Issuu on Google+

Edisi Maret 2013/I

Publikasi dalam Kelompok The Daily Jakarta Shimbun

Terbit 24 Halaman warta harian klik

www.halojepang.com

Berlangganan

sale@jkshimbun.com

halojepang

Iklan

ad@jkshimbun.com

@halojepang

Nomor Promosi

TITIAN INFORMASI INDONESIA - JEPANG

PERISTIWA

8

WISATA

12

PENDIDIKAN

18

KUTIPAN Kondisi perumahan sementara ini sangat baik, bersih, dan dilengkapi dengan fasilitas umum yang layak. Muhammad Lutfi  HAL 4

Tak hanya di Jepang, yang terpenting adalah bekerja dengan giat, tak cepat puas, jangan sombong atau tetap rendah hati. Sahat D Situmorang  HAL 15

Pemodal Jepang telah lebih dahulu masuk ke Indonesia, walaupun belum dalam skala seperti sekarang. Rachmat Gobel  HAL 16

Baku Dukung Merawat Asa Liputan Utama  Hal 3

Pinus di Rikuzentakata, Prefektur Iwate, mampu bertahan dari hantaman tsunami sehingga dilestarikan sebagai ‘monumen’.

RESTO

22


2

Maret 2013

PENGANTAR

Dari Redaksi Penerbit: PT Bina Komunika Asiatama Penasihat: Riris I Silam Ueno Taro Haishima Katsuhiko Tim Redaksi Redaktur Pelaksana: Arry Raymonds Staf Redaksi: Nova Auliatun Nisa Beny Halfina Meiskhe Fratel Artistik: Agus H A Medianto Abdul Gafur Revolita Rizal

D

ua tahun telah ber­ lalu sejak gempa dan tsunami me­ landa kawasan pan­ tai daerah Tohoku di Jepang Timur. Program rekonstruk­ si sudah bergulir sementara perekonomian telah kembali menggeliat meski belum lagi mencapai level sebelumnya. Dalam edisi ke-2 ini, Ha­ loJepang! menyuguhkan liputan utama mengenai bangkitnya kembali daerah Tohoku pasca bencana dan

upaya yang dilakukan warga Indonesia, baik dari kalang­ an warga biasa maupun lu­ lusan universitas di Jepang dan dari berbagai lembaga pemerintah serta non-pe­ merintah untuk mengulur­ kan bantuan. Tampil pula artikel me­ ngenai upaya menangani krisis energi. Sebelumnya sekitar 30% pasokan listrik di Jepang berasal dari pem­ bangkit nuklir, namun kini hanya 10% sementara sum­

ber energi lain terus dijajaki termasuk air, panas bumi dan angin. Di rubrik Figur edisi kali ini, Rachmat Gobel, yang kini Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia Jepang (PPIJ) berbagi pen­ dapat tentang upaya terus memacu investasi asal Je­ pang dan tantangannya. Ada pula kisah tentang pebisnis ban dan velg asal Indonesia dan paparan tentang School of Global Japanese Studies,

Universitas Meiji. HaloJepang! kali ini juga menyajikan tulisan ringan tentang musim sakura me­ kar, hidangan fugu dan in­ formasi tentang Jimpact 2013, penayangan film ani­ masi dan konser musik. Di bagian akhir, terpam­ pang bahasan tentang tren perempuan Jepang men­ jelajah dunia secara solo dan bukannya berkelompok. Selamat membaca!

Bimbingan Spiritual bagi Para Pencari Kerja

Kyodo

Email : redaksi@halojepang.com Bagian Iklan: Ekana Yulianti Ota Tsutomu Shimizu Jumpei Telp : (021) 230-3830 Fax : (021) 230-3831 Alamat Redaksi Menara Thamrin Suite 305 Jl. M.H Thamrin Kav. 3 Jakarta 10340, Indonesia.

Daftar Isi 3............ Liputan Utama Baku Dukung Merawat Asa 8............ Peristiwa Produk Halal 10.......... Editorial 12.......... Wisata Sakura Mekar 14.......... Inspirasi Bisnis Ban Bekas 16.......... Figur Rachmat Gobel 17.......... Komunitas JOC 18.......... Pendidikan Meiji University 20.......... Pergelaran Jimpact 22.......... Resto Kappo Don 23.......... Tren Jepang Solo Trip

Para mahasiswa yang sedang mencari kerja, mengikuti ritual penyucian diri di bawah air terjun di kelenteng Shokoji kota Kawachinagano Prefektur Osaka. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya para pendeta Budha sekte Soto aliran Zen yang dimulai sejak dua tahun silam untuk membantu generasi muda lebih percaya diri dalam mencapai tujuan, karena akhir-akhir ini semakin banyak jumlah anak muda Jepang mengalami depresi, bahkan bunuh diri akibat tidak mendapat pekerjaan. Situasi ekonomi domestik yang masih lesu pasca krisis finansial tahun 2008,

memicu sektor swasta di Jepang menghentikan pengrekrutan pegawai baru, selain itu pasca bencana gempa dan tsunami Maret 2011 serta melonjaknya nilai yen malah mengakibatkan perusahaan banyak melakukan pengetatan anggaran, termasuk untuk merekrut pegawai. Hasil survei Kepolisian Nasional Jepang menunjukkan jumlah warga berusia dibawah 30 tahun yang melakukan bunuh diri karena gagal mendapatkan pekerjaan naik di seluruh Jepang menjadi 150 orang pada 2011, atau 2,5 kali lipat dibanding 2007, yang 52 di antaranya adalah mahasiswa.

Dari Pembaca

Dinamika Informasi Selamat kepada Halo­ Jepang! yang dimulai 2 ta­ hun lalu sebagai media online dan kini tampil pula sebagai media cetak. Salut, karena revolusi media umumnya be­ rupa peralihan dari media cetak menjadi media online

namun HaloJepang! justru se­ baliknya. Ini artinya memang ada kebutuhan di segment ini yang sebelumnya tak terisi. Kini kita bisa mengamati ber­ sama adanya dinamika baru di dunia informasi. Kami dari Komunitas Alumni Jepang di Indonesia (KAJI), dengan jumlah anggota di milis KAJI-kai sekitar 1.600 orang dan di Facebook 3.000 orang lebih, turut terbantu

dengan adanya informasi yang disajikan HaloJepang!, yang dibuat dengan cara pandang orang Indonesia, se­ hingga menarik untuk dibaca maupun digunakan sebagai referensi. Potensi pembaca dari pe­ gawai perusahaan Jepang yang besar, tentu menjadi tan­ tangan bagi tim HaloJepang! untuk terus bisa menyajikan informasi yang berkwalitas

dan terus diperbarui da­ lam mengisi interkoneksitas Jepang-Indonesia. Akhir kata, semoga Ha­ loJepang! bisa terus menjadi sumber informasi bagi ber­ bagai kalangan masyarakat serta menjadi mitra media KAJI di masa depan. Gamba­ rimashou...

(Ketua KAJI, Fuad Kadir)


Maret 2013

LIPUTAN UTAMA

3

Baku Dukung Merawat Asa Siang hari, 11 Maret 2011, adalah saat yang agaknya sulit dilupakan masyarakat Jepang, khususnya yang tinggal di wilayah Tohoku. Gempa dahsyat pada 9 skala Richter yang diikuti gelombang tsunami meluluh lantakkan wilayah di pantai timur. Oleh Beny Halfina

K

epolisian Nasional resmi merilis data bahwa korban meninggal mencapai 15.881 orang sementara yang hilang 2.676 orang. Bencana itu kemudian turut merusak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima. Dinas Imigrasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo mencatat ketika krisis nuklir terjadi, terdapat 82 Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal dalam radius 50 kilometer dari PLTN Fukushima 1. Namun pada radius 20 kilometer yang merupakan wilayah terlarang dan wajib evakuasi, tak terdapat WNI. Tim kemanusiaan KBRI Tokyo pernah meng-

evakuasi seorang ibu dengan dua anak dalam radius sedikit di luar wilayah terlarang, untuk kemudian diamankan ke Tokyo. WNI lain yang teridentifikasi di wilayah terdampak tsunami merupakan nelayan dan pekerja sektor perikanan, termasuk pekerja pabrik pengolahan ikan dan para pekerja magang atau kenshusei. Pasca bencana, mereka yang tetap berada di Jepang, atau kembali ke Jepang setelah sebelumnya sempat pulang ke Indonesia, telah disalurkan kembali dengan bantuan perusahaan di Jepang. Hingga kini tercatat empat anak buah kapal (ABK) Indonesia yang resmi dinyatakan hilang ketika tsunami, yakni Sunardi, Toni Setiawan, Rudi Hartono, dan Arifin Siregar.

Ungkapan terima kasih warga kota Kesennuma atas bantuan Indonesia.

Indonesia Bergerak

Simpati dari seluruh penjuru dunia saat itu cepat mengalir, termasuk dari Indonesia yang pertaliannya dengan Jepang memang telah terentang sangat panjang. Apalagi dalam setiap bencana yang terjadi di tanah air, seperti tsunami di

Aceh, Jepang selalu sigap mendukung. Duta Besar RI untuk Jepang, M Lutfi mengungkapkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berkunjung ke Sendai dan Kesennuma pada Juni 2011 menyerahkan bantuan US$2 juta bagi ke-

Umur Ban Panjang, Nyaman dan Daya Cengkeram Prima Tersedia ukuran: Rim 12 : 175 / 70 R12 Rim 13 : 165 / 65 R13, 175 / 70 R13 Rim 14 : 185 / 70 R14, 195 / 70 R14, 185 / 80 R14 Rim 15 : 185 / 55 R15, 175 / 60 R15, 185 / 60 R15 185 / 65 R15, 195 / 65 R15, 205 / 65 R15

www.dunlop.co.id

Hubungi: 021-8512561

giatan rekonstruksi sejumlah bangunan, khususnya fasilitas pendidikan dan sosial. Lutfi menambahkan bahwa dalam pertemuan dengan anak-anak SD Kesennuma, Ibu Ani Yudhoyono juga memberikan beberapa set angklung. Lanjutan HAL 4


4

Maret 2013

LIPUTAN UTAMA

Kesennuma sebelumnya me­mang telah akrab dengan segala sesuatu yang berbau Indonesia karena armada kapal penangkap ikan dari daerah ini kerap singgah di Pelabuhan Benoa, Bali, untuk mengisi bahan bakar. Hal ini tampak dari dimilikinya angklung oleh sekolah di sana yang, sayangnya, kemudian raib tersapu tsunami. Namun, oleh-oleh Ibu Ani Yudhoyono telah memungkinkan sekolah itu untuk kembali memiliki alat musik tradisional Indonesia tersebut. Dukungan juga datang dari berbagai elemen masyarakat Indonesia yang menggalang sumbangan dan kemudian menyalurkannya melalui Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Palang Merah ataupun KBRI Tokyo dalam bentuk minuman dan selimut. Badan Search and Rescue (SAR ) Na-

sional juga mengirim satu tim untuk mengevakuasi WNI di wilayah terparah. Selain itu, ada pula Dompet Dhuafa melalui program Indonesia Aid yang menyalurkan Rp2 miliar dari warga Indonesia dan pekerja migran Indonesia di Hong Kong. Keluarga Alumni Jepang di Indonesia (KAJI) pun menggelar konser musik ‘Charity Concert Kokoro No Tomo’ yang mengumpulkan Rp50 juta dan disalurkan melalui Dompet Dhuafa serta PMI. KAJI melalui perwakilan di Tokyo juga menyerahkan 850 tas pada anak-anak di Kesennuma pada 29 Juni 2011. Tak ketinggalan, Persatuan Alumni Jepang di Indonesia (PERSADA) pun menyalurkan sumbangan Rp30 juta.

Bangkit

Perdana Menteri Jepang kala itu, Naoto Kan berkata

“Enampuluh lima tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II, ini adalah krisis terbesar dan tersulit bagi Jepang. Meski begitu masyarakat Jepang sangat tabah dan kuat menghadapi dampak bencana dan segera bangkit. Dalam dua tahun saja rehabilitasi kerusakan sudah melaju pesat. Perbaikan sudah banyak dilakukan di daerah-daerah terdampak bencana. Pemerintah Jepang membentuk lembaga khusus setingkat kementerian guna menangani proses rekonstruksi dan pemulihan bencana bernama Reconstruction Agency. Untuk perumahan umum, pemerintah menargetkan pembangunan lebih dari 20.000 rumah baru dan melakukan proses readjustment dan leveling tanah di 58 kabupaten dan 20 kota. Perbaikan pun merambah sektor pertanian dan perikan-

an, sementara pelabuhan ikan dan lahan pertanian mulai menampakkan hasil. Lebih dari 50% fasilitas perikanan dan pertanian sudah memulihkan operasi mereka. Terkait nuklir, khusus di wilayah Fukushima, tercatat 110.000 orang yang tinggal di restricted area, yaitu radius 20 kilometer dari PLTN Fukushima 1, harus dievakuasi. Asa untuk bangkit pun kemudian ditunjukkan melalui penyelenggaraan Festival Pelabuhan di Kota Kesennuma untuk pertama kalinya sejak tsunami menerpa. Indonesia juga turut serta dalam kegiatan ini. Hal yang membanggakan adalah ketika Walikota Sugawara Shigeru mengajak anak-anak memainkan angklung. “Beberapa sahabat KBRI dan Indonesia di Kesennuma, seperti ketua dan pengurus kamar dagang dan industri

setempat aktif mengorganisir Parade Indonesia. Mereka saat ini tinggal di perumahan sementara. Kondisi perumahan sementara ini sangat baik, bersih, dan dilengkapi dengan fasilitas umum yang layak,” ungkap Lutfi. Pemerintah Jepang tak hanya memulihkan kondisi dalam negeri, namun juga menjalin kerjasama dengan negara lain untuk meningkatkan kesadaran akan bencana alam. Salah satunya melalui program persahabatan Kizuna Bond yang dimaksudkan untuk meningkatkan kewaspadaan di kawasan Asia dan Amerika Utara tentang kemungkinan munculnya mara bahaya melalui aksi kunjungan dan pertukaran pemuda. Aksi baku dukung seperti inilah yang memang sudah terbukti dan sudah teruji, selalu mampu merawat asa, bahkan saat bencana terburuk terjadi.

Bencana Hilang, Krisis Listrik Terbilang

Pembangkit tenaga surya: Komplek Pembangkit tenaga surya yang dikelola SB Energy Corp, anak perusahaan Softbank Corp, di kota Kyoto, dengan kapasitas produksi listrik maksimum 2.1 MW.

P

asca gempa dan tsunami 11 Maret 2011, Jepang mengalami krisis listrik yang dipicu kerusakan pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima 1. Kejadian ini mendorong pemerintah saat itu, di bawah Perdana Menteri (PM) Kan Naoto dari Partai Demokrat, untuk menghentikan

operasi PLTN , langkah yang kemudian disusul pemeriksaan menyeluruh. Sebelum krisis di Fukushima, sekitar 30% pasokan listrik Jepang berasal dari energi nuklir. Bahkan, sempat tercetus rencana untuk meningkatkannya hingga 40%. Namun kini PLTN seolah barang haram dan sebagian warga Jepang me-

nentang diaktifkannya kem­bali pembangkit jenis ini. Akibatnya, dari 50 PLTN di Jepang pra gempa dan tsunami, hingga akhir Februari lalu, hanya dua reaktor di PLTN Oi, Prefektur Fukui, yang sudah kembali beroperasi. Pemerintah Jepang menyikapi krisis listrik melalui langkah darurat meningkatkan

pembelian minyak bumi dan gas dari mancanegara, termasuk Indonesia. Yano Tomosaburo, penasihat Japan International Cooperation Agency (JICA) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan, “Pasca krisis Fukushima, kebijakan energi Jepang sedikit berubah. Dulu 30% pasokan datang dari PLTN. Kini angka itu menyusut. Di sisi lain energi terbarukan terus dipacu dan kegiatan konservasi digalakkan.” Lebih lanjut Yano menjelaskan kebijakan energi pemerintah Jepang, yang ditujukan untuk keamanan dan efisiensi, didasarkan pada prinsip “ramah pada pengguna, pada ekonomi dan juga pada lingkungan serta bersifat berkelanjutan.” Saat ini, sumber energi terbarukan yang sudah dimanfaatkan secara komersial adalah air, panas bumi, angin dan surya. Namun, meski pemerintah berupaya mendorong, kenaikan penggunaanya tak bisa langsung maksimal. Data Agency for Natural Resources and Energy, badan di bawah Kementerian Ekonomi Perdagangan, dan Perindustrian Jepang (METI) , menunjukkan pada tahun fiskal 2010 PLTN memenuhi 31% kebutuhan listrik, pembangkit berbasis gas alam 27% dan berbasis batubara 24%. Pembangkit dengan energi terbarukan, hanya memasok 1% dari kebutuhan dan berbasis tenaga air sekitar 9%. Setahun kemudian, komposisinya menjadi pembangkit berbasis gas alam 39.5%,

batubara 25%, dan minyak bumi 14.4%. Peran PLTN turun menjadi 10.7% sementara pembangkit dengan energi terbarukan 1.4% dan dengan air sekitar 9%. Pemerintah Jepang berupaya menarik sektor swasta untuk membangun pembangkit berbasis energi terbarukan dengan memberlakukan Feed-in Tariff (FIT) mulai 1 Juli 2012. FIT, kata Yano, dimaksudkan untuk menawarkan kompensasi berdasarkan biaya bagi produsen energi,. “Dengan kepastian harga dan kontrak jangka panjang, investasi mereka juga bisa tertopang,” katanya. Sektor swasta di Jepang memang mulai tertarik pada pembangkit jenis ini, termasuk Son Masayoshi, pendiri dan CEO Softbank Corp, yang bekerjasama dengan Kyocera Corporation guna membangun Kyoto Solar Park yang berkapasitas produksi maksimal 4,2 megawatt. Ini merupakan bagian dari rencana Son untuk membuka 10 pembangkit tenaga surya skala besar dengan anggaran 80 miliar yen. Namun di sisi lain, PLTN tampaknya belum akan sepenuhnya dicampakkan. Akhir Februari silam PM Menteri Abe Shinzo mengungkapkan reaktor nuklir akan dioperasikan kembali bila keamanannya sudah dipastikan demi kestabilan pasokan listrik dan penghematan biaya.”Jepang berkomitmen untuk belajar dari krisis nuklir Fukushima pada 2011, dan akan membuat standar keselamatan baru yang tak memberi ruang kompromi,” tegasnya.


Maret 2013

LIPUTAN UTAMA

5

Musibah pun Menjadi Sarana Belajar Oleh Arry Raymonds

S

trategi bauran energi bagi suatu negara, termasuk Indonesia, merupakan hal sangat krusial, terlebih mengingat setiap tahun kebutuhan listrik di negara kepulauan terbesar di dunia ini terus bertambah. Dewan Energi Nasional (DEN) memproyeksikan pada 2025 seluruh pembangkit listrik yang ada diharapkan mencapai kapasitas 11-145 gigawatt sementara konsumsi per kapita diperkirakan ada di kisaran 1.886-2.316 kilowatt hour Profesor Tumiran, anggota DEN, menjelaskan saat ini lebih dari 94% pasokan listrik di Indonesia berasal dari pembangkit berbahan bakar fosil. Angka ini direncanakan surut pada 2025 menjadi 83%, sementara energi baru dan terbarukan— termasuk bahan bakar nabati, panas bumi, bio-massa, nuklir, air, surya dan angin—diharapkan menyumbang 17%. “Namun dalam proyeksi terkini DEN, sumber listrik dari energi baru dan terbarukan te-

lah dinaikkan menjadi 25,9%, dengan porsi energi nuklir 5%. Jika sasaran tak tercapai, bahan bakar fosil tentu masih berperan,” ujar Tumiran. Khusus tentang energi nuklir, pro dan kontra masih saja berlangsung. Kelompok penolak tampaknya cenderung membesar, terutama sejak krisis di Fukushima 1. Pius Ginting, pengkampanye Tambang dan Energi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyatakan, “Jepang yang maju secara teknologi pun tak bisa mengantisipasi kecelakaan nuklir meski selalu diklaim sebagai negara yang sangat berhati-hati dalam penerapan teknologi ini.” Sebelumnya, gagasan soal Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sejatinya telah ramai ditentang. Pada 2009, pemerintah mensosialisasikan pembangunan PLTN di Muria, Jawa Tengah, namun penolakan marak dan ulama Nahdatul Ulama (NU) bahkan tegas menyatakan tidak melalui fatwa. Menurut Pius, Indonesia memiliki kelimpahan energi

Pembangkit Listrik Tenaga Uap Muara Karang.

terbarukan, termasuk sumber panas bumi (geothermal) . Untuk wilayah perbukitan yang sulit dijangkau jaringan listrik, ia menyarankan pembangkit mikro-hidro dan tenaga surya. Uniknya, sejumlah wakil rakyat justru mendukung PLTN termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi VII Bobby Adhityo Rizaldy, yang menyatakan, krisis Fukushima pun akhirnya terbukti bisa dilokalisir. “Dengan penge-

lolaan yang baik, PLTN pasti memberi kemaslahatan luas,” tambahnya. Musibah Fukushima memang meredam gagasan PLTN. Namun kebijakan nuklir harus tetap ada, terutama berkaitan dengan sumber daya manusia. Jika di masa depan sumber daya alam Indonesia menipis drastis, energi nuklir tak terelakkan, dan butuh pengelola yang handal, katanya. Sedangkan Dr Ferhat Aziz,

MSc, Deputi Pendayagunaan Hasil Litbang dan Pemasyarakatan Iptek Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menjelaskan, “Jumlah kecelakaan mematikan di jalur PLTN paling rendah, meski pemberitaannya memang paling heboh. PLTN juga menghasilkan limbah yang sangat tertangani dan jumlahnya relatif kecil. Lagi pula, PLTN tak mencemari udara dan tak memicu perubahan iklim.” Ferhat yang juga alumni Tokyo Institute of Technology itu, memaparkan Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Sumatera sebelah timur cocok bagi PLTN karena tak rawan tsunami. Tentang penolakan luas akan PLTN, ia menyatakan, “Lambat laun masyarakat akan memahami bahwa kita bisa terus memperbaiki aspek keamanan. Dari Fukushima kita belajar untuk tidak cepat puas ketika menyangkut hal tersebut. Semua harus terus diperbarui. Dengan pemahaman ini, saya yakin Indonesia, suatu saat akan memiliki PLTN.”


6

Maret 2013

RINGKAS BISNIS

Fujifilm XP50

fujifilm-indonesia.co.id

Kawan Tangguh Kala Berlibur Masa liburan tentu tak layak dilewatkan begitu saja tanpa pengambilan foto sebanyak-banyaknya sebagai kenangan. Sayangnya, kamera saku biasanya tak cukup memadai untuk mengabadikan perjalanan wisata luar ruang. Namun, tak perlu khawatir, sekarang telah hadir XP50 dari Fujifilm yang tangguh untuk berbagai kondisi. “Kamera ini cocok digunakan waktu kegiatan liburan outdoor seperti arung jeram. Biasanya kamera tahan air desainnya terlalu kaku dan berat, XP series ini

desainnya lebih menarik dengan warna-warna cerah,” kata Ade Yogaswara, Product Specialist PT Fujifilm Indonesia. Kamera ini dilengkapi berbagai perlindungan. Penyuka olahraga air dapat menggunakannya tanpa mesti khawatir rusak karena sifat kedap airnya yang hingga kedalaman 5 meter. XP50 juga tahan benturan dan debu serta mampu tetap berfungsi hingga suhu minus 10 derajat Celsius. Tak hanya tangguh, kamera ini memiliki kualitas gambar bagus juga, berkat sensor CMOS 14 megapiksel dengan 5 kali zoom optik. Perekam videonya juga tak kalah istimewa karena mam-

Epson L550

K

www.epson.co.id

operasional namun juga dilengkapi fitur faksimili, ADF dan Wi-Fi kata Riswin Li, Manager Consumer & Consumables Section Epson Indonesia. Seri inktank merupakan solusi Epson untuk pelanggan yang selama ini menggunakan tinta non-asli dengan cara infus. Dengan L550, pengguna akan menggunakan tinta asli berkualitas terjamin. Fitur Automatic Document Feeder (ADF) memudahkan menyalin, melakukan pemindaian dan menangani faksimili hingga 30 lembar. Kemudahan lain yang ditawarkan adalah pencetakan langsung dari ponsel pintar melalui Wi-Fi. Seperti mesin pencetak Epson lain, L-series menggu-

Uniqlo

Menjajal Pasar Ritel Nusantara

Beragam Fungsi dalam Satu Printer onsumen sekarang cenderung menghendaki produk elektronik yang makin mungil dan praktis namun mampu melakukan beragam fungsi, termasuk untuk printer. PT Epson Indonesia mencoba memenuhi kebutuhan seperti itu dengan meluncurkan seri L550. L550 adalah mesin pencetak inktank L series yang dihadirkan khusus untuk pasar korporat di Indonesia berdasarkan masukan mereka akan kebutuhan perangkat multifungsi yang tidak hanya murah dalam biaya

pu merekam dengan full HD 1080i, 60 frame per detik (fps). Selain itu, momen spesial, dengan adanya fitur burst mode, juga tak bakal terlewatkan karena kemampuannya menangkap gambar hingga 10 fps dan tempat liburan yang berkesan dapat direkam lebih realistis berkat fungsi ‘Panorama 360’. Cukup tekan shutter sambil memutar, maka foto dengan sudut pandang 360 derajat dapat diperoleh. Kamera seberat 183 gram ini tersedia dalam lima pilihan warna, hitam, biru, silver, hijau dan jingga. Jika berminat, sediakan dana Rp2 juta untuk membawanya pulang.

nakan teknologi Micro Piezo, yakni teknologi inkjet yang menggunakan material piezoelectric dan bisa membengkok ketika dialiri muatan listrik untuk mendorong tinta keluar dengan jumlah pas sehingga hasil cetak lebih berkualitas dan presisi. Epson mengklaim kualitas cetaknya mencapai resolusi 5760 dpi. Kecepatan cetaknya mencapai 9 ipm (image per minute‒standar), dan mencapai 33 halaman per menit untuk pencetakan teks hitam. Jaminan performa printer mencapai 30.000 halaman. Paket awal pembelian menyertakan satu botol tinta hitam yang dapat mencetak 4.000 halaman, dan tiga tinta warna mencetak hingga 6.500 halaman. Printer seri L550 dipasarkan dengan harga Rp2.949.000, Epson mengatakan produk ini mulai tersedia di Mega Bazaar Computer pada Maret ini.•

Pebisnis Jepang tak hanya tertarik pada sektor otomotif Indonesia dan ini terbukti dari rencana peritel kondang Uniqlo untuk membuka gerai pertamanya di Jakarta pertengahan tahun ini. Dengan ruang seluas 2,680 meter persegi dibuka di pusat perbelanjaan baru di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Lotte Shopping Avenue, Uniqlo disebut-sebut bakal menawarkan gerai yang amat atraktif. Uniqlo di Indonesia akan menawarkan sekitar 500 jenis pakaian, dari pakaian pria, wanita hingga anak-anak, dengan harga mulai Rp59.000. Sebagian besar merupakan koleksi musim panas, walau terbuka juga kemungkinan akan tersedianya koleksi musim gugur dan dingin. Kami yakin dapat sukses mengembangkan bisnis di Indonesia, ujar Otoma Naoki, Group Executive Vice President Asia-Pacific CEO Uniqlo dalam jumpa pers Februari silam. Uniqlo yang berdiri di bawah bendera Fast Retailing Co, akan membuka tiga gerai

HALOJEPANG!-HOTTA MIKI

di Indonesia dalam tiga tahun. Nama Uniqlo di Indonesia bisa saja masih terdengar asing sehingga banyak yang masih mempertanyakan kualitas serta keunggulannya dibanding merek lain. Saya pernah mendengar tentang Uniqlo dari teman. Tapi belum pernah mengenakannya. Semua yang pernah mengenakan produk Uniqlo menyatakan harganya terjangkau dan nyaman digunakan untuk kegiatan sehari-hari, ujar Ria (18 tahun) mahasiswi suatu universitas swasta di Jakarta. Kekurangpopuleran Uniqlo di Indonesia, ternyata juga sampai ke telinga Hayashi Yasuhiro, Director, Business Development Asia Pacific Region Fast Retailing (Singapore) Pte Ltd, yang rencananya bakal menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Fast Retailing Indonesia. Untuk mengatasi ini, ia berencana memperkenalkan Uniqlo melalui Facebook, platform media sosial yang amat populer di Indonesia, dan menawarkan 100,000 produk Uniqlo secara cuma-cuma.


Maret 2013

RINGKAS BISNIS Sony Xperia Z

Ecotricity

Ponsel Android Anti Air

C

erita tentang ponsel rusak akibat jatuh ke toilet maupun karena air hujan mungkin tak akan terjadi lagi setelah kehadiran Sony Xperia Z. Ponsel pintar anti air ini adalah produk terbaru Sony Mobile Communications. Fitur anti air pada ponsel sebenarnya bukan teknologi baru di Jepang, namun untuk segmen ponsel pintar kelas atas baru Sony yang menerapkan. Hal ini menjadi nilai tambah di tengah persaingan ketat segmen smartphone. Dengan ponsel ini pengguna bahkan dapat menonton film sambil mandi. Xperia Z diklaim mampu bertahan terendam di kedalaman air satu meter selama 30 menit. Selain anti air, ponsel ini juga dilengkapi perlindungan debu. Selain itu, bisa digunakan dalam kondisi apapun karena dapat langsung dibersihkan di air keran ketika kotor.

www.sony.com

Namun perlindungan air yang maksimal tersebut membawa konsekwensi pada desain colokan yang serba tertutup, termasuk earphone. Cukup merepotkan memang karena harus membuka pelindungnya tiap kali akan memakainya. Ponsel ini juga menonjolkan kualitas tampilan yang dilengkapi dengan layar full High Definition (HD) 1080 piksel lima inci, membuat

7

gambar film lebih jelas dan nyata. Teknologi serupa digunakan pada TV Bravia. Selain menonton film, pengguna juga dapat merekam sendiri video kualitas tinggi dengan kamera 13,1 MP, dan merekam video dalam format High Dynamic Range (HDR) untuk menangkap intensitas cahaya yang berbeda secara lebih akurat. Performa, Xperia Z tak perlu diragukan dengan adanya prosesor quad-core 1,5 GHz dan sistem operasi Android terbaru, Jelly Bean. Permasalahan boros baterai yang kerap melanda ponsel pintar diatasi dengan moda Stamina, membuatnya mampu bertahan empat kali lebih lama dari moda standar. Andalan baru Sony ini ditawarkan dalam tiga pilihan warna yakni hitam, putih dan ungu, dengan harga sekitar Rp7,5 juta.

Jawaban atas Kesulitan Sumber Listrik Penggemar aktivitas luar ruang dan wisata ke tempat terpencil kini tak perlu kelewat risau tentang sumber listrik. Ecotricity dari perusahaan spesialis tenaga surya, XSOL memungkinkan tersedianya generator listrik tenaga surya pribadi. Ecotricity memiliki dua komponen yakni panel surya dan generator. Panelnya bisa dilipat sehingga memudahkannya untuk dibawa-bawa. Baterai di generator selain mendapat daya dari tenaga matahari juga bisa diisi ulang dari sumber listrik rumahan. Fungsi Uninterruptible Power

www.xsol.jp

Supply (UPS) yang ada membuatnya bisa juga berfungsi sebagai sumber daya cadangan bagi komputer ketika terjadi pemadaman listrik. Daya puncaknya mencapai 1.800 watt meski ukurannya tergolong kecil. Outlet 5 colokannya memungkinkan banyak peralatan dapat dioperasikan sekaligus, seperti untuk TV, lampu, radio/tape, kipas angin, notebook dan pengisi baterai ponsel. Perangkat ini diklaim mampu digunakan pada tiga laptop secara berbarengan selama satu jam. Jika hanya untuk lampu LED 40 watt, bahkan dayanya mampu bertahan selama 72 jam. Selain 5 colokan untuk AC ada pula satu colokan DC. Pengisian dengan tenaga matahari membutuhkan 12 hingga 18 jam, sedang dengan sumber listrik perumahan 18 jam. Produk ini baru dijual di Jepang dengan harga ¥399.000.


8

Maret 2013

PERISTIWA

Yang Halal dari Fukuoka Semakin banyaknya kaum Muslim yang menetap di Jepang telah mendorong sejumlah produsen makanan di negara itu untuk mengembangkan produk halal. Meski produk yang ada, dilihat dari segi jumlah, memperlihatkan peningkatan, aspek edukasi menyangkut ‘apa dan bagaimana’ sebenarnya makanan halal tampaknya masih diperlukan. Oleh Arry Raymonds

U

ntuk itu, pameran dagang makanan halal pertama di­ gelar akhir Februari di kota Fukuoka, dengan menampil­ kan sekitar 40 produk yang ditujukan untuk ekspor ke Asia termasuk Timur Tengah serta untuk kaum Muslim di Jepang. Japan Halal Forum & Expo 2013, diyakini sebagai yang pertama di Je­ pang itu, diselenggarakan Nippon Asia Halal Association (NAHA), lembaga nir­ laba yang berkantor di Fukuoka, dan diikuti sekitar 40 peserta, termasuk Inoue Spice Industry Co yang berbasis di Prefektur Saitama dan Hikari Miso Co di Prefektur Nagano. Inoue Spice menawarkan bumbu kare menggunakan inti sari jamur dan rumput laut, menggantikan kal­ du sapi dan babi. “Perlu upaya besar untuk mengembangkan produk ini,”

Para pengunjung mengamati produk halal di Japan Halal Forum & Expo 2013, Fukuoka.

ujar presiden direktur perusahaan itu, Inoue Kazuto. “Namun saya senang para pengunjung dari India dan Si­ ngapura menyatakan produk kami enak. Ini artinya ada peluang bisnis yang bisa dieksplorasi,” tambahnya. Sementara Tri Wulaningsih, maha­ siswi asal Yogyakarta dan kini berku­ liah di Universitas Kitakyushu, yang juga hadir dalam acara itu menyatakan dirinya senang bisa mencicipi makan­ an Jepang yang halal. Namun Tri juga mengungkapkan rasa kecewa, “Sebagian besar booth

sudah mencantumkan label halal res­ mi, tapi ada juga yang belum dan lebih suka mencantumkan keterangan halal versi mereka sendiri,” katanya. Sedangkan Okano Hidekatsu, chairperson Halal Business Promoting Association, salah satu organisasi yang ikut serta dalam kepanitiaan kegiatan di Fukuoka itu menjelaskan, ide penye­ lenggaraan muncul satu tahun silam, setelah ada pembahasan mengenai bisnis makanan halal di Jepang. “Meski di Jepang permintaannya tidak terlalu banyak, mengingat hanya ada sekitar

100.000 warga Muslim yang menetap, namun produsen juga menyasar pasar mancanegara seperti Indonesia, Turki dan negara-negara Timur Tengah.” Lebih lanjut Okano mengungkap­ kan, NAHA juga bekerjasama dengan lembaga serupa di Indonesia, “Saat ini kami sedang menjalani prosedur untuk mendapat persetuju­ an dari badan sertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI). Harapannya, di masa depan warga Indonesia bisa lebih mudah mendapatkan produk ha­ lal di Jepang,” tambahnya.•

Berawal di ADB, Diharapkan Berlabuh di BoJ Kyodo, Tokyo

Kabinet Perdana Menteri (PM) Abe Shinzo akhir Februari menetapkan Presiden Asian Development Bank (ADB) Kuroda Haruhiko, yang mendukung kebijakan pelonggaran moneter agresif, sebagai calon utama gubernur Bank Sentral (BoJ). Kabinet telah mengungkapkan keinginan untuk menunjuk Kuroda yang akan melanjutkan kebijakan pemerintah menurunkan deflasi guna memulihkan perekonomian domestik. Pemerintah, terdiri dari Partai Liberal Demokrat (Jimin to/LDP) yang dipimpin Perdana Menteri Abe dan mitra koalisinya Partai Keadilan Baru (Komei to/ NKP) berupaya mendapatkan dukungan bagi kandidat gubernur Bank Sentral dan dua deputi gubernur dalam pemungutan suara di Majelis Rendah yang dijadwalkan 14 Maret, dan di Majelis Tinggi 15 Maret, setelah terlebih dahulu melakukan uji kelayakan kepada para calon.

Kuroda Haruhiko Selain Kuroda, pemerintah mengajukan Iwata Kokuo (70) profesor Universitas Gakushuin, yang juga penganjur pelonggaran moneter agresif dan Direktur Eksekutif BoJ Nakano Hiroshi (59), untuk menjabat posisi deputi gubernur. Penunjukkan gubernur Bank Sentral

dan kedua deputinya harus mendapat persetujuan dari kedua Majelis. Namun karena koalisi yang memerintah tidak memiliki kursi mayoritas di Majelis Tinggi, dukungan dari Partai Demokrat (Minshu to/DPJ), yang merupakan kelompok oposisi terbesar, menjadi sangat krusial guna meloloskan pencalonan. Secara umum, Partai Demokrat dinilai bisa menerima pencalonan Kuroda (68), namun sejumlah anggota parlemen asal DPJ bersikap hati-hati untuk memberikan persetujuan bagi Iwata, yang dikenal sebagai penganjur utama reflasi guna mencapai pemulihan ekonomi dengan peningkatan harga melalui pelonggaran moneter, karena dianggap pendekatannya terlalu ekstrim. Namun , meski DPJ menentang pencalonan Iwata, pemerintah tampaknya akan mendapatkan persetujuan parlemen di Majelis Tinggi, jika tiga partai kecil, Minna no to, Nippon Ishin no Kai (Partai Pembaharuan Jepang), dan Partai Renaisans Baru, memberikan suara

dukungan. Partai Renaisans Baru, yang dipimpin mantan menteri kesehatan, tenaga kerja dan kesejahteraan Masuzoe Yoichi berencana mendukung pencalonan Iwata, tapi sejumlah anggota parlemen di Minna no to, dan Nippon Ishin no Kai menolak memberikan dukungan. Kuroda pada akhir Februari telah menyerahkan surat pengunduran diri dari ADB, yang efektif mulai 18 Maret. Saat ini, Kuroda menjalani masa jabatan kedua sebagai Presiden ADB untuk jangka waktu lima tahun terhitung mulai November 2011. Sebelum menjadi Presiden ADB, Kuroda menjabat posisi wakil menteri keuangan untuk urusan internasional selama 3,5 tahun sejak 1999, dan memiliki koneksi internasional yang luas. Sementara itu Iwata telah menyampaikan dukungan terhadap target BoJ untuk mencapai tingkat inflasi 2%. Keduanya telah menyatakan tekad untuk mencapai target itu dalam dua tahun. •


10

Maret 2013

OPINI

Editorial

Faktor ‘U’

J

epang adalah negara dengan populasi tua. Pada 2030, rata-rata usia warga Jepang bakal sekitar 50 tahun. Ada sejumlah alasan tentang hal ini, di antaranya, tentu saja, adalah tingkat fertilitas atau kesuburan (fertility rate) yang rendah, hanya 1,39 pada 2010, sementara di Australia, negara yang sama-sama berada di kawasan Pasifik, tingkat fertilitasnya mencapai 1,88. Tingkat fertilitas yang ‘aman’ konon adalah 2,10. Di sisi lain tingkat harapan hidup di Jepang juga amat tinggi, rata-rata 82,7 tahun. Hal ini menimbulkan sejumlah fenomena baru. Tahun lalu, misalnya, untuk pertama kalinya penjualan popok dewasa sudah melebihi penjualan popok bayi. Saat ini warga senior (berusia di atas 65 tahun) mencapai 23% dari total populasi Jepang yang sekitar 127 juta orang itu. Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan memproyeksikan bahwa mereka akan mencapai 40% dari total populasi pada 2060. Tentu akan ada persoalan lain yang lebih besar dari sekadar popok nantinya, termasuk tingkat produktivitas dan beban anggaran negara. Dengan kian sedikitnya jumlah anak kini, besaran tenaga kerja dewasa yang akan mendukung perekonomian serta merawat para warga senior di masa mendatang juga bakal sangat menyusut. Untuk ini sejumlah kalangan telah menyerukan perlunya langkah-langkah antisipatif yang kecuali dilaksanakan dengan sangat cermat sejak dini, bisa jadi akan berujung pada malapetaka. Langkah-langkah itu termasuk kebijakan imigrasi yang lebih longgar serta program robotisasi, bahkan hingga tingkat rumah tangga. Dalam konteks Indonesia, cerita tentang ‘Faktor U(sia)’ ini memang berbeda. Beberapa waktu lalu, ramai diberitakan bahwa sekitar 10-15 tahun dari sekarang, negara ini bakal sejahtera karena apa yang dinamakan ‘bonus demografi’, tahapan di mana struktur umur penduduk menjadikan rasio ketergantungan (dependency ratio) berada pada level rendah. Indonesia diperkirakan akan mendapatkan bonus demografi selama 10 tahun antara 2025-2035 de­ ngan rasio ketergantungan berkisar antara 0,4-0,5. Artinya, 100 warga dalam usia produktif hanya menanggung 40-50 warga dalam usia non-produktif. Saat itu, proporsi anak berusia kurang dari 15 tahun terus berkurang dibanding penduduk usia kerja atau mereka yang dalam kelompok umur 15-64 tahun. Dengan kata lain, pada periode 2025-2035, bangsa Indonesia berkesempatan besar memacu produktivitas dan pertumbuhan ekonomi yang pe­ ngaruh kesejahteraannya akan terasa hingga berpuluh-puluh tahun kemudian. Inilah fase yang disebut sebagai ‘jendela kesempatan’ (window of opportunity), ketika penduduk usia produktif jumlahnya lebih besar dari yang nonproduktif dan mereka dapat dioptimalkan untuk mengakumulasi pertumbuhan dan perkembangan kesejahteraan. Tentu saja, apa yang disebut periode emas 20252035 masih merupakan hitung-hitungan di atas kertas para ahli demografi. Ada persoalan yang mungkin luput dari prediksi optimistis itu, yakni apakah kualitas penduduk produktif di periode gemilang itu memenuhi persyaratan bagi pertumbuhan ekonomi yang bermutu. Ini artinya, tugas bersama Indonesia sebagai bangsa mulai hari ini sesungguhnya adalah memastikan tersedianya penduduk berkualitas karena apa yang dilakukan—atau tidak dilakukan—sekarang bakal sangat menentukan apa yang terjadi di masa mendatang.•

Terus Membidik Pasar Gemuk Indonesia Pada 2011, Jepang untuk pertama kalinya mencatat defisit transaksi perdagangan sejak 1980. Gempa bumi dan tsunami menyebabkan ekspor terpukul, sementara impor energi meningkat seiring dihentikannya penggunaan reaktor nuklir. Meski masih terlalu dini untuk mengatakan adanya perubahan arah dalam struktur perdagangan Jepang, defisit tersebut mendapat banyak perhatian kalangan pengambil kebijakan maupun sektor swasta di Jepang Oleh Junanto Herdiawan

D

efisit perdagangan telah mengubah pa­radigma Jepang ten­tang keberlanjut­ an perekonomiannya. Untuk mem­pertahankan pertumbuh­ an ekonomi di tengah me­ ningkatnya kebutuhan impor, khususnya energi dan menurunnya permintaan domestik (domestic demand), pilihan bagi industri Jepang untuk bertahan adalah meningkatkan ekspor dan melakukan ekspansi ke luar negeri. Untuk itu, tentu dibutuhkan nilai tukar yen yang tidak terlalu kuat, dan diatasinya deflasi. Pemerintahan Jepang baru di bawah Perdana Menteri (PM) Abe Shinzo menyadari sepenuhnya masalah yang dihadapi. Tekad pemerintahan baru tersebut untuk memperbaiki ekonomi terlihat dari kebijakan-kebijakannya yang ter­kesan ‘berani’. Abe dan pe­merintahannya bertekad meng­akhiri deflasi, mengge­ rakkan kembali ekonomi, dan menjalankan program rekonstruksi pembangunan pasca­ bencana. Abe berjanji menjalankan program stimulus besar-besar­ an mulai 2013. Ia juga ‘meminta’ Bank of Japan (BoJ), untuk melakukan kebijakan moneter yang ‘super longgar’ dalam mendorong ekonomi dan juga menargetkan inflasi 2%. Di sisi industri, ekspor Jepang menjadi kunci pemulihan. Salah satu konsekwensi dari upaya meningkatkan pe­ranan dunia usaha adalah langkah ekspansi yang akan dilakukan perusahaan di Jepang, baik yang tergolong usaha besar maupun usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Japan External Trade Or-

ganization (JETRO) menyebutkan saat ini ada lebih dari 70% UMKM Jepang yang akan aktif berekspansi ke luar negeri melalui investasi baru atau perluasan basis industri. Dalam dua tahun ke depan (2013-

Indonesia menjadi satu-satunya negara—baik di dunia maupun di ASEAN 5—yang masih memberikan keuntungan bagi Jepang selama tiga tahun berturutturut, bahkan melebihi 80%. 2014), perusahaan besar Jepang yang akan melakukan ekspansi ke luar negeri meningkat dari 73% pada 2011, menjadi 77%, dan perusahaan UMKM dari 66% menjadi 71%. Sejumlah besar industri manufaktur (607 perusahaan, sekitar 40% dari total perusahaan di Jepang) merencanakan ekspansi usaha, termasuk di luar negeri. Sementara sejumlah besar industri nonmanufaktur (357 perusahaan) memfokuskan perencanaan perluasannya di luar negeri. Industri yang akan dikembangkan dalam tiga tahun ke depan 70% akan didominasi industri otomotif beserta sukucadangnya, kesehatan dan kosmetik, serta bahan kimia.

Sementara itu, industri nonmanufaktur yang akan menggelar perluasan terbesar adalah sektor IT, transportasi, jasa profesional dan konstruksi.

Animo dan Investasi Jepang ke Indonesia

Indonesia adalah salah satu destinasi favorit para investor Jepang saat ini. Solid-nya perekonomian Indonesia dalam beberapa tahun terakhir dan besarnya jumlah penduduk yang didominasi kelompok umur produktif menjadi alasan Jepang memilih negara ini sebagai basis pengembangan investasi dan ekspansi usaha­ nya tiga tahun ke depan. Selain itu, dalam tiga tahun terakhir perusahaan Jepang di Indonesia mencatat keuntung­ an tinggi. Indonesia menjadi satu-satunya negara—baik di dunia maupun di ASEAN 5—yang masih memberikan keuntungan bagi Jepang selama tiga tahun berturut-turut, bahkan melebihi 80%. Tak kurang dari 90% keuntungan Jepang di Indonesia didukung industri otomotif, kimia dan obat, serta industri grosir dan ritel. Dilihat dari fungsinya, industri Jepang di luar negeri dapat dilihat dari tiga aspek yaitu: Penjualan, Produksi, serta Penelitian dan Pengembangan (R&D). Dilihat dari fungsi ini, China dan Thailand menduduki peringkat teratas untuk rencana pengembangan bisnis Jepang ke depan. Indonesia menduduki prioritas ketiga, terutama untuk Penjualan dan Produksi. Namun, beberapa kendala yang masih menghadang kini termasuk soal informasi dan akses usaha ke Indonesia. Ciri dari perusahaan Jepang adalah bahwa mereka lebih nyaman untuk melakukan usaha dengan pihak-pihak yang memahami bahasa dan kebiasaan bisnis mereka. Hal ini kiranya perlu ditangkap secara serius oleh pengambil kebijakan di kantor pusat maupun daerah di Indonesia yang ingin menarik modal Jepang.• Junanto Herdiawan, adalah Chief Economist di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) di Surabaya. Sebelumnya bertugas sebagai Senior Economist di Kantor Perwakilan BI Tokyo, Jepang (2010-2012)


Maret 2013

RISALAH

11

Mempertahankan Tradisi di Bawah Sorotan Oleh Kazuaki Otsuji, Kyodo

D

i tengah kegeraman dunia, Jepang terus mempertahankan tradisi berburu pausnya dengan dalih warisan budaya serta diversifikasi sumber pangan. Perburuan paus secara komersial sejatinya telah dilarang. Yang ada tinggal perburuan berskala kecil. Namun keinginan Jepang untuk mempertahankan budaya berburu pausnya tampaknya bakal membutuhkan upaya luar biasa. Saat ini ada beberapa desa nelayan di Jepang yang menjadi basis perburuan dekat pantai dengan sasaran paus berukuran kecil dan tak termasuk spesies yang dilindungi regulasi International Whaling Commission (IWC). Satu di antaranya adalah Taiji di Prefektur Wakayama. Desa ini juga memproklamasikan diri sebagai tempat kelahiran cara tradisional untuk berburu paus. “Kami memanfaatkan sekujur tubuh paus, tak sekadar mengambil minyak”

kata Miyato Sugimori, staf senior di perkumpulan nelayan Taiji. Di Taiji, terdapat museum paus selain gerbang ke suatu kuil Shinto yang dibuat dari tulang belulang paus. Juga ada bangunan memorial yang konon dimaksudkan untuk menjadikan arwah paus tenang di alam baka. Perburuan paus tradisional di sejumlah Negara Barat termasuk AS dan Inggris dimaksudkan hanya untuk mengambil mi­nyak guna produksi lampu minyak dan sabun. Taiji memancing kecaman internasional pada 2010 ketika ‘The Cove’ dokumenter tentang perburuan lumba-lumba, sang kerabat sangat dekat paus, memenangkan Piala Oscar (Academy Award). September adalah awal musim berburu yang bisa berlanjut hingga musim semi tahun berikut. Iring-iringan perahu nelayan pada saat itu bakal menggiring kawanan lumbalumba dan ‘pilot whales’ (paus pilot) ke suatu tempat di mana nelayan telah menanti. Kedua

Angka Perburuan Paus di Jepang (2008 - 2012)

1500

1000

500

0 2008

2009

jenis mamalia laut ini tak dilindungi moratorium IWC. Sementara itu, pegiat Sea Shepherd Conservation Society (SSCS), kelompok anti perburuan paus, telah membuat film tentang perburuan dan mempublikasikannya lewat internet. Hal ini mendo­rong nelayan Taiji untuk melakukan aktivitasnya diam-diam serta menyembunyikan proses pembantaian. Sebelumnya, tak sulit untuk menyaksikan air laut yang mendadak berubah menjadi merah darah. Kini hal itu ditutup-tutupi. Sejak 2011, pos polisi tempo­ rer didirikan dekat pantai untuk mengamati sepak terjang para aktivis. Akibatnya ketegangan

2010

2011

2012

langsung antara mereka dan nelayan setempat memang mereda meski aura panas tetap terasa. Hingga dasawarsa 70-an, menyantap daging paus merupakan hal biasa di Jepang. Kini daging paus sangat mahal. Saking mahalnya, konon stok menjadi berlebih karena tak banyak yang mampu membelinya. Jepang juga menangkap paus di Samudera Antartika berdasarkan persetujuan IWC demi “riset” tentang populasi paus dan aktivitas konservasi. Beberapa tahun belakang­an kegiatan riset Jepang teramat sering menjadi sasaran serangan— baik secara fisik maupun ver-

bal—oleh SSCS. Greenpeace, di lain sisi, juga mendesak Jepang untuk me­ninggalkan kebiasaan ini seraya menyatakan perburuan terkontrol sulit diterapkan. Jepang menyatakan perburuan paus merupakan upaya “menyediakan sumberdaya pa­ ngan” yang “mesti dimanfaatkan secara berkelanjutan berdasarkan bukti-bukti ilmiah.” Meski Jepang sudah berusaha agar moratorium perburuan dicabut, IWC tampaknya tak berdaya karena tarik-menarik kepentingan di antara negaranegara pro perburuan seperti Jepang, Norwegia dan Korea Selatan dan kontra seperti Amerika Serikat dan Australia. Dalam upaya menggalang saling pengertian tentang budaya berburu paus, nelayan Taiji pernah menggelar dialog dengan pegiat anti perburuan. Sayangnya, kedua pihak gagal bersepakat. “Kegiatan anti perburuan tampaknya sudah menjadi upaya menghimpun dana semata,” kata Sugimori. Kesepahaman, dengan demikian, masih sesuatu yang teramat jauh, ungkapnya.•


12

WIS

Sakura: Magnet Wisata Musim Jepang terkenal dengan sejumlah ikon wisata, salah satunya saat bunga sakura mulai mekar menjelang atau pada musim semi, masa yang kerap dianggap sangat ideal bagi pelancong mancanegara untuk berkunjung ke negara tersebut.

Oleh Nova Auliatun Nisa

B

unga sakura, yang disebut-sebut sebagai bunga nasional Jepang, mekar hanya sekali dalam setahun, biasanya mulai Februari di Prefektur Okinawa, kemudian menjalar ke arah utara, Pulau Kyushu, Shikoku dan Honshu di awal hingga akhir April serta terakhir di Pulau Hokkaido pada Mei. Keindahan sakura hanya dapat disaksikan selama 7-10 hari. Periode mekar yang singkat ini menjadikannya peristiwa langka dan dirayakan seluruh warga Jepang dengan penyelenggaraan Hanami (kegiatan melihat bunga). Di Jepang sendiri ada lebih dari 1.400 tempat yang kondang dengan keelokan sakuranya dan sering menjadi titik gelaran Hanami. Salah satunya Taman Ueno (Ueno Koen) di Tokyo. Taman Ueno adalah rumah bagi lebih dari 1.200 pohon sakura dan memang telah terkenal sejak jaman Edo. Di puncak masa mekarnya̶biasanya pertengahan April̶Taman Ueno bakal mendadak berubah menjadi lautan merah muda yang cantik dan kerap menjadi sasaran empuk bidikan fotografi.

Taman Ueno memang menjadi daya tarik tersendiri. Bayangkan saja, ribuan orang berkumpul untuk menikmati keindahan sakura, hal yang tidak pernah kita lihat di Indonesia, ujar Elsa Chandra, General Manager Tour and Sales Jalan Tour. Sebagian besar pelancong yang pernah ke Taman Ueno di saat puncak sakura mekar menyatakan kagum akan keindahannya sekaligus akan kebiasaan warga Jepang untuk menyatakan kecintaan pada bunga itu, tambahnya. Menurut Elsa, selain memang populer, Taman Ueno juga didukung akses yang memudahkan pengunjung, termasuk mereka dari Indonesia yang baru pertama kali menjejakkan kaki di Jepang, untuk hadir dan meramaikan suasana. Elsa juga menyebutkan Yoshinoyama di Nara sebagai salah satu tempat dengan keindahan sakura yang luar biasa. Sakura mekar yang berpadu dengan pemandangan pegunungan di sekitarnya menjadikan Yoshinoyama dan

Hanami : Ungkapan Syukur Kepada Dewa

Hanami di Taman Ueno

sekitar 30.000 koleksi pohon sakuranya, terkenal. Sementara itu, di Osaka, Taman Puri Osaka (Osaka Jo Koen) juga menjadi salah satu tujuan wisata utama, di mana pengunjung dapat melihat keelokan sakura dengan latar belakang Puri Osaka, peninggalan Toyotomi Hideyoshi

Para wisatawan terpesona dengan pemandangan cantik Gunung Fuji yang dihias

Bunga sakura yang Sedang Mekar

di jaman Azuchi-Momoyama (1573-1603). Kecantikan sakura ternyata juga dapat dinikmati di pinggir jalan umum yang biasa dilewati para pejalan kaki. Iswinda Stephanie, warga

B

Indonesia yang melanjutkan pendidikan di Kyoto, mengungkapkan kecemerlangan sakura di pinggir jalan yang biasa ia lewati setiap hari menuju sekolah. Di Kyoto, sakura paling bagus muncul pada April di sekitar jembatan Shijo Karawamachi dan area Arashiyama. Selain itu, di Maruyama Koen ada pohon sakura besar yang sangat atraktif di mata turis domestik maupun mancanegara, ujar Iswinda. Matsui Taichi, Branch Manager perusahaan perjalanan

udaya Hanami ternyata telah berlangsung berabad-abad. Hanami berasal dari kata Hana (bunga) dan Mi (melihat). Sejumlah sumber mengungkapkan Hanami telah ada sejak jaman Nara (710794), saat orang mulai mengagumi mekarnya bunga ume (prem/aprikot Asia). Namun, ada juga yang berpendapat kegiatan ini bermula pada jaman Heian (7941185). Di jaman ini orang percaya bahwa dewa bersemayam di pohon sakura dan bunga sakura yang mekar menjadi pertanda bagi hasil panen yang bagus serta masa depan yang cerah. Inilah awal dari tradisi memberikan sesajen sake dan meminumnya di bawah pohon sakura sebagai ungkapan terima kasih pada dewa. “Hanami di Jepang biasa dirayakan dengan berkumpul bersama keluarga atau teman,

HIS mengungkapkan, Sakura di Jepang tidak terbatas di tempat atau taman tertentu. Di tepi jalan pun ada. Ini semacam bonus pemandangan bagi para turis di musim semi. Sebagian besar pelancong yang datang ke Jepang pada musim semi biasanya tidak datang hanya untuk melihat sakura, tapi karena ingin berlibur. Namun, tren tersebut mulai berubah beberapa tahun belakangan, karena semakin banyak warga asing yang ingin memahami budaya Jepang lebih jauh. Setiap tahun wisatawan yang datang terus bertambah,

sambil menikmati sake dan mendengarkan musik di bawah pohon sakura,” ujar Matsui. Bahkan ada yang sengaja menyiapkan tempat sejak jauh-jauh hari untuk mendapatkan posisi dan pemandangan terbaik, tambahnya. Kegiatan ini juga dianggap sebagai refleksi dari siklus kehidupan manusia dan harapan baru yang cerah. Hanami tidak hanya berlangsung di kota besar seperti Tokyo di siang hari, namun juga di malam hari, dalam kegiatan yang disebut Yozakura (Yo, berasal dari kata Yoru, yang berarti malam dan Zakura merupakan versi awal dari kata sakura) Belakangan, Hanami tidak hanya dilaksanakan di Jepang, tapi juga di sejumlah negara, seperti Taiwan, Korea, Filipina, dan Cina, walau dengan skala lebih kecil.


13

ATA

Menikmati Keindahan Sakura di Puri Hikone dengan Perahu

Semi

Pemandangan Sakura di Taman Puri Osaka

Menikmati Sakura di Malam Hari

si sakura (foto Kyodo)

khususnya dari Indonesia yang warganya juga kian akrab dengan budaya Jepang. Jadi, semakin banyak juga yang

datang khusus untuk melihat sakura, ujar Matsui.

Prakiraan Jadwal Sakura Mekar 2013

SAPPORO

FUKUSHIMA OSAKA

KYOTO

3/28

3/29

AOMORI

4/24

TOKYO

3/24 NARA

3/31 NAHA

12/28

5/1

4/10

Perkiraan Sakura Mekar di Jepang http://sakura.weathermap.jp/ Taman Ueno (Ueno Kouen) http://www.kensetsu.metro.tokyo.jp/ toubuk/ueno/index_top.html Yoshinoyama, Nara http://www.yoshinoyama-sakura.jp/ top.htm Taman Puri Osaka (Osakajo Kouen) http://www.yoshinoyama-sakura.jp/ top.htm Taman Maruyama (Maruyama Kouen) http://www.kyoto.com/maruyama kouen.html Japan National Tourism Organization (JNTO) http://www.jnto.go.jp/


14

Maret 2013

ADVERTORIAL

Alam Terbuka Pegunungan di Chubu

P

enjelajahan rute Pe­ gunungan Utara Tate­ yama Kurobe yang da­ pat dilakukan de­ngan berbagai jenis moda transpor­ tasi seperti trem, bus listrik, dan kereta gantung, menyaji­ kan pemandangan spektakuler bagi para wisatawan. Rute ini juga terkenal karena dinding salju tinggi di sebagian jalan pada musim semi.

Desa Shirakawa-go di bawah kaki gunung Haku.

Meski kawasan Pegunung­ an Uta­ra Jepang dikenal curam namun justru me­rupakan sa­ lah satu yang paling indah dengan puncak tertingginya berada 2.500 meter di atas permukaan laut. Selain itu, pemandangan

luar biasa Yuki no Otani (din­ ding salju) dengan ketinggian sampai 20 meter di sisi kanan dan kiri jalan menjadi atraksi utama rute Tateyama Kurobe pada musim semi. Seperti melihat bunga sakura yang hanya mekar di

musim semi, berjalan mela­ lui dinding salju tinggi sangat jarang bisa dinikmati karena hanya bisa dilakukan sewaktu salju belum cair, menjadikan­ nya pengalaman sangat ber­ harga. Selanjutnya, kunjungi Dam Kurobe, bendungan terting­ gi di Jepang, yang menjulang melampaui gedung pencakar langit 50 lantai. Dari ruang pengamatan di bendungan, tampak panorama deretan pe­ gunungan Tateyama dan salju Pegunungan Utara. Setelah menikmati tur di pe­ gunungan salju, rasakan juga atmofir masa silam di kawasan Takayama dan kota bersejarah Sanno-Machi yang indah di wi­ layah pegunungan Gifu. Jangan lupa menyisih­ kan kesempatan untuk me­ ngunjungi Shirakawa-go, desa tradisional di kaki Gunung Haku yang tercantum dalam daftar situs warisan dunia ba­ dan pendidikan dan budaya Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNESCO. Di dalamnya ada se­

kitar 114 rumah beratapkan jerami di sela-sela hamparan sawah yang juga dilalui aliran sungai. Jenguk pula surga salju di daerah Chubu dan dapatkan kesempatan melihat keindah­ an alam yang menakjubkan di ketinggian pegunungan salju Jepang. Nikmati pula kedamaian serta keindahan hidup. Kea­ jaiban wilayah itu tidak seka­ dar alam nan rupawan namun juga kreasi budaya yang luar biasa buatan ta­ngan manu­ sia ... sungguh suatu wilayah yang kaya dengan sejarah, keindahan alam dan juga tek­ nologi transportasi. Akan menjadi pengalam­ an sangat berharga bagi yang mengunjunginya. Untuk info lebih lanjut me­ ngenai wisata ke Jepang silah­ kan klik situs http://www.jnto. go.jp/eng

Pelancong menelusuri rute Tateyama - Kurobe.

Sebelumnya ¥100 = US$1,25 kini ¥100 = US$1,07


Maret 2013

INSPIRASI

15

Ban Bekas Berujung Laba di Sapporo Usia muda nampaknya bukanlah halangan bagi Sahat Doras Situmorang, untuk merantau ke Hokkaido. Hanya bermodalkan tekad kokoh dan bahasa Jepang pas-pasan, Sahat memberanikan diri terjun ke bisnis jual-beli ban dan velg bekas di Jepang saat usianya baru 21 tahun.

B

erkat ketekunannya, pria yang pernah menjadi pemandu wisata freelance di Bali ini, kini sukses mengelola toko jual-beli ban dan velg bekas di Naebo, Sapporo, dengan omzet per bulan mencapai ¼4 juta serta dikenal tak hanya di Jepang, namun juga di Rusia, Afrika dan Hong Kong. Sahat, yang kini menginjak usia 31 tahun pun membagi pengalamannya kepada pembaca HaloJepang! agar tak ragu membangun usaha hanya de­ngan modal niat nan kuat. Halo Jepang (HJ) : Anda memutuskan untuk pergi ke Jepang di usia muda, 19 tahun, dan tanpa modal memadai. Apa yang menjadikan Anda begitu bernyali mengadu nasib di Jepang saat itu? Sahat (S) : Pergi ke Jepang sebenarnya telah menjadi impian saya sejak SMA setelah melihat foto seorang guru yang bermain salju. Karenanya, selepas SMA saya langsung merantau ke Bali dan menjadi pemandu wisata lepas selama setahun. Di saat yang sama saya juga belajar Bahasa Jepang dasar, dan bertemu dengan istri sekarang. Memang keputusan amat besar untuk memutuskan tinggal di Jepang, apalagi waktu itu usia saya masih 19 tahun. Namun, jika ditanya dorongan apa yang membuat saya berani mengambil keputusan seperti ini, maka itu semata-mata keinginan membantu orangtua di Jakarta yang tengah kesulitan ekonomi. HJ : Lalu apa yang membuat Anda akhirnya me-

Sahat D Situmorang mutuskan untuk menekuni usaha ban dan velg bekas di Hokkaido? S: Sebelumnya, saya pernah mencoba bekerja di bidang lain, bahkan sebagai satpam. Tapi karena perbedaan suhu ekstrim di Hokkaido, belum lama bekerja saya langsung berhenti. Kemudian ada teman yang menyarankan untuk mencoba bisnis ban dan velg bekas. Saya mengikuti saran itu pada 2004, dengan membuka Sahat’s Tire Recycle yang, Alhamdulillah, dapat bertahan hingga sekarang. HJ : Kesulitan seperti apa yang Anda alami saat memulai usaha di Sapporo? S : Awalnya tentu saja tak mudah. Saya kerap mendapat penolakan, apalagi saya bukan warga asli Jepang. Istri saya yang warga Hokkaido pun awalnya kurang setuju, karena sebagian besar keluarganya merupakan sarariman (pegawai kantoran). Namun, saya menyukai dunia bisnis dan merasa tertantang. Mulanya, sangat

sulit menarik pelanggan karena ini memang bukan bisnis baru dan banyak warga Jepang yang telah menekuninya. HJ : Sepertinya ketekunan Anda tak sia-sia. Nyatanya sekarang bisnis Anda di Sapporo telah dikenal warga Jepang, bahkan telah merambah sampai ke bisnis mobil bekas dan menembus pasar Rusia, Afrika dan Hong Kong. Apa kunci keberhasilan Anda? S : Seperti saya katakan sebelumnya, ini bukan bisnis baru, jadi saya harus bisa membawa karakter saya sendiri agar dapat bersaing. Saya juga menerapkan sistem jual-beli online. Harga yang saya tawarkan lebih terjangkau dibanding di tempat lain. Semakin lama di sini, saya semakin mengerti budaya dan keinginan warga Jepang. Saya pun merekrut tiga warga Jepang sebagai pegawai yang tentunya dapat melayani dengan lebih baik. Warga Jepang juga sangat mengutamakan kepercayaan, jadi saya juga tidak ingin menipu mereka dan berusaha agar terus berada di Jepang.

HJ : Maksudnya, harus terus berada di Jepang setiap waktu dan tidak pulang ke Indonesia? S : Sebaiknya saya tetap ada di Jepang, karena beberapa tahun terakhir banyak kejadian di mana pebisnis asing yang sudah mendapatkan kepercayaan dari warga Jepang malah pulang ke negara masing-masing dengan berbagai alasan. Hal ini membuat kabur konsumen setempat. Tapi bukan berarti saya tidak kembali ke Indonesia. Setiap tahun saya usahakan untuk pulang ke Jakarta, setidaknya 2-3 kali. HJ: Anda seringkali pulang ke Indonesia, meskipun hanya untuk liburan. Pernah terpikir untuk memperluas usaha ke Indonesia? S : Sebenarnya sempat terlintas keinginan untuk memperluas usaha, namun saya masih sulit menembus birokrasi yang ada sekarang. Bagaimana pun, suatu saat saya pasti akan menapaki pasar Indonesia juga. HJ : Mimpi Anda ke Jepang sudah terwujud, mimpi apa

lagi yang ingin Anda reali­ sasikan selanjutnya? S : Dalam waktu dekat, mungkin dalam 2-3 tahun lagi, saya ingin membuka toko baru, tak hanya untuk jual-beli, tapi juga sebagai tempat mengganti ban seperti bengkel. Saya juga ingin punya gudang lebih besar sehingga dapat menampung ban dan velg lebih banyak, karena, Alhamdulillah, permintaan akhir-akhir ini semakin bertambah. Mimpi selanjutnya, saya ingin membesarkan usaha sehingga bisa membuka banyak lapangan kerja. HJ : Terakhir, apakah ada tips kepada para pebisnis muda yang juga ingin menjajaki pasar Jepang dan berhasil seperti Anda? S : Sebenarnya saya tak menganggap diri saya telah sukses. Yang pasti setiap kali mengawali bisnis, tak hanya di Jepang, yang terpenting adalah bekerja dengan giat, tak cepat puas, jangan sombong atau tetap rendah hati, meski kemajuan telah tercapai. Jadi yang utama adalah kemauan keras.

•


16

Maret 2013

FIGUR

Rachmat Gobel:

Pemikiran dan Semangat Monozukuri Layak Disebarkan

Rachmat Gobel 1962 Lahir di Jakarta

Rachmat Gobel, tentunya bukan nama asing di dunia usaha. Rekam jejaknya yang panjang juga membuktikan bahwa dirinya banyak berperan dalam membangun dan—lebih penting lagi—memelihara sekaligus mengembangkan hubungan Indonesia-Jepang. Oleh Arry Raymonds

R

achmat kini adalah Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ) dan tak pernah alpa mengingatkan bahwa Jepang mempunyai andil cukup besar dalam mendorong perekonomian Indonesia. “Saya terpanggil untuk aktif di PPIJ, karena melihat Jepang mempunyai peran cukup penting dalam membangun dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Rachmat, lulusan Universitas Chuo, Tok­ yo, ini. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Infrastruktur periode 2013-2015 ini juga mengungkapkan perusahaan asal Jepang paling banyak melakukan investasi secara langsung di Indonesia. Bahkan, untuk sektor otomotif hampir seluruh merek besar baik untuk roda dua maupun empat, ada di sini, begitu juga di sektor elektronika. “Bagi Indonesia ini jelas merupakan suatu peluang, terlebih lagi dengan pertumbuhan ekonominya yang stabil seperti sekarang. Hal ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat struktur industri. Dengan kata lain, yang sudah ada kini perlu diperkuat agar Indonesia bisa menjadi basis produksi de­ngan kekuat­an pasar domestik dan juga melakukan ekspor.” Lebih lanjut anak kelima dan laki-laki pertama almar-

1987 Lulus Universitas Chuo 1993 Presiden Direktur PT National Panasonic Gobel 2004 Komisaris Utama PT Panasonic Gobel Indonesia

hum H Thayeb Mohammad Gobel menjelaskan, Indonesia harus memperdalam hubungan kerjasama yang telah terbukti saling menguntungkan ini untuk manfaat yang lebih besar. “Misalnya bagaimana industri yang diawali sebagai substitusi impor diperkuat menjadi indus-

2006 Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia - Jepang (PPIJ) 2007 Ketua Umum Perhimpunan Alumni dari Jepang (PERSADA) 2013 Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Infrastruktur

Pemodal Jepang telah lebih dahulu masuk ke Indonesia, walaupun belum dalam skala seperti sekarang. Rachmat Gobel

tri manufaktur seutuhnya. Ini artinya komponen-komponen juga harus dikembangkan di Indonesia sekaligus untuk memberi nilai tambah.” Namun Rachmat, juga mengingatkan kerjasama Indonesia-Jepang harus dilakukan di berbagai tingkatan, mulai dari level pemerintahan, antar perusahaan dan juga di tingkat masyarakat. “G-to-G tetap penting, tapi kerjasama antara

perusahaan harus juga diperkokoh, sementara untuk P-to-P awalnya tentu dari budaya. “Ini salah satu yang sedang saya rintis dengan mengangkat ‘eco-batik’, tidak sekadar dari proses pewarnaannya agar selalu ramah lingkungan tapi juga dari proses produksi,” katanya. “Kerjasama dengan perusahaan Jepang perlu dilakukan karena mereka memang me­ nguasai teknologinya. Namun, diharapkan akan ada pengembangan desain secara bersama guna memenuhi kebutuhan pasar domestik, “ jelasnya. Sedangkan di level kerjasama diplomatik, Rachmat mengungkapkan, tahun ini hubungan Indonesia-Jepang memasuki usia 55 tahun, dan diharapkan posisi kedua negara bisa semakin setara, tentunya dengan mengedepankan saling hormat, saling percaya dan saling meng­ untungkan.

Kerjasama untuk Penuhi Kebutuhan Dunia Rachmat Gobel pertama kali ke Jepang saat kelas 6 SD dan belum begitu paham tentang negara tersebut sehingga hanya melihatnya dari sisi kecanggihan teknologi dan kebersihan semata. Namun, saat kuliah dan tinggal di keluarga Jepang di Tokyo, ia mulai mempelajari budaya Jepang seperti kebersamaan, saling menghormati, dan si-

fat gotong royong, yang sejatinya memiliki kesamaan dengan budaya Indonesia. Hal ini menjadikannya optimistis bahwa nilai atau semangat yang dimiliki warga Jepang juga bisa ditularkan ke warga Indonesia serta menjadi modal untuk membangun dan menjadikan Indonesia negara kuat layaknya Jepang.

Rachmat juga percaya kolaborasi Indonesia-Jepang mampu memenuhi kebutuhan dunia, karena Jepang memiliki kekuatan teknologi dan finansial, sementara Indonesia mempunyai kekayaan sumber daya alam dan dan sumber daya manusia. Ketika disinergikan, keduanya akan menjadi kekuatan yang sangat patut diperhitungkan. •

Monozukuri

Sementara mengenai desain besar hubungan kerjasama kedua negara, Rachmat yang juga Ketua Umum Persatuan Alumni dari Jepang (PERSADA) menyatakan hal itu sudah ada, namun penjabaran lebih lanjut agaknya masih diperlukan berdasarkan relasi G-to-G yang sudah dibangun selama ini. Lebih jauh ia menyatakan, “Sebagai ketua PPIJ dan PERSADA, saya merasa harus berinisiatif juga untuk menjabarkan apa yang diinginkan pemerintah termasuk mendo­ rong perusahaan Jepang untuk terus masuk ke Indonesia dan menyebarkan keterampilan mereka, misalnya dengan menyelenggarakan seminar Monozukuri untuk memperkenalkan dan mentransfer teknologinya, khususnya ke sektor usaha kecil dan menengah.” Khusus mengenai seminar Monozukuri, Rachmat mengungkapkan di Indonesia saat ini banyak kementerian dan lembaga pemerintah yang mengembangkan usaha kecil dan menengah (UKM), tapi masih di level yang kurang memadai karena hanya berfokus pada pembuatan produk, padahal penekanannya seharusnya pada upaya membangun kewirausahaan, sehingga bisa menjadi UKM dengan skala internasional. “Pemikiran dan semangat Monozukuri yang dimiliki Jepang bisa diperkenalkan di Indonesia, karena di Jepang ba-

nyak sekali UKM & IKM yang berhasil mempertahankan usa­ ha secara turun temurun, bahkan berumur lebih dari 100 tahun, Kita ingin mengetahui cara mereka bisa menjaga kelangsungan dan perkembangan usahanya. “Dulu Panasonic mempunyai pemasok selang untuk mesin cuci yang ternyata juga pemasok National Aeronautics and Space Administration (NASA) Amerika Serikat. Bukan perusahaan besar, tapi memiliki produk berkualitas, dan dibangun dengan semangat enterpreneurship yang kuat,” ungkapnya. Ditanya tentang anggapan bahwa perusahaan Jepang melihat Indonesia semata-mata sebagai pasar, Rachmat menyatakan tidak ada masalah dengan asumsi seperti itu. Namun, patut diingat bahwa saat Indonesia belum seperti sekarang, pemodal Jepang telah lebih dahulu masuk ke Indonesia walaupun belum dalam skala seperti sekarang. “Jadi saya kira tidak benar bahwa Jepang baru menjalin hubungan ekonomi kini, karena semua sudah berlangsung sejak dasawarsa 60-an. Terbukti dari pembuatan pesawat TV pertama di Indonesia oleh almarhum Mohammad Gobel guna mendukung penyelenggaraan Asian Games 1962 yang terlaksana dengan bantuan teknologi dari Matsushita,” demikian Rachmat.•


Maret 2013

KOMUNITAS

17

Bertindak Sederhana demi Lingkungan Jika berolahraga di sekitar Ring Road Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada hari Minggu, dan menjumpai beberapa orang berbaju hijau memungut sampah, jangan mengira mereka adalah petugas kebersihan. Oleh Meiskhe Fratel

K

awanan baju hijau itu adalah anggota ko­ munitas Jakarta Oso­ji Club (JOC) yang di­ bentuk Mei tahun lalu. “Saya sudah lama tinggal di Indonesia, dan saya lihat dari hari ke hari keadaan lingku­ ng­an semakin memprihatin­ kan. Hal ini memotivasi saya untuk peduli dan membentuk JOC,”ungkap Ashida Tsuyoshi salah seorang pendirinya, yang masih keturunan Indonesia. JOC menawarkan tindak­ an yang sederhana, dengan meng­ajak masyarakat, khusus­ nya warga Jakarta, untuk tidak membuang sampah semba­ rangan. Mereka mengadakan kegiatan bersih-bersih dengan memungut sampah di seputar Ring Road GBK hari Minggu, dua kali setiap bulan. Selain di GBK, JOC juga pernah berak­ tivitas di Monas saat kegiatan Jakarta Japan Matsuri tahun lalu dan Ennichisai di Blok M. Menurut Ashida, keadaan Jakarta yang memprihatinkan karena banyaknya sampah, juga pernah dialami Jepang, terutama saat perekonomian­ nya sedang maju. Sejumlah warga asing dari beberapa ne­ gara lain terbukti lebih peduli dengan kebersihan dan kemu­ dian menyentil warga Jepang saat itu sehingga me­reka juga mulai sadar tentang penting­ nya kegiatan menjaga ling­ kungan. “Hal yang sama ingin saya terapkan di sini.” Sentilan Ashida ini ternya­ ta manjur untuk membuat se­

jumlah warga lokal malu dan memutuskan turut bergabung. Selain itu, ada pula warga Je­ pang lain yang peduli dengan Jakarta dan kemudian turut terlibat dalam komunitas ini. Leny Widya (26), anggo­ ta JOC yang mulai bergabung Juli 2012, menyatakan “Saya waktu itu berolahraga di GBK, dan melihat beberapa warga a­sing, memungut sampah. Te­ rus terang saya merasa malu. Hari itu juga saya mendaftar dan ikut dalam komunitas ini.” Keanggotaan di JOC tidak mengikat dan bersifat suka­ rela. Hingga kini, ada sekitar 100 anggota yang terdaftar, baik warga Indonesia maupun Jepang. Saat HaloJepang!, meng­ ikuti kegiatan JOC pada 4 Maret, ada sekitar 30 orang, termasuk anak-anak, yang bergiat termasuk yang baru bergabung saat itu. Dengan peralatan sederhana, mereka mengelilingi Ring Road GBK dan memungut sampah satu

Komunitas Jakarta Osoji Club usai melakukan kegiatan bersih-bersih di Ringroad Gelora Bung Karno, Senayan.

persatu. Ashida mengatakan, sebe­ narnya jika warga Jakarta mau berdisiplin dengan membuang sampah di tempat yang telah disediakan, Jakarta yang ber­ sih pasti terwujud.

Komunitas ini mengusung slogan ‘Malu Membuang Sampah di Sembarang Tem­ pat’ yang dimaksudkan seba­ gai ajakan kepada masyarakat untuk menyadari pentingnya lingkungan bersih.•

Informasi lebih lanjut tentang JOC dapat diakses melalui: www.jakartaosojiclub.blogspot.com www.jakartaosojiclub.blog.fc2.com www.facebook.com/JakartaOsojiClub atau follow twitter @JKT_osojiclub.


18

Maret 2013

PENDIDIKAN

Menelisik Negeri Sakura dari Berbagai Sisi School of Global Japanese Studies (SGJS), Meiji University, merupakan salah satu pilihan untuk memperdalam pengetahuan tentang Jepang. Program dari universitas di Tokyo ini memungkinkan pula untuk diikuti mahasiswa internasional.

www.meiji.ac.jp

Oleh Beny Halfina

D

ekan dan profesor Seiichi Kanise, menjelaskan, “SGJS menawarkan program yang unik dan unggul dalam Bahasa Jepang dan Inggris yang membantu mahasiswa untuk menjelajahi Jepang yang penuh pesona mulai dari seni tradisional dan kebudayaan populernya termasuk ‘anime’ dan ‘manga’ hingga bisnis. Silakan kunjungi kami untuk menemukan sendiri wajah lama dan baru Jepang. Kami selalu menerima Anda.” SGJS tak hanya menawarkan kesempatan untuk mempelajari budaya namun juga sistem sosial, termasuk per-

Kampus Nakano: Kampus baru Meiji University di kawasan Shinjuku, Tokyo.

usahaan, industri, kebudayaan, bisnis, manufaktur, periklanan dan media massa. Meiji juga menyediakan pendidikan berorientasi internasional dengan pelajaran Bahasa Inggris serta kebudayaan lain, sehingga bisa menghasilkan alumni berwawasan luas tentang Jepang sekaligus tentang dunia. Mahasiswa internasional dengan kerterbatasan Bahasa Jepang tak perlu khawatir karena tersedia kelas berbahasa Inggris. Ada pula kewajiban untuk mengambil minimal 12 SKS untuk Bahasa Inggris. Ada

Suasana belajar (kiri) dan kegiatan bersama mahasiswa internasional.

15 orang pengajar asing berbahasa Inggris di SGJS. Bahkan ada 9 jam per minggu untuk kelas dalam bahasa ini. Rasio belajarnya meliputi bahasa asing 18%, general studies 13%, global Japanese studies 20%. Sisanya tentang peminatan dan jalur karir. Spesialisasi kurikulumnya meliputi studi kebudayaan pop, kebudayaan visual, sistem sosial dan media, hubungan internasional, kebudayaan global, budaya Jepang, studi Bahasa Jepang dan studi Bahasa Inggris.

Biaya perkuliahan mencapai 1 juta yen per tahun, namun ada keringanan 30% untuk mahasiswa asing. Kini ada sekitar 200 mahasiswa internasional, kebanyakan dari Cina dan Korea, beberapa dari Inggris dan negara-negara Eropa. Ada pula 35 mahasiswa pertukaran pelajar. Beberapa pertukaran mahasiswa berasal dari Thailand, Malaysia, Filipina dan Vietnam namun belum ada yang berasal dari Indonesia. Meiji University memiliki tiga kampus yakni Izumi, Ikuta dan Surugadai. Kampus terbarunya, Nakano terletak di Shinjuku yang akan mulai digunakan April nanti. Lokasi ini memungkinkan mahasiswa mengalami langsung denyut dan dinamika kehidupan Jepang. Adapula program khusus belajar di luar negeri dalam kerjasama dengan antara lain University of Oregon dan University of Alabama di Amerika Serikat serta beberapa lainnya. Meski biaya ditanggung sendiri, telah lebih 100 mahasiswa berpartisipasi dalam kesempatan yang juga memungkinkan kerja magang di Disney World, Florida.•

Fasilitas Berkelas Dunia HaloJepang! mendapatkan komentar dari mahasiswa Indonesia di Universitas Meiji, Adiwena (23 tahun), mahasiswa tingkat 3 jurusan Administrasi Bisnis tentang tempatnya menuntut ilmu tersebut. HJ : Kenapa memilih Universitas Meiji? A : Tenaga pengajarnya sangat kompeten sementara fasilitasnya kelas dunia. Namun alasan utama saya memilih Universitas Meiji adalah sistem pendidikannya yang mementingkan kemampuan individual sekaligus cara menerapkan kemampuan itu dalam kehidupan bermasyarakat. HJ : Bisa diceritakan bagaimana kehidupan di Meiji? A : Hanya satu kata, SENANG! Saya sangat senang dan merasa beruntung dapat kuliah di Universitas Meiji. Saya memperoleh pengetahuan akademik tentang administrasi bisnis melalui kuliah dan ceramah, selain tentang media, bisnis internasional, isu buruh dan lainlain. Kesempatan memperluas wawasan di bidang lain, seperti ilmu politik dan ekonomi negara lain juga terbuka melalui simposium. Selain itu, dapat bertemu teman-teman, menjalin persahabatan internasional serta menyalurkan hobi melalui berbagai klub universitas.

Adiwena


Maret 2013

PENDIDIKAN

19

Belajar ke Jepang via Yogyakarta Oleh Benny Halfina

K

ota Yogyakarta tersohor sebagai kota pelajar, beribu pemuda dari seluruh penjuru Nusantara berdatangan ke kota ini untuk menuntut ilmu di berbagai sekolah dan perguruan tinggi. Suasana yang kental dengan budaya serta biaya hidup yang terjangkau membuatnya nyaman bagi kegiatan menuntut ilmu. Perguruan tinggi negeri paling terkemuka di Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada (UGM) memiliki jurusan Sastra Jepang yang memberi kesempatan kepada mahasiswanya untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa ke Jepang. “Sastra Jepang UGM bekerjasama melalui program U-to-U (antar universitas) maupun Gto-G (antar pemerintah) serta memiliki nota kesepahaman dengan beberapa universitas di Jepang yang salah satu klausulnya adalah pertukaran mahasiswa,” ungkap Stedi Wardoyo, Ketua Jurusan Sastra Jepang UGM.

Stedi menyebutkan, ada beberapa universitas yang telah menjalin kerjasasastrajepang.fib.ugm.ac.id ma dengan UGM yakni dari Hokkaido, Chiba, Osaka dan Hiroshima. Tiap tahun ada dua mahasiswa yang berangkat ke Jepang untuk mengikuti pertukaran. Tahun ini Rahmana Nur Arini (Rini), mahasiswi angkatan 2009 akan berangkat ke Ferris University di Yokohama. Program ini merupakan kerjasama U-to-U. Rencananya Rini akan berangkat akhir Maret 2013 dan berada di Jepang selama 11 bulan. “Peserta program ini di­ seleksi berdasarkan indeks prestasi kumulatif (IPK), level Japanese Language Proficiency Test (JLPT) serta berbagai sertifikat non-akademik,” ungkap Rini mengenai bagaimana ia bisa terpilih. Selama di Jepang, mahasiswi asal Lombok ini akan

Peserta pertukaran mahasiswa Sastra Jepang UGM di Ferris University, Yokohama.

mengambil cuti dahulu dari perkuliahan. Rini akan menerima beasiswa penuh dari Japan Student Services Organization (JASSO) untuk biaya hidup. Sementara itu, Hanina Zakkiyah, salah seorang peserta program pertukaran yang baru saja kembali menuturkan pe­ngalamannya, “Sebagai mahasiswa asing kami mengikuti perkuliahan seperti biasa. Meskipun sudah belajar bahasa Jepang, tetapi saya masih mengalami kesulitan waktu me­

nyu­sun laporan.” Di universitas khusus pe­ rempuan ini ia belajar tentang budaya, serta turut serta dalam kegiatan sosial sebagai relawan. Mahasiswi asal Tangerang ini mengungkapkan selama program ini ia mendapatkan beasiswa dari JASSO sebesar 80.000 yen tiap bulan. Makin tingginya minat belajar ke Jepang serta kebutuhan perusahaan Jepang akan alumni dengan kompetensi memadai mendorong jurusan

Sastra Jepang UGM terus me­ ningkatkan kualitasnya. Saat ini tengah disusun kurikulum untuk meningkatkan level JLPT alias Nihon go Noryoku Shiken ke N2. Upaya meningkatkan kete­ rampilan berbahasa dilakukan dengan menyertakan penutur asli di perkuliahan. Jika dahulu ada bantuan pengajar dari Japan Foundation, kini jurusan Sastra Jepang merekrut warga Jepang yang berada di Yogyakarta. Beberapa ber­asal dari Indonesian Language and Culture Service (INCULS), di Fakultas Ilmu Budaya. Total ada sekitar lima warga Jepang yang direkrut tiap tahun, seorang di antaranya digaji secara tetap. Jurusan Sastra Jepang juga memberi kesempatan magang pada mahasiswa tingkat akhir di institusi atau perusahaan di mana Bahasa Jepang digunakan. Dengan demikian alumni pun memiliki berbagai kesempatan untuk berkiprah di dunia profesional maupun untuk menjadi staf pengajar Bahasa Jepang.•


20

Maret 2013

PERGELARAN

JIMPACT: Japan Anime + J-Pop Week 2013

Memperluas Pasar Bisnis Konten

Kesempatan menonton ani­me dalam bentuk film terbilang masih minim di Indonesia. Harapan dapat menyaksikannya di stasiun TV sangat kecil, sementara di bioskop penayang­an juga tak cukup kerap.

Oleh Meiskhe Fratel

N

amun, masalah ini bakal segera teratasi dengan hadirnya Jimpact, kegiatan pemerintah Jepang, khususnya Minister of Economic, Trade and Industry (METI), yang dimaksudkan untuk mempromosikan bisnis konten Jepang di Indonesia. Sejalan dengan itu,

Aqua Timez hubungan Indonesia-Jepang yang menapaki usia 55 tahun pada 2013 ini, tentunya menjadikan relasi tak terbatas hanya pada aspek ekonomi dan politik namun juga sosial dan budaya. Jimpact, hadir khusus untuk masyarakat Indonesia umumnya dan Jakarta khusus-

nya, tempat di mana event ini digelar. ‘J’ mewakili Jepang dan Jakarta, sementara ‘Impact’, mewakili keinginan agar konten Jepang berdampak pada masyarakat Indonesia. Kegiatan akbar ini mengedepankan pilihan anime terbaik dan terbaru. Salah satunya, Tokusatsu Garo: Soukoku No Maryu, yang baru rilis di Jepang Februari lalu dan sudah dapat langsung ditonton di kesempatan ini. Jimpact baru pertamakali hadir di Indonesia, dan juga merupakan kesempatan perdana di mana konten ditayangkan di satu lokasi secara bersamaan, dengan harga tiket lokal. Tentu saja tujuannya adalah menghibur dan meresmikan model bisnis film animasi dan video musik yang diharapkan dapat diterima masyarakat secara menyeluruh. Tayangan animasi yang tersedia tak cuma untuk anakanak dan remaja, namun juga untuk kelompok dewasa, sehingga memungkinkannya men­jadi salah satu destinasi hiburan keluarga. Semua bakal amat atraktif karena ditayangkan di XXI yang dikenal memiliki fasilitas sarat kenyamanan. Akan ada banyak hal istimewa lain. Mereka yang hadir di acara ini akan mendapatkan Japan Bags, yang mengusung konsep fukubukuro yang isi­ nya baru diketahui saat dibuka. Tas kejutan, ini didesain khusus untuk event ini. Selain itu juga akan ada beberapa booth

yang menyediakan merchandise resmi dengan karakter anime, berupa buku, komik dan alat tulis. Jimpact, disponsori perusahaan jaringan bioskop T-Joy, dan didukung The NPO Visual Industry Promotion Organization (VIPO) dan Asatsu DK, yang telah berpengalaman

bertahun-tahun dalam mengor­ ganisir penayangan film. Juga akan ada penampilan istimewa penyanyi dari Indonesia dan Jepang, yaitu SCANDAL dan Zivilia. Jangan lewatkan kesempatan langka di Indonesia ini dengan langsung membeli tiketnya yang sudah tersedia di XXI Plaza Senayan. •


Mesin Diesel Common Rail dengan Turbo Intercooler lebih handal, mudah dan nyaman dalam perawatan. Mempunyai tenaga besar dan tekanan lebih konstan, membuat perbakaran solar menjadi lebih efisien.

Hino Cruising Ranger menggnakan 3 filter solar yaitu: Pre-Filter, Main Filter 1 dan Main Filter 2 menjadikan penyaringan lebih bersih, membebaskan solar dan kontaminasi zat / material lainnya. Hasilnya adalah pembakaran yang sempurna dan mesin pun menjadi lebih awet.

Injector DLC (Diamond-Like Carbon) lebih awet dan tahan lama. Dengan teknologi baru, ganti Injector lebih mudah tanpa setting komputer.

Dengan mengadopsi smart final gear ratio, Ukuran velg lebar, kendaraan lebih stabil, garden baru menghasilkan tenaga besar, dan celah antar ban besar, sehingga dapat kuat ditanjakan dan tetap irit bahan bakar. meminimalisir kerusakan karena gesekan antar ban.

Under mirror memudahkan pengemudi untuk mengetahui keadaan bagian depan kendaraan. Mengemudi menjadi lebih aman dan nyaman.


22

Maret 2013

RESTO

Menguji Nyali di Kappo Don Pecinta makanan laut (seafood) tentunya tak asing dengan hidangan dari ikan tuna, salmon atau gindara yang menjadi menu favorit di sejumlah restoran Jepang. Namun, pernahkah Anda mencoba fugu alias ikan buntal beracun? Jika Anda cukup bernyali, sejatinya tak ada yang perlu dikhawatirkan, karena di tangan koki handal sang ikan bisa menjadi hidangan lezat sekaligus menyehatkan. Oleh Nova Auliatun Nisa

S

alah satu restoran Jepang yang terkenal di Jakarta dengan fugu‒nya adalah Kappo Don, di bilangan Melawai, Kebayo‒ran. Restoran yang beroperasi sejak 2007 ini, menyediakan berbagai menu fugu, mulai dari sashimi, panggang, hot pot, hingga goreng, yang aman dikonsumsi karena diolah chef berlisensi dan berpengalaman. Sejak awal, Kappo Don memang dikhususkan untuk menu fugu, karena waktu itu (2007) sulit sekali menemukan hidangan jenis ini, ujar Executive Chef sekaligus pemilik Kappo Don, Takeya Daisei (38 tahun). Fugu sudah dikenal warga Jepang, jadi saya juga ingin mempopulerkannya di Indonesia, tambahnya. Pria yang telah menekuni usaha kuliner sejak usia 20 tahun ini, berbagi cerita saat pertama kali memperkenalkan hidangan fugu di Indonesia. Waktu itu, banyak yang takut mencobanya. Namun, karena mereka percaya saya dapat mengolah fugu dengan baik dan memiliki sertifikat resmi, beberapa orang akhirnya mencoba dan akhirnya ketagihan, ujar Takeya. Takeya yang mengikuti tes untuk mendapatkan lisensi sebagai pengolah fugu di Roppongi, Tokyo, menyatakan perlu

waktu lama untuk belajar menangkap, memotong, membersihkan dan memasak fugu.

Peserta pelatihan harus mengenal semua jenis fugu, serta memahami konsentrasi racun pada setiap jenis fugu . Itu sebabnya ia menya‒ yangkan ketentuan baru yang dikeluarkan Pemerintah Jepang belum lama ini untuk memperkenankan koki tanpa lisensi menyediakan hidangan dari fugu. Hal ini bisa membahayakan konsumen. Kematian akibat fugu, dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang ikan ini. Tidak hanya di Indonesia, di Jepang pun masih banyak kasus keracunan, ujar Takeya.

Tora Fugu

Takeya juga mengungkapkan di Kappo Don hanya tersedia Tora Fugu yang diimpor dari Jepang karena tidak hidup di Indonesia. Seperti fugu umumnya, Tora Fugu memiliki racun mematikan di dalam isi perutnya yang bila dikonsumsi akan mengakibatkan kematian hanya dalam hitungan menit. Teknik pemotongan menjadi kunci utama dalam mengolah fugu, kata Takeya. Tak heran jika harga fugu relatif mahal dibanding ikan lain. Selain itu, mereka yang berhak mengolahnya hanya chef terlatih dan bersertifikat sehingga tak ada konsumen yang harus menghadapi ba-

Takeya Daisei

haya. Fugu juga luas diminati karena kandungan aminonya yang tinggi sementara kolesterolnya rendah. Sebenarnya ada beberapa jenis fugu di perairan Indonesia, salah satunya Moyo Fugu, namun dari segi rasa sangat berbeda dengan Tora Fugu. Mereka yang pernah mencicipi ke‒ duanya, pasti dapat membedakan rasanya, ujar pria yang mahir berbahasa Indonesia ini. Kappo Don juga menyediakan Hire Zake, sake hangat dengan tambahan sirip fugu yang telah dijemur dan dibakar, sehingga menimbulkan aroma sedap.

Si Buntal Fugu—di Indonesia lebih kondang sebagai ikan buntal karena mampu menggelembungkan tubuh saat dalam situasi rawan—terdiri atas beragam jenis. Lebih dari 150 jenis fugu tersebar di seluruh dunia, de– ngan konsentrasi letak racun berbeda-beda. Fugu memiliki substansi berisiko sangat tinggi, dikenal sebagai tetrodotoxin, yang lebih berbahaya dari sianida. Sebagian besar ra-

Saat ini, warga Indonesia yang memesan fugu di Kappo Don kira-kira 20% dari jumlah keseluruhan pengunjung. Masih sangat sedikit, mungkin karena khawatir selain karena faktor harga, ujar Takeya. Bagaimana pun, Takeya tetap yakin kepopuleran fugu bakal lebih menyebar luas ter-

masuk ke Indonesia. Dan, lebih penting lagi, juga aman ketika diserahkan pada ahlinya! •

cun terkonsentrasi di hati, usus dan ovarium. Mereka yang keracunan fugu, biasanya beberapa saat setelah memakannya akan merasa lidah menjadi kaku dan

tubuh menjadi lumpuh, karena racun memang menyerang otot dan syaraf. Mereka akan tetap sadar, namun tidak dapat bergerak hingga kehabisan oksigen dan akhirnya meninggal. •

Kappo Don Restaurant Jl. Melawai V No. 10 Blok M, Kebayoran Baru Jakarta Telp : (021) 725-2390


Maret 2013

TREN JEPANG

23

Nyaman meski Tanpa Teman Bepergian dapat menjadi pilihan untuk membebaskan diri dari segala rutinitas kehidupan terutama pekerjaan. Namun kegiatan ini kadang harus dilakukan sendiri karena sulitnya mencocokkan jadwal dengan teman karena kesibukan masing-masing. Oleh Meiskhe Fretel

B

agi laki-laki, melakukan perjalanan sen­dirian mungkin hal biasa. Namun, bagi perempuan, nyali yang besar agaknya memang diperlukan, apalagi jika tujuan perjalanan itu bukan tempat-tempat yang biasa. Jepang belakangan termasuk negara di mana kaum perempuannya mulai gemar melakukan perjalanan solo, bukan cuma ke daerah tujuan wisata setempat, namun juga ke wilayah-wilayah di seberang lautan. “Di Jepang akhir-akhir ini mulai banyak perempuan yang berjalan-jalan tanpa teman. Entah itu hanya di dalam negeri atau ke negara-negara lain,” kata Naito Saki yang tinggal di Kota Mino, Prefektur Osaka. Naito juga kerap kali bepergian ‘sorangan wae.’ Salah satunya ke Kyoto yang terkenal dengan dengan tempat wisata alam dan situs sejarah. Selain itu juga, ia juga acap memuaskan diri dengan mengunjungi museum-museum seni. “Kadang-kadang kita sungguh butuh waktu sendiri untuk menyegarkan hidup. Saya

lebih suka datang ke tempat tenang dan menikmati alam,” tukasnya. Teman-teman saya juga banyak yang suka bepergian sendiri dan ini terlihat dalam foto-foto mereka di media sosial. Perjalanan seperti ini memang tengah menjadi tren, tambahnya. Lain halnya dengan mahasiswa Universitas Osaka, Kaho Bandai, yang lebih suka menapakkan kaki di negeri-negeri asing. Beberapa tahun terakhir ini, ia banyak bepergian ke Asia Tenggara, termasuk ke Kamboja dan Indonesia. Menurutnya, meski bepergian bersama teman-teman lebih menyenangkan, berjalanjalan sendiri kadang terasa jauh ‘lebih membebaskan’ karena banyak hal bisa dilakukan tanpa harus bertenggang rasa dengan teman. ‘’Kalau berjalanjalan dengan teman, biasanya tak sempat atau tak bisa, sepenuhnya melakukan hal -hal yang saya disukai. Saya mau ke sini, mereka mau ke sana. Saya ingin makan ini, mereka mau makan itu, karena keinginan dan selera setiap orang tak selalu sama,” tambahnya. Ia mengaku sesekali rasa takut muncul, apalagi ketika mengunjungi negara yang sama sekali asing. Namun selama ini ia belum pernah mengalami halangan yang berarti. “Rasa takut pasti ada, tapi karena ada perasaan excited takutnya sedikit hilang,” ujarnya. Kaho juga menambahkan jika lebih mudah berinteraksi dengan penduduk suatu daerah atau negara yang dikunjungi jika bepergian sendiri, karena mau tidak mau harus sering berkomunikasi dengan penduduk setempat. Beberapa tahun terakhir ini perempuan Jepang, memang mengalami transisi yang luar biasa. Negara ini dikenal patriarkhal, namun belakangan ternyata semakin memberi ruang bagi perempuan untuk menunjukkan eksistensi, kemandirian, kebe­ranian dan kebebasan. Seiring dengan meningkatnya jumlah perempuan yang memilih bepergian seorang diri, bisnis baru di bidang travel juga muncul. Contohnya beberapa agen perjalanan yang menawarkan ‘paket wisata tanpa teman’ untuk destinasi domestik mau-

pun luar negeri. Salah satunya adalah situs Club-T, yang mengakomodasi perjalanan dan penginapan, bahkan hingga ke sejumlah negara di Asia dan Eropa. Bertualang di Jepang bisa jadi memang tanpa bahaya karena negara ini sudah didapuk

sebagai salah satu tempat teraman di dunia. Namun, banyak negara lain masih merupakan tanda tanya. Oleh karena itu, beberapa hal harus dipersiapkan dengan sangat baik. Selain, persiapan mental termasuk penggalian informasi tentang tempat yang ba-

kal dikunjungi, persiapan sejumlah barang tak kalah penting. Situs perjalanan khusus perempuan, Onna Hitori Tabi, menyarankan agar beberapa barang semisal semprotan merica guna menepis bahaya dan kertas tisu dijadikan perlengkapan standar. Kertas tisu penting karena tak semua toilet negara asing selalu menyediakannya. Jangan lupa mengecek iklim di tempat tujuan dan menyesuaikannya dengan cara berpakaian. Di Indonesia, sebenarnya sejumlah perempuan juga telah melakukan perjalanan tanpa teman ke beberapa daerah maupun negara. Namun sebagian masyarakat masih menganggap hal ini tidak biasa, salah satunya karena pertimbangan keamanan. Website: www.onnahitoritabi.com www.club-t.com



Halo Jepang Vol. 02