Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Kamis, 5 September 2013

29 Syawal 1434 H - 1 Peh Gwee 2564

Calon Kabupaten ke 15 di Kalbar Guberur Kalbar Drs Cornelis, MH mendukung usulan pemekaran Kabupaten Sekayam Raya di Provinsi Kalbar yang letaknya berbatasan dengan Malaysia. Dukungan Gubernur ini untuk memprioritaskan pemekaran yang letaknya berbatasan dengan Negara lain agar bisa menjaga keamanan wilayah perbatasan Negara Indonesia, Rabu (4/9). merupakan konsekuensi logis dari dinamika politik lokal yang bermuara pada keinginan masyarakat untuk mergembangkan potensi sumber daya lokal secara mandiri. Sejalan dengan tujuan utama pemekaran daerah, yakni untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan masyarakat sebagai implementasi semakin dekatnya rentang kendali pemerintahan di tingkat lokal. “Pembentukan daerah otonomi baru (DOB) harus memenuhi syarat administrasi, syarat teknis, syarat fisik kewilayahan,” kata M Zeet Hamdy Assovie kepada Gubernur. Dikatakannya, tujuan utama dari pemekaran adalah harus mampu mensejahterakan masyarakatnya dan memperkuat NKRI. Pemekaran daerah tidak mengakibatkan perekonomian ....Ke Halaman -11

B uah Bibir

Gubernur Dukung Pemekaran Kabupaten Sekayam Raya

AUDIENSI. Gubernur Kalbar Drs Cornelis, MH didampingi Sekda Kalbar Drs M Zeet Hamdy Assovie dan Asisten I Setda Kalbar Sumarno menerima Audiensi Tim Presidium Pembentukan Kabupaten Sekayam Raya di Balai Petitih, Kantor Gubernur. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Debat Publik Bikin Pontianak Enak

Saatnya Untuk Kalbar DALAM dunia pendidikan di dunia, Kalbar kini menjadi hitungan. Pasalnya, prestasi siswa Kalbar satu demi satu meraih medali bergengsi. Kali ini, Valentino Sudaryo, baru duduk di kelas 2 Sekolah Menengah Atas, namun di dunia pendidikan nama Valentino Sudaryo bukanlah nama yang asing. Siswa yang baru berumur 16 tahun ini pernah Valentino Sudaryo

....Ke Halaman -11

Tukang dan Menu Makan Siang DISEBUAH proyek pembangunan apartement, ada 3 orang tukang yang lagi makan siang Tukang 1 : “Ya ampun!!!! roti isi telor lagi!!! TELOR TELOR TELORRR terussss!!!!!, kalo besok gue masih dibawain roti isi telor lagi, gue bakalan loncat dari gedung atas!!!” Tukang 2 : “NASI UDUK, NASI UDUK, NASI UDUK terus!!! bisa gila nih gue!!!! kalo besok masih nasi uduk, gue bakalan bunuh diri!” Tukang 3 : “ROTI SELAI KACANG???????, tiappppp hari gue makan roti selei kacang!!!, kalo besok masih selei kacang juga gue bakalan ikutan loncat bareng elo berdua!!” Besokannya, si tukang pertama dibawain roti isi telor lagi, tukang kedua, bawa nasi uduk lagi, dan tukang ketiga juga roti selei kacang lagi, akhirnya, mereka bertiga loncat dari gedung. Dipemakaman, ke3 istri tukang2 itu, sediiiihhhhh bgt: Istri 1 : “Kalo aja saya tau dia ngga mao makan roti isi telor, pasti udah saya bikinin yang laen ” Istri 2 : “Kalo aja dia bilang dia bosen sama nasi uduk, pasti ngga bakalan begini jadinya……..” Istri 3 : “Saya binggung kenapa suami saya bunuh diri, dia selalu bikin bekalnya sendiri…….. “o

Solusi : Pariwisata, Air, Macet, Banjir, Miskin, Listrik Belum Clear

: Jl. A. Yani No. 8 Telp. (0562) 637000 : Jl. R. Suprapto Telp. (0534) 31841 : Jl. Jend. Sudirman Telp. 0564 - 2025280 : Jl. MT. Haryono Telp. 0565 - 24222

Borneo Tribune, Pontianak Sekitar pukul 19.30 bertempat di Grand Mahkota Hotel pada Selasa (3/9) pelaksanaan debat kandidat Pilwako Pontianak digelar di Takalar Room lantai 2 Hotel Mahkota dan menyedot banyak perhatian masyarakat kota pontianak. Acara diatur panitia dengan

apik, walau ini merupakan ajang debat kandidat. Penataan acara penuh kearaban yang ditandai dengan suguhan tarian daerah. Setelah itu dilanjutkan dengan perkenalan untuk enam pasangan calon dengan memaparkan profil singkat ....Ke Halaman -11

Gubernur Minta Cegah Mal Administrasi PNS Harus Berdedikasi Borneo Tribune, Pontianak Untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (goodgovernance) di Provinsi Kalbar, Gubernur Kalbar Drs Cornelis, MH meminta kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) agar selalu menjaga dedikasi, prilaku dan loyalitas kerja serta integritas diri, agar tidak mudah terjebak dalam prilaku Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam menjalankan tugas PNS sebagai abdi negara. ”Saya sampaikan hal ini, ka-

M Zeet Hamdy Assovie, MTM.

rena masyarakat dan kita sendiri melihat dan mendengar akhir-akhir ini di berbagai media elektronik dan media cetak, banyak pejabat pemerintahan yang diduga terlibat dalam berbagai kasus korupsi,” kata Gubernur, Senin (2/9) dalam sambutan yang dibacakan Sekda Kalbar Drs M Zeet Hamdy Assovie, MTM, pada apel awal bulan September. Gubernur masih dalam sambutanya juga mengingatkan kepada seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) selaku Kuasa Pengguna Anggaran untuk melakukan ....Ke Halaman -11

Foto Andika Lay/Borneo Tribune.

Dimasuki serangga, bari-bari dan lalat dalam jumlah yang banyak

Pabrik Kopi Resahkan Warga Purnama Borneo Tribune, Pontanak Berdirinya pabrik penggorengan biji kopi yang terletak di Gang Purnama Jalan Purnama semakin hari kian meresahkan warga yang tinggal berdampingan pabrik, khususnya bagi beberapa warga yang memang bersebelahan langsung dengan bangunan pengelolahan biji kopi ini. Terasa langsung akibat polusi yang ditimbulkan akibat aktivitas penggorengan biji kopi setiap harinya. ....Ke Halaman -11

Singkawang Ketapang Sanggau Sintang

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

DITEMBAK. Kedua pelaku kejahatan bermodus congkel jok sepeda motor ditembak anggota Resmob Polda Kalbar, yakni usai menjalankan aksi di parkiran Bank BTN Sungai Raya, di mana kedua melakukan perlawanan terhadap kepolisian, FOTO:Achmad Mundzirin/Borneo Tribune.

Pencongkel Jok Motor PNS Kodam Ditembak Borneo Tribune, Pontianak Dua spesialis pelaku kejahatan bermodus mencongkel Jok sepeda motor, Hendra warga Gang Delima 1 dan Yopan warga Gang Delima 2 Jalan Kom Yos Soedarso Kecamatan Pontianak Barat ditembak anggota Reserse Brimob Polda Kalbar, lantaran saat hendak dilakukan penangkapan melakukan perlawanan dan melarikan diri, usia menjalankan aksinya di parkiran Bank BTN Sungai Raya, Rabu (4/9) kemarin sekitar pukul 12.00 Wib. ....Ke Halaman -11

Usai Membunuh Nasir Sembunyi ke Tayan Polisi Lakukan Pra Rekonstruksi

Serangga jenis bari-bari dan lalat yang selalu memasuki rumah warga dalam jumlah banyak diduga akibat polusi dari pabrik pengolahan biji kopi ini.

Borneo Tribune, Pontianak Nasir (40) warga Pal 9 Kecamatan Sungai Kakap merupakan suami sekaligus pelaku yang membunuh Sri alias Atik , saat di Pal 5 Jalan Husein Hamzah Kecamatan Pontianak Barat dua hari yang lalu Senin (2/9) malam kemarin, ternyata melarikan diri dari aparat ke Kecamatan Tayan Kabupaten Sanggau. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Heni Agus Sunandar, Rabu (4/9) kemarin. Menurut Kasat Reskrim Polresta Pontianak, saat ini Nasir sudah berhasil ditangkap dan diamankan pihaknya, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait pembunuhan yang dilakukan Nasir terhadap Sri beberapa hari yang lalu, dengan cara menikamkan pisau berkali-kali disekitar tubuh. “ Nasir ini kita tangkap di Kecamatan Kakap Kabupaten Kubu ....Ke Halaman -11

Telah Hadir!!!!

a di Landak PT. Anzon Autoplaz26, Kabupaten Jl. Pulau Bendu No. n Ngabang Landak Kecamata

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Borneo Tribune, Pointianak Gubernur Cornelis, didampingi Wagub Christiandy Sanjaya, Sekda M Zeet Hamdy Assovie, Kepala SKPD menerima Tim Presidium Pembentukan Kabupaten Sekayam Raya dalam Audiensi di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar “Adiministrasinya sudah siap belum, kalau siap, nanti saya sampaikan ke Mendagri untuk disahkan menjadi Kabupaten Sekayam Raya,” kata Cornelis, saat menerima Tim Presidium Pembentukan Kabupaten Sekayam Raya, di Balai Petitih. Kata Gubernur, setelah Rancangan Undang-Undang Pemekaran ini disahkan DPR RI menjadi Undang-Undang Pemekaran Kabupaten Baru, maka Sekayam Raya akan menjadi Kabupaten ke 15 di Provinsi Kalbar. Sementara itu, Sekda Kalbar M Zeet Hamdy Assovie mengatakan Pemekaran daerah

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103


Kamis, 5 September 2013

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

Seponti Layak Dibuka Bank Borneo Tribune, Sukadana Salah satu percepatan roda perekonomian disuatu daerah adalah dengan adanya bank dikawasan tersebut, dan hal tersbeutlah yang dibutuhkan di Kecamatan Seponti. Dikatakan Bupati KKU Hildi Hamid, belum lama ini bahwa Kecamatan Seponti merupakan kecamatan yang roda perekonomiannya mengalami peningkatan yang cukup pesat, bahkan perputaran mata uang di desa kecamatan yang kental dengan masyarakat transmigrasi ini cukup besar, sehingga dukungan jasa perbankan perlu dibangun. “Layak ada bank disini, walau bukan cabang bembantu, standar kantor kas dirasa sudah cukup, karena saat ini masyarakat jika ingin bertransaksi dengan harus ke Teluk Batang,” kata Hildi Hamid. Dengan adanya bank di Seponti, maka akan banyak nilai positifnya, selain mengajarkan masyarakat untuk menabung juga akan memberikan suatu jaminan bagi para investor bahwa Seponti memiliki tingkat perekonomian yang sudah baik. “Setidaknya masyarakat tdak terlalu boros dalam menggunakan uang, dan dari pada disimpan didalam rumah akan lebih aman disimpan dibank,” kata Hildi. Seperti diketahui, saat ini di Seponti banyak pontensi usaha yang menjanjikan muai dari hasil pertanian, dan perkebunan juga ternak. (DL)

Dermaga paket 5 Seponti merupakan salah satu dermaga di Kecamatan Seponti yang menjadi roda penggerak percepatan pembangunan perekonomian dan pembangunan, perlu dukungan jasa keuangan untuk mendukung pondasi perekonomian di kecamatan yang lekat dengan masyarakat transmigran itu. FOTO: Abdul Khoir/Borneo Tribune

CPNS KKU Tetap Diumumkan Borneo Tribune, Sukadana Kabar menggembirakan bagi para calon pelamar pegawai negeri sipil di Kayong Utara kali ini datang dari Bagian Kepegawaian Daerah (BKD) Sekertariat Daerah, dimana melalui kepala bagiannya

menegaskan bahwa pengumuman terhadap pembukaan penerimaan PNS dilingkungan Pemkab Kayong Utara tetap dilakukan. “Kita tidak mau tutuptutupi, semua transparan dan kita akan umumkan dimedia,” kata Kabag

Kepegawaian Daerah Romy Wijaya. Dijelaskannya, pengumuman dilakukan secara terbuka dan akan diinformasikan juga melalui berbagai media di Kalbar, sehingga semua pihak daat mengetahui dan mengikuti tes terse-

but. Lebih jauh Romy Wijaya menjelaskan, untuk pelaksanaan tes tahun ini, KKu bersama daerah lain masih menggunakan tes dengan menggunakan lembar jawaban kerja (LJK) dan belum menggunakan sistem

komputerisasi, dimana untuk pelaksanaan ujian sama seperti yang dilakukan pada beberapa tahun lalu. Sedangkan untuk kesiapan pelaksanaan ujian dengan sistem komputerisasi atau sistem online, KKu masih belum

siap, dimana untuk pengadaan unit komputer dan perangkat lainnya apalagi pada tahun anggaran berjalan sangatlah tidak mungkin, jikapun mungkin tenaga yang berkopenten untuk menanganin hal tersebut belum siap untuk diterjunkan,“Tahun depan

mungkin sudah,” katanya. Seperti diketahui formasi sebanyak 218, dimana 55 persen atau 120 formasi diperuntukan bagi tenaga guru, 35 persen atau 76 untuk tenaga medis dan 10 persen atau 22 merupakan tenaga teknis dan umum. (DL)

Mayjen TNI Ridwan Dilepas Menuju Tugas Baru Borneo Tribune, Kubu Raya, Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Ibrahim Saleh, Minggu (1/9) lalu, memimpin Acara tradisi pelepasan Mantan Pangdam XII Tanjungpura Mayjen Ridwan menuju tigas baru sebagai Asisten Operasi Panglima TNI di halaman Makodam XII/Tpr. Acara diikuti oleh para Asisten, Kabalak, seluruh prajurit dan PNS serta ibu-ibu pengurus persit Kartika Chandra Kirana PD XII/ Tanjungpura. Uapacara pelepasa berlangsung penuh keakraban, para prajurit yang ditinggalkan memberi salam hormat begitu sebaliknya, dengan diiringan Korsik dan nyanyian Sayonara oleh prajurit Kodam XII/Tpr, meyertai langkah Mayjen TNI Ridwan beserta Istri usai melangkah melewati pedang pora. Selamat jalan Pahlawanku, selamat bertugas,

semoga sukses ditempat yang baru. Selesai melaksanakan acara tradisi pelepasan, Mayjen TNI Ridwan beserta Istri mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya selama ini, pertahankan dan terus ditingkatkan, pesanaya kepada seluruh prajurit Kodam XII/Tpr untuk berpegang teguh kepada Sapta marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI, Prajurit Kodam dekat dengan Tuhan-Nya dekat dengan Rakyat-Nya. Selanjutnya rombongan menuju Bandara Supadio Pontianak untuk berangkat ke Jakarta. Turut serta mengantar keberangkatan Mayjen TNI Ridwan beserta isteri, Pangdam XII/Tpr, Kapolda Kalbar, para Asisten/Kabalak, Danrem 102/ Pjg, 121/Abw, para Dandim, Danyon serta Ibu-ibu pengurus Persit KCK PD XII/ Tanjungpura. (Lay).

· Wartawan, Kontributor, Intensive Programme and Freelancer “ Borneo Tribune” selalu di bekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima / meminta apapun dari narasumber · Setiap artikel atau tulisan berupa laporan kegiatan, cerita pendek, surat pembaca, puisi dan resensi yang dikirim ke redaksi hendaknya di ketik dengan spasi rangkap, maksimal 500 kata, ditandatangi dan disertai identitas ( No Telp / Fax jika ada ) dikirim ke alamat borneotribune@yahoo.com atau yusriadii@yahoo.com. Terimakasih

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

DILEPAS. Mayjen TNI Ridwan didampingi Ny Euis Ridwan melewati prajurit yang memberikan penghormatan dengan diiringan Korsik dan nyanyian Sayonara dan melangkah melewati pedang pora. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Direktur: Emiliana Sekretaris Direksi: Erika Sudiardjo Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Pimred: Hawad Sriyanto Wapimred: Yusriadi Sekretaris Redaksi : Aulia Marti Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering, Hairul Mikrad. Redaktur Pelaksana: Ukan Dinata. Wartawan Senior: Andry, Budi Rahman, Agus Wahyuni Wartawan: Andika Lay, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Jubeironi, Slamet Ardiansyah. Staf Redaksi: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, M Taufik, Fery Adeputra, Yulan Mirza.Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Bengkayang: www.borneotribunecom Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). Singkawang: Rudi Hariyanto Alamat: Jl. Manggis Rt 026/Rw 009 Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah. TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Aditya ( 085349867788 ). Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Fahri (085750296539 ) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2.Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Biro Kayong Utara : Abdul Khoir. Umum Fitriyana, Ardiansyah. Percetakan/IT: (Manajer) Iwan Siswanto, (Wakil Manajer) Supriyanto, Rustam. Marketing: (Manajer) Hesty Yosana, Kusnan, Aldi C.Sirkulasi : M. Danny, Mulawarman Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Husada Muin. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Asisten Dirut: Khairoedin Pasaribu. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com

Borneo Tribune


cmyk

Kamis, 5 September 2013

Serba Serbi

Borneo T Tribune

3

Dompet Dhuafa Berikan Ilmu untuk Bidan

Kepala Bagian Promosi, Kesehatan, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jakarta Pusat, Rohayani, A. M. Keb menyampaikan program bidan pelosok negeri, pelatihan bagi tenaga bidan Kabupaten Sambas, Kalbar di Aula Rapat Bappeda Kabupaten Sambas. Foto Amrul/Borneo Tribune.

Borneo Tribune, Sambas Kepala Bagian Promosi, Kesehatan, Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jakarta Pusat, Rohayani, A. MKeb mengatakan, kegiatan pelatihan ini merupakan program untuk tenaga bidan yang ada di Kabupaten Sambas, agar ilmu bidan semakin berkembang dan pengetahuannya semakin tinggi. “ Ada beberapa materi yang disampaikan dalam pelatihan kali ini, seperti tentang ASI, imunisasi, donor darah, pemeriksaan kehamilan, Perawatan Metode Kangguru (PMK), mengenal 7 alat kontrasepsi, dan deteksi dini kanker serviks,” katanya, dalam pelatihan bagi tenaga bidan yang digelar Dompet Dhuafa Bidang Kesehatan Jakarta, Rabu (4/9), di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Sambas, tanggal 3-5 September 2013. Seperti deteksi dini kanker serviks menggunkan cara IVA (inspeksi visual dengan asam asetat) yaitu dengan cara melihat langsung leher rahim

Ada beberapa materi yang disampaikan dalam pelatihan kali ini, seperti tentang ASI, imunisasi, donor darah, pemeriksaan kehamilan, Perawatan Metode Kangguru (PMK), mengenal 7 alat kontrasepsi, dan deteksi dini kanker serviks.

setelah memulas leher rahim dengan larutan asetat 3-5 %. “ Gejala kanker serviks untuk tahap awal tidak menunjukkan ada gejala, sedangkan untuk tahap lanjut maka akan terjadi keputihan yang berbau, pendarahan dari liang senggama, pendarahan

setelah senggama, nyeri pinggul serta pendarahan pasca menopause, “ jelasnya. Dikatakannya, pemberian ASI eksklusif kepada bayi diberikan dari umur 0-6 bulan, bermanfaat sebagai nutrisi untuk bayi dalam pertumbuhan otak, meningkatkan penyerapan calcium dan merangsang pertumbuhan bakteri usus yang baik, serta untuk kekebalan tubuh bayi. Ia berharap dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kesehatan di Kabupaten seperti kesehatan ibu hamil meningkat, bidan bisa mengaplikasikan materi-materi yang sudah dicapai dengan membawa program kita, misalnya program penyuluhan ASI, adanya pemeriksaan kanker serviks di puskesmas-puskesmas, adanya konseling ASI yang mungkin selama ini masih minim pengetahuan bidan atau pemberian informasi tentang ASI di masyarakat, dibentuknya kelompok masyarakat pendukung ASI di Kabupaten Sambas,” harapnya.(Amr)

“Metode Efektif Atasi Diabetes Hingga Tuntas”

PENGOBATAN SINSHE TCM YANG MANJUR, SATU-SATUNYA DI PONTIANAK Hongkong Medistra TCM Pontianak, Pengobatan dengan Metode TCM (Traditional Chinese Medicine) yang ternama, merupakan gabungan dari pengobatan, penelitian TCM, pencegahan penyakit kronis dan terapi penyembuhan. Didukung oleh konsultan Sinshe ahli TCM ternama dari Tiongkok yang sudah sangat berpengalaman; memanfaatkan resep TCM dan teknologi tinggi yang menghasilkan obat tradisional efektif, dengan system diagnose TCM yang tepat, obat tradisional terkini dari Tiongkok dan pengobatan elektroterapi, titik nadi, akupuntur, tuina, terapi lainnya, sangat efektif, khususnya bagi pasien yang menderita penyakit kronis. Waspadalah! jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat tajam, diprediksi ada jutaan orang terkena diabetes. jika tidak diobati sedini mungkin secara tepat dan efektif, beresiko merusak organ penting tubuh lain seperti: hati, paru-paru, ginjal, limpa, reproduksi, dan sistem syaraf, juga bisa menyebabkan uremia. Itulah sebabnya data WHO terkini menyatakan persentase angka kelumpuhan maupun kematian akibat penyakit diabetes dan berbagai macam komplikasi menakutkan ini terus meningkat pesat. Untuk mengatasi penyakit diabetes dan komplikasinya, Hongkong

Medistra TCM (Traditional Chinese Medicine) yang terdepan yakni “Bai Wei Hu Yi Liao Fa” mengatasi penyakit dengan ramuan herbal yang disesuaikan jenis dan kondisi penyakit penderita, dihasilkan dari 33 jenis obat berharga ditambah 28 jenis obat organik, daya serap obat sangat tinggi, rata-rata penderita diabetes setelah diobati sekitar 5-10 hari, gula darah menurun, gejala seperti kaki tangan kesemutan, seluruh badan tidak bertenaga, insomnia, dll berkurang secara nyata. Rata-rata setelah 40-60 hari, gula darah stabil, gejala komplikasi menghilang, daya tahan tubuh meningkat, keseluruhan tubuh membaik, sebagian pasien bisa berhenti konsumsi obat, fungsi insulin dan system sekresi normal kembali, fungsi reproduksi pria kembali normal, sudah bisa kembali merasakan kehidupan sehat yang normal. Sudah banyak penderita merasakan khasiat mujarabnya, tidak ada efek samping, tidak menimbulkan ketergantungan, tidak berpengaruh penderita menderita 10-20 tahun, kondisi penyakit parah/ringan, setelah diobati bisa menurunkan gula darah dan gula kencing hingga normal dan seimbang, sesudah diatasi hingga keakar-akarnya tidak mudah kambuh.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Kamis, 5 September 2013

4

Warga Minta Jembatan Kapuas Berhenti Digoyang yang menabrak Jembatan Kapuas I dari tepian Sungai Kapuas di Kecamatan Pontianak Selatan. Sementara itu, Hamdani warga tepian Sungai Kapuas mengungkapkan, ia mengetahui persis kejadian yang menyebabkan Jembatan Kapuas I bergoyang kembali. Menurut Hamdani, Jembatan Kapuas I kembali digoyang, karena adanya insiden tabrakan tepat di Jembatan Kapuas I di dekat tiang yang rusak akibat ditabrak tongkang bermuatan bouksit beberapa waktu lalu. “ Tabrakan terjadi di bawah Jembatan Kapuas I

Warga Pontianak Terima BLSM Tahap II

CMYK

SEPI Suasana Jembatan Kapuas I yang begitu sepi tanpa satupun pengendara sepeda motor melintasinya karena ditutup pihak kepolisian, kebijakan yang diambil Sat Lantas Polresta Pontianak ini menghindari korban jiwa. FOTO: Achmad Mundzirin/Borneo Tribune

GOYANG LAGI Belum usai proses penelitian kerusakan Jembatan Kapuas I ketika ditabrak tongkang berisi bauksit yang buat gempar warga Pontianak, kini ditabrak lagi. Setidaknya dua pekan berjalan sudah dua kali fender jembatan Kapuas di tabrak. FOTO: Achmad Mundzirin/Borneo Tribune.

nyi benturan tongkang dengan tiang jembatan yang begitu keras, bahkan ada pengendara yang nyaris jatuh dari sepeda motornya. “ Saya terkejut sekali, mengapa jembatan goyang lagi, selain itu terdengar bunyi keras, saya kira jembatan tumbang, jadi saya benar–benar takut, kemudian saya cepat turun dari Jembatan Kapuas I, karena takut ada apa–apanya,” ungkap Ijul warga Kecamatan Pontianak Timur yang melintasi Jembatan Kapuas I saat ditabrak tongkang bermuatan beras. Lanjut Ijul, goyangnya Jembatan Kapuas I begitu kuat, bahkan dirinya nyaris jatuh dari sepeda motor, karena akibat goyang jembatan tersebut sepeda motornya nyaris tidak terkendalikan, sehingga membuatnya hampir jatuh. “ Saya hampir jatuh dari sepeda motor, karena goyangnya Jembatan Kapuas I ini begitu kuat, namun saya cepat mengeremnya, sehingga tidak terjatuh, begitu juga dengan pengendara lainnya, semuanya buru– buru turun dari jembatan,” ujar Ijul, yang menyempatkan diri melihat tongkang

didekat tiang yang rusak itu, yakni antara Tug Boat yang menarik tongkang bermuatan beras dengan kapal lainnya, dimana posisi kedua kapal ini berlawanan dan sempat saling tabrak, karena kapal yang menabrak tetap terus berjalan akhirnya, tali penarik diputuskan, sehingga tongkang sempat menabrak tiang yang rusak itu,” jelas Hamdani. Dikatakan Hamdani, ia mengetahui sampai begitu detailnya, karena ia saat itu sedang berada di tepian Sungai Kapuas, dan ia sangat jelas melihat kejadian tersebut. “ Tongkang bermuatan beras itu lepas kendali ketika talinya diputuskan, sehingga menabraknya tiang yang rusak pada jembatan, informasi yang saya dapat tali itu diputuskan, karena Tug Boat yang menarik tongkang hendak mengejar kapal yang lawan tabrakan,” jelasnya lagi. Sementara itu Nur (35) warga tepian Sungai Kapuas, sangat terkejut dengan bunyi dentuman keras yang berasal dari bawah Jembatan Kapuas I, dan ketika ia mencoba mencari sumber

bunyi tersebut, ia melihat jembatan bergoyang kuat. “ Ada tabrakan antara tongkang pembawa beras dan kapal biasa tepatnya di bawahnya Jembatan Kapuas I, bunyinya begitu keras dan jembatan bergoyang begitu kuat seperti mau roboh,” ungkap Nur yang melihat Jembatan Kapuas I kembali bergoyang. Terlihat pihak Dit Pol Air Polda Kalbar, KPLP dan aparat lainnya mendatangi Jembatan Kapuas, guna melihat kondisi Jembatan Kapuas I yang kembali dihantam tongkang tersebut. Tak lama kemudian pun tongkang yang terhenti akibat tabrakan yang terjadi kembali ditarik oleh Tug Boat yang dikawal oleh pihak KPLP. JK I Sempat Ditutup Sementara itu, Sat Lantas Polresta Pontianak langsung menutup Jembatan Kapuas (JK) I, tidak dilewati pengguna sepeda motor, roda empat maupun roda enam, hal ini dilakukan demi keselamatan para pengendara yang melintasi jembatan Kapuas I. “ Ini kita tutup, karena ada goyangan lagi di Jembatan Kapuas I, informasi yang saya terima jembatan telah ditabrak lagi sama tongkang,” ungkap seorang anggota Sat Lantas Pontianak yang menjelaskan kepada pengendara atas ditutupnya Jembatan Kapuas I. Kepolisian pun terus mengarahkan jalur pengendara yang dari arah Jalan Tanjung Pura ke arah Jalan Imam Bonjol, begitu juga sebaliknya, karena saat kejadian tersebut kepolisian, menegaskan kepada seluruh pengendara tidak melintasi Jembatan Kapuas I. “Saya selaku warga Kota Pontianak meminta kepada kepada orang yang bertanggung jawab atas kerusakan Jembatan Kapuas I, untuk

segera memperbaiki jembatan, karena kalau tidak segera diperbaiki, maka warga bisa mengeluh dan kesal, selain itu juga Kota Pontianak tanpa Jembatan Kapuas I, aktivitas transportasi akan kacau,” ungkap Feri pengendara yang kesal Jembatan Kapuas I kembali ditabrak, sehingga ia tidak bisa melintasi Jembatan Kapuas I. Sekitar pukul 14.00, Jembatan Kapuas I kembali diperbolehkan pihak kepolisian untuk dilintasi, yakni hanya untuk pengendara roda dua saja, sedangkan pengendara roda empat dan enam tetap melintasi Jembatan Kapuas II. Macet Panjang Jembatan Kapuas II Akibat Jembatan Kapuas I tidak diperbolehkan untuk dilintasi pengendara roda dua, kemacetan panjang terjadi, dan ini terlihat jelas di ruas Jalan Adi Sucipto, Simpang Empat Sungai Raya, Jembatan Kapuas I, Sungai Ambawang serta Kelurahan Parit Mayor Kecamatan Pontianak Timur. Kemacetan berjam–jam ini dirasakan masyarakat Kota Pontianak, yakni disebabkan membludaknya kendaraan yang melintasi Jembatan Kapuas II, bahkan semua jenis kendaraan berdesak–desakan melintasi Jembatan Kapuas II. “ Kalau seperti ini terus, susahlah, macet panjang terus terjadi, semuanya jadi serba lama dan menguras waktu kita, karena untuk melintasi Jembatan Kapuas II saja, kita membutuhkan waktu satu jam, belum lagi ditambah kemacetan di ruas jalan lainnya,” ungkap Fahri pengendara yang terjebak macet di Jembatan Kapuas II sekitar pukul 13.00. Bukan hanya Fahri, Win pengendara lainnya juga mengatakan hal yang sama, ia merasa lelah dan jenuh

atas kemacetan yang dialaminya di Jembatan Kapuas II, dan ia berharap Jembatan Kapuas I segera diperbaiki, sehingga dapat digunakan kembali. Warga Minta Aparat Jaga Jembatan Kapuas I Warga Kecamatan Pontianak Timur meminta aparat yang berwenang di perairan Kalbar, untuk melakukan penjagaan, tongkang untuk sementara tidak melintasi Jembatan Kapuas I agar hal serupa tidak terulang lagi. “Sebaiknya Jembatan Kapuas I ini dijaga oleh aparat yang berwenang di perairan, dari kejauhan harus dihadang jika ada tongkang yang lewat, guna tidak melewati perairan Sungai Kapuas yang tepat di bawah jembatan, karena ini sudah terbukti akibat tidak ada penjagaan dari pihak aparat, kini terjadi lagi tabrakan terhadap Jembatan,” ungkap Ari (35) warga tepian Sungai Kapuas. Bukan hanya Ari, Ilham (45) warga Jalan Tanjung Raya II juga mengatakan hal yang sama, yakni aparat diminta untuk menjaga Jembatan Kapuas I, sepanjang proses perbaikan jembatan berlangsung, sehingga tongkang milik perusahaan tidak seenaknya keluar masuk, karena selain mengancam usia jembatan, juga mengganggu perbaikan yang sedang berlangsung saat ini. “ Kita minta aparat tidak diam, karena bagaimana pun jembatan saat ini sedang diperbaiki, bahkan saat diperbaiki ditabrak pula, dan ini ditabrak lagi, jadi saya rasa memang perlu dijaga, dan jika tongkang ingin melintasi alur Jembatan Kapuas, dikawal sehingga tidak ada tongkang yang menabrak jembatan lagi,” kritik Ilham kepada aparat yang berwenang di perairan Kalbar. (Zrn)

Borneo Tribune Pontianak Untuk membantu meringankan memenuhi kebutuhan masyarakat kurang mampu pemerintah telah menyalurkan bantuan berupa Penyaluran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) tahap II untuk warga di kota Pontianak, Selasa, (3/9) ini. Penyaluran bantuan tersebut telah memasuki hari kedua. Bagi warga pemegang kartu miskin masing-masing mendapatkan bantuan sebanyak Rp 300 Ribu sesuai dengan yang telah ditetapkan pemerintah. Bantuan ini oleh pemerntah dimaksudkan sebagai konpensasi pasca naiknya harga BBM beberapa waktu lalu. Ramainya antrian penerima BLSM tidak menyurutkan warga kurang mampu ini yang telah memiliki kartu miskin. Walau penuh sesak di kantor pos yang terletak dijalan Sultan Abdurahman Pontianak,namun pembagian BLSM tetap berjalan tertib dan lancar. Salah seorang diantaranya Samsibah (47) warga Pontianak Barat, saat ditemui di Kantor Pos usai menerima BLSM kepada media mengatakan bantuan yang ia dapat ini akan digunakan dengan baik. “BLSM ini akan saya gunakan untuk membeli makan untuk kebutuhan sehari-hari. Ya lumayanlah dapat meringankan seditik dalam hal memenuhi kebutuhan,” ungkapnya. Samsibah yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang pijat keliling ini merasa senang menerima BLSM ini. Namun wanita yang kini hidup sendiri karena di tinggal mati sang suami 25 tahun silam serta harus menghidupi anak-anaknya . Juga mengaku bahwa bantuan tersebut tidak cukup. “Uang segini mana cukup apa lagi harga segala kebutuhan sehari-hari kian merambah naik. Tapi saya senang,” ungkapnya tersenyum. Hal senada juga disampaikan Menah(37), salah satu rekannya , “kalau dibilang tidak cukup ya memang tidak cukup. Tapi ya dicukup-cukupkanlah,” tandas nenek penjual botok keliling ini. (Slt)

Tenis Meja Mestinya Ada di Seluruh Tingkatan Borneo Tribune, Pontianak Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya mengatakan Provinsi Kalbar, khususnya Kota Pontianak dapat disaksikan seakan tidak ada putusnya berbagai aktivitas olahraga yang terus berlangsung silih berganti. “Aktivitas tersebut tidak hanya yang sifatnya terbatas namun yang memiliki unsur massal dengan melibatkan peran serta masyarakat luas, dan terus berlangsung hingga kini,” kata Christiandy Sanjaya, pekan lalu, saat membuka Kejuaraan Tenis Meja Gubernur Cup, di GOR Perbasi Kota Pontianak. Dijelaskannya, keberadaan sarana dan prasarana Olahraga Tenis Meja diberbagai tingkatan sekolah khususnya ditingkat dasar, hendaknya selalu tersedia, baik itu pelatih, maupun guru olahraga untuk mampu mengidentifikasi bakat-bakat dari anak usia dini sehingga apabila dimungkinkan mereka dapat diikutsertakan didalam program pembinaan yang lebih intensif kedepannya. “Penting juga apabila cabang olahraga ini dapat menjadi cabang olahraga unggulan disalah satu Kabupaten/ Kota sehingga Pembinaan dapat terfokus dengan baik dan tidak menutup kemungkinan untuk dibangunnya Pusat Pendidikan dan Latihan Tenis Meja di Kalbar, dan hendaknya hal ini dapat ditelaah oleh para pemangku kepentingan mengingat cabang olahraga Tenis Meja adalah bagian 12 Cabang olahraga Participant pada PON XVIII Riau yang lalu,” pintanya. Wagub juga berharap, Dinas Pemuda dan Olahraga bersama dengan KONI Kalbar harus terus bahu membahu dalam rangka meningkatkan prestasi olahraga di Kalbar, baik melalui kejuaraan-kejuaraan maupun pelatihan-pelatihan dalam upaya meningkatkan SDM olahraga. “Pemerintah sangat menyambut baik dengan diselenggarakannya kejuaraan ini, kegiatan semacam ini memang harus berkesinambungan agar program kerja dan program latihan dapat terus dievaluasi untuk menilai acuan penetapan langkah strategis yang efektif dan efisien. Kejuaraan Tenis Meja Gubernur Cup kali ini diikuti oleh para peserta untuk tingkat Daerah, Nasional dan Internasional dengan memperebutkan piala dan Uang pembinaan dari penyelenggara,” ujarnya. (Lay).

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS : TVS Pontianak TVS Rasau TVS Singkawang TVS Ketapang TVS Sintang TVS BM Sintang TVS Pinoh TVS Putussibau TVS Anugrah Sekadau TVS Merdeka Motor PTK TVS Tepuai

: 0853 : 0853 : 0823 : 0852 : 0812 : 0852 : 0813 : 0821 : 0813 : 0821 : 0813

9320 9355 5178 4594 5746 5260 4557 5125 4540 5030 4528

2778 5508 4446 6118 6666 1948 8321 9567 2238 6989 6562

CMYK

Borneo Tribune, Pontianak Jembatan Kapuas I yang sebelumnya ditabrak tug boat yang menarik tongkang bermuatan bouksit sebanyak 4500 metik ton. Selasa (3/9) kemarin sekitar pukul 10.30 kembali bergoyang karena terjadi tabrakan antara tongkang bermuatan beras dengan kapal yakni tepat di bawah Jembatan Kapuas I, tongkang sempat menabrak tiang fender jembatan ini kembali. Kejadian ini pun membuat heboh warga tepian Sungai Kapuas serta pengguna sepeda motor yang melintasi Jembatan Kapuas I saat itu, karena jembatan ikut bergoyang yang diiringi bu-


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Kamis, 5 September 2013

5

Ria Norsan Serahkan Tali Asih Kacamata Gratis Borneo Tribune, Mempawah Calon Bupati Pontianak, Drs. H. Ria Norsan, MH, Rabu (5/9), kemarin, menyerahkan kacamata gratis sebagai tali asih kepada masyarakat lanjut usia, khususnya bagi mereka berprofesi sebagai guru ngaji, imam masjid, bahkan maupun dari kalangan masyarakat, dari berbagai etnis dan agama. Penyerahan secara simbolis tersebut berlangsung di Posko Tim Relawan Ria Norsan-Gusti Ramlana (R2), di Jalan Daeng Manambon, Kelurahan Tengah, Kecamatan Mempawah Hilir. Hampir 60 warga lanjut usia hadir dan menerima kacamata gra-

tis tersebut. Dalam kesempatan itu, Ria Norsan mengatakan, tali asih kacamata ini merupakan sumbangsihnya dan Tim Relawan Pendukung R2 MANTAB bagi masyarakat lanjut usia, khususnya bagi mereka yang bekerja sebagai guru ngaji maupun masyarakat yang berlatar ekonomi kurang beruntung dari berbagai agama dan etnis. Dan Ria Norsan berharap, kacamata tersebut dapat bermanfaat besar bagi penerima baik untuk membaca dan belajar, menonton maupun untuk aktivitas sehari-hari. “Semoga apa yang telah saya berikan dan apa yang

bapak-ibu dapatkan dapat memberikan manfaat dan diridhoi Allah SWT. Semua ini, saya lakukan secara iklhas,” ucap Norsan yang langsung disambut ucapan penuh syukur. Bu Zam-Zam, salahseorang yang menerima kacamata gratis tersebut, mengaku sangat berterima kasih atas diluncurkannya program kacamata gratis oleh calon Bupati Pontianak, Ria Norsan, yang dikoordinir Tim Relawan R2 MANTAB bagi masyarakat yang membutuhkan. “Semoga amal ibadah Pak Ria Norsan mendapat balasan setimpal dari Allah SWT,” ujarnya terharu. (JoE).

Antrean Haji Capai Sembilan Tahun

Kacamata Gratis Calon Bupati Pontianak, Ria Norsan, menyerahkan kacamata gratis kepada para masyarakat lanjut usia. Foto : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

Pelanggaran Pilkada, Panwas KKR Siap Proses Pidana Borneo Tribune, Kubu Raya Panwaslu Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak menggelar Rapat Koordinasi Pembentukan Sentral Gakkumdu, Rabu (4/ 9). Dalam rakor ini pun melibatkan kepolisian, kejaksaan dan seluruh panwas tingkat kecamatan Kubu Raya dan panwas tingkat Kecamatan Kota Pontianak. Ketua Panwaslu Kabupaten Kubu Raya, Mujiyo mengatakan, bahwa dibetuknya Gakkumdu ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat Kubu Raya maupun Kota Pontianak dalam menyampaikan laporan terkait pelanggaran yang telah dilakukan oleh pasangan calon Bupati dan Calon Wakil Bupti Kubu Raya selama berjalannya masa Pilkada itu. ”Dalam pembentukan sentral pengaduan Gakkumdu ini terdiri dari tiga unsur yakni, panwas, kepolisian dan kejaksaan. Jadi nanti semua temuan, laporan bisa di sampaikan masyarakat akan di proses sesuai dengan undangundang.,”kata Mujiyo. Jika pasangan calon bupati maupun calon wakil bupati

ditemukan melakukan pelanggaran dalam masa kampanye, lanjut dia pun mengatakan, maka akan di proses sesuai peraturan yang ada. Untuk pidananya pihaknya akan menganalisa laporan itu apakah ada unsur pidana atau tidak. “Jika ada pidananya kita akan proses itu sesuai dengan undang-undang. Jika masyarakat ingin menyampaikan laporan, temuan maupun pelanggaran bisa langsung mendatangi panwaslu Kabupaten Kubu Raya, atau panwas di tingkat kecamatan,” jelasnya. Menurutnya, setiap laporan dan temuan pelanggaran yang masuk ke panwas akan kita buatkan berita acaranya. Karena hal itu penting untuk dasar penyidikan. “Kita berharap semua laporan maupun temuan msyarakat nantinya itu memenuhi unsur. Ada pun unsur-unsur yang harus terpenuhi yakni, ada pelapor, barang bukti dan ada saksi, jika ketiga unsur itu lengkap kita bisa menindak lanjutinya,”tegasnya. Ia mengatakan, bahwa Gakkumdu di bentuk untuk

menangani pelanggaran yang sifatnya pidana. Sementra untuk yang berkaitan dengan administrasi itu tidak kita serahkan ke Gakkumdu melainkan kita analisa terlebih dahulu ditingkat panwas kecamatan, apakah itu pelanggaran administrasi, kode etik, atau pidana. Jika pelanggaran yang ditemukan nantinya itu administrasi akan kita teruskan, baik itu ke KPU maupun pihak - pihak terkait selain kepolisian dan kejaksaan. ”Setelah di analisa oleh panwas dan ditemukanya ada unsur pidana , maka kita serahkan kepada Gakkumdu. Karena pelanggaran Gakkumdu ini merupakan pelanggaran pidana, misalnya, masalah money politik, orang yang mengacaukan situasi di TPS saat masa pencoblosan berlangsung dan penggelembungan suara,”jelasnya. Gakkumdu ini sentralnya di Kubu Raya, jika ada laporan yang masuk. Maka kita akan ditindak lanjuti oleh tingkat panwas kecamatan. “Jadi panwas kecamatan

yang akan mengarahkan pelapor ini untuk membantu memenuhi unsur - unsur pidana yang di perlukan. Jika ada laporan kita siap proses sesuai prosedur undang-undang yang ada,”ujarnya. Mujiyo mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Kubu Raya untuk berani dan proaktif dalam melaporkan segala pelanggaran maupun penyimpangan dalam pelaksanaan Pilkada Kubu Raya ini. Sebelum melaporkan kita minta kepada masyarakat untuk memegang bukti sehingga pihak kita dengan mudah menindak lanjutinya ke jalur hukum. ”Mengapa kita minta bukti dari masyarakat, karena berdasarkan temuan-temuan kita sebelumnya kebanyakan, masyarakat yang melapor tidak dilengkapi dengan bukti yang otentik sehingga pihak panwas sendiri kesulitan untuk mendorong suatu laporan untuk masuk ke unsur pidananya. Sehingga kita anggap itu sebagai sebuah fitnah dan ini yang sangat-sangat kita tidak inginkan,” harapnya. (Adex)

Borneo Tribune, Mempawah Antusiasme kaum muslimin di Kabupaten Pontianak untuk menunaikan ibadah haji sangat tinggi. Hal ini terlihat dari data daftar tunggu calon jemaah haji Kabupaten Pontianak yang jumlahnya telah mencapai sekitar 1.532 orang. “Jadi kalau mendaftar sekarang maka sembilan tahun lagi baru bisa berangkat,” kata Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Pontianak Ismail di Mempawah pekan lalu. Terkait hal ini Ismail mengajak seluruh jemaah calon haji Kabupaten Pontianak yang akan berangkat ke tanah suci pada tahun ini untuk banyak bersyukur kepada Allah taala. “Jadi bersyukurlah yang telah ‘dipanggil’ untuk menunaikan ibadah haji pada tahun ini,” ucapnya saat menghadiri pembukaan kegiatan manasik haji di Masjid Agung Al Falah, Mempawah. Selain itu, Bupati Pontianak, Ria Norsan, juga mengapresiasi kaum muslimin di Kabupaten Pontianak yang telah mendaftarkan dirinya sebagai calon jemaah haji. Terlebih bagi mereka yang berkesempatan untuk menunaikannya di tahun 2013 ini. menyebutnya sebagai suatu keberuntungan yang wajib disyukuri. Ria Norsan mengatakan banyak orang yang mampu secara materi dan jasmani, namun belum bisa ataupun mau memenuhi panggilan Allah taala ini. “Sangat beruntung sekali bisa mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci. Banyak yang sudah punya kemampuan baik materi maupun nonmateri tetapi belum dapat memenuhi panggilan Allah taala. Kita lihat banyak yang punya kemampuan tapi belum mau menunaikan ibadah haji,” kata Norsan. Terkait hal itu maka Bupati Ria Norsan pun menga-

jak untuk mendoakan kaum muslimin yang sudah memiliki kemampuan untuk berhaji agar tergerak untuk segera menunaikannya. “Saudara-saudara kita yang muslim yang sudah punya kemampuan semoga digerakkan hatinya untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci,” ucap Norsan. Di tahun 2013 ini, calon jemaah haji Kabupaten Pontianak berjumlah 134 orang dengan rincian 65 lakilaki dan 69 perempuan. Para calon haji ini berasal dari beragam latar belakang,

yakni pegawai negeri sipil, petani, pedagang, swasta, ibu rumah tangga, TNI/Polri, pensiunan, BUMN, dan pelajar. Jenjang pendidikan calon jemaah haji ini sendiri bervariasi mulai sekolah dasar hingga sarjana strata II (S2). Untuk keberangkatan ke embarkasi Batam dan selanjutnya ke Arab Saudi, jemaah Kabupaten Pontianak tergabung di kelompok terbang (kloter) 17 bersama jemaah Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kayong Utara, dan Kota Pontianak. (JoE).

Idrus Bawa Satria Buana ke Final Borneo Tribune, Mempawah Tim Satria Buana Wajok berhasil melaju kebabak final pada Invitasi Open Tournament Sepak Bola Satria Buana Cup, setelah babak semi final mengalah Tim Persikas Kuala Secapah dengan skor 1-0 di Lapangan Sepak Bola Rahmad Satria di Jalan Parit Wak Dongkak, Kecamatan Siantan, Selasa (3/9), kemarin. Kemenangan tipis tersebut, tidak terlepas dari aksi penyerang bernomor punggung 10, Idrus, pada babak II. Idrus mengaku sangat senang bisa membawa tim melaju kebabak final. Hasil tersebutn juga tidak terlepas dari dukunghan teman-teman se tim dan sporter fanatik Satria Buana dari pinggir lapangan. “Saya senang bisa menyembahkan gol untuk kemenangan tim kami. Apalagi bisa membawa tim bisa melaju ke final. Gol ini, juga tidak terlepas dari dukungan seluruh teman-teman setim dan suporter yang mendukung kami,” kata Idrus. Sedangkan salah seorang suporter Satria Buana, Rahmad Ridwan, mengaku senang tim kesayanganya bisa melaju ke partai final. “Kami warga wajok siap mendukung penuh tim Satria Buana. Bahkan kami juga siap menyukseskan event ini dengan tanpa menimbulkan keributan. Karena sudah terbukti selama pertandingan dialsanakan tidak pernah ada keributan,” kata Rahmad Ridwan.. Dan sesuai jadwal partai final akan dilaksanakan 7 September, dimana Tim Satria Buana bakal bertemu Tim Pasundan Kubu Raya yang berhasil mengalahkan Tim Persedap Siantan dengan skor 2-1. (JoE).


Bengkayang Borneo Tribune

Kamis, 5 September 2013

Rumah Kosong Kerap Sasaran Api Pemilik Rumah Waspada Borneo Tribune, Singkawang Maraknya kejadian kebakaran di rumah-rumah kosong, sepertinya harus menjadi perhatian pemilik rumah yang bersangkutan. Waka Polres Singkawang, Kompol Imam Riyadi mengimbau kepada warga, yang ingin meninggalkan rumah dalam rangka bepergian, hendaknya melihat kondisi rumah terlebih dahulu. “Jika ingin bepergian, mohon periksa terlebih dahulu kondisi rumahnya, jangan sampai arus listrik dan lain sebagainya masih dalam keadaan

AKBP Andreas Widihandoko

hidup. “Berhati-hatilah pada saat meninggalkan rumah. Pastikan rumah dalam keadaan aman,” sarannya. Sebelumnya, Kapolres Singkawang, AKBP Andreas Widihandoko menyebutkan, jika dalam tiga bulan terakhir ini sudah beberapa kali terjadi kasus kebakaran di rumah-rumah kosong. Dari beberapa kasus tersebut, penyebab kebakaran ditenggarai karena arus listrik. Melihat kasus tersebut, Widihandoko mengajak semua pihak untuk mewaspadai agar insiden serupa ti-

dak terjadi lagi. “Kami mengajak Pemerintah Kota Singkawang, untuk saling bersinergi dalam menyikapi kasus ini,” ajaknya. Kepada Pemerintah Kota Singkawang, lanjutnya, juga dapat melakukan pemantauan, diantaranya jika ada kantor-kantor maupun rumah-rumah dinas yang kosong sebaiknya putuskan koneksi listrik. “Sebaiknya Pemkot bisa mewaspadai, seperti kantorkantor dan rumah-rumah dinas yang kosong diputuskan aliran listriknya dalam rang-

ka mencegah karena insiden kebakaran,” pesan Widihandoko. Menurutnya, dari pendataan yang dilakukan Polres Singkawang, ada 16 bangunan Pemerintah yang kosong. Diantaranya, bangunan yang sejak di dirikan tahun 2005 hingga saat ini belum terisi, seperti Kantor Badan Lingkungan Hidup, UPT Laboratorium Lingkungan. “Kita sudah melakukan pendataan, makanya kita mengajak Pemkot Singkawang untuk berkoordinasi,” ajaknya lagi. (RH)

Kapolres Minta Pengendara Gunakan Helm Standar ngurangi resiko yang fatal jika terjadi kecelakaan,” ungkap Kapolres Singkawang melalui Kasat Lantas, AKP. Wahyu Djatiwibowo. Diakuinya, memang sampai sekarang masih ada pengendara kendaraan roda dua yang menggunakan helm kerupuk, dan tidak menggunakan helm standar. “Namun jumlahnya kecil, ini artinya ada peningkatan jum-

lah pemakaian helm standar,” ungkap Wahyu. Dengan menggunakan helm standar, kata Wahyu, adalah untuk kepentingan semua, sehingga dengan demikian diharapkan agar masyarakat selalu memiliki kesadaran bahwa memakai helm standar itu memang perlu untuk mengurangi resiko yang lebih buruk lagi jika terjadi kecelakaan di ja-

lan raya. Diakuinya, untuk meningkatkan kesadaran, agar pengendara kendaraan bermotor untuk selalu menggunakan helm standar memang membutuhkan proses. “Yang kami lakukan selama ini adalah mengambil helm kerupuk yang digunakan oleh pengendara, dan akan dimusnahkan,” terangnya. (RH)

AKP. Wahyu Djatiwibowo

Berita Foto: Awang Ishak Melakukan Pemotongan Pita, Sebagai Tanda Diresmikannya Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Maranatha di Kelurahan Pajintan, Singkawang Timur, Sabtu (31/ 8) kemarin / Foto Rudi Borneo Tribune

JR Ikut Operasi Penertiban

Penertiban Tim Jasa Raharja Kalbar yang tergabung dalam Tim Penertiban sedang melakukan penertiban terhadap angkutan umum yang belum melunasi SWDKLLJ dan IWKBU, diterminal Siantan. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

Borneo Tribune, Pontianak Penertiban pengguna jalan dalam berlalu lintas di Wilayah Kecamatan Pontianak

Utara dilakukan oleh Tim gabungan PT Jasa Raharja dan Polda Kalbar ini untuk mewujudkan kepatuhan ber-

lalu lintas baik dari sisi kelengkapan fisik kendaraan, surat-surat kendaraan hingga ketaatan membayar pa-

jak termasuk didalamnya pelunasan SWDKLLJ dan IWKBU, “PT Jasa Raharja Cabang Kalbar bekerjasama dengan Polda Kalbar dan Dinas Perhubungan melaksanakan kegiatan penertiban pengguna jalan dalam berlalu lintas di Wilayah Pontinak Utara,” kata Kanit Teknik Edy Subandri, Senin (2/9). Dikatakannya, tujuan diadakannya kegiatan penertiban pengguna jalan dalam berlalu lintas di Wilayah Siantan tersebut, adalah untuk mewujudkan kepatuhan berlalu lintas baik dari sisi kelengkapan fisik kendaraan, surat-surat kendaraan hingga ketaatan membayar pajak termasuk didalamnya pelunasan SWDKLLJ dan IWKBU. “Petugas Jasa Raharja yang mengikuti kegiatan pe-

Produksi Tahu Menurun, Akibat Harga Kedelai Naik Borneo Tribune, Singkawang Beberapa pengusaha tahu yang ada di Kota Bumi Bertuah Gayung Bersambut ini merasa gerah, lantaran nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar. Kondisi itu tentunya sangat berdampak pada Sebelumnya harga harga kedelai yang tahu masih Rp 500 menjadi bahan utama untuk membuat tahu. rupiah, namun Sementara produksi sekarang berubah merekapun menjadi menurun dan berpengmenjadi Rp 800 aruh pada penghasilan rupiah, namun ada yang diperoleh. Melemahnya harga juga yang menjualrupiah terhadap dolar nya dengan harga membuat para pengusaha tahu di Kota ini Rp 1000 rupiah memilih menjual tahu dengan harga yang tetap, hanya saja ukuran tahu diperkecil. “Sebelumnya harga tahu masih Rp 500 rupiah, namun sekarang berubah menjadi Rp 800 rupiah, namun ada juga yang menjualnya dengan harga Rp 1000 rupiah,” ungkap A Khiong, saat ditemui di tempat usahanya, yang beralamat di Jalan P. Diponegoro, Gang Khatulistiwa 2 Singkawang. A Kiong mengakui, kenaikan harga kedelai sangat mempengaruhi hasil produksi tahu miliknya. Dimana berkurangnya jumlah bahan baku yang digunakan, maka berpengaruh pada jumlah produksi yang dihasilkan. Ketika dalam kondisi yang normal, dalam satu hari, ia bisa memproduksi tahu sebanyak 7000 buah. Namun saat ini hasil produksinya menurun menjadi 6000 buah. “Mau tidak mau, harga tahu jadi naik namun ukurannya sedikit lebih besar dari sebelumnya,” kata A Khiong. Dikatakan A Kiong, kenaikan harga tahu menjadi Rp 1000 rupiah sudah terjadi sejak kemarin. Namun kenaikan itu tidak hanya pada dirinya saja, melainkan beberapa pengusaha tahu lainnya juga sepakat untuk menaikan harga tahu. Kenaikan itu, kata A Kiong, sempat dikeluhkan beberapa pedagang, yang membeli langsung tahu dari tempat usahanya. “Ada yang mengeluh, karena harganya naik, tapi ada juga yang tidak. Namun, begitu lihat ukuran tahu sedikit besar, pedagang langsung main isi saja, tapi begitu tahu kalau harganya naik, malah dikembalikannya lagi,” cerita A Khiong. (RH)

Banyak Pengendara Gunakan Helm Kerupuk Borneo Tribune, Singkawang Helm standar bagi pengendara kendaraan bermotor memang menjadi suatu kewajiban untuk digunakan. Untuk di Kota Singkawang sendiri, memang masih terlihat pengendara yang masih menggunakan helm kerupuk. ”Selain aturan helm standar yang ber-SNI juga adalah sebagai alat untuk me-

6

nertiban pengguna jalan dalam berlalu lintas di Wilayah Siantan tersebut, mengintensifkan pengecekan secara langsung surat-surat kendaraan khusus untuk kendaraan alat angkutan umum,” jelasnya. Dijelaskannya, satu persatu kendaraan alat angkutan umum diperiksa untuk memastikan apakah kendaraan alat angkutan umum tersebut sudah melakukan pelunasan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas (SWDKLL) Jalan dan pelunasan Iuran Wajib Kendaraan Bermotor Umum (IWKBU). Selain melakukan pengecekan tentang masa berlaku pelunasan SWDKLLJ dan IWKBU, petugas Jasa Raharja juga memberikan saran serta himbauan kepada pemilik atau pengemudi kendaraan supaya segera melunasi kewajibannya membayarkan SWDKLLJ dan IWKBU. “Saat didapati kendaraan yang diperiksa belum melunasi apa yang menjadi tanggungjawabnya untuk segera melunasi kewajibannya,” ujarnya. Upaya tersebut dilakukan oleh petugas dalam rangka memberikan kepastian jaminan bagi para penumpang alat angkutan umum dan pengguna jalan lainnya. “Saat ini Jasa Raharja Cabang Kalbar secara terus menerus bersinergi dengan seluruh stakeholder terkait dalam rangka saling memberikan dukungan terhadap setiap kegiatan atau program yang akan dijalankan oleh masing-masing instansi yang menjadi mitra kerja Jasa Raharja,” jelasnya. (Lay).

Pemkab Apresiasi Perda Inisiatif Borneo Tribune,Kubu Raya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengapresiasi Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan sampah dan tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan, toko modern dan usaha akomodasi yang di usulkan DPRD Kubu Raya. Kini perda tersebut telah di setujui oleh DPRD, tinggal dijalankan oleh Pemda Kubu Raya. Wakil Bupati Kubu Raya, Andreas Muhrotien mengaku sangat senang dengan adanya perda tentang sampah tersebut yang sudah disahkan DPRD Kubu Raya itu. Pasalnya dengan adanya perda mengenai sampah tersebut, permasalahan sampah yang ada di Kubu Raya bisa di selesaikan. “Kita sangat senang dengan adanya perda tentang sampah ini, agar permasalahan sampah bisa selesai. Diharapkan tidak ada lagi sampah yang berserakan di Kubu Raya,” kata Andreas, Rabu (4/9) usai rapat paripurna. Andreas menuturkan pihaknya akan menyiapkan armada pengangkut sampah yang cukup untuk mengangkut sampah yang ada di Kubu Raya. Hal tersebut dirasakan sangat perlu mengingat jika banyaknya tumpukan sampah, namun kendaraan yang digunakan tidak memadai. “TPS yang sekarang kekurangan kendaraan pengangkut sampah sehingga harus di tambah. Karena banyak menunggu untuk di angkut sehingga sampah berserakan,” tuturnya. Andreas menjelaskan untuk perda sampah tersebut yang lebih di tekankan adalah kebersihan kota yang harus terus terjaga. Mengingat saat ini masih banyak kawasan yang terkesan kotor karena masyarakat yang membuang sampah sembarangan, juga tidak ada kendaraan pengangkutnya “Selain itu kebersihan parit juga harus di jaga, karena masih banyak yang kotor, padahal itu harus bersih dari sampah, paling tidak dibersihkan secara rutin oleh petugas dari dinas kebersihan,” jelasnya. Dirinya mengungkapkan terkait dengan keberadaan ruko-ruko akan di tata kedepannya dengan adanya perda penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan, toko modern dan usaha akomodasi. “Namun pedagang kaki lima jangan sampai tersingkir, diharapkan toko modern untuk mengakomodir pedagang kaki lima. Hal tersebut dilakukan agar tidak ada pedagang kaki lima yang ditelantarkan ke depannya,” ungkapnya. Menurutnya keberadaan ruko terbilang lebih modern nantinya jangan sampai menggusur pedagang kaki lima yang bisa terbilang masih tradisional yang sudah ada sejak lama. “Di dalam perda juga disebutkan agar jangan sampai PKL ini tergusur dengan adanya toko modern di tengahtengah masyarakat. Justru harus saling mendukung agar tidak ada salah satu yang tergusur,” ucapnya. (Adex)


Kamis, 5 September 2013

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

DPRD Tanggapi Ancaman Investor Borneo Tribune, Ngabang Terkait dengan ancaman Wilmar Grup dengan akan hengkang dari Landak, seperti yang disampaikan Bupati Landak belum lama ini. Seperti yang diberitakan sebelumnya, akibat terganggunya investasi yang ada di Wilmar Grup, terutama di perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Putra Indotropical, Wilmar Grup mengancam

akan hengkang dari Landak jika Pemkab Landak tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi diperusahaan tersebut. Menurut Ketua Komisi B DPRD Landak, Evi Yuvenalis, permasalahan investasi yang ada dianak perusahaan Wilmar Grup tidak hanya terjadi di PT. PI saja, namun juga terjadi Di PT. Agronusa Nusa

Evi Yuvenalis. FOTO Ya’ Syahdan/ Borneo Tribune

Investama (ANI), terjadi gangguan investasi. “ Sebagaimana kenyataan yang ada bahwa di PT. ANI sampai saat ini tidak ada kebun Plasma, dan gangguan dengan pencurian buah sawit terjadi juga di PT. ANI tersebut,” ujar Evi, Rabu (4/9) di kantornya. Evi mengajukan solusi dan memang harus menjadi tugas PT. ANI sendiri segeranya membuka kebun

Plasma. Kalau tidak ada kebun Plasma, tentu permasalahan yang ada tidak akan selesai. “ Kita akan menggelar hearing dengan instansi terkait, termasuklah pihak manajemen Wilmar Grup dan dua anak perusahanna yakni PT. ANI dan PT. PI,” kata Evi. Seraya sangat menyayangkan jika Wilmar Grup harus angkat kaki dari

Landak. Sebab Wilmar Grup sendiri memang mempunyai keseriusan untuk berinvestasi di Landak. “Hanya saja sangat disayangkan juga kalau Pemkab Landak tidak mengambil tindakan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Kita sangat rugi kalau Wilmar Grup sampai angkat kaki dari Landak,” ucapnya.(Syah)

Sekretaris KPUD Landak, Matheus Maini, SE.

Pengumuman DCT, 12 September Mendatang

Halal bi halal serta pisah sambut Kasi-Kasi di Kantor Pertanahan Kabupaten Landak. FOTO Ya’ Syahdan/ Borneo Tribune

6 Kasi BPN Landak Diisi Wajah Baru

Borneo Tribune, Ngabang Rabu, (4/8), di kantor Pertanahan Kabupaten Landak berlangsung acara pisah sambut pejabat eselon IV (Kasi) yang dirangkaikan dengan acara halal bi halal keluarga besar Kantor Pertanahan Kabupaten Landak. Sejumlah Kasi baik yang mutasi maupun pejabat baru, pegawai dan honorer Kantor Pertanahan Kabupaten Landak membaur bersama, pada acara halal bi halal dan pisah sambut ini. Adapun nama-nama pejabat eselon IV (Kasi) yang mengalami mutasi tersebut adalah Rudi Agustiawan Kasi Hak Tanah Pendataan Tanah (HTPT) kantor Pertanahan Landak mutasi ke Kabupa-

ten Kubu Raya, posisinya di gantikan Saumurdin, yang sebelumnya sebagai Kasi HTPT Kabupaten Bengkayang. Paulus Thamrin Alim Kasi PPPM Kantor Pertanahan Landak mutasi ke Kabupaten Bengkayang sebagai kasi HTPT Kabupaten Bengkayang, posisi Kasi PPPM di Landak di gantikan Bambang Darwanto, yang sebelumnya menjadi Kasi SKP Kabupaten Sintang. Muhammad Abudiman Kasi SPP Landak di gantikan Retno Gunadi. Kasi SKP, Achmad, posisinya digantikan pejabat baru, Zukifli.R. Kemudian Kasi PPP kantor Pertanahan Kabupaten Landak dengan pejabat barunya adalah Nikaulos

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK KB 4042 UN NR: MH4KR150LBK51023 NM: KR150LEP75951 A/N ISKANDAR.M Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 5484 LD NR: MH31S70058K444333 NM: 1S7-444215 A/N LUSIANA ISEN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK KB 5111 LG NR: MH1JBC213AK574226 NM: JBC2E-1562406 A/N ANTONIUS AGAK Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 3193 LF NR: MH328D2049K194656 NM: 28D-1194524 A/N SAHIYAN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

Selamat datang dan selamat bergabung di kantor Pertanahan Kabupaten Landak. “ Segeralah menyesuaikan diri dengan rekan-rekan kerja di kantor Pertanahan Landak maupun dengan lingkungan.

KEHILANGAN STNK KB 5483 L NR: MH1KEVA113K551118 NM: KEVAE-1549622 A/N PEMDA LANDAK Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 4556 LJ NR: MH328D30CBJ929758 NM: 28D-2929516 A/N MARKI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

Musi. Edy Budiman dari Kasi P3 Kantor Pertanahan Kabupaten Landak masih bertahan di Landak namun menjabat sebagai Kasi PP. Plt Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Landak, Siswidodo, dalam kata sambutanya mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang diberikan oleh pejabat yang lama, dan selamat menjalankan tugas di tempat yang baru. Kepada pejabat yang baru Siswidodo mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung di kantor Pertanahan Kabupaten Landak. “ Segeralah menyesuaikan diri dengan rekan-rekan kerja di kantor Pertanahan Landak maupun dengan lingkungan, “ucapnya (Syah)

KEHILANGAN STNK KB 3688 LC NR: MH35TL0047K533465 NM: 5TL-535533 A/N HARI YANTI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 2275 LM NR: MH35D9204CJ564662 NM: 5D8-1563462 A/N MAEN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

Borneo Tribune Ngabang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Landak akan mengumumkan Data Calon Tetap DPRD Kabupaten Landak tahun 2014 mendatang pada tanggal 12 September 2013 mendatang. Menurut Kepala Kantor KPU melalui Sekretaris Matheus Maini,SE. Selasa (4/9) kemarin diruang kerjanya mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun dari TPS dan PPK yang akan diplenokan ke tingkat Kabupaten Landak. “ Sampai saat ini jarak antara perbedaan data Pemilih Tetap (DPT) dari Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan KPU sangat jauh berbeda atau selisih yang disebabkan oleh Data Ganda, perpindahan penduduk, dan kematian, tiga penyebab inilah yang menjadi selisih data antara KPU dengan Dukcapil. Untuk data yang dipakai dalam data pemilihan tetap adalah dari KPU bukan dari Dukcapil dan nantinya kita pakai data ini yang akan diplenokan pada tanggal 12 september 2013 mendatang,” ungkap Matheus. Berdasarkan data DPSAT dari hasil perbaikan sampai sekarang Dari total keseluruhan DPT kabupaten Landak adalah terdiri 156 desa, TPS berjumlah 1.021 dan pemilih berdasarkan data DPSAT terakhir laki-laki 1.334. 953, perempuan 122.758, total 25.275.711. Dan dikatakan Matheus Maini bahwa dari data DPSATnya kemungkinan besar ada banyak penambahan sewaktu DCT dan untuk masyarakat yang wajib memilih berdasarkan aturan berlaku adalah usia 17 tahun dan dibawah 17 tahun bagi mereka yang sudah kawin. “ Begitu juga berlaku bagi anak sekolah yang berusia 17 bahkan 18 tahun wajib untuk memilih, saya berharap agar masyarakat juga tahu bagaimana sistemnya berpolitik dan juga masyarakat harus juga membantu bagi para caleg supaya menciptakan rasa aman, nyaman damai dan menciptakan situasi yang kondusif tidak membuat keributan. Yang pasti menciptakan sistem demokrasi yang baik agar Kabupaten Landak ini dapat membawa nama yang harum,” papar Matheus Maini. (Yohanes.J)

KEHILANGAN STNK KB 2671 LN NR: MH1JF0216CK190267 NM: JF02E-1191605 A/N SUPRIHATIN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL


Sekadau Borneo Tribune

Kamis, 5 September 2013

8

Enam Cakades Sungai Ayak II Sampaikan Visi Misi INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

Borneo Tribune, Belitang Hilir Pemilihan kepala Desa Sungai Ayak II kecamatan Belitang Hilir akan digelar pada 5 oktober mendatang. Panitia pemilihan kepada Desa sudah jauh hari mempersiapkan tahapan Pilkades di Belitang Hilir, salah satunya penyampaian Visi Misi Cakades menjadi indicator utama. “Pilkades juga merupakan agenda penting Pemerintah Kabupaten Sekadau. Kita disini

salah satu dari 64 desa yang mengelar pilkades. Ada 1 desa pemekaran di Kecamatan Belitang Hilir yang akan ikut Pilkades yakni desa Empajak. Mengapa harus dilakukan pemilihan, karena sudah melakulan satu periode kades sehingga sesuai dengan ciri demokrasi yakni harus melakukan pemilihan lagi,” ungkap Camat Belitang Hilir Paulus Misi dalam sambutannya (2/9). Misi mengatakan, Cakades

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

harus sampaikan visi dan misi, sesuai dengan tahapan yang ditetapkan panitia. Harapan dan yang akan diperbuat nanti Cakades terpilih, ingat visi misi yang anda sampaikan tetap akan ditagih rakyat dan jangan sampai salah dari visi misi yang diucapkan sekarang. Masa kampanye panjang, sehingga lakukanlah dengan cerdas dan tetap jaga wilayah kita agar tetap kondusif. “Kooridor hukum, adat istiadat dan tata krama serta

norma-norma yang baik selama berkampanye nantinya. Desa sungai ayak II lah yang pertama melakukan tahapan penyampaian visi misi di kecamatan Belitang Hilir. Yang pertama selalu menjadi indikator serta contoh bagi desa-desa selanjutnya di kecamatan kita ini,” ungkapnya. Sementara itu ketua Pantia pemilihan Kepala Desa Sungai Ayak II Sukarno mengatakan, masing-masing kandidat diberi-

kan waktu untuk menyampaikan visi dan misi. Visi mini tentu berbeda namun tetap satu tujuan membangun Desa Sungai Ayak II menjadi lebih baik lagi. Enam kanididat Cakades Desa Sungai Ayak II adalah, Benny (Acun), Didi, Jumadi (Incumbent ), Nikodemus, Dwi Sartono ( Luneng), Salahudin Al Ayubi. Penyampaian visi misi di mulai pukul 12.00 wib di gedung pertemuan umum kecamatan Belitang Hilir, siang kemarin. (Mto).

Tanah Mantan Wapres Adam Malik Akan Digusur, Ratusan Anggota FBR Siaga Pengurus forum komunikasi mahasiwa Kabupaten Sekadau (Fokmas) berpose bersama

Fokmas Gelar Halal Bi Halal Borneo Tribune, Sekadau Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Sekadau (Fokmas) menggelar kegiatan halal bihalal di GPU Sekadau, Sabtu (31/8) lalu. Kegiatan ini berlangsung sukses dan dihadiri sejumlah petinggi instansi dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sekadau, Kepolisian, dan Kantor Kemenag. Waka Polres Sekadau, Kompol Yohanes Suhardi, dalam sambutannya menyambut baik kegiatan tersebut, apalagi digagas mahasiswa mahasiswi asal Kabupaten Sekadau di Pontianak. “Kita menyambut baik kegiatan ini. Kita juga berterimakasih kepada adek-adek mahasiswa yang telah melibatkan lembaga kepolisian setempat dalam kegiatan mahasiswa,” katanya, belum lama ini. Yohanes berharap, dengan kegiatan seperti ini, hubungan harmonis antara mahasiswa dan kepolisian, masyarakat akan semakin erat. “Semoga

kemitraan antara mahasiswa dan Polri dapat terus kita jalin dengan baik,” imbuhnya. Sekretaris Kemenag Sekadau, Muhammad Hasby, cukup mendukung kegiatan Halal Bi Halal yang digagas para mahasiswa mahasiwi. Kegiatan seperti ini adalah salah satu Program Pemerintah dalam mengembangkan Pendidikan Karakter di Kalangan generasi muda mengingat telah memudarnya Pendidikan Karakter saat ini. “Kita harapkan kegiatan semacam ini dapat berlangsung setiap tahunnya dan lebih baik untuk kedepannya,” suportnya. Alumni Fokmas, Salihin, berharap agar Fokmas menjadi organisasi Mahasiswa Intelektual yang bisa memberikan Kontribusi kepada daerahnya di Kabupaten Sekadau. “Adik-adik di FOKMAS, diharapkan bisa selalu membuka jaringan dengan semua pihak agar organisasi ini terus berkelanjutan,” harapnya. (Mto).

08-Waduk Ria Rio VIVAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata Waduk Ria Rio di kawasan Pulomas, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Akibat proyek itu, ratusan rumah warga di RW 15 Kelurahan Kayu Putih terpaksa digusur. Ketua RW 15 Kelurahan Kayu Putih, Abdul Ghofur, menyebut berdasarkan surat edaran dari Camat Pulogadung rencana hari ini, Rabu 4 September 2013 akan dilakukan pembongkaran bangunan milik warga di sekitar waduk itu. ”Kalau menurut surat edaran dari camat hari ini akan dibongkar. Tapi sesuai instruksi Pak Gubernur (Joko Widodo) kan diundur satu bulan lagi. Karena harus menunggu rumah susun di Pinus Elok, jadi

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

warga pilih apa yang dikatakan Gubernur saja,” kata Ghofur saat ditemui lapangan Tanah Merah, Pedongkelan, Kayu Putih, Jakarta Timur. Karena warga belum siap dengan penggusuran, maka hari ini mereka berjaga-jaga di sekitar Tanah Merah. Menurutnya yang belum siap digusur itu adalah warga yang tinggal di atas tanah milik cucu mantan Wakil Presiden Republik Indonesia kedua, Adam Malik. Walaupun surat edaran itu sudah disampaikan sejak beberapa pekan lalu, kata Ghofur, belum ada informasi resmi lebih lanjut tentang rencana penggusuran. ”Warga yang ada di atas tanah Adam Malik memilih bertahan karena belum ada sosia-

lisasi yang enak. Hari ini belum ada info lagi dari Satpol PP buat penggusuran sekarang,” katanya. Ghofur menambahkan, rencananya hari ini 500 loyalis Forum Betawi Rempug akan berjaga di sekitar Waduk Ria Rio. Saat ini di lokasi sudah ada sekitar 100 anggota FBR. Sedangkan sisanya masih dalam perjalanan. ”Ini belum semua datang. Yang dari utara saja belum sampai. Mereka (anggota FBR) prihatin saja dengan masalah yang ada di sini. FBR Jakarta Pusat sedang dalam perjalanan sekitar 200 orang,” ujar dia. Untuk diketahui masalah sengeketa tanah antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam hal ini PT Pulomas Jaya dan keluarga Adam Malik sudah terjadi dari tahun 2002 lalu. Gugat menggugat itu terjadi hingga Mahkamah Agung (MA). Lalu, dua tahun kemudian atau pada 2004, ahli waris melakukan upaya penggambilan fisik atas klaim pemilikan lahan mereka di lokasi dengan memasangkan plang papan nama. Tetapi karena perbuatan itu, keluarga Adam Malik dilaporkan oleh PT Pulomas Jaya ke Polres Jakarta Timur atas tuduhan penyerobotan tanah. Atas pelaporan Polres Metro Jakarta Timur mengeluarkan surat perintah pemberhentian penyidikan atau SP3 tanggal 19 Juni 2007. Berdasarkan pantauan VIVAnews, saat ini para anggota FBR sedang berjaga-jaga di lapangan Tanah Merah. Sesekali meneriakkan yel-yel “Kurang ajar, kami hajar.” (sj)


Kamis, 5 September 2013

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

Sembilan PNS Melawi Terancam Dipecat Ratusan Pelajar Belajar Wawasan Kebangsaan

HALALQOH DAN KEAGAMAAN, kegiatan fasilitas pencapaian halalqoh dan keagamaan bagi pelajar SMA/SMK di Kabupaten Melawi. FOTO: Eko Susilo/Borneo Tribune Borneo Tribune, Nanga Pinoh DENGAN penuh semangat, ratusan pelajar SMA/ SMK di Kota Nanga Pinoh mengikuti kegiatan fasilitas pencapaian halalqoh dan keagamaan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, yang diselelenggarakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa Kesatuan Bangsa dan Politik (BPMPD-KBP) Kabupaten Melawi, Selasa (3/8). Kegiatan yang dipusatkan di Aula Emaus Pastoran Nanga Pinoh itu dibuka langsung oleh Asisten Pemerintahan, Imansyah mewakili Bupati Melawi. Tampak hadir pada acara tersebut kepala BPMPD-KBP Melawi, Junaidi, Kepala Kemenag Melawi, Azharuddin Nawawi serta Danramil Nanga Pinoh. Imansyah mengatakan, masyarakat di Kabupaten Melawi merupakan masyarakat majemuk yang terdiri atas berbagai latar belakang budaya, suku dan agama. Untuk itu ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya sekadar seremonial belaka,

namun dapat pula memberi suatu nilai tambah sebagai peningkatan kepedulian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta meningkatkan rasa cinta Tanah Air serta jiwa patriotisme akan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Untuk merealisasikan harapan itu, masyarakat dan segenap komponon bangsa termasuk para pemuda harus lebih dewasa dalam mengaktualisasikan pemahaman Pancasila dalam mewujudkan integrasi nasional di Negara yang dikenal dengan kemajemukannya berlandaskan UUD 1945,” terangnya. Sikap nasionalisme merupakan rasa cinta terhadap Tanah Air yang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat. Untuk itulah, Imansyah mengimbau kepada seluruh segenap lapisan masyarakat di Melawi agar terus membangun dan memelihara suasana kehidupan antarumat beragama yang sudah baik selama ini demi kepentingan kita bersama di masa yang akan datang. (eko) †

BKD: Tinggal Menunggu Tanda Tangan Bupati

Borneo Tribune, Nanga Pinoh PEMERINTAH Kabupaten Melawi kembali memberikan tindakan tegas terhadap sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang melanggar disiplin pegawai. Bahkan sebelumnya ada enam PNS yang terancam dipecat. Dan kali ini ada sembilan PNS yang gajinya terpaksa dihentikan sementara, karena terlalu sering tidak masuk kerja dan berbagai alasan lainnya. Penghentian gaji kepada sembilan PNS tersebut diketahui sejumlah media dari surat bernomor 800/80/ BKD-B, yang ditandatangani oleh Sekda Kabupaten Melawi, Ivo Titus Mulyomo pada 22 Agustus lalu. Dalam surat tersebut disebutkan nama serta tempat bertugas oknum PNS tersebut. Sembilan PNS yang diusulkan pemberhentian gajinya tersebut, diantaranya satu orang perawat yang bekerja di Puskesmas Nanga Pinoh, staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah, satu orang dari kantor inspektorat, dua orang dari Dinas Pekerjaan Umum, satu dari Badan Kepegawaian Daerah BKD) dan satu perawat di RSUD Kabupaten Melawi serta dua orang guru SD. Rata-rata para PNS yang diberhentikan gajinya tersebut, karena tidak masuk kerja dan tidak melaksanakan tugas dengan baik. Satu guru SD lainnya karena masih tersangkut kasus hukum atas persoalan penipuan yang kini masih ditangani Polres Melawi. Dalam surat tersebut, Sekda juga menyatakan sesuai dengan Peraturan Pe-

merintah (PP) Nomor 32 Tahun 1997 tentang Pemberhentian PNS serta Pasal 12, Ayat 1 dan Ayat 2, maka pegawai yang meninggalkan tugas tanpa alasan yang jelas selama dua bulan berturut-turut dapat dihentikan gajinya pada bulan ketiga setelahnya. Berdasarkan hal tersebut maka pihaknya mengambil tindakan terhadap pegawai di lingkungan Pemkab Melawi yang melakukan pelanggaran. Penghentian gaji sebagaimana yang dimaksud mulai berlaku pada Agustus tahun 2013 hingga selanjutnya sampai ada keputusan dari pejabat yang berwenang. Sementara itu saat dihubungi, Kepala BKD Kabupaten Melawi, Syafaruddin mengungkapkan, pemerintah sudah berupaya maksi-

Sintang Sosialisasi KLA

Sekda: Anak Merupakan Karunia Tuhan Borneo Tribune, Sintang Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) menggelar sosialisasi pengembangan Kota Layak Anak (KLA) kepada para pimpinan SKPD di jajaran Pemerintahan Kabupaten Sintang, organisasi masyarakat (ormas) beserta tokoh masyarakat. Acara sosialisasi yang menghadirkan narasumber dari Deputi Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI tersebut berlangsung di Aula CU Keling Kumang, Rabu (4/9). Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, H. Zulkifli HA, M.Si mengatakan, anak merupakan amanah dan karunia Tuhan yang sekaligus merupakan modal sosial. Oleh karena itu, jika kita gagal dalam mengasuh, mendidik dan melindungi anak, maka pada hakekatnya kita telah gagal dalam mempersiapkan kehidupan anak di masa yang akan datang. ”Anak adalah tunas yang memiliki potensi sebagai generasi penerus untuk menjaga eksistensi bangsa dan negara,” ujarnya. Menurutnya, kesadaran dalam membangun anakanak, khususnya Kabupaten Sintang agar supaya mereka dapat tumbuh kembang menjadi SDM Indonesia, yang handal di dalam meng-

SOSIALISASI KLA, Sekda Kabupaten Sintang, H. Zulkifli HA ketika membuka acara sosialisasi KLA, di Aula CU Keling Kumang, Rabu (4/9). FOTO: Endang Kusmiyati/Borneo Tribune hadapi masa depan. Hal tersebut tentu merupakan tanggung jawab kita bersama. “Dalam UU No 23 Tahun 2002, sudah jelas bahwa penyelenggaraan perlindungan anak merupakan kewajiban dan tanggung jawab negara, pemerintah, masyarakat dan orangtua,” lugasnya. Besarnya jumlah penduduk juga menyebabkan kompleksitas permasalahan anak dan penyebarannya. Terlebih lagi, dengan adanya globalisasi yang juga menimbulkan sisi negatif bagi proses tumbuh kembang anak. ”Berbagai masalah yang menyangkut perlindungan anak telah meluas dan bervariasi, yang tentunya memerlukan perhatian serta

upaya perencanaan yang lebih khusus,” ucapnya. Ia mengungkapkan, pada 2011, Kabupaten Sintang ditunjuk oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI sebagai pilot proyek pengembangan KLA. Dan sebagai bukti kerja keras tersebut sehingga pada 3 Oktober 2012, Pemerintah Pusat memberikan penghargaan kepada Kabupaten Sintang. Yaitu penghargaan dengan kategori Rintisan Pratama Kabupaten Sintang Menuju Kabupaten Layak Anak dan Penghargaan Akte Kelahiran Bebas Biaya. ”Dengan adanya pemberian penghargaan tersebut, kita harus lebih berusaha

untuk menjaga keberlanjutan program peduli anak sehingga mencapai kategori yang lebih tinggi. Yaitu kategori Madya,” tegasnya. Ia berharap, dengan adanya sosialisasi ini dapat memberikan arahan dan masukan agar Kabupaten Sintang dapat mengimplementasikan kebijakan program KLA dengan lebih baik lagi. ”Dengan adanya sosialisasi ini, semua peserta yang mengikutinya dapat mengetahui dengan mantap lima klaster hak anak dan 31 indikator KLA sehingga dapat diimplementasikan dengan baik dalam menunjang program KLA,” tukasnya. (End) †

mal untuk melakukan pembinaan. Dengan cara memberikan teguran baik langsung maupun tidak

langsung, namun tidak ada perubahan. “Kalau PNS tidak masuk kerja kemudian menerima

gaji kan bisa mengganggu kinerja yang lainnya, buat apa PNS seperti ini,” tegasnya. Syafaruddin menegaskan, kesembilan PNS tersebut juga diancam untuk diusulkan pemberhentiannya ke bupati. Menurutnya, pemerintah tidak membutuhkan PNS yang bekerja semaunya sendiri. “Sekarang tinggal menunggu tanda tangan bupati saja,” lugasnya. Syafaruddin mengungkapkan, berbagai pembinaan telah dilakukan oleh pemerintah kepada PNS. Namun hal itu kembali lagi pada PNS itu sendiri. Bahkan pada saat pengambilan sumpah janji mereka juga telah menyepakati perjanjian untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. “Termasuk siap ditempatkan di manapun. Kalau mereka tidak bisa menjalankan itu semua, konsekuensinya ya seperti ini,” ucap kepala BKD Melawi. (eko) †

Laporan Semester Pertama APBD 2013, Hanya Terserap 28,89 Persen

Harjono Bejang: Saya Sangat Kecewa Borneo Tribune, Sintang RENDAHNYA serapan belanja hingga pertengahan 2013 yang baru terealisasi rata-rata 28,89 persen atau Rp 326 miliar dari Rp 1,1 triliun. Rendahnya realisasi capaian belanja daerah tersebut juga menimbulkan kekecewaan bagi DPRD Kabupaten Sintang. Pasalnya penetapan APBD sudah dilakukan secara tepat waktu. Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Harjono Bejang mengaku pihaknya sangat kecewa dengan realisasi laporan semester pertama serapan APBD Kabupaten Sintang 2013. ”Saya sangat kecewa. Penetapan APBD sudah kita lakukan sejak awal. Kita tak ada toleransi, bagi SKPD yang memang tak mampu menyerap kita tarik saja plafonnya dan kita kasi ke yang mampu. Kenapa harus ditumpuk-tumpuk disitu kalau memang tak mampu. Dan Bupati harus bisa melihat itu dan mengevaluasi kinerja SKPD,” tegas Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Harjono Bejang. Menurutnya, jika SKPD bekerja dengan sungguhsungguh maka seharusnya semester pertama sudah selesai, akan tetapi banyak yang nol untuk beberapa SKPD. ”Kita dari DPRD sudah berusaha semaksimal mungkin penetapan APBD tepat waktu, tanggal 30 November sudah kita tetapkan. Malah untuk APBD 2014 akan kita tetapkan Oktober, supaya mereka siap. Di perubahan akan kita evaluasi semua dan saya sangat kecewa,” lugasnya. Sementara itu, Ketua Fraksi Kerakyatan, Usmandi mengungkapkan, target belanja daerah Rp 1,1 triliun dan baru terealisasi Rp 326 miliar atau sekitar 28,89 persen dinilai sangat rendah sehingga menunjukkan kinerja yang belum memuaskan. ”Jika melihat waktu yang tersedia kurang lebih tiga bulan saja, kondisinya tentu memprihatinkan bagi kita semua. Kami meminta kepada Bupati Sintang untuk fokus merealisasikan belanja daerah terutama belanja langsung yang berdampak

Harjono Bejang Ketua DPRD Sintang Foto Endang Kusmiyati/Borneo Tribune

terhadap kehidupan publik dalam APBD 2013,” tegas Usmandi usai rapat paripurna pandangan fraksi terhadap laporan realisasi semester pertama dan prognosis enam bulan berikutnya pada APBD Kabupaten Sintang 2013, di ruang rapat DPRD Kabupaten Sintang, Rabu (4/ 9). Usmandi mengungkapkan, pencapaian realisasi belanja modal yang ditargetkan Rp 282,8 miliar dan baru terealisasi Rp 29,9 miliar atau sekitar 10,57 persen tentu sangat mengecewakan. ”Bagaimana komitmen dan kapasitas Pemerintah Daerah dalam merealisasikan belanja modal, yang sangat urgent terhadap geliat ekonomi. Jika melihat penetapan APBD yang sudah tepat waktu sebelum anggaran dimulai, maka tak ada alasan lagi adanya keterlambatan realisasi belanja modal ini,” lugasnya. ”Apakah ini persoalan regulasi, persoalan sistem, ataukah persoalan SDM, yang membuat keterlambatan belanja modal. Kami melihat rendahnya serapan APBD selalu terjadi dan tak ada upaya serius dari Pemerintah Daerah untuk memperbaikinya,” timpalnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Fraksi Demokrat yang disampaikan, H. Achmad Sutarmin. Dia mengungkapkan, adanya gambaran umum realisasi di semester pertama untuk pendapatan rata- rata melebihi 50 persen sehingga sesuai dengan target dan bahkan ada

yang melebihi target, tentu hal ini kita berikan apresiasi. ”Sementara pada belanja daerah secara umum baru terealisasi rata-rata 28,89 persen, bahkan ada lima SKPD yang serapan belanja modalnya masih nol. Sehingga hal ini juga akan berdampak pada pelayanan publik. Terutama seperti pembangunan jalan dan jembatan,” ungkap Sutarmin. Sementara itu, Bupati Sintang, Milton Crosby mengakui, rendahnya serapan APBD 2013 yang dilaporkan enam bulan pertama dari Januari hingga Juni. Namun sekarang serapan sudah di atas itu. Sebab dari Juli hingga September sudah ada perubahan. ”Saya akui juga memang ada keterbatasan SDM terutama bidang perencanaan, karena setiap kegiatan harus ada perencanaan. Selain itu adanya juklak-juknis baru yang harus disesuaikan juga menjadi hambatan,” ucap Milton Crosby. Milton menambahkan, adanya pekerjaan fisik yang sudah dilaksanakan tetapi belum dicairkan, karena belum diselesaikan administrasi keuangannya sehingga hal tersebut juga mengurangi serapan dana di dalam laporan. Terkait kekhawatiran besarnya silva di akhir tahun, Milton menegaskan bukan berarti ketidakmampuan SKPD menyerap anggaran, akan tetapi justru SKPD bertindak hati-hati sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada. ”Lebih baik Silva cukup besar daripada uang habis tak tepat sasaran dan tak tepat guna,” ujar Bupati. Milton juga memastikan bahwa serapan APBD Sintang tak akan mencapai 100 persen. Pasalnya cuaca dan perencanaan yang belum maksimal. ”Paling tinggi hitungan saya 80 persen itu sudah maksimal, karena sebagian perencanaan belum terbuat dengan baik. Dan saya sudah perintahkan kalau tak bisa diselesaikan jangan dikerjakan, kita luncurkan pada tahun 2014, dari pada tak selesai, kecuali DAK harus selesai,” ucapnya. (End) †


Kapuas Hulu Borneo Tribune

Kamis, 5 September 2013

Tanamkan Pancasila Pada Pelajar Perbatasan “

Martha Banang Sekretaris Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kapuas Hulu Foto Timotius/Borneo Tribune

dan Nasional Pengelola Perbatasan akan melibatkan para pelajar mulai dari tingkat SD sampai SMA sederajat, “jelas Martha kepada Borneo Tribune, Selasa (3/9) kemarin. Oleh karenanya, Martha berharap melalui sosialisasi yang akan dilaksanakan

Gallery

DIJUAL

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau s SISKA Hp. 081257159998

RUKO 2 PINTU Luas Tanah 8,5 x 22 m2 Jl. Trans Kalimantan Hub. 082149816111

Sosialisasi peningkatan kemampuan dan kapasitas aparatur dan tokoh masyarakat dalam rangka pengamanan pilar atau patok batas, yang dilaksanakan Badan Nasional Pengelola Perbatasan akan melibatkan para pelajar mulai dari tingkat SD sampai SMA sederajat

Borneo Tribune, Putussibau Norma-norma kehidupan yang terkandung dalam Pancasila saat ini sudah mulai dilupakan, hal tersebut akibat perkembangan jaman serta tuntutan hidup saat ini, sehingga normanorma Pancasila tersebut sangat perlu kembali diterapkan dan ditanamkan bagi anak-anak pada usia dini. Menurut Sekretaris Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Martha Banang, mengatakan norma-norma yang terkandung dalam Pancasila mesti ditanamkan pada masyarakat di daerah perbatasan yang merupakan serambi depan Bangsa ini, terutama untuk anak-anak usia dini. “ Sosialisasi peningkatan kemampuan dan kapasitas aparatur dan tokoh masyarakat dalam rangka pengamanan pilar atau patok batas, yang dilaksanakan Ba-

tanggal 5 September 2013 (hari ini, red) benar-benar dimanfaatkan dan sebagai upaya dalam menanamkan norma pancasila bagi pelajar yang berada di daerah perbatasan, apalagi generasi muda ini merupakan asset bangsa yang nantinya turut mempertahankan NKRI. “Peranan generasi muda dalam mempertahankan NKRI sangat penting oleh karenanya norma Pancasila tersebut harus sedini mungkin tertanam pada mereka,”ujarnya. (MO)

10

Kartu Kuning Diserbu Pencaker Borneo Tribune, Putussibau Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kapuas Hulu khususnya Bidang Ketenaga Kerjaan, saat ini sedang sibuk-sibuknya melayani ratusan para pencari kerja yang datang untuk meminta Kartu Kuning, atau kartu pencari kerja. Kartu Kuning tersebut akan digunakan untuk mencari pekerjaan dan sebagai syarat dalam memasukan lamaran terutama bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosisal Kabupaten Kapuas Hulu, Suhada mengatakan bahwa rata-rata yang saat ini mengurus kartu kuning tersebut yaitu mereka yang akan ikut pelamaran CPNS di lingkungan Pemerintah

Kabupaten Kapuas Hulu. “ Saat ini baru tercatat sekitar 123 orang yang sudah mengurus kartu kuning, kemungkinan akan bertambah lebih banyak lagi, karena masih banyak yang mengantri, dan mereka yang mengurus kartu kuning ini yang hendak melamar sebagai CPNS kemungkinan pada bulan September ini, sebab kartu kuning ini salah satu syaratnya,”ucap Suhada kepada Borneo Tribune, Rabu (4/9). Menurutnya, pemermintaan untuk pembuatan kartu kuning ini meningkat dari tahun sebelumnya, sebab baru tahun ini kembali ada pembukaan CPNS, ada beberapa persyaratan yang harus mereka lengkapi saat mengurus kartu kunin tersebut diantaranya seperti

Para pencari kerja sedang mengurus pembuatan kartu kuning di Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi dan Sosisal Kabupaten Kapuas Hulu, tepatnya di Bidang Tenaga Kerja. Foto :Timotius/ Borneo Tribune

SKCK dari kepolisian, fotocopy KTP, fotocopy ijazah, pasphoto 3x4 sebanyak 3 lembar, dan utnuk SD dan SMP menggunakan map warna hijau, SMA sederajat menggunakan map warna merah,untuk D2, D3 menggunakan map warna biru, dan untuk S1,S2, menggunakan map warna kuning. Dikatakan Suhada dalam pengurusan kartu kuning, seharusnya bukan hanya untuk para pencari kerja

untuk dipemerintahan, namun setiap pencari kerja untuk karyawan swasta juga wajib mengurus kartu kuning tersebut. “Kartu kuning ini berguna untuk mendeteksi seberapa banyak angkatan kerja dalam satu wilayah, dan melihat sebearapa banyak angka pengangguran, sehingga ada langkah untuk mengatasi atau menurangi angka pengangguran,”pungkasnya. (MO).

Dimasa Lalu Berjuang Demi Kemerdekaan

Bandi Kecewa Perlakuan Pemerintah Borneo Tribune, Pontianak Raden Subantio Bandi Susanto atau biasa dipanggil Bandi. Tentu merasa kecewa dengan apa yang telah dilakukan dan apa yang telah didapat saat ini. Kekecewaan Bandi sangat beralasan karena dirinya yang merupakan saksi mata dan ikut terjun langsung sebagai veteran pejuang kemerdekaan. Namun, hingga saat ini dirinya yang telah lama menempati Gedung Juang jalan Tanjungpura di Pontianak, kini diberi ultmatum harus mengosongkan gedung tersebut. Sedangkan dengan usia yang tidak muda lagi dan kondisi ekonomi yang sangat minim, tentu bila ia diusir dari gedung tersebut. Maka akan sangat sulit baginya untuk mendapatkan tempat tinggal sewa atau kontrak apa lagi untuk membeli sebuah rumah di kota Pontianak ini. Bandi mengisahkan bahwa Gedung Juang ini diresmikan pada 22 Mei 1990 oleh Menteri Dalam Negeri yang saat itu dijabat Rudini

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

”Dulu gedung legiun veteran itu masih numpang dan yang dinamakan Kimenset itu dulu masih Pepabri dengan pimpinannya sudah banyak ganti. Maka markas daerah waktu itu masih numpang di Gedung 45 jalan Tanjungpura,”paparnya. Namun hal tersebut lanjut Bandi diusahakan, oleh yang memimpin leguin veteran saat itu yaitu Letkol TNI. Arief dan ia juga menjabat sebagai ketua DPRD. Karena pada waktu itu akan diadakan MTQ, tanah yang akan dijadikan markas daerah itu adalah tanah milik gedung Kartini. Timbulah yang namanya MTQ, maka pelaksananya harus disahkan oleh Presiden, dan dibangunlah rumah rakyat diatas tanah yang saat ini dijadikan Pendopo Gubernur Kalbar. ”Dengan begitu, yang awalnya akan dibangun markas daerah, akhirnya nggak jadi karena sudah dibangun gedung Kartini, sebelah gedung juang menjadi Pendopo Gubernur. Selanjutnya komandan Kodam Tanjungpura oleh masih Ida Bagus Sujana dijabat saat itu,”ujarnya. Untuk merealisasikan pembangunan gedung juang ini, kata Bandi sering ada rapat, karena markas daerah Legiun Veteran masih numpang di Gedung 45. “Dengan demikian dinyatakan akan dibangun gedung untuk tiga unsur dibawah satu atap. Pada waktu itu Ida Bagus Sujana dan Letkol. Arief menyatakan akan dibangun, maka dibukalah jalan Ahmad Yani, itupun belum sampai tembus dan seperti ini,” ujar Veteran kemerdekaan yang masih bersemangat. Bandi juga mengatakan yang membangun Gedung Juang adalah menantunya Letkol Arif. “Saya tidak tahu, ternyata dibangun oleh dia telah dibangun Gedung Juang. Dengan adanya gedung juang tersebut, maka saya di markas legion veteran, saya masih Wakil Sekretaris. Sekretaris I Tila Wijaya dan Ketuanya adalah Letkol Arief,”kenangnya. Bandi kembali menceritakan bahwa Gedung Juang ini memang pertama kali dibangun oleh menantunya Letkol Arif. Namun karena harga barang bahan bangun naik

pada saat itu. Maka pembangunan tersebut diambil alih dan dilanjutkan oleh Dinas PU dan Cipta Karya. Kepala PU pada waktu itu dijabat oleh Ir. Said Jafar. “Saya sering berhubungan dengan orang PU ini seperti Drs. Abdul Karim. Selain orang PU ini, pak Gubernur yang dijabat saat itu oleh pak Soejiman. Dan beliau ini juga sering mampir ke markas daerah. Kepada saya pak Soejiman sering memberitahukan begini, seiring sedang dibangunnya gedung juang itu, tolong bapak yang mengawasi,” ujar Bandi menirukan Gubernur Soejiman. ”Saya juga tidak dikasih apa-apa, karena sebagai anggota organisasi kita rela dan tidak ada bayaran dan paksaan apapun,” imbuhnya. Setelah selesai pembangunan, Drs. Abdul Karim sebagai pegawai PU juga sebagai anggota Pemuda Panca Marga (PPM). “Dia lah yang memberikan kunci gedung juang ini kepada saya dan disertai oleh surat tugas resmi kepada saya dan ditanda tangani oleh Syarif Saleh Kepala PU kota,”ujarnya. Kepala PU juga mengatakan “Hanya Bapak yang boleh pegang kunci” saya yang tadinya tidak mau, dengan adanya demikian, setelah organisasi yang terdiri dari tiga unsur, 45, Veteran, Pepabri masuk dan di Ketuai oleh pak Hartono dan Ketua dari Pepabri pertama itu bekas CPM namanya Rono Widodo, dialah Ketua Pepabri yang pertama menempati Gedung Juang,”ungkapnya. Dengan kesaksiannya ia mengatakan, Gedung juang ini pengesahannya dilaksanakan oleh Menteri Negara, Rudini. Kemudian Gubernur Kalbar, Soejiman diganti oleh Parjoko. Parjoko lah yang mengatur gedung ini. ”Selama saya mengurus gedung juang tersebut, satusen pun tidak pernah mendapat apapun. Sekarang apa artinya surat tugas yang sudah saya terima dari PU Provinsi dan PU Kota. Dan saya dijadikan apa? Justru saat ini saya di ultimatum untuk mengosongkan gedung ini,”ujarnya. Proses pengalihan gedung juang ini kepada kejaksaan juga saya tidak diberi tahu. Setelah ditanya ternyata Ge-

dung Juang ini akan ditukar guling. “Dan selama dua puluh tahun saya mengurus Gedung Juang ini saya masih rela. Namun saat ini gedung tersebut ditukar gulingkan. Saya. merasa tidak dihargai sama sekali,”ujarnya. Dengan perasaan kesal Bandi mengatakan, “Kalau mau tembak saja saya, saya tidak takut polisi, TNI. Saya ini pejuang dulu, Veteran A, mantan Brigadir 9 Diponegoro, Kuda Putih Magelang, jadi saya bukan berjuangnya di Pontianak. Karena bila di suruh pindah mau tinggal dimana. Jadi sekarang tinggal tergantung dari pemerintah. Dan hal ini sudah pernah ia mengadukan hal ini ke Komnas Ham. Bandi mohon permasalahan tersebut dapat dipertimbangkan dari segi kemanusiaan. Apa lagi Bandi telah berjasa pada negara ini sebagai pejuang ada kepedulian pemerintah kepada dirinya. Kata Bandi, belum lama ini ia ditemui oleh Kejati sempat menyampaikan apa yang menjadi unek-uneknya selama ini. Namun kajari mengatakan kepadanya bahwa gedung akan dibangun untuk kejaksaan. Ini sudah dibicarakan dengan Gubernur. Besoknya saya dipanggil oleh kepala PU Kalbar. Lain hal nya kata Bandi saat ia mendatangi kantor PU Provinsi Kalbar. Ia menyampaikan bahwa ia harus harus keluar dari Gedung Juang. “Biarlah saya pindah ketempat anak-anak, kumpul dengan anak-anak saya nggak apa-apa. Hanya permasalahannya saya selama 20 tahun tidak pernah mendapat apa-apa, namun kalau saya turun tolong diberikan rumah/fasilitas atau kompensasi yang sesuai agar saya bisa beli rumah sendiri,”ujarnya berharap. Ia juga mengatakan adanya Gedung Juang bukan kehendaknya, bukan karena ia ingin memiliki. “Bukan saya ini orang yang akan nyerobot, kalau saya tidak ditugaskan, saya tidak mau. Karena saya ini anggota organisasi pejuang tanpa gajih, makan hanya dikasi rakyat, tidak akan merdeka, dan tidak kan terjadi 17 Agustus yang ke-68 tahun ini,”pungkasnya.(Slt)

IKLAN BARIS Dijual Bangunan

DIJUAL

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( l07.05 l07.55 l11.10 l14.35 l16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( l07.00 l07.55 l11.55 l15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( l07.30 l11.35 l15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( l08.00 l12.55 l17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Tanah Kavling lokasi strategis, siap bangun di Perbatasan Sungai Raya Dalam - Punggur Kecil (lurus Paris2), SHM - aman / tidak bertimpa, dll. Tersedia 62 kavling 10 x 20 m2 (25jt cash), 8 kavling Ruko 5 x 40m2 (50 jt cash). Untuk kredit DP 5jt, sisanya diangsur 3642 bulan. Hanya 5 Km dari Jl.Ayani 3 dan pinggir jalan raya Paris - Parit Buluh. Berminat Hubungi :

0812 5710 225

Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946)

Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683).

Langganan Koran

Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757)

Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688) Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: (085245247955).

Mujidi

Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: (085245904505).

Ratnasari

Biro Kapuas Hulu: (085654585775)

Herdi

Biro Ketapang: (08971600688)

Aldi

Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Ser vice Mobil

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris: 1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo T Tribune

Kamis, 5 September 2013

Gubernur Dukung Pemekaran Kabupaten Sekayam Raya daerah induk menurun dratis karena terjadinya pemusatan sebagian besar potensi daerah di daerah pemekaran. ”Pemekaran daerah tidak boleh menyebabkan terjadi pengkotakan masyarakat berdasarkan etnis, suku, agama, dan lainnya yang bisa menyebabkab konflik,” pinta Sekda. Proses Pembentukan Kabupaten Sekayam Raya yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Sanggau, persyaratan yang diama-

nahkan Perpu telah diupayakan dipenuhi. “Upaya ini merupakan bentuk kerjasama antara Pemprov Kalbar, Pemkab Sanggau, dan Presidium Pembentukan Kabupaten Sekayam Raya bersama masyarakat memenuhi kelengkapaan adminstrasi berupa kajian penempatan ibukota Kabupaten Sekayam Raya yang telah ditandatangani oleh Bupati yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Induk. Dijelaskannya, Pemekar-

an Kabupaten Sekayam Raya dibahas secara bersamaan dengan usulan yang masuk ke DPR RI dengan 32 Kabupaten/Kota atau calon Daerah Otonomi Baru (DOB). Disisi lain, Ketua Umum Presidium Pembentukan Kabupaten Sekayam Raya, Kristoforus S. Lomon sangat berharap proses pembentukan Kabupaten Sekayam Raya di Provinsi Kalbar tidak berbelit-belit. “Semua pihak terkait harus dengan sungguh-sungguh memperjuangkan dan mendukung

agar harapan masyarakat di 5 Kecamatan wilayah perbatasan segera terwujud,��� pinta Kristoforus Lomon kepada Gubernur Kalbar. Kelima Kecamatan yang tergabung dalam Tim Pembentukan Sekayam Raya diantarannya, Kecamatan Entikong, Kecamatan Sekayam, Kecamatan Beduai, Kecamatan Kembayan, dan Kecamatan Noyan. Kelima Kecamatan ini mengidamkan untuk membentuk Kabupaten baru yaitu Kabupaten Sekayam Raya. (Lay) †

Debat Publik Bikin Pontianak Enak masing-masing pasangan. Acara ini dipandu oleh dua orang panelis yang berasal dari Akademisi Untan yaitu Aswandi dan HM. Ali Nasrun. Hadir pada debat tersebut yang berada di Takalar Room antara lain Ketua KPU Provinsi bersama komisionernya, Dandim, Kapolsek Kota Pontianak, para undangan. Tidak hanya di Takalar Room tempat acara berlangsung juga dipadati oleh para simpatisan, tim kampanye dan partai pengusung yang memadati lantai 1 Hotel Mahkota. Agar acara ini dapat disaksikan kalayak ramai acara ini disiarkan secara langsung oleh Kompas TV. Untuk berjaga-jaga agar tetap terjamin keaman dan menghindar hal-hal yang tidak diinginkan seluruh tamu yang masuk di Takalar Room harus menunjukan undangan dan identitas yang jelas. Tidak hanya itu petugas gabungan TNI/Polri ratusan personil menjaga ketat jalannya acara hingga tuntas. Ketua KPU kota Pontianak, Joni Rudwin dalam sambutannya mengatakan bahwa ajang debat kandidat pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Pontianak merupakan penajaman visi dan misi pasangan serta sarana informasi kepada masyarakat bahwa enam pasangan calon itu yang bertarung pada Pilwako Pontianak. “Acara sangat penting, untuk itu kami berharap dengan adanya debat kandidat ini dapat memberikan informasi kepada masyarakat agar datang ke TPS pada 19 September nanti,” kata Joni. Joni juga menghimbau agar proses Pilwako Pontianak nantinya dapat berjalan lancar dan damai. Hal ini dapat dicapai apabila didukung oleh semua pihak. Acara debat dibuka dua sesi, yakni sesi uji materi dan sesi interaktif. Sesi interakif dilakukan sebanyak 3 putaran. Materi pertanyaan pertama ditujukan kepada pasangan nomor I, dengan topik mengangkat masalah pariwisata di kota Pontianak. Gusti Hersan dalam programnya menyampaikan bahwa proyek wisata merupakan fokus utama dari pasangannya. “Wisata tentu menjadi program kami. Kota Pontianak memliki ikon yakni Tugu Khatulistiwa, namun tidak pernah diperhatikan,” kata Hersan. Se-

harusnya kata dia, Tugu Khatulistiwa yang sudah mendunia itu sangat berpeluang untuk promosi daerah khususnya kota Pontianak. “Ketika kami ditunjuk sebagai kepala daerah nanti, maka titik kulminasi itu akan kita tempatkan menjadi perioritas kita,” katanya. Hersan juga menyinggung bahwa selama ini pembangunan pariwisata terkesan diabaikan. “Kita punya Kraton, miris kalau kita lihat karena tidak ada pembenahan dari pemerintah. Jika kami terpilih akan kami utamakan,” jelasnya. Dirinya mengaku, sebagai putra asli daerah begitu mencintai objek wisata yang ada di kota Pontianak, terlebih tempat bersejarah para pendiri kota Pontianak dulunya. “Kita sebagai anak daerah tahu betul kondisi di daerah ini, seperti pendiri kraton kadriah dan makam batulayang, jangan sampai kita melupakan pendiri daerah kita sendiri, jangan sampai lupa dengan pendiri kota kita,” tegasnya. Sesi berikutnya permasalahan yang ditanyakan, kepada pasangan Iwan-Acui yakni masalah air bersih. Pasangan Iwan-Acui berjanji bila terpilih sebagai walikota dan wakil walikota Pontianak akan menata program air bersih sedemikian rupa. “Kami akan membuat prgram air bersih selesai dalam waktu tiga tahun,” kata Iwan Gunawan. Selama ini, kata Iwan, masalah air baku yang tidak cukup karena sering terjadi masalah seperti kebocoran pipa penyambung ke pelanggan. “Ini yang sering menyebabkan air tidak sampai,” jelasnya. Iwan Gunawan berjanji tidak akan melanjutkan program pemerintah apabila programnya tidak selesai dengan waktu yang sudah ditargetkan. “Kalau dalam tiga tahun kami tidak bisa menyelesaikan maka kami akan mundur sebagai walikota,” tegas Iwan Gunawan. Demikian juga permasalahan PDAM saat ini terkait manajemen. Masalah manajemen PDAM akan kita benahi. Perusahan BUMD seperti PDAM perlu dibangun, perusahan tidak pernah merugi, kalau rugi bukan perusahaan namanya. Kemampuan produksi kita bukan terbatas, permasalah hanya pada manajemen,” ujarnya. Sementara pasangan Sutarmidji-Edi Rusdi Kamtono diberi materi per-

tanyaan mengenai banjir. Sutarmidji menanggapi bahwa topografi kota Pontianak memang berada disekitar permukaan laut dan sungai Kapuas. “Ketinggian kota pontianak sekitar O,2 sampai1,2 dari permukaan laut, salah satu solusi kita denganÿ meninggikan badan jalan. Itu yang sedang kita kerjakan sekarang,” kata Sutarmidji. Dirinya telah memprogramkan pembuatan turap dan memperlancar arus sungai kapuas untuk kawasan yang memang berada di dekat aliran sungai. “Memperlancar arus sungai landak sehingga bebas dari banjir. Drainase juga yang menjadi perhatikan kita,” katanya. Dikatakannya, masalah banjir akan teratasi hanya dengan memfungsikan parit primer seperti proyek yang sedang dikerjakan di persimpangan purnama. Adapun Pasangan Paryadi-Sebastian diberi materi pertanyaan mengenai masalah kemacetan yang kerap kali terjadi di kota Pontianak. “Jumlah kendaraan semakin banyak ruas jalan tidak bertambah, di jalan Tanjungpura macet, Tol Kapuas 1 tidak bisa diandalkan lagi. Solusi dari kita pembangunan Jembatan Kapuas III. Itu solusi konkrit yang bisa menyelesaikan masalah macet,” ungkap Paryadi. Pasangannya berencana akan memfungsikan penyeberangan feri untuk dijadikan lokasi jembatan kapuas III itu. “Karena jika dibangun disitu, sangat mudah menuju pusat kota.ÿ Kita juga akan melakukan pengembangan kota, karena kita selama ini berkutat disatu kota. Beberapa pusat kegitan hanya berpusat di kota,” kata Paryadi menjawab. Sementara pasangan Firman Muntaco-Erick S. Martio diberikan materi masalah kemiskinan yang ada di kota Pontianak. “Pertama saya inginkan kota Pontianak yang modern dan humanis yang punya rasa kemanusiaan. Saya ingin Pontianak lancar, sehat sejahtera,” kata Firman Muntaco. Firman menilai, bahwa pembagian dana APBD untuk pembangunan belum merata, hanya diperuntukan bagi hal-hal tertentu, sehingga itulah yang dapat menyebabkan kemiskinan terjadi. “Kita lihat APBD kita, kita harus berkeadilan dalam penganggarannya, dan

kita akan arahkan kesana,” ucap Firman Muntaco. Selain itu, menurutnya, mengatasi kemiskinan itu dengan memberikan sekian persen dana bansos kepada masyarakat yang membutuhkannya. Firman mengatakan, kemiskinan dipinggir sungai terkesan tidak diperhatikan oleh pemerintah, sehingga tak kunjung selesai. “Pembangunan banyak lari kepusat kota. Konsep pembangunan harus baik,” jelas Firman Muntaco. Adapun pasangan Zulkarnaen Siregar -Paryono diberikan berkenaan masalah listrik. “Listrik merupakan kendala besar, kalau saya terpilih kita akan kerjasama dan memberikan teguran kepada PLN. Kita cari jalan keluar agar tidak merugikan masyarakat,” kata Zulkarnaen. Zulkarnaen menilai, masalah listrik tidak ada kaitannya dengan walikota. “Tapi koordinasi seorang walikota kepada perusahan yang ada. Jalin komunikasi yang baik,” jelasnya. Kata Zulkarnaen bahwa dirinya apabila terpilih sebagai walikota ingin mengabikan diri kepada masyarakat, bukan sebagai pejabat. Dan ketika ada pertanyaan solusi untuk pembangkit listrik tersebut, Zulkarnaen akan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). “Kedepan, kita akan usahakan yang paling utama perlu kita anggarkan di APBD kita PLTS, karena tidak terlalu sulit, beli alat tersebut jangan di mark up sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” kata Zulkarnaen Dirinya berjanji akan menuntaskan masalaah korupsi di kota Pontianak. “Saya kalau jadi pemimpin tidak ada lagi korupsi, saya akan pasang peti mati didepan kantor walikota kalau mati,” pungkas Zulkarnaen. Komisioner KPU kota Pontianak, Pokja Kampanye Erwin Andhika mengatakan ajang debat publik yang juga bagian rangkaian kampanye bisa memberikan informasi kepada masyarakat dengan mengajak kampanye damai. “Kita ingin tahapan kampanye berlangsung aman dan damai, serta bisa mencerdaskan masyarakat. Dengan ini masyarakat bisa melihat wajah-wajah calon pemimpin kota Pontianak,” tegas Erwin. (Slt) †

Pencongkel Jok Motor PNS Kodam Ditembak Pencongkelan jok sepeda yang dilakukan oleh keduanya itu pun dilakukan terhadap sepeda motor milik PNS Kodam XII Tanjung Pura ABW,namun saat menjalankan aksi kedua ketahuan oleg warga setempat, bahkan sempat dikerumuni warga. Ketika hendak ditangkap oleh warga Yopan sempat melarikan diri menggunakan sepeda motor mio yang didgunakan sebagai sarana menjalankan aksi mereka, sedangkan Hendra tidak dapat melarikan diri, karena anggota Resmob Polda Kalbar yang sedang berpatroli berhasil membekuknya. Hendra berhasil ketangkap, yakni setelah ditembak anggota Resmob Polda Kalbar, lantaran hendak melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap anggota maupun warga yang ada di TKP. Usai berhasil

menangkap Hendra, anggota Resmob Polda Kalbar langsung mengejar Yopan, di mana Yopan berhasil ditemukan di ujung Jalan Sungai Raya Dalam. Sama seperti Hendra, Yopan pun ditembak anggota Resmob Polda Kalbar, karena melakukan perlawanan dan hendak melarikan diri lagi saat sudah ditemukan pihak Resmob. Kemudian kedua pelaku kejahatan ini pun digiring ke RS. Bhayangkara Polda Kalbar, guan mendapatkan perawatan medis akibat timah panas yang bersarang dikaki keduanya. Menurut Hendra, dirinya merupakan pelaku spesialis pencongkel jok sepeda motor, karena sebelumnya Ia juga sudah pernah ditangkap pihak kepolisian, dan ketika baru bebas beberapa bulan sebagai tahanan, Ia mengulangi lagi dan akhirnya kali ini Ia tertangkap lagi.

“Sebelumnya saya sudah pernah ditangkap, dan kali ini saya mengulangi lagi, dan saya kembali tertangkap yakni bersama dengen Yopan,” ujarnya. Lanjut Hendra, Ia mengakui bahwa Ia yang mencongkel jok sepeda motor milik salah satu Ibu - ibu di parkiran Bank BTN Sungai Raya. “Saya mencongkel Jok Sepeda Motor Ibu itu, ketika Ibu itu usai meletakan dompetnya di dalam jok dan pergi meninggalkan sepeda motornya, namun kami ketahuan oleh warga, dan akhirnya saya ketangkap oleh pihak kepolisian, sedangkan Yopan berhasil melarikan diri, namun akhirnya ketangkap juga,” jelas Hendra. Sementara itu Kanit Resmob Polda Kalbar, Kompol Dewa saat dikonfirmasi hal ini, dirinya membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap serta me-

lumpuhkan dua pelaku kejahatan spesialis congkel jok sepeda motor, karena kedua pelaku kejahatan mau melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap anggota. “Kita melumpuhkan keduanya, karena hendak melarikan diri dan melakukan perlawanan, sementara itu TKP penangkapan terhadap keduanya berbeda, di mana Yopan sempat melarikan diri, namun berhasil ditangkap akhirnya,” tambahnya. Lebih jauh lagi Kanit Resmob Polda Kalbar mengatakan, selanjutnya pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih jauh lagi terhadap keduanya, guna dilakukan pengembangan lebih lanjut terkait sejumlah laporan yang masuk di kepolisian dengan modus congkel jok sepeda motor, seperti yang dilakukan keduanya tersebut. (Zrn) †

11

Pabrik Kopi Resahkan Warga Purnama Pajitno (69), salah satu warga yang tempat tinggalnya bersebelahan dengan pabrik kopi kepada wartawan mengatakan, memang sejak 7 tahun yang lalu saat pertama pindah didaerah tersebut, pabrik kopi ini telah berdiri. Namun setelah tinggal dirumah yang berdempeten langsung dengan pabrik kopi ini polusi akibat aktivitas pabrik kopi ini baru terasa. “ Selama ini kami dalam sebulan dirumah kami selalu dimasuki jenis serangga yaitu seperti bari-bari dan lalat dalam jumlah yang banyak. Hal ini kita liat akibat adanya limbah pabrik, adanya penumpukan kayu. Limbah kotoran ternak peliharaan seperti peliharaan ayam dan bebek yang ada didalam areal pabrik kopi. Tidak hanya itu hampir setiap hari ada debu hitam yang berterbangan masuh kedalam rumah. Kita setiap saat menyapu lantai akibat demu ini, jika tidak rajin menyapunya maka hingga telapak kakipun menjadi hitam akibatnya,”paparnya. Selain mengelurkan bau kurang sedap, debu hitam, aktivitas pabrik kopi ini juga mengakibatkan terhambatnya aliran air parit pada jalan gang. “Ia parit jalan juga mampet, itu disebabkan karena pemilik pabrik menyimpan tumpukan kayu bekas untuk dijadikan kayu api pada pengorengan biji kopi, di tepi jalan hingga menutipi parit yang ada. Maka tidak heran air di parit kami ini mampet. Tumpukan itu sendiri karena jumlahnya begitu besar kadang mengundang banyaknya

bari-bari serta lalat. Dan effek nya masuk kerumah-rumah terdekat serta sangat menganggu apa lagi disaat makan,”ujarnya. Prajitno yang didampingi anaknya Budi Arto (40)Arto menambahkan, segala keluhan oleh warga telah disampaikan ke Ketua RT dan Camat. “Bahkan keluhan ini sudah disampaikan kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) pemerintah Kota Pontianak. Tapi hal ini sejak pengaduan pertama sekitar tahun 2010 hingga kini dinilai warga belum ada tindakan penertiban,” ujarnya. Ia juga 11 hari yang lalu, di pabrik kopi ini telah didatangi petugas dari LBH Kota Pontianak. Namun hingga kini pula belum tau apa hasilnya. “Pada dasarnya kami tidak meminta pabrik itu tutup. Karena kita tahu yang namanya orang berusaha pasti sulit bila diminta segera menutup tempat usahanya. Namun biar bagamanapun seharusnya pemilik pabrik kopi ini harus dapat memahami kondisi yang dialami para tetangganya seperti kami ini. Mereka boleh tetap menjalankan aktivitasnya tapi tolong polusi yang dihasilkan pabrik kopi ini harus diperhatikan benar-benar agar tidah menganggu kenyamanan warga di sekiranya. Harus ada cara untuk menanggulangi polusi khusunya akibat penggorengan biji kopi,” ujarnya. Ia menyarangkan agar pemilik pabrik dapat membuat suatu alat agar polusi yang timbul tidak menyebar ke pe-

mukiman atau masuk ke rumah warga. Seperti membuat cerobong asap dan lain sebagainya. Ia juga menyarankan agar pemilik tidak memasang atap daun pas pada dinding pemisah ke dua rumah ini. Inikan kita kawatirkan, jika terjadi kebakaran maka api dapat dengan mudah menjalar ke rumahnya. Sebelum menemui para tetangga wartawan yang menyambangi tempat beroperasinya pabrik kopi yang dinilai warga setempat meresahkan. Para awak media juga menyempatkan diri untuk masuk dan melihat langsung kawasan pabrik kopi. Saat ingin dikonfirmasi, seorang ibu dengan dana tinggi menyarankan awak media untuk menghubungi Hery. “Kalau bosnya tidak ada, tapi kalau mau dapat wawancara langsung saja hubungi Hery,” ujar ibu tersebut sambil memberikan nomor hand phone sembari segera menjauh dan dengan segera menutup pintu pagar rumahnya. Ketika awak media menghubungi nomor HP dimaksud, sampai berita ini diturunkan belum ada jawaban. Warga sangat berharap kepada pihak-pihak yang berwenang dalam hal ini segera melakukan penunjauan ke lokasi pabrik sekaligus melakukan pemeriksaan kelayakan beroperasinya pabrik kopi ini. “Kami berharap ada tindakan nyata dari pihak berwenang dalam menangani pencemaran khususnya udara akibat aktivitas pengorengan biji kopi ini,”tandas warga meminta (Slt) †

Usai Membunuh Nasir Sembunyi ke Tayan Raya sekitar pukul 19.00, namun sebelum ditangkap Nasir sempat melarikan diri hingga ke Tayan, di mana Tayan merupakan tempat pelarian terakhir Nasir” ujar Kompol Heni Agus Sunandar. Lanjut Kompol Heni Agus, Ia sampai bisa mengatakan bahwa Nasir adalah pembunuh Sri, yakni setelah melakukan olah TKP serta keterangan sejumlah saksi, sehingga petunjuk yang didapat untuk menetapkan tersangka mengarahkan kepada suaminya Sri yakni Nasir. Dan Nasir sendiri usai melakukan pembunuhan langsung melarikan diri. “ Usai membunuh Sri, Nasir melarikan di mana tempat pertama Nasir melarikan diri adalah Rasau Jaya, kemudian langsung ke Tayan,” ungkap Kasat. Dijelaskan oleh Kasat, Nasir diketahui berada di Tayan, karena Nasir menghubungi keluarganya, sehingga pihaknya langsung melakukan

mediasi dengan keluarga Nasir, untuk dilakukan penangkapan, dan akhirnya jalan satu - satunya untuk menangkap Nasir, pihaknya meminta keluarga Nasir untuk menjemput di Tayan dan di bawa ke Kecamatan Kakap. “Setelah berhasil dijemput oleh keluarganya sendiri dari Tayan dan di bawa ke Kakap, kami langsung melakukan penangkapan dan pengamanan terhadap Nasir untuk mempertangungjawabkan atas pembunuhan yang dilakukannya terhadap Istrinya sendiri,” jelas Kasat Reskrim. Kasat Reskrim juga mengatakan, setelah melakukan penangkapan dan mengamankan Nasir, pihaknya langsung melakukan Pra Rekontruksi pembunuhan yang dilakukan Nasir terhadap Sri, guna dapat mengetahui secara jelas, yakni apa, kapan, bagaimana dan mengapa Nasir membunuh Sri.

“Kita sedang melakukan Pra rekonstruksi saat ini, guna mengetahui kapan waktunya, bagaimana caranya membunuh serta mengapa dia membunuh Istrinya, setelah itu kita melakukan pemeriksaan lebih jauh, kemudian baru masuk ke rekonstruksi sebenarnya,” jelas Kasat lagi. Lebih jauh lagi Kasat mengatakan, sejauh ini Ia menjerat Nasir dengan apsal 338 KUHP tentang pembunuhan, namun tidak dipungkiri setelah pemeriksaan selesai dilakukan terhadap Nasir, Nasir dapat dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. “ Sejauh ini motif pembunuhan yang dilakukan oleh Nasir terhadap Istrinya, karena cemburu dan diduga Istrinya telah berselingkuh, namun untuk mengetahui pasti apa motifnya, yakni usai pemeriksaan dilakukan terhadap Nasir,” tambahnya lagi. (Zrn) †

Gubernur Minta Cegah Mal Administrasi pengawasan serta memberikan atensi yang sungguh-sungguh terhadap proses penggunaan APBD, termasuk proses pengandaan barang dan jasa yang di laksanakan di lingkungan kerjanya guna mencegah terjadi praktek mark up ataupun pengeluaran fiktif lainnya. “Ini harus kita perhatikan dalam upaya peningkatan kerja kita sebagai aparatur negara adalah melakukan pencegahan mal administrasi dan peningkatan kualitas pelayanaan publik,” ingatnya. Dikatakannya, sesuai hasil supervisi yang dilakukan oleh Ombusman RI pada beberapa SKPD yang menyelenggarakan pelayanan publik di

Pontianak, telah diberikan apresisi dengan nilai pemberian pelayanan publik sudah memadai dan baik. Dari beberapa catatan Ombusman terkait beberapa hal yang perlu ditingkatkan dan dibenahi guna peningkatan kualitas pelayanan mengacu pada UU 25/2009 tentang pelayanan publik. “Saya ingatkan, setiap SKPD yang berikan pelayanan publik kepada masyarakat hendaknya menyusun dan menetapkan standar pelayanan dengan penyediaan loket pelayanan, loket informasi disertai petugasnya,” ujarnya. Gubernur juga meminta untuk memasang standar waktu pelayanan disertai informasi jam dan biaya pelayanan,

bagan alur, prosedur dan syarat pelayanan, termasuk menyedikan kotak saran dan pengaduan pelayanan. Menyediakan ruang tunggu yang memadai dan fasilitas bagi masyarakat berkebutuhan khusus (manula), ibu hamil, penyandang cacat) yang pada umunya belum dilakukan oleh semua SKPD. ”Yang terpenting adalah pembinaan disiplin terhadap petugas pelayanan agar dapat memberikan pelayanan secara profesioanl, disiplin waktu kerja dan berikan senyum serta keramahan dalam bertugas dan menggunakan atribut yang lengkap, seragam dinas, serta menggunakan name tag identitas petugas,” pintanya. (Lay) †

Saatnya Untuk Kalbar mempersembahkan medali untuk Indonesia di ajang keilmuan tingkat internasional. Valentino, begitu ia disapa pernah membawa nama Indonesia di Afrika Selatan dalam ajang AJSCO yang diikuti oleh 44 negara. Dan menyabet medali perunggu dalam ajang tersebut. Saat itu, Valentino masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Medali perunggu untuk Indonesia di ajang tersebut ia persembahkan dari Cabang Keilmuan Biologi. Dan ketika masih SD, ia pernah juga mewakili Indonesia di ajang internasional, tepatnya saat itu digelar di Lombok yang diikuti oleh 11

negara dengan mata pelajaran yang sama. Siswa kelas II SMA Tunas Bangsa tersebut, saat ditemui setelah pelepasan kontingen OSN Kalbar yang akan berangkat ke Bandung beberapa hari lalu, mengaku telah siap bersaing dengan rival lainnya di olimpiade sains nasional. Terutama di mata pelajaran biologi. “Dengan pencapaian sebelumnya, saya yakin akan mampu mempersembahkan yang terbaik untuk Kalbar di ajang OSN ini,” ujarnya yang ditemani ibundanya saat itu. Valentino juga berbagi kiat. Selain mempelajari biologi dasar, dirinya juga memba-

rengi dengan biologi lanjutan. Kiat itulah yang ia lakukan, bukan hanya saat akan mengikuti kompetisi, namun juga sebagai pemantapan selama pendidikan. Siswa kelahiran 14 Februari 1997 ini dikeikutsertaan Kalimantan Barat pada ajang Olimpiade Sains Nasional di Bandung, 2-8 September mendatang menjadi tamu kehormatan. Sebab Valentino mengisi satu dari kursi dari cabang pelajaran biologi tanpa seleksi. Tak lain, alasan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, karena Valentino pernah menjadi juara dunia dan dipandang Kalbar perlu perannya di ajang saat ini. (Uby) †


CMYK

Moment & Activity www.borneotribune.com

Borneo Tribune

12

Kamis, 5 September 2013

Pasangan calon bupati dan wakil bupati Pontianak nomor urut 6, Ria Norsan-Gusti Ramlana, menyapa ribuan pendukungnya. Ketua DPD Partai Golkar, selaku ketua koalisi Partai Pendukungan Pasangan R2 Mantab, Rahmad Satria, membakar semangat ribuan massa pendukung R2 MANTAB.

Calon Bupati Pontianak, Ria Norsan, menyerahkan tali asih kacamata gratis kepada lanjut usai.

Menuju Kemenangan Pasangan MANTAB

Ribuan Massa Hadiri Kampanye R2 el-yel ribuan pendukung Ria Norsan-Gusti Ramlana (R2) MANTAB, psangan nonor urut 6 bergema di GOR Opu Daeng Manambon Mempawah, Rabu (4/9), kemarin. Yel-yel tersebut, bergema tak berhenti seakan siap memberikan kemenangan pada pasangan R2 tersebut. Pendukung bahkan tak mempedulikan panasnya matahari, ikut bergoyang dengan kehadiran artis-artis ibukota 4 Srigala, Duo Naga, Egha Perssik, dan Yuli KDI. Dimana dihadapan ribuan massa pendukungnya, Ria Norsan-Gusti Ramlana, yang didukung koalisi partai Golkar, PDI Perjuangan, PPP, Demokrat dan PAN, mengajak seluruh pendukung agar memastikan

Y

pilihan nomor 6 pada pelaksanaan Pemilukada yang akan dihelat 19 September mendatang. “Pastikan pilihan nomor 6 pada 19 September mendatang, kami tidak ingin banyak berjanji tapi siap memberikan bukti dan melanjutkan pembangunan,” kata Ria Norsan, didampingi pasanganya, Gusti Ramlana yang disambut antusias massa pendukungnya. Selain itu, Ria Norsan, juga menyatakan siap melanjutkan pembangunan di Kabupaten Pontianak, jika terpilih kembali bersama Gusti Ramlana untuk memimpin Kabupaten Pontianak priode 2014-2019. “Kita pasti berupaya meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan Kabupaten Pontianak. Bersama pak Gusti Ramlana, kami siap

memajukan Kabupaten Pontianak,” katanya. Sedangkan Ketua DPD Par tai Golkar, yang juga dipercaya sebagai Ketua Tim Koaliasi Pasangan R2 MANTAB, Rahmad Satria, dalam orasinya semakin membakar semangat para pendukung R2 MANTAB. Dihadapan ribuaan massa, Rahmad menyatakan selama kepemimpinan Ria Norsan, telah banyak memberikan bukti dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kita tahu saat terjadi pemengkaran, kondisi keuangan Kabupaten Pontianak sangat minim. Beruntung Kabupaten Pontianak dipimpin Ria Norsan, karena mampu mengatasi permasalahan yang ada. Bahkan Ria Norsan, telah membukti-

kan kemajuan Kabupaten Pontianak. Maka sudah tidak ada pilihan lain, kecuali nomor 6,” katanya. Selain itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pontianak, Rusli Abdullah, juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjatuhkan pilihan kepada pasangan Nomor urut 6 Ria Norsan-Gusti Ramlana. “PDI Perjuangan mendukung pasangan Ria Norsan-Gusti Ramlana dikarenakan pasangan visi dan misi yang siap membangun Kabupaten Pontianak. Sehingga PDI Perjuangan menjatuhkan dukungan kepada pasangan Ria Norsan-Gusti Ramlana,” katanya. Hal serupa juga disampaikan Ketua DPC PAN Kabupaten Pontianak, Ridhwan Ismail, Ketua PPP Kabupaten Pontianak, Basri, dan Ketua DPC Partai Demokrat, Elvi. Dimana sebelum dilaksanakan kampanye monologis, pasangan R2 MANTAB, juga melaksanakan kampanye dialogis di Kecamatan Sungai Kunyit, yang juga dihadiri ribuan pendukungnya.

CMYK

Calon bupati-wakil bupati Pontianak, Ria Norsan-Gusti Ramlana, menunjukan cara menjeblos nomor 6 pada kampanye dialogis di Kecamatan Sungai Kunyit.

Berjoget bersama artis ibukota menghibur para pendukung setia R2 MANTAB.

Pendukung rela mengecat dan memotong rambut membentuk huruf 6.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pontianak, Rusli Abdullah, bersama pengurus PDI Perjuangan menyampaikan orasinya.


Harian Borneo Tribune 5 September 2013