Issuu on Google+

Harian Umum MEDIA GROUP

I klan 0751 4488700 Berlangganan 082388441221 Pengaduan 0751 4488701

KAMIS

14 MARET 2013 M / 2 JUMADIL AWAL 1434 H Harga Eceran Rp3.500/eks, (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

TERBIT 24 HALAMAN 142 TAHUN KE 65

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

Pertahanan Milan Buruk di Fase KO

Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Alquran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syetan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (QS Az Zukhruf Ayat 36)

05.10

12.30

15.34

18.34

19.43

BARCELONA, HALUAN — Keberhasilan Barcelona mengalahkan AC Milan dengan skor 4-0 membuat Los Cules mengikuti jejak Deportivo La Coruna dan Manchester United, yang memberikan kekalahan terbesar Rossoneri di Liga Champions. Barca yang tertinggal 0-2 di leg pertama mengamuk di pertemuan keduanya dengan Milan di babak 16 besar Liga Champions di Camp Nou, Rabu (13/3/2013) dinihari WIB.

Advertorial

>> PERTAHANAN hal 02 GAGAL — Pemain AC Milan, Riccardo Montolivo gagal menghadang laju Lionel Messi yang kemudian sukses menjeblos gawang Abbiati pada leg II babak 16 besar Liga Champions Eropa, Rabu (13/3) dinihari. Barca unggul 4-0 atas Milan, sekaligus memastikan lolos dengan aggregate 4-2. UEFA

PASANGAN EDWIN-EKO

Basamo untuk Kesempurnaan PADANG PANJANG, HALUAN — Dukungan untuk pasangan calon walikota dan wakil walikota Padang Panjang yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN), Ir H Edwin Sp dan H Eko Furqani SE MM, mengalir deras dari berbagai lapisan masyarakat Kota Padang Panjang. Ribuan massa yang terdiri dari kader partai, simpatisan dan segenap pendukung duet calon pemimpin harapan baru masyarakat Bumi Serambi Mekkah itu, tumpah ruah di Gedung M Syafe’i, Rabu (13/3), guna menghadiri acara pendeklarasian duet kharismatik dan penuh wibawa tersebut.

>> BASAMO UNTUK hal 07

KHAS

Bemo, Mati Gaya Ditelan Zaman TRET…TEET…teet...teet, prom,,prom…pomm… poom bunyi bemo (becak motor) transportasi roda tiga yang melewati Pasar Raya Padang. Knalpot yang berasap, suaranya cempreng dengan bentuk kodok yang unik. Bemo tersebut melaju di sekitar Pasar Raya Padang, serasa seperti tempo dulu. Kini umur bemo sudah hampir setengah abad. Angkutan ini hadir di Kota Padang sejak tahun 70an. Sampai tahun 90-an bemo masih eksis mengisi jalur-jalur transportasi terutama di pusat kota.

>> BEMO, MATI GAYA hal 07

SOAL DANA HIBAH RP1,9 MILIAR

Kecewa, Hak Angket Ditolak PARA pengusul hak angket guna menyelididi dana siluman Rp1,9 miliar untuk kegiatan safari dakwah DPP PKS merasa kecewa. Soalnya, tak cukup 2/3 dari jumlah anggota DPRD Sumbar yang hadir menyetujui penggunaan hak angket itu.

PADANG, HALUAN — Perjuangan inisiator hak angket untuk menyelidiki dana siluman Rp1,9 miliar berakhir setelah voting terbuka yang dilakukan dalam rapat paripurna penentuan hak angket kegiatan safari dakwah DPP PKS Wilda III Sumatera, Rabu (13/ 3). Dari 45 anggota dewan, 27 orang menyetujui penggunaan hak angket dan 18 orang menyatakan menolak. Berdasarkan peraturan DPRD Sumbar No 1 tahun 2011 tentang Tata Tertib DPRD Provinsi Sumbar pasal 21 ayat 5 menyatakan usul ini bisa menjadi hak angket setelah mendapatkan persetujuan 2/3 dari jumlah anggota DPRD yang hadir. Jika 45 suara sah, maka 30 orang anggota dewan harus menyetujui.

Dari 27 orang yang menyetujui, empat fraksi menyatakan seluruh anggotanya menyetujui hak angket ini. Yaitu Fraksi Demokrat, Hanura, Gerindra, dan PPP. Salah seorang angota dewan dari fraksi perjuangan reformasi Bachtul, menyetujui hal ini. Sementara PPP yang semula sempat terjadi pertentangan antar ketua fraksi dan anggota akhirnya menyetujui pengusulan hak angket ini. Sementara 18 orang yang menolak ini, berasal dari Fraksi PAN, Golkar, PKS dan tiga orang dari FPR. Dari FPR yaitu, Agus Susanto, Ilson Chong dan Syahrial. Empat fraksi yang menolak ini, tiga diantaranya,

Ketua DPD RI H Irman Gusman SE MBA, Menpera Djan Faridz, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Wagub Sumbar Muslim Kasim, Ketua Umum DPP REI Setya Muharso, meresmikan 100.000 unit Rumah Sejahtera Tapak (RST), Rabu (13/3) di Arosuka Solok. RISWAN JAYA

Irman Gusman KISAH KORBAN SAMBARAN PETIR DI PESSEL Resmikan 100.000 Kelakar Terakhir Ibu-ibu Buruh Tani Rumah Sejahtera Tapak Laporan:

Haridman Kambang

Asna korban selamat sambaran petir dirawat di RSUD M Zein Painan.

SELASA (12/3) pagi pukul 06.00 WIB, enam ibu yang merupakan buruh tani di Kampuang Rumah Gadang, Sungai Gayo Lumpo sedang bersiap-siap untuk berangkat ke Laban, Nagari Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan. Mereka hari itu dapat pekerjaan mencabut benih di sawah milik Anwar warga La-

>> KECEWA, HAK hal 07

ban. Berjarak sekitar 10 km dari kampungnya. Pagi itu cuaca bagus dan bersahabat. Ibu-ibu yang menjadi pejuang bagi petani itu adalah Tek Kaciak (42) Suku Chaniago, Erbunda (48) Suku Chaniago, Suarna (60) Suku Koto, Ideh (55) Suku Sikumbang, Yarneli (50) suku Sikumbang dan Asna (53). Mereka sudah terbiasa memborong pekerjaan bersama- sama dan tidak pernah saling berselisih.

SOLOK,HALUAN — Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) H Irman Gusman SE MBA meresmikan 100.000 unit Rumah Sejahtera Tapak (RST), Rabu (13/3) di Ibukota Kabupaten Solok, Arosuka. Peresmian RST yang dibangun developer anggota Real Estate Indonesia (REI) itu diselenggarakan dalam rangka peringatan HUT REI ke-41 yang dipusatkan di Sumatera Barat. Acara tersebut dihadiri Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz dan Menteri Perinsdutrian MS Hidayat, Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, Ketua Umum DPP REI Setya Muharso, Wakil Bupati Solok Desra Ediwan Anan Tanur, Ketua DPRD Syafri Dt Siri Marajo

>> IRMAN GUSMAN hal 07

>> KELAKAR hal 07

BESOK GUBERNUR BENTUK TIM TERPADU

Tata Ulang Regulasi Tambang Emas Solsel PADANG, HALUAN — Mengurai kasus illegal minning atau tambang emas ilegal di Kabupaten Solok Selatan, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) di Auditorium gubernur kemarin, mengatakan

segera membentuk tim terpadu. Tim tersebut bertugas memetakan kembali kawasan tambang, mencari fakta, serta mengungkap dalang pencurian sumber daya alam di Kabupaten Solok Selatan tersebut.

>> TATA ULANG hal 07

Warga Unjuk Rasa ke Kantor Bupati Pessel...... >> 04 Pilkada tak Satu Paket......................................>> 08 Bukittinggi Banjir................................................>> 13 >> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

>> Penata Halaman : David Fernanda


2 UTAMA

KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

KILAS Pasangan Mesum Dinikahkan PADANG PANJANG, HALUAN — Dua sejoli masing-masingnya Es dan kekasihnya Rh, yang berhasil diamankan petugas Satpol PP Kota Padang Panjang usai diduga melakukan perbuatan tidak senonoh di dalam kamar garin di lingkungan sebuah musala di kawasan Bukit Surungan Padang Panjang Barat, Sabtu (9/3) malam lalu, sepakat untuk dinikahkan, setelah keluarga dari kedua belah pihak didatangkan dan membuat pernyataan, Senin (11/3). Kepala Satpol PP Kota Padang Panjang Sukma S.Sos Dt Bungsu melalui Kasi Penyidik Suryati menjawab Haluan mengatakan, beberapa waktu setelah aksi penggrebekan yang dilakukan berkat masuknya laporan warga di sekitar lokasi itu, pihaknya telah memanggil keluarga dari kedua belah pihak, untuk menyelesaikan permasalahan yang melibatkan dua remaja yang belum terikat pernikahan itu. “Pihak keluarga sudah memenuhi panggilan kami, Senin lalu. Setelah dijelaskan, pihak keluarga bisa memaklumi dan sepakat untuk menikahkan mereka. Hal ini tentu akan lebih baik, agar mereka tidak lagi berbuat zina. Apalagi, hubungan berpacaran mereka juga sudah berjalan 4 tahun,” kata Sukma. Secara aturan sebut Suryati menambahkan, Es dan Rh memang telah cukup umur untuk melangsungkan pernikahan, karena keduanya sudah sama-sama berusia 18 tahun. Selain untuk menghindari aib bagi masing-masing keluarga, pernikahan tentu akan menghindari mereka dari perbuatan maksiat dan zina yang dilarang agama. Apalagi pihak keluarga juga sudah menyatakan kesediaan untuk menikahkan pasangan remaja itu. “Untuk proses dan segala sesuatu yang berkaitan dengan urusan pernikahan, akan kita serahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga masing-masing. Semoga kasus ini bisa jadi pelajaran bagi para remaja yang belum terikat pernikahan dan tentunya bagi para orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka,” pesan Suryati. (h/yan)

Amuk Pertanyakan Kasus Kekerasan Oknum Polisi PADANG, HALUAN — Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Menuntut Keadilan (Amuk) kembali mendatangi Mapolda Sumbar, Rabu (13/3) kemarin. Mereka mempertanyakan kasus kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oknum polisi beberapa waktu lalu.

UNJUK RASA — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Menuntut Keadilan (Amuk) kembali berunjuk rasa dengan mendatangi Mapolda Sumbar, Rabu (13/3). Aksi unjuk rasa ini berjalan tertib. AMIR

PEMKO HANYA TARGETKAN RP10 MILIAR

Potensi Pajak Hotel Bukittinggi Rp200 Miliar BUKITTINGGI, HALUAN — Jika mau jujur, potensi pemasukan untuk pajak hotel di Kota Bukittinggi mencapai Rp200 miliar per tahun. Kenyataannya, Pemko hanya pasang target Rp10 miliar pajak hotel untuk tahun 2013 ini. Selama ini laporan petugas hotel mengenai tingkat hunian tidak betul, sebab mereka punya beberapa buku laporan. “Saya tahu persis kok, sebab saya juga mantan manajer hotel. Kecuali hotel berbintang dengan sistem manajemen maju, itu laporannya akurat dan jujur, sehingga pajaknya puluhan miliar diterima setiap bulannya,” kata Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Maderizal kepada Haluan kemarin. Menurutnya, sekarang Pemko harus tegas dan mau melakukan terobosan dengan melakukan uji petik. Alokasikan anggaran untuk biaya petugas yang mengawasi atau mencek langsung tamu hotel.

Sehingga dengan demikian, pihak hotel tak bisa sesuka perutnya memberikan laporan yang tak benar. “Ini mesti dilakukan dalam usaha mengoptimalkan pemasukan bagi Pemko dari sektor perhotelan ini,” ujar pria yang akrab dipanggil Abeng. Sebab, lanjut Abeng, hotel berbintang dengan manajemen maju, itu biasa memberikan laporan akurat dan benar ke petugas Pemko, sehingga pajak yang diterima pemko dari hotel berbintang di kota wisata ini mencapai puluhan milyar setiap bulannya. “Di luar itu, selama ini pengusaha hotel tak pernah jujur mengenai soal tingkat hunian, sebab mereka punya beberapa buku laporan,” katanya. Dalam hal uji petik ini, menurut Abeng, pemko perlu lebih berani dan agresif menetapkan angka minimal Rp20 miliar untuk pajak hotel (pajak pembangunan I). Itu sudah angka minimal, yakni

10 persen saja dari nilai Rp200 miliar yang sejujurnya mestinya diterima Pemko. Sebab, selama ini pemko baru bisa menerima pajak hotel ini sekitar Rp4 sampai 5 miliar pada 2011. Namun diakui, untuk tahun 2013 ini Pemko baru berani mentapkan angka Rp10 miliar lebih dari pajak hotel ini, dengan memulai sistem uji petik. Ubah pelaku butuh proses Pada bagian lain, Maderizal juga mengatakan, mengubah sikap mental pelaku bisnis pariwisata masyarakat, terutama di Bukittinggi, memerlukan proses dan butuh waktu yang panjang. Sebab, tipikal masyarakat Sumbar berbeda dengan masyarakat Jawa dan Bali. “Kejujuran, sikap bertanggung jawab, kepedulian dan mau berkorban dalam memberikan pelayanan kepada setiap wisatawan, sudah menjadi keharusan, bahkan men-

jadi budaya masyarakat pariwisata di Jawa dan Bali,” kata Abeng yang mantan pelaku usaha pariwisata Bukittinggi. Jauh berbeda dengan masyarakat kita, yang sebagian besar semata-mata mengejar keuntungan sesaat itu saja. Walaupun cara-cara mereka dalam menawarkan dan menjual barang-barang dagangan, sesungguhnya dapat merusak citra kota wisata. Sikap tanpa mau peduli, apa lagi tak merasa bertanggungjawab, ini sudah saatnya dibuang jauhjauh dan diganti dengan sikap ramah, tetapi jujur, peduli dan mau berkorban dalam melayani para wisatawan. Menurutnya, di masyarakat kita, sampai sekarang masih terjadi barang dengan kualitas sama, tetapi harga jauh berbeda. Rombongan dari Malaysia berkunjung ke Bukittinggi, kini bersikap ekstra hati-hati dalam berbelanja. Sebab, mereka tidak ingin

terulang lagi pengalaman pahitnya ketika seorang temannya membeli barang yang sama jenis, model dan kualitasnya dengan yang dia beli, tetapi harganya jauh berbeda. “Ini kan sebuah gambaran sikap yang merusak citra kepariwisataan dari para pelaku usaha pariwisata kita. Sikap tak mau peduli dengan citra kota wisata Bukittinggi, sudah saatnya dibuang jauh-jauh,” ungkap Abeng menambahkan. Kota Bukittinggi sebagai kota wisata yang sudah dikenal di mancanegara, memerlukan dukungan masyarakat pelaku usaha pariwsiata itu sendiri, mulai dari usaha skala besar sampai ke pelaku bisnis wisata eceran. Sikap penuh tanggung jawab dari masyarakat pelaku bisnis wisata sangat diperlukan, dalam upaya membangun kepercayaan wisatawan yang pada gilirannya membangun kemajuan usaha pariwisata itu sendiri. (h/sms)

Akbid Alifah Bantah Mahasiswinya Terjaring Pol PP Agam AGAM, HALUAN — Akademi Kebidanan Alifah Padang membantah jika DD, seorang mahasiswi yang digrebek oleh Satpol PP Agam di Homestay Maransy Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu Pagi (9/3) lalu, adalah mahasiswi kampus tersebut. Sekretaris Yayasan Alifah Erwani SKM, M.Kes saat berkunjung ke kantor Haluan, Senin (11/3) mengaku terkejut saat salah seorang mahasiswi Akbid Alifah diberitakan

tertangkap oleh Satpol PP Agam di Maninjau. “Oleh sebab itu, kami melakukan klarifikasi ke kantor Haluan salah satu media cetak yang memberitakannya,” katanya, Ia menjelaskan, setelah di klarifikasi, pihaknya tidak menemukan nama mahasiswi Akbid Alifah dengan inisial DD seperti yang di cantumkan di media. “Klarifikasi dilakukan untuk memastikan bahwa orang yang dimaksud benar berasal dari kampus kami.

Setelah nama asli di dapat, kami memastikan bawa orang yang dimaksud bukan dari Akbid Alifah,” jelas Erwani. Menurutnya, jika memang benar mahasiswi yang terjaring Satpol PP Agam di Maninjau tersebut adalah mahasiswi Akbid Alifah Padang, maka yayasan akan mengeluarkannya. “Tetapi jika tidak benar, kami menilai berita ini adalah pencemaran nama baik. Kami berharap, jika Satpol PP menangkap pasangan di luar ni-

kah hendaknya mendata dengan benar, agar tidak ada pihak yang dirugikan,” ungkapnya. Terpisah, Kepala Satpol PP Agam Olkawendi mengatakan, razia terhadap menyakit masyarakat di Agam sudah menjadi operasi rutin yang dilakukan setiap hari. Menurutnya, pendataan maupun tindakan yang dilakukan bagi masyarakat yang tertangkap dilakukan dengan prosedur yang tepat. “DD terjaring oleh anggota Satpol PP dengan pasangannya di Maninjau. Berdasarkan

data kartu identitas, ia merupakan warga Pasaman Barat, dan mengaku sebagai salah seorang mahasiswi pada salah satu perguruan tinggi di Padang,” jelas Olkawendi. “Kesalahan dalam mencatat indentitas bisa terjadi. Kita akan mendata sesuai dengan kartu identitas penduduk. DD sudah dua kali terjaring oleh Satpol PP Agam. Jika tidak bersedia dinikahkan ia akan dikirim ke Panti Sosial Sukarami,” jelasnya. (h/yat)

Batalnya Hak Angket KEINGIN tahuan rakyat ihwal duduk persoalan dana ‘siluman’ Bansos Rp1,9 miliar, pupus sudah. Soalnya, para wakil rakyat sendirilah yang telah membatalkan penggunaan hak angket di DPRD Sumbar. Rupanya, cuma 27 anggota dewan yang setuju. Padahal wakil rakyat di sana berjumlah 45 orang. Dana bantuan sosial sebesar Rp1,9 miliar lebih untuk Safari Dakwah Wilda Sumatera PKS, sebenarnya mulai menghangat setelah Jefrinal Arifin dinonjobkan sebagai Kepala Biro Bina Sosial beberapa waktu lalu. Sebagai bagian dari warga, tentu saya juga ingin tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Benarkan Jefrinal dinonjobkan dalam rangka pembinaan, karena dinilai dia sendirian yang bersalah? Tidak adakah pihak lain? Dalam kondisi keterpurukan ekonomi rakyat seperti saat ini,

jumlah anggaran Bansos Siluman Rp1,9 miliar itu, bukan tidak kecil. Bandingkanan dengan jumlah dana yang diajukan panti asuhan khusus Anak Mentawai senilai Rp272 juta, itu pun hanya direkomendasikan Rp25 juta saja. Padahal, kebutuhan anak-anak panti asuhan tersebut jauh lebih mendesak. Begitu juga dengan proposal-proposal lainnya, hanya direkomendasikan 1 hingga 20 persen saja dari total pengajuan dana. Dalam sebuah diskusi, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Febri Diansyah menyatakan, dana Bansos rawan disalahgunakan oleh pejabat daerah untuk kepentingan pribadi maupun politik. Sehingga dana yang niatnya digunakan untuk membantu menghindari terjadinya resiko sosial di masyarakat, justru dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Menurutnya, sepanjang 2007

hingga 2012, sebanyak Rp411 triliun lebih dana Bansos mengalami penyimpangan pengalokasian. Dalam rentang itu, ditemukan 120 kasus penyimpangan, dan 20 kasus di antaranya ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Hampir tiap daerah polanya sama. Yayasan dan lembaga pengusul yang dekat dengan kepala daerah hampir pasti mendapat bantuan. Bahkan tak jarang alamat yang digunakan fiktif. Padahal dana sudah cair, lalu dana tersebut perginya kemana,” ujarnya seperti dikutip haluan. Dia menyatakan pengalokasian dana Bansos untuk Safari Dakwah Wilda Sumatera yang tercamtum dalam APBD Sumbar 2013 diusut tuntas. Meski belum dicairkan, masuknya mata anggaran tersebut merupakan indikasi adanya penyimpangan. “DPRD harus tunjukkan komitmen kepada masyarakat

Oleh: DODI NURJA mengawal itu terus. Gunakan hak angket sampai ke pengusutan kasus itu,” ujarnya. Akan tetapi yang kemarin terjadi adalah, DPRD sudah memutuskan tidak akan menggunakan hak angket. Ironis, sudah punya hak tapi menolak menggunakan hak. Kini, harapan tertumpu kepada penegak hukum. Apa lagi kasus ini sudah dilaporkan masyarakat dan mantan Wakil Ketua DPRD Sumbar ke Polda Sumbar. Yukk...,, sama-sama kita kawal prosesnya. ***

Rombongan mahasiwa tersebut melakukan long march dari Jalan Sudirman menuju Polda Sumbar. Tiba di depan Mapolda Sumbar, terlihat anggota Sabhara Polda bertahan di depan pagar. Sedangkan pengunjuk rasa melakukan orasi di depan Mapolda Sumbar. Mereka meminta Kapolda Sumbar bisa menemui mereka. “Kami ingin bertemu dengan Kapolda Sumbar, ingin mengetahui sejauhmana kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut. Kalau tidak, copot Kapolda Sumbar,” kata mahasiswa yang sedang melakukan long march. Koordinator lapangan (Korlap) unjuk rasa Rudi kepada wartawan mengatakan, kasus kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian tidak hanya pada tahun ini saja. Pada tahun 2012 lalu, tercatat kasus kekerasan yang dilakukan oknum aparat kepada masyarakat sebanyak 45 kali. “Kasus kekerasan itu tidak berhenti pada tahun 2012 lalu, pada tahun ini hingga Maret ini saja, telah tercatat kasus kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat sebanyak sepuluh kasus. Ini jelas kebobrokan pemimpin Polri Sumbar yang tidak becus membina anggotanya,” ujar Rudi. Praktik-praktik penyiksaan dan kekerasan yang dilakukan aparat kepada masyarakat, jelas merupakan pelanggaran HAM, sebagaimana diatur di dalam pasal 28i UUD 1945,

pasal 7 konveksi hak sipil dan politik, pasal 33 Undangundang No 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Dia mengharapkan kepada pihak kepolisian agar menyelesaikan kasus tersebut hingga tuntas dan adil. “Kami dari Amuk meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus Shaka Musti Diguna dan kasus kekerasan yang dilakukan oknum polisi pada masyarakat lainnya,” harapnya. Shaka Musti Diguna (20) dan temannya Agung mendapat perlakuan tidak bersahabat dari Polsek Padang Timur saat menggelar razia sepeda motor di daerah tersebut. Mereka dipukul oleh oknum polisi karena dianggap melawan. Pada kesempatan tersebut perwakilan Polda Sumbar yakni penyidik Reskrim Umum Polda Sumbar yang menangani kasus Shaka, AKBP Untung Suropati menemui para pengunjuk rasa dan memberitahukan kepada Amuk sejauhmana tindak lanjut mengenai kasus Shaka. “Saat ini kasus tersebut sudah masuk ke tahap sidik dan telah memeriksa keterangan korban dan hari ini (kemarin,red) tersangka pun tengah diperiksa,” kata Untung. Ditambahkannya, apabila penyidik telah memintai semua keterangan korban, saksi, dan terlapor maka berkas tersebut akan dikirim ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Rencananya hari itu berkas tersebut akan dikirim ke jaksa.(h/nas)

Pertahanan.....Dari Hal. 1 Dua gol Lionel Messi plus tambahan dari David Villa serta Jordi Alba bikin mereka menang agregat total 4-2 dan lolos ke perempatfinal. Kemenangan Barca ini membuat mereka jadi tim ketiga yang mampu mengalahkan Milan dengan skor empat gol tanpa balas sekaligus jadi kekalahan terbesar tim asal kota Mode itu sepanjang sejarah keikutsertaan di Liga Champions. Sebelumnya Milan pernah kalah dengan skor serupa dari Deportivo (2003/2004) dan MU (2009/2010). Sementara untuk Barca keberhasilan melaju ke perempatfinal ini membuat mereka sudah enam kali lolos dari fase knockout, setelah tertinggal minimal dua gol di leg pertama. Dari beberapa catatan, kegagalan kali ini, bukan yang pertama kali dialami “pasukan merah hitam”. Statistik InfoStrada yang diulas detikSport mencatat, pertahanan Milan sering rapuh justru ketika mereka bermain di level knockout (KO)di kompetisi Eropa. Dari tujuh laga tandang terakhirnya di fase ini, lima kali mereka kebobolan minimal tiga gol. Pada 24 April 2007, Milan kalah 2-3 dari Manchester United di Old Trafford. Beruntung mereka menabung kemenangan 3-0 di San Siro, sehingga tetap lolos ke final — dan kemudian juara setelah mengalahkan Liverpool 2-1 di Athena, Yunani. Di musim 2009/2010, Milan kembali bertemu MU, kali itu di babak 16 besar. Kalah 2-3 di leg pertama di San Siro, mereka kalah lebih telak di kandang lawannya itu dengan skor 0-4. Di musim lalu Milan juga >> Editor : Syamsu Rizal

kebobolan banyak di fase knockout. Di babak 16 besar mereka kalah 0-3 di markas Arsenal, tapi beruntung lolos karena unggul 4-0 di kandang sendiri. Maju ke babak perempatfinal, setelah bermain 00 di San Siro, Milan kalah 1-3 dari Barcelona di Camp Nou. Dan tadi malam, kembali pasukan Il Diavolo kebobolan banyak gol di Catalan, yang membuat tabungan kemenangan 2-0 mereka seketika sirna. Xavi Hernandez menyatakan bahwa Los Cules memainkan laga yang menakjubkan. Xavi yang sadar Barca sudah lolos dari posisi terjepit karena mampu mengejar defisit dua gol hingga menang agregat 4-2, lantas menyatakan bahwa tim asal Catalan itu bermain menakjubkan saat melawan Milan. “Kami memainkan laga yang menakjubkan. Kami selalu merasa nyaman. Selalu berat bisa bangkit dari hasil akhir semacam itu apalagi dari tim asal Italia,” terang Xavi di situs resmi UEFA. “Kami menyerang Milan dari segala sisi. Kami bermain dengan intensitas. Kami kehilangan dinamika kami di leg pertama, tapi Anda menyaksikan hal berbeda pada malam ini,” imbuhnya. Lebih lanjut lagi, Xavi juga mengungkapkan bahwa kondisi lapangan juga memungkinkan Barca untuk melakukan pergerakan dengan leluasa. “Lapangannya sangat cepat di sini dan memungkinkan untuk melakukan banyak pergerakan. Pada babak perempatfinal, kami tahu kami harus berkompetisi seperti ini,” jelas pesepakbola 33 tahun itu. (h/net/mat) >> Penata Halaman : Syahrizal


KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

Ketua DPD RI Irman Gusman memberikan sambutan.

Menteri Perindustrian MS Hidayat memberikan sambutan.

3

Menteri Peruhaman Rakyat Djan Faridz memberikan sambutan.

Irman Gusman Resmikan 100.000 RST

Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim menandatangani MoU. KETUA Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) H Irman Gusman SE MBA meresmikan 100.000 unit Rumah Sejahtera Tapak (RST), Rabu (13/3) di Ibukota

Kabupaten Solok, Arosuka. Peresmian RST yang dibangun developer anggota Real Estate Indonesia (REI) itu diselenggarakan dalam rangka peringatan HUT REI ke-41 yang

dipusatkan di Sumatera Barat. Acara tersebut dihadiri Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz dan Menteri Perinsdutrian MS Hidayat, Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, Ketua Umum DPP REI Setya Muharso, Wakil Bupati Solok Desra Ediwan Anan Tanur, Ketua DPRD Syafri Dt Siri Marajo serta ratusan tamu undangan hadirin lainnya. Berikutnya juga hadir Ketua DPD REI Sumbar Alkudri serta pengurus REI dari seluruh Indonesia. Pada kesempatan tersebut Irman mengatakan alangkah baiknya jika subsidi bahan bakar minyak (BBM) khususnya jenis premium yang besarnya mencapai triliunan rupiah di APBN, sebahagian di antaranya dialihkan untuk program pembangunan perumahan yang pro rakyat. Hal tersebut akan sangat membantu. Karena selama ini suku bunga pinjaman bank yang masih terlalu tinggi dan uang muka

kepemilikan rumah yang juga cukup besar, membuat masyarakat kecil yang berpenghasilan rendah tak sanggup membeli rumah. Walau melalui fasilitas kredit kepemilikan rumah yang dibangun perusahaan pengembang sekalipun. Jika sebahagian subsidi BBM yang jumlahnya triliunan rupiah di APBN itu bisa dialihkan untuk subsidi program pembangunan perumahan yang pro rakyat, maka akan semakin banyak perumahan-perumahan yang bisa dibangun dan disediakan oleh pemerintah bagi rakyatnya. Terutama bagi 13,6 juta rakyat Indonesia yang masih belum memiliki rumah layak huni, yang tersebar di seluruh wilayah nusantara. Irman Gusman juga menegaskan bahwa DPD RI juga ikut mendorong pemerintah dan DPR untuk lebih mempercepat proses pembahasan RUU Perumahan Rakyat, agar bisa disahkan sesegera mungkin menjadi Undang-Undang.

“Diperlukan langkah-langkah strategis dan kebijakan yang pro rakyat dalam rangka mendorong pemerintah mengalokasikan anggaran yang lebih besar di APBN guna kepentingan program pembangunan perumahan bagi masyarakat miskin,� ujar Irman. Irman Gusman juga mengemukakan, pentingnya mengembalikan lagi khitah Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai bank yang berpihak kepada program pembangunan perumahan untuk rakyat. Sejauh ini, BTN memang identik sebagai mitra kerja usaha bagi pemerintah, dalam rangka pembelian rumah yang dibangun pengembang anggota REI secara kredit oleh masyarakat. Ketua Umum DPP REI Setya Muharso dalam laporannya mengatakan, peresmian 100.000 unit RST di Arosuka Kabupaten Solok Sumbar itu, adalah yang keempat kalinya dilakukan dan yang pertama kali dilaksanakan

di luar Pulau Jawa. Tiga kali peresmian sebelumnya masingmasing di Semarang, Jawa Tengah yang diresmikan Presiden SBY tahun 2006, di Jonggol Jawa Barat tahun 2007 dan di Lamongan Jawa Timur tahun 2009. Sepanjang tahun 2012 anggota REI di seluruh Indonesia telah membangun 104.042 unit RST termasuk di antaranya yang 308 unit di komplek perumahan Nuansa Griya Arosuka Kabupaten Solok itu dengan harga jual maksimal Rp88 juta per unit. Sebelum mengakhiri kunjungannya ke Arosuka, Ketua DPD RI Irman Gusman, Menpera Djan Farid, Menperin M Hidayat, Wakil Gubernur Muslim Kasim, Ketua Umum DPP REI Setya Muharso didampingi Wakil Bupati Solok Desra Ediwan dan Kepala Dinas PU setempat Fathol Bahri meninjau langsung komplek perumahan Nuansa Griya di Arosuka. (h/ris)

KETUA DPD RI H Irman Gusman SE MBA, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, Wabup Solok Desra Ediwan Anan Tanur, Ketua Umum DPP REI Setya Muharso, Sekjend DPP REI Eddy Hussie menabuh gendang tanda peresmian 100.000 unit Rumah Sejahtera Tapak (RST), Rabu (13/3) di Ibukota Kabupaten Solok, Arosuka.

Ketua DPD RI Irman Gusman mengambil sirih pasambahan.

Ketua DPD RI Irman Gusman, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menpera Djan Faridz, Wagub Sumbar Muslim Kasim, Ketua Umum DPP REI Setya Muharso tiba di lokasi acara.

Jamuan makan siang.

Iringan Ketua DPD RI Irman Gusman, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menpera Djan Faridz didampingi Wakil Bupati Solok Desra Ediwan Anan Tanur.

Kunjungan ke perumahan Nuansa Griya di Arosuka.

Ketua DPD RI Irman Gusman bersama menteri dan tamu undangan. >> Editor: Rudi Antono

>> Penata Halaman: Jeli


4 SUMBAR

KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

Ponpes Nyaris Tak Tersentuh APBD PADANG, HALUAN — Keberlangsungan pendidikan pondok pesantren (Ponpes) di Sumbar terancam.

LINGKAR Guru SMA Tabrakan dengan Guru SMP PASAMAN, HALUAN — Kecelakaan lalu lintas nyaris merenggut nyawa sepasang suami istri. Peristiwa itu terjadi di jalur lintas Sumatera, tepatnya di jalan Syahruddin Dalik Lubuk Sikaping, Rabu (13/3). Informasinya, kejadian naas tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Kendaraan jenis L 300 Mitsubishi yang dikemudikan sopir Ismar Kepala SMP 1 Mapattungul Selatan, berusaha mengelak kendaraan roda dua jenis Honda beat warna putih yang datang dari arah berlawanan. Motor itu dikemudiakan Lidyawati Rosni guru SMAN 1 Panti, yang rencananya akan menghadiri rapat di Lubuk Sikaping. Sementara Ismar dari Lubuksikaping hendak ke Panti. Saat berpapasan, Ismar mengelakan kendaraan roda dua. Namun, mobil yang dibawanya menabrak pohon mahoni, yang ada di pinggir jalan. Akibatnya, depan mobil hancur, sedangkan penumpang mobil Eri Endria, istri dari Ismar yang juga guru SMPN 1 Panti luka-luka, sama dengan yang dialami Ismar luka serius di kepala dan bagian dada. Dugaan kena hantaman kaca mobil saat menabrak batang pohon mahoni. Sementara pengendara motor Honda Beat Lidyawati Rosni juga terlihat parah di bagian lengan sebelah kanan. Dugaannya terserempet mobil L 300, dengan kondisi kendaraan bagian depan stang bengkok. Beruntung ketiga korban diselamatkan masyarakat, yang berbondongbondong datang ke Lokasi TKP, termasuk jajaran PNS di Dinsosnaker Pasaman. Karena lokasi laka dekat dengan Dinsosnaker Pasaman. Kondisi mobil hancur bagian kepala dan motor Honda Beat telah diamankan oleh petugas Satlantas Polres Pasaman. “Begitu kita mendapat informasi, petugas langsung ke lokasi. Bukti telah kita amankan dan kasusnya akan segera di proses,”ujar Aipda Brando Kanit Dikyasa Satlantas. Sampai berita ini terbit ketiga korban mendapat penanganan intensif di RSUD Lubuk Sikaping. (h/tos)

Pasalnya, nyaris tidak ada perhatian dari pemerintah, terhadap lembaga pendidikan ponpees tersebut. Padahal pendidikan ponpes, merupakan cikal bakal lahirnya ulama di ranah Minang ini, “Kondisinya memang demikian, tidak ada perhatian dari pemerintah daerah. Boleh dikatakan tidak tersentuh yang namanya anggaran daerah atau APBD,” kata Ketua Tarbiyah Sumbar H Boy Lestari Dt Palindih, kemarin. Sentuhan dari dana APBD ataupun APBN, menurutnya sangat diperlukan. Karena, sebagian besar santri ponpes itu berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka hanya ingin mendapatkan pendidikan agama, ingin mendalami Islam, dan ingin menjadi yang terbaik untuk agamanya,

KETUA Bhayangkari Polres Solsel Ny. Putu Eka Dewi Djoko Trisulo menerima bantuan bibit dari Dinas Pertanian Solsel.

Bhayangkari Solsel Tanam 15.000 Pohon SOLSEL, HALUAN — Organisasi Bhayangkari Polres Solok Selatan menanam 15.000 bibit pohon beragam jenis di lima lokasi berbeda. Tujuannya, menanam pohon pelindung dan tanaman perkebunan untuk lingkungan masyarakat. Ketua Bhayangkari Polres Solsel Ny Putu Eka Dewi Djoko Trisulo menyebutkan, penanaman pohon sangat penting sebagai pelindung dan cadangan oksigen bagi kehidupan di bumi. Gerakan perempuan menanam satu kesatuan dari program menanam satu miliar pohon yang dicanangkan oleh Pemerintah Negara Republik Indonesia. Kapolres Solsel AKBP Djoko

Trosulo mengatakan, penanaman pohon sebanyak 15 ribu batang dilaksaksanakan di lima lokasi yaitu sekitar kawasan Mapolres, Sukabumi, Balai Benih Induk (BBI) Golden Arm, Pekonina, dan Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh. Adapun bibit yang ditanam, seperti coklat (kakao), mahoni, trembesi, karet, tanjung, bambang laning, surian dan jabon. “Bibit yang ada ini, merupakan bantuan dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Solsel, PT Tidar Kerinci Agung (TKA), PT Andalas Merapi Timber (AMT), Taman Nasional kerinci Seblat (TNKS), Dinas Pertanian, dan bantuan masyarakat sendiri,” katanya.

Ia menyebutkan, penanaman pohon ini merupakan rangkaian gerakan menanam satu miliar pohon. “Kali ini gerakan menanam ini dilaksanakan oleh Bhayangkari. Kita hanya membantu untuk pengerahan tenaga di lapangan,” paparnya. Pengerahan tenaga yang dimaksud kapolres, personil ikut membantu Bhayangkari dalam mendistribusikan bibit dan pembuatan lubang penanaman. Sedangkan untuk penanaman karet dan kakao, dilaksanakan oleh pemilik lahan sendiri. “Kita hanya membantu menyediakan bibit saja, untuk pohon kakao, akan ditanam di Pekonina oleh kelompok tani,” lanjutnya. (h/col).

Dua Rumah Disatroni Maling PASAMAN, HALUAN — Kasus pencurian kini marak di Lubuk Sikaping. Terbukti dalam semalam, dua rumah warga di Kenagarian Air Manggih Lubuk Sikaping disatroni maling. Dari dua TKP tersebut, maling menggondol sejumlah alat elektronik, berupa handphone, I pod

dan laptop. Korban menderita kerugian puluhan juta rupiah. Sementara pelaku belum berhasil ditangkap. Peristiwa terjadi Rabu (13/3) dini hari, di kediaman keluarga Munasri (48) guru SMP N 1 Lubuk Sikaping, yang berdomisili di Jalan Kamboja No 11 Jorong Am-

bacang Anggang Nagari Aia Manggih. “Kami kehilangan, enam buah HP, satu unit laptop, satu unit I pod, serta uang tunai sebesar Rp1 juta.” jelas istri Munasri Peristiwa itu diketahui korban pada pukul 05.00. WIB. “Awalnya anak kami Monalisa (11) kehilangan

termasuk untuk negara dan bangsa. “Tapi itu tidak pernah menjadi pertimbangan pemerintah daerah. Kalau memang diperhatikan, tentu pendidikan ponpes akan lebih maju. Misalnya ponpes yang saya kelola, bolah dikatakan sebagian besar hampir mati dan tidak berdaya. Padahal ponpes dapat menghasilkan ulama di Sumbar,” ujarnya. Ia juga menyebutkan, dengan pendidikan karakter yang dicanangkan pemerintah, semestinya ponpes mendapat perhatian lebih. Karena, pendidikan karakter itu tidak bisa lepas dari pendidikan agama, budaya dan nilai-nilai lokal. “Kami sudah pernah mengusulkan pada pemerintah daerah, tapi hasilnya memang tidak mengembirakan. Jika dikatakan ponpes itu swasta, kami lihat ada juga lembaga pendidikan swasta yang diberi dana APBD. Lalu apa bedanya dengan ponpes. Kami kira ini perlu jadi cacatan bagi mereka yang pengambil kebijakan,” ujarnya. (h/rud)

IPHI Pasbar Dilantik PASBAR, HALUAN — Bupati Pasaman Barat Baharuddin R, kemarin melantik pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) periode 2013–2018, di Masjid Agung Darul Ilmi, jalan SoekarnoHatta Simpang Ampek. Selain pelantikan pengurus IPHI, juga dilakukan kegiatan tabligh akbar IPHI tingkat Provinsi Sumbar. Bupati Pasbar Baharuddin R menyampaikan, IPHI merupakan tempat berhimpun jamaah haji di setiap tingkatan, mulai pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga ke tingkat kecamatan. Harapannya, terbentuknya kesalehan personal dan kesalehan sosial pada diri setiap jamah haji. “Untuk itu, bagi mas-

yarakat Pasbar yang berumur 30 tahun, agar sesegeranya (bagi yang mampu) mendaftarkan diri untuk melaksanakan perjalanan ibadah haji di daerahnya masingmasing. Menunaikan Ibadah haji, janganlah menunggu waktu. Selagi ada waktu dan kesempatan, daftarkanlah diri dengan segera,” katanya. Ketua IPHI Provinsi Sumbar Usman Husein menyampaikan, tabligh akbar bukan semata melaksanakan program organisasi, atau mengajak umat yang telah melaksanakan perjalanan ibadah haji saling koordinasi dan komunikasi, tapi meningkatkan sitalurahmi antar sesama. (h/gmz)

HP, yang sebelumnya diletakkan dekat bantalnya,” jelas Munasri. TKP kedua, kerabat korban Men (49), mengatakan, kejadian diduga berlangsung antara pukul 03.00.WIB s/ d pukul 05.00. WIB. “Korban kehilangan tiga buah handphone dan satu unit laptop,” sebutnya. (h/tos)

>> Editor : Rudi Antono

>> Penata Halaman: Irvand


OPINI 5

KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

Paranoid Globalisasi Jihad

Bawang Putih Makin Rumit

OLEH:

DONNY SYOFYAN

Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

AWANG merah dan bawang putih harganya melesat naik menembus Rp60 ribu per kilogram. Pemerintah harus segera mengambil kebijakan dengan kondisi tersebut. Sebab, hal itu mengganggu perekonomian masyarakat. Jika pemerintah tidak segera memperbaiki akan merembet ke yang lain. Mestinya pemerintah terhadap masalah bawang tetap berprinsip komoditas pada impor, sehingga stabilitas harga menunggu impor. “Saya rasa prinsip komoditas masih impor kemudian masalah bawang cepat rusak. Di dalam negeri, pasokan bawang yang minim. Kalaupun ada kualitas bawang sangat rendah. Reproduksi bawang jelek apalagi masalah kartel masih merajalela. Harga bawang putih diketahui Rp60 ribu per kg dan bawang merah Rp56 ribu per kg. Memang ada janji pemerintah untuk menstabilkan harga bawang putih dan bawang merah. Tapi seberapa jauh akan mencapai sasaran? Seperti kita ketahui Menko Perekonomian, Hatta Rajasa menyatakan kenaikan harga tersebut perlu segera distabilkan. Karena harga bawang yang sudah cukup membuat inflasi tinggi 0,75% pada Februari, sumbangan bawang putih 0,12%. Sebelumnya bawang putih tidak pernah menyumbang inflasi yang cukup besar. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Apakah sudah perlu dilakukan impor atau peningkatan impor bawang putih? Apakah itu tidak akan membunuh petani lokal? Memang sebuah dilema. Keinginan pemerintah untuk adanya tambahan impor bawang putih memang dimaksud guna menstabilkan harga di pasaran. Tambahan impor untuk menjaga pasokan karena permintaan meningkat. Okelah kalau begitu, tetapi apa yang akan dilakukan pemerintah saat ini guna merealisasikan apa yang diminta oleh Menko Perekonomian itu? Menurut kita setidak-tidaknya perlu kita minta Kementerian Pertanian dapat memperbaiki regulasi. Karena pasokan dalam negeri tidak bisa memenuhi kebutuhan nasional, sedang pasokan dalam negeri baru 5 persen. Regulasi tersebut agar Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan melakukan hubungan kerjasama. Sebab pertanian adalah yang memberikan rekomendasi sedangkan perdagangan adalah pelaku eksekusi rekomendasi tersebut. Rekomendasi datangnya dari pertanian dan eksekusi dari perdagangan kedua kementerian diharapkan melakukan kerjasama. Kedua kementerian itu hendaknya segera melakukan investigasi, terkait kelangkaan pasokan bawang putih yang menyebabkan kenaikan harga bawang putih. Perlu dilihat benar ke lapangan apakah kenaikan harga bawang putih ini karena memang importir menahan pasokan bawang putih, atau karena sebab lain. Investigasi tersebut memungkinkan pemerintah mendapatkan informasi akurat, sehingga dapat memastikan pasokan bawang putih aman. Selain itu, juga dapat menekan harga bawang putih. Kalau diperlukan kedua kementerian bisa memanggil semua importir dan lakukan audit menyeluruh. Jika investigasi dilakukan kita rasa tidak akan sulit. Faktanya di berbagai daerah memang ada indikasi penumpukan dengan sengaja stok bawang putih oleh kelompok tertentu. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, misalnya, belum lama ini memperkirakan ada indikasi lain di balik menumpuknya kontainer bawang putih impor di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Ada indikasi ingin membuka saluran impor lain. Kalau hanya di Surabaya saja akan menumpuk. Jawa Timur tengah kebanjiran bawang putih impor dan masih tertahan di Terminal Peti Kemas. Hampir seluruhnya berstatus on arrival. Artinya, kontainer datang lebih dulu baru mengurus Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). Padahal, berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 60 Tahun 2012, RIPH dan Surat Persetujuan Impor dikeluarkan bersamaan dengan masuknya komoditas impor. Saat ini, ada 110 kontainer bawang putih di Terminal Peti Kemas dan sudah mengurus RIPH dan SPI. Dari jumlah itu, 32 kontainer sudah menetap di gudang peti kemas selama 20 hari, 62 kontainer menginap 30 hari, dan sisanya sudah lebih dari sebulan disimpan di dalam gudang yang memiliki reefer plug. Ini sudah clean and clear, tapi tidak diambil importir untuk dikeluarkan. Kita memperkirakan para importir sengaja menimbun kontainer bawang putih impor itu untuk membuktikan bahwa saluran impor harus dibuka lebih luas, tidak hanya di Pelabuhan Tanjung Perak. Hal senada juga sudah disampaikan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Ia menilai naiknya harga bawang karena ada pembatasan dalam izin importir. Pembatasan itu membuat bawang yang ada saat ini tidak bisa memenuhi permintaan dalam negeri yang cukup tinggi. Tapi dari kacamata Kementerian Perdagangan bahwa alasan lain harga bawang meningkat terkait faktor transportasi, rasanya masih perlu dilihat dari berbagai sudut. Apa benar karena transportasi? ***

B

„ Ruhut: Marzuki bukan superman atau batman „ Tapi ia chairman lho

ATA jihad mengejawantah sebagai spector yang paling distortif dewasa ini. Ia praktis menjadi wacana politik internasional dan menjadi perdebatan akademis di pelbagai pertemuan ilmiah. Bukubuku yang bertema jihad makin membanjiri pasaran. Tema-tema jihad telah memadati novel-novel fiksi dan skenario film. Secara teologis, makna jihad ditengarai merepresentasikan “perang suci” yang berdiri identik dengan “perang salib” (crusade) bagi umat Kristen. Namun, dalam kaca mata sosio-historis, jihad lebih disorot sebagai proses konstan amar ma‘ruf nahy munkar dalam arti seluas-luasnya. Dalam konteks inilah, Islam memiliki cerita sejarah yang putih ketika ulama dan penguasa bergandengan dalam urusan jihad. Ibn Taimiyah tercatat tak henti-hentinya mengoreksi penguasa. Tapi ketika panggilan jihad datang mereka jalan beriringan. Ulama memberi fatwa, komando di tangan sultan. Keduanya menghidupkan perjuangan dengan lembut sekaligus bermartabat. Dalam perkembangan kontemporer, stigmatisasi jihad agaknya berjalan paralel dengan banyaknya kejadian penting pada abad ke-20 dan awal abad ke-21 yang menggiring lahirnya konfrontasi sengit antara gerakan Islam dan “Barat” (meskipun “Barat” di sini ternyata cuma Ame-

K

rika), di antaranya: berdirinya negara Israel, Perang Dingin, Revolusi Islam Iran dengan arsitek Ayatollah Khomeini yang menganggap Amerika sebagai “Si Setan Besar”, kekalahan Uni Soviet di Afghanistan, perang Teluk antara Irak dan AS dan sekutunya yang oleh Saddam Hussein digambarkan sebagai perang antara Islam dan Amerika, Libya yang digedor terus oleh Washington, ledakan bom di World Trade Center yang disinyalir hasil kerja sejumlah orang Islam dari Mesir yang masuk ke New York, tragedi 11 September 2001, dan invasi AS ke Afghanistan serta Irak. Stigmatisasi terhadap jihad ini bermetamorfosis menjadi paranoid global tatkala kalangan orientalis Barat mulai mengisukan menguatnya gejala-gejala kebangkitan Islam yang diusung oleh pelbagai gerakan Islam dengan pola-pola yang lebih sistemik dan terorganisir. Salah satu sarjana Barat yang paling bertanggung jawab dalam upaya ini adalah Bernard Lewis. Dalam salah satu karyanya, The Return of Islam (1964), Lewis telah mengekspos adanya fenomena kebangkitan Islam yang pada gilirannya menggelorakan istilah “benturan peradaban” (clash of civilization), bukannya Samuel P. Huntington. Dalam dua karyanya yang terkahir, What Went Wrong? Western Impact and Middle Eastern

Response (2002) dan The Crisis of Islam: Holy War and Unholy War (2003), Lewis kembali mengembangkan penyesatan dengan menyorot akar sejarah kebencian kaum Muslim dalam persinggungannya dengan Eropa modern yang kerap diekspresikan dengan aksi-aksi terorisme dan peneguhan identitas Islam Politik yang kemudian menjadi fresh blood bagi kebangunan kelompok Islam militan. Di sini, Lewis mengklaim bahwa semua hal tersebut tampil disemangati panggilan jihad. Sebelumnya, Hamilton Gibb relatif berhasil “meramal” terjadinya transformasi diskursus (fikrah) kebangkitan Islam menjadi sebuah gerakan (harakah) yang bekerja pada semua lini kehidupan umat Islam. Menarik mengutip komentar Gibb bahwa bukunya Pemikiran Islam Modern (1930) harus terbit dua tahun setelah berdirinya gerakan Ikhwanul Muslimin (1928). Dua tahun, bagi Gibb, bukanlah waktu yang cukup untuk mempelajari gerakan tersebut. Tapi Gibb tetap menyampaikan kecemasannya bahwa suatu saat gerakan itu akan menjadi ancaman bagi Barat. Gibb sangat paham bahwa sang maestro Ikhwanul Muslimin, Hasan al-Banna, berhasil memelopori menancapkan jihad sebagai napas kehidupan umat Islam guna meraih kebesarannya. Rekomendasi Gibb kemudian ditindaklanjuti dengan menugaskan dinas intelijen Inggris guna mempelajari gerakan Ikhwanul Muslimin. Paranoid pihak Barat terhadap jihad ternyata tidak

OLEH: AHMAD UBAIDILLAH Mahasiswa Program Magister Studi Islam UII Yogyakarta EMBICARAKAN korupsi di negeri ini sama artinya kita mengikuti lomba lari tanpa mengenal garis finish. Membahas koruptor tidak berbeda dengan memperbincangkan zombie yang tidak mempan lagi dibacakan do’a. Koruptor datang silih berganti. Ia terus mencari, melirik, dan menerkam mangsa yang memang sudah direncanakan. Pejabat dari tingkat pusat hingga daerah bertiwikrama dan mengganyang habis ladang-ladang baru korupsinya yang sengaja diciptakan. Mereka menggarong uang negara tanpa mengenal kata puas. Lumbung keuangan negara yang sebagian besar disumbang dari uang rakyat melalui pajak itu, ramai-ramai dijadikan bancakan para koruptor. Itu terbukti dari masih seringnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan perilaku korup dikalangan pejabat negara (Menteri, DPR, DPRD, Gubernur, Bupati, walikota, dan seterusnya). Kasus demi kasus yang bernuansa koruptif bersarang di segala lini pemerintahan. Yang tak bisa dibayangkan, koruptor semakin memiliki banyak trik, taktik dan strategi untuk merampok uang negara itu. Yang lebih tak bisa

M

dinalar lagi, para penegak hukum pun semakin tak berdaya menghadapinya. Berkenaan dengan semakin maraknya praktik korupsi yang juga banyak dilakukan kaum hawa, misalnya nama-nama seperti Angelina Sondakh, Nunun Nurbaeti, Miranda Goeltom dan sejumlah nama perempuan lainnya, perlu digarisbawahi betapa menentukannya peranan seorang perempuan dalam melawan korupsi di Indonesia. Disadari atau tidak, perilaku perempuan memiliki pengaruh yang tidak bisa dianggap remeh terhadap kehidupan dirinya sendiri, keluarga, bahkan negara. Pengaruh perempuan tidak hanya bisa mengantarkan sesuatu yang tidak baik menjadi baik, tetapi juga mampu membuat hal-hal yang baik menjadi tidak baik, seperti korupsi. Kita semua pasti tahu praktik korupsi di Indonesia semakin bergerak liar. Seluruh anak bangsa juga tidak ragu bahwa korupsi tidak hanya menghancurkan martabat sebagai bangsa, tetapi juga merendahkan reputasi negara di mata dunia internasional. Korupsi bukan semata merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak nilai-nilai kemanusiaan (keadilan, kesejahteraan, kemakmuran dan

seterusnya) Meskipun berbagai taktik dan strategi sudah dibuat, namun pada praktiknya korupsi belum bisa dihentikan secara maksimal. Nampaknya, kita perlu mencari jalan lain selain lembaga-lembaga penegak hukum permanen (kepolisian, kejaksaan, kehakiman) atau non permanen (KPK). Salah satunya memainkan peranan perempuan. Terobosan baru harus dicari. Sebuah terobosan yang mampu memberikan jalan keluar terhadap penanganan korupsi. Di sinilah peranan perempuan di semua cabang kehidupan (individu, keluarga, negara), harus dijalankan. Dalam konteks individu, seorang perempuan perlu mengendalikan segala bentuk keinginan yang dapat mengalahkan kebutuhan. Ia harus mengutamakan logika kebutuhan, bukan logika keinginan. Sifat materialistis yang biasanya identik dengan sifat bawaan perempuan jangan sampai menggelapkan hati nurani. Sifat suka pada kebendaan, terutama hal-hal yang indah, tidak harus membuat seorang perempuan melakukan sesuatu yang melabrak tatanan nilai dan prinsip moral. Di sinilah perempuan dituntut untuk selalu menerima apa adanya apa-apa yang diberikan Tuhan kepadanya. Ini bukan berarti bermalasan tanpa ada usaha, namun usaha mencapai hal-hal yang

Pemimpin Umum: H. Basrizal Koto WPU / Penanggungjawab: Zul Effendi, Pemimpin Redaksi: Yon Erizon Pemimpin Perusahaan: Indra Helmi

Terbit Sejak 1948 Pendiri H. Kasoema

Redaktur Pelaksana: Ismet Fanany MD Redaktur Pelaksana: Syamsu Rizal

Penerbit: Litbang & Online Media: Eko Yanche E PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP Koordinator Minggu: David Ramadian No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 Koordinator Liputan: Rudi Antono 1985 tanggal 19 November 1985. Manajer Cetak: Mardius Caniago

dibutuhkan tersebut dicapai dengan cara benar. Di dalam kehidupan keluarga, seorang ibu sebagai seorang perempuan seyogyanya mendidik anak-anaknya untuk berlaku jujur. Menanamkan integritas kepada anak-anaknya. Setiap waktu seorang ibu perlu menanamkan budi pekerti yang baik. Membumikan moralitas kepada anak-anaknya dengan cara menjelaskan kepada mereka hal-hal yang boleh dilakukan dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Batasan, garis pemisah dan demarkasi antara yang baik atau buruk, pantas dan tidak pantas, harus ditegaskan kepada anak-anaknya. Perempuan, sebagai seorang isteri pejabat negara misalnya, tidak harus menuntut suaminya sesuatu yang tidak mampu dipenuhi. Ia sebaiknya meminta sesuatu kepada suaminya tidak melebihi pendapatan atau gajinya. Adalah tidak tepat jikalau seorang isteri meminta halhal di luar batas kemampuan sang suami. Apalagi, mendorong suaminya untuk berbuat melanggar hukum demi tercapainya keinginan tersebut, misalnya berbuat korupsi. Tentu ini bukan sesuatu yang diharapkan. Di sebuah negara, peranan perempuan juga tidak kalah pentingnya. Seorang perempuan ketika menjadi pejabat negara (presiden, menteri, anggota DPR, gubernur,

bupati, walikota dan seterusnya) harus mampu menjaga perilakunya dari perbuatan korup. Tugas dan wewenang harus digunakan sebaik-baiknya demi kepentingan bangsa dan negara. Namun, kita masih menyaksikan para pejabat negara perempuan yang masih menyelewangkan kekuasaan yang dimilikinya. Mereka berbuat korup demi mendapatkan uang berlimpah dan kekuasaan. Muncuatnya nama-nama perempuan korup yang disorot media massa belakangan ini adalah bukti bahwa sebagian pejabat perempuan di negeri ini masih terperosok ke “lubang hitam” bernama korupsi. Padahal, kita semua sepakat maju dan mundurnya suatu negara salah satunya ditentukan oleh seorang perempuan. Pepatah Arab mengatakan bahwa apabila perempuan itu baik, maka baiklah atau makmurlah negara. Sebaliknya, jika perempuan itu rusak, berbuat tercela (korupsi), maka hancurlah negara. Ini yang harus direnungkan oleh kita semua sebagai anak bangsa. Oleh karena itu, sudah saatnya kaum perempuan terbebas dari perilaku dan mentalitas korup. Menunjukkan bahwa perempuan adalah sosok yang bebas bangsa dari korupsi sebagai suatu kemuliaan yang luar biasa bagi dirinya sendiri, keluarga, maupun negara. (*)

082390765000

„ Mau dikartelisasi lagi?

SETIAP artikel/opini yang dikirim ke Redaksi Haluan, panjang tulisan minimal 1.000 words (kata) dan maksimal 1.350 words (kata). Hendaknya artikel tak dikirim secara bersamaan ke media lain yang terbit di Kota Padang. Setelah 15 hari jika artikel tak dimuat, maka tulisan tersebut kami nilai tak layak muat. Terima kasih.

masalah ini. Dari serangan bom Hiroshima dan Nagasaki, Vietnam dan kini Irak kian terlihat bahwa energi-energi ketakutan meningkat pesat di saat tabungan serangan ke orang lain makin bertambah. Semakin banyak pihak yang diserang, semakin banyak pula pihak yang akan menyerang balik. Demokrasi mengakui adanya kebhinekaan. Problemnya, untuk merealisasikan itu tidak ada jalan tunggal. Memang, Fukuyama memberikan kesan bahwa jalan yang harus ditempuh adalah demokrasi— dengan masyarakat Barat sebagai rujukan utamanya. Jika mengingat fenomena gelombang demokratisasi yang berlangsung sejak akhir 1970an, bukan sesuatu yang tidak mungkin bahwa kesuksesan Barat diulang di wilayah lain. Namun, persoalannya bukan sekadar mengulang keberhasilan negara-negara lain, melainkan kebolehan untuk merancang aturan main yang berbeda, setidaknya tidak semuanya sama yang dianggap sesuai untuk kebutuhan sebuah negara. Bagi gerakan Islam, keperluan akan hal ini didasarkan bukan saja oleh keniscayaan teologis tapi juga kenyataan empirik bahwa tidak selamanya keberhasilan pengalaman Barat dilihat sebagai kebutuhan bagi negara-negara lain. Inilah unsur yang selama ini tidak disinggung pihak Barat dalam memperbincangkan globalisasi jihad yang mengkristal dalam gerakan fundamentalisme Islam. Padahal, di situlah letak rasionalitas jihad. (*)

Saatnya Perempuan Melawan Korupsi

„ Hatta Rajasa minta harga bawang putih distabilkan

PEMBERITAHUAN

mengamputasi eksistensi Islam. Pada satu sisi, ia justru mengkristal sebagai stimulanstimulan dalam tubuh umat Islam guna melakukan terobosan dan percepatan, sebentuk blessing in disguise. Seperti terlacak pada lompatan jihad intelektual masif lewat barisan para ideolog, pemikir strategi, dan pembaharu Muslim yang produktif. Tekanan isolasi Barat terhadap gerakan Islam dengan dalih “teror jihad” guna memutuskan siklus terorisme internasional justru menggerakkan terwujudnya model “jihad intelektual.” Walau belum ada satupun kekuatan gerakan Islam yang mampu menguasai sebuah negara dan merealisasiakan cita-cita politiknya, kenyataan menunjukkan bahwa “pustaka dunia Islam” dipenuhi oleh para pemikir dari gerakan Islam. Lihat saja karya-karya Sayyid Quthb, Muhammad Quthb, Muhammad al-Ghazali, Yusuf al-Qaradhawi, al-Mawdudi, atau al-Nadawi. Mereka menjadi referensi dalam dunia pemikiran Islam. Bahkan, mereka kemudian menjadi representasi peradaban Islam modern, yang dari sana Barat memahami gejolak kebangkitan dan dinamika pemikiran Dunia Islam. Pada sisi lain, paranoid pihak Barat terhadap jihad berdampak eskalasi serangan terhadap pelbagai kepentingan Barat, terutama Amerika Serikat. Kebencian atau serangan tidak pernah menimbulkan kedamaian, sebaliknya memproduksi ketakutan dalam jumlah yang lebih tinggi. Sejarah Amerika Serikat memberi cahaya terang dalam

Nonaktifkan Pejabat yang akan Maju dalam Pilkada APARAT terkait wajib mengawasi. Semarak calon kepala daerah mulai menggeliat. Sangat memprihatinkan kalau sosialisasi dengan baliho berkedok perusahaan dan gambar wako,

dengan motto sebagai calon. Tujuannya serba gratis/pajak lebih ringan. Sebaiknya kepala daerah menonaktifkan semua pejabat yang akan maju. Jangan menunggu

masalah dikemudian hari. Selamat berjuang para kandidat dengan semua yang dimiliki. Jangan gunakan hak yang tidak patut, apalagi anggaran negara. Terimakasih. +6282381162***

Direktur Haluan Media Group: H Desfandri. Dewan Redaksi : H. Basrizal Koto, H. Desfandri, H. Hasril Chaniago, Zul Effendi, Yon Erizon, Indra Helmi, Ismet Fanany MD, Eko Yanche Edrie, Syamsu Rizal, Sekretaris Redaksi: Silvia Oktarice, Redaktur: Afrianita, Atviarni, Dodi Nurja, Nova Anggraini, Rahmatul Akbar. Asisten Redaktur: Devi Diani, Meidella Syahni, Reporter Padang: Ade Budi Kurniati, Nasrizal, Perwakilan Bukittinggi: Haswandi (Plt Kepala) Jon Indra (Non-Aktif), Syamsuardi S, Ridwan, Pariaman/Padang Pariaman: Dedi Salim, Trisnaldi, Payakumbuh/Limapuluh Kota: Zulkifli, Syafril Nita, Sri Mulyati, M Siebert, Pasaman:Atos Indria, Ahdi Susanto, Welina, Agam: Miazuddin, Kasra Scorpi, Padang Panjang: Iwan DN, Rian Syair, Tanah Datar: Yuldaveri, Emrizal, Aldoys, Pasaman Barat: Suryandika, M. Junir, Gusmizar, Pesisir Selatan: Sabrul Bayang, M. Joni, Haridman, Kabupaten Solok/ Kota Solok: Syamsuardi Hasan, Riswan Jaya, Alfian, Almito, Marnus Chaniago, Solok Selatan: Icol Dianto, Sawahlunto: Fadilla Jusman, Sijunjung: Elfa Fuadiansyah, Azneldi, Dharmasraya: Maryadi, Ferry Maulana, Biro Jakarta: Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: Moralis, Biro Kepri: M Sahdan Tim Kerja Usaha: Efri Hanter (Kabag Sirkulasi), Yursil Masri (Manajer Keuangan), Andiyanto (Koord Asongan), Yunasbi (Kabag Iklan), Tata Letak/Desain: David Fernanda, Nurfandri, Rahmi, Syamsul Hidayat, Jefli, HRD : Desmasari, Umum : Nurmi, Kasir : Desy, TI : Teguh. ,Pra Cetak : Sawal Marjuni HRP, Mai Hendri, Cetak : Mardianto (Koordinator), Afandi, Rudi Kurniawan, Jecky Jekcson. Haluan Media Group: CEO H.Basrizal Koto, Direktur: H Desfandri. Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Iklan dan Sirkulasi: (0751) 4488700, Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: haluanpadang@gmail.com, redaksi_haluan@yahoo.com, website: http/ harianhaluan.com, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp78.000, Harga eceran Rp3.500,- Tarif iklan: Tarif Iklan: Display FC halaman satu: Rp50.000/mm kolom, Display BW halaman satu: Rp35.000/ mm kolom, Display halaman dalam FC: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam BW: Rp17.500/mm kolom, Iklan SC :Rp25.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat FC: Rp15.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat BW: Rp10.000/mm kolom, Dukacita: Rp10.000/mm kolom, Iklan kolom (maks 300 mmk) FC: Rp15.000, Iklan Kolom (maks 300 mmk) BW: Rp10.000, Advertorial FC: Rp40.000/mm kolom, Advertorial BW: Rp25.000/mm kolom Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, Bank Nagari Cabang Utama Padang Rek No: 1008.0103.00009.1 PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http://www.harianhaluan.com

>> Editor : Syamsu Rizal

>> Penata Halaman : Irvand


6

KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

>> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman: Syahrizal


SAMBUNGAN 7

KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

Bemo, Mati .................... Dari Halaman. 1 Tata Ulang .................... Dari Halaman. 1 Secara perlahan tapi pasti, bemo pun makin ditinggal masyarakat. Apalagi pascagempa 2009 lalu, bemo semakin terpinggirkan. Transportasi beroda tiga yang hadir sejak 43 tahun lalu di Kota Padang ini terpaksa mati gaya karena ditelan zaman. Hal itu dikarenakan, transportasi masyarakat telah beralih ke mikrolet dan ojek. “Ibarat hiduik sagan mati tak namuah,”kata Boyong (56 tahun) sopir bemo. Dia menambahkan, Sudah sebulan ini dia sudah beralih profesi menjadi tukang parkir dekat Kantor Balai Kota. Hal ini dikarenakan transportasi bemo sudah tidak dipandang lagi sebagai transportasi massa oleh masyarakat. Karena terminalnya saja sudah tidak ada. Sekarang kawan-kawan sopirnya pun, hanya beroperasi pada Subuh hingga pukul 17.00 WB saja untuk mengangakut dagangan pedagang pasar raya. Seperti mengangkut hasil bumi, buah-

buahan, dan lain sebagainya. “Saat ini jalur bemo tidak menentu, tapi biasanya ke arah Palinggam-Muaro- Pasar Raya. Sebelum gempa 2009 ada 11 jurusan bemo yang melaju mengelilingi Kota Padang. Namun sekarang tidak berdasarkan pesanan penumpang dan langganan. Hal ini juga disebabkan kalah pamor dengan angkot dan ojek-ojek sepeda notor. Kini agen bemo pun juga tak ada,” ungkap Boyong. Pihaknya menambahklan, dahulu bemo yang berjumlah 40 unit kendaraan. Sekarang sebagian besar telah masuk kandang. Para sopir dan pengelola sudah beralih profesi. Hal itu disebabkan susahnya meraup rezeki melalui transportasi bemo karena masyarakat telah beralih ke transportasi lain. Selain itu, setiap bemo yang akan berangkat harus menunggu penuh terlebih dahulu. Ongkosnya Rp2.000, untuk

satu trip ongkos sewa. Sehingga untuk satu kali trip perjalanan dapat meraup rezeki sebesar Rp14.000 dari tujuh penumpang. Sementara itu, Anto (32 tahun) pedagang sayur di Pasar Raya Padang menyatakan, Sampai hari ini, bemo hanya dipergunakan untuk membawa barang dagangan pedagang saja. Selain itu, hanya ada pada pagi hari saja untuk membawa dagangan pedagang yang akan berjualan di Pasar Raya. “Sekitar jam 9 an bemo tidak ada lagi di Pasar Raya hingga sore dan malam hari. Hanya kadangkadang saja muncul, jika ada order mengangkut barang,. Sama halnya seperti becak yang dapat masuk ke gang-gang jalan. Sekarang bemo hanya nampak empat kendaraan saja yang hadir pada setiap pagi. Biasanya mangkal di samping Bank Mandiri Pasar Raya” ungkap Anto. DAPIT ALEXSANDER

Kecewa, Hak.................. Dari Halaman. 1 PAN, Golkar, dan FPR mengajukan dibentuknya panitia khusus (Pansus). Sementara Agus Susanto dari Fraksi Persatuan Reformasi yang sebelumnya menjadi anggota pengusul hak angket, di tengah persidangan menyatakan menolak pengusulan hak angket. Dirinya mengusulkan, DPRD harus membentuk Pansus untuk menggiring permasalahan ini selesai. “Hak angket dan Pansus itu sama, hanya namanya saja yang berbeda. Keduanya akan menghasilkan rekomendasai yang sama,” jelasnya. Lebih lanjut Agus mengatakan, keputusan penggunaan Pansus ini lahir setelah berdiskusi di fraksi yang meminta fraksi mengusulkan Pansus. Selain itu, Yulman Hadi beserta Saidal Masfiyudin dari Fraksi Golkar, yang ditemui seusai persidangan menyatakan, ada tahapan yang belum dilakukan temantemannya, sehingga fraksi ini belum menyetujui hak angket. Yaitu belum digunakannya hak interpelasi. Di samping kasus ini sudah bergulir di Polda Sumbar dan diselidiki Mendagri, sehingga tidak menyisakan ruang untuk hak angket. Sementara juru bicara PKS, Mochlasin mengatakan, dirinya menilai para inisiator belum mempertanyakan hal ini langsung kepada pemerintah, hanya melihat perkembangan di media. Untuk penyelesaian ini bisa dilakukan dengan banyak cara, tidak harus menggunakan hak angket.

M. Nurnas, Zulkifli Jailani dan beberapa orang penggagas hak angket ini merasa kecewa dengan ditolaknya pengusulan ini. Namun keduanya meyakinkan bahwa akan tetap mengawal proses hukum yang berjalan di Polda Sumbar saat ini. M. Nurnas selaku inisiator hak angket ini menjelaskan terteranya anggaran sebesar Rp1,9 miliar untuk bantuan hibah kegiatan safari dakwah DPP PKS Wilda III merupakan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan. Penganggaran ini sudah menyalahi Permendagri No 32 tahun 2011 dan Permendagri No 39 tahun 2012 tentang pedoman pemberian bantuan hibah dan bantuan sosial (Bansos). Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil menyatakan, setelah ditolaknya hak angket lagi, berarti aparat hukum harus bertindak tegas menyelesaikan permasalahan ini. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyatakan, sebelum dana tersebut dieksekusi, masih bisa dilakukan perubahan. Hal inilah yang terjadi pada dana Rp1,9 miliar ini. “Artinya nama anggaran yang diganti dengan hibah kelompok masyarakat yang diberi tanda bintang, akan dibicarakan kegunaannya pada APBD Perubahan,” jelasnya. Hak angket ini sendiri menurut tata tertib DPRD berarti hak DPRD untuk melakukan penyelidikan terhadap kebijakan pemerintah daerah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan masyarakat, daerah dan

negara yang diduga bertentangan dengan peraturan perundangundangan. Sementara Pansus merupakan salah satu alat kelengkapan DPRD yang dibentuk apabila terdapat permasalahan yang bersifat khusus yang segera memerlukan dukungan dan atau persetujuan DPRD sesuai denagn peraturan perundangundangan dan atau terdapat pembahasan rancangan peraturan daerah yang pembahasannya melibatkan lintas komisi. PMII Kecewa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Padang menyatakan kekecewaannya kepada wakil rakyat yang tidak menepati janji membentuk Pansus. Sebelumnya, antara pihak DPRD dan mahasiswa sudah terjadi kesepakatan untuk membentuk Pansus dalam waktu satu minggu setelah 25 Februari lalu. Namun sayangnya, setelah menunggu di depan kantor DPRD, puluhan mahasiswa ini harus pulang dengan tangan hampa, karena hak angket maspun Pansus tidak terbentuk. Hadison, koordinator lapangan unjuk rasa mengatakan, akan mengawal proses hukum yang saat ini berjalan di Polda terkait dana siluman ini. Selain itu, juga akan meminta ketegasan dari DPRD. “Kita bisa saja menduduki gedung DPRD ini jika kasus dana siluman ini tidak dituntaskan. Ini bentuk rasa kekecewaan yang luar biasa. Wakil rakyat pembohong,” ujarnya. (h/cw-eni)

Basamo untuk ................. Dari Halaman. 1 Tidak sampai di situ, massa yang memang menginginkan adanya perubahan dengan semangat kebersamaan di Kota Padang Panjang itu, turut mengantarkan Edwin- Eko untuk mendaftar ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Arak-arakan bendi yang diikuti puluhan kendaraan massa pendukung Edwin- Eko, tak pelak membuat wajah Kota Padang Panjang sekejap berubah menjadi biru. Semangat “basamo” yang diusung pasangan ini, serta merta membahana di langit Serambi Mekkah. “Sebagai duet yang diusung partai besar yang merakyat dan berorientasi pada kepentingan rakyat, Insya Allah kami siap untuk mencurahkan segenap potensi dan kemampuan, demi mewujudkan perubahan di Kota Padang Panjang. Yang jelas, kami tidak ingin mengumbar janji-janji manis. Apa yang sudah ada, akan kita sempurnakan dan lebih ditingkatkan di masa yang akan datang,” kata Edwin dalam orasinya dihadapan ribuan massa pendukungnya. Edwin mengatakan, dukungan dari seluruh elemen masyarakat Kota Padang Panjang, sangat diharapkan untuk mewujudkan harapan-harapan tersebut. Bagi duet Edwin- Eko, dukungan dari masyarakat, adalah amanah yang akan mereka perjuangkan dan kelak akan dipertanggungjawabkan, baik di dunia, maupun di akhirat. Dengan semangat “Basamo Mambangun Padang Panjang” kata Edwin, diharapkan akan membawa perubahan untuk masa depan Padang Panjang yang lebih baik. “Mari basamo kito mambangun Padang Panjang. Baiak di pasa, di musajik, di sikolah, di balairung dan di pamarintahan. Basamo mako ka jadi, dek basamo pulo mako ka kokoh dan tantunyo kito manjadi samakin kuaik,” teriak Edwin dalam logat Minang kental. Kolaborasi Edwin- Eko untuk Padang Panjang (EE 4 PP), memang diharapkan masyarakat sebagai duet calon pemimpin yang akan mampu dalam membawa perubahan mendasar, baik terhadap kemajuan dan kesempurnaan di segala bidang pembangunan, maupun dalam upaya peningkatan derajat kesejahteraan masyarakat. Sebagai figur-figur yang dianggap telah berpengalaman dan mumpuni di bidangnya, duet Edwin- Eko

bahkan telah diprediksi sebagai kandidat kuat untuk memenangkan Pilkada Padang Panjang yang akan dihelat Juli 2013 nanti. “Padang Panjang butuh figur pemimpin muda, cerdas, berkualitas, berkarakter dan tentu memiliki pengalaman. Hemat saya, duet Edwin- Eko, merupakan kolaborasi yang sangat dinanti-nanti dan dibutuhkan masyarakat Kota Padang Panjang. Posisi Edwin yang berpengalaman di eksekutif, semakin diperkuat sosok Eko yang juga sudah dua periode di legislatif,” ujar R Dt Rajo Nan Kayo. Edwin yang kini menjabat Wakil Walikota Padang Panjang terang Dt Rajo Kayo, tentu mengerti dan paham dengan apa-apa yang dibutuhkan masyarakat dan daerah, terutama dalam mewujudkan pemerataan dan percepatan pembangunan. Namun demikian, buah dari kerja keras Edwin selama mendampingi Walikota dr H Suir Syam sejak 2008 lau, tentu juga sudah dirasakan masyarakat. Baik dalam urusan pemerintahan, pembangunan, agama, sosial kemasyarakat, bahkan hingga urusan olahraga dan kepemudaan. Sementara, Eko yang mantan santri jebolan TMI Al-Amien Sumenep Madura, yang juga sudah dua periode dipercaya mewakili suara rakyat di DPRD Kota Padang Panjang tandas Dt Rajo Kayo, tentu juga sangat memahami kebutuhan rakyat sebagai konstituen yang diwakilinya. Di mata masyarakat, Eko merupakan sosok muda nan energik, rendah hati, mudah bergaul dan dekat dengan seluruh lapisan masyarakat Kota Padang Panjang. “Figur Eko sangat lekat dengan sosok muda energik, kharismatik dan bersahaja. Hemat saya, Edwin juga demikian. Selain matang dalam urusan pemerintahan, Edwin di mata masyarakat merupakan figur pemimpin yang berkarakter, santun dan berwibawa. Jadi, duet Edwin- Eko adalah kolaborasi yang benar-benar pas, teruji dan merakyat,” imbuh SS Dt Lelo Nan Pono. Sampai saat ini, duet EdwinEko memang berada di posisi teratas dan memiliki kans, serta peluang yang cukup besar untuk memenangkan Pilkada Kota Padang Panjang tahun 2013. Selain berpengalaman dan sudah teruji, kolaborasi Edwin- Eko juga dianggap sebagai perpaduan dua figur yang

sama-sama memiliki ketajaman visi, cerdas, kharismatik dan berwibawa. “Saya yakin, Padang Panjang akan menjadi semakin lebih baik di tangan Edwin- Eko. Ini adalah duet yang paling pas untuk menyempurnakan pembangunan di Kota Padang Panjang,” ujar J Sutan Batuah. Di mata St Batuah, baik Edwin maupun Eko, sama-sama sudah mencatatkan track record dan prestasi gemilang selama dipercaya masyarakat di posisi mereka masing-masing. Tidak hanya kalangan ulama, tokoh agama, olahragawan, tokoh pendidikan, tokoh adat, para seniman dan budayawan yang mengakui sepak terjang mereka, kalangan generasi mudapun ikut menggantungkan harapan kepada keduanya untuk bisa memberikan yang terbaik bagi Kota Padang Panjang ke depan. “Apa yang menjadi harapan seluruh masyarakat Padang Panjang, maka Edwin- Eko lah jawabannya,” pungkas St batuah diamini rekannya Zul Aidi KH. Silahkan Mundur dari Partai Sementara Ketua DPW PAN Sumbar HM Asli Chaidir mengatakan, sebagai partai besar milik rakyat dan bekerja untuk rakyat, PAN Kota Padang Panjang telah ditargetkan untuk bisa memenangkan duet Edwin- Eko pada Pilkada 2013 ini. Selain meminta kepada pasangan cawako/ cawawako untuk bekerja keras guna meraih simpati dan dukungan masyarakat, Asli juga menginstruksikan seluruh kader untuk untuk tetap solid dan semakin merapatkan barisan. “Kader yang tidak solid dan tidak bekerja keras untuk memenangkan kandidat yang kita usung, atau bahkan mungkin akan memberikan dukungannya kepada kandidat lain, disilahkan mundur dari partai,” tegas Asli Chaidir. Meski menargetkan untuk menang, namun PAN sebut Asli, adalah partai dengan spirit zero cost yang tidak ingin terlibat dengan politik uang. Baik dalam menghadapi Pilkada Padang Panjang saat ini, maupun persiapan menghadapi Pemilu Pilpres dan Pileg 2014 mendatang. Untuk itu, Asli berpesan agar seluruh kader tetap mengedepankan semangat bekerja keras, menjaga komitmen, solid dan selalu mempertahankan rasa persaudaraan. (adv)

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Pemprov Sumbar, Ali Asmar kepada wartawan, Rabu (13/ 3) di ruang kerjanya. Dia mengatakan tim terpadu itu berasal dari Kepolisian, TNI, dan SKPD terkait dengan penyelesaian kawasan tambang. Seperti Dinas Pertambangan dan Energi, Dinas Prasjal Tarkim, Dinas Kehutanan, dan unsur masyarakat. “Jumat (besok, red) gubernur akan bentuk tim dan sekaligus rapat tim serta memberikan penugasan sesuai kompetensi masingmasing bidang,” katanya. Kawasan tambang emas ilegal di Solok Selatan kata Ali Asmar, sudah seperti “lingkaran syetan” yang saling kait. Sehingga sulit mencari kambing hitam, dan menemukan solusi dari persoalan itu. Dia menyebut persoalan itu sudah terlanjur kusut. Hal ini juga disebabkan belum padunya pemerintah daerah, dalam hal ini eksekutif dan legislatif. “Karena belum satu suara, pihak luar bisa masuk memanfaatkan situasi,” katanya. Dari rapat Forkopinda kemarin, terungkap ada oknum yang bermain membekingi praktek tambang emas ilegal tersebut. Oknum ini kata Sekda berasal dari instansi Kepolisian, TNI, Pemda, DPRD, dan pemuka masyarakat. Namun tidak ada bukti pasti siapa pelaku sebenarnya. “Nah, untuk mengungkap itu, makanya perlu tim terpadu ini. Mereka yang memetakan, menginventarisir, dan mencari bukti-bukti untuk memastikan siapa oknum yang terlibat dalam jaringan

tersebut,” jelasnya. Saat ini, 12 ekskavator sudah ditahan Kepolisian Sektor Solsel. Sementara puluhan ekskavator lainnya masih berada di lokasi tambang. Karena keterbatasan peralatan dan aparat untuk membawa eskavator tersebut, mereka hanya mengamankan chip-nya agar eskavator yang ada tidak bisa difungsikan. “Sampai sekarang tak satu pun mengaku pemilik ekskavator yang ditahan itu,” sebutnya. Dia tidak bisa memperkirakan berapa kerugian negara akibat aksi penambangan liar di kawasan tersebut. Namun untuk jumlah penambang, dari ratusan perusahaan tambang di daerah tersebut, hanya 36 perusahaan yang memiliki izin usaha tambang (IUP). Dengan rincian 23 perusahaan memiliki IUP produksi, yaitu untuk penambangan biji besi, emas, tembaga, mangan, dan galena. Serta 13 perusahan dengan IUP eksplorasi. Kapolda Angkat Bicara Setelah lama tak bersuara atas tuduhan Kaukus Parlemen asal Sumbar, yang menyebut Kapolda terlibat dalam tambang emas ilegal di Solsel. Dalam rapat Forkopinda Sumbar, dia membantah terlibat. Kapolda Sumbar Wahyu Indra Pramugari mengatakan sejak pertama bertugas di Sumbar pada 2011 lalu, kasus tambang emas ilegal di Solok Selatan sudah marak terjadi. Namun upaya pemberantasan tidak berjalan dengan baik karena adanya oknum yang bermain. Dia juga membantah, kendaraan pengangkut logistik ke lokasi

tambang yang menggunakan stiker Bhayangkara milik anggota kepolisian. “Itu upaya oknum untuk mengelabuhi petugas, karena bisa dipalsukan. Bukan milik kami,” katanya. Wahyu menegaskan komitmennya untuk memberantas tambang emas ilegal tersebut bersama Kepala Daerah, dan siap menindak aparatnya yang terlibat dalam kasus tersebut. Hal serupa juga ditegaskan Danrem, Danlantamal, dan Danlanud yang siap bekerja sama mengawal dan menerjunkan tim di kawasan tersebut. Dalam rapat tersebut juga di usulkan daerah Solsel dijadikan sebagai area latihan TNI/ Polri, sekaligus untuk memudahkan pengawasan. Pemkab Minta Keluarkan WTR Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria meminta peran Pemprov dan DPR RI untuk mempercepat penetapan Wilayah Tambang Rakyat (WTR) di daerahnya. “Kalau tidak ada WTR, kita tetap akan kesulitan mengaturnya. Maka kita minta peran Pemprov dan DPR untuk mempercepat keluarnya WTR itu,” katanya. Dia menyebutkan, untuk saat ini seluruh tambang yang tidak memiliki izin dihentikan. Terutama yang menggunakan peralatan berat. “Semuanya dihentikan untuk dilakukan penataan. Yang dibolehkan beroperasi adalah tambang-tambang rakyat dengan peralatan sederhana. Karena mereka mengandalkan hidup dari sana,” jelasnya. (h/cw-sal)

Irman Gusman ................ Dari Halaman. 1 serta ratusan tamu undangan hadirin lainnya. Berikutnya juga hadir Ketua DPD REI Sumbar Alkudri serta pengurus REI dari seluruh Indonesia. Pada kesempatan tersebut Irman mengatakan alangkah baiknya jika subsidi bahan bakar minyak (BBM) khususnya jenis premium yang besarnya mencapai triliunan rupiah di APBN, sebahagian di antaranya dialihkan untuk program pembangunan perumahan yang pro rakyat. Hal tersebut akan sangat membantu. Karena selama ini suku bunga pinjaman bank yang masih terlalu tinggi dan uang muka kepemilikan rumah yang juga cukup besar, membuat masyarakat kecil yang berpenghasilan rendah tak sanggup membeli rumah. Walau melalui fasilitas kredit kepemilikan rumah yang dibangun perusahaan pengembang sekalipun. Jika sebahagian subsidi BBM yang jumlahnya triliunan rupiah di APBN itu bisa dialihkan untuk subsidi program pembangunan perumahan yang pro rakyat, maka akan semakin banyak perumahan-perumahan yang bisa dibangun dan disediakan oleh pemerintah bagi rakyatnya. Terutama bagi 13,6 juta rakyat Indonesia yang masih belum memiliki rumah layak huni, yang tersebar di seluruh wilayah nusantara. Irman Gusman juga menegaskan bahwa DPD RI juga ikut mendorong pemerintah dan DPR untuk lebih mempercepat proses pembahasan RUU Perumahan Rakyat, agar bisa disahkan sesegera mungkin menjadi Undang-Undang. “Diperlukan langkah-langkah

strategis dan kebijakan yang pro rakyat dalam rangka mendorong pemerintah mengalokasikan anggaran yang lebih besar di APBN guna kepentingan program pembangunan perumahan bagi masyarakat miskin,” ujar Irman. Irman Gusman juga mengemukakan, pentingnya mengembalikan lagi khitah Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai bank yang berpihak kepada program pembangunan perumahan untuk rakyat. Sejauh ini, BTN memang identik sebagai mitra kerja usaha bagi pemerintah, dalam rangka pembelian rumah yang dibangun pengembang anggota REI secara kredit oleh masyarakat. Sebelumnya Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan pemerintah mengapresiasi REI atas kerja sama yang telah terjalin baik selama ini terutama dalam program pembangunan perumahan bagi masyarakat banyak. Dia berharap walau program pembangunan perumahan untuk rakyat mempunyai tantangan tersendiri, kerja sama pemerintah dengan anggota REI di seluruh Indonesia bisa lebih ditingkatkan lagi secara signifikan. Terutama dalam rangka memaksimalkan pembangunan perumahan rakyat, di mana setiap tahunnya pemerintah dan REI, baru bisa membangun 400.000 unit rumah setiap tahunnya. “Sementara kebutuhan akan pembangunan perumahan setiap tahunnya sebanyak 800.000 unit,” paparnya. Ketua Umum DPP REI Setya Muharso dalam laporannya mengatakan, peresmian 100.000 unit RST

di Arosuka Kabupaten Solok Sumbar itu, adalah yang keempat kalinya dilakukan dan yang pertama kali dilaksanakan di luar Pulau Jawa. Tiga kali peresmian sebelumnya masing-masing di Semarang, Jawa Tengah yang diresmikan Presiden SBY tahun 2006, di Jonggol Jawa Barat tahun 2007 dan di Lamongan Jawa Timur tahun 2009. Sepanjang tahun 2012 anggota REI di seluruh Indonesia telah membangun 104.042 unit RST termasuk di antaranya yang 308 unit di komplek perumahan Nuansa Griya Arosuka Kabupaten Solok itu dengan harga jual maksimal Rp88 juta per unit. Sebelum mengakhiri kunjungannya ke Arosuka, Ketua DPD RI Irman Gusman, Menpera Djan Farid, Menperin M Hidayat, Wakil Gubernur Muslim Kasim, Ketua Umum DPP REI Setya Muharso didampingi Wakil Bupati Solok Desra Ediwan dan Kepala Dinas PU setempat Fathol Bahri meninjau langsung komplek perumahan Nuansa Griya di Arosuka. Irman Gusman dan rombongan sempat berbincang dengan Kasril seorang pensiunan PNS pemilik rumah RST Nuansa Griya Arosuka itu, guna mendengar keluh kesah warga komplek perumahan tersebut. Kasril mengatakan, mushalla di komplek perumahan itu sampai saat ini masih terbengkalai pembangunannya. Gayung bersambut kata berjawab. DPD REI Lampung membantu Rp60 juta, DPD REI DKI Jakarta Rp50 juta dan DPP REI Rp50 juta hingga total bantuan yang diterima berjumlah 160 juta. (h/ris)

Kelakar Terakhir ............. Dari Halaman. 1 Singkat kata, ibu-ibu ini sudah akur dan kompak sejak lama. Asna salah satu korban selamat Rabu (13/3) menceritakan, rumah mereka berdekatan dan masih terkait hubungan kekerabatan. Itu makanya ibu-ibu tersebut sangat mudah diatur dan di organisir. Mereka berangkat pagi itu dengan ojek yang telah dipesan malam sebelumnya. Menurutnya, pagi itu mereka membawa bungkusan kecil yang berisi bekal berupa nasi selama menjalankan aktivitas di sawah milik Anwar. Bungkusan itu dimasukkan ke dalam kambuik unjuik (sejenis tas yang terbuat dari anyaman daun pandan). Ibu-ibu yang penuh tanggung jawab itu kemudian berangkat. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB. Tidak menunggu lama, mereka memulai pekerjaan mencabut benih padi yang telah berusia sekitar satu bulan. Dari pekerjaan itu ibuibu tersebut memperoleh upah Rp35 ribu. Upah itu mereka pergunakan untuk kebutuhan rumah tangga masing masing. Sembari mencabut benih, Tek Kaciak yang biasanya tidak banyak bicara pagi itu tampak agak rajin berbicara. Ia menyampaikan kisah dan cerita lucu yang dialaminya. Ada ada saja yang disampaikannya. Entah itu terkait dengan kesan lucu anak-anak ataupun suaminya. Gayung bersambut, cerita yang disampaikan Tek Kaciak disahut pula oleh Erbunda, Suarna, Ideh, Yarneli dan Asna. Sepanjang hari itu kegiatan mencabut benih begitu membahagiakan dengan kelakar yang mereka buat. Sesekali merak

tertawa terpingkal pingkal mendengar cerita yang disampaikan. Tidak hanya itu, saking asiknya mereka tertawa, tidak sadar disudut mata mereka keluar air mata. Suasana di sawah Anwar begitu hidup sepanjang hari itu. Sekitar pukul 16.15 WIB ketika langit mulai menghitam ditutup awan, pekerjaan mencabut benih pun selesai. Mereka segera bergerak ke pematang sawah tempat di mana barang barang diletakkan untuk selanjutnya mengganti pakaian. Mereka berdiri berjejer menghadap lokasi benih. Posisi Yarnelis dan Asna berada di pinggir di antara empat teman lainnya. Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih tiba tiba petir datang dan mereka terjungkal ke dalam sawah. “Ketika kejadian itu seingat saya bunyi petir tidak kuat, namun tiba tiba saja ada kekuatan laksana setrum listrik yang mengiringi petir itu, kekuatan itu mendorong tubuh saya ke sawah. Lalu di sawah kaki saya terasa diseret air dan lumpur. Lalu saya tidak mengetahui apa-apa lagi,” kata Asna mengenang kejadian yang menimpanya. Beberapa waktu kemudian Asna siuman dari pingsan. Ia menyaksikan kawan-kawannya yang lain tergeletak dengan kondisi tubuh terbakar dalam sawah. Empat dari enam buruh tani perempuan tersebut akhirnya diketahuinya tewas. Sekelompok petani lain yang sedang melaksanakan aktivitas di sawah yang tidak jauh dari lokasi kejadian mengetahui ibu- ibu itu telah tumbang. Mengetahui buruh tani itu

disambar petir, sekelompok petani tersebut segera mendatangi tempat kejadian dan memberikan pertolongan. Dengan bantuan masyarakat sekitar, korban di evakuasi ke luar areal persawahan untuk selanjutnya dibawa ke RSUD M Zein Painan. Korban tewas disambar petir adalah Tek Kaciak, Erbunda (48), Suarna (60) dan Ideh (55). Dua diantaranya tewas di tempat kejadian dan dua lainnya tewas diperjalanan saat menuju RSUD M Zein Painan sebelum mendapat perawatan. Kondisi tubuh korban tewas tersebut menghitam seperti habis terbakar. Sementara dua korban yang mengalami luka bakar di tubuh adalah Yarneli dan Asna. Direktur RSUD M Zein Painan Satriawibawa menyebutkan, dua korban yang masih hidup saat berita ini diturunkan sedang dalam perawatan intensif di RSUD M Zein Painan. “Korban selamat tersebut mengalami luka di tubuh. Keduanya belum bisa berkomunikasi dengan orang lain akibat trauma yang dialaminya. Mereka perlu mendapatkan perawatan intensif hingga kondisinya pulih,” katanya menjelaskan. Terkait dengan perubahan cuaca yang tidak menentu, Kepala BPBD Pessel Doni Gusrizal mengimbau warga hati - hati. “Bila cuaca buruk, kepada petani yang beraktifitas disawah atau diladang diimbau untuk menghentikan aktifitas dan mencari tempat perlindungan. Petir sudah sering mengakibatkan nyawa orang melayang, oleh karena itu warga dituntut untuk berhati hati,” imbaunya. „

>> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

>> Penata Halaman : David Fernanda


8

KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

P ILKADA

DIRJEN OTDA KEMENDAGRI

Pimpinan DPRD Sawahlunto Diganti SAWAHLUNTO, HALUAN—Tiga pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sawahlunto yang saat ini mencalonkan diri dalam pemilihan calon kepala daerah Kota Sawahlunto akan diganti untuk sementara. Pergantian tampuk pimpinan DPRD tersebut rencananya akan dilakukan pada tanggal 1 April 2013 mendatang. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sawahlunto Rovanly Abdams kepada Wartawan, kemarin. Menurutnya, terkait dengan terjadinya kekosongan tampuk pimpinan di DPRD Kota Sawahlunto ini, Badan Musyawarah (Bamus) DPRD sepakat akan menggelar sidang paripurna internal. Ketiga pimpinan DPRD Kota Sawahlunto yang saat ini maju dalam pilkada 2013-2018 Kota Sawahlunto tersebut masing-masingnya Ketua DPRD, Ali Yusuf menjadi Balon Walikota berpasangan dengan Wakil Ketua, Ismed yang menjadi calon Wakil Walikota. Sedangkan Emeldi, yang merupakan wakil ketua DPRD Kota Solok yang maju sebagai calon Wakil Walikota berpasangan dengan Erizal Ridwan calon Walikota posisinya juga akan ikut diganti untuk sementara. Kemudian anggota DPRD lainnya Deri Asta yang maju sebagai wakil walikota berpasangan dengan Fauzi Hasan juga akan digantikan untuk sementara waktu pada tanggal 1 April mendatang. Tidak hanya posisi tampuk pimpinan DPRD Kota Sawahlunto itu saja, posisi anggota DPRD dari PDI Perjuangan, Dasrial Ery maju sebagai balon Wakil Walikota yang berpasangan dengan Irwan Husein juga akan diisi dengan PAW pada 1 April nanti. “Pergantian Antara Waktu (PAW) ini perlu dilakukan, tujuannya agar aktifitas DPRD tidak terganggu dengan pencalonan para pimpinan tersebut,” pungkas Rovanly Adams. (h/hel)

Cegah Pecah Kongsi, Pilkada tak Satu Paket JAKARTA, HALUAN—Untuk mencegah terjadinya pecah kongsi kepala dan wakil kepala daerah, sebaiknya pemilihan kepala daerah (Pilkada) cukup dipilih kepala daerahnya saja. Sedangkan wakilnya bisa ditunjuk atau dipilih melalui DPRD.

DISKUSI—Dirjen Otda Kemdagri Prof. Djohermansyah Djohan (tengah) bersama anggota DPD Dani Anwar dan pengamat dari UI Hamdi Muluk dalam diskusi di DPD, Rabu (13/3). SYAFRIL AMIR

PASAR KUMUH DAN SEPI

Pedagang Curhat kepada Cawako Hendri Arnis PADANG PANJANG, HALUAN— Sejumlah pedagang yang beraktifitas di kawasan pasar pusat Kota Padang Panjang mencurahkan isi hati mereka kepada calon Walikota, H Hendri Arnis BSBA. Kendala yang mereka rasakan selama ini disampaikan saat Hendri Arnis berkunjun sekaligus menjemput aspirasi pedagang di pasar itu, kemarin. “Sejak dua kali musibah kebakaran yang terjadi, aktifitas perdagangan memang kami rasa sangat jauh menurun. Kondisi pasar yang terlihat semakin tak terurus dan semraut, membuat pengunjung enggan masuk pasar,” keluh St Palembang, salah seorang pedagang los daging kepada Hendri Arnis, yang juga mengikutsertakan puluhan tim pemenangan Hendri Arnis-Mawardi Samah (HAMAS). Dampak terparah dari kondisi itu imbuh St Palembang, juga berimbas terhadap penurunan aktifitas jual beli dan anjloknya omzet para pedagang. Bahkan sejak beberapa waktu terakhir, hampir sebagian besar pedagang yang menggantungkan hidup mereka di lokasi itu, juga kerap dihantui rasa takut dan kekhawatiran, jika

sewaktu-waktu pasar pusat kembali dilanda musibah kebakaran. “Kami tidak menduga-duga dan tentu sangat tidak berharap, jika pasar akan terbakar lagi. Tapi melihat kepada kondisi fisik bangunan yang sudah sangat tidak layak, ditambah lagi dengan instalasi listrik yang sudah berusia cukup lama, tentu sangat rentan dalam memicu terjadinya musibah kebakaran. Intinya, kami pedagang pasar sudah sangat tidak nyaman lagi dengan kondisi ini,” pungkas St Palembang. Seperti halnya St Palembang, Dt Pangulu Kayo didampingi rekannya Agus Menan, juga menekankan hal senada. Sebagai denyut nadi perekonomian masyarakat, khususnya para pedagang, kondisi pasar pusat Padang Panjang dengan segala permasalahan yang terjadi di dalamnya, memang membuat geliat perekonomian menjadi lesu dan tak bergairah. Ketidaknyamanan pengunjung dengan kondisi pasar saat ini, membuat aktifitas perdagangan menjadi sepi dari waktu ke waktu. “Ini bukan sekedar celoteh dan omong kosong. Lihat saja, hari ini (Senin, red), adalah hari pakan. Tapi

tingkat kunjungan dan kesibukan hampir tak jauh beda dengan harihari biasa. Semoga Pak Hendri bisa membawa perubahan jika kelak terpilih sebagai Walikota Padang Panjang. Karena kami memang berharap munculnya sosok pemimpin yang benar-benar paham dan mengerti dengan kebutuhan masyarakat, khususnya para pedagang,” kata Dt Pangulu Kayo. Menyikapi keluhan dan curhat pedagang tersebut, Hendri mengaku sangat prihatin dan terenyuh melihat kondisi pasar pusat saat ini. Meski menyebutkan jika kunjungannya kemarin itu bukanlah yang pertama kali, namun karena faktor kedekatan dan hubungan emosionalnya dengan sebagian besar masyarakat pedagang, membuat Hendri merasa memiliki tanggungjawab besar untuk ikut memikirkan dan mencarikan pemecahan terbaik untuk berbagai persoalan yang menyelimuti pasar berikut para pedagang yang beraktifitas di dalamnya. “Jauh sebelum mencalon, saya juga sudah sering masuk pasar. Jujur, saya sangat prihatin dengan kondisi pasar dan nasib para pedagang pada umumnya. Pasar sebagai jantung dan denyut

PENETAPAN DAPIL DHARMASRAYA DIPROTES

KPU Dinilai Malas Bekerja DHARMASRAYA, HALUAN—Penetapan daerah pemilihan (Dapil) di Dharmasraya kembali mendapat protes. Setelah dari PDIP kemarin, kini giliran Partai Nasdem Dharmasraya yang menilai penetapan Dapil itu tak aspiratif. Tokoh masyarakat Dharmasraya H Abdul Haris Tuanku Sati, didampingi Ketua DPC Nasdem Kabupaten Dharmasraya Hengki Purnanda SH, KPUD Provinsi Sumbar dan KPUD Dharmasraya kurang menyampaikan aspirasi dari daerah ke pusat dalam penetapan Dapil pada Pemilu Legislatif mendatang. “Kita dari Partai Nasdem sangat menyayangkan KPU Pusat tidak menyerap aspirasi dari daerah dan KPUD Sumbar dan KPUD Dharmasraya tidak punya greget dalam menyampaikan aspirasi dari bawah,” ungkap Ketua DPC Partai Nasdem, Hengky Purnanda didampingi Tokoh Masyarakat H. Abdul Haris Tuanku Sati kepada Haluan, Rabu (13/3), di Pulau Punjung. Asprasi ini katanya, bukan hanya keinginan Partai Nasdem saja, tetapi masyarakat Dharmasraya sangat

menginginkan Dharmasraya, Sijunjung dan Sawahlunto berada satu dapil, tetapi keputusan KPU hari ini adalah tergabung dengan dapil 8 yang terdiri dari Padang Panjang, Tanah Datar, Sijunjung, Sawahlunto dan Dharmasraya. Padahal, menurutnya, dari segi aturan sangat lah tepat dapil untuk tiga wilayah yang berada pada satu kultur serta sejarah tergabung dalam satu. Sebab, sebelum adanya Dharmasraya dan Sawahlunto, kedua wilayah tersebut berada dalam satu bendera yaitu Kabupaten Sijunjung. Tapi tambah Hengky, karena KPU hanya melihat satu item aturan dengan mengabaikan item yang lainnya, maka masyarakat Dharmasraya merasa termarginalkan dan merasa di pandang sebelah mata oleh KPU Pusat. “Saya sebagai salah seorang Rajo di Dharmasraya merasa di remehkan oleh KPU,” ucap Abdul Haris Tuanku Sati ini. Kalau dilihat dari biaya politik atau sering disebut cost politik, dengan luasnya wilayah dapil, maka cost politik cukup besar dan ini berarti KPU tidak mendukung

dalam pemberantasan korupsi. Begitu juga dengan dapil yang ada di Kabupaten Dharmasraya, seharusnya memiliki 5 Dapil, dijadikan 3 Dapil. Kalau dinilai, keberadaan dapil saat ini kurang mewakili suara rakyat, contohnya saja dapil Pulau Punjung digabung dengan dapil Sitiung, untuk saat ini sudah tidak cocok lagi. Seharusnya Kecamatan IX Koto, dan Pulau Punjung, satu Dapil, Sitiung Satu Dapil. Koto Baru Satu Dapil, Koto Salak, Tiumang, Padang Laweh satu Dapil, serta Kecamatan Sungai Rumbai, Koto Besar, dan Asam Jujuhan satu Dapil. Namun hal ini tidaklah terwujud, entah apa menjadi permasalahan bagi pihak KPUD, untuk memecah Dapil ini. “Kalau dilihat dari aspek hukum, tidak ada yang dilanggar. Malahan dampak efektif dan efisiennya yang lebih banyak,” tambah Hengki. “Semuanya itu karena KPU malas bekerja dengan banyaknya dapil, makanya KPU kurang aspiratif masalah dapil baik di tingkat Sumbar maupun Dharmasraya,” pungkas Hengky Purnan yang diamini Tuanku Sati. (h/mdi)

nadi perekonomian warga Serambi Mekkah, sudah sangat tidak layak lagi untuk ditempati,” tandas Hendri. Bersama-sama masyarakat Kota Padang Panjang, kelak jika diberikan amanah untuk memimpin di tanah kelahirannya itu, Hendri yang kini menjabat Wabup Tanahdatar itu bertekad untuk berbuat dan memberikan perubahan nyata di Bumi Serambi Mekkah. Berbekal aspirasi, masukan, saran dan harapan masyarakat, Hendri akan berupaya melahirkan regulasi yang tepat untuk kelanjutan pembangunan pasar dan mencarikan solusi untuk segala permasalahan yang terjadi di dalamnya. “Insya Allah, secara pribadi kami juga sudah siap dengan programprogram memalui visi misi cawako/ cawawako Padang Panjang 20132018. Namun secara lebih detail, nanti akan kami sampaikan setelah resmi mendaftar ke KPU. Yang jelas, rakyat tetap akan didahulukan untuk sebuah pencapaian demi kepentingan dan kemaslahatan bersama,” tandas Hendri yang pada kesempatan itu juga membagibagikan celemek untuk perlengkapan berjualan bagi pedagang. (h/yan)

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi Dialog Kenegaraan bertema “Kepala Daerah Pecah Kongsi dan Imbas ke Pembangunan Daerah” di gedung DPD, Senin (13/3). Tampil sebagai pembicara Dirjen Otda Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Prof. Djohermansyah Djohan, anggota DPD RI Dani Anwar dan pakar psikologis politik Prof. Hamdi Muluk, Berdasarkan data yang diungkapkan Djohermansyah Djohan, hingga saat ini terdapat 94 persen pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah nya pecah kongsi ditengah perjalanan memimin pemerintahan. Akibatnya, roda pemerintahan tidak berjalan efektif. “Dari 868 daerah, yang akur itu hanya 52 pasangan saja. Selebihnya atau 94 persen pecah kongsi. Ini berdampak dalam penyelenggaraan pemerintahan, seperti birokrasi menjadi terbelah, pelayanan jadi tak optimal dan pembangunan tidak bisa berjalan dengan baik,” kata Djohermansyah. Menurut Dani Anwar, pecah kongsi kepala daerah itu wajar terjadi karena mereka dicalonkan oleh parpol yang berbeda dan mereka dipaksa oleh situasi dan kondisi politik yang memang pragmatis politik. “Sistem Pilkada satu paket sulit untuk mengindari kepala daerah pecah kongsi karena mereka dicalonkan parpol berbeda dengan visi, misi dan ideologi politik yang berbeda pula,” kata Dani Anwar. Hamdi Muluk juga mengatakan, tidak ada jaminan pasangan kepala daerah itu tak akan pecah kongsi, baik dari satu parpol maupun beda parpol, karena pada prinsipnya setiap orang mempunyai kepentingan dan ideologi politik yang berbeda pula. Apalagi, kata Hamdi, kalau pasangan kepala daerah itu sama-sama dari politisi. “Kalau wakil kepala daerah itu dari politisi pasti bernafsu untuk menjadi orang nomor satu. Kalau ada politisi ikhlas terus menjadi orang nomor dua, maka politisinya diper-

tanyakan,” kata Hamdi yang juga mengakui bahwa pecah kongsi kepala daerah itu membuat pemerintahan tidak efektif. Ketiga pembicara sepakat untuk mencegah terjadinya pecah kongsi kepala daerah tersebut. Seperti dilontarkan Dani, DPD telah memberikan masukan-masukan dalam RUU Pilkada. Salah satu yang diusulkannya adalah pemenang pemilu legislatif secara otomatis sebagai pemenang eksekutif agar ada proses kesinambungan pembangunan. ”RUU Pilkada yang kini sedang dibahas, DPD dan pemerintah sepakat bahwa dalam Pilkada itu tidak satu paket, artinya hanya kepala daerah yang dipilih langsung dan wakilnya bisa lebih dari dua orang diusulkan kepala daerah terpilih untuk dipilih DPRD. Calon yang diusulkan itu tidak harus dari PNS. Dengan begitu diharapkan, wakil kepala daerah tidak membangkang terhadap kepala daerah,” kata Dani Anwar. Bagi kepala daerah dan wakilnya yang maju ke Pilkada untuk kedua kalinya, maka yang bersangkutan harus mundur dan tugasnya dijalankan oleh pejabat (Plt). “Tapi kalau wakilnya tidak mencalonkan maka tugas kepala daerah dilaksanakan oleh wakilnya. Ini penting agar incumbent, tidak menyalahgunakan APBD untuk kepentingan politiknya dalam kampanye. Jadi, ini masalah serius agar tidak mengganggu proses pembangunan di daerah,” ujarnya. Djohermansyah menjelaskan, pemerintah mengusulkan pemilihan langsung hanya dilakukan untuk memilik seorang kepala daerahnya saja. Sedangkan wakilnya akan dipilih setelah terpilihnya kepala daerah. ”Usulan pemerintah wakilnya berasal dari PNS yang diu”sulkan oleh Kepala Daerah terpilih dan akan dipilih oleh DPRD,” kata Djohermansyah. Namun menurut Djohermansyah, wakil kepala daerah juga tidak harus selalu ada. Untuk kab/kota dengan penduduk di bawah 100 ribu jiwa tak perlu ada wakil.(h/sam)

19 Kandidat Berebut Partai Demokrat

(Kandidat Lainnya Sudah Ditampilkan sebelumnya)

Januardi Sumka

Kandris Asrin

James Helliward

Yulmiati Amir

Masrizal

Yusman Kasim >> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman : Habli


KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

9

MESKI DEKAT KANDANG SAPI

BPK Minta Rumah Dinas DPRD Ditempati Kemampuan Mubalig Harus Terus Ditingkatkan PADANG, HALUAN — Untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama, maka perlu dipersiapkan generasi yang bisa memberikan pemahaman agama kepada masyarakat. Untuk itu, Pemerintah Kota Padang memberikan pelatihan mubalig/da’i se-Kota Padang, Rabu (13/3) di Hotel Padang. Walikota Padang, Fauzi Bahar dalam sambutannya mengatakan, berbagai persoalan di tengah kehidupan yang dialami masyarakat, hanya dapat diredam dengan mendekatkan diri kepada sang pencipta. Maka pencerahan melalui siraman rohani oleh para mubalig sangat perlu. “Mubalig itu merupakan suluah bendang dalam nagari. Mereka penerang jalan ke surga. Maka dari itu ilmu agama mereka harus terus ditingkatkan. Karena mereka tempat bertanya dan memberi tahu,” jelas Fauzi Bahar. Mereka pun perlu mengikuti pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, menambah wawasan dan keterampilannya berdakwah. Sementara itu, Kabag Kesra Al-Amin, selaku Ketua Panitia mengatakan, sebanyak 250 orang para mubalig se-Kota Padang dipersiapkan untuk terjun ke masyarakat memberikan pencerahan. Mereka merupakan utusan dari 11 kecamatan. Nantinya diharapkan mereka bisa memberikan ilmu yang didapat kepada masyarakat yang ada di daerahnya. “Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mereka dapat merubah tingkah polah generasi muda,” kata Al-Amin. Materi pelatihan diberikan oleh Duski Samad (Ketua MUI Kota Padang), Salmadanis (Ketua Baznas Kota Padang) dan Maigus Nasir (Ketua DMI Kota Padang). Pelatihan itu berlangsung selam 1 hari, di mulai dari tanggal 13-14 Maret. (h/cw-oos)

PADANG, HALUAN — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumbar menegaskan, rumah dinas DPRD Kota Padang harus dihuni oleh Ketua DPRD Kota Padang. Tidak seperti saat ini, rumah dinas tersedbut dipinjampakaikan oleh Pemko Padang kepada Polda Sumbar. Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kota Padang, Zulherman setelah dipanggil BPK Perwakilan Sumbar, Rabu (13/ 3) kemarin. “BPK menyarankan agar kami menempati rumah dinas itu kembali. Namun karena saat ini masih ditempati salah seorang pimpinan Polda, maka proses pengembaliannya diserahkan kepada Pemko Padang,” kata Zulherman kepada Haluan, Rabu (13/3). Dikatakan, hingga saat ini, dirinya belum pernah menempati rumah itu sejak terpilih sebagai Ketua DPRD tahun 2009 lalu. Apalagi saat rapat pimpinan DPRD tahun 2009 lalu, rumah itu kurang representatif ditempati oleh Ketua DPRD. Sebab, lokasinya berada di belakang Kantor Dinas Peternakan Sumbar dan berdekatan dengan kandang sapi. “Mestinya rumah dinas Ketua DPRD hampir sama posisinya dengan rumah dinas walikota, karena berfungsi sebagai simbol-simbol kota. Namun posisi rumah itu kurang pas sehingga DPRD sepakat waktu itu untuk mengembalikan rumah dinas itu ke Pemko Padang,” katanya. Makanya sejak tahun 2009, Sekretaris DPRD waktu itu, mengembalikan rumah dinas

tersebut kepada Pemko Padang. Sementara Pemko Padang pun tidak pula berupaya mencarikan ganti rumah dinas bagi Ketua DPRD. Sebagai penggantinya, Ketua DPRD difasilitasi dengan tunjangan perumahan sesuai Perwako Padang. “Karena saya tidak menempati rumah dinas, maka saya menerima tunjangan perumahan sesuai dengan aturan yang berlaku. Bila memang kami disarankan untuk menempati rumah dinas itu, maka kami siap saja,” katanya. Tetapi untuk saat ini, agaknya memang belum bisa ditempati. Selain rumah tersebut masih dipinjampakaikan kepada Polda Sumbar, juga dalam APBD tidak tersedia anggaran untuk rumah dinas Ketua DPRD, mulai dari anggaran perawatan, cleaning servis dan sebagainya. “Saran BPK itu agaknya baru bisa diakomodir setelah dianggarkan dalam perubahan APBD mendatang,” katanya. Selain konsultasi terkait rumah dinas, BPK juga menyarankan DPRD tidak mencairkan dana yang telah dianggarkan pada pos menyukseskan kegiatan kedewanan. Dalam penilaian BPK, anggaran itu mirip dengan anggaran alat kelengkapan. (h/ade)

PARKIR DI JALAN — Ruas jalan Inadrung-Bandar Buat terdiri dari dua jalur. Diharapkan dengan dua jalur ini, arus lalu lintas semakin lancar. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Badan jalan digunakan sebagai parkir oleh pengendara, Rabu (13/3), sehingga menimbulkan kemacetan dan berpotensi terjadi kecelakaan. AMIR

Sungai Pisang Masih Terisolir PADANG, HALUAN — Ninik Mamak Sungai Pisang, Kelurahan Teluk Kabung Selatan, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Sasti Kamang Dt Rajo Kamang mengeluhkan, kondisi jalan di daerahnya. Sejak 20 tahun lalu, jalan Sungai Pisang belum juga mendapatkan perbaikan. Akibatnya produksi pertanian masyarakat setempat tidak bisa diangkut ke pasar. Sebab terkendala dengan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan. Bila dipaksakan juga, maka biaya angkut akan lebih mahal ketimbang harga jual produk pertanian. Otomatis perekonomian masyarakat jalan di tempat. “Akses transportasi jalan di Sungai Pisang sejak 20 tahun lalu, masih begitubegitu saja. Sangat parah. Tidak ada perbaikan yang dilakukan. Bahkan, akses jalan provinsi sepanjang 5 km sampai hari ini, masih seperti jalan kampung yang tidak layak disebut jalan provinsi. Akibatnya, perekonomian masyarakat tidak berkembang,” kata Sasti Kamang Dt Rajo Kamang kepada Haluan, Rabu (13/3). Ia berharap, jika jalan provinsi yang panjangnya sekitar 5 km diperbaiki maka perekonomian masyarakat Sungai Pisang bisa menjadi lebih membaik. Hasil per-

tanian bisa diangkut ke pasar. Pihaknya mengakui, setiap kali Musrenbang selalu disampaikan usulan perbaikan jalan ini. Tetapi tidak pernah digubris. Ia juga meminta, kepada anggota legislatif Kota Padang agar meneruskan aspirasi masyarakat Sungai Pisang yang ia wakili hingga DPRD Provinsi dan Pemprov Sumbar. Bahkan lebih parahnya, kondisi jalan Sungai Pisang yang buruk mengakibatkan sering terjadi kecelakaan. Ketika ada pembinaan nelayan beberapa waktu lalu, juga terjadi kecelakaan hingga mobil yang ditumpangi masuk ke dalam jurang. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Budiman mengatakan, aspirasi masyarakat Sungai Pisang itu akan ditindaklanjuti. Pasalnya, setelah melakukan kunjungan beberapa kali ke daerah tersebut, memang keadaan yang disampaikan masyarakat tersebut adalah keadaan yang sesungguhnya di lapangan. “Ketika berkunjung ke Sungai Pisang, saya tidak menemukan jalan mulus bahkan sangat rawan kecelakaan pada pendakian. Buruknya kondisi jalan terutama pada tanjakan, menyebabkan kendaraan bisa masuk ke dalam jurang. Hal ini patut mendapatkan

>> Editor : Devi Diany

perhatian serius dari Pemko Padang dan Pemprov Sumbar. Karena potensi alam yang ada di daerah tersebut, sangat bagus. Akan tetapi, hal tersebut tidak bisa dikembangkan, apalagi kondisi ekonomi masyarakat juga memprihatinkan, mayoritas masyarakat miskin,” kata kader PKS ini. Untuk itu, katanya, perlu adanya koordinasi antara Pemko Padang dengan Pemprov Sumbar agar dibangun jalan yang representatif. Sehingga daerah tersebut, menjadi terbuka dari keterisolirannya. Jika ini dilakukan, maka akan lebih memudahkan untuk pengentasan kemiskinan. Bahkan hasil alam yang ada di Sungai Pisang tersebut, sangat potensial seperti hasil perikanan, pertanian, dan perkebunan. Namun, karena kendala akses jalan hal tersebut menjadi tidak termanfaatkan. Ke depan, pihaknya berharap saling dukung mendukung perjuangan warga Sungai Pisang ini. Sehingga, bisa sejajar dengan kelurahan lain yang di Kota Padang. Ia berjanji, aspirasi dari warga ini akan ditindaklanjuti ke pimpinan dan dibawa ke rapat pembahasan APBD 2014. Sehingga pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas bersama. (h/ade)

>> Penata Halaman: Syamsul Hidayat


10 PA D A N G

KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

BMKG SUMBAR INGATKAN MASYARAKAT

Hujan Ringan Berpotensi Petir Dahsyat LINGKAR Tinggalkan Perbuatan Merugikan PADANG, HALUAN — Masjid AlJariah di Mako Lantamal II, Teluk Bayur Kota Padang dipenuhi angkatan laut berpakaian seragam, Rabu pagi (13/ 3). Mereka mendengarkan ceramah Walikota Padang, Fauzi Bahar sekaligus sebagai penyejuk dalam menjalani kehidupan dan menjalankan tugas. “Kita harus bisa memahami dengan jelas dan tegas, tentang perbuatan baik dan perbuatan buruk. Kemudian diiringi dengan pelaksanaannya. Perbuatan baik itu enaknya lama, tidak enaknya sebentar. Sedangkan perbuatan buruk sebaliknya, enaknya sebentar, tidak enaknya lama. Contohnya saja, orang yang meminum minuman keras (mabuk), enaknya Cuma ketika meminum minuman itu saja. Setelah itu, tinggal sakit kepalanya, pusing dan lain sebagainya,” kata Fauzi. Karena itu, jangan terlena dengan kesenangan sesaat, yang memabukkan. Sebab petaka sudah mengintai di balik itu. Fauzi juga minta untuk memahami ghibah dan fitnah, sebagai perbuatan yang merugikan orang lain dan tidak dibenarkan agama Islam. Ghibah adalah menceritakan keburukan/kejelekan seseorang kepada orang lain walaupun hal itu adalah benar adanya. Sedangkan fitnah adalah menceritakan keburukan atau kejelekan seseorang kepada orang lain, namun hal tersebut tidak benar adanya. “Secara sengaja atau tidak sengaja, terkadang kita melakukan ghibah dan fitnah dalam komunitas, organisasi, pertemanan atau lingkungan di mana kita tinggal. Mulut ini memang tak bertulang, sehingga dengan leluasanya bergerak, meliuk ke sana ke mari tanpa terkendali dan kadang tidak terkontrol oleh akal sehat. Salah satu kegiatan lidah yang paling banyak bekerja adalah bergosip, ini lebih banyak terjadi, sebaiknya ditinggalkan saja,” katanya. (h/vie)

PADANG, HALUAN — Musibah tewasnya lima orang petani di Sumbar akibat sambaran petir, di daerah Pesisir Selatan, dan Padang membuat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang, angkat bicara.

POTENSI KELAUTAN — Kehidupan nelayan sangat identik dengan kemiskinan, seperti nelayan Muaro ini. Meski kekayaan laut itu melimpah, namun mereka tidak mampu mengurasnya. Para nelayan ini masih menggunakan alat tangkap yang sederhana, berupa perahu kecil. Bila cuaca buruk, mereka pun tidak bisa melaut. AMIR

PKL PASAR RAYA

Retribusi Dipungut, Penertiban Terus Jalan PADANG, HALUAN—Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Raya Padang, bukannya tidak mau ditertibkan. Tetapi, karena tidak adanya ketegasan dan komunikasi yang baik antara PKL dan Pemerintah Kota Padang. Hal ini disampaikan Ketua PKL, Mainaldi Leo beberapa waktu lalu. Menurutnya, para PKL tersebut berani untuk berdagang di bawah Matahari dan sepanjang jalan Aia Mancua sampai ke Raya Teather, karena mereka membayar Rp4.000 per hari. Sehingga para PKL tersebut secara tidak langsung merasa diberi izin oleh Dinas Pasar. “Yang namanya pedagang pasti beranggapan ketika

membayar sejumlah uang, berarti diizinkan untuk berdagang. Makanya PKL itu berani untuk tetap bertahan. Yang meminta pungutan itu jelas pihak terkait,” jelas Mainaldi Leo. Mainaldi menambahkan, ketika tim gabungan melakukan penertiban yang tergabung dengan Dinas Pasar, tidak ada mediasi atau konfirmasi terlebih dahulu. Sehingga terkesan adanya pemaksaan. “Kamipun sebenarnya tidak ada masalah untuk dipindahkan ataupun ditertibkan. Hanya kami inginkan keadilan untuk pedagang ini. Seperti janji-janji pemimpin ketika mencalonkan diri sebelum dipilih oleh rakyat,” jelas

Mainaldi. Ditegaskan, kalau Dinas Pasar mau menertibkan hendaknya ada konsekwensinya dan memikirkan nasib pedagang ke depannya. Dalam kesempatan itu pula, Bakal Calon Walikota Padang, Asnawi Bahar atau yang akrab disapa Ucok Nawi, menampung dan mendengarkan aspirasi PKL tersebut. Dalam kunjungannya ke pasar, Asnawi Bahar yang pernah hidup di pasar juga merasakan apa yang dirasakan oleh PKL itu. “Kita akan carikan jalan ke luar yang terbaik. Apalagi sekarang ada pedagang yang mengatakan pengunjung sepi.

Untuk ke depan perlu memperbaiki sistem dan manajemen yang menguntungkan baik untuk pedagang baik pula untuk pemerintahan,” jelas Asnawi Bahar. Ditambahkan Ucok, ketika para PKL tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah maka PKL sendiri yang harus memikirkan nasibnya untuk maju. “Saya dahulu juga berasal dari PKL. Ketika pemerintah tidak memperhatikan kita, maka kitalah yang harus memperbaiki diri sendiri. Salah satunya contohnya, kalau pemerintah memberikan solusi yang baik kepada kita kenapa tidak kita jalani, seperti penertiban ini,” katanya. (h/cw-oos)

BMKG mengingatkan masyarakat, agar terus waspada dan mencermati perubahan cuaca yang terjadi di bulan Maret 2013 ini. Karena, selain suhu panas yang mencapai 34 derajat celcius, angin kencang pun bisa menjadi ancaman masyarakat, dengan kecepatan angin berkisar antara 25 sampai 30 knot. Demikian disampaikan Koordinator Analisis dan Perkiraan BMKG Sumbar, Budiman kepada Haluan, Rabu (13/3). Dikatakan, salah satu yang harus menjadi pusat perhatian masyarakat Sumbar, khususnya yang berada di sekitar Bukit Barisan adalah keadaan awan cumulus yang ada di lapisan trofosfer wilayah Sumbar. Karena, menurut analisis BMKG ini, awan cumulus yang tebal tersebut, sangat rentan dengan petir yang kuat, dan bisa membahayakan masyarakat, khususnya para petani yang sedang beraktifitas di ladangnya masing-masing. “Tidak dipungkiri, sebelum terjadinya cuaca panas di Sumbar, awan yang berada di wilayah Sumatera banyak mengarah ke arah selatan Jawa. Sehingga, langit di daerah Sumatera termasuk Sumbar, hampir tidak berawan. Namun, sekitar dua hari belakangan ini, awan yang ada di selatan Jawa itu, kembali mengarah ke Sumatera khusunya Sumbar. Sehingga, perpaduan antara cuaca panas dengan bintik-bintik air yang dibawa oleh awan itu, riskan terjadi petir yang sangat kuat,” ujarnya. Demikian juga dengan kecepatan angin yang terjadi di wilayah Sumbar. Perbedaan tekanan antara wilayah Jawa dengan Sumatera, menyebabkan tingginya kecepatan angin di wilayah Sumbar. Selain itu juga, letak Sumbar yang berada di sekitar Samudera Hindia pun, ikut mempengaruhi tingginya kecepatan angin. “Saat ini, kecepatan angin di Sumbar di atas 25 knot. Namun kalau kecepatan angin sudah melewati 30 knot, maka kategorinya akan berubah menjadi angin ribu, yang akan membahayakan masyarakat,” tuturnya. Ia berharap, pemerintah bisa memberikan sosialisasi dan pencerahan pada masyarakat Sumbar. Agar musibah yang menimpa petani di Pesissir Selatan dan Padang itu, bisa dihindari dan tidak lagi memakan korban. (h/cw-wis)

Berkas Penodong Wartawan, Dilimpahkan ke JPU PADANG, HALUAN — Penyidik Reskrim Polresta Padang melimpahkan berkas kasus penodongan sejumlah wartawan menggunakan korek api yang berbentuk senjata api kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), Senin (11/3). Sedangkan hasil pemeriksaan JPU belum keluar, dan sedang ditunggu. Biasanya proses pemeriksaan berkas tersebut oleh jaksa selama 14 hari setelah diserahkan. “Kami telah mengirim berkas penodongan tersebut ke jaksa dan

kini kami menunggu hasil pemeriksaan oleh jaksa. Mudah-mudah berkas tersebut dinyatakan lengkap oleh jaksa. Dan kalau masih belum lengkap, maka akan kami lengkapi sesuai dengan petunjuk dari jaksa,” kata Kapolresta Padang, Kombes Pol. Moch Seno Putro melalui Kasat Reskrim Kompol Iwan Ariyandhi, kemarin (13/3). Saat ditanyakan, apakah akan dilakukan gelar rekonstruksi, Iwan menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu

dengan jaksa, apakah perlu dilakukannya gelar perkara tersebut atau tidak. Dalam kasus ini, penyidik memakai pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman maksimal satu tahun penjara. Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria tidak dikenal meno-dong delapan wartawan de-ngan senjata api jenis revolver. Saat itu, mereka ikut razia bersama petugas Pol PP Kota Padang di kawasan Batang Harau, Pa-

dang, Rabu (13/2) sekitar pukul 23.00 WIB. Bah-kan, pria itu sempat menarik pe-latuk sebanyak dua kali, mujur pistol itu tanpa peluru. Kedelapan jurnalis itu adalah Andri Syahputra (Padang TV/ Padang Ekspres Group), Randi Pengeran dan Endi Oktarina (Favorit TV), Ci-tra Indriani (kameramen Trans 7), Tua Saman Siregar (TVRI Padang), Rian (kam-e-ramen Trans TV), Heru (Koran Pa-dang) dan Budi Sunan-

dar (Global TV). Beberapa hari setelah itu, pelaku penodongan dengan korek api jenis senjata api itu, diciduk Tim Reskrim Polresta Padang, di dekat Kampus Universitas Bung Hatta (UBH), Sabtu (23/2) sekitar pukul 08.00 WIB. Ternyata, pelaku penodongan tersebut bukan oknum polisi melainkan warga sipil berinisial “JK” (43) beralamat di Pasir Purus Atas, Kelurahan Rimbo Kalung, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. (h/nas)

>> Editor :Devi Diani

>> Penata Halaman: Syahrizal


NAGARI KA NAGARI 11

KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

Nagari Kotobaru Jadi Sumber Bibit Kakao Bermutu LINGKAR Bupati Lantik Pengurus IPHI PASBAR, HALUAN — Bupati Pasaman Barat, H.Baharuddin R melantik pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (13/3) masa bakti 2013 – 2018 di Masjid Agung, Pasaman Baru, Kecamatan Pasaman. Pelantikan tersebut sekaligus dibarengi Tablig Akbar Pasbar. Acara yang beralangsung meriah itu merupakan rangkaian program IPHI Sumatera Barat. Bupati Baharuddin R dalam sambutannya mengatakan, dengan di lantiknya IPHI Pasbar maka haji-haji yang ada di Pasbar akan terorganisir. Hal itu sesuai pula dengan visi Pasbar “Membangun Pasaman Barat Diatas Tadah Agama”. “ Kegiatan ini merupakan bagian dari. Pemerintah sesuai Visi Misi Bupati membangun di Atas Tadah Agama” katanya. Dikatakannya ikatan persaudaraan haji ini merupakan tempat berhimpun jamaah haji dalam menuju terbentuknya kesalehan personal dan kesalehan sosial pada diri setiap jamah haji. “Untuk itu bagi masyarakat Pasbar yang berumur 30 tahun agar segera mendaftar untuk menunaikan Ibadah Haji janganlah menunggu waktu, dalam mendaftar Haji dan mari kita ajak cucu keponakan kita untuk menunaikan ibadah haji Selain itu kepada para calon Jamaah Haji di Pasbar sesudah nantinya kembali dari haji mari kita berkumpul bersama untuk berdakhwah bersama sama, dengan demikian Visi Misi Bupati dalam menjalankan Agama dapat kita jalankan bersama,” himbau Bupati. Ia sampaikannya Pasaman Barat memiliki 22 jorong masing-masing dai di setiap nagari diberikan pembinaan agama demi menunjang program pembinaan Wajib Pandai Baca Tulis al-Quran. Baharuddin R. menegaskan, bagi pelajar yang ingin melanjutkan pendidikannya ke SMP dan SMA tidak akan diterima sebelum ada sertifikat yang dikeluarkan oleh dai nagari yang bersangkutan. “Saya telah menginstruksikan kepada semua kepala sekolah agar tidak menerima siswa dan siswi yang tidak pandai baca tulis al-Quran,” katanya Diberlakukannya aturan itu bertujuan untuk meningkatkan amalan dan ibadah generasi muda Pasaman Barat ke arah yang lebih baik, sehingga menjadi generasi yang tahu dengan agama sesuai dengan visi daerah menjalankan pembangunan di atas tadah agama. Oleh karna itu mari kita bersama sama dalam menegakkan agama di Pasbar sesuai Visi Misi Pemerintah Pasaman Barat Adapun pelantikan dan Tabligh Akbar yang dihadiri Seketaris Daerah Pasbar Yulrizal Baharin, Kepala SKPD , Kepala Depertemen Agama Pasbar, Abdel Haq, Tabligh Akbar yang menampilkan Ustad dari Medan Sumatra Barat Syahrinal.(h/dka)

PASBAR, HALUAN-Petani Kakao Kabupaten Pasaman Barat terus berupaya meningkatkan hasil panen mereka. Berbagai upaya terus dilakukan. Seperti memakai bibit bersertifkat hingga melakukan kerjasama hingga ke Sulawesi. Kelompok Tani (Keltan) Semangat di Jorong Giri Maju, Nagari Kotobaru, Kecamatan Luhak Nan Duo salah satu kelompok yang sudah berhasil mengembangkan dan meningkatkan hasil panen. Tidak hanya itu, mereka juga berhasil menyiapkan bibit unggul kakao yang benar-benar terjamin mutunya hingga sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan bibit yang mendapat sertifikasi dari Menteri Pertanian RI. Ketua Keltan Semangat Bonardo kepada Haluan di Simpangampek, kemarin mengatakan, langkah kemajuan tersebut mereka dapatkan, berkat kerjasama yang telah dilakukan petani kakao asal Sulawesi. Termasuk tenaga teknis yang berkaitan dengan pembibitan kakao (Sambung Pucuk) itu. Bentuk kerjasama yang dilakukan mendatangkan klon unggul dari Sulawesi, yang sudah terkenal memiliki perkebunan kakao yang terjamin kualitasnya, sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Jenis klon yang dibawa ke Pasbar

itu juga telah mendapatkan sertifikat Menteri Pertanian RI. Masing-masing mempunyai sebutan M01, M04, M07, Sul 1, Sul 2, IGRI dan Panter. “Semua jenis bibit ini sudah ada pada Keltan kita. kalau ada yang berminat, baik di kabupaten ini, maupun di luar kabupaten persediaannya sudah ada”, katanya. Lebih jauh ia mengatakan, Keltan mereka juga sudah siap menjadi pemasok bibit tersebut untuk tingkat Sumbar, plus dengan tenaga teknis untuk mendapatkan bibit tersebut. Sementara itu, Kadis Perkebunan Pasbar Alfitri Noven, menyampaikan hasil yang digapai Keltan Semangat itu merupakan salah satu hasil yang didapat dari gerakan nasional tentang pengembangan perkebunan kakao di Pasbar. Ia berharap apa yang telah dicapai salah satu keltan tersebut juga akan mengalir pada keltan lainnya di wilayah kerjanya. Sehingga upaya peningkatan perekonomian masyarakat melalui peningkatan perkebunan kakao di kabupaten setempa, dapat berjalan lancar.(h/dka)

DILANTIK — Bupati Pasbar, H. Baharuddin R melantik pengurus IPHI Pasbar di Masjid Agung kemarin. ANDIKA

DAI NAGARI

Dukung Pembangunan Pasbar dengan Tulus PASBAR, HALUAN — Kabupaten Pasaman Barat adalah sebuah daerah harapan baru bagi manusia. Segala potensi yang dimiliki berpeluang untuk memberikan perubahan ekonomi masyarakat. Tapi, perubahan tersebut mesti didukung oleh pemerintahan yang baik (god Goverment) yang didukung semua elemen. Kini dibawah kepemimpinan duet Bupati H. Baharuddin R dan Wabup. Syahrul Dt Marajo, berpola kepemimpinan yang baik mulai terarah dan dirasakan. Namun, tidak bisa hanya ditangan kedua orang itu saja, semua elemen daerah, masyarakat harus mendukung, dan merasa masing-masing punya tanggung jawab untuk memajukan daerah dan bangsa sendiri. Membangun daerah sebagai masyarakat bukan hanya sisi materi, tapi dengan mencintai pemimpin dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sudah salah satu yang dilakukan dalam menciptakan pembangunan daerah. “Sebabnya, kecintaan bupati pada masyarakat Pasbar tidak diragukan

lagi. Dapat kita lihat dari segala lini, “papar Husnijal, Dai Nagari Parik dalam Khutbah Jumat di Masjid Nurul Iman, Setia Baru. Kini tinggal bagaimana masyarakat juga mencintai bupati dan mendukung program pemerintah daerah setulus hati. Bila begitu, maka Pasbar dijamin akan melejit dibanding daerahdaerah lainnya di Indonesia. Karena untuk memajukan sebuah daerah, tidak cukup hanya dengan pemerintahan yang baik dan mencintai rakyat saja, tetapi harus ada timbal baliknya, rakyat juga harus mencintai, merespon setiap kebijakan pemerintah. Husnijal mengatakan, selain good goverment, ada tiga elemen lagi yang memegang peranan penting , yaitu ulama, orang kaya dan fakir miskin. Dalam hadits dikatakan ada, dua elemen dari umat manusia jika baik, maka baiklah manusia dan jika rusak, rusaklah manusia. Yaitu ulama dan umara. Ulama mengemban tugas yang besar, yaitu mengajak manusia untuk memeluk agama Islam dengan penuh iman dan takwa, menyinari hati seseorang, sebagai-

mana matahari menyinari bumi. Termasuk menerangkan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang halal dan mana yang haram dimakan. mana yang boleh dinikahi dan yang haram untuk dinikahi. Islam sumbernya Al Quran dan hadits berbahasa Arab. Bahasa Arab adalah bahasa yang istimewa. Berubah cara melafaskannya berubah pula artinya, contoh alim dengan a’lim, alim artinya pedih, sedangkan a’lim artinya orang berilmu. Amin artinya damai, sedangkan aaamiihn artinya kabulkanlah. Dalam bahasa Indonesia saja satu huruf berubah, artinya juga bisa fatal sekali, contoh “saya akan kawin dengan anak Jawa, jika huruf a terakhir salah tulis jadi i, maka maknanya akan berubah jadi, saya akan kawin dengan anak jawi. Anak Jawa dengan anak jawi bedanya jauh sekali. Kemudian lanjut Husnijal, peranan orang kaya juga penting dalam membangun agama dan negara. Infak dan sedekah adalah modal utama. Tidak akan ada masarakat miskin dan melarat, jika

orang kaya didaerah itu gemar bersedekah. Selanjutnya fakir miskin. Seseorang yang ditaqdirkan oleh Allah menjadi orang yang miskin tidak punya harta, ataupun karena menjadi wong cilik dan rakyat biasa, hendaknya tidak perlu minder dan malu, serta merasa rendah. Karena Allah-lah yang telah menentukan keadaannya demikian. Yang terpenting baginya adalah berusaha sekuat tenaga untuk beribadah kepada Allah dengan melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi segala larangan-Nya. Itulah hakikat ketaqwaan. Kalau dia berusaha selalu istiqomah di dalam ketaqwaan tersebut, niscaya kedudukannya menjadi mulia di sisi Allah, orang –orang yang lemah , tetapi tetap istiqomah dengan ketaqwaan-nya tersebut mempunyai kelebihan-kelebihan. Diantara kelebihan- kelebihan tersebut adalah : Pertama, do’a orang – orang yang fakir miskin itu makbul. Orang- orang lemah dan miskin adalah salah satu sumber kekuatan Islam. Bahkan kata nabi “ Sesungguh-

nya kamu diberi kemenangan dan dilimpahkan rizqi karena adanya orang –orang lemah diantara kalian. “ Maksudnya adalah do’a orang – orang yang fakir miskin itu makbul, karena hati mereka biasanya lembut dan peka, sehingga doa mereka lebih memungkinkan untuk dikabulkan ibadatnya orang – orang yang lemah dan do’a mereka biasanya lebih ikhlas. Karenanya, hati tidak tergantung kepada keindahan kehidupan dunia ini dan konsentrasi mereka hanya pada satu fokus saja ( yaitu akhirat) sehnigga do’a mereka mustajab dan amalan mereka bersih. Kedua, orang-orang yang lemah dan miskin biasanya lebih cepat menerima kebenaran. Sebaliknya orang –orang yang kuat dan kaya biasanya menjadi penghalang dan menolak kebenaran. Ketiga. Kebanyakan orang yang masuk syurga adalah orang – orang yang miskin. Rasul mengatakan,” Saya pernah berdiri di pintu syurga, ternyata yang saya lihat bahwa kebanyakan penghuninya adalah orang –orang miskin, sedangkan orang –orang kaya tertahan (yaitu belum diperkenankan masuk syurga dahulu) .” (h/dka)

KEHILANGAN BPKB NEW CIVIC 1300CCBA1265JIA/NZULKIFLI. HILANG DIJALAN LUBUK BUAYA MENUJU SAMSAT. BAGI YANG MENEMUKAN HARAP LAPOR KE POS POLISI TERDEKAT KEHILANGAN BPKB MOBIL SEDAN MERK TOYOTA COROLA BA 1122 JS A/N IZUL. HILANG DALAM PERJALANAN DARI PASAR LALANG KEC. KURANJI MENUJU KANTOR SAMSAT . BAGI YANG MENEMUKAN HARAP LAPOR KE POS POLISI TERDEKAT

KEHILANGAN BPKB MOBIL MINIBUS TOYOTA KIJANG BA 2268 TD A/N DELYUZAR. HILANG PERJALANAN DARI GUNUNG SARIK KEC. KURANJI KE PASAR SITEBA KEC. NAGGALO. BAGI YANG MENEMUKAN HARAP LAPOR KE POS POLISI TERDEKAT

>> Editor : Dodi Nurja >> Penata Halaman: Syamsul Hidayat


12 PAYAKUMBUH DAN LIMAPULUH KOTA

KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

H. AMRI DARWIS GUNTING PITA

Bupati: Jangan Takuti Inspektorat BOTIAH Maling Incar Kantor Pemerintahan LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Empat hari setelah kantor Camat Luak serta dua kantor walinagari, yakni Walinagari Mungo dan Kantor Walinagari Sungai Kamuyang yang digasak pencuri Jumat lalu. Kali ini kantor pemerintahan dikabupaten Limapuluh Kota, kembali dimasuki pencuri. Kantor camat Guguk yang berada dijalan Tan Malaka Payakumbuh-Suliki, persis disebelah SMPN 1 Guguak didapati dalam keadaan berantakan. Seluruh dokumen serta kertas yang berada diatas meja dalam ruangan kepala camat, sudah berserakan. Bahkan 2 unit kamera untuk perekaman elektronik KTP ikut dibawa pencuri yang diperkirakan melakukan aksinya pada Selasa (11/3) dinihari. “Pencuri masuk dengan cara mencongkel jendela yang berada diruangan aula yang teletak dibelakang kantor camat. Kami masih menyelidiki dan meminta keterangan dari sejumlah saksi,” ungkap AKP Aprinal Lubis Kapolsek Guguak. Jendela tempat masukknya pencuri itu, dirusak. Begitupun dengan pintu lainnya yang berada di rungan kantor pemerintahan itu. “Kita telah turunkan tim khusus untuk mengungkap. Kita pun berusaha semaksimal mungkin, hingga kasus pencurian ini bisa terbongkar,” imbuh AKP Aprinal Lubis. Kepala Camat Guguak Yuhendri mengatakan, paginya penjaga kantor camat terkejut ketika hendak membuka pintu kantor. Didapati seluruh berkas berkas yang berada di 6 ruangan kantor termasuk rungan kepala camat telah berserakan. Dua unit kamera jenis Cannon yang tersimpan didalam laci meja di ruangan perekaman elektrinik KTP dibawa pencuri. “2 kamera yang biasanya untuk perekaman e-KTP dibawa kabur. Kerugian disinyalir belasan juta rupiah,” kata Yuhendri Kepala Camat Guguak. Sementara itu, sejumlah kalangan masyarakat menilai, perlunya ada pengamanan khusus dari pemerintah untuk menjaga sejumlah kantoran yang saat ini marak diincar pencuri. Seperti penempatan anggota sat-Pol PP untuk penjagaan perkantoran pemerintahan agar kasus pencurian seperti ini tidak terjadi lagi. Begitupun untuk ronda malam, juga segera difungsikan ditiap nagari. Kepala Sat Pol PP Limapuluh Kota, Nazriyanto mengungkapkan, petugasnya siap ditempatkan ditempatkan diberbagai kantor pemerintahan untuk menjaga keaman perkantoran seperti kantor camat serta berbagai perkantoran lainnya yang merupakan aset daerah. “Kami siap untuk ditempatkan untuk penjagaan. Tetapi selama ini kita kekurangan anggota yang saat ini hanya memiliki 112 personil dari 300 personil seharusnya dimiliki di Pemerintahan Limapuluh Kota, sesuai dengan permendagri nomor 60 tahun 2012,” katanya. (h/ddg)

SARILAMAK, HALUAN — Kinerja PNS utamanya di jajaran Pemkab Limapuluh Kota, sekarang ini semakin profesional. MENANTI BANTUAN — Persisnya, sebanyak 43 rumah warga dan satu TPA/Masjid di Nagari Situjuah Gadang, porakporanda diterjang angin puting beliung, Selasa (12/3) tujuh diantaranya rusak parah bahkan ambruk. Mayoritas penghuni keluarga miskin, mereka sangat membutuhkan bantuan. dok. DN

LOMBA RKPD 2013

Payakumbuh Masuk 6 Besar PAYAKUMBUH, HALUAN — Kota Payakumbuh masuk nominasi 6 besar di Sumatera Barat, sebagai daerah terbaik dalam menyusun dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tingkat Sumatera Barat 2013. Untuk itu, tim penilai provinsi berkunjung ke Payakumbuh, melakukan verifikasi dengan SKPD terkait, stakeholder dan unsur masyarakat, Rabu (13/3). Tim berjumlah Sembilan personil dipimpin Ketua tim penilai Refdi, SH itu, selama di Payakumbuh didampingi Kepala Bappeda Drs. Rida Ananda dan Sekretaris Bappeda Ismed Ibrahim, ST, M. Si. Penilaian RKPD, sebuah kegiatan evaluasi terhadap daerah yang menyusun program pembangunan berbasis masyarakat.

Diawali dari kegiatan Musrenbang tingkat kelurahan, kecamatan sampai ke tingkat kota atau kabupaten. Seluruh kegiatan tersebut, bermuara dalam RKPD kota dan kabupaten. Menurut Ketua tim penilai Refdi, SH yang juga Sekretaris Bappeda Provinsi Sumatera Barat, menginformasikan, penilaian RKPD untuk tingkat kota dan kabupaten ini, baru dilakukan tahun 2013 ini. Tahun-tahun sebelumnya penilaian hanya dilakukan oleh pemerintah pusat dimtingkat provinsi. Tim penilainya berasal dari tim teknis dan tim indenpenden. Menurutnya, penilaian RKPD untuk memotivasi provinsi, kota dan kabupaten dalam menyusun program kerja sesuai dengan indikator dan parameter

yang telah ditentukan pemerintah pusat. RKPD yang disusun setiap kota dan kabupaten, benar-benar berasal dari aspirasi masyarakat atau botton down dan botton up. Di Payakumbuh, sebut Rida Ananda, kegiatan dimaksud berjalan sebagaimana mestinya. Keterlibatan masyarakat dalam setiap kegiatan Musrenbang sangat tinggi. Kegiatan yang disusun pemko berdasarkan skala prioritas, disesuaikan dengan dana tersedia. “Dokumen yang dikirim ke provinsi sangat sistematis, sesuai dengan ketentuan yang ada. Keterlibatan masyarakat dalam Musrenbang itulah yang akan diklarifikasi tim ke sejumlah tokoh masyarakat dan stakeholder lainnya ke Payakumbuh,” jelas Rida Ananda. (h/smt)

Angkutan Galian C Berpotensi Merusak Jalan LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Bahan tambang galian golongan C di Limapuluh Kota, di sejumlah nagari utamanya yang dilewati sungai tanpa izin terus saja berlangsung. Dampaknya, sebagai pemicu terjadinya kerusakan jalan yang dilewati truk pengangkut sirtu tersebut maupun lingkungan. Pemerintahan nagari dimana lokasi bahan tambang galian golongan C tersebut tak dapat berbuat banyak. Sementara Pemkab Limapuluh Kota, secara langsung tidak memperoleh PAD dari hasil tambang tersebut. Mereka terpaksa pasrah dengan kondisi yang terjadi, sehingga tambang berlanjut dan kerusakan jalan selalu mengancam. Walinagari Sitanang, Kecamatan

Lareh Sago Halaban, Afrizal yang dikonfirmasi beberapa hari yang lalu di kantornya, mengakui, kerusakan jalan di nagarinya cendrung terjadi akibat pengangkutan bahan tambang galian C. “Kita serbasalah, bila dicegah yang bekerja masyarakat kecil untuk mencukupkan kebutuhan hidup mereka, bila dibiarkan akan terjadi kerusakan lingkungan,” sebutnya. Untuk mengatur tambang galian golongan C serba sulit, karena mayoritas tidak memiliki izin. “Banyak tantangan untuk menertibkannya serta memerlukan pertimbangan yang matang. Dinas terkait yang berwenang perlu mencarikan solusi, bagaimana menertibkan tambang ilegal, setidaknya meminimalkan kerusakan lingkungan,”ujarnya. Hal senada juga disampaikan Walinagari Taram, Kecamatan Harau, Zulkifli. Ia mengeluhkan kerusakan jalan di Jorong Tanjung Ateh, ruas jalan menuju ke Kapalo Banda. Jalan tersebut rusak akibat setiap hari dilewati truk bermuatan sirtu yang diangkut dari hiliran

Kapalo Banda, untuk mencegah maupun melarangnya pemerintahan nagari merasa kesulitan. Salah seorang pengamat Lingkungan Luak Limopuluah, Yulfian Azrial ketika diminta pendapatnya mengatakan, Pemkab Limapuluh Kota, melalui dinas terkait hendaknya mengkaji ulang dan mendata kembali jumlah tambang bahan galian golongan C yang beroperasi di Limapuluh Kota. “Bila tambang rakyat itu jelas jelas berpotensi merusak lingkungan, sebaiknya mereka dilarang menambang di lokasi tersebut. Kalau memungkinkan usaha mereka dialihkan ke lokasi yang tidak mencemari lingkungan, sehingga kehidupan mereka tidak terganggu dan pencemaran lingkungan bisa diminimalkan,”katanya. Kepala Dinas Kehutanan dan Pertambangan Limapuluh Kota, Khalid yang hendak dihubungi untuk konfirmasi sekaitan aktifitas tambang galian golongan C di kantornya Rabu kemarin, belum dapat dihubungi, karena tidak berada ditempat. (h/zkf)

Buktinya, temuan penyalahgunaan keuangan ternyata semakin menurun dari tahun ke tahun. Hal itu menandakan kinerja PNS sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu, kinerja inspektorat juga semakin mendekati profesional, tidak hanya sebagai pemeriksa, tapi juga ikut mensosialisasikan aturan terhadap aparatur. “Inpektorat tidak melayani publik melainkan melayani aparatur, “ungkap Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo, ketika meresmikan pemakaian kantor Inspektorat di Ketinggian Sarilamak, Rabu kemarin. Peresmian itu ditandai dengan pengguntingan pita oleh mantan bupati Limapuluh Kota Drs.H. Amri Darwis yang diberi kehormatan Bupati Alis Marajo Dt. Sori Marajo, di Ketinggian Kota Sarilamak tak jauh dari Stadion Utama Aziz Haily itu. Selanjutnya Bupati mengingatkan, sekarang ini banyak PNS yang enggan dan menolak menyandang jabatan sebagai bendahara, karena takut terjadi penyimpangan dan ditangkap aparat penegak hukum, ketika terjadi kesalahan. Hal itu suatu pandangan yang keliru, sebab bila seorang PNS berpegang dengan aturan yang berlaku tidak akan tersandung persoalan hukum, sebutnya. “Kita tak menginginkan seorang PNS yang dipercaya untuk memegang jabatan seperti bendahara lantas

menolaknya. Karena jabatan yang dipegang, selain kepercayaan atasan juga sebuah amanah yang diemban. Kedepan jangan terjadi lagi PNS di jajaran Pemkab Limapuluh Kota yang menolak jabatan dimanapun yang bersangkutan ditempatkan,” ulasnya. Kepala Bappeda Limapuluh Kota, Novian Burano sebelumnya menyebut, pembangunan kantor SKPD di IKK dilaksanakan secara bertahap, tahun 2012 hanya satu kantor yang dibangun baru. Tahun berikutnya atau 2013 ini direncanakan membangun kantor Bappeda. Sehingga pertumbuhan pembangunan kantor SKPD di IKK (Ibu Kota kabupaten) cendrung melambat akibat kekurangan dana. Tak hanya kebutuhan kantor SKPD di IKK, melainkan juga rencana pembangunan infrastruktur jalan. Diataranya, jalan lingkar Solok BioBio-Sarilamak-Sarasah Tanggo-Harau-Rimbo Piobang tembus ke Ketinggian Sarilamak, jalan itu sebagai pendukung kawasan IKK. Kemudian, dilaksanakan pekerjaan lanjutan pembangunan jalan Landai-Kubang Balambak, Simpang KapukTaeh dan jalan kantor bupatiGurun yang tinggal pekerjaan pengaspalan saja, proses tendernya akan berlangsung dalam waktu dekat ini. Sehingga diharapkan infrastruktur sebagai pendukung IKK maksimal. (h/zkf/snt)

Fasli Djalal Apresiasi Pemko Perangi Narkoba PAYAKUMBUH, HALUAN — Mantan Wamendikbud RI Prof. Fasli Djalal, terkesan dan mengapresiasi cara Pemko Payakumbuh dalam memerangi penyalahgunaan pemakaian narkoba di kota ini. Selain intensitas penyuluhan yang tinggi ke sekolah-sekolah dan ormas lainnya, juga membina pecandu narkoba, untuk dilakukan rehabilitasi kepada yang bersangkutan. Keterangan Kadis Kesehatan Payakumbuh dr. Hj. Merry Yuliesday, MARS, di Balaikota Payakumbuh, Rabu (13/3), penghargaan buat Payakumbuh itu, disampaikan Fasli Djalal, ketika melihat pelaksanaan kegiatan rehabilitasi mantan pemakai narkoba di Puskesmas Payolansek, Kecamatan Payakumbuh Barat, Minggu (10/3). Menurut Fasli Djalal, rehabilitasi pecandu narkoba dalam bentuk Sober House atau rumah sehat, sebuah inovasi yang pantas dikembangkan di Tanah Air. “Selain efesien dan efektif, juga mudah dipantau orang tua yang bersangkutan terhadap peningkatan perkembangan kesehatan putera-puterinya. Kegiatan berbasios masyarakat ini, akan saya rekomendasi ke pihak pimpinan ucap Fasli Djalal dari Kantor Urusan Khusus Presiden yang bertugas untuk mempercepat target MDGs di Indonesia. Dalam kegiatan di Sober House itu, dikatakan Merry, sekarang ini tercatat 20 pemuda, mantan pecandu narkoba yang menjalani direhabiitasi kesehatannya. Kegiatan tersebut telah dimulai awal Februari lalu hingga 6 bulan ke depan, bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kota Payakumbuh. Dalam kunjungan ke rumah sehat itu, Fasli Djalal sempat berdialog dengan pemuda tersebut. Semuanya, mengaku betah dan semangat menjalani terapi di Sober Hause. Selama menjalani rehabilitasi, selain melepaskan pecandu dari ketergantungan narkoba, mereka juga akan dilatih dengan berbagai ketrampilan serta pembinaan karakter lewat penyuluhan agama. Melibatkan, sejumlah SKPD terkait. Pasca rehabilitasi nanti, seluruhnya punya kepercayaan diri dalam beradaptasi dengan masyarakat.(h/smt)

>> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Syahrizal


BUKITTINGGI 13

KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

lRRI Bukittinggi Gandeng Kodim Agam BUKITTINGGI, HALUAN—Setelah menjalin kerjasama dengan Polresta Bukittinggi dalam pemantauan lalu lintas melalui sisaran Pro 1, Radio Republik Indonesia (RRI) kembali menggandeng Kodim 03/04 Agam dalam mensosialisasikan program kerja Kodim. Kerjasama penyiaran yang disepakati oleh kedua pihak tersebut dilakukan diruang kerja Dandim 03/04 Agam, dihadiri oleh Kepala Stasiun LPP RRI Bukittinggi Fitra Widjaja, Kepala Seksi Layanan dan Pengembangan Usaha Basastra Yulfa, Kepala Sub Seksi Programa Satu Afri Irianto, Staf Pemberitaan Defri Edasa, serta Komandan Kodim 03/04 Agam Trias Wijanarko. Kepala Stasiun LPP RRI Bukittinggi Fitra Widjaja mengatakan, berkaitan dengan kerjasama tersebut, RRI Bukittinggi memberikan space waktu selama satu jam setiap hari Minggu mulai pukul 17.00 sampai dengan 18.00 WIB dengan materi tentang tugas pokok dan fungsi TNI serta kegiatan lain yang berhubungan dengan pemerintah daerah maupun memberikan perlindungan pada masyarakat. “Dengan adanya acara khusus yang diisi oleh prajurit TNI Angkatan Darat di LPP RRI Bukittinggi tersebut diharapkan terjadi sinergi yang positif dan bermanfaat antara insan RRI sebagai aparat sipil di satu sisi dan prajurit Kodim 03/04 Agam selaku aparat keamanan disisi lain, selain itu juga diharapkan ada manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat tentang materi materi yang disampaikan dalam siaran yang dipandu prajurit tni tersebut,” terangnya. Sementara itu, Komandan Kodim 03/04 Agam Trias Wijanarko menyambut baik kerja sama penyiaran itu dan berkomitmen untuk memanfaatkan space waktu yang diberikan RRI dengan sebaik baiknya dan tentunya dengan memberdayakan segenap sumber daya yang ada di jajaran Kodim 03/04 Agam. “Sejauh ini pihak Kodim 03/04 Agam telah menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik, diantaranya ikut berperan serta membantu program dan kegiatan yang dijalankan pemerintah daerah Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi, penanggulangan bencana daerah, mapun kegiatan sosial lainnya sebagai abdi Negara dan senantiasa membantu masyarakat,” jelasnya. (h/wan)

NONGKRONG DI KEDAI

33 PNS Ditertibkan Pol PP BUKITTINGGI, HALUAN— Asyik nongkrong di kedai, 33 Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditertibkan oleh Satpol PP yang bekerjasama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bukittinggi, Rabu (13/3). Saat operasi penertiban PNS yang berkeliaran pada jam kerja itu, petugas juga menertibkan PNS yang berkeliaran di pasar. Operasi penertiban itu sendiri dilakukan di 13 titik di Kota Bukittinggi, mulai dari kedai makanan dan minuman, pasar, hingga tempat umum lainnya. Menariknya, saat petugas mendatangi kedai makanan dan minuman, sejumlah PNS yang berada di dalam kedai jadi kelabakan. Bahkan diantara mereka ada yang berusaha kabur melalui pintu belakang, persis seperti suasana saat penertiban anak sekolah. Sementara di kawasan Pasar Bawah, para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tidak mengetahui operasi penertiban PNS itu juga kalang kabut ketika melihat petugas Satpol PP. Padahal misi petugas hanya untuk menertibkan PNS, bukan menertibkan PKL. “Operasi penertiban ini dilakukan sesuai instruksi Walikota Bukittinggi, sekaligus menindaklanjuti banyaknya laporan masyarakat, yang

melaporkan banyaknya PNS yang berkeliaran saat jam kerja,” ujar Syafnir, Kepala Kantor Satpol PP Bukittinggi, disela-sela penertiban PNS tersebut. Menurut Syafnir, pegawai negeri sipil yang tertangkap pada saat razia diminta kartu identitasnya, atau Kartu Tanda Penduduk (KTP). Setelah itu masingmasing PNS yang terjaring dipanggil ke kantor Satpol PP untuk menjelaskan alasan mereka keluyuran saat jam kerja, lalu diminta memengisi blanko keterangan yang telah disediakan. Blanko yang diisi itu kemudian diserahkan pada Kepala SKPD bersangkutan, serta dilaporkan ke BKD, agar para PNS nakal itu bisa ditindaklanjuti sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. “Satpol PP hanya bertugas untuk menertibkan. Untuk pemberian sanksi kepada PNS yang terjaring operasi itu, diserahkan kepada Kepala SKPD masingmasing atau sanksinya bisa saja ditentukan pihak BKD,” jelas Syafnir. Syafnir menambahkan, untuk memberikan efek jera kepada PNS nakal, Satpol PP dan BKD Bukittinggi akan terus melaksanakan operasi penertiban PNS secara kontinyu. Petugas juga akan mengintrogasi kepentingan mereka, sehingga dapat dibedakan antara pegawai yang mempunyai kepentingan diluar dinas dengan bukti adanya surat keterangan dari atasan langsung, dengan pegawai yang sengaja berkeliaran pada saat jam dinas. (h/wan)

PENERTIBAN PNS — Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemko Bukittinggi diinterogasi petugas Satpol PP Bukittinggi di sebuah kedai yang tak jauh dari Kantor Pemko Bukittinggi, Rabu (13/3). Operasi penertiban PNS ini menjaring 33 PNS Bukittinggi yang keluyuran pada jam kerja. HASWANDI

Bukittinggi Juga Bisa Banjir

BANJIR - Dua orang anak terpaksa menenteng sandal dan sepatu mereka ketika menembus genangan banjir di Simpang Tabek Gadang Kelurahan Aur Kuning Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) Kota Bukittinggi, Rabu (13/3). HASWANDI

BUKITTINGGI, HALUAN— Diguyur hujan lebat hampir satu jam, delapan unit rumah penduduk di Simpang Tabek Gadang Kelurahan Aur Kuning Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) Kota Bukittinggi digenangi banjir hingga setinggi betis orang dewasa, Rabu (13/3). Hujan lebat mulai mengguyur Kota Bukittinggi sekitar pukul 16.10 WIB. Setengah jam kemudian, debit air di drainase kawasan tersebut meluap, hingga menutup akses menuju Kantor Camat ABTB Bukittinggi. Tak hanya itu, debit air yang tinggi terus meluap dan mulai memasuki rumah penduduk setempat

hingga malam tiba. Dari keterangan warga setempat, banjir kali ini merupakan banjir terbesar semenjak tiga bulan lalu, semenjak drainase mengalami pendangkalan akibat dipenuhi material jalan. Proyek pembangunan drainase itu sendiri baru selesai sekitar setahun yang lalu. Namun semenjak empat bulan lalu, saat pengerjaan proyek pelebaran Jalan By Pass yang dinilai kurang baik, mengakibatkan material jalan yang seharusnya dipakai untuk jalan ternyata diseret air hujan hingga masuk dalam drainase. Banyaknya material jalan yang masuk membuat

drainase jadi dangkal, sehingga tidak sanggup menampung debit air yang tinggi ketika diguyur hujan lebat. Dari pantauan Haluan di lapangan, seluruh korban banjir tampak terus siaga menjaga rumahnya masingmasing. Mereka khawatir jika hujan turun lagi akan bisa berdampak buruk bagi mereka. Untuk antisipasi meningginya air di rumah, tak sedikit warga setempat yang menutup pagar rumah mereka dengan alat seadanya, seperti seng, kayu dan bebatuan, serta benda lainnya yang sedikit menghambat pergerakan air. “Banjir ini telah berulang kali terjadi. Tapi ini yang

terbesar. Sebelumnya, beberapa pejabat telah datang kesini, tapi hanya sebatas melihat doang, tidak ada tindak lanjutnya. Akibatnya, setiap hujan, kami selalu kebanjiran,” ujar Emi (56), salah seorang warga setempat. Tak hanya itu, banjir juga menggenangi sebuah usaha bengkel las di kawasan itu. Akibatnya, pemilik usaha tersebut terpaksa menutup tempat usahanya. Pemilik bengkel itu berharap pemerintah Kota Bukittinggi segera mengeruk material jalan yang menggunung di dalam drainase. Sementara itu, Pengamat Perkotaan Kota Bukittinggi Zul Ifkar menilai, banjir

tersebut diakibatkan tidak adanya master plan drainase yang dimiliki Pemko Bukittinggi. Pembangunan drainase di Kota Bukittinggi selama ini dinilai hanya sebatas administrasi, tidak melihat sejauh manacatchment atau daerah aliran air yang masuk ke Kota Bukittinggi. “Seharusnya, pemerintah bisa mengkaji berapa banyaknya debit air kiriman yang masuk ke Kota Bukittinggi, serta berapa banyak debit air dari curah hujan yang terjadi di Bukittinggi. Setelah itu baru bisa membangun drainase dengan mempertimbangkan faktor tersebut,” jelas Zul Ifkar. (h/wan)

Lansek Manih FM (LANIS FM) Frequensi (FM) 93,6 MHz (FM) Power Suport 1000 Watt ( Blues 30 NV) Alamat Studio/Office : Jl.Sudirman No.191 Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Telp. ( 0754) 20173-20553 Fax. 0754.20158 Email : lansekmanihfm@yahoo.co.id LANSEK MANIH FM “ Penyampai Informasi Pembangunan dan Penyejuk Hati Anak Nagari” >> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Jefli


14 WANITA DAN KELUARGA Resep

Jadilah Sahabat Bagi Anak PERILAKU orang tua dalam mendidik sang buah hati memang berbeda-beda.

Gurame Asam Manis Bahan: 1 ekor ikan gurame, bersihkan 3 siung bawang putih, haluskan garam dan merica bubuk secukupnya 50 gr tepung terigu 50 gr tepung beras minyak goreng secukupnya Saus Asam Manis: 2 sendok makan minyak goreng 1/2 buah bawang bombay, iris tipis 2 siung bawang putih, memarkan 100 gr saus tomat 2 sendok makan saus sambal garam dan gula pasir secukupnya 1 buah jeruk nipis, peras airnya 50 gr kacang polong Cara Membuat: 1. Lumuri ikan dengan bawang putih, garam, dan merica bubuk. Lumuri lagi dengan campuran tepung terigu dan tepung beras hingga rata. 2. Goreng ikan hingga matang dan kering, angkat dan tiriskan. 3. Saus asam manis: Panaskan minyak goreng, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum. Masukkan saus tomat, saus sambal, garam, dan gula pasir, masak hingga matang. Tambahkan air jeruk nipis dan kacang polong, aduk rata. Angkat. 4. Sajikan ikan dengan saus asam manis.

KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

Pola asuh orangtua biasanya merupakan pola asuh yang diterima sang orang tua ketika mereka masih kecil. Kadang Kekerasan baik fisik dan bathin tanpa sadar sering dilakuakan oleh orangtua. Agar anak bisa tumbuh secara normal dan menjadi pribadi yang hangat orangtua perlu mengubah pola asuh tersebut agar hubungan dengan anak tetap baik. Jadilah sahabat anak, tinggalkan semua ego dan rasa superior agar anak bisa jadilebih dekat dan anak juga akan merasa selalu nyaman ketika dekat dengan anda. Berikut beberapa tips yang

disampaikan oleh Psikolog anak, Yuvita Fandy, untuk orang tua yang ingin mengubah prilaku negatif tersebut. Mengubah prilaku negatif harus dengan kesadarna penuh bahwa prilaku yang dilakukan kurang tepat. Mengevaluasi pola asuhnya dan berani untuk belajar pola asuh yang lebih baik demi perkembangan anak di masa sekarang dan masa yang akan datang. Lakukan Dialog dari hati ke hati antara orang tua dengan anak untuk mengubah situasi yang kurang nyaman akibat prilaku yang salah. Tekankan dalam dilog tersebut bahwa orang tua akan sama-sama belajar, berubah dan akan selalu siap untuk mendengarkan aspirasi anak Perbaiki pola asuh dan prilaku yang salah itu berdasarkan masukan dari anak. Orang tua juga bisa melakukan konsultasi

dengan konselor atau piskolog. Buatlah jadwal kegitatan sehari-hari bersama anak. Tujuannya untuk terus menjalin kedekatan emosional dengan anak, Dalam hal ini orang tua harus konsisten mematuhi jadwal yang telah disepakati otomatis anak akan belajar menjadi pribadi yang disiplin dengan belajar dari contoh yang mereka lihat setiap harinya. (h/vvn)

Anak dan Anda Adalah ‘Satu’ BANYAK orang tua yang mendidik anaknya dengan keras katanya supaya si anak menjadi patuh, penurut, tidak keras kepala, takut kepada orang tuanya dan akhirnya mau menuruti perintah orang tuanya. Memang benar, Anak itu bisa menjadi takut kepada orang tuanya tapi si anak juga bakal takut sama yang lainnya, takut sama orang lain, takut untuk mencoba, takut untuk berkreativitas, takut untuk mengambil keputusan, dan takuttakut lainnya. Apakah itu yang orang tua inginkan? Apakah orang tua ingin anaknya menjadi penakut dalam segala hal? Hanya orang tua bodoh yang menjawab ya!.. Namun jika Anda (Orang Tua) bersih keras untuk tetap menjawab ya!.. Mari kita bahas lebih lanjut tentang siapa Anak Anda sebenarnya. Anak yang masih sangat kecil atau masih balita atau usia dini dalam melakukan segala hal selalu menggunakan perasaannya ketimbang berpikir. Baru setelah si anak beranjak dewasa ia akan lebih menggunakan logikanya atau berpikir ketimbang perasaannya. Jika waktu masih kecil orang tua mengajarkan anaknya dengan perasaan keras maka seolah-olah si Anak sedang di ajarkan untuk bersikap keras pula. Berikan Sugesti yang Baik Sebenarnya ini masih berkaitan dengan mendidik anak yang diatas atau dengan perasaan, namun jika di atas adalah dalam bentuk tindakan, sekarang dalam bentuk ucapan atau sugesti. Baik dalam bentuk tindakan maupun dalam bentuk ucapan hanya akan terbagi menjadi dua bagian, yang baik dan yang buruk. Ucapan atau kata atau sugesti yang baik seperti; sayang, manis, cinta, anak baik, anak pintar, anak penurut, dan lain-lain. Sedangkan Ucapan atau kata atau sugesti yang buruk seperti; anak setan, anak nakal, anak kurang ajar, anak bandek, anak tidak tau sopan santuk, anak penakut, goblok, tolol, dan lain-lain. Karena pikiran terdalam anak kecil masih kosong, maka sugesti akan lebih cepat menyerap jika diarahkan kepada anak kecil dibandingkan orang dewasa. Sugesti yang baik akan tertanam dengan baik pula ke dalam alam bawah sadar si anak. Semakin sering kita men-sugesti atau mengucapkan kata-kata baik, secara langsung kita sedang menanamkan benih-benih kebaikan kepada alam bawah sadar si Anak. Dan yang akan terjadi nanti adalah: si anak akan menjadi sama persis seperti yang kita sugestikan. Jika kata-kata yang kita sugestikan adalah: anak baik, anak pintar, dan anak penurut, maka setiap sel dalam tubuh si anak akan membentuk menjadi: anak baik, anak pintar, dan anak penurut pula. Mendidik anak dengan kecukupan bukan kekurangan Jika di atas adalah cara mendidik psikologis anak, sekarang adalah mendidik anak dalam bentuk Materi. Materi disini bisa dalam bentuk, makanan, pakaian, uang dan lain sebagainya. Pada dasarnya seorang anak itu sama, jika pun ada anak yang sejak usia dini sudah pintar, itu bisa disebabkan karena faktor keturunan dari orang tua, tapi pendidikan dari orang tua lah yang berperan besar untuk menentukan kecerdasan si buah hati. Kebanyakan dari kita berpikir jika kita membiarkan si Anak serba cukup maka akan menjadi boros. Dan jika kita membiarkan si Anak kekurangan akan menjadi hemat. Padahal ini kebalik!, Justru dengan membiarkan si Anak selalu serba kekurangan itu yang malah boros. Mengapa demikian!! Karena jika di rumah kita banyak makanan maka perut kita akan selalu merasa kenyang, dan malah malas untuk makan. Tapi jika di rumah jarang ada makanan, bawaan perut kita juga akan lapar terus, begitu ada makanan langsung disikat habis. Jika Anda tidak percaya silakan Anda terapkan cara di atas atau berilah si Anak serba cukup, lalu hitung pengeluaran Anda!. (h/psi)

Mendidik Anak Nakal ‘NAKAL’ adalah istilah yang mendua. Nakal bisa berarti anak yang “kreatif”, “banyak akal”, “suka membantah” tetapi.... dirasakan menyusahkan orang tua. Benarkah anak nakal gara-gara suka membantah? Ada juga “nakal” jenis lain, yang sama-sama menyusahkan orang tua, dalam derajat lebih besar; yaitu nakal yang cenderung “kriminal”, kejahatan dan kekurangajaran, misalnya mengejek atau tidak sopan kepada orang tua, merusak, menjahati orang lain, dan seterusnya. Dalam ilmu psikologi anak, anak nakal disebut juga anak dengan Gangguan Tingkah Laku (GTL), yang adalah keadaan patologis, yaitu penyimpangan perilaku dalam bentuk: merugikan/ merusak diri sendiri dan orang lain. Nakal yang adalah GTL ini bisa dilakukan sendiri maupun berkelompok, spontan maupun terencana. Dalam keadaan berat, wujudnya antara lain: mencuri, merusak, berbohong, melarikan diri, menganiaya binatang atau anak lain yang lebih lemah, kekerasan seksual, suka bermain api, provokasi, melawan aturan, melakukan tindakan-tindakan berbahaya. Ciri khas anak nakal patologis adalah keras kepala, sulit ditaklukkan, tidak patuh, tidak mau diatur, bisa melakukan tindak kekerasan yang direncanakan, tak merasa salah dengan tindakannya, tak pernah menyesal, jika “kalah” mengambil sikap “ngambek”, bukannya menurut.Cara ‘Mengelola’ Anak Nakal Bagaimana mengelola anak nakal macam Gangguan Tingkah Laku (GTL) seperti di atas? Atau lebih cerdik lagi, bagaimana orang tua bisa mencegah anaknya tumbuh menjadi nakal seperti itu? Dengan mengetahui prinsip mencegah anak menjadi nakal, kita bisa menentukan strategi mengelola anak nakal. Simaklah butir-butir berikut! 1. Keteladanan orang tua dan peran nilai (value) Anak tumbuh menjadi anak “baik” atau “nakal” sebagian besar karena mereka melihat teladan, baik dari orang tua maupun lingkungan. Maka, jadilah teladan yang baik, bukan cuma jika sedang di depan anak, melainkan memang menjadi nilai (value) dalam keluarga Anda. Antara lain, keluarga Anda selalu menjaga kejujuran, mempunyai empati dan suka menolong mereka yang sedang tertimpa masalah, menghargai sportivitas, dan seterusnya. Ini adalah nilai (value) yang perlu dibudayakan, dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen oleh orang tua sehingga anak akan terbawa

dan juga mempunyai value yang bernilai tinggi. Biasakanlah menghargai halhal yang memang baik, seringseringlah berbagi kisah-kisah keseharian yang menguatkan perilaku terpuji, diskusikan secara terbuka dan bebas, kendalikan bersama tekanan hal-hal yang potensial merusak, seperti kemungkinan hadirnya acara-acara TV yang tak bermutu, perilaku sesama anak atau bahkan rekan orang tua yang memberikan teladan buruk (walaupun sedang tren). Yakinkan bahwa anak yang “baik” adalah yang dalam segala keadaan, termasuk ketika orang tua sedang tidak bersama mereka, mereka tetap “baik” karena mereka dasarnya baik. 2. Mencegah sumber stres dalam keluarga Ada bentuk-bentuk stres yang perlu dikelola dengan baik. 1. Stres karena ekonomi rumah tangga: kondisi keuangan hendaknya menjadi urusan bersama sekeluarga (commitment dan concern bersama). Sering anak karena tidak pernah diikutkan dalam merasakan susah payahnya mencari nafkah, apalagi jika lingkungan mereka orang-orang berada, yang tampaknya begitu mudah memperoleh uang, kemudian anak berkecenderungan ingin punya uang dengan mudah. 2. Stres karena ada “gap” antaranggota keluarga: selalu adakan waktu bagi setiap orang dalam rumah untuk mengungkapkan segala sesuatu, tanpa merasa tertekan. Sering anak merasa tertekan jika bercerita atau berkeluh kesah kepada orang tua, karena orang tua cenderung menyalahkan, atau cenderung terlalu melindungi. Orang tua juga sering begitu sibuk sampai tak memerhatikan perkembangan kejiwaan anak. 3. Stres karena krisis wewenang, siapa panutan dalam keluarga. Bagaimanapun wewenang orang tua, sekalipun fleksibel, perlu dihargai setiap anak. Sering anak terbawa arus lingkungan dan cenderung menjadikan salah satu tokoh lingkungan (di luar orang tua) – yang belum tentu baik sebagai panutan. 4. Komunikasikan perasaan, empati, bukan sekadar kata-kata dan hubungan karena rutinitas belaka. Sering orang tua memperlakukan anak, atau antara ayah dengan ibu dan sebaliknya tidak dengan kehangatan dan perasaan, “karena sudah sangat terbiasa”. Segalanya menjadi suatu rutinitas belaka, tak ada lagi sentuhan kehangatan antar-anggota keluarga. 5. Kelangsungan dan beresnya kehidupan rumah tangga, termasuk urusan sesehari rumah tangga

Ciri-Ciri Anak Bermasalah adalah tanggung jawab bersama, bukan cuma tanggung jawab ibu. Pembagian tanggung jawab dalam mengurusi rumah tangga akan melatih mereka menghayati bahwa rumah tangga adalah tanggung jawab bersama. 3. Mencegah pengaruh merusak dari lingkungan Sering anak menjadi nakal dan agresif, atau menjadi depresif karena lingkungan, misalnya karena adanya anak-anak lain atau lingkungan yang sering memperolok-olok (bullying). Sering bullying tidak diceritakan kepada orang tua, dan tahu-tahu anak sudah bereaksi destruktif menjadi nakal atau depresif, mengisolasi diri sampai bunuh diri karena trauma psikologis yang mereka terima di sekolah atau dalam pergaulan. Bullying bisa bergradasi dari ringan, sekadar olok-olok, misalnya “si tonggos” atau “anak mami”, sampai ke gradasi berat berupa teror mental dan perlakuan fisik termasuk penyiksaan. 4. Mencegah terjadinya krisis kepercayaan Orang tua bisa gelisah dan khawatir ada “apa-apa” dengan anaknya, lebih-lebih saat mereka memasuki masa remaja, entah terjebak dalam narkoba, atau pergaulan dan seks bebas, atau komplotan dan geng yang merusak. Beberapa orang tua melakukan pengintaian (memata-matai) kalaukalau.... Tetapi, banyak bukti menunjukkan, memata-matai anak sendiri bisa berbahaya, bisa merusakkan citra “saling percaya”; menimbulkan krisis kepercayaan. Anak lalu cenderung bahkan semakin menjauh dan semakin sulit dikendalikan. Sering kali, kekhawatiran orang tua justru memperparah masalah anak. Beberapa ahli menyarankan memberikan kepercayaan penuh, kemudian bersepakat jika terjadi sesuatu, segera dibicarakan secara terus terang. Anak diyakinkan bahwa orang tua tetap merupakan tempat bertanya, tempat “lari” yang aman, dan bahwa orang tua tidak akan marah secara sewenangwenang. Jadi, ketika anak Anda tergolong nakal menurut pendapat Anda, segeralah ambil sikap yang tepat untuk mendidiknya. Jangan buru-buru memvonis bahwa anak Anda “tidak bisa diandalkan”, bahkan mengkhawatirkan akibat ulahnya. Pandai-pandailah mengelola anak, meskipun ia termasuk nakal sekalipun, agar anak Anda bisa bertumbuh dengan baik dan wajar; serta bisa sukses dalam kehidupannya. Anda bisa kok melakukannya! (h/yahya)

“Mungkinkah mengetahui dan memastikan apakah seorang anak itu bermasalah, dalam waktu 5-10 menit pertama saat kita bertemu dengannya?” Jawabannya adalah “mungkin” dan “pasti”. Inilah ciri-ciri karakter tersebut : 1. Susah diatur dan diajak kerja sama Hal yang paling Nampak adalah anak akan membangkang, akan semaunya sendiri, mulai mengatur tidak mau ini dan itu. pada fase ini anak sangat ingin memegang kontrol. Mulai ada “pemberontakan” dari dalam dirinya. Hal yang dapat kita lakukan adalah memahaminya dan kita sebaiknya menanggapinya dengan kondisi emosi yang tenang. Ingat akan kebutuhan dasar manusia? Tiga hal diatas yang telah saya sebutkan, nah kebutuhan itu sedang dialami anak. Kita hanya bisa mengarahkan dan mengawasi dengan seksama. 2. Kurang terbuka pada pada Orang Tua Saat orang tua bertanya “Gimana sekolahnya?” anak menjawab “biasa saja”, menjawab dengan malas, namun anehnya pada temannya dia begitu terbuka. Aneh bukan? Ini adalah ciri ke 2, nah pada saat ini dapat dikatakan figure orangtua tergantikan dengan pihak lain (teman ataupun ketua gang, pacar, dll). Saat ini terjadi kita sebagai orangtua hendaknya mawas diri dan mulai menganti pendekatan kita. 3. Menanggapi negatif Saat anak mulai sering berkomentar “Biarin aja dia memang jelek kok”, tanda harga diri anak yang terluka. Harga diri yang rendah, salah satu cara untuk naik ke tempat yang lebih tinggi adalah mencari pijakan, sama saat harga diri kita rendah maka cara paling mudah untuk menaikkan harga diri kita adalah dengan mencela orang lain. Dan anak pun sudah terlatih melakukan itu, berhati-hatilah terhadap hal ini. Harga diri adalah kunci sukses di masa depan anak. 4. Menarik diri Saat anak terbiasa dan sering Menyendiri, asyik dengan duniannya sendiri, dia tidak ingin orang lain tahu tentang dirinya (menarik diri). Pada kondisi ini kita sebagai orangtua sebaiknya segera melakukan upaya pendekatan yang berbeda. Setiap manusia ingin dimengerti, bagaimana cara mengerti kondisi seorang anak? Kembali ke 3 hal yang telah saya jelaskan. Pada kondisi ini biasanya anak merasa ingin diterima apa adanya, dimengerti – semengertinya dan sedalam-dalamnya. 5. Menolak kenyataan Pernah mendengar quote seperti “Aku ini bukan orang pintar, aku ini bodoh”, “Aku ngga bisa, aku ini tolol”. Ini hampir sama dengan nomor 4, yaitu kasus harga diri. Dan biasanya kasus ini (menolak kenyataan) berasal dari proses disiplin yang salah. Contoh: “masak gitu aja nga bisa sih, kan mama da kasih contoh berulangulang”. 6. Menjadi pelawak Suatu kejadian disekolah ketika teman-temannya tertawa karena ulahnya dan anak tersebut merasa senang. Jika ini sesekali mungkin tidak masalah, tetapi jika berulang-ulang dia tidak mau kembali ke tempat duduk dan mencari-cari kesempatan untuk mencari pengakuan dan penerimaan dari teman-temannya maka kita sebagai orang tua harap waspada. Karena anak tersebut tidak mendapatkan rasa diterima dirumah, kemanakah orangtua? (h/tmt)

>> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman:Rahmi


EKONOMI BISNIS 15

KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

LINGKAR

PANAS

Permintaan Servis Kipas Angin Naik

Gangguan Cuaca, Bawang Merah Naik JAKARTA, HALUAN—Seolah tak mau kalah, harga bawang merah merangkak naik mengikuti kenaikan harga bawang putih. Deputi II Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan Kementerian Perekonomian Diah Maulida mengatakan, hal ini disebabkan karena gangguan cuaca di berbagai daerah. Sebenarnya produksi bawang merah dari masyarakat sudah mencukupi kebutuhan di dalam negeri. Namun, faktor cuaca inilah yang mempengaruhi produksi bawang merah. “Kita enggak bisa menyalahkan cuaca, tapi kenyataannya memang cuaca dan harga bawang selalu bervariasi. Sama dengan cabai, ada m a s a drop dan ada masa yang tinggi,” kata Diah saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (13/3). Diah menilai produksi bawang merah ini berbeda dengan produksi bawang putih. Di dalam negeri, produksi bawang putih masih belum maksimal sehingga 95 persen kebutuhan bawang putih selalu dipenuhi dari impor. Namun, untuk bawang merah, produksi domestik sebenarnya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik. Namun, karena faktor cuaca yang tidak bisa ditoleransi, gangguan ini pun menyebabkan pasokan di pasar berkurang. Imbasnya, harga bawang merah pun naik, mengikuti kenaikan harga bawang putih. “Setahu saya kalau bawang merah itu ada rekomendasi (impor) yang cepat keluar. Tetapi, ini Kementerian Pertanian yang tahu persis kalau memang suplai seperti itu, tentunya mereka harus mengeluarkan rekomendasi untuk impor,” tambahnya. Sekadar catatan, harga bawang merah bulan lalu masih sekitar Rp 15.000 per kg. Namun, saat ini sudah melonjak lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp 50.000 per kg. Harga bawang merah ini hampir menyamai harga bawang putih yang sudah mencapai Rp 80.000 per kg. Padahal, sekitar 95 persen dari kebutuhan bawang putih dipenuhi dari impor. (h/kcm)

PADANG, HALUAN— Cuaca panas akhir-akhir ini, turut berpengaruh terhadap naiknya permintaan servis kipas angin di bengkelbengkel yang memperbaiki barangbarang elektronik. Yandi, di Bengkel Anasrul, yang berada di jalan Tengku Umar No 29 Alai menyatakan, order perbaikan kipas angin seharinya bisa 10 unit.

Padahal biasanya cuma 4-6 unit saja. “Untuk pembayaran biasanya tergantung pada kerusakan kipas angin. Hal itu dari harga servis Rp25.000-Rp65.000, tergantung pada besar kipas anginnya. Sementara itu, Zul Elektro, bengkel elektronik yang berada di Simpang Anam, Jl Hos Cokrominoto menyatakan, saat ini order perbai-

kan kipas angin mencapai lima seharinya. Padahal hari biasanya hanya sekitar dua unit saja. “Harga yang dipatok hanya Rp35.000. Perbaikan kipas angin tersebut bermacam-macam seperti perbaikan bus, kalahar, kapasitor dan bus bul. Dan biasanya bisa ditunggu selama 1 sampai 2 jam saja,” ungkap Zul .(h/cw-lex)

Yandi (22 tahun) sedang memperbaiki kipas angin bersama karyawannya. Pasalnya musim panas ini bengkelnya kebanjiran order, Rabu (13/3). ALEX

Harga Bawang Meroket PADANG, HALUAN — Setelah bawang putih, dua hari terakhir, harga bawang merah di pasaran Sumatera Barat pun ikut melonjak signifikan hingga Rp40.000/kilogram .

PENJUAL BAWANG — Setelah bawang putih, dua hari terakhir, harga bawang merah di pasaran Sumatera Barat pun ikut melonjak signifikan hingga Rp40.000/ kilogram. IST

Sucofindo Ekspansi ke LN

Bank Malas Beri Petani Kredit

JAKARTA, HALUAN— PT Sucofindo (Persero) siap mengembangkan usaha ke beberapa negara Asia mitra strategis Indonesia, seperti Malaysia, Singapura dan Hong Kong. “Kami akan memberdayakan kantor-kantor Kerja Sama Operasi (KSO) yang selama ini telah ada di beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, dan Hongkong sebagai langkah awal perluasan usaha,” kata Direktur Utama Sucofindo Fahmi Sadiq, di Jakarta, Rabu (13/3). Menurutnya, pengembangan bisnis ke luar negeri tersebut merupakan tindak lanjut dari penggabungan PT Surveyor Indonesia (Persero) ke dalam PT Sucofindo sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) 5 Maret 2013.

JAKARTA, HALUAN— Direktur Kredit BPR dan UMKM Bank Indonesia Zainal Abidin mengatakan, pembiayaan kredit UMKM khususnya petani di Indonesia belum maksimal. Saat ini, kredit untuk petani baru mencapai 5% dari porsi kredit UMKM sekitar 20%. Untuk itu, pihaknya akan mengkoordinasikan dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dan membuat catatan ke Dewan Gubernur untuk meminta menaikkan persentase kredit untuk petani. Hal itu dilakukan untuk mendukung petani agar bisa lebih berkembang. “Kredit untuk petani belum maksimal, terbilang masih rendah. Kita akan usulkan

“Pemerintah sudah setuju dan selanjutnya akan dikeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) penggabungan kedua perseroan,” ujar Fahmi. Ia menjelaskan, ekspansi usaha ke pasar Malaysia, Sucofindo akan fokus mengembangkan layanan inspeksi dan sertifikasi di sektor perkebunan. Sedangkan ekspansi ke Singapura dan Hong Kong akan dikembangkan layanan inspeksi, testing, dan sertifikasi produk industri dan konsumen. “Dengan penggabungan, daya saing perseroan di bidang jasa survey akan meningkat di pasar internasional. Pemerintah juga memperoleh manfaat dengan menguatnya BUMN, karena lebih meningkat dari sisi kapasitas pelayanannya untuk kelancaran kegiatan ekspor-impor,” ujar Fahmi. (h/inl)

lebih dari 5 persen. Sehabis ini kita akan membuat catatan ke dewan gubernur minta keputusan berapa yang harus dialokasikan. Kita koordinasi dengan Kementan untuk ini. Nyatanya produksi pertanian kita meningkat tapi kurang fleksibel, kalau dibiyai bank maka pertanian kita akan maju,” kata Zainal usai acara Panja RUU Perlindungan Petani di Komisi IV, Gedung DPR, Jakarta, Rabu (13/3). Dia mengatakan, saat ini total perkreditan perbankan mencapai di atas Rp 3.000 triliun, sekitar 20% nya disalurkan untuk UMKM. “Untuk petani kurang dari 5 persen padahal potensi pertanian kita

tinggi. Kita termasuk rendah dari negara lain,” katanya. Dia menambahkan, dari 5 persen pembiayaan perbankan, alokasi terbesar diserap petani di Pulau Jawa dan paling minim di Kalimantan dan Indonesia Timur seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua. Terkait itu, pihaknya meminta kepada perbankan baik pemerintah maupun swasta supaya mau mengalokasikan kreditnya kepada pertanian. “Selama ini ada unit bisnis untuk pertanian, BRI paling besar tapi belum maksimal. Jangka panjang kita harapkan minimal 20 persen untuk UMKM untuk semua bank,” kata Zainal. (h/dtk)

Tak hanya mahal, namun bawang juga langka di pasaran. “Padahal sebelumnya harga bawang merah hanya sekitar Rp17.000/kg. Namun kini melonjak tajam,” ujar salah seorang pedagang di Pasar Raya Padang, Wawan (40) pada Haluan, Rabu (13/3). “Sayapun tidak tahu pasti apa masalahnya, kata distributor bawang merah dan bawang putih memang stoknya lagi langka. Mau tidak mau mereka terpaksa menaikkan harganya. Kalau tidak di naikkan harganya akan mengalami kerugian,”jelas Ani, salah seorang pedagang sembako. Di kesempatan yang sama, salah seorang pedagang sembako di Pasar Inpres I mengatakan, naiknya harga bawang disebabkan oleh distributor dan petani bawang mengalami penurunan pemasokan dan hasil panen. Harga bawang putih di Pasar Raya Padang masih bertahan di atas Rp30.00 per kilo pada minggu yang lalu. Namun sekarang harga bawang putih sudah mencapat Rp40.000 per kilo. Pedagang pasar satelit seperti di Pasar Pagi dan Pasar Ulak Karang Padang mengatakan harga sembako memang cendrung naik memasuki minggu ke tiga bulan Maret. Harga bawang putih di Pasar Alai mencapai Rp41.000-Rp42.000/kg. Sedangkan harga bawang merah Rp40.000 per kilo. Sebelum harga melonjak mencapai Rp40 ribuan, harga bawang putih berkisar Rp30 ribu-Rp35 ribu per kilo. Tak hanya di Padang, kenaikan harga bawang merah juga terasa di di pasar Sawahlunto. “Memang benar, harga bawang merah dalam dua hari ini mengalami kenaikan yang cukup fantastis,” kata Sutini, (53) salah seorang pedagang dipasar Sawahlunto kepada Haluan, kemarin. Hal senada juga dikatakan oleh Pitri, (27) pedagang lainnya dipasar yang sama. Menurut pedagang yang merupakan warga asli Lumindai, kecamatan Barangin, Sawahlunto ini, kenaikan harga ini juga dibarengi dengan kelangkaan bawang merah itu sendiri. “Pasokan bawang merah mulai berkurang, entah apa penyebabnya, yang jelas saat ini harga bawang merah naik drastis,” ujarnya. (h/hel/cw-oos)

MUSIM PANAS

Es Tabu Laris Manis PADANG, HALUAN—-Di musim panas ini tentulah es menjadi santapan yang menyejukan saat kehausan. Diantaranya adalah es tabu Saat ini es tabu menjadi minuman favorit pada siang hari. “Hal ini dikarenakan, biasanya pada siang hari cuaca terasa panas. Apalagi akhirakhir ini mencapai 34 derajat celcius,” kata Andes (30 tahun ) pemilik Tabu Country yang menjual es tabu dengan memakai mobil pick up di Jalan Bundo Kanduang, Tidak hanya pejalan kaki ataupun anak sekolahan yang membeli es tabu, Namun juga kendaraan yang sengaja berhenti untuk melepaskan dahaganya. Baru satu bulan berdagang di jalan Bundo Kanduang, kini omset mencapai Rp500 ribuan perhari. “Karena hanya mengocek Rp3.000 saja untuk menghilangkan rasa haus tentunya,” ungkap Andes Senada dengan itu, Asnawi, penjual es tabu bergerobak di Pulau Karam menyatakan, kalau di hari normal dapat

Asnawi sedang mengambilkan es tabu dagangannya. Terlihat pembeli singgah dengan memakai sepeda motor di Siang hari, Rabu (13/2). ALEX menghabiskan tebu sebanyak 20-30 batang dengan tebu yang panjangnya 1-2 meter. Namun saat musim panas ini, bisa mencapai 30-50 batang setiap harinya. Untuk mengambil tebu, ia pun memesan dari Puncak Lawang Danau Maninjau, Kabupaten Agam. Pihaknya menyatakan, selain melepaskan dahaga, tabu dapat menjadi obat seperti penyakit jantung, nyeri otot, sakit tenggorokan, dan sebagainya. Dan tidak hanya orang kelas mene-

ngah ke bawah yang menggemari, namun juga orang-orang kaya disekitar pondok ini sangat menyukai es tabu jualannya. tambah As yang sudah menjual es tabu sejak 1998 lalu. Sementara itu, Farhan (24 tahun) yang membeli es tabu di Pulau Karam menyatakan, es tabu merupakan santapan melepas kehausan pada siang hari. Karena es tabu sangat baik untuk kesehatan. Apalagi tabu bukanlah berasal dari bahan kimia, namun alami dari tumbuh-tumbuhan.(h/cw-lex)

>> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Jefli


16

KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

BANK NAGARI MUARA LABUH

Raih OC Syariah Terbaik 2012

Bank Nagari Cabang Muara Labuh berhasil meraih predikat sebagai Office Channeling Syariah Terbaik 2012. Penghargaan diterima Pimpinan Cabang Bank Nagari Muara Labuh, Mulyadi Bachtiar. ITA

PADANG, HALUAN— Bank Nagari Cabang Muara Labuh berhasil meraih predikat sebagai Office Chanelling Syariah Terbaik 2012. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Pimpinan Cabang Bank Nagari Muara Labuh, Mulyadi Bachtiar saat upacara peringatan HUT Bank Nagari ke-51 , Senin (11/3) di Kantor Pusat Bank Nagari Jl. Pemuda No.21 Padang. Dikatakan Mulyadi, keberhasilan Cabang Muara Labuh meraih predikat OC Syariah Terbaik 2012 karena dinilai terbaik dalam menyalurkan pembiayaan (baik murabahah investasi atau komersil maupun murabahah plus). Dikatakan Mulyadi, sampai akhir tahun 2012 Bank Nagari Cabang Muara Labuh sebagai office chanelling Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp34,6 Miliar.

“Sedangkan untuk DPK minat masyarakat Kabupaten Solok Selatan juga cukup antusias mempergunakan layanan perbankan syariah,” terangnya. Ditambahkannya, penghargaan ini menjadi pemicu bagi OC Muara Labuh untuk lebih meningkatkan lagi pelayanan dan kinerjanya ke depan. “Ini kategori pertama untuk OC Syariah Terbaik , tahun lalu kategori ini belum dilombakan. Kita cukup surprise mendapatkan cabang pertama yang bisa meraih penghargaan ini,” tutur Momon lagi panggilan akrabnya. Selain piagam penghargaan, OC Syariah Muara Labuh juga mendapatkan uang tunai senilai Rp5 Juta. Dalam kesempatan itu juga diberikan penghargaan untuk juara umum dan cabang terbaik tahun 2012 yang jatuh pada Cabang

Bukittinggi untuk kelas A, Cabang Terbaik di kelas B-Tahun 2012 yakni Sijunjung dan Cabang Terbaik di Kelas C untuk Cabang Lubuk Sikaping. Lalu penghargaan Cabang Terbaik KUR yang diraih Sijunjung, Tapus dan Lintau. Capem Syariah Terbaik 2012, yakni Pariaman, Dharmasraya dan Padang Panjang. Lalu Cabang Terbaik Performa NPL Kredit Produktif yang diraih Cabang Bukittinggi, Batusangkar dan Lubuk Sikaping. Ada juga penghargaan untuk Petugas Kredit Mikro dan Marketing Officer Syariah ( MOS). Acara juga dihadiri para direksi, komisaris, mantan direksi, pemimpin divisi, kepala cabang, direksi dan badan pengawas dana pensiun, ibu-ibu Isbanda dan karyawan Bank Nagari. Dirut Bank Nagari Suryadi

Asmi mengatakan sampai akhir tahun 2012, Bank Nagari sudah menunjukkan kinerja dan capaian bisnis yang cukup baik. Terlihat dari total aset yang mencapai Rp14,4 Triliun atau menguasai 34,42 persen dari seluruh aset perbankan Sumbar. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) saat ini sudah mencapai Rp10,8 Triliun atau 30 persen dari total DPK perbankan Sumbar. Begitu pun halnya kredit, mencapai Rp10,9 Triliun atau 29,64 persen dari kredit perbankan Sumbar. Sedangkan laba bersih mencapai Rp281 Miliar naik 14,28 persen dbanding laba tahun 2011. Dengan jaringan kantor mencapi 33 unit kantor cabang. 42 unit kantor cabang pembantu, 30 unit kantor kas, 9 unit payment poin dan 129 unit ATM. (h/ita/atv)

Ayla Curi Perhatian Warga Medan JAKARTA, HALUAN—Astra Daihatsu Ayla menarik perhatian pengunjung saat dipamerkan di boot Astra Daihatsu Motor pada ajang Pameran Otomotif Medan (POM), 13-17 Maret 2013 di Medan International Convention Centre (MICC) Medan. Ayla merupakan produk Daihatsu dengan konsep mobil murah yang saat ini masih menunggu regulasi pemerintah untuk pemasarannya. “Selain Ayla, Daihatsu juga menampilkan All New Xenia, Terios, dan Luxio pada pameran otomotif di Medan ini,” kata Marketing & Customer Service Division Head PT Astra International Tbk - Daihatsu Sales Operation, Hendrayadi Lastiyoso dalam pers relisnya yang diterima Haluan, Rabu (13/ 3). “Ayla merupakan andalan terbaru mobil compact berkonsep green car berkapasitas 5 penumpang, hemat bahan bakar,” katanya lagi. Astra Daihatsu Ayla, lanjutnya, merupakan produk otomotif pertama yang desainnya dibuat oleh

putra bangsa dan juga karyawan Daihatsu Mark Widjaja mengalahkan desainer dari Italia, Prancis, dan Jepang. Kepala Wilayah (Kawil) AI-DSO Sumatera Tunjung Pramusinto menuturkan sejak kemunculan perdana di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012, kehadiran Ayla sangat dinantikan masyarakat di daerah tersebut. Sementara itu, Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra menambahkan, saat ini Daihatsu sedang menyelesaikan pembangunan pabrik baru di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi 120.000 unit per tahun, yang diharapkan dapat segera diresmikan pada kuartal I tahun ini. “Pabrik baru di Karawang ini

akan meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap menjadi 460.000 unit per tahun sekaligus menjadikan Daihatsu sebagai produsen otomotif terbesar di Tanah Air,” Pabrik ini, lanjutnya, akan dilengkapi dengan fasilitas Research & Development Center yang akan membuatnya menjadi aset bangsa karena diproyeksikan menjadi basi produksi dan pengembangan produk Daihatsu baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Selain dipasarkan di dalam negeri, tutur Amelia, sekitar 14 persen produk Daihatsu juga diekspor ke 60 negara termasuk Jepang yang membuktikan kualitasnya sudah teruji dan diterima dengan baik di pasar global. Daihatsu juga terus memperluas jaringan outlet serta meningkatkan kualitasnya melalui program standardisasi outlet. “Saat ini jumlah outlet Daihatsu mencapai 196 outlet, terdiri dari 111 outlet VSP (Vehicle, Service, Parts) dan 85 outlet V (Vehicle) tersebar di seluruh Indonesia,” tambahnya. (h/vid)

PAMERAN AYLA— Astra Daihatsu Ayla menarik perhatian pengunjung saat dipamerkan di boot Astra Daihatsu Motor pada ajang Pameran Otomotif Medan (POM), 13-17 Maret 2013 di Medan International Convention Centre (MICC) Medan. IST

Insurance

Laba Bersih Prudential Naik 55 Persen JAKARTA, HALUAN— Perusahaan asuransi raksasa asal Inggris, Prudential berhasil membukukan laba bersih sebesar 3,3 miliar dollar AS sepanjang tahun 2012. Angka tersebut naik 55 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya. “Prudential telah menghasilkan kinerja yang kuat pada tahun 2012,” kata kelompok kepala eksekutif Tidjane Thiam seperti dikutif AFP, Rabu (13/ 3/2013). Total nasabah Prudential saat ini tercatat 24 juta orang. “Pada 2012, kami menambahkan lebih dari satu juta pelanggan baru di Asia, sementara di AS kami menjual lebih dari

200.000 polis baru,” ujarnya. Prudential mencatat pertumbuhan laba tersebut banyak didorong oleh kinerja di pasarpasar yang saat ini bergairah seperti Indonesia, Singapura, Filipina, Malaysia, dan Thailand. “Fokus kami pada manajemen modal dan resiko telah memungkinkan kami untuk memberikan pertumbuhan yang baik dan keuntungan kepada pemegang saham, meskipun lingkungan ekonomi makro yang menantang,” kata Thiam. Pengumuman tersebut mendongkrak harga saham Prudential sebesar 3,01 persen. (h/ kcm)

>> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman: Jefli


KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

17

Schalke Gagal GELSENKIRCHEN, HALUAN — Galatasaray berhasil lolos ke babak perempatfinal Liga Champions musim ini. Kepastian itu didapat usai tim besutan Fatih Tehrim itu menang 3-2 saat berduel dengan Schalke 04 Pada pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung di Veltins Arena, Rabu (13/3) dinihati WIB itu, tuan rumah unggul lebih dulu lewat

Roman Nuestaeder. Galatasaray membalas dua gol lewat Hamit Altintop dan Burak Yizmar, sebelum pertandingan memasuki masa jeda. Di babak kedua Schalke bisa

menyamakan kedudukan berkat gol yang dicetak oleh Michael Bastos. Saat laga akan berakhir imbang, Umut Bulut berhasil menceploskan bola ke gawang tuan rumah lewat satu serangan balik cepat. Tak lama kemudian laga berakhir, Galatasaray maju ke babak perempatfinal sebab menang agregrat 4-3. Peluang pertama bagi Galatasaray hadir saat pertandingan berjalan enam menit. Kans itu hadir berkat sepakan Didier Drogba dari dalam kotak penaldi yang masih bisa di antisipasi. Dua menit berselang, Ganti Schalke yang balk menyerang. Sepakan Bastos masih bisa ditepis oleh Fernando Muslera. Schalke 04 berhasil membuka keunggulan saat pertandingan

>> Editor : Rakhmatul Akbar

berlangsung 17 menit. Gol itu tercatat atas nama Neustaedter. Bola sodoran Joel Matip dari tendangan sudut, bisa dikuasai oleh Neustaedter yang langsung melepaskan tendangan keras ke arah gawang yang dikawal Muslera. Dua puluh menit kemudian Alitintop berhasil menyamakan kedudukan. Lewat satu set piece tendangan bebas, usaha mantan pemain Schalke itu berbuah gol penyeimbang. Di menit 42, Galatasaray berbalik unggul. Yilmaz mencetak gol dengan melakukan bola chip untuk menaklukkan penjaga gawang tuan rumah Timo Hildebrand. Tak lama kemudian laga memasuki masa jeda, tim tamu unggul 2-1. Pada babak kedua, Schalke bisa mencetak gol penyeimbang di menit 63. Bastos menyambut bola sodoran Atsuto Uchida tepat di depan kotak penalti yang dengan mulus masuk ke gawang Musrela. Di masa injury time, Bulut memastikan kemenangan Galatasaray dengan gol yang diciptakan lewat satu serangan balik cepat. Kedudukan berubah menjadi 3-2, beberapa saat kemudian laga pun berakhir.(h/net)

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


18 OLAHRAGA POJOK ARENA Menpora Berharap KLB PSSI Lancar

KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

BABAK I SWISS OPEN SUPERSERIES

Tontowi/Liliyana Lolos BASEL, HALUAN — Babak pertama turnamen Swiss Open GP Gold sukses dilewati oleh Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Sementara itu, Adrianti Firdasari langsung angkat koper setelah kalah di babak pertama.

JAKARTA, HALUAN — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo Notodiprojo berharap agar Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berjalan lancar. Karena itu, Roy Suryo meminta kepada semua pihak supaya menjiwai perjuangan tokoh besar Soeratin dalam memimpin PSSI. "Semangat kesatuan dan persatuan yang dijiwai Soeratin, harus menular kepada peserta KLB PSSI, 17 Maret mendatang. Untuk para peserta, resapilah nilai-nilai perjuangan Soeratin. Perbedaan boleh saja terjadi, tapi tujuan tetap satu yakni Merah-Putih," kata Menpora Roy Suryo. Sebelumnya, Menpora Roy Suryo juga menyempatkan berziarah ke makam Soeratin, yang terletak di Sinarlaga Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/3) sore. Roy hadir Bersama istrinya, Ismarindayani Priyanti dan keluarga sang tokoh. Ikut mendampingi Menpora adalah Staf Khusus Ivana Lie dan Heru Nugroho, Asdep Chandra Bhakti dan Amung Ma'mun. "Dalam mendirikan sekaligus memimpin PSSI selama 11 periode, Soeratin selalu mengusung persatuan dan kesatuan. Apalagi, kala itu, dalam kondisi perjuangan bangsa merebut kemerdekaan," tutupnya. (h/net)

Mafia Diyakini Susupi KLB PSSI SURABAYA, HALUAN — Reformasi sepakbola Indonesia di ujung tanduk. Pernyataan ini dilontarkan oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Provinsi PSSI Jawa Timur, Cholid Ghoromah. Menurut Cholid, agenda reformasi dan pemberantasan mafia judi yang didengungdengungkan oleh Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin H u s i n nampaknya hanya tinggal sebagai lipservice belaka. Salah satu buktinya, C h o l i d menambahkan, Ketua Umum PSSI jelasjelas menyerahkan voter KLB mendatang pada kelompok yang masuk dalam golongan mafia sepakbola. "Kelompok mafia meminta kepada Ketum PSSI untuk tidak mengundang kepengurusan Pengprov-Pengprov yang baru mendapatkan SK dari Ketum PSSI ke Kongres tanggal 17 Maret 2013. 18 Pengprov yang tidak diundang ini, dianggap bakal menghambat kelompok mafia ini untuk meraih target yang diinginkan," ujar pria yang juga merupakan Ketua Umum Pengcab PSSI Surabaya tersebut, pada Bola.net. Lebih lanjut, Cholid juga menyebut bahwa ada skenario besar agar Indonesia mendapat sanksi dari FIFA. Pria yang juga Ketua Umum klub Surabaya Muda ini mengatakan bahwa masyarakat pecinta sepakbola Indonesia sedang dikelabuhi. Pihak-pihak yang mengaku hendak menyelamatkan sepakbola Indonesia, tutur Cholid, memiliki keinginan agar Indonesia mendapat sanksi. "Termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo. Dia memiliki ambisi lain. Kalau Indonesia nanti dihukum oleh FIFA lalu diserahkan ke pemerintah, ada skenario kalau pengelolaan sepakbola Indonesia akan diserahkan pada pihak-pihak tertentu," Cholid menandaskan. (h/net)

MEMUASKAN — Pemain Semen Padang yang turun tanpa pemain asingnya, berhasil menahan imbang tuan rumah Churchill Brothers, India 2-2. Hasil ini diakui pelatih Semen Padang Jafri Sastra sebagai hasil yang memuaskan. IST

Imbang, Pelatih SP Tetap Puas PADANG, HALUAN — Pelatih Semen Padang Jafri Sastra mengaku puas setelah tim besutannya mampu menahan imbang Churchill Brothers 2-2 dalam matchday kedua Grup E Piala AFC 2013 di kandang lawan. Di pertandingan ini, Semen Padang tidak diperkuat legiun asingnya. Tim Kabau Sirah sempat tertinggal lebih dulu, dan mampu membalikkan keadaan. Tapi gol Bikramjit Singh mengandaskan ambisi mereka meraih angka penuh. Jafri mengaku Semen Padang sebelumnya menargetkan tiga angka di laga ini untuk memuncaki

klasemen sementara Grup E. Kendati demikian, raihan satu angka sudah membuat dirinya senang. “Saya senang kami mendapatkan satu angka. Satu poin merupakan hasil yang bagus bagi kami,” ujar Jafri dilansir laman konfederasi sepakbola Asia (AFC). Sementara itu, pelatih Churcill Brothers, Mariano Dias di goal.com mengaku kecewa dengan hasil imbang 2-2 yang diperoleh Churchill Brothers dari Semen Padang. Menurut Mariano Dias, tim besutannya seharusnya bisa meraih kemenangan. Di laga ini, Churchill sempat

unggul lebih dulu, sebelum akhirnya Semen Padang membalikkan keadaan, dan mengungguli tuan rumah 2-1. Bikramjit Singh tampil sebagai pahlawan yang membuat Churchill terhindar dari kekalahan. “Saya tidak senang dengan hasil akhir. Kami seharusnya bisa memenangi pertandingan ini,” ujar Dias dilansir laman konfederasi sepakbola Asia (AFC). “Gol kedua seperti kado. Kiper kami pantas disalahkan, dan juga ada dua kesalahan di barisan pertahanan. Kami bermain lebih baik di babak kedua, dan seharusnya kami menang.”(h/mat)

Menghadapi Peter Kaesbauer/Isabel Herttrich di St. Jakobshalle, Basel, Rabu (13/ 3/2013) sore WIB, Tontowi/ Liliyana meraih kemenangan dua set langsung. Ganda campuran andalan Indonesia itu menang 21-12, 21-17 dalam waktu 26 menit. Lawan Tontowi/Liliyana di babak kedua adalah Jorrit De Ruiter/Samantha Barning. De Ruiter/Barning lolos usai menyingkirkan Lu Chia Bin/ Chang Ya Lan 21-15, 21-11. Markis Kido/Pia Zebadiah juga melaju ke babak kedua. Kido/Pia mengalahkan Chris Addock/Gabrielle White 21-11, 12-21, 21-17 dan selanjutnya akan berhadapan dengan Ruud Bosch/Selena Piek. Muhammad Rijal/Debby Susanto adalah ganda campuran Indonesia lainnya yang lolos. Rijal/Debby menundukkan Anders Kristiansen/ Julie Houmann 22-20, 21-19 dan akan melawan Lee Sang Joon/Kim So Young di babak kedua. Dari nomor tunggal putri, Firda tak bisa berbuat banyak di turnamen ini. Dia dikalahkan pemain China, Jiang Yanjiao, dengan skor 1321, 9-21. Ganda campuran Indra Viki Okvana/Gustiani Megawati juga langsung tersingkir. Mereka kalah dari Ronan Labar/Laura Choinet 13-21,

13-21

Pemanasan Bagi pasangan ini, Swiss Open GP Gold ini pemanasan jelang Kejuaraan Dunia 2013. Namun, sebelum itu Tontowi/ Liliyana akan lebih dahulu tampil di Turnamen berhadiah total 125 ribu dola AS itu akan digelar pada tanggal 12-17 Maret di kota Basel. Pada edisi sebelumnya, Tontowi/ Liliyana berhasil keluar sebagai kampiun. "Setelah ini kami akan mengikuti Swiss Open, akan tetapi ada kejuaraan yang lebih penting yang menjadi target kami yaitu Kejuaraan Dunia 2013," kata Liliyana yang dikutip situs resmi PBSI. "Bisa menang di turnamen penting seperti All England menjadi modal untuk kami agar bisa lebih baik lagi kedepannya," sambung pebulutangkis yang akrab disapa Butet itu. Swiss Open akan diikuti oleh sekitar 300 atlet kelas dunia akan mengambil tempat di St. Jakobhalle yang mampu menampung 5.000 orang penonton. Dari sejumlah wakil Indonesia yang akan berpartisipasi, tunggal putra Sony Dwi Kuncoro terpaksa absen. Sony belum pulih dari cedera yang dideritanya di All England, beberapa hari lalu.(h/net)

Peboling Sumbar Tatap Kejurnas PADANG, HALUAN — Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Boling Indonesia (PBI) Sumbar, akan menyeleksi peboling menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Bali pada Mei 2013. "Saat ini kita sedang fokud melakukan seleksi pemain yang nantinya akan masuk dalam tim Sumbar untuk Kejurnas tahun ini," kata Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBI Sumbar Jasman Heri di Padang, Senin. Ia menyebutkan, untuk tim yang akan dipersiapkan menghadapi event tahunan PB PBI tersebut, Sumbar akan merekrut 12 atlet, yang terdiri dari enam putra dan enam putri, semuanya merupakan peboling yang andal dan mampu menampilkan permainan terbaik dalam seleksi tersebut. Lebih lanjut Jasman Heri mengatakan, dalam seleksi tersebut katanya PBI Sumbar juga melakukannya terhadap atlet yang se-

belumnya juga pernah membela Sumbar pada pentas Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Provinsi Riau. "Semua atlet, termasuk atlet senior tetap menjalani seleksi, hal ini dimaksudkan agar kekuatan tim Ranah Minang lebih solid dan diperkuat pemain yang andal," katanya. Ia menyebutkan, enam atlet Sumbar yang sebelumya pernah memperkuat Sumbar pada ajang empat tahunan tersebut yakni, Udrizal, Edi Suryanto, Afrizal, Eni Trisno, Delviati, serta Yetriwati. Dikatakannya, dalam Kejurnas ini tidak tertutup kemungkinan Sumbar diperkuat oleh muka-muka baru yang seandainya dalam seleksi tersebut mampu menampilkan pemain terbaik dan menyingkirkan para seniornya. "Masih banyak pemain yunior kita yang sebelumnya belum pernah memperkuat Sumbar dalam ajang nasional dan sekarang mengalami peningkatan kemampuan sig-

nifikan," katanya. Hal ini katanya akan mempengaruhi kekuatan tim Sumbar untuk event nasional, karena hal tersebut bisa menambah motivasi pemain yunior untuk bisa melakukan hal yang sama dengan seniornya. Menyinggung tentang target yang ingin diraih dalam ajang tersebut Jasaman mengatakan, hal tersebut belum ditentukan oleh pihak pelatih. "Kekuatan tim lain juga menjadi kami untuk menentukan target dalam ajang tersebut, kami yakin disana semua tim terbaik dari seluruh Indonesia akan menurunkan pemain andalnya," katanya. Ia menambahkan, kesempatan untuk tampil dalam Kejurnas itu juga akan dijadikan ajang untuk mengukur kekuatan tim Sumbar dengan daerah lain. Selanjutnya dalam ajang tersebut juga menajadi bahan evaluasi untuk persiapan PON 2016. (h/mat)

TONTOWI-LILIYANA

Lusiana Satriani Berkembang Pesat PADANG, HALUAN — Ketua Umum Pengprov PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) Sumbar, S.Budi Syukur menyebutkan sejumlah pengcab PASI di Sumbar menyertakan atletnya ke ajang Jatim Open 2013. Hanya saja, mereka belum bisa berbicara banyak karena masih tergolong yunior. “Kami menyertakan mereka ke ajang atletik bergengsi ini untuk menambah jam terbang dan pengalaman bertanding di tingkat nasional. Kita belum targetkan hasil,”kata Budi yang dihubungi Haluan, tadi malam. Hanya saja, beberapa atlet Sumbar yang kini tengah menjalani tempaan di Pelatnas, ikut mewarnai iven ini. Bahkan, dari pernyataan pelatih Timnas atletik, Henny Maspaitella, sprinter putri Sumbar, Lusiana Satriani mengalami perkembangan paling pesat. Pada iven ini, dilaporkan Sekum PASI Sumbar, Arfan Rosyda, Lusiana yang turut di nomor estafet 4 x 100 meter menyumbang emas bersama 3 pelatnas lainnya. Sementara di nomor perorangan, nomor jarak pendek, 400 meter, Lusi finish di posisi empat. Sementara itu, di nomor jarak menengah, pelari muda Sumbar yang kini mengikuti pelatnas, Aprilia Kartina dan M.Hafidz, juga menyumbang medali. Aprilia meraih perak di nomor 800 meter dengan catatan waktu 2.20.61, di belakang pelari Sulsel,Lismawati yang menyentuh finish dengan 2.20.57. Sedangkan pelari NTT, Afriana Paijo memboyong perunggu dengan catatan waktu 2.23.82. M.Hafidz yang turun di nomor 800 meter putra harus puas dengan medali perunggu dengan torehan waktu, 1.55.87. Peraih emas adalah pelari Sugeng (PAAD) dengan catatan waktu 1.54,97 dan perak diboyong Kaharuddin (PAAD) dengan torehan waktu, 1.55.49. (h/mat)

SALAH satu aksi peboling pada PON XVIII 2012 lalu di Pekanbaru. DOK

PSP U-18 Bersiap ke Piala Suratin PADANG, HALUAN — PSP Padang U-18 terus mematangkan pemain-pemain hasil seleksi mereka untuk mempersiapkan diri, sekaligus menunggu jadwal kompetisi usia muda Piala Suratin yang masih belum ditentukan PSSI. Sebanyak 28 pemain hasil seleksi dari Piala Kecamatan yang dihelat beberapa waktu lalu di Lapangan BBC Batuang Taba, terus digembleng oleh tim pelatih yang dikepalai oleh Devira. Pemain tersebut

masih akan menjalani sekeksi berjalan, tergantung persyaratan jumlah pemain dari Piala Suratin nantinya. Jika hanay 24 pemain yang diperbolehkan untuk ikut, maka akan dieliminasi sebanyak empat orang pemain PSP Padang Yunior tersebut. Saat ini pemain PSP Padang Yunior, seperti dilaporkan pelatih teknis Dedi Umar Putra, tengah beristirahat untuk melaksanakan ujian. “Anak-anak saat ini

kami istirahatkan sementara, karena mereka harus mengikuti ujian di sekolah masingmasing,” terangnya. Skuad asuhan Devira tersebut menjalani latihan sebanyak tiga kali selama satu minggu, yakni pada Selasa, Kamis dan Sabtu di Lapangan Opel Lubuk Buaya Padang. Pemain-pemain muda Kota Padang tersebut, mengikuti latihan setiap sore dengan beberapa porsi latihan yang diberikan oleh tim pelatih. >> Editor : Rahmatul Akbar

Disamping itu, tim yang berjuluk Pandeka Minang Mudo ini juga segera akan menjalani laga-laga ujicoba menghadapi tim-tim selevel baik di Kota Padang maupun diluar daerah. “Untuk Ujicoba, pelatih kepala, nantinya akan menggelarnya pada akhir Maret kini. Namun mengenai lawan, masih belum ditentukan. Saat ini anak-anak kami perintahkan untuk fokus mengikuti ujian terlebih dahulu,” tukas Dedi. (h/rio) >> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


LUAR NEGERI 19

KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

NOTES

Anak-anak di Suriah Direkrut untuk Perang DAMASKUS, HALUAN — Semakin banyak anak-anak di Suriah direkrut oleh kelompokkelompok bersenjata yang terlibat konflik, kata Save the Children dalam laporannya.

Kelahiran Einstein 14 MARET 1879 — Albert Einstein lahir di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Albert Einstein yang meninggal di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, 18 April1955 pada umur 76 tahun, adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistika, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotolistrik dan “pengabdiannya bagi Fisika Teoretis”. Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam budaya populer, kata Einstein dianggap bersinonim dengan kecerdasan atau bahkan genius. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di Pada tahun 1999, Einstein dinamakan “Tokoh Abad Ini” oleh majalah Time. Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam fotokimia dinamai einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein. Rumus Einstein yang paling terkenal adalah E=mc². (h/wkp)

LINGKAR

Michelle Obama

Data Pribadi Ibu Negara AS Bocor di Internet WASHINGTON, HALUAN — Presiden Amerika Barack Obama mengatakan pada Selasa (12/3) bahwa pihak berwenang di AS sedang menyelidiki apakah para peretas menemukan dan membocorkan informasi keuangan milik ibu negara dan sejumlah selebriti seperti Beyonce dan Jay-Z. “Kita seharusnya tidak terkejut jika ada peretas yang ingin menggali dan memiliki banyak sumber daya, dan mereka dapat mengakses informasi ini,” ujarnya pada acara ABC News. “Saya tidak tahu seberapa akurat (informasinya). Namun ada laman-laman yang memperlihatkan informasi kartu kredit orang-orang. Itu menunjukkan betapa canggihnya mereka.” FBI dan lembaga-lembaga AS lainnya mengatakan mereka sedang menginvestigasi sebuah situs yang mengunggah informasi keuangan dan personal mengenai Michelle Obama, Wakil Presiden Joe Biden, pejabat pemerintah dan selebritis. Beberapa informasi didapat melalui laman untuk laporan kredit konsumen, menurut lembaga pengawasan kredit Equifax Inc, yang mengatakan sedang melakukan investigasi internal. Tidak jelas sejauh mana data-data, yang pertama kali muncul di laman www.exposed.su pada Senin (11/3), itu akurat dan siapa yang mengunggahnya. Situs tersebut mencantumkan nomor Jaminan Sosial, nomor telepon, alamat dan laporan kredit 18 orang terpandang di Amerika. Beberapa nomor telepon tampak tidak akurat. Laman itu, dengan halaman pertama memperlihatkan perempuan misterius yang memakai riasan mata dengan satu jari di atas bibirnya, masih dapat diakses pada Selasa meskipun beberapa tautan terkait terhadap individu-individu tersebut tidak dapat dibuka. Yang termasuk dalam daftar di situs tersebut adalah Direktur FBI Robert Mueller, Jaksa Agung Eric Holder, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, Kepala Polisi Los Angeles Charlie Beck, aktor Ashton Kutcher dan Arnold Schwarzenegger, serta taipan properti Donald Trump. (h/AP/Reuters)

Anak-anak digunakan sebagai kuli, pengawal, pemberi informasi dan tentara, dan dalam beberapa kasus perisai manusia, kata yayasan amal Inggris itu dalam laporan bertajuk Childhood Under Fire. Sekitar dua juta anak membutuhkan pertolongan di Suriah dan konflik di negara itu telah berdampak pada semua aspek kehidupan mereka, kata Save the Children. Generasi yang Hilang Para peneliti dari Turki menemukan bahwa tiga dari setiap empat anak Suriah yang mereka wawancarai kehilangan seorang anggota keluarga karena perang. Banyak yang tidak memiliki akses ke pelayanan kesehatan dan hidup dalam kondisi dengan kebersihan minim dan risiko terjangkit penyakit sangat tinggi. Keluarga mereka berjuang mendapatkan makanan di tengah melambungnya harga bahan makanan dan tidak terjangkau oleh keluarga miskin. Pendidikan mereka terhenti karena lebih dari 2.000 sekolah rusak akibat perang atau menjadi barak pengungsian. Anak-anak Suriah adalah “korban konflik yang terlupakan, mereka menghadapi kematian, trauma dan penderitaan dan tidak mendapat bantuan kemanusiaan dasar,” kata laporan tersebut. Save the Children telah meminta bantuan internasional, tapi mengatakan, “Satu-satunya cara untuk menghentikan penderitaan mereka adalah menghentikan perang.” Laporan itu senada dengan laporan badan PBB untuk anak-anak Unicef, yang dipublikasikan pada hari Selasa. Unicef memperingatkan bahaya ‘generasi yang hilang’ di Suriah, dan mengatakan bahwa anak-anak dibawah usia 18 tumbuh dewasa tanpa mengetahui apa pun selain kekerasan. Mereka tidak mendapat pendidikan yang menjadi hak mereka dan menderita trauma yang akan melukai mereka seumur hidup. (h/bbc)

SALJU TEBAL — Seorang warga melintas menggunakan sepeda di jalan yang dipenuhi salju di Cambrai, Perancis, Rabu (13/3). Badai salju lebat menutup jalan-jalan hingga ketinggian 60 cm yang membuat aktivitas warga lumpuh. Cuaca buruk itu juga membuat jadwal penerbangan dan kereta cepat kacau. REUTERS

Salju di Eropa Kacaukan Transportasi dan Penerbangan LONDON, HALUAN — Warga Perancis, Jerman, Inggris dan Belgia hari Selasa (12/3) bersusah-payah untuk bisa bepergian di tengah kondisi dingin dan berangin kencang. Bandara Frankfurt ditutup, kereta berhenti beroperasi di bawah Selat Inggris, dan tentara Perancis diperintahkan membantu membersihkan jalan-jalan. Semua itu karena salju yang mendadak turun akhir musim dingin ini di Eropa Barat. Tidak siap untuk salju selebat itu, warga Perancis, Jerman, Inggris dan Belgia hari Selasa bersusah-payah untuk bisa bepergian di tengah kondisi dingin dan berangin kencang. Alih-alih menikmati awal musim semi, wisatawan menggigil dalam mobil-mobil yang tidak bisa bergerak, berdesakan di stasiun kereta yang

dingin, atau sengsara di ruang tunggu bandara. Ribuan anak sekolah tinggal di rumah. Puluhan ribu rumah tanpa listrik. Bandar Udara Frankfurt, ketiga tersibuk di Eropa, ditutup pada tengah hari setelah ketebalan salju tercatat sekitar 12 cm. Sore hari, sudah lebih dari 355 penerbangan dibatalkan. Di Bandara Orly, Paris, pesawat Tunisair tergelincir di landas pacu karena kondisi yang ber-es, menurut pihak berwenang bandara. Tidak seorang pun cedera, tetapi insiden itu semakin menambah keterlambatan di bandara yang sudah mengalami pembatalan dan masalah sepanjang hari. Air France - maskapai penerbangan terbesar di Perancis - melalui Twitter memperingatkan siapa pun yang

berencana ke Eropa atau Perancis melalui Paris hari Selasa sebaiknya menunda lawatan mereka. Di Inggris tenggara, salju dan es menelantarkan ratusan pengendara karena suhu udara anjlok serendah minus 3 Celcius, dan banyak pengendara meninggalkan begitu saja mobil mereka. Lalu Lintas macet sejauh 50 kilometer di beberapa daerah, dan dilaporkan orang-orang terdampar 10 jam atau lebih. Di Belgia, lalu lintas macet sejauh 1.600 kilometer pada jam sibuk pagi hari karena salju membuat jalan licin dan jarak pandang berkurang. Angin kencang menjadikan kondisi lebih berat. Ribuan penumpang dibiarkan telantar dalam stasiun kereta yang tertutup salju setelah banyak kereta di sekitar kawasan itu dibatalkan. (h/voa)

Diplomat Afrika Berkeliaran dalam 6 Ribu Bangkai Babi Mengapung Keadaan Bugil di Sungai Shanghai

PRETORIA, HALUAN — Seorang diplomat Afrika Selatan (Afsel) ditarik pulang dari China karena alasan kesehatan. Namun penarikan ini terjadi setelah muncul laporan bahwa Konsul Jenderal Afsel di Sanghai, China, Lassy Chiwayo itu kerap berkeliaran dalam keadaan bugil. Menurut sejumlah surat kabar Afsel seperti dilansirDaily Mail, Rabu (13/3/2013), diplomat itu telah beberapa kali ditemukan berkeliaran di jalanan dalam keadaan tanpa busana. Chiwayo kini ditarik pulang dari Shanghai dan kembali ke Pretoria, Afsel. Chiwayo merupakan politikus veteran yang pernah mendekam di penjara bersama Nelson Mandela. Kantor Luar Negeri Afsel menyatakan, Chiwayo ditarik pulang dikarenakan “alasan kesehatan”. Namun menurut media Afsel, Chiwayo kedapatan berkeliaran dalam keadaan bugil di dekat rumahnya sekitar tiga bulan lalu. Bahkan menurut surat kabar Sunday World, hal tersebut telah beberapa kali dilakukan Chiwayo. “Dia akan menghilang selama beberapa hari tanpa jejak dan dia akan ditemukan tengah berjalan kaki dalam keadaan telanjang” ujar sumber. Chiwayo juga dilaporkan pernah menyerang Duta Besar Afsel untuk China, China Bheki Langa dalam sebuah acara resmi di Beijing, China belum lama ini. (h/dtc)

PETUGAS mengevakuasi bangkai babi. REUTERS

BEIJING, HALUAN — Jumlah bangkai babi yang ditemukan terapung di sungai Huangpu, China, dilaporkan meningkat dua kali lipat. Dalam dua hari terakhir, nyaris 6.000 bangkai babi ditemukan mengambang di sungai utama di kota Shanghai, China tersebut. Seperti dilansir AFP, Rabu (13/3), otoritas Shanghai mengevakuasi sekitar 5.916 bangkai babi dari Sungai Huangpu. Sungai ini membentang di pusat kota Shanghai dan menjadi salah satu jalur komersial di wilayah China. Tidak diketahui pasti penyebab bangkai-bangkai babi ini berada di sungai tersebut. Dugaan sementara,

binatang itu mati karena penyakit dan kemudian dibuang oleh para pemilik peternakan ke sungai. Temuan bangkai-bangkai babi semacam ini pertama kali terjadi pada Minggu (10/3) lalu, ketika otoritas setempat mengevakuasi 2.813 bangkai babi yang mengambang di sungai pada malam hari. Otoritas Shanghai menduga babibabi ini berasal dari wilayah Jiaxing, Provinsi Zhejiang, yang merupakan pusat peternakan babi di China. Atas dugaan ini, otoritas Jiaxing masih melakukan investigasi lebih lanjut secara menyeluruh.

“Kami tidak mengabaikan dugaan bahwa bangkai babi yang ditemukan di Shanghai berasal dari Jiaxing. Namun kami tidak sepenuhnya meyakini dugaan tersebut. Tidak diketahui pasti di mana babi-bai tersebut dibesarkan, bisa jadi babi-babi yang mati tersebut berasal dari wilayah lain,” tutur juru bicara otoritas Jiaxing, Wang Dengfeng dalam konferensi pers kepada media setempat. Untuk membantu investigasi, otoritas Shanghai mengirimkan ear tag, semacam penanda plastik atau logam yang digunakan untuk identifikasi ternak, dari beberapa bangkai babi tersebut kepada otoritas Jiaxing. Hal ini untuk membantu verifikasi asal babi-babi tersebut. Sementara itu, Dinas Pertanian Kota Shanghai menyatakan, pihaknya berhasil mendeteksi penyakit dari bangkai babi yang mengapung di Sungai Huangpu tersebut. Babi-babi tersebut dinyatakan positif terjangkit porcine circovirus, yang dijelaskan sebagai penyakit yang biasa menjangkiti hewan dan tidak berpengaruh pada manusia. Otoritas Shanghai menambahkan, temuan bangkai babi di Sungai Huangpu ini sama sekali tidak mempengaruhi kualitas air sungai. (h/dtc)

Aneh, Gadis Ini Hobi Ngemil Karet Ban WASHINGTON, HALUAN — Apa makanan favorit Anda? Mungkin ada yang menyebutkan nasi goreng, mie goreng, coklat, mungkin burger. Tetapi bagai-

ALLISON Hobi ngemil Karet Ban. NET

mana reaksi Anda ketika Anda menemukan teman atau orang yang Anda kenal memilih karet ban sebagai makanan favoritnya? Adalah Allison, gadis asal

Atlanta yang 6 tahun belakangan ini memilih karet ban sebagai cemilan favoritnya. “Teksturnya seperti dendeng sapi, ini bagus untuk melatih rahang Anda,”

ungkapnya, dikutip dari dailymail, Minggu (10/3) Dia sering menyiapkan semangkuk kecil karet ban di rumahnya untuk camilan. Walaupun ia tidak peduli akan bahaya kimia di dalamnya, ia selalu memastikan untuk mencuci karet ban sebelum memakannya. Ketika kecil, gadis berusia 19 tahun ini terbiasa menggigit kaki bonekanya yang terbuat dari plastik, namun ketika ia bosan dengan hal itu dia beralih pada permen karet. Dan suatu hari ia mencoba serutan ban dan sampai sekarang ia tak pernah bosan akan camilannya itu. Sejak kecanduannya, kira-kira sudah 50 buah total ban yang ia makan. “Memang ada rasa kimianya, tapi itu menakjubkan,” terangnya. Jika tidak mendapatkan serutan ban untuk dimakan, Allison kerap kali menggantinya

dengan karet gelang atau lem karet sebagai pengganti. Dengan kegemarannya itu dia tidak memikirkan bahaya bagi tubuhnya. Sammy, tunangan Allison yang bekerja di pabrik ban, mengakui kecemasannya akan hobi Allison tersebut. Sammy pun membawa tunangannya untuk melakukan pemeriksaan X-ray, tapi ternyata hasilnya baik. Meski begitu dokter tetap mengingatkannya untuk risiko terjadinya kanker akibat bahan kimia yang ia konsumsi setiap hari. Sampai saat ini Allison telah mengurangi kebiasaannya menikmati serutan ban itu. Allison bukan satu-satunya orang yang memiliki kebiasaan memakan camilan berbahaya seperti ini. Masih ada kasus lainnya seperti memakan bulu kucing atau juga memakan balsem. (h/dtc)

>> Editor : Nova Anggraini

>> Penata Halaman: Rahmi


20

TANAH DATAR

LINGKAR Magrib Mengaji Dicanangkan di Tangjungbaru TANJUNGBARU, HALUAN — Dalam upaya pemberantasan buta Alquran kalangan generasi muda di Kecamatan Tanjungbaru, Camat setempat Suhardi bersama anggota Muspika setempat mencanangkan program “magrib mengaji” Selama ini anak-anak usia sekolah cukp banyak yang mondar mandir dan berkeluyuran di kedai-kedai kopi pada malam hari, sangat dikhawatirkan akan merusak masa depan mereka kelak. Untuk itu mereka diharapkan untuk bias meramaikan surau dan musala. “Setiap senja menjelang masuk waktu salat Isya, para orang tua harus mematikan TV, tidak menerima tamu, kecuali keadaan mendesak dan penting sekali”, tutur Camat Tanjungbaru Suhardi saat pencanangan magrib mengaji tersebut di masjid Al Yaqin Jorong Tarok Nagari Tanjung Alam Jumat (8/3) lalu. Dengan telah dicanangkannya program magrib mengaji di kecamatan Tanjungbaru ini, diharapkan anak-anak tidak lagi berkeluyuran di kedai-kedai kopi pada malam hari dan diminta dukungan para orang tua dan tokoh warga untuk mengawasinya. Menurut Camat Suhardi, untuk masa depan generasi muda, harus memiliki berbagai bekal, tidak saja Ilmu pengetahuan umum, namun juga pengetahuan agama, sehingga tidak muda terjerumus kepada godaan melakukan perbuatan tercela. Pada saat pencanangan magrib mengaji tersebut, juga telah diterima bantuan dari donatur berupa 145 buah kitab suci Alquran, dan langsung dibagikan kepada masingmasing warga yang hadir. (h/emz)

Ponpes Jabal Rahmah Manfaatkan Potensi Alam BATUSANGKAR,HALUAN — Para santri pondok pesantren (Ponpes) Jabal Rahmah nagari Kotobaru kecamatan Sungaitarab, menerapkan sistem pembelajaran mandiri, memanfaatkan potensi alam sekitar kampus. “ Di luar jam pelajaran efektif, para santri diajak untuk berusaha hidup mandiri memanfaatkan potensi alam yang ada di sekitar kampus. Seperti menggarap lahan pertanian serta memproduksi berbagai jenis makanan,” tutur pimpinan ponpes tersebut Buya M.Yusuf Jumat (8/3). Buya M.Yusuf asal Nangro Aceh Darussalam itu, menyebutkan, bahwa prosen peembelajaran di pondok pesantren Jabal Rahmah yang didirikan sejak tahun 2000 ini telah menerapkan sistem belajar dengan biaya murah. Para santri yang sebagian besar berasal dari luar daerah Sumbar itu dianjurkan untuk membiasakan hidup mandiri, di luar jam belajar anak-anak bisa menggarap lahan pertanian yang dipinjam kepada warga sekitar kampus ponpes. Sesuai dengan potensi alam di wilayah Nagari Kotobaru Kecamatan Sungaitarab ini, anak-anak ponpes telah berusaha menggarap lahan pertanian dengan menggiatkan bercocok tanam palawija, seperti tomat, pisang, ubi jalar dan lain sebagainya. Di lingkungan kampus juga digiatkan berbagai keterampilan memproduksi makanan dengan mengandalkan bahan baku yang ada di lokasi setempat, seperti keripik talas dengan cita rasa khas. (h/emz)

Nagari Saruaso Dapat Bibit Penghijauan BATUSANGKAR,HALUAN — Warga Jorong Talago Gunuang Nagari Saruaso Kecamatan Tanjung Emas, mendapat bantuan bibit penghijauan dari PT Inhutani Wilayah IV Batusangkar, sebagai bentuk kepedulian BUMN bagi pelestarian lingkungan. “Kita akan berupaya menanam bibit bantuan ini agar sejumlah lokasi perbukitan tandus di Jorong Talago Gunuang ini tidak mudah runtuh pada musim hujan datang,” tutur Ikhsan salah seorang warga setempat pada Haluan Selasa (12/3). Menurut dia, selain untuk menahan tanah tebing agar tidak mudah runtuh, dari bibit tanaman yang di terima, seperti durian, nangka, jengkol dan sebagainya dapat dimanfaatkan bila sudah berbuah nantinya. Wilayah Nagari Saruaso,khususnya Jorong Talago Gunuang yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Solok menurut Wali Nagari setempat Suardi, sangat tepat dilakukan upaya penghijauan. “Kita sangat mengkhawatirkan, bila sejumlah lahan tandus tidak segera ditanami, akan berakibat fatal bila hujan turun nantinya, karena kemiringan bukit tandus itu sangat mudah runtuh,” tuturnya. Pihak PT Inhutani selama ini menurut Suardi telah menggarap getah pinus di wilayah Jorong Talago Gunuang, sangat tepat kiranya pihak BUMN itu memberikan bantuan bibit penghijauan kepada warga setempat. Kepada masyarakat yang menerima bibit penghujauan diharapkannya untuk secepatnya menanam bibit yang sudah diterima, sehingga bantuan yang telah diterima itu dapat dimanfaatkan secara maksimal. (h/emz)

KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

Luhak nan Tuo

Masyarakat Dambakan Proses Peradilan yang Bersih BATUSANGKAR, HALUAN — Masyarakat sangat mendambakan proses peradilan yang bersih untuk menegakkan supremasi hukum. Hal itu akan terlaksana bila didukung segala pihak terutama para penegak hukum itu sendiri. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar Hendri Arnis pada acara pembukaan Seminar Sinergi Komisi Yudisial dan aparat pemerintah dalam mendorong terwujudnya peradilan yang bersih, bertempat di Aula Kantor Bupati Tanah Datar, Jumat (8/3). Menurut Wabup Hendri Arnis, seminar ini sangat strategis dilaksanakan didaerah, karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tugas dan fungsi Komisi Yudisial ini. “Kegiatan ini akan dapat memberikan informasi dan penerangan kepada seluruh peserta tentang kekuasaan dan kewenangan yudisial dan bagaimana peranannya dalam mewujudkan peradilan yang bersih dan selanjutnya dapat disosialisasikan d itengahtengah masyarakat,” tutur Hendri Arnis. Seminar ini dihadiri DR.H.Ibrahim, Ketua Bidang hubungan antar lembaka KY, Sekjen KY Muzayyin Mahbud, Muspida Tanah Datar dan Padang Panjang, Ketua Pengadilan Negeri Batusangkar,ketua PN Padang Panjang, Kepala SKPD, Camat, LSM, Organisasi kemasyarakatan dan Wali Nagari se Tanah Datar. Kabid, Antar Hubungan Lembaga Komisi Yudisial DR.Ibrahim menyebutkan hakim itu indenpenen dan tidak boleh diganggu dalam melaksanakan tugas, salah atau benar putusan hakim adalah otonomi hakim, untuk itu indenpendensi hakim yang bertanggung jawab dan disertai dengan integritas yang tinggi. Menurut Ibrahim, hakin itu tidak boleh memihak dan harus menjaga keseimbangan, sebab hakim dalam mengambil keputusan dalam sidang tidak boleh dipengaruhi oleh siapapun, apalagi memihak pada salah satu personil yang bersengketa. “Hakim harus berpijak kepada data dan fakta yang diyakini kebenarannya, sebab prilaku korup sangat berbahaya oleh pemegang kekuasaan yang mengadili, kehormatan hakim tergantung kepada putusannya, dalam pengambilan keputusan hakim juga berpotensi untuk terpengaruh karena hakim juga manusia biasa,” tuturnya.(h/emz)

Siswa Diminta Jaga Kamtibmas Banyak Perusahaan Enggan Mendaftar ke Dinsosnaker

SALAM — Wabup Hendri Arnis bersalaman dan bertukar cendera mata dengan Kabid KY Dr.Ibrahim. EMRIZAL

SUNGAITARAB, HALUAN — Kapolres Tanah Datar AKBP.Lutfi Martadian mengharapkan kepada para siswa untuk selalu menjaga keamanan di lingkungan masingmasing, para pelajar diharapkaan mampu menciptakan Kamtibmas. Hal tersebut dikemukakan Kapolres Lutfi Martadian dalam kata sambutannya selaku Inspektur Upacara Senin pagi 11/3 di SMP Negeri 1 Sungaitarab, yang dihadiri Camat Syahril, anggota Muspika, UPT Dinas Pendidikan, para guru dan para siswa sekolah itu. “Anak-anak sebagai generasi penerus, sangat dituntut agar dapat meningkatkan disiplin dan memanfaatkan waktu secara maksimal, terutama dalam pelaksanaan proses pembelajaran, agar mampu meraih prestasi, lulus ujian dengan nilai memuaskan,” pintanya. Diharapkan juga kepada para siswa, untuk dapat menghindari diri dari berbagai perbuatan yang dapat merugigan diri sendiri, seperti mabuk-mabukan, mengkomsumsi berbagai jenis obat terlarang yang akan merusak masa depan. Kepada para wali murid juga diharapkan untuk selalu menjaga putra dan putrinya di lingkungan rumahtangga, bila tidak diawasi dengan ketat, anak-anak dengan mudah terpengaruh dengan berbagai godaan yang akan merusak masa depan mereka. Menurut Kapolres, saat ini disinyalir cukup banyak beredar berbagai jenis narkoba, pihak kepolisian daerah ini tidak akan memberikan teelerir bagi para tersangka yang tertangkap dan akan diproses menurut hukum yang berlaku. (h/emz).

BATUSANGKAR,HALUAN — Para pengusaha penyedia jasa tenaga kerja di Kabupaten Tanahdatar diharapkan untuk dapat mendaftarkan perusahaannya ke kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Demikian kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Tanah Sri Lestari didampingi Kabid Tenaga Kerjanya Khairul.A di Batusangkar Senin (11/3) sehubungan masih banyak perusahaan yang masih enggan mendaftar ke Dinas Sosnaker.

“Padahal bila pemilik perusahaan mendaftarkan usahanya ke Dinas Sosnaker akan mendapatkan layanan dan mediasi bila terjadi permasalahan dan dapat ditangani dengan baik”, tuturnya. Perusahaan pemberi pekerjaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan penerima borongan, pekerjaan yang dapat diserahkan kepada perusahaan menerima pemborongan dengan memenuhi persyaratan tertentu. “Jika terjadi perselisihan antara

perusahaan dengan tenaga kerja yang bersangkutan dapat diselesaikan dengan baik sesuai aturan “ tuturnya menanggapi sejumlah usaha yang memiliki permasalahan dengan para tenaga kerja. Kepada perusahaan pemberi pekerjaan seperti Perum Pegadaian, BUMN, Bank, PT PLN , yang menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaannya kepada pemborong ataupun penyedia jasa pekerjaan lainnya,agar melaporkan kepada bidang ketenaga kerjaan Dinas Sosnaker.(h/emz)

KPU Lantik PPK dan PPS BATUSANGKAR, HALUAN — Sebanyak 70 orang anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan 225 orang anggota Panitia Pemungutan Suara ( PPS ) se kabupaten Tanah Datar dilantik oleh Ketua KPU Tanah Datar diwakili M.Yuner di aula kantor Bupati Senin (11/3). Pelantikan anggota PPK dan PPS se Kabupaten Tanahdatar tersebut adalah dalam rangka persiapan penyelenggaraan Pemilihan Umum Anggota Dewan perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan perwakilan Rakyat Daerah tahun 2014

mendatang. “Tugas, wewenang dan kewajiban PPK dan PPS sangatlah berat dan strategis. Mengingat PPK dan PPS adalah perpanjangan tangan dari KPU yang akan melaksanakan kebijakan organisasi di tingkat kecamatan dan Nagari,” tutur Asisten I Pemerintahan Hardiman usai pelantikan, Untuk itu diharapkan kepada anggota PPK dan PPS dapat segera melakukan koordinasi internal, baik secara vertikal maupun horizontal agar tahapan-tahapan yang telah direncanakan dalam pemilu tahun 2014

mendatang untuk dapat terselenggara dengan baik. Pemilihan umum akan kita laksanakan pada tanggal 9 April 2014 mendatang, berarti tinggal lebih kurang 396 hari lagi. Walaupun pelaksanaan pemilu tersebut hanya satu hari, tapi persiapan dan penyelesaiannya memakan waktu yang cukup lama. “Pemilihan umum merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat. melalui Pemilu rakyat menjalankan kekuasaannya yang sah untuk menentukan jalannya pemerintahan dimasa yang akan datang,” tuturnya. (h/emz).

Wabup Kunjungi Yayasan Abdul Rahman

PESILAT yayasan Annur Ladang Laweh tengah menunjukkan kebolehannya. EMRIZAL BATUSANGKAR, HALUAN — Yayasan Annur Abdul Rahman Ladang Laweh Nagari Batipuah

Baruah kecamatan Batipuh mengelola berbagai kegiatan seni budaya berupa perguruan silat

tradisi, pasambahan adat serta pondok Alquran bagi para generasi muda. Mustafa Akmal Dt.Sidi Ali, Pimpinan yayasan menyampaikan rasa bangganya atas kunjungan Wakil Bupati H.Hendri Arnis yang menyempatkan diri hadir di lokasi yayasan tersebut Sabtu (9/3) lalu. “Yayasan Annur Abdul Rahman yang berdiri sejak satu tahun lalu, berkembang pesat dan telah meraih berbagai prestasi dalam bidang seni budaya agama serta pembinaan kelompok tani,” tuturnya di hadapan Wabup H.Hendri Arnis. Wabup Hendri Arnis mengatakan, silat tradisional merupakan olah raga bela diri yang dapat menjadikan diri kita disiplin,

sportifitas dan percaya diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari. “Seorang pesilat itu berani dalam bertindak, tentunya pada jalan yang benar sehingga dengan kepercayaan diri yang tinggi itu akan mampu menjalani kehidupan baik didunia maupun persiapan untuk hidup di akhirat kelak,” tuturnya Wabup Hendri Arnis menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pimpinan Yayasan Annur Abdul Rahman ini yang mendukung program pembangunan daerah, seperti mendirikan Pondok Alquran, di dalamnya juga ada kegiatan belajar adat dan budaya minangkabau serta kegiatan pencak silat. Ketiga rangkaian kegiatan ini

merupakan modal bagi masyarakat Minangkabau untuk pergi merantau pada masa lalu. Bagi anak muda yang akan merantau mereka dibekali dengan pandai mengaji, belajar silat untuk bela diri dan mempunyai budaya, sehingga di rantau mereka akan mampu menyesuaikan diri dengan masyarakat tempat tujuannya. Sementara itu Munasri dari pengda IPSI Sumbar mengatakan, silat dipelajari di lahirnya mencari kawan dan di batinnya mencari Tuhan. “Pesilat itu orangnya sabar dan tidak pernah mencari lawan, bahkan kalau ketemu lawanpun dielakkan. Dengan modal itulah para perantau kita cukup berhasil di negeri orang, karena mereka disegani banyak orang,” katanya. (h/emz)

>> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman: Rahmi


FIGURA 21

KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

ONCE

Siapkan Album Solo Terbaru SETELAH hengkang dari Dewa 19, Once Meckel sudah tidak seaktif dahulu dalam bermusik, saat ini dirinya lebih banyak menghabiskan waktu di belakang panggung. Akan tetapi dalam waktu dekat, lelaki kelahiran 21 Mei 1970 ini akan mengeluarkan album terbarunya. “Saya mau bikin album lagi tahun ini. Album rock aja. Kadang-kadang kalau kita enggak langsung ngeluarin ide itu bisa jadi barang rongsokan di rumah,” ujarnya saat ditemui di kawasan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (12/3). Dalam album barunya nanti, Once mengatakan sebagian dari lagu-lagunya diciptakannya sendiri. “Ada yang saya buat, ada juga yang orang lain buat. Kebanyakan sih punya saya,” katanya. Genre yang ditawarkannya pun berbeda dengan saat dirinya masih berada di Dewa 19. Kali ini Once mengatakan kalau lagulagunya beraliran rock. “Tujuan saya sih begini, dalam bernyanyi saya suka banget nyanyi rock, dan di lain pihak saya mampu bernyanyi yang lain. Jadi kalo punya dua kaki ya pake aja,” jelasnya. Sampai saat ini Once mengaku sudah memiliki lima buah lagu, akan tetapi dia masih bimbang apakah akan dijadikannya album atau hanya single saja. “Sudah jadi empat lagu. Lima lagu malah. Enggak tahu (album atau single saja). Liat jadinya aja gimana,” pungkasnya. (h/ kpl)

Tampil Seksi, Five Vi Mengaku Tak Sengaja PENAMPILAN seksi yang sering ditunjukkan Five Vi membuatnya banyak digoda lawan jenis. Namun aktris seksi itu mengaku penampilannya bukan untuk pamer aurat. “Keseksian itu sebenarnya tidak ada unsur kesengajaan. Bukannya mau pamer, bentuknya lagi bagus,” katanya disela premiere film Sule Detektif Tokek di Planet Hollywood, Jakarta Selatan, Selasa (12/3). Janda satu anak itu menuturkan, penampilan yang ia tunjukkan selama ini bukan asal-asalan, karena ia mengenakan busana seksi pun menyesuaikan dengan tempat acara yang ia hadiri. “Tapi saya masih tahu tempat. Nggak mungkin saya tampil seksi di mana-mana,” paparnya. Namun penampilan seksi tersebut sering mengundang lawan jenis untuk menggodanya. Terlebih kaum elite atau pejabat untuk menjadikannya sebagai istri simpanan. “Alhamdulillah aku tidak tertarik untuk itu. Walaupun pakaianku seperti ini (baju seksi), aku tidak pernah menghalalkan segala cara,” tandasnya. (h/inl)

Kucingnya Mati, Poppy Sovia Sedih PERASAAN sedih masih menyelimuti hati Poppy Sovia. Pasalnya kucing Persia yang sudah dipeliharanya sejak kecil mati, meninggalkan perempuan kelahiran 23 September 1984 ini untuk selamanya. Merasa sangat kehilangan, Poppy mengaku belum mempunyai niatan untuk mencari pengganti kucingnya itu. “Saya sih sudah mikir apa pengen anjing, apa pengen yang lain, cuma ditinggalin peliharaan itu ternyata menyakitkan, sedih juga. Jadi aku mikir nanti dulu aja,” ujar Poppy saat dijumpai di press screening SULE DETEKTIF TOKEK, di Planet Hollywood, Jakarta Selatan, Selasa (12/3). Poppy mengungkapkan, kucingnya tersebut sudah dianggapnya sebagai bagian dari keluarga. “Dia bagian keluarga, tapi satu, dia nggak boleh naik ke meja makan,” tukasnya mengenang. Awal mulanya, memelihara si kucing adalah sebuah ketidaksengajaan. Namun karena sudah begitu dekat, saat tidur pun Poppy mengajak kucing kesayangannya itu. “Ya ke tempat tidur juga. Enggak beli. Jadi temen mamaku punya kucing yang lagi beranak, terus aku dikasih,” pungkasnya. (h/ kpl)

Uli Auliani Sulit Tahan Tawa ULI Auliani dapat tantangan baru saat menjalani syuting film Sule Detektif Tokek bersama komedian, Sule. Uli mengaku sulit tahan tawa melihat aksi kocak Sule. “Memang ketawa-ketawa terus, itu salah satu tantangan terbesar aku,” katanya disela acara premier film Sule Detektif Tokek di Planet Hollywood, Jakarta Selatan, Selasa (12/3). Model majalah pria dewasa itu menuturkan, film komedi terbarunya itu banyak memberikan pengalaman baru untuk menggembleng aktingnya, khususnya komedi. “Aku agak kaku gitu sih kalau keluarin bahan lawakan. Komedi sih memang agak ringan aktingnya, tapi ya itu sulit banget,” terang Uli. “Kalau ngelucu ngobrol sebagai teman sih sering, kalau ngelawak sih aku kaku. Kata Sule sih suruh update juga dengan kondisi sekarang, seperti apa buat jadi bahan lawakan juga. Jadi biar enggak kaku juga pas ngelawak biarpun enggak ada bahan sekalipun atau buat nimpalin,” tambahnya.(h/ inl)

>> Editor : nova anggraini

>> Penata Halaman: Rahmi


22

PADANG PARIAMAN Saiyo Sakato

LINGKAR Bupati Kunjungi Kampung Dalam PADANG PARIAMAN, HALUAN — Bupati Padang Pariaman, H. Ali Mukhni bersama Muspida melakukan kunjungan silahturahim dengan para tokoh masyarakat kecamatan V Koto kampung Dalam, Rabu (13/3) di aula kantor camat setempat. Hadir dalam kesempatan itu, Kapolresta Pariaman, AKBP. Bondan Witjaksono, SH, S.Ik, Ketua LKAM Padang Pariaman, AGA. Dt. Mudo, Ketua LKAM V Koto Kampung Dalam, AH.Dt. Anjah Pahlawan serta tokoh masyarakat lainya. Bupati dalam paparannya menyampaikan, kunjungan ini untuk menjalin silahturahim antara jajaran pemerintah, Polri, TNI dan tokoh adat dan pemuka masyarakat. Sehingga dalam pembangunan dan menjaga kesatuan, tetap “saayun sa-langkah. Sementara itu Kapolresta Pariaman, AKBP.Bondan Witjaksono,SH,S.IK meminta masyarakat tetap menjaga kesatuan dan persatuan, sehingga isu isu yang akan memecah kekompakan dapat kesampingkan. Pada kesempatan itu Kapolresta juga meminta para polisi masyarakat (Polmas) yang telah dibentuk dapat mengajak masyarakat untuk mematuhi peraturan lalulintas yang ada, serta melarang perbuatan-perbuatan yang melanggar aturan dan maksiat. Seperti judi dan togel. Ketua LKAM Padang Pariaman, AGA Dt. Mudo dan LKAM V Koto Kampung Dalam, AH.Dt. Anjah Pahlawan dengan nada yang sama, mengajak tokoh masyarakat untuk menerapkan “adat basandik sarak, sarak basandi kitabullah” di tengah masyarakat. Sehingga pengaruh global yang datang dari luar akan dapat dibendung oleh para generasi muda. Pada kesempatan itu juga diajak, agar tokoh masyarakat mendukung program program pemerintah Padang Pariaman, seperti gotongroyong, dan pelaksanaan wirid pengajian disetiap rumah ibadah. “Dengan hal ini kita yakin, kembali kenagari yang kita impikan tersebut akan dapat diujudkan,” terang Dt. Anjah Pahlawan. (h/ded)

SDN 02 Berharap Kembali Jadi Sekolah Favorit PADANGPARIAMAN, HALUAN — Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Patamuan Amir Hosen, A.Ma.Pd berharap, SDN 02 Patamuan dapat meraih kembali kejayaannya sebagai salah satu sekolah favorit di Kabupaten Padang Pariaman. “Saya yakin dan optimis di bawah kepemimpinan Bapak Bujang, S.Pd.I, sekolah ini mampu kembali sebagai SD Favorit di Kabupaten Padang Pariaman, untuk itu diharapkan dukungan seluruh masyarakat di daerah ini,” kata Amir Hosen, A.Ma.Pd, Rabu (13/3), dalam sambutannnya, usai serahterima jabatan kepala sekolah tersebut dari Dasrul kepada Bujang, S.Pd.I. Menurut Amir Hosen, selama satu tahun dipercaya sebagai pelaksana tugas Kepala SDN 02 Patamuan Bujang, SPd.I, telah mampu membawa perubahan yang cukup banyak. “Dulu sekolah ini yang penuh debu, karena hanya berlantai kasar, Alhamdulillah berkat kerja keras Bapak Bujang bersama komite, sekolah ini telah bersih. Sehingga anak-anak telah nyaman dalam belajar. Dulu ujian UN menompang ke sekolah lain, sekarang sekolah ini sebagai penyelenggara UN,” tambah Amir Hosen. Sementara itu Camat diwakili Sekretris Kecamatan (Sekcam) Patamuan Nazwir, SH mengatakan, mengapresiasi kerja keras kepala SDN 02 Patamuan bersama komite. “Dulu banyak orang tua yang mengeluh kepada kami, anak-anaknya tidak betah belajar karena sekolah berdebu. Tapi kini saya cukup terharu, sekolah ini sudah cukup bersih. Untuk itu saya harapkan kepada anak-anak kami, untuk samasama menjaga sekolah kita ini, sehingga sekolah kita ini tetap bersih,” katanya. Nazwir juga meminta orang tua murid khususnya anaknya yang sudah dikelas VI untuk mengontrol anaknya dirumah, dengan tidak membiarkan terlalu banyak bermain. Karena pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sudah diambang pintu. “Kalau ada belajar tambahan diberikan sekolah tolong anak-anak kita untuk dapat mengikutinya dengan sebaik-baiknya,” tambah Sekcam lagi. Serahterima jabatan Kepala Sekolah SDN 02 Patamuan yang dilaksanakan aula SDN setempat nampak berlangsung meriah. Selain dihadiri Camat, Kepala UPTD, juga dihadiri Kepala SDN se Kecamatan Patamuan, Komite Sekolah serta orang tua wali murid. (h/bus)

KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

Pemkab Sosialisasikan Program Raskin PADANG PAIAMAN, HALUAN — Untuk percepatan pelaksanaan program pengentasan kemiskinan, Pemda Padang Pariaman melaksanakan sosialisasi dan koordinasi Program Raskin tahun 2013.

PELETAKAN BATU PERTAMA — Bupati Padang Pariaman, H. Ali Mukhni disaksikan tokoh masyarakat IV Koto Aur Malintang meletakan batu pertama, tanda mulai dibangunya SMK Aur Malintang, Selasa (12/3). DEDI SALIM

SMK Aur Malintang Bangun Gedung Sendiri PADANG PARIAMAN, HALUAN — Akhirnya SMK Aur Malintang dapat mewujudkan keinginan untuk memiliki gedung sendiri. Hal ini ditandai dengan peletakan Batu Pertama pembangunan gedung oleh Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni pada Hari Selasa (12/3) di samping pasar Aua Malintang. Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua DPRD Propinsi Sumbar Leonardy Harmaini, Ketua DPRD Padang Pariaman Eri Zulfian, Kepala PSDA Ali Musri, beberapa Anggota DPRD dan Kepala SKPD Kabupaten, Tokoh Perantau H.Syaghi. H.Y.Basri, Muharmen, H. Yana, Is Prima Nanda serta Camat dan Muspika IV Koto Aur Malintang. Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Masyarakat Aua Malintang yang telah mendirikan SMK dan menyerahkannya pada Pemerintah Daerah untuk dibina dan dikembangkan. “Tidak banyak perantau berserta masyarakat yang bisa melakukan aktifitas seperti di Aua Malintang ini. Semoga masyarakat daerah lain dapat mencontoh kebersamaan seperti ini”, ungkap Bupati. Dikataknnya, perantau Aur Malintang, selama ini sangat peduli dengan Pembangunan Kampung halaman. Bukan hanya pendirian SMK ini saja yang telah dilakukan, namun juga sudah beberapa sekolah didirikan oleh masyarakat dan perantau dahulunya seperti MTsN, MAN, TK serta sarana ibadah yaitu Masjid Raya Istiqomah dan beberapa surau serta pembangunan infrastruktur lainnya. Kemudian Ali Mukhni menyampaikan, bahwa dalam waktu dekat SMK ini akan diajukan statusnya menjadi sekolah negeri. “Untuk itu tentu Pemerintah Daerah juga akan melengkapi sarana dan prasarananya, termasuk penambahan bangunan lokal dari yang sudah disumbangkan oleh perantau ini,” ujarnya. Disamping itu Bupati juga menghimbau masyarakat agar selalu menjaga hubungan dan komunikasi dengan perantau.

“Ciptakan selalu kerbersamaan dan persatuan masyarakat dikampung dan rantau,” tegas Ali Mukhni. Wakil Ketua DPRD Propinsi, H. Leonardy Harmaini dalam sambutannya menyampaikan rasa salut terhadap upaya yang telah dilakukan oleh perantau Aur Malintang ini. Kalau setiap Daerah memiliki atau meniru perantau seperti ini maka pembangunan dikampung akan cepat maju dan berkembang. “Peran serta perantau dalam membangunan nagari di Aua Malintang ini, sebagai contoh bagi daerah lain di Sumatera Barat. Namun demikian, saya menekankan bahwa semua yang kita harapkan akan dapat terwujud kalau kita selalu kompak, bersatu dan penuh dengan kebersamaan,” tegasnya. Ketua DPRD Padang Pariaman, Eri Zulfian juga memberikan apresiasi kepada perantau Aua Malintang yang sangat peduli terhadap pembangunan kampung. “Saya berharap kepada perantau untuk selalu bersatu padu dan bersamasama membangun kampung halaman. Kami di DPRD akan berusaha dengan jalur apapun ke Pemerintah Pusat untuk memberikan perhatian dan meningkatkan pembangunan SMK ini,” tutur Ketua DPRD. Sementara itu, Tokoh Perantau H. Azwar Wahid yang dikenal dengan H.Syaghi dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia karena dapat bertemu dengan sanak saudara dikampung serta hadirnya pejabat pemerintah dalam sebuah acara yang sangat mulia ini. Sebagai perantau, H. Syagi mengatakan bahwa sudah menjadi kewajiban bagi dirinya untuk membangun kampung. “Dirantau kami selalu bersatu dan bersama-sama memikirkan dan mengumpulkan bantuan untuk pembangunan kampung. Kami perantau sangat berharap anak dan kemenakan kami yang berada dikampung menjadi hebat dan pintar. Maka untuk mewujudkan hal tersebut dibangunlah sekolah ini,” tukuk H. Syaghi. Kemudian, H. Syagi juga mengungkapkan bahwa untuk Pembangunan SMK ini sudah

diserahkan tanah seluas 2 hektar kepada Pemerintah Daerah. “Untuk itu, kami berharap SMK ini dapat ditingkatkan statusnya menjadi sekolah negeri,” harap tokoh perantau ini. Kemudian, tokoh perantau Kol (Purn)H. Y.Basri yang juga didaulat memberikan sambutannya menyatakan bahwa sumbangan untuk pembangunan SMK ini serta perhatian perantau pada kampung halaman menunjukan kecintaan kami pada tanah leluhur. “Kami berharap dengan pembangunan sekolah ini akan menumbuhkan semangat belajar pada masyarakat serta jauh dari ketertinggalan. Sebagai perantau, kami terpanggil untuk berpartisipasi dalam pembangunan kampung halaman agar masyarakat bisa lebih maju dan lebih sejahtera,” imbuh purnairawan TNI ini.. Ketua Badan Musyawarah Nagari III Koto Amal Selatan Arye Suparta mengatakan, bahwa Pembangunan SMK Aur Malintang ini tidak terlepas dari bantuan dan sumbangan perantau. Semua dapat terwujud oleh karena kebersamaan yang terbina antara perantau dengan masyarakat dikampung. “Untuk itu, saya menyampaikan ucapan terima kasih pada para perantau yang sangat peduli dengan pembangunan kampung halaman ini. Semenjak 2 tahun belakangan ini saja sudah lebih dari 10 Milyar sumbangan perantau yang mengalir ke Aua Malintang ini,” jelasnya. Pada sesi badoncek diakhir acara tersebut, mengalir sumbangan dari beberapa tokoh perantau yaitu pembangunan lokal gedung sekolah antara lain dari H. Syaghi 2 lokal, H. Y.Basri 1 lokal, H. Yana dan keluarga 1 lokal serta bantuan semen dari perantau lainnya sebanyak 204 zak. Sementara sumbangan dana dari undangan yang hadir terkumpul sebanyak Rp 17 juta. Diakhir acara, dilakukan prosesi peletakan batu pertama pembangunan SMK Aur Malintang yang dimulai oleh Bupati Ali Mukhni, Wakil Ketua DPRD Propinsi Leonardy, Ketua DPRD Kabupaten Eri Zulfian, Tokoh Perantau H. Syagi dan H. Y. Basri dan Wali Nagari III Koto Aur Malintang Selatan Kamarsyam. (h/bus)

Kegiatan yang digagas oleh Bagian Ekbang ini, dibuka langsung oleh Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni pada hari Selasa (12/3) di Aula Kantor Bupati Paritmalintang. Tampak hadir dalam acara pembukaan sekaligus menjadi peserta Asisten II, Kepala BPMPKB, Camat, Kasi Sosial Kecamatan dan Wali Nagari Se-Kabupaten Padang Pariaman. Sedangkan sebagai Narasumber dalam sosialisasi tersebut adalah Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, Kabid Pelayanan Publik Bulog Sumbar Suprio, Dr. John Parlis dari Unand. Bupati Ali Mukhni dalam sambutannya memberikan apresiasi atas dilaksanakannya kegiatan sosialisasi ini. Mencermati perkembangan KK Miskin di Padang Pariaman dari segi penerima bantuan Raskin terdapat penurunan sebesar 2,5% bila dibandingkan dengan tahun 2012. Dimana pada tahun 2012 terdapat 22.355 RTS penerima Raskin, sedangkan tahun 2013 hanya tinggal 21.794 RTS. Kemudian, Bupati juga menyampaikan tekad dihadapan para peserta sosialisasi bahwa pada akhir tahun 2014 nanti, Kabupaten Padang Pariaman harus keluar dari Daerah tertinggal. Semua itu akan dapat terwujud dengan peran kita bersama dalam pelaksanaan program pengentasan kemiskinan, tutur Bupati. Ali Mukhni juga mengatakan pada Camat dan Wali Nagari yang juga menjadi peserta pada Sosialisasi Raskin tersebut. Agar menyampaikan pada masyarakat untuk tidak berlomba-lomba menjadi KK miskin karena

hanya untuk mendapat fasilitas dan bantuan. Hendaknya masyarakat harus bangga untuk tidak menjadi kelompok masyarakat miskin tersebut. Bagaimanapun juga, bantuan raskin dan faslitas lainnya bagi KK miskin harus diberikan pada yang berhak atau tepat sasaran,” terang Bupati. Sementara itu, Suprio yang juga Ketua Raskin Wilayah Padang dalam penjelasannya sebagai nara sumber menyampaikan bahwa : Tujuan diberikannya Raskin ini adalah untuk mengurangi beban pengeluaran Rumah Tangga KK miskin melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras. Kemudian juga, untuk meningkatkan ketahanan pangan ditingkat rumah tangga. Sebagai evaluasi, Suprio mengatakan bahwa penyaluran Raskin pada tahun 2012 di Padang Pariaman telah mencapai 100% dengan total Raskin sebanyak 4.171.725 Kg untuk 17 Kecamatan. Ketua Raskin ini juga memberikan apresiasi pada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman yang telah sukses dan mendukung pelaksanaan program Raskin. “Pada tahun 2013 akan disalurkan Raskin di Padang Pariaman sebanyak 3.922.920 Kg untuk 21.794 RTS, kata Kabid Pelayanan Publik Bulog Sumbar ini. Kemudian, Suprio juga menjelaskan bahwa indikator keberhasilan Kinerja Raskin adalah Pelaksanaan yang 6 Tepat yaitu : Tepat Sasaran, Harga, Jumlah, Waktu, Administrasi dan Kualitas. Untuk itu, beliau mengharapkan pada Pemerintah Daerah agar memantau serta mengevaluasi setiap saat Pelaksanaan 6 Tepat ini oleh Tim Raskin Kecamatan dan Nagari. Plt. Kabag Ekbang Fauzini menyampaikan, Kegiatan sosialisasi dan koordinasi program Raskin Kabupaten Padang Pariaman ini dilaksanakan selama 1 hari yaitu pada hari ini saja. Peserta yang diundang adalah pihakpihak yang terkait dalam penyaluran Raskin yaitu BPMPKB, Camat, Kasi Sosial Kecamatan dan Wali Nagari.(h/ded)

Korong Durian Belum Tersentuh Listrik PADANG PARIAMAN, HALUAN — Sudah lama merdeka, warga Bukit Jamalangan Korong Durian Dangka Nagari Sikucur Kecamatan V Koto kampung Dalam, hingga kini belum bisa menikmati hasil dari kemerdekaan tersebut. “Malam kami masih menggunakan “Dama”, sedangkan jalan masih jalan tanah,” kata MUdahan salah sesoraang masyarakat setempat pada Haluan, Senin (11/3) di kantor Walinagari Sikucur. Bukit Jamalangan merupakan daerah masuk dalam korong Durian Dangka yang berbatasan dengan Korong Kotohilalang Selatan nagari yang sama. Dulu jalan ini merupakan jalan induk di Nagari Sikucur, namun hingga kini belum dibenahi. jangankan jalan jaringan listrikpun belum menyentuh daerah ini.

“Untuk itu kami sangat berharap uluran tangan pemerintah untuk mendukung pihak PLN untuk memasang jaringan ke lokasi kami,” kata walikorong Durian Dangka, Muhamad Ali. Menurut Muhamad Ali, upaya untuk pemasangan jaringan listrik tersebut telah disampaikan sejak lama pada pihak PLN, namun hingga kini belum ada realisasinya. “kalau listrik masuk, kami dapat meningkatkan usaha rumah tangga, serta anak anak sekolah akan lebih giat untuk belajar,” ujar Mudahan. Diungkapkan, jarak lokasi yang belum dijamah listrik dari jaringan listrik yang telah ada, hanya sepanjang lk.1 KM meter, sedangkan rumah yang siap untuk dimasukan aliran listrik itu ada sekitar 27 unit rumah. (h/ded).

kebetulan keluarganya datang berlibur ke tempat kosnya di Padang Panjang. “Saya ajak ayah dan adik mandi kesini, karena menurut saya tempat pemandian ini asyik untuk orang remaja dan bahkan cocok juga untuk orang tua,” terang siswa kelas III salah satu Madrasyah Aliyah di Padang Panjang ini. Hal serupa juga dikatakan oleh Farida, karena setiap hari libur ia juga sering mandi bersama teman-teman sama kuliahnya. “Meski rumah saya dekat sungai, tapi mandi di TA

ini lain pula enaknya, apalagi mandi bersama,” jelas Farida salah seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Pariaman. Dikatakanya, untuk mandi di TA ini tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak, hanya cukup biaya parkir dan masuk saja, dan itupun dengan harga murah. “Habis mandi, saya makan bersama teman-teman, karena untuk mandi disini bagusnya membawa nasi. Dan setelah selesai makan, mandi lagi,” ujar Farida yang mencebur mandi. (h/bus)

Tirta Alami Ramai Pengunjung PADANG PARIAMAN, HALUAN — Setiap hari libur, tempat pemandian Tirta Alami yang sering banyak orang mengatakan TA, dipenuhi wisatawan lokal. Baik dari Padang Pariaman, maupun dari daerah lain yang ada di Sumatera Barat, karena tempat pemandian ini sudah dikenal oleh masyarakat luas. Menurut salah seorang penjaga pintu masuk arena pemandian TA yang tidak mau menyebutkan namanya mengaTEMPAT pemandian Tirta Alami dipenuhi oleh anak muda dan orang dewasa, takan, bahwa setiap hari libur setiap hari libur tempat ini selalu dipenuhi oleh banyak orang. BUSTANUL ARIFIN tempat pemandian ini selalu

penuh dikunjungi, dan kalau hari biasa atau tidak hari libur tempat pemandian ini juga ada orang ingin mandi. “Pokoknya, setiap hari libur tempat pemandian ini banyak diminati oleh pengunjung, kalau dilihat dari mobil pengunjung yang datang, banyak pengunjung dari luar Padang Pariaman,” ujar penjaga pintu masuk yang sibuk melayani pengunjung pada libur Selasa kemarin. Alan salah seorang siswa di Padang Panjang, mengatakan, bahwa ini setiap hari

libur selalu mandi di pemandian TA ini, karena tempat pemandian ini masih terasa alaminya dibanding pada tempat pemadian yang ada di Sumatera Barat ini. “Saya sekolah di Padang Panjang, setiap musim libur selalu mandi. Dan pada saat libur sekarang ini, kebetulan orang tua datang dari Jambi dan diajak mandi di TA ini,” ujar Alan saat mandi dikolam tempat mandi orang dewasa. Siswa yang berasal dari Bangko, Jambi ini saat mandi di TA mengajak keluarganya,

>> Editor : ATVIARNI

>> Penata Halaman: Rahmi


RIAU DAN KEPRI 23

KAMIS, 14 MARET 2013 M 2 JUMADIL AWAL 1434 H

Popularitas Balon Gubri Rendah LINGKAR

PEKANBARU, HALUAN — Belum ada pasangan calon dari Partai Politik (Parpol) yang mendeklarasikan maju dalam Pilgubri September 2013 mendatang dan Calon yang mendeklarasikan diri maju Selain Jon Erizal yang diusung Partai PAN dan PKS.

Kenaikan Harga Bawang Karena Keterbatasan Stok PEKANBARU, HALUAN — Saat ini harga bawang merah dan bawang putih melambung tinggi. Kenaikan ini sudah terjadi sepakan diseluruh Indonesia tidak terkecuali dikota Pekanbaru. Menanggapi hal tersebut Kelapa Seksi (Kasi) Perdagangan dan Metrologi Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan ) kota Pekanbaru, Mega Miko mengatakan bahwa kenaikan bawang ini tidak ada spekulasi dari pedagang bawang, tetapi dipicu karena ketersedian pasokan bawang putih dan bawang merah itu sendiri yang semakin berkurang. “Bisa jadi kenaikan harga bawang ini disebabkan adanya isu dari Pemerintah Pusat yang menutup kran impor bawang putih dan merah ke Indonesia. Sehingga ketersediaan bawang dalam negeri berkurang sehingga memicu harga naik sedangkan kebutuhan bukannya menurun tetapi justru meningkat untuk kebutuhan konsumsi masyarakat,”ujarnya Megah Miko kepada Haluan Riau, Rabu(13/3). Miko menambahkan bahwa antisipasinya Disperindag saat ini baru sebatas monitoring dan pengawasan terhadap harga bawang tersebut dipasaran. “Kita terus mengkontrol perkembangan harganya mulai dari sebesar Rp 16 ribu perkilo sampai saat ini 40 ribu perkilo. Kita sifatnya hanya monitoring,”terangnya. Hal tersebut ditekankan lagi oleh Kadis Perindag, ELsyabrina yang mengatakan kenaikan ini dipicu dari kebijakan Nasional. Pasalnya produksi bawang putih dalam negeri memang sangat sedikit sementara kebutuhan itu sendiri terus bertambah. “Kalau bawang merah okelah karena produksi kita ada dipulau Jawa seperti brebes namun itu untuk kebutuhan disana dan yang dikirim kesini tentu tidak sebanyak seperti sebelumnya. Disamping itu cuaca juga menjadi salah satu pemicu, karena jenis bawang ini cendrung cocok dengan cuaca yang stabil dan tidak bisa lembab,”katanya. Ketika ditanya apa tindakan dari Pemerintah untuk menekan harga Bawang yang semakin melambung tinggi, Elsyabrina mengatakan bahwa dirinya tidak dapat menjawab hal tersebut, Karena itu semua adalah kebijakan pemerintah yang telah mengurangi bahkan menstop impor bawang itu sendiri. “Jadi untuk tindakan lebih lanjut kita tunggu saja apa kebijakan selanjutnya dari pemerintah pusat,” tutupnya. (h/war)

Renovasi Pasar Cik Puan Janggal PEKANBARU, HALUAN — Mekipun persoalan status kepemilikan aset lahan Pasar Cik Puan sudah tuntas, namun Pemko Pekanbaru masih belum dapat memastikan kapan kelanjutan pembangunan Pasar Cik Puan direalisasikan. Bahkan evaluasi yang akan dilakukan untuk kelanjutan pasar tersebut dengan membentuk tim dinilai meragukan. “Kita minta sebelum dilakukan kelanjutan dari pasar cikpuan tersebut, baiknya aparat hukum melakukan penyelidikan terhadap bangunan yang telah berjalan sekitar 40 persen tersebut, karena sangat luar biasa pembangunan yang telah ada dengan menggunakan APBD tersebut baru akan dilakukan pengkajian kembali. Apa sebelumnya pembangunan tersebut belum ada pengkajian,”kata Yose Saputra Anggota Komisi I DPRD kepada Haluan Riau Rabu (13/3). Dikatakan Yose, seharusnya untuk melakukan kelanjutan pembangunan Pasar Cikpuan bukan melakukan kajian lagi, karena pembangunan yang telah menelan biaya puluhan miliar tersebut harusnya dilanjutkan dengan konsep semula, agar aset yang telah tertanam dapat dimenfaatkan. “Jika dilakukan kajian berarti pembangunan awalnya sudah tidak ada perencanaan, jika demikian diduga pembangunan tersebut tersangkut masalah. Seperti tidak berjalannya pengawasan,kajian dan sebagainya, sehingga diharapkan aparat hukum atau KPK dapat melakukan penyidikan terhadap pembanguan yang telah berjalan sekitar 40persen tersebut,”kata Yose. Sesuai data yang dihimpun jika Pemko Pekanbaru akan membentuk tim yang akan mengkaji aspek yang terkait dengan pembangunan Pasar Cik PUan tersebut. Tidak hanya dari segi ekonomis namun juga aspek hukum serta pendanaan untuk pembangunan fisik lanujutan dan juga aspek sosialnya. “Ini yang menjadi pertanyaan kita dimana tim itu akan mengkaji kelanjutan Pembangunan Pasar Cik Puan. Katanya apakah akan dilanjutkan dengan melalui APBD atau pihak ketiga. Begitu juga dengan bentuk bangunannya, apakah tetap bertingkat atau tidak. Sepertinya bangunan yang telah ada saat ini mengalami masalah. Itu yang perlu dilakukan audit oleh aparat terkait. Jangan-jangan dibangunan yang telah ada sebelumnya itu ada dugaan Korupsi didalamnya,”sebut Yose. Ditegaskan Yose, jika dengan adanya rencananya pemko akan membentuk tim evaluasi pelaksanaan pembangunan Pasar Cik Puan ini diduga kajian sebelumnya bermasalah dan perlu dilakukan audit serta penyidikan agar terang apa sebenarnya niat pemko sekarang dalam membentuk tim untuk mengkaji kembali tentang kelanjutan pembangunan pasar tersebut. (h/ben)

KEBAKARAN — Sebuah pondok dan hutan di KM 12 Tanjungpinang terbakar si jago merah, dalam bulan Maret 2013 ini sudah 11 titik terjadi kebakaran. Terlihat petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan kobaran api. SUTANA/HALUAN KEPRI

LAPORAN PENCULIKAN

Pelaku Mengaku Anggota Polisi PEKANBARU, HALUAN — Seorang aktifis dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesia Monitoring Development (IMD), Raja Adnan, melaporkan kasus penculikan dan pengancaman terhadap dirinya yang diduga dilakukan oleh sekelompok preman dan oknum aparat kepolisian. Atas perbuatan yang dialaminya tersebut, Rabu (13/3), korban pun melaporkannya ke Irwasda, Bid Propam dan Reskrimum Polda Riau. Ketika ditemui Haluan Riau, Raja Adnan menjelaskan penculikan atas dirinya oleh beberapa orang preman dan oknum polisi tersebut terjadi usai dilaksanakannya diskusi ‘Pencegahan Tindak Pidana Korupsi pada Penyelenggaraan Barang dan Jasa Pemerintah

di Riau’ di salah satu hotel berbintang di Pekanbaru pada Rabu (06/3) lalu. Dimana saat itu dirinya merupakan salah nara sumber dalam diskusi tersebut. Usai menjadi pembicara itulah, tiba-tiba dua orang yang tidak dikenal mendatangi korban dan menggiringnya ke luar ruang diskusi. Menurut korban, saat dirinya digiring oleh dua orang pemuda di salah satu ruang hotel berbintang di Pekanbaru itu, ia pun sempat diintimidasi. “Ketika penculikan itu, juga ada dua orang oknum polisi berinisial HL dan DS yang mengaku sebagai anggota Propam Polda Riau. Mereka meminta agar saya mencabut kembali laporan dari Polda Riau terkait penyimpangan proyek pada

Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi Riau,”ujarnya saat ditemui di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Untung saja usai digiring oleh pelaku yang juga mengaku sebagai anggota polisi tersebut, teman-teman korban berhasil kembali membawanya ke tempat aman. Atas peristiwa itu, Raja Andan mengaku terancam sehingga harus meminta perlindungan dari Polda Riau dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Jakarta. “Saat ini saya merasa jiwa saya sangat terancam. Sebab tidak sekali dua kali telepon dan SMS yang bernada ancaman masuk ke handphone saya. Ancaman tersebut merupakan teror untuk membungkam saya dalam mengungkap

Kaki Korban Penembakan Polisi Membusuk SEKUPANG, HALUAN — Supandi alias Pandi(30) warga Kampung Tengah Timur RT 01 RW 02 Kelurahan Moro Timur, Kecamatan Moro, korban tembakan anggota Buser Polres Karimun yang sekaligus tersangka narkoba dua linting ganja, terpaksa harus kehilangan kaki kanan. Pasalnya, kaki kanan Pandi tersebut saat ini sudah menghitam, dagingnya sudah melunak, membusuk dan harus di amputasi, Rabu (13/3) di RSOB BP Batam, Sekupang. Paman korban, Harun kepada wartawan mengatakan, hal itu akibat terlambatnya dalam penanganan proses pengangkatan proyektil peluru dari dalam tulang paha kanan Pandi. Sehingga, kaki kanan pandi sudah mengalami pembusukan dan harus di amputasi. “Saya minta Kapolres Karimun untuk bertanggungjawab. Akibat kelalaian anggotanya dilapangan, keponakan saya harus kehilangan kaki kanannya dan menjadi cacat. Saya tidak terima tindakan anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Karimun yang berlebihan saat menangkap Pandi,” kata Harun. Menurutnya, kejadian itu bermula ketika keponakannya itu diminta seseorang bernama Yadi, untuk mencarikan dua linting ganja lantaran Yadi pingin hepi. Lalu, kata Harun, Pandi mencarikan Yadi dua linting ganja dan betemu di sebuah gang Bravo dekat pasar Karimun. Tidak tahunya, di gang Bravo tersebut Pandi sudah di tunggu dua orang anggota buser dan Yadi untuk menangkap Pandi,” ujarnya. “Saya tidak keberatan kalau ponakan saya ini di hukum seberatberatnya kalau memang dia berlasalah. Tapi, saya tidak terima perlakukan Polisi yang semena-mena terhadap Pandi dan terlalu berlebihan menangani kasus ponakan saya,”

ungkap Harun. Manurut paman korban di RSOB BP Batam mengungkapkan, penembakan tersebut tidaklah wajar dan diluar prosedur. Pasalnya tersangka saat itu hanya membawa dua linting ganja, tidak ada upaya untuk kabur dan ditembak tanpa tembakan peringatan terlebih dahulu. “Ponakan saya (Pandi) ditangkap 1 Maret 2013 pukul 21.00WIB di Moro. Dia cuma bawa dua linting ganja, tapi polisi sepertinya tidak punya hati dan main tembak saja. Apa tidak ada cara-cara yang lebih persuasif, lagi pula ponakan saya tidak kabur,” keluh Harun saat menunggu keponakannya itu di RSOB BP Batam. Celakanya sebut Harun, ponakannya itu terlambat dioperasi oleh polisi dan ada kesan dibiarkan berhari-hari pasca penembakan. Jadi, paparnya, tidak pelak mengakibatkan kondisi korban saat ini kritis dan terancam di amputasi. “Saya tidak tega melihat kondisi Supandi yang sudah membusu dan berbau itu. Bahkan dokter sudah bilang kalau kaki Supandi ini terpaksa diamputasi. Kalau ponakan saya bersalah tolong dihukum seberat-beratnya. Tapi sebaliknya, kalau anggota polisi yang menembak itu lalai, kami minta pak Kapolda Kepri menghukum setimpal anak buahnya yang berbuat diluar prosedur,” pinta Harun dengan nada lirih. Seperti diketahui kejadian itu bermula dari pengintaian dua anggota Satres Narkoba Polres Karimun, masing-masing Brigadir Ar dan Briptu B pada 1 Maret 2013 lalu. Korban diduga sudah ditangkap, hanya saja polisi berkilah kalau pelaku akan kabur dan berusaha menyerang Polisi. Sehingga Pandi terpaksa dihadiahi timah panas yang berakibat tembus ke tulang dan patah di paha kanan korban.

Kapolres Karimun, AKBP Dwi Suryo Cahyono, Sik melalui Kanit Narkoba, AKP Rimsyahtono, Sik mengatakan, tindakan yang dilakukan anggota buser dilapangan sudah sesuai prosedur. Dimana saat penangkapan pelaku berusaha untuk kabur, pelaku melawan dan perkelahian dengan anggota buser. Sehingga, salah seorang anggota buser berinisial B terluka dibagian kepalanya. “Anggota saya di lapangan sudah melakukan mekanisme penangkapan dengan benar sesuai prosedur. Bahkan, untuk penangan korban/tersangka di rumah sakit dalam proses pengangkatan proyektil peluru juga sudah berupaya untuk sebaik mungkin. Makanya, saya dan keluarga berupaya untuk melakukan upaya medis agar jangan sampai kaki kanan Pandi di amputasi,” kata Rimsyahtono. Menurut Rimsyahtono, semua prosedur penangan Pandi sudah sesuai aturan Kepolisian. kejadian itu bermula ketika timnya mendapat informasi akan terjadi transaksi ganja di Jalan H Arab, Kelurahan Sei Lakam, Karimun. Lokasi itu persis berada di pinggir Pantai Puakang. “Semua bukti-bukti penangkapan, saksi-saksi, penanganan dan perawatan Pandi di RSUD Karimun dan RSOB BP Batam ada kok. Tersangka P yang selama ini menjadi salah satu residifis, yang termasuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Moro itu, diinformasikan berada di Karimun dan akan melaksanakan transaksi pada pukul 21.30 WIB,” katanya. Saat ini, Supandi dirawat di ruang Anggrek, lantai dasar RSOB BP Batam, Sekupang. Tampak kaki kanan Supandi membengkak dan sudah mulai membusuk dengan ujung jarinya sudah mulai menghitam. Ia pun tidak bisa berbicara banyak karena kondisinya yang makin memburuk. (h/vnr)

kasus dugaan korupsi di salah satu Satker di Lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Maka dari itu saya segera melaporkan masalah ini sekaligus meminta perlindungan ke Polda Riau dan LPSK di Jakarta,” bebernya. Terpisah, Kabid Humas Polda Riau, AKBP Hermansyah saat dikonfirmasi wartawan mengaku belum mengetahui secara pasti kejadian dan laporan tersebut. Namun ia menegaskan, jika laporan sudah diterima, tentunya Polda Riau tidak akan tertutup untuk mengusut kasus ini. “Sejauh ini saya belum tahu pasti seperti apa kejadiannya. Tapi jika laporannya memang sudah ada kita pasti akan mengusut kasus ini,”tutupnya. (h/sar)

Pengamat Politik Riau, Adilin menilai,hal itu dikarenakan bakal Calon yang muncul saat ini tidak ada yang memiliki elektabilitas dan Popularitas yang sangat tinggi dan dominan. “Bakal Calon saat ini tidak punya elektabilitas dan popularitas yang sangat tinggi seperti Jokowi yang maju di Pilkada Jakarta, sehingga masing-masing parpol harus berhati-hati memutuskan Calon yang akan diusung,” ungkapnya kepada Haluan Riau, Rabu (13/3). Menurut Adilin, Parpol-parpol besar di Riau belum memiliki Calon yang memiliki elektabilitas dan popularitas yang tinggi. “Sehingga tidak yakin mendeklarasikan diri duluan, sebab Calon yang muncul saat ini hampir sama,” ujarnya. Selain itu, Adilin juga menilai, Lambatnya melakukan deklarasi Calon yang akan diusung bagian strategi dan kalau terlalu cepat mendeklarasikan Calon bisa dikalahkan partai lain. “Dalam artian, Parpol lain berusaha mengatur strategi untuk mengalahkan Calon yang sudah mendeklarasikan diri. Maka sekarang mengulurkan waktu akan mencari calon yang bisa mengalahkan Calon yang sudah Deklarasi duluan,” terangnya. Ditambahkan Adilin, cepat atau lambatnya Deklarasikan Calon yang akan diusung memiliki nilai plus minus. “Jadi, ada plus minusnya selain yang tadi, satu sisi deklarasi lebih bagus sosialisasinya lebih panjang,” ujarnya. Menurut Adilin, kemungkinan saat ini sejumlah Parpol saat ini masih tahap negosiasi dengan Bakal Calon dan keraguan bisa saja terjadi karena dinamika politik Parpol tinggi. “Apalagi, Parpol besar seperti Golkar dan Demokrat mereka menggunakan Survey tiga kali dan dalam Parpol ada berbagai kepentingan disitu,” terangnya. Adilin menilai, kehati-hatian yang dilakukan Parpol pada dasarnya mereka ingin mengusung Calon yang menang. “Dan sekarang Mereka masih menimbang Calon yang berpotensi menang itu siapa Kader Partai atau bukan dan umumnya kalau ada Calon yang ‘Betungkus lumut’ yang didukung duluan dalam Parpol,” tandasnya. (h/rud)

SIDANG SPPD FIKTIF

Terdakwa Perintahkan Teken Kuitansi Kosong PEKANBARU, HALUAN — Jaksa penuntut umum (JPU) Eko Baroto SH menghadirkan 2 saksi dalam persidangan tindakpidana korupsi perjalanan dinas (SPPD) fiktif DPRD Kampar tahun 2009 sebesar Rp4.048.300.000 dengan terdakwa mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kampar, Hj Junaida Rahim, SH MHum dan pemegang kas pada Sekretariat DPRD Kampar, Asnidar (47), Rabu (13/3) kemarin di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Saksi Kepala Sub Bagian Protokoler dan Pengamanan sidang DPRD Kampar, T Afli menyatakan bahwa, saksi pernah diperintahkan untuk menandatangani kuitansi kosong oleh terdakwa, sedangkan saksi kedua, Staff Bagian Keuangan Setwan DPRD Kampar Mardanos mengatakan hal serupa. Dihadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor yang diketuai, Isnurul S Arief, SH MHum, saksi Mardanos menyatakan pernah diperintah terdakwa Hj Junaida Rahim untuk menandatangani kuitansi kosong sebanyak 30 lembar dengan total Rp230 juta pada tahun 2009 lalu. “Ketika saya menghadap Sekwan. Saya disuruh tandatangani kuitansi kosong perjalanan dinas sebanyak tiga puluh lembar,” kata Mardanos. Kepada majelis hakim, saksi Mardanos mengaku tidak pernah mengikuti perjalanan dinas sebagaimana yang ditandatanganinya dalam surat perintah perjalanan dinas (SPPD) tersebut. Sebagai imbalan dari kesedian Mardanos menandatangani kuitansi kosong itu, maka Sekwan DPRD Kampar Hj Junaida Rahim memberikan uang sebesar Rp10 juta. Uang tersebut diberikan secara bertahap. “Saya terima uang secara bertahap dari terdakwa Hj Junaida Rahim. Terkadang diberi lima ratus ribu rupiah dan terkadang sejuta,” kata saksi

Mardanos. Menanggapi pernyataan saksi itu, terdakwa Hj Junaida Rahim mempertanyakan apakah Mardanos punya saksi ketika masuk ke ruang Sekwan? Saksi Mardanos menjawab tidak ada yang melihat. “Keterangan saksi ada yang salah dan ada yang benar. Saya tidak pernah menyuruh untuk menandatangani kuitansi kosong,” ujar Hj Junaida Rahim. Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim Pengadilan Tipikor menunda sidang Kamis (14/3) mendatang. JPU Eko Baroto SH ketika dikonfirmasi usai persidangan terkait dengan status Mardanos yang menerima uang sebesar Rp10 juta dari perjalanan dinas fiktif?Dikatakan JPU Eko Baroto, SH bahwa, pihaknya menunggu proses persidangan. Penyidikan terhadap perjalanan dinas tersebut akan didalami, sejauh mana keterlibatan Mardanos dalam perkara itu. Ketika ditanyakan apakah dapat ditingkatkan sebagai tersangka?” Kalau alat bukti cukup, kenapa tidak?Tunggu proses persidangan ini dulu,” kata Eko Baroto SH. Seperti diketahui dalam dakwaan JPU Eko Baroto, SH bahwa, terdakwa Hj Junaida Rahim, SH MHum (49) dan pemegang kas pada Sekretariat DPRD Kampar, Asmidar (47) yang disidang secara terpisah (Split, red) didakwa melakukan tindakpidana korupsi dalam perjalanan dinas (SPPD) fiktif DPRD Kampar pada tahun 2009 sebesar sebesar Rp4.048.300.000. Perbuatan terdakwa Hj Junaida Rahim dan Asnidar tersebut didakwa melanggar pasal 2 Undang-Undang (UU) nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana yang diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi. (h/war)

>> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman: Syahrizal


24

KAMIS, 14 MARET 2013 M 2JUMADIL AWAL 1434 H

LINGKAR Target UPTP Harau Juara Umum O2SN LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Unit Pelaksana Teknis Pendidikan (UPTP) Kecamatan Harau menargetkan jadi juara umum dalam penyeleksian Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat pendidikan sekolah dasar di Kabupaten Limapuluh Kota. Menjelang seleksi O2SN yang dilakukan pada awal April mendatang, berbagai upaya maksimal serta usaha untuk menjadi yang terbaik di Kabupaten Limapuluh Kota telah dilakukan. Hal itu demi juara umum yang telah diraih semenjak 2 tahun, tetap menjadi milik atlet sekolah di kecamatan Harau. “Dalam O2SN kali ini, kita akan ikut 10 cabang olah raga yang diikuti ratusan siswa dari 8 gugus di bawah UPTP Kecamatan Harau. Berbagai usaha telah dilakukan untuk menjadi terbaik di Kabupaten Limapuluh Kota, seperti latihan rutin yang digelar di tiap cabang olah raga yang dipertandingkan,” ungkap Kepala UPTP Kecamatan Harau Yanuar. Ia menjelaskan, 10 cabang olah raga yang ikut dipertandingkan dalam ajang O2SN yakni sepak bola, voli, basket, takraw, tenis meja, badminton, senam, catur dan senam lantai. Sekitar 320 siswa kelas 3 sampai kelas 5 yang berasal dari 8 gugus, yakni gugus 1 Taram, gugus 2 Batu Balang, gugus 3 Pilubang, gugus 4 Koto Tuo, gugus 5 Lubuak Batingkok, gugus 6 Sarilamak, gugus 7 Tarantang dan gugus 8 Ketinggian ikut memperkuat tim Kecamatan Harau di O2SN Kabupaten Limapuluh Kota. (h/ddg)

KEPALA UPTP Harau Yanuar (tengah) bersama guru dan atlet saat latihan rutin untuk 10 cabang olah raga dalam persiapan penyeleksian kejuaraan O2SN di Kabupaten Limapuluh Kota. DADANG

Provinsi yang Tahan Tunjangan Guru Akan Diumumkan JAKARTA, HALUAN — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan siap untuk mengumumkan namanama provinsi yang paling sering terlambat mendistribusikan tunjangan guru dan paling banyak memiliki endapan dana. Namun, Nuh mengaku masih berfokus pada penelusuran akan masalah macetnya penyaluran tunjangan profesi guru. “Mungkin saja diumumkan. Tapi ini kan kita masih mencari tahu akar permasalahannya seperti apa,” kata Nuh, di Jakarta, Rabu (13/3). Berbeda dengan kasus penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang akhirnya diumumkan ke publik nama provinsi yang menahan aliran dana BOS kepada sekolah yang memang membutuhkan. Ketika kasus dana BOS tersebut, duduk perkaranya sudah diketahui sehingga pemerintah tidak segan untuk mengumumkannya. “Memang perlu diumumkan biar ada efek jera. Seperti dana BOS, itu duduk perkaranya ketemu dan jelas maka bisa diumumkan. Tapi kalau ini sekali lagi masih ditelusuri,” jelas Nuh. Sementara itu, Inspektur Jenderal Kemdikbud, Haryono Umar mengatakan bahwa jika tidak segera ditangani maka sebanyak Rp 220 triliun dana transfer daerah untuk pendidikan rawan diselewengkan. Potensi penyelewengan ini muncul karena kurangnya pengawasan yang dilakukan. “Anggaran sektor pendidikan makin lama makin besar. Tapi kewenangan Inspektorat Kemdikbud, kata dia, hanya pada anggaran yang ada di Kemdikbud sebanyak Rp 73 triliun pada tahun ini,” jelas Haryono. Dari dana triliunan rupiah tersebut, hampir 70 persen dana pendidikan disalurkan ke Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dalam bentuk transfer daerah yang peruntukannya beragam. Sebut saja seperti dana bagi hasil, insentif daerah, gaji guru, tunjangan guru, dana alokasi khusus, dan dana otonomi khusus. (h/kcm)

BELAJAR SAMBIL BERMAIN — Sejumlah siswa SD terlihat antusias belajar sambil bermain di pagar pembatas jembatan di kawasan Air Tawar, Rabu (13/ 3). Sayangnya mereka tak menyadari kegiatan mereka ini dapat mengancam keselamatan mereka. PARWIS NASUTION

STIKes Amanah Padang Wisuda 122 Lulusan PADANG, HALUAN — STIKes Amanah Padang akan menyelenggarakan acara wisuda dan angkat sumpah 122 wisudawan/ti angkatan II Program Studi S1 Ners dan angkatan III S1 Keperawatan. Dalam pagelaran wisuda yang akan diadakan di Aerowisata Premier Basko Hotel, Kamis (14/3) ini, pihak STIKes Amanah Padang, akan mewisuda sebanyak 33 orang

lulusan Program S1 Ners dan 89 orang S1 Keperawatan. Demikian disampaikan Ketua STIKes Padang Harmawati didampingi Panitia Wisuda Noria Rita Aninora, saat berbincang-bincang dengan Haluan, Rabu (13/3). Dikatakan, wisuda tersebut rencananya akan dibuka langsung oleh Ketua STIKes Padang Harmawati, dan dihadiri oleh ketua yayasan, sekaligus Bupati Pasaman Barat Baha-

ruddin R. “Wisuda yang akan digelar ini rencananya dihadiri oleh ketua yayasan. Jadi, kami harus membuat persiapan dengan sebaik mungkin, agar pada wisuda nanti bisa berjalan lancar, dan sesuai dengan harapan,” ujarnya. Ditambahkan, setelah acara wisuda nanti, ia berharap seluruh lulusan bisa menerapkan ilmu yang didapatkan-

nya dalam waktu perkuliahan. Karena, dengan begitu, maka lulusan STIKes Amanah bisa dikenal oleh masyarakat luas nantinya. “Mungkin cara perkuliahan kami sedikit berbeda dengan STIKes lainnya. Jadi kalau lulusan nanti praktik di tempat kerjanya nanti, maka ada perbedaan yang khas dari lulusan STIKes Amanah itu sendiri,” ungkapnya lagi. (h/cw-wis)

Tata Kelola Pendidikan Dasar Masih Perlu Perbaikan PADANG, HALUAN — Bank Dunia bekerja sama dengan Basic Education Capacity Trust Fund (BEC-TF) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menawarkan tata kelola pendidikan dasar di Indonesia yang lebih baik. Saat ini, menurut Senior Education Specialist World Bank Susiana Iskandar, beberapa pengelolaan pendidikan di Indonesia belum berjalan baik. Meskipun biaya yang dikeluarkan sudah cukup banyak, namun hasilnya sangat beragam. Akibatnya, Indonesia selalu mendapatkan rapor merah dalam bidang pendidikan. “Salah satu pengelolaan yang kurang baik, seperti komite sekolah yang ditempati orang yang sama selama bertahun-tahun. Kemudian, dengan persentase anggaran pendidikan sebesar 20 persen, masih didominasi untuk pembayaran gaji dan tunjangan guru. Anggaran yang besar ini pun tidak membuat APK perguruan tinggi meningkat,” jelasnya, Rabu (13/3), di Rocky Plaza Hotel dalam Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Kinerja Pendidikan

Dasar Daerah yang diselenggarakan Unand. Ketua Umum DPW Alumni Universitas Andalas Fasli Jalal, mengatakan, jika diukur dari pencapaian standar pelayanan minimum (SPM) pendidikan dasar, secara keseluruhan sudah mencapai di atas 70 persen. “Kecuali untuk daerah tertinggal yang masih perlu ditingkatkan lagi,” katanya. Lebih lanjut Fasli mengatakan, meningkatnya APBN berarti jumlah anggaran pendidikan pun semakin besar. Dibutuhkan tata kelola anggaran yang baik untuk menggunakan anggaran sebesar 20 persen terebut. Menurutnya, ada dua hal yang perlu menjadi perhatian terhadap tata kelola pendidikan dasar ini. Pertama, untuk apa uang tersebut digunakan, bagaimana mempersiapkan SDM yang baik sebagai pihak yang mengeksekusi anggaran, dan lainnya. “Misalnya, perlu peningkatan pembayaran tunjangan sertifikasi guru, kesiapan pelayanan, dan lainnya,” jelasnya. Kedua, tata kelola yang

>> Editor : Nova Angraini

baik ini harus dimulai dari kepala sekolah. “Salah satu tata kelola yang disediakan adalah pemetaan data sekolah. Dengan demikian kepala daerah maupun bupati bisa memantau sekolah yang masih berada di bawah SPM untuk dibantu,” katanya. Rektor Unand Werry Darta Taifur pun berharap, tata kelola pendidikan di Sumbar pun semakin baik setelah mendapatkan workshop ini. SPM merupakan tolok ukur kinerja pelayanan pendidikan dasar, sekaligus sebagai acuan dalam perencanaan program dan penganggaran pencapaian target masing-masing daerah kabupaten dan kota. BEC-TF merupakan organisasi yang menyediakan program yang membantu pemerintah kabupaten dan kota sebagai mitra dalam meningkatkan keterampilan mereka menggunakan informasi dalam perencanaan, manajemen, dan pengawasan tata kelola dan layanan pendidikan. Salah satu kota yang sudah memanfaatkan layanan ini adalah Payakumbuh. (h/ cw-eni)

>> Penata Halaman: Rahmi


Haluan 14 Maret 2013