Page 35

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

67 TAHUN PU MEMBANGUN RANAH MINANG

Sumbar Bangkit, Gedung Baru Dibangun Lagi Satu persatu gedung pemerintah yang rubuh akibat gempa 2009, dibangun kembali. Sebagian dibangun memanfaatkan dana APBD Sumbar dan sebagian lagi dengan dana BNPB. Pembangunan dilakukan bertahap sejak 2010, diawali pembuatan Detail Engineering Desaign (DED). Sedangkan pekerjaan fisik dimulai 2011. Akhir 2012 ini, ditargetkan penyelesaian pembangunan kembali 10 unit gedung. Gedung yang tengah dikebut pengerjaannya itu adalah gedung Dinas Prasjal Tarkim, Escape Building Kantor Gubernur Sumbar, gedung Bappeda Sumbar, gedung Kejaksaan Tinggi, gedung Dinas Peternakan, gedung Perpustakaan di Jalan Diponegoro, Mapolda Sumbar, Pasar Raya Padang, RS M.Djamil Padang serta gedung Satkorlak PB Sumbar. Rumah sakit Dr. M.Djamil merupakan salah satu prioritas mengingat fungsinya sebagai rumah sakit rujukan. “Bagaimana pun apabila terjadi gempa, rumah sakit itu pasti menjadi tempat yang paling dicari untuk mendapatkan pertolongan medis bagi korban bencana. Jadi rumah sakit itu mesti jadi prioritas kita untuk menyelesaikannya. KOnstruksinya harus dibuat sedmikian rupa,” kata Gubernur Irwan Prayitno. Rumah sakit diperlukan untuk melayani para korban yang sudah dievakuasi. Di banyak peristiwa gempa di dunia, rumah sakit adalah titik paling banyak jadi perhatian beberapa saat setelah gempa terjadi. Bangunanbangunan rumah sakit yang dibuat dengan konstruksi prima biasanya selamat dari guncangan, tetapi yang konstruksinya tidak kuat maka akan mengalami banyak kerusakan. Ini berdampak pada pasien yang sedang di rawat di sana dan untuk calon pasien yang berasal dari

wilayah evakuasi. Tak jarang kemudian tenda-tenda menjadi pilihan bagi rumah sakit untuk menampung pasienpasiennya pada pascagempa itu. Itulah sebabnya RS M. Djamil masuk dalam prioritas 1 untuk rehabilitasi gedunggedung penting di Sumatera Barat. Kepala Dinas Prasjal Tarkim Sumbar Suprapto didampingi Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Lingkungan Firman Dalil menjelaskan, perbaikan dan pembangunan kembali gedung pemerintah yang rusak akibat gempa 2009 diawali dengan memanfaatkan dana APBD Sumbar sebesar Rp50 miliar dan BNPB Rp32,5 miliar. Secara resmi, pembangunan fisik gedung pemerintah di launching bertepatan dengan 2 tahun gempa 2011 lalu, dimulai dengan pembangunan gedung Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Sumbar dan Bappeda Sumbar. Saat bersamaan juga dibangun 6 gedung lainnya yaitu Mapolda Sumbar, Kejaksaan Tinggi Sumbar, RSUP M Djamil Padang dan Pasar Raya Padang. Pembangunan 6 gedung ini memanfaatkan bantuan Arab Saudi Rp394 miliar. “Secara bertahap gedung pemerintah yang rusak akibat gempa 2009 sudah kita bangun kembali. Saat ini masih tersisa 18 gedung lagi yang akan diperbaiki,” terang Suprapto. Gedung yang belum dibangun itu diantaranya DPKD, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pendidikan, Badan Ketahanan Pangan, Dinas Perkebunan, Badan Kesbang Linmas Dinas Pertanian dan Kantor Gubernur Baru (main building), UPTP Dinas Prasjal Tarkim, Badan Perpustakaan dan Arsip, Asrama Diklat Padang Besi dan Crisis Center BPBD. Sedangkan Kantor Gubernur Rumah Bagonjong, Dinas ESDM, Gedung Wanita, gedung KPU dan LKAAM Sumbar akan dilakukan perkuatan (retrofitting). “Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan dan perbaikan itu diperkirakan mencapai Rp484 miliar. Anggarannya kita usulkan untuk ditampung di APBN 2013,” katanya. ***

35

Gedung PU yang runtuh akibat gempa 2009, Dinas Prasjal akan berusaha membangunnya kembali

PRESIDEN SBY ketika mengunjung RSUP M Djamil setelah gempa 2009 menekankan agar rehabilitasi gedung rumah sakit ini diprioritaskan.

Escape Building, Gedung Percontohan Ramah Gempa

GUBERNUR Irwan Prayitno ketika meresmikan pemakaian Escape Building, berharap agar para pegawai kantor gubernur bisa memanfaatkan dan merawat gedung ini dengan sebaik-bainya.

SALAH satu gedung yang tengah dikerjakan saat ini adalah Escape Building, disamping Kantor Gubernur Sumbar. Pembangunannya dimulai 2011 lalu dengan total dana Rp66 miliar. Ditargetkan awal 2013 gedung ini sudah bisa digunakan. Lantai 1, 2 dan 3 digunakan sebagai perkantoran sedangkan lantai 4 dan atap sebagai selter yang dilengkapi helipad. Sejak Oktober tahun ini para pegawai di kantor Gubernur mulai agak lega setelah selama dua tahun duduk bersempit-sempit lantaran berada di kantor darurat. Maklum setelah gempa, banyak ruangan di kantor gubernur itu yang tidak layak dipakai. Pada puncak bangunan dibiarkan lepas begitu saja. “Itu untuk tempat evakuasi apabila warga dan pegawai tidak bisa berlari ke tempat yang lebih tinggi di kawasan Kuranji,” kata Soeprapto. Gedung Bappeda Sumbar juga sedang dikerjakan dengan dana Rp24 miliar dari BNPB. Selanjutnya pembangunan kantor Kejaksaan Tinggi Sumbar Rp47 miliar dari dana BNPB, pembangunan gedung Dinas Peternakan Sumbar Rp19 miliar dari APBD Sumbar serta gedung rawat jalan dan poliklinik RS M Djamil Rp67 miliar dari BNPB. Keempat bangunan ini ditargetkan selesai akhir 2012. “RS M Djamil juga akan selesai akhir tahun ini. Poliklinik dan ruang rawat jalan

ESCAPE building ketika masih dalam tahap penyelesaian itu dapat digunakan awal tahun depan,” tambah Firman. Pembangunan Pasar Raya Padang Rp64,5 miliar, juga tuntas akhir tahun ini. Namun gedung Polda Sumbar agaknya masih tertunda penyelesaiannya karena dana yang dialokasikan Rp50 miliar, tidak cukup. Masih dibutuhkan tambahan dana Rp56 miliar lagi. Usulan ini juga sudah diajukan ke APBN 2013. Sedangkan gedung Perpustakaan di Jalan Diponegoro direncanakan selesai 2013. Pembangunannya dengan sistim tahun jamak menggunakan APBD Sumbar Rp24 miliar. Kantor Satkorlak PB Sumbar dengan anggaran Rp7 miliar, juga ditargetkan selesai tahun depan. Pembangunannya dimulai tahun ini dengan dana Rp2 miliar.

Gedung Dinas Prasjal Tarkim juga dibangun bertahap mulai 2010. Untuk penyelesaian pembangunannya dibutuhkan anggaran sedikitnya Rp70 miliar. APBD Sumbar pada tahun jamak 2010 dan 2011 telah mengalokasikan dana Rp35,5 miliar. Gedung ini menggunakan pondasi khusus isolator (seismic base isolation) dan dirancang mampu menerima goncangan gempa berkekuatan 10 SR. Di saat gedung lain sudah rubuh diterjang gempa maka gedung ini menjadi satusatunya yang masih berdiri. “Diperkirakan gedung PU ini selesai akhir 2013 mendatang. Sebab pembangunannya dirancang mampu menerima goncangan gempa berkekuatan 10 SR,” terang Suprapto. (***)

>> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman: Rahmi

Haluan 13 Desember 2012  

Haluan 13 Desember 2012