Issuu on Google+

Harian Umum MEDIA GROUP

I klan 0751 4488700 Berlangganan 08116666333 Pengaduan 082388441221

SELASA

8 JANUARI 2013 M / 26 SHAFAR 1434 H

TERBIT 24HALAMAN 095 TAHUN KE 65

Harga Eceran Rp3.500/eks, Harga Langganan Rp78.000/bulan (Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat PEMKAB DIHADIAHI DUA POHON PISANG

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyalanyala (neraka).

HUT Solsel Tanpa Paripurna

(An-Nisaa Ayat : 10)

04.59

12.28

15.53

18.33

DIHADIAHI POHON PISANG — Pemerintah daerah dihadiahi dua batang pohon pisang oleh warga bertuliskan “Kado ulang tahun Kabupaten Solok Selatan ke-9”, Senin (7/1). Pohon pisang ditanam di ruang jalan Padang Aro menuju Sungai Rumbai Dharmasraya, tepatnya di Jorong Durian Taruang di dekat MTSN Lubuk Gadang. ICOL

SOLSEL, HALUAN — Puncak peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Solok Selatan yang ke-9, pemerintah daerah dihadiahi dua batang pohon pisang oleh warga bertuliskan “Kado Ulang Tahun Kabupaten Solok Selatan ke-9”, Senin (7/1). Dua batang pohon pisang ditanam oleh warga di ruas jalan provinsi yang sudah rusak parah. Jalan ini merupakan jalan lintas Kabupaten Solok Selatan

19.47

KHAS

dari Padang Aro menuju Sungai Rumbai Dharmasraya, tepatnya di Jorong Durian Taruang di dekat MTSN Lubuk Gadang.

>> HUT SOLSEL hal 07

Siswa di Essa Academy, yang berjumlah 840, semuanya punya iPad.

Siswa di Bolton Belajar Tanpa Buku

E

SSA ACADEMY, sekolah menengah di Bolton, Inggris tengah, melakukan terobosan dengan meninggalkan buku sama sekali, terutama dalam proses belajar mengajar di kelas. Fungsi buku digantikan oleh iPad, yang dibagikan kepada 840 murid dan staf pengajar. “Buku dan pena adalah produk teknologi yang kita manfaatkan sejak dulu. Sekarang kami memakai komputer tablet. Saya kira ini adalah perkembangan yang alamiah dan wajar,” kata Showk Badat, kepada sekolah Essa Academy. Jane Taylor, guru matematika, memberi tes kepada murid. Karena semua iPad murid terhubung

>> SISWA DI BOLTON hal 07

EKSEKUSI 2.500 HA DI TIKU

640 Polisi-TNI Kawal Eksekusi EKSEKUSI lahan perkebunan sawit seluas 2.500 hektar di Nagari Tiku Limo Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam yang akan dilaksanakan Selasa (8/1) ini diharapkan lancar. Jangan terulang lagi rusuh, seperti pembakaran 54 unit sepeda motor yang terjadi Kamis (13/12/2012) lalu.

AGAM, HALUAN — Hari ini, Selasa (8/1) Pengadilan Negeri (PN) Lubukbasung, Agam kembali melaksanakan eksekusi atas lahan perkebunan sawit seluas 2.500 hektare di Nagari Tiku Lima Jorong Kecamatan Tanjung Mutiara, Kebupaten Agam. Sebanyak 600 anggota polisi dan 40 anggota TNI diturunkan untuk mengawal proses eksekusi atas

putusan peninjauan kembali (PK) Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan gugatan Suku Tanjung Manggopoh tersebut. Kapolres Agam AKBP Asep Ruswanda mengatakan pihaknya telah berupaya mempersiapkan keamanan sita eksekusi semaksimal mungkin. “Saya sangat berharap eksekusi objek perkara tanah milik ulayat

Suku Tanjung Manggopoh dapat berjalan aman,” kata Kapolres Agam AKBP Asep Ruswanda, Senin (7`/1) di Lubukbasung. Menurut Ruswanda sebanyak 600 personil polisi dan ditambah dengan 40 personil TNI disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan

>> 640 POLISI hal 07

Jaga Rekor, Barca Flu Burung Menangi Derby dari Medan HATI-HATI MEMILIH ITIK

Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim dan Bupati H. Baharuddin R disambut dengan tari pasambahan saat memasuki gedung DPRD untuk mengikuti sidang paripurna istimewa HUT Pasbar ke-9. ANDIKA

Pasbar dan Dharmasraya Berkembang Pesat PASBAR, HALUAN — Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) dan Kabupaten Dharmasraya, Senin (7/1) kemarin memperingati hari jadinya

yang ke-9 dalam Rapat paripurna istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)

>> PASBAR DAN hal 07

PADANG, HALUAN — Kepala Dinas Peternakan Sumbar Edwardi mengimbau masyarakat untuk hatihati memilih itik. Imbauan ini dikeluarkannya setelah pemusnahan seribuan itik yang dinyatakan positif terjangkit virus H5NI atau flu burung. “Kami sudah menurunkan tim untuk memeriksa kondisi ternak. Dan memang dinyatakan positif flu burung. Untuk itu telah dilakukan pemusnahan terhadap unggas yang terjangkit virus, “ ujar Edwardi kepada wartawan, Senin (7/1). Selain itu, lanjutnya, tim pengawas juga telah melakukan bio

>> FLU BURUNG hal 07

BARCELONA, HALUAN — Barcelona meneruskan rekor tak terkalahkan di La Liga musim ini setelah memenangi laga derby kontra Espanyol empat gol tanpa balas. Dalam laga yang dihelat di Camp Nou, Senin (7/ 1) dinihari WIB kemarin, Barca mencetak seluruh

>> 640 POLISI hal 07

Karim Benzema Menjebloskan bola ke gawang Socieadad untuk membuka kemenangan Madrid 4-3 dalam pertandingan yang berlangsung, Senin (7/1) dinihari. UEFA

Perwakilan dari partai Politik menyampaikan protes aat Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Verifikasi dan Penetapan Partai Politik Peserta Pemilu 2014 di Kantor KPU, Menteng, Jakarta, Senin (7/1). MTR

RAPAT REKAPITULASI

KPU Hujan Protes JAKARTA, HALUAN — Rapat pleno rekapitulasi hasil verifikasi faktual dan penetapan partai politik peserta pemilu 2014, berlangsung panas. Rapat di Kantor KPU, Menteng, Jakarta, Senin (7/1), dihujani aksi protes pengurus parpol yang tidak lolos. Sejak dibukanya rapat pleno oleh Ketua KPU Husni Kamil Manik, sejumlah pengurus parpol terus melancarkan protes. Ketua Umum Partai Republik Marwah Ibrahim mengungkapkan bahwa ada sejumlah oknum KPUD yang meminta jatah kepada partainya saat melakukan verifikasi. “Kami punya rekaman video soal ada oknum yang meminta uang. Ini akan kami serahkan ke Bawaslu,” kata Marwah. Tak hanya itu, Marwah melanjutkan, video KPUD yang bermain uang tersebut juga akan diserahkan Komisi Pemberantasan Korupsi.

>> KPU HUJAN hal 07

Pria Beranak Dua Tewas Gantung Diri SOLSEL, HALUAN — Seorang pria beranak dua, Asrul (28), warga Jorong Kampung Baru, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Senin (7/1), nekat menghabisi nyawanya dengan cara gantung diri di dapur rumah dengan menggunakan seutas tali kerbau.

Dugaan sementara, korban tewas gantung diri dan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Wil, salah seorang warga yang menemukan Asrul pertama kali menceritakan bahwa ketika ia hendak bekerja ke sawah dan melihat ada keganjilan di dapur milik Asrul.

>> PRIA BERANAK hal 07

SDA Pessel akan Dikelola Perusda...................>> 02 Abu Bakar Ditemukan Tewas Tersungkur......>> 04 Pasar Kerapu dan Tuna Terbuka Lebar............>> 15 >> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

>> Penata Halaman : David Fernanda


2 UTAMA

SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

EVALUASI APBD 2013

Bansos Cantumkan Nama dan Alamat PADANG, HALUAN — Evaluasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terhadap rancangan peraturan daerah Provinsi Sumatera Barat tahun 2013 dan Rancangan Peraturan Gubernur tentang Penjabaran APBD 2013, kembali mempertegas pemberian bantuan sosial (bansos) dan hibah dari APBD Sumbar.

KILAS SDA Pessel akan Dikelola Perusda PAINAN, HALUAN — Untuk meningkatkan ekonomi petani dan nelayan dan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam (SDA), maka Pesisir Selatan (Pessel) mendirikan perusahaan daerah (Perusda). Selama ini kekayaan alam Pessel belum dikelola dengan profesional dalam tatakelola perusahaan yang berorientasi provit. Bahkan akibat tidak ada badan usaha milik daerah (BUMD), petani dan nelayan sering berada pada posisi tidak menguntungkan. Wakil Bupati Pessel Editiawarman menyebutkan, untuk itu pemerintah mencoba menghadirkan Perseroan Terbatas (PT) dengan nama Langkisau Karya Pratama untuk pengelolaan SDA dimaksud. Kehadiran perusahaan daerah (perusda) diharapkan dapat menjadi penyokong usaha Pemkab Pessel untuk mengelola sumbersumber kekayaan daerah guna meraup pendapatan daerah yang maksimal. Bahkan menurutnya, kehadiran perusda juga akan menjadi jawaban atas buntunya penjualan harga sawit petani. Belakangan, akibat tidak ada perusda, petani selalu mengalami kerugian. “Kini kami mengajukan pendirian PT Langkisau Karya Pratama dan termasuk Ranperda Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah Bidang Pertanian, Peternakan, dan Perikanan,” katanya. Disebutkannya, sumber daya perikanan Pessel 100.000 ton per tahun. Namun, hanya 30 persen saja yang mampu bisa digarap nelayan, selebihnya perlu dukungan terutama perusahaan. “Sementara itu potensi sawit Pessel mencapai 7.776 ton perbulan. Demikian juga karet dengan lahan 12.359 Ha mampu berproduksi 810 kg per ha per tahun. Sementara luas gambir, kelapa dan cokelat masing-masing 9.869 ha, 4.647 ha, dan 3.945 ha,” katanya lagi. Dikatakannya, batu bara yang telah diolah 12.897 ha yang saat ini dikelola pihak swasta di beberapa kecamatan. Pemkab Pessel sebelumnya sudah memiliki perusahaan daerah yang didirikan dengan Peraturan Daerah No 09 Tahun 1992. Namun perusahaan tersebut tidak bisa beroperasi karena beberapa kendala. Terkait dengan legalitas, menurut Kepala Subbag Perundangan-undangan, Hasnul Karim, pemerintah daerah dapat memiliki badan usaha milik daerah yang dibentuk dengan perda. Bentuk perusahaan daerah itu dapat berupa perseroan terbatas dan perusahaan daerah. “Pasal 177 Undang-undang No 32 Tahun 2004 dan Peraturan Mendagri No 3 tahun 1998 menjadi dasar pembentukan BUMD baik berbentuk PT maupun perusda” jelasnya. (h/har)

SEMINAR NASIONAL — Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat membuka Seminar Nasional Penyediaan Program Jaminan Kesehatan Bidang Kesehatan Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan, didampingi Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti, Ketua Presidium ICMI Nanat Fatah Natsir, dan Ketua ICMI Orwil Sumbar Marlis Rahman. ENI

BAKAL CAWAKO/WAWAKO PADANG PANJANG

Sudah 18 Orang Mendaftar ke Golkar PADANG PANJANG, HALUAN — Hingga Senin (07/1) kemarin sudah tercatat sebanyak 18 orang yang mendaftarkan diri melalui Partai Golkar untuk menjadi bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang periode 2013-2018. “Kita masih memberikan kesempatan kepada masyarakat yang berminat untuk mendaftarkan diri hingga penutupan pada hari Rabu tanggal 9 Januari 2013 besok,” kata Ketua DPD II Partai Golkar Kota Padang Panjang Drs. Asril Kasoema menjawab wartawan, kemarin. Bakal calon yang sudah mengembalikan formulir di antaranya Ketua DPD II Partai Golkar Padang Panjang Drs. Asril Kasoema, DR(c) Novi Hendri, SE, M.Si Dt Bagindo Saidi, Ketua DPRD Kota Padang Panjang yang juga Ketua Harian DPD II Partai Golkar Padang Panjang, H. Desva Remindo, SH Wakil Ketua DPD II dan anggota DPRD Kota Padang Panjang, Junaidi SH, Wakil Ketua DPD II yang juga pengusaha, dan Musmaizer Dt Gamuak anggota DPRD Provinsi Sumbar. Selain itu juga tercatat beberapa nama lainnya di antaranya H. Hendri Arnis, BSBA Wakil Bupati Tanah Datar, DR H. Jhon Enardy, SH MH

ASRIL Kasoema (kanan) dan Novi Hendri, bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang periode 2013-2018. IWAN DN pengacara di Jakarta, Dr H .Mawardi. Kolonel Laut Drs. H. Yusafnital , Drs. Aldias Sastra, MM, Drs. H. Masrul Maessa, H. Muharman SH, Sonhy Jendria Idrus SP, H. Irsyad SE , Junaidi SH. Sekretaris DPD II Partai Golkar Padang Panjang Marzuki Junizar Amd menyebutkan, Edwin Anas Wakil Walikota Padang Panjang tercatat sebagai bakal calon walikota yang pertama mendaftar dan diakhiri DR (c) H Arzul Jamaan S.kar M.Hum, Senin sore kemarin. Ketua DPD II Partai Golkar Padang Panjang Asril Kasoema didampingi Ketua Hariannya Novi Hendri menya-

takan banyaknya bakal calon walikota dan wakil walikota periode 2013-2018 yang mendaftar ke Partai Golkar adalah anugerah dan kepercayaan serta membuktikan masih tingginya kepercayaan masyarakat untuk mengabdikan diri untuk membangun kota Serambi Mekah melalui partai berlambang Beringin ini. “Kita patut bersyukur atas banyaknya kandidat yang muncul melalui Partai Golkar untuk mengabdikan diri mereka membangun Padang Panjang. Siapa yang bakal diusung nantinya akan ditentukan hasil survei independen dan dari partai setelah mendapat persetujuan DPP dan DPD I Partai Golkar Sumbar,” kata Asril Kasoema yang sehari-hari juga anggota DPRD Sumbar. Justu itulah, Partai Golkar masih memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk mendaftarkan diri hingga Rabu besok. Pendaftaran akan ditutup pada jam 16.00 WIB sore. Siapa yang akan diusung nantinya akan ditentukan oleh hasil survei lembaga survei independen dan disinkronkan dengan survei partai serta mendapat dukungan dari DPP dan DPD I Partai Golkar Sumbar. (h/one)

SEBELUM PEMEKARAN PESSEL

Proyek Besar Harus Selesai Akhir 2013 PAINAN, HALUAN — Sebelum pemekaran Pesisir Selatan, daerah itu kini menargetkan empat proyek besar selesai pada akhir tahun 2013 ini. Proyek itu adalah pembangunan Pelabuhan Panasahan Painan, reklamasi Pantai Carocok, beroperasinya perseroan terbatas milik daerah, dan relokasi RSUD M Zein Painan. Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Nasrul Abit Senin (7/ 1) menyebutkan, kesemuanya harus selesai menjelang peme-

karan kabupaten. Proyek tersebut merupakan andalan utama bagi pendapatan Pesisir Selatan setelah daerah itu mekar. “Warga Pesisir Selatan tidak perlu NASRUL cemas akan terjadinya penyusutan PAD ketika terjadi pemekaran daerah ini. Bagian utara Pesisir Selatan masih memiliki potensi sangat besar untuk meng-

hasilkan PAD. Pemerintah kabupaten telah memikirkan secara matang terkait pendapatan Pessel ketika daerah ini telah mekar,” katanya. Dia m e n c o ntohkan, pelabuhan ABIT Panasahan akan difungsikan sebagai pusat perekonomian Pesisir Selatan. Di pelabuhan ini akan terjadi transaksi barang dan jasa dalam jumlah besar.

Selain itu, karena ini dijadikan pusat perekonomian, maka akan menyerap tenaga kerja yang banyak. Painan akan menjadi kota pelabuhan dan pusat perdagangan. Nasrul juga menyebutkan, pembangunan pelabuhan Panasahan, Carocok dan relokasi RSUD akan membuat Painan lebih maju. Sementara itu, percepatan pembangunan jalan Painan timur ke Sungai Nipah juga akan mendukung keberadaan tiga rencana besar itu.

Menurut Bupati Nasrul Abit agenda pembangunan itu mendesak dilaksanakan agar pada tahun 2014 semua agenda itu dapat dioperasionalkan dan dimanfaatkan masyarakat. “Agenda pembangunan yang kita prioritaskan itu dapat dilaksanakan segera dan ditenggat akhir 2013 selesai. Seluruh SKPD fokus dalam bekerja tanpa mengabaikan program pembangunan yang sudah diagendakan masing-masing SKPD,” katanya.(h/har)

Menurut Ketua Banggar DPRD Sumbar, Yultekhnil dan Wakil Ketua Banggar Leonardy Harmainy, selama ini banyak bantuan sosial yang tidak memenuhi aturan berlaku. Seperti tidak adanya pertimbangan dari TAPD, tidak ada evaluasi dari SKPD terkait, dan lainnya. Mekanisme pemberian bantuan sosial ini sendiri menurut Leonardy dapat dianggarkan apabila dilengkapi usulan tertulis, evaluasi dari SKPD terkait, pertimbangan TAPD, disertai nama dan alamat penerima, dan adanya jumlah besaran hibah. Usulan tertulis ini berarti proposal. Termasuk juga untuk pemberian bantuan khusus, kata Leonardy, bisa saja tata caranya sedikit berbeda. Seperti program yang diajukan kedewanan terkait pembangunan infrastruktur. “Terkait polemik program yang bukan kewenangan selama ini, tahapannya bisa dimulai dari usulan tertulis, dibuat kesepakatan (MoU) antara kabupaten dan kota dengan provinsi, dikerjakan SKPD. Setelah selesai, diserahkan ke daerah dan menjadi aset daerah,” ujarnya, Senin (7/1) kemarin. Dalam APBD 2013, sekitar Rp39 miliar digunakan untuk belanja bantuan sosial, bantuan keuangan untuk pemerintah provinsi dan kabupaten dan kota senilai Rp95,9 miliar, dan belanja hibah sekitar Rp88,545 miliar. Terkait bantuan keuangan khusus yang diterima di kabupaten/kota, jumlahnya bisa berbeda. Karena dipengaruhi harga barang. Misalnya Kabupaten Kepulauan Mentawai yang mempunyai perbedaan harga bahan baku dengan Kabupaten Padang Pariaman. Untuk itu, ungkap Yultekhnil, perlu peraturan gubernur yang mengatur standar harga. Evaluasi lain untuk APBD 2013, menurut Yultekhnil, ada beberapa program yang harus diefisiensikan, karena tahun sebelumnya program tersebut dianggap tidak jalan. Seperti program yang memuat adanya pembebasan lahan. “Ke depannya, pembangunan infrastruktur akan lebih memperhatikan pembebasan lahan yang dilakukan masing-masing kepala daerah. Ini akan berdampak kurangnya Silpa pada tahun ini,��� jelasnya. Dukung 11 Prioritas ] Evaluasi Mendagri untuk APBD 2013 mengindikasikan adanya apresiasi terhadap APBD Sumbar yang berhasil mengintegrasikan APBD sesuai dengan prioritas pembangunan nasional. “Sekitar 96,35 persen dari APBD Sumbar, mendukung 11 prioritas pembangunan nasional,” ujar Leonardy. 11 prioritas pembangunan yang dimaksud yaitu, pemantapan tata kelola pemerintah yang lebih baik, akses pendidikan yang berkualitas, bidang kesehatan, penurunan tingkat kemiskinan, peningkatan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi, ketahanan energi, pemanfaatan konservasi lingkungan hidup, pengutamaan dan penjaminan pertumbuhan di daerah tertinggal, dan pengembangan dan perlindungan kebhinekaan budaya. Di bidang pendidikan, evaluasi Mendagri menyebutkan, anggaran pendidikan di Sumbar menjadi 20,89 persen. Terdiri dari anggaran di dinas pendidikan, dan SKPD lainnya, termasuk badan diklat yang menyelenggara pelatihan. Sementara di bidang kesehatan, sekitar 12 persen atau senilai Rp353 miliar. Leonardy pun melontarkan tugas DPRD termasuk mendesak dan menekan eksekutif untuk menyerahkan penyempurnaan dan penyesuaian APBD 2013 secepatnya ke Dirjen Anggaran Daerah di Kemendagri. “Januari ini, harusnya Pergub APBD 2013 sudah bisa dilaksanakan. Tidak ada lagi, alasan tertunda, sehingga pembangunan pun ikutan terlambat,” jelasnya. (h/cw-eni)

Film Daerah, Now or Never! Oleh: EKO YANCHE EDRIE SEJAMANG lagilah kita bercakap soal film nasional, setelah Ahad lalu saya ngedumel perkara dua produk sineas kita Habibie & Ainun dan Cinta Tapi Beda. Pada edisi Minggu di kolom ‘Garis Bawah’ Haluan, saya tulis agak terbalik judul film yang diangkat dari novel Habibie itu, saya menulis judulnya menjadi Ainun-Habibie (AH) padahal mestinya Habibie & Ainun. Agaknya saya terperosok atau terpengaruh cara bermain Bunga Citra Lestari yang memerankan ibu Hasri Ainun yang beda dari kesehariannya. Ia bermain bagus. Oo…… saya juga diingatkan oleh pegiat seni Nasrul ‘Mak Naih’ Azwar lewat BBM bahwa saya juga keliru menyebutkan film itu disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Ya, ya….terimakasih Mak Naih, maksud saya adalah Hanung sebagai salah seorang produsernya. Sebagai co-produser tentu Hanung ikut juga menyentuhkan tangannya menukangi film ini saat disutradarai oleh Faozan Rizal. Tapi selebihnya, memang yang saya maksudkan bahwa ada kekeliruan dalam menyantumkan nama sutradaranya. Mestinya memang Faozan

bukan Hanung. Tetapi sekali lagi saya ingin bicara Hanung karena ada konteks yang dikaitkan di situ soal film Cinta Tapi Beda (CtB) yang dipermasalahkan. Jamang kedua ini saya kapok bicara konteks cerita film karena itu bukan ranah saya. Saya hanya penyuka saja, bukan ahlinya. Karena itu lebih baik kita bicara soal bagaimana potensi sebuah film di daerah. Mengingat adanya kontroversi dalam CtB yang disebut-sebut tak sesuai ABS-SBK maka perlu juga dilihat bagaimana prosesnya. Kita ternyata heboh setelah jadi film. Artinya, rata-rata para pengambil keputusan, tokoh masyarakat, budayawan, ulama dan seterusnya belum terlalu ngeh pada proses. Padahal ketika sedang direncanakan, Hanung Bramantyo dan produser film itu sudah menyebutnyebut akan mengambil setting Ranah Minang. Celakanya, kita tidak ada yang tergerak hendak mengetahui, film seperti apa yang hendak dibuat itu. Andai saja, pada waktu film itu dalam proses casting sudah diketahui orang banyak, tentu

akan ada masukan. Sehingga kalaupun memang ada skrip yang tak elok untuk ukuran budaya daerah, bisa diperbaiki. Okelah, itu sudah berlalu. Tapi bicara film dan dunia sinematik, daerah (khususnya pejabat publik) belum melihat sebagai sebuah potensi yang bisa dikembangkan. Belum melihat itu artinya bukan ‘tidak melihat’ hanya saja karena apresiasi yang kurang. Film, dalam nomenklatur kementerian diurus dan diperhatikan oleh Kementerian Pedagangan dan Industri Kreatif. Ia tidak sekedar produk seni, tetapi benar-benar sudah industri. Juragan film seperti keluarga Punjaabi di Jakarta sudah bisa disebut setara dengan mitra sejenisnya di Hollywood atau Bollywood serta

pusat film China di Hongkong macam Saw Brother. Nah, selama ini kan sinematik itu hanya berpusat di Jakarta saja. Ada beberapa film yang menyentuh daerah tetapi tidak lebih dari lokasi syuting saja. Untuk ukuran nasional, industri film memang baru ada di Jawa. Satu pertanyaan: apakah daerah tidak bisa? Terlalu lamban pergerakan industri film ke daerah. Tidak secepat industri musik yang makin berkembang di daerah. Padahal jika saja ada perhatian besar untuk menumbuhkan industri film di daerah, bukan tidak mungkin akan menjadi sumber-sumber kehidupan baru pula di daerah. Kata sutradara Garin Nugroho, dunia perfilman Asia saat ini tidak lagi didominasi China, seiring dengan bangkitnya film-film berbasis daerah di benua ini. “Saat ini sudah mulai bangkit film-film dari daerah di Asia seperti Thailand, Filipina serta Indonesia, yang dapat mengalahkan dominasi film-film China,” katanya kepada wartawan dalam acara pengumuman film-film pemenang `Jojga-NETPAC Asian Film Festival`

(JAFF) ke-7 di Yogyakarta, belum lama ini. Saya setuju dengan usul Garin, bahwa sudah waktunya mulai terlihat potensi film- film garapan daerah. Sudah waktunya fokus industri film beralih ke daerah, jangan hanya di Jakarta. Film juga perlu otonomi (sekalipun ini adalah karya yang sangat otonom) Kahadiran film daerah akan menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia itu tidak hanya Jakarta, Bandung atau Surabaya. Tapi benar-benar dari Sabang sampai Merauke. Toh di Amerika, pusat perfilman bukan di Washington, tetapi di Hollywood Los Angeles. Pusat televisi CNN juga bukan Washington melainkan di Atlanta. Koran besar the New Yok Times ada di New York. Di India industri filmnya berpusat di Mumbai bukan di New Delhi. Lalu kenapa negeri yang maha luas ini harus Jakartacentris? Film-filmnya dibuat orang Jakarta berbahasa Jakarta dan bergaya Jakarta. Saya tidak tahu apakah Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan dan Industri, Biro Perekonomian

kantor Gubernur, Asisten II Setdaprov, Komisi Perekonomian di DPRD Sumbar hanya melihat industri itu hanya pabrik, mesinmesin? Industri kreatif perlu menjadi perhatian karena ia berpotensi menggerakkan ekonomi daerah. Dunia yang ‘meriah’ ini juga menghasilkan uang, hanya saja tak tersentuh oleh para pemimpin kita. Kehadiran TVRI Sumbar, sejumlah televisi swasta di Sumatera Barat ternyata belum juga menghasilkan rumah-rumah produksi baru. Stasiun-stasiun masih asyik dengan inhouse production. Padahal potensinya sangat besar mendorong pertumbuhan ekonomi paling tidak membuka lapangan pekerjaan baru bagi ribuan angkatan kerja. Bukankah kita jadi tak percaya kalau dikatakan industri rekaman musik saja di Sumbar produksinya bisa menghasilkan tiga sampai empat album penyanyi sebulan? Dan itu tanpa ada sentuhan Dinas teknis untuk membinanya, kecuali oleh Dinas Pendapatan yang tahunya cuma minta pajak dan retribusi. Film daerah? now or never!

>> Editor : Syamsu Rizal

>> Penata Halaman : Syahrizal


SUMBAR 3

SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

LINGKAR Polisi Masih Memburu Rampok Pitameh PADANG, HALUAN — Jajaran Reskrim Polresta Padang terus melakukan pengembangan terhadap kasus perampokan PT Sicang Jaya, Pitameh, Tanjung Saba, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sabtu (5/1) lalu. Walaupun tersangka Sutejo (37) telah tewas, namun polisi tetap memburu tiga tersangka lain yang saat ini masih buron. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengetahui keberadaan ketiga tersangka tersebut, namun pihaknya telah mengetahui identitas pelaku perampokan itu. Sampai sekarang, anggota Reskrim masih berada di lapangan untuk memburunya. “Kita memang kesulitan menangani kasus perampokan tersebut, karena tersangka Sutejo ini tewas terlebih dahulu sebelum dimintai keterangannya,” kata Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Iwan Ariyandhi, kemarin (7/1). Walaupun demikian, kata Iwan, pihaknya optimis untuk menangkap tiga rekan tersangka yang hingga saat ini masih kabur. Selain itu, pihaknya pun juga akan meminta keterangan dari beberapa saksi di lokasi kejadian dan keluarga korban. Korban belum bisa dimintai keterangan lebih rinci, karena korban masih dirawat di rumah sakit dan juga dalam keadaan kondisi trauma. Untuk itu, pihaknya akan menunggu kondisi korban pulih dan dapat dimintai keterangannya. Selain memintai keterangan dari korban, lanjut Iwan, pihaknya akan meminta rekaman CCTV yang berada di lokasi kejadian yakni di rumah korban, semoga rekaman CCTV tersebut terlihat jelas para pelaku perampokan tersebut. “Kami belum meminta rekaman CCTV tersebut dan apabila kondisi korban telah pulih betul, maka kami akan meminta rekaman itu serta keterangan korban,” jelasnya. Sementara untuk senjata api laras pendek yang digunakan Sutejo melukai korbannya, bukanlah senjata milik TNI atau Polri. Senjata tersebut adalah senjata rakitan, yang diduga diperoleh pelaku dari daerah Jambi. Iwan juga mengaku belum bisa memastikan, apakah masih ada senjata lain yang dipegang rekan Sutejo yang berhasil kabur. Begitu juga jaringan kawanan perampok ini belum bisa diungkap karena tewasnya Sutejo. Meski demikian, dengan barang bukti yang disita berupa satu pucuk senja dan dua selosong peluru, pihak kepolisian terus mencoba untuk mengambangkan jaringan pelaku. Sebelumnya, tersangka perampok menggunakan senjata api Sutejo akhirnya tewas di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Minggu (6/1) sekitar pukul 16.00 WIB. Tersangka tewas setelah sebelumnya dirawat dalam kondisi kritis pasca diamuk warga, di Pitameh, Kelurahan Tanjung Saba, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. (h/nas)

Ortu Siswa Diseruduk Babi Dibantu Pemda PASAMAN, HALUAN — Kepala BPPD M. Nasir serahkan bantuan buat almarhum Putra (8) murid SDN 04 Simpang Rayo Nagari Malampah Kecamatan Tigo Nagari, yang tewas mengenaskan setelah tubuhnya diseruduk babi hutan. Almarhum diseduduk babi yang nyasar ke pekarangan sekolah saat jam istirahat sekolah. Sebagai ucapan duka, Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman serahkan bantuan kepada ahli waris atau orang tua korban. Bantuan tersebut langsung diberikan Kepala BPBD Pasaman M. Nasir, kepada orang tua korban berupa uang tunai sebesar Rp2,5 juta, dan didampingi Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pasaman Yusran. M. Nasir, menuturkan, bantuan yang diberikan kepada orang tua korban merupakan wujud kepedulian dan keprihatinan Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman, terhadap masyarakat Pasaman yang terkena musibah. “Walau bantuan yang diberikan pemda tidak terlalu banyak, setidaknya orang tua korban bisa merasa terhibur,” ucap Nasir. Atas kejadian tersebut, nasir menghimbau kepada seluruh masyarakat setempat, agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan sikap kehatihatian terhadap serangan babi hutan, yang setiap saat bisa datang dan menyerang warga. Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Pasaman Yusran, turut berterima kasih kepada pemda, yang ikut peduli terhadap masyarakat yang terkena musibah, apalagi terhadap masyarakat yang sangat membutuhkannya. Yusran berharap, dengan bantuan yang diberikan kepada orang tua korban, dapat mengurangi kesedihan orang tua korban. (h/tos)

Anggaran Jamkesda Naik Jadi Rp6 Miliar

PADANG PARIAMAN, HALUAN — Semakin besarnya anggaran Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dianggarkan dalam APBD Padang Pariaman, harus diiringi dengan peningkatan layanan kesehatan terhadap masyarakat oleh para petugas medis. “Jangan sampai ada peserta Jamkesmas atau pun Jamkesda yang mengeluh dengan layanan kesehatan,” pinta Bupati Padang Pariaman, H. Ali Mukhni pada Kepala Dinas Kesehatan, Zunirman saat mengunjungi penderita kurang gizi baru baru ini di RSUD Pariaman. Menurut Bupati Padang Pariaman, H. Ali Mukhni, pada tahun 2013 ini APBD Padang Pariaman dinikmati langsung oleh masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari besarnya anggaran untuk kepentingan masyarakat langsung. Seperti untuk Jamkesda yang pada tahun 2011 lalu hanya Rp900 juta, pada tahun 2013 naik menjadi Rp4 miliar, dan pada tahun 2013 ini naik menjadi Rp6 miliar. Sementara itu dana untuk peningkatan sarana transportasi pun terus ditingkatkan. “Jalan-jalan yang selama ini rusak atau belum diaspal secara bertahap ditingkatkan jadi jalan aspal,” kata Bupati Ali Mukhni. Kepala Dinas Kesehatan

Padang Pariaman, H. Zunirman mengungkapkan, upaya peningkatan layanan kesehatan terus dilakukan. Untuk itu, petugas kesehatan harus memberikan layanan kesehatan pada masyarakat secara full. Bidan bidan desa harus tinggal di desanya dan dokter puskesmaspun diwajibkan untuk tinggal di daerahnya. “Bagi petugas yang tidak mau tinggal diwilayah kerjanya, akan kita ganti dengan yang lain,” ujarnya. Untuk memberikan layanan yang memuaskan bagi masyarakat, saat ini juga telah disepakati dengan dokter dokter Puskesmas untuk menjadi dokter keliling dari Pustu ke Pustu,” ulas Zunirman. Untuk memberikan layanan kesehatan pada masyarakat di Puskesmas dan Pustu harus dimulai dari pukul 8.00 WIB hingga jam kerja berakhir. “Tidak dibolehkan para petugas kesehatan memberikan layanan kesehatan di rumahnya dalam jam kerja,” tegas Zunirman. (h/ded)

Kasus SIMPeg Masuk Kinerja Dinkes Dinilai Paling Baik Pengadilan Tipikor

APEL PAGI — Wakil Bupati Pasaman Daniel saat menerima laporan dari kepala SKPD atas kehadiran PNS pada apel organik di halaman GOR Tuanku Rao Lubuk Sikaping, Senin (7/1). DOK.WEL

LUBUK SIKAPING, HALUAN — Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman berhasil menduduki peringkat satu pada penilaian Kinerja Mandiri Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Pasaman tahun 2011. Hal tersebut tertuang dalam keputusan Bupati Pasaman Nomor :188.45/ 998/BUP-PAS/2012 tanggal 27 Nopember 2012. Selanjutnya di posisi kedua diraih oleh Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal, peringkat ketiga Rumah Sakit Umum Daerah,

keempat Inspektorat, kelima Kantor lingkungan Hidup, keenam Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, ketujuh Dinas ESDM, kedelapan Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, sembilan Badan Kepegawaian Daerah dan posisi kesepuluh Sekretariat Daerah. Hal tersebut diperoleh berdasarkan penilaian tim penilai pengukuran kinerja mandiri penyelenggaraan pemerintahan daerah di lingkungan Pemkab Pasaman tahun 2012. Untuk tingkat kecamatan,

posisi pertama diraih oleh Kecamatan Lubuk Sikaping, kedua Kecamatan Panti, ketiga Kecamatan Simpang Alahan Mati, keempat Kecamatan Rao Selatan, dan kelima Kecamatan Bonjol. Pengumuman pemenang penilaian tersebut dilakukan usai pelaksanaan apel organik PNS Pemkab Pasaman di halaman GOR Tuanku Rao Lubuk Sikaping, yang disambut tepuk tangan peserta apel. Penghargaan langsung diberikan Wakil Bupati Pasaman Daniel. (h/wel)

Karyawan AW Resto Divonis 5 Bulan PADANG, HALUAN — Tiga karyawan AW Resto, Gresilia (22), Yudia (22) dan Yurnalis (37) yang terjerat kasus dugaan penggelapan pajak AW Resto, akhirnya divonis 5 bulan penjara. Putusan itu disampaikan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Yus Enidar dalam sidang di Pengadilan Negeri Padang, Senin, (7/1). Terdakwa terbukti melanggar hukum sesuai dengan pasal 372 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Hukuman ini, dikurangi dengan masa tahanan yang telah dijalani oleh ketiga terdakwa, selama menjalani proses sidang di PN Padang. “Setelah menimbang perbuatan terdakwa, majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara masingmasingnya selama 5 bulan penjara, adapun yang meringankan terdakwa saat ini adalah karena terdakwa mengakui perbuatannya, serta terdakwa yang sebelumnya belum pernah dihukum,” ujar hakim ketua

Yus Enidar di Pengadilan Negeri (PN) Padang, pada saat membacakan amar putusan, Senin (7/1). Putusan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Isward, dimana saat membacakan tuntutannya, JPU meminta hakim menjatuhkan vonis 6 bulan terhadap terdakwa. Setelah mendengarkan amar putusan tersebut, ketiga terdakwa langsung meminta pendapat kepada penasehat hukumnya Rusdi Zen Cs, apakah menerima ataupun pikir-pikir atas putusan yang telah dijatuhkan ini. Setelah berembuk, akhirnya terdakwa menerima vonis yang dijatuhkan hakim tersebut. Dengan diterimanya vonis hakim ini, setidaknya terdakwa hanya tinggal menjalani masa tahanan di Lapas Muoaro Padang selama kurang dari dua bulan lagi. Karena ketiga terdakwa sudah ditahan sejak bulan September 2012 lalu.

Sebagaimana diketahui, dugaan penggelapan tersebut berawal dari adanya pengalihan pengelolaan usaha restoran AW Resto dan Sikuai Island Resort dari pemiliknya Rikwan kepada M. Yamin Kahar. Pada bulan April lalu, restoran tersebut sah dikelola oleh M. Yamin Kahar, Komisaris PT Dempo Tongda Resources. Kemudian, pada 9 April terdakwa Gresilia meminta M. Yamin Kahar melalui stafnya untuk membayar pajak perminggu AW Resto kepada Pemko Padang. Hal tersebut karena orang perpajakan telah menagih pajak AW Resto. Dalam kasus ini, ketiga terdakwa diduga melakukan penggelapan dengan rincian yakni, Gresilia menggelapkan Rp34.560. 303, Yudia sebesar Rp411. 020 dan untuk terdakwa Yurnalis diduga menggelapkan semua dana pembayaran pajak yang dititipkan kepadanya. (h/hel)

PADANG, HALUAN — Satu persatu kasus korupsi di Sumbar masuk ke Pengadilan Tipikor Padang. Setelah kasus korupsi mantan kepala Dinas Perhubungan dan Informatika Pasbar, Wendri Azma, terkait pengadaan kapal penumpang pada tahun 2009, kemarin (7/ 1) kasus dugaan korupsi pengadaan Sistem Informasi Manajemen Kepe gawaian (SIMPeg) tahun 2005 di Payakumbuh, yang menyebabkan negara rugi sebesar Rp167,5 juta. “Kasus itu telah didaftarkan dengan nomor perkara 03/Pid.B/TPK/2013/PN.PDG,” kata salah seorang Staf Pengadilan Tipikor Padang, Syafril, kemarin (7/1). Kasus korupsi itu melibatkan, Syafrizal, yang waktu itu menjabat pimpinan kegiataan pengadaan SIMPeg tahun 2005. Dia diangkat berdasarkan SK Walikota Payakumbuh No 640.09/876/WKPyk/2005. Syafrizal terakhir menjabat Kasi Kominfo Dinas Perhubungan Payakumbuh. Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Payakumbuh terungkap, pengadaan SIMPeg tahun 2005 dilakukan BKD dengan memanfaatkan APBD Payakumbuh tahun 2005 sebesar Rp185 juta. Pengadaan terdiri dari 3 paket, yakni perangkat keras senilai Rp95,2 juta, Local Area Network (LAN) senilai Rp15 juta, dan perangkat lunak

(software) senilai Rp74,9 juta. Saat proses tender dimulai, sebanyak 3 CV atau badan usaha mengajukan penawaran. Setelah dokumen penawaran dievaluasi oleh panitia pengadaan, salah satu badan usaha, yakni CV Melcadica Semesta dinyatakan sebagai pemenang tender. Badan usaha ini ditenggat menyelesaikan pekerjaan dalam 40 hari kerja, terhitung sejak 31 Oktober sampai 10 Desember 2005. Namun sampai akhir waktu pelaksanaan, pekerjaan CV Melcadica Semesta diduga hanya selesai 40 persen. Badan usaha ini diduga hanya bekerja sampai pengadaan keras dan jaringan. Sementara untuk pengadaan lunak atau software tidak diselesaikan. Untuk itu dilakukan addendum atau tambahan klausa yang secara fisik terpisah dari perjanjian pokok, namun secara hukum melekat pada perjanjian pokok. CV Melcadica Semesta diaddendum selama 10 hari. Namun sampai masa addendum itu berakhkir, aplikasi dalam pengadaan SIMPEG 2005 tetap belum dapat dioperasikan. Kendati demikian, pimpinan kegiatan telah membuat berita acara serah terima barang 100 persen dan anggaran sudah dicairkan 100 persen. Kasus itu telah disidik sejak penghujung tahun 2011. Proses penyelidikan dan penyidikan sedikit memakan waktu, karena kejaksaan harus menunggu hasil audit BPKP. (h/hel)

Lansek Manih FM (LANIS FM) Frequensi (FM) 93,6 MHz (FM) Power Suport 1000 Watt ( Blues 30 NV) Alamat Studio/Office : Jl.Sudirman No.191 Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Telp. ( 0754) 20173-20553 Fax. 0754.20158 Email : lansekmanihfm@yahoo.co.id LANSEK MANIH FM “ Penyampai Informasi Pembangunan dan Penyejuk Hati Anak Nagari” >> Editor : Meidella Syahni

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


4 SUMBAR

SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

KILAS Penjual Es Buah Pemakai Ganja Diciduk PADANG, HALUAN — Tim Reksrim Narkoba Polresta Padang menciduk tersangka pemakai narkoba jenis ganja di tempat kkostnya, Jalan Bandar Purus, Kelurahan Padang Pasir, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Senin (7/1) sekitar pukul 08.00 WIB. Dari tangan tersangka Novrizal alias Izal (23) ditemukan barang bukti berupa satu paket kecil ganja, yang terbungkus dalam koran dan diletakkan di balik dinding kamar kostn. Kini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolresta Padang untuk diproses lebih lanjut. Kapolresta Padang Kombes Pol. Moch Seno Putro melalui Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Budi Siswono mengatakan, sebelum melakukan penangkapan pihaknya mendapatkan informasi warga. Dari laporan tersebut, beberapa petugas langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pengintaian. Setibanya di sana, kata Budi, petugas berpakaian preman tersebut melakukan pengintaian di tempat kost tersangka. Tak lama kemudian, tempat tersebut dilakukan penggerebekan. Saat digerebek, tersangka terkejut dengan kedatangan beberapa petugas dan saat dilakukan penggeledahan tidak ditemukan ditubuhnya. “Kami pun melakukan penggeledahan di tempat kost tersangka yang berprofesi sebagai tukang es buah ini. Alhasil ditemukan barang bukti tersebut di dalam kamar kostnya, sehingga tersangka digelandang ke Mapolresta Padang,” kata Budi. Saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan secara itensif terhadap tersangka, untuk membongkar jaringannya. Dari pengakuan sementara tersangka kepada petugas, barang tersebut diperoleh dari rekannya berinisial ‘K” di kawasan Pondok. Izal membeli barang tersebut pada hari Minggu (6/1) sekitar pukul 00.10 WIB dengan harga Rp500 ribu. Tersangka ini telah mengkonsumsi barang haram tersebut selama empat bulan lamanya. “Maka dari itu, kami akan mencoba mengungkap jaringan tersangka ini. Kami pun tengah memburu rekan tersangka yang saat ini telah diketahui identitasnya. Sampai sekarang, anggota belum berhasil menemukan keberadaan “K” ini,” ungkapnya. (h/nas)

Kematian Auzar Karena Arus Pendek SIJUNJUNG, HALUAN — Untuk sementara, proses penyelidikan atas kebakaran yang terjadi di Jorong Sungai Jodi Kenagarian Lubuk Tarok yang menewaskan balita, Auzar (3) anak pemilik kedai bakso paada 24 Desember 2012 lalu masih disimpulkan karena arus pendek. Polisi dalam olah TKP kewalahan mencari penyebab kebakaran. Kapolres Sijunjung AKBP, Sugeng Riyadi, S.Ik,MH, M,Si mengungkapkan hal tersebut kemarin, (7/1). “ Kita telah turunkan anggota dari satuan Reskrim dan intelijen, mereka kewalahan mengumpulkan data untuk mencari penyebab pasti kebakaraan. Dari keterangan msyaarakaat tidak ada tanda-taanda barang elektronik meledak ataupun kompor yang menyala di tinggal pemilik rumaah. Namun d a r i h a s i l p e m e r i k s s a a n T K P, t i t i k sambungan api banyak ditemukan dalam jarak dekat. Makanya untuk sementara dan mungkin kesimpulan pasti kita itu karena arus pendek,” ungkap Kapolres. Sementara Nopriadi (39) ayah korban yang juga ikut terbakar dalam usaha menyelamatkan Auzar, saat ini kondisinyaa masih dalam penyembuhan setelah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Solok. Kebakaran hebat yang terjadi pagi pukul 07.30 WIB tersebut, hingga saat ini data menelan kerugian materil lebih Rp1 miliar. Di mana dua buah rumah, dua ruko dan lima toko hangus terbakar. Dilain kesempatan, Kepala BPBD Sijunjung Sahriyal berpesan, agar situasi serupa tidaak terulang, masyarakat diharapkan kewaspadaannya. “Apalagi nanti di awal hingga pertengahan tahun 2013, musim kemarau dan cuaca panas, biasanya bisa saja membuat kebakaran yang hebat. “Di sinilh tugas kita, sebelum itu terjadi diharapkan kewaspadaan masyarakat,” ujarnya. (h/cw-eep)

PEMECAH BATU — Seorang pekerja sedang memecah batu di pinggiran aliran sungai Lubuk Minturun Kelurahan Koto Pulai, Kecamtan Koto Tangah Rabu ( 7/1). Pecahan batu tersebut kemudian dijual ke pengumpul dengan harga Rp150 000 per truk. AMIR

DI DHARMASRAYA

Pencurian Ternak Marak DHARMASRAYA, HALUAN — Keamanan masyarakat Dharmasraya Nagari Abai Siat Kecamatan Sungai Rumbai akhir-akhir ini terancam dengan maraknya aksi pencurian ternak kerbau dan sapi. Pencuri melakukan dengan modus baru, dengan menyembelih di tempat dan tulang belulang serta isi perut yang kurang berharga ditinggal di tempat pencurian. Satu bulan terakhir di Abai siat sudah terjadi empat pencurian ternak. Di antaranya satu ekor kerbau dan tiga ekor sapi, dengan modus pencurian sama, yaitu pelaku melakukan penyembelihan dan momotong-motong tubuh ternak di lokasi pencurian.

Warga Abai Siat, Amrullah Senin (7/1) menyebutkan, telah terjadi banyak pencurian di Abai Siat dan daerah sekitar. Sehigga saat ini peternak mulai resah atas pencurian tersebut, “Minggu kemarin kerbau milik adik saya raib di kandang, kerbau tersebut sudah bunting dan sekitar dua bulan lagi akan melahirkan anaknya. Pelaku diperkirakan melakukan aksinya dengan membius ternak ini dan langsung membantainya di sekitar kandang itu. Dalam satu bulan ini,

di Abai sudah empat ekor ternak raib,” sebut Amrullah. Dijelaskannya, menurut informasi pelaku menggunakan mobil jenis Avanza dan beraksi sekitar jam dua malam. “Memang warga melihat mobil parkir di sudut lapangan bola yang berjarak tidak jauh dari kandang kerbau tempat pencurian itu. Di sana ada empat buah kandang, namun kerbau yang korban ini hidungnya diberi tali sedangkan kerbau lain dilepaskan begitu saja dalam kandang tanpa tali. Kami berharap Polisi menempatkan Polpos di Abai ini, karena seringnya daerah ini menjadi sasaran berbagai kejahatan, Pol Pos yang di Sitiung 4 tersebut sangat jauh jangkauannya ke Abai,” harap Amrul. (h/fma)

MENDESAH DI KELOK DUA MANINJAU

Dua Pasangan Mesum Ketahuan Pol PP AGAM, HALUAN — Berniat hendak menuju Kota Bukittinggi untuk bertakziah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (POL PP) Kabupaten Agam Olkawendi, malah mendapati dua pasang muda mudi sedang berbuat mesum di kelok dua Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Minggu (6/1), siang bolong sekitar Pukul 13.30 WIB. Ulah muda mudi yang tidak terikat dalam status pernikahan tersebut terbilang nekad. Aria Saputra panggilan Putra, warga Koto Tinggi Maninjau, dan Vivi Elfira warga Koto Gadang Kampung Caniago Maninjau, tidak segan-segan berhubungan suami istri pada siang hari. Malang bagi Olkawendi, ia harus rela menderita beberapa luka pada beberapa bagian tubuhnya, saat hendak menggrebek pasangan mesum tersebut. Memasuki kelok dua, Olkawendi curiga dengan satu unit mobil Vios yang parkir menepi di pinggir jalan, persis di kelok dua. Walaupun mobil tersebut berkaca gelap, tetapi Olkawendi dapat melihat samarsamar dua orang yang tengah

berbuat tidak senonoh di dalam mobil tersebut. Benar saja, ketika didekati, dua orang di dalam mobil tersebut sedang berbuat maksiat. Desiran suara terdengar samar. Olkawendi mencoba menghentikan perbuatan amoral dua orang remaja tersebut dengan membuka salah satu pintu mobil secara tiba-tiba. Tengah asik memadu cinta, sepasang remaja yang di mabuk cinta tersebut terkejut dengan aksi Olkawendi. Tanpa pikir panjang, dua orang itu mencoba menyelamatkan diri. Dalam keadaan telanjang, laki-laki dari pasangan itu dengan cepat melompat ke arah kemudi mobil dan memacu kenendaraan, Olkwendi pun saat itu tidak kehilangan akal. Ia bisa meraih handphone salah seorang dari pasangan tersebut. Namun sayang, ia terseret beberapa meter ketika berupaya menghentikan laju kendaraan itu. “Saya dan beberapa teman saat itu sebenarnya akan berangkat menuju Kota Bukittinggi untuk bertakziah. Tetapi di tengah jalan kami curiga dengan satu unit mobil

Vios yang parkir di kelok 2 Maninjau. Perkiraan kami tidak meleset, dua orang remaja di dalamnya ternyata tengah asik memadu cinta. Kami telah berupaya untuk menangkap. Namun, saat itu mereka bisa melarikan diri,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (POL PP) Kabupaten Agam Olkawendi, kepada Haluan, Senin (7/1). Ia menjelaskan, Keberadaan pasangan ilegal tersebut berhasil dilacak melalui handphone, yang diamankan dari dalam mobil mereka. “Dua pasangan mesum itu adalah Aria Saputra panggilan Putra (25), warga Koto Tinggi Maninjau,dan Vivi Elfira (21) warga Koto Gadang Kampung Caniago Manininjau,” jelasnya. Meskipun luka-luka, Olkawendi tidak berniat melaporkan sepasang muda mudi tersebut kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum. “Pihak keluaraga dua orang ini telah dipanggil ke-kantor Satuan Polisi Pamong Praja (POL PP) Kabupaten Agam. Kami menyarankan pihak keluarga untuk secepatnya menikahkan pasangan tersebut,” tambahnya. (h/yat)

Lima Warga Sipora Palsukan Surat Tanah PADANG, HALUAN — Diduga melakukan pemalsuan surat tanah, lima warga Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, terpaksa duduk di kursi pesakitan. Ke lima orang itu yakni, Ali Munar, Ali Anas, Jamilah, M. Laten, dan Basir, Senin (7/1) harus menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Padang. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dodi Arifin, Limra Mesdi, dan Muldiana dalam dakwaannya dijelaskan, kasus pemalsuan yang dilakukan para terdakwa berawal dari seorang warga transmigrasi dari Pulau Jawa, Teguh Raharjo yang mendapat tanah transmigrasi seluas 40.000 M2 pada tahun 1987 di desa Sipora. “Tahun 1992 Teguh meninggal dunia kemudian anak dan istrinya kembali ke Jawa dan menitipkan tanah tersebut kepada Juariah yang kemudian ditempatinya di tahun 1993,” kata JPU Limra. Kemudian pada saat BPN Kabupaten Padang Pariaman membagikan sertifikat kepada warga transmigrasi di Tua Pejat pada tahun 1994, terdakwa Ali Anas tiba-tiba mengambil semua sertifikat tanah milik Teguh Raharjo. Kemudian di tahun 1998 Ali Anas mengusir Juariah dengan alas an tanah milik Teguh tersebut adalah miliknya berdasarkan surat dari Kantor Unit Pemukiman Transmigrasi Sipora, Kabupaten Padang Pariaman tahun 1993. “Semua sertifikat tanah atas Teguh Raharjo kemudian dibaliknamakan oleh terdakwa Ali yang kemudian semua sertifikat menjadi atas nama dirinya dan terdakwa Jamilah pada tahun 2006,” jelas JPU Limra. Balik nama tersebut dilakukan kedua terdakwa dengan bantuan mantan PNS di Kantor Camat, terdakwa Ali Munar dengan cara membuat dua buah surat keterangan ahli waris yang menerangkan bahwa Ali dan Jamilah adalah kakak ipar Teguh yang disaksikan oleh terdakwa M. Laten dan Basir. Hal ini dikuatkan oleh camat dengan membubuhkan tanda tangan. Berdasarkan surat kematian Teguh yang diduga palsu dan beberapa surat lainnya, balik nama tersebut pun berhasil dilakukan para terdakwa di BPN Kepulauan Mentawai.. Akibat hal tersebutahli waris Teguh Raharjo yang sebenarnya mengalami kerugian. “Atas perbuatan terdakwa, JPU menilai telah hal ini melanggar pidana pasal 263 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” tutup Limra di depan persidangan yang dipimpin majelis hakim Asmar beranggotakan Hakim Siswadmono Radiantoro dan Astriwati. (h/hel)

Abu Bakar Ditemukan Tewas Tersungkur LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Abu Bakar (67), warga Jorong Ladang Laweh, Kenagarian Situjuah Ladang Laweh, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, ditemukan tewas dengan posisi tersungkur. Ia ditemukan di areal ladang miliknya, sekitar 300 meter dari rumahnya, Senin (7/1) sekitar pukul 06.30 WIB. “Jasad korban ditemukan oleh warga sekitar TKP dan tak lama kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap jasad Abu Bakar. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tandatanda kekerasaan apapun, Abu Bakar murni meninggal dunia akibat penyakit yang diderita,” ungkap AKP Rudi Munanda Kapolsek Situjuah. Jasad Abu Bakar pertama kali

ditemukan Armain (72), warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi penemuan jasad pria yang telah memiliki dua istri itu. Pagi itu, Armain yang berprofesi sebagai petani itu hendak menuju sawah seperti biasanya. Tetapi, di tengah perjalanan, persisnya ketika melewati jalan setapak, ia melihat seorang tubuh manusia yang tertidur di pinggir jalan . Dengan penuh curiga , Armain berusaha mendekati tubuh manusia itu. Ketika hendak membangunkannya, Armain sangat terkejut, karena tubuh manusia itu telah menjadi mayat dan mayat tersebut tak lain adalah warganya sendiri. Armain pun panik dan segera

memberitahukan warga setempat, serta pihak kepolisian Polsek Situjuan . Tak lama kemudian, wargapun berbondong-bondong menuju tempat penemuan jasad Abu Bakar. Berselang beberapa menit, kabar penemuan jasad Abu Bakar pun sampai ke pihak keluarga. “Pihak keluarga mengaku, Abu Bakar telah lama mengalami penyakit dan sering merintih kesakitan, tetapi selama itu Abu Bakar tak pernah diperiksa ke medis. Pihak keluarga telah mengiklaskan kepergian Abu Bakar,” kata AKP Rudi Munanda. Saat dilakukan pemakanan terhadap jasad Abu Bakar, imbuh AKP Rudi Munanda, sempat terjadi pertengkaran antara istri pertama

dan istri kedua pria yang sehari-hari yang bekerja sebagai petani itu. Istri pertama korban meminta agar jasad suaminya dimakamkan di rumahnya. Hal yang sama juga diminta keluarga dari istri kedua Abu Bakar. Dan karena saling ngotot, sempat terjadi pertengkaran. Salah satu istri korban, akhirnya mengalah setelah pihak adat turun tangan utnutk menyelesaikan tempat pemakaman korban. “Saat pemakaman korban, sempat terjadi pertengkaran antara istri pertama dan istri keduanya. Akhirnya niniak-mamak setempat turun tangan untuk menyelesaikan hal tersebut,” tutur AKP Rudi Munanda. (h/ddg) >> Editor : Rudi Antono

>> Penata Halaman: Syahrizal


SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

Soal ABPD untuk Madrasah, Hati-hati Pembiayaan Ganda PERDEBATAN tentang boleh tidaknya APBD membiayai sekolahsekolah agama terus berkembang. Dalam kunjungan ke Sumatera Barat, Menteri Agama Suryadharma Ali bahkan menyindir agar pemerintah tidak memperlakukan APBD sebagai sekuler. Belakangan beredar Permendagri yang melarang APBD membiayai sekolah agama swasta berupa hibah dan sebagainya. Permendagri itu dinyatakan oleh Mendagri Gamawan Fauzi sebagai Permendagri palsu. Menteri Gamawan Fauzi menyatakan bahwa Permendagri Nomor 39 Tahun 2012 sebagai revisi atas Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial dari APBD sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengatur penggunaan dana APBD untuk membantu madrasah. Tidak ada aturan dalam bentuk Permendagri yang melarang bantuan untuk madrasah. Permendagri itu sama sekali tidak melarang pemberian hibah untuk madrasah. Permendagri Nomor 39 Tahun 2012 hanya mengatur kriteria pemberian hibah yang sifatnya tidak wajib, tidak mengikat, serta tidak terus-terusan diberikan setiap tahun anggaran. Apalagi kalau kita merujuk pada UU Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan, pembiayaan pendidikan tetap menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat. Karena itu, madrasah sebagai lembaga pendidikan, pada prinsipnya dapat memperoleh bantuan pendanaan dari pemda, termasuk yang bersumber dari APBD. Memang Kementerian Dalam Negeri pernah menerbitkan SE Nomor 903/210/BAKD tanggal 27 Februari 2006 perihal Dukungan Dana APBD dan SE Nomor 900/2677/SJ tanggal 8 November 2007 tentang Hibah dan Bantuan Daerah. Perkara dualisme atau salah penafsiran ini juga sudah dijelaskan oleh Mendagri sebelumnya, M. Ma’ruf. Dalam surat edarannya No 903/2429/SJ tanggal 21 September 2005 Ma’ruf tidak memberikan larangan bagi daerah membiayai sekolah berbasis keagamaan. Jadi seharusnya Pemda dan DPRD seyogianya mencermati isi dan Surat Edaran Mendagri itu sehingga dapat menafsirkannya dengan benar. Barangkali yang patut jadi perhatian adalah bagaimana cara pemberiannya. Sebab Mendagri M. Ma’ruf pada 2005 itu mengeluarkan surat edaran agar daerah dalam menyusun APBD tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, kepentingan umum, dan peraturan daerah lainnya. Kenapa begitu? Karena merujuk pada UU No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, penyusunan APBD menggunakan pendekatan prestasi kerja atau anggaran berbasis kinerja agar penggunaannya terukur. Jadi lantaran porsi belanja aparatur negara dalam APBD dari tahun ke tahun terus naik, dan lebih besar dari anggaran pelayanan publik. Selain itu, bantuan ke ormas dan organisasi profesi lainnya dari tahun ke tahun terus membengkak, sehingga APBD juga berfungsi sebagai instrumen pemerataan dan keadilan bagi masyarakat. Masih ingat dengan kehebohan honor untuk Muspida? Sampai-sampai Muspida harus berganti nama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. Ketika para Muspida yang notabene adalah pejabat dari instansi vertikal menerima honor dari pemprov, pemkab dan pemko yang bersumber dari APBD maka itu dengan jelas dapat diartikan sebagai pemberian honor rangkap. Sudah terima honor dari APBN kok masih terima dari APBD? Maka itu dianggap menyalahi UU No 17/2003 tentang Keuangan Negara, dan bertentangan pula dengan PP No 109/2000 tanggal 30 November 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Dalam PP itu disebutkan antara lain, kepala daerah dan wakil kepala daerah tidak dibenarkan menerima penghasilan rangkap dari negara. Dalam PP No 58/2005 tertanggal 9 Desember 2005 tentang Keuangan Daerah, disebutkan antara lain, keuangan daerah dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggungjawab dengan memperhatikan asas keadilan, kepatutan, dan manfaat untuk masyarakat. Nah, masalah timbul di sini, ada satu obyek pembiayaan yang dibiayai oleh dua mata anggaran. Satu dari APBD dan satu lagi dari APBN. Bukankah sekolah-sekolah agama negeri yang berada di bawah Kementerian Agama itu adalah instansi vertikal yang sudah dibiayai juga oleh APBN? Bantuan-bantuan ke instansi vertikal juga terus membengkak dan tidak sesuai dengan UU No 32 Tahun 2004, padahal biaya untuk instansi vertikal telah dialokasikan dalam APBN. Maka perlu ada penegasan kembali bahwa APBD tidak boleh digunakan untuk membiayai pembangunan gedung instasi vertikal, ataupun penyerahan bantuan tanpa Rencana Anggaran Satuan Kerja (RASK). Bantuan ke ormas juga harus lebih selektif, dan hasilnya harus diaudit karena menggunakan dana APBN/APBD. Untuk terselenggaranya pendidikan yang berbasis keagamaan, dana APBD dapat digunakan dalam RASK Dinas Pendidikan setempat untuk mendukung sukses program wajib belajar 9 tahun. Di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat, APBD juga dapat digunakan melalui RASK setempat. Ditegaskannya, APBD harus lebih digunakan untuk melayani kepentingan publik, seperti pengadaan pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat, daripada membiayai belanja aparatur negara, memberikan bantuan ke instansi vertikal, maupun membantu ormas dan organisasi profesi lainnya.***

Tamparan Film “Cinta Tapi Beda” Oleh: Mulyadi Muslim, Lc. MA Pemerhati Sosial

A

lkisah, seorang perempuan Minang bernama Diana (penganut Kristen yang taat), berpacaran dengan seorang laki-laki muslim bernama Cahyo (suku Jawa) dan berencana untuk melangsungkan pernikahan. Cinta suci mereka menghadapi kendala, karena keluarga Diana, mulai dari ibu, kakak, om dan tantenya, menolak pernikahan beda agama dimaksud. Inilah konflik percintaan yang diangkat oleh Hanung Bramantyo dan Hestu Saputra dalam sebuah film yang berjudul “Cinta Tapi Beda” (maksudnya beda agama). Film Cinta Tapi Beda, yang sudah ditayangkan sejak 27 Desember 2012 lalu, pada dasarnya tidak ada bedanya dengan film-film percintaan lainnya. Tidak ada satupun daya tariknya jika dilihat dari konten film tersebut. Namun demikian film ini bisa bikin heboh jika dilihat dari segi setting film tersebut. Film Cinta Tapi Beda ini ternyata mengambil setting latar belakangnya antara suku Minang dengan Jawa, dimana perempuannya yang berasal dari Minang beragama Kristen dan sebaliknya laki-laki yang berasal dari Jawa malah beragama Islam. Inilah barangkali yang membuat tokohtokoh Minang seperti Kesatuan Mahasiswa Minang (KMM) Jaya merasa kebangkaran jenggot dan memprotes penayangan film tersebut. Bahkan Ketua KMM Jaya M. Rozi juga mencurigai adanya agenda terselubung di balik film tersebut, seperti diwartakan sebuah koran daerah pada 4 Januari 2013 lalu. Kecemasan KMM Jaya ternyata cukup beralasan. Dan ternyata mereka tidak sendirian. Dilayanan jejaring sosial, seperti facebook dan twitter juga ramai diperbincangkan, yaitu antara mendukung atau menolak pencabutan film tersebut, atau sekedar komentar angin lalu belaka. Tapi yang lebih mendominasi sepertinya hanya komentar angin lalu, sekedar

mempertanyakan apakah benar film tersebut diangkat dari kisah nyata sebagaimana pengakuan sutradara diawal film, atau juga ada kebohongan sang sutradara. Adapun yang memprotes agar film itu dicabut dari peredaran, ternyata tidak mendapat dukungan banyak dan buktinya yang memprotes secara terang-terangan hanya segelintir mahasiswa yang tergabung dalam KMM Jaya. Bagaimana dengan organisasi kemahasiswaan lainnya atau tokoh-tokoh intelektual Minang dan ulamanya? Sepertinya mereka tiarap atau memang tidak tahu, karena tidak ada waktu untuk menonton film tersebut. Ketika melihat cuplikan film Cinta Tapi Beda di Youtube, penulis pada awalnya termasuk orang yang setuju dengan protes yang diajukan oleh KMM Jaya ataupun orang yang seide dengan itu. Tetapi setelah melakukan perenungan panjang, sepertinya protes KMM Jaya ataupun ketidaksetujuan penulis dengan cerita dan latar belakang yang diangkat oleh sang sutradara, hanya letupan emosional belaka, bukan karena pembelaan yang sesungguhnya kepada falsafah Minang “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” atau yang sering juga disebut sekarang ini dengan singkatanABS SBK. Kenapa dikatakan demikian? Berikut ini adalah beberapa alasan (karena keterbatasan penulis dalam memahami falsafah Minang dimaksud) yang bisa dikemukakan. Pertama, Falsafah Minangkabau yang menyatakan adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, menurut penulis adalah sebuah obsesi yang diinginkan oleh nenek moyang orang Minang pada pertemuan Marapalam dahulu kala. Karena dia adalah sebuah obsesi belaka, maka hasilnya sangat bergantung kepada kemauan penguasa adat, dalam hal ini para penghulu atau ninik mamak di Minangkabau dan juga dipengaruhi

Minang TV. Karena sudah sangat meresahkan masyarakat. Tidak pantas TV dengan embel-embel Minang setiap malam menayangkan lagu rohani, doadoa dan iklan Kristen, berkedok impact music. Ini Padang, jangan biarkan Kristenisasi terselubung. Saya kecewa kenapa bapak diamkan saja. +6282172171***

PLN, Kenapa Lampu Masih Sering Mati?

„ Kepala PPATK ralat angka 67 persen transaksi anggota DPR mencurigakan

SETIAP artikel/opini yang dikirim ke Redaksi Haluan, panjang tulisan minimal 1.000 words (kata) dan maksimal 1.350 words (kata). Hendaknya artikel tak dikirim secara bersamaan ke media lain yang terbit di Kota Padang. Setelah 15 hari jika artikel tak dimuat, maka tulisan tersebut kami nilai tak layak muat. Terima kasih.

Terbit Sejak 1948 Pendiri H. Kasoema

Penerbit: PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 1985 tanggal 19 November 1985.

tindakan yang arif dan bijak agar tidak menimbulkan kasus SARA. Tetapi bisa juga asumsi lain yaitu, Dian dalam tokoh tersebut adalah putri asli keturunan Minang, sukunya Minang, awalnya beragama Islam, tetapi kemudian dia dan keluarga besarnya memilih untuk tidak lagi bergama Islam, walaupun konsekwensinya tidak lagi dianggap sebagai orang Minang (karena sudah dibuang sepanjang adat atau belum dibuang, karena penghulunya tidak berani atau takut dan semoga ini hanya asumsi penulis saja), maka apa yang akan kita perbuat? Secara hukum positif Dian dan keluarganya dijamin oleh negara, karena agama adalah hak dan keyakinan masingmasing. Dibuang sepanjang adat tidak bermakna dia harus terusir dari tanah yang dibelinya (pusako randah). Maka jika ini betul-betul terjadi, maka sejatinya film ini adalah tamparan kepada para ninik mamak, cadiak pandai, alim ulama dan tokoh-tokoh Minangkabau karena telah ditipu anak kemenakannya sendiri. Karena bisa jadi ninik mamak, cadiak pandai ataupun alim ulama hanya hebat beretorika di kerapatan adat, masjid dan tempat keramaian lainnya. Sementara anak kemenakannya dipedalaman pelosok kampung telah menggadaikan keyakinanya tidak diketahui. Semoga ini tidak terjadi. ***

Plat Nomor Polisi Siaran Minang TV Resahkan Masyarakat 2 atau 3 Angka YTH Pak Wako Padang. Tolong segera ditutup siaran Harus Dibayar?

„ Mau pakai motor ke kantor nih Pak Menteri?

PEMBERITAHUAN

setiap sensus yang dilakukan ternyata persentase penduduk Sumatera Barat yang beragama Islam berkurang, walaupun kurangnya secara persentase tidak signifikan. Tempat ibadah bagi non muslim juga bertambah. Dan jika kasus-kasus pemurtadan sebagaiamana dilansir oleh LSM PagaNagari dalam situsnya dijadikan sebagai bukti berkembangnya agama lain di Sumatera Barat yang mayoritasnya bersuku Minang, maka apa yang diangkat oleh Hanung Bramantyo adalah benar adanya. Dan jika kisah itu diambil dari kejadian nyata, bisa jadi Dian dalam tokoh tersebut tidak bersuku Minang, tetapi tinggal dan menetap di Minangkabau (Sumatera Barat), sehingga dia bisa berbahasa Minang, mengerti sedikit banyaknya budaya Minang, dan bisa jadi keluarganya belajar kepada keluarga Minang yang konsisten mempertahankan adatnya. Atau dalam agama Dian itu sendiri juga diajarkan tentang prinsip bahwa menikah harus dengan yang seagama dan tidak boleh nikah beda agama. Jika ini yang terjadi, maka apa alasan KMM Jaya atau yang sependapatdengannya melakukan protes?. Sebaliknya jika terbukti ada pemalsuan data dan fakta oleh sang sutradara, atau memang ada agenda terselubung, maka sudah seharusnya semua pihak yang berkerpentingan dan kompeten mengambil tindakan-

082390765000

„ Mendagri akan dalami dulu ‘Perda Ngangkang’ di Aceh

„ Yang benar, lebih banyak lagi?

sedikit banyaknya oleh penguasa pemerintahan serta kemauan dari masyarakat itu sendiri. Ketika seorang penghulu di Minangkabau memiliki pemahaman agama yang bagus, maka akan tercerminlah falsafah dimaksud dalam kebijakan-kabijakan pengayoman anak kemenakannya. Sebaliknya jika ninikmamaknya tidak paham dengan agama, anak kemenakan juga demikian, maka yang terjadi adalah syarak yang basandi adat. Kedua, seiring dengan adanya kebijakan pemerintah Orde Baru dahulu tentang program transmigrasi, maka definisi Minangkabau sebagai sebuah daerah teritorial sudah menjadi bias. Tidak bisa lagi dikatakan bahwa Minagkabau adalah Sumatera Barat dan Sumatera Barat adalah Minangkabau. Program transmigrasi sedikit banyaknya telah memberikan efek kepada bercampurnya suku yang ada di Sumatera Barat sebagai sebuah teritorial daerah yang dinamakan dengan provinsi. Sebagaimana Minang sebagai sebuah suku terbesar di pulau Sumatera juga menyebar ke daerah dan bahkan negara lain. Maka ketika membicarakan adat basandi syarak dan syarak basandi Kitabullah untuk diaplikasikan dalam kondisi kekinian, hanya bisa diterapkan kepada penduduk Sumatera Barat yang bersuku Minang dan memiliki keinginan kuat untuk membumikan hukum prinsip-prinsip ajaran Islam di Sumatera Barat. Adapun penduduk Sumatera Barat yang tidak berasal darisuku Minang dan apalagi tidak beragama Islam tentunya tidak bisa dipaksakan untuk merealisasikan falsafah dimaksud. Jangan orang lain yang tidakberasal dari suku Minang, kemenakan yang berasal dari suku Minang asli, kadang-kadang tidak bisa atau tidak mau diatur oleh penghulunya untuk menjalankan kebijakan adat yang sudah lazim berlaku di sebuah tempat di Minangkabau. Biasnya batas teritorial Minang sebagai sebuah komunitas terbukti dengan hasil sensus yang diadakan pemerintah secara berkala. Dari

OPINI 5

Jangan Kapok Pak Dahlan Meski mobil Tuxuci yang dikendarai Dahlan Iskan mengalami kecelakaan, kami ikut bersyukur karena Pak Dahlan ternyata masih dilindungi Allah SWT. Jangan mundur dengan inovasinya Pak Dahlan! Tetaplah berbuat untuk kejayaan bangsa. Kami yakin, sangat banyak yang mendukung gebrakan demi gebrakan yang Pak Dahlan lakukan. +6285376151***

YTH Sdr Pimpinan PLN Sumbar. Partispasi PLN di Sumbar capai Rp 2 miliar, untuk membantu lingkungan (Haluan tanggal 7 kol 8). Syukurlah, kami memang yakin PLN banyak keuntungan dan tidak yakin sedikitipun ada yang bilang PLN rugi/perlu di subsidi dll itu. Dengan keuntungan besar itu, harusnya lampu takkan pernah mati sesuai dengan yang disampaikan Pak Dahlan Iskan dulu. Terkecuali bencana alam. Tapi kenapa di hari-hari yang cerah/baik, kok lampu sering mati? Tolong jelaskan supaya kami tidak bingung. Tapi penjelasannya jangan pula menambah bingung kami karena tak masuk akal. Namun jawaban dan tekad sdr sangat kami harapkan/tunggu. Kepada Haluan kiranya dapat memuat jawabannya sesuai dengan yang dijanjikan dulu. Tks Pak.

BAPAK Kapolda dan Dirlantas Yth. Berita tentang plat nomor sedang ramai dibicarakan. Kami juga mau bertanya, apakah nomor polisi yang 2 angka dan 3 angka harus dibayar atau dibeli dan kena tambahan pajak setiap tahunnya? Dan apakah setiap 5 detik ditarik lagi kalau tidak dibeli atau dibayar? Menurut kami sangat besar biayanya (bisa melebihi Rp 5 juta) tergantung nilai atau tahun kendaraan. Mohon penjelasan dan tunjukkan UU atau perataurannya. Wassalam dan terimakasih Haluan. +6281363001***

Pasar Kuraitaji Sangat Memprihatinkan Walikota Pariaman Yth. Pasar Kuraitaji, Pariaman, sangat memprihatinkan. Los lambung yang sudah terkenal sejak dulu kondisinya sudah kumuh. Di depannya sampah berserakan. Pelayan los lambung itu suka pula berbaju kumuh. Maka semakin lengkaplah kumuhnya. Agaknya Pak Wali dapat juga melihat ke sana. Dan bina jugalah pedagang itu agar membuat orang bisa banyak singgah. Wass.

+6282392330***

+6281266963***

Pemimpin Umum: H. Basrizal Koto, Wakil Pemimpin Umum/Penanggungjawab: Zul Effendi, Pemimpin Redaksi: Yon Erizon, Pemimpin Perusahaan: Syafarudin Ariansyah. Dewan Redaksi : H. Basrizal Koto, H. Desfandri, H. Hasril Chaniago, Zul Effendi, Yon Erizon, Syafarudin Ariansyah, Ismet Fanany MD, Eko Yanche Edrie, Syamsu Rizal, Redaktur Pelaksana: Ismet Fanany MD, Syamsu Rizal, Koordinator Minggu: David Ramadian, Litbang dan Online Media: Eko Yanche Edrie, Sekretaris Redaksi: Silvia Oktarice, Koordinator Liputan: Rudi Antono, Redaktur: Afrianita, Atviarni, Dodi Nurja, Nova Anggraini, Rahmatul Akbar. Asisten Redaktur: Devi Diani, Meidella Syahni, Reporter Padang: Ade Budi Kurniati, Nasrizal, Perwakilan Bukittinggi: Haswandi (Plt Kepala) Jon Indra (Non-Aktif), Syamsuardi S, Ridwan, Pariaman/Padang Pariaman: Dedi Salim, Trisnaldi, Payakumbuh/Limapuluh Kota: Zulkifli, Syafril Nita, Sri Mulyati, M Siebert, Pasaman:Atos Indria, Ahdi Susanto, Welina, Agam: Miazuddin, Kasra Scorpi, Padang Panjang: Iwan DN, Rian Syair, Tanah Datar: Yuldaveri, Emrizal, Aldoys, Pasaman Barat: M. Junir, Gusmizar, Pesisir Selatan: Sabrul Bayang, M. Joni, Haridman, Kabupaten Solok/Kota Solok: Syamsuardi Hasan, Riswan Jaya, Alfian, Almito, Marnus Chaniago, Solok Selatan: Icol Dianto, Sawahlunto: Fadilla Jusman, Sijunjung: Azneldi, Dharmasraya: Maryadi, Ferry Maulana, Biro Jakarta: Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: Moralis, Biro Kepri: M Sahdan Tim Kerja Usaha: Efri Hanter (Kabag Sirkulasi), Yursil Masri (Manajer Keuangan), Andiyanto (Koord Asongan), Yunasbi (Kabag Iklan), Tata Letak/Desain: David Fernanda, Nurfandri, Rahmi, Syamsul Hidayat, Jefli, HRD : Desmasari, Umum : Nurmi, Kasir : Desy, TI : Teguh. Manajer Cetak: Mardius Caniago, Pra Cetak : Sawal Marjuni HRP, Mai Hendri, Cetak : Mardianto (Koordinator), Afandi, Rudi Kurniawan, Jecky Jekcson. Haluan Media Group: CEO H.Basrizal Koto, Direktur: H Desfandri. Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Iklan dan Sirkulasi: (0751) 4488700, Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: haluanpadang@gmail.com, redaksi_haluan@yahoo.com, website: http/harianhaluan.com, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp57.000, Harga eceran Rp2.500,- Tarif iklan: Tarif Iklan: Display FC halaman satu: Rp50.000/mm kolom, Display BW halaman satu: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam FC: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam BW: Rp17.500/mm kolom, Iklan SC :Rp25.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat FC: Rp15.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat BW: Rp10.000/mm kolom, Dukacita: Rp10.000/mm kolom, Iklan kolom (maks 300 mmk) FC: Rp15.000, Iklan Kolom (maks 300 mmk) BW: Rp10.000, Advertorial FC: Rp40.000/mm kolom, Advertorial BW: Rp25.000/mm kolom Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, Bank Nagari Cabang Utama Padang Rek No: 1008.0103.00009.1 PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http://www.harianhaluan.com >> Editor : Syamsu Rizal

>> Penata Halaman : Syamsul Hdayat


6 NASIONAL LINGKAR

Larangan Bonceng Mengangkang Berlaku JAKARTA, HALUAN — Pemerintah Kota Lhokseumawe resmi mengeluarkan larangan kaum hawa duduk mengangkang di atas sepeda motor, mulai Senin (7/1). Surat Edaran larangan ini telah ditempel di tempat-tempat umum di Kota Lhokseumawe. Surat edaran itu ditandatangani Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Ketua DPR-Kota Lhokseumawe Saifuddin Yunus, KetuaMajelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Lhokseumawe Tgk H Asnawi Abdullah, dan Ketua Majelis Adat Aceh, Kota Lhokseumawe Tgk H Usman Budiman. Dalam SE itu dijelaskan, perempuan yang dibonceng dengan sepeda motor oleh lelaki muhrim, bukan muhrim, suami maupun sesama perempuan,

agar tidak duduk secara mengangkang kecuali dengan kondisi darurat. Salah satu poin disebutkan saat berkendara, baik di mobil maupun sepeda motor, warga Lhokseumawe dilarang bersikap tidak sopan seperti berpelukan, berpegang tangan atau cara lain yang melanggar syariat Islam, budaya dan adat istiadat masyarakat Aceh. Aturan itu juga mengimbau lelaki dan perempuan agar saat melintasi tempat-tempat umum menggunakan pakaian yang menutup aurat, dan tidak berbusana ketat. Aparat desa pun diminta untuk menyosialisasikan imbauan ini. Bahkan Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya dan unsur pemerintah setempat turun langsung untuk menempel imbauan ini. (h/vvn)

SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

KECELAKAAN TUXUCI

Pelat Mobil Dahlan Dibuat di Pinggir Jalan JAKARTA, HALUANPelat nomor DI 19 yang terpasang di mobil listrik milik Menteri BUMN, Dahlan Iskan, dibuat oleh pedagang pelat nomor pinggir jalan di Yogyakarta.

Ini berdasarkan hasil penylidikan polisi. Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Yogyakarta, Komisaris Besar Kris Erlangga mengatakan, pihaknya telah memeriksa pembuat dan pemasang pelat nomor ilegal itu. “Kami sudah menyelidiki, pelat nomor DI 19 itu dibuat di pinggir jalan di daerah Yogyakarta,” kata Kris Erlangga, Senin (7/1). Kris menjelaskan, supervisor bengkel Kupu-Kupu Malam menyuruh karyawannya untuk mencari tempat pembuatan pelat nomor mobil. Lalu, karyawannya itu memesan di sebuah tempat pembuatan pelat di pinggir jalan. Pelat nomor tersebut,

kata Kris, diperkirakan dibuat seminggu sebelum launching mobil listrik Tuxuci, 23 Desember 2012. “Pembuatnya berinisial S. Dia mengaku membuat sendiri. Sampai sekarang belum ada ancaman hukumannya. Ditlantas Polda DIY masih mendalami,” kata dia. Polda DIY masih berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur terkait kasus pelat nomor ilegal yang digunakan menteri BUMN itu. Dahlan Tersangka Sementara itu Dahlan Iskan, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan mobil listrik Tuxuci. “Berdasarkan hasil penyelidikan tim gabungan, tersangka dalam kecelakaan ini adalah saudara Dahlan Iskan,” kata Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Jawa Timur, Ajun Komisaris Besar Ade Safri Simanjuntak, saat dihubungi Tempo, Senin malam. Ade mengatakan, peneta-

pan tersangka pada Dahlan berdasarkan tiga hal. “Antara lain olah TKP penyidik, investigasi lokasi kecelakaan, dan penelitian syarat teknis dan laik jalan kendaraan,” ujarnya. Bahkan, menurut Ade, dalam pekan ini polisi akan melayangkan surat panggilan resmi pada Dahlan sebagai tersangka. “Dalam minggu ini akan dipanggil sebagai tersangka,” ujarnya. Ade menambahkan, kewenangan penetapan Dahlan sebagai tersangka ada di penyidik Kepolisian Resor Magetan. “Namun, penyidik juga mengacu hasil investigasi tim gabungan,” ujarnya. Selain penyidik Kepolisian Resor Magetan, penyelidikan kecelakaan tersebut juga melibatkan tim gabungan dari Ditlantas Polda Jawa Timur, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Kepolisian Republik Indonesia Cabang Surabaya, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Provinsi

Jawa Timur. Kepolisian menjerat Dahlan dengan pasal 310 ayat 1, pasal 280, dan pasal 64 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal 310 ayat 1 terkait kelalaian yang menyebabkan kecelakaan dengan ancaman pidana penjara maksimal enam bulan dan/atau denda maksimal Rp1 juta. Sedangkan pasal 280 dan pasal 64 ayat 1 terkait pelanggaran aturan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dengan ancaman penjara maksimal dua bulan atau denda maksimal Rp 500 ribu. Seperti diberitakan, saat uji coba dari Solo ke Magetan, mobil listrik Tuxuci yang dikemudikan Dahlan mengalami rem blong dan menabrak sisi tebing di Jalan Raya SoloMagetan, Dusun Ngerong, Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Magetan, Sabtu (5/ 1). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Dahlan dan mekanik yang mendampinginya, Ricky Elson, selamat. (h/dn/tmp)

DIANTARKAN— Tersangka kasus kecelakaan di Tol Jagorawi, Rasyid Rajasa, tiba di Ditlantas Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan, Jakarta, Senin. Rasyid langsaung diantar ayahnya, Hatta Rajasa. VVN

Dahlan Bintang Iklan Sidomuncul SEMARANG, HALUAN – Akhir pekan lalu, Menteri BUMN Dahlan Iskan berkunjung ke Pabrik PT Sidomuncul, di Bergas, Klepu, Semarang Jawa Tengah. Didampingi Direktur Utama PT Sidomuncul Irwan Hidayat, Dahlan Iskan berkeliling meninjau Pabrik Semarang Herbal Indo Plant, Ruang R&D, Laboratorium, Pabrik Tolak Angin dan Pabrik Kuku Bima Energi. Dalam kunjungan tersebut juga dilakukan pengambilan gambar untuk iklan Tolak Angin, hal ini guna mendukung keberhasilan produk-produk dalam negeri. “Ramuan Tolak Angin memakai bahanbahan alam. Jadi secara tidak langsung kalau mendukung Tolak Angin berarti mendukung juga pemaksimalan bahan alam yang tentunya banyak menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan petani,” kata Irwan pada kesempatan itu. Irwan Hidayat mengatakan iklan yang dibintangi

DAHLAN Iskan bersama Dirut Sidomuncul Irwan Hidayat. Dahlan Iskan akan mengambil beberapa lokasi selain di pabrik SidoMuncul, juga di berbagai negara di kawasan Eropa yang menggambarkan keseharian kesibukannya sebagai Menteri BUMN dan menggemari produk asli Indonesia. Pemilihan Dahlan Iskan, lanjutnya, sebagai bintang iklan bukan karena kejadian beberapa waktu lalu di pintu satu tol di Jakarta yang membuat Dahlan marah, ataupun hangatnya perseturuan dengan DPR soal pemerasan BUMN, Namun, karena sosok menteri itu dipandang

>> Editor : Devi Diany

IST

cocok untuk mendukung pemasaran produk asli Indonesia. Menurut Irwan, berbeda dengan bintang iklan yang mungkin bisa mengenalkan produk ke masyarakat, Dahlan Iskan diharapkan akan memacu dan memicu penggunaan jamu serta produk asli Indomnesia. “Bagi kami, Dahlan Iskan diharapkan bisa meningkatkan pemasaran, seperti bintang iklan sebelumnya Rhenald Kasali, Setiawan Djodi, Anna Maria, Trully Indonesia – Butet Kertajasa dan Agnes Monica,” tuturnya. (h/atv)

>> Penata Halaman: Jefli


SAMBUNGAN 7

SELASA, 8 JANUARI 2013 26 SHAFAR 1434 H

Flu Burung .................... Dari Halaman. 1 Siswa di Bolton ............... Dari Halaman. 1 security untuk melindungi unggas lainnya yang terjangkit. Untuk itu, katanya, masyarakat atau pelaku usaha itik agar hatihati memilih itik. Karena kemungkinan ada itik yang belum bersih dari virus flu burung, sehingga berkemungkinan berjangkit pada unggas lainnya. Secara teori, terangnya, itik merupakan unggas yang lebih gampang terserang virus, karena berada pada daerah yang lembab. “Untuk itu diperlukan pengawasan yang lebih inten terhadap itik ini,”ungkapnya. Dari laporan tim yang turun, ada itik yang sudah terkontaminasi

didatangkan warga dari Medan, Sumut. Kemudian itik tersebut menyebarkan pada itik lainnya seperti yang terjadi di daerah Lamposi, Payakumbuh. “Di situ kan ada pengumpul itik, indikasinya ada itik yang datang dari luar dan itulah yang menjadi titik awalnya,”sebut Edwardi. Amannya kondisi flu burung yang menyerang itik di Limapuluh Kota tersebut juga dipastikan dengan turunnya Balai Penyidikan dan Pengujian Vatirener (BPPV) II Bukittinggi. “Dari penelitian daerah tetangga virus itu tidak sudah tidak menyebar,”tambahnya. Untuk pencegahan, saat ini

petugas dinas peternakan dan petugas kesehatan hewan tetap melakukan pemantauan. Sekarang ada sebanyak 61 Puskeswan di Sumbar yang melakukan pemantauan. Sebelumnya, sekitar 1.416 ekor unggas jenis itik mati mendadak pada tiga kelurahan di Kecamatan Lamposi Tigo Nagari (Latina), Payakumbuh Utara dan di Kabupaten Limapuluh Kota. Kondisi itu membuat warga khawatir jika kematian itik disebabkan berjang-kitnya flu burung (H5N1) atau Avian Influenza itu, lang-sung direspons Pemko Paya-k-um-buh dengan menurunkan petugas Di-nas Pertanian ke lapangan. (h/dla)

Pria Beranak .................. Dari Halaman. 1 Dia mencoba mengamati dari jarak jauh dan ternyata pria beranak dua itu telah tergantung dengan seutas tali kerbau. Tidak mau mengambil risiko, Wil lalu memberitahukan kejadian yang ditemukannya itu kepada warga sekitar. Mendengar informasi tersebut, beberapa warga langsung berhamburan dan menyaksikan apa yang telah terjadi di rumah Asrul. Melihat korban yang sudah terbujur kaku, salah seorang keluarga korban langsung menurunkan korban dengan cara memutus tali yang telah merenggut nyawa korban. Istri korban, Rina (23), menceritakan bahwa ia tidak mengetahui alasan suami tercintanya itu nekat gantung diri. Menurutnya, tidak ada permasalahan keluarga yang terjadi antara dia dan suaminya. Padahal, ia akan melakukan rehab rumah untuk memperbaiki atap dapur. “Hari itu, Minggu (6/1) sore,

suami minta izin keluar rumah ingin membeli beberapa helai atap untuk dapur yang baru diperbaiki. Akan tetapi, uang di rumah memang sedang kosong. Namun ada toko bangunan yang mau memberikan atap dengan cara kredit,” papar Rina. Ia melanjutkan, setelah ditunggutunggu sampai Minggu sore, suaminya belum juga pulang. Oleh karena itu, ia dan 2 anaknya bermaksud hendak menyusul suaminya karena ia takut di rumah dengan kondisi rumah yang dalam perbaikan. “Saya dan anak-anak menyusul suami. Tetapi suami tidak juga bertemu. Akhirnya saya putuskan untuk tidur di rumah orang tua bersama dua orang anak saya yang masih kecil,” urainya sedih. Setelah itu, Senin (7/1) pagi ia pulang ke rumah dengan jaraknya sekitar tiga kilometer dari rumah orang tua. Di tengah perjalan pulang, Rina mendapatkan informasi bahwa suaminya meninggal

karena gantung diri. “Saya terkejut mendapat kabar tersebut. Spontan kondisi tubuh saya jadi lemah. Akhirnya masyarakat menggendong saya pulang ke rumah,” ucapnya. Kapolres Solok Selatan AKBP Djoko Trisulo melalui Kapolsek Sungai Pagu IPTU Nasirwan, di Padang Aro, Senin (7/1) mengatakan, Asrul ditemukan tergantung di dapur rumahnya dalam kondisi sudah tidak bernyawa. “Berdasarkan penyelidikan dan analisa serta ciri-ciri yang ada di lapangan, korban memang gantung diri dan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya”, terang Nasirwan. Pihak kepolisian tidak melakukan visum terhadap korban karena permintaan pihak keluarga Asrul. “Korban ditemukan Senin (7/1) sekitar pukul 07.00 WIB sudah tergantung di dapur rumahnya dengan seutas tali kerbau dan ditemukan sudah meninggal dunia,” pungkasnya. (h/col)

KPU Hujan.................... Dari Halaman. 1 Tak hanya itu, Marwah juga memprotes bahwa KPUD hanya menyebutkan partainya memenuhi syarat di 18 provinsi saja. “Padalah saat kita cari datanya, kami mengetok 23 provinsi, kompetensinya (KPUD) tidak jelas,” kata dia. Partai Nasional Republik (Nasrep) juga menyatakan keberatannya bahwa partainya tidak pernah diverifikasi faktual di Provinsi Kalimantan Selatan. Sejumlah parpol yang menyampaikan keberatan adalah partai yang tidak memenuhi syarat verifikasi di sebagian provinsi di Indonesia. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Damai Sejahtera, Ben Vb Sitompul juga menyampaikan protes karena PDS juga terncam tak lolos untuk ikut pemilu 2014 mendatang. Salah satu hal yang diprotes partainya adalah bahwa KPUD Karawang telah melakukan verifikasi faktual partainya di tempat karaoke. “Kami punya bukti KPU Karawang melakukan verifikasi di kedai karoke. Ini kami punya bukti,” kata Ben menyampaikan keberatannya di rapat pleno rekapitulasi hasil verifikasi dan penetapan partai

politik peserta pemilu 2014 di kantor KPU, Senin 7 Januari 2013. Tak berhenti protes, komisioner KPU, Ida Budhiati menghentikan Ben yang terus memprotes. Namun, Ben malah menggebrak meja agar dia tetap diperbolehkan berbicara. Tak ditanggapi oleh KPU, Ben kemudian melempar mike ke arah depan. Belum Final Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat menyatakan belum ada putusan final mengenai parpol apa saja yang sudah lolos verifikasi faktual. “Putusan ini belum final. Karena kita juga akan mendengarkan keberatan parpol dan kita akan melakukan klarifikasi apa benar keberatan-keberatan itu,” kata Komisioner KPU Ida Budhiati, Senin. Ia menambahkan, apabila benar keberatan itu karena kesalahan prosedur yang merugikan parpol, KPU harus melakukan koreksi. Sedangkan Komisioner KPU lainnya Hadar Nafis Gumay mencurigai adanya kesengajaan untuk menggagalkan pengumuman hasil verifikasi faktual KPU. “Saya membaca kalau ini (rapat pleno terbuka) mau digagalkan. Mereka

terus menerus menyela (sepanjang rapat),” kata Hadar. Mengenai 18 parpol yang dinyatakan belakangan baru bisa ikut verifikasi faktual, Hadar mengatakan, sejak verifikasi administrasi mereka memang tidak memenuhi syarat. “Toh kita akhirnya juga laksanakan (verifikasi faktual), tapi itu kan tidak mengubah jadwal. Kalau mereka keberatan (dengan waktu persiapan yang singkat), mereka tidak usah ikutan,” tukas Hadar. Terpisah, Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampouw mengatakan sangat wajar jika KPU hanya meloloskan 10 partai politik untuk mengikuti Pemilu 2014 mendatang. Menurutnya, banyak parpol yang gagal dalam memenuhi persyaratan 75 persen kepengurusan ditingkat kabupaten/kota dan syarat keanggotaan. Selain itu, ada juga kejanggalan dalam kantor pengurus di daerah. Sedangkan koordinator Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin mengatakan, Peraturan KPU (PKPU) terlalu kompleks dan detail sehingga banyak parpol tidak mampu memenuhi persyaratan. (h/dn/vvn)

HUT Solsel .................... Dari Halaman. 1 Aksi penanaman pohon pisang ini merupakan protes kepada pemerintah daerah dan pemerintah provinsi karena dinilai lamban memperbaiki jalan. Sedangkan jalan tersebut merupakan jalan lintas yang terletak di pusat kabupaten di Padang Aro. Pengamatan Haluan di lapangan, jalan ditutup dengan menggunakan kayu pengaman dan bertulisan pemberitahuan bahwa jalan tidak bisa dilewati karena sudah banyak mendatangkan korban. Menurut keterangan pemuda setempat, Derianto Putra, aksi itu murni lahir atas inspirasi masyarakat Durian Taruang. Menurutnya, masyarakat setempat tidak melarang pengendara lewat, tetapi hanya mengalihkan jalan dari jalan provinsi ke jalan kabupaten, yang hanya berjarak sejauh 1 km. “Jalan ini kami tutup sampai pemerintah daerah mendatangkan alat berat untuk memperbaikinya,” terangnya. Kondisi jalan rusak ini dipicu oleh galian c yang dilakukan di sepanjang jalan dari Lembah Gumanti sampai Pantai Cermin Kabupaten Solok. Ada Rencana Perbaikan Jalan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi dengan total anggaran mencapai Rp91,5 miliar. Dana diperuntukkan memperbaiki infrastuktur jalan dan jembatan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Solsel Dasrul Ajis mengatakan, jumlah dana Rp40 miliar berasal dari Dana Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dan Rp51,5 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Barat 2013.

Rp80 miliar untuk peningkatan jalan dari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok menuju Padang Aro Kabupaten Solsel, sedangkan sisanya senilai Rp 11,5 miliar untuk pembangunan jembatan dan pemeliharaan jalan Provinsi di Solsel. Untuk jembatan mendapat jatah sebanyak 3 unit, yaitu Jembatan Lubuk Ulang Aling Kecamatan Sangir Batang Hari Rp5 miliar, Jembatan Talao Kecamatan Sangir Balai Janggo Rp2,5 miliar dan Jembatan Pinang Awan Kecamatan Pauah Duo Rp 2,5 miliar. Sisanya senilai Rp1,5 miliar dipergunakan untuk pemeliharan jalan provinsi di Solsel. Diwarnai Kegaduhan Selain itu, puluhan masyarakat menggelar aksi damai di depan kantor Bupati Solok Selatan. Adapun tuntutan para penggelar aksi damai itu adalah membatalkan peraturan bupati dan mengajak agar bupati menyelesaikan masalah secepatnya dengan legislatif. Aksi kegaduhan itu muncul akibat perseteruan politik antara legislatif dan eksekutif tentang penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2013 Kabupaten Solok Selatan. Menanggapi hal ini, Attila Majidi, SP, Dt Sibungsu mengatakan, persoalan rebut-ribut pembahasan anggaran yang terjadi di Solok Selatan, menunjukkan belum dewasanya berpolitik antara DPRD dan Pemda. Tanpa Paripurna Peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Solok Selatan ke-9 pada Senin, 7 Januari 2013 tanpa dibarengi sidang paripurna istimewa di DPRD Solok Selatan. Hal ini merupakan dampak kisruh antara

legislatif dengan eksekutif tentang penetapan APBD 2013. Kisruh tentang penetapan APBD 2013 sejak 2 Desember 2013 lalu, telah mencatat sejarah sebagai puncak perpecahan antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan pemerintah daerah. Kegiatan yang ada di lingkup Pemerintah Kabupaten Solok Selatan hanyalah perayaan hari jadi. Acara berupa pameran dan penampilan seni dimulai secara resmi pada Sabtu, (5/1) di depan kantor Bupati Solok Selatan di Padang Aro. Terlepas ada atau tidaknya Perda atau Perbup yang mengatur tentang peringatan hari jadi kabupaten yang berjulukan bumi sarantau sasurambi ini, selama delapan tahun sebelumnya, di daerah ini tetap digelar sidang paripurna istimewa peringatan hari ulang tahun kabupaten. Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Solok Selatan Noviar Dt Rajo Endah mengingatkan agar jangan terpancing dengan perilaku politik para elite. Menjelang verifikasi dan persetujuan dari Pemprov Sumbar, masih ada waktu untuk memperbaiki itikad. Masyarakat mendambakan munculnya hubungan komunikasi yang baik antara para elit penyelenggara pemerintahan daerah. “ Menurut Noviar, sebagai pemimpin di daerah baik bupati dan DPRD, jangan arogan. “Mari duduk bersama, para tokoh adat siap berpartisipasi. Harus saling cooling down dan intropeksi diri, berjalan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing,” harapnya. (h/col/met)

ke iPad miliknya, ia bisa langsung mengetahui siapa saja yang sudah selesai dan ia juga bisa langsung mengetahui skor masing-masing siswa. Diatur khusus “Teknologi mempermudah saya untuk mengetahui kemajuan siswa secara instan,” kata Taylor. Murid-murid di Essa Academy mengaku senang dengan alat bantu

komputer tablet ini. “Awalnya aneh, tetapi lamakelamaan terbiasa dan tentu saja keren menggunakan iPad untuk belajar,” kata seorang siswi. Ia juga mengatakan senang karena sekarang ia tak perlu membawa buku-buku tebal. Kelebihan lain dengan pemanfaatan iPad adalah, murid bisa

menghubungi guru kapan saja ketika menghadapi kesulitan mengerjakan pekerjaan rumah, yang semuanya juga dikerjakan di iPad. Komputer tablet yang dibagikan kepada siswa memiliki setting atau pengaturan khusus yang membuat mereka tidak bisa mengakses situssitus yang tak dibolehkan sekolah seperti pornografi. (bbc)

Pasbar dan .................... Dari Halaman. 1 kedua daerah tersebut. Acara berlangsung sukses dan aman serta khidmat. Kedua daerah ini berkembang pesat sejak berpisah dengan induknya sejak tahun 2004. Di Pasbar, acara untuk pertama kalinya dilaksanakan di ruang sidang Gedung DPRD di Padang Tujuah itu mendapat sambutan hangat dari lapisan masyarakat. Selain dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Barat, Muslim Kasim juga dihadiri seluruh Muspida, ninik mamak, bundo kanduang se-Pasaman Barat . Peringatan juga dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Pasbar, tokoh masyarakat, alim ulama. Juga terlihat Bupati Pasaman Benny Utama, anggota DPRD Kabupaten Pasaman Petris Oktrihardi, anggota DPRD Padang Maidestal Hari Mahesa. Wagub memberikan apresiasi kepada Pemda Pasbar yang telah mampu membangun sangat pesat sejak dimekarkan dari Kabupaten Pasaman tahun 2004. Bupati Pasbar, H. Baharuddin R mengatakan, masa kepemimpinan

yang baru dua tahun empat bulan ini telah berusaha semaksimal melakukan pembangunan di segala bidang. Kedepannya bersama-sama dengan semua pihak akan terus berupaya menggali potensi yang ada untuk kepentingan masyarakat luas. Lebih lanjuta ia sampaikan, dalam usia Pasbar yang masih tergolong muda, Pasaman Barat terus berbenah diri untuk dapat duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan kabupaten/kota lainnya di Sumatera Barat. Berbekal masukan, saran, pendapat, bahkan kritikan yang diperoleh, bersama jajaran pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, bupati memulai pekerjaan besar. Langkah awal kita mulai dengan mengucurkan dana Rp. 1 Milyar per nagari mulai tahun 2011 dan berlanjut di tahun 2012. Sejalan dengan itu, sejak tahun 2011 lalu, juga memberlakukan 3 buah peraturan daerah yang mengatur tentang Pemerintahan Nagari, Kerapatan Adat Nagari, dan Pelestarian Nagari sebagai satu

kesatuan Masyarakat Hukum Adat. Di sisi lain ia katakan, untuk tahun 2013 ini, Pasbar telah ditetapkan menjadi tuan rumah MTQ Nasional ke-35 tingkat Propinsi Sumatera Barat, yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober – November. “Terkait dengan itu, salah satu skala prioritas kita pada tahun ini adalah menyukseskan MTQ tersebut melalui penyediaan sarana dan prasarana seperti mimbar tilawah, arena MTQ, akses jalan, dan lainlain,” ungkapnya. Selanjutnya, pada tahun 2013 ini Pasbar juga mulai memproses pembangunan Islamic Center, Pembangunan Taman makam Pahlawan, merenovasi beberapa pasar nagari, melanjutkan pembangunan jalan pelabuhan Teluk Tapang, operasionalisasi bandara Pusako Anak Nagari, peningkatan sarana dan prasarana RSUD, Pembangunan sarana prasarana penerangan jalan umum sepanjang lebih kurang 6 km (Pasaman Baru-Padang Tujuah) dan infrastruktur lainnya. (h/dka/yad)

Jaga Rekor .................... Dari Halaman. 1 golnya di babak pertama lewat dua gol Pedro Rodriguez, Xavi Hernandez dan penalti Lionel Messi. Dari 18 laga berlalu, Barca masih tak terkalahkan saat ini dan masih kokoh di puncak klasemen dengan 52 poin, hasil dari 17 kemenangan dan satu seri. Sementara Espanyol di posisi ke-18 dengan 15 poin. Pada Pertandingan itu, sepuluh menit laga berjalan Barca sudah unggul lewat gol Xavi. Akselerasi Andres Iniesta dituntaskan dengan umpan tarik ke kotak penalti dan disambut sepakan mendatar Xavi ke gawang Kiko Casilla. Lima menit setelahnya Barca menambah gol. Cesc Fabregas menggiring bola di sisi kiri kemudian mengirimkan umpan yang disambut tembakan Messi yang kemudian dibelokkan Pedro untuk menjebol jala Casilla. Di menit 27 Pedro mencetak gol keduanya sekaligus gol ketiga Barca

di laga. Umpan Sergio Busquets membelah pertahanan Espanyol yang langsung diterima Pedro dan bola di-lob melewati Casilla sebelum bersarang di dalam gawang. Semenit setelahnya Barca mendapat hadiah penalti setelah Fabregas dilanggar Casilla. Messi dengan sukses mengonversinya jadi gol sekaligus membawa timnya memimpin 4-0 dan bertahan hingga turun minum. Di babak kedua Barca agak mengendurkan serangan meski tetap mendominasi jalannya laga. Sempat mencetak gol di menit 66 lewat Pedro namun dianulir karena off-side karena Fabregas yang memberi assist sudah terjebak offside. Hingga laga berakhir tak ada lagi gol tercipta dari kedua tim. Sementara itu, rival utama Barca, Real Madrid akhirnya meraih poin penuh setelah gagal menang di tiga laga terakhir. Real Madrid dapat perlawanan ekstra sengit dari

Real Sociedad saat kedua tim berlaga di Santiago Bernabeu, Senin (7/1) dinihari WIB. Di akhir laga El Real menang 4-3, dengan Cristiano Ronaldo bikin dua gol. Bermain di depan pendukungnya sendiri usai menjalani libur Natal dan tahun baru, Madrid tampil meyakinkan dan bikin gol cepat di menit kedua melalui Karim Benzema. Namun Los Merengues harus kehilangan kiper Antonio Adan di menit enam karena dikartu merah wasit, dan pada momen yang sama tim tamu menyamakan kedudukan lewat Xabi Prieto. Sebuah gol dari Sami Khedira membawa Madrid kembali unggul di menit 36, namun empat menit berselang Sociedad kembali bisa menyamakan kedudukan kembali lewat Prieto. Di babak kedua Madrid bisa menjauhkan jarak menjadi 4-2 melalui dua gol Ronaldo, sementara Sociedad hanya mampu menambah satu, lagilagi atas nama Prieto. (h/net/mat)

640 Polisi ...................... Dari Halaman. 1 yang bisa saja terjadi saat sita eksekusi dilakukan oleh PN Lubukbasung Kabupaten Agam. “Sebelum dilakukan sita eksekusi, pihak kepolisian telah melakukan patroli dialogis pada areal perkara. Patroli dialogis bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tetap tenang menghadapi situasi yang sulit. Kami menyadari sebagian masyarakat Nagari Tiku Lima Jorong tidak menghendaki adanya sita eksekusi ini. Namun, masyarakat harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” jelasnya. Ruswanda mengimbau agar masyarakat tetap bersikap tenang. Jangan sampai terpancing emosi. Sebelumnya, sempat terjadi bentrokan antara masa Tiku Lima Jorong Kecamatan Tanjung Mutiara dengan Suku Tanjung Manggopoh Kecamatan Lubukbasung yang mengakibatkan 54 sepeda motor terbakar pada Kamis (13/12/2012). Anggota kepolisian terpaksa membubarkan masa dengan pasukan bertameng, water cannon, anjing pembubar massa, dan gas air mata. Kapolres menjelaskan sita eksekusi bukan berarti mengeksekusi lahan. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir. Banyak proses hukum yang bisa dilakukan. Jadi, jangan bertindak gegabah. Apabila terjadi kerusuhan kembali antara masa Tiku dengan Manggopoh, pihak kepolisian akan melakukan tidakan sesuai dengan prosedur. Sementara itu, Kepala Pengadilan Negeri Lubukbasung Afandi Widarijanto melalui Panitra Muda Perdata Antonius, mengatakan, pelaksanaan sita eksekusi kedua ini telah diberitahukan kepada Wali Nagari Manggopoh, Wali Nagari Tiku Lima Jorong, Wali Jorong Sago, Wali Jorong Gadih Angik sejak 26 Desember 2012 lalu. Menurutnya, dalam melakukan sita eksekusi, pihaknya akan melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN), Polres Agam serta Polda Sumbar. Jika sita eksekusi ini sukses, maka dalam jangka 14 hari akan dilakukan eksekusi di lahan 2.500 hektare tersebut. Namun apabila sita eksekusi tidak

sukses, PN Lubukbasung akan melakukan sita eksekusi lanjutan dengan melihat situasi masyarakat. Secara terpisah, Ketua Forum Komunikasi Pembela Tanah Ulayat Nagari Tiku Syafril Huda mamastikan tidak ada penghadangan dari masyarakat Tiku terhadap sita eksekusi yang dilakukan PN Lubukbasung. Tetapi, ia tidak bisa menjamin keamananan dan situasi di lapangan. Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, pada proses sita eksekusi lahan 2.500 Ha akan dilakukan hari ini Selasa (8/1), Dinas Kesehatan Kabupaten Agam juga turut menyiagakan dua unit Puskesmas dan juga 1 unit mobil ambulance Resceu lengkap dengan dokter dan perawat serta obatobatan. Mereka akan berkoordinasi dengan tim kesehatan Polda Sumbar. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dr Indra Rusli mengakui terdapat beberapa personil medis yang ikut saat sita eksekusi pada tanah dengan luas 2.500 hektare di Nagari Tiku Lima Jorong Kecamatan Tanjung Mutiara. Tim kesehatan tersebut akan berkoordinasi dengan tim Kesehatan Polda Sumbar. “Keberadaan tim kesehatan untuk memberikan pertolongan bagi korban jika bentrokan,” jelasnya. Selain itu, Puskesmas yang berada dekat lokasi sita eksekusi juga disiagankan, di ataranya, Puskesmas Manggopoh dan juga Puskesmas Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara,” tambahnya. Wakil Ketua DPRD Agam Yandril meminta pelaksanaan eksekusi dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan bentrok dan korban manusia. “Sebaiknya cooling down saja dulu sambil mencari jalan kompromi yang menguntungkan kedua pihak,” katanya. Pelaksanaan eksekusi lahan sawit di kawasan Anak Aia Gunuang, kitaran Batang Masang itu berdasarkan keputusan PK MA No.749 PK/Pdt/2011 yang dimenangkan Yayasan Suku Tanjung Manggopoh. Semula lahan ini digunakan oleh PT Mutiara Agam yang kini berganti nama dengan PT Minang Agro

untuk kebun sawit. Namun lahan tersebut diklaim Suku Tanjung Manggopoh sebagai tanah ulayat mereka, sehingga mereka menuntut melalui jalur hukum. Di Pengadilan Negeri Lubuk Basung, Suku Tanjung Manggopoh menang. Namun di Pengadilan Tinggi dan kasasi di MA, mereka kalah. Lalu tahun 2011 lalu, Yayasan Suku Tanjung mengajukan PK dengan novum baru. Ternyata, kali ini PK dikabulkan, sehingga PN Lubuk Basung diperintahkan untuk melaksanakan eksekusi. Eksekusi perdana dilakukan 27 September 2012 lalu, tetapi gagal karena dihadang oleh sekitar 4.000 orang warga Nagari Tiku. Alasannya, eksekusi dinilai salah alamat, karena lahan yang 2.500 hektare itu mereka klaim berada di ulayat Nagari Tiku Limo Jorong, bukan di Nagari Manggopoh. “Kami tidak menghalangi eksekusi lahan perusahaan PT Minang Agro. Yang kami halangi eksekusi terhadap tanah ulayat kami,” kata Humas Forum Pembela Tanah Ulayat Tiku, Syafril Huda. Akibatnya konflik Yayasan Suku Tanjung Manggopoh dengan PT Minang Agro beralih dengan warga Tiku. Konflik itupun semakin menajam. Sementara itu pihak pengadilan melakukan pendekatan dengan kedua belah pihak agar menjaga keamanan. Menurut Ketua Pengadilan Negeri Lubuk Basung Afandi Wijariyanto, SH eksekusi harus dilakukan, karena ini keputusan hukum. Namun pelaksanaannya tetap memperhatikan kondisi keamanan. Lalu karena merasa eksekusi berjalan lamban, dini hari Kamis 13 Desember 2012 lalu, ratusan orang warga Suku Tanjung menyusup ke wilayah konflik. Tetapi upaya tersebut dihadang oleh warga Tiku, sehingga terjadi bentrok yang mengakibatkan sejumlah orang luka-luka dan 54 sepeda motor dibakar. Sejak itu wilayah konflik dikawal oleh ratusan orang personil dari satuan Polres Agam. Jelang eksekusi kedua, Selasa (8/1) ini, pengamanan di wilayah konflik tampak diperketat. (h/yat/kas/erz)

>> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

>> Penata Halaman : David Fernanda


8

SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

BUDI SANJAYA

H. RUDI HARTONO Ketua DPRD

RAHMANIZAR

Wakil Ketua

Wakil Ketua

RAPAT PARIPURNA HUT KE-9 KABUPATEN DHARMASRAYA

Bersama Membangun Dharmasraya T

EPAT pukul 10.00 Wib, Senin (7/1), Rapat Paripurna DPRD Istimewa dalam rangka HUT Dharmasraya ke-9 dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Dharmasraya H. Rudy Hartono, S.Sos didampingi Wakil Ketua Rahmanizar dan Budy Sanjaya. Paripurna ini diikuti anggota DPRD Dharmasraya, Gubernur Sumbar yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan H. Febri Erizon ,SH.MM, Bupati Dharmasraya H. Adi Gunawan dan Wabup H. Syafruddin R, di Gedung Auditorium Dharmasraya. Juga hadir dalam Rapat Paripurna tersebut Anggota DPD RI Dra. Hj. Elviana, MSi yang juga tokoh masyarakat Dharmasraya, Danlnatamal, Kapolda yang diwakili DanBrimob, Ketua BPK Padang, Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, Mantan Bupati Dharmasraya Drs. H. Asrul Syukur, Tokoh Masyarakat Prof. Hasan Zaini, DP Dt. Labuan, H. Zubir Sutan Bagindo, Muspida, serta tamu undangan dari provinsi tetangga dan tamu undangan di Kabupaten Dharmasraya. Saat pembukaan rapat paripurna, Ketua DPRD H. Rudy Hartono menekankan agar peringatan HUT Dharmasraya ini jangan hanya dijadikan sebagai acara serimonial saja, tetapi jadikanlah sebagai bahan untuk mengoreksi diri atau introspeksi diri terhadap peran dalam pembangunan daerah dan memperbaharui semangat untuk membangun Dharmasraya. Ia juga mengaskan supaya masyarakat Dharmasraya jangan bertanya apa yang sudah diberikan Dharmasraya terhadap dirinya,tetapi Tanya apa yang sudah diberikan terhadap K a bupaten Dharmasraya ini. Kabupaten Dharmasraya yang sudah berumur 9 tahun ini mempunyai Ketua DPRD Dharmasraya tantangan Rudy Hartono mencoba kuliner yang cukup di stand pameran di halaman Kantor Bupati Dharmasraya. berat ke depannya karena jumlah penduduk yang di bawah garis kemiskinan cukup tinggi, anggaran u n t u k pemerataan pembangunan masih rendah dan tingginya tingkat kriminalitas dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap hukum. Dalam memperingati HUT Dharmasraya ke-9 ini, ada beberap hal pesan yang terkandung diantaranya Dharmasraya perlu melakukan pembenahan-pembenahan di segala bidang, memerlukan tangan-tangan terampil untuk melaksanakan pembangunan dan menciptakan suasana kondusif. Artinya masalah yang besar diperkecil dan masalah kecil dihilangkan, karena dengan adanya konflik akan merugikan masyarakat kecil. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat Dharmasraya untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan Dharmasraya, baik secara langsung maupun tidak langsung, masukan-masukan dari masyarakat sangat diperlukan, kritikan-kritikan yang bersifat membangun sangat diperlukan. Sesuai apa yang disampaikan oleh tokoh masyarakat Elviana, saat ini masyarakat Dharmasraya sudah dapat berbangga hati, karena dilihat sebelum pemekaran, untuk menemui bupati saja sangat sulit, seperti menjadi tamu dinegeri sendiri, karena banyak pejabat yang tidak kenal dengan warganya sendiri. Pada umur yang kesembilan tahun ini, sudah selayaknya perkantoran pemerintah Dharmasraya dibangun satu tempat, karena selama delapan tahun milyaran rupiah anggaran habis untuk menyewa rumah masyarakat yang digunakan untuk perkantoran. Pembenahan-pembenahan pelayanan di RSUD Sungai Dareh sangat diperlukan, karena dari dulu sampai sekarang tidak banyak perubahan yang terlihat dan dirasakan, seperti pelayanan yang buruk diberikan oleh petugas RSUD serta fasilitas yang sudah banyak tidak layak lagi. Begitu pula tokoh adat Dharmasraya M. Sayuti Dt. Rajo Pangulu mengatakan, pada umur 9 tahun, Dharmasraya diibaratkan pendidikan sudah duduk dibangku kelas tiga SD, anak sebesar itu perlu perhatian yang prima dari orang tua, baik itu perhatian pakaian maupun makanan dan yang lebih penting adalah rasa menyayangi salin membutuhkan dan saling membantu. Artinya antara pemimpin dan yang dipimpin harus saling tau merasa dan yang dipimpin harus saling tau merasa dan bukan saling merasa tau. Dharmasraya, kata Ketua LKAAM Sumbar ini, harus dijaga dan dibela bersama menuju masa depan yang sejahtera dan semoga semua harapan itu dapat dicapai bersama sesuai dengan harapan masyarakat Dharmasraya umumnya. Bupati Dharmasraya H. Adi Gunawan menyebutkan, bahwa banyak prestasi serta peningkatan yang sudah dilakukan oleh pemerintah bersama DPRD, seperti menjadi kabupaten pemekaran terbaik seluruh Indonesia pada tahun lalau berdasarkan evaluasi daerah pemekaran. Begitu pula peningkatan angka dalam APBD, yang mana pada awal berdirinya Kabupaten Dharmasraya berdasarkan UU No.38 tahun 2003, hanya berjumlah Rp110 milyar, tetapi tahun 2013 ini sudah disyahkan APBD Dharmasraya sebesar Rp633 milyar yang diketuk palu pada 12-12-2012 lalu. Yang mana anggaran untuk pendidikan naik sebesar 9 persen atau Rp15 milyar dari anggaran tahun lalu, anggaran kesehatan naik 9,7 persen, anggaran PU sebesar 155,2 milyar atau naik sebesar 46,2 persen. Gubernur Sumbar dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan, H. Febri Erizon yang juga mantan Sekda Dharmasraya tersebut mengatakan, supaya pemerintah jangan terlena dengan berbagai prestasi yang sudah dicapai. Berbagai peningkatan perlu dilakukan lagi, karena begitu ketatnya ersaingan baik didalam provinsi maupun luar provinsi dan bahkan secara Internasional. Saat ini Kabupaten Dharmasraya sudah memberikan berbagai efek perekonomian.***

KETUA DPRD Dharmasraya H. Rudy Hartono saat memimpin Rapat Paripurna DPRD dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Dharmasraya ke-9.

Anggota DPRD Dharmasraya mengikuti Rapat Paripurna DPRD dalam rangka HUT Kabupaten Dharmasraya ke-9 di Gedung Auditorium Dharmasraya, Senin 7 Januari 2013.

ISTERI anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya, juga mengikuti Rapat Paripurna DPRD Dharmasraya.

ANGGOTA DPRD Dharmasraya mengikuti Rapat Paripurna DPRD dalam rangka HUT Kabupaten Dharmasraya ke9 di Gedung Auditorium Dharmasraya, Senin 7 Januari 2013.

KETUA DPRD Dharmasraya H. Rudi Hartono dan Wakil Ketua Rahmanizar, meninjau stand pameran batu akik atau batu lumuik Batanghari pada stand pameran di halaman Kantor Bupati .

JAJARAN pemprov Sumbar, Ketua DPRD Dharmasraya H. Rudy Hartono serta undangan lainnya disuguhkan sirih carano ketika tiba di gedung Auditorium Dharmasraya, dalam rangka Rapat Paripurna DPRD HUT Kabupaten Dharmasraya ke-9. >> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman :Jefli


SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

9

CAMPAK DI LAMBUNG BUKIK TERATASI

Penyakit ISPA Serang Masyarakat PADANG, HALUAN — Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, sangat berpotensi berkembangnya penyakit penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Penyakit ini menyerang salah satu bagian atau lebih saluran napas. Dan yang paling menakutkan, ISPA merupakan salah satu penyakit pembunuh anak usia di bawah lima tahun. “Hal ini terkonfirmasi dari hasil laporan dari puskesmas yang ada di kota Padang, bahwa yang datang berobat kebanyakan adalah mereka yang terserang penyakit ISPA. Ekstremnya cuaca, dimana pada siang hari panas terik dan pada malam harinya hujan membuat potensi penyakit ini lebih mendominasi menyerang kepada

masyarakat.” Kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Frisdawati Boer. ISPA lanjutnya, bisa menyerang semua kelompok umur karena faktor polusi udara dalam ruangan, polusi luar ruangan, peningkatan suhu bumi dan kelembaban. Penyakit ini ditandai dengan batukbatuk, kesulitan bernapas yang berujung pada kematian. “ISPA itu bahaya apalagi kalau sudah pneumonia sangat sulit ditolong. Masalahnya penyakit ini sering tidak dianggap serius dan cenderung diabaikan masyarakat,” kata-

nya disela-sela melakukan peninjauan lokasi pembangunan gedung DKK di Aia Pacah. Pada anak, penyakit ini sangatlah rentan apalagi dengan perubahan iklim yang terjadi. ISPA akan menyerang anak pada bagian alvioli mengakibatkan mereka panas tinggi, batuk-batuk, dan sulit bernapas. Menurut Subuh, penyakit ini akan terus menjadi tren sampai 30 tahun ke depan. “Jangan sampai penyakit ini diabaikan. Masyarakat perlu melakukan pencegahan dengan berprilaku hidup bersih dan sehat, menjaga lingkungan,

>> Editor : Devi Diany

melindungi diri, dan jangan pernah menggangap enteng penyakit ini,” kata Frisdawati. Campak Teratasi Penyakit campak merupakan penyakit yang dapat menular dan mematikan. Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh yang sebelumnya ditetapkan bestatus Keadaan Luar Biasa (KLB) Campak pada Jumat (28/12) lalu, saat ini telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Frisdawati Boer, kasus campak di Lambung Bukik sudah mulai menurun. Namun terakhir, pihaknya mendapatkan kabar bahwa di Lubuk Kilangan terdapat satu orang terjangkit penyakit ini. Bagi mereka yang terkena penyakit campak ini, tubuhnya menjadi lumpuh layu dan dapat mengakibatkan kematian. Menurut dia, penyakit campak mudah menyerang anak-anak. Bila anak terjangkit virus campak, yang diserang adalah sistem kekebalan tubuhnya. (h/cw-dra)

>> Penata Halaman : Syahrizal


10 PADANG

SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

KAMPUNG SUNGAI BALIK YANG TERISOLIR

Masyarakat Merasa Dianaktirikan PADANG, HALUAN — Kampung-kampung tertinggal dan gelap gulita di saat malam, agaknya masih banyak ditemukan di Kota Padang. Bila sebelumnya ada Perkampungan Sungkai di Lambung Bukik, maka kini nasib yang sama juga dialami masyarakat RT 03 RW 02 Sungai Balik, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.

AKSES JALAN — Inilah kondisi jalan di perkampungan sawah balik, masih berupa jalan tanah yang becek. listrik tidak pula ada. PARWIS

2013, Segerakan Tender Proyek PADANG, HALUAN—Pengusaha di Kota Padang mengeluhkan lambannya pelaksanaan proyek di lingkungan Pemko Padang pada tahun anggaran 2012 lalu. Untuk itu, pada tahun anggaran 2013, diharapkan Pemko Padang dapat memulai kegiatan kePU-an dan pengadaan barang dan jasa pada awal tahun. Ketua BPC Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Padang, Yendril kepada Haluan Senin (7/1) mengatakan, selama ini Pemko Padang kerap melakukan tender dan pengerjaan proyek pada akhir tahun anggaran. Padahal, praktek seperti itu tidak baik dan berpengaruh pada kinerja pemerintah . Sebab proyek akan dikerjakan dengan tergesa-gesa dan hasilnya biasanya tidak sempurna.

NasDem Salurkan Beasiswa PADANG, HALUAN—Ketua Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kota Padang, H Amril Jilha bersama Bakal Caleg (Bacaleg) Partai Nasdem Padang Deni Setiadi, menyerahkan beasiswa sebesar Rp304,5 juta kepada 60 mahasiswa STIH Padang yang berasal dari masyarakat kurang mampu. Penyerahan bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Yayasan STIH Padang, Davip Maldian di Kantor NasDem Kota Padang, Jalan Bunda, Senin (7/1). Dalam kesempatan itu, Ketua DPD Partai NasDem Kota Padang H Amril Jilha MH mengatakan, program beasiswa itu merupakan terobosan baru yang dilaksanakan DPD NasDem Kota Padang, untuk menunjang program GEN (Gerakan Ekspansi Nasdem) 100.000 Kota Padang sukses. “Kegiatan yang dilakukan ini merupakan salah satu bentuk aksi nyata dari para bakal calon anggota DPRD di tengah-tengah masyarakat. Kegiatan nyata, harus dilakukan oleh para bakal calon legislatif untuk mendapatkan dukungan masyarakat. Tujuannya hanya satu, yaitu NasDem bisa diterima oleh masyarakat luas,” ujarnya. Dikatakan, sebelum kegiatan itu Partai NasDem juga telah meluncurkan program pemberian santunan Rp1 juta kepada kader NasDem yang meninggal dunia dan membuat program zakat untuk kader NaDem yang kurang mampu. Sementara itu Ketua Yayasan STIH/STISIP dan ABA Alaska, Davip Maldian mengaku terharu, dengan program pemberian beasiswa yang digagas partai tersebut. Ia juga berjanji akan memberikan dukungan terhadap NasDem untu terus berkiprah dalam kancah politik Indonesia. (h/cw-wis)

KETUA DPD Partai NasDem Kota Padang Amril Jilha didampingi Deni Setiadi dan Sekretaris Syamsurizal, menyerahkan beasiswa Rp304,5 juta kepada Ketua YPKMI Davip Maldian, Senin (7/1). PARWIS

“Jika proses pengadaan barang dan jasa dilakukan di awal tahun, maka pelaku jasa konstruksi memiliki waktu yang panjang untuk melaksanakannya. Bahkan, hasilnya bisa lebih maksimal, dan memuaskan,” Yendril yang juga Anggota Komisi III DPRD Kota Padang ini. Yang terjadi pada akhir 2012 lalu adalah, terjadi kejar target penyelesaian proyek, baik dari pelaksanaan tender hingga pengerjaannya. Dengan waktu yang mepet, maka para terpaksa pekerja bekerja siang dan malam hingga pagi hari. Praktek seperti ini bakal menimbulkan biaya tinggi. Akibatnya, pengusaha mengalami kerugian,” kata Ketua DPC Hanura Padang ini. Menurutnya, dikebutnya pekerjaan juga membuat biaya upah tidak

sesuai dengan analisa, dan perhitungan awal. Untuk itu, pihaknya minta agar Pemko Padang dan seluruh stakeholder terkait, agar mengoreksi angka-angka proyek dari hasil perencanaan dan perhitungan konsultan. Dikatakannya, dari laporan anggota Gapensi yang bekerja di akhir tahun disebutkan bahwa volume perencanaan berbeda dengan pelaksanaan. Karena volume yang ada di gambar proyek, setelah diteliti tak sesuai dengan pelaksanaan. Karena sistem proyek dalam bentuk lumpsum, bukan unit pres. “Itulah akibatnya kalau kontrak lumpsum. Kalau bisa, setiap pekerjaan bangunan gedung, ke depan harus dalam bentuk unit pres. Apapun kesalahan konsultan bisa

tertutupi oleh kontrak dan tidak ada yang dirugikan,” katanya. Sementara Kepala Bagian Pembangunan Pemko Padang Afrizal BR mengatakan, meski APBD 2013 sudah disahkan, namun proses tender masih belum bisa dikerjakan. Karena, menunggu petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak), terutama dana alokasi khusus (DAK) di Dinas Pendidikan. “Banyak juga yang belum bisa dilakukan, karena perencanaan proyek belum diselesaikan. Karena, sebagian besar proyek baru timbul di tahun terakhir bukan direncanakan jauh-jauh hari. Jadi, saat APBD 2013 disahkan, perencanaan proyek belum tuntas,” kata Afrizal yang juga Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Padang ini. (h/ade)

LANJUTAN PEMBANGUNAN PASAR RAYA

Walikota Cari Dana ke BNPB PADANG, HALUAN— Walikota Padang Fauzi Bahar mengatakan, akan berangkat ke BNPB di Jakarta hari ini (kemarin-red) untuk menindaklanjuti usulan l permohonan dana untuk kelanjutan pembangunan Pasar Raya ke BNPB. “Hari ini saya ke Jakarta dan besok saya akan mencoba mendiskusikan secara empat mata dengan Kepala BNPB. Kita akan kita ajukan lagi ke pemerintah pusat sebesar Rp137 miliar untuk kelanjutan pembangunan Pasar Impres

tersebut,” katanya. Lebih lanjut ia mengatakan, apapun akan dilakukannya untuk para pedagang. Bahkan apabila harus dipanggil ke Komnas HAM, akan dipenuhinya. Meski para pedagang menganggap Walikota lamban untuk bertindak dan mendapatkan dana untuk pembangunan Pasar Raya Padang. “Saya bangun pasar darurat, semuanya adalah untuk para pedagang. Tidak ada pekerjaan yang saya kerjakan untuk kepentingan pribadi. Pasar darurat di

bangun agar pedagang bisa tetap terus mencari makan. Namun entah kenapa, mereka bukan mengadu kepada saya, padahal untuk permasalahan pasar, saya ayahnya, mengadulah kepada saya,” tutupnya. Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Pasar Pa-dang Tasril Tasar mengakui pembangunan Pasar Raya Padang tahun 2013 belum ada ke-pastian karena tidak ada dana. “Baru pengajuan proposal ke Badan Nasional Pe-nang-gu-lang-an Bencana (BNPB) yang bisa kita upayakan,” ujarnya. (h/cw-dra)

Profil Kelurahan Anduring PLT LURAH ANDURING YUNASRI

Kriteria Miskin Tak Jelas PADANG, HALUAN — Sampai saat ini, banyak sekali programprogram kelurahan yang sedang berjalan. Baik program konversi minyak tanah ke gas (LPG), program Jamkesmas dari pemerintahan pusat, program Jamkesda dari pemerintahan provinsi, bantuan gempa tahap III dan IV sampai pembagian beras raskin untuk keluarga miskin. Namun Yunasri, Plt Lurah Anduring, Kecamatan Kuranji mengaku, masih bingung dengan penetapan masyarakat yang disebut miskin itu. Kalau di BKKBN, ada kriteria sejahtera satu, sejahtera dua, dan sejahtera tiga. Banyak diantara masyarakat yang mengaku miskin agar mendapatkan program pemerintah. “Hal ini terlihat ketika seorang ibu rumah tangga yang mengaku miskin padahal suaminya adalah pensiun PNS. Ada juga PNS, namun tetap ingin mengajukan keluarganya untuk masuk data Jamkesda ataupun Jamkesmas. Tetapi hal tersebut telah kita beri pemahaman kepada masyarakat

KANTOR Lurah Anduring, Kecamatan Kuranji, Padang. karena sudah punya kartu Askes bagi yang PNS,” kata Yunasri. Pada hari ini Senin (7/1), masih banyak warga yang menuntut untuk dimasukkan sebagai penerima manfaat program Jamkesda dan Jamkesmas. Pada tataran luar, pihaknya kewalahan mencari kriteria masyarakat miskin versi pemerintah. Padahal pernah ada bantuan taktis dari DPRD untuk orang miskin. Namun mayoritas beberapa warga menyebut dirinya miskin, hal ini membuat kami harus teliti terhadap orang yang mengaku status miskin.

Warga Sarang Gagak, Kelurahan Anduring, Suwita (27 tahun) menyebutkan, sebenarnya pemerintah Kota Padang telah menempelkan poster Rumah Tangga Miskin (RTM) di setiap rumah mereka sejak 2009 lalu. Dahulu penempelan poster itu untuk memastikan rumah tangga miskin, namun saat ini telah dicabut dan tidak ada lagi poster rumah tangga miskin tersebut. Seharusnya warga harus menyadari yang mendapatkan poster tempelan tersebutlah orang yang memenuhi standar kriteria miskin versi pemerintah tentunya. (h/cw-lex)

Sudah 50 tahun Kampung Sungai Balik berdiri. Namun daerah ini tak mendapat kue pembangunan. Hal itu terlihat pada akses jalan menuju ke perkampungan ini yang sangat terjal. Badan jalan masih berupa tanah liat yang dilapisi dengan batu-batu tajam dan kerikil. Masyarakat pun sangat akrab dengan lampu minyak, karena tidak ada aliran listrik ke kampung ini. Yang paling parah lagi, apabila persediaan minyak tanah habis, warga terpaksa membuat obor untuk penerangan bila tak ingin bergelap-gelap. Salah seorang warga Sungai Balik, Hendra (36) mengatakan, sebagai salah satu wilayah yang terletak di Kota Padang, perkampungan Sungai Balik seharusnya mendapatkan pembangunan sarana dan prasarana yang sama dengan daerah lainnya. Namun, sampai saat ini, pembangunan itu tidak pernah dirasakan oleh masyarakat. “Sebagai Warga Kota Padang, kami merasa seperti dianaktirikan oleh pemerintah. Kenapa tidak, kami yang tinggal daerah ini, merasa terbaikan. Padahal, kami juga berhak mendapatkan kehidupan yang layak seperti masyarakat lainnya,” ujarnya. Begitu juga dengan paparan Ketua RT 03 RW 02 Herman. Ia mengatakan, Walikota Padang terpilih Fauzi Bahar pernah berjanji untuk melakukan pembangunan, apabila dirinya mendapatkan suara dominan di daerah Sungai balik. Namun, sampai saat ini janji itu tidak pernah terlaksana. “Janji tinggal janji, kami hanya korban permainan politik para penguasa semata. Kami juga manusia yang punya hati, dan tidak mau di bohongi seperti ini,” ungkapnya. Dikatakan, apabila Walikota Padang Fauzi Bahar,

tidak juga memenuhi janjinya tersebut. Warga Sungai Balik, akan melakukan aksi di depan kediaman Walikota tersebut. “Kami akan menunggu janji itu sampai pertengahan tahun ini, apabila tidak juga ada respon, kami akan melakukan demo untuk menuntut hak kami itu,” tegasnya. Sementara itu, Lurah Balai Gadang Zulfahmi mengaku wilayah Sungai Balik sangat jauh berbeda dengan wilayah lainnya. Karena, pembangunan yang dilakukan pemerintah pada daerah itu, sangat minim sekali. Dengan keadaan itu, hampir setiap tahun pihak kelurahan terus membuat permohonan kepada pemirintah untuk mengalokasikan dana pembangunan. “Saya sebagai Lurah, telah berupaya membuat permohonan untuk memasukkan listrik dan pengasapalan jalan sepanjang 4,5 kilometer untuk daerah Sungai Balik. Namun, entah kenapa, pembangunan itu belum juga tampak sampai sekarang,” katanya. Dilain tempat, Staf PLN Wilayah Sumbar Lisdes Azri Kardizal mengatakan, sampai saat ini PLN belum mengatahui kondisi tersebut. Karena, laporan masyarakat tentang wilayah Sungai Balik itu, belum pernah masuk ke PLN. “Kami belum mengetahui keadaan wilayah itu. Kalau seandainya ada laporan dari masyarakat, kami akan langsung melakukan pengecekan. Karena, kalau benar wilayah itu adalah wilayah tertinggal, seharusnya program lisdes yang dibuat oleh PLN seharusnya ada pada daerah itu,” tukasnya. Warga berharap pemerintah segera memberikan bantuan untuk perbaikan desa Sungai Balik. Karena tanpa arus listrik, dan kondisi jalan yang baik, warga tidak bisa beraktifitas sebagaimana mestinya. (h/cw-wis)

Gedung DKK Segera Dibangun PADANG, HALUAN — Areal Terminal Aia Pacah Kecamatan Koto Tangah yang direncanakan sebagai kawasan pemerintahan, akan segera terwujud. Hal ini ditandai dengan perencanaan pembangunan gedung Kantor Pelayanan Dinas Kesehatan Kota Padang (DKK) di daerah ini. Gedung yang akan dikerjakan PT.Waskita Karya ini diperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp13 miliar dari APBN. Walikota Padang, Fauzi Bahar mengatakan, pembangunan DKK ini akan dilaksanakan secepatnya. Pembangunan gedung ini sangat penting sekali untuk menambah fasilitas pendukung bagi warga kota Padang. “Gedung ini merupakan pusat pelayanan kesehatan masyarakat dan merupakan salah satu sarana vital. Dana APBN telah ada begitu juga dengan arealnya. Tempat ini sangat strategis, karna ke depannya akan menjadi pusat pemerintahan Kota Padang,” kata Fauzi kepada wartawan saat meninjau lokasi pembangunan DKK, Senin (7/1). Pihaknya mentargetkan gedung ini akan selesai dalam waktu sepuluh bulan. Sebelum pembangunan dilakukan, kawasan terminal ini akan dirapikan dulu. Untuk pepohonan, ada yang bisa dipertahankan ada juga yang tidak. Walikota mengharapkan, pembangunan dapat berjalan lancar dan tepat waktu. Pasalnya, semenjak gempa 2009 lalu, hampir semua kantor pemerintahan rusak. Bahkan ada yang menempati kantor sementara dan terpencarpencar. Begitu juga halnya dengan Kantor DKK yang sebelumnya menempati Pukesmas Dadok Tunggul Hitam. Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Frisdawati Aboer mengatakan, gedung kantor yang dibangun terdiri dari dua lantai di atas tanah seluas 6.000 meter dan telah mulai dikerjakan sejak 10 Desember lalu. Ketinggiannya dari permukaan jalan mencapai 1,5 meter. “Lokasi ini rawan banjir. Sehingga bangunan harus lebih tinggi dari muka jalan sekitar 1,5 meter,” jelasnya. Gedung sementara di Tunggul Hitam, nantinya akan digunakan sebagai Puskesmas Pembantu (Pustu). Untuk peralatan, ia mengatakan belum akan menambah peralatan. Saat ini perencanaan pembangunan hanya diproyeksikan untuk gedung kantor. Dalam peninjauan itu, Walikota didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Frisdawati Abur, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Hermen Peri, Kepala Bappeda, Hervan Bahar dan Kepala Bagian Humas Suardi. (h/ cw-dra) >> Editor : Devi Diany

>> Penata Halaman: Syahrizal


DARI NAGARI KE NAGARI 11

SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

LINGKAR

Wagub Kagumi Bandara Pusako Anak Nagari PASBAR, HALUAN — Usai menghadiri rapat paripurna dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Pasaman Barat ke-9, Senin (7/ 1), Wakil Gubernur Sumatera Barat, Muslim Kasim meninjau Bandara Pusako Anak Nagari yang terletak di Halaban, Nagari Kapa Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Dalam kunjungan itu Wagub memuji kesigapan Pemda Pasbar dalam menyelesaikan pembangunan bandara itu dan akan segera beroperasi pula di tahun ini. Kepada wartawan di lokasi bandara ia sampaikan, jika bandara Pusako Anak Nagari ini selesai makanya Pasbarlah satu-satunya daerah di Sumbar yang mempunyai bandara. Dengan demikian bertambah satu point untuk daerah ini dalam melakukan percepatan pembangunan, sesuai dengan kemajuan zaman saat ini. Disamping itu ia katakan, keberadaan bandara juga akan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat Pasbar yang lebih signifikan. Banyak keuntungan yang akan didapatkan daerah. Ia juga mengatakan hal ini sebagai bukti nyata perhatian Pemda Pasbar atas berbagai aspek kehidupan masyarakat dan perkembangan Pasbar.”Keberadaan Bandara dinilai sangat efektif untuk perkembangan suatu daerah, dan pemerintah pusat sangat memperhatikannya. Apalagi setelah mempelajari perkembangan daerah yang semakin hari semakin terlihat kemajuannya. Seiring dengan berbagai potensi yang ada di daerah Pasbar,” katanya. Bupati Pasbar, H. Baharuddin R mengatakan, Pemda Pasbar memastikan tahun ini Bandara Pusako Anak Nagari mulai beroperasi. Saat ini tengah dilakukan percepatan pembangunan fasilitas bandara, juga sudah dilakukan pengaspalan landasan bandara tahun 2012 lalu. Sementara untuk tahun 2013, Pemerintah Pusat juga manyalurkan bantuan untuk bandara sekitar Rp 7 miliar. Gunanya pembangunan perpanjangan runway, hingga 1000 meter. “Atas dukungan semua pihak kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih, dan mohon doa restunya, tahun ini bandara kita mulai beroperasi,” kata Bupati. Ia katakan, pembangunan dan beroperasinya bandara itu dapat dipastikan perkembangan daerah akan semakin terlihat nantinya, sebab perkembangan informasi dan transportasi semakin cepat, investor senang melihat berbagai potensi daerah. Semua itu tentu akan sangat menguntungkan buat masyarakat dan dan pemerintah daerah. Diakuinya, pembangunan Bandara tidak semudah membangun terminal bus, semua tahapan pembangunannya punya standar yang jelas dari Kementerian, sehingga penggunanya aman, tentram dan benar-benar menikmati penerbangan tersebut, baik dari masyarakat maupun investor dan para pejaban daerah dan negara. Namun Bahar mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Perhubungan RI dan Dinas Perhubungan Sumatera Barat yang terus menyokong dan mendukung sehingga terlaksananya pembangunan bandara dan izin-izin pendirian bandara yang selesai dengan cepat. “Izin bandara Pasbarlah yang tercepat pengurusan izinnya, sesuai dengan peraturan dan undang-undag yang berlaku,” tukasnya. (h/dka)

TERIMA BUKU — Bupati Pasbar H Baharuddin R (kanan), Wakil Bupati Syahrul Dt. Marajo (dua dari kiri) foto bersama usai menerima buku dari Wagub Sumbar Muslim Kasim. ANDIKA

BUPATI H BAHARUDDIN R

Program Rp1 Miliar per Nagari Berlanjut PASBAR, HALUAN — Pola pemerintahan “kembali ka nagari” benar-benar terlihat dan dirasakan di kabupaten Pasbar. Buktinya banyak trobosantrobosan di daerah, yang notabene membuat pemerintah nagari terlihat hidup. Salah satu program yang telah bergulir anggaran Rp1 miliar setiap nagari masih terus berlanjuta tahun ini. Sesuai komitmen Bupati Pasbar, H.

Baharuddin R, anggaran Rp1 miliar pernagari akan terus berlanjut paling tidak hingga masa jabatannya sebagai bupati habis. “Pemerintahan nagari di Pasbar harus lebih hidup dan berkembang, dengan dana yang Rp1 miliar setiap nagari diharapkan dapat menyikapi aspirasi masyarakat. Dan dapat pula digunakan sebagai langkah pembinaan untuk seluruh organisasi pada 19 nagari di Pasbar. Silakan perangkat nagari melihat lebih dekat ke tengah-tengah masyarakat, apa yang dibuthkan warganya,” sebut Bupati H

Baharuddin R kemarin. Disampaikan Bupati, dana yang Rp1miliar tersebut dikelola oleh setiap nagari, yang pengelolaannya menampung berbagai kebutuhan masyarakat. Apakah yang berkaitan dengan fisik, seperti pembangunan akses jalan usaha tani, perkampungan adan keperluan lainnya. Yang jelas dimata warga dan pemerintah nagari sangat dibutuhkan. Begitu juga halnya dengan kebutuhan non fisik, seperti pembinaan koperasi, serta pemberdayaan lembaga-lembaga yang ada pada suatu nagari, termasuk

didalamnya pemberdayaan Da’i nagari, berbagai karang taruna, PKK, KAN, LPMN, dan lainnya. Dalam penggunaan anggaran Rp1 miliar setiap nagari di Pasbar, lanjutnya, pihak nagari lebih komunikatif dengan perangkatnya, terutama pada sekretaris nagari yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sehingga penggunaan anggaran tersebut seluruhnya dapat dipertanggung jawabkan secara administrasi, sesuai kenyataan di lapangan. “Yang jelas proyeksi dana Rp1miliar setiap nagari di Pasbar

DIHARAPKAN DUKUNGAN PEMERINTAH PUSAT

Pembangunan Rel KA Simpang Ampek-Aia Bangih PASBAR, HALUAN — Sesuai Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), sudah direncanakan membangun rel kerata api dari Padang sampai ke Natal, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) oleh pusat. Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat akan meminta kepada pemerintah untuk mendahulukan pembangunan rel kereta api dari Simpang Ampek hingga Aia Bangih sepanjang 109 km. Tujuannya sebagai penunjang Pelabuhan Teluk Tapang yang saat ini pembangunannya

SELURUH ninik mamak bundo kanduang sePasaman Barat hadir pada HUT Pasbar kemarin. ANDIKA

hampir rampung. Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Yulrizal Baharin kepada Haluan kemarin saat bincang-bincang di Simpang Ampek. Katanya, dengan beroperasinya nanti kereta api di Pasbar akan semakin memudahkan transportasi pengangkutan hasil produksi Pasbar seperti sektor perkebunan dan pertambangan yang akan di ekspor melalui pelabuhan Teluk Tapang. “Sangat memungkinkan potensi kereta api di Pasbar, mengingat akan sege-

ra beroperasinya Pelabuhan Teluk Tapang, sehingga akan memudahkan dalam pengangkutan hasil perkebunan dan pertambangan. Lagipula dalam MP3EI pembangunan rel kereta api dari Padang melintasi Pasbar hingga ke Natal, Sumut sudah dibuat pemerintah pusat,” terangnya. Dilain hal ia katakan, dalam rangka mendukung operasional keretaapi serta produksi hilir dan pertambangan dibidang energi Pasbar juga memiliki potensi energi hingga 60 ribu mega watt yang ada di Kecamatan Gunung Tuleh

dan Kecamatan Talamau. Untuk mendungkung itu semua Bupati Pasbar telah mengeluarkan izin vesibiliti study yang mengarah pada rencana kontruksi pembangunan sumber energi tersebut.”Pembangunan power plan energy ini disokong oleh dunia berupa grend energi project,” imbuhnya. Ia katakan, pasokan power plan inilah yang akan menggerakkan industry perkebunan dan pertambangan sesuai potensi yang terkandung didalam perut bumi Pasbar. Jika sumber energy tersebut siap, rel kereta api pun selesai,

bukan tidak mungkin Pasbar akan menjadi kawasan sentra perkebunan, pertambangan dan industri yang sangat hebat di Sumbar.”Yang kalau saya ungkapkan ada potensi besar untuk membangun sebuah pabrik semen di Gunung Tuleh,” papar Sekda. Kendati demikian, lebih lanjut ia sampaikan, untuk mendukung hal itu semua, mesti didukung persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bentuk soft skill dan hard skill. Baik dilingkungan birokrasi pemerintah daerah maupun ditengah-tengah masyarakat. “Kemampuan untuk berfikir secara konstruktif dan manajerial pemerintah yang baik,” sambungnya. Untuk itulah, sejak dari sekarang diharapkan seluruh elemen masyarakat bersiap untuk menyongsong harapan bersama itu. Pemerintah pusat sudah memberikan sinyal positif akan membangun Pasbar. Dengan telah dimasukkannya pada MP3EI, sudah bisa dipastikan pembangunan-pembangunan tersebut akan terjadi. Bupati Pasbar katanya juga sangat getol memperjuangkan untuk pembangunan di daerah Pasbar. Bukan tidak mungkin pula kata Sekda, harapan besar untuk pembangunan Pasaman Barat yang maju, menjadi penyangga di Pulau Sumatera. (h/dka)

tidak akan salah sasaran, dan administrasinya tidak akan kacau balau, karena selalu dapat bimbingan dan arahan dari Bagian Pemerintahan Nagari, Setda pasbar, serta dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB),”katanya. Hanya saja, supaya penggunaan anggaran Rp1miliar semakin tepat sasaran dan tepat guna buat kepentingan masyarakat, sesuai dengan program yang telah ditetapkan. Diharapkan kepada perangkat nagari lebih maksimal berkomunikasi dengan masyarakat setempat. (h/dka)

WAGUB SUMBAR AKUI

Jagung Pasbar Lebih Unggul PASBAR, HALUAN — Wakil Gubernur Sumatera Barat, Muslim Kasim mengakui produksi jagung Kabupaten Pasaman Barat lebih unggul dari pada jagung Gorontal, baik secara kualitas maupun kuantitas. Sumatera Barat selalu membanggakan Jagung Pasbar sebagai varietas unggulan Sumatera Barat. Hal tersebut disampaikan wakil Gubernur Sumbar saat bincang-bincang bersama Bupati Pasbar, H. Baharuddin R dan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Pasbar, Johnniwar di rumah dinas bupati setempat. Dengan demikian, perkembangan dan upaya peningkatan hasil serta menjaga kualitas agar lebih baik lagi didukung oleh pemerintah provinsi. Pemprov akan mendukung setiap upaya yang dilakukan Pemda Pasbar dalam rangka mengembangkan jagung. Pemprov juga akan menyokong petani jagung Pasbar melalui bantuan-bantuan yang nantinya akan diberikan provinsi. Sementara itu secara terpisah, Kadis Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Pasbar, Johnniwar mengatakan, tahun ini akan memprioritaskan peningkatan intensifikasi pertanian. Terutama jagung, dari sekitar 68 persen yang Pasbar sumbangkan untuk produksi jagung se-Sumbar akan terus diupayakan peningkatannya. Tahun ini, akan ada penambahan lahan jagung dari lahan peremajaan sawit. Disamping itu sudah dibangun kawasan model jagung Pasbar akhir tahun 2012 lalu. “Pada lahan model jagung itu akan ditanami secara terus menerus komoditi jagung, bisa juga sebagai tempat penelitin atau study,” terangya. Kegiatan pengembangn model jagung seluas 160 hektare dengan lokasi di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Pasaman, Kinali dan Luhak Nan Duo akan menambah peningkatan hasil produksi jagung. Juga akan menambah kebutuhan bibit dan pupuk. “Dengan demikian juga akan sangat menguntungkan pada sektor perdagangan,” tukasnya. (h/dka) >> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Syahrizal


12 PAYAKUMBUH DAN LIMAPULUH KOTA BOTIAH

KADIS PENDIDIKAN LIMAPULUH KOTA

Mutu Pendidikan Terus Ditingkatkan TANJUNG PATI, HALUAN — Tahun 2012 sempat gagal tender pengadaan dan peningkatan mutu pendidikan. Namun yang dirasakan kita rugi tidak bisanya kita melakukan pengadaan buku bacaan bagi para siswa, bahkan murid SD tidak terlayani kebutuhanya. “Memang kita merasa pilu gagalnya tender saat itu, padahal ruang pustaka sudah menunggu dan ribuan murid butuh buku. Alhamdulillah dalam anggaran 2013 ini kita kebagian Dana Alokasi Khusus (DAK), sebesar Rp14 Miliar lagi,” kata D. Masril, MPd Kabid TK SD Dinas Pendidikan Limapuluh Kota, Jum’at sore) diruang kerjanya. Dana tersebut, kata Masril, akan direalisir untuk rehabilitasi bangunan sekolah 80 persen, dan sebesar 20 persen lain akan dimanfaaatkan untuk peningkatan mutu melalui pengadaan buku – buku pustaka. Untuk mendapatkan DAK, kita menyiapkan dana pendamping 10 persen dari APBD merupakan hal melegakan. “Mudah – mudahan realisasi DAK 2013 berjalan baik dan lancar,” ujarnya. Dengan banyak membaca serta diiringi kemampuan menulis, siswa kita akan semakin bisa mengembangkan diri. Berbagai kegiatan dikuti kelomba tingkat Sumbar, peringkat I,II, dan III tetap bisa kita raih salahsatunya. Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Limapuluh Kota H. Desri,MPd , berharap potensi siswa yang ada selalu dapat dikembangkan. Untuk meningkatkan kualitas siswa memang selain modal kemauan , kuriositi (rasa ingin tahu),sarana praserana baik ruang belajar serta buku dan alat belajar , sangat menentukan, ujarnya. (h/snt)

Meriah, Pesta Perkawinan Anak Wawako PAYAKUMBUH, HALUAN — Pesta perkawinan anak dari Wawako Payakumbuh Drs. Suwandel Muchtar, MM, yakni Martha dan Sandra dirumah Dinas Jalan Pahlawan Payakumbuh Minggu ( 6/1 ) berlangsung ramai dan meriah. Ditengah para undangan berdatangan, walikota Payakumbuh Riza Falepi,ST, MT, Bupati Limapuluh Kota Dr.Alis Marajo, mantan wabub kabupaten Limapuluh Kota serta undangan lainnya juga ikut menyumbangkan suara dari pentas yang ada ditenda pesta tersebut. Para undangan yang berdatangan dari berbagai kota Sumatera Barat dan Riau, termasuk Almaisar Salah seorang calon wali kota Payakumbuh yang berkompetensi bersama Riza Falepi – Suwandel Mucthar, tampak cukup terhibur dan senang dalam menghadiri pesta anak dari wakil waikota Payakumbuh ini. Diselang – seling kegiatan para undangan menyumbangkan suara dengan iringan Band Dinas Parawisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh ini, para undangan juga sempat diabadikan fotografer serta cameraman video. Drs.Suwandel Muchtar,MM didampingi Sekda Irwandi ,SH Dt. Batujuah, Ir.Mediar Indra Staf ahli, Muswendry Evites kepala Dinas PU bersama panitia lainnya, tampak cukup sibuk juga menyambut kedatangan tamu. Sebelum digelar pesta dirumah dinas, minggu lalu sudah digelar juga pesta di Padang, ya agar kawan – kawan sibuk dan tak bisa hadir di Payakumbuh, selesai pula di Padang kata Wandel panggilan akrab Suwandel Muchtar putera Koto Nan Ampek ini puas dan lega. (h/snt)

Pramuka Solusi Terbaik Bina Etika dan Karakter KOTO BARU, HALUAN — Kegiatan Kepramukaan merupakan salah satu solusi terbaik untuk pembinaan etika dan karakter para generasi muda, terutama kalangan pelajar mulai SD,SMP,SLTP serta SMA dan SMK. Pramuka memupuk kedisiplinan, kebersamaan, dan ketaqwaan.

APEL — Setelah melakukan apel pagi, Wako Riza Falepi bersalaman dengan seluruh pegawai. HUMAS

Pasar Ibuh, Tradisional Berpola Modern PAYAKUMBUH, HALUAN — Pasar Ibuh, merupakan satusatunya pasar tradisional yang terletak di kota Payakumbuh serta selalu diramaikan dengan aktifitas jual beli itu , mulai di tahun 2013 ini direncanakan akan meningkatkan pelayanan pasar kepada masyarakat, yakni dengan menambah beberapa fasilitas pasar tersebut. Hal itu diungkapkan kepala bidang pengelolaan pasar kota Payakumbuh, Isman. “Beberapa fasilitas pendukung pasar Ibuh atau pasar sehat itu, mulai tahun ini, pasar Ibuh akan bernuansa ke pasar yang lebih modern. Pihak pemko terus berupaya untuk melengkapi berbagai fasilitas penunjang pasar Ibuh, agar nantinya bisa melayani masyarakat secara maksimal,” ungkap Isman Ia menjelaskan, disamping telah dilengkapi fasilitas pendukung pasar seperti stasiun radio milik

pasar Ibuh sendiri yang dapat dimanfaatkan, baik pedagang atapunpun masyarakat umum untuk mengetahui situasi harga yang berkembang dipasaran. Dan dilengkapi juga areal parkir kendaraan seluas 600 meter persegi yang segera difungsikan. Serta berdirinya sejumalh ruko-ruko bertingkat yang berjejer disudut pasar Ibuh kota Payakumbuh. “Nantinya diharapkan, pasar Ibuh yang terletak sekitar 1 kilometer dari pusat kota Payakumbuh itu, bisa melayani masyarakat serta menjadi sentral perekonomian kota Payakumbuh dan menjadi pusat perpelanjaan untuk keperluan sehari-hari, khususnya masyarakat kota Payakumbuh,” tambahnya. Pasar ibuh yang saat dipisahkan oleh terowongan yang membelah pasar Ibuh 2 bagian, yakni pasar ibuh Barat dan Pasar Ibuh Timur, memilik sekitar 1000 pertokoan dan

kois. Bahkan, penambahan belasan toko telah selesai dibangun dan siap untuk dioperasikan, hendaknya dapat membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Bukan itu saja, pasar Ibuh saat ini diapit oleh pusat olah raga Batang Agam Sport Center dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau taman kota yang berhadapan langsung dengan pasar Ibuh itu, direncanakan dalam tahun 2013 ini akan membangun jembatan penyeberangan untuk memudahkan arus lalu dari pasar Ibuh Timur ke pasar Ibuh Barat yang dilintasi oleh jalan Ahmad Yani. “Pemko juga berencana akan membuat jembatan penyeberangan untuk pejalan kaki seperti kota-kota besar lainnya. Hal tersebut untuk memudahkan penyeberangan masyarakat yang berbelanja dari pasar Ibuh Timur ke Pasar Ibuh Barat,” tambah Isman. (h/ddg)

Korea K Link Gelar Grand BOP PAYAKUMBUH, HALUAN — Korea ( Koordiantor Area ) Kota Payakumbuh dan kabupaten Limapuluh Kota Minggu ( 6/1 ) siang sudh menggelar acara Grand BOP di Hotel Mangkuto Koto Nan Gadang Kota Payakumbuh. Menurul Syahrial pimpinan stokes Jalan Jambu Ibuh Kota Payakumbuh, rangkaian acara grand BOP Minggu siang sekitar jam 14 Wib, menampilkan 2 pembicara yakni DM.Henki Irawan dan putera daerah

sendiri CA.GLC.Juri Waltra yang berasal dari Piobang kecamatan Payakumbuh Kab.Limapuluh Kota. Sebelum digelar Grand BOP, dalam rangka menyambut pergantian tahun baru 2013 , tidak kurang 300 anggota dan simpatisan K Link atau produk obat – obat herbal ini melakukan kemah bersama di bumi perkemahan Bukik Bulek Taram. Jelang jam 00 Wib Selasa 1 Januari 2013 itu, juga digelar acara

serahterima Korea dari Syahrial kepada L.Toni Dt. Majo Ruhun. Pada acara tersebut, juga hadir Korwil Sumbar CA.Burhan Faturrahman, dan DM. Henki dari Pekanbaru Riau. Dari acara perkemahan menyambut tahun baru 2013 dan meninggalkan 2012, anggota Korwil Sumbar serta Korea Payakumbuh juga melakukan evaluasi, untuk peningkatan kinerja dalam tahun baru ini. (h/snt)

Bonus Atlet Berprestasi akan Diberikan PAYAKUMBUH, HALUAN — Paling lambat, dalam bulan Februari 2013, Pemko Payakumbuh akan bayarkan seluruh bonus atlet berprestasi dalam Porprov Sumbar XII/ 2012 lalu. Tapi, jika cabor peraih medali mendesak dibayarkan dalam Januari ini, pihak Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Payakumbuh, siap membayarnya sebagian dalam bulan ini. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Payakumbuh, Drs. Rida Ananda, melontarkan pernyataan itu dalam rapat dengan seluruh

SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

cabor olahraga, kontingen Porprov Payakumbuh, di kantor dinas bersangkutan, Senin (7/ 1). Dalam Porprov Sumbar XII/ 2012 di Kabupaten Limapuluh Kota, Desember lalu, Payakumbuh sukses merebut 22 emas, 30 perak dan 33 purunggu. Dengan perolehan total 85 medali itu, Payakumbuh menempati peringkat 9 dari 19 peserta Porprov Sumbar. Dibanding dengan Porprov X/ 2010, dengan torehan 15 emas, posisi Payakumbuh naik satu anak tangga, dari sebelumnya menempati peringkat 10 dalam klasemen

perolehan medali. Menurut Rida, bonus buat atlet peraih medali, dianggarkan dalam APBD 2012 dan APBD 2013, total Rp700 juta lebih. Kalau dibayarkan, dalam bulan Januari ini, Disparpora baru mampu membayar separo dari jumlah dana tersebut. Tapi, jika atlet dan pengurus cabor mampu menahan diri, hingga sebulan ke depan, pihaknya akan melunasi seluruh bonus, paling lambat Faberuari nanti. Karena, tambahan dana untuk itu sudah tersedia dalam anggaran 2013 ini. “Kita di

pihak pemerintah kota, akan memusyawarahkan persoalan ini dengan pengurus cabor, Senin (7/1). Mana yang terbaik bagi atlet dan cabor bersangkutan, kita ikut saja,” ucap Rida. Kalau atlet mendesak dibayarkan 50% dalam Januari ini, pihaknya siap membayarnya. Tapi, jika disepakati bulan depan, dan tuntas 100%, kita juga setuju,” ungkap Rida. Data yang diperoleh di Disparpora Payakumbuh, caborcabor yang mendapat medali itu adalah: senam 5 emas, 4 perak dan 3 perunggu, renang (3 – 4

– 1), menembak 3 – 1 – 1), judo (2 – 0 -4), kempo (2 – 0 -2), tarung derajat (1 – 5 – 1), wushu (1 – 3 – 4), tinju (1 – 3 – 3), balap sepeda (1 – 1 - 1), bola basket (1 – 0 -1), balap motor (1- 1- 1), aero sport (0 – 2 – 0), karate (0 – 2 – 4), bola voli ( 0 – 2 – 0), futsal (0- 1 – 0), atletik 0 – 3 – 0), tenis (0 – 2 – 4), taekwondo (1 – 1 – 0) dan catur (0- 1 – 0). Sedangkan, cabang yang belum beruntung dalam Porprov XII/2012, masing-masing sepakbola, bulutangkis, tenis meja, sepak takraw, angkat besi dan panjat tebing.(h/smt)

Hal itu ditekankan Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Limapuluh Kota, H.Desri,MPd, di hadapan sekitar 1.029 pramuka siaga, penggalang dan penegak serta para pembina pramuka dalam pembukaan Pesta Siaga dan Penggalang di Komplek SMK Uswatun Hasanah Tobek Panjang, Koto Baru Simalanggang, Minggu (6/1). Sehubungan dengan itu, kata Desri menegaskan, kegiatan ekstra kurikuler pramuka, wajib diselenggarakan di setiap sekolah di kabupaten Limapuluh Kota. Menurut Desri, untuk sukses dan mencapai sasarannya pembinaan kepramukaan di sekolah, maka mulai Januari ini para kepala sekolah dan wakil, wajib berpakaian Pramuka ke sekolah, minimal setiap Sabtu. Kemudian, mulai pertengahan Juni 2013, diinstruksikan agar seluruh guru , tata usaha usaha dan siswa, sudah berseragam Pramuka kesekolah setiap Sabtu. Selain memakai baju seragam Pramuka, kata Desri, pendidikan ekstra kurikuler

Pramuka juga menjadi wajib di setiap sekolah, mulai SD,SLTP, SMA hingga n SMK dil ingkungan Dinas Pendidikan, dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka di kabupaten Limapuluh Kota. Kewajiban berseragam Pramuka bagi warga sekolah, ulas Desri, juga harus diikuti oleh kepala UPTD serta staf jajaran Dinas Pendidikan. “Nanti, penilaian kinerja kepala sekolah, guru dan staf UPTD untuk mutasi atau promosi, juga akan dilihat dari kesungguhan bagaimana pembinaan Pramuka di sekolah bersangkutan mereka lakukan. Bahkan kalau ada sekolah yang tidak melakukan kegiatan ekstra kurikuler Pramuka, bisa saja bakal ada sanksinya,” ingat Desri. Sebelumnya, Kepala UPTD Kec.Payakumbuh didampingi Zulfajri selaku ketua panitia yang juga kepala SMK Uswatun Hasanah melaporkan, Pesta Siaga Penggalang dan Penegak yang digelar Kwaran 01 kecamatan Payakumbuh tersebut, juga diisi berbagai lomba teknik kepramukaan, keterampilan, dan lainnya. (h/snt)

Walikota Buka Komunikasi dengan Staf PAYAKUMBUH, HALUAN — Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi, ingatkan, seluruh staf di jajaran Pemko Payakumbuh, jangan sungkan dan takut untuk melakukan komunikasi dengan dirinya. Komunikasi tersebut diperlukan, dalam rangka memperlancar dan mengejar target kerja, untuk kemajuan pemko. Karena itu, komunikasi sesama staf, atau staf dengan pimpinan di jajaran pemko, jangan sampai terputus, apalagi tidak ada sama sekali. Penegasan tersebut disampaikan Walikota H. Riza Falepi, saat memberi pengarahan dalam acara apel pagi, di halaman Balaikota di Bukik Sibaluik Payakumbuh, Senin (7/1). Di depan seluruh unsur pimpinan,dan ratusan staf, Walikota Riza Falepi, mengaku sangat senang, begitu dilaporkan Asisten I Setdako Yoherman, SH, S.Sos, kehadiran staf di atas 95%. Yang tak datang, karena alasan sakit dan dinas luar. Disiplin yang sudah baik ini jangan sampai kendor, dan harus dipelihara dan ditingkatkan terus. Kebiasan positif ini, sebut walikota, akan mampu memberikan nilai plus terhadap target-target pekerjaan yang sudah direncanakan. Walikota tak ingin, sebuah pekerjaan diselesaikan tergesa-gesa, dipaksakan rampung dalam rentang waktu sehari. Cara kerja seperti itu, jelas kurang baik, tanpa perencanaan yang matang. Karena itu, dari awal tahun 2013 ini, walikota mengajak seluruh unsur pimpinan hingga jajaran staf, sama-sama bertekad, punya komitmen sama dalam menjalani roda pemerintahah dan pembangunan Payakumbuh. Kota ini akan lebih cepat pembangunannya, jika seluruh staf mampu membaca keinginan pasangan walikota dan wakil walikota, yang sudah tertuang dalam visi dan misinya serta diwujudkan dalam bentuk RPJMD 2012-2017. Walikota mengatakan, pintu rumah dinasnya terbuka 24 jam, untuk menerima masukan dalam membangun kota ini. “Warga biasa saja diterima walikota dan wakil walikota, apalagi yang datang staf sendiri. Karena itu, walikota tak ingin ada pembatas antara dirinya dengan staf. Mari kita bersama-sama membangun kota ini,” simpulnya. (h/smt)

>> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Syahrizal


BUKITTINGGI DAN PADANG PANJANG 13

SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

LINGKAR PNS Jangan Terlibat Politik Praktis PADANG PANJANG, HALUAN— Ada yang menarik dari statemen Walikota Padang Panjang dr Suir Syam pada resepsi pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat pada guliran mutasi, yang dilaksanakan Senin (7/1) kemarin. Dengan tegas, Suir Syam mewarning seluruh PNS dan kepala SKPD, agar tidak terlibat dalam politik praktis dalam menghadapi Pilkada 2013 mendatang. “Jangan terjebak dalam politik praktis. Kepada para PNS dan pimpinan SKPD, jangan sampai salah pilih, kalau tidak ingin teraniaya dalam kariernya sebagai PNS,” kata Suir Syam saat pelantikan 112 pejabat eselon II,III dan IV di lingkungan Pemko Padang Panjang, kemarin. Dikatakan Suir Syam, meskipun telah ada larangan untuk PNS agar tidak terlibat dalam politik praktis, namun dirinya masih mendapati adanya sejumlah oknum PNS yang terlibat dalam mensukseskan pesta demokrasi lima tahunan itu. Apalagi, banyak calon yang ingin maju sebagai calon walikota dan wakil walikota yang berasal dari kalangan birokrat. “Saya akan terus pantau perkembangan di lapangan. Jika kedapatan, akan ditindak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ini semata untuk menjaga netralitas PNS dalam Pilkada,” ujar Suir Syam. Yang terpenting saat ini ujar Suir Syam, seluruh pimpinan SKPD dan PNS di lingkungan Pemko Padang Panjang, harus tetap fokus dan serius pada pelaksanaan program pembangunan yang telah direncanakan. Apalagi 2013 ini katanya, merupakan tahun terakhir dalam masa pemerintahan duet Walikota Suir Syam dan Wakil Walikota Edwin. “Berbagai tunggakan pembangunan sebagaimana yang tertuang dalam RPJP dan penjabaran visi misi daerah, harus segera dituntaskan,” tegas Suir Syam.(h/yan)

110 Pejabat Dimutasi PADANG PANJANG, HALUAN— Gerbong mutasi, rotasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Padang Panjang, bergulir.

Senin (7/1), sebanyak 110 orang pejabat struktural eselon II, III, IV dan kepala sekolah, dilantik dan diambil sumpahnya untuk menempati jabatan dan posisi baru. “Mutasi pejabat, baik secara vertikal maupun horizontal, mengacu pada hasil evaluasi kinerja para pejabat dalam melaksanakan amanah,” kata

Walikota Padang Panjang dr H Suir Syam saat melantik dan mengambil sumpah 110 pejabat di lingkungan Pemko Padang Panjang, kemarin. Pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat di lingkungan pemerintah daerah kata Suir Syam, merupakan suatu ketentuan normatif kepegawaian yang harus dilaksanakan terhadap

pejabat struktural yang menduduki jabatan baru. Selain mengacu kepada hasil evaluasi kinerja, mutasi jabatan juga didasarkan pada kebutuhan organisasi. “Langkah mutasi tidak semata didasarkan pada kewenangan, namun juga memperhatikan norma kepegawaian, kinerja, kompetensi, integritas dan berbagai aspek manajemen sumber

KOTA TERKECIL— Padang Panjang adalah salah satu kota kecil di Indonesia dengan luas luas wilayah 23 km² dan populasi 50.279 jiwa. IST

daya manusia lainnya,” ujar Suir Syam. Kepada seluruh pejabat yang dilantik kemarin, walikota berpesan agar dapat melakukan inventarisir potensi dan permasalahan yang ada pada unit kerja masing-masing. Kepada pejabat baru, juga diharapkan untuk meningkatkan inovasi, antisipasi, kreatifitas dan pro aktif dalam melaksanakan tugas. “Jabatan tidak hanya sekedar tanggungjawab kerja. Lebih dari itu, jabatan adalah amanah dari masyarakat Kota Padang Panjang yang memiliki harapan guna mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih baik,” pungkas Suir Syam. Dari data yang diterima Haluan, mutasi jabatan di tingkat eselon II hanya melibatkan dua pejabat, yakni Kenedi dan Syahrizal. Kenedi yang sejak beberapa tahun terakhir menjabat Kepala Dinas Pendidikan, selanjutnya menjabat Kepala Dinas Sosnaker. Sementara posisi yang ditinggalkannya, digantikan Syahrizal, yang sebelumnya menjabat Inspektur Pembantu pada Inpektorat Kota Padang Panjang. “Insya Allah, saya akan jalankan amanah ini sebaikbaiknya,” tandas Syahrizal, yang sebenarnya juga bukan wajah baru di lingkungan Dinas Pendidikan kota berjuluk Serambi Mekkah itu.(h/yan)

Kodim Siapkan Lokasi Parkir Alternatif BUKITTINGGI, HALUAN— Saban hari areal parkir menjadi permasalahan yang kompleks bagi Kota Bukittinggi. Sempitnya lahan membuat pemko dan pengelola parkir kewalahan menampung jumlah kendaraan pengunjung. Akibatnya pun berentetan, mulai dari tumbuh suburnya areal parkir liar sampai dengan kemacetan. Untuk parkir liar, sering kali menjadi bahan keluhan bagi pengunjung. Pasalnya, para penge-

lolanya sering memungut ongkos parkir melebih batas ketentuan yang ditetapkan pemko. Seperti diketahui, perda yang ada di Kota Jam Gadang menentukan besaran ongkos parkir untuk kendaraan roda dua adalah Rp 1.000, untuk roda empat Rp 2.000 dan Rp 5.000 untuk bus menengah. Sedangkan kemacetan akibat parkir, juga sering menjadi keluhan bagi pengguna jalan. Hal itu sering terlihat pada akhir pekan,

Sabtu dan Minggu. Terlebih lagi pada hari libur besar, seperti libur sekolah, hari raya dan lainnya. Atas dasar itu, Komando Distrik Militer (Kodim) 0304 Agam, yang bermarkas di Bukittinggi siap membantu pemko untuk sedikit mengurai kusut persoalan ini. Seperti memanfaatkan arealareal kosong disekitaran lapangan Kantin Wirabraja dan markas kodim sendiri. Tempat-tempat itu diupayakan sebagai lokasi

parkir alternatif untuk mengatasi lonjakan pengunjung dihari-hari tertentu. Diketahui juga, sejak beberapa tahun belakangan, Kodim 0304 menyediakan areal parkir alternatif disamping perumahan Kodim, tepatnya di belakang cafe Sangrila, Jalan Sudirman. Dandim 0304 Agam, Letkol Arhadud Trias Wijanarko kepada Haluan, Senin (7/1) mengatakan, lapangan kantin yang kesehariannya dimanfaatkan sebagai

sarana olahraga, memiliki kapasitas yang cukup besar jika dijadikan tempat parkir alternatif. Untuk sepeda motor bisa menampung lebih dari 1000 unit. Jika pemko kesulitan mengantisipasi masalah ketersediaan lahan parkir, sambung Trias Wijanarko, pihaknya siap membantu. Tidak hanya menyediakan lokasi parkir alternatif, pihaknya juga ikut berpartisipasi dalam memantau keramaian pengunjung pada objek-

objek wisata. Hal itu menurut dia, sebagai langkah antisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Sebagai aparat dibidang keamanan, seluruh personil Kodim 0304 Agam siap membantu segala bentuk program dan kegiatan yang dijalankan Pemko Bukittinggi dan Pemda Agam. Sehingga dengan begitu, bisa terjalan hubungan yag harmonis antara Kodim dan pemerintah kedua daerah, pungkas Trias Wijanarko lagi.(h/aur)

Basamo mangko manjadi

Kabag Kesra Agam Meninggal

UKM Dibantu Packing

AGAM, HALUAN— Pemkab Agam Berduka,Kepala Bagian Kesra, Edi Osman MPd, meninggal dunia secara mendadak di Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi, Minggu (6/1), pukul 11:00 WIB. Almarhum meninggal pada usia 49 tahun, meninggalkan satu orang istri dan dua orang anak. Jenazahnya dimakamkan di pandan EDI OSMAN pakuburan kaum di Aua Pakan Kamih Kecamatan Tilatang Kamang hari Minggu itu juga. Menurut informasi diperoleh Haluan , pagi Minggu itu almarhum masih bugar dan berbelanja bersama isterinya,namun secara mendadak mengalami sakit, merasa pusing dan lagsung dibawa ke rumah sakit Yarsi Bukittinggi, namun akhirnya meninggal di rumah sakit itu. Pria asal Kamang itu sehari-hari dikenal ramah oleh kalangan pegawai maupun warga lingkungannya. Ia memulai karir di PNS sebagai guru olahraga di SMPN 3 Palembayan, kemudian menjadi kepala sekolah di sejumlah SMP di Agam Timur, setahun lalu pindah tugas sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Agam, dalam mutasi Oktober 2012 pindah sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat(Kesra). Bupati Agam yang turut melayat ke rumah duka di Komplek Perumahan Lambah Permai Angkek menyampaikan rasa duka yang mendalam. ”Almarhum semasa hidup sangat loyal terhadap pimpinan dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah serta memiliki dedikasi yang tinggi” kata bupati. (h/ks)

AGAM, HALUAN— Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Agam Senin (7/12), memberikan bantuan kepada pengusaha kecil menengah yang dinilai memiliki peluang cukup baik untuk berkembang.

Bantuan untuk empat pengusaha kecil menengah tersebut berupa packing atau pengemasan produk guna meningkatkan kualitas dan nilai jual produk. Empat pengusaha tersebut diantaranya adalah, Nani Suryani, pengusaha kerupuk em-

ping di Lubuk Basung, Aswati Pengusah dendeng rabu, warga Tangah Koto Sungai Pua, Rayu Purnawati, pengusaha kue caking , warga Cangking Ampek Angkek, dan Liharti pengusaha kue kering warga Sianok Kec Ampek Koto. “ Pada bulan No-

SERAHKAN BANTUAN— Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Agam Hadi Suryadhi menyerahkan bantuan kepada salah seorang pengusaha kecil menengah, Senin (7/1. RAHMAT HIDAYAT

AGAM

vember lalu kami mengadakan pelatihan desain packing yang diikuti oleh pengusaha di Kabupaten Agam. Dalam pelatihan tersebut, pengusaha kecil menengah diajarkan bagaimana cara mengelola produk dengan baik, cara memasarkan, dan menaikkan nilai jual produk,” kata Kepala Dinas Disperindag Kabupaten Agam Hadi Suryadhdi. Menurutnya, potensi usaha yang berkembang di tengah-tengah menyarakat sangat bagus. Namun, sebagian besar pengusaha tidak memiliki kemampuan memasarkan dan mengemas produknya dengan bagus. “ Salah satu kelemahan produk yang dihasilkan oleh pengusaha kita adalah, rendahnya kualitas packing. Produk akan bernilai tinggi jika melalui packing dengan baik. Dangan hal tersebut kemasan produk akan menjadi menarik, sehingga menaikkan harga jual,” jelasnya. “Dari 20 orang yang yang mengikuti pelatihan, kami membantu empat pengusaha yang memiliki usaha yang cukup menarik untuk dipasarkan. Jika produk sudah dikemas dengan menarik, diharapkan selain menikkan harga jual, juga bisa menembus pasar yang lebih luas. Empat pengusaha tersebut menerima mendapatkan 800 packing produk, dan 4 Kg plastik. Dari itu, pengusaha diharapkan bisa mendapatkan keuntungan dan tetap konsisten memasarkan pruduknya sesuai dengan bentuk packing yang diberikan,” ungkanpnya. (h/yat)

KNPI Agam Gelar Dialog Kepemudaan AGAM, HALUAN— Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Agam, mengadakan dialog kepemudaan dengan nara sumber Anggota DPDRI Alirman Sori SH. M.Hum, bertempat di aula utama kantor bupati setempat, Senin (7/1). Acara dialog tersebut, dihadiri

langsung oleh Bupati Agam Indra Catri, Ketua DPD KNPI Agam Syahmendra Putra, SKPD terkait, Ketua KNPI Kecamatan se-Agam, Ketua Pemuda, OKP, Ketua BEM Mahasiswa Stikes Ceria Buana Lubuk Basung, serta ketua OSIS se-Agam. Pada kesempatan itu, Bupati Agam Indra Catri dalam pesannya menyampaikan, orang yang bisa

berorganisasi adalah orang yang memiliki jejaring yang luas dan tidak menjadi suatu penentu bila pendidikan seseorang tinggi mampu menjadi garda terdepan dikepemudaan. Bupati juga mengingatkan kepada pemuda Agam, untuk memanfaatkan dialog terbuka ini dengan cara sebaiknya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Agam Syahmendra Putra mengatakan, masih belum maksimalnya konsolidasi dengan berbagai stoke holder yang ada di daerah, menjadi salah satu penyebab rancangan program yang disusun oleh KNPI tidak tercapai maksimal. Paradigma harus dirubah di masa mendatang sesuai peran

KNPI untuk memicu semangat kerja supaya kepemudaan di Indonesia dapat ditertibkan dan mensukseskan pembangunan terutama di Agam. Kesempatan yang sama, Anggota DPD RI Alirman Sori mengatakan, seorang pemuda sebelum menjadi pemimpin terlebih dahulu harus mampu mengatur dirinya >> Editor : Afrianita

sendiri, serta memahami UUD Kepemudaan No 40 tahun 2009. Dimana terkandung didalamnya bahwa pemuda harus bisa berperan dengan strategis, sehingga perlu d ikembangkan potensi dan perannya melalui penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan sebagai bagian dari pembangunan nasional.(h/ita) >> Penata Halaman : Jefli


14 WANITA DAN KELUARGA Resep

SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

Mendidik Anak di Era Global MASUKNYA era globaliasi telah menjadi wajah dunia yang tak bisa dielakkan. Perkembangan dunia masuk tanpa batas negara dan budaya, seperti perkembangan dan kemajuan

teknologi, pergeseran norma sosial. Lantas bagaimana cara yang harus dilakukan orang tua untu mendidik buah hati? Orangtua masa kini dituntut menghadapi tantangan yang

cukup berat dalam membesarkan dan mendidik buah hatinya. Salah satunya dituntut untuk mampu mempersiapkan anak yang tangguh agar dapat bertahan dan mampu bersaing meng-

Sate Tempe Bahan : Tempe sepapan potong lebih besar dari dadu Santan Bumbu : Bawang putih Bawang merah Cabe merah Cabe Rawit Jahe Kunyit Kemiri Gula Garam Daun Jeruk Daun Salam Batang Sereh Potongan laos Cara Membuat : Haluskan bumbu kecuali daun-daunan. Kemudian tumis, masukkan laos dan bumbu daun. Setelah harum masukkan santan, gula dan garam. Tunggu santan sedikit mendidih dan kemudian masukkan potongan tempenya. Masak tempe sampai santan mengental dan berisisa sedikit. Tunggu dingin dan tusuk menggunakan tusuk sate sebanyak 5 potong tempe. Bakar sebentar di atas api kompor saja agar ada sedikit rasa gosong tempe. ***

Tips Agar Anak Pandai Bersyukur ADA sebuah ungkapan, “Siapa yang mengenal dirinya, niscaya dia mengenal Tuhannya.” Salah satu hal yang sangat penting dalam mengenal diri sendiri adalah mengenal tubuh. Bagi anak-anak, tubuh adalah bagian paling dekat dengan mereka. Bagian tubuh adalah alat paling mudah untuk mengajarkan anak tentang banyak hal. Mengenalkan anak kepada Allah juga dapat dilakukan melalui pengenalan tubuhnya sendiri. Tidak hanya belajar mengenal fungsi dan mekanisme yang ada pada tubuhnya, anak seharusnya dapat mengetahui hakikat penciptaan tubuh manusia. Buku ensiklopedia mini untuk anak yang berjudul Tubuhku Sehat, Mensyukuri Ciptaan Allah ini mengajak anak-anak untuk mengenal tubuhnya, terutama tubuh secara keseluruhan: mata, hidung, telinga, mulut, dan kepala. Penulis menyajikannya secara singkat dan padat, dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak, dan ilustrasi yang menarik. Pola penyajian tiap-tiap bab adalah menampilkan pembahasan tentang bagian tubuh tersebut, misalnya mata, dengan menjelaskan tentang mata, manfaatnya, cara kerjanya dan sebagainya. Lalu, ditutup dengan tips cara menjaga mata agar tidak rusak dan cepat lelah. Pada tiap-tiap bab tersebut, penulis tak lupa menyisipkan pesan-pesan keislaman, yang intinya adalah mengajak para pembaca agar mensyukuri nikmat Allah berupa bagian-bagian tubuh tersebut. Salah satu cara mensyukuri nikmat tersebut adalah menjaga bagian-bagian tubuh tersebut dengan sebaik- baiknya. Buku ini juga menampilkan banyak informasi yang merupakan pengetahuan berharga bagi anak-anak, bahkan juga bagi para orangtua. Misalnya, tentang gigi. “Orang dewasa memiliki 32 gigi, sedangkan anak-anak memiliki 20 buah gigi susu atau gigi sementara. Gigi susu tumbuh sejak usia enam hingga 30 bulan.” “Pada usia tujuh hingga 12 tahun, gigigigi itu akan tanggal dan akan digantikan oleh gigi dewasa. Jika gigi dewasa tanggal, tidak ada lagi yang menggantikannya. Karena itu, aku harus menjaga gigiku agar tidak cepat rusak dan tanggal (lepas).” Walaupun buku ini terutama ditujukan untuk anak-anak, pada dasarnya buku ini juga perlu dibaca oleh orang tua dan para pendidik. Informasi pengetahuan dan pendidikan yang ada dalam buku ini merupakan bekal yang berharga dalam mendidik anak-anak agar pandai bersyukur kepada Allah dan pada akhirnya mengetahui tujuan hidupnya. Dengan demikian, mereka tidak kehilangan arah ketika mereka dewasa kelak. (h/rol)

Kesalahan Dalam Mendidik Anak BILA Anda berpikir apakah Anda adalah orang tua yang teladan ? Maka jawaban Anda, pasti tentu saja saya orang tua teladan bagi anak saya. Mana ada sih “Harimau yang memakan anaknya sendiri”, atau mungkin mana mungkin sih kita mencelakakan anak kita sendiri. Orang tua selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya. Kenyataannya banyak orang tua yang melakukan kesalahan dalam mendidik putra-putrinya. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang mungkin Anda tidak sadari terjadi dalam mendidik anak Anda : 1. Kurang Pengawasan Menurut Professor Robert Billingham, Human Development and Family Studies – Universitas Indiana, “Anak terlalu banyak bergaul dengan lingkungan semu diluar keluarga, dan itu adalah tragedi yang seharusnya diperhatikan oleh orang tua”. Nah sekarang tahu kan, bagaimana menyiasatinya, misalnya bila anak Anda berada di penitipan atau sekolah, usahakan mengunjunginya secara berkala dan tidak terencana. Bila pengawasan Anda jadi berkurang, solusinya carilah tempat penitipan lainnya. Jangan biarkan anak Anda berkelana sendirian. Anak Anda butuh perhatian. 2. Gagal Mendengarkan Menurut psikolog Charles Fay, Ph.D. “Banyak orang tua terlalu lelah memberikan perhatian – cenderung mengabaikan apa yang anak mereka ungkapkan”, contohnya Aisyah pulang dengan mata yang lembam, umumnya orang tua lantas langsung menanggapi hal tersebut secara berlebihan, menduga-duga si anak terkena

bola, atau berkelahi dengan temannya. Faktanya, orang tua tidak tahu apa yang terjadi hingga anak sendirilah yang menceritakannya. 3. Jarang Bertemu Muka Menurut Billingham, orang tua seharusnya membiarkan anak melakukan kesalahan, biarkan anak belajar dari kesalahan agar tidak terulang kesalahan yang sama. Bantulah anak untuk mengatasi masalahnya sendiri, tetapi jangan mengambil keuntungan demi kepentingan Anda. 4. Terlalu Berlebihan Menurut Judy Haire, “banyak orang tua menghabiskan 100 km per jam mengeringkan rambut, dari pada meluangkan 1 jam bersama anak mereka”. Anak perlu waktu sendiri untuk merasakan kebosanan, sebab hal itu akan memacu anak memunculkan kreatifitas tumbuh. 5. Bertengkar Dihadapan Anak Menurut psikiater Sara B. Miller, Ph.D., perilaku yang paling berpengaruh merusak adalah “bertengkar” dihadapan anak. Saat orang tua bertengkar didepan anak me mereka, tanpa anak-anak disekitar mereka. Wajar saja bila orang tua berbeda pendapat tetapi usahakan tanpa amarah. Jangan ciptakan perasaan tidak aman dan ketakutan pada anak. 6. Tidak Konsisten Anak perlu merasa bahwa orang tua mereka berperan. Jangan biarkan mereka memohon dan merengek menjadi senjata yang ampuh untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Orang tua harus tegas dan berwibawa dihadapan anak. 7. Mengabaikan Kata Hati Menurut Lisa Balch, ibu dua

hadapi berbagai tantangan yang akan terjadi. Menyiapkan generasi yang siap bersaing sejak sekarang hingga 20 tahun yang akan datang menjadi hal yang tak bisa ditawar lagi. Dalam perkembangan dan kemajuan dunia yang kian cepat orangtua dituntut terampil dan tahu perkembangan yang ada, sehingga mampu mendidik anak-anaknya menjadi generasi muda berkualitas. Untuk itu, penting bagi orangtua untuk mendapatkan pengetahuan yang baik dalam mendidik anak. Peran orangtua menjadi sangat penting sejak anak berusia dibawah lima tahun (golden age period) dan ketika mulai memasuki jenjang pendidikan dasar, karena periode tersebut adalah saat yang tepat menanamkan nilai-nilai agar anak menjadi anak yang life ready di masa depannya. “Pada prinsipnya, anak lifeready adalah anak yang memiliki kompetensi individual dan sosial,” kata Ratih Ibrahim, Psikolog, Direktur Personal Growth, Counseling & Development Centre,Jakarta belum lama ini. Ia memaparkan, kompetensi individual yang dimaksud antara lain memiliki pertumbuhan fisik optimal, menunjukkan perkembangan kognitif yang signifikan, serta mengembangkan kecerdasan emosi dan interpersonal. Nah, mungkin banyak yang bertanya bagaimana membentuk anak sehingga menjadi LifeReady. Menurut Ratih setidaknya ada delapan hal yang perlu dilakukan oleh orangtua : - Orangtua perlu membimbing dan mengajarkan anak tentang bagaimana cara bergaul yang tepat, serta menjadi model yang baik bagi anaknya. Misalnya, orangtua mengajarkan bagaimana

cara berinteraksi, bermain, serta bersikap sopan santun yang baik dengan orang lain. Dengan melihat model dari orangtua, anak kemudian akan belajar untuk menerapkan sikap-sikap tersebut dengan lingkungan sosialnya. - Orangtua untuk menunjukkan contoh-contoh positif kepada anak, dalam hal bertingkah laku. - Memperhatikan cara anak belajar dan mengimitasi apa yang ia amati dari orang lain kemudian membentuk kecerdasan sosialnya. - Orangtua dapat membantu dan mendorong kemampuan bergaul anak. Contoh, orangtua dapat membantu anak untuk menghilangkan rasa malunya, dengan misalnya mengundang beberapa teman sebaya anak untuk bermain di rumah. - Orangtua juga dapat membantu proses masa agresif anak dengan mengajak anak berbicara dengan bahasa yang mudah ia mengerti, mengenai apa dampak dari sikap agresif bagi anak lainnya. - Penting bagi orangtua untuk sedari dini membangun respon yang positif dan dapat diandalkan oleh anak, agar ia tumbuh sebagai anak yang memiliki kelekatan yang secure. - Dalam penggunaan gadget, termasuk anak-anak kita, mampu mengatur dirinya sendiri dan menerapkan disiplin diri, maka ia dapat lebih mengatur kegunaan gadget di dalam kehidupannya secara lebih sehat dan tidak berlebihan. - Penting bagi orangtua untuk mengajarkan anak sejak dini agar fokus pada tujuan utama hidupnya, menetapkan prioritas, menerapkan pengaturan waktu di kesehariannya, serta untuk tetap membangun relasi nyata dengan orang lain.(h/trn)

Tidak Benar, Sulit Membina Anak

orang anak, “lakukan saja sesuai dengan kata hatimu dan biarkan mengalir tanpa mengabaikan juga suara-suara disekitarnya yang melemahkan. Saya banyak belajar bahwa orang tua seharusnya mempunyai kepekaan yang tajam tentang sesuatu”. 8. Terlalu Banyak Nonton TV Menurut Neilsen Media Research, anak-anak Amerika yang berusia 2-11 tahun menonton 3 jam dan 22 menit siaran TV sehari. Menonton televisi akan membuat anak malas belajar. Orang tua cenderung membiarkan anak berlama-lama didepan TV dibanding mengganggu aktifitas orang tua. Orang tua sangat tidak mungkin dapat memfilter masuknya iklan negatif yang tidak mendidik. 9. Segalanya Diukur Dengan Materi Menurut Louis Hodgson, ibu 4 anak dan nenek 6 cucu, “anak sekarang mempunyai banyak benda untuk dikoleksi”. Tidaklah salah memanjakan anak dengan mainan dan liburan yang mewah. Tetapi yang seharusnya disadari adalah anak Anda membutuhkan quality time bersama orang tua mereka. Mereka cenderung ingin didengarkan dibandingkan diberi sesuatu dan diam. 10. Bersikap Berat Sebelah Beberapa orang tua kadang lebih mendukung anak dan bersikap memihak anak sambil menjelekkan pasangannya didepan anak. Mereka akan hilang persepsi dan cenderung terpola untuk bersikap berat sebelah. Luangkan waktu bersama anak minimal 10 menit disela kesibukan Anda. Dan pastikan anak tahu saat bersama orang tua adalah waktu yang tidak dapat diinterupsi. (h/blg)

PASBAR, HALUAN — Jika ada orangtua mengatakan, sulit melakukan pembinaan dan memberikan pendidikan kepada putera/puterinya, itu tentunya tidak benar. Pernyataan itu hanya ungkapan ketidaksiapan mereka menjadi orangtua terbaik bagi anak-anaknya. Yang Padahal, pendidik pertama dan penentu arah dan masadepan setiap anak adalah orangtuanya. “Rasulullah Muhammad SAW melalui sunnahnya menjelaskan, bahwa setiap anak yang dilahirkan di atas bumi Allah SWT ini adalah bersih dan suci, orangtuanyalah yang menentukan kemana arah dan masa depan anaknya,” kata Kepala Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak Kanak (TK) Al-Faras Simpang Ampek, Rahmawati kepada Haluan di Simpang Ampek, Sabtu (5/1). Secara umum, katanya, pola pikir orangtua ketika memberikan pembinaan, bimbingan atau mengarahkan terhadap putera/puterinya belum berubah dari tahun ke tahun. Padahal, seiring kemajuan arus informasi dan perkembangan teknologi saat ini, orangtua hendaknya harus cerdas sekaligus trampil memberikan yang terbaiknya kepada putera/puterinya. Fenomena yang terjadi dan berkembang saat ini, ulas Rahmawati adalah, perkembangan pola fikir generasi penerus telah terkontaminasi oleh budaya global, sementara

jaringan media global terus menantang. Karena itu, orangtua selaku penentu arah dan masa depan anak harus bertanggungjawab, sehingga generasi penerus yang diasuhnya bisa bersaing dengan orang lain, terutama di lingkungannya. Sepanjang orangtua dan guru di sekolah mampu menjadikan dirinya sebagai pembimbing serta pendidik putera/ puterinya dengan baik dan maksimal, katanya lagi, berarti tidak sulit menentukan arah (masa depan) anak-anaknya ke depan. Sebaliknya, jika orangtua tidak bisa menjadikan dirinya sebagai sosok yang disegani bagi anak-anaknya, berarti keberadaan mereka tidak ubahnya pembantu. Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Simpang Empat, Syamsul Bayan berpendapat, selain orangtua sebagai pendidik pertama bagi putera/ puterinya di keluarga, guru di sekolah (termasuk lembaga pendidikan pra sekolah) adalah penetu kelangsungan pendidikan setiap anak di sekolah. Kendati demikian, agar keberadaan guru di lembaga pendidikan tidak sebatas pengajar atau guru di sekolahnya, mereka dituntut agar mampu menjadikan dirinya sebagai anutan dan tauladan di tengah anak didiknya. Guru, terutama pengasuh PAUD harus trampil dan berani merubah pola pendidikan anak yang memakai pola monoton menjadi lebih baik. (h/gmz)

Jangan Biarkan Pekarangan Kosong PASBAR, HALUAN — Sumatera Barat dan Pasaman Barat secara khusus memiliki potensi alam yang sangat melimpah di berbagai bidang. Seperti di bidang pertanian, perikanan, kelautan, perkebunan dan berbagai bidang lainnya yang kesemua itu perlu dan harus dikelola sebaik mungkin demi peningkatan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. “Tidak bisa dipungkiri, sekarang masih banyak ditemukan tanah masyarakat yang kosong atau belum dimanfaatkan secara maksimal,” ungkap Kepala Dinas Perkebunan Pasaman Barat, Alfitri Noven dan Wakil Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yappas Pasaman, Adriwilza secara terpisah di Simpang Empat, Jumat (4/1).

“Padahal, kesemua lahan yang kosong tersebut bisa dimanfaatkan untuk perkebunan dan pertanian. Jangan sekali-kali membiarkan tanah kosong sejengkalpun, kerana tanah tersebut jika diolah dengan baik dapat memberikan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat terutama dalam peningkatan kesejahteraan dan ekonomi keluarga,” katanya. Alfitri Noven menjelaskan, betapa besarnya keuntungan yang didapat dalam usaha perkebunan, baik perkebunan Kakao maupun Kelapa Sawit. Dalam 125 batang Kelapa Sawit akan membuahkan hasil 2 ton / bulan, yang artinya dalam 10 batang Kelapa Sawit saja akan didapatkan omzet kurang lebih Rp450.-

000/bulan. Hasil ini, jika dilihat dengan angka rata-rata setara dengan gaji tenaga honorer di Dinas Parkebunan. Untuk hasil panen Kakao, diperkirakan akan menghasilkan buah Kakao kering 3 kg/batang/bulan atau dalam 50 batang Kakao didapatkan 150 kg/bulan dan omzetnya kurang lebih Rp2.250.000/bulan. Sebuah hasil yang fantastis untuk diraih. Walaupun demikian, untuk mencapai hasil yang maksimal perlu diketahui beberapa hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan diwaspadai. Diantaranya, cara memilih bibit yang unggul dan benar, karena kondisi bibit adalah penentu baik buruknya hasil panen yang akan diperoleh sekaligus sebagai penentu

masa depan petani. Menurutnya lagi, pemilihan bibit yang benar mempunyai kriteria-kriteria yang harus dipenuhi anatar lain, 1. Bibit berasal sumber benih yang jelas; 2. Bibit terkontrol dan bersetifikat dari BP2MB Sumatera Barat; 3. Bibit disalurkan oleh badan usaha resmi; dan 4. Pembeliannya harus ada rekomendasi dari Dinas Perkebunan. Beberapa bulan yang lalu masyarakat telah banyak yang terkena tipu daya penjual bibit ilegal yaitu bibit kelapa sawit yang dikeluarkan oleh pihak PTPN VI. Kasusnya sekarang sedang ditangani oleh pihak Polres setempat. Oleh karena itu, Jasman Malik mengharapkan, kepada masyarakat agar berhati>> Editor : Atviarni

hati dan teliti dalam pembelian bibit kelapa sawit maupun bibit kakao, karena itu merupakan aset masa depan yang harus dipelihara dengan baik. Tahun 2008, Dinas Perkebunan akan menyediakan bibit kelapa sawit terbaik untuk ditanami di areal seluas 500 ha, dan seluruhnya diberikan kepada masyarakat yang mempunyai lahan tidur maupun yang tidak mempunyai lahan yang mempunyai kerjasama dengan pihak Pemda. Bibit ini diberikan khusus kepada masyarakat yang kurang mampu dengan cara para petani mengajukan permohonan dari kelompok tani yang terdiri dari minimal 10 orang/kelompok, dan area perkebunannya jelas adanya. (h/gmz) >> Penata Halaman: Jefli


EKONOMI BISNIS 15

SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

PELUANG BISNIS

Pasar Kerapu dan Tuna Terbuka Lebar LINGKAR

PADANG, HALUAN— Peluang pemasaran hasil perikanan Sumbar, agaknya tidak ada batasnya.

Bea Keluar CPO Dipatok 7,5 Persen

Berapa pun produksi ikan kerapu dari Sumbar, selalu diserap pasar Hongkong. Begitu pula

JAKARTA, HALUAN— Bea keluar CPO untuk bulan Januari 2013 ditetapkan sebesar 7,5 persen. Angka tersebut adalah yang terendah sepanjang sejarah. Sebelumnya bea keluar CPO ditetapkan 9 persen di bulan Desember dan November 2012. Menurut data Gapki, ekspor CPO bulan November 2012 mencapai 1,8 juta ton sementara bulan Desember justru turun ke level 1,7 juta ton. Menurut Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian PerdaganganBachrul Chairi , Senin (7/1), penurunan bea keluar tak lepas dari pengaruh penurunan harga CPO. Berdasarkan data Kemendag, harga referensi CPO selama satu bulan terakhir adalah 780,26 dollar AS per metrik ton, turun 5,4 persen dibandingkan harga sebulan sebelumnya yang ada dikisaran 825,34 dollar AS per ton. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia memproyeksi volume ekspor produk kelapa sawit sepertipalm kernel, CPO , dan produk turunan lainnya, hingga akhir 2012, akan menembus 18 juta ton. Jumlah ini tumbuh 9,09 persen dibandingkan ekspor 2011 yang sebanyak 16,5 juta ton. Produksi CPO sepanjang tahun 2012 mencapai 25,5 juta ton. Tahun ini Gapki memproyeksi produksi CPO naik ke level 27,3 juta ton. (h/kcm)

Rubrik Koperasi

ekspor ikan tuna, pasar Jepang juga terbuka lebar. Tinggal lagi kegesitan dan kehandalan SDM memanfaatkan peluang usaha tersebut. Khusus ikan kerapu, pembeli dari Hongkong sengaja menjemputnya ke lokasi budidaya kerapu. Seperti terlihat pagi itu, kapal ikan asal Hongkong merek dinding Vintech sandar di lokasi keramba ikan kerapu di perairan

Pulau Mandeh, Carocok, Kabupaten Pesisir Selatan. Sejumlah keramba berisi kerapu jenis tikus atau bebek dan kerapu macan dibongkar. Para anak kapal pun dengan sigap menimbang setiap kerapu yang dikeluarkan dari keramba. Hasilnya mencapai 1.200 kg dengan berat mencapai 500 gram/ekor dan harga jual antara Rp350 ribu/kg hingga Rp400 ribu/kg.

EKSPOR KERAPU- Anak Buah Kapal (ABK) Hongkong tengah menaikkan ikan kerapu ke kapal untuk ditimbang. Ikan kerapu yang diekspor kali ini sebanyak 1.200 kg. HUMAS DKP

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Yosmeri menjelaskan, untuk memenuhi permintaan pasar yang cukup tinggi ini, pihaknya terus menggenjot budidaya ikan kerapu di tengah masyarakat. Targetnya ekspor kerapu bisa dilakukan setiap bulan. Untuk periode berikutnya, direncanakan ekspor awal Maret mendatang. “Panen kali ini berhasil terkumpul 1.200 kg ikan kerapu dengan harga jual antara Rp350 ribu/kg hingga Rp400 ribu/kg. Kita targetkan untuk bisa ekspor setiap bulan. Tentunya kerapu yang dipanen juga harus banyak karena kapal Hongkong itu mampu mengangkut hingga 8 ton ikan,” terang Yosmeri. Untuk pengembangan budidaya kerapu di masyarakat, dikembangkan sistim kemitraan antara pengusaha dengan petani. Diharapkan dengan cara ini, petani menjadi termotivasi dan memiliki pengetahuan di bidang budidaya ini. Prospek usaha yang cerah ini, cukup menarik minat masyarakat. Kawasan pengembangannya terutama di Pesisir Selatan, Padang, Pasaman Barat dan Mentawai. Hingga saat ini, tercatat 472 lubang keramba ikan kerapu di Pessir Selatan, 24 lubang di Pasaman Barat, 24 lubang di Padang dan 10 lubang di Mentawai. Sedangkan produksi kerapu di Pessel mencapai 9 ton. Permintaan pasar terhadap ikan kerapu, baik dalam negeri

maupun luar negeri cendrung meningkat setiap tahunnya. Sehingga budidaya kerapu dapat dijadikan salah satu peluang usaha yang potensial. Jenis kerapu yang banyak dibudiyakan antara lain kerapu macan, kerapu bebek/ tikus dan kerapu sunu. Kerapu bebek menjadi pilihan utama konsumen karena memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding jenis kerapu lainnya. Pasar Tuna Begitu pula dengan permintaan tuna. Pasar lelang tuna terbesar di dunia di Tsukiji, Jepang menjadi salah satu tujuan ekspor tuna Sumbar. Kebutuhan mereka pun tanpa batas. Harga jual tuna segar mencapai 3.000 Yen/kg. Tuna yang sudah mati pun tetap dibeli dengan harga sedikit lebih murah sekitar 1.000 Yen/kg hingga 1.500 Yen/kg. “Beberapa jenis ikan lain juga dapat dipasarkan ke Jepang, seperti jenis ikan cakalang/tongkol. Syaratnya hanta satu, ikan harus segar. Setelah ditangkap langsung masukkan dalam kotak pendingin (cool storage). Begitu pula proses pengemasan dan pengirimannya, harus sesuai prosedur. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama,” katanya. Dari data Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, sampai 20 Desember 2012 ekspor tuna segar mencapai 566.176 kg atau 15.951 ekor, bahan baku olahan 408.372 kg atau 12.803 ekor. Total ekspor tuna selama 2012 mencapai 974.548 kg atau 28.754 ekor. (h/vie)

Koperasi Wahana Andalas, Asetnya Lebih Rp900 Juta

PADANG,HALUAN—Koperasi Wahana Andalas Prima yang

beroperasi sejak Oktober 2008, konsentrasi pada usaha unit

Unit usaha koperasi Wahana Andalas yaitu Bengkel Wahana Andalas di Jalan Tunggang Kelurahan Pasar Ambacang Padang. DARA

Simpan Pinjam. Koperasi telah memiliki badan hukum berdasarkan pada akta notaris dan Surat Keputusan (SK) dari Mentri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah pada Maret 2007. Koperasi yang memiliki motto “Prima Dalam Pelayanan” ini memiliki visi mewujudkan ekonomi kerakyatan yang tangguh dan professional saat ini dan masa yang akan datang. Untuk mewujudkan hal tersebut, Koperasi mencoba melakukan peningkatan SDM koperasi dan senantiasa terus untuk melakukan pengembangan koperasi. Selain itu, koperasi ini juga akan menjadi mitra pemerintah kota dalam pembangunan dan pengembangan daerah. Ketua Pengurus Koperasi Wahana Andalas, M. Fairus, di

Padang, Senin (7/1), mengatakan akan terus memberikan pelayanan yang maksimal. Selain itu menjaga kepercayaan konsumen juga merupakan hal yang utama untuk menumbuhkan kenyamanan dan pemenuhan kebutuhan seluruh anggota dan nasbah koperasi. Pada awalnya, jelas Fairus, Koperasi ini berdiri atas ide antar teman pada tahun 2008. Koperasi yang berlokasi di Jalan Mohd. Hatta No52 Pasar Ambacang ini, mencoba membantu masyarakat terutama mereka yang beraktifitas di Usaha Kecil Mengengah (UKM). Pihaknya mengakui, bahwa perkembangan pada tahun-tahun awal koperasi berdiri (200-2009red) cukup bagus. Namun, semenjak gempa 2009 dan persaingan dengan kompetitor,

perkembangan koperasi menjadi sedikit melambat. “Pada tahun 2008 tersebut, kompetitor belum terlalu banyak. Tapi saat ini dengan pembukaan kantor cabang oleh pihak perbankan di daerah, membuat persaingan makin terasa. Ditambah lagi dengan kehadiran leasing atau pembiayaan, sehingga kita harus bekerja lebih keras lagi,” jelasnya. Saat ini koperasi mencoba memfasilitasi anggota dari segi permodalan. Dalam AD/ART-nya, Koperasi Wahana Andalas membatasi plafond pinjaman untuk anggota sebesar Rp10 juta per orang. Saat ini, Koperasi Wahana Andalas Prima memiliki 800 anggota dari berbagai macam profesi. Dengan asset hingga Rp900 jutaan. Besaran simpanan pokok yang

harus dibayarkan oleh anggota adalah Rp100 ribu. sementara itu, untuk simpanan wajib Rp10.000/ bulannya. Sementara itu, untuk Sisa Hasil Usaha (SHU) 25 persen dari modal dialokasikan untuk SHU dan bibagikan kepada seluruh anggota. “Namun SHU jarang diambil oleh anggota, mereka lebih mengalokasikan SHU untuk modal,” jelasnya. Saat ini, koperasi juga telah mengembangkan unit usaha perbengkelan dengan nama yang sama. bengkel tersebut lebih kepada perbaikan auto body pada mobil. Unit usaha ini telah berjalan selama enam bulan. “Kedepan kita berharap koperasi ini bisa tetap terus eksis dan melakukan penambahan unit usaha lainnya,” tutupnya (h/cw-dra)

>> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Jefli


16

SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

HUT 153 TAHUN JIWASRAYA

“Jiwasraya Sahabat Masa Depan” Wakil Walikota Padang M Mahyeldi Ansharullah

SEMEN INDONESIA— Menteri BUMN Dahlan Iskan, Direktur Utama PT Semen Indonesia, Tbk Dwi Soejipto, Direktur Semen Gresik Suparni dan Direktur Litbang/Operasi PT Semen Padang Agus Boing Nurbiantoro saat peresmian PT Semen Gresik, Tbk menjadi PT Semen Indonesia di Grand City Surabaya, Senin (7/1). HUMAS

PTSG Jadi Semen Indonesia SURABAYA, HALUAN—PT Semen Gresik (Persero) Tbk berubah nama menjadi PT Semen Indonesia. Perubahan nama itu diresmikan Menteri BUMN, Dahlan Iskan serta disaksikan Dirut PT Semen Indonesia, Tbk Dwi Soejipto, Direktur Semen Gresik Suparni dan Direktur Litbang/Operasi PT Semen Padang Agus Boing Nurbiantoro di Grand City Convex Surabaya, Senin (7/1). Keputusan perubahan nama ini merupakan salah satu hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan di Jakarta 20 Desember 2012. Perubahan nama ini telah mendapat persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia. Dengan pengesahan dari Kementerian HAM, maka terdapat beberapa dokumen yang akan disesuaikan oleh PT Semen Gresik (Persero) Tbk. antara lain NPWP, Rekening Perbankan, Faktur Pajak, Perizinan, dan Bukti Kepemilikan Hak atas Jaminan. Untuk itu, terhitung sejak tanggal 7 Januari 2013 segala

administrasi yang ditujukan kepada PT Semen Gresik (Persero) Tbk menjadi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, dengan alamat Kantor PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Jalan veteran, Gresik, 61122, Jawa Timur – Indonesia, Telp: 031 – 3981730-32, dan Faksimili 031 –3983209, 3972264. “Perubahan nama menjadi Semen Indonesia adalah satu langkah kecil dari strategi terintegrasi perseroan untuk menjadi strategic holding yang akan membawa BUMN semen menjadi kelompok usaha semen terkemuka di tingkat regional dan global. Kami siap menjadi champion, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di kancah regional,” ujar Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Dwi Soetjipto. Perseroan hari ini juga memperkenalkan logo baru yang merefleksikan spirit untuk terus berkembang dan menjadi fondasi yang kokoh bagi kemajuan ekonomi

bangsa Indonesia. Langkah awal untuk menjadi kelompok usaha semen terkemuka di pentas global sudah dimulai dengan akuisisi 70 persen saham Thang Long Cement, salah satu pabrik semen di Vietnam. Dwi menuturkan, nama Semen Indonesia merefleksikan kelompok usaha semen yang mampu memayungi anak-anak perusahaan yang mempunyai basis wilayah yang berbeda-berbeda, yaitu Semen Padang, Semen Tonasa, dan Semen Gresik. “Nama Semen Indonesia akan sangat menguntungkan dalam hal pemasaran dan ekspansi di masa depan,” kata Dwi. Langkah selanjutnya yang akan dilakukan perseroan adalah membentuk anak usaha baru bernama PT Semen Gresik yang akan menjadi operating company seperti halnya PT Semen Padang dan Semen Tonasa. Dengan demikian, Semen Padang, Semen Tonasa, dan Semen Gresik akan berada pada posisi yang setara. Pembentukan PT Semen Gresik diprediksi tuntas sekitar bulan Maret-April 2013. (h/vid)

emasuki usianya yang ke153 tahun, PT Jiwasraya makin menunjukkan eksistensinya sebagai perusahaan asuransi jiwa yang profesional, prima dalam pelayanan dan menjadi sahabat bagi masyarakat Indonesia. Kepala Cabang Jiwasraya Wilayah Sumbar, Dewirma Suhelmi mengatakan, kinerja secara nasional tahun 2012 lalu tercapai dengan baik. Sampai akhir pertengahan Desember 2012, pendapatan premi tercatat Rp4,5 triliun. Sementara asset Jiwasarya sampai Oktober 2012 tercatat Rp8,04 triliun, meningkat

dari tahun lalu Rp7,4 triliun. Nilai investasi tercatat Rp7,62 triliun, meningkat dari periode yang sama sebelumnya Rp6,95 triliun. Sedangkan jumlah nasabah baik individu maupun grup, sampai saat ini tercatat 6 juta nasabah. “Prestasi kinerja kami juga dibuktikan dengan 13 penghargaan yang diraih selama 2012, baik berskala nasional maupun internasional. Prestasi ini memacu kami untuk terus meningkatkan kinerja ke depan. Seperti untuk cabang Sumbar, peningkatan minat asuransi masyarakat capai 40 persen,” kata Dewirma Suhelmi. (h/*)

Sebagai perusahaan asuransi milik pemerintah, pengalaman 153 tahun membuat Jiwasraya semakin matang dalam memberikan pelayanan asuransi, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat meningkat. (h/*)

Ketua DPD Golkar Padang Wahyu Iramana Putra

Jiwasraya membuktikan diri sebagai perusahaan asuransi berpengalaman, dengan pelayanan tepat waktu, sehingga nasabahnya merasa nyaman. (h/*)

Kadep SDM PT Semen Padang Oktoweri

Jiwasraya merupakan perusahaan asuransi jiwa senior, sehingga kredibilitasnya teruji. Makanya, tak salah jika banyak perusahaan BUMN, pemerintah, swasta dan masyarakat individu bergabung dengan Jiwasraya. (h/*)

BINGKISAN — Wakil Walikota Mahyeldi menerima bingkisan dari Kacab Jiwasraya Sumbar, Dewirma Suhelmi saat menghadiri HUT ke-153 Jiwasraya.

KACAB Jiwasraya memotong kue HUT disaksikan Wakil Walikota Mahyeldi dan pejabat undangan lainnya.

MITRA Jiwasraya dari PT Semen Padang, Bank Mandiri, Askes, Jasa Raharja dan anggota legislatif dan undangan lainnya.

>> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman: Syamsul Hidayat


SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

17


18 OLAHRAGA Irfan Gabung ke Klub Thailand? MALANG, HALUAN — Irfan Bachdim sepertinya akan merumput di luar negeri pada musim depan. Penyerang Persema Malang itu kabarnya akan segera bergabung dengan salah satu klub Liga Primer Thailand, BEC Tero Sasana. Kabar akan hijrahnya Irfan ke BEC Tero Sasana dibenarkan oleh Asisten Manajer Persema, Dito Arief, saat dihubungi wartawan, Senin (7/1/2013). Dito mengatakan, Irfan sudah berpamitan ke pihak klub beberapa hari yang lalu.''Ya benar, dia lagi di Thailand. Agennya kemarin sudah pamitan. Tapi belum ada kesepakatan dari BEC Tero juga dengan kami secara langsung,'' ujarnya. Irfan terlihat telah mengikuti seleksi bersama BEC Tero Sasana. Pemain berdarah Belanda itu juga tampil di laga persahabatan melawan tim Divisi Satu Liga Thailand, Nakhon Ratchasima FC, yang berkesudahan dengan skor 2-2, kemarin. Kalau Irfan jadi pindah, Persema telah mempersiapkan banderol senilai Rp. 2 miliar untuk pemainnya itu. Sebab, Irfan masih terikat kontrak di Persema sampai pertengahan 2014. ''Kalau mereka mau membeli, kami siapkan banderol Rp. 2 miliar. Karena dia masih kami kontrak sampai 2014 sekitar bulan Juni,'' kata Dito. (h/net)

SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

ISL SIKAPI SYARAT PLT MENPORA

Relakan Pemain ke Timnas PADANG, HALUAN — Setelah Plt Menpora Agung Laksono mengijinkan pelaksanaan kompetisi Indonesian Super League (ISL) dengan syarat penyerahan pemain ke Timnas, klub-klub yang pemainnya masuk dalam radar Nil Maizar akhirnya memberikan lampu hijau kepada pemainnya ke Timnas.

11 Pemain Timnas Jalani Latihan MEDAN, HALUAN — Timnas sepakbola Indonesia mengikuti pemusatan latihan untuk Pra-Piala Asia 2015 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Senin (7/1) pagi. Namun baru 11 pemain yang hadir dari 52 yang dipanggil. "Memang masih 11 yang datang. Cuma tadi malam kami sudah mendapat konfirmasi dari 30 pemain yang memastikan mereka akan ikut," kata Manajer Timnas Mesak Manibor. Kesebelas pemain yang ikut pada latihan perdana ini yaitu Deny Marcel, I Ketut Mahendra, Rasyid Assyahid Bakri (PSM), Hamdi Ramdan, Riswanto (TNI AU), Wahyu Triastanto, Slamet Nur Cahyo (Persiba Bantul), Yorgen Wayega, Fasco Manibor (PON Papua), dan Syaiful Indra Cahya (Persema). Sedangkan Agus Nova Wiantara (Bali Devata) dijadwalkan tiba siang ini. Sedangkan 11 pemain lain, termasuk dari Persebaya dan Semen Padang dikabarkan akan tiba besok. Pemain lainnya belum datang karena masih ada pertandingan yang harus mereka jalani bersama klubnya. Selain itu, juga ada persoalan tiket penerbangan ke Medan. "Jadi datangnya tidak serempak, tapi paling lambat mereka datang dalam 2 hari ini, termasuk Andik Vermansyah dan Irfan Bachdim. Insya Allah terkumpul," kata Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. (h/net)

TIMNAS — Setelah Bambang Pamungkas memperkuat Timnas, kali ini pemain-pemain ISL kembali berkostum merah putih menyusul instruksi Plt Menpora yang mengizinkan kompetisi ISL berputar. NET

GSC CUP I 2013

Sebanyak 36 Laga Dituntaskan PADANG, HALUAN — Seorang pemain binaan PB GSC Toto, lolos ke babak kedua turnamen GSC Cup I Tahun 2013 di lapangan badminto G Sport Centre (GSC), Padang. Toto meraih tiket ke babak kedua setelah menghentikan perlawanan tim pebulutangkis PB Semen Padang, Hafid Al Aziz 2-1. Menurut Ketua Panitia GSC Cup I Alfroki Martha pada hari pertama turnamen bulutangkis perdana di Sumbar pada tahun 2013 ini, pihaknya menggelar 36 pertandingan yang terdiri dari tunggal putra dan putri kategori anak-anak, pemula dan remaja. Hingga berita ini diturunkan, masih berlangsung pertandingan di kategori remaja. Sebelumnya di sektor tungggal putri anak-anak, pebulutangkis PB

Farhan, Lirsya menghentikan perlawanan Roza dari PB Badano Pariaman dgn skor 2-1. Di lapangan lain, Febrina dari PBSI Padang Pariaman harus mengakui keunggulan pebulutangkis PB Bank Riau Kepri Dewi 0-2, dan Hanifah dari PB Bank Indonesia juga kalah atas Gina Ilma (PB farhan) 0-2. Pada sektor tunggal putra, tuan rumah PB GSC harus kehilangan dua wakilnya di babak pertama, yakni Dito dan Adit. Dito yang masih berusia 4,5 tahun itu harus mengakui keunggulan “senior”-nya dari PB Bank Indonesia, Fadli Alfroki dalam laporannya menyebutkan sebanyak 196 pebulutangkis, dari 25 klub se Sumatera, turut serta dalam iven yang akan berlangsung hingga 10 Januari 2013

mendatang. Turnamen bulutangkis yang baru pertama digelar oleh GSC tersebut, mempertandingkan empat kategori usia yakni, kategori anakanak (usia 13 tahun), pemula (15 tahun), remaja (17 tahun), serta kategori taruna dengan usia 19 tahun. Iven tersebut telah dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Umum II Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar, Handrianto dan mengapresiasi turnamen GSC tersebut Sementara Ketua Umum Persatuan Bulutangkis (PB) GSC yang juga sekaligus pemilik G Sport Center, Fadly Amran, mengaku senang dengan antusias atlet-atlet muda bulutangkis yang mau hadir mengikuti turnamen di venue olahraga paling lengkap yang dikelolanya.(h/rio)

Hingga kemain, ada tiga klub yang mengijinkan pemain berkostum merah putih, yakni Persipura Jayapura, Persib Bandung dan Sriwijaya FC. Sekretaris Persipura Jayapura, M. H. Thamrin Sagala mengatakan, klub berjuluk Mutiara Hitam itu mengizinkan para pemain untuk membela timnas, karena telah mendapat instruksi langsung dari Pelaksana tugas (Plt) Menpora, Agung Laksono. Pihak Kemenpora memang sempat menginstruksikan supaya seluruh klub-klub ISL dan IPL bersedia melepas pemain ke timnas, jika tidak maka rekomendasi izin penyelenggaraaan liga akan dicabut. "Kami mengizinkan pemain untuk bermain membela timnas berdasarkan instruksi dari pemerintah melalui Menpora. Pada dasarnya kami sangat ingin menjunjung tinggi nama Indonesia di dunia internasional," katanya. Ada tujuh pemain Persipura yang dipanggil ke timnas Indonesia. Mereka adalah Boaz Solossa, Patrich Wanggai, Ian Louis Kabes, Immanuel Wanggai, Ricardo Salampessy, Lukas Mandowen, dan Ferinando Pahabol. Persib Tiga Pemain Persib Bandung memberi isyarat akan melepas pemainnya ke tim nasional. Menurut Manajer Umuh Muhtar, sudah tidak ada alasan lagi untuk menahan pemain membela timnas negaranya. "Kami akan dukung upaya untuk membentuk timnas. Kemenpora juga sudah memerintahkan hal itu. Kami dukung karena sudah tidak ada alasan lagi menahan pemain," ujarnya, Senin (7/1).

Dikatakan Umuh, saat ini adalah waktu yang tepat untuk menyatukan para pemain dalam balutan seragam "Merah Putih". Ia juga meminta kepada PSSI dan KPSI untuk menghormati permintaan pemerintah. "Puncak karier pemain itu ya di timnas. Ini adalah saatnya. Penyatuan timnas akan berdampak baik bagi semua insan sepakbola. Kami meminta kepada kedua belah pihak berkomitmen untuk menciptakan iklim sepakbola yang kondusif," tutur Umuh. Meski demikian ia juga meminta timnas membenahi manajemennya. "Agar netral dan tidak ada konflik lagi," cetusnya. Tiga pemain Persib yang dipanggil timnas adalah Atep, M. Ridwan dan I Made Wirawan. Sriwijaya Serahkan Tantan Setelah Persipura Jayapura dan Persib Bandung mempersilahkan pemainnya merumput bersama skuad Nil Maizar, giliran Sriwijaya FC mengizinkan pemainnya ke Timnas "Satu pemain kami yang diminta timnas, yakni Tantan,"kata Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin yang dihubungi bolalagi.com Tantan yang berposisi sebagai penyerang ini, termasuk satu dari 51 pemain yang dipanggil untuk menjalani seleksi Timnas Pra Piala Asia 2015. Hanya saja Hendri mengakui pihaknya belum menerima surat pemanggilan dari PSSI atau pihak terkait. "Saya belum terima surat pemanggilannya,"kata Hendri yang dihubungi melalui teleponnya. (h/net/mat)

PBSI Umumkan Pemain-Pelatih Pelatnas JAKARTA, HALUAN — PB PBSI periode 2012-2016 sudah mengumumkan komposisi penghuni pemusatan latihan nasional (pelatnas). Pelatnas kini dihuni oleh 83 pemain, jumlah yang lebih banyak daripada tahun lalu. Selain itu, susunan pelatih juga terjadi perombakan. Tahun lalu, pelatnas hanya menampung 74 pemain. Tapi, kini jumlahnya bertambah menjadi 83 pemain. Rinciannya adalah 46 pemain pelatnas utama dan 37 di kelompok pratama. "Ada 83 pemain yang akan menjadi penghuni pelatnas. Itu terdiri dari pelatnas utama dan pratama," terang Ketua Bidang Pelatnas PBSI, Christian Hadinata, di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (7/1) yang dilansir detikSport. "Kami panggil semua pemain ini berdasarkan prestasi dari sirkuit nasional dan puncaknya di kejuaraan nasional kemarin. Kami tunggu kesediaan mereka sebab surat baru kami sampaikan kepada pengurus provinsi," imbuhnya. Christian menjelaskan, komposisi pelatih dan pemain baru pelatnas itu merupakan

hasil rembug pengurus yang dipimpin ketua bidang pembinaan prestasi Rexy Mainaky. "Ada rotasi, penggantian pada komposisi pelatih. Saya berharap bisa ada hasil yang lebih baik," katanya. Pada pelatnas utama, sektor tunggal putra ditempati enam pemain. Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro masih menjadi pilihan, sementara Tommy Sugiarto dipanggil lagi. Pemain tunggal putri juga tak ada kejutan. Sektor itu masih diisi nama-nama lawas dengan kekuatan enam pemain. Kekuatan di sektor ganda putra juga tak berubah. Ada 12 nama yang bercokol di kelompok tersebut. Hendra Setiawan menjadi pemain paling kaya pengalaman. Nama baru ada di sektor ganda putri, yakni pasangan Jaya Raya, Pia Zebadiah dan Rizky Amelia Pradipta. Untuk posisi pelatih, cukup banyak perubahan yang terjadi. Perubahan signifikan ada di sektor tunggal, di mana sektor putra dan putri memiliki pelatih kepala masing-masing. Sektor tunggal putra dipercayakan kepada Joko Supriyanto dan didampingi

Simon Santoso masih jadi andalan Indonesia di sektor tunggal putra.NET asisten Marleve Mainaky dan Imam Tohari. Marleve bukanlah nama baru, dia pernah meracik tunggal putri saat menggantikan Hendrawan. Sementara itu, Imam merupakan mantan pelatih klub di Jepang. Tunggal putri dipoles oleh Leung Chau Ha yang didampingi Sarwendah Kusumawardani dan Dimas Indra Prasetyo. Perubahan mengejutkan ada pada pelatih ganda putri. PB PBSI menarik Reony Mainaky yang sebelumnya mem-

besut Jepang. Dia menggeser posisi Aryono sebagai pelatih ganda putri. Reony didampingi Endra Mulyajaya dan Namrih Suroto. Keduanya bukan sosok baru di pelatnas. Namrih pernah membesut sektor ganda pelatnas pratama dan Endra merupakan asisten pelatih ganda putra. Sektor ganda campuran masih diracik Richard Mainaky. Dia tetap didampingi Nova Widianto dan Yanti Kusmiati. Sektor ganda putra juga tetap dibesut Herry Iman Pierngadi.(h/net)

>> Editor : Rakhmatul Akbar

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

HUT Kabupaten Pasaman Barat Ke - 9 Tahun 2013

L A P S U S 19

Menuju Swasembada Daging PARA peternak di Pasaman Barat (Pasbar) sangat bergairah dalam pengembangan sapi selama beberapa tahun terakhir. Hal ini cukup beralasan, bila dikaitkan dengan potensi yang ada. Potensi lahan pengembalaan dengan hijauan makan ternak maupun potensi ketersediaan sumber pakan yang sangat melimpah. Karena potensi itulah, maka pemerintah provinsi dan pemerintah pusat antusias untuk menjadikan Kabupaten Pasbar sebagai salah satu kawasan sentra pengembangan sapi di Sumatera Barat. Areal perkebunan sawit yang luas sangat potensial untuk padang pengembalaan yang sekaligus hijauannya termasuk pelepah sawitnya. Sisa-sisa tanaman jagung dan jerami merupakan sumber pakan yang sangat melimpah dan mendukung dalam pengembangan ternak sapi, khususnya integrasi sapi dengan sawit. Keuntungan komperatif yang dimiliki Pasbar inilah yang mendorong peningkatan populasi ternak sapi yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tentu saja kondisi ini memberikan peluang tambahan pendapatan yg tidak saja bagi peternak itu sendiri tapi juga berimplikasi positif terhadap pendapatan masyarakat sekitar. Keberadaan ternak sapi membuka lapangan kerja baru sebagai tenaga pengumpul rumput, pencincang pelepah, pembersih kandang, pengumpul kotoran ternak dan sebagainya. Lebih jauh dari itu, tersedianya kompos baik dari kotoran maupun dari urine sapi yang pada gilirannya akan meningkatkan produksi tanaman dan sekaligus peningkatan pendatan yang paling tidak diraih karena usahatani yang lebih efisien. Kemajuan usaha pertanian di Pasbar yang terbukti berkualitas terlihat pula dari Nilai Tukar Petani (NTP). NTP adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani dalam persentase. “Ini merupakan salah satu indikator tingkat kesejahteraan petani,” terangnya. Sesuai sumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), NTP Pasbar terjadi peningkatan dua tahun terakhir. NTP tahun 2010 hanya 105,80, sementara tahun 2012 naik menjadi 109,45. “Artinya terjadi kenaikan tingkat kesejahteraan petani sebesar 3,65. NTP Pasbar tahun 2012 lebih tinggi dari NTP Sumbar yakni sebesar 106,25, “ kata Kadis Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Pasbar, Johnniwar. (h/dka)

Hasil Pertanian dan Peternakan Meningkat Geliat pertanian dan peternakan di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) setiap tahun mengalami peningkatan pesat. Pasbar kini tidak hanya dikenal dengan sektor perkebunan, tapi juga sudah unggul pada sektor pertanian dan peternakan seperti jagung, padi dan sapi. Karena Pasbar juga dikenal dengan sebutan kabupaten jagung. Sebesar 68 persen produksi jagung Sumbar disumbangkan oleh Pasbar. Data dan realisasi menunjukkan grafik hasil produksi bidang pertanian dan peternakan meningkat setiap tahun. Jumlah kelompok tani dan ternakpun semakin bertambah. Hal ini sebagai bukti nyata, perkembangan dua sektor ini di Pasbar berlangsung fantastis. Petani dan peternak di Pas-

barpun semakin bersemangat. Mereka sudah membuktikan sendiri, sektor pertanian dan peternakan bisa mengangkat derajat dan ekonomi mereka. Petani Pasbar bisa juga kaya raya. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Pasbar, Johnniwar mengatakan, keberhasilan pertanian Pasbar saat ini sangat menggembirakan dan akan terus ditingkatkan. Sehingga ke depan Pasbar benarbenar menjadi daerah swasembada komuditi pertanian terutama padi dan jagung. Tidak hanya itu Pasbar juga menuju sebagai daerah swasembada daging. “Pemerintah belum puas, akan terus mendorong sektor pertanian dan peternakan agar petani konsisten mengembangkannya, wujud perhatian dan pelayanan dari kita sebagai pemerintah akan terus kita tingkatkan,” katanya. Sektor Padi Varietas Unggulan Padi merupakan komoditi strategis dan politis, karena beras merupakan makanan pokok hampir seluruh penduduk Indonesia, tidak terkecuali penduduk

Pasaman Barat. Sejalan dengan kondisi ini , Pemkab Pasbar sangat serius dan konsen untuk selalu berupaya meningkatkan produksi beras. Keseriusan dan keberhasilan itu diapresiasi oleh pemerintah RI melalui penghargaan P2BN Tahun 2011. Penghargaan itu diberikan karena Pemkab Pasbar telah berhasil meningkatkan produksi beras di atas 5 persen. “Penghargaan P2BN ini sekaligus cerminan bentuk sinergitas gerak antara pemerintah daerah sebagai fasilitator dengan masyarakat petani sebagai pelaku yang sangat peduli dan arif akan ketersediaan beras sebagai indikator ketahanan pangan, khusus ketahanan pangan beras,” ungkap Kadis. Kesungguhan dan kearifan masyarakat tani akan pentingnya ketersediaan beras telah m e r e k a

perlihatkan dengan melahirkan suatu pernyataan yang tidak akan menanam tanaman lain selain tanaman pangan untuk kurun waktu 10 tahun pada areal lebih kurang 3.300 Ha. “Inisiatif yang sangat

membanggakan, mengingat kesepakatan ini lahir dari inisiatif mereka sendiri,” lanjutnya. Dengan adanya kesepakatan ini, paling tidak telah memberikan jaminan bahwa pada luasan 3.300 Ha tidak akan terjadi alih fungsi lahan dan sekaligus merupakan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat tani terhadap Program Pertanian Berkelanjutan yang dalam beberapa kesempatan selalu menjadi topik materi pidato Presiden RI. Selama ini, tidak sedikit mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan peneliti yang melakukan kajian terhadap aspek-aspek utama yang mendorong lahirnya kesepakatan petani. “Melihat dari upaya yang dilakukan pemerintah daerah bersama masyarakat tani , tidak berlebihan kiranya penghargaan P2BN akan dapat diraih lagi,” katanya. (h/cw-dka)

Pasaman Barat Kabupaten Jagung Untuk sektor pertanian jagung, Pasbar menjadi raja di Sumbar. Sebanyak 68 persen produksi jagung Sumbar berasal dari Pasbar. Identitas Pasbar sebagai kabupaten jagung , tidak hanya dilihat dari besaran kontribusi jagung Pasbar terhadap produksi jagung di Sumatera

Barat, tapi juga dari sisi kualitas mutu hasil dan manajemen pengelolaan yang dilakukan pemerintah daerah bersama kelompok tani (poktan), selaku pelaku usaha. Dengan adanya manajemen pengelolaan yang solid antara pemerintah daerah dengan petani inilah yang

GRAFIK kontribusi produksi jagung Pasaman Barat dibanding produksi jagung Sumatera Barat

melahirkan prestasi dan penghargaan, baik level provinsi maupun nasional. Penghargaan yang berhasil diraih, antara lain oleh Koptan Saiyo Sakato – Kecamatan Kinali Tahun 2010 sebagai Juara I Tingkat Nasional dalam lomba agribisnis jagung. “Keberhasilan dalam meraih penghargaan tertinggi di bumi Indonesia inilah yang mendororong para petani sampai saat ini berlomba lomba untuk “menjagungkan” tanah Pasbar,” kata Kadis Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Pasbar, Johnniwar bangga. Semangat dan antusias petani jagung ini disambut baik oleh pemerintah daerah. Wujud dari kepedulian pemerintah daerah diwujudkan dengan memberikan fasilitas dan dukungan yang memungkinkan petani jagung dapat melakukan efisiensi usaha yang pada gilirannya akan memberikan peningkatan pendapatan. Dalam rangka meningkatkan kualitas manajemen usaha, Pemkab Pasbar telah membangun kawasan model jagung, yang pada hakekatnya adalah sebagai wadah proses belajar mengajar bagi petani jagung, yang tidak hanya untuk petani jagung Pasbar tetapi juga terbuka bagi petani dari luar Pasbar. Langkah-langkah dan kiat-kiat keberhasilan sehingga meraih predikat sebagai kabupaten jagung, Pemerintah Daerah dan para petani sangat terbuka untuk berbagi ilmu dan dicontoh. (h/cw-dka)

>> Editor : Rudi Antono

>> Penata Halaman : Rahmi


20

KABUPATEN SOLOK

SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

Aloe jo Patuik

LINGKAR Program MTTS Dapat Apresiasi DPD SOLOK, HALUAN — Anggota DPD Republik Indonesia (RI) Emma Yohana menilai program Musyawarah Tungku Tigo Sajarangan Tali Tigo Sapilin (MTTS) yang diusung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, sangat tepat untuk menghidupkan kembali budaya Minangkabau. MTTS tersebut merupakan wadah berkumpulnya semua elemen masyarakat untuk bermusyawarah dalam membicarakan banyak hal di tingkat nagari (desa adat), tujuannya adalah untuk menyelesaikan konflik antar masyarakat dalam hal apapun melalui musyawarah. “Kita menilai dengan dibentuknya wadah MTTS tersebut akan bisa mengurangi konflik antar masyarakat, dan itu sangat efektif dalam menghidupkan kembali nilai-nilai adat Minangkabau,” katanya saat dihubungi dari Arosuka, Minggu. Menurut dia, program yang dibentuk oleh Pemkab Solok di tiap nagari itu diyakini bisa berperan dalam menghidupkan kembali nalainilai musyawarah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat meminimalisasi terjadinya konflik sesama. “Dalam adat Minangkabau cara mengatasi permasalahan tersebut dengan musyawarah/ mufakat, dan jika di tingkat nagari itu bisa kembali terwujud berarti sudah menghidupkan eksistensi adat di tengah masyarakat,” kata anggota DPD asal Sumbar tersebut. Dia mengakui, dewasa ini banyak masyarakat yang sudah lupa dengan nilai-nilai yang terkandung dalam adat Minangkabau, seperti contoh, banyaknya ditemui kemenakan yang tidak menghargai mamaknya (paman), padahal dalam budaya Minang, mamak tersebut merupakan pemimpin dalam kaum. “Nah dengan adanya MTTS tersebut, kita berharap semoga nilai-nilai adat yang selama ini terlupakan bisa dihidupkan kembali,” katanya. Sementara itu Bupati Solok Syamsu Rahim menyatakan tujuan program MTTS tersebut disamping meminimalisasi konflik ditengah masyarakat juga untuk menghidupkan kembali falsafah minang yang lebih dikenal dengan Adat Basandi Syara’-Syara’ Basandi Kitabullah (adat bersendikan agama-agama bersendikan Al Quran). Dia mengatakan, saat ini seluruh nagari yang ada di kabupaten itu cukup antusias mengaplikasikan program tersebut, salah satu yang menariknya adalah semua elemen masyarakat diikutsertakan, seperti tokoh adat, ulama, pemuda, dan sebagainya. “Kita menginginkan dalam MTTS tersebut bisa menyatukan semua pihak di tingkat nagari untuk bermusyawarah demi kepentingan bersama,” ujarnya. (h/*)

BIMBINGAN TEKNIS — Dewan Pimpinan Daerah(DPD) Perhiptani (Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia ) Kabupaten Sabtu lalu ( 24-12) melaksanakan Bimbingan Teknis. ALMITO

Perhiptani Gelar Bimbingan Teknis SOLOK, HALUAN — DPD ( Dewan Pimpinan Daerah) Perhiptani ( Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia) Kabupaten Solok menggelar Bimbingan Teknis Profesi Penyuluh Pertanian Berdasarkan Standar SKKNI bagi anggota Perhiptani daerah ini selama 4 kali pertemuan setiap hari Sabtu mulai 22 Desember 2012 lalu . Ketua DPW ( Dewan Pimpinan Wilayah ) Perhiptani Propinsi Sumatera Barat Ir. Syamsudharman. MBA membuka

secara resmi pelaksanaan Bimbingan tersebut bertempat di Balai Penyuluhan Kecamata (BPK) Gunung Talang di Jawi-

Jawi yang dihadiri oleh pengurus DPD Perhiptani Kabupaten Solok. Syamsudharman menyampaikan Apresiasi atas terlaksananya Bimbingan Teknis Profesi Penyuluh untuk pertama di Sumatera Barat,hal ini sesuai dengan Program kerja DPW Perhiptani Sumatera Barat dalam upay meningkatkan SDM Penyuluh menyonsong era globalisasi dan teknologi serta tuntutan terhadap Kompetensi Penyuluh saat ini. Perhiptani merupakan Organisasi Profesi yang bertujuan untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam mengem-

bangkan system Penyuluhan pertanian yang efektif, mengembangkan serta menyebarluaskan ilmu,Teknologi, Metoda dan Manajemen Penyuluhan Pertanian serta membina Jiwa Korsa mengembangkan Profesionalisme Penyuluh dan menyalurkan aspirasi Penyuluh. Sementara itu Ketua DPD Perhiptani Kabupaten Solok Almito.S.Pt yang juga Wakil Ketua DPW Perhiptani Sumatera Barat menyampaikan ucapan terima kasih kepada peserta yang berdatangan dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Solok.

Juga ucapan terima kasih kepada Ketua DPW Perhiptani Sumbar serta seluruh peserta yang hadir selama acara berlangsung. Ketua Panitia Marjulis.SP.KP menjelaskan, bimtek tersebut diikuti sebanyak 30 orang peserta dengan pemateri datri Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian Sumatera Barat, Penyuluh Pertanian yang sudah mendapatkan pengaluan Kompoten ( lulus Uji Kompetensi).Selain dilaksanakan di BPK Gunung Talang pada Sabtu 5 Januari dilaksanakan di BPK Kecamatan Kubung di Lubuk Agung Koto Baru. (h/mit)

GRASSTRACK CHAMPION SHIP

Yogi Sugama Jawara Balap Motor Supadieh

WAKIL Bupati Solok Desra Ediwan Anan Tanur disaksikan Ketua DPRD Syafri Dt Siri Marajo dan pejabat lainya, menyerahkan tropi juara umum kepada pembalap Yogi Sugama dari Pekan Baru. RISWAN JAYA SOLOK, HALUAN — Crosser berpengalaman Yogi Sugama dari team AB Saktem Pekan Baru Riau tampil sebagai ‘Jawara’ balap motor Supadieh Grasstrack Champion Ship Tahun 2013 yang berakhir, Minggu (6/01) petang di Sirkuit Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok. Yogi tampil sebagai juara umum menyisihkan sejumlah

pembalap andal lainya termasuk rival seteru abadinya dilintasan sirkuit balap motor di kelas 155 cc Open Sumbar Moredo dari team Ravi Motor Bukittinggi yang harus puas di posisi kedua. Wakil Bupati Solok Desra Ediwan Anan Tanur dan Ketua DPRD Syafri Dt Siri Marajo serta tiga ribuan penonton lainya sempat dibuat tegang

saat Yogi Sugama dan Moredo saling kebut saling salip dan kejar mengejar dengan sepeda motor masing-masing di lintasan sirkuit Alahan Panjang tersebut. Sementara posisi ketiga dan keempat asing-masing ditempati oleh croser asal Dharmas Raya dan Bukittinggi lainnya. Sedang pembalap tuan rumah Amril Alam yang turun atas nama team Amanda Motor PDS, harus puas berada di urutan lima. Walau sudah berupaya tampil maksimal diajang balap moto cross yang diikuti puluhan pembalap dari berbagai daerah di ranah minang dan dari propinsi tetangga itu, Amril Alam harus mengakui keunggulan para pembalap lain yang memang jauh lebih matang dan berpengalaman di lintasan sirkuit. “Selamat kepada pembalap yang sudah tampil menjadi juara pertahankan terus prestasi yang telah

diraih namun dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas,” tutur Wakil Bupati Desra Ediwan Anan Tanur yang menutup secara resmi ajang balap motor tersebut. Desra Ediwan mengatakan ajang balap motor Supadieh Grasstrack Champion Ship di Alahan Panjang itu, bisa dijadikan sebagai ajang menyalurkan minat dan bakat pembalap-pembalap muda potensial yang hobi ngebut dengan sepada motornya. Namun bukan ngebut dijalan raya kata Desra Ediwan akan tetapi ngebut dengan torehan prestasi tampil sebagai juara di lintasan sirkuit balap motor. “Ajang balap motor Supadieh Grasstrack Shampion Ship di Alahan Panjang tersebut juga bisa menjadi benteng generasi muda dari pengaruh bahaya narkoba,” paparnya. Sebelumnya Ketua Panitia ajang balap motor itu Hafni

Hafis melaporkan kegiatan yang digelar Sabtu dan Minggu (5-6/01) tersebut mempertandingkan tujuh Kelas berbeda. Diantaranya kelas 2 lokal alahan panjang dan 2 lokal Solok bebek modifikasi 130 cc dan bebek campuran 130 cc. Sedang untuk kelas 2 local terbuka Sumbar terdiri dari bebek modifikasi 125 cc dan 130 cc. ditambah dengan 1 kelas campuran 155 cc terbuka Sumbar. Panjang lintasan sirkuit Alahan Panjang yang 1200 meter itu kata Hafni Hafis sudah memenuhi syarat untuk ivent kejurda dan sekelasnya namun untuk ivent kujurnas sirkuit ini masih perlu pelebaran track sekitar empat meter kiri dan kanan. “Kepada pembalap yang tampil menjadi juara di kelasnya masing-masing selain mendapat trofi lepas juga menerima hadiah uang pembinaan,” pungkasnya. (h/ris)

MALAM PERGANTIAN TAHUN BARU DI AROSUKA

Jadi Kenangan Terindah Ribuan Warga SOLOK, HALUAN — Detikdetik pergantian tahun baru sepanjang Senin (31/12/2012) malam hingga Selasa (01/01/ 2013) lalu menjadi sebuah kenangan terindah yang tak terlupakan ribuan warga penghasil bareh tanamo itu, yang tumaph ruah memenuhi kawasan Taman Hutan Kota Arosuka. Udara dingin yang seolah menusuk hingga ke tulang sumsum didaerah berhawa sejuk disekitar kawasan kaki Gunung Talang itu, seperti tak dihiraukan sepuluh ribuan warga yang larut dalam suka cita dan keceriaan bersama keluarga menyambut malam pergantian tahun baru tersebut. Wakil Bupati Solok Desra Ediwan Anan Tanur, Ketua DPRD Syafri Dt Sir Marajo, Kapolres AKBP Bambang Ponco Sutiarso serta unsur muspida lainya, juga terlihat larut dalam keceriaan perayaan pesta pergantian malam tahun

baru yang berlangsung meriah aman sukses dan lancar itu. Tepat pukul 00.00 WIB tengah malam saat sang waktu mulai memasuki tanggal 1 Januari 2013, beranjak meninggalkan tahun 2012, ribuan warga terdiri dari lakilaki dan perempuan tua muda besar kecil langsung meniup terompet yang berada di tangan mereka, seraya bersorak sorai menyambut kedatangan tahun baru ‘Naga Air’ yang ditunggu-tunggu. Pesta perayaan pergantian malam tahun baru itu pun kian meriah dan meninggalkan kenangan yang indah bagi ribuan warga masyarakat kabupaten penghasil buah Markisa itu, ketika pesta kembang api dengan warna warni yang indah bertaburan menghiasi langit Taman Hutan Kota Arosuka nan indah. “Semoga tahun baru 2013 akan menjadi tahun yang membawa keberkahan dan

kesuksesan bagi seluruh masyarakat kabupaten Solok khusunya dan masyarakat ranah minang umunya serta bangsa Indonesia “ tutur Wakil Bupati Desra Ediwan dalam sambutannya di hadapan ribuan warga dari atas podium utama di Taman Hutan Kota tersebut. Melalui momen malam pergantian tahun baru 2013 tersebut Desra Ediwan mengajak seluruh masyarakat daerah penghasil buah Markisa berpenduduk 364 ribuan jiwa yang tersebar di 74 Nagari dalam 14 Kecamatan itu, untuk bahu membahu membangun Kabupaten Solok nan indah dengan semangat kebersamaan menuju masyarakat adil makmur dan sejahtera. Ribuan warga yang tumpah ruah di sekitar kawasan Taman Hutan Kota Arosuka itu kian terhibur dengan suguhan atraksi penampilan sederet artis minang dan artis

ibu kota seperti grup band Nidji yang bergantian tampil diatas panggung utama, memukau ribuan warga yang seolah memang sangat haus akan hiburan sebagai pengganti obat penghilang stres. Di lain pihak ratusan aparat keamanan terdiri dari jajaran Polres Solok dibantu TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta puluhan anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial setempat, PMI, TRC BPBD Solok dan unsur lainya, terlihat bersiaga dititik titik lokasi yang telah ditentukan dalam rangka ikut menyukseskan kelancaran dan keamanan perayaan malam pergantian tahun baru tersebut. Jajaran Satlantas Polres Solok dibawah komando Kasat Lantas Iptu Rifki dibantu aparat gabungan lainya terpaksa bekerja ekstra keras guna mengatur kelancaran arus lalu lintas Solok-Padang disekitar kawasan Taman

Huta Kota Arosuka yang dipenuhi ribuan warga, guna mengatur arus lalu lintas kendaraan yang melintas perlahan dilokasi itu. Sementara puluhan tenda pedagang kaki lima dadakan yang menggelar berbagai aneka macam makanan dan minuman seperti nasi goreng, sate, teh telur, kopi dan lain sebagainya, serta pedagang mainan anakanak dan aneka baju kaos yang dijajakan, juga ikut kecipratan rejeki karena ribuan warga berbelanja menyerbu tendatenda dagangan mereka. “Acaranyo meriah pak gratis pulo kok dapek tiok tahun diadokan malam pergantian tahun baru tu di Taman Hutan Kota Arosuka nan indah tu,” papar Rani Belviati dan adik sepupunya Rayhan Abiyyu warga Jorong Aro Nagari Talang dalam logat minang kepada Haluan saat malam pergantian tahun baru tersebut. (h/ris)

KONDISI jembatan Batu Kudo yang menghubungkan Bawah Duku-Subarang Nagari Koto Baru Kec.Kubung berbahaya dilewati. Foto Almito

UMKM Diminta Matangkan Manajemen SOLOK, HALUAN — Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kabupaten Solok, Syafrizal Ben mengharapkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah itu agar mematangkan sistem manajemen usaha guna untuk pengembangan dan kemajuan usaha. “Pengusaha yang sukses itu adalah pengusaha yang gigih dan ulet, dan faktor manajemen dalam sebuah usaha sangat menentukan keberhasilannya,” katanya di Arosuka, baru-baru ini. Menurut dia, jika sistem pengelolaan usaha amburadul atau tidak tertata dengan baik besar kemungkinan akan berhenti di tengah jalan. “Walaupun kita punya modal yang banyak tetapi manajemen kacau sulit nuntuk bisa sukses, lebih baik modal sedikit tapi terkelola dengan baik,” ujarnya. Dia menambahkan, pada dasarnya menjadi pengusaha itu tidaklah sulit, artinya >> Editor : Atviarni

dengan bermodalkan manajemen yang baik, kegigihan, dan keuletan setiap orang yang merintis usaha diyakini bisa berhasil. “Dan memang banyak orang yang harus berulang kali merintis usaha baru bisa berhasil, intinya jika gagal jangan putus asa,” katanya. Dia juga meminta kepada pelaku UMKM di daerah itu agar terus meningkatkan kualitas produksinya sehingga bisa bersaing di pasar. “Apapun jenis usahanya harus memperhatikan mutu, karena saat ini konsumen lebih cenderung membeli barang yang bermutu,” ujarnya. Dia menjelaskan, di kabupaten tersebut saat ini geliat UMKM cukup bagus dan terus berkembang, baik itu sektor industri rumah tangga (IRT), perkebunan, perikanan, dan pertanian. “Kita akan terus menfasiliatasi UMKM agar bisa maju dan berkembang, termasuk soal pemasaran,” ujarnya. (h/*) >> Penata Halaman: Irvand


FIGURA 21

SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

AYU TINGTING

Ogah Menikah di Mekkah ENYANYI dangdut Ayu Tingting menolak menikah di Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi. Kenapa? Menurut dia kalau menggelar pernikahan di sana, nanti tidak ada sahabat dan tamu yang datang. Padahal, beberapa selebritas Indonesia lainnya, ada yang ingin menikah di Mekkah. “Nggak ah, nikah di sana mah nggak ada yang dateng dong,” ujarnya seraya tertawa saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ayu dan sang kekasih, Enji sepertinya tak ingin menikah diam-diam. Ia pun berharap bisa mengundang semua kerabatnya ke acara pernikahannya. “Ya saya pasti undang teman-teman saya, keluarga, pengennya semuanya harus dateng,” ucapnya. Meski demikian, hingga kini Ayu belum menentukan tanggal pernikahan. “Pengennya mah cepet, insya Allah. Aku nggak memilih tanggal dan hari yang cantik,” tutur pelantun ‘Alamat Palsu’. Namun, beberapa waktu silam, ibunda Ayu, Umi Kalsum buka kartu kalau sang anak ingin menikah pertengahan tahun ini. Tepatnya, ia ingin menikah setelah Lebaran. “Nggak sampai akhir (tahun) kalau dia maunya. Maunya di tengah-tengah sih, sesudah lebaran mungkin, insya Allah di tengah-tengah bulannya,” ujar Umi. (h/ccm)

P

OLLA-AUFAR

RITUAL BANGUN TIDUR KEBAHAGIAAN tengah menyelimuti rumah tangga Olla Ramlan dan Aufar Hutapea. Pascamenikah 20 Desember 2012 lalu, mereka semakin mesra. Bahkan Olla dan Aufar punya ritual khusus setiap pagi saat bangun tidur. Apakah itu? “Saya juga senang bangun-bangun ada yang melukin. Saya yang nyium Aufar. Dan tangan saya langsung ke mana-mana,” jawab Olla terbahak saat ditemui di Grand Mahakam Hotel, Blok M, Jakarta Selatan, Minggu (06/ 01) malam. Sama halnya dengan Olla, Aufar juga merasakan perhatian lebih yang diberikan sang istri setelah menjalani hari-hari sebagai pengantin baru. “Ya Alhamdulillah, ada yang ngurus pagi-pagi. Ada yang bikin sarapan, ada yang perhatiin lebih juga sekarang. Lebih lengkap lah sekarang,” tandasnya. (h/ccm)

NIKITA MIRZANI OPERASI HIDUNG BEGITU banyak aktivitas yang dilakukan Nikita Mirzani pasca bebas. Salah satunya menjalanioperasi hidung. Merasa bentuk hidungnya kurang sempurna, Nikita Mirzani melakukan operasi hidung pada Sabtu (05/01) lalu. “Enggak banyak yang diubah, kemarin agak besar dibikin agak lancip biar bagus,”

kata Nikita Saat dihubungi melalui telepon, Senin (07/01). Namun, Niki melakukan operasi tersebut bukan karena tidak percaya diri dengan penampilannya. “Bukan enggak pede, kalau di dalam foto itu kelihatan datar, tumpul,” ujarnya. Setelah operasi, untuk sementara Nikita tidak ambil

pekerjaan dahulu hingga sidangperdananya 9 Januari mendatang. Akibat operasi tersebut, Nikita masih sering merasakan sakit. “Enggak (sakit) tapi pengen tidur saja, lagi enggak ambil job, memang khusus buat operasi. Tapi enggak lama, seminggu sudah balik,” tuturnya. (h/ccm)

ARTI NAMA PUTRI TOMI KURNIAWAN LENGKAP sudah kebahagiaan pesinetron Tommy Kurniawan. Sang istri, Tania Nadira, baru saja melahirkan anak kedua berjenis kelamin perempuan pada Minggu (06/01) pagi. Bayi mungil yang lahir melalui operasi caesar ini diberi nama Naira Syabila Azzahra Kurniawan. “Artinya, air mata surga yang berkilau,” ucap Tommy senang. Menurut Tommy, bayi mungilnya ini mempunyai berat 2,96 kilogram dan panjang tubuh 48 sentimeter. Sebenarnya Tania >> Editor : Afrianita

akan melahirkan pada 26 Januari mendatang. Namun kondisi Tania yang mengalami rasa sakit, operasi caesar pun akhirnya dipercepat. Dari hasil observasi tim dokter ditemukan dinding leher rahim dan bekas operasi caesar anak pertama sudah menempel, sehingga membuat Tania kesakitan. Sebelumnya Tommy sudah dikaruniai anak laki-laki bernama Muhammad Al Fatih Fabrizio Kurniawan yang lahir pada 26 Januari 2012. (h/ccm) >> Penata Halaman: Jefli


22

PASAMAN BARAT

LINGKAR Nyawa Tidak Berharga Lagi PASBAR, HALUAN — Sejak jalur lalulintas di Pasaman Barat diperbaiki, pengendara kendaraan bermotor tidak lagi menghiraukan keberadaan nyawanya. Padahal, usia yang mereka lalui mereka masih muda dan masa depan masih panjang Ketua PC Pemuda Panca Marga Pasaman Barat, Suwandi Umar kepada Haluan menyampaikan, persoalan mendasar yang dihadapi generasi penerus, seperti di Pasaman Barat hingga saat ini adalah terlalu remehnya mereka terhadap aturan dan tatatertib berlalulintas. Padahal, berbagai upaya dan kesempatan jajaran kepolisian dari Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Pasaman Barat telah berupaya melakukan pembinaan, bimbingan dan penertiban berlalulintas kepada masyarakat, termasuk para pelajar di berbagai lembaga pendidikan yang ada. Malah mulai tahun ajaran 2008/2009 lalu, Polres Pasaman Barat bekerjasama dengan pihak terkait telah melakukan penandatanganan naskah kerjasama, berupa memasukkan materi tertib berlalulintas sebagai bidang studi tambahan di setiap lembaga pendidikan. Menurut Suwandi Umar, dimasukkannya meteri tertib berlalulintas sebagai bahan ajar di lembaga pendidikan di Pasaman Barat, sebenarnya bukan sebatas melaksanakan proses belajar mengajar terkait materi tertib lalulintas kepada para pelajar yang ada. Tapi sebagai wujud dan kepedulian jajaran kepolisian bersama pihak terkait agar masyarakat bersama generasi penerus tahu, faham dan mengikuti aturan berlalulintas dalam setiap kesempatan. Kasat Lantas Polres Pasaman Barat, AKP Arri Paloh menyampaikan, dari catatan yang ada pada setiap tahun menjelaskan, bahwa angka kecelakaan yang terjadi pada setiap tahun di wilayah hukum Polres Pasaman Barat terus meningkat. Penyebab terjadinya peningkatan angka kecelakaan di daerah ini sebetulnya bukan murni disebabkan oleh kondisi badan jalan yang belum sempurna kemulusannya, tapi disebabkan oleh pola fikir dan tingkah pengendaranya sendiri. Melihat fenomena yang ada, ulas Yuhendri, akibat ulah dan pola fikir pengendara kendaraan bermotor bersangkutan seakan-akan mereka tidak lagi menyanyangi nyawa dan masa depan mereka, padahal kesempatan mereka untuk merobah sikap dan prilaku masih ada. Karena itu, selagi masih ada waktu dan kesempatan tetaplah berkendaraan sesuai aturan, jangan utamakan emosi dan egosentris yang ada dalam diri masing-masing. (h/gmz)

Guru Harus Berkualitas dan Profesional PASBAR, HALUAN — Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Saifuddin Zuhri, mengingatkan kepada setiap guru agar tugas kependidikannya jangan hanya sebatas melepas tugas dan tanggungjawab. Sebab, ke depan setiap guru harus berkualitas, mandiri dan profesional. Sebaliknya, tunjangan profesi yang diterima (bagi yang menerima), tidak lebih sebagai rezeki nomplok dari pemerintah. “Sangat tidak logis, jika guru tidak mampu menjadikan dirinya sebagai pendidik yang profesional, malah keberadaannya akan menjadi pemicu lahirnya perdebatan dan perbedaan sudut pandang di lembaga pendidikan, tempatnya mengajar,” kata Saifuddin Zuhri kepada Haluan di Simpang Ampek, Jumat (4/1). Banyaknya anak didik yang cuek atau acuh terhadap tujuan pendidikan yang seharusnya ditanamkan oleh setiap guru kepada mereka, khususnya di sekolah bersangkutan, salah satu penyebabnya adalah tidakmampunya sebagai guru menjadikan dirinya sebagai pendidik di kalangan anak didiknya, sehingga terjadilah ketidakpercayaan anak didik kepada guru bersangkutan. Padahal, katanya, semenjak beberapa waktu terakhir pemerintah pusat, melalui Kementrian Pendidikan Nasional telah memberikan peluang dan kesempatan seluas-luasnya kepada para guru untuk meningkatkan kualitas, kemampuan juga profesionalismenya. Salah satu kegiatan itu adalah, dilaksanakannya program sertifikasi kepada guru yang bergelar sarjana. Diberikannya kesempatan seluas-luasnya kepada setiap guru meningkatkan potensi diri dan mengikuti program sertifikasi, bukan hanya sebatas melaksanakan tugas pemerintah untuk mengangkat citra sekaligus mengembalikan tugas dengan rasa tanggungjawab yang tinggi kepada setiap pendidik. Tapi, pemerintah pusat telah berupaya dengan sekuat tenaganya untuk memberikan kesempatan khusus kepada masing-masingnya meningkatkan kualitas dan potensi diri. Kendati demikian, tambah Hendri, diberikannya kesempatan kepada setiap pendidik untuk mengikuti program sertifikasi, dengan imbalan pendapatan satu kalilipat dari gaji pokoknya pada setiap bulan, harusnya bisa memotivasi parta guru meningkatkan kualitas dan potensinya. Selain itu, harus mampu pula memberikan perubahan ke arah yang lebih baik di sekolah, tempatnya bertugas. Ketua Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yaptip Pasaman Barat, Suardi secara terpisah menyampaikan, hingga saat ini tenaga pendidik di Pasbar yang dinyatakan lulus sertifikasi mencapai 500 orang. Sementara guru yang diusulkan untuk mengikuti seleksi dan hal-hal berhubungan dengan proses pensertifikasian sebanak 300 orang. (h/gmz)

SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

Tuah Basamo

Bupati Tinjau Lokasi Banjir PASBAR, HALUAN — Beberapa hari menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pasaman Barat ke-9, Jorong Taming di Kenagarian Batahan, Kecamatan Ranah Batahan dilanda banjir.

LANTIK — Wakil Bupati Pasaman Barat, ketika memasangkan benggo kepada Hendra Joni, sebagai Walinagari Parit yang baru.

Wabup Lantik Walinagari Parik PASBAR, HALUAN — Wakil Bupati Pasaman Barat, Syahrul Dt Marajo melantik sekaligus mengambiul sumpah jabatan Hendra Joni sebagai Walinagari Parit, periode 2012-2018, menggantikan Hendri Fausal di kantor camat setempat. Ia didampingi Asisten Bidang Pemerintahan, Muhayatsyah, Kabag Pemerintahan Nagari, Maiyuslinar, Jumat (4/1). Wabup Syahrul pada kesempatan itu menyampaikan, Walinagari merupakan amanah atau kepercayaan dari masyarakat dan pemerintah yang harus diemban dalam melaksanakan tugas untuk memberikan pengabdian terbaik

bagi masyarakat, terutama di kenagaraian Parit. Karena itu Walinagai harus mampu mempertahankan, menyeimbangkan dan menyatukan tuntutan dari semua pihak yaitu mengatur dan mengurus kepentingan nagari. Ke depan harus dapat membangun rasa kebersamaan dan kekeluargaan dalam setiap proses pembangunan yang dilakukan sehingga komponen masyarakat akan merasa bangga dan mempunyai rasa memiliki pada nagari. Sehingga setiap program dan gagasan yang disampaikan akan berjalan maksimal, seperti diharapkan. Selain itu juga diharapkan untuk

terus menjalin komunikasi dan konsolidasi ke seluruh komponen masyarakat nagari, agar program dan kegiatan yang telah ditetapkan benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat nagari. Sejalan dengan hal itu, pihaknya dengan segenap aparatur pemerintah kabupaten mengucapkan selamat bertugas. “Terahir saya ucapkan terimakasih kepada pelaksana walinagari beserta jajaranya, ketua dan Anggota Badan Permusyawaratan (Bamus) Nagari dan Panitia Pemelihan Walinagari beserta kelompok yang telah menyukseskan proses pemilihan walinagari dengan aman dan tertib,” tutupnya. (h/gmz)

Melihat kondisi tersebut, Bupati Baharuddin dan rombongan hari Minggu (6/1) lalu meninjau lokasi sekaligus bertemu dengan masyarakat setempat. “Kita ingin melihat secara dekat, bagaimana kondisi terakhir lokasi bencana banjir itu, dan sudah sejauh mana dampaknya terhadap para petani dan pemukiman masyarakat. Sehingga dapat dicarikan sulusinya secara bersamasama, agar kejadian tersebut dapat diantisipasi,” kata Baharuddin R dihadapan masyarakat setempat, waktu itu. Disampaikannya, sedikit apapan musibah yang dirasakan warga di bumi Pasbar harus menjadi perhatian pemerintah setempat. Apalagi berkaitan dengan perekonomian warga dan pemukimannya. Setelah kejadian sejumlah pejabat dan instansi terkait sudah diperintahkannya agar berkunjung ke sejumlah lokasi bencana banjir dan abrasi di daerah setempat. Selanjutnya membuat kajian teknis, apa yang harus dilakukan mengantisipasi persoalan tersebut. Melalui kajian teknis yang sudah sampai ketangan Bupati Pasbar. Dapat dipastikan untuk mengantisipasi berbagai bencana tersebut harus dilakukan secara bersama-sama, mulai dari masyarakat, pemerintah

daerah hingga ketingkat pusat. Khusus kajian masalah yang dihadapi warga Ranah Batahan, pemerintah daerah akan berupaya semaksimal mungkin berkoordinasi dengan pemeritah pusat melalui Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (DAS) Wilayah I Sumatera III Medan. Sebab, lokasi banjir dan mengancam runtuhnya bangunan jembatan berada di wilayah perbatasan antara Provinsi Sumatera Barat dengan Sumatera Utara. Menurutnya, salah satu langkah untuk mengantisipasi bencana banjir di daerah setempat, harus melakukan normalisasi sungai dan perkuatan tebing di sepanjang Batang Batahan itu. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pasaman Barat, Reflin, mengaku pihaknya telah mempersiapkan kajian analisis dan proyeksi penanggulangan bencana alam yang melanda masyarakat Jorong Taming dan sekitar perbatasan. Catatan khusus ini telah disampaikan kepada pihak Pemprov Sumatera Barat, agar ditindaklanjuti ke pemerintah pusat dan Pemprov Sumatera Utara. Berkas kajian itu dibuat sesuai dengan harapan bupati Pasbar, sebab sesuai kondisi anggaran kabupaten setempat tidak mungkin menyiapkan dana sebesar itu. Sementara pembangunan normalisasi sungai dan perkuatan tebing sangat menentukan buat masadepan warga Ranah Batahan ke depan. Menurutnya, Sungai Batang Batahan di kabupaten setempat, merupakan sungai besar yang muaranya ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumut. Kalau sudah musim hujan, sering terjadi banjir yang mengakibatkan pemukiman masyarakat disepanjang sungai banjir dan menggenangi rumah penduduk, bahkan ada yang hanyut. (h/gmz)

Pasaman Barat Peringati HAB PASBAR, HALUAN — Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama tingkat Pasaman Barat ke-67 dilaksanakan hari Kamis, 3 Januari 2013 di lapangan hijau Pasaman Baru. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Wakil Bupati Pasaman Barat, Syahrul Dt. Marajo, dihadiri Ketua DPRD, unsur Muspida, Ketua TPPKK kabupaten Ny. Nina Bahar, dan Kepala SKPD Pasaman Barat. Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Abdel Haq didampingi Kasubbag Tata Usaha, Miswan dengan Ketua Pelaksana, Wafda kepada Haluan menyampaikan, selain upacara di lapangan

hijau Pasaman Baru hari Senin lalu, semarak hari lahirnya Departemen Agama atau Kementerian Agama juga diperingati dengan berbagai kegiatan. Di antaranya adalah melibatkan pelajar tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) melaksakaan kemah bakti pramuka selama tiga hari di komplek MAN Simpang Empat. Selain itu pertandingan bolavoli antar madrasah, tenis meja antar pejabat, dan beberapa jenis kegaiatan keagamaan lain. Peringatan ulang tahun kali ini, kata Nahruddin dan diamini Miswan dan Wafda memang berbeda dari kegiatan serupa di tahun lalu.

Untuk tahun ini kegiatan yang difokuskan adalah melibatkan seluruh komponen di naungan Kantor Kementerian Agama. Selain madrasa negeri dan swasta, yang meramaikan kegiatan kemah bhakti pramuka selama tiga hari itu juga dinikmati oleh santri dari berbagai pondok pesantgren yang ada di kabupaten ini. Ke depan, tambah Syahrul, pihaknya berharap setiap peringatan hari ulang tahun Kementerian Agama dilaksanaakn, yang akan terlibat sebagai pesertanya akan dikembangkan. Namun penatakelolaannya juga harus dilaksanakan secara maksimal dan profesional. (h/gmz)

PAMERAN DAN BAZAAR

Semarakkan HUT Pasaman Barat PASBAR, HALUAN — Memeriahkan peringatan hari lahirnya Kabuaten Pasaman Barat ke-9 tahun 2013, yang jatuh pada tanggal 7 Januari, Pemerintah daerah setempat bersama pihak terkait di komplek kantor bupati melaksanakan pameran pembangunan dan bazaar akbar. Pameran dan bazaar yang diresmikan Bupati Baharuddin R itu diikuti 100 stan. Umar, salah seorang pengelola stand di komplek bazar semarak HUT Pasaman Barat kepada Haluan, Minggu (6/1) menyampaikan, dilaksanakannya berbagai kegiatan oleh Pemda Pasaman Barat bersama lembaga terkait, seperti bazaar kali ini, sebenarnya bukan sebatas memeriahkan semarak hari lahir Pasaman Barat. Tapi, katanya, hal ini juga memberikan kesempatan kepada para pedagang, terutama peserta pameran dan bazar memperlihatkan produk dagangan atau bazar-

nya ke tengah warga Pasaman Barat. Dirinya yakin dan percaya, yang terlibat aktif mengisi stan di arena pameran dan bazar bukan semuanya warga Pasaman Barat, tapi ada dariu luar kabupaten. “Kita berharap, selama kegiatan pameran dan bazar dalam rangka memeriahkan hari jadi Pasaman Barat tahun ini, akan memancing masyarakat untuk ingin tahu terhadap berbagai jenis produk yang dipamerkan atau sejumlah bahan dagangan yang diperjualbelikan,” kata Umar yang diaminkan oleh beberapa orang peserta bazar lain. Kepala Dinas Koperindag dan UKM Pasaman Barat, Aljufri, menyampaikan, seperti halnya tahun lalu, pameran pembangunan dan sejumlah aneka bazar di sekitar kantor bupati, tidak hanya sebatas memeriahkan peringatan hari lahirnya Pasaman Barat, yang jatuh pada tanggal 7 Januari 2013. Ke depan, harapnya, kegiatan

HUT IX Pasaman Barat dimeriahkan berbagai kegiatan. Dalam gambar, Bupati, Baharuddin R, Ketua TP-PKK kabupaten, Ny. Nina Bahar

serupa akan terus dilaksanakan, dengan harapan semarak HUT Pasaman Barat terus dilaksanakan secara meriah dan suasananya terus dinikmati oleh masyarakat, baik dari Pasaman Barat sendiri maupun dari luar kabupaten, umumnya siapa saja yang berkesempatan menyaksikan semarak hari jadi Pasaman Barat dimaksud. Ditampilkan 28 Macam Lomba Selain bazar dan pameran, peringatan hari jadi Pasaman Barat ke-9 atas kerjasama antara Pemda setempat dengan pihak terkait juga melaksanakan festival kesenian tradisional. Untuk tahun ini dilaksanakan sebanyak 28 jenis lomba. Festival yang dirangkai dengan pelestarian nilai-nilai adat dan budaya diikuti utusan kecamatan, se Pasaman Barat. Festival budaya tradisional tingkat kabupaten dan akan berakhir tanggal 7 Januari 2013 secara resmi dibuka oleh Bupati Baharuddin R, dihadiri Wakil Bupati, Syahrul Dt.Marajo, unsur Muspida Pasaman Barat, Ketua TP-PKK, Ny. Nina Baharuddin, Ketua GOW, Ny. Nuraini Syahrul, asisten, kepala SKPD di lingkungan Pemkab Pasaman Barat, tokoh agama, adat, aktivis kesenian dan undangan. Jelasnya sejumlah jenis lomba yang dilaksanakan untuk memeriahkan HUT Pasaman Barat ke-7 tahun 2011 itu adalah lomba tari pasambahan, lomba pidato pasambahan adat tingkat ninik mamak, tari silek gelombang, tari kreasi baru, pidato pasambahan adat tingkat remaja, tari tradisional spesifik nagari, lomba malamang, ronggeng, ronggeng tingkat tingkat SLTA. (h/gmz)

WAKIL BUPATI, Syahrul Dt. Marajo menyerahkan potongan tumpeng kue peringatan HAB ke-67 kepada Kepala Kakankemenag.

Tanki Bertonase Tinggi, Penyebab Rusaknya Jalan PASBAR, HALUAN — Tidak seimbangnya antara kapasitas jalan dengan tonase truk CPO yang melintasi badan jalan di sepanang jalan lintas Pasaman Barat, merupakan faktor penyebab buruknya kondisi jalan di daerah ini. Padahal, terjadinya kecelakaan dan menimbulkan korban jiwa di daerah ini tidak semuamya disebabkan oleh faktor pribadi pengendara, tapi akibat kondisi jalan. “Kita tidak menyangkal, karena kondisi jalan yang ada di sepanjang jalan lintas Pasaman Barat memiliki tiga tingkatan (kapasitas) jalan, yaitu jalan negara, jalan provinsi dan jalan kabupaten. Maka pihak yang memperbaiki kerusakan badan jalan tentu dilaksanaan oleh pihak terkait secara profesional,” kata Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Pasaman Barat, Mardani kepada Haluan di ruang kerjanya, Simpang Ampek, Jumat (4/1). Di Pasaman Barat, ulasnya, jalan negara berada di sepanjang jalan perbatasan antara Kabupaten Agama dan Pasaman dengan Kabupaten Mandahiling Natal (Madina) di Provinsi Sumatera Utara. Jalan provinsi adalah jalan melintasi antara ibukota kabupaten dengan kecamatan se Pasaman Barat. dan jalan kabupaten adalah jalan yang menghubungkan antara kecajatan satu dengan yang lain. Sementara itu, ulas Mardani, jalan kecamatan adalah sarana lalulintas yang ada atau menghubungkan antara kenagarian satu dengan yang lain dalam satu kecamatan atau berara di beberapa kecamatan. Khusus jalan kabupaten, jika di titik tertentu terdapat kerusakan atau perlu dilakukan perawatan, maka pengelola dan pihak yang bertanggungjawab adalah pemerintah kabupaten, melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU). Sedangkan untuk jalan negara, pihak yang bertanggungjawab untuk memperbaikinya bukan pihak kabupaten atau dari provinsi, tapi biaya perbaikannya dialokasikan dari APBN, sesuai jumlah dan kondisi jalan yang diperbaiki. Lalu untuk jalan provinsi, prosesnya juga harus dilakukan oleh pemerintah provinsi, melalui Dinas PU. Sejalan dengan hal itu dan rusaknya badan jalan di sejumlah titik di kawasan lintas Pasaman Barat, masyarakat bersama pemerintah kabupaten mintak kepada pemerintah pusat dan provinsi untuk memperbaiki badan jalan yang tidak layak lewati itu lagi. “Kita percaya bahwa pemerintah pusat dan provinsi terus berupaya melakukan hal terbaiknya untuk kemajuan arus lalulintas di Pasaman Barat,” tambahnya. Sementara, terjadinya kerusakan di sejumlah titik badan jalan sejumlah, bukan saja disebabkan oleh faktor kecilnya arus lalulintas di sepanjang jalan Pasaman Barat, tapi hal itu juga disebabkan oleh tidak seimbangnya antara kondisi jalan dengan tonase yang diangkut tangki CPO dan truk pengagkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di beberapa lokasi di kabupaten ini. (h/gmz) >> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman: Irvand


RIAU DAN KEPRI 23

SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

PEMPROV DIMINTA TURUNKAN ALAT BERAT

Jalan Kampar Kiri-Payakumbuh Putus BANGKINANG, HALUAN- Kondisi ruas jalan dari Desa Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri ke Desa Tanjung Permai, Kecamatan Kampar Kiri Hulu dan tembus ke Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat masih dalam keadaan rusak parah, belum bisa dilalui. Hal itu menyebabkan desa-desa yang dilalui jalan tersebut masih kesulitan memenuhi kebutuhan pangan. Kerusakan jalan yang masih merupakan jalan tanah itu diperparah oleh musim hujan, membuat beberapa desa terisolasi. Saat ini warga harus melewati kebun karet untuk jalur transportasi. Itupun hanya bisa dengan kendaraaan roda dua. Pengakuan tersebut disampaikan Camat Kampar Kiri Hulu Yasnimar kepada Haluan Riau melalui ponselnya, Senin (7/1) sore. “Kondisi terakhir, jalan belum bisa dilewati karena rusak parak. Lubuk Bigau ke Tanjung Permai untuk membeli beras terbatas, hanya bisa 5 kilogram per kepala keluarga,” ujar Yasnimar. Seperti diberitakan Haluan Riau, Sabtu (5/1) lalu, rata-rata ruas Jalan dari Desa Lipat Kain-Desa Tanjung Permai Kecamatan Kampar Kiri Hulu hingga perbatasan dengan Payakumbuh, Sumbar itu dalam kondisi rusak. Jarak dari Desa Lipat Kain-Desa Tanjung Permai sekira 70 kilometer. Kerusakan terparah terjadi di Kilometer 10 Desa Tanjung Mas Kecamatan Kampar Kiri. Kerusakan parah yang telah terjadi sejak tiga bulan itu membuat 16 desa di dua kecamatan, Kecamatan Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu terisolir dan mengalami krisis sembako dan bahan makanan. Enam belas desa itu delapan dari Kecamatan Kampar Kiri yaitu Tanjung Harapan, Tanjung Emas, Sungai Raja, Sungai Rambai, Sungai Harapan, Empat Koto Setingkai, Sungai Sarik dan

Muara Selaya. Sedangkan delapan desa dari Kecamatan Kampar Kiri Hulu yang rusak parah adalah Desa Danau Sentul, Deras Setajak, Tanjung Karang, Batu Sasak, Lubuk Bigau, Kebun Tinggi. Pangkalan Kapas dan Tanjung Permai menuju batas Sumbar termbus Payakumbuh. Kondisi jalan yang rusak itu imbuh Yasnimar membuat kendaraan termasuk kendaraan yang membawa pangan untuk melalui badan jalan. “Untuk membawa pangan tak bisa. Mulai Kilometer 10 Desa Tanjung Mas jalan sudah mulai rusak,” beber Yasnimar. Karena ruas jalan itu berstatus jalan provinsi, Yasnimar meminta Pemerintah Provinsi Riau turun tangan mencari solusi perbaikan jalan, minimal bisa dilewati oleh kendaraan. “Karena itu jalan provinsi, kalau bisa diturunkan alat berat dan truk karena masingmasing desa ada pulau. Jadi kalau anggaran dananya dan alat sudah ada, batu di pulau itu bisa digunakan untuk perbaikan jalan,” terangnya. Dikatakan, sebenarnya masyarakat di Kampar Kiri Hulu tak ada yang miskin kalau transportasi lancar. Untuk itu, kepada Pemprov Riau agar segera melakukan perbaikan. Terkait kerusakan jalan di Kampar Kiri Hulu, Yasnimar mengakui telah melaporkan ke Bupati Kampar H Jefry Noer, Senin (7/1) kemarin. “Tadi rapat dengan Bupati secara lisan telah saya sampaikan kerusakan jalan Provinsi itu,” katanya.

Sejauh ini kata Yasnimar Pemerintah Kabupaten Kampar telah menyalurkan bantuan Sembako melalui BK3S dengan jenis bantuan beras, minyak goreng, mie instan, hanya saja penyaluran bantuan ini juga terkendala karena medan jalan yang rusak parah. Bantuan ini diantaranya ke Desa Batu Sasak dan Kebun Tinggi. “Keadaan masyarakat di dalam sedang susah. Usaha menderes karet tak bisa karena musim hujan. Turun ke bawah tak bisa juga karena jalan buruk,” ulasnya. Dalam pertemuan di ruang Bupati itu kata Yasnimar disampaikan kondisi di lapangan. Diantaranya kondisi di Desa Tanjung Karang, Batu Sasak, Kebun Tinggi, Pangkalan Kapas, Lubuk Bigau, Tanjung Permai yang berbatasan langsung dengan Payakumbuh. Laporan dari Kecamatan Kampar Kiri Hulu kata Yasnimar juga disampaikan ke Dinas Bina Marga Provinsi Riau melalui tujuh kepala desa beberapa waktu lalu. “Kalau ke Provinsi sudah masuk surat. Sebenarnya proyek Provinsi untuk Lubuk Agung -Batu Sasak sudah ada karena jalan rusak, susah untuk ke atas. Bawa solar saja tak bisa,” terangnya. Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar Ali Zabar yang dihubungi terpisah mengakui hingga kemarin badan yang dipimpinnya belum menerima laporan terjadinya kerusakan parah ruas jalan Lipat KainSumbar tersebut. Meskipun demikian kata Ali, pihaknya siap akan turun ke lokasi dalam waktu secepat mungkin. “Coba kami cek, kalau bisa kami yang turun ya kami, kalau PU ya PU. Nanti kami koordinasi. Laporan itu belum kami terima, tadi masih rapat dengan Camat dan dengan Bupati, tak ada kami terima laporan,” ujarnya.(h/hir)

TOLAK BERGABUNG — Puluhan Warga Moro Kabupaten Tanjung Balai Karimun mendatangi Kantor Gubernur Kepri Lama di Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang, Senin (7/1). Mereka meminta agar hasil paripurna pengesahan Pembentukan Kabupaten Kundur agar tidak memasukan wilayah Kundur karena warga menolak bergabung dengan pemekaran. SUTANA

Silpa Rp1,8 Triliun Masuk APBD 2013 PEKANBARU, HALUAN — Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) APBD Provinsi Riau tahun 2012 yang mencapai Rp1,8 Triliun, akan dikembalikan ke kas Daerah, dan Silpa tersebut dimasukkan ke pendapatan APBD Provinsi Riau tahun 2013. Demikian disampaikan oleh Asisten II Setdparov Riau, Emrizal Pakis, saat ditemui Haluan Riau, di ruang kerjanya, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau, Selasa (7/1). Menurutnya Silpa APBD Riau tahun 2012 yang tinggi bukan disebabkan oleh tidak matangnya perencanaan. Dan Silpa tersebut bisa dipergunakan kembali di tahun 2013. “Silpa APBD tahun 2012, tentunya dikembalikan ke kas daerah dan masuk di pendapatan APBD tahun 2013, dan tingginya Silpa disebabkan tidak terlaksananya beberapa kegiatan oleh Satker,” ungkapnya.

Dijelaskan Plt Kadispora Riau ini, Pendapatan APBD Riau di tahun 2013 yang mencapai Rp8 Triliun juga digabungkan dengan Silpa tahun 2012. Sebelumnya pendaptan APBD Riau tahun 2013 hanya mencapai Rp6 Triliun lebih, sehingga ditambahkan Silpa 2012 mencajadi Rp8 Triliun. Dan Silpa Rp1,8 tidak dimasukkan ke Bank, seperti yang diduga. “APBD kita ditahun 2013 yang mncapai Rp8 miliar itu sudah masuk Silpa, biasanya APBD kita hanya Rp6 Trliun lebih, jadi Silpa tidak pernah dimasukkan ke Bank,” terang Emrizal. Tingginya Silpa tahun 2013, menurut EMrizal Pakis, disebebkan oleh beberapa faktor, diantaranya, tidak terlaksananya berbagai kegiatan oleh Satker di yang bersangkutan, sehingga diprioritaskan ditahun berikutnya dengan memeprbaikia administrasinya, oleh masing-

= KEHILANGAN

1 BH STNK SEPEDA MOTOR SUZUKI BM. 4544 AY, AN. SRI PUJIATI. HILANG ANTARA BONJOL-LUBUK SIKAPING, SELASA, 1 JANUARI 2013. BAGI YANG MENEMUKAN HARAP LAPOR KE POS POLISI TERDEKAT

masing SKPD. Faktor lainnya, di beberapa kegiatana di SKPD mengalami keterlambatan sehingga tidak bisa digunakan, pengaruh lainnya adanya sisa dana yang tidak bisa dipakai, seperti tender,sisa tender efisien dan terhadap perjalanan dinas yang tidak dapat lagi digunakan. “Faktor tersebut lah yang menyebabkan tingginya Silpa ditahun 2012,” ungkapnya. Sementara itu terkait dengan sisa anggaran di Dispora Riau, Emrizal Pakis mengatakan, di Dispora Riau sisa anggaran lebih dari Rp100 miliar. Karena ada dua proyek yang anggarannya sudah ada tetapi belum bisa dikeluarkan yakni di proyek pembangunan Main Stadion, dan infrastruktur. “Kalau untuk Dispora mencapai Rp100 miliar lebih, karena ada beberapa dana di pembangunan Main stadion yang belum dibayarakn di sisa tender dari kontraktor,” jelasnya.

=

Terkait dengan sisa hutang Main Stadium, dari nilai kontrak yang ada dengan kontraktor mencapai Rp147 miliar, dan dananya sudah tersedia. Namun sisa hutang dari kontraktor masih akan dibahas, dan meminta kepada BPKP untuk menyelesaikan dengan tim ahli agar tidak terjadi kesalahan dalam pembayarannya nanti. “Hutang kita kepada kontraktor Main Stadium pasti akan dibayarkan dan anggarannya telah ada, sekarang kita meminta kepada BPKP untuk membahas bagaimana pembayarannya, agar nantinya kita tidak salah bayar,” tutup Emrizal Pakis. Sebagaimana diketahui, higga saat ini Main Stadium yang digunakan PON XVIII lalu, higga saat ini belum diserah terimakan, pasalnya Pemprov Riau belum menyelesaikan pembayaran sisa hutang pembangunan Satdion tersebut. (h/nur)

RUMAH

DIJUAL :RUMAH SERTIFIKAT HAK MILIK PRIBADI LANTAI II KAMAR 4, TELPON, SUMUR BOR, BEBAS TSUNAMI, ALAMAT KOMPLEKS TARUKO I BLOK L NO. 27 BYPASS PADANG. HUBUNGI: 0811663031085274295047

BUKITTINGGI JUAL TANAH + LOSMEN LAMA. JL. A. YANI, +/500M DR JAM GADANG, STRATEGIS, LT 387M2 TP, KONTAK: 0818-18-5678

temukan juga e-paper kami di

www.harianhaluan.com sahabat informasi online ANDA

>> Editor : Maidella Syahni

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


24

SELASA, 8 JANUARI 2013 M 26 SHAFAR 1434 H

>> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman: Irvand


Haluan 08 Januari 2013