Page 32

32

67 TAHUN PU MEMBANGUN RANAH MINANG

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

PENGENDALIAN BANJIR

Menjinakkan Sungai dengan Normalisasi

T

opografi Sumatera Barat yang berbukit dan memiliki banyak gunung api aktif, menyebabkan Sumbar rentan dilanda banjir, tanah longsor atau galodo, gempa bumi dan tsunami maupun abrasi pantai. Pemerintah telah berupaya maksimal untuk meminimalisir dampak bencana yang timbul dengan penangananan yang terintegrasi, antara konstruksi fisik maupun non fisik. Kepala Dinas PSDA Sumbar Ali Musri didampingi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai, Syafril Daus menjelaskan, khusus penanganan fisik pengendalian banjir tahun anggaran 2012, ada beberapa paket kegiatan, diantaranya pengendalian banjir Batang Maransi-Banda Lurus (Padang), pengendalian banjir Batang Tiku-Antokan (Agam), pengendalian banjir Batang Mangor (Padang Pariaman), pengendalian banjir Batang Tampunik dan pengendalian banjir Batang Sumpur (Pasaman). Pengendalian Banjir Banda Lurus dan Batang Maransi Normalisasi Banda Lurus (Padang), mulai dikerjakan Desember 2012 dengan pagu dana Rp35 miliar. Tahun 2012 dialokasikan dana Rp2 miliar, untuk pekerjaan yang dimulai dari jembatan By Pass Aia Pacah hingga bagian

hilir Kantor Camat Naggalo. Untuk menghubungkan Banda Lurus dengan sungai Batang Balimbiang, maka dibuat sungai buatan sepanjang 600 meter. Pekerjaan ini ditargetkan selesai 2014 . Sehingga pusat pemerintahan Kota Padang dan pemukiman di kawasan Aia Pacah tidak akan banjir lagi karena air diserap Banda Lurus. Sungai ini akan dilebarkan hingga 30 meter dengan panjangnya hingga 2,2 km. Pada sisi kiri dan kanan sungai akan dibuat jalan inspeksi untuk memudahkan akses masyarakat ke berbagai tempat. “Normalisasi Banda Lurus ini adalah jawaban dari keluhan masyarakat setempat yang sering kebanjiran. Banda Lurus tak mampu lagi menampung air di saat hujan lebat. Lebar sungai ini hanya 4-5 meter, sementara daerah resapan air terus saja berkurang karena semakin banyaknya perumahan di sekitar Air Pacah,” katanya. Berbarengan dengan itu, normalisasi Batang Maransi atau Batang Latung sepanjang 3,5 km juga akan dikerjakan. Anggarannya memanfaatkan dana APBN 2013. Sungai ini akan dilebarkan hingga 25 meter, dimulai dari aliran sungai dekat Universitas Baiturrahmah hingga ke Tunggul Hitam. Aliran Banda Lurus dan Batang Maransi ini nanti akan samasama menyatu dengan Batang Balimbiang.

PENGENDALIAN Batang Mangor “Kegiatan normalisasi Batang Maransi juga untuk mengurai banjir yang selalu meresahkan masyarakat setempat,” katanya. Karena itu pihaknya minta dukungan seluruh pihak terkait terutama masyarakat setempat, agar normalisasi

Banda Lurus dan normalisasi Batang Maransi berjalan lancar, tidak ada hambatan. Pengendalian Banjir Batang Tampunik Pengendalian banjir ini tepatnya berada di lokasi timbunan longsor Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman.

Akibat gempa 2009 silam, sungai tertimbun hingga 2 km panjangnya begitu pula 3 unit irigasi masing-masing Daerah Irigasi (DI) Bandar Baru I dan II luas 300 hektar dan DI Cumanak 75 hektar. Pekerjaan dimulai tahun 2010 silam dengan dana APBD

BATANG Tampunik ketika masih ‘jinak’

JIKA sungai sudah dikendalikan, bisa jadi obyek wisata

BANTARAN Batang Mangor mulai dibangun

PENGENDALIAN Batang Tampunik

Sumbar sebesar Rp11 miliar. Proyek dengan pagu dana Rp18,6 miliar ini ditargetkan akhir Desember 2012 selesai. Yang pasti, lokasi yang dulunya sangat menyeramkan itu, kini telah berubah menjadi sangat indah. “Lokasi ini pun menjadi kawasan wisata baru bagi

masyarakat. Mereka memanfaatkan air sungai yang jernih itu sebagai tempat pemandian. Seperti menyambut bulan puasa, masyarakat menjadikannya sebagai salah satu lokasi balimau .Dan yang paling penting, masyarakat sudah bisa ke sawah lagi dan ke ladang,” katanya.

>> Penata Halaman: Syamsul Hidayat

Haluan 13 Desember 2012  

Haluan 13 Desember 2012

Advertisement