Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

KEBERSAMAAN

DA N

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Jumat, 15 November 2013

11 Muharram 1435 H - 13 Cap Gwee 2564

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Pentas seni dan Budaya Dayak XI se-Kalimantan dibuka Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH. Foto : ist.

B uah Bibir Dari Sungai Durian Menjadi Lanud Supadio

Gubernur Promosikan Budaya Kalbar ke Yogja Gubernur Kalimantan Barat, Drs Cornelis, MH membuka Pentas seni dan Budaya Dayak XI se-Kalimantan. Acara tersebut berlangsung di Gedung Pusat Kebudayaan “Koesnadi Hardjosoemantri” UGM Yogjakarta.(14/11).

Novyan Samyoga

Borneo Tribune, Yogjakarta Acara yang berlangsung selama tiga hari, dan di ikuti oleh peserta para mahasiswa se-Kalimantan tersebut, dimulai dengan ditandai ritual adat suku Iban, dan di hadiri, Kadis Kebudayaan DIY, Wakil Bupati Sanggau, Anggota DPR RI, Dr Karolin Margaret Natasya, Ny.

Frederika Cornelis, S.Pd beserta undangan lainnya, Kamis, (14/11) kemarin. Lebih lanjut dalam sambutannya, Drs. Cornelis, MH, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu promosi bagi suku Dayak untuk mengembangkan seni dan budaya. “Untuk itu, diharapkan,

KPK Periksa Sejumlah Saksi Di Pontianak

UNTUK menjaga keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) terus berbenah diri. Selain melakukan usaha melengkapi markas dan kesatuannya dengan peralatan alusista modern, agar ....Ke Halaman -11

Uang Kelas untuk Kepentingan Pribadi AMIR adalah anak seorang pejabat negara yang bertugas dalam bidang keuangan. Kebetulan, Amir pun merupakan bendahara di sekolahnya. Suatu hari, ia ketahuan menggunakan uang kelas itu untuk keperluan pribadi. Dipanggillah ia ke ruang guru. Guru: “Mengapa kau gunakan uang itu untuk kepentinganmu sendiri? Padahal itu kan uang milik temanmu! Apakah kau sedang terdesak?” Amir: “Tidak, Bu...” Guru: “Lalu mengapa? (Amir hanya terdiam.) Cepat katakan! Jika tidak, akan saya laporkan kepada ayahmu!!” Amir: “Laporin aja, Bu ..., toh ayah saya yang mengajarkan saya.” o

....Ke Halaman -11

Penyiaran Pemilu 2014

Rizal : Pertanyaan KPK Tidak Etis Borneo Tribune, Pontianak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sjeumlah saksi terkait aset yang dimiliki Akil Mochtar yang ada di Kota Pontianak, terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), di mana pemeriksaan sejumlah saksi ini, berlangsung di ruang Balai Kemitraan

manfaatkan kesempatan ini, untuk berkreasi dan mampu memberikan nilai-nilai yang positif bagi kemajuan kebudayaan, khususnya Kebudayaan Dayak. Karna maju tidaknya suatu Kebudayaan tersebut, tergantung kita sendiri untuk

Polresta Pontianak, Kamis (14/ 11) kemarin. Terlihat sekitar 7 orang yang diperiksa oleh KPK di Balai Kemitraan Polresta Pontianak, terkait kasus TPPU yang disangkakan terhadap Akil Mochtar, yakni Edi Dwi Pribadi

Rumah nomor 2 Gang Karya Baru Tengah Kecamatan Pontianak Selatan yang dijual oleh Rizal kepada Akil Mochtar beberapa waktu lalu, disita penyidik KPK terkait TPPU, FOTO : Achmad Mundzirin/Borneo Tribune.

....Ke Halaman -11

Ruang Balai Kemitraan Polresta Pontianak saat digunakan sejumlah penyidik KPK, untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi atas dugaan kasus TPPU yang dilakukan Akil Mochtar, dan terlihat seorang anggota Provos Polresta Pontianak berjaga di depan ruang pemeriksaan tersebut

Sejumlah Saksi Diperiksa KPK Di Pontianak 1. Edi Dwi Pribadi (Notaris) 2. Rizal dan Uray Prana Hendrawi (Penjual Rumah No.2 Di Gang Karya Baru Tengah) 3. Dede Muzamil dan Wulan (Penjual Rumah Di Jalan Silat Untan) 4. Iskandar (Supir Akil Mochtar di Pontianak) 5. Seorang Notaris Akta Jual Beli Rumah di Jalan Silat Untan. Sumber Data: Reportase Borneo Tribune

KPI Ingatkan LP Sajikan Informasi BLB Borneo Tribune, Jakarta Memasuki tahun politik atau Pemilu 2014 nanti, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengingatkan semua lembaga penyiaran agar menjaga keberimbangan, kelayakan dan kebenaran (BLB) informasinya terkait Pemilu tersebut. Demikian disampaikan Anggota KPI Pusat bidang ....Ke Halaman -11

Tim Kaji Provinsi Banten Kunjungi Pemprov Kalbar

Mantapkan Kehidupan Beragama Borneo Tribune, Pontianak Saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar telah berupaya secara optimal mewujudkan kerukunan umat beragama, selain mengadakan berbagai kegiatan yang dapat mendorong terwujudnya kerukunan beragama juga mengupayakan pembentukan institusi yang dapat menumbuh kembangkan kerukunan umat beragama, seperti dengan

terbentuknya Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) yang telah dikukuhkan dengan Keputusan Gubernur Kalbar. “Saya menyampaikan ucapan terima kasih, dan kami sangat senang, Provinsi Kalbar dipilih oleh Tim Kaji Terap pemantapan kehidupan keagamaan dari Provinsi Banten, ....Ke Halaman - 11

Usai pertemuan Tim Kaji Terap Pemantapan Kehidupan Keagamaan Provinsi Banten, Berfoto bersama dengan pejabat dan tokoh lintas agama Provinsi Kalbar. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

PT. ANZON AUTOPLAZA hir Tahun k A g n la e J Promo angsung Hadiah L

etentuan *Syarat K

Berlaku

Kantor Pusat Singkawang Ketapang Sanggau Sintang Landak

: Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 : Jl. A. Yani No. 8 Telp. (0562) 637000 : Jl. R. Suprapto Telp. (0534) 31841 : Jl. Jend. Sudirman Telp. 0564 - 2025280 : Jl. MT. Haryono Telp. 0565 - 24222 : Jl. Pulau Bendu No. 26, Kec. Ngabang

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -


Kayong Utara Jumat, 15 November 2013

Konvensi Partai Demokrat KONVENSI Partai Demokrat terancam kehilangan pamor. Partai besutan SBY itu harus putar otak mencari cara dan metode agar mendapat perhatian dari publik. Dalam hasil survei yang dilakukan Founding Fathers House (FFH) diketahui, 76 persen publik tidak mengetahui bahwa partai berlambang Mercy itu tengah mengadakan konvensi. Sedangkan hanya 24 persen publik mengetahui bahwa partai bernomor urut tujuh tengah mengadakan konvensi “Angka tersebut menjadi early warning system bagi Partai Demokrat. Jika tidak dapat menemukan formulasi tepat menaikan gengsi konvensi maka akan kehilangan panggung dan momentum,” buka Peneliti Senior FFH Dian Permata dalam diskusi dan paparan hasil penelitian: Konvensi Partai Demokrat: Di antara Realitas dan Harapan, di Jakarta, kemarin (14/11/ 2013). Dijelaskan alumnus University Sains Malaysia (USM), dari 24 persen publik yang mengetahui konvensi, hanya 2,2 persen yang tepat menjawab jumlah peserta Konvensi sebanyak 11 orang. 2,1 persen menjawab 10 orang. 0,9 persen menjawab tiga orang. 0,7 persen menjawab delapan orang. 0,7 persen menjawab 12 orang. 0,4 persen menjawab lima orang. Sisanya ada yang menjawab beragam. Ada 4, 6, 7, 13, 15, 17, 20, 22, 25, 42, 52, 100, 143 peserta. Sedangkan 89,9 persen menjawab tidak tahu. Dilanjutkan Dian, dari 24 persen publik yang mengetahui konvensi, hanya 13,4 persen yang tepat menjawab tujuan PD melaksanakan Konvensi adalah mencari dan menjaring calon presiden dari PD untuk Pilpres 2014. 0,9 persen publik menjawab untuk memilih Ketua PD. 0,8 persen membahas kisruh yang terjadidi PD. 0,5 persen memerbaiki komunikasi dan citra PD. 0,3 persen Konvensi bertujuan mensejahterahkan rakyat. “Dilihat dari jawaban responden tentang jumlah peserta dan tujuan Konvensi maka dapat disimpulkan bahwa perhelatan presiden idiol versi Partai Demokrat gagal mencuri perhatian publik, dan ini PR besar bagi Demokrat. Kondisi konvensi saat ini tak ubahnya seperti mobil derek yang membawa mobil mogok yakni Partai Demokrat. Bila kondisi seperti ini terus maka bisa bisa mobil derek itu ketularan mogok pula. Soalnya, episode dan durasi konvensi masih panjang.” Beban Konvensi juga semakin berat. Ini disebabkan munculnya publikasi tentang penangkapan SKK Migas berkaitan dengan pendanaan acara tersebut. Belum lagi dengan kasus penayangan acara Konvensi selama dua jam di TVRI menimbulkan efek politik di Komisi I. Selain itu, adanya laporan penyalahgunaan fasilitas negara untuk kampanye para peserta Konvensi. Ditambahkan Dian, dari 24 persen publik yang mengetahui Konvensi, mayoritas terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Sumatera yakni sebanyak 46,7 persen dan 26,5 persen. Praktis, publik

di Indonesia bagian tengah dan timur tidak banyak mengetahui gawean PD. Kondisi seperti ini jauh-jauh hari sudah dapat dipredeksi. Gejala itu terlihat dari kunjungan para peserta Konvensi yang kebanyakan hanya berada di Jawa dan Sumatera. PD memilih metode Konvensi untuk untuk mencari calon presiden untuk Pilpres 2014, menurut Dian, tidak bisa dilepaskan dari terjun bebasnya elektabilitas dan minimnya figur di partai tersebut. Bedanya, Konvensi ala PD membolehkan peserta dari luar partai. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Konvensi yang dilakukan di Amerika Serikat. Di mana pesertanya adalah kader-kader dari internal partai. Meskipun demikian, kata Dian, Konvensi yang dilakukan oleh PG dan PD dapat dijadikan sebagai tradisi politik baru di Indonesia. Alasannya, selama ini calon presiden ditentukan melalui penetapan di masing-masing partai politik. Begitu pula dengan latar belakang yang ikut pemilihan presiden yakni mayoritas berasal dari ketua umum dan ketua pembina atau dewan syuro partai politik. Fenomena ini terjadi sejak reformasi. “Lihat saja capres PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, dan PAN. Semuanya melalui penetapan.” Pemilihan metode Konvensi untuk mencari capres boleh dikatakan sebagai salah satu langkah alternatif untuk mensikapi kegamangan masyarakat terhadap kondisi politik saat ini. Tidak bisa dipungkiri fenomena pemilih golongan putih kian tinggi dari waktu ke waktu. “Konvensi seperti magnet electoral agar masyarakat mau menggunakan hak pilihnya.” Apabila setiap parpol menggunakan metode konvensi maka ini akan menjadi kejutan politik jelang Pileg dan Pilpres 2014. Karena setiap parpol memberikan peluang bagi setiap kader betarung di partai masing-masing. Seperti Jokowi berhadapan dengan Megawati, Pryo Budi Santoso dan Aburizal Bakrie, Hary Tanoesoedibjo dan Wiranto, Lukman Hakim Saefudin dan Suryadharma Alie, Khofifah Indar Parawansa dan Muhaimin Iskandar. Zulkifli Hasan dan Hatta Radjasa, Fadli Zon dan Prabowo Subianto, Ahmad Heryawan dan Anis Matta. Konvensi yang dilakukan PG pada Pilpres 2004 dapat dijadikan role model pelaksanaan event tersebut. Peserta konvensi pada waktu itu yakni Akbar Tandjung, Aburizal Bakrie, Prabowo Subianto, Surya Paloh, dan Wiranto. Pemenang Konvensi 2004 yakni Wiranto. Namun, sayangnya, tradisi Konvensi tidak diterukan pada Pilpres 2009 dan 2014. Survei dilaksanakan 9 Oktober hingga 9 November 2013 di 34 provinsi. Jumlah responden 1.070 orang yang sudah memiliki hak pilih pada Pemilu 2014. Adapun tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Margin of error ± 3 %. Pengambilan data melalui teknik wawancara dengan bantuan kuisioner.(Rilis FFH)

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

Borneo T Tribune

2

Akhirnya, …………. Oleh: Khairul Fuad Keresahan melanda hati dan suasana padahal hari itu peringatan Sumpah Pemuda yang harus dibalut oleh semangat dan kegairahan. Pagi hari Sumpah Pemuda, matahari seperti tidak menghangatkan suasana, senyumnya tidak tersungging indah yang melebur ke dalam sinarnya. Keresahan dan kegundahan semakin di atas rata-rata seiring suara detik jam terasa berdetak keras, menghantarkan jarumnya menuju angka yang dijanjikan. Sumpah Pemuda kala pagi itu diperingati dalam suasana dilematik, yang semestinya dibalut rasa patriotik. Di satu sisi, harus menyelesaikan kegiatan yang hampir paripurna, di sisi lain, harus mengikuti acara yang akan menjadi catatan sejarah yang sangat berarti. Sebuah catatan sejarah yang sangat personal, yang tidak dialami oleh hampir semua orang. Peristiwa yang memberikan kesan mendalam akan menjadi catatan sejarah, bukan peristiwa biasa, seperti ungkap novelis Ahmad Tohari secara implisit dalam trilogi novelnya. Dengan sejuta rasa meski berkorban, tidak mengikuti kegiatan di penginapan sebelah kantor bupati KKR, jalan lurus-mulus A. Yani II diretas di atas motor dengan kecepatan 80 Km/jam. Tanpa halangan berarti sampai di ujung perempatan lampu merah Mapolda Kalbar. Pascalalui lampu merah baru ditemui halangan agak berarti karena segala jenis alat transportasi memenuhi jalan A. Yani dan saling mendahului. Semakin menghujam jantung Jalan A. Yani semakin terasa halangan itu meski sampai ke tujuan juga, gedung baru STAIN Pontianak yang akan berganti status menjadi IAIN

Buku Mukasyafah Cinta Pontianak berisi kumpulan tulisan Khairul Fuad, termasuk salah satu buku yang dilaunching pada acara launching buku Club Menulis 28 Oktober 2013 lalu. Foto Fahmi Ichwan/Borneo Tribune Pontianak atau IAIN Khatulistiwa. Gedung itu menjadi perhelatan acara peluncuran buku Club Menulis untuk ke sekian kali. Club Menulis meluncurkan 52 buku, termasuk buku penulis yang diharapkan secara pribadi kehadirannya. Buku berisi artikel-artikel sastra dan budaya di Koran Borneo Tribune yang telah ikut mewujudkan angan-angan untuk menulis di media massa. Selain itu, Club Menulis telah memberikan ruang sebagai maqam, meminjam istilah mistik Islam, demi merasakan (mahal) selama kurang lebih 10 tahun berdomisili di kota seribu surau ini. Meminjam tradisi tarikat, setelah melaku-

· Wartawan, Kontributor, Intensive Programme and Freelancer “ Borneo Tribune” selalu di bekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima / meminta apapun dari narasumber · Setiap artikel atau tulisan berupa laporan kegiatan, cerita pendek, surat pembaca, puisi dan resensi yang dikirim ke redaksi hendaknya di ketik dengan spasi rangkap, maksimal 500 kata, ditandatangi dan disertai identitas ( No Telp / Fax jika ada ) dikirim ke alamat borneotribune@yahoo.com atau yusriadii@yahoo.com. Terimakasih

kan perjalanan sufi (sufi path) saatnya menyibak dan menyingkap (mukasyafah) apa-apa yang ditemui selama 10 di Pontianak dengan dua masa kepemimpinan, Bang Bong dan Bang Midji. Bahkan, Pontianak menjadi terminal tumpahan ciptarasa selama riwayat perjalanan (record path) dari Semarang, Surakarta, dan Yogyakarta melalui buku Mukasyafah Cinta Pontianak. Mukasyafah Cinta Pontianak secara tidak disangka, ternyata menyingkap dan menyibak greget hati yang pernah terlintas pada masa lalu. Ketika masih di Semarang pernah terlintas hati mengunjungi Kalimantan karena keinginan bertandang ke rumah saudara yang berada di Palangka Raya Kalteng dengan sebuah kapal. Selain itu, ketika bertemu kawan-kawan STAIN Pontianak saat menempuh pendidikan S-2 di IAIN Walisongo Semarang, berhasrat untuk mencari kerja di Pontianak. Buku itu pada gilirannya, menjadi simbol atau prasasti secara pribadi atas kerentek atau greget

hati yang pernah terpendam lama. Dengan demikian, tidak hanya mukasyafah dalam ranah umum tentang Pontianak, tetapi juga dalam ranah pribadi walau disadari di kemudian harinya. Semakin memperkuat dan memperjelas agar hati-hati dengan hati, yang bukan tidak mungkin terealisasi kerentek hati tersebut meski dalam jangka waktu yang panjang. Sebagaimana sebuah Hadist Qudsi yang pernah menyatakan, “saya (Allah) sesuai sangkaan (dhonniy) hamba-Ku”. Dengan kata lain, Allah dapat merealisasikan kerentek hati seorang hamba di kemudian hari sesuai maqam dan mahal seorang hamba untuk dijadikan pelajaran (‘ibroh). Realisasi sesuai dengan kondisi tertentu tidak berpotensi menjadi kendala psikologis. Sebagai mukasyafah dengan dasar hermeneutik menyatakan bahwa penulis “mati” pascapeluncuran bukunya di ranah publik. Penulis tidak berkepentingan sama-sekali terhadap bukunya karena buku tersebut

telah menjadi hak para pembaca untuk diapakan saja sesuai kaca-matanya masingmasing. Kaca-mata hermeneutik seperti menekankan bahwa penulis tidak bertanggung jawab lagi terhadap karya yang dihasilkan. Tidak demikian jika merunut pendapat sufi terkenal Jalaluddin Rumi (604672 H), jangan dengar apa yang dikatakan lidah dan pena, tetapi lihatlah perilaku manusia ketika memiliki kebebasan (Abdul Waid, Pontianak Post 20/10/2013: 2). Bagi Rumi secara implisit, karya tidak bisa dijauhkan apalagi dipisahkan dari penulisnya. Bahkan dapat ditafsirkan, karya adalah penjaga akhlak dan hati penulis, untuk tidak mengatakan penjara baginya karena memiliki tanggung-jawab moral atas coretan penanya. Akhirnya, asa istiqamah untuk mukasyafah selanjutnya walau sulit dan penjaga hati demi memberi ruh kata-kata goresan pena meski berat. Everything is end in a new beginning, kata T.S Eliot (1888-1965). Ruang Tengah 131113

Inspirasi

Diskusi yang Heboh tentang Pendidikan Anak Oleh: Susana Mita Ada pengalaman yang menarik aku dapat hari ini. Di Kelas A, Prodi PAI, Jurusan Tarbiyah, STAIN Pontianak, hari ini ada mata kuliah Filsafat Umum, dengan dosen pengampunya, Pak Syamsul Kurniawan. Ada seorang temanku namanya berinisial N mempersentasikan tentang materi Pemikiran Pendidikan Islam menurut Ibnu Khaldun. Bahwa materi ini sangat menarik sekali menurut pendapatku, sehingga banyak teman yang

bertanya kepada N ini. J misalnya. J bertanya kepada N, tentang pendidikan seorang anak tanpa orang tuanya yang membimbingnya lagi? Pertanyaan ini membuat teman-teman aku di Kelas A heboh dan aktif, saling berdebat satu sama lain. Sehingga tidak ada yang mau kalah. Memangnya sih di kelas ini mahasiswanya pintarpintar dalam berbicara dan berdebat, apalagi kalau masalah pendidikan, kelas A semester tiga paling senang. N menjawab pertanyaan J dengan mengatakan anak tanpa orang tua akan kurang lengkap.

Anak akan kekurangan ilmu yang didapatkan. Tetapi ada yang membantah, bahwa seorang anak tanpa orang tua, masih ada sanak keluarga atau saudara-saudaranya. Walaupun tidak seperti orang tuanya sendiri dia mendapatkan ilmu itu. Ada juga yang mengatakan bahwa pendidikan seorang anak tanpa orang tua, tidak ada masalah. Kalau menurutnya, zaman sekarang ini bahwa mendapatkan pendidikan sangat mudah. Walaupun tanpa orang tua pendidikan ini selalu mengalir di mana-mana saja. Bisa juga seorang anak ini dititipkan di

panti asuhan. Aku hanya bisa terdiam saja melihat mereka saling berdebat di kelas tadi. Kalau menurut aku pendidikan tanpa orang tua sangat susah sekali. Karena apa? Karena pendidikan yang paling pertama kali mendidik seorang anak adalah kedua orang tua, yang terutama seorang ibu, ketika pendidikan tanpa orang tua maka terjadilah ketimpangan dalam pendidikan seorang anak. Orang tua di sini adalah diibaratkan pondasi yang membangun anak-anaknya untuk berdiri tegak dan kokoh bangunannya. Kalau menurut Ibnu

Khaldun bahwa tujuan pendidikan adalah meningkatkan kecerdasan manusia dan kemampuan berpikir. Dengan kemampuan tersebut manusia akan dapat meningatkan pengetahuan dengan cara memperoleh lebih banyak pengetahuan pada saat belajar. Bagaimana kalau mahasiswa di STAIN Pontianak ini menerapkan pemikiran Ibnu Khaldun? Banyak sekali manfaatnya kalau mahasiswa STAIN Pontianak bisa menerapkan pemikiran Ibnu Khaldun. Inilah pengalaman yang aku dapatkan tadi di saat mengikuti kuliah Filsafat Umum hari ini. (*)

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Direktur: Emiliana Sekretaris Direksi: Erika Sudiardjo Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Pimred: Hawad Sriyanto Wapimred: Yusriadi Sekretaris Redaksi : Aulia Marti Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering, Hairul Mikrad. Redaktur Pelaksana: Ukan Dinata. Wartawan Senior: Andry, Budi Rahman, Agus Wahyuni Wartawan: Andika Lay, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Jubeironi, Slamet Ardiansyah. Staf Redaksi: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, M Taufik, Fery Adeputra, Yulan Mirza.Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Bengkayang: www.borneotribunecom Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). Singkawang: Rudi Hariyanto Alamat: Jl. Manggis Rt 026/Rw 009 Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah. TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Aditya ( 085349867788 ). Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Fahri (085750296539 ) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2.Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Biro Kayong Utara : Abdul Khoir. Umum Fitriyana, Ardiansyah. Percetakan/IT: (Manajer) Iwan Siswanto, (Wakil Manajer) Supriyanto, Rustam. Marketing: (Manajer) Hesty Yosana, Kusnan, Aldi C.Sirkulasi : M. Danny, Mulawarman Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Keuangan: Jumi Erlinasari,Linda, Husada Muin. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Asisten Dirut: Khairoedin Pasaribu. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com

Borneo Tribune


cmyk

Jumat, 15 November 2013

Serba Serbi

Borneo T Tribune

3

Bimtek Perdana Kurikulum 2013 Khusus Guru Kelas 1 dan IV MI Borneo Tribune, Sambas Kegiatan Bimtek Kurikulum 2013 untuk Guru MI tingkat Kabupaten yang digelar oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas dari tanggal 1417 November 2013 di salah satu hotel yang ada di Kota

Sambas, turut dihadiri Kasi Mapenda , Kasi Haji dan Umroh, Kepala Kasubag Tata Usaha dilingkungan Kemenag Kabupaten Sambas serta seluruh peserta bimtek dan panitia dengan mendatangkan narasumber dari Dinas Pendidikan Kabu-

paten Sambas Ketua Panitia, Husban, S. Pd.I, M. Pd mengatakan kegiatan yang kita laksanakan pada hari ini di latar belakangi oleh adanya perubahan kurikulum tahun 2006 ktsp ( kurikulum tingkat satuan pendidikan) yang di-

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas Drs. H. Djusmadi, MH Membuka Pelatihan Invetarisasi Barang untuk pengelolaan barang SD, SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Sambas dari tanggal 12 Sampai 15 November 2013 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten

Disdik Gelar Pelatihan Inventaris Barang Borneo Tribune, Sambas Pelatihan Invetarisasi Barang untuk pengelolaan barang SD, SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Sambas yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas dari tanggal 12 Sampai 15 November 2013 bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas berjalan lancar. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas, kemudian dilakukan Pengarahan oleh Kabag Perlengkapan Setda Sambas, baik itu tentang tata cara pengelolaan inventaris barang beserta pelaporan dijelaskan oleh Bagian Perlengkapan Setda Sambas dan mekanisme pertanggungjawaban dan pengawasan pengelolaan barang dijelaskan oleh Inspektur Kabupaten Sambas. Kepala Dinas Pendidikan

Kabupaten Sambas, Drs. H. Djusmadi, MH mengatakan sekolah harus mengelola inventaris barang yang ada di sekolah. Dengan dilakukannya inventaris barang maka barang yang ada di sekolah secara otomatis sudah tercatat sehingga ketika dilakukan pemeriksaan sudah punya daftar maupun petunjuk. “ Dengan begitu kita juga akan mengetahui permasalahan mana barang yang rusak, mana yang bagus, mana yang tidak ada, kalau tidak ada pencatatan maka administrasi sekolah akan kacau balau, “ ungkapnya. Menurutnya tujuan adanya pengelolaan barang sekolah agar administrasi sarana prasarana sekolah dapat memberikan pelayanan secara professional dibidang sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan

secara efektif dan efesien. “ Selain itu untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui system perencanaan dan pengadaan yang hatihati dan seksama serta untuk mengupayakan sarana dan prasarana sekolah secara tepat dan efisien, sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai, “ jelasnya. Diharapkan dengan adanya pelatihan pengelolaan barang sekolah baik untuk SD, SMP maupun SMA maka yang berkaitan dengan sarana maupun prasarana sekolah akan selalu siap pakai dan lebih efektif serta efisien. “ Tidak hanya itu harapan kita juga dengan adanya pelatihan ini dapat memberikan ilmu yang bisa diterapkan dan dijalankan sesuai dengan fungsinya” harapnya. (Arl)

kembangkan menjadi kurikulum 2013. Dengan dilandasi oleh pemikiran terhadap tantangan masa depan yaitu tantangan abad ke 21 masyarakat yang mempunyai ilmu pengetahuan. Menurutnya Kemenag Kabupaten Sambas melaksanakan bimtek kurikulum 2013 berdasarkan aturan-aturan uu yang berlaku di Indonesia yaitu berdasarkan UU RI No 20 tahun 2003 tentang kependidikan, kemudian UU RI No 14, PP No 74 tahun 2008, Permendikbud Ri No 64 tahun 2013. Dikatakannya dengan dilaksanakan bimtek ini agar dapat memberikan informasi serta langkah-langkah awal yang harus dipersiapkan terkait kurikulum 2013 untuk Madrasah Ibtidaiyah yang penerapanya baru dilaksanakan pada tahun 20142015. “ Adapun pesertanya berjumlah 90 orang yang terdiri dari Guru MIN, Guru MIS khusus Guru kelas 1 dan kelas 4, “ ungkapnya. “ Mudah-mudahan kegiatan yang kita laksanakan pada saat ini memberikan manfaat pada kita semua khusunya pada guru-guru yang hadir pada hari ini dan ini merupakan usaha kita dalam rangka meningkatkan kemampuan guru-guru Madarasah di bawah binaan Kementerian Agama Kabupaten. Sambas, “ harapnya. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sambas yang diwakilkan oleh Kasubag Tata Usaha Kemenag Kab.Sambas, Sipni, S.Pd.I, M. Pd menyampaikan sehubungan dengan adanya perubahan APBN artinya ada 4 kegiatan yang harus berakhir pada bulan November ini. Kegiatan-

cmyk

Ketua Panitia, Husban, S. Pd.I, M. Pd. Menyampaikan Laporannya pada Kegiatan Bimtek Kurikulum 2013 untuk Guru MI tingkat Kabupaten Sambas dari tanggal 14-17 November 2013 di salah satu hotel yang ada di kota Sambas. nya bimtek untuk guru kelas satu dan guru kelas 4 madrasah Ibtidaiyah, kemudian bimtek untuk guru kelas 7 khususnya Madrasah Sanawiyah, guru kelas 10 dari Madrasah Aliyah dan bimtek Kepala Sekolah khusus Kepala Sekolah. “ Bimtek ini dilaksanakan perdana dan pertama kali di Kabupaten Sambas dan belum pernah dilaksanakan oleh guru-guru di Dinas Pendidikan, “ katanya. Dijelaskannya bahwa bimtek ini sebenarnya hampir sama dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan ( ktsp ) hanya cara pendekatan dengan siswa, penyampaian dengan siswa, materi yang disampaikan lebih relevan dan signifikan, artinya lebih baik dan terarah agar anak menjadi lebih pandai. Dalam kegiatan ini yang penting bagaimana kita meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah un-

tuk mencapai Tahap Evaluasi Akhir Belajar. “ Evaluasi Akhir belajar bukan hanya untuk kelas 6 tapi masing-masing perkelas

sampai sejauh mana KKM pada madrasah ( penilaian Akhir ) itu yang menjadi landasan baik dari kelas 1 sampai kelas 12, “ jelasnya. (Arl)

PENGUMUMAN Dengan ini diumumkan, bahwa sebesar kurang lebih 65% (125 saham) yang telah dikeluarkan oleh Perseroan Terbatas PT. INTEGRITA PERDANA berkedudukan di Pontianak (selanjutnya disebut “Perseroan”), oleh pemiliknya, yaitu: - Tuan KWANG LAI sebanyak 100 saham akan dialihkan kepada nyonya SHERLY CLARISSA GOWTAMA GOUW. - Tuan NG AI MING alias HENDRA SUDIJANTO sebanyak 25 saham akan dialihkan kepada tuan KADIRUN. Oleh karen itu dimintakan kepada para kreditur Perseroan tersebut, bilamana ada yang berkeberatan dapat mengajukan keberatan kepada Perseroan dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari setelah pengumuman ini. Apabila dalam jangka waktu sebagaimana tersebut diatas ternyata tidak ada yang menyatakan keberatan, maka kreditur dianggap menyetujui pengambilalihan tersebut. Penguman ini dibuat untuk memenuhi ketentuan Pasal 125 dan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. Pontianak, 15 November 2013 (Direksi) PT. INTEGRITA PERDANA


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Jumat, 15 November 2013

4

Dukung PT IGN Laporkan Pemalsuan Merek biasa dilakukan oleh penyeludup maupun pedagang gula nakal.”Bila dibiarkan dan diberi toleransi terus maka hal tersebut menjadi seolah-olah hal yang biasa, padahal sangat merugikan masyarakat dan pemerintah,” tegasnya. Selain itu pihaknya mendesak Polda memeriksa dan memproses Pimpinan Swalayan Citra Siantan, tempat lokasi penangkapan gula dengan merek PT.IGN.”Pimpinan Swalayan Citra Siantan harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum,”tegasnya. Pihaknya terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas sebab bila dibiarkan maka banyak pihak yang dirugikan. Bukan Cuma pihak PT. IGN yang dirugikan secara moril dan materiil, melainkan juga masyarakat sebab masyarakat sudah dikelabui dengan modus seolah-olah gula tersebut legal dan berkualitas melainkan gula selundupan dan tidak layak dikonsumsi masyarakat. ”Kami meminta Polda terus mengembangkan kasus tersebut dan menyeret pelaku maupun pihak lain yang terlibat untuk memproses dan pelakunya harus ditahan,”tegasnya. (Slt)

Pemda Diminta Kreatif Atasi Keterbatasan Rakor Kerjasama Luar Negeri Kabupaten/Kota se Kalbar Arahan Sekda Kalbar Drs M Zeet Hamdy Assovie memberikan arahan kepada peserta Rakor Kerjasama Luar Negeri dan meminta Pemda kreatif mengatasi Keterbatasan Sumber daya. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

Borneo Tribune, Pontianak Untuk memperat tali silaturahmi dan komunikasi antara seluruh pihak yang terkait dan sekaligus melakukan evaluasi serta pembenahan terhadap program Kerjasama luar Negeri, Kamis (14/11), Biro Pemerintahan Setda Kalbar menggelar acara Rapat Koordinasi (Rakor) Kerjasama Luar Negeri Kabupaten/Kota se Kalbar. Rakor Kerjasama Luar Negeri Kabupaten/Kota se Kalbar berlangsung di Hotel Gajah Mada selama

2 hari ini, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar Drs M Zeet Hamdy Assovie, MTM, dan dengan menghadirkan narasumber dari Kepala Biro Administrasi Kerjasama Setda Provinsi Jawa Timur. Menurut Sekda Kalbar Drs M Zeet Hamdy Assovie, MTM, seiring dengan perkembangan dinamika pemerintahan saat ini, Pemerintah daerah (Pemda) dituntut agar lebih kreatif untuk mengatasi keterbatasan sumber

daya, baik SDM, maupun sumber daya keuangan. “Salah satu upaya mengatasi keterbatasan ini adalah melalui peningkatan kerjasama, baik dengan berbagai pihak dalam negeri maupun luar negeri, terlebih di era globalisasi saat ini deng berbagai bentuk manifestasinya,” pinta M Zeet Hamdy Assovie, MTM, kepada Peserta Rakor Kerjasama Luar Negeri. Dikatakannya, globalisasi bukanlah fenomena yang

Pemberdayaan Peran Perempuan Dalam Politik Kouta 30 Persen Belum Tercapai Borneo Tribune, Pontianak Kaum perempuan hingga saat ini dinilai masih memiliki banyak kendala untuk berpartisipasi dan terjun di bidang politik, baik pada level internal maupun eksternal, dan secara data kontribusi dan partisipasi perempuan dalam politik dan pengambilan keputusan masih sangat rendah. “Ini ditunjukkan masih sedikitnya jumlah perempuan yang menduduki

jabatan strategis dilembaga-lembaga eksekutif, legislative, maupun yudikatif. Untuk tingkat Kabupaten/Kota di Kalbar terdapat 37 orang perempuan dari 489 anggota legislative atau sebanyak 7,57 persen, dan untuk Provinsi Kalbar ada 4 orang anggota perempuan dari 55 anggota atau sebanyak 7,27 persen,” kata Wakil Gubernur Kalbar Drs Christiandy Sanjaya, Kamis (14/11) dalam

sambutan yang dibacakan Sekda Kalbar Drs M Zeet Hamdy Assovie, MTM pada pembukaan acara Penguatan Peran Perempuan dalam Politik. Dikatakannya, di lembaga eksekutif di Lingkungan Pemprov Kalbar, jumlah perempuan yang menduduki jabatan struktural eselon IV sebanyak 468 orang dari 726 jabatan, dan sebanyak 77 orang menduduki structural eselon III dari 270 jabatan, dan hanya 6 orang menduduki jabatan

struktural eselon II dari 52 jabatan. Di lingkungan Kejaksaan se Kalbar, masih menurutnya, sebanyak 52 orang jaksa perempuan dari 191 orang, dan sebanyak 13 orang hakim perempuan dari 93 orang hakim di Lingkungan Pengadilan Negeri/Tinggi yang ada di Provinsi Kalbar. Upaya peningkatan partisipasi perempuan dan keterlibatan kaum perempuan, khusus dalam bidang politik telah dilakukan oleh pemerin-

tah dengan mengeluarkan kebijakan hukum atau peraturan dalam bentuk Undang-Undang (UU) yang mengakomodir kaum perempuan untuk terjun dalam dunia perpolitikan. “Peraturan Perundangan ini dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan peran serta dan partisipasi kaum perempuan dalam politik. Akan tetapi, kuato 30 persen yang diamanatkan dalam UU belum terpenuhi, walau mengalami peningkatan,” jelasnya. (Lay).

Lagi – lagi Pelajar Jadi Korban Pencabulan Borneo Tribune, Pontianak Lagi – lagi pelajar di Kota Pontianak kembali menjadi korban pencabulan, kali ini yang menjadi korban yaitu seorang gadis berusia 14 tahun, NW warga Kecamatan Pontianak Timur, di mana NW telah dicabuli oleh pacarnya sendiri, yakni ED, di mana pencabulan yang menimpa NW ini berlangsung sebanyak dua kali di rumah ED, di Gang Angket Jalan Tanjung Hilir Kecamatan Pontianak Timur. Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Heni Agus Sunandar mengatakan, ED selaku pecar NW sudah dilakukan penangkapan oleh pihaknya, di mana saat ini sudah dilakukan penahanan, dan kasus

pencabulan yang dilakukan ED ini pun sedang diproses hukum lebih lanjut. “Pada awalnya kita mendapatkan laporan dari orangtua korban, kalau korban telah dicabuli oleh pacarnya yaitu ED. Setelah mendapatkan laporan, jajaran kita langsung melakukan penyelidikan dan langsung menangkap ED,” ungkap Kompol Heni Agus kepada wartawan diruangan kerjanya di Polresta Pontianak, Kamis (14/11). Hasil pengakuan dari korban, jelas Kasat, dirinya telah disetubuhi pacarnya sebanyak dua kali dirumah tersangka. “Pada dasarnya pengakuan korban, melakukan layaknya sebagai suami istri, karena suka sama suka, ti-

dak ada unsur pemaksaan,” tutur Kompol Heni Agus Sunandar. Ditegaskan Kasat Reskrim Polresta Pontianak, karena tersangka telah mencabuli gadis masih bawah umur, pihaknya pun menjerat tersangka dengan UU perlindungan anak, yakni UU nNo 23 Tahun 2012 pasal 81 tentang persetubuhan terhadap anak di bawah umur, dengan ancaman belasan tahun penjara. Mengenai modus pencabulan yang dilakukan, ED terhadap NW, yakni dengan mengajak korban jalan – jalan dimalam hari. Kemudian korban langsung dirayu dan langsung disetubuhi. “Hasil pengakuan tersangka, pertama kali Ia

mencabuli korban tanggal 9 November dirumahnya. Kemudian terakhir tanggal 11 November tempatnya sama, di mana pencabulan ini terjadi berawal dari ED yang membujuk rayu NW,” tutur Kasat mengenai modus ED dalam melakukan pencabulan terhadap NW. Heni Agus menambahkan, orangtua korban mengetahui, kalau korban telah dicabuli oleh ED, yakni setelah, korban pulang malam hari, sehingga ditanya oleh orang tua korban, dan korban pun membeberkan perlakukan ED kepada orang tuanya sendiri. “Setelah ditanya, akhirnya korban mengakui kalau dirinya pernah cabuli oleh tersangka sebanyak dua kali, dan langsung melapor-

kan kepada kami atas pencabulan tersebut,” tambah Heni Agus. Atas kejadian ini, Kasat Reskrim mengimbau, kepada seluruh masyarakat Kota Pontianak terutama kepada orangtua harus betul-betul mengawasi pergaulan anak-anaknya. Jangan sampai dibiarkan begitu saja, karena sangat membahayakan sekali. “Kalau orangtua tidak terlalu memperhatikan bagaimana pergaulan anaknya, maka hal sayang sama akan terjadi, jadi jagalah anak kita dengan baik, dengan cara mengenal teman maupun orang terdekatnya, kemudian tetap melakuakn kontril serta pengawasan terhadap sang anak,” imbau Kasat Reskrim.(Zrn).

akan dihadapi di masa yang akan datang, tapi sedang dirasakan dampaknya saat ini, dimana dalam menjalin kerjasama dengan mitra asing, harkat dan martabat bangsa harus dikedepankan dengan tetap menjaga hubungan yang saling menguntungkan. “Dalam menjalin kerjasama dengan mitra pembangunan luar negeri yang ada, agar masingmasing Pemda memperhatikan kesesuaian visi dan misi Provinsi dan Kabupaten/ Kota, apakah selaras dengan misi ataupun gagasan yang ingin dikerjasamakan oleh

mitra,” jelasnya. Hal ini disampaikan, masih menurutnya, supaya Pemerintah Kabupaten/Kota dapat memanfaatkan momentum yang ada, terutama dalam mendukung capaian pembangunan daerah, namun tetap memperhatikan tatacara serta mekanisme kerjasama luar negeri yang berlaku. “Kami berharap, kedepan, arah kerjasama luar negeri antara mitra asing dengan Pemerintah daerah adalah local govemment driven, bukan donor driven seperti kebanyakan terjadi selama ini,” harap Sekda. (Lay).

SMPN 4 Kuala Mandor

Dari Desa Juara ke Kota Borneo Tribune, Pontianak Istilah bola itu bulat, tidak bisa ditebak siapa yang akan menang dan yang akan dalam permainan sepakbola. Istilah ini diibaratkan saat laga final Liga Sepakbola Pelajar yang digelar di Stadion SSA, Pontianak. Kamis (14/11) sore kemarin. Kota Pontianak yang dikenal dengan pemain sarat talenta dan kompetisi yang padat. Dicengangkan oleh kepiawaian pemain dari pelosok desa. Dalam partai final kemarin, SMPN 2 Pontianak tak mampu mengimbangi permainan tim dari SMPN 4 Kuala Mandor Kubu Raya. Tim dari utara Kubu Raya ini mempecundangi SMPN 2 dengan skor 2-0 tanpa balas. Atas kemenangan tersebut, SMPN 4 Kuala Mandor sukses menggondol piala bergilir KONI Kalimantan Barat dalam kompetisi Liga Sepakbola Pelajar yang digawangi oleh Aliansi Jurnalis Sport. Dalam pertandingan 2 kali 30 menit kemarin, SMPN 2 Pontianak dicengangkan oleh gol cepat pada menit pertama yang dicetak Andi Novianto yang melepas tendangan dari luar kotak pinalti. Gol cepat tersebut ternyata menjadi awal kemenangan tim SMPN 4 Kuala Mandor. Keunggulan 1-0 membuat tim “ayam kampung” semakin percaya diri dan terus menekan pertahanan SMPN 2 Pontianak. Alhasil, di menit ke-15 Martin menggandakan keunggulan untuk SMPN 4 Kuala Mandor melalui skill individu. Dari luar kotak pinalti pula, Martin menggetarkan gawan SMPN 2 Pontianak. Hingga usai babak kedua, tak ada lagi gol tercipta. Hanya serangan-serangan dan tekanan yang dipermainkan kedua tim. Saat peluit panjang dibunyikan bertanda akhir babak kedua, serentak pemain SMPN 4 Kuala Mandor bersorak gembira atas kemenangan. Sebelumnya, kedua tim yang lolos ke final tersebut masing-masing mengalahkan lawannya dengan kemenangan telak. SMPN 2 Pontianak di babak semifinal menang dari SMPN 8 Pontianak. Sedangkan SMPN 4 Kuala Mandor mengalahkan SMPN 11 Pontianak. Pencetak gol pertama SMPN 4 Kuala Mandor, Andi Novianto usai pertandingan kemarin saat diwawancarai mengatakan, persiapan bertandang ke Pontianak dilakukan dengan maksimal. Latihan dan seleksi di sekolah dilakukan guna mendapatkan pemain yang bagus. “Saya turut bersyukur, bisa masuk dalam tim. Dan syukur menjadi juara,” ujarnya. Atas kemenangan tersebut, Andi ingin mempersembahkan untuk sekolah dan daerah. “Ini sebuah pembuktian, bahwa kami di pelosok desa pun juga mampu bermain sepakbola. Kami ingin membuktikan, kami juga mampu bersaing dengan anak-anak di kota,” pungkasnya. (Uby)

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS : TVS Pontianak TVS Rasau TVS Singkawang TVS Ketapang TVS Sintang TVS BM Sintang TVS Pinoh TVS Putussibau TVS Anugrah Sekadau TVS Merdeka Motor PTK TVS Tepuai

: 0853 : 0853 : 0823 : 0852 : 0812 : 0852 : 0813 : 0821 : 0813 : 0821 : 0813

9320 9355 5178 4594 5746 5260 4557 5125 4540 5030 4528

2778 5508 4446 6118 6666 1948 8321 9567 2238 6989 6562

CMYK

CMYK

Borneo Tribune, Pontianak Barisan Anti Korupsi(BARAK) Kalbar mendukung penuh upaya PT.Industri Gula Nasional (IGN) yang melaporkan pelaku pemalsuan merek pada kemasan karung gula kepada Polda Kalbar. ”Kami mendukung penuh langkah PT. IGN sebab bukan kali ini saja merek karung PT. IGN dipalsukan melainkan sudah beberapa kali terjadi di Kalbar,”kata Rustam, Ketua BARAK dalam siaran pers kepada wartawan, kemarin. Menurut Rustam, praktik pemalsuan merek sudah lama terjadi hanya saja baru kali ini terungkap seiring dengan gencarnya pemberantasan gula ilegal yang dilakukan jajaran Polda Kalbar.Selain itu baru kali ini ada pihak yang dirugikan melaporkan kasus tersebut ke Polda Kalbar. ”Langkah PT.IGN sudah tepat sebab bila pihak PT.IGN tidak melaporkan maka akan menjadi pertanyaan ada apa dibalik kasus tersebut,”katanya. Pihaknya meminta Polda tetap mengusut tuntas pelaku pemalsuan mereka hingga ke pengadilan, sebab selama ini modus pergantian karung sudah menjadi hal


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Jumat, 15 November 2013

5

Motivasi Para Guru dan Siswa

Kinerja DPPAKD KKR Diapreasiasi Warga Borneo Tribune, Sungai Raya Kinerja Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Kekayaan Daerah (DPPAKD) Kabupaten Kubu Raya mendapat apresiasi dari Ketua Forum Pemantau Kinerja Legislatif dan Eksekutif Kubu Raya, Izharuddin, S.Sos. “Dari seluruh kabupaten di Kalbar ini, hanya Kubu Raya yang memiliki kantor pelayanan pajak sendiri dan tentu hal ini sangat membantu masyarakat,” urai Izharuddin. Menurutnya, bila ditemukan kendala merupakan hal yang wajar terlebih sebagai sebuah perkembangan dalam penyesuaian perubahan peraturan pemerintah pusat dan mekanisme. “Penyesuaian tersebut terutama pada penetapan pajak dari Kantor Pa-

jak Pratama cq Kantor Pajak Kubu Raya. Namun pelayanan yang diberikan DPPAD Kubu Raya sudah komprehensif sesuai prosedur, adapun keluhan yang saya ketahui lebih banyak bersifat pribadi,” nilai Izharuddin. Izharuddin juga berharap dan meminta Kepala DPPKAD beserta jajarannya juga tidak henti-hentinya berinovasi, kreatif dan memperbaiki mutu pelayanan sehingga tingkat capaian kepuasan masyarakat lebih meningkat lagi. “Bila pelayanan lebih maksimal tentu penerimaan pajak akan maksimal juga, karena pajak merupakan sumber dari PAD yang bermuara untuk biaya pembangunan. Kami sangat mengapreasiasi atas kinerja

DPPAKD,” akunya. Izharuddin juga mengingatkan agar dalam penentuan dan pembayaran pajak harus sesuai prosedur. “Tentu aturan dibuat dalam upaya memberikan kenyamanan serta rasa aman bagi wajib pajak maupun pemohon, karena untuk melengkapi syarat harus berdasarkan landasan hukum termasuk menentukan syarat tidak boleh berdasarkan asumsi dan keinganan pribadi,” ucap pria yang biasa dipanggil ‘Bang Udin’ ini. Izharuddin juga menyarankan agar DPPKAD Kubu Raya gencar mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai aturan, prasyaratan, biaya serta tata cara pembuatan pajak bumi bangunan (PBB) dan BPHTP.(JoE)

MA Rahmatan Lil Alamin Kunjungi MAN 01 Mempawah Study Banding Ketua Yayasan Rahmatan Lil Alamin, Rahmad Satria, berserta dewan guru dan siswa MA Rahmatan Lil Alamin berkunjung di MAN 01 Mempawah Timur. Foto : Johan Wahyudi/ Borneo Tribune

Borneo Tribune, Mempawah Memotivasi para guru beserta siswa, sekaligus menjalin kebersamaan dan tukar informasi terkait pengelolahan manajemen sekolah, Dewan guru berserta siswa Madrasah Aliyah (MA) Rahmatan Lil ‘Alamin Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Kamis (14/11), kemarin melaksanakan study banding di MAN 01 Mempawah Timur. Ketua Yayasan Rahmatan

Lil ‘Alamin, Rahmad Satria mengatakan kunjungan ke MAN 01 Mempawah tersebut, dalam upaya memotivasi dan meningkatkan proses belajar mengajar di MA Rahmatan Lil Alamin yang telah mengatongi izin operasional berupa SK Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat No. 56 tahun 2011. “Kujungi ini, selain menjalin silaturrahmi, Saya mengharapkan para dewan guru

DPRD Harapkan Sinergi Program Pembangunan KKR Borneo Tribune, Kubu Raya DPRD Kabupaten Kubu Raya mengharapkan terjadi sinergi program unggulan antara Bupati Kubu Raya periode 2009-2014 dan Bupati terpilih periode 20142019 untuk melanjutkan pembangunan ke depan. ”Kita tentu mengharapkan adanya sinergi antara program yang telah dilakukan oleh pak Muda sebagai bupati periode 2009-2014 dan pak Rusman Ali yang terpilih untuk menjadi bupati periode 2014-2019. Karena jika tidak ada sinergi program pembangunan, tentu apa yang telah dilakukan pemerintahan sebelumnya harus dimulai dari nol lagi,” kata Ketua DPRD Kubu Raya,Sujiwo belum lama ini. Sebagai ketua DPRD, dia menilai setiap pemimpin tidak ada yang sempurna. Menurutnya dalam melak-

sanakan tugas, seorang pemimpin tentu memiliki kekurangan dan kelebihan. ”Kekurangan pada masa kepemimpinan bupati lama, sebagai contoh ada suatu kebijakan yang salah, seperti CPNS, yang jelas-jelas harus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan melibatkan perguruan tinggi ternyata tidak dilakukan. Sementara program yang memang berhasil adalah perluasan dan penyiapan lahan pertanian dalam rangka untuk swasembada pangan dan ini bentuk konsistensi bupati dalam menjalankan programnya,” tuturnya. Ke depan, menurut Sujiwo pihaknya berharap kepada kepemimpinan bupati terpilih dapat tetap menjalankan program-program positif yang ditinggalkan bupati sebelumnya. “Catatan penting saya bagi bupati dan wakil

bupati terpilih nanti, yakni harus menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan aturan,” katanya. Dia menambahkan, DPRD Kabupaten Kubu Raya sebelumnya telah menggelar sidang paripurna untuk menetapkan Surat Keputusan (SK) nomor 16 tahun 2013 tentang pemberhentian bupati dan wakil bupati periode 20092014 Muda MahendrawanAndreas Muhrotien. ”Melalui paripurna itu juga kita mengeluarkan SK Nomor 17 tahun 2013 tentang pengusulan bupati dan wakil bupati baru periode 2014-2019, Rusman AliHermanus. Dalam sidang paripurna ini, semua anggota yang hadir menyatakan setuju dan selanjutnya surat ini akan kita sampaikan kepada Gubernur Kalbar dan diteruskan kepada Mendagri,” kata Sujiwo.

Dia menjelaskan, penetapan SK tersebut berdasarkan usulan pemberhentian dan pengusulan bupati dan wakil bupati yang diajukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kubu Raya. Sujiwo mengatakan, sesuai dengan mekanisme yang ada, proses pembahasan pemberhentian dan pengusulan bupati dan wakil bupati lama dan terpilih merupakan amanat Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah. Yang mana di dalamnya telah dijelaskan bahwa usulan pemberhentian dan pengangkatan disampaikan pimpinan DPRD untuk diputuskan di dalam rapat paripurna dan diusulan oleh pimpinan DPRD. ”Pada pasal 42 ayat d menyatakan DPRD mempunyai tugas dan wewenang mengu-

sulkan dan pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah dan wakik kepala daerah kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur,” katanya. Kemudian, lanjutnya, pada pasal 109 ayat 4, lanjut Sujiwo menyatakan pasangan bupati dan wakil bupati diusulkan oleh DPRD kabupaten selambat-lambatnya dalam waktu tiga hari kepada Menteri Dalam Negeri melalui gubernur berdasarkan berita acara penetapan pasangan calon terpilih dari KPU Kabupaten untuk mendapatkan pengesahan pengangkatan. ”Pembahasan ini berdasarkan amanat undang-undang. Jadi bukan ada unsur kesenangan atau unsur politik lainnya, jadi kita harap masyarakat tidak menyalahartikan hasil sidang paripurna ini,” kata Sujiwo. (Adex)

Tiga Anak-anak Terkena DBD

Gang Suka Mulya Difogging Borneo Tribune, Mempawah Demam Berdarah (DBD) di Kecamatan Sungai Pinyuh mulai merebak. Tercatat tiga anak terserang demam berdarah di sekitar Gang Suka Mulya. Bahkan dua diantaranya merupakan saudara. Hal tersebut membuat pihak Kecamatan berkoordinasi dengan Puskesmas Sungai Pinyuh melaksanakan fogging untuk memberantas nyamuk Aedes Aegypti, Kamis (13/11), kemarin di perumahan warga sekitar tempat penderita DBD. Dengan dua alat Fogging, petugas puskesmas menelusuri satu persatu rumah warga. Penyemprotan juga langsung dihadiri Camat Sungai Pinyuh, Syamsul Rizal.

Menurut ketua RT 03 RW 06, Safii Daud, fogging dilaksanakan untuk 50 rumah. Dimana diutamakan rumah warga di sekitar penderita DBD. “Berdasarkan pendataan, ada sekitar 50 rumah yang akan disemprot. Terutama rumah-rumah disekitar penderita DBD di lingkungan RT. Hal ini untuk pencegahan, kita tidak ingin ada penderita DBD lagi,” katanya. Fogging yang dilakukan mendapatkan respon positif dari Sri, salah seorang warga Gang Suka Mulya. Sebab tak tanggung-tanggung, dua anaknya terkena penyakit yang menjadi momok tersebut. Sri menceritakan, awalnya kedua anaknya tersebut mengalami panas tinggi. Se-

hingga dia memeriksakan kondisi anaknya ke Puskesmas Sungai Pinyuh. Setelah pemeriksaan darah, maka dinyatakan kedua anaknya terkena DBD. “Tahun lalu juga pernah terkena panas tinggi, namun dinyatakan dokter terkena Types Akut. Saya kira kemarin terkena penyakit yang sama, karena gejalanya sama, tetapi ternyata anak saya yang ke empat dan ke lima terkena DBD. Namun yang ke empat sudah kembali sekolah karena sudah sembuh. Tinggal yang bungsu masih masih dalam tahap penyembuhan, dan kondisinya saat ini masih lemah,” kata Sri. Dengan kondisi tersebut, saat ini wanita yang bekerja

sebagai wiraswasta tersebut selalu waspada dengan tindakan pencegahan, berupa persiapan lotion anti nyamuk dan menjaga pola makan anak-anaknya. “Karena saat ini musim pancaroba, jadi selain merupakan waktunya nyamuk DBD berkembang, juga mempengaruhi kesehatan anak. Jadi saya sekarang berupaya untuk melakukan tindakan pencegahan dengan lotion anti nyamuk dan mengatur pola makan mereka,” jelasnya. Sementara itu, Camat Sungai Pinyuh, Syamsul Rizal, selain bertujuan untuk memberantas sarang nyamuk dan benih-benih nyamuk, baik nyamuk malaria

maupun Aides Aygepti, Fogging yang dilakukan juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran di kalangan masyarakat agar tetap menjaga kesadaran kebersihan di Lingkungan mereka, terutama saluran air. “Kalau dilihat, di Gang Suka Mulya ini saluran airnya terlihat sudah baik, namun yang dikhawatirkan adalah saluran pembuangan di belakang rumah warga. Itu yang harus diperhatikan, karena lebih baik kita mengantisipasi dari pada mengobati. Oleh karena itu mari kita jaga lingkungan kita agar tetap bersih. Terutama yang terindikasi tempat berkembangnya nyamuk Aides Aygepti,” sarannya. (JoE).

MA Rahmatan Lil Alamin, bisa banyak belajar dan meraih informasi terkait proses administrasi dan belajar mengajar di MAN 01 Mempawah ini, serta memotivasi para siswa kami untuk belajar lebih baik lagi,” kata Rahmad. Rahmad yang juga Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, menilai pendidikan MA sangat penting dalam pembinaan pendidikan karakter bagi para pelajar, terutama

pendidikan agama. Sehingga dirinya, sangat mendukung dibangun MA sebanyak-banyak di wilayah Kabupaten Pontianak. “Di Mempawah ini, baru satu MAN. Jika bisa dibangun 2 sampai 3 MA, karena MA sangat penting mendidik moral dan karakter anak bangsa,” katanya. Sedangkan Kepala MAN 01 Mempawah Timur, Saiyuti, sangat menyambut baik kunjungan yang dilaksanakan MA Rahmatan Lil Alamin. Bahkan dirinya, tidak sungkan-sungkan berbagai berbagai informasi terkait manajemen pendidikan di MAN 01 Mempawah. “Kami sangat senang atas kunjungan ini. Kita saling berbagai informasi, serta lebih mempererat lagi rasa kebersamaan dan persatuan,” katanya. Kunjungan tersebut, juga diisi dengan pertandingan persahabatan Futsal, tenis meja, bola volly dan bulutangkis, antar sesama siswa. (JoE).

Lahan Kritis Ditemukan Di Sembilan Kecamatan Borneo Tribune, Kubu Raya Dinas Perkebunan Kehutanan dan Pertambangan Kabupaten Kubu Raya mencatat 130.129,58 hektar lahan kritis yang terdapat di kawasan Kubu Raya saat ini, data tersebut dihimpun melalui laporan review kritis BPDAS kapuas berdasarkan tiap-tiap kecamatan. Kepala Seksi Penataan Kawasan Hutan Dinas Perkebunan Kehutanan dan Pertambangan Kabupaten Kubu Raya, Sutopo menjelaskan menurut data terakhir yang dihimpun, keseluruhan kecamatan di Kubu Raya terdapat lahan kritis yang perlu dilakukan penghijauan. “jumlah lahan terbanyak yang didapati telah kritis yaitu Kecamatan Sungai Kubu dengan jumlah lahan kritis sebesar 35.234,89 hektar. Sedangkan lahan yang sangat kritis yaitu 68,92 hektar,” jelasnya. Dia mengatakan selain Kecamatan Kubu, kecamatan lainnya juga terdapat lahan kritis tersebut, namun dengan jumlah lahan yang masih di bawah angka yang ditemukan di Kecamatan Kubu jumlah lahannya. “untuk kecamatan Sungai Raya lahan kritis yang terdata tidak jauh banyaknya dibandingkan dengan Kubu yaitu untuk lahan kritisnya sebesar 30.193,64 hektar dan untuk lahan yang sangat kritis yaitu 327,83 hektar, data tersebut menjadikan kecamatan Sungai Raya peringkat kedua dengan lahan kritisnya setelah itu dilanjutkan dengan kecamatan-kecamatan lain,” ungkapnya. Lahan kritis yang terjadi di Kubu Raya kita bagi menjadi beberapa tingkatan yaitu sangat kritis, kritis dan tidak kritis. “dari pembagian tersebutlah dapat kita klasifikasikan untuk tindakan-tindakan pencegahan. Salah satu contoh reboisasi hutan lindung mangrop di daerah sepok laot seluas 500 hektar yang telah dilaksanakan dan beberapa kecamatan juga telah dilakukan reboisasi lahan kritis tersebut,” terangnya. Lanjutnya, Sutopo mengatakan untuk lahan kritis sendiri dengan keterbatasan anggaran, pihaknya belum bisa melakukan reboisasi secara menyeluruh, akan tetapi bertahap. “namun selain upaya yang dilakukan Dinas Kehutan, selain itu ada juga masyarakat ataupun kelompok masyarakat yang melakukan swadaya menanam hutan kayu seperti desa Kubu, beberapa desa lainnya yang telah melakukan swadaya tersebut,” ujarnya. Sutopo menambahkan selain itu, warga desa bisa mengajukan lahannya untuk dilakukan reboisasi yang namanya hutan rakyat yang memang program tersebut dipersyaratkan di lahan masyarakat yang kritis. “untuk lahan kritis yang dimiliki masyarakat, bisa mengajukan melalui kelompok masyarakat untuk dilakukan penghijauan, jika memang survey dilapangan lahan warga atau kelompok masyarakat di suatu desa memang terjadi kerusakan ataupun krisis, hal tersebut akan kita akomodir untuk penghijauannya,” janjinya. (Adex)


Bengkayang Borneo Tribune

Jumat, 15 November 2013

Stadion Diragukan Rampung Bupati Siapkan pilihan Alternatif untuk MTQ Provinsi Borneo Tribune, Bengkayang Kabupaten Bengkayang telah ditetapkan menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ ke -25 tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada bulan April 2014 mendatang. Menyongsong agenda besar tersebut, berbagai persiapan mulai dilakukan; baik berupa fisik ataupun persiapan lain. Salah satu bagian dari persiapan fisik itu adalah pembangunan stadion sepak bola yang direncanakan sebagai lokasi pembukaan MTQ. Saat ini, tahapan pembangunan stadion tersebut masih pada saat penggusuran lahan. Dengan waktu yang tersisa, dimungkinkan selesainya pembangunan stadion itu terlambat. Keraguan akan rampungnya stadion tersebut juga diucapkan bupati Bengkayang. Keraguan itu muncul karena hingga awal November lalu, lelang pengadaan barang dan jasa untuk stadion itu belum juga genah. ”Kalaupun kita stadion itu tidak rampung, kita telah menyiapkan alternatif kedua,” katanya. Terkait alternatif kedua yang direncakan tersebut tidak dijabarkan Bupati. Pemikiran Bupati, alternatif itu bisa ditempuh mengingat pembukaan MTQ tidak juga semestinya diharuskan di stadion. ”Menurut saya, yang terutama dalam MTQ itu adalah kualitas pelaksanaannya,” jelas Bupati. (Mu)

Warga Laporkan Oknum Polisi Arogan Borneo Tribune, Bengkayang Tindakan kepolisian bersifat pengayoman sangat didambakan masyarakat. Namun demikian, apa jadinya, apaila ada oknum kepolisian yang berbuat arogan, baik pada saat melaksanakan dinas ataupun di luar jam dinas. Tindakan oknum polisi arogan inilah yang dilaporkan Omi Citro, warga Jalan Uray Dahlan M. Suka Kelurahan Bumi Emas Kecamatan Bengkayang Kabupaten Bengkayang. Omi melaporkan oknum kepolisian yang bertindak arogan saat melakukan penangkapan salah seorang warga pada Minggu (5/11) sekitar pukul 22 Wib yang lalu di dalam rumahnya. Omi menilai, bukan saja penangkapan yang bersifat arogan, tindakan kepolisian yang tidak bertata krama saat memasuki rumahnya juga perlu perhatian. ”Mereka masuk dan nangkap tanpa permisi, membuat gaduh di rumah saya, dan di rumah saya juga melakukan pengeroyokan, dan ditambah lagi ada polisi yang mengancam dengan pisau,” ucap Omi. Dengan tindakan kepolisian tersebut, Omi beserta beberapa warga lainnya langsung melapor ke Polres Bengkayang di malam yang sama, dan saat ini permasalahannya telah diproses di Propam Polres Bengkayang. ”Malam itu juga kami melapor, dan saat ini telah diproses oleh Propam,” kata Omi ditemui di kediamannya, Rabu (13/11). Harlin, sebagai salah satu saksi mata membenar kejadian malam 5 November. Harlin melihat langsung apa yang dilakukan oknum polisi tersebut. ”Saye lihat sendiri, waktu itu saya lihat ada apa ramai -ramai. Rupanya polisi lagi mengeroyok salah seorang warga. Warga itu ditangkap dengan ditinju, ditendang, diseret. Bahkan ada polisi yang mengancam dengan pisau,” kata Harlin membenarkan. Harlin sendiri mendapatkan surat dari Propam Polres Bengkayang sebagai saksi kejadian. (Mu)

Bencana Banjir Ancaman Serius Bengkayang Borneo Tribune, Bengkayang BMKG dalam perkiraan cuaca mengatakan dalam kurun waktu tiga bulan, mulai dari bulan Oktober sdampai Desember, Bengkayang dalam kondisi siaga untuk bencana banjir karena tingginya curah hujan. Kepala Penanggulangan Bencana Kabupaten Bengkayang, Yosef saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (14/11), mengatakan bencana banjir bakal terjadi di Bengkayang dengan kate-

rekapan nomor. Atas perbuatannya, pria yang memiliki 4 orang anak itu dikenakan dengan pasal 303, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Dalam kesempatan itu, At mengaku tak bisa berbuat banyak, dengan apa yang sudah dilakoninya sebagai bandar jual togel selama 3 tahunan itu. Menurutnya, dengan menjual togel, dalam per harinya

gori sedang. ”Karena ada warning dari BMKG itu, kita sudah menyurati bupati serta menginformasikan kepada masyarakat untuk berhatihati,” jelas Yosef. Yosef menjelaskan, berdasarkan pengalaman pada tahun -tahun sebelumnya, wilayah wilayah yang kerap terkena banjir itu adalah Kecamatan Seluas, Kecamatan Ledo, Sungai Betung, Samalantan, Sungai Raya, Sungai Raya Kepulauan dan

Kota Bengkayang. Ledo dan Seluas merupakan dua wilayah yang kerap terendam, untuk tahun 2013 ini, Ledo sudah diterjang banjir sekitar bulan Februari yang lalu. ”Kita sudah mengantisipasi dan memonitor wilayah wilayah langganan banjir,” ucap Yosef. Sebagai instansi yang fokus bencana, Yosef mengatakan pihak telah melakukan persiapan seperti lokasi untuk penampungan, tenda un-

Pisah Sambut dan Sertijab Kalapas Klas II B Singkawang

Pisah Sambut dan Sertijab Kalapas Klas II B Singkawang / Foto Rudi Borneo Tribune

Borneo Tribune, Singkawang Banyak kenangan yang tidak bisa dilupakan selama bertugas di Singkawang. “Kenangannya tidak hanya dengan petugas Lapas, tapi juga dengan napi. Bagaimana ketika saya melakukan pembinaan terhadap mereka, serta kerjasama dengan jajaran instansi pemerintah dan vertikal di Kota Singkawang,” ungkap Kalapas Klas II B Singkawang, Setia Budi Irianto, pada acara pisah sambut sekaligus Sertijab di Lapas, Kamis (14/11). Budi mengakhiri tugasnya

Bandar Togel Ditangkap Polisi Borneo Tribune, Singkawang Satuan Reskrim Polres Singkawang, berhasil menangkap seorang bandar togel Singkawang, TJT alias At (46), di Jalan Stasiun, No 74, Rt 3 / Rw 2, tepatnya di depan Terminal Pontianak, Kecamatan Singkawang Barat, Rabu (13/11) sekitar pukul 15.00 wib. Penangkapan itu berawal dari adanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan kalau di Toko Usaha At itu, sering melakukan transaksi jual togel. “Setelah kita selidiki, ternyata benar, setiap pagi menjelang siang, toko At sering tutup. Sewaktu kita lakukan penggeledahan, kita dapati At sedang melakukan rekap nomor di dalam tokonya,” ujar Kapolres Singkawang, AKBP A. Widihandoko, melalui Kasat Reskrim, AKP Isbullah, Kamis (14/11). Dari penggeledahan yang dilakukan, kata Isbullah, Satuan Reskrim berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebanyak Rp 12.170.000, 4 unit Hand Phone, 3 unit kalkulator, 14 buah pulpen, 13 bundel rekapan togel, dan 7 lembar

6

dia bisa mendapatkan keuntungan Rp 300.000 ribu dalam sehari. “Disamping jual togel, saya juga jual gaharu, sudah ada sekitar 5 tahunan lebih. Dikarenakan sudah semakin sepi, akhirnya terpaksa jual togel,” akunya. Dikatakan At, pemasang togel kebanyakan orang dari Singkawang. “Ada yang datang langsung ke toko, namun ada juga yang pasang lewat HP,” ujarnya. (RH)

di Kota Singkawang, karena memenuhi panggilan tugas yang baru, sebagai Kalapas Klas II B Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumut. Pria yang terhitung bertugas di Kota Amoy selama lima tahun itu menuturkan, jika masa tugasnya hanya tinggal satu tahun lagi. “Menjelang akhir pengabdian, saya berharap tetap ditugaskan di Kota Singkawang,” ujar pria murah senyum ini. Tapi karena ini panggilan tugas, mau tidak mau dia harus siap menjalankannya. Meski su-

dah tidak lagi bertugas di Singkawang, Budi mengingatkan, agar narapidana Lapas tetap berbuat baik, jangan bermain narkoba, apalagi bagi narapidana yang sudah mendapat Pembebasan Bersyarat (PB). “Diingatkan kepada Napi agar jangan membuat hal-hal yang melanggar aturan. Saya maupun Kalapas yang baru itu sama saja,” pesannya. Selain itu, Budi juga berharap agar Kalapas yang baru, Asep Sutandar, dapat melanjutkan apa yang telah dilakukannya selama ini. (RH)

tuk tempat tinggal sementara hingga logistik. ”Untuk sementara, kita baru bisa membantu seba-

tas losgistik, baik untuk makanan hingga pengobatan,” jelas Yosef lagi. (Mu)

Curah Hujan Tinggi, Jadi Perhatian Semua Pihak Borneo Tribune, Singkawang Tingginya curah hujan yang terjadi di Kota Singkawang akhir-akhir ini, diharapkan menjadi perhatian serius bagi semua pihak, termasuk masyarakat di Kota ini. Pasalnya, tak menutup kemungkinkan akan terjadi banjir di beberapa wilayah yang ada. Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Singkawang, Karyadi mengatakan, beberapa daerah di kota ini, adalah rawan banjir. Diharapkan dengan terbentuknya Tim Penanggulangan Banjir musibah tersebut, bisa meminimalisir dampaknya. Karyadi Selain itu, lanjut Karyadi, dalam kegiatan yang berlangsung pada 11-15 November 2013, BPBD Provinsi Kalimantan Barat bersama Badan Lingkungan Hidup, SKPD terkait, Orari, Tagana, Ormas, TNI/Polri, dan elemen masyarakat, juga membahas bagaimana pencegahan banjir agar tidak terjadi di Kota Singkawang. ”Pembahasan yang sedang dilakukan, bagaimana melakukan penyusunan rencana kontinjensi di Kota Singkawang dalam pencegahan banjir untuk enam bulan ke depan,” kata Karyadi. Dalam kegiatan yang dilakukan, lanjut Karyadi, selain action bagaimana cara-cara penanggulangan banjir, juga dilaksanakan simulasi penanganan korban jika terjadi banjir. “Dilaksanakan simulasi penanganan banjir, agar jika memang terjadi bencana tersebut, tidak ada istilah saling menunggu karena telah ada tugas masing-masing, artinya sudah ada ketanggapan darurat yang dipahami,” katanya. Dalam kegiatan itu, sudah dibagi beberapa klaster, seperti kesehatan, posko di lokasi bencana, pemulihan paska banjir, pencarian dan evakuasi korban banjir, pengamanan dan lainnya. “Selain dari tim yang sudah dibentuk, Pemkot Singkawang juga telah melaksanakan berbagai langkah pencegahan banjir di kota ini,” kata Karyadi. Sementara penanggung jawab operasional kegiatan BPBD Provinsi Kalbar, Eko Supriyanto menjelaskan, hasil dari rencana kontijensi di Kota Singkawang ini, sebagai upaya dasar tersusunnya prodak hukum yang baik dan dapat terlaksana di lapangan. ”Selanjutnya hasil pembentukan berbagai klaster dalam kegiatan ini, rencana akhir bulan ini akan diujicobakan di Singkawang, dengan harapan aparat yang telah dilatih selalu siaga dan tanggap darurat bila musibah banjir itu betul -betul ada,” katanya. (RH)

Trans Kalimantan Banyak Telan Korban Jiwa

DPRD KKR Minta Pengendara Tetap Waspada Borneo Tribune, Kubu Raya Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya Sujiwo mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati melintasi jalan Trans Kalimantan. Pasalnyaa jalan tersbut telah banyak memakan korban jiwa. “Ruas jalan Trans Kalimantan sejauh ini dikenal cukup banyak memakan kor-

Barang bukti yang berhasil diamankan Satuan Reskrim Polres Singkawang / Foto Rudi Borneo Tribune

ban. Hal itu dikarenakan selain jalan itu masih sangat sepi, rambu-rambu lalu lintas juga belum banyak terpasang,” kata Sujiwo, Kamis (13/11). Menurutnya, ada beberapa titik diruas jalan tersebut sejauh ini cukup banyak yang masih berpasir, sehingga semakin menyebabkan mudahnya pengendara bermotor yang jatuh. “kalau jalanan sepi pengendara bermotor dan mobil terkesan asal-asalan, sehingga dapat mengakibatkan kecelakaan,”katanya. Sujiwo mengatakan, masyarakat sekitar bundaran tugu Alianyang, Kecamatan Sungai Ambawang sejauh ini juga sudah resah karena jalan tersebut dipenuhi pasir, yang diduga berasal dari truk pengangkut pasir yang melewati jalan tersebut dan hal itu menjadikan daerah itu rawan kecelakaan. “Ironisnya hingga kini belum mendapatkan perhatian serius dari dinas terkait. Hampir separuh jalan tersebut dipenuhi pasir, sehingga sa-

ngat rawan kecelakaan khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua,” katanya. Menurutnya, jika hal itu dibiarkan terus menerus, dikhawatirkan dapat mengganggu para pengguna kendaraan khususnya roda dua yang melintasi lokasi tersebut. Untuk itu setiap pengendara dianjurkan agar tetap berhati-hati melewati lokasi tersebut. Tidak hanya penuh pasir, di sepanjang jalan Trans Kalimantan juga masih banyak terdapat bangunan pencuci kendaraan yang sebagian besar berada di dekat ruas jalan. Bangunan tersebut juga selama ini menjadi salah satu penyebab banyaknya terjadi kecelakaan di ruas jalan trans Kalimantan. Keberadaan bangunan pencucian mobil tersebut sering menyebabkan jalan penuh. Pasalnya, truk-truk yang mengantri menggunakan jasa pencucian mobil tersebut kerap memakan badan jalan. Hal itu mengakibatkan para pengguna jalan lain menjadi terganggu.

Sementara itu, Kanit Lantas Polsekta Sungai Ambawang, Iptu Maryadi menyatakan, untuk bulan ini angka kecelakaan terbilang minim terjadi. Ada pun kecelakaan yang terjaddi itu, hanya luka ringan hingga luka berat. “Untuk korban meninggal dunia bulan ini belum ada. Dan diharapkan tidak terjadi sama sekali yang namanya laka tewas tersebut,”ujarnya. Ia pun berpessan kepada seluruh lapisan masyarakat yang melintasi jalan Trans Kalimantan itu untuk ekstra berhati-hati. Pasallnya sudah banyak korban meninggal dunia akibat kecelakaan yang terjadi. Untuk itu dirinya meminta,sebagai pengendara untuk sadar berapa kecepatan yang harus digunakan. “Lebih baik tidak memacu kecepatan tinggi, karena hal tersebut dapat berisiko tinggi bagi keselamatan nyawa. bawalah kendaraan dengan kecepatan rendah tapi keselamatan tetap terjaga,” imbaunya. (Adex)


Jumat, 15 November 2013

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Satpol PP Akan Musnahkan Barang Bukti Arak Borneo Tribune, Sanggau Barang bukti hasil sitaan pabrik pembuatan arak rumahan di Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau yang diamankan polisi dan telah dilimpahkan ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol

PP) Kabupaten Sanggau, rencananya akan dimusnahkan dalam waktu dekat ini. Hal itu diungkapkan Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Sanggau, Anita Sri Handayani ketika ditemui belum lama ini. ”Rencananya dalam wak-

Polres Landak Tangani Kasus Pembakar Rumah Lipinus Borneo Tribune, Ngabang Kasat Reskrim Polres Landak, AKP Albert Manurung, kepada sejumlah media di Ngabang mengatakan sudah menangani kasus pembakaran rumah milik anggota DPRD Landak, Lipinus yang terjadi Selasa (12/11) sekitar pukul 14.15 di jalan raya Sompak Dusun Paci Desa Karangan Kecamatan Mempawah Hulu. Polisi sudah mengamankan tersangka, yakni Rd yang merupakan adik ipar dari dari Lipinus. “Selain itu, kita juga sudah mengamankan barang bukti berupa korek api, pakaian dan sejumlah barang bukti lainnya yang dipergunakan tersangka untuk membakar rumah,” ujar AKP Manurung, Rabu (13/11) di kantornya. Kemudian terhadap tersangka Rd akan dijerat Pasal 187 Ayat 1 KUHP yang isinya menimbulkan bahaya kebakaran. “Tersangka diancam dengan hukuman penjara selama 12 tahun. Untuk saat inipun tersangka Rd berikut barang bukti sudah diamankan di Polres Landak, “ Manurung. Dijelaskannya, sesuai hasil pemeriksaan terhadap Rd, motif pembakaran yang dilakukannya dilatarbelakangi sakit hati terhadap Lipinus. “Saat itu Rd melihat tumpukan tangkos kelapa sawit tertumpuk di jalan depan rumah tersangka maupun korban. Saat tersangka melewati jalan itu, Rd langsung terjatuh dari sepeda motornya. Setelah itu, terjadilah cekcok mulut diantara kedua-

nya,” jelasnya. Ia menambahkan, masih dari hasil pemeriksaan terhadap Rd, ketika Rd melakukan pembakaran rumah tersebut, memang dalam keadaan kondisi mabuk. “Akibat kejadian ini, dua rumah milik tersangka Rd dan korban Lipinus habis terbakar. Apalagi baik rumah tersangka maupun korban memang bersebelahan. Namun sampai saat ini belum bisa ditaksir berapa kerugian yang ditimbulkan akibat terbakarnya kedua rumah tersebut,” katanya. Sementara itu ketika dikonfirmasikan melalui telepon usai terjadinya kebakaran, Lipinus mengakui saat terjadinya kebakaran ia memang tidak berada di rumah. “Saat itu saya sedang mengikuti kegiatan di Kecamatan Menjalin. Saya baru mengetahui kalau rumah terbakar dari laporan keluarga saya,” terang Pilinus. Dan mengaku dirinya memang tidak mengetahui secara persis apa motif pembakaran rumah yang dilakukan adik iparnya sendiri. “Apalagi selama ini hubungan saya dengan adik ipar saya baik-baik saja,” akunya. Ia menambahkan, kasus pembakaran rumah tersebut tetap diserahkan kepada pihak keluarga. Kalaupun memang harus ditempuh melalui jalur hukum, tentunya tergantung dari keluarga. Apalagi rumah yang terbakar tersebut merupakan rumah orang tua saya sendiri,” katanya. (Syah)

tu dekat ini kita akan melakukan pemusnahan barang bukti hasil sitaan pabrik pembuatan arak rumahan di Kecamatan Parindu yang kita amankan bulan Juli 2013 kemarin,” ujarnya. Anita menuturkan, untuk sejauh ini pemilik dan pekerjanya sudah dilakukan pembinaan dan berjanji ti-

dak akan mengulangi perbuatannya lagi. Pabrik pembuatan arak tersebut digrebek polisi di Desa Sengoret Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. Pembinaannya kemudian dilimpahkan kepada Satpol PP Kabupaten Sanggau atas Perda Nomor 2 Tahun 2010 tentang miras.

”Dikarenakan ini sifatnya adalah pembinaan, tiga orang yang diamakan statusnya juga masih dalam pembinaan. Sanksi hukumnya jika yang bersangkutan kembali mengulangi perbuatan tersebut yakni denda Rp. 50 juta dan masa kurungan 6 bulan,” jelasnya. Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya gula

merah 70 kg, ragi 1,5 karung, 7 unit drum, 1 unit dandang besar, dan arak siap suplai 1 jerigen. Barang bukti tersebut yang nanti akan dilakukan pemusnahan. Anita menambahkan, jika nantinya pemilik dan pekerja mengulangi perbuatannya, maka akan diberlakukan tindakan hukum untuk mereka.

Namun, untuk sekarang masih dalam pembinaan. ”Penindakannya nanti kalau si pemilik dan pekerja mengulangi perbuatannya. Kalau sekarang ini proses pembinaan dulu. Pemiliknya 1 orang dan pekerjanya ada 2 orang. Kalau nanti diulang, maka tindakan hukum yang akan diberikan,” pungkasnya. (rtn)

Robok-robok, Mengenang Keberhasilan Dakwah Ompu Daeng Manambon Oleh: Sri Ayu Octapriyani Ada sebuah acara tahunan yang diselenggarakan pada hari Rabu akhir di bulan Safar yang sebentar lagi akan tiba setelah bulan Muharam ini. Acara tahunan tersebut merupakan sebuah budaya oleh masayarakat Kalbar. Yang merupakan sebuah peringatan mengenang kedatangan seorang tokoh penyebar Islam yang bernama Ompu Daeng Manambon yang merupakan seorang Raja pertama di keraton Amantubillah Mempawah. Siapa Ompu Daeng Manambon Ompu Daeng Manambon yang bernama asli pangeran Mas Surya Negara yang bersuku Bugis anak dari Tandre Borong Rilaga yang seorang raja dari Kerajaan Lawa yang berasal dari Sulawesi Selatan. Beliau orang yang berjiwa penolong dan selalu menghargai orang lain oleh karena itu bukan hanya suku Bugis dan Melayu saja yang medukungnya tetapi orang-orang yang bersuku Tionghoa dan Dayak juga ikut serta untuk mendukungnya. Itu disebab kan karena beliau menjunjung tinggi demokratis dan selalu menghargai orang lain sehingga beliau dihormati dan dapat menjadi raja untuk memimpin kerajaan Mempawah pada saat itu. Beliau memi-

liki istri yang bernama Putri Kesumba, yang merupakan seorang putri dari Kerajaan Matan Tanjung pura yang berada di Kota Ketapang Kalimantan Barat. Alasan adanya Robok-robok Upacara Robok-robok yang telah dilakukan setiap tahun oleh masyarakat Kalimantan Barat dilakukan karena untuk mengenang momen saat kedatangan Ompu Daeng Manambon dari Kerajaan Luwu yang berada di Pulau Sulawesi di bagian selatan. Saat itu Ompu Daeng Manambon meninjakkan kakinya pertama kalinya ke Mempawah pada tahun 1736 . Saat itu daeng Manambon sedang berlayar bersama rombongannya dari Kerajaan Matan Tanjungpura di Sukadana, Ketapang. Saat beliau masuk ke dalam muara sungai di Mempawah maka oleh masyarakat sekitar tersebut menyambutnya dengan penuh suka cita dengan menggunakan sampan. Dan sesampainya Ompu Daeng Manambon di sungai selanjutnya beliau memberikan makanan bekal dari Kerajaan Matan kepada masyarakat sekitar pesisir sungai tersebut. Selanjutnya Ompu Daeng Manambon menepikan kapalnya di dermaga sekitar sungai tersebut lalu berdoa bersama-sama agar diberikan keselamatan oleh Allah SWT dan agar dijauhkan dari mara bahaya

dan petaka. Acara ini biasa disebut doa tolak bala. Selanjutnya mereka pun menyantap makanan tersebut dengan suka cita . Dari momen itulah suku Bugis datang dan berkembang serta menyebar luas di Kalimantan Barat sekarang khususnya di kabupaten dan kota Pontianak dan Kubu Raya. Peran Ompu Daeng Manambon ialah berhasil mendakwahkan ajaran agama Islam dan juga dengan mendirikan sebuah keraton Amantubillah yang berarti di bawah perlindungan Allah SWT. Berbagai Macam Posesi yang Dilakukan Posesi Robok-robo itu dilakukan oleh masyarakat khususnya pada masyarakat Bugis yang berada di daerah Pontianak seperti di kakap,kuala mempawah , segedong, dan dimulai dengan masak memasak dari rumah masing-masing lalu pergi ke tepi muara sungai berdoa dan makan-makan selanjutnya mandi bertujuan untuk membersihkan diri hal- hal kotor dari dalam diri. Karena menurut mereka bulan Safar adalah bulan yang naas agar tidak terjadi maka dilakukanlah ritual Robok-robok untuk menghormati leluhurnya. Kita saat ini mengakui jika itu adalah hal yang menyimpang karena sebagian masyarakat masih meyakini hal tersebut. Tapi kita perlu mengapresiasikan

dan menghargai budaya tersebut karena berkat prosesi tesebutlah Islam di Kalimantan Barat berkembang. Semua berproses secara alami berkat dakwah dari Ompu Daeng Manambon yang tak sepenuhnya meninggalkan budaya mereka yang dulunya masih percaya pada arwah leluhurnya dan masih memiliki nuansa unsure budaya Hindu. Di dalam makanannya dalam posesi buang-buang memiliki makna seperti pada beras kuning dan bertih yang bermakna kemakmuran, dan buang-buang tersebut hanya sebagai pengakuan untuk menghormati yang ada di sungai dan di laut. Setanggi di makna kan sebagai keberkahan. Karena menurut masyarakat sungai dan laut adalah sumber kehidupan mereka maka dari itu mereka berharap agar jauh dari mala petaka. Nilai –nilai yang dapat Diambil Nilai – nilai yang dapat diteladani oleh usaha Ompu Daeng Manambon dalam membudayakan Ritual Robok-robok adalah kita sebagai penerus generasi dapat mendukung dan melestarikan budaya itu tapi dengan usaha dan memberikan arahan kepada masayrakat sekitar dengan meluruskan niat soal keyakinan yang tidak lagi mempercayai akan arwah leluhur seperti penda-

hulu kita tetapi hanya melestarikan budaya local di Kalimantan barat. Dampak dari acara posesi Robok – robok adalah munculnya rasa gotong royong bersama antar masyarakat dengan adanya kekompakan satu sama lain dengan memiliki rasa kebersamaan. Dan, Ompu Daeng Manambon bisa dijadikan contoh bahwa jika sebagai pemimpin haruslah tetap berbagi kepada masyarakatnya dan itu memuncul sikap kedermawaan dan kebijaksanaan sebagai pemimpin. Jadi Robok-robok merupakan budaya yang patut dilestarikan agar tidak terjadi kepunahan di generasi yang akan datang, yang bertujuan hanya untuk mengingat peran penting dari Ompu Daeng Manambon dalam proses islamisasi. Walau bercampur dengan ritual ynag masih mempercayai arwah tetapi di dalam posesi tersebut masih memiliki nilai-nilai Islam dengan tetap percaya kepada Allah SWT yang berdoa agar selamat dari mala petaka di bulan yang mereka yakini bulan Safar itu sebagai bulan yang naas. Dan kita dapat mengapresiasikan usaha dari dakwahnya Ompu Daeng Manambon pada saat itu karena berkat beliaulah Islam di Kalimantan Barat menjadi berkembang seperti saat ini. Sri Ayu Octapriyani Mahasiswa BKI, STAIN Pontianak

Tari Jepin Merupakan Akulturasi Islam dan Budaya Lokal

Oleh : Wallia Amiyanda Islam merupakan agama yang turut serta dalam perkembangan zaman yang tidak luput dari arus modernisasi secara global. Islam merupakan agama yang menghargai sebuah hasil kebudayaan masyarakat tradisional dan kini ikut membaur dalam kebudayaan sebagai hasil penciptaan manusia dengan lingkungannya. Sedangkan Dakwah merupakan wujud kegiatan dari ajaran Islam yang merupakan gerakan Islamisasi yang bertujuan untuk menyeru kepada ajaran Islam. Sudah tidak diherankan bahwa fenomena dakwah dan budaya baik

KEHILANGAN STNK KB 2984 LI NR: MKZB3A1H7BJ010808 NM: 0H5BB1014727 A/N SEFANYA ATTO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 4402 LN NR: MH1JBE311CK320660 NM: JBE3E-1207313 A/N ALIAT.B Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 4574 LG NR: MH1JBC214AK544099 NM: JBC2E-1532542 A/N YA’DAGOT Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

itu non pupuler dan popular menjadi satu kesatuan dalam penyebaran Islam, baik dari media massa dan elektronik yang berdampak pada perubahan gaya hidup banyak orang. Jepin atau Zapin, seni tari dan lagu, bisa menjadi contoh bagaimana proses adaptasi dan akulturasi antara Islam dan budaya lokal tumbuh secara unik. Awalnya, seni ini menjadi alat dakwah para saudagar dari Hadramaut, Yaman, yang menyebarkan Islam di Nusantara pada abad ke13 Masehi. Sarana syiar agama itu lantas berkembang sebagai kreasi seni penuh variasi. Salah satu kantong Jepin ada di kawasan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, sekitar empat jam dari Pontianak. “Di Tebaslah catatan sejarah menyatakan awal mulanya tari Jepin dipentaskan tahun 1928,” kata Juhermi Tahir, seniman tari Melayu.

Sebagaimana di daerah lain, tarian Jepin di kota ini juga bertumpu pada gerak kaki. Diawali dan ditutup salam pembuka, seluruh pentas menampilkan gerak kaki yang diulang-ulang. Dua kaki penari melangkah majumundur, ke samping kanankiri, kadang juga memutar. Tarian ini diiringi alat musik gambus, perkusi, dan marwas. Lagu yang didendangkan dalam musik pengiring berupa pantun yang mengangkat kehidupan sehari-hari. Lirik itu diselipi nilai-nilai ajaran Islam. Ini adalah corak Jepin asli atau tradisi. Seni ini kemudian meluas lewat Sungai Kapuas dan Sungai Kubu dan “dihanyutkan” hingga ke desa-desa pedalaman. Penyebaran ini membuka kemungkinan pengembangan variasi Jepin yang berbeda dari corak tradisi. Meski berangkat dari pakem yang sama, yaitu diawali salam pembuka

dan diakhiri salam penutup, tarian di tengahnya terus berkembang. Dulu, gerakan kaki seolah melekat di lantai, tak boleh terlalu mengangkang, dan tangan tak boleh terlalu tinggi. Kini, gerakannya lebih bebas. Di Kalimantan Barat, ada beberapa jenis varian Jepin. Beberapa di antaranya Jepin Melayu, Jepin Arab, dan Jepin Lembut. Nama-nama tari hasil kreasi baru itu menggambarkan penekanan pada tariannya. Jepin Melayu lebih kental dengan corak Melayu. Jepin Arab mengacu kepada tari Arab. Jepin Lembut dibawakan dengan lebih lembut. Belakangan, Jepin juga dikembangkan sebagai tari dengan alat. Rusmindari Triwati, peneliti budaya Majelis Adat Budaya Melayu, mengatakan, saat ini ada tari Jepin Kipas, yang memanfaatkan kipas sebagai properti tari.

Lantas, ada tari Jepin Bui lantaran salah satu penarinya diikat menggunakan tali. “Tari Jepin tradisi biasanya dimainkan dalam prosesi menjelang hari pernikahan. Pernikahan gaya Melayu biasanya juga memainkan Jepin tradisi ini,” kata Rusmindari. Berawal dari sarana dakwah, kini tari Jepin telah berkembang menjadi seni tradisi khas Melayu di Kalimantan Barat. ( KOMPAS.COM ) Semoga akulturasi Islam dan budaya lokal tetap menjadi gerakan Islamisasi dakwah baik dahulu, saat ini dan kedepannya dapat bermanfaat bagi setiap orang sebagai bentuk cinta terhadap agama dan budaya yang diharapkan bentuk perpaduan gerakan Dakwah dengan Fenomena Budaya ini tidak melenceng dari Alquran dan Hadits.

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK KB 5058 LJ NR: MH1JBH112BK057130 NM: JBH1E-1051258 A/NDENI SURYADI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 2312 LK NR: MKZB3A1H7BJ013872 NM: 0H5CB1014933 A/N MISRANI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK KB 3856 LN NR: MH1JBE219CK222119 NM: JBE2E-1217867 A/N SURYANTO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 2885 LE NR: MH32P20078K903921 NM: A/N KASINEM Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK KB 4216 LM NR: MH1JBH111CK216804 NM: JBH1E-1211429 A/N F.B.BENO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 4628 LF NR: MH33C1002AK330616 NM: 3C1-330617 A/N ARDI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

Wallia Amiyanda Mahasiswa BKI, STAIN Pontianak

STNK KB 9654 LQ NR: MR0AW12G980012339 NM: 1TR6628910 A/N PERPUSTAKAAN NASIONAL RI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 4633 LN NR: MH1JF5139CK849331 NM: JF51E-3837446 A/N ISNAINI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL


Sekadau Borneo Tribune

Jumat, 15 November 2013

Aktivitas SPBU di Sekadau tampak normal pasca kenaikan BBM beberapa waktu lalu. Dampak kenaikan harga BBM semakin terasa terutama masyarakat di pedalaman Kecamatan di Sekadau.// foto Bagus Kosminto/Borneo Tribune

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

Jangan Salahmanfaatkan Kendaraan Dinas Borneo Tribune, Sekadau Anggota DPRD Sekadau, Iskandar, meminta pemanfaatan kendaraan dinas baik roda dua maupun roda empat keatas mesti dimanfaatkan dengan benar. Kendaraan dinas sebagai fasilitas Negara tidak boleh diselewengkan untuk kepentingan lain diluar tugastugas kedinasan. Sejauh ini, Pemkab Sekadau

Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

telah menyerahkan sejumlah bantuan kendaraan dinas untuk operasional SKPD sampai operasional Pemerintah Desa. Beberapa diantaranya sejumlah kendaraan itu berupa sepeda motor, truk, serta pick up. Bantuan pun diserahkan melalui instansi yang berbeda, sesuai peruntukkannya. “Kendaraan dinas, apapun bentuk dan tujuan diserahkan-

nya, harus dipergunakan secara tepat. Tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” tegas Iskandar di gedung DPRD Sekadau, kemarin. Beberapa waktu lalu, sebuah kendaraan dinas jenis pick up kedapatan mengangkut gula illegal yang dipasok dari perbatasan. Kendaraan tersebut lantas diamankan oleh Polres

Sanggau karena dipergunakan sebagai sarana untuk tindakan melawan hukum. Kasus serupa, kata Iskandar, tidak boleh terulang lagi. “Kasus itu merupakan pelajaran berharga, jangan sampai terjadi lagi,” katanya. Untuk itu, perlu pengawasan intensif dari masing-masing SKPD atas penggunaan kendaraan dinas yang diperbantukan dari SKPD bersangkutan agar

tidak disalahgunakan. “Masing-masing dinas juga harus memantau apakah penggunaan kendaraan dinas sudah sesuai peruntukkannya,” saran Iskandar. Ia juga meminta agar penyalahgunaan kendaraan dinas dapat dikenakan sanksi untuk menibulkan efek jera. “Kalau ketahuan salahguna, sanksi saja sesuai ketentuan yang berlaku,” tutupnya.(Mto).

Persoalan Lingkungan Perlu Perhatian Khusus

BANK BUKOPIN

BANK PERMATA

8

Nobertus. foto Bagus Kosminto/Borneo Tribune

Borneo tribune, Sekadau Aktivitas perusahaan perkebunan dan jenis investasi lainnya yang memanfaatkan sumberdaya alam di Bumi Lawang Kuari tak dapat dipungkiri telah bertanggungjawab atas pencemaran lingkungan yang akhir-akhir ini makin menjadijadi. Kerap diberitakan, sejumlah belahan sungai serta lahan pertanian milik masyarakat telah terkontaminasi limbah perkebunan dan pabrik. Menilai hal itu cukup penting, anggota komisi A DPRD Kabupaten Sekadau menganggap penting untuk ditetapkan regulasi yang mampu meminimalisir bahkan menanggulangi permasalahan pencemaran lingkungan. Regulasi dapat berbentuk Perda yang mengatur

tata kelola investasi perkebunan yang ramah lingkungan. “Memang perlu adanya sebuah aturan yang mampu membendung derasnya isu pencemaran lingkungan akibat aktivitas perkebunan. Sudah cukup masyarakat kehilangan sumber-sumber air bersih yang ada. Sudah saatnya lingkungan kita dilindungi,” ujar Nobertus, Senin kamarin. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sekadau pada pertengahan tahun 2013 ini telah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah tentang perlindungan lingkungan hidup. Raperda tersebut merupakan bagian dari Program Legislasi Daerah (Prolegda) yang disepakati Pemkab dan DPRD beberapa waktu lalu.

Nobertus, yang saat itu mengetuai Pansus Raperda perlindungan lingkungan hidup menambahkan, Raperda usulan eksekutif itupun telah ditindaklanjuti DPRD dengan melakukan konsultasi tentang keredaksian maupun substansi Raperda ke Biro Hukum Propinsi Kalbar dan Kementerian Lingkungan Hidup RI. Dari hasil konsultasi itu, disarankan agar Pemkab Sekadau menetapkan zona-zona yang akan masuk dalam daerah yang akan dilindungi secara terperinci. Hal itu perlu akan sasaran Perda jelas. “Oleh kementerian (LH), Kabupaten Sekadau disarankan menetapkan eco region atau zonase lokasi mana yang akan dilindungi,” tutur Nober. Namun, hingga kini tidak ada

kelanjutan dari Raperda tersebut. Mengingat sudah tidak memungkinkan lagi untuk dibahas pada tahun ini, Nober menyarankan pihak eksekutif mengajukan kembali Raperda yang sama pada tahun 2014 mendatang. “Kita berharap pengajuan Raperda ini bisa diprioritaskan pada tahun depan. Ini sudah sangat mendesak, mesti segera ditanggulangi,” tambahnya. Adanya aturan baku tentang perlindungan lingkungan hidup merupakan hal yang urgent. Apalagi, mayoritas investor yang menanamkan modal di Sekadau bergerak di bidang pemanfaatan sumberdaya alam. “Ini urgent untuk mengimbangi laju dunia investasi,” tandas Nobertus.(Mto).

Warga Kedomba Tunggu PLN Pasang Listrik Borneo Tribune, Sekadau Warga Dusun Kedomba dan Dusun Segori, Desa Gonis Tekam, Sekadau Hilir mendambakan aliran listrik PLN. Hal ini bahkan pernah mereka utarakan kepada Harison, anggota Komisi B DPRD Sekadau. “Saat Reses ke Kedomba dan Segori, 29 Oktober lalu, warga disana mengeluhkan tidak adanya penerangan listrik PLN. Mereka berharap PLN Ranting Sekadau bisa memasang listrik

di daerah mereka,” kata Harison di kantornya, kemarin. Warga Segori dan Kedomba, kata Harison, sangat heran dengan kebijakan PLN yang tak kunjung memasukkan aliran listrik ke daerah mereka. Padahal di daerah yang dekat, sudah masuk aliran listrik PLN. Segori dan Kedomba berada di Jalan Kayu Lapis, KM. 10. Di dekat dua dusun tersebut, ada Dusun Seransa di kilometer 4 yang sudah dialiri listrik,

dan Desa Engkersik yang masuk dari kilometer 15 Jalan Kayu Lapis yang juga sudah dialiri listrik PLN. “Ini yang dipertanyakan masyarakat disana, kenapa daerah mereka tidak dialiri listrik. Sementara daerah sebelum dan sesudah mereka sudah dialiri listrik,” ulas Harison. Untuk aliran listrik di Engkersik, memang jaringannya memutar dari Tapang Semadak, Jalan Sintang. Na-

mun mengingat jarak dari Seransa atau Engkersik ke Dusun Segori maupun Kedomba yang tidak terlalu jauh, seharusnya jaringan listrik ke Dusun Kedomba dan Segori juga bisa sekalian dipasang. “Jaraknya kan tidak terlalu jauh. Apalagi potensi pelanggan cukup banyak. Ini yang dipertanyakan warga kenapa tidak dipasang sekalian aliran listrik di sana. Warga merasa dianaktirikan. Mereka bahkan

mengancam akan melakukan demo jika keinginan mereka ini tidak diperhatikan pihak PLN Ranting Sekadau,” tutur politisi PDI Perjuangan itu. Masyarakat disana, lanjut Harison, juga meminta Pemkab mendukung mereka memperjuangkan pemasangan jaringan listrik di Kedomba dan Segori. “Jika Pemda ndak mendukung, mereka bahkan mengancam akan keluar dari Kabupaten Sekadau,” pungkasnya. (Mto).


Jumat, 15 November 2013

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

Tiga Tahun Terakhir, Anggaran Distan Sintang Nihil bangan pertanian, peternakan dan perikanan di Sintang ini selama tiga tahun belakangan ini boleh dibilang nol,” lugasnya. Menurutnya, selama ini berbagai program yang digelontorkan ke tengah-tengah masyarakat merupakan program dari APBD Pemerintah Provinsi Kalbar dan Pemerintah Pusat. Sementara dari APBD Kabupaten Sintang tidak pernah ada. “Jika selama ini kami sering memberikan bantuan hewak ternak, alat pertanian, bibit ikan dan bantuan

Arbudin: Boleh Dibilang Nol lain, itu merupakan program yang didanai oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat,” tegasnya. Menurutnya, sebenarnya bisa saja pemerintah kabupaten melalui APBD menganggarkan sejumlah dana sebagai pendamping atau pendukung program yang diberikan pusat maupun provinsi. Misalnya untuk program pengembangan ikan keramba. “Bisa saja Pemda Sintang

dalam APBD menganggarkan untuk bantuan pakannya sehingga petani benarbenar bisa terbantu. Tapi selama ini tidak pernah ada,” cetusnya. Dituturkanya, setiap pembahasan APBD, pihaknya selalu mengajukan usulan program. Namun usulan itu selalu mentah saat pembahasan di DPRD. “Para anggota dewan menyatakan bahwa program pertanian dari pemerintah

pusat dan provinsi sudah banyak sehingga tidak perlu lagi dianggarkan dalam APBD kabupaten. Menurut saya ini tentu tidak benar, karena pertanian dan tanaman pangan itu jadi program utama dan visi misi Bupati Sintang yang dituangkan dalam Jakarta Selatan ini. Sangat tidak lucu kalau dijadikan program utama tapi tidak ada dukungan anggaran dalam APBD,” paparnya. (end) †

Arbudin

Bisa saja Pemda Sintang dalam APBD menganggarkan untuk bantuan pakannya sehingga petani benar-benar bisa terbantu. Tapi selama ini tidak pernah ada

Borneo Tribune, Sintang KEPALA Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sintang, Arbudin mengatakan, dukungan APBD untuk pengembangan pertanian selama 3 tahun terakhir nihil alias nol. Tak pelak, Arbudin merasa kecewa. Sebab menurutnya para legislator yang menyatakan mendukung pengembangan bidang pada dinas yang dipimpinnya, ternyata hanya merupakan hisapan jempol belaka. “Selain anggaran rutin untuk gaji pegawai, dukungan anggaran untuk pengem-

Foto Endang Kusmiyati/Borneo Tribune

Tanpa NIK, Pemilih Bisa Dicoret dari DPT

Resmikan Kantor PEPABRI, Bupati Sintang, Milton Crosby resmikan Kantor PEPABRI Kabupaten Sintang. FOTO: Istimewa

Kantor PEPABRI Sintang Diresmikan tang, Kamis, (14/11). Ketua Panitia Pembangunan Kantor Pepabri, Sujono menjelaskan, DPC Pepabri Kabupaten Sintang berdiri pada 1989. “Sejak didirikan kami sudah berju-

Dari pengurus yang ada di Kalbar, Pepabri Sintang cukup aktif dalam melakukan kegiatan

Borneo Tribune, Sintang SEMUA anggota TNI yang sudah memasuki usia pensiun semakin penting peranannya dalam masyarakat. Pasalnya waktu mereka akan sepenuhnya untuk masyarakat. Anggota PEPABRI merupakan bagian dari masyarakat yang akan terus ikut membantu Pemerintah Kabupaten Sintang dalam membangun daerah ini. “Kami sangat memerlukan saran dan nasehat dari Pepabri dalam membangun daerah ini. Dalam hal sosial kemasyarakatan, perlindungan masyarakat, keamanan dan ketertiban Kabupaten Sintang. Semoga dengan adanya kantor ini, silaturahmi diantara para pensiunan TNI semakin kuat,” ujar Bupati Sintang, Milton Crosby saat meresmikan Kantor DPC PEPABRI Kabupaten Sin-

ang untuk membangun kantor. Seluruh keluarga Pepabri dan warakawuri sangat bahagia, karena sudah memiliki kantor sendiri. Selama ini kami terus menum-

pang di kantor lain,” jelas Sujono. Sementara itu, Ketua DPC PEPABRI Kabupaten Sintang, H. Slamet K. Waluyo menyampaikan, biaya pembangunan kantor Pepabri semua dari Pemkab Sintang. “Dari pengurus yang ada di Kalbar, Pepabri Sintang cukup aktif dalam melakukan kegiatan” jelas H. Slamet K. Waluyo. Sementara itu, Supriyono yang merupakan perwira penghubung Kodim 1205 Sintang mengharapkan, keberadaan Kantor DPC Pepabri Kabupaten Sintang bisa menambah semangat pengabdian kepada bangsa Indonesia, khususnya di Sintang. “Para pensiunan TNI harus terus bekerja dan membantu masyarakat. Hubungan antara TNI dan Pepabri juga merupakan satu kesatuan,” ujarnya. (end) †

Sintang Sumbang 29 Ribu DPT Tanpa NIK Borneo Tribune, Sintang DARI sekitar 10,4 juta daftar pemilih tetap (DPT) yang tidak punya Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang telah ditetapkan oleh KPU Pusat, Kabupaten Sintang menyumbangkan 29.528 pemilih. Jumlah tersebut tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang. Jumlah DPT yang tidak punya NIK terbanyak terdapat di Kecamatan Sintang sekitar 6.157, sedangkan yang paling sedikit terdapat di Kecamatan Serawai yang hanya 9 pemilih saja. “Rakor hari ini adalah dalam rangka verifikasi DPT tak ber NIK untuk Pemilu 2014. Kita sandingkan data penduduk yang sudah tercover dalam DP4 dengan data dari Dukcapil,” ujar Ketua KPUD Kabupaten Sintang, Supranto Aji usai memimpin rakor bersama PPK dan PPS se-Sintang, di Aula KPUD Kabupaten Sintang, Kamis (14/11). Dari verifikasi DPT yang

Supranto Aji Foto Endang Kusmiyati/Borneo Tribune

tidak punya NIK tersebut akan muncul yang namanya daftar pemilih khusus (DPK). DPK ini akan diverifikasi hingga H-7 sebelum pemilihan dilaksanakan. Oleh karena itu dalam pemilu 2014 mendatang, pemilih tidak akan lagi mendapatkan kartu pemilih, namun hanya akan mendapatkan undangan dari KPPS

saja. Sementara itu, saat ditanya faktor apa saja yang menjadi penyebab munculnya DPT tidak punya NIK tersebut, Supranto mengatakan beberapa kondisi yang bisa menyebabkan hal itu terjadi. Antara lain, bisa saja saat dilakukan pendataan, pemilih tidak berada di tempat sehingga tidak bertemu dengan petugas. “Ada juga pemilih yang belum memiliki KTP berbasis SIAK. Misalnya bagi mereka yang sudah memegang KTP seumur hidup tapi masih KTP model kuning atau KTP model lama,” jelasnya. Sebagai upaya antisipasi, bila hingga hari H pemilihan, yaitu 9 April 2014, ternyata masih juga ada pemilih yang belum terdaftar, maka pemilih dipersilahkan datang ke TPS. “Asalkan memang benarbenar belum terdaftar di TPS manapun sehingga tidak jadi pemilih ganda dan punya KTP,” tegasnya. (end) †

Borneo Tribune, Nanga Pinoh KPUD Kabupaten Melawi beberapa pekan lalu telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Legislatif 2014 sebanyak 157.952 jiwa. Jumlah tersebut sendiri masih bisa berkurang mengingat masih banyaknya pemilih terdaftar yang tidak disertai Nomor Induk Kependudukan (NIK). Apalagi dalam UU Pemilu, pemilih yang tidak memiliki NIK bisa dicoret dari DPT. Ketua KPUD Kabupaten Melawi, Yovinus, yang ditemui kemarin mengungkapkan, masih ada 28 ribu pemilih yang belum memiliki NIK. Selain NIK, ada pula sejumlah pemilih yang tidak disertai dengan Nomor Kartu keluarga (NKK). “Jumlahnya mencapai 36 ribu. Jadi kita masih perlu melakukan faktualisasi ke lapangan untuk memastikan pemilih yang tak memiliki NIK dan NKK ada tidak orangnya,” lugasnya. Yovinus menambahkan, sesuai dengan Peraturan Kementerian Dalam Negeri, DPT yang tidak memiliki NIK akan dicoret dari DPT. “Makanya pemilih yang belum ada NIK-nya ini harus dibuat surat keterangan yang dibuat oleh kepala

desa, kemudian ditandatangani PPS dan pemilih yang dimaksud. Kemudian surat tersebut diajukan ke Disdukcapil untuk mendapatkan NIK,” jelasnya. Ketiadaan NIK dan NKK sendiri, ujar Yovinus bisa saja disebabkan oleh berbagai alasan. Salah satunya belum mengikuti perekaman e-KTP. Apalagi bagi masyarakat yang memang tinggal jauh di pedalaman sehingga tak tahu soal adanya perekaman e-KTP. “Kita ambil contoh di Sokan, itu banyak sekali masyarakat yang belum melakukan rekam e-KTP. Persoalannya ya karena jauh, dusunnya masuk sampai ke pedalaman. Kemudian timbulah pemilih yang tidak ada NIK dan NKK-nya ini,” jelasnya. Persoalan lain, kata Yovinus, terkadang masyarakat juga kurang perduli dengan masalah ini. Kerap kali ada petugas yang datang untuk melakukan pendataan, pemilih yang dimaksud tidak ada di tempat, sementara keluarganya tidak tahu NIK. Dengan alasan tidak ada KTP. Selain persoalan NIK, nama yang terdaftar dalam DPT juga kerap kali terde-

ngar aneh. Yovinus mengungkapkan, nama-nama unik dan tidak lazim yang masuk dalam DPT tersebut antara lain, Traktor, Loging, Sampah, Anus, Banjarmasin, Yunani, Buaya dan namanama hari dari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Minggu. “Nama-nama itu memang asli dan ada NIK-nya, kalau di Singkawang yang bernama Pocong itu mungkin hanya satu. Tapi kalau di Melawi justru banyak nama yang aneh-aneh,” bebernya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Melawi, Armansyah mengungkapkan, sampai saat ini memang tidak semua wajib KTP di Melawi sudah melakukan perekaman sehingga memang tak aneh bila ada warga yang belum memiliki NIK. “Tak usah jauh-jauhlah ke pedalaman, di sekitar kota Pinoh saja masih banyak yang belum memiliki NIK. Banyak masyarakat kita yang tidak mau peduli, tak mau ikut merekam e-KTP. Kita kan tidak mungkin mendatangi mereka satu-satu untuk melakukan perekaman,” cetusnya. Armansyah menambah-

kan, peran pihaknya dalam data pemilih lebih sebatas menyampaikan Daftar Penduduk Potensi Pemilih Pemilu (DP4) kepada KPU. DP4 yang disampaikan KPU sendiri berjumlah 163.977 jiwa. Lebih banyak ketimbang DPT KPU Melawi yang mencapai 157 ribu pemilih. “Inikah belum disisir oleh Pantarlih. Setelah disampaikan ke KPU, data tersebut akan dicek oleh PPS dan Pantarlih di lapangan. Penduduk yang terdaftar dalam DP4 ini memiliki NIK. Namun sebagian memang ada yang belum terekam dalam e-KTP,” ujarnya. Persoalan penetapan DPT, Armansyah menegaskan hal tersebut merupakan kewenangan KPU. Sehingga dari DP4 yang disampaikan bisa saja jumlahnya berkurang, karena adanya data ganda atau penduduk yang telah meninggal. Soal NIK yang dimiliki pemilih dengan nama yang aneh, dirinya bisa melakukan pengecekan apakah memang benar penduduk tersebut ada di Melawi. “NIK ini bisa dikarang-karang. Tapi dalam sistem kita tetap akan ketahuan apakah itu NIK palsu atau asli,” ujarnya. (eko) †

PABJ Melawi Resmikan Padepokan Borneo Tribune, Nanga Pinoh SEBAGAI salah satu organisasi adat yang mulai melebarkan sayapnya di Kabupaten Melawi. Paguyuban Adat Budaya Jawa (PABJ) Melawi siap menggelar peresmian Padepokan Kembang Wijaya Kusuma sebagai rumahnya orang Jawa untuk berkumpul dan bersilaturahmi bersama. “Acara peresmian Padepokan ini digelar besok (15/11), jam 19.00 wib bertempat di Jalan Kota Baru Km.3 Nanga Pinoh, samping rumah jabatan Bupati Melawi. Dengan hiburan rakyat wayang kulit,” ungkap Ketua Panitia, Suwarno, Kamis (14/ 11). Lebih lanjut pria yang akrap disapa Warno ini mengatakan, dengan adanya Padepokan tersebut bisa lebih mempererat tali persaudaraan antarsesama masyarakat Jawa yang berada di Melawi. Sekaligus sebagai tempat untuk bertukar pikiran, informasi serta pelestarian budaya Jawa agar tidak hilang sehingga masih tetap bisa dinikmati. Misalnya seni karawetan, wayang kulit dan lainnya. “Acara ini sekaligus memperingati berdirinya PABJ ke-1 dan peringatan tahun baru Saka 1947. Jadi, kepada seluruh masyarakat luas, khususnya warga Jawa diharapkan bisa hadir,” ujarnya. Pihaknya juga mengundang Bupati Melawi untuk meresmikan Padepokan tersebut, para kepala SKPD di lingkungan Pemkab Melawi, legislatif, tokoh masyarakat, tokoh adat dan lainnya. “Kami berharap dengan adanya PABJ dan padepokan ini bisa ikut berpartisipasi dalam membangun Kabupaten Melawi sesuai dengan bidang dan kapasitasnya. Mari kita jaga terus kerukunanan antaretnis dan agama di Melawi yang sudah terjalin harmonis,” harapnya. (eko) †

PADEPOKAN, Kembang Wijaya Kusuma yang dibangun oleh PABJ Melawi, sebagai rumahnya orang Jawa. FOTO: Eko Susilo/Borneo Tribune


Kapuas Hulu Borneo T Tribune

Jumat, 15 November 2013

10

Dua Pegawai BPN Kapuas Hulu Resmi Ditahan but tidak ditahan, sehingga pada pelimpahan berkas ke Kejakasaan kemarin kedua tersangka langsung kita lakukan penahanan di Rutan Putussibau,”ungkap Acep. Dikatakan Acep, penahanan yang dilakukan terhadap kedua tersangka oleh Kejaksaan Negeri Putussibau berdasarkan Surat Perintah Penahanan Print-383,384/Q.1.16/ F.t.1/11/2013 Tanggal 13 November 2013 terhadap kedua tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari sejak tanggal 13 November 2013 s/ d 2 Desember 2013. ” Kemungkinan sekitar tanggal 20 November 2013 ini, kedua tersangka akan dilimpahkan kepada Pengadilan Tipikor Pontianak,” jelasnya. Menurutnya, kedua tersangka tersebut melanggar pasal 11, 12 Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UndangUndang RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Keduanya terancam pidana pada pasal 11 minimal 1 tahun, maksimal 5 tahun, sedangkan pasal 12 diancam hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. (MO) †

LANGKANG PULANG BERTUNAS, PUNGGUR BALIK BEDAUN sebuah pribahasa Daya Jalai di Kabupaten Ketapang. Pribahasa ini diabadikan melalui T-Shirt yang digunakan tim Budaya dari Aliansi Masyarakat Adat Dayak Jalai Kendawangan Sekayug pada prosesi peresmian kantor Institut Dayakologi (ID) di jalan Budi Utomo Pontianak. Kantor ID sebelumnya terbakar dengan seluruh dokumentasi terkait dengan hasil penelitian Budaya Dayak. Tim ini menyumbang acara budaya Senggayung berasal dari Selatan Kota Ketapang. FOTO: Hawad Sriyanto/Borneo Tribune

Antisipasi Kecurangan Pemilu 2014

Gali Potensi SDA Demi Untuk Listrik Borneo Tribune, Putussibau KEPALA Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kapuas Hulu, H. Mukhlis mengakui bahwa masih banyak sejumlah desa maupun dusun yang ada di wilayah Kapuas Hulu belum tersentuh listrik, oleh karenanya pihaknya akan terus berupaya dengan memanfaatkan potensi alam yang ada. ”Selama ini kita terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dibidang energy listrik, di Kapuas Hulu sendiri kita sudah bangun sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang bisa menerangi sebuah desa atau dusun,” ungkap Mukhlis beberapa waktu lalu. Menurut Mukhlis pembangunan sejumlah PLTMH

H. Mukhlis kecil-kecil selama ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, namun kedepannya potensi listrik melalui PLTMH diatas 1 megawatt, akan diubah menjadi

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Bahkan untuk saat ini menurutnya, ada dua potensi listrik yang sedang dalam proses yiatu pembangunan fisik PLTMH Kecamatan Puring Kencana yang berada di daerah perbatasan, dengan dana sekitar 17,9 milyar, selain itu Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batubara (PLTGB) diKecamatan Kalis dengan kapasitas 8 megawatt. ” Kita berharap dengan potensi yang kita miliki kebutuhan listrik untuk masyarakat bisa terjawab, selain itu kita juga mengharapkan adanya dukungan dari semua pihak dalam mensukseskan program Pemerintah terutama untuk bidang listrik sebab ini kebutuhan masyarakat itu sendiri,” tandasnya. (MO) †

Panwaslu Siapkan 846 PPL

Borneo Tribune, Putussibau TIDAK mau kecolongan terhadap kecurangan-kecurangan serta pelanggaran saat pelaksanaan Pemilu 2014 mendatang, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) telah menyiapkan sebanyak 846 orang Pengawas Pemilu Lapangan (PPL). Penempatan PPL tersebut untuk mengantisipasti kemungkinan terjadinya kecurangan. “ PPL yang sudah kita siapkan tersebut tersebar di 799 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, bahkan ada sejumlah TPS yang kita tempatkan PPL nya lebih dari satu,”

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

kata Ketua Panwaslu Sabni, ditemui Borneo Tribune, Kamis (14/11). Menurut Sabni, ada beberapa kecamatan di wilayah Kapuas Hulu yang berpotensi terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu, berdasarkan pengamatan dan pengalaman Pemilu sebelumnya ada 5 sampai 6 kecematan yang rawan dan memiliki potensi pelanggaran, salah satu contohnya menurut Sabni yaitu Kecamatan Seberuang. Saat ini meskipun pihaknya belum menerima laporan terhadap pelanggaran yang terjadi di Kapuas Hulu. Namun Sabni mengaku pihaknya telah melakukan penertiban atribut kampanye terutama ditingkat Kabupaten. Rata-rata pemasangan atribut partai tidak pada tempatnya. ”Kita masih tertibkan pemasangan bendera di pohon,

PPL yang sudah kita siapkan tersebut tersebar di 799 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, bahkan ada sejumlah TPS yang kita tempatkan PPL nya lebih dari satu

Borneo Tribune, Putussibau DUA orang pegawai di Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Kapuas Hulu saat ini mendekam di jeruji besi Rutan Putussibau, penahanan kedua tersangka tesebut dilakukan langsung oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Putussibau pada hari Rabu (13/11). Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Putussibau, Acep Subahan Saepudin ditemui Borneo Tribune diruang kerjanya, Kamis (14/11). Dijelaskan Acep, kedua tersangka yiatu Edi Supardi Als Edy Bin Kapar (Alm) yang menjabat sebagai staf pengukuran dan pemetaan tanah dan Suria Darma Als Suria Bin Busri (Alm) menjabat sebagai Kasi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah, diduga melakukan tindak pidana korupsi di Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Kapuas Hulu pada Program Nasional Agraria (Prona) tahun 2010 dengan melakukan pungutan liar sebesar Rp. 350.000.000 dari 16 Desa di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. ”Kasus ini sebelumnya ditangani oleh Polres Kapuas Hulu sejak awal tahun 2013, dan kedua tersangka terse-

difasilitas umum dan kita juga tertibkan baliho caleg, sebab saat ini yang boleh dipasang hanya baliho partai

bukan baliho calegnya, baliho pengurus partai boleh. Dan saat ini kita hanya melakukan pencegahan belum penindakan,” ujarnya. Selaku Ketua Panwaslu dirinya berharap agar pelaksaaan Pemilu 2014 di Bumi Uncak Kapuas dapat berjalan aman dan lancar serta terciptanya pemilu yang berkualitas, untuk itu perlu kesadaran semua pihak untuk turut serta dalam mensukseskan pemilu. ” Yang kita harapkan tidak hanya Pemilu yang berkualitas, namun para calon yang terpilih dan dipilih masyarakat nantinya juga calon yang berkualitas, saya rasa ini harapan kita semua, sehingga kami semakisimal mungkin akan melakukan pengawasan secara maksimal, dan kita juga berharap dengan petugas PPL yang kita sebarkan tersebut bisa mengantisipasi terjadinya kecurangan-kecurangan yang bisa saja terjadi,” pungkasnya. (MO) †

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

IKLAN BARIS Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

DIJUAL

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Tanah Kavling lokasi strategis, siap bangun di Perbatasan Sungai Raya Dalam - Punggur Kecil (lurus Paris2), SHM - aman / tidak bertimpa, dll. Tersedia 62 kavling 10 x 20 m2 (25jt cash), 8 kavling Ruko 5 x 40m2 (50 jt cash). Untuk kredit DP 5jt, sisanya diangsur 3642 bulan. Hanya 5 Km dari Jl.Ayani 3 dan pinggir jalan raya Paris - Parit Buluh. Berminat Hubungi :

0812 5710 225

Langganan Koran Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688) Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: (085245247955).

Mujidi

Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: (085245904505).

Ratnasari

Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946) Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Biro Kapuas Hulu: (085654585775)

Herdi

Biro Ketapang: (08971600688)

Aldi

Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Ser vice Mobil

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo T Tribune

Jumat, 15 November 2013

11

Ricuh MK, Para Hakim Sempat Dikejar Perusuh

Kursi berserakan akibat amukan massa di Gedung MK, Kamis 14 November 2013

Mereka mengejar sampai meja hakim. Di situ saya melihat semua hakim bergerak lari kaya puting-beliung, termasuk saya juga

Borneo Tribune, Jakarta HAKIM Konstitusi, Patrialis Akbar mengatakan bahwa kericuhan yang terjadi di Gedung Mahkamah Konstitusi sebagai contempt of court atau penghinaan terhadap pengadilan. Seperti diberitakan, sejumlah pengunjung sidang mengamuk di Gedung MK, Jakarta, Kamis siang 14 November 2013. Kericuhan terjadi saat Majelis Konstitusi sedang membacakan amar putusan Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Provinsi Maluku.

”Penghinaan terhadap lembaga peradilan di mana hakim sedang bersidang tapi tiba-tiba sebagian orang melakukan kerusuhan, pengrusakan dan bahkan mereka mengejar hakim yang sedang memimpin sidang,” ujar Patrialis petang ini. Dia mengaku tidak menyangka kejadiannya akan seperti itu. Kericuhan itu terjadi setelah majelis memutus satu perkara sengketa pemilukada Provinsi Maluku. Tiba-tiba terdengar teriakan yang berisi kalimat kasar dan disusul dengan adanya pecahan kaca.

Massa mencoba mendesak masuk tapi ditahan oleh petugas keamanan. Namun akhirnya mereka bisa membobol masuk. Massa sempat merusak beberapa fasilitas seperti podium, sound system dan kursi. Beruntung Ketua MK, Hamdan Zoelva cepat menutup dan men-skors sidang. ”Mereka mengejar sampai meja hakim. Di situ saya melihat semua hakim bergerak lari kaya putingbeliung, termasuk saya juga,” kata Patrialis. Dia sendiri berpendapat bahwa ini bukan persoalan menyangkut kredibilitas MK, namun persoalan sikap sebagian orang yang tidak siap kalah. ”Kami menyayangkan siapa di balik semua ini, kenapa harus terjadi seperti itu. MK bukan memenangkan atau membuat kalah tapi memberikan keadilan pada pihak siapa harus menang atau kalah,” ujarnya. (vivanews/eh) †

Gubernur Promosikan Budaya Kalbar ke Yogja mau tidak memajukannya,” tegas Cornelis. Orang nomor satu di Kalbar ini berharap, kegiatan semacam ini untuk terus di tingkatkan, tampilkan budaya-budaya yang ada di Kalimantan, baik musik, tari-tarian,ukiran, masakan khas, dan lain sebagainya yang bisa menarik perhatian para pengunjung,ÿ apalagiÿ acara ini di adakan oleh para mahasiswa, yang berada di Yogjakarta, jadi sangat strategis. Yogja merupakan tempat pendidikan, ribuan orang yang datang di Yogja dari berbagai macam suku yang ada di Indonesia, dengan melihat sendiri acara ini,

mereka akan tau bahwa Suku Dayak benar-benar ada, dan merupakan bagian dari NKRI. Selain itu, kerjasama regional yang telah dilakukan oleh panitia pelaksana pesta seni budaya Dayak se-Kalimantan ini merupakan gagasan kreatif dalam menjawab tantangan jaman, untuk menciptakan kemajuan bersama dalam pengembangan pembangunan kawasan. Mekanisme kerja ini, hendaknya dapat di ikuti dengan kerja sama di bidang lainnya, baik pekebunan, kehutanan, pendidikan dan lain-lain, seuai dengan potensinya masing-masing. Di kesempatan itu pula,

Cornelis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesarbesarnya kepada Pemerintah DIY yang telah membuka ruang, bagi pengembangan kebudayaan khususnya Budaya Suku Dayak di Yogjakarta. Anggota DPR RI dapil Kalbar, Dr Karolin Margaret Natasya yang hadir pada acara tersebut menyampaikan kepada semua generasi muda yang ada di luar pulau Kalimantan untuk mampu kreatif dan inovatif dalam segala hal, kesempatan yang telah diberikan oleh Negara, untuk mengembangkan kebudayaan, untuk jangan di sia-sia kan, genera-

si muda harus mampu mengembangkannya.ÿ Penerus kepemimpinan yang ada di Kalimantan ada pada generasi muda, jadi tunjukan kalau generasi muda itu mampu. Sementara itu, Kadis Kebudayaan DIY, Drs Yudhanigrat, MM yang hadir mewakili Gubernur DIY mengatakan, pemerintah DIY mendukung sepenuhnya semua kebudayaan yang ada di Indonesia untuk mengembangkan kebudayaannya, NKRI memiliki bermacam ragam Suku, Bahasa, jadi sudah kewaiban kita untuk bersama-sama saling menghargai antara satu sama lainnya. (*r/haes) †

Iskandar, yang dikatakan untuk anaknya Pak Akil,” ujarnya lagi. Atas pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadapnya pun, Rizal merasa kecewa atas sejumlah pertanyaan yang dilontarkan KPK kepadanya, karena diluar dari kemampuan dirinya untuk menjawab, dan tidak ada sangkut pautnya atas jual beli rumah. “ Saya tidak suka dengan KPK yang melakukan pemeriksaan menekan - nekan dirinya, yakni sedikit memaksa, jadi tidak etis menurut saya, bayangkan saya, keluarga Akil juga ditanya dengan saya, jadi seperti memaksa saya untuk kenal dengan saya, padahal saya tidak tahu dengan keluarga Pak Akil dan harta Pak Akil seperti apa, karena Pak Akil kan kerja di Jakarta, sedangkan saya di Pontianak,” kesal Rizal. Lebih jauh Rizal mengatakan, bahwa dirinya hanya bertetangga dengan Akil Mochtar, di mana hubungan tetangga ini dijalinnya sejak 15 tahun yang lalu. “ Walaupun sudah 15 tahun saya bertetangga dengan Pak Akil di Kota Pontianak ini, bukan berarti saya mengetahui Keluarga Pak Akil serta kekayaan Pak Akil kan, jadi benar benar tidak Etis,” jelasnya ketika dituding oleh KPK kenal dengan keluarga Pak Akil. Dede Muzamil dan Wulan sepasang suami Istri merupakan saksi lainnya yang diperiksa KPK, mengatakan bahwa KPK hanya melayangkan lima pertanyaan terkait jual beli rumah di Jalan Silat Untan. “Hanya lima pertanyaan yang dilayangkan kepada saya, yakni terkait jual beli rumh di Jalan Silat Untan, dan yang membayar atas jual beli rumah tersebut bukan Pak Akil melainkan asistennya,” ungkap Dede Muzamil dan enggan berko-

mentar lagi atas pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadapnya dan istrinya. ÿSedangkan seorang Notaris atas jual beli rumah di Jalan Silat, usai dilakukan pemeriksaan dirinya enggan berkomentar, melainkan menyebutkan Ia berstatus saksi atas pemeriksaan yang dilakukan KPKÿ yang beralngsung di Polresta Pontianak. “ Saya hanya saksi, tidak lebih dari itu, dan saya notaries atas jual beli rumah di Jalan Silat Untan,” ungkap seorang Notaris yang enggan menyebutkan nama dan berkomentar panjang terkait pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadapnya. Begitu juga dengan Iskandar selaku supir Akil Mochtar yang diperiksa KPK, dirinya juga enggan berkomentar terkait pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadapnya, bahkan sejumlah wartawan yang etrus melontarkan pertanyaan kepadanya, dirinya hanya bisa menyapa wartawan tanpa mengungkap satu hal pun atas pemeriksaan terhadapnya tersebut. Sejumlah penyidik KPK yang hendak dikonfirmsi sejumlah wartawan yang ada di Kota Pontianak, atas pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadap sejumlah saksi terkait TPPU yang disangkakan terhadap Akil Mochtar, para penyidik KPK tidak menjawab atas konfirmasi itu, melainkan hanya diam saja. Sementara itu sebelumnya, tepat pada hari Rabu (13/11) kemarin, sejumlah penyidik KPK telah menyita sejumlah aset milik Akil Mochtar yang ada di Kota Pontianak, yakni berupa dua rumah Akil Mochtar yang terletak di Kecamatan Pontianak Selatan, dan satu unit Mobil Fortuner dengan nomor polisi KB 988 TY, dan terlihat pula KPK menyita dua buah koper.(Zrn) †

Rizal: Pertanyaan KPK Tidak Etis selaku Notaris akta jual beli rumah no 2 di Gang Karya Baru ÿTengah Kecamatan Pontianak Selatan dan CV Ratu Samagat, kemudian Penjual rumah No 2 di Gang karya Baru Tengah, Rizal dan Uray Prana Hendrawi, selanjutnya seorang Notaris atas jual beli rumah di Jalan Silat Untan,ÿ Penjual Rumah di Jalan Silat Untan Dede Muzamil dan Wulan, dan yang terakhir Supir Pribadi Akil Mochtar di Pontianak bernama Iskandar, di mana pemeriksaan yang dilakukan KPK ini dimulai sejak pukul 10.00. “ Saya hanya sebagai saksi saja, saya diundang oleh pihak KPK untuk mendatangi Polresta Pontianak, dan saya dipanggil terkait jual beli rumah No. 2 di Gang Karya Baru Tengah, karena kebetulan saya selaku Notarisnya atas jual beli itu,” ungkap Edi Dwi Pribadi saat dijumpai di Polresta Pontianak. Lanjut Edi Dwi Pribadi, dirinya diundang oleh pihak KPK untuk mendatangi Polresta Pontianak, guna dilakukan pemeriksaan, yakni sejak dua hari yang lalu. “Kalau dilihat dari undangan pemeriksaan, saya diminta untuk datang ke Polresta Pontianak pada hari ini, dan undangannya sendiri datang sejak 2 hari yang lalu, dan pemeriksaan terhadap saya ini, terkait dengn rumah yang dibeli Pak Akil serta CV milik Pak Akil yang direkturnya oleh Istri Pak Akil,” jelas Edi Dwi Pribadi. Sementara itu Rizal selaku pemilik dan penjual rumah No.2 Gang Karya Baru Tengah Kecamatan Pontianak Selatan, dirinya juga mengatakan hal yang sama, di mana pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK terhadap dirinya dan istrinya, terkait jual beli rumah miliknya tersebut. “ Saya diperiksa oleh KPK

terkait penjualan rumah saya kepada Pak Akil, yakni sekitar akhir bulan Juli 2013 yang lalu, saya menjual rumah terhadap Pak Akil, yakni dengan harga Rp. 800.000.000, dengan luas bangunan rumah 10,5 x 11 meter,” ungkap Rizal. Dijelaskan pula oleh Rizal, sebelumnya rumah miliknya yang dijual kepada Akil Mochtar tersebut, telah ditawarkannya kepada sejumlah orang, bahkan ada yang hendak membeli rumahnya tersebut, seharga Rp.750.000.000, kemudian dirinya bertemu dengan Akil Mochtar dan juga menawarkan rumah miliknya tersebut. “Rumah saya ini sudah saya tawarkan kepada sjeumlah orang sebelum dibeli Pak Akil, dan ketika berjumpa dengan Pak Akil, saya juga menawarkan dengan Pak Akil, dan Pak Akil mau membayar Rp. 800.000.000, akhirnya saya dan Istri saya del menjual rumah kami kepada Pak Akil Mochtar,” jelas Rizal. Dikatakan Rizal, pembayaran atas jual beli rumah miliknya seharga Rp.800.000.000 tersebut, dilakukan oleh Supir Akil Mochtar, yakni bernama Iskandar, dimana Iskandar menyerahkan dua buah Cek BRI kepadanya. “ Yang membayar bukan Pak Akil, melainkan melalui Iskandar supirnya, di mana Iskandar membayar atas jual beli rumah tersebut sekali pembayaran dengan menggunakan dua Cek BRI kepada saya,” ujarnya. Menurut Rizal, rumah miliknya yang dibeli Akil Mochtar seharga Rp.800.000.000 tersebut, telah dibalik nama di Notaris Edi Dwi Pribadi. “ Rumah tersebut awalnya atas nama Istri saya, kemudian setelah dibeli oleh Pak Akil, rumah tersebut dibalik nama di Notaris, menjadi atas nama

Dari Sungai Durian Menjadi Lanud Supadio selalu mempuni menghadapi ancaman keamanan NKRI umumnya dan wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) khususnya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Saat ini Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio di komandani oleh Kolonel Penerbang Novyan Samyoga. Selain berdedikasi tinggi Dan Lanud ini juga sangat bermasyarat dan dekat dengan para awak media. Kedekatan Dan Lanud Kolonel Penerbang Novyan Samyoga dapat dilihat dengan beberapa kegiatan yang dilakukannya baik itu kegiatan diluar kemiliteran seperti kegiatan olah raga dan seni maupun kegiatan seperti pameran peralatan militer milik TNI AU Lanud Supadio yang dimiliki saat ini. “Ya kami dalam waktu dekat ini akan menyelenggarakan Pontianak Airshow 2014 bertempat di Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio. Kegiatan ini kami rencanakan akan berlangsung pada tanggal 13 Februari-16 Februari 2014. Dimana kegiatan ini juga merupakan bagian dari HUT ke-57 Pemprov Kalbar. Dengan melakukan kerjasama dengan Pemprov Kalbar, FASI Kalbar dan para pengusaha, dengan pola pameran potensi Daerah serta pameran peralatan militer, pesawat militer maupun sipil dengan maksuk memberikan edukasi dan hiburan kepada seluruh masyarakat Kalbar khususnya,”ujar Novyan Samyoga saat dite-

mui diruang kerjannya.ÿ Kamis (14/11) kemarin. Sebagai penurus bangsa, Kata Novyan Samyoga, “Kita sebagai generasi saat ini tidak terlepas dari sejarah dan sejarah tersebut sangat perlu kita hargai, karena dapat dijadikan contoh dan pelajaran sangat berharga bagi kita semua,” ujarnya. Dan Lanud Supadio dalam kesempatan tersebut memaparkan sejarah berdirinya Pangkalan TNI AU di Bumi Katilistiwa. Ia mengatakan Lanud Supadio awalnya diberi nama Pangkalan Udara Sungai Durian yeng dikembangankan pemerintah Indonesia dalam persiapan “Dwikora” untuk melaksanakan gelar kekuatan pesawat terbang dan pasukan terhadap Federasi Malaysia pada tahun 1962. Pada saat itu, lanjut Dan Lanud Supadio, lapangan terbang Sungai Durian akan dijadikan Pangkalan Aju/ Operasi dengan alasan letaknya yang berhadapan langsung dengan Malaysia. Untuk itu sejumlah pesawat AURI ditempatkan di pangkalan tersebut. Antara lain pesawat yang ditempat itu adalah B-25, B-26, Hercules C-130, Pesawat tempur Mustangdan sejumlah helikopter pengangkut seperti Mi-4 dan MI-6. “Dari lapangan terbang di Sungai Durian inilah pada saat itu digunakan sebagai pangkalan untuk menghadapi gangguan gerombolan PGRS/Paraku, ini terjadi pada tahun 1968,”ujarnya. Setahun kemudian lanjut-

nya, nama Pangkalan Udara Sungai Durian berganti nama menjadi Pangkalan Udara (Lanud) Supadio. “Ini berdasarkan SK DPRD-GR Kalbar No.SK-4/1-D/1-UM/ 1969 pada tanggal 18 Juni 1969. Pergantian ini atas usul Panglima Komando Wilayah Udara II Kalimantan dan didukung oleh Dirjen Perhubungan Udara yang menjabat saat itu,”jelasnya. Nama Supadia itu sendiri diambil kata Dan Lanud, dari nama perwira TNI AU yaitu Letnan Kolonel (Letkol) PNM Supadio yang menjabat PangkolWillud II Banjarmasin yang membawahi Lanud Sungai Durian saat itu.PangkolWillud II ini gugur dalam kecelakaan pesawat terbang bersama Kolonel (PNB) Nurtanio di Bandung tahun 1966. “Dengan perkembangan dan kemajuan saat ini, kami yang menjadi penerus sebagai pengawal keamanan udara NKRI terus melakukan pengembangan diri dengan selalu melakukan latihan dengan maksud meningkatkan kwalitas, penguasaan Iptek yang menyangkut peralatan militer Angkatan Udara. Saat ini Lanud Supadio memiliki kekuatan 18 pesawat Hawk Mk 109/ 209 (Skadron Udara 1) yang merupakan pindahan dari Pangkalan TNI AU Abdurachman Saleh , Malang Jawa Timur sejak tahun 1999 hingga saat ini. Dengan peralatan dan personil saat ini, kami selalu siap menghadapi siapapun yang mengganggu kedaulatan NKRI,” pungkasnya. (Slt) †

KPI Ingatkan LP Sajikan Informasi BLB Kelembagaan, Fajar Arifianto Isnugroho, diselasela pertemuan bertajuk silahturahmi dengan lembaga penyiaran televisi Trans TV dan Trans7 di kantor kantor Trans Corp beberapa waktu lalu. Menurut Fajar, informasi yang berimbang, benar dan layak dapat memberikan tuntunan yang baik bagi masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai Pemilu tersebut serta pendidikan berpolitik yang pantas bagi mereka. Kami ingatkan Trans TV dan Trans 7 pada tahun politik nanti untuk menyajikan informasi atau berita Pemilu yang berimbang, layak dan benar,”katanya di depan para Direksi kedua stasiun televisi tersebut. Selain itu, Fajar mengharapkan inisiatif lembaga penyiaran membuat iklan layanan masyarakat (ILM) terkait pelaksanaan Pemilu 2014. ILM ini dimaksudkan

mensosialisasikan kegiatan lima tahunan tersebut pada masyarakat agar tercipta gairah yang besar terhadap Pemilu itu. Lembaga penyiaran memiliki kewajiban membeberkan informasi soal Pemilu dan penyiaran Pemilu merupakan kewajiban bersama,” kata Fajar. Komisioner KPI Pusat lainnya, Danang Sangga Buana, mengingatkan kewajiban lain yang harus dilaksanakan stasiun televisi yakni sistem siaran jaringan atau SSJ. Menurutnya, komitmen mengenai SSJ harus dipenuhi stasiun televisi supaya masyarakat daerah atau lokal mendapatkan manfaat positif dari sistem tersebut. “Kami harap pada Trans TV dan Trans 7 untuk segera melaksanakan komitmen tersebut,” pintanya. Diawal pertemuan, Ketua KPI Pusat, Judhariksawan, menyampaikan maksud dan tujuan pertemuan dengan

Trans Corp. Menurutnya, ajang pertemuan ini bagian dari upaya pihaknya membangun penyiaran Indonesia yang sesuai dengan arah dan tuntunan UU Penyiaran. Dalam kesempatan itu, dibahas juga soal tayangan disejumlah program kedua stasiun televisi seperti program film bioskop, dan komedi. KPI menekankan secara khusus agar tayangan atau adegan yang sifatnya kekerasan, SARA dan candaan fisik supaya dihindari. Adapun adegan yang tidak patut dalam film-film bioskop yang diputar telebih dahulu dilakukan sensor internal. Ini untuk menghindari adanya adegan yang melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI tahun 2012. Pertemuan yang berlangsung hangat dan dinamis tersebut juga dihadiri Komisioner KPI Pusat bidang Perizinan, Amirudin. (*r/haes) †

Mantapkan Kehidupan Beragama seraya berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, dapat menjadi wahana untuk memperkuat komitmen bersama dalam rangka meningkatkan kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah sebagai salah satu syarat utama dan merupakan modal dasar terwujudnya kerukunan nasional, demi tetap terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa, dalam naungan NKRI,” kata Sekda Kalbar dalam sambutan yang dibacakan Pjw Karo Kessos Setda Kalbar Yuline Marhaeni, S.Sos. M.Si, Rabu (13/11) saat melaksanakan pertemuan dengan Tim Kaji Terap Pemantapan Kehidupan Keagamaan Provinsi Banten tahun 2013. Dikatakannya, semoga melalui kunjungan tersebut dapat lebih meningkatkan kerja sama dalam upaya meningkatkan pembinaan kerukunan keagamaan yang ada di daerah masaing-masing sehingga tercipta kondisi dan stabilitas keaman-

an dalam upaya melaksanakan pembangunan daerah dan pebangunan nasional pada umumnya. Sementara itu rombongan Kaji Terap Pemantapan Kehidupan Umat Beragama dari Provinsi Banten yang berjumlah 15 orang dipimpin oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Banten Irvan Santoso, S.Hut, MM yang didampingi beberapa pejabat dilingkungan Setda Pemprov Banten, Ketua FKUB Banten, Bappeda Banten, MUI Banten, Inspektorat dan Kesbangpol Banten, menyampaikan, bahwa kunjungan tersebut dilaksanakan selama 3 hari yakni 13 hingga 16 Nop 2013 dikatakannya pula, maksud dilaksanakan kegiatan ini dalam rangka meningkatkan pembinaan dan pemantapan kebijakan kehidupan keagamaan di Provinsi Banten. Dikatakannya, dipilihnya Provinsi Kalbar sebagai tujuan Kaji Terap karena dinilai Kalbar memang sangat

kondusif baik bidang keamanan maupun dibidang Kerukunan Umat beragamanya. “ Kami sepakat, untuk memilih Provinsi Kalbar sebagai tujuan Kaji Terap, kami nilai, Kalbar Cukup Baik dan Cukup Kondusif baik kenyamanan, keamanan maupun kehidupan beragamanya, “ jelasnya. Selain kunjungan di Pemprov Kalbar, Tim juga akan melakukan kunjungan ke Bappeda Kalbar, dalam rangka melihat sejauh mana dukungan Pemprov Kalbar terhadap Kerukunan Umat Beragama melalui Perencanaan Pembangunan, dan kami akan mengunjungi MUI Kalbar serta FKUB Kalbar. Hadir dalam pertemuan tersebut pejabat dari kementerian Agama Provinsi Kalbar, Ketua Mui Kalbar, Ketua FKUB Kalbar dan beberapa Pejabat dilingkungan Biro Kesejahteraan Sosial Prov Kalbar serta beberapa tokoh lintas agama Kalbar. (Lay) †


CMYK

Borneo Tribune

Jumat, 15 November 2013

www.borneotribune.com

Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Keuangan Negara

Sakit Bisa Buat Orang Kaya Jatuh Miskin Borneo Tribune, Pontianak Walikota Pontianak, Sutarmidji menilai sarana dan prasarana kesehatan semakin hari semakin baik. Kesehatan juga merupakan salah satu prioritas pembangunan di Kota Pontianak. Masalah kesehatan perlu ditangani secara serius baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah karena dampaknya sangat besar bagi kehidupan masyarakat. “Masalah kesehatan ini, orang yang kaya saja kalau sakit bisa jatuh miskin lantaran mengeluarkan banyak biaya untuk kesembuhannya,” tuturnya usai upacara peringatan Hari Pahlawan yang dirangkaikan dengan Hari Kesehatan Nasional ke 49, baru-baru ini di halaman Kantor Walikota. Terkait rencana diberlakukannya BPJS Kesehatan terhitung mulai tanggal 1 Januari 2014 mendatang, ia berharap seluruh masyarakat Kota Pontianak lebih terjamin dan terlindungi dengan adanya jaminan sosial tersebut. “Mudah-mudahan ke depannya dengan adanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, seluruh masyarakat Pontianak dan Indonesia bisa tercover dalam asuransi kesehatan,” jelasnya. Tak hanya itu, komitmen Pemkot di bidang kesehatan diwujudkan dengan meluncurkan kar-

Dibutuhkan Komitmen Bersama Borneo Tribune, Pontianak Di butuhkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan Negara ke arah yang lebih baik, khususnya di wilayah Kalimantan Barat. Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis, MH, pada acara seminar peran BPK dan DPR dalam mengawal Akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan Negara di Hotel Mercure Pontianak barubaru ini. Lebih lanjut Drs. Cornelis, MH mengatakan, seperti diketahui bersama, Pemerintah itu ada untuk masyarakat, bukan kebalikannya, maka tujuan pembangunan daerah adalah, mengurangi dispasitas/ ketimpangan pembangunan antar daerah, antar strata masyarakat, memberdayakan masyarakat dan memberantas kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rakyat, mempertahankan kelestarian sumber daya alam,meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Sutarmidji tu sehat yang dapat digunakan masyarakat untuk berobat gratis di puskesmas-puskesmas. “Puskesmas dan rumah sakit perlu ditingkatkan kualitasnya,” ujar Midji. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Multi Juhto Bhatarendro, menyatakan, dengan adanya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang tidak mempunyai akses terhadap kesehatan. “Semua berkontribusi walaupun sifatnya kegotongroyongan,” terangnya. Untuk menjadi Indonesia Sehat, lanjut Multi, program preventif dan promotif menjadi program acuan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Lanjut Multi, program pencegahan dan peningkatan kesehatan diupayakan mulai dari individu, keluarga, sekolah maupun masyarakat,” katanya. (*r/haes)

Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis, MH

KM/WC KERAMIK 20 X 20 SANITARY KLOSET JONGKOK (T 45) KLOSET DUDUK (T 70) FASILITAS LISTRIK PLN 1300 W LEBAR JALAN 5 METER AIR BERSIH PDAM PAGAR KELILING

HUBUNGI:

YONGKY 0852 4551 2773

TYPE 45 & 70 Denah Lokasi

POM BENSIN

Keraton Kadariah

DENAH T 70

Jl. Ya’ M Sabran

Jl. Panglima Aim

Jl. Tj Hilir

DENAH T 45

Untuk melaksanakan tujuan tersebut, masing-masing stake holder mempunyai peranan yang saling mendukung antara satu sama lain. Pemerintah sebagai pelaksana melaksanakan kewenangannya dengan program dan kegiatan yang bersentuhan langsung maupun tidak langsung ke masyarakat. Legislatif yang merupakan representasi dari masyarakat melaksanakan perannya dimana salah satu perannya sebagai pendamping eksekutif dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Agar pelaksanaan program dan kegiatan tidak melenceng, maka sesuai dengan amanat UUD 1945 BPK melaksanakan sebagai pengawal agar pengelola ke uangan Negara dilakukan secara terbuka (transparan) dan bertanggung jawab (akuntabel) untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Untuk itu, Komitmen bersama sangatlah dibutuhkan untuk melaksanakan Pemerintahan yang bersih, akuntabel dan transparan,” tutur Cornelis. (*r/haes)

Tingkatkan Profesionalisme Brimob

SPESIFIKASI PONDASI COR BETON SETEMPAT + PERKUATAN CERUCUK RANGKA BADAN BETON BERTULANG DINDING BATAKO PLESTER LUAR LANTAI COR BETON KERAMIK 40 X 40 (T 45 X T 70) TERAS COR + KERAMIK 40 X 40 RANGKA ATAP BAJA RINGAN ATAP SENG METAL PINTU JENDELA KUSEN ALUMINIUM, DAUN PINTU MULTIPLEK CAT LUAR DALAM PLAFON RANGKAALUMINIUM PENUTUP GYPSUM (DALAM) GRC (LUAR)

12

Jl. Tanjung Raya

RS YARSI

Borneo Tribune, Pontianak Dalam memperingati Hut Brimob Polri yang ke 68, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Kapolda Kalbar) Brigjend Pol Arie Sulistyo berharap kepada Satuan Brimobnya, untuk dapat meningkatkan pelayanan prima serta meningkatkan profesionalisme dalam menjalan tugas di Kalbar, Kamis (14/11) kemarin. “ Brimob merupakan pasukan elit di Polri dan dalam Hut Brimob Polri yang ke 68, diharapkan dapat menjalankan tugas sebaik mungkin, dan tetap mengedepankan dan meningkat profesionalisme dalam bertugas,” ungkap Brigjend Pol Arie Sulistyo. Menurut Brigjend Pol Arie Sulistyo, dengan mengedepankan dan meningkat profesionalisme dalam bertugas, maka citra Polri akan semakin baik dimata masyarakat, khususnya Brimob, di mana Brimob ini dapat memengambil tindakan yang dianggap rawan, sehingga disaat itu Brimob yang dikedepan, untuk mengantisipasi tindakan – tindakan yang bersifat anarkis. “ Selain itu pula, pelayanan terhadap masyarakat juga harus dilakukan secara prima, mengingat masyarakat sangat membutuhkan kepolisian, karena Kamtibmas merupakan tugas pokok Polri di Bumi Pertiwi, kemudian Brimob diharapkan tetap sinergi dengn intsnasi lainnya, sehingga bentuk sinergitas Polri tetap terwujud,” jelas Kapolda Kalbar. Dikatakan Kapolda Kalbar,

Brigjend Pol Arie Sulistyo selain melakukan tugas pokok dan fungsi Brimob, Brimob Polda Kalbar juga harus dapat bergabung dengan masyarakat luas, yakni dalam kegiatan sosial, sehingga masyarakat Kalbar merasa memiliki Brimob, yakni Brimob yang humanis, elegan, tegas dan bersifat professional dalam menjalan tugas. “ Dalam Hut Brimob ini pula, saya berharap Brimob dapat berbaur dengan masyarakat dalam melakukan kegiatan sosial, sehingga masyarakat

tidak merasa segan dan sungkan apabila ingin berbicara serta menyampaikan informasi terkait Kamtibmas,” katanya. Kapolda pun mengucapkan selamat Hut Brimob yang ke 68 kepada selurh anggta Brimob yang ada di Kalbar, di mana Kapolda meminta Brimob tetap meningkatkan semangat, profesionalise dan tetap jaya selalu. “ Saya ucapkan selamat utnuk seluruh anggota Brimob yang ada di Kalbar, semoga Brimob jaya selalu,” ucapnya. (Zrn).

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

Kertas Fotokopi Berkualitas

DISTRIBUTOR TUNGGAL

CV. DUTA UTAMA ADITYA Jl. Putri Candramidi No. 8 Pontianak-Kalbar Telp. 0561-767552/766199 CMYK


Harian Borneo Tribune 15 November 2013