Issuu on Google+

Harian Umum MEDIA GROUP KORAN LOKAL TERBAIK DI INDONESIA IKLAN 0751 4488700 SIRKULASI 082388441221 REDAKSI 082390765000

MINGGU

4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H Harga Eceran Rp3.500/eks, Luar Kota Tambah Ongkos Kirim

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

Kemewahan dengan Warna dan Aksesori PROPERTI- 0 8

TERBIT 24 HALAMAN EDISI 267, TAHUN KE 65

SebuahTradisi, Bernama Mudik

Keren dan Menawan dengan Baju Koko TREN-1 7

Tradisi mudik atau pulang kampung merupakan momentum untuk berkumpul dan berbahagia dengan sanak saudara di saat lebaran. RANA -24

NU-MUHAMMADIYAH

Ada Harapan Lebaran Bareng Ada harapan tidak akan terjadi lagi perbedaan waktu perayaan Idil Fitri karena tanggal 1 Syawalnya antara Muhammadiyah dan NU akan sama.

Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur. (QS Al Jaatziyah Ayat 12)

IMSAK SUBUH ZUHUR 04.54 05.04 12.28

ASHAR MAGRIB ISYA 15.51 18.30 19.43

L A P O R A N U TTAA M A

JAKARTA — Menyatukan pelaksanaan perayaan Idul Fitri, awal puasa dan Idul Adha sudah lama diharapkan

Zakat untuk Rakyat

S

ECARA nasional ternyata potensi zakat di Indonesia sangat besar, mencapai Rp217 triliun. Angka itu ekuivalen dengan angka subsidi BBM yang mesti dikeluarkan negara tiap tahun untuk masyarakat. Tapi potensi zakat di Indonesia baru terserap dan dikelola oleh lembaga amil zakat sebesar Rp 2,73 triliun atau hanya sekitar satu persen. Penyebabnya adalah berbagai hal. Antara lain belum tumbuhnya kesadaran akan penting dan manfaat zakat, serta kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat. Ummat sebagai Muzaki (wajib zakat) masih belum sepenuhnya yakin dan percaya kepada pengelolaan zakat yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat besutan pemerintah seperti BAZ. Sedang lembaga amil zakat pun masih sangat bersifat sosial di masjid-masjid. Dua tiga lem,baga amil zakat yang sudah eksis seperti PKPU, Dompet Dhuafa atau Rumah Zakat dan lembaga amil yang dikelola Muhammadiyah dan NU ternyata juga sama-sama belum bisa meyakinkan masyarakat bahwa sebaiknya zakat dihimpun secara lebih terprogram. (*)

EMIRATES CUP 2013

Galatasaray Raih Kemenangan Perdana LONDON, HALUAN — Pertandingan pembuka Emirates Cup 2013 antara Galatasaray vs FC Porto di Stadion Emirates, Sabtu (3/8), berakhir dengan skor 1-0

untuk kemenangan Galatasaray. Hasil ini tak lepas dari gagalnya Porto memanfaatkan dua tendangan penalti yang mereka peroleh. Memanfaatkan para pemain

sekaliber Didier Drogba dan Wesley Sneijder, serta eks Arsenal seperti Emmanuel Eboue

>> GALATASARAY hal 07

LEBARAN DI AMBANG MATA

Rumah Suarni Jadi Abu

Oleh: Prof. HM. Din Syamsuddin Ketua PP Muhammadiyah

>> INSAN hal 07

>> ADA HARAPAN hal 07

Mayat Siapa Terbujur di Pasar Usang?

Insan Paripurna TERBENTUKNYA insan paripurna adalah prasyarat bagi terwujudnya masyarakat utama (khaira ummah), karena insan paripurna adalah elemen terkecil dari masyarakat utama itu. Jika umat Islam, seperti dinyatakan oleh al- Qur’an, adalah khaira ummah atau masyarakat utama/ terbaik, maka harus terdiri dari individuindividu yang paripurna. Sebagai khaira

ummat tapi tak kunjung berhasil. Tahun ini ada harapan itu bisa terujud, tapi itu jika harapan Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirajd, untuk menyatuan waktu lebaran kedua Ormas itu terujud. Menurut Said Aqil sampai saat ini PBNU memang belum menentukan kepastian perayaan tanggal hari lebaran. Tetapi dia mengatakan Idul Fitri tahun ini kemungkinan akan dirayakan berbarengan dengan Muhammadiyah. “Kalau berbarengan (de-

API mengamuk menghabiskan rumah milik keliarga Suarni di Panyalaian X Koto Tanah Datar, Sabtu pagi kemarin. ADRIAN

PADANG PANJANG, –– Malang nian nasib yang menimpa Suarni, warga Ganting Panyalaian Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar (sekitar 1 kilometer dari pusat Kota Padang Panjang, arah ke Bukittinggi) ini. Bagaimana tidak, lebaran sudah diam-

bang pintu, namun rumahnya kini ludes jadi abu setelah api mengamuk rumahnya pukul 10.30 WIB Sabtu kemarin. Suarni hanya bisa berurai air mata menatap puing menghitam sisa kebakaran

>> RUMAH hal 07

KEKURANGAN MOBIL DAMKAR

Di Padang, Kebakaran Tiap 2 Hari LAPORAN: HOLY ADIB

PADANG –– Kelalaian warga yang tidak tertib menggunakan listrik telah membuat listrik menjadi salah satu sumber utama penyebab kebakaran di Kota Padang.

Tahun ini saja dari 142 kali kejadian kebakaran, 64 diantaranya diindikasikan karena hubungan pendek listrik (korsleting) Secara angka-angka, kejadian kebakaran di Kota Padang sejak 2011 memang ada penurunan tapi

>> DI PADANG hal 07

PARIAMAN –– Hingga kini belum diketahui mayat siapa yang ditemukan warga Pasar Usang, Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman terbujur di pinggir jalan dekat jembatan Pasar Usang. Mayat itu ditemukan warga pada Jumat petang menjelang berbuka puasa. Penemuan mayat itu sempat memacetkan jalanan di kawasan tersebut. “Masih belum bisa diketahui identitas mayat itu, karena memang tak ada yang bisa dipedomani dari barang-barang bawaan atau yang ada di kantongnya,” kata Kapolres Padang Pariaman AKBP Amirjan yang dihubungi Haluan kemarin. Tapi pihak kepolisian sudah menyebarkan informasi itu kepada warga masyarakat melalui saluran-saluran informasi yang ada baik di kantor Camat, Wali Nagari hingga ke warung-warung. Menurut Kapolsek Batang Anai AKP Indra Syahputra, saat penemuan mayat itu anggota Pos Terpadu Lebaran 2013 Polres Padang Pariaman di Fly Over Duku, sementara anggota Polsek bersama masyarakat membawa mayat itu ke puskesmas untuk diambil visum et repertum. Dari kasat mata, mayat itu adalah lelaki yang berusia kira-kira 55 tahun dan bertubuh kurus berkulit kuning.

>> MAYAT SIAPA hal 07

Padang yang Memesona KETIKA masih Sekolah Dasar saya hanya mendengar-dengar nama Padang acap disebut-sebut oleh beberapa teman yang pernah ke kota itu. Kata teman saya, Mak Eteknya ada di Padang, jadi kalau libur dia pergi ke kota itu dengan naik bus APD dari Batusangkar. Berbungkuskan nasi kalau dia pergi ke Padang. Kata emaknya, untuk makan di jalan. Klakson oto APD itu meliuk-liuk di bengkolan Simabur yang disebut

>> Editor : EKO YANCHE EDRIE

EKO YANCHE EDRIE lekok makin lama makin hilang. Setelah itu, agaknya penumpangnya sudah terakuk-akuk di perjalanan menuju kota Padang. Sejauh itu hingga kelas 3 SD saya belum beruntung sebagai anak hebat. Bagi saya ketika itu, kalau sudah ke Padang berarti anak hebat.

>> PADANG hal 07

>> Penata Halaman : Syahrizal


NASIONAL

2

MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

BERBAHAYA — Ketua BPOM, Lucky S Slamet turun langsung dalam razia obat, jamu dan makanan ilegal mengamdung zat berbahaya .

JELANG LEBARAN

Waspadai Bahan Berbahaya di Makanan BADAN Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menemukan produk tidak memenuhi syarat (TMS) pada penganan takjil selama Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2013 karena mengandung bahan pengawet dan pewarna berbahaya. Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM, Roy Sparringga, Kamis 1 Juli 2013, menjelaskan bahwa dari 2.256 sampel makanan yang diambil dari penjaja tradisional, toko, swalayan dan tempat lain khusus menjual makanan buka puasa, ditemukan 297 sampel yang tak memenuhi syarat. “86,84 persen atau 1.959 sampel memenuhi syarat dan 297 sampel atau

sebesar 13,16 persen yang tidak memenuhi syarat. Ini merupakan hasil pemantauan di seluruh daerah Indonesia,” ujar Roy dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat.. Roy menjelaskan, jenis makanan buka puasa yang diuji adalah agar-agar, bakso, bubur, sirup, lauk-pauk, mie, es, makanan ringan, dan kudapan. Sekitar 40 persen kudapan makanan seperti gorengan tahu dan bakwan

mengandung bahan berbahaya, diikuti oleh makanan ringan (17 persen), es/minuman (12 persen), mie (12 persen), lauk pauk (9 persen) sirup (4 persen) dan bubur (3 persen). BPOM melakukan uji pangan berupa tes formalin, rhodamin B, sakarin, benzoat, methanyl yellow, dan siklamat pada sampling. Hasilnya, kata Roy, ditemukan 13 persen makanan formalin, 12 persen mengandung rhodamin B, 4 persen mengandung boraks, 3 persen mengandung sakarin, 2 persen mengandung benzoat, dan 1 persen methanyl yellow. “Tidak ada produk yang mengandung siklamat,” katanya. Formalin ditemukan di berbagai makanan mie basah, sate, ikan, siomay dan es

pisang ijo. Sementara boraks ditemukan di makanan seperti rumput laut, kerupuk, mie basah dan pempek. Pangan yang mengandung sakarin ditemukan di es campur dan es pisang ijo. Adapun penganan yang mengandung rhodamin B ditemukan di mutiara, pacar cina dan kolang kaling merah. Dalam tiga tahun terakhir, Roy melanjutkan, temuan jajanan buka puasa yang mengandung bahan berbahaya mengalami penurunan. Pada 2011, jumlahnya ada 560 sampel atau 21,27 persen, pada 2012 turun jadi 464 sampel atau 18,29 persen, dan tahun ini sebesar 297 sampel atau 13,19 persen. Dalam jangka waktu dekat, BPOM beserta Kementerian

Kesehatan akan mengeluarkan surat keputusan yang meminta pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap bahan berbahaya. “Ritel harus terdaftar dan diawasi bagaimana bahan berbahaya itu disalurkan dan jangan sampai bocor,” kata Roy. Ratusan Ribu Ilegal Selain menemukan makanan takjil berbahaya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) juga menemukan berbagai produk makanan olahan yang tidak memenuhi ketentuan (TMK) sebanyak 171.887 produk senilai Rp6,87 miliar. Roy Sparringga menjelaskan, kualifikasi TMK antara lain produk yang tidak memiliki izin edar, produk kedaluwarsa, produk rusak, dan

produk tidak disertai label. “Dari 171.887 produk, 76 persen tidak memiliki izin edar atau ilegal senilai Rp5,2 miliar, 15 persen produk kedaluwarsa senilai Rp1 miliar, 2,2 persen produk rusak senilai Rp156 juta, dan 0,02 persen produk tidak disertai label senilai Rp1,3 juta,” kata Roy. Untuk produk ilegal paling banyak ditemukan di daerah perbatasan dan pelabuhan seperti Batam, Pekanbaru, dan Aceh. Produk-produk itu berupa cokelat, minuman energi, minuman kaleng, dan kembang gula yang berasal dari Malaysia, Thailand, Singapura, Italia, dan Jerman. Produk kedaluwarsa juga ditemukan di daerah yang jauh dari sentra produksi dan sulit dijangkau distribusi

seperti Jayapura, Aceh, Kupang, Palangkaraya, dan Kendari. Produk yang paling banyak ditemukan adalah biskuit, bumbu instan, dan makanan ringan. Adapun produk rusak ditemukan di daerah yang jauh dari sentral produksi dan distribusi. Selain itu, BPOM juga menemukan penanganan buruk selama transportasi dan penyimpanan seperti di Batam, Kendari, Aceh, Jambi, dan Lampung. Produk rusak itu berupa ikan kalengan, susu kental manis, dan buah dalam kaleng. Terakhir adalah produk TMK yang tidak memiliki label. “Temuan ini banyak ditemukan dalam sentra industri rumah tangga pangan seperti di Surabaya dan Semarang,” kata Roy. (h/vvn)

Sidomuncul Bantu Yayasan Samaritan

PETUGAS Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat melakukan pengujian laboratorium terhadap bakso terindikasi mengandung daging babi.

PETUGA melakukan razia makan ilegal di Sukabumi.

BPOM: Hati-hati Sebelum Membeli BPOM meminta masyarakat lebih cermat dalam memilih dan membeli produk demi menghindari kerugian setelah mengkonsumsi produk-produk tersebut di atas. Jika membeli produk ma-

kanan olahan, menurut Roy, hal utama yang harus diperhatikan masyarakat adalah penjelasan yang tertera pada label produknya. Salah satu temuan BPOM terhadap barang yang tidak

layak adalah produk yang tidak memiliki label berbahasa Indonesia. Dengan adanya label yang tidak berbahasa Indonesia, konsumen akan kesulitan untuk mengetahui keterangan yang

PETUGAS BPOM Babel menguji kandungan kimia pada jajanan yang banyak dipasarkan menjelang lebaran.

terdapat dalam produk itu. BPOM Kami tidak bisa memastikan produk itu aman atau tidak. Produk ini berisiko, karena tidak melewati proses pre-market. Kedua, masyarakat harus mengetahui masa kedaluwarsa suatu produk penganan olahan. Dia berpendapat bahwa masyarakat sering melewatkan hal ini tatkala membeli penganan olahan.Kapan masa simpanannya? Masa kedaluwarsa itu menentukan kualitas dari produk itu. Kalau sudah lewat tanggalnya, mutunya akan jelek. Itu adalah tips saat membeli pangan olahan. Lalu, bagaimana dengan makanan yang bukan panganan olahan? Badan pengawas ini memberikan contoh kepada masyarakat untuk membedakan makanan yang “berbahaya” karena mengandung bahan pengawet, berpewarna rhodamin B, dan berpemanis

buatan. Untuk makanan berpewarna, BPOM mengisyaratkan masyarakat untuk tidak membeli makanan yang berwarna mencolok. Misalnya mie basah, warnanya sangat mengkilap dan tidak lengket. Itu tidak tahan lama. Sedangkan untuk makanan yang berpengawet, BPOM menyarakankan untuk mencermati bentuk dan teksturnya. Ada perbedaan makanan yang berformalin dan mengandung boraks dengan yang tidak. Misalnya, tahu yang berpengawet itu kenyal, dan kering di permukaan. BPOM juga meminta kepada masyarakat agar tidak membeli makanan yang mengandung bahan pengawet semacam itu. Karena zat-zat pengawet itu dalam kadar tinggi jika dikonsumsi dapat membahayakan kesehatan yang jelas, bisa sampai mengakibatkan kanker. (h/vvn/net)

SEJAUH ini sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah dalam membantu pengobatan bagi masyarakat yang tidak mampu. Namun tentunya tidak secara secara keseluruhan upaya ini dapat tertangani. Bagi masyarakat tidak mampu dan tidak tertangani pemerintah dalam pelayanan pengobatan ,Yayasan Samaritan melakukan upaya dengan memberikan bantuan dana bagi masyarakat tidak mampu melalu empat rumah sakit yang dikelola bersama. Karena itu jugalah, perusahaan jamu PT Sidomunculturut serta membantu Yayasan Samaritan. Dana sejumlah Rp200 juta dikucurkan dari dana corporate social responsibility (CSR) nya, demi kemanusiaan.

Menurut Bertens dalam pengumpulan dana pihak Yayasan memperoleh dana bantuan dari pihak donatur tetap dan tidak tetap, namun terkadang jumlah dana yang terkumpul tidak sebanding dengan jumlah dana yang dikeluarkan. “ Sehingga sejauh ini pihak Yayasan masih tetap membutuhkan donatur-donatur untuk membantu pembiayaan pengobatan masyarakat tidak mampu. Yayasan Samaritan berdiri saat kerusuhan sosial pada 1998 merebak di Jakarta. Kala itu, Rumah Sakit Atma Jaya mendapat banyak pasien korban kerusuhan dari masyarakat kebanyakan. “Mereka tidak bisa membayar biaya rumah sakit, ”kenangnya. (h/atv)

DIREKTUR Utama PT Sidomuncul, Irwan Hidayat menyerahkan sumbangan kepada pimpinan Yayasan Samaritan K. Bertens M.S.C. >> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


3

MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

LAPORAN UTAMA

Zakat, Agar Umat Jadi Maslahat PENGANTAR — Zakat, sebagai salah satu Rukun Islam, tentu saja hukumnya wajib bagi yang mampu. Jika kewajhiban itu dipenuhi seluruhnya oleh umat, maka di Indonesia terdapat potensi zakat sebesar Rp217 triliun atau hampir setara dengan total subsidi BBM nasional. Tapi nyatanya hanya Rp1,7 triliun saja yang terhimpun. Apa masalahnya? wartawan Haluan, Eni, Alex, Rahmad Hidayat, Srimulyati, Ridwan, Parwis dan Ade Budi Kurniati mencoba menelusurinya. Zakat menjadi perhatian yang lebih serius oleh negara setelah kejatuhan rezim orde baru. Ini ditandai dengan diundangkannya UU No 38 tahun 199 tentang pengelolaan zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional. Entah karena baru tersadar atau ada yang menyadarkan, pemerintah melihat bahwa ada potensi besar untuk perbaikan perekonomian rakyat dari zakat tersebut. Sebagai ibdah yang wajib dijalankan oleh tiap Muslim yang mampu, maka apabila ada separuhnya saja dari sekitar 250 juta umat Islam di Indonesia yang berzakat setiap tahun akan terhimpun ratusan triliun rupiah. Dan itu bisa mengatasi kemiskinan yang melanda negeri ini. “Kemiskinan pada dasarnya berpangkal pada masalah distribusi kekayaan yang tumpang tindih dan tidak adil. Islam sendiri memiliki metode yang mengatur distribusi ekonomi secara adil yang ditegaskan oleh firman Allah SWT dalam surah Al-Hasyr ayat 7, “Supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orangorang kaya saja di antara kamu”. Metode tersebut akhirnya diaplikasikan dalam sebuah aksi bernama zakat dan sedekah. Di Padang dan Sumatera Barat sendiri, metode zakat untuk memberangus kemiskinan sudah gencar dilakukan.

Kebijakan pemotongan zakat langsung dari gaji PNS yang dilakukan kepala daerah sudah berlangsung dalam satu dasawarsa terakhir,” kata Anggota DPR RI, Muhammad Ichlas El Qudsi. Hanya saja potensi zakat yang sangat besar itu belum tergarap secara optimal. Seperti disebut Asisten Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UMKM, Tamim Syaifuddin saat menyampaikan Sosialisasi Pengembangan Koperasi Jasa Keuangan Syariah dan Unit Jasa Keuangan Syariah (KJKSUJKS) Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar di Padang belum lama ini, “Potensinya sangat besar, sampai sekarang belum mampu dikelola dengan baik, karena minimnya sumber daya di daerah. Nah, menurut UU No 23 tahun 2011 tentang zakat, dana yang dihimpun dari zakat bisa dimanfaatkan untuk usaha produktif demi kesejahteraan masyarakat. Artinya, KJKS berpeluang besar menjadi pengelola dana tersebut,” kata Tamim. Dia mengatakan potensi zakat mencapai Rp217 triliun. Dengan rincian, Rp82,7 triliun dari sektor rumah tangga (RT), Rp114,89 triliun dari industri swasta, Rp2,4 triliun dari BUMN, dan Rp17 triliun dari tabungan. “Bayangkan, kalau dana sebanyak

TAPI kenapa dari potensi zakat yang besar itu hanya 2 persen saja yang bisa dihimpun? Apa yang salah dalam hal ini? Sejumlah kalangan menyebut bahwa Badan Amil Zakat memang butuh trust atau kepercayaan. “Bagaimana ya, saya kok lebih suka bayar zakat langsung kepada mustahik selain amil yang dibentuk pemerintah daerah itu,” kata seorang pengusaha yang enggan disebut namanya. Bahkan menurutnya, pembentukan Badan Amil Zakat seperti diamanatkan UU Zakat itu, menutup berkembangnya lembaga amil zakat yang dikelola masyarakat. Tapi pendapat Muzaki yang zatu ini tidak sepenuhnya benar, sebab seperti dikatakan Ketua Baznas Didin Hafifuddin bahwa Lembaga Amil Zakat boleh berdiri setelah diakreditasi terlebih dulu. Banyak Lembaga Amil Zakat yang sukses menjalankan missinya bahkan lebih baik dibanding BAZ sendiri. Misalnya PKPU, Rumah Zakat atau Dompet Dhuafa maupun lembaga-lembaga amil zakat yang dikelola oleh Muhammadiyah dan NU yang sudah berkiprah puluhan tahun. Artinya, sentuhan birokrasi di BAZ bisa memajukan tapi bisa juga memundurkan upaya penghimpunan zakat dari masyarakat. Asep Saepuddin Jahar (42), Asep Jahar, penulis disertasi Reinterpreting Islamic Norms, The Conflict Between Legal Paradigms and Sosio-Economic Challenges (a case study of waqf and zakat in contemporary Indonesia) mengatakan pada masa orde baru Islam dianggap sebagai penghambat ruh pancasila. Maka Soeharto selaku Pemimpin Negara saat itu secara tidak langsung melarang adanya unsur agama masuk ke ranah politik. Sehingga peraturan undang-undang dan regulasi zakat dan wakaf pun enggan di bahas

itu dikucurkan untuk usaha mikro dan kecil melalui KJKS dan UJKS, saya kira tidak ada lagi masyarakat kita yang miskin,” katanya. Makanya dia mendorong terbentuknya KJKS dan UJKS di daerah. Sebab, Kementerian Koperasi dan UMKM sudah menjalin kerjasama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk pengelolaan danadana Ziswaf (zakat, infak, sedakah, dan wakaf) melalui KJKS. Sementara itu, di Sumbar sendiri sudah berdiri 140 KJKS. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berjanji mendorong kabupaten/kota mempercepat terbentuknya KJKS di daerah. “Kami akan surati kabupaten/kota untuk mempercepat terbentuknya KJKS. Kalau di Padang hampir seluruh kelurahan sudah dilengkapai KJKS,” jelasnya. Potensi itu memang besar, lihat saja zakat pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Padang tahun 2013 yang jumlahnya mencapai Rp18,5 miliar dikumpulkan oleh Baznas Kota Padang itu. Rencanakan akan disalurkan untuk biaya pendidikan anak-anak miskin yang berprestasi. “Dengan disalurkan zakat PNS kepada anak miskin berprestasi, maka lima tahun atau sepuluh tahun ke depan diyakini dapat menekan angka kemiskinan. Karena si anak akan dapat mengangkat derajat keluarganya,” tutur Fauzi. Sejak satu dekade terakhir, Kota Padang terlihat lebih gigih memasyarakatkan potensi zakat ini. Meskipun ada sejumlah resistensi misalnya ada PNS yang sudah membayarkan zakat kepada kerabat dekat masih terkena juga potongan zakat di bendahara gaji. Begitu juga ada kasus PNS non-Muslim yang gajinya juga dipotong untuk zakat tapi ketika mesti dikembalikan terlalu panjang urusannya. Pada waktunya hal-hal yang menimbulkan citra tak baik terhadap zakat itu harus diperbaiki. ***

PENYERAHAN ZAKAT — Kegiatan penyerahan zakat oleh BAZ Kota Padang

Birokrat Jadi Bionir Zakat PENGHIMPUNAN zakat yang diprakarsai oleh kalangan birokrat lewat BAZ itu hingga saat ini masih berputar pada semangatnya saja, belum sampai kepada capaiancapaian yang diharapkan. Seperti dikatakan Ketua Baznas Prof KH Didin Hafidhuddin , zakat masih merupakan pengeluaran paling buntut dari daftar pengeluaran keluarga. Itupun dikeluarkan kalau masih ada sisa. Jika tidak ada sisa, maka tidak membayar zakat. Akibatnya, perolehan zakat sangat jauh dari potensi zakat yang ada. Dijelaskan Didin, dari potensi zakat sebesar Rp 217 triliun. Namun perolehan zakat hanya Rp 2,3 triliun. Untuk meningkatkan target zakat, Didin mengharapkan digalakkan sosialisasi kepada masyarakat. Khususnya tentang pentingnya kewajiban membayar zakat. “Pengeluaran zakat jangan lagi kalau ada sisa, tetapi harus menjadi urutan pertama dalam daftar pengeluaran keluarga,” kata Didin. Di Sumbar selain Padang yang

gigih bahkan dengaqn sedikit pressure, di daerah-daerah juga mulai digiatkan penghimpunan zakat PNS. “Diharapkan bisa diikuti oleh masyarakat yang non-PNS,” ujar Wakil Ketua Baznas Kabupaten Agam, Edi Busti beberapa waktu lalu. Per Maret 2013, Baznas Agam itu sudah menghimpun Rp540 juta dari PNS setempat. “Jumlah ini sudah cukup basar, karena masih awal tahun. Namun kita terus berusaha untuk menghimpun dari sumber lain,” katanya. Menurutnya, ada beberapa sumbar zakat Baznas Agam yang belum diterima pada tahun 2013. Di antaranya, zakat fitrah, pemasukan dari sumber ini tentu diharapkan bisa dihimpun pada bulan Ramadhan. Sementara pemasukan untuk Infak pendidikan, infak yatim, infak pendidikan, dana jamkesda, masih kosong hingga Maret. Dikatakan Edi Busti, jumlah pemasukan zakat yang diterima pada tahun 2013 akan terus diting-

Zakat Jangan Jadi Alat Politik dalam pemerintahan (www.republika.co.id) “Maka tidak heran jika saat itu pemerintah menyerahkan urusan zakat dan wakaf kepada masyarakat,” ungkap Asep Jahar, alumni Islamic Studies, McGill University, Canada ini. Pada masa pemerintahan kolonial, zakat dan wakaf tidak semata-mata digunakan untuk kepentingan agama. Hasil zakat dan wakaf merupakan alat politik sebagai dukungan materi untuk gerakan pemberontakan melawan penguasa kolonial saat itu. Oleh karena itu zakat mengundang perhatian masyarakat kolonial. Jika makin besar dana zakat yang dikumpulkan masyarakat Muslim Indonesia, takutnya digunakan untuk dana pemberontakan melawan mereka. Sebagai upaya agar wakaf dan zakat tidak digunakan untuk kesejahteraan sosial di kalangan masyarakat Muslim serta tujuan politik. Maka zakat sering digunakan oleh pejabat agama dan pemerintah kolonial untuk mensubsidi upacara perayaan resmi atau untuk perbaikan kantor negara. Para ‘ulama’, lanjut Asep, di sisi lain sangat konservatif dalam menentukan wakaf dan zakat dalam konteks sosial dan keagamaan. Dalam hal perspektif agama, mereka berpegang teguh bahwa wakaf dan zakat harus berdasarkan pada mekanisme aturan hukum yang ditentukan dalam fiqh klasik. Pendekatan normatif ini kemudian langsung membawa praktek wakaf dan Pengelolaan Zakat dalam masyarakat. Misalnya,mereka lebih peduli dengan sifat ritual wakaf dan zakat daripada fungsi

sosial dan ekonomi. Bisa jadi alat politik Kekhawatiran bahwa zakat bisa dimanfaatkan oleh politisi untuk pencitraan, kampanye dan sebagainya akhirnya memaksa para politisi itu sendiri untuk mengkritisi praktik pengelolaan zakat di Padang. DPRD Padang bahkan sampai membentuk Pansus Zakat untuk ‘meluruskan’ praktik pengelolaan zakat yang dilakukan di Padang. Yang jadi titik perhatian DPRD Padang adalah cara menetapkan nisab wajib zakatnya berdasarkan hitungan pendapatan PNS. telah berkonsultasi dengan MUI Sumbar. Pansus pun merekomendasikan kepada Baznas Kota Padang sesuai masukan MUI. Bahwa pengelolaan zakat dikembalikan kepada syar’i. Fatwa MUI, zakat harus cukup nisab dan haulbnya. Fatwa MUI Sumbar memutuskan nisab zakat gaji PNS adalah penghasilan kotor setelah dikeluarkan terlebih dahulu kebutuhan pokok minimal sebesar 25 persen. Jadi tidak sama rata saja. Sebab banyak ternyata PNS hanya terima 5 persen saja gajinya lantaran sudah habis buat bayar utang di bank. Jika tidak begitu, maka akan zalim nantinya. Selanjutnya, baru dihitung apakah cukup satu nisab atau tidak. Zakat gaji PNS, sama dengan nisab emas yakni sebesar 85 gram emas dalam satu tahun. Kalau cukup, dikalikan 85 gram lalu, dipotong 25 persen, baru seseorang wajib zakat. “Qadar atau besar wajib zakat adalah 2,5 persen. Zakat gaji PNS dapat dipungut

setiap bulan bilamana perhitungan gaji yang bersangkutan selama satu tahun qamariah telah mencapai satu nisab,” kata Ketua Bidang Fatwa MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar. Dikatakan, jangan pernah berfikir, zakat harus dipungut pukul rata. Dan tidak semua PNS wajib zakat. Jika seperti itu, apa gunanya mustahik dan muzaki. Ada juga orang yang dipungut zakatnya, tetapi juga juga mendapat zakat. Orang yang dipungut zakatnya, biasanya orang kaya. Orang yang mendapatkannya adalah orang miskin. Sementara zakat yang dikelola Baznas Kota Padang, 95 persen dikumpulkan dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) mulai dari golongan dua ke atas, dengan gaji rata-rata Rp1,8 juta. Pihaknya juga melihat, ada persoalan dalam pemungutan zakat yang dilakukan Baznas Kota Padang. Proses tersebut dian taranya, pengambilan zakat yang dilakukan secara kolektif, pengelolaan zakat serta pendistribusiannya. “Semua proses ini bermasalah di Baznas Kota Padang. Seharusnya, dilakukan dengan database yang jelas, lengkap dan memberikan informasi akurat mengenai mereka yang berhak menerima zakat,” katanya. Ketua Pansus III Hadison juga mengatakan, persoalan zakat bukanlah persoalan administrasi keuangan negara tetapi adalah persoalan syariah. Jika berbicara persoalan syariah, harus merujuk kepada rukun Islam dan bertanya pada orang yang paham soal itu, yaitu para ulama. “Jangan pernah berfikir, zakat harus

katkan dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sebagian besar pemasukan baznas agam masih didominasi dari zakat PNS. Sementara pemasukan yang berasal dari pihak swasta belum tersentuh. Memang untuk kalangan birokrasi nyaris tak ada kendala dalam menghimpun zakat karena bisa dilakukan sedikit penekanan. Tarmizi Ismail, Sekretaris Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kota Padang menyatakan, sebanyak 2,5 persen gaji pegawai rutin disisihkan pada unit-unit kerja untuk diberikan ke Bazda Padang. Apalagi program ini telah dimulai sejak 2004 hingga pegawai-pegawai semakin mengerti tentang kewajiban berzakat. “Kami terus memotivasi para pegawai tentang pentingnya pemberdayaan dana zakat. Selain itu, berharap zakat pegawai memang disalurkan kepada anak miskin berprestasi. Sehingga dapat menekan angka kemiskinan tiap tahunnya,” jelas Tarmizi. ***

dipungut pukul rata. Dan tidak semua PNS wajib zakat. Jika seperti itu, apa gunanya mustahik dan muzaki. Ada juga orang yang dipungut zakatnya, tetapi juga juga mendapat zakat. Orang yang dipungut zakatnya, biasanya orang kaya. Orang yang mendapatkannya adalah orang miskin,” ujarnya. Sementara itu anggota komisi IV DPRD Sumbar Siti Izzati Azis setuju, jika zakat harus dikelola secara independen. Adanya anggapan yang muncul penyerahan zakat menjadi alat politik atau pencitraan bagi sejumlah pihak, menurutnya pengelolaan zakat itulah yang mesti dipahami oleh si pengelola. “Siapapun setuju pengelolaan zakat harus independen. Independen dalam artian tidak harus dikelola badan amil zakat yang bukan milik pemerintah. Baik lembaga amil zakat milik pemerintah maupun swasta, keduanya harus menjaga independen. Kan, tidak ada jaminan amil zakat swasta itu tidak syarat kepentingan politik,” jelasnya. Untuk melihat lembaga zakat ini apakan sudah independen atau tidak, Siti menilai bisa saja dilihat dari publikasi lapoaran keuangan yang disampaikan badan amil zakat ke umat. Apakah badan amil zakat nasional (Baznas) harus dipisah dari pemerintah, menurut Siti ini bukanlah sebuah jaminan, akan menjauhkan lembaga tersebut dari tarik ulur politik. “Siapa pun pengelolanya, harus diserahkan kepada pihak yang mandiri. Jika Baznas memang dipisahkan dari pemerintah, dan hasilnya memang baik. Ya, kenapa tidak dilakukan. Yang penting, niatnya untuk tidak memasukkan kepentingan itu saja,” politisi dari Partai Golkar ini. ***

Berbagai Kegiatan Menghimpun Zakat Sambil Bekerja KEPERCAYAAN masyarakat kepada amil zakat seperti BAZNAS/DA dan berbagai Lembaga Amil Zakat (LAS) yang sudah terakreditasi tidak sekedar bagaimana ia menghimpun dan mendistribusikan. Tetapi lebih dari itu adalah bagaimana masingmasingnya menyampaikan laporan terbuka kepada ummat. Sejauh ini memang BAZNAS sudah menyampaikan laporannya kepada publik lewat media massa, tetapi masih terbatas pada BAZNAS Kota Padang dan BAZNAS Sumbar serta LAS seperti PKPU, Rumash Zakat, Dompet Dhuafa atau LAS PT Semen Badang. “Publik kan ingin kejelasan apa saja yang dihimpun, jumlahnya, dan kemana saja didistribusikan,” kata Buya Mas’oed Abidin. Lepas dari itu, masri kita coba lihat sepintas apa saja yang dilakukan oleh para amil ini dengan zakat, infaq dan sedekah. Di Agam, Baznas Kabupaten yang dibentuk Maret silam sudah menghimpun Rp540 juta rupiah dari kalangan PNS di lingkungan Pemkab Agam, kemudian sudah didistribusikan kepada para mustahik. “Pengurus Baznas saat ini masih baru,

kami dikukuhkan 8 Maret lalu. Zakat dari pihak swasta memang masih belum tersentuh. Ini akan jadi pekerjaan rumah pengurus,” kata Edi Busti, Wakil Ketua Baznas Agam. Di Padang, LAZ PKPU makin menggencarkan semangat berzakat umat. Mereka bahkan jemput bola kepada para wajib zakat yang tidak sempat datang ke amil-amil zakat untuk menunaikan rukun Islam itu. “Ramadan memang menahan kita tidak makan dan minum, tetapi jangan sampai kita juga menahan diri berbuat kebaikan yang dapat meningkatkan pahala puasa,” kata Kepala Cabang PKPU Padang, Fatih Abdul Aziez. Sementara di Bukittinggi menjelang lebaran ini BAZ setempat menyerahkan zakat yang dihimpun dari para muzaki di lingkungan Pemko Bukittinggi kepada 190 orang mustahik se Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh. Zakat itu diserahkan secara simbolis oleh Walikota H.Ismet Amzis di aula kantor PKK Belakang Balok. Zakat

sebesar Rp300 ribu per orang tersebut diserahkan secara simbolis kepada Syamsimar dan Agus. Di Payakumbuh Walikota Riza Falepi juga menyerahkan zakat kepada 40 keluarga kurang mampu yang berhak menerimanya dan berasal dari 9 kelurahan. Walikota Riza Falepi, mengajak seluruh aparatur kecamatan dan kelurahan, meningkatkan kinerja, dalam usaha memberikan pelayanan terbaik kepada publik. “Tetapi jangan lupa keluarkan zakat bagi yang memenuhi syarat wajib zakat,” kata Riza. Para politisi juga tak kurang sigapnya menghimpun zakat. Terserah masingmasing orang menilai bagaimana dengan zakat politisi itu, yang jelas hanya dirinya dan Allah saja yang tahu. Pertengahan Juli lalu calon anggota DPR RI Darul Siska memberikan zakat kepada 100 orang miskin di Pauh Padang. “Zakat ini, kami berikan kepada 100 orang, setiap kecamatan yang ada di Kota Padang, dan setiap satu orang kami berikan sebesar Rp100 ribu. Uang itu untuk

membantu warga membeli bahan-bahan pokok rumah tangganya,” terang Darul Siska, saat buka bersama dengan kader Golkar Kecamatan Pauh. Begitu juga calon Wakil Walikota Padang Wahyu Iramana Putra, ia pun memberikan bantuan kain sarung, untuk warga dan kader partai. Dari kalangan kampus, zakat dihimpun melalui para dosen. Di kampus Institut Teknologi Padang sebanyak 84 fakir miskin dan anak panti asuhan serta 3 mahasiswa, menerima zakat pegawai ITP. Zakat tersebut langsung diserahkan Ketua Yayasan ITP Zulfa Eff Uli Ras, bersama Rektor ITP Ir Hendri Nofrianto MT, saat silaturrahmi dan buka bersama Civitas Akademika ITP dengan para fakir miskin dan anak Panti Asuhan Muhammadiyah Binuang, Kecamatan Pauh dan Panti Asuhan Nurul Hikmah Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, di Gedung D Kampus ITP Jalan Gajah Mada Nanggalo, pekan silam. “Alhamdulillah, Ramadan 1434 Hijriah ini, ITP bisa menyerahkan zakat yang telah dikumpulkan pantia. Meski

nilainya hanya Rp300 ribu, dan Rp5 juta untuk satu panti, namun kami berharap, zakat tersebut bisa bermanfaat bagi yang menerimanya,” ujar Rektor ITP Ir Hendri Nofrianto. Di lingkungan BUMN dan BUMD sudah lama penghimpunan zakat dilakukan dan dibagikan langsung. Misalnya di PD Air Minum Kota Padang, pekan lalu diserahkan zakat kepada para mustahik di lingkungan perusahaan dan sumber bahan baku perusahaan daerah tersebut. Penyerahan zakat itu merupakan kegiatan rutin tahunan PDAM Kota Padang setiap bulan Ramadan. “Penyerahan zakat ini sebagai wujud kepedulian sosial PDAM kepada masyarakat Kota Padang,” ujar Direktur Utama PDAM Kota Padang Suloko. Tahun ini, PDAM Kota Padang memberikan zakat kepada 350 mustahik yang tersebar di Kota Padang dengan total Rp175 juta. Total dana tersebut bersumber dari zakat Direksi serta karyawan/ karyawati PDAM Kota Padang yang dikumpulkan setiap bulannya. ***

>> Editor : Eko Yanche

>> Penata Halaman : Eko Yanche


LANCONG

4

MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

LIBUR LEBARAN DI MIFAN WATER PARK PADANG PANJANG

Surganya Wisata Ranah Minang Libur lebaran Idul Fitri 1434 H, segera tiba. Tentunya, Anda telah siap dengan serangkaian agenda, yang memang sengaja dipersiapkan untuk melengkapi keceriaan dan kegembiraan dalam merayakan hari penuh kemenangan itu bersama keluarga tercinta. Musim libur lebaran, memang merupakan sebuah momen yang paling ditunggutunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Tak terkecuali di Ranah Minang tercinta. Selain sebagai wujud luapan kegembiraan atas kemenangan yang diraih setelah sebulan penuh berpuasa, lebaran sekaligus menjadi ajang tempat berkumpulnya para kerabat dan sanak saudara, serta menjadi momentum yang tepat untuk berlibur bersama seluruh anggota keluarga. Saya yakin, saya, Anda dan kita semua, sudah memiliki rencana untuk melengkapi keceriaan dan kegembiraan dalam merayakan hari penuh kemenangan itu. Selain rangkaian silaturrahmi yang memang telah menjadi tradisi rutin, menyigi dan memilihmemilih lokasi objek wisata yang akan dikunjungi bersama keluarga, tentu juga sudah masuk dalam daftar agenda libur lebaran Anda. Tapi, objek wisata mana dan seperti apa yang paling tepat untuk dikunjungi bersama keluarga...? Naaaah, untuk pertanyaan ini, mulai dari sekarang anda harus pastikan jika jawaban paling tepat adalah Mifan Water Park & Resort. Objek wisata terbesar, terlengkap dan termodern pertama di Ranah Minang, yang berlokasi di Kota Padang Panjang (sekitar 1,5 jam perjalanan darat dari Kota Padang). Oleh sebagian besar masyarakat Sumatera Barat, Riau dan Jambi, nama objek wisata Mifan Water Park & Resort tentu sudah tidak asing lagi. Selain menyediakan

H NELSON SEPTIADI KOMISARIS UTAMA PT NIAGARA FANTASY ISLAND,

puluhan wahana bermain nomor wahid di kelasnya, di sini pengunjung juga akan dimanjakan dengan fasilitas penginapan sekelas hotel berbintang berupa cottage, gazebo dan rumah-rumah adat berkapasitas besar. Selain telah mengokohkan prediketnya sebagai satusatunya destinasi wisata terbesar di Sumbar, objek wisata Mifan Water Park & Resort oleh banyak kalangan wisatawan, baik lokal maupun domestik, juga telah dilabel sebagai sorganya wisata Ranah Minang. Keindahan alam yang berpadu dengan konsep wisata modern, edukasi dan religi, benar-benar menempatkan objek wisata yang dikelola PT Niagara Fantasy Island ini layak menjadi “santapan” liburan keluarga. Komisaris Utama PT Niagara Fantasy Island, H Nelson Septiadi kepada Haluan mengatakan, dari tahun ke tahun, Mifan Water Park & Resort memang terus melahirkan berbagai regulasi dan terobosan baru untuk memaksimalkan pelayanan demi kepuasan pengunjung. Khusus di setiap momentum libur lebaran ujar Nelson, Mifan Water Park & Resort hadir untuk menyempurnakan kemenangan umat Islam di hari nan fitri itu. “Insya Allah, pelayanan yang terus kami tingkatkan adalah semata untuk memberikan kepuasan maksimal kepada pengunjung. Untuk itu, datang dan sempurnakanlah liburan keluarga anda di Mifan Water Park & Resort, serta buktikan sendiri kualitas pelayanan yang kami berikan,” tantang Nelson.(ryan syair)

Manjakan Pengunjung dengan Senyum MENGUTAMAKAN kepuasan pengunjung dengan terus mengupayakan peningkatan kualitas pelayanan di segala sisi, merupakan salah satu konsep mendasar dalam pengembangan dan pengelolaan objek wisata terbesar, terlengkap dan termodern pertama di Ranah Minang, Mifan Water Park & Resort Padang Panjang. “Selain kelengkapan dan kecanggihan wahana, aspek pelayanan yang paling kami tonjolkan adalah ketersediaan sumber daya manusia. Senyum, merupakan salah satu bagian terpenting diantaranya,” ujar General Manager Mifan Water Park & Resort Padang Panjang, Fardinal. Sebagai seorang bos, Inyiak, begitu Fardinal akrab disapa, memang selalu menekankan hal itu kepada seluruh karyawan dan bawahannya. Pelayanan senyum, tegur dan sapa, bahkan di-

tegaskan sebagai salah satu karakteristik yang membedakan Mifan dengan objekobjek wisata sekelasnya. “Sejuta senyum untuk seribu pengunjung. Kira-kira, seperti inilah gambaran dan aplikasinya,” kata Fardinal. Senyum sebagai bentuk pelayanan dan wujud penghormatan yang mewakili sikap individu terhadap orang lain, tidak hanya menjadi sebuah tradisi dan kebiasaan yang senantiasa diterapkan Fardinal di lingkungan tempatnya bekerja. Lebih dari itu, senyum juga merupakan salah satu ciri khas yang selalu melekat di diri dan kesehariannya. “Senyum itu ibadah. Satu senyum yang kita berikan untuk setiap orang, akan membuat hidup dan hari-hari menjadi lebih indah. Di Mifan Water Park & Resort, Insya Allah pengunjung akan senantiasa mendapatkan itu,” sebut Fardinal. (h/yan)

FARDINAL, GM MIFAN WATER PARK & RESORT

>> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

IKLAN

5

Lansek Manih FM (LANIS FM) Frequensi (FM) 93,6 MHz (FM) Power Suport 1000 Watt ( Blues 30 NV) Alamat Studio/Office : Jl.Sudirman No.191 Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Telp. ( 0754) 20173-20553 Fax. 0754.20158 Email : lansekmanihfm@yahoo.co.id LANSEK MANIH FM “ Penyampai Informasi Pembangunan dan Penyejuk Hati Anak Nagari”

>> Editor : Zikri

>> Penata Halaman : Zikri


NAGARI KE NAGARI

6

MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

Mengenal Nagari Tanjung Sani TANJUNG Sani merupakan salah satu nagari yang terdapat dalam Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Nagari Tanjung Sani berada pada kawasan Danau Maninjau dan punya andil besar meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Nagari Tanjung Sani dahulu nya adalah bahagian dari Nagari Sungai Batang, yang pada awalnya penduduk saat itu baru mendiami sebahagian kecil wilayah Nagari Tanjung Sani yang ada sekarang ini. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk yang mendiami wilayah Nagari

Tanjung Sani, maka pada tahun 1913 di bentuklah Penghulu Adat untuk pengurusan anak buah yang ada. Saat itu, kenagarian ini masih bersatu dengan Nagari Sungai Batang. Pada Tahun 1920, atas kesepakatan para Niniak Mamak maka wilayah Kenagarian Sungai Batang dimekarkan menjadi 2 yaitu Nagari Sungai Batang dan Nagari Tanjung Sani. Pada saat itu, wilayah Nagari Tanjung Sani baru dari Aie Aji di Jorong Tanjung Sani sampai ke Batu Muriak Jorong Batu Nanggai. Dengan Wali Nagari Pertama yang lebih di kenal dengan nama Angku Sunguik. Masyarakat yang ada di Nagari Sungai Batang, karena semakin sempitnya lahan pertanian yang ada, mulai mencari lahan pertanian ke daerah seberang Danau, tepat

Nagari Tanjung Sani.

JEMBATAN darurat seperti dalam gambar masih banyak di Tanjung Sani.

nya mulai dari daerah Muko Jalan sampai ke Tanjung Rayo di Jorong Sigiran yang lebih dikenal dengan sebutan Sigiran Panjang. Namun karena jauhnya jarak antara Sungai Batang dan Sigiran Panjang yang pada saat itu baru memakai perahu untuk sarana transportasi, maka mulailah petani asal Nagari Sungai Batang ini mendirikan pondok-pondok yang akhirnya menjadi perkampungan penduduk. Melihat sulitnya hubungan administrasi antara Sungai Batang dan Sigiran Panjang, maka melalui musyawarah antara Wali nagari dan Pemuka Adat dan Pemuka masyarakat Nagari Sungai Batang dan Nagari Tanjung Sani, disepakati bahwa Sigiran Panjang yaitu mulai dari Jorong Muko Jalan sampai ke Jorong Sigiran pada saat ini dimasukan ke dalam wilayah Nagari Tanjung Sani, sedangkan sebagai gantinya, Jorong Tanjung Sani masuk ke dalam wilayah Nagari Sungai Batang namun adat istiadat tetap memakai yang ada di Nagari Tanjung Sani. Itulah sebabnya wilayah Nagari Tanjung Sani tetap memakai nama Tanjung Sani meskipun Jorong Tanjung Sani itu sendiri tidak lagi masuk kedalam wilayah administratif Nagari Tanjung Sani. Sementara masyarakat yang dahulunya berasal dari Sungai Batang ini umumnya sebagai petani, karena keturunan semakin banyak, hutan demi hutan dijadikan areal pertanian sehingga sampai ke dataran tinggi Koto Panjang, Dama Gadang dan Arikia sampai ke Lubuak Sao. Ketika berlakunya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, yang aplikasinya tahun 1982, sebelas jorong yang ada pada nagari ini diciutkan menjadi 3 desa yaitu Desa Pantai Panjang yang meliputi Jorong Pandan,

Jorong Galapung, Jorong Batu Nanggai dan Jorong Muko Jalan. Desa Pantai Barat yang meliputi Jorong Pantas, Jorong Sigiran dan Jorong Sungai Tampang serta Desa Dalko yang meliputi Jorong Gama Gadang, Jorong Arikia, Jorong Lubuak Sao dan Jorong Koto Panjang. Setelah diberlakukan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, yang memberi peluang kepada daerah untuk mengatur pemerintahan terdepan sesuai dengan kreatifitas masingmasing. Maka mulaiilah di Provinsi Sumatera Barat ditetapkan sistem pemerintahan nagari yang diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 9 Tahun 2000, sehingga pemerintahan tersebut dinamakan dengan nagari, dan dalam pelaksanaannya bernuansa filosofi “Adat Basandi Syara’ dan Syara’ Basandi Kitabullah”. Komitmen masyarakat untuk “kembali ke Nagari” di Kabupaten Agam dipertegas dengan Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 31 Tahun 2001 tentang Pemerintahan Nagari, sehingga menjadikan Nagari Tanjung Sani sebagai salah satu nagari di Kabupaten Agam, yang wilayahnya meliputi 3 desa sebelumnya menjadi 11 jorong yang dipimpin oleh Pjs Wali nagari. Pada tahun 2003 – 2008, Wali Nagari Tanjung Sani dijabat oleh H. Bashir Gany setelah itu, mulai tanggal 28 Maret 2008, Wali Nagari Tanjung Sani dijabat oleh Yefri St Sari Alam. Nagari Tanjung Sani terbagi atas 11 jorong, antara lain: Jorong Arikia, Jorong Batu Nanggai, Jorong Sigiran, Jorong Dama Gadang, Jorong Galapuang, Jorong Koto Panjang, Jorong Lubuk Sao, Jorong Muko Jalan, Jorong Pandan, Jorong Pantas dan Jorong Sungai Tampang. (h/wkp)

Peta Tj Raya Nagari Tanjung Sani.

>> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman : Rahmi


MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

SAMBUNGAN

7

Galatasaray ...................Dari Halaman. 1 Rumah .........................Dari Halaman. 1 membuat Galatasaray cukup pede bisa memenangi pertandingan ini. Sementara Porto mengandalkan kapten Lucho Gonzalez untuk memimpin rekan setimnya. Porto punya kesempatan besar untuk unggul di menit 19 lewat titik putih. Namun eksekusi yang dilakukan Jackson Martinez dengan sempurna ditepis Fernando Muslera. Sementara Galatasaray membalas beberapa menit kemudian lewat aksi Drogba. Beruntung Porto punya kiper seperti Fabiano yang berhasil menepis bola. Tak banyak peluang tercipta di babak pertama. Di babak kedua, serangan

berbahaya lebih banyak ditunjukkan oleh Galatasaray. Kematangan Drogba di lini depan Galatasaray benar-benar membantu klub Turki tersebut untuk menggempur pertahanan Porto. Gebrakan anak asuh Fatih Terim berbuah hasil di menit 71. Eboue dijatuhkan pemain Porto di kotak penalti dan wasit pun tak ragu menunjuk titik putih. Felipe Melo melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Sial bagi Porto. Kesempatan untuk menyamakan skor di menit 77 lewat tendangan penalti kandas lagi setelah eksekusi Lucho gagal menemui sasaran.

Dengan hasil ini, untuk sementara Galatasaray memimpin klasemen sementara dengan koleksi empat poin, hasil dari tiga poin kemenangan, serta satu gol yang mereka kemas. Pertandingan lainnya, hingga berita ini diturunkan, baru berlangsung dengan mempertemukan tuan rumah, Arsenal dengan kekuatan baru Italia, Napoli. Pelatih Arsenal, Arsene Wenger mengaku, kesempatan itu akan dimanfaatkannya untuk melihat bagaimana reaksi para pemainnya karena ia berjanji tiap pemain akan diberi waktu main di turnamen yang lumayan bergensi ini. (h/net/mat)

Mayat Siapa ..................Dari Halaman. 1 Menurut Kapolres Padang Pariaman, hasil olah TKP dan melihat kepada hasil visum tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang bisa menyimpulkan bahwa mayat itu sebagai korban tindak kejahatan.

“Namun demikian saya tetap perintahkan anggota untuk menyelidiki sampai tuntas,” kata Amirjan. Kapolsek Batang Anai AKP Indra Syahputra, merespon perintah Kapolres itu dan memerintahkan pula anggota untuk terus menye-

lidik tentang siapa, dan bagai mana korban ini meninggal. “Dan meminta kepada seluruh masyarakat, jika ada yang merasa kehilangan keluarga, agar dapat menghubungi Polsek Batang Anai,” ulas AKP Indra. (h/cw-bus)

Di Padang ....................Dari Halaman. 1 tidak drastis. Seperti data yang diperoleh Haluan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, tahun 2011, tercatat 194 kasus kebakaran dengan kerugian Rp 18.766.550.000, Sementara pada tahun 2012, menurun menjadi 189 kasus dengan kerugian sebanyak Rp10.411. 750.000. Untuk tahun 2013, terhitung sejak Januari sampai Juni, hanya 142 kasus yang terjadi dengan kerugian mencapai Rp7.870. 800.000. Kalau dipukul rata, kebakaran di Padang terjadi setiap 2 hari. “Dari 142 kasus kebakaran yang terjadi pada tahun ini, paling banyak disebabkan oleh listrik, yakni 64 kasus. Dan yang paling sedikit adalah kebakaran hutan, bangunan industry, dan lampu minyak,” ujar Eddy Asri, Kabid Damkar Kota Padang. Kurang terselamatkannya harta benda milik korban kebakaran sehingga mengakibatkan kerugian yang banyak, ditengarai karena lambannya kedatangan petugas pemadam kebakaran ke lokasi. Tapi hal ini menurut, Bhudi Erwanto, Kepala BPDB Kota Padang, tidak sepenuhnya benar. Menurut dia kedatangan petugas pemadam kebakaran ke lokasi, tergantung informasi yang diterima. “Kami bergerak ke lapangan berdasarkan informasi pertama yang kami terima. Masalah yang sering terjadi, informasi awal yang diterima oleh petugas, seringkali bukan informasi sejak pertama kali kebakaran terjadi alias informasi telat. Misalnya, kebakaran terjadi pada jam 1, saksi mata melaporkan kejadian pada jam setengah dua atau lebih. Akibatnya, barangbarang korban tak bisa diselamatkan karena petugas terlambat datang,” tuturnya saat ditemui Haluan, Rabu (31/7). Selain itu keterlambatan informasi yang diberikan oleh saksi mata, penyebab keterlambatan petugas pemadam kebakaran ke lokasi, menurut Bhudi, juga bisa diakibatkan oleh kemacetan yang terjadi di jalan raya atau masih

kurangnya kesadaran masyarakat untuk member ruang kepada mobil pemadam kebakaran, meski sirine telah dibunyikan. Kemudian, lanjut Bhudi, ketika mobil pemadan kebakaran hampir tiba di lokasi, mobil masih belum bisa mencapai titik kebakaran, karena warga berkerumun di jalan dan dilokasi, sehingga menyulitkan lajunya mobil pemadam. “Kepada warga kami himbau, agar tidak menjadikan kebakaran sebagai tontonan gratis. Warga seharusnya memberikan akses jalan, menunjukkan sumber air terdekat, ketimbang menonton kebakaran atau mematikan api secara swadaya. Hal tersebut hanya akan memperlambat proses pemadaman api oleh petugas,” tuturnya. Perlu diketahui, kata Bhudi, target waktu kedatangan pemadam ke lokasi hanya 15 menit. Jika lewat 15 menit, maka diperkirakan terjadi kebakaran besar. Selain itu, kendala lambannya mobil pemadam sampai di lokasi kebakaran adalah sempitnya jalan yang dibuat oleh masyarakat secara swadaya, jika kebakaran terjadi di dalam gang. Lebar jalan swadaya masyarakat hanya 3 sampai 4 meter, sementara mobil pemadam butuh jalan selebar 8 meter. Armada Terbatas Saat ini, jumlah petugas pemadam kebakaran Kota Padang menurut Bhudi Erwanto, adalah sebanyak 44 orang, sementara jumlah mobil pemadam hanya 12 mobil, yang tersebar di pos pusat dan pos Kuranji. Di pos Kuranji terdapat 2 unit mobil dan 8 petugas yang piket 24 jam. Sedangkan di pos pusat ada 10 unit mobil dan 3 regu petugas pemadam. 1 regu berisi 12 sampai 13 petugas. Ia menuturkan, penempatan pos pemadam kebakaran adalah berdasarkan kawasan yang padat penduduk seperit di Kuranji, Koto Tangah, Bungus Teluk Kabung, dan Padang Selatan. Namun saat ini baru satu kecamatan yang punya pos pemadam, yakni Kuranji. “Penyebaran pos pemadam

kebakaran di Kota Padang masih jauh dari standar nasioanal. Menurut standar nasional, setiap kelipatan 6.000 jiwa penduduk, harus ada 1 pos pemadam dengan 6 personil,” ungkapnya. Personil-personil pemadam kebakaran diberikan latihan secara berkala. Antar lain, latihan formasi regu sekali 2 bulan, latihan insane peduli kebakaran, dan latihan ke Ciracas, Jakarta Selatan, kantor pusat pemadam kebakaran Indonesia. Keterbatasan personil, mobil dan penyebaran pos pemadam yang tidak merata, agaknya Kota Padang membutuhkan bantuan petugas, mobil dan pos pemadam kebakaran dari pihak lain. Menanggapi hal tersebut, Kabid Damkar Padang, Eddy Asri mengatakan, pihaknya telah lama melakukan koordinasi dengan beberapa pihak. “Untuk wilayah timur Kota Padang, kita berkoordinas dengan PT. Semen Padang. Di wilayah selatan dengan Pelindo, wilayah hutan dengan Dinas Kehutanan, untuk wilayah Tabing dengan Lanud. Jika ada kebakaran di sekitar wilayah tersebut, maka mereka akan menanganinya terlebih dahulu sembari memberitahu Damkar Padang untuk memberi bantuan,” jelasnya. Menurut Eddy, banyaknya kasus kebakaran di Kota Padang, mengharuskan setiap instansi, perusahaan, dan toko-toko besar untuk memiliki proteksi kebarakan sendiri. Hal tersebut sesuai dengan Perda Padang tahun 2011, bahwa setiap usaha, BUMN, BUMD, dan gedung, agar memiliki alat proteksi kabakaran berbentuk hit and run, smoke detector, tangga darurat, dan racun api. Namun, perda tersebut belum berjalan seperti seharusnya dan belum banyak yang mematuhinya kecuali perusahaan-perusahaan dan isntansi-instansi besar. Terkait proteksi kebakaran dari instansi, perusahaan, dan gedunggedung besar, Damkar Padang setiap tahun mengadakan pelatihan terutama untuk sekurti perusahaan. (*)

Padang ........................Dari Halaman. 1 Saya juga heran kenapa tak ada Mak Etek saya yang tinggal di Padang sehingga bisa saya kunjungi pabila musim vakansi datang. Tapi, saya nekat seraya mengguriminkan tekad di mulut saya bahwa satu ketika saya mesti ke Padang. Melihat laut! Karena itu, ketika kelas empat SD, bulan puasa dengan empat teman saya bergelantungan di gerbong kereta api jurusan Padang Panjang – Kayu Tanam. Ceritanya, kami hendak merintang-rintang puasa. Kami pergi berkaki ayam saja. Maksud kami tadinya hanya sampai Kayu Tanam, setelah itu pulang lagi dengan kereta api itu ke Padang Panjang. Tapi sial, keretanya tidak balik ke Padang Panjang melainkan melaju terus ke Sicincin, Lubuk Alung dan Tabing. Tak terasa saya dan kawankawan pada 1973 sampai juga di Padang dengan kaki ayam. Ck ck ck ck,…. Saya harus mengakui penuturan teman kecil saya dulu bahwa Padang memang hangat (terik). Panas berdangkang, membuat kami yang biasa di ketinggian di atas 700 Mdpl merasa gerah luar biasa. Tapi saya tak peduli. Menjelang ashar di stasiun Simpang Haru kami berhenti menanti kereta pulang ke Padang Panjang yang katanya selepas berbuka. “Kita kelaut!” kata saya mengajak teman-teman. Dengan bertanya-tanya, akhirnya kami melintas di terminal Goanhoat lalu ke jalan Hang Tuah menahan terik aspal. Kami tercingangak melihat laut. Benar-benar ada air yang luar biasa banyaknya ditimpali ombak yang begulung-gulung. Saya kecap air air laut itu memang asin.

Sepenggal kenang-kenangan itu bertahun kemudian senantiasa memangil-manggil saya untuk ke Padang. Bayangan saya, kota ini adalah sebuah kota besar. Pokoknya tak adalah kota seramai ini, bemo nya menderu di jalan. Di tempat saya SD sampai nomor 5 sudah hebat, tapi di Padang saya lihat ada SD bernomor 80. Begitulah, Padang tempo dulu memang mengundang orang darek berkunjung. Siapa yang ke Padang, berarti sudah hebat. Ada seorang kerabat saya bersekolah di SMOA (Sekolah Menengah Olahraga Atas). Kalau hari minggu di hendak ke Padang, pukul 10 dia sudah menunggu bus di simpang kampung kami. Kalau sudah jam 11 dia masih di situ, akan ada yang bertanya : “Pukua bara juo ka tibo lai di Padang?” (pukul berapa nanti tiba di Padang). Yang bertanya begitu khawatir, seolah perjalanan ke Padang adalah perjalanan jauh luar biasa. Pesona Padang masa lalu dalam kegemilangan Pasar Batipuh, Belakang Tangsi atau Pelabuhan Muaro. Kisah-kisah bersetting Padang banyak dimaktubkan oleh para seniman dan sastrawan Padang yang berhimpun di Pusat Kesenian Padang (PKP) Makmur Hendrik melukiskan kisah Dilangit Ada Saksi bersetting Padang. Atau simaklah sajak yang salah satu baitnya: Padang Kotaku/ satu ketika tak kudengar lagi/ ketipak ladam kuda (bisakah para birokrat di Balaikota mengigat siapa penulis sajak itu?) Yang lain, melukiskan Padang dalam roman Siti Noerbaja. Pengarang dan wartawan senior Rivai Marlaut di

koran ini juga senantiasa memilih setting kota Padang dalam kisahkisah yang dia tulis. Padang masa lalu memang memesona. Ketika itu belum ada gempa dan tsunami. Besok Senin, setelah itu Selasa maka hari berikutnya adalah hari Padang berulang tahun. Saya ingin ajukan sebuah pertanyaan dari waktu ke waktu ulang tahun Padang, adakah rakyat yang merasa berulang tahun? Mestinya begitu, balanse madam digelar orang Purus, Gamat didendangkan di Kampung Nanggalo, di Palinggam puti-puti melihat orang berpacu biduk. Seluruh rakyat terlibat merayakan hari jadi kotanya. 7 Agustus benar-benar jadi all padang teste. Dari waktu ke waktu, kebanggaan pada kota memang merosot. Kota ini perlu sebuah spirit dan sebuah elan vital. Persatuan Sepakbola Padang (PSP) pernah menjadi kebanggaan tapi dalam delapan tahun terakhir ini entah kemana dia. Tiga hari lagi akan berulang tahun, tapi tak jua kunjung terbaca apa tema ulang tahunnya. Mestinya tiap tahun kita merayakan ulang tahun kota dengan tematik, seperti Malaysia memperingati Hari Kemerdekaannya. Satu tahun mereka pilih Keranamu Malaysia, dalam tahun yang lain mereka pilih tema the trully asia. Semuanya bermakna dan disesuaikan dengan program yang sedang dirancang di negeri itu. Kalau Padang tahun ini? Ya, sudahlah, tahun depan saja kita pikirkan bersama. Hepibesdei Padang, sehat selalu!. (*)

itu ketika petang beranjak senja dan orang-orang bersiap hendak berbuka puasa. Informasi yang berhasil dihimpun Haluan dari lokasi kejadian kemarin menyebutkan, selain rumah Suarni yang ditempatinya bersama suami dan tiga orang anaknya, juga terdapat dua petak rumah kosong semi permanen yang berdempetan dengan rumah korban, yang ikut luluh lantak akibat dilahap api. Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa, namur jumlah kerugian yang diderita akibat peristiwa tersebut, ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Api yang secepat kilat melumat seluruh bagian rumah berbahan dasar kayu itu, membuat pemilik dan warga sekitar tak sempat

lagi untuk melakukan penyelamatan terhadap barang-barang berharga. “Saat kejadian itu, saya kebetulan sedang tidak berada di rumah. Hanya ada anak-anak. Sedangkan suami berjualan ke Pasar Koto Baru,” kata Suarni. Anton, salah seorang saksi mata yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut mengatakan, api pertama kali terlihat merambat dari bagian belakang rumah korban. Karena memang sebagian besar bangunan terbuat dari kayu, mengakibatkan kobaran api dengan cepat kilat membesar dan merambat ke seluruh bagian rumah, hingga menjilati dua petak bangunan rumah yang berada yang di sebelahnya. “Saat awal kejadian, warga

masih sempat melakukan upaya pertolongan untuk memadamkan api. Namun usaha yang dilakukan, terhalang karena cepatnya api membesar. Beruntung, anak-anak dan sejumlah barang berharga masih sempat terselamatkan,” kata Anton. Kepala Kantor UPTD Pemadam Kebakaran Kota Padang Panjang, Joni Aldo kepada Haluan mengatakan, hingga kemarin sore pihaknya dan aparat kepolisian Polres Kota Padang Panjang, masih melakukan penyelidikan untuk dari mana asal muasal apinya. Joni Juga memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun total kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.(h/yan)

Ada Harapan .................Dari Halaman. 1 ngan Muhammadiyah) kemungkinan ada, tapi kita belum bisa memastikan,” kata Said di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (3/8/2013). Said mengatakan, pihaknya baru bisa memastikan kapan 1 Syawal akan jatuh pada tanggal 7 Agustus nanti. Bagi PBNU, 1 Sywal akan ditentukan usai melihat bulan dengan mata langsung. Muhammadiyah sudah menetapkan lebaran 8 Agustus. “Bagi NU Hilal tidak bisa ditentukan tanpa melihat mata langsung, memang hilal sudah terlihat sebanyak 3 persen. Tapi tetap harus dilihat langsung,” jelasnya. NU juga sudah mengerahkan seluruh ulama di seluruh Indonesia untuk melihat hilal. “Kita sudah tugaskan petugas untuk melihat bulan di beberapa daerah di Bawen, di Jawa Timur, di Jawa Barat, di Jakarta,” pungkasnya. Sementara itu Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali juga mengajak ormas Islam untuk menyamakan jatuhnya 1 Syawal. Untuk itu, Menag akan mendiskusikan dengan kelompok-kelompok yang sering berbeda dengan pemerintah seperti Muhammadiyah, Naksabandiyah, maupun An Nadzir di Sulawesi Selatan. “Kami akan menampilkan kelompok yang sering beda dalam menetapkan awal bulan. Misalnya, Muhammadiyah, Satariyah, kelompok Naksabandiyah, An-Nadzir dari Sulsel akan kami tampilkan perbedaan-perbedaan itu,” jelas Menag di Kantor Kepresidenan. Menurut menag, pihaknya juga akan menampilkan kelompok

masyarakat yang menentukan tinggi hilal. Sebab berbeda-beda dengan berbagai kriteria seperti 6,4,2 dan di bawah 1 derajat. “Kami mau tahu alasan ilmiahnya bagaimana menetapkan kriteria itu. Syukur-syukur ke depan kami bisa menjadi satu kriteria saja,” jelas ketum DPP PPP itu. Sidag isbat akan dilaksanakan pada Rabu (7/8/2013) pukul 13.30 Wib. Ini dilakukan agar ada proses diskusi dengan kelompok-kelompok yang sering tidak bersamaan dengan pemerintah. Pada tingkat internasional upaya menyatukan 1 Ramadhan dan 1 Syawal ternyata sudah pernah dilakukan, melalui seminar internasional di Turki tahun 2012 lalu. Namun sayangnya dalam seminar yang juga dihadiri delegasi Indonesia tersebut gagal untuk mencapai titik temu. “Semua utusan negara Islam masih berpegang teguh pada kriteria masingmasing, sehingga tidak tercapai satu kriteria saja untuk menentukan 1 ramadan dan 1 Syawal, inilah yang terjadi hingga saat ini,” kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Prof Dr Abdul Djamil. Secara nasional pun menurut Djamil, tidak mudah untuk menyatukan kriteria 1 Ramadan dan 1 Syawal di kalangan ormas Islam yang ada. Walaupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tahun 2004 lalu telah memberikan mandat kepada pemerintah dalam hal ini Kemenag untuk menentukan 1 Ramadan dan 1 Syawal dengan menggunakan metode hisab dan rukyah, namun di era saat ini

pemerintah tidak bisa lagi memaksakan keputusannya kepada para ormas yang ada untuk mematuhinya. “Kemenag memang telah diberi mandat MUI dalam penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal, namun keputusan pemerintah berdasarkan mandat tersebut tidak bisa menjadi hukum positif yang mengikat semua ormas untuk mematuhi keputusan pemerintah tentang 1 Ramadan dan 1 Syawal. Tapi kondisi seperti ini tidak membuat kami menyerah. kami tetap berupaya menyamakan kriteria,” kata mantan Rektor IAIN Walisongo Semarang tersebut. Pada sidang Itsbat yang akan berlangsung pada 7 Agustus mendatang, pada siang harinya menurut Djamil akan diselenggarakan sarasehan tentang metode menentukan awal Ramadhan dan Syawal. Dalam sarasehan tersebut akan dipaparkan berbagai metode yang ada dalam menentukan 1 Ramadan dan 1 Syawal. “Diharapkan masyarakat nantinya akan semakin dapat memahami dasar penentuan 1 Ramadhan juga 1 Syawal, sehingga tidak bingung atas terjadinya perbedaan, serta bisa menentukan mana yang akan dipilih, keputusan sidang Isbat atau keputusan ormas tertentu. Juga akan kita terangkan adanya kriteria yang telah disepakati Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) yaitu ketinggian hilal dari ufuk minimal 2 derajat, sudut elongasi minimal 3 derajat dan umur bulan lebih dari 8 jam. Di bawah kriteria tersebut jelas sulit melihat hilal,” papar Djamil. (h/eko/dtc/inc/smc)

Insan ...........................Dari Halaman. 1 ummah, umat Islam harus memiliki keunggulan-keunggulan dalam berbagai bidang kebudayaan dan peradaban. Hal ini pernah diraih oleh umat Islam ketika mereka berjaya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pada abadabad pertengahan. Pada saat itu, umat Islam, dengan disinari wahyu al- Qur’an, berhasil menemukan dan mengembangkan berbagai cabang ilmu pengetahuan dan filsafat yang merupakan pilar suatu peradaban tinggi. Sebagai hasilnya, umat Islam menjadi pemegang supremasi peradaban dunia. Namun, kejayaan peradaban Islam itu tidak berlangsung terus, tetapi justeru mengalami kemunduran hingga sekarang ini. Dunia Islam menjadi mundur, dan umat Islam terjatuh kepada tiga masalah sekaligus citra utama, yaitu kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Umat Islam menghadapi masalah kesenjangan antara jumlahnya yang besar dan kualitas perannya bagi peradaban dunia. Umat Islam yang berjumlah sekitar 1,4 milyar orang atau sekitar 22% dari total penduduk dunia hanya dapat memberi sumbangan 5% terhadap perekonomian dunia. Begitu pula dalam bidang ilmupengetahuan dan teknologi, umat Islam nyaris menjadi konsumen dari pada produsen. Dunia Islam tidak banyak memiliki ilmuwan sejati dan kurang memiliki pusatpusat keunggulan akademik (center for academic excellent) yang merupakan prasyarat bagi kemajuan ilmu-pengetahuan dan teknologi. Walaupun banyak Negara Islam yang mempunyai sumber daya alam yang kaya raya, tetapi karena tidak didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, maka hamper tidak ada Negara Islam yang bisa dikategorikan sebagai negara maju. Dalam konteks Indonesia, fenomena serupa juga terjadi. Sebagai bagian terbesar dari bangsa ini umat Islam belum dapat menampilkan peran terbesar. Umat Islam Indonesia menghadapi masalah rendahnya kualitas infrastruktur sosial, ekonomi dan pendidikan. Dalam bidang pendidikan, banyaknya lembaga pendidikan yang dilola umat Islam belum sepadan dengan mutu lembaga-lembaga pendidikan tersebut, walaupun sudah mulai muncul sekolah-sekolah berkualitas. Dalam bidang ekonomi terdapat ironi. Islam yang masuk ke Nusantara lewat jalur ekonomi karena dibawa oleh dai-dai pedagang,

yang kemudian ikut mempengaruhi terbentuknya kelas menengah Islam yang relatif berjaya dalam bidang ekonomi dan kemudian membentuk sentra-sentra perekonomian umat di beberapa daerah, kini terpuruk dan belum dapat bangkit kembali. Kalau dalam bidang pendidikan keagamaan ada fenomena “robohnya surau kami”, dalam bidang ekonomi ada fenomena “runtuhnya kedai kami”. Kelemahan dalam bidang ekonomi ini membawa dampak terhadap bidang-bidang kehidupan lain, baik sosial, pendidikan, politik maupun dakwah. Kesenjangan antara idealitas Islam dan realitas kehidupan umat Islam adalah masalah besar yang harus diatasi. Kalau umat Islam ingin bangkit kembali merebut supremasi peradaban dunia, maka tidak ada pilihan lain kecuali umat Islam menangkap kembali api dan semangat Islam. Islam adalah agama kemajuan, yang mendorong kehidupan umatnya ke arah hidup yang berkemajuan. Jika kemajuan Eropa didorong oleh etika Protestanisme yang menekankan kerja keras, produktifitas, penghargaan akan waktu, dan penghematan — begitu pula kebangkitan Asia-Pasifik karena etika Konghucu yang juga menekankan nilai-nilai yang sama maka Islam jauh lebih kuat mendorong nilai-nilai etika tersebut dalam banyak ayat al- Qur’an dan al- Hadits. Bahkan sebagai khaira ummah, umat Islam diperintahkan oleh al- Qur’an untuk menjadi saksisaksi bagi umat manusia seperti dalam ayat: “Dan dengan demikian Kami jadikan kamu semua umat tengahan supaya kamu semua menjadi saksisaksi atas semua manusia, dan Rasul menjadi saksi atas apa yang kamu semua lakukan. . . “ (al-Baqarah: 143). Dari ayat tadi terdapat isyarat bahwa umat Islam perlu menampilkan dua macam syahadat. Selain harus menampilkan “syahadat keyakinan” yaitu keyakinan akan keesaan Allah SWT dan kerasulan Muhammad SAW (La Ilaha illallah, Muhammadur rasulullah), umat Islam perlu juga sebagai manifestasi “syahadat keyakinan” itu untuk menampilkan “syahadat kebudayaan dan peradaban”, yaitu dengan memberi bukti-bukti bahwa kebudayaan dan peradaban Islam adalah tinggi. Maksudnya, umat Islam harus tampil merebut kemajuan dan keunggulan dalam kebudayaan dan peradaban. Pada ayat tadi, cita-cita kema-

juan dan keunggulan dikaitkan dengan keberadaan umat Islam sebagai “umat tengahan” (ummatan wasthan). Citra diri sebagai “umat tengahan” mengandung arti bahwa umat Islam tidak boleh terjebak kepada spektrum ekstrimitas dan keberagamaan dan kehidupan. Sebaliknya, umat Islam perlu mengambil posisi tengahan (median position) dalam menegakkan keseimbangan dan keadilan dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Memang, menurut para ulama, seperti Imam al- Ghazali, akidah Islam adalah akidah tengahan (al- aqidah al- wasithiyyah) yang menjaga keseimbangan antara hablun minallah dan hablun minannas, antara kehidupan duniawi dan kehidupan ukhrawi, dan antara kehidupan individual dan kehidupan sosial. Akidah tengahan ini dapat juga diterapkan pada berbagai aspek kehidupan lain. Sebagai umat tengahan dengan akidah tengahan maka keberagamaan umat Islam perlu juga mengambil posisi jalan tengah (middle path). Posisi jalan tengah dalam beragama adalah posisi keberagamaan yang tidak terjebak baik kepada ekstrim yang hanya mementingkan kehidupan ukhrawi saja sehingga melupakan kehidupan duniawi, atau sebaliknya, mementingkan duniawi saja sehingga melupakan kehidupan ukhrawi. Keberagaman tengahan mengejawantah dalam kesungguhan hidup pada dua dunia itu, seperti tercermin dalam kata hikmah “berbuatlah untuk duniamu seolah-olah kamu hidup selamanya, dan berbuatlah untuk akhiratmu seolaholah kamu mati besok”. Keberagamaan tengahan, dengan demikian, adalah keberagamaan total dan komprehensif, bukan keberagamaan parsial, yakni demi keseimbangan mengambil sebagian dari setiap dua hal. Keberagamaan tengahan juga mengambil bentuk keberagamaan proporsional, yaitu menjalankan ajaran-ajaran agama sesuai dengan proporsinya. Islam jalan tengah seperti itu mungkin bisa menjadi solusi bagi Indonesia yang kini masih terpuruk. Sejak era reformasi, memang harus diakui banyak kemajuan yang telah dicapai dalam kehidupan kebangsaan kita, tetapi kita tidak bisa menutup mata bahwa masih banyak masalah di hadapan kita. (disarikan dari khutbah Prof.Din Syamsuddin pada sebuah shalat Id) ***

>> Editor : EKO YANCHE EDRIE

>> Penata Halaman : Syahrizal


8

MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

PROPERTI DEKORASI RUMAH JELANG LEBARAN

Kemewahan dengan Warna dan Aksesori Dalam satu tahun mesti ada moment-moment yang harus disambut dengan penuh suka cita. Diantaranya adalah hari raya Idul Fitri hari kemenangan bagi muslim. Di saat inilah, rumah perlu bersolek agar tampil menarik dan berbeda. Rumah idaman pastinya mampu memberikan kenyamanan, kesejukan dan keindahan bagi penghuninya. Apalagi suasana jelang lebaran saat ini. Hampir semua masyarakat sibuk menata rumahnya kembali. Namun hal ini tak bisa langsung jadi jika tidak ditata dengan rapi sesuai fungsi dan kapasitas ruangan yang ada

dalam rumah itu sendiri. Oleh karena itu, perlu mengatur atau mendekor rumah, apalagi rumah yang ditempati cukup sederhana. Sebab, rumah sederhana atau ukurannya minimalis akan bisa memberikan suasana yang lapang dan segar, jika pintar mengatur seisi rumah. Kuncinya adalah perencanaan yang matang, kreativitas,

dan imajinasi yang bagus. Hal ini sangat penting karena kita menjamu para tamu, sehingga ruang tamu atau keluarga sendiri mencerminkan sifat si pemilik rumah. Suka dengan keteraturan, klasik atau tidak perduli sama sekali. Nah bagaimana sebaiknya kita menata ruangan tersebut? Pilih dan gunakan jenis dekorasi yang anda sukai, tentunya yang juga dapat membantu membuat ruang Anda nampak lebih besar. Anda juga harus hati-hati untuk mendesain ruangan penyimpanan (storage) agar lebih besar, sehingga memudahkan anda menaruh atau menyimpan barang-barang Anda. (h/rumah4)

Tips

Mempersiapkan Rumah Lebih Menarik BERIKUT beberapa langkah mempersiapkan rumah lebih menarik. 1. Tentukan tema dekorasi Dekorasi ruang dapat mengambil tema dari mana saja. Sebut saja misalnya,

tema natural yang banyak menggunakan bahan-bahan alami atau tema vintage yang hangat penuh memorial. 2. Tentukan tema warna Selain memperkuat tema dekorasi, warna berfungsi

menyatukan berbagai benda yang bentuknya berbeda-beda. Untuk dekorasi sebuah ruangan, Anda juga bisa memilih 3 warna saja agar dekorasi tak terlalu ramai. 3. Tentukan aksesoris Peralatan makan, vas bunga, tempat lilin, keranjang, tabble runner, serta bendabenda lain pengisi interior yang sudah ada bisa Anda manfaatkan sebagai dekorasi rumah menyambut Idul Fitri.

>> Editor : David Ramadian

Namun, sebaiknya pilih benda yang sesuai dgn tema dekorasi dan tema warnanya. 4. Tentukan tanaman atau bunga Tanaman dan bunga segar perlu dihadirkan sebagai penambah suasana dekorasi rumah. Anda juga bisa menyesuaikan bentuk bunga dan tanaman itu dgn tema dekorasi rumah dan tema warna yang telah Anda tentukan sebelumnya.

>> Penata Halaman : Syahrizal


9

MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

OLAHRAGA Liverpool Kalahkan Olympiakos 2-0

BELUM CETAK GOL — Bintang baru Barcelona, Neymar belum mencetak gol untuk timnya setelah tampil menjadi pemain pengganti di dua laga ujicoba El Barca. Saat juara Spanyol itu mengandaskan mantan klub Neymar, Santos 8-0, Sabtu (3/8) dinihari WIB, Neymar-pun belum jua mencatatkan dirinya di papan skor. NET

JOAN GAMPER TROPHY

Barca Remukkan Santos

BARCELONA, HALUAN — Barcelona menaklukkan Santos dengan skor telak 8-0 dalam laga persahabatan bertajuk Joan Gamper Trophy edisi ke-48 di Camp Nou, Sabtu (3/8) dini hari WIB. Kemenangan ini membuat Barca untuk ke-37 kalinya mendapatkan trofi tersebut, yang tahun lalu diraih Sampdoria (kalahkan Barca 1-0), sekaligus menjadi gol terbanyak sejak turnamen ini pertama kali digelar pada tahun 1966. Hujan gol itu dihasilkan dari dua gol Cesc Fabregas di babak kedua, serta sumbangan satu gol dari Lionel Messi, Alexis Sanchez, Pedro Rodriguez, Adriano, Jean-Marie Dongo, serta gol bunuh diri bek klub asal Brasil tersebut, Leonardo Lourenco Bostos alias Leo. Barca memperlihatkan dominasinya dalam laga tersebut, yang disaksikan lebih dari 81.000 penonton. Sejak peluit kick-off berbunyi, tim besutan pelatih anyar Gerardo Martino sudah mengobrak-abrik pertahanan Santos. Hanya perlu tujuh menit bagi klub kebanggaan publik Catalan tersebut untuk membobol gawang Aranha. Mendapat umpan terobosan dari Pedro, Messi yang menusuk ke dalam kotak penalti lebih dulu mengecoh Aranha sebelum menceploskan si kulit bulat ke gawang yang sudah tak terkawal. Lima menit berselang, Barca menggandakan keunggulannya melalui gol bunuh diri Leo. Berusaha menghalau

bola umpan silang Dani Alves dari sayap kanan, Leo yang berusaha menutup pergerakan Sanchez justru membelokkan bola ke gawang sendiri melalui sundulannya. Tertinggal dua gol, Santos berusaha bangkit. Tetapi, bekas tim Neymar ini sangat kesulitan menerobos pertahanan tuan rumah. Bahkan, Santos nyaris tak bisa melewati garis tengah lapangan karena para gelandang Barca bermain sangat agresif. Alih-alih mengatasi ketertinggalan, gawang Santos justru jebol lagi pada menit ke-21. Kali ini giliran Sanchez yang mencatatkan namanya di papan skor setelah lebih dulu melakukan kerja sama satudua dengan Messi. Pemain asal Cile ini melesakkan bola ke pojok kiri bawah gawang. Barca menambah keunggulan mereka menjadi 4-0 pada menit ke-29. Pedro dengan mudah mengoyak jala Santos ketika menerima umpan silang dari Jordi Alba di sayap kiri.

Hingga turun minum, Barca unggul 4-0. Untuk sementara, Neymar belum diturunkan untuk melawan bekas timnya tersebut. Memasuki babak kedua, Barcelona melakukan delapan pergantian pemain. Penjaga gawang Pinto menggantikan Victor Valdes, Montoya (Alves), Bartra (Pique), Adriano (Alba), Song (Busquets), Roberto (Xavi), Fabregas (Iniesta), serta Neymar menggantikan Pedro. Tak perlu waktu lama bagi juara La Liga ini menambah gol. Pada menit ke-53 Fabregas mengoyak jala Santos. Menusuk dari sisi kanan, mantan pemain Arsenal ini menerima umpan Sanchez dan melepaskan tendangan keras dengan kaki kanannya. Skor menjadi 5-0. Unggul dengan skor telak tak menurunkan intensitas serangan Barca. Fabregas, yang menjadi incaran Manchester United pada bursa transfer musim panas ini, kembali mencetak gol pada menit ke68. Kali ini dia melepaskan

tendangan voli menyambut umpan Neymar dari sisi kanan pertahanan Santos. Saat pertandingan tersisa 15 menit, giliran Adriano yang mengoyak jala Santos lewat gol cantik dari luar kotak penalti. Menerima umpan pendek Neymar yang melakukan tendangan pojok, Adriano melepaskan tendangan dari sisi kanan gawang Santos, dan bola bersarang di pojok kiri atas. Tujuh gol yang telah disa-

rangkan tak membuat para pemain Barca mengendurkan serangan. Mereka benar-benar membuat Santos berada di hari yang sangat buruk karena pada menit ke-83 gol kembali tercipta untuk membuat skor menjadi 8-0. Dongo tak kesulitan mencetak gol setelah menerima umpan datar Fabregas dari dalam kotak penalti, yang tak bisa dihalau kiper Santos. Skor telak itu bertahan hingga laga usai. (h/net)

LIVERPOOL, HALUAN — Stadion Anfield menggelar laga Liverpool vs Olympiakos bertajuk Steven Gerrard’s Testimonial pada Sabtu (3/8/2013) yang berakhir dengan skor 2-0. Joe Allen dan Jordan Henderson menjadi pencetak gol salam laga yang didedikasikan atas kesetiaan Gerrard pada Liverpool ini. Pertandingan baru berusia lima menit, Liverpool harusnya sudah bisa unggul. Iago Aspas tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Balazs Megyeri. Namun ia justru gagal menaklukkan kiper Olympiakos tersebut. Joe Allen akhirnya membuat Gerrard tersenyum di menit 23. Kerjasama Aspas dan Raheem Sterling Joe Allen diakhiri dengan umpan ke muka gawang dan Allen yang berada di tiang jauh dengan mudah meneruskan bola ke gawang Megyeri. 1-0! Kesialan kembali menghampiri Aspas di menit 28. Berawal dari sepak pojok, bola sundulan Daniel Agger mampir ke Aspas yang langsung melakukan tembakan voli. Megyeri berada di tempat yang tepat untuk menepis bola. Jelang babak pertama berakhir, Gerrard dua kali mendapat peluang bersih untuk mencetak gol. Namun kegemilangan Megyeri menggagalkan usaha skipper Liverpool tersebut. Di babak kedua, Liverpool masih terus bermain menyerang. Coutinho memainkan aksi bagus di menit 55 saat melewati dua pemain Olympiakos dan melepaskan tendangan keras yang bisa dihadang Roberto. Gol kedua Liverpool hadir di menit 63 oleh Jordan Henderson. Uniknya, Henderson sendiri tercatat baru masuk dan 12 detik setelahnya ia berhasil mencetak gol di sentuhan pertamanya setelah menerima umpan dari Sterling. Roberto kembali berulah dalam menggagalkan upaya anak-anak tuan rumah. Sepakan Henderson di menit 70 bisa ia tepis dan semenit setelahnya, giliran usaha Jose Enrique yang ia mentahkan. Keriuhan terjadi di menit 72. Bukan karena ada gol lagi yang tercipta, namun masuknya Robbie Fowler yang dikenal Liverpudlian dengan “God” untuk menggantikan posisi Sterling. Bersama Jamie Carragher, Fowler memang turut memeriahkan pertandingan ini. Tak ada lagi gol yang tercipta. Gerrard sendiri digantikan oleh Jay Spearing di menit 84 dan menerima standing applause yang meriah dari penonton di stadion. Pada tour Asia beberapa waktu lalu, Gerrard Cs juga menang dengan skor yang sama atas Indonesia XI dan Melbourne Victory. Sementara, saat menghadapi Thailand, Liverpool unggul 3-0. (h/net)

>> Editor : Rahmatul Akbar

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


OLAHRAGA

10 POJOK ARENA PASI Kritisi Perhatian Menpora

IPL Tak Layak Dilanjutkan PADANG, HALUAN — Banyaknya permasalahan di dalam kompetisi IPL (Indonesia Premier League) membuat para pesertanya menginginkan kompetisi tersebut dibubarkan. Mereka menilai IPL sudah tidak layak diteruskan.

JAKARTA, HALUAN — Kepala Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Budi Darma mengatakan, pihak Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kurang memberikan anggaran untuk latihan atlet yang mengikuti Asian Youth Games (AYG) 2013. AYG 2013 berlangsung di Nanjing, Cina pada 16-24 Agustus 2013. Ajang empat tahunan tersebut diikuti oleh 45 negara, termasung Indonesia. Kemarin, kontingen Indonesia sudah melepas 104 atlet yang bakal diperlombakan di 14 cabang olahraga. Mirisnya, selama latihan menjelang AYG 2013, Kemenpora ternyata kurang memberikan dana untuk para atlet. Selama ini, dana latihan diberikan oleh Ketua Umum PASI, Bob Hasan. "Soal dana saya tidak tahu. Namun, secara umum Menpora lagi seret karena mereka punya masalah dalam pelaporan anggaran baru. Dampaknya ke atlet, untungnya masih ada Ketua PASI Bob Hasan yang membiayai," katanya pada inilah.com Dia menambahkan, selama latihan para atlet dikarantina. Hal itu dilakukan agar menjaga kondisi fisik para atlet. PASI tampak serius membentuk atlet untuk mengikuti AYG 2013. "Latihan itu tidak bisa sebentar. Jadi, para atlet kami karantina. Kalau tidak itu bisa berbahaya, karena kalau pulang, atlet tidak bisa dikontrol jatah makan dan porsi latihannya," demikian Budi. (h/net)

DIHENTIKAN — Hingar bingan kompetisi Indonesian Premier League sepertinya sulit untuk dilanjutkan. Beberapa klub, termasuk Semen Padang mendesak PSSI tidak membiarkan kondisi ini dan mencarikan solusi, termasuk solusi menghentikan kompetisi. NET

Subhan Aksa Bakal ke Finlandia

RD Harap Diego-Okto Membaik

JAKARTA, HALUAN — Pebalap Indonesia, Subhan Aksa bersama navigator Nicola Arena asal Italia mendapatkan kesempatan tampil di Reli Finlandia. Ubang, sapaan akrab Subhan Aksa, mendapatkan kehormatan tampil resmi di sesi survei meski bukan kontestan Reli Finlandia (seri ke-8 WRC 2013) yang akan digelar pada 1 - 3 Agustus. Reli Finlandia dijadikan Ubang sebagai pemanasan, sebelum terjun ke Reli Jerman pada 22 - 25 Agustus. Meskipun karakter lintasan antara reli Jerman berbeda dengan reli Finlandia, namun bagi Ubang ini latihan untuk membiasakan diri dengan suasana reli dan reflek di balik kemudi. “Sejak reli Yunani dua bulan lalu saya sama sekali belum menyentuh kegiatan reli,” kata pebalap 26 tahun asal Makassar itu dalam rilis, Kamis (1/8/2013). Subhan Aksa mempunyai misi khusus di Finlandia, yakni mengamati performa mobil reli Ford Fiesta R5 yang tampil perdana setelah mendapatkan homolagasi FIA pada Juli lalu. Pacuan besutan rumah produksi M-Sport yang dikembangkan sejak 2011 itu sudah dipakai lima pereli di Finlandia. Itu produksi pertama katagori R5 sebagai pacuan tertinggi di kelas WRC2. “Sejak awal memang programnya demikian. Pastinya mobil ini lebih kompetitif dari versi sebelumnya. Semoga saja hasil di Jerman bisa lebih baik dari tahun lalu,” harap Ubang yang di seri Portugal dan Yunani menggeber seri RRC (Regional Rally Car). (h/net)

JAKARTA, HALUAN — Diego Michiels dan Oktovianus Maniani dipanggil Rahmad Darmawan untuk ikut seleksi III timnas Indonesia U-23. RD berharap keduanya bisa tampil apik lagi seperti di SEA Games 2011. Dua tahun lalu, Diego dan Okto termasuk pemain inti yang relatif bersinar. Diego sebagai bek kiri dan Okto sebagai winger ketika itu menjadi andalan RD di starting XI dan kini sang pelatih mengekspektasikan performa serupa. "Diego memang pernah mengalami penurunan. Tapi dia belakangan ini diberi kesempatan oleh pelatih Sriwijaya untuk bermain. Dia sempat juga main full time. Saya ingin melihat dia sekarang seperti apa. Berharap dia bisa kembali lagi," terang RD di Senayan, Jakarta, Jumat (2/8). "Saya juga memanggil Okto masuk dalam seleksi. Karena umur dia juga masih masuk. Dia kelahiran tahun 90. Okto adalah pemain inti SEA Games dua tahun lalu. Kalau dia dua tahun lalu pemain inti, maka saya harapkan

dia bisa lebih matang lagi." Menurut RD di tahap seleksi ketiga ini, dirinya sengaja membuka kesempatan kepada seluruh pemain. Ditahap seleksi terakhir tersebut dia akan mengabungkan hasil penilaian dari tahap satu hingga tiga untuk menentukan pemain inti. Pelatih berkepala plontos ini juga menyiasati rencana dua laga ujicoba timnya yang dijadwalkan dalam waktu berdekatan. RD bakal membagi dua tim untuk dua laga ujicoba itu. Timnas Indonesia akan menjajal Brunei Darussalam pada 15 Agustus mendatang, di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Sehari berselang, 'Garuda Muda' dijadwalkan bertanding melawan PSS Sleman. Untuk dua pertandingan tersebut, RD sudah memanggil 30 pemain. Dia akan membagi ke-30 pemain itu ke dalam dua tim. Tujuannya adalah untuk menilai secara keseluruhan para pemain itu. "Saya prioritaskan seleksi ketiga ini adalah untuk pemain-pemain yang belum pernah mengikuti seleksi gelombang 1 dan 2. Memang

ada beberapa pemain yang sebelumnya dipanggil saya panggil kembali untuk melihat potensi sekali lagi," ujar RD di Senayan, Jakarta, Jumat (2/8/2013). "Saya ingin melihat pemain lebih dalam lagi. Makanya, kita programkan dua ujicoba. Saya akan bentuk dua tim untuk melawan Brunei dan Sleman masing-masing 15 pemain. Agar semua adil, dan saya punya waktu melihat masingmasing pemain." "Memang untuk tahap ke tiga ini pemain di lini tengah sangat melimpah. Tapi saya akan menggabungkan seleksi dari tahap 1, 2 dan 3 untuk saya pilih." Soal dua pemainnya, yakni Kurnia Meiga dan Rizky Pellu -yang juga masuk dalam pemain senior--, RD berharap keduanya lebih diprioritaskan ke timnas U-23. “Untuk khusus Kurnia Meiga dan Rizky Pellu kita masih menunggu staf pelatih. Apakah timnas senior memainkan mereka juga. Kami masih menunggu. Tapi orientasi kita mereka bisa lebih ke timnas U-23." . (h/net)

Menang di Hongaria, Lewis Hamilton Lebih Pede

LONDON, HALUAN — Lewis Hamilton pekan lalu baru saja meraih kemenangan pertamanya bersama Mer-

MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

cedes GP. Hasil itu akan jadi momentum untuk Hamilton meraih kemenangan di seriseri berikutnya.

Menjalani debut bersama Mercedes setelah enam tahun memperkuat McLaren, Hamilton sebenarnya mampu tampil baik ketika ia membukukan tiga pole position sebelum balapan di Hungaroring. Sayangnya tak satupun dari pole itu mampu berujung kemenangan sedangkan rekan setimnya Nico Rosberg sudah dua kali menang. Tapi saat Hamilton untuk menang pun tiba ketika ia berjaya di GP Hungaria setelah meraih pole di sesi kualifikasi sehari sebelumnya. Kemenangan yang tak pelak disambut suka cita oleh segenap awak Mercedes dan kini Hamilton pun dinilai

akan lebih pede lagi di seriseri berikutnya. Tentunya kemenangan akan lebih mudah diraih dengan dukungan mobil yang mumpuni. "Butuh waktu memang untuknya beradaptasi, tapi saya melihat tanda-tanda yang sangat bagus khususnya di beberapa balapan terakhir," ujar Prinsipal Tim, Ross Brawn, seperti dikuti ESPN F1. "Hal lainnya adalah ini saat yang tepat untuk mengambil momentum dan mulai menuju ke arah yang benar. Jujur kami tak tahu di mana batas penampilan kami, kami baru saja memulai dengan Lewis dan kami

tidak tahu batas kami di mana," sambungnya. Meski awalnya Hamilton banyak dikritik karena tak jua mampu memberi kemenangan, Brawn mengaku tak khawatir karena pebalap 27 tahun itu tentu butuh waktu beradaptasi dengan tim barunya. "Saya pikir ketika pebalap sekaliber Lewis gabung ke tim ini akan ada ekspektasi luar biasa. Tapi setiap pebalap butuh waktu untuk beradaptasi dan mengerti seluruh aspek di tim ini, bagaimana bekerja dengan para mekanik dan bagaimana menyatu dengan tim. Setiap pebalap tentunya berbedabeda," demikian dia. (h/net)

Hal tersebut disampaikan oleh CEO Semen Padang Erizal Anwar saat ditemui t a d i malam, di Jakarta Jumat (2/ 8). Dia mengatakan a d a beberapa f a k t a b a h w a kompetisi IPL banyak mengalami masalah menyusul akan dilanjutkan pada pertengahan Agustus mendatang. ‘’Banyak yang blank di putaran pertama. Kemudian regulasi tak berjalan bagus. Ada klub yang WO berkalikali, tapi dibiarkan. Di dalam aturan klub itu seharusnya tidak hanya kalah 0-3. Tapi juga harus ada pengurangan poin,’’ ujar Anwar. ‘’Kompetisi ini butuh uang. Tapi nyatanya banyak klub yang kesulitan uang. Dari pada putus ditengah jalan sudah mengeluarkan banyak uang lebih baik tidak jalan saja,’’ sambungnya Karenanya, Erizal meminta PSSI untuk bersikap atas kondisi tersebut. PSSI, hendaknya memastikan kemampuan regulator kompetisi ini, apakah memang mampu melanjutkan kompetisi atau tidak “Jika tidak mampu, bisa saja PSSI mencarikan regulator lain, atau memutuskan untuk tidak melanjutkan kompetisi di IPL,”kata Erizal ‘’Ini hanya wacana. Kami logis saja mikirnya. Bahwa memang fakta-faktanya seperti itu.’’ Erizal menghimbau kepada klub-klub untuk tidak memaksakan diri berkompetisi. Dia berharap nantinya kompetisi musim depan, klubklub tersebut lebih siap. Ungkapan serupa, disampaikan pelatih Persekap Pasuruan, Rudy William. Menurutnya, para pemain IPL tidak pantas disebut profesional. “Saya sudah puluhan tahun menjadi pelatih dan selalu mendidik pemain untuk patuh serta bermain bersih. Tapi, saya melihat kalau pemain IPL itu kampungan sebab mereka bermain kasar,” tuturnya. “Karena itu, IPL memang harus dibubarkan. Jika terus dipaksakan berlangsung, maka akan menjadi duri bagi PSSI,” tuntasnya. Padahal, putaran kedua IPL rencananya berlangsung pada 28 Agustus mendatang.

Tak ayal, desakan dibubarkannya PT LPIS membuat lanjutan IPL terancam t i d a k digulirkan. Menanggapi kemungkinan itu General Manager PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS), Didied Poernawan Affandy tidak tinggal diam. Diakuinya, terus menjalin komunikasi dengan para klub untuk mendapatkan jalan terbaik. Dalam waktu dekat, dilanjutkannya, menunggu saran dari Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait desakan membubarkan IPL. “Kini, nasib IPL berada di tangan Exco PSSI. Karena itu, kami menunggu jawabannya. Sejujurnya, kami repot kalau banyak klub yang menyuarakan ingin membubarkan IPL. Pasalnya, kami menginginkan kompetisi ini berjalan hingga akhir,” katanya yang dikutip bola.net. Ketika diskusi antara PT LPIS dan klub-klub IPL yang dimediasi PSSI di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (02/ 8) malam, hanya dihadiri lima klub, masing-masing PSM Makassar, Persijap Jepara, PKT Bontang, Semen Padang dan Persiba Bantul. Diterangkannya, banyak yang tidak hadir dengan alasan tidak punya dana untuk datang ke Jakarta dan mendapatkan undangan seperti Persibo Bojonegoro, Arema dan Persebaya. Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Joko Driyono, memastikan jika keputusan terkait kelanjutan kompetisi yang ditangani PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) berada di Komite Eksekutif (Exco). Karena itu, dikatakan Joko, pihaknya menunggu Exco mengeluarkan keputusan yang direncanakan pada pekan mendatang. “Tentunya, saya juga ingin masalah ini segera selesai. PSSI merumuskan notulen hasil diskusi di Hotel Sultan kepada Exco. Kemudian, keputusan tentang kompetisi IPL baru bisa dipublikasikan pada pekan mendatang,” tutur Joko. Klub-klub kontestan IPL, memang menilai jika kompetisi yang dioperatori PT LPIS tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya. Apalagi, banyak klub yang terlanda krisis finansial. (h/mat/net)

Hayom Siap Hadapi Chong Wei

Dionysius Hayom Rumbaka

JAKARTA, HALUAN — Sudah lima kali bertemu, Dionysius Hayom Rumbaka kini mengaku lebih siap melawan pebulutangkis nomor satu dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei. Hayom kemungkinan besar akan menghadapi Lee Chong Wei di babak kedua Kejuaraan Dunia 2013. Partai Chong Wei – Hayom akan berlangsung pada Selasa (6/ 8/2013). Namun Hayom harus melewati rintangan di babak pertama melawan pemain dari Israel, Misha Zilberman, terlebih dulu. “Setelah bertemu di Djarum Indonesia Open Superseries Premier 2013, sekarang saya lebih siap melawan Chong Wei. Saya sudah lebih tahu permainan dia seperti apa. Dia jauh lebih dijagokan, saya akan bermain lepas dan nothing to lose saja,” kata Hayom, dinukil inilah.com pada situs PBSI. Pada lima pertemuannya, Hayom tercatat belum pernah menang dari Chong Wei. Ia pun menyimpan rasa penasaran ingin mengalahkan peraih medali perak Olimpiade London 2012 tersebut. Meskipun tak akan mudah, namun peluang Hayom untuk menang tetap >> Editor : Rahmatul Akbar

terbuka. Hal itu diungkapkan Manajer Tim, Rexy Mainaky. “Kalau mau menang dari Chong Wei, Hayom harus langsung gigi lima, harus cepat. Chong Wei tentunya sangat berambisi untuk memenangkan gelar juara dunia pertamanya. Saya rasa kalau punya motivasi lebih, Hayom pasti bisa. Di pertemuan sebelumnya, poinnya tidak jauh, tapi Hayom tidak siap dengan perubahan kecepatan Chong Wei. Sebagai pemain senior, Chong Wei bermain dengan pengalaman, tapi speed dia sudah berkurang," ujarnya. Menghadapi Kejuaraan Dunia kali ini, persiapan Hayom juga lebih intensif. Selain bobot latihan teknik yang ditambah, fisiknya juga ditingkatkan. Ia juga absen di Singapore Open Superseries 2013 demi mempersiapkan diri menuju kejuaraan ini. “Persiapannya kali ini lebih bagus dibanding sebelum ke Djarum Indonesia Open Superseries Premier 2013. Di Pelatnas Cipayung, waktu dan intensitas latihan Hayom ditambah. Selain itu, latihan fisiknya juga lebih banyak seperti lari dan angkat beban,” tutur Joko Suprianto, sang pelatih. (h/net) >> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

PENDIDIKAN

11

Stikes Amanah Ciptakan Tenaga Profesional dan Siap Pakai PADANG, HALUAN — Sekolah Tinggi ilmu Kesehatanan Amanah Padang dibawah kepemimpinan Bupati Pasaman Barat, H. Baharuddin R, dengan Dewan Pembina Maidestal Hari Mahesa dan Ketua Yayasan Harmawati Hakim telah membawa perubahan besar bagi pendidikan kesehatan di Sumatera Barat dan khususnya Kota Padang. Laporan:

OSNIWATI Memiliki tiga program studi, D III Kebidanan, S I Keperawatan serta propesi Ners. Mempunyai misi dan visi menciptakan calon perawat dan bidan profesional yang siap pakai, serta mampu ditempatkan ditengahtengah masyarakat yang membutuhkan perhatian dibidang kesehatan khususnya warga miskin. Sejalan dengan perkembangan zamanm, dalam era globalisasi, maka setiap yang berhubungan dengan penerimaan tenaga kesehatan medis perlu dipersiapkan yang profesional dan berkualitas guna dapat bersaing di pasar bebas, dan tenaga seperti itu sangat diperlukan. “Sarana dan Prasarana yang lengkap, seperti Gedung yang dapat menampung semua kegiatan dan proses belajar mengajar, tenaga Dosen yang qualified dan profesional dan Laboratorium yang lengkap. Stikes Amanah, saat ini mempersiapkan tenaga kesehatan yang profesional untuk dapat bekerja di luar negeri khususnya (Timur Tengah, Eropa dan Australia). Untuk itu, diberikan pengetahuan khusus Bahasa Arab dan English Conversation aktif,” kata Harmawati. Ia mengatakan, Lulusan Stikes Amanah Padang siap di tempatkan di Departemen Kesehatan, Rumah Sakit dalam/luar negeri, Puskesmas, Rumah sakit bersalin, Praktek mandiri, Institusi pendidik. “Lulusan kami, saat ini sudah tersebar di beberapa tempat lapangan kerja, seperti rumah sakit, puskesmas,,” ujarnya. Kehadiran Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Ama-

nah Padang, seakan menjadi oase di tengah mahalnya biaya pendidikan bidan dan keperawatan. Mahasiswa yang tidak mampu, tetapi memiliki prestasi bagus, tetap bisa mengakses pendidikan melalui keringanan biaya atau membayar uang pembangunan dengan pola cicilan. “Stikes ini, paling murah dibanding sekolah yang sama di Sumbar. Mereka dipersiapkan, untuk menjadi tenaga bidan dan perawat di luar negeri,” ujarnya. Selama ini, banyak lulusan perguruan tinggi (PT) tetapi sulit mendapatkan pekerjaan. Mereka selalu berorientasi, menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tengah kompetisi yang sangat ketat saat ini. Padahal, peluang kerja terutama untuk bidan dan perawat di luar negeri seperti negara timur tengah cukup besar. “Sayang, selama ini Indonesia termasuk Sumbar hanya “mengekspor” pekerja sehingga peluang strategis tersebut banyak diisi warga Filipina. Jadi, selain pendidikan berbasis Islami mereka juga kami bekali kemampuan bahasa Arab dan Inggris. Ada waktu tertentu, dalam proses pembelajaran mereka wajib menggunakan dua bahasa itu,” katanya. Komitmen tersebut bukan sekadar retorika, tetapi perangkat keras (hardware) dan lunaknya (software) sudah disiapkan. Untuk tenaga pengajar, didatangkan dari Politeknik Kesehatan (Poltekes) dan IAIN Imam Bonjol Padang dengan rasio dosen dan mahasiswa 1:20. Bahkan, Stikes satu-satunya sekolah yang baru berdiri tetapi langsung dilengkapi gedung permanen, laboratorium dan perpustakaan lengkap. (H/OOS)

Pemimpin Umum: H. Basrizal Koto WPU / Penanggungjawab: Zul Effendi, Pemimpin Redaksi: Yon Erizon Pemimpin Perusahaan: Indra Helmi Redaktur Pelaksana: Ismet Fanany MD Redaktur Pelaksana: Syamsu Rizal

Penerbit: Litbang & Online Media: Eko Yanche E PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP Koordinator Minggu: David Ramadian No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 Koordinator Liputan: Rudi Antono 1985 tanggal 19 November 1985. Manajer Cetak: Mardius Caniago

Direktur Haluan Media Group: H Desfandri. Dewan Redaksi : H. Basrizal Koto, H. Desfandri, H. Hasril Chaniago, Zul Effendi, Yon Erizon, Indra Helmi, Ismet Fanany MD, Eko Yanche Edrie, Syamsu Rizal, Sekretaris Redaksi: Silvia Oktarice, Redaktur: Afrianita, Atviarni, Dodi Nurja, Nova Anggraini, Rahmatul Akbar. Asisten Redaktur: Devi Diani, Meidella Syahni, Reporter Padang: Ade Budi Kurniati, Nasrizal, Perwakilan Bukittinggi: Haswandi (Plt Kepala) Jon Indra (Non-Aktif), Syamsuardi S, Ridwan, Pariaman/Padang Pariaman: Dedi Salim, Trisnaldi, Payakumbuh/Limapuluh Kota: Zulkifli, Syafril Nita, Sri Mulyati, M Siebert, Pasaman:Atos Indria, Ahdi Susanto, Welina, Agam: Miazuddin, Kasra Scorpi, Padang Panjang: Iwan DN, Rian Syair, Tanah Datar: Yuldaveri, Emrizal, Aldoys, Pasaman Barat: Suryandika, M. Junir, Gusmizar, Pesisir Selatan: Sabrul Bayang, M. Joni, Haridman, Kabupaten Solok/ Kota Solok: Syamsuardi Hasan, Riswan Jaya, Alfian, Almito, Marnus Chaniago, Solok Selatan: Icol Dianto, Sawahlunto: Fadilla Jusman, Sijunjung: Elfa Fuadiansyah, Azneldi, Dharmasraya: Maryadi, Ferry Maulana, Biro Jakarta: Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: Moralis, Biro Kepri: M Sahdan Tim Kerja Usaha: Efri Hanter (Kabag Sirkulasi), Yursil Masri (Manajer Keuangan), Andiyanto (Koord Asongan), Yunasbi (Kabag Iklan), Tata Letak/Desain: David Fernanda, Nurfandri, Rahmi, Syamsul Hidayat, Jefli, HRD : Desmasari, Umum : Nurmi, Kasir : Desy, TI : Teguh. ,Pra Cetak : Sawal Marjuni HRP, Mai Hendri, Cetak : Mardianto (Koordinator), Afandi, Rudi Kurniawan, Jecky Jekcson. Haluan Media Group: CEO H.Basrizal Koto, Direktur: H Desfandri. Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Iklan dan Sirkulasi: (0751) 4488700, Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: haluanpadang@gmail.com, redaksi_haluan@yahoo.com, website: http/ harianhaluan.com, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp78.000, Harga eceran Rp3.500,- Tarif iklan: Tarif Iklan: Display FC halaman satu: Rp50.000/mm kolom, Display BW halaman satu: Rp35.000/ mm kolom, Display halaman dalam FC: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam BW: Rp17.500/mm kolom, Iklan SC :Rp25.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat FC: Rp15.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat BW: Rp10.000/mm kolom, Dukacita: Rp10.000/mm kolom, Iklan kolom (maks 300 mmk) FC: Rp15.000, Iklan Kolom (maks 300 mmk) BW: Rp10.000, Advertorial FC: Rp40.000/mm kolom, Advertorial BW: Rp25.000/mm kolom Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, Bank Nagari Cabang Utama Padang Rek No: 1008.0103.00009.1 PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http://www.harianhaluan.com

>> Editor : Osniwati

>> Penata Halaman : Habli


GO GREEN

12

MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

GUBERNUR BALI KALAH

Hutan Mangrove Harus Dilestarikan AKHIRNYA Majelis hakim pada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar mengabulkan tuntutan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali kepada Gubernur Bali terkait rencana pemanfaatan kawasan mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai Bali. Dalam sidang pembacaan putusan di PTUN Denpasar pada Kamis (1/8), hakim memerintahkan gubernur untuk segera mencabut surat keputusan (SK) yang memberikan izin kepada sebuah perusahaan swasta, PT. Tirta Rahmat Bahari (PT.TRB), untuk pemanfaatan kawasan Tahura Ngurah Rai. “Mengabulkan Gugatan Penggugat (WALHI), menyatakan batal SK Gubernur Bali Nomor 1.051/03-L/HK/2012 tentang pemberian izin pengusahaan pariwisata alam pada blok pemanfaatan kawasan taman hutan raya (Tahura) Ngurah Rai seluas 102,22 hektar kepada PT. Tirta Rahmat Bahari, serta memerintahkan tergugat untuk segera mencabut SK tersebut,” demikian ketua majelis hakim Asmoro Budi Santoso seperti dilansir mongabay, Jumat. Selain itu, majelis hakim juga menghukum tergugat untuk membayar biaya pengadilan secara tanggung renteng bersama penggugat intervensi sebesar Rp 1,7 juta. Dalam pertimbangannya, majelis hakim menjelaskan bahwa SK yang dikeluarkan oleh Gubernur Bali bertentangan dengan kebijakannya sendiri. SK yang ditandatangani Pastika pada 27 Juni 2012 lalu itu dinyatakan melanggar surat edaran gubernur tentang moratorium izin akomodasi pariwisata di Bali selatan. Dalam SK Tahura Ngurah Rai, PT. TRB diizinkan untuk membangun sejumlah sarana akomodasi pariwisata seperti penginapan, restaurant dan berbagai sarana wisata di kawasan Tahura Ngurah Rai. “Pengeluaran SK tersebut bertentangan dengan asas-asas pemerintahan yang baik, utamanya asas keterbukaan, asas kepastian hukum, serta asas kecermatan dan kehatihatian,” ujar Asmoro Budi. Kuasa hukum Gubernur Bali Ketut Ngastawa mengaku kecewa atas putusan hakim. “Siapapun, pasti ada (rasa kecewa). Tapi yakinlah bahwa upaya apa yang dila-

kukan oleh gubernur, ketika digugat dan harus mengikuti prosedur itu. Banding merupakan bagian dari upaya melaksanakan hak hak hukum,” jelas Ngastawa. Preseden Baik Lingkungan Sementara itu, kuasa hukum Walhi Bali Wihartono mengatakan bahwa putusan tersebut sudah tepat. Pihaknya meminta agar Gubernur Bali segera melaksanakan putusan hakim tersebut. “Apa yang kita dalilkan, semua dijadikan pertimbangan oleh majelis hakim. Ini membuktikan bahwa dalam memberikan SK tersebut, gubernur telah melanggar kebijakannya sendiri serta bertentangan dengan asas-asas pemerintahan yang baik,” ujar Wihartono. “Ini merupakan gugatan lingkungan pertama di Bali. Ini akan menjadi preseden baik bagi penegakan hukum lingkungan dan putusan ini juga yurisprudensi bagi setiap gerakan penyelamatan lingkungan yang akan melakukan upaya-upaya hukum,” ujar Ketua Dewan Daerah Walhi Bali Wayan ‘Gendo’ Suardana. Kemenangan Walhi, kata dia, tidak terlepas dari dukungan semua pihak yang berkomitmen terhadap gerakan penyelamatan lingkungan. Hal ini akan menjadi pembelajaran bersama bahwa pemerintah juga bisa melakukan kesalahan dalam mengeluarkan kebijakan. “Selama ini masyarakat takut apabila berhadapan dengan pemerintah. Tetapi hari ini, putusan hakim yang memenangkan Walhi membuktikan pemerintah juga bisa salah dalam mengeluarkan kebijakan,” kata Gendo. Gendo juga menyarankan kepada publik agar mau menggunakan hak gugatnya apabila merasa dirugikan akibat kebijakan-kebijakan pemerintah. Ke depan, lanjutnya, gubernur harus terbuka kepada publik dalam menerbitkan setiap kebijakan serta memberikan ruang kepada publik untuk berpartisipasi

-

HUTAN MANGROVE — Inilah Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai di Bali. penuh dalam proses pembuatan kebijakan. Dalam kesempatan yang sama, Tama S Langkun, peneliti hukum dan monitoring peradilan dari Indonesian Corruption watch (ICW) yang datang langsung dari Jakarta untuk memantau pesidangan menilai putusan hakim sudah tepat dan patut di apresiasi. “Mendengarkan fakta hukum yang disampaikan oleh majelis hakim, Walhi memang harus menang. Ini merupakan satu putusan yang akan menjadi preseden hukum yang baik. Putusan ini juga semakin menguatkan posisi organisasi masyarakat sipil sebagai lembaga kontrol yang efektif terhadap kebijakan pemerintah,” Tama menegaskan. (h/ dn/mongabay)

INILAH benteng alami, kini semakin terjepit pembangunan proyek jalan tol di atas laut, dan kawasan yang berfungsi sebagai penahan tsunami ini kini semakin rentan terhadap bencana.

PERTAMA DI INDONESIA

Petani Sawit Terima Sertifikat RSPO KABAR tentang pengembangan kebun sawit oleh perusahaan-perusahaan skala besar yang bermasalah di Indonesia, dari membuka kawasan hutan sampai berkonflik dengan masyarakat, bukan berita baru. Ini ada kabar baru tentang sawit, seperti dilansir mongabay, Jumat, perwakilan petani sawit swadaya memperoleh sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pertama di Indonesia. Mereka adalah para petani dari Kecamatan Akui, Kabupaten Palalawan, Riau, yang tergabung dalam Asosiasi Petani Sawit Swadaya Amanah. Asosiasi ini berbadan hukum beranggotakan 349 petani swadaya dengan luas kebun 763 hektar dibentuk WWF-Indonesia, dengan bantuan Carrefour Foundation. Ia didaftarkan ke RSPO dalam mekanisme sertifikasi –kelompok dan memperoleh sertifikasi 29 Juli 2013. Anggota asosiasi ini memiliki lahan di luar Taman Nasional Tesso Nilo. Sunarno, Manajer Grup Asosiasi Amanah mengatakan, awal mula mendapatkan pengenalan tentang RSPO rasanya begitu memberatkan petani. “Lalu ada pelatihan. Kami pun sangat pahami pentingnya RSPO ini. Kami mulai Maret 2012,” katanya di Jakarta, seperti dilansir mongabay, Jumat. Dia mengatakan, kendala paling sulit dalam proses sertifikasi adalah kebersamaan. “Hal paling sulit itu kebersamaan dengan petani. Modal kebersaaam ini yang harus dipertahankan.” Dengan beroperasi sesuai standar RSPO ini, mereka merasakan peningkatan produksi, perbaikan kuantitas dan kualitas serta bisa menekan biaya produksi. Contoh, dana untuk herbisida sebelum RSPO Rp900 ribu, setelah RSPO menjadi Rp400 ribu per hektar per tahun. Produksi mereka pun meningkat, sebelum RSPO, berkisar 16 ton, setelah RSPO menjadi 21 ton per hektar per tahun. Mengapa bisa begitu? Dengan standar ini, mereka melakukan analisa daun yang memunculkan kebutuhan pupuk. “Jadi, pupuk dilakukan tepat aktu, tepat guna, tepat tempat dan tepat dosis,” ucap Sunarno. Dalam mengelola sawit ini, mereka tak akan menambah luas kebun, apalagi sampai masuk kawasan hutan. “Kita tak akan cari berapa luas hektar, dicari peningkatan produksi.” Riau, produsen terbesar sawit di Indonesia. Data Kementerian Pertanian 2011, produksi sawit di Riau, 5,7 juta ton. Dari 2,1 juta hektar perkebunan di Riau, 1,1 juta hektar dimiliki petani swadaya, baik plasma maupun petani

SUNARNO, perwakilan dari Asosiasi Petani Sawit Amanah, menerima sertifikat RSPO dari Desi Kusumadewi, Direktur RSPO Indonesia. SAOARIAH SATURI swadaya. Hasil survei lapangan WWF memperlihatkan, kawasan hutan, baik lindung maupun konsesi tidak aktif menjadi sasaran utama perluasan kebun sawit. Dari sekitar 83.000 hektar Taman Nasional Tesso Nilo, sekitar 30.000 hektar dirambah menjadi kebun sawit. Untuk itu, petani swadaya bersertifikasi berkelanjutan terus diupayakan. Irwan Gunawan, Deputy Director Market Transformation Initiative, WWF-Indonesia mengatakan, sertifikat ini membuktikan petani swadaya mampu memenuhi standar kelestarian. Untuk program ini, WWF, sudah bekerja di Riau sejak dua tahun lalu dengan mengidentifikasi beberapa lokasi di beberapa kabupaten. “Hasil identifikasi itu kelompok H Sunarno yang paling potensial. Kami anggap ini kehormatan, bagi Asosiasi Amanah jadi petani swadaya pertama yang dapat RSPO,” ujar dia. Asosiasi Amanah, nyaris menjadi petani swadaya pertama yang mendapatkan RSPO. Namun, sudah keduluan petani swadaya dari Thailand, lulus sertifikasi Oktober 2012. “Jadi kedua di dunia.” Harapan terbesar, katanya, asosiasi ini menjadi model yang bisa direplikasikan di wilayah lain di Indonesia. Mengingat sekitar 45 persen di kebun sawit Indonesia milik para petani baik plasma dan swadaya. Dari 40 persen itu 76 persen petani swadaya. “Memang, belum ada data statistik yang tepat mengenai luasan

kebun sawit petani swadaya ini. Baru perkiraan. Jika total kebun sawit resmi 9,7 juta hektar, 40 persen, 4 juta hektar. Antara 2,8 juta hektar itu swadaya. WWF menargetkan, minimal 50 persen produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Indonesia memperoleh sertifikasi berkelanjutan. Data per Juni 2013, certificate sustainable palm oil (CSPO), Indonesia, baru sekitar 716 ribu ton. “Ini belum sampai 10 persen dari ekspor Indonesia. Data terakhir ekspor 18 juta ton.” WWF menilai, petani swadaya banyak mengalami hambatan dan kendala dalam mengelola kebun sawit, antara lain finansial dan infrstruktur. WWF pun berharap, pemerintah dan pemangku kepentigan lain menempatkan petani swadaya jadi prioritas, baik akses kredit, teknis praktis agriculture maupuan pemasaran. Selama ini, petani swadaya memiliki posisi tawar rendah. Desi Kusumadewi, Direktur RSPO Indonesia mengatakan, sejak tahun lalu RSPO mengembangkan pendanaan dan sertifikasi khusus untuk petani swadaya. Ke depan, diperkirakan petani swadaya makin besar hingga sangat penting menerapkan perkebunan baik dan berkelanjutan. Lembaga ini akan memberikan RM5,7 juta atau Rp17,1 miliar bagi petani sawit swadaya di seluruh dunia. RSPO menargetkan, tahun ini, petani sawit swadaya di Riau, Sumatra Selatan (Sumsel) dan Jambi, mendapatkan sertifikasi. (h/dn/mongabay).

AKSI demonstrasi menolak rencana reklamasi Teluk Benoa digelar KEKAL Bali di depan Kantor Gubernur Bali. >> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Habli


MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

ANAK DAN KELUARGA

13

HARY EFENDI ISKANDAR

Ciptakan Suasana Harmonis menuju Keluarga Bahagia Keluarga sakinah mawadah warahmah adalah, perwujudan keluarga yang didambakan setiap insan dalam membangun bahtera rumah tangga. Untuk mencapainya, haruslah direncanakan. Karena pencarian pasangan adalah, langkah awal menuju keluarga bahagia. Itulah, yang membuat pilihan Hary berlabuh pada Nilla Kristina yang berprofesi sebagai dosen di Fakultas Pertanian UNAND Padang. Hal itupun, sesuai dengan keyakinan dan mimpinya dalam berjuang. Hary menceritakan, bahwa dahulunya ia adalah seorang aktivis sosial yang aktif diberbagai LSM begitu juga dengan istrinya. Namun, setelah menikah barulah ia dan istrinya menjadi dosen di kampus UNAND. Hingga pengabdiannyapun, menanjak saat diper-

caya menjadi Sekretaris PWNU Sumbar menggantikan Husni Kamil Manik yang kini tengah menjabat menjadi Ketua KPU RI. Bagi Hary, menikah adalah salah satu langkah membuka pintu rezeki. Pintu rezeki, akan dibukakan Allah SWT selebarlebar bagi orang yang telah menikah. Hal itu juga terjadi, saat Hary dan istrinya tengah berjuang kuliah di UGM Jogjakarta. Hary kuliah di Pascasarjana program sejarah ilmu budaya, sedangkan istrinya di Pascasarjana program agronomi pertanian. Bahkan kedua anakn y a , Nabilla dan Nazief sedang berusia dibawah l i m a tahun

i k u t bersamanya tinggal sementara waktu di Jogjakarta. Namun, tekad dan keyakinannya maka sampailah mendapat gelar master bersama istrinya. Walaupun dahulu, masa kuliah samasama aktif di HMI cabang Padang. Namun hal itulah, yang membuat Hary dan Nilla saling pengertian dan saling percaya yang dilandasi dengan nilai-nilai agama dalam membangun bahtera rumah tangga. Tidak heran, setiap harinya dipenuhi kegiatan aktivitasnya dengan berbagai agenda sosial. “Suasana kebatinan saling percaya adalah, kunci dalam membina rumah tangga. Tentunya, berdasarkan support dan dukungan dalam menggapai cita-cita. Sehingga, dalam rumah tangga tak jarang saya dan istri sebagai mitra yang

Laporan : DAPIT ALEXSANDER

saling membangun yang biasa bermusyawarah mencapai mufakat� kata sekretaris MAW PBHI Sumbar ini. Dikatakannya, selain itu ia membangun bahtera rumah tangganya dilandaskan pada tak ada batasan antara istri dan anak. Sehingga, suasana menjadi cair, terbuka, dan bersahabat yang menciptakan harmonisasi kehidupan. Makanya, pandai membagi waktu adalah kunci kepercayaan ditengah kesibukannya sebagai aktivis sosial dan pengajar. Meski teramat sibuk, menjadi dosen di Fakultas Sastra dan Ilmu Budaya dan kegiatan sosial-kemasyarakatan lainnya. Namun, keseimbangan juga merupakan kunci kebahagiaan, dengan tidak melupakan keluarga walaupun sesibuksibuknya. Dengan sikap memenuhi kebutuhan materil dan rohaniyah si anak. Sedangkan, saat berkumpul dengan keluarga adalah momen yang takkan bisa dilupakannya. Waktunya adalah, saat liburan. Dia akan menghabiskan seluruh waktunya, untuk keluarga, mencurahkan perhatian dan segala kerinduannya pada keluarga dan anak-anaknya. Walaupun begitu Hary tidak memungkiri juga, pernah terjadi gelombang-gelombang dalam rumah tangga. Seperti gembira, sedih dan haru atau perselisihan pendapat. Karena, dibesarkan pada keluarga yang berbeda dan suasana yang berbeda juga. Namun solusi baginya adalah, mencoba untuk komunikasi, loby, dan merayu untuk mendapatkan kembali hati yang telah jauh yang diramu dengan nuansa-nuansa akademik. Maka tak heran, jika harry sering memberikan suprise ataupun hadiah yang tanpa diduga-duga oleh istri dan anak-anaknya yang prinsipnya menyenangkan hati menyebabkan suasana keluarga menjadi cair kembali. “Anak-anak adalah amanah, untuk itu penting memberikan pengamalan agama sehari-hari. Dengan pendidikan agama, maka sang anak akan terarah masa depannya� ungkap Wakil Direktur Pusat Studi Humaniora UNAND ini. Kebersamaan mereka di waktu libur, selalu diisi untuk liburan yaitu disaat sabtu dan minggu dan liburan. Hary dan keluarga, biasa mengunjungi tempat-tempat sejarah baik saat di Jogja maupun di Sumbar. Selain itu, ia sering mengajak ke pantai dan wisata kuliner pantai seperti menyukai gorengan ikan bakar dan sala lauak. (h/lex)

>> Editor : Devy Diani

>> Penata Halaman : Jefli


14

SOBAT

MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

ARIE YUZA WANDALA

Calon Guru dan Segudang Prestasi ARIE Yuza Wandala, calon guru yang mempunyai segudang prestasi. Mulai dari tingkat Kota Padang hingga tingkat nasional. Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Laporan: apapun yang menjadi tantangan saya. Termasuk di kampus, saya ingin menyeimbangkan antara akademis dengan hobi saya. Salah Sumbar Jurusan Bahasa dan Sastra satunya dalam mata kuliah drama Indonesia tersebut pernah menjadi di kampus,” paparnya. Juara 1 pemilihan putra RRI Yang terpenting bagi sang aktor Padang, Juara 1 model APPMI kampus tersebut, dorongan dan doa Sumbar, Juara best perfomance yang tulus dari orang tua yang kategori C spektaculer sequence sangat diharapkannya. Itu sudah Jakarta, the Media Hotel acara di dapatkannya. Karena, kata Arie, Indonesia super model, Juara best ini berkat dorongan orangtuanya lah costum black and white gran final dia bisa seperti sekarang ini. Indonesia super model Jakarta, the “Saya bisa seperti ini berkat Media Hotel, Juara inti pemilihan dorongan dari orang tua saya,” jelasnya. dress vaganza top model kalender Pandangan hidup Arie, seorang anak 2012 di WTC Mangga Dua Padang, Sumbar yang bercita-cita menjadi Juara best costume and hair style artis. Dia ingin menjalani hidup ini cipta bintang di Hotel Furaya ibarat air mengalir. Pekanbaru. “Hidup ini ibarat air sungai yang “Saya bercita-cita menjadi mengalir, kita ikuti alur air tersebut. menjadi guru, serta menjadi seorang Membagi waktu saat kuliah harus akuntan terkenal di sebuah bank,” pandai-pandai. Karena tidak semua papar Arie. orang bisa membagi waktunya, Anak dari Yurzalis M. Nur dan kadang-kadang saya juga merasa Winda Afrida ini tidak berprestasi bosan untuk kuliah, tapi saya berfikir di luar kampus saja. Di dalam karena ibu berharap anaknya harus kampus beragam prestasi juga di menjadi orang sukses, karena dengan dapat oleh pemuda yang gigih susah dan pengorbanan ibu itu tidak tersebut. Tidak mengenal lelah untuk bisa disia-siakan. Saya harus menjadi yang terbaik, itulah yang membuat ibuku bahagia, Syukur selalu ditanamkan oleh Arie untuk Alhamdulillah, semua kegiatan memaju semangatnya untuk maju. didukung oleh ibu saya, karena ibu “Selalu ingin menjadi yang tidak suka mengekang anaknya terbaik dengan usaha yang dalam berkarya,” ujarnya lagi. maksimal itulah yang menjadi motto Arie menambahkan, ia selalu saya meraih cita-cita. Baik untuk berusaha dan berdoa sama yang di menyalurkan hobi sebagai model, atas, semoga impian dan cita-cita maupun cita-cita saya sebagai guru,” di kabulikan sama Tuhan Yang ungkap Arie. Maha Esa. Tidak itu saja, Arie juga “Insyaallah kalau wisuda nanti mengukir prestasi di akademiknya. dapat pekerjaan, dan kalau ada Seperti, pernah menjadi tiga besar rezeki ingin sambung kuliah S2 di Indek Prestasi (IP) di kelas, juara Jakarta, dan melanjutkan prestasi 1 lomba musikalisasi puisi aktor disana, semoga aja jadi artis,” harap terbaik ujian mata kuliah drama. cowok kulit putih itu. (h/*) “Rasa ingin tahu itu yang membuat saya ingin menaklukkan

OSNIWATI

>> Editor : NASRIZAL

>> Penata Halaman : Jefli


MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

KOMUNITAS

15

Kunjungan dx pasaman ke dx Bukittinggi.

Mobil Klasik Paling Diminati LUBUK Sikaping Corolla DX Community (LCDXC), merupakan ajang perkumpulan penggemar Mobil Corolla DX tahun 1980–1983 di Kabu-

paten Pasaman. Perkumpulan ini bersifat netral dan kekeluargaan, arti netral adalah tanpa adanya kepentingan golongan, suku, dan politik di

BAKTI sosial donor darah.

KUMPUL bareng di Halaman Museum Tuanku Imam.

dalamnya. Kekeluargaan disini maksudnya kita kumpul setiap bulannya dengan mengikutsertakan keluarga dalam

setiap kegiatan. Slogan kami “saciok bak ayam, sadanciang bak basi� dalam satu kesatuan LCDXC. Awal terbentuknya perkumpulan ini memiliki nama PDC (Pasaman DX Community) Tahun 2008, karena perkembangan organisasi maka perkumpulan ini berubah nama menjadi LCDXC, dan telah memiliki AD/ART dalam menjalankan organisasi, serta setiap anggota memiliki hak dan kewajiban yang harus diterima dan dijalankan. Disamping itu LCDXC memiliki agenda tahunan, seperti touring keluarga, bazar murah di bulan Ramadan. Kegiatan temu ramah antar club, serta kegiatan tertib lalu lintas yang diadakan Polres Pasaman. Disamping itu LCDXC sering diikutkan dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemda Kabupaten Pasaman. Disebutkan Ketua LCDXC

Novri Indra, keberadaan mobil sedan klasik memang masih diminati, pasalnya beberapa penganggum mobil buatan Jepang tahun 1980-1983 tersebut sudah banyak yang melakukan modifikasi kendaraan mereka. Tak tanggung-tanggung, pembiayaan dan perawatan tentu harus mengeluarkan dana ekstra. Kendati tidak banyak, namun onderdil dan spart part untuk jenis mobil ini gampang didapatkan dengan harga yang lebih murah pula. Karena itu, tentunya komunitas mobil sedan Corolla saat ini paling banyak dicari, karena selain irit bahan bakar minyak (BBM), juga harga terjangkau untuk masyarakat level bawah. Kalau pun ada yang menawari harga yang tinggi, modifikasi mobilnya mungkin sudah super bagus dan mengikuti tren mobil masa kini. Tak tanggung-tanggung beberapa kegiatan LCDXC

tahun ini saja sudah melakukan touring ke beberapa daerah di Sumatera Barat (Sumbar), bergabung dengan komunitas DX lainnya yang ada di Sumbar. Bahkan belum lama ini telah dilaksanakan mubes tingkat Sumatera yang diadakan di Lubuk Sikaping, dan memilih kepengurusan, dalam musyawarah itu juga turut perwakilan masing-masing

daerah di Sumbar, dan di luar Sumbar hadir dari perwakilan Propinsi Aceh, Riau, serta Jambi. Untuk kepengurusan Kabupaten Pasaman sudah dilakukan pemilihan kepengurusan baru dengan susunan sebagai berikut. Untuk Kabupaten Pasaman sudah hampir 40 komunitas LCDX, dan beberapa komunitas akan bergabung dalam waktu dekat ini. (h/*)

Temu ramah dx pasaman dg dx bukitinggi.

>> Editor : Nasrizal

>> Penata Halaman : Rahmi


16

MINGGU, 4 JULI 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

LAPORAN KHUSUS SPESIFIKASI ASTRA DAIHATSU AYLA Daihatsu Ayla Varian Tipe D- MT D- MT M-MT M-AT X-MT X- AT Dimensi (mm) Panjang, Lebar, Tinggi 3.600 x 1.600 x 1.520 Jarak sumbu roda 2.450 Tinggi dari tanah 180 Berat (kg) Berat Kosong 755 765 770 785 Kapasitas penumpang 5

Performa Radius putar minimum (m) 4,4 4,5 Mesin Tipe D26F 1KR-DE Kapasitas silinder (cc) 998 Jumlah silinder 3 silinder Jumlah katup Isap: 2, Buang: 2 Diameter x langkah (mm) 71 x 84 Tenaga maks. PS@rpm 65 @6.000 Torsi maks. kgm@rpm 8,7 @3.600 Sistem bahan bakar Injeksi Bahan bakar Bensin Kapastitas tangki bensin (L) xxx

Transmisi Tipe xxx Perbandingan gigi xxx xxx xxx xxx xxx Perbandingan gigi akhir xxx Sistem Kemudi Tipe Manual Power Steering Listrik (EPS) Rem: Depan/belakang/parkir Cakram/Teromol Depan McPherson Strut-per koil Belakang Batang torsi Ban 155/80 R13 175/65 R14

Agya-Ayla Meluncur Setelah Lebaran VARIAN AYLA Daihatsu Hadirkan 6 Varian Ayla JAKARTA, HALUAN – Hampir setahun diperkenalkan, akhirnya si kembar Agya-Ayla segera mengaspal. Buktinya, PT Astra Daihatsu Motor di situs resminya, menyediakan 6 varian Ayla dengan tiga tipe D, M dan X. Demikian juga halnya dengan Toyota juga siap memasarkan Agya. Ini terlihat di situs resmi Auto2000 resmi kembali membuka pesanan Agya mulai 1 Juli 2013. Untuk Daihatsu, Varian terendah, D MT paling standar, tidak dilengkapi dengan power steering dan hanya menggunakan pelek kaleng 13 inci . Sedangkan varian teratas, X AT, sudah dilengkapi power steering listrik dan pelek palang 14 inci. Banderol kedua mobil ini belum dipastikan. Sebelumnya ADM pernah mengatakan, Ayla dijual mulai Rp 80 juta. “Harganya belum final, masih dihitung,” jelas Sudirman Maman Rusdi, Presiden Direktur ADM di Sunter, Jakarta Utara, kemarin. Sesuai strategi, sepertio produk kolaborasi sebelumnya (AvanzaXenia dan Rush-Terios), Daihatsu menyasar konsumen di bawah Toyota Agya. (h/kcm)

TEKA-TEKI kapan Agya-Ayla meluncur ke jalan mulai terjawab. Hal ini terbuka setelah pihak Toyota dan Daihatsu resmi membuka pesanan. Dijadwalkan mobil murah ini mulai mengaspal setelah Lebaran nanti. JAKARTA, HALUAN—Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT), Budi Darmadi mengatakan, draft Petunjuk

Teknis (Juknis) berbentuk Peraturan/Surat Edaran Eselon I tentang Pelaksanaan Pemberlakukan dan Pengawasan proyek mobil

murah dan ramah lingkungan (LCGC) selesai disusun. “Semua sudah selesai, tinggal memeriksa pengetikan dan formatnya,” jelas Budi kepada, kemarin (30/7). Setelah redaksional diperiksa, draf ditandatangani oleh Budi Darmadi dan dilaporkan ke Biro Hukum Kementerian Perindustrian untuk diberi nomor resmi. “Menurut saya, sebelum lebaran sudah terbit. Berarti LCGC baru bisa dipasarkan setelahnya (lebaran),” lanjut Budi. Ditambahkan, dua model paling siap masuk pasarkan adalah Toyota Agya dan Daihatsu Ayla karena sudah memenuhi semua persyaratan. “Keduanya sudah lolos juknisnya. Tinggal distribusi saja nanti,” imbuh Budi. Berarti setelah juknis resmi terbitk, Agya-Ayla bisa didistribusikan ke konsumen. Buktinya, Auto2000 sudah menjual kembali Agya diseluruh jaringan pemasaranya. (h/kcm)

>> Editor : David Ramadian

>> Penata Halaman : Jefli


17

MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

TREN

PAKAIAN MUSLIM DI HARI LEBARAN

Keren dan Menawan dengan Baju Koko BAJU koko adalah pakaian muslim untuk pria yang umum digunakan di Indonesia. Saat ini baju koko dikenakan untuk momen-momen keagaamaan dan momen santai. Tentunya dikarenakan sebentar lagi hari Lebaran tiba. Tidak afdol rasanya jika tidak mulai berburu baju koko yang dinginkan mulai dari sekarang. Bagaimanakah untuk memilih baju koko yang sesuai? Tentunya hal ini adalah hal mutlak yang diinginkan, karena pastinya semua pria ingin tampil keren dan menawan namun sopan di hari yang dianggap hari fitri bagi umat muslim sedunia tersebut. Sesuaikan Dengan Badan Bagaimanakah untuk memilih baju koko yang tepat untuk Anda? Pastinya Anda harus memilih baju koko yang sesuai dengan bentuk badan Anda. Baik Anda bertubuh kurus atau berisi, pastikan Anda mencoba setiap baju koko yang menarik perhatian Anda. Dengan mencoba baju koko yang Anda inginkan Anda akan mampu melihat kesesuaian baju koko tersebut dengan postur dan bentuk tubuh Anda. Jika ketika mencoba baju koko Anda merasa tidak nyaman, jangan paksakan untuk membeli baju koko tersebut, tak perduli seberapa menawan baju tersebut. Akan sia-sia membeli baju yang membuat Anda tak nyaman. Kemudian pilih baju koko yang sesuai dengan warna kulit Anda. Jika Anda berkulit gelap, maka jangan pilih warna hitam atau biru tua untuk baju koko Anda. Lain halnya apabila Anda memiliki warna kulit yang cerah, maka pilihan warna apapun akan nampak cocok untuk Anda. Kemudian pikirkan apakah momen dimana Anda akan mengenakan baju koko tersebut adalah momen keagamaan

resmi atau tidak resmi. Pada momen keagamaan resmi biasanya baju koko yang dipilih adalah yang berlengan panjang. Sedangkan untuk momen keagamaan yang kurang resmi dan berkesan santai Anda dapat memilih baju koko berlengan pendek. Model dan Bahan Baju Koko Di pasar atau mall ada banyak sekali pilihan model baju koko yang Anda inginkan. Yang paling umum adalah baju koko dengan aksen bordir. Ada pula baju koko yang dipadukan aksen bordir dan batik. Untuk Anda yang bertubuh besar, sebaiknya jangan menggunakan aksen bordir yang terlalu lebar dan penuh agar badan Anda tidak nampak semakin lebar. Berikutnya pastikan bahan b a j u k o k o y a n g Anda pilih n y a m a n dipakai dan mudah menyerap keringat agar ketika Anda mengenakannya Anda tidak merasa gerah dan risih. (h/ist)

KOLEKSI FATIN,

Tren Gamis Lebaran 2013 SIAPA sangka, gaya busana islami Fatin Shidqia Lubis setelah menjadi pemenang kompetisi pencarian bakat menyanyi X-Factor Indonesia bisa menjadi trend setter para penggemarnya. Adalah “Gamis Fashion Fatin�, sebuah istilah yang menggambarkan gaya busana muslimah yang dikenakan Fatin. Ternyata Perempuan muda berusia 16 tahun tidak hanya bersuara bagus namun juga menginspirasi tren baju khususnya baju Islami. Seperti dilansir oleh MetroTV News, pedagang-pedagang baju Islami di Blok A Tanah Abang mengaku gaya busana muslim “Gamis Fashion Fatin� seperti yang dipakai oleh Fatin saat tampil di X Factor banyak dicari sekarang ini. Awalnya penjual tidak memahami apa yang dimaksud oleh calon-calon pembelinya. Namun kemudian ia bertanyatanya dan melihat-lihat majalah kemudian menentukan bahwa baju Islami Gamis Fashion Fatin inilah yang dimaksud mereka. Gamis Fashion Fatin yang dibuat dari bahan katun, sifon dan yarsi yang diimpor ini cukup menarik bagi pembeli. Oleh karenanya, tidak sedikit pembeli yang memesan Gamis Fashion Fatin dalam jumlah besar, walau harga perpotongnya bisa mencapai 175 ribuan perpotong.(***)

>> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Syamsul Hidayat


AKSEN

18

MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

Tanggal Pernikahan Gading-Gissel Terungkap Tanggal pernikahan pasangan Gading Marten dan Gissela Anastasia akhirnya terungkap. Hal itu diucapkan sendiri oleh ayahanda Gading, Roy Marten. Saat meresmikan rumah produksi barunya, tibatiba Roy berteriak dari atas panggung. “GADING dan Giselle nikah 14 September. Siapa yang mau kasih sumbangan malam ini, dapat diskon sepuluh persen,” canda Roy . Pengumuman ini diungkapkannya di Roy Marten Production, Planet Hollywood, Jalan Jend. Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (1/8) malam. Usai pengumuman dadakan itu, Gading dan Gisel tampak malu-malu mendapatkan sorak sorai dan tepukan tangan. Saat hal itu dikonfirmasi langsung kepada keduanya, Gading dan Gisel membenarkannya. “Bercanda itu tadi,” tawa Gading. “Iya benar tanggal 14 September, minta doanya saja semoga dilancarkan nantinya,” imbuh Gisel. “Kita bukannya nutupin kok. Tapi rencananya memang mau kabarinnya nanti saja. Eh, sudah keduluan,” tambah Gading. Pulau Dewata Bali dipilih mereka sebagai lokasi untuk meresmikan pernikahan mereka. Alasànnya, lantaran pulau eksotis itu dinilai menyajikan keintiman serta keromantisan bagi calon pengantin. ”Memilih Bali, karena kalau Amerika kejauhan,” canda Gading. “Masing-masing orang punya impian tempat pernikahan, Bali itu intimate banget,” timbuhnya. “Orang kalau sampai Bali itu suasananya beda, lebih intim, enak banget,” tandas Giselle. (h/trn)

Olga Syahputra Sakit OLGA Syahputra terbaring sakit di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. Perubahan terlihat begitu jelas pada Olga. Badannya kurus wajahnya pucat. Ia pun tak bisa melakukan apapun, selain tidur. Sahabat pun mengakui sakit yang dialami Olga ini cukup parah. “Kondisi badannya panas. Makanya harus banyak istirahat. Enggak boleh bergerak dulu. Kecapekan kali dia karena kan syuting terus. Doain ya mudah-mudahan cepat sembuh,” kata Raffi Ahmad di Ruah Sakit Medistra, Kamis (01/08). Beberapa sahabat datang menjenguk. Selain Raffi Ahmad, hadir juga Tara Budiman, Syahrini, Nikita Mirzani dan masih banyak lagi. “Kalau itu menurut gue bukan masalah buat Olga. Olga cuma kecapekan. Selama gua kenal dia, kayaknya ini yang paling parah. Kesimpulan manajemen kita, ini adalah titik kecapean Olga,” kata Tara Budiman. (h/ccm)

Dewi Persik Ingin Mudik Lebih Lama

DEWI Perssik alias Depe bakalan mudik ke Jember, Jawa Timur. Sudah menjadi kewajiban bagi bekas istri Saipul Jamil itu, pulang ke kampung halamannya untuk sungkem kepada orangtuanya. “Pasti saya mudik. Saya mau sujud kepada kedua orangtua saya di kampung. Kalau enggak sung-

kem, saya enggak bisa,” ucapnya, ditemui di kawasan Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Makanya, wanita berusia 27 tahun itu, sengaja melowongkan waktunya jelang Lebaran. Ia sudah mengatakan kepada manajemennya untuk tidak menerima tawaran pekerjaan. Sehingga ia tak punya beban ketika berangkat ke kampung halamannya tersebut. Keinginannya mudik tahun ini sangat besar. Sebab, ayahnya sedang sakit keras. Karena itu, ia ingin punya waktu lebih lama di Jember sekaligus membahagiakan orangtuanya. Ia juga tak berhenti mendoakan kesembuhan ayahnya. “Ya Allah, semoga kasih kebahagiaan kepada papi. Papi saya diangkat dari penyakitnya dan saya dikasih kebahagiaan,” tandasnya. (h/trn)

Zaskia Adya Mecca Lahirkan Anak ke-2

spanduk - baliho - billboard sticker - backdrope branding car - x banner roll up - dll

Menyewakan Bando & Billboard lokasi strategis di Padang, Payakumbuh & Pariaman

Kantor Pusat : Jl. Gajahmada No.40 Gn. Pangilun Padang Telp. (0751) 447825, 40269 Cabang Payakumbuh : Cabang Padang : Jl. Soekarno-Hatta 123 Jl. Andalas 83 Telp. 890 383 Koto Nan Ampek Jl. Belakang Olo 46A (dpn Hotel Jakarta) Telp. 33 222 Telp. 0752 - 796 123

SEJUMLAH pekerjaan film Hanung Bramantyo (38) harus ditunda begitu Kala Madali Bramantyo dilahirkan dari rahim Zaskia Adya Mecca (25) di RS Bersalin Asih, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (2/8) pukul 07.18. “Sementara ini, saya tunda beberapa pekerjaan,” kata Hanung saat ngobrol di lobby RS Bersalin Asih, selepas salat Jumat. Rencana Hanung ke Bangkok, Thailand, mempersiapkan film ‘2014’ dibatalkan.Begitu juga undangan dari Balai Bahasa di Perth, Australia, yang ingin memutar tiga film karyanya, ‘Gending Sriwijaya’, ‘Habibie dan Ainun’, serta ‘Cinta tapi Beda’, terpaksa tak dilakoni sutradara puluhan film laris tersebut.

Niat Hanung dan Zaskia berlebaran di Yogyakarta juga dibatalkan. “Semuanya saya tunda untuk ‘standby’ kelahiran anak saya,” cerita Hanung yang terlihat kelelahan selepas menemani Zaskia bersalin. Saat Kana Sybilla Bramantyo atau Sybil dilahirkan di RS yang sama pada 17 Oktober 2010, Hanung juga tengah berada di studio Tya Subiyakto kala mengerjakan ‘scoring’ musik untuk film ‘?’ (Tanda Tanya). Ketika Kala dilahirkan, Hanung juga tengah bekerja di studio Tya menyelesaikan ‘scoring’ film ‘Soekarno: Indonesia Merdeka’. Anak perempuan keduanya itu dilahirkan dengan berat badan 2,9 kg dan panjang tubuh 42 cm. (h/trn)

>> Editor : Afrianita

>> Penata Halaman : Irvand


UKMK

MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

19

UKM BORDIR KOMPUTER DI BUKITTINGGI

Panen Pesanan Jelang Lebaran JELANG Lebaran 1434 Hijriyah, pemilik usaha konveksi bordir komputer di Bukittinggi mengalami peningkatan order. Pesanan hasil kerajinan home industry ini mengalami peningkatan mencapai 50 persen dibanding hari biasanya. Narasi dan foto :

RUDI GATOT S Dari sekian banyak pesanan yang diterima oleh pengusaha konveksi, yang paling diminati adalah jilbab, baju muslim atau gamis serta mukena. Sedangkan untuk pesanan seragam sekolah, kantor tergolong sepi. Adi, salah seorang pelaku usaha konveksi bordir komputer di Bukittinggi menyebutkan, selama Ramadan pesanan bordir jilbab meningkat drastis. Peningkatan tersebut mulai dirasakan jelang masuknya bulan puasa. Untuk memenuhi permintaan dari pelanggan tersebut, para pekerja terpaksa dibagi dalam 2 shif, bekerja siang dan malam dengan 4 orang anggota untuk menggarap sejumlah pesanan tersebut. Saat ini pesanan yang paling banyak adalah untuk memenuhi pasar konveksi Aur Kuning. Sedangkan untuk pesanan dari luar Bukittinggi, tidak seberapa. Bordir yang dikerjakan ini kainnya langsung dari pemesan. Untuk motifnya tergantung permintaan pemesan yang desainnya dijalankan di mesin

bordir komputer. Motif yang disediakan untuk bordiran tersebut bermacam macam, seperti motif bunga keong, bunga lobak, stroberi, kupu-kupu dan berbagai motif lainnya. Untuk harga tergantung kepada motif yang akan dibuat. “Satu orang pemesan bisa mencapai 4 kodi, dan lama pengerjaannya tergantung kepada motif yang dipesan. Satu unit mesin bordir komputer bisa mengerjakan 12 helai bordiran kain,” ungkap Adi. Hal yang sama juga dirasakan Deni, pemilik usaha konveksi dan bordiran yang juga menerima segala pesanan bordir. Selama bulan puasa, permintaan bordir jilbab dan mukena meningkat drastis, sedangkan untuk pesanan baju seragam sekolah dan kaos olahraga terbilang sepi. Pesanan ini akan terus meningkat seiring Lebaran yang semakin dekat. “Alhamdulillah, selama Ramadan omzet meningkat seiring dengan banyaknya order yang kita dapat,” ungkap Deni. Dijelaskannya, untuk mendapatkan bordiran yang benarbenar berkualitas dengan hasil memuaskan, pesanan bordiran dikerjakan dengan menggu-

UKM Bordir Komputer di Bukittinggi nakan komputerisasi dan ditangani oleh tenaga-tenaga yang ahli dan berpengalaman. Dengan mesin bordir komputer, berbagai kebutuhan konveksi dan bordir dapat dikerjakan seperti, seragam sekolah, pakaian olah raga, pakaian muslim, blus, gamis,

topi, logo dan baju kaos partai. Mesin bordir komputer ini dapat mempercepat kerja semua pesanan konveksi. “Bahan yang kita gunakan untuk konveksi bordiran ini merupakan bahan berkualitas, terutama untuk pembuatan kemeja atau seragam kantor.

Berlebaran dengan Tenun Tradisional TIDAK lengkap rasanya jika berkunjung ke Bukittinggi, tak singgah di Pasa Ateh, khususnya di komplek pertokoan Niagara Blok A, B lantai II. Disana anda akan menjumpai banyak toko yang menjual berbagai kain tenun tradisional khas M i n a n g

Kabau serta pakaian muslim mulai dari kain songket, kain bordir, bahan kebaya, baju kurung, baju koko, mukenah, jilbab

Contoh motif yang digunakan

dan berbagai kebutuhan pakaian wanita lainnya dengan model menarik dan

PEMBELI tengah melihat berbagai busana muslim

motif-motif terbaru. Kalau ditanya soal motif, busana hasil rancangan para pelaku usaha konveksi dan bordiran asli kota Bukittinggi ini tidak kalah dengan mode disainer dari luar. Dian Bordir, salah satu toko pakaian sulaman bordir di kawasan komplek pertokoan Blok A Pasa Ateh Bukittinggi, menjual berbagai busana hasil kerajinan penjahit-penjahit tradisional di Bukittinggi. Produk kerajinan dijualnya tentunya mempunyai kualitas bagus dengan berbagai motif khas dari Ranah Minang yang tentunya tak kalah eksotiknya dari motif-motif baju dari luar daerah. Toko ini menjual berbagai busana tradisional, diantaranya adalah baju kurung, kebaya,

mukena, jilbab dan berbagai busana wanita lainnya. Busana dengan motif motif-motif tradisional itu ditawarkan dengan harga bervariasi tergantung dengan motif dan kualitas bahan yang disukai. Jika anda terus berjalan ke Blok B Lantai II, disana juga ditemukan berbagai busana muslim, seperti, baju koko, mukena, jilbab, pakaian haji dengan kualitas bermutu. Hanya saja transaksi di tempat ini belum mengalami peningkatan meski lebaran hanya tinggal beberapa hari lagi. “Sekarang jual beli masih tergolong sepi, belum ada sama sekali peningkatan meski Lebaran hanya beberapa hari lagi,” ungkap Eza pemilik Toko Resti yang menjual busana muslimah di Blok B lantai II. (***)

Sedangkan untuk motif baju bisa dibuat sendiri dan sesuai dengan keinginan pemesan,” jelasnya. Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Koperindag) Kota Bukittinggi, Yetti Murni menyebutkan, dari data statistik sebelumnya jumlah

UMKM untuk Kota Bukittinggi berjumlah 21.406 unit. Pihaknya telah melakukan pembinaan terhadap para pelaku usaha UMKM itu teruta ma dalam menumbuhkan kembangkan usahanya. “Pemko Bukittinggi sangat komit dalam mendorong per-

tumbuhan dan perkembangan UMKM tersebut, dan pihaknya akan terus memberikan pembinaan dan perhatian sehingga seluruh pelaku usaha mikro yang ada di Kota ini semakin kuat dan sehat,” jelas Yetti. (***)

Berburu Busana Lebaran di Aur Kuning LEBARAN tinggal beberapa hari lagi. Pasar Konveksi Aur Kuning Bukittinggi pun terus dipadati pembeli. Mereka berbelanja aneka barang konveksi untuk lebaran. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi Bukittinggi yang memang dikenal dengan julukan ”kota dagang dan jasa”, khususnya bagi pedagang konveksi yang ada di kawasan tersebut. Sepekan terakhir, di setiap sudut lorong kawasan Aur Raya selalu dipadati pembeli. Mereka berdatangan dari berbagai daerah untuk berbelanja kebutuhan Lebaran. Untuk mendapatkan barang yang diinginkan, pembeli arus rela berdesak-desakan di setiap gang-gang yang disantroni. Di Pasar Konveksi Aur kuning berbagai macam kebutuhan lebaran bisa didapatkan dengan mudah seperti , mukena, jilbab, kain sarung, peci, sandal, sepatu, tas, hingga pakaian jadi untuk anak-anak

maupun untuk orang dewasa dengan kualitas bermutu dan harga terjangkau. Rata-rata harga barang di sejumlah toko konveksi ini dijual dengan harga grosir. Rika, salah seorang pedagang pakaian jadi menyebutkan, omset penjualannya meningkat drastis jelang Lebaran ini dibanding saat awal Ramadan. Meningkatnya omset tersebut terlihat pada minggu kedua Ramadan. Peningkatan omset tersebut tidak terlepas dari daya beli masyarakat terhadap kebutuhan Lebaran yang semangkin meningkat. “Umumnya pembeli berasal dari luar Kota Bukittinggi yang memesan sejumlah barang kebutuhan Lebaran, baik itu barang untuk mereka pakai sendiri maupun barang untuk dijual kembali di daerahnya. Dan mereka berbelanja umumnya dalam jumlah besar maupun dalam jumlah kecil,” ujar Rika. (***)

PEKERJA merapikan hasil bordir komputer

HASIL bordir komputer

ANEKA pakaian muslim yang dijual di Pasa Ateh

SEORANG pekerja mengontrol kerja mesin bordir >> Editor : Devi Diany

>> Penata Halaman : Habli


PERSONAL

20

MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

AZWIR DAINY TARA

Perjuangan Belum Selesai NAMA Azwir Dainy Tara agaknya tak asing lagi bagi masyarakat Sumbar. Mungkin belum semua masyarakat pernah bertemu dengannya. Tetapi setidaknya mereka mengenal Azwir lewat spanduk dan balihonya yang tersebar hingga ke seluruh pelosok nagari di Sumbar. Narasi dan foto :

IWAN DN

dilakukannya dengan maju bersama seluruh keluarganya ke kancah politik. Azwir berkisah tentang suka duka kehidupannya. Bermula dari kehidupan yang berpindah-pindah dari Jambi ke Bukittinggi, dan terus ke Padang, membawanya pada kenyataan bahwa untuk maju harus berani menantang badai termasuk meninggalkan kampung halaman. Setamat SMA di Padang, dia hijrah ke Jakarta. Cita citanya hanya satu, ingin menjadi saudagar. Dia pun merambah dunia bisnis, mulai jualan jaket almamater di kampusnya AMI, catut dollar di Pasar Baru hingga menjadi eksekutif HIPMI. Pergaulan di organisasi semisal HIPMI, MKGR, KADIN, KUKMI membuat Azwir memiliki ribuan kawan. Dari sinilah awal bisnis Azwir berkembang.

Memang sejak masih mahasiswa, dia senang berorganisasi. Azwir termasuk pekerja keras, ulet dan tekun. Ia bekerja rata rata 12 jam sehari, bahkan tidak jarang mesti bergadang. Karena kesibukannya, terkadang dia lupa menjaga kesehatan. Sehingga dia pun harus menjalani operasi mengganti hati yang diambil sebagian hati putranya Mhd Da nny Suharto Tara. (***)

AZWIR DAINY TARA

Tokoh politik dari Partai Golkar ini tercatat sebagai Anggota DPR RI. Kepiawaiannya berpolitik tak perlu diragukan lagi. Karena itu tak mengherankan jika dia telah menduduki kursi legislatif itu telah 3 periode lamanya dan 2 periode menjadi Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI). Pria kelahiran Jambi, 20

Maret 1944 ini pun berencana maju lagi ke Senayan. Karena itu dia gencar mensosialisasikan diri untuk menjadi calon anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari daerah pemilihan (Dapil) Sumbar 1. Jejak Azwir di kancah perpolitikan tanah air diikuti oleh anak-anaknya. HM Yamin Ferrianto Tara dan Ananda Mutiara Rezeki Tara tercatat sebagai calon anggota DPR RI periode 2014-2019. Sedangkan Mhd Khomeny Tara maju sebagai calon anggota DPRD Sumbar dan putra bungsunya

M Danny Suharto Tara maju sebagai calon anggota DPRD Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Putra Solok dan Palembayan Agam ini, menginginkan seluruh putra putrinya menjadi tokoh politik agar mereka bisa ikut bersama sama membangun Ranah Minang. Sebab meski sudah memenangkan dan sukses di dunia bisnis, tapi perjuangan belum selesai. Ayahnya, H Tara Sutan Mangkudun selalu memompa semangatnya untuk terus berjuang untuk masyarakat, khususnya rakyat kecil. Dalam perbincangan dengannya, Azwir mengungkapkan cita-citanya untuk menjadikan Sumbar sebagai daerah yang maju baik dari segi ekonomi dan pembangunan. Untuk itu peran di legislatif harus diperkuat untuk memboyong anggaran ke daerah ini. Salah satunya

AZWIR bersama anak-anak tercinta

Jika Orang Bisa, Kita Juga Bisa SUAMI dari Hj Inggit Kurniawati Soedarwo ini, maju menjadi politikus berangkat dari aktivis Lasykar Arif Rahman Hakim (ARH). Namun jauh sebelumnya dia berkiprah sebagai seorang pengusaha di ibukota. Namanya tercatat dalam beberapa perusahaan sebagai komisaris dan juga direktur. Diantaranya Direktur PT Dinamika Raya, Direktur PT Suma Jaya, Komisaris PT Agro Nusa Abadi, Ketua Badan

Pengawas Koperasi Ekonomi Rakyat, Pengurus KADIN Pusat, HIPMI dan Ketua Umum DPP KUKMI sejak puluhan tahun yang lalu. Tak heran jika dia banyak menerima berbagai

penghargaan baik sebagai politikus maupun pengusaha. Menurut Azwir, menjadi seorang pengusaha itu harus tangguh dan gigih. Sebab sukses itu harus diraih dengan kegigihan dan keringat. Jika orang bias sukses dan berhasil, tentu kita juga bisa seperti mereka. Dalam kesehariannya, Azwir tidak ceke atau tidak

Azwir dan keluarga besar pada saat Lebaran sampilik. Dia suka memberi dan selalu disiplin. Dan sejak beberapa tahun terakhir,

perhatiannya sangat besar untuk kemajuan Sumbar. Tak heran, jika nama Azwir Dainy Tara beserta anak-anaknya kini dikenal hingga ke pelosok nagari. Karena hampir setiap JumatMinggu, keluarga besarnya yang populer dengan sebutan “Altara� ini sering berkunjung ke pelosok-pelosok. Selain menyerap aspirasi masyarakat, dia juga menebar bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Me reka datang ke nagarinagari berom bongan. Setidaknya 510 armada Altara termasuk 3 buah Ambulance Altara serta satu unit Altara Rescue dikerahkan. (***)

KELUARGA Azwir menyerahkan bantuan

Istri Cemburu Tanda Sayang KEDATANGAN Azwir ke Sumbar hampir sayang. Itu adalah hal yang lumrah. Untuk setiap minggu sejak beberapa tahun lalu, mengatasi kecemburuan itu, dia sengaja sempat menimbulkan kecemburuan istrinya membawa ikut istrinya ke Sumbar. Turun Hj Inggit Kurniawati Soedarwo. Sang istri bersama ke nagari-nagari mengunjungi warga. takut jika suaminya batambuah atau kawin Sang istri pun merasa capek karena harus lagi di kampung. Inggit tak bisa menanyakan naik mobil berhari- hari. Konsepnya, dimana secara langsung karena takut. petang di situ bermalam. Tetapi Azwir Namun sekarang keberfirasat bahwa cemburuan itu istrinya menaruh sudah hilang. kecemburuan. A p a l a g i Bagi Azwir, kesetiap ke SumAzwir cemburuan sang bar, Azwir sedan istri tercinta istri adalah lalu didampingi pertaputra putrinnda ya. (***)

AZWIR dan Mutia saat di Brazil

AZWIR dan Danny saat di Amerika Serikat

AZWIR ketika di Brazil >> Editor : Devi Diany

>> Penata Halaman : Habli


KESEHATAN

MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

Tips Makan Sehat Saat Lebaran SAAT Lebaran tiba…! Aneka makanan dan minuman favorit terhidang. Selera makan pun menggelitik saat melihat makanan-makanan yang mengundang selera. Padahal, santapan favorit saat Lebaran biasanya serba santan, lemak, dan manis. Ya, boleh-boleh saja mencicipi makanan tersebut, asalkan diatur pola makannya agar masih dalam koridor sehat. Bagaimana menyiasatinya? Beberapa tips dan trik berikut ini bisa dicoba. Sebelum berangkat silaturahmi, makanlah sebuah apel dengan kulitnya yang sudah dicuci bersih. Serat dari apel ini bisa membantu menahan nafsu makan yang muncul saat melihat hidangan lebaran yang mengundang selera. Santaplah ketupat dalam porsi kecil, misalnya cukup 3 – 4 potong saja. Lengkapi dengan lauknya dalam porsi yang tidak berlebihan. Setelah makan ketupat lengkap, lebih baik tidak menyantap kue, minuman, atau hidangan penutup yang manis-manis. Untuk teman ketupat, ambillah cukup satu protein saja, misalnya sepotong daging, ayam, atau telur. Jangan pilih semuanya. Karena bisa-bisa akan berpengaruh pada ginjal Anda yang harus bekerja ekstra. Lengkapi protein ini dengan sayuran dan buah agar seimbang. Bila melanjutkan kunjungan ke tempat lain, karena tadi sudah makan makanan utama, maka sebaiknya yang dimakan hanya makanan selingannya saja. Bila malam hari masih pergi ke rumah saudara atau handai taulan, pilihlah bahan protein yang berbeda dengan tadi siang. Jadi, kalau siang tadi makan daging sapi, malam ini pilihlah telur atau daging ayam. Saat mengambil lauk, cukup ambil sepotong saja tanpa menyertakan bumbu atau kuahnya. Begitu juga dengan kuah sayurnya. Kalau memang ingin kuahnya, ambillah satu sendok saja, jangan sampai ketupatnya berendam dalam kuah. Ini bisa mengurangi asupan lemaknya. Kala saatnya makan kue-kue kering, cukup ambil 1 – 2 potong saja. Ketika m a k a n cake, ambillah 1 potong yang kecil dan tinggalkan krim kue yang terbuat dari margarin yang kaya lemak. Lebih baik pilihlah buah-buahan segar yang disuguhkan daripada memilih kue-kue sebagai camilan. (h/iol)

21

Lebaran Sehat, Lebaran Khidmat SETELAH sebulan berpuasa, umat muslim merayakan Idul Fitri. Di Indonesia dikenal sebagai Lebaran. Umumnya di hari bahagia y a n g dirayakan bersama keluarga dan h a n d a i taulan,

tanpa disengaja, atau memang justru sengaja, cenderung lepas kendali dalam banyak hal. Kita tidak memerhatikan pola makan, terlebih lagi karena dalam suasana perayaan, tersedia berbagai hidangan lezat yang “mengandung” lemak, bersoda, sangat manis karena banyak gula, dan masih banyak lagi. Kesenangan b e r kumpul dengan keluarga membuat tubuh tidak t e r a s a menjadipenat, padahal telah seharian beraktivitas tanpa beristirahat.

Kondisi kelelahan fisik dan nutrisi yang tidak seimbang ini bisa memicu berbagai gangguan kesehatan. Menurut Dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, minggu-minggu paska Lebaran rumah sakit b i a s a n y a dipenuhi pasien yang mengeluhkan infeksi saluran nafas atas, maag, diare, juga stroke dan penurunan kesadaran. Lebih lanjut ditegaskannya bahwa hal tersebut disebabkan karena kadar gula darah yang tinggi. Haruskah hal

ini terjadi pada Anda? Tentu tidak, asalkan Anda tahu cara mencegahnya. Pangkal gangguan kesehatan setelah Lebaran adalah kelelahan. Karenanya, Anda sebaiknya tidak mengabaikan kecukupan istirahat. Kecukupan nutrisi adalah hal penting untuk menjaga tubuh tetap sehat. Pastikan pola makan Anda terjaga ketika puasa. Mengonsumsi menu bernutrisi seimbang, adalah salah satu cara. Ingat, sehari anda memerlukan 5 porsi buah atau sayur, pastikan jadi bagian dari menu berbuka dan sahur Anda. Saat bersilaturahim di Hari Raya, pasti Anda bertemu dengan berbagai hidangan khas yang

Agar Tetap Sehat, Jauhi si ‘Manis’ Saat Lebaran SELAIN diwajibkan bagi umat Muslim, ibadah puasa Ramadan sebenarnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Antara lain untuk detoksifikasi, pembersihan dari dari berbagai jenis kotoran sisa metabolisme. Sayang sekali apabila manfaatnya luntur karena kalap makan saat Lebaran. Umumnya makanan yang enak belum tentu sehat. Sebab di dalamnya terkandung kalori yang tinggi, jauh lebih tinggi dari yang dibutuhkan tubuh. Kelebihan kalori tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak. Jika simpanannya berlebih, bukannya mendapat untung, tubuh malah berisiko mengalami diabetes, hipertensi, obesitas, penyakit jantung, dan stroke. Oleh karena itu, asupan kalori perlu dikontrol untuk menjaga berat badan dan mencegah terjadinya penyakit. Cara yang paling mudah dan sederhana adalah dengan menjaga asupan makanan. Hindari makanan-makanan yang berkalori tinggi, terutama yang manis-manis, misalnya kue. “Kue itu kalorinya tinggi. Misal satu kastengel saja bisa mengandung 50 kalori. Nastar, putri salju juga rata-rata 50 kalori. Kalau sekali makan katakan lah 10 kalori, maka

sudah dapat 500 kalori. Dalam seminggu berat badan sudah naik setengah kg. Sebulan bisa naik 2 kg,” kata dr Titi Sekarindah, MS, SpGK, Rabu (31/7). Dr Titi yang merupakan pakar gizidari Rumah Sakit Pusat Pertamina ini menerangkan, jumlah kalori yang aman dikonsumsi 3 - 4 kali sehari idealnya adalah 200 kalori. Pendapat serupa dilontarkan oleh DR dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, spesialis lambung dan pencernaan dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM. “Teh dalam kemasan botol saja kalorinya 425. Kalau kita minum 4 botol, sudah seperti makan pagi. Kue sebuahnya 60 atau 70 kalori. Kalau makan 10 buah, sama saja kita makan siang. Makanya harus diperhatikan energi atau kalorinya. Cukup dua atau tiga buah sebagai selingan saja,” terang dr Ari. Apabila keinginan ngemil kue begitu sulit dibendung, mungkin karena begitu enaknya atau tidak enak dengan yang menyuguhkan, ada siasat yang bisa dilakukan untuk membatasi asupan kalori. Misalnya jika sudah banyak makan, dr Ari menyarankan untuk mengurangi porsi nasi yang dimakan.

“Jadi bisa dibilang sebagai substitusi (pengganti),” pungkasnya. Dekati Sayur dan Buah Saat Lebaran, banyak terhidang aneka makanan. Ada yang bersantan, ada yang manis, dan jika semuanya dimakan secara kalap bisa jadi badan akan melar sesaat setelah Lebaran. Nah bagaimana cara sehat menyantap menu Lebaran? “Makan sayur dan buah jangan sampai lupa. Sayur bisa sayur bening seperti

bayam, wortel, brokoli atau buncis,” kata pakar gizi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dr Titi Sekarindah, MS, SpGK. Sayur sebaiknya dimakan tiga porsi dalam sehari. Yang baik tentunya sayur segar, karena saat Lebaran umumnya sayurnya sudah bersantan. Apalagi jika sayurnya dihangatkan berapa kali, maka yang tersisa kalori dan lemak saja, sementara vitaminnya sudah rusak Selain sayur, buah juga jangan sampai absen dikonsumsi. Misalnya saja apel yang baik untuk menetralkan lemak karena kandungan serat larut di dalamnya untuk menyerap kolesterol. “Pepaya juga boleh. Makannya sekitar dua sampai tiga buah sehari, tapi jangan langsung tiga buah sekaligus,” sambung dr Titi. “Makan buah berguna untuk dapat serat supaya lemak dari menu Lebaran tidak langsung diserap tubuh, bagi pasien diabetes juga kadar gula naiknya enggak drastis, secara perlahan,” tambahnya. Sementara itu dokter spesialis penyakit dalam, Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPDKGEH, menyebut jeruk adalah salah satu buah yang perlu disediakan saat Lebaran. Sebab kandungan vitamin C yang banyak terdapat dalam buah ini sangat bermanfaat bagi tubuh. “Kalau mau pencernaan lancar, pepaya atau melon juga baik. Asal jangan nangka

atau durian ya,” pesan dr Ari. Menurut dia, sebaiknya buah dimakan langsung, tidak dijus. “Sayur juga dengan five serving, setiap tiga kali makan besar ada sayur ditambah sebagai selingan,” sambung dr Ari. (h/dtc)

menggugah selera. Tak ada salahnya mencicipi, tapi pastikan Anda sadar risiko yang akan ditanggung jika mengkonsumsi makanan itu secara berlebih, atau secara bersamaan. Risiko itu misalnya saja; peningkatan kadar kolesterol, kelebihan lemak, dan gangguan pencernaan. Makanlah dengan porsi secukupnya, dan tetap memastikan keseimbangan nutrisi. Konsumsilah sayur dan buah Sangat disarankan agar pola hidup penuh pengendalian ini Anda lanjutkan setelah Lebaran berlalu. Hasilnya tentulah kondisi tubuh yang senantiasa sehat, sehingga Anda dapat melakukan berbagai aktivitas dengan penuh semangat.(h/*)

Penyakit ‘Mengancam’ Saat Lebaran DI SAAT merayakan Hari Raya Lebaran, tak jarang orang yang justru harus melewatinya dalam kondisi sakit. Penurunan kesehatan ini tak hanya datang akibat kesalahan pola makan saat puasa, tetapi juga akibat beberapa makanan yang terdapat saat lebaran. Apa sajakah penyakit yang mengancam di saat Lebaran tersebut? “Contoh penyakit yang sering dikeluhkan saat lebaran antara lain asam urat. Penyakit ini umumnya bisa kambuh karena terlalu banyak makan jeroan, daging, santan, dan minyak. Semua jenis makanan ini jika terlalu banyak dikonsumsi bisa membuat sakit pada sendi,” tutur dr Titi Sekarindah, MS, SpGK, pakar gizi Rumah Sakit Pusat Pertamina. Selain itu, dr Titi juga menyebutkan bahwa makanan seperti itu juga bisa meningkatkan kadar trigliserida atau kolesterol. Sedangkan penyebab penyakit lain juga disebutkan oleh dr Titi adalah jika terlalu banyak makan makanan manis, misalnya dari kue kering yang banyak disajikan saat berkunjung ke rumah sanak saudara. “Keju atau telur yang terdapat dari bahan pembuat kue tersebut juga mengandung lemak. Perlu diingat juga jika memang dari awalnya sudah diketahui memiliki sakit asam urat, maka memang sebaiknya tidak terlalu banyak makan gorengan dan santan saat Lebaran,” terang dr Titi. Sedangkan untuk orang dengan diabetes, sebaiknya batasi juga mengonsumsi makanan dan minuman manis. Jika memang ingin minum sirop, maka disarankan untuk membatasinya hanya dengan minum cukup satu gelas saja. Jika memang dirasakan masih haus, maka lebih baik perbanyak minum air putih saja. Yang penting, setiap orang sebaiknya mengetahui masing-masing penyakitnya agar bisa lebih waspada saat Lebaran. Pernyataan dr Titi juga diamini oleh DR dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH. Menurut dr Ari, saat Lebaran umumnya akan terjadi penurunan kondisi kesehatan seperti kambuhnya hipertensi dan asam urat. Bagi seseorang dengan diabetes, maka sangat mungkin hari itu kadar gula darahnya akan naik. “Selain penyakit kronis tersebut, penurunan kesehatan juga bisa menimbulkan kelelahan dan alergi. Kondisi alergi yang biasanya juga menimbulkan gatal-gatal ini sangat bergantung pada cuaca dan kondisi air,” tutur dr Ari, yang saat ini aktif sebagai spesialis di Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUIRSCM. Sedangkan menurutnya, penyakit yang paling perlu diwaspadai dan paling sering menyerang saat Lebaran adalah diare. Diare biasanya sering muncul karena terlalu banyak makan makanan bersantan dan lemak secara berlebihan. Bukan tak mungkin juga selama proses memasak di rumah sanak saudara mungkin ada bahan yang terkontaminasi sehingga memicu munculnya diare. (h/dtc)

>> Editor : Nova Anggraini

>> Penata Halaman : Jefli


SENI

22 PUISI OLEH:

LASINTA ARI NENDRA WIBAWA

GADIS TELAGA SARANGAN : Kinanthi Anggraini aku jatuh hati padamu, kinanthi gadis mata teduh yang rajin menghidupi harapan yang lama tercuri di dada kiri tempat penantian pernah megah berdiri yang tak hancur oleh ribuan rayuan kini akhirnya luluh berantakan saat mataku tak sengaja menemukan kau duduk sendiri di tepi telaga sarangan memeluk luka yang dibangun dari peninggalan peradaban cinta yang terlupakan adalah obyek wisata yang tak pernah sepi dari kunjungan turis dalam dan luar negeri seperti itulah isi kepala dan hatiku ini riuh penasaran kemana langkahmu pergi aku ingin mengajakmu mengunjungi warung yang menjajakan santapan untuk para perenung menikmati seduhan kopi panas dan sate kelici sembari memandangi armada kabut di pagi hari saling menukar kisah hidup masing-masing sebab aku bukan pengendara speedboat yang asing merasa kenal tiap lekukan dengan gerakan gasing maka aku lebih memilih jadi penunggang kuda menapaki pelan-pelan pasir putihnya mendengarkan desis angin yang menyapa sesekali kubiarkan kaki terbilas kecipak airnya mengekalkan cintaku sebagai buah pesiar atas nama dingin yang lama bersandar sampai kusadari tatapanmu adalah gugusan pinus menumbuhkan rinduku di tanah berhumus Surakarta, 7 April 2013

GROJOGAN SEWU di sinilah kau bisa belajar menguji seberapa jauh kakimu melangkah pergi sebab tangga demi tangga siap menelan semangat dan asa maka dibangunlah pondok persinggahan bagi kaki-kaki yang dikunjungi kelelahan sebab perjalanan berliku lagi menurun mahir membujuk peluh menjadi rimbun ini bukan tentang air terjun berjumlah seribu melainkan tangga yang hampir sulit terhitung itu setiap kali para remaja menghitungnya kerap berselisih dengan kawannya barangkali adanya monyet-monyet nakal mengaburkan konsentrasi penghapal membuat ingatan sedikit bebal perhatian sedikit tertinggal tapi jangan sesekali risaukan hasil perhitungan sebab awal mula tujuan adalah grojogan bermandi air dingin sambil melupakan kegundahan dan kejenuhan biarkan perih luka masa lalumu terbawa guyuran mata air 10 meter tingginya sebab akhir petualangan akan kau jumpai plang memanggul ucapan selamat dan doa saat pulang telah berhasil menaklukkan 1.250 anak tangga dari awal datang sampai meninggalkannya Karanganyar, 7-8 April 2013

MULYOHARJO adalah kuda bertumpuk yang seolah terbang bakal menyambutmu di gapura selamat datang lalu rusa, bangau, ular, pegasus, raja hutan kau temukan bertengger di berbagai perabotan yang menghidupkan desa adalah ketukan palu penghulu antara pahat dan kayu sementara pekik gergaji dan desah rautan sesekali menjadi selingan di desa kecil ini kau bisa belajar bekerja sama lelaki bertugas menggambar lalu memahatnya sementara perempuan menyapukan amplas mengusir tatal-tatal yang belum ikhlas lepas begitulah orkestra musik yang bakal kau nikmati di desa yang terpisah dua kilometer dari museum kartini musik yang tak pernah tertidur, apalagi mengantuk dimainkan dari fajar hingga malam suntuk demikianlah mula terciptanya aneka karya seni yang terlukis di atas kayu sono, mahoni, dan jati lalu tersiarlah para pengusaha dan pembeli dari dalam dan luar negeri kemudian bisnis mebel ukir kayu pun berjalan pernikahan menjadi mahar fondasi perusahaan entah berlabel bisnis atau kesetiaan Jepara, 10-12 April 2013 * nama sebuah desa yang menjadi sentral kerajinan ukir di Kabupaten Jepara. * tatal: sampah kayu kecil-kecil bekas pahatan.

BIODATA PENULIS LASINTA ARI NENDRA WIBAWA, lahir di Sukoharjo, 28 Januari 1988. Menulis puisi, cerpen, artikel, esai, opini, karya ilmiah, proposal, reportase, drama, geguritan, dan lagu. Karyanya pernah dimuat di 38 media massa lokal-nasional, 26 buku antologi bersama yang terbit skala nasionalinternasional, dan meraih 26 penghargaan. Buku kumpulan puisinya yang berjudul Alpha Centauri (Shell, 2012) menjadi referensi di Library of Congress, Cornell University, Michigan, USA.

MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

Bingkisan Oleh:

AGUS SALIM

B

EBERAPA hari ini, setiap kali m e l e w a t i swalayan, atau pun pertokoan besar, Alita selalu berdecakdecak kagum sambil menggeleng-gelengkan kepala. Kemudian sejenak ia tercengang lalu menelan ludah. Aneka macam bingkisan dengan warna-warni menawan yang terpajang sunyi di etalase selalu menggoda matanya. Ia selalu memimpikan mendapatkan bingkisan tapi selalu gagal mendapatkannya di dunia nyata. Siapa yang mau memberi bingkisan hari raya kepadanya? Siapalah ia? Tidak banyak orang yang mengenalnya. Paling-paling hanya beberapa kerabat saja dan itupun tidak terlalu akrab. Kecuali satu, pamannya. Selepas pulang sekolah hingga sore hari Alita bekerja sebagai penjual koran. Habis magrib ia baru bisa istirahat, dan itu pun hanya sebentar saja, lalu kemudian setelah itu membantu pamannya menjual baju muslim, sarung dan peci di pasar kaget yang letaknya berada di sekitar bundaran taman b u n g a . Lumayan, hasilnya bisa buat nambahnambah kekurangan sehari-hari. Ia terpaksa bekerja keras menjadi tulang punggung keluarga karena tidak ada lagi ayah yang bisa dijadikan tumpuan keluarga. Sudah lama a y a h n y a meninggal. Lama sekali bahkan. Ibunya pun sudah tua renta. Tidak banyak bisa diandalkan untuk mencari rupiah. Kalau dipaksakan bisa-bisa sakit dan akibatnya bisa tambah runyam karena biaya yang akan dikeluarkan untuk berobat tidaklah murah. Bukankah sudah ada peringatan diam-diam tentang orang miskin yang dilarang sakit? Setiap kali berhenti, sekadar istirahat melepaskan lelah di emperan pertokoan, Alita sering bercakap-cakap dengan sesama penjual koran. Ada saja yang menjadi bahan percakapan. Dan biasanya mereka memulai percakapan dengan pertanyaan tentang berapa banyak koran yang laku, lalu tentang pelajaranpelajaran di sekolahnya masing-masing, dan juga kemudian tentang sesuatu yang lainnya. “Hari ini banyak guru tidak masuk. Akhirnya waktu diisi hanya dengan bermain saja.” “Kalau yang aku guru PNSnya banyak tidak masuk dan diganti dengan guru cadangan yang statusnya sukarelawan.” “Kau puasa hari ini?” “Ya tentulah! Meski kerja berat kita tidak boleh meninggalkan kewajiban. Begitu kata ustadz di kampungku.” “Benar. Aku juga puasa sekarang. Kau sudah baca koran hari ini? Banyak PNS muslim terjaring razia satpol PP. Mereka tertangkap tangan sedang makan di warung.” “Hahahah. Lucu sekali mereka ya? Sudah dewasa kok senangnya melanggar aturan agama. Berani sama Tuhannya!” Habis puas bercakapcakap, mereka pun berpisah dan kembali bekerja. Alita menyusuri trotoar yang tiada henti dihantam panas matahari. Sedangkan beberapa temannya menyusup masuk ke dalam pasar yang dirindangi dengan atap. Seperti biasa, setiap kali melihat bingkisan dengan bentuk indah dan di dalamnya banyak aneka macam kue, Alita menelan ludah. Ia kemudian memiliki keinginan membelikan bingkisan untuk ibunya. Ia ingin membuat ibunya bahagia. Walau bingkisan itu tidak terlalu

mewah, tapi paling tidak bisa membuat ibunya merasa bangga pada dirinya. Sedangkan baju baru untuk ibunya ia tak mampu membeli. Pikirnya, bingkisan itu sudah cukup untuk membuat ibunya tersenyum bahagia. *** Habis berbuka puasa, Alita berebahan di beranda rumahnya. Ia tatapi langit yang terang berderang. Ada sebongkah benda bulat bercahaya sedang menyala-nyala terang di atas sana. Itu bulan purnamakah? Gumamnya sendiri di dalam sunyi. S a m b i l berebahan

ia kembali mengingat tentang keinginan membelikan bingkisan untuk ibunya. Ia pun melamum sendirian sambil memandangi wajah bulan yang maha indah. Di dalam lamunannya itu, ia berjingkrak-jingkrak kegirangan, menabur senyum kesana-kemari, karena apa yang diinginkannya menjadi kenyataan. Sebuah bingkisan sederhana berisi setoples kue coklat, sebotol sirup, dan beberapa toples aneka kue lainnya yang terbungkus rapi dalam toples dengan pita merah sebagai pengikat menjadi pemanis bingkisan tersebut, sudah ada dalam genggaman Alita. Rasa girang itu tidaklah bertahan lama karena tibatiba bingkisan itu terjatuh ke lantai. Ada tangan gaib yang membentur tangannya dari arah samping. Plak. Ikatan terlepas, toples terbuka, dan kue berantakan. Untung saja sebotol sirup tidak pecah. Alita pun bersedih hati. Memasang raut melas di wajahnya tak terperi. Lalu kemudian lamunan Alita dipaksa lenyap oleh tangan keriput dan kering daging yang mengungguncanggundang pundak Alita berulang-ulang. “Sadar, Alita. Sadar, Nak.! “Bingkisanku mana? Mana?” “Bingkisan apa?” “Eh, ibu. Ndak, Bu. Ndak…” “Kau tidak bekerja malam ini?” “Oh, ya aku lupa. Ya sudah aku berangkat dulu, Bu.” Alita berangkat dengan wajah bingung. Sepanjang perjalanannya ia melamun. Sesampai di taman bunga, ia langsung menuju stand pamannya. Ia langsung berjibaku dengan kesibukan jual beli tanpa menunggu aba-aba dari pamannya. “Kok terlambat?” “Anu paman, lagi istirahat tadi. Terus ketiduran sebentar.” Percakapan yang singkat tapi cukup membuat Alita merasa bersalah karena sudah dapat teguran dari pamannya. Semakin larut, semakin ramai saja suasana taman bunga. Alita dan pamannya pontang-panting melayani

pembeli tiba-tiba saja membludak. Sudah menjadi kebiasaan, orang-orang akan semakin tertarik membeli baju, sarung atau perlengkapan hari raya lainnya di saat-saat mendekati hari raya. Padahal mereka tahu kalau pada saat itu harga sudah melonjak naik semua. Tapi, entahlah, mereka seperti sangat suka mengeluarkan uang dalam

jumlah lebih besar dibanding belanja pada hari-hari sebelumnya. “Untung besar kita malam ini, Lit. Dagangan banyak yang laku.” Tidak ada jawaban. “Hei, kau tidak mendengar kata-kataku, ya?” Alita terkejut. “Maaf, Paman.” Ia rupanya kembali melamunkan tentang bingkisan yang sebelumnya terjatuh karena adanya benturan tangan gaib. “Apa mungkin itu pertanda aku tidak akan pernah bisa membeli bingkisan untuk ibuku?” Desisnya lirih. Tapi ia segera menepis apa yang baru saja yang ucapkannya. Ia tetap optimis kalau sesungguhnya ia bisa membelikan ibunya sebuah bingkisan. “Kalau sampai jam sembilan nanti pembeli masih ramai kau jangan pulang dulu, ya? Paman bisa kewalahan nanti.” Alita menganggukkan kepala saja. Sampai jam berapa pun ia siap bekerja demi mendapatkan rupiah yang lebih banyak. Tak peduli badannya sudah remuk atau matanya sudah mengantuk. Hingga pukul setengah sembilan, pembeli bukannya berkurang malah bertambah banyak. Lorong yang sudah disediakan seolah tambah sempit saja. Orang-orang berjejalan, berebut ruang agar bisa segera sampai pada tempat tujuan masing-masing. Mereka seperti serangga yang sedang berebut tempat agar bisa mendekat kepada cahaya. Embun yang berjatuhan sudah tidak lagi bisa mengusir udara panas. Bulir-bulir peluh bermunculan di kening mereka. Sedangkan Alita dan pamannya tidak memedulikan panas dan juga keringat yang sudah mengucur deras di tubuh mereka. Mereka fokus pada satu tujuan: dagangan laku sebanyak-banyaknya. Barulah setelah lewat jam sepuluh, keadaan pelan-pelan berubah. Lambat-laun suasana pun lengang. Namun belum sunyi benar karena suara musik dari beberapa lapak penjual CD bajakan masih mengalun kencang. Saling beradu nyaring. Musik

dangdut koplo, lagu nasyid, dan lain-lainnya bercampur aduk menjadi satu. Hingga membuat kepala Alita seketika pening. Ia pijiti kepalanya sendiri dengan jarijemari tangannya yang mungil. “Kau kenapa, Lita? Pusing, ya?” tanya paman Alita. Alita menjawab dengan dua kali anggukan kepala. “Kau

istirahat saja dulu di belakang stand ini sebelum pulang. Nanti kalau sudah merasakan enakan baru pulang.” Tanpa memberikan jawaban lagi, Alita langsung melangkah ke belakang stand. Ia kemudian berebahan di sebuah tikar. Bukannya menenangkan pikiran tapi malah melamun lagi. Sembari memandangi gelantung lampu di salah satu besi yang melintang di atas stand, matanya menerawang. Ia seperti sedang menembus kepekatan cahaya dan melewati ruang-ruang kosong. Di dalam lamunannya itu, ia memungut satu persatu serpihan bingkisan yang sebelumnya terjatuh. Ia ambil tatakan yang terserak. Ia masukkan kembali semua kue ke dalam toples. Kemudian satu persatu ia atur kembali di atas tatakan. Setelah semuanya sudah berada di atas tatakan dengan teratur dan rapi ia kembali bungkus lalu kemudian diakhirinya dengan mengeratkan ikatan pita. Setelah semua usai, dan sepertinya bingkisan sudah seperti sediakala, ia pun tersenyum indah. Ada yang mengembang di matanya. Setitik demi setitik butiran bening melompat dari sudut matanya. Ah, ia menangis. Sesungguhnya sudah lama sekali ia tidak menangis. Semenjak ayahnya meninggal ia bersumpah tidak akan menangis. Seberat apapun beban hidupnya, ia pantang menangis. Tapi siapa kuat menanggung beban keharuan yang mendesak-desak di pelupuk mata? Paman Alita mendekat pelan-pelan. Lalu duduk di samping Alita, tapi Alita tidak menyadarinya. “Kau sedang memikirkan apa, Alita?” “Ah, tidak paman. Aku tidak sedang memikirkan apaapa.” “Kau tidak usah dusta. Aku bisa tangkap sebuah kegelisahan di wajahmu itu. Karena kau memang tidak biasa gelisah. Kau adalah gadis mungil yang periang. Tidak suka dengan kecengengan. Tapi kali ini kau memang kelihatan sangat berbeda.” “Tapi paman janji tidak akan mengatakan pada ibu kalau aku jujur?” >> Editor : Nasrizal

“Baiklah, aku janji.” Alita pun menceritakan apa yang menjadi keinginannya. Keinginan yang akhirnya menyebabkan ia harus jatuh pada sedih dan mau tidak mau beberapa gelintir air mata juga harus jatuh ke pipinya. Paman Alita mengangguk-anggukkan kepala, berusaha memahami, sembari terus fokus pada cerita keponakannya itu. “Begitulah Paman. Apa aku pantas memiliki keinginan macam itu?” “Siapa bilang tidak pantas. Bagi Tuhan kepantasan itu tidak terletak pada status atau seberapa banyak orang itu memiliki uang. Tapi lebih pada kegingihan yang dimiliki orang itu dan tentunya juga doa. Lalu apa yang kau pinta kepada Tuhan?” “Setiap lewat di depan swalayan atau toko-toko besar lalu melihat bingkisan aneka isi dan warna, aku pasti berdoa: T u h a n berinkanlah a k u kemampuan u n t u k membeli sebuah bingkisan u n t u k ibuku. Itu saja. Tidak terlalu berlebihan k a n , Paman?” Paman Alita pun a k h i r n y a terbawa suasana haru. Pelan-pelan mulai ada yang menggenangi pelupuk matanya. “Seharusnya orang kaya di kota ini tahu mana yang lebih pantas diberi bingkisan. Tapi mereka seperti tidak mau peduli. Lalu lebih senang memberi bingkisan kepada orang yang hidupnya lebih mampu dari yang memberi. Lalu dimana letak rasa sosial mereka? Apakah mereka buta? Alita, kau seharusnya tidak perlu repot-repot memikirkan masalah bingkisan. Seharusnya sudah ada yang memikirkannya. Pokoknya harus ada yang memikirkannya. Pokoknya bukan kaulah intinya.” “Tapi siapa, Paman?” Akhirnya paman Alita merogoh sakunya. Ia mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu. “Ini sebagai upahmu malam ini. Tapi ini bukan untuk kau habiskan membelikan bingkisan saja. Kau sisihkan beberapa untuk keperluanmu dan juga ibumu. Kau pulang sekarang. Hari sudah larut malam.” Alita pulang dengan hati gembira. Bingkisan bukanlah lagi bahan lamunan yang pantas ia gelisahkan. Karena sebentar lagi akan menjadi nyata. Sebelum hari raya, ia akan membeli bingkisan itu. Insya Allah. *** Pada hari-hari selanjutnya Alita selalu tampil dengan wajah terbaiknya. Ibunya sampai dibuat bingung karena Alita sering senyum-senyum sendiri. Tapi sebenarnya itu bukanlah sesuatu yang harus dipersoalkan karena Alita memang tidak pernah terlihat sedih setiap harinya. Walau hatinya mengalami rasa perih tak terperi sekalipun ia tetap berusaha tampil bersahaja di hadapan ibunya. Begitulah taktik Alita untuk mengelabui agar ibunya tidak selalu khawatir akan dirinya. Saat melewati swalayan, atau pertokoan yang di depannya ada terpampang bingkisan untuk hari raya, Alita tersenyum-senyum sendiri sambil bergumam:”Salah satu dari kalian akan menjadi milik ibuku. Tunggu saja tanggal mainnya”. Senyum itu tidak hilang-hilang hingga sampai bertemu pamannya lagi. Betapa bahagia hati paman Alita saat mendapati keponakannya berada dalam keadaan ceria. Sumenep, 2013 >> Penata Halaman : Rahmi


MINGGU, 4 AGUSTUS 2013 M / 27 RAMADAN 1434 H

KULTUR

23

FILM

RED 2

Kucing-Kucingan Ala Pensiunan CIA MESJID Tertua Di Minangkabau, Padang Panjang.

Filosofi ABS-SBK dan Krisis Keteladanan Oleh: H MARJOHAN Pemerhati Sosial-Budaya

ANDAI ditelusur ke ampulua (umbi paling dalam), Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), adalah kerangka pandangan hidup (wy of life) masyarakat Minangkabau secara kultural dan Sumatera Barat secara provinsial yang bersayap hubungan horizontal sesama manusia, serta hubungan vertikal dengan Allah SWT (QS. Ali-’Imran ayat 112). Dengan begitu, ABS-SBK sebagai konsep nilai yang telah disepakati menjadi self identity (jati diri) Minangkabau, menyembul dari kesadaran sejarah masyarakatnya melalui proses pergulatan panjang. Dalam kerangka sejarah (historical approach): sejak Islam menyeruak dan merambah ke Minangkabau pada abad ke-7 M (Hamka: 1971): terjadi titik temu antara adat dengan Islam. Muaranya? Perpaduan kedua konsep itulah menjadi sebuah sistem nilai (value system) dan norma dalam kebudayaan Minangkabau yang melahirkan falsafah ABS-SBK. Magnit Tokoh Adat & Agama Seperti disinggung di muka antara adat dan Islam, merupakan satu kesatuan yang bertaut secara budaya. Dengan kata lain, adat dan agama bagai dua sisi mata uang yang saling berjalin-kelindan. Dengan begitu, tokoh agama (rijalu adDin) tempo doeloe selain memosisikan diri sebagai da’i, juga menyandang gelar adat secara kultural. Sebut saja Hamka Dt Indomo; M Natsir Dt Sinaro Panjang; Mansur Daud Dt Palimo Kayo; dan banyak lagi yang lain. Ketiga pemuka adat dan agama kharismatk dan substansialistik (hakimun waalfaqihun) kebanggaan tanah Minang itu tercatat sebagai tokoh yang mampu dan berjasa mensinergikan Islam dengan adat Minangkabau. Hamka misalnya, karya monumental beliau bertajuk: Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi (1947) menjadi buku standar bagi menyauk ajaran

adat secara substansial. Dan, yang membuat kita berdecakkagum, literatur yang diterbitkan Sa’diyah Putra Padang Panjang itu selain diburu generasi sekarang juga mengalami terbit ulang beberapa kali. Selain Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi, pengarang novel: Di bawah Lindungan Ka’bah itu, sampai el-maut datang menjemput (1981) telah meluncurkan buku tak kurang dari 278 judul. Begitu juga dengan M Natsir, dua buku beliau masing-masing Fiqhud Dakwah dan Kapita Selekta menjadi bacaan wajib bagi 14 IAIN/UIN di tanah air. Bagaimana Dt Palimo Kayo? Selain pernah menjabat: Ketua Umum MUI Sumbar; anggota Majlis Fatwa MUI Pusat dan Dubes di Irak beliau pun tercatat sebagai penulis produktif. Sekitar 1960-an1970-an, tulisan-tulisan bernas hal-ihwal agama dan budaya putra sulung ulama reformis dan modernis: Syekh Daud Rasyidi ini, selalu ditunggu dapur Redaksi Panji Masyarakat. Kiat-kiat dakwah yang diayunkan ketiga tokoh nasional tersebut, tercatat dalam sejarah mampu mensipongangkan sekali lagi Minangkabau secara kultural dan Sumatera Barat secara provinsial ke pentas nasional bahkan internasional. Sebuah lompatan budaya spektakuler memang! Rahasianya? Selain proaktif membimbing umat dengan metodologi dakwah universal. Misalnya: da’wahu bi al-lisan (dakwah verbal); da’wahu bi alkitabah (dakwah tulisan); dan da’wahu bi-alhal (dakwah dengan akhlaqu al-karimah). Tegasnya, beliau-beliau itu mampu memosisikan diri sebagai qudwah hasanah alias contoh-teladan (QS. Al-Ahzab ayat 21). Dengan demikian, bila beliau-beliau mentrasformasikan Islam ke tengah masyarakat yang sedang mengalami kehausan: spiritual, intelektual dan kehausan kultural kehadiran beliau tercatat dalam sejarah: bagai magnit yang mampu menjadi jembatan rasa (mawaddah fi al-qurba) antara pemimpin dengan umat yang diayomi.

Tersandung Hukum & Meniggalkan Umat Berbeda jauh dengan pemuka agama di zaman kontemporer yang kian menanjak maju kini. Dan, dalam kerangka ini, pertanyaan membuncah di sekeping hati: kenapa pemuka agama tempo doeloe berhasil signifikan memagar akidah objek dakwah (al-mad’u) agar tak terkontaminasi wabah tbc alias takhyul, bid’ah dan c(k)hurafat (syirik)! Kenapa pemuka agama sekarang nyaris gagal membimbing umat? Beberapa jawaban dapat disirih-ceranakan: Pertama, nyaris lah basuluah mato-ari; bagalanggang mato-rang banyak (terang benderang): ulama, ustadz, mubaligh, kiya-i di zaman tak tentu ojok (edan) ini, sepertinya hampir tak mampu menampilkan diri (qaimu an-nafs) sebagai panutan. Yang membuat dahi bergerinyit, ada pemuka agama tagaliciak (tergelincir), me mark-up dana umat demi mempergemuk pundi pribadi (self interest). Sebut saja: dana haji, dana zakat serta dana dakwah komunitas terpencil dan banyak lagi yang lain. Muranya? Segelintir tokoh agama kita tadi berurusan dengan aparat hukum. Kedua, sejak reformasi dan demokratisasi menggelinding, pada 1998 lalu kayaknya benar-benar membawa “mukjizat” bagi pemuka agama. Berdalih(l) mendongkrak kemaslahatan umat lewat assiyasatu al-Islam (politik Islam), mereka bahondoh-poroh (rame-rame) merancah gelanggang low politics. Kereta yang ditompangi cukup beragam lagi bervariasi. Selain Parpol berazas Islam dan, atau berbasis umat Islam juga Parpol nasionalis-sekuler yang membuka kran untuk pemuka Islam. Namun, setelah duduk di kursi empuk umat yang berjasa menyeberangkan tokoh idolanya ke habitus politik praktis di samping terkesan melupakan umat, mereka pun terpengap ke dalam lorong sempit politik “bermazhab” machiavellisme. Sebut saja kurenah politik berorientasi memperkaya diri. Dalam bahasa yang akrap di

telinga kaum kontemporer kini, mereka asik-maksuk dengan permainan baru. Yaitu sikap politik materialisme, konsumerisme dan pragmatisme. Bahkan sebagian mereka terbenam ke kawah hedonisme. Na’udzubillahi mindzlik! Agenda ke Depan Agar umat, masyarakat dan rakyat tidak lagi menciap-ciap bagai ayam lantaran ditinggal pergi oleh sang induk (baca: pemuka agama) maka paling tidak terbentang dua agenda yang sejatinya diayunkan secara bersama-sama dan dibalut dengan semangat kebersamaan (egaliterianisme): Pertama, mengubah strategi dakwah dari dakwah konvensional berupa tabligh dan ceramah agama menjadi metodologi dakwah universal seperti yang dilakonkan pemuka agama tempo doeloe sebagaimana disinggung di muka. Soalnya, dakwah konvensional hanya mampu menyentuh kuli-kulit bawang dari doktrin Islam yang justru menjamah semua dimensi kehidupan (multi-komplek). Kedua, ABS-SBK tak lagi hanya diposisikan sebagai ajinomto setiap kampaye Pilpres, Pilkada dan Pemilu. Tak terkecuali pada Pemilu 2014 yang sudah di ambang pintu. Melainkan setumpuk falsafah hidup yang terkandung berdaya pukau tinggi dalam ABS-SBK mestilah dihayati dan diamalkan dalam menganyam sebuah kehidupan. Tidak saja berspektrum individual, tapi juga merajut kehidupan kolektif-komunal. Ruang-lingkupnya? Menjamah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Secercah keinginan ini, terasa kian menyergap sampai mejilat ubun-ubun. Sebab, bertelekan pada filosofi ABSSBK dikatakan: adat kita ndak lapuak dek ujan; ndak lakang dek paneh; dek aia indaklah basah; dek api indaklah anguih (tidak berubah menurut dimensi ruang dan waktu). Lebih dikerucutkan! filosofi ABS-SBK pada hakikatnya tidaklah boleh diubah dan dipolitisir hanya demi menjuluk tujuan-tujuan sejengkal ke depan. Semoga!*.

SEKETIKA selepas menonton film ini, penulis langsung teringat permainan masa kecil di kampung bernama "kucingkucingan". Dalam permainan tersebut ada dua kelompok besar, yang masing-masing anggotanya saling berkejar-kejaran memperebutkan batu bata merah untuk dibawa ke "markas" masing-masing kelompok. Masing-masing dari kami tak tahu siapa yang membawa batu tersebut, yang mengejar mengerahkan segala cara untuk mencari tahu dan menangkap si pembawa, sedang si pembawa sebisa mungkin menyelinap di gang-gang kampung untuk menyelundupkan batu tersebut sampai ke markasnya. Pola permainan seperti inilah yang harus dilakoni Frank Moses (Bruce Willis) saat namanya dan juga rekannya, Marvin Boggs (John Malkovich) masuk dalam pelaksana misi rahasia Nightsade. Berkas misi tersebut bocor di internet, celakanya keduanya sama sekali tak tahu menahu tentang hal tersebut. Info salah yang tersebar tersebut membuat Frank bersama kekasihnya, Sarah Ross (Mary Louise Parker) dan juga Marvin jadi sasaran empuk banyak pihak yang penasaran dengan operasi tersebut. Amerika membayar pembunuh nomor satu di dunia, Han (Lee Byung Hyeon) dan Inggris menghubungi Victoria (Helen Mirren) sebagai utusan MI6 untuk membunuh sahabatnya tersebut. Mau tak mau Frank harus bermain kucing-kucingan. Selain harus mengejar siapa dalang di balik kekacauan tersebut, ia juga harus bisa melarikan diri dari kejaran lawan-lawannya. Hanya saja, kucing-kucingan dalam RED 2 lebih membahayakan karena melibatkan pistol, senapan, hingga bom peledak. "Permainan" tersebut makin pelik karena Frank Moses bertemu dengan banyak sosok dari masa lalunya seperti informan Prancis, The Frog,

mantan kekasihnya, agen Rusia Katja (Catherine Zeta Jones), Han yang punya dendam pribadi kepadanya, sampai dengan salah satu sosok yang tak ia sangka muncul seiring dengan perjalanannya. Saksikan sendiri filmnya untuk tahu ke mana arah permainan ini berakhir. RED 2 kembali hadir dengan resep lama yakni paduan aksi laga para bintang kelas A Hollywood dengan humor-humor lugas dan juga komikal. Resep yang berhasil membuat film pertamanya mendapat respon positif baik dari penonton maupun kritikus. Dean Parisot sang sutradara pun sigap untuk tak bergantung hanya kepada racikan tersebut supaya RED 2 hadir lebih fresh dan enak ditonton. Hasilnya adalah perubahan ritme cerita yang lebih cepat di film kedua ini. Tidak ada lagi perkenalan latar belakang tokoh (baik lama maupun baru), yang ada penonton diajak berkeliling dunia, mulai dari Amerika, Prancis, Inggris, Rusia, dan bahkan Iran untuk melihat para pensiunan ini beraksi dan sedikit demi sedikit mengupas lapisanlapisan ceritanya. Kelemahan satu-satunya dalam film ini tak lain adalah penokohannya yang terbilang seragam. Okelah RED 2 dirancang sebagai sebuah film aksi komedi, akan tetapi antara tokoh satu dengan yang lain seperti berlomba untuk menjadi tokoh lucu. Bahkan penjahat pun bisa melucu. Entah apa ini karena para bintang kelas A ini semua ingin unjuk gigi, atau bagaimana, yang jelas dalam beberapa adegan, guyonannya terasa dipaksakan. Soal adegan aksinya, RED 2 tampil ciamik sebagai film hiburan pengisi akhir pekan. Anda tak akan menyesal membeli tiketnya. Satu lagi, harusnya Lee Byung Heon mendapat porsi lebih dalam film ini. Sayang sekali bila aktor papan atas Korea tersebut dipasang hanya sebagai tempelan para bintang lainnya. (h/kpl)

SALAH satu adegan Red 2. >> Editor : Ade Budi

>> Penata Halaman : Rahmi


24

MINGGU, 28 JULI 2013 M / 20 RAMADAN 1434 H

RANA

Tradisi, Bernama Mudik Narasi dan Foto :

RIVO SEPTI ANDRIES Tradisi mudik atau pulang kampung merupakan momentum untuk berkumpul dan berbahagia dengan sanak saudara di saat lebaran. Tradisi yang hanya dapat ditemui Indonesia ini tak mengenal kalangan ekonomi ke bawah atau pun atas, semua ikut merasakannya. Bagi mereka yang merantau menjadi momen untuk melepas kerinduan akan kampung halamannya, bersilaturahmi dengan saudara, dan menyekar ke makam keluarganya yang telah meninggal dunia. Rela mengeluarkan biaya, tenaga, serta waktu. Bahkan tak sedikit mereka yang menjadi korban karena nekat pulang kampung tanpa melihat kondisi kendaraan atau pun fisiknya. Mengendarai motor melebihi kapasitas, kecepatan tinggi, serta kelengkapan keamanan yang minim merupakan faktor banyaknya kecelakaan yang di alami pemudik. Tak hanya itu, pemudik pun sering menjadi korban kejahatan seperti pencurian, dan perampokan. Diharapkan dengan momentum Ramadan yang mengajarkan kesabaran, kewaspadaan seharusnya dapat dilaksanakan dengan mematuhi keamanan berkendara dan lebih berhati-hati dengan barang bawaannya. Sehingga hari kemenangan yang diimpikan pemudik untuk pulang kampung, dapat dirasakan bersama keluarga tercinta, jangan sampai hari suka cita itu menjadi duka. (*)

>> Editor: Rivo Septi Andries

>> Penata Halaman: Irvand


Haluan 04 Agustus 2013