Issuu on Google+

Harian Umum MEDIA GROUP

I klan 0751 4488700 Berlangganan 08116666333 Pengaduan 082388441221

KAMIS

10 JANUARI 2013 M / 28 SHAFAR 1434 H

TERBIT 24HALAMAN 095 TAHUN KE 65

Harga Eceran Rp3.500/eks, Harga Langganan Rp78.000/bulan (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Ahzab ayat 9)

05.00

12.28

15.53

18.34

19.48

KHAS

PENCAKER — Puluhan pencari kerja terlihat tengah sibuk melihat bursa kerja yang terpampang di papan informasi Kantor Pos, Kota Padang. Rabu (9/1). Terjadinya peningkatan Pencaker disebabkan banyaknya perusahan di setiap kota. AMIR

Inilah wajah baru Janjang Saribu di Koto Gadang Agam, yang mengadopsi bangunan ala Tembok China. HASWANDI

Janjang Saribu ala Tembok China

S

ETELAH bertahun-tahun kehilangan pamor akibat tak terurus, kali ini Janjang Saribu (Tangga Seribu) tampil dengan wajah baru ala Tembok China. Dinding pagar beton dibentuk mirip Tembok China. Hanya saja, Janjang Saribu ini lebih curam, lebih pendek dan tak selebar Tembok China. Satu-satunya Janjang Saribu yang sudah dipermak ini berada di kawasan Koto Gadang, Kabupaten Agam, yang terhubung dengan kawasan bawah Ngarai Sianok, Kota Bukittinggi. Rencananya, janjang yang diprakarsai dan didanai oleh Tifatul Sembiring ini akan diresmikan tanggal 27 Januari 2013 mendatang oleh Tifatul Sembiring sendiri yang saat ini menjabat sebagai Menkominfo.

>> JANJANG SARIBU hal 07

Meniru Jokowi Oleh Jeffrie Geovanie

Sekretaris Majelis Nasional Partai NasDem

RSBI Jadi SKM ICW: ITU HANYA AKAL-AKALAN MENDIKBUD DIBUBARKAN oleh putusan MK, eks RSBI akan digiring oleh Mendikbud menjadi Sekolah Kategori Mandiri (SKM). Tapi para pengamat menuding bahwa itu hanya akalakalan Mendikbud untuk tetap menghidupkan cara-cara RSBI.

S

ALAH satu fenomena yang menarik dari tampilnya Joko Widodo alias Jokowi di pentas politik adalah langkah-langkahnya yang tidak hanya menarik untuk dicermati tapi juga dianggap layak untuk ditiru oleh para politisi lainnya. Tidak tanggungtanggung bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun barubaru ini dianggap telah meniru langkah politik Jokowi.

>> MENIRU JOKOWI hal 07

JAKARTA, HALUAN — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan status RSBI/ SBI akan menjadi Sekolah Kategori Mandiri (SKM). Perubahan itu dilakukan terkait dicabutnya UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003 pasal 50 ayat 3 tentang Sistem

Pendidikan Nasional yang mengatur Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) oleh MK. Namun banyak pengamat mengkritisi, perubahan itu hanya akal-akalan Mendikbud untuk mempertahanhkan RSBI dengan label SKM .

SMAN 1 Rao, Selasa (8/1). Turut hadir, unsur Muspida, staf ahli, asisten, para kepala SKPD, Camat, Walinagari, jajaran kepala sekolah se Kabupaten Pasaman serta para undangan

PADANG, HALUAN — Keputusan Mahkamah Konstitusi yang menghapuskan sekolah berlabel Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI), membuat nomenklatur tentang bantuan hibah untuk RSBI mengalami perubahan. Dalam hearing yang dilaksanakan Komisi IV DPRD Sumatera Barat dengan mitra kerja, Rabu (9/1) kemarin, muncul opsi untuk merubah nomenkelatur ini menjadi bantuan hibah bagi sekolah unggul. Hal ini pun menurut Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Syamsulrizal, bisa saja dilakukan karena sebelumnya sekolah yang berlabel RSBI merupakan sekolah unggulan. Katanya lagi, ini terbukti dari pembagian penghargaan terhadap sekolah terbaik, kebanyakan berasal dari RSBI. Kemudian dalam UU Sisdiknas tahun 2003, disebutkan bahwa masing-masing kabupaten dan kota harus memiliki minimal satu sekolah unggulan. “Jadi kedepannya bantuan untuk sekolah RSBI yang berubah status ini akan tetap diteruskan, hanya berubah nomenklatur. Begitu juga bantuan hibah bagi

>> BUPATI PASAMAN hal 07

>> HIBAH RSBI hal 07

>> RSBI JADI hal 07

Bupati Pasaman Resmikan RKB, USB dan PAUD Advertorial Bupati Pasaman, H. Benny Utama disaksikan Kadis Pendidikan, Khairil Anwar, Kepala SMAN 1 Rao, Faisal, Kepala UPTD Pendidikan Mapattunggul, Camat Mapattunggul dan Camat Rao menandatangani prasasti tanda diresmikannya pemakaian RKB SMAN 1 Rao, USB SMAN 1 Mapattunggul dan USB PAUD Kasih Ibu Mapattunggul. AHDI SUSANTO

Advertorial

Komandan Lantamal II Laksamana Pertama Pranyoto bersama Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit, Rabu (9/1). HUMAS PESSEL

PASAMAN, HALUAN — Bupati Pasaman, H. Benny Utama meresmikan Ruang Kegiatan Belajar (RKB) bertingkat dua SMAN 1 Rao, Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 1 Mapat Tunggul dan PAUD Kasih Ibu Mapat Tunggul di kampus

Hibah RSBI Menjadi Hibah Sekolah Unggul

Danlantamal Kunjungi Pessel PAINAN, HALUAN — Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) II Padang Laksamana Pertama TNI Pranyoto, S.Pi mengajak masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) untuk ikut berpartisipasi menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segenap gangguan dan ancaman, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

“Karena infrastruktur yang terbatas, maka TNI AL butuh partisipasi dan dukungan masyarakat, sehingga kedaulatan NKRI terjaga utuh,” kata Laksamana Pertama TNI Pranyoto, S.Pi saat berkunjung ke Kabupaten Pessel, Rabu (9/1) sembari menjelaskan wilayah operasi Lantamal II meliputi wilayah laut perbatasan Sumatera Barat hingga perairan laut Bengkulu.

Pranyoto berbicara panjang lebar soal tugas TNI AL. Mengingat berat dan luasnya tugas serta tanggung jawab TNI AL di dalam menegakkan kedaulatan nasional di laut, Danlantamal kembali menegaskan harapannya tentang pentingnya partisipasi masyarakat di dalam menjaga kedaulatan NKRI.

>> DANLANTAMAL hal 07

Rusdi (30) warga Tebing Tinggi dibantu Hen sedang membongkar sawit dari benen (ban dalam mobil)

Menantang Maut di Batang Kambang Laporan: Haridman Kambang HARI Selasa (8/1) Rusdi (30) warga Kampung Tebing Tinggi Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan beserta beberapa orang lainnya sedang mematut - matut arus Batang Kambang dari tebing su-

ngai. Di tempatnya berdiri hasil panen berupa tandan buah segar sawit (TBS) telah teronggok pasca dipanen dari kebunnya di Kampung Padang Panjang II Nagari Kambang Utara.

>> MENANTANG MAUT hal 07

Terancam Hukuman Mati..................................>> 02 Kampung Ubi Tak Layak Huni..........................>> 09 Bersyukur RSBI Dihapus..................................>> 24 >> Editor : Ismet Fanany MD, Syamsu Rizal

>> Penata Halaman : David Fernanda


2 UTAMA KAMBANG PESISIR SELATAN

Jalur Pasir Putih Dibuka untuk Umum PAINAN, HALUAN — Jalan di Kawasan Pasir Putih Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan telah dibuka untuk umum. Meski telah dibuka, pemerintah masih membatasi jenis kendaraan yang dapat melewati jalan tersebut. Kepala PU Pessel Pri Nurdin Rabu (9/1) menyebutkan, selama beberapa bulan jalan itu ditutup untuk umum. Pengerjaan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi jalan Pasir Putih Kambang telah selesai semenjak dua pekan lalu. Dengan demikian jalan itu telah dapat dilewati kendaraan. “Hanya saja pemerintah membatasi jenis kendaraan yang diperbolehkan melewati jalur Pasir Putih Kambang. Ini berkaitan dengan jenis bahan dan konstruksi jalan dimaksud, dimana jalan Pasir Putih Kambang dibuat berbahan sirtu dan semen atau sering disebut rabat beton,” katanya. Oleh karena itu menurut Pri Nurdin, kendaraan harus dibatasi. Misalnya mobil ukuran kecil atau hanya bus pariwisata. Sementara kendaraan besar tidak diperkenankan melewati kawasan Pasir Putih Kambang. “Mobil besar semisal truk bak, tangki atau sejenisnya dapat melewati jalur alternatif. Jalur itu membentang dari Simpang Lakuak hingga ke Simpang Padang Rubia. Jarak tempuh sekitar 2,5 km,” katanya menjelaskan. Disebutkan Pri Nurdin, jalan alternatif tersebut kini statusnya sudah menjadi jalan nasional. Pengerjaan peningkatan mutu jalan itu akan berlangsung pada tahun 2013 ini. Sementara jalan Pasir Putih Kambang merupakan jalan yang diperuntukkan bagi wisatawan. Pada pintu masuk jalan tersebut telah dipasang rambu rambu peringatan. “Jadi menjelang pelaksanaan pengerjaan jalan nasional berlangsung, kepada pengguna jalan alternatif diharapakan untuk bersabar,” harapnya. Terkait dengan telah dibukanya jalur Pasir Putih Kambang, Nurlison Wali Nagari Kambang Barat mengatakan, jalan tersebut sangat diharapkan bagi masyarakat sekitar. “Dengan dibukanya jalan itu, gerak perekonomian masyarakat membaik. Pengangkutan barang dan jasa dengan kendaraan berukuran kecil dapat terlaksana dengan cepat,” katanya. Selanjutnya Anto (35) warga setempat menyebutkan, semenjak jalan itu dibuka, maka telah terjadi perobahan dari biasanya. Pasir Putih menjadi hidup kembali setelah setahun lebih lumpuh akibat dihondoh banjir bandang. Berdasarkan pantauan Haluan, di kawasan Pasir Putih sejumlah warga mulai menggelar dagangan di pinggir pinggir jalan. Kawasan itu setiap sorenya selalu ramai dikunjungi. Disana juga telah ditanami sejumlah pohon palm dan di pinggir jalan disediakan lampu penerangan yang menggunakan energi matahari. (h/har)

KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

TEMUAN WAGUB MUSLIM KASIM DI PARIT MALINTANG

43 Pegawai RSUD Tak Digaji PADANG, HALUAN — Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim sangat menyayangkan sikap RSUD Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman yang tega mempekerjakan orang tanpa digaji sepeser pun. Kebijakan rumah sakit ini benar-benar telah melukai rasa kemanusiaan.

AFERESIS — Ketua PHTDI Cabang Sumbar, dr Irza Wahid, SpPD,KHOM FINASIM (kiri) bersama Direktur UDD PMI Padang dr. Widyarman (belakang) meninjau penggunaan mesin aferesis Haemonetics MCS+ di kantor UDD PMI Padang, Rabu (09/1). IST

Aferesis, Teknologi Terkini Transfusi Darah PADANG, HALUAN — Aktivitas transfusi darah di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Cabang Padang memasuki babak baru dengan kehadiran teknologi terkini dalam hal transfusi darah lewat mesin aferesis. Kecanggihan mesin ini akan dibahas dalam seminar sehari yang berjudul “Update Transfusi Darah: Pemanfaatan Aferesis untuk Donor dan Terapeutik”, Sabtu 12 Januari 2013 mendatang di Aula Student Center Fakultas Kedokteran Unand Padang. Ketua Panitia Pelaksana Irza Wahid, yang juga Ketua Perhimpunan Hematologi dan Tranfusi Darah Indonesia (PHTDI) Cabang Sumbar, didampingi Direktur UDD PMI Cabang Padang, dr Widyarman, Rabu (09/1) mengungkapkan, seminar ini diselenggarakan PHTDI Cabang Sumbar, bekerjasama dengan UDD PMI Cabang Padang. Sedangkan sasaran peserta kegiatan antara lain dokter umum / spesialis dan praktisi kesehatan lainnya di Sumbar. Irza Wahid yang juga InternisKonsultan Hematologi & Onkologi Medik RSUP dr. M Djamil Padang mengungkapkan, aferesis sendiri adalah proses pengumpulan dan pemisahan komponen darah secara otomatis dengan sebuah mesin menggunakan satu set jarum, selang dan kantong yang sekali pakai dibuang. Darah dari donor selanjutnya dialirkan pada set tersebut kemudian diproses dalam mesin untuk men-

dapatkan komponen darah yang diinginkan, misalnya trombosit. Komponen darah yang tidak diinginkan selanjutnya dikembalikan ke tubuh pendonor. Biasanya, dengan teknik konvensional, untuk mendapatkan 10 kantong trombosit diperlukan setidaknya 10 orang donor. Dengan alat aferesis ini, 10 kantong trombosit itu hanya memerlukan 1 orang donor. Hal ini disebut aferesis donor. Ini tentu akan sangat bermanfaat untuk pasien yang kekurangan trombosit seperti pada kasus demam berdarah, kanker, dan sebagainya. Di samping itu, mesin aferesis ini juga dapat dimanfaatkan untuk pengobatan (terapeutik) pada pasien leukemia, penyakit syaraf seperti myasthenia gravis, sindroma GullianBarre dan sebagainya. Sementara itu, Direktur UDD PMI Cabang Padang, dr Widyarman menambahkan, seiring dengan kemajuan pelayanan kesehatan yang sedang berkembang, baik di bidang medik dan bidang bedah, kebutuhan akan transfusi darah dan komponennya terus meningkat. Tidak sedikit para dokter menghadapi kasus–kasus berat yang membutuhkan transfusi darah segera, dan dalam jumlah yang cukup banyak. Sebagai contoh di ruang rawat inap penyakit dalam khusus kanker RSUP dr. M Djamil Padang, hampir sebagian besar pasien yang dirawat membutuhkan transfusi darah dan komponennya.

Hal serupa juga terjadi pada ruang rawat inap penyakit bedah dan kebidanan, cukup banyak penderita membutuhkan transfusi darah segera dalam jumlah yang cukup banyak. Pada kenyataannya, PMI sebagai instansi yang bertanggungjawab menyediakan darah dan komponennya untuk kebutuhan transfusi kewalahan menyediakan darah untuk kebutuhan sehari–hari. Tentu PMI akan lebih kewalahan lagi jika terjadi bencana nasional seperti gempa 30 September 2009 lalu di Kota Padang. Karena itu, adanya inovasi teknologi dalam ilmu transfusi darah ini, terutama untuk menyediakan kebutuhan darah dalam jumlah banyak dan jangka waktu cepat, serta bisa digunakan untuk kebutuhan terapeutik lainnya, adalah kabar yang sangat menggembirakan. dr Widyarman berharap, lewat seminar ini, seluruh stakeholder di bidang pelayanan kesehatan mengetahui manfaat dari mesin afaresis di UDD PMI Cabang Padang, saat ini hanya satu-satunya di Sumbar, sehingga keberadaannya bisa dimanfaatkan secara optimal. Seminar sehari ini menampilkan pembicara nasional, dr. Yuyun S. Soedarmono, MSc, Ketua UDD PMI Pusat dan Dr.dr. Djumhana Atmakusuma, SpPD KHOM FINASIM, Ketua PHTDI Pusat. Pembicara lokal Prof. dr. Nusirwan Acang, DTM&H, SpPD KHOM FINASIM, dr. Irza Wahid, SpPD KHOM FINASIM dan dr. Meity Frida, SpS (K). (h/rel)

Ngangkang Style! Oleh: MAIDELLA SYAHNI DI ACEH, perempuan dilarang ngangkang! Kalimat ini terus mengusik saya sejak isunya dishare beberapa teman di jejaring sosial facebook. Berbagai candaan mengikuti. Mulai dari usulan untuk membuat Laskar Ngangkang hingga Ngangkang Style. Tapi aturan dari provinsi paling ujung di Sumatera itu memang terus mengusik saya. Kenapa sampai ada kepala daerah yang memikirkan soal posisi duduk perempuan di atas sepeda motor? Sejauh apa kontemplasi dia (atau pembisiknya) hingga yang bersangkutan terinspirasi membuat aturan seperti itu? Apakah masalah ekonomi dan kesejahteraan masyarakat daerah yang pernah terkena tsunami tahun 2004 ini sudah sangat membaik? Hingga walikotanya punya banyak waktu untuk memikirkan lebih banyak hal-hal yang terkait dengan urusan perempuan? Untuk mengatur duduk perempuan di atas sepeda motor, berapa pula anggaran daerah yang digelontorkan? Mulai untuk rapat, hingga launching dan sosialisasinya? Sebegitukah ‘istimewa’ nya perempuan di negeri Serambi ini? Untung saja disini tidak ada aturan seperti itu, batin saya. Karena waktu kecil, lebih dari sekedar ngangkang saya lakukan. Di rumah etek yang punya halaman cukup luas, memanjat pohon buah seri jadi kewajiban bagi saya setiap hari. Bahkan hingga saya duduk di bangku sekolah menengah. Meski acok kanai berang, tapi kebiasaan memanjat pohon ini kemudian menumbuhkan keberanian dalam diri saya. Kelak, kebiasaan memanjat membuat saya tidak takut tempat tinggi dan kuda-kuda kaki saya rasanya cukup bisa diandalkan. Di lain hal saya melihat one-one di Pasar Raya dalam balutan kain panjang yang manggiliang lado dengan mengangkang. Di depan umum. Mereka menjual lado segar hasil gilingan tangan. Lado ini lebih jadi

favorit meski lado gilingan mesin terus memborbardir. “Ndak sero makan kalau lado ndak giliang tangan,” begitu kata angku-angku di dekat rumah saya. Ini juga yang membuat saya terus berpikir. Kalau Ngangkang Style juga dilarang disini, one-one ini akan kehilangan mata pencarian dan angku-angku tak akan lamak makannya. Kembali ke Aceh, pantas saja kemudian ada yang memplesetkan lokasi ini menjadi Lhoksemaugue. Karena Suhaidi, walikota bersangkutan membuat aturan dengan prinsip ‘semau gue’. Saya tak melihat substansi dalam aturan satu ini. Apa tujuan larangan ini? Mengatur perempuan bertingkah apakah kemudian bisa membuat keadaan lebih aman? Oya, ternyata tak hanya satu ini aturan baik berupa imbauan maupun hingga Perda di daerah ini yang ‘mengucilkan’ perempuan. Perempuan dilarang ini itu, dianjurkan begini dan begitu. Tapi kemudian kasus kekerasan dan perkosaan tetap saja terjadi. Dalam sebuah surat terbukanya di

atjehpost.com, Arabiyani (Iya) salah seorang perempuan Aceh, menulis bahwa walikota yang satu ini mesti tak tahu kasus perkosaan yang menimpa seorang perempuan di Aceh bagian barat. Perempuan itu berada di pantai saat dilakukannya sweeping pantai oleh serombongan laki-laki sebagai ekses euforia dan salah kaprah atas penerapan Qanun 11, 12 dan 13. Kasus sepasang remaja di kawasan pesisir Aceh Besar, yang dipaksa melakukan reka ulang tindakan “amoral” sambil difilmkan oleh masyarakat yang merasa bahwa tindakan mereka diperbolehkan oleh agama dan pemerintah atas alasan menegakkan kebenaran. Kasus perempuan Bireuen yang terpaksa pulang ke rumah jalan kaki karena perempuan dilarang dibonceng (berduaan) oleh laki-laki lain yang bukan suami/ kerabatnya, padahal suaminya terkapar sakit di rumah. Saya tambahkan, secara umum mungkin walikota yang satu ini juga tidak tahu kalau Komnas Perempuan dan Anak mencatat telah terjadi ribuan kasus kekerasan seksual terhadap anak selama 2012. Pendek kata, ini pelajaran bagi kepala daerah lain untuk membuat aturan. Untuk lebih mengutamakan substansi dari pada gengsi. Kalaupun harus membuat aturan berkaitan dengan jenis kelamin, jangan hanya berkeras untuk mengatur perempuan bertingkah, berlaku dan berpakaian. Tapi didik jugalah laki-laki untuk tidak melakukan tindak kekerasan dan perkosaan. Cukup berikan perempuan kesempatan dan kelayakan pendidikan, maka mereka dengan sendirinya akan bisa memutuskan ‘pakaian’ apa yang paling tepat untuk mereka. Kepandaian adalah pelindung terbaik perempuan. Dan Aceh terkenal dengan perempuan-perempuan tangguh yang sebelumnya tak dilarang ngangkang. (*)

Sebab para karyawan yang jumlahnya mencapai 43 orang itu, memiliki jam kerja yang sama dengan pegawai lainnya. Masa pengabdian mereka pun luar biasa. Ada yang sudah 2 tahun menjadi sukarelawan memberikan pelayanan bagi pasien. Hanya karena mereka bersedia bekerja dengan tidak digaji sekaligus untuk mempraktikkan ilmunya, maka mereka tidak dibayar sama sekali. “Kita sangat prihatin dengan nasib para karyawan RSUD Parit Malintang ini, yang bekerja tanpa menerima gaji dan tunjangan apa pun. Benar-benar sukarela. Mestinya tenaga mereka harus diperhitungkan. Sebab mereka butuh biaya dalam bekerja dan beraktivitas,” ujar Muslim Kasim usai meninjau RSUD Parit Malintang, Rabu (9/1). Direktur RSUD Efriyeni dan Kepala TU Anesa Satria sudah dipanggil orang nomor dua di Sumbar ini. Jajaran manajemen rumah sakit diminta untuk memperhatikan kesejahteran para sukarelawan ini. Direktur RSUD Parit Malintang Padang Pariaman, Efriyeni mengakui bahwa karyawan sukarela itu tidak digaji sama sekali. Sebab saat mengajukan lamaran, mereka hanya ingin mencari pengalaman, dari pada duduk berdiam diri di rumah. Apalagi ketika itu rumah sakit juga tidak membuka lowongan, sebab tidak ada anggaran untuk menggaji mereka. Para petugas itu bekerja mengikuti jam kerja kantor, ikut aturan yangg berlaku. Keberadaan mereka sangat membantu pelayanan di rumah sakit tersebut, sebab RSUD memang kekurangan tenaga kesehatan. “Kami akui petugas sukarela itu sangat membantu sekali dalam melayani masyarakat. Ke depan akan kami upayakan insentif untuk mereka,” jelas Efriyeni. Kepala TU, Anesa Satria yang dihubungi terpisah juga membenarkan kondisi tersebut. Saat Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim melakukan kunjungan kerja ke RSUD itu, mendapati petugas kesehatan sukarela yang tidak digaji sama sekali. “Kami akan upayakan tahun ini, agar karyawan sukarela yang berjumlah 43 prang itu menerima kontribusi atas jasa mereka,” jelas Anesa. Menurutnya, petugas kesehatan itu mau menjadi petugas sukarela karena belum diterima bekerja dan belum punya sertifikat praktik. Karena itu mereka mengabdikan diri di RSUD, agar ilmu yang mereka miliki tidak hilang begitu saja. Petugas sukarela tersebut ditempatkan di IGD, kebidanan, rawat inap, poli, rekam medik dan apotik didampingi petugas PNS. Masa kerja mereka beragam, mulai dari 3 bulan hingga 2 tahun. “Sebenarnya, kami memberikan insentif dari jasa layanan untuk mereka sekali 3 bulan. Namun besarannya tidak sama untuk setiap tenaga sukarela ini,” katanya. Sebagai solusi bagi para petugas kesehatan sukarela itu, pihaknya akan mengakomodir mereka dengan sistim alih daya yang dulunya disebut outsourcing melalui pihak ketiga. Dengan begitu gaji mereka dapat dialokasikan di APBD. Disebutkannya, RSUD Parit Malintang kekurangan tenaga kesehatan cukup banyak. Misalnya saja untuk tenaga perawat dibutuhkan 10 orang. Begitu pula dibutuhkan tenaga labor, apotik dan beberapa petugas lainnya. (h/vie)

KASUS PEMBUNUHAN SISWA SMA PGRI 2 PADANG

Terdakwa Terancam Hukuman Mati PADANG, HALUAN — Debi Saputra, 25, terdakwa yang terjerat kasus pembunuhan siswa SMA PGRI 2 Padang terancam hukuman mati. Ini terungkap saat sidang perdana di Pengadilan Negeri Padang, Rabu (9/1). Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irna yang menangani kasus tersebut menjerat terdakwa dengan pasal berlapis, yakni melanggar pasal 340 KUHP, 339 KUHP ditambah lebih subsidair melanggar pidana pasal 338 KUHP, 365 ayat 2 KUHP tentang pembunuhan berencana. Dalam dakwaan JPU yang dibacakan di depan persidangan yang dipimpin majelis hakim Jon Effreddi beranggotakan hakim Fitizal Yanto dan Kamijon dijelaskan, perbuatan terdakwa tersebut dilakukannya pada 17 Oktober 2012 lalu di jalan Tepi Bandar Bakali, Padang. Pembunuhan tersebut telah direncanakan terdakwa sejak siang hari sebelum melangsungkan aksinya. Bahkan untuk melangsungkan niatnya terdakwa menyiasatinya dengan mengajak korban untuk pergi keluar bersama terdakwa. “Terdakwa sebelumnya berniat menghabisi nyawa korbannya dengan seuntai kawat yang telah disiapkan sebelum pembunuhan terjadi,” kata JPU Irna. Lebih lanjut JPU menjelaskan, korban yang tidak merasa curiga dengan ajakan terdakwa menuruti kemauan terdakwa untuk pergi main keluar rumah di malam hari pada 17 Oktober 2012 tersebut dengan mengendarai sepeda motor milik korban merk Satria FU. Setelah bertemu di tempat yang dijanjikan, terdakwa bersama korban

pun pergi menuju kawasan tepi laut. Usai dari lokasi tersebut terdakwa mengajak korban untuk pergi ke daerah Pampangan. Akan tetapi sesampainya di jalan Tepi Banda Bakali Jirek Pampangan Padang, terdakwa yang mengendarai sepeda motor milik korban tiba-tiba berhenti dengan alasan untuk buang air kecil. Di sinilah niat buruk terdakwa berlangsung. Dengan kawat yang telah disiapkan terdakwa untuk mengakhiri hidup korbannya langsung dililitkan terdakwa ke leher korban hingga korban tak lagi mampu bernafas dan akhirnya meninggal. Melihat korbannya sudah tak bernyawa, terdakwa pun langsung meletakkan korban ke semak-semak dan kemudian melarikan diri dengan sepeda motor milik korban. Selain membunuh, terdakwa juga mencuri sepeda motor Suzuki FU milik korban yang kemudian dititipkan kepada teman terdakwa Andi Maulana tanpa plat nomor polisi. Usut demi usut, akhirnya polisi yang mendapat laporan adanya penemuan mayat korban pun mengetahui bahwa mayat tersebut merupakan korban pembunuhan. Kemudian, Deby yang dikabarkan melarikan diri ke Jawa langsung diburu petugas kepolisian. Setiba di Kiliran Jao, petugas berhasil menghentikan bus Family Raya yang ditumpangi pelaku. Kemudian, pelaku langsung diringkus. Usai dibacakannya dakwaan kemarin, majelis hakim mengundur sidang hingga pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi dari JPU.(h/dla)

>> Editor : Syamsu Rizal

>> Penata Halaman : Syahrizal


SUMBAR 3

KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

LINGKAR Tersangka Bacok Diserahkan ke JPU PADANG, HALUAN — Dalam waktu dekat, tersangka pembacokan yang dilakukan oleh Jhoni alias Lando (48) terhadap besannya Asril (54) di Simpang Masjid Muhammadan, Pasar Batipuah, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang bulan lalu, akan diserahkan kepada Jaksa Penutut Umum (JPU). Kapolsek Padang Selatan Kompol Dewi Suryani mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi dari jaksa, bahwa berkas tersebut telah lengkap atau P21. Namun secara tertulis, pihaknya belum menerima surat tersebut. “Kami memang baru mendapatkan kabar bahwa berkas tersebut telah lengkap secara lisan. Hingga saat ini, kami masih menunggu secara tertulis, apakah berkas itu dinyatakan lengkap atau belum,” kata Dewi, kemarin (9/1). Dikatakannya, apabila jaksa memang menyatakan berkas tersebut telah lengkap, maka penyidik akan menyerahkan tersangka bersama barang buktinya. Setelah itu, tersangka akan disidangkan di pengadilan. Dalam kasus ini, kata Dewi, penyidik memakai pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan berat yang menyebabkan hilangnya nyawa orang, dan mendapatkan ancaman sekitar tujuh tahun. Selain itu, penyidik juga akan menambahkan pasal 340 tentang pembunuhan berencana. Berita sebelumnya, diduga terlilit hutang sejak tahun 1996, amarah Jhoni alias Lando tidak terbendung lagi, sehingga Asril yang merupakan besannya menantang Lando di Simpang Mesjid Muhammadan Pasar Batipuah, Jumat (16/11) tahun lalu sekitar pukul 14.30 WIB. Akibat perkelahian tersebut, Asril terkena sabetan parang sebanyak dua kali di bagian tengkuknya, sehingga dia langsung dilarikan ke RST Reksodiwiryo Ganting dan dirujuk ke RSUP M Djamil Padang, karena mengalami luka parah. Setelah melakukan aksinya itu, pelaku langsung ke Mapolsek Padang Selatan dengan membawa barang bukti di tangannya dan menyerahkan diri, terkait kasus pembacokan yang dilakukannya. Saat ini, tersangka bersama barang bukti telah diamankan di Mapolsek Padang Selatan untuk pengusutan lebihlanjut. (h/nas)

Satpam Berperan Ciptakan Kamtibmas PASBAR, HALUAN — Satuan pengamanan (Satpam) bukan hanya buruh kebun yang dibekali pakaian seragam. Tetapi Satpam adalah mitra Polri yang bertanggungjawab memberikan pengamanan swakarsa kepada masyarakat secara profesional. Terutama dalam mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban (kantibmas). “Jika gangguan kantibmas tidak ditangani dengan serius, akan menjadikan kejahatan konvesiaonal. Dan Polri tidak bisa bekerja sendiri, harus melibatkan stakeholder yang ada, termasuk Satpam,” kata Kapolres Pasbar AKBP Prabowo Santoso, saat acara peringatan HUT Satpam ke-32 yang digelar di halaman Mapolres Pasbar, Rabu (9/01). Menurutnya, melalui peringtan HUT Satpam ke-32 ini, kompetensi dan profesionalisme satuan pengamanan harus ditingkatkan dalam mewujudkan peran pengaman swakarsa. “Pekerjaan Satpam itu bukan pekerjaan yang ringan. Bahkan, seorang Satpam bisa kehilangan nyawanya ketika sedang bertugas di tempatnya bekerja,” kata Kapolres Pasbar AKBP Prabowo Santoso. Jumlah Satpam di Pasbar yang memiliki bekal dan sertifikasi ada sekitar 400-an. Jumlah itu tersebar di sejumlah perusahaan perkebunan milik Badang Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta seperti PT LIN, Gersindo, PT Bakrie Pasaman Plantation, PT BTN dan perusahaan lainnya. Satpam juga merupakan mitra kerja polisi, dalam membangun keamanan dan ketentraman di tengah masyarakat. Polri katanya mengucapkan terimakasih kepada badan usaha jasa pengamanan, asosiasi di bidang pengamanan, serta seluruh stakeholder terkait. Karena para Satpam telah memberikan yang terbaik dalam menumbuhkembangkan satuan pengamanan di Pasbar dan umumnya di Indonesia ini. Diharapkan, Satpam juga memberikan yang terbaik dalam melaksanakan tugas, dan tetap berpegang teguh dalam keikhlasan bekerja. Sehingga eksistensinya dalam membantu menciptkan kamtibmas. dapat dirasakan masyarakat.(h/nir)

DAPAT TAMBAHAN PENGHASILAN DAN JAMSOSTEK

Anggaran untuk Walnag se-Sumbar Rp18,84 Miliar PADANG, HALUAN — Memasuki tahun kerja 2013, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengalokasikan anggaran Rp18,84 miliar untuk Wali Nagari (Walnag) se Sumatera Barat. Anggaran tersebut meliputi honor tambahan penghasilan kepada 754 wali nagari dan 126 Kepala Desa di seluruh Sumbar, serta dana Jamsostek. “Ini untuk pertama kalinya Jamsostek diberikan kepada aparat terdepan yaitu wali nagari dan kepala desa. Baru dimulai tahun ini,” kata Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat, Syafrizal Ucok, kemarin (9/1). Dengan adanya anggaran khusus tersebut, dia berharap aparat pemerintah di nagari atau desa bisa bekerja optimal, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Ini stimulus agar mereka bisa bekerja dengan baik,” katanya. Dia menyebut, untuk insentif atau tambahan penghasilan bagi wali nagari, Pemprov Sumbar mengeluarkan anggaran sekitar Rp880 juta per bulan. Anggaran itu diberikan merata kepada Walnag seluruh Sumbar dengan kisaran masing-masing Walnag menerima Rp1 juta. “Gaji Wali Nagari sudah diatur oleh kabupaten/kota masing-masing. Nominalnya mereka yang rembukkan. Pemerintah Propinsi hanya bantu masing-masing Rp1 juta. Besaran gaji tergantung daerah, ada yang Rp750 ribu, ada pula yang sampai Rp1,5 juta,” jelasnya. Penyerahan tambahan penghasilan untuk Walnag diberikan sekali setiap tiga bulan. Sementara untuk jamsostek kata Syafrizal, aparat Wali Nagari bisa menggunakannya kapan saja, terhitung mulai tahun ini. “Mulai tahun ini sudah bisa digunakan. Kami anggarkan Rp165 ribu per orang setiap bulannya. Secara keseluruhan untuk jamsostek, anggarannya mencapai Rp9 milyar,” kata dia. Menurutnya, dengan adanya anggaran khusus untuk Jamsostek, wali nagari bisa bekerja lebih giat dan tenang, karena tidak lagi memikirkan biaya kesehatan. Dana tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk hari tua. Terkait kinerja, Syafrizal tidak bisa menjamin penambahan anggaran akan membuat Walnag dan Kades bekerja baik. Tetapi dia optimis, dengan memperhatikan kesejahteraan aparat Nagari dan Desa bisa membantu meningkatkan kinerja. Untuk tahun ini, pengangkatan aparat Nagari (sekretaris nagari dan desar, red) sebagai PNS dipastikan tidak ada. “Seperti instruksi gubernur, kita optimalkan PNS yang ada di kecamatan untuk ditempatkan di nagari,” jelas mantan Wakil Bupati Pesisir Selatan itu. Saat ini sebanyak 354 orang pegawai nagari sudah menyandang status PNS. Sebanyak 318 diangkat oleh Pemda Sumatera Barat, sisanya diangkat oleh kabupaten/kota. (h/cw-sal)

GELIAT pembangunan di Kota Padang seperti tak dapat dibendung. Hampir semua jalan utama berdiri bangunan baru, apalagi yang namanya rumah toko (ruko), seperti terlihat sepanjang jalan Alay-Bypass, Rabu (9/1). AMIR

Rekaman CCTV Perampokan Pitameh Diamankan PADANG, HALUAN — Rekaman CCTV peristiwa perampokan terhadap Elfayati (36), telah diamankan tim Reskrim Polresta Padang guna penyelidikan lebih lanjut. Namun, saat petugas melihat dari hasil rekaman tersebut, ternyata tidak bisa dilihat dengan jelas empat pelaku perampokan PT Shicang Jaya, Pitameh, Tanjung Saba, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sabtu (5/1) itu. “Kami telah mengambil rekaman CCTV dari korban, Selasa (9/1) kemarin. Dan setelah diamati hasil rekaman tersebut, sedikit kabur atau tidak jelas ciri-ciri pelaku perampokan itu. Sebab, kondisi letak CCTV tidak terjangkau ke lokasi kejadian,” kata Kapolresta Padang Kombes Pol. Moch. Seno Putro melalui Kasat Reskrim Kompol Iwan Ariyandhi, kemarin (9/ 1). Walaupun demikian, kata Iwan,

pihaknya masih tetap optimis untuk melakukan penangkapan terhadap tiga pelaku perampokan, yang saat ini masih buron. Selain tidak terlihat jelas ciriciri pelaku, pihaknya telah mengantongi nama pelaku tersebut. Dikatakannya, sampai sekarang anggota Reskrim Polresta Padang masih melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut, untuk mengetahui keberadaan ketiga pelaku perampokan itu. “Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam lidik kami dan mencari tahu dimana keberadaannya,” ungkapnya. Sebelumnya, aksi perampok menggunakan senjata api (senpi) nyaris membuat pemilik Toko Shicang Jaya, El-fayati dan suaminya Muk-htar (38) tewas. Mujur, dua butir timah panas ditembakan kawanan perampok di depan rumahnya di kawasan Pitameh, Kelurahan Tanjungsaba, Kecamatan

Lubuk Begalung, Kota Padang, tidak mengenai tubuh korban, Sabtu (5/1) sekitar pukul 19.00 WIB. Seorang perampok bernama Sutejo (37), selama ini tinggal di kawasan Air Tawar berhasil diamankan polisi dalam keadaan babak belur dihajar masyarakat. Sedangkan tiga rekannya berhasil melarikan diri. Kemudian Sutejo akhirnya tewas di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Minggu (6/1) sekitar pukul 16.00 WIB. Tersangka tewas setelah sebelumnya dirawat dalam kondisi kritis pasca diamuk warga. Pelaku dalam kondisi kritis langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong. Kemudian pihak kepolisian telah menyerahkan jenazah Sutejo kepada pihak keluarga, untuk segera dimakamkan. (h/nas)

Pelayanan Kecamatan Perlu Ditingkatkan PARIAMAN, HALUAN — Walikota Pariaman Mukhlis R resmikan pemakaian kantor Camat Pariaman Timur, Rabu (9/1) di Sungai Pasak. Pada kesempatan itu Ia minta, agar keberadaan kantor megah itu diiringi dengan pelayanan yang baik, terhadap masyarakat. “Jangan sebaliknya, masyarakat mengeluhkan pelayan yang diberikan, sementara kondisi kantornya bagus. Kan tidak sejalan,” katanya, saat meresmikan kantor kecamatan baru itu.

Pegawai yang bertugas katanya harus ramah, mengerti tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Agar kantor camat yang berdiri megah bisa menjadi tempat menyampaikan aspirasi bagi peembangunan daerah. Kecamatan Pariaman Timur berdiri tanggal 26 Januari 2010 dan sejak itu pemerintahan kecamatan resmi bekerja melayani masyarakat, dengan berkantor di Kantor Desa Sungai Pasak, untuk melayani masyarakat. Di Kecamatan Pariaman Timur ini ada 16 desa, 51 dusun, dengan jumlah penduduk

lebih kurang 12 ribu jiwa. Dalam menentukan pusat Kecamatan ini dulunya, jelas walikota, memang melalui pembahasan yang sangat alot. Dua nagari yang tergabung di Pariaman Timur, Nagari IV Koto Sungai Rotan dan Nagari IV Angkek Padusunan disatukan. Semula semua sama-sama ingin pusat pemerintahan kecamatan berdiri di nagari dan masingmasing, dan mau menyediakan tanahnya. Namun, karena yang ditentukan itu pusat pemerintahan, semua masyarakat

mempunyai kepentingan untuk itu, semuanya harus terlayani, ditetapkanlah lokasi yang proporsional, bisa diakses seluruh masyarakat di Kecamatan Pariaman Timur. Makanya pemerintah dengan unsur masyarakat sepakat memilih Desa Sungai Pasak sebagai pusat pemerintahan. Sementara tokoh masyarakat, Taheroedin mengungkapkan, dengan keberadaan kantor camat yang permanen, tentu lebih bisa mempercepat urusan masyarakat yang datang ke kantor tersebut. “Kantor megah, petugas ramah

dan sigap dalam menyelesaikan persoalan masyarakat yang berurusan, itulah harapan kami,” katanya. Sementara Camat Pariaman Timur Alfian Harun berjanji akan memberikan pelayanan terbaik, untuk masyarakat Pariaman Timur. Peresmian kantor tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Walikota Mukhlir R. Sebelumnya dilakukan penyerahan kartu Jamkesmas kepada masyarakat setempat secara simbolis. (h/tri)

Lansek Manih FM (LANIS FM) Frequensi (FM) 93,6 MHz (FM) Power Suport 1000 Watt ( Blues 30 NV) Alamat Studio/Office : Jl.Sudirman No.191 Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Telp. ( 0754) 20173-20553 Fax. 0754.20158 Email : lansekmanihfm@yahoo.co.id LANSEK MANIH FM “ Penyampai Informasi Pembangunan dan Penyejuk Hati Anak Nagari” >> Editor : Rudi Antono

>> Penata Halaman : Rahmi


4 SUMBAR KILAS Razia, Pol PP Cekcok dengan Anggota TNI PADANG, HALUAN — Upaya membrantas penyakit masyarakat (Pekat) oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang di Jalan Batang Arau, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, tidak berjalan mulus. Suasana panas yang dibarengi percekcokan, tak dapat dihindarkan, Selasa (8/1) sekitar pukul 22.37 WIB. Peristiwa ini terjadi ketika petugas Pol PP mengejar para wanita yang diduga sebagai penghibur masuk ke Markas Detasemen Pembekalan Angkutan I-44-05-B Tim Angkutan Air di Batang Arau. Salah seorang personel jaga berpangkat Serda di lokasi tersebut menghadang para personil Satpol PP yang masuk tanpa ijin ke kawasan tersebut. Anggota tersebut mengatakan, Satpol PP Kota Padang kurang beretika saat masuk markas tanpa izin dari petugas jaga markas. “Seharusnya mereka terlebih dahulu izin, jangan asal masuk saja. Tolong pakai etika dan sama mengerti dengan pekerjaan kita,” kata Serda Afri Maizon kepada sejumlah wartawan yang ada pada malam itu. Dikatakan, setidaknya petugas Pol PP harus meminta izin dulu, jika ingin masuk ke markas. Dan jika memang ada wanita malam yang berlindung ke dalam markas, pihaknya juga bisa membantu mencarinya. Menurutnya, perlakuan para petugas Satpol PP tersebut sudah menginjak harga diri TNIAD, dengan adanya peristiwa tersebut. “Jika terbukti mereka masuk silahkan tangkap, tetapi ini sudah keterlaluan dan kurang punya etika,” ujar Afri. Sementara itu, Kepala Satuan Provost Satpol PP Kota Padang, Alwi membantah kalau anggotanya masuk tanpa seizin petugas piket. Sebelumnya, petugas telah mengkonfirmasi dulu, hanya saja dia menilai serdadu itu mencoba menghalang-halangi anggotanya. Dia menyebut apa yang dilakukan anggotanya sudah sesuai prosedur. “Kami sudah minta izin saat akan masuk, tetap saja dihalang-halanginya, termasuk saya sendiri,” jelasnya, Selasa (8/1) malam. Alwi menambahkan, usai percekcokan di lokasi, anggota TNI tersebut kembali mendatangi Mako Pol PP Padang, Jalan Bagindo Aziz Chan dengan atribut lengkap. “Dia masih tidak terima karena merasa telah dilecehkan anggota saya,” jelasnya. Sebelum peristiwa tersebut terjadi, Satpol PP Kota Padang menggelar operasi pekat dan berhasil mengamankan dua wanita dan satu pria, yang tengah asyik berada di cafe hiburan kawasan Muaro. Kedua wanita bernisial DS (22), CPS (19) dan kekasihnya B (22) berusaha kabur menuju markas TNI yang ada di sekitar lokasi tersebut. Saat ini, belum ada kata sepakat antar kedua instansi tersebut. (h/nas)

KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

KASUS KDRT DOMINAN

Kewenangan Komnas HAM Masih Lemah PADANG, HALUAN—Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih dominan terjadi sepanjang tahun 2012. Data yang dikumpulkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Sumatera Barat, setidaknya menerima 32 laporan sepanjang tahun lalu.

LANTIK — Ketua Konsuil Pusat Djamil Baridjambek, melantik pengurus Konsuil Wilayah Sumbar Periode 2012-2017. ENI

Lembaga Konsuil Diminta Profesional PADANG, HALUAN — Surat edaran Gubernur Sumatera Barat tentang pemeriksaan dan pengujian instalansi tenaga listrik nomor 44.A/671/KMG/ ESDM/2012 baru disikapi 2 daerah. Yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kota Bukittinggi. Dari hasil pemeriksaan di Pasar Batusangkar terhadap 279 konsumen, hanya satu yang laik operasi. Bagi instalasi yang sudah sesuai standar, dikeluarkan Sertifikat Laik Operasi (SLO). Konsumen yang belum laik, akan dilakukan rewiring instalasi agar memenuhi standar. Untuk itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemerintah Provinsi Sumbar, Surya Budhi, meminta kepa-

KEPALA BBI Marwan sedang melakukan diskusi bersama Anggota Komisi II DPRD Sumbar, Rabu (9/1). BUSTANUL ARIFIN

Komisi II DPRD Sumbar Kunjungi BBI Sicincin PADANG PARIAMAN, HALUAN — Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar kunjungi Balai Benih Ikan (BBI) Sicincin Rabu (9/1). Kunjungan kerja wakil rakyat itu disambut oleh Kepala BBI Sicincin Marwan beserta staf. Di depan anggota Komisi II DPRD, Marwan mengatakan, BBI merupakan sarana bimbingan langsung kepada Unit Pembenihan Rakyat (UPR), dan pembudidayaan ikan dalam rangka pengendalian mutu benih. “BBI sebagai penghasil calon induk ikan bermutu, dan penghasil benih unggul untuk mengisi kekurangan yang dihasilkan oleh instalasi, UPR serta untuk penebaran di perairan umum, dan sebagai tempat adaptasi tekhnologi pembenihan, serta pusat informasi budidaya ikan air tawar,” terang Marwan. Meski BBI Sicincin dinyatakan telah baik oleh anggota DPRD, namun kinerja yang bagus tetap dilakukan oleh kepala BBI bersama staf. “Ke depan, saya bersama semua staf akan melakukan terbaik terutama tentang pembenihan ikan unggulan. Meski sudah ada ikan unggulan, namun semua jenis ikan air tawar tetap ada,” jelasnya di hadapan Ketua Komisi II DPRD Sumbar Zulkenedi Said, Mochlasin, Eldi Sutrisno, Asril Kasoema, Ilson Cong, Dedy Edwar, dan anggota lainnya.. Zulkenedi menuturkan, sebagai sentra pembinihan bibit ikan, BBI Sicincin telah mampu menghasilkan bibit ikan unggul, ke depan memang tetap harus ditingkatkan. Terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Tentunya dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya. (cw/bus)

la daerah segera menindaklanjuti surat edaran ini. Ke depannya, surat edaran ini diharapkan bisa menjadi peraturan gubernur, sehingga menjadi keharusan bagi pemerintah daerah untuk melakukan pengujian instalansi listrik. Menurut Ketua Komite Nasional Keselamatan Untuk Instalansi Listrik (Konsuil) Pusat Djamil Baridjambek, pengujian ini sendiri bertujuan melindungi konsumen dari bahaya kebakaran akibat instalansi listrik. Dari pengujian yang dilakukan terhadap instalansi listrik di Kota Padang beberapa waktu lalu, sekitar 30 persen instalansi listrik dinyatakan tidak laik operasi (TLO). “Setelah diminta perbaiki, saat ini hanya sekitar 5 persen saja yang perlu diperbaiki. Jadi, masyarakat sudah memahami pentingnya pengujian instalansi ini,” ujarnya, Rabu (9/1) seusai pelantikan pengurus Konsuil wilayah Sumbar pe-

riode 2012-2017 dan pelatihan perpanjangan sertifikasi kompetensi pemeriksa, di gubenuran. Ditambahkan Kepala Wilayah Konsuil Sumatera Barat, Defrizal, untuk melindungi konsumen dari bahaya listrik, pemasangan listrik harus sesuai dengan PUIL (peraturan umum instalasi listrik) dan materialnya harus standar nasional Indonesia (SNI). Kebakaran ini sendiri, bisa disebabkan hubungan singkat, loskontak, over heating atau beban lebih. Konsuil saat ini memilki 23 kantor wialyah di 29 provinsi dan 96 kantor area, 1117 kantor sub area, dan 1009 tenaga yang memilki sertifikat kompetensi. Di Sumbar sendiri, terdapat 4 kantor area, yaitu di Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Solok, dan Payakumbuh. “Masyarakat harus memanfaatkan kantor-kantor ini. Pelayanan pengecekan akan dilakukan sesegera mungkin oleh tenaga Konsuil. Bagi rumah tangga, bisa langsung

mendatangi kantor Konsuil atau kontraktor. Bagi instalansi di tempat umum, seperti penerangan taman, lampu jalan dan bangunan milik pemerintah harus dilakukan pemeriksaan ulang oleh pemda sesuai kewenangan,” jelas Defrizal. Pengurus Konsuil Wilayah Sumbar periode 2012-2017 yang dilantik Rabu (9/1) adalah Defrizal selaku Kepala Wilayah, Ali Muzaffar selaku Kepala Bagian Teknik, Operasional dan Sertifikasi, dan Astuti Yulia selaku Kepala Bagian Administrasi Keuangan. Kepala Sub Bidang Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Agus Sufianto menyebutkan. Konsuil harus professional dalam melaksanakan tugas pemeriksaan dan meningkatkan sosialisasi kepada masayarakat mengenai keamanan dan keselamatan instalansi listrik. Tahun 2013 ini, tercatat sekitar 58 ribu pelanggan baru yang harus disosialisasikan tentang pengujian ini. (h/cw-eni)

Rio Terima Penghargaan Satpam Teladan SAWAHLUNTO, HALUAN — Rio Hamdani, tenaga satuan pengamanan PLTU Ombilin Sawahlunto, terima penghargaan sebagai Satpam teladan Kota Sawahlunto. Penghargaan tersebut, langsung diterima Rio dari Polres Kota Sawahlunto, dalam peringatan Hari Jadi Satpam ke 32, yang digelar di Mapolres Sawahlunto, Rabu (9/1). Pria yang sudah menjalani pengabdian sebagai Satpam selama 4 tahun 3 bulan tersebut, mengaku

sangat gembira atas penghargaan yang diterimanya. “Alhamdulillah, penghargaan ini memberikan motivasi tersendiri bagi saya,” ujar Rio ketika ditemui Haluan, di halaman Mapolres Sawahlunto. Dalam usianya yang ke 32 tahun itu, Kapolres Sawahlunto, AKBP M. Syafrial mengatakan, peringatan hari jadi tersebut, merupakan bagian dari introspeksi dan memperbaiki diri. Kapolres menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap

kinerja satuan pengamanan selama ini. Namun demikian, satuan pengamanan juga harus melakukan introspeksi diri, terkait dengan pelaksanaan tugas, sebagai pengemban fungsi kepolisian. “Tuntutan profesionalitas satuan pengamanan sangat penting dan mutlak. Untuk itu, kepolisian sudah mempersiapkan program-program pelatihan, dalam meningkatkan kualitas dan kedisiplinan,” ujar Kapolres.(h/dil)

“Mayoritas sengketa perceraian, kekerasan fisik, dan lepas tanggungjawab dari orang tua,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Komnas HAM Perwakilan Sumbar, Sultanul Arifin kemarin (9/1). Walau masih banyak kasus KDRT yang terjadi di masyarakat, namun tidak dilaporkan ke Komnas HAM. Hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya kasus-kasus yang menguap di media, tetapi tidak ada laporan masuk ke Komnas HAM. Catatan Komnas HAM, total jumlah laporan yang masuk tahun lalu justru berkurang dari tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang 2012, mereka hanya menerima 113 pengaduan, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 135 pengaduan. “Ada dua kemungkinan. Pertama bisa jadi masyarakat tidak tahu atau belum sadar hukum. Kedua bisa jadi kasusnya memang sudah berkurang, tetapi faktanya tetap banyak yang muncul ke permukaan. Saya tidak mau menduga,” katanya. Dia menyebut untuk tahun ini, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat, sekolahsekolah, dan aparat pengambil kebijakan mengenai HAM. Masyarakat katanya, harus diberi pemahaman tentang HAM dan diminta melaporkan jika mendapat tindakan kekerasan, baik secara fisik maupun psikis. Terkait penyelesaian kasus, dia mengatakan sekitar 50 persen kasus yang diadukan ke Komnas HAM bisa terselesaikan dengan baik. “Ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Ini menunjukkan ada progres dari penegak hukum. Harapan kedepan semoga semakin baik,” katanya. Kewenangan Masih Lemah Menurut Sultanul, sesuai UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM, kewenangan yang diberikan kepada Komnas HAM masih sangat terbatas. UU tersebut hanya mengamanatkan Komnas HAM bekerja sebatas melakukan penyelidikan, klarifikasi, dan memberikan rekomendasi. “Sementara proses penyidikan diberikan kepada kepolisian, penuntutan kepada kejaksaan. Kami hanya sebatas itu, makanya dianggap lemah. Kalau proses di luar itu kami lakukan ya melanggar undang-undang,” paparnya. Dia menginginkan Komnas HAM memiliki wewenang lebih luas, sehingga kasus-kasus yang diadukan masyarakat bisa diselesaikan dengan baik. “Kami sadar dengan kelemahan kami. Juga putusan yang hasilnya kebanyakan memang belum memuaskan rasa keadilan masyarakat. Tapi harus tetap optimis penegakan HAM suatu saat akan terus membaik,” harapnya. Tahun ini katanya, revisi UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM sudah masuk prolegnas 2013 di DPR. Dia berharap, hasilnya nanti bisa membuat Komnas HAM menjadi lebih solid sebagai lembaga yang kredibel dalam mendampingi kasus HAM di masyarakat. (h/cw-sal)

Tiga Bandar Narkoba Ditangkap PADANG, HALUAN — Direktorat Reskrim Narkoba Polda Sumbar meringkus tiga orang bandar ganja yang memiliki jaringan antar provinsi, Selasa (8/1). Dua orang di antaranya ditangkap saat melakukan transaksi dengan petugas yang menyamar di kawasan KH. Jalan Ahmad Dahlan samping MTSN Kecamatan Payakumbuh Utara, Kabupaten Limapuluh Kota. Sedangkan satu orang lagi ditangkap dikediamannya, Jalan raya Payakumbuh Lintau kilometer 7, Jorong Andaleh Ateh, Kecamatan Luak. Dari tangan ketiga tersangka tersebut sebanyak 1,5 kilogram ganja kering siap edar berhasil diamankan. Tersangka tersebut adalah Darma Pratama (25), warga Kenagarian Bungo, Kecama-

tan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Iswandi (33), Warga Kuti Anyiak Limbanang, Kabupaten Lima, dan Hendara Saputra (32), warga Jorong Ateh yang ditangkap setelah kepolisian mendapat informasi dari kedua tersangka yang telah lebih dulu diamankan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, ketiga tersangka tersebut merupakan bandar ganja yang memiliki jaringan di luar Provinsi Sumbar. Penangkapan tersebut dilakukan sekitar 18.30 WIB, saat pihak kepolisian mencoba menyamar sebagai pembeli kepada kedua tersangka Darma dan Iswandi di Jalan Ahmad Dahlan. Saat bertransaksi keduanya langsung dicokok tanpa melakukan perlawanan.

Dari keterangan kedua tersangka yang ditangkap, mereka mengaku memperoleh barang haram tersebut dari salah seorang rekannya yaitu Hendra. Setelah mendapatkan informasi, petugas pun melakukan pencarian terhadap Hendra. Alhasil Hendra ditangkap di kediamannya sekitar Pukul 20.00 WIB dan barang bukti ganja seberat 0,5 kilogram. Sebelum melakukan penangkapan satuan Reserse Narkoba Polda Sumbar telah melakukan pengintaian selama lima hari terhadap dua tersangka. Dari pengakuan tersangka Hendra, barang haram tersebut dia dapatkan dari salah seorang rekannya yang berinisial “AL” yang berdomisili di daerah Muara Takus, Kabu-

paten Riau. “Saya mendapatkan barang tersebut dari salah seorang teman saya di Riau,” katanya saat diinterogasi oleh Penyidik Dit. Reserse Narkoba Polda Sumbar. Selain mengedarkan ganja, ia juga mengaku kalau dirinya adalah seorang pemakai barang haram tersebut. Satu kilogram ganja ia beli seharga Rp1,6 juta dari “AL” yang berada di Riau. Kemudian ganja tersebut dijual kembali seharga Rp1,8 juta di Padang serta di daerah-daerah lainnya yang ada di Sumbar. Disebutkan, transaksinya dengan “Al” dilakukan dengan cara menggunakan jasa transportasi tarvel jurusan Pekan Baru-Padang. Sedangkan uangnya dikirimkan kepada “AL” melalui ATM. “Kami menggunkan travel

sebagai penyaluran barang, nanti uangnya dikirim ke nemor rekeningnya,” ujarnya. Ditambahkannya, dia menjadi bandar ganja, baru dilakoni selama empat bulan karena desakan kebutuhan ekonomi. Direktur Narkoba Polda Sumbar Kombes Pol Arif Rahman Hakim melalui Kasubdit II AKBP Eldia Amela menyebutkan, dua tersangka yang ditangkap pertama kali itu sudah menjadi target kepolisian sebelumnya. Hingga saat ini, ketiga tersangka masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di jajaran Direktorat Reskrim Narkoba Polda Sumbar. Ketiganya dikenai pasal 111 dan 114 KUHP dengan ancaman hukuman 5 hingga 20 tahun penjara, serta ancaman hukuman seumur hidup. (h/nas)

>> Editor : Rudi Antono

>> Penata Halaman: Syahrizal


OPINI 5

KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

Hapuslah RSBI-SBI, Tapi Kualitas Pendidikan Dijaga

Guru yang Menginspirasi OLEH: ALFITRI Dosen Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Andalas

R

INTISAN sekolah berstandar internasional dan sekolah berstandar internasional dihapuskan. Itu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dipalukan oleh majelis hakim konstitusi hari Selasa di Jakarta. Para penolak kehadiran RSBI dan SBI tentu saja bersyukur karena hal itu sudah lama mereka harapkan. Keberadaan RSBI dan SBI dengan segenap aturan yang menaunginya digugat ke Mah-kamah Konstitusi (MK) oleh Andi Akbar Fitriyadi dan Tim Advokasi Koalisi Anti Komersialisasi Pendidikan. Para penggugat itu mengklaim keberadaan RSBI dan SBI merupakan bentuk kesalahan dan kekeliruan pemerintah dalam menjabarkan makna amanat Pembukaan UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Norma dan implementasi RSBI / SBI bermasalah dan harus dihapuskan karena telah mengakibatkan kerugian konstitusional bagi para pemohon maupun banyak warga negara Indonesia. Keberadaan RSBI dan SBI dinilai sebagai bentuk tindakan penggolongan atau pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara berdasarkan status sosial dan status ekonomi. Maka berdasarkan itu setelah bersidang, hakim konstitusi pun mempertimbangkan alasan-alasan logis dari para penggugat, karenanya gugatan dikabulkan. Bagian yang terpenting, MK mengabulkan permohonan penggugat untuk kasus rin-tisan sekolah berstandar internasional (RSBI). Dengan demikian RSBI dan SBI kembali menjadi sekolah biasa. Segala biaya tambahan terkait RSBI dan SBI harus dihapuskan. Termasuk pu-ngutan karena sistem RSBI. Alasan MK mengabulkan per-mohonan ini sama dengan alasan yang diajukan para penggugat, karena status tersebut memunculkan diskriminasi dalam pendidikan dan membuat sekat antara lembaga pendidikan. Dari pengamatan kita selama ini terlihat memang adanya diskriminasi di RSBI dan SBI. Hanya siswa dari keluarga kaya atau mampu yang mendapatkan kesempatan sekolah di RSBI atau SBI yang merupakan sekolah kaya atau elit. Sedangkan siswa dari keluarga sederhana atau tidak mampu hanya memiliki kesempatan diterima di sekolah umum (sekolah miskin) Namun yang juga sangat penting dicatat dari alasan gugatan para penggugat itu adalah ketika mereka membawa masalah penggunaan bahasa asing dalam penerapan RSBI dan SBI. Bahasa Inggris menjadi bahasa utama bahkan dijadikan pengantar belajar. Ini jelas sebagai bentuk pengkhianatan terhadap Sumpah Pemuda tahun 1928. Sumpah pemuda tersebut dalam salah satu ikrarnya menyatakan berbahasa satu yaitu bahasa Indonesia. Sebab itu, seluruh sekolah di Indonesia seharusnya menggunakan bahasa pengantar bahasa Indonesia. Adanya aturan bahwa bahasa Indonesia hanya dipergunakan sebagai pengantar untuk bebera-pa mata pelajaran seperti pelajaran Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama, Pendidikan Kewar-gane-garaan, Pendidikan Sejarah, dan muatan lokal di RSBI/SBI, maka sesungguhnya keberadaan RSBI atau SBI secara sengaja menga-baikan peranan bahasa Indonesia dan bertentangan dengan Pasal 36 UUD 1945 yang menyebutkan bahasa negara adalah bahasa Indonesia. Apa dampak yang akan dialami dunia pendidikan atas putusan ini? Sebenarnya tidak ada dampak yang luar biasa atau dampak negatif. Yang ada justru kelegaan masyarakat bahwa praktik diskriminasi yang dirasakan di sekolah RSBI dan SBI selama ini segera berakhir. Sebelumnya, MK mengabulkan permohonan uji materi Pasal 50 ayat 3 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasio-nal (UU Sisdiknas). Dengan dika-bul-kannya uji materi tersebut, sekitar 1300-an RSBI dibubarkan oleh MK. Dengan putusan ini, sekolah tidak mesti terpengaruh dan harus tetap mem-pertahankan kualitas yang ada. Secara perlahan tentu sekolah-sekolah yang menerapkan RSBI dan SBI akan diatur oleh Dinas Pendidikan untuk menyesuaikan dengan putusan MK. Namun, kita tidak harus dengan serta merta melihat ini sebagai bentuk kalah-menang. Upaya menggugat ke MK itu adalah upaya hukum yang dibenarkan oleh undang-undang dan merupakan hak semua warga negara. Jadi menurut kita tidak ada yang dikalahkan dan tidak ada yang dimenangkan. Yang ada adalah bagaimana setiap warga negara berusaha meluruskan sesuatu praktek kenegaraan dalam hal ini penerapan UU Sistem Pendidikan Nasional yang di dalamnya termaktub RSBI dan SBI juga. Di Sumbar sendiri, saat ini terdapat 10 SMA yang berstatus RSBI. Masing-masing SMA Negeri 1 Padang, SMA Negeri 3 Padang, SMA Negeri 10 Padang, AMA Negeri 1 Bukittinggi, SMA Negeri 3 Bukittinggi, SMA Negeri 1 Lubuk Alung, SMA Negeri 1 Padang Panjang, SMAN 1 Payakumbuh, SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping dan SMA Negeri 2 Painan. Kita harapkan sekolah-sekolah ini tetap menjadi sekolah terbaik. Tidak ada alasan memerosotkan mutu pendidikan di sekolahsekolah itu lantaran tidak lagi dinaungi oleh sistem RSBI atau SBI. Jika kualitas tetap ditentukan oleh biaya (saja) maka tak bisa kita bayangkan ke depan tidak akan ada lagi pengabdian, kesungguhsungguhan pendidik, profesionalisme dalam dunia keguruan. Justru yang mengemuka adalah ‘anda bayar berapa agar dapat yang berkualitas?’ Padahal itu adalah pengingkaran terhadap UUD 45 bahwa semua warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak.***

„ Suap seks diduga cukup marak di Indonesia „ Ehem..... „ Pengamat: RSBI dan SBI adalah praktik diskriminasi kaya-miskin dalam pendidikan „ Kan SBI bukan ‘Sekolah Bertarif Internasional’

PEMBERITAHUAN SETIAP artikel/opini yang dikirim ke Redaksi Haluan, panjang tulisan minimal 1.000 words (kata) dan maksimal 1.350 words (kata). Hendaknya artikel tak dikirim secara bersamaan ke media lain yang terbit di Kota Padang. Setelah 15 hari jika artikel tak dimuat, maka tulisan tersebut kami nilai tak layak muat. Terima kasih.

Terbit Sejak 1948 Pendiri H. Kasoema

Penerbit: PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 1985 tanggal 19 November 1985.

G

OOD teacher teaches, Great teacher Inspires.

Sesuai dengan berbagai peran yang pernah dijalankannya di sepanjang hidupnya, tentu saja ada banyak fragmen dan momen yang dapat dikenang oleh banyak orang yang pernah mengenal dan berinteraksi dengan Pak Mochtar Naim. Sebelum akhirnya sempat menjadi anggota MPR-RI (1999-2004) dan kemudian menjadi anggota DPD-RI (2005-2009), di awal karirnya yang panjang sebagai sosiolog, Pak Mochtar pernah menjadi konsultan di berbagai proyek baik dalam dan luar negeri, dan menjadi direktur pada beberapa lembaga. Sekembalinya beliau dari aktivitas sebagai peneliti dan dosen pada beberapa universitas di Amerika Serikat, pada tahun 1968 sebagai wujud kecintaan dan perhatiannya terhadap tanah leluhurnya, beliau mendirikan Pusat Kajian Minangkabau di Padang. Sebagai peneliti yang handal dengan pengalaman yang luas, pada tahun 1979-1980, Pak Mochtar juga menjadi Direktur Pusat Pelatihan Penelitian Ilmu-ilmu Sosial di Universitas Hasanuddin, Ujung Pandang. Pendek kata, sebagai seorang scholar dan intelektual beliau aktif pada banyak seminar, dan kerapkali juga diundang sebagai fellow dan visiting professor di berbagai lembaga dan universitas di mancanegara. Tapi tak kurang pula sejak 1980-an beliau adalah seorang aktivis pemberdayaan masyarakat, antara lain melalui Yayasan Amal Saleh yang beliau dirikan dan jalankan bersama sejumlah aktivis kampus di Padang.

Pada tahun 1982, beliau mendirikan Jurusan Sosiologi di Universitas Andalas yang kelak kemudian menjadi cikal bakal yang pada tahun 1993 berkembang menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas. Sejak 1982, pada Jurusan Sosiologi yang beliau dirikan tersebut, Pak Mochtar mengajar sebagai dosen sampai akhirnya pensiun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 1987. Pada masa antara tahun 1983-1987 itulah saya dan Pak Mochtar berinteraksi dengan intens dalam hubungan sebagai mahasiswa dan dosen atau murid dan guru. Di Jurusan Sosiologi tersebut, pada tahun 1987, saya juga merasa beruntung, sempat membantu beliau sebagai asisten dosen. Karena itu, pada tulisan singkat ini saya ingin mengenang beliau sebagai sosok seorang guru. Adalah pengalaman pembelajaran yang sungguh berharga bagi saya, untuk dapat belajar bersama Pak Mochtar Naim. Bagi saya pribadi, dan mungkin juga bagi kawankawan lain di Jurusan Sosiologi Universitas Andalas yang berkesempatan mengikuti kuliah dengan Pak Mochtar antara tahun 1983-1987, beliau ini lebih dari sekedar dosen yang baik. Beliau ini adalah dosen yang menginspirasi, yang mampu untuk menggelitik cakrawala berpikir para mahasiswanya untuk lebih terbuka, tajam dan melihat berbagai kemungkinan dalam memahami dan menganalisis berbagai fenomena sosial yang ada. Saya dan kawan-kawan sangat menikmati kuliahkuliah yang diberikan Pak Mochtar sehingga waktu kuliah berlalu tanpa terasa membosankan. Bahkan kami

berasa sangat kehilangan, kalau beberapa kali pada waktu itu Pak Mochtar absen memberi kuliah karena beliau pergi seminar ke luar kota atau pun ke luar negeri. Akan tetapi, rasa kehilangan itu pun terasa terbayarkan lagi, karena kemudian biasanya beliau memberi kesempatan para mahasiswanya untuk menfotokopi makalah-makalah yang telah beliau sajikan di berbagai forum seminar tersebut ataupun kalau kemudian — dengan rasa bangga— kami dapat membaca pokok-pokok pikiran yang beliau sampaikan pada seminar tersebut dikutip oleh koran Kompas ataupun dimuatnya makalah beliau sebagai artikel di koran Kompas atau koran lainnya. Penguasaan teori dengan kemampuan berfikir analitik, pengalaman hidup pada berbagai masyarakat di mancanegara, dan pengamatan beliau yang tajam pada dinamika sosial yang terjadi sering membuat kuliah yang beliau berikan menjadi “hidup” dan kaya. Sekaitan dengan itu, Pak Mochtar men- delivery perkuliahan yang diberikannya

itu sedemikian rupa, sehingga sering kuliah tidak hanya bermakna sebagai proses transfer ilmu pengetahuan semata, melainkan lebih dari itu juga menjadi suatu proses pencerahan yang transformatif. Sehubungan dengan itu pula, saya masih ingat salah satu buku klasik yang menjadi referensi Pak Mochtar untuk mengajar kami dalam Mata Kuliah Teori Sosiologi Klasik, yakni Sociological Theory; its nature and growth, karya Nicholas Sergeyevitch Timasheff –seorang sosiolog Rusia yang akhirnya beremigrasi ke Amerika Serikat dan mengajar di Harvard University. Sebagai sebuah buku “berat”— buku teori dalam Bahasa Inggris— Pak Mochtar mampu menjelaskannya dalam bahasa yang mudah dimengerti kepada kami para mahasiswanya. Lebih dari itu, beliau menjelaskan konsepkonsep teori tersebut dengan memberikan sejumlah ilustrasi dari realitas empiris yang ada sekaligus dalam rangka mencoba mengaplikasikan teori-teori dari para teoritisi sosiologi klasik tersebut. Melalui buku Timasheff

tersebut, Pak Mochtar mengenalkan kepada kami, mulai dari pemikiran Auguste Comte sampai dengan Max Weber, mulai dari pemikiran Herbert Spencer sampai dengan pemikiran Pitirim Sorokin, dan seterusnya, dan seterusnya. Akan tetapi, bagaimanapun, bagi kami para mahasiswanya, buku “berat” tersebut memang tetaplah terasa “berat” manakala beliau memberi kami, para mahasiswanya, tugas untuk membaca dan meringkas bab-bab atau subbab-subbab tertentu dari buku Timasheff tersebut. Namun demikian, tugas berat untuk membaca, memahami, dan meringkas buku teori sosiologi dalam Bahasa Inggris tersebut, akhirnya menjadi pengalaman berharga yang kelak menjadi salah satu bekal bagi sebagian kami, terutama bagi saya sendiri dan sejumlah kawankawan yang kemudian memilih jalan hidup untuk berprofesi sebagai dosen di perguruan tinggi. Terimakasih Pak Mochtar, semoga ilmu yang telah engkau berikan menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT. ***

082390765000

Kota Padang Semakin Semrawut Yth Pak Wako Padang. Kenapa Kota Padang semrawut? Jalan di jadikan tempat parkir. Jalan dijadikan terminal. Senangkah mata bapak melihat di depan kantor bapak sendiri? Tolong perhatikan. +6287792508***

Tidak Ada Tindakan Terhadap Anggota yang Melepaskan Pasangan Kumpul Kebo Sudah seminggu, tapi kok belum ada tindakan dari Bupati Solok sama Kasat Pol PP terhadap anggotanya yang melepaskan pasangan kumpul kebo? Tolong tindakan dong Pak. Bikin malu daerah Solok saja. +6285278138***

Pemimpin, Jangan Lagi Merampok Uang Negara MARAKNYA aksi kejahatan seperti maling, rampok, jambret, menodong dan mencuri, mungkin karena mereka ini banyak sedikitnya termotivasi oleh perbuatan oknum pejabat pemerintahan yang ditayangkan setiap saat oleh TV yang sering menguras uang negara secara berjamaah. Maka kami sebagai rakyat mohon kepada para pemimpin beserta jajarannya agar dapat memberikan contoh dan teladan yang baik kepada masyarakat banyak. Jangan lagi merampok uang negara. Sebaiknya bercita-citalah untuk mensejahterakan rakyat. Amin +628126702***

Soal Ritual Ruwatan SEBELUM kasus kecelakaan lantas Bapak Dahlan Iskan, mungkin acara ritual ruwatan masih dipandang keramat dan dipercaya menjamin keselamatan orang. Oleh mereka yang berprofesi bisnis, lewat kegiatan tersebut juga diyakini bisnis mereka akan laris. Namun setelah terbukti tidak manjur dan malah sial mendapat kecelakaan, tentunya hal ini menurunkan pasaran acara ini yang sempat dipercaya

oleh sebagian masyarakat. Sebenarnya acara ini hanya bersifat seni tradisional saja. Tidak ada hubungannya dengan ketuhanan apalagi keselamatan. Kalau memohon tentunya dengan doa dan tempatnya suci dari kotoran dan hening agar khusuk. Semoga hal ini menyadarkan warga yang beragama apapun. Kalau mau memohon keselamatan, penuhi tata cara dalam aturan agama masing-masing. Tks. +6281266844***

Masalah Tenda Ceper di Pantai Padang yang Tak Pernah Terselesaikan BAPAK Walikota dan Wakil Walikota Padang Yth. Sebagai warga kota, kami sangat bingung karena masalah tenda ceper di kawasan Jalan Samudera atau Pantai Padang hingga hari ini ternyata tidak kunjung bisa di atasi. Apa jumlah pasukan Pol PP di Padang masih kurang? Atau memang wibawa pemerintah kota

yang semakin berkurang. Kalau memang Pemko Padang tidak mampu mengatasi masalah-masalah penyakit masyarakat di Kota Padang, alangkah malangnya kami sebagai warga kota karena harus hidup di sebuah kota dimana perbuatan maksiat berlangsung secara kasat mata. Wass. +6281374208***

Pemimpin Umum: H. Basrizal Koto, Wakil Pemimpin Umum/Penanggungjawab: Zul Effendi, Pemimpin Redaksi: Yon Erizon, Pemimpin Perusahaan: Syafarudin Ariansyah. Dewan Redaksi : H. Basrizal Koto, H. Desfandri, H. Hasril Chaniago, Zul Effendi, Yon Erizon, Syafarudin Ariansyah, Ismet Fanany MD, Eko Yanche Edrie, Syamsu Rizal, Redaktur Pelaksana: Ismet Fanany MD, Syamsu Rizal, Koordinator Minggu: David Ramadian, Litbang dan Online Media: Eko Yanche Edrie, Sekretaris Redaksi: Silvia Oktarice, Koordinator Liputan: Rudi Antono, Redaktur: Afrianita, Atviarni, Dodi Nurja, Nova Anggraini, Rahmatul Akbar. Asisten Redaktur: Devi Diani, Meidella Syahni, Reporter Padang: Ade Budi Kurniati, Nasrizal, Perwakilan Bukittinggi: Haswandi (Plt Kepala) Jon Indra (Non-Aktif), Syamsuardi S, Ridwan, Pariaman/Padang Pariaman: Dedi Salim, Trisnaldi, Payakumbuh/Limapuluh Kota: Zulkifli, Syafril Nita, Sri Mulyati, M Siebert, Pasaman:Atos Indria, Ahdi Susanto, Welina, Agam: Miazuddin, Kasra Scorpi, Padang Panjang: Iwan DN, Rian Syair, Tanah Datar: Yuldaveri, Emrizal, Aldoys, Pasaman Barat: M. Junir, Gusmizar, Pesisir Selatan: Sabrul Bayang, M. Joni, Haridman, Kabupaten Solok/Kota Solok: Syamsuardi Hasan, Riswan Jaya, Alfian, Almito, Marnus Chaniago, Solok Selatan: Icol Dianto, Sawahlunto: Fadilla Jusman, Sijunjung: Azneldi, Dharmasraya: Maryadi, Ferry Maulana, Biro Jakarta: Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: Moralis, Biro Kepri: M Sahdan Tim Kerja Usaha: Efri Hanter (Kabag Sirkulasi), Yursil Masri (Manajer Keuangan), Andiyanto (Koord Asongan), Yunasbi (Kabag Iklan), Tata Letak/Desain: David Fernanda, Nurfandri, Rahmi, Syamsul Hidayat, Jefli, HRD : Desmasari, Umum : Nurmi, Kasir : Desy, TI : Teguh. Manajer Cetak: Mardius Caniago, Pra Cetak : Sawal Marjuni HRP, Mai Hendri, Cetak : Mardianto (Koordinator), Afandi, Rudi Kurniawan, Jecky Jekcson. Haluan Media Group: CEO H.Basrizal Koto, Direktur: H Desfandri. Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Iklan dan Sirkulasi: (0751) 4488700, Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: haluanpadang@gmail.com, redaksi_haluan@yahoo.com, website: http/harianhaluan.com, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp57.000, Harga eceran Rp2.500,- Tarif iklan: Tarif Iklan: Display FC halaman satu: Rp50.000/mm kolom, Display BW halaman satu: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam FC: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam BW: Rp17.500/mm kolom, Iklan SC :Rp25.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat FC: Rp15.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat BW: Rp10.000/mm kolom, Dukacita: Rp10.000/mm kolom, Iklan kolom (maks 300 mmk) FC: Rp15.000, Iklan Kolom (maks 300 mmk) BW: Rp10.000, Advertorial FC: Rp40.000/mm kolom, Advertorial BW: Rp25.000/mm kolom Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, Bank Nagari Cabang Utama Padang Rek No: 1008.0103.00009.1 PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http://www.harianhaluan.com >> Editor : Syamsu Rizal

>> Penata Halaman : Jefli


6 NASIONAL NOTES

KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

Yenny Wahid Ngawur JAKARTA, HALUANStatemen putri mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid soal Peraturan Daerah (Perda) Syariat menjadi perda bermasalah, dinilai sangat lucu dan ngawur.

Bung Koko Dr. Soedjatmoko dilahirkan pada 10 Januari 1922 di Sawahlunto, Sumatera Barat. Dia meninggal di Yogyakarta, pada 21 Desember 1989 . pada umur 67 tahun), Dr. Soedjatmoko juga dikenal dengan panggilan Bung Koko, adalah dalah seorang intelektual dan diplomat ulung yang pernah dimiliki Indonesia. Soedjatmoko bahkan pernah jadi Rektor Universitas PBB di Tokyo. Rezim Orba sempat mencekalnya saat perstiwa Mari 1974. (h/dn)

Apa lagi Yenni Wahid dengan tegas menyebut data masyarakat yang memakai hijab seperti Arab Saudi, malah tingkat pemerkosaannya lebih besar dibanding negara-negara Eropa yang ‘buka-bukaan’. Prof Bachtiar Nasir menilai, pernyataan soal hijab dan tingginya tingkat perkosaan oleh pegiat Gusdurian itu tidak memahami apa itu syariat Islam. “Apa yang diucapkan Yenny Wahid hanyalah omongan ngawur tanpa dasar. “Dia (Yenny Wahid) tidak paham dengan syariat Islam itu apa,” ungkap Bachtiar, Rabu (8/1). Kalaupun ada data, tambah Ustaz Bachtiar, data itu pasti amburadul dan tidak benar-benar hasil penelitian. Menurut sekjen Majelis

Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) itu, Yenny tidak mengetahui terdapat sistem yang menjaga lima hal sekaligus yang ada di umatnya selain syariat Islam, yaitu nyawa, akal, kehormatan, harta dan keturunan manusia. Yang dilihat Yenny dari syariat, kata dia, hanyalah isu kekerasan dan terorisme. Bachtiar menilai Yenny Wahid hanya mencari sensasi saja mengingat tahun 2013 ini adalah tahun politik. Yenny, kata dia, butuh pencitraan yang lebih agar namanya ikut naik dan dikenal. Orang-orang yang mengaku Islam seperti Yenny, kata Bachtiar, hanya mau mengakui syariat kalau ada keuntungannya saja. Seandainya tidak ada

untungnya, maka orang-orang seperti itu akan menentang syariat habis-habisan. “Seperti sistem ekonomi syariah dulu juga

ditentang, bahkan oleh tokohtokoh Islam, sekarang semua menerapkannya,” tambah Bachtiar. (h/rol)

>> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman: Irvand

PENGHAPUSAN RSBI

Pemda Harus Patuhi Putusan MK JAKARTA, HALUAN — Pemerintah daerah harus mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Berstandar Internasional (SBI). Ketua Komisi X DPR Agus Hermanto mengatakan, Komisi yang membidangi pendidikan yang dipimpinannya itu meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memastikan seluruh sekolah dan pemda menjalankan keputusan tersebut. “Tentu diberlakukan seluruhnya. Apabila sudah ditetapkan, mereka wajib mematuhi, sehingga untuk ke depan program RSBI dan SBI ditiadakan,” tegas Agus Hermanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/1). Dari sisi penganggaran, lanjut Agus, Kementerin Pendidikan harus segera menghentikan alokasi pendidikan dengan program RSBI tersebut. “Supaya betul-betul lancar, tidak ada permasalahan, RSBI tidak ada lagi anggaran di Kementerian dan Kebudayaan,” kata Agus. Secara terpisah, anggota Komisi X DPR dari FPDIP Puti Guntur Soekarno menyambut putusan MK tersebut. Karena itu dia mendesak pemerintah segera menghapus diskriminasi pendidikan yang dikeluhkan masyarakat selama ini. “Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah perintah konstitusi pada negara, sehingga setiap warga negara berhak mendapatkan pelayanan dan akses pendidikan harus dipatuhi, dan dijalankan oleh pemerintah. Di mana dalam penyelenggaraannya harus memenuhi standar mutu pendidikan dan kurikulum yang baik sebagaimana juga telah diatur dalam PP No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,” tegas Puti Guntur Soekarno. Ditegas Puti, tugas pemerintah harus menyelenggarakan dan mengurus pendidikan untuk rakyat. Putusan MK dinilai menyadarkan peme-

rintah pentingnya kembali kepada konstitusi dalam penyelenggaraan pendidikan. Reni Marlinawati dari FPPP meninai putusan MK tersebut sangat adil. “Saya mengapresiasi putusan tersebut. Keadilan telah ditegakkan bagi seluruh siswa untuk menikmati pendidikan tanpa dibedakan oleh status sekolah,” katanya. Hal senada disampaikan Raihan Iskandar dari F-PKS. “Alhamdulillah, semoga pendidikan bermutu, unggul dapat semakin ditata, merata tanpa diskriminasi, kastanisasi dan berdaya saing tanpa kehilangan jati diri dari bangsa yang besar ini,” ujarnya. Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menyambut baik juga putusan MK tersebut. (h/sam)


SAMBUNGAN 7

KAMIS, 10 JANUARI 2013 28 SHAFAR 1434 H

Meniru Jokowi ................ Dari Halaman. 1 Danlantamal Kunjungi ....... Dari Halaman. 1 SBY bukan politikus pertama yang meniru –kalau boleh dikatakan demikian— karena sebelumnya sudah ada beberapa tokoh politik lain yang diakui atau tidak, meniru langkah Jokowi, seperti menteri BUMN Dahlan Iskan dan pasangan Cagub-Cawagub Jawa Barat Rieke D Pitaloka-Teten Masduki. Dahlan meniru Jokowi dalam hal test drive mobil produksi dalam negeri, dan Rieke-Teten meniru dalam soal pakaian resmi pencalonan Pemilukada. Sebenarnya, dalam banyak hal, beberapa langkah Jokowi sendiri meniru kebijakan-kebijakan dari politisi lain yang dianggapnya sukses baik di dalam maupun di luar negeri. Misalnya dalam soal rencana penerapan kebijakan ganjilgenap nomor kendaraan bermotor, dalam penyelenggaraan pesta rakyat di malam tahun baru, rencana pembersihan bantaran kali Ciliwung, dan lain-lain. Saya kira tak ada salahnya tirumeniru dalam menempuh kebijakan politik, asal yang ditiru adalah halhal yang benar dan jelas ada manfaatnya buat rakyat. Langkah SBY blusukan di kampung Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten, baru-baru ini misalnya, bisa dikatakan langkah yang positif. Walaupun banyak yang menganggapnya tiruan, toh sangat baik jika presiden mau secara intensif berdialog dengan rakyat, dengan cara langsung mendatangi kediaman mereka.

Mungkin, sebagaimana dikritik sementara kalangan, tak ada manfaat langsung yang diperoleh rakyat dari gaya blusukan baik a la Jokowi maupun SBY, namun menurut saya, cara-cara mendekatkan diri dengan rakyat, apa pun motifnya, harus didukung karena selama ini rakyat sangat merindukan hadirnya pemimpin yang merakyat. Rakyat sudah bosan disodori pidato-pidato politik yang muluk-muluk lewat layar televisi. Pidato-pidato semacam itu hanya menebalkan kesan adanya kesenjangan yang lebar antara pemimpin dan rakyatnya. Rakyat membutuhkan kehadiran pemimpin dengan sapaan yang menyentuh aspek-aspek kemanusiaan. Mungkin, sekali lagi, tak ada manfaat yang diperoleh rakyat secara langsung, namun pengakuan akan kehadiran pemimpin bisa menjadi modal yang sangat baik untuk langkah-langkah selanjutnya yang lebih konkret. Kehadiran pemimpin di tengahtengah rakyat akan membuat mereka membuka diri. Jika langkah ini sering dilakukan, rakyat akan merasa menjadi bagian dari problem yang dihadapi pemimpinnya. Dengan begitu, lambat laun rakyat akan sadar bahwa permasalahan yang dihadapi pemimpinnya bukan perkara mudah hingga tumbuh rasa empati terhadap pemimpinnya. Rasa saling empati antara pemimpin dan rakyat merupakan

modal dasar untuk mengambil kebijakan-kebijakan politik yang populis, yang sesuai harapan rakyat tapi juga tidak merepotkan pemimpin. Rakyat akan mengikuti kebijakan-kebijakan itu dengan hati (karena ada rasa empati) dan pemimpin pun bisa melaksanakannya dengan penuh semangat karena merasa mendapatkan dukungan rakyat. Jika empati antara pemimpin dan rakyat sudah tumbuh, sudah tentu rakyat akan sadar sepenuhnya bahwa setiap kebijakan yang ditempuh pemimpinnya semata-mata buat kepentingan mereka. Kecurigaan dan kesangsian terhadap setiap kebijakan yang ditempuh Jokowi pun akan hilang dengan sendirinya. Inilah saya kira kunci sukses Jokowi dalam memimpin Surakarta sehingga baru-baru ini dinobatkan sebagai wali kota terbaik ketiga di dunia, dan dalam memimpin Jakarta beberapa minggu ini. Karena setiap langkah yang ditempuhnya dirasakan sebagai bagian dari kepentingan dan keinginan rakyat. Dengan begitu, setajam apa pun kritik-kritik yang dilontarkan para pengamat terhadap kebijakan Jokowi akan mental dengan sendirinya karena mendapatkan pembelaan langsung dari rakyat. Saya yakin, dalam beberapa hari, minggu, bulan, atau tahun ke depan akan semakin banyak politisi yang meniru langkah-langkah poilitik Jokowi. **

Janjang Saribu ................ Dari Halaman. 1 Saat ini, sejumlah pekerja masih melakukan proses finishing tahap pertama. Janjang Saribu gaya baru ini memiliki lebar 2 meter. Pada sisi kiri dan kanan Janjang Saribu sepanjang 780 meter ini dibangun pagar beton setinggi 1 meter. Meski proses pengerjaan belum tuntas 100 persen, namun sejumlah warga telah menggunakan Janjang Saribu itu untuk aktivitas olahraga, rekreasi dan aktivitas lainnya. Bagi orang yang terlatih mendaki, dibutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit untuk sampai ke puncak. Namun bagi yang belum terlatih dan bagi orang yang jarang berolahraga, untuk sampai ke puncak membutuhkan waktu 30 menit hingga lebih. Meski saat ini dinamakan Janjang Saribu, namun jumlah anak tangga di Janjang Saribu ini tidaklah berjumlah seribu, tapi hanya ratusan. Pemberian nama Janjang Saribu di Koto Gadang hanya karena banyaknya anak tangga yang hampir mencapai seribu. Dengan hadirnya wajah baru Janjang Saribu ini, secara otomatis wajah Janjang Saribu lama akan menjadi kenangan. Menurut Saiful (82), salah seorang sesepuh di Koto Gadang Agam, tidak jelas kapan Janjang Saribu Koto Gadang dibangun. Namun ia mengatakan, Janjang Saribu ini telah ada semenjak dirinya lahir 82 tahun yang lalu. Zaman dulu warga sekitar juga tidak pernah menghitung jumlah

anak tangga ketika dibangun. Saiful menceritakan, dari ceritacerita orangtua zaman dulu, Janjang Saribu ini telah dibangun zaman penjajahan Belanda. Pada masa itu, janjang tersebut bernama Janjang Batuang (tangga bambu), karena janjang dari tanah garam pada zaman itu memang ditopang oleh bambu yang disusun secara rapi. Janjang itu sendiri dibangun secara bergotong royong, yang dulunya dipergunakan oleh warga Koto Gadang dan sekitarnya sebagai jalan pintas untuk ke Sungai Ngarai Sianok dan ke pusat Kota Bukittinggi. Pada zaman itu, Janjang Saribu yang dibangun tergolong lebar, dengan lebar mencapai 4 meter. “Dulu warga sini banyak yang bekerja sebagai pengangkut pasir, yang diambil dari Sungai Ngarai Sianok. Kalau lewat jalan utama sangat jauh, makanya dibangun janjang menyusuri tebing Ngarai sebagai jalan pintas,” jelas Saiful. Tak hanya dilintasi oleh pekerja pasir, tapi Janjang Saribu Koto Gadang itu juga dimanfaatkan oleh warga Koto Gadang, Koto Tuo dan sekitarnya sebagai jalan pintas bagi warga untuk berbelanja dan menjual hasil pertanian ke Pasar Atas Kota Bukittinggi. Bagi warga yang mengambil air bersih di Sungai Ngarai Sianok juga melintasi Janjang Saribu tersebut. Pembangunan Janjang Saribu ala Tembok China meru-pakan ide Menko-minfo Tifatul Sembiring, yang juga merupakan putra asli

Kota Buki-ttinggi. Pembangunan ini tidak meng-gu-nakan dana APBD maupun APBN, tapi murni bantuan dari Tifatul Sembiring dan sejumlah pengusaha di Jakarta yang telah bekerja keras mengumpulkan dana. Ide yang dilontarkan Tifatul Sembiring datang secara tak terduga. Saat Tifatul bertemu Walikota Bukittinggi Ismet Amzis di Kota Bukittinggi, Tifatul diajak olahraga pagi melintasi Ngarai Sianok. Melihat keindahan Ngarai Sianok itu, secara spontan Tifatul menawarkan pembangunan dan renovasi Ngarai Sianok, yang akan dibentuk seperti Tembok China. Janji Tifatul yang akan membangun dan merenovasi kawasan Ngarai Sianok membuat Ismet tak menyia-nyiakan kesempatan emas itu. Tak menunggu lama, penandatangan kerja sama atau MoU antara Pemko Bukittinggi, Tifatul Sembiring dan Pemkab Agam akhirnya dilakukan, karena kawasan Ngarai berada diantara Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Proyek pembangunan tahap pertama dilakukan di kawasan Janjang Saribu Koto Gadang Agam, yang telah dimulai pada Juli 2012 lalu. Untuk Kota Bukittinggi dimulai dari kawasan Bukit Apit. Sedangkan tahap kedua nantinya, Janjang Saribu akan dilengkapi dengan pintu gerbang yang megah beserta fasilitas lainnya. Dengan wajah baru Janjang Saribu ini, diharapkan wisatawan di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam terus meningkat tiap tahunnya. (h/wan/aur)

Bupati Pasaman............... Dari Halaman. 1 dan tokoh masyarakat setempat. Benny Utama dalam sambutannya mengatakan, ada tiga pilar utama yang perlu dilakukan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju dan berkeadilan. Yakni peningkatan bidang pendidikan, kesehatan serta ekonomi kerakyatan. “Jika dijalankan dengan baik, ke tiga pilar itu akan mampu membawa perubahan besar bagi masyarakat dan daerah ini nantinya,” kata Bupati Pasaman. Benny juga mengatakan, memasuki tahun ketiga kepemimpinannya sebagai Bupati Pasaman, ia dan Wabup Daniel akan fokus melakukan pembangunan berbagai infrastruktur serta sarana dan prasarana di seluruh kejorongan di tiap kanagarian. Hal itu sebagai implementasi dari visi dan misi daerah berpenduduk 300 ribu lebih jiwa itu. “Pembangunan berbagai infrastruktur seperti jalan dan jembatan akan menjadi fokus kita di tahun ini hingga masa akhir periode kepemimpinan kami sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pasaman. Termasuk prioritas utama, mengadakan ketersediaan SMA satu per kecamatan yang Insyaallah rampung di tahun ini,” ucapnya. Untuk itu, dikatakan bupati, ia telah mengintruksikan dinas terkait untuk segera melakukan pemetaan secara terstruktur dan menyiapkan program kerja guna menindaklanjuti arahan serta kebijakan yang telah mereka canangkan untuk kemakmuran masyarakatnya. “Dinas terkait seperti dinas PU, Bappeda, Pendidikan, Kesehatan serta lainnya sudah diperintahkan melakukan pemetaan kira-kira apa

saja yang perlu dan prioritas untuk dibangun. Termasuk, mendata seluruh jalan dan jembatan yang belum pernah sama sekali tersentuh oleh denyut pembangunan,” katanya. Dia menambahkan, khusus di bidang pendidikan, sebagai pilar utama untuk memajukan daerah yang perlu dibenahi adalah peningkatan kompetensi guru guna menciptakan guru-guru yang bermutu sebagai langkah menghasilkan lulusan yang handal di seluruh jenjang pendidikan. “Berbagai program pro rakyat telah kita gulirkan di bidang pendidikan ini. Seperti meningkatkan sarana pendidikan, pemberian beasiswa, Bimbel gratis bagi siswa kelas akhir ditingkat SMP dan SMA dengan menyiapkan anggaran Rp1,3 miliar. Selanjutnya ketersediaan SMA di tiap kecamatan di daerah ini sebagai syarat pencanangan wajib belajar 12 tahun nantinya,” tukas Bupati. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Khairil Anwar menuturkan, bahwa total anggaran pembangunan keseluruhan bangunan tersebut mencapai Rp4,7 miliar lebih, bersumber dari dana APBD Kabupaten Pasaman dan APBN Pusat, Rp 3 miliar untuk SMAN 1 Rao, Rp1,4 miliar dan Rp300 juta untuk pembangunan SMAN 1 dan PAUD Kasih Ibu. “Rp3 miliar dialokasikan dari APBD untuk pembangunan gedung SMAN 1 Rao, anggaran 2011-2012, terdiri dari 10 ruang belajar bertingkat dua,” kata Khairil. Sementara, untuk pembangunan unit sekolah baru (USB) SMAN 1 Mapattunggul sumber dana dari APBN-P tahun anggaran 2011-2012,

terdiri dari 5 unit ruang kelas, serta ruang kantor, ruang perpustakaan masing-masing satu unit. “Demikian juga gedung baru di PAUD Kasih Ibu di Mapattunggul terdiri dari 2 ruang belajar serta gudang, dapur dan kantor satu unit,” imbuh Khairil. Khairil mengatakan, pembangunan RKB di SMA Negeri 1 Rao didasari oleh keberadaan sekolah yang merupakan SMA tertua ke dua di Kabupaten Pasaman setelah SMAN 1 Lubuksikaping. Ditambah dengan semakin membaiknya mutu lulusan di sekolah itu. “Sekolah ini dari tahun ke tahun terus mengalami kemajuan guna mencapai pendidikan yang bermutu. Hal itu ditandai dengan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah yang setiap tahunnya terus mengalami peningkatan,” ulasnya. Ke depan, kata Khairil, sekolah itu akan dijadikan sebagai sekolah unggulan dan berkualitas di daearah penghasil beras tersebut, sehingga diharapkan semakin banyak lulusan yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit di seluruh Indonesia. 2013, Pemkab Pasaman juga sedang dan akan membangun Unit sekolah Baru (USB) SMAN 1 Rao Utara dan SMAN 1 Mapat Tunggul Selatan, yang diharapkan pada tahun pelajaran baru 2013-2014 kedua sekolah itu telah dapat menerima siswa baru. “Sehingga komitmen dari pemerintah daerah kabupaten Pasaman untuk mendirikan minimal satu SMA di setiap kecamatan dapat terealisasi pada tahun 2013 ini juga,” tukasnya. (adv)

Sementara itu Bupati Pessel Nasrul Abit sangat berharap ke depan akan lebih terjalin kerja sama dan sinergisitas antara Lantamal dan Pemkab Pessel. Sinergisitas tersebut diharapkan dapat meminimalisir angka tindak kriminal di lautan, seperti illegal fishing, penangkapan ikan menggunakan bahan berbahaya, seperti bom dan sebagainya yang

tentunya sangat merusak biota laut. “Perairan Pessel yang luas berpotensi bagi tindak pidana perikanan, maka dukungan TNI AL amat signifikan” jelas Bupati. Pada kesempatan tersebut Danlantamal dan rombongan sejumlah perwira meninjau beberapa lokasi seperti Pelabuhan Panasahan, pos pembantu TNI AL Carocok, dan

singgah di Puncak Langkisau. Sebagai pejabat baru di lingkungan Danlantamal II Padang, Pranyoto berharap agar mendapat dukungan penuh dari segenap pemerintah daerah terutama yang memiliki wilayah pesisir. Seperti Kabupaten Pessel, Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Pasaman Barat. (h/adv)

Hibah RSBI.................... Dari Halaman. 1 sekolah yang menjadi percontohan pendidikan berkarakter,” jelasnya. Dalam APBD Dinas Pendidikan Sumbar tahun 2013 sebesar Rp16,1 miliar dialokasikan untuk 34 sekolah berlabel RSBI. Yaitu 10 buah SMA, 12 buah SMK, tujuh buah SMP, lima buah SD. Untuk pendidikan berakrakter diberikan sekitar Rp5,7 miliar untuk 38 sekolah SD dan SMP. Sekolah yang ditunjuk sebagai pendidikan berkarakter ini, harus memilki label RSBI, SSN, dan RSSN. Terkait aturan lebih jelasnya, terkait penghapusan RSBI ini, menurut Syamsurizal, pihaknya akan menunggu surat dari Kementerian Pendidikan Nasional. Sementara pemerhati pen-

didikan UNP, Ekavidia Putra, menyebutkan dengan keputusan MK ini berarti anggaran yang semula dialokasikan untuk RSBI, sekarang bisa diakses oleh semua kalangan. Karena sudah berlaku pemberian hibah bersaing, yang menunjukkan ada kompetensi. Katanya, dihapuskannya RSBI oleh MK, karena dianggap menimbulkan kesenjangan sosial. Kesenjangan ini terlihat dari anggaran yang dialokasikan untuk RSBI. Dengan dihapuskannya RSBI, maka kebijakan anggaran sudah bersifat inklusif, tidak lagi bersifat ekslusif. “Inklusif maksudnya semua kalangan memperoleh kesempatan mendapatkan bantuan tersebut. Sedangkan ekslusif yang berlaku

selama ini, hanya bisa dinikmati kalangan terbatas,” jelasnya. Sementara Ketua LPMP Sumbar Jamaris Jamna menyebutkan, masyarakat harus bertindak sebagai pengawas, setelah dihapuskannya RSBI. “Orang tua harus mengontrol jangan sampai kinerja guru berkurang dan mutu sekolah berkurang karena dihapuskannya RSBI. Jangan sampai ada alasan kekurangan dana yang dikemukan sekolah RSBI ini nantinya,” jelasnya. Katanya lagi, orang tua tidak perlu khawatir tentang perubahan ini. Orang tua harusnya merasa bersyukur, karena tidak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk pendidikan anaknya. (h/cw-eni)

Menantang Maut .............. Dari Halaman. 1 Ia hendak menyeberangi sungai itu. Kemudian setelah merasa siap, Rusdi dan rekannya memutuskan untuk menyeberangi Batang Kambang yang terbilang dalam itu demi mengangkut sawitnya. Jika hal itu tidak dilakukan alamat akan mengalami kerugian besar baginya. Iapun menurunkan benen (ban dalam) mobil yang telah dipompa ke dalam sungai. Benen itu pada bagian atasnya ditaruh beberapa helai potongan papan. Di atas papan itulah TBS diletakkan untuk selanjutnya dengan cara mendorong sambil berenang mengangkut hasil panennya ke pinggir sungai di Kampung Tebing Tinggi. Melihat gerak-geriknya, Rusdi tampaknya sudah terbiasa melakukan hal itu. Setelah di pinggir sungai, Rusdi akhirnya merapat kepinggir. Disana Hen (31) teman Rusdi telah menunggu. Dengan cekatan, Hen menahan benen tersebut. Keduanya bekerja sama membongkar muatan beben. Hal itu dilakukan mereka berkali kali hingga akhirnya hasil panen kebun Rusdi berpindah tempat ke seberang. Padang Panjang II dan Tebing Tinggi adalah dua kampung yang sesungguhnya berdekatan, namun karena dipisahkan sungai maka seolah oleh jarak keduanya terasa “jauh”. Tidak ada jembatan yang menghubungkan keduanya, akan

tetapi sejumlah warga di Kambang Barat dan Kambang Utara selalu menyeberangi sungai itu untuk berbagai keperluan. Tempat dimana Rusdi melakukan aktivitas pengangkutan hasil kebunnya, juga menjadi jalur penganguktan berbagai kebutuhan warga lainnya. Sebagian warga di kedua nagari selalu menantang maut untuk dapat menyeberang. Bahkan pada lokasi tempat penyeberangan itu sejumlah warga menjadi korban derasnya arus Batang Kambang. “Yah, tidak ada pilihan lain. Kami harus memaksakan diri menyeberang sungai setiap kali ada keperluan, misalnya mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, pergi kenduri hingga keperluan keluarga yang juga banyak menyebar di kampung sebelah. Jadi tidak hanya saya yang melakukan hal ini, sejumlah warga lainnya juga melakukan hal yang sama,” kata Rusdi. Dikatakan Rusdi, dengan menyeberangi Batang Kambang, maka biaya angkut yang harus dikeluarkan dapat ditekan. “Tidaklah mungkin kami melakukan pengangkutan dengan menggunakan jalur yang jauh. Hal itu akan menimbulkan biaya yang sangat mahal, apalagi hasil kebun kami tidak dapat dijual dengan harga yang bagus,” katanya lagi.

Dulu menurutnya, ditempat ini pernah ada sarana penyeberangan berupa sampan. Namun sudah beberapa tahun ini, sampan tidak lagi beroperasi, soalnya pemilik sampan juga tidak dapat mengandalkan dari jasa penyeberangan. Bahkan, ia juga pernah membuat rakit (getek-red) dengan bahan berupa pohon bambu, namun setiap kali air besar alat angkut itu selalu hanyut terbawa arus. “Kami berharap disini dibangun sarana penyeberangan oleh pemerintah. Minimal jembatan gantung. Selain bermanfaat bagi petani, jalur itu juga sangat bermanfaat bagi warga lainnya yang hendak menuju Pasar Kambang,” katanya lagi. Sementara itu Kepala Kampung Tebing Tinggi Bemi Joni Putra menyebutkan, ia sesungguhnya prihatin dengan kondisi masyarakatnya yang saban hari menantang maut di Batang Kambang. Tapi apa boleh buat sarana penyeberangan belum ada. Ia mengaku, pihaknya telah sering mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan agar disini dibangun jembatan. Setiap kali digelar musyawarah perencanaan pembangunan di nagari, ia selalu mengajukan dibangunnya jembatan gantung pada jalur ini. “Namun kami tetap menunggu respon dari pemerintahj kabupaten,” katanya.

RSBI Jadi ...................... Dari Halaman. 1 Menurut Mendikbud, para orangtua yang anaknya belajar di sekolah RSBI, tidak perlu khawatir dan panik. “Sekolahnya tidak bubar. Orangtua tidak perlu khawatir. Proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. RSBI kemungkinan akan berubah menjadi Sekolah Kategori Mandiri (SKM) jika menurut PP No 19 Tahun 2005,” ujar M Nuh seperti dikutip republika online, Rabu (8/1). M Nuh menuturkan, Kemendikbud menghargai dan menghormati apapun hasil putusan MK. Tugas pemerintah, kata Nuh, hanya melaksanakan amanat undang-undang. Satu hal tidak boleh hilang semangat peningkatan kualitas pendidikan harus tetap ada. Nuh berdalih, UU No 20 yang mengatur tentang RSBI tidak terlepas dari semangat reformasi 1998. “UU 20 tahun 2003 itu dekat dengan semangat reformasi 1998. Sehingga bisa dibayangkan urusan harga diri bangsa menjadi sangat kuat. Harus jadi bangsa besar, berinternasional, maka dibuatlah UU yang di dalamnya ada konten Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) yang kemudian ditindaklanjuti dengan UUGD 14/2005 yang mengamanatkan bahwa guru harus dipersiapkan untuk mengajar standar SBI,” kata dia. Menurut Nuh pembahasan mengenai apa yang akan dilakukan pascapembubaran RSBI akan dikonsultasikan dengan Panja RSBI Komisi X DPR. Dia berdalih, Kemendikbud belum mendapatkan salinan lengkap mengenai hasil undang-undang RSBI yang dibatalkan MK. “Setelah informasi lengkap maka akan dikonsultasikan dengan MK dan DPR bagaimana selanjutnya,” kata Nuh. Mengenai alokasi anggaran untuk RSBI, Nuh mengatakan akan mengalihkannya menjadi dana hibah kompetisi. “Anggaran RSBI menjadi hibah kompetisi dan terbuka untuk semua sekolah yang memiliki program peningkatan mutu sekolah.

Sekolah bisa mengajukan program dan prestasi yang telah diraih sekolah untuk mendapatkan hibah kompetisi. Setiap sekolah yang terakreditasi punya kesempatan,” ujar Nuh. Cuma Ganti Label Rencana Mendikbud Muhammad Nuh yang akan mengganti sekolah berstatus Rintisan Sekolah Berstatus Internasional dengan status baru, Sekolah Kategori Mandiri (SKM) dinilai pengamat hanya akal-akalan untuk terus mempertahakan RSBI dengan ‘’wajah baru’, Peneliti Monitoring Pelayanan Publik dari Indonesian Corruption Watch (ICW), Febri Hendri, menyatakan rencana mengganti RSBI dengan SKM, hanya akal-akalan Mendikbud. Dan, bila jadi dilaksanakan, jelas tidak memiliki dasar hukum. “Untuk SKM, kalau prinsipnya sama dengan Pasal 50 Ayat 3 UU Sisdiknas maka itu tidak boleh. Dan tidak dikenal dalam UU Sisdiknas ada sekolah berkategori mandiri,” kata Febri di Kantor ICW, Jakarta Selatan, Rabu (9/1). Febri menuturkan, sekolah mantan RSBI harus menjadi sekolah berstandar nasional sesuai konstitusi. Ini agar tidak muncul kembali sekolah dengan nama lain namun tetap diskriminatif dan berbiaya mahal seperti RSBI. “Kenapa kita tidak percaya diri dengan standar nasional kita? Kalau dirasa kurang ya tingkatkan dong standarnya,” ujar Febri. Febri juga mengatakan setelah dihapuskannya pasal 50 Ayat 3 dalam UU Sisdiknas, dana masyarakat yang dikelola sekolah RSBI harus dikembalikan ke masyarakat. Pemerintah juga harus menghentikan aliran dana APBN dan APBD ke sekolah eks-RSBI. “Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah, pemerintah harus mengalokasikan dana ke semua sekolah tanpa diskriminasi. Sekolah-sekolah harus tuntut saja dana APBN dan APBD, karena dana pendidikan itu banyak. Ja>> Editor : Ismet Fanany MD, Syamsu Rizal

ngan ke orang tua murid pihak sekolah menuntut,” tegas Febri. Seperti diberitakan Haluan kemaren, Mahkamah Konstitusi membatalkan Pasal 30 ayat 3 UU Sisdiknas, karena bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Dalam pertimbangannya, MK berpendapat sekolah bertaraf internasional RSBI di sekolah pemerintah itu, menimbulkan dualisme pendidikan, kemahalan biaya menimbulkan adanya diskriminasi dan kastanisasi pendidikan. Pertimbangan lainnya, yakni penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam tiap mata pelajaran dalam sekolah RSBI/SBI dinilai dapat mengikis jati diri bangsa, melunturkan kebanggaan generasi muda terhadap penggunaan dan pelestarian bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa. Menurut anggota tim advokasi pemohon uji materi, Wahyu Wagiman, dengan putusan MK itu maka pemerintah mempunyai kewajiban memberikan fasilitas, sarana, dan prasarana pendidikan yang sama terhadap semua warga negara. Sebab, dengan keberadaan RSBI/ SBI selama ini justru menunjukan adanya perbedaan perlakuan terhadap sekolah yang non-RSBI/SBI. “Pemerintah dituntut untuk memberikan fasilitas yang sama. Di manapun ia berada, kaya dan miskin harus mendapat pendidikan yang setara,” tegas Wahyu. Dari putusan MK ini, lanjut Wahyu, pesan yang paling penting adalah pemerintah harus segera membubarkan sekolah berlabel RSBI/ SBI. Untuk itu, Mendiknas juga harus segera mencabut Permendiknas Nomor 78 Tahun 2009 tentang penyelenggaraan sekolah bertaraf internasional.” Dengan putusan MK itu secara otomatis, pemerintah harus menghaspukan semua praktek yang berkaitan dengan RSBI. Tidak boleh hanya ganti nama,” tegasnya. (h/dn/rp/it) >> Penata Halaman : David Fernanda


8

KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

SELEKSI BACALEG

Nasdem Terapkan Sistem Eliminasi PADANG, HALUAN — Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menerapkan sistem eliminasi dalam menyeleksi bakal calon anggota legislatif yang akan maju pada pemilihan umum legislatif 2014. Sistem itu diterapkan agar bacaleg yang maju betulbetul yang dikehendaki oleh masyarakat. Lebih penting lagi, caleg yang bakal bertarung itu, adalah caleg berkualitas, berkarakter, dan punya kemauan melakukan perubahan. “Makanya, setiap caleg kami evaluasi secara rutin, melihat secara ril apa yang telah dilakukan untuk membuat dirinya diminati oleh masyarakat. Itu akan terlihat, jika bacaleg itu betul-betul berbuat untuk masyarakat,” kata Ketua DPW Partai Nasdem Sumbar Apris Yaman, berbicara tentang lolosnya Nasdem sebagai peserta pemilu 2014. Saat ini, jumlah bacaleg mencapai 680 orang untuk tingkat kabupaten/kota di Sumbar dan 65 orang bacaleg provinsi “Evaluasi sudah dilakukan pada November dan Desember. Untuk Januari, akan dilakukan minggu ke II tahun 2012. Kita meyakini, evaluasi ini akan bermanfaat, karena tolak ukurnya sangat jelas dan dicantumkan dalam surat tugas yang telah dikantongi masingmasing bacaleg,” terang Apris. Disebutkan, tugas yang harus bacaleg yakni, merekrut anggota baru sebanyak 500 untuk bacaleg kabupaten/kota, dan 1.000 untuk provinsi. Kemudian menyosialisasikan diri dan partai ke masyarakat,

publikasi diri melalui media massa atau luar ruang, melakukan aksi sosial kemasyarakatan serta bantuan dana baik itu ke partai maupun ke masyarakat langsung. “Lima ketentuan tersebut telah disediakan form-nya. Dia akan menjadi sah jika telah ditandatangani pengurus partai di daerah yang bersangkutan. Jika tak bekerja, tentu akan dieliminasi. Kami yakin, masih banyak putra terbaik daerah ini yang mau ikut arus besar perubahan dan merestorasi Indonesia dari Sumbar bersama Nasdem,” ujar Apris yang juga aktivis Muhammadiyah ini. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap KPU, yang telah melakukan verifikasi faktual. dan menyarankan agar verifikasi juga dilakukan sampai kecamatan. Agar proses vertual betul-betul berjalan dengan baik, dan partai yang lolos adalah partai yang bonafit. “Bila perlu, setiap partai harus ada akreditasinya, agar masyarakat dapat melihat mana partai yang betul serius mengurus bangsa ini,” katanya, didampingi Sekretaris Partai Nasdem Sumbar Marhadi Effendi dan pengurus lainnya seperti Erizal Effendi, Hayatul Fikri, Nazar, Endarmi, Mar-

sanova Andesra dan lainnya. Tak jauh berbeda disampaikan oleh Erizal Effendi. Menurutnya, setiap bacaleg memang harus bekerja, dan menunjukan hasil kerjanya. Agar terhindar dari eliminasi yang dilakukan. “Eliminasi itu justru dilakukan oleh bacaleg bersangkutan terhadap dirinya. Bekerja atau tidaknya yang bersangkutan,” tuturnya. Sementara Marhadi Effendi menyebutkan, beberapa kader partai politik yag partainya tidak lolos, menyatakan ingin bergabung dengan Partai Nasdem. “Beberapa orang di antaranya sudah ada yang melakukan komunikasi. Kami berharap, keinginan itu memang karena ingin melakukan perubahan untuk bangsa,” sebutnya. (h/rud)

NASDEM — Sekretariat DPW Partai Nasdem Sumbar, Jalan Jhony Anwar Ulak Karang Padang. Nasdem siap bertarung pada Pemilu 2014 dengan menyiapkan calon anggota legislative yang berkualitas sesuai harapan masyarakat. AMIR

PILKADA PADANG PANJANG

Rakyat Rindukan Figur Akhyarli PADANG PANJANG, HALUAN — Figur mantan Walikota Padang Panjang Akhyarli Jalil, yang memimpin Bumi Serambi Mekkah periode 1988-1993 silam, menjadi fiigur pemimpin yang dirindukan masyarakat di kota hujan itu. Banyak kalangan menyebut, jika figur Akhyarli merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat dan pembangunan Kota Padang Panjang ke depan. “Masyarakat rindu figur pemimpin seperti sosok mantan Wako Akhyarli. Selain low profile dan dikenal tajam dalam bervisi, Akhyarli juga merupakan sosok yang mudah bergaul dan berbaur dengan seluruh lapisan masyarakat,” kata Sy Dt Marajo, tokoh masyarakat

Kota Padang Panjang kepada Haluan kemarin. Padang Panjang, kata Sy Dt Marajo, butuh sosok pemimpin yang paham terhadap daerah dan mengerti dengan kultur masyarakat. Ibarat pepatah imbuhnya, figur pemimpin idaman yang diidamidamkan masyarakat Padang Panjang adalah sosok pemimpin yang “sayang sahinggo sampai, kasiah sahinggo buliah”. “Seorang pemimpin itu tidak hanya dekat dan berbaur dengan rakyat di saat-saat akan pemilihan. Namun hendaknya selalu mengedepankan pola kepemimpinan yang demikian sampai akhir masa tugasnya. Sejauh pantauan saya, di

Padang Panjang belum ditemukan figur pemimpin seperti ini setelah kepemimpinan Akhyarli,” ujar Sy Dt Pangeran. Taufik Hidayat alias Capaik, tokoh masyarakat lainnya menambahkan, selain bergaul dan membaur, figur pemimpin yang memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial dan perekonomian masyarakat maupun daerah, juga merupakan sosok pemimpin yang diharapkan mampu menjawab tantangan persoalan kekinian daerah ke depan. Senada dengan itu, HR Dt Gadang juga menyebutkan, jika pemimpin yang dirindukan masyarakat Kota Padang Panjang adalah sosok yang

mampu dalam menepis jarak antara pemerintah dengan rakyatnya. “Jangan hanya dekat dan sensitif disaat membutuhkan rakyat. Tapi juga harus peka disaat rakyat membutuhkan pemerintah, jika kelak diberikan amanah oleh rakyat,” kata HR Dt Gadang. Dari informasi yang dirangkum Haluan, hingga kini masih belum satupun partai politik yang mendeklarasikan pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota untuk diusung pada Pilkada Kota Padang Panjang 2013 mendatang. Sejumlah partai yang telah membuka proses penjaringan balon diantaranya Partai Golkar, PAN, Demokrat dan Koalisi GPIR. (h/yan)

SUKUK NEGARA RITEL SR 005

Investasi Berbasis Syariah D

irektorat Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah menetapkan 25 agen penjual sukuk negara ritel. Ada 16 bank kerjasama diantaranya yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT BCA, PT Bank Danamon, Standard Chertered Bank, Citybank, BII, BNI, Bank UOB Indonesia, Bank Muamalat, BRI, BRI Syariah, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd, Bank Syariah Mandiri, Bank ANZ Indonesia. Selain itu juga ada 9 Perusahaan Efek masingmasingnya PT Valbury Asia Securitas, PT Kresna Graha Sekurindo, PT Reliance Securitas, Lautandhana Securindo, PT Bahana Securitas, PT Sucorinvest Central Gani, PT Danareksa Securitas, PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas serta PT Mega Capital Indonesia. Kasubdit Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara, Langgeng Basuki pada acara sosialisasi Sukuk negara ritel SR 005 yang bertempat

di Pangeran Beach Hotel, Rabu, (9/1) mengatakan bahwa lelang pengadaan agen penjual sukuk ritel itu terbuka untuk bank umum dan perusahaan efek yang telah mendapatkan izin usaha dari otoritas yang berwenang. Khusus untuk perusahaan efek harus memiliki izin usaha sebagai Penjamin Emisi Efek. Peserta lelang juga diharapkan mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan penjualan produk keuangan syariah. “Selain memiliki rencana kerja dan strategi serta metodologi penjualan Sukuk Negara Ritel yang baik, diharapkan memiliki sistem informasi dan teknologi yang memadai untuk mendukung proses penerbitan dan penjualan Sukuk Negara Ritel,” katanya ketika wawancara dengan sejumlah wartawan. Tidak hanya itu, lanjutnya, seseorang dilarang mewakili lebih dari satu perusahaan dalam mendaftar dan mengambil dokumen pengadaan. Langgeng menuturkan, penjualan SR-005 tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan Anggaran Pendapa-

PESERTA Sosialisasi Sukuk Negara Ritel serius mengikuti kegiatan.

tan Belanja Negara (APBN). Diperkirakan, jumlah investor yang tertarik dengan sukuk negara tersebut akan lebih besar dari sukuk negara ritel SR-004 yaitu lebih kurang 15.000 investor. Kita juga juga membatasi pembelian maximum lima milyar, target dari wilayah barat, tengah hingga timur. “Diharapkan dengan adanya maximum lima milyar yang sudah dimulai sejak tahun 2012 tersebut, cakupan distribusinya akan semakin merata,” jelasnya. Selama ini, daerah yang paling potensial masih untuk wilayah barat dan DKI dengan total 85 sampai 90 persen. Sementara untuk wilayah Padang, berdasarkan data tahun lalu, partisipasi Padang total pembelian lebih kurang 50 milyar. “Mengenai kapan dimulai penjualan serta penetapan hasilnya, belum ditetapkan, pada hari Jumat, (11/1) mendatang, kita akan melakukan rapat yang dipimpin langsung oleh kepala Dirjen Pajak untuk membahasnya,” tambahnya lagi. (h/adv)

Narasumber Sosisalisasi Sukuk Negara Ritel saat digelar di Hotel Pangran Beach Padang.

Peserta Sosialisasi dari kantor DJP Sumbar Jambi

PESERTA Sukuk Negara Ritel >> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman :Syamsul Hidayat


KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

9

JELANG PEMBANGUNAN BY PASS DUA JALUR

Pembongkaran Bangli Berlanjut PADANG, HALUAN—Tim gabungan pembongkaran dan penyelesaian jalan By Pass dua jalur, yang terdiri dari Bagian Pertanahan, Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satol PP) Kota Padang, kembali melakukan pembongkaran bangunan liar (bangli) sepanjang jalan By Pass, Rabu (9/1).

BONGKAR — Tim Pembongkaran Bangunan di kawasan By Pass bersama Satpol PP Kota Padang membongkar 18 unit bangunan liar Rabu (9/1). Pembongkaran tersebut seiring dengan pembangunan By Pass dua jalur yang akan dimulai Maret 2013. PARWIS

Pada pembongkaran yang dimulai dari Simpang Ketaping, Kelurahan Pasa Ambacang menuju Kelurahan Sungai Sapih itu, tim berhasil melakukan membongkar 18 bangunan liar. Dari pantauan Haluan, sebelum tim melakukan pembongkaran, warga yang tinggal di Kelurahan Kalumbuk, dan Kelurahan Korong Gadang

sempat keluar rumah dan melakukan penjagaan. Selain itu, warga Pisang juga ikut turun. Puluhan ibu-ibu berjaga-jaga di depan rumah dan kedai-kedainya. Mereka takut, tim melakukan pembongkaran tanpa terlebih dahulu menyelesaikan konsolidasi. “Kami hanya takut tim langsung saja membongkar, tanpa melakukan penyele-

saian konsolidasi. Makanya kami keluar dan melakukan penjagaan,” ujar Taufik (32), Warga Kelurahan Kalumbuk. Dikatakan, pihaknya tidak setuju terhadap kebijakan ganti rugi uang yang dibuat oleh Pemko Padang. Karena menurutnya, ganti rugi berupa uang itu, akan lebih merugikan warga dari proses konsolidasi yang dilakukan tim selama ini. “Kami ingin tanah, bukan uang. Lagi pula, kami sudah bosan dengan ulah Pemko Padang yang berleha-leha seperti ini. Sudah 20 tahun, kami digantung-gantung terus,” ungkapnya lagi. Saat dikonfirmasi, Kabag Pertanahan Pemko Padang Desmon Danus mengatakan, pembongkaran dilakukan karena waktu pembangunan jalan By Pass dua jalur sudah sangat kasip. Apalagi proses lelang paket pekerjaan hampir

LINGKAR

ZAINAL ASRIL

Tumor Ganas Renggut Kebahagiaannya PADANG, HALUAN—Zainal Asril (48 tahun), tidak bisa lagi bekerja seperti dulu, menjadi sopir ataupun berjualan. Tumor ganas di hidungnya kian membesar. Dan kini telah menutupi matanya sehingga matanya tak bisa melihat lagi. Dagangan ayam kampung dan ayam ras miliknya, terpaksa dipercayakan kepada teman akrabnya. Dia hanya

menunggu bagi hasil keuntungan untuk menutupi kehidupan sehari-harinya. Dengan kondisi yang memprihatinkan itu, Zainal pun harus berpisah rumah dengan istrinya. Mereka sering cekcok disebabkan penyakit yang dideritanya sehingga tidak lagi mampu menafkahi istri dan anak-anaknya. “Sekarang saya tidak dapat menghirup

udara secara sempurna, hanya satu lubang hidung yang berfungsi, mata pun sudah tertutup dan rabun melihat,” katanya. Sesekali saat berbicara, ia menetaskan lendir dari hidungnya hingga membasahi pakaiannya. Setiap tiga hari, hidungnya itu mengeluarkan lendir beserta darah seember kecil. Hal ini membuatnya pusing dan tak dapat bekerja. Penyakit itu sudah 4 tahun lalu menyiksanya. Tumor ganas di hidung harus diobati dengan kemoterapi sebanyak tujuh kali. Sekarang ia hanya bisa berdoa untuk menunggu donatur. Dia tak punya biaya untuk berobat. Sebelumnya, Baznas Kota Padang sudah membantu biaya rawat inap dan rawat jalan selama 45 hari sebesar Rp7,5 juta dan operasi kemoterapi sebesar Rp2 juta di RSUP M. Djamil. Dana itu sudah habis. Kemoterapi pun terputus sehingga pengobatannya pun tertunda. PKPU Padang di Ketaping juga pernah membantu Rp600 ribu untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk kelanjutan pengobatannya, Zainal juga mengajukan permohonan bantuan melalui dompet dhuafa, PT Semen Padang dan instansi lainnya. Tetapi belum ditanggapi sampai sekarang. Berharap Dapat Jamkesmas Zainal sangat membutuhkan uluran tangan para donator, untuk

selesai pula. “Kami memperkirakan, akhir bulan ini tim dari Korea akan melakukan pengecekan ke lapangan. Makanya, mulai hari ini sampai hari selanjutnya, tim akan berupaya untuk menuntaskan semua permasalahan yang ada di jalur By Pass ini,” katanya. Sementara itu, Kasi Operasional Satuan Polisi Pamong Praja (Satol PP) Kota Padang, Adlin Gusman mengatakan, sebagai anggota tim, pihaknya selalu siap membantu. Hal itu dilakukan, agar pembongkaran bisa diselesaikan secepatnya dan pembangunan jalur dua By Pass bisa terlaksana secepatnya. “Kami, sebagai anggota tim selalu siap untuk melakukan pembongkaran. Apabila diperlukan, kami akan menerjunkan dua platon sekaligus,” ujarnya. (h/cw-wis)

WARGA TETAP BERTAHAN

Kampung Ubi Tak Layak Huni

ZAINAL ASRIL, penderita tumor ganas hidung saatr melepas kerinduan dengan anak bungsunya, Febi Fadhila di Pasar Belimbing. DAPIT ALEXANDER melanjutkan pengobatannya. Dia pun berharap, mendapatkan jaminan kesehatan untuk berobat melalui Jamkesmas. Warga RT II RW III ini tidak terdata oleh BPS pada program Jamkesmas maupun Jamkesda. Syafruddin Sy, Lurah Sungai Sapih mengatakan, adanya warga yang belum mendapat kartu Jamkesmas adalah suatu kewajaran. Hal ini disebabkan program Jamkesmas didata langsung oleh pihak BPS. (h/cw-lex)

PADANG, HALUAN — Meski Pemerintah Kota Padang telah menetapkan Perkampungan Ubi, Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh sebagai wilayah yang tidak layak huni, namun sekitar sekitar 36 Kepala Keluarga (KK) masih saja tetap bertahan di lokasi tersebut. Pantauan Haluan Rabu (9/1), warga stempat masih menempati rumah mereka dan melakukan aktivitas seperti biasanya. Sama sekali mereka tidak menghiraukan imbauan pemerintah untuk mengosongkan kawasan itu. Salah seorang warga Kampung Ubi Rambani (56) mengatakan, meskipun pemerintah telah melarang warga untuk tinggal di wilayah ini. Namun warga tidak akan mau pindah. Karena, seluruh usaha warga berada di sekitar wilayah Kampung Ubi tersebut. “Bagaimana kami harus pindah kalau usaha kami ada di sini. Memangnya kalau kami pindah, pemerintah bisa menyediakan usaha baru untuk kami. Kalau pemerintah bisa, baru kami mau pindah,” ujarnya. Saat di konfirmasi, Lurah Lambung Bukit Yanuswar mengatakan, pihak kelurahan telah menyampaikan instruksi pemerintah tersebut. Namun, warga masih tetap bertahan di tempat tinggal mereka. “Sosialisasi telah kami adakan dengan warga. Namun, dari hasil sosialisasi itu, hanya beberapa warga saja yang mau pindah. Lagi pula waktu untuk merelokasi warga itu kan masih agak lama, jadi kami masih banyak waktu untuk memberikan pemahaman kepada mereka,” tukasnya. Begitu juga dengan paparan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Padang, Budhi Erwanto mengatakan, sebelum seluruh warga direlokasi, pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Agar seluruh warga memahami ancaman dan bahaya longsor serta dan banjir yang selalu mengintai. Selain itu, BPBD masih mencarikan solusi tempat relokasi untuk warga tersebut, dengan alasan tidak merubah profesi warga. (h/cw-wis)

>> Editor : Devi Diany

>> Penata Halaman : Irvand


10 PADANG

KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

ANDRE TELUSURI DANA PEMBANGUNAN PASAR RAYA

Berpeluang Dianggarkan APBN 2014 LINGKAR DPRD Agar Tinjau Lagi Target PAD Dishub PADANG, HALUAN — Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dibebankan DPRD Kota Padang pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang pada 2013, naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Pada 2012 ditargetkan PAD Rp 8,2 miliar dari Dishub Padang, naik menjadi Rp16,5 miliar tahun 2013. Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Firdaus Ilyas kepada wartawan, mengaku heran dengan tim anggaran DPRD Kota Padang yang seenaknya saja menetapkan target PAD tersebut. Karena DPRD dan Dishub Padang tidak pernah hearing sebelumnya membahas target PAD ini. “Target PAD tersebut sangat tinggi. Pasalnya pada 2012 saja dengan target Rp8,2 miliar, hanya 70 persen terealisasi. Apalagi di 2013 dengan target PAD Rp16,5 miliarr, tentu tidak akan mungkin terealisasi. Kami minta agar tim anggaran DPRD Padang mengkaji kembali target PAD tersebut,” katanya. Menurutnya, Dishub Padang tugasnya bukan mencari PAD, akan tetapi lebih berkonsentrasi melayani masyarakat. Seperti melayani keur, traffic light, dan kelancaran transportasi. Selama ini pendapatan Dishub dengan pengeluaran seimbang. Namun sekarang ini PAD lebih tinggi dari pengeluaran. Dia mencotohkan, beberapa SKPD yang bertugas mencari PAD, seperti Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan(TRTB) dengan target PAD Rp10 miliar, Dinas Damkar Rp300 juta, Dinas Pasar yang dulunya Rp30 miliar menjadi Rp5,6 miliar serta Disdukcapil tahun 2012 juga tidak mencapai target. Serahkan Bantuan Pada kesempatan itu, instansi yang dipimpinnya beserta Dharma Wanita Pemko Padang, menyerahkan pula bantuan dana serta beras untuk siswa SD, SMP, dan SMA anakanak pegawai Dishub yang berprestasi tapi tidak mampu membiayai sekolah anaknya . Bantuan tersebut langsung diserahkan Ketua Dharma Wanita Dishub Padang, Hj Zuraida Firdaus Ilyas kepada 12 orang pegawai Dishub Padang yang mempunyai kriteria penerima bantuan dimaksud. Menurut Firdaus, bantuan tersebut diberikan kepada pegawai Dishub yang membutuhkan untuk merangsang mereka agar lebih giat lagi dalam bertugas. Apalagi tugas di Dinas Perhubungan sangat berat kedepan. (h/vie/rel)

PADANG, HALUAN — Setelah berdiskusi dengan para pedagang dan ketua kelompok pedagang di Pasar Raya Padang, tokoh muda Kota Padang Andre Rosiade kian serius membenahi pasar utama tersebut. Rabu (9/1), Andre melakukan hearing dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Yazid Fadli untuk mendapatkan solusi. Andre ingin memastikan, apakah dana dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) bisa digunakan untuk melanjutkan pembangunan Pasar Inpres II, III, dan IV yang terhenti. Andre pun mendapatkan jawaban memuaskan, dan yakin, bisa menuntaskan kekisruhan. Yazid menyebutkan, apa alasannya untuk tidak bisa membangun Pasar Inpres yang rusak akibat gempa dengan bantuan BNPB? Saat ini saja,

untuk pembangunan awal Pasar Inpres II dan III tersebut, adalah menggunakan dana BNPB sebesar Rp65 miliar. “Tapi persoalannya, pada 2013 ini, dari Rp98 miliar dana BNPB untuk Kota Padang, tidak terdapat satu pun yang terkait dengan pembangunan pasar. Jangankan pasar, pembangunan gedung pemerinahan juga tidak ada. Yang ada hanya pembangunan jalan, jembatan, dan irigasi,” kata Yazid didampingi

HUT SATPAM KE-32

DIALOG — Andre Rosiade saat berdiskusi dengan Kepala BPBD Sumbar Yazid Fadli. IST

beberapa orang stafnya. langsung ke pusat. Namun sejauh ngun kembali Pasar Inpres II, III, Jika mengharapkan adanya ini, kami tidak mendapatkan dan IV serta Fase VI. Bahkan, tambahan anggaran, terutama rekomendasi dari pusat terkait hal itu juga bisa menjadi penguuntuk pembangunan Pasar Inpres pembangunan pasar. Padahal, atan untuk memenuhi kesepapada Perubahan APBN 2013, ada peluang, dana triliunan di katan (MoU) antara Pemko Yazid pesimis bisa dilakukan. BNPB digunakan untuk pemba- Padang dengan para pedagang terkait persoalan pasar. Karena, perubahan ngunan itu,” kata Yazid lagi. Menurutnya, BPBD saat ini “Kalau dana masih kurang, anggaran, hanya untuk proyek yang sifatnya menganut paham build it better tentu bisa dibantu dari APBD tidak pembangunan (membangun lebih baik) untuk Kota Padang, atau provinsi. fisik. Karena itu, ke- pembangunan pasca bencana. Jadi, Bahkan, untuk pembangunan, mungkinan bisa diang- jika Pemko Padang mampu kenapa harus tabu untuk memgarkan kembali pada memastikan rancangan yang baik, buat utang dengan Bank Nagari. APBN 2014 melalui program yang jelas, dan trans- Toh bank tersebut juga menjadi paran, tidak ada salahnya menga- bagian dari pembangunan kota BNPB. “Saya tidak pernah jukan anggaran pasar ini kembali ini,” kata Andre Rosiade. sehingga dapat berjalan dengan baik. menerima proposal dari ke provinsi atau langsung ke pusat. “Kami akan terus bersama “Tanpa adanya security maka Andre Rosiade menyebutkan, para pedagang, dan ingin Kota Padang untuk kegiatan perusahaan tidak bisa pembangunan Pasar pasca hearing dengan BPBD, dia memberikan solusi yang terbaik,” berjalan dengan baik sesuai harapan. Raya. Mungkin mereka merasa yakin mampu memba- katanya. (h/atv) Meskipun banyak perusahaan menyerahkan pengelolaan pengamanan perusahaan kepada perusahaan BUJP. Namun hal ini tidak perlu dikha- PASAR MALAM DADAKAN DI BY PASS watirkan karena yang menentukan kelangsungan hubungan kerja adalah kinerja kita sendiri,” terang Tafyani lagi yang juga Direktur Utama PT Andalan Mitra Prestasi. Disisi lain, DPD AMSI Sumbar terus berupaya guna meningkatan kompetensi tenaga security melalui PASCA gempa 2009 lalu, peningkatan p e n d i d i k a n , kawasan By Pass Padang pengetahuan dan keterampilan. kian bersolek. Setelah kantorSehingga diharapkan kesejahteraan kantor pemerintahan, rumah dan perlindungan kerja serta sakit, perguruan tinggi, dan kelangsungan hubungan kerja gedung-gedung milik swasta berdiri di sana, pasar dadakan semakin baik dan meningkat. Seluruh anggota Satpam agar pun muncul hampir di setiap memelihara dan meningkatkan persimpangan jalan. Coba saja berjalan di sore kompetensi secara terus menerus sehingga dapat memberikan pelaya- hari atau mengitari By Pass nan keamanan yang berkualitas. Mari di malam hari. Anda akan secara bersama–sama untuk mening- disuguhi jejeran kios-kios baru katkan kualitas Satpam agar diakui di kiri kanan jalan yang sebagai aset perusahaan di bidang menjual berbagai macam jenis pakaian dan makanan. By pengamanan. (h/ita) Pass begitu menggeliat tapi tak terawat. Andra (24), warga BelimPASAR dadakan bermunculan di sepanjang jalan By Pass. AMIR bing misalnya mengaku senang dengan keberadaan jalan, jelas menggugah selera. Dia menyebut jika pemepasar-pasar dadakan tersebut. Menawarkan kenikmatan ke- rintah telat menata, akan Hampir setiap bulan dia pada ratusan pengendara yang lahir kios-kios baru di sepanmendatangi pasar tersebut lalu lalang setiap malamnya jang kawasan tersebut yang sekedar untuk melihat mode- di kawasan tersebut. justru akan menjadi semraMeski hidup dan gemerlap, wut. Penangannya akan semamode pakaian terbaru. “Saya sering ke sini, harga namun pertumbuhan tersebut kin sulit, jika keberadaan bersaing,” kata Andra kepada perlu dikontrol dengan baik. pedagang terus membludak Haluan saat memilah-milah Mneurut Pengamat Ekonomi dan memakan badan jalan. pakaian di salah satu kios di Universitas Bung Hatta, Dr. Kalau itu terjadi, pemerintah Antony, SE. ME mengatakan, tentu akan kesulitan melasimpang Ketaping. Menurutnya selain dekat pasar dadakan ini merupakan kukan penertiban. dengan rumahnya, kualitas potensi penerimaan bagi kocek Antony menyarankan pepakaian juga sama dengan Pemko Padang. Tetapi perlu merintah membangun pasar yang dijual di Pasar Raya, kontrol dan manajemen yang satelit di kawasan tersebut Padang. Dia mengaku sejak dua baik. yang nyaman dan bisa mengatahun terakhir tidak pernah lagi Dia menyebut, geliat ekono- komodasi kebutuhan pedagang membeli pakaian di Pasar Raya. mi di kawasan By Pass tidak dan pembeli. “Hendaknya Tak hanya Andra, masya- terlepas dari kebijakan Peme- dicarikan tempat khusus di rakat lainnya juga ramai rintah Kota memindahkan kawasan itu. Kalau tidak, mengunjungi pasar dadakan pusat pemerintahan ke kawa- pedagang yang kian banyak di simpang Ketaping dan di san tersebut, tepatnya di Air akan mendesak ke badan perempatan jalan sepanjang Pacah. Imbasnya sektor swas- jalan. Ini akan sulit diterBy Pass ini. Kebanyakan ta dan Usaha Mikro, Kecil tibkan,” jelasnya. pengunjungnya adalah maha- dan Mengenah (UMKM) ikut Selain dibuatkan pasar, siswa dan warga sekitar yang tumbuh di kawasan tersebut. dan diterapkan manajemen mengharapkan barang bagus “Mesti ada strategi pena- yang baik, dia mengingatkan dengan harga murah. taan kawasan. Buatkan kawa- pedagang yang sudah ada Belum lagi, puluhan warung san khusus, kalau perlu didu- sekarang tinggal dilakukan kuliner yang menyediakan nasi kung dengan Perda (Peraturan penataan saja, sehingga tidak goreng dan berbagai jenis Daerah, red),” tegas Dekan Fa- merampas hak pengguna makanan berjejer di sepanjang kultas Ekonomi UBH tersebut. jalan. (h/cw-sal)

Berikan Pelayanan Keamanan yang Berkualitas PADANG, HALUAN — Peringatan HUT Satpam (Satuan Pengamanan) ke-32 di Sumatera Barat, diisi dengan kegiatan upacara di halaman Mapolda Sumbar dan acara syukuran di Gedung Rangkayo Basa, Rabu (9/1). Bertindak sebagai Irup Kapolda Sumbar, Drs.Wahyu Indra Pramugrari, SH, MH sekaligus membacakan amanat Kapolri yang dihadiri unsur Muspida Sumbar dan Kota Padang. Ketua DPD Asosiasi Manager Security Indonesia (AMSI) Sumbar H.Tafyani Kasim mengatakan, setiap tanggal 30 Desember merupakan hari ulang tahun Satpam yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. “Namun untuk ulang tahun ke-32 tahun 2012 karena berbarengan dengan pengamanan Natal dan Tahun Baru, maka peringatan HUT baru bisa dilaksanakan pada 9 Januari 2013 yang juga diperingati secara serentak di seluruh Indonesia,” terang Tafyani Tafyani mengucapkan terima kasih kepada Kapolda beserta jajarannya atas bantuan dan kerjasamanya yang telah memfasilitasi kegiatan HUT Satpam ke-32

Harus Segera Ditata, Jangan Tunggu Semrawut

>> Editor : Devi Diany

>> Penata Halaman: Syahrizal


DARI NAGARI KE NAGARI 11

KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

Jalan dan Terminal Ditertibkan PASBAR, HALUAN — Guna mewujudkan lingkungan yang sehat, rapi dan indah terutama pada fasilitas umum (fasum) Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat akan menertibkan jalan raya dan terminal di Simpang Ampek, Pasbar. Hal ini juga dalam rangka persiapan Pasbar menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Sumatera Barat tahun 2013 ini. Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika Pasbar, Mardani, S.Sos kepada Haluan di kantornya kemarin mengatakan, sesuai arahan Bupati Pasbar, H. Baharuddin R, sudah saatnya Simpang Ampek sebagai ibukota Pasbar dijadikan kota percontohan di dalam dan luar Pasbar. Untuk itu semuanya harus dibenahi terutama dengan lingkungan,meliputi kebersihan, ketertiban dan keamanan. “Pemerintah daerah ingin Pasbar menjadi contoh bagi daerah lain dalam segala hal. Disamping itu, menciptakan lingkungan yang ramah dan sehat akan besar pengaruhnya pada citra daerah,” katanya. Langkah awal menurut Mardani akan dilakungan pembenahan-pembenahan pada jalan-jalan protokol Pasbar serta terminal. Pedagang kaki lima (PKL) menggelar lapak di atas trotoar jalan akan ditertibkan dan fasilitasfasilitas jalan raya yang dulunya tidak fungsikan akan diperbaiki dan dioptimalkan lagi pemakaiannya serta yang rusak diperbaiki. Juga melakukan perindangan dan penanaman bunga di pinggir-pinggir jalan. Sedangkan untuk bagian terminal, selain dilakukan pembenahan fasilitas serta lingkungan di kawasan terminal, juga akan dilakukan penertiban terhadap kendaraan yang masuk ke dalam terminal. Angkutan-angkutan yang selama ini membangkang tidak masuk terminal dan ngetem di pinggir jalan raya akan segera ditertibkan.Begitu juga dengan keberadaan ojek akan ditata ulang lagi dengan peraturan yang wajib di patuhi. Jika melanggar sanksi tegas diberlakukan. “Kita berlakukan pada tiga terminal yang kita miliki di Pasbar, yakni terminal Simpang Am,pek, Kinali dan Talu,” katanya. (h/dka)

DILANTIK — Bupati melantik 19 orang pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Pasbar pada acara pelantikan Rabu (9/1) kemarin di aula kantor bupati setempat. ANDIKA

BUPATI LANTIK 19 PEJABAT ESELON II

Jika Gagal Harus Rela Diganti PASBAR, HALUAN — Bupati Pasaman Barat, H. Baharuddin R memberi target selama 6 bulan ke depan untuk para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, agar dapat membawa perubahan yang baik dalam pembangunan daerah sesuai bidang tugas masingmasing.

DPRD Apresiasi Kemajuan Pasbar PASBAR, HALUAN — Unsur pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman Barat salut dan memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Daerah Pasbar sejak dua tahun lebih ini. Pasalnya, belbagai pembangunan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat terlaksana dengan baik. Disamping itu, programprogram yang digulirkan berimbas pada peningkatan ekonomi rakyat. Hal itu dikatakan Pj. Ketua DPRD Pasbar, H. Daliyus K, S.Si, yang di dampingi Samsul Bahri kemarin di kantornya. Ia mengaku sudah menyampaikan hal yang sama pada saat sidang paripurna istimewa memperingati HUT Pasbar Senin lalu, yang didengar oleh masyarakat Pasbar, pemimpin daerah serta unsur Muspida serta undangan lainnya. Katanya, pemerintah daerah yang nakhodai H. Baharuddin R sebagai Bupati beserta Wabup. Syahrul Dt. Marajo telah membuat berbagai terobosan membangkitkan tatanan adat, agama dan menumbuh kembangkan pemerintahan nagari melalui anggaran Rp 1 miliar setiap nagari. Langkah bijak pemerintah daerah itu terlihat sangat tepat sasaran menuju pembangunan di daerah setempat. Hal yang paling membanggakan, kebijakan daerah untuk membangun Pasbar di atas tadah agama menuju kemaslahatan umat di daerah setempat. Sudah terlihat teraplikasi dilapangan, diantaranya wajib pandai baca tulis Al-Quran bagi siswa SMP dan keberadaan da’i nagari di setiap Jorong. Dari segi pembangunan fisik, Pasbar juga akan segera menikmati dua sarana dan prasaran transporasi, yakni bidang perhubungan udara dengan keberadaan Lapangan Terbang Pusako Anak Nagari (PAN) Nagari Kapa Kecamatan Luhak Nan Duo dan keberadaan Teluk Tapang di Nagari Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas. Semoga saja Pasbar kedepan lebih jaya dan berkembang seiring dengan berbagai pembangunan fisik dan non fisik yang dilakukan di daerah ini”, tuturnya.(h/dka)

DARI kiri ke kanan, Julisman dari Satlantas Polres Pasbar, Kadis Perhubungan dan Kominfo, Mardani, S.Sos, MM, Kepala Sekolah SMPN 1 Pasaman, Evida Pulmen, Kasat Lantas Polres Pasbar, AKP. Muhammad Sajarod Zakuni, SH.SK, dan anggota Dinas Perhubungan Pasbar, Isworo. ANDIKA

Siswa akan Dilarang Bermotor ke Sekolah PASBAR, HALUAN — Sebelum menerapkan aturan pelarangan siswa membawa kendaraan bermotor ke sekolah, Dinas Perhubungan dan Kominfo Pasbar bekerjasama dengan Polres Pasbar dan sekolahsekolah guna mensosialisasikan aturan tersebut. Pelarangan berkendaraan bermotor ke sekolah dipandang penting dalam upaya penurunan angka kecelakaan di jalan raya yang selama ini banyak didominasi siswa sekolah sebagai korbannya. Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo, Mardani kepada Haluan kemarin di kantornya mengatakan, sosialisasi tersebut sudah mulai dilaksanakan, seperti di SMPN 1 Pasaman, Selasa lalu. Acara itu dihadiri seluruh siswa dan orangtua siswa serta guru-guru sekolah tersebut. “Acara itu kita gelar bertepatan dengan pembaguan raport siswa, jadi acara itu juga dihadiri orangtua murid. Kita minta persetujuan orangtua dan turut serta menjaga anak-anaknya demi keselamatan mereka,” katanya. Katanya, pelarangan siswa membawa kendaraan bermotor merupakan salah satu upaya menjaga keselamatan di jalan raya. Pasalnya, siswa SLTP atau SMA hingga kelas dua belum diperbolehkan membawa kenderaan bermotor secara undang-undang. “Atau yang belum berumur 17 tahun ke atas,” terangnya. Dasar itulah yang menjadi perhatian pihak Dinas Perhubungan dan Polres Pasbar, sehingga diambil kebijakan yang demikian. Untuk antisipasi dampak dari pelarangan tersebut, pihaknya akan membuat kebijakan lain, dengan mengatur trayek angkutan umum atau oplet. Sehingga setiap kampung atau kawasan ada trayek angkutan yang berguna mengangkut siswa berangkat ke sekolah maupun pulangnya.

Atau penyediaan armada angkutan khusus pelajar. Pasbar sudah mempunyai proyek percontohan bagi para pelajar, yang tidak membawa kendaraan bermotor ke sekolah, seperti sekolah-sekolah yang terdapat di Kecamatan Sungai Beremas, dimana masyarakat dan para pelajarnya lebih banyak memakai sepeda, baik ke sekolah maupun beraktivitas, dibanding kendaraan bermotor, “Saya berharap demi keselamatan anak-anak kita di jalan, sebaiknya bila mempunyai kendaraan bermotor Hendaknya diantar atau dijemput ke sekolah. Jika kita tidak sempat mengantar anak kita, bisa menggunakan jasa ojek, atau naik angkutan umum,” imbuh Mardani. Lebih lanjut ia katakan, dibiarkan berlarut siswa bebas memakai kendaraan bermotor ke sekolah, sama aja menyengsarakan anak sendiri. Nalurinya masih labil. Untuk berkendaraan bermotor, masih senang untuk ugal-ugalan di jalan dan tidak memikirkan keselamatan dirinya. Sementara itu Kasatlantas Pasbar, AKP. Muhammad Sajarod Zakuni, SH.SK mengatakan, tingkat kecelakaan tertinggi di Pasbar didominasi kendaraan roda dua. Korbannya mayoritas remaja atau pelajar. Serta tidak sedikit pula diantaranya banyak melakukan pelanggaran lalulintas, seperti tidak memakai helm, kendaraan tidak dilengkapi kaca spion, memakai knalpot racing, serta tidak membawa suratsurat kendaraan. Pesannya, kepada orangtua siswa agar selalu menjaga anak-anak mereka, supaya tidak membiarkan memakai kendaraan bermotor , bila belum mencukupi umur 17 tahun, atau belum mempunyai SIM. (h/dka)

“Jika hasil evaluasi bupati dan wakil bupati tidak ada kemajuan, legowo saja diganti kembali,” kata Bupati Pasbar, H. Baharuddin R, saat melantik 19 pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Pasbar, Rabu (9/1) di aula kantor bupati. Ia juga menegaskan, agar kepala SKPD menuntaskan setiap proyek di lingkungan instansi masing-masing. Apalagi tahun ini, Pasbar akan menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Sumatera Barat. Bupati ingin pelaksanaan MTQ tersebut sukses pelaksanaan dan sukses prestasi. Dalam sambutannya disebutkan juga, mutasi yang dilakukan awal tahun 2013 ini adalah komitmen dan kesepakatan antara bupati dan wakil bupati setelah melakukan evaluasi kinerja pejabat pada tahun 2012 lalu. “Ini adalah kesepakatan bupati dan wakil bupati, setelah melihat kinerja dan hasil evaluasi selama tahun 2012,” kata bupati. Lebih lanjut ia sampaikan, pejabat yang dilantik dan dipercaya menduduki jabatan baru ini merupakan orang-orang yang mengerti dan paham pada bidang yang ditanganinya. Oleh sebab itu, hendaknya tahun ini setiap SKPD itu mengalami perubahan kemajuan yang lebih baik dibanding tahun lalu. “Jangan seperti tahun lalu, ada anggaran tapi tidak bisa melaksanakan pekerjaan. Contohnya pembangunan masjid, tahun ini anggaran itu ada lagi. Jangan sampai gagal lagi. Ingat kita akan menjadi tuan rumah MTQ, harus sukses pelaksanaan,” tegas Bahar tanpa menyebut pada SKPD mana anggaran pembangunan masjid itu. Di sisi lain bupati mengatakan, mutasi yang terjadi tidak ada istimewanya. Sebab setiap pejabat PNS selalu siap dan kewenangan pemimpin daerah untuk melakukan pergantian

pejabat demi terciptanya kinerja yang lebih maksimal untuk pembangunan yang lebih maju. “Saya ingatkan juga, PNS tidak boleh ikut berpolitik, bekerja saja sesuai dengan bidang masingmasing, tunjukkan kemampuan yang dimiliki untuk membangun daerah yang kita cintai ini,” imbuhnya. Mutasi adalah hal yang wajar dan reorganisasi di lingkungan pemerintahan dan upaya penyegaran, agar visi misi dan mottonya Pasbar benar-benar terwujud. Disamping itu sebagai penerapan pejabat struktural sesuai SOTK baru Pasaman Barat. Ia juga menegaskan, mutasi dilakukan pada dasarnya untuk menempatkan sosok aparatur sesuai dengan kompetensi yang dimiliki dengan tugas pokok dan fungsi sesuai jabatan yang diduduki.Diharapkan, seluruh pegawai melaksanakan tugas dengan baik guna membantu bupati mewujudkan visi dan misi membangun dan mensejahterakan Pasbar kedepan. Adapun pejabat yang dilantik diantaranya, Sukarni yang sebelumnya Kabag. Agraria dilantik menjadi Asisten I Bidang Pemerintahan, Fadlus Sabi, Kadis Capil menjadi Asisten II, Johnniwar, Kadis Pertanian menjadi Asisten III, Teguh Suprianto sebelumnya Sekretaris DPKAD menjadi Kepala DPKAD, M. Zalmi diangkat sebagai Kadis Pendapatan Daerah, Mukhlis sebelumnya Staf Ahli menjadi Kadis Pertanian. Muhayatsyah yang sebelumnya Asisten I diangkat sebagai Kepala BKD menggantikan Syahnan yang dipercaya sebagai Kadis Capil. Aprizal Azhar sebelumnya Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga menjadi Kadis Pariwisata dan Budaya, Darul Chutni sebelumnya Asisten II menjadi Kadis Koperindag, Evita Murni sebelumnya Asisten III menjadi Kepala Inspektorat. Gustiwarman diangkat sebagai Kepala BP2KP, Zuwendra sebelumnya Staf Ahli menjadi Kepala Badan Lingkungan Hidup, Yudesri sebagai Kepala Badan Kesbangpol Linmas, Pramana Yose sebagai Kadis Pendidikan sebelumnya Kabid PLS, menggantikan Saifudin Suhri yang diangkat menjadi Kadis Pemuda dan Olahraga, Rumzi sebelumnya Kepala Badan Lingkungan Hidup menjadi Staf Ahli sama dengan Asnal, sebelumnya Kadis Pariwisata dan Syahrial yang sebelumnya Kadis Pemuda Olahraga. (h/dka)

BUPATI H. Baharuddin R memberikan ucapan selamat kepada Ir. Johnniwar yang diangkat menjadi Asisten III. ANDIKA >> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Syahrizal


12 PAYAKUMBUH DAN LIMAPULUH KOTA

KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

PKPU Pindah ke Labuah Baru PAYAKUMBUH, HALUAN — Setelah berdiri dari Juli 2010, Program Kemanusiaan Pemberdaya Umat atau PKPU kantor cabang Pembantu Kota Payakumbuh, telah berhasil menyalurkan zakat sebesar Rp. 400 juta lebih kepada 4000 ribu masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kota Payakumbuh dan Kab. 50 Kota. Target kedepan, PKPU akan menyalurkan zakat dan sedekah dari umat melalui program-program yang nantinya bisa memberdayakan mereka yang kurang mampu. Hal ini disampaikan oleh Yanuar, ketua PKPU KCP Payakumbuh, ketika memberikan sambutan pada peresmian gedung baru PKPU KCP Payakumbuh yang sekarang beralamat di Jln. Arisun no. 16 Labuah Baru. Gedung baru PKPU diresmikan oleh Walikota Payakumbuh, Riza Falepi, bersa-

ma Ketua Regional I PKPU Sumbar, H. Faridansyah, Rabu (9/1). “PKPU selain sebagai penyalur zakat, namun juga sebagai Rekan bagi Pemko Payakumbuh untuk bisa mensejahterakan masyarakat yang kurang mampu. Untuk itu, jangan ragu untuk memberikan zakatnya pada PKPU, baik Zakat Fitrah maupun Zakat Mal” ujar Wako. Dalam kesempatan yang sama, Walikota Riza Falepi bersama Ketua BPS Kota Payakumbuh Ajri Fanzain, Ketua Regional I PKPU Sumbar, H. Faridansyah dan didampingi Kadis Koperindag, Indra Sofyan juga memberikan bantuan peralatan sekolah kepada 10 anak Yatim Piatu siswa SD 04 Labuah Baru serta bantuan Program Pemberdayaan Ekonomi berupa pemberian Modal Usaha kepada 3 Mustahik/warga kurang mampu. (h/smt)

SERAHKAN BANTUAN — Wako Riza Falepi melalui PKPU KCP Payakumbuh berikan bantuan peralatan sekolah dan bantuan modal kepada 10 siswa dan 3 warga. HUMAS

KILAS

PAYAKUMBUH SEPERTI TAK TERURUS

Lalulintas Macet, Terminal Liar Kambuh PAYAKUMBUH, HALUAN- Kemacetan lalulintas di beberapa kawasan, semakin parah. Sementara terminal liar, mulai kambuh lagi. Pemko Payakumbuh perlu membenahi kota ini agar lebih baik. Lihatlah kesemrautan di ruas jalan Gambir , belum tertanggulangi sampai saat ini, walau sudah banyak disorot. Penyebabnya, pada ruas jalan yang sudah sempit akibat parkir sepeda motor, ditambah lagi dengan kegiatan bongkar barang di depan toko WNI keturunan dari mobil pick-up, sehingga

kemacetan bertambah parah. “Seharusnya pihak Dinas Perhubungan yang berwenang mengatur rambu rambu lalulintas, memperhatikan kondisi kesemrautan lalulintas di jalan Gambir tersebut yang sudah lama berlangsung. Namun sejauh ini dinas terkait seakan tutup mata dengan kondisi seperti itu, seakan dibiarkan begitu saja,” ungkap Aktivis Forum Peduli Luak Limopuluah, Yudilfan Habib, Rabu kemarin Dikatakan, masyarakat pengguna jalan sebetulnya meminta perbaikan, setidaknya lalulintas di kawasan jalan Gambir diberlakukan untuk satu arah belum juga terlaksana. Kenyataannya, pihak terkait belum juga menggubrisnya, sehingga lalulintas

berdesakan setiap harinya di kawasan itu, dampaknya sangat menggangu kelancaran aktivitas masyarakat. Hal senada juga disampaikan salah seorang warga Kota Payakumbuh, Edlen Syarkawi, lalulintas di jalan tersebut tampak masih diberlakukan dua arah yang menimbulkan kemacetan parah. Akibat bongkar muat yang berada di pinggir jalan membuat jalan semakin sempit, ditambah lagi jalan tersita untuk parkir sepeda motor. Sehingga di jalan tersebut bisa lewat hanya untuk satu mobil pribadi. Selain jalan Gambir, kesemrautan juga berimbas ke jalan Sutan Usman, selain pinggir jalan pada dua sisi tampak dijadikan sebagai tempat parkir kendaraan bermotor roda empat, truk dan

Pembangunan Bandara Dikonsultasikan ke Pusat PAYAKUMBUH, HALUAN — Rencana pembangunan bandar udara (bandara) di Kota Payakumbuh, memasuki tahap konsultasi. Pemko Payakumbuh bersama Komisi B DPRD, akan menurunkan timnya ke Jakarta, guna melakukan konsultasi dengan sejumlah kementerian terkait. Mimpi Payakumbuh untuk membangun bandara, secara bertahap terus dilalui mekanismenya. Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Payakumbuh, Adrian, SH, M.Si, di Balaikota Payakumbuh, Rabu (9/1), menginformasikan, pembangunan bandara yang direncanakan berlokasi di kawasan Tanjung Anau dan Talawi di Kecamatan Payakumbuh Utara, menjadi target utama pimpinan daerah. Kehadiran bandara di kota ini, dikatakan

Adrian, akan mampu memacu pertumbuhan ekonomi di Payakumbuh ke depan. Menurut Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi, kata Adrian, seluruh staf di jajaran pemko, harus mampu menjelaskan kepada publik dampak positif dari pembangunan bandara itu. Sehingga, warga kota makin mengetahui multiplier effec dari pembangunan bandara tersebut, katanya. Pembangunan bandara itu, butuh tanah puluhan hektar. Walau begitu, jelasnya, luas tanah yang dibutuhkan disesuaikan dengan klasifikasi bandara yang dibangun. Luas tanah buat bandara pesawat komersil sangat berbeda dengan luas tanah untuk pesawat perintis. (h/smt)

sepeda motor, juga ruas jalan tersebut berfungsi pula untuk lokasi pedagang kreatif lapangan (PKL) buah. Sehingga setiap hari terjadi kemacetan parah pada jalan yang menuju ke SukarnoHatta maupun Sudirman. Terminal Liar Sementara itu, terminal bayangan di jalan Tan Malaka, Kelurahan Bunian, Payakumbuh Utara, kembali beroperasi. Pada pinggiran jalan tersebut ditempati kembali oleh mobil angkutan pedesaan (angpedes) jurusan mudiak, Limbanang-Suliki. Pantauan Haluan ke lokasi setelah ada kesepakatan dengan pihak terkait untuk masuk terminal, ternyata hanya tinggal kesepakatan, angpedes tetap mangkal di ruas jalan Tan Malaka itu. Kepala Dinas Perhubungan

35 Pedagang Bikin Meja Sendiri

Kota Payakumbuh, Adrian saat dihubungi di kantornya, seputar kembalinya angpedes ke jalan, kemarin, tidak membatah dan tidak membenarkan kondisi tersebut. Namun dia mengatakan, bila pengemudi angpedes tetap membandel kembali ke jalan bisa diberikan sanksi, tapi tidak dijelaskan seperti apa sanksinya. Menurut dia, tahun 2013 ini sudah terbentuk Forum Keselamatan Lalulintas, forum itu semacam tim yang akan bertindak untuk menertibkan lalulintas dan angkutan dalam kota yang melanggar. Penertiban itu termasuk parkir kendaraan, truk bongkar muat disembarang tempat, PKL yang dianggap mengganggu kelancaran lalulintas. (h/zkf)

Berantas Kemiskinan Masih Sporadis

TPA Masjid Munawarah Khatam 42 Santri PAYAKUMBUH, HALUAN — Sebanyak 42 santri TPA/TPSA Mesjid Munawarah ikuti perayaan Khatam Al-Qur’an bertempat di Mesjid Munawarah Kelurahan Koto Tangah Kecamatan Payakumbuh Barat, Rabu (9/1). Perayaan Khatam Qur’an TPA/ TPSA Mesjid Munawarah tersebut berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu 8-9 Januari 2012. Wakil Walikota Payakumbuh Suwandel Mukhtar turut menghadiri kegiatan tersebut bersama Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh H. Suhaimi Birran, BA. Wakil Walikota Payakumbuh turut memberikan sambutan. Dalam sambutannya Wawako mengutarakan apresiasinya terhadap kegiatan khatam Alqur’an yang diadakan mesjid Munawarah tersebut. Dilanjutkan oleh Wawako “mengkhatam Qur’an merupakan salah satu kebiasaan Rasulullah SAW begitu juga para sahabatnya serta salafus shaleh, oleh karena itu kitapun seharusnya dapat mentauladani kebiasaan tersebut dengan berupaya mengkhatam Alqur’an sesering mungkin”. Terakhir Wawako mengucapkan

selamat kepada santri peserta khatam dan untuk terus meningkatkan kualitas bacaan Qur’an-nya. Wawako juga berharap TPA/TPSA dapat mensukseskan program pemerintah Kota Payakumbuh bersama masyarakat yang dicanangkan beberapa waktu lalu yaitu program “Payakumbuh Menghafal Alqur’an”. Informasi dari laporan ketua panitia perayaan Khatam Alqur’an, dari 42 santri yang ikut berkhatam 19 diantaranya laki-laki dan 23 santri perempuan. Selain itu 42 santri yang berkhatam Qur’an, masih ada 18 santri mengikuti wisuda Iqra’. Pada Selasa 8 Januari kemarin telah dilaksanakan pembacaan Alqur’an oleh santri yang berkhatam dan pada Rabu 9 januari dilaksanakan pawai taaruf peserta Khatam dan wisuda Iqra’. Tampak juga hadir pada Perayaan Khtam tersebut anggota DPRD H.Maharnis Zul, S.Pd. H.Abdul Khair, dan Adi Suryatama, ST. Ketua TP PKK Kota Payakumbuh Henni Riza Falepi beserta wakil Rasyidah Suwandel Mukhtar dan Camat Payakumbuh Barat Edvidel Arda. (h/smt)

Kakan Kemenag Kota Payakumbuh Pisah Sambut PAYAKUMBUH, HALUAN — Pisah sambut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh dari pejabat lama Drs. H. Bustari, MM kepada pejabat baru Drs. H. Salman, MM dilaksanakan di aula MAN 2 Payakumbuh Kelurahan Tanjung Gadang Payakumbuh Barat pada Rabu (9/1). Acara pisah sambut tersebut berlangsung meriah dan penuh rasa kekeluargaan. Hadir pada acara itu Kepala Kanwil Kemenag Propinsi Sumatera Barat Drs. H. IsmailUsman beserta istri, Wakil Walikota Payakumbuh Drs. H. Suwandel Mukhtar, MM. Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wilman Singkuan, MM, nsurMuspida plus Kota Payakumbuh, Ketua MUI Kota Payakumbuh H. Mismardi,BA. Wakil Walikota Payakumbuh

PAYAKUMBUH, HALUAN — Sebanyak 35 pedagang Ibuh Barat yang sudah diberi fasilitas atap canopi oleh pemerintah kota, akan menyambut dengan membangun sendiri meja – meja dagangannya dengan kesadaran sendiri ukuran 1,5 x 1,75 meter.”Pedagang yakin dengan tempat dagangan rapi dan teratur maka para pembeli juga akan senang mengunjungi lokasi dan berbelanja,” kata Rusdi,SH Kasi Sarana Praserana Pasar Ibuh Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, kemaren. Sebanyak 35 pedagang yang akan membenahi meja dan fasilitas dagangannya, kata Rusdi, terdiri dari 4 pedagang makanan dan 31 pedagang galeh mudo. Sebelumnya, di pasar Ibuh Barat, sekitar 50 pedagang sudah membenahi tempat jualannya secara sukarela, hingga areal pasar Ibuh Barat dan Timur makin bersih, dan tegak K3 nya. Ia menyatakan, yang jadi program dalam 2013 dan 2014, bagaimana lantai dua pertokoan Ibuh Barat terisi pedagang, serta pelataran lepas bisa dipasang keramik. Sebab kalau pelataran lepas pertokoan Ibuh Barat diberi kramik, serta pertokoan itu dicat ulang, toko – toko yang masih kosong akan banyak peminat untuk mengisi.”Saat ini, pemilik toko sudah ada dan ada yang mengontrakan, tapi belum mulai jualan. Kalau toko tak digunakan, bagaiman pula kita meminta retribusi,” imbuhnya. (h/snt)

Suwandel Mukhtar dalam sambutannya menyampaikan bahwa pergantian pejabat dilingkungan pemerintahan dan kementerian merupakan hal yang wajar. Proses pergantian pimpinan merupakan salah satu tindak lanjut demi kemajuan dan perubahan kearah yang lebih baik. Wawako berpesan dengan bergantinya kepemimpinan dari pejabat lama Bustari, MM kepada Salman, MM diharapkan kinerja jajaran Kantor Kemenag Kota Payakumbuh akan lebih baik setelah pencapaian luar biasa dibawah kepemimpinan Bustari, MM. Menyudahi sambutannya Wawako Suwandel Mukhtar tidak lupa memberikan bingkisan kenang-kenangan kepada Drs. Bustari, MM. (h/smt)

PAYAKUMBUH, HALUAN — Pemko Payakumbuh terkesan kurang mampu memberantas kemiskinan di kota ini. Pasalnya, pemberantasan kemiskinan dinilai hanya berlangsung sporadis, dilakukan ketika turun bantuan dana APBN. Belum kelihatan upaya pemberantasan kemiskinan selain menggunakan dana pusat tersebut. “Sebaiknya Pemko serius melakukan upaya pemberantasan warga miskin di kota ini, sehingga jumlah mereka berkurang drastis. Tidak hanya mengandalkan dana APBN dan APBD Propinsi semata, melainkan juga menyisihkan dana APBD Payakumbuh, bagi warga yang dianggap kekurangan itu,” ungkap salah seorang pengamat ekonomi Luak Limopuluah Yulfian Azrial, Rabu kemarin. Menurut dia, sudah selayaknya kemiskinan dihapus atau diminimalkan di kota ini, banyak cara yang bisa ditempuh diantaranya memberikan bantuan untuk memberdayakan ekonomi mereka, seperti ternak itik, ayam buras dengan skala kecil, kolam terpal untuk pemeliharaan ikan dan lainnya. Rehab Rumah Dala, pada itu Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Payakumbuh, Yumardius didampingi Sekretarisnya, Antoni Jaya, ketika dihubungi di kantornya, Rabu kemarin menuturkan, pemberantasan kemiskinan terus diupayakan dengan berbagai kegiatan. Sehingga jumlah warga miskin di kota ini setiap tahunnya diharapkan menurun. Dikatakan, tahun 2013 ini ada program bantuan dana rehab rumah dari Kementrian Sosial untuk 250 unit rumah miskin yang berlokasi pada dua nagari yakni Koto nan Gadang, Kecamatan Payakumbuh Utara 137unit dan Lampasi, Kecamatan Latina sebanyak 113 unit. Dananya diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi rehabilitasi rumah, masing masing warga miskin akan menerima Rp10 juta. Pekerjaan rehabilitasi rumah itu dilaksanakan dengan swadaya masyarakat, seluruhnya sudah rampung diverifikasi. Sosialisasi kepada masyarakat, KAN dan camat dan sudah dapat kunjungan Staf Khusus Mentri Sosial, M.Isman, ulasnya.” Pekerjaan rehab rumah akan dilakukan dalam waktu dekat menunggu louncing, sementara daerah sudah mempersiapkan lokasi loncing, rencananya di MTsN Talawi Kecamatan Payakumbuh Utara. Dengan rehab tersebut masih ada 185 unit lagi rumah tak layak huni yang akan direhab di Kota Payakumbuh, ulasnya. Program rehabilitasi rumah ini dinamakan Bedah Kampung yang merupakan program Ditjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementrian Sosial RI melalui kegiatan Rehabilitasi Sosial Rumah Tak Layak Huni (RS-RTLH), dan Bantuan UEP KUBE. (h/zkf)

>> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Irvand


AGAM 13

KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

MESIN PERTANIAN — Penggunaan mesin pertanian seperti ini makin marak di Nagari Koto Tinggi Kecamatan Baso.KASRA SCORPI

LINGKAR Bupati Bantu Soundsystem Masjid AGAM, HALUAN — Bupati Agam Indra Catri menyerahkan bantuan satu unit sound system untuk Masjid Assa’adah Nagari Panampuang Kecamatan Ampek Angkek dan memberikan kultum kepada jamaah masjid itu seusai salat Subuh berjamaah, Rabu(9/1). Kata bupati dalam kultumnya, bantuan tersebut diharapkan dapat menggairahkan jamaah untuk meramaikan masjid pada waktu salat berjamah dan kegiatan keagamaan lainnya. “Ramai-ramai mengunjungi masjid dan rumah ibadah lainnya bukan saja sekedar untuk beribadah tetapi juga untuk meningkatkan silaturrahmi dan kebersamaan antar warga sekampung atau nagari, dimana kebersamaan merupakan budaya kita yang ampuh dalam membangun kemakmuran masyarakat,”ungkap bupati. Juga dikatakannya pengembangan kehidupan keagamaan merupakan visi dari pemerintah Agam yakni Agam Madani. Untuk mencapai visi tersebut secara optimal,pemerintah Kabupaten Agam menjalankan program terkait peningkatan kehidupan keagamaan, diantaranya gerakan taharah Masjid, gerakan masyarakat gemar mengaji dan magrib mengaji. “Ternyata program tersebut mendapat dukungan dari warga Agam dan pada hari amal bhakti kementerian agama baru lalu program magrib mengaji mendapat penghargaan dari menteri agama,” lanjut bupati. Seusai memberikan kultum dan penyerahan sound system bupati agam menyemangati kaum lanjut usia yang melakukan senam pagi serta sarapan pagi bersama jamaah mesjid tersebut dengan hidangan khas Panampuang air kawa dan katan goreng. (h/ks)

BNPB Bantu Dana Perbaikan Dua Irigasi LKKS Bagikan 15.500 Bibit Tanaman AGAM, HALUAN — Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Agam, mendapat bantuan bibit tanaman sebanyak 15.500 batang untuk dibagikan kepada 4 Panti Asuhan yang tersebar di Kabupaten Agam, Rabu (91/) Dalam program Pemberdayaan Masyarakat dari LKKS Provinsi Sumatera Barat di Rumah Dinas Bupati Agam, ungkap Ny.Vita Indra Catri selaku Ketua LKKS Kabupaten Agam, Rabu (9/1). LKKS Kabupaten Agam, mendapat bantuan bibit tanaman sebanyak 15.500 batang untuk dibagikan kepada 4 Panti Asuhan yang tersebar di Kabupaten Agam, Rabu (91/) Ny Vita Indra Catri mengatakan, sebanyak 15.500 batang pohon tersebut terdiri dari, kakao sebanyak 15.200 batang dan durian 300 batang. “Bantuan itu merupakan program pemberdayaan masyarakat,” kata Ny Vita Indra Catri.. Kata dia, bibit ini akan diserahkan kepada Panti Asuhan diantaranya, Panti Asuhan Al Ma’un Maninjau Kecamatan Tanjung Raya, Panti Asuhan Aisyayah Sri Antokan Kecamatan Lubuk Basung, Panti Asuhan An Nur Pasanehan Lasi Kecamatan Canduang, dan Panti Asuhan Aisyah Balai Gurah Kecamatan Ampek Angkek. “Kabupaten Agam merupakan salah satu dari empat kabupaten dan kota yang mendpatkan bantuan ini,” jelas Ny Vita. Bantuan bibit ini sangatlah tepat dengan program Pemerintah Kabupaten Agam yakni Agam Menyemai yang terus gencar dilakukan untuk penghijuan Kabupaten Agam. Ny Vita berharap, tanaman bibit tersebut dapat dipelihara oleh anakanak dan pengurus Panti Asuhan, sehingga kedepannya bisa memberikan manfaat dan memberikan pemahaman pada anak-anak. (h/amc)

AGAM, HALUAN — Dua irigasi di Nagari Salareh Aia Kecamatan Palembayan mendapat bantuan perbaikan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebesar Rp400 juta. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Agam Bambang Warsito kepada

Haluan , Rabu(9/1) kemarin, dana tersebut telah sampai di Agam, dan pelaksanaan pembangunannya segera dilakukan. Bantuan dari BNPB itu diperoleh Nagari Salareh Air berdasarkan usulan yang diajukan beberapa waktu lalu setelah irigasi tersebut rusak akibat bencana alam. Sebenarnya di Kecamatan Palembayan ada 6 irigasi yang rusak akibat bencana yang mengusulkan perbaikan tapi untuk saat ini baru 2 yang mendapat dana siap pakai dari BNPB pusat, untuk yang lainnya kita akan usahakan perbaikannya

dengan dana lain,” lanjut Bambang. Sementara itu Wali Nagari Salareh Aia, Iron, mengatakan, masyarakat sangat gembira adanya dana bantuan perbaikan irigasi dari BNPB itu, karena puluhan hektare sawah mereka yang selama ini kekurangan air dapat difungsikan kembali sepenuhnya. Selain irigasi, sebuah jembatan di Mancuang Nagari Padang Tarok Kecamatan Baso yang rusak akibat bencana alam juga mendapat dana bantuan perbaikan, dan pembangunannya juga segera dilakukan.(h/ks)

BPLH Belum Keluarkan Izin Dampak Lingkungan AGAM, HALUAN — Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Agam saat ini tengah memproses rekomendasi rencana usaha atau kegiatan swasta yang tersebar di 16 Kecamatan di Agam. Pada tahun sebelumnya, BPLH mengeluarkan sebanyak delapan izin dampak lingkungan bagi rencana usaha kegitan. ”Pada tahun 2012 kita mengeluarkan izin dampak lingkungan kepada delapan buah rencana usaha atau kegiatan di Kabupaten Agam. Sementara pada tahun ini kami masih menerima dan memproses rencana usaha kegiatan izin dampak

lingkungan dari beberapa pihak swasta,” kata Ir Alfa Msi Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Dampak Lingkungan BPLH Kabupaten Agam diruang kerjanya, Rabu (9/1). Ia menjelaskan, selain itu, pada tahun 2012 lalu pihaknya juga menyelesaikan sebanyak SPPL 70 buah, draft Ramperda perlindungan dan penyelenggaraan lingkungan hidup sebanyak 1 buah dan izin gangguan sebanyak 96 buah dan ditambah dengan pelayanan retribusi izin gangguan. Sementara pada tahun 2011, pihaknya telah melakukan pengkajian dampak lingkungan, dan menghasilkan rekomendasi kelayakan lingkungan sebanyak 8

>> Editor : Afrianita

buah, SPPL sebanyak 78 buah, dan tidak ada izin lingkungan yang dikeluarkan. ”Dalam mengeluarkan izin dampak lingkungan diperlukan SDM yang cukup bagus. Oleh sebab itu, kita terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari pelatihan - pelatihan AMDAL,” tambah Alfa. Dikataknnya, dari hasil yang dicapai pada tahun sebelumnya, kita dapat menusun regulasi pengelolaan lingkungan hidup di kabupaten Agam pada tahun ini. Mudah-mudahan izin yang dikeluarkan pada tahun 2013 sesui dengan regulasi yang ada. Alfa berharap kegiatan pengkajian dampak lingkungan pada tahun ini dapat berjalan dengan baik, sehingga mamfaat besar bagi masyarakat di wilayah setempat agar lingkungan di Agam terus terjaga dengan baik. (h/yat)

>> Penata Halaman : Syahrizal


14 WANITA DAN KELUARGA Resep

Menjaga dan Merawat Kehamilan MENEMUKAN bahwa diri Anda sedang positif hamil adalah suatu tindakan emosional menarik, mendebarkan dan menyenangkan.

Nasi Tim Ayam Bahan: 400 gr beras, 1 ltr air, 1 sdt garam 1 ekor ayam buang kepala dan kakinya 2 btg daun bawang, potong 2 cm 100 gr bawang bombai iris kasar 200 gr jamur merang bersihkan, belah 2 Bumbu: 6 siung bawang putih minyak goreng 3 sdm kecap asin, 1 sdt wijen 1/2 sdt lada halus, 1 sdt garam Cara membuat: 1. Rebus lunak ayam, daun bawang, bawang bombai, garam, ambil dagingnya, potong dadu, sisihkan air. 2. Tumis 3 siung bawang putih sampai harum, masukkan potongan daging ayam dan jamur merang, tambahkan lada, kecap asin, minyak wijen, dan150 ml air kaldu aduk rata, angkat, sisihkan. 3. Tumis harum sisa bawang putih, masukkan beras, aduk, tambahkan lada, kecap asin, aduk, angkat. 4. Bagi tumisan daging menjadi 6 bagian. Masukkan masing-masing daging ayam dalam pinggan tahan panas, ratakan, Tambahkan beras, tuang kaldu ayam 100 ml pada tiap mangkuk, kukus hingga matang. Kuah Ayam (Didihkan kaldu ayam, beri lada, garam, tongcai, daun bawang masak hingga semua matang) Bahan: 500 ml kaldu ayam 1/2 sdt lada halus 50 gr tongcai 2 btg daun bawang, iris halus 1 sdt garam Sambal Cuka (Haluskan bawang putih, cabai rebus, bubuhi garam, cuka, gula pasir, air, aduk rata ) Bahan: 5 bh cabai merah rebus 3 siung bawang putih 1/2 sdt garam 1 sdt cuka 1 sdt gula pasir 25 ml air ***

KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

Terutama jika itu bayi pertama Anda. Anda mungkin memiliki banyak pertanyaan tentang kondisi kehamilan anda. Apakah janin anda normal, apa yang tidak boleh dilakukan, dan kapan harus mulai berkunjung ke dokter dan masih banyak lagi beberapa pertanyaan yang akan menghantui pikiran anda. Kebanyakan wanita akan mengalami dan memiliki kehamilan yang sehat. Merawat diri sendiri dan berpikir positif dengan mengindahkan setiap perubahan yang terjadi pada diri anda akan membuat pikiran anda jauh lebih baik. Hal ini juga dapat membantu mengatasi beberapa kemungkinan yang buruk yang tidak anda harapkan. Banyak perubahan yang terjadi pada tubuh Anda saat melalui kehamilan yang normal. Namun, ada beberapa hal yang

membutuhkan perhatian cepat. Dan pada kesempatan kali ini, momymilk akan memberikan beberapa tips merawat kehamilan di trimester pertama terkait dengan tujuh gejala yang harus segera mendapatkan penanganan dan bagaimana anda akan melakukan hal itu. Langkah yang paling tepat adalah dengan berkonsultasi dengan dokter atau bidan anda, dan tentunya anda bisa mengajukan pertanyaan bebas terkait dengan kehamilan yang sedang anda alami, seperti : 1. Pendarahan Beberapa bercak pendarahan masih bisa dikatakan sebagai salah satu hal yang

normal, tetapi pendarahan yang berat bisa menjadi tanda kehamilan ektopik atau keguguran. Jika Anda mengalami pendarahan dan kram buruk yang mirip dengan kram menstruasi, ini bisa menjadi tanda ancaman keguguran. Jika hal ini ditambah dengan nyeri perut bagian bawah, mungkin menjadi tanda kehamilan ektopik, dimana komplikasi serius yang terjadi ketika implan telur dibuahi di luar rahim, biasanya terjadi di tuba falopi. Langkah terbaik adalah segera mengunjungi dokter anda. Dokter Anda mungkin akan melakukan USG, ujian, dan beberapa tes darah berdasarkan gejala Anda. Meskipun sebagian besar bercak atau pendarahan ringan mungkin tidak menjadi masalah serius, tentunya Anda tidak ingin mengabaikan itu jika dikaitkan dengan kram, perdarahan berat, atau sakit perut. 2. Mual dan Muntah

Tips Obesitas Selama Kehamilan PEREMPUAN yang kelebihan berat badan atau obesitas harus menambah berat badan selama kehamilan lebih sedikit dari ibu hamil dengan berat badan normal. Pedoman, yang didasarkan pada berat badan wanita sebelum hamil, menunjukkan bahwa wanita kelebihan berat badan mempunyai keuntungan antara 7 dan 11,5 kg selama dua trimester terakhir. Sementara wanita obesitas tidak meningkatkan berat badan mereka dengan lebih dari 11 sampai 20 kilogram. Sedangkan wanita dengan berat badan normal harus menambah antara 11,5 dan 15 kg dan 12,5 dan 18 kg selama proses kehamilan mereka masingmasing. Kategori berat badan tersebut didasarkan pada indeks massa tubuh atau Body Mass Index(BMI), perhitungan berdasarkan tinggi dan berat badan. Sebuah BMI menerangkan bahwa kelebihan berat antara 8,5 dan 11,5 kg adalah berat badan normal, antara 11,6 dan 13,5 kg dikatakan kelebihan berat badan dan 14 kg atau lebih dianggap sebagai obesitas. Namun pedoman menyatakan bahwa kriteria yang paling penting adalah apakah janin mampu tumbuh dengan baik selama dalam kandungan ibu. Hal yang paling dikawatirkan dalam tips merawat kehamilan yang sehat adalah bahwa jika wanita hamil yang mengalami kelebihan berat badan dan juga obesitas mengalami terlalu banyak peningkatan pada berat badan, karena hal tersebut bisa meningkatkan risiko gestational diabetes, memiliki retensi berat Csection dan postpartum. Kenaikan berat badan terlalu banyak selama kehamilan juga dapat menyebabkan bayi yang dilahirkan lebih besar dari biasanya, yang meningkatkan risiko obesitas anak-anak dan orang dewasa. Tapi jika wanita mengalami kenaikan berat badan terlalu sedikit, bayi bisa lahir kecil, dan bayi-bayi bisa cenderung untuk penyakit jantung, diabetes dan tekanan darah tinggi pada anak-anak dan orang dewasa. Studi yang dipublikasikan sejak rekomendasi dari Institue Of Medicine(IOM) keluar telah menemukan bahwa wanita kelebihan berat badan yang memperoleh penambahan berat badan kurang dari jumlah yang disarankan masih memiliki bayi yang tumbuh dengan baik. Beberapa dokter tidak setuju tentang peningkatan antara 5 sampai 9 kg adalah terlalu banyak untuk seorang wanita gemuk. Peningkatan berat badan untuk wanita obesitas yang tepat adalah kurang dari 4,5 kg dan bagi wanita yang kelebihan berat badan adalah 4,5 sampai dengan 7 kg atau bisa juga 9 kg. Mendapatkan berat badan sedikit kurang dari jumlah yang disarankan, terutama bagi wanita kelebihan berat badan dan obesitas, mungkin bisa dikatakan sebagai langkah yang lebih baik dalam tips merawat kehamilan yang sehat bagi ibu dan anak. (h/mom)

berlebihan. Itu juga merupakan hal yang normal jika anda mengalami beberapa kali rasa mual dan muntah selama trimester pertama Anda. Kebanyakan wanita hamil mengalami semua hal itu dan itu biasa dikatakan dengan ngidam. Namun, jika hal tersebut merupakan mual dan muntah yang parah, hal itu bisa membuat anda dehidrasi. Muntah yang mengganggu dengan kegiatan hari-hari Anda dapat menyebabkan penurunan berat badan, pusing, dehidrasi, dan ketidakseimbangan elektrolit. Anda mungkin perlu rawat inap untuk mengobati dehidrasi, dan banyak obat yang tersedia untuk mengendalikan mual. 3. Demam Tinggi Demam lebih dari 101 derajat Fahrenheit atau 38 Celcius selama kehamilan bisa menjadi ancaman yang serius. Hal ini bisa menjadi salah satu tanda infeksi yang tentunya dapat mempengaruhi kondisi janin dalam kandungan anda. Demam selama kehamilan yang disertai dengan ruam dan nyeri sendi mungkin merupakan tanda infeksi seperti sitomegalovirus (CMV), toxoplasma, dan parvovirus. CMV adalah penyebab paling umum dari tuli kongenital. Apa yang harus dilakukan: Laporkan setiap demam ditambah gejala pernafasan atas, sakit badan, dan gejala seperti flu atau ruam dan nyeri sendi dengan dokter Anda. Kemungkinan anda akan mendapatkan vaksin flu tahunan Anda. 4. Keputihan dan Gatal Beberapa kondisi keputihan yang dialami wanita merupakan kejadian yang normal. Namun

dalam beberapa kasus, Ini bisa menjadi tanda-tanda infeksi atau penyakit menular seksual yang dapat memiliki konsekuensi penting dalam kehamilan. Hal ini juga harus segera diobati oleh dokter anda karena bisa membahayakan bayi yang sedang anda kandung. 5. Nyeri Selama kencing Hal Ini bisa menjadi tanda-tanda dari gangguan kandung kemih atau infeksi saluran kemih, dan jika tidak diobati, mereka dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius, infeksi dan persalinan prematur. 6. Nyeri kaki atau pembengkakan pada betis yang parah. Hal ini tidak akan terjadi pada kehamilan yang normal dan sehat. Tetapi kehamilan berarti telah memberikan kesempatan lebih besar untuk mengembangkan bekuan darah. Bekuan darah di betis dapat mengakibatkan rasa sakit atau pembengkakan dan dapat menyebabkan bekuan darah yang bergerak ke paru-paru, yang bisa berakibat fatal. Bekuan darah di otak dapat digembar-gemborkan oleh sakit kepala parah. Ada kemungkinan penyebab lain dari sakit kepala yang buruk selama kehamilan. Apa yang harus dilakukan: Jika Anda memiliki riwayat penggumpalan darah, atau jika Anda mendapatkan sakit kepala parah, hanya ada satu jawaban untuk menangani kejadian tersebut, yaitu mengkonsultasikan dengan dokter Anda. 7. Penyakit Kronis. Wanita yang memiliki kondisi medis tertentu yang sudah ada sebelumnya, seperti penyakit tiroid, diabetes, tekanan darah tinggi, asma, dan / atau lupus, harus mencatat setiap perubahan kondisi mereka selama kehamilan. Kemungkinan yang bisa terjadi adalah. penyakit. Jika penyakit yang mendasari Anda bergejolak atau tidak terkendali dengan baik, dapat memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan Anda dan bayi Anda. Misalnya, jika hormon tiroid Anda terlalu tinggi atau rendah, Anda bisa berada pada peningkatan risiko keguguran. Jika kadar gula darah Anda tidak dikontrol ketat, Anda mungkin menghadapi peningkatan risiko keguguran atau kelainan janin. Intinya: “Setiap suar di kondisi yang mendasarinya adalah bendera merah dan harus ditindaklanjuti. Namun, kebanyakan wanita akan memiliki kehamilan yang sehat, jadi cobalah untuk menikmati kehamilan Anda. Stres tidak baik bagi kondisi kehamilan anda dan juga bayi yang ada dalam kandungan anda. Jadi, pastikan Anda memiliki perawatan prenatal yang baik dan diet yang sehat, dan mendapatkan istirahat yang tepat dan mendapatkan vitamin prenatal Anda. (h/vvl)

Mengontrol Berat Selama Kehamilan MENGONTROL berat badan yang direkomendasikan saat kehamilan mampu menghindari komplikasi persalinan dan memastikan bayi yang sehat. Wanita yang memulai kehamilan pada berat badan normal dapat mengalami kenaikan berat badan antara 25 dan 35 kilogram. Sedangkam untuk kehamilan yang kembar penambahan berat badan normal antara 34 dan 45 kilogram. Bagi wanita yang kurus mungkin perlu mendapatkan jumlah asupan nutrisi yang lebih sedangkan bagi wanita yang kelebihan berat badan tentunya disarankan untuk tidak terlalu menambah berat badannya. Bagi wanita yang kegemukan atau obesitas bisa menjalani diet sehat selama kehamilan. Anda bisa bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan Anda dan ahli diet tprofesional untuk menentukan Nutrisi Penting Bagi Kehamilan Yang Sehat yang anda butuhkan sesuai dengan kebutuhan anda. Catatan Nutrisi Selama Kehamilan Nutrisi y a n g

penting bagi Anda sebagai seorang wanita memang sangat diperlukan bagi semua orang terutama bagi wanita hamil untuk pertumbuhan bayi dan perkembangannya. Ada beberapa nutrisi tertentu yang lebih penting lagi untuk anda tambahkan, terutama karena perkembangan kehamilan anda. Dalam Tips Merawat Kehamilan ini, momymilk berikan beberapa catatan kebutuhan nutrisi yang bisa anda gunakan. Protein: Protein adalah bahan struktural dalam setiap sel untuk pertumbuhan bayi Anda. Protein yang cukup selama kehamilan membatasi pertumbuhan janin. Dan bahkan mungkin mempengaruhi anak Anda mengalami tekanan darah tinggi di kemudian hari. Kebutuhan protein selama kehamilan perlu ditambah 25 gram per hari di atas apa yang dibutuhkan sebelum Anda hamil, untuk total sekitar 70 gram. Ini bisa anda temukan dalam tiga hingga d e -

lapan ons gelas susu atau sekitar tujuh ons daging ayam atau makanan laut. Besi: Anda membutuhkan tambahan zat besi sekitar 50% ketika Anda sedang hamil. Besi sangat penting dalam pembentukan hemoglobin, yang merupakan protein pembawa oksigen pada sel darah merah. Pada kehamilan kebutuhan Anda untuk zat besi dan hemoglobin naik, terutama pada trimester kedua dan ketiga.(h/mom)

>> Penata Halaman: Rahmi >> Editor : Atviarni


EKONOMI BISNIS 15

KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

RUPIAH MELEMAH

Permintaan Uang Asing Meningkat PADANG,HALUAN — Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar memberikan dampak terhadap naiknya transaksi penjualan mata uang asing.

SPAREPART BEKAS — Menjamurnya PKL yang berjualan sparepart sepeda motor atau barang bekas di sepanjang kawasan Jalan Baypass. Harga jual yang terjangkau oleh masyarakat membuat perkembangan pedagang onderdil bekas makin marak. AMIR

PNM Siapkan Rp3 Triliun JAKARTA, HALUAN — PT Permodalan Nasional Mardani (PNM) (Persero) menyiapkan plafon untuk kredit mikro sebesar Rp 3 Triliun di 2013.Penyaluran kredit mikro yang disalurkan melalui Unit layanan Modal mikro (ULaMM) ini, naik 25% dari periode sebelumnya yang sebesar Rp 2,4 triliun. Direktur Utama PMN Parman Nataatmadja mengatakan, pendapatan pada 2013 ditargetkan bisa tembus Rp 1,1 triliun atau meningkat 25% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 880 miliar. “Laba bersih 2013 naik sekitar 15%, kemudian di 2012 sudah diatas RKAP sidikit lah sudah Rp 27 miliar,” tutur Parman kepada wartawan di Jakarta, Rabu (9/1). ULaMM sendiri berkontribusi sekitar 85,3% kepada pendapatan PNM. Tahun 2013, sendiri PNM akan lebih memfokuskan pada pembiyaan kredit mikro di bawah Rp 50 juta. Sementara itu, PMN akan menggelotrkan belanja modal atau capital expandirute (capex) tahun 2013 senilai Rp 36,3 miliar atau naik 81,5% dari tahun 2012 yang sebesar Rp 20 miliar. (h/dtk)

Harga Ayam Naik ADANG, HALUAN— Pantauan Haluan, Rabu (9/1), harga ayam mengalami kenaikan sekitar 10 persen jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Harga ayam potong naik adari Rp18.000 menjadi Rp22.000 per kilogram. Kenaikan tersebut disebabkan oleh faktor pasokan ayam potong dari Pariaman dan Payakumbuh mengalami kemacetan. Rino (45) seorang pedagang ayam potong di Pasar Raya Padang menjual 1 kilogram ayam potong Rp21.000 atau Rp32.000 per ekor. Dengan kenaikan harga tersebut terjadi kemacetan dari segi pemasaran. “Harga ayam potong sudah mengalami kenaikan 2 minggu yang

lalu, kenaikan harga disebabkan oleh kurangnya pasokan dari Pariaman. Apalagi ditambah isu flu burung yang sudah beredar di media,”ungkap Rino. “Karena isu tersebut, beberapa hari terakhir saya mengalami kerugian sekitar 30 persen. Dagangan saya tidak didatangi oleh konsumen. Apalagi oleh keadaan Pasar Raya Padang yang tidak terurus, dan akses jalan ke tempat penjualan ayam ini susah,”ungkap Nandi pedagang ayam lainnya, Nandi menambahkan, dengan tidak baiknya akses jalan yang memadai ke kios penjualan ayam potong tersebut juga berpengaruh kepada pengunjung.

Kebanyakan dari pembeli dikatakannya adalah yang sudah berlangganan saja untuk keperluan dagangannya misalnya untuk keperluan rumah makan. “Ketika harga sudah mengalami kenaikan biasanya masyarakat biasa jarang untuk mampir ke kios ayam potong , kebanyakan yang beli cuma untuk keperluan jualan saja,” tambahnya. Pada umumnya, pedagang ayam potong di Pasar Raya Padang berharap agar harga kembali stabil. Serta isu tentang flu burung cepat diatasi oleh dinas kesehatan. Karena dua kendala tersebut kalau berlangsung terlalau lama akan membuat mereka mengalami kerugian.(h/cw-oos)

RUBRIK EKONOMI KREATIF

Mahasiswa Kreatif Berbisnis di Kampus

PONDOK Jiblak di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Padang, dikelola oleh Wirma Andri. Mahasiswa Pascasarjana Unand.

PADANG, HALUAN— Melayani berbagai keperluan kuliah, seperti foto copy, print, instal leptop dan menjual berbagai buku tentang Minangkabau dan buku bahasa itulah yang disediakan oleh Pondok Jiblak. Pondok Jiblak sudah ada di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Padang pada tahun 2011 silam. Pondok Jiblak tersebut dikelola oleh Wirma Andri. Mahasiswa Pascasarjana di Universitas Andalas Padang angkatan 2012. Untuk memulai usaha tersebut, dia membutuhkan perjuangn yang panjang dan penuh persaingan. “Saya mengelola Pondok Jiblak ini mulai pada tahun 2011 silam, dengan mengalahkan pesaing dari jurusan lain untuk mendapatkan tempat membuka Pondok Jiplak. Setelah melalui proses dari Dekanat, maka proposal saya dinyataka lolos dan saya dipercaya untuk membuka usaha di kampus ini,”ungkap wirma andri. Memasuki tahun ke-3 semenjak dibukanya Pondok

Jiblak tersebut selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh manajemen yang baik. “Sekitar 40 persen per tahun Pondok Jiblak ini mengalami kemajuan. Memang tidak mudah untuk mengelola bisnis seperti ini di kampus, selain kita menjaga amanah dari kampus, kita juga harus mencari modal sendiri untuk buka usaha awal,”tuturnya. Ia menambahkan, dengan dibantu oleh beberapa rekan, dia bisa menjalankan bisnis tersebut sampai sekarang. Setiap hari akan ada peningkatan penghasilan. Apalagi, letak Universitas Andalas yang jauh dari pemukiman. Sehingga untuk keperluan kuliah seperti foto kopi, Pondok Jiblak menjadi solusi yang sangat tepat bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya dan Fisip. “Hadirnya Pondok Jiblak sangat membantu rekan-rekan di fakultas ini, karena untuk memprint tugas dan foto kopi bisa dilakukan di kampus

saja. Saya merasakan ketika awal kuliah dulu, betapa repotnya ketika mau memprint dan foto kopi,”katanya. Ketika disinggung soal harga, dia berkata tidak jauh berbeda dengan print, foto kopi dan toko Alat Tulis Kantor (ATK) lainnya yang ada di Pasar Baru, Kecamatan Pauh. Rp300 per lembar, ketika memprint semakin banyak, maka harga semakin turun. Katanya lagi, penambahan penghasilan akan meningkat ketika memasuki ujian semester dan pertengan ajaran, karena masa- masa itu adalah masa yang paling banyak tugas yang diberikan dosen. “Kira-kira 90 persen peningkatan penghasilan Pondok Jiblak per hari ketika menghadapi ujian dan pertengahan semester,” tutupnya Salah seorang mahasiswa mengatakan sangat beruntung dengan kehadiran Pondok Jiblak, karena tidak perlu bolak-balik ke Pasar Baru lagi. Dari segi harga tidak jauh berbeda dengan tempat print yang lain. (h/cw-oos)

Nilai rupiah melemah hingga ke posisi Rp9.850 membuat transaksi penjualan ringgit dan dolar meningkat hingga 50 persen di money changer Uda Mextro Exchange Padang. Salah satu karyawan Uda Mextro Exchange Ikhsan R. Putra, mengatakan saat ini , tempat penukaran mata uang ini kebanyakan stok currency (mata uang aing). Hingga saat ini (Rabu – red) Uda Mextro Exchange menerima penjualan hingga 40.000 ringgit. Ini merupakan transaksi penjualan ringgit tertinggi. Sementara itu, untuk mata uang dolar mencapai 10.000 US$. “Kalau nilai tukar rupiah melemah, dampaknya akan berdampak pada penjualan. Orang-orang banyak yang menjual seri mata uang asing. Bahkan kenaikan mencapai 50 persen,” jelasnya. Biasanya, money changer ini untuk mata uang ringgit, untuk transaksi penjualan berkisar 4.000 ringgit. Smentara untuk dolar hanya 1000 US$. Ia mencontohkan dalam sehari apabila ada penjualan sebanyak 10 transaksi, dan pembelian lima. Namun, karena melemahnya nilai tukar rupiah, penjualan meningkat hingga 25 dan pembelian justru menurun berkisar

3-4 transaksi. Total transaksi perharinya di money changer ini bisa mencapai nominal Rp400 juta. Untuk mata uang ringgit mencapai Rp 20 juta dan dolar amerika Rp1000 US$. Ia juga mengatakan untuk dolar Singapura saat ini sedang susah stoknya. Hal ini terkait penerbangan Mandala destinasi Padang-Singapura. “Beberapa bisnis Valuta Asing di kota Padang juga sedang kosong, sehingga dalam memenuhi permintaan konsumen kita sedikit kewalahan. Hal ini menandakan antusiasme ke Singapura dari masyarakat yang sedang tinggi. Kita di Uda Metro malah mengambil stok uang dolar Singapura ke Jakarta. Sehingga harga jualnya sedikit mahal,” jelasnya. Untuk penjualan dolar, harga jual setiap Negara berbeda. Hal ini dikarenakan nilai mata uang yang kecil sehingga untung yang didapat kecil. Saat ini, harga dolar amerika di Uda Mextro Exchange berkisar Rp9.825, sementara itu, untuk ringgit berada pada angka Rp3.230 dan dolar Singapura Rp8.050. untuk dolar Singapura merupakan harga tertinggi pada saat ini, sebelumnya hanya berkisar Rp7.500. (h/cw-dra)

Bulog Salurkan Raskin 49,57 Juta Kg PADANG,HALUAN — Perum Bulog Divisi Regional Sumbar telah menyalurkan raskin (beras miskin) sebanyak 49,57 juta Kg pada periode Januari-Desember 2012. Angka tersebut setara dengan 100% terhadap alokasi satu tahun kecuali untuk Mentawai. Kepala Divisi Regional Perum Bulog Abdullah Djawas mengatakan beras sebanyak 49.57 juta kg tersebut dibagikan kepada sekitar 276.815 rumah tangga miskin di Sumbar melalui 12 kali penyaluran dalam setahun. Namun ia mengatakan untuk Kepulauan Mentawai, alokasi Januari-Desember ditangguhkan penyalurannya. Hal ini dikarenakan adanya penurunanan data Rumah Tangga penerima raskin. “Untuk data Rumah Tangga Sasaran (RTS) Raskin ini, 19 Kabupaten/Kota di tahun 2013 mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2012. Namun untuk Mentawai justru malah naik,” katanya. Selain itu, realisasi pengadaan gabah/beras pada 2012 telah mencapai 6.000 ton. Angka tersebut diyakini Abdullah mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.” Realisasi pengadaan beras satu tahun pada 2012 mencapai 6.000 ton, pada tahun 2011 mengalami penurunan yang sangat drastis hanya sekitar 1.260 ton. Padahal tahun 2009 sempat mencapai 7.149 ton. Namun pada tahun 2011 kembali menurun menjadi 4.698. Membaiknya realisasi pengadaan beras ini dikatakannya sebagai wujud kerja keras oleh Perum Bulog dalam mensosialisasikan kebijakan pengadaan yang berpedoman terhadap Impres tentang mekanisme penyerapan dengan para mitra kerja pengadaan beras seperti kelompok tani dan para penggiling kecil. Selanjutnya, Perum Bulog sebelumnya juga telah membentuk Satgas, sehingga peyerapan beras bisa langsung kepada petani dan penggiling kecil. Selanjutnya memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada penggilingan padi yang ada di Sumbar untuk bermitra pada tahun 2013 mendatang.(h/cw-dra)

>> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


16

KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

THE PUB AND BISTRO

Lusa, Road to Grand Opening Lingkar

Lenovo Masuk Indonesia JAKARTA, HALUAN — Produsen komputer Lenovo resmi merilis komputer jinjing IdeaPad Yoga berukuran 13 inci di Indonesia, Rabu (9/ 1). Produk ini merupakan perpaduan antara ultrabook dan tablet. Uniknya, layar IdeaPad Yoga bisa diputar hingga 360 derajat. Presiden Direktur Lenovo Indonesia Sandy Lumy mengatakan, engsel yang menghubungkan papan ketik (keyboard) dan layar IdeaPad Yoga 13 memiliki kekuatan yang telah diuji. “Kami menjamin kekuatan engsel yang telah diuji sebanyak 25.000 kali, dan garansi 2 tahun,” kata Sandy IdeaPad Yoga 13 tersedia dalam 2 pilihan spesifikasi prosesor. Yang memakai prosesor Intel Core i5 seri 3317U kecepatan 1,7GHz dijual Rp 12 juta. Sedangkan yang memakai prosesor Intel Core i7 seri 3517U kecepatan 1,9GHz dibanderol Rp 12.890.000. Ia didukung oleh RAM 4GB DDR 3, grafis terintegrasi Intel HD 4000, dan media penyimpanan data solid-state drive (SSD) 128GB. Semua itu berjalan dengan sistem operasi Windows 8. Dari sisi desain, IdeaPad Yoga memiliki bentang layar 13,3 inci beresolusi 1.600 x 900 pixel, tebal 16,9 inci, dan bobot 1,54kg. Ia memakai speaker berlabel Dolby Home Theatre. Untuk konektivitas, tersedia 2 port USB, HDMI, jack audio 3,5mm, serta konektivitas nirkabel Bluetooth dan WiFi. Baterainya diklaim bisa bertahan hingga 8 jam.(h/kcm)

PADANG, HALUAN—Lusa, tepatnya Sabtu 12 Januari 2013, Aerowisata Premier Basko Hotel, akan menyelenggarakan Road To Grand Opening The Pub and Bistro, sebuah tempat hiburan di Basko Hotel. Hal tersebut dikatakan langsung oleh GM Aerowisata Premier Basko Hotel didampingi oleh Food and Beverage Manager Poenjoel Dwiyanto (Joe) di Aerowisata Premier Basko Hotel, Rabu (9/1). Grand opening rencananya akan dihadiri oleh GM Green City Pekanbaru sekaligus Putra Owner Basko Goup, Zico Basko, bersama tamu-tamu penting lainnya. “Nantinya kami akan banyak kedatangan tamu-tamu penting saat grand opening tersebut, makanya kami harus menyiapkan acara penyambutan ini dengan semeriah mungkin,” ujar Joe. Dikatakannya, pengunjung nantinya akan dimanjakan oleh berbagai pertunjukan seperti penampilan Dj dan Fashion Dance, yang didatangkan langsung dari Batam, dan Jakarta. Ada DJ dan fashion dance yang kita datangkan langsung dari Batan dan Jakarta yang akan memeriahkan acara tersebut nantinya. “Dengan grand opening ini, kita bukan ingin membuat tempat hiburan tandingan, hanya saja ingin memberikan ragam pilihan bagi kawula muda yang ingin mencari suasana tempat hiburan baru. Selain itu, untuk fashion dancenya, kami juga menjamin para penarinya akan memakai pakaian yang wajar, dan tidak seperti perspektif orang pada umumnya mengenai tempat hiburan,” ungkapnya lagi. Untuk masalah tarif ditambahkannya, pengunjung nantinya akan mendapatkan harga yang special, dan bersahabat. Selain itu, setiap minggu, pihaknya juga akan memberikan bonus kepada para pengunjung yang loyal. “Untuk tarif, jangan ditanyalah, mungkin orang akan bilang waaah….., kalau mereka sudah mencobanya nanti. Harganya bersahabat kok, selain itu bagi para penunjung yang loyal nantinya juga akan ada bonus menari,”tukasnya. (h/cw-wis)

Rp 5 Juta Bisa Beli Sukuk PADANG,HALUAN —Kementerian Keuangan sebagai penerbit Sukuk Negara Ritel Seri SR-005 mengadakan sosialisasi Sukuk, Rabu (9/ 1) di Hotel Pangeran Beach. Kasubdit Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara, Langgeng Basuki, mengatakan bahwa mempercayakan investasi di sukuk negara ritel berarti turut serta dalam pembangunan. Dikatakannya, sosialisasi dilakukan sekaitan penerbitan Sukuk Negara Ritel seri SR-005 pada awal 2013.

Sukuk negara ritel merupakan alternative investasi yang adil, aman dan menguntungkan. Selain itu, intrumen investasi ini bersifat likuid “Hasil penerbitan dari sukuk ritel ini akan digunakan untuk pembangunan proyek-proyek pemerintah,” tambahnya. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, khususnya Direktorat Pembiayaan Syariah menyelenggarakan program sosialisasi untuk menyebarluaskan rencana penerbitan instrumen investasi tersebut. Sukuk negara ritel 005 ini

PADANG, HALUAN — PT Semen Padang (PTSP) kembali melaksanakan Kampanye Bulan Mutu dan K3 Nasional 2013, kegiatan rutin tahunan untuk peningkatan kualitas mutu produk dan pencapaian zero accident (tak ada kecelakaan kerja). Kepala Biro Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (K3) & Lingkungan Hidup PTSP, Nursyam Ketua Panitia Kampanye Bulan Mutu dan K3 Nasional, Very Harjanto, ST, dan ahli K3 Semen Padang Ir. Ahmad Firdaus. Bulan K3 merupakan program nasional pemerintah. Di Sumbar, PT Semen Padang merupakan salah satu perusahaan yang rutin menggelar berbagai kegiatan sebagai bentuk sosialiasi dan edukasi pada internal dan eksternal perusahaan. Nursyam mengatakan,

aktivitas sosialisasi dan edukasi pada jajaran internal, dan ekternal terus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk mengambil momen peringatan Bulan K3 Nasional, yang di PT Semen Padang digabung dengan Bulan Mutu. Tujuan kampanye tersebut, menurut Nursyam adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang arti penting Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi karyawan dan masyarakat lingkungan perusahaan. Diakui Nursyam, selama beberapa tahun terakhir PT Semen Padang telah meraih prestasi membanggakan di bidang K3 yakni Bendera Emas. Selain itu, juga meraih proper hijau. Perusahaan tidak hanya berpuas diri dengan pencapaian prestasi itu, namun bagaimana ke depan mampu mencapai zero

juga bisa dijadikan alternatif instrumen ritel yang berbasis syariah bagi investor. Selanjutnya sukuk ini bisa diperjualbelikan melalui bursa (pasar sekunder) sebelum jatuh tempo. Pembelian minimal dari sukuk ini adalah Rp5 juta dan pembelian maksilmal adalah Rp5 miliar. Untuk cara pembeliannya sangat mudah, karna ada 25 agen penjual yang ditunjuk sesuai dengan prosedur. Dari 25 agen tersebut, 16 diantaranya adalah perbankan. Sementara itu, perwakilan

PTSP Gelar Bulan Mutu

SAMPAI 7 HARI 7 MALAM

Banjir Pulsa dari Indosat PADANG, HALUAN – Indosat meluncurkan Program 7 Hari 7 Malam, yang memberikan keuntungan gratis pulsa hingga Rp250.000 selama 7 Hari 7 Malam hanya dengan isi ulang pulsa mulai Rp10.000. Program yang berlaku bagi seluruh pelanggan prabayar Indosat (IM3 dan Mentari) ini berlangsung sampai dengan 28 Februari 2013. Pelanggan prabayar Indosat akan mendapatkan gratis pulsa hingga Rp 250.000 selama 7 Hari 7 Malam setelah melakukan registrasi terlebih dahulu dan isi ulang. Bagi pelanggan yang melakukan isi ulang dengan nomimal Rp 10.000 maka pelanggan akan mendapatkan Gratis Pulsa Rp25.000 yang berlaku mulai pukul 00.00 – 12.00. Dengan isi ulang Rp 25.000 pelanggan mendapatkan Gratis Pulsa Rp 50.000 yang berlaku mulai jam 00.00 – 24.00. Dengan isi ulang Rp50.000, pelanggan mendapatkan Gratis Pulsa Rp125.000 selama 3 hari 3 malam, dan dengan isi

THE PUB AND BISTRO — Sabtu (12/1), Aerowisata Premier Basko Hotel, akan menyelenggarakan Road To Grand Opening The Pub and Bistro, tempat hiburan di Basko Hotel. PARWIS

ulang lebih atau sama dengan Rp 100.000 pelanggan akan mendapatkan Gratis Pulsa selama 7 hari 7 malam. Program ini merupakan program gratis pulsa dengan nilai paling besar, serta dengan cara yang mudah karena cukup dengan isi ulang mulai Rp 10.000 maka otomatis akan mendapatkan Gratis Pulsa yang bisa digunakan untuk nelpon, SMS dan internet. Untuk mendapatkan GRATIS PULSA tersebut pelanggan cukup melakukan 1 kali registrasi dengan cara tekan *123*1*1# atau melalui SMS dengan cara ketik GRATIS kirim ke 123 (tarif gratis). Dan untuk melakukan cek bonus pelanggan cukup tekan *555*3#. Erik Meijer, Director & Chief Commercial Officer Indosat dalam siaran persnya Rabu (9/1) mengatakan, “Program 7 Hari 7 Malam adalah program spesial yang disiapkan secara khusus oleh Indosat untuk seluruh pelanggan di awal tahun 2013 ini. (h/atv)

dari Kementrian Keuangan, Slamet Prayitno menjelaskan bahwa Februari mendatang akan dibuka penawaran Sukuk Negara Ritel ini selama dua minggu pada pasar primer oleh pemerintah. Para calon investor hanya boleh memesan pada saat penawaran. Untuk biaya administrasi nantinya tergantung kepada agen-agen penjual. Sementara itu, untuk mengetahui perkembangan harganya di bursa, sukuk mengacu pada tingkat suku bunga BI Rate. (h/cw-dra)

KETUA Panitia Kampanye Bulan Mutu dan K3 Nasional PTSP 2013 Very Harjanto, ahli K3 PTSP, Ir. Ahmad Firdaus, Kepala Biro K3LH, Nursyam saat ekspos kegiatan Kampanye K3 Nasional 2013, kemarin. accident. Ahmad Firdaus menambahkan, dalam pengelolaan K3, PT Semen Padang mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja No 5 Tahun 1996 Tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan

>> Editor : Afrianita

Kesehatan Kerja. Di Semen Padang, sudah dilakukan pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.(h/vid)

>> Penata Halaman: Syamsul Hidayat


KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

17

CR7 Siap Lakoni Laga Sarat Emosi MADRID, HALUAN — Bagi Cristiano Ronaldo laga kontra Manchester United akan sarat emosi. Namun begitu, hal tersebut tidak akan mempengaruhi Ronaldo yang bertekad meloloskan Real Madrid. Madrid akan berduel dengan MU dalam babak 16 Besar Liga Champions. Leg pertama akan digelar di Santiago Bernabeu pada 13 Februari sebelum dipanggungkan di Old Trafford pada 5 Maret. Selama enam musim bergabung 'Setan Merah', Ronaldo mengecap banyak kesuksesan. Puncaknya terjadi pada 2008 saat dia terpilih sebagai pemain terbaik dunia usai membawa MU juara Premier League dan Liga Champions. Setahun berikutnya Ronaldo berpindah kubu setelah dilepas ke Madrid dengan banderol yang memecahkan rekor transfer dunia. Meskipun sudah berseberangan, pemain Portugal ini masih menjaga hubungan baik dengan mantan manajernya Sir Alex Ferguson ataupun mantan rekan-rekan se-timnya. "Aku masih memiliki perasaan persahabatan yang kuat, kehangatan yang besar. Ini adalah tim yang memiliki sebuah pengaruh besar di dalam karierku," ucap pemain berusia 27 tahun ini yang diwartakan Reuters. "Orang-orangnya mengenalku dengan baik. Aku punya banyak teman, orangorang yang punya tempat di hatiku -tapi sekarang aku membela Real Madrid." "Perasaannya akan s e d i k i t menyedihkan tapi aku ingin menang dan mencetak gol, memberikan tim yang terbaik dari diriku," tegas Ronaldo. (h/net)

TIGA kandidat penerima Ballon d’OR FIFA, Christiano Ronaldo, Iniesta dan Lionel Messi saat mengikuti gladi resik. FIFA

Pilihan FIFA Dikritik

ZURICH, HALUAN — Duo raksasa La Liga Barcelona dan Real Madrid mendominasi tim terbaik FIFA/FIFPro World XI. Legenda sepakbola Jerman Lotthar Matthaeus mengaku tidak puas dengan pilihan pemain di daftar itu. Barca dan Madrid masingmasing menyumbangkan lima

nama. Dari Los Cules muncul Dani Alves, Gerard Pique, Andres

Iniesta, Xavi Hernandez dan Lionel Messi sedangkan kubu Los Blancos menempatkan Iker Casillas, Sergio Ramos, Marcelo, Xabi Alonso dan Cristiano Ronaldo. Satu-satunya pemain yang bermain di luar kedua tim itu adalah penyerang maut Atletico Madrid, Radamel Falcao. Matthaeus, peraih Ballon d'Or 1990, mengaku heran adanya nama Alves dan Pique di dalam skuat itu karena

keduanya relatif tidak menunjukkan performa optimal sepanjang 2012. Padahal Mats Hummels (Borussia Dortmund) dan Andrea Pirlo (Juventus) dianggap layak masuk dalam daftar. "Saya tidak mengerti tim FIFPro World XI cuma berisikan para pemain di La Liga," ucap eks pemain internasional Jerman ini yang dikutip Focus. "Di barisan depan (di acara

penghargaan), ada beberapa orang yang menggelengkan kepalanya," imbuh Matthaeus. Lionel Messi menjadi pemain pertama yang sukses menggondol trofi Ballon d'Or keempat kali secara beruntun. Matthaeus menilai pemain Argentina itu memang berhak atas penghargaan itu. "Sukses Messi sepenuhnya baik-baik saja, tentu saja." Demikian diwartakan Soccer Way.(h/net)

Messi Inginkan Trofi Piala Dunia ZURICH, HALUAN — Nyaris semua gelar bergengsi sudah dimenangi Lionel Messi termasuk empat trofi Ballon d'Or. Namun, Messi rela menukar gelar pemain terbaik dunia itu dengan satu titel yang sangat diimpikannya, trofi Piala Dunia. Messi untuk keempat kalinya secara beruntun memenangi trofi Ballon d'Or usai mengalahkan Cristiano Ronaldo dan Andres Iniesta. Meski musim lalu hanya

mengantar Barca jadi juara Copa del Rey, aksi Messi di atas lapangan degan 91 masih bikin ia disebut sebagai pesepakbola terbaik sejagad. Tak ayal gelar pemain terbaik dunia keempat kalinya itu kian melengkapi koleksi gelar-gelar yang didapatnya baik secara tim maupun individu. Hal ini jelas sudah bikin Messi puas. Tapi di umurnya yang sudah 25 tahun ternyata masih ada yang mengganjal

di hati Messi dan itu semua karena dirinya kerap dikritik tak pernah mampu membawa Argentina meraih Piala Dunia. Maka Messi pun beranganangan jika ia boleh menukar empat trofi Ballon d'Or yang didapatnya dengan titel juara dunia, maka dia dengan senang hati akan melakukannya. "Masih ada yang kurang yakni memenangi Piala Dunia. Sebenarnya ya, aku ingin menukar Ballon d'or untuk trofi Piala Dunia dan aku selalu ingin

melakukannya. menjadi juara dunia tidak ada bandingnya," ungkap Messi di Soccernet. "Aku ingin selalu meraih

>> Editor : Rakhmatul Akbar

kesuksesan bersama Barcelona dan negaraku, di mana aku selalu katakan bahwa itu adalah mimpiku." (h/net)

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


18 OLAHRAGA April, Atlet Peparnas Terima Bonus PADANG, HALUAN — Pemprov Sumbar menyiapkan pemberian bonus bagi paralimpian Sumbar yang berhasil meraih medali pada Pekan Paralympic Nasional (Papernas) XIV Riau 2012. Hal tersebut tersurat pada action plan Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar tahun 2013. Dalam action plan itu tercantum, pembagian banus diperkirakan akan dilaksanakan pada minggu kedua atau ketiga April mendatang. Kemudian, bonus tersebut diberikan kepada 38 orang kontingen Sumbar, yang pada Papernas 2012 lalu, berhasil menyumbangkan dua emas, lima perak, dan 11 perunggu. Dihubungi via ponsel, kemarin (9/1), Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga melalui Kasi Olahraga Berkebutuhan Khusus Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar Della Handayani membenarkan rencana pemberian bonus tersebut. Hanya saja dia belum berani memastikan jumlah bonus yang akan diterima masingmasing paralimpian. “Saat ini, besaran bonus yang akan kami berikan masih dalam pembahasan di DPRD. Jadi saya belum berani mempublikasikannya secara lebih detil,” kata Della kepada wartawan. Lebih jauh di katakannnya, kemungkinan besar hal tersebut sudah bisa diketahui hari ini. “Mungkin besok (hari ini) sudah bisa lebih jelas informasi mengenai bonusnya,” tukas Della. Kami berharap, timpal Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Sumbar, Rafli Effendi, hal ini bisa terwujud dan anggaran disetujui. (h/mat)

Ketua ISSB Payakumbuh Terpilih PAYAKUMBUH, HALUAN — Drs Yudi Anthomy MSi kembali dipercaya memimpin ISSB (Ikatan Sekolah Sepak Bola) Kota Payakumbuh, organisasi tempat berhimpunnya sepakbola anak–anak dan kelompok umur dalam sebuah pemilihan pengurus di aula Fapertan Unand. Organisasi sepakbola kumpulan SSB ( Sekolah Sepak Bola ) ini juga kebahagian APBD dana pembinaan dalam tahun anggaran 2013 ini sebesar Rp 200 Juta yang disalurkan melalui Dinas Pendidikan kota ini. Jelang penyusunan pengurus ISSB, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh diwakili Rafdimar,SH, mengurai tentang hubungan SSB,ISSB, dan pembinaan olahraga pada umumnya serta sepakbola pada khususnya pada Dinas Pendidikan. Begitu juga ISSB kota Payakumbuh dalam 2013 ini kebahagian dana pembinaan dari APBD Kota Payakumbuh 2013, sebesar Rp 200 Juta dan itu merupakan bentuk kepedulian Pemda terhadap sepakbola usia dini melalui SSB, dan sudah teruji sebagai pencetak olahragawan muda yang bisa menjadi aset Pemda Payakumbuh kalau perlu Sumatera Barat dan Nasional. Ketua PSSI Sumatera Barat yang juga pengurus PSSI Kota Payakumbuh Ir.Mediar Indra,Msi sangat berterimakasih kepada pengurus SSB dan ISSB yang telah banyak membantu PSSI. (h/mat)

KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

DEMI TDS

PPLP Bina Balap Sepeda PADANG, HALUAN — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Barat yang mengelola Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) Padang, menambah cabang olaharaga binaan untuk proyeksi anggaran tahun 2013. Cabang olahraga binaan yang ditambah di PPLP Padang itu adalah balap sepeda.

EMPAT BESAR — Salah satu dari pebulutangkis muda yang tengah bertarung di GSC Cup ini, lolos ke babak empat besar di turnamen yang akan berakhir hari ini, Kamis (10/1) di G Sport Centre. IST

PB Angkasa Dominasi GSC Cup PADANG, HALUAN — TIM PB Angkasa Pekanbaru, mendominasi babak semifinal turnamen bulutangkis GSC Cup dengan menempatkan delapan wakilnya. Sedangkan tuan rumah PB GSC meloloskan lima wakilnya dari delapan kategori partai semifinal yang akan dilangsungkan hari ini, Kamis (10/1). Pada tunggal anak-anak putri, pebulutangkis PB GSC, Lala akan berhadapan dengan pebulutangkis PB Masri M Payakumbuh, Dini. Di partai semifinal lainnya, Mia dari PB Berkat Yakin menantang Hafifah dari PB Semen Padang. Untuk kategori tunggal pemula putra, di semifinal pertama akan bertanding Enggel (PB angkasa Pekanbaru) menghadapi Taufik (Farhan Badminton Club). Di partai lainnya, wakil Masri M

Payakumbuh Abdi S ditantang pebulutangkis PB Angkasa lainnya, M.Aprianda. Sedangkan di Tunggal pemula putri wakil PB GSC, Chika ditantang pebulutangkis PB Bank Riau Kepri, Hafizah dan di semifinal lainnya, pebulutangkis Riau lainnya asal PB Angkasa, Hanifah akan menghadapi pebulutangkis Padang, Khairat dari PB Telkom. Andalan, GSC di kategori tunggal Remaja Putra, Arby akan berhadapan dengan Fadli dari PB Atlanta. Sedangkan di semifinal kedua, M.Febrio dari Primarasa Padang Panjang ditantang Suroto (PB Atlanta) Untuk tunggal remaja putri akan berhadapan pebulutangkis PB Angkasa, Pekanbaru, Nurul dengan pebulutangkis muda Solok, Rahma dari PB saiyo sakato Solok. Pebulu-

PBVSI

Seribuan Nagari/Kelurahan Ikuti Nagari Cup PADANG, HALUAN — Rencana Pengprov PBVSI Sumbar untuk menggelar kompetisi bola voli tingkat nagari bakal terwujud pada tahun 2013 ini. Bekerjasama dengan Dispora Sumbar pelaksanaan alek ini akan digelar selama empat bulan mulai Maret hingga Juni. "Dalam bulan ini, kami di Pengprov akan mengundang seluruh pengurus Pengcab PBVSI se Sumbar untuk membahas tentang rencana kegiatan turnamen bola voli antar Nagari berlebel Nagari Cup,"kata Ketum Pengprov PBVSI Sumbar, Irdinansyah Tarmizi saat dihubungi Ha-

luan melalui HP-nya, kemarin. Dijelaskannya, rencana pertemuan ini dibahas tentang kesiapan pelaksanaan karena melibatkan tim-tim dari nagari dan kelurahan. Karenanya, Pengprov harus mendudukkan secara detail terkait pelaksanaan pertandingan, pemain dan perangkat lainnya. Pertandingan pada turnamen ini, akan dimulai pada minggu 3-4 bulan Maret hingga April. Pada moment ini, akan bertanding tim-tim dari nagari dan kelurahan. Setelah pertandingan ini, maka tim-tim terbaik yang menang di tingkat nagari dan

kelurahan akan melanjutkan pertandingan ke tingkat kota/ kabupaten. Pertandingan tingkat kabupaten dan kota ini akan dilakukan pada bulan Mei dan dilanjutkan ke tingkat provinsi yang pesertanya berasal dari tim-tim terbaik yang di tingkat kabupaten kota. Pelaksanaan pertandingan tingkat provinsi ini akan dilangsungkan pada Juni 2013. "Kita berharap turnamen ini akan menghasilkan tim terbaik di Sumbar yang disiapkan untuk bertarung ke level nasional,"kata politisi Golkar ini. (h/mat)

tangkis PB Angkasa lainnya, Ochia juga membuka kans untuk lolos ke final dengan berhadapan Vira dari PB GSC di semifinal. Pada kelas yang lebih dewasa, tunggal taruna putra Teguh (PB Angkasa) ditantang Romario (PBSI Pdg pariaman) dan di semifinal kedua berhadapan Dani (PBSI Pdg Pariaman) dengan Sandi agus (PB Bank riau Kepri). Untuk tunggal taruna putri pebulutangkis PB angkasa riau, Siska ditantang Rani (PB TNJ Bukitinggi) dan .Rida (PB Telkom) berhadapan dengan Anonim, juga dari PB Angkasa, Pekanbaru. Hanya saja, di tiga kategori lainnya, diantaranya, tungal taruna putra dan putri, tak ada wakil PB GSC di turnamen GSC Cup 2013 yang berlangsung di G Sport Centre, Padang.(h/mat)

“Ini arahan langsung dari Menpora (kala itu) Andi Malaranggeng. Sumbar, punya iven internasional Tour de Singkarak (TdS), tapi atletnya nyaris tak muncul. Tragisnya, atlet-atlet Sumbar banyak yang tidak sampai ke finish di setiap etape,”kata Penjab PPLP, Rafli Effendi. Selain penambahan cabang, untuk pelatih atau asisten pelatih dan atlet yang dibina, PPLP juga mengambil kebijakan untuk menambah atau mengurangi. “Tak ada kaitannya dengan anggaran karena anggaran untuk PPLP tahun ini sama dengan tahun sebelumnya. Kami melakukan proses pengurangan dan penambahan pelatih dan atlet karena faktor efektifitas yang terkait dengan jumlah atlet yang dibina di cabang tersebut. Misalnya, atlet sepakbola yang dibina saat ini menjadi 23 atlet saja, dibanding sebelumnya 30. Karena ada pengurangan atlet, maka, kami mengurangi jumlah asisten pelatihnya menjadi dua orang saja, ditambah satu pelatih kepala,”kata Rafli yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Sumbar itu. Hal yang sama, juga terjadi di cabang pencak silat yang pelatihya yang dikurangi satu. Sebelumnya, pelatih cabang ini mencapai empat orang, Untuk tahun ini satu pelatih dikurangi yakni Rasydi Sumetry. Yang tiga lainnya, Sartusa Ibrahim, Suwirman dan Handri Uncu dipertahankan.. Hal

berbeda justru terjadi di atletik. Di cabang ini malahan jumlah pelatihnya ditambah menjadi empat pelatih. Yang ditambah Joni Andesta menangani nomor lari menengah. Tiga lainnya, Othong Wijaya, Yesi Andriani, dan Minarni dipertahankan. Selain pengurangan, pergantian serta penambahan pelatih juga dilakukan penambahan kuota atlet di enam cabor yakni atletik ditambah empat orang, taekwondo tiga, judo dua orang, tinju dua orang, karate dua dan panahan satu orang. "Berdasarkan evaluasi menyeluruh yang kami adakan pada Selasa (8/1) maka disimpulkan pada tahun anggaran 2013 ini ada penambahan, pengurangan pelatih, atlet dan cabor," terangnya saat berbincang dengan Haluan Dijelaskannya, para pelatih, atlet yang dipertahankan tetap akan dievaluasi dengan batas waktu enam bulan ke depan. "Memang itu usulan Kadispora sebelumnya (Syahrial Bakhtiar) agar pelatih, atlet yang dipertahankan dievaluasi setiap enam bulan," katanya. Jika penambahan cabang balap sepeda yang konsekuensinya penambahan atlet dan pelatih, , maka usai terpilih, pada 1 Juli 2013 mereka baru bergabung di mess. Bila ditotal seluruh atlet dengan 12 cabor di PPLP berjumlah 153 atlet, termasuk cabor balap sepeda. "Pada Mei nanti digelar seleksi atlet balap sepeda,”timpal Elvis Martin. (h/mat)

Mari Berolahraga! OLEH: MUSLIM KASIM Wakil Gubernur Sumbar

S

ALAH satu gerusan fenomenal global yang memainkan peran penting dalam kehidupan adalah olahraga. Ia meruyakkan pengaruh dan memberi nilai hidup dan kehidupan manusia dalam kajian individu dan manusia dalam kajian masyarakat. Sulit bagi kita membantah bahwa olahraga mewarnai nilai hidup di ruang ekonomi, sosial, moral, politik dan pendidikan serta ruang pikiran. Maka olahraga menjadi media bagi pengembangan nilai dan mutu hidup di tengah kehidupan bermasyarakat. Sepantun dengan idiom “tanpa surat kabar, dunia gelap maka tanpa olahraga dunia rapuh” dan sebegitu pentingnya berolahraga dalam kehidupan kita. Ia jadi refleksi di atas nilai-nilai sosial masyarakat. Sulit melepaskan olahraga dengan tradisi masyarakat kita. Banyak tradisi yang mengakar pada nilai-nilai olahraga, seperti pacu jawi, pacu itiak, silat, dan lainnya. Untuk itu pada kurikulum pendidikan kita diajarkan olahraga melalui pendidikan jasmani dan kesehatan (Penjakes) yang merupakan subsistem pendidikan yang wajib diajarkan di sekolah. Peran olahraga sangan penting guna pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. Melalui media Penjakes, guru dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilan setiap peserta didik dan tidak hanya terfokus pada aspek fisik dan psikomotor saja, melainkan juga beraspek kognitif,afektif dan sosialita. Sementara itu, sisi lain dari olahraga yang eprlu kita cermati adalah sebagai media bermain, media tontonan,media rekreasi dan media perlombaan. Olahraga memberi pengaruh yang besar terhadap pengembangan karakter bangsa. Karena dalam olahraga terkandung nilai-nilai kejujuran, kepercayaan dan keyakinan diri, ketekunan, kesungguhan, disiplin, kerja keras, kemampuan, kekuatan, semangat patriotik dan pantang menyerah, keterampilan dan nilai ketaqwaan; di mana sehabis upaya, sehabis doa muaranya adalah pada Allah SWT. Dengan prestasi olahragapun, nama negara bisa berkibar-kibar dan mewangi di segala penjuru dunia! Diapun menjadi alat pengangkat harkat dan martabat bangsa. Beberapa hari yang lalu, sejumlah panitia penggiat olahraga tinju menda-

tangi saya. Mereka hendak bermaksud mengadakan Kejuaraan Tinju Asia Pasific di Pariaman yang akan diikuti petinju dari negara kita sendiri, Malaysia,Thailand dan Filipina. Gelaran itu mereka rencanakan pada 26-27 April 2013 mendatang. Guna sukses penyelenggaraan, mereka meminta dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Sebagai Wakil Gubernur Sumbar (dan saya sangat meyakini Gubernur pasti juga akan memberikan dukungan yang sama) rencana ini kami sambut hangat. Kami, Insya Allah akan sangat mendukung kegiatan ini. Setidaknya, saya melihat ada beberapa aspek positif dengan penyelenggaraan Kejuaraan Tinju Asia Pasific di Pariaman Sumatera Barat. Pertama, mengangkat nama Sumatera Barat di pentas olahraga tinju nasional dan international. Tinggal pembuktian, apakah kita akan sukses menyelenggarakan kejuaraan bertaraf international ini? Bila disiapkan secara matang, saya yakin; tak ada yang tak bisa dan tak mampu kita lakukan bilamana persiapan itu kita rajut dalam sulaman kebersamaan. Seperti pesan filsafat kita: “ Saciok bak ayam, sadanciang bak basi”. Kejuaraan Tinju ini dari sisi ekonomi kita, sangat berpengaruh besar dalam menarik kunjungan wisatawan asing atau lokal untuk menyaksikan kejuaraan ini. Dan itu artinya, olahraga menjadi motor penyemarak kepariwisataan kita. Pada bilik pikiran lain, saya mencermati, selain pencak silat, karate, taekwondo, yudo dan lain-lain, maka olahraga tinju adalah salah satu olahraga yang paling efektif dalam membangun nilai-nilai sportivitas, semangat juang yang tinggi dan kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat ‘bertarung’ dalam mengharungi kehidupan. Olahraga tinju menjadi salah satu gelanggang bagi menjinakkan ekspresi liar generasi muda kita yang tergambar di jalanan dalam tawuran massal. Bila mereka ingin “bertinju” kita arahkan ke pentas positif yaitu di atas ring. Bila mereka ingin balapan, kita arahkan ke arena balap. Sehingga olahraga menjadi alat positif bagi mengatasi keinginan fantasi mereka. Bila pentas kreatvitas dan ruang tempat ekspresi mereka memadai, maka akan dapat memperkurang kenakalan mereka dan juga menjadi alat ampuh dalam mengatasi virus narkoba. Saatnya, sekolah-sekolah kita >> Editor : Rakhmatul Akbar

instruksikan mengembangkan dan mendirikan olahraga beladiri, baik silat, karate, tinju, yudo ataupun taekwondo. Dan suatu saat pada kemasan yang lain kita adakan Festival Remaja Olahraga se Sumbar. Kita memang perlu berolahraga, selain untuk kesehatan dan prestasi, olahraga juga menjelma menjadi sebuah industri. Dan di saat itu, ia menjadi sebuah “pekerjaan” yang sangat profesional. Para atlet berprestasi nasional, dan para atlet berprestasi dunia, menjadi atlet yang kaya raya. Tidakkah kita mengingat betapa mahalnya nilai sebuah kesehatan? Salah satu jalan menuju sehat jiwa, sehat raga itu adalah dengan berolahraga. Dan saatnya kita meluangkan waktu setidaknya satu jam sehari untuk berolahraga mengeluarkan keringat penguat “tali” jantung dan tubuh kita. Saya sering memikirkan dan berupaya membuat konsep yang tepat bagi olahraga untuk anak-anak kita. Olahraga mana yang tidak menjenuhkan mereka. Kita mulai sejak dari usia dini (PAUD-TK) hingga SD. Kita tak ingin nanti mereka menjadi generasi “perunduk” yang sibuk dan terjebak dalam gadget atau gizmos, yakni sebuah barang elektronik kecil dengan teknologi berfungsi khusus yang sering diasosiasikan sebagai sebuah inovasi atau barang baru. Saya kira konsep olahraga yang cocok bagi anak-anak sejak usia dini adalah olahraga yang tidak menjenuhkan dan membuat mereka senang yang tentu saja berakar tradisi kita. Dan saya yakini itu akan membuat mereka kreatif sejak dini.Mengapa, karena olahraga selain mengandalkan kekuatan otot dan kemampuan, juga mengandalkan “pikiran” yang mengundang perbuatan kreatif! Bila begitu, Ayo kita mulai dengan Gerakan Olahraga sejak dari rumah tangga sendiri. Ketika mana kita sholat berjamaah (bersama-sama), makan semeja bersama-sama, dan mengapa tidak kita budayakan berolahraga sehabis sholat subuh bersama keluarga? Ayo kita mulai!

>> Penata Halaman : Irvand


LUAR NEGERI 19

KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

Satu Juta Warga Suriah Kelaparan DAMASKUS, HALUAN — Kelangkaan BBM dan keamanan di Suriah secara signifikan mengekang kemampuan badan pangan dunia PBB (FAO) untuk mendistribusikan bantuan pangan. PBB mengatakan sekitar satu juta warga Suriah kini hidup dalam keadaan pangan yang tidak memadai dan kelangkaan serius bahan bakar, sementara peningkatan kekerasan merintangi penyaluran bantuan di pelosok negara

yang dikoyak perang itu. Elisabeth Byrs, Juru bicara Badan Pangan Dunia PBB (FAO) memberitahu VOA bahwa WFP membagi-bagikan pangan kepada sekitar 1,5 juta warga di Suriah setiap bulan, sebagian besar adalah warga yang mengungsi. Tapi Byrs mengatakan hampir 2,5 juta orang membutuhkan bantuan. Byrs mengatakan kelangkaan BBM dan keamanan di Suriah secara signifikan mengekang kemampuan mitra lokal utama WFP, Bulan Sabit Arab Suriah untuk membagikan-bagikan bantuan. PBB telah meminta dana sebesar 1,5 milyar untuk ikut membantu jutaan warga Suriah terhindar dari kesengsaraan situasi kemanusiaan yang makin buruk. Byrs mengatakan himbauan PBB itu

tidak dipenuhi. PBB memperkirakan empat juta orang di Suriah memerlukan bantuan kemanusiaan segera termasuk sekitar dua juta yang mengungsi dari rumah mereka karena pertempuran antara pasukan yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad dan pemberontak yang hendak menggulingkannya. (h/voa)

SEKJEN baru ASEAN, Le Luong Minh. AP

ASEAN Punya Sekjen Baru JAKARTA, HALUAN — Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) hari ini berganti Sekretaris Jenderal. Pergantian rutin itu diharapkan turut memperlancar proses integrasi ekonomi, politik, dan sosial budaya di ASEAN, yang ditargetkan berlangsung pada 2015 mendatang. Berlangsung di Sekretariat ASEAN di Jakarta, diplomat senior asal Vietnam, Le Luong Minh, menggantikan Surin Pitsuwan sebagai Sekretaris Jenderal. Minh akan menjabat sebagai Sekjen ASEAN untuk periode 20132017. Selain disaksikan para diplomat, serah terima jabatan Sekjen ASEAN ini juga dihadiri Menteri Luar Negeri

RI Marty Natalegawa. Menurut keterangan dari Sekretariat ASEAN, Minh telah memiliki jam terbang yang tinggi sebagai diplomat. Sebelum dipercaya menjadi Sekjen ASEAN, dia adalah Deputi Menteri Luar Negeri Vietnam. Selama 2004 hingga 2011, Minh merupakan Perwakilan Tetap Vietnam untuk PBB di New York, AS. Di sana, dia bahkan pernah dua kali dipercaya memimpin Sidang Dewan Keamanan, yakni pada Juli 2008 dan Oktober 2009, demikian diungkapkan laman resmi PBB. Dia juga memimpin perwakilan Vietnam untuk PBB dan organisasiorganisasi internasional yang

berkedudukan di Jenewa, Swiss, selama 1995-1997 sebelum akhirnya bertugas di New York. Kini, Minh dipercaya para anggota ASEAN untuk memimpin Sekretariat di Jakarta hingga 2017. Dia menggantikan Pitsuwan, yang telah memasuki masa pensiun. Sebelum menjadi Sekjen ASEAN selama 1 Januari 2008 hingga 1 Januari 2013, Pitsuwan juga memiliki karir cemerlang dalam dunia diplomasi. Sebelum ke Jakarta, dia pernah menjadi Menteri Luar Negeri Thailand. Selama menjadi Sekjen ASEAN, Surin berperan memperlancar jalannya integrasi yang telah dirumuskan para pemimpin anggota Perhimpunan Negara Asia Tenggara. (h/vvn)

Cuaca Buruk & Banjir Lumpuhkan Tel Aviv TEL AVIV, HALUAN — Pekan ini, Israel dilanda cuaca paling buruk dalam satu dekade terakhir. Badai yang diwarnai hujan memicu banjir yang sempat melumpuhkan arus lalu lintas di ibukota Tel Aviv. Sungai Ayalon yang biasanya kering, kini dibanjiri air bahkan hingga nyaris meluap akibat hujan deras yang terus mengguyur sejak Senin (7/1) hingga Selasa (8/1) malam waktu setempat. Akibatnya, sejumlah jalan raya terpaksa ditutup demi menghindari insiden yang lebih buruk. Penutupan jalan ini tentunya memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan lainnya di Tel Aviv, sejak Selasa (8/1) pagi hingga sore. Kepolisian Israel bahkan mengimbau warga untuk mengindari pusat kota Tel Aviv dan bahkan tidak menggunakan kendaraan pribadi untuk sementara. Selain melumpuhkan lalu lintas, empat

stasiun kereta di Tel Aviv juga terpaksa ditutup sementara. Seperti dilansir Haaretz, Rabu (9/1/ 2013), otoritas setempat memperingatkan warga akan kemungkinan meluapnya sungai Ayalon dan Yarkon. Warga yang tinggal di dekat kedua sungai tersebut untuk waspada dan bersiap mengungsi. Sejumlah pusat penampungan di wilayah utara dan selatan Tel Aviv pun dibuka dan siap menampung warga. Walikota Tel Aviv Ron Huldai bahkan menyatakan, kotanya telah bersiap untuk evakuasi warga dan berusaha melakukan pembersihan di rumahrumah warga yang tergenang banjir. Cuaca buruk ini memicu sejumlah kecelakaan lalu lintas yang memakan korban luka. Dilaporkan 3 orang tewas dan seorang lagi luka-luka akibat kecelakaan mobil, Selasa (8/1) pagi di Highway 1 yang berada antara Yerusalem dan Tel Aviv.

Sedangkan seorang warga lainnya mengalami luka ringan ketika truk yang ditumpanginya terbalik di Highway 31, dekat Palmachim. Terakhir, seorang pengendara sepeda motor terluka parah akibat ditabrak mobil di Hamafilim Street di Kfar Shmaryahu, pada Selasa (8/1) malam. Cuaca buruk ini juga memicu dampak lainnya bagi warga setempat. Seperti jalur penerbangan lokal yang juga sempat terganggu sehingga sejumlah penerbangan lokal terpaksa dibatalkan. Kemudian aliran listrik di sejumlah wilayah seperti Gush Dan, kemudian wilayah Kerem Hatemanim, dekat Tel Aviv, serta wilayah Ramat Gan dilaporkan sempat terputus akibat cuaca buruk ini. Seluruh bendungan di wilayah Golan Heights dilaporkan nyaris penuh melampaui kapasitas. Otoritas Pertamanan dan Pelestarian Alam Israel pun terus memantau ketinggian bendungan menyusul hujan yang terus mengguyur. (h/dtc)

=

RUMAH

DIJUAL :RUMAH SERTIFIKAT HAK MILIK PRIBADI LANTAI II KAMAR 4, TELPON, SUMUR BOR, BEBAS TSUNAMI, ALAMAT KOMPLEKS TARUKO I BLOK L NO. 27 BYPASS PADANG. HUBUNGI: 0811663031085274295047

=

KEHILANGAN

1 BH STNK BA. 7325 FG DAN SIM , AN. ELI NURSA S. HUM. HILANG DARI LUBUK ALUNG SAMPAI DENGAN SMA 8 PADANG. BAGI YANG MENEMUKAN HARAP LAPOR KE POS POLISI TERDEKAT

=

KEHILANGAN

1 BH STNK SEPEDA MOTOR KAWASAKI BINTER AR 125 TAHUN 1984 DGN NO POLISI BA 4427TL,ATAS NAMA IMAM SETIAWAN. HILANG DARI RUMAH MENUJU PASARAYA. BAGI YANG MENEMUKAN HARAP LAPOR KE POS POLISI TERDEKAT

BUKITTINGGI JUAL TANAH + LOSMEN LAMA. JL. A. YANI, +/500M DR JAM GADANG, STRATEGIS, LT 387M2 TP, KONTAK: 0818-18-5678 = KEHILANGAN 1 BH KARIP NO. 13036564000. ATAS NAMA DRA. HJ. NURLELA, M.AG. HILANG DARI KAMPUS UNP S/D WISMA INDAH III. BAGI YANG MENEMUKAN HARAP LAPOR KE POS POLISI TERDEKAT

>> Editor : Nova Anggraini

= RUMAH

DIKONTRAKKAN RUMAH PERMANEN UNTUK LANTAI II, 4 KAMAR , DAN LANTAI III 2 KAMAR, LENGKAP PERABOT, BISA RUANG KERJA, KANTOR, RUANG TAMU, TELEPON, PDAM, LISTRIK, ALAMAT: JLN. S PARMAN 127 B. BELAKANG KANTOR KADIN, DEPAN SEKOLAH AISYIAH ULAKKARANG PADANG DAN BISA UNTUK MAHASISWA. KONTRAK PERTAHUN RP. 40 JUTA / TAHUN. HUBUNGI. (0751) 7052147 087878543013 081284951494

>> Penata Halaman : Rahmi


20

TANAH DATAR

LINGKAR Satpam, Ujung Tombak Keamanan BATUSANGKAR,HALUAN — Puluhan Satpam yang mengabdikan dirinya pada sejumlah kantor Dinas dan Perusahaan di Tanah datar mengikuti apel bersama dalam rangka menyambut hari Ulang Tahun Satpam 2013 di halaman Mapolres Tanah Datar Rabu (9/1). “Keberadaan Satpam merupakan pahlawan dalam meningkatkan ketahanan dan ujung tombak keamanan untuk bisa menciptakan rasa nyaman di lokasi Kantor dan Perusahaan tempat mereka bekerja,” tutur Wabup Hendri Arnis. Sewaktu memeriksa barisan apel anggota Satpam di halaman Mapolres Tanah datar itu kemarin, Wabup Hendri Arnis mengharapkan, agar dalam bertugas para personil Satpam selalu menjaga disiplin dan etika melayani para tamu yang datang. Keberadaan seorang petugas Satpam sanagat dirasakan oleh para tamu yang berurusan pada suatu kantor ataupun perusahaan, terutama dalam memberikan rasa nyaman dan kelancaran dalam berurusan. Pada kesempatan itu Wabup Hendri Arnis menyerahkan piagaa penghargaan kepada petugas Satpam yang berhasil memberikan pengabdian terbaiknya di lokasi tempat bertugas. Wabup juga memberikan motivasi dan apresiasinya kepada semua anggota Satpam yang ada di Tanah Datar, untuk selalu menjaga kwalitas kerja dengan menerapkan disiplin dan memberikan layanan terbaik kepada para tamu.(h/emz)

WABUP Hendri Arnis juga memberikan motivasi dan apresiasinya kepada semua anggota Satpam yang ada di Tanah Datar.

KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

Luhak nan Tuo

BERSIHKAN MATERIAL LONGSOR

Warga Tanjung Emas Goro BATUSANGKAR, HALUAN — Tidak kurang dari 600 orang warga Kecamatan Tanjung Emas melaksanakan gotong royong guna mengangkat material longsor dari timbunan di belakang bakal perumahan karyawan PDAM Tanah Datar, Selasa (8/1). Longsor yang menimbun irigasi batang selo ini berlokasi di KM 104 Nagari Saruaso kecamatan Tanjung Emas ,Tanah Datar. Goro yang melibatkan warga tiga Nagari yakni Saruaso,Koto Tangah dan Tanjung Barulak ini dipimpin oleh Walinagari Saruaso Suardi Malin Mangkuto dan Walinagari Koto Tangah Beni Hasbulah . “Ada ratusan hektar areal persawahan yang diairi oleh irigasi ini coba bayangkan berapa penduduk yang terancam kehidupannya apabila material longsor ini tidak juga diangkat,” ungkap beni hasbulah yang diamini oleh Walinagari Saruaso Suardi Malin Mangkuto. Akibat hujan lebat pada 28 desember lalu, tanah yang hanya disangga dengan beberapa ban itu meluncur dan menimbun irigasi batang selo sehingga air irigasi tersebut tidak dapat mengalir kesawah masyarakat dan ini tidak tertutp kemungkinan akan terjadi Fuso pada ratusan hektar sawah warga Tanjung Emas . “Warga di kecamatan ini sudah bergoro namun tidak mungkin dilakukan dengan

GORO — Warga Nagari Saruaso Tanjung Emas goro membersihkan saluran irigasi dari timbunan longsor. EMRIZAL. manual saja karena ada bertonton kubik tanah yang menimbun irigasi batang selo ini. Karena itu kami atas nama warga Kecamatan Tanjung Emas meminta pihak terkait untuk membantu mengangkut material longsor ini,” tandasnya . Lain lagi yang disebutkan

Calon Tenaga Kerja ke Jepang Dapat Pembekalan

Kejahatan Meningkat di Tahun 2012

BATUSANGKAR, HALUAN — Magang di negeri sakura Jepang selama tiga tahun, pulang ke tanah air dan selanjutnya sampai di kampung halaman mampu “pagang satumpak sawah”. Demikian harapan sejumlah tenaga kerja dari Luhak nan Tuo yang saat ini mengikuti pembekalan di komplek SMK Pertanian Bukit Gombak Batusangkar melalui kerja sama Pemkab Tanah Datar dengan PT Yukotesa Hiray. Wakil Bupati Tanah Datar H.Hendri Arnis dalam kunjungannya di lokasi pelatihan persiapan keberangkatan sejumlah TKI tersebut Rabu (9/1) mengharapkan, agar para duta Luhak nan Tuo itu nanti bias bekerja dengan baik selama di Negeri Sakura Jepang. Wabup mengharapkan, agar selama di Jepang calon TKI dari Luhak nan Tuo yang merupakan angkatan keenam ini, agar mampu membekali diri sesuai dengan etrka yang dikehendaki oleh perusahaan Jepang. Pembekalan yang diberikan selama 1,5 semester itu bermaterikan pengetahuan bahasa Jepang, tata cara pergaulan selama di Negara Sakura, disiplin ala Jepang serta berbagai tatakrama yang harus dimiliki agar bisa bergaul dengan para personil di perusahaan yang akan menjadi lahan pekerjaan di sana. Calon tenaga kerja asal Tanah Datar itu berjumlah 15 orang, berpendidikan setingkat SLTA dan merupakan warga asli Luhak nan Tuo itu nantinya akan dipekerjakan di Jepang selama tiga tahun. Berdasarkan pengalaman selama lima angkatan sebelumnya, rata-rata tenaga kerja selama berada di perusahaan Jepang mendapat imbalan upah sebulannya berkisar antara Rp5 hingga Rp7 juta. Wabup Hendri Arnis mengharapkan, agar selama bekerja di Jepang nantinya, mampu menjalani masa pengabdian dengan baik dan sampai kembalinya nanti akan membawa bekal untuk persiapan masa depan yang lebih baik. (h/emz)

BATUSANGKAR,HALUAN — Tindak kejahatan baik kriminalitas maupun penyalahgunaan narkotika di mulai dari Januari sampai akhir Desember 2012 di wilayah hukum polisi resort Tanah Datar cenderung meningkat dibandingkan tahun 2011 yang lalu. Kasus kriminalitas di wilayah hukum tanah datar pada tahun 2012 tercatat 525 kasus sementara itu pada tahun 2011 462 kasus dengan tingkat penyelesaian pada tahun 2012 sebanyak 310 kasus. Dan pada tahun 2011 hanya diselesaikan 289 kasus dengan bentuk penyelesaian melalui P21 dengan 93 kasus, SP3 7 kasus ,Tipiring 16 kasus dan Lapju, damai keluarga dan SP3 non Yuridis sebanyak 194 kasus. Polsek Lima Kaum tercatat menjadi daerah tertinggi tingkat kriminalitas dengan 75 laporan dan terendah diraih oleh Polsek Padang Ganting 13 perkara. Ini disebabkan di wilayah hukum Lima Kaum merupakan pusat dari keramaian di Kabupaten Tanah Datar sehingga banyak terjadi benturan di masyarakat. Kasus yang mendominasi kriminalitas pada tahun 2011 yakni illegal loging dengan 11 kasus, Narkoba 12 kasus,perjudian 19 kasus,dan selebihnya asusila, KDRT, Curanmor ,Curat dan curas. Kapolres Tanah Datar AKBP Lutfi Martadian yang didampingi oleh Kasatreskrim AKP Wahyudi dan Kasat Intelkam AKP Muzhendra menjelaskan Selasa (8/1) di ruangannya bahwa pihaknya telah berupaya untuk menurunkan angka kriminalitas diwilayah hukumnnya sepanjang 2012

oleh salah seorang warga yang bergoro, akibat dari timbunan material longsor di bawah bakal perumahan karyawan PDAM Tanah Datar ini, sangatlah merugikan warga. Karena sawah mereka saat ini dalam kondisi memprihatinkan dengan ketiadaan air yang mengairi

dengan melakukan tindakan persuasif, refresif, deteksi dan prefentif, Namun beberapa penyebab peningkatan kasus kriminal dikarenakan faktor ekonomi yang semakin sulit, pengaruh dari luar daerah ,dan tidak tertutup kemungkinan banyaknya residivis yang mengulangi perbuatannya . Kasus kriminalitas pada tahun 2013 ini kita melakukan tindakan persuasif polres Tanah Datar dengan meningkatkan penyuluhah terhadap masyarakat untuk menanggulangi kriminalitas yang menonjol, Upaya yang dilakukan berupa meningkatkan siskamling, kewaspadaan terhadap orang yang berasal dari luar Tanah datar dan tinggal di Masyarakat, mengaktifkan sistim wajib lapor 1 x 24 jam bagi masyarakat yang datang, meningkatkan dan mengoptimalkan FKPM, serta pendataan asal usul kependudukan. Sedangkan tindakan prefentif Polres Tanah Datar mengaktifkan dan meningkatkan giat penjagaan patroli sesuai kerawanannya, meningkatkan razia rutin, serta memberikan pengawalan terhadap masyarakat yang berpotensi menjadi korban kejahatan. Adapun tindakan refresif Polres Tanah Datar dalam menanggulangi kasus menonjol ini dengan membentuk tim khusus untuk menangani kasusu, dan mendeteksi kejahatan dengan membentuk jaringan info ungkap kasus, mendalami asal usul kasus dan mengkaji serta mempelajari pelaku-pelaku dari luar kabupaten tanah datar dan provinsi Sumatera Barat. (h/emz)

sawah mereka. Imbasnya di samping fuso yang akan melanda juga saat ini hama tikus sangatlah mengganas. “Kalau itu terjadi bagaimana dengan kehidupan kami beserta keluarga, karena mata pencarian kami hanya berasal dari sawah yang kami garap, sementara itu

kebutuhan hidup semakin besar. Jadi kami meminta pihak yang berkompeten dalam hal ini untuk ikut menanggulangi masalah petani di Tanjung Emas ini,”pinta Sul Jopang salah seorang petani di Kecamatan Tanjung Emas ini yang saat ini ini sawahnya terkena hama tikus. (h/emz)

PRESTASI AWAL 2013 BUPATI M.SHADIQ PASADIGOE

Menag Surya Darma Ali Sematkan Pin Pelopor Magrib Mengaji Laporan: Emrizal KETERBATASAN sumber daya alam bagi wilayah Kabupaten Tanah Datar, harus diimbangi dengan keberadaan SDM yang berkwalitas, sehingga masa depan wilayah Luhak nan Tuo ini mampu menyaingi wilayah lain di Sumatera Barat . Menyadari hal demikian, Bupati M.Shadiq Pasadigoe selalu berupaya, agar para generasi muda di wiulayahnya untuk selalu meningkatkan minat dalam melanjutkan pendidikan di sekolah, agar berhasil lulus dengan kwalitas nilai yang memuaskan. Tidak cukup dengan memberikan apresiasi kepada para siswa berprestasi di bidang pendidikan umum saja, namun kwalitas Iman dan Taqwa (Imtaq) juga mendapat perhatian yang cukup tinggi dari Bupati M.Shadiq. Anak-anak sekolah tidak diperbolehkan keluar rumah (keluyuran) pada malam hari, habis salat magrib mereka harus mengaji di surau-surau ataupun TPSA yang ada di setiap Nagari dan diawasi oleh orang tua masing-masing. Kegiatan ini disebut sebagai penerapan “magrib mengaji”, yang dicetuskan penyelenggaraannya oleh seluruh Camat dalam wilayah Kabupaten Tanah Datar yang

bekerja sama dengan Pemerintahan Nagari. Selama ini malam hari anak-anak cenderung berkumpul di kedai-kedai dan warung yang ada di wilayah pemukiman masing-masing, tak banyak yang menghiraukan mereka dan bahkaan hingga larut malam anak-anak usia sekolah masih saja nongkrong di kedai-kedai. Setelah diterapkaannya program magrib mengaji ini, anak-anak tidak lagi terlihat berada di kedai-kedai, mereka telah berada di surau dan TPSA untuk belajar mengaji dan materi pendidikan agama lainnya. Di wilayah Nagari anakanak usia sekolah mendapat perhatian yang cukup tinggi dari Muspika Kecamatan,

aparatur pemerintahan Nagari dan bahkan mendapat respon yang cukup tinggi dari Ninik Mamak Kepala Kaum, untuk memperhatikan anak kemenakannya mengabaikan pendidikan agama. Penerapan program magrib mengaji di wilayah Kabupaten Tanah Datar hingga saat masih berjalan dengan naik, kegiatan ini ternyata mendapat sambutan baik dari Menteri Agama RI Surya Darma Ali. Kabupaten Tanah Datar dinyatakan sebagai pelopor penerapan pendidikan agama terbaik untuk wilayah provinsi Sumatera Barat , Bupati Tanah Datar M.Shadiq Pasadigoe mendapat sematan Pin emas dari Menteri Agama Surya Darma Ali. ***

MENTRI Agama RI Surya Dharma Ali sedang menyematkan pin kepada Bupati Tanah datar M.Shadiq Pasadigoe. EMRIZAL

LAPORAN KEGIATAN STUDI BANDING SMPN 5 PROGRAM UNGGULAN TANAH DATAR KE PULAU JAWA

Ruang Mencari Pengalaman Untuk Memajukan Sekolah Oleh: Yuldaveri, S.Sos

WABUP Hendri Arnis ketika menyerahkan piagam penghargaan kepada seorang Satpam berprestasi. EMRIZAL

DALAM rangka upaya meningkatkan kualias sekolah di SMPN 5 Batusangkar pihak sekolah melakukan perjalanan panjang ke-dua kota besar di pulau Jawa, yaitu Bandung dan Jakarta. Sebanyak 23 orang guru, pegawai dan Komite Sekolah yang diketuai Kepala Sekolah, Asrul menempuh jalan darat selama 10 hari perjalanan (110/1), menggunakan bus Wisata tujuan adalah sekolah unggulan bertaraf nasional dan internasional dan bertatap muka dengan perantau Tanah

datar serta menghadap Menteri Pendidikan RI sekaligus melakukan kunjungan wisata. Kepala SMP 5 Batusangkar, Asrul menjelaskan, bahwa SMPN 5 Batusangkar merupakan sekolah program unggulan sekolah menengah di Tanah Datar, dari segi kemampuan siswa kita dari SMPN 5 Batusangkar bisa dikatan setara dengan sekolah menengah unggulan lain di Indonesia, hal itu dapat dibuktikan dengan seringnya pelajar dari SMP ini masuk dalam final OSN.

“Kita melakukan kunjungan Studi Banding ke sekolah unggul lain di pulau jawa ingin meilihat lansung dan mempelajari program-program unggulan yang diterapkan sekolah yang menjadi tujuan tetapi belum ada di SMPN 5 Batusangkar,” ungkap Asrul Tujuan pertama adalah bertemu muka dengan perantau Kabupaten Tanah Datar yang tergabung dalam IKTD (Ikatan Keluarga Tanah Datar) Bandung, untuk menjelaskan keberadaan SMPN 5 program unggulan di Tanah Datar dan permasalahannya, sehingga kelak akan bisa menggugah hati perantau

untuk turut serta membangun SMPN 5 Batusangkar menjadi sekolah yang lebih berkualitas. Di Bandung rombongan guru, pegawai dan Komite SMPN 5 Batusangkar yang sebahagian juga membawa keluarga menyempatkan diri berekreasi ke objek wisata ari Panas Ciater, Gunung Tangkuban Perahu Bandung, yang dalam perjalanan itu memperoleh pembelajaran dari kemajuan pengelolaan objek wisata di sana. Rombongan studi banding SMPN 5 Batusangkar ,di Jakarta melakukan kunjungan studi banding ke SMP/ SMA Labschool Kebayoran dan pusat pendikan Kharisma >> Editor : Atviarni

Bangsa yang merupakan sekolah bertaraf internasional. Hasil yang diperoleh dalam kunjungan ke-2 sekolah unggulan sangat berguna bagi rombongan sebagai bahan masukan dan pedoman untuk memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan di SMPN 5 Batusangkar. Terakhir perjuangan rombongan SMPN 5 Batusangkar mendapat sambutan hangat dari Wakil Menteri Pendidikan RI, Prof.Dr.Ir. Musliar Kasim, MS yang berkesempatan melakukan kegiatan tatap muka di ruang pertemuan Kemendiknas RI Jakarta (bersambung) >> Penata Halaman: Rahmi


FIGURA 21

KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

BUKA JILBAB

Rosa Akui Tak Konsisten R

OSSA mengubah penampilannya dengan memakai jilbab sepulangnya dari ibadah haji pada November 2012. Sempat mengaku belum bisa konsisten memakai jilbab, Rossa pun akhirnya membukanya kembali. Meski begitu, bukan berarti ibu

satu anak itu akan berani “buka-bukaan” setelah tak lagi pakai jilbab. Ia menegaskan akan tetap menjaga aurat dan sikapnya meski tak lagi berjilbab. Bahkan, Rossa pun menghindari untuk bergosip atau mengomentari urusan pribadi sesama artis. Misalnya ketika ditanya

soal siapa sebenarnya anak yang digendong Ahmad Dhani di acara ‘X Factor’, Rossa menolak bicara. “Waduh, saya baru menutup aurat, masak saya mau buka mulut haha. Enggak mau (jawab) ah,” ujarnya saat dijumpai di KFC Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2013) siang. Janda Yoyo ‘Padi’ itu mengaku mendapat pujian saat dirinya tampil dengan menggunakan jilbab. Tapi ia pun menegaskan untuk saat ini belum bisa konsisten berbusana muslimah. Pelantun ‘Tegar’ itu mengungkapkan, banyak kontrak kerja yang mengharuskannya tak menggunakan jilbab. Meski begitu, ia sebenarnya berat untuk melepaskan jilbabnya. “Beratlah, kan untuk saat ini aku nanya ke banyak orang dan kan aku ada keterkaitan sama berbagai pihak. Pada perjanjiannya aku belum berkerudung, ya aku belum bisa,” ujarnya. “Kalau nantinya Allah menggerakkan hati orang-orang itu, ya aku pakai jilbab. Kan hubungan manusianya aku belum bisa. Masalahnya bukan itu, masing-masing orang punya keputusan sendiri, yang terpenting aku berkelakuan baik,” sambungnya. (h/ dtc)

Ririn Dwi Ariyanti Pegal-pegal ARTIS Ririn Dwi Ariyanti saat ini sedang menunggu kelahiran anak keduanya. Menjelang persalinan, badan Ririn pun pegal-pegal. Istri Aldi ‘Bragi’ itu dijadwalkan akan melahirkan anak keduanya, Sabtu (12/1/2013) mendatang. Ia akan menjalani persalinan dengan cara caesar seperti sebelumnya. “Ya meskipun ini anak kedua, rasanya tetep deg-degan ya. Prediksinya mungkin hari Sabtu ya (lahiran), yang pasti sih kalau udah mau menjelang lahiran gini badan agak pegel. Tapi saya sangat menikmati menunggu momennya,” ungkapnya, Rabu (9/1/2013). Proses caesar dipilih karena jarak yang tak jauh dengan kelahiran anak pertama yang saat ini berumur satu tahun tiga bulan. “Ini caesar atas saran dokter karena jaraknya sama anak yang pertama dekat ya,” jelasnya. Ririn menambahkan, anak keduanya nanti diprediksi berjenis kelamin perempuan. Ia pun sudah menyiapkan nama untuk anak keduanya nanti. “Pas di-USG hasilnya perempuan. Kalau soal nama, kita masih cari-cari namanya, ada beberapa pilihan,” ungkapnya. (h/dtc)

Cinta Laura Kejar Target SUNGGUH besar ambisi Cinta Laura dalam mengejar karir keartisannya. Selesai merampungkan sekolahnya di Amerika, targetCinta berikutnya ialah mengejar karir go international. “Sekolah selesai, aku ke Hollywood untuk kejar karir internasional sebagai aktris,” ucapnya mantap saat ditemui di studio Hanggar, Jakarta Selatan, Selasa (8/1). Wanita kelahiran 17 Agustus 1993 ini pun telah menyiapkan rencana berikutnya bila ambisinya berkarir di negeri Paman Sam tidak terwujud.Cinta akan melanjutkan S2 di Harvard University dan bekerja di bank dunia. “I love school. Kalau nggak kesampaian, aku punya plan B, ambil S2 di Harvard, lalu aku akan kerja di World Bank,” jelas pemain OH BABY ini dengan logatnya yang khas. (h/kpl)

Wenda Tan Bisnis Bulu Mata MANTAN personil Cherry Belle, Wenda Tan, diam-diam mempunyai sebuah bisnis. Bisnisnya kali ini berhubungan dengan fashion, yakni bisnis bulu mata. Diakui oleh Wenda bisnisnya ini diawali lewat pertemanannya dengan

seseorang yang sudah ia kenal lama dan mempunyai pabrik bulu mata. “Aku kenal sama temen dan guru aku juga udah sejak 4-5 tahun lalu yang punya pabrik bulu mata. Nah, dari situ kami kerja sama untuk buka bisnis ini,” ujar Wenda saat ditemui usai mengisi acara Dahsyat di Studio 6 RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (9/1). Kecintaannya dalam dunia fashion menjadi alasan Wenda membuka bisnis bulu mata. Kedepannya, tunangan Ruben Onsu tersebut juga ingin memiliki sebuah toko pribadi yang berhubungan dengan dunia fashion. “Secara personal aku suka sama fashion dan make up. Jadi bulu mata penting. Aku juga suka nail art. Mudah-mudahaan kalo Tuhan mengijinkan, aku mau buka toko bulu mata, nail art dan design juga. Kebetulan adik aku juga desianer baju. Jadi itu semua maunya,” jelasWenda. (h/ kpl)

>> Editor : Nova Anggraini

>> Penata Halaman: Jefli


22

PADANG PARIAMAN

LINGKAR 176 Mahasiswa STIT-SB Ikuti Pembekalan PADANG PARIAMAN, HALUAN — Sebanyak 176 orang mahasiswa/i Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syekh Burhanuddin (STITSB) Pariaman mengikuti Pembekalan Praktek Lapangan (PL) di Aula Islamic Center STIT-SB Pariaman Senin (7/1). Ketua STIT-SB Pariaman Prof. DR H Sidi Nazar Bakry mengatakan, PL yang akan dilakukan ini adalah untuk mencari pengalaman dilapangan, karena selama ini hanya mendapatkan pengalaman di kampus saja. “Praktik yang diadakan secara langsung agar semua mahasiswa yang akan mengikuti PL ini tidak canggung dilapangan nanti. Ini akan jelas berbeda, karena selama ini hanya menerima materi dari seorang dosen, dan sekarang langsung menyajikannya,” ujar Nazar Bakry. Diingatkannya, tolong jaga nama baik STIT ini, dan berlaku sopan dengan kepala sekolah serta guru pamong ditempat PL tersebut. “Dalam melaksanakan PL, pakaian harus sopan, karena mahasiswa STIT-SB ini adalah tempat kuliah agama, jadi harus memberikan contoh yang terbaik sesuai dengan ajaran Agama Islam,” ulasnya. Kemudian Pembantu Ketua I H. Muslim Musa juga mengatakan, dari 202 orang mahasiswa semester VII dari lokal A sampai D, hanya sekitar 176 orang yang akan mengikuti PL, dan selebihnya tidak ada mendaftar untuk melakukan PL, berkemungkinan ikut pada tahun depan. “PL yang diikuti ini, sama nilai dengan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) dulu yaitu empat SKS, dan PL ini dibagi dengan enam belas kelompok dengan enam belas orang supervisor yang akan menjadi pembimbing dilapangan,” jelas Muslim Musa. Dijelaskannya, pelaksanaan PL ini dimulai pada tanggal 9 Januari dan 14 Januari nanti, karena liburan pada anak sekolah dua versi, di Kota Pariaman lebih dulu dan Kabupaten Padang Pariaman terakhir, dan PL ada di Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA yang ada di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman. “Untuk mahasiswa yang akan melakukan PL di Kota Pariaman dimulai pada tanggal 8 Januari, dan untuk mahasiswa yang PL di Kabupaten Padang Pariaman pada tanggal 14 Januari mendatang,” jelasnya. Ditambahkannya, bagi mahasiswa yang masih ragu dengan cara PL ini, silahkan datang kekantor dan bisa dijelaskan. “Bagi mahasiswa yang ikut PL, harus menguasai materi ajar, dan jalin hubungan baik antara kepala sekolah dan guru pamong,” tegasnya. (h/cw-bus)

Kasus Gizi Buruk Banyak Ditemukan PADANG PARIAMAN, HALUAN — Di Padang Pariaman kini banyak bermunculan kasus gizi buruk kepermukaan. Ada yang menilai, itu pertanda ketidak-becusan pemerintah daerah. Sementara menurut Kepala Dinas Kesehatan, Zunirman, itu adalah dampak positif dari kedisiplinan dan rasa tanggung-jawab yang selalu dia tekankan kepada para bidan dan petutas di Puskesmas. Baru-baru ini, memang banyak kasus gizi buruk di Padang Pariaman. Diantaranya, ada yang dirawat di Puskesmas, di RSUD Pariaman, RSUD Parik Malintang, bahkan ada yang dilarikan ke Rumah Sakit Umum M. Djamil, Padang. Pemberitaan tentang kasus gizi buruk telah mengundang perhatian dan kritikan banyak orang. Sebagian ada yang menyalahkan pemerintah, tanpa terlebih dahulu mencari tahu kenapa hal itu bisa mencuat ke permukaan. “Kasus gizi buruk yang terangkat dalam pemberitaan, awalnya, itu ditemukan oleh bidan dan petugas di Puskesmas. Merekalah yang, kemudian merujuk anak-anak kurang gizi itu ke Puskesmas atau rumah sakit, itu tandanya petugas kesehatan bekerja dengan baik,” jelasnya. Sejak dilantik jadi Kepala Dinas, aku Zunirman, dia selalu menekankan masalah kedisiplinan kerja dan rasa tanggung-jawab terhadap jajarannya. Sebagai upaya peningkatan disiplin pegawai, dia kerap melakukan sidak ke Puskesmas-Puskesmas. Hal lain yang perlu diketahui masyarakat, menurut Zunirman, adalah, bahwa kasus gizi buruk tidak hanya bisa terjadi pada anak-anak dari keluarga miskin. Sebab, fakta membuktikan, tidak sedikit pula anak-anak dari keluarga berada yang mengalami kasus yang serupa. Jadi, selain faktor ekonomi, kasus gizi buruk bisa terjadi karena pola asuh yang salah. Kemudian juga oleh karena suatu penyakit lain yang mengakibatkan si anak susah makan, hingga akhirnya dia kurus dan jadi kurang gizi, seperti telah banyak beritanya dimedia. Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni, ketika membezuk, Arindu, salah seorang mantan pasien gizi buruk di RSUD Pariaman yang sekarang telah kembali ke rumahnya di Padang Baru, Koto Buruak, Nagari Lubuak Aluang, mengimbau para orangtua supaya betul-betul memperhatikan soal gizi anaknya. Bupati sependapat dengan apa yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Zunirman, bahwa kasus gizi buruk tidak hanya bisa terjadi pada anak-anak dari keluarga kurang mampu. Tapi juga berpotensi terhadap anak-anak yang kurang mendapatkan perhatian orang tua. Dia melihat sendiri, ada beberapa kasus gizi buruk di Padang Pariaman yang, ternyata orangtuanya tidak miskin. Dia mengalami kasus itu gara-gara ada bawaan penyakit lain yang membuatnya tidak mau makan. Hingga akhirnya menderita gizi buruk. (h/cw-bus)

KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

Saiyo Sakato

TAHUN 2014

Padang Pariaman Tidak Lagi Daerah Tertinggal PADANG PARIAMAN, HALUAN — Kabupaten Padang Pariaman termasuk salah satu daerah tertinggal di Sumatera Barat dalam catatan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT). Menurut Bupati Ali Mukhni, hal itu barangkali benar dan, masyarakat Padang Pariaman tidak perlu malu dengan sebutan tertinggal tersebut. Ali Mukhni, mengatakan, salah satu penyebab Padang Pariaman kembali jadi daerah tertinggal adalah peristiwa gempa 2009. Gempa 7,8 skala righter itu benar-benar telah membuat perekonomian masyarakat di daerah ini terpuruk. “Akan tetapi, walau masih tercatat sebagai daerah tertinggal, masyarakat Padang Pariaman patut bersyukur oleh karena dalam dua tahun terakhir, laju pertumbuhan ekonomi di daerah ini termasuk tertinggi di Sumatera Barat. Itu adalah bukti bahwa kegiatan pembangunan di Padang Pariaman dapat melaju lebih cepat dari daerah lain,” terangnya. Dikatakannya, Padang Pariaman harus bisa bangkit, dan diharapkan keluar dari daftar daerah tertinggal, paling lambat pada tahun 2014. “Untuk membebaskan masyarakat dari ketertinggalan, pemerintah daerah telah mengarahkan kegiatan

DIALOG DENGAN GURU — Bupati Padang Pariaman, H. Ali Mukhni dan Kepala Dinas Pendidikan, Mulyadi (kanan) tengah berdialog dengan guru-guru di SMPN 2, Sungai Asam, Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkuang, Kamis yang lalu. BUSTANUL ARIFIN pembangunan buat peningkatan ekonomi masyarakat. Diantaranya yaitu dengan membangun infrastruktur, seperti jalan dan jembatan serta irigasi,” ujarnya. Sekarang ada beberapa proyek raksasa yang tengah dilaksanakan di Padang Pariaman. Diantaranya, pembangunan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) serta Pelabuhan Laut di Pantai Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakis.

BP2IP dan Pelabuhan Laut itu dibangun dengan lebih dari Rp1 triliun. Kehadiran BP2IP dan Pelabuhan Laut, ulas Ali Mukhni, akan memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat Sumatera Barat. Khususnya Padang Pariaman dan, apalagi masyarakat Tiram. “Tiram akan berubah menjadi sebuah kota pendidikan dan perdagangan,” sebut Ali Mukhni.

Festival Seni Budaya Religius Meriahkan Kegiatan Basafa PADANG PARIAMAN, HALUAN — Untuk memeriahkan kegiatan Basyafa 1434 H, Badan Pemberdayaan dan Pengembangan Kawasan Makam Syekh Burhanuddin, Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman adakan Festival Seni Budaya Relegius tingkat Sumatera Barat. Acara yang dibuka secara resmi oleh Bupati Ali Mukhni, pekan lalu itu, dijadwalkan berlangsung di Komplek Mesjid Agung Syekh Burhanuddin hingga Jumat, 11 Januari nanti. Ketua panitia pelaksana festival, Zalkhairi menyampaikan, setidaknya ada lima cabang yang diperlombakan. Yaitu, lomba gendang tassa, tadarus, rabana, nasid dan da’i cilik. Kegiatan tersebut, di samping untuk memeriahkan kegiatan Basafa, dimaksudkan untuk melestarikan nilai-nilai seni budaya relegius yang ada. Pada acara pembukaan, Kadi Ulakan, Ali Amran Tuangku Bagindo, sempat memaparkan tentang sejarah lahirnya tradisi Basafa di Makam Syekh Burhanuddin. Banyak orang, katanya, mengartikan Basafa sebagai berziarah ke Makam Syekh Burhanuddin di bulan Syafar. Dijelaskan Kadi Ulakan, basafa arti yang sebenarnya adalah bersafahaman. Jadi, Basafa adalah kesafahaman ulama-ulama Syatariyah untuk melaksanakan ziarah bersama ke Makam Syekh Bur-

Selain BP2IP dan Pelabuhan Laut, kini juga tengah dibangun jalan lingkar Lubuak AluangSicicin dan Sicincin-Malalak. Terus, tahun ini akan dimulai pula pembangunan Asrama Haji Multi Guna di Sungai Buluah, Kecamatan Batang Anai. Itu semua akan memberikan dampak ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat Padang Pariaman. Sementara untuk mendukung

sektor pertanian, juga dibangun Irigasi Anai II. Proyek raksasa yang akan mengairi 7.000 hektar lahan sawah di Padang Pariaman itu diharapkan selesai tahun ini. “Bayangkan, ribuan petani di daerah ini akan merasakan dampaknya, bisa turun kesawah tanpa ada keluhan tentang air, karen selama ini air salah satu menjadi kendala bagi petani,” ulas Bupati Padang Pariaman. (h/cw-bus)

SMPN 2 SELESAI DIBANGUN

Warga Sungai Asam Gelar Syukuran

hanuddin, setiap Rabu di atas 10 Muharam. Sejak wafat hingga sekarang, Makam Syekh Burhanuddin selalu ramai dengan peziarah. Apalagi pada waktu Basafa. Ribuan orang datang berziarah ke makam Syekh yang telah mengembangkan ajaran Islam di Ranah Minang tersebut. Apa yang disampaikan Ali Amran, pun sempat disinggung Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Ulakan, Y. Rangkayo Amai Said Datuak Bandaharo. Dia berharap, kedepan kegiatan Basafa dapat dipertahankan dan lebih disemarakkan lagi dengan kegiatankegiatan keagamaan, seperti festival yang diadakan sekarang ini. Harapan serupa, juga dikemukakan Bupati Ali Mukhni. Bahkan dia berharap, festival yang diadakan dalam rangka memeriakan acara Basafa itu tidak hanya untuk tingkat Sumatera Barat. Kalau bisa nasional. Atau, kapan perlu tingkat Asia. Sebab, kata Ali Mukhni, kegiatan Basafa di Makam Syekh Burhanuddin tidak hanya diikuti oleh jemaah-jemaah Syahtariyah yang ada di Sumatera Barat. Tapi juga dari daerah, bahkan negara-negara jiran. “Dan, itu kegiatan tersebut, pemerintah akan mencoba menganggarkannya melalui APBD, untuk kelangsungan acara basafa ini kearah yang baik,” ujar Ali Mukhni. (h/cw-bus)

PADANG PARIAMAN, HALUAN — Masyarakat Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2 x 11 Anam Lingkuang, Kamis (4/1) lalu, mengadakanb acara syukuran atas selesainya pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 di Korong Sungai Asam. Bupati H. Ali Mukhni bersama Kepala Dinas Pendidikan Mulyadi, Kepala DPPKA Hanibal dan beberapa Kepala SKPD lainnya, tampak hadir dalam jamuan makan siang tersebut. Walinagari Sungai Asam, Yuliasman, yang juga selaku Ketua Komite SMPN 2, dalam kesempatan itu, atas nama warganya menyampaikan ucapan berterima-kasih kepada pemerintah daerah. “Kami benar-benar bersyukur sekali dengan telah dibangunnya SMP di Sungai Asam, Pak Bupati,” ujarnya. Keberadaan sebuah SMP di Sungai Asam sebetulnya telah lama diimpikan masyarakat setempat. Impian mereka muncul, mengingat jauhnya SMPN 1 di Sicincin. Oleh karena jauh, SMPN 1 terpaksa membuka kelas jauh atau filial di Sungai

Asam. “Alhamdulillah, sekarang sekolah filial itu telah jadi negeri,” ulas Yuliasman. Gedung baru SMPN 2 yang tampak berdiri megah itu dibangun dengan dana APBNPerubahan 2011 dan APBN 2012. Gedung tersebut terdiri dari beberapa lokal (ruang belajar), satu ruang guru dan satu ruang kepala sekolah. Juga dilengkapi dengan sebuah gudang, ruang untuk koperasi, kantin dan sebuah musala. N a m u n , k a r e n a b anyaknya siswa, ruang kelas yang ada belum mampu menampung mereka secara keseluruhan. Sebab itu pihak sekolah terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar dua sif. Sebagian masuk pagi dan sebagiannya lagi masuk siang. Itupun bisa dilakukan dengan menyulap ruang tata usaha menjadi ruang kelas. Sekaitan itu, Yuliasman memohon kepada Bupati dan Kadinas Pendidikan agar segera membantu penambahan ruang kelas baru di SMPN 2 Sungai Asam. Di samping ruang kelas, juga ruang labor dan pustaka.

“Tanpa labor dan pustaka, tentu sulit meningkatkan mutu di sekolah ini,” tambah Yuliasman. Apa yang disampaikan Yuliasman, dibenarkan Kepala SMPN 2, Irman. “Setidaknya sekolah ini masih perlu penambahan tiga ruang, satu labor dan satu pustaka,” katanya. Menanggapi apa yang disampiakan pengurus Komite dan Kepala SMPN 2 Sungai Asam, Irman, Bupati Ali Mukhni yang didampingi Kadinas Pendidikan, Mulyadi, berjanji akan mengupayakan penambahan ruang kelas dan labor untuk sekolah tersebut. “Kami akan coba mengupayakannya secepatnya,” kata Ali Mukhni. Dan juga, Ali Mukhni meminta pengurus komite supaya mengupayakan pembangunan pagar sekolah tersebut. Sebab, dia melihat, betapa bagusnya gedung SMPN 2 Sungai Asam, apabila tidak dilengkapi dengan pagar maka akan terlihat kurang nyaman buat belajar serta untuk keamanan. Apalagi hewan ternak bisa masuk ke pekarangan sekolah. (h/cw-bus)

Bupati Ajak Petani Terapkan Padi Tanam Sebatang

BUPATI H. Ali Mukhni meninjau padi hasil pola padi tanam sebatang yang telah diterapkan Kelompok Tani Aue Sarumpun, Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur, Rabu (3/1) lalu. BUSTANUL ARIFIN PADANG PARIAMAN, HALUAN — Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni, bersama sejumlah kepala dinas, badan

dan kantor serta kepala bagian, Rabu pekan lalu, meninjau areal pertanian tanaman padi milik Kelompok Tanah Aur Sarumpun

di Tigo Jerong, Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur. Dia melihat, pola tanam padi sebatang yang diterapkan kelompok tani itu patut ditiru oleh petani-petani yang lain. Salah seorang anggota Keltan Aue Serumpun menyampaikan, dengan menerapkan pola tanam padi sebatang, produksi padi mereka kini jauh lebih tinggi. Kalau sebelumnya, hanya sekitar lima ton perhektar. Sekarang bisa mencapai delapan hingga sembilan ton. Rata-rata naik tiga ton perhektar. Selain hasilnya lebih banyak, kata Ali Mukhni kepada Haluan, biaya produksinya pun lebih murah. Pertama, dari jumlah benihnya saja sudah jelas berkurang. Kemudian pupuk, itu juga perlu banyak. Bisa diganti dengan

pupuk organik. Apa yang disampaikan anggota kelompok tani itu, dibenarkan Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan, Ali Amran. Dikatakannya, disamping murah dalam pembiayaan, dalam pemiliharaannya pun lebih mudah. “Jadi, pola tanam padi sebatang memang sangat bagus untuk diterapkan dan cocok untuk daerah Padang Pariaman,” ujarnya. Dijelaskan, dengan pola tanam padi sebatang, rumpun padi petani terlihat jauh lebih besar dibanding pola konvensional. Bisa mencapai 30 tangkai perumpun. “Sekaitan itulah, Dinas Pertanian mengajak masyarakat untuk mencoba menerapkan pola tanam padi sebatang,” ulas Ali Amran. Sembari menyampaikan, bahwa untuk Padang Pariaman, pola itu

telah diterapkan diatas areal kurang lebih 400 hektar, dari 29.289 hektar luas sawah yang ada. Areal itu tersebar di 17 kecamatan dan, dalam pengelolaan 356 Keltan. Menurut Kadinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan, dengan menerapkan pola padi tanam sebatang, Padang Pariaman sebenarnya sudah bisa memenuhi target peningkatan produksi yang diberikan pemerintah pusat, yaitu 40 ton pertahun hingga tahun 2014 mendatang. Paling tidak, untuk 15.000 hektar saja, itu sudah bisa menggenjot produksi hingga 45.000 ton. ‘Saya rasa sekarang, tinggal lagi keberanian masyarakat untuk meninggalkan pola tanam cara lama tersebut,” ulasnya. (h/cw-bus)

>> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman: Rahmi


RIAU DAN KEPRI 23

KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

8 RUMAH RUSAK BERAT

UMK Dumai Rp 1.490.000 Disetujui Gubri DUMAI, HALUAN – Gubernur Riau H Rusli Zainal akhirnya menandatangani Peraturan Gubernur Riau (Pergubri) tentang Upah Minimum Kota dan Kabupaten dan memutuskan UMK Dumai resmi ditetapkan sebesar Rp 1.490.000. “UMK harus sudah diberlakukan disetiap perusahaan-perusahaan yang ada di Dumai mulai Januari ini,” terang Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dumai, Parulian Siregar, Selasa (8/1). Kabid Penempatan dan Syarat Kerja Dinaskertrans kota Dumai Muhammad Fadhly menambahkan, Upah Minimum Kabupaten dan Kota se Provinsi Riau ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Riau (Pergubri) nomor 67 tahun 2012. Seusai peraturan tersebut, UMK Dumai ditetapkan sebesar Rp 1.490.000, meningkat dari tahun 2012 lalu senilai Rp 1.287.000. Perusahaan yang telah memberikan upah lebih tinggi dari ketentuan Upah Minimum Kabupaten/ Kota tahun 2013 tidak dibenarkan mengurangi atau menurunkan, berdasarkan ketentuan pemerintah. Fadlhy mengatakan, UMK sebesar Rp 1.490.000 sudah sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) kota Dumai pada tahun 2013. UMK 2013 sebelumnya telah diusulkan ke Gubernur Riau pada Desember 2012 untuk mendapat persetujuan dan pengesahan Gubri setelah mendapat rekomendasi Walikota. “Kita akan langsung memantau pelaksanaan pembayaran UMK ini ke semua perusahaan dengan membentuk tim pengawas dengan harapan peraturan ini dapat dijalankan dengan baik dan hubungan kerja yang kondusif selama ini tetap terjaga,” harapnya. (h/zak)

Korban Puting Beliung Minim Bantuan PERINGATI — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kepri merayakan ulang tahunnya yang ke-13 di aula kantor Gubernur Lama Kepri, Rabu (9/1)). Perayaan tersebut berlangsung meriah dengan diisi oleh berbagai hiburan kesenian. Acara tersebut juga dihadiri langsung oleh Gubernur Kepri HM Sani dan Wakilnya HM Soerya Respationo. SUTANA

OPICK DAN UJE AKAN SEMARAKKAN HUT KAMPAR

PKK Kampar Ingin Catat Rekor MURI BANGKINANG, HALUAN — Sempena hari jadi Kabupaten Kampar ke-63 yang jatuh 6 Februari mendatang , Pemkab Kampar bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Kampar merencanakan akan mendatangkan penyanyi nasiq nasional Opick dan ustadz gaul Jefry Albukhory atau lebih dikenal dengan UJ. Ketua TP PKK Kabupaten Kampar, Hj Eva Yuliana Jefry, SE saat memberikan masukan pada rapat perdana persiapan penyambut Hari Jadi Kabupaten Kampar ke63 tahun 2013, Selasa (8/1) di ruang rapat kantor Bupati

Kampar yang dipimpin Asissten Pemerintahan Setda Kampar, Nukman Hakim, dihadiri seluruh Kepala SKPD Kabupaten Kampar.”Kita sudah menghubungi keduanya dan sudah menyatakan kesediaannya untuk hadir di Kampar,”akuinya. Disebutkanya bahwa hiburan yang bernuansa Islami lebih tepat dan lebih menyejukkan masyarakat Kampar yang terkenal dengan serambi Mekkah-nya Propinsi Riau. ”Mengapa kita tidak mengundang pemilik goyang gergaji ataupun yang lainnya karena saat ini kita juga menye-

suaikan dengan daerah kita yang agamis,’katanya. Bukan hanya itu, TP-PKK Kabupaten Kampar juga berencana akan mendapatkan rekor Musium Rekor Indonesia (MURI) dalam hal membuat satu menu tradisional yang terbesar ataupun yang terpanjang.”Apakah itu nantinya pelito daun ataupun dalam bentuk kue tradisonal lainnya yang skopnya besar. Nanti kami mencoba berkoordinasi dengan Muri mengenai syaratsyarat yang mesti dipenuhi. kita harus terus bergerak memperkenalkan daerah kita secara nasional,”sebutnya.

Asisten Pemerintahan Setda Kampr, Nukman Hakim mengatakan bahwa peringatan hari jadi Kabupaten Kampar ini hendaknya diadakan dengan semarak mungkin, hal ini diharapkan kepada masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam perhelatan masyarakat Kampar ini.”Mari Kita semarakkan Hari Jadi Kampar ini dengan memasang umbul-umbul di depan rumah masing-masing serta baliho untuk kantorkantor pemerintah dan instansi,’harapnya. Ditambahkanya ,untuk rapat kali ini disamping

membicarakan berbagai kesiapan Hari Jadi Kampar juga membicarakan tentang acara yang diadakan bersempena dengan Hari Jadi tersebut.” Selain mengikuti acara pokok Pemrintah Kabupaten Kampar juga akan mengadakan kegiatan dalam mensemarakkan Hari Jadi Kampar diantaranya jalan sehat yang direncanakan diikuti masyarakat dari kecamatan-kecamatan se Kabupaten Kampar, pertandingan olahraga diantaranya bola volly , bola kaki dan badmiton serta tak ketinggalan olahraga tradisional Kampar,”tambahnya.(h/dom)

BATAM, HALUAN — Hingga hari kedua paska angin puting beliung yang memporak-porandakan rumah warga Batumerah, Batuampar. Korban masih sepi bantuan, baik bantuan berupa logistik maupun dalam bentuk uang tunai. Padahal kondisi korban saat ini sangat membutuhkan bantuan, baik logistik maupun bantuan untuk dapat merenovasi rumahnya kembali. “Korban menanti bantuan, tapi sampai saat ini masih minim sehingga mereka menempati rumahnya seadanya,” ujar Lurah Batumerah, Elfitri Gustati di TKP, Rabu (9/1). Sementara bantuan dari Pemko Batam yang diharapkan, lanjut bu Lurah, saat ini sudah dikoordinasikan dan sudah dibahas dalam rapat dengan Wakil Walikota Batam, Rudi. Namun kepastian berapa besarannya masih menunggu pendataan dan pembahasan lebih lanjut. “Sudah dirapatkan, arahan pak Rudi dilakukan dulu pendataan dan dihitung kerugian, kemudian baru dikoordinasikan lebih lanjut,” ungkap Bu Lurah. Berdasarkan data sementara, angin puting beliung yang melanda Kelurahan Batumerah Batuampar pada Selasa (8/1) kemarin, sedikitnya ada 48 rumah plus 1 bangunan Masjid yang mengalami kerusakan. Dari jumlah itu, 8 rumah diantaranya mengalami rusak parah. “8 rumah yang mengalami rusak berat, dan ia harus segera diatasi,” katanya. Selain menejelaskan ten-

tang total rumah yang rusak dan urgentnya bantuan, bu Lurah juga meminta perhatian para pihak atas satu warganya, yakni Muhammad Rayyan (10) yang saat ini masih menjalani pengobatan di RSBK karena tertimpa atap rumah. Namun demikian, untuk pengobatan korban seluruhnya ditanggung oleh pemerintah kota, hal tersebut sesuai dengan arahan dari Wakil Walikota Batam, Rudi. Diwaktu bersamaan, Anggota DPD RI pemilihan Kepri, Jasarmen Purba mengunjungi dan memberikan bantuan untuk korban angin puting beliung di Kelurahan Batumerah. “Ini sebagai bentuk kepedulian saya secara pribadi, saya juga akan koordinasikan dengan teman-teman di DPD untuk bisa mengambil kebijakan pemberian bantuan,” ujarnya singkat. Salah satu korban, Yanis, mengatakan bahwa rumahnya mengalami rusak berat akibat angin puting beliung, dimana atap rumahnya terbang dibawa angin. Untuk dapat memperbaiki kembali rumahnya, ia membutuhkan uang tunai sedikit Rp5 juta. Namun sambil menunggu adanya bantuan, saat ini ia hanya memasang atas terpal di rumahnya untuk dapat dipakai berlindung bersama keluarganya. (h/ays).

LAPORAN KHUSUS PANEN PERDANA KELTAN TATAYE

Bekas Reklamasi yang Bernilai Ekonomi T

idak hanya ditanami pinus, kawasan bekas tambang batu bara di Kota Sawahlunto, ternyata juga ditanami karet dan sawit. Alhasil, kawasan yang semula diprediksi akan menjadi lahan gersang itu, kini berubah menjadi kawasan produktif. Setidaknya itu ditunjukan Kelompok Tani Tataye, di Bukit Taye Desa Tumpuk Tangah Talawi, Kota Sawahlunto. Lahan bekas reklamasi tambang, yang terbilang kesulitan air itu, justru dibuat hijau dengan tanaman karet. Keltan yang diketuai Amran itu, mengolah puluhan hektar lahan bekas reklamasi, menjadi lahan karet. Lima tahun lalu, kawasan Bukit Taye, bisa diprediksi menjadi lahan gersang, bekas tambang. Namun, saat ini beberapa anggota Keltan Tataye mulai merasakan nikmatnya pemasukan dari karet, yang mereka tanami. “Alhamdulillah, kawasan yang dulu gersang, kini sudah menjadi hijau dan menghasilkan,” ujar Nenek Dt. Gadang Bandaro, salah seorang anggota Keltan Tataye kepada Haluan, Rabu (9/1). Pria yang sudah memasuki usia 70 tahun itu, mengaku melakukan penanaman karet di atas lahan 7 hektar, dengan 2.100 bibit batang karet bantuan Pemerintah Kota Sawahlunto. Kini, sebagian besar bibit karet itu sudah mulai memberikan hasil. Walikota Sawahlunto, Amran Nur yang turut hadir dalam pelaksanaan panen perdana karet Keltan Tataye Bukit Taye, mengaku sangat bahagia atas keberhasilan yang dilakukan Keltan tersebut. Bagi Amran Nur, keberhasilan Keltan Tataye Bukit Taye Talawi Sawahlunto dalam

menghijaukan lahan bekas reklamasi tambang, akan menjadi motivasi bagi kelompok tani lain, dalam mengembangkan usaha pertanian. Keberhasilan tersebut, ujarnya, sekaligus memperlihatkan ke tengah masyarakat, betapa usaha berupa kerja keras, kerja cerdas serta ikhlas akan memberikan nilai ekonomi yang tinggi. “Keberhasilan ini menunjukan pertanian merupakan sektor unggulan, yang bisa dijadikan sebagai profesi. Makanya, semenjak awal pemerintah menyebutnya bukan hanya sekedar petani. Namun pengusaha tani,” ujar Amran Nur. Di balik keberhasilan itu, Amran Nur mengingatkan para pengusaha tani, akan kewajiban dalam membayar pajak bumi dan bangunan. Lahan yang kini sudah produktif, tentu nilai pajak yang akan dipungut juga turut meningkat. Dari data kawasan reklamasi bekas tambang, di Kecamatan Talawi, sedikitnya terdapat 100 hektar lahan yang dimanfaatkan untuk perkebunan karet. Dari jumlah tersebut, 80 persennya sudah memasuki masa panen. Selain karet juga ada masyarakat yang menanami kawasan bekas tambang tersebut, dengan sawit. Setidaknya juga terdapat 80 hektar perkebunan sawit. “Untuk sawit, sudah ada sekitar 25 persen yang berbuah pasir,” ujar Erwin Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kota Sawahlunto. Secara umum, menurut Erwin, total tanaman karet yang tersebar dan ditanami masyarakat mencapai 1,5 juta batang. Selain karet dan sawit, pemerintah juga memberikan bantuan kakao,

dengan jumlah yang mencapai 1,6 juta batang. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Sawahlunto, Hilmet mengatakan, dalam mendukung pencapaian program, pihaknya menerjunkan penyuluh untuk mendampingi petani di lapangan. Khusus untuk karet, seiring dengan kecemasan masyarakat akan kekurangan tenaga penyadap, Hilmet mengaku telah melatih 200 tenaga penyadap. Selain itu, petani karet juga diberikan kesempatan untuk melihat langsung proses penyadapan dan pengelolaan hasil. “Beberapa waktu lalu, kami sudah membawa sejumlah petani untuk melihat bagaimana pengolahan karet murni ke Jambi. Dari sana, tentu kita mengharapkan petani semakin profesional dalam mengolah produksi karetnya,” ujar Hilmet. Hilmet melihat, selain mutu dan kualitas bibit karet, kepiawaian dalam pengolahan karet juga memberikan pengaruh yang besar, terhadap harga karet sendiri. Semakin murni karet yang dihasilkan, secara otomatif akan mendongkrak harga di pasaran. Ketua DPRD Sawahlunto, Ali Yusuf mengatakan, sebagai wakil rakyat, legislatif akan selalu mendukung programprogram yang bersentuhan langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Ketua DPRD Sawahlunto, Emeldi dan Sekretaris Kota, Zohirin Sayuti itu, selain melakukan panen perdana penyadapan karet, Walikota Sawahlunto juga menyerahkan bantuan peralatan pertanian kepada beberapa kelompok tani seKota Sawahlunto.(h/dil)

WALIKOTA Amran Nur bersama pengusaha tani karet.

PANEN perdana karet

WALIKOTA panen perdana karet

KETUA DPRD Ali Yusuf panen perdana karet

BEKAS reklamasi tambang ditanami sawit >> Editor : Maidella Syahni

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


24

KAMIS, 10 JANUARI 2013 M 28 SHAFAR 1434 H

PEMBATALAN RSBI

PBM di SMP N 1 Padang Tak Terganggu PADANG, HALUAN — Putusan pembatalan status rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) oleh Mahkamah Konstitusi tidak mempengaruhi proses belajar mengajar (PBM) di SMP Negeri 1 Padang yang merupakan salah satu sekolah RSBI. Kegiatan pembelajaran belajar seperti biasa dan putusan tersebut tidak akan mempengaruhi mutu dan kualitas pendidikan, kata Kepala SMP Negeri 1 Padang, Darmalis di Padang, Rabu. Menurut Darmalis, pembatalan status RSBI sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah dan pihak sekolah akan menunggu tindak lanjut dari putusan itu. Hingga saat ini belum ada pemberitahuan dari Dinas Pendidikan atau pihak berwenang lainnya terkait langkah apa yang harus dilakukan setelah putusan MK tersebut, kata dia. Namun, ia memastikan para guru tetap melaksanakan proses belajar sebagaimana biasa dan tetap berupaya mempertahankan kualitas sekolah. Pada sisi lain ia melihat RSBI memiliki nilai positif sebagai salah satu sarana bagi siswa untuk mengembangkan kemampuannya. Sementara Wakil Kepala SMP Negeri 1 Bidang Manajemen dan Mutu, Henny Marsia mengemukakan, pelaksanaan RSBI telah berjalan selama empat tahun sejak 2008. Dengan pembatalan tersebut akan mempengaruhi proses belajar mengajar dari segi jam belajar dan kurikulum. Jika putusan ini telah resmi dilaksanakan, maka akan terjadi pengurangan jam belajar dari 46 jam setiap minggu menjadi 36 jam. Mata pelajaran yang mengalami pengurangan yaitu Bahasa Inggris, Matematika dan Penerapan Teknologi Dasar. Sementara, salah seorang siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Padang Salsabila Putri berharap pemerintah tidak membatalkan status RSBI. Dengan pembatalan RSBI maka sekolah akan sama dengan sekolah lain dan dikhawatirkan akan mengurangi mutu dan kualitas pendidikan, kata dia. (h/ans)

Dana Pendidikan untuk Penyandang Cacat Ditambah PADANG, HALUAN — Dana sekitar Rp7,3 miliar yang dialokasikan untuk pendidikan penyandang cacat di Sumatera Barat, ditambah Rp1,4 miliar dari APBD provinsi. Dana yang berasal dari APBN ini akan digunakan untuk menggaji guru SLB, yang tahun sebelumnya tidak dialokasikan. Hal ini juga menjawab keresahan guru di SLB yang berstatus guru honor. Seperti di SLB Harapan Bunda, hanya 1 orang guru PNS. Sisanya 9 orang guru masih berstatus guru honor. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Syamsulrizal, anggaran yang diterima ini akan dipergunakan untuk insentif pendidikan guru SLB, peningkatan mutu, dan biaya olimpiade bagi siswa penyandang cacat. Tahun ini juga sudah mulai berjalan pendidikan inklusif di Sumbar. Daerah pertama yang mengadakan pendidikan inklusif adalah Kota Payakumbuh. Tahun 2012 sekitar 124 sekolah yang menjadi sekolah inklusif. Masing-masing mendapatkan bantuan sekitar 40-104 juta per sekolah. Anggaran pendidikan bagi penyandang cacat ini dipertanyakan oleh anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Zahara Asni, karena masih rendahnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan penyandang cacat, saat hearing bersama mitra kerja, Rabu (9/1). “Jadi, pemerintah sudah cukup memberikan perhatian kepada pendidikan penyandang cacat,” jawab Syamsulrizal. (h/cw-eni)

DIKLAT PLS — Sejumlah peserta Diklat Konversi 2012 Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fakultas Ilmu Pendidikan UNP, berfoto bersama di depan Gedung Rektorat UNP, Rabu (9/1). PARWIS

Hasil Analisa Pra UN Tuntas Pekan Ini PADANG, HALUAN — Hasil analisa pra UN SMA dan SMP direncanakan tuntas dibagikan minggu ini. Diharapkan kepala dinas di masing-masing kota dan kabupaten beserta kepala sekolah memberikan hasil analisa ini kepada guru-guru mata pelajaran yang diUN-kan. Hal ini pun akan diperiksa oleh Dinas Pendidikan Sumatera Barat ke masing-masing guru. “Tahun lalu, ditemukan ada guru yang tidak menerima hasil analisa pra UN. Bahkan ada yang tidak mengetahui. Akibatnya, hasil UN sekolah itu rendah. Akibat kelalaian beberapa orang, peserta didik pun menerima akibatnya,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Muliardi, Selasa (8/1). Jika hasil ini sudah diterima guru, bisa langsung diperbaiki kelemahan yang dihadapi siswa. Biasanya, kata Muliardi, kabupaten dan kota yang peduli terhadap pendidikan akan melakukan analisa lagi (try out), sebanyak 2 kali untuk mengetahui kemampuan siswa. Karena tujuan pra UN dan try out yang dilakukan, memang bertujuan untuk memetakan kemampaun siswa, bukan untuk melihat berapa banyak siswa yang lulus ataupun tidak. “Jika hanya memandang dari kelulusan, cukup banyak siswa yang tidak lulus. Ini dikarenakan, pada beberapa

Federasi Serikat Guru Bersyukur RSBI Dihapus

kabupaten materi yang diujikan pada praUN, belum dipelajari siswa. Jadi ini tidak adil dijadikan sebagai landasan dalam menganalisa,” jelasnya. Dari hasil analisa yang dilakukan praktisi pendidikan, menurut Muliardi, terlihat permasalahan yang sama di beberapa kabupaten dan kota. Masalah yang dihadapi pun bervariasi. Seperti dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, ditemukan siswa yang kurang memahami bacaan dalam suatu paragraf dengan baik. Dengan demikian, guru harus membantu siswa untuk memecahkan persoalan ini. Secara keseluruhan, Pra UN diselenggarakan serentak di seluruh kabupaten/kota di Sumbar. Sekitar 153.364 orang siswa mengikuti ujian ini. Terdiri dari 84.158 orang siswa SMP/MTS negeri dan swasta. 49.272 orang siswa SMA/ MA negeri dan swasta. Sisanya, 19.934 orang siswa SMK negeri dan swasta. Adanya pra UN ini sendiri memudahkan dinas pendidikan melakukan pendataan terhadap siswa peserta UN. “Akurasi data akan semakin baik. Berbeda dengan tahun 2010 lalu, karena tidak dilaksanakan pra UN, data peserta UN sampai bulan Februari masih berantakan. Jadi, ini merupakan satu alasan bagi masing-masing daerah untuk melakukan persiapan UN,” pungkas Muliardi. (h/cw-eni)

JAKARTA, HALUAN — Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti menyatakan pihaknya sangat bersyukur atas putusan Mahkamah Konstitusi tentang penghapusan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). “Kami berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menghormati hukum dan putusan MK itu,” kata Retno saat dihubungi di Jakarta, Rabu. FSGI, ujarnya, juga memberikan apresiasi kepada MK yang telah membuat keputusan yang berpihak kepada rakyat dan keadilan. Ia berharap, dengan adanya putusan MK, tidak ada kebijakan baru yang dikeluarkan untuk menciptakan RSBI dalam bentuk yang lain. “Jangan membangkitkan kembali roh RSBI dengan nama lain,” ujarnya. Sebelumnya, MK memutuskan mengabulkan permohonan penghapusan RSBI di sekolahsekolah pemerintah yang tercantum dalam UU 20/ 2003 Pasal 50 ayat (3), karena bertentangan dengan UUD 1945 dan merupakan bentuk liberalisasi pendidikan. Permohonan uji materi UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional itu diajukan oleh Andi Akbar Fitriyadi, Nadia Masykuria dan Milang Tauhida bersama sejumlah aktivis pendidikan yaitu Juwono, Lodewijk F Paat, Bambang Wisudo dan Febri Antoni Arif. “Ini merupakan bentuk baru liberalisasi dan dualisme pendidikan serta berpotensi menghilangkan jati diri bangsa dan diskriminasi adanya biaya yang mahal,” kata Ketua MK Mahfud MD saat membacakan putusan di Gedung MK, Jakarta, Selasa (8/1). (h/ans)

>> Editor : Nova Anggraini

>> Penata Halaman: Rahmi


Haluan 10 Januari 2013