Page 34

34

67 TAHUN PU MEMBANGUN RANAH MINANG

JALUR ALTERNATIF DI LINTAS TENGAH

Sicincin - Malalak, tak Satu Jalan Bukittinggi

PEKERJA tengah mengaspal jalan disaksikan penduduk setempat

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

JALAN Sicincin-Malalak terus dibenahi, agar pengguna jalan nyaman melintas di jalur alternatif ini. Sehingga kepadatan arus lalu lintas PadangBukittinggi lewat Lembah Anai, dapat dikurangi. Namun pada beberapa titik badan jalan ini belum dilebarkan. Begitu pula penggantian jembatan belum seluruhnya dilakukan. Tahun 2012 ini, dialokasikan anggaran Rp12,5 miliar untuk penggantian 7 unit jembatan lama dari 11 jembatan yang ada. Jembatan yang diganti itu masingmasing Jembatan Koto Mambang, Jembatan Sungai Paman, Jembatan Sungai Nabu, Jembatan Kelok I, Jembatan Kelok II, Jembatan Sungai Janiah dan Jembatan Malalak. Sisanya 4 jembatan lagi akan diganti tahun anggaran 2013 dengan alokasi dana Rp100 miliar, bersamaan dengan penuntasan pembebasan lahan untuk badan jalan dan pelebaran jalan di kawasan Batu Apit. “Saat ini, pengguna jalan harus hati-hati bila melewati rute ini, karena masih ada penyempitan badan jalan dan kemudian masuk ke jembatan lama,” kata Kepala Dinas Prasjal Tarkim Sumbar Suparapto didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah Padang Panjang dan sekitarnya BBPJN II, Ir. Desman. Persoalan pembebasan lahan masih mewarnai pembangunan 7 unit jembatan ini. Meski berat, akhirnya ketujuh jembatan tersebut bisa diselesaikan dan pengguna jalan sudah dapat memanfaatkan jembatan dengan lebar 9 meter termasuk trotoar. “Untuk penggantian 4 jembatan lagi, telah diusulkan untuk dikerjakan tahun 2013 dengan alokasi dana sekitar Rp5 miliar. Tahun 2013 juga akan dikerjakan pelebaran Bukit Apit yang rawan longsor dengan meratakan bukit,”

ujar Desman. Pembangunan Sicincin-Malalak telah dimulai sejak 2006 silam dengan panjang mencapai 40 km. Namun sampai kini belun juga selesai. Alasan utamanya adalah pembebasan lahan. Pemkab Agam dan Pemkab Padang Pariaman kewalahan mengupayakan pembebasan lahannya. Dana sebesar Rp2,5 miliar yang tidak terserap hingga akhir tahun anggaran 2011 lalu, terpaksa kembali ke pusat. Padahal jalan ini sangat besar manfaatnya. Tiga kali lebaran, tahun 2010, 2011 dan 2012, jalan ini menjadi pilihan untuk mengurai kemacetan Padang-Bukittinggi lewat Lembah Anai. Badan jalan Sicincin-Malalak sangat mulus. Perkuatan sisi kiri kanan jalan terutama di Kawasan Batu Apik dengan betonisasi setinggi 30 cm, sudah selesai dikerjakan. Alam sekitarnya masih asri, tak kalah dengan suasana di kawasan Lembah Anai. Apalagi bila kawasan peristirahatan (rest area) di KM 21 Sicincin-Malalak sudah direalisasikan, perjalanan yang menyenangkan. Bila ruas jalan Sicincin-Malalak selesai dikerjakan, pembangunannya bakal dilanjutkan dengan ruas jalan Balingka-Ngarai Sianok yang juga penuh dengan pemandangan alam mengagumkan. Apalagi kedua daerah itu akan dihubungkan dengan sebuah jembatan indah yang panjangnya mencapai 500 m. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam beberapa kesempatan mengatakan, pelebaran jalan alternatif Sicincin-Malalak tetap akan dilanjutkan walau tidak ada lagi alokasi dana dari APBN. Meski demikian tetap diupayakan bisa menggaet APBN. Ruas jalan itu sangat strategis untuk mengurai kemacetan Padang-Bukittinggi di kawasan Lembah Anai. Tetapi yang lebih penting bukan soal angarannya melainkan pembebasan lahannya harus dituntaskan dulu. “Kita akan lanjutkan pelabaran jalan Sicincin-Malalak. Bila pusat tidak menganggarkan lagi, kita akan biayai dengan APBD Sumbar. Tapi yang terpenting saat ini adalah pembebasan lahannya dituntaskan dulu,” katanya.

Masyarakat: Percepatlah Jalan ini Pak! MAYORITAS masyarakat kecamatan mencapai ratusan juta rupiah pada satu Malalak meminta agar pembangunan titik, kan terlalu mahal, namun jalan lintas Sicincin-Malalak-Balingka pemerintah terus melakukan negosiasi (Simaka) dipercepat karena mereka untuk menyelesaikan masalah tersesudah terlalu lama menunggu, padahal but” kata Bambang. banyak diantara mereka yang telah Disebutkan lagi oleh Bambang, konmenyerahkan tanahya untuk pem- disi jalan Simaka saat ini secara umum bangunan jalan tersebut. cukup baik, hanya ada beberapa baMenurut salah seorang tokoh gian yang sempit, beralas tanah dan masyarakat Malalak Drs. Sabir, jalan sejumlah jembatan sedang dalam peSimaka merupakan impian warga 4 ngerjaan dinas PU provinsi Sumbar. Wanagari yang ada di kecamatan Malalak lau masih ada kendala di sejumlah titik, sejak dulu, karena jalan tersebut pengerjaan jalan itu terus berlangsung. diharapkan dapat membuka keteri”Pada awal-awal pembukaannya soliran daerah itu. Sementara pemba- dulu memang banyak bagian tebing ngunannya berjalan lamban dan pada ruas jalan itu yang labil, tersendat-sendat. sehingga sering terjadi longsor, tetapi ”Memang masih ada kendala dalam pembangunananya yaitu belum tuntasnya uang penggantian terhadap sejumlah warga yang tanahnya terpakai untuk jalan, tetapi kalau warga itu dan pemerintah sama-sama memahami bahwa keberadaan jalan Simaka akan membawa dampak positif terhadap kemajuan sosial ekonomi Malalak maupun Agam bahkan Sumbar sekalipun dan penyelesaiannya dilakukan dengan BELUM disepakati penggantian serius pasti dapat disetanah yang ada mushalla. lesaikan, tidak ada kusut yang tidak akan selesai di negeri ini” kata Sabir. Ditambahkannya, masyarakat kini kondisinya semakin membaik, Malalak pada umumnya bermata bahkan dalam musim hujan sekarang pencaharian sebagai petani sawah dan tidak ada bencana longsor pada ruas kebun kulit manis, sekarang dengan jalan tersebut, mungkin dulu itu telah dibukanya jalan Simaka dan tebingnya baru dikeruk tentu lakian ramai dilalui kendaraan, maka bil”ungkap Bambang. telah banyak warga yang membuka Jalan Simaka yang melewati usaha warung pada tempat tertentu, wilayah Agam meliputi kecamatan warga petanipun semakin mudah Malalak dan Ampek Koto yakni dari membawa hasil taninya ke pasar. Tandikek ke Balingka sepanjang 30,9 ”Setelah jalan itu selesai seluruh- km, sekitar 11 km lagi melewati nya Malalak juga berpotensi dikem- kabupaten Padang Pariaman. bangkan sebagi daerah wisata karena Menurut camat Ampek Koto Drs. memiliki pemandangan alam yang Herman, dengan kondisi sekarang, indah dengan udara gunung Singgalang walaupun pembangunan jalan itu yang sejuk” sebut tokoh itu yang juga belum tuntas, telah banyak kendaraan seorang guru. yang melewatinya, sehingga membawa Sementara itu mantan camat dampak positif terhadap masyarakat Malalak yang kini Kepala Badan di pintu gerbang Simaka di Balingka, Penanggulangan Bencana Daerah Agam, dimana makin ramai bertumbuhan Drs. Bambang Warsito kepada Haluan warung-warung sebagai tempat perSelasa(11/12)mengatakan, masalah singgahan bagi pengguna jalan. penggantian tanah yang megganjal Bagi lalu lintas Padang-Bukitkelancaran pembangunan jalan Simaka tinggi, jalan Simaka merupakan jalan terdapat pada sekitar 9 titik. akternatif yang memperpendek hu”Persoalannya warga pemilik tanah bungan dan merupakan jakan altermematok harga penggantian terlalu natif jika ada bencana dan kemacetan tinggi, ada yang meminta penggantian di sekitar lembah anai.

JALAN yang telah dilebarkan tetapi masih sempit pada bagian jembatan yang belum diganti

GUBERNUR Sumbar Irwan Prayitno saat meninjau jalan Sicincin-Malalak terkesima dengan pemandangan alamnya yang indah >> Editor : Eko Yance

>> Penata Halaman: David Fernanda

Haluan 13 Desember 2012  

Haluan 13 Desember 2012

Advertisement