Page 1

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

KEBERSAMAAN

DA N

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Kamis, 13 Februari 2014

13 Rabiul Tsani 1435 H - 14 Chia Gwee 2565

B uah Bibir

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

NAGA Pemadam Kebakaran Mitra Bhakti Pontianak usai ritual naga buka mata lakukan atraksi awali Cap Go Meh di kota Pontianak. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Pemilu 2009, Caleg Sakit Jiwa 200 Ribu

Orang sakit jiwa KURSI badan legislatif menjadi daya tarik. Banyak orang “melamar” jadi wakil rakyat. Mereka yang lolos bakal mendapat gaji besar dan fasilitas melimpah. Selain itu, status sosial sudah pasti meningkat. Untuk jadi wakil rakyat, tentu biayanya tak murah. Para calon itu harus merogoh kocek dalam-dalam. Baik calon dari kalangan berkantong tebal, maupun orang biasa yang nekat maju “nyaleg”. Semua butuh uang untuk sosialisasi diri. ....Ke Halaman -11

S uara Enggang BERPOLITIK RASIONAL — IRRASIONAL BEBERAPA rumah sakit sudah mempersiapkan klinik khusus untuk mengantisipasi para caleg stress menjelang dan sesudah Pemilu Legislatif, 9 April 2014. Rumah sakit seperti itu seakan-akan suP. Florus dah memastikan akan banyak caleg Kolomnis stress, terutama yang nanti tidak duduk di kursi Dewan Yang Terhormat, baik karena suara pemilih tidak mencukupi maupun kehilangan suara pemilih dalam

Naga Buka Mata Awali Cap Go Meh Ritual naga buka mata yang dipusatkan di halaman Klenteng Kwan Ya Keng merupakan rangkaian agenda Perayaan Cap Go Meh tahun 2565 mulai dilaksanakan Kamis (12/2). Pada ritual ini, hanya beberapa ekor naga yang menjalani ritual naga buka mata di Klenteng Kwan Ti Bio, dan beberapa Naga milik Pemadam Kebakaran lebih memilih ritual buka mata naga di Sekretariat masing-masing.

Borneo Tribune, Pontianak Ritual buka naga tahun ini tidak terfokus pada halaman Klenteng Kwan Ti Bio, sehingga tidak terjadi penumpukan naga di jalan Diponegoro, dan setiap naga yang sudah menjalani ritual naga buka mata di wajibkan untuk tampil di Jalan Diponegoro untuk atraksi kepada masyarakat yang menyaksikan. Di Panggung Utama telah hadir Ketua Umum Yayasan Bhakti Suci The Iu Sia, Kasdam XII Tanjungpura ....Ke Halaman -11

Cornelis Minta Bupati/Walikota Bantu Distribusikan Logistik Pemilu Borneo Tribune, Jakarta Menghadapi Pemilihan Umum pada April 2014, Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH minta kepada Bupati/ Walikota ikut berperan membantu mendistribusikan logistik pemilu sehingga tidak terjadi keterlambatan. “Pemerintah wajib membantu KPU untuk mensukseskan pelaksanaan Pemilu 2014, hal tersebut sebagai implementasi pasal 126 UU Pemilu, dimana Pemerintah dan Pemda wajib memfasilitas pe-

laksanaan Pemilu,” jelasnya usai mengikuti Rakornas pemantapan Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD tahun 2014 yang dibuka Presiden SBY berlangsung di JCC Jakarta, Selasa (11/2). Kata Cornelis, sebagai aparatur pemerintah, tidak dibenarkan untuk memihak salah satu partai, harus netral serta memberikan pelayanan sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab sebagai PNS. ....Ke Halaman -11

Walikota Ajak Masyarakat Hemat Gunakan Air PDAM Borneo Tribune, Pontianak Lantaran air baku PDAM di Kota Pontianak yang bersumber dari Sungai Kapuas sudah mulai terinterusi air laut, Walikota Pontianak, Sutarmidji meminta warga untuk menghemat penggunaan air PDAM. Kadar air asin yang ada saat ini Sutarmidji sudah melewati ambang batas yang diperbolehkan untuk diolah atau didistribusikan. Ambang batas pengolahan air berkadar asin adalah 600 miligram (mg). ....Ke Halaman -11

Polisi Tangkap Wanita Pembawa Narkoba dari Lapas Nining Mengaku Tidak Diperiksa Saat Keluar Lapas Cornelis, suasana usai Rakornas terkait Pemilu di Jakarta. Foto : ist.

....Ke Halaman -11

Penganggur Kalbar Terbanyak di Pontianak Calon Menantu Sempurna SEORANG anak muda pergi mencari calon Bapak mertuanya dan menanya: “Mengapa Bapak tidak memperbolehkan anak perempuan Bapak kawin dengan diriku? Aku sehari-harinya tak mempunyai kebiasaan merokok, juga tak suka minum arak, ditambah sangat pandai mencari uang.” ”Nah, justru inilah alasanku tak setuju. Karena aku khawatir istriku akan menjadikan dirimu sebagai teladanku.” o

Borneo Tribune, Pontianak Dari 86.363 orang pengangguran yang ada di Kalbar, Kota Pontianak memiliki jumlah penganguran terbanyak dibandingkan jumlah penganguran yang ada di Kabupa-

ten/Kota se-Provinsi Kalbar. Terlepas dari itu semua dari 86.363 orang pengangguran ini, terjadi peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan jumlah pengangguran di tahun 2013 yang hanya 76.010 orang.

Terkait hal ini, Kepala Disnakertrans Kalbar, Muhammad Ridwan mengatakan, dari 2.182.524 penduduk Kalbar, jumlah penganggur di Kabupaten/ ....Ke Halaman -11

Sempat Minta Tolong Selama 10 Menit

Jupri Tewas Tertimpa Bangunan Roboh Borneo Tribune, Pontianak BANGUNAN Jupri (29) warga Gang Bersama I Jalan Sawo ROBOH Kecamatan Pontianak Barat, tewas tertimpa tewaskan Jupri bangunan tua, saat melakukan pekerjaan basaat sedang ngunan bersama 5 orang temannya yang henbekerja dak merobohkan bangunan tua tersebut, Rabu sebagai (12/1) siang kemarin. pekerja Dalam insiden ini, yang menjadi korban habangunan. nyalah Jupri, sedangkan ke lima temannya FOTO: berhasil menyelamatkan diri. Teman serta Achmad sejumah orang yang ada disekitar TKP pun Mundzirin/ bergotong royong untuk menyelamatkan Borneo ....Ke Halaman -11 Tribune.

Sebanyak 66 butir ekstasi dibawa Nining dari Lapas Kelas II A. Ekstasi tersebut diperoleh dari seorang narapidana narkoba atas nama AM. FOTO:Achmad Mundzirin/Borneo Tribune. Borneo Tribune, Pontianak Nining (28) seorang pengedar narkoba jenis sabu dan ekstasi berhasil ditangkap Sat Narkoba Polresta Pontianak, di kos adiknya di Jalan Danau Sentarum Komplek Ilham Permai Kecamatan Pontianak Kota, Rabu (12/ 2) kemarin. Selain berhasil menangkap Nining, Sat Narkoba Polresta Pontianak juga berhasil mengamankan 66 butir ekstasi yang dikemas dalam 7 paket, di mana 66 ektasi tersebut terdiri dari 3 jenis ekstasi. Tidak hanya itu, Sat Narkoba juga mengamankan sabu seberat 1 gram ....Ke Halaman -11

PT. ANZON AUTOPLAZA Kantor Pusat

: Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280

Singkawang Ketapang Sanggau Sintang Landak

: : : : :

Jl. A. Yani No. 8 Telp. (0562) 637000 Jl. R. Suprapto Telp. (0534) 31841 Jl. Jend. Sudirman Telp. 0564 - 2025280 Jl. MT. Haryono Telp. 0565 - 24222 Jl. Pulau Bendu No. 26, Kec. Ngabang

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -


Kayong Utara Kamis, 13 Februari 2014

Borneo T Tribune

2

Nasib Ruang Komunitas dalam Politik Penataan Ruang Oleh Hendrikus Adam “Ada kenyataan di daerah kita bahwa pengembangan pemukiman semakin meminggirkan lahan pertanian. Lihat saja di tepi jalan raya beberapa bangunan rumah mulai berdiri di atas lahan sawah. Kalau hal tersebut terus berlangsung dan dibiarkan, apa jadinya nasih pertanian nanti? Maka kami berharap lembaga dapat memberi solusi atas hal ini”. Kalimat spontan Ijel Sukardi, pengurus BPD Magmagan yang berpropesi sebagai guru di kecamatan Lumar, kabupaten Bengkayang saat Ramah Tamah “Yak Basule Talino Tana’tarut Adup” bersama dalam rangka peluncuran buku terbitan WALHI Kalbar berjudul “Kearifan Lokal Tidak Mati” Sabtu (30/11/2013) lalu menyiratkan pesan penting. Pada kesempatan berbeda dalam wilayah yang sama, komunitas Masyarakat Adat Banua Lumar di Bengkayang mengeluhkan penetapan kawasan yang sebagian besar berstatus kawasan Hutan Produksi. Berdasarkan peta penunjukan kawasan hutan dan hasil tata batas kawasan hutan (merujuk SK Menhutbun RI Nomor 259/2000) sebagaimana yang dikeluarkan Unit Inventarisasi dan Pemetaan Hutan Provinsi Kalbar tahun 2013, kawasan hutan di wilayah Banua Lumar sebagian besar berstatus hutan produksi. Sementara sisanya baru terdapat kawasan hutan lindung (Gunung Bawang) dan areal penggunaan lain. Kondisi demikian justeru membebani dan bahkan mempersulit warga dalam mengurus sertifikat kepemilikan tanah. Dalam hal ini, BPN

tidak dapat memproses pengurusannya. Karena itu, mereka selanjutnya berharap agar pemerintah mengkaji kembali kebijakan penetapan kawasan secara sepihak tersebut. Apa yang disampaikan Ijel, menggambarkan kekhawatirannya sebagai seorang warga. Lebih dari itu, sinyal yang disampaikan tersebut penting dimaknai sebagai “peringatan serius” bahwa ketimpangan kebijakan politik tata ruang dewasa ini masih menyisakan sejumlah persoalan rumit dimana masyarakat lokal (komunitas) rentan sebagai korban. Hal sama juga tergambar dari sikap Masyarakat Adat Banua Lumar yang menyayangkan wilayah kelola sekitar komunitas yang dianggap ditetapkan secara sepihak oleh negara. Dalam hal ini, menempatkan komunitas sebagai objek dalam kebijakan tata kelola sumber daya alam sesungguhnya justeru menapikkan keberadaan mereka sebagai pihak yang secara historis memiliki relasi erat lingkungan maupun tanah tumpah darah lelulur. Ruang Komunitas; antara Tantangan dan Ancaman Bagi komunitas masyarakat di Kalimantan Barat khususnya di daerah kawasan sekitar hutan (pedalaman), kebiasaan hidup dengan mengandalkan sumber daya hutan untuk kelangsungan hidup memang tidak dapat dibantah. Masyarakat di pedalaman seringkali memanfaatkan sumber daya alam dengan keanekaragaman hayatinya secara terkendali. Di daerah pedalaman umumnya yang dihuni masyarakat Dayak, juga memiliki cara tersendiri

Krisis Air di Desaku

Oleh Arnila Yusmianti Panasnya matahari yang menyengat sehingga menerobos kulit-kulit. Kering kerontang inilah rasanya ketika Kota Pontianak dan sekitarnya direlung kemarau di bulan-bulan ini. Lebih kering lagi keadaannya sekarang karena warga kesulitan air. Warga mengalami krisis air. Seperti yang terjadi di desaku, Desa Mega Timur kecamatan Sungai Ambawang, di Parit Naim. Kini para Ibuibu merasakan sulitnya mendapatkan air minum. Walhasil penduduk Parit Naim berlanggan air galon, bukan sekedar untuk minum saja namun juga untuk keperluan memasak, mencuci beras dan kebutuhan lainnya. Air hujan yang menjadi bagian dari kebutuhan para penduduk setempat, kini mulai

habis. Begitu juga dengan air kolam yang menjadi bagian kebutuhan untuk mandi mencuci kini juga telah kering. Dengan kekurangan air inilah tidak sedikit penduduk mencari air untuk kebutuhan seharinya dengan meminta air kepada tetangga yang memiliki persediaan banyak. Selain itu pula di setiap rumah berlangganan terus-menerus air galon yang hanya bisa bertahan satu dua hari saja, dan harus mengisi ulang kembali. Seperti juga warga lainnya, krisis air seperti ini memberikan aku pekerjaan tambahan. Pagi sekitar pukul 08:00 Wib, sebelum berangkat kuliah, aku harus mengisi bak mandi dengan mengambil air sungai yang sekitar seratus meter dari rumah. Lumayan juga pekerjaan itu. Tak heran jika akhirakhir ini saya beberapa kali terlambat pergi kuliah. Kesulitan bukanlah sebuah alasan untuk menjadikan semua sebagai alasan pokok permasalahan. Kejadian ini membuat saya kembali lagi mengintrospeksi diri mengapa Tuhan sekarang mengkeringkan air dan enggan menurunkan hujannya di Kota Pontianak, sedangkan di Pulau Jawa sana, berlebihan air. Malah, kelebihan air itu menjadi bencana di sana. Apa sebenarnya rencana Tuhan terhadap kita? (*)

menjaga dan melestarikan hutan sebagaimana komunitas Masyarakat Adat Dayak Bakatik di Banua Lumar misalnya. Selanjutnya, di Kalimantan (Barat) warga masyarakat Dayak memiliki keyakinan bahwa: “Tanah adalah Hidup dan Nafas Kami” (Dr. Karel Phil Erari, 1999). Mereka yang lebih banyak mengandalkan hidup dari sumber daya hutan merupakan komunitas masyarakat yang memiliki sistem dan nilai-nilai adat yang biasanya dengan tujuh prinsip pengelolaan SDA yang meliputi; 1) berkesinambungan, 2) keragaman, 3) subsistem (untuk kebutuhan sendiri), 4) kebersamaan, 5) tunduk pada hukum adat, 6) tidak mengenal zat kimia, dan 7) selalu ditandai ritual. Dengan demikian, ruang (hidup) komunitas Masyarakat Adat dan atau masyarakat lokal lainnya menempatkan sumber daya alam sekitar sebagai bagian penting untuk keberlangsungan kehidupan penting dipahami sehingga perlu kiranya mendapat perhatian. Selanjutnya, melalui kearifan lokal yang dimiliki, komunitas sesungguhnya sudah sedemikian bijak dan memiliki kontribusi positif dalam menata alam dari persoalan pemanasan global. Namun demikian, harus diakui bahwa pada satu sisi mereka justeru

menjadi pihak yang rentan memperoleh dampak dari perubahan iklim yang terjadi. Lain dari itu, sumber daya produktif sekitar yang menjadi ruang hidup komunitas harus diakui kian dihadapkan pada situasi yang “menegangkan”. Kebijakan model global pembangunan berbasis “kapital” yang cenderung mengedepankan aspek ekonomi harus diakui masih mewarnai kebijakan pembangunan dan hal ini beririsan – bahkan kental dengan nuansa politik penataan ruang rezim penguasa yang bernafas “kepentingan untuk segelintir pihak”. Trend pengembangan sektor perkebunan, pertambangan, hutan tanaman, pertanian skala besar dan sejumlah kebijakan alih fungsi lahan untuk berbagai kepentingan pembangunan maupun industri dalam skala besar yang selama ini terus dilakukan jelas akan melahirkan konsekuensi logis yang “rawan” bagi akses maupun kontrol warga atas ruang hidup. Lebih serius, kebijakan tersebut yang tanpa disertai pemenuhan aspek sosial budaya maupun aspek lingkungan hidup sebagai bagian dari prasyarat kebijakan pembangunan berkelanjutan – akan kian meminggirkan keberadaan komunitas dan ruang hidupnya. Angka fantastis dari luas izin yang dialokasikan (1,5 juta Ha) untuk sektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat, namun hingga saat ini mencapai 4 juta hektar lebih menjelaskan bahwa pemerintah tidak konsisten dalam melakukan penataan wilayah yang menjadi bagian dari ruang hidup warganya. Dengan demikian, keberlangsungan ruang hidup komunitas dihadapkan pada realitas politik penataan ruang yang bisa jadi baik, namun

bisa pula tidak lebih baik. Karena itu, kesadaran komunitas mengenai pentingnya ruang dan terus mengupayakan keberadaan ruang hidup mereka agar tetap terjaga menjadi sangat penting. Hakikat (penataan) Ruang Ruang merupakan wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya. Sedangkan Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Dalam hal penataan ruang wilayah provinsi dan kabupaten/kota meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan (pasal 6 ayat 4). Sedangkan ruang laut dan ruang udara, pengelolaannya diatur dengan undang-undang tersendiri (pasal 6 ayat 5). Besarnya lingkup luas suatu kawasan memang perlu dilakukan desain sedemikian rupa dalam bentuk penataan secara terencana dan terarah dengan tetap mengacu pada prinsip, asas dan tujuan yang mendasarinya. Adapun asasasas dimaksud dalam konteks penataan ruang sebagaimana digariskan pasal 2 dalam UU Nomor 26 tahun 2007 mengenai Penataan Ruang didasarkan pada; keterpaduan, keserasian-keselarasan-keseimbangan, keberlanjutan, keberdayagunaan atau keberhasilgunaan, keterbukaan, kebersamaan-kemitraan, pelindungan kepentingan umum, kepastian hukum-keadilan, dan akuntabilitas. Se-

dangkan penyelenggaraan penataan ruang bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan berlandaskan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional (pasal 3). Beberapa sasaran yang diharapkan dari tujuan penataan ruang sebagaimana dimaksud diarahkan untuk; terwujudnya keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan, terwujudnya keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam dan sumber daya buatan dengan memperhatikan sumber daya manusia, dan terwujudnya pelindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang. Berkaca dari asas dan tujuan dari prinsip dimaksud, maka pengelolaan penataan ruang yang telah dilakukan oleh pemerintah di daerah ini perlu dikaji secara bersama. Sudahkan memenuhi harapan sebagaimana diamanatkan untuk kemakmuran rakyat? Dalam hal ini, pemerintah dan pemerintah daerah yang mendapat kewenangan penyelenggaraan penataan ruang dari negara perlu mengkaji kembali dan memaparkan kepada publik atas capaian hasil (rumusan) dari penataan ruang yang telah dilakukan. Dalam lingkup yang sederhana, hakikat penataan ruang sedianya menyediakan tempat dan mampu menjawab kegelisahan komunitas atas persoalan tata kelola ruang yang berpihak pada keberlanjutan, hak maupun kelangsungan hidup komunitas. Niat Baik PPTR Penataan ruang disadari menjadi hal yang penting. Namun demikian penataan yang tidak berlandaskan

pelibatan para pihak dan tidak didasari niat baik untuk kepentingan jangka panjang hanya akan melahirkan persoalan. Karenanya dalam upaya penataan ruang yang saat ini dalam proses perampunga di daerah ini, maka aspek kepentingan masyarakat yang mengandalkan keberlangsungan hidup pada potensi sumber daya alam dan ekologi yang berkeberlanjutan hendaknya tidak dikesampingkan. Bagian penataan ruang hidup komunitas (khususnya Kalbar) meliputi aspek kawasan hutan, kawasan daerah aliran sungai termasuk kawasan rawan bencana menjadi penting. Kebijakan modal global pembangunan (perkebunan, hutan tanaman, pertambangan, pertanian skala besar, dan lainnya), termasuk bagaimana upaya “proteksi” oleh pemerintah untuk melindungi warganya dari potensi dampak bahaya radiasi atas dampak energi nuklir yang sedang ditimang-timang akan di bangun di Kalimantan Barat. Bencana nuklir Chernobyl tahun 1986 silam yang menewaskan jutaan nyawa tak berdosa, kiranya cukup menjadi pelajaran atas rencana kebijakan yang berbahaya ini. Akhirnya, kebijakan politik penataan ruang (PPR) perlu didasari niat baik yang konsisten, baik pada tahapan perencanaan maupaun hingga pelaksanaannya oleh semua pihak agar hasilnya dapat lebih maksimal. Kegelisahaan Ijel dan komunitas Masyarakat Adat Dayak Banua Lumar, boleh jadi “mewakili” kegelisahan bersama atas kebijakan penatan berbasis ruang yang penting ditempatkan dengan semangat baik untuk pemenuhan rasa keadilan komunitas atas ruang. Semoga***

Inspirasi

Memanfaatkan Waktu dengan Belajar

Oleh: Susana Mita Hari-hariku lebih banyak diisi dengan belajar. Tanpa ada waktu yang luang. Hal itu memang sudah menjadi jadwal setiap harinya. Aku senang bisa belajar tanpa bosan dan jenuh, karena bagiku dengan banyak belajar dan membaca maka ilmu dan pendidikan yang kita dapat semakin bertambah, banyak mendapatkan pengetahuan. Sehingga yang tadinya kita tidak tau akan menjadi tahu. Andai kita ibaratkan sebatang pohon yang tak berdaun bagaimana menurut pendapat anda? Apakah pohon itu masih dikatakan hidup dan berdiri kokoh tanpa yang melindungi batangnya. Tentu semua orang pohon itu sudah mati karena ia berdiri tegak tanpa daunnya yang melengkapinya. Apabila diterpa angin maka pohon itu akan tumbang dengan begitu mudahnya. Begitu juga dengan pendidikan dan ilmu yang kita dapat, apabila tidak dipelajari dan diulangulangi dengan bersungguh sungguh dan kesabaran,

maka ilmu itu tidak akan melekat pada diri kita. Allah telah memberikan kepada kita waktu yang begitu banyak. Tapi kenapa anak-anak remaja di zaman sekarang tidak begitu ia sadar. Padahalnya waktu kita yang membutuhkannya, bahkan bukan sebaliknya waktu itu tidak membutuhkan kita kita sendirilah yang bisa menyadarinya. Mana yang lebih penting dan mana yang tidak penting. Apakah para remaja zaman sekarang sudah menyadari bahwa waktu itu terus berputar dan berputar. Waktu itu bagaikan pedang yang

menebas leher kita dengan pedangnya yang tajam itu kalau kita bisa menyadi bahwa waktu untuk kita belajar mencari sebuah pendidikan itu sangat singkat dan praktis. Dan bagaimana caranya agar diri kita bisa menghindari agar kita tidak terbunuh oleh pedang yang tajam itu. Ingat bahwa waktu itu cepat berputar dengan arah jarum jam yang kecil. Kecepatan waktu semakin berputar. Gunalah waktumu ini dengan sebaik-baiknya untuk kita belajar menuntut dan beramal sholeh/ shohah untuk bekal akhiratmu? Maka taburlah sebuah benih maka kamu akan menuainya dengan hasil yang memuaskan. Taburkanlah sebuah pikiran, maka kamu akan menuai dengan perbuatan yang baik. Taburkanlah suatu perbuatan, maka kamu akan menuai kebiasaan. Taburkanlah suatu kebiasaan, maka kamu akan menuaikan karakter. Taburkanlah suatu karakter, maka kamu akan menuai takdir. Begitulah kita

belajar mencari ilmu harus dengan kebiasaan-kebiasaan yang harus kita pahami secara terbiasa. Pendidikan itu sangat penting bagi setiap insan. Bagaimana caranya kita untuk meningkatkan pendidikan di zaman sekarang ini yang sudah banyak terjadi kesalahpahaman antara peran orang tua dan pendidik. Antara guru dan peserta didik. Banyak yang terjadi kesalah pahaman antara kedua peran antara guru dan orang tua dalam mendidik peserta didik, maupun anakanaknya. Setiap hari aku meratapi dan merenung orang-orang yang di sekitar lingkunganku. Betapa mirisnya hatiku melihat pendidikan yang mereka dapatkan. Mereka di sekitarku itu hanya mementingkan kehidupannya ekonominya saja. Tapi yang mereka lakukan itu suatu salah, padahal ilmu dan pendidikan itu lebih berharga dari segala-segalanya. Memang sih kalau kita pikirpikirkan tanpa uang kita tidak bisa berbuat apa-apa. Semuanya harus dibelikan dengan uang. Akan tetapi

kalau orang yang berpikir secara logis dan intektual maka ia berpikir begini. Ah, pendidikan dan ilmu dululah yang aku pentingkan walau pun aku tak punya apa-apa. Orang mau katakan aku seperti apakah, yang penting aku sukses di dunia pendidikan dan ilmu yang selalu aku kejar-kejar selama ini. Kalau kita sudah mendapatkan ilmu pendidikan yang sudah bisa kita terapkan kembali. Maka untuk kita mendapatkan segala sesuatu sangat mudah, kalau orang yang berpendidikan ia hanya mengandalkan kepintaran dan kecerdasan intektualnya yang ia gunakan untuk mendapatkan apa yang ia maukan pasti akan terwujud dengan begitu mudahnya. Apakah anda sudah bisa menyadari bahwa waktu hari-hari yang telah kita lewati begitu banyaknya? Sangat rugi orang yang tidak bisa menyadarinya kalau waktu yang telah Allah berikan itu begitu banyak, agar supaya setiap insan bisa menggunakan dengan sebaik baiknya. (*)

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Direktur: Emiliana Sekretaris Direksi: Erika Sudiardjo Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Pimred: Hawad Sriyanto Wapimred: Yusriadi Sekretaris Redaksi : Aulia Marti Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering, Hairul Mikrad. Redaktur Pelaksana: Ukan Dinata. Wartawan Senior: Andry, Budi Rahman, Agus Wahyuni Wartawan: Andika Lay, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Jubeironi, Slamet Ardiansyah. Staf Redaksi: Fahmi Ichwan, M Taufik, Fery Ade putra, Yulan Mirza.Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Bengkayang: Mujidi, www.borneotribunecom Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). Singkawang: Rudi Hariyanto Alamat: Jl. Manggis Rt 026/Rw 009 Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah. TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Aditya ( 085349867788 ). Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Fahri (085750296539 ) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2.Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Biro Kayong Utara : Abdul Khoir. Umum Fitriyana, Ardiansyah. Percetakan/IT: (Manajer) Iwan Siswanto, (Wakil Manajer) Supriyanto, Rustam. Marketing: (Manajer) Hesty Yosana, Kusnan, Aldi C.Sirkulasi : M. Danny, Mulawarman Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Keuangan: Jumi Erlinasari,Linda, Husada Muin. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Asisten Dirut: Khairoedin Pasaribu. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com

Borneo Tribune


cmyk

Serba Serbi

Kamis, 13 Februari 2014

Borneo T Tribune

3

DPRD Himbau Pelaku Pembakaran Cepat Ditangkap Borneo Tribune, Kubu Raya Terkait dengan adanya pembakaran lahan oleh oknum warga maupun oknum perusahaan di lahan Kabupaten Kubu Raya yang akhir-akhir ini terjadi membuat Dinas terkait bekerja keras mencari pelaku dari pembakaran yang dilakukan secara membabi buta tersebut. Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kubu Raya mencatat sebanyak ratusan hektar lahan yang tersebar pada beberapa titik di kabupaten termuda di Kalbar tersebut rata tak bersisa. Beberapa wilayah yang mengalami kebakaran secara drastis dalam beberapa minggu belakangan ini terdapat wilayah

Rasau Jaya, Bintang Mas, Hutan Kota, Tanjung Wangi, Patok 50 dan Punggur juga terbakar. Berdasarkan dari informasi yang dihimpun oleh Dinhut Kubu Raya, telah mendapatkan informasi bahwasannya pembakaran dilakukan secara sengaja dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab baik itu dari perseorangan maupun perusahaan yang masih terus digali keberadaannya. Dilain sisi menanggapi permasalahan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya, Bambang Sridadi menghimbau kepada Dinas terkait untuk dapat fokus dalam menangani permasalahan pembakaran hutan tersebut karena

dinilai telah berdampak serius terhadap setiap lini yang ada. “Keseriusan dalam menguak pelaku pembakaran hutan di Kubu Raya akan terus kita pantau dan kita awasi secara mendalam,” tegasnya. Ia menjelaskan, ketika dugaan-dugaan pelaku pembakaran lahan telah terdeteksi, pihaknya menghimbau kepada Dinas Kehutanan untuk dapat bersinergi dengan aparat kepolisian, mengingat pembakaran yang ada telah melanggar Undang-undang tentang kehutanan yang pastinya bisa terjerat pidana penjara. “Kita sebagai anggota DPRD menghimbau kepada aparat kepolisian untuk turun langsung mendampingi ataupun

PANTI ASUHAN MURAH HATI Jl. Trans Kalimantan Km.50 Pontianak - Tayan Kalimantan Barat

YAYASAN CI XIN Rekening : Bank Mandiri 120 000 781 8888 BCA 428 1679729 Rekening ditandatangani 4 orang Pengurus di lokasi : Bpk. Suwandi Hp. 0857 8716 0065 Sukarelawan di Pontianak : Ibu Martha Hp. 0812 5807 8003

Alfred dan Jony, dua abang-adik, dilahirkan oleh ibu mereka yang berasal dari Indonesia di Taiwan. Tidak tahu mengapa setelah ayah mereka meninggal keluarga ayah mereka tidak menerima mereka. Setelah kembali ke Indonesia, ibu mereka tidak berhasil dapatkan pekerjaan yang memadai, bahkan Alfred yang telah kelas empat terpaksa disekolahkan mulai kelas satu. Syukurlah, baik Alfred maupun Jony kemudian bisa ditampung di Panti Asuhan Murah Hati (Ci Xin). Alfred dan Jony hanyalah contoh dari kemalangan yang dihadapi sejumlah anak-anak yang ditampung Panti Asuhan Ci Xin. Mereka menjadi anak-anak Panti Asuhan bukan kesalahan mereka, bahkan mereka lahir ke dalam dunia pun bukan kemauan mereka. Mereka berharap pada belas kasihan Bapak/Ibu sekalian. Melalui uluran tangan Bapak/ Ibu seorang sedikit kiranya mereka bisa bertumbuh besar dan bersekolah dengan baik. Mereka ingin seperti anak-anak lain, menggapai cita-cita. Sesungguhnya ada banyak anak yang memerlukan pertolongan. Dengan seorang ambil bagian sedikit, maka jika kita kumpulkan, ada banyak anak yang bisa kita tolong, kita berikan mereka harapan masa depan yang lebih baik.

mengawasi dinas terkait dalam melakukan investigasi terhadap hal tersebut, agar pelaku-pelaku pembakaran cepat ditangkap dan menghindari adanya kongkalikong untuk menghindari jeratan hukum,” ujarnya. Selain itu juga Bambang

menuturkan ketika adanya sinergi antara Dinas terkait dengan pihak berwajib maka arah permasalahan tersebut tidak akan menemui jalan buntu karena telah ada UU yang telah baku. Selain itu juga ditambahkannya, selain upaya

penguakan pembakaran lahan yang telah terjadi, pihaknya juga menghimbau kepada Dinas terkait untuk dapat melakukan penyuluhan secara mendalam kepada masyarakat terkait larangan pembakaran hutan, agar dapat menekan tingkat pembakaran

hutan secara liar. ”kami sebagai anggota DPRD berharap besar permasalahan ini cepat terselesaikan akan tidak timbul pembakaran-pembakaran lainnya yang sangat berdampak global untuk masyarakat,” ungkapnya (Adex)

Debu dan Kabut Asap Ganggu Kesehatan Umat Manusia Borneo Tribune, Sambas Musim Kemarau sudah satu bulan terakhir ini di Kabupaten Sambas dan Pembakaran Lahan Perkebunan membuat cuaca di pagi hari di Jalan Gusti Hamzah .Pangkalan Ojek depan PLN Rayon Sambas Kecamatan Sambas berdebu. Debu jalan membuat Pengojek yang ada di situ risih sehingga berinisiatif untuk meyiram jalan dengan air agar tidak berdebu. Rabu, ( 12/2). Deni Pengojek kenderaan motor roda dua yang berpangkalan di depan PLN Rayon Sambas mengatakan, Pagi hari ini Debu dan kabut Asap sangat banyak sekali apalagi pekerjaan saya sehari – hari menawarkan jasa ngojek kederaan roda dua, dan pangkalan ojek kita di sini tepat di depan PLN Rayon Sambas, debu yang banyak di jalan dank abut asap ini membuat kita risih jadi saya bersama-sama teman se pekerjaan berinisiatif untuk menyiram jalan dengan air agar debu berkurang dan tidak mengganggu pernafasan dan penglihatan kami, apalagi setelah mobil besar lewat di depan pangkalan ojek kita, kalau tidak disiram dengan air di jalan maka debunya langsung berterbangan ke tempat pangkalan ojek kita,” Katanya. Menurut salah satu teman sepekerjaannya penyebab debu ini karna Mobil yang mengangkut air di kantor PDAM Tirta

Pengojek Roda Dua depan Rayon PLN Sambas Deni dan temannya menyiram Air di Jalan raya untuk mengurngi debu berterbangan, Rabu,( 12/2 ). Muara Ulakan Kabupaten kalau kita perhatikan di la- jangan di basahi, karna kalau Sambas keluar dari jalan kan- ngit yang kita lihat seperti basah jalannya maka jalan tor tersebut Ban mobilnya awan itu sebenarnya bukan raya ini akan menjadi kotor penuh dengan tanah karna di awan tapi kumpulan-kumpul- akibat ban mobil yang terbasitu jalan di halaman kantor- an asap yang mengepul terbang wa tanah keluar ke Jalan nya belum beraspal dan di bawa angin. Dengan keada- Raya ini. Kepada Pemerintah mengunakan tanah-tanah an ini sangat menggangu ke- Pusat, Provpinsi , Kabupaten kong, dan basah kena air jadi nyamanan polusi udara apala- Kota untuk mencarikan jalan setelah keluar mobil PDAM ke gi pekerjaan saya sebagai tu- Solusi agar kabut Asap yang jalan raya ini membuat jalan kang ojek barang maupun terjadi setiap pagi ini bisa menjadi kotor berlumpur me- orang. Pernafasan saya biasa kembali normal mungkin denyebabkan debu dijalan,” ucap- terganggu rasa tidak enak se- ngan membuat hujan buatan, nya. Dikatakanya kalau pe- perti biasanya, pada hari ini dengan menaburkan Garam di nyebab kabut Asap ini perta- saya menggunakan masker awan, atau do’a bersama moma memang musim panas untuk mengurangi udara yang hon kepada sang Pencipta yang sudah hampir satu bulan tidak sehat kita hirup ini dan Alam Semesta Allah SWT undan di duga ada pembakaran menggunakan kaca mata agar tuk menurunkan hujan, karna pembukaan lahan perkebunan mata tidak di masuki debu,” ini kalau di biarkan terus sasawit karna biasa saya lihat di sebutnya. Ia berharap kepada ngat berbahaya bagi kesehatjalan ini ada sisa –sisa debu Perusahan PDAM Tirta Mua- an umat manusia, terutama asap habis kita membakar ra Ulakan Kabupaten Sambas pernapasan dan penglihatan,” yang di bawa oleh angin, dan agar jalan halaman PDAM harapnya.(Amr)


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Kamis, 13 Februari 2014

4

Apegti Minta Tertibkan Gula Ilegal di Kalbar yang beredar di wilayah Kalbar memeng rupakan gula yang layak kosusmsi dan tidak lagi membahayakan kesehatan masyarakat yang mengkomsumsinya ,” ujar Syarif Usman Almuthahar kepada awak media di sekretariat Apegti Kalbar di Pontianak, Rabu, (12/2) kemarin. Usman menjelaskan, disinyalir ada sekitar 6 ribu Ton juta Kg lebih gula ilegal masuk ke wilayah Kalbar. Dan sekitar 133 orang di telah di tangkap karena memasukan gula Ilegal tersebut beserta 1000 ton lebih Barang Bukti (BB) yang telah disita pihak keamanan. ”Keberhasilan ini perlu diangkat jempol, tetapi hal ini tidak bisa berhenti sampai disitu, harus tetap di kontrol, jangan hanya tinggal diam saja. Karena bila hal ini dibiarkan maka gula ilegal tidak layak konsumsi ini sa-

ngat membahayakan masyarakat.”ujarnya. Dia menambahkan sebelum rajia gencar dilakukan oleh tim ahli , muncul 38 pemegang (Pengusaha Gula Antar Pulau Terdaftar (PGAPT). Namun Syarif Usman Almuthahar menuduh 38 pemegang PGAPT ini telah melakukan memonopoli perdagangan gula termasuk memasok gula Ilegal, sehingga tak memberi kesempatan pada pengusaha lain. ”Sebagai leadersip, Dinas Perindag Kalbar harus tegas dan serius tangani gula ini. Mereka yang mengeluar kartu kendali. Maka bila ada yang menyalahi aturan seharusnya segera dicabut ijinnya, ditarik kembali kartu kendali serta mengusulkan kepada Menperindag untuk mencabut PGAPTnya,”paparnya. Gula tersebut ditransment

CMYK

Samsurya Tewas Nyetrum Ikan di Sungai Landak Borneo Tribune, Pontianak Syamsurya (40) warga jalan Tritura Gang H Hasyari kelurahan Tanjung hilir Pontianak Timur yang dikabarkan tenggelam di perairan Sungai Landak Kecamatan Kuala Mandor B Kubu Raya, Selasa (11/2) dini hari lalu, ketika melakukan penyetruman ikan, dan akhirnya setelah dilakukan pencarian, tepat Rabu (12/2), akhirnya ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa. Korban yang diinformasikan tenggelam sekitar pukul 03.00 Wib merupakan pencari ikan dengan alat penyetrum ikan. Saat menyetrum ikan, korban diduga terjatuh disungai dan perahu sampan yang digunakan korban hanyut.

Kapolsek Kuala Mando B Iptu Denny Satria saat dikonfirmasi terkait tenggelamnya seorang warga tersebut, dirinya membenarkanbahwa memang ada informasi tenggelamnya seorang warga, di mana dirinya mendapatkan informasi dari masyarakat yang melihat perahu sampan tanpa pengemudi sedang hanyut di sungai. ”Masyarakat menginformasikan ke Polsek adanya sampan yang hanyut dan tidak ada pengemudinya lalu kita cek lokasi jam 4 subuh anggota turun melihat lokasi, bahkan hingga pagi harinya warga dan Basarnas melakukan pencarian terhadap korbanatau pengemudi sampan tersebut, lantaran pengemudi sampan diduga tenggelam,” jelas Iptu

Denny, saat dijumpai di Polresta Pontianak Rabu (12/2). Lanjut Denny, Sekitar pukul 12.30 Wib pada hari Rabu (12/2) kemarin, korban atau pengemudi sampan berhasil ditemukan diperairan yang tidak jauh dari lokasi korban tenggelam, di mana korban ditemukan setelah dilakukan pencarian selama 1 hari, dan saat ini jenazah korban sudah diantarkan ke rumah duka. Dikatakan Denny, sebenarnya korban berangkat bertiga namun karena menggunakan perahu masing – masing sehingga berpisah, dan di lokasi sampan ditemukan Aki alat – alat pancing dan lampu sorot dalam keadaan tergantung disampan. (Zrn).

Ombudsman Kembali Buka Gerai Pengaduan Borneo Tribune, Pontianak Setelah sukses membuka Gerai Pengaduan di Kantor Pertanahan Kabupaten Kubu Raya beberapa hari lalu, Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat kembali membuka layanan pengaduan bagi masyarakat di Kantor Pertanahan Kota Pontianak. Seperti disampaikan Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat, Agus Priyadi, Rabu, (12/2) kemarin, selama dua hari (Kamis-Jumat) pihaknya akan membuka Gerai Pengaduan untuk menerima laporan masyarakat di Kantor Pertanahan Kota Pontianak. Selama pembukaan gerai tersebut, warga bisa mengakses dan menyampaikan pengaduan terkait pelayanan publik. “Sesuai dengan kesepa-

katan antara kami dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Pontianak, kita akan membuka Gerai Pengaduan untuk menyerap dan menampung aspirasi masyarakat terkait pelayanan publik. Tidak hanya soal pertanahan, masalah-masalah lain yang terkait dengan pelayanan publik juga bisa disampaikan kepada kami,” ujar Agus. Kepada warga Kota Pontianak dan sekitarnya, Agus berharap dapat memanfaatkan Gerai Pengaduan ini sebagai media penyalur aspirasi atau keluhan-keluhan terhadap pelayanan publik yang dialami dan dirasakan masyarakat. Ia juga berharap masyarakat tidak sungkan menyampaikan pengaduan kepada petugas yang menjaga Gerai Pengaduan.

“Sampaikan kepada petugas kami di Gerai Pengaduan. Kalaupun belum ada laporan yang mau disampaikan, silahkan konsultasikan permasalahan-permasalahan pelayanan publik kepada petugas kami,” ajak Agus. Sebagai bagian dari upaya sosialisasi dan pencegahan, Gerai Pengaduan yang dilaksanakan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat telah dilakukan di beberapa tempat di lokasi. Selain di Kantor Pertanahan, sebelumnya telah dibuka Gerai Pengaduan di beberapa rumah sakit daerah di kabupaten/ kota seperti di RSUD Rubini Mempawah, RSUD Abdul Azis Singkawang, RSUD Ade M. Djoen Sintang.(BDR)

Ketua Apegti Kalbar Syarif Usman Almuthahar saat jumpa pers di Sekertariat Apegti. Foto Slamet Ardiansyah/ Borneo Tribune

dari Thailand, China, India, Pakistan melalui Kuching masuk ke perbatasan Kalbar. Akibatnya negara dirugikan sebesar Rp 156 miliar yang mencakup pajak impor, PPN, dan Pph. Selain itu, kelangkaan juga disebabkan adanya Gulaku yang masuk di Kalbar tidak melengkapi administrasi yaitu tidak memiliki rekomendasi dari Disperindag Kalbar dan daerah asal serta tidak memiliki SPPAT dan tidak memiliki kartu kendali. Dikatakan Usman, pihaknya berani mengatakan gulagula seludupan ini berbahaya dan kategori tidak layak kosonsi karena sudah dilakukan pengecekkan. Namun ia mengatakan pihaknya menyayangkan sampai sekarang pelaku monopoli dan

penyudup gula di Kalbar ini masih bebas dan berharap pelakunya segera diproses. ”Pelaku penyeludupan ini harus tetap di proses, tidak ada satu orang pun di Indonesia ini yang kebal hukum. Dan kasusnya saat ini sudah di kejaksaan (berkasnya). Ini kami lakukan reka ulangnya saja agar jangan sampai ini terulang di kalbar,”tegasnya. Kata Usman, kita harus komitment untuk memberantas gula seludupan yang beracun ini. Bayangkan selama ini dari PGAPT pasokan gula resmi hanya 30 ton. “Sedangkan kebutuhan kita perbulannya 6000 ton. Kan aneh gula koq bisa banjiri. Ya indikasinya hasil penyelundupan dari Malaysia dan modus kami rasa masih berjalan,”paparnya

lagi. Sebenarnya tambah Usman, gula tersebut bukan berasal dari malaysia tapi, ditransment dari Thailand, China, India, Pakistan melalui Kuching masuk ke perbatasan Kalbar. Akibatnya negara dirugikan sebesar Rp 180 Miliar yang mencakup pajak impor, PPN, dan Pph. Selain itu, kelangkaan juga disebabkan adanya Gulaku yang masuk di Kalbar tidak melengkapi administrasi yaitu tidak memiliki rekomendasi dari Disperindag Kalbar dan daerah asal serta tidak memiliki SPPAT dan tidak memiliki kartu kendali. Indikasi lainnya Gulaku juga terlibat di dalam gula gelap, dan diindikasikan hanya kirim kantong plastik

saja dan diisi gula gelap dalam kantong tersebut. Hal ini sangat membahayakan sekali kesehatan rakyat Kalbar mengkonsumsi gula yang tidak layak untuk dikonsumsi selama ini ”Untuk itu, Apegti meminta penegak hukum, Gubernur Kalbar, Polda Kalbar, Pangdam XII Tanjungpura serta Kejaksaan Tinggi menggulung habis penyelundupan yang merugikan negara dan merusak kesehatan rakyat serta menggelapkan pajak. Dan peran serta seruruh intansi berwenang dalam pengawasan baik itu perdagangan dari Dinas Perdagangan dan pengawasan makanan dari BPOM Kalbar ,” ujarnya. Layak atau tidak layak gula dikosumsi baru bisa dibuktikan apa bila gula-gula tersebut di periksa. Tidak bisa dilihat secara fisik dan hanya dengan melihat warna saja. Sebab kata Usman, ada juga gula warna putih yang tidak layak kosumsi. Kemudian ada juga gula warna merah yang tidak layak kosumsi. “ Kami Anngota Apegti sebanyak 22 orang. Ini sulit bersaing dengan gula seludupan karena harga. Dimana harga gula selundup lebih murah. Namun walaupun begitu gula seludupan sangat diragukan kesehatannya karena terbukti mengandung rapinasi dan ini dapat meracun mayarakat Kalbar pada khususnya,”tandasnya. (Slt)

Prihatin Asap Pekat, PETA Kalbar Bagikan Masker Borneo Tribune, Pontianak Pada peringatan Hari Pers Nasional ke-68 tahun ini yang bertepatan dengan HUT Persatuan Wartawan (PETA) ke-2 Kalbar, Senin (10/2) kemarin, puluhan Anggota PETA Kalbar menggelar kegiatan Jalan Santai di Bundaran Digulist Untan Pontianak. Selain itu, mereka juga membagikan masker secara gratis kepada para pengguna jalan yang melintas di Bundaran Untan. Ketua Panitia Pelaksana, Novi, S.H., mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk partisipasi dari organisasi PETA dalam memperingati hari yang bersejarah bagi keberadaan Insan Pers Indonesia. ”Alhamdullihah, kita bisa turut andil dalam peringatan HPN khususnya di kalbar, bahwa kita watawan di Kalbar juga ada, kebetulan juga bertepatan dengan HUT PETA,” kata Novi. Dikatakanya, Masker yang dibagikan kepada masyarakat, merupakan bentuk keprihatinan kita atas cuaca kabut asap pekat yang melanda Kota Pontianak,

Beberapa wartawan PETA Kalbar membagikan masker

dan masker tersebut tersedia atas dukungan dan kerjasama dari Dinas Kesehatan Kota Pontianak. ”Masker yang kita bagikan

kepada masyarakat, merupakan bentuk keprihatinan kita atas cuaca kabut asap pekat yang melanda Kota Pontianak,” jelasnya. (Lay).

TVS Pontianak

: 0853 9320 2778

TVS Ketapang

: 0852 4945 5790

TVS Pinoh

: 0813 4557 8321

TVS Merdeka Motor PTK : 0821 5030 6989

TVS Rasau

: 0853 9355 5508

TVS Sintang

: 0812 5746 6666

TVS Putussibau

: 0821 5125 9567

TVS Tepuai

TVS Singkawang

: 0857 5069 6740

TVS BM Sintang

: 0852 5260 1948

TVS Anugrah Sekadau

: 0813 4540 2238

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS

: 0813 4528 6562

CMYK

Borneo Tribune, Pontianak Ketua Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia (Apegti) Kalimantan Barat (Kalbar), Syarif Usman Almuthahar, meminta agar gula ilegal yang masuk ke wilayah Kalbar harus dibasmi sampai tuntas. Karena gula-gula tersebut dinilai dapat membahayakan Kesehatan dan tidak layak dikomsumsi serta merusak tatanan usaha gula lokal. ”Dengan adanya langkah ini, setelah mereka disapu habis baru gula yang benar akan masuk. Kalau tidak, tidak akan ada yang mau dagang gula. Kami serahkan dan berharap kepada pihak berwenang dan penegak hukum dalam penertiban serta pemusnahan peredaran gula ilegal di Kalbar. Dan adanya tindakan tegas dari Gubernur sebagai kepala daerah untuk atasi masalah ini. Sehingga nantinya gula-gula


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Kamis, 13 Februari 2014

5

DPC Dinilai ‘Lancangi’ DPP Demokrat

Sabli PTUN-kan Bupati Pontianak Borneo Tribune, Pontianak Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, Sabli Awaluddin menegaskan telah mem-PTUN-kan Bupati Pontianak terkait surat pengantar terhadap pengajuan pergantian antar waktu (PAW) legislator Partai Demokrat tersebut. Pengajuan untuk memenuhi rasa keadilan tersebut dilakukan dua pengacara yang ditunjuk Sabli, Agus Sujadmoko, SH dan Sugeng Wahyudi SH dengan nomor perkara 07/G/2014/PTUN PTK, register tertanggal 10 Februari 2014. “Harusnya Bupati mengembalikan surat pengajuan PAW tersebut kepada DPRD Kabupaten Pontianak, DPRD kemudian mengembalikan ke Partai karena dasar hukum untuk PAW tidak lengkap. Tidak

lengkap karena belum ada keputusan DPP Partai Demokrat secara resmi mencabut keanggotaan saya,” tukas Sabli. Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pontianak ini juga mengungkapkan dirinya juga telah resmi menyurati DPD Partai Demokrat Kalbar serta DPP Partai Demokrat untuk segera menegur atau mencabut kartu anggota Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pontianak karena telah terlalu mencampuri terlalu jauh kewenangan DPP. “Surat keberatan dan mohon diberilkan teguran telah disampaikan kepada Ketua Harian DPP, Sekjend DPP, Direktur Eksekutif DPP dan Komisi Pengawas DPP Partai Demokrat. Saya harapkan jajaran DPP dan DPD

provinsi serius mengambil langkah tegas terhadap konflik internal akan bermuara makin kerdilnya partai, apalagi tinggal beberapa puluh hari lagi pemilu,” tegasnya. Sabli menilai bahwa DPC Partai Demokrat Kabupaten Pontianak belum menunjukan keberhasilan membesarkan partai. “Aneh, belum tampak hasil kinerja namun sudah berani mengambil kebijakan mendahului DPP Partai Demokrat. Harusnya sabar menunggu keputusan DPP, tidak mendahului kewenangan yang lebih atas. Kita minta DPD dan DPP mengambil tindakan tegas kepada DPC Partai Demokrat atas kelancangan dan tidak mematuhi aturan Partai Demokrat,” pungkasnya. Pada pemberitaan sebe-

lumnya, Sabli menjelaskan polemik itu bermula saat dia memutuskan untuk maju pada Pemilukada Kabupaten Pontianak pada September 2013 lalu. Saat itu dia kecewa lantaran tidak dipercayakan menggunakan perahu Demokrat, meski dia seorang kader partai yang telah membesarkan Partai Demokrat. Karena itu, dirinya maju dengan menggunakan partai lain, namun telah mengikuti prosedur yang berlaku di partai itu. “Untuk prosesnya, DPC mengajukan PAW saya kepada DPD Demokrat Kalbar, dan dari sana mengeluarkan surat pemberhentian sementara. Namun, seharusnya agar proses itu legal, tentu harus mendapatkan persetujuan dari DPP Demokrat, sementara DPP belum memberhentikan se-

cara defenitif,” tuturnya. Sabli menjelaskan, prosedur seharusnya yang dilakukan adalah DPD mengusulkan ke DPP untuk memberhentikan definitif dan mencabut keanggotaan dirinya. Namun hal itu tidak dilakukan. Sementara itu DPC sudah mengusulkan PAW. “Saya juga sudah menyanggah melalui surat kepada DPRD , namun DPRD tetap melanjutkan ke KPU, kemudian KPU memverifiklasi. Seharusnya dewan tidak menlanjutlkan proses itu, dan mengembalikan berkas itu ke DPC agar melengkapi berkasnya,” katanya. Dia juga menjelaskan, berdasarkan surat yang dikeluarkan DPD dengan nomor 08/ SK/DPD PD Kalbar/X/2013 yang mencabut sementara

Insan Pers Harus Profesional Borneo Tribune, Mempawah Momen Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh 9 Februari lalu, diharapkan Anggota DPRD Kabupaten Pontianak, Herman AP, terus menjadi alat kontrol dengan cara mengingatkan publik melalui pemberitaan. “Pers saat ini dituntut bekerja melayani kepentingan pemenuhan kebutuhan publik atas informasi. Pers senantiasa harus menjadi alat kontrol dengan cara terus mengingatkan publik melalui pemberitaan,” katanya.

Legislator Partai Golkar ini, juga berharap kinerja insan pers sebagai kontrol sosial semakin baik dan profesional, terutama dalam melaksanakan tugas kejurnalistikan sesuai dengan kode etik jurnalistik. “Ke depan kinerja insan pers harus semakin baik dan profesional, baik dalam memberikan masukan positif, saling mengingatkan, serta pemberitaan menghibur dan berimbang,” ujar dia. Tidak lupa, Herman memberikan ucapan selamat Hari Pers Nasional kepada para

awak media di Kabupaten Pontianak. “Sukses buat insan pers yang sudah berkontribusi untuk memajukan pers di Kabupaten Pontianak dan Kalbar,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Ikatan Jurnalis Bestari (I-JARI) Mempawah, Dian Sastra, mengatakan, Hari Pers Nasional harus bisa dimanfaatkan para wartawan untuk kembali membalikan citra wartawan yang terpuruk akibat ulah oknum wartawan, baik wartawan tanpa surat kabar (WTS) atau pihak

yang hanya mengaku-ngaku sebagai wartawan dengan tujuan untuk kepentingan pribadi dan golongan. “Hari pers nasional harus jadi sarana kebangkitan wartawan dalam upaya menata diri dalam profesionalisme jurnalis, terutama dalam andil memberantas penjahat wartawan yang selama ini aksinya meresahkan di sejumlah daerah,” katanya. Pernyataan yang diutarakan Dian bukan tanpa alasan, sebab selama ini nama wartawan sudah banyak di-

jerumuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mengeruk kepentingan dan keuntungan pribadi yang modusnya menggunakan embel-embel nama wartawan. “Sekarang banyak tukang peras dengan menunjukan profesi wartawan. Ini jauh dari sebenarnya dan berimbas buruk untuk dunia pers. Karenanya, dalam momentum ini setiap pihak atau siapapun yang menemukan gelagat seperti ini jangan takut untuk melapor,” katanya.(JoE).

Dinas Dukcapil Gratiskan Data Kependudukan

Jailani

Borneo Tribune, Mempawah Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pontianak, Jailani, mengatakan sesuai Undang-Undang Nomor 24 tahun 2013, tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang administrasi kependudukan, perlu dicermati seluruh masyarakat adalah dicantumkannya pasal 79 A yang menentukan pengurusan dan penerbitan dokumen kependudukan tidak dipungut biaya. “Ada perubahan mendasar yang perlu disampaikan kepada masyarakat, terkait pelayanan administrasi kependudukan. Sesuai UU No 24 tahun 2013, yakni memberikan pemenuhan atas hak-hak administratif penduduk dalam pelayanan publik, serta memberikan perlindungan yang berkenaan dengan penerbitan dokumen kependudukan. Dimana tercatum larangan pungutan biaya dalam memberikan

pelayanan administrasi kependudukan,” kata Jailani, saat membuka sosialisasi pendaftaraan penduduk dan pencatat sipil untuk Kasi Pem Des/Kelurahan dan Kecamatan se Kabupaten Pontianak, Rabu (12/2), kemarin, di Wisma Chandramidi Mempawah. Namun Jailani, menjelaskan realisasi UU No 24 Tahun 2013, pemahaman dan kajian bersama. Karena Perda No 02 Tahun 2012 tentang Retribusi Dukcapil, masih belum dilakukan perubahan. Selain itu, Dinas Dukcapil juga melakukan kajian dan perbandingan dengan kabupaten lain yang telah menerapkan UU No 24 Tahun 2013. “Saya sudah berkoordinasi dengan Bupati. Untuk itu, masalah perubahan Perda No 02 Tahun 2012 masih menunggu petunjuk bupati. Namun mulai Januari 2014 proses pungutan biaya data kependudukan sudah digratiskan,” katanya.

Sedangkan terkait sosialisasi yang dilaksanakan, Jailani, menjelaskan tidak lain dalam rangka mewujudkan tertib administrasi kependudukan secara nasional. Serta dalam rangka meningkatkan pelayanan Administrasi Kependudukan yang sejalan dengan tuntutan pelayanan Administrasi kependudukan yang profesional, memenuhi standar teknologi informasi, dinamis, tertib, dan tidak diskriminatif dalam pencapaian standar pelayanan minimal menuju pelayanan prima yang menyeluruh untuk mengatasi permasalahan kependudukan. “Sosialisasi guna menertibkan administrasi kependudukan. Kita berharap data kependudukan dari tingkat desa sampai kabupaten terdata dengan baik. Apalagi data kependudukan akan digunakan dalam seluruh program pembangunan, politik, Hamkam, ekonomi dan lainnya,” ungkapnya.(JoE).

status dirinya sebagai anggota partai Demokrat 18 Oktober 2013 karena dinilai bersalah mengikuti Pilkada. Namun sayangnya surat pemberhentian itu dikeluarkan tanpabatas waktu. “Jika

PAW itu berjalan, seharusnya DPP mencabut kartu anggota saya, tapi ini kan tidak. Artinya saya masih diberhentikan sementara belum definitif,” kata Sabli. (ZDEK)

7500 Kader Hanura Terdaftar Program K2PH Borneo Tribune, Mempawah Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Pontianak, Taufik Urochman mengatakan sedikitnya 7500 kader Hanura di Kabupaten Pontianak sudah terdaftar dalam program Kartu Kader Penggerak Hanura (K2PH). Bagi kader pemilik kartu K2PH, jika meninggal dunia maka ahli waris berhak menerima santunan duka dari Partai Hanura. “Program K2PH sudah dilaksanakan jajarannya sejak September 2013 lalu. Sasarannya diseluruh masyarakat yang ada di provinsi Kalbar, khususnya di Kabupaten Pontianak sedikitnya 7500 kader telah terdaftar dala m program yang lebih dikenal dengan asuransi jiwa ini,” kata Ketua DPC Hanura Kabupaten Pontianakm Taufik Urochman. Hal ini disampaikannya saat menyerahkan santunan duka kepada ahli waris kadernya, Lie Sin Ten (53), warga Sungai Burung, Kecamatan Segedong yang meninggal beberapa waktu lalu. Santunan tersebut, diserahkan langsung Ketua DPC Hanura Kabupaten Pontianak Taufik Urochman di rumah duka. Santunan diterima langsung ahli waris, Then Fui Nyuk dengan disaksikan oleh Ketua RT setempat dan pihak keluarga lain. “Penyerahan satunan ini, sebagai bukti nyata kepedulian Partai Hanura terhadap pengurus, kader maupun simpatisan yang telah terdaftar dalam program Kartu Kader Penggerak Hanura (K2PH),” kata Taufik. Selain itu, Taufik tidak lupa menyampaikan ucapan duka yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Serta berpesan agar tidak larut dalam kesedihan. (JoE).

Titik Hotspot Kalbar Capai 103 Titik Borneo Tribune, Kubu Raya Pantauan BMKG Supadio terhadap “hotspot” atau titik panas dari hari ke hari menunjukkan penambahan jumlah. Dimana pada Rabu, (12/2)titik hotspot mnjadi 103 titik dan itu tersebar di sejumlah wilayn Kalimantan Barat (Kalbar). “saya melihat setiap hari ada kecenderungan peningkatan titik panas pada wilayah yang berbeda-beda,” kata Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Desmian , Rabu (12/2). Berdasarkan pemantauan satelit, titik panas tersebar pada beberapa lokasi. Titik panas pada rabu, (12/2), sebanyak 103 titik, yang tersebar di kabupaten bengkayang terdapat 20 titik panas, Kabupaten Ketapang ada 17 titik panas, Kota Pontianak memiliki 1 titik panas, Kabupaten Pontianak 19 titik panas, Sambas 14 titik panas, Sanggau ada 6 titik panas dan Kabupaten Kubu Raya terdapat 26 titik panas. Banyak nya jumlah titik panas yang ada saat ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. Selain itu diharapkan kepada masyarakat yang beraktifitas diluar rumah agar tetap menggunakan masker dimana kabut asap yang begitu tebal masih tetap menyelimuti wilayah Kalbar ini. “Untuk tetap menjaga kesehatan masyarakat itu sendiri kita imbau agar mengggunakan masker saat beraktifitas diluar rumah,”katanya. (Adex)


Bengkayang Borneo Tribune

Kamis, 13 Februari 2014

6

Jasa Raharja Berikan Santunan Asuransi Korban Meninggal Karena Kecelakaan

PT. (Persero) Jasa Raharja perwakilan Singkawang Berikan Santunan Asuransi Kepada Korban Meninggal Saat Kecelakaan Lalu Lintas / Foto Rudi

Borneo Tribune, Singkawang PT. (Persero) Jasa Raharja perwakilan Singkawang memberikan santunan asuransi kepada korban meninggal saat kecelakaan lalu lintas, atas nama Hendy Can (10 bulan) serta sang kakak yaitu Liau Fuk Choi (14 tahun) masing-masing uang santunannya sebesar Rp 25 juta. Uang santunan yang berjumlah Rp 50 juta tersebut, diterima langsung oleh ibu dari kedua korban meninggal yaitu Merry alias Liau Fui Khian (31 tahun) pada Rabu (12/2) dikediamanannya yang beralamat di Kopisan, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan. Tidak hanya memberikan santunan kepada kedua korban tewas kecelakaan, Jasa Raharja juga memberikan uang perawatan kepada Merry karena wanita itu juga menjadi korban kecelakaan namun berhasil disela-

matkan karena mengalami luka di bagian wajah saja, sedangkan kedua anak yang diboncengnya tewas saat terjadi kecelakaan pada 2 Februari lalu di Jalan Padang Pasir, Sedau, Singkawang Selatan. Kepala Perwakilan Jasa Raharja Singkawang, Muhammad Noor menyebutkan, kalau pemberian santunan itu adalah murni uang dari pemerintah. “Santunan itu adalah hak masyarakat yang menjadi korban kecelakaan, dan kami hanya menyalurkannya saja sesuai dengan aturan Undang-Undang,” jelasnya. Sebenarnya, kata Noor, untuk proses administrasinya sudah kelar pada tanggal 7 Februari, namun karena keluarga korban masih dalam keadaan berduka, maka baru hari ini (Rabu kemarin) dapat diserahkan santunan tersebut, santunan

Rakernas JKPI IV Dimulai Borneo Tribune, Singkawang Walikota Singkawang, Awang Ishak membuka Pentas Seni Dan Budaya Peserta Rakenas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke IV Kota Singkawang di Stadion Kridasana, Singkawang Barat, Selasa (11/2) malam. Dalam sambutannya, Awang Ishak menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada anggota Rakernas JKPI yang telah berpartisipasi mengikuti salah satu agenda Rakernas JKPI IV, yaitu pagelaran seni budaya yang merupakan atraksi suatu pusaka dan khasanah budaya Indonesia yang kaya makna dan nilai-nilai kearifan yang terkandung di

dalamnya. ”Selama dua hari ke depan masyarakat Kota Singkawang yang dimanjakan oleh sajian elok atraksi seni budaya yang berasal dari berbagai kota yaitu yang terjaring dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia,” kata Awang. Pagelaran seni budaya ini merupakan puncak kegiatan atraksi seni budaya dalam rangkaian malam atraksi seni budaya festival Cap Go Meh 2014 yang bekerjasama dengan panitia Rakernas IV JKPI 2014 di Kota Singkawang. ”Saya mohon maaf apabila fasilitas kami kurang berkenan, mohon dimaafkan. Misalnyan fasilitas air bersih di Tanjung Bajau, Pasir

Awang Ishak membuka Pentas Seni dan Budaya Peserta JKPI ke IV Kota Singkawang di Stadion Kridasana / Foto Rudi/ Borneo Tribune

Panjang dan fasilitasnya dibuat tergesa-gesa sehingga kurang siap, kebetulan juga Kota Singkawang sekarang

sedang dilanda musim kemarau. Sekali lagi kami mohon maaf, yang penting kita semua berkumpul dalam

rangka mensukseskan Rakernas JKPI ke IV di Singkawang,” harap Awang. (RH)

Albert Yaputra Berbagi Borneo Tribune, Bengkayang Albert Yaputra, anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Barat memberikan perhatian kepada masyarakat yang masuk dalam daerah pemilihannya. Bentuk kepedulian Albert dengan masyarakat daerah pemilihannya tersebut tidak membedakan kalangan. Albert masuk ke semua golongan, mulai dari masyarakat biaya yang hidup di garis menengah hingg a masyarakat di kalangan atas. Untuk masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan, Albert ikut memperjuangkan pelajar kurang mampu untuk mendapatkan besiswa miskin dan itu dibukti di sejumlah sekolah yang ada di Kabupaten Bengkayang. ”Pak Albert itu sangat pe-

duli dengan pelajar kita, termasuk pelajar yang ada di Kabupaten Bengkayang,” demikian dikatakan Maksar Alek, tokoh Bengkayang yang kebetulan satu partai dengan Albert Yaputran Partai Demokrat. Albert juga mengambil peran di setiap even yang dilaksanakan masyarakat. Salah satunya pada event Imlek dan Cap Go Meh di Bengkayang. Pada saat Imlek bersama di Bengkayang, Albert Yaputra menyerahkan bantuan kepada panitia Imlek yang diterima langsung oleh Maksar Alek sebagai ketua panitia. ”Ini bantuan dari pak Albert untuk kegiatan kita, kita bersyukur dan semoga Pak Albert diberikan berkah dalam hidup,” kata Maksar. (Mu)

Ketua Panitia Imlek, Maksar Alek, menerima bantuan dari Albert Yaputra, Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Barat. Penyrahan Bantuan itu diwakilkan oleh Haris. Foto Ist

Rumah Kosong Terbakar

Sebuah rumah kosong di Jalan P. Diponegoro, Gang Agustus, RT 56 / RW 18 Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, dilahap api. Foto Rudi /Borneo Tribune

Borneo Tribune, Singkawang Sebuah rumah kosong, yang beralamat di Jalan P. Diponegoro, Gang Agustus,

RT 56 / RW 18 Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, terbakar, Rabu (12/2) sekitar pukul 03.00 WIB. Diketahui, jika rumah tersebut merupakan milik Sung On, yang sudah ditinggal pemiliknya selama 6 bulan ke Jakarta. “Dulu rumah itu sempat ditinggali oleh keluarganya. Tapi sekarang sudah tidak lagi, sementara barang-barang berharga juga sudah tidak ada di dalam Rumah,” ujar Akim, salah seorang tetangga terdekat dari rumah yang hanya tinggal puing-puingnya saja karena habis dilahap api. Dugaan sementara Akim, jika api berasal dari sebuah pohon jambu yang terletak dekat pintu belakang rumah. ”Tidak tahu apinya dari

mana, karena sudah lama tidak ada aliran listrik di rumah kosong itu,” ungkapnya. Ketahuannya telah terjadi kebakaran, jelas Akim, pertama kali dia mendengar suara anjing menggonggong. Kemudian dirinya keluar kamar, lalu mengintip keluar dari pintu jendela. “Saya lihat ada asap dari rumah kosong itu. Selang berapa lama kemudian, keluar api yang cukup besar dari rumah kosong itu. Mengetahui rumah kosong itu terbakar, lalu saya panggil warga sekitar, untuk cepat memadamkan api,” ceritanya. Namun sayang, usaha yang dilakukannya bersama warga ternyata sia-sia, karena belum satu jam rumah kosong itu sudah tinggal ke-

rangka. “Pemadam kebakaran sempat datang, tapi sudah separoh rumah yang dimakan api,” pungkasnya. Terkait dengan kebakaran, pemilik Rumah, Sung On, sudah mengetahui atas kejadian itu. “Pagi tadi Sung On ada telepon saya, dan dia bilang kalau di rumah itu sudah tidak ada barang-barang berharganya,” kata Akim. Di tempat terpisah, Kabag Ops Polres Singkawang, Kompol Bastian membenarkan telah terjadi kebakaran di rumah kosong tersebut. Namun sampai saat ini, pihaknya belum bisa menafsir berapa kerugian yang dialami pemiliknya. Sementara sumber api masih dalam penyelidikan Polres Singkawang. (RH)

yang diserahkan kepada keluarga korban bukan berbentuk uang tunai, namun berbentuk tabungan yang langsung dapat diambil di Bank. Kepada Merry yang menerima santunan, dirinya menegaskan, kalau uang yang telah di serahkan itu bukan uang untuk mengganti nyawa anaknya, karena uang itu sifatnya santunan bagi korban kecelakaan yang diharapkannya agar uang itu dapat dipergunakan sebaik mungkin. Atas kejadian itu, dirinya mengimbau agar Merry dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari kejadian itu agar selalu berhati-hati dan selalu mentaati peraturan lalu lintas saat

berkendaraan. ”Bukan hanya untuk ibu Merry saja, namun imbauan itu untuk kepada seluruh masyarakat,” imbaunya. Dijelaskannya, dalam hal untuk mengurus uang santunan pihak Jasa Raharja tidak memungut bayaran kepada keluarga korban. Kalaupun prosesnya lama hal itu lantaran segala administrasi korban kecelakaan lalu lintas harus dilengkapi terlebih dahulu. ”Untuk bulan Januari ada 40 korban kecelakaan lalu lintas di wilayah Singbebas dengan rincian 7 orang meninggal dunia serta 33 orang yang mengalami luka berat dan ringan,” pungkasnya. (RH)

Cap Go Meh 2014

Panitia Berharap Umat Islam Tak Terlibat dalam Ritual Tatung Panggung Kehormatan di Jalan Sejahtera Borneo Tribune, Singkawang Sekretaris Panitia Cap Go Meh 2014, Edylius berharap, kepada umat muslim untuk tidak terlibat dalam ritual pawai tatung yang akan digelar pada 14 Februari mendatang. “Kita bukannya melarang tapi menghimbau, supaya saudara kita yang muslim jangan ikut terlibat dalam ritual demi keharmonisan dan toleransi,” katanya. Menurut Edy, apa yang disampaikannya itu bukan larangan tapi hanya bentuk himbauan saja, agar umat muslim tidak ikut serta dalam ritual. Edy juga memastikan tidak ada tendensi dalam himbauan yang disampaikannya itu. “Tidak ada tedensi apapun. Jika tidak hati-hati dikhawatirkan ini bisa membias. Karena yang digotong itu tidak seiman dengan mereka (tatung) dan seolah-olah ikut mendukung,” pungkasnya. Disamping itu, kata Edy, atas nama panitia CGM, pihaknya mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat khususnya yang berada di Jalan Sejahtera, jika selama acara berlangsung merasa terganggu. “Kita mohon maaf jika merasa terganggu dalam beberapa waktu ini. Ini semua demi Festival CGM dan Singkawang. Jadi mohon saling memahami dan mengerti dan mengambil sisi positifnya. Karena Singkawang akan selalu siap menerima tamu dari luar,” ungkapnya. Permohonan maaf itu diungkapkan Edy, lantaran yang sebelumnya jika panggung kehormatan akan ditempatkan di Jalan Budi Utomo. Namun karena pertimbangan jalur evakuasi untuk tamu penting tidak tersedia dengan baik, akhirnya penempatan panggung kehormatan di kawasan tersebut dibatalkan dan kemudian ditetapkan berdiri di Jalan Sejahtera, dekat perempatan Hotel Prapatan. Menurut Edy, pemindahan itu tidaklah sembarangan, karena menimbang sisi keamanan, dan jalur evakuasi makanya dipindahkan di Jalan Sejahtera. Karena itu menyangkut pengamanan pejabat tinggi dan bukan satu orang saja tapi banyak. “Ini semua sudah melalui pembahasan dari berbagai pihak, baik itu TNI, Pemkot, Polri, dan panitia,” jelas Edy. Di tempat terpisah, Kabag Ops Polres Singkawang, Kompol Bastian mengatakan, pada perayaan CGM nanti, pihak kepolisian akan melakukan pengalihan jalan untuk menghindari kemacetan. “Mulai dari Pasir Panjang sudah ada petugas yang menjelaskan informasi mengenai brosur. Sementara di simpang Sakok (simpang seribu satu) pengendara yang mau menuju ke arah Sambas, diarahkan untuk masuk ke Jalan Tani sampai ke simpang VIT Sungai Wie. Sedangkan bagi pengendara yang mau masuk ke dalam kota, di simpang Hotel Mahkota akan diarahkan ke Jalan Yohana Godang, kemudian masuk ke arah Jalan Amrad. Pengalihan arus ini , kata Bastian, dimulai dari simpang Seribu Satu, dan simpang arah mau ke Stadiun Kridasana. “Jadi bagi pengendara yang mau ke arah timur, diarahkan masuk dari Lohabang, dan keluarnya ke Kulor. Sementara yang dalam kota, dari Jalan Pemuda sudah ditutup, tepatnya dari Kantor Pos Singkawang. Pengendara yang berasal dari Jenderal Sudirman, diarahkan masuk ke Jalan M. Suni, kemudian memutar ke Jembatan Agen,” katanya. Menurut Bastian, pengalihan itu akan dimulai pada pukul 06.00 WIB. “Tapi kalau untuk dalam kota, sejak Rabu (kemarin) sudah kita mulai,” ujarnya. Sementara untuk pengamanan pada Festival CGM esok, kata Bastian, pihak kepolisian akan menerjunkan sebanyak 735 personil, yang terdiri dari Polres Singkawang, BKO gabungan dari Polda, Polres tetangga, TNI, instansi sipil, Dishub, Satpol PP, dan BPKS. Untuk jumlah Tatung yang akan tampil pada Festival CGM, ada sebanyak 752 Tatung, yang terdiri dari 422 Tatung hasil seleksi dari panitia CGM, ditambah 330 Tatung dari donator Singkawang. (RH)


Kamis, 13 Februari 2014

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Bunhut Tuntut PT. CPO Bangun Kebun Plasma Borneo Tribune, Ngabang Perusahaan perkebunan wajib mengikuti prosedur dan mematuhi peraturan yang berlaku jika hendak berinvestasi. Tujuannya adalah untuk menimalisir terjadinya komplik sosial .Ternyata belum dipatuhi salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Charindo Palma Oetama (CPO) yang menanamkan investasinya di Kecamatan Air Besar. Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Landak meminta komitmen dari perusahaan bersangkutan.

“Saya menginginkan jika manajamen PT. CPO mau kita fasilitasi, terlebih dahulu kita meminta komitmen mereka. Komitmen itu seperti bagaimana pembangunan kebun plasmanya minimal 20 persen. Sebab hal ini belum tuntas,” ucap Kepala Disbunhut Landak, Alpius, Selasa (11/2) di kantornya. Alpius menyesalkan, pada saat pertemuan yang diadakan pihak PT. CPO di Hotel Hanura pekan lalu, Disbunhut Landak sendiri memang sengaja tidak menghadiri pertemuan itu. De-

Pol PP Segera Dirikan Pos Mobile Borneo Tribune, Sanggau Dalam waktu dekat ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sanggau akan mendirikan lima pos mobile di sejumlah titik untuk mengawasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang membandel kerap kali berjualan di daerah terlarang. Pelaksana tugas (Plt) Kasat Pol PP Kabupaten Sanggau, Anita Sri Handayani ketika ditemui di ruangannya, Selasa (11/2) belum lama ini mengatakan bahwa pihaknya akan mendirikan lima pos di sejumlah titik diantaranya di pasar Barito, di depan Pujasera, Pasar Sentral, Simpang Perintis dan pasar Rawa Bangun. Didirikannya pos tersebut fungsinya sebagai pengawasan untuk antisipasi keluarnya PKL di tempat-tempat terlarang. Pos tersebut didirikan dengan menggunakan payung yang difasilitasi oleh Disperidagkop Kabupaten Sanggau. Anita menjelaskan, dalam satu pos akan diisi anggota Pol PP sebanyak enam orang dengan jadwal piket mulai pukul 06.00-12.00 WIB dan pukul 12.00-18.00 WIB. ”Piketnya bergantian, ada dua sift. Kalau untuk sore hingga malam kita bebaskan

Kalau situasi tidak aman, kita akan libatkan Polres atau Kodim, karena dikhawatirkan akan ada insiden antara Satpol PP dengan para PKL

bagi yang menjual makanan sore hari,” jelasnya. Anita mengungkapkan, untuk pos yang di Perintis, pihaknya akan melibatkan kepolisian atau TNI jika situasi dianggap tidak aman. Namun, jika situasi aman, cukup dari pihak Satpol PP saja. ”Kalau situasi tidak aman, kita akan libatkan Polres atau Kodim, karena dikhawatirkan akan ada insiden antara Satpol PP dengan para PKL,” ungkapnya. Anita menambahkan, jumlah personil yang ada di Satpol PP sebanyak 74 orang. Diantaranya 42 PNS dan 32 tenaga kontrak. (rtn)

ngan alasan bahwa apa gunanya setiap kali pertemuan kalau yang dibahas masalah pembangunan kebun plasma terus, tapi tidak ada tindak lanjutnya. Komitmen inilah yang kita minta,” kesal Alpius. Selain itu kata Alpius, pembahasan MoU minimal dokumennya harus diberikan ke Disbunhut Landak satu minggu sebelumnya,

agar kita tahu apa yang harus diperbaiki. Bukan diberikan pada saat pertemuan membahas pembangunan kebun plasma. “Seharusnya jauh hari dokumen itu seyogianya disampaikan ke Disbunhut Landak jika mau kita fasilitasi. Kalau sudah begini, sama juga tidak ada titik temunya. Kita’kan harus menegakan aturan. Minimal MoU itu kita pela-

jari selama satu hari,” tegas Alpius. Dijelaskannya, dalam Permentan No. 98 tahun 2013 tentang pedoman perizinan usaha perkebunan pada Pasal 15, disebutkan bahwa perusahaan perkebunan yang mengajukan IUP dan IUP B dengan luasan 250 hektare atau lebih, berkewajiban memfasilitasi pembangunan perkebunan

masyarakat dengan luasan paling kurang 20 persen dari luas areal IUP dan IUP B nya. “Sebenarnya kita menuntut pembangunan kebun plasma itu sesuai dengan Permentan tersebut. Jangan sampai suatu saat landasannya salah, akhirnya semuanya dipersalahkan,” tegasnya. Ia menambahkan, Disbunhut Landak tetap berpedoman kepada Per-

mentan. “Tapi mengapa sampai saat ini PT. CPO tidak mendatangi Disbunhut Landak untuk berkomunikasi, namun kita diminta untuk menyelesaikannya. Tapi kami tetap menuntut PT. CPO untuk konsisten terhadap komitmennya membangun kebun plasma, karena merupakan syarat dari pembangunan kebun. “ pinta Alpius

Permentan 98 Th 2013 Pertegas Soal Kebun Plasma Borneo Tribune, Ngabang Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Bunhut) Kabupaten Landak, Alpius, S.Sos, MM, mengatakan Permentan nomor 98 tahun 2013 mempertegas Permentan sebelumnya, terutama terhadap pembangunan Kebun Plasma. Menurut Permentan itu perusahaan wajib membangun kebun plasma seluas 20 % dari luasan kebun inti, menimal tiga tahun setelah kebun berjalan. “ Kalau dalam Permentan nomor 26 tahun 2007 itu menyebutkan syarat untuk pembangunan kebun, yaitu perusahaan wajib membangun kebun plasma seluas 20 persen, yang pembangunannya bersamaan dengan pembangunan kebun inti. Dalam Permentan nomor 98 tahun 2013 lebih mempertegas dan sanksi bagi perusahaan perkebunan yang bandel. Aturan Pemerintah harus diikuti dan dijalankan, “ ucap Alpius, Rabu, (12/2), di aula Bunhut, Kabupaten Landak. Alpius meminta agar semua perusahaan perkebunan di Landak bisa mengacu kepada Permentan tersebut

Perusahaan perkebunan dan koperasi di Kabupaten Landak mengikuti sosialisasi Permentan nomor 98 tahun 2013, di aula Bunhut. FOTO Ya’ Syahdan/ Borneo Tribune dalam menjalankan usaha perkebunannya dan bisa menerapkannya. “ Permentan tersebut mengatur adanya tambahan kewajiban-kewajiban dari usaha perkebunan di Landak yang harus dilakukan. Dalam Permentan inipun penerap-

an sanksi lebih tegas, baik antara perusahaan maupun pemberi izin,” tegas Alpius. Menurut Alpius, di dalam Permentan No. 98 tahun 2013 ini pun ada penegasan terhadap usaha perkebunan supaya bisa menyiapkan lahan plasma sebesar 20 per-

sen. “Penyiapan lahan itu mutlak harus dilakukan minimal 3 tahun setelah usaha perkebunan itu berjalan,” katanya. Ia menambahkan, setelah sosialisasi Permentan No. 98 tahun 2013 itu, Disbunhut

Landak akan melakukan perbaikan-perbaikan terhadap kebun plasma dan kebun inti. “Kalau sudah diketahui yang mana lahan inti, tentu kita akan merevisi IUP dari perusahaan perkebunan itu. Saya pun berharap perusahaan perkebunan untuk membangun lahan plasma sebesar 20 persen tersebut,” harapnya. Masalah yang sama, Humas Wilmar Group wilayah Kalimantan, U’us, menyambut baik Pementan nomor 98 tahun 2013. Menurutnya Pementan nomor 98 tahun 2013 terbit untuk melengkapi Pementan nomor 15 dan Permentan nomor 26. Namun hal yang sangat perlu sesungguhnya harus ada kerjasama antara Pemerintah -Masyarakat dan Perusahaan, harus saling membantu. “Pemerintah harus tegas, jangan ada blokir di Kabupaten Landak, karena akan merusak investor yang serius. Jangan menjual lahan. Walaupun lahan kebunnya kecil, harus serius mengelolanya. Dalam hal ini pemerintah harus tegas, “ ucap U’us. (Syah)

Wabup Sanggau Buka Musrenbang Kecamatan Parindu Borneo Tribune, Sanggau Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot membuka dan memimpin Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan tahun 2014, Senin (10/2) belum lama ini di Kecamatan Parindu. Musrembang ini dilakukan guna membahas program pembangunan pada tahun anggaran 2015 mendatang. Ontot mengatakan bahwa program 100 hari ke depan akan tuntaskan raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2014-2019 yang menjadi dasar dalam pelaksanaan pembangunan nantinya. ”Oleh karena itu diharapkan kepada seluruh kepala

Opini

desa, lurah dan camat agar terjun langsung ke masyarakat untuk melihat permasalahan- permasalahan yang dihadapi masyarakat yang nantinya menjadi dasar dalam penyusunan program atau kegiatan prioritas yang akan kita tuangkan di dalam RPJMD nantinya,” ujarnya. ”Dimana tahun 2015 merupakan tahun awal bagi Bupati dan Wakil Bupati untuk pelaksanaan pembangunan lima tahun ke depan, maka diharapkan kepada kades, BPD, Camat dan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar kita bekerja dengan hati dalam membangun sanggau ke depan, hal ini tidaklah bisa bekerja sendiri tanpa du-

lam melakukan penyempurnaan terhadap rancangan RPJMD dan rancangan RENSTRA SKPD yang sudah disusun,” jelasnya. Sementara itu, Camat Parindu, Siron mengatakan bahwa kegiatan Musrenbang tingkat desa telah dilaksanakan dan dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Selanjutnya, tahapan perencanaan pembangunan yaitu menyusun rencana, penetapan rencana, pengendalian pelaksanaan rencana dan evaluasi pelaksanaan rencana. Namun semua tahapan tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga terciptanya satu siklus perencanaan yang utuh serta memperhatikan

prinsip transparansi, akutabilitas dan partisipasi dari masyarakat. Siron mengharapkan, dengan dilaksanakannya Musrenbang, mampu mensinergiskan harapan-harapan dari berbagai pihak baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat. Kecamatan Parindu memiliki luas wilayah 1.433,3 kilometer persegi berdasarkan SK Gubernur kepala daerah Tk I Kalbar No.353 tahun 1987 tentang penyatuan desa dalam rangka penataan kembali desa di Kalbar dengan jumlah desa sebanyak 14 desa dan 64 dusun dengan jumlah penduduk sekarang 33.975 jiwa berdasarkan data Januari 2014. (rtn)

Gerayau dan Jayau

Oleh: Sulastriwati Kalbar memiliki beragam suku, ras, agama, budaya (adat istiadat), dan bahasa. Hal tersebut bisa kita lihat pada masing-masing daerah yang ada di wilayah itu, misalnya di Kapus Hulu. Keberagaman tersebut membuat provinsi ini terkenal dengan warna tersendiri serta ciri khas yang belum tentu dimiliki oleh provinsi lain. Jika kita lihat dan amati dari daerah terpencil sampai perkotaan mempunyai berbagai adat istiadat yang beragam-ragam, bahasa yang berbeda-beda tiap daerah, suku serta ras yang berbagai macam. Di satu desa dari sekian banyak wilayah

kunangan dari SKPD, Kecamatan, Desa serta seluruh lapisan Masyarakat Sanggau,” tambahnya. Ontot pun berharap, hasil Musrenbang Kecamatan yang telah dilaksanakan yakni usulan program kegiatan wajib dan prioritas. Nantinya usulan tersebut akan disesuaikan dengan visi dan misi yang akan menjadi target RPJMD Kabupaten Sanggau tahun 2014-2019. ”Apa yang dibahas bersama dan direncanakan bersama adalah merupakan program kegiatan prioritas terutama untuk memikirkan Sanggau dari berbagai aspek, harapan yang diusulkan tersebut akan menjadi masukan bagi kita semua da-

yang ada di Kapuas Hulu memiliki budaya yang begitu kental, namanya adalah Desa Gerayau Kecamatan Selimbau. Desa Gerayau adalah nama yang sangat

unik dan agak sedikit aneh. Daerah ini bisa memiliki nama seperti itu karena dulunya desa itu terkenal dengan jayau (jampi-jampi) yang lumayan banyak. Adanya barang yang aneh tersebut membuat orang-orang tidak memiliki keberanian untuk datang ke daerah itu. Adanya sesuatu kepercayaan nenek moyang yang ada pada masa permisif pada zaman sekarang sulit dipercaya apalagi diyakini, sehingga nama desa tersebut diberi julukan Desa Gerayau. Namun seiring perkembangan zaman, barang tersebut hilang begitu saja ditelan waktu. Keyakinan akan barang gaib itu sangat tidak wajar bagi pemuda-pemuda zaman seka-

rang, karena mereka yang berilmu dan berpengetahuan bisa membedakan mana hal yang harus diyakini dan tidak. Ilmu yang didapatkan di bangku pendidikan menjelaskan dengan jelas keyakinan terdahulu dengan hal yang menyimpang dari agama. Jika sudah masuk hukum agama istilah tersebut lebih dikenal dengan syirik (menduakan Tuhan). Walaupun ada sebagian masyarakat tetap menghargai keyakinan nenek moyang mereka terdahulu. Untuk menghormati para tetua di Desanya, kerapkali para pelopor perubahan ini melontarkan kata-kata singgungan dalam upaya menyadarkan mereka. Tujuan mereka tidak lain hanyalah untuk

memberikan pencerahan terhadap keyakinan yang dari dulu dipercaya sangatlah menyimpang dari ajaran agama Islam. Kebiasaan yang tidak bisa dihilangkan di daerah ini terutama adat-istiadat atau keyakinan sampai saat ini senantiasa menghiasi setiap aktivitas sehari-hari masyarakat. Bila sudah berkaitan dengan adat-istiadat, hukum agama mengkritisi kebiasaan tersebut. (*)

KEHILANGAN STNK KB 7555 L NR: FE449E-001743 NM: 4D33-646665 A/N AGUSTINUS SUKIMAN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL


Sekadau Borneo Tribune

Kamis, 13 Februari 2014

Lanjutan Jembatan Kemuang Rencana Diperjuangkan di APBDP Borneo Tribune, Sekadau Kondisi jembatan darurat di sungai Kemuang, Desa Sungai Ringin sudah sangat memprihatinkan. Atas dasar itu, penanganan cepat dirasa perlu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Memang sudah dibangun jembatan H. Harison representatif, namun foto Bagus Kosminto/Borneo Tribune sampai hari ini jembatan tersebut belum juga tuntas seperti diberitakan Borneo Tribune, sebelumnya. Anggota DPRD Sekadau, Harison, menilai instansi terkait di Pemkab Sekadau mesti memperhatikan secara serius kondisi tersebut. Pasalnya, jika dibiarkan berlama-lama, bukan tidak mungkin jembatan darurat akan roboh dan bisa saja memakan korban jiwa. “Kalau roboh pas ada masyarakat yang lewat, kita mau ngomong apa. Makanya perlu penanganan serius dan cepat,” kata Legislator PDI perjuangan itu ketika dimintai pendapat soal kondisi jembatan Kemuang, Kemarin. Soal jembatan baru yang belum rampung dikerjakan, Harison menduga penyebabnya mungkin ada pada keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemda. Mempertimbangkan kondisi darurat, apalagi APBD murni 22014 sudah ketok palu, untuk menganggarkan dalam APBD sudah tentu mustahil. “APBD 2014 sudah lewat. Menyalahi aturan kalau dipaksakan,” lanjut Harison. Menurut Horison, solusinya jika ingin cepat, yakni penganggaran dilakukan dalam APBD perubahan tahun 2014. Sebagai legislator, Harison akan mendorong agar percepatan penyelesaian pembangunan jembatan baru diakomodir dalam APBD P 2014. Ia menyadari pembangunan yang dilaksanakan Pemkab Sekadau dengan konsep berkeadilan dan merata. Namun, dalam kondisi darurat, perlu diambil keputusan cepat dan tepat. “Tidak ada tawar-tawar lagi, APBD Perubahan 2014 mesti mengakomodir penyelesaian pembangunan jembatan itu. Karena ini darurat, tentu kita tidak ingin sampai ada korban jiwa. Kami di DPRD akan mendorong agar hal ini terakomodir,” janji Harison. (Mto).

8

Rupinus : Dinas Harus Pacu Semangat Kelompok Tani Borneo tribune, Sekadau Wakil Bupati Sekadau Rupinus, memberikan apresiasi atas kerja keras yang dilakukan oleh kelompok tani Sungai Setubong dan masyarakat Desa Sungai Lawak Kecamatan Nanga Taman kerena dipanen perdana dinilai cukup berhasil. Guna menuju kelompok tani sukses kedepan menurut Rupinus, memang perlu pembinaan ekstra dari Dinas terkait di Pemkab Sekadau. Untuk itu, mantan camat Nanga Mahap meminta Dinas terkait agar membina kelompok tani yang sudah ada. Entah bantuan itu dalam bentuk memberi penyuluhan atau studi banding di daerah peng-

hasil atau produksi padi dengan catatan sesuai dengan peraturan yang ada. “Sudah seharusnya kelompok tani ini diberi pembekalan oleh dinas terkait, baik berupa penyuluhan, study banding, yang jelas sifatnya tidak menyalahi aturan,” ungkap Wakil Bupati Sekadau, Rupinus, diselasela memberi arahan panen perdana Poktan Sungai Setubong, kemarin. Dikatakannya, Pemerintah Kabupaten Sekadau bekerja sama dengan DPRD Kabupaten Sekadau tetap berkomitmen membangun Masyarakat Kabupaten Sekadau yang sejahtera sesuai dengan kemampuan anggaran yang dimiliki oleh Pe-

merintah Daerah asalkan masyarakat juga mendukung semua pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah. “Ini salah satu prestasi bagi kelompok tani sungai Sentubong, saya berharap program kerja yang sudah dilakukan oleh kelompok tani ini bisa lebih meningkat lagi. Kita masih membutuhkan produksi beras, untuk itu kita berharap kepada kelompok tani dan masyarakat agar dengan pelanpelan merubah pola pertanian dari tradisional ke pola modern,” pintanya. Kepala Desa Sungai Lawak, Raharjo laporannya mengatakan kelompok tani sentubong berdiri pada tahun 2012. Ke-

lompok tani kemudian menggarap lahan diareal sungai sentubong seluas kurang lebih 60 Ha. Lahan cetak sawah yang kini digarap oleh kelompok tani sungai sentubong berada persis di lokasi tembawang. Letaknya juga sangat strategis, dekat dengan perkampungan warga sungai lawak dan sistem pengairannya juga baik meski di musim kemarau. Dikatakan Raharjo, sejak berdirinya kelompok tani ini, ada banyak persoalan yang dihadapi. Salah satunya, lahan masih digarap dengan pola tradisonal alias dengan cara manual. Padahal kata dia, jika lahan ini betul-betul digarap

dengan baik bukan tidak mungkin daerahnya menjadi penghasil beras. Menurut Harjo acara panen perdana padi kelompok tani sentubong bersamaan dengan syukuran bangunan lumbung padi yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau, lewat Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sekadau. “Kami juga bersyukur pemerintah daerah kabupaten sekadau sudah membantu membangun lumbung padi untuk kelompok tani ini. Bangunannya kini sudah bisa kami gunakan untuk keperluan kelompok tani,” kata Raharjo.(Mto).

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

Wakil Bupati Sekadau Rupinus saat melakukan Panen perdana padi Poktan Sungai Sentubong, Desa Sungai Lawak Kecamatan Nanga Taman Kemarin.//foto Bagus Kosminto/Borneo Tribune

Lahan ratusan Hektar Lenyap

Rudi Siap Tempuh Jalur Hukum Borneo Tribune, Sekadau Lahan dengan luas total lebih dari seratus hectare milik Rudi yang diserahkan kepada PT. Multi Jaya Perkasa (MJP) pada tahun 1993 lalu kini lenyap tanpa kabar. Lahan itu kini tak jelas siapa yang menjadi pemiliknya pasca manajemen PT. MJP diambil alih (take over) oleh PT. Sumatera Makmur Lestari pada tahun 2007 lalu. “Saya sendiri yang menyerahkan lahan seluas 100 hektar atas nama diri saya sendiri pada tahun 1993 kepada PT. MJP. Lahan itu saya serahkan sebagai areal perkebunan PT. MJP. Waktu itu polanya PIR perkebunan dengan pembagian hasil 70 : 30,” terang Rudi kepada wartawan, Senin kemarin (10/2). Rudi mengisahkan, setelah di take-over oleh PT. SML tahun 2007, anak perusahaan Gunas Group itu melakukan pemutihan dengan cara mengembalikan la-

han-lahan eks PT. MJP kepada masyarakat yang menyerahkan masing-masing lahan. Namun, Rudi mengaku tidak menerima pengembalian lahan oleh PT. SML. “Saya tidak menerima pengembalian lahan itu. Jadi, kepada siapa lahan itu dikembalikan, saya tidak tahu. Yang jelas perusahaan pasti tahu kepada siapa lahan itu dikembalikan,” aku Rudi. Rudi mengaku tak akan berdiam diri. Ia akan menempuh jalur hukum untuk mengembalikan hak kepemilikan atas lahan miliknya. Berbekal bukti-bukti kepemilikan lengkap, Rudi tak ragu akan langkah yang akan ditempuhnya. “Saya punya bukti-bukti otentik lengkap yang menguatkan hak kepemilikan saya atas lahan tersebut. Saya pastikan akan menempuh jalur hukum,” tegas Rudi.

Dikonfirmasi terpisah, manajer PT. SML timur divisi II, Alim, mengaku baru mengetahui tentang kasus lahan milik Rudi. “Saya baru tahu hari ini,” ujar Alim. Namun demikian, ia mengaku memang ada kebijakan pengembalian lahan oleh manajemen perusahaan saat mengambil alih manajemen PT. MJP tahun 2007 silam. Sepengetahuannya, lahan dikembalikan kepada penyerah lahan masing-masing. “Lahan dikembalikan kepada yang menyerahkan. Saya tidak tahu persis karena saat itu saya belum bertugas disini,” aku Alim. Terkait upaya hukum yang akan ditempuh Rudi selaku pemilik lahan, Alim tidak mempermasalahkan hal itu. “Silahkan saja kalau mau dibawa ke jalur hukum, itu hak semua warga Negara,” tandasnya. (Mto).

Atasi Kabut Asap, Tunda Bakar Lahan Borneo Tribune, Sekadau Bupati Sekadau, Simon Petrus menghimbau seluruh masyarakat Sekadau, terutama yang sehari-hari bekerja sebagai petani agar lebih berhati-hati saat membakar lahan di musim kemarau. Pasalnya, jika tidak betul-betul diperhitungkan secara matang bisa membahayakan dan merugikan masyarakat

sendiri kerna dapat berakibat kabut asap. “Harus hati-hati bakar lahan, baik untuk ladang, kebun dan sebagainya. Jangan sampai teledor, bisa-bisa bahaya,” pesan Bupati ditanyai wartawan usai membuka sebuah kegiatan belum lama ini. Di Sekadau sendiri pekan lalu sebelum ada hujun turun, kabut asap sempat me-

nyelimuti dan menyebabkan polusi udara. Kabut asap memang tidak baik untuk kesehatan. Bersyukur di Sekadau tidak separah kota Pontianak dan daerah sekitarnya sempat terkendala aktivitas sehari-hari akibat kabut asap itu. “kita tahu, kabut asap, tidak baik untuk kesehatan. Harus lebih waspada,” singkatnya. (Mto).

103 Orang Guru Sandang Sertifikasi Borneo Tribune, Sekadau Bupati Sekadau, Simon Petrus mengatakan Pemkab Sekadau sangat mendukung peningkatan sumber daya manusia para guru. Dukungan Pemkab berupa memberikan beasiswa kepada guru untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, terutama untuk guru senior yang belum menyandang Diploma atau strata satu. “Selama tidak menganggu kegiatan guru belajar mengajar di sekolah, silahkan kepala sekolah mendukung guru untuk belajar lagi melanjutkan pendidikan. Ini penting untuk meningkatkan SDM guru di Sekadau menjadi lebih baik, guna mencapai mutu pendidikan yang baik pula,” kata Bupati, belum lama ini. Kepala sekolah sebagai manajer mesti mendukung sepenuhnya jika ada guru di sekolah masingmasing yang berniat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Untuk itu, dukungan dari kepala sekolah sangat diharapkan guna meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sekadau. Bupati memberi apresiasi para Guru disejumlah sekolah di seluruh Kabupaten Sekadau berlombalomba mengikuti ujian sertifikasi. Dari sertifikasi tersebut, para guru diharapkan mampu menerapkan disiplin ilmu di sekolah mentransferkan kepada murid-muridnya. “Sertifikasi penting, karena sekarang sudah harus begitu. Saya bersyukur atas inisiatif sendiri guru-guru kita ini berebut mengikuti sertifikasi,” puji Bupati. Kepala Dinas Pendidikan pemuda dan Olaharaga Kabupaten Sekadau, Djemain Burhan mengatakan, tahun 2013 dari 146 orang guru yang sudah mengikuti ujian sertifikasi, ada 103 Guru yang sudah menyandang sertifikasi. “Dari tahun ke tahun jumlah guru yang sudah bersertifikasi bertambah. Tahun 2013, ada 103 orang yang sudah sertifikasi dari 146 orang,” rinci Djemain. Ratusan guru itu, katanya, tahun 2014 ini pula akan mendapatkan tunjangan sertifikasi sesuai dengan usulan dari Dikdispora Kabupaten sekadau kepada Pemerintah Pusat. “Tahun ini guru yang sudah sertifikasi tahun 2013 akan mendapatkan tunjangan sertifikasi,” tandasnya. (Mto).


Sintang-Melawi Borneo Tribune

Kamis, 13 Februari 2014

9

Antisipasi Gangguan Keamanan Pilegs 2014

Simulasi Pengamanan Suasana Ricuh Borneo Tribune, Nanga Pinoh Jajaran Polres Melawi melakukan latihan simulasi pengamanan jalannya Pemilu Legislatif (Pilegs), Rabu (12/2). Simulasi pengamanan berbagai tahapan pemilu tersebut dilakukan untuk mempersiapkan anggota kepolisian dalam menghadapi berbagai gangguan Kamtibmas saat pemilu berlangsung. Kabag Ops Polres Melawi, Kompol. Haryanto saat memimpin pelaksanaan simulasi mengungkapkan, simulasi pengamanan tersebut melibatkan 150 personel Polres, termasuk anggota dari berbagai Polsek. “Ada empat tahapan Pemilu Legislatif yang kita simulasikan dalam hari ini. Mulai dari masa kampanye, masa tenang, masa pencoblosan serta masa penghitungan suara atau sidang pleno di KPU,” ujar Kabag Ops Polres Melawi, Kompol. Haryanto.

Bentuk gangguan pun langsung diperankan oleh sejumlah anggota polisi yang berpakaian preman. Seperti saat masa kampanye, ada sejumlah peserta kampanye yang melakukan keributan dan polisi sigap mengamankan caleg serta oknum pelaku keributan. Di masa tenang, antisipasi aparat terhadap pelaku money politik. Disaat pencoblosan ada oknum yang memaksa untuk melakukan pencoblosan. Padahal ia tak terdaftar atau oknum dalam kondisi mabuk memaksa melakukan pencoblosan. “Termasuk tadi kita simulasi pengamanan saat membawa kotak suara dari TPS ke PPK, dimana ada kejadian masyarakat yang mencoba menghalangi kotak suara serta pengamanan terhadap jalannya sidang pleno KPU yang diganggu dengan aksi demo dan anarkis massa dari caleg yang tak puas

terhadap hasil perhitungan pemilu,” paparnya. Haryanto mengungkapkan, Polres Melawi sudah menyiapkan sejumlah anggota dari Polres dan Polsek untuk pengamanan di berbagai TPS. Termasuk menyiagakan personel Dalmas saat pelaksanaan perhitungan suara di KPU. Selain itu, personel Polres juga didukung dengan BKO anggota polisi dari POLDA Kalbar untuk membantu pengamanan tersebut. Pengamanan dilakukan dengan melihat pola dan dipetakan setiap daerah. “Kita lihat juga kerawanan daerahnya. Kalau masuk pola aman, satu polisi menjangkau 4 TPS, sedangkan di daerah Rawan 1, satu polisi 3 TPS, rawan 2 satu polisi 2 TPS dan rawan 3 satu polisi satu TPS,” terangnya. Menurutnya, pemetaan kerawanan pun melihat pada potensi gangguan

kamtibmas. Seperti pada rawan 1 gangguan kamtibmasnya tinggi, rawan 2 terkait dengan pengaruh politik seseorang serta rawan 3 terkait dengan kondisi geografis TPS yang jauh. “Kalau untuk Melawi sepertinya yang menonjol adalah rawan 3, karena banyak TPS yang berada jauh di pedalaman,” papar Haryanto. Ia juga berharap, dalam pelaksanaan pemilu nanti setiap jurkam, massa kampanye serta para caleg bisa bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan. Jadi caleg harus siap menang dan siap kalah. “Berani menjadi caleg berarti juga harus siap mental. Harus siap menerima kekalahan,” lugasnya. Haryanto mengingatkan, apabila masyarakat menemukan adanya kecurangan dalam pelaksanaan pemilu dapat melaporkan kepada pihak terkait. Dikepolisian juga terdapat Gakkumdu

Simulasi Suasana Ricuh, saat dalam tahapan Pemilu Legislatif (Pilegs) dimana terjadi benturan antara massa anarkis dengan satuan Dalmas Polres Melawi. Ini adalah bagian dari simulasi pengamanan kepolisian saat terjadinya gangguan dalam tahap Pilegs. Foto Eko Susilo/Borneo Tribune

(Penegak Hukum Terpadu) yang akan memproses pelanggaran pidana pemilu. “Laporan tentunya akan dilihat dulu apakah ini pe-

Petani Desa Semajau Mekar Terancam Gagal Panen

adanya curah hujan selama sebulan terakhir. Apalagi lahan pertanian masyarakat termasuk sawah tadah hujan. Irigasi yang ada juga tak mampu difungsikan, karena sumber air yang jauh dari lahan pertanian masyarakat. ”Ada sekitar 20 hektar lahan sawah milik kelompok tani yang ada di

Desa Semajau Mekar yang terancam gagal panen. Kalau sepekan lagi tak ada hujan maka dikhawatirkan 20 hektar tanaman padi milik kelompok tani tersebut tak bisa dipanen,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sintang, Arbudin, di ruang kerjanya, Selasa (11/2) lalu.

Terhadap kondisi tersebut, pihaknya merencanakan akan segera membuat sumur bor untuk mengaliri tanaman masyarakat. Pembuatan sumur bor ini memungkinkan dilakukan apabila dibandingkan dengan mengambil air dari sungai yang jaraknya mencapai 60 kilometer dari la-

ranah Panwaslu. Kalau ada money politik atau ada aksi pidana, ini bisa diproses sebagai pidana pemilu,” jelasnya. (eko)

Ibas Siap Diperiksa KPK Soal Hambalang

Kemarau Panjang

Borneo Tribune, Sintang Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Sintang membuat warga Semajau Mekar, Kecamatan Ketungau Hilir ketar-ketir. Pasalnya tanaman padi mereka telah menguning dan menunjukan tanda-tanda akan mati. Hal ini disebabkan tak

langgaran pemilu atau pelanggaran pidana pemilu. Misalnya terkait dengan pelaksanaan pemilu, kalau ada pelanggaran bisa masuk

han petani. Apalagi di Desa Semajau Mekar tersebut, petani tidak hanya menanam padi, namun jenis tanaman holtikultura dan jenis lainnya. Pertanian dan perikanan juga menjadi salah satu andalan penghasilan masyarakat setempat. Desa Semajau Mekar sendiri merupakan salah satu desa penghasil beras di Kabupaten Sintang. Namun apabila kemarau tiba, maka masyarakat tidak bisa mendapatkan hasil maksimal dan bahkan panen padi petani terancam gagal. ”Ada irigasi tapi sifatnya hanya tadah hujan. Ketika musim penghujan turun irigasi itu mampu mengaliri lahan sawah petani. Namun ketika musim kemarau irigasi tersebut kering. Sementara sungai yang ada jaraknya sangat jauh dan bukan hal yang mudah untuk mengambil air ke anak sungai tersebut,” lugasnya. Maka solusi yang paling memungkinkan adalah dengan membuat sumur bor. (end)

SURABAYA - Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro alias Ibas mengaku siap diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kasus mega proyek Hambalang. Kesiapan Ibas karena dirinya merasa tak bersalah dan tak terlibat dalam kasus itu. Demikian disampaikan Ibas usai menghadiri acara pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur di Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya. Putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut mengaku menyerahkan kasus itu kepada proses hukum dan Ibas siap jika sewaktu-waktu dipanggil KPK. Sementara itu mengenai pernyataan Anas Urbaningrum yang menyebut dirinya terseret dalam kasus tersebut, Ibas menganggapnya jika pernyataan Anas itu merupakan fitnah. (okezone)

Ibas

Program PPB Sekolah Paulus: Lingkungan Sekolah Jadi Sehat dan Hijau Borneo Tribune, Nanga Pinoh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Melawi, Paulus mengatakan pihaknya memberikan apresiasi serta menyambut baik lembaga yang mau berkontribusi terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Melawi. Seperti yang telah dilakukan WWF dan Suar Institute yang memberikan penguatan dan pelatihan pada sejumlah sekolah, khususnya untuk pendidikan pembangunan berkelanjutan (PPB). “Kita tentunya akan menyambut baik program yang mendukung dunia pendidikan di Melawi selama tidak ada maksud tertentu. Selama didasari tujuan yang murni tentunya hal ini memberikan dampak positif bagi sekolah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Melawi, Paulus, di ruang kerjanya kemarin. Paulus menambahkan, saat ini sekolah tak hanya dituntut untuk menjalankan aktivitas belajar mengajar rutin semata. Tapi juga ba-

gaimana mengupayakan lingkungan yang indah, hijau serta sehat sehingga semangat belajar menjadi semakin baik. “Para guru dan kepala sekolah jangan juga sematamata hanya datang ke mengajar lalu kemudian pulang tanpa mempedulikan lingkungan. Padahal lingkungan yang bersih, hijau dan sehat juga membuat suasana belajar menjadi lebih baik,” papar Paulus. Sekolah-sekolah yang telah mengikuti program pendampingan sangat berpotensi untuk diikutsertakan dalam lomba sekolah sehat. Apalagi saat ini sejumlah sekolah di Kabupaten Melawi sudah mencatatkan prestasi yang baik di dalam perlombaan tersebut. “Seperti SMP Negeri 1 Belimbing yang meraih peringkat dua untuk lomba sekolah sehat tingkat Provinsi Kalbar. Selain itu, untuk tingkat SD, ternyata SD Negeri 6 Nanga Pinoh tak disangka-sangka bisa men-

dapat peringkat tiga di ajang yang sama,” timpalnya. Menurut Paulus, keberhasilan tersebut berkat semua berangkat dari kemauan dan keinginan sekolah untuk menata lingkungan yang lebih sehat dan hijau. Apalagi kalau hal ini bisa ditindaklanjuti oleh sekolah-sekolah lainnya, termasuk sekolah yang didampingi WWF dan Suar. Dengan peran serta pemerintah untuk ikut bersama membangun infrastruktur penunjang agar lingkungan sehat bagi para siswa dan guru tersebut. “Itu semua tidak selalu mengeluarkan dana yang besar. Yang penting ada kemauan dan niat untuk memperhatikan lingkungan sekolah kita,” lugasnya. Program PPB itu sendiri di mulai dari lokalatih yang diikuti 32 sekolah yang ada di Melawi pada Januari 2011 silam. Diakhir tahun 2011, diadakan kembali lokalatih PPB tahap 2 yang diikuti peserta yang sama dengan lokalatih tahap 1.

Kerajinan Tangan, sejumlah siswa SMP sedang membuat kerajinan tangan dari bahan bekas. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang sehat mulai dari sekolah. FOTO: Eko Susilo/Borneo Tribune

Setelah mengikuti lokalatih PPB 1 dan II, ada tiga sekolah, yakni SMP Negeri 1 Sayan, SMP Negeri 2

Belimbing dan SMP Negeri 7 Nanga Pinoh yang lulus seleksi setelah mengajukan proposal PPB. Ketiga sekolah ini

didampingi selama 6 bulan pada 2012. Kegiatan ini sendiri terkait dengam membangun insfrastruktur hijau di

sekolah serta membangun karekter warga sekolah yang mencintai lingkungan. Februari ini akan dilaksanakan lokalatih kewirausahaan hijau. Pesertanya guru, kepala sekolah dan komite SMP Negeri 1 Sayan, SMP Negeri 2 Belimbing dan SMP Negeri 7 Nanga Pinoh. Kemudian dilanjutkan kembali dengan pelatihan pengelolaan perpustakaan sekolah yang akan dilaksanakan di dua sekolah dampingan SMP Negeri 1 Sayan dan SMP Negeri 2 Belimbing. Paulus menyatakan, siap untuk ikut memonitor sekolah yang melaksanakan program PPB. Dalam hal ini pengawas sekolah dianggap lebih tepat dalam melakukan pengawasan. “Ada waktu, baiknya pelaksanakan program PPB juga berkoordinasi dengan Koordinator Pengawas (Korwas) Dinas Pendidikan. Agar program bisa berjalan dengan baik dan sinergis,” ucapnya. (eko)


Kapuas Hulu Borneo T Tribune

Kamis, 13 Februari 2014

10

Tentukan Penerima Bantuan dengan Hati

Sutarmidji memberikan arahan Borneo Tribune, Pontianak Walikota Pontianak, Sutarmidji mengingatkan kepada jajarannya supaya dalam melaksanakan program-program pembangunan terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat harus dilakukan dengan tegas dan jujur serta menilainya dengan hati. Hal ini dikatakannya lantaran ada beberapa program yang dinilainya tidak tepat sasaran misalnya program perbaikan rumah tidak layak huni dan program perbaikan toilet bagi masyarakat tidak mampu. “Yang berhak tidak diajukan mendapat bantuan, yang belum berhak justru diajukan. Kasus ini bukan hanya satu tetapi banyak karena penilaiannya tidak memakai

hati,” ujarnya saat membuka kegiatan Musrenbang Tingkat Kecamatan Pontianak Tenggara, Rabu (12/2) di aula Kantor Camat Pontianak Tenggara. Menurut Midji, yang menjadi prioritas dalam musrenbang ini antara lain infrastruktur jalan termasuk gang, drainase, penunjang kesehatan dan pendidikan. Selain itu juga upaya menekan angka kemiskinan, bahkan bila perlu menghilangkan angka kemiskinan itu. “Dalam musrenbang ini yang dibicarakan adalah kebutuhan, bukan keinginan. Kalau keinginan nantinya banyak yang kecewa karena terlalu banyak listnya tetapi kalau kebutuhan hanya yang perlu saja atau yang mendesak,” katanya. Saat ini, lanjutnya, Peme-

PT. BUMIAspal BORNEO CEMERLANG Distributor Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

rintah Kota Pontianak telah memiliki Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan yang akan mengakomodir hasil-hasil dari musrenbang. Dengan adanya sistem informasi tersebut, masyarakat juga bisa ikut mengawal hasil-hasil yang telah disepakati dalam musrenbang. “Saya berharap musrenbang tahun ini semakin baik kualitasnya,” pungkasnya. (*r/haes)

Kabel PLN Mengerikan. Dioperasikannya kendaraan angkutan jasa roda delapan keatas, membuat sejumlah kabel PLN dan telepon di Jalan 28 Oktober, Kelurahan Siantan Hulu, Pontianak Utara pada Selasa (11/2) semeraut. Kabel PLN dan Telepon yang sudah sangat rendah ini mengganggu kenyamanan pengendara di jalan. Foto : Hawad Sriyanto/Borneo Tribune.

Prajurit Kodam Asah Kemampuan Perorangan Borneo Tribune, Kubu Raya Menghadapi tugas-tugas kedepan yang semakin berat, prajurit Kodam XII/Tpr, melaksanakan latihan yang terus menerus bertingkat dan berlanjut guna meningkatkan kemampuan setiap prajurit dengan melaksanakan program latihan yang telah ditetapkan dari komando atas, Selasa (11/2). Dengan materi latihan bongkar pasang senjata M16

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

A1, Fistol FN dan Pertolongan pertama lapangan (Longmalap) cara mengatasi korban pingsan dan cara memberikan pertolongan korban tenggelam. Letnan Dua Ckm Imam Safi’i menyampaikan pemeriksaan jalan napas, tindakan ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya sumbatan jalan napas oleh benda asing. Jika terdapat sumbatan harus dibersihkan dahulu, kalau sumbatan berupa cairan dapat dibersihkan dengan jari telunjuk atau jari tengah yang dilapisi dengan sepotong kain, sedangkan sumbatan oleh benda keras dapat dikorek dengan menggunakan jari telunjuk yang dibengkokkan. ”Mulut dapat dibuka dengan tehnik Cross Finger, dimana ibu jari diletakkan berlawanan dengan jari te-

Mengasah kemampuan prajurit lunjuk pada mulut korban,” kata Letda Ckm Imam Safi’i. Dikatakannya, Setelah jalan napas dipastikan bebas dari sumbatan benda asing, biasa pada korban tidak sadar tonus otot-otot menghilang, maka lidah dan epiglotis akan menutup farink dan larink, inilah salah satu penyebab sumbatan jalan napas. Pembebasan jalan napas oleh lidah dapat dilakukan dengan cara tengadah kepala topang dagu (Head tildchin lift) dan manuver pendorongan mandibula (Rahang Bawah). Memberikan bantuan napas jika korban/pasien tidak bernapas, bantuan napas dapat dilakukkan melalui mulut ke mulut, mulut ke

hidung atau mulut ke stoma (lubang yang dibuat pada tenggorokan) dengan cara memberikan hembusan napas sebanyak 2 kali hembusan, waktu yang dibutuhkan untuk tiap kali hembusan adalah 1,5-2 detik dan volume udara yang dihembuskan adalah 70001000 ml (10 ml/kg) atau sampai dada korban/pasien terlihat mengembang. Penolong harus menarik napas dalam pada saat akan menghembuskan napas agar tercapai volume udara yang cukup. Konsentrasi oksigen yang dapat diberikan hanya 16-17 persen. Penolong juga harus memperhatikan respon dari korban/pasien setelah diberikan bantuan napas.

Pada saat dilakukan hembusan napas dari mulut ke mulut, penolong harus mengambil napas dalam terlebih dahulu dan mulut penolong harus dapat menutup seluruhnya mulut korban dengan baik agar tidak terjadi kebocoran saat mengghembuskan napas dan juga penolong harus menutup lubang hidung korban/ pasien dengan ibu jari dan jari telunjuk guna mencegah udara keluar kembali dari hidung. Selain itu seluruh prajurit juga mendapatkan materi bongkar pasang senjata M16 A1 dan Fistol FM 46 dan diberikan kesempatan kepada prajurit untuk memperagakan langsung bongkar pasang senjata. (Lay).

IKLAN BARIS Langganan Koran

DIJUAL

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Tanah Kavling lokasi strategis, siap bangun di Perbatasan Sungai Raya Dalam - Punggur Kecil (lurus Paris2), SHM - aman / tidak bertimpa, dll. Tersedia 62 kavling 10 x 20 m2 (25jt cash), 8 kavling Ruko 5 x 40m2 (50 jt cash). Untuk kredit DP 5jt, sisanya diangsur 3642 bulan. Hanya 5 Km dari Jl.Ayani 3 dan pinggir jalan raya Paris - Parit Buluh. Berminat Hubungi :

0812 5710 225

Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688) Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi (085245247955). Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946). Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757)

Biro Kapuas (085654585775)

Hulu:

Herdi

Biro Ketapang: Aldi (08971600688) Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Taxi

Service Mobil SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Kamis, 13 Februari 2014

11

Penganggur Kalbar Terbanyak di Pontianak Kota terbanyak ada di Kota Pontianak yaitu sebanyak 18.183 dari jumlah penduduk 244.907 jiwa. “Jumlah pengangguran kedua ada di Kabupaten Kubu Raya yang mencapai 11.468 orang dari jumlah penduduk

sebanyak 227.891,” ungkapnya kepada kepada wartawan ditemui diruang kerjannya, Rabu (12/2) siang. Sedangkan untuk jumlah pengangguran terkecil, dijelaskan Ridwan terdapat di Kabupaten Kayong Utara dengan

jumlah penduduk sebanyak 46.206 jiwa. Jumlah penganggurannya sebanyak 1.261 jiwa.ÿ Adapun peluang kerja yang banyak menampung tenaga kerja Kalbar, menurutnya sebanyak 222.384 tenaga kerja

Kalbar banyak mendominasi bidang perkebunan dan pertambangan . “Para tenaga kerja tersebut bekerja di 4300 perusahaan yang didominasi sektor perkebunan dan pertambangan,” ujarnya. Sementara untuk pencari

Cornelis Minta Bupati/Walikota Bantu Distribusikan Logistik Pemilu Pemilu 2014 harus berjalan lancar sebagaimana 2004 dan 2009 lalu. Bahkan, orang nomor satu di Kalbar ini mengatakan masyarakat Indonesia sudah makin matang, yang tak kalah pentingnya para elit dan pimpinan partai politik, diharapkan turut menjaga keamanan dan ketertiban kampanye Pemilu. “Cegah pernyataan dan tindakan provokatif yang bisa menyulut kemarahan elemen masyarakat,” pintanya. Dikatakannya semua elemen harus dapat menjaga dan menghormati demokrasi yang sudah dibangun dan berlajan dengan baik di Bumi Indonesia, manfaatkan dengan sebaik-baiknya demokrasi tersebut, demokrasi tetap dikedepankan, agar demokrasi tetap berjalan diantaranya kita harus mencegah berbagai bentuk penyimpangan Pemilu, termasuk intimidasi dalam bentuk apapun. “ Para penegak hukum diharapkan aktif untuk mencegah terjadinya berbagai ketidak

adilan dalam pelaksanaan Pemilu,” tegas Cornelis. Kepada seluruh masyarakat kalbar, Cornelis menghimbau, agar berperan secara aktif guna menyukseskan Pemilu 2014. “Sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab, maka gunakan dan manfaat hak pilih kita, karena satu suara sangat berarti dalam menentukan arah dan masa depan bangsa dan negara,” tuturnya. Sementara itu Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan negara telah mengeluarkan anggaran cukup besar untuk penyelenggaraan Pemilu 2014. Presiden SBY meminta anggaran tersebut digunakan dengan sebaik-baiknya. “Pastikan tidak terjadi penyimpangan, dan jaga akuntabilitas dan bertanggung jawab yang benar, Jangan sampai isu-isu penyimpangan dan akuntabilitas penyelenggaraan pemilu ini nantinya makin meningkatkan suhu politik.

“Cegah dan tiadakan hal yang bisa menimbulkan kecurigaan dan tuduhan tidak perlu, apalagi fitnah,” SBY mengingatkan. Dewasa ini, lanjut SBY, amat sering pemerintah dituduh. Padahal pemerintahan sekarang terdiri dari berbagai partai politik sehingga sulit untuk terjadinya kecurangan. “Kalau ada yang berniat curang tidak mudah untuk melakukannya. Lain halnya kalau pemerintah pusat dan daerah berasal dari satu partai politik, berada satu garis dengan Presiden, barangkali kemungkinan itu bisa terjadi,” SBY menjelaskan. Jika dalam pelaksanaan Pemilu terdapat aduan, Presiden meminta dilakukan secara tertib sesuai aturan dan prosedur. Hal ini untuk mencegah tindakan kekerasan. “Jangan mencoreng demokrasi kita yang kini makin matang, dulu kita bisa, maka tahun 2014 ini kitapun harus bisa,” tegasnya. Kepada pers dan media massa,

Presiden SBY meminta pemberitaan yang disampaikan akurat dan konstruktif, karena media adalah milik dan untuk publik, bukan milik kalangan tertentu, “ tegas Presiden SBY. Rakornas pemantapan pemilu anggota DPR,DPD dan DPRD tahun 2014 dihadiri sekitar 3600 orang, Peserta Rakornas ini adalah seluruh pemangku kepentingan pemilu, yaitu Gubernur, Bupati/Walikota, pejabat eselon I di Kemendagri, Mabes TNI dan Polri, Kejaksaan Agung, Badan Intelejen Nasional (BIN), dan Kapolda. Kemudian Kabinda, Kajati, Ketua KPU provinsi, Ketua Bawaslu Provinsi, Danrem, Dandim, Kapolres, Ketua KPU dan Panwaslu kabupaten/kota seluruh Indonesia. Hadir pula sejumlah menteri KIB II, Ketua MPR Sidarto Danusubroto, Ketua DPR Marzuki Ali, Ketua DPD Irman Gusman, para kepala Lembaga Negara, dan para Ketua Umum Parpol. (*r/nasir/haes)

Pemilu 2009, Caleg Sakit Jiwa 200 Ribu Akibatnya, uang harus dikeruk dari berbagai sumber. Ada tabungan pribadi, pinjaman, sampai menjual harta benda. Maka tak heran, banyak calon anggota legislatif yang stres begitu gagal dalam pemilu. Pada pemilu 2009 lalu, caleg yang mengalami gangguan jiwa akibat gagal duduk di kursi dewan nyaris menyentuh angka 200 ribu. Sejumlah rumah sakit jiwa pun siaga untuk mengantisipasi para caleg yang terancam gila pasca pemilu 2014 ini. Seperti di Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar, Palembang, Sumatera Selatan. Pihak rumah sakit sudah menyiapkan kamar khusus bagi caleg yang mengalami gangguan kejiwaan jika tidak terpilih. Wakil Direktur RS Ernaldi Bahar, Rusdi Kawilarang, mengatakan, kamar tersebut telah disiapkan jauh-jauh hari sebelum Pemilu April 2014. “Ada lima kamar VIP dan satu ruang kelas 1 dengan muatan 8 orang,” kata Rusdi. Meski tidak terlalu banyak yang disediakan, dia memastikan kamar itu cukup untuk menangani para caleg yang mengalami gangguan jiwa akibat stres tidak terpilih. “Belajar dari lima tahun lalu tidak begitu banyak. Tidak ada para caleg yang mengalami gangguan jiwa hingga parah, akan tetapi untuk berobat jalan atau gangguan jiwa ringan memang ada. Jarang sekali yang sampai dirawat inap, kalaupun ada otomatis pihak akan juga malu,” kata dia. Soal sistem perawatan yang diterapkan untuk para caleg, sama seperti pasien kejiwaan pada umumnya. Namun, kelas dan kamarnya dibedakan. Jika digabungkan dengan pasien gangguan jiwa biasa, menurut dia, dikhawatirkan akan membuat mereka semakin parah. “Dan, pasti, pihak keluarga-

nya tidak akan memperbolehkan,” ujarnya. Disinggung mengenai stok obat, hingga saat ini masih mencukupi, baik obat gangguan kejiwaan maupun obat poly umum. “Biasanya, yang saya tahu. Kalau caleg yang mengalami gangguan jiwa karena kalah, biasanya hanya minta dikontrol dengan meminum obat rutin di rumahnya sendiri,” kata Rusdi. Rumah Sakit Penembahan Senopati (RSPS) Bantul siap memberikan layanan konseling maupun medis terhadap para caleg yang stres akibat pertarungan politik di pemilu 2014. “Kami siap melayani pasien stres baik untuk masyarakat umum maupun caleg sekalipun dengan dibukanya dua poli jiwa dan psikologi tujuh hari kerja,” kata Kepala Bidang Pelayanan Medis RSPS Bantul, Atthobarri. Di rumah sakit ini, telah dibuka layanan konseling khusus untuk pasien stres tingkat ringan. Adapun untuk stres tingkat sedang dan berat, RSPS Bantul telah bekerjasama dengan RSJ Puri Nirmala dan RSJ Gracia. Khusus untuk poli jiwa di bawah penanganan dokter sepesialis kejiawaan atau psikiatri bernama Vista Nurasi Pradanita pelayanan dibuka Senin hingga Sabtu mulai pagi hingga siang. Atthobarri menjelaskan, penanganan pasien poli jiwa RSPS Bantul sementara belum terdukung oleh sarana rawat inap untuk pasien stres sedang dan berat. Jika menemukan pasien stress sedang dan berat, RSPS Bantul akan segera merujuk ke dua rumah sakit jiwa yakni Puri Nirmala dan Gracia. Menurutnya, caleg rentan mengalami stres. “Gejala stres dapat melanda siapa saja. Tak terkecuali caleg, yang sudah bekerja dengan tingkat ketegangan fisik maupun psikis yang tinggi,” katanya. Beberapa gejala awal stres ri-

ngan dapat dikenali masyarakat, khususnya caleg di Bantul. Salah satunya mudah capek, sakit kepala, nyeri otot, dan emosi mudah terpengaruh. “Karena stres juga mempengaruhi proses berpikir maka tak heran juga gejala awalnya jadi pelupa. Yang jelas kami siap melayani pasien stres ini sebaik mungkin,” katanya. Kenali gejalanya Menurut Staf Divisi Psikosomatik Departemen Penyakit Dalam RSCM, Rudi Putranto, para caleg yang mengalami stres beresiko menderita berbagai penyakit. “Bersumber dari kehilangan suara pemilih, beban finansial, frustasi, merasa dibohongi, dan sebagainya,” kata Rudi. Dia melanjutkan, stres akan memacu peningkatan hormon kortisol yang akan berefek pada metabolisme tubuh. Stres juga akan mempengaruhi keseimbangan syaraf otonom dan menekan sistem kekebalan tubuh. Inilah risiko kesehatan yang mengancam para caleg stres: 1. Gangguan psikosomatik antara lain, meningkatkan tekanan darah, tekanan kolesterol dan trigliserida yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. 2. Resistensi insulin dan peningkatan gula darah yang dapat menyebabkan diabetes melitus atau kencing manis. 3. percepatan penyerapan tulang resorpsi yang dapat menyebabkan penyakit sendi dan osteoporosis. 4. Penurunan kadar hormon tetosteron dan estrogen yang melemahkan libido atau sex drive. 5. Penekanan aktifitas imune yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit flu, demam, dan penyakit infeksi lain secara berulang. 6. Bila selera makan meningkat, menekan oksidasi lemak dan merangsang penyimpanan

lemak yang dapat menyebabkan obesitas. 7. Penurunan sistem neuro transmitter otak yang dapat penurunan daya ingat atau konsentrasi. 8. Pergeseran neuro transmitter kimia di otak termasuk dopamin dan serotomin yang dapat menyebabkan depresi, cemas, gangguan perilaku dan lain-lain. 9. Berkerutnya sel-sel otak yang dapat menyebabkan efek jangka panjang yakni alzeimer atau pikun berat. Dampingi Ratna Juwita, Staf Pengajar Psikolog Sosial dari Universitas Indonesia, mengatakan banyaknya caleg gagal yang akhirnya depresi disebabkan karena kekecewaan yang sangat dalam. “Bayangkan, mereka sudah menginvestasikan waktu, energi, dan uang dalam jumlah banyak, tapi semua itu tidak membuahkan hasil. Harapan tinggi yang pupus membuat mereka depresi berat.”ÿ Kata Ratna, sebenarnya setiap orang punya ketahanan fisik dan psikis yang berbeda-beda. Bagi mereka yang ketahanan psikisnya lemah rentan mengalami depresi. Kemungkinan caleg depresi ini mempunyai ketahanan psikis yang lemah. Apa yang harus dilakukan untuk mendukung mereka? - Dengarkan keluh kesah mereka. Jika keluarga Anda sudah mengalami kerugian besar, sebaiknya jangan dipersalahkan. Lebih baik menunggu emosinya membaik, baru menyelesaikan masalah-masalah keluarga. - Kenali gejala depresi berat. Jika dalam waktu tiga hari, ia menderita gangguan kejiwaan seperti stres, susah tidur dan tidak bernafsu makan, maka keluarga harus segera membawa ke klinik kejiwaan untuk mendapat perawatan agar tidak sampai menderita depresi yang lebih berat lagi. (vivanews)

BERPOLITIK RASIONAL - IRRASIONAL proses perhitungan. Maklum, kalau harta cukup banyak yang sudah dihimpun puluhan tahun habis percuma dalam beberapa bulan, maka besar kemungkinan pikiran dan perasaan menjadi kacau-balau, lalu stress, sakit kepala, sakit perut, sakit ulu hati, sakit gigi atau sesak nafas yang tidak biasa. Oleh sebab itu diperlukan pengobatan secara luar biasa pula. Baru saja saya mendengar cerita dari teman yang dokter tentang seorang bakal caleg. Belum sempat masuk Daftar Calon Tetap dari suatu partai, dia sudah menghabiskan Rp.30-an juta. Rapat, lobi ke Pusat ( Jakarta), lobi di berbagai warung kopi dan restoran, transport, sosialisasi, dan sebagainya, semua perlu biaya. Akhirnya dia mengundurkan diri. Dia berobat ke dokter bukan karena stress, tetapi karena

radang tenggorokan akibat menghirup asap kebakaran lahan gambut sekitar Pontianak. Ini contoh orang berpolitik rasional. Pada masa Orde Baru dulu, menjelang Pemilu tahun 1992, saya ditawari menjadi Calon Dewan (waktu itu istilah caleg belum ada). Saya diminta setor Rp.4,5 juta dan akan dipasang di nomor jadi. Dengan catatan: kalau ada calon lain yang menyetor lebih besar, maka nomor urut saya akan digeserkan ke bawah. Karena saya percaya, bahwa banyak calon lebih kaya daripada saya, maka saya memilih batal jadi calon. Waktu itu saya sedang mampu rasional. Berpolitik irrasional mengisi ruang tradisi ngerumpi dan bisikbisik kasak-kusuk. Dukun politik atau (yang lebih keren) paranormal, lihai memperoleh manfaat dari “budaya” ini. Para caleg

berkonsultasi, minta perlindungan supranatural kepada dukun politik. Tentu tidak gratis. Ada cerita mengenai seorang caleg yang sudah buat janji dengan seorang dukun. Caleg itu harus membayar sebesar Rp.1.000.000,- sehari selama 4 bulan. Dukun akan “mengawal dan melindungi” Si Caleg sehingga bebas dari kemungkinan perbuatan jahat orang lain. Dan, yang terpenting, pada hari H Pemilu dukun akan mengarahkan pikiran pemilih sedemikian rupa sehingga memilih Si Caleg. Apakah itu akan berhasil? Pasti. Dijamin 100%. Seandainya Si Caleg tidak jadi anggota Dewan Yang Terhormat, pasti ada penjelasan irrasional yang bagi Si Caleg diterima rasional. Ada juga politik yang campuran rasional dan irrasional. Tahun lalu saya mendapatkan tawaran

untuk menjadi caleg dari satu partai. Boleh pilih: Provinsi atau Pusat. Partai akan membiayai semuanya. Sekitar Rp.2 milyar akan diberikan kepada saya bila bersedia. Saya tidak dapat mempercayai tawaran itu. Saya juga takut “ditimpa” uang sebanyak itu. Tetapi beberapa kenalan percaya, maka jadilah mereka sebagai caleg. Mereka pikir, ini kesempatan baik. Terima uangnya, dan kalau tidak jadi anggota Dewan, partai juga tidak dapat menagih kembali. “Kita bayar dari mana?” - mereka meyakinkan diri. Kalau jadi anggota Dewan Yang Terhormat, dana itu harus dikembalikan. Potong gaji. Tetapi cukupkah gaji untuk membayarnya? Pasti cukup! Bagaimana perhitungannya? Hehe, yang irrasional tidak dapat diperhitungkan dengan kalkulator, Bung!***

kerja terbanyak ada di Kabupaten Sintang mencapai 2.166 jiwa dan pencari kerja terkecil berjumlah 547 jiwa di Kabupaten Kayong Utara. “ Dan untuk pencari kerja terbanyak kedua di Kabupaten Sanggau mencapai 1.976

jiwa dengan jumlah penduduk sebanyak 210.598 jiwa,” ujarnya lagi. Meski demikian, Ridwan menambahkan tenaga pengawas terhadap tenaga kerja di Kalbar masih sangat minim. “Untuk bidang yang satu ini

kami akui tenaga untuk mengevaluasi para pekerja sangat terbatas. Untuk itu kedepan akan kami upayakan pendataan akurat terutama untuk pelanggaraan perusahaan terhadap para pekerja itu sendiri,” pungkasnya. (Slt).

Naga Buka Mata Awali Cap Go Meh Brigjen TNI Misjan Anang Sutisna, Wadan Lanal Pontianak Letkol Laut (P) I Gede Putu Sediana, Kapolsek Pontianak Kota Kompol Ahmad Mukthar, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Pontianak, Helfira Hamid, Ketua Umum Perwati Kalbar Linda Ango dan beberapa Pengurus Yayasan Bhakti Suci. Dalam ritual naga buka mata ini, masyarakat Kota Pontianak, khususnya Tionghoa sejak pagi telahÿ memadati Jalan Diponegoro guna menyaksikan ritual buka naga mata. Ritual naga buka mata dilakukan sebelum naga diarak keliling Kota pada puncak perayaan Cap Go Meh (hari ke-15 Imlek) nanti. Sebanyak tujuh ekor reflika naga sejak pagi menjalani ritual naga buka mata dan satu persatu reflika naga dari berbagai yayasan

pemadam kebakaran (YPK) melakukan ritual naga buka mata di Klenteng Kwan Tie Bio. Dari jadwal yang telah ditentukan pihak panitia, yang pertama kali melakukan ritual “naga buka mata” yakni naga dari YPK Merdeka, kemudian disusul naga YPK Beringin, naga YPK Khatulistiwa, naga Budi Pekerti, naga dari YPK Bhakti Suci, dan terakhir naga dari YPK Mitra Bhakti. “Setelah melakukan ritual ada juga diantaranya yang melakukan kunjungan ke donatur-donatur. Ritual “naga buka mata” dilakukan oleh seorang loya yang kerasukan arwah, kemudian loya itu lalu memberikan tanda merah pada mata replika naga yang berarti mata naga itu telah dibuka dan mempunyai kekuatan atau keajaiban dalam mengusir roh ja-

hat,” kata Jupri Syukur. Dikatakannya, Ritual ini dimaksudkan agar naga bisa memberikan keajaiban, mengundang naga turun dari kayangan untuk memberikan berkah, membantu masyarakat, keselamatan dan kebaikan di dunia. Tradisi itu berawal dari cerita dahulu kala di kalangan masyarakat Tionghoa bahwa ada naga yang pernah berkelahi dengan seorang manusia dan terkena panah di bagian mata. Beruntung ada biksu yang mengobati dengan berbagai mantra sehingga mata naga dapat sembuh kembali. “Menurut kepercayaan, setiap naga yang melakukan ritual buka mata, pada hari ke-16 Imlek harus dibakar agar tidak membuat bahaya bagi pemain naga tersebut,” kata Ketua Umum YBS The Iu Sia. (Lay).

Jupri Tewas Tertimpa Bangunan Roboh Jupri dari bangunan yang menimpanya, bahkan Dit Sabhara dengan kekuatan sekitar 50 personil pun juga turun tangan. “ Ketika Jupri tertima bangunan tua yang roboh, rekan kerja serta sejumlah orang yang ada di TKP langung melakukan pertolongan kepada Jupri, bahkan anggota Dit Sabhara sebanyak 50 personil pun turun tangan,” jelas Kapolsekta Pontianak Kota Kompol A. Mukhtar saat dijumpai di TKP. Menurut Kompol A. Mukhtar, bagian badan Jupri yang tertimpa itu, mulai dari kepala hingga pinggangnya, sedangka dari paha sampai kakinya tidak tertimpa. “ Walaupun sejumah orang dan sebanyak 50 anggota Sabhara Polda Kalbar berusaha menyelamat Jupri, namun ketika dikeluarkan dari tuntuhan bangunan tersebut, Jupri sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi,” jelasnya lagi.

Lanjut Kompol A.Mukhtar, untuk mengeluarkan Jupri dari runtuhan bangunan yang menimpa, membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni sekitar 30 menit. “ Kita tidak alat berat untuk mengeluarkanJupri, melainkan mengeluarkan Jupri dari tuntuhan bangunan yang besar - besar itu, secara manual saja, yakni menggunakan tangan saja, dan kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamat Jupri,” ujarnya. Dikatakan Kapolsekta Pontianak Kota, usai mengeluarkan Jupri dari runtuhan tersebut, pihaknya langsung membawa jenazah Jupri ke Rumah Sakit Anton Soejarwo (Dokkes Polda Kalbar), guna dilakukan visum. “ Kita sudah bawa jenazahnya ke Dokkes, karena kita membutuhkan visumnya, selanjutnya akan kita serahkan kepada pihak keluarganya,” katanya. Sementara itu informasi yang

didapat dari lapangan, bahwa bangunan yang dikerjakan oleh Jupri dan kelima temannya tersebut bangunan wisma hendak dibangun hotel. “Kejadiannya sangat cepat, kami tidak tahu robohnya seperti apa, tapi kami hanya mendengar bunyi ambruk yang begitu keras, sehingga membuat kami terkejut mendengar bunyi itu, ketika kami keluar mencari binyi itu ternyata bangunan sudah roboh,”ungkap salah seorang yang mengetahui insiden robohnya bangunan itu. Dikatakannya pula, ia dan rekan kerja korban membantu untuk mengeluarkan korban. “ Kami membantunya juga, begitu juga denganpihak kepolisian, namun saat dikeluarkan hanya ada satu orang dan sudah dalam keadaan meninggal dunia, kemudian jenazah korban langsung di bawa ke Dokkes,” katanya.(Zrn).

Walikota Ajak Masyarakat Hemat Gunakan Air PDAM “Sekarang sudah di atas 700 mg tetapi kalau air surut bisa turun menjadi 400 mg. Itu pun kita campur dengan air penepat. Saya minta masyarakat menghemat penggunaan air PDAM. Jangan menggunakan air PDAM untuk mencuci kendaraan atau menggunakannya untuk hal-hal yang tidak penting,” tegasnya. Kendati produksi air baku PDAM tidak maksimal namun Midji mengklaim masih dalam kondisi normal. Pelayanan distribusi air PDAM pun dinilainya semakin luas lantaran tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Pontianak tetapi juga daerah kabupaten yang ada di sekitar Kota Pontianak. “Saya minta jangan ada pembakaran lahan gambut karena dampaknya untuk memadamkan api terpaksa menggunakan air PDAM sebab sumber air di sekitarnya kering,” katanya. Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan

Barat, diprediksi dalam dua hari ke depan belum ada tanda-tanda akan turun hujan di Kota Pontianak. “Kita berharap mudahmudahan turun hujan. Walaupun hujan tidak turun di Pontianak tetapi paling tidak di daerah perhuluan supaya air sungai tetap tidak asin,” harapnya. Diungkapkan Midji, sebenarnya untuk mengolah air asin itu menjadi air tawar bisa dilakukan tetapi biaya produksi yang harus dikeluarkan cukup mahal dan dikuatirkan akan membebani warga. “Saat ini tarif air PDAM antara Rp 2000 sampai Rp 2900 per meter kubik. Nah, kalau air asin kita olah jadi air tawar maka harga per meter kubik itu antara Rp 15 ribu Rp 18 ribu. Artinya ada kenaikan enam kali lipat atau 700 persen,” ungkapnya. Sebagai alternatif maka disiapkan sumber air baku dari penepat yang jaraknya 24 kilometer dari Instalasi Pengolahan Air (IPA)

PDAM di Jalan Imam Bonjol dan harus dipompa dua kali dorongan dengan mesin baru bisa mencapai ke Imam Bonjol. “Dan itu biayanya besar sehingga kita gunakan hanya waktu-waktu darurat seperti saat ini,” jelas Midji. Saat ini, lanjut dia, produksi air PDAM hanya bisa mencapai 900 1200 liter per detik. Sedangkan kebutuhan ideal air PDAM bagi masyarakat Kota Pontianak adalah 1500 - 1800 liter per detik. “Nah, IPA yang ada itu cuma 1200 liter per detik, dipaksakan memproduksi 1500 liter per detik. Tetapi maksimal yang bisa diproduksi hanya 1200 liter per detik,” paparnya. Ia menargetkan akhir tahun 2015 pelayanan air PDAM bisa mencakup 80 persen. Dengan jumlah tersebut dinilainya hampir semua masyarakat sudah terlayani. “Di Pontianak Timur IPA-nya harus selesai tahun ini sehingga tahun depan sudah bisa berproduksi,” pungkasnya. (*r/haes)

Polisi Tangkap Wanita Pembawa Narkoba dari Lapas yang dikemas sebanyak18 paket kecil seharga Rp.200.000, 2 bal plastik klip, tiga unit telepon genggam dan satu unit timbangan digital sabu. Menurut Kasat Narkoba Polresta Pontianak Kompol Dhani Catra Nugraha, pihaknya berhasil menangkap Nining, yakni berdasarkan informasi masyarakat, selain itu pula penyelidikan yang dilakukan jajarannya kurang lebih selama satu bulan. “ Kita menjadikan Nining ini sebagai TO, sejak satu bulan yang lalu, dan dengan informasi masyarakat kemudian hasil dari penyelidikan kita, kita pun berhasil menangkap Nining,” ujar Kompol Dhani. Lanjut Kompol Dhani, untuk narkoba jenis ekstasi sebanyak 66 butir yang berhasil diamankannya dari tangan Nining, didapatkan Nining dari Lapas Kelas II A Pontianak, yakni dari seorang Narapidana Narkoba atas nama AM yang ditangkap beberapa waktu lalu, di

mana AM ini lah memberikan sejumlah ekstasi itu. “ AM narapidana narkoba yang sekarang ada di Lapasÿ lah yang memberikan narkoba jenis ekstasi itu kepada Nining, di manaq Nining disuruh untuk menjual ekstasi itu, sedangkan untuk narkoba jenis sabu, Nining dapatkan dari orang lainnya, yakni di pinggir jalan,”jelasnya. Ditegaskan Kasat Narkoba, karena telah membawa narkoba dengan berbagai jenis serta menjual nartkoba tersebut, pihaknya pun menjerat Nining dengan pasal 112 dan 114 UU No.35 Tahun 2009ÿ tentang Narkotika dengan ancaman penjara maksimal seumur hidup. “ Kita akan kembangkan kasus ini, dan kita akan berkoordinasi dengan Ka Lapasnya, terkait adanya narkoba yang di data dari Narapidana,” tambahnya. Sementara itu Nining saat ditemui sejumlah wartawan, dirinya membenarkan hal tersebut, dirinya mendapatkan ekstasi dari

seorang Narapidana yang ada di Lapas Kelas II A Pontianak atas nama AM. “ AM ini yang memberikan saya ekstasi saat di Lapas, Ekstasi itu dibungkus dengan pakaian kotor dan di masukkan ke dalam Plastik, dan saya diminta untuk memberikan ekstasi ini kepada seseorang yang ada di Kabupaten Sanggau,”ungkap Nining. Nining juga menerangkan, saat ia keluar dari Lapas Kelas II A membawa ekstasi tersebut, dirinya tidak diperiksa kembali oleh petugas Lapas, langsung pulang saja begitu. “ Saat baru masuk ke Lapas saya diperiksa oleh petugas, namun saat keluar tidak adanya pemeriksaan, sehingga dirinya dengan mudah lolos dari petugas,” jelasnya lagi. ÿ”Saya memang biasa ke Sanggau mengirim dagangan tas yang saya kerjakan secara online, karena ada kiriman sekalian saja saya bawa pesanan AM itu,” ucapnya.(Zrn).


CMYK

Moment & Activity www.borneotribune.com

Borneo Tribune

12

Kamis, 13 Februari 2014

Humanity Night Project Fakultas Teknik Untan 2014

Orang Cerdas Harus Miliki Jiwa Sosial

Walikota H. Sutarmidji Apresiasi Pelaksanaan HNP umanity Night Project 2014 merupakan kegiatan kemanusian yang dilaksanakan setiap mahasiswa baru Fakultas Teknik. HNP adalah kegiatan sosial yang ditujukan langsung kepada masyarakat sekaligus melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Pengabdian kepada Masyarakat yaitu berupa donor darah, PPM Kampus, Pengobatan dan Imunisasi gratis dan ditutup dengan kegiatan Malam Puncak Humanity Night Project 2014. Donor darah merupakan pembuka kegiatan HNP 2014, dilaksanakan pada Kamis (24/10/ 2013), ber tempat di UKM Kampus FT UNTAN dengan bekerjasama dengan PMI Kota Pontianak. Berhasil mendapatkan 131 kantong darah dengan jumlah pendonor 177 peserta dan di serahkan langsung ke PMI untuk digunakan kepada masyarakat Pontianak yang membutuhkan. Peserta pendonor sebagian besar dari Mahasiswa FT UNTAN, Alumni dan Panitia. Sedangkan, Pengabdian Pada

H

Masyarakat (PPM) Kampus dilaksanakan pada Senin (11/11/ 2013) bertempat di UKM Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura dengan kegiatan membersihkan daerah sekitar UKM Fakultas Teknik UNTAN, membuat tempat sampah dan penerangan. Kegiatan ketiga, Pengobatan dan Imunisasi gratis, bertempat bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Desa Ambawang Kuala, Kec. Ambawang, Kubu Raya. Pada kegiatan ini Panitia HNP 2014 Fakultas Teknik UNTAN yang bekerja sama dengan Tim Medis, Tim Farmasi dari Perwakilan Fakultas Kedokteran UNTAN melaksanakan Pengobatan dan Imunisasi Gratis yang di tujukan pada Masyarakat, Balita dan Santri. Jumlah masyarakat yang berobat sebanyak 151 orang dan jumlah yang Imunisasi sebanyak 8 Balita. Kegiatan terakhir, Humanity Night Project 2014 adalah Malam Puncak HNP 2014, digelar Sabtu (8/2/2014) bertempat di Auditorium Untan. Seluruh dana hasil kegiatan sosial yang di kumpulkan panitia HNP 2014 disumbangkan langsung ke Panti

Asuhan Aisyiyah Tunas Harapan yang ber tempat di Jalan Abdurahman Saleh VIII (BLKI). Malam puncak kali ini Panitia menampilkan serangkaian acara yang dimeriahkan oleh Coffee This Morning dan Band dari SMAN 3 Pontianak ser ta beragam doorprize seperti 2 dispenser, 10 baju bermerk, ratusan voucher Ayam Ddadakan, dan Mie Ayam Panama, Freepass Karaoke. Bahkan, sejumlah hiburan penampilan tim tari 2013, pembagian doorprize, operet, paduan suara dan juga pertunjukkan musik. Kegiatan Malam Puncak HNP 2014 dibuka Walikota Pontianak Bapak H.Sutarmidji. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan panitia. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan Mahasiswa yang mengarah ke kegiatan sosial, Humanity Night Project ini nantilah yang akan mengimbangkan emosional seseorang ketika terjun ke dalam masyarakat, karena di jaman sekarang banyak orang cerdas, orang kaya tetapi tidak memiliki jiwa sosial� tegasnya. (Kersa HNP-HBT)

CMYK

Harian Borneo Tribune 13 Februari 2014  

Harian Borneo Tribune 13 Februari 2014

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you