Page 7

SAMBUNGAN 7

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

54 Motor ....................... Dari Halaman. 1 Kelahiran dan ................. Dari Halaman. 1 Petugas kepolisian juga bersiaga penuh, memakai rompi dan senjata lengkap. “Ambo basamo kawankawan lainnyo memang harus siaga, sebab tadi malam pukul 03.30 WIB, kami diserang, tapi untuang anak nagari selalu siaga di sekitar kawasan iko,” ujar Man (30), warga Tiku yang tinggal di kawasan sawit PT Mutiara Agam. Menurut Kapolres Agam AKBP Asep Ruswanda, bentrokan terjadi ketika pendukung dari Yayasan Tanjung Manggopoh yang terletak di wilayah Nagari Manggopoh, menduduki kawasan PT Mutiara Agam yang masuk wilayah Tiku, menyusul keluarnya Peninjauan Kembali (PK) dari Mahkamah Agung yang memenangkan Kaum Suku Tanjung Manggopoh atau Yayasan Tanjung Manggopoh (YTM). “Karena tidak terima wilayahnya diduduki oleh pendukung

YTM yang berjumlah kurang lebih 500 orang, maka warga dari anak nagari Tiku yang tinggal di kawasan PT Mutiara Agam itu, membalas dan mengejar sehingga terjadi pembakaran sejumlah sepeda motor milik pendukung YTM yang ditinggalkan begitu saja. Saat ini terdapat 54 sepeda motor yang hangus terbakar dan 3 pos pengamanan ludes dibakar warga,” ucap Asep. Dia menambahkan, ketika bentrok terjadi, pihak kepolisian langsung mengamankan lokasi, namun karena warga yang bentrok begitu banyak, maka Polres Agam mendapat bantuan dari Polres Pariaman, Polres Pasaman Barat, Brimob, dan Polda Sumbar. “Untuk saat ini terdapat 500 personel yang bersiaga di lokasi, sedangkan sampai kapan penempatan personil ini, kami belum bisa menentukannya jika kondisi sudah

mulai kondusif, maka kami akan menariknya kembali,”terangnya. Pantauan Haluan, warga Tiku yang tinggal di kawasan PT Mutiara Agam masih bersiaga dan berpatroli sambil memegang senjata tajam. Sejumlah kerangka motor yang hangus terbakar masih mengeluarkan asap, di sekelilingnya dipasang garis polisi. Beberapa orang warga juga terlihat mengambil sisa-sisa pembakaran sepeda motor untuk dimanfaatkan. Pada September lalu, tim Pengadilan Negeri Lubuk Basung yang ingin mengeksekusi lahan seluas 2.500 hektare menyusul keluarnya Peninjauan Kembali (PK) dari Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan Kaum Suku Tanjung Manggopoh atau Yayasan Tanjung Manggopoh gagal karena dihadang oleh warga Tiku yang tidak menginginkan eksekusi. (h/rvo/met)

Humas RS. M. Djamil Padang Gustavianof, menjelaskan, 1 dari 3 bayi yang lahir pada tanggal cantik ini sudah dilahirkan melalui operasi caesar. Sedangkan dua lainnya lahir secara normal. Di ruang kebidanan lantai 3 RS. M. Djamil Padang, pasangan suami istri Dedi, (32) dan Helen (24) merasa sangat bahagia dengan kelahiran putra pertama mereka pada tanggal 12-12-12 ini. Meski tidak menjadwalkan kelahiran, mereka berharap dengan kelahiran pada tanggal cantik ini, putra pertama mereka yang belum diberi nama ini bisa menjadi orang yang berguna nantinya. “Kami tidak pernah menjadwalkan kelahiran putra kami pada tanggal 12-12-

12 ini, ini terjadi begitu saja,” ujar pasangan yang mengaku berasal dari Siberut Utara, Kabupaten Mentawai ini kepada Haluan. Putra pasangan ini lahir pada pukul 01.45 WIB dengan berat 3.932 gram dan panjang 49 cm. Bayi ini lahir dengan kondisi sehat dan sempurna. Bayi lainnya yang beruntung mengawali kehidupannya di dunia ini pada tanggal cantik tersebut adalah putri dari Rita Novia, yang merupakan pasien lainnya di RS M. Djamil Padang. Rita melahirkan bayi perempuan dengan berat 3.200 gram dan panjang 47 cm dengan cara caesar. Putrinya dilahirkan pada pukul 01.00 Wib dihari istimewa ini. Dari data lainnya yang dida-

70 Pelajar ..................... Dari Halaman. 1 adanya perahu karet ini akan bisa membantu masyarakat sekitar, ”ujar Akmal. Disamping itu, sebut Akmal, pihaknya juga membantu warga yang ada di sekitar untuk menyeberang. Tidak kurang sekitar 200 orang warga sudah dibantu dalam menyeberang sungai itu. Sementara itu, Wali Nagari Batahan, Syamsir Alam, menambahkan, mobil L300 yang dikemudikan Pernandes juga telah berhasil dikeluarkan dari dalam sungai. Selain itu jalan alternatif juga telah mulai dikerjakan menggunakan alat berat milik PT Sago Nauli Pasaman sepanjang 3,5 kilometer. “Kita masih membutuhkan dua exavator, empat unit dumtiper untuk membawa pasir batu untuk memperbaki jalan alternatif itu. Serta

mobil gardan dua untuk membawa anak-anak sekolah,”kata dia. Jembatan Sungai Batahan itu ambruk pada Selasa (11/12) sekitar pukul 14.00 WIB. Akibatnya sekitar 2.000 jiwa terisolasi karena jalan transportasi putus total. Satu Unit Mobil L300 yang sedang melintas jembatan ikut jatuh kedalam sungai. Wali Nagari Batahan, Syamsir Alam mengatakan mengatakan, akibat ambruknya jembatan itu arus transportasi ke lima kejorongan putus total. Sekitar 2.000 atau 600 kepala keluarga terisolasi karena jalan menuju kampung mereka putus. Lima Kejorongan yang terisolasi itu yakni Jorong Paraman Sawah, Jorong Taming Tengah, Jorong Taming Julu, Jorong Silayang Mudik

dan Jorong Tanjung Larangan Beruntung supir L300, Pernandes, selamat dan memperoleh perawatan intensif di rumah sakit setempat. Menurutnya, jembatan itu ambruk karena sudah berumur tua disertai dengan aliran air sungai yang selalu besar ketika hujan datang. Akibatnya, jembatan yang panjangnya 65 meter dengan tinggi 17 meter dan lebar sekitar 2 meter itu putus yang mengakibatkan jalur transportasi putus total. “Saat ini warga yang ingin pergi kekampungnya terpaksa menempuh jalur alternatif sejauh 14 kilometer. Itupun tidak bisa ditempuh jika musim hujan karena menggunakan jalan tanah dalam perkebunan yang licin dan berbahaya,”katanya. (h/ nir/met)

Pernyataan SBY ............... Dari Halaman. 1 tidak paham berarti ada yang salah dalam perekrutan pemimpin itu. “Timbul pertanyaan berarti apakah Presiden telah salah memilih pejabat. Kenapa dipilih pejabat di posisi tinggi tapi tidak memahami posisinya?” tanyanya di Gedung DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta, Rabu (12/12). Jika pernyataan itu ditelan mentah-mentah oleh masyarakat Indonesia yang pemahamannya terhadap masalah kurang, maka akan menimbulkan suatu hal yang buruk yaitu masyarakat menerima, memahami, dan memaklumi bahwa para pejabat melakukan korupsi dengan alasan ketidaktahuannya. “Akhirnya, tujuan pemberantasan korupsi yang digembor-gemborkan pemerintahan tidak tercapai. Oleh karena itu. kurang tepat pernyatan Presiden yang menimbulkan permakluman terhadap pejabat korup yang tidak paham,” ungkapnya. Menurut pakar hukum senior yang juga Dewan Pembina DPP Badan Advokasi Hukum Partai NasDem serta Dewan Pertimbangan DPP Partai NasDem, Otto Cornelis Kaligis, pernyataan Presiden tersebut sangat berbahaya karena akan menjadi senjata pembelaan para pemimpin untuk minta maaf atau diampuni dengan alasan tidak

mengerti hukum. Padahal, dalam UUD 1945 Pasal 1 ayat 3 diatur bahwa ada kepastian hukum terhadap semua orang dan sama di depan hukum “Jika itu terjadi mau dikemanakan landasan negara hukum ini? Pernyataan ini kurang tepat diucapkan Presiden. Saya melihat kesalahan terletak di para penasehat presiden yang kurang memahami hukum sehingga memberikan masukan seperti itu ke Presiden. Padahal Indonesia memiliki pakar hukum, kenapa harus mereka yang digunakan?” ungkapnya. Tak Menghapus Pidana Terpisah, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, juga menyatakan tidak sepakat dengan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait pejabat negara yang tak paham penggunaan anggaran harus dilepas dari jeratan hukum. “Bahwa ada ketidaktahuan, tapi bukan berarti ketidaktahuan itu menghapuskan pertanggungjawaban pidana. Karena dalam teori hukum pidana, ketidaktahuan bukan berarti menghapuskan pertanggungjawaban hukum pidananya,” ujar Abraham Samad. Menurut pria asli Makassar ini, seorang pejabat negara dituntut

harus cerdas dan paham dalam menggunakan anggaran. Hal itu agar sang pejabat tak salah dalam menggunakan dan mengalokasikan anggaran. “Oleh karena itu pemimpin dituntut harus cerdas, kalau ada pemimpin mengatakan tidak tahu kalau telah terjadi korupsi, ya tidak usah memimpin,” tegasnya. Sebelumnya, SBY menilai maraknya kasus korupsi salah satunya diakibatkan oleh tidak pahamnya pejabat negara mengenai anggaran negara. Dari ketidakpahaman itu bisa mengakibatkan seorang pejabat negara menjadi pelaku korupsi. “Ada juga kasuskasus korupsi terjadi karena ketidakpahaman pejabat yang dilakukan terkategori korupsi,” ujar SBY dalam pidatonya di Puncak Peringatan Hari Antikorupsi seDunia di Istana Negara. Oleh karenanya, sambung SBY, maka negara wajib menyelamatkan mereka-mereka yang tidak punya niat melakukan korupsi, namun salah di dalam mengemban tugasnya. Kadang kala, diperlukan kecepatan dalam pengambilan keputusan untuk mengalokasikan anggaran, untuk kasus yang demikian menurutnya tak perlu dinyatakan bersalah dan masuk dalam kategori tindak pidana korupsi. (h/dn/mi/okz)

Daerah ini memang telah dikenal sebagai sentra jasa percetakan. Jumlah kios atau tempat usaha jasa percetakan di lokasi ini sebanyak 75 unit. Kios-kios tersebut melayani jasa sablon, percetakan, undangan pernikahan, kartu nama, pembuatan stempel, neon box, spanduk, baliho, dan berbagai macam kebutuhan percetakan lainnya bagi para pelanggan perorangan hingga koorporat. Tidak terlalu sulit mencapai lokasi sentra percetakan ini. Jika menggunakan kendaraan pribadi, arahkan saja mobil atau sepeda motor Anda menuju jalan kecil di depan Hotel Rocky, Jalan Permindo atau bisa juga melalui simpang jalan yang berada di samping Bank Syariah Mandiri yang berlokasi di kawasan Belakang Olo, Patimura. Nah, sentra percetakan ini terletak persis di dalam persimpangan tersebut. Masing-masing kios dan toko mempunyai merek sendiri, dan pemilik toko juga aktif menyebarkan brosur kepada para pelanggan yang ada sehingga konsumen tidak hanya sebatas kota Padang saja tetapi sudah mencangkup wilayah Pariaman, Pasaman, Bukittinggi, Payakumbuh, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan dan daerah lainnya. Bahkan tidak hanya kota dan kabupaten yang ada di Sumbar saja, tetapi para pelanggan dari Provinsi Riau juga menggunakan jasa usaha percetakan di Kampung Jawa Dalam ini. Salah satu pemilik percetakan dengan nama Multi Cetak, Nasir

mengatakan bahwa Kawasan Kampung Jawa Dalam ini merupakan daerah yang sering dikunjungi pelanggan. Ketika para pelanggan tidak menyukai tempat yang satunya, akan sangat mudah beralih ke tempat lain yang ada di kewasan tersebut. Ketika tempat terpencar-pencar lanjut Nasir, akan sangat sulit untuk menentukan pilihan bagi para konsumen terang Nasir. Sentral percetakan di kawasan Kampung Jawa ini, juga dianggap oleh sebagian pembeli sebagai usaha untuk mengompakkan para pedagang. Ada kesepakatan hati antara pengusaha sablon sehingga kesepakatan harga bisa diatasi secara bersama bagi mereka yang memilih lokasi di Kampung Jawa Dalam. Ia mengisahkan, tempat ini mulai ramai sejak empat tahun belakangan. Kios /ruko ini juga disewakan kepada masyarakat, tidak langsung jadi hingga yang terlihat seperti sekarang. Pada awalnya hanya ada empat kios yang ditawarkan bagi para penawar jasa percetakan yang ada di Kampung Jawa dalam ini. “Satu jalur kios mulai berjalan lancar, maka si pemilik toko mencoba menambah petak lagi hingga menjadi banyak seperti sekarang. “Kebetulan sekali orang yang membeli dan menyewa juga orang yang sama kegiatan usahanya,” kata Nasir, Rabu (12/12). Nasir, pada awalnya melakoni usaha percetakannya di kawasan Tarandam. Alasannya pindah tempat usaha ke kawasan Kampung Jawa Dalam, merupakan permintaan

teman-temannya. Ia yang mempunyai mesin potong dan cetak ini, diharapkan bisa membantu teman-temannya sesama pengusaha percetakan yang hanya menjual jasa. Di kawasan ini, ada tiga pedagang yang mempunyai mesin sendiri. Tiap harinya ia mampu meraup omset dengan target minimal Rp300 ribu. Ketika keadaan sedang ramai pembeli, ia mampu meraih omset hingga Rp5 juta per hari. Pemiliki usaha Wedding Galerry Erbai, Nasrul Azwar telah melakoni usaha percetakan selama satu tahun belakangan di Kampung Jawa Dalam. Ia memilih lokasi di kawasan ini dikarenakan di lokasi ini banyak percetakan. Selain itu, pemilik tanah yang juga menambah untuk pendirian petak-petak toko.. Dengan banyaknya tempat, para konsumen boleh memilih dimana saja ia akan menyewa jasa. Sehingga jadilah kawasan ini sentra percetakan di kota Padang. “Sebenarnya melihat perkembangan pada awalnya tidak sebanyak ini, karena peminat percetakan sangat banyak, kawan-kawan mencoba mengambil tempat di kawasan Kampung Jawa Dalam dan berkembanglah kawasan ini menjadi sentra percetakan,” begitu jelasnya. Persaingan usaha di lokasi ini cukup sehat. Harga yang ditawarkan juga tidak terlalu mahal, sehingga masyarakat bisa memilih. “Perkembangan harga semakin hari ada sedikit mengalami peningkatan sehingga konsumen mencari harga yang agak murah, walau murah tapi tidak menjatuhkan kualitas,” begitu ujarnya. (h/cw-dra)

Putra Mentawai yang lahir tanggal 12-12-12.

patkan dari RS Yos Sudarso Padang, juga ditemui adanya 3 orang bayi yang lahir pada tanggal istimewa tersebut. Ketiga bayi ini lahir dengan kondisi sehat dan sempurna. Sementara itu, pada angka 1212-12 ini juga banyak pasangan yang melakukan pernikahan. Dari data yang diperoleh kantor Kemenag Padang, tercatat 30 pasangan yang melangsungkan pernikahan pada hari Rabu, (12/12). Kepala Kantor Kemenag Padang Yetrizal Khatib, mengatakan bahwa data yang diterima dari kantor KUA yang ada di Kota Padang. 30 pasangan akan melangsungan pernikahan pada tanggal 12 bulan 12 tahun 2012 ini, padahal, hari ini (kemarin, red) bukanlah hari yang lazim digunakan masyarakat untuk melangsungkan pernikahan. Dari data yang diperoleh kantor Kemenag Padang, dari KUA Padang Barat tercatat 2 pasangan yang melakukan pernikahan, KUA Padang Timur 4 pasangan, KUA Padang Utara 2 Pasangan, KUA Padang Selatan 3 Pasangan, KUA Pauh 1 pasangan, KUA Lubeg 3 pasangan, KUA kuranji 1 pasangan, KUA Bungus 1 Pasangan, KUA koto Tangah 7 Pasangan dan KUA Nanggalo 6 pasangan. “Jika dijumlahkan, total pasangan yang telah terdaftar untuk melakukan pernikahan di hari ini, (kemarin, red) 30 pasangan,” pungkasnya. (hel/met)

Dari Silat ...................... Dari Halaman. 1 Alhasil, mereka mendapat tepukan paling meriah dari 3000-an warga yang hadir di GOR Azis Haily Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota dan Kepala daerah se-Sumbar, termasuk Gubernur Irwan Prayitno dan Wagub Muslim Kasim yang mendampingi Deputi V Bidang Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Menko Kesra, Sugi Hartatmo. Pada defile yang dipimpin Kapolres setempat, AKBP Sugeng Riyadi itu, kontingen Sijunjung menampilkan sajian silat harimau. Mereka terdiri atas tiga orang berpakaian harimau dan dua wanita paroh baya berpakaian silat. Saat mulai lintasan defile kontingen, mereka mulai memainkan aksi. Meliuk memainkan jurus silat. Kelompok silat harimau ini tak sendirian. Saat memainkan jurus itu, alunan musik tradisional kelompok Randai Sinar Tampalo dari Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung seolah mengisi gerak lima pesilat tersebut. Sebelumnya, Padang Pariaman juga menampilkan budaya khasnya, tabuik. Kontingen dengan jaket berwarna hijau lumut ini memberikan hormat di penonton yang berjubel hingga ke lintasan lapangan dan di depan panggung kehormatan dengan bergoyang, bak tengah “ma-oyak tabuik”. Tapi bukan tabuik sebenarnya yang

mereka hoyak, melainkan sebuah miniatur tabuik yang dibawa oleh seorang peserta defile. Sementara, jika tabuik sebenarnya yang dihoyak, memerlukan puluhan orang yang memeganginya. Kabupaten Agam, juga punya cara sendiri berdefile. Diiringi dengan seorang berpakaian ijuk, barisan gandang tasa, maoyak kontingen yang tak berpakaian training olahraga. Barisan kontingen Agam justru berpakaian batik. Mereka mendapat aplus, bahkan Indra Catri, sang bupati, ikut lari ke depan panggung kehormatan sambil “berdadahdadah” dengan kontingen yang berjalan di lintasan lapangan. Penampilan kesenian khas masing-masing daerah seakan menjadi bumbu penyedap pada pembukaan yang sempat dikhawatirkan akan diguyur hujan. Sejak pukul 13.00 WIB, awak hitam terlihat mulai menggumpal di atas langit Luak nan Bungsu ini. Kekhawatiranpun mulai menggelayut. Ternyata, apa yang dikhawatirkan itupun terbukti. Jelang pukul 14.00 WIB, hujan-pun turun. Cukup lebat. Wajah-wajah gelisah mulai terlihat. Tapi untungnya, ini tak berlangsung lama. Kurang dari 30 menit, langit di sekitar Sarilamak kembali cerah. Awan-awan hitam seperti terkuak. Beredarlah kisah pawang hujan di antara kalangan wartawan peliput Porprov. “Kabar yang bere-

dar, ada 47 pawang hujan yang dikerahkan,”sebut seorang wartawan, Jonres Marianto. Namun, menurut Ketua Media Center, Saiful hal itu tidak benar. Kata Sekretaris Dinas Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Limapuluh Kota ini, hanya ada satu pawang panas yang terjun di ajang ini. Namun ia mengelak untuk menyebut identitas pawang panas tersebut. “Ndak usahlah pakai namo,”kata Saiful. Dari pengamatan Haluan saat mengikuti rangkaian defile di stadion yang pernah runtuh pada dekade 1990-an ini, gumpalan awan hitam itu terlihat seperti terhenti bergerak.Tepat di atas stadion, langit terlihat cerah, sementara di seputarannya, malah gelap. Suasana yang cerah ini menyebabkan penonton makin antusias. Seorang pengunjung asal Nagari Galugua, Fitri, yang belabelain menonton pembukaan, merasa bersyukur usahanya menempuh perjalanan yang jauh dari kampungnya tak sia-sia. “Untuang ndak jadi hujan da. Awak lah jauah-jauah dari kampuang ka mari (stadion),”katanya. Menurut salah seorang warta wan di Kabupaten Limapuluh Kota, M.Bayu Veski, nagari itu berjarak sekitar 100 km dari pusat acara dan 10 km di antaranya merupakan jalan yang terjal. „

Sentra Percetakan ............ Dari Halaman. 1 Tragedi Andi .................. Dari Halaman. 1 Andi membawa angin segar dalam wacana politik nasional. Pemikiran dan ide-idenya cukup inspiratif. Maklum, latar belakang studinya memang pas dengan kebutuhan bangsa pada saat itu. Karenanya, dimana pun ia berada akan memberi warna tersendiri. Disertasinya tentang analisis kontektual atas budaya pemilu di Indonesia menjadi alasan kuat yang mengantarkan Andi menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat menjelang Pemilu 1999 –Pemilu pertama pasca gerakan reformasi. Meskipun posisinya bukan ketua, gagasan-gagasan Andi tampak sangat dominan sehingga tak heran jika ada yang menyebut tatacara pemungutan dan penghitungan suara, pengawasan, dan lain-lain yang diterapkan dalam Pemilu 1999 sebagai “Mallarangeng System” Lepas dari KPU, Andi dipercaya menjadi staf ahli Menteri Otonomi Daerah yang dijabat seniornya yang sama-sama dari Bugis, Ryaas Rasyid. Setelah banyak terlibat merumuskan dan mengimplementasikan otonomi daerah, pada 23 Juli 2002, Andi dan Ryaas mendirikan Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK). Di partai inilah, Andi untuk pertama kalinya terjun ke dunia politik praktis dengan harapan bisa berkiprah secara maksimal dalam menghadirkan pemerintahan yang baik, membangun negara Indonesia seutuhnya demi menyejahterakan seluruh rakyat, serta keadilan bagi setiap rakyat Indonesia. Sayang, cita-cita luhur itu tak bisa direalisasikan secara maksimal karena pada Pemilu 2004

PPDK tidak mendapatkan dukungan yang cukup untuk mengantarkan wakil-wakilnya duduk di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) –lembaga tempat gagasan-gagasan untuk membangun Indonesia dirancang dan diputuskan. Meskipun partainya gagal memenuhi electoral threshold (ET), sebagai intelektual, nama Andi tetap menjulang. Melihat potensi besar Andi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun menariknya ke istana negara dan diangkat menjadi Juru Bicara Kepresidenan. Sebagai juru bicara presiden, nama dan wajahnya selalu muncul di media baik cetak maupun elektronik. Gaya bicaranya tetap penuh semangat dan lugas, walaupun ia harus berbicara atas nama kepala negara. Kesibukannya menjadi juru bicara orang nomor satu di Indonesia tak membuat Andi berhenti berkarya. Sejak 29 Mei 2006, kolomkolomnya muncul setiap hari Senin dalam rubrik “Dari Kilometer 0,0” di Harian Jurnal Nasional yang saat itu dipimpin Ramadan Pohan. Dari kolom-kolom yang sudah dibukukan dengan judul yang sama dengan rubriknya inilah kita tahu integritas Andi sebagai intelektual tetap terjaga meskipun telah menjadi “penghuni” istana. Pada saat ada sekelompok orang yang mengusulkan agar Presiden SBY mengeluarkan Dekrit untuk kembali ke UUD 1945 yang asli –karena sejak diamandemen dianggap sudah tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia—Andi dengan tegas menolak. Upaya itu dianggapnya sama saja dengan mundur ke belakang dan seperti

>> Editor : Ismet Fanany MD, Syamsu Rizal

ingin memutar balik jarum jam dan kembali ke pemerintahan masa lalu yang tidak demokratis. Padahal, jika Andi menyetujui gagasan itu, dalam arti benar-benar kembali ke UUD 1945 seperti sebelum diamandemen, yang diuntungkan adalah presiden SBY dan tentu saja beserta orang-orang yang ada di sekelilingnya termasuk Andi. Dianggap sukses menjadi juru bicara, pasca Pemilu 2009, Andi dipercaya Presiden SBY menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Dan pada saat Partai Demokrat menggelar Kongres di Bandung tahun 2010, Andi mendapat dukungan penuh dari SBY untuk menjadi calon ketua umum yang ditandai dengan keberadaan Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas) dalam barisan tim suksesnya. Namun justru kongres inilah yang menjadi awal mula tragedi. Selain gagal merebut kursi ketua umum, pada kongres ini pula —sebagaimana kesaksian terdakwa mantan bendahara umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin— Andi ditengarai mendapatkan aliran dana dari hasil korupsi proyek Hambalang yang kini disangkakan padanya. Sangkaan korupsi ini memang belum tentu benar, masih perlu ada pembuktian yang benar-benar objektif dan adil dalam proses pengadilan. Namun, jika sudah jadi tersangka di KPK, rasanya pintu penjara sudah di depan mata. Karena sejauh ini, belum ada koruptor yang dijerat KPK berhasil selamat dan divonis bebas murni dari ancaman jeruji besi. Wallahu a’lam! >> Penata Halaman : David Fernanda

Haluan 13 Desember 2012  

Haluan 13 Desember 2012

Advertisement