Page 1

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Jumat, 11 Oktober 2013

6 Dzulhijjah 1434 H - 7 Kauw Gwee 2564

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Diperlukan Sinergi Persatuan Membagun Indonesia Kongres JKLPK Nasional XI

Puluhan Mahasiswa dan Alumni UPB Gelar Aksi

MK Diminta Hadirkan Penyidik KPK Borneo Tribune, Pontianak Puluhan Mahasiswa dan Alumni Universitas Panca Bhakti Pontianak, Kamis (10/10) pukul 11.00 mengelar aksi solidaritas, terkait diduganya Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan ditemukannya sejumlah narkoba di Ruang Kerja Ketua Mahkamah Konstitusi RI Akil Mochtar oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu. ....Ke Halaman - 11

Pengucuran Bansos Kubu Raya Terus Didalami

Wakil Gubernur Kalbar Drs Christiandy Sanjaya memukul gong sebagai dibukanya Rapat KONAS. FOTO Andika Lay/ Borneo Tribune. Borneo Tribune, Pontianak Untuk mewujudkan program kerja yang tepat dan terarah, Rabu (9/10) Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen ( JKLPK) menggelar Rapat Konsultasi Nasional (KONAS) XI di Istana Rakyat. KONAS ini diikuti berbagai Region seperti Sumatera, Jabodetabek, Jateng, DIY, Jatim, Kalteng, Kalsel, Maluku, NTT, Papua Barat, Sulawesi dan Kalbar ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kalbar Drs Christiandy Sanjaya. ....Ke Halaman -11

B uah Bibir

Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), ke Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong, Rabu (9/10). Dari sidak terungkap persoalan yang kadang membuat pelayanan kerap terhambat yaitu seringnya listrik padam. Pelayanan pemeriksaan barang dan orang semua menggunakan alat listrik. Ketika, listrik berkali-kali padam, maka server akan down dan alat tidak bisa berfungsi. Foto : Ist.

Indonesian Celebration Week 2013

Tampilkan Drama Waiting For Godot

Rumah Teater Targetkan 1.500 Penonton

Dino Patti Djalal Bersama Sri Sultan HBX DUTA Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal bersama istrinya, Rosa Rai Djalal pada hari ini mengunjungi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah untuk mengadakan pertemuan dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X. Dalam kunjungan tersebut, Dino memaparkan konsep acara Indonesian Celebration Week 2013 yang akan diadakan pada 28 Oktober – 3 November 2013 di Washington DC nanti ....Ke Halaman -11

Profesi Penjual Kue Bapak bertanya pada ibu tua penjual kue, Bpk : “Sudah berapa lama jualan kue?” Ibu : “Sudah hampir 30 tahun.” Bpk : “Terus anak ibu mana, kenapa tidak ada yang bantu?” Ibu : “Anak saya ada 4, yang ke-1 di KPK, ke-2 di POLDA, ke3 di Kejaksaan dan yang ke-4 di DPR, jadi mereka sibuk sekali pak...” Bapak kemudian menggeleng-gelengkan kepala karena kagum... Lalu, berbicara ”Meskipun hanya jualan kue, ibu ini bisa menjadikan anaknya sukses dan jujur tidak korupsi... karena kalau mereka korupsi, pasti kehidupan Ibu ini sudah sejahtera dan tinggal dirumah mewah...” Bpk : “Apa jabatan anak di POLDA, KPK, KEJAKSAAN dan DPR?” Ibu : “Sama... jualan kue juga...” o

Borneo Tribune, Pontianak Bertempat di Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) para seniman drama yang lebih di dominan oleh kaum muda Kota Pontianak, untuk ke sekian kalinya mengelar pentas drama. Pimpinan Produksi pentas drama Maulidiah Dwi Prayetti ditemui pada malam pertama dimulainya pementasan menjelaskan, pementasan seni drama ini mengambil judul Waiting For Godot. “Pada pementasan kali ini kita mengambil tema yang agak religius. Waiting For Godot yang artinya menanti Godot ini. Dimana garis besar ceritanya adalah dimana seorang gelandangan dalam penantian mencari Tuhan. Sedangkan arti dari Godot itu sendiri pada naskah aslinya yaitu sebagai Tuhan Yusus Kristus. Namun pada pementasan ini kita mengambilnya secara umum. Karena pada umumnya kita di Indonesia ini beraneka ragam dan dalam mengartikan penantian mencari Tuhan ini kita kembalikan kepada penonton sesuai dengan keyakinan masing-masing,” papar Maulidiah Dwi Prayetti, Selasa (8/10) malam kemarin.

Borneo Tribune, Pontianak Pengucuran Dana Bansos Kabuaten Kubu Raya (KKR) terus dilakukan pendalaman oleh pihak Polresta Pontianak, dimana ini dilakukan ada kaitannya dengan kasus pengucuran dana Bansos untuk pembangunan Masjid di Pondok Pesantren Khulafaur Rasyidin yang sampai saat ini dalam proses penyidikan, Kamis (10/10) kemarin. ....Ke Halaman - 11

Diburu dan Dijarah Telur Penyu Menyebabkan Tipes Disinyalir mengandung Mercuri

Masa puncak bertelur penyu di pesisir pantai Paloh perlu diawasi bersama. FOTO Slamet/Borneo Tribune

Lebih lanjut dijelaskan jalan cerita pentas drama Waiting For Godot ini kata Maulidiah, pementasan drama ini disutradarai oleh Adib Orze dan menampilkan tokoh-tokoh seperti Ld Vladimir yang diperankan Aren

Gussendar, Ld Estragon yang diperankan Ferry Alau, Ld Lucky yang di perankan oleh Farhan Khidal, Ld Pozzo yang di perankan oleh Ikram dan Ld anak diperankan oleh Ogie Shandy.

Borneo Tribune, Pontianak Tingginya angka penjarahan satwa yang boleh dikatakan langka yaitu Penyu Hijau (Chelonia Mydas) dan Penyu Sisik (Eretmochelys Imbricate) di pesisir pantai Paloh yang berada di Kabupaten Sambas, Kalbar sangat memprihatinkan.

....Ke Halaman - 11

....Ke Halaman - 11

Pengamanan Kayu Gaharu Nyaris Ricuh Borneo Tribune, Putussibau Simpang empat Jalan Gajah Mada Kota Putussibau seketika menjadi heboh, kehebohan ini berawal dari penangkapan gaharu oleh Polisi Kehutanan (Polhut) TNBK dengan menghadang sebuah mobil yang diduga bermuatan gaharu. Setelah terjadi penghadangan oleh petugas, situasi semakin memanas antara Aloy warga Kedamin dengan seorang Petugas Polhut, sekitar pukul 16.00, Rabu sore (9/10) kemarin. Tidak hanya sejumlah warga, namun puluhan petugas dari Kepolisian Polres Kapuas Hulu dan TNI berpakaian preman segera mendatangi lokasi

kejadian. Sempat terjadi ketegangan antara petugas dan Aloy CS, sebab Aloy tidak bersedia dimintai keterangan oleh petugas. Kepala Resot Potan, TNBK Kapuas Hulu, Acik yang juga merupakan Polhut menuturkan bahwa awalnya pihaknya telah mendapatkan informasi dari masyarakat, sehingga pihaknya membuntuti mobil milik Aloy dari Desa Tanjung Lassa, dilakukan pengejaran dan berupaya menghentikan mobil tersebut, namun tidak berhasil. Hingga akhirnya Acik dan kawan-kawan langsung melakukan penghadangan, namun setelah mobil berhenti Aloy yang merupakan

Para petugas saat mengeluarkan gaharu dari belakang rumah Hamidi. Foto : Timotius/ Borneo Tribune

....Ke Halaman - 11

4x2 Single Cabin, Bensin Desain modern dan kokoh. Toyota HILUX menjadi bagian yang tak terpisahkan dari bisnis Anda. Ruang kabinnya yang ergonomik dan nyaman, juga memiliki fitur-fitur lengkap.

PT. ANZON AUTOPLAZA Kantor Pusat Singkawang Ketapang Sanggau Sintang Landak

: Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 : Jl. A. Yani No. 8 Telp. (0562) 637000 : Jl. R. Suprapto Telp. (0534) 31841 : Jl. Jend. Sudirman Telp. 0564 - 2025280 : Jl. MT. Haryono Telp. 0565 - 24222 : Jl. Pulau Bendu No. 26, Kec. Ngabang

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -


Kayong Utara

Borneo T Tribune

Jumat, 11 Oktober 2013

2

Rotan dan Pengetahuan Lokal Kalbar Oleh: Yusriadi “Ada ndak yang bisa beri tahu saya di mana ada sentra penghasil rotan di Kalbar?” Semua orang yang berada dalam ruangan itu terdiam. Tak ada yang menjawab. “Tidak ada? Ya, setahu saya tidak ada”. Bisik-bisik terdengar. Ke-

T

banyakan mengangguk. Membenarkan. Begitulah suasana forum saat membahas buku “Muatan Lokal Seni Kriya Kerajinan Rotan”. Buku ini ditulis oleh Agus Priadi, dkk (2013), di Pontianak, Senin (7/10/ 2013). Kegiatan bedah buku diselenggarakan Unit Penelitian dan Pengembangan

AJUK

Penertiban Parkir Liar di Pontianak Kisah sejumlah sopir yang protes karena pentil rodanya dicopot petugas menunjukkan bahwa upaya pemerintah kota mewujudkan kota Pontianak yang tertib memerlukan kesabaran, perhatian dan waktu. Upaya penertiban tidak akan dapat berhasil maksimal jika kesadaran masyarakat soal pentingnya menjaga ketertiban dan kenyaman orang lain,masih rendah. Sebab, ketika kesadaran rendah, masyarakat akan mencari cara untuk menghadapinya tindakan yang diambil oleh pemerintah. Mereka akan mencari cara agar tidak terkena tindakan. Atau, mereka akan mengambil kesempatan di saat aparat lengah. Kita bisa berkaca pada pengalaman selama ini. Penertiban PKL sebagai contoh. Meskipun sudah ada aturan yang berisi larangan berjualan di tempat tertentu, namun, masih saja ada PKL yang melanggar. Lantas, ketika ditertibkan mereka berusaha melawan. Kadang perlawanan dilakukan dengan cara kekerasan. Kadang, perlawanan dilakukan dengan diam dan menghindar, lalu saat aparat tidak awas, mereka kembali berjualan di lokasi larangan. Cerminan sikap seperti ini memperlihatkan betapa sukarnya melakukan penertiban. Betapa sulitnya membuat orang tertib. Justru itu, ketika pemerintah kembali ingin menertibkan ketidaktertiban di kota ini, kita perlu mengingatkan agar pendekatan lama disempurnakan. Pemerintah tidak hanya mengandalkan kekuasaan dan supremasi hukum, namun, pemerintah juga perlu memberikan sentuhan pada kesadaran masyarakat. Masyarakat harus dibangun kesadaran kolektifnya agar bisa bersama-sama mewujudkan Pontianak yang tertib. Masyarakat harus merasakan bahwa ketertiban akan membuat semuanya lebih baik dan nyaman. Senyampang dengan upaya itu, sudah tentu, langkah penertiban dengan pendekatan supremasi hukum tidak boleh berhenti hanya karena protes seperti ini. Penertiban perlu terus menerus dilakukan sehingga pada akhirnya semua yang melanggar aturan akan mendapat sanksinya. Kadang kala tindakan tegas akan menjadi obat mujarab bagi orang-orang yang memerlukan terapi. Ibarat berobat agar sembut, sering kali tusukan atau sayatan sedikit berguna untuk kesehatan si sakit. Tindakan tegas juga akan menjadi pelajaran bagi orang lain. (*)

S

ENGET

Cornelis berpesan agar menjaga nama baik Dewan Adat Dayak *Jadi ingat kata pepatah, jangan karena nila setitik, rusak susu sebelanga Bang Tribune

· Wartawan, Kontributor, Intensive Programme and Freelancer “ Borneo Tribune” selalu di bekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima / meminta apapun dari narasumber · Setiap artikel atau tulisan berupa laporan kegiatan, cerita pendek, surat pembaca, puisi dan resensi yang dikirim ke redaksi hendaknya di ketik dengan spasi rangkap, maksimal 500 kata, ditandatangi dan disertai identitas ( No Telp / Fax jika ada ) dikirim ke alamat borneotribune@yahoo.com atau yusriadii@yahoo.com. Terimakasih

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

Rotan yang dikumpulkan pembeli ditumpuk sebelum dibersihkan dari kulit dan disortir ukurannya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar. Situasi yang membuat peserta mengangguk terdiam itu bermula ketika seorang peserta dari Melawi menyampaikan bahwa perlu dilakukan budidaya rotan, karena selama ini rotan yang dipakai di Kalbar adalah rotan dari Kalteng atau Kalsel. Lalu, seorang peserta yang mengaku lahir di Bengkayang dan pernah belajar membuat tikar bidai – tikar khas orang Bidayuh, mengatakan sekarang kalau mau menganyam bahan rotan itu didatangkan dari luar, Rotan yang sudah kering, siap “dipaking” dan dikirim ke bukan dari kampung tempat Kalimantan Selatan. (FOTO-foto Yusriadi/Borneo Tribune). bidai dibuat. Informasi itu membawa para peserta dalam renungan keprihatinan. Ya, saya kira memang harus prihatin. Sebab, bahan baku rotan di Kalbar memang semakin susah diperoleh. Dahulu, sekitar 20 tahun lalu kita masih bisa melihat ada mebel di pinggir jalan di Pontianak yang khusus menjual produk rotan. Kursi rotan kala itu malah tergolong kursi yang murah dan dibeli oleh orangorang seadanya. Tetapi, sekarang, tidak ada lagi mebel rotan di pinggir jalan. Kalaupun ada bahan perabot dari rotan, perabot itu sudah termasuk dalam kelompok barang unik yang dijual di toko sou-

venir. Pembelinya, turis atau orang kelas menengah ke atas. Penyebab semua itu adalah karena bahan baku rotan di Kalbar sudah masuk dalam kelompok langka. Sukar diperoleh. Hutan-hutan yang dahulunya menjadi tempat tumbuh rotan sudah menjadi kebun-kebun baru. Tumbuhan produktiflah ditanam di sana, sedangkan rotan tidak. Rotan dimusnahkan. Seperti disebutkan penulis dalam buku “Muatan Lokal Seni Kriya Kerajinan Rotan”, orang tidak mau menanam karena mereka bisa mengambil dari hutan. Pada akhirnya, tidak tumbuh kesadaran untuk menanam rotan. Kenyataan ini tentu me-

nimbulkan keprihatinan. Sebab sumber dari hutan semakin hari semakin berkurang dan hilang. Kita juga bisa melihat kenyataan di sekitar kita: sulit menemukan tanaman rotan. Sepanjang perjalanan dari Pontianak menuju Putussibau tidak terlihat pohon rotan: kecuali satu dua di sela-sela pohon. Berbeda dibandingkan apa yang bisa disaksikan di Kalimantan Tengah. Dalam perjalanan saya dari Palangkaraya menuju Buntok dan dari Buntok menuju kampung di sekitar Danau Sadar, kebun rotan bisa dilihat di kiri kanan jalan. Di sini, rotan ditanam. Rotan dibudidaya sejak lama.

Rotan di kebun warga di Barito Selatan, siap panen. Hampir setiap orang memiliki kebun rotan. Rotan ini mereka ambil sekitar enam tahun setelah penanaman pertama. Kemudian setelah itu, mereka bisa mengambil lebih sering tergantung ketersediaan batang yang tumbuh. Kenyataannya, rotan bisa beranak pinak dan panen rotan bisa lebih kerap dilakukan. Harga rotan yang mahal sangat membantu meningkatkan pendapatan rumah tangga. Sebegitu mahalnya rotan, sampai-sampai sesekali terjadi juga pencurian rotan di kebun penduduk. Saya beruntung bisa menyaksikan kebun rotan warga di sini. Beruntung juga saya sempat berdialog dengan warga dan pembeli rotan. Dialog dengan mereka telah memberikan wawasan mengenai budidaya rotan. Sungguh, sebelumnya saya tidak pernah berpikir bahwa rotan dari Kalimantan Selatan (rupanya Kalimantan Tengah) yang selama ini dikenal, rupanya hasil kebun masyarakat. Pantas saja

suplainya tidak putus, tetap berlanjut sampai hari ini. Andai saja orang Kalbar mau mengembangkan budidaya rotan, tentu mereka akan bisa berkembang seperti orang di Kalimantan Tengah. Tanahnya kurang lebih sama. Hutan Kalimantan memang tempat tumbuh aneka jenis rotan. Andai saja pemerintah melalui dinas terkait terpanggil untuk menjadi pelopor mengembangkan tanaman rotan, tentu akan banyak manfaat bisa diperoleh. Saya kira, walaupun sumbangan ekonomi rotan bisa diganti dari sector lain, namun, jika rotan benar-benar punah maka sebagian dari budaya local akan hilang. Tradisi menganyam rotan akan dilupakan karena bahannya sudah tidak ada. Padahal, suku-suku di Kalbar memiliki pengetahuan local dalam bidang anyam menganyam yang sangat khas. Dan, suatu saat nanti kita akan melupakan pengetahuan itu. Menyedihkan, bukan? (*)

Opini

Mengenal Diri Sendiri Oleh: Sholihin H.Z. Mario Teguh yang dikenal dengan Golden Ways-nya pernah menyebutkan bahwa hasrat kita menunda sesuatu lebih kuat dan lebih dominan daripada keinginan untuk melakukannya. Pada kata motivasi ini dapat difahami bahwa sebuah aktifitas dapat terjadi karena adanya motivasi dan dorongan. Begitu kuat motivasi sehingga ia mampu membuat seseorang berbuat atau tidak berbuat. Karena tidak berbuat hakikatnya adalah juga sebuah dorongan untuk tetap di tempat sebagaimana dorongan untuk berbuat. Namun keinginan untuk menunda kadang jujur kita akui- lebih menguasai diri kita daripada keinginan untuk melakukannya. Disinilah perlunya kita mengenal po-

tensi diri, mengenal diri sendiri dan selanjutnya berdamai dengan diri sendiri sehingga dengannya kita dapat memaksimalkan potensi diri yang ada. Tulisan ini diawali dengan mengenali karunia fisik yakni panca indera yang umumnya kita miliki. Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, dengannya kita diarahkan untuk melihat yang ada di depan, lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan yang dengannya kita dapat mendengar dari kedua sisi. Menangkap pujian maupun kritikan. Sehingga yang diharapkan adalah adanya olah informasi yang seimbang (balance). Manusia dilahirkan dengan otak yang tidak kelihatan secara kasar, sehingga bagaimanapun miskinnya kita, kita tetap kaya, karena tak seorangpun yang dapat mencuri isi kepala

kita, yang lebih berharga dari segala permata yang ada. Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu mulut. Mengapa hanya satu? Karena mulut adalah senjata yang tajam, yang dapat melukai, memfitnah bahkan membunuh. lebih baik sedikit bicara tapi banyak mendengar dan melihat. Ini adalah gambaran sederhana karunia fisik yang umumnya dimiliki manusia. Sungguh dalam nilai filosofisnya. Dengan memahami hal ini, maka segala ucapan, sikap dan tindaktanduk kita akan dapat diarahkan dan digunakan sebagaimana mestinya. Manusia juga dibekali dengan karunia psikis, kejiwaan, yang dengannya kita diajari untuk lebih merasakan. Dengan sifat ini akan melahirkan sikap simpati,

empati dan toleransi. Setiap manusia memiliki potensi, bakat dan minat yang perlu untuk terus ditumbuhkembangkan. Kata pertumbuhan berasosiasi kepada perubahan kapasitas fisik dan kata perkembangan mengarah kepada perubahan kapasitas psikis. Kemampuan mengenali diri sendiri dengan unsur fisik dan psikis yang dimiliki akan dapat mengarahkan dan menggali potensi yang dimiliki, dengan pertanyaan sistematis, apa yang kita miliki, dengan cara apa kita memaksimalkannya dan untuk apa kita gunakan. Unsur penting dalam rangka membangkitkan potensi diri sebagai lanjutan dari konsep mengenali diri sendiri adalah dengan membangun kepercayaan diri (self confidence). Candra Sangkala (2010) menyebut-

kan karakteristik individu yang mempunyai rasa percaya diri antara lain percaya dengan kemampuan diri, tidak terdorong untuk menunjukkan sikap konformis demi diterima orang lain, berani menerima dan menghadapi penolakan orang lain disertai dengan berani menjadi diri sendiri dan mempunyai cara pandang yang positif terhadap diri sendiri, orang lain dan situasi di luar dirinya. Mengenali diri sendiri, menjadi pembicaraan yang menarik jika diawali dengan pengenalan potensi diri, selanjutnya mencoba berdamai dengannya dan selanjutnya bergerak dengan kekuatan fikiran positif. Maka yakinlah, hasilnya akan luar biasa.* Semoga. Sholihin H.Z. Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Pontianak

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Direktur: Emiliana Sekretaris Direksi: Erika Sudiardjo Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Pimred: Hawad Sriyanto Wapimred: Yusriadi Sekretaris Redaksi : Aulia Marti Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering, Hairul Mikrad. Redaktur Pelaksana: Ukan Dinata. Wartawan Senior: Andry, Budi Rahman, Agus Wahyuni Wartawan: Andika Lay, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Jubeironi, Slamet Ardiansyah. Staf Redaksi: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, M Taufik, Fery Adeputra, Yulan Mirza.Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Bengkayang: www.borneotribunecom Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). Singkawang: Rudi Hariyanto Alamat: Jl. Manggis Rt 026/Rw 009 Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah. TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Aditya ( 085349867788 ). Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Fahri (085750296539 ) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2.Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Biro Kayong Utara : Abdul Khoir. Umum Fitriyana, Ardiansyah. Percetakan/IT: (Manajer) Iwan Siswanto, (Wakil Manajer) Supriyanto, Rustam. Marketing: (Manajer) Hesty Yosana, Kusnan, Aldi C.Sirkulasi : M. Danny, Mulawarman Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Keuangan: Jumi Erlinasari,Linda, Husada Muin. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Asisten Dirut: Khairoedin Pasaribu. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com

Borneo Tribune


cmyk

Jumat, 11 Oktober 2013

Serba Serbi

Borneo T Tribune

Kondisi MIS Al-Islam Memprihatinkan Borneo Tribune, Sambas Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Al Islam yang berada di Dusun Parit Jawai Desa Sigoler Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas telah dibangun oleh swadaya masyarakat setempat sejak tahun 1960. Dilihat dari kondisi fisik sekolahnya sangat memprihatinkan karena dindingnya masih dengan menggunakan papan dan masih banyak kekurangan yang terdapat di Madrasah Al Islam ini. Dengan tidak mendukungnya fasilitas yang memadai jelas akan menghambat perkembangan anak-anak yang bersekolah di sana, hal ini patut menjadi perhatian karena menyangkut pembangunan manusia yang lebih baik dan pencapaian IPM yang berkualitas dan berkuantitas. Menurut Ketua Yayasan Madrasah Ibtidaiyah Al-Islam, H. Samsuri Juhri mengatakan bahwa Madrasah Al-Islam ini telah dibangun sejak tahun 1960 dengan menggunakan swadaya dari masyarakat, dan pada tahun 1988 madrasah kita pernah dibantu oleh Kementerian Agama Kabupaten Sambas berupa bangunan gedung. “ Beberapa kali pihak sekolah dan pemerintahan desa telah mengajukan perehapan

gedung ke Dinas yang terkait, namun hal itu sampai saat ini belum mendapatkan respon. Pada tahun 2013 ini, Alhamdulillah kita telah mendapatkan bantuan yaitu bantuan Guru 1 orang dan mendapat bantuan bangunan 2 lokal dari aspirasi dewan PIB/Bui Kiong, “ katanya “ Harapan kami kepada pemerintah untuk dapat melanjutkan pembangunan MIS AL-ISLAM ini, karena pendidikan yang layak sangat dibutuhkan, khususnya di MIS AL-ISLAM Dusun Parit Jawai Desa Bukit Sigoler dan kepada Bapak Bui Kiong Kami atas nama masyarakat Desa Bukit Sigoler mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang di berikan kepada kami, “ ungkapnya. Menurut Kepala Desa Dusun Parit Jawai Desa Sigoler Kecamatan Tebas, Khalid H. Sabli mengatakan bahwa angggota DPRD Kabupaten Sambas Bukiong seorang yang peduli dengan masyarakat, dana aspirasinya disalurkan kepada madrasah ibtidaiyah Al-Islam dengan membangun 2 lokal walaupun pada kenyataan suaranya pada tahun 2009 di Dusun Parit Jawai Desa Segelor tidak ada suranya, yang ada hanya di Dusun Sukabaru

Bersama ketua yayasan- guru-guru beserta murid MIS Al-ISlam Dusun Parit Jawai Desa Sigoler Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas Pelanjau itupun hanya 120 suara. “ Namun jika kita lihat bahwa dengan tidak mementingkan hal politiknya, beliau tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dengan membangun dua buah

lokal berarti membantu membangun perkembangan pendidikan yang ada diDesa kami dan hal itu sangat kami apresiasi kepedulian beliau kepada Desa kami dan patut untuk dicontoh, “ ucapnya.

Dikatakannya kalau di hitung dari dana aspirasi Biu Kiong yang sudah masuk ke Desa kami mencapai 1 M lebih temasuk untuk insfratuktur jalan.” Dengan tidak membedakan suku,

agama, maupun bahasa, kami melihat bapak Buikiong memang sangat mementingkan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi, hal ini jelas membuktikan bahwa masih ada Pejabat

Tutup Tanam Perdana Sawah Dipusatkan Di Desa Tebing Batu Borneo Tribune, Sambas Tahun 2013 Kabupaten Sambas Targetkan 316.689 Ton Produksi Padi /// mhon berita beserta foto dapat terbit Masyarakat dan Kelompok Tani sangat antusias mengikuti acara Tutup Tanam Perdana Sawah TNI Mendukung Ketahanan Pangan di Kab Sambas yang dipusatkan di Desa Tebing Batu Kec Sebawi, Senin (7/10) berlangsung lancar. Dalam sambutannya, Plh Bupati Sambas, Pabali Musa mengatakan pembangunan sub sektor perkebunan secara umum bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan penerimaan negara, meningkatkan penerimaan devisa negara, menyediakan lapangan kerja, meningkatkan produktifitas, nilai tambah dan daya saing. Selain juga bertujuan memenuhi kebutuhan konsumsi

dan bahan baku industri dalam negeri dan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. “Pemerintah Daerah Kab Sambas atas nama Masyarakat Kab Sambas sangat berterima kasih kepada kementerian pertanian dan Satuan TNI, dimana kegiatan tanam sawah di Desa Tebing Batu ini merupakan pilot project TNI mendukung Ketahanan Pangan yang merupakan bentuk perwujudan kerjasama antara kementerian pertanian, TNI AD, Pemerintah Provinsi dan Pemda Kab Sambas didukung Pihak Kecamatan dan Desa, Swasta, Kelompok Tani dan Masyarakat,” ungkap dia. Kepala Dinas Distanak Kabupaten Sambas Ir Daryanto mengatakan dukungan pemerintah pusat dalam peningkatan pertanian bantuan alat mesin pertanian ini bukan ha-

nya tanam pangan, tapi holtikultura. “ Kepada petani di harapkan untuk menggunakan teknologi pertanian seperti menggunakan benih bibit unggul, pengelolaan tanah , kemudian pemakaian pupuk secara berimbang, sehingga menghasilkan kualitas beras yang bermutu, “ ungkapnya. “ Ditahun 2014 Kementerian Pertanian menetapkan surplus beras 10 juta ton. Di tahun 2013, produksi Padi Kab Sambas ditargetkan 316.689 Ton Gabah Kering Giling atau 20 koma 21 persen dari jumlah target Propinsi Kalbar yang sebesar 1.556.675 Ton GKG, tentunya itu cukup besar bila dibandingkan dengan target Kabupaten kota lainnya,” tuturnya. Dikatakannya Kabupaten Sambas melalui Kementerian Pertanian mendapatkan bantuan berupa perluasan areal

sawah mendukung tanaman pangan kerjasama TNI AD mendukung Ketahanan Pangan sesuai Nota Kesepahaman atau MOU Menteri Pertanian dengan Panglima TNI Nomor 03/

cmyk

Mou/310/M/4/2012 dan NK/9/ 99/IV/2012 mendapatkan bantuan 2 Milyar Rupiah untuk perluasan areal tanaman pangan seluas 200 hektar meliputi Desa Samustida Kec Te-

luk Keramat 50 Hektar, Desa Tebing Batu Kec Sebawi 50 Hektar, Desa Penakalan Kec Sejangkung 25 Hektar dan Desa Sendoyan Kec Sejangkung 75 Hektar.

3

Komoditi Karet Punya Peranan Penting Dalam Perekonomian Borneo Tribune, Sambas Sadap Karet Perdana di Kab Sambas yang dipusatkan di Desa Tebing Batu Kec Sebawi, Senin (7/10) berlangsung lancar dan sukses. Secara simbolis, Plh Bupati Sambas, Drs Pabali Musa M.Ag bersama Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Ir Tunggul Iman Panudju MSc, KSAD TNI diwakilkan Waster KSAD TNI Brigjen Komaruddin Simajuntak, Pangdam 12 Tanjung Pura diwakilkan Kasdam 12 Tanjung Pura Brigjen Anang Misjan dan Gubernur Kalbar diwakilkan Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setda Prop Kalbar serta beberapa perwira tinggi Kolonel TNI Winarta, Danrem 121 Abw Kolonel Inf Tiopan Aritonang, dan Dandim 1202 SKW Letkol Inf Robby Lukman Leksana melakukan penyadapan karet dilokasi yang telah ditentukan. Menurut Pabali Musa mengatakan Pemerintah Daerah Kab Sambas, sangat menyambut baik kegiatan ini, seperti diketahui misi Kab Sambas adalah peningkatan ekonomi kerakyatan, guna mewujudkan hal tersebut, salah satunya dapat melalui peningkatan produksi komoditi karet yang pada hari ini dilaksanakan sadap perdana. “ Komoditi karet merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memiliki peranan penting dalam perekonomian masyarakat Kab Sambas, berdasarkan data statistik perkebunan, luas kebun karet di Bumi Terpikat Terigas mencapai kurang lebih 53.043 hektar persegi yang merupakan perkebunan rakyat dengan melibatkan 39.726 Kepala Keluarga Petani Pekebun. Itu sebut dia menempati urutan kedua setelah komoditi kelapa sawit, “ ungkapnya. Hanya saja diakui dia, daya saing produk karet masih belum memberikan hasil memuaskan karena mutu yang kurang baik sehingga belum maksimal dalam meningkatkan pendapatan petani karet. “Dalam rangka upaya meningkatkan peranan dan daya saing komoditi karet, Pemda Kab Sambas akan mewujudkan pembangunan perkebunan karet dengan mengimplementasikan sistem agribisnis secara utuh mulai dari subsistem hulu, subsistem hilir dan subsistem penunjang secara berimbang mulai dari peremajaan dan perluasan areal karet, peningkatan dan perbaikan mutu hasil produksi berupa bahan olah karet sesuai standar SNI, meningkatkan kemampuan dan kapasitas kelembagaan petani serta pembangunan prasarana dan sarana penunjang lainnya,” jelas dia. Kepala Dishutbun Kabupaten Sambas, Ir Bulyamin mengatakan pemerintah sifatnya hanya memberikan motivasi kepada masyarakat agar perkebunan karet dapat berkembang dan kualitas karet Sambas juga semakin bermutu. “ Dengan penyadapan yang benar maka hasilnya akan menjadi maksimal dan pengolahan yang baik tanpa terkontiminasi dengan produk yang lain membuat karet menjadi bersih, sehingga mutunya akan semakin berkualitas, “ ungkapnya. “ Dengan kegiatan sadap perdana karet meningkatkan produktifitas kebun dan berdampak meningkatkan pendapatan petani karet, Insya Allah target yang ditetapkan tersebut akan dapat kita capai. Sesuai unit kerja terkait, pada Agustus 2013 realisasi luas panen sebesar 54 koma 514 hektar atau 59 koma 2 persen dari target luas panen tahun 2013 sebesar 92 koma 160 hektar dan dengan luas tanam yang ada sampai dengan September 2013, diprediksi target luas panen tahun 2013 insya Allah tercapai, “ katanya.


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Jumat, 11 Oktober 2013

4

Sekda Tinjau Persiapan PESPARAWI

Borneo Tribune, Singkawang Sekda Provinsi Kalbar Drs M Zeet Hamdy Assovie, Rabu (9/10) meninjau kesiapan Pesta Paduan Suara Gerejawi ( Pesparawi ) ke-VII Tingkat Provinsi Kalbar tahun 2013 yang di pusatkan di Kota Singkawang. Peninjauan ini dilakukan Sekda dengan Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Kota Singkawang dalam rangka persiapan pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) ke. VII Tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2013, diruang rapat Kantor Walikota Singkawang. Menurut Sekda DRs M Zeet Hamdy Assovie, berdasarkan laporan pihak pani-

tia dari masing-masing bidang bahwa pelaksanaan Pesparawi Tingkat Provinsi Kalbar, akan digelar selama 5 hari, yaitu pada tanggal 21 hingga 25 Oktober 2013, pada dasarnya telah mencapai 90 persen persiapan, baik penyelenggaraan lomba, maupun persiapan lainnya. Kegiatan yang aakan dilaksanakan ini merupakan agenda tahunan, tentunya banyak pengalaman yang sudah dialami, dengan demikian dari berbagai pengalaman masih banyak kekurangan dan kelebihannya, untuk itulah dia berharap agar pelaksanaan Pesparawi ke VII di Kota Singkawang ini dapat menjadi Inovator dan inisiator

dalam rangka penyelenggaraan Pesparawi terbaik. ”Mari kita sukseskan kegiatan Pesparawi ke VII di Kota Singkawang ini dengan sebaik-baiknya, baik itu Pelaksanaan Lomba, Pelaksanaan Pameran, Pelayanan Kontingen dan lain sebagainya,” kata M Zeet Hamdy Assovie. Sementara itu, Ketua Panitia, Libertus Lerep, menyampaikan bahwa Kontingen yang mengikuti lomba diikuti oleh seluruh kontingen dari seluruh Kabupaten Kota se-Kalbar dengan rincian Kabupaten Sintang 170 orang yang mengikuti sebanyak 8 Cabang lomba, Kubu Raya 310 orang 11 Cabang, Landak

102 orang 7 cabang, Ketapang 95 orang 7 cabang, Sanggau 134 orang 7 cabang, Kabupaten Pontianak 111 orang 7 cabang, Kapuas Hulu 110 orang 8 cabang, Melawi 150 orang 6 cabang, Bengkayang 225 orang 11 cabang, Sambas 77 orang 6 cabang, Sekadau 172 orang 9 cabang, Kota Pontianak 170 orang 10 cabang, Kayong Utara 10 orang 1 cabang dan Kota Singkawang 218 orang dengan 11 cabang, dengan jumlah keseluruhan kontingen 2106 (1026 pria, 1080 wanita) dan para kontingen tersebut menurut Libertus disediakan penginapan di 16 hotel yang ada di Kota Singkawang. “Pesparawi ke VII Tingkat

PTPN XIII Antisipasi Penggunaan Narkoba Kepala BNNP: 70% Pekerja Konsumsi Narkoba

JALANI TES URINE Direksi PTPN XIII saat menjalani tes urine yang dilakukan BNNP Kalbar, di mana hal ini dilakukan guna mengantisipasi peredaran serta pengguna Narkoba di kalangan Pegawai, FOTO:Achmad Mundzirin/Borneo Tribune

Borneo Tribune, Pontianak Direksi PTPN XIII yang terletak di Jalan Sultan Syahrir Kecamatan Pontianak Kota, mengantisipasi peredaran dan penggunaan narkoba di kalangan pegawainya, di mana hal ini dilakukan dengan cara bekerja sama dengan Ba-

dan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalbar, Kamis (10/10) kemarin. Tes urine untuk mencegah peredaran dan penggunaan di kalangan Direksi PTPN XIII ini pun dilakukan terhadap 100 orang yang diambil secara acak, mulai dari para Kepala Urusan, Pegawai

hingga sampai ke Securty. Menurut Ahmad Ridwan Kepala Urusan Umum PTPN XIII yang mewakili pimpinannya, dirinya mengatakan bahwa dengan kedatangan BNNP ke Direksi PTPN XIII, diahrapkan akan dapat mencegah peredaran narkoba dan penggunaan

narkoba di kalangan Direksi, karena narkoba ini sangat berbahaya, siapapun bisa menjadi korban. “ Kita ingin mengantisipasi adanya penggunaan dan peredaran narkoba di kalangan Direksi PTPN XIII, sehingga kita bekerja sama dengan BNNP untuk mengantisipasi hal tersebut,” ungkap Kepala Urusan Umum PTPN XIII. Lanjut Kepala Urusan Umum, dalam tes urine ini diharapkan 100 orang yang menjalani tes urine ini, tidak ada yang terindikasi narkoba, lantaran hal tersebut dapat merusak kinerja, kedisiplinan dan sebagainya, karena narkoba ini merupakan racun bagi dunia, dan jika pun ada yang terindikasi positif mengonsumsi narkoba, akan dilakukan rehabilitasi. “ Kita harap dalam tes urine semuanya negartif, namun jika ada yang terindikasi positif mengonsumsi narkoba, kita akan melakukan rehabilitasi, yakni meminta BNNP untuk melakukan pembinaan,” Ahmad Ridwan. Selain itu Ahmad Ridwan juga mengatakan, untuk

merekrut pegawai atau menerima calon pegawai, pihaknya selalu meminta para calon pegawai untuk melakukan medikal cek up, guna mengetahui calon pegawai dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, terutama sample medikal cek up yang diwajibkan adalah, darah dan urine. “ Kita wajibkan seluruh calon pegawai yang mendaftar di PTPN XIII untuk melakukan medikal cek up, dan sample yang kita dari hasil medikal cek up itu sendiri adalah Urine dan Darah calon pegawai, guna mengetahui apakah calon pegawai ini terindikasi mengonsumsi narkoba atau tidak, dan ini kami lakukan sudah sejak lama, tentunya ini dilakukan guna mengantisipasi adanya pegawai yang mengonsumsi narkoba,” tambahnya. Kendati demikian, Ahmad Ridwan mengatakan, ketika semua calon pegawia lolos dan diterima serta dinyatakan bebas narkoba, pihaknya juga tetap harus mengantisipasi hal yang berkaitan dengan nerkoba tersebut, karena narkoba ini bisa mempengaruhi melalui pergaulan dan sebagainya.

Kika_Ustad Yusuf Mansur, Dino Patti Djalal dan Rosa Rai Djalal

Dino Patti Djalal dan Ustadz Yusuf Mansur

Bicara Soal Kemenangan Timnas dan Indonesia Unggul Borneo Tribune, Yogyakarta Rabu (9/10), Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal bersama istri, Rosa Rai Djalal tiba di Yogyakarta dalam rangka bertemu dengan Sultan Hamengkubuwono X. Ternyata di dalam pesawat, Dino dan istri bertemu dengan Ustad Yusuf Mansur tanpa sengaja. “Wah, kebetulan kita bersama-sama main ke Jogja, gimana kalau kita ajak makan soto enak nih Pak Dubes?” ujar Ustad yang terkenal dengan cara berdakwah yang asik dan memiliki konsep “matematika sedekah”. Ustad Yusuf Mansur dan Dino beserta istri akhirnya melanjutkan pembicaraan mereka dengan makan soto kudus di restoran Soto Menara Kudus di daerah Condong Catur, Yogyakarta. Saat makan, mereka berbincang mengenai kemenangan tim nasional sepak bola Indonesia kemarin malam dan mengenai konsep Indonesia unggul. Dino Patti Djalal mengatakan bahwa Indonesia Unggul memerlukan lebih banyak individu seperti Ustad Yusuf Mansur yang merupakan seorang “ustadz unggul” dan serba bisa karena selain berdakwah, Ustad Yusuf Mansur juga berwawasan luas, enerjik dan entreprenurial. Ustad Yusuf Mansur dikenal memiliki banyak usaha, baik di bidang parawisata ataupun kuliner. Terbukti ada beberapa cafe yang berdiri di kawasan Yogyakarta seperti Waroeng Steak and Shake, Waroeng Penyet dan Waroeng Akam. Ustad Yusuf Mansur sepakat dengan konsep Indonesia Unggul yang dibicarakan Dino dan bahkan mengkonfirmasi konsep Indonesia Unggul kepada lebih dari 1,1 juta followersnya di Twitter. (*r/haes)

“ Walaupun kami sudah melakukan antisipasi terkait narkoba dari awal sebelum adanya BNNP maupun BNNK ada di Kota Pontianak ini, kita juga harus mengantisipasi hal tersebut secara rutin, salah satunya dengan bekerja sama dengan BNNP ini, bhakan jika ada yang terlibat sebagai pengedar narkoba, jelas kami dari perusahaan memiliki aturan tegas, yakni memberikan sanksi berupa pemutusan kerja, atau melakukan pemecatan,” pungkaa Ahmad Ridwan. Semenatara itu Kepala BNNP Kalbar Kombes Pol MS. Pakpahan mengatakan, tes urine yang dilakukan pihaknya di PTPN XIII tersebut, merupakan suatu langkah pencegahan dan pembinaan terhadap seluruh pegawai maupun pimpinan yang bernaung dalam Direksi PTPN XIII tersebut. “ Kita mendatangi PTPN XIII ini, untuk melakukan pencengahan dan mensosialisasikan tentang bahaya-

nya narkoba kepada Direksi PTPN XIII, yang bertujuan mengantisipasi para pegawai untuk tidak menjadi kroban dari namanya narkoba,” ungkap Kombes Pol MS. Pakpahan. Lanjut Kombes Pol MS.Pakpahan, sebanyak 70% pekerja yang ada di Indonesia terindikasi menjadi pecandu maupun pemakai narkoba, dan hal angka ini harus ditekan sedini mungkin, khususnya di Kalbar BNNP siap menekan angka tersebut. “ Sekitar 70% para pekerja serta pegawai di Indonesia telah dinyatakan terindikasi mengonsumsi narkoba, dan khususnya di Kalbar, BNNP akan menekan angka tersebut, yakni dengan melakukan sosialisasi, pencegahan dan pembinaan, dan jika memang sudah jauh terlibat dnegan narkoba, misalkan seorang pekerja sudah menjadi Bandar atau pengendar narkoba, maka akan kita proses hukum,” tegas Kombes Pol MS. Pakpahan. (Zrn)

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS : TVS Pontianak TVS Rasau TVS Singkawang TVS Ketapang TVS Sintang TVS BM Sintang TVS Pinoh TVS Putussibau TVS Anugrah Sekadau TVS Merdeka Motor PTK TVS Tepuai

: 0853 : 0853 : 0823 : 0852 : 0812 : 0852 : 0813 : 0821 : 0813 : 0821 : 0813

9320 9355 5178 4594 5746 5260 4557 5125 4540 5030 4528

2778 5508 4446 6118 6666 1948 8321 9567 2238 6989 6562

CMYK

CMYK

Dialog Sekda Kalbar M Zeet Hamdy Assovie didampingi Wakil Walikota Pontianak H Abdul Muthalib dan Panitia sedang berdialog dengan peserta Perparawi. FOTO Ruslan/Staf Humas

Provinsi Kalbar tahun 2013 ini diselenggarakan dengan dua Agenda yakni Kegiatan lomba dan kegiatan Pameran, untuk kegiatan penyelenggaraan lomba dilaksnakan di dua tempat yaitu ruang Balairung Kantor Walikota Singkawang dan Hotel Dangau Singkawang,” kata Libertus Lerep. Dikatakanya, untuk Pameran akandilaksanakan di Halaman Kantor Walikota Singkawang yaitu selain Pameran Pesparawi diselenggarakan juga dengan event Pameran Singkawang Expo 2013, sebagai rangkaian dengan Hari Jadi Kota Singkawang ke 11. Wakil Walikota Singkawang Abdul Muthalib menyampaikan apresiasinya dan menyambut baik dengan event yang dilaksanakan. “ Kami sangat beterima kasih karena Singkawang ditunjuk sebagai tuan rumah dan tentunya kita semua berharap agar pelaksanaan Pesparawi ke VII ini dapat terselenggara dengan baik aman dan lancar, kami akan berusaha menjadi tuan rumah yang baik ” kata Abdul Muthalib. Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekda Kota Singawang, seluruh panitia maupun pengurus LPPD, Forkorpimda Kota Singkawang, Kepala SKPD se Kota Singkawang, selanjutnya Sekda Kalbar, didampingi Wakil Walikota Singkawang, dan rombongan lainnya meninjau lokasi pembukaan Pesparawi yang dipusatkan di Stadion Kridasana Singkawang. (Rsl/R/Lay).


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Jumat, 11 Oktober 2013

5

Test CPNS

35 Formasi Direbutkan 1039 Pelamar Borneo Tribune, Mempawah Jumlah peserta tes CPNS di lingkup Pemkab Kabupaten Pontianak tahun 2013 sebanyak 1039 pelamar. Jumlah sebanyak itu akan berebut 35 kursi yang ditetapkan pemerintah pusat tahun ini. Kasubid Pengadaan dan Pensiun Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pontianak, Iskandar ditemui saat melayani pengambilan nomor peserta test, Kamis (10/10), kemarin di Kantor BKD Kabupaten Pontianak mengatakan sampai batas akhir penerimaan pendaftaran tercatat 1039 pelamar yang mendaftar dan mengembalikan formulir. “Sebanyak 1039 pelamar yang mengembalikan formulir pendafatran. Dimana mereka akan memperebut 35 formasi guru,” kata Iskandar. Lanjutnya lagi, pihaknya dalam penerimaan formasi CPNS Kabupaten Pontianak tahun 2013, sudah berupaya seoptimal mungkin untuk menyeleksi kelengkapan berkas. Selama beberapa hari terakhir, pegawai BKD bahkan harus lembur untuk menyeleksi satu per satu berkas lamaran yang masuk. “Insyah Allah, sesuai jadwal test CPNS akan dilaksanakan serempak se Indonesia 3 November. Untuk itun usai penyerahan nomor test ini, kami panitia akan

Masjid Nikmatullah Bakal Tebar 26 Sapi Kurban Borneo Tribune, Mempawah Banyak cara yang dilakukan umat muslim untuk bisa menyembelih hewan kurban pada hari raya Idul Adha. Seperti yang dilakukan oleh Pengurus Masjid Nikmatullah Sungai Pinyuh, Kabupaten Pontianak, untuk bisa membeli dan menyembelih hewan kurban dengan membuat arisan. Ketua Masjid Nikamtullah Sungai Pinyuh, H. Ismail mengatakan melalui arisan kurban 2013 yang dikoordinir pengurus Masjid Nikmatullah, terbentuk 26 kelompok arisan kurban.

Dimana saatu kelompok terdiri dari 7 orang, dimana setiap anggota kelompok harus membayar uang sebesar Rp 100 ribu perbulan. “Uang Rp 100 ribu tersebut, dicicil perbulan selama 1 tahun. Alhamdullilah, tahun ini, kita akan menembar 26 ekor sapi kurban. Kalau tahun lalu, kita bisa mencapai 28 ekor sapi kurban,” kata Ismail. Untuk itu, Ismail mengatakan rencananya 26 sapi kurban tersebut akan disebar di seluruh Kecamatan Sungai Pinyuh, yang telah ditentukan panitia. Sedang-

kan untuk pembelian sapi kurban dan mengurus pemotongan sapi kurban jga telah dibentuk panitia, sehingga dalam proses penyebaran dan pemotongan sapi kurban berjalan lancar. “Arisan sapi kurban ini, kita laksanakan secara transfaran sehingga memberikan kepercayaan kepada masyarakat. Bahwa panitia sapi kurban, berkeja denga baik. Kita berharap tahun depan jumlah arisan sapi kurban meningkat. Tradisi ini, akan terus kita pertahankan setiap tahunya,” kata Ismail.(JoE).

Pasokan Sapi Kubu Raya Untuk Idul Adha Mencukupi Peserta Panitia penerimaan CPNS formasi tahun 2013 melayani pengambilan nomor peserta test di Kantor BKD Kabupaten Pontianak. Foto : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

berkonsentrasi pada persiapan pelaksanaan tes,” katanya. Iskandar menjelaskan pihak telah menyediakan lokasdi test yaitu di SDN 02 Mempawah Hilir, SDN 08 Mempawah Hilir, SMPN 02 Mempawah Hilir, SMAN 02 Mempawah Hilir dan SMKN 01 Mempawah Hilir untuk formassi tenaga honor. “Untuk tenaga honor ada

353 peserta test. Sedangkan jumlah formasi ditentukan langsung dari pusat, sehingga kita tak mengethaui berapa jumlah tenaga honor yang diterima, karena dinilai langsung peringkat hasil test di pusat,” katanya. Selain itu, Iskandar, juga menghimbau kepada peserta test CPNS agar tidak mudah percaya terhadap aksiaksi oknum yang tidak ber-

tanggung jawab. Seperti memanfaatkan jasa calon CPNS untuk lulus CPNS. “Jangan percaya terhadap orang-orang yang menawar janji akan memudahkan kelulusan CPNS. Kalau ingin lulus, belajarlah dengan giat, yakin terhadap kemampuan sendiri. Kalau ada calo CPNS laporan saja kepihak yang berwajib,” katanya. (JoE).

Borneo Tribune, Kubu Raya Kepala Bidang (Kabid) dinas Peternakan Kubu Raya Rini Apriani. untuk hewan kurban, Pasokan sapi dari tempat penangkaran masih memenuhi kuota. “Pasokan sapi dari tempat tempat penangkaran seperti desa arang limbung, desa kapur,desa mekar sari, sungai raya sungai, ambawang, kakap dan kumpai. masih mencukupi untuk memperingati hari raya kurban, bagi masyarakat kubu raya,’ katanya, Kamis (10/10). Ia juga menyatakan sapisapi dari penangkaran wilayah kubu raya. berkisar sekitar 14 sampai 15 ribu ekor

yang terdata dari kelompok ternak ungkapnya Kepala Bidang dinas Peternakan Kubu juga menyatakan dari penangkaran sapi untuk kurban di hari raya idhul adha, biasanya langsung di bawa ke rumah potong hewan. Untuk di jual kepada masyarakat kecamatan kubu raya. katanya Rini juga menyatakan dinas Peternakan Kubu Raya akan melakukan pengecekan sapi di rumah potong hewan (RPH) dengan menggunakan kode warna, merah berarti tidak layak di konsumsi, kuning belum cukup umur sedangkan putih layak untuk di potong ungkapnya

kasi barba.penyebaran dan pengembangan hendra(40) juga menyatakan “untuk pembelian daging hewan kurban sebaiknya kita membeli daging yang masih menempel di tulang. karena tidak mungkin daging yang masih menempel di tulang itu daging yang sudah lama,”.ungkapnya Ia juga menyatakan sekarang ini kita sering mendengar kalau daging yang sudah tidak layak untuk di konsumsi dan sudah lama tetapi masih juga di jual. kebanyakan penjual biasa nya menggunakan trik darah yang di siram kembali kepada hewan yang sudah lama. (Adex)

DPRD: Sudah Selayaknya Mahasiswa Kubu Raya Memiliki Asrama Borneo Tribune, Kubu Raya Meningkatnya jumlah anak Kubu Raya yang mengenyam pendidikan di Kota Pontianak tampaknya mengharuskan pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyisihkan sedikit APBD Kubu Raya untuk pembangunan Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) mengingat kabupaten lainnya juga telah membangun asramaasrama untuk mahasiswa daerahnya yang kuliah di Pontianak. Hal ini dilihat penting karena banyak mahasiswa yang berasal di Kubu Raya mengeluh karena harus mengluarkan biaya yang cukup besar karena harus mengontrak ataupun ngekos karena tidak punya tempat tinggal. Hal tersebut ternyata sudah dari tahun 2009 hingga sekarang telah menjadi konsentrasi perencanaan pembangunan asrama mahasiswa, akan tetapi sekian lama menjadi perencanaan sema-

ta, barulah mendapat ketegasan dari Pemkab dan DPRD Kubu Raya untuk membangun asrama tersebut pada tahun 2014 mendatang ketika melakukan mediasi kepada perwakilan mahasiswa-mahasiswa asal Kubu Raya yang kuliah di berbagai sekolah tinggi di Pontianak. Sekretaris Komisi D DPRD Kubu Raya, H.Mustafa M.S menjelaskan pihaknya telah berkonsentrasi dari tahun 2009 sampai 2013 untuk membangun asrama mahasiswa tersebut, banyaknya jumlah anak Kubu Raya yang melakukan pendidikan sudah selayaknya pemerintah ikut mendukung dalam hal ini menyediakan prasarana tempat tinggal seperti asrama untuk anak Kubu Raya. “hal ini dilakukan juga tidak lain untuk meringankan biaya pengeluaran anakanak daerah yang menuntut ilmu ke Pontianak, apalagi mahasiswa yang kurang mampu,” jelasnya.

Mustafa menuturkan tahun 2014 ini pemkab Kubu Raya beserta DPRD Kubu Raya akan memprioritaskan pembangunan asrama mahasiswa Kubu Raya mengingat perencanaan tersebut sudah selayaknya direalisasikan karena jumlah mahasiswa Kubu Raya setiap tahunnya semakin meningkat. “nantinya kita akan membangun asrama yang akan menampung 200-300 mahasiswa dan diprioritasnya kepada mahasiswa yang tempat tinggalnya jauh seperti di Kecamatan Batu Ampar, Terentang, Teluk Pakedai, Padang Tikar dan daerah yang memang jarak tempuhnya tidak dekat,” ungkapnya. Dia mengatakan tugas kita memang mendukung para anak didik untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya dan menyiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung pendidikan anak-anak tersebut. “Jika pemkab tidak mau membangun asrama untuk mahasiswa

kubu Raya, akan kita upayakan semaksimal mungkin agar pemkab bersedia membangun asrama mahasiswa tersebut,” katanya. “nantinya ketika asrama telah terbangun yang dapat menempati asrama mahasiswa itu mempunyai dua kategori antara lain dilihat dari kemampuan akademik mahasiswa yang ditunjukan melakukan indeks prestasi (IP) dan mahasiswa yang tidak mampu. Kedua kategori tersebut yang nantinya akan menempatinya. Tidak ada alasan lagi untuk tidak dapat menjajaki pendidikan setinggi-tingginya bagi anak Kubu Raya,” tutur Mustafa. Sementara itu ditambahkan oleh Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kubu Raya, Bambang Sridadi mengapresiasi kepada anakanak mahasiswa Kubu Raya yang berperan aktif dalam mengusulkan pembangunan asrama di Kubu Raya agar cepat terealisasikan, karena selama dirinya mengungkap-

kan, para mahasiswa yang asli dari Kubu Raya untuk kuliah di pontianak mesti mengontrak rumah, otomatis cost yang dikeluarkan untuk seorang mahasiswa cukup berat. “saya juga ikut dalam rapat mediasi tersebut dan dalam pembahasannya saya sangat setuju dengan adanya pembangunan asrama tersebut, setidaknya dapat meringankan beban biaya yang dikeluarkan mahasiswa Kubu Raya,” dukungnya. Bambang menuturkan tentunya masalah pendidikan merupakan program pemerintah yang diprioritaskan untuk mendukung peningkatan pendidikan anak-anak daerah. Ia meminta kepada pemkab yang terkait yaitu pihak Bappeda dan BPKAD Kabupaten Kubu Raya untuk memprioritaskan pembangunan asrama ini tahun 2014. “kalaupun alokasi anggarannya belum dapat membangun sekaligus, minimal bertahap dahulu seperti penyiapan la-

han untuk membangun,” harapnya. Mengenai titik lokasi lahan lanjut Bambang, pihaknya tidak bisa menyamakan dengan kabupaten lain yang membangun di dekat dengan kampus salah satunya asrama-asrama seputaran kawasan Universitas Tanjungpura (Untan), karena dilihat dari Kubu Raya yang merupakan kabupaten baru dan masih banyak memerlukan pembangunan-pembangunan disetiap sektor. “kantor-kantor pelayanan publik di Kubu Raya saja masih banyak yang mengontrak dan kantor DPRD Kubu Raya sendiri masih berjalan diatas bangunan sewa, akan lebih baik mengingat dari alokasialokasi anggaran yang masih banyak dibutuhkan diberbagai sektor alangkah arifnya untuk meminimalisir anggaran asrama mahasiswa Kubu Raya dibangun di Kubu Raya saja, diambil

yang terdekat yaitu kecamatan Sungai Raya, saya yakin akan lebih menekan biaya pembangunnya karena lebih murah lahannya dibandingkan di Kota,” tuturnya. “nantinya jika bisa membangun asrama di Kubu Raya dengan cost yang lebih rendah, kita juga mengupayakan asrama untuk mahasiswa kubu raya lebih besar dari pada asrama lainnya dan mengingat Kubu Raya merupakan kabupaten yang paling dekat dengan kota pontianak kenapa tidak untuk membangun yang lebih untuk mahasiswa asal Kubu Raya,” ungkapnya lagi. “Kita berharap kepada Eksekutif untuk memasukan program ini kedalam rancangan APBD 2014, kami dari Demokrat yang duduk di badan anggaran (banggar) akan memperjuangkan program asrama mahasiswa ini terealisasi 2014 mendatang,” janji Beng beng sapaan akrabnya. (Adex)


Bengkayang Borneo Tribune

Jumat, 11 Oktober 2013

Jamaah Haji Singkawang Sehat Borneo Tribune, Singkawang Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang, H. Jawani memastikan 79 orang jamaah haji asal Kota Singkawang dalam keadaan sehat. ”Tadi subuh saya menelpon TPHD Kota Singkawang, dari laporannya memastikan seluruh jamaah haji dalam keadaan baik,” ujar Jawani saat di temui di ruang kerjanya, Kamis (10/10). Kesehatan seluruh jamaah tetap terjaga, hanya satu orang jamaah atas nama Suharno (53) harus menjalani cuci darah saat berada di Mekah. “Cuci darah itu dilakukannya setiap satu minggu sekali. Dan setelah melakukan cuci darah di sana, Suharno dapat menjalankan aktivitas ibadah haji sebagaimana jamaah lainnya,” terang Jawani. Untuk cuaca, kata Jawani, juga sangat bersahabat de-

H. Jawani ngan para jamaah haji Singkawang, artinya cuaca di sana saat ini tidaklah terlalu panas dan ini adalah sebuah berkah bagi jamaah haji. 79 orang jamaah haji Kota Singkawang, lanjut dia, dijadwalkan akan diberangkatkan dari Mekah menuju Arafah pada hari Minggu (13/10). Jawani berharap, seluruh jamaah kita mendapat lindungan dari Allah, dan pulang ke Kota Singkawang dengan berbekal haji yang mabrur. (RH)

Mantan Kepala Desa Minta Santunan Borneo Tribune, Bengkayang Perwakilan Kepala Desa (Kades) melalui Forum Komunikasi Pangalangok Kepala Desa (FKPKB) Kabupaten Bengkayang mendatangi kantor pemerintahan desa (Pemdes) Bengkayang meminta kebijakan pemda menganggarkan pemberian santunan kepada 48 mantan kades se-Kabupaten

Bengkayang periode 20072013. Ketua Asosiasi FKPKB, Kasper Sitohang, mengatakan permohonan santunan itu berdasarkan kesepakatan dari 122 kades aktif dan 48 kades non-aktif melalui asosiasi FKPKB setelah bermusyawarah sehingga menghasilkan kesepakatan. Sebelum tahun2007 para

mantan pimpinan desa ini diberikan santunan sebagai penghargaan dari pemerintah setempat terhadap kinerja kades. “Kita minta kebijakan pemda untuk menganggarkan pemberian santunan kepada mantan kades yang berpestasi dan selama menjabat tidak cacat hukum,” kata Kasper Sitohan.

Libertus Borneo Tribune, Singkawang Event Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) VII tingkat Provinsi Kalbar gaungnya sudah terdengar dimana-mana. Berdasarkan kesepakatan panitia yang tergabung dalam Pesparawi itu, event tersebut akan diselenggarakan pada 21 - 25 Oktober 2013, dan Singkawang dinobatkan sebagai tuan rumah pada acara tersebut. Berbagai persiapan dalam rangka mensukseskan event tersebut telah disiapkan oleh panitia. Bahkan pada pembukaan maupun penutupan Pesparawi itu nanti panitia akan menurunkan Tarian Kolosal “Gema Lonceng Pesparawi” yang melibatkan 500 penari dan 100 orang fasilitatornya yang terdiri dari Pembina Seni Budaya,

enyalahi janji termasuk dalam kategori perbuatan hina, karena perbuatan itu hanya akan menghilangkan kepercayaan dan rasa hormat. Tidak hanya itu, perbuatan tersebut juga akan melahirkan kemurkaan Allah. Allah SWT berfirman, “Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya.” (QS Al-Isra: 34).

M

Bupati beserta Pejabat Dinas Pendidikan pada saat perpisahan Kepala Sekolah SMAN 1 Bengkayang. Foto Mujidi/Borneo Tribune

Kepala Sekolah SMAN 1 Berganti Borneo Tribune, Bengkayang 240 siswa yang bersekolah di SMAN 1 Teriak merasakan kesedihan mendalam karena harus ditinggalkan kepala sekolah dan enam orang dewan guru lainnya karena dimutasi atau dipindahtugaskan ke tempat lain. Kamis (10/10), 240 siswa mulai dari kelas 10-12 berkumpul pada satu aula yang telah dipersiapkan oleh panitia. 240 siswa ini duduk bersama dewan guru lainnya untuk mengikuti serah terima jabatan kepala sekolah. Bukan hanya para siswa

dan dewan guru, serah terima jabatan kepala sekolah tersebut dihadiri langsung Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang Dr. Yan, beserta beberapa pejabat yang ada di Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang. Semenjak berdiri pada tahun 2007, SMAN 1 Teriak dipimpin oleh Yosefus Welly. Kurang lebih 5 tahun menjadi kepala sekolah, banyak hal positif yang telah dicapai termasuk predikat akreditasi B un-

tuk sekolah itu. Setelah lima tahun, karena ada kebijkan mutasi dari Dinas Pendidikan, Yosefus pun digantikan oleh Dedi Luasa. Dedi sebelumnya dipercaya sebagai kepala sekolah SMAN 1 Sungai Betung yang baru berdiri pada tahun 2011. “Selanjutnya saya dipercaya untuk menjabat sebagai kepala sekolah SMAN 3 Bengkayang. Menurut saya ini bukan hal yang luar biasa. Ini adalah sesuatu yang biasa dan wajar untuk kami yang berstatus sebagai pegawai negeri,” kata Welly. (Mu)

Tinjau Lokasi

Dishubkominfo Kaji Arus Jual Beli di Pasar Pagi Borneo Tribune, Singkawang Tim gabungan yang terdiri dari Dishubkominfo, UPT Pasar, Sat Pol PP, dan Polres Singkawang, Kamis (10/10) pagi, melakukan peninjauan kondisi jalur sekitar komplek pasar pagi yang berada di Jalan Bawal. “Tujuan kita datang ke sini, hanya mencari alternatif dan solusi agar terciptanya keseimbangan arus jual beli yang terjadi di sekitar komplek pasar pagi ini,” ujar Kepala Dinas Hubkominfo, Sumastro, di sela-sela peninjauan berlangsung. Menurutnya, kondisi pasar pagi yang terjadi selama ini terlihat semeraut, lantaran banyak para PKL yang berjualan memakan separo badan jalan. Sementara kendaraan bermotor selalu lalu lalang di sekitar tempat mereka berjualan. “Memang mau menatanya tidaklah gampang. Apalagi ini sudah bertahun-tahun. Makanya, kita datang ke lokasi, dengan tujuan mencari alternatif yang paling mungkin agar tercipta keseimbangan arus jual beli,” ujarnya. Namun yang menjadi beban Sumastro, apakah rencana penataan ini bisa dite-

rima oleh masing-masing pihak, yakni antara PKL maupun Juru Parkir. “Ini nanti akan kita sosialisasikan dulu kepada mereka,” ungkapnya. Sementara Kepala UPT. Pasar Singkawang, Darwis menambahkan, sebenarnya pedagang yang berjualan di badan Jalan Bawal ini, adalah pedagang pemula. “Kalau kita masukkan mereka ke Blok A, sepertinya masyarakat (pembeli) kurang berminat, dan enggan masuk ke dalam. Ini yang kita pikirkan, bagaimana untuk penataannya,” ujar Darwis. Katanya, berdasarkan pemantauan tinjau di lokasi, selanjutnya mereka akan mengundang PKL dan Juru Parkir untuk bersama-sama mencarikan solusi yang terbaik. “Bukan berarti kita mau memindahkan, tetapi kita hanya menata mereka sehingga arus lalu lintas di sekitar komplek pasar pagi ini bisa lancar, dan kelihatan rapi,” ujarnya. Darwis juga mengingatkan kepada PKL yang menggunakan sarana gerobak khususnya yang berjualan pada malam hari, usai berjualan diharapkan gerobak tersebut

Suryadi, mantan kepala desa Setia Budi yang sudah menjabat selama dua periode menjadi pimpinan desa mendukung pengajuan asosiasi kades tersebut. Katanya pemberian santunan kepada mantan kades sudah seharusnya mendapat anggaran dari pemda sebagai upaya meminimalisir

kecemburuan sosial antara kades lama dan baru. “Kalau Zaman pemerintahan sebelumnya, setiap kades yang sudah non-aktif diberikan santunan, kalau pemerintah sekarang belum ada, karenanya kami mohon untuk diperhatikan,” tambah Leonardus Agus, mantan kades Tirta Kencana. (Mu)

Cara mendidik Anak Ala Rasulullah (3)

Tarian Kolosal Siap Meriahkan Pesparawi VII Penata Tari, Asisten Penata Tari, Instruktur dan Pemain Music. “Para penari tersebut sudah mulai berlatih sejak 1 September kemarin. Jika Tuhan menghendaki, tarian kolosal sudah siap memeriahkan event Pesparawi nanti,” ujar Libertus, Ketua Umum Pesparawi VII Tingkat Provinsi Kalbar. Dikatakan Libertus, acara tersebut akan melibatkan 14 Kontingen Kab/Kota seKalbar, dengan jumlah peserta sebanyak 2106 orang yang akan berlomba dalam 11 cabang, dengan rincian 6 cabang lomba Paduan Suara, 4 cabang lomba Solis dan 1 cabang lomba Vokal Group. Sementara untuk acara perlombaan itu, kata Libertus, akan digelar di dua tempat, yaitu di Balairung Kantor Walikota Singkawang untuk lomba Paduan Suara, dan di Aula Lumbung Hotel Dangau untuk lomba Solis dan Vokal Group. Diperkirakan, lanjut Libertus, pada saat pembukaan maupun penutupan nanti akan di buka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Barat di GOR Kridasana Singkawang. (RH)

6

Tim gabungan, Kamis (10/10) pagi, melakukan peninjauan kondisi jalur di sekitar komplek pasar pagi yang berada di Jalan Bawal / Foto Rudi Borneo Tribune

dibawa pulang. Hal ini ditegaskan Darwis, karena kerapian dan keindahan di dalam kota ini, merupakan

perwujudan sebagai penilaian Adipura. “Memang sich hanya beberapa gerobak saja yang masih ditinggal, namun

kita hanya meminta pengertian kepada yang punya gerobak untuk mau membawanya pulang,” harapnya. (RH)

• Mendahulukan Kepentingan Orang Lain Ikhlas berkorban dan mendahulukan kepentingan orang lain termasuk dalam perbuatanperbuatan yang utama dalam ajaran Islam. Sikap ini terimplementasi dalam bentuk mencintai orang lain, melayani kebutuhan kaum mualimin, berkorban demi kepentingan mereka, dan memiliki keyakinan bahwa ikatan persaudaraan dalam Islam dan mendahulukan kepentingan sesama saudara mualim merupakan akhlaq mulia. Oleh karena itu marilah bersegera melaksanakan perbuatan wajib demi mendapat ridha Allah SWT tanpa harus menunggu ucapan terima kasih. Dan mulailah mendahulukan kepentingan orang lain, karena sifat itu dapat membebaskan seorang mualim dari sifat egois. Allah SWT berfirman, “Dan mereka mengutamakan (orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan spa yang mereka berikan itu. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang yang beruntung.” (QS Al-Hasyir: 9). Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah beriman seseorang sebelum mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.” Mari kita ajarkan kepada anak-anak kita untuk berkasih sayang dengan sesama, terutama kepada orang-orang lemah dan tertindas. Tidak merendahkan atau menyakiti, apalagi mencela mereka. Hendaklah kita selalu bersikap lemah lembut kepada makhluk Allah yang lain. Kasih sayang akan mendatangkan cinta dan menyatukan hati. Sikap keras hanya akan memisahkan hati dan menumbuhkan kebencian. Marilah kita membiasakan diri untuk meminta maaf kepada orang lain, memberikan pertolongan dan manfaat untuk sesama dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri tauladan. Allah SWT berfirman, “Dan dia termasuk orangorang yang beriman dan sating berpesan untuk berkasih sayang….” (QS Al-Salad 17). Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa tidak mengasihi, maka tidak akan dikasihi.” (HR Bukhari Muslim).

• Suci Diri Islam adalah agama yang mengajarkan kebersihan. Islam sangat menganjurkan kepada setiap individu mualim agar selalu menjaga kebersihan badan, pakaian, dan tempat tinggal masingmasing. Seorang mualim hendaknya menyucikan diri dari najis dan kotoran yang menempel pada pakaian atau badan, karena ketika menghadap Allah SWT seseorang diharuskan bersuci. Ajaran Islam menganjurkan mempergunakan pakaian yang bersih dan yang terbaik untuk bersujud menghadap Allah SWT. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku, dan sapulah kepalamu, dan basuhlah kakimu sampai dengan kedua mata kaki; dan jika kamu junub, mandilah.” (QS AI-Maidah: 6). • Pemaaf Sifat utama lain yang kita ajarkan kepada anak-anak adalah murah hati, pemaaf, dan berani karena benar. • Pengetahuan ihwal Akhlaq yang Buruk Kita juga harus memberi tahu kepada anak-anak kita ihwal akhlaq yang buruk. Diharapkan dengan pengetahuan itu anak-anak bisa menghindar dari hal tersebut. Sifat yang jelek itu seperti ghibah atau ngerumpi, yakni membicarakan keburukankeburukan saudaranya sesama mualim dan orang yang dibicarakan itu tidak ada di hadapannya. Perbuatan ghibah itu bisa dalam bentuk perkataan, perbuatan, isyarat, ataupun sindiran. Kemudian namimah, yaitu perbuatan seseorang yang menukil perkataan seseorang dan kemudian menyampaikannya kepada orang lain dengan tujuan mengobarkan api permusuhan di antara kedua orang tersebut. Akhlaq tercela lainnya seperti riya’, hasad, ucapan keji, sombong, penyindir, pemalas, marah, kikir, bohong, tamak. Mereka yang berakhlaq baik biasanya hatinya akan dicondongkan kepada ajaran agama. Mudah bagi mereka menerima nasihat, dan selalu melakukan evaluasi diri. Anak-anak yang tumbuh di tengah keluarga yang istiqamah mengerjakan perintah Allah SWT dan menghindari larangan-Nya insya Allah akan selalu dituntunNya dalam pendidikan dan kasih sayang-Nya. Itulah tadi salah satu contoh kisah teladan Cara mendidik Anak Ala Rasulullah dan jawaban Bagaimana cara Rasulullah mendidik anaknya agar menjadi baik dan benar? yang akan sangat baik bila kita mengambil nilai-nilai positif dari kisah tersebut. Semoga dapat bermanfaat positif bagi anda yang Kisah Teladan ini. sumber:http://zaenal.blogspot.com


Jumat, 11 Oktober 2013

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Baru 60 Persen Tanah Wakaf Miliki Sertifikat

Haji Mudjazie Bermawie. FOTO Ya’ Syahdan / Borneo Tribune Borneo Tribune, Ngabang Kepala Kantor Kemenag Landak, H. Mudjazie Bermawie mengatakan baru 60 per sen tanah wakaf di Landak yang memiliki sertifikat. Karena itu, Kemenag akan terus berupaya agar sertifikasi tanah wakaf dapat diselesaikan. “ Kita terus berupaya untuk meminimalisir adanya tanah wakaf yang belum memiliki sertifikat tanah dengan mengusulkan kepada Pusat untuk menambah dana di DIPA Kantor Kemenag Landak. Artinya, kita minta agar Pusat lebih banyak mengalokasikan dana di DIPA Kantor Kemenag Landak untuk penambahan dana mensertifikatkan tanah wakaf,” ujar Mudjazie di Ngabang. Mudjazie mengakui, untuk saat ini penyediaan anggaran guna mensertifikatkan tanah wakaf tersebut memang sangat terbatas. Bahkan, setiap tahunnya hanya berkisar antara Rp. 8 juta sampai Rp. 10 juta. ”Kalau kita hanya melihat kondisi dana yang terbatas itu, kemungkinan saja upaya kita untuk mensertifikatkan tanah wakaf tersebut akan membutuhkan waktu selama 10 atau 12 tahun ke depan akan terselesaikan,” katanya. Upaya lainnya tambah Mudjazie, Kantor Kemenag Landak tetap mendorong pihak yang diwakafkan tersebut seperti lembaga keislaman, untuk mengurus sendiri sertifikat tanahnya di Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan dana dari lembaga itu sendiri. “Dana tersebut bisa saja diminta dari dana umat seperti kepada para dermawan. Dengan demikian kita harapkan sumber dana untuk kepengurusan sertifikat itu ada yang dari Pemerintah lewat DIPA Kemenag dan ada dari kemandirian masyarakat itu sendiri,” kata Mudjazie yang didampingi Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Landak, Mardani. Mudjazie juga mengatakan berdasarkan data dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Landak, kurang lebih dari 160 lokasi tanah wakaf di Landak dengan luas kurang lebih 5.600 meter persegi, sekitar 40 persen tanah wakaf tersebut belum mempunyai sertifikat kepemilikan tanah. Bahkan, ada tanah wakaf yang tidak disertai dengan bukti otentik kepemilikan yang sah seperti Surat Keterangan Tanah (SKT) maupun bukti lainnya. Namun demikian, Kantor Kemenag Landak tidak menutup mata dengan hal tersebut. Berbagai cara sudah dilakukan instansi tersebut. Salah satunya yakni dengan menggelar sosialisasi Undang-undang wakaf yang digelar Selasa (8/ 10) di aula penginapan Karunia Ngabang. Sosialisasi yang menampilkan nara sumber dari Kanwil Kemenag Kalbar ini diikuti para penyuluh agama Islam dan nazir wakaf. (syah)

Razia kelengkapan kendaraan, dalam upaya tekan Lakalantas, oleh Satlantas Polres Landak . FOTO Istimewa

12 Pengendara Sepeda Motor Terjaring Razia Borneo Tribune, Ngabang Poslantas Ngabang melakukan razia kendaraan bermotor Rabu (8/10) lalu. 12 pengendara sepeda motor terjaring. Kasatlantas Polres Landak AKP Bagus Nyoman GJ, kepada wartawan di Ngabang mengatakan, razia yang dilakukan adalah dalam rangka menekan angka kecelakanan lalulintas. Sementara itu razia yang dilakukan, (8/10) di depan Poslantas Ngabang adalah

juga dalam rangka menekan angka kecelakaan lalulintas yang sering terjadi di wilayah Kabupaten Landak. Dia menuturkan, 12 pengendara yang terjaring razia tersebut, dikarenakan tak melengkapi perlengkapan berkendara seperti surat-surat ijin mengemudi dan surat identitas kendaraan serta perlengkapan standar berkendaraan. ” Yang tidak lengkap kita kenakan sanksi tilang, seka-

ligus kita kembali mengingatkan masyarakat untuk menggunakan helm standar yang berstandarkan SNI, ini upaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas,”ujarnya. Ia menambahkan bahwa pada bulan Oktober 2013 ini akan digencarkan Gerakan Nasional pelopor keselamatan berlalu lintas, sebagai upaya tekan angka kecelakaan lalu lintas. ”Nantinya pada kegiatan gerakan nasional pelopor ke-

selamatan ini, kita akan melibatkan Pemerintah daerah juga,” kata Kasatlantas. Imbauan yang disampaikan oleh Kasatlantas Polres Landak juga berkaitan dengan terjadinya kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor dengan dumptruk pada Senin (7/10) pagi sekitar pukul 07.40 WIB di jalan raya Ngabang-Pontianak KM 91 Dusun Liansipi Desa Mandor. ”Nikodimus si pengendara

sepeda motor Yamaha Vixion KB 5435 BI meninggal dunia dengan luka parah di kepala setelah bertabrakan dengan Dump Truck KB 9837 HU,”ujar Bagus. Dikatanya mereka menduga luka parah pada kepala yang dialami akibat berbenturan dengan dump truk. “Untuk sementara dugaan kita, si pengendara tak menggunakan helm saat berkendara atau pun helm yang dipakai terlepas,” terangnya. (Syah)

Kepala Badan, BP4K, Paiman, melakukan penyuluhan dengan memperagakan peralatan pertanian. FOTO Dokumen BP4K.

BP4K Intensifkan Penyuluhan Lewat Peragaan Peralatan Petanian Borneo Tribune, Ngabang Badan Penyuluh Pertanian Perkebunan Perikanan dan Kehutanan (BP4K) dengan intensif melakukan penyuluhan di setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Landak. Penyuluhan di-

KEHILANGAN STNK KB 3515 LF NR: MH31S7006AK570757 NM: 1S7-571038 A/N DARMO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

dukung dengan memperagakan peralatan pertanian, penggunaan pupuk, penggunaan obat-obatan, lebih efektif dan dapat menyentuh kepada sasaran yang dituju, yaitu menjadikan petani lebih mengerti cara mengelola lahan pertanian sehingga menghasilkan panen yang menguntungkan. Hal itu dikatakan Kepala BP4K, Paiman, Rabu, (9/10), di Ngabang. Paiman, kepada wartawan di Ngabang mengatakan, bahwa masyarakat sangat antusias mengikuti dan

mendengarkan informasi baik yang disampaikan oleh petugas PPL, pengusaha pengadaan pupuk, dan obatobatan. Sehingga di luar dugaan, dengan dana simultan yang minim dapat menghasilkan pendapatan yang lebih baik ketimbang dari sebelumnya. “ Ini merupakan anugrah, dan kita secara terus menerus melaksanakan penyuluhan dengan memperagakan peralatan petanian, memperagkan penggunaan pupuk dan obatobatan, karena memang cara

ini tampak lebih menghasilkan dan lebih efektif. Pada semua Kecamatan kita lakukan. Dan ini juga merupakan salah satu upaya untuk lebih menyakinkan kepada para petani kita bahwa betani itu lebih menguntungkan dimana satu hektar bisa menghasilkan gabah 10 ton untuk satu kali musim panen. Dan bisa kita bayangkan bagaimana kalau satu tahun bisa dua kali panen, maka hasilnya akan lebih banyak lagi, “ ucapnya. Dengan tetap memotivasi para petani maupun masya-

rakat agar mempertahankan lahan pertanian, jangan mengalih fungsikan lahan pertanian kepada tanaman keras seperti sawit, karena itu akan merusak struktur tanah dan menyedot air sehingga sawah menjadi kering. “ Tetap pertahankan lahan pertanian, kelola dengan baik, dan kami dari penyuluhan siap setiap saat mendampingi bapak-bapak/ ibu-ibu yang memerlukan bantuan untuk informasi tentang tatacara betani yang baik dan menguntungkan, “ paparnya. (Syah)


Sekadau Borneo Tribune

Jumat, 11 Oktober 2013

Gugatan Pilkades Desa Merbang

Thomas: Tidak Benar Kami Setuju Pemilihan Ulang Borneo Tribune, Belitang Hilir Calon Kandidat Kepala Desa Merbang, Thomas Syierni mengklarifikasi pemberitaan di media massa Rabu (9/10) bahwa akan dilakukan pemilihan ulang Pilkades Desa Merbang, di TPS 05 Empetai. Menurut Thomas, pernyataan warga Merbang, Ignasius Dibas, dimedia massa keluru informasi. Warga Desa Merbang Igansius Dibas Rabu (9/10) mengatakan kelima kandidat setuju dilakukan pemilihan ulang di TPS 05 Empetai pada Jumat hari ini (11/10). “Di Koran kemarin mengatakan kami ber Thomas Syierni. FOTO bagus Kosminto/Borneo Tribune lima kandidat menyetujui pemilihan ulang di TP 05 Dusun Empetai, Desa Merbang. Saya ingin meluruskan informasi ini keliru,” tegasnya dijumpai di Sekadau, Kamis (10/10). Thomas yang ikut mencalonkan diri di Bursa Pilkades Desa Merbang, mengaskan dirinya tidak ada ikut dalam kesepatan pemilihan ulang di TPS 05 Empetai, karena memang belum ada kesepakatan yang dibuat oleh panitia Pilkades yang saat ini diserahkan penuh ke BPD. “Memang TPS 05 Empetai ini sempat diigugat salah satu calon yang tidak menerima hasil pemilihan tanggal 5 oktober. Kalau saya pribadi menerima kekalahan saya. Saya nyatakan belum ada kesepakatan kepada kami ber lima minta Pilkades ulang,” jelasnya sembari mengajak lebih dewasa dalam menyikapi Pemilu yang demokratis. Warga barak Begong sudah terdaftar pada daftar pemilih sementara (DPS) legislatif 2014. dasar kerja panitia meneliti DPS Pilkades dan ditetapkan menjadi DPT Pilkades Merbang. Di Desa merbang ada 1.361 jumlah pemilih, yang ikut dalam pencoblosan Pilkades sebanyak 1.251 suara sah dan suara tidak sah 11 suara. Data DPT 05 tedapat 186 yang ikut memilih pilkades 184. Sementara itu Ketua Panitia Pilkades Desa Merbang Heriyanto via telepon Kamis menjelaskan (10/10), sidang Pleno sudah dilakukan, kemarin (9/10) menyampai perolehan suara ke BPD Desa Merbang dan tidak ada masalah seperti di pemberitaan di media massa, namun saat pleno perolehan suara tidak semua dihadiri kandidat Cakades. “Saya dalam hal ini sebagai PJ Kades informasikan kalau BPD Sabtu (12/10) mengundang 5 kandidat calon kepala desa, 6 ketua KPPS, 2 orang Kadus yakni Kadus Merbang dan Kadus Resak Balai, dan panitia Pilkades Merbang serta 11 orang Ketua RT, dan tak ketinggalan tokoh agama juga tokoh masyarakat untuk menindaklanjuti hasil perolehan suara Pilkades Desa Merbang tahun 2013,” ungkap Yanto yang juga menjabat sebagai sekretaris Desa Merbang. Menurut Yanto, mengenai pemilihan ulang tidak ada. Pihak Desa, katanya sudah menghubungi Pemkab Sekadau lewat, PM Kesebang Pemdes dan Pihak Kecamatan Belitang Hilir terkait gugatan satu kandidat yang ingin melakukan pemilihan ulang. “Saran dari panitia kabupaten di PM Kesbang Pemdes dan Pihak Kecamatan supaya perolehan suara disampaikan kepada masyarakat merbang. Karena wewenang Panitia Pilkades sudah diserahkan kepada BPD jadi mereka lah nanti yang akan menyampaikan data-data perolahan suara,” jelasnya. Terkiat gugatan satu kandidat Kades soal dugaan kecurangan di TPS 05 Empetai, Yanto mengatakan panitia sudah bekerja sesuai dengan prosedur sesuai dengan data DPS, dan mengolah data menjadi daftar pemilih tetap DPT. “Karena warga pendatang di barak Begong, Dusun Empetai sudah memiliki keterangan Domisili penduduk yang diterbitkan Desa, maka mereka juga otomatis mendapatkan hak pilih. Jadi saya katakan bahwa tidak ada penambahan data pemilih,” paparnya. (Mto).

Petani Akan Terima Benih Unggul Bersubsidi Borneo Tribune, Sekadau Masyarakat petani di Sekadau akan mendapat benih padi unggul bersubsidi dari Pemerintah. Kabar ini disambut baik sejumlah petani mewakili kelompok tani di seluruh Kecamatan di Kabupaten Sekadau. Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sekadau, sudah mensosialisasikan proses distribusi bibit padi unggul kepada para petani yang tergabung dalam Gabungan kelompok tani (Gapoktan) di wilayah Kabupaten Sekadau. Puluhan petai hadir dalam kegiatan yang dipusatkan di gedung Kateketik, Kamis kemarin (10/10). Agenda itu dihadir lansung Sekretaris Distankannak Aswen Saragih, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distankannak Sekadau Yohanes Komoy,KasiPeningkatan Produksi Hermanto, serta narasumber Pitrajaya Sumantri, Kabid Bina Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Propinsi Kalbar, perwakilan BUMN PT. Pertani, serta sejumlah aparat TNI. Kepala Dinas Pertaninan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sekadau, yang diwakilkan Sekretaris, Aswen Saragih, mengimbau agar mentri tani menyampaikan kabar baik tersebut ke petani. Sehingga dengan adanya infor-

masi tersebut, petani di Daerah menindaklanjuti dengan membuat usulan benih padi unggul dari Pemerintah. “Kita harapkan kesempatan ini dimanfaatkan betul-betul oleh petani,” imbaunya. Aswen berharap kesempatan tersebut menjadi motivasi para petani meningkatkan produksi padi per tahun. “Sehingga dengan demikian, petani kita semakin terpacu meningkatkan hasil produksi per tahun,” timpalnya. Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distankannak Sekadau Yohanes Komoy mengatakan, program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) sudah dikembangkan di Sekadau sejak tahun 2008 lalu untuk menggenjot produksi padi. Namun, selama beberapa tahun terakhir, Poktan difasilitasi benih dari hasil hibah dalam jumlah terbatas. Tahun 2013 ini, sejumlah Gapoktan akan difasilitasi untuk memperoleh benih subsidi dari Pemerintah sesuai dengan kebutuhan masing-masing Poktan. “Dengan adanya subsidi benih ini, diharapkan Poktan dapat meningkatkan produktitivitas pertanian,” kata Komoy kepada sejumlah wartawan. Mekanismenya, masing-masing Poktan membuat daftar

Sosialisasi distribusi benih unggul di Kateketik Sekadau, Kamis (10/10).// Foto Bagus Kosminto/ Borneo Tribune usulan benih yang dibutuhkan untuk pengembangan produksi. Daftar usulan itu kemudian akan menjadi bahan pengajuan kepada pihak ketiga yang melibatkan BUMN yakni PT Pertani. Distankannak juga menggandeng pihak TNI untuk melakukan pembinaan kegiatan tersebut. “Kita berharap pihak TNI bisa membantu dalam pembinaan kegiatan ini,” ucap Komoy. Kabid Bina Produksi Tanam-

an Pangan Dinas Pertanian Propinsi Kalbar, Pitrajaya Sumantri mengungkapkan peningkatan produksi pertanian Kabupaten Sekadau dari tahun ke tahun menunjukkan grafik yang menggembirakan. Bahkan, tahun ini Sekadau memperoleh predikat terbaik kedua se-Kalbar dalam peningkatan produksi.“Benih subsidi dimulai pelaksanaannya tahun ini. Kita berharap peningkatan produksi pertanian Kabupaten

Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

Kedatangan para PKL dikawal ketat kepolisian di gedung DPRD Sekadau.// FOTO Bagus Kosminto/ Borneo Tribune

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

Sekadau terus berkembang,” katanya. Pitrajaya, mengatakan proses distribusi bibit benih unggul kepada Gapoktan dilakukan dengan adanya pendataan dan usulan. “Jadi distribusi benih sampai ke Daerah dan kelompok tani itu harus berdasarkan DUPBB (Daftar Usulan Pemberian Benih Bersubsidi). Karena itu pendataan dan usulan sangat penting dilakukan,” tandasnya. (Mto).

Puluhan PKL Sampaikan Aspirasi ke Dewan

INFO BANK BNI 46

8

Pedagang datangi gedung DPRD Sekadau, menyampaikan aspirasi penolakan relokasi Kamis (10/10).// FOTO bagus Kosminto/Borneo Tribune

Borneo Tribune, Sekadau Puluhan Pedagang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pedagang Kaki Lima dan Asongan (FKPKLA) Kabupaten Sekadau mendatangi kantor DPRD Sekadau, Kamis pagi (10/10). Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait rencana relokasi ke pasar Plamboyan II. Para pedagang ini diterima langsung Ketua DPRD Sekadau, Aloysisus, didampingi Wakil Ketua DPRD Sekadau, H Isnaini. Mereka melakukan dialog di ruang rapat utama DPRD Sekadau yang dihadiri juga sejumlah anggota dewan dari lintas Komisi yang ada di DPRD Sekadau. Kedatangan para pedagang itu dikawal ketat puluhan aparat kepolisian dari Polres Sekadau. Kabag Ops Polres Sekadau, Kompol Rachmat Tri Haryadi bahkan ikut terjun langsung melakukan pengawalan. “Kita tetap pada keputusan rencana relokasi yang akan dilakukan Pemkab Sekadau, dalam hal ini Dinas Perindagkop dan UKM,” tegas M Supardi, Koordinator FKPKLA Sekadau kepada wartawan usai pertemuan. Penolakan rencana relokasi itu, kata Supardi, didasari berbagai asalan. Yang paling utama adalah tempat relokasi yang baru di pasar Plamboyan II sangat tidak layak untuk dijadikan lokasi berjualan karena ukuran lapaknya sempit. “Ada aspek-aspek tersentu yang harus menjadi perhatian. Terutama kenyamana berusaha. Lapak baru di pasar Plamboyan II kami rasakan tidak nyaman. Akses untuk masuk ke pasar tidak lelusa. Areal parkir juga tidak memadai,” ujarnya. Diakui Supardi, DPRD Sekadau menyambut baik kedatangan mereka. Dewan, kata Supardi, juga memberi lampu hijau bahwa untuk saat sekarang relokasi sebaiknya tidak dilaksankan. “Kita minta dewan tetap komitmen dengan hasil pertemuan tadi. Kita minta dewan untuk memperjuangkan nasib kita,” pinta Supardi. Juru Bicara FKPKLA, Yosep Morris, juga mengapresiasi sikap dewan. Menurutnya, alasan pemerintah merelokasi PKL di bantaran Sungai Kapuas Pasar Sekadau karena dianggap menyebab Kemacetan, sangat tidak logis. “Daerah kita jualan itu tidak macet. Yang macet justru di dekat masjid Al-Falah karena banyak pedagang asongan yang jualan disana. Harusnya mereka ini lah yang diprioritaskan untuk direlokasi, bukan kita yang sudah bangun lapak semi permanen,” tandas Morris. Ketua DPRD Sekadau, Aloysisus Agek berjanji untuk menindaklanjuti aspirasi para pedagang. “Kita akan bicarakan lebih jauh terhadap tuntutan pedagang ini dengan Diperindagkop,” katanya. Sampai sore, DPRD Sekadau masih mengadakan pertemuan dengan Kepala Diperindagkop dan UKM. Inti pertemuan membahas soal rencana relokasi yang masih menuai pro dan kontra dari pedangang. Hasil pertemuan belum diketahui. (Mto).

Investor Harus Andil Rawat Fasilitas Umum Borneo Tribune, Sekadau Investor yang melakukan penanaman modal di wilayah Kabupaten Sekadau, terutama yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, diminta untuk lebih peduli akan sarana prasarana umum di areal investasi masing-masing. Hal itu diungkapkan anggota komisi B DPRD Kabupaten

Sekadau, Harison, kemarin. Fasilitas umum dimaksud seperti jalan, jembatan, tempat ibadah, serta fasilitas umum lainnya yang ada di sekitar areal investasi. “Investor harus menunjukkan itikad investasi yang peduli akan keadaan di lingkungan areal investasinya,” kata Harison.

Investor sebagai mitra pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat diminta tidak hanya sekedar mencari profit semata ketika berinvestasi di Sekadau. Lebih dari itu, investor diharapkan bisa lebih peka akan masyarakat di sekitar. Karena, kata Harison, salah satu persyaratan investasi adalah bersedia

memperhatikan kesejahteraan masyarakat. “Kita minta investor betulbetul peduli dengan masyarakat sekitar. Jangan sampai muncul anggapan investor hanya mengeruk keuntungan saja tanpa mau memperhatika kesejahteraan masyarakat,” tegas Harison. Tak hanya itu, perusahaan

turut diminta untuk lebih mengutamakan tenaga kerja lokal dalam perekrutan karyawan. Hal itu dimaksudkan agar tidak muncul kecemburuan sosial dari warga setempat. “Ini penting diingat. Dalam rekrutmen karyawan usahakan tenaga kerja lokal lebih diprioritaskan,” pintanya. (Mto).


Jumat, 11 Oktober 2013

Sintang-Melawi

Aksi Solidaritas Mahasiswa UPB untuk Akil Mochtar Rektor: Hormati Azas Praduga Tak Bersalah Borneo Tribune, Pontianak Ratusan mahasiswa dan alumni Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, melakukan aksi solidaritas terhadap dugaan kasus kriminalisasi terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif, Akil Mochtar terkait ditemukannya tiga linting ganja serta dua buah pil sabu oleh penyidik KPK saat melakukan penggeledahan di ruang kerja Akil, beberapa waktu lalu. Aksi solidaritas yang dilakukan oleh mahasiswa bersama para alumni UPB Pontianak, yang digelar di depan Auditorium UPB, Kamis (10/10), pukul 11.00 WIB tersebut untuk mendesak Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi untuk menghadirkan penyidik dari KPK di dalam sidang kode etik MK terhadap kasus narkotika di ruang kerja Ketua MK. Aktivis mahasiswa UPB Pontianak, Cahyo mensinyalir bahwa kasus yang sedang mendera Akil Mochtar merupakan skenario politik tingkat tinggi alias high level politic menjelang pelaksanaan pesta

Aksi Solidaritas Akil Mochtar, ratusan mahasiswa dan alumni Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak menggelar aksi demonstrasi solidaritas untuk Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif, Akil Mochtar, di Kampus Kuning UPB Pontianak, Kamis (10/10). Mereka mendesak agar semua pihak bisa menghormati azas praduga tak bersalah dan tidak membuat opini publik yang menyudutkan Akil Mochtar. FOTO: Andry/Borneo Tribune akbar demokrasi Pemilu Legislatif (Pilegs) serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI 2014. “Saya mensinyalir bahwa kasus ini merupakan konspirasi politik tingkat tinggi atau yang dikenal dengan sebutan high level politic. Kami harap Bang

Akil Mochtar tetap tegar di dalam menjalani proses hukum yang sedang berjalan. Dan saya minta kepada semua pihak untuk tetap menghormati Presumption of Innocence. Adalah asas dimana seseorang dinyatakan tidak bersalah sampai pengadilan menyatakan bersa-

lah,” tegas Cahyo. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa Fakultas Hukum UPB tersebut mengharapkan, supaya media massa maupun elektronik serta media online bisa melakukan pemberitaan yang berimbang terkait kasus yang saat ini sedang

mendera Akil Mochtar. “Kami minta pemberitaan terhadap kasus Bang Akil Mochtar bisa dilakukan secara objektif serta berimbang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik,” lugasnya.

Curanmor Hantui Warga Melawi Kapolres: Masyarakat Harus Waspada

Borneo Tribune, Nanga Pinoh Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kabupaten Melawi belakangan terakhir sedang dalam kondisi marak-maraknya. Bahkan kasus pencurian kendaraan bermotor tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan saja, namun sudah merambah ke lingkungan pedesaan dan sekitarnya. Para pelaku curanmor biasanya memanfaatkan kelengahan para pemilik motor dan masyarakat. “Kita mengimbau agar masyarakat, terutama di Belimbing, waspada rawan curanmor. Sebab pelaku curanmor melakukan aksinya tidak ha-

Iptu Aang Permana. Foto Eko Susilo/Borneo Tribune

nya ada keinginan, namun juga karena ada kesempatan nyang diakibatkan kelengahan. Kita berharap masyarakat menyimpan kendaraan di tempat yang aman dan dengan kunci ganda,” ungkap Kapolsek Belimbing, Iptu Aang Permana. Aang menerangkan, pelaku curanmor tidak hanya melakukan aksi pencurian pada malam hari saja, namun bisa saja melakukan aksinya pada siang hari. Biasanya pelaku curanmor memanfaatkan orang-orang yang lengah akan kendaraannya. Misalnya, membiarkan kuncinya menggantung di kontak sepe-

da motor mereka. “Maka dari itu, tidak hentihentinya kami mengimbau agar masyarakat tetap terus waspadai. Terlebih saat ini marak-maraknya curanmor. Seperti yang terjadi di Belimbing saat ini. Namun banyak pula korban pencurian yang diam-diam saja, tidak mau melaporkan. Padahal melaporkan pencurian sama artinya membantu pihak kepolisian. Sebab tempat kejadian akan dipetakan sebagai wilayah rawan curanmor,” jelasnya. Aang juga minta masyarakat berhati-hati terkait dengan rawannya kecelakaan lalu lintas. Selain agar

mewaspadai curanmor, masyarakat juga kita minta untuk mematuhi rambu dan petunjuk lalu lintas yang ada. “Saya juga ingin sampaikan kepada masyarakat, sekarang sedang ada proyek perbaikan jembatan di wilayah Jalan Pinoh–Sintang, dimana di musim hujan licin dan adanya tumpukan material di bahu jalan. Untuk itu masyarakat berhati hatilah dan kurangi kecepatan. Patuhi rambu dan petunjuk yang ada. Jadilah polisi bagi diri sendiri dan di mulai pada lingkungan sendiri,” harapnya. (eko)

Borneo T Tribune Sementara itu, Tama, aktivis mahasiswa UPB lainnya menambahkan, kasus kriminalisasi serta Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK terhadap Akil Mochtar dinilai sebagai suatu kasus titipan. “Artinya, KPK melakukan hal tersebut adalah untuk menutup kasus-kasus besar lainnya yang lebih besar nominalnya. Seperti kasus Century, Hambalang dan sejumlah kasus lainnya dengan menumbalkan Akil Mochtar. Dengan tudingan pemakaian narkoba yang pada akhirnya tidaklah terbukti,” tudingnya. Tak hanya itu, Tama juga mendesak Profesor Mahfud MD dan Professor Jimly Asshiddiqie untuk segera mencabut pernyataan terkait hukuman mati terhadap yang disangkakan pada Akil Mochtar dalam kasus narkoba dan suap yang belum terbukti,” tegas Tama. Sementara itu, aktivis mahasiswa Fakultas Ekonomi UPB Pontianak, Wahyudi mengaku geram dengan pemberitaan dari sejumlah media yang terkesan menyudutkan kampusnya terkait kasus yang mendera alumni UPB Pontianak yang sekaligus Ketua MK nonaktif Akil Mochtar. “Tegas saya katakan bahwa kampus UPB Pontianak adalah kampus tempat menuntut ilmu serta mencetak calon generasi penerus bangsa yang notabene sebagai calon pemimpin bangsa dan negara di masa mendatang. Banyak alumni kami yang selama ini telah melakukan pengabdian kepada bangsa dan negara ini. Baik di jajaran legislatif, eksekutif maupun yudikatif. Jadi jangan sekalikali diskriditkan kampus kuning,” ingat Wahyudi yang akrab disapa Pak Andak. Sementara itu, Rektor UPB Pontianak, Dr. Ir. Rahmadtulah Rizieq, M.Si menyatakan, pihaknya tentu sangat prihatin dengan adanya kasus yang menimpa salah satu alumni terbaik UPB Pontianak. Ia pun mengaku sangat terkejut dan shok atas penangkapan tersebut. “Tapi kami serahkan lagi kepada pihak yang menangani proses hukum beliau dan tentu saja kami selalu menghormati azas praduga tidak bersalah,” ucap Rektor UPB. Sementara itu, salah seorang alumni UPB Pontianak, Mulyadi mengharapkan, kepada Majelis Kode Etik Mahkamah Konstitusi untuk terus melakukan sidang kode etik. Menurutnya, aksi solidaritas ini dilakukan bukanlah untuk membela koruptor atau pun melindunginya. “Kami ingin hukum ditegakan secara adil dan benar. Ten-

9

tunya kami juga berharap Majelis Kehormatan MK dapat menghadirkan penyidik KPK yang katanya Bang Akil Mochtar tertanggkap tangan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), ketika Bang Akil sedang di rumah dinas dalam kasus suap maupun penemuan adanya dua jenis obatobatan terlarang di ruang kerja beliau,” ungkap Mulyadi, Kamis (10/10). Menurutnya, persoalan Operasi Tangkap Tangan (OTT) belum terbukti dengan jelas. Apalagi ditambah dengan ditemukannya dua jenis obat-obatan serta tiga linting ganja yang sudah terpakai di laci meja kerja ketua MK oleh penyidik KPK. “Dari hasil tes urine maupun rambut, di tubuh Bang AKil sama sekali tidak diketemukan kedua zat adiktif. Dan hal tersebut sudah disampaikan oleh BNN sendiri, hasil pemeriksaan tersebut menyatakan bahwa Bang Akil negatif,” tegasnya. Mulyadi menegaskan, pihaknya meminta agar Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi maupun BNN untuk segera mencari siapa dalang dari kedua jenis narkoba yang ditemukan di ruangan tersebut. Selain itu, Mulyadi juga meminta agar Presiden RI untuk segera mencabut Perpu tentang Pengawasan Terhadap MK. Dia menduga, telah terjadi kriminalisasi terhadap Akil Mochtar dan MK itu sendiri. Karena, tinggal lima bulan lagi Indonesia melakukan pemilihan anggota legislatif dan juga pemilihan Presiden. Menurutnya, karena sampai hari ini dirinya melihat bahwa pekerjaan di MK itu sangat luar biasa untuk menentukan kekuasaan ke depan. Alumni UPB 1997 tersebut menambahkan, aksi tersebut akan terus berlanjut. “Semoga aksi yang telah dilakukan itu dapat memacu semangat dan sprit di internal kampus UPB Pontianak itu sendiri,” ujarnya. Menurutnya, sudah waktunya berbagai perguruan tinggi serta universitas yang ada di seluruh Provinsi Kalbar maupun masyarakat Kalbar pada umumnya, bersama-sama untuk meminta pihak Majelis MK membuka siapa pelaku yang memasukan ganja serta pil sabu di ruang kerja ketua MK. “Apalagi Akil Mochtar adalah simbol dari Kalbar. Tentu kita sedih dan saya berpikir tidak hanya UPB dan Kalbar yang terluka. Karena Bang Akil Mochtar bukan hanya simbol UPB, namun sebagai simbol Kalbar dan NKRI. Harapan saya, kepada KPK, tolong tegakkan hukum seadil-adilnya,” tegasnya. (Soe)

Wabup: Jaga Terus Kerukunan Antarumat Beragama Borneo Tribune, Sintang Hidup rukun dan damai membuat orang bahagia. Oleh karena itu, mari semua umat beragama untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. ”Seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sintang harus terus menjaga keharmonisan hubungan umat beragama,” ujar Wakil Bupati Sintang, Ignasius Juan, saat membuka loka karya hubungan

antaragama dan kepercayaan yang diselenggarakan oleh Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Keuskupan Sintang, di Gedung Tumenggung Tukong Kelam Permai, Rabu (9/10). Ia mengungkapkan, Negara Indonesia, khususnya Kabupaten Sintang mempunyai kekayaan yang harus dijaga dengan baik. Kebijakan negara diharapkan mampu memberikan

porsi yang adil bagi semua agama. Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) juga diharapkan mampu memberikan masukan kepada Pemda Sintang, apabila ada kebijakan Pemda Sintang terhadap agama ada yang berpotensi menimbulkan konflik. “Dialog-dialog yang FKUB lakukan diharapkan bisa memberikan masukan kepada

Pemda Sintang,” ucapnya. Menurutnya, di Kabupaten Sintang banyak ditemukan dalam sebuah keluarga yang berbeda agama, namun tetap harmonis. Sehingga kita menganggap berbeda itu biasa. Organisasi keagamaan, seperti MUI, KWI, PGI dan lainnya harus terus menerus menjaga hubungan baik ini. H. Mufid dari FKUB Kabupaten Sintang mengaku sangat

Jelang Pesta Akbar Demokrasi Pemilu Legislatif 2014

Polres Melawi Jalin Silaturahmi Borneo Tribune, Nanga Pinoh Menjelang pelaksanaan pesta akbar demokrasi Pemilu Legislatif (Pilegs) 2014, menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (Kantibmas) memang mutlak dilakukan. Oleh karena itu, Polres Melawi sebagai aparat keamanan tak bisa sendirian mewujudkan hal tersebut. Namun tentu juga harus melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah bersama unsur pimpinan daerah lainnya. “Banyak persoalan dan potensi konflik di Kabupaten Melawi yang bila tak ditangani serius justru bisa memunculkan konflik sosial yang akibatnya berdampak pada Kamtibmas menjelang Pemilu Legislatif tahun depan,” kata Kapolres Melawi, AKBP Nowo Winarti saat tatap muka bersama unsur Pemda Melawi, TNI, Camat, tokoh masyarakat, pelaku usaha sampai pengurus parpol dan kepala desa yang ada di Melawi, di Mapolres Melawi,

Tatap Muka, Kapolres Melawi, AKBP Nowo Winarti memberikan sambutannya saat tatap muka bersama unsur TNI, Pemkab, tokoh masyarakat, camat dan kades serta sejumlah pimpinan perusahaan dan perbankan di Kabupaten Melawi. FOTO: Eko Susilo/Borneo Tribunes bahkan antarprovinsi, semuaKamis (10/10). Menurut Kapolres, berbagai nya bisa berdampak pada pepersoalan yang bisa berujung laksanaan Pilegs mendatang. “Makanya kita jangan mepada potensi konflik, seperti sengketa lahan antara masya- ngedepankan ego masing-marakat dengan masyarakat, ma- sing. Semuanya harus terlibat syarakat dengan perusahaan, bersama untuk mengawal pespersoalan batas wilayah, baik ta demokrasi. Ini adalah tanantardesa, antarkecamatan, tangan kita semua,” ujar Nowo.

Menurutnya, ditengah keterbatasan anggota kepolisian yang ada di Melawi peran masyarakat menjadi sangat penting untuk bersama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Dengan luasnya Kabupaten Melawi dan keterbatasan yang ada, maka tentunya peran masyarakat sangatlah diperlukan untuk bersama mewujudkan rasa aman. Sementara itu, Bupati Melawi, Firman Muntaco menuturkan, pelaksanaan pemilu maupun Pemilukada di Melawi selalu berlangsung aman dan tertib. “Tahun 2005, kita nomor dua teraman di Indonesia. Sedangkan pada tahun 2010, kita juga menjadi nomor satu daerah teraman dalam penyelenggaraan Pemilukada di Indonesia,” paparnya. Firman menyatakan, akan siap membantu bersama masyarakat untuk mempertahankan kondisi ini, baik pada Pemilu Legislatif maupun pada tingkat Pemilukada.(eko)

tertarik dengan tema pertemuan ini. Yakni, Alangkah Bahagianya Hidup Rukun dan Damai. ”Berbeda tetapi rukun. Ini kalimat kunci yang harus kita pegang. Kerukunan juga jangan sampai semu, tetapi benar-benar muncul dari hati dan dijalankan dengan ikhlas,” ujar Mufid. Menurut Mufid, orang-orang yang beragama tidak akan melakukan tindakan jahat kepada sesamanya meskipun berbeda agama sekalipun. Orang bisa menjadi jahat itu biasanya ditunggangi kepentingan lain. Misalkan kepentingan politik. ”Kita sudah berkomitmen

untuk terus berdialog mengenai hubungan antaragama. Mari kita rajut kebersamaan dan silaturahmi ini untuk masa depan Kabupaten Sintang yang lebih baik,” ajak Mufid. Vikjen Keuskupan Sintang, Romo Leonardus Miau, Pr menjelaskan, kegiatan seperti ini merupakan agenda tahunan Keuskupan Sintang. Dalam kegiatan ini lebih menekannkan pada dialog-dialog antarumat beragam yang nantinya diharapkan dapat menjalin kerjasama yang baik. ”Kita tidak bisa bekerja sendiri menangani berbagai persoalan bangsa ini, melainkan ha-

rus bekerjasama, bahu membahu antara agama dalam membangun hubungan antaragama yang baik dan menyelesaikan persoalan bangsa ini,” tegas Romo Leonardus Miau. Sementara itu, Ketua Komisi Hak Keuskupan Sintang, Paschasius Triyono, Pr menjelaskan, kegiatan akan berlangsung selama 3 hari. ”Selama 3 hari kegiatan, ada dua nara sumber yang akan menambah wawasan peserta dalam hal dialog antaragama adalah Romo Beny Susetyo, Pr dari Jakarta dan Romo DR. Armada Riyanto, CM dari Surabaya,” tukasnya. (end)

UMP Prodi Sintang Legal Borneo Tribune, Sintang Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sintang, Senen Maryono menegaskan, Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) Prodi Sintang bukan lembaga Ilegal sehingga masyarakat jangan ragu untuk menguliahkan putra-putri mereka. Pasalnya beberapa waktu lalu ada isu yang sengaja di hembuskan terhadap UMP Prodi Sintang. ”Keberadaan UMP Prodi Sintang ini disambut baik oleh masyarakat. Terbukti meski baru di buka tahun ini, namun sudah terdaftar 64 mahasiswa yang terdiri dari 35 mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat dan 29 mahasiswa Program Studi Ekonomi. Dan ini merupakan lembaga legal yang tak perlu diragukan oleh masyarakat,” ujar Senen,

dalam kuliah umum UMP Prodi Sintang, di Gedung Pancasila, Kamis (10/10). Ia mengungkapkan, pada tahun ini UMP sudah membuka empat Prodi. Yaitu, Teknik Mesin, Teknik Budidaya Perikanan Air Tawar, Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat. ”Hanya saja, peminat Teknik Mesin dan Budidaya Perikanan sangat kecil, sedangkan seluruh dosen yang mengajar dihadirkan dari UMP Pontianak, makanya untuk dua prodi ini kita tunda dulu,” ujar Senen. Ia mengharapkan, tahun depan lulusan SMK Muhammadiyah Jurusan Mesin dapat melanjutkan program strata satunya di UMP Kelas Sintang. Ia juga menambahkan, adanya UMP merupakan upaya untuk membantu Pemerintah Sintang dalam mencetak SDM

yang terampil dan siap bersaing di era globalisasi. ”UMP merupakan satu diantara upaya menyukseskan program Bupati Sintang, yang menginginkan SDM yang berkualitas, produktif, sejahtera dan demokratif,” ucapnya. Sementara itu, Bupati Sintang, Milton Crosby mengungkapkan, adanya UMP Prodi Sintang merupakan satu diantara upaya untuk mempersiapkan Kabupaten Sintang menjadi Ibukota Provinsi Kapuas Raya. ”Selain untuk mengantisipasi globalisasi, adanya UMP juga merupakan upaya untuk mempersiapkan Kabupaten Sintang menjadi Provinsi Kapuas Raya, sehingga kita harus mempersiapkan SDM yang berkualitas,” ujar Milton. (end)


Kapuas Hulu Borneo T Tribune

Jumat, 11 Oktober 2013

10

Kasdam Buka Kegiatan TMMD Borneo Tribune, Putussibau Kasdam XII/Tanjung Pura Brigjen. TNI M. Anang Sutisna secara resmi membuka kegaiatan TNI Manunggal Membagun Desa (TMMD) di Desa Lauk,Kecamatan Putussibau Utara. Pembukaan TMMD ini ditandai dengan digelarnya upacara

yang diikuti sekitar 500 orang terdiri dari anggota TNI, Polri, Sat.Pol.PP, dan sejumlah masyarakat di Halaman SD Desa Lauk, sekitar pukul 09.00 wib, Rabu (9/10). Tampak hadir Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir, Ketua DPRD Kapuas Hulu Ade Muhammad Zulkifli,

Kasrem 121/ABW Let.Kol.Inf. Agus Prasetyo, sejumlah Pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kapuas Hulu, dan sejumlah Kepala Desa Tokoh masyarakat di Desa Lauk da sekitarnya. Dalam Amanatnya, Kasdeam XII/Tanjung Pura Brig.Jen.TNI. M.

Anang Sutisna mengatakan bahwa program TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral, mulai dari sejumlah Kementerian hingga sejumlah instansi terkait. “TMMD ini dilaksanakan secara serentak selama 21, sehingga peran dan kerjasama

Penyerahan peralatan TMMD oleh Kasdam kepada perwakilan masyarakat secara simbolis. Foto : Timotius/Borneo Tribune

Foto bersama peserta upacara dan masyarakat Desa Lauk dengan Kasdam dan Bupati Kapuas Hulu, usai pembukaan TMMD Desa Lauk, kecamatan Putussibau Utara. Foto : Timotius/Borneo Tribune

semua pihak merupakan penentu keberhasilan program ini,”ungkapnya. Dijelaskannya, daerah terpencil, daerah rawan konflik, dan daeerah yang dilanda bencana alam salah satu sasaran dari

program TMMD berbentuk fisik, sedangkan non fisik untuk meningkatkan wawasan dan meningkatkan bela Negara, sehingga terwujudnya masyarakat yang berkualitas dalam menghadapi

persoalan yang semakin komplik ini. Selain itu TMMD ini juga membangkitkan semangat kerjasama dan gotongroyong ditengahtengah masyarakat dalam membangun desa. (MO)

KPU Belum Bisa Bangun Kepercayaan Publik Borneo Tribune, Jakarta Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Network,

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

Toto Izul Fatah, mengkritisi sikap masyarakat terhadap kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sejauh ini, menurut Toto, masyarakat masih belum percaya sepenuhnya terhadap lembaga penyelenggara pemilu tersebut. ”KPU di bawah Husni Kamil ini belum terlalu mempunyai cukup kemampuan untuk membuat trust kredibilitas di mata publik,” kata Toto di Jakarta, Kamis 10 Oktober 2013. Di tengah-tengah posisi

yang masih seperti itu, Toto menyarankan agar KPU tidak mencari masalah khususnya dengan menggandeng Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg). Toto tidak menafikan kemampuan lembaga itu dalam bidang pengamanan data, namun ia meyakini KPU tetap bisa bekerja tanpa bantuan Lemsaneg. ”Jangan sampai KPU yang belum pulih (dipercaya publik) ini dibikin lagi penyakit yang parah,” katanya.

Lebih lanjut, Toto khawatir muncul kecurigaan di masyarakat karena KPU berkukuh dengan Mou tersebut sehingga hasil pemilu tidak akan diterima dan menggoyahkan demokrasi. Ia menilai kerjasama itu membuat citra KPU cenderung negatif. ”Ya saya melihat seperti itu. Menurut saya KPU jangan bikin masalah baru. Apalagi dia punya IT canggih ya,” ucapnya. (vivanews/umi)

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Berkat Gotongroyong

Bangun Jalan 7 Km Hanya Telan Dana Rp. 500 Juta

Borneo Tribune, Putussibau Tidak perlu menelan dana lebih besar cukup dengan dana sekitar Rp. 500 Juta, ruas jalan Laui I-Lauk II Desa Lauk Kecamatan Putussibau Utara bisa terbangun. Pasalnya dana yang sangat minim tersebut dikelola melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang melibatkan sejumlah instansi dan pemberdayaan masyarakat. “ Dana 500 juta rupiah ini dari anggaran APBD Kabupaten Kapuas Hulu yang dikelola melalui program TMMD, sasaran TMMD ini salah satunya memang daerah terpencil dan terisolir, selama ini masyarakat di Lauk I dan

Lauk II ini menumpuh akses sungai, namun dengan masuknya TMMD ini masyarakat bisa meninkmati jalan darat,” kata Dandim 1206/ Putussibau Let.Kol.Inf Jayusman, kepada Borneo Tribune usai pembukaan TMMD, Rabu (9/10). Dengan dana tersebut tidak hanya membagun jalan, namun telah dibangun juga sebanyak 3 jembatan, dan 6 gorong-gorong. Diharapkan bisa dirasakan manfaatnya lansgung oleh masyarakat. Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu sangat menyambut positif

dengan adanya TMMD, sebab program TMMD tersebut tidak hanya membangun pembangunan fisik, namun melakukan pembinaan langsung kepada masyarakat, sehingga manfaat TMMD ini sangatlah membantu masyarakat. “ Jika kita lihat selama ini TMMD ini sangat membantu pembangunan di Kapuas Hulu, dengan TMMD juga dapat membangkitkan kembali semangat gotongroyong ditengah-tengah masyarakat, harapan kita TMMD ini bisa berkelanjutan dengan melihat beberapa daerah yang membutuhkan dengan skala prioritas,”tandasnya. (MO)

IKLAN BARIS Dijual Bangunan

DIJUAL

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Tanah Kavling lokasi strategis, siap bangun di Perbatasan Sungai Raya Dalam - Punggur Kecil (lurus Paris2), SHM - aman / tidak bertimpa, dll. Tersedia 62 kavling 10 x 20 m2 (25jt cash), 8 kavling Ruko 5 x 40m2 (50 jt cash). Untuk kredit DP 5jt, sisanya diangsur 3642 bulan. Hanya 5 Km dari Jl.Ayani 3 dan pinggir jalan raya Paris - Parit Buluh. Berminat Hubungi :

0812 5710 225

Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946)

Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683).

Langganan Koran

Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757)

Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688) Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: (085245247955).

Mujidi

Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: (085245904505).

Ratnasari

Biro Kapuas Hulu: (085654585775)

Herdi

Biro Ketapang: (08971600688)

Aldi

Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Ser vice Mobil

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Jumat, 11 Oktober 2013

11

Diburu dan Dijarah Telur Penyu Menyebabkan Tipes “Berdasarkan hasil investigasi dari perdagangan telur penyu asal pesisir pantai Paloh menduduki angka tertinggi penjualan dari wilayah Teluk Melano ke Malaysia. Dimana harga jual dari dari telur penyu jauh lebih tinggi dibandingkan jika dijual di wilayah Indonesia. Tidak hanya ke Malaysia penjualan telur penyu ke masyarakat Sambas bahkan hingga ke Sei Pinyuh sebagai oleh-oleh untuk di kosumsi masyarakat di Kalbar ini juga cukup tinggi di tahun 2013 ini. Pada hal dari kandungannya telur penyu tidak lebih baik dari telur a y a m , ” u n g k a p Koordinadator Konservasi Penyu-WWF Indonesia Provinsi Kalbar Dwi Suprapti kepada Borneo Tribune, belum lama ini. Aktifis WWF Indonesia di Kalbar ini kembali mengatakan maraknya penjarahan telur penyu disamping untuk dijual didaerah lokal, para penjarah semakin tidak memperdulikan kelestarian kelangsungan penyu-penyu yang sangat dilindungi ini denga adanya tawaran dari Malaysia untuk membeli telur-telur penyu perbutirnya dihargai 80 sen

Ringit Malaysia (RM) atau setara Rp 2600. Sedangkan telur-telur penyu asal Indonesia ini di Jual di Malaysia harga pasar 3 butir seharga 10 RM. Sedangkan harga jual kepada penampung seharga Rp 1500 perbutir. Dan oleh penampung dijual kembali seharga Rp 2500-Rp 3500. Sementara Malaysia menjadi pangsa pasar karen letak giografis lebih dekat lokasinya. “Kami pernah mengadakan sebuah penelitian atas kandungan telur penyu. Dan ternyata isi kandungan telur penyu itu mengandung ada bakteri Selmanelea yang dapat menyebabkan penyakit Tipes. Bahkan dari hasil penelitian ini kita juga mendapatkan kandungan telur penyu ini ada yang mengandung Marcury. Hal ini tidak mengherankan karena masa bertelurnya induk-induk penyu yang berusia 30-50 tahun. Jadi bisa dipastikan bila di bandingkan telur ayam saat dikosumsi kasiatnya lebih baik dari pada telur penyu,”ujar Dwi yang didampingi Koordinator komunikasi-WWF Indonesia Prog Kalbar Jimmy Syahhirsyah. Sementara itu pengurus Majelis Nasional KAHMI

bidang kelautan dan perikanan Syarif Iwan Taruna Alkadrie menanggapi maraknya penjarahan telur penyu di pesisir pantai Paloh Sambas ini kepada Borneo Tribune ia mengatakan, perlu dikawalnya zonasi-zonasi kawasan yang diperuntukan sebagai zanasi konservasi agar keberadaan penyu dan telurnya aman dari penjarahan. “Saat melakukan pengawalan zonasi ini yang paling penting yaitu pada saat konsultasi publik diiharapkan kawan-kawan WWF bisa menakan agar kawasan di pesisir pantai Paloh ini dapat dijadikan kawasan konservasi,” ujarnya. Namun demikian terwujudnya pesisir pantai Paloh ini menjadi kawasan konservasi ini juga sangat perlu didukung penuh oleh pemerintah Kabupaten Sambas. “ Kita juga mencoba mendesak Pemkab Sambas. Karena proses untuk pengajuan kawasan konservasi inikan harus diajukan oleh Bupati.jadi Bupati membuat surat pencadangan kawasan konservasi kemudian diajukan kepada Menteri kelautan dan Prikanan. Nah sampai hari ini itu yang be-

lum dilakukan Pemkab Sambas. Tapi kita telah mendorong hal inidari tahun 2009 namun hingga kini oleh Bupati hal tersebut belum dilakukan,”ujarnya. Namun Syarif kembali mengigatkan kepada WWF agar tetap mengawal ketat penentuan zonasi kawasan konservasi khusus untuk pesisir pantai Paloh agar kelangsungan penyu-penyu ini dapat terjaga kelestariannya. “Yang paling penting rencana zonasi itu yang utama. Karena rencana zonasi itu menjadi sebuah aturan pemerintah daerah menjadi Perda itu tidak akan dirubah sampai 20 tahun kedepan. Korelasinya upaya dari kawan-kawan WWF ini paling tidak mengawal untuk rencana zonasi sampai terbitnya Perda itu diharapkan kawasan di pesisir pantai Paloh tetap menjadi kawasan konservasi. Saya berharap tidak hanya dari WWF namun pengawalan ini dari semua pihak jangan sampai kawasan ini berubah fungsinya sehingga menganggu ekosisten penyu yang ada. Karena ada beberapa informasi bahwa kawssan tersebut akan dibangun pelabuhan,” pungkasnya. (Slt)

Pengamanan Kayu Gaharu Nyaris Ricuh pemilik mobil langsung turun dan mendorong dirinya, sempat terjadi adu mulut bahkan Acik mengaku dicekik oleh Aloy. ”Saya sudah berusaha menghentikan mobil Aloy, namun tidak dihiraukan sehingga kami melakukan penghadangan, Aloy tidak terima dia langsung mendorong Saya dan mencekik Saya, ketika Saya menunjukan kartu bahwa Saya seorang petugas, namun dilempar oleh Aloy,”ungkapnya. Sementara itu, Aloy pemilik mobil menuturkan bahwa dirinya mengaku sudah emosi terhadap penghadangan yang dilakukan oleh pihak TNBK, sehingga dirinya mendorong petugas tersebut. “ Saya kaget dan langsung emosi, sebab sebuah motor langsung melintang di depan mobil, saya turun dan memang kami terbawa emosi, maksud Saya jika memang mau melakukan pemeriksaan terhadap apa yang saya bawa di mobil jangan begitu caranya, datanglah ke rumah secara baik-baik, jangan main hadang-handang begini, untung hanya saya

yang emosi coba jika sejumlah pekerja gaharu ini yang emosi ‘kan akibatnya bisa fatal,”ujarnya. Meskipun demikian kata Aloy dirinya dengan petugas Polhut tersebut sudah berdamai dan Aloy mengaku sudah meminta maaf. “Saya rasa tidak ada masalah lagi, kami sudah maafmaafan,”jelasnya. Pantauan Borneo Tribune di lapangan, setelah mendengar keterangan kedua belah pihak tersebut, petugas dari Polres Kapuas Hulu berusaha membawa Aloy ke Polres Kapuas Hulu untuk dimintai keterangan dalam menyelesaikan persoalan tersebut namun Aloy menolak, dengan alasan dirinya sudah tidak ada masalah dengan seorang Polhut yang melakukan penghadangan. Tidak tinggal diam, sejumlah petugas dari Kepolisian, TNI dan TNBK yang berpakaian preman terus mencari barang bukti yaitu gaharu, akhirnya sekitar pukul 18.00 petugas menemukan dua karung yang berisi gaharu di belakang rumah Hamidi yang merupakan Abang Ipar Aloy, oleh petugas dua karung gaharu

tersebut dikeluarkan, namun istri Hamidi tidak terima atas perlakuan petugas, dirinya menganggap itu perampokan, sebab tanpa seizin pemilik rumah. Situasi semakin memanas, ketika istri Hamidi kembali mengambil dua karung yang berisi gaharu tersebut dibawa ke dalam rumahnya, namun petugas berhasil membawa dua potong gaharu sebagai barang bukti yang saat ini diamankan di Polres Kapuas Hulu. Selang beberapa waktu kemudian, Hamidi yang baru datang ke rumahnya pun langsung emosi, Hamidi tidak terima atas perlakuan tersebut, menurutnya sejumlah petugas yang mengambil dua potong gaharu itu tidak memiliki etika dalam bertugas. ”Seharusnya mereka izin dengan saya pemilik rumah jika memang ada surat pengeledahan seharusnya ditunjukan kepada saya, namun mereka main nyelonong saja ke halaman rumah saya. Ini’kan tidak benar, bagimanapun juga kami tidak terima atas perlakuan ini,kami akan mem-

buat laporan ke Polres Kapuas Hulu,”jelasnya. Menanggapi hal tersebut Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) Kapuas Hulu, Johan mengatakan atas persoalan tersebut pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Bupati Kapuas Hulu dan pihak terkait lainnya, apabila memang ditemukan pelanggaran maka akan ditindak secara tegas. ”Untuk sementara ini kami akan melakukan koordinasi dengan Pak Bupati Kapuas Hulu, dengan Kapolres dan sejumlah pihak terkait, setelah itu barulah kita mengambil langkah,”ungkapnya, Kamis (10/10). Terkait kejadian yang menimpa seorang Polhut, Johan dengan tegas apapun namanya itu sudah melecehkan petugas Negara yang sedang menjalankan tugas, seharusnya petugas yang menjalankan tugas Negara harus dihormati. “Untuk itu semua persoalan itu kita akan koordinasikan terlebih dahulu, setelah itu kita akan tindak lanjuti,”singkatnya. (MO).

MK Diminta Hadirkan Penyidik KPK “ Aksi solidaritas yang dilakukan oleh Alumni dan Mahasiswa di Universitas Panca Bhakti, yakni meminta Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi untuk menghadirkan penyidik dari KPK dalam sidang kode etik MK terhadap kasus narkotika di ruang kerja Akil Mochtar Ketua MK,” ungkap Mulyadi salah satu Alumni Universitas Panca Bhakti kepada wartawan. Lanjut Mulyadi, ÿbukan hanya itu sejumlah Alumni dan Mahasiwa Universitas Panca Bhaktiÿ juga meminta kepada Majelis Kode Etik Mahkamah Konstitusi untuk terus melakukan sidang dan mengadirkan penyidik KPK terkait Akil Mochtar yang dikatakan KPK dengan lantang bahwa Putra Kalbar

tersebut tertanggkap tangan menerima suap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). “Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK belum terbukti dengan jelas, karena sampai saat ini KPK juga tidak menjelaskan kronologis sebenarnya, maka dari itu perlunya kejelasan dari penyidik KPK, sehingga penyidik KPK diwajibkan hadir dalam sidang kode etik atas dugaan - dugaan yang dikatakan KPK Akil telah mnerima suap dan adanya narkoba di ruangan kerjanya,” tegas Mulyadi. Selain itu Mulyadi juga menduga, telah terjadi kriminalisasi terhadap Akil Mochtar dan MK sendiri, lantaran sejauh ini dirinya melihat bahwa ÿkinerja MK

itu sangat luar biasa untuk menentukan kekuasaan ke depannya, sehingga diduga pula atas tumbangnya MK saat ini ada kaitannya dengan Pemelihan Legeslatif dan Presiden di Tahun 2014 mendatang. “ Aksi seperti ini akan terus berlanjut, bahkan seluruh mahasiswa dan seluruh masyarakat Kalbar untuk meminta Majelis Kehormatana MK, membongkar dalang di balik narkoba yang ada di ruang kerja Akil, dan semoga aksi yang telah dilakukan ini dapat memacu semangat dan sprit untuk Kalbar, mengingat Akil Mochtar di kancah Nasional bagaikan symbol dari Kalimantan Barat. Hal Senada juga dikatakan oleh Korlap aksi Kesatuan Mahasiswa dan Alumni Universitas Panca Bhakti, Tama, di mana dirinya menilai kasus kriminalisasi dan juga Operasi Tangkap Tangan oleh KPK, adalah suatu kasus titipan, yakni dalam arti kata KPK melakukan hal tersebut untuk menutup kasus besar yang lainnya, misalnya seperti Century, Hambalang dan lain-lainnya, di mana di sini AKil jelas dijadikan tumbal denagn tudingan ditemukannya narkoba serta menerima suap. “ Kami menduga KPK menangkap Akil adalah titip-

an, di mana Akil dijadikan tumbal untuk menutup kasus - kasus besar lainnya, yang selama ini didiamkan KPK, misalnya Century, Hambalang dan sebagainya, dan kami hanya meminta epada KPK utnuk adil, adil dan adil serta mengedepankan praduga tak bersalah, dan jangan mengambil keputusan sedini mungkin,” tambah Tama. Sementara itu, Rektor Universitas Panca Bhakti Dr.Ir. Rahmadtulah Rizieq, MSi, menyatakan bahwa lembaga Universitas Panca Bhakti sangat prihatin dengan adanya kasus yang menimpa salah satu alumni terbaiknya. Ia pun mengaku sangat terkejut dan schok, atas penangkapan tersebut. “ Saya jelas sedih, beliau merupakan seorang Alumni terbaik di UPB, bahkan kami semua yang ada di UPB terkejut dan syok dan tidak percaya, karena beliau tidak mungkin yang namanya mengonsumsi narkoba atau yang dikatakna menerima suap, karena buktinya sampai saat ini dari hasil uji lab urine maupun rambut beliau, hasilnya negative. Kemudian mengenai tangkap tangan menerima suap, sampai saat ini KPK juga tidak menjelaskan kronologis sebenarnya,” jelas Retor UPB.(Zrn)

Diperlukan Sinergi Persatuan Membagun Indonesia Wakil Gubernur Kalbar Drs Christiandy Sanjaya, SE, MM berharap, rapat KONAS XI ini yang dilaksanakan Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen (JKLPK) di Indonesia, dapat membuat dan merumuskan program-program yang terarah dan tepat . “Tema dan Sub Tema yang di angkat dalam KONAS dinilai sangat tepat,” di utus untuk berbuat,” kata Christiandy Sanjaya. ÿDikatakannya, tema ini untuk mewujudkan gerakan yang berkarakter kasih menuju masyarakat Indonesia yang berdaulat,berdikari dan berkepribadian pancasila pilihan sub tema ini ingin menekan pentingnya membangun karakter anak bangsa di tengah situasi bangsa yang marak dengan berbagai permasalahan: korupsi, kerusakan lingkungan, kemiskinan, kekerasan horizontal, kekerasan terhadap anak dan permaslahan HIV-AIDS,

Narkoba dan sebagainya. “KONAS diharapkan menjadi sarana untuk membahas dan meyakini peran penting lembaga JKLPK dalam pembangunan bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan, ekonomi serta ikut bersama-sama menciptakan keamanan dengan menjaga stabilitas dan kerukunan antar suku, agama, ras dan antar golongan di Indonesia,” harapnya. Selain itu, masih menuirutnya, isu-isu strategis seperti pluralisme dan multikultural, penyebaran HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi, human trafficking, perlindungan perempuan dan anak, Narkoba,pornografi, sex pra nikah, perubahan iklim, penyelundupan, perambahan hutan serta penebangan liar, dan lain-lain, agar di bahas dan di angkat juga dalam pembahasan di forum ini. Tutur. Dijelaskannya, Dalam memasuki era globalisasi

yang penuh dengan dinamika dan perubahan, arus informasi dan teknologi yang semakin terbuka bahkan cenderung bebas di akses oleh setiap orang, hal itu mengigatkan kita bersama bahwa betapa penting dan dibutuhkannya suatu pemahaman dan kontrol diri untuk menghindari kita dari pengaruh-pengaruh budaya yang tidak baik atau destruktif, dibutuhkan landasan keagamaan dan keimanan yang kuat dan kokoh, guna menjadi filter sekaligus sebagai tameng menghadapi berbagai macam infiltrasi informasi, budaya dan prilaku, yang dapat merusak bahkan dapat meruntuhkan keimanan dan karakter kita sebagai bangsa Indonesia. ÿ”Sangat diperlukan sinergi yang besar dan semangat yang tinggi akan persatuan dan kesatuan dalam membagun masyarakat Indonesia,” ujarnya. (Lay)

Pengucuran Bansos Kubu Raya Terus Didalami Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Henis Agus Sunandar saat dikonfirmasi terkait kasus pengucuran dana bansos KKR, dirinya mengatakan pihaknya terus melakukan pendalaman terkait pengucuran tersebut, di mana pihaknya saat ini sudah melakukan konfirmasi dan koordinasi dengan pihak Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya ( Pemkab KR). “ Kita terus mendalami pengucuran dana bansos oleh Pemkab Kubu Raya, baik itu dugaan tidak hanya satu tempat penyalahgunaan dana bansos tersebut, maupun tentang pengucuran dana bansos di Pondok Pesantren Khulafaur Rasyidin, bahkan pihaknya sudah melakukan konfirmasi dan berkoordinasi dengan pihak Pemkab KKR,” katanya. Dijelaskan Kompol Heni Agus Sunandar, konfirmasi dan koordinasi yang dilakukan oleh pihaknya dengan pihak KKR, yakni antara Penyidik dengan Kepala BPKAD Kubu Raya Yusran, di mana konfrimasi dan koordinasi tersebut dilakukan,

guna mengetahui mekanisme prosedur mengeluarkan dana Bansos. “ Koordinasi dan Konfirmasi yang kita lakukan yakni dengan Kepala BPKAD KKR, ini masih tahap konfirmasi saja, selanjutnya kita akan melakukan pemeriksaan, di manaa koordinasi dan konfirmasi dilakukan, guna mengetahui mekanisme prosedur dana Bansos tersebut, karena untuk mengeluarkan dana Bansos memiliki aturan dan mekanismenya,” jelasnya. Sementara itu sampai di mana kasus dana Bansos KKR yang kucurkan ke Pondok Pesantren Khulafaur Rasyidin, dirinya mengatakan pihaknya sedang menyiapkan gelar perkara untuk kasus tersebut, di mana secepatnyaÿ gelar perkara akan dilakukan, guna menentukan proses hukum lebih lanjut. “ Untuk Pontren yang dikucurkan dana bansos oleh Pemkab KKR ÿsebesar 350 juta, kita sedang menyiapkan gelar perkaranya, guna menentukan proses hukum lebih lanjut, apakah masuk

pidana biasa dalam ranah tindak pidana penggelapan atau masuk dalam tindak pidana korusi atau tipikor, dan kita belum bisa menetukan hal tersebut, sebelum dilakukan gelar,” tambahnya. Dikatakannya pula, kasus pengucuran dan bansos KKR ini akan memakan waktu penyelidikan dan penyidikan yag cukup lama, karena semua saksi akan diperiksa, kemudian dilakukan gelar, jika dalam gelar ditentukan adanya pelanggaran tindak pidana korupsi kana dilakukan audit, kemudian baru menetapkan tersangkanya. “ Proses kasus pengucuran dana bansos KKR, akan memakan wkatu yang ckup lama, karena selain melakukan penyelidikan, penyidikan, memanggil sejumlah saksi, gelar perkara dan jika timbul pidana korupsi, akan dilakukan audit terlebih dahulu, kemudian baru menetapkan tersangkanya, yang jelaskan kami akan melakukan proses hukum secara professional,” tandasnya. (Zrn).

Rumah Teater Targetkan 1.500 Penonton “Dengan pembawa peran yang sangat apek dari kelima aktor pentas seni drama ini yang ingin sutradara suguhkan adalah tentang carut marut maslah politik,ÿ mencari sebuah keadilan, mencari seseorang yang dapat menolong dalam kehidupan serta mencari keberadaan Tuhan,”ujarnya kembali menjelaskan. Drama seperti ini kata Maulidiah kembali memaparkan, untuk Rumah Tiater ini merupakan pementasan drama yang ke 3 kali. “ Pementasan ini untuk Rumah Tiater merupakan yanh ke 3. Yang pertama kita pentaskan drama yang berjudul Negeri Para Dewa, yang ke 2 kami tampilkan pentas drama yang berjudul Akal Bulus Kelvin yang ikut teman-teman Format dari Parade Teater dan yang ke 3 ya ini Waiting For Godot.

Adapun yang terlibat pada pementasan kali ini yaitu rekan-rekan dari Rumah Teater dan krunya dari Komonitas Teater SMU Negeri 4 (Ketupat), dengan jumlah kru 70 orang. Pementasan itu sendiri dilakukan 1 hari sebanyak 4 kali dengan durasi pementasan rata-rata selama 2 jam dan pementasan ini akan dilaksanakan mulai dari tanggal 8,9 dan 10 Oktober 2013. Dan kami berharap dari 3 hari pementasan ini kita targerkan 1500 orang penonton,”ujarnya. Besarnya animo penonton dalam menyaksikan pementasan drama teater ini sangat disayangkan oleh pihak panitia kurang didukung oleh fasilitas gedung pertunjukan yang memadai. Maulidiah berharap agar para seniman seni drama tiater berkembang,

maka perlu dukungan penuh dari Pemerintah. “Kita sangat berharap Pemprov Kalbar memberi perhatian terhadap gedung pementasan teater yang ada sekarang ini dapat lebih ditingkatkan. Dimana kita selalu mendapatkan keluhan dari para penonton tentang kondisi bangku penontong yang kurang layak, suasana yang kurang nyaman dan gerah. Mungkin perlu ditambah AC nya lagi agar dapat memberi kenyamanan para penonton selama menyaksikan pertunjukan drama atau acara lainnya hingga selesai. Kalau saat inikah pementasan yang cukup lama ini tidak dapat disaksikan hingga selesai karena penonton terpaksa keluar karena gerah dan kepanasan,” tandasnya sambil berharap. (Slt)

Indonesian Celebration Week 2013 dan akan dihadiri oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Acara Indonesia Celebration Week 2013 tersebut bertujuan untuk memperkenalkan dan lebih mempopulerkan budaya Indonesia di Amerika Serikat khususnya Batik Yogyakarta dan Gamelan. Acara tersebut juga akan menampilkan permainan Marathon Gamelan dan American Batik Design Competition 2013. “Sri Sultan Hamengkubuwono X menyambut sangat baik acara ini danÿmemiliki pandangan yang sama dengan saya yaitu untuk terus

menduniakan budaya bangsa Indonesia”, ujar Dino Djalal pada pertemuan tersebut. Dino menambahkan bahwa acara Indonesian Celebration Week 2013 yang akan diadakan nanti menjadi teramat penting karena saat ini banyak warga Negara Amerika maupun warga Negara Indonesia yang tinggal di Amerika ingin mengetahui lebih banyak mengenai kebudayaan Indonesia, khususnya Batik dan Gamelan. Hal ini terlihat dari banyaknya komunitas gamelan warga Amerika yang sudah banyak terbentuk.

Sri Sultan Hamengkubuwono X juga mengakui bahwa dirinya sangat antusias untuk menghadiri acara Indonesian Celebration Week 2013 tersebut. Sri Sultan Hamengkubuwono X menambahkan bahwa pada tahun ini, pemerintah Yogyakarta telah mengirimkan seperangkat Gamelan ke Amerika Serikatÿdengan dana APBD. Oleh karenanya, Sri Sultan Hamengkuwono X sangat antusias untuk melihat permainan gamelan para warga Amerika Serikat nantinya. (*r/haes)


CMYK

Borneo Tribune

Jumat, 11 Oktober 2013

www.borneotribune.com

Aksi Sosial, Peduli Sesama Hingga Diskon Kamar Aston Pontianak Hotel Rayakan HUT Ke 3 Borneo Tribune, Pontianak Aston Pontianak Hotel dan Convention Center mengadakan berbagai kegiatan aksi social, peduli sesmasa hingga diskon kamar dan diskon kuliner bagi pelanggan Aston Pontianak Hotel, dan promo dan peduli sosial ini merupakan rangkain kegiatan HUT Aston Pontianak Hotel ke 3, Kamis (10/10). Aksi sosial yang dilakukan Aston Pontianak Hotel Donor darah, Gotong Royong bersihakan Lingkunga,

Reward untuk 10 Top Account, FamTrip Outing, Aston Peduli Anak Yatim dan fakir Miskin, Aston Grebeg Untuk bagi Tukang becak dan penyapu jalan, pembagian Corparate Social Responsibility (CSR), dan lomba polo air, Gowes bareng Aston. General Manager Aston Pontianak Hotel and Convention Center, Anto W Soemartono, mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sudah mempercayakan Aston Pontianak Hotel menjadi Hotel

baik sesuai harapan dengan meningkatkan pelayanan yang lebih ekstra bagi pelanggan. “HUT ke 3 Aston Pontianak Hotel ini, kita berikan diskon 40 persen untuk pemesana kamar, dan 20 persen untuk tamu luar yang ingin mencicipi kuliner di Hotel bertaraf Internasional ini,” jelasnya. Diharapkan Anto, kedepan, kerjasama yang baik atas dukungannya tetap terajut dan Aston Pontianak Hotel menjadi pilihan, dan mohon maaf kalau dalam pelayanan kami ada kekurangan. Sementara itu, Presiden Direktur Aston Pontianak Hotel, Thomas Effendi mengatakan sebelum Aston Pontianak Hotel didirikan di Kota Pontianak, lokasi yang menjadi bangunan Hotel ini merupakan bekas Gajah Mada Mall, dan karena pailit, Manajemen Aston Hotel mengambil ahli dan menyulap bangunan ini menjadi Bangunan Hotel bintang empat. “Manajemen yang kita bangun itu team works yang solid. Hotel-hotel lain boleh gonta ganti manajemn, tapi kita tetap solid,” kata Thomas Effendi. Dikatakan Thomas, Aston Pontianak Hotel selalu memberikan pelayanan prima dan pelayanan terbaik buat tamu-tamu hotelnya. Pelayanan, bagi Aston Pontianak Hotel itu number one, dan tidak bisa ditawartawar. (Lay).

Bintang empat di Kota Pontianak. Perkembangan Aston Pontianak Hotel selama 3 tahun sangat membanggakan. Trima kasih juga kepada karyawan. “Pelayanan kami bukan hanya bisnis semata, tapi pelayanan ekstra bagi pelaggan kami,” kata Anto W Soemartono. Dikatakannya, HUT ke III Aston Pontianak Hotel dan Convention Center mengusung tema 3 D (Delightful, Dynamic, Dignify) bertujuan untuk dapat memberikan inovasi yang lebih

Presiden Direktur Aston Pontianak Hotel Thomas Effendi memotong tumpeng Hut ke 3 untuk diserahkan kepada GM Aston Pontianak Anto W Soemartono. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

SPESIFIKASI PONDASI COR BETON SETEMPAT + PERKUATAN CERUCUK RANGKA BADAN BETON BERTULANG DINDING BATAKO PLESTER LUAR LANTAI COR BETON KERAMIK 40 X 40 (T 45 X T 70) TERAS COR + KERAMIK 40 X 40 RANGKA ATAP BAJA RINGAN ATAP SENG METAL PINTU JENDELA KUSEN ALUMINIUM, DAUN PINTU MULTIPLEK CAT LUAR DALAM PLAFON RANGKAALUMINIUM PENUTUP GYPSUM (DALAM) GRC (LUAR)

KM/WC KERAMIK 20 X 20 SANITARY KLOSET JONGKOK (T 45) KLOSET DUDUK (T 70) FASILITAS LISTRIK PLN 1300 W LEBAR JALAN 5 METER AIR BERSIH PDAM PAGAR KELILING

HUBUNGI:

YONGKY 0852 4551 2773

TYPE 45 & 70 Denah Lokasi

POM BENSIN

Keraton Kadariah

DENAH T 45

DENAH T 70

Jl. Ya’ M Sabran

Jl. Panglima Aim

Jl. Tj Hilir

Jl. Tanjung Raya

RS YARSI

12

Tahun Depan PT Askes Dialihkan Jadi BPJS

Sekretaris KORPRI Provinsi Kalbar H Syarif Yusniarsyah (kanan) dan Kepala PT. ASKES (Persero) Cabang Pontianak, Octovianus Ramba (kiri) saat melaksanakan Sosialisasi BPJS Kesehatan. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. Borneo Tribune, Pontianak Selama ini Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi mayoritas sebagai peserta PT Askes, dan menjelang peralihan PT Askes menuju BPJS Kesehatan pada, Kamis (10/10), dan sebagai organisasi PNS, Korps Pegawai Negeri Sipil (KORPRI) digandeng untuk membantu melakukan Sosialisasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Sosialisasi ini berlangsung di Balai Pertemuan Bhineka Karya Abdi Negara Sekretariat KORPRI Provinsi Kalbardan akan berlangsung selama sehari dengan peserta perwakilan seluruh SKPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar dan Instasi Vertikal lainnya. Sekretaris KORPRI Provinsi Kalbar H Syarif Yusniarsyah memberikan ucapan selamat dan penghargaan kepada seluruh jajaran PT. ASKES (Persero) Cabang Pontianak yang mengadakan kegiatan Sosialisasi JKN dan BPJS Kesehatan. “Saya menyambut baik atas diselenggarakannya kegiatan sosialisasi ini,” kata H Syarif Yusniarsyah. Dikatakannya, sebagai wujud nyata komitmen penyelenggara negara untuk menjalankan amanat konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 Pemerintah telah menetapkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004

tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), yang menegaskan bahwa Jaminan Kesehatan merupakan program jaminan sosial yang menjadi prioritas untuk diimplementasi agar terpenuhi hak hidup sehat bagi seluruh penduduk tanpa terkecuali baik individu, keluarga dan masyarakat. Sementara itu, Kepala PT. ASKES (Persero) Cabang Pontianak, Octovianus Ramba mengatakan mulai 1 Januari 2014, PT Askes akan berubah nama menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Lembaga baru ini nantinya merupakan hasil penggabungan antara PT Askes, Jamkesmas/Jamkesda, serta PT Jamsostek. “Penggabungan dilakukan karena pemerintah ingin meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat utamanya anggota PT Askes, Jamkesmas/Jamkesda, serta PT Jamsostek,” kata Octovianus Ramba. Dikatakannya, pemerintah telah mengeluarkan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang salah satunya isinya tentang perubahan askes jadi BPJS. Ada beberapa poin penting UU Nomor 24 Tahun 2011 Tentang BPJS yang harus diketahui. Yakni, BPJS dibagi 2 yaitu BPJS Kesehatan dan

BPJS Ketenagakerjaan. “BPJS berbentuk Badan Hukum Publik. BPJS bertanggung-jawab langsung kepada Presiden,” jelasnya. Kepesertaan terbagi menjadi dua kelompok yaitu PBI (penerima bantuan iuran) seperti fakir miskin dan orang tidak mampu. Bukan PBI (bukan penerima bantuan iuran) sedangakan peserta pekerja penerima upah dan anggota keluarganya yaitu PNS, TNI Polri, Pejabat Negara dll, peserta pekerja yang tidak menerima upah dan anggota keluarganya seperti Pekerja diluar hubungan kerja atau pekerja mandiri, dan yang terakhir bukan pekerja yaitu Investor, Pemberi kerja, Veteran dll “Pelayanan kesehatan yang dijamin, meliputi pelayanan tingkat pertama, rujukan, dan pelayanan kesehatan lain yang ditetapkan menteri. Sedangkan pelayanan yang tidak dijamin adalah pelayanan kesehatan yang tidak mengikuti prosedur, pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri, pelayanan perataan gigi dan gangguan kesehatan akibat ketergantungan obat, atau sengaja menyakiti diri sendiri serta beberapa pelayanan kesehatan lain termasuk akibat bencana pada masa tanggap darurat,” ujarnya. (Lay).

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

Kertas Fotokopi Berkualitas

DISTRIBUTOR TUNGGAL

CV. DUTA UTAMA ADITYA Jl. Putri Candramidi No. 8 Pontianak-Kalbar Telp. 0561-767552/766199 CMYK

Harian Borneo Tribune 11 Oktober 2013  

Harian Borneo Tribune 11 Oktober 2013

Advertisement