Page 8

Sekadau Borneo Tribune

Jumat, 6 Juni 2014

8

Wah, Bapak Tiga Anak Selingkuhi Bibinya

Kades Desa Setawar Dipolisikan Borneo Tribune, Sekadau Tingkah laku keponakan satu ini tak patut dicontoh. Betapa tidak, ia tega berselingkung dengan bibi istri pamannya sendiri. Yang cukup mencengangkan, ponakan itu menjabat Kepala Desa. Dia Agus (35) Kepala Desa Setawar, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau. Mentang-mentang di Desanya menjabat sebagai orang nomor satu, ia seolah-olah menjadi casanova alias penakluk wanita yang mampu membuat wanita manapun bertekuk lutut di hadapannya. Tapi, sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat akan jatuh juga. Pepatah itu berlaku pula pada Agus. Saat tengah tertidur pulas usai “bertempur” dengan pasangan selingkuhannya,

Halimah, Agus digerebek suami sah dari Halimah, Sahbran bersama petugas kepolisian di kamar 126 hotel Pelangi jalan Sekadau-Sanggau, Rabu (4/6) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Saat dipergoki, Agus dan Halimah sedang tertidur pulas. Keduanya tak berkilah saat dihujani pertanyaan oleh Sahbran dan Polisi. Mereka mengaku bahwa ada hubungan istimewa yang dijalin keduanya, bahkan berlanjut hingga ke ranjang. Gerah dengan perbuatan keduanya, Sahbran yang sudah jengkel bukan kepalang memutuskan mempolisikan keduanya. Kamis (5/6) siang, jadilah Agus dan Halimah diboyong ke Mapolres Sekadau untuk dimintai keterangan mempertanggungjawabkan perbuatan keduanya.

Saat ditemui di sela-sela pemeriksaan, Sahbran mengungkapkan aksi mesum Agus dan Halimah bukan kali ini saja dipergoki. “Ini sudah ketiga kalinya ketahuan. Saya sendiri sudah dua kali memergoki sendiri mereka sedang berbuat tidak senonoh. Kelewatan, padahal sebelumnya sudah ada peringatan, supaya tiak melakukan perbuatan serupa, ini saya lapor biar dikasi pelajaran,” kesal Sahbran. Sahbran mengisahkan, pertama kali perbuatan mesum keduanya dipergoki bulan Juli tahun 2013 lalu. Namun, saat itu Sahbran masih pikir panjang. Akhirnya, diputuskan keduanya membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya di lain waktu. Namun, jalinan asmara terselubung nan terlarang antara

Agus dan Halimah tak putus disitu. Tak lama setelah menandatangani surat pernyataan, keduanya kembali dipergoki sedang berlakon layaknya suami istri sah. “Yang kedua kali saya tidak tahan, saya lapor polisi juga. Habis bagaimana, mereka tidak jera-jera,” beber Sahbran. Tapi Sahbran adalah suami dan imam yang baik untuk istrinya. Meski sudah mempolisikan perilaku Agus dan Halimah pada kali kedua dipergoki selingkuh, ia kemudian memutuskan mencabut laporannya. “Harapan saya waktu itu mudah-mudahan mereka jera kalau sudah berurusan di kantor polisi,” tutur ayah dua anak itu. Rupa-rupanya kisah cinta terlarang antara Agus dan Halimah sangat kuat. Mereka

tak kunjung jera hingga kali ketiga ditemukan sedang tidur berdua di kamar hotel, malam kemarin. Lagi-lagi Sahbran yang memergoki keduanya. Kali ini, Sahbran sudah tak mau berbaik hati lagi. Ia merasa sudah tak ada gunanya mempertahankan istri seperti Halimah.“Saya sudah tidak tahan. Saya akan ceraikan dia,” ucap Sahbran mantap. Dari penuturan Sahbran muncul fakta mencengangkan. Agus tak lain adalah keponakan Sahbran sendiri. Halimah adalah bibi Agus istri dari Sabran. Ayah Sahbran dan kakek Agus merupakan saudara kandung. “Ya, dia itu keponakan saya. Istri saya itu bibinya,” aku Sahbran bernada kesal. Aksi menyelingkuhi wanita bukan kali ini saja dilakukan

Agus seperti dituturnya Sahbran. Sebelumnya, ia diketahui telah beberapa kali kedapatan berselingkuh dengan beberapa wanita di kampungnya. Diantara para wanita itu, ada yang berstatus istri sah orang lain hingga janda. “Entah sudah berapa kali saya tidak ingat persis berapa korbannya. Yang jelas sudah berkali-kali,” kisah Sahbran. Sementara, istri sah Agus, Wati, juga mengakui kalau suami dan ayah dari tiga orang anaknya itu sebagai pria flamboyan. “Yang saya tahu sudah dua wanita yang dia selingkuhi, satu janda, satunya yang ini istri orang. Jujur, saya masih sayang sama dia.” kata Wati. Meski tak dapat menutupi kekesalannya akibat ulah sang suami, Wati mengaku sampai

saat ini masih mencintai Agus. “Saya masih cinta sama suami saya. Tapi saya tidak mau dimadu. Dia harus pilih satu. Kalau masih mau sama saya tinggalkan wanita itu, kalau lebih cinta sama wanita itu ya sudah saya rela diceraikan,” ucap Wati pasrah. Untuk saat ini, Wati tidak ingin ambil pusing dengan urusan suaminya itu. Ia lebih memilih mementingkan nasib ketiga anaknya. “Anak saya tiga, kecil-kecil. Lalu nanti siapa yang menguurus mereka,” ujar Wati. Soal proses hukum, Wati menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. “Saya sih serahkan kepada polisi saja urusannya. Mau saya cabut laporan saya masih pertimbangkan, dan butuh proses panjang,” tandas Wati. (Mto).

Hari Lingkungan Hidup Diisi dengan Aksi Menanam Pohon Borneo Tribune, Sekadau Pemerintah Kabupaten sekadau, menggelar aksi menanam pohon dalam acara perigati hari Lingkungan Hidup sedunia 5 Juni kemarin. Penanaman pohon penghijauan digelar di lingkungan Betang Centre, jalan Sekadau-Rawak. Wakil Bupati Sekadau, Rupinus memimpin jalannya peringatan hari lingkungan hidup dengan aksi menanam pohon. Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Pertamanan Kabupaten Sekadau, Yoseph Yustinus dalam laporannya mengatakan tema hari LH tahun 2014 adalah “mari kita satukan langkah selamatkan pesisir pantai”.

Pelaksanaan peringatan hari LH, kata Yoseph, melibatkan berbagai unsur seperti instansi pemerintah, instansi vertikal, perusahaan-perusahaan swasta, LSM hingga pelajar. “Menjaga kelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja, namun butuh dukungan semua stakeholder. Makanya kita juga libatkan siswa-siswi sekolah supaya mereka punya kesadaran untuk menjaga lingkungan,” papar Yoseph. Dilanjutkan Yoseph, kegiatan tersebut selain dirangkai dengan aksi tanam pohon juga sekaligus diisi dengan penyerahan kendaraan pengangkut sampah roda tiga untuk tujuh Kecamatan. Penyerahan dila-

kukan oleh Wakil Bupati secara simbolis kepada Camat Belitang Hilir. Sementara, Wakil Bupati Sekadau, Rupinus saat membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup menuturkan, isu utama yang dihadapi saat ini adalah pemanasan global. Pe-

manasan global memberikan dampak yangluar biasa terhadap iklim dan lingkungan. “Akibat pemanasan global iklim menjadi tidak menentu, kadang hujan, kemudian bisa juga tiba-tiba kemarau. Dampak lainnya seperti adanya potensi banjir, tsunami. Tidak

hanya itu, akibat iklim yang tidak menentu, produksi pertanian pun turun,” kata Rupinus. Salah satu upaya untuk meminimalisir dampak pemanasan global adalah dengan melakukan penghijauan. Menanam pohon merupakan solusi yang diyakini ampuh un-

tuk mengatasi krisis iklim. “Makanya kita semua perlu menanamkan kesadaran untuk menanam pohon. Kalau ada halaman rumah yang kosong, tanami pohon. Pohon apa saja boleh, bisa durian, jengkol dan sebagainya,” pesan Wabup. Karenanya, Wabup turut

mengajak seluruh kalangan untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. “Semuanya harus peduli. Pemerintah, swasta, LSM dan masyarakat dibutuhkan andilnya supaya kelestarian lingkungan kita tetap terjaga,” tutup Wabup. (Mto).

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

Wakil Bupati Sekadau, Rupinus, menanam pohon di komplek Betang Centre dalam peringatan hari lingkungan hidup sedunia, didampingi Kaban Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau, Yoseph Yustinus, Rabu (5/6) kemarin.//Foto Bagus Kosminto/Borneo Tribune

Kades Dituntut Pahami UU No 6/2014 Borneo Tribune, Sekadau Guna memberi pembekalan dalam menjalankan tugas sebagai pejabat di tingkat Desa Pemerintah Kabupaten Sekadau memberikan sosialisasi Undang-undang Republik Indonesia No 06 Tahun 2014 tentang Desa. Sosialisasi itu diprakarsai Bagian Hukum dan HAM setda Pemkab Sekadau bekerjasama Dirut Pemdes dan Kelurahan Kemendagri, dan instansi terkait di mess Pemkab Sekadau, Rabu (5/6). Kegiatan sosialisasi itu yang dibuka oleh Asisten 1 Administrasi Bidang Pemerintahan, Drs. Adrianto Gondo Kosumo, Kabag Hukum dan HAM, Subhan, Direktur Pemdes dan Kelurahan Kementrian Dalam Negri Eko Prasetyo, Para Camat, Sekcam 7 Kecamatan, Kepala SKPD, dan Kepala Desa se-Kabupaten Sekadau.

Ketua Pelaksana kegiatan, Subhan, mengatakan agenda itu penting dan strategis dilakukan Pemda Sekadau, dimana para Kades akan mendapatkan informasi langsung dari pihak kemendagri mengenaiUndang-Undang No 6 tahun 2014, tentang Desa. “Diharapkan kepada para Kepala Desa kedepan dapat mengambil langkah strategis dalam rangka penyelengaraan pemerintahan di Desa. Hal ini berdampak pada percepatan regulasi dan prodak hukum darah guna memajukan Sekadau,” papar Subhan. Pemerintah Desa memiliki tugas tanggungjawab, dan menjadi ujung tombak pembagunan di Desa. Oleh kareana itu, Subhan ingin perangkat Desa mempelajari dan memahami UU No 6 Tahun 2014, tentang Desa, dalam

rangkat percepatan pembangunan di Desa kedepan. Sementara itu, Bupati Sekadau yang diwakili Asisten 1 Administrasi Bidang Pemerintahan, Adriantio Gondo Kusumo memaparkan Pelaksanaan Undang-Undang No 6 Th 2014 merupakan hal penting yang akan dijalankan para Kepala Desa dalam roda pemerintahan Desa.

“Dengan adanya UU Desa para kepala Desa diberikan kesempatan untuk membuat BUMD (Badan Usaha Milik Desa) serta dalam pengunaan anggaran akan diawasi dalam pengunaan pembangunan di Desa. Yang terpenting adalah jangan sampai menyalahgunakan anggaran yang diberikan pemerintah,” pesan Adrianto. Dengan diudangkan UU No

6 Tahun 2014 maka urusan otonomi Desa untuk selanjutnya berpedoman pada aturan tersebut. Dalam pelaksanaannya, UU No 6 tahun 2014 belum di terapkan. “SKPD teknis, para camat diberi tugas untuk membina para Kepala Desa sehingga dalam aplikasi penerapan pemerintahan Desa sesuai aturan yang berlaku,” tandas Adrianto. (Mto).

Sosialisasi UU No 6 Tahun 2014, tentang Desa, kepada kepala Desa se-Kabupaten Sekadau, di Mess Pemda sekadau Rabu (5/6).// foto Bagus Kosminto/Borneo Tribune

Harian Borneo Tribune 6 Juni 2014  

Harian Borneo Tribune 6 Juni 2014

Advertisement