, paham dan pendekatan, dan teknik penyelidikan yang dari luar tampaknya sangat ruwet, saling berlawanan, dan membingungkan. Mengamati sejarah perkembangan linguistik, antara linguistik tradisional dan modern sebenarnya memiliki hubungan yang sangat erat. Ilmu pengetahuan yang hadir pada saat ini merupakan hasil pengembangan dari ilmu pengetahuan sebelumnya. Linguistik modern merupakan transformasi dari linguistik tradisional. Halhal yang menjadi pkok pikiran Plato dan Aristoteles mengenai kajian kebahasaan menjadi landasan bagi peneliti-peneliti sesudahnya. Membandingkan kedua aliran linguistik ini sama saja dengan membandingkan dua mobil yang diciptakan pada generasi yang berbeda. Apa yang belum terpikirkan oleh para linguis pada zaman Yunani dan Romawa, maka dilengkapilah oleh linguis pada zaman sesudahnya. (h/*)

Memaknai ‘Nilai Lokal’ Seni Rupa Sumatera Oleh : Faizal Raefahuwa

P

Mahasiswa Seni Rupa/DKV UNP Padang dan devisi artistik majalah pendidikan “meAkar” APSI Padang.

ERHELATAN akbar Bienalle Sumatera 2012 baru saja digelar menampilkan 31 perupa dari berbagai propinsi di Sumatera. Bienalle yang berlangsung sejak 5 Desember 2012 hingga 5 Januari 2013, kemarin, di galeri seni rupa Taman Budaya Sumatera Barat (TBSB), dengan keragaman bentuk, penggayaan dan penjelajahan kreativitas karya dan sekaligus tindak lanjut dari perhelatan pra bienalle Sumatera yang telah berlangsung lebih setahun lalu, ujar kurator Kuss Indarto. Menurut Kuss Indarto, Bienalle Sumatera 2012 yang mengusung tema “Self Discovering” (pecarian diri) menjadi ruang bersama untuk menilik dan membicarakan lebih lanjut ihwal akar imajinasi dan identitas ke Indonesiaan hingga orientasinya ke depan. Artinya, lanjut Kuss Indarto, bukan perkara bombastis kalau kemudian para perupa (sebagai bagian penting dari negara ini) melakukan pembacaan, pemetaan, penyikapan dan pelontaran komitmen personal atas fakta-fakta tersebut dxengan bahasa visual yang menjadi perangkat utama para perupa di tengahtengah peta seni rupa Indonesia. Sementarta Suwarno Wisetrotomo, dosen pascasarjana ISI Yogyakarta yang menjadi nara sumber diskusi Bienalle Sumatera 2012 di aula museum Adytiawarman Sumatera Barat, Kamis 6 Desember 2012 lalu, menuturkan bienalle Sumatera 2012 lebih melihat seni rupa Sumatera dan seni rupa Indonesia diudasari peta kreativitas, peta seniman, peta ideologi dan peta aktivitas yang pada giliran diketahui perihalk “identitas” misalnya sebagai tanda, penanda atau ciri

khusus yang dapat digunakan sebagai modal kuat paling tidak muatan “nilai lokal” yang dapat diunggulkan. Karena itu, tambah Suwarno Wisetrotomo, sekaitan makna akar dan identitas seni rupa Sumatera, bienalle ini juga harus mampu membaca dan memposisikan sosoksosok pendahulu maestro seni rupa Indonesia yang berbasis dari Sumatera, khususnya Sumatera Barat seperti M. Syafei, Oesman Effendi, Wakidi, Nashar, Mukhtar Apin, Itji Tarmizi, Syamsul Bahar ditunjang kehadiran lembaga pendidikan INS Kayutanam, SSRI/SMSR (SMK N 4 Padang) dan berbagai komunitas seni rupa yang ada yang menghubungkannya sebagai titik sambung dengan generasi muda sekarang, baik komunitas Jendela, Sakato maupun personal yang ada di i Yogyakarta dengan sejumlah nama yang cukup berpengaruh cukup kuat tidak hanya di Indonesia tetapi di banyak negara di dunia seperti Yunizar, Rudi Mantovani, Alvi, Stevan Buana dan beberapa nama lain hingga ke perupa yang bermukim dan berkarya di Sumatera Barat misalnya Amrianis, Herisman Tojes, Zirwen Hazry, M. Zikri, Ibrahim dan lainnya. Maka beralasan, jelas Suwarno Wisetrotomo, kalau dari bienalle sumatera ini adalah bagaimana persoalan memobilisasi gerak sentrifugal, kekuatan lokal masuk panggung wacana nasional, global tanpa harus terjebak pada gerak memusat, apalagi sekedar aktivitas berpameran di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia di luar Sumatera, justru yang menjadi pemikiran bersama bagaimana kedepan bienalle Sumatera dapat dipikirkan dan dirancang dengan serius menjadi even bienalle

sumatera ini memiliki gema luas yang memang pantas disuarakan secara luas. Mengusung Isu-isu Kekinian Dari beragam karya yang dimunculkan pada bienalle Sumatera 2012 ini setidaknya terdapat beberapa cabang seni rupa yang kini tengah trend di masyarakat luas, seperti lukisan, patung, disain grafis bahkan seni instalasi sebagai identitas seni rupa kontemporer yang melaju cepat diluar seni murni lainnya. Perupa Zirwen Hazry (Sumbar), guru SMK N 4 (SSRI/SMSR) Padang yang juga peraih peringkat pertama Festival Internasional For Teacher Award Indonesia tahun 2010 lalu di Yogyakarta dalam 2 tahun terakhir telah mampu mengubah kecendrungan realis simbolis dari obyek potret-potret ke obyek lingkungan sosial. Lihat karyanya di bienalle Sumatera ini, berjudul “No Think Voice Nothing Words”/ akrilik/145x200 cm/2012 menunjjukkan perubahan signifikan dari karya-karya terdahulunya. Sosok dialog gadis kecil dengan rambut dikepang dan boneka mainan dalam sebuah komunikasi bisu berbackround bunga-bunga yang dikerjakan secara apik dan telaten mempersoalkan multi makna, diantaranya ruang bermain bagi anak yang kini makin sempit dalam pertumbuhan dan perkembangannya dimuka bumi ini, alat bermain yang tidak memiliki nilai lokal dan sentuhan budaya estetik dan artistik leluhur dan lainnya memberi pertanyaan kepada kita, inilah kondisi realitas yang sedang dihadapan anak-anak di tanah air. Herisman Tojes juga dari Sumbar juga mengusung kondisi kekinian perihal “harmoni”

melalui karyanya “Harmoni”/ akrilik/3 panel/2012 paling tidak dapat disidik sebagai suatu perasaan kesepakatan, kelegaan suasana hati, suatu yang menyenangkan dari kombinasi unsur dan prinsip yang berbeda, namun memiliki kesamaan dalam beberapa unsurnya. Semua unsur, semua bagian dikompromikan, bekerja sama satu dengan lainnya dalam suatu susunan yang memiliki keselarasan. Dikaitkan dalam perspektif hidup di tengah-tengah masyarakat maka kondisi seperti ini kian termajinalkan di era globalisasi dan moderen ini. Penerapan prinsip Harmoni karya Herisman tojes secara simbolis non figuratif dengan bentuk dan warna dasar hitam mengikat unsur warna yang berbeda, dan dikompromikan, diarahkan oleh prinsip yang memusat sehingga harmoni dan kesatuan dapat dicapai. Kontras terjadi dengan adanya sedikit lingkaran dan bentuk segi empat hitam dan putih. Perbedaan tersebut juga diikat dengan warna hitam. Keunikannya terletak pada adanya empat pusaran bentuk yang membuat empat pusat perhatian, namun, tiga pusaran itu memiliki kesamaanyang diimbangi oleh pusaran bentuk hitam pada latar belakang. Beberapa karya lain yang juga mengusung kondisi kekinian, lihat karya Budi Siagian berjudul “Pejantan”, /cat minyak/120x120 cm/2012, karya Herwandi (Bengkulu) melalui karyanya “Introspeksi”/ mixed media/80x120 cm/2012, Bambang Soekarno (Lampung) dalam lukisannya berjudul “dua sejoli” menampilkan sosok Bung Hatta dan Soekarno /akrilik/135x270cm/2012 dan beberapa nama lain mengusung perihal kondisi

realitas yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Karya-karya mereka bukan terpaut pada tematik pencarian jati diri (self discovering), tetapi juga memunculkan aktualitas bermuatan nilai estetik dan artistik. Perihal kolaborasi merujuk seni rupa kontemporer juga terlihat kentara direpresentasikan perupa Stevan Buana asal Sumbar yang kini bermukim dan berkarya di Yogyakarta melalui karyanya “Padang Bengkok”, bahan kawat berduri/celana randai/ 2012 secara simbolik-analitik menggugat imej penafsiran Padang Bengkok sebagai sesuatu ketidakadilan yang dulu sempat menjadi isu negatif perihal perilaku urang awak diluar Sumatera Barat harus segera diluruskan hingga Padang Bengkok tak lagi diwacanakan menjadi konsumsi politis. Sejumlah karya dalam kecendrungan abstrak ,ekspresionis dan simbolis dengan mengusung isu-isu kekinian juga ditampilkan Yasrul Sami Batubara, “Restorasi”/akrilik/ 180x180cm/2012, Irwandi, “Mencari Bentuk”/akrilik/ 180x200cm/2012 Irwandi, “Mencari Bentuk”/akrilik/ 180x200cm/2012 keduanya dari Sumbar. Karya-karya lain dalam Bienalle Sumatera ini juga ditampilkan oleh Amrizal Salayan (urang awak kini bermukim dan berkarya di Bandung), Doni Fitri (Yogyakarta) Yatim Mustofa (Medan), Bambang Suroboyo, Syahrizal Pahlevi (Palembang) dan lainnya. Dari Sumatera Barat tercatat diantaranya Amrianis, Evelyna Dianita, Edo Pop, Hamzah, Iswandi, Kamal Guci, Nasrul, Rajudin, Syahrial Yan, dan Komunitas Seni Rupa Saureh Padang Panjang. (h/*)

RESENSI BUKU

Dewey dalam Perpustakaan Kesayangan Oleh Delvi Yandra

Judul Buku : Dewey: Kucing Perpustakaan Kota Kecil yang Bikin Dunia Jatuh Hati Penulis: Vicki Myron dan Bret Witter Penerjemah : Istiani Prayuni Penerbit : PT Serambi Ilmu Semesta Cetakan : Cetakan VI, Juni 2011 Tebal : 400 hlm ISBN : 978-979-024-191-6

Di sekitar tikungan Sister’s Café di seberang pelataran parkir, dan separuh blok dari Grand Avenue, terdapat bangunan beton yang rendah dan bercat abu-abu: Perpustakaan Umum Spencer. Ya, Spencer: sebuah kota kecil di barat laut dataran Iowa yang belum banyak berubah sejak 1931—menurut buku “Dewey: Kucing Perpustakaan Kota Kecil yang Bikin Dunia Jatuh Hati” yang ditulis oleh Vicki Myron, si pemilik kucing perpustakaan umum Spencer. Kucing (felis silvestris catus). Hewan peliharaan terpopuler di dunia ini merupakan predator terhebat yang dapat memakan atau membunuh pelbagai jenis spesies. Dengan ditemukannya kerangka kucing di Pulau Siprus, diduga kucing telah berbaur dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 6.000 tahun SM. Dari jumlah kucing yang ada, jenis kucing ras hanya 1% di seluruh dunia—seperti persia, siam dan sphinx—dan Dewey hanya satu dari sekian banyak kucing buangan dari jenis yang biasa. Kucing itu ditemukan Vicki di dalam kotak pengembalian buku pada tanggal 18 Januari 1988, di mana pada saat itu merupakan hari Senin yang sangat dingin. Kucing tersebut diletakkan di dalam kotak berbentuk logam itu oleh orang yang tak dikenal. Usia kucing itu pada saat ditemukan baru beberapa minggu. Tentu saja, Dewey sama sekali tidak pernah disapih oleh induknya karena biasanya anak kucing akan disapih pada usia 6-7 minggu. Tetapi cinta kasih yang ditularkan Vicki terhadap kucing tersebut membuatnya tetap bertahan hidup. Barangkali kehidupan si penulis yang pernah gagal dalam

pernikahan, menjadi orangtua tunggal dan pernah mengalami kanker payudara membuatnya lebih peka dan mencurahkan segenap perhatiannya terhadap seekor kucing malang. Benar memang, selanjutnya, kehidupan Vicki Myron dan perpustakaan miliknya perlahan berubah seiring hadirnya Dewey Readmore Books. Kisah ini dituturkan si penulis dengan pelbagai rentetan peristiwa yang sangat detil, runut dan deskriptif. Yang jelas, ada sesuatu yang lain ingin ditawarkan Vicki Myron: bagaimana seekor hewan peliharaan dapat memberikan dampak yang besar dan berapa banyak kehidupan dapat disentuhnya. Kita tidak akan tahu bahwa seekor kucing benar-benar dapat menginspirasi dan menyatukan warga di seluruh kawasan Amerika sekaligus menjadi terkenal hingga ke Jepang. Vicki Myron seolah-olah memahami apa yang dialami kucingnya dan dapat membaca pikiran Dewey sehingga dia mampu menuliskan ungkapan cinta kasihnya ke dalam sebuah buku yang memang dia dedikasikan untuk kucing yang sembilan belas tahun menemaninya. Tetapi Vicki tidak sendirian, dia meminta seorang penulis professional bernama Bret Witter untuk bersama menuliskan kisah ini. Dewey, pada saat ditemukan, tampak sangat kurus dan tidak mencoba kelihatan galak. Dewey cepat beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya terutama terhadap para pegawai dan pengunjung perpustakaan. Dia mulai terbiasa dengan tumpukan buku-buku, kereta dorong, kotak pengembalian buku, meja sirkulasi, toilet, ruang rapat, melambai di depan pintu masuk, menghadiri jam

mendongeng dan menemani pengunjung yang setiap hari pergi dan datang ke perpustakaan dengan pelbagai persoalan masing-masing. Setiap orang mulai mencintai Dewey. Ada juga yang datang ke perpustakaan sekedar melihat kucing itu. Ada pula yang mendengar cerita tentang Dewey dari orang lain. Akhirnya, kucing itu terkenal, sampai dibuatkan film dokumenternya di televisi Jepang. Si penulis sendiri, sangat mencintai Dewey. Semua orang mencintainya. Setiap pegawai perpustakaan memahami perilaku Dewey, termasuk tempattempat kegemaran kucing itu. Hubungan antara Dewey dengan Jodi, Crystal, Dr. James Easterly, Jean Hollis Clark, Sharon Joy dan lainnya begitu mengesankan. Dewey mampu menginspirasi mereka dan mengubah hidup orang-orang di sekitarnya. Juga Doris Amstrong yang mengalami serangan vertigo. Kegiatan Dewey sehari-hari adalah menunggu para pengunjung di pintu depan sampai salah satu dari mereka menghampiri dan membelainya. Selanjutnya dia akan memilih salah satu pengunjung untuk kemudian tidur di pangkuan orang itu. Selain itu, dia senang bersantai di antara rak atau telentang dengan pose Buddha (halaman 231). Dewey merupakan kisah nyata yang ditulis oleh Vicki Myron yang merawat Dewey. Cinta kasihnya diwujudkan dengan menuliskan buku ini bersama Bret Witter. Dan Vicki masih merasakan tali kasih yang menghubungkan dia dengan Dewey sampai akhir hayat kucing itu. “Dan aku tidak akan pernah melepaskannya,” tutur Vicki Myron di akhir kisahnya.(h/*) 2012

>> Editor : Esha Tegar Putra

>> Penata Halaman : Rahmi


24

MINGGU MINGGU,, 16 DESEMBER 2012 M/ 3 SHAFAR 1434 H

RANA

TANAMAN Singkong (ubi kayu) di Padang PAriaman tumbuh subur. NAmun sayangnya belum dikelola maksimal. Apalagi hama babi juga sering mengancam.

PETANI dengan hasil panen singkongnya yang siap di olah untuk beragam jenis makanan.

SINGKONG yang telah dikupas kulitnya siap untuk diolah.

Ayo, Kembali Menanam Ubi Kayu Narasi dan Foto:

MARIYADI dan DEDI SALIM Kripik Balado, Kerupuk Sanjai serta makanan oleholeh khas Minang lainnya banyak berbahan baku dari ubi kayu ataung Singkong. Usaha kripik balado ini terus berkembang, karena oleholeh khas Minang ini sudah mendunia.

KRIPIK Balado dalam kemasan yang siap dipasarkan.

KRIPIK Balado oleh-oleh unggulan Sumbar

Ini bisa terlihat di Bandara International Minangkabau (BIM) atau pun di terminal keberangkatan bus, banyak penumpang membawa oleh-oleh kripik balado dengan berbagai merek. Jika kebutuhan ubi kayu ini tak disiasati dari sekarang, tak menutup kemungkinan suatu saat nanti Sumbar krisis singkong. Apalagi secara nasional singkong diimpor dari berbagai Negara. Sementara lahan pertanian singkong menurun, karena petani banyak beralih ke bidang lain seperti kebun sawit dan karet. (h/*)

BERAGAM makanan oleh-oleh khas Minang yang terbuat dari singkong

KRIPIK singkong sebelum balado

SINGKONG berkualitas ini hasil tanaman petani di Dharmasraya. Jika dikelola dengan baik, singkong berpotensi besar mendingkrak perekonomian petani

PETANI dengan hasil panen singkong

>> Editor : Rivo Septi Andries

>> Penata Halaman : Irvand

Haluan 16 Desember 2012  

Haluan 16 Desember 2012

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you