Page 1

RABU

2 OKTOBER 2013 M / 26 DZULQAEDAH 1434 H

Harian Umum MEDIA GROUP

EDISI 2, TAHUN KE 65

IKLAN

0751 4488700

SIRKULASI

082388441221

REDAKSI

082390765000

Eceran Rp3.500/eks

Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

(Luar Kota Tambah Ongkos Kirim)

www.haluanpadang.com

AMIEN TAK GENTAR MENGKRITISI SUBUH ZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA

04.51 12.11 15.15 18.15 19.23

Kekuatan Modal di Belakang Jokowi

WIB WIB WIB WIB WIB

Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.

JEMBATAN RUSAK — Pengendara motor kesulitan melewati jembatan rusak di Lubuak Tampuniak, Kampuang Paneh, Tandikek, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (30/9). Kondisi jembatan tersebut saat ini rusak parah, banyak pengendara motor yang terjatuh saat mencoba melewatinya.

(QS Al Zalzalah ayat 6) Sumber: www.pkpu.or.id

Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Hendri Octavia saat panen jamur tiram milik kelompok tani binaannya. IST

JAKARTA, HALUAN — Meski menerima banyak kritik, tokoh reformasi 1998 Amien Rais tak menyerah. Secara keras, Amien kembali mengritik Joko Widodo alias Jokowi terkait wacana pencapresannya dalam Pemilu 2014. Dia menyebut ada kekuatan modal di belakang Jokowi. Saat wawancara sindikasi haluan inilah.com, Amien menegaskan terdapat indikasi nyata dengan kekuatan

>> KEKUATAN hal 7

Dulang Rupiah dengan Jamur Tiram

P

ELUANG usaha selalu terbuka lebar bagi mereka yang mau bekerja keras dan ingin sukses. Keuntungan yang diperoleh pun sungguh luar biasa. Namun semuanya butuh ketekunan dan semangat pantang menyerah. Salah satu peluang usaha dengan keuntungan yang menggiurkan adalah budidaya jamur tiram. Jamur ini adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota, dan termasuk kelas Homobasidiomycetes. Ciri-ciri umumnya, tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung.

>> DULANG RUPIAH hal 7

DUGAAN PUNGLI DI SEKOLAH RIVO SEPTI ANDRIES

JANJI PLN SUMBAR

Akhir Oktober, Krisis Listrik Berakhir KRISIS listrik Sumbar diharapkan segera berakhir. PLN janji menghentikan pemadaman bergilir mulai akhir Oktober 2013 ini. Meski molor, PLTU Teluk Sirih pun bisa dioperasikan Januari 2014.

RIVO SEPTI ANDRIES

Tim penyelam terdiri dari Marinir, Basarnas, Sekber, dan Mapala Unand menyisir aliran sungai di Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Padang, Selasa, (1/10). Dalam pencarian tersebut ditemukan sejumlah barang milik korban seperti ransel, namun korban masih belum ditemukan.

TRAGEDI PATAMUAN

Warga Temukan Ransel dan Kartu Identitas Aidil

PADANG, HALUAN — Dalam tiga tahun terakhir ini, Sumbar terus mengalami pemadaman listrik bergilir dari PLN. PLN Sumbar rata-rata selalu melakukan pemadaman listrik, minimal tiga jam setiap hari pada setiap daerah. Namun PLN melalui Hu-

mas Ridwan menegaskan, pemulihan Pembangkit Ombilin di Sijantang bisa dipastikan selesai Oktober 2013 ini. “Sesuai dengan jadwal, akhir Oktober nanti pembangkit listrik Ombilin sudah bisa dioperasikan. Dengan dioperasikannya pembangkit

Ombudsman Terima Klarifikasi Kejari

itu, maka defisit listrik Sumbar akan segera teratasi. Selain itu, pembangkit Teluk Sirih pun, sudah bisa dioperasikan pada Januari 2014 nanti,” ujarnya di Padang Selasa (1/10) kemarin. Namun semua paparan tersebut langsung disangah oleh pengamat kelistrikan sekaligus Dosen Universitas Bung Hatta Darmana. Ia mengatakan, meskipun PLN berhasil, dan bisa memulihkan kerusakan pembangkit Ombilin,

PADANG, HALUAN — Ombudsman Sumbar menerima surat klarifikasi dari Kejaksaaan Negeri Kota Padang terkait pemeriksaan dugaan pungutan liar oleh Kejari yang dilakukan oleh beberapa sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Padang. Dalam suratnya No.B-2368/N.3.1.10/ Fs.1/09/2013 tertanggal 26 September 2013 Kejari menyatakan belum ada melakukan pemeriksaaan dan belum memberikan penjelasan kepada Dinas Pendidikan Kota Padang yang menyatakan bahwa dugaan pungli tidak melanggar hukum. Kepala Ombudsman Sumbar Yunafri didampingi Asisten Ombudsman Adel Wahidi menegaskan, klarifikasi Kejari ini sekaligus membantah pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Indang Dewata yang menyatakan bahwa sekolah-sekolah sudah diperiksa dan dinyatakan tidak melanggar hukum.

>> AKHIR OKTOBER hal 7

>> OMBUDSMAN hal 7

Advertorial

Pemprov Sumbar Peringati Hari Kesaktian Pancasila

ASNAWI BAHAR-SURYA BUDHI

Berguru pada Pamong Senior

PADANG, HALUAN—Hingga hari keempat pencarian, Selasa (1/10) kemarin, Aidil Akbar Walsya (19), satu dari 6 anggota Mapala Unand, korban air bah Patamuan Batang Kuranji, Padang belum juga ditemukan. Sementara keluarga korban di Bukittinggi harap-harap cemat menunggu kabar tentang nasib Aidil. Tanda-tanda Aidil akan ditemukan sebenarnya sudah ada. Pagi kemarin,

PADANG, HALUAN — Waktu pemilihan wali kota dan wakil wali kota Padang semakin dekat. Waktunya merapatkan barisan dan mencari dukungan sebanyak-banyaknya mulai dilakukan. Bagi pasangan calon wali kota Padang, Asnawi Bahar dan Surya Budhi, dukungan pun datang dari pamong senior yang ada di Sumatera Barat ini, tidak terbatas pamong senior yang berasal dari Padang saja. Dukungan dari pamong senior ini

>> WARGA TEMUKAN hal 7

>> BERGURU hal 7

ASB bersama pamong senior dalam sebuah jamuan di Gedung Pramuka Sumbar.

PADANG, HALUAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melakukan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2013 di halaman Kantor Gubernur, Selasa (1/10) pagi. Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, sewaktu menjadi inspektur upacara menyampaikan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini merupakan upaya untuk mewujudkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. “Pancasila merupakan dasar negara yang terus tumbuh dan berkembang ditengah-tengah masyarakat, terutama di tingkat generasi muda. Tantangan mengimplementasikan Pancasila ini pun semakin berat

kedepan,” ujar Irwan. Dikatakan Irwan, tantangan yang dihadapi bangsa saat ini adalah terjadinya degradasi moral nilai-nilai kebangsaan akibat globalisasi dan perkembangan informasi dunia. Anak bangsa saat ini tidak lagi mengenal makna Pancasila, karena yang diamati seharihari adalah dunia mode yang selalu berganti, teknologi yang membuat mereka terlena dengan kesenangan. Untuk itu, Irwan meminta bagi semua pihak untuk meningkatkan pembelajaran tentang nilai-nilai Pancasila melalui dunia pendidikan di sekolah. Dirinya berharap,

>> PEMPROV hal 7

HUMAS

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, menyalami Kapolda Sumbar Noer Ali, sebelum mengikuti pelaksanaan upacara Hari Kesaktian Pancasila.

LIPUTAN UTAMA HAL. 2 I SUMBAR HAL. 4 I OLAHRAGA HAL. 17 I BERITA PADANG HAL. 9 I EKONOMI BISNIS HAL. 15 I PENDIDIKAN HAL. 14 >> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

HARI INI TERBIT

28 HALAMAN

>> Penata Halaman : David Fernanda


2

RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQAEDAH 1434

DPD Lahirkan 418 Keputusan JAKARTA, HALUAN — Dewan Perwakilan Daerah (DPD) telah menghasilkan 418 keputusan (per tanggal 1 Oktober 2013) yang terdiri atas 39 usul rancangan undang-undang (RUU), 188 pandangan dan pendapat, 14 pertimbangan, 52 pertimbangan tentang anggaran, 116 pengawasan, 4 usul program legislasi nasional (prolegnas), dan 5 rekomendasi. “Ke depan, keputusankeputusan DPD harus ditingkatkan, baik kuantitas maupun kualitasnya sehingga kehadirannya lebih bermanfaat bagi rakyat, bangsa, dan negara,” kata Ketua DPD Irman Gusman (senator asal Sumatera Barat) ketika menyampaikan pidato atau sambutan pada HUT ke-9 DPD dalam Sidang Paripurna DPD, Selasa (1/10), Irman didampingi dua Wakil Ketua DPD, La Ode Ida (senator asal Sulawesi Tenggara) dan

Gusti Kanjeng Ratu Hemas (senator asal Daerah Istimewa Yogyakarta). Peringatan HUT ini dihadiri oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Sidarto Danusubroto, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo, Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali, dan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) M Akil Mochtar. Juga dihadiri oleh dua Wakil Ketua MPR, yakni Ahmad

Farhan Hamid, dan Melani Leimena Suharli; Wakil Ketua MA Bidang Yudisial M Mohammad Saleh; dan Wakil Ketua BPK Hasan Bisri. Dikatakan Irman, sebagai lembaga perwakilan yang dilahirkan oleh reformasi, DPD dibentuk untuk melaksanakan checks and balances terhadap lembaga perwakilan yang dibentuk sejak proklamasi kemerdekaan, yaitu DPR, dalam memberikan pemeriksaan dan penyeimbangan dalam pelaksanaan tata negara, serta penyelenggaraan kekuasaan negara dan pemerintahan. “Selama sembilan tahun DPD banyak memberikan warna-warni dalam menjawab dan menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Beragam harapan dan citacita ditumpukan dan terus diupayakan oleh DPD yang kelahirannya dari semangat pembaharuan untuk mele-

rak langkah, dan kerja keras kita. Tantangan ini ada yang bersifat internal, ada pula yang bersifat eksternal.” Tantangan internalnya antara lain konsolidasi

paskan diri dari belenggu sistem pemerintahan yang sentralistik ke sistem pemerintahan yang desentralistik atau otonomi daerah. DPD secara simultan mengaktualisasikan kinerjanya melalui berbagai keputusan yang dihasilkannya,” Dalam usianya yang kesembilan ini, penguatan kelembagaan DPD terus berlangsung, baik dalam konteks kinerja legislasi maupun kedudukan konstitusionalnya dalam sistem ketatanegaraan. Puncaknya ialah dibacakannya putusan MK tanggal 27 Maret 2013 yang mengembalikan atau memulihkan hak dan/atau wewenang konstitusional DPD di bidang legislasi, termasuk menyusun prolegnas. Meskipun begitu, Irman mengingatkan, tantangan masih cukup besar di masamasa mendatang. “Tantangan tersebut memerlukan perhatian, komitmen, kesatuan ge-

PARIPURNA — Ketua DPD Irman Gusman didampingi Wakil Ketua DPD La Ode Ida dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas pada sidang Paripurna Peringatan HUT ke-9 DPD.

sudah dilakoninya sejak 12 tahun terakhir. “Awak berpisah sudah sejak 12 tahun belakangan dengan suami. Apa hendak dikata, cuma sampai di sana jodoh. Biaya hidup dan pendidikan anak tetap dicari, meskipun sendiri,” ujarnya. Jusni mengakui saat ini anaknya yang dibiayai sekolah dua orang di jelang SD dan SMP, satu lagi belum ada pekerjaan dan si sulung sudah bersuami. Kebutuhan keluarga tak mungkin mengandalkan pendapatan dari menantu saja. Apalagi pekerjaannya hanya sebagai sopir. “Kami masih untung mendapatkan bantuan beras miskin 16 kg/bulan dan dapat kartu pengendali sosial. Jangan berpikit untuk memperbaiki rumah, terpenuhi kebutuhan makan dan pendidikan anak sudah cukup. Sesekali dapat bonus dari majikan diluar gaji Rp300 ribu/bulan,” ungkapnya.

Ia punya keinginan untuk berjualan nasi, karena dinilai hasil cukup baik. Tapi, dihadapkan kendala tak punya modal, meskipun sudah ada pengalaman. Jusni berharap Michel menjadi Walikota Padang, karena peduli dan tahu persoalan yang dihadapi masyarakat. Ketua RW003 Andalas Timur Nurzal menilai bantuan bedah rumah yang diberikan calon Walikota Michel suatu wujud kepedulian orang yang mampu kepada masyarakat lemah. “Kami tentu merasa bangga, ada warga yang dibantu tokoh masyarakat. Pak Michel sudah menunjukkan keikhlasannya untuk membantu antar sesama,” ujarnya. Masyarakat yang berekonomi lebih, menurut dia, memang sepantasnya untuk dibantu seperti yang dilakukan calon Walikota Padang dengan nomor urut 2 itu.

organisasi dan tata kelola guna menindaklanjuti putusan MK, sementara tantangan eksternalnya, juga menindaklanjuti putusan MK, antara lain konsolidasi

hubungan kelembagaan antarlembaga negara, dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dan, tentu saja dengan masyarakat dan daerah. (h/sam)

Cawako Michel Bantu Bedah Rumah Jusni PADANG, HALUAN — Jusni (45), wanita janda empat anak itu, tak kuasa menahan air mata yang menetes di pipinya ketika batako bangunan rumahnya ikut dipasang seorang tokoh muda, yang juga calon

Walikota Padang, Mohammad Ichlas El Qudsi (Michel). Rumah Jusni terletak di RT 002/RW 003 Andalas Timur, Kubu Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur. Calon walikota yang mendapatkan nomor urut 2

MOHAMMAD Ichlas El Qudsi (Michel) sedang memasang batako rumah Jusni di RT 002/RW003 Andalas Timur, Kubu Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur. Padang.

pada Pilkada Padang 30 Oktober 2013 itu, terlihat tanpa beban memasang batu batako dinding rumah Jusni, pada siang akhir pekan itu. “Tak ada yang bisa awak ungkapkan, sudah dibantu untuk bedah rumah papan ini menjadi semi parmanen. Kini pak Michel ikut pula mamasang batakonya,” tutur Jusni sambil mengusap air mata di pipinya, Minggu. Wanita yang sudah menempati rumah berdinding papan dengan anggota keluarganya sejak 20 tahun silam tersebut, mengaku gembira tak terhingga, karena tidak terbayangkan selama ini akan bisa memperbaiki dan menempati rumah yang layak. Pekerjaan sehari-hari untuk biaya hidup keluarga dan sekolah anak, hanya mengandalkan pendapatan dari upah mencuci pada dua rumah tetangganya. Sementara menjadi tulang punggung keluarga

Cawako Michel dalam kesempatan itu menyampaikan, bantuan bedah rumah dilakukan sebagai wujud kepedulian untuk menolong masyarakat miskin ke luar dari kondisi yang dihadapinya. Cawako Padang yang menggandeng Januardi Sumka (Ketua Demokrat Padang) itu, berpendapat kehidupan yang baik dan tinggal dihunian layak adalah keinginan semua orang. “Kita prihatin melihat masyarakat yang ekonominya lemah, kemudian tinggal di rumah yang tidak layak huni. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan dapat meringankan bebannya,” ujar Alumni HMI itu. Menurut alunmi Unand itu, kepedulian melihat keadaan yang dihadapi masyarakat bukan hanya dalam batas ungkapan, tapi dalam bentuk nyata, selama ini, sudah dilakukan di berbagai tempat.

>> Editor : Syamsu Rizal

“Saya mengajak masyarakat yang berkemampuan, mari bersama-sama berbuat untuk meringankan beban sanak saudara yang dalam keadaan susah,” imbau Putra Koto Tangah itu. (h/met)

>> Penata Halaman : Syahrizal


RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQAEDAH 1434 H

3

Walnag Harus Mampu Menjalankan Amanah Masyarakat ALAHAN PANJANG, HALUAN— Wakil Bupati Solok H. Desra Ediwan Anan Tanur, mengatakan walinagari merupakan tokoh serta panutan dan pilihan masyarakat nagari, bukan milik suatu kelompok atau partai dan sangat berbeda dengan bupati/ walikota yang diusung oleh partai. Oleh karenanya harus menjadi upaya menyatukan warga yang berbeda pilihan sehinggga hal itu dapat menyatukan visi untuk membangun nagari. Sebagaimana diketahui, Nagari Sariek Alahan Tigo merupakan nagari tetinggal yang terletak diantara tiga kecamatan tertinggal di Kabupaten Solok. Ke depan merupakan tanggung jawab mengejar ketertinggalannya. Hal ini ditegaskan wabup pada acara serah terima wali nagari terpilih Afrizal periode 2013-2019 menggantikan Rahmul Hasan, A Md yang telah habis masa jabatannya. Dikatakanya, walinagari tidak dapat dikendalikan oleh kelompok tertentu, sebagaimana disebut dalam sumpah jabatan, yang merupakan amanah dalam memajukan nagari serta mensejahterakan masyarakatnya. Keberadaan walinagari merupakan pemimpin yang didahulukan selangkah, dinilai mampu mengemban keparcayaan semua warga dan bagaimana merangkul mereka yang tidak memilihnya Dengan demikian merupakan tugas berat yang harus dipikul, jangan ada warga yang merasa dikucilkan, sebab akan berdampak pada kemajuan jalan pemerintahan, perangkat atau lembaga nagari. Ke depan diminta walinagari mampu menyatu dengan semua lapisan masyarakat maupun perantau. Hal itu akan bernilai positif terhadap seorang pemimpin dalam masa jabatannya Disamping itu, wabup menyampaikan rasa rasa prihatin dengan kondisi anak kemenakan yang kini terpengaruh dengan budaya asing, banyak diketahui sebagai orang Minangkabau yang dikenal cukup kental dengan Adat Basandi Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Namun di lapangan semua hampir berada pada titik nadir sehingga dikawatirkan ke depan akan kehilangan Minang dan tinggal kerbaunya. Kondisi ini telah merambah bukan saja di perkotaan atau nagari maju akan tetapi telah merambah sampai ke desa, nagari nun jauh di pelosok, sehingga dalam hal tidak ada lagi yang terisolir, akibat pengaruh globalisasi serta kemajuan teknologi. Maka dengan demikian merupakan tanggung jawab bersama lembaga nagari seperti KAN serta unsur ninik mamak harus meningkatkan peran aktifnya Menyikapi hal ini, perlu kerja sama yang baik. Jangan ada yang merasa ditinggalkan, terutama dalam hal peran ninik mamak maupun BMN serta perantau dan tokoh di nagari guna mencari kesepakatan dalam membangun nagari. Sehubungan dengan peningkatan dimaksud, Pemkab Solok telah meningkatkan anggaran KAN dalam dana DAUN senilai Rp 10.juta. (h/nus)

PEMASANGAN tanda jabatan Walinagari Sariek Alahan Tigo Afrizal periode 2013- 2019 dilakukan Camat Syafrudin.

KETUA TP-PKK Ny. Desra saat melantik Ketua PKK Nagari Sariek Alahan Tigo Ny. Afrizal, yang menggantikan Ny Rahmul.

Ketua TP PKK Nagari Sariek Dilantik

WAKIL Bupati Solok H. Desra Ediwan AT didampingi anggota DPR-RI H.Azwir Dainy Tara disambut warga Sariek Alahan Tigo

Bupati Solok Buka Jambore PKK ALAHAN PANJANG, HALUAN — Bupati Solok H. Syamsu Rahim menegaskan keberhasilan Tim Penggerak PKK Kabupaten Solok di tingkat Provinsi Sumbar perlu diapresiasi. Bagaimanapun hal itu adalah suatu kebanggaan daerah. Jambore merupakan arena evaluasi bagi tiap daerah. Sebagaimana diketahui, TP. PKK Kabupaten Solok jadi peserta terbaik pada jambore tingkat provinsi tahun lalu. Maka untuk itu, kegiatan jambore adalah bagian penting sebagai evaluasi kegiatan tahunan PKK yang melibatkan kecamatan dengan menampil berbagai keterampilan, kegiatan ekonomi, kesehatan dan lingkungan menuju keluarga sehat sejahtera. Hal ini diungkapkannya saat membuka Jambore PKK Kabupaten Solok di Convention Hall Alahan Panjang, Rabu (14/8). Acara yang cukup meriah ini dihadiri Wabup Solok H. Desra Ediwan AT, Kajari Solok, Ketua DPRD H. Syafri, Sekda H.M. Saleh serta seluruh camat di daerah ini dengan utusan masing-masing sebanyak 20 orang, serta SKPD juga Muspika Lembah Gumanti. Dijelaskannya, keberadaan PKK sangat penting. Sebab, berbagai kesuksesan tugas pejabat, aparat maupun kelompok

apapun sangat ditentukan oleh dukungan PKK. Oleh karena itu, pemerintah daerah memberi peluang serta mendukung setiap aktivitas organisasi kaum ibu ini. Seperti diketahui PKK adalah suatu lembaga yang bernaung di bawah lembaga pemerintah pusat maupun daerah. Oleh sebab itu, harusnya tetap terjaga keindependenannya. Sebab hal itu menunjukkan keberhasilan yang dapat dipertahan. Walau siapapun pejabatnya, PKK tetap utuh Tahun ini, PKK Kabupaten Solok terbaik pada jambore provinsi. Tentu hal ini berkat dorongan namyak pihak, mulai dari tingkat kecamatan. Maka keberadaan PKK kecamatan perlu lebih diaktifkan. Dengan demikian daerah kecamatan akan lebih maju. . Ketua TP. PKK Kabupaten Solok Ny. Erlinda Syamsu Rahim

MEMUKAU, penampilan kesenian tradisional Minang yang dipersembahkan pelajar SMP pada acara alek nagari pelantikan wali nagari.

menyampaikan berbagai prestasi di tingkat kabupaten hingga provinsi. Bahkan kecamatan Hiliran Gumanti berhasil menjadi juara Posyandu, yakni terbaik Sumbar. Juga menjadi terbaik kedua Pelayanan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Berbagai prestasi dapat dicapai sebagai bukti keberhasilan pembina ataupun penyantun baik di tingkat nagari maupun kecamatan. Apalagi di era saat ini, perlu ada penataan keluarga, lingkungan serta wilayah. Hal ini akan bernilai positif terhadap tugas aparat maupun pejabat. “Kegiatan jambore itu sendiri tidak saja diisi dengan berbagai lomba keterampilan, tapi juga dilengkapi dengan kegiatan sosial. Seperti penanaman pohon dan bunga-bungaan di areal obyek wisata,” tambah Ketua Pelaksana Ny. Desra Ediwan AT. (h/adv)

ALAHAN PANJANG, HALUAN — Ketua TP-PKK Kabupaten Solok minta peran PKK lebih ditingkatkan sehubungan dengan semakin banyaknya tantangan dalam berbagai hal. Contohnya, sebagai ibu rumah tangga perannya sangat dibutuhkan dalam mendorong tugas suami dan anak untuk menjadi keluarga sehat, sejahtera sesuai tugas pokok PKK. Disamping itu amat penting bagi PKK untuk mampu menampilkan diri sebagai anak nagari yang berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan positif. Ketua PKK merupakan teladan dalam kehidupan berkeluarga, hingga dapat menjadi contoh dan mampu membawa kemajuan PKK di nagari. Hal ini disampaikan Ny. Desra Ediwan pada pelantikan Ny. Afrizal sebagai ketua PKK Nagari Sariek Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti yang dilakukan Ny.Syafrudin. Ny Afrizal menggantikan Ny. Rahmul Ihsan. Acara tersebut disaksikan Wabup Solok H. Desra Ediwan AT, anggota DPR RI H. Azwir Dainy Tara, HM Yamin Tara (caleg DPD-RI), Ketua DPRD Kab. Solok H Syafri Dt Siri Marajo, SKPD, Camat Syafrudin dan Muspika. Menurutnya, tugas PKK semakin berat, dengan adanya pengaruh modernisasi. Selain harus berkomunikasi dalam menunjang tugas suami, ia juga bertanggung jawab terhadap anak. Utuk itu, seluruh anggota PKK di nagari harus mampu membawa kemajuan. Nagari tidak akan tertinggal jika PKK mau bersama menjelang masa depan yang lebih baik. Semuanya itu merupakan kunci kesuksesan. Oleh karena itu, diharapkan adanya upaya untuk membangun kebersamaan. Sehingga tidak ada lagi unsur-unsur lain yang melenceng, karena hal itu dapat menghalangi kemajuan nagari, dan dapat merugikan banyak pihak. Bahkan lebih parah lagi ada pihak yang membuat kelompok sendiri sehinggga akan menjadi kendala terhadap upaya untuk mencapai kemajuan. Dan PKK merupakan kunci untuk mencapai kemajuan. Sementara itu HM Yamin Tara mengaku merasa tergugah dengan kondisi masyarakat Sariek Alahan Tigo. Karena masih banyak hal yang menyebabkan nagari ini masih termasuk kelompok nagari tertinggal. Karenanya perlu ada kebersamaan guna kemajuan nagari. Oleh karena itu, ke depan ia akan berupaya untuk berbuat lebih untuk memikirkan kondisi warga di Kabupaten Solok, terutama yang berada di daerah tertinggal. Sebelumnya, anggota DPR-RI, HM. Azwir Dainy Tara mengungkapkan, ia selalu membantu upaya Pemkab Solok dalam memajukan daerah. Ia berharap, pada periode2014-2019, tidak ada lagi daerah tetinggal di Sumbar. (h/adv)

SUASANA pelantikan Walinagagri Sariek Alahan Tigo Hiliran Gumanti cukup meriah dan dihadiri anggota DPR-RI Azwir Dainy Tara.

SERAH terima jabatan Walinagari Sariek Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti dari pejabat lama Rahmul kepada Afrizal Peny. >> Editor : Heldi

>> Penata Halaman : Jefli


4

RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQAEDAH 1434

18 Los Pasar Baru Diserahkan PAINAN, HALUAN — Penantian panjang para pedagang Pasar Sago, Kecamatan IV Jurai, Pessel akibat bangunan los pasar tempat berdagang hangus terbakar pada tahun 2011 lalu, berakhir. Kini mereka merasa lega, karena mendapatkan bangunan yang lebih memadai. Delapan belas petak bangunan baru tersebut, diserahkan langsung oleh

Wakil Bupati Pessel H Editiwarman didampingi Kepala Dinas Koperindag dan Pasar

Pemkab Pessel, Hj Hazrita kepada penghuninya di pasar tersebut, Selasa (1/10). Rosnini (43), salah seorang yang mendapatkan fasilitas bangunan los pasar tersebut mengakui, sejak 2011 lalu terpaksa berjualan di kaki lima dengan cara menempati lokasi yang luang di pasar. Dengan adanya bangunan

los pasar baru yang dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan sharing APBD Pessel sebesar 10 %, kini keluhan meraka dapat teratasi dan kembali menempati tempat yang baru. Pedagang diharapkan dapat menjaga fasilitas yang ada dengan baik. Apalagi tempat dagangan ini bukan untuk diperjualbelikan melainkan

sebagai hak guna usaha (hak pakai) dengan sistim membayarkan retribusi kepada Pemkab Pessel . Sedangkan penggunaan listrik merupakan tanggung jawab dari para pedagang dengan sistim listrik prabayar kepada pihak PLN. Setiap bangunan sudah dilengkapi dengan listrik prabayar (h/mjn)

DPRD Sumbar Minta PDAM Sediakan Tangki Air PADANG, HALUAN — Embarkasi haji Padang mengalami krisis air sejak tiga hari lalu. Panitia penyelenggaran haji pun terpaksa menyediakan tangki-tangki air yang dibawa dari luar untuk memenuhi kebutuhan jemaah calon haji di asrama. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat, Leonardy Harmainy, pun meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sumbar menyegerakan menyediakan tangki-tangki air untuk mengatasi krisis air ini. “Kita cukup heran, di Makkah yang sumber airnya sedikit, tidak terjadi kekurangan air. Sementara di daerah yang sumber airnya banyak, justru distribusi air tidak lancar,” katanya, Senin (30/9) usai melepas jemaah calon haji di Embarkasi Padang. Leonardy pun mengatakan, sejak awal pihak DPRD juga sudah mengingatkan Dirut PDAM Sumbar, agar ketersediaan air selama musim haji dimulai dari keberangkatan hingga kedatangan tidak terganggu. Terkait jemaah calon haji (JCH) dari Kabupaten Agam yang berangkat, Leonardy mengharapkan jemaah bisa menjaga kesehatan dan tidak melakukan “tawaf toko”. Dirinya juga berharap, jemaah tidak ada yang tersesat selama pelaksanaan haji dan diminta untuk mengingat tanda-tanda JCH asal Kabupaten Agam ini. Sekretaris PPIH dan P3IH Embarkasi Padang, Syamsuir Ilyas, mengatakan, krisis air yang dialami embarkasi ini sendiri sudah berlangsung dalam beberapa hari belakangan. Namun yang sampai harus memasok air dari luar, baru terjadi pada hari Minggu. Sebelumnya, ganggungan PDAM ini hanya terjadi sebentar, kemudian kembali lagi normal. (h/eni)

WABUP Pessel Editiawarman menyerahkan los pasar baru kepada para pedagang Pasar Sago Kecamatan IV Jurai M JONI

Sekretaris Koperbam Dianiaya Dua Pelaku dengan Sajam PADANG, HALUAN— Sekretaris Koperasi Bongkar Muat (Koperbam) Teluk Bayur, Padang bernama Nursal Uce (54) dianiaya oleh dua pria di kawasan depan cucian mobil Tri Jaya Motor, Simpang Ikal, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Senin (30/9) sekitar pukul 14.45 WIB. Akibat kejadian tersebut korban warga Komplek Jundul Rawang Blok GG, Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan ini mengalami luka di pergelangan tangan sebelah kanan, sehingga dilakukan operasi di Rumah Sakit Tentara (RST) Reksodiwiryo Ganting, Padang. Menurut Nursal di rumah sakit kepada Haluan, sebelum kejadian tersebut

dia pulang dari tempat kerjanya menuju rumahnya dengan menggunakan sepeda motor miliknya. Namun, sesampai di lokasi datang dua pelaku tersebut. “Kedua pelaku tersebut memepet motornya, dan langsung menghujamkan pisau kearahnya. Beruntung saya menangkis dengan tangan, kalau tidak mungkin pisau tersebut melayangkan ke arah kepalanya. Saat itu pun, saya terjatuh dari motor dikarenakan menangkis pisau milik pelaku,” ujar Nursal saat berbaring di ruang A1, kemarin (1/10). Setelah terjatuh, lanjut Nursal, kedua pelaku pun turun dari motornya dan menghajarnya, serta kembali mencoba melayangkan

pisau berkarat kearahnya. Beruntung, saat itu keponakannya sendiri tengah melintasi lokasi kejadian, sehingga kedua pelaku pun langsung kabur. “Keponakan saya berteriak maling, sehingga kedua pelaku yang diduga mantan pekerja koperbam yang terpidana kasus penggelapan dana koperbam anak Bonbon yaitu Deri dan anak Jon yakni David melarikan diri,” jelasnya. Kemudian dia dilarikan ke rumah sakit oleh keponakannya untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan anaknya yang mengetahui peristiwa itu langsung melaporkan ke Mapolsek Padang Selatan untuk diproses lebih lanjut. Dijelaskan, kedua pelaku

tersebut mungkin sakit hati karena disangka bahwa dia menyeret kedua orang tuanya ke ranah hukum, sehingga pelaku tersebut ingin membalas dendam. “Saya rasa pelaku ini ingin membunuh saya, bukan saja melakukan aniaya,” katanya lagi. Kapolsek Padang Selatan Kompol Dewi Suryani mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan dari anak korban, dan juga telah membuat laporannya. Pihaknya belum meminta keterangan kepada korban, karena masih dalam perawatan di rumah sakit. “Setelah kami meminta keterangan, dan korban ingat pelakunya. Maka kami akan menangkap pelaku penganiayaan tersebut,” ungkapnya. (h/nas)

KABAR HAJI Hari Ini, Kloter 13 ke Tanah Suci PADANG , HALUAN — Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam Klo-

ter XIII, tiba di Asrama Haji Embarkasi Padang, Selasa (1/10). Para jemaah ini

JCH yang tergabung dalam Kloter 13 tiba di Asrama Haji Embarkasi Padang. HUMAS

seluruhnya berasal dari Sumbar, masing-masing dari Payakumbuh 241 orang,

Kabupaten Dharmasrayasebanyak 63 orang, Kota Sawahlunto 51 orang dan

Kota Padang 14 orang. Seperti biasa, setiap jemaah yang akan diberangkatkan ke tanah suci, diinapkan satu malam di Asrama Haji Embarkasi Padang guna mengikuti serangkaian kegiatan yang mesti dilalui setiap jemaah yang akan berangkat haji. Seperti pembagian gelang indentitas, pemeriksaan kesehatan dan pembagian living cost. “Satu hal lagi yang tak kalah pentingnya adalah, pertemuan ketua regu dan ketua rombongan (karu dan karom), untuk menerima sederetan tugas yang akan dibebankan kepada semua Karu dan Karom serta petugas kloter,” kata Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Syahrul Wirda didampingi Sekretaris P3IH Embarkasi Padang, Syamsuir. JCH Kloter 13 ini akan dikawal 5 orang petugas kloter, yaitu Drs.Ramza Husmen,M.Pd sebagai TPHI, Drs.H.Ruhil Kudus,MM sebagai TPIHI, Ahmad Fitriawan Halfian sebagai TKHI dan paramedisnya Yenni Eka Diana dan Eng Trisna Ilyas. Dijadwalkan jemaah akan diberangkatkan dari tanah air menuju tanah suci Makkah Al-Mukarramah hari ini Rabu (2/9), dengan pesawat Garuda GA 3313, sekitar pukul 12.50 WIB. JCH Kloter 13 akan dilepas oleh Wakil Ketua DPRD Sumbar Trinda Farhan Satria sekitar pukul 09.30 WIB. Pembagian Passport pada pukul 10.30 WIB dan pembagian boarding pass jemaah pada pukul 11.00 WIB. (h/ vie)

Padang Harus Punya Terminal PADANG, HALUAN — Pembangunan SPR merupakan kebijakan keliru dan salah kaprah. Pasalnya, dengan pembangunan pasar tersebut, terminal yang merupakan salah satu aset kota Padang menjadi hilang atau ditiadakan. Hal ini dikatakan oleh Amril Jilha, caleq DPRD Propinsi Sumbar AMRIL JILHA dari Nasdem dengan nomor urut 3 dapil 1 Kota Padang, kemarin. Seharusnya, dikatakan Amril Jilha, harus ada kompensasi dari pemerintah untuk para pedagang di eks Iwapi tersebut. Tidak hanya itu, pemerintah kota Padang seharusnya mempertahankan keberadaan terminal dibandingkan dengan pembangunan pasar yang menuai banyak protes. Menyinggung masalah pembangunan terminal angkot yang berada di samping SPR dekat Koppas Plaza, yang termasuk ke dalam pembangunan SPR tahap II, kata caleg dari partai Nasdem ini lagi, dinilai merupakan pembodohan terhadap rakyat dan sebuah kekeliruan. Tak kunjung terealisasinya pembangunan terminal angkot di Kota Padang, menuai kritik dari sejumlah anggota DPRD Kota Padang. Pengelola SPR, dinilai bertanggung jawab untuk segera menyelesaikan proyek pembangunan terminal tersebut. Sebab dalam kontrak kerjasama dengan Pemko, SPR memasukkan maket terminal dalam pembangunan tahap II. “Sejak ditekannya kontrak kerjasama antara Pemko dan SPR tahun 2005 lalu, Pemko Padang tidak pernah mengajukan anggaran untuk pembuatan terminal angkot,” pungkasnya.(h/cwhid)

LAPORAN PENGGELAPAN

Budiman Layangkan Somasi PADANG, HALUAN— Budiman (50) melayangkan surat somasi terhadap mantan bakal calon (Balon) Walikota Padang yang telah gagal yakni Andre Rosiade (35), terhadap laporannya di Mapolresta Padang, Minggu (22/9) lalu. Surat somasi tersebut dilayangkan, Sabtu (28/9). Hal tersebut dilakukan agar Andre melakukan klarifikasi atas laporannya. Sebab, dalam hal ini seharusnya yang dilaporkan adalah pihak PT PT Andalas Bara Sejahtera (ABS). “Saya memberikan waktu kepada Andre untuk meminta maaf, satu minggu setelah surat tersebut diterimanya. Namun apabila tidak dilaksanakan, maka saya akan melaporkan ke aparat penegak hukum tentang pencemaran nama baik dan fitnah,” kata Budiman, kemarin (1/10). Diceritakan Budiman, sebelum kejadian tersebut kontrak jual beli batubara antara PT. Cahaya Azizah (CA) dan PT ABS melakukan penjanjian dan penandatanganan oleh Andre dan dirinya sebagai direktur utama pada tanggal 29 Februari 2012, namun pada saat itu belum ada pembayaran. Kemudian terjadi perubahan kepengurusan PT ABS pada tanggal 26 Maret 2012, sehingga dirinya sebagai dirut digantikan oleh Mohammad Abdul Karem. “Maka tanggungjawab jual beli batubara Direktur PT ABS yang baru,” ujarnya kepada Haluan. Setelah itu, PT CA melakukan pembayaran ke rekening PT ABS pada tanggal 5 Juli 2012, dan tidak masuk ke rekeningnya. Selain itu, dia pun tidak menjabat sebagai dirut di PT ABS. Atas pembayaran itu, lanjut Budiman, PT ABS membuka surat izin (SI) sebanyak 5.000 ton dengan transportir PKM. “Kewajiban PT ABS sudah dilaksanakan sesuai perjanjian saat itu,” jelasnya. Ternyata PKM tidak hanya sebagai transportir PT CA, tapi juga transportir beberapa buyer lainnya. Kemudian PT CA yang pada awalnya akan membawa batubara mendapatkan halangan pengangkutan oleh pihak tertentu, sehingga batubara yang terangkut baru sebanyak 500 ton. Maka untuk memenuhi kewajiban PT CA, terpaksa menggunakan PT LCC (milik Endre Saifoel) untuk pengangkutan dan juga membayar atau membeli batubara dari LCC. Sehubungan adanya aturan Gubenur Sumatera Selatan mengenai larangan melewati jalan negara, dan permasalahan yang terjadi di PT ABS, maka sejak Januari 2013 hingga pertengahan Agustus 2013 produksi batubara PT ABS terhenti. “Maka dari mana letaknya saya melakukan penggelapan. Padahal saat melakukan transfer uang bukan ke rekening saya, melainkan ke rekening perusahaan. Selain itu, juga tidak ada diambil oleh pihak keluarga saya,” ungkapnya. Sementara itu, Andre Rosiade saat dihubungi wartawan menyebutkan, dia tidak akan mencabt laporan terkait kasus penggelapan yang dituduhkan kepada pengusaha batubara Budiman. Selain itu, dia tidak ada melakukan pencemaran nama baik.(h/nas) >> Editor : Heldi

>> Penata Halaman : Jefli


RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQAEDAH 1434

Harapan Kepada Calon Tunggal Kapolri RESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono sudah menyerahkan nama Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Sutarman ke DPR untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan menjadi calon Kapolri menggantikan Kapolri Jenderal Timur Pradopo yang memasuki usia pensiun. Sosok Sutarman mendapat dukungan dari berbagai pihak dan dianggap sebagai calon Kapolri yang bisa menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di tubuh Polri. Jenderal bintang tiga yang pernah menjadi ajudan Presiden RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tersebut juga dianggap memiliki kemampuan dan track record yang mumpuni untuk memimpin institusi berseragam cokelat. Menariknya, lingkungan pondok pesantren, seperti Pondok Pesantren Almukmin di bawah asuhan Buya Abu Bakar Basyir turut mendukung Komjend Sutarman sebagai calon tunggal Kapolri. Sutarman dianggap sebagai sosok yang bersih dan juga dekat dengan umat Islam. Di sisi lain barangkali pengaruh Gus Dur selaku tokoh multi etnis juga ada pada sosok Sutarman. Ia akan lebih mudah diterima oleh umat dari berbagai agama dan latar belakang. Kapolri Timur Pradopo sendiri juga menyebut bahwa Komjen Sutarman adalah sosok yang tepat memimpin institusi Polri ke depan. Seandainya memang Sutarman nantinya yang dilantik menjadi Kapolri, maka ada tiga hal yang menjadi pekerjaan rumah alias (PR) baginya. Sutarman perlu diingatkan untuk bekerja fokus dan profesional jika terpilih menjadi Kapolri. Pertama, menyelesaikan kasus-kasus prioritas yang belum tuntas serta tetap menjaga profesionalisme dalam tugas pokok dan fungsinya, sehingga tidak memunculkan antipati terhadap Polri. Kedua, Polri harus melakukan reformasi birokrasi internal, sehingga tidak ada lagi kasus rekening gendut anggota Polri dan kasus seperti anggota Polres Raja Ampat, Aiptu Labora Sitorus. Ketiga adalah tuntutan independensi Polri pada Pemilu 2014 juga harus menjadi perhatian serius dari kapolri yang baru. Pesta demokrasi pemilu legislatif dan pemilu presiden tidak boleh dicederai dengan keberpihakan anggota Polri. Tugas kapolri yang baru cukup berat tapi harus bisa dijalankan. Ini butuh komitmen, integritas dan profesionalitas. Praktik cyber crime dan white collar crime. Modus operandi kejahatan oleh korporasi dan oleh para profesional makin tinggi, Polri tidak boleh kalah, ujar dia. Sutarman tentu juga diharapkan bisa menjaga kesolidan dan kedisiplinan anggota Polri dari semua jenjang kepangkatan dan wilayah kerja. Potensi konflik antaranggota maupun dengan anggota kesatuan TNI juga harus menjadi fokus perhatian dari Kaplri yang baru nantinya. Korps baju cokelat ini memang perlu melakukan instropeksi dan pembenahan sehingga namanya yang tercemar di masyarakat secara berangsur dapat pulih kembali. Semoga Sutarman bisa mengangkat nama institusi Polri hingga kembali harum dan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. **

Apa Kabar Partai Politik OLEH: MIRAWATI UNIANG

P

„ Akhir Oktober, Krisis Listrik Berakhir

„ Janji lagi, janji lagi

5

Freelance Writer – tinggal di Padang

embaga Survey Nasional (LSN) bulan Juli lalu, merilis hasil survey mereka seputar tingkat kepercayaan publik terhadap instrumen demokrasi. Hasilnya cukup mengejutkan. Partai politik sebagai instrumen vital demokrasi, justru menjadi institusi yang paling tidak dipercaya publik. Dengan menyebar kuisioner di 33 provinsi, 42,6% responden mengaku masih percaya pada partai politik. Persentase ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga lain, seperti organisasi kemasyaratan (ormas) sebesar 57,5%, menyusul LSM (58,5%), media massa (65,1%) lembaga survey (69,3%) dan mahasiswa di posisi puncak sebanyak 70,8%. Terlepas dari hasil survey LSN atau lembaga survey lainnya, kenyataannya kondisi partai politik di negeri ini memang sedang sekarat. Masyarakat – khususnya pemilih pemula – banyak yang skeptis dengan keberadaan partai politik dalam kehidupan berdemokrasi. Melonjaknya angka golongan putih (golput) pada sejumlah pilkada di beberapa daerah yang bahkan mendekati 50%, menjadi jawaban dari ketidakpercayaan

L

tersebut. Bisa jadi masyarakat tidak percaya terhadap parpol, politisi atau demokrasi itu sendiri. Atau bisa jadi, kombinasi dari ketiganya. Contoh lainnya, Pilwako Padang yang akan digelar 30 Oktober mendatang. Dari 10 pasang cawako/cawawako, tujuh pasang diantaranya berasal dari jalur perseorangan (independen). Ditengarai berbelitnya administrasi dan bargaining yang alot plus tingginya biaya untuk mencalon dari jalur partai politik, membuat calon memilih jalur independen. Meski harus diakui, untuk maju dari jalur perseorangan ini juga bukan perkara gampang dan murah. Kenapa kondisi seperti ini bisa terjadi? Bukankah sejatinya, sebagai instrument vital dalam berdemokrasi, harusnya keberadaan partai politik berjalan seiiring dengan pertumbuhan demokrasi itu sendiri? Bukan malah bertolak belakang? Tidak maksimalnya peran partai politik dalam denyut nadi demokrasi di negeri ini, tak terlepas dari berbagai faktor. Pertama, buruknya sistem dalam partai itu sendiri. Partai politik sejauh ini hanya berperan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Mengeruk keuntungan, mesin uang (baca:

ATM) para elit partai sehingga partai tak lebih dari sekedar “komunitas” mencari uang. Dengan dalih mahalnya biaya demokrasi langsung, partai terpaksa mengerahkan kadernya untuk mencari dana di luar partai. Salah satunya dengan modus menitipkan kadernya di kementerian. Alhasil, seperti yang kita saksikan hari ini, sejumlah partai politik mengalami “tsunami” internal yang memporak-porandakan pondasi partai. Ada partai yang petingginya terseret kasus korupsi dan menjadi pesakitan di pengadilan tindak pidana korupsi. Sebagian yang lain, mulai terseret-seret pula dalam mega proyek bernilai triliunan. Bagaimana tidak? Untuk bisa terpilih menjadi ketua umum saja, dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Menyambangi DPD yang tersebar di 34 provinsi, konsolidasi kader dan lain sebagainya. Dari mana dananya, kalau bukan hasil “menjarah” sejumlah proyek dan tipu-tipu anggaran. Kedua, munculnya oligarki dan politik dinasti. Ini lazim terjadi di Indonesia. Tidak berkembangnya partai politik, salah satu disebabkan oleh politik keluarga atau dinasti. Pada beberapa partai – sepertinya mulai menggejala menjadi sebuah fenomena – kekuasaan segelintir elit sangat absolut dan tidak terbatas. Dengan mengkonsolidasikan dan membagi-bagi posisi pada sejumlah

anggota keluarganya, membuat partai menjadi milik keluarga atau kelompok tertentu. Sulit bagi figur di luar dinasti keluarga tersebut untuk berkembang atau mencapai posisi puncak. Kalaupun si kader memiliki popularitas dan elektabilitas lebih, ia tetap sebagai penggembira, bukan sebagai elit. Ia akan terbentur pada aturan main yang digariskan partai. Dinasti politik yang semakin kokoh di ranah politik Indonesia ini, membuat kaderisasi partai berjalan lamban. Bahkan cenderung stagnan. Kondisi ini sekaligus menggiring persepsi publik, bahwa politik memang miliki segelintir orang. Ketiga, partai politik di Indonesia terjebak dalam pusaran kapitalisme. Partai dikuasai oleh kaum pemodal (kapitalis). Mirip dengan politik dinasti, kapitalisme yang menyusup di partai politik menyebabkan partai sulit melakukan kaderisasi. Pasalnya, kader dan elit partai banyak yang menghamba kepada pemilik modal. Ibarat sebuah perusahaan, para pemilik modal inilah yang menentukan kebijakan dan arah partai. Tanpa suntikan dana segar, partai politik akan kekurangan “oksigen” untuk bernafas. Akibatnya, sebagian elit partai membeo kepada pemilik modal. Pasrah sepanjang kepentingan dan tujuannya pribadi juga tidak terusik.

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan kian tidak menampakkan wajahnya. Karena permusyawaratan di lembaga perwakilan juga kian tidak bijaksana dan tidak mengacu kepada kepentingan rakyat. Sementara pelaksanaan demokrasi idaman kita cenderung kebablasan dan liberal tanpa batas yang gampang memicu konflik bersuasana panas. Penyakit akut sosial yang masih sulit disembuhkan adalah “ketidakadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, baik ketidakadilan hukum, ekonomi dan aspek kehidupan lainnya. Ketidakadilan di bidang hukum yang dapat disaksikan secara terang benderang adalah rumitnya proses hukum terhadap orang-orang kelas atas, tetapi amat gampang dilakukan terhadap rakyat kecil. Seperti yang kita saksikan bersama, di negeri ini proses hukum terhadap rakyat kecil pencuri sepasang sandal dan tiga biji buah cokelat begitu gampangnya. Tapi terhadap koruptor miliaran rupiah sangat berbelit-belit. Apakah kegagalan kita berpancasila seperti itu memang

disebabkan oleh dihapusnya program P4 dan pelajaran PMP di sekolah? Tidak juga! Malah mayoritas pelanggar nilai-nilai Pancasila itu adalah tokoh dan orang-orang yang dulu mengikuti P4 dan pelajaran PMP. Sampai sekarang Pancasila tetap diajarkan di sekolah melalui mata pelajaran sejarah dan kewarganegaraan. Cuma namanya yang tidak PMP. Kegagalan berpancasila sebenarnya lebih disebabkan oleh kekaburan kita melihat pentingnya dasar negara bagi sebuah bangsa dan ketidakbersatuan melawan musuhmusuh pelanggar nilai-nilai Pancasila itu sendiri. Persatuan seperti halnya persatuan kita melawan penjajah juga sangat penting untuk mempertahankan ideologi. Dalam hal ini kita harus mengakui dan tidak usah malu mengapresiasi pemerintahan Orde Baru yang begitu kompak melawan ideologi komunis, sehingga ideologi itu musnah di republik ini, kendati Orde Baru juga gagal berpancasila pada bidang-bidang lain. Satu hal lagi yang menjadi ganjalan dalam proses sosialisasi dan pewarisan Pancasila adalah kelangkaan contoh dari tokoh yang semes-

Sinergisitas yang baik antara elit partai politk, penguasa dan pemilik modal, pada akhirnya melahirkan liberalisasi partai politik. Partai bukan lagi instrumen penting dalam sebuah demokrasi, melainkan sekedar alat dan kendaraan untuk mencapai tujuan. Dengan sistem liberal dan kapitalisme, siapapun bisa menjadi pemilik partai, sepanjang ia memiliki uang dan kekuasaan. Sehingga bisa dikatakan, demokrasi hanya menjadi milik segelintir orang di negeri ini. Anjloknya kepercayaan publik terhadap parpol, seharusnya menjadi perhatian dan fokus para elit dan petinggi partai, juga penguasa (baca: pemerintah). Partai politik sejatinya harus bekerja ekstra keras meyakinkan publik, dengan meningkatkan kinerja dan performa. Sehingga masyarakat yakin bahwa mereka memang layak dipercaya. Bukan sekedar pencitraan – apalagi sarat korupsi dan sensasi – tapi minus prestasi. Tapi sepanjang parpol masih disusupi roh liberalis-kapitalis, maka selama itu pula kepercayaan masyarakat akan sulit diraih. Partai politik tak lebih dari alat untuk mencapai kekuasaan, bukan ranah pengabdian kepada masyarakat. Kita lihat saja, bagaimana partai politik akan memainkan perannya pada pemilu 2014 mendatang.

Kegagalan Kita Berpancasila? ejak peristiwa G 30 S 1965, setiap tanggal 1 Oktober diadakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Dasar negara produk BPUPKI itu dianggap sakti, karena tidak mampu dipatahkan oleh golongan manapun yang berideologi lain, termasuk oleh kaum komunis yang atheis. Karena kesaktianya, nilainilai Pancasila tetap dijadikan sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai rongrongan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga nilainilai yang dikandungnya terus disosialisasikan agar dihayati dan diamalkan oleh seluruh warga negara Indonesia. Untuk itu, di masa Orde Baru diberlakukan azas tunggal Pancasila dan diluncurkan program Pedoman, Penghayatan dan Pengamalan Pancasila(P4) dalam bentuk penataran dan pelatihanpelatihan terhadap penyelenggara negara dan rakyat. Setiap item Pancasila ditafsirkan dengan butiran nilainilai. Di sekolah-sekolah diajarkan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Tapi di era reformasi ini, P4 dan mata pelajaran PMP dihapus. Penghapusan program

S

tersebut dianggap oleh sebagian kalangan sebagai penyebab munculnya berbagai peristiwa dan kesalahan perilaku anak bangsa yang mengisyaratkan kita gagal berpancasila. Sebagai contoh kegagalan kita mengamalkan Pancasila, sila I, Ketuhanan Yang Maha Esa adalah makin serunya konflik antar umat berlainan agama dan antar umat sesama satu agama. Bahkan yang mencemaskan, agama juga dijadikan sebagai isu politik untuk menjegal tokoh-tokoh beragama tertentu dari etnis tertentu. Kini terlihat toleransi antar umat beragama cenderung mengalami pemudaran. Tanda kegagalan kita mengamalkan sila ke II antara lain, seringnya terjadi peristiwa pelanggaran hak azazi manusia yang dilakukan secara keji dan sadis, baik oleh orang yang disebut teroris maupun oleh pelaku kriminal lainnya. Sementara pemberantasan bibit pemecah Persatuan Indonesia berupa masalah separatisme di beberapa daerah seperti OPM dan RMS belum tuntas. Begitupunn tawuran antar kampung, antar pelajar, antar mahasiswa dan antar kelompok serta konflik politik semakin mewarnai kehidupan sosial kita sehari-hari.

OLEH: Kasra Scorpi tinya menjadi teladan rakyat. Bahkan yang sagat ironis, tokoh tersebut malah melanggar Pancasila itu sendiri. Nah, karena begitu banyaknya masalah dalam upaya pelestarian semangat Pancasila, di Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2013 ini, marilah kita sama-sama membuka pikiran mencari solusi jitu untuk mempertahankan Pancasila yang dianggap sakti, jangan hanya sekedar mengikuti upacara dengan bermegahmegah. ***

„ Padang Harus Punya Terminal „ Mestinya Walikota mengerti itu

PEMBERITAHUAN SETIAP artikel/opini yang dikirim ke Redaksi Haluan, panjang tulisan minimal 1.000 words (kata) dan maksimal 1.350 words (kata). Hendaknya artikel tak dikirim secara bersamaan ke media lain yang terbit di Kota Padang. Setelah 15 hari jika artikel tak dimuat, maka tulisan tersebut kami nilai tak layak muat. Terima kasih.

Perubahan Nama Jalan Sepanjang Jalan Bypass Assalamualaikum Bapak Walikota dan Bapakbapak anggota DPRD Kota Padang. Kami memahami maksud bapak untuk merubah nama jalan Bypass menjadi jalan Bagindo Aziz Chan. Tapi tolong dipikirkan juga masalah-masalah yang akan kami hadapi, seperti bagaimana dengan alamat-alamat yang lama. Bagaimana kartu keluarga dan e-KTP kami yang baru saja kami terima yang tentu harus kami rubah dan perbaharui lagi? Apa ini sudah jadi pertimbangan juga bagi Bapak? Bagi kami rakyat kecil, hal ini cukup merepotkan. Tolong Bapak pikirkan lagi hal ini. Terimakasih . +6281267423***

Pemimpin Umum

Terbit Sejak 1948 Pendiri H. Kasoema

Penerbit: PT Haluan Sumbar Mandiri (Haluan Media Group). SIUPP No 014.SK.Menpen.SIUPP A.7 1985 tanggal 19 November 1985.

: H. Basrizal Koto

WPU / Penanggungjawab

: Zul Effendi,

Pemimpin Redaksi

: Yon Erizon

Pemimpin Perusahaan

: Indra Helmi

Redaktur Pelaksana

: Ismet Fanany MD

Redaktur Pelaksana

: Syamsu Rizal

Manejer Pemasaran & Red.Khusus : David Ramadian Koordinator Minggu & Online

: Eko Yanche E

Koordinator Liputan

: Devi Diany

Manajer Cetak

: Mardius Caniago

Minyak Tanah Bersubsidi Dijual ke Daerah Lain Kepada Yth Kepala Dinas Pertambangan Sumbar. Kami atas nama masyarakat Lintau Buo Utara mohon agar agen minyak tanah nakal yang berupaya menimbun/menjual minyak tanah bersubsidi yang berlokasi di Nagari Balai Tangah Lintau Buo Utara Tanah Datar Sumbar ditindak. Mereka menjual minyak tanah bersubsidi seharga Rp5.000 hingga Rp6.000 per liternya. Padahal harga normal minyak tanah bersubsidi subsidi hanya Rp3.500 per liter. Dan jatah KK nya juga dikurangi. Minyak tanah bersubsidi tersebut juga dipasok ke daerah lain di luar Lintau. Pedagang yang berupaya untuk mencari untung besar sendiri ini , mesti segera ditindak alias tidak bisa dibiarkan karena telah berdampak pada masyarakat yang selalu kesulitan untuk mendapatkan minyak tanah bersubsidi. Tindakan tersebut sudah melanggar pidana ekonomi, karena telah menjual/memasok minyak tanah bersubsidi ke wilayah lain. Ttd dari masyarakat LBU yang dirugikan. +6285271289***

Direktur Haluan Media Group: H Desfandri. Dewan Redaksi : H. Basrizal Koto, H. Desfandri, H. Hasril Chaniago, Zul Effendi, Yon Erizon, Indra Helmi, Ismet Fanany MD, Eko Yanche Edrie, Syamsu Rizal, Sekretaris Redaksi: Silvia Oktarice, Redaktur: Rudi Antono, Afrianita, Atviarni, Dodi Nurja, Nova Anggraini, Rahmatul Akbar. Asisten Redaktur: Nasrizal, Ade Budi Kurniati, Heldi Satria. Reporter Padang: Parwis Nst, Ramadhani, Perwakilan Bukittinggi: Yursil Masri (Plt Kepala), Haswandi, Syamsuardi S, Ridwan, Pariaman/Padang Pariaman: Dedi Salim, Trisnaldi, Payakumbuh/Limapuluh Kota: Zulkifli, Syafril Nita, Sri Mulyati, M Siebert, Pasaman:Atos Indria, Ahdi Susanto, Welina, Agam: Rahmat Hidayat, Kasra Scorpi, Padang Panjang: Iwan DN, Rian Syair, Tanah Datar: Yuldaveri, Emrizal, Pasaman Barat: Suryandika, M. Junir, Gusmizar, Pesisir Selatan: Sabrul Bayang, M. Joni, Haridman, Kabupaten Solok/Kota Solok: Riswan Jaya, Alfian, Almito, Marnus Chaniago, Solok Selatan: Icol Dianto, Sawahlunto: Fadilla Jusman, Sijunjung: Azneldi, Dharmasraya: Maryadi, Ferry Maulana, Biro Jakarta: Syafril Amir, Jamalis Jamin, Surya, Biro Riau: Ahmad Zulkani, Biro Kepri: Andi. Tim Kerja Usaha: Efri Hanter (Kabag Sirkulasi), Yursil Masri (Manajer Keuangan), Andiyanto (Koord Sirkulasi), Yunasbi (Kabag Iklan), Tata Letak/Desain: David Fernanda, Nurfandri, Rahmi, Syamsul Hidayat, Jefli, HRD : Desmasari, Umum : Nurmi, Kasir : Desy, TI : Teguh ,Pra Cetak : Sawal Marjuni HRP, Mai Hendri, Cetak : Mardianto (Koordinator), Afandi, Rudi Kurniawan, Jecky Jekcson. Haluan Media Group: CEO H.Basrizal Koto, Direktur: H Desfandri. Kantor Jakarta: Graha Basko, Jln. Kebun Kacang XXIX No.2A Jakarta Pusat 10240. Telp. (021) 3161472, 3161056 Fax. (021) 3915790, Iklan dan Sirkulasi: (0751) 4488700, Alamat Redaksi/Bisnis: Komplek Bandara Tabing, Jl Hamka Padang. Telp. (0751)4488700, 4488701, 4488702, 4488703, Fax (0751) 4488704 Email: haluanpadang@gmail.com, redaksi_haluan@yahoo.com, website: http/harianhaluan.com, Harga Langganan/iklan: Harga langganan bulanan dalam kota Padang Rp78.000, Harga eceran Rp3.500,- Tarif iklan: Tarif Iklan: Display FC halaman satu: Rp50.000/ mm kolom, Display BW halaman satu: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam FC: Rp35.000/mm kolom, Display halaman dalam BW: Rp17.500/mm kolom, Iklan SC :Rp25.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat FC: Rp15.000/mm kolom, Sosial/Ucapan Selamat BW: Rp10.000/mm kolom, Dukacita: Rp10.000/mm kolom, Iklan kolom (maks 300 mmk) FC: Rp15.000, Iklan Kolom (maks 300 mmk) BW: Rp10.000, Advertorial FC: Rp40.000/mm kolom, Advertorial BW: Rp25.000/mm kolom Bank: BRI Cabang Padang Rek No: 0058-01-001430-30-8, Bank Nagari Cabang Utama Padang Rek No: 1008.0103.00009.1 PT Haluan Sumbar Mandiri Dicetak oleh Unit Percetakan PT Haluan Sumbar Mandiri Padang. Klik http://www.harianhaluan.com >> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

>> Penata Halaman : Ijef


6

RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQAEDAH 1434 H

SATU TAHUN F-WAN

Dulang 9 Prestasi Nasional TAK terasa, pasangan Walikota Payakumbuh Riza Falepi dan Wakil Walikota H Suwandel Muchtar, sudah setahun memimpin Kota Batiah Payakumbuh. Setahun memimpin Kota Payakumbuh, pasangan F-Wan, julukan duet pimpinan daerah ini, sudah banyak membawa perubahan bagi Payakumbuh. Di masa kepemimpinan F-Wan sejumlah penghargaan bergengsi di tingkat nasional telah diukir Kota Payakumbuh. Secara bertahap, pembangunan inftastruktur juga meningkat. Pertumbuhan ekonomi Kota Payakumbuh juga tertinggi di Sumbar dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kesimpulannya Payakumbuh kian berkibar di pentas nasional. Kemajuan yang diukir Payakumbuh tidak membuat pasangan F-Wan jadi puas. Sebaliknya, pimpinan daerah pilihan rakyat ini, mengaku, belum mampu berbuat banyak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Perjalanan kami masih panjang, dan belum banyak yang kami berikan terhadap masyarakat dan kota ini,” sebut Walikota Riza Falepi dan Suwandel Muchtar, saat dihubungi secara terpisah, Senin (30/9) lalu. Menurut F-Wan, keterbatasan financial membuat dirinya serba terbatas dalam mewujudkan janji-

janji politik pada masa kampanye Pilkada lalu. Walau begitu, dari sekian banyak yang dijanjikan, pasangan F-Wan telah mengaplikasikan sebagaian janji politik mereka. Bidang pendidikan, misalnya, pasangan F-Wan mampu mendorong jajaran dinas pendidikan dan kepala sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Bidang Pendidikan Buktinya, seorang pelajar Payakumbuh, Aiken Jethro, murid kelas VI SD Islam Raudhatul Jannah akan mewakili Republik Indonesia ke Olimpiade Sains Tingkat Dunia di Seoul, Korea Selatan, Oktober 2013. Padahal, selama ini belum satupun pelajar Payakumbuh yang mampu menembus gelar juara nasional. Harapan F-Wan, sukses Aiken, bakal diikuti pelajar lainnya. Aiken, akan membuka kebuntuan terhadap prestasi selama ini. Selain peningkatan mutu pendidikan, F-Wan

dalam setahun ini, juga mampu mengaplikasikan pembangunan dua sekolah baru, yaitu SMPN X di Nagari Aur Kuniang dan SMAN 5 di Nagari Limbukan, keduanya di Kecamatan Payakumbuh Selatan. Kedua bangunan gedung sekolah itu, bukti kegigihan pasangan F-Wan mendorong Kadisdik Payakumbuh H Hasan Basri, SY, SPd, untuk mengail dana pembangunan gedung sekolah ke pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya sebatas menyediakan dana pengadaan tanah untuk lokasi sekolah. Insyaallah tahun ajaran 2014/2015, gedung sekolah itu, dijadwalkan rampung pekerjaannya. Juara Lomba UKS Terkait dengan sekolah bermutu, pemko dengan dukungan SKPD terkait, juga gigih mengimpletasikan lingkungan sekolah sehat dengan program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). Program yang dikomandoi Pembina UKS Kota Payakumbuh dan UKS kecamatan itu, berbuah hasil positif dalam tahun ini. Pembina UKS melibatkan sejumlah pejabat Dinkes, Dikdis dan Bagian Kesra Setdako serta pemerhati penddikan lainnya. TK Pembina Payakumbuh yang berlokasi di Kelurahan Payolansek, Kecamatan Payakumbuh Barat, ditetapkan Kemendikbud RI

sebagai juara dalam lomba UKS Nasional 2013. Penghargaan dan trofi serta uang pembinaan Rp25 juta untuk TK Pembina, telah diterima Walikota Payakumbuh diwakili Staf Ahli Walikota Drs Edvianus yang juga Pembina UKS Payakumbuh, dalam acara di sebuah hotel berbintang di Sentul Bogor. MDGs Award untuk Pendidikan Inklusif Pendidikan inklusif Payakumbuh juga menjadi acuan nasional. Sebagai kota pelopor pendidikan inklusif pertama di Indonesia, pemko bersama Pokja Pendidikan Inklusifnya juga terus membenahi program sekolah bagi penyandang cacad. Di Payakumbuh anakanak berkebutuhan khusus telah mendapatkan hak-hak pendidikan mereka. Sesuai data, saat ini tercatat 750 lebih anak berkebutuhan khusus yang putus sekolah. Dinas Pendidikan Payakumbuh bersama Pokjanya harus mampu memberikan ruang kepada 750 lebih anak yang belum menikmati pendidikan itu. Orang tua mereka harus dimotivasi, agar tak malu menyekolahkan putra-putri mereka, sama halnya dengan anakanak sehat lainnya. Semangat pemko dalam pendidikan inklusif ini, membuat pasangan F-Wan menerima penghargaan MDGs Award dari Presiden RI SBY. Penghargaan MDGs Award ini diterima Walikota Riza Falepi dalam acara di Nusa Dua Bali, Februari 2013. Penghargaan IGRA Penghargaan MDGs

MENDAGRI Gamawan Fauzi menyerahkan IMP Award kepada Walikota Riza Falepi.

Award, bukanlah penghargaan bergengsi yang pertama diterima Payakumbuh. Sebelumnya, kota ini juga telah mengantongi penghargaan tingkat nasional yang tak kalah prestisius. Kota ini yang punya kepedulian tinggi dalam bidang penghijauan dan perindangan kota serta lingkungan hidup, memetik penghargaan nasional pertama, berupa penghargaan IGRA, Desember 2012. Penghargaan ini diterima Walikota Riza Falepi dari Wakil Presiden Boediono di Balai Kartini Jakarta. IMP Award Di awal tahun 2013 Payakumbuh memperoleh IMP (Inovasi Management Perkotaan) Award dari Presiden RI melalui Mandagri Gamawan Fauzi dalam acara di stasiun TV Nasional Indosiar, Jakarta. IMP Award, penghargaan atas kota yang mampu memberikan ruang berjualan bagi pedagang kaki lima serta mampu menata pasar tradisional menjadi pasar yang sehat dan bersih lingkungannya. Pasar tradisional Pasar Ibuah terbilang pasar yang tertata dengan bersih dengan lingkungan yang sehat. Di

WALIKOTA Payakumbuh Riza Falepi ST MT didampingi Dara dan Bujang Kota Payakumbuh diarak bersama dengan Piala Adipura 2013.

WALIKOTA Riza Falepi bersama Menko Kesra Agung Laksono dan CEO Haluan Media Group H Basrizal Koto usai menerima Piala MDGS Award.

STAF Ahli Walikota Drs Edvianus bersama rombongan sewaktu menerima Piala UKS Nasional.

Menteri Sosial RI Dr H Salim Segaf Al Jufri bersalaman dengan Walikota Riza Falepi, usai penetapan Payakumbuh Kota Sejahtera di Jakarta.

MENEG Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amelia Sari Gumelar menyerahkan Piala Kota Layak Anak 2013 kepada Wawako Payakumbuh Suwandel Muchtar di auditorium Kemenag Jakarta.

pasar yang mampu menampung 1.500 pedagang barang kebutuhan sehari-hari ini, menjadi pusat ekonomi terbesar di Sumatera Barat. Bayangkan, di Indonesia, hanya ada di pasar tradisional Ibuah terjadi transaksi Rp2 miliar dalam dua jam, dari pukul 05.30 sampai pukul 07.30 WIB. Di pasar ini, sekitar seribu pedagang garendong, pedagang barang kebutuhan sehari-hari keliling dengan sepeda motor, sibuk mengumpul barang dagangannya, untuk selanjutnya dibawa keseluruh pelosok desa di kawasan Kabupaten Limapuluh Kota, Agam, Tanah Datar dan kelurahankelurahan dalam Kota Payakumbuh. Di pasar ini, sampah pasar diolah menjadi pupuk organik. Produksinya mencapai 32 ton per bulan. Penjualan pupuk ini, juga menjadi penerimaan PAD bagi Payakumbuh. Piala Adipura Piala Adipura ketujuh bagi kota sedang ini, sebuah catatan prestasi bagi sebuah kota dalam penataan kebersihan dan lingkungan hidup kota. Piala Adipura ini diterima Walikota Riza Falepi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Menteri Lingkungan Hidup Prof Dr Balthasar Kambuaya MBA di gedung Smesco Jakarta, Juni 2013. Payakumbuh, punya tempat pemprosesan sampah (TPA) yang benar-benar sehat. Tak ada bau di lingkungan, karena pola sanitary landfill pada TPA ini menyenangkan pekerja Dinas Tata Ruang Kebersihan dan Pertamanan mengelola sampah di TPA ini. Di Payakumbuh, tahun 2014, dirancang pola Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (PSBM). “Ini sebuah pemberdayaan terhadap masyarakat kelurahan,” sebut F-Wan. Kota Layak Anak Kota berpenduduk 130 ribu jiwa ini, juga dinilai pemerintah pusat punya kepedulian tinggi terhadap kebutuhan anak. Berbagai fasilitas buat anak bermain, secara bertahap terus dibenahi. Mulai dari ruang terbuka hijau (RTH) lengkap dengan fasilitas untuk anak bermain, sampai dengan membentuk program PAUD (pendidikan anak berusia dini) yang berintegrasi dengan Posyandu. Di Kota Batiah ini, PAUD berintegrasi dengan Posyandu ini terus bertambah. Sekarang ini, tercatat hampir 25 persen PAUD dan Posyandu berintegrasi dari ratusan Posyandu di lima kecamatan Payakumbuh. Dari hal ini, Payakumbuh memeroleh Penghargaan Kota Layak Anak yang diterima Wakil Walikota H Suwandel Muchtar, didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan KB, Drs. Harmayunis, dalam acara di Auditorium KH Mhd. Rasyidi Kementerian Agama Jakarta, >> Editor : Yon Erizon

Selasa (23/7). Penghargaan diberikan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar bersama Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prof Fasli Jalal. Piala WTN Prestasi teranyar yang dikantongi Payakumbuh, berupa Piala Wahana Tata Nugraha. Dalam lomba ketertiban lalulintas dan angkutan perkotaan itu, Payakumbuh selama tujuh tahun terakhir hanya mampu mengukir prestasi sebatas menerima Plakat WTN. Tapi, sejak kepemimpinan F-Wan, secara bertahap Dinas Perhubungan dan Komunikasi Payakumbuh terus membenahi sektor lalulintas dan angkutan perkotaan ini dengan baik. Sesuai rencana, Walikota Payakumbuh Riza Falepi bersama Kapolresta AKBP Rubintoro Suhada dan Kadishub Komunikasi Adrian SH MSi dan Staf Ahli Walikota Hendri Refdinal SE MSi, akan menerima Piala Wahana Tata Nugraha dari Presiden RI SBY melalui Menteri Perhubungaan EA Mangindaan, di Hotel Shangrilla, Surabaya, Kamis (3/10). Penghargaan Kota Sehat Penghargaan bergengsi yang juga tengah dinantikan Payakumbuh tahun ini, adalah penghargaan Kota Sehat Swasti Saba Tingkat Pengembangan (Wistara). Ini bukan penghargaan Kota Sehat pertama bagi Payakumbuh, melainkan yang kelima kalinya bagi Payakumbuh. “Kita optimis Penghargaan Kota Sehat Tingkat Pengembangan yang merupakan level tertinggi ini mampu diraih Payakumbuh,” tegas F-Wan. Menurut rencana, Kementerian Kesehatan RI baru akan mengumumkan kota/kabupaten yang sukses meraih penghargaan Kota Sehat ini pada acara peringatan Hari Kesehatan Nasional di Jakarta, 12 November mendatang. “Mudah-mudahan, prestasi ini juga akan menjadi milik Payakumbuh,” sebut F-Wan. Selain penghargaan di tingkat nasional, Payakumbuh juga mendulang prestasi di tingkat provinsi. Dari sejumlah kegiatan, putera-puteri terbaik dan pejabat kota ini memberikan kontribusi buat pemko. Di antara prestasi yang diukir, Lomba Kompetensi Kelurahan yang diraih Lurah Balai nan Tuo, Kecamatan Payakumbuh Timur, Alfiandra. Kemudian Syahrul Yondri, penemu cabe Kopay, terpilih sebagai Pelopor Ketahanan Pangan, dan Joni Saputra mengantarkan Payakumbuh juara Lomba Tanaman Pengolahan Perkebunan Tingkat Sumatera Barat, 2013. Joni dijanjikan Pemprop Sumbar akan dikirim ke Prancis, menyaksikan prosesing coklat. *** >> Penata Halaman : Syahrizal


RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQARDAH 1434

7

Pemprov Sumbar ............. Dari Halaman. 1 Akhir Oktober ................. Dari Halaman. 1 nilai-nilai kebangsaan ini tetap lestari di hati masyarakat untuk hari ini dan kedepannya. Kegiatan peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Muslim Kasim, Ketua DPRD, Yultekhnil, Forkopinda Sumbar, Ketua Penggerak PKK, Nevi Irwan Prayitno, Ketua DW persatuan,

Ketua KNPI, Kepala SKPD di lingkungan Pemprov serta utusan Ormas se-Sumatera Barat. 1 Oktober diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Kesaktian Pancasila karena tanggal ini dimaknai dengan selamatnya Indonesia dari pemberontakan Gerakan 30 September (G30S). Pada satu Oktober 1965, Dinas

Penerangan angkatan darat (AD) melalui RRI menyatakan, telah terjadi gerakan kontra revolosi yang menculik enam jenderal. Namun, situasi ini sudah diatasi oleh pimpinan AD yang berada di tangan Soeharto. Presiden Soekarno dan Jenderal Nasution pun berada dalam keadaan aman. (h/eni)

Ombudsman Terima .......... Dari Halaman. 1 “Bagaimana mungkin Kejaksaaan saja belum memeriksa, lalu kepala Dinas menyatakan tidak ada pelanggaran hukum” tegas Yunafri Sebelumnya, Ombudsman Sumbar sudah menyampaikan temuan-temuan terkait penyelenggaraan pendidikan di Kota Padang Sedikitnya ada 18 sekolah di Kota Padang yang di laporkan ke Ombudsman Sumbar, 15 di antaranya sudah memberikan klarifikasi, 6 di antaranya mengakui ada pungutan di luar

ketentuan Perwako dan di luar mekanisme rapat komite. Bahkan ada yang menyebut dengan uang titipan. Jenis pungutan pun beragam mulai dari uang bulanan, uang pembangunan, uang rehab kelas dan WC, uang beli AC, hingga iuran cicilan mobil operasional sekolah. Yunafri menyayangkan Dinas Pendidikan tidak fokus pada upaya perbaikan pelayanan dengan menertibkan temuantemuan yang sudah di akui

sendiri oleh Kepala Sekolah itu. ”Harus ada langkah perbaikan dan upaya-upaya hukum terhadap dugaan pungli ini” Kata Yunafri Oleh karena itu, selain tetap fokus pada pengawasan dan perbaikan kualitas pelayanan publik di Institusi Pendidikan itu, Ombudsman akan terus berkoordinasi dengan Kejaksaan dan Inspektorat sebagai pengawas Internal Pemerintah. “Kita tunggu saja, dan beri waktu untuk lembaga penegak hukum itu bekerja,” katanya. (h/met)

Dulang Rupiah ................ Dari Halaman. 1 Menurut Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Hendri Octavia didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Dinas Kehutanan Sumbar, Yonefis dan Kasi Penyuluhan Boy Martin kepada wartawan Selasa (1/10), budidaya jamur tiram mulai dikembangkan sejak 2 tahun lalu. Khusus bagi Dinas Kehutanan, budidaya ini dikembangkan bagi masyarakat yang bermukim di pinggir hutan atau dalam kawasan hutan. Tujuannya, agar masyarakat tersebut tidak lagi masuk hutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka bisa mengembangkan budidaya jamur tiram. Apalagi jamur ini sangat mudah berkembangbiak pada lokasi lembab. “Sejak 2 tahun lalu, kita mengembangkan budidaya tiram bagi masyarakat yang bermukim di pinggir hutan atau dalam kawasan hutan. Kita berharap, mereka tidak lagi menggantungkan hidupnya dari hutan,” katanya. Budidaya jamur tiram sangat mudah. Petani tak perlu berpanas-panas. Sebab jamur tiram dikembangkan dalam sebuah kubung atau tempat menanam jamur. Kubung berbentuk bangunan dengan ukuran 4x6 meter dan harus tertutup rapat serta tidak dibenarkan terkena cahaya

matahari. Pembuatan kubung diharapkan menggunakan bahan yang bisa menimbulkan rasa sejuk, seperti dinding anyaman bambu. Sebab jamur tiram hanya bisa tumbuh pada suhu di bawah 25 derajat celcius. “Untuk menanam jamurnya menggunakan bahan seperti jerami, serpihan kayu yang dikukus bersama kapur sadah. Setelah itu didinginkan. Kemudian dimasukkan ke dalam plastik berukuran 5-10 cm dengan panjang 10 cm atau disebut baglog. Setelah itu baru dimasukkan bibit jamur yang disebut biang,” terang Boy. Ketika memasukkan biang, mestinya dalam ruangan steril. Jika tidak, biang tidak akan tumbuh menjadi jamur tiram seperti yang diharapkan. Saat biang telah masuk ke dalam plastik sebagai media pengembangan jamur, maka biang akan tumbuh dan bisa dipanen setelah satu bulan kemudian. Masa panen jamur ini berkelanjutan. Dalam satu kali panen, satu plastik yang disebut dengan baglog, bisa menghasilkan 15 kg per hari. Harga jualnya sekitar Rp20.000/kg. Sebuah hasil yang sangat mengiurkan. Peluang pasar jamur tiram ini juga sangat besar. Di Sumbar, jamur tiram telah dikembangkan

di sejumlah daerah, seperti Padang Panjang, Bukittinggi, Limapuluh Kota, Payakumbuh, Tanah Datar, Sijunjung, Pasaman, Pasaman Barat dan lainnya. Sebenarnya, budidaya jamur tiram telah dimulai sejak 2009 lalu. Namun baru booming pada 2011 hingga sekarang. Sebagai dorongan bagi masyarakat untuk mengembangkan jamur tiram ini, Dinas Kehutanan Sumbar memberikan bantuan dana pengembangan bagi kelompok. Bantuan tersebut berasal dari APBD dan APBN. Masing-masing kelompok tani mendapat bantuan antara Rp23 juta hingga Rp25 juta. Disebutkan Hendri, jamur tiram ini tidak saja diminati masyarakat Sumbar, namun telah merambah ke provinsi tetangga Pekanbaru dan sekitarnya. Karena itu hingga kini jumlah kelompok tani yang mengembangkan budidaya jamur tiram terus bertambah. Dari data Dishut Sumbar, tercatat 34 kelompok tani. Satu kelompok terdiri atas 10 hingga 15 orang. Mereka tidak lagi sekedar menanam tapi sudah masuk tahap pengolahan hasil. Seperti mengolah jamur menjadi beraneka ragam makanan. Sebut saja krispi, sate, mpek-mpek, cake, rendang jamur dan lainnya. (h/vie)

Berguru pada ................. Dari Halaman. 1 tidak disangka-sangka datangnya. Dalam sebuah pertemuan kerukunan pensiunan pamong praja (KP3) Padang di Gedung Pramuka, Padang, Senin (30/9), Asnawi Bahar dan Surya Budi (ASB) bak sedang menghadapi sebuah tes wawancara. Semua mata tertuju padanya. “Bagai diuji dalam sebuah ujian yang hanya kita seorang saja pesertanya. Banyak pesan yang kami terima, tidak akan kami lupakan. Yang terpenting dari yang saya ingat dari pesan itu adalah, jangan lupakan tugas wali kota. Karena selama ini banyak yang mengerjakan tugas lain, namun melupakan tugas wali kota,” terang Asnawi. ASB pun berterimakasih sekali kepada KP3 yang telah memberikan wejangan yang akan berguna dalam rangka meminpin Kota Padang kedepan yang lebih baik. Sejumlah masukan akan dipikirkan dengan baik, karena lahir dari pemikiran orang-orang yang hebat. Barangkali katanya, satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan adalah menjaga silaturahmi dengan para pamong senior yang sudah berpengalaman ini. Banyak sekali yang tidak hormat dan hanya mencari mereka ketika dibutuhkan. Artinya perburuab mencari pamong senior hanya dilakukan ketika momen pilkada datang. Ketua KP3 yang juga mantan Sekda Sumbar Rusdi Lubis, mantan Walikota Padang Panjang Yohanis Tamin, mantan Walikota Payakumbuh Muchtiar Muchtar, dan senior lainnya pun hadir dalam silaturrahmi bagi pensiunan pamong ini. Sungguh berbahagia, ASB bisa hadir diberi kesempatan untuk berbicara di hadapan para senior ini. Rusdi Lubis, sebelum memberikan arahannya kepada ASB mengatakan, anggota KP3 memiliki peran yang sangat penting. Diibaratkan seperti matahari senja atau sunset yang semakin menarik. “Hal inilah yang terjadi kepada pamong senior, semakin tua

semakin diminati, terutama pada saat ini. Ini ibarat anak muda yang menikmati sunset di senja hari. Semkian sore, semakin banyak orang yang berdatangan untuk melihat sunse,t” terangnya. Ketika memulai memberikan pesannya kepada calon ASB, Rusdi mengatakan, jika terpilih nanti, penataan Kota Padang dibutuhkan segera. Penataan ini harus secara jelas diterapkan. Tahapan selanjutnya adalah benahi fasilitas perkotaan yang banyak rusak. Lainnya, pasangan ini juga turut diminta untuk membenahi mental masyarakat. Disiplin masyarakat merupakan hal pokok yang harus disikapi dengan arif dan bijaksana. Rusdi lubis, dalam kesehariannya yang menerawangi kinerja birokrasi, pun menilai ada satu hal yang benar-benar harus dilakukan para calon pejabat saat ini. Yaitu meraih kembali kepercayaan masyarakat. Lunturnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan, merupakan beban berat yang harus dipikul pasangan calon kepala daerah saat ini. Tidak hanya tantangan, ini juga merupakan ujian berat bagi kedua calon. “Padang sudah sangat membutuhkan sentuhan tangan calon wali kota yang mempunyai visi yang jelas dan dapat dilaksanakan dengan kondisi yang ada saat ini. Perlu diingat membangun kembali Padang, tidak hanya sekedar membangun Kota Padang, namun membangun kembali sebuah ibukota provinsi. Jika Padang tidak mampu menjadi lebih baik, penilaian orang terhadap Sumbar pun semakin tidak baik,” katanya. Menilai ASB, Rusdi melihat pasangan ini mempunyai keunggulana dimana keduanya datang dari latar belakang yang berbeda. Jika Asnawi Bahar dari dunia wira usaha, maka Surya Budhi dari kalangan birokrasi. Tetapi perlu diingat kata Rusdi, mengelola sebuah usaha tidak sama dengan mengelola pemerintahan. Sementara mantan Walikota Padang Panjang, Yohanis Tamin,

menyatakan, Kota Padang membutuhkan seseorang yang mampu mewujudkan perubahan. Artinya seseorang yang tahu memerankan fungsinya. Kepada pasangan calon ini, Yohanis berpesan jangan sekali-kali wali kota itu keluar dari aturan. Artinya, mereka akan menjadi panutan dan teladan bagi masyarakat. Keduanya pun, kata Yohanis melanjutkan pesannya, harus menguasai kondisi masyarakat. “Kondisi masyarakat ini harus diserap dari bawah,” terangnya. Sementara Surya Budhi dalam penyampaian visi misinya, menyebut, bahwa selama ini yang kurang berjalan di pemerintahan Kota Padanga adalah fungsi pengawasan. Pengawasan ini bisa dilakukan banyak pihak termasuk juga dari pamong senior yang senantiasa memberikan nasehatnya. “Saya pun mengakui, Kota padang membutuhkan peminpin yang bisa diteladani semua pihak,” ucapnya. Surya Budhi pun menilai, kedepannya yang perlu dibenahi di Kota Padang ini adalah kebersihan. Patroli sampah perlu dihidupkan dan berikan reward bagi petugas kebersihan yang masih bekerja di hari besar. Kemudian, penyakit masyarakat harus dibenahi. Ini merupakan pekerjaan rumah semua warga Kota Padang. “Sebagai kepala rumah tangga mereka masih berada di warung pukul 03.00 pagi. Bagaimana mereka akan bekerja keesokan harinya, jika kondisinya seperti ini. Apalagi PNS yang harus masuk pagi. Perlu ada perda yang mengatur hal ini. Tentu dibutuhkan peran niniak mamak,” terangnya. Salah seorang sesepuh KP3, Bakar Efendi, kata Surya Budhi, berpesan kepada kami jangan pernah mengeluh ketika sudah terpilih nanti. Jadi walikota itu berat dan sudah diketahui dari awal, jadi jangan mengeluh. “Pesan-pesan saperti inilah yang kami harapkan dari para senior. Bantuan seperti ini tidak ternilai harganya,” pungkasnya. (adv)

namun bila PLN tidak memiliki manajemen yang jelas, maka permasalahan listrik Sumbar tetap akan terjadi. Karena, PLN tidak bisa memprediksi kapan kerusakan alat-alat pemangkit tersebut. “Kenapa saya mengatakan demikian, karena selama ini manajeman PLN untuk mengurus onderdil pembangkit tidak jelas. Bisa dicontohkan, kalau manajemennya jelas, maka kerusakan alat-alat pembangkit bisa diperkirakan waktunya. Ibarat instalasi listik, ada uji berkalanya 1x 10 tahun, itu kan jelas. Selain itu hujan buatan untuk mengantisipasi kekurangan debit air permukaan pun masih abu-abu,” tegasnya. Lanjutnya lagi, dari manajemen yang tidak jelas itu, PLN akan kesulitan untuk melakukan maintenance berkala untuk onderdil pembangkit. “Kalau pembangkit ombilin sudah baik maka listrik Sumbar aman, sebaliknya kalau pembangkit yang satunya lagi mengalami kerusakan, maka otomatis akan terjadi pemadaman lagi,” tuturnya lagi. Darmana juga meragukan kualitas pembangkit listik Teluk Sirih yang akan beroperasi pada awal tahun 2014 nanti. Hal itu mengingat seluruh alatalat pembangkit berasal dari Cina,

PLTU Teluk Sirih merupakan pembangkit listrik tenaga uap berbahan baku batu bara terletak di Teluk Sirih, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, dengan area 14 hektare.

dibuktikannya dengan kontak kerja Nomor 436.PJ/041/DIR/2008 yang ditandatangani 9 Mei 2008 oleh PT PLN (Persero) dengan Konsorsium antara PT. Rekayasa Industri dan China National Technical Import dan Export Cooperation dengan Effective Date pada 18 Oktober 2008. Amandemen kontrak Nomor A.01/2011 (Extention of Time) yang ditandatangani pada tanggal 30 Desember 2011 oleh PT PLN (Persero) dengan Konsorsium antara PT. Rekayasa Industri dan China National Technical Import dan Export Cooperation dengan Effective Date pada 18 April 2011. “Kontrak kerja itu sudah jelas, bahwa Cina lah yang memasok onderdil untuk pembangkitnya. Menurut sumber, onderdil pem-

bangkit listrik yang paling bagus, dan original berasal dari Prancis, dan kedua Jepang. “Saya menyakini kualitas onderdil dari Cina tidak akan maksimal,” pungkasnya. Namun lagi-lagi Ridwan menampik peryataan tersebut. Menurutnya, penunjukan Cina sebagai salah satu pemasok onredil pembangkit bukan atas permintaan PLN Wilayah Sumbar. Menurutnya, PLN Sumbar hanya memberikan fasilitas, dan yang menentukan, sekaligus melakukan kerja sama adalah pemerintah pusat. “Memang Cina yang bertanggung jawab atas alat pembangkit. Namun, kami tidak ada ikut campur dalam hal ini, karena kerja sama itu dilakukan oleh pemerintah pusat,” katanya. (h/ wis)

Warga Temukan .............. Dari Halaman. 1 sekitar pukul 07.00 WIB warga menemukan ransel dan kartu tanda pengenal Aidil. Dalam ransel terdapat jaket, STNK, KTP, GPS, kartu mahasiswa, dan peralatan pribadi lainnya. Barang-barang tersebut ditemukan oleh warga di Lubuk Lansiang Kampung Kalawi. Ketika akan mandi, warga melihat barang-barang tersebut. Ia langsung melaporkan penemuannya itu ke posko Tim SAR. “Setelah diidentifikasi oleh Tim SAR, ternyata benar bahwa barang-barang tersebut milik Aidil,” ujar Ade Edwar, Manajer Pusat Pengendalian Operasi BPBD Sumbar, Selasa (1/10). Meski begitu, sampai pukul 21.00 malam, lanjut Ade Edwar, Tim SAR belum juga menemukan Aidil. Padahal Tim SAR yang terdiri dari 200 orang lebih, telah seharian menyelam dan menyusuri di hulu dan hilir sungai dari tempat kejadian berawal sampai ke muara belakang UBH, bahkan sampai 20 mil kea rah laut. Bendungan Kampung Kalawi, tempat barangbarang Aidil juga sudah diselami dan disusuri, namun juga tak ada hasil. Rabu (2/10) hari ini, pencarian akan difokuskan ke bendungan PDAM Gunung Pangilun. Tempat tersebut akan diselami dan disusuri setiap sisinya, karena tempat tersebut sampai saat ini belum dijamah tim SAR dalam mencari Aidil. Pencarian akan tetap dilakukan sampai hari ke-7 karena standar pencarian orang hanyut

adalah 7 hari. “Jika dalam 7 hari belum juga ditemukan, maka akan dimusyawarahkan dengna pihak keluarga dan Unand, bagaimana langkah selanjutnya,” jelas Ade Edwar. Ia menambahkan, pihak keluarga Aidil juga memakai jasa orang pintar untuk menemukan Aidil. Namun, sampai saat ini belum tampak hasilnya. Keluarga Tunggu Kabar Semenjak dinyatakan hilang akibat terseret air bah di Sungai Patamuan kawasan Batu Busuak Keca-matan Pauh Kota Padang pada 28 September 2013 lalu, rumah kediaman korban Aidil Akbar Walsya di Jalan Soekarno Hatta Gang Swadaya Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) Bukittinggi diramaikan oleh keluarga dan kerabatnya. Dari raut wajah mereka masih tampak tegang dan memendam rasa kesedihan yang mendalam. Keluarga dan kerabat korban masih terus berdoa dan berharap agar Aidil Akbar Walsya dapat segera ditemukan, serta berharap ada keajaiban yang memungkinkan Aidil tetap selamat. Beberapa anggota keluarga juga tampak disibukan dengan deringan telepon genggam. Mereka masih terus berkomunikasi dengan keluarga yang sengaja datang ke Kota Padang, untuk ikut melakukan pencarian bersama Tim SAR. Wismar selaku ayah korban bersama sejumlah anggota keluarga korban juga telah berada di Padang, tak lama setelah mendapat informasi

hilangnya Aidil. Sementara Ibu Aidil, Osmelya, ditemani beberapa keluarga dan kerabatnya masih tetap berada di rumah menunggu kedatangan Aidil, sambil berharap cemas. Rumah kediaman orangtua Aidil itu sendiri berada di belakang rumah seorang bidan di Gang Swadaya, bukan bernomor 60 seperti yang selalu diberitakan media. Bahkan pemilik rumah bernomor 60 itu juga sering dibuat bingung, karena banyak orang yang datang ke rumahnya untuk mencari keluarga Aidil. Padahal rumah bernomor 60 itu berjarak sekitar 50 meter dari rumah kediaman Aidil. Sementara kondisi yang masih berduka yang dialami keluarga korban membuat keluarga korban masih belum menerima kehadiran wartawan di rumah kediaman. Terkait keseharian Aidil, sejumlah tetangga korban mengatakan, Aidil Akbar Walsya merupakan anak yang baik, sopan dan penyapa. Bahkan tak jarang juga Aidil bermain di rumah tetangga. Tetangga korban juga berharap Aidil segera ditemukan. Aidil Akbar Walsya kelahiran Bukittinggi 28 Februari 1994 tercatat sebagai Mahasiswa Universitas Andalas (Unand) Padang di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Angkatan 2011. Di kampusnya Aidil juga aktif dalam berorganisasi, terutama di organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala). Terakhir, Aidil terpilih sebagai Sekretaris Mapala Unand. (h/wan/mg-dib)

Kekuatan Modal .............. Dari Halaman. 1 modal di belakang Jokowi terkait pelaksanaan Pemilu Presiden 2014. Kelompok di belakang Jokowi terlalu kentara untuk mendorong gubernur DKI Jakarta itu muncul dalam Pilpres 2014. “Kekuatan yang melambungkan Jokowi ke aras tertinggi itu memang terlalu kentara. Mereka tidak bisa menahan diri, sehingga orkestra dengan politik itu terlalu kentara,” tandas pendiri dan mantan ketua umum DPP PAN itu di kediamannya di bilangan Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/10). Indikasi itu, jelas Amien, tampak dari pemberitaan media massa yang seragam, pengerahan cyber troops (pasukan dunia maya) yang bertugas menghantam siapa saja yang melakukan kritik terhadap Jokowi. “Orang kritik Jokowi di media, nanti ada ratusan yang menghantam tanpa ampun yang dengan kata-kata semestinya tidak layak dan elok,” kata Amien. Mantan ketua MPR RI itu membandingkan dengan tokohtokoh lainnya seperti Prabowo Subianto termasuk Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak memiliki pasukan di dunia maya yang memberi proteksi seperti dilakukan pendukung Jokowi. “Jadi seperti cyber stroops, bayaran itu kan tidak wajar. Prabowo tidak mengalami seperti itu, SBY juga tidak ada. Jadi ini ngebet. Karena ngebet ya ketahuan. Saya punya kecenderungan, sebagai orang kampus yang dididik berpikir ilmiah memang tidak akan mengatakan kalau tidak yakin,” tandas Amien.

Namun, saat ditanya lebih lanjut tentang pemilik modal tersebut, pendiri dan mantan ketua umum DPP PAN tersebut enggan menyebutnya lebih detail. Hanya, Amien menyebutkan pemilik modal dimaksud selama 24 jam hanya berorientasi pada untung semata. “Hampir bisa dipastikan, pemodal besar itu mesti dihinggapi patologi profit. Jadi siangmalam yang dipikir adalah profit dan profit,” tegasnya. Keyakinan Amien bukan tanpa dasar. Menurut dia, jejak rekam Jokowi sebagai Walikota Solo tidak kalah bagus bila dibandingkan dengan kepala daerah lainnya seperti Walikota Surabaya Tri Rimsharani, bekas Walikota Yogyakarta Hery Zudianto dan kepala daerah lainnya. “Tetapi memang, menurut saya ada usaha yang sistematik, dari mobil Esemka yang pepesan kosong itu, sampai mempopulerkan Jokowi seorang walikota terbaik dari lima walikota di muka bumi, maka saya makin ngeri,” ujar Amien serius. Cinta Buta Sementara itu, fenomena pembelaan membabi buta terhadap Jokowi muncul di saat ada suara miring atau kritik terhadap tokoh idolanya. Fenomena itu secara dominan muncul di dunia maya maupun di berbagai media. Siapapun yang mengritik Jokowi, maka bersiaplah akan mendapat serangan balik dari para loyalisnya. Menurut pemerhati politik kenegaraan Yudi Latif, lingkar dalam di sekeliling Jokowi

memberi penjagaan yang berlebihan. “Saya melihat terlalu over protective. Sehingga kritik itu dianggap ancaman. Akibatnya, mengembangkan sikap asal menyerang kepada siapa saja yang mengritik Jokowi,” ujar Yudi Latif usai menjadi pembicara di Gedung DPD. Padahal, kata Yudi Latif, sikap menjaga Jokowi secara berlebihan yang memunculkan sikap antikritik akan berdampak kontraproduktif terhadap figur jagoan mereka sendiri. “Ada kecenderungan lingkar dalam Jokowi over protective. Padahal, Jokowi besar karena kebesaran menerima kritik sebesar apapun. Mungkin itu bukan sikap Jokowi, tapi sikap lingkar dalam Jokowi,” sebut Yudi. Kondisi yang menimpa Jokowi saat ini, kata Yudi, bisa saja dikarenakan lingkar dalam Jokowi berkeinginan menutup akses pihak lainnya terhadap mantan Walikota Solo itu. Kritik yang terbaru muncul dari mantan Ketua MPR Amien Rais yang secara lantang mengritik Jokowi tentang nasionalisme dan popularitasnya. Amien mengingatkan agar publik tanah air tidak memilih Jokowi hanya karena popularitas semata. Padahal, kritik Amien Rais tersebut, menurut Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy kritik sebagai bentuk sayang Amien Rais kepada Jokowi. “Itu bentuk kecintaan Pak Amien kepada rakyat Indonesia dan bentuk sayang dan dorongan kepada Pak Jokowi untuk lebih berprestasi,” ujar Tjatur. (h/dn/inh)

>> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

>> Penata Halaman : David Fernanda


8

RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQAEDAH 1434


RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQAEDAH 1434 H

Perbaikan Kantor Pemerintahan Minim PADANG, HALUAN — Gempa yang melanda Kota Padang pada 30 September 2009 silam, sudah berlalu 4 tahun. N a m u n , pembangunan kembali kantor pemerintahan yang rusak akibat gempat tersebut, masih sangat Sampai BUDI ERWANTO minim. saat ini, dari 232 kantor pemerintahan yang rusak, baru satu yang dibangun, yakni kantor Balai Kota Padang yang diresmikan pada Senin (30/9). “Memang baru kantor balaikota yang dibangun di Kota Padang pasca rusak dan runtuhnya ratusan kantor pemerintahan karena gempa 2009 itu. Kantor yang lain belum dibangun karena keterbatasan dana. Selain itu, konsentrasi pembangunan ditujukan membangun Balaikota agar pembangunannya maksimal. Tahun 2014 mendatang, menurut kabar yang saya dengar, akan dialokasikan dana dari APBD Kota Padang untuk membantu pembangunan kantor pemerintahan yang rusak, secara bertahap,” ujar Budi Erwanto, Kepala BPBD Kota Padang, Selasa (1/10). Menurut data yang dirangkum oleh BPBD Kota Padang, jumlah bangunan yang rusak akibat gempa 2009 tersebut mencapai 111.716, yang terdiri dari rumah penduduk, gedung pendidikan, gedung kesehatan, kantor pemerintahan, jembatan, rumah ibadah dan pasar. Jumlah bangunan tersebut tersebut meliputi rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. “Secara keseluruhan, kecuali kantor pemerintahan, bangunan yang rusak akibat gempa 2009, sampai saat ini, hampir semuanya sudah dibangun, baik oleh pemerintah pusat dan daerah, mau pun bantuan dari pihak swasta, dan juga bantuan luar negeri. Yang masih terbengkalai saat ini, selain kantor pemerintahan, adalah dermaga, pusat hiburan masyarakat, pasar dan sebagainya,” ungkap Budi. (h/mg-dib)

9

Balaikota Baru Belum Ditempati PADANG, HALUAN — Sehari setelah diresmikan pada Senin (30/9), Kantor Balai Kota Padang di Aia Pacah belum ditempati. Menurut Wakil Walikota Padang, Mahyeldi, belum ditempatinya kantor tersebut karena belum selesai secara keseluruhan.

KUNJUNGAN — Tim Haluan dan anak Panti Asuhan Al Falah Parupuk Tabing, Padang, Selasa (1/10). Kunjungan tersebut adalah rangkaian dari peringatan HUT Haluan ke-65 tahun. AMIR

HUT KE-65 TAHUN

Haluan Kunjungi Panti Al Falah PADANG, HALUAN — Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-65 tahun, Harian Haluan surat kabar kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, mengadakan kunjungan ke Panti Asuhan Al Falah Parupuk Tabing, Padang, Selasa (1/10). Panti asuhan Al Falah membina dan menyantuni anak yatim dan mualaf miskin dari Mentawai di Kota Padang dengan jumlah penghuni panti sebanyak 56 orang. Yakni SD 15 orang, SLTP 19 orang, SLTA 13 orang, bahkan ada yang kuliah, yakni sebanyak 9 orang. Dalam kunjungan yang diikuti penyerahan bantuanbahan kebutuhan pokok tersebut, juga turut hadir, Wakil Pemimpin Umum (WPU) Haluan Zul Effendi, Pimpinan Redaksi Yon Erizon dan Pimpinan Perusahaan Indra Helmi. Dikatakan Yon Erizon, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Haluan kepada lingkungannya terutama kepada mereka yang tidak mampu seperti anak yatim, piatu dan fakir miskin. “Penyerahan bantuan ini adalah salah satu rangkaian kegiatan ulang tahun Haluan ke-56, selain seminar politik, jalan santai, donor darah,

dan sebagainya. Selain itu, mulai hari ini, Haluan akan memberikan koran setiap hari kepada panti asuhan ini, agar anak-anak di sini mendapatkan ilmu, informasi dan pengetahuan lainnya, baik yang terjadi di Sumatera Barat, mau pun di luar Sumatera Barat. Pemberian koran tersebut adalah sesuai dengan motto Haluan, yakni Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat. Anakanak adalah bagian dari masyarakat tersebut yang kelak meneruskan apa yang telah dirintis oleh para orangtua di masa sekarang,” ujar Yon Erizon. Ustazul, Ketua Pengurus Panti Asuhan Al Falah mengatakan, ia dan segenap keluarga Panti Asuhan Al Falah sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan Haluan, terutama bantuan yang berupa bahan makanan, karena anak-anak di sana membutuhkan itu. “Bantuan berupa bahan makanan ini sangat berarti bagi anak-anak di sini, karena mereka tidak jajan jika pergi ke sekolah. Sebelum ke sekolah mereka makan, di sekolah tidak jajan karena memang tidak ada uang untuk itu. Mereka makan lagi sepulang dari

sekolah,” ujar Ustazul. Pemberian bantuan ini, lanjutnya, adalah wujud perhatian Haluan yang ke sekian kalinya kepada kami. Dulu, ketika Haluan launching ketika pindah manajemen ke Basko Group, Haluan juga mengundang kami dan memberikan santunan. Kami sangat tersanjung dengan perhatian yang diberikan oleh Haluan. Saya dan anak-anak yatim dan piatu di sini, mendo’akan, semoga pada ulang tahun ke-56, Haluan makin jaya,” terangnya. Dikatakannya, dalam sehari, Al Falah membutuhkan Rp300 ribu untuk membiayai kebutuhan operasional anak-anak asuh. Bantuan tersebut diberikan oleh masyarakat dalam bentuk zakat dan lainnya. Bahkan ada yang ngasih Rp50 ribu dan Rp20 ribu kami terima juga. Namun banyak juga orang yang berjanji memberikan bantuan, tapi setelah ditunggu, bantuan tersebut tidak datang,” ungkap Ustazul. Ia menambahkan, jika ada yang ingin memberikan bantuan ke Panti Asuhan Al Falah, bisa dikirimkan lewat rekening Bank BPD No. 2100.0207.00628-7 atau rekening BNI No. 0161557558. (h/mg-dib)

“Belum ditempati karena dalam tahap pembersihan. Tunggu dibersihkan semuanya, dan tunggu laporan dari PP bahwa gedung tersebut siap ditempati, baru ada aktivitas pemerintah di sana,” ujar Mahyeldi, Selasa (1/10). Mengenai kapan gedung tersebut akan ditempati, Mahyeldi belum bisa memastikannya karena PP belum memberikan informasi mengenai hal itu. Didahulukannya meresmikan gedung itu daripada menempatinya, menurut Mahyeldi, karena mengambil momen peringatan gempa 30 September yang terjadi pada 2009 lalu. “Mengingat gempa 30 September 2009 yang meruntuhkan banyak gedung pemerintahan, maka tanggal tersebut dijadikan momen peresmian gedung balai kota yang baru ini, sebagai simbol pembangunan kembali Kota Padang pasca gempa 4 tahun lalu, walau gedung itu belum ditempati setelah diresmikan,” jelas Mahyeldi. Pantauan Haluan di kantor Balai Kota Padang di Aia Pacah pada Selasa (1/9), kantor tersebut sepi. Yang tampak hanya kursikursi dan meja-meja yang dipakai dalam acara peresmian kantor tersebut sehari sebelumnya. Pintu depannya pun masih tertutup. Yang tampak hanya aktivitas pekerja yang berseliweran di sana, yang barangkali menyelesaikan pembangunan kantor tersebut secara keseluruhan. Menurut Sekdako Padang, Syafril Basir, kantor

>> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

balai kota yang baru akan ditempati seminggu lagi. Di sana terdapat ruangan untuk 9 Kabag, 3 Asisten, ruang walikota, ruang wakil walikota dan ruang sekda. Saat ini sedang dalam tahapan mendisain interior ruangan. Balaikota Lama Masih Ada Aktivitas Sementara itu di Balaikota yang lama, aktifitas masih berjalan seperti biasa. Seperti masyarakat yang mengurus pajak, serta anggota satpol PP yang bertugas sebagai pengamanan. Di kantor pemerintahan yang lama hanya dihuni oleh Hubungan Masyarakat dan Protokoler (Humas), Dispektorat dan Dinas Pendapatan dan Aset (DPKA). Yang sepi hanya lantai dua. Walaupun pusat pemerintahan yang bersejarah tersebut sepi dan lengang, di halaman kantor tersebut masih banyak mobil yang parkir. Salah seorang warga seberang Padang yang akan membayar pajak, Nasir mengatakan ia belum mengetahui kalau pusat pemerintahan Kota Padang pindah. Nasir tidak setuju kalau pusat pemerintahan itu pindah. Karena semakin sulit masyarakat dalam beurusan dengan balai kota nantinya. “Kawasan Aia Pacah merupakan kawasan yang masih baru, aksespun tidak lancar. Apalagi kawasan tersebut jauh dari jangkauan masyarakat kota Padang. Ini memungkinkan PNS yang bertugas di balai kota tersebut berleha-leha, karena tidak ada pekerjaan,”urai Nasir. (h/mg dib-cw-oos)

>> Penata Halaman : Ijef


10

RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQAEDAH 1434

BPBD MENGIMBAU Lulusan Teknik Kimia UBH ke Jepang PADANG, HALUAN — Farrah Fadhillah Hanum lulusan Teknik Kimia angkatan 2008 Universitas Bung Hatta berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan Magister (S2) di Gifu University Jepang melalui beasiswa program Basin Water Envronmental Leader (BWEL) yang di perolehnya. Dr. Eng Reni Desmiarti, ST, MT Ketua Jurusan Teknik Kimia UBH mengatakan beasiswa Basin Water Environmental Leader yang diterima Farrah tersebut merupakan bagian dari hasil kerjasama River Basin Research Center Gifu University dengan Jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta. “Beasiswa tersebut bertujuan membina mahasiswa pascasarjana sebagai pemimpin lingkungan yang memahami masalah-masalah lingkungan hidup dengan pandangan yang luas, mampu merencanakan, melaksanakan dan mencari solusi strategis serta pencegahannya,” jelas Reni saat melakukan pertemuan dengan pimpinan struktural kampus di Ruang Rektor Kampus Proklamatro I Universitas Bung Hatta. Ia menambahkan, sejak tahun 2010 hingga saat ini terdapat 4 orang alumni Jutusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta yang sedang mengikuti program master di Universitas Gifu Jepang, yakni Joni Aldilla Fajri, M.Eng, Edwina Zainal M.Eng, Weni Zuwirna dan yang terbaru Farrah Fadhillah Hanum. “Untuk Joni dan Edwina telah menyelesaikan program masternya dan Joni lanjut mengambil program doktoral (S3) di tahun ke-2 dan tahun ke-1 untuk Edwina. Sementara itu untuk Weni sedang S2 di tahun ke-1,” ujarnya. Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA bangga dengan alumni jurusan Teknik Kimia yang berhasil melanjutkan studi di Jepang sebab untuk mendapatkan beasiswa dari program Basin Water Environmental Leader ini tidak lah mudah harus bersaing dengan orangorang dari selruh dunia. “Kita berharap setiap tahunnya tidak hanya satu yang dikirim untuk mengikuti program beasiswa ini tapi sekurang-kurangnya ada dua dan bagi mahasiswa lainya Farrah ini bisa menjadi motivasi untuk kita agar terus belajar giat dalam mencapai citacita kita,” imbuhnya. Sementara itu, Farrah Fadhillah Hanum mengungkapkan rasa senang dan syukurnya kepada tuhan yang maha esa. Pastinya beasiswa ini adalah amanah yang telah diberikan kepadanya dan saya akan manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik baiknya. (h/ita)

Hindari Lokasi Rawan Bencana PADANG, HALUAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menginformasikan beberapa lokasi yang rawan terjadi bencana di Padang yang perlu dihindari. Demikian dikatakan Budi Erwanto, Kepala BPBD Padang pada Haluan, Senin (30/9).

GERBANG — General Manager PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur, Dalsaf Usman menunjukkan foto rencana pembangunan gerbang Pelabuhan Teluk Bayur. Saat ini, pengelola tengah membangun Terminal Curah Kering dengan investasi senilai Rp50 miliar (berita terkait halaman 16). RAKHMATUL AKBAR

KOLABORASI DENGAN SONY D’RICKSON

Ikuti Audisi Minang Idol IV PADANG, HALUAN — Setelah sukses dengan gelaran Minang Idol edisi 1,2 dan 3, iven yang sama kembali digelar 2013 ini. Ya, Minang Idol IV, telah membuka kesempatan bagi rang Sumbar bertalenta untuk jadi bintang selanjutnya. Bedanya, kali ini Minang Idol akan berkolaborasi dengan Sony d’Rickson-penyanyi nasional yang sukses dengan lagu “Mendadak Seleb.” Bagi para putra-putri ber bakat, sudah bisa mendaftarkan diri dikantor Radio Arbes FM, jalan Ratulangi, Padang sekaligus merekam vocal. Beberapa lokasi lain juga bisa dilirik untuk jadi peserta. Untuk usianya, panitia tidak membatasi, mengakomodir segala umur. Untuk lagu yang direkam bisa lagu bebas, Minang, Pop Nostalgia. Peserta hanya dikenai insert Rp100.000 saja. “Yang paling penting, harus hobi menyanyi den berpeluang jadi bintang sebagai pemenang Minang Idol IV with Sony d’Rickson. Pendaftaran dibuka mulai 27 September 2013 pukul

10.00-16.00 WIB. Rekaman peserta dimulai 1 Oktober 2013. Kami membatasi, tiap episode cuma bisa 10 orang pendaftar. Buruan mendaftar sebelum antrean rekaman panjang,” kata Sony. Menurutnya, panitia telah menjadwalkan rekaman peserta audisi akan digelar on air di 101 Arbes FM setiap Senin, Rabu, dan Jumat pukul 20.00-21.00 WIB. Sepuluh finalis dan pemenang akan tampil di TV lokal Padang dan diterbitkan di surat kabar Sumatera Barat.”Nah, bagi peserta kurang puas dengan hasil vokalnya pada saat pendaftaran pertama, boleh mendaftar lagi maksimal tiga kali. Tentunya dengan membayar insert kembali,” katanya. Sementara, hadiah bagi pemenang sangat menarik. Untuk juara pertama, akan mendapatkan uang tunai Rp 3.000.000, trofi, piagam, dan medali. Juara kedua Rp2.000.000, trofi, piagam, dan medali, dan Juara ketiga mendapatkan uang tunai

Rp1.000.000, trofi, piagam dan medali untuk finalis nantinya,” kata Sony. Selain Arbes FM, pendaftaran juga bisa dilakukan di Musix Cell, Jl. Dr. Sutomo No. 16 Padang, jl. Dr. Sutomo No. 69 Padang, jl. Jhoni Anwar No.2 Lapai Padang, Jl. Kapeh Panji No. 73 Bukittinggi dan juga Distro Sony d’Rickson di Plasa Andalas lantai III Padang. “Ingin keterangan lebih jauh, kami tunggu di 082110765822, 081374044333, atau PIN BB 24c2d8d5,” kata Sony. (*)

“Lokasi-lokasi yang rawan terjadi bencana misalnya, daerah di sekitar Gunung Padang, Bukit Gado-gado, Bukit Lantik, Kuburan Turki di Seberang Padang, daerah tersebut rawan terjadi longsor. Kemudian, daerah di sekitar Lubuk Minturun, Lubuk Paraku, Batu Busuk, Sungai di Kampung Kalawai, itu daerah yang berpotensi terjadi terjangan air bah dari hulu. Untuk abrasi pantai, rawan terjadi di Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Padang Utara, Parupuk Tabing, Pasir Nan Tigo, Lubuk Buaya dan daerah pinggiran pantai lainnya,” kata Budi menjelaskan. Dikatakannya, diinformasikan kembali kepada masyarakat agar tidak membangun rumah terlalu dekat dengan pantai atau pinggir sungai. “Bibir pantai, bibir sungai, perlu dihindari, terutama ketika hujan turun, karena di tempat tersebut tak bisa diprediksi akan aman atau sebalikya. Seperti yang menimpa anggota Mapala Unand tersebut, air bah tiba-tipa menerjang, padahal sebelumnya tak ada tandatanda akan datang air bah,”katanya.

Dikatakannya, sebenarnya, tanda-tanda alam bisa menjadi informasi bagi masyarakat untuk menghindari lokasi yang dikhawatirkan menimbulkan musibah semacam longsor, terjangan air bah, abrasi, gulungan ombak dan sebagainya. “Misalnya, untuk mengantisipasi air bah, jika hujan lebih dari lima jam, sungai berubah warna menjadi kuning atau cokelat, debit air naik, disarankan kepada masyarakat untuk menghindari sungai, terutama di hulu, begitu juga di hilir. Kemudian, mengenai ancaman longsor, biasanya terjadi di daerah tebing bukit. Bila air hujan sudah terlihat mengikis tanah, tanah bergerak atau longsor kecil, bangunan di pinggir bukit retak-retak kecil, maka sudah selayaknya masyarakat menjauhkan diri dari tempat semacam itu. Dihimbau juga kepada masyarakat, agar tidak membangun rumah di pinggir bukit, sebab di tempat yang demikian potensi longsor sangat besar. Perda Kota Padang juga sudah mengatur tentang itu,” ujar Budi lagi didampingi Arvian. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Padang. (h/mg-dib)

KELURAHAN

Emyu Gelar FDG Sempurnakan Visi PADANG, HALUAN — Para tokoh Sumbar beserta akademisi perguruan tinggi, merasa simpati terhadap langkah, strategi dan kelihaian Emma Yohana dan Wahyu Iramana Putra. Hal itu terlihat saat focus discussion group (FDG) di salah satu hotel berbintang

di Kota Padang, Senin Malam (30/10) Pada kesempatan itu, para tokoh dan akademisi memberikan masukan dan saran untuk penyempurnaan visi misi pasangan calon tersebut. Selain itu, Emyu dinilai siap dengan konsepkonsepnya menata Kota

Padang menjadi lebih baik. Emma pada saat diskusi menuturkan, untuk penyempurnaan menata Kota Padang sangat dibutuhkan pikiran para tokoh sebagai pelaku dan akademisi sebagai pengamat. Dengan diskusi tersebut, diharapkan visi-misi yang telah dibuat

menjadi sempurna. Sehingga dapat merangkul berbagai kalangan dan aspiratif untuk menampung ide-ide brilian masyarakat. “Semoga dengan diskusi ini, penyempurnaan terhadap visi-misi dapat menjadi lebih baik. Sehingga kami dapat menampung aspirasi dari

Lansek Manih FM (LANIS FM) Frequensi (FM) 93,6 MHz (FM) Power Suport 1000 Watt ( Blues 30 NV) Alamat Studio/Office : Jl.Sudirman No.191 Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung. Telp. ( 0754) 20173-20553 Fax. 0754.20158 Email : lansekmanihfm@yahoo.co.id LANSEK MANIH FM “ Penyampai Informasi Pembangunan dan Penyejuk Hati Anak Nagari”

berbagai kalangan masyarakat,” tuturnya. Saat itu Emyu menerima masukan untuk menata Kota Padang sebagai kota tujuan. Baik dari segi pendidikan, pariwisata dan perdagangan. Terutama mengembalikan Kota Padang sebagai kota pendidikan. Selain itu, Emyu disarankan agar meletakan seseorang sesuai dengan keahliannya (the right man on the right place). Sehingga penataan kota Padang menjadi lebih cepat majunya. Sementara itu, Wahyu Iramana Putra menyatakan, dengan masukan berbagai tokoh dan akademisi, diharapkan ke depan Emyu dapat menata Kota Padang menjadi lebih baik. (h/cw-lex)

KANTOR Kelurahan Air Tawar Barat Padang. RINA

AIR TAWAR BARAT

PDAM Mampet, Listrik Tak Memadai PADANG, HALUAN — Kantor Kelurahan Air Tawar Barat di Jalan Kaswari masih mengalami sejumlah kendala. Misalnya saja, air PDAM yang sering mampet serta kapasitas arus listrik yang tidak memadai. Lurah Air Tawar Barat Editia Warman pada Haluan, Selasa (1/10), mengatakan, air PDAM misalnya sering mampet, hanya hidup pada malam hari saja sehingga para pegawai kalau ingin salat dan buang air harus ke luar kantor lurah dulu. “Selain itu daya listrik yang terlalu kecil 900 Kwh sehingga pemakaian alatalat elektronik secara ber-

>> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

samaan tidak bisa dilakukan.Akibatnya pelayanan pada masyarakat juga terganggu,” ujarnya. Dirinya berharap, adanya pengadaan anggaran ruangan khusus untuk front office, Wifi, serta pesawat telepon guna menunjang operasional kelurahan agar masksimal dalam melayani masyarakat. “Lantor kelurahan yang sekarang sudah bagus meskipun secara idealnya belum memadai. Walaupun terbatas sarana dan prasana, namun Alhamdulillan tak mempengaruhi kinerja pegawai di sini,” tambah lurah yang dulunya berprofesi sebagai guru ini. (h/mg-rin)

>> Penata Halaman : Ijef


11 RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQAEDAH 1434

Upacara Hari Kesaktian Pancasila Berjalan Khidmat PASBAR, HALUAN — Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kabupaten Pasaman Barat yang dilangsungkan di halaman kantor bupati setempat, Selasa (1/10) berlangsung aman dan lancar. Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Kapolres Pasaman Barat, AKBP Sofyan Hidayat. Upacara yang penuh khidmat tersebut diikuti peserta upacara seluruh pegawai di lingkungan Pemda Pasbar, TNI Polri dan siswa sekolah. Pantauan Haluan, upacara dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Para pegawai memakai baju Kopri sementara para pejabatnya memakai PDL. Peserta lainnya, masing-masing memakai baju dinasnya. Tampak hadir seluruh kepala SKPD Pemda Pasbar, anggota DPRD Pasbar dan undangan lainnya. Kepala Badan Kesbangpol Linmas Pasbar, Yudesri, M. Si usai upacara mengatakan, hari Kesaktian Pancasila adalah milik bangsa Indonesia. Tema peringatan tahun ini adalah “Mewujudkan Nilai-nilai Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa. “Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya agar benarbenar dihayati dan diamalkan sehingga dapat menjadi kekuatan untuk menanggulangi rongrongan terhadap NKRI,” katanya. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober menjadi momentum setiap warga negara untuk introspeksi terkait dengan keseriusan menjalankan falsafah bangsa itu dalam kehidupan sehari-hari. “Pada masa sekarang, Hari Kesaktian Pancasila harus dijadikan tolok ukur masyarakat untuk introspeksi diri, mengenai seberapa serius dalam menjalankan Pancasila,” tukasnya. Ia mengemukakan bahwa ketidakseriusan dalam menjalankan Pancasila memunculkan ketidakpercayaan terhadap Pancasila. Hal itu, terwujud antara lain menjadi praktik korupsi dan bahkan terorisme. (h/dka)

TAHUN INI TAK ADA PENERIMAAN JALUR UMUM

1.483 Honorer K2 Behak Ikut Tes CPNS PASBAR, HALUAN — Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Pasaman Barat kemarin, (1/ 10) mengumumkan 1.483 orang honorer kategori II (K2) yang berhak ikut ujian tertulis November mendatang. Penetapan jumlah tersebut berdasarkan keputusan Badan Kepegawaian Nasional (BKN), sedangkan BKD Pasbar hanya mengumumkan saja. Kepala BKD Pasbar, Alvitri Nopen melalui Kabid Mutasinya, Suratno SP.d mengatakan, jumlah yang peserta kategori II Pasbar tidak mengalami perubahan, setelah pengumuman uji publik April lalu. Adapun tingkatan pendidikan honorer K2 Pasbar, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga doktor (S3). Dengan basic pekerjaan guru, tenaga administrasi, kesehatan dan penyuluh. Dia katakan, sesuai petunjuk pusat ujian tertulis akan dilaksanakan pada tanggal 3 november mendatang, serentak se-Indonesia dan bersamaan pula dengan ujian tertulis penerimaan jalur umum bagi daerah yang melaksanakan. “Kita di Pasbar tidak menerima penerimaan CPNS jalur umum, hanya kategori II saja,” terangnya. Dikatakan, untuk ujian nanti BKD Pasbar telah menyediakan tempat pelaksanaan ujian yakni di SMAN 1 Pasaman, SMPN 1 Pasaman, SDN 09 Pasaman, SDN 02 Pasaman, SMA Istiqomah, SDN O7 Pasaman, SDN 18 pasaman dan SDN 13 Pasaman, totalnya sebanyak 116 ruangan. “Semua lokasi

ujian dilingkungan Simpang Ampek dan semua di pinggir jalan,” imbuh Suratno. Lebih lanjut ia katakan, untuk K2 ini seluruhnya tanggung jawab pusat. Persiapan serta penentuan semuanya dilakukan pusat.

Tidak ada jatah kelulusan yang ditentukam untuk daerah. BKN dalam menentukan kelulusan berdasarkan passing grad atau standar nilai minimal. “Kita juga tidak mengetahui, berapa passing grad yang ditentukan pusat, hanya pusat yang mengetahui. Kita disini tinggal print aja, pemda wewenangnya hanya melaksanakan ujian saja,” ujar Suratno. Untuk soal ujian nanti, diambil di Provinsi kemudian selesai ujian diantar kembali kesana. Yang memeriksa ujian pusat dan

LIHAT PENGUMUMAN — Ratusan pegawai honorer kategori 2 berdesak-desakan melihat papan penguman K2 yang lolos untuk ikut ujian tertulis 3 November mendatang. Papa pengumuman tersebut di letakkan BKD Pasbar di halaman kantor bupati setempat. ANDIKA

HUMAS GELAR BIMTEK

Infai: Informasi Mengandung 3E+1N

KEPALA Dinas PU Pasbar, Reflin menyatakan Oke dan bangga melihat antusiasme pengunjung menjambangi stand Pasbar pada pemeran TTG di Padang. ANDIKA

PASBAR,HALUAN — Untuk meningkatkan kinerja dan pengetahuan tentang pengelolaan informasi dan dokumentasi terhadap layanan kehumasan di jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pasaman Barat, Humas setempat kemarin (1/10) menggelar Bimtek Bako Humas di aula kantor bupati setempat. Kegiatan tersebut berupa bimbingan teknis dibuka secara resmi oleh Bupati Pasbar, H. Baharuddin R diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Fadlus Sabi. Dan menghadirkan narasumber Ketua Dewan Kehormatan PWI Sumbar, Fadril Aziz Isnaini

yang akrab disapa Infai dan dari Harian Umum Singgalang, Susilo Abdi Piliang dan Kepala Badan Kesbangpol Linmas Pasbar, Yudesri. Sementara pesertanya terdiri dari seluruh pejabat sekretaris di seluruh SKPD yang ada dan Kepala Tata usaha di lingkungan Pemda Pasbar. Dalam sambutannya, Bupati Pasbar diwakili Asisten Bidang ekonomi pembangunan, Fadlus Sabi mengatakan, menyambut baik Bimtek ini diadakan, sehingga humas di seluruh SKPD bertambah pengetahuannya dibidang informasi publik. Hal itu juga dilakukan, guna meningkatkan sumber daya manusia di kehumasan

PESERTA upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kabupaten Pasaman Barat mengikuti upacara dengan khidmat di halaman kantor bupati. ANDIKA

pengumuman kelulusan juga berdasarkan pusat. Lebih lanjut disampaikan, merujuk PP No 48/2005, syarat tenaga honorer K2 ini adalah mereka yang bekerja di lingkungan pemerintah tapi penghasilannya tidak dibiayai APBD dan APBN. Mereka diangkat pejabat berwenang, dengan masa kerja satu tahun pada 31 Desember 2005 dan masih bekerja terus menerus hingga kini. Per 1 Januari 2006, mereka juga minimal berusia 19 tahun dan maksimal 46 tahun.(h/dka)

sendiri dalam menulis dan mempublikasikan berita ataupun informasi dan berharap nantinya Humas akan menyajikan informasi berita tentang pembangunan daerah sesuai yang dipaparkan dalam bimtek ini serta mengembangkannya. Kabag Humas Setda Pasbar, Mujiman mengatakan, kegiatan tersebut mengacu Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Hal ini secara langsung meningkatkan kuantitas kinerja humas pemerintahan yang kian hari makin berat. Menyikapi tuntutan masyarakat terhadap keterbukaan informasi dan amanat undangundang agar badan-badan publik berkewajiban menyampaikan informasi, humas pemerintah harus memiliki sistem pengelolaan informasi yang baik. “Ini yang harus dilakukan penjabat humas pemerintah, agar dapat selaras dengan visi pemerintah di bidang kehumasan, yakni memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat,” katanya. Munculnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah memberikan kesempatan yang luas kepada publik untuk mengontrol pemerintah dan telah membuat manajemen informasi yang lebih baik. Dalam hal ini, humas peme-

rintah harus muncul memberikan klarifikasi dengan informasi yang tepat, akurat serta berimbang. Mewujudkan Humas pemerintahan yang ideal, harus memaksimalkan perannya. Beberapa hal yang perlu dilakukan yakni meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), mengubah paradigma dan koordinasi pengelolaan informasi serta komitmen aparaturnya. “Untuk Humas pemerintah dalam melaksanakan tugas, sebaiknya mengutamankan fungsi pelayanan dan ikut memberdayakan masyarakat terhadap proses keterbukaan informasi. Sehingga bisa melahirkan opini publik yang sehat dan berdampak pada pemerintahan berwibawa,” tambahnya. Sementara itu Ketua Dewan Kehormatan PWI Sumbar, Fadril Aziz Isnaini mengatakan, saat ini banyak isu yang berjalan di tengah masyarakat dan diminta para pejabat kehumasan pemerintah untuk menyajikan berita informasi yang berimbang dengan informasi itu sampai ke tegah publik memanfaatkan perkembangan tekonologi sehingga informasi itu sampai cepat, efektif dan berimbang serta berkualitas. Unsur 3E+1N Berita atau informasi yang disampaikan oleh Humas Pemerintah itu harus mengandung 3 E + 1 N (Educating , Empowering, Enlightening, Nasionalis) yaitu harus mengandung unsur-unsur pencerahan, bermanfaat dan mengandung pendidikan selain 5W+1H. Dulu adanya jurang pemisah antara pembuat berita dan penikmat berita sehingga informasi berita itu kurang menyambung dan tidak sampai sasaran, saat ini dengan kecanggihan teknolgi informasi tidak ada pemisahan lagi, sehingga informasi berita itu sampai ke sasaran yang diinginkan. Pejabat kehumasan harus mampu menjembatani dan mengisi kekosonggan sebuah berita atau informasi yang sedang berkembang sehingga adanya cover berita atau berita berimbang, sehingga publik atau masyarakat bisa memahami dengan baik. (h/dka)

PENGUNJUNG TTG KAGUM

Stand Pasbar Tampil Beda PASBAR, HALUAN — Stand Kabupaten Pasaman Barat selama penyelenggaraan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XV di Kota Padang dan dibuka secara resmi oleh Menkokesra RI berhasil tampil beda dengan ratusan stand lainnya. Mulai dari pembukaan pameran hingga penutupan, stand Pasbar selalu dibajiri pengunjung. Betapa tidak, stand Pasbar memamerkan produk unggulan Pasbar. Menariknya, juga ada di pamerkan karya siswa sekolah Pasbar asli. Yakni mesin pembakar dan mesin penanam jagung yang berbahan bakar minyak. Menurut pendamping stand Pasbar, Ir Reflin yang juga Kepala Dinas PU Pasbar, bahwa mesin tersebut merupakan hasil inovator siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kinali. Mesin mini itu digerakkan dengan diesel yang mirip dengan handtractor.”Inovasi teknologi ini kemudian mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Pasbar melalui Dinas Pekerjaan Umum. Setelah melalui uji teknologi, buah karya siswa ini akan diproduksi secara masal guna mendukung masyarakat Pasbar dalam membangun ekonomi mereka,” ujar Reflin. Dia menyatakan harapan, ajang pameran ini akan membuka peluang pasar bagi produk mesin inovasi Pasbar karena dihadiri masyarakat Indonesia. Mesin ini sangat efektif digunakan masyarakat luas. “Bagi yang berminat dengan produk ini, kami siap melepasnya ke pasar domestik,” papar dia. Selain mesin jagung, dalam pameran kali ini Kabupaten Pasbar juga memamerkan produk-produk makanan kecil asli daerah itu yaitu emping jagung dan makanan kering dari jagung. (h/dka)

200 JCH Asal Pasbar Bertolak ke Tanah Suci PASBAR, HALUAN — Dini hari tadi, sebanyak 200 orang Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pasaman Barat bertolak ke Padang dan akan meneruskan perjalanan ke tanah suci Mekkah besok. JCH Pasbar tergabung dalam kloter 14 bergabung dengan rombongan dari Solok dan Kota Padang.Mereka merupakan para JCH yang berasal dari berbagai kejorongan di Pasbar. Wakil Bupati Pasbar, Syahrul Dt. Marajo langsung melepas hamba-hamba Allah itu, untuk menunaikan rukun Islam itu. Dalam rombongan tersebut juga ikut Sekretaris Daerah Pasbar, Yasri Uripsyah yang sekaligus menjadi ketua rombongan haji Pasbar. Wabup berharap, JCH Pasbar dapat selamat dan sehat hingga sampai ditanah suci dan bisa menjalankan seluruh rangkain haji dengan baik. JCH dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar, menjaga kesehatan, kekompakan dan komunikasi yang baik dengan pimpinan rombongan dan JCH yang lain karena akan menentukan kualitas ibadah, dan kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur. “Sampai ditanah air, nama Bapak Ibu sudah bertambah di pangkal dengan singkatan H atau Hj. Tentu ini kebanggan bagi kita di Pasaman Barat, semakin banyak yang berangkat akan semakin baik,” kata Wabup. Wabup mengaku bangga dapat memberikan pelayanan pada JCH hingga pada acara pelepasan digelar. Dirinya berharap, setelah pelepasan itu proses pemberangkatan akan berjalan lancar hingga ke Tanah Suci. “Kita senantiasa berupaya dan berdoa agar calon jamaah

selamat,” harapnya. Ia juga berpesan agar dapat beribadah dengan baik. Salah satu yang harus dilakukan dengan memperbaiki niat. Selain itu agar JCH bisa menjaga akhlak dan sikap. “Bapak dan ibu saat di Tanah Suci bukan saja membawa nama baik Pasaman Barat tapi membawa nama baik Indonesia. Saya berpesan agar nama baik Indonesia dijaga. Umat Islam Indonesia dikenal memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik,” pungkasnya berpesan. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat, Abdek Haq mengatakan, rombongan JCH Pasbar akan berangkat ke tanah suci dengan pesawat Garuda Indonesia. Dari 200 JCH yang akan berangkat, terdiri dari 118 jamaah dan dua orang pendamping, satu Tenaga Pendamping Haji Daerah (TPHD) yakni Sekda Pasbar, Yasri Uripsyah dan satu orang lagi tenaga kesehatan. “Kita mendoakan semoga yang sudah terencana ini berjalan dengan lancar dan aman, JCH yang akan berangkat berada dalam kondisi sehat,” katanya. Bila dibanding tahun lalu, JCH Pasbar tahun ini lebih muda-muda dan yang berkondisi sangat tinggi sangat kecil. Namun yang dikhawatirkan, JCH sekarang banyak pula yang pasangan subur. Ia menekankan kepada JCH agar tidak membawa barang bawaan terlalu banyak. Untuk kemudahan perjalanan haji, Kemenag Pasbar telah membuatkan daftar barang bawaan yang perlu dibawa sebagai bahan pertimbangan. “Sehingga mana barang bawaan yang dibawa bisa ditentukan sesuai prioritas,” ujarnya. (h/dka)

DISAKSIKAN Bupati Pasbar, H. Baharuddin R, Wakil Bupati Syahrul Dt. Marajo memasangkan selendang haji kepada salah seorang CJH asal Pasbar tahun 2012 lalu di aula kantor bupati. ANDIKA

>> Editor : Dodi Nurja

>> Penata Halaman : Syahrizal


12

RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQAEDAH 1434

SELAMAT DATANG PEMIMPIN BARU PADANG PANJANG

HAMAS Siap Bekerja untuk Rakyat S

SUASANA rapat paripurna DPRD Kota Padang Panjang pada pelantikan wako dan wawako Padang Panjang periode 2013-2018.

Gubernur mengambil sumpah jabatan Wako/Wawako Padang Panjang terpilih.

SUASANA luar gedung DPRD Kota Padang Panjang pada resepsi pelantikan HAMAS.

ELASA, 1 Oktober 2013, merupakan hari paling bersejarah dalam rentang perjalanan waktu dari sekelumit dinamika pembangunan di Kota Padang Panjang. Dengan disaksikan segenap elemen dan lapisan masyarakat, hari itu sosok pemimpin baru yang akan menakhodai Serambi Mekkah lima tahun ke depan, dilantik dan diambil sumpahnya oleh Gubernur Sumbar atas nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI. Adalah pasangan Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang terpilih periode 2013-2018, H Hendri Arnis, BSBA dan dr H Mawardi Samah, MKM (HAMAS), yang dilantik berdasarkan Keputusan Mendagri No 131.13-6778/ 2013, tertanggal 25 September 2013, tentang pengesahan pemberhentian dan pengesahan pengangkatan Walikota Padang Panjang, serta Keputusan Mendagri No 132.13-6779/ 2013, tentang pengesahan pemberhentian dan pengesahan pengangkatan Wakil Walikota Padang Panjang. Wakil Ketua DPRD Kota Padang Panjang, H Eko Furqani yang memimpin sidang paripurna istimewa DPRD Kota Padang Panjang dalam sambutannya mengatakan, pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang periode 2013-2018, merupakan akhir dari rentetan perjalanan yang cukup panjang dalam tahapan Pemilukada Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang periode 2013-2018. “Alhamdulillah, meskipun penuh dinamika, namun pelaksanaan Pilkada di Kota Padang Panjang berlangsung dengan tertib, aman dan damai. Alhamdulillah pula, saat ini telah lahir pemimpin pilihan masyarakat untuk periode lima tahun ke depan,” ujar Eko. Eko mengatakan, pelantikan Walikota dan Wakil Wakil Walikota Padang Panjang periode 2013-2018, seyogyanya dilaksanakan pada 11 September 2013 lalu. Namun karena masih diprosesnya surat pengunduran diri Hendri Arnis sebagai Wakil Bupati Tanahdatar oleh DPRD Tanahdatar, maka agenda pelantikan tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan baru bisa dilaksanakan pada Selasa 1 Oktober 2013.

TANDA JABATAN — Gubernur Irwan Prayitno memasangan tanda pangkat walikota kepada Wako Padang Panjang terpilih, Hendri Arnis pada sidang paripurna istimewa DPRD Padang Panjang dalam rangka pelantikan Walikota/Wakil Walikota Padang Panjang periode 2013-2018 di gedung DPRD setempat. RYAN

Dalam kesempatan itu, Eko mewakili lembaga unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah DPRD dan segenap lapisan masyarakat Kota Padang Panjang, mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang periode 2008-2013, dr H Suir Syam M.Kes MMR dan Ir H Edwin SP, atas segala dedikasi dan pengabdian yang telah dicurahkan selama bertugas. Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dalam sambutannya mengatakan, maju mundurnya Kota Padang Panjang lima tahun ke depan, merupakan tanggungjawab walikota dan wakil walikota yang telah dipercaya dan dipilih langsung oleh masyarakat. Meski Padang Panjang hanyalah sebuah kota kecil, namun daerah ini memiliki banyak potensi yang bisa

dikembangkan dalam memacu akselerasi pembangunan daerah, yang tentunya diharapkan akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Di pundak pasangan walikota dan wakil walikota terpilih, masyarakat Padang Panjang tentunya menumpangkan harapan menuju perubahan-perubahan berkemajuan. Kepada seluruh masyarakat Kota Padang Panjang, mari bersamasama kita dukung program pembangunan yang akan digulirkan pemimpin baru, demi terwujudnya sasaran pembangunan daerah,” himbau Irwan. Gubernur juga menyeru, agar seluruh elemen masyarakat Kota Padang Panjang tidak lagi terkotak-kotak dalam afiliasi politik pada pelaksanaan Pilkada lalu. Masyarakat diminta untuk kembali merapatkan barisan, menyatukan visi dan bersatu padu dalam

memberikan dukungan kepada walikota dan wakil walikota terpilih, agar setiap program kegiatan pembangunan di Kota Padang Panjang bisa berjalan dengan baik, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Selain dihadiri Gubernur Sumbar, Bupati/ Walikota se Sumbar, anggota DPR RI Azwir Dainy Tara, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, pemuda, tokoh politik, tokoh adat dan pemuka masyarakat se Kota Padang Panjang, Batipuah, X Koto, serta segenap lapisan masyarakat Kota Padang Panjang, resepsi pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang periode 2013-2018, Hendri Arnis- Mawardi, yang berlangsung khidmat itu, juga tampak dihadiri sejumlah pejabat teras dari Kab Tanahdatar. Terpisah, Walikota Padang Panjang, Hendri

Arnis yang ditemui usai pelantikan mengatakan, dirinya bersama dengan Wakil Walikota dr H Mawardi, siap berkerja untuk kepentingan seluruh masyarakat Kota Padang Panjang. Sesuai visi misi pembangunan daerah 20132018, Hendri juga telah berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang amanah, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. “Insya Allah, kami akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, kami juga mengharapkan adanya dukungan, peran serta dan pertisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat. Jangan sungkan-sungkan untuk memberikan kritik membangun demi berjalannya roda pemerintahan dan pembangunan dengan baik, sesuai dengan yang diharapkan bersama,” harap H e n d r i . (Ryan Syair)

VISI & MISI PEMBANGUNAN PEMERINTAH KOTA PADANG PANJANG PERIODE 2013-2018 Wako terpilih Hendri Arnis mendapat ucapan selamat dari Gubernur Irwan Prayiino

VISI Mewujudkan Pemerintahan Yang Amanah, Menjadikan Masyarakat Aman Sejahtera MISI

Gubernur menandatangani naskah berita acara pelantikan

Mantan Wako Padang Panjang Edwin memberikan buku kepada Wako terpilih Hendri Arnis

WAKO HendriArnis menerima ucapan selamat dari mantan Ketua tim sukses HAMAS, Ryan Diovella.

Pasangan Wako/Wawako terpilih, Hendri Arnis/Mawardi Samah menandatangan berita acara pelantikan.

- Meningkatkan sumber daya manusia yang sehat, bertaqwa, berakhlak mulia, profesional, unggul dan berdaya saing melalui pelayanan pendidikan yang lebih prima dan berkualitas. - Meningkatkan sumber daya manusia yang sehat, bertaqwa, berakhlak mulia, profesional, unggul dan berdaya saing melalui pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat (pro rakyat), terutamanya bagi kelompok miskin. - Mengoptimalkan potensi perekonomian daerah yang bertumpu pada ekonomi kreatif rakyat berbasis perdagangan, industri dan pariwisata yang dibangun dalam semangat Islami, yang mengkombinasikan penyesuaian modernitas dan kegotongroyongan. - Meningkatkan kualitas infrastruktur kota dalam rangka pelayanan dasar (sarana prasarana air bersih dsb) dan pelayanan umum (seperti pasar yang lebih aman dan nyaman, jalan lingkar kota yang menghidupkan ekonomi warga, dsb), guna mendorong kemajuan perekonomian daerah untuk kesejahteraan masyarakat. - Memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (good governance) dalam rangka mendukung tegaknya praktek kepemerintahan yang amanah (tidak KKN, tidak melakukan pemborosan APBD dan memprioritaskan programprogram pro rakyat). - Mengoptimalkan pengelolaan potensi sumber daya alam dan lingkungan secara bijaksana dan berkelanjutan. - Memantapkan pelaksanaan demokrasi, pemberdayaan masyarakat, menciptakan ketentraman dan ketertiban, serta mendukung penegakan supremasi hukum. Mengembangkan mentalitas masyarakat Kota Padang Panjang yang berkarakter semangat baru yang positif dan kondusif bagi pembangunan daerah berdasarkan falsafah hidup Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah - Peningkatan sinergi, keterpaduan dan keharmonisan pembangunan antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat sipil/ madani di lingkungan internal kota, maupun dalam hubungan dengan antar kota/ kabupaten, provinsi, nasional dan internasional. >> Editor : Rahmatul Akbar

>> Penata Halaman : Rahmi


RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQAEDAH 1434

Proyek DAK Ditargetkan Selesai Desember Depan

Malalak Siap Jadi Tuan Rumah MTQ AGAM, HALUAN — Sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Malalak mengharapkan Malalak siap menjadi tuan rumah menyelenggarakan MTQ ke-36 Kabupaten Agam. Meskipun belum ada Keputusan Bupati Agam tentang kepastian daerah atau kecamatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ tersebut. Namun seluruh tokoh masyarakat Malalak diharapkan menyatakan kesiapan Kecamatan Malalak untuk menyelenggarakan MTQ ke-36 Kabupaten Agam tersebut tahun 2014. Kepala KUA Kecamatan Malalak Hizra, ketika memberikan sambutan pada acara musyawarah pembentukan pengurus baru MUI Kecamatan Malalak, pekan lalu, mengharapkan seluruh tokoh masyarakat Malalak untuk meyakinkan Pemerintah Kabupaten Agam, bahwa Malalak cukup siap menjadi tuan rumah untuk menyelenggarakan MTQ ke-36 Kabupaten Agam. Dalam hubungan ini, pihak Pemkab Agam telah menjajaki tiga kecamatan sebagai calon menjadi tuan rumah pada MTQ ke-36 ini, yaitu Kecamatan Tanjung Raya, Palembayan, dan Kecamatan Malalak. Sebagai kecamatan baru, Malalak sudah sepantasnya mampu menyelenggarakan MTQ tingkat Kabupaten Agam. Apalagi seluruh kecamatan di Kabupaten Agam telah mendapat jatah sebagai tuan rumah di tahun-tahun sebelumnya, kecuali Kecamatan Malalak yang belum melaksanakan. Seorang tokoh masyarakat Malalak, Afrizal Chatib menyatakan, kesiapannya untuk memperjuangkan secara bersamasama agar Malalak tampil sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ ke-36 pada 2014 nanti. Sebab, tampilnya Malalak sebagai tuan rumah, merupakan harga diri bagi masyarakat Malalak sebagai kecamatan baru di Kabupaten Agam. Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Malalak yang baru terpilih, M Taufiq yang juga staf pengajar di STAIN Bukititnggi menyatakan, kesepakatannya bersama tokoh masyarakat lainnya untuk memperjuangkan ke tingkat kabupaten, agar Kecamatan Malalak diberikan kesempatan melaksanakan MTQ ke-36 Kabupaten Agam 2014 nanti. Pada acara musyawarah pembentukan pengurus baru MUI Malalak periode 20102015, ini hadir Muspika Malalak, ulama se-Malalak, dan tokoh masyarakat Malalak. Dalam sambutannya, Camat Malalak yang diwakili Sekcam, Zulwardi menyampaikan, apresiasi atas pelaksanaan musyawarah ini, dimana MUI memiliki peran strategis dalam pembangunan Agam Madani kearah yang lebih baik. (h/sms)

13

KECEWA — Mayarakat Batu Galeh Jorong IV Surabayo Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam kecewa dengan pengaspalan jalan di Kubang. RAHMAT HIDAYAT

AGAM, HALUAN — Proyek fisik maupun non fisik menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Agam ditargetkan selesai menjelang tutup buku tahun anggaran Desember 2013 mendatang. Dikatakan Kadinas Fauzir, tahun 2013 ini Agam memperoleh DAK dari pemerintah pusat sebesar Rp23,6 miliar yang peruntukan terbanyak pada Sekolah Dasar (SD) Rp11 miliar, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Rp5,4 miliar, Sekolah Menengah Atas (SMA) Rp3,9 miliar, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Rp3,2 miliar. Dana itu, sebagian besar digunakan untuk pembangunan fisik, terutama untuk penambahan dan rehabilitasi ruangan belajar siswa. Sedangkan dalam peningkatan mutu dana digunakan untuk pengadaan buku, alatalat laboratorium, dan keperluan lainnya. Ditegaskan Fauzir, pihak sekolah yang melakukan pekerjaan harus tepat waktu sesuai dengan perjanjian. Untuk itu, pihak kantor dinas juga aktif melakukan proses pencairan dananya. (h/ks)

Pengaspalan Jalan Menuai Kekecewaan AGAM, HALUAN — Pengaspalan jalan di Kubang Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, diduga tidak sesuai dengan bestek perencanaan awal, sehingga masyarakat kecewa dengan kenyataan tersebut. Semula pengaspalan akan dilakukan dari Kubang menuju Muaro Jorong Surabayo. Kemudian beralih ke Simpang Batu Galeh menuju Simpang Tiga Lubuk Basung. Warga Batu Galeh Jorong IV Surabayo Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam Rudi (37) mengatakan, masyarakat kecewa dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Sebelumnya, jalan direncanakan dari Kubang menuju Muaro Jorong Surabayo, dan sudah pernah diukur Dinas

PU. “Mayarakat sebenarnya sangat berharap jalan menuju Jorong Surabayo yang diaspal, karena kondisi jalan di daerah kami sudah rusak. Jalan ini sudah lama tidak tersentuh perbaikan. Warga sangat butuh jalan diperbaiki, apalagi di tempat tersebut ada bangunan perumahan,” katanya. Menurutnya, mereka seperti di anak tirikan. Banyak jalan yang mestinya harus di aspal dibiarkan begitu saja. Pengaspalan maupun pembukaan jalan baru hanya berdasarkan ketokohan penduduk setempat. Salah sorang warga perumahan tahap I Kubang yang juga merupakan anggota DPRD Padang Pariaman, Masrizal mengatakan, pengaspalan jalan yang dilakukan hendaknya harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jangan hanya berdasarkan

kepentingan. Ia menduga dibelokkannya pengaspalan jalan menuju Simpang Tiga Lubuk Basung, karena melewati rumah orang tua salah seorang anggota DPRD Agam. Selain itu, ia menduga pengaspalan jalan tersebut dikerjakan tidak sesuai dengan standar yang seharusnya. Menurut Masrizal, pada

beberapa ruas jalan tidak terlebih dahulu dilakukan pengaspalan kelas C. Namun, aspal lama langsung dilapis dengan aspal hotmix. Sementara itu, PPTK dari Dinas Pengerjaan Umum Gani mengatakan, pihaknya tidak pernah mengubah rencana pengaspalan jalan di Kubang. Pengerjaan sudah dilakukan

sesuai dengan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA). “Berdasarkan DPA titik nolnya pengerjaan pengaspalan tersebut dimulai dari Batu Galeh dan ujungnya sampai ke Kubang depan SPBU, atau pengerjaan tersebut tepatnya pada simpang yang berada tidak jauh dari Simpang Lubuk Basung menuju Kubang. (h/yat)

Seluruh Fraksi Setujui Ranperda Perubahan APBD BUKITTINGGI, HALUAN — Seluruh fraksi di DPRD Kota Bukittinggi menyetujui seluruh Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bukittinggi tahun 2013 untuk menjadi perda, dalam rapat paripurna DPRD Kota Bukittinggi, Selasa (1/10). Dalam rancangan perubahan APBD tahun 2013 hingga pembahasan akhir di Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), proyeksi pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp538.677.434.966 atau mengalami kenaikan sebesar

Rp55.103.808.586. Peningkatan pendapatan daerah ini bersumber dari kenaikan pendapatan dana perimbangan, dan pendapatan daerah lainnya yang sah. Selanjutnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk perubahan tahun 2013 berkurang dari APBD awal 2013 sebesar Rp55.346.850.312 menjadi Rp54.646.355.950 atau sebesar Rp700.494.362 dari penerimaan hasil retribusi daerah pada dinas pasar. Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) berpandangan, estimasi PAD untuk tahun 2013 sebesar Rp54.646.355.950 atau mengalami peningkatan sebesar 12,47 persen dibandingkan estimasi dana perimbangan s e b e s a r Rp418.356.541.416, merupakan peningkatan yang masih terlalu kecil. Fraksi PAN menyarankan peningkatan kemandirian daerah ke depan harus diupayakan terus agar meningkat lebih besar lagi sebagai salah satu faktor dalam menunjang keberhasilan penyelenggaraan otonomi daerah, dengan cara terus menggali potensi nyata pendapatan daerah, terutama PAD sampai akhir tahun 2013 ini. Terkait dengan belanja daerah pada APBD 2013 awal sebesar Rp514.495.796.380, dan dalam perubahan APBD 2013 terjadi kenaikan sebesar Rp76.140.940.677

atau menjadi Rp590.636.737.057, Fraksi PAN mengapresiasi langkah Pemko Bukittinggi dalam mengurangi pos belanja di hampir semua SKPD. Sementara fraksi gabungan yang terdiri dari Partai Hanura, Partai Bulan Bintang, Partai Gerindra, dan Partai PKPI berpandangan, bahwa penambahan atau kenaikan pendapatan sebesar Rp55.103.808.586 bukan dari sisi PAD, tapi dari pos lain yang sah, sehingga tidak perlu bergembira dulu. Sementara, dari sisi PAD terjadi pengurangan sebanyak Rp700.494.362 dari pos retribusi daerah. Fraksi gabungan menilai, fakta tersebut mengindikasikan bahwa masih lemahnya dari sisi perencanaan, pengelolaan dan pengawasan terhadap PAD, sehingga dipandang perlu melakukan Riset Potensi Pendapatan Daerah (Rispoda), serta dipandang perlu adanya kreasi dan inovasi baru untuk melakukan pencarian sumbersumber pandapatan daerah yang baru. Dalam rapat paripurna itu, semua fraksi juga menyetujui Ranperda Dana Cadangan, serta Ranperda perubahan kedua Perda Nomor 8 tahun 2010 tentang penambahan penyertaan modal daerah kepada modal PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat. Namun semua persetujuan itu tentunya disertai beberapa catatan yang dikemukakan masing-masing fraksi. (h/wan)

>> Editor : Nasrizal

>> Penata Halaman : Habli


14

RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQAEDAH 1434

Bupati Kunjungi Jorong Tertinggal

Jajaran Polres Sijunjung Sertijab SIJUNJUNG, HALUAN — Jabatan Wakil Kepala Kepolisian Resort (Waka Polres) Sijunjung diserahterimakan dari Kompol Ari Kurniawansyah kepada Kompol Edison yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Rent di Polres setempat. Sementara, Kompol Ari Kurniawansyah selanjutnya dipercaya menjadi Kasubdit II Intelkam Polda Sumbar.Prosesi sertijab dipimpin Kapolres Sijunjung, AKBP Sugeng Riyadi di halaman Mapolres setempat, Senin (30/9). Selain jabatan Waka Polres, dua jabatan Kepala Bagian (Kabag), dua jabatan Kepala Satuan (Kasat) dan jabatan Kapolsek Tanjung Gadang dan Kapolsek Lubuk Tarok juga diserahterimakan dari pejabat lama ke pejabat baru. Dua jabatan Kabag yang diserahterimakan adalah, Kabag Rent dari Kompol Edison kepada AKP Syahrial AB yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Binmas. Kabag Sumda dari Kompol Andrianto Argamuda kepada Kompol Bakhtiar Pane yang sebelumnya Kabag Sumda di Polres Sawahlunto. Kompol Andrianto Argamuda selanjutnya menjadi Kakorsis di SPN Padang Besi. Kemudian Kasat Binmas, dari AKP Syahrial AB kepada AKP Asmirin yang sebelumnya menjabat Kapolsek Tanjung Gadang, Kasat Lantas dari AKP Marwan kepada Iptu Ricky Pranata yang sebelumnya menjabat Kapolsek Pangkalan Kabupaten Limapuluh Kota.Marwan sejanjutnya mendapat posisi baru di Ditlantas Polda Sumbar. Selanjutnya, Kapolsek Tanjung Gadang dari AKP Asmirin kepada Supriedi yang sebelumnya perwira di Polres Sijunjung.Sedangkan Kapolsek Lubuk Tarok yang sebelumnya dijabat AKP Makmur Sanusi (pensiun) digantikan AKP Maisal yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Kawaltah Subdit Pamtah Dit Tahti Polda Sumbar. Kapolres Sijunjung AKBP Sugeng Riyadi dalam sambutan mengatakan, mutasi dan sertijab dilakukan dalam rangka penyegaran dan pembinaan karir bagi pejabat yang dilantik maupun bagi perkembangan Polres Sijunjung. Dia berharap, pejabat baru segera menyesuaikan diri, dan melakukan inovasi bagi kemajuan Polres Sijunjung dan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat, apalagi tantangan tugas Polri ke depan semakin berat. Dan yang tak kalah pentingnya, sebut Sugeng, merangkul dan melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat. “Pendekatan yang dilakukan untuk menciptakan keakraban yang lebih dekat dengan Polri,” ingatnya.(h/azn)

FOTO BERSAMA — Bupati Sijunjung Yuswir Arifin didampingi Ketua TP PKK Ny En Yuswir Arifin foto bersama dengan kontingen jambore PKK Kabupaten Sijunjung, Minggu (29/9). AZNELDI

JAMBORE PKK

TP PKK Sijunjung Siap Pertahankan Prestasi SIJUNJUNG, HALUAN — Kontingen jambore PKK Kabupaten Sijunjung mengikuti seluruh perlombaan dalam Jambore PKK Kader Berpretasi tingkat Sumatera Barat. TP PKK Sijunjung bertekad mempertahankan prestasi yang pernah diraih tahun lalu. “Dari 15 cabang yang diperlombakan, kontingen Sijunjung mengikuti seluruhnya,” kata Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan KB Jon Iskandar, di gedung PKK, Minggu (29/9). Jambore PKK di Kota Padang yang digelar di Hotel Inna Muaro, sambung Jon, kontingen Sijunjung mengutus sebanyak 21 orang peserta. Mereka,

sebutnya, merupakan kader PKK berprestasi dari ranah lansek manih. Dia mengatakan, pelaksanaan jambore PKK tahun ini beda dengan jambore sebelumnya yang hanya mengunakan tenda.Tapi pada kali ini, jambore digelar di hotel. “Jambore saat ini disebut jambore refreshing, sebab peserta tidak masak,” katanya. Ketua TP PKK Sijunjung, Ny En Yuswir Arifin bertekad mempertahankan prestasi yang pernah diraih kontingen Sijunjung tahun lalu. Di mana tahun 2012 kader PKK Kabupaten Sijunjung meraih peringkat terbaik di tingkat Sumatera Barat. Bahkan prestasi itu sampai di tingkat nasional. Peserta yang diutus mengikuti perlombaan tersebut telah melalui berbagai penyeleksian. Mulai di tahap nagari, kecamatan dan tingkat

kabupaten. Dengan penyeleksian secara ketat itu, ia yakin Kabupaten Sijunjung mendapat prestasi gemilang di tingkat Sumatera Barat. Bupati Sijunjung Yuswir Arifin ketika melepas kontingen jambore PKK berharap kontingen PKK Sijunjung meraih peringkat terbaik di tingkat Sumatera Barat seperti tahun sebelumnya. “Saya yakin, PKK berhasil meraih prestasi seperti tahun lalu,” ucap Yuswir Arifin. Dia juga mengingatkan kontingen Sijunjung menjaga spirit (semangatred) selama perlombaan berlangsung, sebab perlombaan saat ini berlangsung di hotel berbintang. Berbeda dari tahun lalu yang hanya menggunakan tenda. “Jagalah semangat dan kekompakan, jangan terlena dengan tempat pelaksanaan,” ingatnya.(h/azn)

SIJUNJUNG, HALUAN — Bupati Sijunjung Yuswir Arifin bersama Ketua DPRD Mukhlis R dan sejumlah pejabat pemerintah kabupaten setempat mengunjungi Jorong Muaro Kaluai. Jorong ini merupakan salah satu jorong tertinggal di Nagari Langki Kecamatan Tanjung Gadang. Jorong Muaro Kaluai yang berjarak sekitar 45 kilometer dari Tanjung Gadang dihuni 330 jiwa atau 87 kepala keluarga (KK). Muaro Kaluai dikatakan tertinggal karena masih memiliki banyak kekurangan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat, seperti infrastrukur jalan dan kesehatan. Kondisi ruas jalan dari Jorong Muaro Kaluai menuju Nagari Langki masih beralaskan tanah. Begitu juga tenaga kesehatan, jorong Muaro Kaluai belum memiliki bidan. Jika ada yang sakit dan melahirkan, warga Muaro Kaluai harus pergi ke Nagari Langki yang berjalan lebih kurang 12 kilometer. “Kalau ada yang sakit dan melahirkan, harus dibawa ke pusat pemerintahan Langki, karena tak adanya tenaga kesehatan di jorong kami,” ujar Erna, salah seorang warga setempat. Kepala Jorong Muaro Kaluai Afrizal, menyebutkan, warga Jorong Muaro Kaluai sangat membutuhkan infrastuktur jalan, kesehatan dan lainnya. Apalagi mayoritas warga Muaro Kaluai sebagai petani sangat mendambakan sarana jalan yang memadai untuk membawa hasil bumi. Tak hanya itu, Afirizal juga berharap adanya penempatan tenaga kesehatan di jorong mereka. “Kami berharap, pemerintah menempatkan tenaga bidan di Jorong Muaro Kaluai,” harapnya. Erna dan Afrizal berharap, kedatangan Bupati Yuswir Arifin bersama Ketua DPRD Mukhlis R dan sejumlah kepala SKPD memberi angin segar untuk kemajuan pembangunan Jorong Muaro Kaluai. Bupati Sijunjung Yuswir Arifin menyebutkan indikator tertinggal itu disebabkan buruknya sarana jalan, kesehatan dan lainnya. Dia menuturkan akan membangun jalan ke Jorong Muaro Kaluai dan menempatkan bidan di jorong tersebut. Pembangunan sarana jalan, katanya, akan memanfaatkan dana parsipatif dan padat karya sebesar Rp 550 juta. “Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan jalan sepanjang 6 km,” tuturnya. Dia menyebutkan, ruas jalan menuju Muaro Kaluai sebagian masuk dalam kawasan hutan lindung sehingga pembangunan jalan tidak dapat menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).(h/azn)

>> Editor : Nova Anggraini

>> Penata Halaman : Rahmi


RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQAEDAH 1434

Nilai Tukar Dolar Jatuh

Harga Cabai Terus Menanjak PADANG, HALUAN — Menjelang Idul Adha, harga cabai merah cenderung terus menanjak. Pantauan Hlauan di Pasar Raya Padang, Selasa (01/10), Is (35), salah seorang pedagang cabai mengatakan, cabai merah mengalami kenaikan. “Dari tiga hari yang lalu harga cabai merah cenderung terus meningkat. Sebelumnya hanya Rp30.000/per kg namun sekarang harganya mencapai Rp36.000 per kg. Sedangkan harga cabai hijau dari minggu lalu sampai sekarang masih bertahan Rp26.000/kg dan bawang merah peking masih di harga Rp14.000/kg sampai hari ini. Para penjual sembako lainnya juga bertutur harga cabai merah dari minggu lalu sampai hari ini terus menanjak. Ini dikarenakan menjelang Idul Adha cabai merah (cabai jawa) juga sedikit yang masuk. Tentu saja hal ini merupakan kendala bagi konsumen untuk membeli cabai merah. Seperti penuturan Mina (51), ia biasa mengkonsumsi cabai merah untuk kebutuhan sehari-hari 2,5 ons cabai merah dengan 2 buah tomat. Namun sejak kenaikan Mina mengurangi takaran cabai merah menjadi 1,5 ons dengan 3 buah tomat. “Itu lah caro ambo untuk menghemat pemakaian lado dek hargo lado ko naiak,” penuturannya. (h/mg-win)

Produksi Gambir Agam Menurun AGAM,HALUAN — Produksi gambir masyarakat Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam kini menurun akibat harga yang anjlok dari Rp 20 ribu lebih/kg menjadi sekitar Rp 18 ribu/kg. Karena penurunan harga pemilik kebun banyak yang tidak melakukan pengempaan daun gambir dan mengalihkan pekerjaan ke bidang usaha tani lainnya. “Beberapa waktu lalu produksi gambir masyarakat memang sempat melejit hingga mencapai lebih 1 ton/bulan, tetapi kini hanya sekitar 700 kg/bulan disebabkan aktifitas pengempaan daun gambir menurun,” kata camat Palupuh Syahrul Hamidi kemarin. Pada kecamatan tersebut pohon gambir banyak ditanam warga di nagari Pasir Laweh, tumbuhnya cukup subur karena cocok dengan iklim dan kondisi tanah setempat. “Bagi masyarakat di daerah ini berkebun gambir merupakan mata pencaharian sejak nenek moyang mereka dulu, penjualan hasilnya banyak ke Payakumbuh,” sebut camat. Selain gambir produk perkebunan kecamatan Palupuh terkenal adalah karet yang banyak ditanam di nagari Nan Tujuah, terutama pada jorong Simauang dan Air Kijang, namun produksinya juga turun naik tergantung kepada kondisi harga(h/ks)

15

TOKYO, HALUAN — Nilai tukar Dolar AS langsung jatuh terhadap sejumlah mata uang di Asia, karena pemerintahan AS ditutup pertama kali sejak 17 tahun lalu, akibat belum disetujuinya anggaran oleh Kongres. Siang ini, dolar AS di Tokyo berada di level 98,16 yen, turun daro sebelumnya 98,7 yen. Penutupan pemerintahan AS ini memicu ditutupnya sejumlah kantor pemerintahan. “Dampak ekonomi (dari penutupan pemerintah) tidak jelas. Itulah mengapa para investor melepas aset dolarnya,” ujar Kepala Forex HSBC Jepang Kosuke Hanao dikutip dari AFP, Selasa (1/10). Sebelumnya, di Jepang muncu survei kepercayaan bisnis yang naik ke level tertinggi dalam 5 tahun. Tak hanya dengan yen, dolar juga melemah dibandingkan mata uang lainnya di Asia Pasifik. Di India, dolar melemah dari 62,78 rupee menjadi 62,35 rupee. Demikian juga di Singapura, dolar melemehan dari SGD 1,257 menjadi SGD 1,2531. Di Indonesia, dolar melemah dari Rp 11.655 menjadi Rp 11.239. (h/kcm)

PENGHARGAAN — Irlisa Rachmadiana Founder Economic Review/Anggota Dewan Juri Anugerah Perbankan Indonesia 2013 (kiri) menyerahkan penghargaan Anugerah Perbankan Indonesia 2013 kepada Wan Razly Abdullah – Direktur Strategy & Finance PT Bank CIMB Niaga Tbk (kanan) saat berlangsungnya acara Anugerah Perbankan Indonesia 2013 belum lama ini di Jakarta. CIMB Niaga berhasil meraih 8 penghargaan untuk bank dengan modal inti Rp5 triliun – Rp30 triliun.

Penjualan Tiket Pesawat Masih Stabil

DI AJANG ANUGERAH PERBANKAN INDONESIA 2013

CIMB Niaga Raih Delapan Penghargaan JAKARTA, HALUAN — PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) berhasil meraih delapan penghargaan untuk bank dengan modal inti Rp5 triliun – Rp30 triliun, pada ajang Anugerah Perbankan Indonesia 2013 yang berlangsung di Jakarta, belum lama ini. CIMB Niaga berhasil meraih peringkat pertama untuk Good Corporate Governance, Human Capital, Corporate Communication, Risk Management, dan Modal Inti; peringkat kedua untuk CEO in Leadership (Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid) dan Finance; serta peringkat ketiga untuk Information Technology. Diselenggarakan oleh Group Ideku (Economic Review, Business Review, Indonesia Review, dan Woman Review) dan Perbanas Institute, Anugerah Perbankan Indonesia 2013 menjadi bentuk apresiasi tertinggi perbankan di Indonesia yang telah berhasil meningkatkan kontribusi yang signifikan, khususnya bagi pengembangan bisnis, pasar modal, investasi, dan

perekonomian di Indonesia. Ajang ini juga dijadikan forum tukar pikiran dan pengembangan gagasan bankir-bankir nasional, terutama dalam mendorong kesiapan dan perkembangan perbankan Indonesia menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015 mendatang. Wan Razly Abdullah, Direktur Strategy & Finance CIMB Niaga mengungkapkan apresiasinya atas penghargaan yang diraih kali ini. Menurut Wan Razly, diraihnya prestasi ini diharapkan dapat memacu semangat jajaran manajemen serta seluruh karyawan/ti CIMB Niaga untuk mencapai prestasi yang lebih baik lagi. “Ke depan, tantangan yang akan dihadapi perbankan Indonesia akan semakin berat. Untuk itu, CIMB Niaga akan terus berbenah, berinovasi, serta meningkatkan pelayanan kepada nasabah, dalam menghadapi persaingan dengan bank-bank di kawasan regional, dan menyongsong berlakunya masyarakat ekonomi ASEAN tahun 2015 mendatang,” terang Wan Razly. Menurut Wan Razly, kinerja CIMB Niaga pada enam bulan pertama tahun 2013 berhasil mencatatkan perolehan laba bersih konsolidasi (unaudited) sebesar Rp2,13 triliun, meningkat 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di tengah iklim usaha yang menantang, baik di tingkat global maupun di dalam negeri, ditambah dengan kenaikan suku bunga dan tekanan inflasi akibat kenaikan harga BBM, CIMB Niaga tetap dapat mempertahankan pertumbuhan dalam penyaluran kredit dan pengumpulan dana

pihak ketiga. Per 30 Juni 2013, CIMB Niaga telah menyalurkan kredit sebesar Rp150,95 triliun, meningkat 10% dibandingkan periode yang sama tahun 2012. Adapun dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 9% menjadi Rp149,94 triliun dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp137,59 triliun. Wan Razly menambahkan, untuk mencapai target pertumbuhan perusahaan tahun ini, CIMB Niaga telah menerapkan sejumlah strategi. Antara lain fokus pada bisnis yang bermarjin tinggi, seperti kredit untuk segmen usaha mikro kecil/UMK (Mikro Laju), dan segmen usaha kecil menengah/UKM (kredit Small Medium Enterprise), serta bisnis kartu kredit; meningkatkan dana murah untuk menjaga likuiditas; dan mempercepat proses persetujuan kredit kepada nasabah. Sementara itu, pencitraan positif CIMB Niaga di masyarakat, lanjut Wan Razly, menjadi wujud efektifnya strategi komunikasi CIMB Niaga. Strategi komunikasi yang diterapkan melalui publikasi maupun iklan di masyarakat, telah menanamkan citra positif CIMB Niaga di masyarakat. Tentunya hal itu bisa terwujud melalui dukungan manajemen dan juga seluruh karyawan/ti CIMB Niaga. “Untuk mencapai prestasi seperti sekarang ini, butuh perjuangan dan kerja keras seluruh karyawan/ti, serta dukungan dari masyarakat. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam mewujudkan hal ini dan menjadikan hal ini sebagai pelecut semangat kami untuk bekerja lebih keras lagi demi mencapai kinerja perusahaan yang lebih baik lagi,” kata Wan Razly. (h/rel)

PADANG, HALUAN — Banyaknya pendatang di Kota Padang tidak mempengaruhi penjualan tiket pesawat menjelang lebaran Idul Adha ini. Kebanyakan mereka lebih memilih tetap di Padang merayakan lebaran karena mereka hanya pulang ketika Idul Fitri atau libur panjang. Sesuai dengan yang dikatakan oleh Pipit (47 tahun) salah satu agen penjualan tiket pesawat Sriwijaya Jln. Juanda no.6 di Kota Padang, “Menjelang lebaran Idul Adha tidak ada peningkatan yang signifikan dalam penjualan tiket pesawat Sriwijaya, dan yang booking tiket juga tidak terlalu banyak, Kemungkinan yang bisa diharapkan dari tour ke luar negeri karena perjalanan panjang,” katanya Senin (30/9) siang. Jadwal keberangkatan juga seperti biasa tidak ada penambahan, peningkatan penjualan tiket dari hari biasanya hanya berkisar 20%, dan harga tiket juga tidak mengalami kenaikan yang terlalu tinggi, harapan penjualan tiket yang diharapkan sekarang dari perjalanan paket tour tiga hari mulai dari tanggal 12-15 oktober. Di lain pihak penjualan tiket Garuda mengalami peningkatan walaupun tidak terlalu tinggi, akan tetapi untuk pemesanan tiket untuk lebaran idul adha sudah banyak, Rute yang mendominasi adalah PadangJakarta. Helda, Pimpinan PT.Tridaya Pesona Wisata mengatakan “Karena ada acara Teknologi tepat Guna ini yang membuat penjualan tiket pesawat Garuda mengalami peningkatan berkisar 30%, mereka rata-rata membooking tiket pulang pergi tapi harga yang di berikan juga berbeda. Harga tiket untuk pulangnya lebih rendah dari harga tiket pergi,” (h/mg/rin)

Sriwijaya Air

>> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman : Rahmi


16

RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQAEDAH 1434 H

Ayla dan Agya Diminati Karyawan

Industri Penerbangan Bakal Pakai Biofuel JAKARTA, HALUAN — Sejumlah maskapai penerbangan siap menggunakan biofuel sebagai pengganti bahan bakar fosil yang selama ini digunakan. Salah satunya adalah PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA). Direktur Operasional GIAA, Noviantono Herupratomo mengatakan, meskipun perseroan siap menggunakan biodiesel, namun hal itu masih terkendala ketersediaan atau pasokan biofuel sendiri. “Itu kan masih wacana, masih trial. Intinya selama belum ada kebijakan bahan bakar nonfosil ini sebaian untuk industri ini, enggak ada orang mau bikin. Saya bilang wacana, kita user kok,” kata dia kepada Kompas.com, ditemui di sela-sela penandatanganan GIAA dengan ATR dan NAC, di Jakarta, Selasa (1/10). Ia menjelaskan, sebetulnya pesawat terbang bisa menggunakan bahan bakar non avtur, seperti dengan biofuel, sepanjang komposisi kimianya sama. “Ya bisa lah. Kita siap, tapi barangnya belum ada. Semua pesawat siap, tapi bahan bakar itu komposisinya harus sama dengan avtur. Bedanya hanya kalau avtur fosil, biofuel non fosil, tapi komposisi kimianya sama,” kata dia. Ia mengatakan saat ini ketersediaan bahan bakar biofuel belum ada di Indonesia. Sementara itu Eropa dan Amerika Serikat sudah bisa memanfaatkan bahan bakar. Kalaupun ada, itu pun dalam jumlah kecil, dan harga keekonomiannya lebih tinggi 1,5 kali harga avtur. Sebagaimana diketahui, krisis energi mengancam Indonesia. Sementara kebutuhan energi bertambah, cadangan mulai menipis, terlebih lagi belum ada penambahan kilang minyak. (h/kcm)

ANTUSIAS — Para pengunjung showroom Astra Daihatsu Motor di Jalan Khatib Sulaiman nomor 101, terlihat antusias melihat mobil murah keluaran Daihatsu. ALEX

TELUK BAYUR BANGUN TERMINAL CURAH KERING

Investasi Rp50 Miliar PADANG, HALUAN — Pelabuhan Teluk Bayur terus dikembangkan pihak pengelola. Setelah sukses dengan pembangunan Terminal Peti Kemas (TPK) dengan nilai investasi sebesar Rp700 miliar, PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur kini tengah mempersiapkan terminal curah kering dengan nilai investasi sekitar Rp50 miliar. “Rencananya, terminal curah kering di kawasan Gaung itu akan diresmikan November ini. Terminal yang mempunyai lahan seluas 11 hektar itu akan menampung komoditi berupa batubara, cangkang sawit, bijibesi dan lainnya dengan kapasitas 4-6 juta ton per tahunnya,”kata General Manajer PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur,

Dalsaf Usman, Selasa (1/10). Untuk mendukung keberadaan terminal baru itu, Pelindo II juga akan membangun dua dermaga untuk kapal angkut berkapasitas 6.000 ton ke bawah. Namun, untuk kapasitas yang lebih besar, tetap ditampung di dermaga yang lebih besar. Biasanya, kapal dengan kapasitas angkut 6.000 ton itu berupa kapal tongkang. Pengembangan terminal curah kering yang tak terlepas dari dukungan warga sekitar ini menjadi bagian dari upaya pengembangan Teluk Bayur menjadi pelabuhan modern yang mempunyai daya saing global. Sebelumnya, terminal ini nyaris tak terurus dan berproduktifitas rendah, sementara, setiap tahunnya arus barang, selalu mengalami peningkatan. “Secara khusus, kami

sampaikan terima kasih untuk pak Datuk Indra yang memberikan support dan penjelasan kepada warga akan pentingnya pengembangan ini,”tegas Dalsaf. Selain pembangunan terminal, juga kawasan Lini I pelabuhan yang terdiri atas pergudangan dan areal peti kemas juga akan diperluas hingga di kawasan jalan Belawan, di komplek pelabuhan. Namun, perluasan ini tak akan menutup akses bagi 700 lebih kepala keluarga yang ada di sekitar perbukitan di pelabuhan ini karena akses jalan tetap dibuka untuk warga. “Kami hanya memagari kawasan Lini I yang diperluas. Hal ini tentunya penting untuk mengamankan aset perusahaan dan barangbarang konsumen. Tapi di sisi lain, mobilisasi dan akses warga sekitar juga tetap kami jaga, tapi mereka tentu tak bisa lagi bebas keluar masuk ke kawasan Lini I,”jelasnya. Tak hanya warga, kawasan pengembangan Lini I juga akan mengambil alih perkantoran, baik BUMN, swasta, termasuk kantor Pelindo II sendiri. Ada kompensasi itu sesuai dengan ketentuan dan kesepakatan awal. Kantor Pelindo sendiri juga akan pindah dan tak berada di kawasan Lini I.(h/mat)

PADANG, HALUAN — Mobil murah ramah lingkungan (LCGC), Ayla dan Agya, yang hadir beberapa waktu lalu direspon antusias oleh masyarakat Sumbar. Pemesanan terhadap kedua produk tersebut mencapai ratusan. Seperti yang terjadi di PT Astra Daihatsu Motor, pemesanan Daihatsu Ayla telah mencapai 130 unit. Sementara di Auto 2000, pemesanan Toyota Agya telah mencapai 400 unit. “ Sampai saat ini, Indent Ayla sudah capai 130 unit. Kami akan targetkan penjualan setiap bulannya sebanyak 50 unit. Mobil murah ramah lingkungan (LCGC) akan menjadi jawaban bagi karyawan yang ingin memiliki murah tapi tidak murahan”, kata Syatrul Maulidi, Sales Supervisor PT Astra Daihatsu Motor cabang Padang saat dikonfirmasi Haluan Selasa (1/10) Dikatakannya, melalui pameran otomotiv Ayla yang akan digelar di Plaza Andalas dari tanggal 27 September sampai 11 Oktober ternyata Ayla sangat diminati oleh karyawan. Sekitar 60 persen dipesan oleh karyawan. Rata-rata adalah karyawan yang berpenghasilan dari Rp3 juta hingga Rp 6 juta. Tingginya pemesanan dari karyawan karena Ayla dapat dijangkau karena harganya dibawah Rp100 juta. Sementara itu, Nur Imansyah Tara, Kepala Cabang Auto 2000 menyatakan, sambutan terhadap mobil murah ramah lingkungan Agya telah mengalahkan Avanza. Karena saat ini pemesan toyota Agya sudah capai 400 unit. Pemesan dari Agya bermacam-macam kalangan seperti pengusaha, PNS, aparat pemerintahan, mahasiswa sampai karyawan. Dikatakannya, dari berbagai bervariasi profesi pemesan tersebut, ternyata karyawan lebih mendominasi. Namun untuk angkanya, iapun tidak mengetahui secara jelas. Akan tetapi dari setiap prospek yang dilakukan marketing, pasar karyawan lebih banyak minatnya. “Agya masih dapat dijangkau oleh karyawan baik dari perusahaan maupun pemerintahan. Seperti bagi mereka yang berpenghasilan Rp 3 juta sampai Rp7 juta. Yang biasanya transaksinya dalam bentuk kredit,”jelasnya. (h/cw-lex)

>> Editor : Atviarni

>> Penata Halaman : Rahmi


RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQAEDAH 1434 H

17

JELANG MANCHESTER CITY VS BAYERN MUNICH

Di Bawah Tekanan MANCHESTER, HALUAN — Upaya Manchester City meraih tiga poin saat bertemu juara bertahan Bayern Munich mendapat tantangan besar. Manuel Pellegrini belum pernah bisa menang kala bertemu dengan Josep Guardiola. Pellegrini yang kini melatih City akan menjamu Guardiola dan Bayern-nya dalam lanjutan babak penyisihan Grup D di Etihad Stadium, Kamis (3/10/2013) dinihari WIB. Seperti diketahui bahwa Pellegrini dan Guardiola pernah saling melawan di kompetisi La Liga. Pellegrini membesut Villarreal, Real Madrid dan terakhir Malaga sedangkan Guardiola mengarsiteki Barcelona.

Dicatat Reuters, sudah delapan kali Pellegrini dan Guardiola bertatap muka di dalam pertandingan. Akan tetapi, hasil terbaik Pellegrini hanyalah hasil imbang 33 di Camp Nou saat masih melatih Villarreal pada musim 2008-09. Saat melatih Madrid pada 2009-10, Pellegrini kalah 10 di Santiago Bernabeu dan 0-2 di markas Barcelona. Guardiola lantas membawa timnya juara liga dengan

selisih tiga poin di akhir musim. Sedangkan di Malaga di antara 2010 dan 2012, Pellegrini selalu kalah dalam empat laganya melawan Barca-nya Guardiola dengan hanya bisa mencetak empat gol dan kebobolan 15 gol. Tekanan besar juga ada di pundak Pellegrini. City sendiri di bawah tekanan dan dituntut menang setelah secara mengejutkan kalah 23 dari Aston Villa di liga. Plus, hasil mengecewakan di dua musim terkahir Liga Champions dimana City selalu tersingkir di babak grup. “Selalu lebih baik bermain di Liga Champions ketika Anda memenangi pertandingan liga sebelumnya. Tapi tim ini bermain dengan keyakinan dan rasa percaya diri jadi saya harap

>> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

kami akan punya sebuah laga bagus lagi di hari Rabu,� harap Pellegrini. Di sisi lain, Bayern memang belum terkalahkan di Bundesliga dengan hasil terburuk imbang 1-1 melawan Freiburg. Namun di pertandingan sebelumnya, Philipp Lahm cs cuma mampu menang tipis 1-0 melawan Wolfsburg. Tampil di turnamen ini, Bayern juga bukannya tanpa tekanan. Status sebagai juara musim lalu mengharuskan mereka untuk bisa kembali mempertahankan titelnya.City dan Bayern sama-sama memenangi laga pembuka grup. Sebuah kemenangan akan memastikan salah satu tim memuncaki klasemen sementara. (h/net)

>> Penata Halaman : Ijef


18

RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQARDAH 1434

Juara ISG, Indonesia Incar SEA Games PALEMBANG, HALUAN—Tuan rumah Indonesia dipastikan meraih gelar juara umum Islamic Solidarity Games (ISG) 2013. Jumlah medali yang diraih kontingen “Merah Putih” jauh dari yang didapat di ISG sebelumnya. Total Indonesia meraih 36 medali emas, 35 perak, dan 34 perunggu. Negara terdekat dengan posisi tersebut adalah Iran (peringkat kedua) dan Mesir (3). Delapan tahun lalu di Arab Saudi, pada edisi pertama ISG, Indonesia hanya meraih satu emas, satu perak dan dua perunggu, dan menempati peringkat ke-18. Sedangkan ISG kedua (2005) batal digelar karena konflik politik di Timur Tengah, ketika Iran semestinya jadi tuan rumah. “Atlet-atlet kita sudah menunjukkan kepada kami semangat juang mereka membela Indonesia. Intinya, sekarang kami sudah berada di jalur yang benar. Program-progam sudah berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Kepala Bidang Teknik Kepelatihan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima),

Paulus Pesurney, Selasa (1/ 10). Dari 39 negara peserta ISG edisi ketiga ini, 27 negara memperoleh medali, sedangkan sembilan yang lain pulang dengan tangan hampa. Dan dari 13 cabang yang dipertandingkan, Indonesia mendapat medali emas hampir di semua cabang tersebut. Akan tetapi, lanjut Paulus, masih ada kendalakendala yang masih dihadapi banyak atlet Indonesia khususnya terkait persiapan. Faktor pendukung misalnya honor dan gaji. Hal itu sudah bukan menjadi rahasia umum mengingat banyak PB-PB (Pengurus Besar) ataupun atlet yang mengeluh kurangnya perhatian pemerintah terkait masalah tersebut. “Yang kami inginkan adalah bagaimana atlet menjalani latihan dengan nyaman dengan faktor

pendukung, seperti peralatan bertanding, gizi yang cukup, dan honor para atlet. Faktor itu tidak boleh diabaikan,” tukas Paulus “Jadi kalaupun saat ini mereka juara, itu karena tekad kuat yang dimiliki oleh si atlet, bukan yang lain.” Incar SEA Games Menpora Roy Suryo menyambut gembira pencapaian Indonesia menjuarai Islamic Solidarity Games 2013. Ia berharap prestasi lebih baik adalah di SEA Games pada Desember mendatang. “Hasil ini adalah tolak ukur Indonesia untuk SEA Games. Karena di sini 90 persen atlet dari pelatnas dan itu bisa menjadi peluang kami di SEA Games nanti,” ujar Roy kepada wartawan di Palembang, Selasa (1/10). “Strategi PB (Pengurus Besar) tidak menurunkan pemain terbaiknya di ISG ini tidak bisa disalahkan. Karena memang sejak awal disepakati target kami adalah di SEA Games,” lanjutnya. Roy menolak apabila dikatakan bahwa ISG bukan event yang besar dan pe-

nyelenggaraannya tidak menciptakan atmosfer yang tinggi. “ISG lumayan bergengsi, karena banyak juga juara dunia yang hadir,” ucapnya. Menpora lalu mengingatkan, tantangan

besar sudah di depan mata. Indonesia, yang pada 2011 menjadi juara umum di kandang sendiri, akan menghadapi kompetisi dengan negara-negara Asia Tenggara yang lain pada

Desember mendatang di Myanmar. “Untuk itulah SEA Games target tetap sama, yakni kita bisa merebut medali 115-140 emas. Tidak bisa mengatakan rangking

berapa, karena meskipun 2011 kita juara umum tapi kondisinya berbeda. Ketika itu kami tuan rumah. Kita harapkan tetap dalam posisi meraih yang terbaik,” ujarnya.(h/net)

Panitia Ski Air Internasional Butuh 80 Liaison Officer

REKRUITMEN — Panpel kejuaraan internasional ski air dan wakeboard 2013 mulai memasuki masa sibuk Salah satu fase yang akan mereka jalani adalah proses rekruitmen tenaga Liaison Officer untuk menuntun kontingen asing di iven ini. NET

PADANG, HALUAN — Panitia kejuaraan internasional ski air dan wakeboard 2013 di Danau Diateh Kabupaten Solok, Sumatera Barat, 8-10 November, akan merekrut 80 orang Liaison Officer (LO) untuk memandu peserta dari luar negeri. "Kita akan merekrut 80 orang LO yang akan dilibatkan untuk memandu peserta dalam dan luar negeri selama kejuaraan

berlangsung," kata Panitia Pelaksana Kejuaraan Esneti di Padang, Selasa. Dijelaskannya, 80 LO tersebut nantinya akan dibagi sesuai dengan tugas masing-masing yang ditempatkan untuk mendampingi setiap peserta kejuaraan. Hal tersebut dimaksudkan, selain membantu peserta selama kejuaraan berlangsung juga memberi petunjuk jika ada hal yang kurang

dipahami, baik itu tentang lokasi pertandingan maupun hal kebutuhan diperlukan peserta. Esneti mengatakan, peran LO dilibatkan dalam kejuaraan yang akan diikuti 20 negara tersebut sangat penting dan menyangkut suksesnya event yang baru pertama kali digelar di Sumatera Barat. "Ini event yang berkonsep sport and tourism, LO juga harus bisa

>> Editor : Rakhmatul Akbar

memberikan penjelasan tentang segala potensi wisata yang ada di Sumbar secara umum," katanya. Ia menambahkan, dalam perekrutan LO tersebut, akan dijaring sesuai dengan kriteria dan kemampuan bahas inggris yang baik, serta mencakup wawasan daerah Sumbar. Diakuinya, peran LO dalam kejuaraan tersebut sangat penting, karena setiap LO harus mampu menciptakan komunikasi yang baik terhadap peserta dan menjalin hubungan dangan peserta lainnya."Tentunya LO juga berperan untuk bisa mempromosikan dan menjelaskan kebudayaan Ranah Minang kepada peserta luar negeri," katanya. Ia mengungkapkan, sebelum diturunkan kelapangan, semua LO akan menjalani pelatihan dan dibekali dengan pengetahuan tentang kejuaraan tersebut. Kejuaraan internasional ski air dan wake board di Danau Diateh Kabupaten Solok akan diikuti 20 negara peserta. Selain mempertandingkan nomor slalom individu, ajang tersebut juga mempertandingkan nomor jumping wake board. (h/ rel/mat)

>> Penata Halaman : Jefli


RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQAEDAH 1434 H

19

DPD RI BERULANG TAHUN

9 Tahun Ikut Selesaikan Persoalan Bangsa JAKARTA, HALUAN — Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) genap berusia 9 tahun, Selasa (1/10). DPD dibentuk 9 tahun lalu menyertai lembaga perwakilan yang sudah dibentuk sejak proklamasi kemerdekaan, yaitu DPR, untuk memberikan keseimbangan dalam pelaksanaan tata negara, serta penyelenggaraan kekuasaan negara dan pemerintahan. Kehadiran DPD diharapkan dapat memenuhi aspirasi daerah dan seluruh rakyat dalam mewujudkan cita-cita proklamasi, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Paripurna Peringatan HUT ke-9 DPD RI yang berlangsung di ruang sidang Nusantara V Kompleks Parlemen itu, diisi dengan pidato Ketua DPD RI Irman Gusman, didampingi Wakil Ketua DPD RI Laode Ida dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas. Sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara hadir, seperti Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto, Ketua DPR RI Marzuki Alie, Ketua BPK Hadi Poernomo, Ketua MK Akil Mochtar, Wakil Ketua MPR Melani Leimena Suharli dan Ahmad Farhan Hamid. Usai paripurna dilanjutkan pembukaan pameran foto jurnalistik bertema “Kiprah Senator Indonesia” dan pemotongan tumpeng di lobi Nusantara V. Ketua DPD RI Irman Gusman dalam pidatonya menyatakan, selama sembilan tahun keberadaan DPD telah banyak

memberikan warna dalam menjawab dan ikut menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. “Beragam harapan dan cita-cita ditumpukan dan terus berupaya untuk diwujudkan oleh DPD yang lahir dari semangat pembaharuan untuk melepaskan diri dari belenggu sistem pemerintahan yang sentralistik menuju era desentralisasi dan otonomi daerah,” kata Irman Gusman. DPD, kata Irman, secara simultan terus berupaya mengaktualisasikan kinerjanya melalui berbagai keputusan yang telah dihasilkan. Selama sembilan tahun pengabdiannya kepada rakyat, bangsa dan negara, DPD telah menghasilkan 418 keputusan yang terdiri dari 39 usul Rancangan Undang-undang (RUU), 188 pandangan dan pendapat, 14 pertimbangan, 52 pertimbangan terkait anggaran, 116 hasil pengawasan, 4 buah usulan Prolegnas dan 5 buah hasil rekomendasi DPD RI. Dalam usia DPD yang ke sembilan, perkuatan kelembagaan DPD terus berlangsung, baik dalam konteks kinerja legislasi dan pengawasan, maupun dalam kedudukan konstitusionalnya dalam sistem kenegaraan. Puncaknya adalah dengan ditetapkannya Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tanggal 27 Maret 2013 yang telah mengembalikan dan memulihkan hak-hak konstitusional DPD di bidang legislasi dan Prolegnas sesuai dengan UUD 1945. Irman menyadari, tantangan masih cukup besar di masa-masa mendatang. Tantangan tersebut memer-

KETUA DPD RI Irman Gusman didampingi Wakil Ketua DPD RI Laode Ida dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas memotong tumpeng, masing-masing diserahkan kepada Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto, Ketua DPR RI Marzuki Alie, Ketua BPK Hadi Poernomo, Ketua MK Akil Mochtar, Wakil Ketua MPR Melani Leimena Suharli.

lukan perhatian, komitmen, kesatuan gerak langkah, dan kerja karas kita semua. Tantangan ini ada yang bersifat internal dan ada pula yang bersifat eksternal. Tantangan internal antara lain berupa kebutuhan yang mendesak bagi melakukan konsolidasi organisasi dan tata kelola untuk menindaklanjuti putusan MK tersebut. Sedangkan tantangan eksternal, yang juga terkait dengan tindak lanjut Putusan MK dan kebutuhan lain yang mendesak terkait penyelenggaraan negara, meliputi antara lain konsolidasi hubungan kelembagaan dengan Lembagalembaga Negara, dengan pemerintah, dengan peme-

rintah daerah, dan tentu saja dengan masyarakat. Dalam pidatonya, Irman Gusman juga menyinggung gerakan reformasi yang terjadi 15 tahun lalu. “Berbagai hal positif telah banyak kita capai dalam tenggat waktu tersebut. Namun tidak dapat dipungkiri, dalam proses tumbuh menjadi bangsa maju kita akan selalu menghadapi beragam permasalahan yang hanya dapat dilewati dengan berpegang teguh pada prinsip kebersamaan dan kegotongroyongan.” “Perlu diakui, masih banyak persoalan yang perlu kita selesaikan baik dari dimensi politik, hukum, ekonomi, budaya dan berbagai dimensi kehidupan

masyarakat demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang kita citacitakan,” ujarnya. Dalam pembangunan demokrasi selama 15 tahun reformasi, sambung Irman, disadari pula bahwa bangsa ini masih dalam proses menuju bentuk demokrasi Pancasila yang ideal. Di sisi yang lain, upaya penguatan sistem demokrasi harus terus dilakukan dengan memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitasnya melalui perbaikan mutu penyelenggaraan pemilihan umum dan pemilihan umum kepala daerah, meningkatkan partisipasi, budaya politik serta kualitas para politisi, memberikan

ruang dan perlindungan bagi kebebasan sipil, sehingga kualitas demokrasi bisa lebih substantif dan bukan sekadar prosedural. “Kita berharap, Pemilu 2014 nanti dapat diselenggarakan dengan sebaik-baiknya secara jujur, adil, dan demokratis,” harap Irman. Otonomi daerah Irman dalam pidatonya juga menyinggung pelaksanaan otonomi daerah sebagai konsensus untuk mencapai pemerataan pembangunan dan kesejahteraan rakyat ke seluruh pelosok Indonesia. Evaluasi terhadap titik berat pelaksanaan otonomi daerah, kata Irman, perlu mendapat perhatian bersama. Dia menilai lemah dan belum terwujudnya pemerataan sumber daya menjadikan pelaksanaan otonomi daerah dengan titik berat di kabupaten/kota masih menghadapi banyak hambatan, karena perlu dipertimbangkan dan menggeser titik berat otonomi ke tingkat provinsi yang mempunyai potensi dan kapasitas serta sumber daya lebih besar. Tidak kalah menarik disampaikan Irman adalah masalah penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang menurunya masih merupakan tantangan yang harus terus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama. “Kita perlu memberikan apresiasi atas tekad pemerintah dan keberhasilan KPK dalam mengungkapkan berbagai kasus korupsi dalam beberapa tahun terakhir. Namun hal itu ternyata belum memberikan efek jera kepada karena terbukti masih terus ter-

ungkap berbagai kasus korupsi baru,” katanya. “Kasus korupsi besar yang diduga melibatkan elit politik belum menunjukan tanda-tanda penyelesaiannya. Bahkan dari hari ke hari korupsi semakin banyak menjangkiti pihak-pihak yang sesungguhnya merupakan harapan masyarakat untuk memberantasnya. Korupsi seakan telah sampai pada apa yang dikenal sebagai ideological corruption, dimana korupsi dilakukan dengan mempengaruhi pengambil kebijakan sehingga menghasilkan kebijakan yang semakin permisif terhadap tindakan penyelewengan. Tugas kita bukan hanya pada bagaimana memberantas korupsi, tapi bagaimana mengobati sistem agar korupsi dapat dicegah,” katanya. Di sisi lain Irman mengatakan, pembangunan bangsa perlu dikembalikan kepada relnya, agar setiap anak bangsa dapat memperoleh kehidupan yang layak dari bumi pertiwi. Dalam upaya perbaikan kualitas pembangunan secara menyeluruh, perlu dilakukan evaluasi kritis terhadap konsep pembangunan yang telah dijalankan selama ini. Berbagai kelemahan yang muncul dari kesalahan pemahaman titik berat dan fokus pembangunan perlu dibenahi. “Untuk itu sebagai produk reformasi, DPD memiliki tanggungjawab moral memberi sumbangsih pemikiran dan tindakan nyata demi tercapainya pembangunan yang berkeadilan dan menyejahterakan rakyat,” kata Irman Gusman. (adv)

Antisipasi Banjir, Pemko Bangun Drainase

RUAS jalan Sukarno-Hatta di Pekan Sinayan Koto nan Ompek akan dilengkapi dengan taman bunga, saat ini dalam proses pembangunan.

RUAS jalan Bodi, Kecamatan Payakumbuh Timur menuju ke areal pertanian penduduk di kawasan Bukit Panjang Patah Sembilan di perlebar.

PAYAKUMBUH, HALUAN, — Pembangunan infrastruktur di Kota Payakumbuh, dilaksanakan dengan skala prioritas, berkaitan dengan usulan masyarakat yang ditampung SKPD terkait setiap kunjungan Tim Ramadan. Kemudian usulan tersebut, dirumuskan ke dalam Musrenbang dan selanjutnya disusun ke dalam Ranperda APBD Payakumbuh. Tak terkecuali pengerjaan proyek pembangunan drainase dan trotoar yang tengah dipacu serta pembangunan box copper yang hampir rampung. Khusus untuk pembangunan drainase dan box copper tersebut, untuk mengantisipasi banjir pada musim hujan mendatang di Kota Payakumbuh, utamanya di jalan Syech Muchtar Parak Batuang, Payakumbuh Barat dan Jalan Tan Malaka Bunian, Payakumbuh Utara. Dua lokasi itu, merupakan langganan banjir kiriman dari kawasan Koto nan Ompek. Untuk mengantisipasi kondisi itu, maka Pemko Payakumbuh membangun baru drainase untuk menambah daya tampung air yang akan masuk ke jalan Tan Malaka setiap musim hujan tiba. Dengan tambahan drainase yang baru itu, kini Jalan Tan Malaka Bunian sudah mempunyai drainase di kiri dan kanan jalan. “Setiap musim penghujan di kawasan itu terjadi banjir yang menggenangi jalan. Air meluap dari drainase dan mengalir ke jalan, sehingga tak jarang menimbulkan kemacetan lalu lintas, “ungkap Kepala Dinas PU Kota Payakumbuh, Muswendri Epites, didampingi Kabid Bina Marga, Zul Arman, di Kubu Gadang. Menurutnya, proyek pembangunan drainase dan trotoar yang dibangun di

PENGERJAAN proyek drainase dan trotoar di jalan Tan malaka Bunin tengah dipacu.

Jalan Tan Malaka Bunian itu, dikerjakan melalui dana APBD Kota Payakumbuh, yang dikerjakan kontraktor CV. Raudah dengan nilai kontrak sebesar Rp350 juta lebih. Dana itu termasuk perbaikan kembali pagar rumah penduduk yang terkena bangunan di sepanjang jalan tersebut. “Kita optimis pengerjaannya akan rampung sampai akhir tahun anggaran, Desember 2013. Sehingga tahun depan direncanakan lanjutan pembangunan drainase dan trotoar dari Bunian ke Kapalo Rimbo Tarok. Pada akhirnya trotoar tersebut akan menyambung dengan trotoar yang sudah ada di Kelurahan Napar, di Kecamatan Payakumbuh Utara,” ulasnya.

Sejalan dengan kesibukan pengerjaan drainase dan trotoar itu, juga dikerjakan tiga box copper. Dua berada di Jalan Tan Malaka dan satu lagi berlokasi di Jalan Imam Bonjol Payakumbuh. Pengerjaan ketiga box copper itu hampir rampung. Manfaat proyek tersebut, untuk mengantisipasi banjir dan memperlancar saluran irigasi di kawasan setempat. Ketiga box copper itu dibangun dengan dana APBD 2013, total lebih kurang Rp180 juta. Proyek itu dijadwalkan rampung awal Oktober. Kadis PU Muswendri Evites, lebih jauh menuturkan, pembangunan ketiga box copper itu merupakan respon cepat dari pemko atas keluhan warga. Pasalnya, bila hujan deras

mengguyur kota ini, kawasan itu juga sering dilanda banjir. Sementara itu, dua box copper di Jalan Tan Malaka berlokasi di pertigaan Parik Muko Aia, tak jauh dari rumah dinas kediaman Ketua DPRD Payakumbuh, Wilman Singkuan. Kemudian berada di dekat pertigaan atau Simpang Maro, Kelurahan Sungai Durian Lampasi. Selama ini, daerah tersebut merupakan langganan banjir dan merusak areal persawahan penduduk. Sedangkan box copper di Jalan Imam Bonjol berlokasi di Kelurahan Padang Datar. Selain mengantisipasi banjir, kehadiran box copper juga akan memperlancar arus air pada saluran irigasi di >> Editor :Syamsu Rizal

kawasan itu. Pasalnya, box copper yang membentang pada ruas jalan, menyambungkan saluran irigasi yang sudah ada pada kedua sisi ruas jalan. Untuk mengantisipasi kerusakan jalan pada ruas utama dalam Kota Payakumbuh, seperti jalan Sukarno-Hatta dan Jalan Sudirman, maka truk tidak diizinkan lagi melewati jalan utama tersebut. Walikota Riza Falepi sudah menginstruksikan kepada Dinas PU agar seluruh truk harus masuk melalui jalan nasional Lingkar Utara dan jalan alternatif Lingkar Selatan. Selain mengantisipasi kemacetan juga meminimalkan terjadinya kerusakan jalan utama dalam kota, jelasnya. (h/zkf) >> Penata Halaman :Rahmi


20

RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQARDAH 1434

Harga Naik, Petani Gambir Gembira

Harga Cabai Jelang Idul Adha Stabil PAINAN, HALUAN — Menjelang hari raya Idul Adha 2013, harga cabai di pasaran di Pessel, salah satunya di pasar induk Painan masih stabil, yaitu Rp 22 ribu per kg. Namun transaksi jual beli terkesan sepi pembeli, sehingga pedagang eceran mengeluh akibat daganganya tidak habis terjual. Efniwati, warga Pasar Baru Bayang menilai, harga cabai dalam kondisi normal. Namun akibat kondisi sulit apalagi pengeluaran lain cukup besar seperti biaya sekolah anak, maka sebagian kaum ibu terpaksa menghemat berbelanja dapur agar kebutuhan lain dapat terpenuhi. Salah seorang pedagang cabai di Pasar Induk Painan Anisma (43) merasa khawatir cabai akan membusuk, bila dagangannya tidak habis terjual, karena bisa mengalami rugi. Menurut dia, 25 kg cabai yang akan dijual di Balai Kamis Painan, hingga pukul 11.00 wib baru terjual sekitar 15 kg, sedangkan sisanya tentu dijual pada keesokan harinya dan tentunya beratnya menyusut (berkurang). Padahal ketika harga cabai mencapai Rp 50 ribu, cabai selalu habis terjual. Sepinya pembeli dipicu akibat ekonomi masyarakat semakin sulit dengan penghasilan yang terbatas serta banyak kebutuhan lain yang mendesak, maka belanja dapur terpaksa dikurangi agar bisa memenuhi kebutuhan yang mendesak. Dalam kondisi saat ini di berbagai pasar tradisional terlihat lebih banyak pedagang daripada pembelinya. “Kondisi ini membuat pedagang mengalami kerugian, karena tidak seimbang biaya operasional dengan pendapatan,” kata Anisma. (h/mjn)

a REHABILITASI — Kantor Camat Bayu Pessel butuh rehabilitasi akibat rusak terkena bencana alam gempa bumi 2009 lalu. M JONI

Kondisi Bangunan Kantor Camat Memprihatinkan PAINAN, HALUAN — Kondisi bangunan Kantor Camat IV Nagari Bayang Utara (Bayu) memprihatinkan, bahkan dikuatirkan kondisi bangunan dapat mengancam keselamatan aparatur dan masyarakat pengunjung.

HARGA cabai naik di pasaran Pessel jelang Idul Adha.

Pemkab Pessel Sosialisasikan Renham PAINAN, HALUAN — Pemkab Pessel melaksanakan sosialisasi Rencana Aksi Nasional Hak Azasi Manusia (Renham) yang diikuti oleh aparatur pemerintah nagari atau adat di lingkungan Pemda Pessel. Kegiatan tersebut menyusul disahkannya Peraturan Peresiden (Perpres) RI Nomor 23 tahun 2011 tentang Renham 2011-2014. Kabag Hukum Sekdakab Pessel Sabrul Bayang menjelaskan, kegiatan sosialisasi tersebut untuk menambah wawasan pengetahuan bagi peserta serta dapat memahami tentang Perpres Nomor 23 tahun 2011 tentang Renham dan UU Nomor 23 tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia (HAM) . Kegiatan sosialiasai tersebut sebagai nara sumber Kanwil Kementerian Hukum dan Ham Sumbar Deswita, Kepala Sub Bidang Diseminasi HAM Sumbar Dewi Nofyenti, Sekdakab Pessel Erizon, Kepala Satuan Reskrim Polres Pessel AKP Yulfahmi, Kepala Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Painan Ridwan. Renham merupakan politik HAM negara untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan perlindungan HAM bagi rakyat Indonesia, sehingga para penyelenggara kekuasaan negara dapat memberikan pelayanan kepada publik sesuai dengan fungsi tugas yang diemban, yang berorientasi kepada HAM serta membangun kerjasama pemerintah dan masyarakat. Kepala Bidang HAM Kanwil Kemenkumham Sumbar Deswita menjelaskan, Renham adalah aksi yang disusun sebagai pedoman pelaksanaan penghormatan, pemajuan, pemenuhan, perlindungan dan penegakan HAM di Indonesia, sebagai komitmen negara dan pemerintah RI, dengan memperhatikan aspek pluralisme dan multikulturalisme yang harus dipahami sebagai acuan oleh penyelenggaran kekuasaan negara secara akuntable (bertanggung jawab) sesuai dengan yang diamanatkan dalam Undang Undang Dasar 1945 dan Undang Undang No 39 tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia ( HAM). (h/mjn)

Bagian dinding bangunan sebagian besar sudah rapuh dan mengalami retak yang cukup parah akibat bencana alam gempa bumi 2009 lalu, sampai saat ini belum diperbaiki. “Kerusakan kantor

camat tersebut sudah disampaikan kepada Pemda Pessel, namun belum ada tanda-tanda untuk diperbaiki. Hal ini karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah serta masih banyak bangunan

lain yang lebih prioritas,” kata Camat Bayang Utara (Bayu) Asril Pitir. Masyarakat Kecamatan Bayu berharap kepada pemerintah agar kantor yang rusak tersebut segara diperbaiki, apalagi sebagai fasilitas pelayanan publik tentu selalu ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan masyarakat. Dengan kondisi bangunan yang sudah rapuh dan retak tersebut membuat masyarakat yang

berurusan merasa kurang nyaman. Arpen (45), warga Asam Kumbang Kecamatan Bayu menilai, pembangunan kantor camat terabaikan oleh pemerintah dan kerusakan ini sudah berlangsung lama yaitu sejak 2009 lalu. Dikhawatirkan, bila terjadi gempa susulan, bangunan tersebut bakal ambruk, meskipun saat ini bangunan itu kelihatan kokoh. (h/mjn).

Budidaya Ikan Air Tawar Semakin Diminati

BUDIDAYA ikan air tawar yang memanfaatkan pekarangan di Sungai Bungin Kecamatan Batang Kapas. M JONI

PAINAN, HALUAN — Budidaya pengembangan ikan air tawar (darat) kini semakin diminati oleh masyarakat sebagai salah satu usaha sampingan yang mendatangkan hasil, dengan jenis ikan, seperti ikan kaluih, majalaya, nila dan ikan lele. Pemasarannya pun mudah dan selalu diminati oleh

masyarakat. Daerah Kabupeten Pesisir Selatan yang mayoritas masyarakat hidup sebagai petani dan nelayan, ketersedian lahan sangat potensial untuk pengembangan berbagai usaha yang mendatangkan hasil, salah satunya budidaya ikan air tawar, cukup hanya dengan memanfaatkan peka-

rangan yang ada dengan hasil produksi cukup dapat dibanggakan. Usaha ini jarang mengalami rugi bahkan dalam dua petak kolam saja dengan 10 ribu ekor bibit ikan bisa menghasilkan keuntungan berkisar Rp 3 juta sampai dengan Rp 4 juta. Usaha budidaya ikan air tawar tersebut membutuhkan sistem pemeliharaan yang baik dengan menebarkan bibit unggul, dengan harga bibit ikan bervariasi, mulai dari Rp 300 sampai Rp 1.000 per ekor. Anis (43 tahun), warga Kapujan Kecamatan Bayang, salah seorang petani yang mengembangkan budidaya ikan air tawar merasa terbantu dari hasil usaha tambak ikan yang dikelolanya. Bahkan dia bisa melanjutkan pendidikan anaknya ke perguruan tinggi terkemuka di Sumbar. Pakan (makanan) ikan tidak harus dibeli, tapi bisa

diselingi dengan memafaatkan tanaman pekarangan berupa daun keladi, kangkung, dedak padi dan lainnya. Ikan akan cepat pertumbuhannya bila makanannya cukup dan tentunya juga akan menghasilkan produksi yang maksimal dalam 6 bulan panen. Faktor yang membuat masyarakat enggan mengembangkan usaha ini karena keterbatasan kemampuan modal usaha untuk membeli bibit ikan. Camat Bayang Alfis Basyir menilai, usaha ikan air tawar dengan sistem tambak (kolam) maupun keramba apung dengan memanfaatkan air aliran sungai cukup memberikan prospek cerah terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Namun yang perlu menjadi perhatian pemerintah adalah terkait teknis pengelolaan yang baik dan modal usaha agar petani bisa terbantu. (h/mjn)

PAINAN, HALUAN — Harga gambir di Pessel merangkak naik di pasaran, dari Rp 15 ribu menjadi Rp 22 ribu per kg. Kondisi ini membuat sebagian para petani merasa lega dan berharap agar harga gambir terus naik di pasaran. Komoditi gambir merupakan salah satu produksi andalan bagi masyarakat Pessel. Naiknya harga gambir membuat petani merasa terbantu, apalagi gambir sebagai tulang kehidupan keluarga. Kelegaan para petani cukup beralasan karena harga gambir murah, jelas petani banyak hutang kepada pihak pengumpul. Dan lebih parah lagi, sebagian petani ada yang terikat membayar angsuran kredit kendaraan, kredit alat eloktronik dan lainnya. Semua ini dibayar dari hasil produksi gambir yang mereka miliki. “Sebagian besar petani gambir di Pessel tidak luput dililit hutang,” kata salah seorang warga Siguntur Tarusan Pessel, Saiful. Bila harga gambir murah, tentu pendapatan tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga, apalagi uang habis untuk membayar hutang. Bahkan tidak jarang kendaraan yang dikredit ditarik kembali oleh dealer karena tunggakan hutang. Sedangkan ketika harga gambir mahal, petani tidak segan-segan berhutang. Bahkan satu rumah ada yang memiliki lebih dari 1 unit kendaraan roda dua, yang semuanya diperoleh melalui kredit kepada pihak pengusaha kendaraan, dengan bunga yang cukup besar. Kondisi seperti ini memicu semakin terpuruknya ekonomi masyarakat, terutama ketika anjloknya harga gambir akan menjadi beban bagi para petani gambir. (h/mjn)

Produksi Sulam Bayangan Terkendala Teknologi PAINAN, HALUAN — Produksi usaha industri kecil kerajinan sulaman bayangan Pessel sangat diminati oleh konsumen luar negeri. Namun sayang produksinya terbatas karena dikerjakan dengan Alat Bukan Mesin (ABM), sehingga pengrajin kewalahan memenuhi permintaan konsumen. Usaha yang dikelola sekitar 40 orang pengrajin di Pessel mampu memenuhi selera pembeli dengan berbagai corak warna dan motif yang unik, bahkan dipakai sebagai perlengkapan pakaian kantor bagi PNS di daerah ini pada hari tertentu. Salah seorang pengrajin sulaman bayangan warga Barung Barung Belantai Tarusan, Aida, menjelaskan, untuk mewujudkan hasil produksi sulaman bayang yang baik, jelas membutuhan waktu yang cukup lama, apalagi dikerjakan sebagai usaha sampingan. Namun hasilnya cukup dapat dibanggakan untuk memenuhi tuntutan keluarga. Usaha ini dikelola secara individu maupun kelompok secara terpisah. Hasil produksi sulaman bayangan asal Barung Barung Belantai Tarusan sudah dikenal oleh berbagai daerah dan luar negeri, seperti Malaysia, Arab Saudi, Singapura dan negara lainnya. Kendala para pengrajin dalam mengembang usaha tersebut tidak terlepas akibat keterbatasan kemampuan dan modal usaha untuk membeli bahan dasar, yaitu kain yang bermutu untuk diberikan sulaman bayangan. Ketua Dekranasda Pessel Hj Wartawati Nasrul Abit akan terus berupaya melakukan pembinaan terhadap generasi muda terutama remaja di kalangan perempuan yang putus sekolah untuk dapat menekuni usaha kerajinan home industri dalam upaya membantu pertumbuhan perekonomian masyarakat di Pessel. (h/mjn)

PLN Diminta Atasi Krisis Listrik PAINAN, HALUAN — DPRD Pessel meminta manajer PT PLN ranting Painan dan Balai Selasa Pessel untuk dapat mengatasi kendala masyarakat tentang krisis listrik yang terjadi di Pessel. Hal itu disampaikan dalam hearing (kegiatan dengar pendapat) dengan Manajer PLN ranting Painan Isrofil dan Manajer Ranting Balai Selasa Zaidir, dan dihadiri oleh seluruh anggota Komisi III DPRD Pessel, Rabu (25/9), di ruang serbaguna DPRD Pessel. Sejumlah anggota DPRD Pessel mendesak kedua manajer ranting PLN tersebut supaya krisis listrik dapat teratasi, karena sudah mengancam pertunbuhan perekonomian masyarakat dan

membuat konsumen rugi. Berbagai aktivitas usaha yang mengunakan aliran listrik juga terhenti. Kedua manajer ranting PLN Pessel tersebut dicecar dengan sejumlah pertanyaan oleh anggota komisi III DPRD Pessel yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Pessel Mardinas N Syair MM. Mardinas meminta pihak PLN agar tidak lagi memberikan alasan klasik, seperti debit air Danau Singkarak yang rendah, air Danau Maninjau yang kecil, mesin genset yang rusak dan lainnya. “PLN harus bisa memberikan pelayanan yang baik terhadap konsumen. Krisis listrik yang selama ini

terjadi sudah mengganggu kelangsungan kehidupan masyarakat, ekonomi semakin terpuruk,” kata Mardinas. Salah seorang anggota komisi III DPRD Pessel Mardison dari Fraksi Demokrat menegaskan, pihak PT PLN Pessel jangan berkilah. Pihak PLN ranting Painan juga jangan saling lempar tanggung jawab ke PLN Sumbar, sementara solusi yang konkrit tidak pernah dilakukan. Dalam kesempatan itu, Manajer PLN Ranting Painan Isrofil berjanji akan menyampaikan kepada pusat tentang hasil rapat (hearing) tersebut. PLN, katanya, tidak akan merugikan masyarakat, dan

akan berupaya melakukan perbaikan jaringan di wilayahnya agar listrik kembali normal. Dia juga meminta, bila ada biro-biro pemasangan instalasi yang sengaja mengambil keuntungan besar, silahkan saja masyarakat memberikan laporan secara tertulis kepada pihak PLN untuk ditindak tegas. Pihak PLN mengaku, terjadinya pemadaman listrik bergilir merupakan konsekuensi akibat kekurangan debit air Danau Singkarak dan Danau Maninjau dan rusaknya mesin pembangkit listrik di Ombilin, sehingga pemadaman bergilir harus dilakukan tidak saja untuk Pessel, namun terjadi di seluruh daerah di >> Editor :Nova Anggraini

Sumbar. Pada tahun 2014, PLN menargetkan semua daerah sudah dapat teraliri jaringan listrik. Hasil rapat hearing ini akan disampaikan ke pusat untuk mencarikan solusinya. “Berbagai uyapa sudah kami lakukan agar listrik dapat normal kembali, termasuk pembersihan pohon kayu yang mengganggu penyebab matinya listrik, kemudian sosialisasi melalui media, pemasangan spanduk bahkan pada bulan Oktober 2012 lalu, bagi pelanggan yang ingin menambah daya dipungut biaya gratis serta memberikan kompensasi 10% kepada pelanggan,” katanya. (h/mjn) >> Penata Halaman : Rahmi


RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQARDAH 1434

21


22

RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQAEDAH 1434 H

10 Cawako Dilaporkan Panwaslu PADANG, HALUAN — Pelanggaran tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Padang oleh sepuluh pasangan calon walikota dan wakil walikota, sudah dilaporkan oleh Panwaslu Kota Padang ke KPU. Hal tersebut diakui oleh Ketua KPU Padang Alison, Selasa (1/10). Dikatakan, surat dari Panwaslu masuk ke KPU

Padang, pada Senin (30/9). Saat ini surat tersebut

sedang telahan bagian hukum di lembaga penyelenggaraan pemilu itu. “Suratnya sudah masuk kemarin (Senin-red) dan sudah diparaf oleh Kabag Hukum. Kami akan melakukan pengkajian terhadap surat dari Panwas tersebut,” ujar Alison. Sekilas, katanya, surat

Sebuah baliho berukuraan besar calon legislatif DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan PDIP terpampang di Jalan Dr Hamka, Kota Padang, Selasa (1/10). Meskipun masa kampanye untuk calon legislatif belum dmulai, sejumlah baliho caleg telah ewarnai sepanjaang jalan di Kota Padang. AMIR

dari Panwaslu itu banyak menyebutkan pelanggaran. Sepuluh calon walikota dan wakil walikota dinyatakan diduga melakukan pelanggaran, terutama pelanggaran administratif. “Pemakaian kata diduga ini, berarti mengharuskan KPU untuk mengkaji ulang temuan dari Panwas tersebut. Makanya kami perlu juga meneliti atau mengkaji laporan itu,” ucapnya, kemarin di KPU Sumbar. Dilanjutkan, semestinya Panwas memberikan rekomendasi pada KPU terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh sepuluh calon pemimpin Kota Padang itu. Rekomendasi tersebut misalnya, KPU perlu memberikan teguran pada pasangan calon, karena telah melakukan pelanggaran. “Laporannya justru banyak kata dugaannya, tak ada rekomendasi dari Panwas, apakah perlu diberikan teguran atau tidak, misalnya,” lanjutnya lagi. Ia juga menjelaskan, bahwa pelnggaran admistrasi itu, seperti melakukan kampanye di luar jadwal perlu dikaji dan ditelaah. Kampanye yang dilakukan apakah betul memenuhi unsur kampanye atau tidak. Misalnya, ada ajakan untuk memilih, menyampaikan nomor urut, menyampaikan visi dan misi, mengarahkan, dan lainnya. “Semua unsur harus terpenuhi,” sebutnya. Sementara Ketua Panwaslu Padang, Nurlina, mengaku sudah memberikan rekomendasi kepada KPU Padang terkait

pelanggaran administrasi yang dilakukan 10 orang calon wali kota dan wakil wali kota ini. Kemudian untuk pemberian sanksi diserahkan kepada KPU. Alasannya, pelanggaran yang dilakukan pasangan calon ini melanggar aturan KPU, jadi harus ditindaklanjuti oleh KPU.

“Kami sendiri sebelumnya sudah menyampaikan kepada pasangan calon terkait aturan bekampanye,secara lisan dan tertulis. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya pelanggaran. Berikutnya adalah tugas KPU, apakah diberi peringatan tertulis atau tidak. Jika KPU

>> Editor : Rudi Antono

menyatakan, disebut pelanggaran administrasi ditentukan setelah melihat akumulatifnya dahulu, hal ini berarti KPU memberi ruang bagi pasangan untuk melakukan pelanggaran. Yaitu sepanjang akumulatif pelanggaran belum terpenuhi,” jelasnya. (h/eni)

>> Penata Halaman : Syahrizal


RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQARDAH 1434

Kinerja BBI Dinilai Tim Nasional

SMA N 5 Pasang Loteng Baru PARIAMAN, HALUAN — Sebanyak 120 siswa SMA Negeri 5 Kota Pariaman, dalam waktu dekat ini tidak akan merasa gerah lagi belajar di lokal yang mereka gunakan dalam kegiatan PBM, karena segera dipasang loteng di lokal tempat mereka belajar itu. Kepala SMA 5 Admiral kepada Haluan mengakui, 4 ruang belajar yang ada di sekolah tersebut masih belum punya loteng dan itu gedung yang pertama kali dibangun untuk SMA ini sekitar tahun 2009. Sejak pindah menempati gedung baru, SMA Negeri 5 sekitar dua tahun lalu, lokal itu digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. SMA Negeri 5 akan terus berbenah sesuai dengan perjalanan waktu, sehingga siswa yang belajar benar-benar merasa nyaman dan dengan demikian bisa menyerap pengetahuan yang diberikan guru mereka secara cerdas. Kini, kata Admiral, lanjutan pembangunan gedung utama itu akan dilaksanakan dengan membuat loteng, dan sejumlah prasarana yang dibutuhkan lainnya, termasuk juga perbaikan WC. Pekerjaan lanjutan tersebut akan dikerjakan pada Oktober ini dengan memanfaatkan dana APBD tahun 2013. Dijelaskan juga, bahwa pembangunan musala berukuran 12 x 13 meter, juga akan dibangun di komplek sekolah. Dana pembangunanya dari sumbangan para guru termasuk siswa. (h/tri)

PIK Remaja Juara I Jambore PARIAMAN, HALUAN — PIK Remaja Kota Pariaman meraih juara I di Jambore IMP/PKB, Jambore PIK Remaja se Provinsi Sumatera Barat di Danau Diatas Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok, yang dilaksanakan tanggal 28 September 2013 hingga selesai. “Keberhasilan yang dicapai itu dalam nomor lomba tapak kemah dan pentas seni,” jelas Kepala BP2KB Kota Pariaman Yutiardi Rivai kepada Haluan, Senin (30/9). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh BKKBN Sumbar untuk meningkatkan kreativitas institusi masyarakat pedesaan, petugas lapangan KB, PIK Remaja dalam pengelolaan program kependudukan dan keluarga berencana. Sekaitan dengan acara tersebut, kata Yutiardy, juga didadakan sosialisasi program KKB, Musda I PKB dan orientasi Program BKB dan BKL bagi PKB. Atas keberhasilan PIK Remaja Kota Pariaman itu, tentu menambah deretan prestasi yang pernah dicapai pada waktu-waktu sebelumnya. Tapi yang jelas itu adalah pemberi motivasi bagi kemajuan PIK R ke depan. “Sekaitan juga dengan kemenangan itu, jika ada lomba yang sama di tingkat nasional, akan dikirim pemenang tersebut, namun tentu perlu persiapan-persiapan yang lebih baik, agar prestasi kembali diraih,” kata Yutiardi.(h/tri)

TTG — Banyak petani di Kota Pariaman kini telah memakai alat teknologi tepat guna (TTG) untuk memproses panen, karena dinilai lebih cepat dan efektif, seperti alat perontok padi misalnya.TRISNALDI

Pariaman Raih Lagi Piala WTN PARIAMAN, HALUAN — Kota Pariaman tahun ini kembali dapat meraih Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) pada kategori Tertib Lalu Lintas dan piala akan diserahkan oleh Menteri Perhubungan di Surabaya, Kamis (3/10). “Walikota bersama rombongan dari Kota Pariaman akan menuju Sura-

baya untuk menjemput piala tersebut,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Pariaman, Agusriatman kepada Haluan, Senin (30/9). Kadis yang juga didampingi Kabid Operasional Badilah menjelaskan, aspek penilaian yang paling menonjol bagi Kota Pariaman ketika dalam penilaian tim, di antaranya marka jalan, ramburambu, termasuk terminal lengkap dengan tempat keur kendaraan dan halte serta tempat parkir. Sungguhpun demikian, kata Agus,

kita tetap akan terus berbenah terhadap kekurangan kekurangan yang masih ada dalam pembangunan ini, tentunya secara bertahap. “Keberhasilan ini jelas keberhasilan kita semua. Dukungan masyarakat dalam tertib berlalu lintas berperan dalam meraih prestasi ini,” jelas Agus. Kota Pariaman pada tahun 2010 juga dapat meraih piala WTN, kemudian tahun 2011 hanya plakat, tahun 2012 kembali memperoleh WTN, begitupun tahun ini, 2013, piala itu kembali diraih.(h/tri)

Jelang Idul Adha, Lumbung Ternak Diserbu Pembeli PARIAMAN, HALUAN — Lumbung ternak besar (sapi dan kerbau) di Kota Pariaman diserbu pembeli, menyusul semakin dekatnya Hari Raya Idul Adha 1434 H. “Memang saat-saat seperti itu, lumbung ternak menjadi perhatian bagi masyarakat yang membutuhkan ternak untuk korban,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Pariaman Syaiful Rizal kepada Haluan, Rabu (25/9). Di antara lumbung ternak tersebut ada di Pauh, Kampung Kandang, Koto Marapak, Pungguang Ladiang, Batang Tajongkek, Marunggi termasuk juga Palak Aneh. “Banyak para pembeli sapi yang datang ke sini untuk bertransaksi jual beli dengan petani peternak di sini,” kata Syaiful yang didampingi staf, Anang Yusuf.

Lumbung ini sudah lama, ada juga melalui pembentukan kelompok seperti di tahun 2012 lalu, di antaranya melalui program Sarjana membangun Desa (SMD). Total populasi sapi dan kerbau hingga saat ini di Kota Pariaman ada 3.200 ekor, sapi lokal masih tetap mendominasi. Sementara untuk pasar hari biasa, itu sampai ke Jambi dan Riau. Syaiful Rizal juga menyebutkan, keberadaan pasar ternak di Kota Pariaman sebenarnya sudah penting, karena itu sudah mencakup suatu kebutuhan, namun hingga sekarang itu baru ada sebatas rencana, walau hampir disetiap musrenbang pentingnya keberadaan pasar ternak itu terus menjadi usulan dan itu sudah sejak tiga tahun lalu. Bukan tidak disikapi, kata Kepala

Dinas Pertanian itu, tetapi diperlukan suatu kajian lapangan atau studi kelayakan, karena ini menyangkut banyak hal, terutama lahan tempat pasar ternak itu dibangun, termasuk juga sistem untuk mewujudkan pasar ternak tersebut. Diakui, terkadang para peternak dalam bertransaksi jual beli ternak besar (sapi, kerbau), langsung antara pembeli dan penjual, namun terkadang ada juga sapi yang diperdagangkan itu dibawa ke pasar ternak yang ada di luar Kota Pariaman. “Kita upayakan tuntaskan rencana itu tahun 2014 mendatang,” tegas Syaiful. Karena pasar ternak untuk ke depan memang diperlukan dan bersesuaian dengan visi misi Kota Pariaman, yaitu kota perdangangan dan jasa.(h/tri)

PKL di Sutan Syahrir Ditertibkan

KEPALA BBI Kota Pariaman, Fajri, ketika memperlihatkan calon induk ikan lele sangkuriang yang sudah disortir di kolam BBI setempat, barubaru ini. TRISNALDI

PARIAMAN, HALUAN — Pemerintah Kota Pariaman melalui Satuan Polisi Pamong Praja setempat, Senin, mulai menertibkan puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang jalan Sutan Syahrir atau depan stasiun kereta api. “Penertiban dilakukan secara persuasif, dengan melibatkan belasan personel. Ini dilakukan agar para pedagang itu tidak menganggu ketertiban umum,” kata Kepala Seksi Pengembangan Kapasitas Sat Pol PP kota itu, Roni Kardinal, di sela-sela penertiban. Dia menjelaskan, pada jalan itu ditemukan sekitar 40-an PKL yang berjualan hingga ke badan jalan sepanjang sekitar 100 meter.

Para PKL tersebut, lanjut dia, umumnya adalah para pedagang lama yang sebelumnya telah memiliki lapak di kawasan dalam pasar, serta beberapa orang pedagang baru. “Ada yang jual ikan, buah, sayur, dan macam-macam. Di antara mereka ada yang berjualan dari pagi sampai sore, sementara sisanya ada yang berjualan hingga malam,” sebutnya. Keberadaan para PKL di sepanjang badan jalan di pasar itu, memang telah dikeluhkan sejumlah tokoh masyarakat di kota itu. Sementara, di sisi lain, Pemerintah Kota setempat melalui instansi terkait juga mengaku telah menyurati dan mengimbau para pedagang untuk tidak berjualan di sepanjang jalan

tersebut. Selain menggangu ketertiban umum, dan melanggar Peraturan Daerah setempat, kesemrawutan yang diakibatkan sikap tidak patuh pedagang tersebut juga telah memperburuk estetika kota. Untuk itu, Roni berharap, para pedagang di sekitar kawasan pasar itu bisa memaklumi upaya penertiban tersebut, dan tidak mengulanginya kembali. Sementara itu, kegiatan penertiban secara persuasif yang dimulai Senin itu, menurut Roni, akan dilakukan hingga seminggu ke depan. “Namun, apabila dalam jangka waktu tersebut, para PKL masih membandel, baru akan dilakukan tindakan tegas,” ujarnya. (h/ans)

Pelestarian Cagar Budaya Masih Terkendala PARIAMAN, HALUAN — Pelestarian cagar budaya di Kota Pariaman masih dihadapkan kepada permasalahan penggarapan yang belum optimal. “Kita kaya akan cagar budaya, bahkan menurut data terdapat sekitar 54 cagar budaya yang tersebar di Kota Pariaman, namun belum tergarap secara optimal,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman Tundra Laksamana, usai pembukaan sosialisasi pelestarian cagar budaya, Kamis

23

(26/9). Bahkan diagram cagar budaya Kota Pariaman menunjukkan, benteng/ bungker/pillbox Jepang ada sekitar 27 item, begitupun dengan rumah/ bangunan tua ada 18 item, stasiun kereta api ada 2 item, belum lagi yang lainnya. (sumber data BP3 2007). Dijelaskan, dari data BP3/ BPCB masih harus direvisi karena ada beberapa cagar budaya yang sudah hancur, kebakaran, tidak ditemukan lagi di lapangan. Di sisi lain, masih banyak

potensi cagar budaya yang belum terhimpun. Terkait masalah tersebut, kata Tundra, kita akan melakukan pendataan. Kota Pariaman merupakan kota yang berpotensi sebagai kota pariwisata, terutama dalam peninggalan bersejarah. Dan wisata cagar budaya sangat penting, karena dengan wisata tersebut dapat menjadikan sebuah wisata pendidikan bagi masyasarakat. Sosialisasi pelestarian cagar budaya diikuti 60 peserta (h/tri)

STASIUN kereta api Pariaman, salah satu cagar budaya di Kota Pariaman. NET

PARIAMAN, HALUAN — UPTD BBI Kota Pariaman sudah dinilai tim penilai lomba kinerja UPTD Tingkat Nasional, Kamis (26/9). Penilaian yang dilakukan itu meliputi empat aspek, yaitu perencanaan, aspek organisasi, produktivitas dan pengendalian serta pengawasan. Kepala UPTD BBI Fajri kepada Haluan, Senin (30/9) mengemukakan, dalam penilaian itu kita sedikit lemah di sistem pengarsipan. “Kita akui arsip belum terbenahi secara baik pada satu tempat,” katanya. Banyak manfaat yang dipetik dari penilaian yang sudah dilakukan itu, diantaranya bisa diketahui kekurangan dan ke depan jelas perlu pembenahan, agar sistem yang sama bisa lebih mapan. Terkait 4 aspek penilaian yang meliputi perencanaan, organisasi, produktivitas dan pengendalian serta pengawasan, itu sudah berjalan sejak BBI operasional. “Ini sudah menyangkut BBI dan tak canggung lagi, tetapi soal sistem pengarsipan, itu kita akui kita masih lemah,” katanya. Penilaian yang dilakukan tim penilai UPTD nasional itu, pada tanggal 26 September 2013 tersebut, terhadap nominasi 5 besar. “Jadi kita sudah masuk ke dalam 5 besar, dan yang kita tunggu kini adalah hasil penilaian tim terhadap nominasi tersebut. Kita masuk nominasi 5 besar itu diketahui berdasarkan surat dari DKP Provinsi tanggal 17 September 2013, dengan nomor surat: 523.2/6166DKP.I/IX/2013,” katanya. (h/tri)

Daya Listrik Kurang, Pabrik Es Tak Bisa Beroperasi PARIAMAN, HALUAN — Pabrik es balok yang sudah dibangun di Karan Aur Kota Pariaman, ternyata hingga kini masih belum bisa beroperasi karena kekurangan daya listrik. “Kita memang kekuarangan daya listrik,” kata Kepala Dinas Koperasi Industri dan Perdangan Kota Pariaman Sumiramis kepada Haluan, Senin (30/9). Pembangunan pabrik es balok itu ditujukan untuk mengantisipasi kekurangan akan kebutuhan es balok bagi nelayan dan masyarakat yang membutuhkannya. Daya listrik yang dibutuhkan untuk menjalankan pabrik es tersebut 80 KVA atau 100 ribu watt. Sementara daya yang ada sekarang hanya 1.300 watt. “Soal kekurangan tersebut, kita telah ajukan di anggaran perubahan tahun 2013 ini, kita sedang tunggu itu,” katanya. Kapasitas produksi pabrik es balok di Karang Aur Kota Pariaman itu sebanyak 10 ribu ton/hari, dan bila dibanding kebutuhan akan kebutuhan itu masih sebanding, bahkan bisa berlebih. Produksi itu juga mampu untuk mengisi pasar luar kota. Mesin pabrik es itu, berasal dari bantuan Kementerian Perindustrian dengan nilai Rp2,2 miliar. Bangunan fisik tempat pabrik es itu, oleh DKP, mesin dari Koperindag. “Jika kekurangan daya yang dibutuhkan sudah terpasang atau terpenuhi, maka pabrik itu segera dioperasikan,” kata Sumiramis. (h/tri).

Walikota Lepas Jemaah Calon Haji PARIAMAN, HALUAN — Walikota Pariaman Mukhlis Rahman melepas 83 jemaah calon haji asal daerah itu menuju embarkasi Padang, Sumatera Barat, di Halaman Balai Kota Pemerintah Daerah setempat, Sabtu. Ke-83 jemaah tersebut tergabung dalam kelompok terbang (kloter) sebelas, bersama 21 jemaah lain asal Kota Padang, 133 jemaah asal Kabupaten Sorolangun, Jambi, dan 132 jemaah asal Kabupaten Merangin, Jambi. “Semoga selamat sampai tujuan, mendapatkan kemudahan, dan pulang dengan menjadi haji yang mabrur,” kata Mukhlis. Sementara, di tempat terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman, Hendri menambahkan, rombongan haji kloter sebelas embarkasi Padang tersebut dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Jeddah, Arab Saudi pada Minggu (29/8) sekitar pukul 12.50 WIB. “Dari Pariaman terdapat 83 jemaah, ditambah seorang Ketua TPIH (Tim Pembimbing Ibadah Haji), saya sendiri, dan seorang Ketua TPHD (Tim Pembimbing Haji Daerah),” kata Hendri. Rencananya, lanjut dia, jemaah calon haji asal Kota Tabuik itu akan kembali ke tanah air pada 9 November mendatang. (h/ans)

>> Editor : Nova Anggraini

>> Penata Halaman : Rahmi


24

RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQAEDAH 1434 H

Kapur IX Dambakan SMK

Menanti Resah jiwaku dalam kesunyian. Menanti datangnya mentari pagi. Kesal menanti. Saat hilangnya kemelut. Yang menimpa diriku. Sepanjang waktu gelisah hati ku. Sewaktu ku sadari apa diri ini. Telah lama menanti semu. Hanya sementara ku tatap fhoto mu. Dalam hati berkata “Rindu” Sejenak ku terkoceh menyadari langkah ku di sanubari ku. Merenung saat menghadapi kenyataan yang tak dapat ku lukiskan. Karya : Yasni Deli

Sebutir Acuh Kalut resah kini telah membayang. Sesal tlah menjadi bubur. Pepatah itu tak sampai pada ku. Kupilih jarum ditengah kegelapan. Kalut aku menghadapi nya. Maaf tlah terbilang. Acuh menghampiri hanya. Memang tak terniat oleh ku. Ku tau kau pasti tau. Betul kan ? Jangan ucapkan pada ku sebutir kata acuh. Sungguh sakit hati ini. Laut resah menjadi tenang. Elang bangga kan dirimu. Mata gambarkan sayang. Jangan buat sesal ini membara. Karya : Dinda Raissa

SMAN 1 Kec. Akabiluru yang membidik piala Adiwiyata 2014.

SMP 3 PAYAKUMBUH JUARA UKS NASIONAL

SMA Limapuluh Kota Raih Emas DUNIA pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota Pendidikan kembali prestasi, baik ditingkat propinsi maupun di tingkat nasional. Salah satunya, berhasil menjuarai lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di tingkat nasional. PAYAKUMBUH, HALUAN — ”Alhamdulilah, pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota berhasil menjadi yang terbaik di tingkat nasional. Yakni juara satu lomba UKS Nasional 2013 yaitu SMPN 3 Kecamatan Payakumbuh,” ujar Desri, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota.

Keberhasilan SMPN 3 Kecamatan Payakumbuh itu, tak terlepas dari kinerja serta upaya dari pihak sekolah tersebut untuk jadi yang terbaik. Setelah mewakili Kabupaten Limapuluh Kota ke tingkat provinsi, SMPN 3 Kecamatan Payakumbuh akhirnya berhasil mewakili Provinsi Sumbar ke tingkat nasional. ”Keberhasilan ini, patut di apresiasi seluruh elemen, baik di provinsi ataupun di tingkat kabupaten Limapuluh Kota,” tambah Desri. Sementara itu, Adrian Nopel Dasril Kepala SMPN 3 Kecamatan Payakumbuh, mengungkapkan, keberhasilan lomba UKS tersebut, dari kategori sekolah sehat ditingkat SMP/MTs setelah mengalahkan sekolah di 8 provinsi lainnya. “Kita satu-satunya sekolah di Sumbar yang ikut ke tingkat nasional. Bersama 8 sekolah di 8 provinsi, kita terpilih di

Siswa SMAN 2 Harau hadir pelantikan kepala sekolah baru.

peringkat utama. Saya bersama Asisten I Pemerintahan Pemkab Limapuluh Kota serta kepala puskesmas Kotobaru Simalanggang, diundang dalam peanugrahan lomba UKS pada pertengahan September lalu,” kata Adrian Nopel Dasril. Sementara itu, SMA Payakumbuh juga berhasil dulang medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (POPNAS) pada 14 – 18 September lalu, di Jakarta. Sekolah berprestasi tersebut, yakni SMAN 1 Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota. Tiga siswa

sekolah tersebut, berhasil mendulang medali emas di cabang olahraga yang berbeda. “Tiga siswa kita, berhasil menjuarai Popnas dengan minggu lalu, yakni Yulianti Utari berhasil di cabang lari berjarak 5000 M dan medali perak pada estafet 4 x 400 M, Aisyah pada cabang lempar cakram dan Ramadona pada cabang lari estafet 4 x 400,” ujar Teno Ganefri, kepala SMAN 1 Kecamatan Payakumbuh didampingi guru olahraga Hefri Hermon. Menurutnya, keberhasilan tersebut, merupakan usaha

keras yang selama ini dilakukan siswa sekaligus atlit sekolah tersebut. Untuk kedepannya, SMAN 1 Kecamatan Payakumbuh akan lebih proaktif setiap iven yang melibatkan siswa hingga ke tingkat nasional. “Kita akan mengoptimalkan kerjasama dengan pelatih guna mampu peroleh prestasi yang lebih banyak serta mampu melahirkan para atlit dari sekolah. Disamping itu, siswa ini harus memiliki Intelektual tinggi serta berkepribadian teladan,” ujar mereka. (h/ddg)

Walikota Tabuh LPI Payakumbuh PAYAKUMBUH, HALUAN— Walikota Payakumbuh, Riza Falepi menabuh Liga Pendidikan Indonesia (LPI) tingkat SLTA dan SLTP di Payakumbuh, di lapangan sepakbola Saribulan Sawah Padang, Payakumbuh Selatan, kemarin. Tim SMKN 2 dan SMKN 4 Payakumbuh menjadi korban pertama di penyisihan grup setelah dikalahkan lawan-lawanya. SMKN 2 ditelan tim juara bertahan SMAN 3, lima gol tanpa balas. Sedangkan SMKN 4 kalah 1-2 lawan SMAN 5. LPI Tingkat SLTA diikuti 14 tim dari SMA/SMK dan Madrasah Aliyah. Sedangkan, tingkat SLTP diikuti 16 tim SMP/Madrasah Tsanawiyah. Pertandingan tingkat SLTA berlangsung di Saribulan Sawah Padang. Untuk tingkat SLTP berlangsung di Lapangan Palano Kelurahan Talang, Payakumbuh Barat.

“LPI memperebutkan trofi dan mencari tim yang akan mewakili Payakumbuh ke LPI tingkat Sumbar itu,” kata Ketua Panitia Drs. Elfi Joni, akan berlangsung hingga 29 Oktober mendatang. Walikota Riza Falepi dalam sambutannya mengharapkan, ajang LPI mampu mempersatukan pelajar di Payakumbuh. Sepakbola Indonesia saat ini mulai bergairah, dengan tampilnya Indonesia pemenang Piala AFF Usia 19 tahun. Walikota berharap, dari Payakumbuh ini lahir pemain berbakat yang akan mampu membela Garuda dalam iven internasional. Karena itu, LPI ini merupakan wadah yang dapat melahirkan pemain potensial itu, ucap walikota. Senada dengan Walikota, Wakil Ketua DPRD, H. Sudirman Rusma yang juga hadir dalam pembukaan LPI itu

berharap ajang LPI dapat mempersatukan pelajar di Payakumbuh. Sepakbola antar pelajar ini, harus didukung semua pihak, karena merupakan media yang akan mampu menyatukan sesama pelajar, agar tidak melakukan tawuran seperti di kota-kota besar. Dengan dukungan bersama, Sudirman optimis, akan lahir pemain nasional di Payakumbuh. Melongok ke belakang, tahun 2012 yang lalu, Payakumbuh keluar sebagai juara LPI Tingkat SLTA Payakumbuh. Tim SMAN 3 Payakumbuh yang sukses menjuarai LPI provinsi akan mewakili Sumbar menuju LPI Nasional di Bali. Hanya saja, LPI Nasional di Bali, karena alasan yang tak diketahui, membuyarkan harapan tim SMAN 3 berangkat ke Bali. (smt)

LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Hingga saat ini, Kecamatan Kapur IX Limapuluh Kota baru memiliki SMA, sedangkan SMK belum ada. Sementara warga setempat banyak yang ingin melanjutkan sekolahnya ke kejuruan. Hal ini juga dikuatkan dengan jumlah siswa di SMA 01 Kapur IX yang sudah DRS. AFRIZAL melampaui kapasitas. Jawir, salah seorang warga Kapur IX mengatakan, untuk sebuah kecamatan yang mempunyai pertumbuhan penduduk yang cukup besar, tentu tidak sebanding dengan jumlah sekolah tingkat SMA yang ada di Kecamatan Kapur IX. Hal ini diharapkan mesti menjadi perhatian Pemda khususnya Kabupaten Lima Puluh Kota. Dia berharap mestinya lokasi yang jauh dari Ibukota Kabupaten Limapuluh Kota menjadi perhatian khusus pemerintah daerah. Apalagi kecamatan ini termasuk salah satu yang melahirkan putra-putri terbaik di Kabupaten Limapuluh Kota. Jawir mengatakan, hal inilah yang menyebabkan banyak warga kapur IX yang banyak putus sekolah. Perkerjaan mereka sehari – hari hanya sebagai petani sawah, petani gambir dan tidak mempunyai uang untuk membangun sekolah. Di sisi lain banyak warga yang harus sekolah di luar Kecamatan Kapur IX untuk melanjutkan sekolah di kejuruan. Contohnya di Kota Payakumbuh, Bukittinggi, Pekanbaru, Padang dan lain sebagainya. Padahal banyak warga yang kurang mampu untuk melanjutkan sekolahnya. Melihat kecamatan lain, seperti kecamatan Pangkalan yang sudah mempunyai SMK, sudah terlayani minat lulus SMP untuk masuk sekolah kejuruan. Lain lagi permasalahan yang dihadapi Jamaludin, warga Galugua. Dia menyebutkan, untuk pergi sekolah saja harus mengeluarkan uang cukup banyak untuk menyekolahkan anaknya di Payakumbuh. Karena anaknya tidak mau masuk SMA, melainkan berminat masuk SMK. “Khawatir kami untuk melepaskan anak kami sekolah cukup jauh, sangat mengkwatirkan dan biaya tinggi,” kata Jamaludin. Untuk itu, warga Kapur IX mengharapkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota serta Pemda Kabupaten Lima Puluh Kota, supaya memperhatikan kecamatan Kapur IX. Menyikapi harapan warga itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota, Desri, S.Pd, MM mengatakan, harapan warga kecamatan Kapur IX ingin memiliki sebuah SMK menjawab hal yang wajar dan sudah masanya daerah tersebut memiliki SMK. Bicara tentang persyaratan, Desri menyebut agar panitia ataupun masyarakat bisa menyediakan tanah lebih kurang 2 Ha, dan lokasinya jangan terlalu jauh dari jalan utama. “Kalau tanah sudah terdia, kami selaku pemerintah akan mengajukan ketingkat pusat minimal propinsi, dan tentu kita berharap ada suntikan dana dari APBN untuk bisa mengmbangun sebuak SMK,” jelas Desri yang dihubungi Haluan dikantornya kemaren.-(snt/vio)

STT PAYAKUMBUH YASNI DELI

Hobi Bikin Cerpen, Cipta Lagu dan Mengaji DITANYA tentang apa hobi, gadis kelahiran Mongan Kecamatan Kapur IX kabupaten Limapuluh Kota ini kontan menjawab, membuat cerpen, cipta lagu, nyanyi, serta membaca Al Qur’an.

SYAFRIL NITA PAYAKUMBUH

Dialah Yasni Deli, gadis lahir 29 Juni 1997 di Mongan antara Sialang, Nagari Ge-

lugur Kecamatan Kapur IX. Dia rela berpisah dengan kedua orang tuanya, demi menunut ilmu di SMP Ibnu Qaldum Tanjung Pati Kecamatan Harau. Meskipun masa awal-awal sekolah terasa sulir berpisah dengan orang tua, namun dengan tekat yang kuat akhirnya betah juga berpisah. Anak ketiga dari 6 bersaudara, putrid Bakir ini memang tinggal jauh dari orang tua, yakni Jorong Pulutan Tanjung Pati, Kecamatan Harau Kota Sarilamak. Walau berpisah sekolah jauh dari kedua orang tua, serta berpisah dengan kakak dan adik, Yasni Deli katanya akan mengembangkan diri dalam dunia tulis – menulis. Modal dasar senang bikin cipta lagu, bikin cerpen (cerita pendek) dan baca Al Qur’an terus diasah. “Kalau bisa puisi – puisi atau lagu yang saya ciptakan bisa dimuat pada Harian

Haluan. Apalagi katanya Haluan sudah kerjasama dengan Dinas Pendidikan kabupaten Limapuluh Kota,” harap Yasni polos. Bicara cita – cita selain menjadi dokter dan seniman, puteri kelahiran dari daerah sulit Mongan ini , minimal bisa menjadi pelopor peningkatan kecerdasan atau SDM (Sumber Daya Manusia) kampungnya. Generasi muda Mongan Kecamatan Kapur IX harus bangkit, kalau mau daerahnya tak ketinggalan dibanding daerah lain. Apalagi daerah Mongan dan Galugua Kecamatan Kapur IX kaya dengan potensi batu bara. “Kalau SDM putera dan puteri daerah kurang, tentu hasil bumi yang ada tak akan banyak dirasakan manfaatnya oleh daerah ini,” tutur Yasni saat dijumpai Haluan depan SMP Ibnu Qaldum, Jalan Politeknik Pertanian Payakumbuh di Tanjung Pati, belum lama ini. „

Tes Laboratorium Konstruksi, Tak Perlu ke Luar Daerah PAYAKUMBUH, HALUAN — Kabar gembira bagi pemerintahan maupun swasta yang bergerak di bidang jasa kontruksi di Sumbar. Pasalnya mulai saat ini, pemerintahan maupun swasta tak perlu repot lagi untuk melakukan tes laboratorium untuk perencanaan suatu kontruksi gedung, jalan serta irigrasi dan pekerjaan sipil lainnya. Selama ini, tes laboratorium untuk perencanaan bangunan biasanya dilakukan jauh ke Kota Padang, tetapi saat ini, tes laboratorium sudah bisa dilakukan di Kota Payakumbuh. Yakni di laboratorium milik Sekolah Teknologi Tinggi (STT) Payakumbuh. “Biasanya, pemerintah di bidang PU maupun pengusaha jasa kontruksi di kawasan Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Sijunjung, Dharmasraya, Bukitnggi, Agam selalu melakukan tes laboratorium di Padang. Tetapi saat ini sudah bisa di lakukan di Kota Payakumbuh. Jadi, mereka tak perlu bersusah dan jauh-jauh ke luar daerah lagi,” ujar Umar Khatab, Kepala Laboratorium jurusan teknik sipil STT-Paya-

sekaligus mantan Wakumbuh. likota Payakumbuh itu, Sejak kampus ketelah memiliki peralatan banggaan masyarakat serta tenaga ahli untuk Luak Limopuluah itu pengoperasian peralatan mendapatkan bantuan laborattorium tersebut. dari Program Hibah “Peralatan lengkap dan Pembinaan Perguruan tenaga handal sehingga Tinggi Swasta (PHPlaboratorium teknik sipil PTS) oleh Direktorat STT-Payakumbuh tak Pendidikan Tinggi (Dikti) perlu diragukan lagi. ,” 2012 lalu, STT-PayakumUMAR KHATAB ujar Umar Khatab. buh telah memiliki peraDengan adanya lalatan lengkap untuk tes laboratorium untuk perencanaan boratorium yang baru berumur bangunan. Seperti peralatan hampir 1 tahun itu, sangat laboratorim teknologi beton dan membantu proses pembelajaran peralatan laboratorium mekanika mahasiswa di kampus yang terletak tanah serta peralatan ilmu ukur di pusat Kota Payakumbuh itu. “Labor tak hanya bermanfaat untuk tanah atau survey. “Kampus kita tak kalah hebat proses pembelajaran bagi mahadengan universitas besar lainnya siswa, penelitian para dosen tetapi di Sumbar. Meski tergolong kampus juga bermanfaat untuk pemerintah baru, tetapi kita mampu untuk ataupun pengusaha jasa kontruksi. Di samping itu, dengan dimiliki berkembang. Seluruh peralatan laboratorium untuk perencanaan laboratorium ini, STT-Payakumbuh bangunan, sudah kita miliki,” siap melayani pengujian di labor tambah Umar Khatab sekaligus dan dilapangan untuk pemerintah alumni yang pernah menamatkan ataupun swasta. “intinya, STTS2 di Universitas Bung Hatta Payakumbuh siap untuk bersaing,” tegas putra asli Luak Limopuluah Padang. Kampus rintisan Josrizal Zein itu. (h/ddg) >> Editor : Ismet Fanany MD, Yon Erizon

>> Penata Halaman : David Fernanda


RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQAEDAH 1434 H

25

BERSAMA Kepala SDN 10 Muaro Bodi, Eliasmanita, juara pertama nasional kategori sekolah pelaksana PMTAS, dan Ketua DPRD, serta kepala SKPD

MENERIMA piala juara pertama nasional kategori kebijakan pemda program PMT-AS dari Ketua TP PKK Pusat, Ny.Vita Gamawan Fauzi.

TIGA TAHUN KEPEMIMPINAN YUSWIR ARIFIN

MENYERAHKAN penghargaan kepada penyuluh berpretasi tingkat nasional

Sijunjung Bertabur Prestasi dan Penghargaan TANPA terasa sudah tiga tahun duet kepemimpinan pasangan Bupati Yuswir Arifin dan Wakil Bupati Muchlis Anwar memimpin Kabupaten Sijunjung. Tepatnya, 22 September 2010 lalu, pasangan ini dilantik Gubernur Sumbar Prof. Irwan Prayitno di Gedung Pertemuan Pancasila, Muaro Sijunjung. Dalam tiga tahun memimpin Kabupaten Sijunjung telah banyak yang dikerjakan oleh pasangan Yuswir Arifin dan Muchlis Anwar untuk membangun ranah lansek manih lebih maju, dan sejajar dengan kabupaten/kota di Sumatera Barat (Sumbar). Bahkan, sederet prestasi telah ditorehkan duet Yuswir Arifin dan Muchlis Anwar ini. Terakhir, prestasi yang berhasil ditorehkan adalah sukses mengantarkan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Muaro Bodi sebagai juara pertama nasional kategori sekolah pelaksana Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS). Tak hanya SDN 10 Muaro

Menerima penghargaan P2BN dari Presiden

Bodi, Pemerintah Kabupaten Sijunjung juga tampil sebagai juara pertama nasional kategori kebijakan pemerintah daerah dalam program PMTAS tersebut. Keberhasilan Sijunjung melaksanakan program ini, dijadikan tolak ukur bagi Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Bahkan, orang nomor satu di Sijunjung ini menjadi narasumber dalam Rakornas PMT-AS yang digelar Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dirjen PMD) Kementrian Dalam Negeri, Kamis (29/8) sampai Jumat (30/8) lalu, di Hotel Aston Cengkareng, Jakarta. Dalam Rakornas yang

Sebagai narasumber PMT-AS di Kementrian Dalam Negeri

Bersama Dasrizal, Qori juara pertama MTQ ke-55 tingkat Internasional di Kuala Lumpur

diikuti peserta dari Lintas Kementrian terkait, seperti Kemendagri, Kemenkes, Kemendiknas, Kementrian Pertanian, Kementrian Kesra, Bapenas, Badan POM, PKK Pusat, dan Kepala BPM dari sejumlah kabupaten/kota di pulau Jawa, Bupati Yuswir Arifin berbagi kiat menjalankan program PMT-AS di ranah lansek manih. Berhasil menjadi juara nasional, Pemerintah Kabupaten Sijunjung juga mulai dijadikan tempat studi banding, dan belajar oleh kabupaten/ kota di Indonesia. Pertengahan Juni 2013 lalu, Pemko Banjar Baru, Provinsi Kalimantan Selatan yang dipimpin Ketua TP PKK Banjar Baru, Ny. Hartati Ruzaidin Noor dengan didampingi sejumlah kepala SKPD terkait mengunjungi Pemkab Sijunjung, dan SDN 10 Muaro Bodi. Kedatangan Pemko Banjar Baru ke Sijunjung untuk melihat pemahaman dan kebijakan Pemkab Sijunjung dalam melaksanakan program PMT-AS. “Keberhasilan kita menjalankan program PMTAS ini, mulai dijadikan tempat studi banding, dan belajar bagi daerah-daerah di Indonesia,” ujar Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin. Selain prestasi nasional, prestasi Internasional juga berhasil disabet Kabupaten Sijunjung. Akhir Juni lalu, putera terbaik Kabupaten Sijunjung, Dasrizal yang mewakili Indonesia dalam ajang MTQ ke-55 tingkat Internasional di Kuala Lumpur Malaysia berhasil menyabet juara pertama. Prestasi yang diukir Dasrizal, merupakan bukti bahwa warga Kabupaten Sijunjung memiliki kualitas, sehingga mampu meraih prestasi baik tingkat nasional maupun di kancah Internasional. Prestasi lain juga diraih semasa kurun waktu tiga tahun memimpin Kabupaten Sijunjung. Diantaranya, juara I KB Lestari 15 tahun tingkat nasional pada peringatan Hari Keluarga XIX Tingkat Nasional Tahun 2012, yang diadakan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), akhir Juni lalu. Prestasi membanggakan itu diraih, pasangan pasangan suami istri (Pasutri) Firman Bagindo Tan Ameh dan Aisartini, warga Jorong Jambu Lipo, Nagari Lubuk Tarok, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung.

Kemudian, juara pertama nasional petani berprestasi dua tahun berturut-turut atas nama Sugiarti dan Sutimanto, penyuluh berprestasi nasional atas nama Eko Warto, dan juara I Unit Pelaksana Teknis Badan Balai Penyuluh Kecamatan (UPTB-BPK) tingkat nasional. Selain itu, beberapa penghargaan juga pernah diraih Bupati Yuswir Arifin, diantaranya, penghargaan bakti koperasi berupa Satya Lencana Wira Karya pada peringatan Hari Koperasi, program peningkatan produksi beras nasional (P2BN) diatas lima persen. dan masih banyak prestasi, dan penghargaan yang diraih semasa kurun waktu tiga tahun memimpin Kabupaten Sijunjung. Bagi Bupati Yuswir Arifin, prestasi dan penghargaan yang telah dicapai menjadi sebuah pemicu dan cambuk untuk terus dipertahankan dari tahun ke tahun. “Prestasi itu merupakan keberhasilan kita semua. Dan keberhasilan itu, berkat perjuangan dan kerja keras kita semua, baik pemerintah maupun masyarakat,” kata bupati. Selain menorehkan prestasi dan penghargaan, dalam tiga tahun memimpin Kabupaten Sijunjung, Yuswir Arifin telah meluncur berbagai program untuk mengurangi nagari tertinggal, termasuk program pengentasan kemiskinan. Program-program itu disusun, setelah orang nomor satu di Sijunjung ini bersama kepala SKPD terkait melihat langsung kondisi nagari tertinggal. “Program itu, kita luncurkan setelah melihat kondisi nagari tertinggal,” ujarnya. Alhasil, jumlah nagari tertinggal di Kabupaten Sijunjung terus berkurang. Jika mengawali tugasnya tahun 2010 lalu, ada 34 nagari tertinggal, pada tahun 2011 dari hasil evaluasi berkurang menjadi 29 nagari. Jumlah tersebut terus mengalami penurunan menjadi 25 nagari tertinggal pada tahun 2012. Dan pada tahun 2013 ini, Pemkab Sijunjung dengan berbagai program tengah mengentaskan 18 nagari tertingal menjadi nagari berkembang. Sisanya 7 nagari tertinggal lagi, ditargetkan tuntas pada tahun 2014 seiring semakin majunya pembangunan di nagari. “Kita bertekad tahun 2014 menda tang, seluruh nagari tertinggal menjadi nagari yang berkembang,” ungkpanya. (h/adv)

MENYERAHKAN penghargaan kepada Sutimanto, petani berprestasi tingkat nasional

MENIKMATI ikan hasil pancingan di Sungai Nagari Sinyamu.

BUPATI Yuswir Arifin dan Ketua DPRD, Mukhlis R usai manjalo ikan di Sungai Nagari Sinyamu.

BERSIAP-siap menuju lokasi mancing bersama Ketua DPRD, Muspida, Sekdakab, AT Rohendi, dan Camat Tanjung Gadang.

BUPATI Yuswir Arifin diberi kejutan kue 3 tahun memimpin Kabupaten Sijunjung oleh warga Nagari Sinyamu. >> Editor : Nasrizal

>> Penata Halaman : Jefli


26

RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQARDAH 1434


RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQARDAH 1434

27

KUNKER PANSUS I DPRD PASAMAN BARAT

Bahas Penentuan Rencana Zonasi Wilayah PADANG, HALUAN—Panitia Khusus (Pansus) DPRD Pasaman Barat, melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke luar Provinsi Sumbar. Masing-masing Pansus I ke Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta untuk membahas membahas Ranperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Selain itu, juga untuk mendapatkan masukan bagi pembahasan Ranperda perubahan kedua atas Perda No. 13 tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Dinas Daerah di Pemkab Pasaman Barat. Sedangkan Pansus II berkunjung ke Kabupaten Serang. Mereka membahas tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD dan Ranperda perubahan kedua atas Perda No. 14 tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Lembaga Teknis Daerah. Pansus I ke Kepulauan Seribu Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Pasaman Barat berkunjung ke Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu selama 5 hari. Kunker itu dimaksudkan untuk menambah wawasan anggota dewan. Kunjungan kerja Pansus dimulai Minggu hingga Kamis, 15-19 September 2013 dan diikuti 19 orang anggota dewan dan dipimpin langsung Ketua DPRD Pasaman Barat, Yulianto yang juga penanggung jawab kegiatan. Anggota dewan yang ikut diantaranya Dalius K (Wakil Penanggung jawab), Suhardi Hasibuan (Ketua Pansus I), Lili Syukri Majo Endah (Wakil Ketua Pansus). Sedangkan anggota Pansus adalah, Sukoco, Suyono, Endalisman Dt. Bagindo Sati, Yulfa Hendri, Jasman Tanjung, Mai Irwan, Meilizar Dt. Sampono, Dasril, Ifdal, Suhemdi, M. Ihfan, Adiatra, Pasrial St. Mudo, Afrizal, dan Desmawati. Dari jajaran sekretariat dewan, ikut Sekretaris DPRD Pasaman

Barat, Hasril AS bersama tiga orang staf, yaitu Sudirman, Jendrizal, dan Aswar Anas. Rombongan Pansus I DPRD Kabupaten Pasaman Barat disambut Bupati Kepulauan Seribu diwakili Asisten Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup, Andi, Kabag Keuangan Setdakab Seribu, Abdullah, Kabag Hukum, Rahmad, Kabag Tata Pemerintahan, Yayat dan Kabag Umum, Wasis. “Selain melaksanakan program kerja kelembagaan, kunjungan kerja Pansus I ke Kabupaten Kepulauan Seribu adalah sarana menggali informasi, menambah pengetahuan dan wawasan. Sehingga ketika membahas berbagai agenda, seperti rencana peraturan daerah, bisa dilakukan sesuai aturan dan mekanisme dan tepat pada waktunya,” kata Ketua DPRD Pasaman Barat, Yulianto kepada Haluan di ruang kerjanya, Komplek Pertanian Padang Tujuh, Simpang Ampek, Senin (30/9). Dikatakan, Kabupaten Pasaman Barat memiliki sejumlah pulau, seperti Pulau Panjang dengan sembilan pulau kecilnya. Agaknya sangat efektif dan efisien, jika segera dilakukan penentuan rencana zonasi wilayah di daerah ini. Dengan harapan, Pasaman Barat yang berada di kawasan pesisir pantai ini bisa tertata, terkelola dan termanfaatkan secara maksimal. Dari pertemuan itu, anggota Pansus secara bergantian mengajukan pertanyaan dan minta penjelasan dari pihak Pemda Kapulauan Seribu. Anggota dewan Jasman Tanjung mempertanyakan, sistem

PANSUS I DPRD Pasaman Barat mengikuti pertemuan di Kantor Bupati Kepulauan Seribu

pengamanan terhadap pulau-pulau dari ancaman abrasi pantai di kawasan itu. Sejauh mana hubungan Pemkab Kapulauan Seribu dengan pemilik pulau yang dikelola secara perorangan. Menurut Asisten Bidang Administrasi dan Lingkungan Hidup Pemkab Kepulauan Seribu, Andi, untuk pengamanan abrasi pantai, Pemkab bersama pihak terkait membuat dermaga, membangun beton permanen dan melestarikan budaya penanaman (konservasi) hutan bakau. Selain itu, jelasnya, pulau

pulau yang ada dijadikan pemukiman dan pengembangan wisata. Khusus pulau milik perorangan, dibangun secara pribadi, termasuk untuk pengamanan abrasi pantai. Pemilik pulau membangun kawasan kepulauan sesuai aturan yang berlaku dan kegiatannya langsung diawasi Pemkab. Sementara Ketua Pansus I, Suhardi Hasibuan dan anggota Meilizar menanyakan tentang pengawasan hutan dan wilayah tangkap bagi nelayan. Menurut pihak Pemkab Kepulauan Seribu,

mereka telah memiliki perencanaan tata ruang wilayah, nelayan luar cukup memahami. Sistem pengawasan yang dilakukan adalah, pengawasan secara terpadu dengan melibatkan pihak terkait, seperti Polisi Air Polres Kepulauan Seribu, pihak Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perikanan dan Satgas Perairan Laut, dan masyarakat setempat. Juga dijelaskan, bahwa dalam menyusun Ranperda harus mempedomani Undang Undang No. 12 tahun 2011 tentang Pembentukan

Peraturan Perundanbg-undangan dan Permendagri No. 53/2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. Selanjutnya, Pemerintah DKI Jakarta, melalui Pemkab Kepulauan Seribu telah menetapkan Perda tentang RTRW, sebagai dasar hukum perncanaan penataan ruang dan wilayah. Pulau sebagaian dikelola oleh instansi lain, bahkan ada yang dimiliki perorangan. Semua pihak bertanggungjawab mengantisipasi bencana abrasi pantai dan pengawasan pulau-pulau dan perairan laut. (***)

PANSUS II KE KABUPATEN SERANG

Perubahan Ranperda Kedudukan Protokoler dan Keuangan DPRD Segera Ditetapkan

KETUA Pansus I, Suhardi Hasibuan didampingi Wakil Ketua Dalius menerima cinderamata dari Pemkab Kepulauan Seribu

WAKIL Ketua DPRD Pasaman Barat, Syamsul Bahri pimpin kunjungan kerja ke Pemkab Serang Banten

ANGGOTA Pansus I DPRD Pasbar, Jasman Tanjung saat di pantai Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta

KUNJUNGAN kerja (Kunker) Pansus II DPRD Kabupaten Pasaman Barat juga dilaksanakan selama lima hari, dengan daerah tujuan adalah Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Kunker Pansus II dipimpin Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat, Syamsul Bahri yang juga penanggung jawab kegiatan, diikuti sebanyak 14 orang anggota dewan. Diantaranya, Sudirman Samin, selaku Ketua Pansus II, Antonius, Wakil Ketua Pansus II, dengan anggota Edri Syahrinal, Abu Syaib, Dominikus Suprianto, Meindra, M. Nasir, Basio, Wismelni, Yulisman, Sugiono, Anwir Dt. Bandaro, Mahyuddin Batubara, dan Jendri. Dari jajaran Sekretariat Dewan, sekaligus sebagai pendamping adalah, Kabag Humas DPRD, Fakhri, bersama dua orang staf, yaitu Yusmar, dan Yusalma. Pansus II ini hendak menghimpun informasi dan masukan tentang Ranperda Perubahan Kedua Atas Perda No. 10 tahun 2005, tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD, dan Ranperda perubahan kedua atas Perda No. 14 tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Lembaga Teknis Daerah. “Kunjungan kerja Pansus II ke Pemkab Serang, Provinsi Banten adalah dalam rangka

memperoleh masukan dan informasi tentang Ranperda Perubahan kedua atas Perda No.10 tahun 2005 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan bersama Anggota DPRD, sekaligus Ranperda perubahan kedua atas Perda No. 14 tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Lembaga Teknis Daerah,” kata Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat, Syamsu Bahri didampingi Ketua Pansus II, Sudirman Samin kepada Haluan di ruang kerjanya, Senin (30/9). Dalam kunjungan kerja selama lima hari, dari Minggu sampai Kamis, 15-19 September 2013, jelas Syamsul Bahri, pihaknya melakukan bertukar fikiran dan pendapat dan berbagi pengalaman berkaitan dengan rencara perubahan Perda No. 10 tahun 2005, dan perubahan terhadap Perda No. 14 tahun 2011. Sehingga penetapan Ranperda menjadi Perda di Kabupaten Pasaman Barat dapat dilaksanakan oleh eksekutif dan dapat diterima masyarakat secara luas. Ranperda perubahan Perda No. 10 tahun 2005 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan bersama Anggota DPRD, pada prinsipnya bertujuan untuk memenuhi azas legalitas dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No. 21

PANSUS I DPRD Pasaman Barat kunjungan kerja ke Pemkab Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta

PANSUS II, Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat, Syamsul Bahri menerima cendramata dari Pemkab Serang, Provinsi Banten

ROMBONGAN Pansus II DPRD Pasaman Barat mengikuti pertemuan dengan Pemkab Serang, Provinsi Banten >> Editor :Devi Diany

tahun 2007 yang hingga saat ini masih dipedomani. Pada PP No. 21 tahun 2007 itu, jelas Syamsul Bahri, memuat materi berupa tunjangan komunikasi intensif, belanja penunjang operasional pimpinan, jaminan pemelihatraan kesehatan, dan uang duka/uang jenazah. Besarnya belanja tunjangan komunikasi intensif dan benlanja penunjang operasional pimpinan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Sedangkan Ranperda perubahan kedua atas Perda No. 14 tahun 2011 tentang OTK Lembaga Teknis Daerah, memuat materi berupa perubahan tentang susunan organisasi inspektorat, pembagian wilayah kerja, dan bagan struktur organisasinya. Mengenai Perda No. 20 tahun 2011 tentang OTK Lembaga Teknis Daerah, khususnya Inspektorat di Kabupaten Serang hingga saat ini masih mengacu pada pola lama. Di Pemkab Serang, eselon IV masih ada di bawah Irban. Pemkab sedang mengevaluasi sistem kerja Inspektorat. Dari pertemuan tersebut dapat dirangkum bahwa, Ranperda perubahan kedua atas Perda No. 10 tahun 2005 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan bersama Anggota DPRD dan Ranoerda perubahan kedua atas Perda No. 14 tahun 2011 tentang OTK Lembaga Teknis Daerah, sudah sepatutnya untuk segera ditetapkan menjadi Peraturan Daerah, dengan melakukan beberapa perbaikan sesuai hasil pembahasan. Dalam menyusun Ranperda itu, harus mempedomani UU No. 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Perundang-undangan dan Permendagri No. 53 tahun 2011 tentang pembentukan produk hukum daerah. Selain itu, Pemkab Serang telah menetapkan Ranperda perubaha kedua tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan bersama Anggota DPRD dan belum merubah OTK Lembaga Teknis Daerah, khususnya Inspektorat. Selanjutnya memberikan saran tentang pelaksanaan tugas DPRD dan penanggaran, pengawasan DPRD dan peningkatan kinerja Inspektorat. (***) >> Penata Halaman : Habli


28

RABU, 2 OKTOBER 2013 26 DZULQAEDAH 1434 H

Haluan 02 Oktober 2013  

Haluan 02 Oktober 2013

Advertisement