Issuu on Google+

Harian Umum

I klan Berlangganan Pengaduan

MEDIA GROUP

MINGGU

Harga Eceran Rp3.500/eks, Harga Langganan Rp78.000/bulan Luar Kota Tambah Ongkos Kirim

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

Perumahan Minimalis di Kawasan Fasilitas Umum

SUV Elegan Irit BBM Desain

Prosesi Tabuik Pariaman

Konsep keunggulan berbeda ditawarkan Perumahan Taman Anggrek Residence. Keunggulan tersebut yakni lokasi perumahan dengan desain tropis minimalis ini berada dekat fasilitas umum.

Salah satu bukti makin cerahnya pasar otomotif tanah air yakni meningkatnya minat masyarakat mendapatkan mobil di kelas Sport Utility Vehicle (SUV).

Setiap memasuki awal Muharam atau tahun baru Hijriyah, masyarakat Kota Pariaman menggelar perayaan Tabuik.

PROPERTI-8

15.36

RANA-24

OTOMOTIF-16

Rem Angin Bocor, Truk Hantam Kios Rokok

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. (QS:Albaqarah Ayat 9)

12.10

4488700 9559333 4488702

TERBIT 24 HALAMAN NOMOR 054 TAHUN KE 65

9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

04.42

0751 0751 0751

18.16

PADANG PANJANG, HALUAN— Truk tronton BK 8234 EC menabrak sebuah kios rokok dan makanan ringan milik Yen di Simpang Lubuk Mata Kucing Padang Panjang, Jumat (21/12) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Kecelakaan truk dari

19.30

>> REM ANGIN hal 07

10 DESEMBER HARI HAK ASASI MANUSIA

Pelanggaran HAM Terus Meningkat HARI Hak Asasi Manusia dirayakan tiap tahun oleh banyak negara di seluruh dunia setiap tanggal 10 Desember. Ini dinyatakan oleh International Humanist and Ethical Union (IHEU) sebagai hari resmi perayaan kaum Humanisme. Hari jadi merupakan momen mengevaluasi dari kemajuan penegakan HAM. Na-

mun kenyataanya, justru pelanggaran HAM menunjukkan tren peningkatan di Sumbar. Bahkan, sejak Januari sampai awal Desember banyakt e r j a d i kasus-kasus yang diduga terjadi pelanggaran HAM yang mencoreng Ranah Bundo.

RENCANA EKSEKUSI KEPUTUSAN MK

Anak Nagari Manggopoh Jangan Gegabah AGAM, HALUAN—Pucuk Adat Nagari Tiku dan Manggopoh menghimbau anak kemanakan agar tidak bertindagegabah dan menahan diri dalam menyikapi kisruh soal rencana eksekusi keputusan MK yang memenangkan Suku Tanjung Manggopoh terhadap

2.500 hektar lahan sawit. Himbauan itu disampaikan pucuk adat nagari Tiku dan Manggopoh dalam acara silaturrahmi dengan anak kemanakan di Rumah Gadang Suku Tanjung Manggopoh di

>> ANAK hal 07

‘PESTA ERTIGA’ DI TAMAN BUDAYA

Suzuki Buktikan Irit BBM PADANG, HALUAN—Pesta Suzuki Ertiga yang digelar PT Elang Perkasa Motor (EPM) hari ini, Minggu (9/12) di Taman Budaya Padang tak sekedar memberikan hiburan bagi masyarakat, namun juga membuktikan keunggulan dan ketangguhan mobil Suzuki. Salah satu kegiatannya yaitu fuel injection atau lomba

irit bahan bakar. Kegiatan ini berupa fun touring Suzuki dengan lokasi star di depan gedung Elang Perkasa Motor di Jalan Khatib Sulaiman Padang. Sedangkan hadiah hiburan berupa motor Suzuki Nex serta puluhan hadiah menarik lainnya bisa didapatkan pengunjung di lokasi Pesta Ertiga di Taman Budaya Padang. “Ini Pesta Ertiga, pastinya

>> SUZUKI hal 07

HANCUR— Kios rokok hancur dihantam truk di Simpang Lubuk Mata Kucing Padang Panjang. IWAN DN

MENUNGGU ANDI MALLARANGENG BUKA SUARA

KPK DidesakTelusuri Keterlibatan Politisi Proyek wisma atlet Hambalang tak mungkin berjalan tanpa melibatkan parlemen. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak menelusuri lebih dalam ada tidaknya keterlibatan anggota DPR.

JAKARTA, HALUAN— Koordinator Investaigasi Indonesia Corruption Watch (ICW), Agus Sunaryanto mengatakan, KPK harus mengembangkan kasus Hambalang ke level parlemen. “Apakah benar tidak ada

masih memfokuskan pada proses di eksekutif. Pada audit tahap II, dia berharap BPK memfokuskan proses di parlemen, khususnya di Komisi X DPR.

>> KPK hal 07

MANCHESTER CITY VS MANCHESTER UNITED

KOMPANY SIAP JEGAL RVP MANCHESTER, HALUAN — Bomber Manchester United, Robin van Persie (RvP), sudah mencetak 10 gol dalam 15 laga di Premier League musim ini. Dari total jumlah gol tersebut, lebih dari

setengahnya dia ciptakan saat laga tandang. Satu gol yang disarangkannya ke gawang Reading menjadikan Van Persie berada di puncak daftar pencetak gol terbanyak bersama Luis Suarez, Michu,

>> KOMPANY hal 07

HARI ANTI KORUPSI

DERITA MUHAMMAD SADAD DI TANAH DATAR

Kantong Kemih di Luar, Tidur Tak Bisa Telungkup Laporan:

ALDORIS ARMIALDI SUNGGUH malang nasib Muhammad Sadad (bayi 2 bulan). Di saat bayi sebayanya bebas tidur nyenyak terlungkup, namun bayi malang asal Jorong Rajawali Nagari Tigo Jangko Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar ini hanya bisa tidur terlentang. M. Sadad mengalami kelainan kantong kemih yang berada di luar (dekat pusar). Kondisi itu menyebabkan dia hanya bisa

M.Sadad ketika dibezuk istri Wabup Tanah datar Hendri Arnis.

sama sekali keterlibatan anggota parlemen? Tidak bisa eksekutif sendirian,” kata Agus di Jakarta, Jumat (8/ 12) Dia mengatakan, audit investigasi tahap I Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK)

tidur terlentang. Entah sampai kapan penderitaan dialami bayi yang baru sekitar 2 bulan hadir di permukaan bumi ini, karena orang tuanya tak mampu membiayai pengobatan anaknya itu. Tatapan panjang terus terpancar di mata Zulfikar (36) dan Yusnita (34), orang tua Sadad yang sehari-harinya sebagai buruh tani ini. Kedua orang tuanya, saat ditemui

>> KANTONG KEMIH hal 07

Kampanye “Anti Korupsi” Lewat Film PADANG, HALUAN—Hari ini, 9 Desember diperingati sebagai Hari Anti Korupsi Sedunia. Generasi Anti Korupsi (Gasak) bersama-sama dengan beberapa elemen masyarakat civilsociety lainnya d Sumatera Barat akan menyelenggarakan aksi kampanye antikorupsi di Jalan

Sudirman Kota Padang. Adapun bentuk acara yang akan dilaksanakan adalahlongmarch dari kantor BI menuju depan kantor gubernur Sumatera Barat (Jalur CarFreeday), pentas seni jalanan seperti musik dan teatrikal,

>> KAMPANYE hal 07

Korupsi itu Candu Lho! Oleh: Eko Yanche Edrie

A

NGIE, Nazar, Djoko, Miranda, Zulkarnaen Djabar, Bachtiar Chamsjah, Siti Fadila, Suyudi, Agusrin, itu sebagian pemeran utama dalam lakon ‘Koruptor di Sarang Penyamun’. Yang lainnya seperti pernah disebut Mendagri Gamawan Fauzi, ada sekitar 400an pejabat di daerah yang sedang menghadapi majelis hakim di kursi pesakitan untuk mempertanggungjawabkan uang negara yang mereka tandaskan. Tanda tanya kecil dalam masa>> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman : Jefli

lah yang besar ini adalah: “Apakah semangat antikorupsi yang diusung oleh para reformis negeri ini sudah menemukan pengejawantahan dari hanya sekedar spirit menjadi tindakan nyata?” Semangat memang semangat, tetapi sepertinya dibui tiga empat tahun tidak membikin orang terkencing-kencing karena takut. Buktinya, meski sudah ada para ‘pendahulu’ yang merasakan dinginnya tembok penjara tapi

>> KORUPSI hal 07


2

MINGGU, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

GO GREEN

Green House terlihat alami

Lingkungan hijau dengan bak sampah tertata rapi

BERKUNJUNG KE SDN 13 BATU GADANG

Sekolah Hijau nan Mandiri „Laporan: NOVIA CITRA VALINCA

S

UASANA asri dan tenang begitu terasa di Sekolah Dasar Negeri 13 Batu Gadang yang terletak di Kelurahan Batu Gadang , Kecamatan Lubuk Kilangan. Walaupun berada di daerah industri semen yang cukup banyak polusi, sekolah ini tetap anggun dengan kehijauannya. Namun kondisi itu tak diperoleh dalam sekejap. Sudah sejak lima tahun lalu, warga sekolah di SDN 13 Batu Gadang menancapkan komitmen dan berjuang melestarikan lingkungan hidup di sekolah maupun di luar sekolah. “Ya, sekolah ini sudah lima tahun mencanangkan program hijau dan semakin fokus pada dua tahun belakangan ini,” kata Wakil Kepala Sekolah, Nelly Fatrida. Semua warga sekolah berpartisipasi dalam menghijaukan sekolah, sehingga meraih Penghargaan Adiwiyata dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bulan April 2012 ini. “Seluruh warga sekolah turut berperan dalam program penghijauan ini, baik itu sraf guru, murid, pegawai, dan orang tua siswa,” ujar Nelly kepada Haluan, Jumat (7/12). Atas prestasi tersebut, Kepala Sekolah SDN 13 Batu Gadang, Nazrita Nazar medapat hadiah umroh dari Walikota Padang. “Insya Allah bulan Januari Ibu Nazrita akan berangkat umroh,” tutur Nelly bangga. Prestasi lainnya juga pernah diraih SDN 13 Batu Gadang seperti Juara dalam lomba Juz Amma tingkat Kota Padang pada tahun 2010 dan 2011, Juara UKS tingkat Kota Padang, SD dengan rangking terbaik se-kecamatan, dan kantin terbaik di Kota Padang pada tahun 2009 lalu. Produksi Pupuk Organik Cukup banyak jenis usaha yang dilakukan di SDN 13 Batu Gadang untuk program penghijauan sekolah, seperti pemisahan sampah, pembuatan pupuk, bank sampah, menanam tanaman, maupun merawat hewan-hewan. SDN 13 Batu sejak awal berusaha dalam mendidik siswasiswinya untuk mengenal mana sampah organik dan non organik. “Dari awal mereka sudah kami perkenalkan soal pemisahan sampah, setelah itu kami mengajari mereka untuk membuat pupuk yang berasal dari limbah sampah maupun tanaman,” tutur Nelly. Nelly menambahkan, SDN 13 Batu Gadang tidak pernah membeli pupuk tetapi yang mereka lakukan ialah memproduksi pupuk sendiri. “Kami memproduksi pupuk dari limbah tanaman jadi kami tidak perlu membelinya, malah sebaliknya pupuk produksi tersebut kami jual,” tambahnya. Setiap hari murid-murid yang melaksanakan piket wajib menyiram tanaman di depan ruangan kelasnya masing-masing. Selain itu, dalam satu bulan sekali, semua warga sekolah juga melaksanakan gotong royong untuk membersihkan sekolah. Cukup LALA Nelly mengatakan, murid-murid SDN 13 Batu Gadang sangat antusias dengan program hijau sekolah ini. Tanpa perlu banyak bicara, ketika diinstruksikan kepada mereka untuk memungut sampah yang tercecer maka mereka langsung memungut sampah tersebut. “Di sekolah kami ada intruksi yang disebut LALA (Lihat, Ambil, Langusng, Angkat), jika kami menyebut LALA kepada mereka maka mereka langsung tahu apa yang kami maksud,” kata Nelly. Lebih lanjut,sekolah ini menyediakan dua jenis tempat sampah yang terletak di dalam ruangan maupun di luar kelas, yakni sampah organik maupun non organik. Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah pengorganisiran sampah yang akan didaur ulang. Murid-murid di sini diajarkan untuk mendaur ulang sampah, macam-macam jenis benda berhasil mereka buat seperti vas bunga, mantel, mainan, tempat buah. “Semua benda tersebut murni dari sampah,” ungkap Nelly. Program lainnya yaitu bank sampah, murid-murid dianjurkan untuk mengumpulkan sampah mereka di kelas masing-masing yang nantinya akan diserahkan kepada bank sampah. Bank sampah akan menukar sampah tersebut dengan uang, jadi tiap kelas akan mendapat dana tambahan untuk uang kas dari bank sampah tersebut. Nelly mengatakan sejak program bank sampah dan pembuatan pupuk diberlakukan, sampah di sekolah ini semakin berkurang. Hal ini sangat berdampak positif untuk sekolah, karena biasanya dalam sebulan sekolah mendatangkan truk sampah sebanyak 3 kali, untuk sekarang hanya satu kali sebulan. Hal yang serupa juga diungkapkan Ketua Adiwiyata SDN 13 Batu Gadang, Afnimar. Ia mengatakan, program-program penghijauan ini harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan demi mempertahankan prestasi Sekolah Adiwiyata. Selain itu, SDN 13 Batu Gadang juga harus membina sekolah-sekolah binaan Adiwiyata lainnya untuk meraih prestasi yang sama. “Kami tidak mau cepat berpuas diri, masih banyak program selanjutnya yang harus kami tingkatkan demi mempertahankan prestasi Adiwiyata kami kedepannya,” tutur Afnimar. ***

Suasana belajar dikelas yang nyaman

Kantin sehat

Bak sampah bersih didepan kelas >> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Irvand


3

MINGGU, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

NASIONAL KURIKULUM PENDIDIKAN 2013,

Jangan Jadi ‘Celaka 13’ Kurikulum pendidikan tahun 2013, sedang memasuki masa uji publik, namun sudah banjir kritik. Agar kurikulum mencapai sasaran, semua pihak harus mengubah mind set terkait pendidikan.

PEKAN ini kontroversi terkait dengan perubahan kurikulum terus bergulir. Banyak pihak yang menilai langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam merombak kurikulum ini tak berdasarkan alasan pedagogis yang kuat dan jelas. Direktur Sekolah Tanpa Batas, Bambang Wisudo, mengatakan pemerintah harus punya alasan pedagogis yang kuat terkait perubahan kurikulum ini. Pasalnya, perubahan yang dilakukan ini nyaris merombak total standar proses yang ada khususnya untuk jenjang pendidikan dasar. “Kalau mau diubah boleh saja. Tapi harus jelas alasannya. Jangan sampai ini nanti jadi “kurikulum celaka 13,” kata Bambang saat jumpa pers di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jalan Kalibata Timur, Jakarta, Rabu. Bambang Wisudo berharap pemerintah menunda rencana mengubah kurikulum pendidikan pada tahun 2013. Apalagi, jika hal itu dilakukan hanya karena mengikuti rumor tentang cucu Wapres Boediono yang keberatan membawa banyak buku. Atau karena pendapat-pendapat Boediono mengenai kurikulum yang disampaikan di media massa. “Saya melihat dalam rencana prubahan kurikulum ini intervensi politik sangat kental. Ini akan mengulangi keputusan UN. Saat ini akan diintervensi lagi terkait kurikulum. Ini berdasarkan intuisi Boediono saja. Intervensi politiknya sangat tinggi. Intervensi wapres,” kata Bambang Ia menambahkan bahwa pemerintah harus juga melakukan riset terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang saat ini masih berjalan. Dari riset tersebut, pemerintah harus mau menyampaikan data empiris mengenai kondisi implementasi KTSP yang berujung pada perubahan kurikulum baru. “KTSP saja belum dijalankan utuh sudah mau diganti. Harus ada data empiris untuk ini,” jelas Bambang. Kalau mau diubah juga jangan hanya saat masa akhir menteri. “Daripada buru-buru seperti ini, akan lebih elegan kalau menjadi kurikulum 2015,” imbuhnya. Dugaan adanya politisasi kurikulum ini, tutur Bambang, terlihat dari kedekatan pihak-pihak yang dilibatkan dalam perubahan kurikulum, dengan Boediono. Tak hanya itu, Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendadak dicopot menjelang rencana perubahan kurikulum. Pencopotan Kapuskurbuk tersebut dinilai Bambang aneh, karena saat itu Kementerian Pendidikan juga tengah melakukan uji publik soal perlu atau tidaknya perubahan kurikulum. “Saya sangat menyayangkan pendidikan

jadi ajang intervensi politik. Jangan sampai jadi kurikulum celaka 13. Belum dijalankan KTSP sudah mau diganti. Ini pemborosan besar-besaran,” pungkasnya. Sementara itu, pengamat pendidikan H.A.R Tilaar menilai, perombakan kurikulum yang terjadi di Indonesia dinilai kerap menyusahkan anak didik. Bayangkan saja, belum selesai menyerap ilmu dari sebuah kurikulum yang dianggap unggul, anak-anak ini harus beradaptasi lagi dengan kurikulum baru. “Perubahan kurikulum yang ada justru mengorbankan

anak-anak Indonesia.” Dikatakan, guru adalah ujung tombak pemberlakuan kurikulum baru ini. Namun jika guru-guru ini tidak memahami konsep kurikulum dengan baik, maka tujuannya tak dapat dicapai.”Ini diubah lagi. Berarti sudah 10 kali kurikulum di negara ini berubah. Ada kesalahan konseptual di sini. Anak-anak Indonesia yang akhirnya dikorbankan dari perubahan kurikulum ini,” kata Tilaar. Dalam diskusi dengan tema “Kritik atas kebijakan perubahan kurikulum” yang digelar Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), berkembang rumor bahwa perubahan kurikulum pendidikan nasional 2013 dikarenakan adanya pesanan Wakil Presiden RI, Boediono. Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal FSGI, Retno Listiyarti yang mengaku juga mempertanyakan adanya rumor tersebut. Dari rumor yang beredar bahwa kurikulum pendidikan berubah karena adanya pesanan Wakil Presiden, Boediono, selaku perpanjangan tangan Presiden dalam mengurusi masalah pendidikan. “Itu rumor ya, yang beredar bahwa (kurikulum) ini pesanan Wapres. Rumornya karena cucu beliau membawa tas (berisi buku) begitu berat. Saya pribadi tidak pernah mendengar langsung dari Pak Wapres,” kata Retno. Sedangkan , Jeirry Sumampow, mengatakan bahwa kurikulum baru yang akan diterapkan pada 2013 nanti masih mengambang secara konsep dan capaian. Untuk itu, ia menolak kurikulum baru ini jika harus dijalankan pada tahun depan. “Sekarang capaiannya secara konkret itu bagaimana. Semuanya ngambang ini di kurikulum baru ini. Jadi, jangan tergesa-gesa dan dipaksakan karena ini penting. Ini menyangkut masa depan bangsa dan kualitas masyarakat untuk lima sampai lima belas tahun ke depan,” tandasnya. Ia mengingatkan bahwa perubahan kurikulum yang bermasalah menjadi indikator kualitas masyarakat Indonesia pada lima hingga 10 tahun ke depan. Perubahan dinilai asalasalan dan dipaksakan. “Ini bukan masalah yang kecil, ini masalah masa depan bangsa. Capaiannya secara konkret itu gimana. Karena semuanya ngambang di kurikulum baru. Kurikulum ini penting karena menyangkut masa depan bangsa. Kami mengambil posisi menolak,” tegas Jeirry. Para pemeharti pendidikan ini mengungkap, orientasi pendidikan harus mengacu pada konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa bukan pada selera kebutuhan pasar. Sedangkan Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Reno Listyarti, menyatakan tak sepakat dengan rencana perubahan kurikulum

baru tahun 2013 nanti. Menurutnya, daripada pemerintah sibuk dengan kurikulum, alangkah baiknya mengurus perbaikan kualitas guru saat ini. “Hasil survei yang dilakukan di 20 daerah, kualitas guru tidak pernah dibangun scara sungguhsungguh. Sebanyak 62 persen tak pernah ikut pelatihan hingga mau masuk masa pensiun. Kemdikbud tidak pernah membangun kapasitas guru,” ujar Retno. Apalagi selama ini, kata dia, Ujian Kompetensi Guru (UKG) yang menjadi salah satu patokan meningkatkan kualitas guru, dinilai dilakukan asal-asalan oleh pemerintah. “Kami menemukan bahwa pemerintah tidak sungguh-sungguh meningkatkan kualitas guru. Uji kompetensi sim salabim saja ,” kecamnya. Hal serupa diungkapkan Benny Susetyo, praktisi pendidikan dan tokoh agama. Ia mempertanyakan, apakah pemerintah sudah menyiapkan guru yang siap dengan kurikulum model baru tersebut. Ia sangsi pemerintah sudah melakukan itu. “Perubahan kurikulum juga butuh guru. Apa mampu disiapkan? Para guru sudah punya ilmu masing-masing, kalau seperti itu apa artinya perubahan kurikulum. Perubahan harus terlebih dulu siapkan guru, ditingkatkan kualitas, riset dan uji coba. Tidak bisa langsung saja,” kata Benny. Ia menilai rencana pemerintah terburu-buru tanpa pemikiran mendasar. Kata dia, pemerintah tak melakukan riset dan uji coba dulu sebelum berencana menjalankan perubahan. Uji publik saja, tak cukup.” Kalau mau tingkatkan dulu kualitas guru, evaluasi, mana kekurangan, tapi tidak mengubah total seperti ini. Harusnya mengubah dulu karakter guru dalam mengajar, sehingga anak-anak pun menikmati masa belajarnya,” kata dia. Selama ini, kata Benny, pemerintah dan sekolah disibukkan dengan aturan tapi jarang memikirkan cara belajar siswa. Dimulai dengan guru. Lanjutnya, seharusnya guru selain mengajar, membimbing dan bisa menjadi teman bagi siswanya. Guru bukan sebagai trainer. Anak pun, juga seharusnya mendapat waktu yang cukup untuk bermain dan belajar. “Kalau nanti jam belajarnya ditambah, bagaimana anak-anak. Mereka juga harus belajar dengan happy. “Perbaiki hal-hal itu dulu. Jangan ditargetkan waktu. Jangan mengubah kurikulum seperti makan. Kalau bosan lalu ganti selera,” tegasnya. Benny juga mengingatkan pemerintah, agar tidak menjadikan Jakarta tolak ukur untuk menjalankan perubahan kurikulum baru itu. Pemerintah harus melakukan riset ke wilayah lain di Indonesia, terutama pedalaman. Ini perlu untuk membandingkan, apakah perlu ada perubahan kurikulum. “Ini membuat terjadi disorientasi di segala bidang. Kembalikan dulu kualitas guru dan prasarana pendidikan. Harus dipikirkan matang bukan mendadak seperti ini. Harus melibatkan guru. Jangan juga ukurannya Jakarta, diukur juga di Papua dan pedalaman seperti apa,” pungkasnya. Seperti diketahui, awal ide perubahan kurikulum besarbesar ini diduga berawal dari rumor yang menyebut Wapres Boediono mengeluh dalam tulisannya di sebuah surat kabar nasional bahwa “tas cucunya berat karena harus membawa banyak buku saat pergi ke sekolah”. Oleh karena itu, Boediono berharap kurikulum baru dapat menimalkan hal tersebut. Terutama untuk sekolah dasar. Hal ini pun langsung mendapat sorotan publik dan pemerhati pendidikan Indonesia.(h/dn/net)

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh memberikan keterangan tentang kurikulum baru 2013 yang akan dipergunakan.

Kurikulum Baru, Beban Baru IMBAS dari rencana perubahan kurikulum ini ternyata juga akan sampai pada orang tua siswa. Para orang tua terpaksa harus bersiap merogoh kantong lagi untuk membeli buku-buku pelajaran baru yang sesuai dengan kurikulum baru. Sekretaris Aliansi Orang tua Peduli Pendidikan Indonesia (APPI), Jumono, mengatakan bahwa perubahan kurikulum ini hanya akan menambah beban bagi orang tua murid. Pasalnya, buku-buku pelajaran akan diubah semua terutama untuk siswa Sekolah Dasar (SD) yang metode pembelajarannya berubah menjadi tematik integratif. “Untuk yang punya anak SD ini akan semakin terbebani. Karena otomatis bukunya berubah semua sesuai dengan tema,” kata Jumono. Jumono menambahkan bahwa ini juga merupakan akibat dari memaknai kurikulum hanya sebagai daftar mata pelajaran saja. Perubahan kurikulum hanya sebatas pada pengurangan mata pelajaran

saja yang kemudian berujung pada masalah buku pelajaran yang ikut berubah karena yang lama tak lagi berlaku terutama yang mata pelajarannya kemudian hilang. “Apa yg mau diharapkan kalau seperti ini. Ini ide nggak bener saat memaknai kurikulum hanya mapel saja,” jelas Jumono. Mengenai adanya rencana pemerintah akan menyediakan buku pelajaran pada siswa secara cuma-cuma, ia tidak yakin bahwa hal tersebut dapat berjalan dengan baik. Mengingat selama ini masalah pengadaan buku pelajaran siswa masuk dalam urutan belakang jika dikaitkan dengan anggaran. “Bagaimana buku bisa digratiskan. Dari mana dapat uang pemerintah. Apalagi ini buku yang harus disediakan cukup banyak. Kami kira saat kurikulum berganti, buku akan bertambah, orang tua tetap akan terbebani,” tandasnya. Butuh Waktu Sementara itu Rektor Universitas Pendidikan Indo-

nesia Prof Dr Sunaryo Kartadinata mengatakan agar perubahan kurikulum berjalan seperti diharapkan maka semua pihak harus mengubah mind set terkait pendidikan. “Untuk mencegah jangan sampai kacau lagi, semua pihak harus menyamakan mind set-nya secara utuh laksanakan kurikulum sesuai Undang-Undang Sikdisnas, itu titik awalnya,” tegas Sunaryo usai menggelar konferensi pers di ruang konferensi UC UPI, Jl Setiabudhi, Rabu. Lanjut Sunaryo, jika semua pihak konsisten maka perubahan kurikulum itu tak akan bermasalah. Terlebih jika sistem pengendalian dilaksanakan konsisten dan profesional. Namun demikian diakui Sunaryo pelaksanaan implementasi perubahan kurikulum tersebut tak cukup satu tahun saja. “Ke depan persiapkan dulu tidak masif tidak harus tergesa-gesa, semua pihak terutama balitbang harus mengawal,” jelasnya lagi. Terkait penyiapan buku,

pihaknya mempersilakan namun harus dipikirkan lagi bagaimana implementasinya. “Pendidikan berkarakter, seharian di sekolah memang tidak cukup dengan buku, makanya guru harus dilatih dan kooperatif,” jelasnya. Sedang soal pelatihan bagi calon guru atau mahasiswa, jelas Sunaryo tidak serta merta berubah seperti diharapkan pada perubahan kurikulum. “Perubahan melalui proses pembelajaran seorang guru mendidik ada pedagogiknya, sadar dan profesional,” paparnya lagi. Tampaknya pro-kontra kurikulum 2013, masih akan terus berlanjut. Penyusunan kurikulum memerlukan ketelitian dan kejelian. Perumusan kurikulum harus disesuaikan dengan tantangan yang dihadapi dan sumber daya manusia yang kita miliki. Dengan kontroversi yang terjadi sekarang ini, harus bisa diselesaikan sebelum kurikulum dijalankan tahun 2013. (h/dn/net)

Mendikbud: Tidak Mungkin Ditunda TAK ada istilah diundur. Pemerintah tampaknya berkeras menerpkan kurikulum mulai tahun 2013 mendatang. Mendikbud Mohammad Nuh bahkan telahg menegaskan bahwa penerapan kurikulum baru harus mulai tahun ajaran 2013/2014 mendatang. Tidak mungkin ditunda. “Tidak mungkin dilakukan penundaan. Intinya, begitu hilang setahun, berapa juta anak yang kehilangan kesempatan untuk itu. Kaitannya kami menghitung pada 100 tahun Indonesia pada 2045,” kata Mendikbud usai acara puncak peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-67, Selasa. Secara subtansi, menurut dia tidak ada masalah dalam subtansi kurikulum baru, meskipun ada permintaan untuk menunda penerapan kurikulum baru. “Yang penting kurikulum tidak bermasalah.

Untuk urusan teknis, maka bisa dijelaskan secara teknis pula,” katanya. Secara teknis, kata Mendikbud, dilakukan bertahap. Skenario awal, kurikulum baru tersebut diprioritas kepada kelas 1,4,7, dan 10.” Jadi bukan seluruh guru yang dilatih. Tapi didahulukan guru kelas 1 dan 4,” ujar dia. Rentang waktu enam bulan diperkirakan akan cukup untuk melatih para guru dalam penerapan kurikulum baru tersebut. Mengenai tidak adanya mata pelajaran IPA dan IPS untuk sekolah dasar, Nuh mengatakan jangan dikaitkan dengan anak-anak akan bertambah bodoh. Menurut materi pelajaran IPA dan IPS tersebut tetap diajarkan melalui fenomena alam dan fenomena sosial. Dia menyebutnya sebagai sistem pengajaran seperti itu sebagai

pendekatan tematik integratif. Hanya Kamuflase Sedangkan Koalisi Pendidikan menilai, kurikulum pendidikan 2013 cenderung dipaksakan, tidak dipersiapkan dengan baik, dan rentan penyelewengan. Peneliti Indonesia Corruption Watch Bidang Pendidikan yang tergabung dalam Koalisi, Febri Hendri, mengatakan sudah ada rapat kerja yang digelar antara Kementerian Pendidikan dengan sejumlah penerbit buku di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, pada 3-6 Desember 2012. Pertemuan itu membahas penyusunan modul buku pelajaran sesuai kurikulum baru 2013. Febri menilai pertemuan itu janggal. Sebab, saat ini pemerintah masih melakukan uji publik di lima kota besar dan 33 kabupaten/kota untuk menyerap masukan dari seluruh masyarakat.

“Kesimpulannya, uji publik sekadar legitimasi dan tidak serius digunakan untuk menampung ide,” ujarnya. Menurut Febri, jika memang pemerintah sungguhsungguh ingin menyerap aspirasi masyarakat, rapat kerja dengan pihak penerbit tidak secepat ini dilakukan. ICW mengkhawatirkan bahwa konsep perubahan kurikulum sudah ada sebenarnya. Jadi, uji publik hanya untuk mengalihkan perhatian masyarakat. Sudah digelarnya rapat dengan penerbit buku juga dikhawatirkan terkait potensi pasar penjualan buku setelah perubahan kurikulum. Apalagi saat ini ada sekitar 47 siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang pastinya akan diminta membeli buku baru jika kurikulum diubah tahun depan.(h/dn/net)

PADA laman situs Kemdikbud dipaparkan bahwa Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi meningkatkan capaian pendidikan. Disamping kurikulum, terdapat sejumlah faktor diantaranya: lama siswa bersekolah; lama siswa tinggal di sekolah; pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi; buku pegangan atau buku babon; dan peranan guru sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan. Orientasi Kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Hal ini sejalan dengan amanat UU No. 20 Tahun 2003 sebagaimana tersurat dalam penjelasan Pasal 35: kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Hal ini sejalan pula dengan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirintis

pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. Sejumlah hal yang menjadi alasan pengembangan Kurikulum 2013 adalah (a) Perubahan proses pembelajaran [dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu] dan proses penilaian [dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output] memerlukan penambahan jam pelajaran; (b) Kecenderungan akhir-akhir ini banyak negara menambah jam pelajaran [KIPP dan MELT di AS, Korea Selatan]; (c) Perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkan jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat, dan (d) Walaupun pembelajaran di Finlandia relatif singkat, tetapi didukung dengan pembelajaran tutorial Sementara itu, Kurikulum 2006 memuat sejumlah permasalahan diantaranya: (1) Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional; (2) Kompetensi belum meng-

gambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan; (3) Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum; (4) Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global; (5) Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru; (6) Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berkala; dan (7) Dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir. Tiga faktor lainnya juga

menjadi alasan Pengembangan Kurikulum 2013 adalah, pertama, tantangan masa depan diantaranya meliputi arus globalisasi, masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi informasi, konvergensi ilmu dan teknologi, dan ekonomi berbasis pengetahuan. Kedua, kompetensi masa depan yang antaranya meliputi kemampuan berkomunikasi, kemampuan berpikir jernih dan kritis, kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, kemampuan menjadi warga negara yang efektif, dan kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda. Ketiga, fenomena sosial yang mengemuka seperti perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisme, kecurangan dalam berbagai jenis ujian, dan gejolak sosial (social unrest). Yang keempat adalah persepsi publik yang menilai pendidikan selama ini terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif, beban siswa yang terlalu berat, dan kurang bermuatan karakter. (h/ dn/net)

Menuju Keseimbangan Attitude, Skill dan Knowledge

>> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Syahrizal


4

MINGGU, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

3 Pola Transaksi di Pasar Ternak Agropolitan DHARMASRAYA, HALUAN— Tiga pola transaski diterapkan di Pasar Ternak Agropolitan Gunung Medan, Kabupaten Darmasrya. Transaski pedagang juga dijamin keamanannya. “Para pedagang ternak di Pasar Agropolitan Gunung Medan, menerapkan tiga pola transaksi. Pola mana yang akan dipakai oleh pedagang diserahkan pada pedagang itu sendiri,” kata salah seorang pedagang ternak dari Timpeh, Madi, kepada Haluan disela-sela kegiatannya menjual ternak, kemarin. Dijelaskannya, tiga pola tersebut yaitu pola tradisional dengan cara barosok, pola lelang, yang mana pihak pengelola pasar ternak bertindak sebagai panitia lelang. Kemudian pola timbang, disini pihak pengelola pasar memberikan informasi harga setiap hari pasar yang digelar hari Kamis tersebut. Begitu pula keamanan transaksi para pedagang sangat dijamin karena jauh dari cara-cara premanisme, aman dari sisi bisnis serta aman dari penyakit ternak. Sebelum pedagang dari luar masuk ke Pasar Ternak Agropolitan Gunung Medan, petugas sudah memeriksa kesehatan ternaknya. Jual beli yang dilakukan di pasar ternak kata Madi, begitu banyak keutungannya bagi kedua belah pihak, karena di pasar ternak jual beli sangat fair sekali tanpa ada tekanan serta informasi harga sangat transparan. Ia mencontohkan, apabila jual beli diluar pasar ternak, para pembeli dan penjual tanpa ada informasi harga yang transparan, maka harga terkadang jauh lebih tinggi atau lebih rendah dari harga pasar. Alhasil, sudah pasti kedua belah pihak akan merugi. Ditambahkan lagi, untuk kesehatan ternak belum ada jaminan apabila bertransaksi di luar pasar, karena jual beli di pasar ternak, kesehatan ternak sudah diperiksa dan dijamin oleh pengelola pasar bersama dengan dokumennya yang didapat secara gratis. “Pasar Ternak Gunung Medan ini sangat membantu perekonomian rakyat, bukan saja pedagang ternak, tetapi perekonomian masyarakat sekitar juga akan mendapat pengaruh. (h/mdi)

SUMBAR BANTUAN REHAP REKON TAHAP KEDUA CAIR

Sumbar dapat Rp400 Miliar PADANG, HALUAN— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengucurkan dana bantuan penanggulangan bencana untuk Sumbar. Bantuan tahap kedua sebesar Rp400 Miliar tersebut untuk Rehab Rekon di depalan kabupaten/kota dan Rp11 Miliar dan untuk dana Tanggap Darurat Tahap ke dua. Bantuan tahap kedua tersebut diserahkan Ketua BNPB Syamsul Ma’arif yang diterima Wakil Gubernur Sumbar,

Muslim Kasim di Kantor BNPB Jakarta, Jumat (7/12). Pada kesempatan itu, Ketua BNPB Pusat Syamsul Ma’arif

menghimbau agar setiap daerah rawan bencana lebih meningkatkan kewaspadaan setiap waktu, karena datangnya bencana tidak dapat diperkirakan. “Kita semua mesti siap dalam kondisi apapun. Oleh karena itu sosialisasi dan kewaspadaan terhadap bencana mesti menjadi bahagian kehidupan masyarakat agar dapat bersahabat dengan alam dan bencana jika terjadi,” kata Syamsul Ma’arif didampingi jajarannya, Ir. Dody Ruswandi, MSc dan Ir. Hermansyah Dipl. SE. MM. Dia juga mengajak masya-

rakat untuk mengunakan air sebaik-baiknya, sesuai dengan “Water Management”, baik dimusim hujan maupun dimusim kemarau tiba. “Air merupakan salah satu kebutuhan terpentingan dalam kehidupan kita, baik untuk kebutuhan sehari-hari, juga untuk kebutuhan dalam menjaga keseimbangan alam dan tempat tinggal,” katanya lagi. Dia mengingatkan jangan pernah menyia-nyiakan air, dengan boros memakainya karena suatu ketika air bisa saja langka karena ulah manusia yang tidak pernah

BANTUAN—Ketua BNPB Syamsul Ma’arif menyerahkan bantuan rehab rekon tahap kedua untuk Sumbar yang diterima secara simbolis Wakil Gubernur Muslim Kasim di kantor BNPB Jakarta. HUMAS

menata, menjaga sebaik mungkin lingkungan yang sesungguhnya dapat menyimpan potensi air lebih baik. Sementara itu, Wakil Gubernur Muslim Kasim dalam kesempatan tersebut menyampaikan, bantuan tahap kedua tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat Sumatera Barat yang merupakan daerah rawan bencana. Dana itu tertuju untuk kegiatan rehab rekon terhadap delapan daerah yang mengalami kerusakan akibat bencana beberapa waktu lalu, yaitu Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya. “Kita juga menyambut baik program “Water Management “, bagaimana masyarakat Sumatera Barat dapat melakukan penataan dan pengelolaan air secara baik. Menghemat kebutuhan air amat penting dalam kehidupan kita sehari-hari termasuk juga menjaga lingkungan tempat tinggal agar tetap asri dan nyaman,” kata Muslim Kasim yang juga didampingi Kepala BPBD Sumbar, Yazid Fadly. Selain itu, Wagub juga mengingatkan perlu melakukan perhatian terhadap pembangunan rumah penduduk. Mulai dari halaman rumah untuk resapan air saat hujan, agar tanah disekitar rumah tetap baik, sehingga waktu terjadi gempa dan curah hujan, kelembaban tanah dapat mengurangi resiko runtuhnya banguan rumah. “Banyak kita lihat di perumahan perkotaan kadang masyarakat kita tidak memperhatikan tanah resap tanah, sehingga mengakibatkan juga terjadi banjir. Salah satunya disebabkan karena air tidak dapat diresap tanah secara baik, karena halaman rumah sudah ditutupi semen semua,” tambahnya. Ketua Pelaksana BPBD Sumbar Ir. Yazid Fadly via telepon menyampaikan bahwa untuk rehab rekon bencana Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2010 melalui program khusus RR. (h/vid/rel)

REALISASI KB PADANG 106 PERSEN

Pria Antusias Ikut Program Keluarga Berencana PADANG, HALUAN— Program Keluarga Berencana (KB) di Padang berjalan sukses dan lancar. Per November, pencapaian KB diibukota Sumbar ini sudah melebihi target yakni 106 persen. Yang lebih membanggakan, pencapaian program KB laki-laki luar biasa yakni 186 persen. Dari 37 peserta yang ditargetkan, teralisasi 67 peserta KB laki-laki. “Kami optimis pencapaian lebih baik dari tahun lalu. Apalagi, bulan Desember masih ada dan banyak pelayanan yang dilaksanakan, salah satunya program KBKes oleh PKK,” kata Kepala Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi, Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kota Padang, Afrizal kepada Haluan, kemarin. Dari data pencapaian November, peserta KB baru tercapai sebanyak 22.991 aseptor (peserta) dari target 21.749 peserta. Hingga akhir Desember, diperkirakan bisa mencapai 110

persen dengan upaya maksimal. Afrizal mengatakan, pencapaian hasil yang cukup membanggakan itu sebagai dampak dari kerja keras BKB dan didukung oleh semua pihak. Selain itu, juga sebagai perwujudan dari semakin meningkatnya kesadaran dan pemahaman masyarakat betapa pentingnya KB tersebut. Terdapat beberapa pilihan bagi aseptor yang ingin mengikuti program KB seperti MOW (Metoda Operasi Wanita) atau tubektomi, MOP (Metoda Operasi Pria) atau vasektomi, implan, suntik, dan pil. Namun, dari beberapa banyak pilihan tersebut masyarakat lebih dominan memilih suntik, pil dan kondom dalam ber-KB. Yang paling hebatnya lagi,

vasektomi hingga November itu jauh sekali melebihi target pencapaiannya. Vasektomi itu ditargetkan 37 orang, namun hingga kini telah mencapai 67 orang atau 186 persen. Program KB pun juga dibantu Ikatan Bidan Indonesia (IBI), kerjasama BKB-PP dengan TNI, KB-KES PKK, kader, tokoh masyarakat. Tenaga penyuluhan dan penangganan KB dari instansi ter-

kait tak banyak, yang sebelumnya 100 orang kini menjadi 23 orang. Dengan kekurangan tenaga tersebut memanfaatkan tenaga lapangan Sub Pembantu Pembina KB Desa (PPKBD) tingkat RW dan kelurahan. Tenaga itu jumlahnya saat ini sebanyak 709 orang sub PPKBD dan kader 197 dengan total 906 orang untuk memotivasi di lapangan. “Dengan dibantu tenaga lapangan serta kendaraan pelayanan KB

yang cukup, maka daerah-daerah jauh atau terisolir bisa dijangkau sehingga pelayanan semakin maksimal diberikan,” ujarnya. Program KB ini gratis dan lebih diarahkan kepada masyarakat menengah ke bawah. Sosialisasi terus dilakukan ke masyarakat supaya mereka memahami tujuan dari KB tersebut bukan menghambat kelahiran namun mengatur kelahiran. Ditambahkan program KB terse-

but bertujuan penundaan usia perkawinan. Artinya, usia yang baik itu untuk melangsungkan perkawinan wanita berumur diatas usia 20 tahun dan laki-laki diatas 25 tahun. Selanjutnya, pasangan harus siap dari segi ekonomi serta emosi, pengaturan kelahiran, pemberdayaan ekonomi keluarga, peningkatan ketahanan keluarga dari berbagai pembinaan. Pengaturan kelahiran itu 3-5 tahun sebaiknya. (h/vid)

>> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


5

MINGGU, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

LANCONG

Narasi dan Foto:

HARIDMAN KAMBANG

P

ERNAH mendengar objek wisata Mandeh? Kawasan mandeh yang terletak di Nagari Mandeh (nagari sebelum mekar) di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan merupakan kawasan yang terdiri dari daratan, pulau-pulau dan laut dalam satu kawasan dan dikungkung teluk bernama Teluk Carocok. Luasnya sekitar 18.000 hektare. Lautnya tenang, sangat bagus untuk main jetsky. Gugusan pulau pulaunya indah bila dilihat dari panorama Mandeh, diantaranya Pulau Traju, Pulau Setan Besar dan Kecil, Pulau Sironjong Besar dan Kecil. Di Utaranya Pulau Bintangor, Pulau Pagang, Pulau Ular, dan Pulau Marak yang berdampingan dengan Sikuai Island. Dan pulau yang paling terkenal pada kawasan mandeh adalah Pulau Cubadak. Pulau ini telah dikelola profesional oleh warga Italia. Ke depan, salah satu penggerak utama ekonomi di Pesisir Selatan adalah sektor pariwisata. Kawasan Mandeh merupakan salah satu yang menjadi harapan besar itu. Kawasan Mandeh oleh pemerintah telah menjadi destinasi utama kebijakan sektor pariwisata kebaharian yang dimasukkan kedalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPPNAS) bersama biak dan Bunaken. Dan kawasan ini dijuluki dengan The Paradise in the Shouth (Surga di Selatan). Penduduk setempat memanfaatkan ketenangan dan kedamaian teluk ini dengan melayarinya, dan mendayung perahu penangkapan ikan. Kini ratusan keramba jaring apung juga sudah berdiri disana. Kemudian, wisatawan yang datang kesini sering memanfaatkan danau laut ini untuk berenang dari satu pulau ke pulau lainnya, selain tentunya juga untuk menyelam, menyaksikan keindahan dasar laut dengan berbagai bentuk dan jenis kerang dan ikan-ikan yang hidup disana.Untuk dapat mencapai kawasan ini anda hanya menempuh jarak sekitar 56 Km dari kota Padang. ***

>> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman : Syahrizal


6

MINGGU, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

DARI NAGARI KE NAGARI

Nagari Matur Mudiak, Pusat Kegiatan Menanam Pohon AGAM, HALUAN — Puncak peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional Tahun 2012 tingkat Kabupaten Agam dipusatkan di Ambun Tanai Kenagarian Matur Mudiak Kecamatan Matur, Kamis (6/12).

Masjid Nurul Sallam Direnovasi Kembali TANAH DATAR, HALUAN — Bupati Tanah Datar, M. Shadiq Pasadigoe meletakkan batu pertama pembangunan kembali Masjid Nurul Sallam Jorong Seroja Nagari Lubuk Jantan Kecamatan Lintau Buo Utara, Rabu (28/11) Tampak hadir pada acara tersebut Anggota DPRD Tanah Datar, Jasmansyah, Kepala Kantor Kementerian Agama Tanah Datar, Maliki. A, MA, Camat Lintau Buo Utara beserta Muspika, Sekretaris Dishubkominfo Tanah Datar, Edi Susanto, Wali Nagari Lubuk Jantan beserta ketua KAN dan BPRN Nagari Lubuk Jantan, Pengurus Masjid, Perantau dan Masyarakat sekitar. “Pembangunan kembali Masjid Nurul Sallam ini berkat dukungan dana sebesar 1,4 milyar yang berasal dari bantuan perantau, diantaranya dari keluarga H. Bustamam dan partisipasi masyarakat sekitar yang juga membantu dalam bentuk satu zak semen setiap keluarga,” kata ketua panitia acara H. Abu Bakar Sarif saat memberikan laporan. Sementara itu dalam sambutannya Bupati, Shadiq mengatakan bahwa pada saat ini pendidikan anak usia dini masih kurang mendapat perhatian dari orang tua maupun pemerintah termasuk sarana untuk pendidikan anak, untuk itu diharapkannya kepada pelaksana dalam pembangunan kembali masjid ini dan pengurus masjid agar merencanakan ruang yang bisa dimanfaatkan untuk pendidikan anak usia dini (PAUD). “Dengan dibangunnya PAUD di Lingkungan Pekarangan Masjid dengan sendirinya kita telah mendidik anak-anak kita sejak dini untuk pergi kemasjid, dan ini juga disampaikan langsung oleh ketua dewan masjid se Indonesia, H.M. Yusuf Kalla saat Rakor Dewan Masjid seluruh Indonesia beberapa waktu lalu di Padang,” ungkap Shadiq. Dia juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada H. Bustamam dan kelurga serta seluruh perantau dan masyarakat yang telah ikut membantu dalam pembangunan kembali Masjid Nurul Sallam. (h/hms)

BAGI BIBIT POHON — Bupati Agam Indra Catri membagikan bibit pohon kepada anggota kelompok Dasa Wisma jorong Sitingkai nagari Koto Rantang kecamatan Palupuh Kamis(6/12)seusai peringatan HMPI. KASRA SCORPI

NAGARI SIKUCUR

Buka Akses Transportasi, Warga Serahkan Tanah PADANG PARIAMAN, HALUAN — Untuk membuka akses transportasi dari Pematang Tinggi Korong Sikucur Nagari Sikucur Kecamatan V Koto Kampung Dalam menuju objek wisata Baburai, masyarakat siap menyerahkan tanahnya tanpa ganti rugi. Hal tersebut disampaikan

salah seorang tokoh masyarakat Pematang Tinggi, Boneh pada Haluan, Senin (3/12) di Kampung Dalam. Boneh salah seorang warga yang tanahnya juga akan dilalui oleh pembukaan jalan tersebut, menyampaikan, bahwa harapan masyarakat untuk membuka akses jalan tersebut

telah cukup lama disampaikan pada pemerintah nagari Sikucur. “Insya Allah, dalam waktu dekat ini kami akan langsung menemui bupati Padang Pariaman, untuk memfasilatsi pembukaan jalan tersebut,” kata Boneh. Menurut Ajo Boneh, jalan yang akan dibuka ini hanya sepanjang sekitar

1 kilometer dan akan langsung bertemu dengan jalan di lokasi objek wisata alam Baburai. Dengan adanya pembukaan jalan aku Boneh, akan mampu meningkatkan akses ekonomi masyarakat, serta juga akan mampu lebih meningkatkan kunjungan ke objek wisata Baburai. (h/ded)

Sementara di kecamatan-kecamatan lain juga dilakukan peringatan dan kegiatan yang sama yang ditandai dengan menanam pohon. Di kawasan hutan lindung Ambun Tanai peringatan dihadiri Bupati Agam Indra Catri, Dirjen BPDAS Kemenhut RI Dr. Ir. Hilman Nugroho, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, Ir. Hendri Oktavia, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Agam Kuantan Ir. Heru Biakto MM dan tokoh masyarakat. Pada acara itu ditanam 4.250 bibit pohon berbagai jenis seperti manggis, jengkol dan mahoni, juga dilakukan penyerahan 2 unit sepeda motor dari Dirjen BPDAS Kemenhut RI kepada Polhut Agam. Menurut bupati Agam Indra Catri, sepanjang tahun 2012 di Agam telah disebarkan dan ditanam 3,5 juta pohon. “Ke depan saya mengajak seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Agam, kecamatan, nagari, jorong dan seluruh elemen masyarakat untuk terus mengelorakan semangat menanam dan memelihara pohon untuk kelestarian dan kesejahteraan masyarakat dan anak cucu kita kelak” seru bupati. Di kecamatan Tilatang Kamang peringatan HMPI di pusatkan di jorong Situmbuk nagari Koto Tang, acaranya dihadiri Camat Tilatang Kamang Kurniawan Syah Putra, Mapolsek Tilatang Kamang beserta jajarannya, Ketua Bhayangkari Ny. Laili Chania beserta anggotanya, Kapolsek, AKP Chania, SH, Ninik Mamak, Dan Ramil, siswa, Pramuka. Usai acara peringatan dilanjutkan dengan dengan penananam berbagai jenis pohon diantaranya pinang, kakau, matoa, dan katapiang. (h/ks)

=

RUMAH

DIJUAL RUMAH LT 165 M2, LB 88 M2, 3 KT (2 KAMAR 4X4M, 1 KAMAR 3X3), 2 KAMAR MANDI, GARASI, HALAMAN, PLN, PDAM. KOMPLEKS GRAHA AGUNG PERDANA F.40 KEL. BATIPUH. LEBIH KURANG 20M DARI JLN RAYA BYPASS. (TANPA PERANTARA) 085219005301- 081363360613

BPKB NO. 0393713C. A/N ERIANTO. DAN BPKB NO. D8275224C A/N YUMADI. YANG MANA TERBAKAR SAAT MUSIBAH. DI JLN. CIPTA KARYA PERUM PADI MAS CITRA KEC. TAMPAN, PEKANBARU STNK BA 2483 AA A/N HARI UGANDO. KTP, KARTU MAHASISWA, ATM ATAS NAMA FINDO FERA FERHADI. HILANG S AAT TERJADI MUSIBAH PENCURIAN. BAGI YANG MENEMUKAN HARAP LAPOR KE POS POLISITERDEKAT STNK FORD BA 1698 AP. ATAS NAMA DRG.H.ARMAN, SH.MM, 1 KTP, SIM A, SIM C, ATM BANK NAGARI, JAMKESMAS, KARTU MAHASISWA ATAS NAMA RAHMAT ILAHI. HILANG DI LUBUK MINTURUN DALAM MUSHALLA AL-ABIDIN KOTO TANGAH PADANG. BAGI YANGMENEMUKAN HARAPLAPORKEPOSPOLISITERDEKAT

>> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Syahrizal


7

MINGGU MINGGU, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1433 H

SAMBUNGAN SUMBAR BELUM BISA KENDALIKAN

644 Kasus HIV/AIDS di Usia Produktif PADANG,HALUAN— Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyatakan permasalahan HIV/AIDS dan narkorba di Sumatera Barat terus berkembang dan belum dapat dikendalikan. Pada tahun 2011 di Sumbar terdapat 72 kasus HIV dan 682 kasus AIDS. Sebanyak 644 kasus di antaranya merupakan penduduk usia produktif antara umur 20-39 tahun. Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat pada pembukaan Acara Rapat Fasilitasi Pimpinan Daerah Provinsi Sumatera Barat Jumat (7/12). Hadir dalam acara tersebut, Dirjen Pemerintahan Umum, Kementerian Dalam Negeri DR Made Suwandi M.Soc, Sc, Ketua DPRD Ir. Yultehnil,MM, Polda, Danrem, Danlamtamal, Forkopinda,

Asisten Pemerintahan, Drs. Febri Erizon,MM, Kabiro Pemerintahan, Drs. Syafrizal,MM, Bupati/Walikota , Kabag Pemerintahan Kab/ko Se Sumatera Barat. Dari jumlah tersebut sebanyak 358 kasus (47,48 %) akibat jarum suntik oleh pengguna nakorba. Hal ini memperlihatkan bahwa antara pengindap HIV/AIDS dan pencandu narkoba hampir selalu berkorelasi positif. Dari data sebaran kasus, Kota Padang dan kota Bukittingi masih merupakan daerah dengan angka tertinggi di Provinsi Sumatera Barat dengan jumlah 311 dan 137 kasus. Angka-angka tersebut tentu saja sangat mengkhawatirkan, sehingga penting untuk menjadi perhatian para pimpinan daerah yang me-

megang teguh ABS-SBK (adat basandi sarak, sarak besandi kitabullah). Sebagai tindak lanjut Perpres no 75/2006 yang mengamanatkan pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), pemprov juga telah melahirkan keputusan Gubenur No : 440-1402010, dan diikuti dengan pembentukan KPA pada tingkat Pemkab/ ko di Provinsi Sumatera Barat. Saat ini baru 10 daerah yang telah membentuk KPA berdasarkan permendagri no 20 tahun 2007, 6 diantara belum memiliki sekretariat. Sedang 7 kab/ko telah membentuk KPA akan tetapi belum sesuai dengan permendagri no 20/ 2006. Dan 2 daerah Kota Padang Panjang dan Mentawai belum membentuk KPA. (h/rel)

KPK ............................Dari Halaman. 1 Menurutnya, keterlibatan anggota Dewan bisa dilihat ketika proses perencanaan proyek serta masalah tanah Hambalang. Namun, Agus mencurigai sulitnya BPK mendapatkan risalah-risalah rapat pembahasan Hambalang di Komisi X. Padahal, tambah Agus, dari risalah itu akan diketahui siapa anggota Dewan yang berkepentingan proyek Hambalang. “Saya bicara dengan Pimpinan BPK, risalah rapat belum ditemukan. Jadi pertanyaan, kenapa tidak ketemu? Apakah disembunyikan?,” kata Agus. Agus menambahkan, memastikan ada tidaknya keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam Hambalang menjadi tantangan KPK. Pasalnya, dana proyek Hambalang

disebut-sebut mengalir ke kongres Partai Demokrat di Bandung. “Kalau dia (Anas) terima duit (Hambalang), bisa dijerat karena dia masih penyelenggara negara waktu itu,” pungkasnya. Sementara itu, Andi Mallarangeng masih punya kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya tak bersalah. Ia juga punya peluang untuk membeberkan siapa saja yang terlibat dalam skandal Hambalang dan skandal korupsi lainnya di Demokrat. Tak ada lagi jalan untuk kembali. Bagai orang hanyut di arus sungai deras, mungkin ia hanya bisa bersuara, melintas dan menahan napas. “Ada kesempatan bagi Andi untuk membuka fakta, apa yang ia ketahui dan pahami terkait korupsi

yang melanda para personil DPP Partai Demokrat dan para elitenya,” kata Arbi Sanit, pengamat poltik dari UI. KPK sendiri tidak berhenti pada penetapan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di Hambalang. Dalam menangani suatu perkara, KPK mendalami konstruksi perbuatan korupsi tersebut secara keseluruhan. “Ibarat pohon, kita melihat sampai ke pokok-pokok pohon, dahan, dan rantingnya. Di sana nanti kita melihat alat-alat buktinya yang dikatakan sudah ditemukan. Itu juga kita lihat kekuatannya, keterkaitannya satu sama lain sehingga meyakinkan,” kata Wakil Ketua KPK Zulkarnain. (h/kcm/inl/vid)

Haluan menceritakan, Sadad lahir pada selasa tanggal 02 Oktober 2012 lalu sekira pukul 09.15 WIB di salah satu rumah sakit bersalin di Batusangkar. Saat lahir, anak kedua Zul dan Leni ini sangar sehat, dengan berat badan 3,8 kilogram dan panjang sekitar 50 centimeter, namun kenyataan yang didapatkan ibunya, Sadad lahir dengan kelainan kantong kemihnya berada diluar tubuhnya. ”Pada saat persalinan, tidak terjadi kendala apa – apa. Awalnya saya tidak tahu kalau ada kelainan pada anak saya, namun ketika dokter mengatakan ada kelainan pada kemaluan anak saya, saya merasa terkejut dan iba melihat derita yang harus di tanggungnya,” kata Yusnita, ibu kandung Sadad. Kondisi ini menjadi pukulan telak bagi kedua orang tua Sadad yang kebingungan harus berbuat apa untuk mengobati anaknya. Mereka pasrah dengan kondisi anaknya tersebut. Setelah dokter rumah sakit tempat Leni bersalin merujuk ke Padang membuat hati ibu ini sedikit lega. Tapi harapan tinggal harapan, dokter dirumah sakit tersebut juga angkat tangan dengan derita Sadad yang kasus ini baru pertama terjadi di Suma-

tera Barat. Apa boleh buat, dengan memikul beban berat, akhirnya Zul dan Leni membawa Sadad pulang ke Tigo Jangko. Terbayang angka ratusan juta rupiah yang harus mereka carikan untuk operasi Sadad. ”Sungguh, kami tidak bisa berbuat apa – apa, dokter di rumah sakit di Padang pun angkat tangan dengan masalah ini, dan mereka menyarankan kami untuk berobat ke Jakarta,” lanjut Leni. Katanya, jangankan untuk biaya berobat Sadad, biaya untuk transportasi ke Jakarta saja mereka tidak sanggup, apalagi biaya – biaya lainnya. “Apalah yang bisa kami andalkan sebagai buruh tani pak, mungkin hingga 30 tahun lagi kami tidak akan mampu mengumpulkan biaya sebanyak itu. Padahal kami berharap Sadad bisa sembuh sebelum ia dewasa, dan dapat meringankan beban penyakitnya,” ungkap Zul, ayah Sadad. Keluarga Muhammad Sadad hanya bisa berharap ada bantuan dari pihak manapun, pemerintah atau dermawan untuk membantu biaya pengobatan. Kasi Pelayanan Kesehatan,

Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar Yesrita. Z ketika meninjau sang bayi dirumah keluarganya mengatakan, jika Muhammad Sadad menderita penyakit Extopic Blader atau kelainan pada kantong kemih yang berada diluar. “Jenis penyakit ini baru pertama kita jumpai di Kabupaten Tanah Datar dan mungkin untuk Sumatera Barat juga kasus pertama. Namun kita akan tetap mengupayakan pengobatan bagi bayi ini,” ujar Yesrita. Ia menyebutkan, penyakit semacam ini merupakan penyakit kelainan dan belum diketahui penyebabnya. Upaya yang harus dilakukan jalan satu satunya adalah dengan operasi. “Memang sangat membutuhkan biaya yang sangat besar, bahkan sampai ratusan juta rupiah karena harus menjalani dua sampai tiga kali operasi. Dan inipun harus dilakukan di Jakarta karena fasilitas operasi dan tim ahlinya juga ada di Jakarta,” tutur Kasi pelayanan Kesehatan ini. Ia berjanji akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mencari langkah apa yang harus dilakukan untuk penyembuhan bayi ini. Sebab, orang tua bayi tersebut keluarga tak mampu. (h/*)

Kantong Kemih ...............Dari Halaman. 1

Korupsi ........................Dari Halaman. 1 entah kabar yang dikirim dari balik jeruji besi itu kabar yang salah makanya koruptor berikutnya tidak takut. Ah, jangan-jangan kabar dari sel penjara dari orang-orang yang di sana itu adalah kabar bohong. Siapa tahu ada yang menyebarkan ‘bocoran’ bahwa di penjara itu tidur di kamar dengan wall to wall carpet, AC sentral, TV 300 chanel, internet 24 jam dengan kecematan 10 x 7,2 Mbps, lemari es tiga pintu. Di dalam ditemani oleh bidadaribidadari cantik. Yang jadi penghuninya juga berlangganan majalah Playboy. Mau apa saja bisa. Berdetak hati saya memang demikianlah. Karenanya waiting list untuk mendapatkan tiket ke penjara itu makin hari makin panjang saja. Malah ada yang tidak sabaran, mau ke penjara pakai menyogok segala. Efek jera yang menjadi keluaran dari setiap undang-undang yang ada sanksi pidananya, mungkin kurang mangkus. Sehingga sekalipun Gayus sudah dihukum berat karena galir dan cerdik buruk, tidak membuat orang takut. Ketika 1998 serasa kan dicabikcabik orang para koruptor, kolutor dan nepotist yang menggerogoti negeri ini. Kalaulah ketika demo penjatuhan rezim tidak menenggang-nenggang sudah caruah koruptor itu didaram demonstran. Eee….yayai…yeh. Ketika rezim lama tumbang para reformist yang tadinya mengepal-ngepalkan tangan dan memasang ikat kepala merah putih lalu berseru hingga urat merih bersembulan di podium-podium, mendapat giliran maju ke depan. Mereka mulai mamacik. Banyak diantara mereka yang kemudian masuk ke dalam sistem. Awalnya bermaksud memberi warna pada sistem. Atau istilah

lainnya berjuang dari dalam. Tapi kemudian perlahan-lahan mereka tergoda juga. Bak mengunyah candu, lama-lama mereka pada ketagihan. Menerima pemberian itu candu. Meminta kelebihan dari laba satu proyek mulai sero. Mengatur perjalanan dinas yang tertulis empat hari tapi yang dijalani hanya sehari, makin lasuah. Tan Barain ini mulai berkata wow! Ketika diketahuinya bahwa dirinya bisa mengatur anggaran untuk proyek ini dan itu lalu membuat dia beroleh jalan mendapatkan sebagian angpau dari pemenang tender. Hari ke hari cerita dalam skenario ‘koruptor di sarang penyamun’ itu memang makin menggairahkan. Apalagi mata mulai gelap sehingga berhadapan dengan KPK serasa memiliki seni tersendiri pula. Berkelit berliku-liku mempecundangi KPK seolah sebuah seni perang ala Sun Tzu. Nah entah iya entah tidak, kabar angin betapa enak di penjara itulah yang membuat birahi para pengikut Gayus untuk berusaha dapat tempat di penjara. Perang melawan KKN sudah terlanjur menjadi simbol pembaruan dari satu rezim ke rezim berikutnya. Tapi coba saja simak diam-diam di berbagai bilik birokrasi dan di lapangan, seberapa sungguhsungguhkan kita benar-benar ingin korupsi jadi common enemy? Cerita serius dari perang melawan korupsi ini di permukaan, sepertinya memang reda dan menyurut semangat berkorupsi di kalangan birokrat. Dapat dilihat dari berkurangnya semangat menjadi pimpinan kegiatan (d/h pimpinan proyek), bendaharawan dan posisi-posisi yang berkaitan dengan pertanggungjawaban keuangan negara. Orang mulai takut

diperiksa jaksa, takut diinterogasi KPK. “Dari sisi menajemen pemerintahan, ini menguatir kita. Karena jika orang jadi takut bekerja,, niscaya bisa memerosotkan kinerja. Baik kinerja pribadi-pribadi maupun kinerja kelompok,” ujar Gamawan Fauzi ketika masih jadi Gubernur Sumbar dalam sebuah ceramah yang digelar oleh Local Government Support Progam (LGSP) dengan para wartawan di enam Kabupaten Kota sepanjang 20062007. Menurut Gamawan, semangat saja tidak cukup untuk memberantas korupsi. Tetapi mesti diikuti tindakan nyata, ketauladanan dan membangun suprastruktur yang memungkinkan orang tak lagi bersikap korup. Lagi pula, kata Gamawan waktu itu, korupsi jangan hanya dilihat dari sudut pandang kebirokrasian belaka, tetapi coba saja lihat pada budaya masyarakat luas. Pegawai Negeri hanya subsistem dalam tatanan berbangsa dan bernegara. Tak banyak disentuh dan dikritisi bagaimana sikap masyarakat awam yang berlaku koruptif. Lihat saja pada saat melakukan pelanggaran lalu-lintas, belum tentu hanya polisi yang berkehendak berpraktik ‘sidang di tempat’ alias tilang bisa diatur. Kadang-kadang justru masyarakat yang menyodornyodorkan diri untuk menyuap polisi. Saat mengurus SIM sudah jelas persyaratannya kurang tetapi masyarakat masih mau mengenyampingkan persyaratan dengan cara mengajukan sogokan. Mengurus KTP, paspor, sertifikat tanah, pajak dan sebagainya. Di situ birokrasi hanya satu bagian saja, selebihnya adalah masyarakat. Makin paham kita bahwa korupsi itu candu lagi mencandukan.***

Kampanye .....................Dari Halaman. 1 mimbar bebas serta pembagian pin dan buku saku antikorupsi. Koordinator Gasak, Muhammad Dani dalam pers relis yang diterima redaksi Haluan, Sabtu (8/12) mengatakan, kegiatan ini adalah serangkaian kegiatan Gasak dalam memperingati hari anti korupsi. Beberapa waktu lalu gasak bersama dengan LBH Padang telah melakukan penggarapan film antikorupsi “Dari Sekolah

Melawan Korupsi”. Enam film yang telah selesai digarap oleh 6 projectteam dari 6 sekolah tersebut rencananya akan dirilis dan diputar pada tanggal 17 Desember 2012 di Universitas Bung Hatta Padang. Selain itu juga akan ada pemberian trophy oleh KPK terhadap nominasi film terbaik. Memperingati hari anti korupsi 9 Desember 2012 hari ini,

maka Gasak mengajak seluruh siswa SMA yang ada di Kota Padang maupun di Sumatera Barat untuk ikut berpartisipasi dalam kampanye antikorupsi yang akan dilaksanakan di Sepanjang jalan Sudirman Kota Padang. “Sudah saatnya hari ini pelajar partisipatif dan peduli secara dini untuk mewujudkan Indonesia bersih dan bebas korupsi,” katanya. (h/vid)

Rem Angin ....................Dari Halaman. 1 Bukittinggi menuju Padang ini disebabkan rem angin bocor. Truck mengalami kerusakan di bagian depan, kaca pecah setelah menghantam kios berisi makanan dan rokok rokok berikut pondok berteduh sebagai pangkalan ojek. Semua isi kios berserakan ke jalan. Tidak ada korban dalam kecelakaan tersebut. Baik pengemudi dan karnetnya selamat. Sementara Yen pemilik kios baru saja pulang kerumahnya sehingga dia juga selamat dari ancaman maut. Beberapa saksi mata di TKP menyebutkan, truck melaju tidak kencang karena jalan dari arah terminal ke simpang Thawalib tidak terlalu menurun. Untung saja pemilik kios sudah pulang kerumah dan juga tidak ada seorangpun tukang ojek disana, kata beberapa warga yang masih berkerumun melihat pekerja berusaha mengeluarkan lkendaraan

menuju jalan raya. Truck tronton dikemudikan Ramadhan (46 th) asal Medan. Dia berdua dengan Uus sebagai karnet. Truck itu membawa muatan kaca dan makanan ringan berupa kacang dari Jakarta. Sebagian muatannya sudah dibongkar di Bukittinggi. Sedangkan kaca dan kacang akan diantarkanya ke Padang. Malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih, kendaraan miliknya mengalami kecelakaan di Padang Panjang. Menurut pengakuan pengemudinya Ramadhan, truck yang dikemudikannya tidak bisa berhenti lagi saat hendak membayar Retribusi TPR di terminal Bukit Surungan. Ia menduga kendaraannya bocor angin rem. Namun Ia tidak hilang akal, dan mencoba memindahkan vorseneling ke 3 karena angin rem sudah tak berfungsi. Tapi ketika mencoba mem-

perlambat laju kendaraan dengan cara memindahkan vorseneling ke 2, ternyata tidak bisa lagi. Dan Ia terpaksa menepi dan menabrak pangkalan ojek yang berada di kiri jalan persis di depan perguruan Thawalib Padang Panjang. “Saya terpaksa menghentikan kendaraan dengan menabrakkannya ke pangkalan ojek sebab saya lihat tidak ada orang. Dan kalau saya teruskan kebawah maka akibatnya akan lebih fatal, sebab saya sering juga melintas di sini “ kata Ramadhan dihadapan Kasi Lalin Dinas Perhubungan dan informatika kota Padang Panjang Azwirman. Dari hasil pengecekan di lapangan, kata Azwirman bersama beberapa anggotanya, truck tersebut keurnya masih hidup. Berkakhir Januari 2013. Kasus kecelakaan ini sudah ditangani Satlantas Polres Padang Panjang guna penyelidikan lebih lanjut. (h/one).

Kompany ......................Dari Halaman. 1 dan Demba Ba. Gol itu juga menjadi gol keduanya dalam dua laga terakhir di Premier League. Sebelumnya, Van Persie sempat puasa gol selama tiga laga, yakni ketika melawan Aston Villa, Norwich City, dan Queens Park Rangers. Yang menarik, dari 10 gol yang sudah diciptakannya, hanya empat yang ia ciptakan di depan publik Old Trafford. Ini artinya, ada enam gol yang diciptakan bomber 29 tahun itu pada saat laga tandang atau lebih dari setengah jumlah golnya di liga. Ada empat tim yang dibobolnya pada saat tandang, yakni Southampton, Liverpool, Chelsea, dan Reading. Jumlah golnya ke gawang Soton adalah yang terbanyak, yakni tiga gol. Menarik untuk dinantikan bagaimana kelanjutan catatan Van Persie saat tandang, mengingat MU akan bermain di kandang Manchester City hari Minggu (9/12/ 2012) besok. Secara total, dia sudah bermain sebanyak 19 kali di semua kompetisi dan menyumbang 13 gol. Van Persie sendiri belum puas dengan

statistik gol yang dimilikinya itu. Ia bertekad untuk mencetak lebih banyak gol lagi. “Saya belum puas. Jika Anda melihat statistiknya, 13 gol dalam 19 pertandingan, itu cukup oke. Tapi, saya ingin lebih baik lagi. Saya ingin mencetak lebih banyak gol, saya ingin memberi lebih banyak assist,” ujarnya kepada Sky Sports. Data itu tentunya sudah ada dalam kantong manajer The Citizen, Roberto Mancini. Tukang Racik asal Italia ini menyiapkan sang kapten Vincent Kompany untuk mengawasi khusus, gerakan RvP. Penugasan ini sangat dinanti Kompany. Ia sudah tak sabar untuk bertemu dengan Robin van Persie di Derby Manchester. Menurut dia, menjaga pemain sekaliber Van Persie adalah tantangan tersendiri. “Dia (Van Persie) adalah striker yang hebat dan saya pribadi berpikir, tak ada tantangan yang lebih baik daripada berhadapan dengan yang terhebat dan Van Persie jelas mewakili itu semua,” ucap kapten City tersebut kepadatalkSPORT. City sedikit lebih diunggulkan

dari MU di pertandingan nanti. Pasalnya, dalam dua tahun terakhir The Citizens belum pernah gagal membawa pulang angka di laga liga. “Sepertinya akan sangat sulit untuk menyebut siapa yang favorit dalam laga nanti, meski anda bermain di kandang atau tandang,” imbuh Kompany. Lini belakang tuan rumah lainnya, Maicon punya banyak pengalaman bermain di pertandingan antar rival se-kota yang biasanya berlangsung sengit. Maicon pun siap menjalani derby Manchester pertamanya. “Yang paling saya ingat dari derby-derby Milan adalah saat Inter menang 4-0 (di 2009-10) dan kami memenangi Liga Champions di musim yang sama. Itu adalah laga yang hebat, derby yang hebat, sulit dilupakan,” ucap Maicon. “Di seluruh dunia, derby adalah laga yang lain di antara yang lainnya. Itu adalah pertandingan yang penuh gairah, meski anda berada di Manchester, Milan atau Brasil, dan saya yakin Minggu besok juga sama,” sambung bek Brasil ini di ESPN Star.(h/net/mat)

Suzuki..........................Dari Halaman. 1 penuh hiburan serta hadiah menarik. Iven ini kami persembahkan untuk masyarakat Padang dan Sumbar umumnya. Silahkan hadir beramai-ramai di Taman Budaya Padang,” kata Marketing Manager PT Elang Perkasa Motor, Fandy kepada Haluan, kemarin. Selain hiburan, lanjut Fandy, iven Ertiga Mania tersebut juga menggelar kegiatan lainnya seperti Fun Touring, Evisiensi Bahan Bakar, Familly Games serta ajang door price. Touring akan dilepas dari garis start di Showroom PT Elang

Perkasa Motor Jalan Khatib Sulaiman Padang dengan melewati rute keliling Kota Padang, selanjutnya menuju jalan by pass, langsung ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan berakhir di Taman Budaya. Tidak hanya sekadar konvoi, Jagorawi Motor juga telah menyiapkan beberapa permainan yang menarik bagi peserta. “Pada even Ertiga Mania ini, kami mengundang seluruh costumer Ertiga yang ada di Sumatera Barat ini,” jelasnya. Tak tanggung-tanggung, jelas Manager Marketing PT Elang

Perkasa Motor Sumbar ini lagi, seluruh costumer yang sudahmelakukan inden terhadap suzuki ertiga juga diundang dalam iven ertiga mania ini. Gelaran ini bertabur hadiah seperti sepeda motor Suzuki Nex, Ipad, uang tunai. Fandy mengatakan, bahwa program ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat Sumbar yang telah memilih produk Suzuki sebagai kendaraannya, terutama Ertiga. Dan bagi yang masih penasaran dengan Ertiga, bisa mencobanya selama even berlangsung. (h/vid)

Anak ...........................Dari Halaman. 1 Jorong Sago, Jumat (7/12) lalu. Hadir dalam silaturrahmi adat tersebut, S. DT Majosati, Dt Bintaro Rajo, DT Ganto Suaro, DT Bintaro Hitam dari Manggopoh. Sedangkan dari pucuk adat nagari Tiku hadir DM. Rangkayo Bunsu, T Rangkayo Basa, A. Dt. Rajo Dilia, M Dt. Pamuncak Bandaro, DT Sutan Palindih, DT Mangkuto Dirajo, DT Talauik Api serta 500 orang anak kemanakan mereka dari nagari Tiku – Manggopoh. Himbauan tersebut disampaikan pucuk karena mendekati eksekusi PK Mahkamah Agung no.749/PDT/20011. Emosi masyarakat adat dua nagari semakin memanas akibat adanya aksi provokasi dan mobilisasi massa dari pihak – pihak tertentu agar tercipta suasana rusuh sehingga menggagalkan eksekusi tersebut. Dalam PK Mahkamah Agung tersebut, PT Minang Agro (Provident Group) diperintahkan untuk mengembalikan 2500

hektare lahan kepada suku tanjung di Anak Aia Gunuang serta membatalkan HGU 04/98 seluas 8625 hektare. Tak hanya itu, PT Minang Agro juga diperintahkan membayar gantirugi sebesar Rp203 miliar serta denda satu milliar rupiah kepada suku Tanjuang nagari Manggopoh. Akibat putusan ini, perusahaan group Provident terpaksa angkat Kaki dari Bumi Tanjung Mutiara Kabupaten Agam. Namun eksekusi perdana yang dilakukan pengadilan negeri Lubuk Basung 27 Oktober 2012 lalu gagal dilakukan karena mendapat halangan dari ribuan massa yang menamakan diri Parik Paga Forum Pembela Tanah Ulayat (FPTU) dengan alasan lahan tersebut berada di ulayat mereka. Dalam waktu dekat akan diadakan lagi eksekusi susulan. Sejak eksekusi perdana itu, kondisi di lahan yang disengketakan memanas. Bahkan dalam pekan terakhir muncul isu bahwa warga

Suku Tanjung Manggopoh akan melakukan eksekusi paksa pada Kamis (6/12) lalu. FPTU menempatkan warganya di lahan sengketa, tapi tidak terjadi. Jangan Mau Diadu Domba Sementara itu, Ketua Kelompok Pusako Suko Nan Duo Puluah Tiku, Idham Firmantara kepada Haluan, Sabtu (8/12) mengatakan, perseteruan hanya akan merugikan masyarakat kedua nagari bertetangga dan menguntungkan pihak investor yang kalah secara hukum. “Oleh karena itu masyarakat jangan mau diadu domba. Ikuti saja keputusan hukum yang telah inkrakh. Jangan memainkan kekuatan dan kekuasaan,” tegas Idham. Sementara itu Humas FPTU Tiku Syafril Uda dalam keterangan terpisah mengatakan, tidak keberatan dengan eksekusi keputusn MA itu. Hanya saja lahan yang akan dieksekusi berada pada tanah ulayat anak kemanakan nagari Tiku. (h/ks)

>> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman : Jefli


8

MINGGU MINGGU,, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

PROPERTI TAMAN ANGGREK RESIDENCE

Perumahan Minimalis di Kawasan Fasilitas Umum Laporan:

NOVIA CITRA VALINCA ONSEP keunggulan berbeda ditawarkan Perumahan Taman Anggrek Residence. Keunggulan tersebut yakni lokasi perumahan dengan desain tropis minimalis ini berada dekat fasilitas umum, seperti sarana pendidikan, jalan raya dan pasar. Taman Anggrek hadir di Jalan Raya Pagang No.105 Siteba. Lokasi ini jelas berada di kawasan sarana dan prasa-

K

rana umum, karena Siteba terkenal dengan salah satu kawasan pusat perputaran ekonomi Kota Padang dengan adanya Pasar Siteba yang sangat ramai. Selain itu, Siteba juga salah satu kawasan pusat pendidikan seperti Kampus Poltekes, Stikes, Akademi Kebidanan serta juga sekolah menengah atas, SMP, SD dan sarana pendidikan usia dini. Keiistimewaan Siteba juga dilengkapi konsep hunian yang elegan oleh Taman Ang-

grek Residence. Perumahan ini hadir menyediakan hunian yang aman nyaman kepada calon penghuni. Dengan mengandalkan konsep desain tropis minimalis menjadikan Taman Anggrek Residence semakin berkulaitas dan ekslusif. Berada di lokasi yang strategis dan juga terletak pada zona aman tsunami membuat perumahan ini menjadi pilihan tepat bagi konsumen yang ingin tinggal maupun beraktifitas di kota secara aman dan nyaman.(h/*)

taman tersebut sesuai dengan keinginannya. Ia berharap rolen tersebut dapat dikembangkan nantinya oleh pemilik rumah baik untuk pengembangan rumah atau tetap dibiarkan kosong sebagai taman sesuai dengan

kreatifitas pemilik. “Rolen ini disediakan untuk menciptakan lingkungan yang asri dan nyaman untuk penghuni rumah sendiri.Oleh karena itu, penghuni bebas untuk mendesain tamannya sesuka hati,� tambah Rup. (h/*)

Fasilitas

TAMAN Anggrek Residence memfasilitasi penghuni dengan jalan utama yang cukup lebar. Dengan lebar 10 meter untuk jalan utama memudahkan mobilitas penghuni untuk berkendara maupun aktifitas lainnya. Di samping itu, perumahan ini juga cukup dekat dengan tempat-tempat umum seperti pusat pendidikan, jalan raya, dan pasar. Rup menambahkan, perumahan ini juga mempunyai fasilitas tambahan lainnya yaitu halaman depan seluas 4 meter atau yang biasa disebut rolen. Melalui fasilitas taman kecil ini, penghuni dapat mendesain

Tipe TAMAN Anggrek Residence menyediakan dua pilihan tipe rumah yaitu tipe 36/100 dan tipe 45/150. Spesifikasi yang diberikan perumahan ini sangat baik, yakni dengan tonggak besi 12, pondasi yang tinggi yaitu 110 disertai slop, lantai keramik, cat berkualitas, atap sakura roof, dan plafond gypsum dengan kualitas terjamin. Menurut Marketing Taman Anggrek Residence, Rup, berdasarkan spesifikasi tersebut Taman Anggrek Residence menghadirkan kualitas terbaik demi kenyamanan penghuni rumah. “Lokasi perumahan kami strategis dan juga berada pada kawasan bebas banjir. Kami memang sengaja mendesain rumah-rumah di sini dengan pondasi yang tinggi,� ujar Rup kepada Haluan. Taman Anggrek Residence menyediakan 42 unit rumah yang terdiri dari 1 tipe unit 58, 16 unit tipe 36, dan 25 unit tipe 45.Dengan luas halaman seluas 150 meter, rumah tipe 45 mempunyai dua kamar utama dan dapur dibandrol dengan harga Rp280 juta. Sedangkan untk tipe 36, luas tanahnya yaitu 100 meter dengan dua kamar tidur seharga Rp215 juta. (h/*)

>> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman : Syahrizal


9

MINGGU MINGGU,, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

OLAHRAGA DATA DAN FAKTA SERIE A Klasemen Sementara 1.Juventus 2.Napoli 3.Inter Milan 4.Fiorentina 5.Lazio 6.Roma 7.Milan 8.Parma 9.Udinese 10.Catania 11.Atalanta 12.Sampdoria 13.Cagliari 14.Torino 15.Chievo 16.Palermo 17.Bologna 18.Genoa 19.Siena 20.Pescara

15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15

11 10 10 8 9 8 6 5 4 5 6 5 4 3 4 3 4 3 4 3

2 3 1 5 2 2 3 5 7 4 2 3 4 7 3 5 2 3 5 2

2 2 4 2 4 5 6 5 4 6 7 7 7 5 8 7 9 9 6 10

(32-10) (28-12) (27-16) ((27-14) (24-18) (34-24) (24-19) ((18-20) (22-24) (19-23) (15-22) (19-21) (14-24) (15-17) (17-27) (14-22) (17-20) (16-26) (14-17) (10-30)

35 33 31 29 29 26 21 20 19 19 18 17 16 15 15 14 14 12 11 11

Jadwal & Hasil Pertandingan Minggu (9/12) Atalanta 00 : 00 WIB Parma Roma 02 : 45 WIB Fiorentina Cagliari 21 : 00 WIB Chievo Palermo 21 : 00 WIB Juventus Pescara 21 : 00 WIB Genoa Siena 21 : 00 WIB Catania Torino 21 : 00 WIB Milan Senin(10/120) Internazionale 02 : 45 WIB Napoli Selasa(11/12) Sampdoria 01 : 00 WIB Udinese Bologna 03 : 00 WIB Lazio

UNJUK GIGI — Gökhan Inler (SSC Napoli) akan kembali unjuk gigi untuk melanjutkan persaingan pimpinan klasemen Juventus. Jika menang atas Inter Milan, Napoli terus menempel Juventus, begitu sebaliknya. UEFA

PREMIER LEAGUE Klasemen Sementara 1.Manch. United 15 12 0 3 (37-21) 36 2.Manch. City 15 9 6 0 (28-11) 33 3.Chelsea 15 7 5 3 (25-16) 26 4.Tot. Hotspur 15 8 2 5 (28-23) 26 5.West Brom 15 8 2 5 (24-19) 26 6.Everton 15 5 8 2 (25-19) 23 7.Swansea City 15 6 5 4 (23-17) 23 8.West Ham 15 6 4 5 (19-17) 22 9.Stoke City 15 5 7 3 (14-12) 22 10.Arsenal 15 5 6 4 (24-16) 21 11.Liverpool 15 4 7 4 (19-18) 19 12.Norwich City 15 4 7 4 (13-21) 19 13.Fulham 15 4 5 6 (25-26) 17 14.Newcastle 15 4 5 6 (17-21) 17 15.Aston Villa 15 3 5 7 (12-23) 14 16.Wigan 15 4 2 9 (15-28) 14 17.Sunderland 14 2 7 5 (13-18) 13 18.Southampton 15 3 3 9 (21-32) 12 19.Reading 14 1 6 7 (19-27) 9 20.Queens PR 15 0 6 9 (11-27) 6 Jadwal & Hasil Pertandingan Sabtu(8/12) Arsenal 22 : 00 WIB West Brom Aston Villa 22 : 00 WIB Stoke City Southampton 22 : 00 WIB Reading Sunderland 22 : 00 WIB Chelsea Swansea City 22 : 00 WIB Norwich Wigan Athletic 22 : 00 WIB Queens PR Minggu (9/12) Manc.City 20 : 30 WIB Manc.United Everton 22 : 00 WIB Tottenham Hotspur West Ham 23 : 00 WIB Liverpool Selasa(11/12) Fulham 03 : 00 WIB Newcastle United

BUNDESLIGA Klasemen Sementara 1.Bayern Münich 15 12 2 1 (41-6) 38 2.Bayer Leverkusen15 9 3 3 (28-19) 30 3.Borussia Dortmund15 7 6 2 (30-16) 27 4.Schalke 04 15 7 4 4 (25-19) 25 5.Eintracht Fran… 15 7 3 5 (27-26) 24 6.Hamburger SV 16 7 3 6 (18-18) 24 7.Mainz 05 15 7 2 6 (21-18) 23 8.Stuttgart 15 6 4 5 (17-24) 22 9.Werder Bremen 15 6 3 6 (26-24) 21 10.Borussia M'gla…15 5 6 4 (22-25) 21 11.Freiburg 15 5 5 5 (20-17) 20 12.Hannover 96 15 6 2 7 (28-27) 20 13.Fortuna Düsseldorf15 4 6 5 (18-19) 18 14.Nürnberg 15 4 4 7 (14-21) 16 15.Wolfsburg 15 4 4 7 (14-23) 16 16.Hoffenheim 16 3 3 10 (22-38) 12 17.Augsburg 15 1 5 9 (11-26) 8 18.Greuther Fürth 15 1 5 9 (10-26) 8 Jadwal & Hasil Pertandingan Sabtu(8/12) Hamburger SV 2 - 0 Hoffenheim Bor. Dortmund 21 : 30 WIB Wolfsburg Stuttgart 21 : 30 WIB Schalke 04 Nürnberg 21 : 30 WIB Fortuna Dsf Freiburg 21 : 30 WIB Greuther Fürth Augsburg 21 : 30 WIB Bayern Münich Minggu (9/12) E.Frankfrut 00 : 30 WIB Werder Bremen Bor.M'gladbach 21 : 30 WIB Mainz 05 Hannover 96 23 : 30 WIB Leverkusen

LA LIGA

Klasemen Sementara 1.Barcelona 14 13 1 0 (48-16) 40 2.Atl.Madrid 14 11 1 2 (29-13) 34 3.Real Madrid 14 9 2 3 (34-10) 29 4.Real Betis 14 8 1 5 (23-24) 25 5.Málaga 14 6 4 4 (19-10) 22 6.Getafe 14 7 1 6 (17-19) 22 7.Valladolid 14 6 3 5 (20-15) 21 8.Levante 14 6 3 5 (16-21) 21 9.Sociedad 14 6 2 6 (21-18) 20 10.Sevilla 15 5 4 6 (21-22) 19 11.Vallecano 14 6 1 7 (18-30) 19 12.Valencia 14 5 3 6 (18-23) 18 13.Zaragoza 14 5 1 8 (16-23) 16 14.Celta Vigo 14 4 3 7 (16-19) 15 15.Atl. Bilbao 14 4 3 7 (19-32) 15 16.Osasuna 14 3 4 7 (12-15) 13 17.Mallorca 14 3 4 7 (14-23) 13 18.Granada 14 3 3 8 (11-20) 12 19.Espanyol 15 2 5 8 (15-24) 11 20.Deportivo Lc 14 2 5 7 (21-31) 11 Jadwal Pertandingan Sabtu(8/12) Espanyol 2 - 2 WIB Sevilla Sociedad 22 : 00 WIB Getafe Minggu (9/12) Málaga 00 : 00 WIB Granada Valladolid 02 : 00 WIB Real Madrid Osasuna 04 : 00 WIB Valencia Levante 18 : 00 WIB Mallorca Athletic Bilbao 23 : 00 WIB Celta Vigo Senin(10/12) Atlético Madrid 01 : 00 WIB Deportivo LC Real Betis 03 : 00 WIB Barcelona Selasa(11/12) Sevilla 03 : 30 WIB Valladolid

INTER MILAN VS NAPOLI

Laga Papan Atas MILAN, HALUAN — Dua tim papan atas, Inter Milan dan Napoli akan saling berhadapan dalam lanjutan Liga Italia akhir pekan nanti. Laga ini diyakini sebagai penentu klub pesaing Juventus dalam perburuan gelar juara. Juve, Napoli, dan Inter adalah tiga klub yang menempati tiga posisi teratas klasemen Seri A saat ini. Bianconeri memimpin dengan raihan 35 poin, unggul dua angka dari Partenopei di posisi kedua dan empat poin dari Nerazurri di peringkat ketiga. Di Giuseppe Meazza, Senin (10/12/2012) dinihari, Inter akan melakoni sebuah laga berat. Tim besutan Andrea Stramaccioni itu

bakal berhadapan dengan Napoli. Jika melihat posisi kedua klub di klasemen, maka Inter punya kans untuk menggeser Napoli andai bisa memenangi pertandingan. Tapi, jika tim besutan Walter Mazzarri itu yang memetik tiga poin, mereka bakal terus menguntit atau bahkan berpeluang menyalip perolehan poin Juve. Kendati laga antara Inter

kontra Napoli ini merupakan salah satu pertandingan krusial, penggawa tim asal Naples, Goran Pandev, enggan menyebutnya sebagai laga penentuan. Ia berujar ini bukanlah pertandingan yang akan menunjukkan siapa pesaing Juve dalam perebutan gelar juara. "Ini akan menjadi sebuah laga yang menarik. Sejujurnya saya tidak berpikir, bahwa bagaimanapun juga (laga) ini akan menunjukkan pihak mana yang akan menjadi pesaing Juve," kata Pandev di Football Italia yang dilansir detikSport. Kubu Inter Milan sendiri kini akan kembali kedatangan Cassano yang sudah kembali dari masa hukuman. Kehadiran Cas-

sano diharapkan akan membantu Inter Milan saat menghadapi Napoli, Senin (10/12) dinihari WIB. Setelah absen di dua laga, Cassano kembali ke skuat Inter dalam lanjutan Liga Europa melawan FK Neftchi Baku yang berakhir 2-2 dinihari tadi. Comeback-nya striker internasional Italia itu jelas membawa angin segar bagi Nerazzurri. Sejauh ini, Cassano sudah menyumbangkan lima gol dan empat assist dalam 13 kali penampilannya di Serie A. Tanpa pesepakbola 30 tahun itu, Inter gagal meraih hasil maksimal di dua laga liga terakhirnya dengan dikalahkan Parma 0-1 dan menang tipis dari Palermo 1-0. Cassano, walaupun

kontroversial, tidak dipungkiri memiliki skill sepakbola yang hebat. Dia kini akan berupaya merebut tiga poin saat melawan Napoli guna terus menempel Juventus di pucuk klasemen. "Antonio dapat melakukan apa saja dengan bola di kakinya, dia menakutkan bagi pertahanan lawan dan dapat membuat sesuatu terjadi kapan pun ketika mendapatkan bola," sanjung Cambiasso di ESPN Star. "Kami (Inter) tak hanya mesti fokus terhadap absennya Cassano (untuk beberapa saat). Memang cukup sulit bagi kami. Tapi, pada Minggu besok kami akan kembali ke trek kemenangan dan kami harus terus mempertahankan itu," tegasnya. (h/net)

Hamburg Raih Poin Maksimal

Susunan Pemain Hamburg: Rene Adler, Dennis Diekmeier, Michael Mancienne, Heiko Westermann, Zhi Gin Lam (Jeffrey Bruma 80), Dennis Aogo, Milan Badelj, Tolgay-Ali Arslan, Per Skjelbred (Jacopo Sala 85), Artjoms Rudnevs (Marcus Berg 90), Heung-Min Son Hoffenheim: Koen Casteels, Andreas Beck, Marvin Compper, Matthieu Delpierre, Fabian Johnson, Sebastian Rudy, Daniel Williams (Stephan Schrock 67), Sejad Salihovic, Eren Derdiyok, Roberto Firmino (Vicenzo Grifo 86), Kevin Volland (Sven Schipplock 71) ARTJOMS Rudnevs (Hamburger SV) merayakan gol yang diciptakannya bersama rekan satu. UEFA

HAMBURG, HALUAN — Hamburg SV berhasil meraih hasil positif dalam lanjutan Bundesliga. Rothosen menang atas Hoffenheim dengan skor akhir 2-0 berkat dua gol yang disumbangkan oleh Artjoms Rudnevs. Pada pertandingan yang berlangsung di Imtech Arena, Sabtu (8/12/2012) dinihari WIB itu, Hamburg unggul 1-0 saat babak pertama berakhir. Rudnevs membawa tim besutan Thorsten Fink itu unggul dengan golnya yang dicetak pada menit 28. Hamburg yang dalam catatan Soccernet mampu melakukan penguasaan bola sebesar 67 persen sepanjang pertandingan, bisa menggandakan keunggulan di menit ke-74 berkat gol kedua Rudnevs. Hingga akhir pertandingan tidak ada lagi gol tambahan, Hamburg pun menang dengan skor akhir 2-0. Dengan tambahan tiga poin ini, Hamburg menempati peringkat keenam klasemen dengan torehan 24 poin hasil dari 15 kali main. Sedangkan buat Hoffenheim, kekalahan ini masih memaku mereka di posisi ke16 dengan kumpulan 12 angka. (h/net)

>> Editor : Rakhmatul Akbar

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


10

MINGGU, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

OLAHRAGA

KPSI Ngotot Gelar Kongres JAKARTA, HALUAN — Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) secara tegas menolak kongres yang akan diadakan PSSI di Palangkaraya pada tanggal 10 Desember. Mereka pun sepakat mengelar kongres sendiri. "Kami tidak akan datang ke Palangkaraya karena itu tidak sesuai dengan keputusan rapat joint committee dan menyimpang dari MoU," kata La Nyalla Mattaliti dari KPSI, Jumat (7/12/ 2012). Menurut La Nyalla, pihaknya menolak kongres tersebut lantaran tidak mematuhi kesepakatan MoU dengan tidak menggunakan voters kongres Solo. Untuk itulah, KPSI bersepakat menggelar kongres sendiri. "Kami mau mengelar kongres sendiri tanggal 9 Desember di Jakarta. Percuma kalau PSSI mengundang voters solo tapi tidak mendapatkan hak suara sama saja bohong," tegasnya. PSSI sebelumnya telah memutuskan untuk mengelar Kongres Luar Biasa pada 10 Desember di Palangkaraya.(h/net)

Atlet Porprov Diberi Dispensasi Ujian PADANG, HALUAN — Pelaksanaan Porprov XII tahun 2012 yang dilaksanakan di Kabupaten Limapuluh Kota bertepatan dengan jadwal ujian semester pelajar SMP dan SMA di Sumatera Barat. Dari jadwal yang ada, pesta olahraga terbesar di Sumbar ini secara resmi mulai dilaksanakan 12 hingga 20 Desember 2012. Sebelumnya, beberapa cabang sudah memulai pertandingan. Sementara itu, pelaksanaan ujian pelajar SMP dan SMA di Sumbar mulai tanggal 10 hingga 17 Desember 2012. Dari data yang dari, sebagian besar atlet yang akan bertarung di ajang ini diikuti pelajar karena pelaksana membatasi usia atlet yang ikut di Porprov, yakni maksimal kelahiran tahun 1991. “Kebijakan ini diambil karena Sumbar mulai merintis pembinaan atlet yang akan disiapkan untuk PON XIX 2016 mendatang,”sebut Waka Medprom KONI Sumbar Agus Mardi. Dengan bentroknya jadwal

Investor AS Minati Liga Indonesia JAKARTA, HALUAN — Maraknya spekulasi bahwa PSSI bakal terkena sanksi dari FIFA tak menyurutkan minat investor untuk menanamkan modalnya di sepak bola Indonesia. Bahkan, investor, yang disebut berasal dari Amerika itu, siap memberi subsidi klub-klub peserta kompetisi resmi di Indonesia. Menurut CEO PT. Liga Prima Indonesia Sportindo, Widjajanto, untuk mencari partner strategis dalam mengelola bisnis di musim mendatang, PSSI telah mengundang beberapa perusahaan asing dan nasional. Saat ini, dari beberapa perusahaan yang diundang, tinggal tersisa dua peminat, salah satunya merupakan perusahaan Amerika itu. "Mereka (perusahaan asal Amerika ini, red) telah menangani liga di beberapa negara. Mereka mengajukan konsep win-win solution sebagai pihak ketiga yang netral," jelas Widja, Sabtu (08/12). Lebih lanjut, Widja menjelaskan bahwa perusahaan ini, bersama dengan PSSI, bakal membentuk sebuah 'league company'. Fungsi league company di sini, sambung Widja, untuk mensubsidi klub-klub yang berlaga di kompetisi resmi. Mereka juga bakal menyediakan uang hadiah bagi pemenang liga. "Selain itu, selama liga belum bisa mencetak laba, maka investor akan sediakan Minimum Distribution Guarantee (MDG) berupa subsidi untuk klub-klub, royalti untuk PSSI, bahkan saat ini sedang finalisasi paket bantuan fasilitas untuk timnas," tandas Widja. (h/net)

Sriwijaya FC Doakan Mendieta PALEMBANG, HALUAN — Wafatnya Diego Mendieta merupakan tragedi bagi sepakbola Indonesia. Semua berduka, semua mendoakan, tak terkecuali Sriwijaya FC beserta para suporternya. Sebelum pertandingan Inter Island Cup antara Sriwijaya versus PSPS Pekanbaru di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Jumat (07/12/ 2012) malam dalam, para pemain dan penonton mendoakan bagi mendiang Mendieta. Dalam kesempatan yang sama, mereka juga mendoakan asisten pelatih Sriwijaya, Setyo Cipta. Setyo meninggal dunia sehabis bermain futsal dan sempat dirawat di RS Pusri. "Sekarang kami mengheningkan cipta untuk almarhum Setyo Cipto (eks pelatih SFC) dan almarhum Diego Mendieta," kata Ketua Singa Mania Dedi Pranata. Mendieta meninggal dunia dalam usia 32 tahun pada hari Senin (3/12) malam pukul 23.30 WIB di RS Dr Muwardi setelah beberapa hari dirawat karena mengalami masalah kesehatan. Sebelum menghembuskan napas terakhir, Mendieta sempat dirawat di dua rumah sakit lain dan kontrakannya, namun tak punya biaya yang cukup untuk pengobatan. Kesulitan ekonomi yang membelit Mendieta itu tak lain karena gaji selama empat bulan serta uang muka kontrak yang menjadi haknya belum dibayarkan. Karena itu pula, ia terpaksa menunggak pembayaran sewa kos. Mendieta juga sempat merasa malu untuk kembali ke Paraguay karena menilai dirinya belum menghasilkan banyak materi. Manajemen Persis Solo sendiri akhirnya melunasi gaji serta sisa kontrak Mendieta pada hari Rabu (5/ 12) atau justru setelah Mendieta meninggal. Uang total sebesar Rp 131 juta itu ditransfer kepada pihak keluarga almarhum di Paraguay.(h/net)

JENAZAH Diego Mendieta

MEDALI EMAS — Pelari jarak menengah Sumbar, Aprilia Kartina berhasil meraih medali emas pada nomor 1000 meter Kejurnas Bob Hasan Sprint yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (8/12). DOKUMEN PASI

Pelari Sumbar Raih Dua Emas Kejurnas di Jakarta PADANG, HALUAN — Dua dari empat utusan PASI Sumbar yang tampil di Kejurnas Bob Hasan Sprint Yunior dan Remaja di Jakarta berhasil menggondol dua medali emas setelah menjadi juara di nomor 1000 meter putra dan putri. Empat atlet yang tampil merupakan atlet asal Kabupaten Limapuluh Kota yang kini disibukkan dengan helat Porprov XII yang tinggal hitungan hari. Sekum PASI Sumbar, Arfan Rosyda kepada Haluan menjelaskan,

atlet peraih emas nomor lari 1000 meter putri adalah atlet masa depan Indonesia, Aprilia Kartina. Anak Sikabu-kabu Kabupaten Limapuluh Kota ini menyisihkan pesaing utamanya asal Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan jarak hingga empat dan lima detik. Aprilia Kartina menyentuh garis finis dengan catatan waktu 3 menit, 02,63 detik (3.02,63). Sedangkan pelari Jawa Tengah Septiana Ditasari membukukan catatan waktu 3.06,27

dan di tempat ketiga diraih pelari Jatim, Esti Alfia dengan catatan waktu 3.07,61. Sedangkan medali emas lainnya di sektor putra dipersembahkan oleh M.Hafidz. Ia tampil sebagai pemenang pertama dengan torehan waktu 2.37,22 menit. Lalu di tempat kedua, pelari Bali I Ketut Mertayasa, tipis di belakang Hafidz, yakni 2.37,86 menit dan di tempat ketiga diraih pelari Jawa Timur, dengan raihan 2.38,61 menit.(h/mat)

Padang Panjang Siap ke Porprov PADANG PANJANG, HALUAN — Kontingen Porprov Sumbar XII. 2012 dari Kota Padang Panjang yang terdiri dari cabang Voli, basket, panjat tebing, futsal dan bola kaki, Sabtu (8/12) siang kemarin sudah dilepas menuju Limapuluh Kota karena akan memulai pertandingan sebelum dibuka secara resmi. Sementara untuk cabang karate sudah berangkat Jumat sore. Pelepasan dilakukan Ketua Harian KONI kota Padang Panjang Nursian ST didampingi pengurus inti KONI lainnya di halaman kantor KONI di Bancah Laweh. Sedangkan pelepasan resmi oleh walikota dijadwalkan Selasa tanggal 11 Desember 2012 di Balaikota

setempat. Ketua harian Koni kota Padang Panjang Nusrian dalam pelepasan tersebut meminta agar kontingen Kota Serambi Mekkah dapat menjaga diri dan kehormatan daerah baik di pemondokan maupun

saat melaksanakan pertandingan. “Kita berharap agar kota Padang Panjang unggul dalam sportifitas, disiplin dan prilaku serta sukses dalam bertanding. Mari kita jaga nama julukan Serambi Mekah “ kata Nusrian. (h/one)

Ketua Harian KONI Nusrian melepas atlet Padang Panjang ke Porpov. IWAN DN

tersebut, Dinas Pendidikan Sumbar memberikan kebijakan untuk memberikan kelonggaran waktu mengikuti ujian semester I. Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Syamsurizal yang ditemui Haluan, Jumat (8/12), menyebutkan siswa yang tampil sebagai atlet pada Porprov XII kali ini akan mengikuti ujian khusus yang disediakan sekolah. "Tidak mungkin siswa berprestasi, tidak diberi kelonggaran," ujarnya. Terpisah, Humas SMPN 30 Padang, Ali Usman menyebutkan sebanyak 31 orang siswanya mengikuti kejuaraan ini. Terbagi dalam cabang silat dan bulutangkis. "Bagi siswa yang mengikuti porprov, akan mengikuti ujian ketika kembali ke sekolah. Ini sesuai instruksi dari Dinas Pendidikan Sumbar," ucapnya. (h/cw-eni)

Taubat Sembahkan Medali Emas STE PADANG, HALUAN — Setelah beberapa gelaran Sarung Tinju Emas (STE) medali emas tak mampir ke Sumbar, petinju masa depan Sumbar Rahmat Taubat berhasil meretas kebuntuan tersebut. Dalam partai final yang berlangsung di Mall Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (7/ 12), petinju asal Padang Panjang ini berhasil mengalahkan petinju terbaik STE 2012 Musa Cahyadi. Tampil di kelas 49 Kg, peraih emas PON XVIII lalu itu berhasil mengandaskan Musa yang berasal dari Jawa Tengah dengan angka 12-6. Taubat tampil prima. Sejak bel dibunyikan, Taubat langsung mengusai pertandingan dan memenangi poin dari ronde demi ronde. Di ronde pertama, pertinju asal Pengcab Pertina Padang Panjang ini sudah unggul 2-0. Di ronde kedua, ia terus memimpin dengan skor 5-3 dan di ronde ketiga makin menjauh dari lawannya dengan keunggulan 8-4. Memasuki ronde ke empat, pesaing Taubat ini tak kuasa mengendalikan permainan. Musa berupaya untuk mengejar poin. Taubat sendiri melihat celah dari lawan yang membabi buta. Hasilnya di ronde

penentuan ini, Taubat berhasil mengoleksi empat poin dan Muda dua poin saja. Hasilnya Taubat mengakhiri pertandingan dengan keunggulan 12-6. Keberhasilan petinju muda Sumbar ini, Ketum Pengprov Pertina Togi P. Tobing tak bisa menyembunyikan cerianya saat dihubungi Haluan, tadi malam. Dalam catatannya, sejak 10 tahun terakhir, belum ada petinju Sumbar yang bisa membawa pulang medali emas pulang ke kampung halaman. Togi sendiri saat gelaran iven serupa, juga pernah mencicipi manisnya medali emas di tahun 1985. Saat pelaksanaan STE di Kaltim itu, Togi tampil di kelas Welter Ringan (kini kelas 63,5 Kg). Tentang Taubat , Togi menyebutkan ia merupakan petinju yang nyaris sempurna. “Taubat yang kini sudah berlatih di Pelatnas punya speed, daya tahana dan akurasi pukulan. Ini komponen penting bagi seorang petinju. Hasil ini jelas menunjukkan kedigdayaannya karena sudah mengalahkan seluruh petinju di Indonesia di kelas ini. Saya harap, Taubat nantinya bisa berbicara banyak di iven yang lebih tinggi, seperti SEA Games,”jelas Togi. (h/mat)

JUARA HEAT II KELAS MT DAN AT

Indonesia Gagal Jadi Juara Umum di Filipina MANILA, HALUAN — Tim Yamaha Indonesia menyapu bersih kemenangan di heat II kelas MT dan AT. Namun sukses Toni Rahmawan dan Agus Setyawan jadi pemenang tak mampu membuat Indonesia mempertahankan gelar. Adalah Thailand yang jadi juara umum. Indonesia dalam posisi tertinggal 13 poin (110:97) dari Thailand pada heat pertama ASEAN Cup Race 2012. Selisih poin tersebut sayangnya gagal dikejar rider-rider tanah air di heat kedua yang digelar di SM City, Santa Rosa Laguna, Manila, Sabtu (8/12/2012) sore waktu setempat. Penampilan pebalap-pebalap Indonesia sebenarnya mengalami perbaikan dibanding heat awal, namun konsistensi rider-rider Thailand membuat mereka berhasil secara signifikan menambah perolehan poin dan menjaga keunggulan atas Indonesia. Akumulasi poin dari masingmasing pebalap dia dua kelas dan dua heat yang diperlombakan adalah 202 untuk Thailand dan 198 untuk Indonesia. Di kelas matic pada heat kedua, tampil sebagai pemenang

adalah pebalap Yamaha Indonesia, Toni Rahmawan. Sementara urutan kedua dan tiga jadi milik wakil Thailand yakni Akran Panjat dan Peerapong Boonlert. Selain Toni Rahmawan yang jadi pemenang, pebalap-pebalap Indonesia lain meraih hasil kurang memuaskan karena cuma Sulung Giwa Ajoba Husna yang menuntaskan race di posisi 10 besar. Sementara Zefriadi, Herman Baharudin Yusuf dan Janoear Adhetiro Saputra masingmasing finis di urutan 14, 15 dan 21. Dalam kondisi ini tim Yamaha Indonesia tertinggal makin jauh yakni 163:165. Pada kelas manual, yang menjadi momen penentuan, rider Indonesia kembali menjaga dominasinya. Kemenangan pun bisa diraih Agus Setyawan, yang terus berada di posisi terdepan sejak start hingga menyentuh garis finis. Sementara posisi dua didapat pebalap Tim Yamaha Indonesia lainnya yakni Yoga Adi Pratama. Tapi nasib nahas harus diterima Tamy Pratama. Jadi pemenang di heat pertama, Tamy terjatuh di lap pertama heat kedua. Dia kemudian gagal melanjutkan

balapan dan sama sekali tak menyumbang poin. Hal ini sangat disesalkan karena dia adalah salah satu andalan tim Yamaha Indonesia dan saat terjatuh tengah berada di posisi lima besar. Pebalap Indonesia lainnya,

Tedy Permana menuntaskan race di posisi enam. Bieffe Agatha Riko Pranata menyentuh garis finis sebagai pebalap ke delapan. Kekalahan empat poin dari Thailand membuat Tim Yamaha Indonesia gagal mempertahankan

gelar juara, sekaligus melengkapi hat-trick setelah jadi kampiun di dua penyelenggaraan sebelumnya. Dari sembilan edisi ASEAN Cup Race, lima kali jadi pemenang. Sementara sisanya diraih Thailand. (h/net)

Pebalap Indonesia pada ASEAN Cup 2012 berhasil memenangi kelas AT dan MT. Sayang, secara umum, Thailand justru sebagai juara. NET >> Editor : Rakhmatul Akbar

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


11

MINGGU, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

PENDIDIKAN TK ADHYAKSA DI USIA 26 TAHUN

Raih Prestasi, Tingkatkan Kualitas Pendidikan T

AMAN Kanak-Kanak Adhyaksa merupakan tempat belajar sambil bermain yang terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan untuk siswanya dari tahun ke tahun. Didirikan pada tahun 1986 yang kemudian baru disahkan oleh Dinas Pendidikan Kota Padang pada tahun 1988. TK Adhyaksa merupakan taman kanak-kanak yang dipelopori kejaksaan. Pada saat itu, Istri dari Jaksa Agung, M. Hari Suharto yang meresmikan taman kanakkanak yang berlokasi di Jalan Diponegoro No.6 ini. Menurut Kepala Sekolah TK Adhyaksa, Sunesti, ia merupakan guru pertama yang mengajar di TK Adhyaksa. Selama 26 tahun ia begitu setia mengabdi di taman kanak-kanak ini. “Setelah diresmikan oleh istri dari jaksa agung Hari Suharto, kemudian TK Adhyaksa dirintis oleh istri jaksa tinggi, Ibu M.Sutadi. Pada saat itu saya merupakan guru pertama di sekolah ini,” ujarnya kepada Haluan, Senin (4/12). Berbagai prestasi diraih Taman Kanak-Kanak ini pada masa perintisannya. Pada tahun 1989, sekolah ini meraih prestasi pertamanya dalam lomba cerdas cermat tingkat 1 Kota Padang. Tidak hanya itu, di tahun-tahun berikutnya TK Adhyaksa semakin eksis dalam perlombaan dan kegiatan yang ada di Kota Padang. Prestasi-prestasi lainnya yang pernah diraih TK Adhyaksa seperti juara lomba menari, paduan suara, dan lomba mewarnai gambar. Selain itu, TK Adhyaksa juga sering dipilih sebagai anak-anak penyambut tamu-tamu penting di bandara.

BELAJAR di kelas dengan riang.jpg

SUNESTI

Seiring berjalannya waktu, di tahun 1993, istri jaksa tinggi, Ibu Amir Hamzah merintis Playgroup Adhyaksa. Sejak saat itulah TK Adhyaksa Padang hadir bersama Playgroup di dalam program pendidikannya. Menurut Sunesti, TK Adhyaksa Padang merupakan taman kanak-kanak Adhiyaksa yang ke-26 dari yang tersebar di seluruh Indonesia. “TK ini merupakan yang TK Adhyaksa yang ke 26 di seluruh Indonesia,” ujarnya. Pada tahun 2009, kejadian gempa Padang sangat mempengaruhi jumlah murid TK Adhyaksa. “Setelah gempa, jumlah murid-murid di TK ini menurun, puncak penurunannya terjadi di tahun 2011 yaitu hanya berjumlah 72 murid,” Ungkap Sunesti. Berbagai usaha pihak sekolah lakukan l untuk terus meningkatkan jumlah murid di sekolah ini salah satunya yaitu promosi kegiatan TK Adhyaksa melalui media televisi. “Alhamdulillah berkat usaha keras yang pihak sekolah lakukan pada saat ini jumlah murid TK Adhyaksa sudah mencapai 108 murid,” ucap Sunesti. TK Adhyaksa terus meningkatkan program-program yang terbaik untuk muridmuridnya, seperti kegiatan field trip. Bulan November lalu, TK Adhyaksa mengajak murid bersama orang tua untuk karyawisata yang bertemakan lingkungan hidup ke daerah Lubuk Minturun. Lebih lanjut, tanggal 12 Desember ini, TK Adhyaksa akan melakukan kunjungan ke pemadam kebakaran untuk sosialisasi pemadam kebakaran kepada murid-murid. Pada bulan Februari tahun 2013, TK Adhyaksa juga akan mengunjungi Bandara Internasional Minangkabau. Kunjungan ini bertujuan untuk sosialisi pengenalan sarana dan prasarana bandara kepada murid. “Di sekolah ini terdapat kegiatan umum dan kegiatan khusus. Untuk hari Jumat difokuskan pada pendidikan agama,pada hari Sabtu khusus pengembangan diri seperti sepak bola, dari Senin sampai Rabu khusus pelajaran Iqra, dan Selasa,Rabu, Kamis untuk pelajaran Bahasa Inggris. Di samping itu, TK yang dibina oleh istri dari Jaksa tinggi Sumatera Barat, Ibu Djainuri, ini juga menghadirkan ektrakurikuler menari yang diadakan setiap hari Selasa

sampai Kamis dari pukul 11.00 – 12.00 WIB. “Melalui kegiatan seni tersebut, anak-anak kami sudah terbiasa tampil sebagai pengisi acara di berbagai tempat,” ujarnya. Sunesti mengatakan, pada tahun 2010, salah satu murid TK Adhyaksa terpilih sebagai perwakilan salah satu sekolah di Kota Padang untuk mengikuti kejuaraan PORSENI di Surabaya dan menjadi juara pada perlombaan tersebut. Ia menambahkan, pada saat ini TK Adhyaksa memakai kurikulum KTSP yang disahkan oleh Dinas Pendidikan Kota Padang. “Kami memakai kurikulum KTSP dimana kurikulum ini disesuaikan dengan lingkungan sekolah,” tambahnya. Sementara itu, para pengurus TK Adhyaksa juga selalu melakukan pertemuan rutin dengan Persatuan Orang Tua Murid (POM). Pengurus TK Adhyaksa selalu berdiskusi dengan POM tentang berbagai hal, seperti kegiatankegiatan yang akan dilaksanakan sekolah dan perkembangan murid. Sejak didirikan sampai saat ini, TK Adhyaksa selalu didukung penuh oleh dewan Pembina, pengurus, dan juga wali murid dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan di sekolah. “Kami saling bersinergi satu sama lain demi perkembangan TK ini kedepannya,” tutur Sunesti. Saat ini, TK Adhyaksa memiliki tenaga pengajar sebanyak tujuh orang ditambah satu kepala sekolah. Program yang dihadirkan untuk semester pertama yaitu perkenalan huruf dan gambar, dan untuk semester dua yaitu membaca dan menulis. “Pada semester dua program yang kami hadirkan ditujukan untuk mempersiapkan murid untuk masuk sekolah dasar,” ujar Sunesti. Terdapat 6 kelas yang terdiri untuk satu kelompok A dan 5 kelompok B di TK Adhyakasa . “Kelompok A disediakan untuk murid dari usia 3,5 sampai 4,5 tahun,” jelasnya. Sunesti mengungkapkan, TK Adhyaksa terus berusaha untuk meningkatkan kualitas sekolah kedepannya baik melalui kegiatan-kegiatan khusus mamupun sistem pembelajaran. “Rencana kedepan terus bisa membantu para murid untuk terus berkembang dan berprestasi,” tutur Sunesti. (h/cw-ncv)

RUANG Kelas Playgroup.

RUANG Majelis Guru TK Adhiyaksa Padang.

BELAJAR di kelas dengan riang.

BELAJAR di kelas dengan riang.

BERYL COPY CENTRE Grosir & Retail Sales, Service, Spare Part & Rental Mesin dari USA Menyediakan Mesin Foto Copy Bermacam Tipe : BARU DATANG MESIN CANON IR 5000 & CANON IR 6000 DARI JEPANG DRUM BARU HARGA NEGO

spanduk - baliho - billboard sticker - backdrope branding car - x banner roll up - dll

AN PERSEDIA S A T TERBA

Kantor Pusat : Jl. Gajahmada No.40 Gn. Pangilun Padang Telp. (0751) 447825, 40269

CANON IR 8500 = Rp.

28 juta BERYL COPY CENTRE

Hubungi : Jl. Veteran No. 50 Padang Telp. (0751) 32666 Jl. Nangka No. 40 Pekanbaru Telp. (0761) 61360 Jl. Sutan Agung No.07 Jambi Telp. (0741) 32495

Terbit Sejak 1948 Pendiri H. Kasoema

Penerbit: PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 1985 tanggal 19 November 1985.

Menyewakan Bando & Billboard lokasi strategis di Padang, Payakumbuh & Pariaman

Cabang Payakumbuh : Cabang Padang : Jl. Soekarno-Hatta 123 Jl. Andalas 83 Telp. 890 383 Koto Nan Ampek Jl. Belakang Olo 46A (dpn Hotel Jakarta) Telp. 33 222 Telp. 0752 - 796 123

Pemimpin Umum: H. Basrizal Koto, Wakil Pemimpin Umum/Pemimpin Perusahaan: Sofialdi, Wakil Pemimpin Umum: Zul Effendi, Pemimpin Redaksi: Yon Erizon, Wakil Pemimpin Perusahaan: Syafarudin Ariansyah. Dewan Redaksi : H. Basrizal Koto, H. Desfandri, H. Hasril Chaniago, Zul Effendi, Sofialdi, Yon Erizon, Ismet Fanany MD, Nasrul Azwar, Syamsu Rizal Redaktur Pelaksana: Ismet Fanany MD, Nasrul Azwar, Syamsu Rizal, Litbang dan Online Media: Eko Yanche Edrie, Sekretaris Redaksi: Silvia Oktarice, Redaktur: Rudi Antono, Aci Indrawadi, Afrianita, Atviarni, Dodi Nurja, Nova Anggraini, Rahmatul Akbar, Andika Destika Khagen, David Ramadian, Haswandi. Reporter Padang: Ade Budi Kurniati, Devi Diani, Nasrizal, Meidella Syahni Perwakilan Bukittinggi: Jon Indra (Kepala/ Non-Aktif), Syamsuardi S, Ridwan, Pariaman/Padang Pariaman: Dedi Salim, Trisnaldi, Payakumbuh/Limapuluh Kota:Zulkifli, Syafril Nita, Sri Mulyati, M Siebert, Pasaman:Atos Indria, Ahdi Susanto, Welina, Agam: Miazuddin, Kasra Scorpi, Padang Panjang: Iwan DN, Darwin Danin, Maison, Tanah Datar: Yuldaveri, Emrizal, Aldoys, Pasaman Barat: M. Junir, Gusmizar, Pesisir Selatan: Sabrul Bayang, M. Joni, Haridman, Kabupaten Solok/Kota Solok: Syamsuardi Hasan, Riswan Jaya, Alfian, Almito, Marnus Chaniago, Solok Selatan: Icol Dianto, Sawahlunto: Alamsyah Halim, Fadilla Jusman, Sijunjung: Azneldi, Dharmasraya: Maryadi, Ferry Maulana, Biro Jakarta: Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: M. Moralis Biro Kepri: M Sahdan Tim Kerja Usaha: Prisma Joni (Plt Manajer Sirkulasi), Efri Hanter (Plt Kabag Sirkulasi), Yursil Masri (Plt Manajer Keuangan), Junaidi (Plt Koord Eceran), Andiyanto (Plt Koord Asongan), Yunasbi (Plt. Koord Iklan Kota padang), Tata Letak/Desain: David Fernanda, Nurfandri, Rahmi, Syamsul Hidayat, Jefli, HRD : Desmasari, Umum : Nurmi, Kasir : Desy, TI : Teguh. Plt Manajer Cetak: Mardius Caniago, Pra Cetak : Sawal Marjuni.HRP, Mai Hendri, Cetak : Mardianto (Koordinator), Afandi, Rudi Kurniawan, Jecky Jekcson. Haluan Media Group: CEO H.Basrizal Koto, Direktur: H Desfandri. Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Iklan dan Sirkulasi: (0751) 4488700, Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: haluanpadang@gmail.com, redaksi_haluan@yahoo.com, website: http/harianhaluan.com, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp57.000, Harga eceran Rp2.500,- Tarif iklan: Tarif Iklan: Display FC halaman satu: Rp50.000/mm kolom, Display BW halaman satu: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam FC: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam BW: Rp17.500/mm kolom, Iklan SC :Rp25.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat FC: Rp15.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat BW: Rp10.000/mm kolom, Dukacita: Rp10.000/mm kolom, Iklan kolom (maks 300 mmk) FC: Rp15.000, Iklan Kolom (maks 300 mmk) BW: Rp10.000, Advertorial FC: Rp40.000/mm kolom, Advertorial BW: Rp25.000/mm kolom Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, Bank Nagari Cabang Utama Padang Rek No: 1008.0103.00009.1 PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http://www.harianhaluan.com >> Editor : Maidella Sani >> Penata Halaman : Rahmi


12

MINGGU, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

LAPORAN UTAMA Upaya Komnas Tekan Pelanggaran HAM BERBAGAI upaya juga dilakukan oleh komnas HAM untuk memerangi pelanggaran yang terjadi di Sumatera Barat ini. Salah satu bentuknya yaitu dengan dilakukannya sosialisasi yang melibatkan semua pihak baik itu terhadap aparat pengambil kebijakan maupun masyarakat umumnya. “Di masyarakat, kita lakukan penyuluhan dan sosialisasi ke sekolah-sekolah, guru, pemerintah negara serta masyarakat umunya,” tegasnya. Persentase penyelesaian pelanggaran HAM di tahun 2011 yang berhasil dilakukan komnas HAM Sumbar adalah 30 persen dari total 135 kasus yang masuk. Kecilnya persentase penyelesaian ini disebabkan karena penyelesaian pelanggaran HAM ini tidak hanya dilakukan di Komnas HAM saja, melainkan juga melibatkan instansi lain. “Macetnya hanya pada saat ditangani oleh instansi terkait,” tambahnya. Berdasarkan laporan selama tahun 2012, kasus tanah terutama perkebunan paling sering diterima oleh Komnas HAM disamping kasus pelanggaran HAM lainnya. Untuk mengurangi kasus seperti ini, Sultanul berharap pemerintah memprioritaskan penyelesaian tapal batas seperti nagari ataupun kecamatan. “Paling banyak adalah kasus hak sipil dan politik, yakni 47 kasus yang masuk kedalam divisi perlindungan kelompok (PKK),” jelasnya. Kasus lainnya yang diterima Komnas HAM Sumbar antara lain, hak ekonomi sosial budaya sebanyak 40 pengaduan, perlindungan kelompok khusus sebanyak 32 pengaduan. “Kasus demikian ada yang sedang diproses, diteruskan ke Komnas HAM Indonesia, belum direspon pihak terkait, dan juga ada yang telah diselaikan,” terangnya.

BANYAK KASUS TAK ADA PENYELESAIAN

Pelanggaran HAM Terus Meningkat Laporan: HELDI SATRIA, CITRA VALINCA, MAIDELLA SYAHNI, HASWANDI, NASRIZAL

Hari Hak Asasi Manusia dirayakan tiap tahun oleh banyak negara di seluruh dunia setiap tanggal 10 Desember. Ini dinyatakan oleh International Humanist and Ethical Union (IHEU) sebagai hari resmi perayaan kaum Humanisme.

DILEMA PENEGAKAN HAM

Aparat Kerap Serba Salah

HAM — Masyarakat yang terus berjuang menuntut keadilan terhadap kasus pelanggaran HAM, seperti yang terjadi di Pasaman Barat beberapa waktu lalu. DOK

BANYAKNYA dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di badan kepolisian Sumbar, Pjs Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Mainar Sugianto meminta kepada anggota Polri, setiap melakukan penegakan hukum harus sesuai dengan prosedur dan jangan sampai melanggar HAM. “Kami terus mengingatkan kepada anggota agar dalam melakukan tindakan tidak terjadi adanya pelanggaran HAM terhadap warga. Dia meminta aparat bertindak sesusai dengan prosedur,” kata Mainar, kemarin (7/12). Dikatakannya, dalam melakukan penindakan di daerah konflik memang kerap serba salah. Bila, tindakan terlalu lunak, mereka akan dikatakan melakukan pembiaran. Namun, bila tindakan agak keras sedikit, penegak hukum tersebut bisa dituding telah melakukan pelanggaran HAM. Namun apabila didapati adanya pelanggaran, lanjut Mainar, pihaknya tidak segan-segan untuk menindak anggotanya dan akan dikenakan sanksi disiplin dan diproses sesuai hukum yang berlaku. (h/*)

Awasi Gerak Aparat dengan CCTV BUKITTINGGI, HALUAN — Polsekta Bukittinggi memasang kamera CCTV di ruang yang rawan terjadi tindak kekerasan. Hal itu untuk mengawasi gerak-gerik anggota polisi yang berbuat di luar batas yang melanggar HAM terhadap tahanan. Kapolres Bukittinggi AKBP Eko Nugrohadi mengatakan, mengantisipasi tragedi serupa, seluruh ruangan interogasi atau pemeriksaan hingga ke sel tahanan di Polres Bukittinggi dan seluruh polsek di kawasan hukum Polresta Bukittinggi, telah dipasang kamera CCTV. Pemasangan kamera intai itu akan membatas gerak oknum polisi untuk tidak bertindak di luar kewajaran. Selain itu, juga dilaksanakan program pembinaan bagi seluruh anggota kepolisian, agar bisa mengontrol diri saat mengintrogasi tahanan, dan memantau seluruh laporan tahanan dan tangkapan, sehingga tak terjadi pelanggaran HAM. (h/*)

KOMNAS HAM

Pemerintah Belum Serius MENGENAI peningkatan kasus HAM di Sumbar ini, Plt Kepala Komnas HAM Sumbar Sultanul Arifin ini mengungkapkan, bahwa saat ini masyarakat sudah sadar akan arti hukum yang sebenarnya, sehingga masyarakat mulai banyak mengadukan kasus pelanggaran HAM yang terjadi terhadapnya melalui badan atau instansi yang menaunginya. Selain itu, penyebab terjadinya pelanggaran HAM itu sendiri juga ada faktor kurang dipahaminya Hak Azazi Manusia itu oleh aparat negara. Tidak hanya itu saja, lanjutnya, lambannya pemerintah untuk menindaklanjuti atau menyelesai-

kan berbagai kasus pelanggaran HAM tentu saja sangat mengecewakan para korban dan keluarga korban pelanggarn HAM itu sendiri. Kelambanan tersebut akhirnyat dimaknai oleh korban HAM sebagai bentuk ketidakseriusan pemerintah. Bentuk ketidaktegasan lain dari pengakuan negara terhadap masyarakat adat di Sumatera Barat adalah pihak keamanan dalam hal ini kepolisian yang bertugas hanya melihat dari sisi tindakan pidana. Ternyata, pernyataan masyarakat hukum adat yang telah dibuktikan dengan alat bukti yang cukup menurut masyarakat hukum adat, seperti tanah ulayat yang sudah didaftarkan atas

nama kaum, suku dan nagari ke Badan Pertanahan, namun bukti ini mentah ketika pihak kepolisian meminta sertifikat tanah ulayat. Padahal sertifikat tidak dikenal dalam teori hukum adat di Sumatra Barat. Jika tanah ulayat tidak dikembalikan pada fungsinya dan jika negara tidak tegas dalam membuat aturan yang melindungi hak-hak masyarakat hukum adat, maka tidak mustahil keberadaan masyarakat hukum adat di Sumatra Barat terancam punah seperti yang terjadi di daerah lain di Indonesia. Tanda ke arah itu sudah muncul dengan banyaknya persoalan tanah ulayat di Sumatra Barat.

PAKAR HUKUM PIDANA UNAND PROF ISMANSYAH

Aparat Arogan, Korban Takut Melapor PAKAR Hukum Pidana Universitas Andalas, Ismansyah mengisyaratkan pemerintah untuk mewaspadai penggunaan hukum pidana dalam mengatur perbuatan menyimpang khususnya dalam kasus pelanggaran Hak Azazi Manusia. Minimnya kesadaran masyarakat mengenai haknya untuk diberlakukan sama dimata hukum, seringkali menjadi faktor tingginya kasus pelanggaran yang terjadi, khsusnya di wilayah Sumatera Barat. “Jangan sampai perbuatan manusia tersebut yang mengatur hukum pidana,” jelasnya. Saat ini, dikatakannya, kasus pelanggaran HAM yang paling banyak terjadi adalah kasus

pelanggaran hak sipil dan politik. Terjadinya peningkatan pelanggaran HAM yang terjadi disebabkan karena ketakutan masyarakat untuk melaporkan pelanggaran HAM yang mereka alami. Konflik masalah tanah di beberapa daerah seperti Dharmasraya, Pasaman, Solok Selatan, Agam dan Pessel merupakan contoh daerah yang paling banyak mendapatkan pelanggaran HAM. Kasus pelanggaran hukum yang ditangani oleh aparat penegak hukum, lanjutnya, saat ini terkesan sangat lamban. Hal ini bisa saja disebabkan karena pelaku pelanggaran hukum langsung bersentuhan dengan aparat penegak hukum itu sendiri.

“Untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran HAM, seharusnya aparat penegak hukum tidak lagi bersifat arogan kepada masyarakat. Aparat juga harus mulai memunculkan sifat mengayomi terhadap masyarakat serta perlindungan yang sebenarnya, sehingga masyarakat bisa mengerti serta memahami sengketa yang akan terjadi,” jelasnya. Tidak hanya itu, lanjutnya, yang harus dilakukan adalah merevisi kembali peraturan perundangundangan yang ada, meningkatkan profesional kerja pihak terkait, serta bagaimana caranya pemerintah meningkatkan partisipasi masyarakat.

LBH PADANG

Terbukti Salah, Aparat Tak Cukup Sanksi Disiplin LEMBAGA Bantuan Hukum (LBH) Padang juga mencatat kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dipublikasikan meningkat di tahun 2012. “Dari analisis kami, sejak awal 2012 kasus pelanggaran HAM yang melibatkan aparat, cenderung meningkat,” ujar Wakil Direktur LBH Padang, Roni Syahputara kepada Haluan, Sabtu (8/12). Tahun 2012 LBH mencatat 14 kasus pelanggaran HAM sementara sejak awal 2012 hingga kini telah mencapai 17 kasus. Beberapa diantaranya kasus kekerasan oleh polisi yang terjadi di Polsek Bukittinggi dan Polsek Sijunjung dan cukup menyedot perhatian publik. Dari setiap kasus yang muncul ke publik, kata Roni, proses peradilan yang melibatkan aparat cenderung tidak menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik. “Institusi terkait cenderung menyelesaikan masalah kekerasan dengan hukum disiplin. Pa-

dahal untuk kasus pelanggaran HAM seperti kekerasan yang dilakukan saat penyidikan, bahkan ada yang menyebabkan kematian, itu harus diproses secara peradilan umum, “ tegasnya. Sementara sepanjang tahun 2012, hanya dua kasus yang diproses secara peradilan umum. “Itupun masih terlihat upaya aparat melindungi anggotanya,” katanya lagi. Akhiranya, kata Roni, upaya membawa kasus ke ranah hukum pidana umum hanya menjadi lips service bagi institusi bersangkutan. “Hanya untuk menjawab pertanyaan bahwa anggota mereka yang melakukan pelanggaran HAM juga telah melalui proses hukum,” katanya. Dalam proses persidangan itupun, kata Roni, masih ditemui upaya melindungi para aparat dari insitusi terkait. “Misalnya dengan memberikan pengacara dari pihak kepolisian. Padahal dengan tindakan yang telah

mereka lakukan, mereka telah mencoreng nama Kepolisian, harusnya dilepaskan untuk menjalani persidangan dengan adil,” pungkas Roni. Insitusi Kejaksaan, menurut Roni, juga masih belum maksimal dalam menekan peningkatan kasus pelanggaran HAM. “Misalnya dengan ikut memberikan pasal lemah terhadap kasus pelanggaran HAM yang menyebabkan kematian. Ini juga merupakan upaya perlindungan, padahal Kejaksaan juga menentukan nasib korban dan pelaku pelanggaran HAM, “ ungkap Roni lagi. Dia menambahkan, Komisi I DPRD Sumbar yang membidangi hukum dan pemerintahan harus bisa mendorong proses hukum yang tidak berjalan. Namun fungsi ini, katanya masih belum begitu baik, karena kepentingan politik masih menjadi bagian utama dalam proses tersebut. “Misalnya dalam inves-

tigasi kasus Sijunjung, itu belum maksimal karena Komisi I melakukan investigasi hanya di pihak Kepolisian, tidak mencari tahu lebih jauh dari pihak diluar itu seperti keluarga atau masyarakat lainnya,” ucapnya. Dengan kata lain, kata Roni, negara belum tegas dalam menegakkan perlindungan HAM bagi masyarakatnya. Kanwil Menkumham masih belum bisa melakukan upaya konkrit dalam menekan pelanggaran HAM du Sumbar. “Biasanya Kanwil Hukum dan HAM hanya bicara Ranham dalam tataran seremonial, padahal institusi ini memiliki wewenang yang besar di lembaga permasyarakatan, dimana juga berpotensi besar terjadi pelanggaran HAM,” lanjutnya. Untuk itu, katanya lagi, perlu perbaikan dibidang pendidikan kepolisian dan kejaksaan, untuk memasukkan pemahaman HAM sebagai pemahaman dasar bagi

para calon polisi dan jaksa. “Ini bagian pentingnya. Mengapa para jaksa juga perlu? Karena mereka ikut menentukan nasib seseorang dalam pengadilan nanti,” kata Roni lagi. Potensi Kekerasan Secara umum, ada tiga ranah kekerasan aparat yang cenderung dilakukan polisi, yakni saat pembuktian, misalnya dalam meminta pengakuan tersangka dalam penyidikan, di luar tugas kepolisian misalnya saat menghadapi pelanggaran lalu lintas dan saat menjaga aset yang berhubungan dengan eksploitasi Sumber Daya Alam seperti perkebunan, pertambangan dan lahan pertanian. Untuk ketiga poin ini, kata Roni, perlu dilakukan pemahaman yang jelas antara sanksi disiplin dan pelanggaran pidana yang mengharuskan pelaku dijerat pasal pidana umum. “Namun ini masih jarang dipahami para aparat penegak hukum,” katanya.

Ada 6 jenis HAM, yaitu hak asasi sosial, ekonomi, politik, sosial budaya, hak untuk mendapat perlakuan yang sama dalam tata cara peradilan, dan hak untuk mendapat persamaan dalam hukum dan pemerintahan. Hari jadi merupakan momen mengevaluasi dari kemajuan penegakan HAM. Namun kenyataanya, justru pelanggaran HAM menunjukkan tren peningkatan di Sumbar. Bahkan, sejak Januari sampai awal Desember banyak terjadi kasus-kasus yang diduga terjadi pelanggaran HAM yang mencoreng Ranah Bundo. Jumlah kasus pelanggaran Hak Azazi Manusia (HAM) yang dilaporkan ke Komnas HAM Sumbar sejak Januari 2012 hingga November 2012 berjumlah 119 kasus. Beberapa kasus lagi belum di rekap oleh komnas HAM Sumbar. Hal ini dikatakan oleh Plt. Kepala Komisi Nasional Hak Azazi Manusia (Komnas HAM) Sumbar Sultanul Arifin kepada Haluan ketika ditemui diruang kerjanya beberapa waktu lalu. Menurut Sultanul, dibandingkan dengan tahun 2011 lalu,

jumlah pelanggaran tahun ini mulai berkurang. Pada tahun 2011, Komnas HAM mencatat sedikitnya ada 135 kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Sumbar ini, sedangkan tahun 2012, baru tercatat 119 kasus pelanggaran HAM. “Menjelang Desember 2012, data pelanggaran HAM ini akan bertambah lagi, bisa jadi lebih banyak dari tahun 2011 lalu,” jelasnya lagi. Di banyak negara, termasuk Indonesia, sering terjadi kecenderungan adanya penolakan untuk menyelidiki atau mengadili kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu. Banyak contoh kasus pelanggaran HAM berat di Sumbar yang tidak ada penyelesaiannya. “Dari 119 kasus pelanggaran HAM yang dicatat oleh Komnas HAM Sumbar periode Januari hingga November 2012, 32 kasus diantaranya merupakan kasus pelanggaran HAM dibidang PKK (divisi perlindungan kelompok khusus), 47 kasus dari Sipol (divisi hak sipil dan politik) serta 40 kasus Ekosob (divisi hak ekonomi, sosial dan budaya),” jelas Sultanul lagi.*

KANWIL KEMENKUM HAM

Pengetahuan Aparat Tentang HAM Lemah MUNCULNYA berbagai kasus pelanggaran HAM, ternyata tak semata-mata disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang hukum dan HAM. Namun pemahaman aparat Kepolisian terhadap Hak Asasi Manusia yang cenderung lemah, menyebabkan berbagai proses yang melibatkan aparat cenderung berpotensi besar mengabaikan HAM. “Untuk itu upaya menekan pelanggaran HAM harus dimulai di insitusi yang mendidik aparat Kepolisian,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumbar, Sumarni Alam. Menurutnya, kurangnya pemahaman aparat terhadap HAM itu sendiri menyebabkan pelanggaran HAM cenderung dianggap biasa dan dibiarkan. “Kalau aparat sendiri tidak paham HAM bagaimana ia akan mengayomi masyarakat,”ujar Sumarni. Kanwil Menkum dan HAM sendiri, ujar Sumarni, telah berupaya menekan pelanggaran HAM dengan terus melakukan sosialisasi dan penguatan panitia Rencana

Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (Ranham). “Saat ini disebagian besar Kota/Kabupaten telah dibentuk Panitia Ranham, sebagai wadah tukar informasi tentang pengetahuan dan pelanggaran yang HAM yang terjadi,” ujarnya lagi. Tak hanya itu, lanjutnya, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Komnas HAM untuk memberikan rekomendasi dan solusi yang sifatnya normatif. Karena cenderung, lanjutnya, pemahaman HAM hanya seputar kekerasan dan penyiksaan. “Masih banyak yang belum memahami bahwa tidak mengijinkan anak perempuan sekolah, juga termasuk pelanggaran HAM. Atau ketika terjadi kasus asusila, penyudutan terhadap perempuan juga merupakan pelanggaran, “ ungkapnya. Untuk itu, ujar perempuan yang akan memasuki masa pensiun ini, Kanwil Penkum dan HAM perlu terus melakukan sosialisasi hukum secara keseluruhan untuk membangun pemahaman masyarakat akan hak dan kewajiban mereka.

DOSEN HUKUM UNAND DELVINA GUSMAN

Ekonomi Lemah Rawan Korban HAM HAMPIR sama dengan Prof. Ismansyarah, SH. MH, Dosen HTN Unand Delvina Gusman mengatakan bahwa hampir seluruh perbuatan tindak pidana merupakan pelanggaran HAM, tapi kalau dikategorikan secara aturan ada pelanggaran HAM ada yang disidangkan di pengadilan biasa dan disidang di pengadilan HAM. Dalam UU nomor 39 tahun 1999 dan UU nomor 26 tahun 2000 tentang pengadilan HAM ada 2 jenis kejahatan, yang pertama genosida yang biasa terjadi pada kasus pembunuhan serta pemusnahan pada suku tertentu. Kedua adalah

kejahatan kemanusiaan yang telah sistimatis dan terorganisir. Di Indonesia akhir-akhirnya ini semakin meningkat kasus pelanggaran HAM. Masalah lambannya penanganan kasus pelanggaran HAM, kendala terbesar akan ditemui pada saat persidangan. Seperti adanya faktor ekonomi, dimana korban merupakan masyarakat ekonomi lemah. Kemudian faktor politik, dimana pejabat tertentu akan mendapatkan perlakuakn khusus. Kasus merekapun juga sering dikesampingkan sehingga tidak memenuhi titik temu penyelesaian. (h/*)

>> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


13

MINGGU, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

ANAK DAN KELUARGA WAKIL WALIKOTA SOLOK ZUL ELFIAN

Selalu Sediakan Waktu untuk Anak \

H. JON EFFREDDI, SH. MH

Keluarga ‘Tablet’ Sukses Sang Hakim SIAPA yang tidak kenal dengan H. Jon Effreddi, SH. MH, salah seorang hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang yang juga merupakan Humas di Pengadilan Negeri Kelas I A Padang. Sosok yang dikenal tegas ketika berada diruang sidang ini, ternyata bertolak belakang dengan sikap kesehariannya diluar persidangan yakni terkenal ramah, murah senyum serta mudah akrab dengan siapapun. Pak Jon, begitu ia biasa disapa di Pengadilan Negeri Padang, tempat ia bertugas setiap hari sebagai hakim Pengadilan Negeri Padang. Selain jabatan lainnya sebagai hakim tipikor, hakim di Pengadilan industrial serta Humas Di Pengadilan Negeri Padang merupakan putra asli Ombilin Simawang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Meski dilahirkan di Pekan Baru pada tanggal 2 April 1964, pria 58 tahun ini mengaku tidak pernah lupa dengan kampung halaman orang tuanya yaitu di Sumatera Barat. Selama bertugas sebagai hakim, Jon Effreddi mengaku selalu mendapatkan dukungan penuh serta motivasi kuat dari keluarga besarnya, terutama sang istri Hj. Adiswita, SH. MH dan ketiga anaknya masingmasingnya Adrozag Ave (18) yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa teknik Elektro di ITB, Afida Razuna Ave (15) siswa kelas exel di SMA 1 serta si bungsu Rafi Muhammad Ave (12) yang merupakan salah satu siswa kelas 8 di SMP Adzkia Padang. “Keberhasilan seorang pria tidak akan lepas dari peran serta istri dan anak-anak, peringatan serta masukan yang mereka berikan pada saya menjadi motifasi terbesar saya untuk tetap berjalan pada koridor yang lurus,” tambahnya. Tidak hanya itu, prestasi yang dipersembahkan oleh ketiga buah hatinya, diakui Jon juga menjadi “tablet” penyemangat hidupnya menjalani rutinitas pekerjaannya sebagai Hakim. “Kunci keberhasilan seseorang itu tidak hanya berada ditangannya, namun peran serta lingkungan serta keluarga menjadi motivasi terbesar untuk meraih sebuah keberhasilan,” pungkasnya sembari mengatakan bahwa anak-anaknya sangat memahami profesi orang tuanya sebagai hakim. Sedari kecil, ia menghabiskan waktunya dinegeri orang. Kedua orang tuanya yang kebetulan bertugas di Kota Jakarta, membuatnya menghabiskan masa mudanya di tanah Betawi. Ia mengenyam pendidikan dari tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi di Jakarta. Mulai dari menamatkan Sekolah Dasar Negeri Siliwangi Jakarta pada tahun 1976, kemudian ia melanjutkan pendidikan di SMPN 73 Jakarta dan tamat pada tahun 1980, selanjutnya, Pak Jon masuk ke SMA Negeri 32 Jakarta dan tamat pada tahun 1983. “Setelah tamat dari SMAN 32 Jakarta ini, saya kemudian melanjutkan kejenjang pendidikan S1, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta merupakan pilihan saya waktu itu,” jelasnya. Alasannya memilih Fakultas Hukum, dijelaskan lagi, karena menjadi Hakim merupakan salah satu keinginan terbesarnya pada saat itu. “Alhamdulillah, saat ini, keinginan saya sudah bisa tercapai,” ungkapnya kepada Haluan ketika ditemui diruang kerjanya di Pengadilan Negeri Padang beberapa waktu lalu. Pada tahun 1988, Jon ia berhasil menamatkan kuliahnya dengan titel Sarjana Hukum. Setelah tamat, Jon kemudian mulai mengikuti serangkaian test sebagai calon hakim yang didalakan oleh Mahkamah Agung, sesuai dengan apa yang ia cita-citakan selama ini. Berkat modal ilmu pengetahuan yang diperolehnya dibangku kuliah di Fakultas Hukum, akhirnya keinginannyapun dikabulkan Allah, dan iapun diterima sebagai Hakim. Tidak puas dengan gelar Sarjana Hukum (SH) yang telah disandang dibelakang namanya, kemudian Jon Effreddi melanjutkan kembali kejenjang pendidikan S2 pasca sarjana di Universitas Andalas Padang. Pada tahun 2004, ia berhasil menamatkan pendidikan S2. Berbagai daerahpun pernah dikunjungi Jon sebagai hakim, mulai dari tahun 1996-2002 ia menjadi Hakim di Pengadilan Negeri Payakumbuh, bertugas sebagai hakim di Pengadilan Negeri Buntok, Kalimantan Tengah pada tahun 2002, di Pengadilan Negeri Tanjung Pati, 50 kota pada tahun 2003-2005, menjabat sebagai wakil ketua di Pengadilan Negeri Blang Keren, Aceh ditahun 2006-2007, Ketua Pengadilan Negeri Calang Aceh Jaya. (h/hel)

Anak merupakan titipan Allah. Bagi orang tua tak ubahnya ibarat harta yang tidak bisa dinilai dengan apapun.

Kendati punya kekayaan melimpah, mobil mewah dan rumah bagus tak bisa disetarakan dengan kehadiran sang buah hati, titipan Allah SWT. Oleh sebab itu, anak tidak bisa disiasiakan, perlu diberi kasih sayang sejak lahir dan bimbingan sejak kanak-kanak. Pembentukan akhlah dan prilaku anak memang sudah harus dilaksanakan sejak dia

kanak-kanak disamping adanya faktor genetika dari orang tuanya sendiri. Kadangkala genetika bisa saja menyimpang jika sistim pembinaan yang dilaksanakan cukup terarah dan ada sasaran yang hendak dicapai. Hal itu dilaksanakan oleh Zul Elfian, SH, M.Si dan Dra. Zulmiyati dalam memberikan bimbingan dan kasih sayang pada 2 putra-putrinya. Mereka

adalah si sulung Dia Rahmadianna Elfian (22) dan si bungsu Muhammad Alghi Vari Elfian (18 Th). Curahan perhatian sejak kanak-kanal hingga remaja terus diberikan, terpaan tentang akidah tak dilupakan. Kendati sibuk mengurus pemerintahan dan kemasyarakatan sebagai Wakil Walikota Solok, Zul Elfian tetap mencurahkan perhatian pada

yang lucu, kapan kau akan bernyanyi?” keluh Aini. Ia mulai putus asa karena burung itu tak pernah mengeluarkan suaranya. Aini selalu berusaha supaya burung itu bernyanyi “Mungil sayang, apakah engkau bersedih?” tanya Aini. Burung itu mengangguk. “Apakah engkau ingin keluar dari sangkarmu?” tanya gadis kecil itu lagi. Burung itu mengangguk lagi. “Baiklah, kau akan kulepaskan.” kata Aini. Kemudian ia buka pintu sangkar. Brrrr… Mungil pun terbang bebas. Kepak sayapnya terbentang sangat indah. “Selamat jalan, Mungilku,” kata Aini. Semenjak Mungil pergi Aini sangat sedih, karena burung kesayangannya telah pergi dan ia pun mulai kelihatan murung. Kakaknya juga sedih melihat Aini yang tak ceria lagi. “Pakailah topi ini adikku. Kamu akan seperti seorang putri.” kata Tara yang mencoba menghibur Adiknya. Ia memperlihatkan sebuah topi lebar hadiah ulang tahun dari ayahnya yang berwarna biru. Aini menggeleng. “Aku kangen pada Mungi,.” kata Aini yang hampir menangis. “Kalau kangen kok mungilnya kemarin dilepas?” tanya Tara. “Ya, karena aku tak ingin mungil bersedih. Ia tak mau tinggal dalam sangkar,” kata Aini dengan wajahnya yang masih murung. “Kalau begitu jangan sedih, Aini adikku sayang, mungil pasti sedang bergembira. Ia terbang sekarang. Ia senang melihat pemandangan dari angkasa. Aini sayang, burung sangat suka terbang.” Kata Tara yang menjelaskan kepada adiknya. “Benarkah ia bahagia Kak?” tanya Aini. “Iya, aku juga yakin, suatu

hari nanti mungil akan datang. Ia a k a n berterima kasih

2 buah hatinya itu bersama sang istri Zulmiyati. Caranya tentu dengan membagi waktu. Ada waktu untuk keluarga dan ada waktu untuk bekerja. Kendati waktu untuk keluarga sangat terbatas namun komunikasi tetap terlaksana dengan baik. Suatu hal yang selalu ditekankan oleh Zul Elfian pada putraputrinya yakni membangun komunikasi dengan Allah melalui kegiatan ibadah, salat dan membaca Alqur’an, bagi Zul Elfian yang juga seorang Da.i di Solok, sesibuk apapun kegiatan dan pekerjaan duniawi, namun masalah ibadah tidak bisa ditawar. Dengan memberi bimbingan dan perhatian itu pulahlah, 2 orang buah hatinya memiliki pretasi baik di perhuruan tinggi di Unand Padang, Dia yang sehari-hari menggeluti program studi Satra Inggris itu terpilh sebagai UdaUni Sumatera Barat 2012 Kendati hanya prestasi nomor 3 cukup juga mengobati hati ke 2 orang tuanya. Dia sepertinya mengikuti jejak sang ibu Zulmiyati yang sehari-hari seorang tenaga pendidik di Mandrasah Aliyah Negeri (MAN). “Semoga aku bisa jadi seorang guru pula nantinya,” harap Dia. Berbeda dengan Muhammad Alghi Vari, si bungsu ini lebih memilih menjadi seorang dokter. Makanya sejak tamat SMA 1 Kota Solok langsung bergabung ke Fakultas kedokteran di Baiturahmah Padang. (h/Alfian)

Nyanyian Si Mungil Oleh:

Shinta Hadia Putri*

S

ETIAP pesta ulang tahun pasti selalu disukai oleh anak-anak, karena suasana yang ramai dan akan men dapat banyak hadiah. Itu lah yang dirasakan oleh Aini. Ia gadis kecil yang manis. Hari ulang tahunnya dirayakan dengan pesta kecil yang meriah. Halaman belakang rumahnya dihiasi banyak balon, pita, dan bungabunga. Hiasan itu dihias oleh kak Tara. Tara adalah kakak Aini. Taman kecil di belakang rumah disulap oleh kak Tara menjadi taman yang indah sekali, sehingga Aini betah ketika berada di taman itu. “Gimana dek cantik gak?” tanya Tara. “Cantik sekali kak! Aini sangat suka, pasti nanti teman-temanpun akan betah berada di taman ini,” kata Aini yang sangat merasa bahagia. “Ya udah, ayo mandi dan dandan yang cantik ya? Tuan putri kok belum mandi dan bau sih!” ledek Tara sambil menutup hidung. Aini hanya tersenyumsenyum mendengar ejekan kakaknya. Setelah selesai bersiap-siap, Aini duduk manis di kursi yang telah dihiasi kain yang berwarna biru. Seluruh konsep ulang tahunnya dihiasi oleh warna biru. Aini sendiri yang merancang warnanya, karena warna biru merupakan warna yang teduh dan penuh kedamaian. Banyak teman-teman dan keluarga yang datang. Pesta ulang tahun itu diisi doa. Kemudian menyanyikan selamat ulang tahun yang ramai.

Barulah acara makan yang menyenangkan. Ulang tahun yang melelahkan, tapi menyenangkan bagi Aini karena ia banyak menerima kado. Setelah pesta selesai, Aini membuka kado-kadonya satu persatu. Hadiahnya bermacam-macam. Ada banyak buku cerita, pensil warna, sepatu, boneka, topi, dan banyak lagi. Aini merasa senang sekali. Tiba-tiba ada satu kado yang cukup besar. Aini sangat penasaran dengan isi kado tersebut. “Kak, apa ya isi kado ini? Aini penasaran. Ayo Kak kita buka,” ajak Aini dengan menarik-narik baju kakaknya. “Ayo.. ayo kita buka. Kakak juga penasaran,” ucap kak Tara. Kado itu cukup besar dibungkus dengan kain biru yang indah. Aini tak sabar membukanya. Terkejutlah Aini dan Kakaknya, sebuah sangkar burung yang terbuat dari bambu. Di dalamnya ada seekor burung yang cantik. Bulu burung itu berwarna merah, kuning, dan hijau. Aini kaget melihatnya. Namun ia merasa senang, karena burung itu sangat cantik. “Aku panggil kau si mungil, oke!” kata Aini sambil menunjuk ke arah burung tersebut . Aini merasa sangat senang, karena burung itu adalah hadiah ulang tahun yang paling indah. Aini kemudian menggantung mungil dan sangkarnya di batang kayu kokoh yang terletak di taman belakang rumah. Halaman belakang yang ditumbuhi bunga dan pohon tinggi. Keesokan harinya Aini melihat si Mungil “Oh Mungil, bernyanyilah. Aku ingin mendengar suaramu yang merdu,” pinta Aini. Namun burung itu tak pernah bernyanyi. “Oh burung

padamu karena kamu telah melepaskannya ke alam bebas.” Penjelasan Tara membuat Aini tersenyum karena ia dapat memberikan kebahagiaan sesama makhluk hidup.

Keesok harinya, mungil datang dan menghinggap di ranting pohon taman belakang rumah Aini. Sayapnya dikepakkan. Lalu mungil bernyanyi. “Trilili tralala… trilili tralala…” Aini terkejut, kemudian ia berlari ke taman belakang. Ia senang sekali, akhirnnya mungil kembali dan bernyanyi. “Mungilku, kau kembali!” serunya. Semenjak itu Mungil datang setiap pagi. Aini pun selalu menyambutnya dengan gembira. Mungil selalu berkicau dengan

indah. “Memang benar apa yang dikatakan kak Tara, kalau Mungil akan datang dan berterimakasih kepadaku. *Mahasiswi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

>> Editor : Maidela Syahni

>> Penata Halaman : Irvand


14

MINGGU, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

SOBAT Diya Ramadyanna Elfian Bastards, Remiks dari Album Biophilia Artist Album Rilis Label

: Bjork : Bastards : 19 November 2012 : One Little Indian Bjork merilis album koleksi remix yang diberi judul Bastards pada tanggal 19 November lalu. Masih di bawah label One Little Indian, album ini berisikan 13 lagu yang diambil dari album kedelapannya, Biophila. Matthew Herbert, Death Grips, Hudson Mohawke dan Omar Souleyman

ikut berkontribusi didalamnya. Seperti yang dikutip dari Bjork.com (8/10), pelantun tembang “Moon” ini tak hanya merilis album barunya dalam bentuk digital download. Melainkan tersedia pula vinyl serta CD dengan edisi terbatas, “Saya mengambil seperempat dari mereka untuk satu CD untuk orang-orang yang mungkin tidak terlalu lancang pengunduh atau tidak memiliki waktu atau energi untuk ikut serta dalam pemburu-pengumpulan ritual dari internet, “ ungkap Bjork. Di album Bastards, tembang “Sacrifice” akan di- remix oleh dua musisi sekaligus yaitu Death Grips dan Matthew Herbert’s Pins And Needles. Berikut track yang terdapat di album Bastards-Bjork: “Crystalline” (Omar Souleyman Remix), “Virus” (Hudson Mohawke “Peaches and Guacamol” Rework), “Sacrifice” (Death Grips Remix), “Sacrifice” ((Matthew Herbert”s Pins And Needles Mix) edit), “Mutual Core” (These New Puritans Remix featuring Soloman Is. Song), “Hollow” (16-bit Remix), “Mutual Core” (Matthew Herbert”s “Teutonic Plates” Mix) “Thunderbolt” (Death Grips Remix), “Dark Matter” (Alva Noto Remodel), “Thunderbolt” (Omar Souleyman Remix), “Solstice” (Current Value Remix), “Moon” (The Slips Remix), “Crystalline” (Matthew Herbert Remix). Dalam pernyataannya, Bjork merasa sangat penting menggabung semua album ini dan ditujukan, “bagi mereka yang tidak terlalu senang mengunduh atau tidak punya waktu dan energi untuk mencari dan mengumpulkannya lewat internet”. Ke-13 lagu ini sebenarnya bukan merupakan lagu terbaik Biophilia, tapi, “salah satu yang membuat semuanya menjadi lebih kuat”. Menurut Bjork yang selalu tampil eksentrik dalam berbusana, “inti dari pencampuran ini membawa Biophilia ke suatu tempat tapi tetap dengan karakternya, dan seperti yang sering mereka lakukan dalam kondisi terbaiknya. Remiks dilakukan dengan memberikan tembahan irama dalam lagu-lagunya dan membuat kaki-kaki ingin segera menari!” Album Biophilia dirilis hampir setahun lalu, sebagai album kedelapan Bjork dan album yang memiliki aplikasi untuk pertama kalinya di dunia, berisi serangkaian permainan digital dan lainnya, menjelajahi prinsip-prinsip dalam bermusik dan ilmu pengetahuan. Album ini menduduki peringkat 21 di dataran Inggris Raya.

Uni Solok, Pengagum Karangan ‘Dee’ MENYUKAI bacaan sastra mulai dari novel hingga puisi, itulah Diya Ramadyanna Elfian. Karena kesukaannya terhadap karya sastra tersebut dirinya mengoleksi beberapa novel, kumpulan puisi, hingga file-file puisi para penyair Indonesia tersimpan di dalam laptopnya. Bisa jadi, kesukaan tersebut didukung karena lingkungannya yang banyak bergesekan dengan karyakarya sastra, termasuk teater. Hal tersebut dikarenakan dirinya berkuliah di Jurusan Sastra Inggris Universitas Andalas dan bergesekan langsung dengan berbagai karya sastra dunia hampir setiap mata kuliah. Diya yang merupakan Uni Kota Solok tersebut mengakui, meski tidak seorang penulis, dirinya pengagum karya sastra. “Buku koleksi masih terseimpan rapi. Saya pengagum berat karangan Dewi Lestari. Semua karya Dee saya koleksi, Supernova lengkap, Rectoverso, hingga Perahu Kertas yang terbaru,” kata perempuan kelahiran 20 April 1990 tersebut. “Di antara banyak buku Dee, the most favorite one Diya jatuh pada Supernova,” terangnya. Tidak hanya novel karya pengarang Indonesia saya, Diya juga mengoleksi beberapa cerpen terjemahan luar negeri. Uni Kota Solok yang belum lama ini juga menyabet Wakil II Uni Sumatera Barat 2012 tersebut dalam pergaulaannya memang banyak berdekatan dengan pengarang dan seniman teater, khusunya yang berasal dari Universitas

Andalas. Dan tak salah, perihal kecil dari pergaulan itulah yang setidaknya akan menjadi titik cerah bagi dirinya dalam menjalankan tugasnya yang berhubungan dengan ‘misi kebudayaan’ khususnya untuk kota Solok. “Saya belajar banyak dari papa soal menghargai orang,” terang Diya yang kebetulan adalah anak dari pasangan Zul Elfian Zulmiyetti. Papanya sendiri adalah Wakil Walikota Solok yang belum lama ini menerima penghargaan Information Communication Technology (ICT Pura) karena berhasil mengelola dan mewujudkan Kota Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kota TIK). Mekipun Diya anak ‘orang nomor dua’ di Kota Solok, tapi terkadang dia enggan mengikuti beberapa acara, bahkan untuk mengikuti ajang pemilihan Uni Sumbar. “Ini tantangan tersendiri, terkadang saya enggan karena alasan pribadi, tapi dari awal mengikuti berbagai kegiatan, papa menjadi pendorong utama dan penyemangat saya,” terangnya tentang sosok papanya. “Luruskan niat, tujuan baik, proses yang baik, hasil adalah urusan Allah. Ini adalah kalimat penyemangat yang terus diucapkan papa,”

katanya. Kini, Diya sedang menjalan beberapa tugas sebagai pengemban misi kebudayaan di Kota Solok dan dirinya merasa tanggung jawab tersebut akan dijalankan berimbang dengan capaian masa depannya. “Untuk saat ini ada beberapa rpogram yang sedang dijalankan dengan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga di Solok. Tapi program ini akan terus diimbangin juga dengan tujuan masa depan. Perlu manajemen waktu yang baik untuk ini,” katanya. (*/sha)

Unorthodox Jukebox Album Terbaru Bruno Artist Album Rilis Label

: Bruno Mars : Unorthodox Jukebox : 11 Desember 2012 : Atlantic Records

Bruno Mars, penyanyi kelahiran Hawaii tersebut akan segera merilis albumnya yang berjudul Unorthodox Jukebox. Album ini telah dijadwalkan akan dirilis pada 11 Desember mendatang. Bruno Mars mengungkapkan bahwa albumnya kali ini banyak mengekspresikan kebebasannya dalam bernyanyi dan menciptakan sebuah lagu. Cover album ini bergambarkan Gorilla yang sedang melihat ke arah sebuah ‘Jukebox’. Tak hanya sebagai bagian dari cover art album, Gorila alias “Gorilla” juga merupakan salah satu judul lagu baru Bruno. Lagu itu merupakan track ketiga dalam daftar yang dirilis baru-baru ini. Sebelumnya, Bruno telah merilis single andalan pertama di “Unorthodox Jukebox”, “Locked Out of Heaven”. Sejauh ini album tersebut telah menempati posisi ke-15 di daftar Billboard Hot 100. Diungkap olehnya, versi video musik dari lagu tersebut sengaja dikemas sedikit “jadul”. “Video musik itu sangat berformat VHS,” ujarnya saat diwawancarai oleh MTV usai perilisan video musik “Locked Out of Heaven”. “Aku menyukainya, bung. Video itu membawaku kembali ke masa kecilku.” Single kedua nya yang berjudul ‘Young Girls’ juga berhasil ia debutkan di program ‘Saturday Night Live’ beberapa waktu lalu di Amerika Serikat. Album ini juga telah banyak melibatkan produser kenamaan Amerika dalam proses produksinya. Unorthodox Jukebox, dianggap album yang berbeda dan akan ada sajian materi-materi yang lebih berbahaya di banding album debutnya Bruno. Berbahaya karena dalam album ini Bruno Mars lebih fokus untuk memperkenalkan lagu-lagu dengan lirik yang memiliki konten dewasa. Musisi yang memiliki nama asli Peter Gene Hernandez ini memilih untuk tampil lebih liar dalam album Unorthodox Jukebox karena pernah mengalami pengalaman yang cukup memalukan. Pada kunjungannya ke Paris tahun lalu, Bruno dan kawankawannya pergi ke klub malam. Setibanya di sana, DJ yang mengetahui ada Bruno Mars datang langsung memutarkan single larisnya, ‘Just the Way You Are’ yang tentu sangat tidak sesuai. Kepada Rolling Stone, Bruno Mars coba menceritakan pengalamannya tersebut. “Setelah konser di Paris, kita pergi ke klub malam. Promotor kami kemudian menyuruh DJ klub tersebut untuk memutarkan lagu ‘Just the Way You Are’.” ungkapnya. “Itu adalah lagu terburuk yang saya dengar pada lingkungan seperti itu, jadi saya memutuskan untuk membuat album baru dengan tampilan berbeda” jelas Bruno. Kejadian tersebut membuat Bruno Mars berpikir untuk memberikan sentuhan liar pada album keduanya ini. Hal ini tampak sekali pada satu single yang telah dirilis, Locked Out of Heaven. (*/sha)

Film “Negeri di Bawah Kabut” Raih Tiga Penghargaan JAFF NEGERI di Bawah Kabut sukses meraih tiga penghargaan: Geber Award, NETPAC Award, dan special mention dari tim juri JogjaNETPAC Asian Film Festival (JAFF). Bunohan karya Dain

Said (Malaysia) keluar sebagai pemenang Golden Hanoman, penghargaan tertinggi di JAFF, yang diikuti oleh Postcard from the Zoo karya Edwin sebagai pemenang Silver Hanoman.

Di kategori film pendek, The Three Sisters karya Leon Cheo (Singapura) memperoleh Blencong Award dan Blames and Flames karya Mohammadreza Farzad (Iran) memperoleh penghargaan khusus. Ada juga Cartas de la Soledad karya Teng Manganaskan II (Filipina) yang memperoleh NETPAC Award bersama Negeri di Bawah Kabut. Pengumuman penghargaan-pengharagaan itu merupakan pertanda bahwa JAFF 2012 resmi berakhir. “JAFF identik dengan peta sinema Asia. Setiap penyelenggaraan selalu menghasilkan peta agar kita semua bisa mengetahui perkembangan mutakhir di sinema Asia,” tutur Garin Nugroho, presiden festival, sewaktu malam penghargaan JAFF di Taman Budaya Yogyakarta, 5 Desember 2012. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, JAFF melibatkan empat tim juri. Ada tim juri JAFF yang menentukan pemenang Golden Hanoman dan Silver Hanoman. “Penghargaan dari juri JAFF merupakan pernyataan kami sebagai festival,” tutur Ajish Dibyo, direktur festival. Tim juri JAFF tahun ini terdiri dari Paul Agusta, Mouly Surya, dan Adisti Sukma Sawitri (wakil redaktur The Jakarta Post). Menurut Paul, Bunohan merupakan “film yang mampu

memanfaatkan lokalitas dengan sangat baik, sehingga menghasilkan potensi artstik dan komersil yang sama tingginya.” Untuk Postcard from the Zoo dan Negeri di Bawah Kabut, catatan juri menyebutkan keduanya “memiliki cara bertutur yang unik, membuat penonton seperti dibawa ke dunia lain.” Tim juri NETPAC berfokus pada pengakuan bakat dan suara baru dalam sinema Asia. Setiap juri dalam tim ini merupakan pilihan Network for the Promotion of Asian Cinema, jaringan kerja yang bertujuan dalam pengembangan sinema Asia. Tim juri NETPAC tahun ini terdiri dari Zhang Wenjie, Farah Wardhani (Indonesian Visual Art Archive), dan Daniel Rudi Haryanto. Perihal Negeri di Bawah Kabut, Zhang Wenjie berkomentar, “Bahasa visual yang dipakai Shalahudin Siregar puitis dan efektif dalam menceritakan kehidupan petani dan perubahan iklim. Semakin ke sini, isu perubahan iklim bisa dibilang semakin mendesak.” Tim juri komunitas terdiri dari pegiat-pegiat film di level akar rumpun. Tujuannya adalah menemukan karya yang dapat menginsipirasi dan menjadi bahan pembelajaran komunitas-komunitas film di Indonesia. Tim juri komunitas tahun ini

terdiri dari Dedy Susanto (INFIS Surabaya), Arfan (Malang), Jeihan Angga (Yogyakarta). Awalnya, tim juri komunitas memilih Bunohan sebagai pemenang Geber Award. Diskusi menjelang malam penghargaan menghasilkan perubahan keputusan. “Dengan memenangkan Negeri di Bawah Kabut, kami ingin mengajak teman-teman komunitas untuk mengenal lingkungannya lebih lagi, untuk menggambarkan wajahwajah Asia dalam karya-karya mereka,” jelas Dedy. Tim juri Lights of Asia berfokus pada film pendek. Tim juri tahun ini terdiri dari Tito Imanda, BW Purbanegara, dan Gutierrez Manganaskan II (Filipina). Dari 48 film pendek yang diputar sepanjang JAFF, tujuh masuk kompetisi: Blames and Flames (Mohammadreza Farzad, Iran); Bunglon (Angkasa Ramadhan, Indonesia); Overseas (Anocha Suwichakornpong & Wichanon Somumjarn, Thailand); Hunger Pangs (Richard Legaspi, Filipina); Please Me Love (Sidi Saleh, Indonesia); Ritual (Ismail Basbeth, Indonesia); dan The Three Sisters (Leon Cheo, Singapura). Menurut Tito Imanda, The Three Sisters unggul karena “mengingatkan kita untuk berkarya dengan elemen-elemen Asia yang ada di sekitar kita.” (www. filmindonesia.com)

>> Editor : Esha Tegar Putra

>> Penata Halaman : Rahmi


15

MINGGU, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

KOMUNITAS KOMUNITAS FOTOGRAFER MAHASISWA UNIVERSITAS BUNG HATTA (KOMA)

Mengabadikan Moment Melaui Fotografi FOTOGRAFI mampu mengabadikan setiap moment. Indahnya pemandangan alam, peristiwa yang mampu bercerita, hingga bahasa tubuh mampu berbicara ketika jepretan kamera di balik sebuah lensa membentuk sebuah gambar. Kepiawaian sang juru potret yang untuk memfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya bisa menghasilkan suatu karya yang mampu berbicara dan bercerita bagi para penikmat foto. Berawal dari hunting bersama oleh segelintir anak muda yang memiliki kecintaan akan dunia fotografi, mereka sepakat untuk mewadahi hobi tersebut dengan membentuk sebuah komunitas. Komunitas ini mereka namai dengan nama KOMA, singkatan dari Komunitas Fotografer Mahasiswa Universitas Bung Hatta. Nama KOMA sendiri, tak ayal bagaikan filosofi dari ‘koma’, yakni setelah koma masih akan berlanjut sebuah kata. Mereka memposisikan komunitas ini akan menghadirkan generasi baru ke depan.

Tidak hanya bagaikan sebuah titik yang menjadi penguhujung tanpa adalagi penyambung dari sebuh kata. Tak jarang, para juru foto ini selalu share foto kepada para teman-teman sesama pecinta fotografi untuk di bedah apa saja kelebihan dan kekurangannya. Hal ini juga dilakukan oleh KOMA sebelum komunitas ini didirikan. Mereka melakukan aktifitas ini di jejaring social. Dari aksi komentar tersebut, mereka menyadari cukup banyak mahasiswa Universitas Bung Hatta yang hobi akan fotografi, dan ini juga adalah mengapa KOMA ada di Bung Hatta. Begitu banyak jenis dan tema dalam fotografi. Ada yang memfokuskan diri kepada fotografi keindahan alam atau nature, foto manusia yang terbagi lagi kedalam jenis portrait, human interest, stage fotografi, sport, dan arsitektur. Namun, dalam komunitas ini, mereka tidak membatasi untuk fokus ke jenis mana. Sebagian dari anggota menjadi komunitas sebagai wadah untuk saling berbagi pengalaman dan berbagi ilmu

Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. Pengetahuan terbatas. Imajinasi bisa mengarungi dunia Albert Einstein (Ilmuwan)

sehingga masing-masingnya mengetahui teknik-teknik pengambilan gambar. Yuanda Staria, Ketua KOMA Universitas Bung Hatta mengatakan kegiatan pertama mereka dimulai pada iven Pacu Jawi (16/4) tahun 2011 di daerah Batusangkar, dari iven ini, mereka menyepakati untuk membentuk sebuah komunitas fotografer di kampus proklamator, Universitas Bung Hatta.“Group ini juga sebagai wadah informasi bagi kawan-kawan yang ingin mentransformasi segala hal yang berkaitan dengan fotografi,” begitu katanya kepada Haluan Sabtu (8/ 12). Lebih lanjut ia mengatakan, entah ini merupakan suatu kebetulan atau tidak. ketika dasar Negara Indonesia ini dirumuskan oleh Tim Sembilan/Panitia Sembilan, KOMA ini pun didirikan atas inisiasi “Tim Sembilan” mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas di Universitas Bung Hatta. Di antaranya Ardi Kidd, Alex Iskandar Dinata, Febrio Effendy, Nicky Afiano, Panda, Romi Zirwanda, Yosi Ardilles (Awe), Yuanda, dan Zhu Qincay merupakan orang-orang yang tergabung dalam “Tim Sembilan” tersebut. Para anggota dari KOMA ini juga telah meraih prestasi yang cukup prestisius. Di antaranya, Juara dua untuk lomba fotografi wisata yang diadakan oleh Air Asia dengan konsep wisata yang diadakan bulan Juli lalu. Pemenang

pertama dari kontes ini adalah peserta dari Jepang dan pemenang ketiga berasal dari Thailand. Tidak hanya itu saja, salah satu peserta yang bernama Zulkifli, mampu meraih penghargaan Juara satu tingkat internasional untuk kategori umum di Dubai pada tahun 2011 dengan tema budaya. Dalam tahun yang sama, Piala Presiden, ia mampu ia raih sebagai juara satu. Anggota yang bernama Tanjung, juga berhasil menyabet 10 nominasi pewarta foto di Indonesia. Ardi, Keinginan, adalah kunci utama untuk bergabung dengan komunitas ini. Masalah kamera adalah

urusan belakangan. Harapannya kedepan, KOMA bisa menghasilkan jebolan fotografer profesional yang bisa membanggakan KOMA nantinya. “Sehingga di sini, kita selalu rutin untuk terus melakukan bedah foto dari masing-masing anggota,”begitu katanya. Selanjutnya, ia juga ingin komunitas-komunitas fotografi lainnya serta para fotograferfotografer senior yang telah lebih dahulu menjejakkan kakinya di dunia fotografi ini berkenan untuk berbagi ilmu dengan kami Komunitas Fotografer Mahasiswa Universitas Bung Hatta yang masih seumur jagung ini. (h/cw-dra)

Buka Buku Biografi Anak Muda Nekad Pendiri Kaskus

Judul : Kaskus Penulis : Alberthiene Endah Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 31 Januari 2013 Kaskus tak pernah diniatkan jadi bisnis besar oleh pendirinya, Andrew Darwis. Tapi Ken Dean Lawadinata, mampu melihat masa depan dahsyat situs ini. Inilah kisah sangat menarik anak muda nekad yang mempertaruhkan banyak hal demi membuktikan apa yang diyakininya. Bahwa Kaskus bisa menjadi bisnis luar biasa! Siapa bisa menampik realitas sukses Kaskus saat ini? Salah satu situs terbesar di Indonesia yang dikunjungi oleh jutaan pengunjung saban hari. Berbagai kisah tentang sukses Kaskus telah banyak diketahui orang. Banyak sudah yang tahu siapa bidan Kaskus. Tak lain adalah Andrew

KUTIPAN

Darwis yang membuatnya pertama kali sebagai tugas kampus saat ia kuliah di Seattle pada 1999. Tapi tak banyak orang tahu, bagaimana Kaskus bisa berkembang sedahsyat ini. Bagaimana situs yang semula hanya diisi segelintir iklan kemudian berkembang jadi sebuah bisnis online yang fenomenal dengan aset besar. Adalah Ken Dean Lawadinata, sepupu Andrew, yang melihat potensi masa depan Kaskus pada 2004, saat ia juga kuliah di Seattle. Setelah itu? Mulailah perjalanan Ken Dean Lawadinata membentuk impian dan keyakinannya untuk membesarkan Kaskus menjadi forum diskusi dan tempat jual beli online terbesar di Indonesia. Begitu yakinnya ia terhadap Kaskus, sampai ia nekad meninggalkan dua hal besar dalam hidupnya: kuliah dan kesempatan untuk duduk sebagai eksekutif di grup perusahaan milik ayahnya. Ken berani memutuskan ia akan berjuang dan membuktikan impian sukses pilihannya sendiri. Realitasnya, apa yang ia putuskan sama sekali bukan hal gampang. Ia harus mati-matian meyakinkan Andrew untuk mau menjual sebagian saham Kaskus kepadanya dan mengajak memperjuangkan Kaskus bersama-sama. Andrew semula memang tak pernah punya rencana mengembangkan Kaskus menjadi bisnis besar. Ia cukup bahagia memilikinya sendiri. Dan, yang tersulit, bagaimana Ken dengan gigih meyakinkan Ayah dan keluarganya yang semula sama sekali tak yakin dengan masa depan bisnis online. Pada 2008, Ken akhirnya berhasil mendapatkan sebagian saham Kaskus dan memulai langkah awal yang jauh dari mudah untuk membesarkan situs ini di negeri sendiri. Dua anak muda berbekal nekad ini kemudian sama-sama pulang ke Indonesia dan memulai segalanya dari nol! Keduanya berjuang keras untuk mengenal dengan cepat industri online Indonesia dan berusaha eksis di sini. (*/sha)

Kumpulan Cerpen Terbaru Bamby Cahyadi

Judul Penulis Penerbit

: Kisah Muram di Restoran Cepat Saji : Bamby Cahyadi : Gramedia Pustaka Utama, Desember 2012

Mereka selalu tahu semboyan “pelanggan adalah raja”. Sebuah semboyan yang mendunia, membumi, baik di restoran kaki lima sampai restoran mewah di hotel berbintang lima. Ia pun melayani raja-raja itu dengan cekatan, cepat, dan tentu saja ramah. Bukankah ia pelayan di sebuah restoran cepat saji? Semua harus cepat dihidangkan, menu

harus masih panas dan segar, kalau tidak, raja akan mengeluh dan marah. Apabila raja mengeluh apalagi marah-marah, maka manajernya akan memberikan sepucuk surat cinta bernama surat peringatan. Mengerikan! Sementara di Indonesia, orang mau makan suka kebingungan sendiri ketika sudah berada di depan meja kasir. Mereka terlongo-longo sambil bergumam, mau makan apa ya aku? Mau makan saja bingung dan harus berpikir, bagaimana memikirkan negara yang makin korup. Berpikir soal makan saja kelimpungan. Cerita “Kisah Muram di Restoran Cepat Saji” menampilkan potret mengejutkan dari balik dapur restoran yang selama ini tidak kita ketahui. Bersama empat belas kisah lain, buku ini menampilkan karya Bamby Cahyadi dalam beragam tema juga gugatan penulis terhadap ketimpangan sosial yang terjadi di sekitar kita. Kepiawaian Bamby memilih simbol dan memainkan imajinasi menunjukkan bahwa kisahkisah di buku ini tidak dimasak a la cepat saji namun telah dipersiapkan dengan matang. Bamby Cahyadi sendiri adalah seorang manajer sebuah restoran cepat saji di kawasan Jakarta. Dia memiliki ciri dan karakter khas dalam menulis cerita dengan menyuguhkan pergumulan kekuatan pikiran, terutama kekuatan pemaknaan atas ihwal remeh dan sederhana dalam keseharian kita, namun kita sering abai menyikapinya. Pergumulan itu disampaikannya secara sederhana, tapi sarat kejutan. Memang ada celah pada keterampilan bertutur, kadang tercium aroma tersendat dalam penceritaan. Namun, hal tersebut pastinya tidak akan mengurangi kegairahan pembaca dalam pembacaan cerpen demi cerpennya karena setiap cerpen dihiasi kejutan, kelokan, bahkan tikungan tajam. (*/sha)

Dunia realitas memiliki batas-batasnya, sementara dunia imajinas tak terbatas Jean Jacques Rousseau (Sastrawan, Pemikir)

Ada kekuatan aneh yang kita miliki ketika mengubah fakta oleh kekuatan imajinasi Virginia Woolf (Novelis)

Yang bangun memiliki satu dunia yang sama, sementara yang tidur memiliki masingmasing dunia pribadi Heraclitus (Filsuf Yunani) >> Editor : Esha Tegar Putra

>> Penata Halaman : Rahmi


16

MINGGU MINGGU,, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

OTOMOTIF

Lampu berteknologi tinggi

SALES

Penjualan Hyundai Naik 30 Persen MAKIN cerahnya pasar otomotif di Sumbar juga dirasakan oleh Hyundai. Mobil hasil racikan perusahaan otomotif asal Korea ini cukup mendapat tempat di hati masyarakat Minang, sehingga penjualannya terus merangkak naik. “Penjualan Hyundai di Sumatera Barat mengalami peningkatan sekitar 30 persen di tahun 2012 ini,” tutur Marketing Executive Hyundai Padang, Andrianto, kepada Haluan. Hyundai Padang menjual sekitar 15 unit mobil tiap bulannya. Angka penjualan ini terus meningkat. Apalagi dengan keandalan teknologi, tampilan yang modis serta irit BBM, produk Hyundai mendapat kepercayaan bagi konsumen. Untuk transaksi pembelian mobil baru di Hyundai Padang, konsumen bisa melakukan pembayaran uang muka dengan membawa mobil pakai konsumen sebelumnya. “Dengan membawa mobil lama, konsumen bisa membawa mobil baru dari sini,” ungkap Andrianto. Di tahun 2012 ini, Hyundai Indonesia meluncurkan Hyundai New Tucson yang hadir dengan konsep yang lebih modern dan menarik dari sebelumnya. Dengan konsep yang sporty tetapi tetap terlihat elegan, New Tucson hadir dengan harga Rp321 juta. (h/*)

SERVICE

Hyundai Padang Layani 3S HYUNDAI Padang hadir dengan kelengkapan pelayanan mulai dari penjualan, servis, maupun sparepart. Menurut Andrianto, jika ingin servis konsumen bisa langsung membawa kendaraannya ke Hyundai Padang. “Konsumen tidak perlu menunggu, mobil langsung montir kami tangani,” ujarnya. Selain itu, selesai servis montir tidak langsung menyerahkan mobil kepada konsumen tetapi dilakukan uji coba terlebih dahulu agar tidak terjadi masalah. Tidak hanya itu, Hyundai Padang juga menyediakan sparepart asli Hyundai, hal ini semakin memudahkan konsumen yang ingin melakukan pergantian sparepart pada mobil Hyundainya. (h/*)

Bagasi luas.

Interior mewah

MELIRIK NEW HYUNDAI TUCSON

SUV Elegan Irit BBM Laporan: NOVIA CITRA VALINCA ALAH satu bukti makin cerahnya pasar otomotif tanah air yakni meningkatnya m i n a t m a s y a r a k a t mendapatkan mobil di kelas Sport Utility Vehicle (SUV). Hal tersebut menandakan ekonomi masyarakat naik, karena di samping mobil keluarga (Multi Purpose Vehicle MPV)) medium yang laris manis, mobil kelas diatasnya yakni kelas SUV juga banyak permintaan. Potensi pasar SUV ini disikapi Hyundai dengan menghadirkan New Tucson Produsen otomotif asal Korea ini menghadirkan New Tucson dengan desain yang lebih sproty, elegan, dan canggih dari versi yang lama. Tidak hanya itu, New Tucson juga mempunyai performa yang gahar namun sangat irit untuk tipe Sport Utility Vehicle (SUV). Untuk bagian depan, terlihat sangat berkarakter dan juga dinamis. Model head lamp pada model terbaru ini terlihat meruncing ke dalam, hal ini yang sangat membedakan dengan model sebelumnya. Selain itu, perpaduan head lamp dan foglamp yang menempel di bumper bawah menambah pesona keanggunan pada mobil ini. Body pada New Tucson juga terlihat semakin kokoh dengan tampilan garis tebal yang menjalar hingga belakang. Ditambah dengan tampilan pada bagian belakang yang modern dan elegan membuat mobil ini semakin terlihat sporty.

S

Gaya aerodinamis juga turut diaplikasikan pada New Tucson dengan atap melandai kebelakang sehingga dengan mudah bisa menepis angin ketika melaju dengan kecepatan tinggi. Interior pada New Tucson terlihat sangat elegan dengan jok yang dilapisi kulit yang mewah. Tidak hanya itu, ruangan di dalam juga cukup luas sehingga penumpang bisa mendapatkan kenyamanan maksimal ketika berkendara. Pada display di dashboard yang berfungsi sebagai perangkat entertainment seperti CD, radio, atau iPod, MP3 maupun USB. Penumpang bisa mendapat hiburan ketika sedang berkendara selama perjalanan. Kelebihan lainnya, pengendara bisa mengatur audio secara langsung melalui panel setir, hal ini sangat memudahkan pengendara untuk memainkan musik sesuai keinginannya. Dengan teknologi mesin Theta II 1.998 cc 4 silinder Dual CVVT DOHC 16 valve, tarikan responsif dapat diraih dengan mudah, bahkan suara mesin sangat terdengar halus. Ada 2 pilihan i-drive, yakni D dengan 6 Speed Shiftronic diposisikan dan D sport yang sangat responsif. New Tucson juga terbilang cukup irit, dengan perbandingan 1:12 pada konsumsi bahan bakarnya memudahkan New Tucson dalam menempuh perjalanan ke luar kota. Lebih lanjut, pada bagian belakang New Tucson juga hadir dengan bagasi yang luas yang memudahkan untuk menampung barang yang cukup besar. (h/*)

CEK keadaan mobil Ertiga yang akan dilepas ke konsumen. >> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


MINGGU MINGGU,, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

17

E LOK

HIJABERSMOM COMMUNITY (HMC)

Muslimah Berjilbab Lebih Cantik PADANG, HALUAN— Hijab atau jilbab merupakan sesuatu hal yang wajib dilakukan oleh muslimah yang baligh dan berakal. Hijab dalam islam ada aturan dan tata caranya. Berhijab bukan hanya sebagai lambang muslimah saja , akan tetapi merupakan lambang ketakwaan kepada Tuhan. Demikian dikatakan Ketua Hijabersmom Community (HMC) Sumatera Barat, May Safitri saat menggelar Bazar dan Tausiyah bersama Safrida di Hotel ION Padang, Sabtu (8/12). HMC merupakan salah satu perkumpulan muslimah yang berhijab di Sumatera Barat. HMC ini baru didirikan 4 bulan di Sumbar, akan tetapi kiprahnya dalam melakukan kegiatan cukup menakjubkan. Motto yang selalu mereka pegang adalah, cantik, modis dan islami. “HMC terbentuk atas dasar kesadaran bahwa seorang muslimah harus cantik luar dalam, harus tahu dengan perkembangan zaman dan harus bisa berbisnis dan memanajemen waktu untuk keluarga. Dengan adanya acara ini, diharapkan hubungan komunitas HMC semakin terjalin. Usaha ini tidak harus kita yang menyalurkannya, akan tetapi di bantu oleh HMC,� ungkap ketua HMC Sumatera Barat May Safitri Saat ini ada 50 muslimah yang tergabung dalam anggota HMC. Syarat menjadi anggota HMC sudah menikah dan berumur 25 tahun. Salah satu syarat sudah harus dipenuhi. Apalagi di Sumbar 95 persen Islam, jadi harus ada wadah yang menampung bakat mereka. Ke depannya HMC akan menggadeng pemerintah Sumatera barat dalam men-

jalankan kegiatannya. Seperti kegiatan pameran hasil kuliner Sumbar, pameran budaya, dan membantu muslimah yang berbakat dalam membuka usaha kecil. Hal ini penting untuk meningkatkan perekonomian muslimah, selain menjalankan peran sebagai ibu rumahtangga. Seperti digambarkan oleh Khadijah adalah muslimah yang tangguh, bisa menjalankan bisnis dengan benar dan tidak kalah dalam berpikir di bandingkan dengan lakilaki. Sejarah terbentuknya HMC di Indonesia di latarbelakangi oleh semakin banyaknya muslimah Indonesia yang berhijab dan menjalankan syariat dengan benar. Jadi, diperlukan sarana untuk saling berbagi ilmu pengetahuan. Selain acara tausiyah, juga ada edukasi fungsi minyak goreng yang aman bagi jantung dan pembuluh darah. Promo membuat mayones itu gampang dari Oriza Grace Rice Bran Oil. Kemudian bazar dengan memamerkan produk-produk usaha mandiri anggota HMC seperti shake produk dan Adzra Pashmina Shawl. (h/ cw-oos)

>> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Irvand


18

MINGGU, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

AKSEN CARISSA PUTRI

Tolak Tawaran Sinetron WAJAH cantik Carissa Putri jarang terlihat. Ya, karena ia memang sengaja menolak tawaran main sinetron. Bukan tanpa alasan, Carissa ternyata ingin fokus dengan profesi barunya sebagai ibu rumah tangga. Bintang film Ayat-Ayat Cinta ini pun mengaku lebih banyak melakukan kegiatan off-air dan tengah menikmati peran barunya sebagai ibu rumah tangga. “Kalau sinetron enggak dulu. Kalau sinetron waktunya belum bisa, sekarang ada suami yang harus diurus, sekarang lebih mengerjakan pekerjaan lain,” ujarnya saat ditemui di peluncuran Kardhasian Kolection, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (06/12). Sementara soal momongan, Carissa mengaku sabar menanti. Tidak menunda, karena istri pengusaha bernama Navies itu ingin cepat menjadi seorang ibu. “Mau sih kalau dikasih, Alhamdulillah, tapi karena belum dikasih, ya, sabar aja. Orangtua juga santai kok,” tutur putri aktris senior Lily SP ini. (h/ccm)

OLLA RAMLAN

Dihadiahi Cincin Permata OLLA Ramlan setia mendampingi Aufar Hutapea melakukan kampanye Pilkada Tangerang. Sebagai rasa terima kasih yang mendalam, Aufar yang juga calon suami Olla memberikan hadiah kepada ibu satu anak itu. Sebuah cincin permata indah berwarna pink menghiasi jari lentik Olla. “Olla rela menemani saya dan Pak Badri selaku Cabup kemana pun bersosialisasi, dari pagi, siang sampai malam. Dari hujan sampai panas. Itu semua membuat saya kagum sama calon istri saya,” ungkap Aufar penuh cinta. Olla yang tidak menyangka akan diberi hadiah terlihat sumringah dan kaget. “Ya, aku benar-benar kaget enggak nyangka bakal diberikan surprise kaya begini di depan ibu-ibu pengajian, malu,” kata Olla. “Aku sebenarnya tidak pernah minta apa-apa dan sebaliknya. Di sini kita saling menghargai satu sama lain, aku tuh orangnya gini ketika aku diberikan cinta maka aku akan membalasnya tiga kali lipat, ketika aku diberikan cinta tiga kali lipat aku akan membalasnya sepuluh kali lipat. Jadi itulah aku dan Tuhan juga tahu ketika kita ikhlas benarbenar mencintai maka akan mendapatkan yang baik. Aufar juga sangat menyayangi saya, karena kita sama-sama saling menghargai,” ucap Olla bijak. Bukan tanpa alasan Aufar memilih cincin tersebut. Ia memilih cincin karena abadi bisa dipakai terus dan warnanya cantik “Soal ukuran jari memang aku sudah tahu ukuran jarinya jadi enggak sulit,” kata calon wakil Bupati Tangerang itu. Tidak hanya memberikan cincin manis, ditemui di tempat yang Aufar juga terlihat mengurut kaki Olla yang keseleo saat syuting di film barunya. Diam-diam, Aufar punya keahlian mengobati semacam penyakit lumpuh ataupun stroke.(h/ccm)

ADRIE SUBONO

Setahun Kejar Shahrukh Khan BOS JAVA Musikindo Adrie subono blak-blakan soal alasannya mengundang Shahrukh Khan konser di Tanah Air. Simpel saja, karena uang alias duit. Tak cuma itu, Adrie juga mengaku bangga akhirnya bisa mendatangkan bintang Bollywood tersebut setelah satu tahun belakangan ‘membujuk’. “Datangin buat cari duit, enggak ada lagi, karena gue suka duit,” kata Adrie Subono kepada redaksi cumicumi.com di Hotel Shangri-La, Jakarta {pusat, Jumat (07/12). “Ini sebenarnya sudah setahun ngejar artis ini, dan akhirnya baru sekarang bisa datang,” sambungnya. SRK sendiri siap menggoyang Tanah Air, Sabtu (08/12) di Sentul International Convention Centre (SICC) Bogor, Jawa Barat. Artis Bollywood lain seperti Preity Zinta, Biphasha Basu, Rani Mukherjee juga ikut dalam rombongan SRK. (h/ccm)

MARIO LAWALATA

Jual Barang Bekas Artis MARIO Lawalata tertarik terjun ke dunia bisnis. Bukan sembarang bisnis, karena pria berusia 32 tahun itu akan menjual barangbarang bekas artis yang masih layak pakai melalui dunia maya. Mario yakin bisnisnya cukup menjanjikan. “Iya gue juga coba mau bisnis, coba jual barang-barang selebritis gitu, tapi yang sudah dipakai artis,” katanya saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (06/12). Mario berencana memulai bisnisnya pada Januari 2013 dan akan melibatkan banyak rekan-rekan artis. Semua jenis barang milik sang artis akan ia jual. Sejauh ini ia masih mencoba sepuluh artis yang sudah bersedia bekerjasama. “Saya mau coba 10 artis dulu, rencananya itu saya, Choky Sitohang, Afgan, Raffi Ahmad, itu cowoknya. Ceweknya Marissa Nasution, Laudya Cynthia Bella, Luna Maya, Jessica Iskandar, Sandra Dewi, satu lagi Nadine Chandrawinata. Yang sudah confirm baru enam orang,” terangnya.

“Semua barang, mau apa pun juga, mau mobil, celana dalam, tapi yang sudah di pakai, yang masih bagus,” sambung pria yang masih betah menjomblo itu. Ngomongngomong soal jomblo, apa Mario punya kriteria khusus untuk calon pacarnya? “Pengennya sih pengen yang baik, seksi, dan yang pintar,” jawabnya. “Tapi belum ketemu,” sahut Mario yang mengaku santai soal menikah. Beruntung keluarga juga tidak mendesaknya untuk segera melepas masa lajang. “Enggak ada target sih, ini kan tahun saya, tapi pengennya kawin tahun 2013, tapi bukan berarti punya pacar langsung dikawinin di tahun 2013,” pungkasnya. (h/ccm)

ASHANTY

Tahun Baru Cari Honor PERGANTIAN tahun segera tiba. Ashanty pun banjir job manggung. Tak mau asal ambil pekerjaan, istri Anang Hermansyah itu memilih pekerjaan dengan honor besar. “Tahun baru ada beberapa tawaran di Dili, Bali juga. Cuma penyanyi tahun baru nyari yang paling lumayan. Karena tahun baru pasti cari uang,” kata Ashanty saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (06/12). Namun pasangan yang menikah pada 12 Mei 2012 lalu itu harus merelakan untuk tidak merayakan malam pergantian tahun baru 2013 tanpa kedua buah hatinya, Aurel dan Azriel. Kedua anaknya itu lebih memilih untuk merayakan malam tahun baru di Jakarta bersama teman-temannya. “Anak-anak enggak ada yang ikut maunya di Jakarta. Jadi sudah dibilang kakak (Aurel) tahun baru sama miminya (Krisdayanti) aja. Tapi ternyata mereka mau sama teman-temannya. Kita bebasin,” tuntasnya. (h/ccm) >>

Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Syahrizal


19

MINGGU, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

UKM

H IRSYAD SE

Tinggalkan BEJ demi Istana Jati Jepara SOAL NASIB, manusia hanya bisa berencana namun Tuhan jugalah yang memutuskan segalanya. Irsyad dulu, sudah pasti bukan Irsyad kini dan belum tentu Irsyad yang akan datang. Jiwanya terpanggil untuk pulang kampung guna mengurusi usaha milik keluarga, Toko Bangunan dan Istana Jati Jepara “Toko Bagonjong” Padang Panjang. Pria berkacamata pun rela melepas jabatannya sebagai salah seorang Senior Manager di perusahaan saham Bursa Efek Jakarta (BEJ). Inilah Irsyad dulu. Usai menamatkan pendidikan di Fakultas Ekonomi Unand Padang tahun 1990, dia hijrah ke Kota Jakarta. Awalnya alumni SMA Adabiah Padang tahun 1984 ini, berencana melanjutkan pendidikan S2nya di Melbourne Australia. Tetapi akhirnya dia terpaksa mengalah dengan keinginan orangtuanya yang menginginkan agar Irsyad menetap di Jakarta. Cita-citanya untuk mengantongi gelas master di negara kanguru itu, terpaksa ditangguhkan demi bakti dan rasa hormat terhadap orangtua. Tahun 1995, lelaki kelahiran Padang Panjang tahun 1965 ini, mulai mencatatkan sejarah baru dalam lembaran kisah perjalanan hidupnya. Sosok low profile ini diterima bekerja di sebuah perusahaan s a h a m atau pas a r

modal Bursa Efek Jakarta (BEJ). Selama lebih kurang 7 tahun, ayah 4 orang anak ini mengabdikan dirinya di perusahaan itu. Sampai suatu saat, persisnya di tahun 2002, dirinya kembali harus dihadapkan pada dua pilihan. Pulang untuk meneruskan usaha keluarga, atau tetap di Jakarta dengan jabatan Senior Manager yang telah diembannya di BEJ. “Sejak tahun 1995, atau persisnya sepeninggal ayah dulu, sebenarnya saya sudah menghandel langsung laju usaha ini. Namun karena memang dibutuhkan keseriusan, maka saya akhirnya memutuskan untuk pulang dan meninggalkan pekerjaan di Jakarta,” kata ayah dari Salsabilla Andini, Arbi Abdullah Saleh, Viani Anisa Rahmi dan Keisha Syafina Andani. Dengan semangat untuk mambangkik batang tarandam, Irsyad pun akhirnya memboyong istri tercintanya Melyani, seorang mantan pramugari senior di maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang dinikahinya pada 1996. Ibarat kata pepatah, sejauhjauh

bangau terbang, pulangnya ke kubangan jua, maka itulah Irsyad. Bersama keluarga kecilnya, ia pun kembali memulai lembaran baru dalam perjalanan hidupnya. Status sebagai seorang pengusaha pun kini disandangnya. Putra pasangan H Nazaruddin St Bandaro (alm) dan Hj Jusma ini memang lahir dan dibesarkan di tengahtengah keluarga yang bergerak di sektor perdagangan dan wirausaha. Bakat dan naluri bisnisnya juga sudah terasah dan terlatih sejak masih muda. Dia pun semakin serius menekuni bisnis dan semakin mengepakkan sayapnya. Irsyad mengembangkan usaha sejenis yang efektif ditekuninya sejak 2002. Dan inilah Irsyad kini. Lelaki yang menamatkan pendidikan dasarnya di SD 4 Tanah Lapang tahun 1978 ini, adalah sosok yang pantas diteladani banyak pihak. Rendah hati, tekadnya yang bulat dan selalu optimis, selalu dibarengi dengan semangat kerja keras, visi yang jelas, serta bijak dalam mengambil keputusan, adalah karakter seorang Irsyad. Setidaknya, dengan bekal ini pulalah sulung dari empat bersaudara ini mencoba untuk mendedikasikan diri, mencurahkan pemikiran dan segenap kemampuannya, untuk bersama-sama membangun kampung halaman, Padang Panjang Kota Serambi Mekkah. “Kita kini, belum tentu kita nanti. Apapun yang telah direncanakan Tuhan, maka itulah yang terbaik yang harus kita jalani. Yang terpenting adalah bagaimana memainkan peran, sehingga bisa memberikan kebaikan bagi diri sendiri, keluarga dan tentunya bermanfaat terhadap orang

H IRSYAD SE

SHOWROOM Istana Jati Jepara Toko bagonjong Padang Panjang di Jl St Syahrir Silaiang Bawah Padang Panjang.

lain,” pungkasnya. Terbaik Dalam Kualitas dan Pelayanan Terbaik dalam kualitas produk dan nomor satu dalam hal pelayanan, tentu menjadi motivasi setiap orang dalam menjalankan bisnis atau usaha yang digelutinya. Tak terkecuali bagi H Irsyad SE. Dua spirit itu merupakan modal terbesar dalam meneruskan usaha keluarganya. Nama besar Toko Bagonjong, tentu sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Kota Padang Panjang dan Sumatera Barat pada umumnya. Karena usaha itu mulanya dirintis sang ayah H Nazaruddin St Bandaro (alm). Irsyad yang ditemui di showroom Toko Bagonjong Istana Jati Jepara, Silaiang Bawah Padang Panjang mengatakan, konsep pelayanan terbaik dengan mengutamakan kepuasan pelanggan, merupakan pondasi dasar yang dijadikannya sebagai landasan dalam menjalankan usaha. Selain terus mempertahankan mutu dan kualitas produk, jelas Irsyad, semangat kejujuran dan saling kepercayaan, juga menjadi spirit yang senantiasa mengiringi setiap langkahnya. Baik di lingkungan tempat usaha yang melibatkan para karyawan, maupun dengan mitra dan seluruh pelanggannya. “Setidaknya, semangat bekerja keras, keteguhan prinsip dan ketauladan yang diwariskan orang tua, baik dalam hidup maupun berusaha, seperti telah mendarah daging dalam diri saya. Semangat ini pulalah yang terus memotivasi saya untuk meneruskan dan mengembangkan usaha ini,” ujarnya. Berdiri sejak tahun 1979, Istana Jati Jepara Toko Bagonjong Padang Panjang, memang sudah mendapat tempat khusus di hati masyarakat. Produk Jati Jepara didatangkan langsung dari Jepara, yang memang dikenal sebagai daerah pengrajin dan penghasil furniture terbaik itu. Sedangkan pemasarannya sudah merambah dan merajai sejumlah pasar luar daerah,

IRSYAD dan keluarga seperti Jambi, Pekanbaru, Sungai Penuh, Dumai dan Kerinci. “Produk dengan bahan Jati Jepara, memang kita datangkan langsung dari daerah asalnya. Ini bertujuan untuk menjaga mutu dan kualitas produk itu sendiri. Sementara untuk alternatif pilihan bagi masyarakat, kami juga menyediakan berbagai jenis meubel dan perabot berbahan biasa, yang tentunya juga dengan kualitas terbaik di kelasnya,” kata Irsyad. Selain memasarkan berbagai jenis produk meubel dan perabot berbahan asli Jati Jepara dengan kualitas nomor wahid, Toko Bagonjong Padang Panjang sebut Irsyad, juga

menyediakan beragam pilihan produk meubel dan perabot berbahan biasa. Tingginya permintaan pasar terhadap berbagai macam produk “meubel Jepara yang sebenarnya”, memaksa Irsyad melahirkan inovasi untuk mengembangkan usaha warisan orang tuanya itu. Apalagi sepeninggal ayahanda tercinta pada 1995 silam, jiwa dan adrenalin bisnis alumni Fakultas Ekonomi Unand ini yang juga menjadi satu-satunya anak lelaki sulung dari empat bersaudara, semakin tergelitik dan terpacu untuk membesarkan usahanya. “Alhamdulillah, sejak 2002 lalu Toko Bagonjong juga sudah memiliki kantor dan

showroom utama di Silaiang Bawah dan sejumlah cabang seperti di Pasar Padang Panjang dan Jl. Damar Kota Padang. Insya Allah, dalam waktu dekat kita juga berencana akan membuka cabang di Provinsi Jambi,” kata Irsyad. Sedangkan harga produk, sebut Irsyad, ditawarkan dengan harga bervariasi. Mulai dari harga terendah Rp100 ribu, hingga harga tertinggi mencapai Rp30 juta. Sejumlah produk yang dipasarakan diantaranya lemari, kursi tamu, tempat tidur, kursi dan meja makan, meja rias, bufet, pajangan dan berbagai produk mobiler lainnya. (Ryan Syair)

TOKO Bagonjong bangunan di kawasan Pasar Pusat Padang Panjang. >> Editor: Devi Diani

>> Penata Halaman: Syahrizal


20

MINGGU, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

PERSONAL

WAHYU Iramana Putra menyerahkan hewan kurban.

WAHYU bersama rekannya di Partai Golkar bagi-bagi bunga kepada pengendara sepeda motor.

WAHYU IRAMANA PUTRA

Terjun ke Bisnis, Tinggalkan Karir PNS „ LAPORAN:

NOVIA CITRA VALINCA Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), masih menjadi impian banyak orang di Sumatera Barat, termasuk kalangan muda yang baru saja menamatkan kuliahnya. Lowongan kerja PNS selalu dinanti dan diburu. Tak lulus tahun ini, maka akan diulang lagi tahun depan, meski sebenarnya sebagian mereka sudah

memiliki pekerjaan. Tetapi hukum seperti itu agaknya tak berlaku bagi Wahyu Iramana Putra. Lelaki yang dikenal sebagai politisi Partai Golkar ini justru memilih mundur dari PNS dan memutuskan berwirausaha. Keputusan ekstrim itu ternyata membuat buncah rekanrekan dan juga keluarganya. Sebab tidak mudah untuk menjadi PNS. Ribuan saingan yang disingkirkan untuk lolos seleksi. “Saya diterima menjadi P N S tahun 1989. Namun sejak 2001, s a y a tidak lagi aktif masuk kantor dan tidak

mau pula menerima gaji. Akhirnya secara resmi pada 2006, saya mengundurkan diri,” kata Direktur Utama PT.Hati Prima Griya Elok ini. Dia pun memaparkan alasan yang mendasari keputusannya itu, karena ingin menambah penghasilan. Berwiraswasta adalah pilihan yang tepat. Setelah berhenti jadi PNS, dia pun terjun ke dunia bisnis, menggeluti usaha bidang perumahan dan sekaligus terjun ke politik. Wahyu bergabung di partai politik saat aktif di sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat LSM). Dia merasa kurang puas bila hanya menjadi pelempar bola. Dia ingin turut membuat kebijakan yang baik dengan melahirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Tak tanggung-tanggung, pada 2000 Wahyu mencalonkan diri sebagai Bupati Tanah Datar.

Tetapi dewi keberuntungan belum berpiak padanya. Walau begitu, ia terus menjajaki karirnya di dunia politik. Dan pada 2010, dia terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Padang. Dia pun berpolitik dengan santun dan jujur. Suka Olah Raga Menantang Wahyu kecil dikenal sebagai anak bandel. Namun sebenarnya putra bungsu pasangan H.Barus Sulaiman, SH Hj.Rohani ini merupakan anak yang aktif, senang berorganisasi dan sangat suka tantangan. Sejak di SD, lelaki kelahiran Jati Baru, Padang, 2 Mei 1964 ini, selalu dipercaya sebagai Ketua Kelas. Hingga

SMP dan SMA pun, Wahyu tak pernah lepas dari jabatan sebagai Ketua Osis. Dan beberapa kali terpilih sebagai pengurus KNPI Sumbar. Alumni Fakultas Ekonomi, Universitas Eka Sakti Padang ini, juga aktif dalam kegiatan pramuka dan olah raga. Berbagai jenis olah raga pernah ditekuninya, seperti sepak bola, tenis meja, terjun payung dan juga motorcross. Bahkan dia pernah bergabung sebagai pemain sepak bola di PSP dan PSSI Harimau. “Saya sangat menyukai olah raga, karena olah raga itu mendatangkan suatu kegembiraan pada diri saya. Olah raga yang menantang merupakan olah raga favorit saya,” tutur Ketua DPD Golkar Padang ini. Berbagai prestasi pun berh a s i l diukirn y a . Saat d i SMP, Wahyu menyabet j u a r a tenis

meja dan juga juara lari sprint di ajang POPSI (Pekan Olahraga Pelajar Provinsi) Sumbar. Prestasi lainnya yang pernah diraihnya adalah pada tahun 1989, menjuarai lomba pidato Persetasi Kencana seIndonesia yang diadakan di Jakarta. Tidak hanya itu, Ketua Umum PERCASI (Persatuan Olahraga Catur Seluruh Indonesia) Sumbar periode 2009– sekarang ini, juga terpilih menjadi salah satu pemuda Sumatera Barat yang mendapat penghargaan Ahli Negeri Setia, yang diserahkan oleh Raja Malaysia, Tuanku Jafar pada tahun 2002. Ketika remaja, olah raga yang digelutinya pun kian menantang dan membuat ciut nyali. Kehidupan remajanya lebih banyak dihabiskannya di ajang motorcross. Saking terlena dengan hobinya itu, ia pun harus lima kali pindah sekolah pada di SMA. “Saya terbilang nakal saat remaja. Ketika di SMA, saya harus pindah-pindah sekolah sampai lima kali, masingmasing di Painan, Medan, Padang. Hal itu karena saya sangat hobi motorcross dan juga berkelahi di sekolah,” katanya sambil tersenyum mengenang masa itu. Karena hobinya itu, Ketua Umum Persatuan Golf Indonesia Sumatera Barat ini mengalami kecelakaan motorcross saat berumur 17 tahun. Akibat kecelakaan tersebut, tubuhnya terbakar dan dia pun mesti menjalani perawatan selama satu bulan lebih. Setelah kejadian itu, sang orang tua melarangnya untuk tidak menggeluti olah raga berbahaya itu lagi. Walau begitu, Sekjen Masyar a k a t Peduli Minangkabau ini, tak surut dan terus

saja balapan. Suami Eni Fitriani ini juga menggeluti olah raga menantang lainnya, seperti terjun payung. Kejadian yang tak pernah dilupakan dalam hidupnya adalah, saat pertama kali terjun paying. Ketika meloncat dari pesawat dan payung terkembang, ia baru menyadari kalau ia sudah kencing di celana. Menurutnya, olahraga ini mengajarkannya kepercayaan diri yang tinggi. “Lewat terjun payung saya diajari bagaimana percaya pada diri sendiri, tidak boleh menyerahkannya pada orang lain karena jika salah mengambil keputusan, maka keselamatannya

akan terancam,” ujar Wahyu. Selain itu, ayah Dara Indah Pertiwi ini juga hobi mendaki gunung. Singgalang saja sudah 21 kali didakinya dan Merapi 16 kali. Kini semua sudah ditinggalkannya. Meski kenakalannya saat remaja membuat pusing keluarganya, namun tetap ada penyaring dalam dirinya yang membuatnya tidak lupa diri. Salah satunya adalah bekal pendidikan agama dari orang tuanya yang juga seorang ustadz, tak bisa dilepaskan dari pembentukan pribadi Wahyu. Orang tua mendidik dirinya secara disiplin terutama soal agama.(h/*)

WAHYU menyerahkan bantuan untuk keluarga kurang mampu.

MENYERAHKAN bantuan untuk kelanjutan pembangunan mushalla.

FOTO bersama pedagang pasar saat meninjau aktifitas pasar.

The First FeMale Station in Padang

Lansek Manih FM (LANIS FM) Frequensi (FM) 93,6 MHz (FM) Power Suport 1000 Watt ( Blues 30 NV) Alamat Studio/Office : Jl.Sudirman No.191 Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Telp. ( 0754) 20173-20553 Fax. 0754.20158 Email : lansekmanihfm@yahoo.co.id LANSEK MANIH FM “ Penyampai Informasi Pembangunan dan Penyejuk Hati Anak Nagari” >> Editor : Devi Diany

>> Penata Halaman : Irvand


21

MINGGU, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

KESEHATAN >>>>>>>Tips Menjaga Kesehatan Mata 1. Berhenti merokok Studi menunjukkan bahwa semakin banyak Anda mencoba untuk berhenti merokok, semakin besar peluang keberhasilan Anda menjaga kesehatan mata. 2. Kendalikan tekanan darah dan gula darah Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak diobati dapat memengaruhi penglihatan dan bahkan menyebabkan retinopati hipertensif, yaitu kerusakan retina karena tekanan darah yang terlalu kuat. Retina adalah lapisan jaringan di bagian belakang mata. Kerusakan retina menyebabkan penglihatan terganggu. Diabetes adalah salah satu penyebab utama kebutaan pada orang dewasa. Glukosa darah yang tinggi berkepanjangan dapat menyebabkan retinopati diabetik dan komplikasi mata lain seperti glaukoma dan katarak. Bila Anda memiliki diabetes, sangat dianjurkan bagi Anda untuk makan makanan yang sehat, memeriksa gula darah secara berkala dan meminum obat atau mengambil suntikan insulin sesuai instruksi dokter. 3. Dapatkan nutrisi terbaik untuk mata Lindungi mata Anda dengan makanan di piring Anda. Makanlah makanan yang kaya akan antioksidan. Antioksidan dapat melindungi dan memperbaiki sel-sel mata dan sel-sel tubuh secara keseluruhan dari kerusakan oleh radikal bebas. Buah dan sayuran berwarna-warni cenderung kaya akan antioksidan. Selain antioksidan, vitamin A secara khusus sangat diperlukan untuk pemeliharaan kesehatan mata. Vitamin A mendukung produksi rhodopsin yang merupakan pigmen mata yang sangat sensitif terhadap cahaya dan digunakan untuk melihat dalam kondisi pencahayaan yang buruk. Kekurangan vitamin A akan menyebabkan penyakit yang disebut rabun s e n j a ( j a w a : kotok ayam) d i m a n a seseorang tidak bisa melihat di cahaya remang-remang. Wortel adalah sumber utama pro-vitamin A. 4. Lindungi mata dari sinar matahari Paparan sinar matahari terus-menerus dapat menyebabkan katarak dan degenerasi makula. Hal ini karena sinar ultraviolet (UV) dari matahari menembus retina sehingga menyebabkan kerusakan mata. Untuk mencegah sinar UV yang berbahaya, pakailah kaca mata hitam yang dirancang khusus untuk melindungi mata jika Anda berada di bawah sinar matahari dalam waktu lama. Kacamata tersebut umumnya memberikan perlindungan UV hingga 99% atau 100%. 5. Gunakan pelindung mata Jika Anda bekerja dengan bahan berbahaya, pakailah kacamata pelindung yang dapat melindungi mata Anda dari cedera, kerusakan, dan kebutaan. Kenakan kacamata atau helm berkaca ketika Anda mengendarai sepeda motor. Olahraga tertentu seperti tenis, hoki dan berenang juga dapat berisiko mencederai atau merusak mata. Pakailah pelindung mata seperti helm dan kacamata olahraga untuk melindungi Anda. 6. Lakukan kebiasaan yang baik untuk mata Meskipun masalah mata umumnya berhubungan dengan kerusakan atau penuaan, masalah mata juga dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk. Berfokus pada jarak yang tetap dalam waktu lama, seperti menatap layar komputer atau membaca selama berjam-jam, adalah salah satunya. Otot-otot mata Anda akan terkunci pada posisi yang tetap sehingga kehilangan fleksibilitas, benda-benda yang sangat dekat atau sangat jauh menjadi terlihat kabur. Ambillah jeda istirahat dan alihkan pandangan Anda pada benda-benda yang jauh untuk membantu mencegah masalah ini. Latihan mata secara teratur juga dapat membantu memulihkan dan mencegah masalah penglihatan di masa depan. Contoh latihan mata ini adalah berselangseling berfokus pada objek yang jauh dan dekat, serta berfokus pada objek yang sama dengan sudut berbeda-beda. (h/*)

Menjaga Mata Si Jendela Dunia ATA adalah panca indera manusia yang s a n g a t penting/ esensial. D a p a t dibayangkan jika kita mengalami kerusakan mata atau kebutaan, tentu kita tidak dapat menikmati dan merasakan betapa indahnya alam semesta ini. Kenyataannya, kita sering lupa untuk melakukan perawatan mata, padahal seperti halnya bagian tubuh yang lain, mata mungkin saja terkena gangguan atau masalah kesehatan. Gangguan-ganguan tersebut bisa disebabkan oleh udara yang tidak bersih atau terpolusi, radiasi sinar matahari, radiasi akibat terlalu lama di depan komputer, dan gangguan-gangguan lainnya. Studi yang dilakukan oleh Eye Disease Prevalence Research Group (2004) memperkirakan bahwa pada tahun 2020 jumlah penderita penyakit mata dan kebutaan di dunia akan mencapai 55 juta jiwa. Studi ini menyebutkan juga bahwa penyakit mata dan kebutaan akan meningkat terutama bagi mereka yang telah berumur di atas 65 tahun. Seseorang yang berumur 80 tahun ke atas yang merupakan 8% dari total penduduk, mengalami kebutaan sebanyak 69%. Gangguan kesehatan pada mata yang umum terjadi adalah penurunan fungsi penglihatan, gejala mata merah tanpa ada penurunan fungsi penglihatan, dan mata merah dengan fungsi penglihatan turun. Sampai saat ini, penyakit mata yang banyak diderita adalah katarak, glukoma, dan infeksi. Seiring dengan meningkatnya perhatian dan pengetahuan pengaruh gizi terhadap kesehatan, khususnya kesehatan mata menyebabkan pesatnya pertumbuhan pasar terhadap produkproduk kesehatan, makanan obat, makanan kesehatan, obat kesehatan, suplemen makanan, suplemen kesehatan, obat herbal, obat alami mata. Sebagian besar produk-produk untuk kesehatan mata yang dipasarkan sekarang berbentuk suplemen, makanan obat, makanan kesehatan, obat kesehatan, suplemen makanan, suplemen kesehatan, obat herbal, obat alami. Selain senyawa antioksidan (vitamin A, C, dan E) yang sebelumnya telah diketahui dapat meningkatkan kesehatan mata, senyawa lain seperti lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin, baru-baru ini dike-

M

tahui sebagai senyawa yang dapat meningkatkan kesehatan mata. Lutein suatu kelompok senyawa karotenoid berwarna kuning yang banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau. Lutein terdapat di macula dan dipercaya dapat melindungi mata dari kerusakan oksidatif oleh sinar radiasi ultraviolet (UV). Macula berada di tengahtengah retina dan bersebelahan langsung dengan lensa mata. Macula merupakan daerah kecil yang mengandung jutaan sel yang membantu menghasilkan penglihatan yang tajam untuk membaca atau melihat obyek dengan jelas. Senyawa karotenoid lain yang terdapat di dalam macula adalah adalah zeaxanthin, yang diketahui dapat memberikan manfaat untuk kesehatan mata. Penelitian yang dilakukan oleh Chitchumroonchokchai dan koleganya pada tahun 2004 dari Ohio State University, menunjukkan bahwa lutein dan zeaxanthin dapat melindungi sel lensa manusia dari paparan sinar UV, yang merupakan penyebab utama terjadinya penyakit katarak. Selain itu, mereka membandingkan aktivitas antioksidan lutein dan zeaxanthin dengan vitamin E. Hasilnya menunjukkan bahwa lutein dan zeaxanthin menunjukkan aktivitas 10 kali lebih tinggi dibandingkan dengan vitamin E dalam melindungi sel lensa dari kerusakan akibat sinar ultraviolet. Pada tahun yang sama juga dilakukan penelitian oleh Neu-

ringer dan kolega, menunjukkan kemampuan lutein dan zeaxanthin dalam meningkatkan kesehatan mata. Sedangkan pengujian pada hewan yang disponsori oleh DSM Nutritional Products Swiss, menunjukkan bahwa suplementasi atau penambahan lutein dan zeaxanthin meningkatkan aktivitas antioksidan di dalam darah. Kelompok senyawa karotenoid lainnya yang ternyata memiliki kemampuan untuk melindungi macula dari paparan sinar UV adalah astaxanthin. Guerin et al. (2003) menyebutkan bahwa kemampuan antioksidan dan anti-inflamasi senyawa astaxanthin dapat memberikan efek perlindungan mata dari sinar UV. Sampai saat ini aktivitas antioksidan dari senyawa lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin memberi jawaban mekanisme terjadinya peningkatan kesehatan mata. Radikal bebas yang berasal dari sinar UV atau cemaran udara, masuk ke mata mengakibatkan terjadinya reaksi oksidasi molekul-molekul rentan pada lensa mata. Agar mata bisa terjaga kesehatannya, ada baiknya kita melakukan tips perawatan kesehatan mata berikut ini : 1.Periksa mata setiap 12 bulan Masalah penglihatan yang tidak ditangani akan berkembang semakin parah , sebaiknya dihindari memakai lensa kontak atau kacamata yang tidak lagi cocok untuk anda karena dapat menyebabkan masalah penglihatan dan sakit kepala. 2.Kacamata anti-UV Sinar UV dapat membuat kerusakan serius pada mata. Kacamata yang baik dapat mencegah hal ini. Ketika membeli kacamata, pastikan yang dapat memantulkan paling tidak 98% radiasi UV. 3. Nutrisi untuk Mata Studi baru-baru ini menunjukkan bahwa vitamin dan kelompok antioksidan dapat mencegah, atau paling tidak memperlambat degenerasi

makular dan pertumbuhan katarak. Nutrisi yang baik bagi tubuh juga baik untuk mata. 4. Penggunaan cahaya yang cukup Bekerja dengan cahaya minim dapat menyebabkan kelelahan mata, tapi cahaya yang terlalu terang juga tidak baik. Arah cahaya terbaik jika bekerja menggunakan komputer adalah dari lampu meja bercahaya lembut dari arah samping. Kurangi tingkat terang (brightness) monitor. Warnanya online pharmacy no prescription memang jadi tak terlalu tajam, tapi mata akan jadi lebih nyaman. 5. Istirahatkan mata Anda Hampir semua orang merasakan mata mereka jadi tidak nyaman setelah duduk seharian di depan layar komputer. Hal ini disebabkan mata berkedip 25% lebih sedikit dari biasanya, yang menyebabkan mata jadi kering. Satu hal yang bisa dilakukan adalah menutup mata Anda dan menghitung sampai 5 sebelum membukanya kembali. Hal lainnya adalah berpaling dari layar monitor dan fokus pada sebuah objek yang jauh. Lakukan ini selama beberapa menit setiap 30 menit. 6. Cari lensa kontak dengan kualitas baik Tidak semua lensa kontak sama. Ada yang aman untuk mata Anda, dan ada juga yang beresiko merusak mata. 7. Jika memakai lensa kontak, rawatlah dengan baik Lensa kontak tidaklah begitu merepotkan, tapi Anda juga tak dapat mengabaikan kebersihannya. Setiap kali akan memakai atau melepaskan lensa kontak Anda, bilaslah. Anda juga harus mengganti cairannya, ketika Anda menaruh di tempatnya waktu Anda tidur di malam hari. 8. Pakailah lensa kontak sesuai

jadwal yang disarankan Ada orang yang berbiat menghemat dengan memakai lensa kontak lebih lama daripada yang dimaksudkan. Ini bukanlah hal yang baik. Meskipun kulitas lensanya tidak akan berkurang, tumpukan protein dapat mengaburkan penglihatan Anda. Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah, semakin lama Anda memakai lensa kontak Anda, semakin tinggi resiko mata Anda terkena infeksi. 9.Gunakan filter monitor. Untuk mengurangi sinar yang menyilaukan dan radiasi yang dipancarkan layar monitor, gunakan filter glass monitor. Berbicaralah pada vendor perlengkapan komputer anda untuk mendapatkan filter yang baik dan mampu mengurangi pengaruh radiasi, bukan hanya sekedar meredupkan cahaya monitor. 10. Letakkan kertas kerja agar mudah dibaca saat di depan komputer. Jika anda harus bekerja dengan menyalin atau membaca kertas kerja, maka letakkan kertas kerja tersebut dalam jarak yang seimbang dengan monitor anda. Ini agar anda tidak perlu bolak-balik memfokuskan pandangan untuk membaca kertas kerja anda, setelah membaca di layar monitor. (h/ atb)

Ini Dia Makanan Lezat untuk Mata Sehat MENJAGA kesehatan mata penting dilakukan untuk penglihatan yang selalu prima. Lebih baik lagi menjaga kesehatan mata dilakukan selagi usia muda ketika mata masih sehat untuk terus menjaga kesehatannya hingga usia lanjut. Berikut adalah beberapa makanan yang bukan hanya enak, tetapi juga sangat baik untuk mata Anda. Salmon, Tuna, dan Sarden Minyak ikan dari salmon, tuna, dan sarden mengandung asam omega-3. Manfaat dari makanan ini yaitu dapat mengurangi gejala pedih karena mata kering, mata merah, dan gatal, meskipun dibantu pula dengan

menggunakan obat tetes mata. Makanan ini juga disebutkan dapat mengurangi risikokatarak. Sayuran Bewarna Merah, Hijau, dan Kuning Lima sampai sembilan porsi sayuran berwarna cerah setiap hari, mengandung antioksidan dalam jumlah yang optimal untuk tubuh. Ini sangat baik untuk melindungi tubuh terhadap segala bentuk kanker, dan memperkuat mata dengan mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Penyakit mata yang berhubungan dengan radikal bebas umumnya

terjadi pada usia lanjut, sehingga baik sekali apabila dilakukan penjagaan selagi usia muda. Sayuran seperti bayam dan kangk u n g , jagung

manis, kacang polong, dan brokoli mengandung lutein yang

merupakan salah satu antioksidan kuat. Maka menambah porsi sayuran ke dalam menu makanan Anda tentu sangat baik dilakukan. Wortel dan Bebagai Jenis Ubi Wortel dan ubi-ubian mengandung pro vitamin A karotenoid yang tinggi, betakaroten, dan vitamin yang paling efektif untuk menjaga kesehatan mata. Vitamin A membantu mengobati mata kering dan berbagai macam gejala iritasi mata lainnya. Jenis sayuran ini juga dapat membantu melindungi kornea di mata yang penting untuk penglihatan.Selain itu sayuran

ini juga dapat menjaga tulang untuk kuat dan sehat, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin A dalam wortel membuat membran pada permukaan mata dan kulit lebih kuat, sehingga mencegah infeksi bakteri dan virus. Daging Sapi, Ayam, Hati, Keju dan Susu Selain vitamin A dan lutein yang berasal dari nabati, sumber lain yaitu berasal dari hewan, antara lain daging sapi, ayam, hati, keju dan susu. Dengan mengombinasikan vitamin A dan lutein maka kesehatan penglihatan mata akan terjaga lebih lama. (h/*)

>> Editor : Nova Anggaraini

>> Penata Halaman : Rahmi


22

MINGGU, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

S ENI PUISI

Liza Samakoen

STURLAK di sini pagi tak pernah sama dengan pagimu kemasygulan wanita berkerudung ungu yang suaminya selingkuh ternyata lebih panjang dari akar kembang Fifill kata-kata lelaki sok pintar lebih amis dari minyak ikan Cod memaksaku menelan pagi yang sedingin ikan dilucuti mereka memajang bangkai di depan jendela lalu mencantumkan namaku di sana temperatur nopember naik aku longgarkan korset dan biarkan selembar kertas bertulis kepantasan terayun pada paku waktu andai kutambal langit dengan parafin akankah semua terlihat secantik mayat dan bukankah mimpi yang berulang tak dapat diingat kecuali di dalam mimpi itu sendiri? pagi ini aku baik-baik saja, Sturlak telah aku kurung mereka dalam sajakku 13 Nopember 2012

MATAH ATI malam itu, betapa aku ingin menuntun tanganmu, melewati jejeran bangku-bangku beku, melewati batas di mana kita sepakat untuk berpisah. abad-abad tak terurai dalam batin seorang perempuan yang menyimpan kepasrahan di rahimnya pada lelaki penghadang dendam lewat dada telanjang dan sumpah. perang tetaplah mimpi yang bertualang mencatatkan kegagalannya sendiri, berulang kali. di batas kemiringan panggung, langkah mundurmu adalah isyarat kuat hentak sampiran selendangku sejatinya keindahan terlihat bila kita saling meluputkan. Tiji Tibeh. Mati Siji, Mati Kabeh. Mukti Siji, Mukti Kabeh. sulit menghentikan kita. aku bukan Rambat atau Rubiyah tapi tak pernah bisa mengubahku jadi keduanya, pun salah satunya. pengakuanmu lecut cemeti gigil panggung yang tak mampu bikin beku kutukan. di hadapan tirai hitam berlogo merah, kita kunyah sumpah: menjaga jarak sebisa kita mengurai kepasrahan sebelum kehidupan nyata benar-benar kembali. 23 Juni 2012

CINTA YANG TAK PANDAI 29 atau 30 sore yang sama 693 atau 717 jam kerutinan yang membunuh dalam sebulan ia teringat hamparan padang es dollar yang sia-sia tatapan bingung domba-domba gunung aurora yang tak tampak sembari terus bertanya bagaimana mungkin di utara kuda-kuda memendekkan tubuhnya sementara sepasang kekasih terus mengulur kisahnya “musim gugur yang terlewatkan adalah kebenaran yang tak berlangsung lama cinta yang paling liar” langit yang sama menjawabnya Jakarta, 8 September 2012

SAJAK TIGA PEREMPUAN : Ema Rahmawati & Disa Tannos

dari sekian banyak cara lelaki memuja perempuan kita telah memilih satu di mana bungabunga hancur lebih lama dari pembusukan paya garam tak menimbulkan korosi dan tidak terjadi apapun selama kita sanggup melubangi dada menjaganya nyaris setara dingin laut utara dari semua lurus garis kita mematuhi ketidakteraturan sebagai ketentuan samarsamar meski langit mengancam sejak awal cuaca berawan dan hawa terasa dingin kita percaya bahwa subuhsubuh insomnia dan mustahil turun hujan tengah hari sebelum sebuah kisah diusaikan (apakah terlalu sulit memahami dua orang dewasa yang tak bisa bebas dari masa lalu dan hidup di remang prasangka lebih memilih mengambil resiko cinta gelap?) Jakarta, 1 September 2012 Biodata: Liza Samakoen, penyair tinggal di Jakarta.

Yang Setia Pada Daun Oleh: Isbedy Stiawan ZS

S

ETIAP pagi Sarmin selalu sibuk menyapu daun-daun y a n g berserakan di halaman rumahnya. Pohon salam untuk pewangi makanan seperti nasi uduk ataupun obat darah tinggi yang tegak di dalam pagar tetangga, setiap malam menggugurkan daunnya. Dia tak pernah mengeluh meskipun daun-daun salam yang rontok berwarna kuning itu cukup banyak. Dia setia menyapunya dengan sapu lidi, lalu dikumpulkan di luar halaman. Setelah itu dibakarnya. Api membumbung, asap menggumpal terbang ke udara. Sudah bertahun-tahun dia tak mendebatkan, apakah daun-daun dari pohon salam tetangga itu lebih dulu luruh daripada angin yang meluruhkan. Dia juga tak pernah mengira-ngira perasaan maupun pikiran pemilik pohon, seandainya posisi pemilik pohon berada pada Sarmin. “Pohon salam ini memang milik saya, tapi kalau daunnya gugur dan menyampahkan halamanmu Sarmin, ya tugas mulah menyapu kalau tak ingin rumahmu kotor…” kata hati Sarmin sekiranya ia menjadi posisi pemilik pohon. Entahlah, apakah perasaan atau pikiran itu selama ini memang berkecamuk dalam diri pemilih pohon salam, yang tak lain tetangga Sarmin? Tiapkali Sarmin menyapu pada pagi atau sore, tetangganya itu sering juga melihat. Dan kenyatannya, tak pernah berkomentar. Tak acuh. Pernah memang, tetangganya menawarkan pada Sarmin begini: “Pak Sarmin kalau bikin nasi iduk, ambil saja daun salam itu walaupun saya tak ada di rumah. Jangan sungkan-sungkan petik saja banyak pun tak apa. Anggap saja pohon sendiri ya…” Sarmin mengangguk. Tersenyum. “Tentu bu. Hanya saya tak pernah bikin uduk…” “Ya, kalau masak apa pun yang perlu daun salam, ambil saja ya…” Lagi-lagi Sarmin tersenyum sambil mengangguk. Pohon salam itu terus meninggi. Daunnya rimbun. Pada musim kemarau yang lebih setahun ini, banyak yang menguning dan berguguran. Daun-daun yang gugur itu banyak sekali. Sarmin yang menyapunya, sebab jatuhnya persis di halaman rumahnya. Terutama saat-saat buahbuah yang berwarna jamblang, yang konon rasanya agak manis-manis sepat, berguguran. Lalu diinjak, jalan pun berwarna kemerah-hitaman atau jamblang. Kalau Sarmin harus memilih, lebih enak disampahi daun ketimbang buahnya. Tetapi ia tak bisa memilih, soalnya daun dan buah jatuh bersama-sama di halaman rumahnya. Sarmin tetap setia pada daun-daun salam itu. Setia menyapu dan memungutinya lalu membakarnya. Atau memasukkan ke dalam bak sampah, sebelum diangkut petugas SOKLI. Karena itu, Sarmin dikenal oleh tetangga-tetangganya sebagai lelaki yang setia pada daun. Benarkah ia setia menyapu daun-daun itu? “Kalau saya tak setia, saya akan minta pemilik pohon itu agar menebangnya,” kata Sarmin ketika seorang tetangga berujar. Sarmin berterus-terang, yang dilakukannya tak membuatnya lelah. Justru tugasnya itu membuatnya berolahraga. Sejak muda Sarmin memang suka berolahraga, baik pesepakbola, lari di waktu pagi, atau sekadar senam. Pada usia ke 65 ini, setelah jogging pagi ia mengambil sapu lidi yang selalu siap di samping rumah. Setelah itu ia menyapu, terutama daundaun salam yang gugur sema-

lam. Sampai pukul 08.00 ia istirahat di belakang rumah. Memandang pemohonan, yang juga milik tetangga… * Kini bukan saja pohon salam yang mengugurkan daun-daun dan buahnya saat musim. Pohon sawo manila yang tingginya mulai melebihi tembok pembatas dengan halaman rumah Sarmin, sudah mulai mengirimkan sampah. Meski menambah pekerjaan, Sarmin tak pernah mengeluh. Dia selalu mengambil hikmah positif; dengan menyapu daun-daun itu sama dengan berolahraga. Berolahraga artinya badan akan selalu sehat nantinya. Dalam tubuh yang kuat, terdapat jiwa yang sehat. Begitupah pribahasa yang amat terkenal. * Sarmin merasa pemilik pohon salam itu tak punya perasaan bagaimana hidup bertetangga. Bukan mereka tak tahu atau tidak melihat saat Sarmin menyapu daundaun yang berguguran, yang jika dikumpulkan bisa setinggi betis orang dewasa. Tetapi malah, tetangga itu hanya tersenyum bila kebetulan melewati rumah Sarmin kala hendak pergi ke kantor. Sialnya lagi, daun yang berguguran ke halaman Sarmin lebih banyak dibanding jatuh ke halaman tetangganya itu. Anak Sarmin yang perempuan, sering berniat melabrak. Hanya saja, Sarmin selalu mencegahnya. “Tak baik nduk bermusuhan dengan tetangga. Cari musuh itu gampang lo, tapi mendapatkan teman paling susah…” “Tapi pak, aku bukan mau ngajak bermusuhan. Hanya ngasih tahu, atau minta pengertian tetangga itu supaya menebang sedikit saja ranting pohon salam dan sawo manilanya itu. Saya akan bilang, daunnya yang gugur itu sering nyampah dan bapak yang

menyapunya….” jelas Endil. “Sudah lo nduk, toh bapakmu ini tak keberatan kok. Itung-itung untuk olahraga….” “Ah, bapak. Selalu saja olahraga alasannya. Masih banyak cara kita berolahraga, jalan pagi, senam, dan lainlain. Bukan menyapu sampah kiriman tetangga seperti itu…” Sarmin tak hendak membantah. Dia melanjutkan menyapu yang tinggal semeter lagi sampai di bak sampah, kemudian dia bakar. Asap akan mengepul ke udara. Dia lebih setia menyapu daun-daun di halaman rumahnya. Seperti sudah terjadwal, seusai salat subuh ia mengambil sapu lidi kemudian menyapu. Begitu pula pada sore hari, menjelang magrib Sarmin akan menyapu daun-daun yang berserakan itu. Siapa pun di daerah itu mengenal Sarmin. Lelaki yang dijuluki amat setia pada daun-daun. Lelaki yang tak lagi beristri sejak setahun lalu karena meninggal dunia. Sarmin kini tinggal bersama Endil, anak perempuan satusatunya yang belum disunting pria meski sudah cukup usia. Dari gaji pensiun dan menyewakan bedeng dua pintu itu, keduanya menjalani kehidupan. * Lelaki yang setia pada daun-daun, belakangan ini tak terlihat lagi menyapu. Warga mulai bertanya-tanya, ke mana ia pergi? Daun-daun yang berguguran semakin bertambah tumpukannya. Warnanya kian menguning dan lembab. Banyak kawanan nyamuk berkeliaran di sekitar sampah daun itu. Aku, tetangga yang tinggal tiga rumah dari Sarmin, mencoba cari informasi. Pertama-tama, tentu saja, yang kutanya adalah pemilik pohon salam: Marzuki. “Wah, saya juga tak tahu

pak Is.. Saya juga kaget pas ngeliat daun-daun di halaman rumahnya sudah menumpuk begitu. Jadi sarang nyamuk…” “Pasti sampai ke rumah dong nyamuknya?” aku menyendir. “Sudah tentu dong pak Is. Makanya saya sering ngelongok, kan biasanya pak Sarmin nyapu. Eh sudah tiga hari ini tak terlihat. Rumahnya juga selalu ditutup. Mungkin berlibur ke kampung ya pak Is?” “Mungkin juga pak Marzuki. Atau jangan-jangan malah pindah? Tak tahan jadi penyapu daun-daun?” sindirku. “Boleh jadi,” ujar pak Marzuki. “Tapi, katanya dia senang melakukan pekerjaan itu. Itulah sebabnya pak Sarmin dijuluki lelaki yang setia pada daun-daun…” “Kalau sampahnya dari rumah sendiri, tak masalah….” “Maksudnya?” “O tak apa-apa pak Marzuki,” aku mengalihkan pembicaraan. “Jangan-jangan pak Sarmin memang sudah pindah. Toh dia punya rumah di kampung…” “Lalu rumah yang ini?” “Mungkin akan disewakan. Seperti bedeng dua pintu itu. Barangkali dia datang ke sini, saat penyewa mau bayar….” “Boleh jadi pak Is…” “Nah, itu ada tulisan di kaca jendela. Rumahnya memang akan disewakan. Bagi yang berminat, tanpa perantara, dapat menghubungi nomor handpohone itu…” “O ya, kok saya tak melihatnya?” “Karena jauh pak… La yang dekat saja, daun-daun yang disapu Sarmin kadang saya tak melihatnya…” Tetanggaku itu hanya

mesem-mesem. Malu… * Selang sepekan dari pertemuanku dengan Marzuki, pemilik pohon salam yang membuat Sarmin menjadi pekerja sukarela, kami dihebohkan. Seluruh warga di Gang Dahlia berkelimun di depan rumah Marzuki. Seluruh mata warga tertuju kepada pohon salam. Ihwal pohon sawo manila tak begitu penting, sehingga warga tak membicarakan pohon yang satu ini. Ironinya, aku sebagai orang tertuduh! Istri Marzuki menyebarkan laporan, pohon salam mati mendadak. Penyebabnya, ada seorang misterius yang menyiram batang dan akar pohon salam itu dengan cairan khusus yang mematikan pepohonan. Selain itu, pohon yang lain dan halaman rumah Marzuki kini bagai sarang semut rangrang. Tudingan pelaku yang mengarah padaku, memang ada alasannya. Sebab, sepekan lalu aku bertemu dan mengobrol dengan Marzuki tentang kepergian Sarmin. Saat itu juga aku kerap menyindir bahwa penyebab perginya Sarmin adalah pohon salam. Satu kalimat yang masih kuingat waktu itu keluar dari mulutku: “Kalau ada orang yang kurang senang dengan pohon salam ini, bisa disiram cairan yang mematikan pohon. Tak ada lagi yang capek harus menyapu sampah dari pohon itu…” Barangkali, itulah alasan Marzuki menuduhku. Ah pembaca, saat ini aku perlu sekali bantuan jika tahu pelaku yang membunuh pohon salam Marzuki? Lampung, 12 September 2012

Kirimkan naskah puisi, cerpen, esai seni dan budaya anda ke: haluanminggu@gmail.com >> Editor : Esha Tegar Putra

>> Penata Halaman : Rahmi


23

MINGGU, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

KULTUR

Ideologi Penerjemahan Oleh ZULPRIANTO

Dosen Sastra Inggris FIB Unand KEGIATAN penerjemahan selalu mengakibatkan untung dan rugi. Hal ini barangkali merupakan harga yang harus dibayar oleh para penikmat/ pembaca karya terjemahan. Besar kecilnya untung rugi tersebut tergantung kepada penerjemah; penerjemah tampaknya bertindak sebagai pengambil keputusan bagi pembacanya. Dalam penerjemahan, keuntungan bukanlah kebaikan karena keuntungan sendiri pada hakekatnya adalah kerugian. Keuntungan tersebut dapat berbentuk penerjemah misalnya terlalu subjektif dalam melakukan tugasnya sehingga terkesan pedantik (sok pintar dari pengarang asli). Sebab, bagaimana pun, penulis asli karya lebih ‘terhormat’ daripada penerjemahnya. Hukum asal muasal cukup untuk menjelaskan tingkatan posisi kedua belah pihak ini. Pilihan lain tentu ada: jika tak mau menanggung akibat untung-rugi tersebut, silahkan baca karya aslinya. Tapi saran ini menjadi tak penting karena alasan orang membaca karya terjemahan tak lain tak bukan karena tak menguasai bahasa asli karya dimaksud. Dan jalan keluarnya sudah terang di pelupuk mata: pelajarilah bahasa asli tersebut. Semua orang tentu sudah tahu solusi demikian, bahkan tanpa dikasih tahu. Dalam penerjemahan, ada dua ideologi yang sering diacu: naturalisasi dan alienisasi. Perlu ditekankan di sini bahwa antara keduanya tidak selalu terdapat perbedaan yang tegas karena bahasa sumber dan bahasa sasaran tidak pernah seratus persen berbeda. Kedua istilah itu relatif sama dengan dikotomi yang diperkenalkan oleh Lawrence Venutti, yaitu, masing-masing, domestikasi dan foreignisasi. Ideologi dalam hal ini dapat dipahami sebagai suatu keyakinan yang mendasari penilaian atas sebuah karya terjemahan sebagai baik atau buruk. Perbedaan kedua ideologi tersebut lebih mudah dipahami dengan menimbang tiga pihak sekaligus, yakni penulis bahasa sumber (asli), penerjemah, dan pembaca bahasa sasaran. Penerjemah tak pelak berfungsi sebagai jembatan antara kedua pihak yang lain. Dalam ideologi naturalisasi atau domestikasi, penerjemah seperti mengantarkan pengarang karya asli kepada pembaca bahasa sasaran. Sebaliknya, dalam alienisasi atau foreignisasi, pembaca bahasa sasaran yang diantarkan kepada pengarang karya asli. Domestikasi mengharuskan penerjemah menerapkan metode penerjemahan bebas, bahkan adaptasi sehingga hasil terjemahannya tampak sebagai karya asli. Wajar jika penerjemahan berideologi naturalisasi disebut sebagai tafsiran (interpretasi) atas teks asli (penerjemahan sama dengan interpretasi). Akibatnya, pembaca bahasa sasaran seolah menikmati karya tersebut layaknya karya asli; karya yang ditulis dalam bahasa ibunyanya untuk pertama kali. Penerjemah dalam hal ini sering sekali harus mengorbankan bentuk bahasa sumber demi kepentingan kealamian bentuk dalam bahasa sasaran. Biasanya semakin asing fitur formal-linguistik dan sosiolinguistik kedua bahasa yang terlibat, semakin besar ‘pengorbanan’ teks dan konteks yang mesti penerjemah lakukan. Di lain pihak, ideologi alienasi sengaja dipilihkan untuk tetap menyadarkan pembaca bahasa sasaran bahwa teks yang sedang ia baca adalah karya terjemahan, bukan karya asli. Penerjemah biasanya menerapkan metode penerjemahan literal di mana bentuk bahasa sumber sedapat mungkin ditaati dan dipertahankan dalam bahasa sasaran. Jika dalam teks sumber terdapat kata-kata yang tak memiliki padanan dalam bahasa sasaran, penerjemah-berideologi foreignisasi tak akan segan-segan meminjam kata-kata tersebut (borrowing). Selanjutnya, kata-kata itu akan dijelaskan dalam catatan kaki atau catatan akhir. Dengan kata lain, keunikan (otherness) dari teks sumber tetap dijaga agar senantiasa terasa bagi pembaca. Langkah ini merupakan salah satu usaha penerjemah untuk berjaga-jaga atas kemungkinan gagal-transfer bentuk dan makna teks sumber dalam teks sasaran. Sesungguhnya, penerjemah sendiri tidak dengan sendirinya bebas menentukan ideologi mana yang ia mau, kecuali tentu ia menerjemah untuk dirinya sendiri. Di samping keinginan atau kebutuhan klien, penerjemah juga dibatasi oleh tipe teks. Jika teks dibedakan antara fiksi dan non-fiksi, maka tampaknya hanya tipe pertama yang bisa diterjemahkan menurut ideologi naturalisasi. Alasannya sederhana: kandungan, isi, atau pesan teks sumber adalah fiktif sejak awal. Jika dimodifikasi pun, teks tersebut tetaplah fiktif dan tidak mengakibatkan disinformasi atas suatu fakta. Jenis teks ini biasanya adalah karya sastra. Akan tetapi, meskipun mengantongi ijin menaturalisasi, penerjemah tidak dengan sendirinya bebas menerjemahkan sebuah karya sastra, katakanlah, sebuah novel. Karya sastra boleh bersifat fiktif, tetapi keindahan bentuk, diksi,figurasi, dan kedalaman maknanya tak pantas dihiraukan. Justru pengaruh sebuah karya sastra atas diri pembaca barangkali terletak dalam bentuk dan maknanya. Itu pula alasan kenapa puisi, sebagai jenis karya sastra yang paling ekspresif, sering disimpulkan sebagai tak-dapatditerjemahkan (unstranslatable) karena sebagian, untuk tidak mengatakan setengah, kelebihannya melekat pada bentuknya. Malangnya, dalam setiap penerjemahan, bentuk bahasa merupakan aspek pertama yang mesti dikebiri. Di sisi lain, teks bertipe non-fiksi sejenis teks berita, akademik, jurnal, buku petunjuk, dan lain-lain biasanya tak mementingkan bentuk. Kandungan yang jelas, referensial, atau denotatif jauh lebih penting dan menjadi prioritas pertama dan utama. Saya ingin membahas lebih jauh tentang ideologi naturalisasi/ domestikasi. Tujuan penting yang perlu dicapai penerjemah ideologi ini adalah bagaimana menjadikan teks sumber menjadi teks sasaran yang alami atau fasih (fluently translated text) dalam hal genre, stilistika, dan register. Nama tokoh, tempat, kata-kata budaya akan diupayakan kesepadanannya dalam bahasa sasaran. Namun, menurut Venutti lagi, ada sejumlah persoalan yang timbul sebagai akibat dari penerapan ideologi dosmetikasi tersebut. Pertama, sebagaimana disinggung di atas, keunikan teks sumber akan hilang. Bahasa-bahasa memiliki partikularitas bentuk dan merefleksikan budaya penuturnya secara unik. Jika partikularitas linguistik hilang, muatan kultural (cultural weight) dari teks tersebut ikut hilang. Jika seseorang membaca novel terjemahan dengan ekspektasi untuk mengalami secara tidak langsung pengalaman budaya tokoh-tokoh dalam novel tersebut, ia tidak akan menemukannya dalam ideologi tersebut. Akibatnya, pembaca karya terjemahan boleh jadi menyimpulkan jika karya sastra yang ditulis dalam bahasa lain (dan dengan demikian budaya lain) adalah sama. Pembaca bahkan dapat mencapai kesimpulan yang lebih ekstrim: setiap budaya ternyata berpikir, merasa, berbuat, dan menulis dalam cara yang sama. Jadi, untuk apa membaca karya terjemahan? Ini akibat lain dari penerapan ideologi domestikasi. Jika pembaca berhenti membaca karya terjemahan, penerjemah tentu saja menjadi pihak yang paling dirugikan. Mereka rugi secara ekonomis, profesional, dan sosial. Secara ekonomis, penerjemah barangkali akan kehilangan, atau paling tidak kekurangan, pekerjaannya. Secara profesional dan sosial, posisinya semakin tak terpertahankan. Dengan kata lain, para penerjemah menjadi semakin tak terlihat (invisible) baik dalam karya yang mereka terjemahkan sendiri maupun dalam lingkungan sosialnya. Kekhawatiran akan dampak eksekusi ideologi domestikasi ini berangkat dari kenyataan ketidakseimbangan lalu lintas terjemahan antara bahasabahasa di dunia. Theo Hermans (dalam Jeremy Munday, 2009) mengutip data dari UNESCO dan menulis bahwa bahasa dan teks berbahasa Inggris merupakan teks yang paling sering dan banyak menjadi sumber, daripada sasaran, aktivitas penerjemahan. Bahasa Inggris lebih sering menjadi donor daripada reseptor kegiatan penerjemahan. Data tersebut lebih lanjut menunjukkan bahwa di Eropa Barat, 20 hingga 40 persen buku yang diterbitkan merupakan karya terjemahan dan 70 persen di antara buku-buku tersebut diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Sementara itu, di negara-negara berbahasa Inggris sendiri seperti USA, Britania Raya, Kanada, dan Australia, karya terjemahan dari bahasa asing paling banter hanya berkisar 5 persen dari keseluruhan buku yang beredar. Data tersebut terang mengindikasikan hegemoni Bahasa Inggris atas bahasa-bahasa lain. atas hegemoni ini, kita bisa berspekulasi: jika teksteks dari Bahasa Inggris tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa lain melalui ideologi domestikasi, maka pembacanya berpotensi gagal menyadari bahwa teks dan konteks yang mereka baca adalah karya terjemahan. Kekhawatirannya tentu adalah apakah yang baik bagi pembaca karya asli juga baik bagi pembaca karya terjemahan. ***

Intelektual dan Tradisi Kepenulisan Oleh Donny Syofyan

P

Dosen Sastra Inggris FIB Unand

ARA dosen khususnya maupun kaum intelektual Indonesia secara umum seringkali dikritik karena lemahnya kemampuan menulis. Dalam percakapan penulis dengan seorang penulis terkenal di tanah air beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa hampir 50% dosen atau staf pengajar suatu perguruan tinggi tidak pernah menulis atau menerbitkan buku teks atau artikel dalam Bahasa Indonesia, apalagi dalam Bahasa Inggris. Sungguhpun statistik tersebut sudah tidak baru lagi, situasi hari ini masih tetap sama. Bahkan boleh jadi jauh lebih parah mengingat makin bertambahnya jumlah fakultas di pelbagai perguruan tinggi, sementara tradisi kepenulisan para staf pengajarnya tidak mengalami perubahan secara signifikan. Riset membuktikan bahwa kebanyakan staf pengajar lebih mengalokasikan waktunya pada aktivitas dan pekerjaan rutin yang tidak membawa pada kreativitas intelektual. Kegiatan-kegiatan semisal membaca, mengajar dan membimbing mahasiswa tidak serta merta menggiring kepada produktivitas dan kreativitas intelektual. Betul bahwa aktivitas tersebut fungsional untuk mempertahankan raga, kekayaan, status dan kehidupan sosial secara umum. Namun, sekali lagi, aktivitas akademik yang berkelanjutan itu tidak berkelindan dengan proses penciptaan produktivitas dan kreativitas intelektual. Ambilah sebuah tesis

master atau disertasi doktor dan perhatikan bagian bibliography. Dapat dipastikan bahwa sebagian besar referensi utama ditulis oleh “orang asing” dalam Bahasa Inggris. Karenanya, boleh saja Anda menarik benang merah bahwa kebanyakan dosen, bahkan dari perguruan tinggi ternama di Indonesia sekalipun, tidak menulis. Pada poin ini, ada sebuah etos kepenulisan yang sangat kesohor di Amerika Serikat, “All profesors are the same until one of them writes a textbook” (Semua profesor sama saja hingga salah seorang dari mereka menulis buku teks). Sebagai profesor, mereka harus “publish or perish” (menerbitkan [karya tulis] atau mati). Banyak faktor yang menyebabkan fenomena ini terus saja berlangsung di kalangan kaum intelektual kita. Di Indonesia, menulis buku teks bukanlah pekerjaan yang mendatangkan keuntungan besar. Keuntungan malah lebih banyak dinikmati oleh penerbit atau toko buku, bukan oleh penulis. Tidak heran, banyak penulis potensial enggan menulis dan melemparkan kesalahan kepada penerbit lantaran ‘mengeruk’ sebagian besar uang dari penjualan buku. Di sisi lain, penerbit kemudian mengambinghitamkan rendahnya minat baca masyarakat yang secara langsung mempengaruhi pemasaran buku-buku teks. Banyak pihak menduga bahwa minta baca yang rendah ini mencerminkan kegagalan sistem pendidikan nasional yang berlangsung sekarang ini. Pendapat ini terus bergulir dalam suatu lingkaran setan. Sebuah teori

mengatakan bahwa kaum intelektual tidak tahu bagaimana menulis karena guru atau dosen gagal membekali mereka dengan kemampuan menulis. Argumen atau counter argumen tersebut hanyalah retorika guna mengeyampingkan kritikan yang ditujukan kepada intelektual kita secara umum atau para dosen kita khususnya. Teori lain menyatakan bahwa intelektual yang tidak menulis sama saja tidak kompeten. Sebagai penutur asli Bahasa Indonesia, mereka mampu berbicara dan membaca Bahasa Indonesia. Sebagai intelektual, mereka seyogianya mesti memiliki kompetensi, pengetahuan dan kecakapan agar tetap bertahan dan menjalankan fungsi sosialnya. Namun demikian, menjadi penutur asli Bahasa Indonesia dan punya gelar sarjana tidak otomatis menjadikan dan membuat karya-karya tulis mereka bisa dipublikasikan. Sepanjang menyangkut kompetensi bahasa, kebanyakan intelektual Indonesia telah memiliki kemampuan riseptif (receptive skill) kemampuan mendengar dan membaca namun hanya sedikit di antara mereka yang mengembangkan kemampuan produktif (productive skill) kemampuan berbicara dan menulis. Apa arti semua ini? Bisa dikatakan bahwa sistem pendidikan nasional hari ini gagal menyajikan kemampuan menulis kepada para peserta didik. Perguruan tinggi nyaris tidak berbuat apa-apa mengatasi masalah ini. Sebagian besar tamatan perguruan tinggi tidak dilengkapi dengan kecakapan menulis. Karenanya, sudah waktunya menguji

kembali praktik pelajaran menulis baik di sekolah maupun di perguruan tinggi. Kemampuan menulis tidak bisa dibentuk hanya dalam semalam. Butuh waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan suatu pelajaran atau mata kuliah dengan disain yang baik dan persiapan yang serius yang melibatkan para pengajar atau instruktur jauh sebelum suatu generasi intelektual dilahirkan. Berdasarkan penelitiannya terhadap bermacam karya tulis para mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Amerika Serikat, Krashen (1984) mengungkapkan penulis terlatih adalah mereka yang (1) melakukan latihan menulis eksposisi di bangku sekolah, (2) dituntut untuk banyak menulis di sekolah, (3) memiliki kesenangan membaca di waktu muda, (4) lebih banyak membaca surat kabar, dan (5) memiliki lebih banyak buku dan surat kabar di rumah. Hasil penelitian ini menyiratkan bahwa pengajaran kemampuan menulis pada level perguruan tinggi mengasumsikan kemajuan mata pelajaran menulis pada tingkatan sekolah menengah yang secara tidak langsung juga mencerminkan perkembangan mata pelajaran menulis pada tingkatan sekolah dasar. Temuan ini juga menunjukkan bahwa ketersediaan bahan bacaan semisal buku teks, surat kabar, majalah, dan pelbagai karya tulis lainnya maupun kebiasaan sering membaca memiliki korelasi signifikan dengan kemampuan menulis. Menjadi pertanyaan besar; apa dan bagaimana

upaya yang mesti dilakukan guna mentransformasikan tamatan perguruan tinggi menjadi intelektual yang berkemampuan menulis? Pada hemat saya, guna memfasilitasi pembelajaran, menulis di perguruan tinggi perlu diajarkan dalam konteks pengalaman individu, yakni mata kuliah mahasiswa. Dengan ini, menulis menyuguhkan konteks yang menghargai pemikiran kritis dan mendalam terhadap bidang studi mereka, yang sebetulnya sangat instrumental bagi masa depan profesi dan spesialisasi mahasiswa. Sebagai konsekuensinya, jurusanjurusan non-bahasa meyakini menulis sebagai alat pembelajaran dan bukan sebagai mata kuliah untuk Bahasa Indonesia atau jurusan bahasa semata. Tak kalah pentingnya bahwa mata kuliah menulis mesti diajarkan oleh dosen atau instruktur yang penulis. Fakta menunjukkan bahwa kebanyakan mata kuliah menulis dalam Bahasa Indonesia atau jurusanjurusan pendidikan atau sastra dan bahasa-bahasa asing diajarkan oleh dosen atau instruktur yang tidak menghasilkan karya tulis atau bukan penulis. Tidak heran, sebagian besar tamatan perguruan tinggi kita adalah mereka yang fasih berbicara tentang teori kepenulisan tapi seperti halnya dosen atau instruktur mereka tidak punya apapun untuk menunjukkan kemampuan menulisnya. Bagaimana mungkin Anda membiarkan seseorang yang tidak bisa berenang mengajarkan anak Anda untuk berenang?***

pernah bangun lagi, seolaholah dia berada dalam cengkeraman sang Raksasa Tidur. Rasyid belum meninggal karena dia masih dapat mengguman. Sekarang giliran Luka untuk membangunkan ayahnya sekaligus menyelamatkannya dari sosok makhluk maut yang sedikit demi sedikit menyerap kehidupan sang ayah. Luka, bocah duabelas tahun, akhirnya berpetualangan ke Dunia Dogeng dan mencuri Api Kehidupan. Luka tidak sendiri, dia ditemani dua hewan peliharaannya: Beruang dan Anjing. Luka merasa melihat sosok ayahnya tetapi ada sesuatu yang aneh dengan sosok itu. Belakangan dia sadar bahwa yang dilihatnya bukanlah Rasyid Khalifa tetapi makhluk seperti hantu yang menyebut dirinya Nobodaddy. Bersama Nobodaddy, Anjing serta Beruang, Luka harus bergegas mengambil Api kehidupan guna menyelamatkan ayahnya. Neil Gaiman, seorang novelis kenamaan asal Inggris mengatakan bahwa buku ini merupakan semacam jembatan antargenerasi yang luar biasa, ajaib dan ditulis dari kedalaman hati. Buku ini juga memberikan pengajaran moral bagi anak-anak dan orang dewasa tentunya. Kita memang harus berjuang untuk mempertahankan sesuatu yang sangat berarti dalam hidup ini, meskipun diperlukan

pengorbanan mahal. Ide dasar kisah ini memang sederhana, mengenai bagaimaan seorang anak berjuang demi sang ayah. Kisah yang diramu dengan apik dan runut peristiwa yang menarik. Hanya saja pembaca terutama anak-anak, apakah bisa memahami kisah yang ada, mengingat dalam buku ini banyak terdapat lokasi dengan nama yang cukup rumit serta banyaknya tokoh dengan nama-nama yang tak lazim. Semoga mereka dapat membedakan antara Nobodaddy, Insultana Soraya, Jaldibadal, El Tiempo, Insultana Otto, Respekto-Rat. Lalu ada nama-nama tempat seperti Sungai Waktu, Permukaan Masa Kini, Sniffelheim, Negeri Tanpa Masa Kanak dan sebagainya. Konon, Salman Rushdie menuliskan kisah ini untuk anak keduanya: Milan—yang berusia 13 tahun. Dia juga merupakan penulis produktif yang sejak 1988 kerap mendapat kecaman dari pemerintah Iran yang pada saat itu dipimpin oleh Ayatollah Komeini. Dia dituduh telah menghina Islam dalam bukunya The Satanic Verses. Dua tahun kemudian, Salman Rushdie menulis esai yang menyatakan bahwa dia masih beriman kepada Islam. Buku ini layak mendapat empat bintang. Direkomendasikan bagi penggemar cerita fantasi dan petualangan.***

RESENSI BUKU

Bertualang di Api Kehidupan Oleh Delvi Yandra

Judul Penulis Penerjemah Penyunting Penerbit Cetakan

: : : : : :

Luka dan Api Kehidupan Salman Rushdie Yuliani Liputo Adi Toha PT Serambi Ilmu Semesta I, September 2011

Pada suatu masa, di kota Kahani, di negeri Alifbay, ada seorang anak lelaki bernama

Luka yang memiliki dua hewan piaraan... (hal. 9) Seperti laiknya dongeng,

pada permulaan novel “Luka dan Api Kehidupan” ceritanya kerap dimulai dengan ‘pada suatu hari’, ‘pada suatu ketika’ atau ‘pada suatu masa’. Tetapi esensi dari novel ini bagi Salman Rushdie lebih dari sekedar perayaan terhadap dongeng. Dia sungguh piawai meracik peristiwa beserta unsur-unsur fantasi, mitologi, permainan kata dan simbolisme ke dalam rajutan kisah yang menarik, cerdas, seru dan jenaka. Salman Rushdie berusaha membangun sebuah dongeng ajaib untuk anak-anak yang gemar bermain video game— termasuk permainan kata misalnya untuk penamaan hewan. Pada permulaan cerita ini juga, dikisahkan terdapat seorang anak lelaki bernama Luka yang memiliki dua hewan peliharaan yaitu anjing dan beruang yang dapat berbicara. Uniknya, anjing tersebut diberi nama Beruang dan beruang diberi nama Anjing. Awalnya, Luka tidak terbiasa dengan perilaku kedua hewannya yang mirip manusia. Namun demikian, Luka pun mafhum. Luka adalah adik Harun yang terbentang ceritanya dalam “Harun dan Samudra Dongeng”. Luka sang anak kidal merupakan anak kedua dari Rashid Khalifa sang raja dongeng dan Soraya. Suatu malam, Rasyid Khalifa sang pendongeng legendaris tertidur dan tidak

>> Editor : Esha Tegar Putra

>> Penata Halaman : Rahmi


24

MINGGU MINGGU,, 9 DESEMBER 2012 M/ 25 MUHARRAM 1434 H

RANA

Prosesi Tabuik Pariaman

SETIAP memasuki awal Muharam atau tahun baru Hijriyah, masyarakat Kota Pariaman menggelar perayaan Tabuik. Perayaan yang membuat dan membuang ke laut, berupa keranda yang dihiasi menyerupai buraq (sejenis burung yang membawa nabi Muhammad dalam perjalanan Isra’ Mikraj) Tabuik berlangsung dari tanggal 1-10 Muharam, untuk memperingati meninggalnya cucu nabi Muhammad yang bernama Husein pada tahun 61 Hijriyah, yang

bertepatan dengan 680 Masehi. Tabuik juga mempunyai sejumlah prosesi seperti, Mambuek “Daraga”, Maambiak Tanah, Manabang Batang Pisang, Maarak Saroban, Tabuik Naiak Pangkek dan Tabuik di Buabfg Kalauik. Saat ini Tabuik sudah menjadi wisata andalan bagi Kota Pariaman. (h/*)

Narasi dan Foto: RIVO SEPTI ANDRIES

>> Editor : Rivo Septi Andries >> Penata Halaman : Syahrizal


Haluan 09 Desember 2012