Issuu on Google+

Harian Umum

I klan Berlangganan Pengaduan

MEDIA GROUP

MINGGU

0751 0751 0751

4488700 9559333 4488702

TERBIT 24 HALAMAN NOMOR 049 TAHUN KE 64

15 JULI 2012 M/ 25 SYA’BAN 1433 H

Harga Eceran Rp2.500/eks, Harga Langganan Rp57.000/bulan

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

Selamat Datang Ramadan

MOBIL BARU HONDA SIAP MELUNCUR

Secantik Alam Maninjau

Deni Pratama mengucapkan selamat datang kepada bulan Ramadan dengan saling memaafkan

Honda Prosefect Motor (HPM) siap memasarkan mobil-mobil baru Honda tahun ini.

Indahnya alam Maninjau, menjadi inspirasi bagi Vera Primadewi melahirkan rancangan-rancangan busana berbahan kain asli daerah.

SOBAT- 22

OTOMOTIF-10

ELOK - 13

PRODUKSI SAWAH PETANI TERUS MENURUN

Limbah Semen Padang Cemari Sungai Lubuak Sariak Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (QS An Nisaa’ Ayat 5) 05.02 WIB

12. 27 WIB

15.52 WIB

18. 29 WIB

19.43 WIB

LAPORAN UTAMA

Balimau Bukan Ajaran Islam dan Budaya Minang BALIMAU yang telah menjadi tradisi menyambut Ramadan dinilai bukan budaya Minang dan tak dianjurkan di tempat terbuka oleh agama Islam. Balimau juga disebut dengan “mandi berjamaah”. Balimau saat kini lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya, serta penuh dosa. Salah satu kebiasaan yang kerap menyulut kontroversi adalah balimau karena identik dengan kebiasaan yang tak diajarkan Islam. Namun balimau ke tempat pemandian umum, atau ke water boom, tidak dianjurkan dalam ajaran adat maupun agama Islam. Balimau menjelang memasuki Ramadan ke tempat pemandian umum secara bersama-sama antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrim, bisa mengundang maksiat. Kepada para orang tua dan pimpinan kaum, diharapkan mencegah anak-kemenakan mereka pergi balimau dengan lelaki atau perempuan bukan muhrimnya. Daripada pergi balimau dengan cara “mandi berjamaah” itu, lebih tidak dilakukan. Bersihkan saja jiwa dan raga dengan cara Islam. Jangan melakukan perbuatan dosa, berdalih untuk pergi balimau.„

Laporan:

Andika D Khagen, Parwis

Limbah sedimentasi dari Semen Padang mengalir mengikuti aliran sungai. Petani dirugikan, hasil panen terus menurun. Pertanggungjawaban tidak seimbang. Sungai Lubuak Sariak, begitu masyarakat menyebutnya. Sungai ini berhulu di Batu Karang Putih, tempat Semen Padang memproduksi bahan baku untuk dijadikan semen. Ia mengalir melewati dua daerah: Lubuk Kilangan dan Lubuk Begalung. Muara dari sungai berakhir di laut setelah melewati Batang Arau. “Sungai ini kebutuhan vital masyarakat,” kata Reni (30), yang tinggal di Lubuak Sariak, Kecamatan Lubuk Kilangan saat ditemui Haluan, Kamis (12/7).

>> LIMBAH SEMEN hal 11

PERTAHANAN TERAKHIR — Inilah rumah gadang tua yang telah roboh akibat diterjang angin kencang beberapa hari lalu di Saruaso Barat, Nagari Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar. Saat ini banyak rumah gadang tua yang telah ditinggalkan dan sebagian besarnya terancam roboh. Dalam tataran dialektika Minangkabau, posisi rumah gadang merupakan benteng pertahanan adat dan budaya Minangkabau. Tapi kini berlahan-lahan lenyap. HASWANDI

MENELISIK AKTIVITAS ILLEGAL LOGGING DI LUBUK ALUNG

AZWIR DAINY TARA

Bertahun-tahun Bergantung Tebangan Kayu

Golkar Harus Belajar dari Kekalahan Kadernya

Laporan:

PADANG, HALUAN — Kegagalan pasangan Alek-Nono dalam pilgub DKI Jakarta dan Almaisyar-Dedrizal, dalam pemilukada Kota Payakumbuh, beberapa waktu lalu yang diusung Partai Golkar,

Hajrafiv Satya Nugraha HAMPARAN hutan di Bukit Barisan begitu elok dan menawan. Gugusan yang membentang di sepanjang Pulau Sumatera ini menyimpan kandungan kekayaan alam yang begitu kaya serta aneka ragam satwa liar yang tak terhitung nilainya. Kenagarian Gamaran, Silabutan, Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman merupakan salah satu daerah

>> BERTAHUN hal 11

NEPRAN

>> GOLKAR hal 11

PENCARIAN DIFOKUSKAN PADA BENDA KORBAN SEORANG penebang kayu memanfaatkan tenaga kerbau untuk menarik hasil tebangan di hutan-hutan. ANGGA

BARU SELESAI DIREHABILITASI PUING-puing Balai Adat Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo Pasbar, setelah dilalap api, Sabtu (14/7) sekitar pukul 02.00 WIB.

harus menjadi catatan penting dalam menentukan strategi partai berlambang Beringin dalam pertarungan politik ke depannya.

Balai Adat Nagari Kapa Terbakar PASBAR, HALUAN — Balai Adaik Lubuak Pudiang, Luhak Saparampek, Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo, Pasaman Barat (Pasbar) kini

tinggal kenangan. Pasalnya Balai Adaik itu telah jadi abu dimamah

>> BALAI ADAT hal 11

Dua Pendaki Marapi Belum Ditemukan AGAM, HALUAN — Meski Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam telah menghentikan pencarian dua pendaki yang hilang di Gunung Marapi semenjak 2 Juli 2012 lalu, namun Sekre-

tariat Bersama (Sekber) Pecinta Alam (PA) Sumbar tetap melakukan pencarian hingga kedua pendaki itu ditemukan.

>> DUA PENDAKI hal 11

Pencanangan Pesantren Ramadan Diwarnai Tawuran PADANG, HALUAN — Tawuran antarpelajar seperti tak habis-habisnya di Kota Padang. Nyaris setiap hari ada cakak banyak pelajar. Kemarin, Sabtu (14/7), puluhan pelajar dari berbagai sekolah lanjutan tingkat atas, terlibat tawuran di ruang terbuka

hijau (RTH) Imam Bonjol Padang. Pihak polisi menangkap tiga pelajar yang terlibat dalam cakak banyak itu. Selain itu, polisi juga meringkus, dua orang preman

>> PENCANANGAN hal 11


2 OLAHRAGA PB PON Optimis PON Tepat Waktu PEKANBARU, HALUAN – Panitia Besar (PB) PON XVIII -2012 Riau optimis pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang dibentang pada tanggal 9 hingga 20 September mendatang terlaksana tepat waktu. Hal itu diungkapkan ketua harian PB. PON H. Syamsurizal dalam sesi jumpa pers field trip II wartawan se-Indonesia yang berlangsung di kantor PB.PON, Sabtu (13/7). “Secara umum persiapan PON sesuai dengan kunjungan terakhir Menpora beberapa waktu lalu, dimana beliau menyimpulkan provinsi Riau siap menyelenggarakan PON susuai scedule semula yakni dibuka pada tanggal 9 September mendatang,” sebutnya. Syamsurizal melanjutkan menyangkut finalisasi yang semakin digenjot berjalan lancar, setidaknya untuk lapangan menembak yang dinilai tahap pelaksanaannya sekita 20 hingga 30 persen, panitia akan membangun venues minimalis namun tetap bertumpu pada standarisasi yang ditetapkan. Khusus Pekanbaru yang akan menghelat sebanyak 27 cabang yang dua pertiga atlet, pelatih dan offesial akan di inapkan rusunawa dan wisma atlet serta rumah-rumah penduduk. “Untuk rumah penduduk, kami membuat program yang dinamakan masyarakat pencinta PON, panitia pun sudah melakukan survey, menyangkut persyaratan kami sudah lakukan sosialisai,” tambahnya. PB. PON mengklaim untuk form by name atlet hingga saat ini sudah tercatat sebanyak 11.756 duta olahraga nasional yang bertanding di Riau dengan terlebih dahulu melewati proses keabsahan oleh masingmasing KONI provinsi. Sementara untuk penyebaran informasi menyangkut pelaksanaan panitia akan menggunakan sistem online. Untuk Opening dan closing caremony pantia akan bekerjasama dengan event organizer (E0) pada pelaksanaan Sea Games di Palembang tahun lalu. (h/rio)

13 Kab/Kota Ikuti Kejurda Kempo PADANG, HALUAN – Kejuaraan Invitasi Kempo se Sumbar resmi dibuka Kadispora Sumbar Syahrial Bakhtiar Sabtu (14/7) di Gedung Serba Guna KONI Sumbar. Sebanyak 13 kabupaten dan kota se-Sumbar siap berlaga menjadi yang terbaik pada kejuaraan yang digelar untuk kali kedua tersebut. Dalam sambutannya, orang nomor satu Dispora Sumbar tersebut mengatakan Kejuaraan ini diadakan sebagai upaya peningkatan prestasi olahraga. Bagaimana setiap daerah melakukan pembinaan dan seberapa jauh program latihan bisa terserap oleh atlet. Apalagi Kempo Sumbar telah mampu melahirkan atlet andalan baik di tingkat nasional maupun ditingkat internasional. Buktinya Kempo Sumbar berhasil mendulang medali di PON dan Sea Games beberapa waktu lalu. Dengan prestasi yang demikian besar, tentu beban berat disandangkan Perkemi Sumbar untuk kembali melahirkan atlet berkelas nasional dan internasional. “Kempo kalau bisa tidak boleh turun dari segi pembinaan dan prestasi. Karena Kempo merupakan salah satu cabor andalan Sumbar,” terangnya. Sementara Wakil Ketua Umum Kempo Sumbar Sunadi menjelaskan kejurda ini merupakan Kejurda kedua yang telah diselenggarakan Dispora Sumbar (Dulu Disdikpora) dan sangat strategis waktu pelaksanaannya. Dari sini akan lahir kader atlet Kempo Sumbar yang diharapkan memperkuat Sumbar di ajang yang lebih besar. “Perkemi Sumbar juga mengucapakan terima kasih kepada Dispora Sumbar yang memfasilitasi kejuaraan ini kedua kali. Tanpa dukungan Dispora, tidak akan bisa diadakan Kejurda seperti ini,” tukas Sunadi. Sunadi berharap kejuaraan ini digunakan kabupaten dan kota sebagai ajang persiapan Pengkab dan Pengkot menghadapi Porprov, guna mengetahui sejauh mana kesiapan untuk mengevaluasi pembinaan atlet. (h/rio)

Aji Santoso, Turunkan Lapis Kedua PEKANBARU, HALUAN – Pelatih Timnas Indonesia U-22, Aji Santoso, mengisyaratkan akan menurunkan para pemain lapis kedua atau tim cadangan, untuk menghadapi Singapura di laga pamungkas babak Kualifikasi Piala Asia U-22 yang akan digelar di Pekanbaru, Riau, Minggu (15/7) ini. Menurut pelatih yang baru saja terbebas dari hukuman FIFA ini, skuad Timnas Indonesia U-22 saat ini adalah bagian dari proyek jangka panjang. Ajisaka dan kawan-kawan akan diproyeksikan untuk memperkuat Timnas Indonesia di ajang SEA Games 2013 mendatang. “Tim ini untuk jangka panjang, SEA Games 2013 nanti juga pakai tim ini,” ujar Aji Santoso di Pekanbaru, Sabtu (14/7). Oleh karena itu, Aji Santoso menilai bahwa semua pemain berhak merasakan atmosfer laga bertaraf internasional untuk menambah jam terbang dan melatih mental mereka. “Saya juga ingin memberi kesempatan pada mereka untuk mencicipi laga internasional,” tandas Aji Santoso. (h/net)

Terbit Sejak 1948 Pendiri H. Kasoema

Penerbit: PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 1985 tanggal 19 November 1985.

MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SYA’BAN 1433 H

SEMEN PADANG 0-1 PERSIBO

Mantan Pemain Gagalkan Target SP BANTUL, HALUAN – Target Semen Padang menggandingkan gelar Indonesian Premier League (IPL) 2011/2012 dengan mahkota Piala Indonesia urung tercapai setelah dikalahkan Persibo Bojonegoro di final.

LEPAS START — Tim dari australia, Pekanbaru, Papua Barat, mendayung perahu naga saat lepas start, banjir kanal Gor Agus Salim, Padang, Sabtu (14/7). Sejumlah tim maju ke final yang akan berlangsunng pada tanggal 14 Juli. RIVO SEPTI ANDRIES

PIDB X-2012

Tuan Rumah Gagal ke Final PADANG, HALUAN – Tim Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sumatera Barat gagal masuk final nomor 22 pedayung putra dalam lomba dayung Padang Internasional Dragon Boat (PIDB) 2012, yang dihelat Sabtu (14/7) di Banjir Kanal GOR Haji Agus Salim Padang. Berlaga di race tiga, wakil tuan rumah itu hanya mampu finish diurutan ke-tiga babak semifinal ketiga dengan catatan waktu 03.39.85. Pada semifinal ketiga ini, tim yang berhasil meraih waktu tercepat yakni LAMS Pontianak dengan catatan waktu terbaik 03.24.60. sementara peringkat dua ditempati oleh PODSI Kabupaten Pesisir Selatan dengan waktu 03.38.24. Selain LAMS Pontianak yang

sudah memastikan satu tempat pada babak final, tiga tim lainnya juga sudah meraih tiket untuk bertanding pada babak pamungkas tersebut. Tiga tim yang masuk final tersebut yakni, Marwiltim Surabaya, Kabupaten Jambi, dan Dolphin Marinir Jakarta. Marwiltim memastikan tempat di final setelah pada babak semifinal pertama menyingkirkan perlawanan tim dari Kabupaten Solok Sumbar, Papua Barat, Macau Dragon Boat dengan waktu tempuh 03.28.68. Sementara, Kabupaten Jambi pada babak semifinal kedua berhasil menjadi yang tercepat dari lawannya dari tim PODSI Kaltim, Kamboja dan Hongkong dengan catatan waktu 03.26.04. Dan tim terakhir yang memastikan tempat pada pertan-

dingan pamungkas tersebut yakni dari tim kesatuan Dolphin Marinir Jakarta setalah mengalahkan tim dari China, Batalyon 133 Padang, SMAN Olahraga Pekanbaru dengan waktu 03.41.47. Dolphin Marinir Jakarta merupakan tim yang sebelumnya telah berhasil meraih juara tiga nomor 12 pedayung putra antar kesatuan. Diprediksi, babak final nomor 22 pedayung putra itu akan berlangsung dengan sengit, dimana empat tim yang bertanding merupakan tim unggulan sejak digelarnya PIDB ini. Babak final nomor 22 pedayung putra tersebut akan dilaksanakan pada Minggu(15/7). dan selanjutnya akan ditutup penyelenggaraan event PIDB tersebut oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sharif C. Sutardjo. (h/rio)

JELANG PON XVIII-2012

Riau Siap, Namun Belum Maksimal PEKANBARU, HALUAN – Sebagai tuan rumah penyelenggaraan iven Pekan Olahraga nasional (PON) XVIII-2012, keseriusan provinsi Riau dalam membangun sarana dan prasarana olahraga sepertinya patut pula diapresiasi. Pasalnya sebagian venues petandingan yang berada di Pekanbaru rata-rata pembangunannya kata Panitia Besar (PB) PON sudah mencapai 80 hingga 85 persen. PB PON pun menggaransi maksimal awal bulan Agustus semua venus sudah selesai dan sudah siap untuk dilakukan uji coba. Hal ini dilaporkan wartawan F-WOS Arief Kamil yang meninjau langsung venue PON dari Pekanbaru Sabtu (14/7). Venue cabor sepak takraw yang berada di komplek eks purna MTQ, jalan Sudirman ternyata pembangunannya baru mencapai 60 hingga 70 persen. Pekerjaan yang ber-

hubungan dengan lapangan permainan nyaris belum disentuh. Namun menurut Zulkifli Rahman selaku kepala sarana dan prasarana Dispora Riau, pengerjaan akan memasuki tahap finishing pada akhir Juli ini dan selesai pada awal Agustus. “Materialnya sudah ready, kami optimis Agustus nanti selesai,” ujarnya. Untuk lapangan sepak takraw panitia besar PON mengklaim nantinya mampu memuat penonton sekitar 750 orang. Sementara untuk sarana seperti karet sintetis atap dan kursi tribun hanya tinggal dipasang saja dalam waktu dekat. Bila hal ini sudah dilakukan maka akan tinggal tahap finishing saja, sebut Zulkifli. Sedangkan pada venue gulat yang berada di kampus Universitas Islam Riau (UIR) pembangunannya sudah nyaris selesai dengan progress 90 hingga 95 persen. Gedung seluas 1500 meter persegi yang

STADION Utama Riau, salah satu venue PON yang masih belum maksimal pembangunanya.

mulai dibangun sejak awal tahun lalu itu nantinya menyediakan fasilitas berupa kantor offesial, arena latihan, toilet, mushala dan fasilitas lainnya. Hal yang tidak jauh berbeda juga berlaku pada cabang panahan yang sudah memasuki tahap finishing. Pada venue cabang olahraga tenis lapangan yang berada di komplek PT. Perkebunan Nusantara VI pengerjaannya hampir rampung. Dari delapan lapangan yang tersedia hanya satu lapangan tribun terutup saja yang saat ini masih didalam tahap pengerjaan. “Luas lapangan kurang lebih 1 hektare, pembagunan dan lahan merupakan sumbangan dari PTPN VI,” tambah Zulkifli Rahman yang didampingi oleh Nurul Huda, bidang pelayanan media. Berpindah ketempat lain, ternyata kemegahan Riau Main Stadium yang saat ini menghelat ajang kualifikasi Piala Asia usia 22 tahun ternya belum juga maksimal pembangunannya, masih ada beberapa sisi bangunan yang harus disempurnakan seperti sisi penutup atap bagian atas samping yang masih belum dipasang. Progress kerja yang belum sempurna juga terlihat di stadion Kaharudin Nasution yang mengalami renovasi tempat duduk dan tribun utama. Venue cabor olahraga yang bisa dikatakan pembangunannya sudah rampung hanyalah arena pertandingan wushu, senam, anggar dan basket. Sementara renang masih dalam tahap penyempurnaan. (h/rio)

Pada pertandingan puncak yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (14/7) sore, mantan pemain Semen Padang 2007/2008 yang kini berlabuh di Persibo, menggagalkan target tersebut lewat gol tunggalnya di menit 49. Semen Padang yang tampil tanpa Ferdinan Sinaga dan Yu Hyunkoo gagal mengkonversikan tekanannya ke pertahanan Laskar Anglingdarma menjadi gol. Pada pertandingan itu, Semen Padang sebenarnya tampil dominan lewat duet Edward Wilson Yunior dan Arifan Putra Masril. Arifan sendiri tampil lebih awal setelah Suheri Duad ditarik lebih awal karena cedera. Sejumlah tekanan yang dibangun dari sisi kiri dan kanan pertahanan Persibo lebih banyak mental. Persibo bukan tak memberi perlawan. Serangan balik yang dibangun anak-anak asuhan Paolo Camargo ini lebih efektif dan membuat Jandia Eka Putra yang dipercaya di bawah mistar Semen Padang harus jatuh bangun. Salah satunya, adalah tendangan penyerang Persibo Gustavo Hernan Ortiz di area kiri Semen Padang. Tendangannya ke sudut kiri gawang Semen Padang, berhasil ditepis Jandia. Hingga paroh pertama, belum ada gol yang tercipta. Di babak kedua, Kabau Sirah langsung menggebrak. Striker muda SP, Arifan Putra Masril nyaris membobol gawang Fauzi Toldo setelah tendangan sekali sentuh hasil umpan tarik mendatar dari Esteban Viscara melayang tipis di atas mistar gawang. Menit 49, petaka itupun datang. Tekanan dari sisi kiri

pertahanan Semen Padang gagal diantisipasi dengan baik oleh Slamet Riyadi. Sebuah umpan tarik mendatar berhasil diselesaikan Dian Irawan yang muncul di daerah kotak 16 tanpa terhadang Abdul Rahman dan gol. Tertinggal, Semen Padang berupaya membangun serangan. Namun, tusukantusukan yang dibangun Elie Aiboy dan kawan-kawan masih belum bisa menembus gawang Persibo yang dikawal Fauzi Toldo. Arsitek Semen Padang Suhatman Imam coba mengutak atik strategi, termasuk dengan menarik Vendri Mofu untuk digantikan oleh Mustofa Aji dan menempati posisi Elie Aiboy. Sang kapten, ditarik ke tengah mendukung Edward Wilson yang tak bisa bermain maksimal karena masih dililit cedera hamstring. Tak hanya itu, David Pagbe kerap dibiarkan melaju dan bertahan di depan untuk mengantisipasi bola-bola atas. Sayang Hingga pertandingan berakhir, tak ada tambahan gol tercipta. Terima Tropi IPL Menanggapi hasil pertandingan ini, pelatih Semen Padang Suhatman Imam tak banyak komentar. Ia hanya mengucapkan selamat bagi Persibo, dalam sesi jumpa pers termasuk kapten tim, Ellie Aiboy. Sementara, pelatih Persibo yang asal Brazil, Paolo Camargo, mengaku keberhasilan ini memberi motivasi bagi timnya untuk tetap tampil profesional, kendati belum digaji beberapa bulan. Semen Padang sendiri pulang dari bantul dengan menggondol dua hadiah, yakni Juara IPL 2011/2012 berupa tropi dan hadiah uang senilai Rp2,5 M, termasuk medali emas. Sementara, sebagai runner up Piala Indonesia, Semen Padang menerima hadiah, Rp250 juta dan medali perak. Dalam briefing terakhir, Dirut PT KSSP Erizal Anwar menegaskan hadiah dari Piala Indonesia dibagi kepada tim. “Malam ini juga, Rp100 juta dibagikan kepada tim,”seru Komisaris Utama PT KSSP, Toto Sudibyo yang didampingi Manajer Asdian dan tim pelatih. Seruan ini-pun disambut gembira pemain di ruang ganti. Hari ini, tim Semen Padang direncanakan akan diarak keliling Padang begitu mendatang di Bandara Internasional Minangkabau. (h/mat)

PIALA GUBERNUR SUMSEL

Sumbar ke Semifinal PADANG, HALUAN – Tim futsal PON Sumbar pastikan tiket ke semifinal Turnamen Piala Gubernur Sumsel setelah mampu mengalahkan tim PON Kalimantan Selatan dengan skor 5-3 Sabtu (14/ 7) di GOR PCC Palembang. Pada babak semifinal, Randy “Akank” Satria Mushar dan kawan-kawan akan berhadapan dengan pemenangan partai perempat final lainnya yakni YNF Jawa Timur menghadapi Candi Palembang. Lima gol yang dihasilkan skuad asuhan trio pelatih Syafrianto Rusli, Zulmaidi Ben, serta Robby Mariandy tersebut, masing-masing dicetak oleh, Yudhi Fatra pada menit 16, Ade Andyka menit 37, Rony Doangk menit 38, serta dua gol melalui kaki pemain Timnas Futsal U-21 Rahmad “Pencet” Budiman pada menit ke-3 dan 27.

Sementara tim PON Kalimantan Selatan hanya mampu membalas dengan tiga gol yang disumbangkan oleh pemain Timnas senior futsal Indonesia Afif Tamimi masing-masing pada menit 18, 28, serta menit 34. Manejer tim Sumbar Yasman Yanusar yang dihubungi Haluan Sabtu (14/7) mengatakan kondisi pemain mereka saat ini cukub bagus untuk melakoni laga semifinal yang akan dihelat Minggu (15/7) ini. “Permainan anak-anak disetiap pertandingan, terus mengalami peningkatan. Mudah-mudahan kami bisa mencapai partai puncak,” harapnya. Pada partai semifinal lainnya dihari yang sama, akan saling berhadapan IPC Pelindo II, menghadapi tim tuan rumah Sumatera Selatan. (h/rio)

Pemimpin Umum: H. Basrizal Koto, Wakil Pemimpin Umum/Pemimpin Perusahaan: Sofialdi, Wakil Pemimpin Umum: Zul Effendi, Pemimpin Redaksi: Yon Erizon, Wakil Pemimpin Perusahaan: Syafruddin. Dewan Redaksi : H. Basrizal Koto, H. Desfandri, H. Hasril Chaniago, Zul Effendi, Sofialdi, Yon Erizon, Ismet Fanany MD, Nasrul Azwar, Syamsu Rizal Redaktur Pelaksana: Ismet Fanany MD, Nasrul Azwar, Syamsu Rizal, Litbang dan Online Media: Eko Yanche Edrie, Sekretaris Redaksi: Silvia Oktarice, Redaktur: Rudi Antono, Aci Indrawadi, Afrianita, Atviarni, Dodi Nurja, Nova Anggraini, Rahmatul Akbar, Andika Destika Khagen, David Ramadian, Haswandi. Reporter Padang: Ade Budi Kurniati, Devi Diani, Nasrizal, Meidella Syahni Koresponden: Syamsuardi S, Jon Indra, Ridwan (Bukittinggi), Dedi Salim, Trisnaldi (Pariaman/Padang Pariaman), Zulkifli, Syafril Nita, Sri Mulyati, M Siebert (Payakumbuh/Limapuluh Kota), Atos Indria, Ahdi Susanto, Welina (Pasaman), Miazuddin, Kasra Scorpi (Agam), Iwan DN, Darwin Danin, Maison (Padang Panjang), Yuldaveri, Emrizal, Aldoys (Tanah Datar), M. Junir, Gusmizar (Pasaman Barat), Sabrul Bayang, M. Joni, Haridman (Pesisir Selatan), Syamsuardi Hasan, Riswan Jaya, Alfian, Almito, Marnus Chaniago (Kabupaten Solok/Kota Solok), Icol Dianto (Solok Selatan), Alamsyah Halim, Fadilla Jusman (Sawahlunto), Azneldi (Sijunjung), Maryadi, Ferry Maulana (Dharmasraya), Biro Jakarta: Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: M. Moralis Biro Kepri: M Sahdan Tim Kerja Usaha: Prisma Joni (Plt Manajer Sirkulasi), Jeffry Sony (Plt Kabag Sirkulasi), Nofriza Zainyar (Plt Koord Pemasaran), Junaidi (Plt Koord Eceran), Yan Syafri (Plt Koord Asongan), Yunasbi (Plt. Koord Iklan Kota padang), Tata Letak/Desain: David Fernanda, Nurfandri, Rahmi, Syamsul Hidayat, Jefli, HRD : Desmasari, Umum : Nurmi, Kasir : Desy, TI : Teguh. Plt Manajer Cetak: Irman S Rianto, Pra Cetak : Sawal Marjuni.HRP, Mai Hendri, Cetak : Mardianto (Koordinator), Afandi, Rudi Kurniawan, Jecky Jekcson. Haluan Media Group: CEO H.Basrizal Koto, Direktur: H Desfandri. Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: redaksi_haluan@yahoo.com, website: http/harianhaluan.com, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp57.000, Harga eceran Rp2.500,- Tarif iklan: Tarif Iklan: Display FC halaman satu: Rp50.000/mm kolom, Display BW halaman satu: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam FC: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam BW: Rp17.500/mm kolom, Iklan SC :Rp25.000/ mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat FC: Rp15.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat BW: Rp10.000/mm kolom, Dukacita: Rp10.000/mm kolom, Iklan kolom (maks 300 mmk) FC: Rp15.000, Iklan Kolom (maks 300 mmk) BW: Rp10.000, Advertorial FC: Rp40.000/mm kolom, Advertorial BW: Rp25.000/mm kolom Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, Bank Nagari Cabang Utama Padang Rek No: 1008.0103.00009.1 PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http://www.harianhaluan.com


MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SYA’BAN 1433 H

3


4 L A P O R A N U TA M A

MINGGU, 15 JULII 2012 M 25 SYA’BAN 1433 H

TRADISI JELANG RAMADAN

Balimau Bukan Ajaran Islam dan Budaya Minang LAPORAN: MIAZUDDIN

BALIMAU yang telah menjadi tradisi menyambut Ramadan dinilai bukan budaya Minang dan tak dianjurkan di tempat terbuka oleh agama Islam. Balimau juga disebut dengan “mandi berjamaah”. Balimau saat kini lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya, serta penuh dosa. Bagi umat Islam seantero dunia, bulan Ramadan adalah bulan yang sangat ditunggutunggu. Menjelang pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadan setiap tahunnya, ada banyak tradisi masyarakat Minangkabau yang sampai saat ini masih hidup, antara lain ziarah kubur, malamang, dan yang sangat massif adalah balimau. Tradisi ini biasanya dilaksanakan menjelang puasa. Orang Minang memang memiliki sekian banyak tradisi yang khas dalam implementasi Islam. Tradisi ini sungguh-sungguh merupakan tradisi indigenius atau khas, yang tidak dimiliki oleh masyarakat Islam di tempat lain, jika pun ada itu berupa kemiripan. Tradisi ini ditandai dengan upacara selamatan ala kadarnya untuk menandai akan masuknya bulan puasa Ramadan yang diyakini sebagai bulan yang suci dan khusus. Sama dengan tradisi-tradisi lain di dalam Islam, maka tradisi ini juga tidak diketahui secara pasti siapa yang menciptakan dan mengawali pelaksanaannya. Tetapi tentu ada dugaan kuat bahwa tradisi ini diciptakan oleh nenek moyang orang Minang yang dulunya beragama Hindu. Memang hal ini baru sebatas dugaan, namun mengingat bahwa kreasi-kreasi tentang Islam Minang terutama yang menyangkut tradisi-tradisi baru akulturatif yang bervariatif tersebut kebanyakan datang dari pengaruh budaya Hindu-Budha, maka kiranya dugaan ini pun bisa dipertanggungjawabkan. Salah satu kebiasaan yang kerap menyulut kontroversi adalah balimau karena identik dengan kebiasaan yang tak diajarkan Islam.

Dulu, balimau merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan di tepian mandi atau di pancuran. Warga, tentunya yang beragama Islam, membersihkan diri, dengan menggunakan sabun dan wewanginan dari bunga-bungaan. Bunga-bungaan itu diramu dari berbagai kembang, kemudian dibubuhi minyak harum (parfum) yang tidak mengandung alkohol. Tujuannya, agar bisa memasuki bulan suci Ramadan dengan tubuh yang suci pula. Sebuah kebiasaan yang tidak ada salahnya, karena ajaran Islam mengajarkan agar penganutnya selalu bersih dan harum. Walau demikian, balimau bukanlah budaya Islam atau budaya Minang. Akhir-akhir ini ada pergeseran cara balimau. Khusus bagi kawula muda, balimau dilakukan di tempat pemandian. Mereka datang bersamasama, lelaki dan perempuan yang bukan muhrim. Lalu, di tepian mandi umum tersebut mereka mandi bersama. Ada yang menyebut dengan nada sinis, balimau seperti itu hanya untuk mandi berjamaah antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrim. Kebiasaan “balimau”, dalam bentuk “mandi berjamaah” bukanlah budaya Minang, maupun budaya Islam. Penilaian itu dikatakan Ketua Majelis Ulama Islam (MUI) Kabupaten Agam, Dr Zulkifli Dja’far, MA Khatib Rumah Panjang, ketika dihubungi Haluan pekan lalu. Balimau menjelang memasuki bulan suci Ramadan dalam Islam adalah aktivitas membersihkan jiwa. Maksudnya, balimau merupakan kegiatan bermaaf-maafan, dengan mendatangi orang tua dan karib kerabat. Bermaafmaafan merupakan sebuah aktivitas membersihkan jiwa seorang muslim. Balimau juga dilakukan dengan membersihkan diri untuk memasuki Bulan Suci Ramadan. Membersihkan diri dengan cara mandi di tepian atau kamar mandi masing-masing. Usai mandi biasanya kaum muslimin dan muslimah memakai harum-harum, seperti harumharuman dari bunga. “Namun balimau ke tempat pemandian umum, atau ke water boom, tidak dianjurkan dalam ajaran adat maupun agama Islam,” ujar Zulkifli Dja’far. Balimau menjelang memasuki Ramadan ke tempat pemandian umum secara bersama-sama antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrim, menurut Buya Zulkifli, bisa mengundang maksiat. Oleh karena itu, sebaiknya dijauhi. Kepada para orang tua dan pimpinan kaum,

diharapkan mencegah anakkemenakan mereka pergi balimau dengan lelaki atau perempuan bukan muhrimnya. Daripada pergi balimau dengan cara “mandi berjamaah” itu, lebih tidak dilakukan. Bersihkan saja jiwa dan raga dengan cara Islam. “Jangan melakukan perbuatan dosa, berdalih untuk pergi balimau.” Mengundang kaum kerabat untuk menghadiri hajatan (berdoa), untuk tujuan bermaafmaafan, menurut Buya Zulkifli, merupakan kegiatan yang bagus. Apalagi dilakukan menjelang memasuki bulan suci Ramadan. Berkumpulkumpul dengan tujuan yang baik merupakan kegiatan yang bermanfaat. Antara lain untuk meningkatkan silaturahim antar sesama. Budaya Sesat Sementara itu, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupatn Agam, Drs Mardius Asmaan Dt. Saripado dengan tegas mengatakan balimau dalam bentuk “mandi berjamaah” merupakan budaya sesat. Dalam adat Minang-

kabau tidak ada anjuran untuk itu. Malah ia menyebut perbuatan seperti itu bukan menyucikan diri, tetapi malah menambah kotornya jiwa dan diri seseorang. Bagaimanapun, perbuatan tersebut diyakini akan memicu perbuatan dosa. “Tidak ada perbuatan kotor akan menyucikan diri. Perbuatan seperti itu sebaiknya dijauhi. Bila memang hendak menyucikan diri, balimau saja di kamar mandi masingmasing. Itu lebih terpelihara dari perbuatan dosa,” ujar mantan pejabat teras Pemkab Agam tersebut. Adat Minangkabau berlandaskan ajaran Islam. Dalam mamangan adat disebutkan “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.” Kitabullah itu adalah Alquran. Dari sanalah dasar adat Minangkabau, makanya tidak mungkin adat Minangkabau berlawanan dengan ajaran Islam. Dalam Islam, berduaan saja antara lelaki dengan perempuan yang bukan muhrim termasuk dosa, atau setidaknya bisa menyebabkan timbulnya perbuatan dosa.

Bila berduaan saja sudah dilarang, apalagi mandi bersama antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrim. Justru itu ia menghimbau pimpinan kaum untuk mencegah anak-kemenakannya pergi balimau ke tempat pemandian umum bersama lelaki atau perempuan yang bukan muhrimnya. Pernyataan keras senada disampaikan bendaharawan LKAAM Agam, yang juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Agam, H. Junaidi, SH, Dt. Gampo Alam Nan Hitam. Menurutnya, warga Agam jangan sampai terjebak dengan perilaku dan budaya yang tidak baik. Budaya balimau bersama antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrimnya, ke tempat pemandian umum, adalah budaya yang tidak benar. Makanya patut untuk dicegah. Alangkah memalukan bila anak Minangkabau melakukan perbuatan balimau bersama lelaki danperempuan yang bukan muhrimnya. Apalagi dilakukan di tempat pemandian umum.

“Balimau cukup di kamar mandi di rumah masingmasing. Untuk apa pergi jauhjauh ke tempat pemandian umum,bila yang didapat adalah dosa,” ujarnya. Pernyataan serupa mencuat dari salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Tanjung Mutiara, Nazirman. Menurut pensiunan Pegawai Pemkab Agam itu, balimau dengan cara yang salah, hanya akan menimbulkan dosa. Sebaiknya tidak dilakukan, apalagi bila hendak memasuki Bulan Suci Ramadan. Pernyataan keras juga mengapung dari ketua LSM Komite Masyarakat Agam (KOMA), Anizur. Menurutnya, janganlah memasuki bulan Suci Ramadan dengan diri dan jiwa yang kotor. Sejatinya, masukilah bulan Suci Ramadan dengan jiwa dan diri yang bersih pula. Balimau dengan pola “mandi berjamaah” antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrim, adalah perbuatan dosa. “Orang Agam tidak layak melakukan acara balimau dengan mandi berjamaah seperti itu,” ujarnya, dengan nada

keras. Bupati Agam H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah juga mengimbau segenap lapisan masyarakat Agam untuk melakukan perbuatan yang bermanfaat, termasuk dalam hal balimau menjelang Ramadan. Menurutnya, balimau bersama ke tempat pemandian umum antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrim, bukanlah budaya Minang. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan kawula muda, yang lebih banyak nilai hura-huranya daripa manfaatnya. Sebagai orang Agam, yang menjunjung tinggi adat dan agama, janganlah sampai melalukan perbuatan yang tidak baik menurut ukuran adat dan agama. Karena balimau dengan cara “mandi berjamaah” antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrim, adalah perbuatan tercela. Perbuatan seperti itu hanya akan mengundang dosa. “Kalau mau memasuki bulan suci Ramadan, sebaiknya umat menyucikan diri, bukan mengotorinya dengan balimau seperti itu,” ujarnya mengingatkan. „

Potang Balimau Dihadiri Tiga Menteri LAPORAN: IWAN DN, SYARIL NITA BANYAK tradisi yang dilakukan umat muslim untuk menyambut kedatangan bulan suci Ramadan. Selain mengadakan acara ritual berdoa, membersihkan kuburan,

ada juga yang melakukan bersuci badan melalui yang disebut dengan balimau. Ada yang mandi di sungai, ke danau, dan ada juga mandi di rumah masing masing. Biasanya balimau ini

dilaksanakan sehari menjelang masuknya awal Ramadan. Tradsisi mandi balimau ini yang cukup fenomenal adala balimau yang dilakukan juga dilakukan secara massal di Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota. Masyarakat menyebutnya

dengan potang balimau. Artinya balimau sore di Batang Mahat. Potang balimau ini sudah menjadi tradisi turun-temurun bagi masyarakat Pangkalan. Agenda jelang Ramadan ini sepertinya sudah menjadi “keharusan” bagi seluruh masyarakat bahkan perantau juga sengaja pulang ke kampung untuk mengikuti potang balimau tersebut. “Potang balimau juga menjadi barometer kinerja walinagarinya. Gara-gara tidak sukses acara potang balimau, bisa jadi wali nagarinya diberhentikan karena dianggap gagal,” kata Diswanto, Wali Nagari Pangkalan kepada Haluan, pekan lalu. Untuk menyambut bulan puasa tahun ini, masyarakat Pangkalan juga akan melaksanakan acara itu. Akan tetapi acaranya akan menjadi luar biasa karena akan hadir 3 menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II bersama sejumlah anggota DPR-RI dan petinggi negara lainnya. HM Azwir Dainy Tara,

anggota Komisi VII DPR-RI yang sudah mengetahui meriahnya acara ini berjanji akan turut membangun mimbar utama untuk menggelar acara potang balimau. “Saya akan membantu pembangunan mimbar acara potang balimau di Pangkalan, karena agenda ritual keagamaan ini sangat ramai lagi pula dilaksanakan setiap tahunnya,” kata Azwir Dainy Tara kepada Haluan. Ketiga menteri yang sudah menyatakan datang antara lain Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pengestu, Menteri Ristek dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta. Mereka akan menggunakan helikopter dari Pekan Baru menuju Pangkalan. “Sementara 4 menteri lagi masih ditunggu konfirmasinya, kata HM Azwir Dainy Tara di Tapakih beberapa hari yang lalu. Ketua Panitia Potang Balimau Hj Ir Irma MBA, perantau sukses di Pekan Baru menyebutkan, acara

religi potang balimau akan dimeriahkan dengan Pildacil, pidato, menggambar religi dan selaju sampan. “Biasanya seminggu menjelang acara sudah ada kegitan,” kata Irma. Intinya potang balimau di samping bersih diri juga sebagai ajang silturahim jelang masuk bulan puasa. Potang Balimau yang sudah dimodikasi dengan perahu-perahu hias bagai rumah adat, bus, dan bentuk lain yang menghias di Batang Mahek sejak pagi sampai sore, tanpa pandang usia, mandi bersama di Batang Mahek yang dipusatkan di bawah jembatan Pangkalan. Bahkan untuk hiburan warga, dilangsungkan pula pacu sampan (perahu). “Biasanya potang balimau yang diawali penyambutan dengan tari pasambahan dan suguhan air, capur jeruk nipis, dan akar-akar, harum-haruman yang disebut warga kasai,” kata Jaidar dan Chairuddin Nur yang biasa menjadi panitia gabungan orang kampung dan perantau. „


L A P O R A N U TA M A 5

MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SYA’BAN 1433 H

SAMBUT RAMADAN

Dari Silek Songsong Hingga Mandoa ka Surau

Silek songsong menyambut bulan suci Ramadan di Pasaman.ATOS

Laporan: Atos Indria, Kasra Scorpi

M

inang masih kuat memegang trad isinya dalam menyambut Ramadan. Dari silek songsong dengan bakuhampehnya pandeka kampuang hingga mandoa ka surau secara bersama. Di Kabupaten Pasaman, tepatnya di Kecamatan Lubuk Sikaping, dua nagari yang bertetangga yakni Pauah dan Durian Tinggi, sampai saat ini masih mempertahankan tradisi balimau jelang Ramadan. Bahkan uniknya dalam prosesi balimau dilakukan dengan iring-iringan dan arakarakan dari kedua nagari yang akan bertemu nantinya di sebuah masjid yang bernama Masjid Raya Pauah-Durian Tinggi. Rombongan besar itu yang terdiri dari ninik mamak, bundo kanduang dengan pakaian lengkap serta di depannya dikawal oleh para pendekar yang akan melakukan silek songsong.

Prosesi itu dilakukan saat hari merangkak senja. Saat Matahari akan tenggelam di ufuk Barat. Tiba tiba, sekelompok jawara silek kampuang baku hampeh. Warga sekitar, mengerumuni lokasi. Seperti tahun tahun sebelumnya, satu hari menjelang puasa, warga Nagari Durian Tinggi dan Nagari Pauah, balimau bersama, di halaman Masjid Raya Pauah Durian Tinggi yang dapat disaksikan ribuan warga yang tumpah ruah. Prosesi balimau itu, dimeriahkan atraksi silek sonsong dari dua kenagarian bertetangga itu. Sekitar pukul, 18.00. WIB, persis di depan Masjid Raya yang terdapat di Kampung Rapak, pesilat dari kedua nagari itu basabuang. Kendati suasana sempat memanas, pembawa siriah dalam carano, segera menyeruak ke tengah arena. Suasana dengan cepat mencair menjadi pelukan dan saling berjabat tangan, minta maaf atas kesalahan dalam rangka memasuki

bulanRamadan. Setiap rombongan yang hadir dalam kegiatan itu, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan itu. “Saat dua kubu silek sonsong bertemu, saya sempat badampuang,” kata salah seorang warga. Usai pelaksanaan silek sonsong, warga balimau bersama di halaman masjid raya itu. Kaum ibu, terlihat gembira, memberikan limau yang mereka bawa. Dalam kesempatan itu, Benny Utama, Bupati Pasaman, berlimau bersama dengan ninik mamak dan warga. Sekaitan dengan proses balimau, di setiap kejorongan, juga dilakukan arakarakan dengan dipandu ninik mamak, bundo kanduang dan sederetan anak nagari. Balimau yang dilakukan dari jorong ke jorong adalah salah satunya bentuk tradisi yang telah dilakukan secara turun temurun. Dan sangat berbeda apa yang dilakukan di tiap daerah dengan melakukan balimau di sungai-sungai atau tempat

Manjalang Mintuo di Bulan Lamang Laporan: Miazuddin ADA KEBIASAAN warga di Lubuk Basung dan sekitarnya pada bulan Sya’ban. Bulan yang lebih dikenal dengan “Bulan Lamang” itu merupakan bulan sibuk bagi kaum ibu, terutama yang baru menikah. Karena pada bulan itu ada tradisi maantakan lamang ke rumah mertua (mintuo) dan keluarga mertuanya. maantakan lamang, biasanya disertai tapai dari beras ketan, memiliki arti yang dalam bagi seorang istri. Karena perbuatan itu merupakan rasa hormat dan terima kasih kepada mertua. Hormat kepada mertua sebagai tanda bakti seorang istri kepada mertua. Terima kasih, karena anak mertua (suaminya) telah menjadi junjungannya. Suami telah mencarikan nafkah dan menyayanginya. Mengantarkan penganan khas tersebut juga dimaksudkan untuk menjaga dan meningkatkan silaturrahim antara istri dengan mertua, dan keluarga mertuanya. Pada saat itu, istri meminta maaf kepada mertua dan keluarganya sekaitan akan memasuki bulan suci Ramadan. Saling bermaafan akan terjadi pada saat mengantarkan lamang. Bagi pasangan suami-istri

yang tinggal di perantauan, dan tidak sempat pulang ke kampung halaman, biasanya yang mengantarkan lamangtapai ke rumah mertuanya adalah ibu sang istri. Begitu pentingnya mengantarakan penganan lamang-tapai tersebut. Bila tidak dilakukan, akan menjadi buah gunjingan orang kampung. Dikatakan si istri tidak menghargai keluarga suaminya. Kebiasaan mengantarkan makanan tersebut berlanjut sampai bulan puasa (Ramadan). Pada bulan Ramadan, seorang istri akan mengantarkan makanan kepada mertua dan keluarga mertuanya. Kegiatan itu disebut maanta pabukoan. Kebiasaan itu sudah membudaya di tengah masyarakat, sejak dulu, dan tidak berubah sampai saat ini. Menurut Ketua LKAAM Agam, Drs Mardius Asmaan Dt Saripado, yang pernah menjabat Camat Lubuk Basung cukup lama, kebiasaan tersebut sangat bagus untuk menjaga dan meningkatkan silaturahim antara seorang istri dengan mertua dan keluarga suaminya. Silaturahim seperti itu ternyata sangat mangkus untuk mendekatkan kekerabatan antara keluarga seorang istri dengan keluarga suaminya. “Dengan demikian akan tercipta hubungan kekerabatan

yang harmonis antara sang istri dengan suaminya, dengan mertua dan keluarga sang suami. Diharapkan juga akan tercipta sebuah keluarga besar yang saling menghormati dan saling menyayangi,” ujar Mak Datuak itu. Ramadan memang diyakini sebagai bulan penuh rahmat bagi umat Islam. Untuk memasuki bulan penuh rahmat itu, segenap warga bermaaf-maafan. Bahkan pada bulan Sya’ban, menjelang memasuki Ramadan, pusara orang tua dan keluarga pun dibersihkan. Warga membacakan doa untuk keselamatan almarhum dan almarhumah di alam sana. Membersihkan pusara orang tua, bagi orang tua mereka yang sudah wafat, merupakan salah satu bukti pengabdian dan rasa hormat kepada mereka. Di setiap rumah, sudah menjadi kebiasaan mengundang karib kerabat dan tetangga untuk datang ke rumah untuk mandoa (berdoa). Mandoa menjelang memasuki Ramadan sudah menjadi tradisi tahunan warga. Para tamu disuguhi makanan dan minuman. Sebelumnya, salah seorang tamu, biasanya mereka yang dinilai alim dan menguasai ilmu agama Islam, membacakan doa, yang hadir lainnya mengaminkan. Usai itu, mereka saling bersalaman, sambil saling bermaafan.„

pemandian umum.

Berdoa ke Surau Sementara itu, dari Agam menyonsong Ramadan, dengan memungsikan surau. Sura bagi masyarakat Minang berfungsi ganda, selain sebagai tempat beribadah juga sebagai tempat kegiatan pendidikan seperti tempat belajar mengaji, pasambahan adat, bahkan juga ilmu silat, kemudian merupakan sarana kegiatan sosial dan tempat menjalankan berbagai prosesi ritual adat terutama yang menyangkut dengan keagamaan. Dulu, surau milik suku atau kaum banyak ditemui dalam sebuah nagari , hanya kini yang langka karena banyak yang telah roboh. Banyaknya surau di nagari karena sebuah suku merasa bangga kalau memiliki sebuah surau, sehingga setiap suku berlomba untuk membangunnya. Nama surau itu juga banyak yang disesuaikan dengan nama suku pemiliknya, sehingga dikenal adanya surau rang koto, rang jambak, rang pili dan sebagainya. Surau biasa dibangun pada tempat yang

dilalui saluran aie, karena air penting untuk berwuduk dan mengairi kolam ikan milik surau yang hasilnya digunakan untuk keperluan pembangunan atau kegiatan surau. Apabila surau tidak memiliki saluran air, nama surau itu akan terkenal dengan sebutan surau kariang. Pada hari-hari biasa kegiatan dan pengunjung surau tidak begitu ramai, namun pada bulan Ramadan surau diramaikan dengan kegiatan tadarus, MTQ, Nuzul Quran dan kegiatan keagamaan lainnya. Oleh karena itu menjelang Ramadan tiba masyarakat ramai-ramai bergotong royong membenahi lingkungan surau mereka. Di Jorong Gumarang Nagari III Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan Agam, masyarakatnya memiliki tradisi mandoa ka surau sabalun puaso. Kegiatannya biasa dilakukan pada usai salat Jumat terakhir menjelang hari pertama puasa. Dipilihnya hari Jumat karena seluruh jamaah masjid terdekat diundang dalam acaranya. Doa bersama yang diselenggarakan warga suku pemilik surau itu ditandai dengan pembacaan doa selamat menempuh bulan suci Ramadan, makan bersama, diakhiri dengan saling maaf-memaafkan. Kadang kegiatan itu dimeriahkan dengan kesenian bernuansa Islami seperti permainan “roda” atau shalawat talam. Doa bersama itu diawali dengan gotongroyong membersihkan lingkungan kampung dan malapeh tabek surau guna mengambil ikannya yang akan digulai untuk makan bersama. Makanan atau jamba untuk acara doa bersama itu dibawa oleh ibu-ibu setempat. Salah satu jamba adat yang juga disuguhkan adalah jamba limo terdiri dari 5 jenis makanan yang ditarok dalam sebuah piring. Kelima jenis makanan tersebut adalah, lemang, kalamai, goreng pisang, penyaram dan kue loyang atau kue bungo. Jamba limo dihidangkan sebelum makan nasi. Menurut Wali Nagari III Koto Silungkang Helmi Dt Bungsu, kegiatan mandoa ka surau sabalun puaso, masih eksis hingga kini masih dilaksanakan oleh suku pemilik surau dan tradisi tersebut merupakan motivasi bagi masyarakat untuk melanggengkan keberadaan surau serta memupuk rasa kebersamaan antarsesama warga terutama warga satu suku. Selain itu tradisi membersihkan pusara, balimau ke pancoran, manjalang mintuo bagi pengantin baru masih dilakukan masyarakat sebagai ritual adat benuansa agama menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Namun acara balimau yang dilakukan masyarakat setempat bukan pergi ke tampat wisata seperti yang model dilakukan berbagai kalangan sekarang ini. Bagi mereka balimau dilakukan pada sore hari menjelang hari pertama puasa, dengan membawa air diberi limau dan bunga rampai ke pancoran atau tepian sungai, kemudian air itu digunakan untuk mandi, paling tidak untuk mencuci muka.„

Dihiasi Makanan Khas Luak Limopuluah

Tradisi makan bersama saat gotong royong membersihkan kuburan jelang Ramadan. SYARIL NITA

LAPORAN: SYAFRIL NITA KOTA PAYAKUMBUH dan Kabupaten Limapuluh Kota yang akrab dijuluki dengan “Luak Limopuluah”, hingga kini masih mempertahankan tradisi Minang dan Islam di tengah masyarakat. Selain tradisi potang balimau, di Pangkalan Koto Baru dan Kapur IX masih bertahan, ada juga tradisi makanan khas yang dihidangkan menyambut Ramadan di rumah-rumah warga berupa lauk pauk, paniaram, karabu telor, dan rendang ayam untuk memakan ketan. Tradisi itu masih terawat baik, misalnya Nagari Andaleh Mungo, Kecamatan Luak dan Lareh Sago Halaban. Di daerah ini yang masih bertahan tradisi mambao jamba diatas talam yang berisi nasi, sambal macammacam daging, ikan sayur, lengkap dengan buah serta kue yang tersediakan

dari rumah. Jelang Magrib datang, ibu-ibu daerah di kaki Gunung Sago ini berduyun-duyun datang ke musala, masjid dan langgar. Usai salat Magrib, mulai anak-anak sampai tua ubanan tumpah ke rumah ibadah di masing-masing jorong. Mengakhiri acara makan bersama yang mempertebal rasa kekeluargaan kebersamaan dan saling bermaafan itu, warga juga mendengarkan pengajian dari buya yang didatangkan dari luar daerah itu. Di berbagai kelurahan lingkungan Nagari Koto Nan Ampek dan Koto Nan Gadang Kota Payakumbuh, tradisi yang bertahan makan bajamba di pandam pekuburan sesuai gotong-royong dan ziarah. Dari 76 kelurahan, masing-masing memiliki ciri khas tersendiri pula. Kalau di Kelurahan Payoalansek, makan bajamba 3 sampai 5 orang dalam sebuah talam besar yang lengkap berisi sambal rendang, gulai dan goreng ikan, telor sesuai apa yang dibawa kaum

ibu. Di Padang Tinggi dan Padang Tangah ada pula tradisi potong kambing sambal rendang, gulai dan berbagai bawaan ibu-ibu dilengkapi pula oleh “gulai kambing “ disiapkan panitia gotong-royong pandam pekuburan. Berbarengan dengan kesibukan gotongroyong, kelompok selawat membacakan shalawat, hingga kesibukan kerja ringan ataupun berat tak dirasakan. Usai gotong-royong pandam pekuburan yang sudah bersih dan rapi, tibalah waktunya untuk makan bajamba, dan seusai makan bersama dengan satu piring besar 3 sampai 5 anggota gotongroyong, saling maaf antara sesama warga. Banyak juga dari kelurahan tetangga yang hadir sehubungan juga ada sanak keluarganya yang menghuni pandam pekuburan Payoalansek, Padang Tinggi, Talang, Padang Tangah, Tanjung Pauh dan lainnya. Namun demikian tradisi-tradisi itu memang tak seperti dulu lagi, sudah banyak pula yang disesuaikan dengan zaman. Minum yang biasanya menggunakan tempurung, kini sudah pakai gelas dan botol serta kemasan air mineral. “Cangkul dan sambit sewaktu gotongroyong masa lalu, kini juga dibantu mesin pemotong rumput,” kata Zainir, Syukri ABS, bahkan Suwandel Muchtar calon wakil Walikota dan Syamsul Bachri yang hadir dalam gotong-royong jelang masuk puasa Ramadan pada Haluan, Minggu lalu. Tradisi malamang jelang Ramadan mulai memudar di tengah masyarakat, kendati lamang kerap ditemukan di pasarpasar pabukoan seperti di Pekan Rabaa Gadut, Dangung-dangung, Guguk, Limbanang, Sarilamak, dan pasar kaget di Simpang Perambahan, Simpang Tigo Lampasi, dan Muaro Koto Nan Gadang. „


6 RENDO Kirimkan pertanyaan anda melalui SMS ke 081363885510 atau lewat email ke aci_haluan@yahoo.com

Diasuh oleh: RUSDI ZEN

Pasal Nepotisme Assalamualaikum Wr Wb. Bapak pengasuh konsultasi hukum yang terhormat. Kami ingin bertanya kepada bapak apakah dalam undang-undang anti KKN diatur larangan seorang pejabat Negara untuk melakukan tindakan nepotisme merajalela di negara kita (Nasrul Karim-Sawahlunto) Jawab Pak Nasrul Karim, memang diatur. Nepotisme atau konco-isme itu merusak sendi-sendi demokrasi, persamaan hak dan persamaan

MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SYA’BAN 1433 H

KONSULTASI HUKUM kesempatan, bahkan merusak persamaan di hadapan hukum.K orupsi, gratifikasi dan anti-meritokrasi merupakan hasil akhir dari nepotisme. Nepotisme dalam pepatah Minang adalah: kok tibo dimato dipiciangkan, kok tibo diparuik dikampihkan.Sasampik-sampik jalan, namun anak rajo lalu juo.

ke pengadilan. Namun kurang realistis, menagih piutang sebesar Rp65 juta melalui gugatan. Jangan-jangan untuk berburu seekor kambing, anda akan kehilangan seekor kerbau.

ASSALAMUALAIKUM Wr Wb. Saya mau minta pendapat sama bapak, uang saya dipakai orang sebanyak 65 juta. Setiap saya minta uang itu, orang itu berjanji terus. Bagaimana solusi sebaiknya bapak, terima kasih. (0852722295xx) Jawab Saya kira anda orang yang sangat kaya. Buktinya anda meminjamkan uang begitu saja, tanpa jaminan. Jalan keluarnya, ketika dia berjanji lagi, buat secara tertulis dan langsung minta jaminan, misalnya BPKB kendaraan atau surat berharga lainya. Jaminan tersebut harus dibunyikan dalam perjanjian tertulis tadi. Jika yang diserahkan sebagai jaminan adalah sertifikat tanah, maka pengikatannya sebagai jaminan hutang harus melalui Pejabat Pembuat Akta Tana (PPAT). Jalan lain dengan menggugat si peminjam

karena dilaporkan lawannya. Pihak keluarga pun mengurusnya. Akhirnya kedua pihak melakukan perdamaian dan dibuktikan dengan adanya pernyataan damai dari kedua pihak, lengkap dengan materai dan tandatangan saksi. Hanya saja menurut polisi kasus itu akan tetap dilanjutkan. Sementara di tempat lain saya dengar kalau sudah damai, perkaranya selesai. Bagaimana ini sebenarnya pak Konsultan. Apa yang harus kami lakukan agar kasus ini tak berlarut-larut. Terima kasih (Doni-Padang) Jawab Bung Doni, jika terjadi tindak pidana, maka secara hukum berarti si pelaku berlawanan dengan Negara Republik Indonesia. Sedangkan pelapor hanyalah korban. Jadi diperdamaikan antara pelaku dan korban dengan sutradara penyidik/ polisi adalah aspek perdatanya.

PERTANYAAN Mendatar 1. Tahan lama 5. Peruntungan, nasib 8. Hewan khas Australia 10. Nama bunga 12. Pelindung kepala 13. Bulan 15. Penyumbat lubang mesiu 16. Alat pengukur waktu 17. Ilmu tata kalimat 19. Nama penyakit kulit 20. Hasil seperti gambar yang diukir 22. Sekarang TNI 24. Infeksi Saluran Pernafasan Akut 26. Alat pengatur 30. Ukuran panjang 31. Perserikatan 32. Situasi yang sulit 34. Garpu pengukur nada 35. Menentang karena tidak setuju 37. Pupuk dari kotoran burung 38. Bagian dari tangan 39. Hewan penghasil susu

2. Bukan WNI 3. Tenaga Kerja Indonesia 4. Padang rumput yang luas 5. Hanya dialami wanita 6. Rangkaian kalimat 7. Tempat duduk di punggung unta 9. Tepuk tangan untuk memberi semangat 11. Gerakan berirama 14. Media milik pemerintah 17. Ringan 18. Istri simpanan 19. Sebelum 21. Saya (Arab) 23. Kasur 25. Telepon seluler 27. Udang kering 28. Sisa proses produksi 29. Tanah liat yang dapat dimakan 32. Nama suku di Papua 33. Ragam suara berirama 35. Tempat penjagaan 36. Organisasi Peserta Pemilu KUPON

059

Menurun

„Kirim jawaban melalui kupon di atas dan dikirim melalui Pos ke Kantor Redaksi harian Haluan, Kompleks Bandara Tabing, Jalan Prof. Hamka, Padang. Tersedia hadiah menarik bagi pemenang.

Galak-galak Surang

BAPAK dan ibu sedang getol membicarakan masalah otomatisasi, bapak berkata kepada ibu: “Keluarga kita sekarang pada umumnya sudah menerapkan otomatisasi. Mesin cuci baju otomatis sudah sepenuhnya membebaskan dirimu.” Ibu berkata: “Aku juga sudah

Padang Tanpa Terminal

Perdamaian Pidana Piutang Rp65 dalam BAPAK konsultasi hukum yang terhormat. Teman saya terlibat perJuta tengkaran sehingga diperiksa polisi

TTS BERHADIAH

Rumah Serba Otomatis

G A R A H S I M A N TA B A

membelikan sebuah pisau cukur otomatis untukmu, selanjutnya kamu tak usah mencukur kumis dengan cara menggerakkan tangan seperti dulu lagi.” Adi coba menimpali: “Aku mengerjakan PR sangat capek, jeriji tanganku kadang-kadang sampai merasa sakit, kapan bu aku juga bisa membuat PR dengan menerapkan otomatisasi?” Ibu berkata: “Bagaimana kalau besok ibu belikan kamu sebatang pensil otomatis?”

Cara Mengatasi Amnesia Parto bolak balik di atas ranjang tidak bisa tidur, dan tidak berdaya sedikit pun, maka itu akhirnya Parto mulai menghitung kambing, mengibaratkan bahwa kambing-kambing itu sedang melompat dan lari satu per satu di depan matanya. Hasilnya otaknya malah makin sadar, karena ritme menghitung kambing tak bisa mengikuti ritme berlarinya kambing.

Alasan

Salam Perikanan

Memeliharaan Ikan di Sawah PEMELIHARAAN ikan di sawah bersama padi merupakan usaha yang menguntungkan, dapat dilaksanakan petani di areal sawah yang mempunyai pengairan normal, baik irigasi teknis maupun irigasi pedesaan. Keuntungan lain dari usaha mina padi adalah dapat meningkatkan kesuburan tanah, karena kotoran ikan dapat bermanfaat sebagai pupuk organik, selain itu juga bermanfaat untuk mengurangi hama dan gulma, karena ikan memakan serangga dan rumput di areal persawahan. Usaha pemeliharaan ikan di sawah terbagi tiga, yaitu: 1. Sistem mina padi 2. Sistem palawija ikan 3. Sistem ikan penyelang Persyaratan Lokasi - Lahan sawah harus memiliki sumber air yang dapat diandalkan - Lahan sawah harus bebas banjir -Terhindar dari hewan yang merusak pematang dan hewan yang memangsa ikan peliharaan.

Nyamuk Menggigit Gajah SEEKOR gajah jatuh sakit, mendengar berita ini nyamuk segera terbang kemari, menghinggap di tubuhnya dan menciumnya dengan sekali kecupan. Pada waktu akan meninggalkan tempat itu, dia dipanggil oleh sang gajah dan dicecar pertanyaan: “Jujur saja, engkau lagi berbuat apa nih. Apakah engkau sedang memeriksa penyakitku?” Nyamuk itu berkata: “Ya, nggak salah. Hari ini aku mengambil darahmu dulu untuk keperluan pemeriksaan

Persiapan Sawah - Pematang harus cukup kuat dan tinggi (lebar dasar 50 cm, lebar atas 30 cm dan tinggi 50 cm) - Setiap petakan harus mempunyai parit yang berfungsi sebagai tempat perlindungan ikan , memudahkan gerak ikan mencari makan dan memudahkan pemanenan. - Letak parit disesuaikan dengan pintu masuk dan pintu keluar dengan lebar parit 50 - 75 cm dengan kedalaman 50 cm. - Pintu masuk dan pintu keluar air di beri penyaring guna mencegahnya masuk nya binatang pengganggu dan keluarnya ikan peliharaan. - Luas petakan sawah berkisar antara 500 - 1000 m2 Pakan Pakan tambahan yang dapat diberikan pada ikan mina padi antara lain: - Pelet dengan kadar protein 25% dicampur dengan dedak halus dengan perbandingan 1 : 1 - Campuran dedak halus dengan

laboratorium, besok kamu boleh datang mencari diriku untuk mengetahui hasil pemeriksaan.” Begitu habis bicara, nyamuk itu segera terbang pergi sambil menyenandungkan sebuah lagu pendek.

Menderita Penyakit Canine Complex Seorang pria berjalan memasuki kantor seorang psikiater terkenal dan duduk untuk menjelaskan masalahnya. “Dokter, saya punya masalah ini,” kata pria itu. “Saya terus

pelet ayam tipe a dengan perbandingan 1 : 1 - Campuran dedak halus dengan bungkil kelapa dengan perbandingan 7 : 3 - Campuran dedak halus, tepung bungkil kelapa dan tepung kedelai dengan perbandingan 72 : 20 : 8 - Pakan diberikan di tempat pemasukan air - Frekuensi pemberian pakan 2 x sehari, pagi dan sore. D. Pemanenan Pemanenan dapat dilakukan sesuai dengan keperluan. Ukuran ikan bervariasi antara lain: - Pemiharaan ikan mina padi, dengan ukuran ikan 100 gr/ekor, dipanen pada saat padi mulai berbunga. - Pemiharaan ikan palawija; ukuran ikan 200 - 250 gr/ekor, dipanen pada saat musim tanam berikutnya atau 2,5 bulan. - Pemeliharaan ikan penyelang, dipanen dengan ukuran 30 - 50 gr/ ekor.(dari berbagai sumber)

berpikir bahwa aku seekor anjing. Ini gila.. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan!” “Penyakit ‘canine complex’ biasa,” kata dokter menenangkan. “Tenang, kemari dan berbaringlah di sofa..” “Oh tidak, Dokter,” kata pria itu dengan gugup, “Aku tidak diizinkan duduk di atas furnitur.”

Hadiah Ulang Tahun Spesial untuk Istri Jono dan istri, baru selesai makan malam di sebuah restoran.

Ketika di tempat parkir... Istri: “Pa, bulan depan mama ultah, ingat gak?” Jono: “Inget don, Ma..” Istri: “Kalau boleh tau, papa mau ngasih kado apa buat mama?” Jono: “Ah, nanti aja, papa kasih kejutan buat mama...” Istri: “Ayo dong pah, mama penasaran nih...” Jono: “Okelah ma,... Mama lihat mobil BMW yang di pojokan itu?” Si istri melihatnya dan langsung memeluk manja sang suami, “Oooohh Papa...” Jono: (sambil mengelus rambut istri) “Papa mau beliin mama daster yang warnanya kayak mobil itu!” Top of Form


K E S E H ATAN 7

MINGGU, 15 JULII 2012 M 25 SYA’BAN 1433 H

Kanker Payudara yang Menakutkan Perempuan Wajah Jupri (48) tak lagi sumringah ketika mengajar di depan mahasiswa. Keceriaannya itu sirna ketika dokter memvonisnya dengan penyakit kanker payudara.

Jupri yang mengajar di salah satu universitas terkemuka di Kota Padang itu mulanya tak mengetahui penyakit yang ia derita. “Payudara saya terasa sakit. Ada benjolan kecil. Ketika diperiksa ke dokter, ternyata itu kanker,” tuturnya kepada awal Juli lalu. Dokter katanya, menyuruhnya rutin melakukan kemoterapi. “Ini sudah kemoterapi yang kedua,” katanya ketika di wawancara. Perubahan yang terjadi pada tubuhnya, selain badannya terus mengurus, rambutnya juga mulai mengalami kerontokan. “Mungkin karena pemikiran. Suami saya menyuruh istiqfar, menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Tapi

bagaimana lagi, setiap saya tidur, selalu terbayang bahwa ini bukan penyakit sembarangan,” tuturnya sambil menerawang. Ketakutan yang sama juga dirasakan Hesti. Wanita paruh baya ini juga divonis menderita penyakit kanker payudara. “Jenis kankernya ringan, tapi saya tetap takut,” katanya. Ia kehilangan keceriaan ketika bermain dengan anak-anaknya. Hesti mulanya tak berani memeriksakan ke dokter tentang penyakitnya itu. Ia memilih pengobatan herbal. Tindakan itu dilakukannya kurang dari setahun. Namun, bukannya malah berkurang, tapi benjolan di payudaranya justru semakin membesar.

“Saya panik. Sementara saya tidak memiliki cukup uang untuk berobat,” katanya. Pinjaman uang dari tetangga yang mengantarkannya ke dokter untuk pemeriksaan. Itu

pun karena disuruh oleh suaminya, yang sehari-hari bekerja serabutan. Setelah dideteksi menderita penyakit kanker payudara, Hesti memikirkan dua hal, pengobatan untuk penyembuhan dan biaya untuk pengobatan. Lambat Diketahui Ahli pengobatan penyakit kanker payudara RSUP M Djamil Padang Prof dr H Azamris SpB.onk (K) mengatakan, rata-rata penderita penyakit kanker payudara, dari pengalamannya datang ketika stadium lanjut. “Banyak faktor, bisa karena ketidaktahuan atau ketidakmampuan ekonomi,” tuturnya. Padahal sambungnya, penyakit ini tidak bisa ‘didiamkan’ terlalu lama. “Sema-

kin cepat diketahui, semakin besar peluang penyembuhan,” tuturnya. Sayangnya, 70 persen pasien yang diobatinya datang ketika sudah stadium lanjut.

Peningkatan penyakit ini sambungnya, setiap tahun terus menunjukkan peningkatan. Ia mengambil contoh dari tindakan operasi yang dilakukan. “Bayangkan, dalam 4 kali melakukan operasi tiap minggu, selalu ada pasien, bahkan ada yang dalam antrean,” tuturnya. Bisa dikatakan, peningkatannya 20 persen tiap tahun. Karena alasan itu juga, pada 19982000, ia melakukan penelitian terhadap penyakit ini. Penelitian yang ia lakukan dengan memilih wanita yang baru pertama kali didiagnosis dengan kanker payudara primer, tanpa memandang stadium klinik sebanyak 70 orang, dan kontrol dipilih dari pasien wanita yang datang berkunjung ke poliklinik bedah RSUP Dr M DJamil dengan penyakit selain keganasan sebanyak 140 orang. Temuannya, umur ratarata penderita kanker payudara adalah 46,7 (SD 12,1) tahun. Usia puncak penderita berkisar antara usia 40-50 tahun (34,3 persen). Umur termuda adalah 23 tahun. Sedangkan tertua 72 tahun. Kelompok usia tua (lebih kurang 50 tahun) memiliki risiko kanker payudara 1,35 kali lebih tinggi daripada kelompok usia kurang dari 50 tahun. “Hubungan ini masih relatif kecil jika dibandingkan dengan penelitian dari negara Barat,” katanya. Di Amerika Serikat, hampir tigaperempat kasus terjadi pada usia di atas 50 tahun. Lebih 70 persen kasus kanker payudara yang berobat di Bagian Bedah RSUPN CM

berusia di bawah 50 tahun. “Jika dibandingkan dengan negara Asia lain seperti Jepang, Korea dan Malaysia maka Indonesia memiliki kesamaan yaitu usia puncak penderita kanker payudara berkisar antara 40-50 tahun,” tuturnya. Risiko terjadinya kanker payudara bertambah sebanding dengan pertambahan usia dengan angka pertambahan insiden baru 1-2 persen tiap pertambahan usia 1 tahun. Hubungan ini diduga karena pengaruh paparan hormonal (estrogen) yang lama serta paparan faktor risiko lain yang memerlukan waktu yang lama untuk dapat menginduksi terjadinya kanker. Spektrurn stadium pasien terbanyak adalah stadium lanjut lokal sebesar 68,6 persen. Penderita yang datang berobat pada stadium IV adalah 8,6 persen. Sedangkan stadium dini (Stadium I dan II) hanya 22, 4 persen. Data ini katanya, sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan literatur Barat yang menunjukkan bahwa hampir 80 persen pasien datang berobat pada stadium dini. “Hal ini mungkin disebabkan karena masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit ini serta faktor sosial ekonomi yang menghambat pasien mendapatkan pengobatan medis yang memadai,” tuturnya. Faktor Resiko Azamris mengatakan, masih terjadi perdebatan para ahli soal faktor resiko penyakit kanker payudara ini. Namun, sebutnya, gejala awal yang sering ditemukan adalah benjolan yang terasa berbeda pada payudara. Jika ditekan, benjolan ini tidak terasa nyeri. Awalnya benjolan ini berukuran kecil, tapi lama kelamaan membesar dan akhirnya melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara. Berdasarkan hasil statistis katanya, kebanyakan penderita kanker payudara adalah wanita dengan usia di atas 50 tahun. Ini berarti semakin tua seseorang, maka peluang terkena penyakit ini semakin besar. Faktor lain yang mempe-

ngaruhi adalah riwayat keluarga. Bila ada keluarga yang menderita penyakit ini seperti ibu atau saudara kandung maka peluangnya akan semakin besar. “Namun, persentase diturunkan hanya 5-10 persen,” sebutnya. Faktor resiko lain, kanker payudara juga bisa disebabkan karena sebelumnya menderita kanker di organ tubuh lainnya sehingga menyebar ke bagian payudara. Atau bila sebelumnya ada riwayat menderita kanker pada organ tubuh lainnya. Meningkatnya estrogen juga salah satu faktor. Ini termasuk penggunaan jangka panjang dari terapi “pengganti” hormon menopause, siklus haid terganggu (termasuk menstruasi pada usia terlalu muda, menopause pada usia terlalu tua, usia yang lebih tua saat melahirkan anak pertama, dan nulliparity (tidak punya anak). Dalam uji klinis terhadap 7.705 wanita, mereka yang memiliki tingkat estrogen darah tertinggi memiliki risiko kanker payudara invasif dua kali lipat. Penelitian Women’s Health Initiative menunjukkan risiko lebih tinggi terkena kanker payudara di kalangan wanita yang menggunakan terapi hormon “pengganti” estrogen dan progesteron selama kurang lebih lima tahun, dibandingkan dengan mereka yang menggunakan plasebo. Sebuah studi multina-

sional pada hampir 150.000 wanita menunjukkan penurunan risiko 4,3 persen untuk setiap tahun menyusui dan 7 persen untuk setiap kehamilan. Ini juga salah satu faktor resiko terhadap kanker payudara. Nurses’ Health Study menemukan, wanita pasca menopause dengan diabetes memiliki risiko yang sedikit lebih besar terkena kanker payudara. Penelitian lain menemukan risiko lebih besar terkena kanker payudara pada wanita nondiabetes dengan kadar gula darah yang lebih tinggi. Menurut Azamris, pengobatan kanker payudara yang dilakukan secara medis terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi dan obat penghambat hormon. Terapi penyinaran digunakan untuk membunuh sel-sel kanker pada daerah yang terkena. Kemoterapi (kombinasi obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang berkembangbiak dengan cepat atau menekan perkembangbiakannya), dan obat-obat penghambat hormon (obat yang mempengaruhi kerja hormon yang menyokong pertumbuhan sel kanker) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh. “Agar penyembuhan berjalan lebih baik, sangat bergantung kepada seberapa cepat penyakitnya diketahui,” tuturnya. (andika d khagen)


8 RUMAH

MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SYA’BAN 1433 H

Gorden Warna Minimalis Masih Pilihan M

eskipun lebaran Idul Fitri masih lebih sebulan lagi, dan Ramadan belum masuk, namun suasana hari raya besar Islam itu sudah mulai terasa di toko-toko gorden. Hal ini terlihat hampir semua toko gorden sudah full pesanan membuat gorden sampai Idul Fitri nanti. Permintaan akan gorden baru ini merupakan hal biasa setiap tahun, terutama jelang lebaran Idul Fitri. Namun demikian, agar gorden tak salah pilih dan sesuai model rumah anda, perlu teliti memilih model dan warna gorden, sehingga hasilnya sesuai

harapan. Apalagi, tren gorden tak hanya mempertimbangkan warna kain, namun juga warna cat dan model rumah anda. Sebab, fungsi gorden selain dapat memperindah atau mempercantik ruangan, gorden juga dapat memberikan suasana tertentu, tergantung dari model gorden yang dipilih dan digunakan pada ruangan tersebut. Oleh karena itu, pemilihan model gorden yang tepat dan sesuai dengan keinginan anda tentu saja menjadi pertimbangan bagi anda, agar suasana dalam ruangan yang anda inginkan dapat ter-

penuhi. Salah satunya adalah model gorden rumah minimalis/tirai rumah minimalis yang merupakan perkembangan dari desain interior. Model gorden ini sangat cocok untuk tipe ruangan yang simple namun modern. Model gorden ini sangat banyak di pakai di apartemen dan sangat ramai dipakai di perumahaan yang berarsitektur minimalis. Seiring makin digemarinya rumah model minimalis, gorden model minimalis pun diprediksi masih menjadi pilihan masyarakat saat ini. (h/vid)

Tips Memilih Gorden MERUBAH suasana dan mempercantik ruangan yang ada di dalam rumah dapat dilakukan melalui beberapa hal; seperti mendesain ulang interior ruangan, mengganti warna cat dinding, mengganti furniture yang digunakan, menyusun ulang tata letak perabotan dalam rumah, dan juga mengganti model gorden atau tirai yang digunakan. Mengganti gorden jendela adalah hal yang paling sederhana dan cepat yang dapat dilakukan untuk merubah suasana dan mempercantik ruangan anda. Fungsi utama gorden yang ada di jendela adalah untuk melindungi privasi penghuni rumah dari pandangan orang yang ada di luar, menghindari teriknya pancaran sinar matahari yang masuk ke dalam rumah, gorden jendela dapat juga berfungsi untuk mempercantik ruangan yang ada di dalam rumah. Biasanya penggunaan gorden bukanlah prioritas utama sebagai aksesori untuk mempercantik ruangan, sehingga terkadang pemilihan model, motif ataupun warna gorden yang digunakan dilakukan seadanya saja. Bila saat ini anda tertarik ingin menggunakan gorden pada jendela sebagai aksesoris yang dapat mempercantik suasana di dalam ruangan

anda, berikut ini beberapa pertimbangan yang perlu anda ketahui dalam memilih gorden, a. Model gorden jendela berdasarkan warna Dalam memilih warna untuk model gorden jendela yang akan anda gunakan, anda dapat menyesuaikan dengan warna interior ruangan anda, seperti warna cat dinding, warna perabotan seperti kursi dan meja. Warna yang anda pilih tidak harus sama persis, tetapi anda dapat memilih warna yang mendekati atau turunan dari warnanya. b. Gorden jendela berdasarkan ukuran Pilihlah ukuran gorden sesuai dengan ukuran jendela yang ada di ruangan rumah anda. Anda dapat mengukur sendiri ukuran jendela anda atau meminta bantuan penjual gorden untuk mengukurnya. c. Gorden jendela berdasarkan dana Jika anda menginginkan model, warna, bahan dan motif gorden jendela dengan kualitas terbaik, anda tentunya harus mengeluarkan dana yang lebih besar. Karena semakin cantik model dan motif gorden, semakin bagus bahan dan warna gorden tentu saja semakin

mahal harganya. Bagi anda yang memiliki dana yang cukup banyak, gorden jendela dari bahan sutera dan linen dengan motif terbaru dan hiasan-hiasan bordir di sekujur kain. Tetapi bila anda memiliki dana yang terbatas, anda dapat memilih gorden jendela dari bahan poliester. d. Gorden jendela berdasarkan aliran gaya Memilih gorden untuk jendela ruangan rumah anda dapat juga dilakukan menurut aliran gaya interior ruangan rumah anda. Apabila interior ruangan anda bergaya minimalis, anda dapat memilih gorden jendela yang terbuat dari kain polos atau tidak bermotif, anda juga dapat memilih motif gorden jendela yang kecil-kecil. Gaya minimalis lebih mengutamakan tekstur yang terdapat pada gorden jendela, seperti tekstur garis, kerut-kerutan pada kain gorden seperti kain yang belum disetrika. Jika anda ingin ruangan anda terlihat romantis, anda dapat memilih warna gorden jendela sesuai dengan warna dinding ruangan atau warna kusen jendela. Anda juga dapat memilih kerutan gorden dengan motif bunga, bahan kain gorden yang lebih halus, lembut dan ringan seperti satin. „

Minimalis, Cantik dan Anggun

SEIRING dengan semakin diminatinya rumah dengan konsep minimalis maka ornament pendukung baik ekterior maupun interiornya mengikuti desain yang ada, oleh karena itu gorden rumah minimalis saat ini ikut menjadi trend (banyak sekali diminati). Ruangan di rumah Anda yang berkonsepkan minimalis didukung dengan gorden minimalis akan menambah keanggunan yang menyatukan keselarasan nuansa rumah Anda. Sebab, dengan warna minimalis perpaduan/kolaborasi warna sof dan warna hidup membuat tampilan gorden makin cantik dan anggun. Salah satu gorden rumah terbaru adalah model gorden yang tepat akan menambah kecantikan dan keasrian pada suasana di dalam ruangan rumah Anda, gorden cantik biasanya tidak hanya bagus dilihat tetapi selaras dengan dengan tata interior ruangan itu sendiri. Gorden terlihat cantik karena pas dengan kombinasi keseluruhan ornament baik bentuk dan warna-warninya. (h/vid)


GO GREEN 9

MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SYA’BAN 1433 H

PROGRAM REDD PLUS

Tarik Menarik Kepentingan Kapitalis Laporan: Hajrafiv Satya Nugraha

U

ntuk menghambat maraknya pem balakan liar hutan Sumatera Barat, pemerintah menggalakkan program REDD (Reducing Emissions From Deforestation Forest Degradation). Sebagian pihak mengkritik, program ini hanya keperluan kapitalisme masyarakat Uni Eropa. Dalam program ini, pemerintah langsung memberikan tanggung jawab kepada tokoh masyarakat setempat dalam bentuk pengelolaan hutan berbasis kemasyarakatan dan hutan nagari. “Program REDD Plus ini bekerja sama dengan negara-negara di Eropa untuk mengembalikan stabilitas dan fungsi hutan di Indonesia. Untuk kawasan hutan Sumatera Barat, telah dilaksanakan selama enam bulan terakhir ini,” kata Kadis Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Hendri Oktavia kepada Haluan pekan lalu. Dijelaskannya, REDD Plus ini membentuk hutan kemasyarakatan dan hutan nagari dengan memberikan tanggung jawab kepada tokoh masyarakatnya. Jika terjadi kerusakan hutan, maka yang patut disalahkan dan dikenakan tindak pidana adalah tokoh masyarakat tersebut. “Dengan adanya program seperti itu, maka tokoh masyarakat tersebut akan berusaha merangkul masyarakat untuk menjaga stabilitas hutan. Jika tidak, tokoh masyarakat tersebut bisa diadili melalui proses hukum,” jelas Hendri Oktavia. Sampai sekarang ini telah ada tiga kawasan hutan nagari di Sumatera Barat yang masuk dalam program REDD Plus, yaitu dua di Kabupaten Solok dan satu di Kabupaten Solok Selatan. Sedangkan hutan berbasis kemasyarakatan, ada sekitar 50 area yang sedang diusulkan kepada Menteri Kehutanan. Dalam REDD Plus, tutupan hutan harus mencapai 70 persen dari luas hutan tersebut. Jika tidak, maka program REDD di hutan tersebut dapat dikatakan gagal. Tersiar kabar, jika seandainya masyarakat berhasil menjaga hutan dan mensukseskan program REDD yang akan berakhir di tahun 2018 mendatang. Maka, tokoh masyarakat tersebut akan mendapatkan “hadiah” dari pemerintah, namun,

Dampak penebangan hutan secara serampangan mengakibatkan banjir bandang yang menghantam pemukiman masyarakat. NET hal tersebut dibantah oleh Hendri. “Memang ada bantuan dari Norwegia sebesar satu miliar dolar untuk Indonesia dalam program REDD ini, namun dana tersebut diarahkan untuk mengembalikan stabilitas hutan yang telah rusak, bukan hadiah untuk masyarakat. Lagi pula dana tersebut baru cair 70 juta dolar dan Sumatera Barat baru mendapatkan 900 juta rupiah,” terangnya. Selain mengembalikan hutan, REDD juga mempunyai tujuan untuk menyelamatkan dunia dari ancaman perubahan iklim akibat aktivitas industri dan rumah kaca di Eropa. Hutan yang berada di

negara berkembang, berfungsi sebagai penyerap emisi karbon yang dihasilkan industri tersebut. “REDD Plus ini di dorong oleh kepedulian negara-negara di Eropa untuk mengantisipasi perubahan iklim dunia akibat emisi karbon yang dihasilkan industri dan rumah kaca. Menindaklanjuti kemungkinan buruk seperti itulah mereka sepakat untuk meminta kepada negaranegara berkembang agar hutan yang dimilikinya mampu menyerap emisi karbon tersebut. termasuk Indonesia,” katanya. Tolak REDD Plus Sementara itu, Wahana Lingkungan

Norwegia Tak Boleh ‘Tutup Mata’ WAHANA Lingkungan Hidup (Walhi) mengkritik delegasi Norwegia yang tidak bereaksi apapun, ketika pembabatan hutan primer dan pemberian izin usaha tambang di hutan tetap diberikan. Walhi menilai kunjungan delegasi Norwegia ke Memberamo, Papua, tidak berarti apa-apa. Norwegia bahkan tidak bereaksi apapun, ketika pembabatan hutan primer dan pemberian izin usaha tambang di hutan tetap diberikan, meskipun Inpres mengenai moratorium sudah dikeluarkan. Setahun setelah Inpres No. 10 Tahun 2011 dikeluarkan, tidak banyak perubahan atas situasi hutan Indonesia. Meskipun Inpres itu mengatur penundaan pemberian izin pembukaan hutan primer dan lahan gambut, angka deforestasi tetap tinggi. Sengketa lahan yang melibatkan masyarakat dan industri sawit juga meningkat. Demikian yang diungkapkan Kepala Departemen Hubungan Internasional dan Perubahan Iklim WALHI, Teguh Surya, kepada VOA, Rabu malam. Teguh menilai, meskipun telah memberikan dana sebanyak 1 juta dollar Amerika, pemerintah Norwegia seharusnya ikut merespon dan mengawasi pelanggaran-pelanggaran oleh Kementerian Kehutanan pasca penetapan Inpres No. 10 tersebut. “Sebagai negara donor mereka menutup mata dan menyerahkan semua urusan kepada pemerintah

Indonesia. Sehingga ketika terjadi sesuatu yang buruk mereka akan bilang, “Wah itu urusan nasional”. Saya kira itu tidak adil. Mereka punya dukungan yang sama. Selain itu, kami (WALHI) kecewa karena banyak laporan dan dokumen yang kami berikan kepada pemerintah Norwegia, namun tidak dijadikan acuan untuk memperbaiki tata kelola di sektor kehutanan,” kritik Teguh Surya. Inpres No. 10 Tahun 2011 dikeluarkan setelah pemerintah Norwegia berkomitmen atas dana untuk mengurangi emisi karbon dari deforestasi dan kerusakan hutan serta lahan gambut. Dana itu berlaku untuk beberapa tahun ke depan, dan melibatkan 9 provinsi; diantaranya Kalimantan Tengah dan Papua. Teguh Surya menambahkan, “Kalau tentang persetujuan pelepasan kawasan hutan itu mayoritas ada di Kalimantan dan Sumatera. Kalau di Papua hutan primer dan sekunder-mya ‘kan masih bagus, dalam artian hutan alamnya masih bagus. Ancaman terbesarnya itu ada pada konversi untuk tambang, emas yang sudah jalan, dan tambang-tambang lainnya. Lalu untuk perkebunan sawit dan agrofuel, yang salah satunya diakomodir dalam kebijakan MIFE (Merauke Food Integrated Estate) itu.” Utusan khusus Norwegia untuk Perubahan Iklim, Hans Brattskar,

saat ini sedang berada di Papua untuk kunjungan selama dua hari. Informasi dari Satgas REDD+ menyebutkan bahwa Brattskar dan delegasi telah mengunjungi kawasan Memberamo. Pada Kamis pagi, ia dijadwalkan bertemu dengan para pimpinan daerah di Jayapura dan kembali ke Jakarta. “Duta Besar Eivind Homme dan saya beserta delegasi akan mengunjungi Papua, yang tentu saja sangat penting bagi realisasi rencana dan janji pemerintah Indonesia, untuk menurunkan emisi karbon. Kami akan bertemu dengan perwakilan masyarakat adapt setempat dan para pejabat pemerintah,” kata Hans Brattskar, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa sore. Ketua Satgas REDD+, Kuntoro Mangkusubroto, menjelaskan Indonesia punya waktu 2 tahun menuju keadaan emisi yang sudah diverifikasi, yang akan dilakukan oleh lembaga MRV, bentukan Norwegia. Ada satu lembaga lagi yang penting, yaitu MRV (Monitoring, Reporting, Verification). Nanti setelah dua tahun yang namanya uang akan datang sesuai kinerja atau “Pay for Performance”. Kalau emisi terbuang, uang akan mengalir. Kita punya waktu dua tahun untuk menyiapkan semuanya sebelum masuk dalam tahapan “pay for performance” itu,” demikian penjelasan Kuntoro Mangkusubroto. (Sumber: Walhi)

Hidup (Walhi) Sumbar menilai program pengembalian fungsi hutan dengan program REDD Plus ini kurang tepat, bahkan program ini telah dijadikan proyek oleh penggerak dan pendukung REDD Plus ini. “Walhi menilai sejauh ini, para pelaku pendukung REDD belum memahami kondisi degradasi dan deforetasi hutan. Konteks REDD hanya sebatas proyek dengan uang besar dan bukan pada bagaimana menyelamatkan hutan dan mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh industri negara-negara Eropa,” kata Desriko, Koordinator Divisi Kampanye Walhi Sumbar kepada Haluan.

Menurut Desriko, REDD mengabaikan Prinsip Free Prior And Informed Consent (FPIC) yaitu instrumen dalam hukum internasional untuk melindungi hak-hak orang atau komunitas yang potensial terkena pengaruh suatu proyek pembangunan. “Pelaku dan pendukung REDD plus memandang program ini sebagai sebuah cara untuk mendapatkan uang dengan menjadikan hutan sebagai target utama. Sedangkan hak-hak masyarakat yang memiliki hutan disampingkan,” nilai Desriko. Dalam kesepakatan antara pemerintah dan masyarakat yang memiliki hutan, maka hutan tersebut tidak boleh dimasuki dan di biarkan berkembang agar hutan tersebut terjaga dan kembali kepada fungsinya. “Jika hal seperti itu ditetapkan, sama halnya dengan perampasan hutan masyarakat. Karena tidak ada yang boleh masuk ke hutan tersebut,” tuturnya. Dijelaskannya, hal yang paling efektif dalam pengelolaan hutan adalah meratorium hutan. Di mana masyarakat diberikan kepercayaan untuk mengelola hutan tanpa dimasuki oleh para cukong kayu. “Biarkan masyarakat mengelola hutan sendiri. Karena jika hanya masyarakat yang memanfaatkan hutan, kestabilan hutan pasti masih terjaga. Cuma satu hal yang tidak boleh masuk hutan yaitu cukong kayu,” katanya. Permasalahan degradasi akut hutan disebabkan pencaplokan hutan produksi yang terlalu luas. Sedangkan hutan lindung tidak seberapa. Sehingga dengan leluasa para pengusaha kayu untuk mengeksploitasi hutan produksi untuk mengambil keuntungan. Di samping itu, REDD merupakan program kapitalis yang dirancang oleh negara-negara Eropa untuk memperbodoh negara berkembang. “Bayangkan saja negara-negara di Eropa berlomba-lomba untuk melakukan produksi yang menghasilkan emisi karbon yang tinggi. Sedangkan Indonesia disuruh untuk menyerap emisi karbon mereka. Seharusnya mereka juga sadar akan keseimbangan alam dengan cara memelihara hutan di Eropa. Bukan dengan mengiming-imingi uang satu miliar dolar,” kata Riko. (h/ang)

Praktik dan Kelola Hutan yang Amburadul

MEMBICARAKAN hutan Indonesia seolah-olah tidak ada habis-habisnya, mulai dari keragaman hayati yang menjadi salah satu keragaman terkaya di dunia sampai dengan keunikan hutan hujan tropis yang harusnya menjadi warisan luar biasa bagi dunia. Alam Indonesia merupakan peringkat ke tujuh dalam keragaman spesies tumbuhan berbunga, memiliki 12 persen dari jumlah spesies binatang menyusui/mamalia (36 persen di antaranya spesies endemik), pemilik 16 persen spesies binatang reptil dan ampibi, 1.519 spesies burung (28 persen di antaranya spesies endemik), 25 persen dari spesies ikan dunia 121 spesies kupu-kupu ekor walet di dunia (44 persen di antaranya endemik), spesies tumbuhan palem paling ba-

nyak,kira-kira 400 spesies ‘dipterocarps’, dan kira-kira 25.000 spesies flora dan fauna, meskipun luas daratannya hanya 1,3 persen dari luas daratan di permukaan bumi. Pada tahun 1950-an berdasarkan peta vegetasi yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia pada waktu itu mencatat sekitar 84 persen luas daratan Indonesia (162. 290.000 hektare) pada masa itu, tertutup hutan primer dan sekunder. Peta vegetasi 1950 juga menyebutkan luas hutan per pulau secara berturut-turut, Kalimantan memiliki areal hutan seluas 51.400.000 hektare, Irian Jaya (Papua) seluas 40.700.000 hektare, Sumatera seluas 37. 370.000 hektare, Sulawesi seluas 17.050.000 hektare, Maluku seluas 7.300.000 hektare, Jawa seluas 5.070.000

CALL CENTRE

hektare dan terakhir Bali dan Nusa Tenggara Barat/Timur seluas 3.400. 000 hektare. Pada tahun 1999, Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia bekerjasama melakukan pemetaan ulang pada areal tutupan hutan. Menurut survei 1999 itu, laju deforestrasi rata-rata dari tahun 1985-1997 mencapai 1,7 juta hektare. Selama periode tersebut, Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan mengalami deforestrasi terbesar. Secara keseluruhan daerah-daerah ini kehilangan lebih dari 20 persen tutupan hutannya. Kemudian pada periode 1997-2000 deforestasi Indonesia meningkat menjadi 3,8 juta hektare per tahun. Berdasarkan penelitian World Resouce Institute di tahun 1997, Indonesia telah kehilangan 72 persen hutan asli yang ada pada awal abad ini2. Berdasarkan penunjukan kawasan hutan dan perairan Indonesia, saat ini luas hutan Indonesia adalah 109. 961. 713,28 hektare yang terdiri dari Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Perlindungan Alam seluas 23.214.626,57 hektare, Hutan Lindung 29. 037.397,02 hektare, Hutan Produksi Terbatas 16. 215. 977,26 hektare, Hutan Produksi Tetap 27.823.177,43 hektare dan Hutan Produksi Konversi 13.670.535,00 hektare. (Sumber: Walhi)

0811663733|0819663733|08126733747


OTOMOTIF 10

MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SYA’BAN 1433 H

All New Honda Jazz Bermesin 1.4 Liter HONDA menghadirkan varian terbaru dari hatchback andalannya, Honda Jazz yang punya kode belakang Si. Tampangnya jauh lebih sporty dari varian lainnya, dan ada beberapa penambahan fitur. Penambahan itu diantaranya urusan tampilan, bumper depan belakang sudah terkena sentuhan perubahan, juga side skirt, ditambah dengan aplikasi pelek 16 inci. Masih untuk mendukung tampilan, kaca dan jendela juga sudah bernuansa smoke. Honda tidak mau hanya tampangnya saja yang sporty, karenanya, sistem peredaman juga dikulik. Demi meningkatkan stabilitas Honda sudah melakukan revisi pada suspensi Jazz Si, juga penambahan anti-roll bar yang lebih besar. Didalam kabin, pengemudi bakal merasakan mobil ini jadi lebih responsif dalam bermanuver, karena sistem elektronik power steering yang sudah dimodifikasi agar jadi lebih responsif terhadap gerakan tangan pengemudi. Menariknya, tidak seperti di Indonesia dimana Honda Jazz menggunakan mesin berkapasitas 1.5 liter, khusus untuk Jazz Si ini, Jazz dibekali mesin berkapasitas 1.4 liter i-Vtec dengan dukungan transmisi manual agar kental nuansa sport. Honda menawarkan Honda Jazz Si ini dengan 4 pilihan warna, Milano Red, Crystal Black, White Orchid dan Azure Blue, dan dijual dengan harga Rp 214 jutaan. (h/otc)

MOBIL BARU HONDA SIAP MELUNCUR

Spesifikasi Brio Indonesia Pertama di Dunia JAKARTA, HALUAN — Honda Prosefect Motor (HPM) siap memasarkan mobil-mobil baru Honda tahun ini. Produk baru tersebut bagian strategi Honda bersaing di pasar otomotif nasional, apalagi merek lain seperti Mitsubishi, Suzuki, Honda, Daihatsu dan Nissan terus berlomba menghadirkan varian baru masing-masing. Salah satu produk baru yang menjadi unggulan HPM yakni Honda Brio. Honda sedang bersiap untuk menyambut kedatangan citycar pertamanya di Indonesia. Bahkan, Honda menyebut, spesifikasi Honda Brio untuk Indonesia merupakan pertama di dunia. Seperti dirilis otomotif.com, sebelumnya Honda Motor Company sudah lebih dulu meluncurkan Brio di Thailand dan India. Namun, khusus untuk pasar Indonesia, spesifikasinya akan berbeda dengan kedua negara tersebut. “Spek Brio untuk Indonesia pertama di dunia, kami akan

memberikan kejutannya. Jadi, tunggu saja ya sebentar lagi,” Direktur Marketing dan Layana Purna Jual Honda Prospect Motor, Jonfis Fandy. Namun, sayangnya tidak dijelaskan spesifikasi seperti apa yang membuat Brio di Indonesia berbeda dengan Brio di negara-negara lainnya. Namun, Honda mengatakan, Brio akan menjadi citycar pertama yang kaya fitur dan juga unsur keselamatannya. Sedikit bocoran diberikan Corporate Communication Manager PT HPM, Yosep Swasono Agus, yang mengatakan, harga Honda Brio pun akan sedikit lebih tinggi dari kompetitor sekelasnya di Indonesia. “Nanti bisa jadi ada fitur GCon dan ACE, serta sistem ABS, yang memang sudah menjadi standar, juga kemungkinan airbags. Sehingga dengan kisaran harga sekitar Rp 150 jutaan, akan benarbenar sesuai dengan yang ditawarkan pada Brio,” papar Yosep. Honda Brio bakal menjadi citycar pertama Honda di Indonesia, yang mengusung mesin 4 silinder hasil turunan dari mesin empat silinder berkapasitas 1.2 liter, dengan konsumsi BBM sekitar 1 liter untuk jarak 20 km. (h/vid)

SAMBUT MODEL BARU

Honda Habiskan Stok CR-V Lama PENASARAN pecinta Honda CR-V mulai terjawab. Honda Prospect Motor akan menghadirkan All New Honda CR-V jelang akhir tahun ini. Dengan demikin, sekarang saatnya menghabiskan stok yang ada. Sebab, Honda CR-V terbaru nantinya akan benar-benar berupa full model change, dan akan sangat berbeda dengan model All New CR-V yang ada saat ini. “Sekarang, stok CR-V tinggal sekitar 3.600 unit. Diperkirakan, sampai model baru diluncurkan sudah habis terjual,” yakin Direktur Marketing dan Layana Purna Jual Honda Prospect Motor, Jonfis Fandy. Namun, meskipun akan hadir model terbaru, Honda mengaku tidak

khawatir kalau banyak masyarakat yang menahan untuk tidak membeli Honda CR-V karena menunggu model yang baru. “Ya memang kita akui, akibat suplai yang terhambat bencana tahun lalu, kita jadi banyak terlambat dalam meluncurkan mobil baru. Ada sedikit khawatir masyarakat menahan keinginannya untuk beli CR-V, tapi saya yakin itu tidak terlalu berpengaruh, karena memang segmennya berbeda,” papar Jonfis. Honda mempermak bodi CR-V terbaru sehingga jadi lebih sporty. Banyak garis dan lekukan pada tubuh membulatnya. Dengan desain lampu depan yang lebih lancip dan bumper

yang lebih besar. Juga tampilan belakang yang lebih ramai dengan garis, serta desain lampu rem yang memiliki lengkungan unik. Hal menarik lainnya, Honda tidak akan menggunakan lagi mesin berkapasitas 2.4 liter untuk CR-V. Mesin bensinnya akan diturunkan menjadi hanya 2.0 liter dan versi mesin diesel yang berkapasitas 2.2 liter. Tapi, masih ada satu senjata andalan Honda agar CR-V baru ini jadi lebih kompetitif. Sebuah mesin kecil yang kompak berkapasitas 1.6 liter diesel bakal ditawarkan dengan tenaga mencapai 120 Hp. Tujuannya jelas, agar lebih irit BBM. (h/otc)


11

MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SYA’BAN 1433 H

Balai Adat ..................... Dari Halaman. 1 Limbah Semen ................ Dari Halaman. 1 si jago merah, Sabtu (14/7) sekitar pukul 02.00 Wib. Tidak satupun isi dan bangunan yang dapat dimanfaatkan lagi. Bangunan balai adat ini, sebelumnya sudah beberapa secara bersamasama warga berserta niniak mamak dan pucuak adaiknya, merenovasi balai adat tersebut. Tapia pa mau dikata, sekarang tinggal puing-puing kekayuan yang hangus. Menurut pucuak adaik Nagari Kapa, Alman Gampo Alam, yang juga Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kapa yang didamping sekitar 12 niniak mamak lainya, serta Syahrul Ramadan Tanjung, Sinaro pucuak adaik Nagari Koto Baru, yang merupakan tetangga Nagari Kapa, penyebab terbakar kantor

adat itu belum diketahui. “Sekitar pukul 02.00, saya mendapat informasi dari warga bahwa balai adaik Nagari Kapa telah terbakar. Mendengar itu saya langsung turun ke lokasi. Sesampai di TKP balai adaik kebanggaan rang Nagari Kapa itu tengah dilalap api,” kata Alman Gampo kepada Haluan, Sabtu (14/7) di lokasi kejadian dengan wajah memerah. Dijelaskannya, saat api membesar, puluhan warga yang bermukim di sekitar balai adaik itu tengah berupaya memadamkan api yang semakin berkobar dengan memakai alat seadanya. Namun api tak bisa dijinakkan dan bangunan dengan kontruksi kayu, ludes terbakar. “Setelah sekitar 15 menit, mobil

pemadam kebakaran Pasbar datang. Api dapat dipadamkan namum bangunan telah hangus,” katanya. Sebagai pucuak adaik dan ketua KAN ia berjanji membangun kembali rumah adaik itu, walaupun sedikit demi sedikit, tentu saja dengan menghandalkan kekuatan kebersamaan pada semua cucu kemanakan dan masyarakat Kapa. “Bagaimanapun caranya rumah adaik ini tetap akan diusahakan membangunnya, karena rumah adaik ini sumber ilmu pengetahuan bagi cucu kemanakan kami. Untung saja Haluan sempat mengabadikan dokumentasi Balai Adaik itu beberapa minggu lalu yang kini menjadi kenangan dari Balai Adaik itu,” tukuk Alman Gampo Alam. (h/nep)

Pencanangan .................. Dari Halaman. 1 yang mengenakan baju seragam sekolah dan mengaku pelajar. Selain mengamankan pelajar dan preman, satu bilah samurai dan gir rantai, juga ikut diamankan. Kini pelajar beserta dua preman itu, mendekam di sel tahanan Mapolresta Padang. Mereka baru dipulangkan setelah pihak sekolah dan keluarga mereka datang untuk menjemputnya. Informasi yang dihimpun di lapangan, tawuran tersebut mulai pecah sekitar pukul 12.15 WIB, setelah pembukaan pesantren Ramadan yang digelar di Lapangan Imam Bonjol. Saat tawuran tersebut, tujuh pelajar dari berbagai sekolah di Kota Padang berserta dua orang preman berhasil diamankan. Ketujuh pelajar itu, yakni Randi Prasetya (16), SMK Negeri I Padang, Pipin Wahyudi (16), SMK Negeri 8 Padang, Zikraulya (18), SMK Negeri 4 Padang, Julyano, 18, Nicko Fernando, 18, Budiono (16) dan Tomy Merdianto (17), SMK Kosgoro. Sementara dua orang preman itu, yakni Rifky Angara Pratama (18), dan Roni Pranata (18).

Kepada petugas sentral pelayanan kepolisian (SPK) Polresta Padang, keduanya mengaku ikut tawuran karena diajak beberapa pelajar lainnya untuk membantu mereka tawuran. “Seragam sekolah ini sengaja kami pakai, sehingga sekolah yang menjadi pelajar yang kami bantu, mengira kami anak sekolah,” kata dua preman yang menyamar sebagai pelajar itu kepada petugas SPK. Saat petugas mengintrogasi ketujuh pelajar dan dua orang preman itu di Mapolresta Padang, sekitar pukul 13.00 WIB, tawuran kembali pecah di RTH Imam Bonjol Padang. Dari tawuran tersebut, enam pelajar dari berbagai sekolah kembali diamankan. Enam pelajar itu yakni, Irvan (17), Afrianto Saputra (17), dan Dedi Adrianto (16), Pelajar SMK Negeri 5 Padang. Kemudian, Yogi Maha Putra (17), SMK Negeri 8 Padang, Andi Lio Candra (15) dan Dedi Fernanda (16), Pelajar SMK Dhuafa. Saat mengamankan keenam pelajar itu, polisi mendapatkan

barang bukti berupa gir rantai dan satu bilah samurai yang digunakan pelajar tersebut untuk tawuran. Gir didapatkan dari tangan Irvan, sedangkan samurai ditemukan dari tangan Afrianto Saputra. Pengakuan Afrianto saat diintrogasi petugas SPK, samurai itu merupakan milik temannya yang juga pelajar SMK Negeri 5 Padang. Namun siapa nama temannya, dia enggan menyebutkan. “Kami sengaja membawa samurai itu, karena kami sudah berencana untuk tawuran usai pembukaan pesantren Ramadan,” ujar Afrianto. Sementara itu, Kanit SPK II Polresta Padang Ipda Harmon menyebutkan, bahwa pihaknya telah mendata nama-nama dari pelajar dan preman yang diduga terlibat tawuran tersebut. “Mereka untuk sementara ditahan dulu di sel Mapolresta Padang. Setelah pihak keluarga dan pihak sekolah datang menjemputnya, baru mereka dilepaskan dengan syarat dan membuat surat perjanjian,” kata Harmon. (h/nas)

Bertahun ....................... Dari Halaman. 1 yang berada di kaki bukit barisan. Dengan berjarak sekitar 30 km dari jalur lintas Sumatera. Nagari ini tidak begitu tersentuh oleh orang banyak, bahkan taraf hidup masyarakat di nagari ini dapat dikatakan pas-pasan dan bergantung kepada hasil alam. Namun, saat Haluan mendatangi Nagari Gamaran pekan lalu, banyak mondar-mandir becak motor dan mobil pick-up membawa kayu hasil olahan dan wajah masyarakat tampak begitu sangar dengan tatapan penuh curiga kepada orang asing. Di samping itu, di beberapa titik di arah perbukitan terdengar merdu suara sinsaw. Langkah kaki terasa berat dengan riuh guncang-guncing beberapa pemuda yang berbisik sambil melihat gerakan kami. Akan tetapi, suasana yang kurang mengenakkan tersebut mulai redam setelah kami dijamu dengan ramah oleh tokoh masyarakat setempat di sawmill miliknya. Ternyata teman yang dibawa oleh rekan-rekan LSM Peduli Lingkungan tersebut merupakan keluarga pemilik sawmill sekaligus tokoh masyarakat tersebut yang biasa di panggil Pak Haji oleh warga. Suasanapun menjadi akrab dan hangat, masyarakat di kenagarian Gamaran ini tak lagi sangar dan curiga kepada orang “asing” ini, bahkan saat kami melakukan pendekatan, mereka sangat terbuka dan mengajak kami untuk menuju lokasi pembalakan liar di salah satu bukit di Gamaran. Pak Haji, pemilik sawmill di Gamaran mengakui aktivitas penebangan liar yang dilakukan oleh masyarakat telah berlangsung selama puluhan tahun dan pekerjaan yang berkaitan dengan kayu

inilah satu-satu pekerjaan unggulan yang dimiliki oleh masyarakat Gamaran. “Masyarakat sini hidupnya jauh dari pusat kota. Jadi tidak ada lagi pilihan selain bekerja memanfaatkan hasil hutan. Termasuk menebang pohon. Ini dilakukan hanya untuk menyambung hidup dan mencoba membangun nagari ini karena tidak pernah tersentuh oleh pembangunan,” cerita Pak Haji. Pak Haji yang sehari-hari mengelola sawmill mengaku mampu mengolah kayu sekitar 70-90 meter kubik dalam satu hari. Dengan bahan baku yang didatangkan langsung oleh para sopir mobil pickup yang bertugas mengangkut kayu dari tepi bukit. “Kadang 90 meter kubik yang didatangkan dari hutan tersebut, hanya bisa menjadi kayu jadi 60 meter kubik. Karena setelah dipotong banyak yang terbuang dan menjadi barang sisa,” tuturnya. Penasaran dengan proses penebangan liar tersebut, Haluan mencoba meminta kepada salah satu anak buah Pak Haji agar diajak ke lokasi penebangan liar di Bukit Gamaran tersebut. Panggil saja namanya Udin (46 tahun). Ia menceritakan, dulu warga di sini memanfaatkan hutan Bukit Gamaran untuk berladang dan mengambil kayunya. Kayu yang didapat berguna untuk membangun rumah dan dijual. Namun, akibat alat penebangan sudah modern, banyak warga yang menebang kayu di hutan untuk dijual. Dalam proses pembalakan liar ini ada beberapa manajemennya dan biasanya terdiri dari 7-9 orang satu kelompok. “Biasanya mereka telah memi-

liki pekerjaan tersendiri, ada yang langsung pergi ke dalam hutan untuk menebang pohon, ada yang bertugas untuk mengangkut kayu dengan menggunakan kerbau ke tempat penjemputan, dan ada yang menjemput kayu untuk diantar ke sawmill,” kata Udin. Dalam satu kali masuk hutan, kelompok ini membawa bekal untuk tiga sampai empat hari. Para penebang dan petugas pengangkut kayu dengan kerbau bermalam di hutan. “Untuk kayu yang ingin ditebang, biasanya yang lurus dan menjulang ke atas. Untuk menemukan pohon seperti itu, penebang harus mengarungi setiap sudut bukit,” tuturnya. Dijelaskannya, pohon cendana, amara dan jati yang mempunyai harga ekonomi tinggi. Setelah melakukan penebangan, kayu langsung dipotong di sana. Setelah itu, para pengangkut kayu akan menjemput dengan kerbaunya. Beberapa penebang saat berbincang dengan Haluan, mengaku punya pekerjaan lain seperti petani dan buruh. Namun, menebang hutan ini lebih menjanjikan rupiah lebih besar karena setiap meter kubik, setiap penebang dapat mendapatkan uang 400 ribu rupiah. Biasanya pohon yang ditebang memiliki kapasitas 4 sampai 6 meter kubik. “Satu batang pohon itu bisa menghidupi penebang selama satu bulan karena harganya bisa melebihi gaji PNS,” kata Udin sambil bercanda. Dilihat dari struktur geografis Nagari Gamaran, terdapat Sungai Belek yang juga sudah menjadi lokasi tambang pasir. Air sungai tampak keruh dan banyak terdapat pendangkalan di hulu. „

Kebutuhan vitalnya untuk mandi, mencuci, hingga memasak. Tak ada aliran air bersih (PDAM—red) yang dapat dinikmati masyarakat. Sayangnya, meski vital, sungai itu tak lagi jernih. Ia bercampur dengan sedimentasi, bekas olahan batu kapur Semen Padang. Ketika air menyusut, bekas-bekas batu kapur itu telihat jelas menempel di bebatuan, seperti yang disaksikan Haluan, Kamis (12/7). “Untuk memenuhi kebutuhan harian akan air, saya mencari lubuklubuk yang masih bersih,” aku Reni, yang sehari-hari bekerja menjadi pedagang ini. Hal yang sama juga dilakukan warga yang lain. Namun, aliran air itu tak hanya ‘mengalir lurus’ menuju laut, ia mengairi sawah-sawah petani. Menurut Ketua RT Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan Rustin, dari 1.500 jiwa penduduk yang bermukim di sana, 90 persen di antaranya adalah petani, yang mengandalkan pendapatan dari bertanam padi di sawah atau ladang. Tetua masyarakat Lubuk Kilangan yang enggan ditulis namanya, yang juga bekerja bertani, mengatakan, dari 90 persen petani, separuh di antaranya memanfaatkan aliran sungai untuk keperluan irigasi. “Tapi, setiap tahun, hasil panen terus menurun,” tuturnya. Ia yang memiliki sawah 0,75 hektare ini menyebutkan, panen tahun ini, dari luas lahan tersebut, sawahnya hanya mampu menghasilkan 30 karung goni, berkurang 10 goni dari panen tahun sebelumnya. “Padi yang saya tanam tidak berkembang,” tuturnya. Pada 1982, sebutnya, saat Semen Padang masih memiliki Indarung I, padipadi yang ditanam (apapun jenis padinya) tumbuh normal. Makin lama pertumbuhan padi semakin tidak ‘normal’. Disebutkan, ketidaknormalan itu dilihat dari satu batang padi. Misalnya, satu batang padi hanya mampu menghasilkan 3 sampai 4 cabang, yang normalnya bisa menghasilkan 10 batang cabang. Bahkan, ada satu batang padi yang tidak berisi. Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumbar Khalid Saefullah mengatakan, sedimentasi jelas akan mempengaruhi produktivitas padi. Dari peledakan batu kapur, katanya, sisa-sisanya akan masuk ke sungai. “Akan terjadi pendangkalan pada sungai akibat terus menerus dilalui batu kapur,” tuturnya. Batu kapur ini, jika mengalir ke pertanian, akan merusak unsur hara tanah. Bila melewati kolam ikan, akan berpengaruh terhadap ‘kehidupan’ ikan. Menurutnya, sedimentasi Semen Padang tidak hanya terjadi di Lubuk Kilangan dan Lubuk Begalung, tapi juga di Timbalun, Lubuk Paraku. Lebih jauh disebutkan, soal limbah sebenarnya sudah diatur dalam UU No 32 tahun 2009. “Tapi saya kira Semen Padang belum pernah memperlihatkan amdal-nya ke publik,” sebutnya. Aktivis Serikat Petani Indonesia (SPI) Sago Indra mengatakan, Semen Padang perlu mengkaji ulang analisis mengenai dampak lingkungan (amdal)-nya karena terbukti merugikan petani. “Ganti ruginya harus jelas. Kalau perlu dua kali lipat,” ujarnya. Ada dua kemungkinan, sebut Sago, pertama sawah-sawah petani direlokasi (dipindahkan), atau mengganti setiap masa panen. “Perusahaan itu orientasinya kapitalisme. Rakyat tidak boleh ditindas kapitalisme,” tuturnya. Tidak Merata Soal ganti rugi, disebutkan tetua masyarakat Lubuk Kilangan, Semen Padang memang memberikan bantuan sekali setahun terhadap sawah-

LIMBAH ‘MENGALIR’ KE SAWAH — Limbah Semen Padang ‘mengalir’ ke pertanian penduduk. Masyarakat mengaku penurunan produksi padinya sampai 30-50 persen per masa panen akibat padi tak bisa berkembang. PARWIS sawah masyarakat yang terkena dampak limbah sejak 1985. Dalam catatannya, di Baringin Lubuk Kilangan, ada bantuan untuk sekitar 60 hektare sawah masyarakat. Namun, bantuan ini bersifat tidak merata. Catatan Haluan, karena tidak meratanya bantuan membuat sejumlah masyarakat mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, Mei 2011. Para petani mempertanyakan hasil penelitian tim independen yang telah dibentuk meneliti limbah PT Semen Padang. Warga menganggap, limbah tersebut berpengaruh pada hasil pertanian mereka yang terusmenerus tajam. Perwakilan petani Majuas kepada Haluan ketika itu mengatakan, pada November 2010 sudah ada MoU yang dibuat antara Pemko Padang yang diwakili Bapedalda dengan PT Semen Padang untuk membentuk tim independen. Namun, hingga kini tim belum pernah bekerja guna meneliti dampak 1 limbah pabrik semen tersebut. Sebelumnya, pada Maret 2010, Komisi III DPRD Padang rapat dengar pendapat dengan Bapedalda, Dinas Pertanian dan Kehutanan serta Yayasan Padi Serumpun Sumatera Barat (YP2SB). Hearing tersebut tanpa dihadiri PT Semen Padang. “Dari hasil penelitian kami terbaru, limbah PT Semen Padang tidak hanya mengaliri tiga kelurahan (Kampungjua, Pegambiran, dan Batangtaba) di Lubuk Begalung, namun limbah itu sampai ke Batang Arau. Setiap harinya 100 ton limbah PT Semen Padang cemari aliran Batang Arau,” ungkap Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Padang, Indang Dewata (sekarang Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang—red). Ia menyebutkan persoalan antara PT Semen Padang dengan YP2SB sudah terjadi sejak tahun 2006, namun PT Semen Padang tidak kooperatif dalam menuntaskan persoalan dengan masyarakat yang berada di tiga kelurahan itu. Masyarakat tiga kelurahan itu meminta kompensasi atas penurunan produksi padi di tiga kelurahan itu akibat kegiatan penambangan bahan baku PT Semen Padang. Namun, Camat Lubuk Begalung Anggun Basuki ketika dikonfirmasi ulang persoalan yang melibatkan warganya dirugikan malah tidak tahu. “Saya tidak tahu tuntutan warga. Nanti akan saya tanyakan dulu ke lurah,” katanya Sabtu (14/7). Kepala Bapedalda Kota Padang Edi Asmi tidak mengangkat telepon Haluan ketika ditanyakan soal tim

independen yang dibentuk untuk meneliti dampak limbah terhadap masyarakat. Namun, pada Mei 2011 juga, Kepala Bapedalda ketika itu Indang Dewata mengatakan, tim sudah terbentuk, bahkan metodelogi penelitian juga sudah disetujui. Namun hingga saat ini, tim belum bisa bekerja karena biaya untuk penelitian tersebut yang harus dibayar PTSP sebagaimana MoU belum diberikan kepada tim. Ia juga mengaku, tidak tahu kenapa PT SP hingga kini belum membayarkan dana penelitian sebesar Rp400 juta tersebut. Sementara itu Ketua Ko-misi III DPRD Kota Padang Yendril mendesak, PT SP untuk segera membayarkan dana tersebut agar tim independen tersebut bisa segera bekerja. “Dari hasil penelitian itu nantinya bisa diketahui apakah memang areal pertanian di Kampung Jua itu tercemar akibat limbah PTSP atau tidak. Kalau memang akibat limbah, bisa pula diketahui kompensasi apa yang didapatkan petani,” katanya. Humas PT SP Daconi mengakui pihaknya sudah menandatangani MoU tentang penelitian limbah yang dikeluarkan perusahaan ter-sebut, termasuk soal pembiayaannya. Hanya saja, dana yang diperuntukkan bagi pe-nelitian itu, terkait dengan perhitungan cashflow yang belum diserahkan tim in-dependen. Jika hal ini tuntas, kewajiban PT SP tidak akan ditunda-tunda lagi. Lindungi Petani Khalid Saefullah mengatakan masyarakat tidak boleh dirugikan dengan limbah Semen Padang. “Sudahlah mereka tidak menikmati labanya, malah dirugikan. Ini tidak bisa diperbiarkan terus menerus,” tuturnya. Khalid mencatat ada dua hal peristiwa besar yang terjadi pada masyarakat. Pertama, sungai yang dimanfaatkan warga yang dicemari sedimentasi dan batu kapur. Sungai ini, kata Khalid, pernah menimbulkan banjir besar pada 2006 dan 2008. Kedua, lahan pertanian yang bercampur batu kapur. “Akibat jangka panjangnya, bila limbah sedimentasi it uterus-terusan ‘mengalir’ ke sawah petani, unsur hara tanah akan hilang. Sepuluh atau duapuluh tahun lagi, masyarakat tak akan bisa lagi menanam padi,” sebutnya. Sago Indra mengatakan, petani mesti dilindungi karena mereka tak memiliki kekuatan untuk melawan perusahaan besar. “Jika tidak bisa menambah pendapatan mereka, setidaknya jangan mengurangi,” tuturnya. „

Dua Pendaki .................. Dari Halaman. 1 Golkar ......................... Dari Halaman. 1

Hingga Sabtu, (14/7), sebanyak 12 personil Sekber PA Sumbar masih menyisir hutan belantara di pinggang hingga puncak Gunung Marapi. Para personil ini dilengkapi dengan beberapa perlengkapan penyelamatan, seperti membawa tali sepanjang 100 meter yang bermanfaat untuk mencari dan mengevakuasi korban di bawah jurang serta perlengkapan pendukung lainnya. Menurut mantan Ketua Bidang SAR Sekber PA Sumbar Joni Masrul, ada beberapa petunjuk yang perlu ditindaklanjuti untuk mencari korban. Petunjuk yang ditemukan itu berupa rangkaian dedaunan tempat beristirahat serta bekas api unggun, yang diduga dibuat oleh korban sebelum melanjutkan perjalanan. “Personil Sekber ini melakukan pendakian melintasi jalur Kacawali dan akan memulai pencarian di ketinggian 2.100 meter. Dari bekas tempat bermalam dan api unggun yang ditemukan itu, berkemungkinan korban mengarah ke puncak

bagian selatan dan puncak ke arah timur. Kawasan itu akan disisir oleh anggota Sekber,” ujar Joni kepada Haluan, Sabtu (14/7). Joni berharap anggota yang melakukan pendakian itu menemukan barang-barang yang dipakai korban, sehingga akan lebih mudah melacak keberadaan korban. Namun hingga kemarin, barang-barang yang digunakan korban belum satupun yang ditemukan. Seperti diberitakan sebelumnya, Abdul Hafiez (19) warga Sanjai Bukittinggi dan Alfian (15) warga Kamang Magek Agam melakukan pendakian gunung melintasi Nagari Paniang-paniang Lasi Tuo Agam pada Selasa (19/6) lalu. Namun kedua pendaki itu dinyatakan hilang pada Jumat (22/6), setelah orangtua salah seorang korban melaporkan kehilangan anaknya ke Kantor Camat Canduang Agam. Dari penuturan keluarga korban Abdul Hafiez, terakhir mereka mendapat pesan dari Hafiez pada Rabu malam, bahwa Hafiez dan Alfian telah tersesat dan minta

bantuan. Terakhir Hafiez memberitahukan posisinya yang telah berada di Sarasah setelah Parak Rotan. Untuk mencari kedua pendaki yang hilang itu, Tim SAR gabungan menempuh rute yang dibuat masyarakat dan membuat rute baru, karena bisa saja kedua pendaki itu juga membuat rute baru yang selama ini tidak pernah dilalui masyarakat. Rute yang dilantasi tim SAR gabungan itu adalah rute Batu Sampik, rute Rimbo Lumuik, rute Pandan Tinggi dan rute Batu Bajolang. Untuk pencarian dua pendaki malang itu, BPBD Agam menetapkan 10 hari massa tanggap darurat pencarian. Awalnya tanggap darurat itu diberlakukan tanggal 22 hingga 28 Juni 2012. Namun karena pencarian belum membuahkan hasil, massa tanggap darurat diperpanjang tiga hari hingga 1 Juli 2012. Namun ketika tenggat waktu selesai dan belum ditemukan, BPBD menghentikan pencarian terhitung 2 Juli 2012. (h/wan)

“Pengalaman itu harus digarisbawahi segenap kader Partai Golkar agar kita tidak tergelincir di batu yang sama. Di samping itu, tindakan salah seorang fungsionaris pusat Partai Golkar yang ada di DPRRI, jangan sampai terulang lagi. Arang tercoreng di kening itu harus disadari benar agar di masa-masa selanjutnya hal itu tidak terjadi lagi,” kata HM Azwir Dainy Tara, fungsionaris pusat Partai Golkar usai pengukuhan dewan pertimbangan dan silaturahim tokoh, sesepuh, pinisepuh Partai Golkar Kota Padang dan pelantikan Himpunan Wanita Karya (HWK) Padang di Auditorium Akper Ranah Minang, Sabtu (14/7). Momen pengukuhan pengurus HWK Kota Padang diharapkan bisa menjadi awal perubahan gerakan Golkar ke depan. Perubahan itu bisa terjadi apabila sesama kader saling mengingatkan. “Bak pepatah sasek manyapo, tadorong manyintak. Dan ini berlaku untuk semua jenjang dan diri pribadi

para kader. Sebab kawan yang baik adalah kawan yang bisa mengingatkan, bukan saling menyalahkan. Termasuk HWK sebagai salah satu dari tim partai Beringin ini harus ikut memainkan perannya,” ujar Azwir Dainy Tara, yang juga anggota Komisi VII DPR-RI ini. Pada kesempatan itu, Azwir memaparkan bahwa Partai Golkar harus mengubah strategi ke depan dalam memenangkan pertarungan berbagai helat demokrasi. Tentunya harus berangkat dari kegagalan partai berlambang Beringin mengusung kadernya untuk Kota Payakumbuh dan Jakarta. “Jadikan itu semua sebagai pembelajaran terakhir,” ujar Azwir lagi. Terkait tindakan tercela kader partai yang ada di DPR-RI dan kini sedang dalam proses penyidikan di KPK, Azwir Dainy Tara ikut mengutuknya. Ia mengatakan, tindakan pribadi oknum Partai Golkar itu tak boleh terjadi lagi dan juga harus menjadi pembelajaran bagi seluruh kader.

“Berkaitan dengan kepindahan ke Daerah Pemilihan (Dapil) II Sumbar, maka untuk meneruskan perjuangan saya bersama Golkar, Bonny Tara saya titipkan pada adinda Wahyu Iramana Putra,” tuturnya. Ketua DPD Golkar Kota Padang, Wahyu Iramana Putra menyampaikan bahwa sosok Azwir Dainy Tara di tubuh Partai Golkar adalah vitamin dan juga sebagai body detector untuk menghadapi serangan virus yang akan menggerogoti partai. Pini sepuh Golkar, Syahrul Ujud yang menjadi tokoh panutan partai dan masyarakat Padang sejak dahulu dalam kesempatan ini menitip pesan yang harus dijaga sebagai orang Minang. “Pendidikan, keagamaan dan perekonomian. Ketiga hal itu harus tetap dijaga agar orang Minang tak hancur. Pertama makmurkan masjid, tingkatkan produksi otak semarakkan pasar,” kata mantan Walikota Padang itu. (h/one)


12

MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SYA’BAN 1433 H


MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SYA’BAN 1433 H

ELOK 13

Secantik Alam Maninjau Indahnya alam Maninjau, menjadi inspirasi bagi Vera Primadewi melahirkan rancangan-rancangan busana berbahan kain asli daerah, ke dalam bentuk kebaya bernuansa muslim yang kental dengan aura minangkabaunya . Seperti yang diperagakan model kali ini. Kebaya bernuansa muslim dengan warna dominan putih yang lembut, terlihat begitu menyatu dengan alam Maninjau yang menawan. ***

Model: Nessa Designer : Vera Primadewi Photographer : Rolly Satria (Thong Art) dan Andi Rasad Lokasi : Danau Maninjau


14 PANGGUNG

MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SYA’BAN1433 H

JELANG PERTUNJUKAN TEATER SANGGAR PASAMAIAN

Menunggu Penumpang Kereta Kencana Oleh: Mahatma Muhammad Pendiri dan Sutradara Teater Nan Tumpah Padang

S

IANG itu, Rabu lalu, Gedung Teater Utama Taman Budaya Sumatera Barat, begitu sepi. Di atas panggung, tampak Muhammad Ibrahim Ilyas menjadi badut. Tidak beberapa lama sang badut meminta Noni Sukmawati untuk menjadi layang-layang. Seterusnya, mereka berdua saling bergantian menghibur diri. Hal tersebut mereka lakukan sembari menanti kematian, menanti kereta kencana. Beberapa saat kemudian seorang laki-laki dengan raut muka yang serius, naik ke atas panggung menghentikan aktivitas mereka. Asri Rosdi namanya, berkaca mata, rambutnya yang mulai memutih dikucir. Dari gesturenya, tampak dia memberi instruksi setengah berbisik kepada Muhammad Ibrahim Ilyas dan Noni Sukmawati. Dari mulutnya, berhembus asap rokok yang belum sempat keluar sepenuhnya. Itulah sebagian gambaran, adegan awal persiapan pertunjukan teater oleh Sanggar Pasamaian, yang mengangkat naskah “Kereta Kencana” hasil saduran WS Rendra, dari lakon The Chairs atau Les Chaises karya pengarang berdarah Rumania-Perancis, Eugene Ionesco (1909-1994). Ya, Muhammad Ibrahim Ilyas tidak benar-benar menjadi badut, namun hanya membawakan tokoh kakek yang bermain jadi badut. Begitupun Noni Sukmawati yang membawakan tokoh nenek, istri kakek yang berlagak jadi sebuah layang-layang. Asri Rosdi bertindak selaku sutradara sekaligus penata artistik. Pertunjukan ini akan berlangsung hari Senin 16 Juni 2012, pukul 20.00 WIB, di Gedung Teater Utama Taman Budaya Sumatera Barat. Konsep Pertunjukan Naskah “Kereta Kencana” saduran WS Rendra, adalah naskah yang cukup populer bagi pelaku teater di Indonesia. Pertama kali naskah tersebut dipentaskan WS Rendra dengan Bengkel Teater di Yogyakarta tahun 1962. Berbeda dengan lakon aslinya karya Eugene Ionesco yang absurd, Rendra membawa naskah sadurannya lebih realis dengan kecenderung ingin menumbuhkan proses puisi yang tidak “gelap” di atas pentas.

Lakon karya Eugene Ionesco, jika diterjemahkan bebas dalam bahasa Indonesia berjudul “Kursi-Kursi”, dimainkan oleh tiga tokoh dengan tambahan, Sang Orator. Sementara naskah saduran Rendra hanya dimainkan dua orang tokoh yaitu Kakek dan Nenek. Selebihnya, kedua naskah berpola sama, banyak menampilkan sejumlah karakter tokoh yang imajiner. Secara garis besar, “Kereta Kencana” bercerita tentang kehampaan lelaki dan perempuan tua yang telah hidup selama dua ratus tahun lamanya. Pada gelap dan sepi berkepanjangan, mereka mempercayai maut akan menyambut mereka dengan kereta kencana, sepuluh kuda, satu warna, akan membawa mereka pada kehidupan yang lebih baik dan terang. Akan tetapi, dalam penantian tersebut, keduanya seperti terkurung dalam kenangan serta pengharapan yang tidak pernah terwujud di masa lampau. Semakin banyak kenangan, semakin banyak pengharapan, membuat mereka merasa terkurung dalam kenangan purba. Si lelaki mendadak merasa hidupnya selama dua abad tak berguna. Sekalipun kerap mereka dengar suara memanggil, seperti maut yang ditunggu, namun tak kunjung tiba. Waktu berjalan semakin fana, berjalan semakin mencekam dalam ruang tamu mereka, tanpa pernah bisa kembali. Kini suara itu terdengar lagi. Kian malam, kegusaran itu makin mencekam. Kematian yang ditunggu itu semakin menjadi misteri. Sepengamatan saya, Arsi Rosdi mencoba setia pada naskah saduran WS Rendra tersebut. “Kereta Kencana” garapan Asri Rosdi, mengedepankan pola eksplorasi yang lebih detail bagi aktor dan aktrisnya menghidupi panggung dengan sejumlah permainan, kisah, serta tokoh cerita yang imajiner mengacu pada isi naskah. Melihat proses latihan kurang dari seminggu jelang penampilan, bagi saya, sebagai sutradara Asri Rosdi terkesan longgar dan “berbaik hati”, dengan memberikan peluang yang lebih kepada kedua pemainnya sebagai kreator. Asri Rosdi beralasan bahwa dia tidak mencetak aktor,

BODY SLIM 100% HERBAL....SUDAH TERBUKTI HASILNYA & AMAN

melainkan mengolah aktor yang sudah matang. Menurut Asri Rosdi, usia lanjut merupakan tantangan tersendiri untuk berakting dan membuat pertunjukkan yang serius. Artinya, selain tantangan untuk dirinya selaku sutradara, pertunjukan “Kereta Kencana” ini juga menjadi ajang yang akan menguji kualitas akting bagi dua pelaku teater kawakan, Muhammad Ibrahim Ilyas dan Noni Sukmawati. Dalam akting kedua aktor dan aktris dituntut membuat anatomi gesture dan bloking yang lengkap dari semua materi akting yang memungkinkan untuk dimainkan. Sejak dari gerak jari jemari, laku mimik mulai dari kepala bahu dan tubuh sendiri sebagai mesin dari akting, selain kemungkinan dari olah vokal yang rapi dan terencana, yang bisa memberi gambaran akting dari masa kanak sampai masa sangat tua. Dalam perencanaanya nanti, Asri Rosdi ingin mengangkat format Perancis klasik dari abad lalu untuk latar kejadian, artistik panggung, serta kostum pertunjukan. Ilustrasi musik pertunjukan yang ditata oleh Yudistira juga diarahkan demikian, walau sepenuhnya tidak akan terjangkau setidaknya diusahakan mendekati itu. Melihat latar belakang Asri Rosdi selain sebagai pekerja teater dan penyair, dia juga seorang pelukis, saya berharap tentu saja konsep artistik panggung yang direncanakannya tersebut dapat tercapai dalam pertunjukan ini nantinya. Penumpang Kereta Kencana Bagi saya, satu hal yang menarik untuk ditunggu pada saat pementasan nanti adalah, kedatangan “Kereta Kencana” dengan “penumpang” yang nantinya akan menjadi tulang punggung pementasan secara keseluruhan. Penumpang pertama adalah Asri Rosdi, seniman yang telah tiga belas tahun sama sekali tidak bersinggungan dengan kesenian. Menurut beberapa murid serta sahabatnya, Asri Rosdi dikenal sebagai seniman yang serba bisa. Sebagai pelukis dia pernah beberapa kali mengikuti pameran di lingkup Taman Budaya Sumatera Barat maupun tingkat nasional. Sebagai penyair yang produktif, di era 80-an puisi-puisinya dimuat di beberapa antologi dan berbagai media cetak. Buku puisinya yang pernah terbit tahun 1987 bersama dengan Gus tf adalah Genta Dua Gerbang. Menyutradarai beberapa pentas Teater bersama Sanggar Pasamaian serta menjadi Pendidik di INS Kayutanam. Penumpang berikutnya yang dibawa “Kereta Kencana” adalah Noni Sukmawati. Sekalipun masih berkecimpung dengan aktivitas teater kampus

terkait statusnya sebagai dosen di Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Noni sudah lebih dari dua puluh tahun tidak naik panggung. Noni Sukmawati aktif bergiat dengan kelompok Teater Kita pimpinan Edy Utama kurun waktu 1981 hingga 1991, dalam kurun waktu itu juga, sebagai aktris, dia juga bermain bersama kelompok Teater Dayung-Dayung pimpinan A. Alin De, serta Teater Fakultas Sastra Universitas Andalas yang disutradarai oleh Mustafa Ibrahim. Noni Sukmawati bahkan pernah menyutradarai pertunjukan teater “Kereta Kencana” tahun 1989, bersama kelompok Teater Nokhtah di Gedung Teater Tertutup, Taman Budaya Sumatera Barat dengan pemain Suhendri dan Lilik Zurmailis. Menurut Noni, ini adalah kali ketiganya bermain satu panggung dengan Muhammad Ibrahim Ilyas. Penumpang terbesar yang menjadi angkutan “Kereta Kencana” bernama Sanggar Pasamaian. Tidak heran, kalau pelaku seni seumuran saya, tidak akrab serta bertanya mengenai sejarah keberadaan sanggar Pasamaian ini. Menurut Muhammad Ibrahim Ilyas, Sanggar Pasamaian didirikan 12 Maret 1981, oleh Asbon Budinan Haza (1961-2010), Asri Rosdi dan Muhammad Ibrahim Ilyas. Kelompok ini bergiat terutama dalam bidang sastra, teater dan penerbitan berkala. Pasamaian menerbitkan Majalah Kebudayaan RUANG (1981-1985) dan Jurnal Kesenian KABA (1983-1985). Dalam bidang sastra, Pasamaian menyelenggarakan Pekan Puisi Pelajar Sumatera Barat (1983-1987), mencakup kegiatan workshop penulisan, lomba baca puisi dan pementasan puisi. Rentang tahun 1982 hingga 1987 kelompok ini banyak mementaskan puisi dan teater. Tahun 1987, Pasamaian mendirikan Yayasan Pasamaian Indonesia, yang memfokuskan diri pada pengkajian sastra budaya. Kegiatannya antara lain Sayembara Penulisan Esai, Cerpen dan Resensi Buku. Aktivitas kelompok ini agak surut, antara lain karena personalnya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Menunggu Baiklah. Kedatangan penumpang “Kereta Kencana” sudah semakin dekat. Saat generasi baru pekerja teater Sumatera Barat mulai tumbuh dan mendapat tempat, pertanyaan sederhana berikutnya adalah, apakah kehadiran para penumpang ini hanya untuk sebatas singgah, sekadar menyapa kita, melepas rindunya di atas panggung, kemudian dibawa pergi kembali oleh laju “Kereta Kencana” tanpa pernah kembali? „ Padang, 11 Juli 2012

PENTAS DASEIN PADA FESTIV AL MONOLOG KENTHUTROEDJITO DI SOLO

Mesin Eksistensialis dalam Perangkap Virtual Oleh: Delvi Yandra Penggiat Teater dan Pendongeng di Kota Padang DASEIN [berarti ‘berada di dalam’; bahasa Jerman: da zain] merupakan suatu istilah yang sangat karib dalam karya besar filsuf Martin Heidegger (1889-1976) berjudul Being and Time. Ia memakai istilah tersebut untuk menjelaskan kemampuan manusia dalam eksistensinya atau kemampuan ‘menetap’ dan memaknai hidupnya di dunia. Istilah tersebut juga menjadi judul dari naskah drama yang sekaligus disutradarai oleh Bina Margantara pada rangkaian FesMon ‘Kenthut-Roedjito’ di Solo, Kamis (5/7) malam pekan lalu. Pentas tersebut dilakukan untuk mengenang dua tokoh teater: Bambang Widoyo SP (Kenthut) dan Roedjito (Mbah Jito). Dalam pentas yang ke 29 tersebut, lewat Dasein, kelompok Teater Rumah Teduh tampil di Tanggul Budaya, Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, SoloSurakarta. Setelah sehari sebelumnya semua peserta melakukan upacara keprihatinan budaya di Lapangan Danukusuman Tanggul Budaya (tanggul di pinggiran sungai), bersama Butet Kertarejasa, Didik Nini Thowok, Slamet Gundono, Tony Broer, Yusril (Katil), Anastasya dan tokoh-tokoh teater lainnya. Upacara tersebut diadakan mengingat terancamnya 49 mata air apabila di Danukusuman didirikan pabrik semen oleh pemerintah. Bunyi lonceng sebanyak empat kali menandai bermulanya Dasein. Anak-anak yang menonton tidak tampak takut saat lampu panggung padam, tak ada yang berteriak. Saat lampu merah menyala, di sana pula Mukar (dimainkan oleh Hatta Saputra) muncul. Pada dengung lonceng terakhir, Mukar tampak sedang duduk pada sebuah kursi lalu menyalakan rokok sambil selonjor di atas meja. Maka, tampaklah sudut panggung terdiri dari satu meja dengan sebuah kursi dan kain panjang yang membelit kaki meja, sebuah kayu pancang sedemikian rupa dengan jam dinding di tengahnya dan sebuah cermin yang tegak pada bidang kayu. Tidak benar-benar dapat ditangkap dengan jelas, tempat seperti apa yang seyogyanya dihadirkan oleh sutradara di atas panggung. Tetapi panggung prosenium telah diciptakan kelompok Teater Ruang dari barang-barang bekas. “Mengapa kau bertingkah seolah sedang berpikir Mukar? Masih punya otak toh, masih percaya nurani?” ujar sesuara di luar yang mendadak membuat Mukar memberikan reaksi berlawanan. Kemudian Mukar melepas sebelah sepatunya dan meletakkannya di atas meja, “aku lebih mengetahui siapa diriku sebenarnya,” katanya. Mukar berpindah ke bagian sudut panggung lain dengan langkah yang tampak pincang meskipun pada dasarnya melepaskan sebelah sepatu hanya merupakan kebiasaannya. Lalu ia kembali ke meja dan duduk di atasnya. Ia mengambil surat kabar di sana dan membawanya ke sudut yang lain. Tetapi laku demikian tidak ajek dengan dialognya yang sepintas membaca dan mengetahui suatu peristiwa yang tertulis di surat kabar tersebut. Pada adegan lain ia juga melakukan hal yang sama. Membaca surat kabar, menghunus pisau, mematikan rokok lalu menginjaknya dengan sepatu, gerakan senam dan peregangan, mengayunkan kain panjang seperti permainan lompat tali, me-ninabobok-kan bayi, menyeret kursi ke tengah panggung, memakai dan melepaskan pakaian, tersungkur karena tercekik kain sendiri, termasuk berdialog dengan properti seolah benda tersebut menjadi hidup— segalanya tampak tak tuntas. Kejutankejutan yang muncul seperti berlalu begitu saja. Kurang jelinya aktor dalam menguasai karakter yang dimainkannya membuat pertunjukkan yang berlangsung sekitar setengah jam menjadi tampak sedikit membosankan. Tawaran-tawaran yang dihadirkan aktor tampak kurang ‘gereget’. Pemanfaatan properti tak maksimal meskipun perwujudan musik mampu memperkuat pertunjukkan secara keseluruhan. Mukar berupaya melakukan interaksi dengan keadaan di sekitarnya, termasuk sesuara yang datang dari luar (atau dari dalam kepalanya sendiri). Tetapi upaya tersebut kurang didukung oleh motif aktor yang tampak tak lebih seperti buang-buang tenaga. Mukar, dalam pandangan saya, seseorang yang ingin mengetahui bagaimana dirinya dan kehidupannya. Ia terperangkap antara dunia virtual di dalam kepalanya dan dunia nyata yang mengembalikannya kepada jati dirinya yang sebenarnya. Pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan, termasuk seputar unsur-

unsur paling mendasar bagi dirinya. Lalu, Mukar memutuskan untuk bunuh diri tetapi gagal tersebab sesuara tadi muncul kembali menghantuinya. Antara kesadaran dan waktu, demikian pula hal yang diungkapkan Heidegger. Mukar dan dirinya merupakan aktivitas yang tidak pasif sehingga berbeda apabila dibandingkan dengan benda-benda yang ada begitu saja secara nyata tanpa mampu berbuat apapun terhadap dirinya sendiri. Mukar berupaya merenungkan dan merefleksikan tentang makna hidupnya sehingga dapat mengubah hidup yang kurang baik menjadi lebih baik. Mukar memperlakukan benda-benda di sekitarnya seolah bernyawa. Ia pasangkan sebelah sepatunya pada kayu penyangga di cermin. Ia ajak benda itu bercakap-cakap. Lalu ia tersadar tentang dirinya. Ia berontak. Ia menari-nari tak jelas. Lalu sesuara datang lagi. Di sinilah kemampuan eksistensi yang sesungguhnya. “Benar, mungkin aku terlalu lelah akhirakhir ini,” lanjutnya dengan lirih seraya musik menyayat. Lampu pun padam. Kemampuan yang secara nyata diperlihatkan oleh manusia dalam menyangkal dirinya sendiri dan dalam berhubungan dengan lingkungan di sekitarnya. Mukar merupakan tokoh ciptaan yang dapat memikirkan benda-benda, alatalat, dan beraktivitas sesuai dengan keinginan yang sudah dipilihnya. Tetapi sayang, ia terperangkap dunia virtual ciptaannya sendiri. Yusril, salah satu juri pertunjukkan mengatakan bahwa Dasein telah melakukan teknik muncul yang mengesankan, tapi tidak konsisten dengan akhir pementasan. “Naskah dipengaruhi oleh Albert Camus, namun ia belum merasakan kesepian yang disampaikan oleh aktor,” sambung juri yang lain, A.B Asmarandana. Namun demikian, semangat permainan yang diperlihatkan oleh kelompok Teater Rumah Teduh yang notabenenya merupakan kelompok teater kampus patut mendapat dukungan. Berbeda dengan konsep monolog sebelumnya, kali ini FesMon KenthutRoedjito diadakan di perkampungan warga, yang mana perkampungan tersebut telah menjadi rumah budaya yang dibangun sejak tahun 1994 oleh Teater Ruang sekaligus sebagai penyelenggara kegiatan tersebut. Hadir juga kelompok teater dari pelbagai kota seperti Padang, Banjarmasin, Makassar, Palu, Bali, Surabaya, Solo, Pekalongan, Jepara, Bandung, dan Jakarta. Selanjutnya, dalam pertunjukan yang sama, kelompok Teater Rumah Teduh juga tampil di auditorium STAIN Purwokerto dalam rangkaian acara Temu Teater Mahasiswa Nusantara X, Jumat (13/7) siang.***


LANCONG 15

MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SYA’BAN 1433 H

Hijaunya Lembah Harau D

engan udara yang masih segar, Anda bisa melihat keindahan alam sekitarnya. Berjalan menuju Lembah Harau amat menyenangkan. Tebing-tebing granit yang menjulang tinggi dengan bentuknya yang unik mengelilingi lembah. Lembah Harau yang terletak di Limapuluh Kota ini merupakan jurang yang besar dengan diameter mencapai 400 meter. Tebing-tebing granit yang terjal ini mempunyai ketinggian 80 meter hingga 300 meter. Mulai saat memasuki Lembah Harau ini Anda akan menemukan banyak keindahan yang memukau sepanjang jalan. Sangatlah cocok sebagian pemanjat yang telah mengunjungi tempat ini memberi julukan yosemite-nya Indonesia. Tempat ini sudah lama menarik perhatian orang. Sebuah monumen peninggalan

Belanda yang terletak di kaki air terjun Sarasah Bunta merupakan bukti bahwa Lembah Harau sudah sering dikunjungi orang sejak 1926. Keindahan masih bertebaran di dataran tingginya. Di sana Anda akan menemukan cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harau seluas 270,5 hektare. Tempat ini ditetapkan sebagai cagar alam sejak 10 Januari 1993. Di cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harauter terdapat berbagai spesies tanaman hutan hujan tropis dataran tinggi yang dilindungi, plus sejumlah binatang langka asli Sumatera. Monyet ekor panjang (macaca fascirulatis) merupakan hewan yang sering terlihat di kawasan ini. Hewan ini jinak dan suka mondar-mandir dalam kerumunan pengunjung. Namun, Anda tetap perlu hati-

hati, karena ada juga monyet yang binal dan suka usil. Tak jarang mereka mengambil makanan atau barang-barang bawaan pengunjung, dan mencakar ketika didekati. Binatang primata lainnya yang hidup di suaka margasatwa ini, seperti siamang (hylobatessyndactylus), dan simpai (presbytis melalopos). Suara mereka sering terdengar tapi jarang menampakkan diri. Fauna lain yang dilindungi di cagar alam ini juga termasuk Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrensis), beruang (helarctos malayanus), tapir (tapirus indicus), kambing hutan (capriconis sumatrensis), dan landak (proechidna bruijnii). Kemudian sebanyak 19 spesies burung, termasuk burung kuau (argusianus argus) dan enggang (anthrococeros sp), menjadi penghuni suaka margasatwa

Lembah Harau yang dilindungi undang-undang. Kawasan ini juga dilengkapi dengan Taman Wisata Lembah Harau. Taman wisata yang luasnya 27,5 hektare ini ditetapkan sejak tahun 1979. Potensi taman wisata ini adalah empat buah air terjun, gua, celah alam, dan tebing terjal membentuk suatu pemandangan yang indah dan menakjubkan. Di sini tersedia fasilitas rekreasi seperti kolam pemandian, tempat berkemah, dan jlan setapak untuk hiking keliling kawasan. Harga tanda masuk relatif murah. Di loket penjualan karcis, akan mendapatkan peta kawasan cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harau. Bila membutuhkan penunjuk jalan, juga bisa menggunakan jasa tenaga guide yang yang dibayar harian. (h/rivo septi andries)


?

16

AUDITOR

ENGINEER

Tidak perlu bingung..

Dapatkan info

SUPERVISOR

LOW

MARKETING

ACCOUNTING

NGAN D

isini

MANAGER

MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SYA’BAN 1433 H


AKSEN 17

MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SYA’BAN 1433 H

ROBEN ONSU

Dapatkan Pelabuhan Terakhir HATI presenter Ruben Onsu sedang berbunga-bunga. Ada seorang wanita cantik yang kini setia menemaninya dalam suka dan duka. Kita pasti mengenal wanita cantik yang kini menjadi kekasih Ruben. Karena, dulunya wanita tersebut pernah bergabung dalam girlband Cherry Belle. Adalah Wenda yang berhasil membuat Ruben jatuh cinta. Hubungan mereka memang masih sangat muda. Tapi keduanya sudah ada

niatan untuk membawa hubungan ke jenjang yang lebih serius, yakni pernikahan. Mantan kekasih Sheza Idris itu bahkan sudah mempersiapkan konsep pernikahannya nanti, Namun, sampai saat ini ia belum menemukan tanggal yang tepat. "Sesegara mungkin. Semoga ini pelabuhan terakhir. Konsep dah dipikirin. Belum ada tanggal pasti, tapi kita membicarakan pernikahan dengan sangat serius," tuturnya di

acara jumpa pers 'Ngabuburit' di Trans TV, Jakarta Selatan, Kamis (12/07). Untuk menunjukkan keseriusannya meminang Wenda, Ruben juga ternyata sudah bertemu dengan orangtua kekasihnya itu. Bahkan keduanya juga sudah liburan berdua ke luar negri hingga kedekatan semakin terasa. "Saya udah ketemu mama-papanya Wenda. Wenda juga ketemu orangtua saya," ujarnya. (ccm)

HENGKY KURNIAWAN

Akui Kesalahan ORANG mana yang mau nasib rumah tangganya berujung menyedihkan di meja persidanga. Begitu juga dengan Hengky Kurniawan yang selalu berharap kehidupan keluarganya harmonis meski ia dan sang istri, Christie Jusung, tengah menjalani proses perceraian. Empat kali menjalani persidangan, Hengky dan Christie belum pernah dipertemukan dalam satu ruangan. Hal tersebut karena kesibukan keduanya. Dan sidang lanjutan nanti, Hengky berharap bisa bertemu dengan Christie yang sudah mantap berpisah. "Mediasi selama ini sih jadwalnya masih bentrok ya. Enggak ketemu. Dua kali sidang saya di luar kota. Saya di Semarang dia di Jambi. Sidang ketiga sayanya lagi syuting. Jadi kesulitan ketemu. Tetapi ya sebenarnya kita ketemu di lain tempat cuma itu tidak membicarakan masalah pribadi. Lebih ke anak. Mudah-mudahan di mediasi keempat saya juga bisa dia juga bisa. Sebenarnya schedule yang kosong kemarin tanggal 11. Cuma kan ternyata kita baru ingat tanggal 11 itu pencoblosan. Mau enggak mau diundur lagi," paparnya saat ditemui di Senayan City, Jakarta Selatan, Kamis (12/07). Walau jarang bertemu di persidangan cerai, pemeran film Buruan Cium Gue ini sangat pasrah apapun hasilnya nanti

di persidangan. "Kalau saya sih mediasi keempat hanya bisa berusaha. Hasilnya Tuhan yang menentukan. Mau dia datang atau enggak yang penting kita ada usaha. Artinya kalau memang yang terjadi dalam hidup kita. Mungkin itu yang terbaik buat kita," tandasnya. Proses mediasi keempat akan dilaksanakan pada tanggal 18 Juli nanti. Hengky mengaku permasalahan perceraiannya karena kurang memperhatikan keluarga lantaran sibuk bekerja. "Masalah peribadi yang terjadi sama kita itu masuk di materi gugatan. Kita berusaha untuk menjaga tetap ke publish. Karena inikan musibah. Cuma memang setidaknya saya sudah tunjukan ke media ini kesalahan saya. Mungkin saya kurang bisa berjuang untuk keluarga. Buat saya kesibukan saya buat keluarga. Masalah ego yang mungkin rada manja, sama-sama emosi saja," tandasnya. (ccm)

RACHEL MARYAM

Edo Janji Ajak Sungkem ke Ortu SUAMI Rachel Maryam, Edo, mengakui jika pernikahannya dengan Rachel belum mendapat restu orangtua. Tapi, bukan berarti Edo putus komunikasi dengan orangtua karena tidak mendapat restu. Sejauh ini Edo tetap menjalin hubungan baik dengan keluarga besarnya. Soal tidak adanya restu orangtua, Edo mengakui jika ia memang belum mengajak Rachel untuk bertamu keluarganya. Bukana tanpa alasan, Edo bilang belum mendapat izin dari orangtua untuk membawa Rachel masuk ke dalam keluarganya. "Dapat masuk ke rumah orangtua bisa kapan saja tapi istri saya sebetulnya bisa, hanya saja belum ada awalan untuk memperkenalkan mereka secara langsung," jelas Edo saat ditemui di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (13/07). Meski begitu menjelang bulan Ramadan, Edo berjanji akan mempertemukan Rachel

Bukannya tanpa alasan, Edo bilang belum mendapat izin dari orangtua untuk membawa Rachel masuk ke dalam keluarganya dengan orangtuanya. Ia berharap ini adalah awal yang baik untuk menjalin tali silahturahmi. "Saya mau memberikan awal yang baik untuk memperkenalkan mereka dan sungkem," paparnya.(ccm)

DONITA

Susah Kontrol Emosi Saat Ramadan DONITA adalah salah satu artis yang antusias menyambut datangnya bulan Ramadan. Pasalnya moment Ramadan adalah moment yang tepat bagi Donita untuk menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta. Tapi sayang, tujuh tahun belakangan Donita merasakan moment Ramadhan yang berbeda. ".....7 tahun aku cuma tinggal sama Mama." Kenapa? Tujuh tahun belakangan Donita hanya tinggal bersama sang bunda. Sang ayah tercinta yang telah berpulang 2005 silam membuat suasana Ramadhan beberapa tahun belakangan kurang terasa lengkap. "Setiap Ramadhan ingatkan aku selalu

ke almarhum Papa. Kadang enggak bisa kontrol emosi, jadi nangis terus. Dari 2005, sudah 7 tahun aku cuma tinggal sama Mama," tutur Donita, saat ditemui di Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (12/07). Yang paling diingat oleh Donita adalah momen saat sahur bersama di rumah. Menurutnya, ada satu sajian khusus yang biasanya selalu dibuatkan oleh sang ayah untuknya. "Ada beberapa hal kecil, seperti tiap sahur itu ada makanan yang selalu dibuatkan Papa. Kayak sereal pake susu gitu. Saat puasa jadi ingat lagi," kisahnya. "Pernah beberapa kali Mama yang coba bikin, tapi tetap beda rasanya," imbuhnya. (ccm)

BERYL COPY CENTRE Grosir & Retail Sales, Service, Spare Part & Rental Mesin dari USA Menyediakan Mesin Foto Copy Bermacam Tipe : BARU DATANG MESIN CANON IR 5000 & CANON IR 6000 DARI JEPANG DRUM BARU HARGA NEGO

AN PERSEDIA S A T A B R TE CANON IR 8500 = Rp.

28 juta

BERYL COPY CENTRE

Hubungi : Jl. Veteran No. 50 Padang Telp. (0751) 32666 Jl. Nangka No. 40 Pekanbaru Telp. (0761) 61360 Jl. Sutan Agung No.07 Jambi Telp. (0741) 32495

spanduk - baliho - billboard sticker - backdrope branding car - x banner roll up - dll

Menyewakan Bando & Billboard lokasi strategis di Padang, Payakumbuh & Pariaman

Kantor Pusat : Jl. Gajahmada No.40 Gn. Pangilun Padang Telp. (0751) 447825, 40269 Cabang Payakumbuh : Cabang Padang : Jl. Soekarno-Hatta 123 Jl. Andalas 83 Telp. 890 383 Koto Nan Ampek Jl. Belakang Olo 46A (dpn Hotel Jakarta) Telp. 33 222 Telp. 0752 - 796 123


18 PERSONALAL

MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SYA’BAN 1433 H

SURYADI ASMI

Disiplin, Teliti, dan Kerja Keras Kunci Keberhasilan PADANG, HALUAN – Di kalangan perbankan Sumatera Barat, rasanya tak ada yang tak kenal dengan sosok H Suryadi Asmi SE MM Dt Rajo Nan Sati. Ya, ia adalah Direktur Utama Bank Nagari, bank kebanggaan rakyat Sumatera Barat saat ini. Sosoknya hangat dan rendah hati. Meski lahir di Sungai Penuh, 21 Desember 1954, ia sangat menjunjung tinggi adat dan budaya Minangkabau. Dia hidup di tengah– tengah keluarga pedagang hasil bumi di Sungai Penuh. Beliau merupakan putra ke 3 dari 9 bersaudara pasangan Asmi St Sinaro Bungsu (suku Sumpadang) dan ibu Rohani (Suku Koto) yang keduanya berasal dari Saniangbaka. Suryadi menamatkan sekolah Dasar di SD No 8 Sungai Penuh, kemudian melanjutkan ke SMP No 1 Sungai Penuh (tamat tahun 1970), SMA Sungai Penuh (tamat tahun 1973) dan selanjutnya menamatkan pendidikan Perguruan tinggi di Universitas Andalas Padang (1981) dengan meraih gelar Sarjana Ekonomi dan terakhir berhasil meraih gelar Magister Managemen di Universitas Negeri Padang (2005). Pada tahun 1979 ia menikah dengan Dra Hj Syamsurmaini (suku Pisang), kelahiran Padang Panjang tahun 1956. Pernikahan dengan wanita yang akrab dipanggil “Mai” ini telah dikarunia seorang putri dan 3 orang putra yaitu : dr Nana Maya Suryana, Fandy Suryadi SE, Riyadi Suryananda, dan Ferdhanata. Melalui masa kecil di tengah keluarga yang harmonis dan pekerja keras menjadikan Suryadi yang kerap dipanggil “ Sur” oleh orang tuanya ini menjadi sosok yang disiplin, tahan tempa, berkemauan keras dan bertanggung jawab. Disamping dukungan serta bimbingan orang tua keluarga dan teman hal tersebut telah berhasil membawanya kepada kesuksesan sampai seperti saat sekarang ini. Kecintaannya kepada negeri Minangkabau sering dipresentasikan dalam mengartikulasikan kata “Asmi “ di belakang namanya dengan

“Asli Minang” walaupun itu sebenarnya nama orang tuanya. Saat ini ia memimpin PT Bank Pembangunan Naerah (Bank Nagari) Sumatera Barat, sebagai Direktur Utama. Beliau memulai karirnya di Bank Nagari pada tahun 1982 sebagai petugas bagian Penilaian Pembiayaan Kantor Pusat Bank nagari, kemudian menduduki beberapa jabatan seperti : Petugas Bagian SP3LK Kantor Pusat (1983), Kuasa Umum Cabang Muara Labuh (1984), Kepala Bagian Pembinaan Kredit Kantor Pusat (1984), Counterpart P3K Bank Indonesia Padang (19 86), Detasering pemimpin cabang Sijunjung (1987), Pemimpin Cabang Solok (1991), tugas rangkap sebagai pemimpin cabang Sawahlunto (1991), wakil pemimpin cabang utama Padang (1997), Pemimpin devisi pengkreditan (1999). Tugas rangkap sebagai Pjs pemimpin devisi APK (2000). Berikutnya, Pelaksana tugas sementara Direksi (2000), staf devisi SDM dan Umum (2000), pelaksana tugas sementara Direksi (2000), pemimpin direksi cabang Jakarta (2000), pemimpin Devisi hukum dan Sekretariat (2003), tugas rangkap Pjs pemimpin devisi SDM, hukum & Sekretariat (2003), tugas rangkap sebagai Pjs pemimpin Devisi SDM & hukum & sekretariat (20 04), Direktur Pemasaran (2004-2007) dan selanjutnya diangkat sebagai Direktur Utama PT Bank Pembagunan Daerah Sumatera Barat periode 2008-2012. Di bawah naungan kepemimpinannya selama ini, berkat rahmat dan hidayah dari Yang Maha Esa, instansi di mana ia bernaung telah berhasil menorehkan beberapa prestasi yang membanggakan .Selain itu jabatan sosial kemasyarakatan yang diamanahkan sekarang berupa sekretaris Alumni Fakultas Ekonomi Unand, Ketua Umum Solok Saiyo Sakato Padang dan salah seorang Ketua S3 Pusat. Suryadi Asmi saat bertugas di Jakarta sempat pula menjadi salah seorang Ketua DPP IWS (Ikatan Warga Saniangbaka).

Sarat Prestasi Hampir empat tahun masa kepemimpinannya di Bank Nagari, Suryadi Asmi berhasil membawa bank yang dipimpinnya meraih segudang prestasi. Penghargaan demi penghargaan, setiap tahun selalu membanjiri Bank Nagari. Sebut saja Bank Daerah Penggerak Kewirausahaan Terbaik dari Menteri Negara Koperasi dan UMKM, 2011, Anugerah BU MD & CEO BUMD Award 2010 untuk 5 kategori (The Best BUMD of the year 2010, The Best Bank Dae rah of the year 20 10,The Best Fi nance 2010, The Best Marketing & Customer Satis faction 20 10, The Best Human Capital Management Sistem Alignment 2010). Kemudian, Info Bank Platinum Award 2010, Annual Report Award 2010. Di tahun 2009 sejumlah penghargaan juga diraih Bank Nagari, yakni Banking Efficient Award 2009, Info Bank Award 2009, Info Bank Platinum Award 2009, Annual Report Award 2009. Tahun ini, menjadi spirit to serve bagi Bank Nagari. “Tingkat persaingan antarbank saat ini semakin ketat. Siapa yang bisa memberikan pelayanan terbaik, niscaya dia yang akan mampu merebut pasar. Kalau persaingan

menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Bahkan bank ini, sudah berkembang dengan membuka cabang di beberapa daerah lainnya di Indonesia. Sebut saja Cabang Jakarta, Bandung dan Pekanbaru. Di balik berbagai prestasi yang terukir, s o s o k Suryadi A s m i sebagai Dirut Bank Nagari

dalam hal suku bunga misalnya, itu sudah merupakan hal yang biasa. Namun persaingan dalam hal pelayanan, ini yang harus ditingkatkan dan dimenangkan,” ujar Suryadi. Ditambahkannya lagi, semangat melayani itu juga sejalan dengan upaya Bank Nagari untuk menjadi BPD regional champion ( BRC) atau jawara di daerahnya. Saat ini, Bank Nagari telah memiliki aset lebih dari Rp14 triliun. Dengan market share lebih dari 30 persen dari perbankan yang ada di sumbar, Bank Nagari di tangan Suryadi ternyata mampu

The First FeMale Station in Padang

Lansek Manih FM (LANIS FM) Frequensi (FM) 93,6 MHz (FM) Power Suport 1000 Watt ( Blues 30 NV) Alamat Studio/Office : Jl.Sudirman No.191 Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Telp. ( 0754) 20173-20553 Fax. 0754.20158 Email : lansekmanihfm@yahoo.co.id LANSEK MANIH FM “ Penyampai Informasi Pembangunan dan Penyejuk Hati Anak Nagari”

yang dikenal banyak kalangan sebagai figur yang sangat disiplin, efisien, tangkas dan pekerja keras. “Semuanya dimulai dari diri kita sendiri. Jika kita ingin orang-orang di sekitar kita bersikap disiplin, bekerja keras, mulailah dari diri kita sendiri dulu,” tambah Suryadi yang selalu berusaha meluangkan waktu untuk berolahraga di saat luangnya. “Golf untuk menjaga hubungan dengan relasi atau sekedar jooging di pagi hari saat libur, cukuplah,” katanya tentang olahraga kesukaannya. (h/atv) Foto-foto: Humas Bank Nagari


S E N I 19

MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SYA’BAN1433 H

PUISI

Asri Rosdi

Cerpen

SEBUAH BUKU TERBUKA Untuk puisi seharusnya hidupku sebuah buku terbuka Larut malam aku terus terjaga menatap halaman kosong membaca nasib perasaian manusia Masa kanak yang riang gembira, masa remaja yang galau dengan tingkah bercinta, masa membentuk keluarga serta aneka problemnya, masa dewasa dan pencapaian menggengggam dunia, masa tua membelakangi dan mengabaikan dunia, masa bijak bergantung hanya pada Mu saja Detak jantung bergema, malam semakin larut jua, dalam irama sunyi mengalir kenangkenangan tentang cinta, derita haus lapar yang fana, wahai anak dari jaman yang bergemuruh, aku tak kan menyerah dari pertaruhan halaman kosong ini, tahajudku yang berdentam memukul sidrathul muntaha Sudah waktunya sujudku mencapai akhirnya Kau yang ku rindu terimalah pasrahku ini Ini semua ihklasku ambillah Puisi ini sebuah buku terbuka kau boleh membacanya atau membuangnya Seperti hidupku pula sebuah buku terbuka, kau boleh membacanya atau membuangnya Makna yang ada didalamnya sederhana sederhana saja. (Sungai Limau 2012)

AFTER NOON AT LA GRANDE JATTE Ini mungkin dunia maya Tapi aku tau zaman terkubur dalam zaman lainnya, seperti kata terkubur dalam kata lainnya, puisi menghimbau kata yang tersembunyi dibalik kata yang terkubur di balik kata lainnya, penyair membuatnya abadi, dalam imajimu ini mungkin dunia maya. Tapi kata yang ingin ku katakan bukan khayal, kata yang sebenarnya terkubur dalam ucapan tanpa suara. Bila kau arif sudah banyak yang ku katakan. Kata kata yang tak terucapkan adalah kata kata kebenaran. Bila keabadian hanya sebuah amsal maka kefanaan adalah sebuah tamparan Bila kau arif kawan, kebijaksanaan adalah langit luas tak bertepi. Kita ini hanyalah awan mengapung terdorong angin sepoisepoi. Pemikiran kita bagai elang terbang berputar-putar mencari mangsa. Lapar kita hanya lapar pengembara yang tak pernah puas dengan kata-kata rahasia. Rahasia terbaik terkubur dalam kata-kata sederhana Semakin banyak orang-orang biasa mengucapkannya, semakin jauh makna kehidupan disembunyikannya. Puisi ini hanya kuburan kata-kata sederhana yang tak mungkin terkhayalkan, tapi aku masih betah menuliskannya. Tidak di dunia maya. (Kayutanam 25 November 1992)

WEST MINSTER BRIDGE Langit kuning dengan bintik hijau muda West Minster Bridge dan gedung pencakar langit membeku bagai salju pertama di tahun 1907 Engkau merangkak di trotoar yang lengang, dalam mobil kuno yang merangkak membawa kelengangan, pohonpohon oaks yang kehilangan daun merindukan tunas mudanya yang pertama. Dua perahu di teluk mengapung, mengambang bagai dua roh yang tersesat ke dunia membawakan peruntungan dan nasib tak terduga. Kita sembunyi di dunia, terkurung dalam kamarkamar kecil, entah kejemuan entah derita apa kita bernyanyi gembira menyelimutinya Pertarungan ini Pertaruhan ini Tak kunjung selesai kawan, sebelum tangan bersidekap memeluk diri dan cintamu yang panjang tak berujung berperi. (Kepala Hilalang 1993)

APAPUN Apapun yang ku cinta semuanya sudah mati. Teman kakak ayah adik guru tetangga sanak saudara, kekasihpun aku tak punya dalam usia menua. Kadang ku ingat aku masih ada, aku yang mana? Tapi lebih sering aku lupa. Seperti puisi ini kutulis untuk ku lupa siapa penulisnya, untuk siapa ditulisnya aku alpa, untuk apa semuanya, aku tertanyatanya, kenapa begini akhirnya? (Sungai Limau 2012)

ASRI ROSDI, Pelukis, Penyair dan Pemerhati seni pertunjukan. Puisinya pernah dimuat di beberapa majalah dan surat kabar. Puisinya dibukukan bersama Gus tf dalam Genta Dua Gerbang (1987). Beberapakali mengikuti Pameran lukisan, menyutradarai pementasan Puisi dan Teater. Selain itu ia pernah tercatat sabagai pendidik di INS Kayutanam

Cinta Terakhir

Oleh: Dessy Wahyuni

G

ALAU, katamu. Keluarga lelaki itu sedang berkunjung menemui abah dan emak. Mereka datang untuk merisik dirimu, memastikan apakah kamu sudah dipinang orang atau belum. Lelaki itu menaruh minat padamu. Setelah pihak keluarganya lega mendengar jawaban abah, mereka pun meninjau dirimu, guna mengetahui lebih lanjut sifat dan karakter dirimu. Dan aku terbakar cemburu. Kamu hanya bisa geram dalam diam. “Aku tidak tahu lagi harus bagaimana,” tulismu. Di usiamu yang sudah tidak muda lagi, kamu sering diteror abah dan emak tentang pasangan hidupmu yang tak kunjung tampak. Saat ini yang bisa kamu lakukan hanya membiarkan nyala bara bahagia abah dan emak, dan kamu berjanji tak akan membiarkan bara itu padam begitu saja. Tugasmu kini hanya memantapkan niat mengayuh biduk rumah tangga bersama lelaki yang telah berani merisik dan meninjaumu itu. “Demi kebahagiaan abah dan emak,” tuturmu menutup catatanmu hari itu. Aku hanya bisa menarik napas yang terbakar haru, sekaligus rindu yang merona biru. Kenangan aku dan kamu selalu menari-nari di situ, melingkar-meliuk di rongga memoriku. Kututup perlahan buku harianmu itu. *** Rombongan itu pergi meninggalkan aku yang hanya bisa menganga. Kepergian mereka membekaskan geliat di dada. Abah dan emak terlihat sumringah. Segala gundah di wajah mereka seketika menguap. Terbayang anak gadis mereka yang tak lagi muda duduk di pelaminan. Lelaki itu bernama Mahardika. Wajahnya tampan dan memesonakan banyak perempuan. Termasuk aku, sebenarnya. Dia sudah lama memintaku untuk menjadi kekasihnya, tapi entah kenapa aku hanya tertarik melihat rupanya, tidak seluruhnya. Pesonanya tak dapat taklukkan hatiku. Namun kini, dia telah menjadi calon suamiku. Tak ingin memperlama lagi, dua pekan kemudian rombongan itu datang kembali. Kali ini lebih ramai. Karena merasa cocok dengan aku dan segala kondisiku, orangtua Mahardika melamarku. Mengingat wajah abah dan emak yang berbinarbinar, aku tak kuasa menggelengkan kepala. Dengan segala sukarela aku mengiyakan lamaran itu. Berbekal buah pinang, daun sirih, dan berbagai bahan lainnya mereka meminangku. Dalam tradisi Melayu, buah pinang adalah lambang untuk laki-laki dan sirih untuk perempuan. Makan sirih tidak akan lengkap tanpa ada pinang dan makan pinang tidak akan enak jika tidak ada sirih. Artinya, buah pinang tak ada artinya tanpa sirih itu, begitu juga sebaliknya. Hal ini memperlihatkan bahwa lakilaki dan perempuan yang dipersatukan itu tidak terpisahkan, membutuhkan satu sama lain, serta saling melengkapi. Tentu saja abah dan emak sangat bahagia. Terpancar kemilau suka cita di wajah mereka. Aku tak tega memburamkan semua. Kegembiraan mereka selaksa melimpah ruah kini tatkala terlihat sepasang cincin perak di hadapan. Lelaki itu kemudian mengambil sebuah cincin yang

berukuran lebih kecil dan memasangkannya di jari manis kiriku. Tak ada riak maupun debar di dada. Datar saja. Resmilah kini aku menjadi tunangannya. Malam telah datang membawa gulita yang merayap perlahan. Kelam berusaha membawaku hanyut dalam diam. Diam yang seolah beku. Membekukan segala rasa. Rasa rinduku mencari sosokmu yang tak mungkin tergapai. Hari perkawinan merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh semua keluarga, terutama abah dan emak yang terlihat sumringah. Dari wajah mereka seolah-olah terpampang papan pengumuman yang ingin mengatakan kepada semua orang bahwa anaknya bukan lagi perawan tua yang selalu setia melajang. Bahkan anak gadisnya ini telah berhasil menggaet hati lelaki idaman semua orang. Rumah terasa sesak malam itu. Semua keluarga, sanak saudara, termasuk tetangga berkumpul untuk memusyawarahkan jalannya acara yang akan dihelat. Memang sudah menjadi tradisi di kampung kami apabila akan ada acara pernikahan. Semua orang berkumpul dan bergotongroyong untuk mempersiapkan perhelatan, sebab menurut mereka pernikahan merupakan sebuah acara yang sakral dan akan selalu diingat oleh kedua mempelai. Malam pekat menggeliat. Aku hanya tercekat melihat bayangmu berkelabat. Kecamuk yang hebat mengguncang dadaku yang kian memberat. Entah apa yang harus kuperbuat, menerima semua dengan penuh minat ataukah menjadi anak yang laknat. *** Sore itu, ketika membuka pintu rumah kontrakan, sepulang dari kantor aku dikejutkan oleh nada dering yang berasal dari handphone-ku. Dan yang lebih mengejutkan lagi, lagu “Tanjung Katung” yang terdengar menandakan bahwa itu adalah panggilan dari abah di kampung sana. Deg. Dadaku berdegup. Aku khawatir telah terjadi sesuatu, sebab abah ataupun emak sangat jarang menelponku di waktu pagi hingga sore hari. Mereka paham bahwa itu adalah jam sibukku melayani pelanggan. Aku telah menceritakan kepada kedua orang yang kucintai itu bahwa aku bekerja sebagai customer service di sebuah bank swasta di Pekanbaru ini. “Assalamu’alaikum, Abah,” sapaku sambil melemparkan tas ke atas kasur. “Wa’alaikumsalam, Rina. Bagaimana kabar engkau di sana, Nak?” suara abah terdengar gusar di telingaku. “Baik, Abah. Na selalu sehat. Abah dan Emak sehat?” “Alhamdulillah, sehat. Kapan engkau bisa pulang, Nak?” “Hmmm, memangnya ada apa, Bah?” aku mulai gundah dan bertanya-tanya ada apa gerangan. “Emak sehat-sehat saja kan, Bah?” tanyaku lagi. “Emak sehat. Hanya saja ia selalu memikirkan kau. Makanya Abah minta engkau pulang. Temuilah Emak, banyak yang hendak ia tanyakan.” “Sebenarnya apa yang terjadi, Bah?” aku makin penasaran. “Sudahlah. Pulang sajalah engkau, Nak,” abah terdengar memaksa. “Baiklah, Bah. Besok Na coba mengajukan cuti. Secepatnya Na pulang.”

Lukisan Dwi Agustyono judul Red In Jaws Dadaku berkecamuk. Beribu tanda tanya memenuhi rongga kepalaku. Rasa penasaran membaluti seluruh pemikiranku kini. Segera aku persiapkan surat cuti setibanya aku di kantor. Kemudian dengan bergegas kuajukan surat itu ke kepala cabang. Tentu saja segera disetujui, sebab sudah 6 tahun aku bekerja dan belum pernah kuambil jatah cutiku tersebut. Sudah terbayang di benakku indahnya Selatpanjang dan sebulan penuh aku akan melepas rindu masa kanakkanakku di sana. *** “Aku pulang ya, San.” Aku pamit padanya. Ia hanya membisu. Matanya yang tajam mengiris ngilu hatiku. “Hanya sebulan,” lanjutku. Sembilu matanya masih setia memorakporandakan dadaku. Dan tiba-tiba ia memelukku erat. Dengan berat akhirnya ia melepas kepergianku. Tatapannya yang dalam mengantar langkahku memasuki kapal Meranti Ekspres yang akan mengantarkanku ke kampung halaman. Selatpanjang, masa kanakkanakku berebutan dalam benakku kini. Pelabuhan Tanjung Harapan sudah di depan mata. Aku segera melompat keluar kapal dan mencari becak yang akan mengantarku ke kenangan masa lalu. Hanya sekitar lima menitan aku bisa celingukan sambil mengembalikan ingatan-ingatan masa silam. Kicauan burung walet terdengar sangat nyaring. Becak berhenti. Abah dan emak telah menanti. Aku berlari menghampiri kedua orang yang kuhormati itu. Kupeluk dan kuciumi kedua tangan mereka. Abah dan emak terlihat menua, dengan tubuh yang mulai ringkih dan membungkuk. Air mataku menitik. Terasa tangis menghujam dalam perih. Aku tersedu dalam hati menumpahkan segala rasa pahit dan galau yang menikam. Telingaku telah mengantar kabar yang tak bisa diterima hati yang telah kau kuasai. Permintaan kedua orang yang mempunyai andil akan kemunculanku di dunia nyata ini, telah membuat tiap rongga di kepalaku sesak seketika. Mereka menginginkan aku segera bersanding di pelaminan. Bahkan mereka telah mencarikan sosok yang akan menjadi pendampingku. Aku terjebak dalam suasana yang terasa mendesak. Abah dan emak memiliki

harapan yang menjulang. Aku tak punya pilihan. Dirimu melayang-layang dalam alam pikirku. Aku galau. Bahkan upacara perkawinan itu telah di depan mata kini. Setelah melalui proses yang seharusnya panjang—sebab terasa sangat singkat bagiku—upacara helat jamu penikahan harus kuhadapi. Setiap calon pengantin semestinya sangat menantikan peristiwa ini, tapi tidak bagiku. Dengan seketika aku merasa gugup. Aku takut menjadi anak yang durhaka karena tidak memenuhi harapan orangtua, namun aku juga tidak sanggup mengkhianati cinta yang telah kita bangun selama ini. Abah, emak, dan dirimu silih berganti menghiasi benakku. Dalam adat di kampung halamanku ini biasanya upacara perkawinan dilakukan secara terperinci. Aku hanya bisa menyaksikan dengan perih upacara menggantung-gantung. Sanak keluarga dan para tetangga bergotong-royong menyambut hari yang seharusnya bahagia ini, mulai dari membuat tenda dan dekorasi seperlunya, menggantung tabir, menghiasi pentas, kamar tidur pengantin, dan pelaminan. Rumah telah semarak seketika. Rombongan keluarga laki-laki itu mendatangi rumah kami dengan membawa perlengkapan-perlengkapan seperti seperangkat isi kamar, seperangkat pakaian dan perlengkapan pakaian calon pengantin wanita, dan sejumlah uang pengantar yang perlu diserahkan sesuai dengan jumlah yang sudah disepakati bersama. Upacara menerima hantaran ini semakin membuat hatiku kacau. Senyum yang kuciptakan sesungguhnya telah menikam diriku sendiri. Hari itu sudah tidak bisa kutawar lagi. Telah harga mati kini. *** Aku menerima pesan singkat di ponselku darimu. Kamu menceritakan bahwa hari pernikahan telah menantimu. Aku terkejut setengah mati. Segera aku berlari ke Sungai Duku. Mencari kapal yang bisa segera mengangkutku ke Selatpanjang sana. Aku harus manyusulmu. Aku harus menyaksikan dirimu bersanding dengan lelaki itu, meski aku tak kuasa untuk mencegah. Dengan mudah aku segera menemukan rumahmu. Ramai. Semua orang terlihat bahagia. Aku melihat laki-laki yang kamu ceritakan. Tampan. Rona bahagia terpancar

dari sinar matanya. Sungguh dia lelaki yang beruntung. Aku cemburu. Tetapi, di mana dirimu? Aku mencoba mendengar bisik-bisik tamu yang hadir. Kusimak dengan seksama. “Pengantin wanita tidak ada di kamarnya,” bisik perempuan berkebaya merah jambu kepada teman di sebelahnya. “Iya, sudah dicari ke manapun juga tidak terlihat,” jawab temannya itu. Aku hanya bisa terkesima. Apa sebenarnya yang telah terjadi? Di mana kamu, Sayang? Ponselku bergetar. Ternyata pesan singkat darimu. “Temui aku segera di Hotel Furama kamar 610.” Secepat kilat aku melompat ke sana. Becak yang mengantarku pun melesat seperti angin. Kugedor pintu kamar 610 itu. Tak ada jawaban. Kugedor berulang. Pintu terbuka perlahan. Tapi aku sangat dikejutkan dengan pemandangan yang kusaksikan. Wajahmu pasi dan mulutmu berbuih. Tiba-tiba tubuhmu ambruk. Dengan seketika kamu berada dalam dekapanku. Kamu memeluk erat sebuah buku. Matamu terpejam. *** “Cinta ini bukanlah cinta biasa. Cerita cinta yang kita ciptakan bersama ini penuh misteri. Rahasia yang terbangun hanya milik kita berdua, Sandy. Meskipun ini adalah cinta terlarang, aku akan selalu menjaganya. Akan kututup tiap lubang yang memungkinkan sesiapa mengintip ke dalamnya. Tak akan kuciptakan peluang bagi makhluk usil untuk mengusiknya. Hanya ada dirimu dalam hatiku, Sandy Aurani. Wanitaku, dan juga lelakiku.” Kalimat terakhir di buku harianmu itu mengguncangku. Kututup perlahan buku harian Rina, kekasih yang telah mengisi seluruh relungku. Tak dapat kubendung air bening yang mengalir dari tiap sudut mataku. Kini hanya buku ini yang bisa menemani hariku. Kudekap erat di dada. Kukecup keningmu untuk terakhir kalinya. Semoga kamu tenang di sana, Kasih. Bawa sertalah kisah kita, dan jangan pernah kamu ragu, aku pun akan selalu meniupkan kisah indah kita dalam keseharianku tanpa dirimu kelak.*** DESSY WAHYUNI adalah peneliti sastra dan bahasa di Balai Bahasa Provinsi Riau. Cerpennya dimuat di beberapa media dan beberapa antologi. Selain menulis cerpen juga menulis esai sastra. Tinggal di Pekanbaru.


20 M A M A N G A N

MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SYA’BAN1433 H

Malewakan Ninik Mamak Jadi-jadian (Bagian-1) Oleh: Anas Nafis

yang muda. Misalnya makan nakan maksudnya “hai kemenakan, mari makan” dst. Tampak bahwa sapaan terhadap laki-laki yang lebih tua dengan mamak, menunjukkan keakraban pergaulan dalam masyarakat Minangkabau. Orang yang lebih tua dihormati dan dianggap pemimpin atau sebagai mamak pula, sesuai ungkapan “kemenakan beraja ke mamak, mamak beraja ke penghulu, penghulu beraja kepada yang benar dan kebenaran itu berdiri sendiri” Misalnya, jika harta saja yang bertali atau “bertali harta”, seorang tidak Minangkabau (orang lain atau bersuku lain) dapat saja dijadikan “datuk”. Ini kan berabe. Atau “seorang anak pisang”. Jelas ia “bertali darah” dengan kaum ayahnya. Sang “anak pisang” ini sama sekali tidak berhak jadi Datuk kaum ayahnya, karena ia tidak bersuku dan seharta dengan ayahnya. Sebagaimana dikatakan di atas, hidup orang Minangkabau itu berkaum-kaum. Yang dikatakan sekaum itu, ialah yang seperut, serumpun, seharta pusaka, sependam pekuburan, ialah mereka yang setali darah, satu keturunan yang dahulunya berasal dari seorang perempuan. Pangkat Ninik Mamak

KAMUS Soetan Pamoentjak BP – 1935 mengatakan arti kata: Mamak=saudara ibu yang laki-laki atau paman; abang, kakak (Matur); Niniak = nenek; niniak muyang = nenek moyang; Mamak Niniak (Niniak Mamak) = PenghuluPenghulu Adat dan orang tuatua. “Indak baniniak mamak” (tidak berninik mamak) berarti tidak ada “ninik mamak” yang mengajari, karena itu ia dikatakan tidak tahu di adat, tidak tahu di aturan atau tidak tahu bersopan santun. Panggilan Mamak Di Minangkabau mamak dijadikan pula panggilan atau sapaan terhadap pria yang lebih tua, baik dikenal atau pun bukan. Misalnya “kama mak” (ke mana mamak) atau “makan mak” (mari makan mamak) yaitu sapaan basabasi tatkala akan menyuap nasi mengajak makan seseorang laki-laki entah siapa di sebuah lepau nasi, tidak perduli apakah ia seorang berpangkat atau tukang dorong gerobak sekalipun. Dahulu di Padang Panjang ayah pelukis terkenal Maria Tjui disapa orang dengan “Mak Lauih”, padahal ia keturunan Cina. Demikian pula sebaliknya yaitu sapaan atau basa-basi dari yang lebih tua kepada

PusaKo Diasuh oleh

Puti Reno Raudha Thaib Ketua Umum Bundo Kanduang Sumatera Barat

RANJI LIMBAGO ADAT ALAM MINANGKABAU

Adat diisi Limbago Dituang Uraian Dari Limbago (14) 6. Kampar Sambilan Kampar Sambilan Nan Tuo Terdiri dari : a) Andiko Nagari Muaro Takus Inyiak Datuak Rajo Dibalai, b) Andiko Nagari Tanjuang Datuak Bandaro, c) Andiko Nagari Gunuang Malelo, d) Andiko Nagari Pongkai Datuak Basa, e) Andiko Nagari Koto Bangun, f) Andiko Nagari Sialang, g) Andiko Nagari Durian Tinggi, h) Andiko Nagari Kapuak, i) Andiko Nagari Lubuak Alai. Kampar Sambilan Nan Bungsu Terdiri dari : a) Andiko Nagari Sibiruang Datuak Basa, b) Andiko Nagari Tabiang Datuak Basa, c) Andiko Nagari Gunuang Bungsu Datuak Tumangguang, d) Andiko Nagari Binamang, e) Andiko Nagari Tanjuang Alai Datuak Basa, f) Andiko Nagari Pulau Gadang Datuak Tandiko, g) Andiko Nagari Sitangkai Ampek Koto Dimudiak Datuak Rangkayo Mulia di Baluang, h)Andiko Nagari Sitangkai Ampek Koto Diilir Datuak Ulak Simano di Lubuak Aguang, i) Andiko Nagari Batu Basurek Datuak Bijayo Dirajo. Kampar Sambilan Nan Bongsu dengan Muaro Takus, Tanjuang, Gunuang Malelo dan Pongkai disebut Tigobaleh Koto. 7. Ulu Kampar Mahek Galugur Terdiri dari : a) Andiko Nagari Mahek Aurduri Inyiak Datuak Bandaro, b) Andiko Nagari Mungka Inyiak Datuak Siri Maharajo, c) Andiko Nagari Galugur Ateh, d) Andiko Nagari Galugur Bawah, e) Andiko Nagari Pangiang. Luak Sibayang Terdiri dari : a) Yang Dipatuan Raja Gunuang Sahilan, b) Lantak Tongga Luak Sibayang Datuak Basa, c)Urang Gadang Gunuang Sahilan Datuak Rajo Sutan, d) Urang Gadang Ludai Datuak Majo Basa, e) Urang Gadang Ujuang Bukik Datuak Bandaro, f) Urang Gadang Lipek Kain Datuak Rajo Babandiang, g) Urang Gadang Kuntu Datuak Rajo Gadang, h) Urang Gadang Sanggan Datuak Gadang, i) Urang Gadang Sibayang. ***

=

TANAH DIJUAL : Di Air Dingin Padang, Belakang SMP 16 Padang. Luas 8310M2 dengan harga Rp.125rb/M. Bisa Nego. Hub : 085274458403 = KEHILANGAN

1 STNK JUPITER MX dengan PLAT BA 5645 AI, a/n. YUNELDI. Hilang dalam perjalanan pulang dari tempat bekerja. Bagi yang menemukan harap melaporkannya ke Pos Polisi Terdekat.

=

atau Penghulu adalah dari orang yang sekaum, serumpun, seharta pusaka, dan sependam sepekuburan. Jadi pangkat itu bertali darah dan harta. Lama berkelamaan kaum itu berkembang biak, ada yang tetap satu mamak kepala waris atau tungganai rumah dan ada pula yang telah terbagi menjadi beberapa mamak kepala waris. Karena itu pusaka terbagi-bagi pula berjurai-jurai. Penghulu itu ada pula yang menjadi mamak kepala waris, jika ia seorang mamak tertua dalam kaumnya. Tidaklah selamanya penghulu itu menjadi kepala waris. Penghulu yang menjadi mamak kepala waris selain berkuasa dalam adat, berkuasa pula terhadap harta pusaka kaumnya. Sebuah kaum yang kemudian membelah diri berjuraijurai yang masing-masingnya mempunyai mamak pula yakni tungganai rumah, mereka ini dijaga dan ditilik oleh penghulu, agar mamak-mamak itu (para tungganai) tidak leluasa saja mengurus harata, termasuk menggadaikan harta pusaka kaumnya. Harta pusaka itu baru sah digadaikan, jika sekata kaum laki-laki dan perempuan dengan seizin mamak kepala waris dan seizin penghulu. Jadi menurut sepanjang adat, mamaklah yang menjaga keselamatan anak kemenakan dalam sebuah-sebuah rumah, sedangkan penghulu menilik dan memperhatikan penjagaan oleh mamak-mamak tersebut. Singkat kata penghulu berkerja sama dengan segala mamak dalam kaumnya demi keselamatan anak buah. Tingkat Kepenghuluan Pemimpin rumah tangga, kaum, suku biasanya disebut “mamak”. Masing-masing menurut tingkatannya. Misalnya: - Pemimpin sebuah rumah tangga disebut “tungganai”

= KEHILANGAN

1 STNK Honda Skuter dengan PLAT BA 7002 NE, a/n. ARJON. Hilang antara jalan dari Silaiang sampai dengan Pasar Padang Panjang. Bagi yang menemukan harap melaporkannya ke Pos Polisi Terdekat.

(seindu-indunya) – satu nenek moyang yang seasal. Saparinduakan (seperinduan) – sekalian yang satu induk atau ibu. Jauh mencari suku, hampir mencari indu – jika telah jauh pertalian keluarga , dicari yang sesuku, kalau dekat dicari pertalian induk. (Kamus Bhs Minangkabau – Bhs Melayu Riau. ST Pamoentjak, BP 1935). Semua penghulu suku suatu nagari, yaitu penghulu pucuk, penghulu tua, penghulu payung serta penghulu indu, secara bersama-sama disebut Penghulu Satu Tungku. Kegadangan Pemghulu Kegadangan Penghulu dalam sebuah nagari Kelarasan Koto Piliang berpucuk bulat dan tidak berurat tunggang. Penghulu dalam kelarasan ini tidak tegak sama tinggi, duduk tidak sama rendah, karena penghulu yang banyak di nagari itu dipengaruhi oleh pucuknya. Menitah pucuk, barulah pekerjaan adat dapat dilangsungkan. Penghulu di kelarasan ini tidak boleh memakai adat “hidup berkerelaan”, melainkan matinya “betongkat bodi”. Di mana tidak ada elang, si pungguk tidak boleh menjadi elang, seperti yang dapat terjadi pada kelarasan Bodi Caniago. Adat Koto Piliang “tidak lemak karena santan, tidak kuning karena kunyit”. Sebab itu di dalam kelarasan ini, jika seorang penghulu warisnya (kemenakan yang patut menggantikan) habis sebagaimana kata adat “benang sudah putus, kapas sudah habis”, maka andiko itu dipahatkan di tiang panjang, diletakkan di batu sendi. Penghulu dalam nagari Kelarasan Bodi-Caniago tidak berpucuk bulat, akan tetapi berakar tunggang. Dalam adat dikatakan “duduknya sama rendah, tegaknya sama tinggi”. Pucuk adatnya terpilih dari segala penghulu yang sanggup jadi pemimpin di antara para penghulu di dalam nagari itu.

Dalam Kelarasan Datuk Perpatih Nan Sabatang ini, jika tidak ada elang, si pungguk boleh menjadi elang. Maksudnya jika dalam sebuah kaum tidak mempunyai penghulu, maka salah seorang dari kaum itu bisa jadi penghulu, walau sebenarnya mereka (kaum itu) tidak mewarisi pangkat kepenghuluan. Meskipun demikian, hendaklah diturut “tangga adat” yang telah diadatkan di nagari tersebut. Selain orang sekaum yang disebutkan di atas ada kaum lain yang datang kemudian yang satu pula tungganai rumahnya. Sungguhpun kaum yang datang itu tidak berhak dalam pangkat adat, akan tetapi mereka sehina semalu, seberat seringan dengan kaum asal tersebut. Jika tumbuh malu atau aib pada kaum yang datang, tiadalah mereka saja yang menanggung malunya, kaum yang asal pun menanggungnya pula, sungguhpun mereka berlainan keturunan dan tidak setali darah. Jadi orang yang sepayung satu penghulu itu, walau berlain keturunan, mereka sehina semalu. Jadi bagi orang sesuku berlaku ungkapan: “Suku yang tidak boleh diasak, malu yang tidak boleh diagih”. Adapun kewajiban kemenakan kepada mamak dan penghulunya disebutkan oleh ungkapan: “Pergi bertanya, pulang berberita”. Apa-apa yang akan dikerjakan, misalnya beristri atau bersuami harus seizin mamak dan penghulu. Demikian pula jika merantau ke negeri lain “mencarikan punggung yang tidak bersahap, kepala yang tidak bertutup”. Jika seorang mamak sakit di rumah istrinya, harus dikunjungi oleh para kemenakan baik yang laki-laki maupun perempuan. Kalau penyakit mamaknya dirasa akan larat atau diperkirakan lama akan

sembuh, maka dibawalah ke rumah kemenakannya yang perempuan. Di rumah inilah diurus makan-minumnya dan juga pengobatannya. Andaikata mamaknya itu meninggal dunia diselamatkan, kalau sembuh dibayar kaul. Penghulu yang Merantau Sebagaimana diketahui, kewajiban seorang penghulu nagari di Minangkabau menurut sepanjang adat “tempo doeloe” antara lain ialah: 1. Penghulu itu menghukum sepanjang adat. 2. Penghulu itu menyuruh berbuat baik dan mencegah berbuat jahat. 3. Penghulu teguh di adat. 4. Penghulu tegak di pintu adat. Kata penghulu menyelesaikan. Kalau kusut diselesaikan, jika keruh menjernihkan. Kata adat pula, kemenakan beraja kepada mamak, mamak beraja kepada penghulu dan penghulu beraja kepada mufakat. Penghulu itu tumbuah dek ditanam, tinggi dek dianjung, gadang dek diambak (Penghulu tumbuh karena ditanam, tinggi karena dianjung, besar karena diambak). Maksudnya seorang penghulu itu ada atau lahir karena kaumnya, tinggi karena didukung kaumnya dan besar kerena digadangkan oleh kaumnya. Lalu bagaimana dengan penghulu yang tidak berdiam atau berdomisili dinagarinya lagi. Misalnya sudah pindah ke nagari lain atau merantau jauh ke negeri orang. Apakah penghulu itu masih boleh atau dapat melaksanakan kewajiban sesuai dengan martabat kepenghuluan yang disandangnya? Tidak berdiam atau tidak berdomisili lagi di nagarinya dapat diartikan: 1. Merantau ke nagari lain, namun masih di lingkungan alam Minangkabau.

memiliki dasar yang kuat untuk menjadi seorang pemimpin, maka negara yang dipimpinnya cenderung gagal dan bangkrut. Masyarakatnya kehilangan rasa kepercayaan dan mudah frustrasi. Tak ada tempat bagi masyarakat untuk dapat menggantungkan harapan dan cita-cita mereka. Tak jarang juga yang terjadi alih-alih sebagai tempat menngantungkan nasib bagi masyarakat banyak, nasibmya sendiri pun kadang tidak bisa dibereskannya karena terbentur oleh sikap kepemimpinan yang lemah tadi. Lebih celaka lagi jika akar yang dipakai sebagai tempat mengayutkan harapan dan impian tersebut telah lapuk dan rapuh. “Bagantuang di aka lapuak” adalah sebuah kenyataan pahit yang dialami

masyarakat saat ini pasca lemahnya sikap para pemimpin dalam melakukan pengayoman pada masyarakatnya. Berharap pada pemimpin yang lemah, masyarakat dewasa ini umumnya dapat diibaratkan sedang “bagantuang di aka lapuak”. Para pemimpin telah menjadikan dirinya seakan memiliki kemampuan sebagai tempat menggantungkan harapan dan cita-cita bagi masyarakat yang dipimpinnya. Melalui berbagai siasat pencitraan, para pemimpin dari luarnya kelihatan kokoh dan hebat, namun saat ‘ditompangi’ maka para penumpangnya pun terjengkang. Begitulah indahnya dunia pencitraan jika tak hati-hati dalam menyikapinya, “jikok bagantuang di aka lapuak” terjengkang kita dibuatnya. „

(*bersambung)

Tuangan Limbago

Bagantuang di Aka Lapuak Oleh: Syuhendri Datuak Siri Marajo PEMIMPIN masyarakat dalam terminologi adat Minangkabau digambarkan sebagai sosok manusia yang harus memiliki kekuatan, kecakapan, mempunyai daya pikat dan kharismatik yang tinggi, serta cerdas dalam memimpin. Dalam masyarakat Minangkabau, sosok pimpinan yang diidamkan dianalogikan sebagai sebatang pohon beringin. Pohon beringin biasanya tumbuh dan berdiri kokoh di pusat nagari, yang diuraikan dengan cerdas oleh masyarakat Minangkabau sebagai: batangnyo tampek basanda, daunnyo labek dapek balinduang, urek-

=

LOWONGAN

DIJUAL TANAH BUKITTINGGI DIBUTUHKANSEGERA:

Luas Lantai 337 Meter persegi + penginapan lama. Lokasi Jln. Ahmad Yani. Sekitaran 500 Meter dari Jam Gadang. Yang berminat hubungi: ( 0818-18-5678 )

atau “mamak kepala waris”. - Pemimpin sebuah kaum ialah “mamak dalam kaum”. - Pimpinan sebuah suku ialah “penghulu”. Jabatan kepenghuluan itu bertingkat-tingkat pula seperti berikut: Penghulu Suku. Penghulu inilah yang memimpin sukunya. Dalam kelarasan Koto Piliang ia disebut “Penghulu Pucuk”, sedangkan pada kelarasan Bodi Chaniago disebut “Penghulu Tuo”. Penghulu Pucuk ataupun Penghulu Tuo ialah penghulu dari empat suku awal yang datang membuka sebuah nagari tempat pemukiman kaum mereka. Mereka merupakan pimpinan kolektif di sebuah nagari yang dinamakan juga “Penghulu Andiko”. Penghulu suku yang datang kemudian, meskipun ia menyandang gelar “Penghulu Suku” pula, tidak dapat menjadi “Andiko” di nagari barunya, sebab “Penghulu Tua” mereka berada di nagari asalnya. Penghulu Payung, yaitu penghulu yang menjadi pimpinan atau memayungi semua warga sebuah suku yang telah membelah diri, disebabkan perkembangan warga suku asal mereka. Penghulu belahan baru tidak berhak menjadi “penghulu tua” yang menjadi anggota pimpinan nagari. Penghulu Indu, yaitu penghulu yang menjadi pimpinan warga suku dari mereka yang telah membelah diri dari kaum sepayungnya. Pembelahan tersebut antara lain disebabkan perkembangan jumlah warga mereka, perselisihan dalam perebutan gelar pusaka atau jabatan kepenghuluan, atau karena memerlukan seorang pemimpin bagi kaum mereka yang telah banyak di rantau atau di pemukiman baru. Keterangan 1. Indu – nenek moyang dahulu, induk. Saindu-indunyo

nyo gadang tampek baselo, akanyo kuek kadipagantuang. Akar yang terdapat pada pohon beringin bersifat sangat alot dan kuat. Akat tersebut memiliki multifungsi. Akar tersebut dapat digunakan sebagai pengikat untuk menyatukan barang bawaan agar tidak berserakan saat dibawa. Akarnya juga dapat digunakan sebagai pengganti tali untuk menggantungkan sesuatu. Akar beringin dalam pemahaman masyarakat Minangkabau tidak dipandang sebatas dari fungsi fisiknya semata, di balik kekuatan yang dimiliki oleh akar tersebut juga diberi pemaknaan yang luas dan

= SERBA-SERBI

Dijual Cepat Usaha Kolam Ikan Luas 4520 M2, Sertifikat Hak Milik, Lokasi: Jln. Surau IV Korong Balai Tengah, Lintau, Fasilitas Lengkap.Serius

Tukang masak khusus Chinesse food, usia 30 s/d 50 Tahun, Perempuan, HubungiHongkongMedistra Padang. Handphone:081311525950 Hubungi: 0811764460

mendalam sebagai gambaran yang menyatakan salah satu sikap ideal yang mesti dimiliki oleh seorang pemimpin maupun calon pemimpin pada suatu kaum maupun suatu nagari. ‘Akar’ dalam konsepsi kepemimpinan adalah semacam basis dasar dari bentuk kepemimpinan yang mesti dimiliki seseorang. Baik atau buruknya kualitas kepemimpinan yang dimiliki seseorang juga sangat ditentukan dari mana akar kepemimpinan itu tumbuh dan berasal. Jika dasar akarnya sudah kuat maka garis kepemimpinan yang dimiliki akan kuat juga, jika dasar akarnya lemah maka akan lemah pulalah kepemimpinannya. Berkaca dari sejarah berbagai negeri yang pernah dipimpin oleh seorang yang lemah, tidak


K U LTUR 21

MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SYA’BAN 1433 H

SKENARIO Oleh: Zukri Saad

Berkebun Kurma SUDAH tiga kali Uwan bersentuhan dengan “kelebihan kurma” yang menghadirkan obsesi tersendiri untuk memikirkannya lebih lanjut. Persentuhan pertama yang mengesankan adalah waktu anak bungsu Uwan, Dana Putra Kembara, pada tahun 2004 menjalani chemoteraphy di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Ia ketahuan mengidap penyakit kanker darah, Leukemia Limphocityc Acute - LLA, yang membuat ia harus menjalani 10 kali proses kemo. Untuk membangun kesiapan dan ketahanan tubuhnya menghadapi berbagai jenis obat dosis kuat yang disuntikkan ke tubuhnya, ada kawan yang menyarankan untuk memberinya jus jambu klutuk (jambu paraweh kata orang kita). Kemo pertama kami memberikan jus itu, tapi sedikit sekali kenaikan trombosit darahnya. Begitu juga waktu diberikan jus buah bits, sama saja. Hanya berdampak sedikit pada peningkatan komposisi trombositnya. Akhirnya, ada kawan yang menyarankan buah kurma yang dijus dengan jumlah ganjil dan diminumkan 3 sendok pagi dan malam sebelum tidur. Kalau bisa kurma terbaik. Hasilnya cespleng, hari pertama trombosit mencapai 150 ribu, dan hari kedua menjadi 380 ribu. Nilai trombosit darah ini bertahan sampai ia mengakhiri pengobatannya, 3 tahun kemudian. Ketahanan tubuh ini tercermin dari minimalnya dampak kemo pada dirinya, seperti panas tinggi, kejang-kejang, muntah mencret, rontok seluruh bulu tubuh dan seriawan pada gusi. Ia hampir tidak menunjukkan gejala fisik itu sehingga ia berbeda dari belasan orang temannya seangkatan di Paviliun Tumbuh Kembang RSCM. Ia tidak botak pada saat seluruh anak-anak botal total. Demikian juga dampak kemo lainnya, ia seakan tidak mengalami gangguan berarti. Kini ia sudah 14 tahun, suka menyanyi dan maniak komputer. Persentuhan kedua dengan fenomena kurma ini, Agustus 2009, waktu ada sekelompok masyarakat dalam satu gang di wilayah Kebun Jeruk – Jakarta Barat yang terkena demam berdarah dengue (DBD). Teman Uwan adalah salah satu warga disana, mereka terjangkit DBD kolektif. Uwan usulkan untuk membeli kurma beberapa kilogram, tempra syrup dan paracetamol secukupnya. Tempra untuk penurun panas bagi anak-anak, paracetamol untuk orang dewasa. Sebagian kurma diblender, hasilnya jus kurma diminumkan 3 sendok 3 kali sehari untuk anak-anak pesakit anak-anak. Boleh diberikan lebih. Pesakit dewasa bisa makan kurma sebanyaknya, asal jumlahnya ganjil tiap kali makan. Sesuai ketentuan, setiap mau makan atau minum jus kurma, Uwan sarankan untuk membaca Al Fatihah. Dua minggu berlalu, semua menjadi sembuh. kini, tiap kali berkunjung ke komunitas itu, anak-anak selalu berteriak : “pak dukun datang, pak dukun datang”. Uwan berpredikat dukun disana. Ah..., entahlah nikmatnya. Persentuhan ketiga sebetulnya dimulai sejak awal tahun ini. Entah karena stress akibat kesibukan kerja, entah karena peralatan tubuh mulai berulah, atau mungkin sudah saatnya fase itu dialami, asam lambung Uwan meningkat meliwati ambang batas. Pagi terasa mual dan sampai siang ada simptom mau muntah berketerusan. Beberapa kali muntah setelah sarapan, yang mengeluarkan cairan dan semua sarapan pagi itu. Kata dokter, Uwan terkena maag, sehingga harus makan obat maag jenis mylanta. Sampai kapan makan obat penawar itu, dokternya juga tidak bisa menjawab secara memuaskan. Itulah Bung Sapto Kuntoro - 58 tahun, teman Uwan yang ahli gizi, menawarkan untuk memakan kurma sebelum sarapan apa-apa di pagi hari. Ia memperlihatkan statistik dari literatur barat yang menunjukkan kemampuan kurma paling tinggi dalam menetralisir tingkat keasaman lambung. Indeks alkalinitas kurma jauh melampaui berbagai jenis makanan lain, nilainya 13,5 sedangkan indeks makanan lain semuanya dibawah angka 6. Makanya, sejak itu Uwan selalu mengkonsumsi kurma setelah minum air putih 2 – 3 gelas di pagi hari dan berhasil menetralisir asam lambung. Kurma kini menjadi makanan pokok Uwan di pagi hari, dan terpaksa ditenteng dalam ransel bila harus bertugas keluar kota. Tiga persentuhan dengan buah dari tanah suci ini, membuat Uwan rajin memburu informasi tentang kurma. Waktu dulu menunaikan ibadah haji tahun 2006 dan umrah tahun 2009, Uwan upayakan untuk memperoleh informasi tentang khasiat, agronominya, budidaya dan pengolahan paska panen. Ditambah dengan jasa paman google, Uwan memiliki banyak informasi kurma. Seluruh bahan itu lebih lanjut mengobsesi Uwan apakah bisa dibudidayakan di Indonesia. Sebagai negara dengan penduduk islam terbesar di Indonesia, apalagi kalau betul prediksi bahwa tahun 2050 populasi kita akan mencapai 450 juta orang, maka ini adalah pasar potensial untuk produk kurma. Pertanyaan lanjut, apakah penduduk sebanyak ini hanya akan jadi konsumen saja atau mungkinkah bisa pula sebagai produsen ? Idealnya, kalau bisa dikembangkan, tentu akan membuka lapangan kerja dan masyarakat makan kurma produksi dalam negeri. Perbincangan Uwan dengan ahli perhutanan masyarakat dari Universitas Gajah Mada, Profesor Sanafri Awang, hutan kurma seharusnya bisa dibangun di propinsi Nusa Tenggara Timur. Agroklimatnya hampir mirip dengan Australia, yang memiliki produksi kurma Australia. Memperhatikan peta Indonesia, salah satu pulau terdekat dengan benua Kanguru itu adalah pulau Sumba. Kebetulan Uwan, tak asing dengan kondisi pulau terluar ini, karena dulu pernah 2 tahun bekerja menjadi konsultan disana. Memang, Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Tengah, kondisi alamnya mirip dengan jazirah Arab. Kalau kita berdiri di ketinggian di perjalanan dari Waingapu di timur ke Waikabubak di barat, sejauhjauh mata memandang, memang terlihat hanya tanah menggurun, dimana lembahnya masih menyisakan sedikit kehijauan. Kondisi sabana padang rumput yang mengesankan kekurang-suburan ini menampilkan tanaman jenis palma, seperti lontar dan ada blewah mewakili perdunya. Lontar dan blewah sumber hayati masyarakat yang berdiam disana. Kalau begitu, mempertimbangkan peluang pasar nasional yang maha besar, tak perlu menunggu lama. Uwan bersama tim berkunjung ke Waingapu, berkeliling wilayah-wilayah gersang ditemani anak-anak muda dari Yayasan Cendana Mekar. Suasananya memang gersang kerontang, panas kering, tapi ada lembah-lembah yang relatif subur. Di Waingapu arah timur, kami ditawari Camatnya untuk membuat demplot tanaman kurma. Dipersilahkan untuk mengolah lahan, berapa saja ada. Kami sempat membahas skenario uji coba, katakanlah 1 hektar untuk tanaman kurma dan 1 hektar lagi untuk juga menanam zaitun. Camat berpendapat minyak zaitun juga bagus nilai jualnya. Sekali waktu, katanya ia pernah membelinya di Jakarta dengan nilai lebih seratus ribu rupiah perkaleng 1 kilogram. Kami dipersilahkan untuk membuat kebun percontohan dan melakukan pembinaan. Kalau berhasil, profesor Sanafri menjanjikan dukungan pemerintah untuk mewujudkannya dalam bentuk Hutan Tanaman Rakyat, HTR. HTR khusus kurma dan Zaitun, sebagai wujud kemandirian pangan serta berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim. Sayangnya, sampai hari ini belum bisa direalisasikan karena hambatan pendanaan serta kendala teknis lainnya. Tapi, Uwan tetap yakin, sekali waktu fenomena itu akan mewujud karena pasar nasionalnya maha luas. Simpruk Teras Condominium – Jakarta, 12 Juli 2012

Maling Kondang, Rizal Ramli, dan Komunitas Sastra Kali Malang Laporan: Syarifuddin Arifin

S

EBUAH rakit mengapung di Kali Malang Bekasi, antara Jalan Cut Mutia dan Jalan Chairil Anwar yang ditata menjadi sebuah panggung pertunjukan berbagai genre seni, teater, seni rupa, musikalisasi puisi, pembacaan puisi, orasi budaya, musik tradisi dan seni pencak silat tradisi. Diselenggarakan oleh Saung Sastra Kali Malang, Minggu (8/7) lalu yang dikomandoi Andre Putra yang lebih dikenal dengan nama Ane Matahari, yang dimaksudkan sebagai upaya seniman mengampanyekan kali bersih. Orasi budaya yang tadinya akan disampaikan oleh Prof Dr Abdul Hadi WM, digantikan oleh seorang ekonom/politikus Rizal Ramli. Ia mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat dan teguh dengan komitmennya untuk bersatu. Sejak merdeka 1945 lalu sampai hari ini, Indonesia tetap utuh dalam sebuah kerangka NKRI. “Kita bangsa yang sabar dan patuh mengikuti komitmen bersama. Tapi, dirusak oleh sekelompok elit yang sedang berkuasa. Perjuangan pendahulu kita menjadi sia-sia bila kita membiarkannya,” kata Rizal Ramli yang mantan Menko Ekonomi di zaman Presiden Gus Dur itu. Lalu ia mengajak seniman untuk melakukan perlawanan melalui karyanya masing-masing. Begitu ia turun dari perahu (untuk mencapai panggung terapung dan pinggir kali, harus naik perahu karet) seorang penyair Sumbar, Syarifuddin Arifin mendapat kehormatan untuk menyerahkan buku puisi “Maling Kondang” yang baru saja dibedah di PDS HB Yassin, TIM Jakarta. “Wah ini bukan Malin Kundang, tapi Maling Kondang yang banyak berkeliaran di Jakarta ya?” selorohnya yang disambut ketawa riuh dari berbagai seniman yang hadir ketika itu. Tak lama kemudian, Syarifuddin Arifin didaulat untuk membacakan sajak-sajaknya tersebut di Panggung Terapung, diikuti seruling bansi yang ditiup oleh Irman Syah, alumni Fakultas Sastra Unand. Lalu, penari

dan penata artistik terkenal, M. Aidil Usman pun melengkapkannya dengan membaca sajak Bengkalai Utopia dari buku Maling Kondang tersebut. Sastra Kali Malang Bekasi: Bersih-bersih! Komunitas Sastra Kali Malang Bekasi, pada Minggu, 8 Juli 2012 lalu, melakukan ‘kampanye kali bersih melalui seni pertunjukan’. Kampanye oleh sejumlah seniman ini, sangat menarik perhatian saya. Oleh salah seorang panitianya, Irman Syah saya diundang sebagai peserta bersamaan dengan penyair Abdul Hadi WM dan Hanna Fransisca, Yuki Sastradirja, pelukis Agoes Jolly, Ki Djoko Wasis, pemantun Kang Guntur el Mogas. Lalu, diselingi oleh sejumlah pemusik jalanan, Farid Jus Melon (anak Mbah Soerip), Komunitas Seniman Gedung Juang (KSGJ) Kabupaten Bekasi, dan lainlain. Yang menarik itu, kegiatan ini justru didukung oleh Pemda setempat melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bekasi dan pengawasnya Harun Alrasyid

langsung sebagai pemateri pada diskusi publik dengan topik Peran Serta Masyarakat dalam Menciptakan Lingkungan Bersih. Siasat yang dilakukan oleh sejumlah seniman Bekasi ini, agaknya perlu ditiru. “Kalau tidak begini, so pasti nggak dapat izin manggung di pentas terapung ini,” kata Adre Putra yang lebih dikenal dengan nama Ane Matahari, seorang seniman teater dan musik jebolah IKJ, yang menjadi motor penggerak kegiatan ini melalui Saung Sastra Kali Malang. Dalam Saung Sastra Kali Malang tersebut, ada kelompok seni jalanan, kelompok seni tradisi, beberapa grup teater ( Teater Korek Unisma dan Teater Ompong), Paduan suara Unisma, sejumlah sastrawan dan pelukis jalanan secara pribadi ikut di dalamnya. Kampanye Kali Bersih didahului dengan gotongroyong bersama masyarakat dan aparat terkait. Lalu mereka membuat sebuah rakit di tengah sungai tersebut, di persimpangan Jalan Cut Mutia dan Chairil Anwar yang

cukup ramai. Malamnya hingga menjelang subuh diselenggarakanlah “Apresiasi Sastra dan Seni Pertunjukan” yang saya ikuti sampai selesai. Sebuah lampu sorot mengarah ke tengah panggung, di mana seniman-seniman tersebut mengekspresikan karyakaryanya. Ada yang dengan terang-terangan memrotes pemerintah, bahkan ada juga yang dengan guyon-guyon segar dan menarik. Demonstrasi pelukis Agoes Jolly yang menyelesaikan lukisannya langsung dipanggung dan ‘menyetubuhi’ lukisannya, merupakan sebuah pertunjukan alternatif yang menarik. Lalu memvisualkan karya sastra, seperti sejumlah penyair membacakan sajaksajaknya dengan berbagai latar, memperpanjang malam yang semakin bergairah itu. Irman Syah alias Mpu Gondrong Sae meniup seruling/ bansi dengan idiom musik Jawa. Lalu pembacaan sajaksajak yang umumnya bernada protes, atas ketidakseimbangannya politik ekonomi akhirakhir ini. Semuanya berjalan dengan mulus, bahkan dalam beberapa dialog lepas,

terdengar suara-suara sumbang. Tapi semuanya berjalan dengan lancar dalam kemasan apresiasi sastra tersebut. Rizal Ramli, dalam orasi budayanya mengajak seniman untuk melakukan protes dengan santun. “Jangan biarkan sebagian elit politik menindas rakyat semaunya. Karena kesabaran itu ada batasnya,” kata Rizal Ramli, rang awak ini pula. Ia mengingatkan, bahwa rakyat Bekasi ikut berjuang mati-matian mempertahankan kemerdekaan yang direbut dengan darah dan nyawa. Sajak Chairil Anwar, Kerawang-Bekasi jelas-jelas menyebutkan ribuan nyawa terbaring dan tulang-tulang berserakan menjaga Bung Karno, Bung Hatta dan Bung Syahril. Komunitas seni di Padang (Sumatera Barat) agaknya juga bisa menyelenggarakan kegiatan serupa, dengan memanfaatkan dinas terkait. Bisa saja diselenggarakan di Pantai Padang, Jalan Samudera, belakang Taman Budaya, atau di bawah jembatan Purus, terbuka untuk siapa saja yang berminat menyaksikannya. „

Kesepakatan Santun dalam Musyawarah Alot LKAAM Pessel Oleh: Yulizal Yunus Dt. Rajo Bagindo SUBSTANSI adat Minangkabau pada prinsipnya menginduk pada empat karakter. Pertama sopan. Kedua Santun. Ketiga budi baik. Keempat baso indah. Kempat karakter ini diperkaya oleh norm adat terhimpun dalam puisi dalam bentuk pepatah (petatah) – petitih yang Minangkabau sangat kaya dengan itu sehingga disebut negeri puisi. Keempat karakter “sopan, santun – budi baik, baso indah” tadi dipakai pada semua mekanisme dan aspek kehidupan masyarakat adat termasuk bagian kearifan adat (adat genius) dalam pengambilan keputusan adat. Prakteknya misalnya terlihat dalam pengambilan kesepakatan dalam “musyawarah alot” pada Musda X LKAAM (Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau) Pesisir Selatan, di Painan, 12 Juli 2012. Musyawarah Daerah X (Musda) LKAAM Pesisir Selatan terperangkap alot (panas) kecuali Musda Bundo Kandung yang dilaksanakan bersamaan, karena terpicu oleh beberapa

hal di antaranya: (1) tentang quorum, (2) tentang persyaratan pengurus mengenai keharusan domisili di Painan dan prinsip kesinabungan kepemimpinan yang mengharuskan telah pernah duduk di jajaran LKAAM. Untuk yang kedua ini disepakati dengan santun, jika terpilih diupayakan tinggal di Painan dan yang dipilih tidak terbatas yang aktif di LKAAM saja tetapi juga yang pernah aktif di KAN (Kerapatan Adat Nagari). Alot mengenai penghitungan quorum dalam persidangan, justru ketika itu ada peserta unsur KAN yang ganda. Artinya ada peserta unsur KAN yang dualisme (maksudnya ada dua KAN di nagari) hadir dalam Musda. Sumber alotnya adalah saat penentuan pengurus KAN dualisme yang mana disepakati diberi hak suara. Saking alotnya hampir saja peserta keluar sidang (wo). Ternyata kearifan adat Minang luar biasa. Optimisme Minang tinggi. Tak ado kusuik tak akan salasai, tak ado karuah tak akan kajaniah.

Keteladanan dan keuletan diperlihatkan pemangku adat yang bersidang dengan arif bijaksana. Mereka mengesankan tak mau menghadapi jalan buntu. Mereka sadar yang ninik mamak itu “lubuak aka tapian budi” (lubuk akal tepian budi). Aka ndak parnah tatumbuak, nan budi ndak parnah tajua. Jangko katatumbuak mereka bertanya. Bertanya itu kunci ilmu, amanat syara’. Bertanya kepada orang pandai. “Apakah ada pengalaman, ambiak tuah ka nan manang, ambiak contoh ka nan sudah”, artinya ada apa tidak pengalaman di daerah lain tentang kasus yang sama. Yang arif bijaksana dan cadiak pandai, penghulu tagak di pintu adat, ketua umum pucuk pimpinan LKAAM Sumatera Barat M.Sayuti Dt. Rajo Penghulu, diminta berdiri menjawab pertanyaan itu. Dengan santun ia menjelaskan “ado contoh nan sudah, kadiambiak”. Hadir dua KAN satu nagari dalam Musda LKAAM, musyawarah bersepakat dengan santun, kedua KAN dualisme itu diberi kesempatan dan waktu untuk urun renbug mengambil keputusan dengan santun siapa yang

akan ditugasi memberikan suara di antara mereka, karena dalam tata tertib suara hanya satu. Kalau tidak didapat kesepakatan, itu pun menjadi sanksi, ninik mamak yang tak mampu mengambil kebulatan dalam persidangan itu, tidak diberikan hak memberikan suara, bahkan didrop menjadi peserta. Serta merta berteriak “setujuuu” sambil ketawa tanda gembira bebas dari kebuntuan, ditambah pula saking gembiranya ketum serta merta pula mengetukkan tangannya tanda sepakat bagaikan pimpinan sidang pula, menambah ruang gemuruh dan ketawa berderai. Namun dalam pelaksanaan pemberian suara pemilihan pengurus LKAAM baru Pessel pengganti ketua lama (20052010) H.Yuzar Dt. Rajo Panjang, sulit juga mencari kebulatan dua KAN tentang siapa yang akan memberikan suara. Akhirnya sidang membuka pintu elok baso urang Minang, taadok kapado tamu, alun datang pintu lah dibuka, alun duduak korsi lah tasadio. Apa lagi kedua KAN satu nagari itu diundang panitia, akhirnya diterima kedua KAN itu memberikan suara, meskipun

kedepan dikhawatiri berakibat jadi preseden munculnya KAN baru dan tandingan di satu nagari induk dan nagari pemekaran. Tapi yang jelas, Musda LKAAM Pesisir Selatan berjalan sesuai tata tertib persidangan, nyaman dan tenteram. Peserta 37 nagari/ KAN dan LKAAM Kecamatan memberikan suaranya dengan baik. Hasil keputusan Musda lahir dengan menetapkan Lukman Dt. Rajo Alam mantan ketua DPRD Pessel sebagai ketua umum terpilih LKAAM periode 2012 – 2017 Pesisir Selatan sekaligus dipatiambalau/ dilantik Ketum LKAAM Sumbar. Sama halnya Bundo Kandung mulus menetapkan kembali ketua lamanya Hj. Musni Udin, SP menjadi ketua baru periode 2012-2017 dengan musyawarah mufakat tanpa diwarnai pesilangan pendapat alot dalam persidangan. Kesuksesan Musda Lembaga Adat seperti ini tadinya menjadi harapan Bupati yang diwakili Wabup Edityawarman Panungkek Dt. Rajo Perak dan Ketua Umum LKAAM dan Ketua Umum Bundo Kandung Sumatera Barat.***


MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SYA’BAN 1433 H

22

SOBATHALUAN

@SOBATHALUAN

Selamat Datang Ramadan DENI Pratama mengucapkan selamat datang kepada bulan Ramadan dengan saling memaafkan.

Lelaki kelahiran 23 September 1988 ini mengatakan, bulan Ramadan merupakan momen dan kesempatan yang besar untuk intropeksi diri. “Barangkali pernah salah, pernah berbuat dosa. Ini waktunya untuk berbuat yang lebih baik,” tutur alumni Universitas Andalas (Unand) ini. Menurut peraih penghargaan Kafilah MTQ mahasiswa Nasional pada 2007 ini, Ramadan merupakan kesempatan besar untuk berbuat baik. Ia misalnya melakukan dengan minta maaf kepada teman-teman, saudara, juga orang tua. Untuk memaknai Ramadan, peraih penghargaan ASP NET Unesco Jakarta ini, melakukannya dengan cara rutin beribadah. “Ramadan tahun lalu, saya rutin mengikuti Salat Tarawih, puasa tidak ada tinggal, juga melakukan tadarus,” katanya. Disebutkan, ia menjadikan Ramadan tidak sebagai rutinitas, tidak sekedar menahan lapar dan haus, tapi bagaimana

menjadikan manusia lebih manusia. “Di keseharian, kita melakukan banyak aktivitas yang berhubungan dengan orang lain. Barangkali juga abai dengan agama. Di bulan ini, semestinya itu terbalik, lebih dekat kepada Tuhan,” tuturnya. Hal inilah, kata Deni, yang menjadikan hidup seimbang. Mencontohkan kepada Negara, Wakil I Cik Ajo Padang Pariaman 2008 ini mengatakan, konflik-konflik yang terjadi— terlebih korupsi—karena manusia tidak ‘dekat’ lagi kepada Tuhan. “Hidup kita dikelilingi dengan materi-materi. Segala sesuatunya diukur dengan uang. Bulan ini mengajarkan makna, bagaimana menjadikan hidup lebih memiliki makna,” tuturnya. Misalkan, disebutkan Deni, dengan menahan lapar dan haus, bermakna bahwa pada dasarnya manusia tidak memiliki apa-apa dalam hidup. Jika manusia telah menyadari bahwa sebenarnya ia tidak memiliki apa-apa, tidak akan timbul rasa sombong, angkuh, apalagi korupsi. “Dengan begitu, Negara ini tidak akan terjadi konflik-konflik, tidak akan terjadi korupsi,” tuturnya. Itu sebabnya, kata Duta Antinarkoba ini, menjadikan bulan Ramadan sebagai intropeksi, akan mengembalikan manusia kepada sifat kemanusiannya. (adk)

FILM

Brandal-brandal Ciliwung Produser : Ody Mulya Hidayat Produksi : MAXIMA PICTURES Sutradara : Guntur Soeharjanto Homepage : www.maximapictures.com Mereka adalah lima sahabat, yang tinggal di pinggir kali Ciliwung. Walau mereka semua berbeda, tapi mereka selalu bersama dan menamakan diri sebagai Pasukan Ciliwung. Di mata Wak Haji, mereka dianggap anak-anak brandal yang selalu membuat onar. Di mata Adam dan kawan-

kawan, mereka dianggap musuh yang harus dikalahkan dalam setiap pertandingan, mulai dari kasti, balap renang hingga lomba getek. Persoalan mulai muncul ketika datang seorang gadis tomboy bernama Sissy, cucu Babah Alun pemilik pabrik tahu di kampung mereka. Persahabatan mereka mulai retak jadinya, padahal lomba getek Ciliwung sudah dekat. Film yang disutradarai Guntur Soeharjanto ini bakal menyajikan petualang seru lima anak penghuni

bantaran Sungai Ciliwung. Diangkat dari novel karya Achmad S, tokoh utama dalam film adalah Pasukan Ciliwung, lima bocah bersahabat yang tinggal di pemukiman Kali Ciliwung. Mereka lantas dihadapkan pada konflik yang menguji kualitas persahabatan di antara mereka. Tema yang pas untuk konsumsi anak-anak di kala liburan. Trailer perdana ini cukup lengkap memaparkan para tokoh yang nantinya bakal terlibat dalam cerita. Satu per satu karakter diperkenalkan dalam potongan

adegan yang seru. Tak lupa pemandangan Kali Ciliwung dieksplor dengan apik lewat adegan-adegan yang ada. Selain 5 tokoh anak yang menjadi pemeran utama, film ini bakal dimeriahkan oleh Hengky Solaeman, Lukman Sardi, Olga Lydia, dan Ira Wibowo. Apakah mereka akan bersatu kembali sebagai Pasukan Ciliwung? Sebuah film anak yang mengajarkan tentang persahabatan dan kebersamaan. Saksikan bersama seluruh keluarga Anda di hari raya Lebaran. (*)


23

MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SY SYAA’BAN 1433 H SOBATHALUAN @SOBATHALUAN

Rezeki: Aman sampai bulan depan. Asmara: Perlu refreshing bersama.Hari Baik: Senin. Fisik: Banyak pikiran, badan ikut capek.Warna: Hitam.

Rezeki: Kalau mau bergerak, ada saja pemasukan. Asmara: Rindu mantan pacar. Hari Baik: Selasa, ada tawaran kerja sama. Fisik:Kaki pegal. Warna: Biru.

Rezeki: Kalau untuk sekadar makan dan menonton, aman. Asmara: Menyamakan persepsi. Hari Baik: Senin, ada pemasukan baru. Fisik:Siang untuk malam, malam untuk siang; dampaknya berat badan naik lagi. Warna: Ungu.

Rezeki: Menabung juga salah satu solusi yang tepat. A s m a r a : Lebih perhatian pada keluarganya. Hari Baik: Rabu. Fisik: Gangguan pencernaan. Warna: Putih.

Rezeki: Mendapat pemasukan tambahan. Asmara: Kesetiaan lebih berharga daripada pemberian emas. Hari Baik: Rabu, kondisi membaik. Fisik: Cukup olahraga, tetap bugar. Warna:Abu-abu.

Rezeki: Cari tambahan dari luar. Asmara:Hubungan jarak jauh, ada untung dan ruginya. Hari Baik: Kamis, prospek baru. Fisik: Berat badan naik. Warna:Putih.

Rezeki:Proyek besar disetujui. Asmara: Selalu saja ada godaan.Hari Baik: Jumat, rekening terisi kembali. Fisik: Sakit kepala. Warna: Biru.

Rezeki: Menikmati hasil usaha. Asmara: Terlalu rumit.Hari Baik: Minggu, menarik napas lega. Fisik: Bebas gangguan. Warna: Hitam.

Rezeki: Ada yang bayar utang. Asmara:Perlu orang yang bisa dipercaya. Hari Baik: Kamis, ada kabar baik dari jauh. Fisik: Kurang minum air putih. Warna: Hijau.

Rezeki: Masih terus berjuang. Asmara: Jatuh cinta pada dia yang lebih muda. Hari Baik: Jumat, ada kejutan indah dari orang tua. Fisik: Waspadai gejala flu. Warna: Bata.

Rezeki: Pohon tidak langsung tiba-tiba berbuah, melainkan melewati proses dari tumbuh daun dan berbunga lebih dulu.Asmara: Sering melakukan aktivitas bersama, Anda makin sayang. Hari Baik: Minggu. Fisik: Gorengan bikin tenggorokan gatal. Warna: Kuning.

Memaafkan,

Rezeki: Ada celah untuk meningkatkan pemasukan. Asmara: Saling menguatkan.Hari Baik: Rabu, ada syukuran kecil. Fisik: Capek karena beban pekerjaan. Warna: Hitam.

Mari Memaafkan

Apapun kesalahan, apapun dosa, apapun yang tidak menyenangkan, mari saling memaafkan. Ya, mari! Kalimat tersebut diucapkan Wendi, siswa SMA 8 Padang. Menurutnya, momen memaafkan itu telah tiba waktunya, yaitu bulan Ramadan. “Sebenarnya tidak hanya bulan Ramadan, di hari-hari biasa pun saling memaafkan harus dibiasakan,” tuturnya. Menyambut Ramadan kali ini, ia ingin minta maaf kepada orang tuanya, hal yang pertama akan dilakukannya. Kepada orang tua, ia ingin minta maaf karena pernah membohonginya saat meminta uang untuk membeli buku. “Saya minta uang lebih untuk buku itu,” katanya. Ia merasa berdosa setelah itu. Sudah dijelaskannya pada orang tuanya, tapi ia mengatakan tetap akan minta maaf. “Mana tau ada yang tidak saya tahu, tapi itu menyakiti Mama dan

Papa,” ujarnya. Setelahnya, ia akan meminta maaf kepada teman-teman satu lokal di sekolah. “Dengan teman-teman, setiap hari saya bergaul, barangkali ada yang tersinggung dengan ucapan, laku yang tidak berterima, saya juga minta maaf,” katanya. Dengan begitu, sebutnya, menyambut Ramadan terasa lebih plong. Pada dasarnya, kata Wendi, salah satu rahmat terbesar bulan Ramadan adalah saling memaafkan, karena manusia ditakdirkan berdosa, dan tidak pernah lepas dari kesalahan. Septri, mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) mengatakan, di bulan Ramadan, karena libur kuliah, ia bisa lebih dekat dengan keluarga. “Menjalani Ramadan lebih asik kalau didekat orang tua,” tuturnya. Keuntungan didekat orang tua, katanya, segalanya tersedia. Mulai dari makanan pas berbuka sampai asiknya pergi tarawih bareng dengan keluarga. Ia pernah merasakan puasa tidak bersama orang tua tahun lalu. Ketika itu ia kuliah di Padang. Gadis ayu asal 50 Kota ini mengatakan, di kos-an, segalanya harus dihemat. “Enaknya, ya, buka bareng teman-teman,” sebutnya. Ramadan kali ini, ia berencana juga akan Buka Bareng (Bubar) bersama teman-temannya di Padang. Tapi bedanya dengan tahun lalu, dulu Bubar-nya hampir tiap hari. Sekarang, hanya sekali atau dua kali saja. Menurut Septri, bedanya puasa bareng orang tua dan teman-teman terletak pada kebersamaan. Dengan temanteman, meski sambal tidak bertukar, tapi tetap terasa lezat karena berbuka dibumbui dengan keceriaan. Bersama keluarga, sambal berganti tiap hari, tetapi suasana keceriaan tidak sebebas bersama teman-teman. “Meski begitu, keduanya tetap asik. Hehe,” ujarnya sembari tersenyum. Diana, siswa SMA 12 Padang mengatakan, salah satu keindahan bulan Ramadan adalah lebih dekat dengan teman-teman. Meski belum masuk bulan puasa, tapi ia mengaku telah membuat jadwal Bubar bersama teman-teman. “Jadwal Bubar saya hampir tiap hari. Hehehe,’ bebernya. Disebutkannya, ia Bubar mulai dari temanteman waktu SD, SMP, dan SMA sekarang. Belum lagi teman-teman sama-sama latihan tari dan temanteman di dekat rumah. Bareng orang tuanya kapan? “Ma orang tua sudah tiap hari bersama,” katanya. Bagi Diana, bulan Ramadan adalah waktu untuk membuat kedekatan dengan teman-teman, yang barangkali di waktu hari biasa jarang bertemu. Ya deh…(adk)

LEMBAGA PERSEKUTUAN PECINTA PENDIDIKAN KESEHATAN (LPPPK) (POLTEKES SITEBA)

STATUS TERAKREDITASI BAN - PT

SK.MENDIKNAS NO.212/D/0/2006- SK.BPPSDM DEPKES RI NO.HK.0.2.4.1.03834-6 SATU- SATUNYA POLITEKNIK KESEHATAN SWASTA DI SUMATERA

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2012/2013

PROGRAM STUDI

Proses Pendaftaran :

1. KEBIDANAN (D III)

* Mengisi Fomulir Pendaftaran * Photo Copy Ijazah diLegalisir 2 Lembar * Photo Copy Nilai UAN di Legalisir 2 Lembar * Pas Photo terbaru Hitam Putih 4x6 6 Lembar * Surat Keterangan Tanda Lulus

TERAKREDITASI BAN-PT NOMOR: 035/BAN-PT/Ak-X/Dipl-III/2011

2. TEKNIK ELEKTROMEDIK (D III)

TERAKREDITASI BAN-PT NOMOR:032/BAN-PT/Ak-X/Dipl-III/2011

3. FISIOTERAPI (D III)

TERAKREDITASI BAN-PT NOMOR:032/BAN-PT/AkX/Dipl-III/2011

4. FISIOTERAPI (D IV) (Sedang Proses) 5. TEKNIK ELEKTROMEDIK (D IV) (Sedang Proses) 6. ANESTESI (D III) (Sedang Proses) 7. TEKNIK GIGI (D III) (Sedang Proses) 8. TEKNIK RADIODIAGNOSTIK&RADIOTERAPI (D III) (Sedang Proses) 9. TERAPI WICARA (Sedang Proses) 10. TRANSFUSI DARAH (D III) (Sedang Proses) 11. KARDIOVASKULER (D III) (Sedang Proses) 12. AKUPUNTUR (D III) (Sedang Proses) 13. FARMASI DAN MAKANAN (D III) (Sedang Proses) 14. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (D III) (Sedang Proses)

PENDAFTARAN Gelombang I : 02 April s/d 15 Juni 2012 Gelombang II : 25 Juni s/d 24 Juli 2012 Gelombang III: 30 Juli s/d 25 Agustus 2012 Syarat Pendaftaran : * Lulusan SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah * Lulusan Paket C * Untuk Lulusan SMK dengan Jur. Teknik Elektro dan Mesin * Berbadan Sehat dan Tidak Buta Warna * Tinggi Badan Minimal : untuk kebidanan 150 cm

Hubungi Sekretariat:

No. Telp. 0751- 445880 Fax : (0751) 445881 1. Drs. H. Lamizar Yoena, SH. MH : 08126622430 2. Drs. H. Amrin Tanjung, M.Pd : 081374338679 KETUA LP3K PADANG Ttd Drs. H. Lamizar Yoena,SH.,MH

Fasilitas Pendidikan * Gedung Milik Sendiri * Ruang Kuliah Yang Cukup * Ruang Labor Kebidanan * Ruang Labor Teknik Elektromedik * Ruang Labor Fisioterapi * Klinik Kebidanan * Klinik Fisioterapi * Perpustakaan Terpadu * Lahan Praktek Lapangan: Rumah Sakit, Puskesmas, Praktek Bidan Swasta. * Sarana Penunjang Kuliah, Phantom, LCD, Infokus,Laptop, Wireless.

100% Lulusan Fisioterapi & Teknik Elektromedik diterima pada Instansi Pemerintah & Swasta (Tahun 2011)

Alamat: 1. Jl. Jhoni Anwar No. 8 Lapai Padang 2. Jl. Jhoni Anwar No. 17 A Lapai Padang TELP. 0751 - 445880 / 0811669722 website: www.poltekes-siteba.ac.id email : poltekessiteba@yahoo.co.id

PENGURUS LP3K PADANG BID. OPERASIONAL PENDIDIKAN Ttd ERDI NUR,SKM.,M.KES

DIREKTUR Ttd DRS. AMRIN TANJUNG,M.Pd


24

MINGGU, 15 JULI 2012 M 25 SYA’BAN 1433 H


Haluan 15 Juli 2012