Page 15

EKONOMI BISNIS 15

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

DINAS PETERNAKAN

Stok Daging Sumbar Aman PADANG,HALUAN— Kepala Dinas Peternakan Sumatera Barat, Edwardi, mengatakan, stok daging sapi di Sumbar saat ini masih aman.

Hal itu didasarkan pada pantauan yang dilakukan pihaknya pada daerah-daerah sentra produksi sapi di Sumbar seperti Payakumbuh dan Solok. “Bahkan, hingga saat ini Sumbar masih melakukan ekspor daging sapi ke provinsi tetangga seperti Riau,” terangnya.

Dikatakannya, stok sapi potong di daerah ini sebanyak 349.001 ekor. Sementara itu untuk kerbau sebanyak 108.073 ekor. Sedangkan kebutuhan sapi hingga tahun 2012 ini hanya sebanyak 58.693 ekor. Untuk pemotongan sepanjang tahun ini hanya sebesar 96.081 ekor.

“Jadi tidak mungkin terjadi kelangkaan daging sapi di daerah ini. Namun untuk tahun 2013, diperkirakan kita minus sapi sebanyak 6.810 ekor. Sedangkan untuk kerbau, kita surplus sebanyak 14.000 ekor,” tuturnya. Bahkan, dalam upaya

swasembada daging di tahun 2014, Sumbar didaulat oleh pemerintah pusat berkontribusi sebesar tiga persen. Kontribusi ini cukup besar jika dibagi dengan 33 provinsi yang ada di Indonesia. Saat ini, total impor da ging sapi di Indonesia men-

EKONOMI SEKILAS

Laba Bank Syariah Melonjak 76 Persen

Harga Emas Naik PADANG, HALUAN- Berdasarkan pengamatan Haluan di Pasar Raya Padang, Rabu (12/12), harga emas mengalami kenaikan menjelang hari natal dibandingkan dengan minggu yang lalu. Salah satu toko mas yang berada di Pasar Raya Padang, toko Mas Murni menjual mas untuk perhiasan seharga Rp1.270.000/emas, naik dari minggu lalu seharga Rp1.260.000. Akan tetapi, walaupun harga emas mengalami kenaikan pengunjung masih tetap ramai. Salah satu pegawai toko Andi mengatakan (28) walaupun harga emas naik, tapi pengunjung tetap ramai. Dikatakannya sifat emas yang mudah dicairkan dan juga sarana untuk investasi, membuat emas tak pernah kehilangan peminatnya. Sementara di toko emas Sumatera Jaya menjual seharga Rp1.330.000 untuk emas batangan. Pada minggu yang lalu mereka menjual seharga Rp1.300.000. “Sebenarnya kalau soal harga emas ini tidak terlalau memusingkan warga. Berbeda dengan sembako. Emas kalaupun naik masih ada juga yang membeli, kalaupun turun paling tidak kami yang membeli. Emas ini dijadikan acuan untuk mengukur nilai uang sama masyarakat. Lagi pula yang membeli emas biasanya orang yang punya uang,” ungkap Dino, salah satu karyawan Sumatera Jaya.(h/cw-oos)

LPS Pertahankan Suku Bunga Simpanan JAKARTA, HALUAN- Setelah melakukan evaluasi, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk mempertahankan tingkat bunga penjamin simpanan. LPS menilai tingkat bunga simpanan saat ini masih sejalan dengan kondisi perekonomian dan perbankan, sehingga tingkat bunga penjaminan simpananperiode 15 Desember 2012 sampai 14 Januari 2013 untuk bank umummasih dipertahankan, yakni di 5,5% untuk rupiah dan 1% untuk valuta asing. Sementara untuk BPR 8% dengan jenis simpanan rupiah. “Penetapan tingkat bunga simpanan didasari beberapa pertimbangan atau kondisi,” kata Pgs Direktur Penjaminan dan Manajemen Risiko LPS, Budi Santoso dalam siaran persnya, Rabu (12/12). Ditambahkan, sesuai ketentuan LPS, bila tingkat bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud tidak akan dijamin.(h/inl)

capai 17 persen. kemudian tahun 2013, ditargetkan sebesar 13 persen. “Nah, tahun 2014 itu hanya 10 persen. Angka itu merupakan standar dari Food Agricultural Organization (FAO) untuk swasembada daging sapi,” tutup Edwardi. (h/dra)

EMAS NAIK— Salah satu toko mas yang berada di Pasar Raya Padang, toko Mas Murni menjual mas untuk perhiasan seharga Rp1.270.000/emas ,naik dari minggu lalu seharga Rp1.260.000.

JAKARTA, HALUAN- Hingga Oktober 2012, perbankan syariah berhasil membukukan kinerja nan menawan. Dari sisi dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan, masingmasing tumbuh 32 persen dan 40 persen. Laba bersih lebih kinclong lagi, melonjak 76,93 persen menjadi Rp 2,33 triliun. Achmad K Permana, Sekretaris Jenderal Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), menuturkan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) menjadi faktor utama pendongrak pertumbuhan. Tengok saja, pembiayaan UKM hingga sepuluh bulan ini mendominasi lebih dari 62 persen atau berkisar Rp 83,09 triliun. Sisanya mengalir ke pembiayaan non-UKM. UKM masih akan menjadi motor utama pertumbuhan bisnis perbankan syariah di 2013. “Mengingat, pembiayaan korporasi akan terganjal perlambatan dunia, berarti UKM masih akan berkontribusi besar pada bisnis tahun depan,” ujarnya, Selasa (11/12). Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, pembiayaan perbankan syariah masih didominasi sektor jasa dan lain-lain. Diikuti perdagangan, restoran, dan hotel. Sedangkan, perkebunan dan kehutanan masih minim, yakni Rp 2,56 triliun. Begitu pula manufaktur dan transportasi, masing-masing sebesar Rp 4,15 triliun dan Rp 4,14 triliun. Dari sisi penggunaan, porsi pembiayaan konsumsi mencapai Rp 59,21 triliun. Sementara, pembiayaan modal kerja dan investasi masing-masing sebesar Rp 52,11 triliun dan Rp 24,25 triliun. Kualitas pembiayaan tercatat membaik, tecermin lewat non performing finance (NPF), yaitu dari 3,11 persen di Oktober 2011, menjadi 2,58 persen pada Oktober 2012. Bankir optimistis, pencapaian tahun ini bakal terulang lagi tahun depan atau bahkan lebih cerah, dengan pertumbuhan sekitar 40 persen. Bukan apaapa, pangsa pasar perbankan syariah saat ini memang masih minim, yakni 4,32 persen. Artinya ruang bertumbuh masih terbuka. Di sisi lain, aturanloan to value di KPR Syariah dan kendaraan juga tak banyak berpengaruh. Nasirwan, Divisi Riset Perbankan Syariah BI, memprediksi dengan kondisi saat ini, tahun depan pangsa pasar perbankan syariah bakal mencapai 5 persen. “Dengan catatan pertumbuhan tahun depan bisa menyamai atau melampaui tahun ini,” imbuh dia.(h/kcm)

Harga Sembako Stabil PADANG, HALUAN— Jelang Natal dan akhir tahun, harga sembako belum mengalami kenaikan yang signifikan. Anton (44) salah satu pedagang sembako yang berjualan di bawah Matahari Padang pada Haluan, Rabu (12/12) mengatakan

harga sembako masih stabil. Harga cabai misalnya saat ini Rp16.000/kg pada minggu sebelumnya seharga Rp14.000/ kg. Sedangkan bawang merah Rp18.000/kg sama dengan minggu sebelumnya. “Harga sembako belum mengalami lonjakan.

Pengunjungpun tidak mengalami perubahan apa-apa. Masih biasabiasa saja, “ungkap Andi (26), pedagang sembako Etizal. Pedagang sembako yang bernama Ani (45) menuturkan, ada sembako yang mengalami kenaikan dan ada yang bertahan.

Ia Saat ini menjual kentang seharga RP6.000/kg minggu yang lalu RP5.000/kg. Sedangkan cabai dijual Rp 17.000/kg. Tidak jauh berbeda dengan Didi (50) pemilik kios sembako di Pasar Raya. Dia mengakui belum ada gejolak harga hingga

penghujung tahun. Harga minyak goreng masih stabil. Ia menjual Rp10.000/kg hingga Rp11.500/kg. begitu juga dengan harga gula, ia menjual di harga Rp14.000/ kg, tepung terigu masih stabil berkisar Rp12.000 sama dengan minggu yang lalu. (h/cw-oos)

Asuransi PELAKU ASURANSI TETAP OPTIMIS

Pertumbuhan Asuransi Jiwa di Bawah Target JAKARTA, HALUAN- Para pelaku industri asuransi jiwa menyuarakan optimismenya terhadap nasib sektor ini di masa depan. Tapi beberapa fakta justru mengungkapkan hal sebaliknya. Misalkan saja data pertumbuhan industri asuransi jiwa tahun ini yang jauh di bawah target semula yang dipatok di angka 25%. Sementara pada semester pertama 2012 lalu, industri ini hanya bisa membukukan pertumbuhan premi 16,7% menjadi Rp49,7 triliun.

Pertumbuhan premi asuransi pada kuartal tiga, ternyata juga hanya tumbuh sebesar 12% menjadi Rp75,1 triliun dibanding periode yang sama 2011 sebesar Rp67 triliun. Bahkan sumbangan premi dari produk unitlink terlihat mulai merosot. Pada kuartal tiga 2012, premi unitlink ini turun 4%, setelah pada kuartal sebelumnya, terlihat penurunan hingga 6%. Sungguh kondisi yang memprihatinkan. Meski demikian, para pelaku industri asuransi masih tetap yakin

sektor ini masih mampu mencatatkan pertumbuhan di atas 20%. Benny Waworuntu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) salah satunya. Ia mengatakan, pertumbuhan premi masih berpeluang tumbuh seperti tahun sebelumnya di angka 28%, meski pada 2012 target hanya dipatok 25%. Benny menegaskan, target itu masih optimistis meski perkembangan ekonomi makro dan pasar saham masih akan banyak mempengaruhi.

“Pertumbuhan sektor asuransi juga cenderung mengikuti perkembangan ekonomi makro,” tuturnya. Sedangkan Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim mengatakan, membaiknya kinerja pasar modal dibanding tahun lalu, akan membuat unitlink akan kembali menjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat yang mencari kemudahan dalam proteksi yang terkait investasi jangka panjang. Beberapa pelaku industri asuransi sudah mulai bingung meng-

hadapi kondisi yang terjadi. Namun, mereka pun tidak hilang akal. Di Asuransi Jiwa Sequis Life misalnya, sudah mulai menyiasati strategi baru di produk unitlink ini dengan membuat porsi proteksinya lebih besar dari investasinya. “Kalau investasinya lebih besar, itu kan bisa dicairkan sewaktuwaktu oleh nasabah,” tutur Presiden Direktur Sequislife Tatang Widjaja. Menurutnya, strategi tersebut dilakukan dengan melihat kenyataan di lapangan bahwa telah

terjadi penurunan di produk asuransi unitlink ini. Tidak hanya Sequis Life saja, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) juga menyikapi hal yang sama. Corporate Marketing and Communication Director PT Prudential Life Assurance Nini Sumohandoyo, yang juga Kepala Departemen Komunikasi AAJI, menjelaskan, melemahnya unit link lebih disebabkan oleh penurunan di single premium.(h/inl)

BERYL COPY CENTRE Grosir & Retail Sales, Service, Spare Part & Rental Mesin dari USA Menyediakan Mesin Foto Copy Bermacam Tipe : BARU DATANG MESIN CANON IR 5000 & CANON IR 6000 DARI JEPANG DRUM BARU HARGA NEGO

AN PERSEDIA S A T A B R E T CANON IR 8500 = Rp.

28 juta

BERYL COPY CENTRE

Hubungi : Jl. Veteran No. 50 Padang Telp. (0751) 32666 Jl. Nangka No. 40 Pekanbaru Telp. (0761) 61360 Jl. Sutan Agung No.07 Jambi Telp. (0741) 32495

>> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Jefli

Haluan 13 Desember 2012  

Haluan 13 Desember 2012

Advertisement