Page 1

SELASA, 8 OKTOBER 2013 M 3 DZULHIJJAH 1434 H

Harian Umum MEDIA GROUP

EDISI 8, TAHUN KE 65

IKLAN

0751 4488700

SIRKULASI

082388441221

REDAKSI

082390765000

Eceran Rp3.500/eks

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

(Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

www.haluanpadang.com

SUBUH ZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA

04.48 12.09 15.17 18.13 19.22

WIB WIB WIB WIB WIB

Segungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.

(QS Thaha Ayat 15) Sumber: www.pkpu.or.id

Petani gambir sedang melakukan pengolahan.

‘Mangampo’ Gambir Gaya Baru

G

AMBIR merupakan salah satu komoditas andalan Limapuluh Kota. Di Pangkalan, Kapur IX, Mungka, dan Nagari Maek sebahagian besar masyarakatnya hidup dari sektor pertanian gambir. Gambir tidak bisa hidup di sembarang tempat, hanya tempat-tempat tertentu yang bisa menjadikan gambir tumbuh dengan baik seperti di Kapur IX, Pangkalan, Maek, dan Mungka tersebut. Kalau melihat dari tempat tumbuhnya, gambir termasuk tanaman spesifik. Namun harga gambir masih berfluktuasi tinggi. Terkadang harga gambir cukup mahal, terkadang anjlok. Meskipun merupakan tanaman spesifik, nampaknya petani belum bisa menembus mata rantai perdagangan gambir. Sehingga harga gambir dikendalikan para tengkulak.

Jenazah Aidil Ditemukan PADANG, HALUAN — Penantian panjang Wismar, ayah Aidil Akbar Walsya (19), anggota MapalaUnand yang hanyut di Patamuan Batu Busuk, Sabtu (28/9) usai sudah. Putranya itu ditemukan di Banda Bakali belakang Bank Nagari cabang Siteba, Senin (7/10) sekitar

pukul 12.00 WIB, oleh seorang warga yang melintas di tempat itu. Aidil ditemukan tertelungkup tertimbun pasir bandar tersebut, dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Sugiono (56), warga yang menemukan jenazah Aidil bercerita, siang itu ia sedang berjalan menyusuri banda

HASWANDI

BEROPERASI DI SUMBAR-RIAU

Sindikat Pencuri 180 Mobil Diringkus SATU persatu anggota sindikat pencurian mobil antarprovinsi berhasil diringkus. Hingga kini, Polresta Bukittinggi bersama Polresta Padang Panjang serta dua Polsek di kawasan hukum Polresta Pekanbaru Riau sudah meringkus empat anggota komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beroperasi di kawasan Sumbar dan Riau,

Sekali Panen, Petani Sawit Rugi Rp1,2 Miliar

>> SEKALI PANEN hal 7

>> JENAZAH AIDIL hal 7

LEPAS — Upacara pelepasan 6 korban Tragedi Patamuan di Gedung Auditorium Unand, Senin (7/10). Insert; Suasana pemakaman Aidil. HOLY ADIB

>> ‘MANGAMPO’ hal 7

PADANG, HALUAN — Setiap kali panen, petani sawit di Pesisir Selatan mengalami kerugian sekitar Rp1,2 miliar. Besarnya nilai ini didapat ketika membandingkan harga sawit yang dibeli toke dengan harga ideal. Perhitungannya, harga sawit saat ini adalah Rp600 per kilogram. Sementara harga ideal Rp1.000 per kilogram. Jika selisih Rp400 dikalikan 30 ton didapat hasil Rp1,2 miliar. Mengatasi kerugian ini, Pessel membutuhkan tiga pabrik sawit. “Itu keuntungan yang hilang dari petani. Jika dibiarkan berlarut-larut seperti ini, kehidupan petani makin terhimpit oleh beban ekonomi,” kata anggota DPRD Sumbar Zulkifli Jailani Menurut Zulkifli, luas lahan yang dikelola rakyat perorangan maupun kelompok sekitar 10 ribu hektare. Sementara pabrik yang tersedia hanya satu unit di Pesisir Selatan. Ini menyebakan petani tidak punya pilihan lain untuk menjual hasil panennya. Kalaupun dicari pabrik lain, jarak yang jauh membuat harga kembali ditekan ke level bawah. ”Pemerintah daerah perlu serius menyikapi persoalan ini. Petani kita selalu menjadi korban, padahal mereka harus mengeluarkan ongkos besar untuk biaya perawatan,” ujar Zulkifli Jailani.

bakali untuk mencari ikan. Ketika sedang mencari tempat yang tepat untuk memasang jala, ia melihat sesosok mayat

HASWANDI

Tersangka CN digiring menuju ruang tahanan di Mapolresta Bukittinggi, Senin (7/10). Tersangka CN merupakan salah seorang anggota sindikat curanmor antarprovinsi, yang telah mencuri 180 unit mobil di kawasan Sumbar dan Riau.

BUKITTINGGI, HALUAN — Tiga orang lagi tersangka pencurian mobil yang beroperasi di Sumbar dan Riau berhasil diringkus. Dari pengakuan para tersangka, mereka telah mencuri 180

unit mobil di kawasan kedua daerah bertenagga itu. Kapolresta Bukittinggi AKBP Amirjan menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal ditangkapnya tersangka berinisal IB oleh

Polsek Baso, yang masih di kawasan hukum Polresta Bukittinggi pada Agustus 2013 lalu. Dari hasil pengembangan penangkapan itu, ternyata tersangka IB merupakan sindikat curanmor antarprovinsi. Tujuh Polres di Sumbar kemudian melakukan pelacakan barang bukti (bb), karena menurut pengakuan tersangka IB, hasil curian tersebut disebar ke beberapa daerah di Sumbar, baik berupa mobil yang masih utuh, maupun komponen mobil yang

>> SINDIKAT PENCURI hal 7

Sengketa Pilkada Jangan RAZIA TAMBANG EMAS LIAR Pelaku Kabur Sebelum Petugas Datang Dikembalikan ke MA JAKARTA, HALUAN — Pakar hukum tata negara Refly Harun tidak setuju jika sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada) dikembalikan ke Mahkamah Agung (MA) pasca tertangkap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap Pilkada Gunung Mas Kalimantan Tengah dan Lebak Banten. “Saat ini momentum terbaik untuk memperbaiki MK, tapi bukan dengan mengembalikan sengketa Pilkada ke MA. Kita tahu di MA pasti akan lebih buruk nasibnya. Karena Pilkada itu masih dalam paradigma pemilu mengingat kepala daerah dipilih langsung, kecuali dipilih oleh DPRD,” kata Refly Harun dalam diskusi ‘Runtuhnya Benteng Keadilan MK’,” di MPR, Senin (7/10).

SOLOK, HALUAN — Tim gabungan Ditkrimsus Polda Sumbar dan Polres Solok menggelar operasi penyergapan ke sebuah lokasi yang dicurigai sebagai objek penambangan emas liar (illegal mining) di wilayah Jorong Kipek Nagari Aia Luo Kecamatan Payung Sekaki Kabupaten Solok sepanjang Sabtu dan Minggu (4-5/10). Dalam operasi penyergapan yang melibatkan 40 puluhan anggota gabungan Ditkrimsus Polda Sumbar, Brimob dan petugas Polres Solok itu, petugas menemukan sebuah lokasi tambang

>> SENGKETA hal 7

>> PELAKU KABUR hal 7

Kapolres Solok AKBP Tommy Bambang Irawan (kanan) dan Kasat Intel AKP Irwan Zani serta anggota tengah menghancurkan alat penambangan emas liar terbuat dari kayu di tepian anak sungai Batang Palangki Jorong Kipek Nagari Aia Luo Kecamatan Payung Sekaki dalam operasi tim gabungan Sabtu (4/10). RISWAN JAYA

LAOS KEHILANGAN TIGA PILAR

Optimis, Timnas U-19 Mohon Doa JAKARTA, HALUAN — Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, menyatakan pasukannya dalam kondisi prima menjelang laga pertama melawan Laos. Optimisme tetap terjaga, Indra juga minta dukungan doa masyarakat Indonesia. Usai menjuarai Piala AFF U-19, perjuangan Evan Dimas dkk. akan berlanjut di Kualifikasi Piala Asia U19. Tergabung di Grup G, Indonesia berbagi tempat dengan Laos, Filipina, Guam, dan Korea Selatan. Laga pertama yang akan dihadapi Indonesia adalah

LIPUTAN UTAMA HAL. 2 I SUMBAR HAL. 4 I OLAHRAGA HAL. 17 I BERITA PADANG HAL. 9 I EKONOMI BISNIS HAL. 15 I PENDIDIKAN HAL. 24 >> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

menghadapi Laos. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Selasa (8/10/ 2013), pukul 19.30 WIB. “Anak-anak secara psikis makin percaya diri. Kondisi fisik semua baik. Kami harus yakin bisa memberikan yang terbaik. Dari pengalaman tujuh kali pertandingan Piala AFF kemarin, tentunya membuat mereka semakin matang,” ujar coach Indra usai memimpin sesi latihan di Stadion Utama Gelora

>> OPTIMIS hal 7 HARI INI TERBIT

24 HALAMAN

>> Penata Halaman : David Fernanda


2

SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

MULAI 19 OKTOBER

Pa d a n g - S o l o k Buka Tutup PADANG, HALUAN — Mulai 19 Oktober hingga 26 November mendatang, sistem buka tutup untuk jalan Padang-Solok kembali diberlakukan. Karena pihak Balai Jalan Nasional masih melakukan proyek pelebaran dan peningkatan jalan tahap III ini. Harapannya proyek jalan ini bisa tuntas pada minggu pertama Desember 2013 mendatang. Dikatakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 12 Wilayah Solok dan sekitarnya, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Na-sional II, Opukenigara, buka tutup jalan ini diberlakukan sepanjang 772 meter di sepanjang jalan Indarung sampai Simpang Bukit Karang Putih. “Berdasarkan simulasi yang sudah kita lakukan pada 3 Oktober lalu, buka tutup jalan ini akan membutuhkan waktu selama 30 menit. Dimulai dari pos traffic bawah yang melepas 140 kendaraan dengan waktu 30 menit. Kemudian pos traffic atas melepas 132 kendaraan dengan waktu 12 menit,” jelasnya, Senin (7/10) sewaktu rapat kerja bersama Komisi III DPRD Sumbar. Dikatakan Opukenigara, berdasarkan simulasi tersebut laju kendaraan menuju arah Karang Putih terlihat lancar dan terkendali. Diharapkan ketika sistem buka tutup diberlakukan, aparat kepolisian bisa ikut mengawasi sehingga tidak ada sopir yang memotong antrean. Sementara Era Oktaviandy, Kasi Pengendalian Operasi pada Bidang Teknik Sarana Keselamatan Angkutan Darat (TSKAD) yang mewakili Kepala Dinas Perhubungan Kominfo Sumatera Barat mengingatkan dengan adanya pasar tumpah dua kali seminggu di kawasan ini, harus diantisipasi sejak awal. Ia meminta ada kedisiplinan sopir truk yang sering memotong antrean kendaraan saat mengantre. “Truk seperti inilah yang seringkali mengganggu sistem buka tutup jalan,” terang Era. Ketua Komisi III DPRD Sumbar, Yulman Hadi, mengharapkan pengerjaan jalan ini bisa dipercepat. Karena, dari pengalaman pengerjaan jalan beberapa waktu lalu, kontraktor dinilai lambat dalam melaksanakan pengerjaan. Hal ini disebabkan sedikitnya pekerja dan sedikitnya alat yang digunakan. “Kami melihat jumlah pekerja yang berada di lapangan terlihat sedikit. Jumlah peralatan yang digunakan pun masih kurang. Parahnya lagi, ketika sistem buka tutup diberlakukan, malah tidak ada pekerja yang terlihat di lapangan,” jelas Yulman. Hal ini diamini oleh anggota Komisi III lainnya. Dikatakan anggota Komisi III DPRD Sumbar, Bachtul, dirinya juga melihat ada pekerja yang lebih awal menyelesaikan pekerjaan. Mereka ini, kata Bachtul, sudah pulang pukul 17.00 WIB. Sementara, jika melihat pekerja proyek lainnya masih ada yang bekerja sampai larut malam. (h/eni)

Ketua Demokrat Agam Dilaporkan ke Polisi PADANG, HALUAN — Diduga memalsukan tanda tangan laporan keuangan Partai Demokrat tahun 2012, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Agam Marga Indra Putra dilaporkan ke Mapolda Sumbar, Senin (7/10) kemarin. Pelapor adalah Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Agam Nazratul Hasnah.

EKSEKUSI LAHAN — Petugas kepolisian mengawasi pekerja yang sedang memasang papan pemberitahuan di lahan eksekusi seluas 1.500 meter persegi di Jalan Dipenogoro, Padang, Senin (7/10). RIVO SEPTI ANDRIES

Lahan Debitur BNI Dieksekusi PADANG, HALUAN — Sejak ditetapkan eksekusi tanah seluas 1.500 meter persegi di kawasan Jalan Diponegoro, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, pada bulan Mei 2013 lalu, eksekusi tersebut baru terlaksana, Senin (7/10). Lokasi tanah yang dieksekusi berada di depan pelataran parkir Hotel Dipo dan pihak pemenang lelang adalah Zainal Abidin Nur. Lelang dilaksanakan oleh PT. BNI Tbk, pada bulan September 2011. Eksekusi tersebut dihadiri oleh tim juru sita dari Pengadilan Negeri (PN) Padang bersama kuasa hukum pemenang lelang yakni Mega Yulistia didampingi ratusan personel Polresta Padang. Petugas PN Padang melakukan pemagaran di lokasi lahan eksekusi seluas 1.500 meter persegi. Selain itu, karena masih ada bangunan di areal lahan tersebut, maka pemenang lelang memberikan batas waktu kepada pemilik bangunan untuk mengosongkan lokasi tersebut.

“Baru hari ini kita melakukan pemagaran di areal lahan tersebut. Sebab, sebelumnya ada perlawanan dari pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan lama yaitu Oemar Iskandar, ketika pemohon dari BNI melakukan pelelangan atas tanah ini. Kemudian klien saya atas nama Zainal memenangkan lelang tersebut. Akan tetapi klien saya tidak mengetahui kalau di atas tanah ini ternyata disewakan Oemar ke pihak ketiga,” jelas Mega kepada Haluan, Senin (7/10). Dikatakan Mega, bahwasanya dari luas tanah tersebut terdapat dua objek perkara. Dan di dua objek tanah ini ternyata dipakai oleh pihak ketiga tanpa sepengatahuan pemenang lelang. Untuk menghormati pemindahan barang milik pihak ketiga, maka diberi tenggang waktu seminggu lamannya atau hingga akhir bulan ini. “Kita telah memberikan toleransi kepada mereka. Dan jika dalam jangka waktu yang telah ditetapkan pengosongan tidak dilakukan, maka kita akan

lakukan secara pemaksaan,” jelasnya. Sementara itu, kuasa hukum dari Oemar Iskandar yaitu Yunizal Chaniago mengatakan, secara hukum pihaknya telah melakukan kasasi, dan hingga saat ini masih bergulir. Sebab pengeksekusian yang terjadi hari ini belum jelas. Dengan demikian akan dilakukan upaya-upaya penetapan atas tanah tersebut. “Tidak adanya hirar atas penetapan pengesekusian, serta salinan bahwa pemenang lelang memenangkan objek tersebut di pengadilan negeri. Kami masih berpikir langkah hukum yang dilakukan, sementara berkas eksekusi belum dipelajari. Selain itu, kami sudah mengajukan kasasi untuk perdatanya, dan kasus ini masih dalam proses,” jelas Yunizal. Sebuah papan pengumuman yang berisikan pelarangan, dan izin masuk dalam objek perkara berhasil didirikan, plang pemohon eksekusi dengan nomor 16/EKS/ ONT/2011/PN. Padang, pasal 227 Jo 551 KUHP. (h/nas)

Laporan itu diterima langsung oleh KA SPKT Polda Sumbar AKP Perial. Nazratul Hasnah merasa dirugikan, makanya dia melaporkan kejadian itu dengan harapan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Marga Indra Putra yang juga Ketua DPRD Kabupaten Agam dilaporkan dalam kasus dugaan pemalsuan tandatangan laporan bantuan keuangan Partai Demokrat, dari Pemkab Agam pada tahun anggaran 2012, sebanyak Rp 169.208.313. Menurut Nazratul, dia tidak menerima tanda tangannya dipalsukan di dalam laporan keuangan itu. Sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Agam, Marga Indra Putra harus mempertanggung jawabkannya di depan hukum. Dijelaskannya, peristiwa dugaan pemalsuan tanda tangan ini baru dia ketahui, Sabtu (5/10) lalu. Saat itu, dia melihat laporan pertanggungjawaban keuangan Partai Demokrat Kabupaten Agam tahun 2012 yang ditujukan kepada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, perwakilan Padang tanggal 17 Juni 2013 lalu. Dikatakannya, dalam laporan pertanggung jawaban bantuan keuangan partai politik tahun anggaran 2012 tersebut tercatat ditandatangani oleh dua orang, yakni Ketua Partai Demokrat Kabupaten Agam, dan sekretaris. “Sementara saya sendiri tidak pernah menandatangani laporan keuangan Partai Demokrat itu,” kata

Nazratul. Pemalsuan tanda tangan tersebut tanpa sepengetahuannya. “Atas dasar itulah, saya melaporkan kasus ini ke Polda Sumbar agar hukum ditegakkan dengan seadiladilnya,” harapnya kepada Haluan , Senin (7/ 10). Menurutnya, laporan ini merupakan bentuk upaya keseriusan dari Partai Demokrat untuk kadernya. Bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran, harus diproses secara hukum agar tidak berdampak buruk pada Partai Demokrat. Sementara itu, Marga Indra Putra saat dihubungi melalui telepon selulernya membantah telah melakukan pemalsuan tanda tangan Sekretaris Demokrat Kabupaten Agam. Dia menilai pelapor itu mengadaada. “Mana mungkin saya memalsukan tanda tangan sekretaris saya, dan untuk apa?” ujarnya. Meski demikian, karena telapor telah membawa namanya hingga ke ranah kepolisian, maka dia mengaku siap untuk memberikan keterangan kepada penyidik terkait laporan dari sekretarisnya itu, jika dirinya dipanggil untuk memberikan keterangan. Ka SPKT Polda Sumbar AKP Perial menyebutkan, memang korban telah melaporkan mengenai pemalsuan tanda tangan yang diduga dilakukan oleh Ketua DPC Demokrat Kabupaten Agam. Untuk selanjutnya, laporan tersebut akan dilanjutkan ke bagian Reskrim (h/nas)

MOHAMMAD ICHLAS EL QUDSI

Atasi Kemiskinan Nelayan PADANG, HALUAN — Berada di kawasan pesisir pantai yang kaya dengan potensi laut, belum mampu membuat masyarakat nelayan di Kota Padang sejahtera. Hingga saat ini, nelayan masih saja identik dengan kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi. Sejumlah kendala, seperti permodalan, sarana alat tangkap serta pengetahuan yang minim masih menghadang nasib para pelaut tersebut. Menurut Calon Walikota Padang Mohammad Ichlas El Qudsi (Michel), persoalan kemiskinan nelayan terjadi di hampir semua daerah di Indonesia. Dia memaparkan sejumlah pokok masalah terkait kemiskinan masyarakat nelayan. Di antaranya, kondisi alam yang tidak menentu, sehingga nelayan diliputi ketidakpastian dalam menjalankan usahanya. Kemudian, tingkat pendidikan nelayan yang relatif masih rendah. Hal ini menyebabkan nelayan tidak mampu menguasai teknologi modern yang berimbas pada produktivitas hasil tangkapan yang rendah. “Rendahnya pendapatan rumah tangga nelayan, tentu berdampak pada sulitnya peningkatan skala usaha dan perbaikan kualitas hidup. Selain itu, pola kehidupan nelayan yang masih relatif konsumtif. Di mana pada saat penghasilan banyak, tidak ditabung untuk persiapan paceklik. Belum lagi masalah pemasaran hasil tangkapan. Tengkulak masih merajalela dengan harga di bawah pasar,” ujar alumni Unand itu di Padang kemarin. Program pemerintah,

katanya, juga masih cenderung belum memihak kepada nelayan. Misalnya, kebijakan dan aplikasi pembangunan kawasan pesisir dan masyarakat nelayan belum terintegrasi. Di Kota Padang sendiri, hal itu bisa terlihat dengan banyaknya pembangunan gedung baru di kawasan pesisir yang tentu saja tidak berkorelasi dengan kehidupan nelayan. Dikatakan, jumlah nelayan di Kota Padang mencapai 6.800 orang yang tergabung dalam 64 kelompok nelayan. Organisasi yang mewadahi nelayan juga cukup banyak. Sayangnya, belum terlihat ada organisasi nelayan yang memiliki program untuk kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan. Untuk itu, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan untuk peningkatan skill dan pemberdayaan secara berkelanjutan terhadap rumah tangga nelayan. Pasalnya, kelemahan utama nelayan pada pemanfaatan teknologi. “Nelayan perlu diedukasi untuk mampu memahami sistem teknologi misalnya satelit dan GPS. Selain itu, dalam peningkatan kualitas produk dari ikan,” ujar alumni HMI ini. Hal ini, tentu butuh dukungan dari pengusaha atau pihak akademik mengenai bagaimana memanfaatkan teknologi pengawetan dan pengemasan, sehingga harga tidak jatuh. Michel mengatakan, dukungan akan peningkatan pendidikan juga tidak semata-mata untuk nelayan sebagai kepala keluarga, tapi juga konteks keluarga. Keterbatasan keluarga

CALON Walikota Padang Mohammad Ichlas El Qudsi ketika mengunjungi rumah nelayan di Padang.

nelayan dalam mendapatkan akses pendidikan harus dicarikan solusinya. Pemerintah harus memprioritaskan hal ini dengan membangun fasilitas pendidikan dengan pemukinan nelayan, serta membangun sarana jalan. “Nelayan juga harus memiliki alternatif mata pencarian lain. Hal ini untuk mengantisipasi kondisi paceklik pada kondisi cuaca buruk. Hal ini bisa dilakukan dengan memberdayakan para istri nelayan dengan memberikan pelatihan dan keterampilan,” ujar pria yang berpasangan dengan anggota DPRD Padang Januardi Sumka dalam Pilkada Padang 2013 ini. Sebab, nelayan tak hanya menjual ikan hasil tangkapan. Namun, punya kemampuan untuk membuat produk-produk turunan sebagai sumber pedapatan. Menurut dia, banyak keluarga nelayan yang belum memanfaatkan waktunya untuk meningkatkan >> Editor : Syamsu Rizal

pendapatan. Kondisi ini, bisa saja karena keterbatasan pengalaman dan keterampilan yang dimiliki. Justru itu, mesti ada perubahan cara pandang dalam peningkatan ekonomi nelayan, melalui pemberdayaan terhadap para istri nelayan dengan memberi kemampuan bagaimana membuat produk turunan dari bahan bersumber ikan. Ketika harga ikan anjlok, nelayan tidak perlu risau karena keluarganya sudah punya kemampuan untuk menghasil produk yang bisa mendatangkan pendapatan rumah tangganya. Berkaitan dengan diversifikasi pekerjaan, pemerintah harus mampu mencarikan potensi baik kewilayahan maupun keterampilan masyarakat nelayan. Melalui upaya pengembangkan pariwisata setempat, pengolahan hasil tangkapan laut menjadi makanan khas, hingga upaya budidaya ikan. (rel) >> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

Benny Utama Buka MTQ ke-41 LB SIKAPING, HALUAN — Bupati Pasaman H. Benny Utama,SH.MM mengatakan, bahwa melalui pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) hendaknya dapat membuat umat Islam semakin cinta kepada Alqu’an, dan dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan. Hal tersebut disampaikannya saat membuka acara MTQ ke 41 tingkat Kabupaten Pasaman di Gelora Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping, Senin (7/10). Disebutkan juga MTQ tersebut merupakan momentum dalam memupuk rasa persatuan dan kesatuan sekaligus sebagai salah satu wujud ibadah kita dalam menyiarkan Kalam Ilahi di Ranah Pasaman. Pelaksanaan MTQ tersebut masih dalam rangkaian menyambut HUT Kabupaten Pasaman yang ke 68. Acara Pembukaan MTQ tersebut juga dihadiri Kanwil Departemen Agama Provinsi Sumbar, Unsur Muspida, SKPD di lingkungan Pemkab Pasaman, serta undangan lainnya. Selain itu turut diramaikan oleh para pengunjung yang datang untuk menyaksikan acara tersebut. Pada MTQ ke 41 tingkat Kabupaten Pasaman ini diikuti sebanyak 12 Kecamatan dengan tuan rumah Kecamatan Lubuksikaping yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 7-9 Oktober 2013. Pada MTQ kali ini memperlombakan sembilan cabang. Diantaranya Tilawah, Tartil, Khutbah Jum’at, Tilawah Syarhil qur’an, Lomba baca Kitab Kuning/ standar, Kaligrafi, Tilawah TK,Bintang Qasidah,dan cerdas cermat. Lebih lanjut bupati mengharapkan kepada seluruh dewan juri untuk memberikan penilaian secara adil dan jujur. “Nilailah para peserta se adil-adilnya, agar para peserta nantinya puas dengan keputusan yang diambil oleh dewan juri,” pinta Bupati. Kepada peserta bupati berharap untuk dapat menampilkan kemampuan yang ada dalam diri mereka masing-masing, karena para peserta merupakan wakil dari kecamatan masing masing yang di percaya untuk dapat memberikan yang terbaik bagi Kecamatan dan sekaligus mengharumkan nama kecamatan yang dibawanya. Dikatakannya, dengan penyelenggaraan MTQ kali ini, diharapkan dapat menjaring Qori-Qoriah Kabupaten Pasaman yang baik guna dipersiapkan menuju MTQ tingkat Provinsi Sumbar yang bakal diadakan di Kabupaten Pasaman Barat pada tanggal 24 November hingga 1 Desember 2013 mendatang.(h/wel)

3

Pembunuh Danru Pol PP Mentawai Dituntut 8 Tahun Pemko Jamin Harga Komoditas Pertanian

VONIS — Terdakwa pembunuh Danru Pol PP Mentawai, Hendrizal divonis 8 tahun penjara.

PADANG, HALUAN — Terbukti melakukan penganiayaan berat hingga mengakibatkan kematian, terdakwa Hendrizal, 35 yang terjerat kasus pembunuhan Komandan Regu (Danru) Satpol PP Kabupaten Mentawai. Annes Martinus Samangilalai, akhirnya dituntut selama 8 tahun penjara. Tuntutan ini diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jarot Faisal dan Melya Trisna dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Padang, Senin (7/10). “Terdakwa terbukti bersalah melakukan penganiayaan berat hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Hal ini terungkap dari keterangan saksi dan diakui terdakwa selama persidangan,” kata JPU Jarot. Menurut JPU hal memberatkan terdakwa karena perbuatan terdakwa mengakibatkan luka yang mendalam bagi keluarga korban yang ditinggal-

kan. Sementara hal yang meringankan karena terdakwa mengakui perbuatannya. Mendengar tuntutan tersebut, terdakwa yang didampingi Penasihat Hukumnya (PH), Desmon Ramadhan langsung menyampaikan nota pembelaan atau pleidooi secara lisan. PH terdakwa meminta agar majelis hakim yang dipimpin Asmar beranggotakan hakim Astriwati dan Syafrizal memberikan putusan yang cukup ringan bagi terdakwa. “Mengingat pengakuan terdakwa akan perbuatannya, kami meminta agar majelis hakim memberikan keringanan hukuman bagi terdakwa,” kata Desmon. Lebih lanjut dalam nota tuntutan JPU dijelaskan, penganiayaan berujung maut yang dilakukan terdakwa terjadi pada 16 Juni lalu. Sebelum kejadian terdakwa mendapat telepon dari Zul salah seorang rekannya yang mengatakan, mainan odong-odong milik terdakwa dibongkar oleh tim Sat Pol PP Mentawai, yang diketuai korban. “Ketika terdakwa Hendrizal datang ke lokasi pada pukul 21.00 WIB, ia mendapati usaha odong-odong tersebut sudah dibongkar Sat Pol PP. Selain

HELDI

itu terdakwa juga melihat sang istri Yeni Darmawan tangah cek-cok dengan korban,” kata JPU. Tak terima hal tersebut, terdakwa yang sudah naik pitam langsung berkelahi dengan korban. Meski sudah dipisahkan oleh warga, terdakwa yang sudah tidak bisa membendung emosinya langsung memukulkan sebuah balok kayu yang berada di dekat lokasi kejadian. “Terdakwa memukul langsung kepala Annes di bagian kanan. Korban terhuyung-huyung dan mengeluarkan darah, Camat Sipora Utara, Ren Yani yang ada di lokasi langsung meminta tolong kepada warga untuk melarikan korban ke rumah sakit daerah,” kata JPU. Namun kondisi korban di RSUD Tuapeijat tersebut tidak berubah, sehingga pada 17 Juni 2013 pukul 07.00 WIB korban dirujuk ke Rumah Sakit Yos Sudarso Padang dengan naik speed boat. Ternyata nyawa korban tak dapat diselamatkan. Usai mendengar nota tuntutan dari JPU dan pembelaan dari PH terdakwa, majelis hakim mengundur sidang hingga Senin (28/10) depan dengan agenda putusan dari majelis hakim. (h/hel)

SAWAHLUNTO, HALUAN — Pemerintah Kota Sawahlunto akan mencadangkan anggaran, untuk menjamin kestabilan harga komoditi pertanian. Petani Sawahlunto tidak lagi perlu takut, jika harga komoditas pertanian anjlok secara tiba-tiba. Hal itu sebagai bentuk tanggung jawab Pemerintah Sawahlunto, dalam menjaga motivasi petani untuk terus termotivasi dan bersemangat dalam meningkatkan produksi pertanian. “Pemerintah Sawahlunto mencoba untuk menjamin kestabilan harga dari komoditas pertanian masyarakat,” ujar Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf, dalam apel awal pekan, Senin (7/10). Ali Yusuf mengharapkan, masyarakat agar terus bersemangat dalam mengembangkan pertanian yang ada. Jadikan pertanian sebagai peluang usaha, yang dapat mendukung perekonomian keluarga. Selama ini, lanjutnya, Pemerintah Sawahlunto telah memberikan berbagai bibit gratis dalam mendukung pengembangan sektor pertanian masyarakat. Sekarang, tiba saatnya bagi petani untuk memetik hasil produksi dari pertanian yang dilakukan. “Petani harus tetap bersemangat, pemerintah tidak akan lepas tangan jika sewaktu-waktu harga komoditas pertanian yang dikembangkan anjlok dan merugikan petani,” tambahnya. Pria kelahiran 11 Mei 1970 tersebut, sangat yakin sektor pertanian merupakan sektor yang sangat kuat dan bertahan dari berbagai badai krisis yang terjadi. Namun, terkadang ada pihakpihak yang mencoba memainkan harga, yang berujung pada kerugian bagi petani. Ali Yusuf juga berharap, program jaminan terhadap harga komoditas pertanian masyarakat, dapat didukung pihak DPRD Sawahlunto. Sebab, katanya, tanpa adanya dukungan dari dewan, program jaminan harga komoditas ini tidak akan dapat terwujud. Sebelumnya, Pemerintah Sawahlunto semenjak tahun 2004 lalu memotivasi masyarakat untuk mengembangkan sektor pertanian, dengan memberikan bibit komoditas secara gratis. Setidaknya tercatat 1,6 juta bibit kakao dan 1,5 juta bibit karet dibagikan Pemerintah Sawahlunto, untuk memproduktifkan kembali lahan pertanian masyarakat, semenjak sembilan tahun lalu. Kini, sebagian besar dari bibit tersebut sudah mengalirkan pemasukan bagi para petani Sawahlunto. (h/dil)

>> Editor : Heldi

>> Penata Halaman : Irvand


4

SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

10 TAHUN MENANTI Pria Paruh Baya Divonis 10 Tahun PARIAMAN, HALUAN — Terdakwa M. Yusuf (50) di vonis sepuluh tahun penjara oleh Majlis Hakim saat sidang di Pengadilan Negeri Pariaman Senin, (7/10). Terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Vonis ini jauh lebih ringan dari tuintutan JPU Budi Prihalda yakni 12,5 tahun. Sebagaimana diketahui dalam sidang sebelumnya, peristiwa pembunuhan ini terjadi Selasa (23/4) sekitar pukul 00.30 wib dini hari di Lubuak Ipuah, Kenagarian Kurai Taji, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman. Terdakwa M. Yusuf (50) tega menganiaya kakaknya sendiri Nurbaini (55) dengan sabit dan akibat dari perbuatannya Nurbaini (55) meninggal dunia. Terdakwa Pencabulan Divonis 8 Tahun Sementara itu, pada sidang lainnya di Pengadilan Negeri Pariaman Terdakwa Rifki Pratama Putra (19), juga dijatuhkan vonis oleh majelis hakim selama delapan tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsidair empat bulan kurungan. Oleh majelis hakim yang diketuai Jon Effredi, terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 81 ayat 2 Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Vonis ini jauh lebih ringan dari tuntutan JPU sebelumnya yang menuntut terdakwa dengan hukuman 10 tahun penjara. Peristiwa kasus asusila ini terjadi di Sungai Lawai Padang Kajai, Kenagarian Limau Puruik, pada tanggal 12 April 2013 sekitar pukul 13.00 wib, dengan korbannya Afril Lovina (17), saat itu korban di ajak ke rumah terdakwa, saat itulah terdakwa melakukan hubungan suami istri dengan korban. (h/cw-bus)

Pokdakan Tunas Karya Dapat Bantuan SIJUNJUNG, HALUAN — Kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Tunas Karya Jorong Timpeh V Nagari Kamang, Kecamatan Kamang Baru mendapat bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat. Bantuan berupa benih ikan lele, induk ikan mas dan pakan ikan merupakan apresiasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar kepada Pokdatan Tunas Karya yang sukses masuk nominasi lima besar nasional lomba kinerja kelembagaan kelompok pembudidaya ikan. “Bantuan yang diberikan Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi berupa benih ikan lele sebanyak 11.200 ekor, induk ikan mas 100 kg dan pakan 200 kg,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sijunjung, Yulizar didampingi Kepala Bidang Perikanan, Sutarto kepada Haluan diruang kerjanya, Senin, (7/10). Selain apresiasi, sambung Sutarto, bantuan itu juga sebagai bentuk dukungan Dinas Kelautan dan Perikanan kepada Pokdakan Tunas Karya Timpeh V untuk terus peningkatan produksi ikan lele dari tahun ke tahun. Tak hanya, Pokdakan Tunas Karya saja yang mendapatkan bantuan, tiga kelompok pembudidaya ikan lainnya, yakni (Pokdakan) Pambers Tanjung Gadang dan Pokdakan mina padi serta Aur Koto Nagari Tanjung Bonai Aur Selatan juga kebagian bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat. Pokdakan Pambers Tanjung Gadang mendapatkan bantuan berupa benih ikan lele, induk ikan mas, dan pakan ikan. Sementara itu, Pokdakan mina padi Aur Sakato dan Aur Koto Nagari Tanjung Bonai Aur Selatan menerima bantuan berupa, benih ikan dan pakan ikan.”Masing-masing Pokdakan mina padi menerima bantuan benih ikan mas 20 ribu dan pakan ikan 200 kg,” pungkasnya. (h/azn)

Relokasi Andam Dewi Masih Belum Terwujud PADANG, HALUAN—Anggaran sebesar Rp2,5 miliar yang akan digunakan untuk relokasi Panti Sosial Karya Wanita Andam Dewi Sukarami, Kabupaten Solok masih belum dimanfaatkan tahun ini. Anggaran yang sejatinya sudah masuk dalam APBD awal 2013, digunakan untuk pembiayaan kegiatan tahun jamak.

YUTIS WANDI

TETAP TINGGI — Meskipun harga sapi mengalami kenaikan jelang pelaksanaan hari Raya Qurban mendatang mengalami kenaikan, namun hal itu tidak mempengaruhi animo masyarakat untuk tetap membeli, hal ini terlihat pada pasar tenak Muara Panas Kec. Bukit Sundi Senin (08/10) kemarin.

HARGA HEWAN QURBAN NAIK

Animo Masyarakat Tetap Tinggi SOLOK, HALUAN — Menjelang hari raya Idul Adha 1434 H yang jatuh pada tanggal 15 Oktober 2013 mendatang, kebutuhan hewan qurban di Kabupaten Solok secara otomatis akan menjadi tinggi. Meskipun harga hewan kurban mengalami kenaikan hingga 30 persen dibandingkan sebelumnya animo warga untuk membeli hewan kurban di daerah itu cukup tinggi. “Kenaikan berkisar 30 persen,” ujar Nanden (45) seorang peternak dan pemasok sapi di Pasar ternak Muara Panas kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok Senin (08/10) menjawab Haluan. Nanden mengatakan, biasanya harga sapi paling murah berkisar Rp 6,5 juta per ekor. Namun kini harga paling murah mencapai Rp 8 - 9 juta per ekornya. Naiknya harga, ujar Nanden, belum berpengaruh pada penjualan sapi kurban. Sebab, animo warga untuk membeli sapi kurban masih tetap tinggi. Hal ini dibuktikan dengan pemesanan sapi kurban yang saat ini sudah

mencapai 50 persen dari jumlah persediaan di lapaknya. Untuk memenuhi tingginya permintaan pasar akan herwan Qurban tahun ini menurut Nanden, pihaknya terpaksa mendatangkan hewan qurban dari daerah luar Sumbar. “Umumnya lebih dari 50 persen sapi yang ada di pasar ternak ini didatangkan dari luar Sumbar diantaranya Aceh dan Medan” ujar pedagang yang berasal dari nagari Cupak kec. Gunung Talang ini. Sementara sisanya berasal dari peternakan yang ada di daerah itu. Lebih lanjut dia menjelaskan, kalau saja pedagang yang ada di daerah itu tidak mendatangkan sapi Qurban dari luar daerah Sumbar, kemungkinan permintaan pasar tidak akan terpenuhi. “ Ini sudah kebutuhan pasar, karena sapi lokal yang ada di daerah ini jumlahnya sangat terbatas, kalau kita hanya mengandalkan sapi lokal daerah ini permintaan pasar tidak akan terpenuhi”. Jelasnya. Dia menambahkan, pembeli

yang datang ke pasar ternak itu tak hanya berasal dari daerah Solok, tapi juga datang dari berbagai daerah di luar daerah itu seperti Solok Selatan, Padang, Batu Sangkar, Padang Panjang dan Sawah Lunto. “Pembelinya tak hanya datang dari Solok, tapi juga dari daerah lain di Sumbar ini,“ katanya. Terkait kenaikan harga ini, menurut Mursal Ramli salah seorang pembeli ternak di pasar itu, mengaku tidak begitu terpengaruh dengan kenaikan itu. “Walaupun harga naik, tetap harus dibeli karena kebutuhan,” jawabnya. Namun pihaknya mengaku tetap berupaya mencari hewan qurban yang relatif agak murah namun tetap sesuai standar hewan Qurban yang ditetapkan. Saat ini pihaknya harus mencari 15 ekor sapi untuk memenuhi permintaan jemaah mesjid di daerahnya “ dana iuran jemaah sudah terkumpul, kami selaku panitia harus menyediakan” ujar panitia Qurban di Mesjid Raya Koto Baru ini menyudahi. (h/cw-ndi)

Dodi Sukanto Terancam Pidana PADANG, HALUAN — Dodi Sukanto, (24) Warga Simpang Tui, Kelurahan Kuranji Kota Padang terpaksa harus duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Padang. Ia didakwa telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap korban Ito Safutra dan Alex Safitra, pada tanggal 16 Juni 2013 lalu. Dalam surat dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewi Elvisusanti di persidangan, terungkap bahwa penganiayaan yang dilakukan oleh terdakwa ini terjadi di

sekitar pasar Belimbing Padang pada tanggal 16 Juni 2013 lalu. Kejadian tersebut berawal hanya karena masalah sepele. Saat itu, kedua belah pihak baik terdakwa maupun korban samasama mengendarai sepeda motor mereka di jalan pasar Belimbing. Namun sesampai dilokasi kejadian, ternyata korban berusaha mendahului terdakwa dengan sepeda motor yang dikendarainya. “Saat itu memang korban sempat menggas motornya berkalikali hingga menyulut amarah terdakwa. Kemudian terdakwa

menghentikan laju kendaraan korban dan menyuruhnya turun dari motor yang mereka kendarai,” ucap JPU saat membacakan surat dakwaan dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Asmar dan beranggotakan Syafrizal dan Astriwati. Usai berhasil menghentikan kedaraan korban ini, kemudian terdakwa memukul korban hingga mengakibatkan luka robek sepanjang 7 cm. Perbuatan terdakwa diancam dengan pasal 351 ayat (1) KUHP. tentang penganiayaan. (h/hel)

Wajah Nenek Yuslidar Berlobang Membusuk DERITA berkepanjangan akibat penyakit kanker ganas yang menyerang bagian wajah nenek Yuslidar (75) warga Jorong Silungkang Nagari Sulit Air Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok itu, sepertinya tak akan pernah kunjung berhenti. SOLOK, HALUAN — Ironisnya akibat tak memiliki biaya operasi sebesar 20 juta di rumah sakit, membuat kanker ganas yang di derita nek Yuslidar sejak 2 tahun lalu itu, kian menjadi-jadi dan terus membusuk. Hingga akhirnya membuat seluruh bagian wajah muka nek Yuslidar rusak berlobang akibat terus membusuk, diiringi rasa gatal dan sakit yang luar biasa, yang harus ditanggung setiap hari selama 24 jam oleh nenek dari 7 orang cucu tersebut.

Salah seorang anak nek Yuslidar bernama Yulianita (39), mengatakan bahwa awalnya penyakit yang membuat wajah ibunda mereka tercinta membusuk lalu berlobang dibagian hidung dan kedua pelopak matanya itu, berawal dari sakit jerawat yang diiringi rasa gatal-gatal dibagian atas hidung dekat kedua pelupuk mata nek Yuslidar.. Lama kelamaan, kata Yulianita, rasa gatal-gatal seperti benjolan jerawat yang digaruk oleh nek Yuslidar yang tadinya kecil itu, lambat laun berubah menjadi koreng besar yang mengerikan. Hingga akhirnya kulitkulit wajah yang rusak dan terus membusuk itu, membuat raut wajah nek Yuslidar berlobang dan membuat ngeri keluarga atau tetangga dan orang lain yang melihatnya. Dengan kondisi wajah rusak berlobang dan membusuk itu, kini nek Yuslidar

yang tadinya tinggal dirumah kayunya disebuah pondok itu, sempat dibawa pihak keluarganya berobat ke salah satu rumah sakit di Kota Solok. Bahkan nek Yuslidar sempat dirawat selama 15 hari, dan disuruh memakai Kemo dan dianjurkan operasi untuk proses pengobatan wajahnya yang rusak berlobang membusuk itu. Namun apa boleh buat, akibat tak memiliki biaya sebesar Rp20 juta untuk operasi penyakit wajahnya itu, nek Yuslidar lalu dibawa pulang ke Sulit Air dan kini dirawat dirumah salah seorang keluarga menantunya di Jorong Silungkang itu. Gayung bersambut kata berjawab, melihat “parasaian” nek Yuslidar yang sedemikian rupa, membuat anggota DPRD Kabupaten Solok yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Hendri Dunan Dt Endah Bonsu langsung menyambangi nek Yusklidar yang malang itu. Bahkan Hendri Dunan

RISWAN JAYA

YUSLIDAR (75), warga Jorong Silungkang Sulit Air yang raut wajahnya berlobang membusuk digerogoti kanker ganas mengerang kesakitan menunggu uluran tangan bantuan para dermawan.

atas nama pribadi dan mewakili keluarga besar organisasi Sulit Air Sepakat (SAS) memberi bantuan spontanitas untuk nek Yuslidar 500 ribu untuk biaya pengobatan seperlunya. “ Tarimo kasih pak atas bantuanyo dan samoga ado mukjizat dari allah dan panyakik amak bisa sembuh kembali “ tutur Yulianita dalam logat minang. Kini setiap hari nenek tua yang bernasib malang

penderita kanker ganas dibagian wajah bernama Yuslidar itu, cuma bisa bermimpi penyakitnya bisa segera sembuh dan masih ada orang yang mau peduli dengan kondisi memprihatinkan yang menimpa dirinya mengarungi “parasaian” hidup diusianya yang renta dan merana itu. Adakah dermawan yang ingin memberi bantuan untuk nek Yuslidar? Semoga!” (h/ris)

Hal ini mengundang reaksi dari anggota DPRD Sumbar, Bachtul, sehingga terjadi voting terbuka dalam pengambilan keputusan pengesahan Ranperda APBD Perubahan 2013. “Anggaran untuk relokasi Andam Dewi ini sudah disetujui sejak tahun 2003 oleh Gubernur Sumbar Zainal Bakar. Sejak tahun 2007 hingga 2013, setiap tahunnya selalu dianggarkan oleh untuk relokasi panti ini. Namun tidak pernah terealisasi,” ujar Bachtul, Senin (7/10) sewaktu mengikuti rapat paripurna pengambilan keputusan ranperda APBD Perubahan 2013. Bachtul pun mengatakan relokasi Andam Dewi ini penting. Selain kondisi panti saat ini yang tidak layak, juga disebabkan lokasi panti yang berada di Kayu Aro, ibukota Kabupaten Solok. Keberadaan panti yang berada di Kayu Aro ini cukup menganggu karena bisa menganggu keadaan sekitar. “Panti ini merupakan pembinaan bagi wanitawanita bermasalah. Jika dipindahkan, lokasi panti masih berada di kawasan Kayu Aro dan perjalanan tidak akan menambah waktu. Kemudian kondisi panti akan menjadi lebih baik, ketika dibangun di lokasi baru. Sangat disa-

yangkan pembangunan untuk panti ini masih belum bisa terwujud setelah menunggu bertahun-tahun. Hal ini membuktikan gubernur tidak peka,” katanya. Bachtul pun menyayangkan relokasi ini belum bisa terwujud meskipun pembebasan lahan sekitar 5 Ha sudah dilakukan oleh Kabupaten Solok. Keberatan Bachtul inilah yang mengakibatkan pengambilan voting untuk APBD Perubahan 2013. Namun dalam voting terbuka ini, hanya Bachtul saja yang menolak pengesahan APBD Perubahan, sementara sisanya menyetujui pengesahan APBD Perubahan ini. APBD Perubahan 2013 ini disahkan dengan total APBD sekitar Rp3,459 triliun. Terjadi peningkatan pendapatan daerah sekitar Rp37 miliar. Sehingga pendapatan daerah yang awalnya sekitar Rp3,145 triliun menjadi Rp3,183 triliun. Dalam rapat paripurna ini, sejumlah fraksi juga menyoroti tentang BUMD yang masih bermasalah, yaitu PT ATS, Grafika, dan Dinamika Jaya. Arkadius dari Fraksi Demokrat menyarankan dilakukan audit berbasis kinerja yang dilakukan konsultan independen terhadap tiga BUMD bermasalah ini. (h/eni)

MENGINTIP MAKANAN JEMAAH HAJI

Dimasak Senin, Dimakan Kamis PADANG, HALUAN — Barangkali banyak yang tidak tahu, makanan yang dikonsumsi jemaah calon haji selama di penerbangan dari BIM ke Jeddah melalui dengan pesawat Garuda Indonesia dibuat di dapur SMKN 9 Padang. Dibuat di dapur khusus dengan cara yang tidak lazim. Disebut tidak lazim, karena dimasak Senin dimakan Kamis. Karena ketidaklaziman inilah, SMKN 9 Padang mendapat kesempatan untuk melayani jemaah calon haji melalui makanan yang disediakan. Selama delapan jam penerbangan, CJH asal Sumbar, Bengkulu dan Jambi ini disuguhkan dua kali makanan dan satu kali snack. Aerofood catering service (AFC) anak perusahaan Garuda Indonesia Airline memilih bekerjasama dengan SMKN 9 Padang, sejak 2006 silam untuk penyediaan makanan selama musim haji ini bagi jemaah embarkasi BIM. “Catering haji ini tidak sama dengan catering pada umumnya. Jika biasanya, usai dimasak pagi, makanan akan disantap siangnya. Sementara untuk jemaah haji ini, makanan dimasak Senin dan dimakan pada hari Kamis. Saat dimakan tidak ada perubahan rasa dan warna dari makanan. Kondisi makanan yang disajikan pun masih panas,” jelas Kepala SMKN 9 Padang, Raymon. Kenapa dilipih SMKN 9 Padang? Ketua Pengadaan Makanan Musim Haji, Ilna mengatakan, beberapa bulan sebelum dibukanya Embarkasi Padang, pihak AFC bingung mencari catering yang bisa menyiapkan kebutuhan makanan selama musim haji. AFC mencari catering yang tidak lazim, yang bisa menyiapkan makanan untuk berhari-hari. SMKN 9 Padang pun dipilih karena peralatannya yang memadai. Yaitu dapurnya hampir sama dengan peralatan AFC, yang tidak berbahan kayu, kemudian memiliki dapur yang pintunya bisa langsung membawa makanan langsung ke mobil angkut. Kriteria seperti ini pun dimiliki oleh SMKN 9 Padang. Kemudian untuk sumber daya manusia, sejumlah guru pun belajar ke AFC yang berada di Medan dan sekitar 7 orang guru belajar ke Austria. “Di Medan waktu itu kami hanya belajar selama 7 hari dengan tuntutan harus sudah siap pakai. Hal baru tetapi menyenangkanlah,” cerita Ilna. Kemudian, bagaimana makanan di pesawat selama 8 jam ini masih bisa awet tanpa bahan pengawet? Untuk proses masaknya, kata Ilna, pihaknya menggunakan sistem froozen. Makanan yang sudah dimasak berisi nasi dan lauk pauk ini didinginkan dalam freezer selama dua hari. Kemudian dibawa naik ke pesawat. Sampai di pesawat pramugarilah yang akan memasukkan ke oven, sehingga makanan menjadi hangat dan bisa dimakan. Menu yang disajikan ini berbeda-beda. Ada yang berupa nasi, dengan lauk ikan, randang, ayam, buncis dan wortel sebagai sayur, dan lainnya. “Setiap harinya, sekitar 1500 porsi kami kerjakan,” jelas Ilna. Menunya berbeda-beda. Bagi jemaah, hampir semuanya senada. Perbedaan terletak pada menu copilot dan pramugari. Menu barat pun dibuat di dapur kecil ini. Untuk mengerjakan ini, sebanyak 25 orang alumni dan siswa SMKN 9 Padang diberdayakan. Dimulai pagi hari dan berakhir pada pukul 17.00 WIB. Aktivitas ini dilakukan ini selama musim haji. (h/eni) >> Editor : Heldi

>> Penata Halaman : Irvand


SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

Dicari Kepala Daerah Penolak Penghargaan KHIR-AKHIR ini sejumlah daerah di Sumatera Barat kerap kali mendapatkan penghargaan dari berbagai institusi, baik institusi pemerintah, BUMN, swasta atau pun lembaga non pemerintah seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan lainnya. Penghargaan itu ada yang ditujukan untuk keberhasilan pemerintah daerah dan ada pula untuk kepala daerahnya. Sebut saja Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) penghargaan di bidang keteraturan berlalulintas yang diberikan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan, Piala Adipura (penghargaan bagi daerah/ kota terbersih) yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Predikat Wajar Tanpa Pengeculian (WTP) dalam laporan hasil pertanggungjawaban (LHP) pemerintah daerah yang dikeluarkan BPK RI dan lainnya. Ada juga penghargaan Kota Layak Anak yang diberikan pemerintah bagi daerah yang ramah terhadap pelayanan anak dan ada menyediakan taman bermain bagi anak. Ada juga penghargaan kesetiakawanan nasional, penghargaan kota sehat, penghargaan perkoperasian dan seabrek penghargaan lainnya. Dalam hal ini bukan bermaksud sebagai anti-kemapanan, tetapi lebih fokus kepada subtansial dari penghargaan dan kondisi yang dirasakan masyarakat sebenarnya. Pada sebagian penghargaan yang diterima daerah, justru kontra produktif dengan kondisi daerah tersebut. Pada akhirnya penghargaan yang diterima menjadi alat untuk menjustivikasi bahwa apa yang telah dicapai pemerintah daerah telah lebih dari cukup, sehingga mau tidak mau masyarakat mesti turut puas. Padahal capaian itu, sesungguhnya masih jauh dari harapan masyarakat. Selalu menjadi bisik-bisik banyak pihak bahwa sebagian penghargaan yang diperoleh pemerintah daerah didapatkan dengan cara jual-beli gelar atau penghargaan. Nilai nominal penghargaan tersebut bermacammacam, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah. Nominal itu sangat tergantung dengan gengsi piala penghargaan yang akan diterima oleh daerah tersebut. Praktik seperti itu tentu sangat membebani keuangan daerah. Apalagi jika kepala daerah tersebut haus penghargaan. Terlebih kepala daerah yang bermaksud akan mencalonkan diri lagi pada periode berikutnya. Kepala daerah itu pun mengkoleksi penghargaan sebanyak-banyaknya. Celakanya lagi, sudahlah penghargaan dibeli mahal, kemudian rombongan yang dibawa untuk menjemput penghargaan itu jumlahnya juga seabrek. Hal hasil untuk satu penghargaan bisa menggelontontorkan keuangan daerah hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Jika satu daerah mendapatkan 10 sampai dengan 20 penghargaan dalam setahun, bayangkan berapa ratus juta uang daerah yang dikeluarkan untuk hal itu. Barangkali bisa miliaran rupiah. Terbuka saja, dewasa ini, untuk sebagian penghargaan-penghargaan yang diberikan bagi daerah patut dipertanyakan keabsahannya. Karena di sejumlah kementerian dan lembaga, pemberian piala dan penghargaan menjadi ladang bisnis bagi orang-orang tertentu. Piala atau penghargaan ‘dipasarkan’ melalui kaki-tangan. Ke depan kita sangat membutuhkan pemerintah daerah dan kepala daerah yang tidak haus terhadap berbagai piala dan penghargaan. Bahkan jika mungkin, kita lebih butuh lagi pemimpin yang berani dan mau menolak setiap piala dan penghargaan yang ditawarkan oleh berbagai pihak, jika piala dan penghargaan itu membebani keuangan daerah dan memiliki efek kontraproduktif dengan kepentingan daerah dan masyarakat. **

Azab Politik Ruhut OLEH: BISMA YADHI PUTRA Alumnus Program Studi Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (Unimal) Fasilitator Sekolah Demokrasi Aceh Utara

A

„ Mahfud Siap Potong Leher „ Selama ini Mahfud dibodohi bawahannya

UNGKIN tak pernah disadari Ruhut Sitompul bahwa wibawa begitu mudah dibangun. Yang sulit adalah membangun wibawa asli. Yang mudah membangun wibawa palsu. Namun, keduanya sama-sama memukau publik. Hanya saja, wibawa palsu tak permanen. Suatu saat akan lekang. Wibawa asli sebaliknya. Wibawa asli dibangun dengan kebaikan hati, bukan semata karena ingin disanjung. Ruhut tak pernah memikirkan kedua jenis wibawa itu. Wataknya yang keras, tak coba ditutupi seperti “guru politik” yang selalu ia puji. Ruhut terlalu banyak memuji SBY, tapi tak belajar darinya. Tak belajar bagaimana membangun wibawa palsu. Ruhut lebih sering membangun relasi antagonis dengan siapa saja yang tak sepaham. Ruhut jarang bertutur dengan adab. Yang kerap dikedepankan adalah sarkasme. Maka kemudian tercipta kebencian, permusuhan, saling hujat dengan orang-orang yang berbeda pandangan dengannya. Ruhut tak bisa dijadikan politikus panutan dari segi komunikasinya. Maka jadi aneh ketika Ruhut meminta Ahok tak berbahasa kasar, sedangkan ia sendiri lebih banyak mengumbar ucapan-ucapan yang tak enak didengar. Cara bertuturnya yang tak beradab kemudian menjadi terpal yang menutup aneka status prestise yang dibangga-

M

EMANASAN global sudah menjadi ancaman serius. Perubahan iklim dan cuaca pun sudah semakin ekstrem. Sekarang, begitu cepatnya air bah dan banjir datang menerjang. Sementara pada saat hampir bersamaan di daerah lainnya, bencana kekeringan malah sedang terjadi. Peningkatan intensitas perubahan cuaca memang kian mengkhawatirkan. Persoalan pemanasan global dan perubahan iklim yang mengejala itu memperlihatkan bahwa berbagai aktivitas pembangunan yang dilakukan kurang memperhatikan keberlanjutan ekologis, yang merupakan faktor mendasar bagi pembangunan yang berkelanjutan. Sejalan dengan gejala perubahan iklim, kelangkaan air dan kekeringan pada musim kemarau menjadi salah satu isu yang paling menonjol dalam sumber daya air. Turunnya permukaan air Danau Maninjau, Danau Singkarak dan Waduk Kotopanjang, telah menjadi salah satu penyumbang

P

Pemimpin Umum

terjadinya krisis listrik berkepanjangan di daerah kita. Status Lingkungan Hidup Indonesia sejak tahun tahun 2007 sudah melaporkan betapa tingginya penurunan kualitas air disebabkan oleh rusaknya daerah tangkapan air yang cenderung diperparah oleh gejala perubahan iklim. Berdasarkan perhitungan kebutuhan air yang dilakukan Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, Pulau Jawa , Bali, dan Nusa Tenggara Timur telah mengalami defisit air sejak beberapa tahun terakhir, terutama pada musim kemarau. Defisit air ini akan bertambah parah pada tahun-tahun mendatang akibat pertambahan penduduk dan meningkatnya kegiatan ekonomi. Studi itu menyebutkan, lahan kritis merupakan faktor utama penyebab besarnya erosi dalam sebuah ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) sehingga mengurangi ketersediaan air untuk mendukung kegiatankegiatan domestik, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), pertanian, industri, dan seba-

gainya. Status Lingkungan Hidup Indonesia tahun 2007 melaporkan, dari 23 DAS yang ada, sebagian besar (82,6 persen) memiliki luas kawasan lindung kurang dari 30 persen. Bahkan Walhi pernah melaporkan, 60 dari 470 DAS yang ada di Indonesia dalam kondisi krisis karena terus meluasnya lahan kritis . Di era Orba, kerusakan sumber daya lahan dan hutan sudah terjadi dengan sangat parah, karena saat itu yang diburu hanya devisa negara. Namun di era reformasi dan bergulirnya otonomi daerah, ‘penyakit’ itu berpindah ke daerah, dimana izin pertambangan dan pengalihan fungsi lahan dan hutan terjadi begitu cepat dengan besarnya wewenang “raja-raja kecil” di daerah. Namun, keuntungan tersebut harus ditebus mahal, dengan terjadinya kerusakan sumber daya lahan dan hutan serta bencana yang makin sering mengintai. Jutaan hektar lahan kritis terbentuk karena pemanfaatan sumber daya yang kurang

memperhatikan keberlanjutannya. Laju deforestasi yang tinggi telah menyebabkan timbulnya jutaan hektar lahan kritis, yang berada di dalam kawasan hutan maupun dan luar kawasan hutan. Karena kerusakan lahan dan hutan berdampak terhadap krisis air, maka mendesak dilakukan berbagai upaya pengelolaan sumber daya lahan dan hutan. Lahan dan hutan yang kritis dan gundul, tentu harus dihijaukan kembali. Memang sudah banyak semboyan dan program yang digulir untuk mengurangi lahan kritis dan pemanasan global. Di Sumbar kita sering mendengar jargon penanaman Satu Miliar Pohon, Padang Menanam atau Agam Menyemai dan lainnya. Apapun jargon, yel-yel dan programnya, hemat saya semua itu pantas diapresiasi dan didukung semua pihak. Menurut sejumlah pakar satu batang pohon Trembesi (diameter tajun 15 meter) mampu menyerap 28,5 ton gas karbon dioksida

YTH Ibu Dirut dan pimpinan pengelola parkir di RSUP M.Djamil Padang. Setelah kami amati dan dibaca ada empat poin aturan parkir yang tertera pada karcis parkir yang kami terima ketika akan memasuki wilayah RSUP M.Djamil Padang. Diantaranya: karcis hilang denda perlihatkan STNK, hanya berlaku untuk 1X parkir, bayar hanya waktu masuk, dilarang bawa karcis keluar area rumah sakit, kehilangan dan kerusakan bukan tanggung jawab pengelola parkir. Yang jadi masalah bagi kami poin ke empat dari aturan yang dibuat oleh pengelola parkir. Masa iya kami parkir bayar Rp2 ribu akan tetapi keamanan untuk kendaraan tidak menjadi tanggungjawab pengelola. Jadi tolonglah berikan penjelasan Ibu Dirut dan pengelola parkir, yang kami bayar itu apakah untuk kemanan parkir atau memang masuk rumah sakitnya yang harus membayar Rp2 ribu? Kayaknya pengelolaan parkir di RSUP M. Djamil Padang semakin semrawut saja dan aturannya tidak jelas. +6285274535***

SETIAP artikel/opini yang dikirim ke Redaksi Haluan, panjang tulisan minimal 1.000 words (kata) dan maksimal 1.350 words (kata). Hendaknya artikel tak dikirim secara bersamaan ke media lain yang terbit di Kota Padang. Setelah 15 hari jika artikel tak dimuat, maka tulisan tersebut kami nilai tak layak muat. Terima kasih.

Penerbit: PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 1985 tanggal 19 November 1985.

Namun, tak pernah juga Ruhut menyadari. Dia menganggap penolakannya sebagai sebuah kekeliruan. Mestinya Ruhut sadar setiap manusia akan menuai apa yang ditanam semasa hidupnya. Kini, dia merasakan sendiri penolakan terhadapnya. Ruhut tampaknya tak berpikir: mengapa dari sejumlah pos jabatan di DPR yang dirotasi Partai Demokrat, hanya pengangkatan dirinya yang dipermasalahkan? Pencopotan Pasek berjalan mulus. Tak ada protes. Namun, pengangkatan Ruhut tak mulus, muncul resistensi. Dulu, saat Anas masih menjabat Ketua Umum Partai Demokrat, Ruhut dicopot dari Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi. Pernyataanpernyataan kotroversialnya punya andil semakin merusak citra Demokrat. Komunikasinya buruk. Namun, Ruhut tampak tak mempermasalahkan. Barangkali ia punya incaran jabatan yang lebih menggoda: Ketua Komisi III, atau bahkan posisi menteri. Ini artinya kehendak Ruhut sudah ada jauh-jauh hari. Azab Ruhut Kalau memang sudah lama mengincar jabatan Ketua Komisi III, mengapa Ruhut tak membangun kewibawaan saja, meski itu kewibawaan palsu. Yang dibangun justru bahasabahasa permusuhan, nada bicara yang membangkitkan kemarahan, kata-kata pemantik kebencian yang tak menghargai sesama. Seorang politikus yang terlibat dalam strategi tingkat tinggi dalam pendongkelan musuh politiknya, kadangkala lupa menerapkan strategi tingkat rendah untuk meraih simpati rekan-rekannya.

Pengelolaan Parkir di RSUP M Djamil Makin Semrawut

PEMBERITAHUAN

Pendiri H. Kasoema

banggakannya. Ruhut lebih dikenal sebagai seorang politikus penghasut ketimbang seorang ahli hukum, lulusan salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia, dan seorang advokat kondang. Semakin sering perilaku buruk seorang ditonjolkan, semakin ia dipandang tak berwibawa. Ruhut jelas tak disukai. Sebab itulah ia ditolak jadi Ketua Fraksi III DPR. Seorang tanpa wibawa tak pantas memimpin, meskipun yang akan dipimpinnya ternyata berwibawa palsu. Inilah yang luput dari pemahaman Ruhut. Bahkan Ruhut pernah ditolak di internal Demokrat sendiri. Dia diusir dari Silatnas Partai Demokrat pada 14 Desember 2012 lalu. Ruhut lebih sering dihujat. Karena cara bicaranya jarang mengandung kebaikan pada orang-orang, maka mustahil pula bicara orang-orang terhadapnya mengandung kebaikan. Meski Ruhut memanggil Jusuf Kalla (JK) dengan sebutan “daeng”, tetapi dianggap sebagai ejekan. Ruhut juga pernah dengan sombong menyebut JK sebagai tokoh kadaluarsa yang tak mungkin diusung Demokrat sebagai capres 2014. Nyatanya, kemudian Demokrat mengundang JK ikut Konvensi. JK menolak tawaran itu. Jika ejekan saja menyakitkan hati, apalagi ceplas-ceplos Ruhut yang menghujat. Pada 2011, Ruhut pernah digugat Rp 63

miliar karena menyebut orangorang yang menolak pemberian gelar pahlawan pada Soeharto sebagai “anak PKI”. Ruhut lebih seiring memproduksi bahasabahasa yang berpotensi membangkitkan luka lama. Ruhut juga pernah nyaris baku hantam karena mengejek jenggot politikus PPP Ahmad Yani. Bedil manusia Ruhut ibarat sebuah bedil tanpa teropong. Mulut manusia adalah moncong bedil. Mulut tak bersalah jika peluru yang keluar melukai orang. Maka, peribahasa “mulutmu adalah harimaumu” jelas keliru. Sementara otak manusia adalah tempat amunisi. Di sana tersimpan berbagai rencana, pemahaman, pengetahuan, penilaian, dan sebagainya. Seseorang bebas mengeluarkan yang disimpan di otaknya. Yang acap kali digunakan adalah mulut dan otak. Yang justru jarang digunakan adalah komponen terpenting, yakni hati. Hati adalah teropong yang sebenarnya menyatu dengan bedil manusia. Fungsinya untuk menyaring mana amunisi yang harus dikeluarkan dan mana yang harus dilenyapkan karena berpotensi merusak pemilik bedil itu sendiri. Hati, sebagai teropong, juga membantu manusia mengeluarkan pernyataan dengan tepat, tidak melenceng, apalagi malah mengenai sasaran yang seharusnya tidak ditembak. Jadi, jika ada yang terlukai dengan suatu perkataan, bukan mulut yang harus disalahkan, tapi hati. Kita pun bisa mengubah peribahasanya menjadi: “Hatimu adalah harimaumu”. Tanpa menggunakan hati, seorang penutur sama saja seperti meminta seekor harimau kelaparan menerkamnya.

Sebab itulah Ruhut dipandang tidak layak memimpin. Rekan-rekan Ruhut di DPR tahu bahwa rakyat sering mencemooh mereka. Tentu akan lebih buruk jika Ruhut jadi ketua. Maka cemoohan rakyat makin menjadi-jadi. Saling “hantam” pun bisa lebih sering terjadi di Komisi III. Sebuah organisasi tidak dapat berjalan baik bila yang memimpin adalah orang yang tidak diterima oleh orang-orang yang dipimpin. Setiap politikus dituntut punya kecakapan komunikasi politik. Setiap ucapan yang dilontarkan sebagai politikus adalah pesan-pesan politik. Segenap tanggapan terhadap pesan-pesan politik itu direspons dengan baik dan santun pula. Jika disindir sedikit saja cepat marah dan meledak-ledak, apalagi sampai memaki, itu komunikasi politik yang buruk. Citra negatif seseorang yang muncul karena komunikasi politik yang buruk, lantas menjadi azab politik di kemudian hari. Kini Ruhut mendapat azab itu. Ruhut ibarat jasad yang ditolak Bumi. Ruhut, anggota Komisi III yang ditolak anggota Komisi III. Ruhut memang keras. Mudah marah. Namun Ruhut tak membuat orang ketakutan. Justru ia tampak lucu. Kecuali kalau Ruhut bisa berubah jadi RuHulk. Sekujur tubuhnya berwarna hijau. Jika ada politikus yang menentangnya, RuHulk tinggal bilang: “Kau membuatku marah. Kau tidak akan suka kalau aku marah”. Ini hanya lelucon. Namun, bisa saja Ruhut mengambil inspirasi dari paragraf ini. Ngomongngomong, Partai Demokrat punya usulan lain, tidak? ***

Lahan Kritis Berbuah Krisis Air

„ Pelaku Kabur Sebelum Petugas Datang „ Jangan-jangan dapat SMS dari petugas

Terbit Sejak 1948

5

OLEH: DODI NURJA setiap tahun. Bahkan setiap satu pohon yang ditanam, selama daur hidupnya akan menghasilkan 250 galon air. Gerakan Sumatera Barat Hijau dengan menanam pohon, memang perlu terus digelorakan di semua kalangan. Terutama di kalangan anak-anak dan remaja kita, sejak dini harus ditanamkan rasa cinta lingkungan. Kecil menanam, tua memanen. ***

Harga Sembako Dipermainkan Pedagang BAPAK Kepala Dinas Pasar Kota Padang Yth. Tolong anda lakukan pengawasan dan pengecekan ke lapangan. Aneh sekali rasanya, setiap momen-momen tertentu seperti jelang Idul Fitri, Idul Adha dan Natal, harga sembako di pasaran melonjak tinggi sekali. Alasan dari pedagang seringkali pasokan dari luar tidak masuk. Saya curiga adanya permainan di tingkat pedagang dan agen. +6281363845***

: H. Basrizal Koto

WPU / Penanggungjawab

: Zul Effendi

Pemimpin Redaksi

: Yon Erizon

Pemimpin Perusahaan

: Indra Helmi

Redaktur Pelaksana

: Ismet Fanany MD

Redaktur Pelaksana

: Syamsu Rizal

Manejer Pemasaran & Red.Khusus : David Ramadian Koordinator Minggu & Online

: Rahmatul Akbar

Koordinator Liputan

: Devi Diany

Manajer Cetak

: Mardius Caniago

Direktur Haluan Media Group: H Desfandri. Dewan Redaksi : H. Basrizal Koto, H. Desfandri, H. Hasril Chaniago, Zul Effendi, Yon Erizon, Indra Helmi, Ismet Fanany MD, Syamsu Rizal, Sekretaris Redaksi: Silvia Oktarice, Redaktur: Rudi Antono, Afrianita, Atviarni, Dodi Nurja, Nova Anggraini. Asisten Redaktur: Nasrizal, Ade Budi Kurniati, Heldi Satria. Reporter Padang: Parwis Nst, Ramadhani, Perwakilan Bukittinggi: Yursil Masri (Plt Kepala), Haswandi, Syamsuardi S, Ridwan, Pariaman/Padang Pariaman: Dedi Salim, Trisnaldi, Payakumbuh/Limapuluh Kota: Zulkifli, Syafril Nita, Sri Mulyati, M Siebert, Pasaman:Atos Indria, Ahdi Susanto, Welina, Agam: Rahmat Hidayat, Kasra Scorpi, Padang Panjang: Iwan DN, Rian Syair, Tanah Datar: Yuldaveri, Emrizal, Pasaman Barat: Suryandika, M. Junir, Gusmizar, Pesisir Selatan: Sabrul Bayang, M. Joni, Haridman, Kabupaten Solok/Kota Solok: Riswan Jaya, Alfian, Almito, Marnus Chaniago, Solok Selatan: Icol Dianto, Sawahlunto: Fadilla Jusman, Sijunjung: Azneldi, Dharmasraya: Maryadi, Ferry Maulana, Biro Jakarta: Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: Ahmad Zulkani, Biro Kepri: Andi. Tim Kerja Usaha: Efri Hanter (Kabag Sirkulasi), Yursil Masri (Manajer Keuangan), Andiyanto (Koord Sirkulasi), Yunasbi (Kabag Iklan), Tata Letak/Desain: David Fernanda, Nurfandri, Rahmi, Syamsul Hidayat, Jefli, HRD : Desmasari, Umum : Nurmi, Kasir : Desy, TI : Teguh ,Pra Cetak : Sawal Marjuni HRP, Mai Hendri, Cetak : Mardianto (Koordinator), Afandi, Rudi Kurniawan, Jecky Jekcson. Haluan Media Group: CEO H.Basrizal Koto, Direktur: H Desfandri. Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Iklan dan Sirkulasi: (0751) 4488700, Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: haluanpadang@gmail.com, redaksi_haluan@yahoo.com, website: http/harianhaluan.com, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp78.000, Harga eceran Rp3.500,- Tarif iklan: Tarif Iklan: Display FC halaman satu: Rp50.000/ mm kolom, Display BW halaman satu: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam FC: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam BW: Rp17.500/mm kolom, Iklan SC :Rp25.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat FC: Rp15.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat BW: Rp10.000/mm kolom, Dukacita: Rp10.000/mm kolom, Iklan kolom (maks 300 mmk) FC: Rp15.000, Iklan Kolom (maks 300 mmk) BW: Rp10.000, Advertorial FC: Rp40.000/mm kolom, Advertorial BW: Rp25.000/mm kolom Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, Bank Nagari Cabang Utama Padang Rek No: 1008.0103.00009.1 PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http://www.harianhaluan.com >> Editor : Syamsu Rizal

>> Penata Halaman :Habli


6

SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

KPU Sawahlunto Deadline Parpol dan Calon DPD-RI

Tata Ulang Terminal PADANG, HALUAN – Kota Padang yang lebih maju dan lebih baik. Itulah harapan yang banyak diungkapkan oleh masyarakat untuk Kota Padang ke depannya. Hal yang perlu dibenahi di antaranya adalah penataan kembali terminal. “Terminal di Kota Padang ini harus ditetapkan di suatu tempat yang jelas, karena sekarang ini di berbagai tempat banyak terdapat terminal bayangan,” ungkap Gusnadi, warga Jati, Padang. Gusnadi menambahkan, bukan hanya masalah terminal yang harus diselesaikan, tapi penataan Pasar Raya di Kota Padang ini juga harus diperhatikan. Pasar Raya adalah tempat utama masyarakat untuk berbelanja karena harganya terjangkau. Jadi sebaiknya Pasar Raya harus ditata rapi dan bersih, agar masyarakat senang untuk ke sana. “Pokoknya saya berharap, siapa pun yang terpilih nantinya, bisa membuat Kota Padang ini lebih maju untuk kedepannya. Karena kalau seandainya Kota Padang ini maju, masyarakatnya pun juga akan maju,” tambahnya. (h/mg-awa)

DAERAH — Pemasangan baliho dan spanduk caleg juga marak di daerah kabupaten/kota seperti di Kabupaten Solok Selatan. Pihak penyelenggaran pemilu sudah menyurati parpol, agar menertibkan alat peraga caleg tersebut, Senin (7/10). COL

Pemilu Rawan Gratifikasi penyelenggaraan Pemilu 2014 dan Pilkada yang lebih baik. Komitmen menciptakan Pilkada dan pemilu bebas gratifikasi itu, ditandai dengan sosialisasi potensi gratifikasi bagi penyelenggara pemilu, Senin (7/10) di KPU Kota Padang. Menurut Ketua KPU Padang Alison, Senin (7/10), KPU memang mengharapkan arahan dari KPK untuk pencegahan gratifikasi dan korupsi. Dikatakannya, dukungan KPK ini penting, agar citra

PADANG, HALUAN — Penyelenggaraan Pemilu maupun Pilkada, sangat rentan dengan gratifikasi bagi penyelenggara pemilu. Untuk mencegahnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang mengandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam upaya mencegah gratifikasi dan korupsi demi

KPU benar-benar menjadi lembaga yang independen, dan berintegritas sebagai penyelenggara pemilu dapat terwujud, sekaligus mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh stakeholder. “Sudah lama kami ingin mendapatkan pencerahan terkait gratifikasi,” ujarnya. Dikatakannya, gratifikasi ini bisa dikategorikan pada dua bentuk, yakni menerima pemberian berarti suap, dan meminta sesuatu berarti

Mahasiswa Terdaftar di Dua TPS Harap Melapor PADANG, HALUAN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat menghimbau, mahasiswa yang terdaftar memilih di dua tempat pemungutan suara (TPS), untuk melaporkan secepatnya lokasi mana yang akan mereka pilih. Karena saat ini data pemilih ganda antar kabupaten maupun antar kota banyak ditemukan. Demikian dikatakan Ketua KPU Sumbar, Amnasmen, Senin (7/10) usai mengikuti rapat kerja dengan kabupaten dan kota se-Sumbar serta regional Sumatera terkait data pemilih. Dikatakan Amnasmen, dari inventarisir permasalahan yang dilakukan terhadap pemilih di kabupaten dan kota, permasalahan data pemilih yang banyak

adalah pemilih ganda. Seperti pemilih ganda yang ditemukan di TPS yang berada di Padang dan Payakumbuh. Begitu juga dengan data pemilih di TPS Agam dan TPS di Bukittinggi. Pemilih ganda seperti ini banyak ditemukan pada mahasiswa. “Kami menghimbau kepada mahasiswa untuk bisa menentukan pilihan, di TPS mana mereka akan memilih. Disamping itu, PPS sendiri akan mendatangi langsung pemilih, untuk memastikan pemilih yang bermasalah ini akan memilih di TPS mana,” terang Amnasmen. Dijelaskan Amnasmen, dalam rapat kerja ini, juga hadir Kepala Data Pemilih Regional Sumatera. Dengan kehadiran mereka, permasala-

han yang ditemukan di kabupaten dan kota bsia diurai dan dicarikan jalan keluarnya. “Saat ini KPU kabupaten dan kota sudah pulang ke daerah masing-masing. Diharapkan pada 11 Oktober mendatang, semua data pemilih sudah bersih, dan tidak ditemukan lagi pemilih ganda. Masing-masing KPU kabupaten dan kota ini, juga mengantongi nomor operator di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, untuk memudahkan komunikasi,” katanya. Selanjutnya, pada 12-13 Oktober mendatang, KPU kabupaten dan kota sudah bisa melakukan pleno penetapan DPT di masing-masing kabupaten dan kota. (h/eni)

CALON KETUA KOMISI III

Pieter Gantikan Ruhut JAKARTA, HALUAN — Penetapan Pieter Zulkiflie sebagai Ketua Komisi III DPR menggantikan Ruhut Sitompul yang mundur dari pencalonan, tanpa ditanda tangani oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Nurhayati Alie Assegaf. Fraksi Demokrat sendiri telah mengirim surat ke pimpinan DPR terkait penetapan anggota Komisi II DPR Pieter Zulkiflie sebagai calon Ketua Komisi III DPR menggantikan Ruhut Sitompul. Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Teuku Riefky mengatakan, meski tidak ditandatangani ketua fraksi, keputusan itu telah sah dan atas persetujuan DPP Demokrat.

“Boleh (tandatangan Wakil Ketua Fraksi dan Sekretaris Fraksi, red). Ketua Fraksi Ibu Nurhayati lagi di luar negeri,” kata Riefky, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/10). Surat penetapan Pieter sebagai Ketua Komisi yang membidangi hukum itu ditandatangani oleh Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Ramadhan Pohan dan Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Teuku Riefky. Diketahui, Fraksi Partai Demokrat telah melayangkan surat kepada pimpinan DPR terkait pergantian nama Ketua Komisi III DPR. Fraksi Demokrat mengajukan anggota Komisi II DPR Pieter Zulkiflie untuk menggantikan Ruhut Sitompul.

Teuku Riefky mengatakan, Pieter dinilai mampu untuk menjabat sebagai Ketua Komisi yang membidangi hukum itu. “Yang akan menjadi pengganti Pak Ruhut adalah Bapak Pieter Zulkiflie. Memang beliau sekarang di Komisi II, kita sudah melihat kemampuan dan kapabilitas beliau, kita melihat dia itu pantas,” jelasnya. Ruhut memilih mundur pada Senin (7/10/2013) dalam pleno komisi yang dipimpina Wakil Ketua DPR bidang Polhukam Priyo Budi Santoso. Pleno ini setelah sebelumnya sempat tertunda. Anggota Komisi III menolak penunjukan Ruhut hingga terjadi perdebatan panjang. (h/inl)

pemerasan. keduanya bisa berakibat sanksi pidana. Dijelaskannya, dalam pelayanan sangat dimungkinkan adanya kepentingankepentingan tertentu. “Maka, tentu saja kami harus mengetahui aturan terkait dalam upaya pencegahan korupsi, agar diketahui masyarakat sebagai penyelenggara pemilu yang bersih,” katanya. Menurutnya, jajaran KPU pernah mengalami bencana dengan kasus yang terungkap terkait pengadaan barang dan jasa pada tahun 2004. Belajar dari pengalaman sorotan tajam terkait penyelenggaraan pemilu 2004 dan 2009, kini KPU berkomitmen untuk meningkatkan kualitas, baik dari segi sumber daya manusia maupun infrastruktur penunjang, demi memastikan hal semacam itu tidak terulang. “Kami berkomitmen bersama, menghindari hal-hal yang menurut istilah KPK gratifikasi atau berlaku tidak adil karena

ada kepentinggan,” ujarnya. Dengan demikian, KPU bisa melaksanakan penyelenggaraan pemilu sebagaimana yang diharapkan. “Saya berharap, pemilu 2014 dan Pilkada Oktober 2013 mendatang bisa berlangsung sukses dan jauh dari gratifikasi. Seluruh stakeholder yang melakukan pengadaan barang dan jasa tidak terkena masalah hukum, kami semua berkomitmen menyelenggarakan dengan mematuhi aturan yang ada,” katanya. Sosialisasi potensi gratifikasi, dilakukan dua sesi. Sesi pertama, untuk jajaran staf dan sesi kedua bagi komisioner KPU. Sementara pemateri yang hadir yakni Direktorat Gratifikasi KPK Eddi Suryanto. Rencananya hari ini, Selasa (8/10) akan diselenggarakan launching Pilkada Berintegritas oleh KPK. Acara itu akan diikuti oleh KPU, Panwaslu. Tak hanya itu, KPU kabupaten kota lain di Sumbar juga akan diundang. (h/ade)

SAWAHLUNTO, HALUAN — Komisi Pemilihan Umum Sawahlunto ‘deadline’ sebelas partai politik dan calon DPD-RI peserta pemilu, untuk segera menertibkan seluruh atribut dan alat kampanye calon anggota legislatif, dalam jangka waktu tiga hari. Deadline penertiban atribut kampanye yang disampaikan KPU ‘Kota Arang’ itu, terhitung semenjak Sabtu (5/10) lalu. Hal itu sebagai tindaklanjut atas rekomendasi pelanggaran pemasangan atribut kampanye, yang menjadi temuan Panitia Pengawas Pemilihan Umum. “KPU berikan batas waktu hingga Selasa (8/10) besok. Selanjutnya, KPU akan turun meninjau langsung kondisi di lapangan,” ujar Ketua KPU Sawahlunto, Afdhal. SE kepada Haluan, Senin (7/10). Jika masih terjadi pelanggaran, lanjut Afdhal, pihaknya akan merekomendasikan kepada Panwas Pemilu, untuk segera menindaklanjutinya dengan merekomendasikan kepada pemerintah daerah, agar melakukan penertiban terhadap alat peraga kampanye tersebut. Afdhal mengatakan, sesuai dengan Paraturan Walikota Sawahlunto nomor 21 tahun 2013, tentang alat peraga dan lokasi kampanye, ditetapkan ada empat titik lokasi kampanye di setiap desa dan kelurahan yang ada. Dari 37 desa dan kelurahan, hanya Kelurahan Tanah Lapang Kecamatan Lembah Segar, yang tidak memiliki satu titik pun lakasi kampanye. Hal itu disebabkan, kawasan Kelurahan Tanah Lapang merupakan kawasan cagar budaya. “Khusus untuk Kelurahan Tanah Lapang, tidak satu titik pun yang menjadi kawasan kampanye dan pemasangan alat peraga. Termasuk rumah warga sekalipun, tidak bisa dipasangi alat kampanye,” tambah Afdhal. Afdhal menyebutkan selain partai politik, pihaknya juga melayangkan surat peringatan kepada calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), yang melakukan pemasangan atribut kampanye secara sembarangan. M. Rahmad merupakan satusatunya calon anggota DPD-RI yang memasang atribut kampanye secara sembarangan. Baik di kayu, tiang listrik, dan pohon, yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Mudah-mudahan, begitu batas waktu penertiban atribut dan alat peraga kampanye yang ditentukan habis, kawasan yang tidak diperbolehkan untuk memasang atribut kembali steril,” tambahnya. (h/dil)

SK Walikota Diabaikan Demokrat PAYAKUMBUH, HALUAN — Setelah dilakukan penertiban atribut partai politik di area terlarang berdasarkan SK Walikota Payakumbuh Nomor 430.1/40/WK-PYK/ 2013, kemarin kembali terlihat bendera partai yang terpasang di area itu. Kali ini, di sekitar tugu Adipura di pusat Kota Payakumbuh dipasangi bendera partai Demokrat. Bendera tersebut dipasang mengelilingi tugu Adipura semenjak Sabtu kemarin. Tetapi hingga Senin (7/10) sore, bendera yang diduga miliki DPC Partai Demokrat Kota Payakumbuh masih tetap terpasang. Panwaslu yang seharusnya bersikap jeli terhadap adanya pelanggaran pemilu, termasuk SK yang dikeluarkan Walikota Payakumbuh, tak mampu bersikap tegas. Buktinya, bendera Partai Demokrat yang dipasang menyalahi peraturan itu, dibiarkan begitu saja. “Bendera Partai Demokrat yang dipasang di sekitar tugu Adipura, memang menyalahi peraturan dari Surat Keputusan Walikota Payakumbuh nomor 430.1/40/WK-PYK/

2013. Dalam SK tersebut, dilarang kepada partai politik untuk tidak memasang atribut partai, serta alat peraga kampanye lainnya di sejumlah titik, termasuk di sekitar tugu Adipura. Panwaslu pun telah membagikan SK tersebut ke seluruh partai politik, agar bisa memahami SK yang ditanda tangangi Walikota Riza Falepi,” ujar Wilson, anggota Panwaslu Kota Payakumbuh. Menurutnya, dengan telah dibagikannya SK Walikota Payakumbuh Nomor 430.1/40/WK-PYK/ 2013 ke seluruh partai politik, agar partai politik mengetahui, serta mampu untuk memahami dan mematuhi apapun kebijakan yang ada di dalam surat keputusan tersebut. “Sebenarnya, partai politik telah mengetahui SK walikota tersebut, tetapi mereka tetap melanggar. Kami hanya menunggu partisipasi partai politik untuk mencabut sendiri atribut partai yang dipasang di tempat terlarang itu,” tambah Wilson. Sementara itu, Adi Surya Tama Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Payakumbuh mengakui

pemasangan bendera partai berlambang bintang mercy tersebut, memang dilakukan kader partai Demokrat dalam rangka pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat se-Payakumbuh Sabtu (5/10) lalu. Meskipun DPC Partai Demokrat Kota Payakumbuh telah mengetahui kebijakan terhadap SK Walikota Payakumbuh Nomor 430.1/40/WKPYK/2013, tetapi bendera partai tetap dipasang di area terlarang sesuai dengan isi SK Walikota Payakumbuh. “Sebelumnya, kader partai sudah mengetahui untuk tidak memasang atribut partai di seputar tugu adipura . Tetapi, untuk menyemarakkan Muscab Partai Demokrat Kota Payakumbuh kemarin ini, hampir seluruh pusat kota dipasangi bendera partai,” kata Adi Surya Tama. Ujarnya lagi, atribut partai yang terpasang hampir di panjang jalan utama Kota Payakumbuh, termasuk di sekitar tugu Adipura belum sempat di cabut oleh pengurus serta kader Partai Demokat semenjak Sabtu lalu. (h/ddg)

Lansek Manih FM (LANIS FM) Frequensi (FM) 93,6 MHz (FM) Power Suport 1000 Watt ( Blues 30 NV) Alamat Studio/Office : Jl.Sudirman No.191 Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Telp. ( 0754) 20173-20553 Fax. 0754.20158 Email : lansekmanihfm@yahoo.co.id LANSEK MANIH FM “ Penyampai Informasi Pembangunan dan Penyejuk Hati Anak Nagari” >> Editor : Rudi Antono

>> Penata Halaman : Syahrizal


SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

7

‘Mangampo’ ................... Dari Halaman. 1 Optimis, Timnas .............. Dari Halaman. 1 Berdasarkan data yang dikumpulkan, khasiat gambir sangatlah banyak. Konon selain digunakan sebagai bahan kosmetik, zat pewarna, gambir juga digunakan sebagai bahan obatobatan. Andaikan petani mampu menembus mata rantai harga gambir, tentulah gambir yang banyak khasiat tersebut tidak akan terjual dengan harga murah. Di Kapur IX ada sejumlah pedagang dari India yang menghitam-putihkan harga gambir, karena itu petani tidak dapat berbuat banyak. Malah pemerintah sendiri pun tidak dapat berbuat. Gambir yang merupakan salah satu komoditas ekspor itu tidak diekspor sesuai bentuk aslinya, tapi sudah diuraikan menjadi zat-zat kimia tertentu. Harga gambir terkadang sangat menggiurkan, namun pengolahan gambir dari mulai menanam

hingga menjadi barang jadi sangatlah sulit. Setelah ditanam, daun gambir baru bisa dipetik jika telah berusia di atas dua tahun. Selama di kebun gambir disiangi secara berkala untuk membuang semak-semak yang bisa mengganggu pertumbuhannya. Setelah bisa dipetik, daun gambir pun dipetik dengan alat yang disebut tuai, lalu dikumpulkan dalam keranjang ambung. Begitu keranjang ambung penuh, daun gambir dipindahkan ke pondok tempat mangampo. Begitu semua daun gambir dipetik, pekerjaan selanjutnya adalah merebus daun gambir tersebut dalam kuali besar. Setelah itu daun gambir dibungkus dengan goni tipis untuk seterusnya dipasangkan alat kampo, lalu alat kampo dipukulpukul dengan kayu besar agar airnya keluar. Air yang keluar

tersebut ditampung dengan wajan besar lalu ditunggu beberapa jam sampai mengendap. Endapan daun gambir itulah yang dicetak bulat-bulat. Setelah kering, gambir siap dijual. Bagi pedagang nakal sisa rendaman gambir itulah yang dicampurnya dengan tanah tebing, sehingga gambir campuran itu berwarna merah. Sekarang mangampo gambir sudah mengalami kemudahan sejak ditemukannya alat pres. Setelah gambir direbus, daunnya dimasukkan kedalam sebuah alat yang disebut alat pres, lalu tombol alat tersebut ditekan sehingga alat bekerja memisahkan antara cairan yang berasal dari daun gambir dengan ampasnya. Alat pres itu sangat memudahkan kerja petani gambir dalam mangampo gambir, alat pres itu merupakan cara mangampo gambir gaya baru.(smt)

Sengketa Pilkada.............. Dari Halaman. 1 Menurut Refly, jika dikembalikan ke MA dengan segala konsekuensinya, bahwa penanganan hukum (electoral justice system) itu lebih baik dan lebih konseptual di MK. “Jauh lebih baik di MK dibanding MA. Untuk itu, MK harus tetap menjadi pengaduan terakhir keadilan pemilu, tak perlu lagi melibatkan MA dan PT TUN,” tambahnya. Menyinggung soal pengawasan terhadap MK kata Refly, yang harus diawasi itu perilaku atau kelakuan para hakim MK dan bukan lembaga MK. “Perilaku hakim MK itu yang harus dikontrol dan hasil pengawasannya diserahkan ke Majelis Kehormatan MK. Sama halnya dengan DPR RI yang diserahkan ke Badan Kehormatan DPR,” ujarnya. Tidak Etis Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin mempertanyakan kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) yang memberikan kewenangan

kepada Komisi Yudisial (KY) untuk mengawasi MK. “Perppu itu tidak etis, apalagi kewenangan itu sudah dibatalkan oleh MK. Kita memang prihatin dan sedih dengan kondisi MK saat ini, tapi jangan sampai MK dibubarkan. Mestinya Majelis Kehormatan MK memberhentikan Akil Mochtar dengan tidak hormat,” ujarnya. Menurutnya, pemberhentian Akil tak usah menunggu DPR RI, karena alasan hukumnya sangat kuat dengan tertangkap tangannya Akil oleh KPK dan ditambah lagi ada ganja dan narkoba di laci ruang kerja Ketua MK tersebut. “Begitu juga untuk menentukan Ketua MK yang baru. Dari 8 hakim MK yang ada, itu sudah bisa memilih salah satunya menggantikan Akil Mochtar,” katanya. Sedangkan pakar hukum tata negara Irman Putrasidin menyarankan DPR tidak memberikan saran ataupun masukan terhadap Perppu tersebut karena saran dan masukan DPR itu malah menjadikan Perppu menjadi Undang-Undang. “Haram bagi

DPR ataupun parlemen untuk memberikan pandangan atau masukan terhadap Perppu yang akan dikeluarkan pemerintah,” kata Irman. Menurut Irman, Perppu itu menjadi domain dan kewenangan pemerintah. Sementara DPR itu yang menilai Perppu, apakah diterima atau ditolak. “Kalau DPR ternyata memberikan saran, tentu sama saja bukan Perppu lagi,” tegasnya. Hanya saja Irman mengingatkan agar materi Perppu itu jangan sampai melanggar konstitusi, misalnya soal meninjau ulang materi putusan MK. “Ini bisa berbahaya, DPR bisa menilainya sebagai pelanggaran konstitusi, akibatnya presiden diimpeachment,” ucapnya. Menurut Irman, hanya MPR saja yang bisa mengubah putusan MK. Karena materi putusan MK itu sama saja dengan konstitusi. Artinya, cuma sidang MPR yang bisa mengubah putusan MK. Sayangnya, sulit sekali untuk mengumpulkan anggota MPR untuk membuat sidang tersebut,” tambahnya. (sam)

Jenazah Aidil .................. Dari Halaman. 1 manusia tengah tertelungkup di pasir. Melihat hal itu, seketika ia melihat kiri kanan, kalaukalau ada orang di sekitarnya yang bisa ia adukan mengenai temuannya itu. Namun ketika itu hanya ia sendiri di sana. Ia berinisiatif melaporkan apa yang ia lihat itu ke Satpam Bank Nagari Cabang Siteba. “Ketika pertama kali melihat sosok itu, saya yakin itu jenazah orang, karena panjang badan dan bau yang dikeluarkan sosok itu,” kata Sugiono kepada wartawan di lokasi penemuan jenazah. Ia bukanlah warga sekitar tempat itu, melainkan warga Tarantang, Lubuk Kilangan yang biasa menjala ikan di banda bakali. Jef Hendri, Satpam Bank Nagari Cabang Siteba yang menerima laporan Sugiono mengatakan, ketika mendapat laporan tersebut, ia serta merta memberitahukan hal tersebut kepada seorang polisi yang berjaga di sana. Mereka bertiga segera mengecek ke lokasi untuk memastikan apakah itu benar jenazah manusia. Ternyata memang benar. Polisi itupun langsung menelepon Polsek Nanggalo, kantornya. Tak berselang lama, ratusan warga sekitar menyerbu banda bakali untuk melihat peristiwa temuan mayat tersebut. Tim SAR pun kemudian datang dan menggali jenazah Aidil, lalu membawanya ke ambulans, untuk diantarkan ke RSUP M. Djamil Padang. Juanda Sodo, Kasi Operasional Basarnas Padang mengatakan, setelah jenazah diperiksa oleh tim forensik di ruangan Forensik Fakultas Kedokteran Unand dan dilihat oleh beberapa anggota Mapala Unand, Wakil Rektor III, dan pihak keluarga Aidil, memang benar bahwa jenazah itu adalah Aidil Akbar Walsya yang selama 10 hari belakangan dicari oleh Tim SAR gabungan. Wismar, ayah Aidil, lemas ketika mengetahui bahwa jenazah tersebut benar anaknya. Kenyataan itu memperdalam kesedihannya. Upacara Pelepasan Aidil Akbar Walsya adalah korban keenam tragedi Patamuan yang ditemukan meninggal.Untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mereka, civitas akademi Unand menggelar upacara pelepasan kepada 6 korban tersebut. Upacara pelepasan dimulai pukul 15.20 WIB di Gedung Auditorium Unand. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Unand, Werry Darta Taifur dan dihadiri oleh seluruh Dekan Unand,

anggota Mapala Unand, keluarga Aidil dan diikuti sekitar 300 orang mahasiswa Unand. Upacara yang dikomandoi Ketua Mapala Unand, Yuli Yandra Mursal tersebut, diawali dengan pembacaan kronologis dan curiculum vitae 6 korban Tragedi Patamuan oleh anggota Mapala Unand. Dalam upacara tersebut, Werry Darta Taifur mengatakan, apa yang menimpa anggota Mapala Unand tersebut adalah musibah yang jika tiba masanya akan menimpa setiap orang. Ia meminta semua pihak untuk merelakan peristiwa tersebut karena merupakan kehendak yang kuasa yang di luar kuasa manusia. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang selama sepekan belakangan membantu pencarian Aidil. “Sehari sebelum Aidil ditemukan, pihak keluarga Aidil meminta saya mengirim surat kepada Kapolda untuk membantu pencarian Aidil. Surat itu pun saya tulis tadi pagi, namun belum saya kirim kepada Kapolda karena saya masih menunggu kabar dari Tim SAR. Pada jam 12.00 lewat, saya mendapat kabar dari Wakil Rektor III Unand bahwa Aidil sudah ditemukan. Saya lantas bersyukur. Penantian panjang kami selama ini akhirnya berakhir. Dengan ditemukannya semua 6 anggota Mapala Unand ini, saya berterimakasih kepada Provinsi Sumbar, terutama Gubernur Irwan Prayitno yang setiap saat menanyakan perkembangan pencarian Aidil. Selanjutnya, terimakasih kepada Basarnas Padang, BPBD Padang, Mapala Unand, masyarakat, relawan dan semua pihak yang membantu mencari Aidil,” ujar Werry. Ia mengungkapkan kesalutannya kepada Mapala Unand yang sampai hari terakhir tetap semangat mencari Aidil, yang menandakan kuatnya persaudaraan antara sesama anggota Mapala Unand. Pihak keluarga Aidil yang diwakilkan oleh paman Aidil mengatakan, ia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang selama ini telah bersungguhsungguh untuk menemukan Aidil. “Saya atas nama keluarga maaf kepada teman-teman Aidil dan pihak kampus Unand, jika selama Aidil hidup, ada kesalahan yang ia buat, maka mohon dimaafkan,” katanya sambil sesenggukan. Tampak beberapa peserta upacara meneteskan air mata mendengar perkataan paman Aidil tersebut. Dibawa ke Bukittinggi

Dari Padang, jenazah Aidil Akbar Walsya dibawa ke Bukittinggi, Di rumah duka disambut lebih dari seratus anggota keluarga, warga setempat serta kerabat korban. Jenazah korban tiba sekitar pukul 18.20 WIB dan langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Soekarno Hatta Gang Swadaya Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) Kota Bukittinggi. Ibunda korban yang telah menunggu kedatangan anak pertama dari tiga bersaudara itu tampak tegar, meski dari raut wajahnya masih tersimpan duka yang mendalam. Begitu juga dengan keluarga dan kerabat lainnya juga tampak lebih tegar dalam menghadapi musibah tersebut. Kedatangan jenazah di saat adzan Magrib berkumandang itu membuat jenazah tidak begitu lama berada di rumah duka. Atas kesepakatan keluarga, jenazah kemudian disalatkan di Masjid Syukra Mandiangin, yang lokasinya tak berada jauh dari rumah duka. Setelah disalatkan, jenazah kemudian langsung dibawa ke peristirahatan terakhir di Pandam Pekuburan Budi Mulya di kawasan Surau Gadang Kecamatan MKS Bukittinggi. Di pemakaman itu, jenazah juga dilepas oleh puluhan mahasiswa Universitas Andalas (Unand) Padang. Tak ada komentar dari pihak keluarga kepada wartawan, karena mereka larut dalam suasana duka yang mendalam. Angga selaku teman dekat korban yang juga satu jurusan dengan korban mengatakan bahwa Aidil merupakan sosok yang rajin di kampus. Namun Aidil di mata Angga juga seorang anak yang pendiam dan serius. “Aidil merupakan satu-satunya mahasiswa Akuntansi angkatan 2011 Unand yang bergabung dan menjadi anggota Mapala. Di Mapala, Aidil juga tergolong rajin, serta banyak berprestasi di kampus,” ujar Angga. Menurut Angga, dua hari sebelum Aidil hanyut, Aidil duduk di depan dan tidur saat perkuliahan berlangsung. Padahal menurut Angga, Aidil jarang duduk di depan saat belajar di kampus, dan tidak pernah tidur disaat perkuliahan. “Selain itu, Aidil juga tidak pernah bergurau. Namun dua minggu sebelum tragedi itu, Aidil sempat bergurau dan membalas sms saya, bahwa dia saat itu sedang berada di bawah pohon kayu. Sebelumnya beliau tidak pernah bercanda,” jelas Angga. (h/wan/dib)

Bung Karno, Senin (7/10/2013). Menurut Indra laga melawan Laos amat penting bagi timnya demi melanjutkan perjalan di kualifikasi Piala Asia 2014. Untuk itu, dia selalu menanamkan rasa percaya diri kepada anak asuhannya itu. “Memang kami lebih cepat dari mereka. Tapi kami akan tetap mencoba mengantisipasi mereka,” sambungnya. “Tapi saya sempat dibilang arogan saat mengomentari laga dengan Korea Selatan kemarin. Saya dibilang terlalu percaya diri dan arogan. Bagaimana mau yakin kalau tidak ada rasa optimitis. Kami harus percaya setiap lawan siapapun kami harus yakin menang,” kata Indra. “Saya juga meminta dukungan doa kepada seluruh masyarakat Indonesia agar kami diberikan kemudahan,” simpulnya. Sementara itu, Timnas Laos mewaspadai kekuatan Timnas Indonesia U-19 pada Kualifikasi Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, 8-12 Oktober. Asisten pelatih Laos, Phoutpasong Sengdalavong mengaku sudah menyaksikan beberapa pertandingan Timnas Indonesia U-19. Ia pun menilai Indonesia sebagai tim yang sulit dikalahkan. Apalagi, Indonesia merupakan tuan rumah. Timnas Indonesia U-19 akan didukung penuh oleh

Ilham Udin Armaiyn salah satu pemain Timnas U-19 yang diwaspadai Laos.

ribuan suporternya. “Saya sudah melihat dua-tiga pertandingan Indonesia. Saya melihat Indonesia adalah tim baik, apalagi didukung oleh suporter,” ujar Sengdalavong seperti dilansir Timnasgaruda. com. Saat ditanya siapa pemain yang perlu diwaspadai di tim Indonesia, Sengdalavong mengaku mewaspadai Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn. “Kapten Indonesia (Evan Dimas) dan pemain sayap kiri (Ilham Udin) bermain cukup baik,” kata Sengdalavong. Di laga ini, Laos sendiri bakal kehilangan tiga pemain pilar. Sengdalavong mengatakan ketiga pemain itu adalah kiper utama Soukthavy Soundala, striker sekaligus kapten Lembo Saysana,

dan gelandang Phoutthasay Khochalern. “Ketiga pemain penting kami harus absen karena cedera. Nomor 25 (Soundala), 11 (Saysana), dan 8 (Khochalern). Mereka harus kami tinggalkan,” kata Phoutpassong Sengdalavong dalam sesi jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (7/10). Sengdalavong mengakui bahwa absennya ketiga pemain tersebut sedikit banyak mendatangkan kerugian. Namun ia tetap optimistis timnya bisa berbuat banyak pada ajang ini. Apalagi Laos mengaku sudah memahami betul permainan Indonesia. “Grup ini adalah grup berat. Tapi kami optimistis bisa menampilkan permainan yang baik,” ujarnya. (h/net/mat)

Sekali Panen .................. Dari Halaman. 1 Anggota DPRD Sumbar lainnya Syafril Ilyas mengatakan, ada indikasi monopoli dengan keberadaan pabrik yang hanya satu di Pessel. Mestinya, dengan luas sebaran petani di Pessel, dibutuhkan 3 pabrik sawit. Selama ini dengan jarak lokasi panen dengan pabrik yang terpaut jauh, pedagang pengumpul (toke) tidak bisa membeli mahal karena memikirkan ongkos angkut.

”Saat masa puncak panen, buah sawit melimpah dan tak tertampung pabrik. Ini akan merugikan petani,” terangnya. Daerah pertengahan seperti Ampiang Parak atau Lengayang dinilai cocok sebagai lokasi pembangunan pabrik baru. Kepala Dinas Perkebunan Sumbar Fajaruddin mengakui, harga jual di tingkat petani bisa saja bervariasi sesuai kualitas

buah dan umur panen. Agar mendapat harga yang layak, petani kata Fajaruddin, harus menghindari panen buah mentah atau belum matang. ”Kalau untuk jumlah pabrik bisa saja mempengaruhi harga, tapi petani juga harus memperhatikan kualitas buah yang mereka panen. Nanti ada kriterianya dan harganya berbeda,” ujarnya. (h/eni)

Sindikat Pencuri .............. Dari Halaman. 1 telah dibongkar dan dijual secara eceran. Hasilnya, tiga tersangka lagi dibekuk, di antaranya tersangka berinisial GP dan OK yang saat ini telah diamankan di Mapolresta Padang Panjang, serta tersangka berinisial CN yang diamankan di Mapolresta Bukittinggi. Dalam kasus ini polisi juga telah menetapkan tiga Daftar Pencarian Orang (DPO), yang masih merupakan anggota komplotan tersebut. Untuk tersangka CN, Ia dibekuk di Kota Pekanbaru di rumah kediaman istrinya pada Sabtu (5/10) pukul 13.30 WIB. Saat ditangkap, tersangka berusaha bersembunyi di dalam kamarnya. Namun karena persembunyian itu diketahui polisi, tersangka CN akhirnya berusaha melawan dan berhasil melukai petugas. Aksi nekad tersangka membuat petugas terpaksa menghadiahi timas panas yang bersarang di bagian paha sebelah kiri tersangka. “Dari 180 unit mobil curian yang diakui tersangka, sebagian mobil masih utuh dan sebagian

lagi telah dipreteli. Untuk kawasan Bukittinggi, tersangka mengakui telah mencuri mobil di sembilan Tempat Kejadian Perkara (TKP), dengan barang bukti 11 unit. Namun baru dua TKP yang telah kami ungkap,” sebut Kapolres Amirjan kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (7/10). Menurut Amirjan, dalam melakukan aksinya, para tersangka terindikasi menggunakan senjata rakitan berlaras pendek. Modus pencurian yang dilakukan tersangka juga bervariasi, mulai dari memecah kaca depan mobil hingga penggunaan alat khusus. Dalam memilih target, tersangka cenderung beraksi di tempat yang sunyi, baik di lokasi parkir, di depan rumah dan dimana saja yang mereka anggap aman. “Tersangka CN dalam sindikat ini berperan sebagai pencuri dan penjual mobil hasil curian. Dari hasil pemeriksaan sementara, barang curian tersebut dijual di kawasan Riau dan Sumbar. Namun kami masih terus melakukan pengembangan,” jelas Kapolres. Kapolres menambahkan,

tersangka tidak memilih merek dan jenis mobil yang dicurinya, sehingga dari 180 unit mobil itu terbagi dalam beberapa merek dan jenis. Saat ini dua mobil telah diamankan di Mapolresta Bukittinggi untuk dijadikan barang bukti, diantaranya mobil Avanza hitam nomor polisi (nopol) BM 174 RE dan mobil Kijang pick up warna biru dengan nopol B 9217 TD. Tapi dari penuturan tersangka kepada penyidik kepolisian, kedua nopol kendaraan tersebut adalah palsu. Tersangka sendiri tidak ingat angka nopol aslinya, karena sulit mengingat banyaknya hasil curian mereka. Tersangka juga mengaku bahwa warna biru pada mobil Kijang pick up itu adalah palsu, karena aslinya mobil tersebut bewarna krem. “Dalam melakukan aksinya, sindikat curanmor ini tidak segansegan melukai korbannya. Dalam kasus ini, kami menjerat tersangka dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman lima tahun penjara,” tambah Kapolres Amirjan. (h/wan)

Pelaku Kabur ................. Dari Halaman. 1 emas liar di tepian anak sungai Batang Palangki Jorong Kipek Nagari Aia Luo yang dibuat oleh masyarakat di lokasi bermedan berat jauh dari pantauan petugas. Untuk bisa mencapai lokasi tambang emas liar tersebut Dirkrimsus Polda Sumbar Kombes Pol Budi Utomo, Kapolres Solok AKBP Tommy Bambang Irawan didampingi Kasat Serse AKP Jerry dan Kasat Intel AKP Irwan Zani serta puluhan anggota, harus berjuang keras menempuh semak belukar dan berjalan kaki sejauh hampir 20 km selama hampir dua belas jam yang melelahkan. Apa bila hari hujan jalur lokasi yang ditempuh tim gabungan dengan cara berjalan kaki itu, sangat licin dengan gundukan tanah merah yang sulit dilalui serta belantara hutan bukit barisan yang masih perawan penuh binatang buas. Dalam operasi penyergapan razia tambang emas liar tersebut juga ikut serta Kasubdit 4 Krimsus Polda Sumbar AKBP Petrus dan Kapolsek Payung Sekaki AKP Armijon. Petugas gabungan bahkan harus menempuh jalan setapak yang terjal membelah belantara hutan perbukitan sekitar Nagari Aia Luo Kecamatan Payun g Sekaki itu, yang bisa tembus ke wilayah Mundam Sakti Kabupaten Sijunjung, untuk memeriksa lokasi-

lokasi yang dicurigai hingga ke hulu-hulu anak sungai Batang Palangki tersebut. Kerja keras tim gabungan Dir Krimsus Polda Sumbar dan Polres Solok tersebut akhirnya berhasil menemukan sebuah lokasi penambangan emas liar dengan sejumlah mesin peralatan penambangan emas liar namun tak ditemukan pelakunya. Petugas juga menemukan sejumlah barak darurat atau camp yang didirikan oknum penambang emas liar, yang terbuat dari bahan kayu papan dan terpal-terpal agar mudah dibuka untuk kemudian berpindah ke lokasi lain. Petugas kemudian menghancurkan barak darurat atau camp tersebut dan berupaya melakukan penelusuran ke sekitar kawasan yang dicurigai sebagai lokasi tambang emas liar tersebut, namun tak dijumpai pelakunya. Ditenggarai para pelaku sudah mencium dan mengetahui kedatangan petugas gabungan itu. Jauh sebelum petugas bisa sampai ke lokasi tambang emas liar tersebut, 3 unit kendaraan petugas bahkan mengalami pecah ban dan kerusakan mesin, akibat alat perangkap berupa jeruji paku. Alat-alat tersebut diduga dipasang oknum penambang emas liar dengan cara dipendam di aliran anak sungai kecil yang dilintasi kendaraan petugas.

Petugas menemukan sejumlah alat mesin dompeng dan mesin keong serta alat pendukung penambangan emas liar lainya, sepeti beberapa potong, bok alat peluncuran material penyaring emas dan lain sebagainya. Alat penambangan emas liar terbuat dari kayu di tepian anak sungai Batang Palangki yang masuk dalam wilayah Jorong Kipek Nagari Aia Luo itupun lalu dihancurkan petugas gabungan, termasuk barak-barak darurat yang dibuat dari terpal plastik. Sayangnya tim gabungan Ditkrimsus Polda Sumbar dan Polres Solok tak menemui penambang liar, karena telah meninggalkan lokasi tambang mereka. “Pelaku tambang liar sengaja memilih lokasi yang jauh di pedalaman dekat aliran anak sungai dengan lokasi tertentu yang sulit dijangkau petugas atau diketahui warga masyarakat lainnya, ” tutur Kapolres Solok AKBP Tommy Bambang Irawan kepada Haluan di Mapolres Lubuk Selasih usai operasi tim gabungan tersebut. Namun demikian ujar Tommy, jajaran Polres Solok dengan bantuan jajaran Ditkrimsus Polda Sumbar serta Brimob, tak akan pernah menyerah untuk melakukan razia atau operasi pemberantasan praktik-praktik ilegal di wilayah hukum Polres Solok Arosuka. (ris)

>> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

>> Penata Halaman : David Fernanda


8

SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

PENINDAKAN TUNGGU PERSETUJUAN BUPATI SAIDAL MASFIYUDDIN

Separuh Hidup Jadi Anggota Dewan PADANG, HALUAN — Sudah 25 tahun menjadi wakil rakyat, Saidal Masfiyuddin, yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Golkar, mengatakan rutinitas yang puluhan tahun dialaminya merupakan sebuah hobi. “Hobi berupa pengabdian masyarakat,” katanya. Dengan pengalaman yang sudah puluhan tahun ini, Saidal tidak bisa melupakan pengalamannya ketika ditunjuk menjadi Ketua Panitia Khusus (pansus) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Sumatera Barat dari 2005-2025. “Hal membanggakan, karena turut serta berkontribusi untuk pembangunan Sumbar 20 tahun mendatang. Kemudian RPJP ini pun menjadi panduan bagi kepala daerah dalam menentukan RPJMD,”kisahnya. Dibalik kebanggaanya ini, Saidal pun pernah mengalami kekesalan konstituennya, karena aspirasi tidak semuanya terpenuhi. “Contohnya saja seperti saat ini, dari ratusan aspirasi masyarakat yang ditemui di lapangan, hanya sekitar 25 persen yang bisa terwujud. Sisanya akan diajukan kembali pada tahun anggaran berikut. Jadi, hal seperti ini juga harus dipahami masyarakat,” jelas anggota dewan dari Pesisir Selatan ini. Selama puluhan tahun menjadi anggota dewan ini, Saidal juga pernah merasakan pemilu yang berlangsung di masa orde baru. “Waktu pertama kali menjadi calon anggota DPRD, saya dapat nomor

urut 17 dari Partai Golkar dengan 29 calon yang diajukan. Waktu itu saya belum punya kedudukan di partai,” terangnya. Kemudian, pada kali kedua mengikuti pemilu, Saidal pun sudah mendapatkan kedudukan sedikit tinggi, yaitu berada di nomor 9 dari 31 calon yang diajukan. “Waktu itu, saya sudah mulai mendapat kedudukan di partai,” jelasnya. Saidal pun merasakan betul selama orde baru ini, partai memiliki kekuasaan penuh. Berbeda sekali dengan masa reformasi saat ini. “Partai masih punya pengaruh yang kuat. Pada waktu itu, pemilih datang ke TPS, hanya mencoblos partai bukan calon. Suara terbanyak akan jatuh pada nomor urut satu. Sekarang pemilih memilih calon yang mereka suka. Peran partai pun tidak terlalu kelihatan,” terangnya. Meskipun ada perbedaan sistem pemilu antara orde baru dan reformasi, Saidal menarik kesimpulan, baik atau buruknya sistem pemilu, semua masih tergantung pada partai politik. Jika partai bisa melakukan proses perekturan kader dan menempatkannya menjadi caleg, pemilu tetap akan berjalan dengan baik. Artinya, wakil rakyat masih dipercaya mampu mewakili rakyat dalam mewujudkan aspirasi. Jika partai hanya mencari kader secara asalasalan dan ditempatkan sebagai calon, hasilnya tidak akan memuaskan masyarakat. (h/eni)

Panwaslu Belum Lirik Alat Peraga SOLSEL, HALUAN — Meskipun Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2013 sudah disosialisasikan, namun Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Solok Selatan belum melirik pemasangan atribut kampanye yang bertebaran tersebut sebagai pelanggaran. “Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013 Tentang Perubahan Terhadap Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2013 sudah disosialisasikan. Namun, masih ada masa tenggang untuk partai politik menurunkan atribut kampanye berupa baliho dan spanduk yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Ketua Panwaslu Solsel Sanusi, Senin (7/10). Menurut Sanusi, masa tenggang tiga hari sejak disosialisasikan pada Kamis (3/10), maka jatuh tempo penertiban baliho dan spanduk sendiri oleh pemiliknya habis pada Senin (7/10) kemarin. “Hari ini (kemarin-red) masa tenggang terakhir. Maka, pada tanggal 8 Oktober 2013 kami akan beraksi melakukan penindakan dan penertiban bersama-sama dengan aparat penegak perda,” ujarnya. Sanusi menegaskan, bahwa untuk penindakan bukan kerjanya panwaslu. Menurutnya, panwaslu hanya membuatkan surat rekomendasi kepada KPU sebagai laporan temuan pelanggaran. Kemudian, untuk penindakan maka panwaslu akan menyurati bupati. “Untuk penindakan kita surati bupati dulu, kalau bupati belum setuju atau lambat disetujui maka kita akan terus mendesak.

Karena, untuk penindakan itu dilakukan oleh Sat Pol PP yang turun dengan perintah bupati,” terang Sanusi. Langkah yang diambil saat ini oleh Panwaslu, kata Sanusi, akan melakukan rapat koordinasi dengan semua pengawas yang berada di kecamatan dan nagari. “Kami lakukan dulu rapat koordinasi internal Panwaslu. Tujuannya untuk mendata pelanggaran yang ada. Kemudian, baru kami kirimkan surat ke bupati. Kalau surat sudah disetujui bupati untuk penindakan maka kami undang dulu Sat Pol PP untuk membicarakan teknis penertiban baliho dan spanduk itu,” ungkap Sanusi. Entah mengapa Panwaslu Solsel bertindak harus menunggu persetujuan bupati. Padahal, pada peraturan kpu nomor 15 tahun 2013 pasal 17 ayat (3) dan (4) menyatakan bahwa kpu berwenang memerintahkan peserta pemilu untuk mencabut atau memindahkan alat peraga. Jika peserta pemilu tidak melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud maka pemerintah daerah setempat dan aparat keamanan berdasarkan rekomendasi Bawaslu, berwenang mencabut atau memindahkan alat peraga kam-

ALAT PERAGA — Sebuah baliho calon anggota legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN) dipasang di Jalan Samudra, Pantai Padang, Senin (7/10). AMIR

panye dengan memberitahukan terlebih dahulu kepada peserta pemilu. Salah seorang calon legislatif untuk DPRD Provinsi Sumbar, Attila Majidi dari partai PKS, mendukung aksi penertiban baliho dan spanduk para caleg yang kini berserakan di sepanjang jalan utama di Solok Selatan. “Saya setuju penertiban baliho dan spanduk yang merupakan alat peraga kampanye. Kita bukan “perang” baliho dan spanduk tetapi perang visi dan misi. Caleg itu memang

harus perbanyak pertemuan dengan masyarakat, apakah itu diskusi, pertemuan terbuka dan tertutup dengan masyarakat sehingga kita dapat menyampaikan langsung visi dan misi ke masyarakat,” terangnya. Menurutnya, Panwaslu tidak perlu menunggu persetujuan bupati untuk bergerak. Dalam aturan, Panwaslu sebagai pengawas mencatat dan melaporkan temuannya, kemudian menyampaikan ke KPU. KPU dapat menyurati parpol untuk membuka sendiri

>> Editor : Rudi Antono

baliho atau spanduk yang menyalahi tersebut. Jika tidak diindahkan, maka KPU memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah bukan bupati, dan aparat keamanan untuk melakukan penindakan. “Saya kira tidak ada persetujuan bupati untuk penindakan oleh KPU atau pemerintah daerah dan aparat keamanan. Panwaslu harus memberikan data-data pelanggaran segera kepada KPU agar pelanggaran secepatnya ditertibkan,” pungkasnya. (h/col)

>> Penata Halaman : Syahrizal


SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

9

JELANG IDUL ADHA Warga Enggan ke Pasar Raya PADANG, HALUAN—Amburadul dan kacaunya penataan Pasar Raya Padang membuat pembeli malas datang ke pasar tersebut. Hal ini sangat besar pengaruhnya bagi kemajuan pedagang, terutama omset. Padahal pasar raya merupakan salah satu pasar terbesar di Kota Padang. Menurut Ijeng (21), pedagang batu cincin di eksmatahari lama kepada Haluan bertutur bahwa perubahan Pasar Raya Padang sangat terasa setelah gempa melanda pada tahun 2009 silam. Kacaunya penataan dari segi angkot yang ngetem, PKL yang sembarangan berdagang membuat pengunjung pasa semakin hari semakin malas ke Pasar Raya Padang. “Pengaruh malasnya masyarakat ke Pasar Raya Padang ini beragam, mulai dari angkot yang ‘mamakak’(bunyi klakson keras, red), PKL yang berdagang sembarang untuk jalan saja susah. Semua itu berimbas kepada omset pedagang, terutama pedagang seperti saya,” papar Ijeng. Ijeng, selain pedagang cincin akiak, ia sekaligus yang membentuk cincin tersebut. Memang pelanggan Ijeng pada awal orang tua-tua saja, semakin berkembang pada tahun 2007 banyak anak muda yang mengincar cincinnya. Kemudian ambruk lagi ketika Padang dilanda gempa, karena tempatnya berdagang pindah-pindah itulah membuat pelanggannya hilang satu persatu. “Rata-rata pedagang yang ada di Pasar Raya Padang ini mengalami kemunduran, ketika berpindah-pindah. Begitu juga dengan pemilik yang ada di dalam pasar tersebut,”urainya. Orang yang akan melewati pasar raya dan masuk ke pasar sembako, menurut Ijeng akan berpikir dua kali. Setiap pelanggan yang datang akan mengeluhkan beceknya pasar raya tersebut. Dengan kondisi tersebut membuat malas pelanggan untuk datang ke pasar raya. “Untuk saat ini bisa kita lihat pedagang dimana saja menggelar dagangannya. Ada wisuda orang berdagang juga, ada pesta baralek orang berdagang juga, malah fenomenanya kita lihat di pinggir jalan malammalam ada pedagang PKL yang berjualan. Itu terjadi karena tidak adanya tempat berdagang. Kalau di tata, berapa besanya pasar raya ini, semua bisa menampung pedagang se kota Padang. Banyak los yang kosong, gedung yang sudah siap ditempati pedagang dibiarkan menganggur,”tutur Ijeng. Pedagang PKL yang berdagang tidak kenal tempat, tegas Ijeng. Hal ini bukti dari kegagalan dinas terkait dalam menata pedagang. Mereka tidak hanya menyediakan tempat berdagang, pemerintah juga mengabaikan keberadaan PKL tersebut. “Sebenarnya antara pemilik toko dengan pedagang tidak bisa dipisahkan, pelanggan datang karena PKL bisa mengkreasikan dagangannya. Sedangkan PKL juga membutuhkan emperan toko untuk berdagang. Itulah kenapa di pasar ini antara PKL dengan pemilik toko adem-adem saja, karena yang memancing pengunjung pasar itu PKL. Hanya saja penataannnya tidak di atur,”tutup Ijeng.(h/cw-oos)

Aktivitas BIM Normal PADANG, HALUAN—Tujuh hari menjelang Lebaran Haji (Idul Adha) tahun 2013 ini, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), berjalan normal, atau belum mengalami lonjakan penumpang.

NORMAL — Tujuh hari menjelang Lebaran Haji (Idul Adha, aktivitas penerbangan di BIM masih normal. Arus penumpang yang keluar dan masuk masih di kisaran normal, yakni sekitar 3.700 penumpang setiap hari. PARWIS

Pantauan Haluan, Senin (7/10), aktivitas penumpang pada pintu kedatangan masih terlihat normal, begitu juga pada pintu keberangkan tidak mengalami lonjakan. General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Padang Rian Hadihito mengakui, aktivitas penerbangan, dan penumpang menjelang Lebaran Haji tahun ini, tidak mengalami peningkatan. “Sampai saat ini arus penumpang yang keluar dan memasuki masih normal, yakni sekitar 3.700 setiap hari,” ujarnya. Lanjutnya, pada Lebaran Haji ini, penumpang yang datang dan pergi melalui BIM tidak akan mengalami peningkatan. Karena, menurut data yang diperoleh Angkasa Pura II Padang, sampai saat ini sampai Lebaran Haji nanti, penerbangan di BIM masih normal, yakni sekitar 56 penerbangan setiap hari. “Sampai saat ini, permintaan penambahan penerbangan belum ada. Jadi bisa diperkirakan, tidak ada penambahan penerbangan dari hari biasa,” ungkapnya lagi. Salah seorang penumpang tujuan Jakarta Andi (35) mengatakan, aktivitas di BIM masih seperti biasa. Ia juga mengatakan, aktivitas bandara lainnya juga seperti kondisi di BIM. “Dalam minggu ini, saya selalu disibukkan dengan tugas luar kota. Saya selalu menggunakan jasa pesawat, dan saya pun melihat aktivitas badara lain tidak begitu berbdeda dengan kondisi di BIM ini,” tuturnya. (h/wis)

Disini, Sampah Plastik Anda Dibeli PADANG, HALUAN—Sampah plastik bisa diolah menjadi produk yang berguna dan dibutuhkan oleh masyarakat. Usaha pengolahan sampah plastik inilah yang sedang digeluti oleh beberapa mahasiswa dan dosen Universitas Bung Hatta (UBH). “Usaha ini baru berjalan dalam beberapa bulan ini,” ujar Dr. Eng. Reni Desmiarti, ST. MT, dosen Teknik kimia UBH. Reni menambahkan, tujuan usaha ini adalah untuk membantu pendapatan ma-

syarakat dan mendukung program pemerintah dalam pengelolaan sampah. Beberapa tujuan lainnya adalah melatih mahasiswa untuk berwiraswata, membentuk mahasiswa yang kreatif dan produktif, dan membiasakan masyarakat untuk memilah sampah khususnya plastik. Masyarakat yang ingin menjual sampah plastik bisa langsung datang ke bank sampah di Jalan Gajah Mada No. 19 Olo Nanggalo Padang, setiap hari Kamis pukul 14.00 WIB. Harga plastik yang

akan dibeli tergantung dari masyarakatnya. Jika seandainya sampah plastik itu dipisahkan sesuai dengan merk dan warna yang sama, maka akan dibeli dengan harga Rp3.500/kg. Tapi jika seandainya sampah itu hanya dipisahkan sesuai dengan merknya saja, maka akan dibeli dengan harga Rp2.500/kg. Berbeda lagi kalau seandainya semua merk disatukan, hanya dibeli dengan harga Rp1.500/kg. “Karena usaha ini baru dimulai, maka saya merekrut

mahasiswa tahun masuk 2011 dan 2012 untuk berpartisipasi dalam usaha ini. Dari mahasiswa itu dipilih 5 orang sebagai koordinator. Mereka lah yang diharapkan dapat mengkoordinir dan mengajak mahasiswa lainnya untuk ikut berpartisipasi,” ungkap Reni. Mahasiswa yang tergabung dalam usaha ini nantinya akan diajarkan oleh Nurhayati (32), seorang ibu rumah tangga di daerah Sungai Sariak. “Kami sengaja meminta Nurhayati untuk mengajar karena sebelumnya dia juga sudah

>> Editor :Afrianita

menggeluti usaha pengolahan ini di tempat tinggalnya,” pungkasnya. Berbagai macam produk ini nantinya akan ditampilkan pada seminar tahunan teknologi industri yang diadakan oleh FIT UBH pada bulan Februari mendatang. Reni mengimbau agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam usaha ini. Dari pada plastik itu terbuang, lebih baik dijual agar bisa diolah menjadi berbagai macam produk yang berguna bagi masyarakat. (h/mg-awa)

>> Penata Halaman : Syahrizal


10

SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

PADANG RAIH PIALA WTN

Lalu Lintas Masih Amburadul

IAIN IB-PT ABB Kerjasama PADANG, HALUAN—- Rektor IAIN Imam Bonjol Padang Makmur Syarif menandatangani kerjasama dengan PT. Arga Bangun Bangsa yang bergerak dalam bidang traning ESQ, di aula GSG Kampus Lubuk Lintah Padang, Senin (7/10) Kegiatan itu juga dihadiri Kabiro AUAK Dasrizal Warek I dan Warek III Syafruddin dan Asasriwarni, serta dua orang saksi Maidir Harun dan Syamsul Bahri Khatib dan para dekan di lingkungan IAIN. Tujuan kerjasama dari pihak IAIN dengan PT. ABB, pada dasarnya untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi unsur pimpinan, karyawan, dosen dan mahasiswa. Pasca MoU ini diharapkan bisa terwujud kecerdasan intelektual, emosional, spriritual yang mampu melaksanakan tugas, dedikatif dan berakhlak mulia. Sementara itu, branch manager ESQ Cabang Sumbar Hendri Bayu mengakui kalau peran dari ESQ ini di Sumbar telah diterapkan oleh hampir semua perguruan tinggi. Termasuk saat ini dari pihak IAIN ‘’IB’’. Dan sudah ditandatangani naskah MoUnya. “Yang pasti kerjasama ini ada langkah baik dan bernilai positif. Kan tidak ada salahnya bagi seseorang yang sudah berilmu dengan gelar akademik Profesor, Doktor dan magister atau sarjana ditambah ilmu dengan pengendalian emosional yang terarah sehingga kehidupan lebih baik sesuai dengan tuntutan agama Islam,’’katanya. (h/cw-lex-rel).

PADANG, HALUAN — Pemerintah Kota Padang berhasil menyabet piala Wahana Tata Nugraha (WTN) 2013 di bidang lalu lintas. Banyak pihak yang lantas tak percaya dengan prestasi ini.

RUSAK PARAH — Jembatan yang menghubungkan jalan raya Pasar Pagi dan Kelurahah Pasia nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, sudah lama dibiarkan dalam kondisi rusak parah dan luput dari perhatian Pemko Padang. Senin siang, warga hanya menggunakan untuk berjalan kaki saja karena sudah banyak kendaraan yang terperosok di sini. DODI NURJA

Alamsyah Bersihkan Sampah PADANG,. HALUAN — Pantai Padang adalah ikonnya Kota Padang karena mempunyai daya tarik tersendiri. Namun demikian daya keindahan itu dikotori oleh banyaknya sampah yang berserakan di tepi pantai, Minggu (6/10) Ketika semua orang tidak terlalu peduli tentang keberadaan sampah yang berserakan di pinggir pantai, lain halnya dengan Alamsyah (75 tahun) yang tinggal di pinggiran pantai Gajah, Kelurahan Air Tawar Barat. Ia setia setiap paginya membersihkan sampah-sampah yang berserakan di lingkunggan sekitar rumahnya. Alamsyah berusaha membakar sampah-sampah tersebut dan mengumpulkan botol-botol kaca yang berserakan akibat di bawa oleh ombak ke tepi pantai. (h/mg-rin)

Anggaran Pasar Satelit Minim PADANG, HALUAN — di Kota Padang , untuk 2013 ini sudah dua pasar satelit terbakar. Juli lalu Pasar Lubuk Buaya Padang terbakar akibat konsleting listrik. Beberapa waktu lalu pasar Simpang Haru juga terbakar akibat yang sama. Sedangkan menurut Hendrizal Azhar Kepala Dinas Pasar dalam waktu dekat belum ada dana operasional untuk pembangunan kembali pasar satelit tersebut. “Terjadinya peristiwa kebakaran yang melanda dua buah pasar satelit Di Kota Padang beberapa waktu lalu merupakan musibah bagi kita semua. Namun, dana atau anggaran dalam waktu dekat belum. Kita akan usahakan pada periode berikutnya,”tambahnya. Ketika dibahas tentang pasar

satelit yang hampir mendekati ajal, seperti pasar Ulak Karang Padang dikatakannya itu disebabkan oleh berbagai faktor. Sebab, keberadaan pasar satelit sebagai pasar pendukung itu sangat berpengaruh kepada pengunjung. Ketika pengunjung berkurang, maka pasar bisa saja mendekati ajal. “Terkait dengan pasar satelit seperti Pasar Ulak Karang Padang itu terjadi karena pengunjung semakin berkurang, pedagang pun semakin malas berdagang. Memang dari segi pembangunan Pasar Ulak Karang itu masih dalam rencana kita. Tetapi, tetap kita upayakan,” tutup Hendrizal Azhar Dikatakannya alokasi dana untuk pasar satelit di APBD 2013 hanya sebesar Rp628,82juta.

Padahal jumlah pasar satelit di Kota Padang lebih dari 10 buah, yang kesemuanya perlu perhatian yang intensif dari pemerintah. “Bantuan untuk pembangunan pasar satelit memang masih minim. Namun, pemerintah selalu berupaya menganggarkan untuk kemajuan pasar tersebut. Kita memang memusatkan perhatian ke pasar sentral, namun bukan berarti kita abaikan pasar satelit. Namun, pembangunan pasar satelit secara bergantian. Pada tahun ini kita benahi pasar satelit di Bandar Buat, kita bangun dua tingkat. Akan tetapi pedagang tidak mau di atur juga. Terus pasar satelit sebagai pasar percontohan di Pasar Alai Padang,”papar Hendrizal Azhar. (h/cw-oos)

KELURAHAN KAMPUNG JAO

Berharap Lurah Pengganti

KELURAHAN Kampung Jao Kecamatan Padang Barat. RINA

PADANG, HALUAN — Kelurahan Kampung Jao Kecamatan Padang Barat sudah tiga bulan ditinggalkan oleh lurahnya karena sudah pensiun. Selanjutnya ada beberapa staf lagi menyusul pensiun dalam tahun yang akan datang. Lurah kampung jao ini sudah pensiun mulai dari bulan Juli dan sampai sekarang belum ada gantinya. Walaupun tidak ada lurah yang mengontrol,

semua staf tetap menjalankan aktivitasnya seperti hari-hari biasanya. “Kelurahan ini juga mendapat ranking tiga tingkat kecamatan sebagai karena taat membayar pajak bumi dan bangunan (PBB),” ujar Artini Kasi Kesejahteraan Sosial yang ditemui Haluan, kemarin. Dia mengatakan masalah PBB tidak terlalu rumit mengurusnya karena apapun yang warga urus ke

kantor kelurahan harus ada bukti pembayaran PBB Darliusmar Kasi Pemerintahan menambahkan kalau masalah sarana dan prasarana dalam pelayanan masyarakat sudah memadai. Yang diharap hanya pengganti lurah yang pensiun. “Semuanya sudah mendukung terhadap kerja staf di kelurahan, saya berharap lurah di sini secepatnya ada pengganti supaya kantor kami lengkap,” tambahnya. (h/mg-rin)

Dinas perhubungan Kota Padang, Raju Minrova mengatakan diraihnya piala WTN oleh Kota Padang merupakan sesuatu hal yang di luar dugaan. Pasalnya, banyak masyarakat yang mengeluh persoalan lalu lintas di jalan Raya Kota Padang. “Kita juga terkejut ketika Kota Padang meraih piala WTN, bagaimana penilaiannya itu memang di luar dugaan kita, pusat yang menentukan. Terlepas dari itu semua, tanggung jawab kita ke depan untuk memperbaiki layanan lalu lintas,”ungkap Raju Minrova. Adanya lampu merah yang sering rusak atau tidak berfungsi dengan baik, menurut Raju Minrova karena sudah cukup umur, atau rusak karena ada halhal signifikan seperti pengaruh lampu yang sering mati. Namun, pihaknya akan selalu menampilkan yang terbaik untuk layanan masyarakat tentang lalu lintas. Piala WTN untuk Padang ini juga membuat kaget pengamat lalu lintas Fidel Miro. Ia mengatakan bahwa penghargaan untuk saat ini tidak bisa dijadikan tolak ukur dalam menanggapi sesuatu. Termasuk Padang meraih piala WTN di bidang lalu lintas. Persoalan layak tidak layak bukan menjadi acuan bagi dinas terkait. Layak tidak layaknya hanya masyarakat yang menilai. “Kalau boleh berbicara, yang mengalami kemacetan hanya masyarakat, yang mengalami kecelakaan kebanyakan masyarakat. Yang sering menjadi korban oleh kerusakan lampu merah hanya masyarakat. Kita bercermin kepada realita yang ada, kalau pejabat yang lewat di jalan raya menggunakan tenaga polisi untuk menghindari macet. Kalau di tanya layak tidak layaknya biarkan masyarakat yang menilai,” tutur Fidel Miro. Penghargaan WTN yang diperoleh Kota Padang membuat sebagian masyarakat lainnya juga tak percaya. Seperti yang dituturkan oleh Ria salah satu

penumpang angkutan kota mengungkapkan kegelisahannya ketika naik angkutan umum. “Saya kadang-kadang takut naik angkutan kota ini, baik itu bus atau angkot karena lajunya cepat sekali. Selain itu supir angkutan ini juga sering tidak tertib dalam lalu lintas. Kadang sudah tau lampu merah masih saja memacu kendaraannya, selain itu juga sering mengambil jalan di jalur yang berlawanan arah,” ujarnya pada Haluan. Ia berharap supaya ketertiban lalu lintas ini lebih diperhatikan dan diberikan ketegasan terutama terhadap angkutan umum. Kalau perlu diberi sanksi terhadap pengemudi yang suka mengendendarai dengan kecepatan yang tinggi dan menerobos lampu merah, jangan sampai aparat tebang pilih dalam memberikan sanksi. Penghargaan tersebut merupakan sebuah tanggung jawab yang berat bagi pemerintah Kota Padang terutama Dinas Perhubungan. Pasalnya, realita di lapangan masyarakat bisa menilai bagaimana pengguna jalan atau lalu lintas masih amburadul. Begitu juga dalam menaati lalu lintas, cara memotong pengendara lainnya serta pengemudi angkot yang masih di bawah umur dan Trafighligth (lampu merah) yang sering rusak seperti di kawasan Bypass arah ke Unand. Tidak hanya itu, pengamatan Haluan di lapangan yang sangat signifikan sekali untuk sebuah penghargaan adalah terminal. Karena, terminal di Kota Padang boleh dikatakan tidak ada. Terminal bus Aia Pacah tidak difungsikan dengan sempurna. Banyak sekali dilihat sepanjang Bypass bus yang berhenti disembarang tempat. Begitu juga dengan Jalan Hamka Padang, dijadikan terminal oleh bus antar kota dalam provinsi (AKDP). Bus tersebut dari pagi hingga sore hari ngetem di depan kampus UNP. Misalnya bus jurusan Padang-Pasaman, dan Bukittinggi-Padang. Keadaan ini menambah penyakit serentetan macet di Kota Padang. Namun, fenomena itu semua tidak menjadi halangan bagi Kota Padang meraih WTN. Gambaran permasalahan lalu lintas di Kota Padang diperparah oleh perilaku pengguna jalan yang tidak tertib. Contoh kecil ketika peristiwa angkot yang masuk banda bakali di depan rumah Sakit M.Djami Padang, itu terjadi karena tidak menaati rambu-rambu lalu lintas. (h/cw-oos/mg

FEATURE

Nelayan Gundah, Pukatnya Menjaring Sampah PADANG, HALUAN — Dengan wajah agak kecewa Nasrul (65 tahun) dan rekannya menarik pukat yang mereka bawa dari tengah laut ke tepian, Minggu (6/10) di kawasan Patenggangan Air Tawar Barat . Nasrul memilahmilah ikan di antara sampah yang terbawa oleh pukatnya. “Beginilah pendapatan kami akhir-akhir ini jauh menurun. Pukat saya sering kusut karena banyaknya sampah yang terjaring oleh pukat saya,” ujarnya. Nasrul dan rekannya

turun ke laut mulai dari pukul 06.00 WIB sampai 13.00 WIB. Dalam seharai hanya bisa dua kali turun ke laut. Anggota dalam satu kapal 12 orang jadi pendapatan yang mereka dapatkan juga dibagi 12. “Jika lagi banyaknya kami bisa mendapatkan empat baskom dalam sehari empat baskom itu bisa di hargai Rp400.000. Tapi ketika lagu surutnya seperti ini hanya satu baskom yang bisa kami dapatkan ikannya pun bercampur itu hanya dihargai Rp60.000,” katanya.

Dikatakannya, sedikitnya pendapatan nelayan melaut akhir-akhir ini disebabkan karena masih banyak masyarakat yang membuang sampah ke banda kali. Selain itu banyaknya kayu dan sampah yang hanyut karena longsor Batu Busuak hal ini membuat pukat nelayan kusut. Pria asal Pariaman ini berharap supaya semua masyarakat peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. “Masalah sampah ini

bukan masalah yang hanya masyarakat sekitar pantai dan pemerintah yang menanggulangi tetapi juga harus ada dukungan dari semua masyarakat. Selain dari masyarakat membuang sampah ke sungai, sampah kiriman dari longsor ini juga sangat banyak,” tambahnya. Dan itu semua akibat tangan-tangan kita manusia, penebangan pohon secara liar juga harus ditangani longsor terjadi karena tidak ada lagi pohon-pohon besar yang dapat menyerap air sehingga terjadi erosi. (h/mg-rin)

DENGAN wajah agak kecewa Nasrul (65 tahun) dan rekannya menarik pukat yang mereka bawa dari tengah laut ke tepian, Minggu (6/10) di kawasan Patenggangan Air Tawar Barat . Nasrul memilah-milah ikan di antara sampah yang terbawa oleh pukatnya. RINA

>> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Irvand


11 SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

Nagari Jadi Lumbung Pangan

Keberadaan Linmas di Jorong Sangat Bermanfaat PASBAR, HALUAN — Keberadaan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) dua orang disetiap kejorongan, dirasakan pemerintah daerah fungsinya. Setiap kejadian yang terjadi, Pemda dengan cepat dapat mengetahuinya. Begitu disampaikan Kasat Pol PP Pasbar, Abdi Surya kepada haluan kemarin diruang keranya. Katanya, dengan adanya Linmas tersebut berbagai kejadian di tengah masyarakat, baik yang berkaitan dengan bencana alam, masalah sosial, agama dan segala macamnya cepat diketahui pihak kabupaten. Dikatakan. Pihaknya sangat berterimakasih kepada setiap Linmas yang diangkat. Kendati keberadaannya baru bersifat sukarela, tapi sudah bisa bekerja sesuai dengan harapan pemerintah daerah dan masyarakat. Kita tentu akan memikirkan bagaimana supaya kontribusi yang diberikan Linmas itu, dapat diimbangi dengan kesejahteraan nantinya. Terutama memfungsikan Linmas sebagai salah satu wadah yang menopang berbagai kegiatan di tengah masyarakat, dan juga sebagai sarana penunjang pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di setiap kejorongan”, sebutnya Ia mengaku hampir setiap hari menerima informasi dari Linmas tersebut, seperti kejadian hilangnya seorang nelayan di Jorong Maligi, Nagari Sasak, Kecamatan Sasak ranah Pasisie, beberapa waktu lalu. Sedangakan yang berkaitan dengan sosial masyarakat. Dirinya juga baru saja menerima informasi dari petugas Linmas bahwa ada warung esek-esek di Muaro Bingung, Kinali, yang menyediakan tiga orang wanita penghibur. Dari informasi yang Linmas sampaikan kepadanya, tambah Abdi Surya, Satuan Pol PP Pasbar dapat menindak lanjutinya dengan penuh yakin. Ketika informasi itu benar adanya, perbuatan yang mencoreng tersebut dapat di tertibkan sesegera mungkin. (h/dka)

GERBANG — Inilah gerbang MTQ Nasonal Tingkat Provinsi Sumatera Barat ke-35 yang terletak di pintu masuk Jl. Soekarno Hatta, persis di depan kantor Kejari Pasbar. Dari sini pintu masuk menuju arena utama MTQ, kemudian di Simpang Pertanian, ujung Jl, Soekarno Hatta juga berdiri dengan mengahnya gerbang yang sama bentuknya. ANDIKA

Persiapan Alek Gadang MTQ Hampir Tuntas PASBAR, HALUAN — Persiapan yang dilakukan untuk suksesnya alek gadang MTQ Nasional Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kabupaten Pasaman Barat, semakin mendekati selesai. Sejumlah infrastrukutur penunjang sebagian sudah ada yang tuntas pengerjaannya. Ada juga yang masih sedang dikerjakan, namun pekerjaan tersebut akan selesai menjelang pelaksanaan MTQ itu. Diyakini, MTQ yang akan dihelat nanti akan berlangsung sukses dan spektakuler. Pantauan Haluan, sejumlah pembangunan penting untuk mendukung pelaksanaan MTQ itu sudah hampir rampung. Seperti

gerbang MTQ yang dibangun di pintu masuk jalan protokol dan diujung jalan yakni persisnya di Simpang Pertanian, jalan masuk menuju kantor DPRD Pasbar telah berdiri dengan megahnya. Simbol Pasaman Barat Dibangun Diatas Tadah Agama dan cerminan Minangkabau jelas dari bentuk gerbang itu. Begitu juga dengan arena utama MTQ sudah hampir rampung juga. Semuanya bangunan yang

diperuntukkan untuk helat MTQ itu, mencerminkan kemegahan dan simbol-simbol budaya Minangkabau. Atap gerbang dibuat bagonjong begitu juga dengan tapak MTQ dan arena utama. Sementara itu, balerong Anak Nagari juga sudah hampir selesai. Balerong dengan kapasitas sekitar 2000 orang itu, dibuat dengan megah. Tapi tetap dengan cerminan budaya alam Minangkabau. Jalan protokol, yang nanti akan digunakan

Semua Pihak Dirangkul untuk Tingkatkan Peran PKK PASBAR, HALUAN — PKK merupakan komponen lembaga bangsa yang tidak bisa dipisahkan dari penunjang kemajuan bangsa dan negara. Berbagai program penjesehteraan keluarga menjadi tanggung jawab besar bagi PKK. Dan hal ini sudah terbukti pula, bahwa PKK mampu untuk diandalkan dalam melakukan tugas pembinaan dan turut serta menghantar kejayaan bangsa Indonesia. Keberhasilan itu tidak terlepas dari kesatuan gerak dari PKK mulai dari tingkat terendah hingga pusat. TP PKK pada setiap jenjang terus berupaya untuk mewujudkan keluarga sejahtera, ekonomi mapan dan emansipasi. Begitu pula niat dan tekad Ketua TP PKK Pasaman Barat, Nina Baharuddin R. Kepada Haluan ia mengata-

kan, ia tidak ingin PKK Pasbar dibawah kepemimpinannya mengalami kemunduran, tapi ingin yang sebaliknya. Untuk itu katanya, ia akan terus melakukan evaluasi terhadap program PKK yang sudah berjalan sebelumnya. “Jika bagus akan kita lanjutkan, kurang bagus kita perbaiki, yang kurang di tambah, yang mubasir kita hilangkan,” katanya. Sehingga dengan demikian, program PKK akan tepat guna serta memberi manfaat bagi masyarakat nagari.”Kita akan sinergikan antara program kabupaten, kecamatan dan nagari,” timpalnya. “Yang jelas kita akan rangkul semua elemen ibuibu di PKK, kita akan duduk sama rendah, tagak sama tinggi dan hormat menghormati, asalkan program jalan, cita-cita PKK tercapai,”

pungkasnya. Di tambahkan, sejak tiga tahun terakhir PKK Pasbar diakui mengalami peningkatan dan kemajuan yang signifikan. Buktinya, PKK Pasbar sudah dua kali meraih juara umum pada jambore PKK Provinsi.

Tahun 2011 yang pertama kemudian tahun 2013 ini yang kedua kalinya. “Ini berkad kerja keras kita selama ini, dan juga keseriusan para kader PKK Pasbar dalam menjalankan program-program PKK,” pungkasnya. (h/dka)

KETUA TP PKK Pasbar, Ny. Nina Baharuddin bersama Ketua TP PKK Sumbar, Nevi Irwan Prayitno bersama sejumlah kader PKK lainnya, menyumbangkan suara emasnya pada Jambore PKK Sumbar di Padang belum lama ini. ANDIKA

sebagai akses utama menuju arena utama MTQ hampir selesai juga pengaspalannya. Jalan itu, tidak hanya dibangun nanti jalur dua, tapi akan mejuguhkan pemandangan alam Pasbar yang indah. Pasalnya, jalan yang mendaki itu, akan memperlihatkan indahnya pemdandangan alam Simpang Ampek. Kepala Dinas PU Pasbar, Reflin kepada Haluan mengatakan, pihaknya saat ini terus mengoptimalkan kinerja untuk mencapai target pembangunan seluruh infrastruktur yang terkait dengan MTQ tepat pada waktunya. Sehingga pelaksanaan MTQ akan berlangsung sukses. Ia menargetkan seluruh item pekerjaan infrastruktur selesai dua minggu sebelum pembukaan MTQ dilaksanakan.Dengan target tersebut ada jeda atau masa tenang selama dua minggu. Sehingga, bila ada yang belum sempurna masih bisa dilaksanakan. “Insya Allah, kita sudah menargetkan dua minggu sebelum pembukaan MTQ semua pekerjaan telah selesai,” katanya. Target itu termasuk pembangunan runway Bandara Pusako Anak Nagari, yang nanti akan digunakan. Sebab menteri dan gubernur akan naik pesawat nantinya ke Pasbar dari Padang. Dia sampaikan, di bulan Oktober ini, sudah ada beberapa item pekerjaan yang selesai. Tapi masih juga yang akan berakhir nanti di bulan November. “Seluruh pekerjaan meliputi dilokasi pusat MTQ di Padang Tujuah, komplek perkantoran dan juga balerong dan rumdin bupati,” tukasnya. (h/dka)

PASBAR, HALUAN — Untuk menjamin ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menyediakan lumbung pangan disejumlah kenagarian. Dengan demikian, stok pangan tidak dikhawatirkan akan langka di Pasbar. Kepada Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutaan dan Ketahanan pangan (BP4K2P) Pemkab Pasaman Barat, Gusti Warman kepada Haluan mengatakan, lumbung-lumbung pangan tersebut disediakan oleh Kelompok Tani (Keltan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada di nagari. Mereka yang mengelola, sehingga dekat antara petani dengan warga yang nanti membutuhkan bahan pangan. “Kita terus berupaya untuk menambah jumlah lumbung yang ada saat ini, semakin banyak lumbung pangan akan semakin bagus,” katanya. Ditambahkannya, tujuan dari pembangunan lumbung pangan tersebut adalah untuk menjamin ketersediaan pangan bagi keluarga dan masyarakat. Selain hal tersebut juga memberikan fungsi penguatan secara ekonomi kepada masyarakat. Dengan keberadaan lumbung itu diminta masyarakat pada saat panen dan terjadi kelebihan hasil panen diharapkan bisa menyimpannya di dalam lumbung tersebut. Hal ini dimaksudkan agar suatu ketika jika terjadi paceklik atau gagal panen maka masyarakat bisa menggunakan cadangan pangan yang disimpan pada lumbung itu dan disitulah terjadi inti dan makna dari penggunaan lumbung pangan. “Stok pangan masyarakat selalu tersedia pada lumbung pangan dan masyarakat selalu diajak untuk bisa menyimpan pada lumbung yang ada, sehingga apabila terjadi paceklik masyarakat tidak mengalamai kekurangan pangan atau kerawanan pangan,” pungkasnya. Selain itu ia sampaikan, saat ini produksi hasil pertanian di Pasbar terus mengalami peningkatan. Untuk kebutuhan pangan tahun ini baik itu beras, jagung dan lainnya mencukupi. Kendati demikian, Pemda melakukan antisipasi jika terjadi kekurangan pangan di tahun ini. Anggaran untuk sekitar 20 ton beras telah disiapkan di APBD-P Pasbar tahun 2013. Saat ini prosesnya sedang berjalan dengan menggandeng bulog. Selain pihaknya terus mengoptimalkan pencegahan pengalih fungsi lahan dari lahan tanaman pangan ke kelapa sawit atu komoditi lain. Dan sebaliknya, Pemda terus mendorong petani agar mau mengalihkan lahan tanaman pangan sawitnya menjadi lahan tanaman pangan seperti padi, jagung. “Kita tidak melarang tanaman kelapa sawit tetapi bagaimana menjaga ketersediaan pangan. Sebab, Ketahanan pangan merupakan program pemerintah yang harus dijalankan,” imbuhnya. Dia menambahkan hingga saat ini sudah ada tiga nagari yang membuat kesepakatan bersama untuk menanam tanaman pangan di atas lahan yang disediakan. Jika ada warga yang menanam selain tamaman pangan maka akan dilakukan pencabutan terhadap tanaman tersebut. “Kesepakatan itu bertujuan untuk menghambat alih fungsi lahan yang sesuai dengan Undang-Undang 41 tahun 2009 tentang pertanian berkelanjutan. Saya kira kesepakatan ini pertama di Sumbar karena ada warganya membuat kesepakatan untuk menanam tanaman pangan,” pungkas Gusti Warman. (h/dka)

TINGKATKAN KEDISIPLINAN BERLALULINTAS

Polrers Pasbar Turun ke Sekolah PASBAR, HALUAN — Sebagai upaya meminimalisir dan menekan angka kecelakaan, Polres Pasaman Barat terus melakukan sosialiasi keamanan dalam berkendaran untuk mencegah kecelakaan lalu lintas. Sosialisasi dilakukan hingga ke sekolah-sekolah. Kemarin, giliran SMP Negeri 2 Pasaman yang dikunjungi jajaran Polres Pasbar melakukan sosialisasi. Sosialisasi tersebut, digilir kepada setiap sekolah, baik tingkat SMP dan SMA sederjat. Kapolres Pasbar AKBP Sofyan Hidayat S,ik melalui Kasat Lantas Rio Sigal P Hasibuan dan Aiptu Maswil yang menjadi narasumber dalam sosialisasi itu mengatakan, melihat kondisi Pasbar saat ini, memakai sepeda motor sudah menjadi kebutuhan, bahkan untuk berangkat ke sekolah. Sebenarnya, jika dilihat dari faktor umur siswa sekolah dilarang memakai sepeda motor, kendati itupun

ke sekolah. Pasalnya, umurnya belum 17 tahun dan belum bisa mengantongi SIM. Tapi, karena sudah menjadi kebutuhan, diberikan toleransi. Namun kepada siswa sekolah wajib memakai helm standar. Baik itu yang membawa sepeda motor dan yang dibonceng. “Kita melaksanakan pembinaan, nantinya akan mengaraha ke pengautran, secara berlahan kita laksanakan untuk melakukan tertib laulintas,” ungkapnya. “Adek-adek memakai helm jangan karena pada polisi. Tapi sadarilah helm tersebut untuk keselamatan diri kita sendiri. Sebab organ paling vital ditubuh kita adalah kepala, helm itu untuk melindungi kepala jika seandainya terjadi kecelakaan,” pungkasnya. Sementara, sepeda motor pakai di wajibkan memakai perlengkapan standar. Jika tidak polisi lalulintas akan melakukan tindakan tegas. Sebab, ini juga menyangkut keselamatan, tuidak bisa

ditawar-tawar. “Juga dijam sekolah, bila di temukan di lapangan atau di pasar siswa sekolah maka akan kita tilang, karena anak anak di jam pelajaran tidak boleh keluyuran,” tegasnya lagi. Disisi lain, untuk penegakan hukum, lanjutnya, razia gencar dilakukan khususnya di lingkungan sekolah. Hal itu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana aturan-aturan berlalu lintas dipahami dan diterapkan di sekolah-sekolah. Pihaknya berharap ke depan, angka kecelakan lalulintas bisa di tekan. Apalagi selain sosialiasi, pihaknya juga rutin melakukan razia simpatik. “Kami juga sudah komunikasi dengan dinas pendidikan, membahas program kurikulum tertib lalulintas,” paparnya. Dengan adanya sosialisasi tentang tata tertib berlalu lintas agar para guru serta orang tua dapat mengawasi pelajar yang

menggunakan kendaraan kesekolah dapat tertib berlalu lintas dan menggunakan helm standar untuk kepentingan keselamatan sehingga dapat mengurangi angka kecelakan. Kendati sasaran sosialisasi ini adalah anak-anak berseragam sekolah. Diharapkan juga peran orang tua untuk bisa berperan aktif dengan melarang anaknya agar tidak menggunakan kendaraan kesekolah. “Kalau sayang terhadap anak, maka sepatutnya para orang tua tidak mengijinkan anaknya menggunakan sepeda motor. Sebab mereka juga belum berhak memiliki SIM, artinya belum punya hak juga sebenarnya untuk memakai sepeda motor apalagi mobil,” Kepala sekolah setempat, Irwan sangat mendukung terhadap penerapan aturanaturan berlalu lintas tersebut. Nantinya pihak sekolah, dan kepolisian dalam hal ini Polres Pasbar, akan bersamasama untuk melakukan

BUPATI Pasbar H. Baharuddin, R, Gubernur Sumbar H. Irwan Prayitno, Kepada Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutaan dan Ketahanan pangan (BP4K2P) Pasaman Barat, Gusti Warman foto bersama pengurus kelompok tani di Pasbar. ANDIKA

sosialisasi mengenai larangan mengendarai kendaraan bagi anak sekolah tersebut. Usai sosialisasi, maka diharapkan tidak ada lagi siswa yang mengendarai kendaraannya, tanpa me-

makai peralatan berkendara yang wajib. Bagi siswa yang tidak mempedulikan, maka akan mendapatkan peringatan khusus dari sekolah. “Selain itu, bagi siswa yang kena tilang polisi, kita >> Editor : Dodi Nurja

berharap pihak kepolisian agar nantinya pengambilan kendaraan itu langsung dilakukan orang tua yang bersangkutan, dengan menandatangani perjanjian,” Jelasnya. (h/dka) >> Penata Halaman : Syahrizal


12

SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

Petani Pertanyakan Pergantian Kepala Dinas SMAN 2 Berbenah Hadapi Lomba UKS PAYAKUMBUH, HALUAN — Sukses Payakumbuh merebut gelar juara lomba UKS Nasional 2013, klasifikasi tingkat TK, membuat semangat SMAN 2 Payakumbuh menjadi tersulut untuk merebut gelar juara yang sama. Kepala dan majelis guru punya obsesi untuk merebut gelar juara UKS tingkat SLTA pada tahun 2014 mendatang. Kepala SMAN 2 Payakumbuh, Jonedi, S.Pd, di Payakumbuh, ketika dihubungi Senin (7/10), mengatakan, sebelum melangkah merebut gelar juara nasional, pihaknya tengah kosentrasi untuk menjadi yang terbaik di tingkat Sumatera Barat. Tim penilai Sumbar, sudah berkunjung ke SMAN 2 Payakumbuh, pertengahan September lalu. “Kita belum mengetahui, apakah SMAN 2 Payakumbuh masuk nominasi yang terbaik,” ungkapnya. Menurut dia, jika SMAN 2 sukses merebut gelar juara Sumatera Barat, seluruh majelis guru, komite sekolah serta para siswa, berkomitmen untuk lebih serius menghadapi lomba UKS tingkat nasional tersebut. Seluruh jajaran SMAN 2, punya visi yang sama untuk tampil menjadi yang terbaik, jelasnya. Pembina UKS Kota Payakumbuh, Drs. Edvianus, di tempat terpisah mengatakan, selain SMAN 2 Payakumbuh, tiga sekolah lainnya yang mewakili Payakumbuh, juga punya keinginan yang sama. Pembina UKS bersama Dinas Pendidikan Payakumbuh, sangat senang, karena semangat sekolah dalam lomba UKS tahun ini cukup tinggi, sebut Edvianus. Sementara tiga sekolah lainnya yang disiapkan dalam lomba UKS dan telah dinilai oleh tim provinsi itu, masing-masing TK Nurul Falah Kelurahan Pakan Sinayan, SD Negeri 44 Kelurahan Bulakan Balai Kandi, keduanya di Kecamatan Payakumbuh Barat. Kemudian, SMPN 2 Payakumbuh, Kelurahan Kaniang Bukik, Kecamatan Payakumbuh Utara. (h/zkf)

PAYAKUMBUH, HALUAN — Sejumlah anggota Kelompok Tani (Keltan) di Kota Payakumbuh, mulai resah. Mereka mempertanyakan kebijakan Pemko Payakumbuh, sekaitan dengan terjadinya mutasi Kepala Dinas Pertanian dari pejabat lama Mediar Indra kepada pejabat baru, Ikbal Bermawi. Pasalnya, jabatan pimpinan SKPD di jajaran Pemko yang berkaitan erat dengan masyarakat terlalu cepat dimutasikan. Buktinya, Kadis Pertanian baru 8 bulan menjabat sudah dimutasikan, sehingga program kegiatan yang telah dirancang sebelumnya, menjadi terkendala. Sehingga menjadi pertanyaan masyarakat khususnya petani.

“Kita khawatir program pertanian yang sudah direncanakan sebelumnya akan gagal, bila tidak dapat diakomodir oleh pejabat baru, ”ungkap mantan Ketua Kelompok Tani Padang Datar, Astra Santayana, dalam percakapan dengan Haluan dua hari yang lalu di Payakumbuh. Menurut dia, seharusnya walikota memikirkan ulang

supaya penggantian pejabat jangan hendaknya berlangsung 2 kali per tahun. Yang lebih penting lagi pejabat yang ditempatkan disatu SKPD hendaknya sesuai dengan keahliannya. Apalagi sang pejabat baru itu kurang pula keahliannya di sektor pertanian tersebut, sehingga program yang sudah ada tidak akan terlaksana tepat waktu. “Kami sangat mendukung program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh walikota beserta jajarannya di kota ini, namun jangan sampai mengenyampingkan aspirasi petani. Bila kebijakan walikota tak berubah atau tidak menempatkan pejabat sesuai

dengan kealiannya, utamanya Kadis Pertanian, bukan tidak mungkin para petani akan demo, menyampaikan aspirasinya langsung ke walikota,”ujarnya. Petani tidak akan turut campur, siapapun yang memimpin SKPD terkait dengan pertanian tidak jadi persoalan. Tapi yang penting mengerti dengan sektor pertanian, karena Payakumbuh, walau sudah berbentuk kota sedang, namun pertanian masih mendominasi, ulas Astra yang akrab dipanggil. Hal senada juga disampaikan mantan Ketua Poktan Solok Mato Aie, Tanjung Pauh, Afwat yang dihubungi secara

terpisah. Ia mengaku penempatan pejabat khususnya Pimpinan SKPD atau Kepala Dinas Pertanian, hendaknya orang yang ahli dibidangnya.”Jangan sampai diangkat pejabat yang sama sekali buta atau kurang pengetahuannya di sektor pertanian, sehingga pengembangan sektor ini akan terkendala,”tegasnya. Walikota Payakumbuh, Riza Falepi yang hendak dikonfirmasi, kemarin belum berhasil ditemui. Sementara itu Sekdako Banni Warlis yang hendak ditemui lagi sibuk. Begitu juga dengan Kadis Pertanian kota ini juga belum dapat dihubungi, kebetulan tidak berada ditempat. (h/zkf)

BUDIDAYA IKAN — Usaha budidaya perikanan di Koto Tinggi berkembang. tampak kolam ikan yang dibangun beberapa bulan lampau sudah terisi ikan .ZULKIFLI

Usaha Perikanan Budidaya Berkembang ke Gunung Omeh LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Usaha budidaya perikanan air tawar yang dikelola kelompok maupun perorangan sudah merambah ke Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota. Sehingga nanti Koto Tinggi tidak saja terkenal sebagai penghasil Jesigo (Jeruk Siang Gunung Omeh) tapi juga disiapkan jadi penghasil ikan air tawar. Karena kawasan itu juga memiliki potensi untuk membangun baru kolam air tawar dan mina padi (melepas ikan bersama padi) serta ditunjang saluran pengairan yang memadai. Sehingga usaha budidaya perikanan air tawar tak hanya di kelola oleh ke-

lompok, namun juga dikelola perorangan. Seperti yang ditemui Haluan diperbatasan Koto Tinggi-Pandam Gadang, terdapat usaha budidaya ikan yang baru dibangun. Usaha tersebut, dikelola David yang sudah membangun sebanyak 14 kolam ikan berbagai jenis, seperti ikan nila, lele, mas rayo dan lainnya “Kita mengharapkan tiga tahun ke depan, Koto Tinggi bukan hanya terkenal dengan Jesigonya, tapi juga ikan air tawar. Masyarakat yang akan berkunjung nanti ke monument PDRI, bias juga berbelanja buah jeruk dan ikan segar,”ungkap David menjawab Haluan beberapa hari yang lalu di Koto Tinggi.

Menurut dia, Kabupaten Limapuluh Kota, saat ini sudah menjadi salah satu penghasil ikan air tawar di Sumatera Barat. Hal itu perlu dipertahankan dan sekaligus ditingkatkan, supaya produksi ikan konsumsi yang setiap hari masih didatangkan dari luar daerah, diperkirakan akan tercukupi di kabupaten ini. Masyarakat perlu menagkap peluang ini agar Luak nan Bungsu ini mandiri setidaknya dalam memproduksi iken air tawar. Sebab usaha budidaya ikan air tawan tidak begitu rumit dan hasil panen ikan mudah dipasarkan dimanapun. Peluang pangsa pasarnya masih luas, mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Sementara itu, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Asyirwan Yunus ketika diminta pendapatnya sekaitan dengan budidaya perikanan ditempat terpisah menyebut, peluang untuk mewujudkan usaha tersebut, sudah sesuai dengan visi dan misi pembangunan

>> Editor : Rakhmatul Akbar

“Kita mengharapkan tiga tahun ke depan, Koto Tinggi bukan hanya terkenal dengan Jesigonya, tapi juga ikan air tawar. Masyarakat yang akan berkunjung nanti ke monument PDRI, bias juga berbelanja buah jeruk dan ikan segar,”ungkap David menjawab Haluan beberapa hari yang lalu di Koto Tinggi. pemkab Limapuluh Kota dan sudah tercantum dalam rencana pembangunan jangka menegah daerah (RPJMD), ulasnya. (h/zkf)

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

13

PENGAIRAN 2013 Disosnakertrans Buka 440 Lapangan Pekerjaan AGAM, HALUAN - Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Agam sedikitnya telah membuka lapangan pekerjaan bagi 440 orang dari program padat karya infrastruktur tahun 2013. Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Agam M. Khudri kepada Haluan, Senin (7/ 10) di Lubuk Basung mengatakan, pada tahun 2013 Dinsosnakertrans menjalankan program padat karya infrastruktur pada lima tempat. Kegiatannya berupa membuka jalan sepajang satu kilometer pada lima tempat dengan melibatkan tenaga kerja dari masyarakat. Untuk satu tempat mendayagunakan tenaga kerja sebanyak 88 orang. “Saat ini program padat karya sudah terealisasi pada beberapa tempat antara lain adalah, di Kecamatan Canduang, Sungai Landia Kecamatan Ampek Koto. Kemudian di Gumarang Kecamatan Palembayan sudah berjalan selama 20 hari. Untuk Nagari Bayur Kecamatan Tanjung Raya, dan Baringin Kecamatan Palembayan permohonannya sudah masuk,” katanya. Ia menjelaskan, pencapaian dari program padat karya berjalan dengan sangat baik. Untuk satu kegiatan anggarannya sekitar Rp220 juta, dengan rincian Rp120 juta untuk upah, dan Rp100 juta lagi untuk material. “Hasil yang dicapai dari beberapa tempat cukup maksimal, kita hanya menyediakan dana lebih kurang Rp220 juta, tetapi hasil ril yang didapat dari pengerjaan masyarakat bernilai Rp300 juta,” ujar Khudri. Dikatakannya, panjang jalan untuk satu kegiatan padat karya lebih kurang satu kilometer. Pada beberapa tempat hasilnya lebih dari yang ditargetkan. Contohnya di Nagari Gumarang Kecamatan Palembayan, bahwa baru 20 hari dari pengerjaan jalan sudah lebih satu kilometer. “Anggaran untuk padat karya infrastruktur pada tahun ini lebih kurang Rp800 juta berasal dari dipa Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi,” ungkapnya. I a menambahkan, satu kegiatan dikerjakan lebih kurang 30 hari. Inti pada karya membantu masyarakat setengah menganggur. Selain itu, jalan yang dihasilkan dari kegiatan padat karya bisa membantu arus pengangkutan areal pertanian menjadi lebih mudah. (h/yat)

Pemkab Anggarkan Rp148 M AGAM, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Agam menganggarkan dana sebesar Rp148 miliar untuk pengairan tahun 2013. Jumlah tersebut terus meningkat dari pada tahun sebelumnya.

OBJEK WISATA — Kawasan Ngarai Takuruang di Nagari Sianok VI Suku, Kecamatan Ampek Koto Agam kini dikembangkan sebagai objek wisata. KASRA SCORPI

Ngarai Sianok Semakin Ramai Dikunjungi AGAM, HALUAN — Daerah Kabupaten Agam di pinggiran Ngarai Sianok terutama Nagari Koto Gadang, dan Sianok VI Suku semakin ramai dikunjungi wisatawan, sehingga usaha pakir, rumah makan, dan cafe kian berkembang. Ramainya kunjungam wisatawan sejak dibukanya Janjang Koto Gadang awal tahun 2013 lalu, dan dibenahinya Janjang Saribu, serta pinggiran Sungai Batang Sianok. ”Kalau selama ini pengunjung terpusat di Panorama Bukittinggi untuk menyaksikan keindahan Ngarai, kini mereka beralih datang sendiri ke dalam Ngarai,” kata salah seorang pemuda setempat Ridwansyah. Di dasar Ngarai terdapat sejumlah

objek wisata seperti Ngarai Takuruang, Ngarai Sampik, Aliran Sungai Batang Sianok, Janjang Saribu, dan Janjang Koto Gadang. Di kawasan Ngarai Takuruang kawasan yang memiliki pemandangan indah kini juga telah dikembangkan usaha wisata dengan membangun tempat peristirahatan, dan warung-warung tempat menjual aneka kuliner. Bupati Agam Indra Catri mengakui, kawasan sekitar Ngarai Sianok memiliki prospek cerah sebagai objek wisata, sehingga juga menjadi target pengembangan kepariwisataan bagi Pemkab Agam. “Selain alamnya yang indah, nagari di sekitar Ngarai memiliki produk khas seperti Nagari Koto Gadang yang

memiliki kuliner gulai itiak lado mudo, dan kerajinan perak, Sianok VI Suku dan Sungai Jariang terkenal dengan kue berbentuk angka delapan karak kaliang,” kata Indra Catri. Namun untuk mengembangkannya diperlukan kejelian masyarakat nagari dan investor menangkap peluang. Ngarai Sianok merupakan lembah sepanjang 15 kilometer dengan lebar rata-rata 200 meter, dan ketinggian tebing 100 meter. Kawasan yang dibelah oleh Sungai Batang Sianok itu berada pada patahan Sumatera atau patahan semangka. Bagian timur Batang Sianok merupakan kawasan milik Kodya Bukittinggi, dan bagian barat teritorial Kabupaten Agam. (h/ks)

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretarian Daerah Pemerintah Kabupaten Agam Isman Imran kepada Haluan di Lubuk Basung, Senin (7/10) mengatakan, pemerintah sangat serius untuk melakukan perbaikan pengairan. Dengan aliran perairan yang bagus, banyak keutungan yang bakal didapat. Selain itu, perbaikan pengairan juga akan menimalisir potensi bencana. “Melalui anggaran tersebut antara lain bakal dilakukan normalisasi aliran sungai, perbaikan aliran bendungan. Semuanya bertujuan agar pengairan menjadi ideal, sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” katanya. Ia menjelaskan, beberapa tahun silam anggaran untuk pengairan hanya Rp10 miliar. Sesuai kebutuhan pemerintah terus meningkatkan anggaran tersebut agar fungsi sungai, dan maupun bendungan bisa berdampak optimal untuk kepentingan masyarakat. Dengan pengairan yang baguskan kembali menghidupkan lahan tidur. Petani akan kembali bisa memfungsikan lahannya. Petani akan sangat terbantu, untuk saat ini pada beberapa tempat petani memfungsikan lahan yang pengairannya tidak bagus dengan tanaman seperti jagung, strobery, dan tebu. Selain itu, normalisasi aliran sungai juga dilakukan. Ada beberapa sungai yang saat ini dilakukan normalisasi, antara lain sungai di Subarang Balingka, Kecamatan Ampek Koto, dan beberapa sungai di Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara. “Upaya pemerintah untuk melakukan normalisasi hendaknya juga diikuti oleh mayarakat menjaga aliran sungai. Salah satunya, jangan membuang sampah pada aliran sungai,” kata Isman Imran. Ia menambahkan, apabila sungai dijaga dengan baik, tentunya bakal memberikan manfaat kepada manusia. Sebaliknya, apabila aliran sungai dicemari, dan dirusak, bukan tidak mungkin akan menimbulkan bencana. (h/yat)

>> Editor : Nasrizal

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


14

SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

IBU RUMAH TANGGA

Profesi yang Luar Biasa Ikan Kakap Saus Tomat BAHAN: 300 gram ikan kakap, iris 1cm 1 buah paprika hijau, potong kotak ½ buah bawang bombay, potong kotak kecil Kecap asin 3 sendok makan saus tomat Gula secukupnya Garam secukupnya ½ sendok teh minyak wijen Air sedikit/secukupnya Campurkan tepung untuk menggoreng ikan: 3 sendok makan tepung jagung 3 sendok makan tepung terigu Cara Membuat: 1. Lumuri ikan dengan kecap asin 2 sendok makan, 1 sendok makan tepung jagung, garam. Diamkan selama 15 menit. 2. Lalu lapisi ikan dengan campuran tepung, dan goreng ikan hingga kecoklatan. Sisihkan. 3. Tinggalkan 2 sendok makan minyak bekas menggoreng ikan, masukkan bawang bombay dan paprika aduk hingga wangi. 4. Masukkan ikan aduk-aduk dan tambahkan kecap ,saus tomat, air sedikit, gula kecap asin, 2 sendok makan minyak wijen, aduk rata. 5. Siap disajikan. ***

Mengajak Anak Makan Ikan IBU tentu saja sering merasa kebingungan karena anak-anak tidak mau makan sayur. Mereka hanya mau makan daging. Ikan juga sangat dihindari karena mereka merasa bau amis. Ibu tidak boleh membiarkan hal ini terus terjadi. Ibu sebaiknya tahu bagaimana cara menanamkan suka makan sayur dan ikan pada anak sejak mereka usia muda. Banyak cara yang bisa ibu lakukan dan di sini ibu harus benarbenar kreatif sehingga anak mau makan sayur dan ikan. Lalu bagaimana cara ibu untuk menarik perhatian anak-anak untuk makan sayur dan ikan? Berikut ini ada beberapa tips untuk Anda lakukan. Pertama, Anda harus bisa menyajikan sayuran dengan cara menarik misalnya saja dengan membentuk sayuran-sayuran agar tampak lucu. Susunlah sayuran dengan cara yang menarik dan buatlah cerita tentang makanan itu. Kedua, ikan bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan. Ibu juga bisa menggorengnya renyah dengan tepung dan sajikan dengan sayuran yang berwarna-warni. Anak ibu pasti senang. Selalu pastikan jika semuanya renyah karena anak cenderung suka makanan yang renyah. Ketiga, ibu bisa membuat anak ibu suka dengan sayur dan ikan dengan mengajaknya belanja. Biarkan anak ibu memilih sayuran yang mereka mau dan mereka tentu akan suka dengan apa yang tadi mereka beli. Keempat, ibu juga bisa mengajak anak-anak untuk memasak bersama. Masaklah sayuran yang telah dibeli dan biarkan anak ibu mencintai masakan yang telah mereka buat sendiri. Kelima, cara menanamkan anak agar suka sayur dan ikan tentu saja dengan mengajak mereka bercocok tanam atau memancing ikan. Dua kegiatan itu akan membuat mereka benar-benar tahu betapa bahagianya ketika bisa makan hasil yang telah didapatkan dari kebun atau kolam. Keenam, ibu bisa kreatif dengan membuat berbagai sayuran dan ikan menjadi tempura dan sajikan dengan saus celup. Anak-anak suka gorengan dan saus. Mereka tidak tahu bahwa yang mereka makan adalah sayur dan ikan. Dengan beberapa cara di atas, anak-anak pasti perlahan akan menjadi suka makan sayur dan ikan. Ibu tidak boleh tergesa-gesa. Butuh kesabaran dan telaten agar anak-anak benar-benar mau makan sayur dan ikan. (h/prc)

MEMILIH menjadi ibu rumah tangga adalah keputusan terhebat wanita. Profesi yang boleh dibilang sebagai profesi multi talenta, banyak tantangan, tanpa kenal aturan nine to five. Pun, tanpa gaji atau bonus. Wanita hebat dalam hal multitasking, ini karena selain terhubung dari sifat alami bawaan sejak lahir (nature), bahwa corpus collosum wanita nyata-nyata lebih luas daripada pria, yang memungkinkan wanita melakukan multitasking lebih efisien, ternyata disangkutkan pula dengan kebiasaan (nurture) yang berpengaruh serta imbas produk liberal berjudul kesetaraan gender. Namun, hebat saja ternyata belum cukup. Berat dirasa sebagian kaum ibu itu, meski reward yang mereka terima sepadan dengan rasa bahagia saat melihat si kecil melangkah pertama kalinya atau saat mengetahui si sulung bisa berhitung dan mengayuh sepeda roda duanya untuk pertama kalinya dengan berani. Pada sebuah studi yang diterbitkan dalam Jurnal Psikologi Keluarga edisi Desember, terungkap, ibu yang mampu membagi waktu antara karir dan keluarga ternyata lebih bahagia dan lebih sehat, dibandingkan ibu rumah tangga yang sekedar fokus mengurus rumah tangga dan keluarga saja. Ekonomi rumah tangga, barangkali telah menjadi alasan tersendiri, atau untuk sebuah alasan kesetaraan gender yang diperjuangkan Kartini pada masanya, kaum ibu yang merasa “terjebak” di dalam rumah dan lalu merasa tidak bahagia lantas meminta hak kepada pasangannya. Tak sekedar demi hak mengaktualisasi diri, mereka ingin pula berkarya, menjadi mandiri dan berdikari. Para ibu bekerja tersebut mengalami depresi lebih sedikit dan memiliki kesehatan lebih baik secara keseluruhan daripada ibu yang tinggal di rumah. Dan, efek ini ternyata hanya terjadi pada ibu dengan anak yang berusia muda dan tidak berlaku pada ibu yang memiliki anak usia sekolah. Ibu rumah tangga adalah “perawat” bagi suami dan anak-anak saat mereka jatuh melemah dan sakit. Meski hadirnya ibu hanya berupa sentuhan lembut di dahi atau pelukan hangat yang menenangkan. Hadirnya adalah obat mujarab. Ibu rumah tangga adalah “pakar gizi”. Ia menyediakan makanan sehat dengan gizi seimbang untuk suami dan anak-anaknya. Ia sangat tahu makanan apa yang terbaik untuk anak-anaknya yang tengah dalam masa pertumbuhan. Saat memasak, ibu menyelipkan pula doa agar suami

dan anak-anak merasakan berkah atas masakan yang dibuatnya. Ibu rumah tangga adalah “ekonom” sejati. Ialah bendahara terbaik dalam sebuah negara kecil bernama rumah tangga. Ia mengatur dengan baik semua pendapatan dan pengeluaran. Ia mengolah pendapatan yang diberikan suami kepadanya agar terasa berkah. Agar semua kebutuhan terpenuhi tanpa harus berhutang untuk menambal kebutuhannya. Tidak berlebihan bukan, jika saya lalu mengatakan, ibu adalah pondasi negara untuk membangun generasi yang akan datang. Dimana perekonomian keluarga di bawah manajemen ibu ternyata tidak hanya sangat berpengaruh pada kehidupan keluarga tetapi juga pada perekonomian negara. Tilik bagaimana akar korupsi telah menjalar kemanamana. Salah satu sebab, karena lemahnya manajemen perekonomian rumah tangga. Sehingga entah sengaja atau tidak, membuka kesempatan para koruptor menggasak uang negara dan rakyat. Ya, ibu rumah tangga juga seorang ahli kejiwaan. Hadirnya

memberi ketenangan dan kesehatan jiwa seluruh anggota keluarga, bahkan untuk dirinya sendiri. Ia bisa menjadi mediator atau penengah bagi hati seluruh anggota keluarganya yang tengah gundah. Ia hadir dengan hati lembut dan netral, bersedia membimbing suami dan anak-anaknya menghadapi kondisi yang berat di luar sana. Inilah yang berpengaruh pula pada kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat. Pun, ibu rumah tangga adalah pengajar dan pendidik bagi anakanaknya. Ialah yang setia mengajarkan kepada anak-anaknya tentang makna hidup dan kehidupan. Ialah ibu yang tidak pernah lelah mengajarkan kebaikan, agar anak-anaknya kelak tumbuh menjadi pribadi yang berprilaku dan berakhlak baik. Jadi, masihkah Anda berkeluh kesah [hanya] menjadi ibu rumah tangga, dan berat menjalani sebuah profesi yang luar biasa, the most fabulous career ever itu? Sementara, pilihan Anda tersebut belum pula dihitung dengan kalkulasi untuk simpanan jangka sangat panjang, yaitu kehidupan setelah mati. (h/maya)

DI KABUPATEN AGAM

Istri Nelayan Ikuti Pelatihan Pengolahan Ikan LUBUK BASUNG, HALUAN — Sebanyak 30 orang istri nelayan di Kabupaten Agam mengikuti pelatihan pengolahan ikan yang diadakan Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Kota Medan, Senin. Ketua Pelaksana, Rahmeti di Lubuk Basung, Senin, mengatakan pelatihan yang berlangsung selama 7 sampai 12 Oktober 2013 bertempat di aula Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Raya ini, para pesertanya berasal dari Kecamatan Tanjung Mutiara sebanyak 20 orang, dan Kecamatan Tanjung Raya sebanyak 10 orang. Selama pelatihan, peserta akan mengikuti praktik pembuatan terasi, kerupuk kemplang dan lainnya sebanyak 75 persen dan teori

sebanyak 25 persen. Menurut dia, pelatihan pengolahan ikan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan di bidang keterampilan dalam pengolahan ikan dan meningkatkan sumber daya manusia istri nelayan. Selain itu, pelatihan yang mendatangkan narasumber dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Kota Medan dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam ini, guna meningkatkan ekonomi nelayan yang ada di daerah itu. “Program ini merupakan tindak lanjut program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam, Ermanto, mengucapkan terima kasih atas diadakan pelatihan pengolahan ikan tersebut. “Apabila BPPP Kota Medan tidak mengadakan pelatihan, maka masyarakat nelayan tidak mendapatkan ilmu tentang pengolahan ikan, karena Agam tidak mempunyai dana untuk pelatihan,” katanya. Untuk itu, ia meminta, kepada peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius dan mengembangkan ilmu yang diperoleh nantinya. “Apabila usaha ini berkembang dengan baik, maka akan diusahakan untuk membantu modal,” tambahnya. (h/ans)

Peluang Bisnis Bagi Ibu Rumah Tangga SEORANG ibu rumah tangga terkadang malah menghasilkan profit yang lumayan besar lho. Malah sering terjadi bisa lebih besar dibanding pekerjaan tetap sebagai karyawan swasta atau pegawai negeri. Pintar dalam memanajemen bisnis merupakan salah satu kunci sukses bagi pebisnis rumahan layak halnya yang dilakukan seorang ibu rumah tangga. Di bawah ini ada 7 list ide bisnis yang bisa menjadi referensi bagi siapa saja yang ingin membuka usaha, diantaranya yaitu : 1. Menjahit Pakian : Bisnis ini memang tidak asing lagi bagi kita semua. Bisnis menjahit pakaian memang menuntut anda setidaknya untuk bisa menjahit. Namun bagaimana jika kita tidak bisa menjahit? Tenang saja, anda juga bisa melakukan bisnis menjahit ini apabila tidak bisa melakukannya sendiri yaitu dengan merekrut para pekerja jahit yang bisa anda bayar berdasarkan omset kerjaan ataupun gaji setiap bulannya. 2. Mengelola Kursus Jahit : Masih berhubungan dengan bidang usaha diatas. Mengelola kursus menjahit merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan juga lho. Memang disini anda dituntut untuk bisa menjahit juga, namun jika tidak andapun bisa menerapkan metode diatas. Merekrut ahli jahit untuk bisa memberikan pelatihan di tempat anda dengan metode privat/personal supaya lebih efektif sehingga murid pun akan senang belajar. Disini anda perlu modal mesin jahit minimal 5 - 10 buah mesin jahit supaya bisa menerima bamyak siswa sekaligus. Anda bisa kerjasama bagis hasil dengan pemberi materi kursus jahit. Dan untuk bagi hasil silahkan anda tentukan sendiri atau anda bisa gaji dia bulanan, monggo silahkan. 3. Bisnis Katering : Nah untuk bisnis kuliner yang satu ini memang seakan tidak ada habisnya. Anda bisa terjun ke bisnis katering jika anda bisa atau hobi memasak berbagai macam menu masakan. Mulailah dari yang kecil dan jika anda tetap semangat dan kreatif insyaAllah bisa menjadi yang lebih besar lagi suatu saat nanti. 4. Bisnis Usaha Mengelola Butik: Sebuah kesempatan usaha yang berkaitan dengan pakaian saya rasa juga banyak digemari oleh banyak kalangan masyarakat. Apalagi jika anda membuat lebih eklusif dan khusus seperti butik, bisa butik busana muslim, butik batik dan sejenisnya. 5. Bisnis Produsen Kue : Jenis ide peluang bisnis yang satu ini tentunya diminati juga dong buat anda ibu rumah tangga. Hobi memasak atau membikin berbagai jenis kue memang asik ya. Selain menyenangkan, membuat kue bisa dibisniskan juga. 6. Berjualan Busana Muslimah Online: Masih berkutat di dunia fahsion. Anda bisa berjualan jenis pakaian yang satu ini yaitu busana muslim. 7. Broker Online : Untuk jenis peluang usaha yang ke 7 ini saya rasa sangat menarik dan bisa dilakukan oleh banyak orang termasuk ibu rumah tangga. Sebenarnya jenis usaha broker online sedikit berhubungan juga dengan beberapa jenis usaha diatas misal “jualan busana muslimah online” namun disini saya rasa jenis produknya juga bisa kita perlebar. Broker properti, tanah, kendaraam dan masih banyak lagi yang bisa kita garap. Tipsnya mudah, silahkan cari para penjual produk yang ada di beberapa situs jual beli online seperti yang sudah saya sebutkan tadi misal tokobagus, indonetwork, berniaga dan sejenisnya, bisa juga melihat iklan di koran. Ke 7 jenis peluang bisnis untuk ibu rumah tangga diatas saya rasa akan masih tumbuh dan terus berkembang di tahun 2013 ini dan juga di tahun yang akan datang seiring meningkatnya kebutuhan dan juga perekonomian masyarakat Indonesia. Intinya kita harus selalu kreatif dan terus berusaha, insyaAllah dimana ada kemauan pasti ada jalan. Silahkan mencoba dan semoga sukses. (h/net)

DRA HJ DESWARTI DAMSUAR

Perempuan Berperan Penting Dalam Pengurangan Risiko Bencana PARIAMAN, HALUAN — Peran perempuan dan keluarga sangat penting dalam upaya pengurangan risiko bencana (PRB), sehingga keterlibatan kalangan ini perlu mendapat tempat lebih luas dalam program PRB. Ketua Badan Kordinasi Organisasi Wanita Kabupaten Padang Pariaman, Dra Hj Deswarti Damsuar menyatakan hal itu di Pariaman, beberapa waktu lalu. Deswarti mengatakan, Konferensi nasional Pengurangan Risiko Bencana Berbasi Komunitas (KN-PRBBK) IX beberapa waktu lalu, telah memberikan pembelajaran sangat penting tentang pengurangan risiko bencana dan kalangan perempuan seharusnya mampu mengemban semangat kolektif dengan sistem sosial. Karena itu, kalangan perempuan

wajib berpartisipasi dalam PRB di wilayah tempat tinggalnya, tambahnya. Menurut dia, perempuan dalam pengurangan risiko bencana, bukan hanya yang berada di lokasi bencana, tapi juga yang ada di seluruh wilayah di tanah air. Dalam hal ini, setidaknya perempuan dapat berperan dalam pengembangan ide, gagasan, doa, bantuan harta benda dan kehadiran fisik dalam setiap kegiatan terkait PRB, katanya. Ia menjelaskan, di Minangkabau, peran perempuan sangat jelas karena berfungsi sebagai inti kehidupan di rumah tangga, pengatur keuangan keluarga, penyedia logistik dan tempat berkeluh kesah. Peran sentral perempuan Minang yang dalam budaya lokal disebut

“Bundo Kanduang” sangat penting dalam membentuk karakter generasi serta mitra diskusi. “Apalagi dalam system kekerabatan matrilineal, perempuan memegang kunci ketangguhan keluarga dalam menghadapi bencana,” tegasnya. Hal ini, karena kegiatan perempuan selain untuk urusan rumah tangga, juga dapat berperan dalam kehidupan sosial dan aktivitas itu ditunjukkan dengan perannya sebagai tenaga pendamping dalam kelompok-kelompok perempuan, pendidik yang mengajarkan PRB di sekolah-sekolah, penggerak ketahanan pangan dan lainnya. Dalam PRB perempuan seharusnya menjadi subjek pelaku dan bukan semata sebagai objek yang selalu mengharapkan bantuan, tegas Deswarti.(h/ded) >> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman : Rahmi


SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

15

DI KOTA SOLOK CIMB Jual ORI 010 Rp247 Miliar JAKARTA, HALUAN — PT Bank CIMB Niaga Tbk berhasil menjual seluruh jatah Obligasi Negara Republik Indonesia Seri ORI 010 yang diberikan pemerintah senilai Rp 247 miliar. Head of Preferred, Private, & Wealth Management & Consumer Liabilities Business CIMB Niaga, Budiman Tanjung, mengatakan jumlah pendaftar serta nilai pemesanan yang diterima sudah lebih dari setengah jatah penawaran pada hari pertama. “Minat masyarakat cukup tinggi selama masa penawaran berlangsung,” kata Budiman melalui siaran pers resmi, Senin, 7 Oktober 2013. Budiman menuturkan, penawaran yang berlangsung sejak 20 September hingga 4 Oktober 2013 tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap jenis investasi ORI010 ini terus meningkat lantaran imbal hasilnya menarik. Dengan imbal hasil yang mencapai 8,5 persen per tahun, kata dia, ORI010 mampu menarik minat investor retail. Obligasi Negara Retail atau Obligasi Retail Indonesia (ORI) merupakan obligasi negara yang diterbitkan pemerintah untuk dijual kepada individu atau perorangan warga negara Indonesia melalui agen penjual di pasar perdana. Budiman menjelaskan, keuntungan yang diperoleh para pembeli ORI010, di antaranya pembayaran kupon dan pokok sampai dengan jatuh tempo dijamin oleh UndangUndang Surat Utang Negara. Dengan demikian, investor tak perlu khawatir dananya hilang. Keuntungan lainnya, ia mengatakan, tingkat bunga ORI010 tetap sampai jatuh tempo, kupon dibayar setiap bulan, dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Pembelian ORI010, ujar Budiman, merupakan wujud partisipasi masyarakat dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional. Selain itu, penjualan yang dilakukan perbankan sebagai agen yang ditunjuk pemerintah juga menjadi bukti kesungguhan dan partisipasi aktif perbankan Indonesia dalam mendukung p r o g r a m p e m b a n g u n a n p e m erintah. “Selain itu, CIMB Niaga telah menjadi agen penjual sejak ORI diluncurkan.” (h/vvn)

Cadangan Devisa RI Naik JAKARTA, HALUAN — Bank Indonesia (BI) mengungkapkan jumlah cadangan devisa pada akhir September 2013 mencapai US$ 95,7 miliar. Cadangan devisa tersebut meningkat dari posisi pada akhir Agustus 2013 sebesar US$ 93 miliar. “Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Jika hanya dibandingkan dengan impor, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan 5,4 bulan impor,” ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi Johansyah, Senin (7/10). Dijelaskan Difi, kenaikan jumlah cadangan devisa tersebut tidak terlepas dari langkah-langkah penguatan bauran kebijakan Bank BI untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan koordinasi kebijakan dengan pemerintah untuk menurunkan defisit transaksi berjalan. “Keyakinan pasar valuta asing domestik semakin kuat dengan penawaran dan permintaan valas yang semakin aktif dan berimbang dalam membentuk pergerakan nilai tukar rupiah,” kata Difi. Selain itu, kenaikan cadangan devisa didukung oleh langkah Pemerintah menerbitkan obligasi syariah negara dalam valuta asing sebagai salah satu sumber pembiayaan defisit fiskal. (h/dtc)

Harga Cabai Merangkak Naik SOLOK, HALUAN — Harga cabai merah di pasar Solok Kota Solok mulai merangkak naik sejak 3 hari terakhir ini. Sementara bawang merah turun dari harga biasa. Naiknya harga cabai menyusul minimnya pasokan dari sentra produksi, sedangkan permintaan naik.

ROTAN — Sebagian hasil kerajinan rotan Andaleh Kabupaten Limapuluh Kota.

SYAFRIL NITA

Pengrajin Rotan Andaleh Kini ‘Koma’ ANDALEH, HALUAN — Masa jaya hasil kerajinan rotan Andaleh kecamatan Luak Kabupaten Limapuluh Kota dalam tahun 2013 ini, boleh disebut “ koma” dan tak lama lagi diyakini akan mati. Zulmiftah salah seorang pengrajin , pemerhati dan juga kolektor anyaman rotan tersebut dijumpai Haluan, menyatakan, kalau sampai mati, suatu kerugian besar bagi warga Andaleh ataupun Pemda Limapuluh Kota. Di masa jaya era tahun 80 dan 1990 kata Zulmifta, berbagai jenis anyaman rotan yang dibuat pengrajin lebih kurang 120 jenis

produk anyaman, termasuk “ bola takraw “. Di awal kebangkitan olahraga sepak takraw di Sumatera Barat bahkan Indonesia, pengrajin mampu menghasilkan bola takraw sebanyak 8.000 buah per bulan. Akibat perhatian pemerintah ataupun Dinas Koperasi dan Perindustrian kurang, akhirnya pengrajin dari 100 orang lebih kini bertahan antara 8 sampai 10 orang saja lagi. Anjloknya produksi kerajinan rotan dari Andaleh Kabupaten Limapuluh Kota ini sejak bahan baku kurang dan sulit didapatkan, sehubungan tersangkut masalah

legalitas atau perizinan. Kondisi ini menyebabkan masa jaya berubah menjadi memasuki masa koma, jelang mati, serta tak ada binaan tersebut. “Kalau kondisi seperti ini dibiarkan, kita yakin kerajinan rotan Andaleh akan mati. Diakui saat ini masih ada yang menggeluti kerajinan, namun pendapatan pengrajin tentu jauh dari cukup,” tutur Zulmiftah penuh harap pada Kopertindag dan Pemda Limapuluh Kota untuk bisa membina kembali , hingga pengrajin kita hidup dari sektor anyaman rotan yang pernah jaya itu. (h/snt )

Dari hasil pantauan “Haluan” dari sejumlah pedagang menyebutkan, naiknya harga cabai merah lantaran produksi pada sentra sayuran berkurang, kecuali bawang merah merupakan panen raya didaerah-daerah sentra produksi.. Cabai merah sebelumnya Rp25.000 / kg, sekarang naik menjadi Rp 35.000 s/d Rp40.000/ kg. Bawang merah dari harga Rp 20.000/ kg turun menjadi Rp 8.000/kg pada hal komiditi bubu masalk itu pernah harga puncak Rp 40.000/kg, saat itu memang belum masanya panen raya bagi petani bawang merah. Cabai merah mengalami kenaikan lantaran permintaan meningkat apalagi menjlang masuknya hari raya Idul Adha. Beberapa orang pedagang pengumpul yang dijumpai “Haluan” di pasar Solok mengakui, terjadinya kenaikan cabai merah lantaran minimnya produksi di daerah sentra sayuran, seperti Alahan Panjang, Bukit Sileh dan Solok sekitarnya.Kendati masuknya cabai kotak dari Jakarta yang dibawa pedagang, tidaklah menjawab kekurangan produksi cabai. Masyarakat masih cendrung menkonsumsi cabai lokal ketimbang cabai dari Jakarta yang dikiri pedagang, kurangnya diminati cabai kotak itu karena rasanya saja yang tidak pedas dan banyak air, jelas Nuri seorang pedagang pengumpul pada “Haluan” di pasar Solok. Kecuali cabai lokal langka, pilihan terakhir kecabai kotak. Harga cabai lokal diprediiksi pedagang akan terus mengalami kenaikan menjelang hari raya Idul Adha, pada hari raya qurban itu, tingkat konsumsi masyarakat juga meningkat, banyak konsumen yang memborong cabai merah untuk stok pada hari raya Idul Adha. Sementara bawang merah merosot turun, anjloknya harga bawang merah karena terjadi panen raya dibeberapa tempat, harga awal Rp 30.000 s/d Rp40.000 namun sejak 3 hari terakhir ini turun keposisi Rp8.000 s/d Rp10.000 /kg, kecuali untuk bawang bibit Rp15.000/kg. Anjloknya harga bawang membuat petai terpukul karena keinginan untuk meraih rizki belum kebagian. (h/alf )

Hasil Penjualan ORI Rp20,2 Triliun

Ilustrasi.

JAKARTA, HALUAN — Hasil penjualan dan penjatahan Obligasi Negara Ritel seri ORI010 melampaui target yaitu sebesar Rp20,2 triliun.

“Hasil penjualan ORI010 dari 20 agen penjual setelah dilakukan `cleaning` data mencapai Rp20,205 triliun, dengan jumlah pemesan 38.860

pemesan di 34 provinsi,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kemenkeu, Robert Pakpahan, Senin (7/10). Robert menjelaskan dari hasil one on one meeting memperlihatkan permintaan seluruh agen penjual dari penerbitan ORI010 mencapai Rp24,275 triliun, dengan realisasi pemesanan yang disampaikan sampai Jumat (4/ 10) mencapai Rp20,368 triliun. “Hal ini menunjukkan ORI010 masih menarik minat pembelian masyarakat di tengah ketidakpastian perekonomian domestik dan global, apalagi terdapat jumlah investor baru sebanyak 26.824 investor,” katanya. Ia menambahkan jumlah pemesan terbesar berdasarkan kelompok profesi adalah pegawai swasta 26,04 persen, wiraswata 22,01 persen, ibu

rumah tangga 17,95 persen, pegawai negeri sipil dan TNI Polri 7,05 persen dan lain-lain 26,94 persen. Untuk jumlah pemesan terbesar pada range Rp5 juta sampai dengan Rp100 juta atau 37,6 persen dari total pemesan. Sedangkan kelompok pemesan terbanyak adalah usia 40 tahun ke atas yaitu mencapai 28.027 pemesan atau 72,12 persen dari total pemesan, dengan volume Rp14,4 triliun,” jelasnya. Sementara, jumlah pemesan ORI010 di wilayah DKI Jakarta mencapai 38,65 persen dari seluruh total pemesanan, wilayah Indonesia Barat selain DKI Jakarta mencapai 54,70 persen dan wilayah Indonesia Tengah dan Timur mencapai 6,64 persen. Obligasi Negara seri ORI010 akan dicatatkan di Bursa Efek

>> Editor : Atviarni

Indonesia pada 10 Oktober 2013, namun karena seri ini ditetapkan adanya ketentuan one coupun holding period, pemindahbukuan baru dapat dilakukan setelah pembayaran kupon pertama pada 15 November 2013. Sebelumnya, pemerintah menargetkan dana senilai Rp20 triliun dari hasil penjualan ORI010 yang memiliki tanggal penerbitan 9 Oktober 2013, tanggal jatuh tempo 15 Oktober 2016 dan tingkat kupon sebesar 8,5 persen per tahun. Penawaran ORI010 dilakukan oleh 20 agen penjual yang terdiri dari 17 bank dan tiga perusahaan sekuritas. Pada masa penawaran yang berlangsung pada 20 September-4 Oktober, agen penjual telah melakukan pemasaran di 27 kota seluruh Indonesia. (h/inl)

>> Penata Halaman :Rahmi


16

SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

Air Asia Buka Rute Internasional Baru MEDAN, HALUAN — PT AirAsia Indonesia berencana membuka rute internasional baru dari Kualanamu International Airport (KNIA) di Sumatera Utara (Sumut). Rute itu akan dioperasikan jika pesanan pesawat baru datang di akhir tahun ini. Head of Marketing AirAsia Indonesia, Andy Adrian menyatakan, rute baru yang akan dibuka itu masih belum dipastikan. Ada beberapa pilihan yang tengah dipertimbangkan. Yakni kawasan India dan China sebelah Selatan. Pertimbangan pilihan rute itu, antara lain disebabkan kemampuan dan jarak tempuh pesawat Airbus A320 yang dipesan itu. Pesawat berkapasitas 180 orang itu yang jarak tempuhnya sekitar 4 jam. Jadi rute yang dipilih waktu tempuhnya tidak melebihi waktu itu, sehingga pesawat bisa point to point, tidak harus transit ke mana-mana. “Untuk wilayah China kemungkinan Hong Kong, Macau atau Guangzhou. Kalau rute ke India, saya tidak ingat persis nama daerahnya, tapi yang pasti bukan New Delhi,” kata Andy kepada wartawan Senin (7/10) di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Disebutkan Andy, pihaknya berkomitmen untuk menjadikan Kualanamu sebagai hub internasional, dan salah satu upaya adalah dengan memperbanyak jumlah pesawat yang melayani rute ke Kualanamu. (h/dtc)

Premier Basko Hotel Buka Lounge di BIM PADANG, HALUAN—Premier Basko Hotel sebagai satu-satunya hotel bintang lima di Sumbar, terus berupaya memberikan pelayanan, fasilitas, dan kenyamanan terbaik untuk seluruh masyarakat, dan para koleganya.

LOUNGE — Premier Basko Hotel kini membuka Lounge pertama di area publik di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), atau persisnya di samping kiri tempat kedatangan penumpang. PARWIS

Kawasaki Z1000SX Sudah Bisa Dipesan PADANG, HALUAN — Sejak dilaunching pada Sabtu (5/10), kini Kawasaki Z1000SX sudah bisa dipesan di showroom Kawasaki

terdekat. “Para penggemar motor gede alias moge sudah bisa memesan dengan harga yang di banderol Rp280 juta on the road dari Jakarta,” kata Jimmy Charles Andih, Manager PT Gema Rodamas Utama Showroom resmi Kawasaki di Jalan Gajah Mada. Dikatakannya, produk ini sangat cocok bagi mereka para eksekutif muda dan pengusaha muda yang memiliki kecintaan terhadap moge tipe sport dan taste gaya hidup yang mewah. Senada dengan hal itu William Tobing, Marketing Coordinator PT Lautan Rezeki Jayawisesa, showroom resmi Kawasaki di Jalan Veteran menyatakan, pemesan sudah bisa memesan Kawasaki Z1000SX yang telah dilaunching beberapa waktu lalu.Untuk hadir di Kota Padang, ia pun belum mengetahui. Namun terkait pecinta motor gede tersebut sudah bisa dipesan.

“Para pecinta Kawasaki Z1000SX sudah bisa dipesan. Kawasaki Ninja 1000 ini didesain sebagai sepeda motor sport turing, posisi setangnya juga tinggi. Sangat nyaman untuk jalan jauh dan eksekutif jika dipakai sehari-hari. Diprediksi bulan November hadir di Padang,” ungkapnya. Dikatakannya, Kawasaki mempersenjatai sepeda motor anyarnya dengan mesin DOHC 4 silinder segaris fuel Injection berkapasitas 1.043 cc. Dengan mesin yang dipadukan dengan transmisi 6percepatan ini diklaim sanggup menggelontorkan tenaga 142 hp dengan torsi maksimum 111 Nm. Untuk mengimbangi power yang besar tersebut, Kawasaki menyematkan fitur keamanan berupa Kawasaki traction control (KTRC) dam sistem pengeraman antilock brake system (ABS). Ninja 1000 diyakini bakal mampu melaju dnegan kecepatan tinggi. Dengan kemampuan mesin mencapai 1000 cc. motor sport ini akan menyemburkan tenaga sebesar 140 HP dengan torsi 111 Nm. (h/cw-lex)

Untuk memberikan pelayanan, fasilitas, dan kenyamanan itu, Premier Basko Hotel kini membuka Lounge pertama di area publik di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), atau persisnya di samping kiri tempat kedatangan penumpang. Lounge tersebut di fasilitasi dengan berbagai perlengkapan, mulai tempat transit, internet tanpa batas, coffee break dan lainnya. Selain itu, di dalam lounge tersebut, tamu juga bisa langsung melakukan transaksi, berupa pemesanan kamar hotel Premier Basko Hotel. “Lounge ini baru dibuka pada 1 Oktober 2013 lalu. Dengan dibukanya Lounge di BIM, maka penumpang yang transit tidak perlu susah-sudah untuk cari tempat peristirahatan, dan cukup mengunjungi Lounge Premier Basko Hotel. Selain itu, penumpang juga tidak perlu keluar dari bandara, karena lounge tersebut, berada di dalam bandara,” ujar Manager Operasional Premier Basko Hotel Endah, bersama Fahri, Senin (7/10). Dikatakan, selain pengunjung lounge memperoleh fasilitas, pengunjung juga akan diberikan informasi yang dibutuhkannya. Yang tidak kalahnya, seluruh fasilitas, mulai dari tempat istrahat, internet, sampai minuman semuanya diberikan secara gratis. “Kami tidak memungut biaya untuk pengunjung lounge. Karena semua fasilitas memang kami sediakan secara gratis,” ungkapnya lagi. Lanjutnya lagi, khusus untuk pengunjung yang melakukan traksaksi pemesanan kamar hotel di lounge, pengunjung akan diberikan layanan khusus, yakni gratis pengantaran sampai hotel. “Kalau diskon mungkin kami belum sediakan, namun bagi pemesan kamar melalui lounge kami sediakan transportasi pengantar secara gratis,” tuturnya lagi. Salah seorang pengunjung lounge Mustafa (28) mengatakan, fasilitas yang disajikan oleh Premier Basko Hotel, salah satu upaya manajemen untuk mempromosikan Premier Basko Hotel kepada publik luas. Selain promosi, Premier Basko Hotel juga salah satu penunjang mutu fasilitas publik di BIM, dan menyajikan informasi lengkap baik pariwisata maupun perhotelan di Sumbar. “Kenapa saya katakan demikian, karena saya hanya transit sebentar di lounge ini, dan saya tidak mengunap di Premier Basko Hotel, melainkan di hotel lain. Namun, karyawan lounge memberikan pelayanan yang sangat bagus. Usaha Premier Basko Hotel ini, patut kita puji,” terangnya. (h/wis)

>> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman :Rahmi


SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

17

DALSAF USMAN

GM PELINDO II CABANG TELUK BAYUR

Teluk Bayur Menuju Modern Port

M

a n e j e m e n Pelindo Cabang Teluk Bayur mencatatkan prestasi mentereng. Setelah sukses mengoperasikan Terminal Peti Kemas, April 2013 lalu, kini terminal lainnya, yakni Terminal Curah Kering, direncanakan akan dimulai penggunaannya, November 2013 mendatang. “Jika tak ada aral melintang, kami akan memohon kepada gubernur (Sumbar) untuk meresmikan terminal yang diperuntukkan bagi muatan seperti batubara, biji besi, cangkang sawit dan lainnya yang sejenis. Alhamdullillah, karya kami untuk Ranah Minang berjalan baik. Dan ini akan jadi catatan karena belum ada pelabuhan binaan Pelindo II yang sukses meresmikan dua proyek terminal dalam setahun,

”kata GM Pelindo Cabang Teluk Bayur, Dalsaf Usman. Terminal Curah Kering ini akan didukung oleh dua dermaga yang kini tengah dibangun, sejalan dengan pembangunan terminal. . Lokasinya berada di bekas pergudangan milik PT Koja Bahari dan berdekatan dengan Gaung. Menurut Dalsaf, tempat itu dulunya disewa oleh PT Koja Bahari. Namun tidak lagi digunakan, lebih baik dimanfaatkan. “Makanya kami merencanakan tempat itu sebagai tempat terminal curah yang luasnya 11 hektare. Pada terminal itu nantinya berada di areal dermaga 07 yang diperkuat dengan 2 dermaga jetty. Saat ini masih dalam tahap pengerjaan,” terang Dalsaf. Adanya terminal yang berada pada segitiga Gaung itu, sebut dia, akan mengurai ketumpang tindihan

aktivitas bongkar muat barang yang ada di pelabuhan ternama Sumbar itu. Beberapa waktu lalu, Dalsaf sempat mengajak Haluan melihat langsung proses pembangunan terminal baru itu. Terlihat dua unit alat berat (Eskavator) sedang bekerja melakukan perataan dan penimbunan lokasi yang digenangi air laut tersebut. Kawasan segitiga Gaung itu kini sudah dirapikan. Akses dari Polsek ke bagian dalam terminal telah ditutup dan dibeton. Secara otomatis, dengan penutupan tersebut, jalur kendaraan tak bisa lagi sembarangan untuk masuk ke dalam area terminal Segmentasi pelabuhan melalui pembangunan terminal sesuai kebutuhan user, “memaksa” Pelindo untuk mengembangkan kawasan Lini I agar bisa menjamin target manajemen

menjadi modern port. Pelindo Teluk Bayur juga akan membongkar pagar di lini I dan akan diperluas dengan mengambil lahan di lini II. Pengambilan lahan ini dimulai dari batas dermaga multipurpose hingga batas dermaga petikemas. Dalsaf Usman menyebutkan, pengembangan serta penataan ini benar-benar sangat mendesak. Penambahan lahan dilini 1 akan diperluas hingga 100 persen dari lahan yang ada sebelumnya. “Instansi pemerintah seperti Bea dan Cukai beserta Administrator Pelabuhan (Adpel), perusahaan swasta, Pos TNI, serta toko yang dikelolah oleh masyarakat yang berada di lini 2 akan di bongkar dan dipagar menjadi lini 1 untuk Standar Operasional Prosedur (SOP) ISPS Code,” jelasnya. Selain kelangkapan standar pelabuhan yang modern,

Dalsaf dan kru Pelindo di pelabuhan yang dibangun1880an ini juga punya mimpi menjadi Teluk Bayur menjadi Green Port. Konsep hijau nan ramah, perlahan tapi pasti sudah dikemas. Lihat saja saat ini.Jalan masuk menuju pelabuhan sudah ditata apik dengan lindungan pepohonan nan hijau dan taman yang apik di kiri kanan jalan. “Perlahan kita siapkan pelabuhan ini menjadi green port dan didukung pintu gerbang masuk yang futuristic dan tetap mempertahankan corak Minangkabau. Desain gerbang masuk pelabuhan itu, yang mengambil model seperti monumen perjuangan yang terkenal dari Paris Prancis, yakni “Arc de Triomphe”. Jadi kesan jorok, bau dan tak tertata perlahan mulai kami tinggalkan,”kata putra Pesisir Selatan ini. (*)

TPK Teluk Bayur

AKTIVITAS Gantry Luffing crane di Teluk bayur guna menunjang percepatan bongkar muat peri kemas 2

DALSAF Usman dan jajaran saat meninjau terminal curah kering yang sedang proses pengerjaan

PENANDATANGANAN Prasasti TPK oleh Gubenur Sumbar

AKTIVITAS bongkar muat peti kemas di teluk bayur

PINTU masuk pelabuhan yang dihijaukan dengan pepohonan

DESAIN Terminal Curah Kering di Segi Tiga Gaung SATU unit alat berat tengah me nimbun lokasi yang akan dijadikan dermaga pada Terminal Curah Kering

DALSAF dan stafnya bersama wartawan meninjau tempat penampungan bahan curah kering

MENTERI BUMN Dahlan Iskan memberikan Apresiasi atas pembenahan total di Teluk Bayur >> Editor : Rakhmatul Akbar

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


18

SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

Ganda Indonesia Gagal Juara JAKARTA, HALUAN — Ganda putra Ricky Karanda Suwardi/Berry Angriawan belum dapat mewujudkan mimpi mereka untuk meraih gelar internasional pertama di turnamen London Open Grand Prix Gold 2013. Pasangan peringkat 193 dunia ini, terpaksa harus merelakan gelar juara jatuh ke tangan fnalis Kejuaraan Dunia 2013, Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark), setelah kalah dua set langsung 13-21, dan 16-21 pada pertandingan yang berlangsung Minggu (6/10) malam waktu London. "Ricky/Berry masih kalah pengalaman. Pasangan Denmark itu pintar cari poin dari permainan di depan net. Ricky/Berry juga tampil kurang tenang. Seharusnya peluang dapat poin, malah kehilangan poin. Pertahanan Ricky/ Berry pun kurang rapat dibandingkan lawan," jelas sang pelatih, Aryono Miranat, ketika dimintai keterangan soal penampilan anak-anak didiknya. "Kami kalah pengalaman dari Boe/ Mogensen. Bisa dibilang kalah pintar juga. Kami kesulitan mencari angka, kalau sudah reli, pasti ramai," imbuh Ricky. Dengan kegagalan pasangan ganda putra ini, kopntingen Indonesia juga gagal mendulang satu gelar pun di turnamen berhadiah US$ 120.000 yang digelar di The Copper Box Arena, London, ini. Berry/Ricky adalah satusatunya wakil Indonesia d final setelah dua pasangan lainnya, Irfan Fadhilah/ Weni Anggraini dan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf lebih dulu kandas di semifinal. Meskipun menderita kekalahan dan gagal meraih mahkota juara, penampilan Ricky/Berry yang konsisten hingga mampu menembus babak final, dirasa sang pelatih sebagai sinyal baik untuk perkembangan pasangan ini kedepannya. "Ricky/Berry kalah di final bukan dari sembarang pemain, tetapi pemain senior dan berpengalaman. Apalagi, mereka memberi perlawanan, pertandingan berlangung ramai. Jadi, untuk hitungan pasangan baru, kami cukup puas dengan hasil ini, walaupun masih banyak tugastugas lain menanti," ungkap Aryono. Berry/Ricky diharapkan bisa terus menjaga konsistensi permainan mereka karena akan menjadi tumpuan di SEA Games Myanmar Desember ini. Bahkan Ricky tak cuma turun di satu nomor. Selain turun di ganda putra, ia juga akan berlaga di ganda campuran berpasangan dengan Debby Susanto. (h/net)

KEJUARAAN BULUTANGKIS LIGA SEMEN PADANG

Tuan Rumah Kandas di Final PADANG, HALUAN — Dua wakil tim tuan rumah di final Kejuaraan Bulutangkis Liga Semen Padang, gagal menjadi pemuncak setelah dikalahkan lawan-lawannya pada partai final yang berlangsung, Minggu (6/10). Tampil di final nomor ganda beregu dan perorangan dewasa, tim Semen Padang kalah atas tim PGRI dan ganda putra PB Balai Sejarah.

JUARA — Pebulutangkis PGRI bergembira usai mendapat pengalungan medali emas. Di final, mereka menang atas tim tuan rumah 2-1. HUMAS

Kejurda Bulutangkis Sediakan Hadiah Rp50 Juta PADANG, HALUAN — Pengprov PBSI Sumbar menantang pebulutangkis Sumbar untuk berprestasi. Dengan menyediakan hadiah sebesar Rp50 juta, induk organisasi bulutangkis se Sumbar ini menggelar Kejurda kelompok umur (KU) di Hall Semen Padang, Oktober 2013. “Kami berharap hadiah tersebut bisa meningkatkan motivasi pebulutangkis bersaing berebut menjadi yang terbaik,” harap Ketua Umum PBSI Sumbar Syafrizal Ucok. Menurutnya, Kejurda KU ini bakal mempertandingkanKU-12, 14, 16 dan U-19. Untuk KU ini, akan dipertandingkan nomor perorangan. ”Untuk KU ini, kami hanya mempertandingkan untuk nomor perorangan,” terangnya.

Selain menggelar kejurda KU, PBSI juga menggelar iven terbuka. Iven yang bertajuk Gubernur Cup ini akan mempertandingkan nomor beregu. ”Kejurda KU dan Gubenur Cup ini kami gelar dengan sistem berbeda, di mana untuk KU kami mempertandingkan perorangan. Sedangkan Gubenur Cup kami pertandingkan nomor beregu yakni dua ganda satu tunggal,” terang Syafrizal Ucok, kemarin. Katanya, agar persaingan bisa ketat, Pengcab PBSI se-Sumbar untuk segera mempersiapkan atletnya. Malahan untuk KU, Ucok meminta daerah memperbanyak atletnya mengikuti iven, soalnya ajang akan akan ditabuh ini adalah sarana seleksi

bagi PBSI. ”Kami berharap, daerah menggirim atlet pontensialnya, soalnya ajang ini kami lakukan juga untuk mendata atlet,” terangnya. Agar iven ini berlangsung menarik, terutama untuk Gubernur Cup, PBSI, kata Ucok, memberi kesempatan kabupaten/kota untuk memakai pemain dari luar Sumbar, di mana masing-masing kabupaten/kota boleh memakai satu pemain luar. ”Ya, agar kekuatan berimbang, kabupaten/kota bisa memakai satu pemain asal provinsi lain. Ini kami terapkan juga untuk meningkatkan persaingan dan pebulutangkis Sumbar bisa menambah pengalaman dengan pemain yang punya pengalaman di nasional,” katanya. (h/mat)

KEJURNAS BRIDGE

Tim Brigde Binaan FKKSP Raih Emas PADANG, HALUAN — Tim bridge Universitas Andalas (Unand) yang bermaterikan pemain-pemain binaan Seksi Bridge Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang Group (FKKSPG) berhasil menjadi kampiun untuk kategori Pat Kawan pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Mahasiswa & Pelajar 2013 yang diadakan dari tanggal 26 Oktober di Jogjakarta. Tim yang beranggotakan Ryan Hudayana, Bambang

Saputra, Badri Razzak Winanda, Hariyadi Eka Rusnandar, Heru Nugraha dan Arief Yusri berhasil menjadi kampiun setelah di final menumbangkan team dari Universitas Riau lewat pertarungan yang cukup dramatis selama 4 session berhasil menang 162 – 132 imp. Menariknya, pada tiga session awal team Unand ini masih ketinggalan 26 imp plus 4 imp carry over, namun lewat perjuangan pantang menyerah

anak-anak asuhan pelatih Fajri Yetti ini berhasil membalikkan keadaan dan akhirnya menang 30 imp pada session akhir. Sebelum melangkah ke final, tim Unand ini juga menyingkirkan tim favorit lainnya Universitas Indonesia di semi final dengan skor 120 – 103 imp. Ketua Seksi Bridge Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang Group (FKKSPG) Rinold Thamrin di Padang, Senin (7/10), mengaku sangat bangga akan perjuangan dan

Tim Bridge Unand binaan FKKSP

keberhasilan yang diraih tim bridge yunior ini. “Hasil ini tak lepas dari buah pembinaan yang dilakukan Seksi Bridge PT Semen Padang.Kami berharap pemain-pemain yunior ini merupakan jawaban untuk regenerasi atlet-atlet bridge Sumbar pada umumnya dan Kota padang secara khususnya

pada masa mendatang,” kata Rinold yang juga Ketua Umum Gabungan Bridge Kota. Rinold Thamrin juga berpesan agar tidak terlena dengan hasil ini namun tetap giat berlatih sehingga hasil ini menjadi pemicu semangat untuk meraih hasil-hasil bagus lainnya di kemudian hari.(h/mat)

Di partai final perdana nomor antar instansi, pebulutangkis Semen Padang kalah 2-1 atas tim ganda putra beregu PGRI. Tim Semen Padang sendiri, sempat leading dengan memenangkan partai pertama yang diwakili Simon/Rudi Ramli. Pasangan ini menang rubber set atas Yuharmen/Zulkifli 21-17, 17-21, dan 21-12. Di game kedua, tim PGRI sukses mengimbangi skor. Pasangan Darman/ Ilham menang straight set, 21-17, dan 21-18 atas pasangan Decky/Indriadi. Di partai penentuan, asangan Ali/Deta yang mengandaskan perlawanan tuan rumah Semen Padang Fendriyal/Yulianus, dua set langsung, 21-14, dan 21-18 Sementara itu, di partai final ganda putra dewasa perorangan, pasangan PB Balai Sejarah Angga/Yuda mengandaskan impian pasangan tuan rumah Ilham/Aldi. Dalam pertarungan itu, mereka menang 21-15, dan 21-16. Sebelumnya di semifinal Angga/Yuda dengan mudah ganda putra Padang Panjang, pasangan Yoga/Rido (Padang Panjang) dua set langsung, 21-15, dan 2113. Sementara Ilham/Aldi, melenggang ke partai puncak setelah mengandaskan perlawanan pasangan Rizki/Muharman (BNI). Pada pertandingan antarinstansi ini, keluar sebagai juara 1 PGRI Padang, juara 2, Semen Padang dan juara tiga diraih bersama oleh PDAM dan BCA. Ketua Pelaksana Syakroni menyampaikan rasa syukur atas suksesnya Kejuaraan Liga Semen Padang. “Alhamdulillah pertandingan demi pertandingan dapat terlaksana dengan sukses,” kata Syakroni. Dia mengatakan, kejuaraan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun. “Kalau tahun ini baru tingkat Padang, tahun berikutnya akan kita laksanakan untuk tingkat Sumbar. Kita merencanakan, akan mengundang dari Tonasa, dan Gresik,” katanya. Ketua Umum FKKSP Group Desri Ayunda juga mengapresiasi kejuaraan tersebut. ”Alhamdulillah, kejuaraan berjalan lancar dan sukses sebagaimana yang diharapkan. Kejuaraan ini akan dijadikan sebagai kalender iven oleh FKKSP Group, dan akan dilaksanakan setiap tahun,”kata Desri. Dia berharap melalui kejuaraankejuaraan yang dapat dijadikan sebagai ajang latih tanding bagi para pebulu tangkis Sumbar, dapat menelorkan para pebulu tangkis yang berprestasi di tingkat Sumbar dan nasional. “Selamat kepada para juara, mudah-mudahan di tahun depan kualitas penyelenggaraan bisa lebih ditingkatkan lagi,” katanya. (h/mat)

>> Editor : Rakhmatul Akbar

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

KAKANWIL DJP Sumbar-Jambi bersama Dekan Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol.

19

TUKAR cendra mata

DJP SUMBAR-JAMBI GELAR

Kelas Pajak di IAIN Imam Bonjol

S

osialisasi makna dan manfaat pajak dapat dilakukan dengan beragam cara. Salah satunya dengan proaktif mendatangi kampus.

Kepala Kanwil DJP Sumbar Jambi memberikan kuliah umum mengenai perpajakan di Fakultas Syariah Kampus IAIN Imam Bonjol Padang, Senin, (7/10). Acara dikemas dengan suasana santai dimana para

M. Ismiransyah M. Zain

peserta banyak dilibatkan dalam kelas pajak yang dilaksanakan oleh Kanwil DJP Sumbar - Jambi tersebut. Acara ini dibuka langsung oleh Kakanwil DJP Sumbar Jambi M. Ismiransyah M. Zain. Dalam sambutannya, Ismiransyah mengungkapkan mengenai arti penting pajak bagi pembangunan di negara dan kesejahteraan bangsa dengan metode yang menyenangkan. Disebutkannya, iven sosialisasi pajak dilakukan agar sejak dini generasi muda mengerti arti penting pajak. Alasannya, pajak telah memberi kontribusi lebih dari 70 persen penerimaan APBN. Lebih baik bila bangsa ini dapat hidup dengan kaki sendiri

PESERTA kelas pajak. DR. H. Muchlis Bahar LC. M.Ag.

melalui pajak, bukan dengan memperbesar utang luar negeri. Sementara itu, Kampus IAIN Imam Bonjol Padang diwakili oleh Dekan Fakultas Syariah DR. H. Muchlis Bahar LC. M.Ag serta didampingi Wakil Dekan Fakultas Syariah Efrinaldi dan Kabag TU Adril menyambut baik diadakannya acara tersebut.

Ia berharap acara sosialisasi perpajakan terus dilakukan agar para mahasiswa lebih mengetahui bagaimana perpajakan sebenarnya mengingat pajak itu penting sebagai alat membangun bangsa. Tidak hanya itu, Muchlis juga berkeinginan agar ke depan, kelas pajak ini terus dilakukan secara reguler. Pasalnya, untuk Fakultas Syariah sendiri, sudah mempunyai jurusan pajak. Kegiatan sosialiasi perpajakan

tidak hanya bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan pajak kepada mahasiswa, tetapi melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa mampu menjadi agent of information. Agen ini memberikan informasi perpajakan yang benar kepada masyarakat mapun menjadi agent of change dengan merubah pola pikiran masyarakat yang selama ini cenderung menghindari pajak menjadi masyarakat yang sadar dan taat pajak. (h/adv)

SENGKETA PILKADA BALI Ruhut Sitompul Mengundurkan Diri JAKARTA, HALUAN — Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengundurkan diri sebagai Ketua Komisi III DPR. “Izinkan saya mengundurkan diri sebagai Ketua Komisi III,” ujarnya dalam rapat pelantikan di ruangan Komisi III DPR, Jakarta, Senin (7/10). Ruhut mengundurkan diri sebagai ketua komisi setelah mendapat pertentangan dari beberapa anggota dari fraksi partai pendukung pemerintahan. Ia tidak mau terjadi polemik akibat penunjukan dirinya. Dalam rapat di Komisi III , Ruhut mengungkapkan kesedihannya karena beberapa anggota mengungkit persoalan kehidupan pribadinya. Bahkan ia sempat menitikkan air mata karena rumah tangganya dibawa-bawa. Alasan Ruhut mengundurkan diri karena tidak mau menimbulkan polemik di internal. Ia memilih tetap menjadi anggota komisi. “Saya tetap ingin bersahabat dengan kawan-kawan Komisi III,” ucapnya yang mengenakan batik warna kuning. Ruhut menyalami beberapa anggota Komisi III DPR termasuk yang menolaknya menjadi ketua. Kemarin, Fraksi Partai Demokrat telah mengajukan anggota Komisi II Pieter Zulkiflie sebagai ketua Komisi III DPR setelah Ruhut mundur . Demokrat memastikan seluruh anggota Komisi III DPR menyetujui pengajuan Pieter. Ketua Komisi III DPR I Gede Pasek Suardika memastikan seluruh anggota Komisi III menerima Pieter sebagai ketua. “Kami yakin tidak ada penolakan,” tegas Pasek. (h/inh)

Akil Mochtar Diduga Terima Rp200 M MUNDUR — Ruhut Sitompul bersama anggota Komisi III DPR RI setelah menyatakan mundur sebagai Ketua Komisi III di gedung DPR, Jakarta, Senin. VVN

JAKARTA, HALUAN — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta menyidik dugaan suap dalam sengketa Pemilihan Kepala Daerah Bali di Mahkamah Konstitusi. Akil duduga menerima suap Rp200 Miliar. Sekretaris Aliansi Masyarakat Bali Penegak Konstitusi, Agung Wira, mengatakan Majelis hakim panel yang memeriksa dan mengadili perkara Pilkada Bali, khususnya Hakim Konstitusi Akil Mochtar diduga menerima suap Rp80 miliar sampai Rp200 miliar. “Kami meminta KPK melakukan penyelidikan dan penyidikan atas dugaan suap dalam penyelesaian sengketa Pilkada Bali di MK. Di publik telah

terdengar adanya penyuapan sampai Rp 200 miliar kepada majelis hakim panel mengadili perkara tersebut khusnya hakim konstitusi Akil Mochtar,” kata dia di gedung KPK, Senin (7/10). Menurut Agung Wira, sengketa Pemilukada Provinsi Bali didaftarkan ke MK dengan nomor 62/PHPU.DXI/2013 oleh pasangan calon nomor urut 1, A.A Gede Ngurah Puspayoga dan Dewa Nyoman Sukrawan. Dia

menilai telah terjadi peristiwa fatal yang menciderai semangat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubewrnur Bali, 2013. “Ditemukannya banyak pemilih yang mencoblos mewakilkan orang lain dan atau menggunakan hak pilihnya lebih dari satu kali.,” ujar

Agung Wira. Agung Wira klaim sudah membuktikan 19 Tempat Pemungutan Suarat di mana terjadi pemilih menggunakan hak pilih orang lain atau memilih lebih dari satu kali di Mahkamah Konstitusi. “Namun, MK pada 20 Juni

2013 dalam putusannya menyatakan bahwa pemilih yang menggunakan hak pilih lebih dari satu kali atau pemilih yang diwakilkan dibenarkan dan Mahkamah menolaj permohonan pemohon untuk seluruhnya,” kata Agung Wira. (h/inh)

Putin Ulang Tahun, SBY Sumbangkan Lagu DENPASAR, HALUAN — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai tuan rumah KTT APEC 2013, memberikan kejutan bagi Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang i merayakan ulang tahun ke-61, Senin (7/ 10). Dengan alat musik favoritnya, gitar, SBY mendendangkan lagu “Selamat Ulang Tahun” bagi Putin. Peristiwa itu terjadi sebelum memulai pertemuan bilateral kedua pemimpin dilakukan di Hotel Sofitel, Nusa Dua Bali. Demikian ungkapan SBY ketika memberikan keterangan pers kepada media.

“Bapak Presiden, saya tadi terlambat menerima informasi dari pihak intelijen, sehingga saat saya tahu Bapak telah mendarat di Bali, saya segera menyiapkan sebuah gitar untuk mendendangkan lagu Selamat Ulang Tahun,” ujar SBY yang disambut senyum Putin. Putin mengaku terkejut akan aksi mendadak itu. Tetapi dia mengaku senang karena mendapat perlakuan sedemikian rupa dari Presiden SBY. “Terima kasih banyak untuk ucapan selamat ulang tahun kepada saya. Ini merupakan sebuah kejutan yang sangat menda-

dak,” kata Putin. Lalu Putin menutup kalimat pembukanya dengan mengucapkan terima kasih dalam Bahasa Indonesia. Dalam pertemuan bilateral, Putin menyebut ada beberapa prospek cerah untuk mengembangkan berbagai sektor kerjasama, antara lain di bidang transportasi dan kedirgantaraan. Hal serupa juga disampaikan oleh Menteri Perkembangan Perekonomian Federasi Rusia, Aleksey Ulyukaev. Menurut Ulyukaev, kerjasama yang akan dijajaki lebih dititikberatkan di bidang transportasi, teruta-

ma bisnis pesawat dan kereta api. Selain di bidang perdagangan, Rusia kini menekankan proyek investasi di Indonesia, khususnya di bidang infrastruktur, transportasi, dan pertambangan. Salah satu prioritas Moskow saat ini adalah promosi pesawat sipil Sukhoi Superjet 100 di pasar Indonesia. Kunjungan Putin kali ini merupakan yang pertama sejak terpilih kembali sebagai Presiden. Terakhir Putin melakukan kunjungan kenegaraan ke Jakarta tahun 2007 silam. Kini Putin dijadwalkan

akan memberikan pemaparan pandangannya di hadapan lebih dari 1200 CEO perusahaan dari seluruh dunia dalam acara APEC CEO Summit yang dihelat di Bali International Convention Centre . Usir Wartawan Sementara itu Kementerian Komunikasi dan Informasi membantah melarang jurnalis asal Hong Kong untuk meliput pertemuan KTT APEC. Kepala Pusat Informasi Kominfo, Gatot Dewa Broto, mengatakan insiden itu telah diselesaikan dengan baik. “Sudah kita selesaikan dengan soft.

Kejadian itu tak menjadi kendala,” kata Gatot di Nusa Dua, Bali, Senin. Gatot membantah pihaknya telah melarang peliputan bagi jurnalis Hong Kong dan sejumlah media asing lainnya. “Hari ini kebebasan pers begitu luar biasa. Tidak mungkin ada pelarangan. Mereka bisa bekerja dengan santai saja,” katanya. Sebelumnya, beberapa jurnalis asal Hong Kong dikabarkan dilarang melakukan tugas peliputan selama KTT APEC berlangsung. Diberitakan Channel News Asia, Senin, insiden ini terjadi Minggu saat >> Editor : Dodi Nurja

Aquino melintas hendak menghadiri pertemuan pemimpin bisnis APEC. Sembilan wartawan asal Hong Kong ini tiba-tiba mencegatnya dan berteriak menanyakan soal kematian delapan warga Hong Kong dalam drama penyanderaan di sebuah bus di Manila, 2010 lalu. “Jadi Anda mengabaikan rakyat Hong Kong, benar?”, “Apakah Anda akan meminta maaf? Tolong jawab pertanyaan ini!” dan “Apakah Anda akan bertemu CY Leung?” teriak mereka. CY Leung adalah presiden dewan otoritas Hong Kong. (h/vvn) >> Penata Halaman : Irvand


20

SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434

Musala Muhammadiyah Belum Terjamah Bantuan SOLOK, HALUAN — Walau sudah sejak empat bulan lalu atap loteng musala rusak parah, hancur berantakan diterjang angin puting beliung, namun gedung musala Muhammadiyah Kubang Duo Jorong Silungkang Nagari Sulit Air Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok sampai saat ini masih belum terjamah bantuan. Loteng dari bahan kayu triplek itu hancur berantakan dengan kondisi sebagian menjuntai ke bawah, sangat memprihatinkan. Sementara ruangan bagian dalam di lantai dua musala yang sehari-hari dipakai untuk belajar puluhan murid TPA itu, terlihat acak-acakan berantakan. Masih untung ruangan di lantai satu bangunan musala yang dibangun oleh masyarakat sekitar 25 tahun silam itu, masih bisa dipakai untuk mengerjakan ibadah salat berjamaah oleh warga karena tak mengalami kerusakan yang berarti. “Benar pak, sejak rusak terkena angin puting beliung awal bulan Ramadan lalu sampai saat ini belum pernah dapat bantuan dari dinas instansi terkait,” tutur pengurus musala Aswardi kepada anggota DPRD Kabupaten Solok Hendri Dunan Dt Endah Bonsu di Sulit Air, Sabtu (5/10). Dikatakan Aswardi, selain merusak bagian atap loteng musala, terjangan angin puting beliung yang datang menjelang magrib itu, juga ikut merusak sejumlah rumah warga yang berada di sekitar lingkungan musala di Jorong Silungkang tersebut. Yang dibutuhkan saat ini, kata Aswardi menambahkan, pengerjaan fisik memperbaiki bagian atap loteng di lantai dua musala yang rusak parah hancur berantakan tersebut. Melihat kondisi ruangan lantai dua bangunan musala Muhamadyah Kubang Duo yang rusak parah itu, anggota DPRD Kabupaten Solok Hendri Dunan meminta pengurus musala Aswardi segera membuat proposal bantuan yang akan segera diperjuangkanya semaksimal mungkin. Agar ruangan lantai dua bangunan musala yang rusak hancur berantakan itu bisa segera diperbaiki dengan sedemikian rupa. “Adalah tugas kewajiban saya selaku anggota dewan perwakilan rakyat untuk membantu dan memperjuangkan aspirasi masyarakat banyak,” pungkas Hendri Dunan. (h/ris)

OBJEK wisata Danau Singkarak, salah satu destinasi utama pariwisata di Kabupaten Solok. NET

MTTS Didorong Kontrol Generasi Muda AROSUKA, HALUAN — Pemerintah Kabupaten Solok terus mendorong Majelis Tungku Tigo Sajarangan (MTTS) untuk berperan aktif dalam mengontrol perilaku generasi muda dan memberi pencerahan agar generasi penerus memahamai adat dan agama. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Yuswardi di Koto Baru, Kamis, mengatakan saat ini banyak perilaku generasi muda yang menyimpang yang salah satu penyebabnya karena kontrol lingkungan yang lemah. “Hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama, tidak bisa hanya diserahkan ke sekolah atau elemen pendidik saja. Seluruh komponen masyarakat harus bertanggung jawab mencegah tercerabutnya akar budaya yang kita miliki,” kata dia. Ia menjelaskan, pelaksanaan program ini sejalan dengan pelaksanaan Kurikulum 2013, di mana guru dituntut siap mengajar dan siap belajar mengikuti perkembangan informasi teknologi serta sosial dan psikologi. Hal ini disebabkan perkembangan teknologi dan informasi akan memberikan tekanan-tekanan yang berdampak terhadap watak dan perilaku generasi muda saat ini. “Kurikulum 2013 adalah salah satu solusi untuk menjawab tantangan tersebut, dan peserta didik dipersiapkan untuk mengelola dan mengatur potensi diri dan membangun karakter,” ujarnya. Dia berharap kurikulum baru itu dapat merubah karakter anak didik. Tujuannya untuk mendorong peserta didik atau siswa supaya mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar dan mempresentasikan apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. “Melalui pendekatan itu diharapkan peserta didik memiliki kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan jauh lebih baik, dan juga mereka akan lebih kreatif dan lebih produktif, sehingga nantinya dapat sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya,” katanya. Dia menjelaskan, pelaksanaan kurikulum 2013 pada beberapa sekolah di Kabupaten Solok sampai saat ini belum mengalami kendala. Adapun sekolah yang menjalankan kurikulum itu, untuk tingkat SLTA melaksanakan semuanya, untuk tingkat SLTP ada 12 sekolah, sedangkan untuk SD sebanyak 21 sekolah. Berdasarkan ajuran dari pusat untuk tingkat SLTA hanya dua sekolah yang akan melaksanakan, akan tetapi semua sekolah sepakat untuk menjalankannya. Terkait permasalahan kebutuhan berupa buku, menurutnya tidak menjadi permasalahan. Dia menambahkan dengan adanya pembekalan itu dapat meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Solok sehingga pada pelaksanaan ujian nasional daerah ini bisa terus mencapai yang terbaik. (h/ans)

RUSAK — Anggota DPRD Kabupaten Hendri Dunan Dt Endah Bonsu dan pengurus Musala Muhammadiyah Jorong Silungkang, Nagari Sulit Air menyaksikan atap loteng musala yang rusak parah terkena hantaman puting beliung. RISWAN JAYA

Bilih Bisa Cegah Penyakit Anak Pendek AROSUKA, HALUAN — Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Solok bersama Poltekes Kemenkes RI berhasil memanfaatkan potensi ikan bilih (Mystacoleuseus Padangensis) membantu mengobati penyakit anak pendek (stunted). Pihak Poltekes Kemenkes RI yang diketuai Eva Yunirith Arosuka, Kamis, menyebutkan berdasarkan hasil penelitian, ikan bilih adalah ikan spesifik yang terdapat di Danau Singkarak dan Danau Maninjau, memiliki keunggulan utama dibanding ikan lain yaitu kadar zink yang tinggi yang mencapai 173,29 ppm atau setara dengan 17,329 mg/100g,

kandungan itu jauh lebih tinggi dari kandungan zink dari hati sapi atau unggas. Penggunaan ekstrak ikan bilih sebagai bahan pangan lokal berkualitas untuk suplementasi zink organik perlu dikembangkan sebagai upaya percepatan penanggulangan masalah anak stunted di Sumbar,” kata dia. Dia menjelaskan penyakit anak pendek (stunted) tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik yang lebih pendek, namun juga dapat menghambat perkembangan psikomotor dan kognitif. Selain itu, stunted juga beresiko tinggi menderita kombinasi dari gangguan penyakit kardiovaskular dan diabetes (syndrome metabolic). Suplemen zink yang dikandung ikan bilih dapat meningkatkan pertumbuhan jaringan tulang, serta

memperkuat matriks tulang. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Iryani M mengatakan kandungan suplemen zink yang tinggi pada ikan bilih dapat dimanfaat untuk menekan kasus penyakit anak pendek di Sumbar. Dia menyebutkan pada tahun 2010 penderita anak pendek sebanyak 39,1 persen, jumlah itu lebih tinggi dibandingkan tahun 2007 yang hanya 36,2 persen. Sedangkan di Kabupaten Solok tahun 2007 prevalensi anak pendek ini mencapai 36,2 persen, dan naik pada tahun 2010 menjadi 40,39 persen. “Kita menyadari di Kabupaten Solok masih banyak anak-anak yang terbilang kurang gizi terutama menyangkut pertumbuhan fisiknya, terutama dengan adanya pemanfaatan ikan bilih ini masyarakat dapat terbantu,” kata Iryani. (h/ans)

Lahan Pertanian Berkurang, Usaha Pertanian Juga Turun

WARGA dan Kepala Jorong Sarikih Nagari Sulit Air Zulhasmi HS foto bersama anggota DPRD yang juga Ketua DPC PDIP Hendri Dunan Dt Endah Bonsu (3 kanan) di sela-sela goro pembukaan jalan alternatif sepanjang 6 km di belantara bukit Sarikiah Gontiang Larak, Sabtu (5/10). RISWAN JAYA

AROSUKA, HALUAN — Badan Pusat Statistik Kabupaten Solok, menyatakan, Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) di daerah itu mengalami penurunan sebanyak 1.873 kepala keluarga (KK) pada 2013. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Solok, Istanto di Arosuka, Rabu, mengatakan angka itu berdasarkan hasil pencacahan lengkap sensus pertanian 2013 dimana rumah tangga usaha pertanian tinggal sebanyak 63.106 dari sebelumnya 64.979 kepala keluarga (KK) pada Sensus 2003. “Dari data ini terjadi penurunan sebanyak 2,88 persen dari sensus sebelumnya,” katanya. Menurut dia, penurunan rumah tangga usaha pertanian ini disebabkan beberapa hal seperti berkurangnya

lahan pertanian akibat beralih fungsi menjadi permukiman dan usaha. Dengan demikian, penduduk beralih usaha ke sektor non pertanian yang disebabkan pendapatan di sektor pertanian cenderung lebih rendah dibandingkan di non pertanian. Selain itu, penduduk daerah bumi markisah itu sejak beberapa tahun belakangan cenderung memilih berusaha di sektor non pertanian. Berdasarkan hasil sensus pertanian 2013, kecamatan yang memiliki sapi dan kerbau paling banyak adalah Kecamatan Lembah Gumanti 10.359 RTUP, Kecamatan Kubung sebanyak 7.741 RTUP, Kecamatan Gunung Talang 7.476 RTUP. Lalu, Kecamatan X Koto Singkarak sebanyak 5.493 RTUP, Kecamatan Lembang Jaya 4.966 RTUP, Kecamatan

Pantai Cermin sebanyak 4.102 RTUP, Kecamatan Bukit Sundi sebanayak 4.010 RTUP, Kecamatan Danau Kembar sebanyak 3.826 RTUP, Kecamatan X Koto Diatas sebanyak 3.717 RTUP. Kecamatan Canduang sebanyak 1.868 RTUP, Kecamatan Ampek Koto sebanyak 1.368 RTUP, Kecamatan Tanjung Raya sebanyak 1.180 RTUP, Kecamatan Kamang Magek sebanyak 882 RTUP, Kecamatan Palupuh sebanyak 821 RTUP. Kemudian Kecamatan Hiliran Gumanti sebanyak 3.248 RTUP, Kecamatan Tigo Lurah sebanyak 2.337 RTUP, Kecamatan Junjung Sirih sebanyak 2.041 RTUP, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi sebanyak 1.962 RTUP, dan yang terakhir Kecamatan Payung Sekaki Sebanyak 1.728 RTUP. (h/ans)

124 Siswa Ikut Kegiatan Gladian SOLOK, HALUAN — Sebanyak 124 orang siswa SMP/MTs se Kabupaten Solok mengikuti kegiatan Gladian Pemimpin Regu Penggalang yang digelar Kwarcab Pramuka Kabupaten Solok di Sanggar Kegiatan Belajar Muaro Paneh Kecamatan Bukit Sundi, Jumat hingga Minggu (4-6/10). Kegiatan itu juga menjadi ajang seleksi seluruh peserta yang kelak akan mewakili kontingen Kabupaten Solok ke ajang Jambore Daerah Pramuka tingkat Sumbar yang akan berlangsung bulan Desember mendatang di Bumi Perkemahan Pramuka Padang Besi. Wakil Bupati Desra Ediwan Anan Tanur selaku Ka Kwarcab Pramuka Kabupaten Solok didampingi Sekretaris Zulmasdiawarman dan Kabid SMP Zulfadli yang membuka kegiatan itu meminta seluruh peserta mengikuti acara itu dengan serius dan bersungguh-sungguh. Desra Ediwan Anan Tanur juga meminta para siswa SMPT/MTs yang menjadi duta Regu Pemimpin Penggalang dari sekolah masing-masing itu, menunjukkan kemampuan terbaiknya saat mengikuti pelaksanaan Gladian Pemimpin Regu Penggalang, agar bisa terpilih sebagai wakil kontingen Pramuka Kabupaten Solok nantiknya. “Ajang Gladian Pemimpin Regu Penggalang itu mampu meningkatkan keterampilan generasi muda untuk bisa lebih berprestasi di segala bidang,” tutur Desra Ediwan. Selain itu, ujar Desra Ediwan Anan Tanur, kegiatan Gladian Pemimpin Regu Penggalang Pramuka itu juga bisa membentengi mental kepribadian generasi muda, khususnya para siswa SMP/MTs dari pengaruh negatif bahaya narkoba. Apalagi, kata Wakil Bupati Desra Ediwan Anan Tanur, menambahkan, dampak negatif pergaulan bebas generasi muda dewasa ini, bisa mempengaruhi mental generasi muda untuk terjerumus ke hal-hal yang bersifat negatif. “Kegiatan kepramukaan dengan segala bentuk aktivitasnya yang bernilai positif bagi generasi muda, khususnya siswa siswi SMP/MTs sederajat, mampu menjadi tembok yang kokoh bagi generasi muda agar tak terjerumus atau terpengaruh pada hal-hal negatif yang bisa merusak masa depan generasi muda itu sendiri,” papar Dersa Ediwan. Terpisah, panitia pelaksana kegiatan Gladian Regu Pramuka Penggalang itu Zulmasdiawarman didampingi Jon Afnel Hendri dan Mulyadi Cemok mengatakan, sejumlah materi pelatihan yang diberikan kepada para peserta di antaranya adalah tali temali, semboyan sandi, baris berbaris dan administrasi kepramukaan. (h/ris)

>> Editor :Nova Anggraini

>> Penata Halaman :Rahmi


SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

21

SITI BADRIAH

Ingin Pernikahan Sederhana WALAUPUN belum punya kekasih, namun pedangdut Siti Badriah punya impian saat melepas masa lajangnya kelak. Siti ingin hari pernikahannya nanti dihelat dengan sederhana. Menurutnya, daripada menghelat sebuah pernikahan yang mewah, lebih baik dana itu ditabung untuk menyongsong hari depan. Terpenting, pernikahannya nanti dilewati dengan sakral. “Kalau buat nikah nggak usah yang terlalu mewah, yang penting pernikahannya sakral, ijab kabul. Lebih baik ditabung buat kedepannya,” kata Siti saat ditemui di Kawasan Kebon Jeruk Jakarta Barat, Senin (7/10). Kendati demikian ia tak menyalahkan jika sebuah pernikahan dihelat secara mewah lantaran menjadi hal yang dialami selama seumur hidup. Oleh karena itu wajar saja jika sebagian orang melakukannya. Bagi Siti, itu merupakan sebuah bonus. “Kalau mewah-mewahan ya itu bonusnya saja. Pamer sih nggak ya, emang wajar saja kalau nikah secara meriah,” jelasnya. (h/kpl)

ALFANEDI

16 Mengabdi di DPRD Padang TAK terasa, 16 tahun sudah dia mengabdi di DPRD Kota Padang. Suka duka menjadi aparatur negara dilaluinya dengan penuh semangat kerja. Dan saat ini, Alfanedi dipercaya menjadi Sekretaris di Komisi II DPRD Padang. Berbagai keperluan anggota dewan di komisi itu, dia yang melayani. Tak sedikitpun dia melalaikan tugasnya. Alfanedi sangat bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Tak ada rasa bosan dan jenuh. Padahal, waktunya bisa tersita penuh untuk pekerjaan, dari pagi, siang hingga malam. Tetapi mengabdi sebagai aparatur negara dengan memberikan pelayanan maksimal, sudah tertanam dalam dirinya. “Jika mengabdi di rumah wakil rakyat ini, saya harus fokus bekerja dan mempunyai semangat yang tinggi. Sebab, bekerja di DPRD begitu banyak tantangan yang dihadapi karena harus hadir setiap saat jika dewan rapat kerja baik pagi, siang, sore maupun malam,” katanya. Bahkan tak jarang dia harus pulang ke rumah pukul 03.00 WIB dinihari. Hal itu karena padatnya agenda anggota dewan. Seperti ketika pembahasan APBD perubahan 2013 beberapa waktu yang lalu. Dan agaknya hal serupa juga akan terjadi pada pembahasan APBD 2014. Karena pembahasan anggaran itu biasanya berlangsung alot. Waktu sehari semalam rasanya tak cukup untuk menuntaskan pembahasan. “Dengan senang hati, saya menjalani semuanya karena memang sudah menjadi tugas saya sebagai PNS, dituntut kerja maksimal,” katanya. (h/ade)

CINTA RATU

Nansya Bantah Pacaran dengan Eza BELAKANGAN, nama Cinta Ratu Nansya disebut-sebut sebagai kekasih baru pesinetron Eza Gionino. Keduanya sempat kepergok sedang jalan bareng di sebuah pusat perbelanjaan di Kemang, Jakarta. Namun Cinta membantah dan menegaskan kalau dirinya dan mantan kekasih Ardina Rasti itu tidak memiliki hubungan spesial, kecuali hanya sebagai teman lama. “Cinta sama Eza memang nggak ada apa-apa, dia sahabat lama banget dari zaman sama-sama dari nol. Temen sharing apalagi kalau kesepian curhat, bercanda, saling ngingetin satu sama lain. Kemarin itu karena sudah lama nggak ketemu aku janjian sama dia. Itu juga nggak berduaan” terang Cinta menjelaskan di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Jum’at (4/10). Pemain film Perawan Seberang itu tidak memungkiri kalau Eza adalah sosok pria yang baik di luar kasusnya dengan Rasti yang membuatnya mendekam di tahanan. “Eza baik kok, perhatian, friendly. Mungkin kalau nggak terlalu kenal sama dia orang ngeliatnya gimana gitu sebenarnya hatinya lembut. Tapi selama kami dekat sebagai sahabat, he is good boy” jelasnya. Cinta idak mau banyak komentar. Dia mengaku saat ini sedang dekat dengan seorang pria. Tidak mau menyebut nama, Cinta hanya menjelaskan kalau pria tersebut juga bekerja di dunia hiburan. “Yang deket ada, ya nggak enak kalau disebut namanya, kan masih mengenal satu sama lain. Lebih selektif aja karena nggak mudah menyatukan visi misi dengan 2 pribadi yang berbeda. Ya kerjanya satu profesi,” kata Cinta tersipu malu. (h/kpl)

Annisa Titipkan Anak ke Orangtua

Natalie Sarah Batasi Anak Main Gadget TIDAK bisa dipungkiri dunia gadget makin modern. Anak-anak pun sekarang juga sudah lihai, sehingga perlu pengawasan para orang tua. Pasangan artis Natalie Sarah dan Abdullah Rizal memilih bersikap waspada pada sang anak, Habibi Abdullah Aziz dengan memberikan waktu khusus untuk bermain gadget. “Saya lagi bikin peraturan baru untuk anak. Mereka hanya boleh pegang gadget pada hari Sabtu atau Minggu, atau saat libur. Sisanya mereka harus belajar,” ungkap Rizal saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (6/10). Anak-anak sekarang begitu cepat belajar seluk-belukgadget, secanggih apapun. Natalie dan suami telah memberikan sebuah gadget untuk anaknya. Namun sekali lagi, sang suami punya peraturan yang harus mereka sepakati. “Kalau kami untuk kebutuhan komunikasi, kami kasih anak-anak megang ipad, telpon. Terus biar mereka bisa kirim saudara atau video ke kami,” tandasnya. (h/kpl)

TAHUN ini, Sultan Djorghi dan Annisa Trihapsari berkesempatan menjalankan ibadah haji. Selama 16 hari mereka akan berada di tanah suci. Sementara anakanak dititipkan ke orangtua. “Anak-anak sudah aku titipkan sama orangtua aku. Anak-anak minta didoain bisa lulus sekolah,” kata Annisa di Cordova Lounge, Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Minggu (6/10). Begitupun dengan urusan kegiatan syuting, mereka sudah mengantongi izin untuk off sebentar. “Kami sudah minta izin, dan minta didoain,” tuturSultan. Meski haji menjadi pengalaman pertama, namun beberapa pengalaman ketika mereka umroh beberapa waktu silam menjadi pelajaran. “Insya Allah kami berdua sudah siap lahir dan batin untuk menunaikan ibadah haji, kami berharap ibadah ini berjalan lancar sampai kembali pulang,” imbuh Sultan. “Sebelumnya kami pernah umroh. Kalau sudah ada di tanah suci itu nggak bisa dijabarin yah. Pastinya di sana punya magnet tersendiri, setiap orang mengalami pengalaman spiritual sendiri-sendiri di sana,” tukasnya. Lalu, apa yang dibawa oleh Sultan dan Annisa selama berada di sana? “Semua sudah disediakan sama Cordova, dan mohon maaf, bisa dibilang kami cuma nyiapin pakaian dalam. Kami memang dibuat nyaman,” tandasnya. (h/kpl)

Zumi Zola Berdoa Minta Momongan MANTAN pesinetron yang saat ini menjabat Bupati Tanjung Jabung Timur, Jambi, Zumi Zola mengaku sudah menyiapkan doa khusus selama menunaikan ibadah haji. Dia dan sang istri, Sherin Taria berharap segera diberi momongan. “Untuk momongan saya pasti berdoa, tapi itu cuma Allah yang tahu. Kami ikhlas ya untuk momongan, bagi kami itu amanah. Kami terima apapun dan kapanpun. Allah tahu yang terbaik untuk umatnya,” tutur Zumi Zola di Cordova Lounge, Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng (6/10). Sebagai kepala rumah tangga, Zumi berharap agar keluarganya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. “Saya kan seorang suami, saya berdoa semoga keluarga sakinah, mawadah dan warohmah, rezeki dan sehat selalu, diberikan yang terbaik semoga diberi keikhlasan,” tukas Zumi. Soal persiapan, Zumi merasa tidak ada kendala. “Kalau persiapan kita sudah siap fisik dan mental dan doa-doa untuk orangtua, istri, keluarga dan masyarakat Jambi, semua orang,” tandasnya. (h/kpl) >> Editor :Devi Diany

>> Penata Halaman : Rahmi


22

SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

68 TAHUN KABUPATEN PASAMAN

Bersama Benny-Daniel, Terus Maju dan Berprestasi HARI ini, Selasa 8 Oktober 2013, Kabupaten Pasaman merayakan hari jadinya yang ke-68 tahun. Dibawah Kepemimpinan Bupati Benny Utama dan Wakil Bupati, Daniel, dalam penyelenggaraan pemerintahan di masa 3 tahun, Kabupaten Pasaman semakin menunjukkan jati diri sebagai kabupaten yang terus maju dan berprestasi. Meski diakui, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat belum menyentuh seluruh sendi kehidupan, namun semua itu adalah suatu proses yang memiliki kendala, tantangan dan hambatan yang dipengaruhi oleh banyak faktor baik internal maupun eksternal. Oleh karena itu, masukan dan pemikiran konstruktif dari semua warga masyarakat sangat diperlukan guna mewujudkan Kabupaten Pasaman yang “Maju dan Berkeadilan�. Duet pasangan ini sangat konsisten terhadap pembangunan yang berpihak kepada masyarakat. Hal ini dapat dibuktikan dengan bertambah baiknya infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, agama dan lainnya. Semuanya itu adalah untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Pasaman yang berkeadilan. Dalam rangka pencapaian Visi dan Misi Kabupaten Pasaman, Pemkab Pasaman telah melaksanakan beberapa kebijakan strategis antara lain sebagai berikut : 1. Rasionalisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Pasaman (APBD) tahun 2012 dengan belanja aparatur berhasil ditekan menjadi 58,55 persen dan belanja publik naik menjadi 41,45 persen, dan bahkan pada tahun ini belanja aparatur berhasil ditekan lagi menjadi 48,64 persen, dan belanja publik naik menjadi 51,36 persen. 2. Melaksanakan perampingan SOTK berdasarkan Perda Nomor : 11 Tahun 2011, dengan pengurangan sebanyak 83 jabatan struktural dengan rincian; jabatan eselon II dikurangi dari 32 menjadi 27, Eselon III berkurang dari 155 jabatan menjadi 137 jabatan, sehingga jelas membawa dampak yang sangat signifikan terhadap efisiensi anggaran. 3. Dalam tahap uji coba tahun 2011 telah dialokasikan dana Program Pembangunan Berbasis Nagari (P2BN) sebesar Rp6 milyar, dengan tingkat keberhasilan mencapai 90 % dan pada tahun 2013 kembali dialokasikan sebesar Rp10 milyar yang disertai dengan telah ditetapkannya Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2012 tentang P2BN. 4. Guna mempercepat program pensejahteraan petani, bupati beserta Ketua DPRD dan Muspida telah melaunching Bareh Pasaman dalam rangka intervensi harga gabah di tingkat petani melalui kerjasama dengan Perusahaan Daerah PT Equator Pasaman. Dengan kebijakan baru ini, harga jual hasil panen petani Pasaman yang selama ini ditentukan para tengkulak, karena

petani sudah terikat hutang sejak awal musim tanam, akan bisa distabilkan oleh harga beli PT Equator. Dan untuk kelanggengan program bareh Pasaman, mulai dari Bupati sampai dengan pejabat Eselon IV membeli Bareh Pasaman, bahkan para Muspida ikut merespon dengan turut membeli Bareh Pasaman. 5. Dalam rangka menunjang sub sektor perdagangan, pada tahun 2012 juga telah dilakukan rehabilitasi terhadap 5 pasar nagari, yaitu Cubadak, Rao, Daliak, Pakan Kamis, dan Rumbai, dengan anggaran sebesar Rp1 milyar. Sementara ditahun 2013 ini, sebanyak Rp18 milyar lebih digelontorkan untuk merevitalisasi 6 pasar nagari lainnya, yakni Pasar Nagari Kauman, Tapus, Panti, L u b u k Sikaping, Kumpulan dan Tigo Nagari. 6. Dalam rangka pencapaian program MDG’s, Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Perda Nomor 9 Tahun 2012 telah m e n g a t u r kebijakan berobat gratis bagi seluruh warga masyarakat di Kabupaten Pasaman yang berlaku efektif terhitung mulai tanggal 1 Januari 2013. 7. Telah dilaksanakannya Evaluasi Kinerja Mandiri Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKM PPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman secara perdana dengan menilai kinerja seluruh Satuan Perangkat Kerja Daerah dan Kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman pada tahun 2012. Kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk memotivasi seluruh aparatur pemerintah daerah untuk berkompetisi meningkatkan kinerja mereka di SKPD masing masing. Dengan meningkatnya kinerja seluruh SKPD, tentunya kinerja pemerintah daerah juga akan lebih baik, oleh karena itu pada Tahun 2013 telah ditetapkan Peraturan Bupati Pasaman Nomor 16 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Mandiri Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman sebagai pedoman dan dasar pelaksanaan EKMPPD yang akan dilaksanakan secara rutin

setiap tahunnya. A. Pertumbuhan Ekonomi Daerah Berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Pasaman atas dasar harga berlaku pada Tahun 2012 adalah sebesar Rp4.264 milyar, sedangkan di tahun 2011 berdasarkan perhitungan adalah sebesar Rp3.741,5 milyar sehingga ada kenaikan sebesar Rp522,5 milyar atau sebesar 13,96 %. Sedangkan P D R B Kabupaten Pasaman atas dasar h a r g a konstan pada tahun

Yarsi (di Kecamatan Panti) milik swasta, 16 Puskesmas yang terdiri dari 6 Puskesmas Rawatan dan 10 Puskesmas Non Rawatan, 46 Puskesmas Pembantu, 72 Polindes dan 358 posyandu yang tersebar di 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman. Disamping itu tersedia tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter spesialis 2 orang, dokter umum 40 orang, dokter gigi dan perawat gigi sebanyak 13 orang, bidan 327 orang, apoteker dan asisten apoteker 29 orang, tenaga kesehatan masyarakat 20 orang, sanitarian 14 orang, tenaga gizi 22 orang, serta tenaga non kesehatan lainnya dengan total

BUPATI Pasaman H. Benny Utama terima penghargaan tertinggi yakni piala adipura yang diserahkan langsung oleh Bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di istana negara.

2012 sebesar Rp1.542 milyar dimana mengalami peningkatan sebesar Rp89,41 milyar dibandingkan tahun 2011 sebesar Rp1.453 milyar. Dengan demikian Kabupaten Pasaman mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 6,16 %. Adapun PDRB per kapita Kabupaten Pasaman berdasarkan harga berlaku pada tahun 2012 adalah sebesar Rp16,46 juta, sedangkan pada tahun 2011 adalah sebesar Rp14,59 juta atau ada kenaikan sebesar Rp1,87 juta rupiah atau sebesar 21,81 %. B. Kesehatan Pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi oleh Pemerintah, sebagaimana yang diamanahkan dalam UUD Tahun 1945, dan dalam UU Nomor 40 tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial Nasional (SJSN) disebutkan bahwa paling lambat tahun 2015 semua masyarakat sudah harus terjamin pelayanan kesehatannya sesuai dengan target MDGs 2015. Menyikapi hal tersebut Pemerintah Kabupaten Pasaman merespon dengan cepat akan peningkatan cakupan layanan dan fasilitas kesehatan agar dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Fasilitas kesehatan di Kabupaten Pasaman pada saat ini terdiri dari 1 RSUD tipe C dan 1 Balai Kesehatan Masyarakat

BUPATI Pasaman Benny Utama tinjau pembangunan yang saat ini sedang dilaksanakan di Kabupaten Pasaman

secara keseluruhan berjumlah 586 orang. C. Kemiskinan Melalui berbagai program dan kegiatan Penanggulangan Kemiskinan yang telah diupayakan oleh Pemerintah Daerah, jumlah KK miskin di Kabupaten Pasaman menurut data PPLS Tahun 2011 sebanyak 22.213 KK, menurun jumlahnya menjadi 16.239 KK pada Tahun 2012. Data ini didasarkan pada hasil verifikasi dan validasi data kemiskinan Kabupaten Pasaman yang dilakukan oleh Tim dari Bappeda Kabupaten Pasaman pada tahun 2012 terhadap data KK Miskin PPLS tahun 2008 yang berjumlah 21.800 KK. D. Pembangunan Sumber Daya Manusia Peningkatan taraf pendidikan dan sumber daya manusia penduduk di Kabupaten Pasaman telah menjadi agenda prioritas yang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah diantaranya meningkatkan jumlah fasilitas sekolah di setiap jenjang dan menambah jumlah guru serta menyebarkannya secara merata di seluruh pelosok sekolah yang ada di Kabupaten Pasaman. Melaksanakan bimbingan belajar gratis bagi siswa kelas tiga SMP dan SMA, negeri maupun swasta, termasuk sekolah-sekolah yang

BUPATI Pasaman H. Benny Utama terima piala WTN yang diserahkan oleh Mentri Perhubungan RI.

berada dibawah lingkup kementrian agama di Pasaman. Lalu, Perda wajib belajar 12 tahun pada pertengahan 2013 ini. Mulai awal tahun depan, anak-anak Pasaman sudah bisa menikmati pendidikan gratis hingga tamat SMA. Sementara, jumlah fasilitas pendidikan sampai dengan tahun 2012 berjumlah 384 unit yang terdiri dari 287 PAUD, 58 unit TK, 252 unit SD, 50 unit SLTP, 21 unit SLTA dan 3 unit Perguruan Tinggi. Sedangkan jumlah guru sekolah pada tahun 2012 berjumlah 3089 orang yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Pasaman. Selanjutnya kinerja bidang pendidikan dapat dilihat dari capaian indikator kualitas pendidikan selama dua tahun terakhir. Indikator dimaksud terdiri dari tingkat pendidikan dan ketergantungan pelayanan pendidikan yang ditunjukkan oleh Angka Melek huruf, Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK). Pada tahun 2012 persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang melek huruf mencapai 98,82% meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 92,09% Sedangkan untuk nilai APM dan APK tingkat SD, SLTP dan SLTA tahun 2012 dibandingkan tahun 2011 juga mengalami peningkatan. E. Pembanguan Infrastruktur Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pasaman diantaranya meliputi pembangunan kelistrikan, jaringan irigasi serta jalan. Sampai dengan Tahun 2012 dapat kami sampaikan bahwa pembangunan sarana kelistrikan di Kabupaten Pasaman melalui PLN belum mencapai 100 persen. Oleh karena itu, untuk daerah terisolir telah dibangun 15 Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang tersebar di Kecamatan Bonjol, Duo Koto, Mapat Tunggul dan Mapat Tunggul Selatan. Sedangkan untuk prasana jalan. Kondisi jalan Kabupaten Pasaman pada tahun 2011 terdiri dari 13,74 persen berkondisi baik, 19,49 persen berkondisi sedang dan 66,78 persen berkondisi

rusak. Oleh sebab itu, sesuai dengan komitmen meningkatkan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pasaman, maka pada tahun 2012 telah dilaksanakan kegiatan pembangunan dan rehabilitasi jalan di Kabupaten Pasaman, sehingga jalan kabupaten yang berkondisi baik meningkat menjadi 18,10 persen dan yang berkondisi rusak menurun menjadi 62,42 persen. Pemkab Pasaman menargetkan hingga 2015 mendatang, seluruh jorong atau nagari yang ada di Pasaman telah bisa dilewati oleh kendaraan roda empat dalam keadaan cuaca ekstrim sekalipun. Jembatanjembatan kayu juga akan diganti dengan jembatan permanen. Sehingga akses transportasi masyarakat bisa berjalan lancar. Setiap tahun Pemkab Pasaman selalu berupaya membenahi infrastruktur jalan dan jembatan dalam rangka mempercepat pembangunan dan memperlancar roda perekonomian masyarakat. Sehingga masyarakat dapat merasa lebih nyaman dalam melakukan aktifitasnya. Pembangunan dan pembenahan infrastruktur jalan adalah kunci dalam mengembangkan berbagai bidang pembangunan. Pasalnya, tanpa didukung oleh infrastruktur yang baik, maka daerah akan sulit memacu pergerakan perekonomian masyarakat. Dan untuk sarana irigasi, pada tahun 2012, juga telah dilaksanakan pembangunan serta rehabilitasi terhadap Daerah Irigasi (DI) di Kabupaten Pasaman, sehingga DI yang berkondisi baik pada tahun 2012 seluas 12.005,30 Ha meningkat dibandingkan pada Tahun 2011 dengan luas 11.865,80 ha. Khusus untuk irigasi PantiRao, jika selesai akhir tahun ini, irigasi ini akan mampu mengairi 8.300 hektar sawah masyarakat di empat kecamatan yakni Kecamatan Panti, Padanggelugur, Rao Selatan dan Rao. Dengan demikian, Pasaman kian memantapkan otoritasnya sebagai lumbung beras terbesar di Sumbar. Jika selesai nanti, peningkatan produksi padi sawah Pasaman bisa mencapai 17 hingga 20 persen per tahun atau surplus diatas 200 ribu ton per-tahunnya. “Kami yakin semua yang sudah dicapai Kabupaten Pasaman selama ini merupakan hasil kerja keras dari semua pihak, yang harus disyukuri bersama sebagai anugerah yang diberikan Allah SWT. Kami menyadari masih banyak kekurangan yang perlu kami benahi, namun masih banyak langkah panjang yang akan kami perbuat untuk memperbaiki kehidupan masyarakat Kabupaten Pasaman menuju masyarakat Pasaman yang maju dan berkeadilan. (h/atos indria)

BUPATI Pasaman Benny Utama sangat peduli dengan olahraga dengan capaian prestasi yang fantastis oleh anak nagari

DALAM bidang agama prioritas tinggi juga diberikan Pemkab Pasaman.

DALAM waktu yg dekat pembangunan kantor bupati Pasaman segera rampung.

BUPATI Pasaman Benny Utama mendengar aspirasi masyarakat. >> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Habli


SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

23

DUGAAN KORUPSI DANA HIBAH PEMILUKADA Kinerja PU Perlu Perhatian Khusus TANJUNGPINANG, HALUAN — Anggota Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang M. Arif menilai saat ini dinas pekerjaan umum (PU) perlu dilakukan perhatian khusus oleh walikota. “Mengingat sampai saat ini kita melihat beberapa proyek yang telah dianggarkan pada APBD murni belum sepenuhnya berjalan. Ditambah lagi baru ini juga Kabid Cipta Karya yang memegang peranan penting dalam pembangunan sedang tersandung kasus. Tentu ini harus menjadi perhatian khusus untuk walikota,” ujar M. Arif, Senin (7/10). Politisi asal PKS ini juga menyampaikan, dinas PU merupakan instansi yang berhubungan langsung dengan masyarakat dimana proyek infrastruktur pada intinya untuk kemajuan pembangunan Kota Tanjungpinang. “Tapi kondisinya saat ini tidak sepenuhnya berjalan dengan baik. Selain melakukan pembinaan terhadap kinerja dinas PU. Walikota juga tentunya perlu melakukan pembinaan moral terhadap dinas ini. Mengingat kinerja dinas PU disorot langsung oleh masyarakat,” tutupnya. (cw77)

PLN Lempar Bola Panas ke Pemko BATAM, HALUAN — Alasan PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam bahwa kompensasi pengurangan tagihan atas gangguan pelayanan baru bisa dilaksanakan setelah adanya peraturan walikota (Perwako) tentang standar pelayanan kelistrikan, sama saja melempar. Demikian disampaikan Fransiskus Simbolon, Koordinator Duta Bangsa Nusantara (DBN) Provinsi Kepri ke Haluan Kepri, Senin (7/10) di Bilangan Batam Centre. Menurutnya, jawaban PT PLN Batam atas polemik yang berkembang, sama saja telah melempar tanggung jawab bahwa pemko lah menjadi letak masalah, dimana setiap terjadi pemadaman lebih dari empat jam tidak pernah ada kompensasi. “Apa yang disampaikan oleh PLN Batam, sama saja telah melempar bola panas ke pemko,” ungkap Fransiscus. Dikatakannya, jika PLN mengerti akan aturan perundang-undangan, tidak seharusnya PLN menunggu adanya perwako. Karena status Permen ESDM terkait dengan standar pelayanan kelistrikan, jauh lebih tinggi dari hanya sekelas perwako. “Permen ESDM jauh lebih tinggi, kenapa harus menunggu perwako,” katanya. Bahkan menurutnya, tindakan dari PLN sebuah kekeliruan, dan pura-pura pikun. Sehingga ia menyerukan masyarakat jangan terpancing. Hal senada dengan itu, Koordinator Lembaga Eksistensi Pemuda Indonesia (Lepi) Kota Batam, Gabil AM Pangabean mengungkapkan, setiap terjadi gangguan pelayanan, PLN selalu berdalih mengalami kerugian. Padahal selama ini masyarakatlah yang dirugikan dengan UJL, dan konpensasi yang tak kunjung ada. “Bahkan beberapa pelosok di Batam belum mendapatkan aliran listrik dengan alasan keterbatasan dana,” ungkapnya. Karenanya, ia bersama LSM dan juga masyarakat akan menggalang dukungan melakukan aksi nyata menuntut pertanggungjawaban PLN. Pasalnya, segala cara telah dilakukan untuk mendesak adanya perbaikan dari PLN. Tapi nyatanya tak ada perubahan signifikan. Padahal listrik merupakan kebutuhan halayak ramai. “Bahkan kami sudah mengusulkan RDP kedua terkait persoalan UJL ini, tapi belum ditanggapi oleh Komisi III DPRD Batam,” ungkapnya. Diakhir penjelasannya, ia mengatakan bahwa bila kondisi ini dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan bola panas terus menggelinding dan menjadi bencana. (h/ays)

3 Anggota Banggar DPRD Diperiksa KARIMUN, HALUAN — Tiga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Karimun yakni Rocky Marciano Bawole, Iwan Kusuma Darmaja, dan Anwar Abu Bakar pada tahun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2010 akhirnya diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungbalai, Karimun, Senin (7/10).

RUSAK — Bak sampah di TPI banyak rusak namun masih digunakan. RIAU KEPRI

Semua Kilang Sagu Wajib Miliki IPAL SELATPANJANG, HALUAN — Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kepulauan Meranti menargetkan pada tahun 2014 mendatang seluruh Kilang Sagu sudah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Para pemilik kilang juga diminta mengurus Izin upaya kelola lingkungan (UKL), dan upaya pemantauan lingkungan (UPL). Hal itu diungkapkan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Meranti, Irmansyah, Senin (7/10) di Selatpanjang. Dikatakannya, umumnya izin Amdal, UKL, dan UPL pada kilang sagu yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti sudah kadaluarsa. “Sebelumnya ada yang punya izin Amdal, UKL, dan UPL sejak zaman Kabupaten Bengkalis, tapi sekarang sudah mati. Jadi mulai saat ini secara bertahap para pemilik kilang sagu kita berikan pemahaman untuk peduli terhadap pengelolaan lingkungan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya. Menurutnya, BLH Kepulauan Meranti kerap menerima keluhan dari para nelayan terkait pen-

cemaran limbah dari pengolahan sagu di perairan sungai dan laut. Seharusnya, seluruh pengelola kilang sagu terlebih dahulu menampung limbah itu, diendapkan, baru kemudian dibuang, sehingga tidak mencemari biota ikan, dan lainnya di perairan sungai dan laut. Namun, dari berbagai laporan dan temuan dilapangan, masih banyak kilang sagu yang langsung membuang limbah langsung ke sungai maupun laut. Akibatnya, di sekitar areal pembuangan limbah, terjadi sedimentasi repu sagu yang menyebabkan terjadinya perubahan kualitas air, yang mengarah terjadinya pencemaran perairan. Untuk itu, mulai tahun 2014 aktifitas pembuangan limbah pabrik sagu ke sungai ataupun laut, tidak bolah lagi dilakukan. Dengan adanya aturan penyediaan IPAL, para pemilik pabrik sagu wajib menerapkannya. “Tidak ada alasan untuk tidak patuh pada aturan. Kita sudah upayakan untuk melakukan proses sosialisasi. Kalau masih tetap dilanggar, kita akan lakukan tindakan tegas sesuai dengan aturan,” beber Irmansyah

tanpa merinci sanksi yang akan dikenakan. Mulai Dilakukan Sosialisasi Untuk memaksimalkan kebijkan pengelolaan IPAL, lanjut Irmansyah, melalui usulan APBD Perubahan tahun 2013 ini, BLH Kepulauan Meranti akan menggelar kegiatan sosialisasi tentang SOP pengolahan limbah sagu kepada seluruh pemilik, dan pengelola kilang sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti. Dengan kegiatan sosialisasi itu, diharapkan terbangun kesadaran pemilik kilang sagu dalam mengelolaan lingkungan. “Kita cukup khawatir dengan ancaman pencemaran limbah di perairan sungai, dan laut Kabupaten Kepulauan Meranti. Berdasarkan hasil uji sampel di laboratorium PT Sucofindo empat bulan lalu, terbukti di sejumlah wilayah sekitar kilang sagu telah terjadi pencemaran lingkungan akibat dari pembuangan limbah sagu. Hal inilah yang menjadi alasan kuat Pemkab Meranti, secara tegas untuk menerapkan system pengelolaan IPAL bagi seluruh pabrik sagu di tahun 2014,” tandas Irmansyah. (h/hk)

Polisi Razia Para Pelajar di Warnet SAGULUNG, HALUAN — Puluhan pelajar yang berbagai usia di wilayah Sagulung terjaring saat razia di sejumlah warung internet (Warnet) yang digelar Polsek Sagulung yang didampingi oleh tokoh masyarakat Sagulung dan perangkat desa, Senin (9/10). Puluhan pelajar ini kedapatan ketika asyik di warnet sekitar Sagulung saat jam sekolah maupun pulang sekolah berlangsung. Bahkan, sejumlah warnet yang dirazia diantaranya berlokasi di seputaran daerah Sagulung. Dalam razia tersebut, polisi juga mendapati ada sejumlah pelajar berlainan jenis yang berpasangan di dalam warnet itu. Kemudian pelajara itu, digiring ke Polsek Sagulung untuk dibina dan dimotivasi. Aliyarni, selaku tokoh masyarakat Sagulung yang didampingi oleh perangkat desa mengatakan, sebenarnya ulah para pelajar ini sudah lama diintai oleh masyarakat sekitar, dan sudah resah

dengan kebolosan para pelajar itu ketika jam belajar. Selain itu juga, pelajar sudah kelewatan batas untuk bermain di internet. Bukan hanya itu, para pelajar itu sudah tidak menghargai orang tuanya masing-masing setelah sudah masuk ke internet. Ada juga pelajar mabukmabuk, karena minuman keras sambil membawa pacarnya masing-masing hingga lupa pulang kerumahnya. Saat dilakukan razia diwarnet, para belajar langsung kaget dan tidak bisa mengelak lagi, serta ada juga yang melarikan diri. Makanya langsung dibawa ke Polsek Sagulung ini untuk dibina agar tidak diulangi lagi. “Saat melakukan razia, mereka tidak bisa lagi mengelak. Mereka hanya bisa diam dan ada yang menangis ketika dibawa ke Polsek Sagulung. Sebenarnya kita hanya memberikan motivasi saja agar kedepannya lebih waspada masuk ke internet,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Sagulung AKP Eddy Buce mengatakan, kegiatan ini memang sudah lama diincar-incar dan sebagai bentuk tanggapan atas keresahan masyarakat. Dimana tokoh-tokoh masyarakat, dan perangkat desa juga resah atas perilaku mereka yang menjelek-jelekan nama baik sekolah di wilayah Sagulung ini. “Memang pelajar sudah sangat menyalahgunkan yang namanya fungsi warnet tersebut sehingga asal-asal masuk ke warnet tersebut, dan kepada pemilik warnet juga jangan asal-asal menerima pelajar disaat jam belajar,” katanya. Eddy menambahkan, saat menggelar razia tersebut, ada tiga lokasi internet yang disisir, dan rencananya dalam minggu ini akan dirazia setiap warnet, apakah ada izinnya dari lurah, camat hingga Kominfo Batam. Jadi kedepannya, berharap agar izin internet diharuskan ada izinnya. (h/cw71)

Diduga BP Batam Jual Lahan Kampung Tua ke Investor BATAM, HALUAN — Ribuan Aliansi Pemuda dan Masyarakat Kampung Tua Tanjung Uma mengepung Kantor BP Batam, karena dianggap telah menjual lahan mereka kepada investor dan mengangkangi Surat Keputusan (SK) Walikota Batam Nomor: Kpts. 105/ HK/III/2004 tentang penetapan wilayah perkampungan tua di Kota Batam. Aksi ini terjadi diduga telah menjual lahan kampung tersebut kepada investor ditandai dengan dikeluarkannya Izin Prinsip (IP), dan Izin Pematangan Lahan (IPL) pada PT. Cahaya Dinamika Harun Abadi, dan perusahaan tersebut juga telah membangun pagar beton di Kampung Tua, Tanjung Uma. Menyikapi realitas ter-

sebut tiga ribuan masyarakat Tanjung Uma yang tergabung dalam aliansi pemuda dan masyarakat Tanjung Uma yang menjadi korban, menggelar aksi demonstrasi ke kantor BP Batam, Senin (7/10). Para pendemo yang datang sekitar pukul 09.00 WIB menggunakan beberapa lori dan sepeda motor langsung memblokir gerbang Kantor BP Batam. Melihat banyaknya para pendemo yang datang, maka anggota Ditpam BP Batam yang juga dibantu personel kepolisian langsung menutup pintu gerbang. Dengan menggunakan pengeras suara dan sejumlah speaker besar dari atas truk para pendemo secara bergantian menyampaikan orasinya. Para orator menyuarakan kalau BP selama ini tidak menghargai ke-

beradaan kampung tua. Hal itu, dibuktikan dengan adanya pengalokasian lahan Kampung Tua, Tanjung Uma kepada investor. “Lahan kampung tua yang di sana ada kuburan tua merupakan kuburan nenek moyang masyarakat tempatan ini pun dijual BP ke investor. Padahal masyarakat tempatan tak lagi punya tanah, selain tanah Kampung Tua. BP Batam ingin mengusir masyarakat tempatan dari tanah kami sendiri,” kata Marzuki, Korlap Aliansi Pemuda Tajung Uma. Tuntutan kami hanya dua,BP Batam Harus mengesahkan wilayah Kampung Tua Tanjung Uma sesuai Pengukuran DI TOPAD yang ditunjuk BP pada pertengahan, Maret 2013 dan Segera membatalkan Izin Prinsip(IP) Yang

diberikan kepada PT. Cahaya Dinamika Harun Abadi,serta harus direalisasikan 7 X 24 jam.”kata Marzuki menambahkan. Sekitar jam 10.00 WIB perwakilan dari BP Batam, Wayan menerima perwakilan para pendemo untuk membicarakan hal-hal yang menjadi tuntutan masyarakat tempatan. Para pendemo pun menyepakati tawaran tersebut. Sekitar 10 orang perwakilan masyarakat masuk ke dalam ruang pertemuan marketing OB. Tampak diantaranya, Ketua Aliasi Pemuda TJ. Uma, Raja Harum, serta tokoh masyarakat Kampung Tua Tanjung Uma lainya. Sementara itu, hadir juga Wakil Walikota Batam Rudi, dan Kapoltabes Barelang Kombes Pol. Karyoto, serta Riki Solichin dari DPRD

batam. Namun, hasilya deadlock, karena perwakilan dari BP Batam tidak berani menandatangani tuntutan warga Kampung Tua TJ Uma, dan dilanjutkan menunggu kedatangan Mustafa yang masih berada di Jakarta. Secara terpisah, wawako mengatakan kepada koran ini, mendukung aksi demo ini dan harus segera diselesaikan, sehingga masyarakat tempatan tidak menunggu terlalu lama. “Sayakan juga anak tempatan. BP Batam harus menjelaskan hitam atau putihnya lahan tersebut kepada masyarakat,” kata Rudi Pantauan dilapangan menyebutkan, massa akan tetap bertahan di BP Batam sampai tuntutan mereka dikabulkan, serta akan menunggu kedatangan dari Ketua BP Batam dari Jakarta. (h/cw81)

Diantara ketiga anggota banggar itu, Rocky Marciano Bawole datang lebih awal ke gedung Kejari Tanjung balai, Karimun sekitar pukul 10.00 WIB. Dirinya langsung diterima Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Sigit Santoso. Namun, kedatangan Rocky hanya untuk memberitahukan kalau dirinya sakit. “Tadi Rocky sudah datang, tapi dia belum bisa memberikan keterangan karena kondisi badan yang kurang sehat. Namun, Dirinya berjanji akan datang lagi setelah istirahat siang. Ternyata memang benar, saat ini (kemarin,red) dirinya sudah berada di ruang penyidik bersama dua anggota banggar lainnya,” kata Kasi Pidsus Sigit Santoso, kemarin (7/10) siang. Sekitar tiga puluh menit kepergian Rocky, kata Sigit, muncul Iwan Kusuma Darmaja dan Anwar Abu Bakar. Pemeriksaan terhadap dua orang tersebut dilakukan secara terpisah. Anwar diperiksa Ketua Tim Penyidik Edi Monang Samosir, sementara Iwan diperiksa Sigit. Pemeriksaan berlangsung hingga istirahat makan siang. Dijelaskan Sigit, pemeriksaan terhadap ketiga anggota Banggar DPRD Karimun itu masih bersifat umum, diantaranya soal riwayat hidup, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai anggota komisi di dewan, dan sebagai anggota banggar. “Pertanyaan kami masih baru bersifat umum, seperti riwayat dan tupoksi di komisi, serta banggar,” ungkapnya.

Dalam keterangan yang disampaikan Iwan, beber Sigit, ada 12 anggota Banggar DPRD Karimun APBD-P 2010 yakni Raja Bakhtiar sebagai Ketua Banggar, Zamhur Abdul Kadir dan Rasno sebagai Wakil Banggar, Raja Kamaruddin, Anwar Hasan, Raja Syariful Alamsyah, HM Asyura, Jhon Abrison, Anwar Abu Bakar, Syahril, Bhakti Lubis, Muhammad Taufiq sebagai anggota. Selain itu, kata Sigit, anggota Banggar tersebut merupakan perwakilan dari fraksi yang duduk di DPRD Karimun, yang paling banyak adalah Fraksi Partai Golkar sebanyak lima orang, dua fraksi tidak mau menghadiri rapat banggar yakni Fraksi PDIP, dan Fraksi Hanura. “Setelah pemeriksaan umun, nanti pertanyaan akan diarahkan substansi rapat yang dilakukan banggar dalam melakukan pembahasan anggaran dana hibah pemilukada tersebut. Siapa saja diantara anggota banggar yang melakukan penolakan, dan siapa saja yang menerima usulan dari dana yang diajukan KPU Karimun,” terang Sigit. Menurutnya, pemeriksaan bakal berlangsung hingga malam hari. Namun, jika tak belum selesai akan dilanjutkan, Selasa (8/10) ini. “Semuanya tergantung dengan kondisi penyidik dan yang diperiksa, kalau masih kuat bisa sampai malam, kalau tidak ya disambung lagi besok (hari ini, red). Tapi sebisa mungkin tidak dipaksakan, biar hasilnya maksimal,” jelasnya. (h/ham)

Tak Ada yang Diistimewakan Dalam CPNS 2013 TAREMPA, HALUAN — Dalam penerimaan Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) tahun 2013 di Kabupaten Kepulauan Anambas tak ada yang di istimewakan, baik terhadap Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan pemda, maupun terhadap pelamar yang berasal dari dalam dan luar Anambas. Hal itu di ungkapkan oleh Augus Raja Unggul usai upacara apel pagi pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Anambas, Senin (7/10). Menurutnya yang menjabat sebagai Asisten III di Pemerintah Kabupaten Anambas mengatakan, dalam penerimaan CPNS tahun 2013 ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Selain, lebih murni, sempurna, objektif, dan juga lebih transparan, serta berbasis kopetensi yang tinggi. “Untuk penerimaan CPNS di Kabupaten Anambas pada tahun 2014 ini tak ada yang diistimewakan. Selain murni, objektif, transparan juga lebih berbasis kepada kompetensi yang baik, dan lebih tinggi nilainya,” ucap Augus. Untuk itu, kata Augus Raja Unggul, kepada PTT di lingkungan Pemerintah Kabupaten Anambas yang ikut melamar sebagai CPNS di lingkungan pemkab supaya lebih giat belajar, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. “Kalau ada yang ikut mencalonkan masuk CPNS, supaya lebih giat belajar, serta persiapkan diri sedini mungkin. Karena tak ada yang membantu selain diri sendiri. Jangan mengaharap bantuan dari pejabat atau dari orang-orang yang berpengaruh,” tegasnya. Dikatakannya, sebanyak 2.459 berkas pelamar CPNS telah diterima oleh Badan Kepegawaian daerah (BKD) >> Editor : Nasrizal

Kabupaten Kepulauan Anambas, Senin (30/9) lalu. Dari jumlah berkas dokumen pelamar yang masuk tersebut, hanya dibutuhkan hanya sekitar 220 orang. “Kemarin, selesai penutupan penerimaan berkas lamaran sebanyak 2.459 lamaran sudah diterima, baik dari pelamar dari Kabupatenn Anambas maupun dari luar Kabupaten Anambas,” jelasnya. Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Anambas, Iip Ilham Firman mengatakan, selesai melakukan verifikasi ijazah pelamar dan sesuai dengan jadwal pada akhir Oktober, akan dilakukan pendaftaran ulang bagi pelamar yang lolos. Saat pendaftaran ulang tersebut pelamar akan diberikan nomor peserta ujian. “Nanti selesai verifikasi berkas lamaran akan kita umumkan peserta yang lolos, dan saat pendaftaran ulang akan dibagikan nomor ujian. Rencana kita tanggal 13 November akan ada ujian tertulis atau tes nanti dilanjutkan dengan tes wawancara,” ungkapnya. Disinggung mengenai adanya permainan dalam proses penerimaan CPNS di Kabupaten Kepulauan Anambas tahun 2013, Iip langsung membantah. Karena mekanisme, serta proses penerimaan CPNS tersebut sudah diatur serta dikontrol oleh pemerintah pusat. “Silahkan buka Website Kemenpan RI, yang menjamin semua proses setiap daerah adalah pusat. Penerimaan CPNS tahun 2013 ini, selain murni juga lebih transparan, serta akan di awasi oleh berbagai pihak, termasuk dari Kepolisian juga dari Instansi terkait dari pemerintah daerah dan pusat,” imbuhnya. (h/zam) >> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


24

SELASA, 8 OKTOBER 2013 3 DZULHIJJAH 1434 H

BARU TEREALISASI 25 PERSEN

Serapan BSM di Padang Rendah DINAS Pendidikan Kota Padang masih lamban merespon penyaluran bantuan siswa miskin (BSM). Ini terbukti masih rendahnya serapan penyaluran BSM di Padang.

PEMENANG BOMC2 — Siswa SMP pemenang olimpiade matematika BOMC2 yang diadakan LP3I Course Center di SMPN 12 Padang, Sabtu (5/10). ALEX

TINGKATKAN KUALITAS PROFESI NERS

Mahasiswa STIKes Syedza Saintika Praktek di Batang Anai PADANG, HALUAN — Sebanyak 47 sarjana keperawatan STIKes Syedza Saintika mengikuti praktek profesi ners di Nagari Sungai Buluh Kecamatan Batang Anai. Praktek dilaksanakan selama enam minggu, 7 Oktober sampai 16 November nanti. Empat jorong tersebut adalah jorong yaitu Jorong Kuliek, Jorong Salisikan, Jorong Tanjuang Basung Satu dan Jorong Kali Aia. Sebelum dilakukan pelepasan juga diadakan upacara rutinititas bersama jurusan lainnya yaitu, program studi sarjana keperawatan, ners keperawatan, sarjana kesehatan masyarakat dan D3 kebidanan. Hasrinal, Ketua STIKES Syedza Saintika bersama

Alianis, Sekretaris Yayasan Pengembangan Sumber Daya Manusia STIKES Syedza Saintika pada saat pelepasan, Senin (7/10) menyatakan, praktek komunitas dan praktek jiwa komunitas akan membantu mahasiswa untuk meningkatkan profesionalismenya. Dikatakannya, dengan adanya praktek profesi ners, maka diharapkan terjadi peningkatan derajat kesehatan di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Selain itu, praktek akan meningkatkan keilmuan para sarjana, sehingga profesional dibidangnya. “Semoga dengan adanya praktek profesi ners, para sarjana keperawatan lebih profesional di bidangnya,” ungkap Hasrinal. Pihaknya

berharap tidak hanya hard skill yang didapatkan pada praktek profesi ners. Namun juga softskill dapat terlatih berupa kepribadian, komunikasi dan lain sebagainya. Sementara itu, Syafrion M. Camat Batang Anai dalam sambutannya menyatakan, pihaknya berharap agar praktek profesi ners dapat menjadi nilai plus bagi warga Nagari Sungai Buluh. Sehingga kesehatan masyarakat dapat terdeteksi dan masyarakat mendapat pemahaman tentang kesehatan. “Saya bersama perangkat akan menunggu hasil laporan dan rekomendasi dari para sarjana keperawatan STIKes Syedza Saintika. Mudah mudahan selama praktek di Nagari Sungai Buluh, pihak

akademis dapat menjadikan referensi untuk barometer kesehatan,” jelasnya. Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman, Hanif

menyatakan, dengan adanya praktek profesi ners diharapkan pencapaian MDGs akan nampak. Tentunya mulai muncul dari daerah Nagari Sungai Buluh. (h/cw-lex)

KETUA STIKes Syedza Saintika, Hasrinal menyerahkan para sarjana keperawatan kepada Camat Batang Anai, Syafrion M untuk mengikuti praktek profesi Ners di Batang Anai. ALEX

PADANG, HALUAN — Imbauan Wamendiknas agar sekolah proaktif menyalurkan BSM ternyata belum kelihatan di Kota Padang. Padahal, BSM tersebut sangat dibutuhkan oleh siswa kurang mampu. Hal ini juga kontra dengan imbauan Dinas Pendidikan Kota Padang yang mengharapkan dana CSR BUMN perbankan membantu penuntaskan pendidikan bagi anak putus sekolah. Sementara BSM dari pusat masih lamban direspon. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim mengakui daya serap BSM masih sangat rendah. Menurutnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah mengalokasikan dana pendidikan untuk 16,6 Juta anak. Namun sampai tanggal 17 september 2013, dana tersebut baru terserap sebanyak 21 persen. Hal yang sama juga terjadi di Kota Padang. Baru sebagian yang masuk ke rekening siswa. “Sebagian dana sudah disalurkan ke rekening siswa. Sebagian lagi datanya masih dibersihkan di Jakarta. Pembersihan ini seperti ada siswa yang mendapat BSM tetapi juga mendapat bantuan dari pihak Semen Padang. Hal inilah yang sedang dicek oleh pusat. Hal ini juga turut mempengaruhi lambatnya penyaluran BSM ke rekening siswa,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Indang Dewata kepada Haluan. Indang juga mengharapkan orang tua yang memilki kartu perlindungan sosial (KPS) dan mempunyai anak yang berada di sekolah untuk turut melapor ke pihak sekolah. Salah satu syarat bagi siswa menerima BSM ini mempunya KPS. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kota Padang, daya serap BSM baru mencapai 25 persen. Kuota siswa yang akan mendapatkan BSM ini sebanyak 47.008 orang. Terdiri dari 5.535 untuk siswa SD, 2.661 untuk siswa SMP, 24.975 untuk siswa SMA, dan 13.855 untuk siswa SMK. Jumlah anggaran yang tersedia untuk BSM ini sekitar Rp41 juta. Untuk siswa SD mendapat alokasi Rp450 ribu per tahun, SMP Rp750 ribu per tahun, serta SMA Rp1 juta per tahun. (h/eni)

>> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman : Habli

Haluan 08 Oktober 2013  

Haluan 08 Oktober 2013