Page 1

Harian Umum MEDIA GROUP

MINGGU

14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H Harga Eceran Rp3.500/eks, Luar Kota Tambah Ongkos Kirim

TERBIT 24 HALAMAN NOMOR 251 TAHUN KE 65

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

Renovasi TTeras eras Rumah

Selera seseorang dalam penentuan warna cat RUMAH anda minimalis? rumah memang berbeda, kalau didaerah perkotaan Tunggu dulu..... PROPERTI-08

SUV Mewah Hyundai

Lelaki TTua, ua, Sepeda dan Pisau Cukur

Parfum takTAHUN beda jauhterakhir, dengan dunia Fashion. Seiring TIGA perhiasan bertabur dengan perkembangan zaman dan selera konsumen. batu-batuan swarovski makin menanjak popularitasnya.... RANA -24

Berbicara motor sport produk Kawasaki, pasti langsung teringat Ninja. SELAIN jenis MPV atau mobil keluarga dengan 7OTOMOTIF-1 penumpang, ... 6

MEMBURU 118 NAPI TJ. GUSTA

Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.

Presiden SBY Murka Menteri Salahkan Pemda Karena lambat respon dari pejabat Kemenkumham, Presiden SBY sangat marah. Presiden menyesalkan kenapa justru yang bereaksi pertama itu adalah media, bukan para Menteri. Tapi Menkumham balik menyalahkan Pemda yang tidak cermat. Lho?

(QS Thaahaa Ayat 6)

IMSAK SUBUH DHUHUR ASAR 04.52 05.02 12.27 15.52

MAGRIB ISYA 18.29 19.43

L A P O R A N U TTAA M A Naiklah Harga BBM, Motor Baru Dibeli Jua MASA bodohlah dengan harga BBM yang dinaikan pemeirntah, yang penting bersepedamotor baru! Itu saja agaknya yang ada dalam pikiran pare pemburu sepedamotor baru dimanamana. Tak di Jakarta, tak di Surabaya bahkan di Padang, Bukititinggi atau Solok. Harga BBM naik? Biar saja! Yang mau beli sepeda motor ternyata tetap saja antre. Ternyata di pasar rakyat ‘kehebohan’ atas kenaikan harga BBM yang dikhawatirkan berdampak luas, bagi rakyat badarai minat beli sepeda motor tetap saja tinggi. Tak peduli itu dengan kredit atau ngutang. Apakah rakyat Sumbar begitu ‘nelangsa’ karena kenaikan harga BBM? MUngkin saja pada tingkat tertentu ada yang amat tertekan dengan kenaikan harga BBM itu. Tetapi pada bahagian lain, justru syahwat berkendaraan bermotor khususnya roda dua tetap saja tak terhalangi oleh kenaikan harga BBM. ***

Ramadan Bentuk Karakter Umat Oleh: H. ISMET AMZIS, SH Walikota Bukittinggi

“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah hamba-hamba Nya yang paling bertaqwa.” (Q.S. Al Hujurat: 13) Ayat ini menggambarkan tipikal

>> RAMADAN BENTUK hal 07

PASCA-BENTROK LP — Tiga orang istri para narapidana menyempatkan memberikan makanan kepada suaminya dari jeruji besi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta Medan, Jumat (12/7). Pasca-bentrokan yang berujung pada pembakaran LP Tanjung Gusta, keamanan dari dalam lingkungan LP terus ditingkatkan. (repro ANALISA/Qodrat Al Qadri)

JAKARTA –– Presiden SBY murka, itu terlihat dari raut wajahnya yang tidak biasa ketika memimpin rapat terbatas soal kasus larinya narapidana di LP Tanjung Gusta Medan Sabtu siang kemarin di Bandara Halim Perdanakusuma. Kemarahan itu ditujukan kepada seluruh jajaran menteri seperti Menkumham, Menko Polhukam, Kapolri, Panglima TNI, dan Menko Perekonomian terkait kerusuhan Lapas Tanjung Gusta Medan itu. Presiden menyesalkan respon para menteri dan pejabat-pejabat terkait yang lamban dalam

>> PRESIDEN SBY hal 07

Niat Hendak Memancing, BULAN PUASA BERBUNUHAN Akhirnya ke Rumah Sakit Idwar Tewas Dikapak Kakak PADANG –– Maksud hati hendak ‘merintang puasa’ dengan memancing ikan di pantai Bungus, tetapi nasib berkata lain. Sebelum sampai mengayunkan kailnya ke laut, sembilan pria yang menumpang pickup Grand Max BA 8154 BF terpaksa

dirumahsakitkan setelah mobil mereka bertabrakan dengan truk tanki BA 8279 QU di Gunung Meru, Kelurahan Gates Padang, Sabtu pagi kemarin.

>> NIAT HENDAK hal 07

AGAM –– Entah setan apa yang merasuki kakak beradik ini, sehingga tak sadar kalau saat ini bulan puasa keduanya malah terlihat bakuhantam main kapak dan berangkir dengan tewasnya sang adik. Idwar Efendi (25) warga Kampung Parit

Jorong III Garagahan Kecamatan Labuk Basung Kabupaten Agam tewas bersimbah darah akibat sabetan kapak yang dilayangkan kakak kandungnya Febri Jaldi (41), Jumat (12/7).

>> IDWAR TEWAS hal 07

HARI MALALA 12 JULI

APRILIA KARTINA

Anak Gunung Berprestasi Segunung Satu Guru, Satu Anak, Satu Buku, Satu Pena PADANG –– Sejak tahun 2011 lalu, namanya sudah menghiasi media, khususnya pemberitaan terkait prestasi olahraga. Tahun itu, usia nya masih 14 tahun. Tapi di saat usianya yang jelang remaja itu, ia sudah jadi manusia putri tercepat se Sumatera di nomor lari 1500 meter. Aprilia Kartina namanya. Ia me-

norehkan prestasi itu pada ajang multi iven, Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera VIII di Batam. Dengan catatan waktu 5:03 menit, ia membawa pulang medali emas untuk Sumatera Barat. Medali emas ini

jugalah yang menjadi tiket bagi jebolan SDN 05 Tj. Aur Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, bersaing di level yang lebih tinggi, PON XVIII 2012, Riau. Ia lagi-lagi bikin prestasi mentereng untuk Sumbar kala tampil di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2011 di Pekanbaru-Riau. Dua nomor lari jarak menengah yang diikutinya, yakni nomor 800 dan 1500 meter. (*)

Lebih lengkap lihat halaman 10.

NEW YORK — Bocah perempuan itu tidak ragu-ragu tampil berpidato di depan ratusan hadiri di gedung PBB dan di depan Ban Ki-moon, Sekjen PBB itu 12 Juli. Suaranya lantang dan bening dan intonasinya amat menggugah. Namanya Malala Yousafzai. Dan baru saja Ban Kimoon menyatakan bahwa PBB telah menetapkan 12 Juli sebagai Hari Malala, hari

untuk memperingati perlawanan atas penindasan hak anak-anak oleh berbagai negara dan kaum teroris. Malala, adalah bocah Pakistan yang pada 9 Oktober tahun silam ditembaki oleh para Taliban di sekolahnya di Barat Laut Pakistan bersama 27 teman dan gurunya. Untung ia ditolong tentara

>> SATU GURU hal 07

Kandang Situmbin Oleh: EKO YANCHE EDRIE KALAU saja Mikael Hafstrom tidak tergesa memproduksi film yang mempertemukan dua bintang laga Sylvester Stallone dan Arnold Schwarzenegger dalam film teranyar : The Escape Plan (sebelumnya film itu berjudul The Tomb – eye) tentu ia bisa menyimak cerita menggemaskan dari penjara Tanjung Gusta Medan, Indonesia. Tapi ya, sudahlah, film itu pun dikabarkan baru akan bisa ditonton di Indonesia pada bulan September mendatang. Film tersebut mengisahkan bagaimana Stallone yang memerankan Ray Breslin, pria yang menjadi arsitek penjara-penjara hebat di dunia (agaknya tak terma-

>> Editor : EKO YANCHE EDRIE

suk penjara Tanjung Gusta itu) terpaksa mendekam dalam penjara buatannya sendiri. Di dalam penjara ia ketemu dengan Rottmayer (Arnold Schwarzenegger) lalu keduanya merencanakan pelarian. Saya menerima rilis film itu lewat korespondensi, tapi tak disebutkan bagaimana cara Ray Breslin dan Rottmayer cigin dari kandang situmbin itu. Saya juga tidak terlalu antuisias, karena banyak film yang bersetting penjara, isinya hampir sama. Yakni mempertontonkan hilangnya kemanusiaan dalam penjara.

>> KANDANG hal 07

>> Penata Halaman : Syahrizal


NASIONAL

2

MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

ALDRIN: Bahagia Lihat Sengsara Masyarakat (BLSM)

A

PA hendak dikata, hari ini dan hari-hari mendatang kita harus mengurut dada menyaksikan potret antrian panjang anak bangsa sendiri yang berpanas atau berhujan untuk berharap sekedar BLSM Rp300 ribu,Menurut Dipl.Ing. Aldrin Situmeang, SH Direktur Eksekutif observer indonesia , potret antrian rakyat itu seperti untuk mendapakan uang suap dari penguasa agar diam dan tidak protes akibat kenaikan harga BBM. “Potret ini mengingatkan saya ketika Negara Jerman Timur bersatu dengan negara

Jerman Barat..., Rakyat miskin Jerman Timur antri panjang di setiap Bank di Jerman Barat untuk mendapatkan uang DM 100,-. sebagian rakyat Jerman Barat senyum melihat antrian yang pertama kali terjadi dalam sejarah Jerman Barat, karna tanpa disadari pemerintah Jerman Barat seperti menyuap rakyat Jerman Timur yang negaranya seakan dibeli agar bisa bersatu. Kenapa pemerintah Indonesia senang melihat antrian rakyat miskin agar dapat uang gratis, daripada medorong rakyat untuk berpikir & bekerja?,” ujar Aldrin

yang juga Ketua Serikat Alumni Jemarn ini, Kamis malam (12/7). Bagi-bagi dana BLSM kepada hampir 16 juta jiwa rakyat miskin ini, menurut Aldrin, sepertinya syarat bermuatan politik. Pembagian uang terjadi menjelang Pemilu 2014 membuat partai oposisi melihat adanya skenario lain, seakan partai berkuasa melakukan pencitraan kepada rakyat miskin. Kemudian, Pendataan rakyat miskin tampak tidak siap atau berantakan seakan dipaksakan, karena ada yang menerima BLSM dengan memakai

kalung Emas. Dan, sistem yang dibangun tidak sinergie. Menurut Aldrin, sebaiknya pemerintah membangun sistem yang baik agar pendataan jelas. Fungsi BPS lebih diperhatikan. Dari data yang konkrit itu, pemerintah bisa merencanakan Program pembangunan yang menyerap Lapangan Tenaga kerja agar Rakyat bisa bekarya dan membuka kesempatan Usaha lebih besar. “Agar rakyat lebih kreativ menciptakan Pekerjaannya sendiri, maka monopoli dibeberapa sektor perlu dikurangi, dan Investasi Asing terhadap Tambang perlu

dikurangi atau diambil alih kembali seperti yang dilakukan Gubernur DKI terhadap perusahaan asing yang bergerak di bidang Air Minum atau air bersih,” ujar Aldrin Situmeang. Memang banyak sudah kisah pedih saat pemerintah membagi-bagi Bantuan Langsung Sementara Masyarakat , mulai dari berdesakan hingga terinjak-injak oleh sesama warga miskin penerima dana kompensasi Bahan Bakar Minyak hingga yang berpanaspanas atau berhujan-hujan. “Dan lebih mendasar lagi, setelah mengantongi Rp300

Dipl.Ing Aldrin Situmeang,SH ribu, rakyat miskin tetap miskin. Tidak akan pernah membuiat mereka sertamerata menjadi kaya. Tetapi

sepertinya pemerintah bahagia menyaksikan tontotan yang menggetirkan ini, ironis,” tegas Aldrin. (h/dn/net)

AGAR LUPA DERITA JELANG PEMILU

Rakyat ‘Disuntik’ dengan Rp300 Ribu TERKESAN atau tidak menghina kehormatan dan harga diri bangsa, yang jelas Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) mulai dikucurkan. Dan lihatlah, betapa anak bangsa yang negerinya kaya raya ini harus mengantri dan berdesak-desak demi berharap Rp300 ribu.

ANTRI berjam-jam dan berpuasa, demi mendapatkan Rp300 ribu BLSM.

BAGI-BAGI BLSM

Dari Kisah Disunat Hingga Bawa Upati MEMANG prosesi pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) untuk dua desa yaitu Desa Puspasari dan Desa Sungaibuntu, berlangsung aman dan tertib. Namun banyak juga yang melakukan aksi protes terhadap pihak desa karena tidak dapat BLSM. Sebagai solusi, aparat desa melakukan pemotongan Rp50.000 untuk warga yang tidak kebagian BLSM. Seorang warga Desa Puspasari Dusun Bunder III Siti Rukmana mengatakan, BLSM yang mayoritas mendapatkan adalah orang yang tergolong mampu. Pasalnya, di Desa Puspasri yang tergolong masyarakat miskin tidak dapat. “Apakah daerah lain sama seperti ini juga ataukah tidak, karena banyak masyarkat miskin yang tidak dapat alias tidak didata oleh pihak desa. Apalagi muncul statmemn tentang risiko jadi orang miskin,” ungkapnya dikutif Pasundan Ekspres, Jumat (12/7). Menurut Kepala Desa Puspasari Kecamatan Kutawaluya H Eman Sulaeman, jumlah penduduk Desa Puspasari sebanyak 1.453 orang namun yang dapat BLSM hanya 535 orang. Menanggapi banyaknya keluhan, lanjutnya, pihak desa mengambil kebijakan memotong Rp50.000 untuk keluarga miskin yang tidak dapat. Tetapi banyak yang menolak kebijakan tersebut. “Desa yang selalu disalahkan oleh masyarakat, namun kami harus terima karena ini pekerjaan kami,” terangnya. Namun pemandangan unik terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sini setiap penerima dana BLSM diwajibkan membawa satu anakan kelapa dan satu anakan pisang. Seakan ini upeti agar dapat dana BLSM. Camat Miomaffo Timur, Marjo Talan, saat dikonfirmasi, mengakui aturan membawa anakan pisang dan kelapa saat akan mencairkan BLSM. Dia berkilah, penyerahan itu sebagai salah satu

cara menegakan antara hak dan kewajiban, selain itu sebagai bentuk konservasi lingkungan. “Jadi memang kita tekankan setiap warga wajib membawa anakan. Kita akan tanam, sebab tiga dari empat persen wilayah Miomaffo Timur adalah pegunungan, sehingga kita lakukan itu sebagai penangkal daerah tangkapan air,” kata Talan di Kefamenanu, Jumat (12/7). Lain pula ceritanya di Kota P{adang, Sumatra Barat. Warga miskin di Kelurahan Alang Laweh, Kecamatan PadangTimur, Kota Padang, memprotes pendataan dana BLSM di Kantor Lurah setempat. Warga juga meminta pembagian dana itu ditangguhkan karena masih banyak warga yang belum menerima sesuai jumlah orang miskin di kelurahan tersebut. Salah seorang warga Efrianti (43) minta dana itu ditunda dulu, karena masih banyak warga lain yang berhak, belum terdata. Namun menurutnya

ada nama yang tercantum yang seharusnya tidak menerima bantuan tersebut. Hal senada juga di ungkapkan Rosita, (38), dia menolak dengan tegas agar dana tersebut tidak dibagikan, sebelum warga lain yang berhak menerima dicantumkan sebagai penerima bantuan. “Kenapa kami yang juga miskin ini tidak di data dan masuk dalam calon penerima BLSM, dan emang miskin seperti apa yang bisa

masuk sebagai penerima BLSM, “tanya Wanita paruh baya tersebut. Sementara Lurah Alang Laweh, Syafrizal, mengatakan, bahwa pihak kelurahan tidak bisa berbuat banyak atas protes warga tersebut. Karena pihak kelurahan hanya menjalankan yang sudah ada, dan pemerintah memberikan bantuan ini, berdasarkan data BPS 2011. Padahal katanya, jumlah masyarakatnya yang miskin itu banyak dan tidak sebanding

dengan jumlah kuata yang di berikan pemerintah. Ia mengatakan, di kawasan Alang Laweh ada sekitar 400 an orang miskin yang di data kelurahan, namun KPS yang dibawa pihak PT.Pos hanya untuk 174 orang saja. Inilah ironisme BLSM. Tak membuat yang miskin jadi kaya, tak tetap sasaran, dan tidak tepat pendataan. Rp300 ribu membuat yang miskin tetap miskin! (dn/net)

Saat Raker Komisi VIII DPR bersama pemerintah dengan agenda pembahasan BLSM pada Selasa (9/7), DPR meminta pemerintah segera memperbaiki proses penyaluran BLSM. Alasannya, di lapangan banyak penyaluran BLSM yang tak tepat sasaran. Tak hanya itu, DPR juga meminta verifikasi ulang atas jumlah RT yang menerima kompensasi kenaikkan harga BBM ini. Sebelumnya, Mendagri Gamawan Fauzi mengatakan, data penerima BLSM dilakukan melalui musyawarah pimpinan desa. Selain itu, Gamawan juga mengungkapkan terjadinya kekisruhan pembagian dana BLSM di daerah merupakan kesalahan dari pejabat desa. Gamawan menilai, pemerintah sudah merampungkan rapat penyaluran BLSM bersama wakil presiden dan memutuskan bahwa daerah mempunyai tanggung jawab untuk mendata siapa saja penerima BLSM Anggota Komisi II DPR, Budiman Sujadmiko menilai, carut marut penyaluran BLSM itu bukan karena aparat desa. Justru, menurutnya, BLSM jadi kacau karena aparatur desa tak dilibatkan. Dia melihat, aparatur desa tidak bisa disalahkan dalam kasus ini karena secara teknis dan sistemnya aparat desa tidak pernah dilibatkan. Dia menambahkan, teknis dan sistem pendataan sepenuhnya ditangani oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Kedua, sambungnya, jika seandainya sejak awal pendataan baik secara teknis dan sistemnya perangkat desa dilibatkan, maka dapat dipastikan tidak akan terjadi kekisruhan dalam penyaluran BLSM. “Karena perangkat desa pasti melaksanakan pendataan secara akurat melalui musyawarah bersama perangkat di bawahnya (RT/RW) untuk akurasi pendataan,” kata Budiman, Rabu (10/7). Dia juga mengatakan, pernyataan Mendagri Gamawan Fauzi bisa memicu ketegangan antara perangkat desa dengan warganya. Sebab, sebelum adanya BLSM para perangkat desa sudah sering menjadi sasaran kemarahan warga. “Sebaiknya Mendagri tidak selalu mengulang kesalahan kebijakan pemerintah sebelum-sebelumnya yang kerap menyalahkan perangkat desa jika ada kebijakan yang tidak bisa dioperasionalisasi dengan baik,” tegasnya. Budiman juga meminta pemerintah sebaiknya segera mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang sifatnya operasional, terutama yang melibatkan perangkat desa sebagai ujung tombak yang bersinggungan langsung dengan warga. Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi di Komplek Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Kamis (11/7) menyatakan, “Survei itu dilakukan BPS, jadi kalau ada yang kurang pas berapa persen kan tidak sama di semua daerah, katakanlah di daerah A erornya 3 persen, di daerah B 5 persen,” katanya. Gamawan menjelaskan, BLSM tidak tepat sasaran bisa disebabkan karena berbagai permasalahan. “Penyebabnya itu bisa macammacam bisa karena meninggal dunia, salah sasaran bisa tergusur, bisa macam-macam,” ujarnya. Kendati demikian, mantan Gubernur Sumatera Barat ini yakin berbagai persoalan pembagian BLSM bisa segera diatasi. “Dan itu bisa kita atasi dengan instruksi mendagri no 54 bagaimana mekanisme perbaikan itu. Sehingga dalam waktu sebulan kartu itu sudah diganti. Sekarang APBN itu kan dikunci untuk 15,5 juta kepala keluarga dengan dana 11,6 triliun rupiah,” tegasnya.(h/dn/net)

Sidomuncul Gelar Seminar Herbal MEDAN, HALUAN — Obat herbal telah digunakan secara empirik oleh masyarakat luas dan dikenal dengan sebutan “jamu”. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang jamu perlu terus dilakukan oleh pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat yaitu dengan saintifikasi jamu, dalam hal ini penelitian berbasis pelayanan kesehatan. Demikian juga dalam bidang pemanfaatan penyembuhan di luar obat konvensional yaitu penemuan manfaat menggunakan pengobatan komplementer dan alternatif. Guna terus mensosialisasikan penggunaan obat herbal dan pengembangannya serta pemanfaatannya sebagai paradigma baru pengembangan kesehatan tradisional Timur dan akupunktur di bidang kesehatan, Sabtu baru-baru PT. SidoMuncul bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur (PDPKT), Perhimpunan Dokter Akupunktur Indonesia (PDAI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

mengadakan seminar nasional untuk mengetahui hasil penelitian dan perkembangan herbal medik juga perkembangan pengobatan komplementer dan alternative (CAM) dengan tema “Pemanfaatan Complimentary Alternative Medicine (CAM) dalam Pelayanan Kesehatan”. Kegiatan ini digelar di Deli room Hotel Danau Toba International. Seminar diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari dokter-dokter umum, spesialis, apoteker, pengembang kesehatan tradisional dan akupunktur. Mereka akan mendapatkan akreditasi IDI 12 SKP. Pada seminar nasional herbal medik dan CAM ini turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara dan Ketua Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur. Seminar Nasional Herbal Medik dan CAM dalam pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di Hotel Danau Toba International Medan ini, merupakankota kedua puluh lima yang dilakukan Sidomuncul dalam mensosialisasikan penggu-

naan herbal, setelah sebelumnya telah bekerjasama dengan IDI di wilayah Jakarta, Bogor, Semarang, Ungaran, Banjarmasin, Yogyakarta, Malang, Lampung, Bandung, Pekanbaru, Padang, Palembang, Solo, Bali,

Makassar, Surabaya, Jombang dan Bandung. Dibeberapa kota ada yang pelaksanannya dilakukan lebih dari satu kali. Dengan adanya sosialisasi melalui seminar seperti ini

diharapkan dunia kedokteran dan masyarakat di Indonesia mengerti dan mengetahui lebih dekat hasil penelitian perkembangan mengenai obat herbal dan CAM di Indonesia. (h/atv)

SEBAGIAN pembicara pada seminar herbal Sidomuncul di Medan

>> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Irvand


3

MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

LAPORAN UTAMA MESKI HARGA BBM NAIK

‘Syahwat’ Bersepedamotor Juga Naik

TERUS BERTAMBAH — Populasi kendaraan roida dua terus bertambah di Indonesia dan laku keras.

Siapa bilang BBM naik harganya lantas membuat orang terkapar miskin dan tak bisa beli apa-apa. Sepeda motor, justru makin meningkat permintaan pasarnya. DI Sumbar pascakenaikan harga BBM, jumlah sepeda motor baru meningkat pesat. Wartawan Haluan Nasrizal, Haswandi, Alfian, Iwan DN, Syafril Amir menelusuri kecenderungan itu di berbagai kota. HARGA BBM naik? Biar saja! Yang mau beli sepeda motor ternyata tetap saja antre. Ternyata di pasar rakyat ‘kehebohan’ atas kenaikan harga BBM yang dikhawatirkan berdampak luas, bagi rakyat badarai minat beli sepeda motor tetap saja tinggi. Tak peduli itu dengan kredit atau ngutang. Apakah rakyat Sumbar begitu ‘nelangsa’ karena kenaikan harga BBM? MUngkin saja pada tingkat tertentu ada yang amat tertekan dengan kenaikan harga BBM itu. Tetapi pada bahagian lain, justru syahwat berkendaraan bermotor khususnya roda

dua tetap saja tak terhalangi oleh kenaikan harga BBM. Penjualan kendaraan roda dua, dalam bulan Juli 2013 hingga lebaran diperkirakan akan terjadi peningkatan. Hal ini mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pada saat lebaran. Kepala UPTD Pelayanan Pendapatan Provinsi Sumbar Jaya Isman menyebutkan tadinya awal Juni penjualan kendaraan roda dua ada penurunan, dikarenakan ada beberapa faktor, seperti kebutuhan masyrakat yang cukup tinggi pada ajaran baru atau awal masuk sekolah.

“Meski demikian, di awal hingga akhir bulan ini berkemungkinan akan terjadi peningkatan pada kendaraan roda dua,” kata Jaya Isman, Jumat (12/7). Menurut Jaya Isman, peningkatan penjulan kendaraan ini ada hari-hari atau bulan tertentu. Bisanya, peningkatan kendaraan akan terjadi pada saat hari besar, kemudian hari penting lainnya, yang dianggap penting. Jaya Isman menegaskan, dalam penjualan kendaraan sepeda motor ini tidak ada pengaruhnya terhadap kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Malah, penurunan penjualan terjadi pada kendaraan roda empat. “Untuk kendaraan sepeda motor baru di wilayah Sumbar, tidak ada penurunan sangat drastis diakibatkan dengan kenaikan BBM pada beberapa hari yang lalu. Malah, kami menduga menjelang lebaran ini akan ada peningkatan penjualan sepeda motor,” tegasnya. Dalam rekapitulasi penerimaan Pajak

Kendaraan Bermotor (PKB), tercatat pada bulan Juni ini kendaraan roda dua terealisasi sebanyak 9.348 unit. Sedangkan target yang harus dicapai pada bulan Juni yakni sebanyak 13.664 unit. “Dari awal tahun hingga bulan Juni 2013 ini saja, sudah terealisasi sedikitnya 58.358 unit kendaraan dari pencapaian target sebanyak 148.818 unit,” jelasnya. Sementara itu, Kasubdit Regident Lantas Polda Sumbar AKBP Wuhono Budiyoso mengatakan bahwa pada bulan Juni 2013 ini ada penurunan kendaraan roda dua, dibandingkan pada bulan Mei 2013. Penurunan kendaraan roda dua ini bukan disebabkan adanya kenaikan BBM. Melainkan adanya surat edaran dari Bank Indonesia (BI) yang terbit pada pertengahan Maret 2012 lalu, ditetapkan kredit perbankan untuk pembelian kendaraan roda dua minimal 25 persen dari harga. Aturan ini dikeluarkan dengan tujuan meningkatkan kehati-hatian kalangan perbankan dalam pemberian kredit pembelian kendaraan bermotor. Selain itu, aturan ini juga dikeluarkan untuk memperkuat ketahanan sektor keuangan dalam negeri. Sejalan dengan BI, Kementerian Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.43/PMK.010/2012 tentang uang muka pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor pada perusahaan pembiayaan. Maka leasing diwajibkan menerapkan ketentuan besaran uang muka sebesar 20 persen dari harga jual, untuk kendaraan roda dua. Dijelaskannya, di Lantas Polda Sumbar tercatat pada bulan Juni penjualan kendaraan roda dua sebanyak 8.628 unit, dibandingkan dengan bulan Mei tercatat sebanyak 8.830 unit penjualan sepeda motor. Nasional tidak Tepengaruh Ketidakterpengaruhan itu juga diakui oleh kalangan produsen sepeda motor nasional. Honda misalnya memandang kenaikan BBM tidak berpengaruh terhadap penjualan dan produksi sepeda motor di Indonesia. Khusus jenis sepeda motor skutik (matic) oleh Astra Honda Motor tahun 2013 ditargetkan sebanyak 65 % oleh karena disebabkan permintaan yang mencapai 70 % secara nasional. Selain skutik (matic), produksi motor sport merk Honda juga mengalami kenaikan dari

1300 unit per bulan pada tahun 2012 menjadi 2000 per bulan pada april 2013 dengan permintaan di pasarnya mencapai 35 %. Direktur Produksi Procurement dan Enginering PT Astra Honda Motor David Budiono, seperti dikutip bisnis.com menerangkan saat ini penjualan sepeda motor masih stabil dan tidak berpengaruh jika Pemerintah menaikan harga BBM. Sementara President Director PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto juga berkeyakinan bahwa penjualan sepeda motor akan terus baik meskipun Pemerintah menaikan BBM. Menurutnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih sangat baik apalagi saat ini bermunculan kelas menengah yang selalu membeli produk sepeda motor. Prijono menerangkan, meskipun Pemerintah menaikan harga BBM, masih banyak masyarakat di Indonesia yang membutuhkan sebagai moda transportasi di daerah pelosok. “Indonesia ini luas masyarakat di pelosok lain masih membutuhkan dengan demikian penjualan masih terus berjalan baik,” ujarnya. Dengan konsumen yang masih baik, sambungnya, pihaknya (AHM) masih tetap memperluas infrastruktur (gerai penjualan) ke seluruh Indonesia. Hingga Maret 2013,lanjutnya, AHM bisnis didukung 29 main dealer dan 1807 gerai penjualan, 3620 gerai bengkel resmi, serta 7431 gerai toko spare part. Prijono juga tetap optimis bahwa pasar Indonesia akan naik sekitar 10 juta dua sampai tiga tahun lagi dari total market saat ini 7 juta. Itu Honda, sedang versi Suzuki sebagaimana disebut oleh Direktur Pemasaran Suzuki Indomobil Sales 2 Wheels, Yohan Yahya penurunan minat beli akibat kenaikan harga BBM hanya pada kendaraan roda empat. Pilihannya, mau beralih ke angkutan umum atau memilih sepeda motor,” ujar Yohan. Meski begitu, dia tidak mau berspekulasi berapa besaran pengguna mobil yang akan hijrah ke roda dua. “Peralihan kendaraan pasti terjadi dan penjualan mobil bakal terganggu,” terangnya. Sementara General Manager Marketing Communication & Community Development Yamaha Indonesia, Eko Prabowo mengakui, akan ada peralihan pengguna kendaraan mobil ke sepeda motor.***

Mencari Moda Transportasi yang Bisa Mengirit Kantong PRIA setengah baya itu menuntun sepeda motor barunya keluar halaman dealer sebuah merk sepeda motor di Solok. Wajahnya yang ringkih, tetapi karena senyum berkembang di bibirnya, membuat tidak ada tanda-tanda kemiskinan padanya. Perlahan sepeda motor itu diracak nya kemudian dengan nomor polisi baru ia sudah menghilang di tikungan di depan pasar Solok. Di kota berpenduduk 60 ribu jiwa itu ternyata pascakenaikan harga BBM, tingkat penjualan sepeda motor di Solokpun mengalami kenaikan dibanding sebelum kenaikan harga BBM. Kenaikan penjaualas sepeda motor itu memang tidak terlalu tinggi. Direktur Dialer sepeda motor jenis Honda di Kota Solok Zainir Hamzah mengakui, kenaikan harga BBM tidak berpengaruh terhadap minat orang membeli sepeda motor. “Permintaan mengalami kenaikan setiap minggu. Biasanya, sebelum bulan Juni lalu, tiap minggu itu permintaan berkisar 30 s/d 40 unit,” tutur dia. Setelah pengumuman kenaikan harga BBM pertengahan Juni lalu, permintaan melonjak rata-rata 10 s/ 15 unit/ minggu. Sepeda motor yang paling laris itu jenis matic. Banyaknya permintaan jenis matic sesuai dengan tofografi Solok sekitarnya mendatar. Jenis matic memang banyak disukai konsumen, ada 3 keunggu-

lan dari laporan konsumen, yakni bisa dipakai laki-laki maupun perempuan, kemudian untuk calon pemakai tidak perlu belajar dengan waktu lama, dan yang terkahir cocok jalan datar.(dalam kota) Diantara yang beli sepeda motor itu, menurut Zainir, banyak juga yang membeli tunai tanpa dibantu oleh avalis. “Kalau yang membeli kontan itu biasanya berprofesi pekerja swasta dan pegawai negeri sipil, pegawai itu meminjam ke bank dan membayar lunas ke dealer,” kata Zainir. “Saya memang sengaja membeli sepeda motor setelah kenaikan harga BBM, sebab alat transportasi yang digunakan selama ini kendaraan roda empat, jika tetap menggunakan kendaraan roda empat kurang efisien, makanya pengeluaran keuangan rumah tangga perlu diatur setelah kenaikan harga BBM,” ujar Farid salah seorang customer yang berpapasan dengan Haluan di dealer tersebut. Pemakaian sepeda motor, selain efisiensi dalam biaya transportasi juga lebih cepat dan lancar, apalagi di Kota Solok cukup banyak kendaraan bersilewaran, dengan sepeda motor urusan cepat dan lancar. Bukittinggi Stabil Penjualan sepeda motor di Kota Bukittinggi hingga pertengahan tahun 2013 ini masih tergolong normal, dan belum menunjukan grafik penurunan atau peningkatan yang signifikan tiap bulannya.

Meskipun harga BBM sudah dinyatakan naik oleh pemerintah, tetapi tidak serta merta membuat orang jatuh miskin. Tingkat penjualan sepeda motor untuk masyarakat bawah tetap tinggi.

Diduga beberapa minggu menjelang lebaran, permintaan sepeda motor akan meningkat seperti tahun sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kendaraan sepeda motor tetap jadi kebutuhan semua kalangan warga, dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak terlalu berpengaruh besar terhadap permintaan sepeda motor. Penjualan di Dealer Honda CV Hayati Jalan Ahmad Karim Bukittinggi misalnya, meski penjualan selama Juni 2013 sedikit menurun dibanding periode Mei 2013, namun penurunan itu masih dinilai wajar dan normal. “Selama Juni 2013, kami menjual 163 unit Honda. Turun 38 unit dibanding penjualan di bulan Mei 2013 yang mencai 201 unit. Namun jumlah penurunan itu masih diambang kewajaran, dan masih dalam tahap normal,” ujar Kepala Cabang Dealer Honda Hayati Bukittinggi, Joni Iswandi saat ditemui Haluan, Jumat (12/7). Joni Iswandi berpandangan, penurunan permintaan sepeda motor pada Juni 2013 belum bisa dipastikan akibat kenaikan harga BBM, karena bulan Juni 2013 juga berdekatan dengan jadwal anak masuk sekolah dan bulan ramadhan. Namun Ia sangat yakin, permintaan akan kembali melonjak sebelum lebaran. Sebagai perbandingan, penjualan sepeda motor Honda selama Maret 2013 di Dealer Hayati Bukittinggi ini mencapai 146 unit, lalu meningkat menjadi 169 unit pada April 2013. Peningkatan terus berlanjut pada Mei yang mencapai 201 unit, namun kembali turun jadi 163 unit pada Juni 2013. Dari segi type sepeda motor yang paling banyak diganderungi, Joni Iswandi mengatakan, mayoritas konsumen lebih memburu Honda Vario Techno CBS-ISS, Vario Techno MMC, Vario CW MMC dan Honda Beat FI CW. Sekitar 60 persen konsumen di Bukittinggi lebih memilih pembelian secara tunai dibanding secara kredit. Di berbagai daerah hal yang sama juga hampir merata orang membeli sepeda motor di tengah kenaikan harga BBM. “Saya butuh sepeda motor bukan untuk gagah-gagahan, tapi untuk ojek,” ujar Saf (35) seorang lelaki yang baru saja membawa sepeda motor baru dari sebuah dealer di Padang Panjang. ***

Jalan raya makin hiruk pikuk oleh sepeda motor.

Jalan Raya yang Makin Hiruk Pikuk oleh Motor APAKAH ‘semangat’ membeli sepeda motor akan berpengaruh pada makin ‘berkelibut’ nya jalanan oleh deruman sepeda motor? Tahun silam hal itu sudah diingatkan oleh Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). Ketua Umum MTI Danang Parikesit mengungkapkan kekahawatiran akan terjadinya peningkatan persentase kenaikan jumlah sepeda motor dan mobil ber-CC kecil pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 1 April 2012 (ketika itu kenaikan harga BBM baru rencana, dan kemudian ditunda jadi Juni 2013-red) Berdasarkan hitungan 2012 kenaikan jumlah sepeda motor hanya 12 persen, nantinya setelah kenaikan harga BBM bisa menjadi 15 persen per tahun. Sedangkan mobil ber-CC kecil yang kenaikannya per tahun hanya 8-10 persen, nantinya menjadi 12 persen per tahun. Danang Parikesit mengungkapkan, hal itu terjadi bila kenaikan harga BBM tidak dibarengi dengan pembenahan angkutan umum. Seharusnya dana penghematan dari kenaikan harga BBM digunakan untuk pembangunan dan pembenahan angkutan umum, baik sarana ataupun infrastruktur. MTI menduga akan terjadi shifting dari penggunaan angkutan umum ke angkutan pribadi bila tak ada pembangunan atau pembenahan angkutan umum. Pola pembelian sepeda motor dan mobil berCC kecil kenaikannya bertambah, perlu dikhawatirkan kota-kota

besar akan makin macet saja. Data terakhir yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2009 menyebutkan, jumlah kendaraan roda empat atau lebih, yang terdiri dari mobil penumpang, truk, dan bus di Indonesia mencapai 18.281.437 unit (tidak termasuk sepeda motor). Komposisinya, kendaraan penumpang 10.364.125 unit, sementara kendaraan komersial yang terdiri dari bus 2.729.572 unit dan truk 5.187.740 unit. Untuk sepeda motor, pada 2009 BPS mencatat 52.433.132 unit. Terkait itu, MTI mengusulkan agar minimal 70% dana hasil penghematan anggaran negara dari kenaikan harga BBM untuk perbaikan sektor transportasi umum. Tanpa kebijakan tersebut, pemerintah sama saja ‘egois’ karena hanya mementingkan kesehatan anggaran negara (fiskal) tapi menghambat mobilitas masyarakat. Dalam pandangan Masyarakat Transportasi Indonesia, kenaikan harga BBM untuk mengurangi subsidi anggaran harusnya satu paket dengan pembiayaan infrastruktur transportasi dan perbaikan layanan transportasi umum itu sendiri. Artinya, pemerintah menyiapkan skenario fiscal policy dan transport policy dalam satu paket kebijakan kenaikan harga BBM atau pengurangan subsidi BBM. “Jika benar pemerintah menerapkan fiscal policy dan transport policy, berarti dana penghematan itu sepenuhnya untuk transportasi umum, minimal 70%-lah. Tapi kalau tidak berarti pemerintah begitu egois karena >> Editor : Eko Yanche

telah memasung hak masyarakat untuk melakukan mobilitas yang berdampak buruk buat perekonomian,” kata Danang Parikesit seperti dikutip beritasatu.com. Kajian Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) Dr. Aviliani, dana penghematan anggaran sebagai dampak kenaikan harga BBM bisa mencapai Rp 26 triliun dengan kenaikan harga BBM Rp 2.000 per liter. Sedangkan menurut kajian Reforminer Institute, dana penghematan bisa mencapai Rp 57 triliun dengan asumsi kenaikan BBM bersubsidi Rp 1.500 per liter. Maka kenaikan harga BBM akan membuat belanja masyarakat, terutama transportasi, meningkat. Dampaknya, masyarakat akan mengurangi porsi aktivitas keluar rumah atau memilih tidak melakukan perjalanan. Jika sebagian besar masyarakat memilih berhenti melakukan perjalanan maka aktivitas ekonomi berkurang atau melambat, kesejahteraan masyarakat pun merosot. Jika memang pemerintah mengalihkan dana penghematan itu untuk transportasi umum, pemerintah bisa memprioritaskan restrukturisasi transportasi dengan melakukan pembangunan jaringan angkutan umum massal di enam kota di Indonesia yang merupakan kota dengan konsentrasi penduduk cukup besar, yakni Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, Denpasar, dan Medan. Dalam restrukturisasi itu, pemerintah juga perlu mengubah sistem pelaksanaan transportasi. >> Penata Halaman : Syahrizal


LANCONG

4

MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

AIE ANGEK YANG EKSOTIK

Tiga Telaga, Satu Air Terjun R

UMAH Makan terkenal ‘Aie Badarun’ dan ‘Samba Lado’, Sayur Organik, Kawa Daun, Rumah Puisi Taufiq Ismail dan Aie Angek Cottage, agaknya hanya itu yang terbayang apabila menyebut nama Aie Angek, Kecamatan X Koto Tanah Datar. Padahal bila Anda masuk ke dalam perkampungan di Nagari yang terletak di Lintas Sumatera antara Padang Panjang dan Bukittinggi itu, Anda akan temukan pemandangan eksotik dimana gunung Marapi paling cantik untuk dilihat. “Hanya di Aie Angek ini, bisa melihat gunung Marapi dalam bentuk segitiga,” kata Wali Nagari Aie Angek, Rosman. Ia tidak berbohong, persis di halaman kantor Wali Nagari semua orang bisa menjepretkan kamera sepuasnya ke arah puncak Marapi (vulkanik dengan ketinggian 2.968 mdpl). Apalagi kalau dijepret pada saat matahari mulai menukik ke Barat, puncak itu akan terlihat keemasan. “Wow….. wonderful….” ujar Frederico de Lopez, pelancong dari Spanyol yang hendak melihat pesta tradisi adu kabau di sana. Sayangnya, Lopez yang

hendak membandingkan tradisi adu kerbau di kampungnya (matador) dengan adu kerbau di Aie Angek tak bisa dia saksikan. Tadinya ia dikabari seorang karibnya yang pernah menyaksikan kegiatan adu kabau itu di Aie Angek beberapa tahun silam. Kini Adu Kabau di Aie Angek itu sudah dihentikan dan atas keputusan bersama kegiatan tersebut tidak dibolehkan lagi. Tapi Lopez tak kecewa dengan pemandangan cantik yang dia lihat. Di bawah Kantor Wali Nagari itu juga terdapat telaga yang cantik dengan hamparan bunga teratai (Nymphaea) yang sengaja dipiara tapi dikendalikan pertumbuhannya agar tak menutupi permukaan telaga. Telaga itu disebut oleh anak nagari Tabek Busuak pada mulanya. Tapi ketika Hasan Basri Durin menjadi Gubernur pada tahun 80an, Hasan Basri Durin memberinya nama Telaga Harapan. Di telaga itu dipiara ikan raya dan ikan nila yang menjadi pusat pemancingan sepanjang tahun oleh para pencandu pancing dari Bukittinggi, Payakumbuh, Padang Panjang dan Padang. Secara periodik selama tiga bulan dalam setahun, di telaga

itu digelar kegiatan pancing ikan terbuka. “Hasil pemancingan itu digunakan untuk pembangunan nagari, masjid dan kantor Wali Nagari dibangun dengan hasil pemancingan ikan itu,” tutur Rosman, mantan karyawan hotel terkenal di Jakarta. Aie Aengek tak hanya punya satu telaga besar, tetapi ada dua. Yang lainnya terdapat di Jorong Kayu Tanduk, persis di pinggir jalan Padang – Bukittinggi. Selama bertahun-tahun telaha yang disebut Tabek Diujuang itu tertutup oleh enceng gondok. Tapi sejak dua tahun lalu Pemkab Tanah Datar memberikan perhatian untuk membersihkan telaga yang cantik itu. Kini seluruh permukaan telaga di Kayu Tanduak itu sudah terbuka. “Insya Allah, baik Telaga Harapan maupun Tabek Diujuang akan disemaikan bibit ikan bantuan Pak Gubernur melalui Pak Yosmeri Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumbar. Saya sudah diberi tahu Pak Yosmeri bahwa akan dibantu oleh Pak Gubernur 450 ribu bib it ikan untuk kedua telaga itu,” kata Rosman. Tapi nama Aie Angek

bukanlah nama yang sebenarnya berhubungan dengan semua itu. Nama itu justru karena di Aie Angek terdapat permandian air panas yang berasal dari mata air yang bersumber di gunung Marapi. “Sayangnya kini kolam permandian itu dibongkar untuk diperbaiki, sehingga tidak bisa dinikmati pengunjung,” kata Wali Nagari itu. Permandian tersebut akan dibangun lebih apik lagi dengan memisahkan sumber mata airnya. Saat ini mata air yang keluar di kolam tersebut sudah bercampur dengan air yang dingin, sehingga kalau warga mandi di kolam hangatnya sudah berkurang. Dinas PSDA Provinsi Sumatera Barat memberikan bantuan untuk memperbaiki permandian air panas tersebut. Tapi sumber air panas alam tak hanya satu di Aie Angek. Persis di pinggang gunung Marapi dalam wilayah Aie Angek, juga terdapat air panas yang lebih hangat dibanding yang terdapat di perkampungan. “Sayangnya itu belum terjamah,” kata Darwanto, salah seorang pemuda nagari Aie Angek.

Selain kolam dan air panas, Aie Angek juga memiliki sumber daya alam air terjun yang unik. Air terjun itu juga terletak di kaki gunung Marapi dalam bentuk tujuh tingkat. “Objek wisata alam itu kami namakan air terjun tujuh tingkat,” kata Wali Nagari Rosman. Air terjun tujuh tingkat itu berpotensi menjadi lokasi objek wisata, karena memiliki pemandangan yang bagus dan menarik dan udara yang sejuk. Posisinya berada di ketinggian dengan pemandangan yang menarik dan alami, sehingga potensi itu bisa dijadikan lokasi objek wisata. Jarak tempuh lokasi objek wisata air terjun tujuh tingkat itu dari pusat pemerintahan nagari ada sekitar 2 kilometer. Wali Nagari berharap Pemerintah Kabupaten Tanahdatar bisa menjadikan daerah itu sebagai lokasi tujuan wisatawan baik domestik maupun manca negara mengingat prospeknya cukup menjanjikan. “Kalau Pemda Tanahdatar tidak bisa menjadikan daerah itu lokasi objek wisata, kita berharap pemerintah Provinsi bisa memperhatikannya,” harap dia. (eko yanche edrie)

TELAGA Harapan Aie Angek yang eksotik.

Gunung merapi dari arah aie angek.

Aie angek cottage

Aie angek cottage bukit tinggi.

>> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman : Rahmi


IKLAN

MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

spanduk - baliho - billboard sticker - backdrope branding car - x banner roll up - dll

5

Menyewakan Bando & Billboard lokasi strategis di Padang, Payakumbuh & Pariaman

Kantor Pusat : Jl. Gajahmada No.40 Gn. Pangilun Padang Telp. (0751) 447825, 40269 Cabang Payakumbuh : Cabang Padang : Jl. Soekarno-Hatta 123 Jl. Andalas 83 Telp. 890 383 Koto Nan Ampek Jl. Belakang Olo 46A (dpn Hotel Jakarta) Telp. 33 222 Telp. 0752 - 796 123

>> Editor : Zikri

>> Penata Halaman : Zikri


6

NAGARI KE NAGARI

MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

RUMAH BUDAYA DAN RUMAH PUISI

Hanya Ada di Nagari Aie Angek

JALAN masuk menuju Rumah Puisi Taufiq Ismail.

SUASANA di Rumah Puisi Aie Angek

AIE Angek adalah sebuah nagari yang terletak di Kabupaten Tanah Datar, di pertemuan kaki Gunung Merapi dan Gunung Singgalang. Ada apa di Aie Angek? Di sana, ada satusatunya rumah puisi di Indonesia yang didedikasikan untuk mendukung kemajuan sastra dan budaya Nusantara, yaitu Rumah Puisi Taufiq Ismail. Rumah puisi ini adalah gabungan dari perpustakaan, tempat pelatihan guru Bahasa dan Sastra, sanggar siswa membaca dan berlatih menulis, tempat sastra Indonesia dan Minangkabau diapresiasikan, dan tempat sastraawan berinteraksi. Kita dapat berkunjung dari pukul 10.00 WIB-17.00 WIB. Selain bisa baca buku, besar peluang kita untuk bisa bertemu langsung dengan penyair terkenal Indonesia, Taufiq Ismail, dan sastrawansastrawan Indonesia lainnya. Selain itu, di area yang sama, juga terdapat Suarau Rumah Puisi dan Rumah Sastrawan Tamu. Masih dalam kawasan yang sama, juga terdapat Rumah Budaya Fadli Zon, yang diresmikan oleh Taufiq Ismail pada 1 Juni 2011 yang lalu. Rumah Budaya ini adalah sebuah ruang kebudayaan, tempat dialog dan bertutur rasa beragam budaya Nusantara. Rumah ini berdiri untuk menggerakkan imajinasi, pengetahuan dan inspirasi bagi kemajuan budaya bangsa. Di sini, tersimpan sejumlah benda budaya dari Minangkabau dan beberapa daerah lain, atara lain: perpustakaan dengan koleksi buku lama dan baru, koleksi keris Minangkabau (era sezaman ajapahit, Pagaruyung hingga sezaman Mataram), songket minang dari berbagai daerah di Ranah Minang, ragam hias Minangkabau,

AIE Angek Cottage lukisan karya pelukis terkemuka Indonesia, lukisan tokoh pahlawan, ulama, dan budayawan Sumbar, patung karya pematung terkemuka Indonesia, Wayang golek Minang, Wayang Goleh Panji, dan Wayang Golek Wali Songo, fosil kepala kerbau, fosil gajah purba, dan ikan purba yang berusia sekitar dua juta

tahun, kapak, alat pertanian dan perkakas purba dari daerah Sumatera Barat, dan kapak, alat pertanian dan perkakas purba dari Sumatera Barat. Rumah Budaya ini sering mengadakan kegiatan seni budaya dan kajian ilmiah seperti kegiatan seni tradisi, musik, tari, saluang, baca

puisi, melukis bersama, pelatihan guru, seminar dan pameran warisan budaya. Di samping Rumah Budaya yang kini dikelola oleh Edin Hadzalic ini, juga terdapat The Aie Angek Cottage, yaitu hotel dengan 22 kamar, sebagai tempat penginapan bagi tamu yang ingin istirahat. Kamar hotel

didisain minimalis dan unik, dihiasi sejumlah lukisan orisinal dari pelukis ternama Indonesia. The Aie Angek Cottage mempunyai fasilitas aula untuk 200 orang, ruang meeting 100 oran, kolam renang, taman bermain untuk anak-anak, dan karaoke keluarga. (inioke.com)

Lansek Manih FM (LANIS FM) Frequensi (FM) 93,6 MHz (FM) Power Suport 1000 Watt ( Blues 30 NV) Alamat Studio/Office : Jl.Sudirman No.191 Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Telp. ( 0754) 20173-20553 Fax. 0754.20158 Email : lansekmanihfm@yahoo.co.id LANSEK MANIH FM “ Penyampai Informasi Pembangunan dan Penyejuk Hati Anak Nagari� >> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman : Rahmi


MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

SAMBUNGAN

7

Kandang.......................Dari Halaman. 1 Niat Hendak ..................Dari Halaman. 1 Hanya karena pistol, golok, besi, bom atau senjata tidak ada dalam semua penjara (kecuali hanya di tangan sipir) makanya setting film selalu menggambarkan perlakuan tak adil, tak senonoh dan bahkan biadab yang tersua. Kalau tidak tentu sudah bosan kita membaca kabar penjara diledakkan, dibobol, sipir dibunuhi atau narapidana kehilangan hak azasinya sendiri. Kisah tentang penjara selalu menarik untuk disimak dan mengerikan untuk dipikirkan. Alcatraz, penjara hebat tapi selalu tak sepi dari skandal. Penjara militer Guantanamo di Kuba tak kalah mengerikan. Cerita lama di penjara Nazi, penjara Kremlin, atau penjara di Korea Utara menginspirasi para pembuat film dan penulis novel untuk menjadikannya setting cerita. Di Indonesia, cerita penjara dilafazkan beda. Kini tak boleh lagi disebut penjara. Bahkan ketika zaman orde lama kelompok musik D’Lloyd merilis lagi berjudul Hidup di Bui, tiba-tiba pada zaman orde baru syairnya diperintahkan oleh penguasa untuk diganti. Lirik “apa lagi penjara tanggerang” harus diganti dengan dengan “apalagi penjara dalam perang”. Sejak itu pula kata penjara diganti juga menjadi Lembaga Pemasyarakatan. Tempat kurungan orang-orang yang melanggar hukum itu dimaksudkan (di Indonesia) tidak untuk memenjarakan orang, melainkan tempat pembinaan. Diharapkan bila sudah keluar dari penjara kelakuannya akan jadi baik. Sayangnya, tidak banyak juga fakta menunjukkan bahwa para alumnus yang sering disebut warga binaan itu yang benar-benar bertobat. Bahkan yang tadinya hanya maling ayam, ‘setamat’ dari acca-

demy of crime itu kompetensinya jadi meningkat pesat. Ia naik pangkat jadi penjamret. Tak ada yang salah, hanya keadaan yang memaksa begitu. Cerita klasik: anggaran yang terbatas, telah memaksa semua pejabat di Kementerian Hukum/ HAM angkat tangan. Biaya pengamanan dan pembinaan sangat jauh dari cukup. Entah itu pula mungkin kemarin Presiden Yuhoyono berancang-ancang hendak mengalokasikan Rp1 triliun untuk pembangunan penjara (pasti bukan kelas berbintang) Kisah pelarian dari penjara, pembobolan, perusakan, penyerangan penjara di Indonesia sama hebatnya dengan kisah dijadikannya penjara sebagai pusat pengaturan perdagangan narkotika. Maka sebenarnya, kasus pelarian dan perusakan penjara terbesar yang pernah ada di Indonesia dari penjara agaknya di Tanjung Gusta itu. Sebelumnya kisah pelarian paling dicatat sejarah adalah pelarian Johny Indo dari LP Nusa Kambangan dan pelarian penjahat legendaris Kusni Kasdut (akhirnya dieksekusi mati) Ada beberap hal yang senantiasa abai dilakukan. Pertama soal anggaran tadi, patut dan dapat dikira bahwa banyak penjara yang tingkat keamanannya sebenarnya lemah. Untung saja tidak ada yang lari lagi. Kedua terbatasnya sipir. Bila 3000an orang mesti di awasinya hanya oleh 50 orang? Jangan sesalkan kalau terjadi huru-hara. Belum lagi mental petugas yang belum ada jaminan akan tidak tergoda oleh soal sogok menyogok. Lagi-lagi itu tantangannya adalah anggaran yang terbatas juga. Lalu niatan untuk menjadikan penjara sebagai lembaga pemasya-

rakatan, pastilah memerlukan tenaga pembina pula. Tak mungkin hanya dilakukan oleh para sipir. Bayangkan saja membina mental orang-orang yang seluruhnya adalah pelanggar hukum? Saya jadi teringat cerita almarhum Aladin Banuali, mantan perampok yang tak kalah legendaris dengan Kusni Kasdut (tapi bedanya Aladin tak pernah bunuh korbannya) yang kemudian insyaf dan menjadi pengurus masjid di kampungnya. Di hari tuanya, Aladin sering curhat dengan saya, Ia menceritakan kisahkisahnya di dalam penjara di Jakarta, di Padang, di Medan dan Bukittinggi. Bagaimana ia diinsyafkan oleh Menkeh Ismail Saleh dan Menhub Azwar Anas. Menurut penuturannya, kalau dirinya hendak lari dari penjara bisa saja. Dan itu sudah pernah dilakukannya. Tapi ia benar-benar sudah insyaf. Tapi bukan penjara yang menginsyafkannya, melainkan Ismail Saleh dan Azwar Anas. Di dalam penjara, awalnya kata Aladin, tiap ada orang baru masuk selalu ditanyai oleh warga lama atau pemuka warga dalam. Kena kasus apa kok sampai masuk penjara. Apabila dijawab karena mencuri lalu uang curiannya tidak bisa dinikmati oleh si pencuri, maka dia akan ‘dihukum’ oleh para pemuka. Si pencuri dianggap goblok sebagai pencuri. Walhasil, ia yang hanya mencuri jemuran lama-lama karena bergaul dengan pencuri terkemuka, jadi dapat ilmu menodong dan merampok. Itu cerita Aladin dua puluh tahun silam kepada saya di Solok. Entahlah kalau sekarang, mungkin penjara tak lagi bernama kandang situmbin, tapi Rutan dan Lapas. Berharap kan boleh, semoga Rutan dan Lapas makin berkurang penghuninya dan alumninya makin lurus jalannya.***

Presiden SBY .................Dari Halaman. 1 menyikapi kasus kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta, Medan, Kamis (11/ 7). Seharusnya respon pemerintah lebih cepat dari media sosial, elektronik dan televisi. Pasalnya selama 10 jam pascakejadian tersebut tidak ada pernyataan resmi dari pejabat terkait khususnya Kementerian Hukum dan HAM. “Tidak harus pernyataan itu menunggu lengkapnya informasi, tidak harus segala sesuatunya dilakukan, keluarkan statement ya pemerintah sedang atasi, investigasi sedang dilakukan dan seterusnya,” tegas SBY dalam rapat itu. Meski begitu, SBY tetap menghargai langkah Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin yang terjun langsung ke Medan, Sumatra Utara untuk meninjau lokasi. “Tapi yang absen adalah official statement, pernyataan resmi supaya tidak ada kesan kita tidak lakukan langkah cepat, pembiaran dan sebagainya, kita biarkan,” tandasnya. Menjawab kemarahan Presiden Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin lempar bola kepada pemerintah daerah. Kata dia pemerintah daerah kerap tak cermat memilih tempat untuk pembangunan lembaga pemasyarakatan yang justru repotkan Kemenkumham. “Pemerintah daerah tak cermat milih tempat. Katanya mau bantu kami malah menyusahkan kami,” kata Amir Syamsuddin dalam acara diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2013). Selain harus mematangkan konsep pembangunan, kata politikus Partai Demokrat itu mengatakan, pihaknya juga dibebani dengan pengurusan lahan. Padahal, kata dia, Kemenkumham harus mengurusi hal lain. Upaya yang dilakukan saat ini adalah penyebaran foto para napi

yang kabur itu. Kepolisian menyebarkan foto dari narapidana yang kabur saat kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta, Medan, Sumatra Utara agar dikenali warga. “Akan didata ulang dan akan disebarkan foto-fotonya agar masyarakat bisa membantu dalam penangkapan,” ujar Kabag Penerangan Satuan Mabes Polri Kombes Pol Rana S Permana di Jakarta, Sabtu (13/7). Rana juga mengimbau kepada narapidana yang masih kabur segera menyerahkan diri. Hingga tadi malam sudah 94 narapidana yang kabur berhasil ditangkap kembali, sisanya masih dalam pengejaran pihak kepolisian. “Penghuni Lapas sebanyak 2.599 napi, dari 1.054 kapasitas. Yang melarikan diri ada 212. Tertangkap kembali 94, dalam pengejaran 118 orang,” ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto dalam keterangan persnya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (13/7). Copot Kalapas Sementara anggota Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan mendesak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) segera mencopot Kepala Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta. “Berani tidak, mau tidak, Menteri hukum dan HAM langsung mencopot Kanwil terutama Kalapasnya, “ ujar Trimedya Panjaitan di Jakarta, Sabtu (13/7). Trimedya mengaku mendengar sejak satu tahun lalu masalah listrik seperti mati lampu sering terjadi di Lapas tersebut. Dia pun mewanti-wanti Kemenkumham mengambil langkah kongkret dan tegas supaya kejadian serupa tidak terjadi. “Ini harus dilakukan oleh Menteri hukum dan HAM supaya menjadi efek jera copot, “ kata Trimedya. Di tempat terpisah Direktur

Eksekutif Masyarakat Hukum Indonesia (MHI), Wakil Kamal mengatakan semestinya para penjahat kelas teri tidak harus dimasukkan ke dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) atau rumah tahanan (rutan). Pasalnya ini akan mengakibatkan penghuni lapas atau rutan semakin padat. Salahsatu faktor narapidana berubah menjadi brutal adalah berlebihnya kapasitas penghuni Lapas Klas I Tanjung Gusta yang semestinya menampung 1.500 tahanan, tapi dipaksakan hingga mencapai 2.600 tahanan. “Tindak kejahatan-kejahatan ringan semestinya tidak perlu dimasukkan ke penjara. Karena ketika penjahat kelas teri masuk penjara, akan bertemu dengan penjahat kelas kakap,” ujarnya. Menurutnya ketika penjahat kelas teri bertemu dengan penjahat kelas kakap di dalam penjara akan menjadikan penjahat kelas teri semakin ingin bertindak lebih atas kejahatan yang diperbuat. Terlebih lagi, penjara di Indonesia sudah dikenal sebagai ‘Academy of Crime’ atau ruang pendidikan untuk kejahatan. Dirinya menambahkan bahwa pelanggaran tindak kejahatan ringan yang terjadi di Indonesia semestinya dapat ditampung ke pesantrenpesantren. Sementara untuk para pelanggar hukum lainnya, bisa divonis melakukan kerja-kerja sosial. Kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta, Medan, Sumatra Utara, terjadi pada Kamis (11/7/2013). Kerusuhan dilakukan para narapidana yang kesal dengan padamnya air dan listrik dari Kamis pagi. Akibat kerusuhan menjelang buka puasa tersebut, lima orang dari petugas lapas dan warga binaan tewas, ratusan napi kabur, hingga terbakarnya bangunan lapas. (h/eko/sam/inc)

Idwar Tewas ..................Dari Halaman. 1 Nyawa korban tidak tertolong karena mengalami luka yang sangat parah. Sedikitnya ada sepuluh luka robek ditemukan pada beberapa bagian tubuh korban antara lain pada dahi bagian kanan, leher bagian kanan, dada bagian kanan, tangan kanan, dan bagian pinggang. Ia menghembuskan nafas terakhirnya setelah mendapatkan pertolongan tidak terlalu lama di Rumah Sakit Umum (RSU) Lubuk Basung. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Agam AKP Albert Zai kepada Haluan mengatakan, kasus pembunuhan yang terjadi di Kampung Parit Jorong III Garagahan Kecamatan Labuk Basung itu melibatkan dua orang saudara kandung. Ia menjelaskan, peristiwa ini berawal dari pertengkaran antara Idwar Efendi (korban) dengan saudaranya tuanya Febri Jaldi

(tersangka) sekitar pukul 18.20 WIB. Pertengkaran dipicu ulah korban yang menghardik tersangka Febri Jaldi yang sedang duduk di warung milik Arkas. Korban menuduh kakaknya Febri Jaldi memarahi adik mereka Dewi. Karena tidak terima dengan hal tersebut kakaknya menjawab tuduhan Idwar Efendi. Namun menurut pengakuan Febri kepada polisi, korban justru melontarkan kata-kata kasar kepada tersangka. Bahkan, setelah keluar dari kedai Arkas, tersangka dilempari batu oleh adiknya Idwar Efendi. Dikatakan Albert, merasa tidak terima dengan perbuatan adiknya Idwar Efendi, tersangka Febri Jaldi kemudian berlari menuju rumah untuk mengambil satu buah kapak. Idwar Efendi yang juga emosi menantang tersangka untuk duel dengan tangan kosong. Tersangka

naik pitam, tidak menghiraukan ajakan korban tersebut, ia justru menggunakan kapak tersebut untuk menghantam korban. “Dua orang adik kakak ini memamng sering bertengkar. Tersangka sedikit keterbelakang mental. Oleh sebab itu, adiknya Idwar Efendi tidak terlalu segan dengan kakaknya Febri Jaldi. Dua orang ini masih berstatus lajang. Kita sudah menahan tersangka dan barang bukti,” kata Kasat Reskrim Polres Agam. Sementara Direktur Rumah Sakit Umum Lubuk Basung dr Bakhrizal mengatakan, korban meninggal dunia akibat terlalu banyak mengeluarkan darah. Luka robek yang diderita korban cukup parah. Pihak rumah sakit sudah berupaya melakukan pertologan pertama semaksimal mungkin. (h/yat)

Dalam peristiwa tersebut beruntung tidak ada korban jiwa, hanya saja mengalami luka-luka. Korban kecelakaan tersebut masing-masing Elmi Romi (50), Mardius (33), Govinda (23), Kamil (36), Ari Muliagus (26), Sawir (50), Hendrison (43), Kisman (32), Ajerman (50), Dedi Susanto (28), dan sopir bernama Septimal (40). Akibat kecelakaan tersebut, beberapa masyarakat yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan itu. Para korban tersebut, dilarikan ke Rumah Sakit Tentara (RST) Reksodiwiryo, Ganting, dan sopir mobil Grand Max dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, untuk mendapatkan perawatan. Sopir Daihatsu yang berprofesi sebagai security ini mengalami jari tangan kiri patah, Hendrison mengalami tangan kanan patah, Mardius mengalami dada memar, dan Sawir kemungkinan mengalami patah kaki, sehingga masih dirawat di rumah sakit. Sedangkan tujuh korban lain, yakni Elmi Romi, Govinda, Kamil, Ari Muliagus, Sawir, Kisman, Ajerman, dan Dedi Susanto, mengalami luka ringan, dan telah diperbolehkan pulang oleh

dokter RST Reksodiwiryo ke rumah masing-masing di Sungai Pisang. Kini kedua kendaraan tersebut telah diamanakan di Unit Laka Lantas Polresta Padang untuk ditindaklanjutinya. Begitu juga sopir truk tanki Trianto Siregar (43) dimintai keterangannya oleh polisi. Menurut Ajerman, kecelakaan itu bermula ketika dia bersama dengan sembilan rekannya yang lain hendak menuju pelabuhan Gates guna berlayar mencari ikan menggunakan kapal Puspa, dari Nagari Sungai Pisang, Kelurahan Teluk Kabung Selatan, Kecamatan Bungus Teluk Kabung. “Saat berada di tikungan, sopir kami tidak mengetahui ada tanki yang melaju dengan kecepatan sedang di lokasi karena tidak ada cermin tikungan di sana. Akibatnya, tanki itu pun langsung menghantam bagian samping kanan pick up, dan kami semua panik, ada yang melompat, ada yang terhempas di bak pick up,” jelas Ajerman, yang mengalami luka di wajahnya. Kepala Rumah Sakit (Rumkit) RST Reksodiwiryo Ganting, Letkol CKM dr, Farhaan Abdullah menyebutkan 10 orang korban kecelakaan tersebut, tiga orang diantaranya luka berat dan tujuh lainnya luka

ringan. Mereka yang menderita luka berat yakni, Hendrison (43) tangan patah, Mardius (33) luka memar dan lecet di sekujur tubuh, dan Sawir (50) diduga patah di kaki. Untuk tujuh korban luka ringan lainnya yakni, Elmi Romi, Govinda, Kamil, Ari Muliagus, Kisman, Dedi Susanto, dan Ajerman. “Tiga korban luka berat itu kini sudah ditangani oleh tim medis, dan sudah dilakukan perawatan terhadap mereka,” ungkap dr. Farhan. Sementara itu, Kanit Laka Lantas Polresta Padang AKP Eliswantri mengungkapkan, kecelakaan tersebut terjadi kemungkinan sopir Grand Max tersebut tidak mengetahui adanya truk di depannya, sehingga peristiwa itu tidak dapat dihindarkan. Kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan pengembagan lebih lanjut untuk mengungkap kasus kecelakaan itu. “Dalam kasus ini, kemungkinan sopir Grand Max ini lalai dalam mengendarai kendaraannya. Seperti, Septimal tidak memiliki SIM dan mobil tersebut bukan diperuntukan membawa penumpang, melainkan membawa barang. Kini kedua kendaraan tersebut telah diamankan untuk proses lebih lanjut,” ungkapnya. (h/nas)

Ramadan Bentuk .............Dari Halaman. 1 manusia yang dikehendaki oleh Allah SWT. Hamba yang dimuliakan, diangkat derajatnya dan dimasukkan ke dalam golongan yang beruntung, para Muttaqin. Orang-orang yang bertaqwa adalah mereka yang takut kepada Allah SWT, dan sangat berharap keridhaan-Nya. Karena itu mereka sangat berhati-hati dalam beraktivitas. Mereka haqqul yaqin bahwa Allah SWT membalas seluruh amalan yang dilakukannya. Mereka sangat mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya, memiliki semangat beribadah yang tinggi dan jelas dalam bersikap, berdayajuang tinggi dalam menegakkan kebenaran. Dengan demikian, mereka dihiasi kemuliaan akhlaq dan ukhuwah islamiyah. Itulah karakter orang-orang yang bertaqwa. Hasil perjuangan yang sungguh-sungguh atas dasar keimanan dan ilmu bagi para shaimin (orang yang berpuasa). Mengendalikan diri dan hawa nafsu dengan berpuasa di siang hari, dan memperbanyak ibadah di malam hari. Karakter yang kuat dan tangguh ini merupakan hasil training selama di madrasah Ramadhan, diantaranya: Pertama, Ramadhan mengajarkan optimisme. Karena pada bulan Ramadhan ada harapan yang ingin diperoleh. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa Ramadhan awalnya adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya selamat dari api neraka. Kedua, puasa Ramadhan mem-

biasakan orang untuk jujur dan adil. Jujur artinya ia dapat dipercaya dan tidak melakukan bentuk kebohongan sekecil apapun. Dalam hadits riwayat Bukhari Nabi Muhammad SAW bersabda barang siapa yang berpuasa tetapi tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak membutuhkan lapar dan hausnya (puasanya). Ketiga, Puasa Ramadhan membiasakan hidup disiplin. Ada aturan waktu yang sangat jelas, berpuasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Sebelumnya disunahkan untuk sahur sebelum fajar terbit. Setelah terbenam matahari kemudian berbuka puasa. Malamnya setelah sahalat Isya disunahkan untuk shalat Tarawih. Dengan demikian. Ramadhan mengajarkan disiplin dan teratur dengan rangkaian waktu yang jelas. Keempat, puasa Ramadhan membiasakan hidup bertoleransi, dan damai. Bahkan Rasulullah SAW mengingatkan ketika ada orang yang mengajak untuk bertengkar, katakan “saya sedang berpuasa”. Artinya terhadap orangorang yang jelas mengajak konflik dan memerangi saja harus mengalah, apalagi kepada orang-orang yang sama sekali tidak bermusuhan. Nabi SAW mengajarkan kita untuk menghargainya dan tetap berlaku baik. Kelima, Ramadhan mengasah kepekaan sosial. Salah satu isi khutbah Rasulullah SAW kepada

para sahabat tentang pelaksanaan puasa Ramadhan adalah “Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini”. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu penderitaan kaum dhuafa. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Dengan ikut merasakan lapar dan dahaga, akibat kekurangan makanan dan minuman, menjadikan orang akan tersentuh nuraninya untuk peka terhadap situasi sosial di sekitarnya. Keenam, Ramadhan membangun sikap bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya ibadahibadah lain selain puasa, mengharuskan pelibatan orang lain dan kontrol sosial. Seperti pelaksanaan shalat yang sangat dianjurkan untuk berjama’ah. Akan tetapi, ibadah puasa begitu rahasia, privat, dan tidak deklaratif. Bagi yang berpuasa, yang tahu hanya diri orang yang melaksanakannya dan Allah SWT, sehingga tumbuh sikap tanggung jawab. Tanggung jawab ini yang perlu ditumbuhkembangkan, terutama dalam pendidikan untuk diri sendiri dan keluarga. Baik pendidikan formal di sekolah, ataupun non formal di masjid/ mushalla, dan informal di rumah tangga masing-masing. Karena itu, mari kita mulai dengan memberi keteladanan dalam segala kebaikan. Semoga nilai karakter ini tertanam pada diri kita selama puasa dan pasca-Ramadhan 1434 H ini. Wallahu a’lam. ***

Satu Guru .....................Dari Halaman. 1 Inggris dan diobati di London. Setelah itu ia menjadi jurubicara untuk perdamaian dan dengan lantang menyuarakan hak-hak anak untuk pendidikan dan bebas dari ketertakanan dan ketakutan. Karena itu dalam pidatonya di PBB 12 Juli itu, Malala Yousafzai, yang ditembak di kepala oleh Taliban untuk mempromosikan pendidikan bagi anak perempuan di Pakistan, mendesak para pemimpin dunia untuk memberikan wajib belajar gratis bagi setiap anak. “Mari kita mengambil buku dan pena,” kata Malala pemimpin muda dari 100 negara di Majelis Pemuda Bangsa di New York. “Mereka adalah senjata kita yang paling ampuh. Satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena bisa mengubah dunia. Pendidikan adalah satusatunya solusi,” serunya. Malala, menyatakan bangga bisa mengenakan selendang yang dulunya milik Benazir Bhutto, berbicara dengan suara tenang dan percaya diri saat ia menyampaikan pidato pertamanya sejak dia ditembak di sisi kiri kepalanya 9 Okt ober tahun silam dalam perjalanan pulang dari sekolah di Lembah Swat Pakistan. Dalam sambutannya, ia ingat bagaimana para penyerang telah menembak teman-temannya. “Mereka mengira bahwa peluru akan membungkam kami,” katanya, “tetapi mereka gagal.” Seperti rekan-rekan saya, Taha Siddiqui dan Declan Walsh melaporkan, militan Taliban telah memperlihatkan kekerasan mereka terhadap pendidikan anak perempuan di Pakistan barat laut, menyerang lebih dari 800 sekolah di wilayah itu sejak 2009. Dia disambut oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. Dia

MALALA YOUSAFZAI memperkenalkan Malala ke majelis pemuda. “Dengan menargetkan Malala, ekstremis menunjukkan apa yang mereka paling takuti: seorang gadis dengan sebuah buku,” kata Mr Ki-moon. “Malala menyerukan kita untuk menepati janji. Berinvestasi pada orang muda dan menempatkan pendidikan pertama” Gordon Brown, mantan perdana menteri Inggris dan sekarang utusan khusus PBB untuk pendidikan global, juga memperkenalkan Malala dan membantu mengatur acara Hari Malala di PBB di Twitter dan akhirnya ribuan orang mengupdate serta berbagi pidato Malala dengan hashtag # malaladay. Dengan rendah hati dalam pidatonya gadis itu menekankan bahwa “Malala Day bukan hari saya” tapi “hari setiap wanita, setiap

anak lelaki dan perempuan yang telah mengangkat suara mereka untuk hak-hak mereka.” “Ribuan orang telah tewas oleh teroris dan jutaan telah terluka,” katanya. “Saya hanya salah satu dari mereka. Jadi di sini aku berdiri, seorang gadis di antara banyak gadis lainnya di dunia. Saya berbicara bukan untuk diri sendiri tetapi bagi mereka yang tanpa suara. “ Dia juga menekankan bahwa ia tak memiliki keinginan untuk membalas dendam terhadap Taliban atau kelompok teroris lainnya. “Aku bahkan tidak membenci Taliban yang menembakku,” kata Malala Yousafzai. “Bahkan jika ada pistol di tangan saya dan dia berada di depan saya, saya tidak akan menembaknya.” (h/eko/nyt)

>> Editor : EKO YANCHE EDRIE

>> Penata Halaman : Syahrizal


8

MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

PROPERTI Menata Teras Rumah UNTUK menata teras, perlu diperhatikan beberapa hal : * Agar lebih nyaman dan indah, material untuk teras seperti lantai, dinding, maupun plafonnya sebaiknya berbeda dari ruangan lain. Untuk lantai, pilihlah bahan yang tidak licin karena berada di luar rumah dan sering terkena hujan. Materialnya bisa dari kayu, keramik, atau batu alam. * Jika teras tidak terlalu luas, maka pemilihan furnitur dan perabot pendukung perlu diperhatikan. Pilihlah furnitur yang tidak terlalu besar ukurannya. Kalau furniturnya besar ruang semakin sempit. * Jika aktivitas di dalam rumah tidak terlalu padat, teras bisa ditata dengan corak yang sederhana. Tatanan seperti ini lebih cocok dengan situasi rumah dibanding penataan yang kompleks dan rumit. * Jika ukuran teras luas, penataannya bisa dengan gaya yang atraktif. Misal dengan gaya tropikal, natural, atau komposisi padat. Beberapa gaya ini bisa meminimalkan kesan kaku yang biasanya tampil di rumah. * Jika Anda hobi mengoleksi berbagai benda antik atau barang seni, tidak ada salahnya untuk memajang benda-benda tersebut di teras rumah. Selain untuk memperindah, hal itu juga bisa memperlihatkan karakter pemilik rumah. Selain di depan dan belakang, teras juga bisa dibangun di samping rumah jika memang ada lahan yang tersisa. Di mana pun letaknya, teras perlu ditata sedemikian rupa agar terlihat cantik dan indah. Kesan indah pada teras bisa mempengaruhi kesan rumah secara keseluruhan. (h/*)

Renovasi Teras Rumah ANDA terlanjur membangun rumah sedemikian rupa dengan model lama, sehingga ketinggalan mode minimalis sekarang! Tak usah khawatir. Cukup dengan merenovasi bagian teras, rumah anda akan terlihat cantik minimalis sesuai trend saat ini. Teras rumah merupakan bagian luar dari bangunan rumah. Kehadirannya me-

rupakan satu kesatuan dari seluruh bentuk rumah. Maka, bentuknya pun harus dibuat

sedemikian indah karena mencerminkan keindahan rumah secara utuh. Sebagai ruang perantara lingkungan dalam dan luar rumah, karakter teras sama dengan karakter ruang dalam. Ada dua jenis teras, yaitu depan dan belakang. Teras depan sebagai tempat untuk menyambut tamu karena itu bentuknya ditekankan sisi estetisnya. Sementara teras belakang bersifat privat sehingga bentuknya dibuat untuk

menampung kegiatan keluarga atau menyalurkan hobi seperti melukis, membaca koran, minum the di sore hari, atau bercengkaram dengan keluarga. Di teras depan, seseorang sering menerima tamu yang berkunjung. Karena itu, bagian ini menjadi sangat penting dan perlu ditata agar tampak lebih indah dan cantik. Luas teras bervariasi tergantung luas rumah secara keseluruhan. Jika rumah luas dan

memiliki sisa tanah yang cukup, maka biasanya ruang untuk teras juga cukup luas. Teras bisa berbentuk ruangan setengah terbuka, atau ruang datar yang luasnya 1Ă—2 m2 yang hanya berisi beberapa kursi. Luas dan bentuk teras sangat tergantung kebutuhan dan kebiasaan pemilik rumah. Yang jelas, karena fungsinya penting bagi sebuah rumah maka teras perlu penataan indah dan cantik. (h/renovasi)

>> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman :Habli


9

MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

Lahm Berusaha Adaptasi Strategi

OLAHRAGA

MUNICH, HALUAN — Kapten Bayern Munich Philipp Lahm mengatakan timnya sedang berusaha keras untuk mengimplementasikan ide dari pelatih baru Pep Guardiola. Seperti yang diketahui, eks pelatih Barcelona tersebut mengambil alih posisi Jupp Heynckes yang membawa tim Bavaria itu meraih Treble Winners musim lalu. Dan Lahm mengatakan Guardiola memberi polesan pada gaya bermain tim, dan bukan merubah secara total. "Pep Guardiola memiliki ide pemikirannya sendiri," ujar pemain berusia 29 tahun tersebut kepada Sky Sports News. "Dia mengharapkan beberapa hal dari kami, seperti bagaimana kami bergerak atau umpan kami dan pergerakan posisi tim." "Kami harus bekerja keras untuk memoles itu dalam beberapa pekan ke depan, tetapi ini hanya tentang hal-hal kecil. Kami tidak mengubah total sepakbola kami."(h/net)

Gol Ibra Menangkan Swedia SOLNA, HALUAN — Swedia meraih kemenangan 2-0 atas Kepulauan Faroe di laga lanjutan Kualfikasi Piala Dunia 2014 zona Eropa grup C. Dua gol Swedia dicetak bomber andalannya, Zlatan Ibrahimovic. Dalam pertandingan di Friend Arena, Solna, Selasa 11 Juni 2013 (Rabu dinihari WIB), Swedia tampil mendominasi. Tim Skandinavia itu membuka keunggulan di menit 36 melalui aksi Zlatan Ibrahimovic. Tendangan menyilang pemain Paris Saint Germain itu merobek gawang Kep Faroe. Unggul 1-0 di babak pertama, Swedia terus melancarkan tekanan di interval kedua. Namun, mereka harus menunggu jelang bubar untuk menggandakan keunggulan lewat titik putih pada menit 82. Ibrahimovic yang ditunjuk menjadi eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Skor 2-0 bertahan hingga bubar. Meski memetik kemenangan, Swedia belum masih tertahan di peringkat tiga mengemas 11 poin. Swedia kalah produktivitas gol dari Austria yang menampati posisi dua. Kekalahan ini membuat Kep Faroe masih berstatus sebagai juru kunci dengan tanpa raihan poin.(h/net)

Agen Judi Ancam Pemain Malaysia KUALALUMPUR, HALUAN — Sindikat judi bola di Malaysia mengancam akan membunuh beberapa pemain tim Liga Malaysia (Liga-M) jika mereka tidak mengikuti arahan sindikat tersebut untuk mengatur hasil pertandingan. Menurut sumber dalam tim Liga-M yang dikutip berbagai media lokal di Kuala Lumpur, para pemain itu kini hidup dalam ketakutan. "Mereka menerima ancaman bunuh karena tidak mau mengikuti arahan sindikat. Namun mereka ragu-ragu membuat laporan polisi karena khawatir keselamatan diri dan keluarga," begitu bunyi sumber internal seperti dilansir dari bola.net Ketua Pemeriksaan dan Pemantauan Persatuan Sepakbola Malaysia (FAM) Tan Sri Aseh Che Mat mengatakan, sesuatu lebih serius perlu dilakukan demi keselamatan pemain dan olahraga sepakbola di Tanah Air. "Jika ada pemain Liga Malaysia menerima ancaman bunuh, laporkan segera ke pihak berwenang. Ini perkara serius. Jika benar dakwaan itu saya minta pemain bersangkutan membuat laporan polisi," ucap Tan Sri Aseh Che Mat. Che Mat yang posisinya di FAM bertugas menangani gejala mengatur hasil pertandingan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia dan polisi menegaskan akan mengusut kasus ini lebih mendalam. "Kita akan usut kasus ini dengan lebih mendalam sebelum keselamatan mereka makin terancam," katanya. (h/net)

Pellegrini Terus Buru Pemain Berposisi Striker MANCHESTER, HALUAN — Setelah mendatangkan Fernandinho dan Jesus Navas, Man. City masih akan berencana untuk mendatangkan sejumlah pemain baru di

bursa transfer musim panas ini. Diungkapkan Manuel Pellegrini, setidaknya skuatnya butuh sejumlah pemain baru lagi untuk bisa dikata-

kan ideal. "Saya pikir sangat penting bisa memiliki skuat yang sangat reguler," kata Pellegrini kepada City TV. "Saya sudah mengatakan sebelumnya, kami membutuhkan dua pemain di setiap posisi. Kami membutuhkan dua atau tiga pemain lebih, tapi kami tak terburu-buru." "Kami membutuhkan striker, penyerang. Membandingkan dengan skuat musim lalu, sekarang kami tak lagi memiliki Balotelli dan Tevez. Mereka striker sangat penting dan kami harus menggantikan mereka, jadi kami akan berusaha mendatangkan setidaknya satu striker," tandasnya. "Kami masih terus berusaha. Kami punya waktu sepanjang Juli dan juga sebelum Liga dimulai. Kami akan berusaha mendatangkan pemain secepat mungkin, tapi kami tak berusaha membuat kesulitan."(h/net)

SETELAH mendapatkan Fernandinho, pelatih Manchester City, Pallegrini masih memburu striker, menyusul keluarnya Ballotelli dan Carlos Teves. NET

>> Editor : Rahmatul Akbar

>> Penata Halaman :Syamsul Hidayat


OLAHRAGA

10

MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

Indonesia Targetkan Tiga Besar YOGYAKARTA, HALUAN — Meski masih buta peta kekuatan lawan, tim Indonesia menargetkan lolos tiga besar di kejuaraan bola basket 2nd South East Asia Basketball Association (SEABA) U-16 Qualifying Championship for Men 2013. Kejuaraan yang akan digelar di GOR Amongraga Yogyakarta mulai tanggal 14-18 Juli ini diikuti oleh 5 negara ASEAN: Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand dan tuan rumah Indonesia. "Kita masih belum tahu kekuatan lawan, hanya saja untuk Filipina saya kira masih tetap nomor satu," ungkap Ketua Umum PP Perbasi, Anggito Abimanyu kepada wartawan seusai pertemuan teknik di The Sahid Rich Hotel Jogja di Jl Magelang, Sabtu (13/7/2013). Menurut dia, pada kejuaraan yang sama tahun 2011 di Banting, Malaysia, posisi tiga besar ditempati Filipina, Malaysia dan Indonesia. Tiga besar yang lolos dari kejuaraan ini akan mewakili Asia Tenggara untuk mengikuti kejuaraan FIBA Asia U-16 yang akan digelar di Teheran, Iran, pada akhir bulan September hingga awal Oktober 2013. "Semua kekuataan musuh sama. Tidak ada yang diunggulkan dan tidak ada satu pun pemain naturalisasi. semua pemain adalah anak-anak kelas 3 SMP dan kelas 1 SMA," katanya. Sementara itu, manajer timnas basket U 16, Christine Gono menambahkan timnas U16 ini dibentuk setelah ada seleksi/kejuaraan di Surabaya, Jawa Timur. Sebanyak 12 pemain yang dipersiapkan ini adalah hasil pemantauan pemain selama tiga tahun mulai kejuaraan usia 14, 15 dan 16 tahun. Dari 12 pemain ini ada satu pemain yang mengalami cedera yakni M. Firdhan Maulana, yang mengalami cedera saat latih tanding di Bandung.(h/net)

KALAH — Setelah hanya bermain imbang 00 di Solo, Timnas U23 akhirnya kalah 0-1 dari singapura saat berujicoba di negeri Singa itu. NET

DIPERSIAPKAN UNTUK SEA GAMES

Timnas Kalah di Singapura SP Bakal Bertarung Menpora Cup?

Predosa Absen di Sesi Latihan SACHSENRING, HALUAN — Dani Pedrosa takkan mengikuti sesi kualifikasi MotoGP Jerman, Sabtu (13/7/2013) malam WIB. Belum diketahui apa ia masih bisa melaju dalam balapan, Minggu (14/7) besok. Pemimpin klasemen sementara MotoGP yang membela tim Repsol Honda itu terjatuh dari motornya dalam sesi latihan bebas ketiga di Sachsenring, Sabtu (13/7) sore WIB. Pedrosa kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan. Hasil dari rangkaian itu belum diketahui, tetapi untuk sementara ia dipastikan absen dari kualifikasi yang juga dihelat pada hari ini. "Dani Pedrosa menunggu hasil dari pemeriksaan medis terkini di rumah sakit Chemnitz dan akan absen dalam sesi kualifikasi," jelas Crash melansir keterangan MotoGP. Mengutip pernyataan Dr Charte dari Repsol, Crash menambahkan, "Pedrosa tak mendapatkan cedera internal. Ada sedikit retakan di tulang selangka. Kami harus melihat hasil pemindaian lagi." Jika nantinya dinyatakan bugar untuk membalap, Pedrosa akan bisa start dari posisi 12 meskipun absen dalam kualifikasi. Ini dikarenakan waktunya dalam sesi latihan bebas membuatnya otomatis dapat tempat di Q2.(h/net)

PADANG, HALUAN — Semen Padang (SP) FC disebut-sebut akan diajak dalam turnamen Menpora Cup yang diikuti delapan tim terbaik Indonesia, Malaysia dan Australia yang akan dilaksanakan di Malang September mendatang. Sayangnya, jadwal turnamen ini tak menguntungkan Kabau Sirah, karena bersamaan dengan jadwal perempat final AFC Cup. Dari informasi yang dikumpulkan Haluan dari beberapa berita online, jadwal pelaksanaan turnamen ini dilaksanakan 9-21 September 2013. Sementara jadwal perempat final AFC Cup yang dilakoni Semen Padang, adalah 17 dan 24 September 2013. “Secara lisan, kita sudah dihubungi panpel Menpora Cup. Namun, jadwalnya

bertabrakan dengan Jadwal AFC Cup. Kita akan coba cari solusi terbaik untuk itu karena turnamen ini bisa dikaitkan dengan persiapan tim ke AFC. Tapi tetap saja, harus diformulasikan lagi agar tujuan besar di AFC Cup, tak tersandung,”kata Media Officer Semen Padang FC, Ronny J Suhatril yang dihubungi Haluan, kemarin. Dikatakan Ronny, jika ini bisa direalisasikan, akan lebih menguntungkan dibanding sekedar ujicoba dengan tim Thailand atau Malaysia. Pemain, katanya, bisa kembali tune in dengan iklim kompetisi dan diharapkan berpengaruh besar bagi persiapan tim menuju Asia. “Kita upayakan yang terbaik,”ujarnya. Dari situs kompas.com, Media

Officer Arema, Sudarmadji menyebutkan tim peserta dari Indonesia seperti Arema Indonesia selaku tuan rumah, Persipura Jayapura, Persib Bandung dan Sriwijaya FC. "Kemungkinan 4 besar dari ISL. Ditambah 4 klub lainnya seperti Semen Padang, dua lagi dari liga Malaysia dan satu dari Australia," katanya. Menurut Sudarmaji, untuk klub dari Malaysia, sampai saat ini masih tanda tanya, klub apa yang akan ikut. "Namun untuk tim dari Australia kemungkinan besar Brisbane Roar," kata Sudarmaji. Sementara itu mengenai pembagian klub yang akan berkompetisi, sejauh ini belum ada informasi. "Yang jelas, Arema sudah siap jadi tuan rumah. Kita akan serius melaksanakan event ini," akunya. (h/mat)

Jacksen Ingin Ujicoba dengan Vietnam Hongkong dan Filipina JAKARTA, HALUAN — Sebelum melawan China di kualifikasi Piala Asia bulan Oktober mendatang, Pelatih tim nasional Indonesia Jacksen F. Thiago sudah mengusulkan beberapa lawan untuk ujicoba. Vietnam, Hong Kong, dan Filipina masuk daftar kandidat. Jacksen mengusulkan dua laga ujicoba, masing-masing pada bulan Agustus dan September. Dia menyebutkan beberapa alasan pemilihan ketiga tim tersebut. "Saya sudah kasih usul. Saya pilih karena ada kemiripan," ujarnya dalam konferensi pers di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (13/4/2013). "Kami berpikir lawan-lawan yang

punya karakter. Yang kami pikir punya kemiripan dengan China juga." "Selain itu pilih lawan yang kirakira setara sehingga bisa menaikkan kepercayaan pemain juga. Tidak cuma yang lebih kuat sehingga nantinya malah dipukul-dipukul lagi," ucapnya. Jacksen pun memanfaatkan laga melawan Arsenal, Minggu (14/7) besok, sebagai ajang untuk coba-coba taktik sekaligus memantau kemampuan pemain. Dia menginginkan para pemainnya tidak banyak bermain dengan umpan-umpan jauh, melainkan berani memainkan bola dari kaki ke kaki.(h/net)

JACKSEN F. THIAGO

SINGAPURA, HALUAN — Tim nasional Indonesia U-23 menelan kekalahan saat menghadapi Singapura U-23 dalam laga ujicoba. Tim 'Garuda Muda' kalah dengan skor 0-1. Bertanding di Stadion Jalan Besar, Singapura, Sabtu (13/7/2013) malam WIB, Singapura sudah mendapat hadiah penalti saat laga memasuki menit kesembilan. Wasit menunjuk titik putih setelah Shahfiq Ghani dijatuhkan di kotak penalti oleh Syahrizal. Shahfiq yang menjadi eksekutor melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Bola gagal diantisipasi oleh Andrytani dan Singapura unggul 1-0 atas Timnas U-23. Timnas U-23 beberapa kali mengancam gawang Singapura lewat Yosua Pahabol. Namun tendangannya di menit ke-15 bisa digagalkan oleh kiper Singapura, sementara tendangan bebasnya di menit ke-38 measih membentur tiang gawang. Hingga turun minum, tak ada gol tambahan yang tercipta. Skor 1-0 untuk keunggulan Singapura bertahan sampai babak pertama usai. Sembilan menit babak kedua berjalan, Bayu Gatra dijatuhkan di kotak penalti Singapura. Namun tak ada penalti untuk Timnas U-23 karena wasit tak menilainya sebagai sebuah pelanggaran. Peluang Indonesia lewat Ahmad Alfarizi di menit ke-72 belum membuahkan hasil. Sundulannya menyambut sebuat sepak pojok masih bisa dihalau oleh pemain belakang Singapura. Di masa injury time, kans Rudi Setiawan juga gagal menghasilkan gol untuk Timnas U23. Sepakannya dari dalam kotak penalti usai menerima umpan terobosan dari Bayu Gatra masih melambung di atas mistar gawang Singapura. Hingga laga usai, tak ada gol lagi yang tercipta. Skor 1-0 untuk keunggulan Singapura U-23 tetap bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.(h/net)

APRILIA KARTINA, ANAK GUNUNG DENGAN SEGUNUNG PRESTASI

Hadiahkan Rumah Senilai Rp 100 Juta Untuk Keluarga

PIA saat berlibur di kampung halamannya pekan lalu SETELAH sukses meraih emas pada nomor 1500 meter di ASEAN School Games dan Asean Youth Athletic Championship, di pundak Aprilia Kartina tertumpang harapan pelajar Indonesia untuk meraih sukses pada Asian Youth Games Championship yang akan berlangsung di Nanjing, China, Agustus mendatang. Di perhelatan yang sama tahun sebelumnya di Yakutia, Rusia, ia sukses menggenggam medali emas di nomor 1500 meter. Sukses Pia tak datang begitu saja. Sejak masih

duduk di bangku sekolah dasar di SD 05 Tj Aru, Kecamatan Luak, ia sudah menjadi pilihan sekolahnya untuk bertarung di berbagai perlombaan, terutama lomba lari. Keberhasilannya menjadi yang terbaik di Kecamatan Luak, membuat gadis kelahiran 21 April 1997 itu masuk dalam radar pelatih atletik bertangan dingin asal Limapuluh Kota, Priadi K. Setelah duduk di bangku SMP, tepatnya di SMP 2 Kec Luak, bakat alamnya sudah mulai diasah Priadi, akrab

disapa bang Predi. Ia terus menggembleng anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Darmiwati dan Astril ini. Hasilnya,ia masuk dalam tim atletik Sumbar ke ajang Porwil saat masih berusia 14 tahun. Di Porwil yang berlangsung di Batam, Pia sukses meraih emas. Medali yang kemudian diganjar pemerintah provinsi Sumbar dengan bonus senilai Rp50 juta, membawa ia jadi jutawan belia, dari keringatnya sendiri. Setelah itu, bonus-bonus hasil sukses yang diraihnya sejak mulai berlari di bentangan pematang sawah kampung halamannya terus mengalir, mulai dari bonus medali perunggu di PON XVIII Riau hingga bonus Porprov XII di Limapuluh Kota, tahun lalu. Hasilnya, bonus itu ia kumpulkan untuk membangun rumah orang tuanya di kampung. “Pia buek an rumah untuk urang tuo. Alhamdulillah,” katanya saat berbincang dengan Haluan. Ditanya berapa nilai bantuannya ke orang tua, ia menyebut bantuan itu sudah mencapai seratusan juta rupiah. Sebuah penghargaan untuk orang tua dari anak

yang masih belia. Pia sudah memberikan bakti untuk ayah ibunya, saat anak seusianya masih jadi tanggungan orang tua. Pengorbanan Pia untuk menjadi yang tercepat itu tak semudah yang dibayangkan. Sejak usia 15 tahun, ia sudah berpisah dari keluarga. Pia, harus menetap di Jakarta guna mengikuti program Pelatnas bersama senior-

seniornya di cabang olahraga atletik. Gundah gulana akan rindu kepada orang tua, benar-benar ia pendam. Untung teknologi komunikasi menjembatani kerinduannya kepada keluarga di kampung. Awal Ramadan ini, ia berkesempatan kembali menginjak ranah bundo di Sikabu-kabu sana, sebuah kampung yang berjarak 4 jam dari ibukota

provinsi Sumbar, Padang. Sayang, waktunya terbatas. Hanya sepekan Pia bisa berkumpul bersama orang tua, serta kakak dan adiknya. Sejak Jumat (12/7) kemarin, ia sudah kembali ke kawan chandradimuka atlet pembela negara. Goresan rindu, ia pesannya di status bbmnya. Tapi ia harus tegar untuk berangkat, demi mimpinya untuk bisa bertarung

di ajang sekelas Olimpiade, dimana ratusan atlet terbaik dunia, bertarung berada cepat. “Pia sangat ingin tampil di olimpiade. Untuk nasional, Pia ingin menggantikan peran Rini Budiarti asal DKI yang lama menguasai nomor ini,” kata satu-satunya atlet Sumbar yang masuk dalam program Satlak Prima (Program Indonesia Emas) ini. „ Rakhmatul Akbar

APRILIA KARTINA, tersenyum sumringah dengan medali emas yang diraihnya pada SEA Youth Athletic Championship yang berlangsung di Ho Chi Minh, Vietnam, pertengahan Juni lalu. PASI SUMBAR

>> Editor : Rahmatul Akbar

>> Penata Halaman : Jefli


MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

PENDIDIKAN

11

STMIK INDONESIA

Ciptakan Tenaga Handal, Profesional, dan Memiliki Jiwa Kewirausahaan STMIK Indonesia merupakan sekolah tinggi management Informatika dan Komputer yang terakreditasi BAN-PT dengan status Akreditasi B. Berdiri sejak 4 juni 1986 dqan berubah nama pada tahun 1990 dengan AMIK Akademi Manajemen Informatika dan Komputer. Pada tahun 2002 berubah nama dengan STMIK Indonesia dengan ketua Yayasan Irman Gusman. Saat ini STMIK Indonesia sedang menerima mahasiswa baru tahun ajaran 2013-2014 kelas reguler dan kelas Mandiri, khusus bagi mahasiswa yang telah bekerja dengan program studi S1 Sistem Informasi. Program ini dirancang untuk menyiapkan tenaga analis dan perancangan sistem informasi yang handal, profesional memiliki kewirausahaan dan mengembangkan sistem informasi dengan menerapkan teknologi Informasi. Dengan kompetensi Web Design, Multimedia Computer, Networking Computer, Database Administrasion (DBA), kata Drs Rajab, MPd Pembantu Ketua II Bidang Adm dan Keuangan. Dia menambahkan, mahasiswa akan mendapatkan fasilitas ruang belajar yang berudara sejuk dengan sarana belajar menggunakan In-Focus, ruang Teleconference, Laboratorium Multimedia, Laboratorium komputer Pemrogramanan Visual dan My SQL, labor komputer dengan fasilitas Wireless dan Internet.

Selain itu mempunyai Wireless gratis di area kampus sebagai pustaka digital, laboratorium perangkat keras sistem operasi dan jaringan (LAN), perpustakaan lengkap, nyaman, bersih menggunakan teknologi Informasi, Aula Serbaguna, Sarana Olahraga dan lain sebagainya. Sementara itu, H. Dahniel Dahlan, SE Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan menyatakan, Keunggulan dari STMIK Indonesia adalah staf pengajar terdiri dari akademisi dan praktisi pendidikan S2 dan S3 dari dalam dan luar negeri. Fasiltas lengkap, memiliki LAN (Local Area Network) dalam mengelola data akademik dan keuangan, memiliki lapangan olahraga dalam lokasi kampus, memberikan beasiswa dan kampus terletak ditengah kota, mudah terjangkau dengan transportyasi umum dengan lingkungan yang tenang, strategis dan representatif. Saat ini STMIK Indonesia membuka pendaftaran mahasiswa/i baru di Jalan Khatib Sulaiman dalam nomor 1 Padang dengan nomor telepon (0751)7056199, 7058325.

Gedung STMIK Indonesia

Pimpinan STMIK Indonesia Padang

Pimpinan STMIK saat memandu acara mahasiswa

Para mahasiswa saat belajar diluar gedung STMIK Indonesia

Wisudawan dan Wisudawati STMIK Indonesia

Mahasiswa saat debat dan bedah visi-misi calon presiden BEM STMIK Indonesia

Mahasiswa saat dilabor komputer

Pemimpin Umum: H. Basrizal Koto WPU / Penanggungjawab: Zul Effendi, Pemimpin Redaksi: Yon Erizon Pemimpin Perusahaan: Indra Helmi

Terbit Sejak 1948 Pendiri H. Kasoema

Redaktur Pelaksana: Ismet Fanany MD Redaktur Pelaksana: Syamsu Rizal

Penerbit: Litbang & Online Media: Eko Yanche E PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP Koordinator Minggu: David Ramadian No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 Koordinator Liputan: Rudi Antono 1985 tanggal 19 November 1985. Manajer Cetak: Mardius Caniago

Direktur Haluan Media Group: H Desfandri. Dewan Redaksi : H. Basrizal Koto, H. Desfandri, H. Hasril Chaniago, Zul Effendi, Yon Erizon, Indra Helmi, Ismet Fanany MD, Eko Yanche Edrie, Syamsu Rizal, Sekretaris Redaksi: Silvia Oktarice, Redaktur: Afrianita, Atviarni, Dodi Nurja, Nova Anggraini, Rahmatul Akbar. Asisten Redaktur: Devi Diani, Meidella Syahni, Reporter Padang: Ade Budi Kurniati, Nasrizal, Perwakilan Bukittinggi: Haswandi (Plt Kepala) Jon Indra (Non-Aktif), Syamsuardi S, Ridwan, Pariaman/Padang Pariaman: Dedi Salim, Trisnaldi, Payakumbuh/Limapuluh Kota: Zulkifli, Syafril Nita, Sri Mulyati, M Siebert, Pasaman:Atos Indria, Ahdi Susanto, Welina, Agam: Miazuddin, Kasra Scorpi, Padang Panjang: Iwan DN, Rian Syair, Tanah Datar: Yuldaveri, Emrizal, Aldoys, Pasaman Barat: Suryandika, M. Junir, Gusmizar, Pesisir Selatan: Sabrul Bayang, M. Joni, Haridman, Kabupaten Solok/ Kota Solok: Syamsuardi Hasan, Riswan Jaya, Alfian, Almito, Marnus Chaniago, Solok Selatan: Icol Dianto, Sawahlunto: Fadilla Jusman, Sijunjung: Elfa Fuadiansyah, Azneldi, Dharmasraya: Maryadi, Ferry Maulana, Biro Jakarta: Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: Moralis, Biro Kepri: M Sahdan Tim Kerja Usaha: Efri Hanter (Kabag Sirkulasi), Yursil Masri (Manajer Keuangan), Andiyanto (Koord Asongan), Yunasbi (Kabag Iklan), Tata Letak/Desain: David Fernanda, Nurfandri, Rahmi, Syamsul Hidayat, Jefli, HRD : Desmasari, Umum : Nurmi, Kasir : Desy, TI : Teguh. ,Pra Cetak : Sawal Marjuni HRP, Mai Hendri, Cetak : Mardianto (Koordinator), Afandi, Rudi Kurniawan, Jecky Jekcson. Haluan Media Group: CEO H.Basrizal Koto, Direktur: H Desfandri. Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Iklan dan Sirkulasi: (0751) 4488700, Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: haluanpadang@gmail.com, redaksi_haluan@yahoo.com, website: http/ harianhaluan.com, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp78.000, Harga eceran Rp3.500,- Tarif iklan: Tarif Iklan: Display FC halaman satu: Rp50.000/mm kolom, Display BW halaman satu: Rp35.000/ mm kolom, Display halaman dalam FC: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam BW: Rp17.500/mm kolom, Iklan SC :Rp25.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat FC: Rp15.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat BW: Rp10.000/mm kolom, Dukacita: Rp10.000/mm kolom, Iklan kolom (maks 300 mmk) FC: Rp15.000, Iklan Kolom (maks 300 mmk) BW: Rp10.000, Advertorial FC: Rp40.000/mm kolom, Advertorial BW: Rp25.000/mm kolom Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, Bank Nagari Cabang Utama Padang Rek No: 1008.0103.00009.1 PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http://www.harianhaluan.com

>> Editor : Ade Budi Kurniati

>> Penata Halaman : Habli


GO GREEN

12

MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

Pelurusan Muara Selamatkan Ekosistem Pantai NORMALISASI Muara Batang Kambang di Kampung Pasar Gompong, Nagari Kambang Barat, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan memberikan dampak terhadap penyelamatan ekosistem di kawasan muara tersebut.

NORMALISASI Muara Batang Kambang di Kampung Pasar Gompong , juga menjadi tempat hiburan bagi masyarakat setelah pulang bekerja Kepala Dinas PSDA Pessel Yusdi menyebutkan, proyek pelurusan Muara Batang Kambang telah selesai dilaksanakan menggunakan dana APBN. Maka pelurusan itu membawa dampak sangat besar terhadap keselamatan kawasan muara. “Sebelum dilakukan pelurusan Muara Batang Kambang, pintu muara selalu mengalami perubahan. Pintu muara tidak tetap sama sekali, hal ini berakibat sangat buruk terhadap keselamatan apa saja yang ada di muara,” katanya. Muara Batang Kambang memiliki tumbuhan yang

patut dijaga. Misalnya pepohonan manggrove. Jumlah pohon manggrov sangat banyak dan cukup luas disini, namun selama ini pepohonan manggrov sering rusak akibat berubahnya pintu muara. “Manggrove memiliki peranan sangat penting untuk menjaga kawasan pinggir pantai, namun dulu sering rusak akibat berubahnya pintu muara. Supaya tidak rusak atau punah ia perlu dijaga,” katanya menjelaskan. Disebutkan Yusdi, selain manggrove, juga terdapat berbagai jenis pohon lainnya, misalnya nibung (palm) muara. Meski terbatas kebera-

daannya juga perlu diselamatkan. Selanjutnya, akibat tidak permanennya Muara Batang Kambang selama ini, juga mengakibatkan rusaknya kawasan pemukiman diareal sebelum muara. Selain merusak rumah warga, maka dulu juga telah terjadi kerusakan sebuah sekolah dan sarana ibadah. “Atas dasar itulah, Muara Batang Kambang perlu diluruskan dan dibuat permanen. Muara Batang Kambang saat ini telah selesai dibangun dengan membuat tebing dari susunan bebatuan besar hingga menjorok kedalam laut,” katanya. Selain itu, pemerrintah juga membuat pengaman dari di pinggir muara dari Jembatan Pasar Gompong hingga ke Pintu Muara. “Tujuannya supaya tidak terjadi lagi pengikisan tebing,” katanya. Sementara itu Walinagari Kambang Barat Nurlison mengatakan, semenjak Muara Batang Kambang di luruskan dan dibuat permanen juga berdampak pada keindahan muara. Bahakan semenjak beberapa bulan terakhir, Muara Batang Kambang tumbuh menjadi kawasan objek wisata. Dengan demikian, keberadaan Muara Batang Kambang juga telah menambah kawasan objek wisata pantai di nagari tersebut. Jadi menurutnya, selain untuk menjaga ekosistim pantai dan kawasan muara, Nagari Kambang Barat telah mempersiapkan kawasan itu untuk berbagai iven. “Yang jelas, apapun kegiatannya tidak mengganggu keutuhan ekosistem pantai dan muara,” katanya. (Haridman Kambang)

WARGA menikmati pemandangan di lokasi normalisasi sungai Pelurusan Muara Selamatkan Ekosistem Pantai

KEBAKARAN LAHAN

Perusahaan Malaysia akan Dituntut

ASAP yang timbul akibat pembakaran lahan dan hutan di Rupat, Riau PEMERINTAH Indonesia diberitakan akan segera mengajukan tuntutan kepada unit perusahaan yang tergabung dalam Kuala Lumpur (KL) Kepong Berhard, sebuah konglomerasi Perusahaan Perkebunan Malaysia yang beroperasi di Indonesia. Seperti yang diberitakan oleh World Bulletin, PT Adei Plantations, sebuah unit lokal anak perusahaan dari KL Kepong di Riau, Indonesia akan dituntut atas praktek pembakaran lahan yang menyebabkan kabut asap yang terjadi di wilayah Indonesia, Singapura dan Malaysia pada bulan lalu. Namun hingga saat ini, perusahan tetap menyangkal telah melakukan kesalahan. Grup KL Kepong telah menyatakan bahwa perusahaan telah memiliki kebijakan zero burning dan kebakaran berada di luar konsesinya. Kuala Lumpur Kepong Berhard sendiri adalah salah satu perusahaan multi nasional yang berinduk di Malaysia yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan khususnya karet dan kelapa sawit. Dari

sekitar 250.000 hektar yang dikuasai oleh perusahaan ini, maka 56% atau 139.126 hektar lahan berada di Indonesia, yang tersebar di berbagai wilayah di Sumatera, Belitung dan Kalimantan. “Mereka akan dikenakan biaya ganti rugi akibat kerusakan lingkungan yang terjadi,” demikian Kadiv. Humas Polri Ronny Franky Sompie. Polisi sedang menyelidiki empat perusahaan lain karena dicurigai terlibat dalam kebakaran tetapi belum diidentifikasi nama-namanya. Dalam hukum yang berlaku, seorang individu bersalah memulai kebakaran hutan bisa menghadapi hukuman penjara hingga 10 tahun dan denda hingga Rp 10 miliar (US$ 1 juta). Sebuah perusahaan bersalah dapat dituntut dan dijtuhi hukuman mulai dari keuntungan yang disita, ditutup operasinya dan dituntut untuk kerusakan yang ditimbulkannya. Sebuah penyelidikan lain yang dilakukan oleh Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) menyatakan tidak menemukan bukti bahwa KL Kepong, anggota kelompok

RSPO, bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran. “RSPO telah menyatakan KL Kepong bersih dalam masalah ini. Kami telah membuat laporan ke pihakpihak terkait dan kami berdiri dengan pernyataan kami,” kata Roy Lim, direktur perkebunan perusahaan. Kebakaran Lahan di Riau Seperti sebelumnya yang dilaporkan oleh Mongabay kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Riau, seperti dikutip dalam laporan World Resources Institute (WRI) dan Eyes on the Forest, maka setengah dari sebaran titik api yang terekam pada saat puncak kebakaran hutan terjadi di kawasan konsesi yang dimiliki oleh perusahaan kelapa sawit dan perusahaan HTI/ bubur kertas. Dampak kebakaran hutan yang terjadi pada tahun ini disebut-sebut merupakan yang terburuk sejak 16 tahun yang lalu. Rekor PSI (Pollutant Standard Index—Indeks Standar Polutan) yang ada di Singapura telah terpecahkan dan telah mencapai angka baru, yakni 401 (Berbahaya)

pada 21 Juni 2013. Batas angka yang sehat untuk ditempati oleh manusia adalah antara angka 51 hingga 100 PSI, sementara antara 101 hingga 200 adalah kondisi tidak sehat. Selebihnya, jika mencapai 201 hingga 300 sudah memasuki kategori sangat tidak sehat. Diatas angka itu, sudah masuk zona ‘beracun’. Hal yang sama juga terjadi di Semenanjung Malaysia, polusi udara juga mencapai angka tertinggi sepanjang masa, yang menyebabkan Perdana Menteri Najib Razak menyatakan situasi tanggap darurat di dua distrik yang berada di negara bagian Johor yaitu Muar dan Ledang pada 23 Juni 2013. Dalam sepuluh tahun terakhir, propinsi Riau di Sumatera merupakan propinsi yang paling banyak menerima perluasan industri sawit di Indonesia. Masalah kebakaran lahan dan hutan merupakan permasalahan yang paling sering terjadi di Riau akibat konversi hutan dan lahan gambut untuk kepentingan perkebunan, pertanian dan pemukiman. (h/mby)

WALIK BENJOL

Si Cantik Berdahi Mutiara Jingga WALIK benjol (Ptilinopus granulifrons), bisa jadi termasuk salah satu burung yang paling kurang dikenal dalam perjagadan burung di Indonesia dan dunia. Burung ini termasuk dalam family besar Columbidae atau suku dari beragam jenis merpatimerpatian. Catatan ilmiah terakhir untuk jenis ini diberikan hampir 20 tahun yang lalu oleh Lambert (1994) dan Linleys (1995). Dalam serial kerjasama antara Burung Indonesia dan Mongabay-Indonesia kali ini, kami menilik lagi berbagai catatan, dan walik benjol diketahui merupakan jenis endemik Pulau Obi. Pulau dengan luas sekitar 2.500 kilometer persegi ini, atau kurang dari setengah luasnya Pulau Bali, berada di wilayah paling selatan Kepulauan Maluku Utara yang merupakan bagian dari kawasan Wallacea. Untuk mencapainya, cara paling mudah adalah dengan memulai perjalanan dari pelabuhan di Ternate (kota terbesar di Maluku Utara) dengan kapal kayu selama 18 jam menuju pelabuhan Jikotamo di Obi. Walik benjol berukuran 24 cm atau sejengkalan tangan manusia Indonesia dewasa dengan dominasi hijau di sekujur tubuhnya. Kepala abu-abu cerah dihiasi benjolan pada pangkal paruh atas menambah kecantikan burung ini. Paruh kuning kehijauan berhias “benjol” mutiara jingga tampak manis di dahinya. Dua garis abu-abu juga melintang di masing-masing

sayapnya. Di bagian perut tampak lingkar besar merah marun hampir memenuhi perut dan di bagian tunggir kuning cerah bercampur coret-coret vertikal gelap. Sulit membedakan antara individu jantan dan betina. Namun beberapa literatur menyebutkan bahwa sang betina lebih memiliki paruh yang kehijauan. Selain itu sang betina meliliki warna iris mata yang kuning, sedangkan jantan berwarna merah. Dalam literatur juga disebutkan jenis ini pernah dijumpai paling tinggi pada ketinggian 550 m dpl. Namun, hasil survey yang dilakukan Burung Indonesia menunjukkan bahwa walik ini berhasil dijumpai pada ketinggian 35 meter di atas permukaan laut (m dpl). IUCN, lembaga konservasi dunia, menggolongkan walik benjol ini dalam peringkat Vulnarable (rentan) secara global. Sebaran alami yang terbatas ditambah dengan rusaknya habitat alami merupakan ancaman serius kelestarian jenis ini. Hingga kini masih belum diketahui pasti jenis makanan, informasi berbiak, sebaran pasti walik benjol di Pulau Obi dan sekitarnya. Termasuk juga jumlahnya. Walik merupakan burung cantik. Mengapa ada nama benjol di belakang nama resminya, tentu saja sesuatu yang unik. Akan lebih indah dan romantik, bila kita memanggilnya “walik berdahi-mutiarajingga”. Boleh kan?. (h/mby)

BURUNG Walik Benjol >> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Habli


MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

ANAK DAN KELUARGA

13

RONA ALMOS DAN KELUARGA

Berbagi Peran Mengasuh Anak dengan Suami NARASI DAN FOTO : OSNIWATI Setiap wanita mendambakan keluarga yang harmonis. Hidup bahagia dan penuh gelak tawa. Sesibuk apapun di luar rumah, keluarga tetap nomor satu. Ada kerinduan untuk berkumpul dan bertemu seluruh anggota keluarga. Sehingga waktu berkumpul dengan keluarga, menjadi sangat berharga dan dinanti-nanti. Dan hal itu pun tentu menjadi harapan Rona Almos dan keluarganya. Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (Unand) ini selalu disibukkan dengan rutinitasnya. Mengajar dan memberikan bimbingan kepada para mahasiswanya. Masih ditambah kegiatan lain yang juga menyita waktunya. Harapannya tentu agar sang mahasiswa nanti bisa meraih sukses setelah menamatkan pendidikannya. Meski jadwal wanita karir

ini cukup padat dan melakoni berbagai kegiatan lainnya, kewajibannya sebagai ibu dan sebagai istri tidak pernah terlupakan. Ibu dari Davin Aretha Azka ini, menjalani semuanya itu dengan hati riang. Termasuk bolak-balik setiap hari dari Kampus Unand di Limau Manis ke kediamananya di Taruko, Padang. “Seorang istri itu, meski di rumah saja mengurus suami dan anak, maka pengabdiannya sudah sangat luar biasa dan ditambah pahala yang didapat dari Tuhan. Akan tetapi alahgkah baiknya kalau kita bisa menjalankan peran ibu dan istri itu serta sebagai pendidik dengan penuh tanggung jawab. Apalagi mendidik atau mengajar itu ilmu yang sangat dianjurkan dalam agama kita,” papar Rona Almos. Istri dari Sofinaldi ini juga tidak menampik kemungkinan kalau dirinya juga merasakan capek dalam menjalankan rutinitas itu. Yang terpenting menurut Rona, membagi porsi dari masing-masing kegiatan itu. “Sebagai istri saja itu pekerjaan yang sudah luar biasa, apalagi ditambah sebagai wanita karir. Akan tetapi yang pasti hidup di

zaman sekarang ini harus bisa merefleksikan ilmu yang kita dapatkan dibangku kuliah dulu. Rasanya kalau tanpa rutinitas yang beraneka ragam itu, tidak ada tantangan bagi saya. Hanya saja memang butuh kejelian dalam membagi waktu,” jelas Rona lagi. Lulusan Magister Udayana Bali yang memiliki keahlian di bidang bahasa atau linguistik ini, membuat dia mencintai bahasa Indonesia dengan baik. Begitu juga dengan mencintai suami dan anaknya. Sehingga menurut Rona, waktu mengurus anak dan suaminya benar-benar dikerjakan dengan sendiri. Apalagi si buah masih balita, yang membutuhkan benar perhatiannya. Dan sampai hari ini, semua masih bisa dilakukan dengan baik, membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan. Dan

yang disyukurinya, sang suami sangat mendukung pekerjaan dan kegiatan lain yang dilakukannya. Termasuk dalam mengurus si buah hati, sang suami tak segan-segan ikut membantu. “Kalau untuk mengasuh Davin itu saya lakukan berdua dengan suami. Tidak ada istilah ini kerja saya, ini kerja suami. Ketika Davin rewel sewaktu saya memasak, maka pekerjaan saya diambil alih oleh suami. Kerja sama seperti itu dalam keluarga merupakan kebahagian yang tidak ternilai harganya,” kata

Rona berbinar. Diakuinya, tidak ada wanita karir yang bisa menggapai sukses tanpa dukungan penuh dari suami dan keluarga. Semua wanita bisa bekerja dan yang menghabiskan di luar rumah, semua berawal dari keikhlasan suami dan keluarga. “Saya bisa seperti ini karena dukungan suami dan keluarga. Untuk itu kehadiran mereka sangat membantu mimpi-mimpi saya terus menggapai cita-cita luhur saya sebagai tenaga pendidik,” tutup Rona. (***)

M.REINHARD IBENZENA

Suka Pelihara Ikan Halo teman-teman.. namaku Mohammad Reinhard Ibenzena. Panggil aja aku Sena ya. Aku lahir di Payakumbuh, 19 Februari 2008. Jadi umurku baru 5 tahun. Aku anak pertama dari Papa Aditya Mohammad dan Mama Silvia Oktarice. Aku punya adik laki-laki lo teman-teman, namanya Darren umurnya baru 1,5 tahun. Tapi Aku senang banget becanda sama adikku. Teman-teman… Aku sekarang sekolah di TK Angkasa Lanud Tabing. Hobiku menggambar, main games, nonton film, dan main bola. Dirumah aku punya peliharaan ikan dan kura-kura lo teman-teman. Tiap hari aku kasih makan biar mereka gak kelaparan kalau aku tinggal. Kalau teman-teman mau main kerumahku, datang aja aku tinggal di Jalan Bandar Olo I No 12 Padang. (***)

DAVIN ARETHA AZKA

Ingin Jadi Diplomat Selamat pagi teman-teman…Selamat menunaikan ibadah puasa ya bagi abang dan kakak yang sedang berpuasa. Soalnya, aku belum puasa nih, maklum masih kecil. Kalau sudah besar nanti, aku akan berpuasa. Oh ya, perkenalkan namaku Davin Aretha Azka. Aku biasa disapa papa Sofinaldi dan mama Rona Almos dengan panggilan Davin. Kalau sudah besar nanti, aku ingin menjadi diplomat. Aku ingin berkeliling negaranegara di dunia. Pasti asik kan? Bagi teman-teman yang ingin kenal, boleh datang ke rumah ku di Taruko, Padang. Atau tanya sama mama juga boleh, karena mama adalah dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (Unand). (***) >> Editor : Devy Diani

>> Penata Halaman : Rahmi


SOBAT

14

MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

SISKA ATIQAH NAHDA

Bercita-cita Menjadi Pramugari Laporan:

OSNIWATI

FRANZ FERDINAND

Keluarkan Single Terbaru

LUGU, cerdas tampil apa adanya dan terkesan cuek itulah gambaran Siska Atiqah Nahda yang saat ini sedang menuntut ilmu di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 13 Sungai Bangek Lubuak Minturun, Padang. Biasa disapa Chika oleh teman-temannya. Sobat Haluan edisi Minggu ini (14/7) memang masih lugu, walaupun sudah menginjak kelas XII dan sebentar lagi akan masuk ke universitas. Dara kelahiran 6 November 1996 ini belum pernah mengenal cowok lebih dekat. Baginya semua cowok itu dianggab teman, sehingga dia akan marah kalau didekati oleh cowok yang mulai salah mengartikan pertemanannya. “Rasanya tidak enak saja kalau pertemanan itu disalah artikan dengan yang lain. Apalagi saya menyukai organisasi di sekolah, dan dimanapun saya berada. Jadi, saya berprinsip kalau merubah pertemanan jadi lain itu salah, dan tidak bagus untuk pertemanan ke depan,” papar dara yang pendiam ini. Murid yang mendalami Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam itu juga menyukai pelajaran yang butuh kete-

litian, misal Matematika dan Fisika. Sebab, dara yang tinggal di Jalan Sungai Sirah Nomor 15 Gor H. Agus Salim ini teliti termasuk menjaga barang-barang miliknya. Sehingga pelajaran yang butuh ketelitian bisa dengan mudah ia selesaikan. “Kesannya memang lambat ya, tetapi saya memang teliti dalam mengurus apapun. Termasuk dalam pelajaran,” tutur Chika. Tergabung ke dalam Orientasi Siswa Inter Sekolah (OSIS) yang menjabat sebagai anggota dan sering bergelut dengan keuangan, dipercaya untuk memegang jabatan tersebut, karena teman-temannya percaya dengan sikap yang dimilki oleh Chika. Sehingga setiap ada kegiatan yang berhubungan dengan uang pun jika akan diberi wewenang, di kelasnya pun Chika menjabat sebagai bendarahara. Untuk menambah pengalaman organisasinya Chika menambah skillnya dengan mengikuti training-training. Supaya ke depan cewek manis tersebut tidak gagap dalam melanjutkan apa yang dia suka dan dia cita-citakan. “Rasanya kalau ikut organisasi itu seperti melatih diri dalam keluarga besar. Sehingga kita tahu apa yang

dimau oleh orang lain. Bagi saya prestasi itu tidak harus dalam bentuk sertifikat ataupun dalam bentuk piagam. Kalau skill atau sikap kita sombong dan tidak bisa paham dengan orang lain, buat apa piala dan piagam yang bejibun,” paparnya. Walaupun begitu, Chika tidak akan senang kalau tidak mendapat peringkat di kelasnya. Baginya peringkat di kelas walaupun tidak menduduki yang pertama tetap dipertahankan. Sehingga cita-cita untuk masa depan cewek semampai tersebut bisa tercapai. Yakni ingin menjadi seorang pramugari yang profesional. Anak dari pasangan H. Safaruddin dan Hj. Rosmawati itu, memang ingin sekali bercita-cita menjadi pramugari. Cita-cita tersebut juga didukung tubuhnya yang tinggi dan ketelitiannya dalam bersikap. (h/*)

BAND indie rock kebanggaan Glasgow, Franz Ferdinand merilis sebuah single baru. Lagu berjudul Right Action ini dirilis pertama kali secar aresmi di Zane Lowe's Radio 1 kemarin malam (27/6). Single yang diproduseri oleh Hot Chip's Joe Goddard dan Alexis Taylor ini bakal menjadi salah satu komposisi album baru mereka, RIGHT THOUGHTS, RIGHT WORDS, RIGHT ACTION yang mulai dirilis pada 26 Agustus mendatang. Ini bakal menjadi album keempat band yang pernah meraih penghargaan di Brit Awards ini. Terakhir mereka merilis album berjudul TONIGHT: FRANZ FERDINAND pada tahun 2009. Kembali ke single Right Action, Franz Ferdinand tidak banyak mengubah karakter mereka. Kocokan gitar dan sound Alex Kapranos dan Nick McCarthy masih khas seperti sebelumnya. Franz Ferdinand adalah grup musik rock Inggris yang dibentuk di Glasgow, Skotlandia. Nama mereka diambil dari nama Archduke Franz Ferdinand dari Austria, yang pembunuhannya menyebabkan perang dunia pertama. Anggota Franz Ferdinand adalah Alexander Kapranos (vokal, gitar utama), Robert Hardy (bass, dan backing vokal), Nicholas McCarthy (gitar, keyboard, backing vokal), dan Paul Thomson (drum, backing vokal). Album perdana mereka yang bernama Franz Ferdinand (dirilis pada tahun 2004) mencapai nomor tiga di chart album Inggris dan memenangkan penghargaan Mercury Music Prize tahun 2004. Tahun berikutnya, album kedua mereka, You Could Have It So Much Better mencapai nomor satu. Sejauh ini Franz Ferdinand telah merilis delapan single, sebuah double single dan dua single khusus video musik, di mana "Take Me Out," "The Dark of the Matinée," "This Fire" (di chart download) dan "Do You Want To" semua menempati peringkat sepuluh teratas di Inggris. Franz Ferdinand dikenal sebagai band Skotlandia namun sebenarnya hanya sang drummer, Paul Thomson, yang lahir di sana. Anggota yang lain semua lahir di Inggris kemudian akhirnya pindah ke Skotlandia. Alex lahir di Almondsbury, Gloucestershire Selatan; Nick di Blackpool, Lancashire; dan Bob di Bradford, Yorkshire. (h/net/wkp)

Lirik

RIGHT ACTION I come home, practically all is nearly forgiven Right thoughts, right plans, right action Almost everything could be forgotten Right thoughts, right plans, right action How can we leave you to a Saturday night On a Sunday morning, good morning But sometimes, wish you were here, weather permitting Right thoughts, right plans, right action This time, same as before, Ill love you forever Right thoughts, right plans, right action How can we leave you to a Saturday night On a Sunday morning, good morning Sometimes, wish you were here, weather permitting Right thoughts, right plans, right action Right thoughts, right plans, right action Right thoughts, right plans, right action Right thoughts, right W;lans, right action Right now >> Editor : NASRIZAL

>> Penata Halaman : Habli


KOMUNITAS

MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

IKATAN Dokter Indonesia wilayah Sumbar hadir di sebuah seminar.

15

MENJELANG sumpah jabatan

IKATAN DOKTER INDONESIA SUMBAR

Wadah untuk Menampung Aspirasi Dokter Laporan:

OSNIWATI

BERFOTO seusai pelantikan IDI wilayah Sumatera Barat.

PESERTA IDI menyimak penuturan dari IDI Pusat.

Prof. Dr. I Oetama Marsis, Sp, OG ketua IDI Pusat melantik IDI wilayah Sumbar

IKATAN Dokter Indonesia (IDI) merupakan satu–satunya organisasi profesi yang menghimpun para dokter di Indonesia. Sebagai ikatan profesi sarjana di bidang kedokteran, IDI berkewajiban untuk ikut serta dalam pembangunan negara dan bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan meningkatkan derajat kesehatan rakyat Indonesia sesuai yang diamanahkan dalam amandemen Undang–undang Dasar (UUD) 1945, yang tertuang dalam Sistem Kesehatan Nasional. Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat Prof. Dr. I Oetama Marsis, Sp, OG, mengatakan, seharusnya pemerintah menganggarkan 5 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Tetapi pada saat ini, baru terealisasi sebesar 2,1 persen. Begitu juga dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) hanya terealisasi sebesar 6 hingga 7 persen saja, yang seharusnya 10 persen. “Padahal pemerintah sudah mengatakan anggaran yang paling besar itu di bidang kesehatan dan pendidikan. Tetapi kenyataan di lapangan, baru ditemukan 2,1 persen yang terealisasikan. Ini terlihat pemerintah belum serius untuk menyehatkan masyarakat Indonesia,” ujar Oetama Marsis. Oetama Marsis menambahkan, kurangnya dukungan pemerintah juga terlihat dari sarana dan prasana yang ada di rumah sakit maupaun yang ada di kampus kedokteran. Sehingga hal ini juga berdampak kepada kualitas dokter Indonesia. Dijelaskannya, dalam sejarah para dokter merupakan unsur penting dalam perjuangan bangsa Indonesia salah satunya adalah dr. Soetomo, yang merupakan pelopor kebangkitan nasional melalui pendirian organisasi Boedi Oetomo. Saat ini, dalam mempertahankan eksistensi perjuangan dalam organisasi Ikatan Dokter Indonesia. Para dokter berusaha untuk meningkatkan derajat

DOKTER yang ada di kecamatan menyanyikan lagu Indonesia Raya, ketika pelantikan IDI wilayah Sumbar kesehatan rakyat Indonesia, melakukan pengembangan berkelanjutan terhadap ilmu kesehatan, dan ilmu kedokteran yang merupakan tujuan organisasi. IDI wilayah Sumbar merupakan perwakilan Pengurus Besar IDI pada tingkat Propinsi di Sumbar. Pengurus IDI wilayah

m e m i l i k i tanggung jawab besar dalam kemajuan organisasi yang dipimpinnya, terutama dalam koordinasi dengan IDI cabang yang berada di Sumbar. Kepengurusan IDI wilayah Sumbar periode tahun 2013–

2016 merupakan kepengurusan baru yang diharapkan menjadi suatu organisasi yang dapat menampung seluruh aspirasi seluruh dokter di Sumbar, dapat menyelesaikan segala permasalahan dokter, dan meningkatkan kerjasama dengan instansi terkait untuk tercapainya

tujuan IDI. Ikatan Dokter Indonesia wilayah Sumbar merupakan wadah untuk menampung aspirasi dokter. Mulai dari meningkatkan mutu dan kualitas dokter sampai kepada finasial dokter. Namun, yang harus terus

dijaga adalah kode etik dokter yang wajib diketahui oleh semua profesi dokter, serta menjunjung tinggi kemanusian sesuai dengan tujuan dari profesi dokter sendiri. Ketua Ketua IDI wilayah Sumbar terpilih Prof. Dr. H. Menkher Manjas, SpB. Sp. OT menyebutkan, akan melakukan pemerataan dokter yang selama ini belum ditugaskan secara tepat. Kadang ada di puskesmas tidak terdapat dokter. “Langkah awal yang kita lakukan dalam waktu dekat ini adalah memeratakan penempatan dokter yang belum tertata dengan baik. Sehingga masih terdapat di puskesmas terpencil kekurangan dokter,” terang Menkher Manjas. Kemudian, kata Menkher Manjas, intensif dokter yang belum memenuhi standar kelayakan dokter, perlu diusulkan penambahan intensif lagi. “Mungkin selama ini orang beranggapan bahwa dokter mempunyai gaji yang tinggi. ini terbukti dari masih rendahnya dana intensif dokter yang diterima, saat ini sebesar Rp1,2 juta. Kita berharap ke depan bisa lebih ditingkatkan lagi, karena

dokter dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas diri,” ujarnya. Melalui tujuh petisi yang telah disampaikan kepada pihak Pemerintah Provinsi Sumbar (Gubernur dan Ketua DPRD) dalam Hari Bakti Dokter Indonesia yang ke–105 yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2013 diikuti 500 dokter yang tersebar di seluruh Sumbar. Ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik bagi kepengurusan IDI wilayah Sumbar dalam melakukan koordinasi dengan IDI cabang, dan pengurus besar IDI, serta pemerintah propinsi. Yang saat ini jumlah anggota IDI cabang se–Sumbar berjumlah kurang lebih 1.500.000 anggota dokter yang terdiri dari cabang Padang, cabang Padang Pariaman, cabang Padang Panjang. Kemudian cabang Pasaman, cabang Pasaman Barat, cabang Bukittinggi, cabang Tanah Datar, cabang Payakumbuh, cabang Sijunjung, cabang Dharmasraya, cabang Sawahlunto, cabang Pessel, cabang Kota Solok, cabang Solok Selatan, cabang Kabupaten Solok, dan cabang kabupaten Agam. (h/*)

>> Penata >> Editor Halaman : Nasrizal : Rahmi


16

MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

OTOMOTIF Hyundai i15 akan Gantikan i10 PRODUSEN otomotif asal Korea, Hyundai juga memperbaharui produknya di kelas city car. Seperti halnya i10 bakal diganti dengan i15. Indonesia akan menjadi salah satu negara yang akan menjadi pasar bagi Hyundai i15. “Kami sedang menunggu Hyundai i15. Jika bisa kami rakit di Indonesia,” kata Mukiat Sutikno, Vice President Hyundai Mobil Indonesia. Konsep Hyundai ix-Metro disebut oleh banyak media internasional sebagai calon Hyundai i15. Desainnya unik. “Kami ingin ix-Metro menjadi sesuatu yang berada di luar dunia ini. Kami mengambil inspirasi dari NASA dan filmfilm sci-fi karena pesawat ruang angkasa secara universal dipahami simbol kemajuan dan inovasi,” ungkap Rogelio J. Flores, chief designer proyek ix-Metro. “ix-Metro ditujukan bagi masyarakat kota yang trendy, gemar berpetualang dan pencari kesenangan.” Mobil hybrid listrik ini dipersenjatai dengan mesin 1,0 liter, 3-silinder, direct injection, dual CVVT, turbo, dan transmisi kopling ganda 6-speed. Isyunya jika nanti diproduksi akan dibekali mesin 1,2 liter. ix-Metro didesain oleh Global Design Team di Namyang Korea. Ini merupakan konsep ke5 yang dikerjakan oleh Tim. (h/dpc)

SANTA FE CRDI 4X4

SANTA FE CRDI 4X4

SUV Mewah Hyundai EMPUKNYA pasar otomotif tanah air menjadi rebutan produsen otomotif terkenal. Ini terlihat tak hanya mobil keluarga low MPV saja yang laris manis, namun keluerga menengah ke atas sudah mulai beralih ke jenis SUV. JAKARTA, HALUAN – Tak dapat dipungkiri, mobil keluarga tujuh penumpang kelas low Multi Purpose Vehicle (MPV) seperti Avanza, Xenia dan Ertiga laris manis di tanah air. Seiring meingkatnya pasar otomotif dan kecanggihan teknologi otomotif, pemilik MPV pun mulai naik kelas dengan menunggangi mobil jenis Sport Utility Vehicle (SUV) seperti Honda CR-V, Mazda CX-5, Nissan X-Trail dan Hyundai Tucson. Tak mau ketinggalan, produsen asal Korea ini juga mengembangkan produk terbarunya Hyundai Santa Fe ke Indonesia. Dikutip dari dapurpacu.com, adalah Hyundai Santa Fe CRDi 4×4 akan mewarnai keluarga Hyundai Santa Fe di Indonesia. Hyundai Santa Fe CRDi 4×4 akan tampil secara resmi di Indonesian International Motor Show 2013. Meski demikian, saat ini Hyundai Mobil Indonesia telah

menjual 10 Santa Fe CRDi 4×4. Posisinya akan berada paling atas dari keluarga Santa Fe di Indonesia. Saat ini Hyundai Indonesia memiliki Santa Fe 2.2 CRDi 4×2 (diesel) dan Santa Fe 2.4 MPI 4×2 (bensin). Di bawah bonnet bersemayam mesin diesel commonrail generasi ketiga 2,2 liter VGT (variable geometry turbo) yang mengasilkan tenaga 197 hp pada 3800 rpm dan torsi 445 Nm pada 18002500 rpm. Dikencani oleh transmisi otomatis 6-speed. Santa Fe CRDi 4×4 dilengkapi dengan berbagai fitur keselamatan termasuk rem ABS dan EBD. Dan, yang lebih menarik adalah Fleex Steer, di mana pengemudi bisa memilih 3 mode karakter setir: Comfort, Normal dan Sport. Untuk harga SantaFe CRDi 4×4 diprediksi sekitar Rp 635 juta. Jika Anda berminat tak ada salahnya lari ke showroom Hyundai terdekat. (h/dpc)

Santa Fe Bensin Siap Saingi CR-V TAK hanya Santa Fe CRDI 4x4, Hyundai Mobil Indonesia (HMI) juga tengah berpersiap memasarkan Hyundai Santa Fe 2.4L MPI untuk memperkuat posisi di segmen SUV di Tanah Air. Wakil Presiden HMI Mukiat Sutikno mengatakan, Hyundai Santa Fe 2.4L MPI akan melengkapi varian diesel Hyundai Santa Fe 2.2L CRDi, yang diperkenalkan sejak tahun lalu. Namun dia belum bisa menjawab kepastian tanggal peluncuran rival dari Honda CRV dan Toyota Fortuner tersebut. Mukiat juga mengatakan bahwa harga Santa Fe bermesin bensin tersebut sangat kompetitif mengingat desain, teknologi, dan fitur-fitir yang dimiliki. “Harganya lebih murah dari CRDi, yakni Rp 421 juta,” tambahnya. Hyundai Santa Fe 2.4L MPI dipersenjatai mesin bensin Theta II 2,4 liter 4-silinder MPI. Dengan tenaga mencapai 176 hp, model ini dilengkapai transmisi otomatis 6-speed, yang diklaim memberi manfaat pada efisiensi bahan bakar. Santa Fe MPI juga dilengkapi beberapa fitur menarik, seperti panoramic sunroof, ECO Drive, AC otomatis dual zone, 2 airbag, rem ABS+EBD. Sementara fasilitas tujuh bangku diyakini akan menjadi daya tarik bagi konsumen Indonesia. (h/dpc)

>> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman : Habli


17

MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

TREN

Trend Hijab Ala Dian Pelangi BUSANA muslim atau hijab kini sudah sangat mengikuti perkembangan mode. Desainer busana muslim dengan gaya yang fashionable pun banyak bermunculan untuk memberikan alternatif cara berbusana dengan ciri khas mereka. Salah satu desainer busana muslim yang cukup populer di kalangan hijabers karena gayanya adalah Dian Pelangi. Cara Memakai Jilbab

Paris Ala Dian Pelangi – Salah satu ciri khas yang dihadirkan Dian dalam setiap rancangannya adalah gaya yang feminin, playful, dan warna-warna pelangi yang cerah. Inspirasi untuk merancang busana ini diakui Dian diperoleh dari banyak hal, salah satunya dari lingkungan sekitar saat sedang berlibur ke berbagai tempat.

Dari tempat-tempat yang dikunjunginya, pemilik nama lengkap Dian Wahyu Utami ini juga mengumpulkan gaya berhijab yang unik, cantik, dan simpel. Kekagumannya pada perkembangan busana muslim di dunia ternyata memberinya ide untuk membukukan gaya berhijab orang-orang yang dilihatnya di jalan (street style). Maka, meluncurlah buku

pertamanya, Hijab Street Style. Cara Memakai Jilbab Paris Ala Dian Pelangi – Buku ini memaparkan gaya berhijab sehari-hari para muslimah di kota besar di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Di dalam buku terdapat foto-foto para hijabers, dan interaksi percakapan dengan mereka. Uniknya, semua model yang ditampilkan dalam buku bu-

kanlah model yang di-setting untuk pemotretan. Mereka merupakan model-model dadakan dari berbagai kalangan yang dianggapnya mampu menjadi contoh, dan mampu mengaktualisasikan diri sebagai seorang muslimah yang santun namun tetap trendi. Figur yang ada dalam buku ini juga tidak hanya dipilih berdasarkan penampilannya saja. Dian memastikan, pakaian

yang mereka kenakan tetap memudahkan langkah mereka untuk tetap beraktivitas dengan nyaman dan percaya diri. Melalui 600 gaya busana berhijab yang dihadirkan dalam buku ini, Dian berharap bisa menjadi inspirasi banyak perempuan muslimah untuk berbusana dengan elegan, santun, nyaman, namun tetap modis. Dian pelangi yang muda dan cantik ini berbagi kepada

kita tentang cara memakai jilbab kerudung ala dian pelangi yang mudah dan simple. Style ini merupakan style favorit dian dimana kita bisa temui dian sering memakai jilbab dengan ciri khas tampilnya 1 antinganting di sebelah kiri telinga berpadu dengan ciput berokatnya. Walaupun style ini dia ciptakan udah setahun yang lalu, tapi tidak ada salahnya kami re-share kembali.

Cara Memakai Jilbab Paris Ala Dian Pelangi 1. Yang diperlukan, ciput, bros/ anting, jarum pentul, jilbab segiempat atau kerudung paris 2. Kenakan ciput dahulu, lipat kerudung menjadi segitiga dan kenakan seperti biasanya, 3. Tarik sebagian kerudung bagian kanan ke bagian kiri ke arah ciput dekat bagian telinga 4. pin it 5. Dan akan terlihat seperti ini

1

2

5

6

3

4

6. Tarik sisa bagian kerudung sebelah kanan ke bagian belakang 7. Dan pasang peniti/jarum pada ciput/inner untuk menutup leher dan rambut yang masih terlihat di bagian belakang 8. Dan sisi kerudung bagian kiri biarkan menjuntai 9. Atau bisa disampirkan ke bahu bagian kanan

9

7

8

>> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Habli


AKSEN

18

MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

Soraya Larasati Berhijab Ada yang berbeda dari penampilan Soraya Larasati. Ia kini tampil dengan pakaian yang tertutup dan mengenakan hijab. Dorongan menutup aurat sebenarnya sudah ada sejak dirinya belum menikah. Donny sang suami menganjurkannya

memakai hijab. “Dari dulu ingin dan suami juga dorong sejak sebelum menikah. Dia bilang ‘kalau bisa pas sudah menikah ntar pakai hijab ya’. Tapi aku maunya atas kesadaran dan ini mungkin waktu yang tepat,” kata pemain film Bukan Pocong Biasa itu. Berhijab memang baru saja dijalaninya. Dorongan suaminya itu akhirnya menjadi nyata setelah buah hatinya, Dafa Danendra Amaldi Sulaeman lahir. “Baru banget. Pengalaman ini baru mau sebulan dan tepatnya sejak lahiran sih. Singkat, padat, tepat,” katanya, saat ditemui di Gerberra Room, Hotel Mulia, Jakarta Pusat, pada Kamis (11/7). Semenjak melahirkan, pemain sinetron Kisah Kasih di Sekolah itu merasa jalan yang dilaluinya menjadi dipermudah dan tidak ada halangan. Begitupun saat dirinya hendak memperdalam keyakinannya yang selalu mendapatkan jalan yang lapang. “Habis melahirkan merasa penuh berkah. Banyak jalani yang enggak gampang dan sepertinya ada yang kurang. Tapi aku banyak dikasih petunjuk, dikasih buku, juga ceramah Jumat. Mungkin itu pertanda, jadinya aku coba,” ujar wanita kelahiran 11 Juni 1986 itu. (h/trn)

CHIKA JESSICA

Trauma Pacaran dengan Anak Band CHIKA Jessica mengaku trauma berat berpacaran dengan anak band. Perselingkuhan mantan pacarnya, Ade Govinda masih meninggalkan luka dalam hatinya. “Trauma banget. Tadinya sebelum pacaran sama dia, aku suka bilang kalau anak band gimana gitu. Tapi dia

bilang enggak semua anak band begitu,” tutur Chika seperti dikutip Tribunnews. com dari Tabloidnova.com. Saat diemuidi kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (11/7) malam, bintang film Merantau ini menga takan langsung percaya ucapan Ade. Apalagi saat men-

dekatinya, Ade menunjukkan sikap yang baik. ”Aku percaya sama dia karena dia baik. Cuma ternyata nyatanya kayak gitu juga, aku agak trauma. Tapi aku enggak men-judge anak band seperti itu semua sih,” tandas Chika. (h/trn)

GILBERT MARCIANO

Berupaya Keras Perankan Muslim Film ‘Bismillah, Aku Mencintaimu’ yang dibintangi oleh Gilbert Marciano dan Ghea D’Syawal akan tayang pada 18 Juli 2013. Gilbert pun merasa ada tantangan peran saat memainkan karakternya di film tersebut. Meski dirinya adalah non Muslim, Gilbert merasa tidak ada masalah yang berarti saat memerankan tokoh Egi, seorang pecandu narkoba yang akhirnya belajar melafalkan kata-kata Islam. “Ini adalah tantangan dalam seni peran dan murni karena kecintaan terhadap dunia ini. Saya berusaha keras agar mampu melafalkan kata-kata dalam Islam dengan logat yang benar sesuai dengan tuntutan skenario. Saya berharap akting saya dapat

memuaskan penonton tanah air,” kata Gilbert dalam siaran persnya, Jumat (12/7/2013). Bintang sinetron ‘Inikah Rasanya’ itu menuturkan bermain di film tersebut menjadi pengalaman berkesan dan tentunya menambah jam terbangnya di dunia seni peran. “Tak bosan-bosan saya selalu memperdalam kemampuan akting saya agar sesuai dengan arahan sutradara dan skenario dan menampilkan akting yang natural,” tuturnya. Sementara itu, Ghea yang berperan sebagai Fatimah, mengatakan dirinya merasa gembira dapat berpartisipasi dalam film tersebut. “Saya pribadi merasa terhormat dipercaya dapat

mengisi salah satu karakter di film `Bismillah, Aku Mencintaimu’ produksi RK 23 Pictures ini. Saya berusaha m e m b e r i k a n kemampuan terbaik agar film ini menjadi lebih hidup dengan peran Fatimah yang sederhana dan santun ini,” paparnya.(h/trn)

Sule Bersyukur, Puasa Banyak Job Sule pantang mengeluh apabila disibukkan dengan banyak pekerjaan saat menjalani ibadah puasa. Sebaliknya, ia sangat bersyukur karena Allah memberikan pekerjaan untuk membiayai kebutuhan keluarganya. Dulu, ia pernah mengalami masa-masa sulit. Saat menjadi seniman kampung, ia pernah tidak mendapatkan pekerjaan apapun alias pengangguran. Karena itu keadaan ekonominya sangat buruk. Ia sampai mengemis untuk membelikan sepatu anaknya. “Saya dulu seniman kampung. Pernah ngerasain bulan puasa enggak ada job. Saya ngerasain beberapa tahun. Sampai ngemisngemis buat beli sepatu anak yang enggak kebeli. Makanya, saya bersyukur dapat banyak kerjaan,” ucapnya, saat ditemui di Studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan. Karena pengalaman itu, ia tidak mau mengeluhkan kondisinya sekarang. Ia bahkan bekerja seperti biasanya meskipun menjalani ibadah puasa. Ia tetap mengerahkan kemampuan, tenaga, dan pikirannya seperti tidak sedang berpuasa. “Sekarang harus disyukuri. Intinya saya bisa mendapatkan pekerjaan ini. Bulan puasa, bulan biasa harus kerjanya harus disamakan,” ucap pria kelahiran Cimahi, 15 November 1976 itu. (h/trn) >> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


UKMK

MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

Rumah Dendeng Siti Nurbaya di Jalan Damar no 6.

19

Rumah dan kantor Dendeng Siti Nurbaya.

Rumah Dendeng Siti Nurbaya di Jalan Raden Saleh no 28.

RUMAH DENDENG SITI NURBAYA

Manfaatkan BlackBerry dan Website untuk Pemasaran Usaha dendeng yang dikelola Ida Nawas berkembang dengan pesat. Masakan khas Minang yang diproduksinya benarbenar menggugah selera. Apalagi Ida menawarkan berbagai macam jenis dendeng.

Ida Nawas bersama suami Irwan Kemal di Rumah Dendeng Siti Nurbaya.

Foto dan Narasi: DAPIT ALEXSANDER Tak mengherankan jika dendeng buatannya kini telah go international. Bahkan menjadi pilihan buah tangan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Ranah Minang. Sang pemilik Ida Nawas (51), mulai merintis usahanya sejak 2007 silam. Awalnya, Ida menekuni usaha pemesanan nasi bungkus atau nasi kotak. Sejalan dengan perkembangannya, Ida pun meningkatkannya menjadi usaha catering dan kemudian dikembangkan pula wedding organizer. Terakhir dari kreativitasnya yang tiada henti, diproduksi dendeng, randang, ikan bilih. Akhirnya, dendeng menjadi ikon dan branding usahanya dengan label Siti Nurbaya. Sehingga dia pun memfokuskan usahanya pada pembuatan dendeng. Dan dilanjutkan dengan membuat Rumah Dendeng Siti Nurbaya di Jalan Raden Saleh No.28 telp 075185222822. Soal nama Siti Nurbaya, menurutnya terinspirasi dari kisah Siti Nurbaya yang sangat terkenal di Ranah Minang. Nama itu dia sematkan pada unit usahanya yang lain telah dirintis sebelumnya yaitu, Catering Siti Nurbaya, Wedding Organizer Siti Nurbaya dan juga

usaha yang dikelola sang suami Irwan Kemal (51 tahun), Siti Nurbaya Coconut Oil. “Soal nama usaha Siti Nurbaya, terinspirasi dari kisah Siti Nurbaya yang terkenal. Ketika menekuni usaha catering dan wedding organizer, saya pakai nama Siti Nurbaya. Jadi ketika membuat usaha dendeng, saya lanjutkan saja menggunakan nama itu,” terang Ida. Dendeng buatannya dititipkan di sejumlah toko, seperti Toko Silungkang di Padang dan juga di Pekanbaru. Namun agaknya permintaan lewat pesanan dunia maya lebih banyak. Salah satunya melalui

layanan komunikasi canggih BlackBerry dan juga melalui website. “Hampir 80 persen penjualan Dendeng Siti Nurbaya laris manis berkat penjualan melalui BlackBerry (BB) dan website,” terang Ida. Pemasaran dendeng buatan Ida tak hanya di Padang saja, tetapi sudah merambah seluruh tanah air bahkan Internasional. Karena sebagian besar dibawa ke luar Sumbar, seperti Jakarta, Pekanbaru. “Respon masyarakat sungguh luar biasa melalui pemasaran di dunia maya itu. Permintaan datang silih berganti. Dendeng Siti Nurbaya

semakin dikenal, apalagi diperkuat dengan jejering sosial seperti facebook dan twitter,” jelas ibunda Rahmad Azhari yang sedang berkuliah di Jakarta ini Selain itu, harga yang ditawarkan oleh Rumah Dendeng ini sangat terjangkau. Bervariasi dimulai dari harga Rp60 ribu hingga Rp180 ribu, tergantung berat dan jenis dendengnya. Kunci sukses Ida hanya satu. Menurutnya, melakukan usaha harus fokus sampai berhasil. Setelah berhasil barulah membuka mewujudkan kreatifitas lainnya. Selain itu, kualitas dan kepercayaan pelanggan harus dijaga. (***)

Pilihan Menu Dendeng Siti Siap Kirim.jpg

Dendeng Siti Nurbaya laris manis saat Ramadan.

Tawarkan Aneka Jenis Dendeng Nan Lezat IDA memulai usahanya dari nol. Tetapi berkat aktif bersosialisasi dan berorganisasi akhirnya semua berkembang pesat, bak air mengalir. Permintaan dendeng tak hanya dari masyarakat Sumbar saja, tetapi juga masyarakat dari provinsi lain. Bahkan dendeng itu sudah menembus pasar luar negeri. “Rasanya tak percaya juga, bila saat ini dendeng yang kami produksi sudah merambah pasar international,” kata Ida. Untuk memenuhi permintaan pasar yang cukup tinggi itu, tak jarang Ida memproduksi 30 kilogram dendeng setiap hari. Kesuksesannya di bisnis dendeng ini tak terlepas dari kerja kerasnya kerja kerasnya selama ini. Beragam jenis dendeng yang diproduksinya, dapat ditemukan di Rumah Dendeng Siti Nurbaya, Jalan Raden Saleh No.28 Padang. Mulai dari dendeng kering, dendeng lambok dan dendeng paru serta ikan bilis lado hijau dan rendang basah ataupun rendang suir bisa ditemukan di sini. Untuk dapur dan kantor Siti Nurbaya sendiri berada di Jalan Damar no 1 (Belakang Gramedia) Padang, telepon 0751-34010. Ida tak hanya piawai membuat dendeng. Tetapi dia juga aktif di organisasi. Tercatat saat ini Ida adalah Ketua

Koperasi Ikaboga Kota Padang dan aktif menjabat sebagai pengurus Minang Kuliner Golden Girls, dibawah binaan Bank Indonesia Sumbar. Dia pun memacu semangat para ibu lainnya, agar berkreativitas yang menghasilkan uang dengan tidak meninggalkan rumah. Untuk pembuatan dendeng, setiap hari biasanya dibuat dalam tiga kali pengerjaan. Atau sebanyak 15 kuali secara bergantian. Ida pun dibantu 15 orang karyawannya. Tetapi saat bulan puasa, Ida pun harus menambah jumlah jam kerja pembuatan dendeng. Karena dari jumlah karya-

wan yang hanya 15 orang, tidak sanggup memenuhi permintaan di bulan Ramadan dan Lebaran yang biasanya melonjak. Peningkatan pesanan meningkat sampai tiga kali dari hari biasanya. Untuk produksi, ia memakai daging khusus yakni dengan istilah “daging gandek”. Ia mendominankan pemakaian daging gandek sebagai bahan baku, karena kualitasnya sangat terjaga. Daging gandek merupakan daging pilihan, hanya ada lima kilogram saja dalam satu ekor sapi. Untuk membuat dendeng yang gurih, Ida menambahkan bumbu dengan komposisi minyak goreng, air kelapa,

cabe, bawang, cuka dan garam. “Setiap Ramadan dan Lebaran, permintaan dendeng biasanya meningkat dari hari biasa. Karyawan yang 15 orang itu terpaksa menambah jam kerjanya untuk memenuhi permintaan pelanggan. Dan mereka umumnya juga memahami. Kerjasama yang kita jalin sudah cukup lama, apalagi saya menganggapnya sudah seperti keluarga,” jelas istri dari Irwan Kemal, pensiunan Dinas Perkebunan Sumbar ini. Saat ini, semua produksi Siti Nurbaya dijalankan oleh karyawan. Ida dan Irwan hanya mengontrol dari segi manajemennya dari semua grup usaha Siti Nurbaya. (***)

Proses pengetaman daging supaya terbelah.

Para pekerja tengah memasak dendeng Siti Nurbaya.

Dendeng batokok Siti Nurbaya.

Mobil operasional, antar dendeng ke pelanggan. >> Editor : Devi Diany

>> Penata Halaman : Syahrizal


PERSONAL

20

BAZNAS Sumbar menyerahkan bantuan bagi masyarakat kurang mampu dengan cara mendatangi langsung

MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

KETUA MUI Sumbar Syamsul Bahri usai mengislamkan salah seorang orang asing

SYAMSUL BAHRI

Terima Perbedaan dengan Kesatuan NARASI DAN FOTO : RAHMADHANI Perbedaan tidak selalu berakhir dengan perpecahan. Perbedaan juga bisa menjadi suatu keuntungan. Demikian dikatakan Ketua MUI Sumbar, Syamsul Bahri. Menurutnya, perbedaan yang terjadi dalam penentuan awal Ramadan, sama sekali tidak membawa umat Islam dalam permusuhan. “Meskipun berbeda dalam melaksanakan awal Ramadan, akhirnya tetap puasa juga. Ibadah wajib tetap dilaksanakan. Salat di masjid di tempat yang sama juga. Inilah keunggulan umat Islam. Dalam Islam, Perbedaan boleh dan tidak menimbulkan perpecahan,” katanya. Syamsul Bahri pun bercerita, bahwa yang terjadi dalam penentuan awal Ramadan, karena adanya per-

bedaan penafsiran. Islam sangat menjunjung tinggi kebebasan berpikir. Kemudian, Allah juga berlaku adil dengan memberikan sedikit ilmu bagi manusia, agar mereka bisa belajar. “Jika diberi banyak, mereka akan sombong,” jelas pria yang juga Ketua Baznas sumbar Ini. Kebebasan berpikir inilah yang membuat munculnya perbedaan penentuan awal Ramadan. Jika umat Islam merasa takut karena dicemooh umat agama lainnya, kata Syamsul, tidak perlu cemas. Karena ini keunggulan kita. Banyak bangsa, karena perbedaan, kemudian berpisah dan bahkan mendirikan suatu aliran baru. Sementara umat Islam, dengan perbedaan penentual awal Ramadan dan sudah berlangsung cukup lama, ternyata tidak menjadikan umat itu terpisah. Apa yang terjadi saat ini, hanya sebatas perbedaan dalam menginterpretasikan pesan Allah. Perbedaan yang muncul karena faktor daerah, ilmu pengetahuan, dan lainnya. Lalu apa yang mesti dilakukan umat muslim terhadap perbedaan waktu ini?

PENYERAHAN bantuan sembako bagi masyarakat kurang mampu

BAZNAS Sumbar serahkan bantuan bagi muslim Rohingya

Syamsul pun menegaskan umat Islam harus menerimanya sebagai perbedaan dalam kesatuan. Perbedaan ini sendiri, juga mengajarkan umat Islam saling menghormati apa yang terjadi di sekitarnya. Dari sinilah bisa dilihat seperti apa sikap toleransi tersebut berjalan, dan nikmat yang dirasakan pun sangat luar biasa. Umat Muslim, Ayo Semarakkan Ramadan Di bulan Ramadan ini, Syamsul Bahri mengharapkan, umat muslim dapat menyemarakkan Ramadan. Dirinya teringat masa kecilnya di Batusangkar, yang setiap harinya merasakan bulan Ramadan begitu indah. Setiap malam Ramadan kami tadarusan. Masjid tempat melaksanakan tadarus pun digilir. Hal ini menimbulkan raso badunsanak, bersama teman-teman yang mengikuti tadarus. Sayangnya hal ini tidak ditemukan lagi di era sekarang,” ceritanya. Tokoh Minang ini pun berpesan, agar masyarakat Minangkabau bisa menjaga martabat daerahnya sendiri. Yaitu, tetap berada dalam suasana religius. Menunjuk-

kan daerah religius tidak cukup hanya dengan memperdengarkan filosofi Adat Basyandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) kepada khalayak umum, tetapi harus dibuktikan dengan perbuatan. Seperti meramaikan masjid. Kemudian, ketika lebaran, hidupkanlah suana silaturrahmi bukan manambang, seperti yang populer saat ini. Anak-anak diajak pulang ke bako, agar mereka tahu siapa saja yang menjadi saudaranya. “Bagi orang yang pulang dari perantauan, suasana seperti inilah yang mereka rindukan. Ketika dipanggil mamak, atau etek oleh orang yang berada di kampungnya. Ini merupakan suatu bentuk pengakuan, dan tidak didapatkan perantau di daerah rantaunya,” ucap Mantan Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol ini. Baginya, menghidupkan kembali tradisi lama ini tidaklah sulit, jika mau dicoba. Harus dilakukan sekarang, jika tidak ingin makna religius di daerah Minang ini memudar dan hubungan kekerabatan pun sudah mulai tidak terasa lagi.

MODEL rumah yang akan dibantu oleh Baznas Sumbar

BIODATA Satu lagi, katanya, tradisi yang bisa dihidupkan kembali dan mempunyai banyak makna adalah makan di surau. Pelaksanaan makan di surau atau masjid, tidak sama dengan makan di rumah, dimana tradisi bajamba disana dihadirkan. Dalam tradisi ini, cukup banyak filosofi yang terdapat. “Seperti, yang kecil tidak boleh mendahului makan, sebelum orang tua terlebih dahulu makan. Yang tua pun, tidak akan mengambil bagiannya dengan porsi terlalu banyak. Hal ini menggambarkan sikap saling menghargai dan toleransi,” ucapnya. Syamsul yang sewaktu kecilnya besar di Batusangkar ini, tentu sangat mengenal betul, seperti apa hidup di daerah yang suasana religinya masih kental. Hal inilah yang akan selalu disampaikannya, kepada seluruh umat. Hingga saat ini, di usianya yang sudah senja, syamsul masih terus bergelut di bidang dakwah untuk umat. Dirinya pun menjabat sebagai Ketua MUI Sumbar, Ketua Baznas Sumbar, dan Ketua Masjid Nurul Iman. (***)

Nama TTL Alamat Istri Anak

: Prof. Dr. H. Syamsul Bahri : Batusangkar/ 13 Agustus 1944 : Aur Duri Baru No 14 RT4 RW2, Parak Gadang Timur, Padang Timur : Arkenor : 1. Ridha Mulyani, SH, M Hum 2. Dra Mardhiat 3. Ilfi Rahmi, SS 4. Uswatman, Sag 5. Asyraf, SE

Pendidikan 1. 2. 3. 4. 5.

Sekolah Rakyat, tamat 1957 di Sikaladi, Batusangkar Tarbiyah Islamiyah (7 tahun), tamat 1966, Canduang, Agam Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol, tamat 1974, Padang Panjang (Sarjana) Studi Purna Sarjana Dosen IAIN se-Indonesia, 1975, Yogyakarta (Pasca sarjana) PPS UIN Syahid Jakarta, Jurusan Pengkajian Islam, tamat 2005, Jakarta (doktor)

Kursus dan Pelatihan yang Pernah Diikuti 1. 2. 3. 4. 5.

Kursus Bahasa Belanda, 1986, Jakarta Penataran penelitian tingkat lanjut, 1991, Padang Penataran P4 bagi lektor, lek kepala, 1998, Bukittinggi Pengembangan motivasi berprestasi (amt), 1998, Padang Pelatihan petugas operasional haji yang menyertai jamaah, 2004, Medan

Pengalaman Organisasi 1. 2. 3. 4. 5.

Senat mahasiswa bagian pendidikan, 1967-1973 Mui Padang Mui Sumbar Baznas sumbar Ketua Masjid Nurul Iman

KETUA Baznas Sumbar Syamsul Bahri saat memberikan bantuan bagi mahasiswa kurang mampu

BAZNAS Sumbar berikan bantuan becak bagi masayarakat kurang mampu >> Editor : Devi Diany

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


KESEHATAN

MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN1434 H BIASA TIDUR LARUT MALAM?

Waspadai Penyakit-penyakit Mematikan Ini DALAM jangka pendek, kurang tidur mungkin hanya memicu rasa kantuk dan susah konsentrasi. Jangan dianggap sepele, sebab jika dibiarkan maka dalam jangka panjang akan berkembang menjadi penyakit mematikan seperti kanker dan stroke. Beberapa jenis penyakit serius yang bermula dari kurang tidur seperti dikutip dari ABC News, adalah sebagai berikut. 1. Sakit jantung Penelitian di European Journal of Preventive Cardiology menunjukkan, tidur 7 jam sehari bisa mengurangi risiko sakit jantung hingga 65 persen. Tentunya juga harus didukung dengan diet yang sehat dan olahraga teratur. “Penting untuk mengkonfirmasi hasil ini. Tapi bukti terus bermunculan dan tidur harus masuk dalam faktor risiko penyakit jantung” kata Monique Verschuren dari National Institute for Public Health and the Environment di Belanda. 2. Stroke Studi pada 5.600 orang dewasa menunjukkan bahwa tidur kurang dari 6 jam sehari lebih rentan mengalami serangan stroke. Risikonya semakin tinggi jika dibarengi juga dengan obesitas, diabetes dan hipertensi. “Kami menduga bahwa kurang tidur adalah prekursor bagi faktor risiko stroke yang lain,” kata Megan Ruiter dari University of Alabama di Birmingham. 3. Obesitas dan diabetes Tidur yang tidak teratur bisa meningkatkan kadar gula darah dalam dan memperlambat laju metabolisme. Studi di Science Translational Medicine menunjukkan risiko kegemukan dan juga diabetes meningkat pada kondisi seperti ini. “Buktinya jelas bahwa tidur yang cukup itu penting bagi kesehatan. kata Orfeu Buxton dari Brigham and Women’s Hospital yang memimpin riset tersebut. Studi lainnya menunjukkan bahwa pola tidur juga bisa mempengaruhi pilihan menu makan. Seseorang yang kurang tidur cenderung memilih menu makan yang tidak sehat seperti junk food. 4. Depresi dan kegelisahan Tak diragukan, kurang tidur bikin seseorang gusar keesokan harinya. Dalam jangka panjang, terus-terusan kurang tidur bisa memicu depresi dan kegelisahan yang merupakan salah satu bentuk gangguan kejiwaan. “Orang jadi lebih gelisah, gampang tersinggung, dan susah merasa puas,” kata Dr Mark Dyken dari Sleep Disorders Center, University of Iowa. 5. Kanker Studi tahun 2008 menunjukkan orang yang tidur kurang dari 6 jam dalam sehari lebih rentan mengalami kanker payudara. Oleh karenanya, para perempuan yang bekerja di shift malam dan mengalami gangguan pola tidur sebaiknya lebih waspada. Kurang tidur juga dikaitkan dengan kanker usus besar. “Tidur itu sifatnya restoratif (memulihkan kondisi tubuh). Jika tidak terpenuhi, kesehatan Anda akan menderita,” kata Dyken. (h/*)

21

Begadang Jangan, Jangan Begadang KURANG tidur di malam hari tidak hanya menyebabkan rasa kantuk di siang harinya. Dampak yang lebih luas siap mengancam kesehatan, salah satunya merusak fungsi jantung dan pembuluh darah. Biar tidak mati muda, pastikan cukup tidur. Hal ini terungkap saat para ilmuwan dari National Institute for Public Health and the Environment di Belanda membandingkan 5 gaya hidup sehat. Kelimanya adalah olahraga, diet yang sehat, minim alkohol dalam takaran sedang, tidak merokok dan cukup tidur. Hasil penelitian menunjukkan, 4 gaya hidup sehat yang pertama b i s a

mengurangi risiko cardiovascular disease (CVD) atau penyakit jantung dan pembuluh darah sebanyak 57 persen. Risiko kematian yang menyertainya juga berkurang sebanyak 67 persen. Masih menurut penelitian tersebut, gaya hidup yang terakhir yakni cukup tidur bisa menambah manfaat dari keempat gaya hidup sebelumnya. Hanya dengan menambahkan tidur cukup, risiko

CVD turun lagi sebanyak 65 persen sebagaimana risiko kematiannya juga turun sebanyak 83 persen. Dengan menggabungkan kelima gaya hidup sehat tersebut, risiko kematian akibat penyakit apapun bisa berkurang hingga 57 persen.

Penelitian yang dimuat di European Journal of Preventive Cardiology tersebut juga mengklaim, tidur saja sudah meningkatkan pelunag hidup sehat sebabnyak 22 persen. “Pentingnya tidur yang cukup mulai sekarang harus disebutkan sebagai cara

lain untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah,” kata Dr Monique Verschuren yang memimpin penelitian itu seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (3/7/2013). Namun para ilmuwan menegaskan bahwa hasil penelitian ini bukan untuk menakut-nakuti orang yang suka begadang. Cukup tidur sangat mengurangi risiko sakit jantung, namun bukan berarti tidak tidur serta merta akan menyebabkan kematian akibat sakit jantung. (h/*)

SERING BEGADANG

Hormon Seks Pria Turun dan Perempuan Susah Punya Anak

HATI-hati buat pria muda yang tidurnya selalu kurang dari 56 jam tiap malam. Pria muda yang usianya 20-an sampai 30an tahun, jika tidurnya selalu kurang akan mengalami penurunan hormon testosteron (hormon seks pria) dengan jumlah yang sama seperti yang terjadi pada proses penuaan selama 1015 tahun atau 10-15 persen.

Rendahnya kadar testosteron memberi berbagai konsekuensi negatif bagi pria muda, bukan hanya dalam perilaku seksual dan reproduksi semata. Hal ini karena testosteron juga penting dalam membangun kekuatan, massa otot dan kepadatan tulang. Kadar testosteron yang rendah juga menyebabkan rendahnya tingkat energi, libido berkurang, kurangnya konsentrasi dan kelelahan. “Kadar testosteron yang rendah seringkali dikaitkan dengan berkurangnya kekuatan tubuh sebagai konsekuensi kurangnya jam tidur,” ujar ketua tim peneliti Eve Van Cauter, profesor kedokteran dari University of Chicago Medical Centre di AS seperti dilansir dari health.india, Selasa (29/5). Peneliti merekrut sekelompok pria muda untuk menjadi partisipan penelitian ini dan telah memberikan berbagai tes untuk memantau adanya gangguan endokrin, kejiwaan dan masalah tidur yang mungkin dialaminya. Rata-rata partisipan berusia 24 tahun, kurus dan dalam keadaan

sehat. Kemudian partisipan menghabiskan 3 malam di laboratorium untuk tidur hingga 10 jam lalu menghabiskan 8 malam untuk tidur kurang dari lima jam. Darah partisipan pun diambil sebagai sampel setiap 15-30 menit selama 24 jam pada hari terakhir fase tidur 10 jam dan hari terakhir fase tidur lima jam. Hasilnya, efek kurang tidur terhadap kadar testosteron pun tampak nyata hanya setelah satu minggu mengalami tidur pendek. Pengurangan jam tidur selama lima jam saja telah membuat kadar testosteron partisipan menurun hingga 10-15 persen. Kadar testosteron terendah partisipan terjadi pada sore hari. Pada masa-masa itu, partisipan pun dilaporkan mengalami penurunan kesejahteraan seketika kadar testosteronnya menurun. Suasana hati dan semangat partisipan semakin hari semakin menurun seiring pembatasan tidur pada studi berlangsung. Pola tidur yang tidak teratur tak cuma meningkatkan risiko penyakit kronis, tetapi juga mempengaruhi kesuburan. Perempuan yang sering bergadang

misalnya, cenderung lebih susah punya anak dibandingkan jika pola tidurnya selalu teratur. Dugaan ini didasarkan pada teori yang mengatakan bahwa makhluk hidup, khususnya mamalia dan tumbuhan punya jam biologis yang disebut siklus sirkardian. Siklus ini mengatur berbagai fungsi organ di dalam tubuh, termasuk di antaranya sistem reproduksi. Ketika seseorang sering bergadang atau jarang tidur, siklus ini mengalami gangguan. Salah satu dampak yang bisa diamati pada sistem perempuan adalah siklus menstruasi yang menjadi tidak teratur, yang berarti juga berpengaruh terhadap masa suburnya. Untuk membuktikan teori ini, para peneliti dari Northwestern University lantas melakukan sebuah eksperimen pada tikus betina. Setelah dibuahi para pejantan, 18 ekor tikus ditempatkan dalam kandang yang lampunya selalu menyala dan 18 lainnya di kandang yang gelap. Dalam beberapa hari berikutnya, hanya 50 persen tikus dari kelompok pertama yang melahirkan anak tikus sementara

pada kelompok kedua malah cuma 20 persen. Perbedaannya tampak cukup mencolok dibandingkan pada kelompok kontrol, yang angka kelahirannya mencapai 90 persen. “Saya pikir ide yang sangat menarik dalam penelitian ini adalah bahwa jam biologis pada indung telur memegang peran penting dalam proses terjadinya kehamilan,” kata Keith Summa yang memimpin penelitian ini, seperti dikutip dari Dailymail. Meski demikian tidak semua ahli sepakat dengan hasil penelitian ini, termasuk Dr Neil Goodman, seorang pakar endokrinologi dari Boston. Meski terbukti pada tikus, ia meragukan hal yang sama berlaku pada manusia karena menurutnya hewan uji yang paling memiliki kemiripan sistem reproduksi dengan manusia bukanlah tikus melainkan kera. Hubungan antara pola tidur dengan sistem reproduksi khususnya pada perempuan sebenarnya sudah pernah diteliti sebelumnya. Salah satunya membuktikan bahwa para perawat yang sering masuk malam cenderung memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur.(h/*)

>> Editor : Nova Anggraini

>> Penata Halaman : Rahmi


SENI

22 PUISI OLEH: DODI SAPUTRA

Di Stasiun Depok Kami berdiri di gerbong penantian angkutan pagi Hanya berdiri bukan menaiki kereta di seberang rel ini Bukan pula mengharap tumpangan dari siapa Tapi, panggilan di stasiun Tanah Abang itu Mengajakku bertiket, juga seorang ayah dan anaknya Sayang, mereka tidak sampai stasiun akhir Mereka dahulu turun di rumahnya sendiri Biarlah berpisah di sini Kelak kita akan bertemu di masa yang berbeda Suasana yang berbeda. (Depok, 2013)

Tanah Abang Hampir saja kami ketinggalan kereta senja Huru-hara manusia, mesin pemburu dolar Leluasa mengejar dunia detik demi detik Bahkan menghalangi pertanyaan kami Pada penjaga kereta itu, berulang kupastikan, “Dimana? Kapan keretaku?” “Nanti, tunggu saja, ia pasti datang.” Kota Tua di Kepalaku Kami hendak ke Jakarta Kota Terlalu lama kulepas pagutannya Atau mulai lupa dengan jalan-jalannya Kami berhasrat ke Bogor juga Penghujung yang setia menimang tuannya Kami ingin juga ke Tanah Abang Belum selesai puisiku Tanah abang telah menyambutku. (Tanah Abang, 2013)

Aku dan Kereta Api Kukira mengepul semasa kecil dahulu Kukira pula melamban sekereta kampungku Ternyata di luar kuasaku Kereta ini melebihi larinya pertanyaanku Kereta ini juga mengalahkan gerah siang itu Ia juga mendahului jejak-jejak pendahulu Saat itu, kulihat kereta hitam melintasi pematang sawahku pagi itu. (Depok, 2013)

Di Kereta Ini pertama aku menaiki kereta bersama pribumi Juga anak-anak lima masa silam Kami beranjak dari gerbong kereta ini Duduk di hamparan panjang kursi biru Kursi yang mengerti pada tuannya Ibu dan anaknya, tuna netra, hamil, lanjut usia pula Begitu aku mengangguk berulang-ulang Begitu santun bagi mereka Cukuplah kami menggantungkan tangan Pada pegangan yang terjulai panjang kereta ini. (Depok, 2013)

Di Manggarai Kami baru saja ditinggal kakek dan anaknya Jati Negara yang menyusul, Sudirman sebentar mampir, Mendongak kepala dan mengatup bibir Dua bocah menangis di pangkuan neneknya Mirip, ditinggal kakek Perlahan tenang Dilipur Manggarai yang berderai ramai. (Manggarai, 2013)

Senayan di Kepalaku Kami perdana tiba di rumah peraduan Ya, rumah mereka semua, Mesti bukan kami pemiliknya Dinginnya ruangan itu, tak biasa bagiku Kami tiba di rumah suara Hanya sekedar berjabat tangan Mengirimkan kabar dari kampung halaman Tapi, mereka kemana? Menghunjam ke bumi dan melangit! (Senayan, 2013)

Tukang Jamu Kami hendak pulang melepas siang Sehabis menepaki aspal-aspal yang mengepul Dan kaki kami yang memanas Dihapus tukang jamu gendong menanti kopaja Dan termos yang membuang sisa air hangatnya Telah habis diseruput tukang kabel jalanan itu Kutelan ludah, Ah, sudahlah Tunjukkan kami jalan pulang Itu sudah membawa kami tenang (Senayan, 2013)

Mie Ayam Bumbu Mie Ayam itu menyelinap di hidung kami Bagaimana mengelakkannya? Sekedar mencicip saja Tertinggal pedas, asin, dan kental Air minum harus kami beli Keran, gelas, air tak kami temukan di sini. Kami simpan saja air ini di stasiun nanti (Senayan, 2013)

MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

Nenek Nur dan Sebatang Pohon Durian Oleh:

HOLY ADIB Nenek Nur meninggal dunia tidak lama setelah pohon durian di depan rumahnya ditebang. Orangorang lalu menghubunghubungkan kematian Nenek Nur dengan tumbangnya pohon tersebut. Ada yang mengatakan bahwa sebagian jiwa Nenek Nur tersimpan dalam pohon itu, sebab seminggu setelah pohon ditebang, Nenek Nur ikut tumbang. Anggapan demikian dipercaya oleh orangorang, sebab selama pohon itu berdiri, tak tampak tandatanda kematian menghampiri Nenek Nur. Dan seiring pohon tersebut bertambah tua—kulit kian keropos dan dahan sering jatuh—Nenek Nur sering sakit-sakitan. Kau mungkin tak percaya pada dugaan tak masuk akal itu. Barangkali kau bertanyatanya, bagaimana mungkin hidup mati seorang manusia tergantung pada hidup mati sebatang pohon. Tetapi begitulah kabar yang beredar di Kampung Parak. *** Tak seorang pun tahu berapa umur pohon durian itu. Orang-orang Kampung Parak memberikan kesaksian bahwa pohon tersebut telah besar dan tampak tua ketika mereka masih belum bisa cebok sendiri. Pohon setinggi 9 meter itu telah ada di sana sejak mereka masih belum tahu nama-nama pohon. Pohon itu memang besar. Untuk memeluknya, butuh lima manusia dewasa. Seperti pohon-pohon besar lainnya, pohon tersebut juga rimbun. Rumah Nenek Nur menjadi tempat yang nyaman untuk beristirahat di siang hari. Bila matahari sedang tegak tali, tak jarang beberapa anak muda duduk-duduk di sana untuk ngobrol atau bermain gitar. Setiap hari, satu sampai lima nelayan yang pulang melaut, singgah sebentar di jalan depan rumah Nenek Nur yang teduh untuk menikmati angin sejuk yang berhembus di bawah rimbun pohon durian. Selain memberikan berkah kesejukan, pohon durian itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang-orang Kampung Parak ketika musim berbuah. Siapa pun boleh menunggu jatuh buah durian dan membawanya pulang. Nenek Nur tidak pernah meminta uang dari orangorang yang mengambil buah duriannya. Maka, setiap musim berbuah, siang malam rumah Nenek Nur ramai oleh orang-orang yang menunggu jatuh buah durian. Meski sebagian orang menyenangi keberadaan pohon Nenek Nur, namun ada beberapa orang yang ingin menebangnya. Mereka beralasan bahwa dahan-dahan pohon durian yang rapuh sering jatuh ke arah jalan. “Memang,” kata mereka, “selama ini belum ada korban yang jatuh, tetapi suatu saat, bila sedang sial atau tidak, dahan pohon itu bisa saja menimpa orang dan menyebabkan kematian.” Meski alasan orang-orang yang ingin menebang pohon tersebut masuk akal, namun Nenek Nur menolak pohonnya ditebang. Beberapa kali mereka membujuk Nenek Nur, tetapi selalu gagal. Pernah sekali waktu, seseorang datang untuk membujuk. “Nek,” kata orang itu, “kalau pohon ini ditebang, selain menghilangkan bahaya bagi orang-orang, kayu pohon ini bisa digunakan untuk mengganti dinding papan rumah nenek yang lapuk dimakan rayap dan kumbang. Lagi pula, kalau sudah ditebang, nenek tidak repot lagi tiap pagi menyapu daundaun pohon yang berterbangan sampai ke halaman tetangga.” “Nenek tidak mau.” “Kenapa, Nek?” “Kalau pun n enek ceritakan mengapa nenek tidak mau menebang pohon ini dan senang menyapu daun-

daunnya, kau tidak akan mengerti,” jawab Nenek Nur dengan suara yang putusputus kering. Mendengar penuturan Nenek Nur, orang tersebut mengernyitkan dahi, “memangnya kenapa nenek tidak mau? Ceritakanlah biar aku tahu.” “Percuma,” ujar Nenek Nur. Ia lalu masuk ke dalam rumahnya. “Tetapi ceritakanlah, Nek. Nek..! Nek..!” Nenek Nur memilih menutup pintu rumahnya ketimbang menjawab panggilan orang tersebut. *** Di Kampung Parak, Nenek Nur adalah orang yang paling tua. Ketika orang-orang seumuran dirinya sudah berkalang tanah, sesuatu dalam dirinya seakan menghalangi nyawanya untuk keluar dari tubuhnya. Atau, seperti kata seseorang di sana, ketika malaikat maut datang untuk menjemput nyawa orang-orang yang sudah selayaknya menghadap Tuhan, ada sesuatu yang membuat malaikat maut tak jadi menjemput nyawa Nenek Nur. Malaikat maut tidak akan mencabut nyawa orang yang urusannya belum selesai, katanya. Entah bermula dari mana kabar yang menyebutkan bahwa nyawa Nenek Nur tidak terdapat dalam tubunya, melainkan bersemayam dalam pohon durian di depan rumahnya. Dan entah siapa pula yang mulai mengatakan bahwa nyawa pohon itu berada di tubuh Nenek Nur, sebab, orang-orang memperhatikan, ketika Nenek Nur sakit, pohon durian itu kelihatan murung, daun-daunnya gugur lebih banyak dari biasanya dan makin banyak ranting dan dahan yang berjatuhan. Entah nyawa Nenek Nur terpaut pada pohon itu atau sebaliknya, tidak ada yang tahu pasti. Orang-orang menganggap Nenek Nur dan pohonnya, satu jiwa. Sehari-hari, sehabis menyapu daun-daun yang

berguguran, Nenek Nur hanya termenung memandang pohonnya. Apa yang ia pikirkan ketika melihat pohon itu, tak seorang pun tahu. Yang pasti, ketika Nenek Nur melihat halamannya dan halaman tetangganya kotor lagi oleh dedaunan, maka ia akan menyapunya. Dan ketika halaman-halaman itu sudah bersih, ia akan melamun lagi memandangi pohon tersebut. Begitu seterusnya sampai ia beristirahat saat malam tiba. *** Menurut cerita orang-orang Kampung Parak, pohon itu ditanam oleh suami Nenek Nur. “Waktu aku masih kecil,” kata seseorang memulai ceritanya, “ibuku bercerita tentang pohon durian dan suami Nenek Nur. Ketika suaminya masih hidup, Nenek Nur dan suaminya menanam dan merawat pohon itu sampai besar. Ketika musim durian, suaminya menjual buah durian untuk mendapatkan keuntungan.Tak seorang pun boleh mengambil buah durian yang jatuh, sekali pun buahnya jatuh di pekarangan tetangga. Padahal, daun-daunnya mengotori halaman tetangga. Suami Nenek Nur dikenal congkak. Jangankan berbasabasi memberikan satu dua buah durian, menyapa tetangga pun ia enggan. Konon suami Nenek Nur seorang yang terpandang dan kaya raya sebelum pada akhirnya jatuh miskin. Ketika miskin, ia masih merasa kaya, sehingga ia berpikir bahwa orang perlu menyeganinya. Bukannya disegani, ia malah dibenci. Nenek Nur menyadari kesombongan suaminya. Tapi ia tidak menasehati suaminya. Ia percaya suatu saat suaminya sadar. Namun sampai pada akhir hayat, suaminya tak kunjung insaf. Nenek Nur pun menyesali perbuatannya yang tak menasehati suaminya semasa hidup. Kalau kunasehati, mungkin ia sadar dan meninggal dunia dengan tenang, kata Nenek Nur

bercerita pada ibuku. Nenek Nur bercerita bahwa ia sering didatangi suaminya dalam mimpi. Dalam mimpinya, ia melihat suaminya ditimpa oleh buah durian secara beruntun, kemudian ditimbun oleh daundaun. Suaminya berteriakteriak minta tolong pada Nenek Nur, tapi ketika Nenek Nur hendak mendekat, suaminya hilang di antara tumpukan daun-daun. Sejak didatangi mimpi itu, setiap hari Nenek Nur berjalan menemui tetangga-tetangga dan orang-orang Kampung Parak untuk meminta maaf. Meski orang-orang sudah berkali-kali memaafkannya, tapi Nenek Nur tetap memohon maaf. Setiap kali meminta maaf, Nenek Nur hanya mengucapkan kata ‘maaf’, lalu pergi begitu saja. Orang-orang heran melihat kelakuan aneh Nenek Nur, bahkan ada yang menganggapnya gila. Karena kasihan melihat kelakuan aneh Nenek Nur, orang-orang mencarikan solusi untuk membuat Nenek Nur berhenti meminta maaf. Setelah berembuk mengumpulkan ide, maka didapatlah sebuah kesepakatan. Dengan pura-pura serius, orang-orang Kampung Parak berkata kepada Nenek Nur, “kami mau memaafkan nenek dengan satu syarat; ketika musim berbuah, siapa pun boleh mengambil buah durian nenek.” Tiada dinyana, syarat tersebut disetujui oleh Nenek Nur. Maka sejak saat itu, Nenek Nur tidak lagi meminta maaf kepada orangorang. Memang, setiap kali musim durian tiba, Nenek Nur tampak tersenyum ketika orang-orang memunguti buah durian yang jatuh, seolah-olah setiap rasa bersalah terangkat dari hatinya ketika durian dipungut satu persatu. Namun, ia merasa belum sepenuhnya rasa bersalahnya terbayar lunas. Untuk melunasi rasa bersalahnya, >> Editor : Nasrizal

setiap hari ia menyapu daundaun yang berterbangan ke pekarangan rumah tetangganya. Ketika menyapu daundaun itu, seringkali Nenek Nur berhenti karena letih. Setelah letihnya hilang, ia melanjutkan menyapu. Meski letih, namun ia kelihatan senang. Tak jarang para tetangga melarang Nenek Nur menyapu daun-daun itu karena kasihan melihatnya kelelahan, tapi Nenek Nur bersikeras membersihkan daun-daun itu sendiri.” *** Pada akhirnya, pohon durian Nenek Nur ditebang. Suatu siang, seorang nelayan yang pulang melaut yang biasanya duduk-duduk di bawah pohon itu untuk beristirahat, mati tertimpa dahan pohon yang besar. Sejak kematian nelayan tersebut, pohon itu ditebang dengan gergaji mesin tanpa persetujuan dari Nenek Nur. Nenek Nur menangis merontarotan melihat dahan demi dahan pohon yang berisi ratusan daun, jatuh ke tanah. Ia berusaha menghentikan gergaji itu membelah pohonnya, namun orang-orang segera memeganginya. Sejak pohon duriannya ditebang, Nenek Nur tampak lebih tua dari biasanya. Ia menghabiskan waktu duduk memandang ke halaman rumahnya yang sebelumnya berdiri sebuah pohon. Kini Nenek Nur tak perlu repot-repot lagi menyapu halaman rumah tetangganya. Namun, sejak pohon itu ditebang, Nenek Nur kembali meminta maaf kepada tetangga-tetangganya dan orang-orang Kampung parak. Seminggu setelah pohon itu ditebang, Nenek Nur meninggal dunia. Maka beredarlah mitos di Kampung Parak yang mengatakan bahwa nyawa Nenek Nur selama ini tersimpan dalam pohon durian. Kuranjei-Padang, MeiJuli 2013 >> Penata Halaman : Rahmi


MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

KULTUR

23

FILM

Mengarifi Warisan Intelektual Tuanku Imam Bonjol Oleh: H MARJOHAN Pemerhati Sosial-Budaya

PADA 19 Oktober 2008, penulis bertandang ke Lotak, Peneleng, Minahasa, Sulawesi Utara. Selain berziarah ke Makam Tuanku Imam Bonjol (TIB), juga ditugasi Bupati, Pasaman, menelusuri silsilah pengawal TIB, yaitu Dt Bagindo Shidiq ketika dibuang Belanda ke tanah Menado, sekitar 1860-an! Lalu, pertanyaan menggelitik! Apa benar TIB ditawan dan diangkut Belanda ke Sulut? Apakah yang berkubur di Lotak benar TIB? Maka perdebatan sejarawan pun kian berkelabat hingga sekarang. Namun, terlepas dari perdebatan itu, tampak seolah TIB masih hidup dalam kesadaran sejarah (histories conscious) anak bangsa. Lebih dari itu, perdebatan ini mendeskripsikan betapa terbatasnya pengetahuan faktual seluk-beluk TIB di kalangan masyarakat, dan tak terkecuali agaknya sejarawan sekalipun! Perdebatan tersebut sebenarnya tak lebih dari ikhtiar gigih untuk menjuluk kepastian kronikel. Soalnya, setiap menggelembung pergulatan pemikiran sejarah justru bertolakdasar dari nawaitu guna mendapatkan kepastian historis. Yaitu persoalan yang bertalitemali dengan: apa, siapa, di mana, dan bila-mana TIB mengukir simpul-simpul sejarah bangsa. Jadi, dapat dikatakan bahwa perdebatan seputar TIB, adalah perdebatan elementer dalam ilmu sejarah. Makanya, sejarah tidaklah sekadar memberi landasan bagi peneguhan nilai integritatif. Dari sejarah kita dimungkinkan pula: menuai kearifan (wisdom) serta pengalaman. Dan, dalam konteks biografi, sebagai bagian senyawa dari sejarah, dapat disigi sebagai panorama yang dinamis dari pergumulan manusia dengan nasib yang diidapkannya. Dunia Intelektual & ABSSBK Dalam hal otobiografi inilah, TIB tercatat dalam sejarah: tokoh pertama menulis otobiografi sebagai memoir. Tradisi penulisan otobiografi dalam tulisan Arab Melayu adalah warisan generasi pendidikan surau di penghujung abad ke-18 M, dan bertahan sampai abad ke-20. Dalam otobiografi itu, TIB berwasiat pada anaknya St Chaniago: kelak andai si jantung hatiku teringat pada ayah, pelajari goresan qalamku dalam lipatan baju sutramu! Maknanya? Sejemput pesan, kiranya generasi pasca

TIB dapat melanjutkan tradisi intelektual yang diteruka beliau sejak 200 tahun silam! Sebab, otobiografi TIB yang disadur cendikiawan Belanda: Destuers, pada 1848 adalah sejarah berorientasi kultural dan intelektual. Sebab, otobiografi bertajuk: Memorie van Tuankoe Imam Bondjol (setelah disadur) tersebut, menguak proses dinamika Islam ke dalam kancah kehidupan masyarakat Minangkabau. Hasilnya? Terjadilah perpaduan antara adat Minangkabau dengan Islam sebagai sebuah sistem nilai dan norma yang melahirkan ikrar (hukum): Adat Basandi SyarakSyarak Basandi Kitabullah (ABSSBK), pada 1813 M di Surau Tuanku Bandaro di pojok Bukit Tajadi, Bonjol, Pasaman (dilumatkan Belanda pada 1832). ABS-SBK adalah puncak dari proses persentuhan, dan juga perbenturan serta penyesuaian plus persenyawaan antara adat yang telah bersemi sebelumnya, dengan Islam yang datang kemudian. Ketika Islam menapak ke Minangkabau pada abad ke7 (Hamka, 1971), para saudagar muslim telah basirobok (bertemu) dengan sebuah komunitas tertata apik berkat ajaran adat. Masyarakat tunduk pada tatanan adat yang bertumpu pada budi, akal, ilmu, alur dan patut sebagai landasan batin yang merupakan panduan raksio, dan perasaan dalam menimbang antara baik dan buruk. Sedang Islam, menyuguhi tatanan apa yang mesti diyakini. Yaitu ‘aqidah dan syari’ah (syarak). Setelah bertaut secara budaya keduanya menyemburat dari keyakinan tauhid (Uluhiyah & Rububiyah), serta hakikat dan makrifat sebagai dasar hidup muslim, baik secara individual maupun kolektifkomunal. Terutama ketika berhadapan dengan realitas kehidupan yang mengitari komunitas Minang. Apalagi Minang nan permai, aman dan damai kala itu, berkibarnya kemenangan gerakan Paderi (generasi pertama di Luhak Agam, pada 1803-1821 dan generasi kedua di Bonjol, (1821-1838) justru atas ikhtiar gigih para aktivis, pendukung serta simpatisannya yang mengimplementasikan dan mentransformasikan al-Islam, yang menyejukkan masyarakat. Suasana bahkan kian tenteram, sebab para aktivis Paderi menikmati hasil jerih payahnya

menanam kopi (sejak 1780-1827) dan komoditi lada (sejak abad ke-17). Ekonomi berbasis kultural yang diretas elite Paderi itu, membuat keluarga mereka cukup sejahtera secara sosial ekonomi. Dengan begitu, gerakan Paderi pada hakikatnya sarat dengan harapan bagi menggeliatnya masyarakat yang dicita dan dicitrakan Islam. Yaitu tatanan masyarakat yang: baldatun thayyibatun wa-Rabbun qhafur. Dengan bahasa lain, gerakan Paderi menghendaki keselarasan material, inmaterial, spiritual, intelektual, serta dimensi kultural. Dan, seabreg sisi lain amat segnifikan dari memoar TIB yang berorientasi intelektual itu, justru merefleksikan kekayaan pengagum Ibnu Taimiyah, Jamaluddin al-Afghany serta M Abduh ini, akan kesadaran berbangsa dan bertanah air! Sebab, jauh sebelumnya, Pahlawan Nasional yang bernama kecil Peto Syarif itu, telah mengimlementasikan sepenggal hadits Nabi: hubbu al-wathan min al-iman (cinta tanah air, bagian senyawa dengan kredo iman). Bukti yang riskan untuk ditampik! Putra Tanjuang Bungo Bonjol itu menulis dalam memoarnya: “ Tersebut cerita seorang Melayu, bernama Muhammad Sahab ibnu Khatib Bayanuddin, tempat kejadian tanah Minangkabau di kampung Tanjuang Bungo. Di Batavia, ia disambut seorang Komandan Melayu bernama Hamzah Abdul Rauf untuk tinggal di rumahnya …dan seterusnya ……..! Mencermati tulisan TIB, Melayu telah menunjukkan bangsa beliau yang pada gilirannya menjadi bangsa Indonesia yang kita kenal kini. Dan perspektif TIB ihwal identitas Melayu yang ditakdirkan Allah menjadi bangsa Indonesia. Sedang dalam konteks bahasa, tulisan Arab Melayu sebagai lingua france, yang pada 28 Oktober 1928, telah ditiangpancangi menjadi bahasa persatuan, mengeksperesikan bahwa, TIB dalam memoarnya itu sebagai tokoh cinta tanah air. Ditelusuri lebih menukik, tulisan surau model Arab-Melayu (huruf Jawi) inilah yang mengubah tradisi tutur menjadi tradisi, dan budaya tulis di Minangkabau sampai penghujung abad ke-19, dan hawanya masih berdenyut hingga awal-awal abad ke-20! Baliho dan Tebar Pesona Serupa tapi tak sama dengan TIB! Di belahan Dunia Eropah: andai seseorang ingin bertengger di kursi Presiden, Perdana

Menteri dan, atau anggota senatguna merakit hubungan batin dengan konstituen, mereka berlomba-lomba meluncurkan otobiografi secara jujur lagi objektif. Dan, yang membuat kita berdecak-kagum otobiografi pun dibarengi: sebuah buku hal-ihwal visi-misi yang diusung. Tegasnya, ke arah mana masyarakat bakal diseberangkan benar-benar terakomodir dalam buku tersebut. Dan, guna meyakinkan rakyat calon pimpinan publik, anggota senat dan lainnya tidaklah segansegan merogoh kantong dalam jumlah gadang badagok (amat banyak) Berbeda benar dengan politisi di negeri ini. Hanya bermodal Baliho yang ditancapkan di pelbagai sudut kota bahkan menjamah hingga ke dusun, taratak dan nagari. Aneh bin ajaibnya, Baliho tersebut selain kadang basilingkik (penuh-sesak) pada satu lokasi, juga terkesan banyak gaya. Pokoknya, yang bernama Baliho dikemas apik guna menjuluk simpati plus empati publik setiap Pilpres, Pilkada dan, atau Pemilu ke Pemilu. Termasuk Pemilu 2014 yang sudah di ambang pintu. Dan, yang membuat dahi bergerinyit di Baliho tersebut, kadang tertulis pula seribu janji untuk mendaya-ungkit ksejahteraan rakyat. Sementara rakyat yang namanya dipidatokan tiok-cecah (tiap sebentar) dengan mulut berbuih tetap saja tertatihtatih di kawasan marjinal (kemiskinan). Rumitnya lagi, meski sudah lima belas tahun reformasi, demokratisasi dan otonomi menggelinding di Republik ini, namun kemiskinan yang mereka idapkan tidak hanya kemiskinan material. Tapi, juga terpengap dalam kawah kemiskinan: moral, spiritual, intelektual dan kemiskinan kultural. Riskan memang! Pertanyaan menggoda! Kapan masanya rakyat sebagai pemegang kedulatan tertinggi bakal bebas dari keterpasunan kemiskinan multi-dimensi itu tadi? Andai para juragan negeri sejak level pusat sampai tingkat kabupaten/ kota benar-benar rujuk ke substansi plus semangat reformasi yang disorakkan dengan mulut berbusa pada Mei 1998 lalu. Dengan ungkapan lain, sudah tiba saatnya para pemegang kebijakan baik di habitus legislatif maupun di zona eksekutif dan yudikatif menelusuri, mengaktualisasi dan mengaplikasikan warisan: spiritual, intelektual, transendental dan intelektual yang diretas TIB tempo doeloe. Semoga!

DESPICABLE ME 2

Petualangan Baru Gru dan Minion SIAPA yang menyangka bila proyek Universal Pictures setelah melepas DreamWorks bertajuk DESPICABLE ME (2010) sukses merengkuh pasar internasional. Tak heran bila kemudian bersama anak perusahaannya di divisi animasi, Illumination Entertainment, segera merancang sekuelnya. Tidak hanya sampai di situ, mereka juga bersiap melepas spin-off bertajuk THE MINIONS yang rencananya bakal rilis liburan musim panas tahun depan. Kini, mari kita bahas sekuel DESPICABLE ME yang masih ditangani oleh Pierre Coffin dan Chris Renaud. Yang mana keduanya juga mengisi suara Minion. Masih menghadirkan Gru (Steve Carell) dan tentu saja ribuan Minion kuning unyu yang kali ini menjadi jualan utama. Sebagai mantan villain, Gru terlibat dalam Liga Anti Kejahatan untuk menangkap dalang di balik hilangnya laboratorium berisi serum berbahaya. Tak sendirian, Gru ditemani oleh agen bernama Lucy Wilde (Kristen Wiig) yang secara terbuka menyimpan rasa pada pria dengan tiga anak adopsi (Margo, Edith dan Agnes) tersebut. Pada film pertama naskah olahan

Cinco Paul dan Ken Daurio begitu kuat. Emosi yang dijalin sangat apik sehingga karakternya membekas. Sayang, pada sekuelnya kali ini (seperti kebiasaan Hollywood) cenderung dibuat untuk mengeruk penonton sebanyakbanyaknya. Karena cukup jelas, akhir dari film pertama tak perlu dilanjutkan lagi. DESPICABLE ME 2 lebih berkonsentrasi pada Minion-Minion dengan bentuk dan suara yang unyu. Kehadiran mereka mendistraksi hampir di setiap scene karena memang sudah diset sedemikian rupa. Tak bisa disalahkan juga karena terbukti kehadiran Minion itu benarbenar menjadi magnet utama. So don’t be sad bila masalah lain hinggap pada cerita yang lemah. Tidak ada jalinan emosi kuat yang disampaikan pada penonton meski porsi karakter dalam predesesornya tetap terjaga (terutama si kecil Agnes yang disuarakan Elsie Fisher). Maka, nikmati saja ulah Minion yang dijamin bakal membuatmu tertawa terpingkal-pingkal. Terlebih treatment 3D benar-benar bisa dinikmati (tidak seperti beberapa film sebelumnya). (kpl)

Curse of Chucky CUPLIKAN adegan dalam “Curse of Chucky” (Universal)”Waktunya bermain.” Setelah sembilan tahun menghilang, sang boneka pembunuh kembali lewat “Curse of Chucky”. Film kali ini merupakan film keenam Chucky, sekaligus menandai 25 tahun perayaan film serial ini, yang dimulai dengan “Childs Play” pada 1988. Kini Chucky bukan hanya sekedar boneka (“Aku bukan boneka..boneka..boneka..” - Rini Idol), sebagian dirinya dihasilkan lewat efek spesial komputer. “Curse of Chucky” akan sangat spesial karena akan ada putri kandung Brad Dourif (pengisi suara Chucky), Fiona, yang akan memerankan Nica, seorang wanita cacat yang duduk di kursi roda. Ketika ibunya meninggal, Nica bertemu lagi dengan saudaranya, Barb (Danielle Bisutti), saudara ipar Ian (Brennan Elliott) dan keponakan berumur 5 tahun, Alice (Summer H. Howell). Reuni keluarga itu berlangsung di sebuah rumah tua mengerikan di mana Nica menerima sebuah paket berisi boneka Good Guy, yang akhirnya tidak bisa dipisahkan dari Alice, karena Good Guy adalah temanmu sampai akhir. “Hidey-ho, ha-ha-ha!” Video trailer “Curse of Chucky” memperlihatkan aksi terbaik si boneka pembunuh, dengan tawa terkekeh-kekeh yang hanya bisa dilakukan Brad Dourif.

Chucky kembali membawa ketakutan dan horor. Brad Dourif, pengisi suara Chucky (Imeh Akpanudosen/Getty Images)Sekarang mengingatkan,di film Chucky pertama “Child’s Play” (1988), kita mengenal sosok Charles Lee Ray, alias “the Lakeshore Strangler”, seorang pembunuh berantai Chicago. Ray juga mempraktekkan ilmu hitam, dia mampu memindahkan jiwanya ke dalam boneka Good Guy setelah ditembak oleh detektif Mike Norris (Chris Sarandon). Di tiga film pertama, Chucky membuntuti Andy Barclay, seorang bocah laki-laki yang pertama kali tahu tentang kelakuan Chucky. Chucky tidak pernah meninggalkan tubuh boneka, meskipun dia memiliki seorang teman wanita dalam wujud Tiffany (Jennifer Tilly) dalam “Bride of Chucky”, film pertama yang menampilkan adegan seks boneka. Kemudian lahir anak mereka dalam “Seed of Chucky” bernama Glen/Glenda, boneka yang tidak jelsa jenis kelaminnya yang suaranya diisi oleh alumni “The Lord of the Ring” Billy Boyd. Akan ada banyak special effect dalam serial film Chucky kali ini. Boneka tua itu akan tampak seperti boneka yang baru dikeluarkan dari kardus. “Curse of Chucky” akan dirilis dalam bentuk Blue-Ray dan DVD pada 8 Oktober 2013.

>> Editor : Ade Budi

>> Penata Halaman : Rahmi


24

MINGGU, 14 JULI 2013 M / 6 RAMADAN 1434 H

RANA

Lelaki Tua, Sepeda dan Pisau Cukur Teks dan Foto:

RIVO SEPTI ANDRIES Jari-jari itu hitam berkerut. Jam besi Seiko warna perak melekat kuat di tangan kirinya. Di temani cincin batu akik, jari itu terus bergerak memainkan pisau cukur warna hitam.

Perlahan pisau itu mengikis rambut yang menempel di kulit kepala sang pelanggannya, sreeettt.. rambut itu bersih seketika. Anwar, lelaki tua yang mempunyai 8 anak 6 cucu ini terus berkutat dengan profesinya sebagai tukang cukur, tak ada alat moderen seperti tukang cukur era kini, hanya bermodalkan sepeda dan pisau cukur tua. Sejak tahun 1978 dia setia mengasah pisau untuk memangkas rambut pelanggannya. Berangkat jam 9.00 WIB meninggalkan rumahnya di Rawang, Tunggul Hitam, dia mengelilingi Kota Padang sambil mengayuh sepeda tua nan berkarat. Kulit lelaki yang kelahiran Pariaman itu tampak hitam dijilat matahari. Dia terus menawarkan jasanya. Untuk

>> Editor: Rivo

satu kali pangkas dia tidak mematok harga, terkadang dia menerima Rp 1000020000 dari pelanggannya. Sampai kapan lelaki tua, sepeda dan pisau cukurnya ini setia merapikan rambut pelanggannya? Dia hanya menjawab sampai saya tidak mampu lagi..

>> Penata Halaman: Irvand

Haluan 14 Juli 2013  

Haluan 14 Juli 2013

Haluan 14 Juli 2013  

Haluan 14 Juli 2013

Advertisement