Issuu on Google+

Harian Umum MEDIA GROUP

SELASA

KORAN LOKAL TERBAIK DI INDONESIA

11 JUNI 2013 M / 2 SYA’BAN 1434 H Harga Eceran Rp3.500/eks, (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

TERBIT 24 HALAMAN EDISI 223, TAHUN KE 65

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

Mahasiswa: Cabut Izin RS Siloam DPRD PADANG IKUT TOLAK INVESTASI LIPPO GROUP

Advertorial Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menerima penghargaan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Terbaik dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (10/6) di Istana Negara Jakarta. HUMAS

SELAIN dari Ormas Islam, penolakan terhadap pendirian Rumah Sakit Kristen Siloam juga datang dari mahasiswa. Penolakan dieskpresikan dengan berunjuk rasa di DPRD Kota Padang. Mereka minta Walikota Padang mencabut izin pendirian rumah sakit yang dinilai meresahkan masyarakat itu.

UNJUK RASA — Puluhan mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) Sumatera Barat, Persatuan Pelajar Islam (PPI) dan Ikatan Keluarga Mahasiswa Minangkabau (IKMM) berunjuk rasa di Kantor DRPD Kota Padang, Senin (10/6). Mereka menolak pembangunan RS Kristen Siloam dan tiga unit usaha milik Lippo Group lainnya di Kota Padang. RIVO SEPTI ANDRIES

PADANG, HALUAN — Puluhan mahasiswa berunjuk rasa ke DPRD Kota Padang, Senin (10/6). Mereka meminta Pemko Padang mencabut izin pendirian Rumah Sakit (RS) Kristen Siloam dan sekaligus menolak rencana investasi Lippo Group lainnya yang terdiri dari Sekolah Kristen Pelita Harapan, Mal dan

Hotel. Sejumlah anggota DPRD Padang juga menolak rencana investasi milik James T Riady tersebut. Mahasiswa yang berunjuk rasa itu berasal dari tiga kelompok, yakni dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Suma-

>> MAHASISWA hal 07

SECUIL KENANGAN BERSAMA HM TAUFIQ KIEMAS

Tokoh Minang, Nasionalis dan Negarawan Sejati (1) Oleh: Hasril Chaniago DALAM rentang waktu 12 tahun terakhir saya sempat empat kali berinteraksi dengan Dr H Mohammad Taufiq Kie-

mas, Ketua MPR RI yang wafat hari Sabtu (8/6) petang di Singapura. Dua kali berinteraksi langsung, dan dua kali secara tidak langsung. Keempatnya berkaitan dengan urusan Sumatera Barat atau Minang-

kabau. Berikut diturunkan dua edisi tulisan tentang empat kali interaksi tersebut. Interaksi pertama terjadi bulan April 2001 ketika masyarakat Sumatera Barat meminta bantuan Taufiq Kie-

mas selaku suami dari Wakil Presiden Megawati untuk mendukung pemisahan kembali (spin off) PT Semen Padang dari PT Semen Gresik, atau setidak-tidaknya membatalkan rencana penjualan PT

DISERAHKAN PRESIDEN RI

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Terima SLHD Terbaik JAKARTA, HALUAN — Tahun ini, Sumbar patut berbangga. Pasalnya, 24 jenis penghargaan di bidang lingkungan hidup berhasil diraih pemerintah provinsi maupun pemerintah kota/kabupaten, seperti Adipura, Adiwiyata, Kalpataru dan SLHD.

>> GUBERNUR hal 07

Semen Greasik kepada Cemex. Pada waktu itu saya didaulat oleh berbagai komponen masyarakat dan Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan piala Adipura kepada Walikota Padang Panjang dr H Suir Syam MKes MMR. Piala Adipura yang diterima Senin (10/6) adalah yang ke-11 untuk Kota Padang Panjang. IST

>> TOKOH MINANG hal 07

Padang Panjang Raih Adipura ke-11 PADANG PANJANG, HALUAN — Kota Padang Panjang untuk ke-11 kalinya kembali meraih piala Adipura dengan nilai cumlaude artinya nilai bagus.

>> PADANG PANJANG hal 07

Oknum Anggota DPRD Main Proyek...............>> 02 Pabukoan Diawasi............................................ >> 10 Harga Kelapa Naik............................................ >> 15 >> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

>> Penata Halaman : David Fernanda


2 UTAMA

SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

SP PLN Tolak Perda Kelistrikan KILAS

PADANG, HALUAN — Seratusan anggota Serikat Pekerja (SP) PT PLN yang tergabung dari berbagai wilayah di Indonesia, menggelar aksi demontrasi menuntut dibatalkannya rancangan peraturan daerah (Ranperda) Kelistrikan yang tengah dibahas DPRD Sumbar.

Pecandu Narkoba di Sumbar Tinggi PADANG, HALUAN — Badan Narkotika Nasional (BBN) Provinsi Sumatera Barat memperkirakan angka pecandu narkoba di Sumbar masih tinggi. Penelitian terakhir mereka menyebutkan 63.783 orang pecandu narkoba di Sumbar. Diperkirakan angka riil di lapangan jauh lebih besar dari jumlah tersebut. “Pecandu narkoba di Sumbar masih tinggi. Ini jadi tugas berat kita bersama. Karena berdasarkan program pemerintah, pecandu ini tidak lagi ditangkap tapi disehatkan. Maka semua pihak harus ikut serta membantu menyehatkan para pecandu,” kata Kepala BNN Sumbar, Arnowo kepada wartawan, Senin (10/6). Dia mengatakan, secara nasional angka pecandu narkoba dari penelitian Universitas Indonesia bekerja sama dengan BNN pada 2010 mencapai 3,8 juta orang. Diperkirakan jumlah riil di lapangan jauh lebih banyak dari jumlah tersebut. Sementara ketersediaan rumah sakit untuk rehabilitasi dan penyembuhan belum memadai. Di Sumbar, katanya, rumah sakit yang menyediakan rehabilitasi untuk pecandu narkoba baru RS HB Saanin. “Itu pun dengan kapasitas yang tidak besar,” ujarnya. Arnowo mengatakan upaya menekan dan mengurangi pecandu narkoba adalah dengan membuka Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di setiap daerah. Pemerintah, sejak tahun 2012 sudah mendirikan IPWL di setiap daerah sebagai tempat pelaporan bagi pecandu narkoba. “Jadi pecandu narkoba harus melapor ke IPWL, untuk disehatkan. Dulu ada ketakutan pecandu takut ditangkap polisi jika melapor. Sekarang tidak, orang tua harus melaporkan ke IPWL jika anaknya menjadi pecandu narkoba untuk disehatkan. Jika tidak melapor justru kita tangkap, begitu peraturannya,” kata Arnowo. Dia mengatakan di Sumbar saat ini sudah berdiri 8 IPWL, yakni 4 di Padang, IPWL HB Sa’anin, RSUP M Djamil, Puskesmas Andalas, dan Puskesmas Seberang Padang. Sementara 4 lainnya di Bukittinggi dan Kabupaten Agam, yakni RSU Achmad Muchtar, Puskesmas Perkotaan Rasimah Ahmad, Guguk Panjang, dan Biaro. Sejak berdiri, sudah 405 orang pecandu melapor ke IPWL yang ada. “Ke depan, kita minta peran semua pihak, lembaga, instansi, LSM, dan orang tua masyarakat untuk mendukung termanfaatkannya IPWL ini sebagai upaya bersama memberantas narkoba,” katanya. Sampai Mei 2013 ini, sudah 115 orang pecandu melapor di 8 IPWL tersebut. Sebanyak 38 orang melapor di HB Sa’anin dan Puskesmas Biaro, 19 orang di Puskesmas Rasimah Ahmad, 13 orang di Puskesmas Guguak Panjang, 5 orang di RSUP M Djamil, dan 2 orang di Puskesmas Andalas. Pecandu yang sudah melapor akan ditangani sesuai tingkat kecanduan mereka. (h/cw-sal)

UNJUK RASA PEKERJA PLN — Ratusan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja PT PLN berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumatera Barat, Padang Senin (10/6). Mereka menolak Perda Kelistrikan, pemdanisasi PLN dan privatisasi PLN. RIVO SEPTI ANDRIES

Harga Jengkol Bikin Dongkol OLEH : AFRIANITA

S

ETELAH kenaikan harga daging, bawang merah, bawang putih lalu cabai, nah kini giliran jengkol yang harganya bikin dongkol. Di Pasar Raya Padang harga jengkol saat ini mencapai Rp1.000 per buah, dari sebelumnya hanya Rp500 per buah. Kalau menonton siaran TV nasional, harga jengkol bahkan bisa mencapai Rp50-80 ribu sekilo. Wah sudah sama mahalnya dengan harga daging sapi dan bahkan lebih mahal dari harga daging ayam . Tapi saya baru tahu kalau di pasaran nasional jengkol dijual per kilogram. Biasanya dijual eceran. Mahalnya jengkol membuat rumah makan yang biasa menyajikan masakan jengkol pun kelabakan karena jengkol yang jadi primadona masakan harganya gilagilaan. Pelanggan pun kecewa. Karena si jengki tak lagi ada. Ibu-ibu rumah tangga pun menjerit. Sudahlah daging naik,

ayam mahal, kini jengkol ikutikutan mahal. Para ibu-ibu pun memutar otak, agar menu masakan bisa terus berganti meski uang belanja tak nambah. Seminggu sebelumnya saya berbelanja ke Pasar Raya, kemudian mampir di tempat jualan bermacam kerupuk. Diantara banyak kerupuk, ternyata ada si kerupuk jengkol .”Berapa Pak? “ tanya saya pada si bapak penjual. Si penjual dengan singkat menjawab “Rp75 ribu sekilo”. “Waduh, mahal amit,” jerit saya dalam hati. Niat beli pun surut. Beralih ke kerupuk sanjai yang harganya lebih manusiawi. Maksud saya lebih murah meriah. Setengah kilogram kerupuk yang hanya Rp8.000 sudah bikin penuh kantong belanja. Menteri Pertanian, Suswono menilai, harga jengkol melambung tinggi disebabkan faktor iklim yang tak menentu dan permintaan tinggi. Peminat jengkol memang tak sedikit. Saya jadi ingat, dulu adik saya yang perempuan, kalau tak ada jengkol tak mau makan. Konon di Sumbar, peminat jengkol paling tinggi se Tanah Air. Katanya sih. Berbeda halnya dengan pernyataan Menteri Pertanian, Serikat Pedagang Pasar Indonesia (SPPI) menilai meroketnya harga jengkol saat ini karena ulah spekulan. Presiden SPPI Burhan Saidi di Jakarta, Ahad

(9/6) menjelaskan, kehadiran spekulan sebenarnya diperlukan. Namun, ketika spekulan itu merusak sistem, maka pihaknya ikut campur memberi peringatan. Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indonesia menyatakan naiknya harga jengkol karena belum memasuki masa panen dan adanya pengalihan lahan. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Indonesia Srie Agustina mengklarifikasi harga jengkol memang mengalami kenaikan, tetapi tidak setinggi seperti yang diberitakan. Kalau dipikir-pikir sih, jengkol hanya kebutuhan pelengkap, beda halnya dengan beras sebagai kebutuhan utama. Tak makan jengkol, rakyat tak akan kelaparan. Kenaikan harga jengkol juga tidak akan terlalu mengganggu stabilitas ekonomi. Lagian kebanyakan makan jengkol pun bisa mabuk jengkol. Karenanya mahalnya jengkol juga tak akan terlalu merugikan konsumen. Nah kalau harga jengkol mahal tapi bisa bikin petani jengkol untung, saya rasa tak mengapa. ***

Mereka menilai Perda itu akan berujung pada Pemdanisasi PLN, atau pengelolaan PLN dilakukan oleh daerah. “Kami menolak Perda Kelistrikan Sumbar, menolak pemdanisasi PLN, dan menolak privatisasi PLN,” kata pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPP) SP PLN Sumbar, Adri membakar semangat anggotanya. Dia mengatakan pada dasarnya, yang mereka tolak adalah adanya upaya penyerahan tanggungjawab negara ke daerah terhadap PLN dalam Perda tersebut. “Kami menilai ada upaya untuk menyerahkan tanggung jawab kelistrikan ke daerah. Jika nanti PLN diserahkan ke daerah, dan dikelola melalui BUMD, akan sangat merugikan masyarakat. Karena ada upaya pemerintah berusaha pelan-pelan menghilangkan subsidi dari sana, lewat Perda itu yang merujuk UU Nomor 30 tahun 2009. Kalau tidak ada subsidi listrik akan semakin mahal,” kilahnya. Kejadian serupa kata Adri, juga terjadi di provinsi lain. “Makanya upaya ini harus dilawan bersama,” ujarnya di halaman kantor Gubernur, Senin (10/6). Selain SP PLN wilayah Sumbar, hadir pula dalam aksi tersebut perwakilan SP PLN dari Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan lain-lain. Mereka menggelar aksi demontrasi dan longmarch di depan kantor PLN wilayah Sumbar, kantor Gubernur, dan kantor DPRD Sumbar. Dalam aksinya para demonstran meminta gubernur Sumbar Irwan Prayitno untuk tidak menandatangai Perda Kelistrikan itu. PLN Nilai Demo Salah Alamat Aksi demonstrasi yang digelar seratusan anggota serikat pekerja PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dinilai oleh pimpinan PLN wilayah Sumbar sebagai aksi yang salah alamat. “Saya tidak menemukan substansi yang mereka tuntut itu dalam UU ketenagalistrikan,” kata General Manager PLN wilayah Sumbar, Wasito Adi dalam konferensi pers, kemarin. Dia mengatakan Perda

tersebut dibuat menindaklanjuti Undang-undang (UU) Nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. “Yang disetir kawan-kawan SP saya kira adalah ayat 1 pasal 11 dalam UU itu. Mereka lupa ada kelanjutannya di ayat 2 hingga 4,” kata Wasito. Dalam ayat 1 pasal 11 itu disebutkan, “Usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) dilaksanakan oleh badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, badan usaha milik swasta, koperasi, dan swadaya masyarakat yang berusaha di bidang penyediaan tenaga listrik.” Namun, kata Wasito penjelasan ayat 1 tadi, dipertegas dengan ayat 2 dan selanjutnya. Sehingga kewajiban memberi jaminan adanya listrik tetap PLN. “Jadi tidak masuk akan kalau PLN mau di Pemdanisasi. Amanat undang-undang tidak demikian, demo mereka salah alamat,” katanya. Dia mengatakan di Sumbar saat ini masih tersisa 28 persen masyarakat yang belum menikmati keberadaan listrik. Sebagian besar katanya adalah wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai yang medannya memang sangat sulit. Untuk beberapa daerah terpecil, dia mengatakan sudah berdiri beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang rata-rata dikerjakan oleh swasta dan swadaya masyarakat. “Daya yang mereka hasilkan itu dijual ke PLN. PLN yang mendistribusikan ke masyarakat,” ujarnya. Dihubungi terpisah Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar Marzuki Mahdi mengatakan, Perda Kelistrikan yang tengah digodok di DPRD itu, adalah upaya untuk menjamin percepatan pemberian listrik ke masyarakat. “Itu payung hukum untuk keberadaan PLTMH di Sumbar, sehingga daerah terpencil sekalipun dapat menikmati listrik. Perda itu tidak ada hubungannya dengan privatisasi PLN, atau apalah namanya,” ujarnya. (h/cw-sal)

Lansek Manih FM (LANIS FM) Frequensi (FM) 93,6 MHz (FM) Power Suport 1000 Watt ( Blues 30 NV) Alamat Studio/Office : Jl.Sudirman No.191 Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Telp. ( 0754) 20173-20553 Fax. 0754.20158 Email : lansekmanihfm@yahoo.co.id LANSEK MANIH FM “ Penyampai Informasi Pembangunan dan Penyejuk Hati Anak Nagari” >> Editor : Syamsu Rizal

>> Penata Halaman : Irvand


SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

3

Basko Hotel Jadi Pilihan untuk Wapres W

AKIL Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Boediono dan istri Ny Herawati Boediono beserta sejumlah menteri dan wakil menteri dalam kunjungannya ke Padang, 8-9 Juni 2013 menginap di Premier Basko Hotel. Wapres Boediono dan istri menempati President Suite Room sedangkan menteri, wakil menteri, para pejabat lainnya yang tergabung dan rombongan wapres menempati kamar-kamar spesial di satu-satunya hotel bintang lima di Kota Padang ini. Total jumlah kamar yang dibooking oleh rombongan Wapres sebanyak 50 kamar. Premier Basko Hotel menjadi pilihan untuk tempat istirahat Wapres dan istri, karena memang hotel milik H Basrizal Koto ini memiliki fasilitas yang jauh lebih baik dan lebih lengkap di Kota Padang dan Sumatera Barat pada umumnya. Pertimbangan keamanan dan kenyamanan juga menjadi penentu mengapa Premier Basko Hotel menjadi pilihan. Posisi yang

sangat strategis juga menjadi keunggulan tersendiri. Kedatangan Wapres Boediono dan isteri di hotel yang juga terintegrasi dengan Basko Grand Mall ini langsung disambut oleh General Manager (GM) Premier Basko Hotel, Rice Basko. Jajaran manajemen dan karyawan Premier Basko Hotel berupaya memberikan layanan terbaik bagi Wapres Boediono dan isteri beserta rombongan orang nomor dua di Indonesia ini. President Suite Room yang ditempati Wapres Boediono dan Ny Herawati Boediono memang menyajikan kemewahan berkelas internasional yang sejajar dengan hotel mewah ternama di negaranegara maju. Kamar ini bernomor 501 dan dibanderol Rp11 juta per malam. Di President Suite Room Premier Basko Hotel juga pernah menginap putra bungsu Presiden RI SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Ketua DPD RI Irman Gusman, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Pari-

wisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pengestu, Dirut/CEO Bank CIMB Niaga Arwin Rasyid, Dirut Bank Muamalat Arviyan Arifin, Dirut Bank BTN, politisi Jeffrie Geovanie dan lainnya. Dari seluruh tokoh-tokoh nasional yang menginap itu, semuanya selalu memberikan kesan yang baik. Bahkan, saking disukainya, Dirut CIMB Niaga Arwin Rasyid selalu menggunakan fasilitas kamar President Suite apabila melakukan kunjungan ke Sumatera Barat. “Fasilitas kamar President Suite yang kami sediakan di Premier Basko Hotel memang setara dengan fasilitas kamar mewah yang terdapat di berbagai hotel mewah di belahan dunia. Dengan fakta, dan realita itu, kamar President Suite yang ada di Premier Basko Hotel selalu menjadi pilihan utama buat para pengguna jasa penginapan yang berkunjung ke Sumbar,” ujar General Manager Premier Basko Hotel Rice Basko. **

President Suite Room Premier Basko Hotel.

Isteri Wapres Ny Herawati Boediono melambaikan tangan kepada jajaran manajemen Premier Basko Hotel saat tiba di hotel milik H Basrizal Koto ini.

General Manager (GM) Premier Basko Hotel, Rice Basko menyambut kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Boediono.

Seluruh wisudawan melemparkan toga ke atas, meluapkan kegembiraan.

Murid Owner TK, dan Playgroup Primagama memamerkan permainan tradisional sebelum acara wisuda.

Wapres RI Boediono dikawal oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) saat memasuki Premier Basko Hotel.

Wapres RI Boediono tersenyum ramah kepada manajemen Premier Basko Hotel yang mengucapkan selamat datang kepada wapres.

Murid Owner TK, dan Playgroup Primagama memamerkan tari sebelum acara wisuda.

Kepala Sekolah TK dan Playgroup Primagama Padang Elva Yeni ST memberikan piagam secara simbolis kepada wisudawan.

TK dan Playgroup Primagama Padang Prioritaskan Mutu Pendidikan S

Foto bersama.

Para wisudawan memeluk orang tuanya masing-masing, untuk mengucapkan terimakasih.

Foto para peserta, tamu, dan orang tua wisudawan

EBAGAI salah satu lembaga pendidikan pra dalam pendidikan pra sekolah itu harus mengacu pada sekolah, Taman Kanak-kanak (TK) dan kurikulum umum, depag, dan lokal. Dengan peraturan Playgroup Primagama Padang, terus memacu itu, TK, dan Playgroup Primagama Padang, daya cipta anak-anak. Daya cipta tersebut akan selalu menerapkan kurikulum tersebut. dilahirkan melalui pendekatan nilai budi bahasa, Sehingga, dengan demikian, luagama, sosial, emosional, fisik, motorik, kognitif, lusan TK, dan Playgroup bahasa, seni, dan kemandirian. Primagama Padang, selalu menjadi Demikian disampaikan Owner TK dan Playgroup lulusan terkemuka di K o t a Primagama Padang Zufni Farida yang didampingi Padang,” ungkapnya lagi. Kepala Sekolah TK dan Playgroup Primagama Sementara itu, Padang Elva Yeni ST, pada saat melakukan Kepala Sekolah acara penutupan tahun dan w i s u d a TK dan PlayTK dan Playgroup Primagroup Primagama angkatan VII di Pangegama Paran Beach Hotel, Minggu (9/ dang Elva 6) lalu. “Meskipun lulusan TK dan Playgroup Primagama Padang sudah memiliki kualitas yang mempuni, namun, kami dari pihak yayasan dan pengelola, akan terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan anak-anak. Sehingga, seluruh lulusan memiliki daya saing pada saat bera- OWNER TK dan Playgroup Primagama Padang Zufni Farida memindahkan jambul salah seorang wisudawan. da di jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ujar Owner TK dan Playgroup Yeni ST mengatakan, sebagai pengelola pihaknya selalu mendapat dukungan penuh dari yayasan. Di Primagama Padang Zufni Farida. Dikatakan, salah satu upaya untuk meningkatkan mana, yayasan selalu memberikan dukungan moral, mutu pendidikan itu melalui pendekatan kurikulum. dan finansial untuk memajukan TK, dan Playgroup Di mana TK, dan Playgroup Primagama Padang, Primagama Padang. “Kami sebagai pengelola TK, selalu menjalankan dan menerapkan kurikulum sesuai dan Playgroup Primagama selalu mendapatkan dengan peraturan pemerintah tentang pendidikan dukungan dari pihak yayasan. Sehingga, kami tidak akan kesulitan untuk upaya penigkatan mutu pra sekolah tahun 2004. “Dalam peraturan itu, kurikulum yang harus diterapkan pendidikan,” terangnya.*** >> Editor : Yon Erizon

>> Penata Halaman: Jefli


4 SUMBAR

SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

Delapan Kapolres Dimutasi PADANG, HALUAN— Polda Sumbar melakukan mutasi besar-besaran pada tahun ini. Delapan kapolres ditukar dan sisanya mutasi di lingkungan Mapolda Sumbar.

3 Pelaku Pembunuhan Masih Buron PADANG, HALUAN— Tiga pelaku pembunuhan pemilik kafe Kawasan Atom Center Edo (35) bulan lalu, diperkirakan telah keluar dari Kota Padang. Walaupun demikian, petugas kepolisian terus melacak keberadaannya. “Kami memang masih melacak keberadaan pelaku ini. Anggota saya telah mencari di beberapa tempat biasa berkumpul, ternyata tidak ada. Kami menduga, pelaku ini telah melarikan diri dari Kota Padang,” kata Kapolresta Padang Kombes Pol. Moch Seno melalui Kasat Reskrim Kompol Iwan Ariyandhi, kemarin (10/6). Setelah dikumpul barang bukti dan keterangan saksi-saksi, lanjut Iwan, ternyata salah satu pelaku berinisial “AS” (30) ini masih ada hubungan kekerabatan dengan korban. Sehingga pihaknya pun telah koordinasi dengan keluarganya. Selain itu, tersangka yang terlebih dahulu menyerahkan diri ke Mapolresta Padang yakni Awal (38) masih dalam pelengkapan berkas oleh penyidik Reskrim. Dalam waktu dekat, berkas tersebut akan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Sampai sekarang penyidik masih melengkapi berkas pembunuhan tersebut, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan dilimpahkan ke Kejaksaan,” ungkapnya. Sebelumnya, Edo (35) tewas setelah dirawat di Rumah Sakit Tentara Reksodiwiryo, Minggu (26/5) sekitar pukul 19.25 WIB. Pria ini tewas, karena menga-lami beberapa luka tusuk di sekujur tubuhnya, yang dianiaya oleh empat orang pria. Peristiwa ini terjadi ketika korban ingin membuka kafe di lokasi kejadian itu. Namun, Edo bertemu dengan keempat pelaku tersebut. Kemudian terjadi percekcokan, dan berunjung perang mulut. Setelah itu, pelaku ini langsung mengeluarkan pisau. Akibatnya, Edo langsung lari untuk menyelamatkan dirinya, tapi keempat pelaku itu pun ikut mengejarnya dari Jalan Hiligoo hingga masuk ke dalam Atom Center. Dengan aksi kejar-kejaran tersebut, akhirnya korban tertangkap oleh mereka dan langsung ditusuk. Setelah pelaku itu kabur, maka masyarakat menghubungi pihak kepolisian, dan baru korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun, karena menga-lami luka parah, Edo tidak dapat tertolong lagi. Kemudian salah seorang pelaku menyerahkan diri ke Mapolresta Padang, Senin (27/5) dinihari. Tersangka yang menyerahkan diri itu adalah Awal (38) warga Mata Air, Kecamatan Padang Selatan. Sementara pelaku lain berinisial “A” (34), “AS” (30), dan “BA” (23) masih buron hingga sekarang. (h/nas)

DEMO— Massa pendukung Afandi-Yulius Danil datangi kantor KPU Kota Pariaman, karena pasangan tersebut dinyatakan tak lolos verifikasi, kemarin. BUSTANUL

DINYATAKAN TAK LOLOS

Pendukung Afandi-Yulius Datangi KPU Pariaman PARIAMAN, HALUAN— Dinyatakan tak lolos verifikasi oleh KPU Kota Pariaman, puluhan pendukung bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Pariaman Afandi Haryanto-Yulius Danil, datangi kantor KPU Pariaman. Mereka minta lembaga penyelenggara Pilkada itu untuk bersikap independen dan jangan mau diintervensi oleh pihak lain. Simpatisan dan pendukung pasangan Afandi-Yulius itu datang dengan menggunakan dua truk dan

beberapa sepeda motor. Sebagian besar di antara mereka merupakan ibu-ibu. Koordintas aksi Ali Nurdin menyebutkan, semestinya KPU bertindak jujur dan transparan dalam melakukan proses verifikasi. Ia juga minta penyelenggara berlaku adil dan tidak menuruti kehendak mereka yang berkuasa. Demo berjalan selama dua jam dan hampir tidak ada tindakan yang mengarah anarkis. Walaupun begitu, petugas kepolisian tetap

menjaga demo itu dengan ketat, agar tidak terjadi kejadian yang tak diinginkan. Pasangan Afandi-Yulius ini tersandung berkas dukungan dari dua partai, yakni Partai Nasreb dan PKBIB. Kedua partai ini ketika diverifikasi, ternyata tidak ada dukungan dari pengurus atau ketua DPP. “Ketika diverifikasi, ternyata partai bersangkutan tidak mendukung pasangan bersangkutan,” ujar Ketua KPU Pariaman Indra Jaya, kemarin.(h/cw-bus)

Azwir Nilai Helmi Pantas Pimpin Pariaman PARIAMAN, HALUAN— Pasangan Helmi Darlis- Mardison Mahyuddin yang dikenal dengan “Helm”, dinilai tepat dan pantas memimpin kota Pariaman lima tahun ke depan. Penilaian itu disampaikan oleh Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara, saat berkunjung ke Kota Pariaman, kemarin. “Helmi Darlis berpengalaman di pemerintahan sebagai wakil walikota Pariaman sekarang. Sedangkan Mardison Mahyuddin berpengalaman memimpin lembaga legislatif DPRD kota Pariaman. Saya orang pertama yang berada di garda depan mendukung Helm,” kata HM Azwir Dainy Tara, yang juga Fungsionaris Partai Golkar saat silaturahmi di Surau Madani Palak Aneh. Silaturahmi ini dihadiri calon walikota Pariaman Helmi Darlis dan calon wakil walikota Mardison

Mahyuddin, calon anggota DPR-RI Ananda Mutiara Rezeki Tara, calon anggota DPRD Sumbar Delfiyenti dan Mhd Khomeny Tara, calon anggota DPRD kota Pariaman Edi Effendi, calon anggota DPRD kota Pariaman Dasril dan Kepala Jorong Palak Aneh beserta masyarakat lainnya Helmi Darlis yang saat ini masih memangku jabatan wakil walikota Pariaman meminta masyarakat, untuk memanfaatkan hak pilihnya dengan baik. Jangan terbuai dengan janji-janji manis yang justru hanya sekadar untuk menarik perhatian rakyat saja. Hal serupa juga dipaparkan Mardison Mahyuddin. Sebagai pimpinan DPRD atau wakil rakyat, mengaku tahu betul tata cara penganggaran. Apapun yang dilaksanakan oleh pemda, semua adalah rumusan DPRD selaku lembaga legistatif.

“Justru itu jika ada yang mengklaim bahwa program pendidikan gratis adalah usaha dia, semua tidak benar. Sebab penentuan anggaran itu adalah kerja bersama,” kata Mardison. Azwir juga menyampaikan keberadaan Ananda Mutiara Rezeki Tara, yang akan maju menjadi calon anggota DPR-RI dari wilayah Sumbar II. HM Yamin Feriyanto Tara sebagai calon anggota DPD-RI, dan Mhd Khomeny Tara sebagai calon anggota DPRD Sumbar wilayah pemilihan Bukittinggi dan Agam sementara dia sendiri ditugasi Partai Golkar untuk tetap memperkuat wilayah Sumbar I. “Saya harus memperkuat wilayah Sumbar I agar Partai Golkar bisa menambah wakilnya di legislatif pusat untuk 5 tahun ke depan,” kata Azwir. (h/one).

Kader PDIP Gelar Tahlilan untuk Taufik Kiemas PADANG, HALUAN—Selama seminggu penuh, keluarga besar PDI Perjuangan (PDI-P) yang berada di Sumbar mengadakan tahlilan di berbagai tempat yang berbeda. Tahlilan untuk almarhum Taufik Kiemas ini sudah dimulai sejak Minggu (9/6) lalu dan akan berakhir Sabtu (15/60 mendatang. Tahilian ini di antaranya digelar di sekretariat DPD PDI-P Sumbar di Ulak Karang, Padang dan kediaman keluarga besar Taufik Kiemas di Batipuh, Tanah Datar. Khusus untuk DPD ini, mengundang 30 anggota Bamusi (Baitul Muslimin Indonesia), yang merupakan organisasi sayap PDIP.

Ketua Panitia Tahlillan Zainal Abidin Taher mengatakan, tahlilan ini untuk menyejukkan jiwa almarhum yang sudah berada di alam baka. Hadir dalam tahlilan ini, Halius Hosen, bacaleg dari PDI P untuk DPR RI, Dewan Pertimbangan Daerah PDIP Baharudin yang merupakan mantan Ketua Komnas HAM Sumbar. “Kami mengimbau para kader dan simpatisan bsia menghadiri atau menggelar tahlilan ini di tempat masingmasing,” kata Zainal, Senin (10/6) didampingi Wakil Ketua DPD PDI-P Sumbar Yeni S Tanjung, Dewan Pertimbangan Daerah Baharudin Joni Halim, H Is, Zulfahrudin, dan Oyon Syafie. Selain di Padang, tahlilian juga

di gelar di Batipuh yang dikomandoi Rizanto Algamar. Aksi spontan ini juga terjadi di DPC Pasaman Barat, Dharmasraya, Pariaman dan daerah lainnya. Wakil Ketua DPD PDI-P Yeni S Tanjung mengatakan, bahwa dirinya punya ingatan khsusus tentang sikap negarawan ini. “Saya tidak bisa lupa, ketika Pak Taufik, memannggil seorang anggota satgas yang bernama Oyon, berada sangat jauh darinya. Saya jadi tahu, kalau beliau selalu mengormati apa yang sudah dilakukan kader terhadap partainya,” ucap Yeni. Kemudian, kata Yeni, Taufik pun dikenal, sebagai orang yang tidak

pernah lupa dengan siapa dirinya bertemu. Menurut Ynei, ingatannya ini luar biasa sekali. Sebagai kader PDI-P dan juga berada dibawah asuhan Taufik Kiemas, kader PDI-P yang berada di Sumbar pun berjanji akan meneruskan apa yang sudah dilakukan oleh Taufik Kiemas. Seperti tetap mengamalkan empat pilar demokrasi dan menjadi pemersatu bagi semua perbedaan. Yeni pun mengatakan, dengan kepergian almarhum, kader PDI-P sendiri tidak akan lari begitu saja, karena kehilangan salah seorang tokoh yang dikagumi. “Kami malah berpikir, elektabilitas PDI-P akan nasik setelah ini,” jelasnya. (h/eni)

Pelantikan sejumlah perwira tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolda Sumbar Brigjen Pol. Nur Ali di Mapolda Sumbar, Senin (10/ 6). Sebanyak 16 perwira yang dimutasi yakni Kombes Pol. Mujiyono sebelumnya menjadi Karo SDM Polda Sumbar menjadi Direktur Reskrimsus Polda Jabar, dan digantikan oleh Kombes Pol. Eko Para Setyo, sebelumnya bertugas menjadi Dosen Utama STIK Lemdikpol. Kemudian Kapolres Pesisir Selatan AKBP Haryanto Syarifudin dimutasi ke Kasubbid Sespimma Bidkumdang Sespim Polri, dan digantikan oleh AKBP Toto Fajar Prasetyo, sebelumnya bertugas Kasubag Sisindo Srena Polri. Lalu, Kapolres Dhamasraya AKBP Chairul Aziz kini menjabat sebagai Wakapolresta Padang, dan jabatan kapolres tersebut digantikan oleh AKBP Bondan Witjaksono, sebelumnya menjabat Kapolres Pariaman, dan Kapolres Pariaman diisi oleh AKBP Gandung D Wardoyo, sebelumnya menjabat Kabag Dalpres RO SDM Polda Banten. Setelah itu, Kapolres 50 Kota AKBP Partomo Iriananto, sekarang menjabat sebagai Wadir Reskrimum Polda Sumbar, dan digantikan oleh AKBP Cucuk Trihono sebelumnya menjabat Kapolres Mentawai, dan Kapolres Mentawai diisi oleh AKBP Denny Siahaan, sebelumnya Kabag

Bin Opsnal Dit Pamobvit. Dilanjutkan, Kapolres Pasbar AKBP Prabowo Santoso dimutasi ke Kasubbid Sespimti Bid Bingadik Sespim Polri Lemdikpol, digantikan oleh AKBP Syofyan Hidayat yang sebelumnya menjabat Kapolres Padang Panjang, dan Kapolres Padang Panjang diisi oleh AKBP Djoni Hendra, yang sebelumnya menjabat Kabag Binsis Pusdik Lantas Lemdikpol. Kemudian Kapolres Solsel AKBP Djoko Trisulo dipindahkan ke Pamen STIK Lemdikpol, digantikan oleh AKBP Nanang Putu, yang sebelumnya menjabat Kabag RBP Rorena Polda Sumbar. Selain itu, Kabid Humas Polda Sumbar diisi oleh AKBP Syamsi, yang sebelumnya menjabat Wadir Lantas Polda. Nur Ali mengatakan, pergantian tersebut dilakukan hanya untuk penyegaran di jajaran Polda Sumbar, dan tidak ada hubungan semua perwira dimutasikan ini bermasalah. “Mutasi ini murni untuk penyegaran di jajaran Polda Sumbar,” katanya. Dijelaskannya, dengan dilantiknya 16 perwira tersebut, semoga bisa merubah menjadi lebih baik di jajaran Polda Sumbar. “Saya mengharapkan kepada semua perwira yang baru dilantik, siap mengabdi, dan melayani masyarakat. Sebab, kita Polri sebagai pengayom, pelindung masyarakat,” harapnya. (h/nas)

Embarkasi Padang Terima ISO 9001:2008 PADANG, HALUAN—Embarkasi Padang memperoleh penghargaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008 dari Badan Standarisasi Nasional (BSN). Penghargaan ini tak terlepas dari pelayanan dalam penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Penghargaan ini merupakan penantian yang cukup panjang, setelah mulai dilakukan penilaian sejak tahun 2009 lalu. Embarkasi Padang mulai beroperasi tahun 2006 lalu. Tahun 2009 mulai dinilai. Dan tahun ini baru bisa dapat penghargaan. “Kita lulus penilaian oleh tim yang diturunkan BSN. Penilaian itu telah dimulai sejak 2009 silam, setelah embarkasi ini berjalan 3 tahun,” kata Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Ismail Usman didampingi kepada wartawan, Senin (10/6). Embarkasi Padang merupakan embarkasi ketiga yang menerima penghargaan ISO 9001 : 2008, setelah Embarkasi Medan dan Embarkasi Surabaya. Penghargaan yang diperoleh ini merupakan tantangan ke depan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi para tamu Allah. Sedangkan kriteria peni-

>> Editor : Rudi Antono

laian untuk mendapatkan penghargaan itu yakni, menyangkut administrasi, pelayanan keberangkatan dan pemulangan jamaah, sarana dan prasarana embarkasi dan kepuasan jamaah. Ditambahkan Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Tasman Khaidir, walau sudah mendapat penghargaan, tak membuat jajaran Kanwil Kemenag berpuas diri. Pasalnya penghargaan ini akan dievaluasi setiap tiga tahun sekali. Jika dalam hasil evaluasi itu menunjukan penurunan, alhasil penghargaan ISO yang telah didapat terancam dicabut kembali. Untuk itu, katanya demi mempertahankan penghargaan yang telah diraih, ke depan pihaknya akan terus melakukan peningkatan dan pembenahan terutama dari segi pelayanan. Diantaranya, melakukan perbai kan fasilitas pendukung seperti penggantian kubah mesjid di Asrama haji, pembuatan selasar baru yang menghubungkan beberapa bagian gedung, perbaikan tempat sa’i, serta pembuatan WC baru. “Selain WC tipe duduk, kita juga buatkan untuk tipe jongkok,” ulasnya. (h/vie)

>> Penata Halaman: Jefli


SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

Calon Legislatif Menjaga Lingkungan dengan Pola Hidup Bersih UNCAK PERINGATAN Hari Lingkungan Hidup Sedunia kemarin dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan penghargaan kepada 149 kota yang telah berkontribusi pada pengelolaan lingkungan. Sumatera Barat sendiri boleh berbangga. Betapa tidak, tahun ini enam kota di Sumbar meraih penghargaan bergengsi tropi Adipura. Keenam kota itu adalah Payakumbuh, Solok, Padang Panjang, Painan, Lubuk Sikaping dan Pariaman. Sementara Kota Padang harus puas membawa pulang sertifikat Adipura. Tahun lalu, hanya tiga kota di Sumbar yang memperoleh Adipura yakni Kota Solok, Padang Panjang dan Payakumbuh. Selain itu, Pemprov Sumbar dan Pemkab Pesisir Selatan juga meraih tropi Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD). Sumbar juga berjaya dengan memperoleh tiga penghargaan Kalpataru, masing-masing kategori pembina lingkungan diraih Amran Nur (Walikota Sawahlunto), kategori penyelamat lingkungan diraih Pemerintahan Nagari Koto Malintang (Agam) dan kategori pengabdi lingkungan diraih Darpius Indra (Pessel). Selain itu, Sumbar juga sukses dengan perolehan penghargaan Adiwiyata Mandiri yang diraih 10 sekolah. Prestasi ini meningkat dibanding tahun lalu yang hanya dua sekolah memperoleh Adiwiyata Mandiri. 10 sekolah yang tahun ini memperoleh Adiyata Mandiri masing-masing SDN 06 Aur Tajungkang Tengah Sawah (Bukittinggi), SDN 05 Pauh (Pasaman), SDSN 20 Indarung (Padang), SDN 01 Pauh Kurai Taji (Kota Pariaman), SDN 17 Aro (Kota Solok), SDN 10 Sungai Sapih (Padang), SMP Semen Padang (Padang), SMAN 6 Padang (Padang), MAN 2 Padang, SMAN 2 Lubuk Basung (Agam). Kita mengucapkan selamat kepada para peraih penghargaan tingkat nasional tersebut. Ini adalah bukti kepedulian terhadap lingkungan yang semakin tinggi. Semua penghargaan ini diharapkan menjadi pendorong bagi daerah untuk lebih memperhatikan masalah lingkungan, sekaligus menggugah kesadaran masyarakat terhadap arti penting menjaga kebersihan lingkungan. Sebab seperti dikemukakan Kepala Bapedalda Sumbar Asrizal Asnan, Adipura tak sekedar simbol kota bersih, tetapi juga mengajak warga peduli dalam proses pemilahan dan daur ulang sampah serta menjaga kualitas air. Meski sudah sepertiga kota di Sumbar yang memperoleh Adipura, namun kita tidak boleh berpuas diri. Kota-kota lainnya yang tahun ini belum beruntung tetap sajalah membeberikan perhatian terhadap kebersihan lingkungan. Sebab Adipura bukanlah tujuan utama, tetapi yang paling penting adalah menjaga lingkungan tetap bersih, tertib dan indah. Peran pemerintah masih sangat diperlukan untuk mengajak masyarakatnya menjaga lingkungan dan mencari pemecahan masalah terhadap sampah kota. Sebab hingga hari ini masih saja ada kota yang mempunyai problem untuk membuang sampah. Benar apa yang dikatakan Kabag Humas Pemko Padang Panjang Ampera Salim, kesadaran akan kebersihan tidak hanya didasarkan pada penilaian Adipura saja, melainkan bisa dijadikan sebagai pola hidup bersih oleh masyarakat. Hidup bersih akan bermanfaat bagi seluruh aspek kehidupan warga, seperti kesehatan yang membaik. Kita akan sulit terhindar dari berbagai penyakit akibat lingkungan yang kotor dan tidak terawat. Karena itu,menjaga kebersihan lingkungan sangatlah berguna untuk kita semua karena dapat menciptakan kehidupan yang aman, sejuk dan sehat. Lingkungan yang bersih juga akan menciptakan udara yang bersih, terbebas dari debu yang bisa merusak kesehatan. Pola hidup bersih ini harus kita mulai dari lingkungan terkecil. Mulai dari menjaga kebersihan rumah, pekarangan, selokan dan jalan sekitar tempat tinggal, lingkungan sekolah, kantor dan sebagainya. Alangkah sejuknya mata kita memandang lingkungan yang bersih dan asri. Sayang, masih sering kita melihat orang membuang sampah sembarang tempat. Dari atas mobil sampah bekas bungkusan dan sisa-sisa makanan dibuang saja ke tengah jalan hingga mengganggu kebersihan lingkungan. Padahal, dalam Islam kita diajarkan untuk selalu hidup bersih, karena kebersihan adalah sebagaian dari iman. Nah, kalau semua kita susah menerapkan pola hidup bersih, maka pekerjaan petugas kebersihan pun akan terbantu.***

P

„ „

Pria Juga Bisa Ikut KB Ya iyalah

„

Pecandu Narkoba di Sumbar Masih Tinggi

„

Perketat pengawasan

PEMBERITAHUAN SETIAP artikel/opini yang dikirim ke Redaksi Haluan, panjang tulisan minimal 1.000 words (kata) dan maksimal 1.350 words (kata). Hendaknya artikel tak dikirim secara bersamaan ke media lain yang terbit di Kota Padang. Setelah 15 hari jika artikel tak dimuat, maka tulisan tersebut kami nilai tak layak muat. Terima kasih. Pemimpin Umum: H. Basrizal Koto WPU / Penanggungjawab: Zul Effendi, Pemimpin Redaksi: Yon Erizon Pemimpin Perusahaan: Indra Helmi

Terbit Sejak 1948 Pendiri H. Kasoema

Redaktur Pelaksana: Ismet Fanany MD Redaktur Pelaksana: Syamsu Rizal

Penerbit: Litbang & Online Media: Eko Yanche E PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP Koordinator Minggu: David Ramadian No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 Koordinator Liputan: Rudi Antono 1985 tanggal 19 November 1985. Manajer Cetak: Mardius Caniago

OLEH: SYAFIQ BASRI ASSEGAFF Konsultan Komunikasi, pengajar di Universitas Paramadina dan The London School of Public Relations, Jakarta. Twitter: @sbasria. UDAH jamak pada setiap menjelang pemilu, hiruk pikuk pendaftaran calon legislatif mewarnai berbagai media. Orang berbondongbondong mengajukan diri sebagai yang hebat, yang pantas dipilih, yang paling tepat mewakili pemilih. Orang berebutan nomor cantik dan lokasi paling memungkinkan bagi dirinya untuk dipilih sebagai anggota legislatif. Para calon legislatif (caleg) itu pasti punya semangat tinggi. Dada mereka membusung, dan lidah yang siap memberondongkan berbagai janji. Uang ratusan juta atau miliaran rupiah mulai disiapkan, di rekening atau dalam dompet mereka – untuk modal kampanye di tengah para calon pemilih. Dan para calon pemilih itu sekarang sudah makin pandai dan kritis. Meski mungkin akan menerima uang dari beberapa caleg, mereka lebih paham siapa sebenarnya yang kelak harus dipilih di bilik pencontrengan. Dalam bahasa komunikasi, siapa yang akhirnya dipilih itu sebuah ‘outcome’, alias hasil akhir yang paling diharapkan setiap caleg. Outcome itu jauh lebih penting dari ‘output’ seperti iklan, spanduk, pidato kampanye, seminar, talk show, jamuan makan untuk memanjakan khalayak, dan sebagainya — yang lazimnya merupakan keluaran atau kegiatan yang dilakukan sang caleg dan tim suksesnya. Ibarat penjualan produk, maka outcome ‘siapa yang akhirnya dipilih’ itu serupa dengan ‘barang mana yang akhirnya dibeli’ oleh pasar yang menjadi sasaran. Berhubung kini persaingan ‘pasar’ pemilih kian ketat, dan rata-

S

rata semakin pintar, otomatis para calon anggota DPR itu mesti lebih smart dalam melakukan strategi. Jangan mudah yakin pada khalayak yang tampaknya senang menerima ‘promosi’ Anda berupa uang, karena itu bisa jadi dianggap sebuah ‘suap’ atau minimal ‘hadiah’ dari Anda – sementara urusan di TPS nanti hanya Tuhan yang tahu. Layaknya orang membeli produk, sangat boleh jadi mereka akan mencoba berbagai produk pesaing lebih dulu – dan saat pemilu para calon legislator itu dianggap sebagai para pesaing yang memperebutkan pemilih. Alihalih dari menjadi ‘pasar’, para pemilih yang makin pandai itu kini justru menjadikan para caleg sebagai ‘pasar’ mereka. Maka, kini terpulang kepada para caleg, bagaimana mereka bisa menggiring calon pemilih secara meyakinkan sehingga akhirnya mereka menjadi konstituen sang caleg. Para caleg idealnya tidak hanya mengharapkan khalayaknya menjadi pemilih dirinya. Tetapi lebih dari itu, semestinya sang khalayak bisa menjadi ‘duta’ alias ‘brand ambassador’ atau ‘advocate’ bagi sang caleg. Untuk itu, salah satu langkah yang relatif murah dan efektif adalah memanfaatkan strategi ‘sambung lidah’. Ahli marketing biasa menyebut strategi ‘getok tular’ ini dengan word of mouth, yakni kegiatan ketika seorang di antara audience atau konsumen memberi informasi kepada khalayak atau konsumen lain. Strategi sambung lidah Teknik ‘sambung lidah’ atau word of mouth (WOM) lazimnya digunakan untuk

memberi alasan agar orang bicara tentang sesuatu, baik yang berupa produk, jasa atau pun politisi seperti caleg. Lewat teknik itu, penggagas WOM secara sengaja menggiring dan mempermudah terjadinya pembicaraan di antara khalayak. Guna mencapai tujuannya, WOM didasarkan pada konsep-konsep pemuasan konsumen, adanya dialog dua-arah, dan komunikasi yang transparan. Yang terakhir ini memang agak repot bagi orang politik seperti caleg, karena seringkali mereka terjebak untuk bersikap kurang terbuka. Berhubung tujuan akhir kegiatan getok tular itu adalah untuk memperoleh ‘brand advocates’, maka penggagasnya harus meningkatkan semangat khalayak, memberi kesempatan mereka bicara, dan menyediakan sarana untuk saling berbagi dengan orang lain. Seorang caleg yang pandai atau tim suksesnya akan mendengar dengan seksama dan memberi respon terhadap perbincangan yang terjadi, meskipun masukan yang diperoleh itu bernada negatif. Kalau mau efektif, dalam pelaksanaan WOM itu sang penggagas harus mendidik khalayak tentang sang caleg, mengidentifikasikan siapa saja di antara khalayak yang paling mungkin berbagi pembicaraan, mempelajari berbagai pendapat yang dibicarakan bersama (shared opinion), dan mendengar serta memberi respon. Meski tidak mudah, karena memerlukan pengorganisasian yang rapi, perhatian serius dan tempo yang relatif panjang, untungnya WOM lebih murah ketimbang program kampanye lewat iklan. Selain itu kegiatan WOM yang terorganisir dengan baik bisa dilaksanakan sampai di tingkat akar rumput (grassroot) yang jauh sekali pun. Untungnya lagi, berhubung perbincangan terjadi dalam

kelompok-kelompok kecil, kegiatan WOM bisa dilakukan jauh sebelum masa kampanye dimulai. Ini misalnya dapat dilakukan dengan cara pengorganisasian grassroot, membentuk relawan dan memotivasi mereka untuk terlibat secara personal dalam perbincanganperbincangan lokal. Selain itu, pengelola WOM bisa menciptakan juru bicara, semacam evangelist atau advocates yang didorong untuk mengambil peran sebagai pemimpin dan menyebarkan pesan-pesan atas nama sang caleg. Ia kemudian menciptakan komunitas-komunitas kecil yang spesifik untuk saling berbagi minat yang sama, semacam forum atau fans club. Bila selama ini para ahli di bidang marketing menyarankan penggunaan WOM, itu karena dampaknya yang besar. Menurut mereka, lazimnya konsumen yang puas akan memberitahu kepada 3-4 orang lain tentang produk atau jasa yang dipakainya. Sebaliknya, mereka yang tidak puas atau kecewa, repotnya, akan bercerita kepada 11 orang lain. Bukti lain menyebutkan bahwa WOM mempengaruhi 80% keputusan untuk membeli. Sebagai medium paling kuat di planet kita, WOM menciptakan trust bagi sebuah produk atau brand, mendorong terjadinya komunikasi antara berbagai individu, menciptakan komunitas dan menghubungkan orang-orang dalam sebuah kelompok. Data lain menunjukkan bahwa interaksi personal yang muncul berkat adanya WOM membawa dampak lebih besar bagi pembentukan opini ketimbang iklan biasa. Sebenarnya tanpa diminta pun secara alami hampir semua orang melakukan kegiatan ‘getok tular’, khususnya ketika mereka merasakan kepuasan atau kekecewaan dan ingin saling berbagi.

OPINI 5 Tetapi, strategi yang kita maksudkan di sini adalah apa yang disebut dengan Amplified WOM, yang muncul ketika penggagas kegiatan ini merekayasa suasana untuk mengakselerasikan adanya WOM. Salah satu teknik WOM yang bisa diadopsi para caleg barangkali adalah yang di dunia komersial disebut dengan ‘influencer marketing’, yakni ketika sang pemasar menetapkan individu kunci yang bisa memengaruhi orang lain. Sang influencer itu boleh jadi adalah para pembeli akhir (end consumers) atau pihak ketiga seperti konsultan, penasihat dan analis. Di sini, penggagas mengidentifikasi para influencer dan me-ranking mereka sesuai urutan penting tidaknya. Setelah identifikasi itu, ada tiga hal lain yang dilakukan. Pertama, mendekati para influencers, untuk meningkatkan awareness tentang sang caleg di tengah komunitas influencer. Kedua, caleg bersama dengan influencer yang direkrutnya meningkatkan kesadaran (awareness) khalayak tentang diri sang caleg. Terakhir, ini yang paling penting, mengubah sang influencer menjadi ‘advocates’, alias ‘duta bagi caleg’, sehingga kapan pun dan di mana pun mereka akan mempromosikan sang caleg meski ketika caleg itu tidak berada di tengah daerah pemilihannya. Penting dicatat, bahwa dalam pelaksanaan WOM semua caleg dan tim suksesnya mesti bersikap jujur, transparan, dan menjunjung etika. Pelaku WOM harus menegaskan secara terbuka siapa yang diwakilinya, dan hanya mengatakan yang benarbenar diyakininya. Lagi pula, di saat banyak kader partai politik terlibat korupsi belakangan ini, jelas pemilih hanya bisa didekati oleh mereka yang berakhlak, dan punya integritas. ***

Wanita-wanita Cantik Penghias Korupsi OLEH: MIRAWATI UNIANG Freelance Writer Tinggal di Padang DA yang menarik dalam kasus korupsi suap kuota daging sapi yang menyeret mantan Presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaq (LHI), yakni keterlibatan sejumlah wanita cantik. Bermula dari penangkapan Ahmad Fathonah sebagai orang dekat LHI. Seperti yang ramai diberitakan, Ahmad Fathonah digerebek KPK pada 29 Januari 2013 lalu bersama seorang wanita bernama Maharani Suciyono saat berada dalam kamar sebuah hotel di Jakarta. KPK kemudian melepas Rani – sapaan Maharani – karena tidak terbukti keterlibatannya dalam kasus tersebut. Berkembang rumors, Rani diumpankan sebagai gratifikasi seks. Pemeriksaan intensif terhadap para tersangka, ternyata memunculkan wanita cantik lainnya. Kali ini giliran artis Ayu Azhari. Kedatangan wanita beranak enam itu di gedung KPK awal Mei kemarin, sontak menarik perhatian wartawan yang sedang meliput. Ayu dipanggil KPK sebagai saksi dalam dugaan pencucian uang dan suap impor daging sapi untuk tersangka Ahmad Fathonah. Setelah berkali-kali menyebut dirinya sebagai korban Ahmad Fathanah, Ayu kemudian menyerahkan uang sebesar 20 juta rupiah dan 1.800 dolar Amerika kepada KPK. Artis yang pernah dijuliki bom seks itu menyebut, tidak ada pemberian uang dari Ahmad Fathonah melainkan

A

uang panjar (deposit) untuk pekerjaan yang dijanjikan Ahmad Fathanah. Setelah Ayu, rupanya KPK mengendus keterlibatan wanita cantik lainnya. Perempuan itu bernama Vitalia Syesha yang berprofesi sebagai model di majalah pria dewasa. Jika Ayu Azhari mati-matian membantah adanya pemberian uang dan kedekatannya dengan Ahmad Fathanah, Vitalia Syesha justru bersikap sebaliknya. Kepada KPK, Vitalia mengakui telah diberi sebuah mobil merk Honda Jazz dan jam tangan mewah. Namun, wanita muda itu mengakui hubungan mereka sebatas pertemanan saja. Petualangan Ahmad Fathonah dengan sejumlah wanita cantik, ternyata tidak berakhir pada Vitalia Shesya. Belakangan, muncul pula nama-nama lain seperti Tri Rahayu dan Septi Sanustika. Dua nama terakhir ini disebut-sebut sebagai isteri simpanan makelar kasus suap kuota daging tersebut. Rupanya, Ahmad Fathanah memang lihai “membelanjakan” uang hasil korupsinya. Ia menjalin relasi dan kedekatan dengan sejumlah wanita cantik bahkan dengan mereka yang berlatar belakang entertainment. Pengacara kontroversial Farhat Abbas bahkan menyebut, tahun 2005 lalu Ahmad Fathonah pernah memberikan sejumlah uang dan barang mewah kepada seorang artis berinisial NA.

PPATK juga merilis temuan adanya 20 nama perempuan yang kecipratan uang Ahmad Fathonah. Belakangan yang paling fenomenal adalah kemunculan nama Darin Mumtazah, seorang pelajar yang disebut-sebut memiliki keintiman dengan LHI. Nama Darin ikut terseret pusaran korupsi yang melibatkan petinggi PKS itu. Mencermati maraknya kasus korupsi di negeri tercinta ini, Ahmad Fathonah bukan satu-satunya tersangka tindak pidana pencucian uang yang tersangkut sejumlah wanita cantik. Sebelumnya, Djoko Susilo, tersangka kasus Simulator SIM juga muncul dengan berita menghebohkan. KPK membekukan sejumlah aset Djoko Susilo bernilai ratusan miliar yang sudah dialihnamakan atas nama sejumlah wanita yang ditengarai sebagai isteri sirinya. Salah satunya Dipta Anindita, Runner-up Putri Solo yang dinikahi Djoko beberapa tahun silam. Harta Djoko Susilo tak hanya di Jakarta atau Pulau Jawa tapi hingga ke Pulau Dewata Bali. Baik Djoko Susilo maupun Ahmad Fathonah, keduanya dijerat Undangundang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang . Baik pelaku maupun penerima, keduanya bisa dikenai sanksi. Menarik! Sepertinya, para pria memang tidak bisa dipisahkan dari 3 ta yakni harta, tahta dan wanita. Yang terakhir ini menjadi magnet yang sangat dasyat dan sulit ditepis para pria. Filosofi ini benar-benar dihayati para pria untuk menikmati dan menyempurnakan hidupnya.

Jamak terjadi, semakin mapan finansial seorang pria, semakin banyak wanita yang mengelilinginya. Dalam konteks ini, pria tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Relasi kedua pihak bersifat simbiosis mutualisme, saling menguntungkan. Para pria haus syahwat/birahi, sedangkan yang wanita membutuhkan uang, materi dan benda-benda berharga lainnya. Apalagi kehidupan ibukota yang sangat matrealistis dan hedonis. Memasuki kehidupan para borjuis dan sosialita merupakan gerbang bagi wanita urban perkotaan untuk menunjukkan eksistensinya. Maka, segala cara pun ditempuh, termasuk menerima pemberian materi dari pria-pria mapan pemburu syahwat dan kekuasaan. Apa yang terjadi pada Suci Maharani cs adalah segelintir kehidupan metropolis yang terus menggerus tatanan nilai-nilai kehidupan. Lalu, apakah wanitanya yang harus disalahkan? Tidak juga! Sekali lagi, relasi keduanya berjalan seimbang, saling memanfaatkan. Ada permintaan karena ada penawaran. Tidak mungkin berjalan satu arah. Sulit untuk mengubah kondisi tersebut. Karena, selain sudah menjadi life style masyarakat urban perkotaan, yang namanya candu wanita itu, sudah ada sejak zaman kuda gigit besi sampai era twitter dan youtube. Sebuah kondisi yang sangat ironis! Di saat para wanita di negeri ini berkoarkoar meminta persamaan hak, menuntut ilmu setinggitingginya hingga mengabaikan peran-peran domestiknya, sebagian yang lain justru

sibuk berasyik masyuk menjadi “simpanan” para pria berduit. Siapa sangka, pengusutan kasus korupsi justru membuka lembar kelam keterlibatan sejumlah wanita sebagai objek seks sekaligus sarana money laundry para koruptor. Besar kemungkinan, massifnya KPK mengusut kasus korupsi di negeri ini akan semakin membuka lebih banyak lagi keterlibatan para wanita cantik yang menghiasi kehidupan para tersangka. Sebab, antara korupsi dan wanita itu bagaikan dua sisi mata uang, berjalan beriringan dan satu paket. Pepatah lama mengatakan, dimana ada gula (pria mapan) disitu akan ada semut (wanita penggoda). Diprediksi, pengusutan kasus korupsi berikutnya akan memunculkan Maharani atau Vitalia- Vitalia lainnya, dengan segudang cerita dan pengalaman yang lebih seru tentunya. Kita tunggu saja! Ada yang menyebut, lemahnya iman ditengarai sebagai penyebab bobrok dan merajarelanya korupsi dan kemaksiatan. Tapi sebenarnya, faktor keimanan hanya menyumbang sekian persen. Faktanya, mereka yang berlatar belakang ilmu agama mumpuni dan kadar keimanan yang tinggi, juga banyak yang terperosok pada lembah korupsi, manipulasi dan tindak pidana lainnya. Justru yang dituntut disini adalah pengendalian diri dalam segala situasi dan kondisi. Khususnya bagi pria, untuk selalu mengendalikan syahwat akan harta, tahta, terutama wanita. ***

Direktur Haluan Media Group: H Desfandri. Dewan Redaksi : H. Basrizal Koto, H. Desfandri, H. Hasril Chaniago, Zul Effendi, Yon Erizon, Indra Helmi, Ismet Fanany MD, Eko Yanche Edrie, Syamsu Rizal, Sekretaris Redaksi: Silvia Oktarice, Redaktur: Afrianita, Atviarni, Dodi Nurja, Nova Anggraini, Rahmatul Akbar. Asisten Redaktur: Devi Diani. Reporter Padang: Ade Budi Kurniati, Nasrizal, Perwakilan Bukittinggi: Haswandi (Plt Kepala), Syamsuardi S, Ridwan, Pariaman/Padang Pariaman: Dedi Salim, Trisnaldi, Payakumbuh/Limapuluh Kota: Zulkifli, Syafril Nita, Sri Mulyati, M Siebert, Pasaman:Atos Indria, Ahdi Susanto, Welina, Agam: Rahmat Hidayat, Kasra Scorpi, Padang Panjang: Iwan DN, Rian Syair, Tanah Datar: Yuldaveri, Emrizal, Pasaman Barat: Suryandika, M. Junir, Gusmizar, Pesisir Selatan: Sabrul Bayang, M. Joni, Haridman, Kabupaten Solok/Kota Solok: Syamsuardi Hasan, Riswan Jaya, Alfian, Almito, Marnus Chaniago, Solok Selatan: Icol Dianto, Sawahlunto: Fadilla Jusman, Sijunjung: Elfa Fuadiansyah, Azneldi, Dharmasraya: Maryadi, Ferry Maulana, Biro Jakarta: Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: Moralis, Biro Kepri: M Sahdan Tim Kerja Usaha: Efri Hanter (Kabag Sirkulasi), Yursil Masri (Manajer Keuangan), Andiyanto (Koord Sirkulasi), Yunasbi (Kabag Iklan), Tata Letak/Desain: David Fernanda, Nurfandri, Rahmi, Syamsul Hidayat, Jefli, HRD : Desmasari, Umum : Nurmi, Kasir : Desy, TI : Teguh ,Pra Cetak : Sawal Marjuni HRP, Mai Hendri, Cetak : Mardianto (Koordinator), Afandi, Rudi Kurniawan, Jecky Jekcson. Haluan Media Group: CEO H.Basrizal Koto, Direktur: H Desfandri. Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Iklan dan Sirkulasi: (0751) 4488700, Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: haluanpadang@gmail.com, redaksi_haluan@yahoo.com, website: http/harianhaluan.com, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp78.000, Harga eceran Rp3.500,- Tarif iklan: Tarif Iklan: Display FC halaman satu: Rp50.000/mm kolom, Display BW halaman satu: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam FC: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam BW: Rp17.500/mm kolom, Iklan SC :Rp25.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat FC: Rp15.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat BW: Rp10.000/mm kolom, Dukacita: Rp10.000/mm kolom, Iklan kolom (maks 300 mmk) FC: Rp15.000, Iklan Kolom (maks 300 mmk) BW: Rp10.000, Advertorial FC: Rp40.000/mm kolom, Advertorial BW: Rp25.000/mm kolom Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, Bank Nagari Cabang Utama Padang Rek No: 1008.0103.00009.1 PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http:// www.harianhaluan.com

>> Editor : Syamsu Rizal

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


6

SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

TOURING TAKLUKKAN MANINJAU DAN KELOK 44

Suzuki Shooter Terbukti Irit dan Melesat-Tangguh

PESERTA touring di puncak Kelok 44 berlatar Danau Maninjau PT Suzuki Indomobil Sales sebagai distributor resmi kendaraan Suzuki di Indonesia mulai memasarkan sepeda motor underbone (bebek) terbaru yang diberi nama Shooter 115 Fi untuk menyasar kategori bebek 100 – 115 cc. Shooter merupakan bebek entry level pertama yang menggunakan teknologi fuel injection di Indonesia. Shooter 115 Fi merupakan underbone yang sangat irit bahan bakar sekaligus performa mesin yang kencang. Dua karakter ini berhasil dicapai melalui serangkaian uji coba ketat di fasilitas R&D Suzuki dan penerapan teknologi low friction pada mesin 4 tak, fuel injection, berpendingin udara, berkubikasi 113 cc ini. Dengan teknologi low friction dipadu dengan fuel injection konsumsi bahan bakar Shooter 115 Fi menjadi lebih

irit 37% dari tipe underbone Suzuki lain. Suzuki Shooter hadir dengan 3 varian yakni Shooter 115 Fi SR menggunakan velg casting dan rem depan cakram, Shooter 115 Fi R menggunakan velg jari-jari dan rem depan cakram, dan Shooter 115 Fi menggunakan velg jari-jari dan rem depan tromol. Khusus tipe Shooter 115Fi komponen standar samping dijual terpisah sebagai aksesoris di dealer resmi Suzuki. Suzuki Shooter memang dirancang untuk pengendara yang mengutamakan performa kecepatan sekaligus konsumsi bahan bakar yang irit serta gas buang yang ramah lingkungan. Semua ini berhasil dicapai berkat pengaplikasian teknologi low friction pada komponen mesin Shooter. Teknologi yang diberi nama sebagai

Pers confrence sebelum touring Suzuki Shooter

LEAP Technology (Light, Efficient, and Powerful) ini tidak hanya diterapkan di Shooter tapi hampir di semua mesin generasi terbaru sepeda motor Suzuki. Untuk Sumatera Barat peresmian dan launching Shooter diadakan Sabtu (8/6) di lapangan parkir Plaza Andalas Padang dan ditandai dengan Media Turing Shooter 115 Fi “MelesatTangguh Taklukkan 3 gunung 4 danau” yang dikuti 15 awak media terbitan Sumbar. Touring PadangManinjau menempuh jarak 268 km pulang pergi dan merambah puncak Kelok 44 dengan ketinggian 1.079 meter dari permukaan laut. Daud Halim, Asisten Direktur PT Sejati Unggul Persada, Senin (10/6) mengatakan, touring yang diikuti rekan-rekan awak media Sumbar itu merupakan ajang untuk membuktikan keiritan dan ketangguhan mesin body Shooter di segala kondisi jalan. “Terbukti peserta touring menguji dan membuktikan sendiri betapa Shooter 115 Fi merupakan underbone yang sangat irit bahan bakar dan tangguh di segala medan. Ratarata peserta touring kemarin hanya menghabiskan bahan bakar 1 liter untuk jarak tempuh 83, 78 km. Terkecil 108,3 km perliter dan terbesar cuma 71,5 km perliter,” jelasnya. Touring ini merupakan episode ke-5 dari rangkaian Media Touring Shooter 115Fi “Melesat-Tangguh taklukan 3 gunung 4 danau.” Shooter 115Fi terbukti tangguh dengan menaklukkan trek jalur yang

Pemecahan kendi dan pembacaa doa

berat menuju Danau Maninjau dan mendaki Kelok 44 . Peserta touring yang terdiri dari para wartawan media di wilayah Sumatera Barat ini menempuh jarak sekitar 135 km. Mereka berangkat dari lokasi Launching Shooter 115Fi Plaza Andalas Padang ke arah utara lewati Pariaman dan Padang Panjang. Setelah 3 jam perlajanan akhirnya rombongan tiba di taman PLTA Danau Maninjau. Di sini Team Touring Shooter 115Fi melakukan serangkaian kegiatan, antara lain: sesi foto model dan pengukuran konsumsi BBM. Dari hasil pengukuran ternyata rata-rata konsumsi bahan bakar dari para peserta mencapai 83,78 km /liter. Sebelumnya, ajang serupa telah digelar di daerah lainnya. Dengan mengambil rute tiga gunung dan empat danau yang ada di Indonesia. Antara lain Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Merapi, Gunung Bromo, Danau Toba, Danau Tondano di Sulawesi, melintasi jalan di Banjarmasin. Mengusung tagline ‘Melesat, Tangguh’ Suzuki Shooter sudah membuktikan performanya yang baik di kalangan awak media peserta touring. Pada hari yang sama Grand Launching Suzuki Shooter 115 Fi di pelataran parkir Plaza Andalas Padang, berlangsung semarak, dimeriahkan dengan lomba mewarnai untuk kalangan ibu & anak (TK), lomba fashion (tema carnaval), lomba model cilik- dance competion dan juga live band. (*)

Lomba mewarnai untuk kalangan ibu & anak TK meriah.

Siap-siap pelepasan Touring

Start peserta touring bersiap-siap menaklukkan Maninjau dan Kelok 44

Sesi foto bareng

Launching Shooter bertabur kembang api

>> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman: Jefli


SAMBUNGAN 7

SELASA SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

Padang Panjang .............. Dari Halaman. 1 Gubernur Sumbar............. Dari Halaman. 1 Supremasi kebersihan itu diterima langsung Walikota Suir Syam dari Presiden RI Susilo Bambang Yodoyono di istana negara Jakarta, Senin (10/6). “Alhamdulillah Piala Adipura bisa dipertahankan. Kita sudah meraihnya sebelas kali. Ini semua berkat kerja keras aparat terkait dan juga dukungan dari masyarakat luas,” kata Walikota Padang Panjang dr H Suir Syam MKes MMR didampingi Ny Ellyawarni Suir Syam dan Kepala Dinas PU Defrial, ST setelah berjumpa Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, usai menerima piala bergengsi itu, di istana negara, Jakarta, Senin, (10/6). Hadir juga pada kesempatan itu, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Rusli ST, Kabag Humas Ampera Salim MSi, Kabid Kebersihan Dinas PU H Darma Setiawan SE dan Kasi Operasional Kebersihan Syamsul Akmal SSos. Kabag Humas Ampera Salim melalui telepon selularnya mengatakan, walikota mendapat kepastian menerima Piala Adipura setelah menerima pemberitahuan dari Kementerian Lingkungan Hidup, untuk menghadiri langsung acara penyerahan penghargaan Adipura, di istana negara oleh presiden. Maka berangkatlah walikota bersama sama untuk menerima piala Adipura tersebut, kata Ampera Salim. Menurut Walikota Padang Panjang Suir Syam, penghargaan itu pertanda bahwa kebersihan Padang Panjang telah diakui secara nasional. Kendati demikian, dia

mengharapkan agar kesadaran akan kebersihan tidak hanya didasarkan pada penilaian Adipura saja, melainkan bisa dijadikan sebagai pola hidup bersih oleh masyarakat. Hidup bersih akan bermanfaat bagi seluruh aspek kehidupan warga, seperti kesehatan yang membaik dan bisa terhindar dari berbagai penyakit. Sehingga masyarakat segar berusaha untuk berhasil pula membina rumahtangga sejahtera dan bahagia. Penilaian Adipura dilakukan dalam beberapa tahapan, tidak hanya membahas soal kebersihan dan keindahan kota. Tetapi yang utama adalah kemampuan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Seperti fungsi dari pohon pelindung dan tanaman lainnya, yang bisa memelihara kebersihan air, tanah dan udara. Dalam penilaian Adipura, setidaknya ada 61 titik pantau yang diamati tim penilai. Meliputi; jalan, saluran, sekolah, kantor, perumahan, terminal, rumah sakit dan tempat pemoresan sampah akhir (TPA). Dalam hal ini pula, Padang Panjang telah berhasil meraih nilai terbaik. Karena itu, Suir Syam mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Padang Panjang, yang turut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan sehingga kota ini bisa meraih Piala Adipura berulang kali. Kepala Dinas PU Defrial mengatakan, Padang Panjang meraih Adipura kategori kota kecil bersama 48 kota lain di Indonesia. Di Sumbar selain Padang Panjang yang

berhasil mempertahankan Adipura sampai tahun ini adalah Kota Solok dan Payakumbuh. Defrial dan Rusli yang menggawangi kebersihan kota beserta jajarannya, tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya. Mereka berdua tampak tersenyum saat walikota selesai berjumpa kepala negara. Program kebersihan kota Padang Panjang sejak beberapa tahun terakhir, adalah meningkatkan peran masyarakat dalam kebersihan dan keindahan lingkungan. Seperti disampaikan Rusli, bahwa Pemko melalui Kantor Lingkungan Hidup, telah menyebarkan drum kompos cair kepada masyarakat sebanyak 100 unit. “Tiga puluh delapan unit, kita berikan kepada kader-kader lingkungan hidup. Sisanya untuk masyarakat pencinta lingkungan hidup, yang ada di 16 keluarahan di Padang Panjang,” katanya. Untuk pengolahan kompos padat, telah pula diberikan 160 buah wadah kepada kelompok dasa wisma di kelurahan. “Masing masing kelompok diberikan 10 wadah. Kita baru menunjuk satu dasa wisma saja di tiap kelurahan,” katanya. Ditambahkannya, sejak adanya drum untuk kompos cair dan wadah untuk kompos padat, telah mengurangi sekitar 10 persen volume sampah di Padang Panjang, Satu lagi terobosan melestarikan lingkungan di Padang Panjang adalah septik tank komunal yang dibangun oleh Pemko sebanyak dua unit. (h/ one/adv)

Tokoh Minang, ................ Dari Halaman. 1 sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Perjuangan Masyarakat Sumatera Barat (FPMSB) untuk Pengembalian Semen Padang. Forum yang terdiri dari unsur DPRD, LKAAM, MUI, Bundo Kanduang dan KNPI Sumatera Barat ini bertujuan mencegah dijualnya PT Semen Gresik – di dalamnya termasuk PT Semen Padang— kepada pihak asing dalam hal ini Cemex S.A. de C.V., konglomerat semen asal Meksiko. Hari itu delegasi FPMSB yang sudah selesai menemui Ketua MPR Amien Rais dan Ketua DPR Akbar Tanjung, diterima oleh Taufiq Kiemas di kediaman Wapres Megawati di Jalan Teuku Umar No. 14, Menteng, Jakarta Pusat. Rombongan FPMSB antara lain terdiri dari Ketua LKAAM HK R. Dt. P. Simulie (Alm), Ketua MUI Prof Dr Mansur Malik (Alm), Ketua Umum Bundo Kanduang Hj Nur Ainas Abizar, Ketua KNPI Kandris Asrin, Pimpinan Komisi B DPRD Sumbar H Anwar Syamsuddin (Alm), H Guspardi Gaus dan Drs Afrizal BAc, serta Dr Musliar Kasim dan Dr Werry D Taifur dari Unand. Kami diantar oleh Wakil Ketua FUD MPR Irman Gusman serta anggota DPR Darul Siska Said dan Adi Warsita Adinegoro. Sebelum kami menyampaikan tuntutan masyarakat Sumatera Barat, Darul Siska Said menyampaikan kata pengantar. Ketika Darul Siska menyapa Taufiq Kiemas dengan sebutan ‘Mas Taufiq’, yang bersangkutan langsung memotongnya: “Eh, Rul, mas itu adalah panggilan untuk orang Jawa. Saya ini orang Minang, jadi kau panggil Uda atau Abang sajalah,” katanya. Darul akhirnya meralat panggilannya menjadi “Bang Taufiq”. Setelah FPMSB menyerahkan tuntutan kami, Bang Taufiq langsung menelepon Menteri Koordinator Perekonomian Rizal Ramli yang juga orang awak. “Rizal, ini ada aspirasi dari orang kampung kita, kamu segera menghadap Ibu Wapres untuk segera dibahas,” katanya. Hasil akhirnya, spin off memang tidak tercapai. Tetapi berkat Maklumat Masyarakat Sumatera Barat 1 November 2001, pemerintah membatalkan penjualan seluruh saham PT Semen Gresik kepada Cemex, sehingga PT Semen Gresik (kini PT Semen Indonesia) termasuk PT Semen Padang, masih tetap milik RI. Setahu saya, dalam pertemuan itulah pertama kali Taufiq Kiemas secara terbuka di depan umum menyatakan dirinya sebagai orang Minang. Kepada kami, beliau bercerita bahwa ayahnya, Tjik Agus Kiemas, adalah orang Palembang, tetapi ibu beliau Hamzatoen Roesjda adalah orang Minang yang berasal dari Sabu, Batipuh, Tanah Datar. Bang Taufiq juga mengungkapkan bahwa Gubernur Sumsel (waktu itu) Rosihan Arsyad juga orang Minang karena ibunya asli dari Sumatera Barat. Dua tahun kemudian, tahun 2003, Taufiq Kiemas secara resmi dikukuhkan sebagai ninik mamak orang Minang dan diangkat sebagai penghulu suku Sikumbang dengan gelar Datuk Basa Batuah dari Nagari

Sabu. Bersamaan dengan itu, istri beliau Megawati Soekarnoputri yang telah menjadi Presiden RI mendapat gelar sang sako (kehormatan) Puti Reno Nilam yang dinobatkan di Istano Basa Pagaruyung. ** Interaksi kedua saya dengan Bang Taufiq, secara tidak langsung, terjadi tahun 2005 berkaitan dengan pemilihan Gubernur Sumatera Barat. Setelah Pemilu 2004, keluar UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah yang menetapkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) dilakukan secara langsung melalui pencalonan oleh partai politik. Bersama sejumlah kawan (tak sampai 10 orang), kami ingin mengajukan Bupati Solok Gamawan Fauzi sebagai calon gubernur. Masalahnya, Gamawan tidak punya partai. Partai yang pertama kali menyatakan mencalonkan Gamawan adalah Partai Bulan Bintang (PBB) yang dipimpin dr H Saidal Bahauddin. Namun partai itu hanya punya 5 kursi di DPRD, sementara untuk dapat mengajukan pasangan calon harus ada 9 kursi (15 persen jumlah anggota DPRD). Agar Gamawan bisa dicalonkan, saya ditunjuk untuk mendekati PKS dan PAN untuk mendukung Gamawan. Akhir Agustus 2004 saya bertemu dengan Irwan Prayitno (anggota DPR asal Sumbar dari PKS) dan Mahyeldi (waktu itu Ketua DPW PKS Sumbar) di Hotel Dymen Bukittinggi. Pada prinsipnya kedua tokoh PKS tersebut setuju dengan Gamawan Fauzi. Setelah merasa ada kecocokan, dimediasi oleh Irwan Prayitno, saya bersama rekan Zul Evi Astar dan Mahyeldi dua kali mendampingi Gamawan Fauzi bertemu dengan DPP PKS di Jakarta. Antara lain kami bertemu Presiden PKS Hidayat Nurwahid, Korwilda Sumatera Tifatul Sembiring, dan Korda Sumatera Barat Hermanto. Bahkan kami sempat shalat Maghrib berjamaah dengan Hidayat Nurwahid di masjid belakang kantor DPP PKS di Mampang Prapatan. Setelah dua pertemuan itu, pada tanggal 18 November 2004 Irwan Prayitno memberi tahu saya melalui telepon bahwa pencalonan Gamawan dari PKS hampir final. Tinggal menyampaikan visi dan misi di depan Majelis Syuro, dan setelah itu segera akan diputuskan. Namun mendekati masa pencalonan, akhir Februari 2005, PKS berubah arah. Mereka akan mencalonkan Irwan Prayitno dan menawarkan Gamawan sebagai calon wakil gubernur. Gamawan menolak tawaran itu dan menyilahkan Irwan maju sebagai calon gubernur dari PKS. PBB sendiri tetap kukuh mencalonkan Gamawan, sekalipun pendekatan dengan PAN juga gagal. Kami coba merangkul PBR yang dipimpin Ikasuma Hamid, namun bila berkoalisisi dengan PBB jumlah kursinya masih sayut, baru 8 kursi. Bahkan kemudian PBR berhasil dirangkul PKS untuk mencalonkan Irwan Prayitno berpasangan dengan Ketua PBR Ikasuma Hamid. Pencalonan Gamawan nyaris gagal. Ketika itulah saya teringat pembicaraan dengan Farid Prawiranegara, putra Ketua PDRI

Sjafroeddin Prawiranegara, sahabat saya yang sangat bersimpati kepada Gamawan. Ia menawarkan diri untuk melobi PDI Perjuangan yang memiliki 4 kursi DPRD Sumbar. Saya tahu, Farid punya hubungan pribadi yang dekat Taufiq Kiemas dan Megawati. Saya minta izin Bang Saidal, Ketua PBB, akan minta Farid melobi Taufiq Kiemas dan Ibu Megawati agar PDIP bersedia mendukung Pak Gamawan. Agak lama Bang Saidal terdiam mendengar gagasan itu. Bahkan beliau sempat berkata begini: “PDI Perjuangan yo…? Hasril, menggabungkan PDIP dengan PBB sama dengan mempersatukan PNI dengan Masyumi. Apakah mungkin?” “Bang, kalau niat kita baik, insya Allah bisa,” jawab saya. “Baiklah, silakan. Bagi PBB berkoalisi dengan partai manapun tidak ada masalah, asal calon gubernurnya Gamawan Fauzi,” jawabnya. Setelah itu saya segera menelepon Bang Farid untuk segera bertemu Bang Taufiq. Hanya beberapa menit kemudian Bang Farid sudah menginformasikan kepada saya bahwa Taufiq Kiemas sedang di Hongkong, dan berjanji akan menerimanya pekan depan. Sepekan kemudian, awal Maret 2005, Bang Farid menelepon saya bahwa ia sedang dalam perjalanan ke Teuku Umar untuk memenuhi undangan makan siang dari Taufiq Kiemas dan Megawati. Waktu itu pukul 11.45, dan Farid janji akan segera memberitahukan hasil pembicaraannya begitu pertemuan selesai. Sekitar pukul 14.00 saya telepon Bang Farid. Dia menjawab sambil berbisik, bahwa dia masih bersama Taufiq Kiemas dan minta saya menunggu. Baru pukul 15.30 Bang Farid menelepon saya dan dengan tawa berderai ia memberi tahu: “Hasril, Mission accomplished… PDIP setuju mendukung Gamawan Fauzi,” katanya. Bagaimana mem-follow-up-nya, Bang?” tanya saya. “Tadi Bang Taufiq langsung menelepon Soetjipto (Ketua DPP PDIP) memberi tahu keputusan Ibu Mega untuk mendukung Pak Gamawan. Itu artinya sudah final. Sekarang tinggal mengkondisikannya di daerah, itu tugas Bung Hasril dan kawankawan,” jawab Bang Farid. Walaupun melalui proses yang alot dan berliku-liku, setelah beberapa kali pertemuan intensif, akhirnya kami berhasil menyatukan pengurus PBB dan PDIP di Sumbar untuk mengajukan Gamawan Fauzi dan Marlis Rahman sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. Sebagaimana diketahui, keduanya berhasil memenangkan Pilkada Sumatera Barat yang diadakan 27 Juni 2005 dengan perolehan 42 persen suara. Sedangkan pasangan Irwan Prayitno – Ikasuma Hamid di posisi kedua dengan perbedaan suara sekitar 18 persen. Dalam Pilkada tersebut, Bang Taufiq bukan hanya memberikan dukungan PDIP untuk Gamawan, malahan beliau juga memberikan sumbangan dana kampanye yang cukup besar kepada pasangan Gamawan Fauzi – Marlis Rahman. ***

Pemprov Sumbar sendiri berhasil meraih Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Terbaik. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Senin (10/6) di Istana Negara, Jakarta. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono salam sambutannya mengatakan, tujuan pemberian penghargaan itu setiap tahunnya tidak lain sebagai bentuk motivasi bagi seluruh komponen masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. “Sesuai dengan tema peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini, “ Think, Eat, Save, Reduce Your Food Print” (Ubah Prilaku dan Pola Konsumsi untuk Keselamatan Lingkungan). Maka mengubah prilaku dan pola konsumsi bukan sesuatu yang mudah,” kata Presiden. Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno usai menerima penghargaan, mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh komponen masyarakat, pihak swasta, perguruan tinggi, LSM dan institusi/lembaga terkait yang telah bersinergi dan berkoordinasi sehingga Sumatera Barat memperoleh cukup banyak penghargaan lingkungan tahun ini. Dia juga mengingatkan, bahwa penghargaan yang diperoleh ini selain kebanggaan juga merupakan tanggung jawab sosial yang mesti diemban. Pemerintah daerah berkewajiban membuktikan secara nyata bahwa upaya penyelamatan dan pelestarian lingkungan bukan sesuatu yang sifatnya sesaat. Tetapi secara berkesinambungan

sebagai itikad baik dari pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan hijau. “Hal ini tentunya akan terus dipantau dan dinilai oleh masyarakat. Karena itu, kita perlu terus berupaya mendorong pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten/kota maupun kalangan dunia usaha untuk meningkatkan program kerjanya di bidang lingkungan,” katanya. Irwan mengatakan, basis data yang disajikan dalam buku Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) hendaknya dapat dipergunakan sebagai dasar dalam mengevaluasi dan merumuskan kebijakan di bidang lingkungan. Apalagi dalam buku tersebut sudah menyebutkan media dan dimana lingkungan terkritis yang perlu diperhatikan, sumber tekanan dari kegiatan apa saja yang dominan mempengaruhi perubahan kualitas lingkungan serta efektif atau tidaknya upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah terhadap komponen lingkungan dari berbagai sektor. “Beberapa program pemberdayaan masyarakat perlu pula saling bersinergi. Masing-masing dinas memiliki program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara parsial. Apabila diperluas ruang lingkupnya, akan menjadi lebih efektif sehingga dapat mengintegrasikan aspek ekonomi sekaligus aspek lingkungan,” kata Irwan. Sebagai contoh, pengembangan pertanian organik dapat sekaligus disinergikan dengan program pemberdayaan masyarakat, pengelolaan pasar untuk mengelola sampah melalui 3 R pada instiusi lain. Demikian pula pengembangan peternakan dapat disinergikan

dengan pengembangan energi artenatif melalui biogas. Demikianpula dengan program yang dilakukan oleh pihak swasta melalui program Coorporate Social Responsibiliy (CSR) dapat disinergikan dengan program pemerintah daerah setempat agar tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat dan isu lingkungan kritis serta tidak tupang tindih. Adipura, Adiwiyata dan Kalpataru Dikatakan Irwan, perolehan penghargaan Adipura hendaknya tidak hanya menunjukkan kinerja beberapa institusi berkaitan dengan sampah dan penghijauan saja, tetapi harus sudah melibatkan seluruh institusi. Tentu yang paling utama adalah keterlibatan seluruh komponen masyarakat. Pihaknya juga meminta agar SKPD meninjau pengadaan sarana dan prasarana terutama yang dibeli melalui Dana Alokasi Khusus maupun Tugas Perbantuan agar azas manfaat dari pengadaan sarana dan prasarana tersebut dapat dipenuhi. Sedangkan bagi sekolah peraih Adiwiyata, Irwan mengungkapkan rasa bangganya. Salah satu karakter yang harusnya menjadi perhatian pihak sekolah adalah anak yang peduli terhadap lingkungan. Sedangkan perolehan Kalpataru dari berbagai kategori tahun ini, menurut Irwan, menunjukkan tingkat kepedulian masyarakat Sumatera Barat, baik dari perorangan maupun kelompok semakin tinggi. Irwan Prayitno mengemukakan, tentunya hal ini perlu kita apresiasi dan dapat berkesinambungan di masa mendatang. (h/vie)

Mahasiswa: Cabut ............ Dari Halaman. 1 tera Barat, Persatuan Pelajar Islam (PPI) dan Ikatan Keluarga Mahasiswa Minangkabau (IKMM). Mereka diterima oleh Wakil Ketua DPRD Padang Afrizal, Wakil Ketua DPRD Padang Masrul, Ketua F-Partai Golkar M Dinul Akbar, Ketua F- Partai Demokrat Erison, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Padang Januardi Sumka, anggota F-Partai Demokrat Gustin Pramona dan anggota F-PKS Muharlion. Mahasiswa pengunjuk rasa datang ke gedung wakil rakyat tersebut sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum menyampaikan tuntutan, para mahasiswa memainkan aksi teatrikal yang menceritakan tentang kegundahan mereka akan terjadinya praktik kristenisasi dan diskriminasi di RS Kristen Siloam dan tiga unit bisnis lainnya yang akan didirikan oleh Lippo Group di Jalan Khatib Sulaiman Padang tersebut. Perwakilan KAMMI Sumbar M Sabri mengatakan, mahasiswa menolak pendirian RS Kristen Siloam, Sekolah Kristen Pelita Harapan dan dua unit bisnis milik Lippo Group lainnya di Kota Padang, karena sejak dilakukan peletakan batu pertama, Jumat 10 Mei 2013, proyek tersebut terus menjadi polemik di kalangan Umat Islam. Umat islam melalui ormasormas Islam sangat khawatir terhadap proyek misionaris dan kristenisasi yang berada di balik mega proyek Lippo Group tersebut. “Karena menimbulkan keresahan di masyarakat, maka kami menolak proyek ini. Kami mendesak DPRD Kota Padang untuk meminta kepada Walikota Padang untuk mencabut RS Kristen Siloam bersama dengan tiga investasi Lippo Group lainnya,” kata Sabri. Menurut M Sabri ada beberapa hal yang menyebabkan mahasiswa menolak investasi Lippo Group di Padang dan meminta kepada Pemko Padang mencabut izin pembangunan RS Kristen Siloam di Kota Padang. Pertama, karena Pemko Padang tidak pernah berkoordinasi dengan DPRD Padang sehubungan dengan rencana investasi besar-besaran Lippo Group di Padang. “DPRD adalah wakil dari masyarakat Kota Padang, tapi tidak dianggap oleh Pemko Padang,” katanya. Kedua, karena hingga kini studi dan izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) super blok milik Lippo Group tersebut belum ada. Ketiga, karena James T Riadi adalah penerus keluarga Muchtar Riadi yang selain sebagai pengusaha sukses, juga adalah pendeta international yang berguru pada Pat Robertson yang dikenal luas sebagai misioanaris international yang sempat mencela orang Islam di tahun 2006. Keempat, terkait dengan nama Siloam yang diambil dari kitab suci agama Nasrani yang berarti air suci, ada juga yang mengartikan Siloam yang diutus oleh Tuhan masyarakat

Nasrani. Hal ini, merupakan simbol-simbol agama nasrani. Jika diperhatikan logo Lippo Group juga ada ular yang melingkari tiang dan ada merpati yang siap menerkam. Maksudnya dalam kitab suci Nasrani, ular adalah kecerdikan dan merpati lambang ketulusan. “Pembangunan RS Kristen Siloam dikhawatirkan dapat menggerus nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di Ranah Minang. Sehubungan dengan itu, KAMMI Sumbar, mendesak DPRD Kota Padang meminta dengan tegas kepada Walikota Padang untuk mencabut izin pembangunan Super Blok Siloam (RS Kristen Siloam) Sekolah Kristen Pelita Harapan, mal dan Sekolah Kristen Pelita Harapan. “Kemudian, meminta Lippo Group tidak meneruskan pembangunan Super Blok Siloam untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Kami juga mendukung pemerintah daerah untuk terus mendorong pengusaha-pengusaha sukses Minangkabau yang dirantau untuk berinvestasi di Ranah Minang,” ujarnya. KAMMI dan dua kelompok mahasiswa lainnya, kata M Sabri, memberikan tenggang waktu selama dua Minggu kepada DPRD Kota Padang dan Walikota Padang untuk berembuk dan selanjutnya mencabut izin RS Kristen Siloam, Sekolah Kristen Pelita Harapan, mal dan hotel milik Lippo Group. Jika hal ini tidak dipenuhi, maka mahasiswa akan menurunkan massa yang lebih banyak lagi. “Apalagi kami mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang dan MUI Sumatera Barat,” katanya. Sementara itu, Uti salah seorang anggota KAMMI Sumbar mengatakan, pemerintah harus memegang falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS BSK), karena daerah ini adalah Ranah Minang. Sehubungan dengan itu pemerintah jangan mau memperjualbelikan Ranah Minang demi investor yang tidak jelas latar belakangnya. “Kami menolak pembangunan Lippo Group, karena pendiri Lippo Group adalah pendeta international yang pernah terlibat pemurtadan. Sebagai, masyarakat Ranah Minang seharusnya peka dengan persoalan ini, agar Kristenisasi tidak lagi berkibar di Ranah Minang,” tegasnya. Budi Saputra, aktivis KAMMI Sumbar lainnya mengingatkan agar 45 anggota DPRD Padang tidak menjadi macan ompong terkait dengan derasnya penolakan terhadap RS Kristen Siloam. “Kalau menjadi macan ompong lebih baik dikandangkan saja,” kata Budi. Menanggapi aspirasi mahasiswa tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Afrizal mengatakan, dia segera mengirimkan surat kepada Ketua DPRD Kota Padang Zulherman untuk melakukan rapat kerja soal penolakan terhadap RS

Siloam melalui lintas Komisi I, III dan IV. “Kami memberikan tenggat waktu 15 hari, kepada lintas komisi untuk membahas soal RS Kristen Siloam ini. Bahkan, kami akan panggil Walikota Padang, dinas terkait dan Lippo Group terkait RS Siloam,” kata kader golkar ini. Semua anggota DPRD Kota Padang yang menyambut aksi mahasiswa ini sepakat turut menolak rencana mega proyek milik Lippo Group tersebut. Sebagai bukti menolak proyek Lippo Group di Kota Padang, maka sejumlah anggota DPRD Kota Padang turut membubuhkan tanda tangan di spanduk putih yang dibawa mahasiswa. Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Padang Erison mengatakan, kalau memang terindikasi merusak akidah dan akhlak masyarakat muslim di Sumbar, secara tegas Fraksi Demokrat menolak pembangunan proyek super blok milik Lippo Karawci di Kota Padang. Sedangkan anggota Fraksi PKS DPRD Kota Padang Muharlion mengapresiasi dan mendukung KAMMI Sumbar, sehubungan dengan permintaan pencabutan izin RS Kristen Siloam di Kota Padang dan pendirian tiga unit usaha lainnya. “ Ke depan, kami mengharapkan setiap investor yang menanamkan modalnya di Kota Padang terlebih dahulu harus mempelajari agama, sosial dan budaya masyarakat setempat,” katanya. Sebelumnya sebanyak 16 Ormas Islam dan sejumlah cendikiawan muslim Sumatera Barat menggelar rapat tentang penolakan RS Siloam di Kota Padang di Sekretariat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat di Masjid Nurul Iman Padang. Rapat tersebut langsung dihadiri oleh Ketua MUI Sumbar Prof Dr H Syamsul Bahri Khatib. Pantauan Haluan sejak peletakan batu pertama, Jumat (10/ 5) silam oleh Ketua DPD Irman Gusman, Menko Kesra Agung Laksono, Ketua Dewan Syuro PKS Hilmi Aminuddin, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, mantan Menko Kesra Azwar Anas, owner Lippo Group James T Riady, Presiden Lippo Group Theo Sambuaga dan lainnya proyek ini tidak ada progres sama sekali. Kuat dugaan proyek ini tidak ada kelanjutan karena derasnya penolakan dari Ormas Islam Sumbar dan tokoh-tokoh masyarakat Minangkabau lainnya, baik di kampung halaman maupun di rantau. Di masyarakat arus penolakan juga semakin deras, begitu juga di kalangan mahasiswa, baik di organisasi internal maupun eksternal kampus. Banyak yang memprediksi investasi Lippo Group di Padang ini akan batal, seperti halnya rencana pembangunan RS Kristen Immanuel di Kota Bukittinggi di tahun 1980an silam. (h/ade)

>> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

>> Penata Halaman : David Fernanda


8

SELASA SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

BANYAK CALON PILIH JALUR INDEPENDEN

Parpol Kembali Jaring Cawako

KETERANGAN PERS – Ketua DPD Partai Golkar Padang Wahyu Iramana Putra didampingi Ketua DPC PBB Drs Zul Zufriaziz memberikan keterangan pers tentang penjaringan Cawako Bintang Golkar, kemarin. PARWIS

Sepuluh pasangan calon yang mendaftar ke KPU mengejutkan peta politik Pilkada Padang, terutama di kalangan parpol yang ‘jual mahal’ selama ini. Dampaknya, parpol mulai berburu buka pendaftaran. PADANG, HALUAN — DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Padang dan Koalisi Bintang Golkar (PBB dan Golkar) kembali membuka calon walikota dan wakil walikota Padang yang akan bertarung di Pilkada Oktober 2013 nanti. Partai Matahari Terbit itu membuka pendaftaran mulai

hari ini, Selasa (11/6) sampai Kamis (13/6). Pendaftaran dibuka selama tiga hari mulai Selasa (11/6) hingga, Kamis (13/6) bertempat di sekretariat DPD PAN Jl. Raden Seleh Padang. Sedangkan PBB dan Golkar membuka pendaftaran juga mulai hari ini sampai Jumat (14/6). Calon bisa

mengambil formulir di kantor PDC PBB Padang, Jalan Khatib Sulaiman mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Sekretaris DPD PAN Padang M. Mahzum kepada Haluan, Senin (10/6) mengakui, bagi PAN, ini merupakan pendaftaran gelombang kedua, karena sebelumnya pernah dilaksanakan. Namun, karena calon yang mendaftar sebelumnya telah melirik independen dan bergabung dengan Parpol lain membuat PAN kembali menjaring calon baru. “Disamping itu, kami juga memperkirakan ada sejumlah tokoh maupun kader partai yang pada kesempatan pertama belum sempat mendaftar. Makanya, kami memberi kesempatan lagi kepada mereka untuk mendaftar menggunakan perahu PAN di Pilkada nanti,” katanya. Pada pendaftaran sebelumnya, terdapat 10 nama bakal calon. Enam calon walikota dan empat calon wakil walikota. Mereka adalah, Desri Ayunda, Kandris Asrin, M. Ichlas El Qudsi, Yusman Kasim, Alkudri dan Azhar Latif sebagai calon walikota. Sementara untuk wakil adalah Yusri M, Indra Dt. Rajo Lelo, Firdaus Ilyas dan Zaimul Bakri. Dua nama

yang sudah mendaftar melalui jalur perseorangan adalah, Desri Ayunda dan Kandris Asrin. Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan (DPD) Partai Golkar Padang Wahyu Iramana Putra didampingi Ketua DPC PBB Drs. Zulkifli Aziz saat menggelar konfrensi pers bersama wartawan, di kantor DPD Golkar Padang, Jalan Kampung Nias, Minggu (9/6) mengatakan, calon yang berminat bergabung dengan Bintang Golkar bisa mengembalikan formulir pendaftarannya mulai tanggal 17 sampai 19 Juni ke kantor DPD Golkar Padang. “Pada tanggal 20 sampai 21 Juni, tim Koalisi Bintang Golkar akan melakukan uji kelayakan, siapa yang akan dicalonkan oleh koalisi dalam pemilihan kepada daerah (pilkada) Padang, priode 2013-2018 nanti,” ungkapnya lagi. Ketua DPC PBB Drs Zulkifli Aziz menekankan bahwa Tim Koalisi Bintang Golkar tidak akan memungut biaya pendaftaran balon. “Bagi warga Padang yang ingin mendaftar, kami dari Tim Koalisi Bintang Golkar tidak akan memungut biaya pendaftran, dan semuanya gratis,” terangnya. (h/ade/wis)

Andre Rosiade Semakin Merakyat S ebagai tokoh muda yang menggerakkan perubahan di Kota Padang, nama Andre Rosiade kian diterima di tengah-tengah masyarakat. Bahkan, banyak yang menyebut Andre sebagai kandidat kuat calon wali Kota Padang 2014-2019, karena jiwanya yang merakyat. Pria yang disebutsebut menjadi kandidat termuda ini memang terlihat makin merakyat. Tak ayal, ketika kedatangan Andre dalam Lomba Malamang dalam Festival Siti Nurbaya III (FSN III), membuat “histeris” peserta yang berasal dari 104 kelu-

rahan dari 11 kecamatan tersebut. Andre jadi rebutan, peserta untuk berfoto bersama. “Andre ko indak hanyo ganteng. Banyak kalabiahannyo. Inyo mungkin yang paling rutin turun ke masyarakat, dan selalu hadir di saat kami membutuhkan bantuan. Andre

ko iyo sabana merakyat,” kata seorang peserta lomba dari Kecamatan Lubukkilangan, Sabtu (8/6) pada lomba yang digelar di Pantai Padang tersebut. Andre Rosiade menyebut sangat mengapriesiasi diadakannya FSN III oleh Pem-

ko Padang. Ke depan, dia berharap, iven ini terus dilakukan, untuk menarik wisatawan lokal maupun internasional. “Kami lihat, masyarakat sangat antusias, meski pengunjung masih terlihat minim. Kami ingin, pemko lebih berperan bagaiaman menarik wisatawan, dan jadikan iven ini memiliki nilai jual,” katanya. Dengan tegas Andre menyebutkan, jika dia terpilih, dia meyakini bisa meningkatkan volume acara, pengunjung, dan tentu juga hadiah. Bahkan, menurutnya, gaung Siti Nurbaya yang menasional, harus menjadi agenda wisata nasional. “Ini sangat menarik, dan kami akan melanjutkan, serta memasukkan sebagai kalender pariwisata

nasional,” kata Andre. FSN III ditutup Sabtu (8/ 6) malam di Gelanggang Silieh Baganti, Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Padang. Yang menjadi pemenang, adalah Kecamatan Lubukbegalung yang meraih hadiah trofi dan 1 ekor sapi. Lubukkilangan nomor II, hadiah trofi dan 2 ekor kambing. Padang Timur menjadi juara III mendapatkan hadiah trofi dan juga seekor kambing. Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, Ali Basar, mengatakan lebih dari 2.000 orang yang menjadi peserta lomba pada FSN sejak dibuka sepekan lalu. Ia memperkirakan dari 104 kelurahan terlibat setidaknya 10 orang dalam lomba kuliner, malamang dan mangukua karambia. (h/*)

ANDRE berdialog dengan penyandang disabilitas dan saling memberi motivasi

ANDRE Rosiade berfoto bersama peserta lomba malamang jelang dimulainya acara

ANDRE Rosiade bersama peserta menunjukkan jempol sebagai tanda dukungan lomba

ANDRE diserahi lamang oleh peserta lomba DILATARBELAKANGI Gunung Padang Andre berdialog dengan peserta malamang >> Editor : Rudi Antono

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


SELASA SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

9

MASYARAKAT TUNTUT KOMPENSASI PANEN

Limbah PTSP Diduga Merusak Sawah PADANG, HALUAN — Puluhan petani Kelurahan Kampung Jua, Kelurahan Batuang Taba dan Kelurahan Pengambiran Ampalu mendatangi Gedung DPRD Padang, Senin (10/6).

HUJAN LEBAT -- Hujan deras kembali mengguyur Kota Padang, Senin (10/6). Air pun menggenangi sejumlah ruas jalan, seperti di Jalan Dr Hamka. Jika hujan lebat terus mengguyur, maka kemacetan pun tak akan terhindarkan karena genganan air di jalan akan semakin tinggi. AMIR

Mereka mengadukan limbah PT Semen Padang (PT SP) yang diduga merusak lahan sawah mereka. Sehingga produksi pertanian di tiga kelurahan itu terus menurun. Kedatangan mereka diterima dua orang anggota dewan, Yendri dan M. Dinul Akbar yang berasal dari Dapil tersebut. Menurut masyarakat, limbah PT SP juga diindikasikan mencemari air dan tanah dengan tingkat pencemaran yang sangat tinggi. “Sebelumnya kami sudah pernah menyampaikan hal ini dengan menyurati PT Semen Padang pada 2003. Tetapi hingga saat ini tidak ditanggapi. Sehingga kami mengadukan ke DPRD Kota Padang,” kata Ketua Ga-

bungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kelurahan Kampung Jua, Marjuas. Menurut Marjuas, sejak limbah itu masuk ke Kampung Jua, hasil pertanian mengalami penurunan. Hal ini disebabkan ketika hari hujan, air limbah pengolahan PT Semen Padang masuk ke sawah dan terjadi penumpukan. Semenjak limbah masuk sawah, hasil panen yang diperoleh hanya 2/3 dari luas lahan. Dikatakan, karena surat masyarakat pada 2003 tidak ditanggapi, maka mereka minta bantuan LSM Yayasan Padi Sarumpun pada 2006 untuk membantu kami,” katanya. Saat ini juga dibentuk tim independen dari perguruan tinggi. Tim ini sudah bekerja

di lapangan untuk melakukan pengujian. Namun ditemukan banyak kejanggalan. Karena tim independen ini mengambil sampel air bersih ketika tidak hujan, maka tidak ada ditemui kandungan limbah. Ketika hujan maka airnya akan kuning. Jika mereka menggunakan sampel tersebut, maka akan terlihat kandungan limbahnya. Jadi agaknya mereka sengaja supaya tak ditemukan kandungan limbah. ”Jadi limbah itu masuk ke sawah setelah adanya hujan. Kalau sudah hujan tiga hari berturut-turut, maka air akan berwarna kuning hingga,” tambahnya. Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Padang Yendril mengatakan, para petani dari tiga kelurahan ini tidak menerima hasil penelitian tim independen. Mereka juga menuntut agar PT. Semen Padang memberikan kompensasi kekurangan hasil pertanian mereka yang disebabkan oleh limbah dari tahun 1985 hingga saat ini.

“Sebelumnya pembayaran serupa juga telah dibayarkan di Tarantang Lubuk Kilangan yang hanya berbatas pematang dan dialiri air yang sama. Jika tuntutan mereka tidak ditanggapi, mereka akan melakukan demo dengan menutup jalan Indarung ke Teluk Bayur. Juga jalan kereta api dan lalu lintas kendaraan lainnya yang melewati kelurahan mereka,” katanya. Untuk itu, solusinya tim independen diminta agar menyegerakan penelitiannya tentang limbah PT Semen Padang di tiga kelurahan itu. Sebelumnya, ketika ditinya menjadi ketua komisi, pihaknya pernah pula memanggil PT. Semen. Padang dan mereka berjanji akan menanggung seluruh biaya yang diminta petani dan berjanji akan menyelesaikan masalah ini dalam kurun waktu dua tahun. Tapi hingga sekarang pihaknya tidak tahu perkembangannya. Dan akhirnya aspirasi masyarakat kembali disampaikan. (h/ade)

>> Editor : Devi Diany

Penata Halaman: Habli


10 PA D A N G LINGKAR Ahli Bahasa Dunia Disuguhi Permainan KIM PADANG, HALUAN — Dengan logat Bahasa Minang terpatah-patah, “Coki di bawah lantai, awak coki urang yang sampai”, itulah yang terlontar dari Timothy, warga Amerika Serikat, seorang peserta International Symposium on Malay-Indonesian Linguistics (ISMIL) yang di gelar Fakultas Ilmu Budaya UBH beberapa waktu yang lalu, saat mengikuti permainan KIM di rumah salah seorang panitia ISMIL ke-17 Dr. Yusrita Yanti, SS,M Hum, Komplek Dangau Teduh Bandar Buat, Minggu (9/6). Timothy mengaku, baru pertama kali mengikuti permainan KIM, sebelumnya dia mengenal permainan sejenis “Bingo” di negaranya, namun belum pernah mengikutinya. Menurutnya permainan sejenis game tersebut sangat unik dan menarik, karena atraktif, lucu dan menghibur serta berhadiah, dan permainannya pun tidak sulit. “Walau kami tidak begitu mengerti dengan pantun-pantun berbahasa Bahasa Minang, kami tidak kesulitan untuk memainkannya, karena angka-angka yang keluar dilayar tinggal di cocokkan”, ujar Timothy usai memenangkan hadiah miniatur rumah gadang Minangkabau. Hal senada juga di ungkapkan warga Jepang Hoi Ling Soh, menurutnya tidak perlu waktu lama untuk bisa mengikuti permaian KIM tersebut, permainannya sangat menghibur dengan lagu-lagu berbahasa Minang yang dinyanyikan secara jenaka, lucu dan atraktif diiringi organ. Sementara itu, Yusrita Yanti menyebutkan, panitia sengaja menggelar acara tersebut dengan tujuan untuk memperkenalkan salah satu permainan khas dan budaya Minangkabau kepada beberapa peserta ISMIL yang belum kembali ke negaranya. “Ada 25 orang yang berasal dari negara USA, Jepang, Jerman, Singapura, Malaysia dan Australia yang belum kembali, dan momen itulah yan kita pergunakan sebelum mereka kembali ke negaranya, “ ujar Yusrita. Permainan KIM sendiri adalah salah satu bentuk game di Sumatera Barat, dalam sejarahnya pertama kali di populerkan oleh Idham Rajo Bintang (salah seorang tokoh pariwisata Sumbar) pada tahun 1968. Dalam syair lagu, penyanyi Kim menyelipkan nama-nama angka dua digit yang kemudian dicoblos oleh hadirin pada kertas-kertas bertuliskan angka-angka dua digit yang dibagikan panitia sebelumnya. Hadirin yang mencoblos angka-angka terbanyak sesuai yang terselip dalam syair lagu dinyatakan sebagai pemenang dan berhak mendapat hadiah disediakan panitia. Karena atraktif, lucu dan menghibur, permainan ini cepat berkembang hingga ke seluruh pelosok Indonesia dan di Sumbar selain di hotel-hotel permainan ini ditampilkan pada arena pameran besar dan pekan budaya di lapangan terbuka. (h/ita)

SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

DINAS PASAR GANDENG BPOM

Awasi Pabukoan yang Dijual PADANG, HALUAN — Meski Ramadan masih sebulan lagi, namun Dinas Pasar sudah merancang lokasi Pasar Pabukoan dan syarat pedagangnya. Dinas Pasar menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang untuk mengawasi makanan dan jajanan yang dijual.

PELATIHAN — Kepala Inspektorat Kota Padang, Yosefriawan memasangkan tanda peserta kepada peserta peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Teknis Teknologi Informasi bagi aparat di lingkungan Pemko Padang, Senin (10/6). mereka diharapkan dapat mengelola eGovernment Pemko Padang. HUMAS

Penerapan e-Government Belum Maksimal PADANG, HALUAN — Untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi di pemerintahan atau e-Government, diperlukan aparatur yang berkompeten di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Sebab keterbatasan sumber daya manusia merupakan salah satu penyebab pengembangan e-Government belum terarah dengan baik. Demikian antara lain disampaikan Walikota Padang diwakili Inspektur Kota Padang, Yosefriawan didampingi Kepala Dishubkominfo Kota Padang, Raju Menrova dan Kabid Kominfo Arliswandi saat membuka pelatihan SDM Teknis Teknologi Informasi di SMK 6 Padang, Senin (10/6). Dikatakan Yosefriawan, kemajuan teknologi telekomunikasi, media dan informatika atau Telematika, serta perkembangan infrastruktur informasi global, telah mengubah pola dan cara berkegiatan pada institusi masyarakat, industri maupun pemerintah. “Penerapan e-Government atau Electronic Government diharapkan

dapat mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean government governance) dan peningkatan layanan publik yang efektif dan efisien,” ujar Yoseriawan. Oleh karena itu di masa mendatang, pemerintah harus mengembangkan sistem dan proses kerja yang lebih lentur untuk memfasilitasi berbagai bentuk interaksi yang kompleks dengan lembagalembaga negara lain, masyarakat, dunia usaha dan masyarakat intenasional. Dikatakan, sitem manajemen pemerintah selama ini merupakan sistem hirarki kewenangan dan komando sektoral yang mengerucut dan panjang. Untuk memuaskan kebutuhan masyarakat yang semakin beraneka ragam di masa datang, maka harus dikembangkan sistem manajemen modern dengan organisasi berjaringan. Sehingga dapat memperpendek lini pengambilan keputusan serta memperluas rentang kendali. “Interaksi pemerintah dengan berbagai elemen masyarakat dan

dunia usaha masih terbatas. Sedangkan partisispasi seluruh elemen tersebut, merupakan prasyarat bagi pemerintahan yang baik. Dengan penerapan teknologi informasi dan komunikasi di berbagai aspek, akan memberikan banyak kemudahan bagi proses masyarakat termasuk pemerintahn dan pembangunan,” katanya. Ketua Pelaksana yang juga Kepala Dishubkominfo Kota Padang, Raju Menrova mengatakan, pelatihan itu diikuti 164 peserta, berasal dari dinas, badan, kantor, bagian, kecamatan dan kelurahan di lingkungan Pemko Padang. Pelatihan dibagi 4 angkatan dan berlangsung mulai 10 Juni sampai 5 Juli 2013. “Tujuan pelatihan ini agar aparatur memiliki pengetahuan tentang e-Government dan implementasi pemerintahan elektronik dalam kerja dan sistem kerja, memiliki pengatuhuan tentang networking atau jaringan dan mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada jaringan,” katanya. (h/vie/rel)

330 ABK Ikuti Lomba O2SN, FLS2N dan OSN PADANG, HALUAN — Dinas Pendidikan Sumbar menyelenggarakan Lomba O2SN, FLS2N dan OSN Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) 2013. Lomba yang diikuti 330 siswa anak berkebutuhan khusus (ABK) itu se-Sumbar itu dibuka Kepala Dinas Pendidikan, Syamsulrizal saat acara pembukaan di Pelataran Parkir kantor dinas tersebut, Senin (10/6). Dalam sambutannya, Syamsulrizal mengatakan, berbagai kegiatan lomba, baik bidang sains, olahraga dan seni itu bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Siswa Berkebutuhan Khusus dalam berkarya. Selain itu kegiatan ini juga untuk meningkatkan kemampuan intelektual dan prestasi atlit anak-anak berkebutuhan khusus. “Anak berkebutuhan khusus juga bisa meraih prestasi dan mampu menghasilkan

karya. Karena bila dibimbing dengan komprehensif, penyandang disabilitas bisa berprestasi dan berkarya,” kata Kadisdik Sumbar, Syamsulrizal didampingi Kabid PK PLK, Johny Nurdin dan Ketua Pelaksana O2SN, FLS2N dan OSN PK PLK Sumbar 2013 di selasela pembukaan tersebut. Kepala Bidang PK-PLK, Johny Nurdin menambahkan, meskipun memiliki keterbatasan dari segi logika, anak-anak berkebutuhan khusus sebenarnya memiliki kekuatan tersendiri terutama dari sisi estetika dan etika. “Untuk itu, Dinas Pendidikan melalui bidang PK PLK terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui SLB-SLB, serta meningkatkan kreativitas anakanak berkebutuhan khusus, karena banyak dari penyandang disabilitas itu memiliki potensi dan bakat luar biasa,” tegasnya.

Kemudian, lanjutnya, melalui kegiatan lomba tersebut juga menjadi ajang silahturahmi antar bagi anak berkebutuhan khusus, karena mereka perlu suasana pendidikan yang menarik, menyenangkan dan menantang, sehingga mereka mampu meningkatkan kepercayaan dan kompetensi diri,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Pelaksana Irman menambahkan, pada kegiatan FLS2N memperlombakan empat cabang yakni melukis, menyanyi solo, cipta baca puisi dan memainkan alat music modern. Pada O2SN memperlombakan 5 cabang yakni lari, lompat jauh, balap kursi roda, bulutangkis dan catur. Sedangkan OSN memperlombakan cerdas cermat, olimpiade MIPA, Matematika, IPA, lomba IT dan kewirausahaan. (h/vid)

Menurut Kepala Dinas Pasar, Hendrizal kepada Haluan Senin (10/6), pasar pabukoan itu sudah dipersiapkan sedemikian rupa. Sehingga di pasar itu tidak ada pedagang yang menjual makanan yang berbahaya bagi kesehatan. “Hal yang paling kita takutkan selama ini adalah pabukoan yang dijual pedagang mengandung bahan kimia yang dilarang dan berbahaya bagi kesehatan, seperti formalin dan pewarna tekstil,” jelas Hendrizal. Untuk itu, Dinas Pasar melibatkan BPOM untuk mengawasi pedagang pabukoan. Sebelum mereka berdagang, maka pabukoan yang akan dijualnya akan diteliti dulu oleh BPOM. “Momen bulan Ramadan merupkana saat mendulang rezeki bagi pedagang makanan dan jajanan. Namun kadang mereka menggunakan jalan pintas dalam berdagang, seperti bahan yang murah tetapi berbahaya atau tidak sehat,” tutur Hendrizal. Sementara lokasi pasar pabukoan, masih dipusatkan di Lapangan Imam Bonjol dan

pasar satelit lainnya, seperti di Tarandam dan Pasar Ulak Karang. Pasar pabukaon tersebut saat ini sudah dipersiapkan Dinas Pasar dan sudah dalam rancangan bidang pengembangan. Jika pedagang pabukoan menggelar dagangannya di tempat lain, tidak masalah asalkan tetap memenuhi unsure kesehatan, tidak menggunakan bahan berbahaya. “Saat ini kita masih merancangnya. Namun, saya sudah koordinasikan dengan staf bahwa pasar pabukoan ini harus berbeda dengan pasar pabukoan yang sebelumnya,” jelas Hendrizal. Terkait dengan pedagang pabukoan yang berasal dari pedagang dadakan, menurutnya itu tidak menjadi masalah. Tidak ada batasan bagi pedagang. Sebab siapa saja yang mencari rezeki di jalan yang benar, tidak mungkin dilarang. “Sila kan saja. Siapa pun boleh berdagang asal mematuhi peraturan. Jangan jual makanan yang mengandung bahan berbahaya, seperti borak, formalin dan pewarna kain,” ujarnya kembali menegaskan. (h/cw-oos)

Pria Juga Bisa Ikut KB PADANG, HALUAN — Jika jumlah penduduk bisa ditekan maka akhlak warga Kota Padang akan terbentuk. Karena dengan menerapkan 2 anak lebih baik, orang tua bisa fokus untuk mensejahterakan anaknya sampai dewasa. Hal ini disampaikan oleh Walikota Padang, Fauzi Bahar dihadapan 1000 kader Keluarga Berencana (KB) di Palanta, Senin (10/6). Fauzi Bahar menekankan bahwa kualitas keluarga juga akan lebih baik jika menerapkan Keluarga Berencana (KB) yang sudah dicanangkan. “Jika jumlah anak dalam satu keluarga itu melebihi standar KB, maka kesejahteraan yang diharapkan keluarga tidak akan tercapai. Sehingga bermunculan berbagai persoalan, seperti pengagguran karena minimnya pendidikan anak. Hal ini juga berujung kepada pembentukan akhlaknya yang kurang bagus, seperti cendrung berbuat maksiat dan krimalitas lainnya,” ungkap Fauzi Bahar. Fauzi Bahar menambahkan, 2 anak lebih baik jika bisa sukses semuanya. Hanya saja kesadaran masyarakat tentang pentingnya KB dalam keluarga, belum menyentuh semuanya. Untuk itu, kepada 1000 kader ini digantungkan harapan Pemerintah Kota Padang untuk mensosialisasikan peran KB dalam keluarga. “Mungkin selama ini masih ada yang belum paham dengan KB. Ada juga masyarakat yang beranggapan bahwa KB itu membunuh anak sendiri. Itu sama sekali tidak benar. KB bertujuan menciptakan keluarga berkualitas dan melahirkan generasi unggul di masa datang,” harap Fauzi Bahar. Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Padang, Wedistar menjawab pertanyaan wartawan bahwa KB ini selain untuk perempuan, juga untuk laki-laki. “Pemahaman bahwa KB hanya untuk perempuan saja, itu keliru. KB juga bisa untuk laki-laki seperti fasektomi atau dikenal dengan pemotongan saluran sperma,” tambah Wedistar. Wedistar menambahkan, saat ini di kecamatan terdapat 42 kader KB dan 906 kader KB di kelurahan. Peran mereka akan dioptimalkan sehingga bisa meraih target MDG’s pada 2015 mendatang. Sampai bulan Mei 2013, tambah Wedistar, tercapai target KB 8 ribu jiwa. KB yang paling banyak digunakan masyarakat adalah pil KB. Tetapi yang lebih bagus adalah IUD. Nanti kader KB akan memberikan penjelasan kepada calon pengguna KB. (h/cw-oos)

>> Editor: Devi Diany

>> Penata Halaman: Syamsul Hidayat


DARI NAGARI KA NAGARI 11

SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

LINGKAR Sektor Perkebunan dan Pertanian kian Menjanjikan PASBAR, HALUAN — Sektor perkebunan dan pertanian Kabupaten Pasaman Barat semakin menjanjikan. Setiap tahun hasil produksi meningkat. Hanya saja, hingga saat ini belum ada pengusaha yang berani membuat sektor hilir dari hasil pertanian atau perkebunan Pasbar. Jika ada investor yang mau menanamkan investasi untuk pengelohan akan sangat disambut bahagia oleh para petani. Misalnya produksi kakao, diakui petani dan kelompok terus mengalami peningkatan setiap tahun. Pertumbuhannya pun subur dan serangan hama tanaman terminimalisir dengan baik.Ketua kelompok Tani Karunia Ilahi, Zalpianto kepada Haluan, kemarin di Padang Tujuah mengatakan, produksi hasil setiap tahun jauh lebih baik. Berbagai persoalan hama tanaman selama ini dikeluhkan mulai terminimalisir. “Kita berharap ada investor ada yang melirik untuk pengelolaan hilir kakao (serbuk), disamping kako Pasbar dapat diolah disini juga petani dapat mendapat nilai tambah dari harganya,” Seandainya ada investor yang berinvestasi di bidang pengelohan kakao di Pasbar, Zalpianto dapat memastikan pabrik pengolahan tidak akan kekurangan bahan baku dari produksi kakao lokal saja. Pasalnya, saat ini jumlah petani kakao dan luas areal perkebunan semakin banyak. Dan umumnya, kakao itu sudah mulai panen. Keberhasilan peningkatan itu ia katakan tidak terlepas dari perhatian Pemda Pasbar terhadap perkebunan kakao. Peningkatan hasil produksi kakao ia akui berkat arahan dari Dinas Perkebunan Pasbar untuk melakukan fermentasi pada buah kakao. “Manfaat peyuluhan itu amat dirasakan, untuk peningkatan hasil dan berat timbang kakao. Selama ini petani kakao melakukan dengan cara tradisional dan diolaha begitu saja,” akunya. Disamping itu, dalam proses budidaya juga mengalami pengetahuan yang cukup berarti bagi petani khususnya anggota kelompok Karunia ilahi. “Biasanya abis ditanam cendrung di tinggalkan tanpa ada pengawasan yang berarti dari petani. Dari itu kami cendrung merugi di tambah dengan buah kakao yang busuk karna serangan hama yang secara tiba tiba. Kami yang tergabung dalam kelompok tani merasa kewalahan dengan kejadian yang di luar kemanpuan kami,” ulas Zalpianto. Lebih lanjut ia sampaikan, berbagai langkah di lakukan dan terus berkoordinasi degan pihak terkait ( Dinas Perkebunan) untuk melakukan pencegahan serangan hama, pengerek buah, termasuk hama tupai yang selama ini mengancam tanaman kakao. Alhasil, dengan selalu rutinya pemberantasan hama, selaku kelopok tani yang jumlah lahan 25 Ha ini telah dapat memetik hasil dari kerja keras yang selama ini di lakukan dengan sunguh sungguh. “Kami berharap pada pihak yang mau bekerja sama dengan kami kami siap untuk memenuhi keinginan para pembeli hasil dari kakao kami asalkan perbedaan harga bisa sesuai dengan harapan kami.,” tukasnya. Untuk harga sekarang belum mendapatkan harga sesuai dengan yang diinginkan. Mereka juga bingung kakao fermentasi dengan yang bukan fermentasi harganya di sama saja. Sementara informasi dari dinas terkait harga fermentasi berbeda dengan yang bukan fermentasi. Secara terpisah kepala jorong Padang Tujuah, Zalmi mengatakan untuk saat ini buah kakao di Kejorongan Padang Tujuah sudah menampakkan hasil. Hal ini dapat kita lihat dengan banyaknya masyarakat kita yang menjemur kakao di halaman rumah.”Bisa kita lihat apa bila cuaca cerah banyak jemuran buah kakao di halaman-halaman rumah penduduk,” terangnya.(h/dka)

BANTU PETANI — Bupati Pasbar, H. Baharuddin R foto bersama dengan kelompok tani yang menerima bantuan dari Pemda Pasbar beberapa waktu lalu. Bantuan tersebut sebagi bentuk perhatian pemerintah daerah kepada petani. ANDIKA

SIAP JADI TUAN RUMAH TERBAIK

Pemkab Kebut Persiapan MTQ Tingkat Sumbar PASBAR, HALUAN — Persiapan tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke35 Tingkat Provinsi Sumatera Barat, Pemkab Pasaman Barat tengah berjibaku mempersiapkan sejumlah infrastruktur yang nanti akan menunjang pelaksanaan helat itu. Misalnya, mimbar utama MTQ, pihak Pemda memalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) mulai melakukan pembangunan. Begitu juga dengan penunjang lainnya, seperti jalan jalur dua, gerbang MTQ, Masjid Agung dan lain-lain. “Pembangunan itu terus kita kebut, mudah-mudahan

target selesai yang sudah kita buat tercapai,” kata Kepala Dinas PU Pasbar, Reflin kepada Haluan kemarin di kantornya. Kata Dia, dalam mempersiapkan pelaksanaan MTQ PU bertugas untuk menyelesaikan pekerjaan fisik. Sementara non fisik dikelola oleh panitia yang

sudah ditunjuk. Untuk arena MTQ sudah disiapkan lokasi seluas 3,5 Hektar di komplek pertanian Padang Tujuah, Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman. Persiapan MTQ bukan hanya membenahi seputaran lokasi tapak MTQ, tapi ujar Reflin meliputi seluruh wilayah di Pasbar, terutama kecamatan yang dijadikan pusat kegiatan. Kegaiatan yang dilakukan mulai dari lingkungan perumahan, kantor hingga jalanjalan sampai gang-gang. “Tahun 2012 lalu, berbagai pekerjaan sudah kita lakukan, seperti pembangunan trotoar sepanjang komplek perkantoran Pasaman Baru, tromtoar jalan

didepan kantor DPRD,” jelasnya. Selain itu, pada jalan jalur dua Pasaman Baru - Padang Tujuah atau jalan Soekarno-

Hatta akan dibangun lampu penerangan jalan sebanyak 156 unit. Dengan adanya lampu tersebut akan menambah semaraknya kota Simpang Ampek. Secara terpisah, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Pasbar, Getri Ardenis mengatakan, menghadapi MTQ nanti, Pasbar sudah mempersiapkan kontingen dengan menetapkan 51 orang qori dan qoriah. “Mereka, terus kita bimbing dan latih hingga saat ini, mudah-mudahan terget prestasi bisa tercapai. Sehingga kita tidak hanya sukses sebagai tuan rumah tetapi juga sukses prestasi,” ujarnya. (h/dka)

MENUJU KABUPATEN SEHAT

Bupati Minta Warga Biasakan Hidup Sehat PASBAR, HALUAN — Bupati Pasaman Barat, H. Baharuddin R mengimbau seluruh lapisan masyarakat, untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Baik hal itu untuk diri sendiri, lingkungan hingga kelompok. Pasalnya, tahun 2013 ini Pasbar menargetkan terpilih sebagai kabupaten sehat. Kata Bahar, menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari akan memberikan dampak positif bagi kesehatan badan, keluarga dan juga

masyarakat luas. Adapun hal itu seperti, tidak buang air sembarangan, menjaga kebersihan diri, rumah dan lingkungan. Tidak buang air besar ke sungai dan lainlain. “Pola hidup sehat bagi kita bukan target prestasi daerah, tapi bagaimana menciptakan masyarakat sehat. Jika masyarakat sehat pembangunan daerah akan berjalan dengan lancar, ekonomi akan bergerak maju,” katanya. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Pasbar, Lazuardi mengatakan, untuk mewujudkan

kabupaten sehat perlu dukungan semua pihak. Utamanya para masyarakat, Pasbar sudah menjadikan kabupaten sehat sebagai program unggulan tahun 2013. Untuk mewujudkan itu semua, pihaknya akan menjalankan kegiatan pengelolaan sanitasi lingkungan dan rumah tangga secara menyeluruh. Pihaknya mengharapkan masyarakat dapat menggunakan air bersih, WC dan pembuangan limbah. Sehingga sumber penyakit yang ada disetiap rumah

tangga bisa berlahan-lahan dihilangkan. “Kebersihan keluarga menjadi sasaran sehingga akan mempu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sumber penyakit dari makanan dan air akan kita upayakan menghilangkannya,”kata dia. Menurutnya, selain mewujudkan keluarga dan lingkungan sehat, pihaknya mengharapkan pola perilaku hidup sehat akan mengakar di tengah-tengah masyarakat. “Terpenting sekali masyarakat

sadar dan diharapkan ada perubahan prilaku menuju hidup sehat,’’ujar dia. Dia menjelaskan, untuk menjangkau keluarga di setiap nagari (desa) pihaknya memanfaatkan tenaga kesehatan yang ada. Mulai dari dokter, perawat, bidan dan dari masyarakat sendiri. Melalui sarana prasaran kesehatan mulai dari Puskesmas, Posyandu, Polindes dan bidan desa maka berbagai penyuluhan akan dilakukan untuk mewujudkan kabupaten sehat.(h/dka)

Potensi Perikanan Pasbar Terus Dikembangkan

Tingkatkan kualitas dan kebutuhan daging sapi, Pemkab Pasbar membangun pasar ternak di Jorong Simpangtigo, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Pasbar, yang masih tahap uji coba pengoperasian. ANDIKA

PASBAR, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan setempat berupaya maksimal untuk mengembangkan potensi kelautan dan perikanan dalam rangka memacu peningkatan kesejahteraan masyarakat dan nelayan. Berbagai program unggulan dengan motode skala prioritas digulirkan setiap tahun. Berbagai upaya dan bantuan dilakukan, termasuk menggaet dana dari provinsi dan pusat sebanyakbanyaknya. Berbagai program yang sebelumnya dilakukan mulai menampakkan hasil. Secara berlahan tapi pasti peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan dan pelaku usaha perikanan mulai tampak. Kepala Dinas Kelauatan dan Perikanan Pasbar, drh. Nelyarwisma mengatakan, jumlah produksi perikanan laut hasil tangkapan nelayan adalah sebesar 86.563 ton pada tahun 2012. Jumlah iniadalah hasil yang diperoleh sebanyak 5.475 orang nelayan di Pasbar. Sementara potensi perikanan

budidaya seluas 1. 167,78 hektare , baru termanfaatkan seluas 122,02 hektare atau 10,5 persen. Tapi sudah menghasilkanm produksi ikan sebesar 3.056,3 ton pertahun. “Jika 50 persen saja termanfaatkan, Pasbar bisa menghasilkan sekitar 15.000 ton ikan budidaya pertahun,” katanya. Disamping itu, dengan luas perairan umum Pasbar 46.263 hektare dan memiliki 2 unit pangkalan pendaratan ikan atau PPI dan sembilan unit Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan potensi pengolahan ikan yang mampu memproduksi 7.176 ton pertahun juga sumber penghasilan masyarakat yang tidak sedikit jumlahnya. “Dari 9 TPI dua diantaranya sarana pemerintah yaitu yang berada di PPI Aia Bangih dan Sasak dengan melayani sekitar 65 unit kapal nelayan,” tambahnya. Pada program pengembangan perikanan tangkap, dilakukan pengembangan sarana dan prasarana pada program tahun 2012 lalu bagi nelayan. Diantaranya, penyediaan 27 unit mesin long tail, penyediaan 53 set sarana

pendukung penangkapan ikan serta pembangunan gudang dan mes PPI Aia Bangih. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi tangkapan nelayan kecil, serta meningkatkan fungis pelayanan bagi nelayan penangkap ikan,” imbuh Nelyarwisma. Sementara pada pengembangan budidaya ikan, dilakukan pembangunan sarana prasanara produksi. Contohnya pembangunan BBI Talamau, pengembangan kolam BBI Sukomananti, penyediaan induk ikan unggul, penyediaan sarana budidaya ikan kerapu dengan sistem KJA, bantuan benih dan pakan ikan. Bidang kelautan, pesisir dan pulau-pulau kecil dilaksanakan program pendayagunaan potensi pulau-pulau kecil, dinas melakukan menyediakan sarana dan prasarana, pemanfaatan potensi wisata, seperti yang dilaksanakan di Pulau Panjang, Aia Bangih. Bidang pengolahan dan pemasaran hasil perikanan melakukan optimaslisasi pengolahan dan pemasaran hasil perikanan melalui UKM pengolahan ikan yang ada. (h/dka)

>> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman: Habli


12 PAYAKUMBUH DAN LIMAPULUH KOTA BOTIAH PKK Payakumbuh Timur Juara CMSI dan MNB PAYAKUMBUH, HALUAN — Cipta Menu Serba Ikan (CMSI) dilombakan bersama Masakan non Beras (MNB) digelar Dinas Pertanian dan Kantor Ketahanan Pangan Payakumbuh. Lomba tersebut berlangsung di Kantor TPPKK jalan Pahlawan Payakumbuh, kemarin. Pesertanya 15 grup dari utusan TP-PKK lima kecamatan se-Kota Payakumbuh, dalam rangka mendorong warga gemar memakan ikan dan mensosialisasikan makanan non beras dengan pola beragam bergizi seimbang aman (B2SA). Kepala Dinas Pertanian Payakumbuh, Mediar Indra, mewakili walikota membuka lomba CMSI itu. Acara pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua TPPKK Payakumbuh, Ny. Dr. Henny Riza Falepi. Lomba juga disaksikan ratusan anggota PKK dan GOW (gabungan oragnisasi wanita) lainnya. “Gemar memakan ikan dan membudayakan makanan non beras, harus digalakkan lebih luas. Sosialisasi program ini harus dipergencar, sehingga suatu saat nanti, masyarakat tidak lagi bergantung dengan beras dan daging dalam memenuhi kebutuhan kosumsinya,”ungkap walikota. Dikatakan, untuk memulai kebiasaan tersebut, harus diterapkan oleh ibu-ibu PKK dan aparatur penyelenggara pemerintah. Minimal, dalam sehari, warga diajak mengkosumsi makanan non beras dan makan ikan, ujar walikota serta Ketua TP-PKK Henny Riza Falepi. Para peserta lomba sudah mempersiapakan dan memasak makanannya dari kecamatan. Dalam rentang waktu yang ditentukan, peserta menampilkan masakannya di atas meja dengan rapi. Sementara dewan jurinya berasal dari ahli masak dari Politany Unand, SMKN 3 dan TPPKK Payakumbuh. Setelah dilakukan penilaian, ternyata TP-PKK Kecamatan Payakumbuh Timur dibawah asuhan Camat-nya Yunida Fatwa, mendominasi sebagai pemenang dalam lomba tersebut. Kaum hawa dari Payakumbuh Timur, mengantongi dua gelar juara, lomba CMSI dan lomba MNB. Dua trofi diboyong TP-PKK Payakumbuh Timur. TP-PKK Payakumbuh Timur mampu membuyarkan harapan TP-PKK kecamatan lainnya. “Tujuan ikut lomba bukan meraih gelar juara semata. Tapi, memotivasi semangat ibuibu PKK, agar mampu mensosialisasikan program gemar memakan ikan dan membudayakan masakan non beras. Ini yang akan kami aplikasikan setelah lomba ini,” sebut Camat Yunida menyikapi kemenangannya. (h/smt)

SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

Peringatan “Koto Tuo Lautan Api” Kurang Diminati LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Semangat masyarakat untuk memperingati nilai-nilai kepahlawanan di Kabupaten Limapuluh Kota, utamanya tingkat lokal semakin memudar. Buktinya, peringatan “Koto Tuo Lautan Api” di Kecamatan Harau, Senin kemarin tak mendapat perhatian masyarakat setempat.

BANTUAN — Pemko Payakumbuh lewat Badan Kesatuan Bangsa Penanggulangan Bencana Daerah (Kesbang-PBD), menyerahkan bantuankepada 28 kepala keluarga korban bencana. Penyerahan bantuan diserahkan Walikota diwakili Kepala Kesbang-PBD Ir. Yufnani Awai, bersama Camat Latina Doni Prayudha, S.STP. ZULKIFLI

Tegar, Perenang Masa Depan Payakumbuh PAYAKUMBUH, HALUAN — Pengkot PRSI Kota Payakumbuh lahirkan calon perenang nasional. Dalam usia 14 tahun, Tegar Mulia Nasution, nama perenang andalan kota ini, sukses merebut empat medali emas di ajang Olimpiade Olahraga dan Seni Nasional (O2SN), tingkat Sumbar, awal Mei lalu. Ia menyebet emas dalam nomor kupu-kupu 50 meter, dada 50 meter, punggung 50 meter dan gaya bebas 50 meter. Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh H. Hasan Basri Sy, S.Pd, di Balaikota Payakumbuh, menginformasikan, Tegar punya kemauan keras dalam latihan renang dan perlombaan. Sukses Tegar, mengangkan nama Payakumbuh dalam

iven O2SN, membuat kontingen Payakumbuh mampu menegakkan kepala ketika berbalik ke Payakumbuh, katanya Menurut Hasan, ia akan perintahkan kepala sekolah Tegar dan pengurus PRSI Payakumbuh, yang nota banenya adalah staf Dikdis Payakumbuh, untuk membina Tegar dengan serius. Hasan optimis, anak Bintara Polri Aipda Mulia Raja Nasution dan Ninta Arika yang Kepala Sekolah Taman Kanakkanak (TK) Istiqomah Bulakan Balai Kandi Koto Nan Ampek Payakumbuh, itu akan menjadi perenang ternama di Tanah Air. Dikatakan, Tegar, akan membela nama Sumatera Barat pada ajang

nasional, O2SN ke Kalimantan Timur, Juli mendatang. “Mari kita dukung dan doakan Tegar berhasil mendulang medali emas buat kontingen Sumatera Barat,” ajak Hasan. Sementara itu, Tegar yang lahir 2 Mei 1999 ini dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah Sumbar yang diadakan pada tanggal 27 29 Mei 2013 di Padang, juga menyabet 1 medali emas nomor gaya bebas 200 m, 3 medali perak dari nomor gaya kupu kupu putra 200 m, 100 m, 50 m dan 1 medali perunggu nomor gaya ganti 200 m. Dalam Popda ini, lawan Tegar lebih senior darinya, karena rivalnya adalah perenang yang sekolah di jenjang SLTA. (h/smt/snt)

Hasil pantauan Haluan ke lokasi acara di Koto Tuo, peringatan Koto Tuo Lautan Api yang merupakan rangkaian sejarah perjuangan PDRI itu yang sudah berlangsung 64 tahun, hanya lebih dominan dihadiri Kepala Kepala SKPD, instansi terkait lainnya di jajaran pemkab setempat, sejumlah anggota TNI/Polri dan undangan lain. Artinya, puluhan hadirin yang memenuhi undangan, terlihat hanya pegawai Pemkab setempat. Masyarakat umum di sekitar lokasi tak kelihatan, kecuali beberapa pemuka masyarakat, ninik mamak dan bundo kanduang. Sepertinya lebih banyak peminat acara perpisahan murid SD dan TK jika dibandingkan dengan acara peringatan Koto Tuo Lautan Api.. Namun, terlepas kurang diminatinya peringatan tersebut, Bupati Limapuluh Kota, Alis Marajo dalam acara tersebut mengatakan, pentingnya masyarakat mengetahui tentang nilai nilai sejarah yang terjadi di negeri ini untuk mempertahankan kemerdekaan dari penjajah Belanda, utamanya nilai sejarah perjuangan yang terjadi di kabupaten

>> Editor: Dodi Nurja

Limapuluh Kota. Peristiwa yang terjadi di Koto Tuo yang pernah menjadi lautan api ketika mempertahankan kemerdekaan RI puluhan tahun lalu itu, telah mengorbankan berupa nyawa, harta benda dan air mata penduduk daerah ini. Sedikitnya, dikabarkan sebanyak 110 rumah ludes dibakar Belanda di Koto Tuo, puluhan nyawa masyarakat menemui hajal. Dengan peringatan nilai kepahlawanan ini, diharapkan para generasi muda tidak mudah melupakan jasa jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan yang sedang kita nikmati sampai saat ini, sebut Alis Sementara itu, pemuka masyarakat setempat, Arius Sampeno, Dt.Sinaro Garang dalam kesempatan bincang bincang dengan Haluan, seusai acara menyebutkan, menyayangkan sikap masyarakat yang kurang bersyukur atas nilai nilai perjuangan para pahlawan. Mungkin kurangnya minat masyarakat mengahdiri acara peringatan Koto Tuo lautan Api ini, mereka disibukkan dengan kegiatan rutinitas keseharian mereka. (h/zkf)

>> Penata Halaman:Habli


SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

Basamo Mako Manjadi

LINGKAR

AGAM 13

TK Pembangunan Diresmikan AGAM, HALUAN— Bupati Agam Indra Catri, Dt. Malako Nan Putiah meresmikan pemakaian gedung “TK Pembangunan” Jalikur Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang, Senin (10/6). Gedung TK Pembangunan tersebut dibangun dengan sumber dana para perantau malaysia dan perangkat nagari. Peresmian tersebut, ditandai dengan penandatanganan prasasti sekaligus pengguntingan pita dan pembukaan selubung papan nama oleh Bupati Agam. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Perantau Jalikur Koto Tangah dari Malaysia H. Juhardi Bagindo Maruhun dan beberapa orang rombingan, anggota DPRD Agam, SKPD terkait, Camat Tilatang Kamang Kurniawan Syahputra, dan unsur Muspika. Bupati Agam dalam sambutannya mengatakan, peresmian Gedung TK ini dapat membantu dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Selain itu, diharapkan keberadaan fasilitas pendidikan baru ditengah masyarakat, mampu malahirkan generasi anak bangsa yang berkarakter. Menurut bupati, anak usia TK merupakan masa usia emas. Pada usia ini sangat dibutuhkan bimbingan dan binaan dari orang tua akan pentingnya pendidikan, karena masa usia tersebut sangat mudah dalam membentuk karakter seorang anak. Dalam kesempatan tersebut Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada perantau atas partisipasinya terhadap pembangunan bantuan fasilitas pendidikan yang berada di Jalikur Koto Tangah. Ketua Panitia Meiyeldi dalam laporannya menyampaikan bahwa dana pembuatan sekolah TK tersebut berasal dari sumabangan para perantau dan sumbangan perangkat nagari Koto Tangah. Menurutnya, dana material yang terpakai dalam pembangunan ini sebesar Rp86 juta. Pembangunannya dilakukan secara bergotongyong melibatkan masyarakat. Ketua Rantau Malaysia asal Jalikur Koto Tangah mengaku prihatin dengan proses pembangunan TK ini, karena cukup memakan waktu. oleh sebab itu Ia dan keluarga besar masyarakat Jalkur Koto Tangah untuk sepakat membantu proses pembangunan sekolah ini. (h/amc)

RESMIKAN— Bupati Agam Indra Catri Resmikan penggunaan Gedung TK Pembangunan, kemarin. IST

Walinagari Koto Malintang Terima Kalpataru AGAM, HALUAN—Nama Kabupaten Agam kembali menggaung di Istana Negara, setelah Wali Nagari Koto Malintang Nazirudin menerima penghargaan Kalpataru Perintis. Penghargaan itu termasuk 1 dari 16 penerima anugerah Kalpataru di Indonesia tahun 2013 kategori perintis. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Senin (10/6). Camat Tanjung Raya Syatria yang didampingi Walinagari Koto Malitang Nazirudin kepada wartawan, mengatakan alasan dewan pertimbangan menganugerahkan Kalpataru ini kepada Walinagari Koto Malintang Nazirudin meliputi, karena Nagari Koto Malintang secaar konvensional telah menjaga hutan rakyat dari

penebangan hutan semabarangan, sistem parak demikian disebut oleh masyarakat setempat menjaga hutan seluas 327 Ha, dan 40 ha diantaranya adalah milik keluarga Walinagari Koto Malintang Nazirudin. Selain itu, jika ada masyarakat yang membutuhkan kayu untuk kebutuhan keluarga, maka penebangan hanya boleh sesuai kebutuhan rumah tersebut dan harus disetujui keluarga dan ninik mamak hingga ketua KAN dan

walinagari dan itupun harus ditanam penggantinya. “Setiap pengantin baru wajib menanam pohon sebelum proses administrasi nikah diberikan,” ujar Syatria Begitu juga manfaat yang telah diperoleh masyarakat antara lain, sumber air yang ada dalam hutan, jadi sumber air pam simas masyarakat dan ini telah mendukung masyarakat bersedia membuat wc di rumah dari sebelumnya dikolam atau tabek. Dan secara umum, disaat nagari lain di sekitar nagari ini kena banjir beberapa bulan lalu, nagari Koto Malintang terhindar dari banjir dan galodo. Ditambahkan camat, keberhasilan ini merupakab suatu bukti apa yang diingatkan bupati Agam, bahwa hal-hal sekecil apapun jika dilakukan sungguh-sungguh maka akan membuahkan hasil. Terbukti

dari apa yang dilakukan masyarakat Nagari Koto Malintang secara turun temurun puluhan tahun terakhir, telah mulai menjaga hutan sebagai sumber kehidupan. “Kita yakin gerakan Agam menyemai yang telah menggelora ditengah masyarakat

Agam, suatu saat nanti akan semakin mempertegas inovasi cerdas yang telah digulirkan bupati Agam tersebut, tidak hanya untuk kepentingan kelestarian tetapi juga bernilai ekonomi bagi masyarakat,” jelas Syatria. 100 meter minimal dari pantai. (h/amc)

Wali nagari Koto Malintang Nazirudin menerima penghargaan Kalpataru Perintis. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Presiden RI Susilo BambangYudhoyono di Istana Negara, Senin (10/6).

>> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman :Jefli


14 WANITA DAN KELUARGA

SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

Tips

Agar Si Kecil Rajin Belajar SUATU saat ketika papa di rumah dan mengetahui bahwa sang buah hati belum belajar membaca dan menulis, maka dengan segera dipanggil si kecil yang lagi asyik main untuk belajar. Anda tau reaksinya kan? “Ntar lagi ya pa…” Satu hal yang perlu papa dan mama ketahui adalah dunia anak adalah dunia bermain. Ya. Dunia anak adalah dunia bermain. Nah, teringat dengan buku Dale Carnegie: “Bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain” andapun bisa memakainya untuk menggiring anak anda agar melakukan apa yang anda inginkan. Satukan tujuan anda dan keinginan si kecil Spontan aja papa ajak main juga waktu itu… “Main tebak-tebakan binatang yuk”. “Gimana pa?” sahut anak saya… Tersenyumlah saya saat itu karena dengan pertanyaannya… ada PINTU yang terbuka bagi saya untuk mengarahkan dia. Beberapa bentuk permainan yang bisa dipakai: 1. Yang lambat dikasih bedak. Contohnya: Kemarin ketika papa pulang kerja, muka mama dan si kecil lagi seperti badut. Banyak polesan bedak di dahi, pipi dan dagu. Rupanya mereka berdua sedang bermain: “Yang lambat menulis suatu kata akan dikasih bedak”. 2. Bila benar di ayun-ayun. Ini papa lakukan ketika memberikan tebakan pada si kecil… kata ini dibaca apa? Bila jawabannya benar, maka saya berdiri, dia ada didepan saya dan membelakangi saya. Saya memasukan tangan ke ketiaknya untuk diangkat dan diayun-ayunkan ke depan ke belakang. Anda bisa menambahkan sendiri bentukbentuk permainan yang sekaligus memberikan manfaat bagi si kecil untuk belajar. Yang terpenting adalah anak anda menjadi senang dengan proses belajar itu sendiri dan kita sebagai papa dan mama sudah memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita. Sesederhana apapun tips anda, itu sudah merupakan suatu perbedaan yang nyata. Dan itu beda kan? (h/net)

Membuat Pelajaran yang Sulit Jadi Mudah DARI sekian banyak mata pelajaran di sekolah, tentu ada pelajaran yang menyenangkan bagi para siswa atau ada yang biasa-biasa saja. Namun, ada juga yang “menakutkan” sehingga siswa kita tidak nyaman dibuatnya. TUHAN menciptakan manusia dengan titik keunggulan sekaligus kekurangannya. Biasanya, seorang murid menjadi pandai pada pelajaran tertentu (selain faktor genetika) karena memberikan perhatian yang lebih. Kemudian semangat mempelajarinya. Jika terjadi sebaliknya akan berujung pada nilai yang buruk. Muncul pertanyaan, bagaimana caranya supaya siswa menyenangi pelajaran yang semula tidak disenangi, disebabkan sulit paham? Ada empat cara sederhana (tetapi ampuh) yang bisa kita tempuh agar pelajaran yang sulit menjadi mudah. 1. Memancing siswa untuk bertanya Sudah bukan rahasia, tidak suka suatu pelajaran karena dianggap sulit, tidak mengerti, kurang paham. Sehingga semakin lama, siswa tambah bingung. Arahkan siswa untuk bertanya kepada siapa saja yang memahami. Yangpertama kepada ibu dan bapak guru yang mengajar pelajaran terkait. Guru harus menekankan akan senang membantu siswa yang mengalami kesulitan. Lebih baik ditertawain teman-teman saat bertanya daripada pura-pura paham, padahal jaga gengsi. Bertanyalah pula kepada keluarga di rumah atau kepada teman-teman sekelas yang sangat paham, bahkan sangat menikmati pelajaran yang dianggap sulit itu. Dengan bertanya, kesulitan akan terurai sedikit demi sedikit. Memompa kepercayaan kepada siswa, sebenarnya kesulitan bisa berubah jadi kemudahan. 2. Mengingatkan agar membaca berulang-ulang Untuk pelajaran yang dikuasai tak masalah dibaca sekali, guna menghindari lupa. Penting baca kembali walau sudah paham. Sementara pelajari yang belum dipahami, pastikan bacanyaberkali-kali. Luangkan waktu sedikitnya 20 menit per mata pelajaran. Bila belum biasa, mulailah 10 menit. Mengerti tidak mengerti tetap baca. Hams tercipta pembiasaan. Dilatih terus. Bila kebiasaan ini telah menjadi perilaku sehari-hari, siswa akan menjadi orang hebat. Alasannya, setiap hari ilmu bertambah. Gerbang kesuksesan kuncinya ilmu. Itu semua ditempuh lewat jalur membaca. 3. Tanamkan bahwa semua mata pelajaran itu penting Semua pelajaran itu penting. Janganlah kita mengatakan bahwa pelajaran A sangat penting. Pelajaran B kurang penting. Pelajaran C tidak penting dan seterusnya. Kalau kita menganggap suatu pelajaran penting, kita akan mempelajari dengan sekuat hati, tetapi bila merasa suatu pelajaran kurang atau penting, kita pun malas dan mere-mehkannya. 4. Mencari cara supaya murid menyenangi guru Adakah di antara siswa kita yang tidak menyukai gurunya? Sulit rasanya pelajaran bisa dipahami tanpa adanya rasa senang kepada guru. Menyenangi guru adalah bagian dari kemudahan menerima pelajaran. Senang dalam banyak pengertian. Misalnya hormat, takzim. menuakan, menganggap orang penting, menghargai, dan seterusnya. Untuk mengomunikasikan poin agar murid menyenangi guru, dapat disiasati dengan beberapa hal. Misalnya, guru makin kreatif dalam memberikan transfer ilmu. Supaya lebih mudah dipahami. Mungkin dengan pengayaan model-model contoh tertentu yang lebih familier dan menarik minat peserta didik. Jangan pelit untuk memuji sisi positif sang murid. Yang paling penting, keteladanan dari guru. (h/ Nihwan Sumuranje)

Kualitas PAUD di Agam Terus Ditingkatkan AGAM, HALUAN — Sebanyak 27 orang kelompok gugus Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Edelweis dan Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) serta pengawas, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, melaksanakan kunjungan ke Istana Sultan Siak, Riau. Ketua Gugus PAUD Edelweis Kecamatan Ampek Angkek Azizah, kepada Haluan, Senin (10/6) mengatakan, kunjungan ke Istana Sultan Siak, Riau bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan bagi pendidik anak usia dini. Selain itu, melalui kujungan ini diharapkan ada pelajaran baru yang bisa diambil. “ Belajar tidak harus selamanya dilakukan di dalam ruangan. Banyak pelajaran yang bisa didapat dengan mengenal sejarah secara langsung kelapangan. Melalui kunjungan ini kita berharap ada input yang baik kepada guru,” katanya. Azizah menjelaskan, rombongan terdiri dari guru dan murid Paud. Kita telah mencatat segala hal yang baru, dan perlu dikembangkan kepada anak didik. Pengetahuan sejarah sangat perlu diketahui anak usia dini, akan jauh lebih efektif jika mengajak mereka secara

langsung berkunjung pada objek sejarah. Peningkatan mutu pendidikan anak usia dini terus ditingkatkan. Setiap bulan, kelompok gugus pendidikan anak usia dini juga melakukan pertemuan guna memecahkan beberapa persoalan yang perlu dipersamakan terutama terhadap kiat pembelajaran bermain sambil belajar pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). “Lembaga PAUD saat ini juga dilengkapi dengan Taman Kanak-Kanak, ada yang di kelompok bermain, dan di satuan Paud sejenis seperti Posyandu terintegrasi BKB dan Paud,” jelasnya. Ia menambahakan, Pertemuan pendidik dan pengelola Paud di Gugus Paud Edelweis dilaksanakan setiap dua minggu sekali secara bergiliran. Dengan hal itu diharapakan kualitas pendidikan di Paud lebih meningkat. (h/ yat)

Mendampingi Anak Belajar MENDAMPINGI anak saat ujian sebenarnya tidak jauh berbeda dengan ketika kita mendampinginya saat belajar sehari-hari. Hal yang penting bagi anak-anak kita yang baru pertama kali menghadapi ujian adalah pada usaha kita untuk membiasakan anak dengan berbagai instruksi yang biasanya ada pada soal-soal ujian serta sikap yang harus ditampilkan anak saat ujian berlangsung. Adapun tips-tips yang bisa kita lakukan antara lain adalah : 1. Kenali modalitas belajar anak. Bila anak kita termasuk tipe auditori, maka kita bisa memberikan penjelasan secara lisan disertai dengan contoh-contoh yang konkrit. Diskusikan topiktopik yang akan diujikan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan secara lisan. Bila anak kita termasuk tipe visual, maka kita bisa membantunya membuat ringkasan dari materi yang akan diujikan disertai gambargambar dan pemberian warna pada “key words” yang harus diingat oleh anak. 2. Mengenalkan berbagai instruksi yang harus diperhatikan anak saat mengerjakan ujian. Misalnya : Menuliskan nama,

tanggal dan kelas anak, Melingkari jawaban yang benar, Menggarisbawahi jawaban yang benar, Mewarnai jawaban yang benar dengan warna yang sudah ditentukan, Mencocokkan, Benar atau Salah, dll. Untuk latihannya, Bapak bisa membuat soal-soal yang sangat sederhana dan mudah dipahami anak. Karena tujuan utama kita adalah mengenalkan instruksi. Nanti, jika anak sudah memahami instruksi-instruksi tersebut, barulah kita bisa latihkan dengan menggunakan soal-soal yang berkaitan dengan materi-materi yang akan diujikan. 3. Mengenalkan sikap yang harus dilakukan anak saat ujian. Misalnya : Datang tepat waktu, mengerjakan semua soal yang diberikan guru (karena ada anak yang hanya mengerjakan halaman pertama saja karena dia tidak memahami bahwa ia juga harus mengerjakan semua halaman), mengerjakan soal-soal dengan cepat (karena pada ujian ada batas waktu), mengerjakan sendiri (tidak bertanya pada teman), bila ada yang tidak dimengerti tanyakan langsung pada guru, dll. 4. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan

Agar Anak Rajin Belajar BANYAK orangtua mengeluh dan bingung mencari cara agar anak rajin belajar. Rajin belajar? Coba anda ingatingat ketika anda masih kecil, apakah anda sendiri juga rajin belajar? Apakah anda juga langsung menurut begitu disuruh untuk belajar oleh papa dan mama? Pertanyaan diatas merupakan satu input balik agar kita sebagai papa dan mama tidak menekan terlalu keras pada anak untuk rajin belajar. Ingin anak rajin belajar itu baik, tapi pa-

hamilah dan sadarilah juga kalau anak anda juga seperti anda waktu kecil dulu. Nah, bagaimana cara sederhana agar anak rajin belajar? Mulai segala sesuatu dengan pikiran Dalam sebuah seminar, pembicara mengatakan kalau sebuah karakter atau sifat, misalnya sifat yang rajin belajar, itu tidak otomatis terbentuk. Semua anak dilahirkan sama, dari bayi, belajar berdiri, belajar berjalan, belajar berbicara, belajar membaca dan akhirnya mereka sekolah. Semua sama. Yang berbeda adalah bagaimana mereka menghabiskan waktu 24 jam sehari itu. Dimulai dari pikiran, dilakukan setiap hari sehingga menjadi kebiasaan dan kebiasaan itu menjadi karakter seseorang. Anak kami suka melihat princess, dia ingin

tidak menuntut anak untuk mendapat nilai sempurna sehingga anak-anak juga tidak mengalami stress yang justru bisa menjadi kontra produktif dgn performance mereka saat exam. 5. Berlatih soal, terutama untuk pelajaran Matematika. Dengan demikian diharapkan anak akan familiar dengan berbagai bentuk soal yang mungkin akan diujikan. 6. Untuk tahfidz qur’an, lakukan muraja’ah (mengulang dan menghafal ayat per ayat) setiap hari (misalnya, setiap selesai sholat maghrib menghafal 1 ayat saja). Karena itu, baiknya jauh-jauh hari kita mengetahui surat-surat apa yang harus dihafal oleh anak sehingga pada saat ujian, anak tidak langsung dihadapkan untuk menghafal banyak ayat. Untuk target surat-surat/ ayat-ayat yg harus dihafalkan, bisa kita tanyakan langsung pada guru tahfidz atau guru kelasnya. 7. Mengajarkan anak untuk berdo’a sebelum belajar dan sebelum mengerjakan soal. Berikan penjelasan kepada anak bahwa dengan mengingat ALLAH maka kita akan menjadi lebih tenang dan berharap agar Ilmu yang kita pelajari menjadi ilmu yang bermanfaat. (h/net)

Resep menjadi seperti princess. Papa dan mama memberikan masukan tiap saat, “Princess itu pintar membaca, pintar menulis, kalau ditanya jawabnya cepat dan keras”. Satukan keinginan anak anda dan keinginan anda, ucapkan sesering mungkin pada anak anda karena disitu pikiran mereka dibentuk. Pelajaran dari les matematika Kami mendapatkan konfirmasi tentang cara agar anak rajin belajar ini dari sebuah les matematika anak kami yang setiap hari memberi PR. Setelah bertanya dan konsultasi dengan guru pembimbing les tersebut, tujuan PR itu bukanlah untuk menjadikan anak itu pintar dan hafal, tapi lebih mengarahkan pada kebiasaan tiap hari mengerjakan PR. Kebiasaan tiap hari mengerjakan PR itu yang kami ingat. Memang tidak mudah pada awalnya. Anak kami juga mengeluh capek, ngantuk dsb kalau disuruh kerjain PR, namun sebagai papa mama teruslah mendorongnya. Kami memberikan point, “Oh, kamu sudah pintar 1 kali ya” bila dia mengerjakan PR hari itu… “Bila pintar sampai 10 kali, nanti papa dan mama belikan boneka”, beri penghargaan. Setelah terbiasa dengan 1 PR matematika, kami menambahkan PR membaca tiap hari, beri point juga dan beri reward juga. Sekarang PR anak kami menjadi matematika, membaca, menulis dan itu dilakukan setiap hari. Perlu kesabaran dari papa dan mama dalam membimbing anak melewati masamasa bosan dan masa-masa jenuh. Beri sedikit PR bila anak mengalami masa itu, bukan tidak ada PR, tapi sedikit PR. (h/pm)

Gurami Asam Manis Bahan dan bumbu: · 1 ekor ikan gurami · 2 buah wortel · 2 ruas jari daun bawang · 2 siung bawang putih · saos tomat, kecap manis, cuka, garam, lada, gula pasir, tepung sagu secukupnya · cabe merah · cabe hijau Cara membuat nya: · Bersihkan ikan gurami, belah, lumuri tepung sagu · Goreng hingga kering lalu angkat · Iris daun bawang panjang-panjang · Iris cabe merah, cabe hijau dan wordtel iris panjang-panjang/memanjang · Jahe dan bawang putih dikeprak lalu dituis bersama dengan irisan di atas · Masukkan sayurannya dan beri air kira-kira 1/2 liter · Terakhir masukkan saos tomat, cuka, kecap manis, garam, gula pasir. · Agar saos kental, masukkan tepung sagu yang telah dicairkan dengan air. ***

>> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman: Irvand


EKONOMI BISNIS 15

SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

Harga Kelapa Naik Rp1.000/Butir PADANG, HALUAN— Agen kelapa saat ini bergembira sebab, harga kelapa sudah mulai merangkak naik walaupun tidak banyak. Pantauan Haluan ke beberapa agen kelapa di Pasar Raya Padang yang berasal dari Pariaman ikut senang jika harga kelapa sudah mulai naik. Salah seorang agen kelapa, Eva (39) warga Pariaman mengatakan sudah 5 tahun menyalurkan kelapa kepada pedagang yang menjual santan murni. Menjual dengan borongan jauh lebih murah jika

dijual dengan enceran. “Kalau di encer saya bisa menjual Rp4.000 satu butir kelapa yang bagus dan besar. Akan tetapi karena saya sebagai agen kelapa maka saya lebih banyak menjual dalam partai besar sehingga harga juga menjadi turun,”jelas Eva. Menurut Eva, jika dibandingkan sebelum bulan Juni harga kelapa sudah naik 10 persen. Satu kelapa kalau diencer dijual dengan harga Rp3.000. Sekarang sudah mulai naik Rp4.000. “Ibaratnya kalau membeli santan Rp5.000 baru pas untuk satu kali gulai. Perbandingannya satu kelapa satu kali gulai,”ujar Eva. Sementara itu harga sembako lainnya masih belum

menampakkan tanda-tanda akan naik terlalu tinggi. Kecuali cabai yang masih bertahan dikisaran Rp35.000. Menurut beberapa pedagang sembako, dalam waktu dekatnya ini harga sembako belum akan naik. Diprediksikan harga cabai akan naik 2 minggu menjelang lebaran. Sementara itu, agen tomat di Pasar Raya Padang Rahmad mengatakan harga tomat masih standar dan stok masih aman. “Kalau tomat belum naik. Masih standar Rp8.000 kalau kualitas tomatnya bagus, standar tomat juga. Kalau tomat untuk sambal bisa dijual Rp5.000 hinga Rp7.000 per kilo,” terang Rahmad. (h/ cw-oos)

KELAPA— Agen kelapa saat ini bergembira sebab harga kelapa sudah mulai merangkak naik walaupun tidak banyak. Satu butir kelapa kalau diencer dijual dengan harga Rp3.000. Sekarang sudah mulai naik Rp4.000.OSNIWATI

LGCG Bisa Serap 30 Ribu Pekerja JAKARTA, HALUAN— Pemerintah menyebut regulasi Low Cost and Green Car (LCGC) mendatangkan komitmen investasi dari lima industri otomotif. Dengan investasi tersebut, regulasi LCGC bisa menyerap 30 ribu pekerja. “Bisa menyerap hampir 30 ribu pekerja di tingkat perakitan, tier satu dan tier dua. Itu belum termasuk sektor

distribusinya,” ujar Dirjen Industri Berbasis Teknologi Tinggi, Kemenperin, Budi Darmandi, di kantornya, Senin (10/6). Untuk nilai investasi lima industri otomotif mencapai US$ 3 miliar dollar. Sedangkan 100 industri komponen yang memproduksi LCGC mencapai US$3,5 miliar dollar.”Dengan investasi sebesar

ini, komitmen sudah dijalankan produsen kendaraan bermotor pada tahun 2012,” ujar Budi Pada triwulan 1/2013, kontribusi sektor industri alat angkut, mesin dan peralatannya mencapai 6,69 % dari total PDB Indonesia. Untuk itu insentif perlu diberikan kepada industri produsen otomotif dan produsen komponen otomotif

yang membuat mobil di dalam negeri. Misi lain program mobil LCGC mendukung kemandirian industri nasional kendaraan bermotor, terutama pada sistem penggerak mobil yaitu komponen engine, transmisi dan acle. “Program ini akan menarik industri komponen otomotif agar berinvestasi di dalam negeri,” tutur Budi. (h/inl)

Pajak Kepada UMKM Disayangkan JAKARTA, HALUAN—Wacana bahwa Pemerintah akan mengenakan pajak kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM), sangat disayangkan. Enny Sri Hartati, Direktur Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengatakan, seharusnya pemerintah memberikan insentif kepada UKM. Ini malahan akan mengenakan pajak kepada UKM. “Padahal

perusahaan besar sering mendapatkan insentif paja.”ujarnya pada diskusi “Tanggapan INDEF RAPBN-P2013” di Jakarta, Senin (10/6). Menurut Enny, jika pemerintah tetap merealisasikan rencana ini, maka Pemerintah dipandang sebagai pihak yang berperilaku pelit dan tidak adil.”Kalau perusahan besar dapat insentif pajak bermacam-macam, masa insentif ke

UKM pelit,” jelas Enny. Padahal, lanjutnya, UKM menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Kinerja UKM akan terganggu bilamana pajak akan diterapkan ke mereka. “Profitnya UKM kan 3% jika dilihat dari pendapatan,” ujarnya. Enny menekankan, jika pemerintah mengurungkan niatnya mengenakan pajak ke UKM, maka kegiatan usaha

UKM akan tumbuh, dampaknya perekonomian akan maju dan tidak timpang serta tenaga kerja tidak akan terkoreksi alias di PHK akibat adanya pajak UKM. “UKM relatif menyerap tenaga kerja cukup signifikan. Kalau nggak kena pajak akan hidup dan kedepan akan ekspansif. Ini akan memberikan eskalasi yang positif,” tuturnya. (h/inl)

>> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Jefli


16

SELASA SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

Smartphone

Acer Liquid S1, Phablet Canggih JAKARTA, HALUAN — Acer siap memperkenalkan smartphone terbarunya dengan teknologi canggih. Perusahaan asal Taiwan ini resmi menyingkap Liquid S1, smartphone-tablet (phablet) pertamanya yang memuat layar berdiagonal 5,7 inchi dengan resolusi high definition. Di balik casing Acer Liquid S1 bersemayam prosesor quad-core 1,5GHz dan RAM 1GB yang berjalan di atas platform Android 4.2 Jelly Bean. Tersedia dalam dua pilihan yang singleSIM dan dual-SIM card. Liquid S1 menyuguhkan kamera utama berkualitas 8 Mpix dengan bantuan LED flash. Kemudian ada fitur DTS Studio Sound, koneksi Bluetooth, dan WiFi. Acer merambah ke wilayah perangkat baru (phablet) dengan beberapa tambahan software. Liquid S1 tampaknya mengikuti jejak Samsung Galaxy Note dengan membenamkan trik software, meliputi Float User Interface yang akan menjaga beberapa aplikasi tetap bekerja pada layar, sehingga pengguna bisa multitask tanpa harus keluar dari aplikasi. Lalu ada Voice Unlock yang memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan aplikasi melalui perintah suara serta mengakses bagian-bagian tertentu dari UI. Kemudian sebuah aplikasi bernama 2-Way Live Screen untuk sharing grup secara real-time antara teman-teman. Acer Liquid S1 akan mulai mendarat pada kuartal ketiga 2013 dengan banderol sekitar Rp4,5 juta. (h/sel)

PESAING AGYA-AYLA

Suzuki Hadirkan Wagon R MESKIPUN regulasi mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) belum dikeluarkan pemerintah, namun sejumlah produsen otomotif sudah bersiap melempar produknya ke pasaran. JAKARTA, HALUAN — Setelah Toyota Astra Motor (TAM) bersama Astra Daihatsu Motor (ADM) memperkenalkan Agya dan Ayla sebagai produk LCGCnya akhir tahun lalu, sekarang giliran Suzuki menampilkan produk LCGC-nya. Indikasi mobil murah Suzuki semakin kuat ketika produsen asal Jepang itu memamerkan Suzuki Concept-GII di Pekan Raya Jakarta 2013 yang juga mengindikasikan akan hadirnya Suzuki Wagon R di Indonesia. Wagon R ini disebut-sebut menjadi pesaing Agya dan Ayla. Namun, Suzuki masih malumalu mengakuinya. “Nanti saja setelah Lebaran kita berbicara panjang-lebar mengenai mobil ini,” kata General Manager PT Suzuki Indomobil Sales, Joko Utomo. “Itu masih konsep, namanya saja Concept-GII.” Menurutnya, city car ini merupakan prototype. Mobil ini didatangkan dari India. Jika Concept-GII menjadi mobil LCGC, maka akan diproduksi di Indonesia. Dan, tentunya kandungan lokalnya akan menjadi mayoritas. Wagon R mengingatkan konsumen kepada Suzuki Karimun – salah satu mobil terlaris dari Suzuki. Ini membangkitkan

kembali nostalgia para penggemar Karimun. Yang pasti, Wagon R akan menjadi lawan berat Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Di India, Wagon R menggunakan mesin tipe K108 998cc 3-silinder dengan transmisi manual 5-speed. Ada model dengan bahan bakar bensin, LPG atau CNG. Sementara itu, produksi mobil dalam program Low Cost Green Car (LCGC) akan lebih banyak menghiasi jalan-jalan di luar daerah Jabodetabek dengan tingkat persentase sebesar 80 persen. “Produksi LCGC diarahkan di luar Jabodetabek. Jadi 20 persen saja di Jabodetabek, sementara 80 persen diarahkan di luar Jabodetabek,” ucap Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kemenperin, Budi Darmadi saat menjabarkan rencana program LCGC di kantor Kemenperin, Senin (10/6). Budi memaparkan, pihaknya telah melakukan survei secara sistematis agar produksi LCGC disebar ke daerah-daerah yang tidak mengalamai kemacetan. Untuk itu, pihaknya menjelaskan penerbitan regulasi LCGC tetap memberi kontribusi bagi penyebaran produksi kendaraan omotif yang merata bagi daerah.(h/otc/inc)

>> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman: David Fernanda


SELASA SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

17

PIALA EROPA U21

Spanyol Melenggang ke Semifinal NETANYA, HALUAN — Alvaro Morata kembali jadi pahlawan kemenangan Spanyol di Piala Eropa U-21. Golnya membawa La Rojita menaklukkan Jerman 1-0 sekaligus lolos ke semifinal. Pada laga kedua Grup B yang dihelat Netanya Municipal Stadium, Senin (10/6) dinihari WIB, Spanyol tampil dominan sepanjang laga dengan 65 penguasaan bola serta membuat 18 tembakan. Tapi finishing buruk barisan depan Spanyol membuat mereka hanya mampu bikin tujuh shot on goal. Spanyol langsung tancap gas sejak menit awal dan sudah punya peluang lewat Koke. Tapi sayang tembakan jarak jauhnya masih belum menemui sasaran. Kemudian Spanyol seperti biasa mendominasi jalannya laga dan baru bisa mendapat

peluang lagi di menit 19. Thiago Alcantara merebut bola dari penguasaan bek Jerman lalu menembak ke tiang jauh tapi bola masih menghantam tiang gawang. Di menit 25 Rodrigo Moreno mendapat umpan terobosan dari Isco kemudian melewati Bernd Leno, tapi bola masih menyasar di samping gawang. Jerman mendapat kesempatan pertama di menit 29 dari tembakan Patrick Herrmann tapi sepakannya masih bisa ditangkap David De Gea. Di menit 37 Jerman kembali mengancam dari tembakan Christian Clemens. Bola kemudian hanya menyamping sedikit dari gawang De Gea. Skor 0-0 menjadi penutup babak pertama. Di babak kedua Spanyol masih mendominasi jalannya

laga dan menciptakan peluang namun jarang ada yang mengarah ke gawang Leno. Di menit 55 Asier Illarramendi melepaskan tembakan keras tapi masih menyamping di sisi gawang. Delapan menit setelahnya Rodrigo kembali membuang peluang ketika tembakan jarak dekatnya masih bisa ditepis Leno. Morata! Spanyol akhirnya bisa memecah kebuntuan ketika laga menyisakan empat menit lagi lewat gol striker yang bermain di Real Madrid itu. Morata, masuk sebagai pemain pengganti di menit 70, melakukan solo run di sisi kanan pertahanan Jerman melewati hadangan Antonio Ruidiger dan dituntaskan dengan sepakan ke tiang dekat yang menjebol jala Leno. (h/net)

BEREBUT BOLA — Pemain Brasil Fernando (kiri) berebut bola dengan pemain prancis, Bafetimbi Gomis pada pertandingan persahabatan di Porto Alegre, Brasil, Senin (10/6) dinihari WIB. Pertandingan ini sendiri berakhir dengan skor 3-0. NET

Brasil Hajar Prancis PORTOALEGRE, HALUAN - Brasil berhasil menaklukkan Prancis dalam partai persahabatan dengan skor telak 30. Hasil ini mengakhiri catatan buruk mereka selama bertemu dengan Les Bleus. Bermain di Stadion Gremio Arena, Porto Alegre, Senin (10/6) dinihari WIB, tuan rumah bermain lebih dominan dengan penguasaan bola 56%

berbanding 44%. Mereka membukukan 16 kali percobaan, di mana lima di antaranya tepat sasaran. Sementara tim tamu hanya membuat delapan upaya, dengan satu tendangan mengarah ke gawang. Kemenangan ini membuat Brasil mengakhiri sejarah panjang tak pernah menang atas Prancis, yang terakhir kali mereka rasakan pada tahun 1992. Ini sekaligus menjadi bekal bagus dalam menyambut Piala Konfederasi akhir pekan ini. Prancis membuka laga dengan kesalahan yang dilakukan oleh sang kapten, Hugo Lloris. Menahan bola agak jauh dari gawangnya, Fred dengan cerdik berhasil mencuri bola dari penguasaan Lloris.Namun Brasil gagal

memaksimalkan peluang ini. Tim tamu mendapatkan kesempatan bagus pertama di menit ke-14 lewat skema tendangan bebas. Sundulan Josuha Guilavogui menyambut eksekusi Mathieu Valbuena masih melebar dari sasaran. Prancis lagi-lagi menekan, kali ini lewat Dimitri Payet menit ke-23. Namun tendangan dari luar kotak penaltinya masih mampu ditangkap Julio Cesar. Brasil membalas melalui Neymar pada menit 31. Namun, tendangan pemain 21 tahun tersebut menyamping ke sisi kiri. Tuan rumah kembali mengancam lewat serangan dari sisi lebar lapangan. Di menit 41, Fred menerima umpan silang dari Dani Alves, sayang sundulannya hanya

>> Editor : Rakhmatul Akbar

melebar di samping kiri gawang Lloris. Oscar akhirnya memecah kebuntuan di menit 51. Berawal dari tusukan Fred di kiri, penyerang Fluminense itu mengirimkan bola ke tengah yang diakhiri sentuhan Oscar. Hernanes menambah keunggulan pada menit 84. Dari serangan balik cepat, Lucas Moura melepaskan umpan silang yang diteruskan Neymar kepada Hernanes. Tendangan kaki kiri gelandang Lazio ini menghujam ke gawang Lloris. Menit kedua injury time, Brasil mendapatkan penalti menyusul pelanggaran Mathieu Debuchy kepada Marcelo. Moura mengeksekusi dengan sempurna dan membuat skor menjadi 3-0. (h/net)

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


18 OLAHRAGA 50 Atlet ke Ajang POR Perpamsi PADANG, HALUAN — Kontingen DPD Perpamsi Sumbar siap mendulang prestasi pada Pekan Olahraga Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (POR-Perpamsi III) Jakarta, 21-25 Juni 2013. Perpamsi Sumbar akan diperkuat sekitar 50 atlet dan offisial. Direktur Utama PDAM Padang, Ir. Suloko MT yang juga sebagai Tim Seleksi atlit kontingen DPD Perpamsi Sumbar mengatakan, POR Perpamsi tahun ini merupakan yang ke-3, setelah yang pertama dilaksanakan di Padang sebagai tuan rumah tahun 2008 lalu. Kemudian POR Perpamsi II dilaksanakan di Denpasar, Bali. “POR Perpamsi ini merupakan gagasan kita di Perpamsi Sumbar. Dan gagasan ini direspon oleh pengurus DPP, sehingga POR Perpamsi berlanjut ke pusat dan dilaksanakan secara nasional,” kata Panitia Seleksi, Suloko didampingi Ketua DPD Perpamsi Sumbar, Des Yusbar Dt. Penghulu Mudo (Dirut PDAM Padang Panjang) dan Sekretaris Seleksi, Alfitra kepada wartawan, kemarin. “Pada POR Perpamsi I dulu yang dilaksanakan di Padang, kita menempati peringkat 2. Dan pada POR Perpamsi III ini, kita berharap bisa kembali meraih prestasi,” ujarnya lagi. Sementara itu, Sekretaris Tim Seleksi, Alfitra menambahkan, POR Perpamsi III tahun 2013 dilaksanakan di Jakarta dengan DPD Perpamsi Jakarta sebagai tuan rumah. Untuk kesiapan berangkat ke Jakarta, lanjut Alfitra, DPD Perpamsi Sumbar telah melakukan seleksi terhadap 75 peserta calon atlit Perpamsi Sumbar, Minggu (9/6). Mereka terdiri dari atlit tenis meja, bulutangkis, futsal, vokal di PDAM Padang, catur, tenis lapangan dan golf eksekutif. (h/vid)

Mantan Pegulat Bakal Bersatu PADANG, HALUAN — Kepala Bidang Binpres PGSI (Persatuan Gulat Seluruh Indonesia) Sumbar, Ilmarizal optimis mempersembahkan medali emas bagi Sumbar pada PON XIX 2016 mendatang, menyusul keberhasilan Sumbar menjadi juara umum Kejurnas Gulat Yunior Piala Walikota, pekan lalu. Pada kejurnas yang diikuti 215 pegulat dari 13 provinsi itu, Sumbar meraih pengumpul poin terbanyak dari empat emas, lima perak dan delapan perunggu. Empat emas itu diraih pegulat di kelas 46 kg remaja putra, Gilang Ilhuza (54 kg remaja putra), Heru Fernandes (54 kg yunior putra), Gulastio (58 kg yunior putra). Sedangkan perak diraih Bayu Wilantara (35 kg remaja putra), Candra Sansongko (58 kg remaja putra), Juni Alvivera (74 kg remaja putra), M Diki Syafian (85 kg remaja putra), dan Mardiatul (55 kg putri). "Prospek mereka untuk lebih baik itu sangat besar. Karenanya, perlu pembinaan jangka panjang yang tentunya perlu perhatian banyak pihak,"kata Ilmarizal lagi. Salah satu jalan untuk memberikan perhatian itu, katanya, ia akan mengajak mantan pegulat Sumbar untuk bersatu membuat paguyuban ikatan mantan pegulat Sumbar. Gagasan tersebut katanya, akan menampung seluruh aspirasi mantan pegulat di Sumbar, tentang bagaimana ke depan seluruh pegulat di daerh ini bisa terus berkembang dan tentunya menggelar berbagai kejuaraan nasional dan daerah. (h/mat)

SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

Rahmat Taubat Terancam Dievaluasi PADANG, HALUAN -- Petinju masa depan Sumbar, Rahmat Taubat bakal dievaluasi keberadaannya di Pelatnas, menyusul kekalahan yang ia alami di babak perempat final, Kejurnas Tinju Amatir Piala Wapres II, pekan lalu

FOTO BERSAMA — Walikota Padang Fauzi Bahar mendampingi Menpora Roy Suryo berfoto dengan peraih juara pada salah nomor di Festival Dragon Boat International (FDBI), Minggu (9/6) malam. RIVO SEPTI ANDRIES

FINAL FDBI XI 2013

PODSI Padang Selamatkan Tuan Rumah PADANG, HALUAN — Final Festival Dragon Boat Internasional (FDBI) ke XI 2013 berlansung meriah, setelah Indonesia berhasil menang mengalahkan lawannya Australia dan Malaysia, dalam kelas antar bangsa, Minggu (9/6). Indonesia pun meraih piala bergilir dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Maria Eka Pangestu. Meskipun perlombaan berlangsung di malam hari, namun tak menyurutkan semangat tim Indonesia untuk mengaharumkan nama bangsa Indonesia yang dikenal sebagai negara maritim. Selain piala Menteri, tim yang berseragam merah tersebut berhak mendapat medali emas dan uang Rp 12.500.000. Sedangkan tuan rumah sendiri yakni Kota Padang, berhasil diselamatkan oleh tim PODSI (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia) Kota Padang dengan meraih juara 2 di kelas 12 Pendayung Putri dan tim Kota Padang merebut juara 3 di kelas 12 campuran.

PODSI Kota Padang dengan 12 pedayung putrinya, bersaing ketat dengan PODSI Riau dan Batang Hari Jambi. Namun PODSI Padang harus mengakui kemampuan PODSI Riau setelah perahu bermotih naga itu, berhasil menyentuh garis finish, dan Podsi Padang hanya mampu di urutan 2 serta Batang Hari Jambi di juara 3. Festival Dragon Boat yang bersejarah setelah mendapat penghargaan dari International Dragoan Boat Federation (IDBF) itu,juga menjadi sejarah bagi Podsi Riau. Tim yang malam itu berseragam oranye tersebut, berhasil merebut 4 medali emas dan piala bergilir yaitu dari kelas 12 pedayung putri piala Gubernur Sumbar, 12 pedayung putra piala Walikota Padang, 12 pedayung campuran piala Panglima Armada Barat, dan 22 pedayung campuran piala Kepala Staff Angkatan Laut (KSAL). Di kelas kesatuan 12 pedayung memperbutkan piala bergilir Pangdam

I Bukit Barisan, Sat Pol Air Polda Sumbar mampu merebut juara 1, disusul juara 2 dari Korem 032 Wirabraja dan juara 3 dari Marinir Padang. Zepo menambahkan, tim PODSI Riau yang sekarang akan terus dibina untuk generasi penerus atlet dayung Riau. “Tim ini akan kami persiapkan untuk kejuaraan Dragon Boat Internasional November mendatang,” kata Zepo. Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo yang datang menyaksikan Festival Dragon Boat malam itu, sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Padang karena telah berhasil mempertahankan iven internasional selama sebelas kali berturutturut. Iven ini juga bisa menjadi tempat melahirkan atlet dayung handal untuk Sumbar dan Indonesia. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Walikota Padang Fauzi Bahar, dia mengatakan, bangga dengan bertahannya iven yang ke 11 kalinya itu dan berharap untuk dilanjutkan. (h/rvo)

Pada iven yang digelar di GOR HBT dan pelataran parkir Taman Budaya Padang, petinju peraih emas PON kelas 49 Kg ini kalah dari petinju Pelatnas SEA Games lainnya yakni Cornelius Kawangu. "Kejurnas Wapres Cup 2013 merupakan bagian persiapan petinju untuk menghadapi SEA Games 2013, petinju yang kalah akan kita evaluasi dan dinilai layak atau tidak untuk memperkuat tim Indonesia pada ajang tersebut," kata Kordinator Pelatih dan Pembinaan Atlet untuk SEA Games 2013 Persatuan Tinju Amatir Nasional (Pertina) Jhon Amanupunyo di Padang, Minggu (9/ 6) malam. Katanya beberapa petinju Pelatnas yang kalah pada ajang tersebut termasuk Rahmat Taubat tentu akan dievaluasi ulang oleh tim pelatih, termasuk kesiapan dan perkembangan atlet tersebut selama dalam Pelatnas SEA Games. Namun, soal keberadaan para petinju yang kalah pada iven ini belum final karena masih akan dibahas oleh tim pelatih. "Yang jelas PP Pertina hingga kini belum menentukan petinju mana yang akan membela Indonesia di SEA Games. Kepastian jumlah petinju tersebut baru akan ditentukan tiga bulan menjelang SEA Games untuk memenuhi kuota 15 petinju," katanya. Menanggapi kemungkinan tersingkirnya Rahmat Taubat di Pelatnas SEA Games, Wakil Ketua KONI Sumbar bidang pembinaan dan prestasi Handrianto mengatakan, pihaknya akan berupaya membangun komunikasi dengan PP Pertina, karena kekalhan Rahmat pada ajang tersebut tidak serta merta menggugurkannya pada tim Indonesia. "Rahmat Taubat petinju berbakat, kekalahan atas Cornelius sebaiknya bukan menjadi penilain final, apalagi lawan yang mengalahkannya pernah ia kalahkan dua kali dalam PON dan piala Presiden," harapnya.(h/mat)

>> Editor : Rakhmatul Akbar

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

19

BAB III Urusan Desentralisasi 2) Kehadiran banyak partai politik di satu sisi menaruh harapan optimis bagi masyarakat. Namun masyarakat menilai bahwa Pemerintah yang terbentuk belum mampu mengatasi masalah bangsa, sehingga muncul pergeseran sikap yang menjatuhkan kredibilitas IRWAN PRAYITNO MUSLIM KASIM Gubernur SUMBAR Wakil Gubernur SUMBAR Pemerintah. 3)Kebebasan menyamA. Urusan Wajib Yang paikan pendapat tanpa Dilaksanakan memperhatikan norma dan 15. Komunikasi dan Informatika etika. Urusan Komunikasi dan Infor4) Adanya fenomena disintegrasi matika dilaksanakan dengan dalam kehidupan berbangsa anggaran Rp2.757.941.500, dan dan bernegara. realisasi Rp2.528.809.200, Solusi : (93,79%) 1) Mengevaluasi secara mena. Program dan Kegiatan dalam program yang belum 1) Program Pengembangan Komaksimal dicapai. munikasi Dan Informatika 2) Penentuan perencanaan yang dengan kegiatan Pengawasan lebih realitis. dan Penertiban Bidang Postel, 3) Penelitian secara terpadu melalui Ujian Kecakapan Radio dan Tim KOMINDA dan Bakor Filatelli, Desiminasi Informasi PAKEM serta melarang kegiatan di Sumbar, KPID. Ormas/LSM dll, yang dapat 2) Program Pengembangan Komenimbulkan keresahan di tengah munikasi Dan Informatika kehidupan masyarakat. dengan kegiatan pembinaan 4) Meminta kabupaten/kota mendan pengembangan jaringan yampaikan laporan tentang komunikasi dan informasi. bebagai kejadian di daerah 3) Program Penyebarluasan Inforsedini mungkin. masi Penyelenggaraan Pe- 5) Mendorong terbentuknya wamerintah. dah koordinasi pemantauan 4) Program Pengembangan Data orang asing, NGO dan lembaga dan Informasi. asing di daerah 5) Program Implementasi Mobile 17. Otonomi Daerah, PemerinCommunity Acces Point (Motahan Umum, Administrasi bile CAP). Keuangan Daerah, Perangkat b. Realisasi Anggaran Program Daerah dan Kepegawaian. dan Kegiatan Penyelenggaraan program dan 1) Program Pengembangan Kokegiatan pembangunan bidang munikasi Dan Informatika, otonomi daerah, pemerintahan anggaran Rp410.000.000, reaumum dan administrasi kelisasi Rp249.045.400, (60,74%). uangan dimaksudkan agar 2) Program Pengembangan Kopenyelenggaraan pemerintahan munikasi dan Informatika, daerah menjadi lebih efektif, anggaran Rp1.053.279.900, efisien, berkualitas sesuai realisasi Rp1.039.115.275. dengan prinsip good gover3) Program Penyebarluasan Infornance. Untuk maksud tersebut, masi Penyelenggaraan Pemepada anggaran 2012 dialorintah, anggaran Rp kasikan di APBD Sumbar 309.051.600, realisasi Rp Rp209.943.208.705, dan di871.623.800. realisasikan Rp 4) Program Pengembangan Data 189.034.263.021, (90,04%). dan Informasi, anggaran Rp a. Program dan Kegiatan 313.898.000, realisasi Rp 1) Program Pelayanan Adminis294.269.125. trasi Perkantoran 5) Program Implementasi Mobile 2) Program peningkatan manaCommunity Acces Point (Mojemen penyelenggaraan pemebile CAP), anggaran Rp rintah pemerintah daerah. 85.312.000, realisasi Rp 3) Program peningkatan par81.415.375. tisipasi masyarakat. c. Permasalahan dan Solusi 4) Program peningkatan pelaPermasalahan yanan publik. Tidak terlaksana seleksi 5) Program sarana dan informasi Anggota KPID karena hukum. keterbatasan waktu. 6) Program peningkatan penaSolusi taan perundang-undangan. Sesuai saran anggota DPRD 7) Program pengelolaan belanja Komisi III, Pemprov Sumbar dan asset daerah. akan meninjau ulang SK 8) Program pembinaan dan penGubernur tentang gembangan aparatur. Perpanjangan Masa Jabatan 9) Program kerjasama pemKeanggotaan KPID Sumbar. bangunan. 16. Kesatuan Bangsa dan Politik 10)Program percepatan pemDalam Negeri berantasan KKN Urusan Kesatuan Bangsa dan 11)Program peningkatan ketaPolitik Dalam Negeri pada talaksanaan dan manajemen 2012 dianggarkan Rp pelayanan publik. 19.402.138.956, terdiri dari 12)Program pengembangan kaBelanja Langsung Rp pasitas kelembagaan dan 8.308.905.594, realisasi Rp restrukturisasi organisasi 7.677.852.014, (92,41%), dan perangkat daerah. Belanja Tidak Langsung Rp 13)Program peningkatan kapa11.093.233.362, realisasi Rp sitas Lembaga Perwakilan 10.064.331.322, (90,56%). Rakyat Daerah. a. Program dan Kegiatan : 14)Program peningkatan kualitas 1) Program Pelayanan Adminisaparatur pengelola keuangan trasi Perkantoran daerah. 2) Program Peningkatan Ke- 15)Program pengembangan data amanan dan Kenyamanan informasi dan komunikasi. Lingkungan. 16)Program strategis terpadu 3) Program Pendidikan Politik reformasi birokrasi. Masyarakat. 17)Program implementasi pe4) Program Peningkatan Parnanganan pengaduan masyatisipasi Masyarakat Dalam rakat. Keamanan dan Ketertiban. 18)Program peningkatan fungsi 5) Program Peningkatan Pempengawasan dan penegakan berantasan Maksiat. hukum. b. Realisasi Program, Kegiatan b. Pelaksanaan Program/ dan Hasil Kegiatan dan Hasil 1) Program Pelayanan Adminis1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, dana Rp trasi Perkantoran, anggaran 2.083.152.944, realisasi Rp Rp 40.185.380.310, realisasi 1.928.835.667, (92,59%). Rp36.845.471.733, (91,69%). 2) Peningkatan Keamanan dan 2) Penerapan kepemerintahan Kenyamanan Lingkungan, yang baik, anggaran Rp Rp897.742.000, realisasi Rp 4.230.080.715, realisasi Rp 843.221.500, (93,93%), 3.611.276.244, (85,37%) 3) Pendidikan Politik Masya- 3) Peningkatan manajemen penrakat, Rp865.006.000, realisasi yelenggaraan Pemerintahan Rp.799.967.000, (92,48%) Daerah, anggaran Rp 4) Peningkatan Partisipasi Ma1.793.399.600, realisasi Rp syarakat dalam Keamanan dan 1.667.615.018, (92,99 %) Ketertiban, Rp822.865.000, 4) Peningkatan Partisipasi Marealisasi Rp739.269.910, syarakat, anggaran Rp (89,84%) 346.031.500, realisasi 5) Peningkatan Pemberantasan Rp303.807.450, (87,8%) Maksiat, Rp78.186.950, rea- 5) Peningkatan Supremasi dan lisasi Rp61.820.250, (79,07%) Perlindungan HAM, Rp c. Permasalahan dan Solusi 261.344.800, realisasi Rp Permasalahan 202.392.675, (77,44%) 1) Masih eksisnya perilaku politik 6) Sarana dan Informasi Hukum, yang tidak responsif terhadap Rp18.300.000, realisasi Rp agenda reformasi. 18.100.000, (98,81%)

7) Peningkatan penataan perundang-undangan, Rp 449.757.400, realisasi Rp 291.551.300, (64,82%) 8) Peningkatan pengelolaan belanja dan asset daerah, Rp 2.464.653.500, realisasi Rp1.999.589.125, (81,13%) 9) Kerjasama Pembangunan, Rp951.060.740, realisasi Rp 861.298.300, (91,56%) 10)Percepatan pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, Rp1.310.468.800, realisasi Rp1.103.007.375, (84,17%) 11)Peningkatan kapasitas SDM dan kesejahteraan aparatur pemerintah, nagari/desa, Rp .495.250.000, realisasi Rp.472.693.750,- (95,45%) 12)Peningkatan ketatalaksanaan dan manajemen pelayanan publik Pemerintah Daerah, Rp726.710.850, realisasi Rp 696.593.984, (94,48%) 13)Pengembangan kapasitas kelembagaan dan restrukturisasi organisasi perangkat daerah, Rp885.000.000, realisasi Rp765.807.100, (86,53%) 14)Pengembangan data dan informasi, Rp1.834.941.000, realisasi Rp1.667.923.400, (90,9%) 15)Program Strategis Gerakan Terpadu Reformasi Birokrasi, Rp1.236.316.500, realisasi Rp1.057.536.770, (85,54%) 16)Program mengimplementasikan penanganan pengaduan masyarakat, Rp200.114.000, realisasi Rp.182.760.600, (91,33%) 17)Peningkatan Fungsi Pengawasan dan Penegakan hukum, Rp5.652.524.400, realisasi Rp5.467.042.417, (96,72%) c. Permasalahan dan Upaya Pemecahan 1) Penyelesaian masalah Kawasan Industri Padang dengan Johor Malaysia. Kegiatan ini untuk mengalihkan kepemilikan saham Pemprov Sumbar pada PT. Andalas Rekasindo Pratama kepada PT. Padang Industrial Park. 2) Pensertifikatan tanah yang terealisasi hanya sekitar 65% 3) Rekruitmen CPNS yang dapat direalisasi sebesar 59,24%. 4) Pada 2012, pendapatan dapat terealisir Rp. 2.919.685.447.088.62 atau 100,05% dari target. Namun Pendapatan Asli Daerah tidak mencapai target disebabkan karena:. 5) Belum memadainya sarana dan prasarana Badan Diklat. 6) Di bidang pengawasan, masih ada temuan yang belum dapat diselesaikan tindak lanjutnya karena termasuk kategori temuan yang memerlukan proses penyelesaian yang relatif lama atau lebih dari 6 bulan. Selanjutnya, sebahagian besar kegiatan belum dapat diuraikan manfaat dan dampaknya langsung setelah kegiatan terlaksana disebabkan : 1) Kegiatan lebih banyak bersifat koordinasi. 2) Sebahagian besar kegiatan juga berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan kualitas SDM. 18. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Untuk Urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa tahun 2012, memperoleh anggaran Rp 11.063.273.356, realisasi Rp 10.618.487.277, atau 95,98%. Untuk Belanja Tidak Langsung Rp4.200.121.106, realisasi Rp3.907.645.605, atau 93,04% dan Belanja Langsung Urusan Rp6.863.152.250, realisasi Rp6.710.841.672, atau 97,78 %. a. Program dan Kegiatan 1).Program Pelayanan Administrasi Perkantoran. 2). Program Peningkatan Pengembangan Sistim Pelaporan Capaian Kinerja Keuangan. 3). Program Pengendalian Terpadu Penanganan Kemiskinan. 4). Program Peningkatan Kesempatan Kerja dan Diversifikasi Usaha. 5). Program Peningkatan Kelembagaan Masyarakat Adat. 6). Program Pengembangan Teknologi Tepat Guna. 7). Program Penguatan Kelembagaan dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat. b. Realisasi Pelaksanaan Kegiatan 1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, alokasi dana Rp755.519.100, dengan realisasi fisik 100% dan realisasi keuangan Rp728.371.055, atau 96,41% 2) Peningkatan Pengembangan Sistim Pelaporan Capaian

Kinerja Keuangan, Rp 308.252.500, realisasi fisik 100% dan keuangan Rp 308.244.350 3) Pengendalian Terpadu Penanganan Kemiskinan, Rp 2.492.742.110, realisasi fisik 100% dan keuangan Rp. 2.443.087.860,- atau 98,01% 4) Peningkatan Kesempatan Kerja dan Diversifikasi Usaha, dengan alokasi dana sebesar Rp.221.625.600,- dengan realisasi fisik sebesar 100% dan realisasi keuangan Rp 215.784.600, atau 97,36% 5) Peningkatan Kelembagaan Masyarakat Adat, Rp 83.970.000, realisasi fisik 100% dan keuangan Rp83.830.800, atau 99,83% 6) Pengembangan Teknologi Tepat Guna, Rp406.523.940, realisasi fisik 100% dan keuangan Rp404.872.900, atau 99,59% 7) Penguatan Kelembagaan dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat, Rp657.990.650, realisasi fisik 100% dan keuangan Rp638.587.872, atau 97,05% c. Permasalahan dan Solusi. Permasalahan 1) Masih adanya beberapa Kabupaten/Kota yang belum dapat melaksanakan kegiatan. 2) Kurangnya dukungan Pemkab/ Pemko terhadap program pembangunan yang dilaksanakan oleh pusat dan provinsi. 3) Kurang berdayanya aparat kabupaten/kota dalam memberikan masukan pada kepala daerah dalam mengusulkan program. 4) Terbatasnya kemampuan daerah dalam pembiayaan. 5) Dalam beberapa kasus penanganan masalah yang ada menemui kesulitan karena masyarakat tidak mendukung sepenuhnya.. 6) Tingginya minat sarjana dan sarjana muda untuk menjadi Sarjana Pemberdayaan Masyarakat Nagari (SPMN) sedangkan kemampuan APBD terbatas. 7) Masih banyak daerah tertinggal yang memerlukan percepatan pembangunan melalui TMMD/N Solusi : 1) Perlunya komitmen bupati/ walikota untuk mensinergikan program kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Pusat dan Provinsi. 2) Perlu dukungan dan kepedulian bupati/walikota untuk mendukung program yang dilaksanakan oleh Pusat dan Provinsi. 3) Perlunya dukungan dana PMTAS, P2W-KSS dan penguatan Pokjanal Posyandu dari Pemda Kabupaten/Kota 4) Melakukan pendekatan dan selalu berusaha melakukan sosialisasi kepada masyarakat lokasi permasalahan. 5) Untuk sinergitasnya program atau kegiatan pemberdayaan masyarakat di Sumatera Barat perlu ada dan jelas institusi yang menanganinya. 6) Untuk mencapai keberhasilan Program SPMN secara optimal, pemda kabupaten dan kota perlu membentuk tim pembina/teknis baik di Kabupaten/Kota maupun di ke_camatan. 7) Melakukan fasilitasi pembinaan perencanaan, dan operasional dalam penanganan Pamsimas di nagari/desa/ kelurahan. 8) Memberikan Fasilitasi dan mengkoordinasikan antar lintas sektor dan program dalam percepatan pembangunan melalui TMMD/N agar masyarakat tertinggal dapat secara berangsur-angsur dientaskan 19. Sosial Untuk Urusan Sosial pada 2012, dialokasikan anggaran Rp27.555.271.930, dan direalisasikan Rp26.674.847.864, (96,80% ). a. Program dan Kegiatan 1) Program Administrasi Perkantoran 2) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan. 3) Program Pembinaan Anak Terlantar. 4) Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Eks Trauma. 5) Program Pengelolaan dan Penanganan Dampak Bencana Alam. 6) Program Koordinasi Perbaikan Gizi Masyarakat b. Realisasi Pelaksanaan Pro-

gram dan Kegiatan 1) Program Administrasi Perkantoran, dengan anggaran Rp4.059.424.370, realisasi Rp3.620.600.287, (89,19%). 2) Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan, Rp 708.467.700, realisasi Rp 678.927.700,- (95,83%). 3) Pembinaan Anak Terlantar, Rp.4.446.125.600, realisasi Rp4.405.748.400, (99.09%). 4) Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Eks Trauma, Rp 2.662.645.960, direalisasikan Rp2.586.466.760, (97,14%) 5) Pengelolaan dan Penanganan Dampak Bencana Alam Rp 120.000.000, realisasi Rp 109.148.800, (90,96%) 6) Koordinasi Perbaikan Gizi Masyarakat, Rp100.000.000, realisasi Rp98.523.150, (98,52%) c. Permasalahan Dan Solusi Permasalahan 1) Masalah kesejahteraan sosial akhir-akhir ini cendrung meningkat baik dari kualitas maupun kuantitas. 2) Dilihat dari data populasi PMKS tahun 2011 jumlahnya 326.507 orang yang terdiri dari 22 macam permasalah sosial. Sedangkan yang telah ditangani Dinas Sosial dari 2006 sampai 2012 berjumlah 44.868 orang (13.75 %). Data tersebut belum termasuk PMKS akibat gempa bumi 30 September 2009 lalu. 3) Sementara itu potensi yang dimiliki oleh Dinas Sosial berupa potensi sosial kesejahteraan sosial (PSKS) dan mitra kerja usaha kesejahteraan sosial (UKS) di daerah/lapangan, belum seluruhnya mendapatkan bimbingan. 4) Program pembangunan kesejahteraan sosial dalam Renstra Dinas Sosial Sumbar tahun 2010-2015, pada tahun 2012 ini telah berjalan untuk tahun ke 2. Namun perubahan masalah kesejahteraan sosial di Sumbar belum menunjukkan penurunan yang berarti (significant). Solusi 1) Untuk mempercepat dan perluasan jangkauan pelayanan kesejahteraan sosial, perlu adanya kebijakan yang jelas dan didukung dengan anggaran yang cukup. 2) Potensi kesejahteraan sosial (PSKS) yang merupakan potensi infra struktur dan mitra kerja usaha kesejahteraan sosial (UKS) perlu mendapatkan peningkatan bimbingan. 20. Budaya Penyelenggaraan urusan budaya pada tahun anggaran 2012 mendapat alokasi Rp 21.346.683.050, realisasi anggaran Rp18.381.307.828, (86,11%), dengan program dan kegiatan sebagai berikut : a. Program Dan Kegiatan 1) Program Pengembangan NilaiNilai Budaya 2) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 3) Program Pemberdayaan Lembaga-Lembaga Seni dan Budaya. 4) Program Pengembangan NilaiNilai Budaya. 5) Program Peningkatan Pendidikan Agama dan Keagamaan. 6) Program Pengembangan Lembaga-lembaga Sosial Keagamaan dan Lembaga Pendidikan Keagamaan. b. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan 1) Program Pengembangan NilaiNilai Budaya, dengan anggaran Rp72.374.000,- dan realisasi Rp72.140.000, (99,68%) 2) Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur, Rp95.000.000, realisasi Rp56.201.700, (59,16%). 3) Pemberdayaan Lembaga Seni dan Budaya, Rp1.135.000.000, realisasi Rp943.112.262, (83,09%). 4) Pengembangan Nilai-Nilai Budaya, Rp1.010.125.000, realisasi Rp908.376.825, (89,93%). 5) Peningkatan Pendidikan Agama dan Keagamaan, Rp1.801.400.000, realisasi Rp1.579.467.475, (87,68%). 6) Pengembangan Lembagalembaga Sosial Keagamaan dan Lembaga Pendidikan Keagamaan, Rp485.000.000, realisasi Rp423.467.450, (87,31%) 21. Kearsipan Penyelenggaraan Urusan Kearsipan pada tahun anggaran 2012 dialokasikan Rp

13.532.636.542, terdiri dari biaya tidak langsung Rp 8.953.523.542, dengan realisasi Rp809,294,850, (90,96%), serta belanja langsung Rp 4.579.113.000, dengan realisasi Rp4.213.731.237, (92,02%). a. Program dan Kegiatan 1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 3) Program Perbaikan Sistem Administrasi Kearsipan. 4) Program Penyelamatan dan Pelestarian Dokumen/Arsip Daerah. 5) Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Informasi Kearsipan. b. Realisasi Anggaran Program dan Kegiatan 1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, jumlah dana Rp1.452.169.600, realisasi keuangan Rp1.346.312.534, (92,80%). 2) Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, Rp 617.630.500, realisasi Rp 575.084.300, (93,11%). 3) Perbaikan Sistem Administrasi Kearsipan, Rp 445.076.250, realisasi Rp 426.629.330, (96%), 4) Penyelamatan dan Pelestarian Dokumen/Arsip Daerah, Rp 361.788.350, realisasi Rp 342.011.100, (95%) 5) Peningkatan Kualitas Pelayanan Informasi Kearsipan, Rp1.243.007.650, realisasi Rp1.113.505.175, (90%) c. Permasalahan dan Solusi Permasalahan 1) Masih adanya pimpinan SKPD/Unit Kerja yang belum menaruh perhatian terhadap koordinasi pembinaan kearsipan yang telah dilakukan. 2) Kurangnya tenaga pengelola kearsipan. 3) Masih kurangnya perhatian pimpinan dinas/badan/kantor di lingkungan Pemprov Sumbar tentang pentingnya arsip. Solusi 1) Badan Perpustakaan dan Kearsipan melakukan pembinaan langsung ke seluruh SKPD membantu penataan arsip dinamisnya. 2) Melaksanakan Bintek dan Diklat Penciptaan Arsiparis dan Penyetaraan Arsiparis Tingkat Keterampilan. 3) Menerbitkan Perda tentang Kearsipan. 22. Perpustakaan Penyelenggaraan Urusan Perpustakaan pada tahun anggaran 2012 dialokasikan belanja langsung Rp 2.998.000.900, dengan realisasi Rp2.769.885.622, (92,39%). a. Program dan Kegiatan Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan, dengan kegiatan : Pengadaan dan Pengembangan Bahan Pustaka, Penyediaan Pengembangan Layanan Umum dan Layanan Sabtu Minggu, Otomasi Perpustakaan, Penerbitan Literatur Sekunder, Pemeliharaan Buku-Buku dan Pelestarian Bahan Pustaka, Alih Media Naskah Kuno, Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Program Perpustakaan, Penilaian Kinerja Pustakawan, Sosialisasi Perpustakaan, Pembinaan Perpustakaan Nagari dan Kelurahan, Pembinaan Perpustakaan Rumah Ibadah. b. Realisasi Anggaran Program dan Kegiatan Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan, anggaran Rp2.998.000.900, realisasi Rp2.769.885.622, (92,39%) c. Permasalahan dan Solusi Permasalahan 1) Masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya membangun, memberdayakan dan memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana belajar bagi kehidupan. 2) Kurangnya kepercayaan dari pihak ahli waris yang memiliki naskah kuno untuk mengizinkan alih media atau menyerahkan naskah asli kepada pihak Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat. 3) Kurangnya tenaga fungsional Pustakawan. Solusi 1) Mengadakan sosialisasi kepada masyarakat dan pameran buku. 2) Kerjasama dengan pihak terkait untuk meyakinkan ahli waris. 3) Mengadakan Diklat-Diklat Kepustakawan. (***)

>> Editor : Devi Diani

>> Penata Halaman: Syamsul Hidayat


20

KABUPATEN SOLOK Aloe jo Patuik

SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

335 Murid MDA Lembah Gumanti Diwisuda SOLOK, HALUAN — Sebanyak 335 orang murid MDA se Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok, yang diwisuda di Mesjid Raya Muhajirin Nagari Sungai Nanam Selasa (4/06), terlihat sumringah dan berbahagia. Pasalnya meeka yang berasal dari 18 MDA yang tersebar di mesjid-mesjid diwilayah Kecamatan berhawa sejuk itu, telah berhasil menyelesaikan pelajaran mengaji dan pendidikan bernuansa agama islam lainya di MDAMDA masing-masing mesjid disekitar tempat tinggal mereka. Hati para murid MDA yang didominasi para pelajar putra dan putri kelas IV, V dan VI sekolah dasar di sek kecamatan Lembah Gumanti itu kian berbunga-bunga dan tampil bahagia. Saat mereka yang berjumlah 335 orang tersebut melakukan pawai takruf disejumlah ruas jalan utama diwilayah penghasil agrobisnis seperti bawang merah, kentang dan buah markisa itu usai diwisuda, dengan rute dimulai dari lapangan Aie Baluluak menuju halaman Mesjid Muhajirin Sungai Nanam yang berjarak 2 KM. Pawai para murid MDA yang telah diwisuda itu kian meriah dengan diikuti oleh para orang tua wali murid masing-masing, yang juga ikut mengiringi arak-arakan putra putri mereka dengan membawa makanan khas minang dari kecamatan Lembah Gumanti yang menarik perhatian warga sekitar. Seperti olahan makanan tradisional Pinyaran, kamaloyang, beragam jenis kue-kue dan agar-agar khas buatan Nagari Sungai Nanam yang terkenal lezat. “ Tradisi wisuda para murid MDA tersebut kini merupakan yang ke tiga kali “ papar anggota DPRD Kabupaten Solok dari partai Golkar asal Sungai Nanam Kasmudi Z didampingi KUA Kecamatan lembah Gumanti Syarifudin dan ketua panitia pelaksana Drs Maud kepada Haluan di Sungai Nanam. Dikatakan Kasmudi, tradisi pawai arakarakan para wisudawan MDA itu, akan diupayakan untuk terus dipertahankan, karena kegiatan tersebut membawa dampak positif berupa kebanggan khusus tersendiri kepada para murid yang telah diwisuda karena telah berhasil menyelesaikan masa-masa pendidikanya selama di MDA. Terlebih lagi adalah imbuh KUA Kecamatan lembah Gumanti Syafrudin yang juga didampingi para guru-guru MDA diwilayah Sungai Nanam sekitarnya menambahkan, pelajaranpelajaran bernilai agamis yang kental yang didapat para murid selama mengenyam pendidikan pelajaran MDA tersebut, kian menambah wawasan ilmu pengetahuan agama mereka dan mengisi mental jiwa mereka dalam kehidupan sehari-hari. (h/ris)

Pemkab Solok-IAIN Jalin Kerjasama SOLOK, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Solok, bekerjasama dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang dalam pengembangan keagamaan dan adat bagi masyarakat di daerah itu. Bupati Solok Syamsu Rahim di Arosuka, Rabu, mengatakan program keagamaan ini akan dilaksanakan mulai Juni 2013 dengan menunjuk beberapa nagari sebagai percontohan dalam mengaplikasikan program keagamaan dan adat secara maksimal. Ia mengatakan, tujuan program ini untuk menciptakan masyarakat Kabupaten Solok khususnya generasi muda agar dapat mewarisi nilai adat dan agama, sehingga terwujud prilaku dan perbuatan yang sesuai dengan adat dan agama. Program ini diharapkan dapat berjalan semestinya agar dapat membentuk akhlak generasi muda yang saat ini sudah semakin memprihatinkan. “Membangun fisik itu mudah asalkan anggarannya ada, sementara membangun mental dan akhlak berlandaskan agama dan adat itu yang susah,” kata dia. Berdasarkan keputusan Bupati Solok nomor: 400/367 /2013 tanggal 9 April, ada 14 nagari yang akan menjadi percontohan yaitu Paninjauan, Tanjung Alai, Paninggahan, Koto Baru, Indudua, Muaro Paneh, Jawi-Jawi, Aia Luo, Batu Bajanjang, Koto Anau, Kampung Batu Dalam, Sungai Nanam, Talang Babungo dan Surian. Sementara itu, sebelumnya Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Dakwah (LPPD) IAIN Iman Bonjol Padang, Wakidul Kohar mengatakan, pihaknya akan melaksanakan program tersebut sehingga apa yang diharapkan Pemkab untuk mengatasi krisis moral masyarakat dapat tercapai. (h/hms)

PAWAI — Iring-iringan pawai 335 murid MDA se Kecamatan Lembah Gumanti yang diwisuda tengah melintas dijalan raya Nagari Sungai Nanam.

Solok Kembangkan Padi Salibu SOLOK, HALUAN — Guna memacu produksi padi di Kabupaten Solok kini telah dikembangkan pembudidayaan Padi Salibu (Ratun). Padi ini mampu panen sampai 4 kali dalam satu tahun. Biaya yang bisa ditekan (dikurangi) mencapai Rp2 juta /ha.

Bazda Bentuk UPZ Pelancar Penyaluran Zakat SOLOK, HALUAN — Pengurus Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kabupaten Solok, membentuk Unit Pelaksana Zakat (UPZ) di setiap kecamatan guna untuk pemerataan penyaluran zakat di daerah itu. Ketua Bazda Kabupaten Solok Khairi Yusri di Arosuka Rabu mengatakan, pembentukan UPZ di setiap kecamatan tersebut melihat keberhasilan enam UPZ yang dibentuk, sebab pengurus zakat di kecamatan yang mengetahui orangorang yang berhak untuk menerima zakat. “Untuk pemerataan penyaluran zakat di 45 nagari yang ada pada sembilan kecamatan, pengurus Bazda Kabupaten Solok menyalurkan zakat langsung kepada yang berhak menerima melalui UPZ yang ada,” kata dia.

Dia menjelaskan, ada beberapa kecamatan yang bakal menerima dana zakat tersebut, diantaranya Kecamatan Koto Singkarak, Gunung Talang, Kubung, Lembah Gumanti, Lembang Jaya, Bukit Sundi, Danau Kembar, Pantai Cermin, dan Junjung Sirih. Dia mengharapkan kesungguhan UPZ itu untuk dapat memfasilitasi penyaluran zakat tersebut sehingga zakat yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Untuk itu, UPZ kecamatan diberi kewenangan menyeleksi orang-orang yang berhak menerima sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan seperti untuk biaya pendidikan, konsumtif, produktif, bantuan bencana alam, dan fisabilillah. Adapun hasil pengumpulan zakat

KHAIRI YUSRI yang akan disalurkan pada sembilan kecamatan tersebut sebesar Rp565.500.000 dengan jumlah penerima sebanyak 1.243 orang. Bagi kecamatan yang cepat mendata orang yang menerima, maka penyalurannya, sebab cepat atau lambatnya penyaluran zakat ini tergantung kepada petugas yang ada di kecamatan. (h/hms)

Kabupaten Solok Juara Pertama Ayam Kukuak Balenggek SOLOK, HALUAN — Kabupaten Solok Tampil sebagai juara pertama Lomba Ayam Kukuak Balenggek dan juara Pertama Lomba Lagu Mars Peternakan pada kegiatan Livestock Expo atau Kontes Ternak Tingkat Sumatera Barat Tahun 2013 yang digelar tanggal 30 Mei sampai 2 Juni yang dipusatkan di Lapangan Pusindo Depan Komplek Perkantoran Pemda Jalan By Pass Kota Bukitinggi . Di samping Merebut dua nomor Juara I Kabupaten Solok juga menyabet juara III Anak Sapi Simental hasil IB yang betina, Juara III Lomba Ayam Kukuak Balenggek dan Juara III Kambing Jantan Peranakan Etawa. Menurut keterangan Ir.Ezi

Suryani dan Ir.Rifda Deliza serta Ir.Maimunah dari Bidang Peternakan Dinas Pertanian,Perikanan dan Peternakan Kabupaten Solok Senin (3/6) diharapkan dengan tampilnya Kabupaten Solok meraih berbagai jenis juara tersebut dapat menambah motivasi peternak Daerah ini untuk meningkatkan Kwalitas maupun kwantitas ternak yang dipelihara dan sekaligus Kontes ternak tersebut sebagai ajang untuk menimba ilmu dan pengalamandari peternak lain di Sumatera Barat. Pada Livestock Expo Tahun 2013 ini Kabupaten Solok juga ikut ambil bagian dalam lomba lainnya, seperti Pameran hasil-hasil pemba-

ngunan Peternakan dan Pertanian di kompleks Lapangan Pusindo. Pada pameran tersebut Kabupaten Solok menampilkan Masakan Rendang Linda Sentosa Cupak, Beras Merah dan Beras Hitam (Siarang) dari Kelompok Sariak Alahan Tigo ( Santiago) Sariak Alahan Tigo, Sale Pisang FMA Jawi-Jawi. Juga ikut Kontes Ternak Kerbau, Panduan Suara Solo Song, Pertandingan Futsal dan Asah Terampil. Khusus untuk lomba Asah terampil diusulkan kepada Panitia untuk Livestock Expo mendatang agar soalnya berimbang antara satu regu dengan regu yang lain, sehingga tidak merugikan Regu lainnya. (h/mit)

Diklat TRC Damkar Tingkatkan Profesionalitas SOLOK, Haluan — Panas terik mentari dan tetesan peluh yang mengucur membasahi sekujur tubuh 63 orang anggota Tim Reaksi Cepat dan Satgas Damkar BPBD Kabupaten Solok seolah tak dirasakan sama sekali. Beragam materi pendidikan dasar dan tingkat lanjutan lainya antusias diikuti ke 63 anggota gabungan TRC dan Satgas Pemadam Kebakaran BPBD berseragam kebesaran orange dan biru muda itu di lapangan upacara kampus UMMY Solok di Koto Baru sejak Jumat (7/06) hingga Senin (10/06). Sejumlah meteri diksar yang diberikan instruktur dari Damkar Kota Padang, LSM Kebencanaan dan anggota TNI itu diantaranya adalah teknik pemadaman, Global Rescue, parade baris berbaris dan lainnya. “ Pelatihan Diksar gabungan itu dalam rangka lebih meningkatkan propfesionalitas

RISWAN JAYA

kemampuan seluruh anggota TRC dan Satgas Damkar “ tutur Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok H Abdul Manan didampingi Sekertaris Bujang Latif kepada Haluan di Koto Baru, Senin (10/06) Diharapkan ujar Abdul Manan mengemukakan kelak kedepan kualitas dan kuantitas sdm anggota TRC dan Satgas Damkar BPBD kian mumpuni dalam rangka pelayanan semaksimal mungkin kepada masyarakat sesuai dengan tugas fungsi masing masing. Terpisah Joni Adriano Viksal, okta derit dan nugraha rijata anggota Satgas Damkar dan rekanya yang lain kepada Haluan mengatakan materi diksar yang diberoikan instruktur kepada mereka, kian membuat mereka termotivasi untuk meninglkatkan kinerja mereka saat menjalankan tugas tugas di lapangan.

“Rangkaian materi pelatihan yang diberiikan instruktur memotivasi semangat kami

untuk memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat sebagai keluarga besar Satgas

Damkar dan TRC BPBD Kabupaten Solok,” pungkas Joni Adriano Viksal. (h/ris)

ANGGOTA Satgas Damkar dan TRC BPBD Kab Solok mejeng bareng disela sela waktu istirahat saat mengikuti diksar di lapangan upacara kampus UMMY Koto Baru depan kantor mereka, Senin (10/06) RISWAN JAYA

Dengan demikian sekalipun hasilnya produksinya sama dengan panen dengan sistem tanam biasa, namun penghematan biaya sudah didapat sekitar Rp2 juta. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Solok didampingi Penyuluh Kabupaten Solok Marjulis.SP.KP dan Koordinator Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) Kecamatan X Koto Singkarak Yuslimar.SP menjelaskan, pengembangan Padi Salibu sebagai pilot proyek Swadaya Kabupaten Solok yaitu di Kelompok Tani “ Reformasi 17 “ Nagari Sumani Kecamatan X Koto Singkarak pada areal sawah seluas 0,25 Ha untuk Varietas Batang Piaman. Sebagai pelaksana atau Demonstrator Koordinator Penyuluh Kecamatan Yuslimar.SP, Penyuluh Kecamatan Irianti.SP dan PPL Nagari Sumani Eri Dalifto serta dibantu oleh sejumlah pengurus Kelompok dan anggota Kelompok Tani setempat.

Pelaksanaan tanam perdana Demplot Padi Salibu tersebut tanggal 28 Febaruari 2013 dan Panen dilaksanakan pada Senin 5 Juni 2013 oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Solok diwakili Kepala Bidang Pertanian dan Hortikultura Miharta Maria. S.Pt dan dihadiri oleh Koordinator Penyuluh Kabupaten Solok diwakili Ir.Abizar. Ditambahkan oleh Yuslimar, hasil panen yang dilaksanakan Senin lalu mencapai 5,8 Ton /Ha sedangkan dengan sistem tanam biasa di lokasi yang sama maksimal biasanya hanya mencapai 5 Ton/Ha,dengan demikian terjadi peningkatan produksi sekitar 800 Kg dan ditambah keuntungan penekanan biaya Rp2 juta. Karena sistem pengembangan padi Salibu ini cukup menguntungkan,maka di Kabupaten Solok akan dikembangkan ke Kelompok Tani lainnya di daerah yang potensi tanaman padi sawah. (h/mit)

Solok Minta Jadi Tempat Pembukaan TdS 2014 SOLOK, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Solok, meminta kepada panitia iven internasional Tour de Singkarak (TdS) untuk menjadikan daerah itu sebagai lokasi pembukaan pada tahun depan. Bupati Solok, Syamsu Rahim di Arosuka, Selasa, berjanji akan membenahi segala kekurangan asalkan daerah ini bisa dijadikan sebagai lokasi pembukaan iven internasional itu. Ia mengatakan, selama ini Kabupaten Solok tidak bisa sebagai tempat pembukaan disebabkan kendala penginapan yang kurang representatif bagi para atlet. “Kalau kita berpatokan kepada aturan, dua atau tiga tahun ke depan Kabupaten Solok tidak akan bisa lagi menjadi tempat pembukaan event ini karena tidak memiliki hotel yang memadai,” kata dia. Dia mengatakan, jika Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bisa memberi kelonggaran, Kabupaten Solok akan melakukan pembenahan untuk menjadi tempat pembukaan TdS tahun depan. Pemkab Solok kata dia, akan berupaya mengatasi permasalahan penginapan ini seperti di perumahan masyarakat yang dinilai memadai yang penting daerah ini bisa sebagai tempat pembukaan TdS. Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim menyambut baik adanya keinginan Bupati Solok Syamsu Rahim dengan mengusulkan kawasan Danau Singkarak sebagai tempat pembukaan TdS. Jika keinginan ini terwujud, Pemprov Sumbar kata dia, siap mendukung dengan perbaikan dan pelebaran jalan di sekitar Danau Singkarak sebagai lokasi lintasan yang indah dan menakjubkan. “Perbaikan infrastruktur untuk event internasional ini mutlak diperlukan, untuk itu Pemkab Solok butuh dukungan pemerintah provinsi dan pusat, selain masyarakat juga harus bersedia membebaskan tanah untuk itu,” kata dia. Dia menambahkan, pelebaran jalan di sekitar danau terbesar di Sumatera Barat tersebut untuk memenuhi persyaratan standar sport sepeda internasional. (h/hms) >> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman: Rahmi


SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

Dian Sastro Lahirkan Anak Kedua DIAN Sastro Wardoyo melahirkan anak keduanya pada Jumat (7/6/ 2013) pukul 07.35 WIB. Istri dari Indraguna Sutowo ini kembali diberikan momongan kedua. Bintang Ada Apa Dengan Cinta tersebut mendapatkan bayi perempuan yang diberi nama, Ishana Ariandra Nariratana Sutowo. Dian melahir-

FIGURA 21

kan bayi seberat 2,61 kg dan panjang 45 cm di rumah sakit Medistra lewat operasi caesar. Ia melakukan operasi karena posisi bayi tak memungkinkan untuk melahirkan secara normal, karena berada sedikit miring.“Kami bersyukur atas anugerah yang cantik ini dari Allah SWT dan kami bahagia atas kelahiran anak kedua kami. Alhamdulillah semua proses berjalan lancar,” ucapnya di Jakarta. Seperti diketahui sebelumnya Dian sudah memiliki seorang putra. Hingga kini, bintangDrupadi tersebut sudah memiliki satu anak lelaki dan satu bayi perempuan. (h/inl)

Julia Perez Menghitung Hari Kebebasan ARTIS Julia Perez sepertinya sudah tak sabar untuk segera keluar dari sel Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Ia pun mulai menghitung hari. Pelantun lagu Belah Duren itu jelas terlihat tak sabar untuk segera menghirup udara segar lagi. Jupe dipastikan akan bebas dari penjara pada 17 Juni 2013. Ia pun mulai menghitung hari kebebasannya itu. Lewat akun twitter pribadinya, kekasih Gaston Castano tersebut menuliskan sisa waktu tahanannya yang tinggal beberapa hari lagi. (h/inl)

Kiki Amalia Lega ARTIS Kiki Amalia mengaku lega saat pengadilan memvonis dirinya cerai dari pesepak bola Markus Horison. Dia pun menyambut kabar putusan tersebut dengan suka cita. Pengacara Kiki Amalia, Aulia Fahmi langsung mengabarkan vonis pengadilan pada kliennya, karena memang tidak bisa hadir di persidangan. “Ketika saya telepon, dia (Kiki) bilang ‘alhamdulillah cerai, sudah diputus’. Dia juga bersyukur hak iddah dan mut’ahnya dikabulkan hakim,” ujar Aulia Fahmi di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Senin (10/6). Awalnya, Kiki akan hadir di sidang, untuk mendengarkan secara langsung putusan hakim. Namun karena ada acara mendadak, membuat pemain film TRAGEDI PENERBANGAN 574 itu mengurungkan. “Yang paling inti adalah Mbak Kiki Amalia ini sudah tidak bisa melanjutkan pernikahan. Dia maunya keputusan sesuai dengan kemauan, yaitu bercerai,” kata Aulia. (h/kpl)

>> Editor : Syamsu Rizal

>> Penata Halaman: David Fernanda


22

SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

MENUJU POSPENAS DI GORONTALO

Target Lima Besar Nasional S

ekitar 115 santri dan ofisial pemenang lomba Pospeda (Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Daerah) ke IV tingkat Sumbar, akan bertarung di ajang Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas) tahun 2013, di Gorontalo pada 23-30 Juni mendatang. Pospeda sendiri dihelat Rabu (5/6) hingga Jumat (7/6) lalu. Diikuti 516 santri pondok pesantren di seluruh Sumbar. Dalam Pospeda

ke-VI itu, keluar sebagai juara umum dari Payakumbuh. Kemudian juara kedua diraih Kabupaten Agam dan juara tiga diraih Kota Padang. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar, Ismail Usman mengatakan, Pospeda ke-VI itu diikui santri berusia 1318 tahun. Memperlombakan kategori olahraga dan seni. “Untuk kategori olahraga yang dilombakan yakni atletik, pencak silat,sepak takraw, tenis meja, dan bulutangkis. Sedang-

kan untuk kategori seni yang dilombakan adalah kaligrafi, seni lukis islami, pidato tiga bahasa, dan cipta puisi,” terangnya. Untuk ajang Pospenas, Sumbar manargetkan bisa meraih peringkat lima besar. Sedangkan prestasi tahun 2010 lalu, kontingen Sumbar hanya peringkat enam nasional. Untuk itu, pihaknya mohon doa restu seluruh masyarakat daerah ini. Pospeda dan Pospenas katanya, adalah agenda tiga tahunan dari Kementerian Agama

(Kemenag) RI, setingkat denga Aksioma (Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga) untuk siswa sekolah madrasah atau O2SN (Olimpiade Olahraga Siwa Nasional) untuk siswa sekolah umum. “Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah menjalin silaturahim antar santri pondok pesantren, selain pengembangan olahraga dan seni,” imbuhnya. (***)

Drs. H. Ismail Usman Kakanwil Kemenag Sumbar.

Drs. H. Syahrul Wirda, MM, Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan.

KAKANWIL Kemenag Sumbar Ismail Usman menyerahkan medali pada pemenang .

KAKANWIL, Kabag TU, Kabid dan Panitia berfoto dengan peraih Juara Umum Pospeda.

Lompat Jauh

JUARA Umum Pospeda foto bersama

KASUBBAG Humas dan panitia copy

IVEN NASIONAL DAN INTERNASIONAL DI PADANG

Sukses Raih Penghargaan B ulan Juni 2013, merupakan bulan yang paling membahagiakan bagi masyarakat Kota Padang. Betapa tidak. Berbagai iven digelar di ibukota provinsi Sumatera Barat ini, baik iven bertaraf nasional maupun internasional. Sebut saja Lomba Dragon Boat Internasional dan Tour de Singkarak (TdS) yang bertaraf internasional. Ada pula Kejuaran Nasional (Kejurnas)Tinju Amatir, Kejurnas Gulat Junior Tingkat pelajar dan Festival Siti Nurbaya serta Padang Ekspo di GOR H Agus Salim yang digelar tingkat nasional. Seluruh kegiatan itu berjalan lancar dan sukses. Berbagai iven yang digelar selama Juni itu, tak terlepas dari upaya Pemko Padang mempromosikan kota ini ke dunia Internasional. Disamping itu juga menggenjot perekonomian masyarakat. Kesuksesan pelaksanaannya, juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat yang selalu antusias meramaikannya. Namun dari rangkaian kegiatan itu, yang paling berkesan adalah ketika Pemko Padang menerima penghargaan dari IDBF (Internasional Dragon Boat

Fedaration), sebagai wujud pengakuan dunia. Karena Padang sukses menyelenggarakan helat Dragon Boat berturut-turut selama 11 kali. “Berbagai kegiatan bertaraf nasional dan internasional yang dihelat di bulan Juni itu, merupakan kebahagiaan sekaligus kebanggaan bagi masyarakat. Dan yang paling membanggakan adalah penghargaan yang kita peroleh dari IDBF,” kata Walikota Padang Fauzi Bahar saat penutupan Lomba Dragon Boat Internasional di GOR H Agus Salim. Dikatakan, dengan serangkaian prestasi yang diraih itu, hendaknya dapat lebih ditingkatkan lagi di masa datang. Festival Siti Nurbaya menyuguhkan berbagai seni tradisi Minang nan elok. Padang Ekspo menampilkan berbagai produk dagang dari kelompok UKM. Mereka adalah penggerak ekonomi masyarakat. Sedangkan olahraga air, Dragon Boat dan olahraga tinju dan gulat, merupakan wahana bagi masyarakat untuk unjuk kepiawaiannya. Bibit olahragawan akan muncul dari ajang ini.

MENPORA Roy Suryo dan istri bersama Walikota Padang Fauzi Bahar dan istri

“Kita sudah meraih penghargaan dunia di bidang olahraga air ini. Ke depan, Festival Dragon Boat Internasional, tinju dan gulat harus kita lanjutkan dan kembangkan terus. Bahkan diharapkan bisa melahirkan atlit-atlit pontensial di bidangnya,” katanya. Fauzi tak lupa mengucapkan terima kasih atas hasil kerja keras warga Kota Padang, yang selama ini saling bahu membahu, menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam satu komitmen yakni memajukan Kota Padang dan menghidupkan roda perekonomian masyarakat di segala bidang. Kini berbagai ajang itu telah usai. Helat TdS sudah ditutup oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Kujurnas Tinju Amatir ditutup oleh Wakil Presiden RI, Budiono. Festival Siti Nurbaya dan Kejurnas Gulat Junior Pelajar ditutup oleh Wakil Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah. Terakhir, pertandingan Dragon Boat Internasional di Banjir Kanal GOR H. Agus Salim ditutup Menpora Roy Suryo dan Walikota Padang pada Minggu malam (9/6). (***)

PEMBUKAAN Festival Dragon Boat, Menpan dan RB, Azwar Abubakar bersama Walikota Fauzi Bahar

WALIKOTA terima penghargaan IDBF dari Jonathan Mayne

WALIKOTA kalungkan medali pemenang lomba Dragon Boat

WALIKOTA Fauzi Bahar bersama pemenang TdS.

MENPORA mengalungkan medali kepada pemenang atlitAustralia

FESTIVAL Siti Nurbaya

PIALA Walikota untuk Kejurnas Gulat Junior.

TROPI Bergilir di serahkan kepada Wako Fauzi Bahar >> Editor : Devi Diany

>> Penata Halaman: Syamsul Hidayat


SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

Tuah Basamo

PASAMAN BARAT

23

KOMPETISI SAIN MADRASAH (KSM)

Siswa MAM Paraman Ampalu Wakili Pasaman Barat PASBAR, HALUAN — Mardiyah, siswa kelas XI atau kelas III Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) Paraman Ampalu, Kecamatan Gunung Tuleh, Pasaman Barat hari Sabtu (8/6) mengikuti Kompetisi Sain Madrasah (KSM) tahun 2013 tingkat provinsi di komplek Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Padang. Diberangkatkannya Mardiyah, berasal dari Jorong Sitabu, Kenagarian Rabi Jonggor, Kecamatan Gunung

Tuleh ke tingkat provinsi, bukan saja sekedar menjadi siswa terbaik juga berprestasi dari MAM Paraman Ampalu. Mardiyah yang didampingi Suhendri, selaku tenaga pengajar di lembaga pendidikanya adalah hasil perjuangan yang dia lakukan pada saat KSM tingkat Pasaman Barat di Simpang Ampek, beberapa minggu lalu. Guru pendamping Mardiyah, Suhendri, yang juga offisial kepada Haluan di Kantor Kementerian Agama

Pasaman Barat, Simpang Ampek, Jumat (7/6) menyampaikan, diutusnya Mardiyah dari MAM Paraman Ampalu, untuk mengikuti KSM tingkat Sumatera Barat di Padang bukan saja karena keberhasilannya mengikuti kegiatan serupa tingkat kabupaten pada beberapa minggu lalu. Hal itu, ulasnya, juga sebagai prestasi tersendiri bagi dirinya dan keluarga besar perguruan Muhammadiyah Paraman Ampalu. Mata pelajaran yang diandal-

kan siswa asal Jorong Sitabu itu ke tingkat Sumatera Barat pada hari Sabtu itu adalah kemampuan bidang studi geografi. “Kita berharap, diutusnya Mardiyah dalam bidang studi geografi ke tingkat Provinsi Sumatera Barat di Padang, bukan sebatas melengkapi jumlah utusan Kabupaten Pasaman Barat. Keikutsertaan Mardiyah tersebut diharapkan akan mempu menambah sederatan prestasi dan mampu membawa pulang

hadiah yang telah disediakan pihak penyelenggara lomba”, kata Suhendri menambahkan. Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, diwakili Kasi Pendidikan Madrasah, Rali Tasman menyampaikan, jumlah utusan kabupaten ke tingkat provinsi pada KSM tahun 2013 ini sebanyak 19 orang. Selain Mardiyah dari MAM Paraman Ampalu, mereka berasal dari sejumlah madrasah negeri dan swasta se Pasaman Barat. (h/gmz)

SEJUMLAH siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Simpang Empat menyalami kepala madrasah, Samsul Bayan dan majelsi guru

Nagari Talu Dinilai Tim Provinsi PASBAR, HALUAN – Nagari Talu dinilai Tim Penilai Nagari Berprestasi tingkat Sumbar tahun 2013, Jumat pekan lalu.

PROFIL NAGARI TALU — Dalam gambar, wakil bupati, pera pejabat serius membaca provil Nagari Talu pada acara penilaian hari Jumat lalu. GMZ

LINGKAR Anggota DPRD Jalin Kerjasama PASBAR, HALUAN — Ketua DPRD Pasaman Barat, Yulianto menyampaikan, guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) anggota dewan, terutama menyusun membahas dan menganalisa anggaran. Anggota DPRD setempat menjalin kerjasama dengan Badan Diklat Kementerian Dalam Negeri dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Pembahasan utama yang dilaksanakan dari kerjasama, dalam bentuk bimbingan teknis (Bintek) itu, jelasnya adalah, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 dan Permendagri Nomor 04 Tahun 2008 tentang Laporan Keuangan Pemerintah Daerah bagi jajaran anggota DPRD Pasaman Barat, selanjutnya akan ditindaklanjuti di daerahnya. Penjelasan ini disampaikan Yulianto, didampingi Wakil Ketua, Dalius K, Syamsul Bahri dan Sekretaris Dewan (DPRD) Pasaman Barat, Hasril AS kepada Haluan di ruang kerjanya, komplek pertanian Padang Tujuah, Simpang Ampek, Jumat (7/6) kemarin. Dijelaskan, dengan adanya momentum peningkatan mutu itu, maka peserta yang ikut sekitar 41 orang itu wawasannya menjadi bertambah. Dan dapat memberikan ruang kepada pemda Pasbar dalam menggali potensi-potensi sumber PAD yang selama ini masih belum terakomodir secara baik dan terencana,terutama untuk menempatkan kegiatan reses sebagai wadah menampung aspirasi masyarakat. Kemudian, dengan adanya pennyegaran terhadap pembahasan materi atas pembahasan laporan keuangan pemerintah daerah, pemerintah memahami apa sebelumnya yang dimaksud dengan laporan keuangan pemerintah daerah. Sejauh ini alat kelengkapan dewan yang dikatakan komis –komisi, Badan Kehormatan belum diketahui tugas pokok dan fungsinya, dengan ini peserta sudah memahaminya dengan baik. Dengan adanya peningkatan kapasitas pimpinan dananggota dewan dengan materi, pengelolaan reses sebagai bahan untuk membuat program kerja DPRD dapat memahami hak dan kewenangan sebagai seorang anggota untuk menyerap aspirasi masyarakat yang sedang berkembang ditengah-tengah masyrakat. Di sisi lain, dengan hadirnya beberapa produk hukum dan perundang-undangan yang mengatur tentang partai politik dan pemilihan legislatif tahun 2014, dapat dipahami secara terang benderang maksud dan tujuan dilahirkannya peraturan tersebut. “Ya, dari sebelumnya kita tidak tahu produk hukum, kini wawasan kita semakin meningkat, dan sangat tidak beruntung kalau tidak diikuti acara tersebut,” kata Yulianto, yang juga Ketua Partai Demokrat setempat. Dasar pelaksanaan, acara ini sebenarnya tambah Yulianto, bahwa berdasarkan program kerja DPRD pada Mei 2013, sesuai dengan tahapan tugas lembaga DPRD, bulan Mei ini dilaksanakan Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2012. Memang, katanya lagi, mencermati banyaknya aturan yang berkaitan dengan pelaksanaan reses bagi anggota dewan pada daerah pemilihan masing-masing,. Selama ini masih sangat sederhana pelaksanaanya, ini terbukti dengan adanya indikasi temuan administrasi dan keuangan berdasarkan hasil audit BPK RI dan selama ini belum terlihat out put dan in put dari pelaksanaan reses, terutama sebagai output untuk menunjang pelaksanaan pembangunan di ranah Pasaman Barat. (h/gmz)

Tiga Hal Penyebab Kevakuman Beragama PASBAR, HALUAN — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasaman Barat, Ramlan Th akui, terjadinya kefakuman dalam penyebaran, pengembangan dan pengamalan ajaran Islam di tengah umat hari ini disebabkan oleh tiga hal. Padahal setiap hamba Allah SWT harus patuh, taat dan menjauhi setiap larangan-Nya. “Ketiga aspek itu adalah, Makin merosotnya pemahaman akan aqidah dan akhlak di kalangan umat, Makin terbukanya kebebasan berpendapat yang diperkuat dengan alasan Hak Azazi Manusia (HAM), dan Makin menantangnya atus global,” kata Ramlan Th kepada Haluan di Simpang Ampek, Minggu (9/6). Makin hilangnya pemahaman dan penguasaan umat akan persoalan aqidah dan akhlak ditandai dengan kian menurunnya kesadaran dan kemauan umat Islam itu sendiri akan kepatuhan mereka terhadap apa yang diperintah dan dilarangan oleh Yang Maha Kuasa dalam dirinya, sementara budaya barat dijadikan sarana kepuasan dalam perjalanan hidup mereka. Dalam tataran perjalanan berbangsa dan bernegara saat ini, diakuinya lagi, masalah agama tidak lagi dijadikan kebutuhan atau alat membentengi diri terhadap dampak global. Yang terjadi hanya menjadikan persoalan dunia sebagai target perjalanan hidup. Ketika ada di antara mereka mengajak agar masing-masingnya bisa berbuat baik dengan meninggalkan tiap yang dilarang, kondisi tersebut masih dijadikan primordial. Artinya, persoalan mendasar dan dijadikan primadona bagi sebagian umat (Islam) saat ini adalah, adanya kebebasan berbuat dan tidak ada

pihak yang melarang setiap perbuatan mereka, termasuk melaksanakan pemahaman akan agama dalam diri mereka. Sehingga tidak salah kalau ada di antara umat menjadikan dirinya sebagai rasul dan mengakui ada tuhan baru selain Allah SWT. Dalam hal kebebasan berpendapat yang berkembang di tengah warga, Ramlan, yang juga Pengawas Rimpun Alquran-Hadits Pasaman Barat menjelaskan, saat ini terlalu mudah dan enteng seseorang, malah termasuk orangtua dianggap sebagai pelaku perbuatan melanggar HAM dalam dirinya. Seorang anak misalnya, jika akibat kesalahannya diberikan hukuman oleh orangtua, seperti dipukul atau tindakan lain, lalu si anak malah mengadukan perbuatan orangtuanya itu ke pihak berwajib dengan alasan bahwa orangtuanya telah melanggar HAM, katanya. Lalu bagaimana pula dengan dampak global, yang dijadikan sebagai alasan ketiga penyebab tidak jayanya ajaran Islam, menurut Ramlan lagi, bahwa di tengah kemajuan arus informasi, teknologi dan ancaman global saat ini, generasi penerus tidak lagi menjadikan dirinya sebagai pewaris dari orang tuanya. Akibat ancaman global tersebut, yang hingga saat ini berkembang di dunia internet, telah banyak pula persoalan global merusak citra dan nama baik dunia pendidikan. Malah, melalui situs tertentu yang ada di internet oleh pihak terettnu, termasuk kalangan pelajar, sangat mudah mengakses tayangan tidak wajar, malah tidak jarang pula mereka praktekkan apa adegan yang telah mekeka lihat terebut di tempat tertentu, asal perbuatan mereka bisa dilakukan. (h/gmz)

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sumatera Barat, Suhermanto Raza, Jumat (6/6) lalu bertindak sebagai penanggungjawab kegiatan yang dilaksanakan tim Penilaian Nagari Berprestasi tingkat Sumatera Barat tahun 2013. Hari Jumat itu, Tim melakukan penilaian terhadap Nagari Talu di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat. Selain aspek tatanan fisik dan managemen tata pemerintahan, yang terlihat di tengah masyarakat Kenagarian Talu, merupakan potret asli dari pemerintahan di nagari setempat. Sejauh pandangan dan penilaian Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Nagari Talau sangat berpeluang mendapat prestasi di tingkat Sumatera Barat, bahkan untuk tingkat nasional. “Itulah yang diharapkan dari proses penilaian dan kondisi alamiah yang terjadi di Nagari Talu. Kita tentu sangat berharap yang terbaik menurut kita, juga yang ter-

baik dimata tim penilai dalam lomba nagari tingkat provisi ini”, Kata Wakil Bupati Pasaman Barat, Syahrul Dt. Marajo, pada penilaian lomba nagari tingkat Sumatera Barat di Gedung Pertemuan Talamau, Jumat (7/6) lalu. Selain untuk mengukir prestasi, seluruh pemerintahan nagari yang ada di daerah setempat juga diharapkan dapat menjadikan lomba nagari itu, sebagai ajang pembenahan secara terus menerus untuk menampilkan pemerintahan nagari yang paling sempurna di masing-masing nagari di Pasaman Barat. Apapun hasil yang dicapai dalam perlombaan nagari sekarang lanjutnya, harus dijadikan sebagai wadah motivasi bagi seluruh pemerintah nagari di kabupaten setempat. Apalagi keberadaan nagari di Pasbar sangat jauh bedanya dibandingkan dengan nagari-nagari lain di Sumbar, terlebih adanya anggaran Rp1 miliar setiap nagari di kabupaten setempat. Penanggungjawab Tim, Suhermanto Raza, menyampaikan, yang dilombakan di dalam pemerintahan nagari saat itu ada di beberapa bidang. Yakni, Bidang pendidikan masyarakat, bidang kesehatan masyarakat, bidang ekonomi masyarakat, bidang keamanan dan ketertiban, bidang partisipasi masyarakat,

bidang pemerintahan, bidang lembaga kemasyarakatan, bidang pemberdayaan kesejahteraan keluarga dan muatan lokal. “Nagari yang mendapatkan prestasi terbaik dalam perlombaan nagari berprestasi tingkat provinsi tersebut, nantinya bakal diundang ke Istana Negara Jakarta guna mengikuti acara kenegaraan dalam rangka peringatan Hari Uang Tahun Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 2013 mendatang,” sebutnya. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) Pasaman Barat, Hendri, pada kesempatan yang sama menyampaikan, pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan seluruh jajaran pemerintah nagari di kabupaten setempat. Dengan harapan seluruh pemerintah nagari di wilayah kerjanya berprestasi dimata pemerintah dan dimata masyarakat. Ditambahkan Kepala BPMKB Pasaman Barat itu, jalannya pemerintahan nagari di kenagarian Talu, Kecamatan Talamau, berdasarkan titik penilaian tim provinsi, berpotensi untuk mendapat prestasi di ajang lomba nagari berprestasi tingkat Sumbar sekarang. “Semoga saja harapan kita ini menjadi kenyataan,” katanya. (h/gmz)

Calon Pengantin Kecamatan Pasaman Dibekali PASBAR, HALUAN — Sepanjang pasangan suami dengan istri sama-sama memahami tugas, pokok dan fungsinya dalam rumahtangga bersangkutan, berarti tidak akan terjadi persoalan dalam keluarganya. Sebaliknya, sekecil apapun masalah terjadi dalam satu rumahtangga, jangan diharap akan selesai, jika masingmasing pihak saling ego. Penjelasan ini disampaikan Salmawati, pejabat dari Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPA) Pasaman Barat, selaku pemateri pada pembinaan pasangan calon pengantin se Kecamatan Pasaman di aula Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Simpang Ampek, Kamis (6/6). Pembinaan terhadap pasangan calon pengantin yang dilaksanakan Balai Pembinaan Penasiahatan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kecamatan Pasaman itu diikuti sebanyak 15 pasang. Selain Salmawati dari KPPA Pasaman Barat, bertindak sebagai pemateri pada kesempatan itu adalah Mantan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Pasaman, sarmidi, dan Efrini Desri, dari Dinas Kese-

hatan Pasaman Barat. Yang patut menjadi perhatian dan sama-sama dilestarikan setiap pasangan suami-istri dalam kehidupan rumahtangganya, bukan saja menempatkan posisi masingmasing sebagai ayak atau ibu bagi putera/puterinya. Menjadikan dirinya sebagai kepala rumah-rangga (bagi suami) atau dalam bentuk lain, tapi bagaimana mereka bisa memposisikan diri masing-masing sebagai ayah, ibu dan pengayom bagi putera/puterinya. Lalu, ulas Salmawati, jika terjadi hubungan kurang harmonis, seperti cekcok dan pertengkaran antara suami atau istri di rumahtangganya. Yang seharusnya mereka lakukan bukanlah memperkeruh suasana, sehingga anak-anaknya jadi terlibat, tapi bagaimana pasangan bersangkutan bisa merajut kembali hubungan yang kurang baik tadinya menjadi habis, tanpa bekas. Mantan Kepala KUA Pasaman, Sarmidi pada kesempatan itu menyampaikan, yang harus diperhatikan setiap pasangan calon suami atau istri, terutama bagi calon pengantin sebelum mereka

melangsungkan proses aqadnikah adalah memahami posisi masing-masing dengan baik. Sebab, setelah calon suami atau istri melangsungkan proses aqad-nikah di daerahnya, status masingmasingnya berubah. Jika selama ini antara calon suami atau istri dijuluki dengan status lajang atau gadis bagi pihak perempuan. Setelah terjadi pernikahan, status lajang dan gadis itu otomatis menjadi hilang, sebagai gantinya adalah suami bagi pihak laki-laki, lalu bagi perempuan dijuluki dengan istri. Lalu jika mereka telah dikaruniai anak, status mereka juga akan berubah, yaitu menjadi ayah dan ibu. Sejalan dengan hal itu, ulas Sarmidi, yang juga Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, berfikirkan secara matang dan wajar, sebelum mereka beralih status menjadi lajang dan gadis. Pernikahan yang akan dilaksanakan ini, sangat menetukan berkualitas atau tidaknya serta harmonis atau tidaknya keluarga yang dilaksanakan ke depan. (h/gmz)

Penanganan Narkoba Mutlak, Tidak Asal Jadi PASBAR, HALUAN — Kapolres Pasaman Barat, Prabowo Santoso mengakui, penanggulangan narkoba atau sejenisnya dan memberantas peredarannya di kabupaten paling utara Provinsi Sumatera Barat tidak bisa hanya asal jadi. Penanganan juga penanggulangannya harus melibatkan pihak terkait dan masyarakat. “Dari catatan peristiwa di Pasaman Barat hingga akhir tahun 2012 lalu, ternyata Kecamatan Lembah Melintang, Sungai Beremas, Pasaman dan Kecamatan Luhak Nan Duo sebagai kecamatan tertinggi peredaran dan terbanyak pemakainya”, kata Prabowo Santoso, melalui Kasat Narkoba, M. Ikbal Harun, menjawab pertanyaan Haluan di Simpang Ampek, Sabtu (8/6). Kalimat “Bebaskan Pasaman

Barat dari Narkoba, Jauhkan generesi penerus bangsa dari bahaya peredaran Narkoba”, agaknya kalimat ajakan sekaligus himbauan kepada warga Pasaman Barat, malah dipajang di beberapa lokasi di 11 kecamatan atau 19 kenagarian se Pasaman Barat, baru sebatas simbol. Artinya, realisasi sekaligus tindaklanjut dari ajakan yang disampaikan pihak Pemda Pasaman Barat dan dipajang di bebereapa lokasi tidak bisa direalisasikan, jika pemerintah bersama lembaga trerkait tidak mampu mebindaklanjuti ajakan yang disampaikan kepada masyarakat. Pemerintah daerah, katanya, sebagai pelaksana roda pemerintahan dan pembangunan di Pasaman Barat atau kabupaten/kota lain di tanah air, seharusnya mampu memberikan

uport, dorongan dan dukungan penuh kepada setiap institusi terkait, sehingga persoalan Narkoba atau sejenisnya bisa dihilangkan keberadaannya di Pasaman Barat. Menyinggung sejauhama kendala dan tingkat persoalan dalam rangka pemberantasan Narkoba di Pasaman Barat, Ikbal Harun menjelaskan, hingga saat ini persoalan mendasar dihadapi pihaknya menangani penyakit dari pengindap narkoba, adalah masalah keterbatasan dana. Biaya penanganan sekaligus pengobatan terhadap satu orang pengindap narkoba, jelas Ikbal, tidak kurang dari Rp3 juta. Besarnya biaya ini diperuntukkan sebagai biaya labor, tes urine, biaya transpor dari Simpang Ampek ke Padang pulangpergi, dan keperluan lain. (h/gmz)

WAKIL Bupati Pasaman Barat, Syahrul Dt. Marajo (kiri) sambut kehadiran Tim Penilai Nagari Berprestasi >> Editor : Nasrizal

>> Penata Halaman:Irvand


24

SELASA SELASA, 11 JUNI 2013 M 2 SYA’BAN 1434 H

4 Siswa Bukittinggi Ukir Prestasi FLS2N Sumbar BUKITTINGGI, HALUAN — Sebanyak 4 orang siswa SLTA Kota Bukittinggi kembali mengharumkan dunia pendidikan di Kota Bukittinggi, setelah berhasil dan sukses meraih juara umum pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang digelar pekan lalu di Padang. Dalam FLS2N itu, siswa SMA Bukittinggi berhasil meraih juara pertama pada lomba cabang solo song yang diraih Ergi Yogi Astra, siswa SMAN 4. Juara pertama pada lomba tari berpasangan yang diraih oleh Andam Rani Juita dan Anita Suyana (siswa SMAN 3), juara II baca puisi yang diraih Fakhrul Arsyad (siswa SMAN 3), dan juara II bidang drama yang diraih oleh Khairani Habibah (siswa SMAN 3 Bukittinggi). “Dari delapan cabang yang dilombakan dalam FLS2N itu, para pelajar dari Bukittinggi berhasih meraih empat gelar, yakni dua orang juara pertama dan dua orang peringkat kedua,” ungkap Kepala Bidang SMP dan SMA Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi Asmara kepada Haluan, Senin (10/6). Dijelaskan, keberhasilan yang diraih pelajar SMA pada FLS2N tahun ini merupakan suatu kebanggaan dan prestasi bagi dunia pendidikan di Bukittinggi. Prestasi yang diraih ini jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya meraih satu gelar. “Untuk itu kita mengharapkan kepada siswa untuk tetap terus berlatih dan mengasah kemampuan untuk menghadapi iven yang sama di tingkat nasional yang digelar pada 16-22 Juni di Medan Sumatera Utara. Mudah-mudahan para siswa dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi di tingkat nasional,” harapnya. (h/mg-tot)

PERMAINAN TRADISIONAL - Sebelum melaksanakan wisuda Pendidikan Tingkat Kanakkanak (TK), beberapa murid TK dan Playgroup Primagama Padang menggelar acara permainan tradisional di Hotel Pangeran Beach, Minggu (9/6). Seiring dengan perkembangan teknologi, berbagai permainan tradisional saat ini sudah banyak ditinggalkan oleh anak-anak. PARWIS

3.341 Guru TPA di Agam Bakal Dapat Insentif AGAM, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Agam, bakal memberikan insentif berupa bantuan sosial kepada 3.341 orang guru Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Madrasah Diniyah Aliyah (MDA) yang tersebar di 16 kecamatan di Agam. Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Kabupaten Agam Afdal kepada Haluan,

Senin (10/6), mengatakan, tahun ini telah terdata sebanyak 3.341 orang dari guru TPA dan MDA

bakal menerima bantuan insentif Rp600 ribu. “Dengan bantuan sosial (Bansos) dan hibah yang akan diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh guru TPA dan MDA,” katanya. Ia menjelaskan, tahun ini bantuan yang diberikan lebih besar dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2012, insentif untuk guru TPA dan MDA hanya sebanyak Rp300 ribu, sementara pada tahun ini sudah mencapai

Rp600 ribu. “Bagi guru yang yang sudah terdata mereka berhak mendapatkan bantuan yang sudah disediakan. Alokasi dana bantuan guru TPA dan MDA disediakan untuk membantu kebutuhan hidup guru TPA,” jelasnya. Menurut dia, insentif ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Agam, yaitu Gerakan Magrib Mengaji. Dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun

>> Editor : Nova Anggraini

ke depan tidak ada lagi anak di Kabupaten Agam yang buta baca tulis Alquran. Ia menambahkan, melalui bantuan yang sudah diberikan, diharapkan guru mengaji bisa lebih meningkatkan perannya sebagai pencetak anak didik untuk bisa baca tulis Alquran. Upaya ini juga bertujuan untuk mendorong program pemerintah daerah menjadiakan Agam daerah yang religius. (h/yat)

>> Penata Halaman : Irvand


Haluan 11 Juni 2013