Page 12

12 PAYAKUMBUH DAN LIMAPULUH KOTA

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M 29 MUHARRAM 1434 H

KILAS Riza Bakar Semangat Atlet Payakumbuh PAYKUMBUH, HALUAN —Berkekuatan 460 atlet, pelatih dan ofisial, kontingen Payakumbuh dilepas Walikota H. Riza Falepi menuju medan laga Porprov Sumbar XII/2012, di Kabupaten Limapuluh Kota, 12-20 Desember 2012. Pelepasan kontingen berbendera biru itu, berlangsung di pelataran parkir Medan nan Bapaneh Taman Wisata Ngalau Indah Payakumbuh yang ditandai dengan penyerahan bendera kontingen oleh walikota kepada pimpinan kontingen Wawako H. Suwandel Muchtar. Di depan ratusan atlet, Ketua Umum KONI Drs. Yunir Yalri, Sekdako H. Irwandi, Wakil Ketua DPRD H. Sudirman, Kajari Try Karyono, SH, MH, sejumlah anggota DPRD dan pimpinan SKPD serta pengurus cabor, Walikota Riza Falepi, membakar semangat atlet, pelatih dan ofisial serta pengurus cabor dan KONI, agar membulatkan tekad menjadi yang terbaik dalam iven olahraga dua tahunan itu. “Saya sengaja membawa pelatih tim nasional PSSI, Nil Maizar, untuk melepas keberangkatan kontingen Payakumbuh menuju medan laga Porprov Sumbar. Agar seluruh atlet Payakumbub mampu mengukir prestasi emas dalam Porprov nanti. Untuk menjadi yang terbaik, kalahkan rasa malas dengan semangat juang tinggi. Obat malas tak ada, kecuali melawannya dengan semangat yang tinggi dan membara. Karena itu, mari kita sama-sama berkomitmen merebut emas dalam Porprov nanti,” tegas Riza. Menurut walikota, kerja keras dan semangat Nil Maizar di dunia olahraga, dari pemain sepakbola nasional PSSI Garuda, hingga dipercaya menukangi timnas pada Piala AFF 2012 baru lalu, pantas diteladani atlet Payakumbuh”Mudah-mudahan, kehadiran Nilmaizar menjadi pendorong seluruh atlet merebut kemenangan demi kemenangan,” ucap Riza. Pada Porprov Sumbar nanti, dilaporkan Wawako Suwandel Muchtar, Payakumbuh akan ikut serta pada 26 cabang olahraga, dengan target memperbaiki peringkat dari 10 besar pada Porprov dua tahun lalu, menjadi peringkat lima besar. Untuk mewujudksan ambisi itu, Payakumbuh akan berusaha keras merebut 15 emas dari cabang-cabang andalannya. Di antaranya dari cabang judo, taekwondo, karate, tinju, silat, atletik, renang, menembak, bola basket, bola voli, sepakbola, senam dan kempo. Ke-26 cabang yang disertakan dalam Porprov itu, masing-masing angkat berat dengan 12atlet, 4 pelatih/ofisial, atletik (18/5), balap sepeda (3/4), balap motor (4/4), bola basket (24/ 4), bola voli (32/10), bulutangkis (10/4), catur (9/3), futsal (12/4), judo (22/4), karate (16/5), kempo (14/5), menembak (16/2), panjat tebing (6/4), renang (9/4), senam (17/9), sepakbola (19/6), sepak takraw (17/5), silat (22/7), taekwondo (6/3), tarung derajat (10/6), tenis (10/4), tenis meja (8/4), terbang layang (7/3), tinju (8/4) dan wushu (12/4). (h/smt)

POTENSI PERTANIAN — Areal pertanian terhampar luas di Nagari Sungai Rimbang, kecamatan Suliki. Para petani sudah menerapan pola tanam serentak untuk meminimalisir serangan hama dan dampak perubahan iklim. DN

APBD 2013 KETOK PALU

Devisit Rp33,1Miliar Lebih PAYAKUMBUH, HALUAN — APBD Kota Payakumbuh tahun 2013 devisit mencapai Rp33.121.690.242, Pendapatan sebesar Rp521.444.414.617, sedangkan belanja mencapai Rp554.566.104.859, dalam sidang paripurna pengambilan keputusan terhadap Ranperda APBD menjadi Perda, Rabu (12/12), di ruang sidang paripurna DPRD kota ini. Rapat dipimpin Ketua DPRD Wilman Singkuan, didampingi Wakil Ketua H.Sudirman Rusma dan H.Suhaimi Birran,BA dan Walikota Riza Falepi dan Wakil Walikota Payakumbuh Suwandel Mukhtar. Wako dan Wawako serta Pimpinan DPRD, akhirnya menandatangani kesepakatan persetujuan pengesahan ranperda APBD 2013 menjadi perda, disaksikan Muspida Plus, pimpinan SKPD serta undangan lainnya. Sebelum mengambil persetujuan bersama, DPRD Kota Payakumbuh terlebih dilaporkan hasil pembicaraan tingkat II terhadap

pembahasan ranperda tentang APBD 2013 yang disampaikan juru bicara DPRD H.Maharnis Zul. Seluruh fraksi menyetujui Ranperda APBD 2013 untuk ditetapkan menjadi Perda. Namun fraksi-fraksi tetap memberikan pendapat serta saran dan hal-hal lainnya yang mesti menjadi pertimbangan bersama demi kesempurnaan APBD Kota Payakumbuh ke depan. Dalam laporan yang disampaikan juru bicara DPRD Maharnis Zul, rencana pelebaran jalan Jenderal Sudirman menjadi salah satu focus perhatian DPRD

terhadap Pemko. Pagu anggaran disesuaikan dengan kebutuhan, sisa dan yang ada dialokasi pada kegiatan fisik yang lain seperti prioritas drainase. Sementara itu fraksi Partai Amanat Nasional menyampaikan terkait masalah PAD pada APBD TA 2013 disepakati sebesar Rp. 51.417.824.850. Fraksi PAN menilai jumlah tersebut masih bisa lagi tingkatkan kalau disetiap SKPD lebih serius dan mekanisme pengelolaan yang tepat serta tidak terjadi kebocoran-kebocoran seperti berbagai objek retribusi daerah yang cukup potensial diantaranya retribusi parkir. Sementara Fraksi Golkar berpendapat setelah APBD TA 2013 disyahkan, gerak cepat untuk langkah selanjutnya harus dilakukan Pemko beserta jajarannya. Sehingga segala kegiatan yang berkaitan dengan APBD 2013 ini nantinya tidak ada yang terkendala. Golkar juga menyarankan pembangunan stadion olahraga yang menelan biaya 1,7 M mestinya merupakan sarana olahraga terpadu dan difokuskan

KETUA DPRD Wilman Singkuan, Wako Riza Falepi dan Wawako Suwandel Mukhtar bersama Pimpinan DPRD Kota Payakumbmensahkan APBD 2013. ZULKIFLI

di Kubu Gadang Kecamatan Payakumbuh Utara. Fraksi Partai Demokrat, Fraksi PBR, Fraksi PKS dan PPP kata juru bicara DPRD Mahnizul, mereka memberikan gambaran terhadap pola pemberantasan dan penanggulangan Pekat di Kota Payakumbuh. Juga memberikan masukan serta saran untuk menaikkan kelas Rumah Sakit

Samsat Payakumbuh Berkontribusi untuk Sumbar PAYAKUMBUH, HLUAN — Lima unit kerja di Sumatera Barat, satu di antaranya UPTD Pelayanan Pendapatan (Samsat) Provinsi Sumatera Barat di Payakumbuh, kemaren, menjadi objek penilaian tim penilai pusat untuk mendapatkan penghargaan pelayanan publik di tingkat nasional bagi Provinsi Sumatera Barat. Tim penilai pusat dipimpin M. Sitorus itu berkunjung ke Payakumbuh. Tim berjumlah empat personil berasal dari Kemenpan Reformasi Birokrasi, Badan Pemeriksa Keuangan dan

Pembangunan (BPKP), dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Sebelum turun ke lapangan, tim diterima Walikota Payakumbuh diwakili Asisten I Setdako Yoherman, SH, Sos dan Kepala Biro Organisasi Setdako Provinsi Sumbar, On Krisno, di aula balaikota, dalam rangka mendengar ekspose Kepala Samsat Payakumbuh Hendi Yulfian, SH. Dalam pertemuan ini hadir pimpinan SKPD di jajaran pemko, sejumlah pejabat Jasa Raharja dan LSM Payakumbuh. Walikota menyampaikan,

keberadaan Samsat di Payakumbuh, bukan sekedar memenuhi tuntutan penerimaan PKB dan BNPKB, tapi lebih dari itu, mampu memberikan kepuasaan kepada public yang berurusan. Pemko boleh dikatakan, tak pernah mendengar keluhan pelayanan di Samsat. Tahun 2012 ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, akan menetapkan provinsi, kota dan kabupaten di Indonesia, yang pantas menerima Citra Bhakti Abdi Negara (CBAN)

dan Citra Pelayanan Prima (CPP) Tingkat Pembina. Untuk mendapatkan penghargaan tersebut, lima unit kerja di Sumbar, masingmasing UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Sumbar di Bukittinggi, RSJ HB. Saanin, Layanan Perpustakaan Badan Arsip Sumbar dan Pelayanan Satu Pintu dan Penanaman Modal Sumbar ketiganya di Padang, serta UPTD Samsat Payakumbuh disigi dari dekat oleh tim. Kepala Samsat Payakumbuh, Hendi Yulfian, dalam eksposenya di depan

tim penilai, memaparkan standar pelayanan dan maklumat pelayanan di Samsat. Sistem pelayanan public yang telah online di Samsat, dikatakan, mampu memberi kepuasan bagi masyarakat atau objek pajak. Malahan, Samsat Payakumbuh telah melakukan kegiatan yang sifatnya jemput bola dalam meningkatkan pelayanan. Kerjasama dengan mitra kerja serta stakeholders lainnya berjalan lancar, dalam peningkatan pelayanan excellent. (h/smt)

Dr. Adnaan WD Payakumbuh ke tingkat Kelas B demi pelayanan lebih baik kepada warga Kota Payakumbuh. Walikota Payakumbuh Riza Falepi dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas telah disepakatinya Ranperda APBD Kota Payakumbuh TA 2013 menjadi Perda. (h/zkf)

Payakumbuh World Music Festival Ditutup PAYAKUMBUH, HALUAN — Payakumbuh World Music Festival yang digelar Disparpora , di Medan nan Bapaneh Taman Wisata Ngalau Indah, berakhir Rabu tengah malam. Warga kota pencinta seni benar-benar terhibur, meski iven perdana berkelas dunia ini, sempat terganggu akibat guyuran hujan. Gelar acara Payakumbuh World Music Festival, diharapkan pasangan Walikota H. Falepi dan Wawako H. Suwandel Muchtar, awal dari kebangkitan kesenian dan kebudadayaan Kota Batiah. Sinergisitas Disparpora dengan Dewan Kesenian Kota Payakumbuh dalam menggelar Payakumbuh World Music Festival, dalam rangkaian HUT Kota Payakumbuh ke42, juga diapresiasi Ketua DPRD Payakumbuh Wilman Singkuan, S. Sos, yang ikut menyaksikan penampilan grup musik dari Semananjung Malaysia, Sawahlunto dan Payakumbuh, pada hari terakhir pagelaran. Sebelumnya, juga tampil musisi dari Swiss dan dari Australia dan Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Paduan seni tradisional dan modern yang dibawakan musisi, telah membuka mata publik Payakumbuh. Musik tradisi itu memang enak dilihat dan didengar, jika dikalaborasikan dengan musik modern. “Saya senang melihatnya,” ucap Wilman didampingi Asisten I Setdako Yoherman, SH, S. Sos, Kadisparpora Drs. Rida Ananda, dan anggota DPRD Trivenindra, SE serta sejumlah pimpinan SKPD lainnya. Ketua Dewan Kesenian Payakumbuh Iyut Fitria, mengungkapkan, pihaknya siap menciptakan insan seni yang berkualitas. Tidak hanya menelorkan musisi berbakat, tapi juga seniman-seniman lainnya. Di Luak Limopuluah ini, banyak seniman dan budayawan yang berpotensi. Hanya saja, selama ini mereka kurang difasilitasi serta tak mendapat dorongan yang kuat dari pemerintah. (h/smt)

>> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Irvand

Haluan 13 Desember 2012  

Haluan 13 Desember 2012