Page 5

Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Jumat, 6 Juni 2014

Latihan Gabungan, Skadro 1 Pontianak Berhasil Hancurkan Target

Borneo Tribune, Kubu Raya Sebanyak lima pesawat jenis hawk 100 dan 200 tiba di skadron 1 Elang Khatulistiwa Lanud Supadio Pontianak. Pasca mengikuti latihan gabungan semua angkatan di daerah Asam Bagus Jawa Timur selama 12 hari. Kedatangan lima pesawat hawk 100 dan 200 itu di sambut oleh Komandan Lanud Supadio, serta petinggi pangkalan skadron 1 supadio pontianak dan beserta pihak keluarga. Komandan Lanud Supadio Pontianak, Kolonel Penerbangan. Teddi Rizali Hada mengatakan, apa yang telah di lakukan oleh anggotanya dapat memberikan hasil yang memuaskan. Semua misi yang di tugaskan dalam latihan gabungan itu bisa dihancurkan dan diselesaikan dengan baik. ”Target-target sasaran penembakan dapat di hancurkan. bahkan target yang tersisa oleh pesawat lain dapat juga di hancurkan oleh pesawat kita,”kata Tedi, Kamis (5/6). Dalam latihan gabungan itu, kata dia pihaknya mengirim 55 personil. “Dalam latihan itu semua personil kita dalam keadaan baik dan aman. Tidak ada yang mengalami cedera saat menjalankan latihan gabugan tersebut,”terangnya. Dia mengatakan, apa yang telah di lakukan oleh kru elang khatulistiwa atau pun skadron 1 lanud supadio pontianak dapat memberikan kontribusi bagi kesatuan. “Jadi ini bisa menjadi prestasi sendiri bagi kesatuan kita. Dan keberhasilan yang diraih ini dapat dijadikan motivasu untuk jauh lebih baik lagi dalam menghancurkan semua target-target sasaran yang ditentukan,”ucapnya. Ditempat yang sama, Leder Mayor, Penerbangan, M. Amri Taufanny menyatakan, bahwa dalam latigan gabungan tersebut dirinya beserta personil skadron 1 lanud supadio pontianak diberikan dua target sasaran yang harus dihancurkan. Dan hasilnya dua target iru pun berhasil kita hancurkan. “Alhamdullah latihanya sekarang sudah selesai. Saya berseta personil lainya dalam keadaan aman dan selamat tanpa adanya cedera serius dalam latihan ini,” katanya. Untuk kendala yang dihadapi, kata dia itu masih berupa standar, seperti kendala teknis dan lain-lainya. Meskipun demikian kendala itu dapat diatasi sehingga tidak menjadi problem serius bagi kita yang menjalani latihan. “Semua kendala berhasil kita lewati dengan aman dan selamat. Dan harapan kita kedepan prestasi yang diraih ini dapat menjadi motivasi bagi semua personil yang ada di skadron 1 lanud supadio pontianak,”ujarnya. (Adex)

PKH Delapan Kecamatan Borneo Tribune, Mempawah Program Keluarga Harapan (PKH) untuk di Kabupaten Pontianak sudah berhasil dikembangkan. Tahun sebelumnya, baru tiga Kecamatan yang berjalan. Namun tahun ini, pihak Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Pontianak (Sosnakertrans), sudah dapat mengembangkan di delapan kecamatan. “Kita berupaya untuk pengembangan PKH, dan Alhamdulillah tahun ini sudah delapan kecamatan, kecuali Anjungan karena Rumah Tangga Sangat Miskin (RTMS) dibawah 100. Kedepan kita akan berupaya mengembangkan untuk kecamatan Siantan, Sungai Kunyit, Tuho, dan Sadaniang,” ungkap Plt Kadisoskertrans, Burhan. Menurut dia, aplikasi PKH sangat mendukung dalam rangka pengurangan pekerja anak. Sehingga Dinsoskertran berupaya mengembangkan PPA-PKH. Di Kabupaten Pontianak saat ini telah melaksanakan pembinaan dimasing-masing kecamatan yaitu Kecamatan Mempawah Hilir sebanyak 18 Orang, terdiri dari 14 anak laki-laki dan 4 perempuan, Mempawah Timur 8 orang terdiri dari 4 lakilaki dan 4 perempuan, dan Sungai Pinyuh 34 orang, masing-masing 22 laki-laki dan 12 perempuan. “Alasan pengambilan pekerja anak di 3 Kecamatan tersebut adalah karena untuk di Kabupaten Pontianak baru 3 Kecamatan yang sudah berjalan dan menerima PKH. Namun kembali seperti yang saya katakan, kita tetap akan melakukan pengembangan ke kecamatan lainnya,” katanya. Namun demikian, Burhan mengatakan, PPA-PKH sangat tergantung kepada kebijakan pemerintah pusat. Namun merunut kepada kebiasaan, apabila sudah mendapatkan program tersebut, maka kedepan dapat kembali didukung pemerintah pusat. Namun pada pelaksanaannya, harus dapat mengkover seluruh tujuan pelaksanaan PPA-PKH. “Kita usahakan terus supaya tidak ada lagi anak RTMS yang tidak mengikuti bangku sekolah. Dan kita berikan bantuan untuk melalui dinas terkait, seperti pendidikan. Pemerintah pusat akan mengevaluasi, sehingga kita bekerja semaksimal mungkin, mulai dari persiapan pendamping, shelter, dan output berupa tindak lanjut dari PPA-PKH,” tuturnya.(JoE)

5

350 Kontingen Por prov Mempawah Dilepas

Target Raih Runner Up

Dilepas.Wakil Bupati Pontianak, Gusti Ramlana, melepas kontingen Poprov XI Kalbar di Aula Kantor Bupati Pontianak. Foto : Johan Wahyudi/Borneo Tribune. Borneo Tribune, Mempawah Sebanyak 350 atlet, pelatih dan official kontingen Kabupaten Pontianak yang akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalbar ke XI tahun 2014, yang dimulai 7-15 Juni di Kota Pontianak, secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati Pontianak, Gusti Ramlana di Aula Kantor Bupati Pontianak, Kamis (5/6), kemarin. Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pontianak, Gusti Ramlana, menyampaikan sambutan tertulis Bupati Pontianak, mengharapkan kontingen Porprov Kabupaten

Pontianak bisa tampil gemilang dan mampu mendulang medali sebanyak-banyak. “Para atlet harus menunjukan tangungjawab terhadap daerah untuk meraih prestasi terbaik pada Porprov ini. Untuk itu, jagalah kepercayaan diri saat bertanding, Insyah Allah kita akan memenangkan cabang olahraga yang dipertandingkan. Jangan lupa selalu berdoa dan jaga kesehatan . Karena saat bertanding kodisi fisik harus prima,” kata Gusti Ramlana. Sedangkan Ketua Harian KONI Kabupaten Pontianak,

Jailani, mengungkapkan jumlah kontingen Kabupaten Pontianak yang dikirim sebanyak 350 orang terdiri dari 288 atlet, 36 pelatih dan 26 official. Selain itu, KONI Kabupaten Pontianak juga akan mengirim atlet National Paralympic Committee (NPC) atau organisasi atlet penyandang disabilitas di Kabupaten Pontianak dengan mengirim 15 orang untuk mengikuti Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) Kalbar yang akan dilaksanakan ke III pada 1823 Juni mendatang. “Kita telah melaksanakan

TC dari April-Mei. Namun sejak Januari lalu, atlet sudah digembleng oleh pengcabnya masing-masing. Kita menargetkan pada Porprov XI ini, kita dapat meraih runner up atau juara kedua. Hal ini sejalan dengan prestasi yang selalu didapat Kabupaten Pontianak sepanjang sejarah penyelenggaraan Porprov, yakni selalu menjadi juara kedua,” katanya. Lanjutnya lagi, pihaknya menargetkan mampu meraih 55 emas dari seluruh cabang olahraga yang diikuti. Untuk itu, posisi juara kedua adalah target yang realistis pada

Porprov 2014. “Target 55 medali emas ini, kita prediksi dari delapan cabang andalan, yakni anggar, angkat berat, atletik, renang, panjat tebing, balap sepeda, sepak takraw, dan biliar. Karena kita tahu persaingan saat ini, semakin berat apalagi jumlah kontingen Kota Pontianak dan Kubu Raya lebih banyak dan menjadi saingan berat kita. Namun kita berharap dukungan bupati dan wakil bupati agar bisa hadir memberikan suport kepada para atlet saat bertanding nanti,” katanya. (JoE)

MTQ XXV Tingkat Nasional di Batam Bupati Berharap Kafilah Mempawah Harumkan Nama Kalbar Borneo Tribune, Mempawah Kafilah MTQ Kalimantan Barat bertolak menuju Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (4/6). Berlaga di ajang MTQ XXV tingkat nasional, kafilah Kalbar diperkuat sembilan orang putra-putri Kabupaten Pontianak. Bupati Ria Norsan pun memohon restu masyarakat agar perwakilan Kabupaten Pontianak di kafilah Kalimantan Barat dapat menyumbangkan prestasi. “Kita mohon doa restu masyarakat agar kafilah Kalimantan Barat dapat tampil prima di ajang MTQ XXV tingkat nasional. Terlebih ada sembilan orang anak-anak kita yang memperkuat kafilah Kalbar,” kata Ria Norsan di Mempawah, Selasa (3/6). Bahkan Norsan sendiri optimis dari sembilan orang wakil Kabupaten Pontianak di kafilah Provinsi, akan ada yang mampu menyumbang-

kan medali. Optimisme ini didasarkan informasi dari Ketua LPTQ Kalimantan Barat M. Zeet Hamdy Assovie beberapa waktu lalu. Zeet Hamdy mengatakan setidaknya delapan personel kafilah Kalbar asal Kabupaten Pontianak punya potensi untuk menjadi juara tingkat nasional. Kedelapan anggota kafilah tersebut dinilai memiliki kemampuan dengan standar tinggi. “Ada delapan orang dari Kabupaten Pontianak yang menurut tim pelatih akan bisa berbicara di tingkat papan atas MTQ nasional. Bahkan tim pelatih kafilah Kalimantan Barat sendiri delapan orang di antaranya merupakan juri nasional yang dikontrak khusus oleh LPTQ Kalimantan Barat,” kata Ria Norsan. Bahkan untuk memotivasi para kafilah khususnya dari Kabupaten Pontianak yang mewakili Kalbar di

Motivasi. Bupati Pontianak, Ria Norsan bersama istri, Hj. Erlina saat tiba di Bandara Hang Nadim Batam. Foto : Istimewa. MTQ tingkat nasional, Bupati Pontianak, Ria Norsan, beserta istri Ketua TP PKK Kabupaten Pontianak, Hj. Erlina, Rabu (4/6), kemarin,

bertolak ke Batam sebagai bentuk dukungan dan berharap kafilah Kalbar meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah.

“Semoga dengan bekal selama pemusatan latihan, para kafilah Kalbar mampu meraih prestasi terbaik,” kata Norsan.

Harian Borneo Tribune 6 Juni 2014  
Harian Borneo Tribune 6 Juni 2014  

Harian Borneo Tribune 6 Juni 2014

Advertisement