Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Selasa, 18 Juni 2013

9 Sya’ban 1434 H - 11 Go Gwee 2564

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

16 Partai Hantarkan Incumbent Maju Pilwako Pontianak Optimis Satu Putaran Sutarmidiji Terharu Masyarakat Hadiri Deklarasinya Lima partai pengusung pasangan Incumbent, Sutarmidiji – Edi R. Kamtono, yakni PPP, PDIP,PAN,PKS dan PKPB, optimis memenangkan Pilwako Pontianak periode 2013 – 2018 mendatang, di mana hal ini diungkapkan langsung oleh masing – masing Ketua DPW, dalam deklarasi pasangan yang berslogan, Kerja, Disiplin dan Amanah itu, Senin (17/6) kemarin. KANDIDAT INCUMBENT Sutarmidji yang berpasangan dengan Edi Rusdi Kamtono, dengan tangan terkepal bergandengan bersama masing-masing pendamping hatinya, melambaikan tangan di hadapan pendukung usai deklarasi pasangan, di PCC, Sabtu (17/6) siang kemarin. FOTO: Ubay KPI/Borneo Tribune

Ombudsman Kalbar Buka Gerai Pengaduan di Mempawah SEBAGAI pengawas penyelenggaraan pelayanan publik dan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat melakukan berbagai langkah dan upaya untuk meningkatkan kualitas pe-

MENURUT Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPP Kalbar, Ahmadi Usman, ada 5 partai pengusung untuk pasangan Incumbent maju sebagai Cawako – Cawawako

Pontianak, yakni PPP, PDIP, PAN, PKS dan PKPB, sedangkan partai pendukung untuk pasangan ini, ada sekitar 11 Partai. “ Ada 11 Partai pendukung dan 5 partai pengusung, di mana kami sudah bertekad, dan membulatkan serta mengikrarkan diri ....Ke Halaman -11

Sejarah Pertama di Indonesia

Bupati ‘Muda’ Incumbent Kembali Dikayuhkan Rakyat

layanan publik. Setelah sukses melakukan sosialisasi dan pembukaan Gerai Pengaduan pelayanan publik di Kota Singkawang (12-14 Juni), Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat kembali melakukan kegiatan serupa di Kota Mempawah, Kabupa-

Yayasan Dhammaghanta Galang Dana

Ketua Yayasan Dhammaghanta

dr. Ali Fuchih Siauw, M. Repro, Sp. Andn

....Ke Halaman -11

foto S.Ardiansyah/ Borneo Tribune

Slamet Ardiansyah Borneo Tribune, Pontianak

B uah Bibir

Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kubu Raya. Pada periode pertama maju di jalur perseorangan, Muda mendapatkan 72000 dukungan rakyat dan usai terseleksi oleh KPU menjadi 67.000 dukungan.

BERNIAT bangun sekolah Yayasan Dhammaghanta mengelar aksi galang dana di Balai Room Khatulistiwa Hotel Transsera Pontianak, Minggu (16/6). Aksi ini dimaksudkan untuk membangunan persekolah Budha yang rencananya akan menelan dana berkisar lebih kurang Rp 400 juta. Demikian hal ini diungkapkan Ketua Yayasan Dhammaghanta dr. Ali Fuchih Siauw, M. Repro, Sp. And kepada wartawan saat ditemui disela-sela acara tolk show Be Good, Be Hoky Be Happy. ”Acara ini kita gelar tidak hanya masyarakat beragama Budha akan tetapi kita juga mengundang masyarakat yang non beragama Budha dari barbagai etnis. Dan sekitar tidak

....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

Sanksi Buat Kader Pengkhianat KETUA Dewan Pengurus Pusat (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Kalbar, H. Ikhwani A. Rahim, menegaskan kepada seluruh kader – kader PAN yang ada di Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kota Pontianak, maupun yang ada di Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kecamatan – kecamatan Kota Pontianak untuk tidak berkhianat terhadap pasangan Ikhwani A. Rahim ....Ke Halaman -11

Memperbesar Foto Seukuran Aslinya SUATU hari Beno datang ketempat cuci cetak foto,.... Beno : “Pak,..disini bisa nggak mencetak foto segede aslinya??” Pelayan : “Ohh,..tentu saja dik,..kami ini kan ahlinya,...” Beno : “Kalau gitu tolong besarin foto ini sesuai ukuran aslinya,..” Beno menyerahkan foto Candi Borobudur!!! o

BUPATI MUDA. Muda Mahendrawan, SH didampingi Ir H Suharjo, MMA resmi mendaftar sebagai calon bupati dan wakil bupati Kubu Raya melalui jalur independen, Senin (17/6) sore kemarin. Hairul Mikrad Borneo Tribune, Pontianak INI mungkin sejarah pertama di Indonesia. Bupati incumbent yang sebelumnya terpilih melalui jalur perseorangan kembali maju meng-

gunakan ‘perahu’ independen. Hal ini terjadi di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. AdalahHMudaMahendrawan, SH. Bupati Kubu Raya incumbent ini kembali maju sebagai calon bupati periode 2013-2018 melalui jalur perseorangan.

Bupati Muda memilih berpasangan dengan Ir H Suharjo, MMA. Suharjo dalam bertarung di perhelatan pesta demokrasi, 19 September 2013 mendatang. Suharjo sendiri sebelumnya Kadis Pertanian dan Perternakan yang juga Plt

45 Kursi hanya Terisi 13 Orang

Banyak Anggota Tak Hadiri Sidang Paripurna Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak MELALAIKAN tugas kerja, khususnya bagi anggota dewan, tak hanya terjadi di DPR Pusat. Di daerah juga masih kerap terjadi hingga saat ini. Senin (16/7) kemarin, ada tiga agenda paripurna di DPRD Kota Pontianak. Salah satu agenda yaitu penyampaian laporan panitia khusus terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban akhir masa jabat-

an kepala daerah Kota Pontianak tahun 2008-2013. Dalam pembacaan peserta paripurna yang disampaikan bidang risalah hanya 26 yang hadir dari 45 anggota dewan DPRD Kota Pontianak. Berdasarkan pantauan Borneo Tribune saat sidang berlangsung, 45 kursi anggota dewan banyak yang melompong. Hanya ada 13 kursi yang diisi, ditambah 1 kursi pimpinan DPRD. Dari daftar hadir yang ada,

TELAH HADIR DI SANGGAU

....Ke Halaman -11

KURSI MELOMPONG tanpa tuannya terlihat di ruang sidang pada rapat paripurna, Senin (17/6) kemarin. Dari 41 kursi anggota Dewan minus 4 kursi pimpinan, hanya terisi 13 anggota Dewan. Selebihnya, ijin dan datang daftar kemudian meninggalkan ruang sidang. Bahkan, ada beberapa anggota dewan tanpa keterangan. FOTO: Ubay KPI/Borneo Tribune

CABANG: - Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000 - Ketapang : Jl. R. Suprapto Telp. (0534) 31841

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Budi Rahman Borneo Tribune, Pontianak

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak


Selasa, 18 Juni 2013

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

HUT KKU ke-6

Hildi : Jadikan Momen Lebih Berinovasi

Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Tidak terasa sejak diresmikan menjadi sebuah kabupaten devinitif, pada 26 Juni mendatang KKU genap berusia 6 tahun, sederet prestasi dan tanda kemajuan mulai terlihat. Dari pesatnya pembangunan dan sederet permasalahan yang masih menggelayuti langkah menuju gerbang kesejahteraan diharapkan menjadi motifasi dan semangat untuk terus berinovasi di bidang pembangunan

guna menjadikan Kayong Utara sebagai sebuah kabupaten yang maju dan bermartabat. Hal tersebut disinggung BUpati KKU Hildi Hamid dalam sambutannya saat membuka rangkaian kegiatan HUT KKU ke 6 dengen menggelar pameran pembanguan yang dipusatkan di lapangan sepak bola Geloria Teluk Melano Kecamatana Simpang Hilir, Minggu (16/ 6). “Pameran pembangunan diharapkan menjadi sebuah potret kecil potensi dan hasil buah karya kita bersama, namun di balik itu masih

T AJUK Peringatan Gubernur Soal Amdal Permintaan Gubernur Kalbar Cornelis agar perusahaan tidak menyimpan hasil analisis dampak lingkungan (Amdal) di bawah bantal menggelitik perasaan kita. Kita tergelitik merenungkan mengapa pernyataan ini bisa muncul. Dalam renungan kita, pernyataan ini muncul tentu ada sebabnya. Mungkinkah gubernur geram melihat sikap perusahaan yang kadang kala tidak peduli pada lingkungan? Soal perusahaan dan banyak orang yang mengabaikan analisis dampak lingkungan sudah sering kita dengar. Saban musim kemarau kita disajikan hidangan bermenu ‘asap’ hasil pembakaran lahan. Tak habis kita makan sendiri, hidangan itu kita kirim ke luar negeri, ke tetangga kita Malaysia dan Singapura. Kita ribut pasal pencemaran lingkungan itu. Sering kali pembakaran dilakukan oleh warga untuk perkebunan. Tetapi, kita juga diberikan cerita mengenai adanya perusahaan perkebunan yang membakar lahan agar mereka lebih mudah melakukan pembersihan lahan (land clearing). Ujung dari cerita itu, hanya penyesalan dan ungkapan keprihatinan. Tindak lanjutnya? Entahlah. Seingat kita, belum terdengar sebuah perusahaan atau orang di daerah ini diputuskan bersalah karena melakukan pencemaran lingkungan. Kita juga melihat sungai-sungai kita semakin hari semakin keruh. Kegiatan pertambangan yang menjadi biang kekeruhan sungai, kononnya diberantas, tetapi kenyataannya tetap beroperasi. Kadang mesin pekerja disita, tetapi, tindakan hukum untuk pelaku entah sampai di mana. Pekerja kucing-kucingan, pemilik modal leluasa bermain. Kita tidak ingin berburuk sangka, tetapi, kenyataan-kenyataan ini membuat kita berprasangka. Jika gubernur berprasangka jangan-jangan dokumen Amdal disimpan di bawah bantal –dan karena itu beliau minta agar hal itu tidak dilakukan, kita berprasangka jangan-jangan hukum memang tidak berdaya menyentuh pemilik bantal-bantal itu. Lantas kalau sudah demikian, apa yang bisa kita harapkan? Semoga peringatan gubernur kali ini berhasil menggelitik kita semua.

S

ENGET

Kata Gubernur Cornelis, Amdal jangan disimpan di bawah bantal - Rajin pula’ orang baca sambil tido Bang Tribune

· Wartawan, Kontributor, Intensive Programme and Freelancer “ Borneo Tribune” selalu di bekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima / meminta apapun dari narasumber · Setiap artikel atau tulisan berupa laporan kegiatan, cerita pendek, surat pembaca, puisi dan resensi yang dikirim ke redaksi hendaknya di ketik dengan spasi rangkap, maksimal 500 kata, ditandatangi dan disertai identitas ( No Telp / Fax jika ada ) dikirim ke alamat borneotribune@yahoo.com atau yusriadii@yahoo.com. Terimakasih

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

banyak potensi dan kendala yang harus bisa kita angkat kepermukaan untuk bersama-sama merupah kendala menjadi sebuah solusi,” kata Hildi Hamid. Dikatakannya, pameran pembangunan dalam rangka HUT Ke-6 Pemerintah Kabupaten Kayong Utara tahun 2013 ini menampilkan berbagai produk unggulan, karya seni, kerajinan khas produk, jasa dan hasil pembangunan Kabupaten Kayong Utara selama ini. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan gagasan kreatif dan inovatif, pengembangan produk originil industry kecil dan menengah sehingga dapat berperan mening-

katkan perekonomian masyarakat Kabupaten Kayong Utara kearah yang lebih baik. Dijelaskannya, pameran pembangunan dalam rangka HUT ke-6 Pemerintah Kabupaten Kayong Utara tahun 2013 ini merupakan momentum yang sangat penting untuk menjawab tantangan pada masa era globalisasi ini. Persaingan dan besarnya peluang untuk berusaha pada bisnis yang berbasis pada industri pengolahan dan kerajinan mendorong masyarakat untuk terus menampilkan karya yang lebih baik dengan cara meningkatkan kualitas dan kuantitas produk dalam rangka mendukung pertumbuhan ekono-

Opini

Pameran pembangunan diharapkan menjadi sebuah potret kecil potensi dan hasil buah karya kita bersama, namun di balik itu masih banyak potensi dan kendala yang harus bisa kita angkat kepermukaan untuk bersama-sama merupah kendala menjadi sebuah solusi.

mi di Kabupaten Kayong Utara. “Saya sangat bangga sekali atas suskesnya acara pameran pembangunan dalam rangka HUT Ke-6 Pemerintah Kabupaten Kayong Utara tahun 2013 ini. Dengan keamanan dan ketertiban yang kondusif serta animo masyarakat yang sangat besar untuk menghadiri Pameran Pembangunan ini untuk itu saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada semua lapisan masyarakat yang tetap mendukung terselenggaranya kegiatan pameran pembangunan ini,” harapnya. Ketua panitia pameran pembangunan pada tahun 2013 yang langsung dita-

ngani Sekda KKU Hendri Siswanto S.Sos terlihat sukses dimana penyiapan stand dan ramainya pengunjung yang antusias berebut melihat pameran menjadi salah satu meriahnya pameran tersebut. Sementara itu, koordinator stand pameran yang dikelola oleh Kadis PerindagkopUKM Azahari menyebutkan pameran pembangunan tersebut diikuti oleh 69 peserta, terdiri dari 20 peserta dari instansi pemerintah, 8 peserta dari perusahaan swasta, 2 peserta dari organisasi masyarakat dan 39 peserta dari UKM pedagang kaki lima. “Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan 16 - 24 Juni 2013,” kata Azahari.

Estetika Sang Tugu dalam Konteks Budaya Laskar Khatulistiwa Pontianak Kalimantan Barat Oleh : Hamidah Indonesia terkenal dengan negara yang memiliki seribu kemajemukan budaya pariwisata. Potensi kebudayaan didalamnya menghasilkan sebuah masyarakat yang heterogen. Hal ini membuat banyak perbedaan budaya serta keberagaman yang menghasilkan suatu multikultural. Dengan multikulturalisme ini maka prinsip “Bhineka Tunggal Ika” seperti yang tercantum dalam dasar negara akan menjadi terwujud. Keanekaragaman budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia akan menjadi inspirasi dan potensi bagi pembangunan bangsa sehingga cita-cita untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 dapat tercapai. Pada zaman globalisasi ini, umumnya para remaja lebih banyak menghabiskan waktu mereka di tempattempat yang berbau modern, sedangkan tempat-tempat yang berupa monumen sejarah dan peninggalan sejarah sudah banyak ditinggalkan. Padahal, mereka adalah benih-benih dalam memajukan dan memperkenalkan tempat bersejarah di daerahnya sendiri. Selain itu, harus adanya dukungan dari wisatawan lokal ataupun wisatawan setempat yang ikut serta memperkenalkan ke wisatawan asing melalui berbagai cara,tak terkecuali sarana dan prasarana juga sangat mendukung guna kenyamanan pengunjung. Pemanfaatan Tugu Khatulistiwa dalam kontek sejarah, Kebudayaan dan kontek pariwisata dapat dilaksanakan dengan banyak cara yang telah dilakukan. Terlebih lagi konteks kebudayaan yang diadakan secara rutin pada saat terjadinya titik kulminasi berupa Festival Budaya Bumi Kha-

tulistiwa atau disingkat dengan FBBK. Acara ini yang dijadikan pemerintah bekerjasama dengan dinas pariwisata sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahtaraan masyarakat setempat dengan menghargai monumem sejarah dan peninggalan sejarah yaitu Tugu Khatulistiwa dapat bermakna social dari nilai kebudayaan. Kajian Mengenai Tugu Khatulistiwa Tugu Khatulistiwa Pontianak dibangun pada tahun 1928 oleh tim Exspedisi Geograpi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda, yang dilakukan secara Astronomi, artinya bahwa Pengukuran yang mereka Lakukan tanpa mempergunakan alat yang canggih seperti satelit atau GPS, mereka hanya berpatokan pada Garis yang tidak Smooth (garis yang tidak rata / bergelombang) serta berpatokan benda-benda alam seperti, rasi bintang (Ilmu Falaq). Tim Ekspedisi Internasional pengukuran gravitasi oleh Ilmuwan Indonesia dan Jepang telah berlangsung pada tanggal 30 november 2005 – 3 Desember 2005 di Tugu Khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia diwakili oleh Dr. Parluhutan Manurung, Ir. Rustandi dan Suradi dari Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKORSUTANAL) dan Jepang diwakili oleh Dr. Fukuda dan Dr. Higasi dari Universitas Kyoto. Berdasarkan pengukuran berulang sebanyak 9320 kali dalam 4(empat) hari, maka diperoleh nilai gravitasi dititik Tugu Khatulistiwa tersebut adalah: 978079.1179±2.1 miligal. Pengukuran ini bersejarah karena Tim Ekspedisi inilah pertama kali melakukan pengukuran di satu kota yang berada dilintasan Garis Khatulistiwa, di Lintang Nol Derajat. Hasil pengukuran ini diterbitkan

oleh Takemoto et al pada journal of the Geodetic Society oj Japan, Vol. 52, No. 1, (2006), pp. 51-95. Dipandang dari segi ilmiahnya, nilai ekspedisi ini setara dengan apa yang telah dilakukan oleh Tim Ekspedisi Internasional ketika menentukan dimana Garis Equator yang melintas di kota Pontianak pada tahun 1928. Adanya pengukuran gravitasi absolute ini akan menambah nilai ilmiah dari Tugu Khatulistiwa dan diharapkan menambah daya tarik wisata ilmiah Tugu Khatulistiwa ini. Kemudian tahun 2005 pada bulan Maret, posisi Tugu Khatulistiwa dikoreksi kembali oleh tim dari BPPT yang berkerja sama dengan Pemerintah Kota Pontianak menggunakan satelit. Ternyata terdapat perbedaan 115 m dari posisi yang asli ke arah selatan Khatulistiwa. Perbedaan itu terjadi karena factor akurasi alat dan cara yang digunakan pada waktu dulu dan sekarang. Menurut ahli Geologi, Bumi itu mengalami pergeseran secara alami sebanyak ± 1 mm, apalagi kalau terjadi gempa akan semakin besar pergeserannnya. Jadi perbedaan antara Pengukuran Astronomi (Ilmu Falaq) dan Satelit tidaklah perlu kita perdebatkan, kita harus menghargai perbedaan dan jerih payah orang-orang terdahulu sebelum pengukuran secara satelit ditemukan. Yang harus kita lakukan sekarang adalah memelihara dan melestarikan asset yang sangat berharga ini agar tidak hilang dimakan zaman serta demi untuk generasi yang akan datang. Pengukuran gravitasi teliti penting menjadi acuan dalam pemetaan gravitasi. Data gravitasi bumi juga dapat memberikan pertanda gejolak yang ada dalam kerak bumi. Untuk itu, para ahli kebumian banyak memanfaatkan data gravitasi ini untuk kajian dinamika bumi dan studi lapisan kerak bumi lapisan

dalam. Peta gravitasi dan perubahannya dapat memberi pertanda apakah lapisan kerak bumi di suatu kawasan mengandung minyak bumi dan tambang mineral. Pengukuran gaya berat absolut di Tugu Khatulistiwa Pontianak ini dapat menjadi titik acuan yang sangat penting bagi pemetaan gravitasi di Pulau Kalimantan. Tugu Khatulistiwa ini terletak di garis khatulistiwa yang membelah Bumi menjadi dua bagian, Utara dan Selatan. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah. Tugu ini menjadi suatu ikon wisata Kota Pontianak dan selalu dikunjungi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke Kota Pontianak. “Ada tugu di dalam tugu”, itulah tugu Khatulistiwa. Ikon Kota Pontianak ini memiliki tinggi 15,25 m dari permukaan tanah untuk melindungi tugu asli di dalamnya yang telah dibuat pada tahun 1928. Jadi, bangunan tugu yang dibuat tahun 1990 adalah bangunan duplikat yang besarnya 5 x dari tugu asli dan berfungsi untuk melindungi tugu asli. Tugu Khatulistiwa yang asli terbuat dari kayu Belian (kayu Besi, atau kayu ulin) terdiri dari empat tonggak yang mana 2 buah tonggak bagian depan dengan tinggi 3,05 Meter dari permukaan tanah, dan 2 buah tonggak bagian belakang dengan tinggi 4,40 meter dari permukaan tanah. Keterangan symbol berupa anak panah menunjukan arah utara–selatan (lintang 0‘derajat). Keterangan symbol berupa flat lingkaran yang bertuliskan EVENAAR yang artinya Khatulistiwa (bahasa Belanda) menunjukan belahan garis khatulistiwa atau batas utara dan selatan. Sedangkan plat dibawah arah panah ditulis 109°20’0 "0LvGR artinya garis khatulistiwa di Kota Pontianak bertepatan dengan 109° garis bujur timur 20 menit 00

detik GMT. Tugu khatulistiwa mempunyai beberapa tahap penyempurnaan yang dimulai dari tahun 1928 yaitu tahun 1930 yang disempurnakan adalah tonggak, lingkaran beserta tanda panah. Tahun 1938 disempurnakan lagi oleh arsitek Silaban adalah Lingkaran. Pada tahun 1990-1991 dibangun Duplikat/replika Tugu Khatulistiwa serta bangunan pelindung yang di bangun secara permanent berbentuk Kubah dan diresmikan pada tanggal 21 September 1991 Oleh Gubenur Kalimantan Barat Parjoko Suryo Kusomo. Dalam kenyataannya Bumi selain berputar pada sumbunya (Rotasi) ,juga Berevolusi mengelilingi Matahari dengan periode satu tahun (365,seperempat hari). Dengan adanya Rotasi tersebut, maka terjadi siang dan malam, dan dengan adanya revolusi bumi, maka timbul perubahan musim. Dalam 1 (satu) tahun, matahari melintasi garis Khatulistiwa sebanyak 2 (dua) kali, yakni : antara tanggal 21-23 Maret yang bergerak ke arah Utara dan antara 21-23 September bergerak kearah selatan. Kulminasi merupakan suatu kejadian, dimana matahari tepat berada di Garis Khatulistiwa dan diatas kepala sehingga tidak menghasilkan “bayangan” matahari benda apapun dibawahnya. Adapun ciri khas dari kota pontianak yang diakibatkan adanya garis imajiner khatulistiwa ialah curah hujan yang tinggi, suhu udara pada siang hari berkisar 32-36 derajat celsius bahkan bisa mencapai 40 derajat celsius disaat-saat tertentu selain itu, seinar matahari akan menyinari secara melimpah dan terus menerus. H A M I D A H, S. Pd, M. Si Guru SMKN 4 Pontianak Makalah ini dipresentasikan dalam seminar PenBorneo di Brunei Darussalam, 13-14 Mei 2013

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Direktur: Emiliana Sekretaris Direksi: Erika Sudiardjo Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Pimred: Hawad Sriyanto Wapimred: Yusriadi Sekretaris Redaksi : Aulia Marti Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering, Hairul Mikrad. Redaktur Pelaksana: Ukan Dinata. Wartawan Senior: Andry, Budi Rahman, Agus Wahyuni Wartawan: Andika Lay, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Jubeironi, Slamet Ardiansyah. Staf Redaksi: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, M Taufik, Fery Adeputra, Yulan Mirza.Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Bengkayang: www.borneo-tribune.net Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). Singkawang: Rudi Hariyanto Alamat: Jl. Manggis Rt 026/Rw 009 Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah. TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Aditya ( 085349867788 ). Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Fahri (085750296539 ) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2.Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Biro Kayong Utara : Abdul Khoir. Umum Fitriyana, Ardiansyah. Percetakan/IT: (Manajer) Iwan Siswanto, (Wakil Manajer) Supriyanto, Rustam. Marketing: (Manajer) Hesty Yosana, Kusnan, Aldi C.Sirkulasi : M. Danny, Mulawarman Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Husada Muin. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Asisten Dirut: Khairoedin Pasaribu. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com

Borneo Tribune


CMYK

Moment & Activity

03

www.borneotribune.com

Borneo Tribune

Selasa, 18 Juni 2013

MUDA: SAYA MENCINTAI RAKYAT

P

asangan, H Muda Mahendrawan, SH dan Ir H Suharjo, MMA diantar ribuan rakyat, Senin (17/6) resmi mendaftar sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya. Doa dipanjatkan kepada Ilahi. Diiringi rebana, Bupati incumbent yang sebelumnya terpilih melalui jalur perseorangan ini kembali maju menggunakan ‘perahu’ indepeden. Ribuan sepeda motor dan ratusan mobil berarakan mengantar Muda-Harjo beranjak dari kediaman ke KPU Kabupaten Kubu Raya Bupati Muda memilih berpasangan dengan Ir H Suharjo, MMA. Suharjo dalam bertarung di perhelatan pesta demokrasi, 19 September 2013 mendatang. Suharjo sendiri sebelumnya Kadis Pertanian dan Perternakan yang juga Plt Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kubu Raya. Pada periode pertama maju di jalur perseorangan, Muda mendapatkan 72000 dukungan rakyat dan usai terseleksi oleh KPU menjadi 67.000 dukungan. Muda sendiri berhasil meraih suara 59 persen pada pemilihan putaran kedua. Di periode kedua ini, Muda-Suharjo didukung

Pasangan Muda Mahendrawan-Suharjo mengajak rakyatnya untuk melanjutkan perjuangan.

122.222 rakyat. Usai diseleksi di KPU menyisakan 96.559. Dari jumlah tersebut yang rusak 8999 dukungan. Muda-Suharjo sendiri mendaftar sebagai calon bupatiwakil bupati kali ini, dengan 87.550 dukungan. Jumlah ini merupakan dukungan syah hasil verifikasi faktual KPU. Ditegaskan Muda, jalur independen dipilih lebih rasa dan bentuk cintanya kepada rakyat. “Saya mencintai rakyat” pernyataan ini sering ditegaskan Muda ketika ditanya mengapa malah memilih independen. Bersama rakyat, dukungan akan diberikan secara ikhlas. Bukan dukungan semu, apalagi perahu tanpa pengayuh. Bila didukung dengan ikhlas, maka memimpin lebih dengan hati. Dukungan ikhlas membuat pemimpin memiliki kepekaan akan keperluan rakyatnya. Pemimpin bisa menjaga keseimbangan dan berada di tengah-tengah kelompok serta warna-warni politik, dan mampu menjadi soluter bagi persoalan rakyatnya. “Saya bukan pemimpin serba bisa, saya hanya ingin bisa merasa, bukan merasa bisa, saya ingin selalu bisa merasa. Dengan dukungan ikhlas, saya akan tenang mengambil dan mengawal kebijakan untuk rakyat. Saya mencintai rakyat saya,” tegasnya. Narasi: Hairul Mikrad Foto-foto: Adi dan Adep

Iringan rakyat pendukung sepanjang hampir 3 kilometer mengantar pasangan independen ini ke KPU Kubu Raya

Bersama istri, Muda berziarah di Makam Pahlawan

Doa bersama digelar sebelum pendaftaran Ir Suharjo MMA dan istri

Muda menyapa rakyat pendukungnya

Sambutan hangat dari rakyat

Wujud melestarikan budaya

Muda diapresiasi salah satu tokoh masyarakat

Pendaftaran

Muda mengajak massa pendukungnya ziarah ke makam pahlawan usai dari KPU Kubu Raya. Ini sebuah contoh tauladan untuk menghormati dan menghargai jasa para pejuang bangsa. Ini potret seorang yang negarawan. CMYK


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Selasa, 18 Juni 2013

4

Liburan Sekolah, Pengunjung Museum Capai 11.904 Orang Memasuki liburan sekolah, pengunjung museum Kalbar meningkat. Pada hari biasanya jumlah pengunjung rata- rata mencapai 3.000 pengunjung. Pada Mei lalu meningkat hingga 11.904 pengunjung. Kasi Bimbingan Edukasi, UPT Museum Kalbar, Agustiah mengatakan puncak pengunjung museum terjadi sebelum memasuki liburan sekolah dan seminggu menjelang Ujian akhir (UN) Se-

kolah. Kebanyakan dari pengunjung berasal dari luar daerah dengan melakukan perjalanan secara rombongan. Diantaranya, Kota Singkawang, Kubu Raya, Ketapang dan lainnya. Di museum, para siswa bisa melihat beragam koleksi yang ada di dalamnya. Mulai dari koleksi replika batu pait, miniatur rumah lanting, dangau, perahu lancang kuning perahu tambe dan lainnya. selain itu, para pengunjung juga bisa melakukan dokumentasi kegiatan selama berada di museum.

CMYK

Warga Keluhkan Orgil Keberadaan orang gila Achmad Munandar (orgil) mulai meresahkan, Borneo Tribune, Kubu Raya warga Desa Teluk Kapuas Kecamatan Sungai Raya meminta Pemkab Kubu Raya segera menertibkan. “Kami minta Pemkab bisa menertibkan orgil yang berkeliaran, sebab mereka tidak hanya meminta-minta lagi, tapi sudah mulai menakut-nakuti warga ketika permintaannya tidak dilayani,” kata Anshori warga Desa Teluk Kapuas. Dikatakannya, orgil yang berkeliaran menggunakan pakaian yang tidak layak. Bukan hanya itu, penderita sakit jiwa juga terkadang berteriak-teriak, sehingga warga takut, khususnya perempuan dan anak kecil. Mereka tidak hanya datang untuk meminta-minta ke rumah warga, tetapi banyak berkeliaran di jalan-jalan umum, sehingga sangat menganggu pengguna jalan saat melintas. ”Kami berharap Dinsos Kubu Raya yang berwenang dalam penanganan masalah ini segera melakukan tindakan, karena keberadaan mereka sangat meresahkan warga. Mereka perlu mendapat perawatan atau pengobatan,” imbuhnya. Sementara warga lain Yoga yang sering menunggu oplet di tepi jalan untuk berangkat sekolah hanya bisa diam dan tersenyum melihat orang gila yang bertingkah aneh itu. Sedangkan para ibu-ibu yang melintasi jalan itu kaget dengan ulah orangt gila ini yang tiba-tiba teriak dijalanan, sambil memaki pengguna jalan yang melintasi daerah itu supaya turun dan berhentikan motornya . Seharusnya Dinas Sosial dan Satpol PP Kubu Raya harus bekerja cepat terhadap orang gila yang berkeliaran di sepanjang jalan Adisucipto ini agar segera di pulangkan ke kampungnya masing-masing supaya tidak menimbulkan keresahan terhadap masyarakat lagi. Selain orang gila dan gelandangan, Yoga meminta Satpol PP Kubu Raya dapat juga merazia para pengemis yang ada, karena pengemis di Kubu Raya mulai tambah banyak.”Mereka memang tidak mengganggu, tapi merusak keindahan kota saja, jadi Pemkab Kubu Raya dapat tegas menangani persoalan ini,” paparnya. o

Agustiah FOTO: Agus Wahyuni/ Borneo Tribune

Selain menampilkan koleksi, di luar gedung museum juga disediakan lokasi taman yang luas untuk tempat peristirahatan para pengunjung. Di sana juga tersedia tempat kuliner bagi pengunjung yang ingin sekedar mengisi perut setelah lelah mengamati beragam koleksi museum di dalamnya. “Jadi, berkunjung ke museum, tidak hanya mendapatkan wisata edukasi, tetapi juga bisa berwisata kuliner di pelantaran areal museum,” kata Agustiah. Menurut sejarahnya, museum Kalbar sendiri dirintis

sejak 1974 oleh Kantor Wilayah Kemendikbud Kalbar. Pada 4 Oktober 1983 museum ini dibuka untuk umum. Di dalam museum sendiri terdapat 3 ruang pameran. Ruang pertama berisi koleksi geologika, biologika, arkeologika, historika dan lainnya. pada ruang ke dua terdapat koleksi religi dan upacara keagamaan, mata pencaharian hidup, organisasi kemasyarakatan, teknologi dan peralatan, pengetahuan dan bahasa. Sementara di ruang tiga terdapat koleksi keramik lokal dan keramik asing.

Sementara untuk tarif tiket, para pengunjung jangan khawatir. Karena pengelola museum menawarkan harga yang murah. Bahkan bisa dikatakan tarif termurah se-Indonesia. Khusus harga tiket untuk siswa PAUD atau TK dikenakan tarif Rp 300 per orang. Siswa SMPSMA Rp 500 per orang. Mahasiswa Rp 700 per orang dan untuk umum Rp 1.000 per orang. Museum ini sendiri buka Selasa-Minggu. Sedangkan untuk Senin libur. “Jadi, kepada para pengunjung lain yang hendak berkunjung ke

museum ini, disarankan tidak memilih Senin untuk datang ke tempat ini,” kata Agustiah. Karena berdasarkan peraturan secara internasional, Senin merupakan hari libur. Biasanya pada hari itu petugas pengelola museum sedang sibuk membersihkan dan merawat barang koleksi yang ada sebelum kembali dibuka untuk umum. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah pengunjung museum ini selalu meningkat. Pada 2010 sebanyak 44.299 pengunjung. Pada 2011 sebanyak 37.209 dan pada 2012 sebanyak 56.840. o

Barang Milik Daerah Dikelola Bersama Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Pelaksanaan pengelolaan barang milik daerah telah diatur oleh Permendagri No 17/2007 yang merupakan sistem dalam penatausahaan barang milik daerah. Setiap tahapan pada siklus pengelolaan barang milik daerah tersebut wajib untuk dipedomani oleh seluruh pejabat pengelolaan barang milik daerah. Akan tetapi, dalam pelaksanaan pengelolaan barang milik daerah di lingkungan pemerintah Provinsi Kalbar masih banyak ditemukan berbagai masalah yang kita temui baik yuridis maupun formal. “Kondisi tersebut merupakan salah satu kendala dalam upaya mewujudkan ter-

tib administrasi dan akurasi data dalam pengelolaan barang milik milik daerah,” kata Sekda Kalbar M. Zeet Hamdy Assovie, Senin (17/6), dalam sambutan yang dibacakan Kepala BPKAD Kalbar CH Lumano, pada pembukaan Sosialisasi Sensus Barang Milik Daerah, di Hotel Kapuas Palace. Dikatakannya, perlu ditanggulangi secara serius oleh para unsur pejabat pengelolaan barang secara aktif dan preventif. Permasalahan cenderung ditemukan pada pengelolaan barang milik daerah, yakni berkaitan dengan Perpu yang dirasakan cukup beragam untuk mengatur hal yang sama, kemudian belum tegasnya menerapkan ketentuan yang mengatur barang milik daerah, dan yang paling penting disebabkan karena pema-

haman akan aturan, kemampuan sumber daya manusia yang mengelola, prasarana dan sarana kerja, pembiayaan operasional dan bahan kerja pengelolaan barang milik daerah yang dirasakan belum maksimal. Dampak dari permasalahan tersebut telah mengakibatkan belum tertibnya administrasi pengelolaan barang milik yang pada akhirnya dapat mempengaruhi opini penilaian dari BPK RI Perwakilan Kalbar. “Kita harus memahami dan menginventarisir permasalahan-permasalahan dalam mengelola barang milik daerah yang digunakan dan dikelola oleh masing-masing pengguna barang guna mencari solusi terbaik untuk mewujudkan tertib administrasi dan fisik

pengelolaan barang milik daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya. Dijelaskan olehnya, sesuai Permendagri No 17/2007 tentang pedoman Teknis Pengelolaan Brang Milik Daerah terdapat kegiatan inventarisir barang milik daerah yaang mengharuskan diadakannya barang milik daerah setiap 5 tahun sekali untuk mendapatkan data barang dan pembuatan buku inventaris yang benar. Masih dirasakan ada anggapan bahwa apapun yang terkait aset yang menyelesaikannya adalah BPKAD, dan anggapan tersebut sebenarnya salah dan perlu diluruskan, karena berdasarkan aturan yang berlaku, permasalahan pengelolaan barang milik daerah tersebut merupakan tanggung ja-

wab masing-masing SKPD/ Biro/UPTD selaku pengguna/kuasa pengguna barang yang mencatat, mengamankan dan melaporkan aset-aset dibawah penguasaannya. “Pengguna barang/kuasa penggunaan barang masih terkesan belum serius dalam mengelola aset. Ini dapat dilihat dari laporan-laporan barang milik daerah yang dicatat hanya sekedar copy paste dari laporan terdahulu tanpa melakukan cek, ricek dan kroscek terhadap keberadaan dan kondisi aset tersebut. Pola pikir seperti itu perlu kita rubaah dan diperbaiki dengan menanamkan rasa tanggung jawab kita terhadap barang/aset yang di bawah pengelolaan atau digunakan masing-masing SKPD/Biro/UPTD. o

Organda Larang Supir Mogok Kerja Agus Wahyuni Borneo Tribune, Pontianak Organisasi Kendaraan Beroda Kalbar melarang para supir angkutan umum melakukan demonstrasi menjelang keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Hal tersebut dikatakan Sekretaris DPD Organda Kalbar, Manaf Mufti, kemarin. Ia mengatakan, saat ini pihaknya menegaskan para supir jangan ikut terjebak menjalankan akasi penolakan kenaikan harga BBM. Seperti yang digelar para mahasiswa dan buruh di sejumlah daerah. Para supir tetap harus beroperasi melayani kebutuhan penumpang. Khususnya bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). “Bagi yang melanggar, kita akan minta Dishub cabut izin KIR (Pengujian Kendaraan Bermotor) dari pengusaha angkutan yang bersangkutan,” kata Manaf. Organda juga menjamin, untuk saat ini tidak ada kenaikan tarif angkutan sebe-

lum keputusan resmi pemerintah menaikkan harga BBM melalui sidang paripurna DPR. Bahkan untuk mengantisipasi hal tersebut, Organda sudah mengimbau dan melakukan monitoring ke sejumlah pengusaha angkutan. Termasuk kepada para supir angkutan sendiri. Hasilnya tidak ditemukan terjadinya kenaikan tarif sebelum keputusan resmi dari pemerintah. Hanya saja, bila sampai akhirnya pemerintah menaikkan harga BBM, mau tidak mau Organda juga akan menaikkan tarif angkutan yang baru. Dari perhitungan sementara yang dirinci Organda Kalbar, untuk tarif angkutan orang akan naik sebesar 27,03 persen untuk tarif bawah (hari biasa) dan 33,40 persen untuk tarif atas (hari besar keagamaan). Sementara untuk tarif angkutan barang sebesar 7,7 persen untuk tarif bawah dan 10,1 persen untuk tarif atas. Kenaikan dua tarif tadi berdasarkan hitungan tarif operasional kendaraan (BOK), jarak tempuh prasarana jalan rusak dan kontri-

FOTO: Internet busi harga BBM terhadap BOK. Kondisi sekarang saja. Dari 1.069 jumlah armada bus AKDP di Kalbar yang beroperasi, diantaranya ada

784 armada bus butuh perbaikan dan peremajaan. Boleh dikatakan, kondisi bus tersebut sudah tidak laik jalan. “Jika nanti harga BBM

naik, kami juga terpaksa menaikkan tarif angkutan kami, “ kata Manaf. “Bila tidak, pengusaha angkutan bisa gulung tikar,” tambahnya. o

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS : TVS Pontianak

: 0853 9320 2778

TVS Rasau

: 0853 9355 5508

TVS Singkawang

: 0823 5178 4446

TVS Ketapang

: 0852 4594 6118

TVS Sintang

: 0812 5746 6666

TVS BM Sintang

: 0852 5260 1948

TVS Pinoh

: 0813 4557 8321

TVS Putussibau

: 0821 5125 9567

TVS Anugrah Sekadau

: 0813 4540 2238

TVS Merdeka Motor PTK

: 0821 5030 6989

TVS Tepuai

: 0813 4528 6562

CMYK

Agus Wahyuni Borneo Tribune, Pontianak


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Selasa, 18 Juni 2013

Daftar ke KPU

SMS Diiringi Tarian Dayak, Pencak Silat dan Rabana Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Dengan diiringi alunan musik dan tari dayak, pencak silat khas Madura dan pukulan rabana bakal pasangan calon independen Bupati dan Wakil Bupati Pontianak,SunandarMartinus, Senin (17/6), kemarin, menyerahkan berkas pedaftaran ke KPU Kabupaten Pontianak, Dimana pasangan Sunandar dan Martinus yang memiliki sslogan Sunandar Martinus Sukses (SMS), merupakan pasangan balon Bupati dan Wakil Bupati Pontianak yang ketiga mendaftar ke KPU Kabupaten Pontianak. Karena sebelum pasangan indenpenden lainnya, Mochtaria-Eddy Gunawan, serta pasangan Rubijanto-M. Shaleh telah mendaftar terlebih dahulu. Saat mendaftar Juru Bicara Tim Sukses SMS, Jakobus

Kumis, dihapadan anggota KPU, mengatakan kedatangan SMS dengan ratusan masa pendukung, tidak lain untuk mendaftar ke KPU Kabupaten Pontianak sebagai balon Bupati dan Wakil Bupati Pontianak. “Kami menghantar pasangan SMS ke KPU, untuk mendaftar sebagai calon bupati dan wakil bupati Pontianak untuk maju pada Pilkada 19 September nanti,” katanya. Sedangkan Ketua KPU Kabupaten Pontianak, Munir Putra, mengatakan pasangan SMS merupakakn pasangan independen yang kedua yang mendaftar ke KPU. “Balon independen peserta Pemilukada Kabupaten Pontianak harus memenuhi seluruh persyaratan yang harus dipenuhi. Sehingga seluruh berkas persyaratan dukungan masyarakat akan dipemeriksaan. Memenuhi syarat atau tidak, tetap kita

terima karena ada proses verifikasi selanjutnya sampai penetapan balon menjadi calon bupati dan wakil bupati,” kata Munir. o

Djohansyah-Ahok Daftar KPU KKR Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Mendapat dukungan dari dua partai yakni Partai Demokrat dan Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK). Dua Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya periode 20132019 Djohansyah-Ahok mendaftarkan diri ke KPU Kubu Raya Senin (17\6). Diantar oleh ratusan massanya pasangan tersebut pun diterima langsung Ketua KPU Kubu Raya Idris Maheru. Calon Bupati Kubu Raya Djohansyah mengatakan pendaftaran dirinya tersebut bersama Ahok ialah ingin membwa Kubu Raya lebih baik. Untuk itu pun dirinya membawa visi misi yang menyentuh masyarakat langsung. Diantara visinya tersebut ialah Pembangunan

yang berbasis pedesaaan, Pembangunan yang maju, pembangunan yang berperadaban, pemerintahan yang adi, pemerintah yang transparan dan pemerintah yang berwibawa. “Insyallah kita mampu mewujudkan ini semua,” katanya kepada wartawan usai melakukan pendaftaran di KPU. Selain itu juga, pasangan ini mempunyai misi untuk masyarakat dalam memberikan pelayanan dasar, meningkatkan penyelenggaraan pendidikan, mengoptimalkan kesejahteraan rakyat, membangun sarana dan prasarana yang lebih baik, mewujudkan kemandirian dalam berbagai sektor dan masih banyak lagi. Selain itu dirinya juga merasa senang mendapat dukungan dari Partai Demokrat dan PDK, partai

Demokrat yang merupakan pemenang pemilu saat ini pun semoga bisa berimbas pada dirinya menghadapi Pilkada Kubu Raya. “Kita optimis bisa meraih kemenangan pada Pilkada kali ini,” ujarnya. Untuk itu pun Djohansyah-Ahok ini pun berharap masyarakat dapat memberikan doa dan dukungan kepada pencalonan dirinya ini. Sementara itu Ketua KPU Kubu Raya Idris Maheru mengatakan memasuki hari kelima pendaftaran ini sudah ada dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya yang sudah mendaftar. “Hari ini kita menerima pendaftaran Djohansyah-Ahok dan kemarin kita juga sudah menerima pendaftaran pasangan Rusman Ali- Hermanus,” ujarnya. Lanjut Idris dalam penerimaan pendaftaran bakal pasangan calon Bupati-Wakil Bupati pun sampai hari ini belum ada pelanggaran yang berarti dilakukan oleh mereka. Namun ada ketentuan dari partai politik yang mendaftarkan pasangan mereka itu yakni pertama Parpol tersebut harus memenuhi pasal 59 ayat 2 UU No 12 tahun 2008 yang mengisyaratkan Parpol itu baru dapat mendaftarkan pasangan calonnya itu bilamana parpol tersebut sekurang-kurangnya memiliki kursi 15 persen dari jumlah kursi yang ada di DPRD Kubu Raya. o

Daftar KPU Diiringi tarian dayak mengiringi pendaftaran pasangan independen Sunandar dan Martinus, ke KPU Kabupaten Pontianak. Foto : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

Dzikir Akbar, Bupati Teteskan Air Mata

5

PDAM Tindak Tegas Pegawai Nakal Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Direktur PDAM Kubu Raya Uray Wisata menegaskan akan menindak tegas pegawainya yang nakal jika melakukan pungutan liar pada masyarakat maupun pencurian air. Menurutnya ini sudah menjadi komitmen dirinya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. ”Selama ini memang belum ada laporan masyarakat tentang pegawai kita yang nakal, kalau pun ada oknum PDAM seperti itu, kita akan tindak sesuai aturan yang ada,” katanya. Menurutnya, PDAM Tirta Ria sebagai perusahaan air minum daerah di wilayah Kabupaten Kubu Raya memiliki peranan yang sangat vital untuk melayani. “Oleh sebab itu saya mengingatkan kepada seluruh jajaran PDAM untuk memberikan pelayanan terbaik pada pelanggan, terus menjaga etos kerja dan peningkatan kinerja untuk seluruh komponen PDAM,” tegasnya. Dikatakanya, etos kerja yang ia maksudkan adalah upaya bagaimana menjaga dan meningkatkan semangat kerja karyawan serta menciptakan suasana nyaman di lingkungan kerja. “Semisal antara atasan dan karyawan harus terjalin hubungan yang harmonis untuk menumbuhkan kebersamaan dan keterbukaan dalam memelihara, mengatur dan mengontrol kinerja karyawan dan atasan PDAM,” ingatnya. Untuk meraih sukses, dalam mengelola PDAM, Urai Wisata mengingatkan kuncinya hanya satu yaitu komitmen. “Dengan komitmen saya harapkan dapat membawa perubahan menuju pdam yang lebih baik. Komitmen yang dimaksud meliputi komitmen direksi, komitmen segenap karyawan, termasuk komitmen pemerintah. Dan direksi pdam harus terukur kompetensinya, mampu mengelola potensi yang ada. Berani membuat terobosan yang inovatif, menjadi figur yang bisa dicontoh PDAM lainnya serta prima melayani masyarakat secara professional,” tegasnya. Ia mengharapkan kepada PDAM komitmen terhadap program-program penyehatan yang ditetapkan perusahaan. “Maka Insya Allah dengan komitmen direksi dan pegawai indikator-indikator penilaian PDAM dapat meningkat dan PDAM Tirta Ria akan mampu menjadi perusahaan yang mandiri dan sehat,”ungkapnya. o

Karapan Sapi Jadi Ikon Wisata Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah

Majelis Dzikir Majelis Dzikir Shalawat dan Ruqyah Syariah AL Adabiy Kabupaten Pontianak yang dihadiri Bupati Pontianak, Ria Norsan. Foto : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Majelis Dzikir Shalawat dan Ruqyah Syariah AL Adabiy Kabupaten Pontianak, Sabtu malam (15/ 6), kemarin, di Desa Sungai Batang, Kecamatan Sungai Pinyuh, melaksanakan dzikir akbar yang dihadiri Bupati Pontianak, Ria Norsan, Setda Kabupaten Pontianak, Ketua Majelis Dzikir Shalawat dan Ruqyah Al Adabiy Provinsi Kalbar, M Azman Alka, Camat Sungai Pinyuh, Syamsul Rizal, Ketua FPI Kabupaten Pontianak, Sawadi serta ribuan tokoh masyarakat mukmin se Kabupaten Pontianak. Pada kesempatan tersebut, Bupati Pontianak, Ria Norsan, yang sempat terlihat meneteskan air mata saat mengalunkan dzikir kepada Allah SWT, mengatakan dengan berdzikir akan menenangkan dan mensucikan hati dan semakin memperte-

bal keimanan dan ketakwaan umat muslim agar selalu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. “Dengan Dzikir, Insyah Allah akan menenangkan dan mennsucikan hati. Serta Allah akan memberikan limpahan rahmad-Nya kepada kita semua. Oleh karena itu, melalui momen dzikir akbar ini, mari agar senantiasa menjalankan perintah Allah, serta menjauhi segala laranga-Nya,” kata Norsan. Sedangkan Ketua Majelis Dzikir Shalawat dan Ruqyah Syariah AL Adabiy Kabupaten Pontianak, H. Armadi Alkas, mengatakan tujuan dilaksanakan dzikir akbar selain lebih mendekatkan di kepada Allah SWT. Serta lebih meningkatkan silaturrahmi dan persaudaraan sesama umat muslim. “Malalui dzikir akbar ini, mari kita perkuat ukwah islamiyah. Dan jangan sampai umat Islam terkotak-kotak,” katanya. o

Untuk kali ketiga masyarakat etnis Madura di Kabupaten Pontianak, menggelar karapan sapi tingkat Kalimantan Barat. Kali ini, even budaya yang dimulai Sabtu (15/6), kemarin, di Dusun Suap Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir. Even yang bakal menjadi ikon wisata baru daerah ini, mendapat sambutan antusias masyarakat, termasuk para peserta yang datang dari Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Pontianak, bahkan Melawi. Bupati Pontianak, Ria Norsan, saat membuka kegiatan tersebut mengharapkan karapan sapi menjadi salahsatu ikon budaya dan pariwisata Kabupaten Pontianak. “Tentu kita berharap karapan sapi ini kedepannya dikemas lebih menarik lagi, sehingga mampu menjadi hiburan masyarakat serta banyak mendatangkan turis baik lokal, nasional, maupun mancanegara,” katanya. Tidak lupa bupati berpesan agar penonton ikut menjaga kondusivitas di lapangan selama karapan sapi berlangsung. “Mari kita bersama-sama ikut menyukseskan dan menjaga kelestarian tradisi karapan sapi, karena karapan sapi bukan hanya milik masyarakat etnis madura saja tetapi seluruh masyarakat Kabupaten Pontianak,” ujar bupati. Pada kesempatan itu, Bupati Ria Norsan yang didampingi sang istri, Hj Erlina, juga menyerahkan bantuan dana pribadi kepada panitia karapan sapi sebesar Rp 15 juta. “Saya mendoakan, semoga kegiatan budaya ini bisa berlangsung sukses, tertib, aman dan lancar,” ucap bupati yang langsung diamini masyarakat dan peserta. Sedangkan Ketua Panitia Karapan Sapi se Kalbar, Eddy Iriansyah, dalam laporannya, mengatakan, karapan sapi diikuti 70 peserta dari tiga kabupaten dan satu kota di Kalbar. Di Kabupaten Pontianak, kegiatan ini sudah tiga kali dilaksanakan, sebelumnya di Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyuh, Desa Antibar Kecamatan Mempawah Timur, dan Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir. “Dilaksanakannya kegiatan ini selain menyambut HUT ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia, juga menjadi ajang silahturahim, serta pelestarian kebudayaan Indonesia di Kabupaten Pontianak. Kita berharap karapan sapi ini menjadi agenda tahunan Kabupaten Pontianak dan Kalimantan Barat,” katanya. o


Bengkayang Borneo Tribune

Selasa, 18 Juni 2013

6

Pencemaran Lingkungan

Warga Hentikan Truk Pengangkut Tanah Rudi Borneo Tribune, Singkawang Puluhan warga Rt 12, Rw 004, Pulau Belitung, Kecamatan Singkawang Barat, turun ke jalan melakukan aksi pencegatan terhadap truk pengangkut material tanah yang digunakan untuk pembangunan Rumah Sakit Harapan Bersama, Minggu (16/6) sekitar pukul 14.00 wib kemarin. Dalam aksi tersebut, terdapat sekitar sepuluh buah truk yang dihentikan secara paksa oleh warga. Tentu saja hal itu mengundang pertanyaan bagi pihak pengelola Rumah Sakit Harapan Bersama, Sujianto, untuk bertemu dan menanyakannya langsung kepada warga. “Kami di sini sudah tidak sanggup lagi dengan adanya truk pengangkut material tanah yang selalu melewati sekitar rumah kami. Selain banyak menimbulkan debu di sana-sini, dampak dari debu itu juga saat ini sudah mulai kami rasakan. Seperti sakit mata, tenggorokan, diare maupun ISPA. Kami minta pertanggungjawaban dari pihak pengelola rumah sakit dan meminta untuk menghentikan aktifitas truk ini,” ujar Ramli, perwakilan warga. Selain debu, kata Ramli, rumah warga di sekitar sini juga sering digenangi air. Hujan lebat dalam waktu 1 jam saja, rumah-rumah warga sudah digenangi air. Hal itu dikarenakan tumpukan tanah yang cukup tinggi itu, sudah menutup parit yang sudah ada. Disamping itu,

mereka meminta untuk menghentikan aktifitas pengerjaan karena dinilai sudah mengganggu. “Bayangkan, sampai tengah malam aktifitas masih bekerja. Bagaimana kami mau istirahat? Lain lagi masalah getarannya,” kata Ramli. Meski sempat terjadi adu argument antara pengelola dan warga, untungnya akhir perdebatan itu bisa mereka selesaikan dengan kepala dingin. Setelah melakukan peninjauan beberapa titik yang menjadi keluhan warga di lapangan, pihak pengelola pun meminta kepada warga untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik di kediaman Ketua RT setempat. “Coba kita selesaikan baik-baik. Sebesar apapun permasalahannya, pasti bisa kita selesaikan dengan baik,” saran Sujianto. Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Wakil Walikota Singkawang, H. Abdul Muthalib, Lurah Pasiran, Sukaryat, dan Kepala Trantib Kecamatan Singkawang Barat, Abi Khurairah di rumah Ketua RT 12, RW 004, akhirnya apa yang menjadi tuntutan warga bisa disanggupi oleh pihak pengelola Rumah Sakit tersebut. Dalam hal ini, kata Sujianto, apa yang menjadi keinginan warga, pertama, mengenai jalan yang rusak akibat dari truk pengangkutan material tanah tersebut, maka pada Senin (17/6) kemarin, jalan yang rusak tersebut akan diperbaiki. Kedua, mengenai

yang selalu kebut-kebutan. Dirinya juga memohon maaf, atas nama para sopir untuk hal itu. “Untung-untung ha-

Bupati Kampanyekan Wisata Bengkayang Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang

Seorang warga menghadang truk yang membawa material tanah, Minggu (16/6) sekitar pukul 14.00 wib kemarin.Foto Rudi /Borneo Tribune

pembuatan parit, maka pada Senin (17/6) kemarin, sudah mulai dikerjakan. Dengan membuat dua saluran, yakni ke arah rumah sakit menuju sungai besar dan ke arah gorong-gorong. “Namun, disamping itu, saya juga memohon kepada Ketua RT agar bisa mengimbau warganya untuk membuat parit di depan rumahnya masing-masing, meskipun itu parit darurat. Jangan mengharapkan dari Pemkot. Karena, apa yang kita usulkan hari ini, tidak mungkin besok sudah bisa direalisasikan,” ujarnya. Mengenai debu-debu yang bertebaran di sana-sini, tegas Sujianto, maka pada hari ini juga, sejak adanya aksi pencegatan ini, maka

aktifitas pengangkutan truk akan dihentikan. “Semua truk-truk yang mengangkut material tanah untuk bangunan saya, semuanya saya tegaskan untuk dihentikan,” pungkasnya. Kemudian, lanjut Sujianto, terkait kompensasi yang diminta bapak-bapak apabila ada warga yang terserang penyakit, seperti muntah berak (muntaber) misalnya, tidak dapat diberikan. Karena, terang Sujianto, seluruh Rumah Sakit yang ada di Kalbar, saat ini banyak pasien yang menderita muntaber. Namun, jika ada warga yang menderita penyakit yang disebabkan oleh debu, saya tegaskan untuk siap mengganti uang yang dikeluarkannya

seratus persen. “Dan bahkan, saat pasien itu mau pulang, saya tambah lagi dia dengan beras. Dengan catatan, pasien tersebut sakit dikarenakan debu. Di luar itu, saya tidak bisa menjamin,” pungkasnya. Mengenai IMB, tambah Sujianto, dirinya sangat berharap kepada Pemkot, agar bisa mengontrol Rumah Sakit yang dimilikinya secara ketat. Jika pihaknya sudah menyalahi aturan, dirinya meminta teguran dari pihak Pemkot. Akhir dari pertemuan yang sudah menghasilkan pointpoint yang disepakati, tak lupa Sujianto mengucapkan terima kasih kepada warga yang sudah mengingatkan dirinya beserta para sopir truk

Pelatihan Keterampilan, Diharapkan Inovasi dan Kreativitas Rudi Borneo Tribune, Singkawang Walikota Singkawang, Awang Ishak membuka pelatihan keterampilan kejuruan dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalbar di Loka Latihan Kerja UKM Singkawang, Jalan Tanjung Batu Kelurahan Sedau, Senin (17/6). Pelatihan yang diikuti peserta pencari kerja di Kota Singkawang itu terdiri dari 10 paket pelatihan keterampilan kejuruan meliputi, pelatihan bengkel sepeda motor, komputer, membuat pakaian jadi, tata boga, tata rias, teknisi handphone, teknik pendingin dan tata udara, las, dan mebel. Program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas itu diikuti 160 orang yang dibina oleh

nya terjadi pencegatan. Kalau sampai sopir truk dipukul, tambah ribet urusannya,” ungkapnya. o

Instruktur yang juga berasal dari Kota Singkawang yang sudah bersertifikasi dari dalam dan luar negeri, selama satu bulan. Awang Ishak mengatakan, dengan pelatihan ini meningkatkan keterampilan dan kompetensi para pencari kerja di Bumi Bertuah Gayung Bersambut. Menurutnya, harapan dari program ini akan membantu pemerintah kota untuk mengurangi pengangguran. Dia berharap, orang Singkawang tidak semata mengharapkan untuk jadi Pegawai Negeri, karena banyak peluang inovatif dan kreatif yang bisa dikembangkan. Ia berpesan, kepada peserta untuk belajar mengikuti pelatihan dengan baik dan mengambil manfaat di bidang program pelatihan yang diikuti tersebut. o

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, memaparkan keunggulan wisata Kabupaten Bengkayang ke negara tetangga Malaysia. Pemaparan Buapti itu disampaikan pada saat Menteri Pelancongan Malaysia pertandang ke Kantor Bupati Bengkayang. Pada kesempatan ini sebagai informasi kepada tamu, diceritakan sedikit sejarah singkat terbentuknya Kabupaten Bengkayang yang berdiri sejak tahun 1999 dan tahun ini berusia 14 tahun. Bengkayang kata Bupati, terdiri dari berbagai suku yang hidup harmonis di dalamnya dan masing-masing memiliki kebudayaannya masingmasing. Dan baru-baru ini telah melaksanakan ritual Cap Go Meh yang merupakan budaya Tionghoa (China), masih ada lagi budaya lainnya seperti kesenian Reog Ponorogo dari Jawa, Kesenian Naik Dango dari suku Dayak dan kesenian Nyobeng yaitu yang dilaksanakan di Sebujit, Kecamatan Siding. “Kabupaten Bengkayang memiliki objek wisata potensial, seperti wisata alam air terjun, Pantai Samudera Indah, Batu Payung dan tempat wisata lainnya seperti pegunungan. Namun masih perlu pengelolaan maksimal berkaitan dengan potensi wisata ini” kata Bupati. Lebih lanjut dikatakan Bupati Bengkayang, hubungan budaya bisa semakin terjalin dengan baik karena keduanya merupakan keluarga serumpun, satu keluarga. Oleh karena itu dengan dibukanya border Jagoi Babang kelak sebagai sarana transportasi darat akan lebih memudahkan lalu lintas kendaraan keluar masuk, kecuali jika keluar dari Kabupaten Bengkayang harus mendapatkan ijin dari yang berwenang. Bupati juga menjelaskan, saat ini banyak masyarakat Bengkayang yang pergi ke Kuching melewati Jagoi Babang, diantaranya keperluan berobat, karena mengingat jarak tempuh ke hospital Kuching relatif lebih dekat dibandingkan harus berobat ke Pontianak yang lumayan jauh. Dikatakan pula oleh Bupati, banyak putra-putri asal Kabupaten Bengkayang yang saat ini menempuh pendidikan di Negara Malaysia. Maka untuk masa ke depan perlu kerja sama dibidang pendidikan. Berkenaan dengan budaya, Bupati menginformasikan, saat ini di Ibu Kota Jakarta telah dibangun rumah adat asli Kabupaten Bengkayang, yaitu rumah adat baluk dari Kecamatan Siding. Dalam acara ramah tamah yang berlangsung sekitar 2 jam, YB Datok Dr.James Dawos Mamit, mengatakan pihaknya datang ke Bengkayang sebenarnya bukan kunjungan resmi. Namun betapa terkejutnya Timbalan Menteri Pelancongan Malaysia ini dengan penyambutan dari Pemerintah Kabupaten Bengkayang terhadap dirinya dan rombongan. “Saya datang ke Bengkayang untuk melihat potensi yang ada di Kabupaten ini supaya kelak bisa bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang terutama dalam hal untuk memajukan pariwisata di Kabupaten ini,” terang Dr.James pada saat berkunjung ke Bengkayang beberapa waktu yang lalu. Menurutnya, Kabupaten Bengkayang memang merupakan kota kecil apabila dibandingkan dengan Bau, Serawak Malaysia. Namun dapat menjadi kota besar dan memiliki keseimbangan pendapatan rakyat (Pendapatan Asli Daerah/PAD) apabila dikemas sedemikian rupa terutama berkenaan dengan pengembangan objek wisata yang ada. Dan pihaknya mengaku siap bekerja sama dengan Pemkab Bengkayang untuk memajukan pariwisata yang ada di daerah ini sehingga dapat memiliki nilai jual sampai ke dunia Internasional. “Malaysia merupakan Negara peringkat ke sembilan yang banyak dikunjungi oleh wisatawan manca negara. Budaya yang ditampilkan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong. Kami buat promosi agar pelancongpelancong senang datang ke negara kami. Oleh sebab itu maka disini perlu dibuat semenarik mungkin agar pelancong-pelancong tertarik ke sini, terutama kalau kita lihat disini alamnya sangat elok. Karena banyak pelancong yang senang dengan suasana alam yang tenang. Untuk itu perlu investor yang mau menanamkan modal di sini,” ujarnya. o

Solusi Tepat Terobosan Terbaru TCM

ATASI SEGALA MACAM PENYAKIT PRIA Ciri khas kemanjuran & keunggulan Hongkong Medistra TCM sangat jelas dengan resep kuno kekaisaran, resep rahasia turun temurun serta herbal Tiongkok alami, intinya adalah mengobati berbagai penyakit bandel yang susah disembuhkan, khusus menangani berbagai jenis penyakit kronis, begitu diobati langsung dapat dirasakan manfaatnya. Efektif mengobati berbagai penyakit kronis sampai akarnya, tanpa efek samping, setelah diatasi tidak mudah kambuh kembali. Menurut survey terbaru, disfungsi seksual pria termasuk penyakit yang sangat banyak diderita. Terutama persentase penderita impotensi, ejakulasi dini, radang prostat mengalami kenaikan pesat, berdampak jauh lebih parah bagi psikologi dan jiwa, dibanding penyakit pria lainnya, juga merupakan 30% alasan retaknya keharmonisan rumah tangga, menghancurkan kepercayaan diri pria. Penyakit fungsi seksual menimpa pria pada berbagai kalangan usia dan harus diobati sedini mungkin agar tidak memburuk hingga menimbulkan penyakit komplikasi bandel lainnya yang sangat parah dan berbahaya.

Hongkong Medistra TCM ada konsultan Sinshe ahli TCM (Traditional Chinese Medicine) ternama dari Tiongkok yang siap membantu Anda. Melalui pengalaman kerja keras puluhan tahun akhirnya berhasil menemukan terobosan terbaru, khusus mengatasi disfungsi seksual pria, seperti: Impotensi, Ejakulasi Dini, Radang Prostat, Sperma Mati, Tidak ada Sperma, Alat vital tidak normal, Kemandulan, dll. Hasilnya relatif cepat, aman dan tanpa efek samping. Terobosan metode TCM dengan herbal berharga alami yakni “Qiang Yang Bu Shen Liao Fa” ini dipadukan akupuntur elektroterapi sangat terkenal diberbagai Negara, berfungsi memperkuat ginjal & sperma, menyeimbangkan unsur yin & yang didalam tubuh, setelah diatasi bisa menormalkan fungsi seksual, masa berhubungan bisa lebih lama. Rata-rata setelah 2-3 tahap pengobatan, gejala penyakit seperti kencing terasa sakit, sering kencing, tidak tahan kencing, kencing tidak bertenaga, tidak tuntas, bernanah dan lainnya berangsur menghilang secara nyata, sistem reproduksi kembali normal, bisa diatasi hingga ke akar penyakit dan tidak mudah kambuh lagi.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Selasa, 18 Juni 2013

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Jembatan penghubung Kampung Pesayangan dengan Kampung Lalang segera dilanjutkan. FOTO Ya’ Syahdan/ Borneo Tribune

Pembangunan Jembatan Pesayangan Dilanjutkan

Borneo Tribune, Ngabang Pembangunan jembatan Sungai Puti’ yang menghubungkan Kampung Lalang Pulau Bendu menuju Kampung Pesayangan, tahun ini pembangunanya dilanjutkan . Pembangunannya menggunakan anggaran Pusat melalui anggaran paska bencana alam itu dibangun September 2012 lalu. Jembatan dengan lebar 4 meter dan panjang 17 meter yang dianggarkan Rp. 700 juta lebih itu sendiri dibangun oleh CV. Mitra Tani. Pelaksana pengerjaan jembatan tersebut, Loren membantah jika pengerjaan jembatan itu terbengkalai. “Kontrak kerja pembangunan jembatan tersebut me-

Pengerjaan jembatan ini memang baru lantai saja. Tapi karena ada pemutusan kontrak, pengerjaannyapun kita berhentikan. Kalau kita tetap melanjutkan pengerjaannya, siapa yang mau bayar.

mang sudah putus. Sebagian anggaran yang belum dipergunakan untuk membangun jembatan itu, sudah kita kembalikan lagi ke Pusat. Nanti pasti ada kelanjutan dari pengerjaan jembatan itu. Kalau tidak salah

saya lanjutan pengerjaannya akan dilakukan bulan Juli atau bulan Agustus tahun ini,” ujar Loren, Senin (17/6) di Ngabang. Menurutnya, sebelum dilakukannya kelanjutan pembangunan jembatan itu, nan-

tinya akan dilakukan tender ulang kembali. Hal inipun untuk mencegah terjadinya kerugian yang dialami Negara. “Pengerjaan jembatan ini memang baru lantai saja. Tapi karena ada pemutusan kontrak, pengerjaannyapun

kita berhentikan. Kalau kita tetap melanjutkan pengerjaannya, siapa yang mau bayar,” katanya. Ia menambahkan, alasan adanya pemutusan kontrak ini dikarenakan adanya keterlambatan kerja. “Sebab

waktu pengerjaan jembatan itu memang sering terjadi banjir. Sempat kurang lebih tiga bulan kita tidak bisa kerja karena banjir itu. Sedangkan masalah lainnya memang tidak ada,” akunya.(Ya’ Syahdan)

Wabup Resmikan GJSA Anugera Desa Penyelimau Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi telah meresmikan Gereja Sidang Jemaat Allah (GJSA) Anugerah di Desa Penyelimau, Minggu (16/6) kemarin ditandai dengan pemotongan pita dan pemukulan gong. Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi mengatakan dengan berdirinya sarana ibadah yang sudah perma-

nen tersebut, jemaat harus bisa terus meningkatkan keimanan dan semangat kebersamaan. Sebab gereja yang dibangun merupakan bukti cinta kepada Sang Pencipta. ”Membangun gereja secara fisik memang sudah selesai tetapi tugas kita belum selesai, terutama pembinaan iman dan peningkatan kehidupan kerohanian kita semua kedepan. Berikut perlu kita ketahui bersama bahwa untuk membangun maka per-

lulah semangat gotong royong dan swadaya yang tinggi maka dari situlah pemerintah daerah dapat menilai bahwa masyarakat sungguhsungguh ingin membangun. Saya pesan bangunan yang sudah ada harap dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya. Paolus pun berharap kepada para pendeta maupun para gembala serta pengurus GSJA selalu mengkomunikasikan dengan pemerintah setempat baik pemerin-

tah desa, kecamatan maupun kabupaten, agar komunikasi tersebut tidak terputus dan akhirnya bisa terealisasi dengan baik dan tepat waktu sesuai perencanaan. Sementara itu,Ketua panitia pembangunan GSJA Anugerah Penyelimau Hulu, Pdm.Philipus Anik mengatakan bahwa latar belakang dimulainya pembangunan GSJA oleh para jemaat sejak empat tahun lalu. Pembangunan tersebut lebih banyak merupakan swadaya

dari pada jemaat itu sendiri kemudian beberapa dukungan perusahaan setempat dan donatur lainnya. ”Saya akui bahwa jemaat selama ini sangat merindukan sebuah sarana ibadah yang permanen untuk tempat berdoa serta pembinaan iman serta tempat kegiatan kerohanian, maka dengan semangat kebersamaan dan swadaya jemaat akhirnya pembangunan GSJA tersebut dapat berjalan dengan baik pula,” pungkasnya.

Dinkes Sanggau Lakukan Fogging Massal Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau pada bulan Juni ini melakukan pengasapan (fogging) massal di enam Kelurahan di wilayah Kecamatan Kapuas dan satu desa. Fogging massal ini dilakukan untuk mengantisipasi wabah siklus lima tahunan Demam Berdarah Dengue (DBD) dan peningkatan kasus pada Juni 2012 yang lalu. Enam Kelurahan tersebut diantaranya Kelurahan Tanjung Kapuas, Tanjung Sekayam, Sungai Sengkuang, Ilir Kota, Beringin dan Bunut serta satu desa yakni Desa Sei Mawang. Kasi Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Sanggau, Saleh mengatakan bahwa fogging ini merupakan antisipasi yang dilakukan pada bulan Juni agar tidak adanya kasus seperti pada bulan Juli-Oktober sebelumnya. Sesuai dengan surat peringatan peningkatan kasus DBD dari siklus 5 tahunan dan peningkatan kasus pada bulan Juni tahun sebelumnya, maka akan dilaksanakan fogging sebelum masa penularan (SMP) secara massal di daerah endemis DBD di Kabupaten Sanggau.

Selain itu Fogging ini juga untuk membatasi dan mencegah kejadian luar biasa (KLB) melalui pemutusan mata rantai (nyamuk) penularan penyakit DBD di Kabupaten Sanggau. ”Sebelum terjadinya wabah dan tidak ada yang terjangkit, fogging massal ini dilakukan,” ujarnya. Fogging massal ini dilakukan sejak 11 Juni 2013 ke-

marin. Fogging ini kemungkinan akan dilaksanakan hingga satu bulan setengah lamanya atau sampai tanggal 6 Juli 2013 mendatang. Saleh menuturkan, untuk kecamatan-kecamatan lainnya belum dilakukan fogging. Namun, jika memang ada laporan ada terjadinya kasus DBD, maka pihaknya akan melakukan fogging dilokasi tersebut.

Saleh menjelaskan, selama 2013 mulai dari Januari hingga Maret 2013 ada sekitar 24 kasus DBD yang terjadi. Untuk Januari ada 7 kasus DBD, Februari ada sekitar 7 kasus, dan pada Maret ada sekitar 8 kasus DBD. Bahkan, sebelum dilaksanakan fogging, pihakya juga telah menyurati masing-masing Lurah terkait fogging

massal yang akan dilakukan oleh Dinkes. Sementara itu, Lurah Ilir Kota, Imran ketika ditemui di ruangannya, mengatakan bahwa untuk jadwal fogging di wilayah kelurahannya akan dilaksanakan mulai 23 Juni hingga 26 Juni 2013. Lantaran fogging ini dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah diberikan. Namun, jadwal bisa sewaktuwaktu bisa berubah, karena di RT03/RW01 Kelurahan Ilir Kota telah dilaksanakan fogging kemarin. ”Jadwalnya bisa berubah, jadi bisa lebih cepat dilaksanakan foggingnya,” ujarnya. Imrah menuturkan, di wilayahnya ada sekitar 18 RT. pelaksanaan fogging dilakukan oleh Dinkes Sanggau. Sebelum dilakukan fogging, pihaknya akan menghubungi ketua RT untuk memberitahukan hal itu. Lantaran pihaknya tidak ikut turun dalam fogging. ”Terkecuali ada hal-hal atau ada kejadian di daerah itu terkena DBD. Yang disemprot pun radius 100 meter dari lokasi kejadian itu sendiri. Bahkan, kalau untuk kelurahan jika ada kejadian kita lapor ke Dinkes dan mereka yang memfoggingnya. Tapi sampai saat ini belum ada laporan,” pungkasnya.


Sekadau Borneo Tribune

Selasa, 18 Juni 2013

Wabup Harap Sekolah Andil Tingkatkan IPM Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Wakil Bupati Sekadau, Rupinus meminta kepada pihak sekolah agar terus memacu anak didik untuk terus bersekolah sampai kependidikan yang lebih tinggi guna mendongkrak peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bumi Lawang Kuari. Menurut Wabup saat ini tidak ada alasan lagi bagi anak didik yang tidak sekolah, sebab gedung sekolah sudah tersebar di seluruh desa di Kabupaten Sekadau. “Jadi tidak ada alasan anak-anak di Desa bahkan di Dusun tidak sekolah. Sebab gedung sekolah sudah merata dibangun Pemerintah,” katanya di Gedung Kateketik, Senin (17/6). Wabup jelaskan, jika mengacu dari data sementara yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), urutan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Sekadau tahun 2009-2010 berada di posisi 12 dari 14 Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat. Artinya, kata dia, Pihak Pemkab lewat instansi-instansi terkait, termasuk pihak sekolah, orang tua, masyarakat diharap-

kan mendorong semangat anak-anak untuk berpendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi. “Kalau sesuai data sementara BPS Indeks Prestasi manusia (IPM) Kabupaten Sekadau berada di posisi 12 dari 14 Kabupaten/Kota. Ini tentu menjadi perhatian semua pihak, dan harus kita tingkat,” jelasnya. IPM disemua multi sektor menjadi hal penting untuk kemajuan suatu Daerah, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, pertanian dan sector lainnya. Menurut Wabup Agar IPM di Bumi Lawang Kuari bisa meningkat, berarti pendidikan juga harus dipacu lebih kencang. Kendati membutuhkan keseriusan dan berkelanjutan untuk meningkatkan IPM tersebut, namun Wabup bersyukur bidang pendidikan di Kabupaten sekadau menunjukkan keberhasilan beberapa tahun terakhir salah satunya angka kelulusan SMA/MA yang cukup pantastis. “Saya juga berterima kasih atas kerja keras para pihak sekolah, karena tingkat kelulusan di Kabupaten Sekadau sudah cukup baik, terutama untuk tingkat SMA,” tandasnya. o

DAK Pendidikan 2013 Meski Tepat Sasaran Wabup Warning Kepala Sekolah Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Wakil Bupati Sekadau Rupinus, meminta kepala sekolah agar Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan yang disalurkan untuk kepentingan dunia pendidikan di Kabupaten Sekadau digunakan dengan baik, tepat waktu dan tepat sasaran sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. DAK bidang pendidikan itu dikelola lansung oleh pihak sekolah. Rupinus mengaskan agar pihak sekolah menggunakan dana DAK dengan baik dan bertanggungjawab. “Saya ingatkan kepada para kepala sekolah, DAK yang diperuntukan untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Sekadau ini betul-betul digunakan sesuai aturan. Jangan coba-coba bermain,” tegas Wabup ketika membuka secara resmi kegiatan sosialisasi Juknis Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2013 bidang pendidikan jenjang SD/MI, SMP/ Mts dan SMA/SMK se-Kabupaten Sekadau di gedung Kateketik Senin (17/6). Wabup mewarning pihak sekolah untuk berhati-hati

Kegiatan sosialisasi petunjuk teknik penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2013 bidang pendidikan jenjang SD/MI, SMP/Mts dan SMA/SMK se-Kabupaten Sekadau di gedung Kateketik Senin (17/6). FOTO Bagus Kosminto/Borneo Tribune mengelola anggara DAK bidang pendidikan itu. “Kita tidak ingin gara-gara dana swakelola ini para kepala sekolah berurusan dengan pihak berwajib. Untuk itu saya ingatkan sekali lagi gunakan dana ini sesuai kebutuhan demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Sekadau,” ingatnya lagi. Sekretaris Dinas Pendidkan Pemuda dan olaharaga Kabupaten Sekadau, Agus-

tinus Agus, yang juga ketua panitia sosialiasasi penggunaan dana DAK mengatakan tujuan dilaksanakan sosialisasi DAK untuk jenjang SD, SMP dan SMA/SMK ini adalah untuk memberikan penjelasan kepada sekolah terutama kepada kepala sekolah, para guru, dan pihak komite sekolah agar dapat mengelola DAK sesuai pentunjuk teknis. “Ini dimaksudkan agar ti-

dak terjadi hambatan, dan bapak ibu mengerti petunjuk teknis penggunaan DAK, sehingga pelaksanaanya berjalan lancar,” kata Agus. Peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut sekitar 91 sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sekadau. Dengan rincian ingkat SD/MI sebanyak 71 sekolah ditambah satu orang guru yang menangani sarana dan prasarana dan satu orang

10 Calon Komisioner KPU Test Uji Kelayakan Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Sebanyak sepuluh orang calon Komisioner KPU Kabupaten Sekadau mengikuti fit and proper test atau uji kelayakan

dan kepatutan di Hotel Pelangi Sekadau Sabtu (15/6). Uji kelayakan dan kepatutan ini dilakukan langsung dua anggota Komisioner KPUD Provinsi, masing-masing, Misrawie Alfikri dan

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

8

Kasiono. Mereka mewawancarai satu demi satu dari calon anggota komisioner KPUD Sekadau. Sepuluh calon anggota komisioner KPUD Sekadau yang mengikuti test tersebut, masingmasing Bernadus Senen, Drianus Saban, S. Pd, Gusti M Buang, SE, Hipariyo, S. Th, Ilham Maulana,A.Md, Marcelinus Daniar, SH, Marcelinus Oktavianus, S. Pd, Nur Ihwani, SE, Tohidin, dan Yusvia Nonong, SH. Dari 10 orang ini, akan diseleksi lima orang terbaik yang akan menjadi anggota Komisoner KPUD Sekadau.“Fit and proper test ini kita lakukan untuk melihat kelayakan masing-masing calon untuk menjadi anggota komisioner KPUD Sekadau,” ujar Kasiono disela kegiatan. Fit and proper test ini, kata Kasiono, merupakan seleksi tahap akhir. Seleksi ini sangat menentukan apakah calon komisioner itu layak atau tidak untuk menjalankan tugas sebagai anggota KPUD Sekadau. “Karena dalam test ini kita melihat sejauh mana integritas dan gaya kepemimpinan dari masing-masing calon. Bobot penilaiannya sangat besar dibandingkan bobot-bobot penilaian sebelumnya,” tutur mantan anggota KPU Kabupaten Kubur Raya itu. Anggota Divisi Program, Perencanaan Logistik da Keuangan KPUD Provinsi itu menambahkan, dalam pelaksanaan test, yang paling menentukan adalah kemampuan masing-masing individu. Pihaknya akan melakukan test secara profesional. Tegasnya, segala bentuk intervensi tidak akan laku. “Yang kita lihat adalah kemampuan dari masingmasing calon. Bagimana integritasnya, bisa atau tidak untuk menjadi anggota KPUD Sekadau,” tukas Kasiono. o

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEKADAU NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG KETERTIBAN UMUM DI KABUPATEN SEKADAU Sambungan penjelasan Pasal 27 Cukup jelas. Pasal 28 Cukup jelas. Pasal 29 Cukup jelas. Pasal 30 Cukup jelas.

Pasal 31 Huruf e. Yang dimaksud dengan “berperan aktif” adalah ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat positif yang sering dilakukan oleh masyarakat sekitarnya, seperti gotong royong, ronda malam dan kegiatan lainnya yang posotif. Pasal 32 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “tuna sosial “ adalah seseorang atau sekelompok masyarakat dikarenakan suatu hambatan sehingga tidak dapat melaksanakan fungsi hubungan yang serasi dan kreatif dengan lingkungannya sehingga tidak dapat terpenuhi kebutuhan hidupnya. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas.

Pasal 33 Cukup jelas.

Pasal 34 Cukup jelas.

TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SEKADAU NOMOR 2.

SELESAI

dari unsur komite sekolah sebanyak 225 orang. Sedangkan tingkat SMP/MTS sebanyak 18 sekolah ditambah unsur komite sekolah, jumlahnya sebanyak 54 orang dan tingkat SMA/SMK sebanyak8 sekolah dengan jumlah sekitar 24 orang. “Jika ditotal secara keseluruhan jumlahnya sebanyak 303 orang,” rinci mantan Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau. o


Selasa, 18 Juni 2013

Sintang-Melawi

Pemerintah Jangan Tutup Mata

Obat Batuk Code 15 Jadi Buruan Remaja Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh JIKA disejumlah daerah para remajanya melakukan hal-hal yang menyimpang. Seperti penggunaan lem untuk dihirup sehingga mengalami 'fly'. Lain halnya remaja di Kabupaten Melawi yang mulai doyan melakukan penyalahgunaan obat batuk Code 15. Obat ini diklaim para remaja supaya bisa bersenang-senang dan menghilangkan stress atau masalah. Ironisnya kondisi yang terjadi saat ini ternyata belum ada upaya pengawasan optimal dari instansi terkait. Agus (16), (nama samaran, red) salah seorang

remaja yang ditemui di salah satu fasiltas umum di kawasan kota Nanga Pinoh mengaku sudah sering mengkonsumsi obat batuk code 15. Pasalnya tidak terlalu sulit untuk mendapatkan obat tersebut di sejumah apotek di kawasan kota Nanga Pinoh. Harga satu trip atau bungkus dijual dengan harga Rp 6 ribu dengan isi 20 butir. "Rasa obatnya agak pahit sih bang. Kadang sekali minum saya satu bungkus saja. Ya, paling jantung agak berdebar-debar saja, tapi pikiran agak tenang gitu," bebernya. Agus menyebut bahwa dirinya sudah mengenal obat batuk code 15 ini dari temannya sejak tiga tahun

Ilustrasi yang lalu. Awalnya hanya sekadar ingin tahu merasakan obat tersebut, meskipun dalam kondisi tubuh yang sehat. Namun lambat laun ternyata dirinya mulai

semakin sering dikonsumsi obat batuk tersebut. "Kadang kita patungpatungan sama kawan untuk membelinya di apotek. Selain bawaannya

mau tidur, badan terasa lesu," timpalnya. Code 15 mengandung Dextromethorpan Hydrobromide aktif yang berfungsi sebagai obat anti batuk. Dalam takaran berlebihan obat ini bisa mengcam jiwa seseorang. Terlebih jika saat mengkonsumsinya dicampur dengan minuman keras yang masih terbilang mudah dijumpai di kawasan setempat. "Kita mengimbau kepada para pemilik apotek untuk tidak melayani pembelian obat code 15 dalam jumlah yang banyak. Karena obat ini mulai disalahgunakan dan tentunya menjadi perhatian serius kita semua," tegas Kapolsek Kota Nanga Pinoh, AKP. Dwi Eyki, belum lama ini. †

Borneo T Tribune

9

OMK Harus Hindari Narkoba Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang PERSOALAN peredaran Narkotika dan obatobatan terlarang di Kabupaten Sintang menjadi perhatian Badan Narkotika Kabupaten Sintang. Penyuluhan dan gerakan anti narkoba terus digalakan hingga ke tingkat kecamatan guna menghindari penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Ketua Badan Narkotika Kabupaten Sintang, Ignasius Juan menegaskan, OMK yang beranggotakan kaum muda harus dijaga supaya tidak sampai mencoba dan terjerumus oleh narkoba. ”Akibat dari penyalahgunaan narkoba sangat luar biasa serta mengancam generasi muda. Untuk itu kaum muda harus mengenali bentuk dan bahaya narkoba. Supaya tidak mencobanya. BNK sangat konsen melakukan

penyuluhan tentang bahaya narkoba,” ujar Ignasius Juan. Sementara itu, Kristina Kiki, salah satu Tim dari BNK Sintang menyampaikan, narkoba bisa merusak tubuh, ekonomi dan keutuhan keluarga, bahkan menimbulkan

Akibat dari penyalahgunaan narkoba sangat luar biasa serta mengancam generasi muda. Untuk itu kaum muda harus mengenali bentuk dan bahaya narkoba. Supaya tidak mencobanya. BNK sangat konsen melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba

kematian. “Untuk itu anggota OMK harus menjauhi narkoba. Gapai cita-cita dan masa depan yang cerah tanpa sentuhan narkoba dan memperkuat iman kepada Tuhan. Hal lain yang bisa merusak masa depan generasi muda adalah pergaulan bebas dan kenakalan remaja” lugasnya. Praktisi kesehatan, Awet Sandi menyampai, narkoba bisa merusak syaraf otak sehingga membuat pikiran negatif akan lebih dominan dalam mempengaruhi pikiran manusia. Dalam slide yang ditampilkan, Awet Sandi memaparkan perbedaan tubuh manusia sebelum dan sesudah mengkonsumsi narkoba serta jenis dan bentuk narkoba. “Narkoba bisa membuat orang depresi, menurunkan fungsi tubuh, merubah perasaan dan pikiran. Maka narkoba dilarang oleh agama dan hukum positif,” tegasnya. Sekitar 90 anggota OMK Paroki Santo Monfort Nanga Serawai, Kecamatan Serawai berkumpul di SMKN 1 Nanga Serawai mengikuti kegiatan reorganisasi serta outbond yang berlangsung selama dua hari. Yakni 15-16 Juni 2013. †

BOCAH DAYAK BIDAYUH, ketiga bocah suku Dayak Bidayuh ini kelak akan menjadi generasi penerus yang akan melaksanaan upacara ritual nyobeng yang berlangsung di Desa Sebujit, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalbar, Sabtu (15/6). Sejauh ini Dinas Pariwisata Provinsi Kalbar terus berupaya supaya ritual nyobeng bisa terus menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk bertandang ke Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalbar. FOTO: Andry/ Borneo Tribune

Melawi Uji Coba Varietas Padi Jenis Baru Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh

GUNA meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Melawi, Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (Distankannak) Kabupaten Melawi akan melakukan uji coba varietas padi baru unggulan. Ketiga varietas padi baru yang akan dicoba tersebut, yakni Inpari 10, Ciboga dan Situbagendit. “Rencananya uji coba varietas tersebut di akhir bulan Juni ini atau pun pada awal bulan Juli mendatang. Lokasi percobaan yang dipilih berada di dua lokasi. Yakni Desa Batu Ampar dan Desa Poring. Dengan luas lahan percobaan 1 hektar dan hamparan 10 hektar,” ungkap Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Distankannak Kabupaten

Melawi, Dw Waluyo, kemarin. Menurutnya, selama ini padi sawah yang dikembangkan para petani di Kabupaten Melawi sebagian besar masih menggunakan varietas padi Ciherang. Dengan adanya uji coba varietas baru tersebut diharapkan akan diketahui jenis varietas lain yang cocok untuk dikembangkan di Melawi. Sehingga hasil produksi dapat meningkat dalam menuju swasembada pangan. “Uji coba varietas ini baru pertama kali dilakukan di Melawi. Alhamdulillah, sangat disambut positif oleh masyarakat kita, khususnya para petani. Mudah-mudahan kegiatan serupa dapat kita lakukan di daerah lainnya yang menjadi basis pertanian Melawi. Seperti Senain, Sawah

Tunjuk, Nuak dan lainnya,” harapnya. Kehadiran varietas baru tersebut tentunya harus dimanfaatkan secara optimal oleh para petani dan para penyuluh pertanian lapangan (PPL) ke depan. Setelah tahap pengujian selesai, barulah akan diputuskan varietas yang cocok untuk dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan untuk Melawi lebih dari satu varietas yang dikembangkan para petani, lantaran setiap varietas padi memiliki penikmat tersendiri di tengah masyarakat. “Kalau biasanya kita mengkonsumsi beras dari varietas Ciherang, tentu akan berbeda rasanya jika kita mengkonsumsi beras dari varietas lain. Tergantung mana yang lebih disukai untuk dikonsumsi,” pungkasnya. †

Investor Sawit Jangan Suka Take Over Perizinan Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh MASUKNYA sejumlah investor perkebunan sawit di Kabupaten Melawi memberikan angin segar untuk peningkatan taraf hidup masyarakat setempat sekaligus percepatan pembangunan. Melihat realita tersebut, Malin mengharapkan supaya para investor tersebut dapat serius dalam berinvestasi setelah mengantongi izin operasi perkebunan. “Kita sangat mendukung sekali dengan masuknya investor perkebunan sawit di Melawi. Karena banyak dampak positif yang akan dirasakan. Seperti terbukanya lapangan

pekerjaan bagi masyarakat serta mempercepat infrastruktur. Seperti akses jalan darat bagi daerah-daerah terisolir,” ujar anggota DPRD Kabupaten Melawi, Malin, belum lama ini. Malin mengharapkan, masyarakat Melawi dapat memberikan respon positif terhadap masuknya perkebunan sawit di daerahnya saat ini. Seperti di daerah Buil, Kecamatan Belimbing. Sebelum masuknya perusahaan sawit di sana, daerah tersebut sangat jauh dari kemajuan pembangunan. Akses jalan darat pun sangat sulit. Namun sejak masuknya perusahaan sawit dengan pola manajemen yang jelas dan serius, secara perlahan-lahan namun

pasti, kecamatan Belimbing, khususnya daerah Buil, Beloyang, Belongsat dan lainnya menjadi berkembang dengan cukup pesat. Masyarakat juga telah menuai hasil yang baik, yang terlihat dari peningkatan taraf hidup masyarakat setempat. “Yang penting ada komunikasi dua arah yang baik antara pihak perusahaan dengan masyarakat. Tentu akan seimbang. Di satu sisi juga bagi perusahaan yang sudah mendapatkan izin, ya harus serius. Jangan mengharapkan untuk take over. Dapat izin perkebunan, lalu dijual ke perusahaan lain. Ini yang kita tidak mau,” tegasnya. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan sawit yang masuk ke Melawi

supaya dapat menjalankan hak dan kewajiban dengan baik. Salah satunya dengan tidak mengesampingkan hak ulayat adat masyarakat setempat, menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) serta membangun hubungan yang baik dengan semua stakeholder. “Kalau semua itu dilakukan, masyarakat senang, perusahaan juga ikut senang. Karena investasinya tumbuh dan berkembang. Jangan justru sebaliknya, lahannya habis begitu saja. Masyarakat tidak mendapatkan apa-apa. Jika sampai terjadi, pemerintah kita harus bertindak tegas. Fungsi pengawasan jangan sampai lengah,” ucapnya. †


Selasa, 18 Juni 2013

Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

10

Perusahaan Wajib Salurkan CSR Bagi Masyarakat ANGGOTA DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Braun menegaskan bagi perusahaan yang beroperasi diwilayah Kabupaten Kapuas Hulu mesti memperhatikan lingkungan sekitarnya. Khususnya untuk perusahaan yang bergerak diperkebunan sawit, bahkan setiap perusahaan yang sudah beroperasi tersebut wajib menyalurkan CSR

Perusahaan jangan hanya ingin meraup keuntungan dari lahan yang ada, namun perusahaan juga wajib menyalurkan CSR, dan hal ini mesti mendapat pengawasan, sebab masyarakat disekitar lahan perkebunan sawit perlu mendapatkan perhatian

Timotius Borneo Tribune, Putussibau

untuk kepentingan masyarakat disekitarnya. “Perusahaan jangan hanya ingin meraup keuntungan dari lahan yang ada,

namun perusahaan juga wajib menyalurkan CSR, dan hal ini mesti mendapat pengawasan, sebab masyarakat disekitar lahan per-

kebunan sawit perlu mendapatkan perhatian,”kata Braun kepada Borneo Tribune baru-baru ini. Dikatakan Braun, selama ini masyarakat tidak pernah mengetahui dampak lingkungan dari masuknya perkebunan sawit, padahal dalam pengelolaan perkebunan tersebut semuanya menggunakan bahan kimia, bahkan tidak jarang air bersih menjadi tercemar dan masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, karena serapan air sudah

habis dibabat perkebuna sawit. Disisi lain menurutnya, keberadaan perkebunan sawit akan mendatangkan perubahan bagi masyarakat jika saja pengelolaannya secara transparan, namun yang terjadi selama ini sebaliknya masyarakat selalu menjadi korbannya. “Harapan kita dalam pembukaan lahan perkebunan sawit, pihak perusahaan dapat memperhatikan kondisi masyarakat diseki-

tarnya, apalagi yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat akan air bersih, harusnya perusahaan menyiapkan dan memikirkan air bersih, sebab dalam pengelolaan perkebunan sawit menggunakan bahan kimia, dan CSR itu wajib di salurkan,” tegasnya. †

Braun Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu Foto Timotius/Borneo Tribune

Puring Kencana Segera Miliki Kantor Camat Yang Baru Timotius Borneo Tribune, Putussibau KEBERADAAN Kantor Camat Puring Kencana yang terancam ambruk menjadi perhatian khusus oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, pasalnya Kantor Camat yang saat ini hanya disanggah menggunakan dua buah kayu sudah tidak layak lagi untuk dijadikan pusat pelayanan kepada masyarakat di Kecamatan Puring Kencana. Meskipun demikian, kondisi tersebut sudah menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, saat kunjungan kerjanya ke Kecamatan Puring Kencana, Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir sekaligus melaksanakan penancapan tiang pertama untuk pembangunan Kantor Camat Puring

Bupati Kapuas Hulu saat melakukan penancapan tiang pertama pembangunan Kantor Camat Puring Kencana. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Kencana. Menurut Camat Puring Kencana, Hermanus Jemayung mengatakan bahwa bangunan kantor Camat yang sudah bertahun-tahun tidak pernah mendapatkan perhatian tersebut saat ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk di jadikan sebuah Kantor kecamatan. “Bahan-bahan bangunannya sudah mengalami kerusakan, untuk yang bagian depan hanya di sanggah menggunakan dua buah kayu, jika tidak ada perhatian dari Pemerintah kondisi tersebut tentunya sangat menganggu proses pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya belum lama ini. Untuk itu, mewakili masyarakatnya, Jemayung menyampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu terhadap pembanguna yang ada di

Kecamatan Puring Kencana terutama untuk pembangunan Kantor Camat. “Untung saja kondisi ini segera mendapat perhatian, sehingga kai bisa bernafas sedikit lebih legah,”jelasnya. Sementara itu Bupati Kabupaten Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir saat penancapan tiang pertama mengharapkan pembangunan Kantor Camat tersebut benar-benar dilaksanakan sesuai ketentuan dan mengutamakan kualitas pekerjaan. “Perencanaan pembangunan Kantor Camat ini harus benar-benar matang, sebab ini Kantor yang akan digunakan untuk pelayanan kepada masyarakat, selain itu saya juga berharap agar segala bentuk pembangunan yang sudah ada perlu dilindungi dan dijaga bersamasama,” tandasnya. †

Kompensasi Kenaikan BBM Harus Jelas Timotius Borneo Tribune, Putussibau JIKA memang kebijakan Pemerintah dalam menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi salah satu upaya kemajuan Bangsa ini tentunya harus didukung, hanya saja kompensasi dari kenaikan harga BBM tersebut harus jelas dan tepat sasaran. Jangan sampai seperti BBM bersubsidi yang hanya dinikmati sejumlah kalangan tertentu. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu Agustinus Ding mengatakan kebijakan tersebut ada pada Pemerintah Pusat. Hanya saja yang harus dipikirkan nasib masyarakat menengah kebawah, kompensasi yang seperti apa dari kenaikan harga BBM bersubisdi tersebut, harus tersalur dan tepat sasaran. “Kami memang menolak kenaikan harga BBM tersebut, namun itu kewenangannya ada di Pemerintah Pusat, dan apa yang menjadi kompensasi dari kenaikan harga BBM harus dijabar-

Agustinus Ding Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu Foto Timotius/Borneo Tribune

kan, jika memang itu haknya rakyat berikanlah ke masyarakat dengan tepat sasaran,” ungkap Agustinus yang juga Anggota Fraksi PDI-P ini kepada Borneo Tribune, Senin (17/6). Dikatakan Agustinus, kenaikan BBM ini seharusnya menjadi pertimbangan khusus, sebab jika menaikan harga BBM akan berimbas terhadap kenaikan harga sembako dan keperluan lainnya. Namun jika kebijakan tersebut disertai kompensasi untuk masyarakat,

perlu pendataan ulang, masyarakat mana yang benarbenar memerlukan bantuan langsung dari Pemerintah tersebut. “Jangan sampai setelah naik harga BBM bersubsidi dan konpensasi untuk masyarakat pun menjadi masalah baru, Pemerintah harus benar-benar bijaksana dalam hal ini,” cetusnya. Selain itu, dalam rangka kenaikan harga BBM tersebut pula jangan sampai terjadi kelangkaan dan pasokan BBM berkurang, hal tersebut tentunya akan menyulitkan masyarakat. Untuk itu menjelang kenaikan BBM menurutnya, perlu dilakukan pengawasan yang lebih ketat. Apalagi yang berkaitan dengan harga di kios-kios BBM. “Pengawasan Pemerintah melalui instans terkait juga harus tegas, jangan ada oknum-oknum yang memanfaatkan kondisi ini, khususnya untuk kios-kios, melalui surat Edaran Bupati Kapuas Hulu sebenarnya sudah jelas HET yang ditetapkan, namun rendahya pengawasan membuat peraturan tersebut terabaikan,” pungkasnya. †

IKLAN BARIS Biro Sanggau: (085245904505).

Kursus Kursus ilmu perbengkelan motor & mobil smp bisa/SPP 475rb/bln. Hub:085252093327/0561767508

Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Langganan Koran

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688) Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038).

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 )

Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602).

Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Biro Bengkayang: (085245247955).

Mujidi

Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880).

Ratnasari

Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946) Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Biro Kapuas Hulu: (085654585775)

Herdi

Biro Ketapang: (08971600688)

Aldi

Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Ser vice Mobil

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Selasa, 18 Juni 2013

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak 57 dari 285 calon jamaah haji asal Kabupaten Kubu Raya terancam gagal berangkat. Menyusul kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang melakukan pemangkasan kuota 20 persen. Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kubu Raya, Nursyahid mengatakan sampai hari ini belum ada panggilan yang dilakukan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat terkait adanya kebijakan pemangkasan kuota haji yang diberlakukan Kerajaan Arab Saudi. “Sejauh ini terkait kebijakan tersebut, kami hanya mendengar dari media masa dan belum ada panggilan resmi,” katanya, Senin (17/6).

Biasanya, lanjut dia jika ada hal-hal yang penting menyangkut permasalahan calon jamaah haji, kasikasi penyelenggara haji dan umroh di setiap kabupaten dan kota akan dipanggil untuk mendapatkan kejelasan dan mencari solusi atas adanya kebijakan yang diberlakukan tersebut. Dia menjelaskan, jika memang kebijakan tersebut benar-benar diberlakukan maka pemerintah akan mencari solusi terbaik bagi seluruh calon jamaah haji, apakah calon jamaah haji yang terbilang muda terpaksa keberangkatannya ditunda, seperti yang disampaikan menteri di media massa. “Kalau memang 20 persen itu benar-benar diberlakukan, maka dari total 285 calon jamaah yang berangkat, sekitar 57 jamaah keberangkatannya ditunda. Jika yang muda ditunda,

padahal keberangkatannya untuk mendampingi orang tua tentu akan menjadi persoalan,” ucapnya. Dia menjelaskan, bagi calon jamaah haji yang keberangkatannya harus ditunda, dan andai kata ada tambahan biaya maka calon jamaah haji yang keberangkatannya tertunda tidak akan dibebankan. “Yang jelas, kami masih berharap pemerintah dapat melobi Pemerintah Arab Saudi agar tidak ada pemotongan kuota untuk Indonesia. Karena memang sampai hari ini, calon jamaah sudah melunasi biaya dan telah mengikuti manasik haji,” harapnya. Selain akan ada pengurangan kuota keberangkatan calon jamaah haji, dia menambahkan kebijakan tersebut juga berdampak pada daftar tunggu. Yang mana sebelumnya, daftar tunggu keberangkatan me-

makan waktu delapan tahun, maka jika kebijakan tersebut benar-benar ditetapkan daftar tunggu bisa mencapai sembilan tahun. “57 CJH yang tertunda berangkat tahun ini akan digantikan pada tahun selanjutnya, dampaknya akan ada penundaan keberangkatan pada jamaah haji yang seharusnya berangkat pada 2014,” terangnya. Dia menuturkan, sampai hari ini jumlah calon haji yang terdata didaftar tunggu, termasuk dengan yang pada tahun ini belum diberangkatkan mencapai 2500 orang.”Informasi ini terkesan mendadak, sehingga cukup membuat kita pusing untuk memberikan penjelasan kepada jamaah, karena kasihan mereka. Tapi kami berharap jika kebijakan ini benar-benar dilaksanakan, calon jamaah harus bersabar,” harapnya. o

16 Partai Hantarkan Incumbent Maju Pilwako Pontianak untuk, mendukung penuh pasangan Sutarmidji dan Edi R. Kamtono,” ungkap H. Ahmadi Usman. Lanjut Ahmadi Usman, pasangan Sutarmidiji dan Edy R. Kamtono selain merupakan dari kader partai, tetapi juga merupakan milik masyarakat Kota Pontianak, dan ini dapat dilihat saat deklarasi pasangan Icumbent, di mana berbagai kalangan yang datang, sebagai bukti akan memberikan dukungan pada tanggal 19 September 2013 mendatang. “ Saya yakin menang satu putaran saat Pilwako dimulai, dan deklarasi kemenangan akan jatuh pada pasangan yang kami usung, yaitu Sutarmdiji – Edi R. Kamtono, karena pasangan ini lah yang pantas untuk dipilih sebagai pemimpin Kota Pontianak,” ujar Ahmadi. Ahmadi juga mengatakan, pantasnya Sutarmidji menjadi Wali Kota Pontianak periode mendatang, lantaran terbukti atas pembangunan yang dilakukannya untuk Kota Pontianak, baik mulai dari infrastruktur, pendidikan, serta berbagai hal yang telah dibuatnya untuk Kota

Khatulistiwa ini. Ditempat yang sama, Sekretaris DPW PDIP Kalbar, M. Kebing mengatakan, PDIP sampai bisa mengusung pasangan Incumbent yakni Sutarmidiji – Edi R. Kamtono, lantaran berdasarkan reko mendasi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP), yakni direkomendasikan langsung oleh Ibu Megawati Soekarno Putri. “ Memang pantas dan layak adanya lima partai pengusung serta 11 partai pendukung, lantaran Sutarmidiji sendiri selama memimpin Kota Pontianak, mencapai opini public, wajar tanpa pengecualian, dan kami terdiri dari lima partai pengusung serta 11 partai pendukung, yakin pasangan ini memenangkan Pilwako Pontianak dalam satu putaran saja,” ujar M. Kebing. Selain itu, M. Kebing juga mengatakan, semua kader dari Lima Partai pengusung serta kader dari 11 partai pendukung, harus memberikan dukungan sepenuhnya, dan harus berbuat untuk pasangan Sutarmidji – Edi R. Kamtono, karena ini sudah menjadi komitmen ber-

sama sebelumnya deklarasi dilakukan. “ Jangan menunggu permintaan dari pasangan yang kita usung, tapi kita serta semua kader harus berbuat tanpa diminta, apapun hal itu, berbuat lah sebaik mungkin dalam mendukung pasangan yang kita usung itu, sehingga kita bisa memenangkan, Pilwako Pontianak,” pungkas M. Kebing Sekretaris DPW PDIP Kalbar. Sementara itu Sutarmidiji SH. M. Hum mengatakan, Ia sangat terharu atas banyaknya simpatisan masyarakat yang datang dalam deklarasi pengusungan Partai atas majunya Ia dan Edi R. Kamtono selaku Cawako dan Cawawako periode 2013 – 2018 mendatang. “ Saya sangat terharu melihat simpatian masyarakat yang hadir dalam deklarasi pengusungan saya, simpatisan sangat ramai, dan saya menyatakan semua masyarakan yang hadir dalam deklarasi saya, adalah tim – tim sukses saya, untuk memenangkan Pilwako,” ujar Midji. Midji juga mengatakan, kedatangan para masyara-

kat dari berbagai Kecamatan yang ada di seluruh Kota Pontianak, Ia sangat mengucapkan terimah kasih sebesar – besarnya, karena ini telah membuktikan bahwa Ia masih ada tempat dihati masyarakat Kota Pontianak. “ Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah datang dalam deklarasi saya dan Edi R. Kamtono, dan saya mohon doa restu maupun dukungan penuh dari masyarakat Kota Pontianak, guna memenangkan Pilwako serta melanjutkan dan menuntaskan pembangunan di Kota Khatulistiwa ini,” ungkap Sutarmidji. Sedangkan Komisioner KPU Kota Pontianak, menyatakan bahwa lima partai pengusung pasangan Sutarmidiji – Edi R. Kamtono, telah memenuhi syarat, bahkan menembus syarat yanhg ditentukan KPU, di mana perolehan kursi dari lima partai yang berkoalisi tersebut, mencapai 18 kursi, yaki sekitar 77.972 dukungan yang sah, sedangkan syarat KPU minimal pasangan yang diusung oleh partai menuai 7 kursi. o

Bupati ‘Muda’ Incumbent Kembali Dikayuhkan Rakyat Muda sendiri berhasil meraih suara 59 persen pada pemilihan putaran kedua. Di periode kedua ini, Muda-Suharjo didukung 122.222 rakyat. Usai diseleksi di KPU menyisakan 96.559. Dari jumlah tersebut yang rusak 8999 dukungan. Muda-Suharjo sendiri mendaftar sebagai calon bupati-wakil bupati kali ini, dengan 87.550 dukungan. Jumlah ini merupakan dukungan syah hasil verifikasi faktual KPU. Sejak pukul 12.00 kemarin, ribuan rakyat perwakilan seluruh kecamatan dan desa, tokoh masyarakat dan agama sudah berkumpul di kediaman pribadi Muda

Mahendrawan. Usai doa bersama, diiringi hampir 3000 sepeda motor dan ratusan mobil, pasangan ini diantar ke KPU Kabupaten Kubu Raya di Jalan Adi Sucipto. Muda ditemui secara khusus Senin (17/6) pukul 03.00 mengungkapkan dirinya memilih jalur independen ini karena perintah rakyat, kemauan rakyat dan dirinya tidak pernah meninggal rakyat. “Saya ingin mendapatkan dukung secara ikhlas, sehingga bisa memimpin dengan hati dan membangun dengan hati, karena yang dibutuh Indonesia sekarang ini kepeka-an dan mampu memahami penderitaan rakyat, bukannya menari-nari dan

debat kusir tanpa makna. Jangan berikan contoh yang buruk bagi anak-anak kita. Mari kita mengajak rakyat berpikir negarawan, seperti Bung Karno, Bung Hatta, Jenderal Sudirman dan Bung Tomo,” aku Muda. Dengan dukungan ikhlas dari rakyat, kata Muda bisa mengambil dan menggerak kebijakan pro rakyat. “Saya bukan pemimpin serba bisa, saya hanya ingin bisa merasa, bukan merasa bisa, saya ingin selalu bisa merasa. Dengan dukungan ikhlas, saya akan tenang mengambil dan mengawal kebijakan untuk rakyat,” tegasnya. Dukungan langsung dari rakyat, kata suami Rosalina ini, tidak hanya untuk sekedar meraih kemenangan, namun jauh ke depannya dalam membangun. “Saya ingin selalu menjadi pemimpin yang berada di tengah kelompok dan warna-warni politik, saya ingin menjaga keseimbangan. Masalah tentu selalu ada di daerah dan negara manapun seperti kemiskinan dan pengangguran, tetapi bagaimana kita mengelolanya biar tidak melebar dan tentu dengan solusi, saya ingin jadi soluter,” urainya. Pemimpin itu, tegas Muda, bukan sekedar formalitas semata saja sehingga tidak perlu mendewadewakan jabatan yang berlebihan. “Pemimpin itu harusnya membuka jalan bagi rakyatnya, bukan menaklukkan dan menakutnakuti rakyatnya karena jaman sudah bergesar, ekspetasi pemikiram rakyat

harus menjadi fokus dan utama, sehingga tidak tercipta frustasi rakyat karena kesenjangan. Kita harus mengantisipasi akar masalah, berpikir dari hulu ke hilir, bertindak nyata dan tidak perlu banyak perdebatan karena rakyat sudah capek mendengar serta menyaksikan perdebatan yang kamuflase dan banyak intrik, rakyat perlu pemikiran nyata, gerakan nyata dan tindakan nyata, sehingga bisa dirasakan dengan nyata,” tegasnya. Memperdebatkan sesuatu apalagi berdasarkan primodial, tukas Muda, sama saja menjebak bangsa kita sendiri untuk berpikir mundur jauh dari peradaban visioner. “Itulah instan namnya, toh terpilih dan memimpin karena faktor primodial tidaklah membanggakan, karena tanpa proses dan modal prestasi, lebih justru menimbulkan dorongan dan motif menebar kebencian dan menciptakan atmosfer yang salah dan menjebak anak cucu kita berpikir sempit. Saya tegaskan saya mencintai rakyat saya,” ucapnya. ketika ditanya mengenai kemenangan? Muda dengan tegas menyatakan dirinya bersama Suharjo optimis menang dalam Pemilukada September mendatang. ‘Kami optimis meraih kemenangan,” pungkasnya. Pendaftaran pasangan Muda-Suharjo sendiri diterima langsung Ketua KPU Kubu Raya, Idris Maheru, ST beserta 4 komisioner lainnya. o

Berikan Kesempatan Beasiswa Belajar ke Al Ahzar Kairo Rudi Borneo Tribune, Singkawang Guna mencetak ulama di Kota Singkawang, Pemkot Singkawang melalui Kementerian Agama Kota Singkawang menyeleksi empat orang yang akan diberikan kesempatan untuk belajar di Universitas Al Ahzar Kairo. Hal itu dikatakan Walikota Singkawang, Awang Ishak usai mewisuda 93 santri Taman Pendidikan Al Quran di Restoran Hotel Dangau kemarin. Awang mengatakan, dalam pembahasan APBD, Pemkot Singkawang menganggarkan dalam APBD dalam bentuk hibah. Tujuannya berharap ada ulama yang berasal dari Kota Bumi Bertuah Gayung Bersambut. Menurut Awang, selain pembangunan fisik, SDM ini dipersiapkan yang berkualitas, beriman, dan bertaqwa memiliki wawasan dan pe-

FOTO: Rudi / Borneo Tribune

Awang Ishak

Pemkot Singkawang akan terus berupaya mencerdaskan masyarakat Kota Singkawang

57 CJH Terancam Gagal Berangkat

11

ngetahuan yang memadai sehingga mampu melihat dan memanfaatkan berbagai peluang serta mampu melihat dan memanfaatkan berbagai peluang serta mampu mengatasi berbagai tantangan zaman.

“Pemkot Singkawang akan terus berupaya mencerdaskan masyarakat Kota Singkawang,” kata Awang Menanggapi mata pelajaran agama untuk sekolah, Awang menegaskan, tidak ada maksud untuk membuang mata pelajaran agama di Sekolah seperti yang diberitakan. Dia menegaskan, untuk memupuk saling toleransi di Kota Singkawang yang nota benenya beragam suku dan agama yang hidup saling berdampingan, jika sudah akil baligh memungkinkan diperkenalkan pelajaran agama, sehingga saling mengenal mana yang boleh dan mana yang tidak boleh antara agama satu dengan yang lain. Di kesempatan itu juga, Walikota Singkawang memberikan apresiasi kepada Yayasan Nurul Islam dan lembaga non formal yang telah mengajarkan dasardasar agama untuk anakanak usia dini. o

Sanksi Buat Kader Pengkhianat Sutarmidji dan Edi R. Kamtono dalam Pilwako Pontianak yang jatuh pada tanggal 19 September mendatang. “ Saya peringatkan dan instruksikan kepada seluruh Kader - kader PAN, untuk memberikan dukungan penuh kepada Sutarmidji dan Edi R. Kamtono, guna menang di Pilwako Pontianak, dalam satu putaran,” ujar H. Ikhwan A. Rahim. Ditegaskannya pula, jika memang ada kader PAN yang ada di DPD maupun di DPC yang berkhianat dengan pasangan Iancumbent, yakni dengan cara memberikan dukungan kepada pasangan lain, maka Ia selaku DPW tidak segan - segan memberikan sanksi kepada kader tersebut. “ Sanksi dari PAN terhadap kader yang berkhianat terhadap pasangan yang sudah di usung PAN sendiri, adalah

sanksi berat terhadap kader tersebut, jadi jangan coba coba untuk berkhianat, karena sanksi - sanksi berat ÿdari partai akan menanti para kader,” imbau Ketua DPW PAN Kalbar. Dijelaskan oleh Ketua DPW PAN, pihaknya pasti akan mengetahui jika memang ada kader - kader yang berkhianat dalam Pilwako Pontianak, dengan cara memberikan dukungan ÿkepada pasangan lainnya selain pasangan Sutarmidiji - Edi R. Kamtono. “ Saya sudah membentuk Tim dari partai untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh kader - kader PAN yang ada di DPD maupun DPC, karena dengan dilakukan pamantauan atau pengawasan, maka akan diketahui siapa kader - kader yang berkhianat tersebut,” jelas Kwtua DPW PAN. Selain itu H. Ikhwani A.

Rahim juga mengatakan, bahwa PAN mengusung pasangan Sutarmidji - Edi R. Kamtono, ÿlantaran karena psangan ini, pasangan yang paling mencintai Kota Pontianak, sehingga rekomenadasikan yang diberikan DPP kepada DPW PAN Kalbar maupun DPD PAN Kota Pontianak, adalah untuk mengusung dan memberikan dukungan penuh kepada psangan Incumbent tersebut. “ Pasangan Sutarmidji Edi R. Kamtono, merupakan pasangan yang mencintai Kota Pontianak, dan ini terbukti atas apa yang telah dibuat untuk warga Pontianak selama memimpin lima tahun terakhir, dan saya yakin pasangan ini lah yang akan memenangkan Pilwako Pontianak,” pungkas H. Ikhwani A. Rahim. (Achmad Mundzirin / Borneo Tribune) o

Ombudsman Kalbar Buka Gerai Pengaduan ten Pontianak. Selama tiga hari, (18-20 Juni) Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat akan membuka Gerai Pengaduan Pelayanan Publik bagi masyarakat Kabupaten Pontianak untuk menyampaikan keluhan-keluhannya terkait pelayanan publik. Sebagaimana disampaikan Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat, Agus Priyadi, Senin, (17/6), selain membuka Gerai Pengaduan pihaknya juga akan melakukan sosialisasi Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 Tentang Ombudsman Republik Indonesia dan Undang-Undang Nomor 25 Tentang Pelayan-

an Publik di Pemkab Pontianak. Mengambil tema “Efektivitas Bagi Perbaikan Kualitas Pelayanan Publik”, acara sosialisasi ini akan dihadiri langsung oleh Bupati Pontianak, Drs. Ria Norsan MM. “Kita berharap dengan kegiatan sosialisasi dan pembukaan Gerai Pengaduan nanti, masyarakat Kabupaten Pontianak pada khususnya dan Kalimantan Barat pada umumnya dapat melaporkan maladmisnistrasi dan mengakses pelayanan publik yang lebih berkualitas,” ujar Agus. Pembukaan Gerai Pengaduan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalbar rencananya akan di-

mulai pada pukul 08.30 di RS dr. Rubini Mempawah. Di gerai ini masyarakat luas bisa mengadukan keluhan-keluhan mereka terkait pelayanan publik yang mereka rasakan selama ini tanpa dipungut biaya sedikitpun. “Dibuatnya gerai pengaduan ini tujuannya untuk lebih mengenalkan Ombudsman Republik Indonesia mendekatkan pelayanan kami kepada masyarakat. Dengan begitu kita berharapa masyarakat tidak perlu sungkan lagi untuk menyampaikan praktik-praktik maladministrasi yang mereka alami,” imbau Agus kepada masyarakat. o

Yayasan Dhammaghanta Galang Dana kurang 700 orang diperkirakan akanÿ hadir dalam acara pengalangan dana ini serta sangat terbuda dan dibuka untuk umum,” ujar Ali Minggu (16/6). Walau saat ini pihaknyaÿ belum ada dana yang tersedia untuk pembangunan fasilitas pendidikan ini. Namun Ali yakin dengan tekat yang luhur pembangunan sekolah ini pasti terwujud. Kepedulian dan kerjasama berbagai pihak baik dari umat Budha maupun masyarakat luas serta pemerintah dipastikan akan mewujudkan cita-cita mulia yang

perduli akan pembamgunan bidang pendidikan.ÿ “Acara ini juga akan dihadiri oleh salah satu instansi pemerintah yaitu dari Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Barat (Kalbar), dan pada kesempatan acara ini pula Kemenag akan menyerahkan bantuan, namun kita belum tahu berapa jumlahnya. Dan kita berharap ada lagi yang tergerak hatinya dalam memberikan bantuan, dengan harapan dana yang kita inginkan dapat terkumpul dan pembangunan sekolahan ini dapat di-

laksanakan secepatnya,” harapnya. Untuk itu ujar Ali, panitia juga memberikan kemudahan dalam memberikan sumbangan. “Bagi yang ingin menyumbang nantinya selain bisa langsung ke sekretariat yayasan di Jl Intan, Komplek Permata Khtulistiwa Blok C no 5 Sungai Raya Dalam KKR. Juga bisa melalui Rekening yayasan di Bank Kalbar Capem Sungai Raya Dalam no Rekening 1825005095 atas nama LPB Dhammaghanta,” pungkasnya. o

Banyak Anggota Tak Hadiri Sidang Paripurna hanya ada 13 anggota dewan yang membubuhi tanda tangan. Plus satu Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Herri Mustamin yang sekaligus menjadi pimpinan sidang. Unsur Pimpinan, Hartono Azas dan Arif Joni tidak hadir. Sedangkan Eka

Kurniawan tampak di acara deklarasi pasangan Sutarmidji-Edi Kamtono yang bertempat di PCC. Paripurna kemarin merupakan tindak lanjut dari sidang sebelumnya yang telah dilaksanakan seminggu sebelum paripurna kemarin. Pembacaan rekomendasi

panitia khusus DPRD Kota Pontianak menghasilkan banyak rekomendasi. Puluhan rekomendasi diarahkan kepada pemerintah Kota Pontianak untuk dilaksanakan. Mulai dari infrastruktur, sistem pelayanan, sampai pada pembangunan. o


CMYK

Moment & Activity

12 Hidup Bang Midji, Hidup Bang Edi www.borneotribune.com

Borneo Tribune

16 Partai Usung Pasangan Sutarmidji-Edi Kamtono Maju Pilwako Pontianak Covention Center (PCC) menjadi lautan pendukung pasangan Sutarmidji-Edi Kamtono. Ratusan kader partai pengusung dan simpatisan menyemut di gedung bundar tersebut dalam deklarasi pasangan incumbent. Dengan kibaran bendera masing-masing partai pendukung, teriakan ‘Hidup Bang Midji, Hidup Bang Edi’ menggema dalam silih berganti pernyataan dukungan perwakilan partai. Enam belas partai pendukung pasangan yang bermotto ‘kerja, disiplin, dan amanah’ tersebut adalah PDI Perjuangan, PPP, PAN, PKS, PKPB, Gerindra, PPNUI, Partai Pelopor, PIS, RepublikaN, Partai Matahari Bangsa, Partai Merdeka, PPI, Partai Demokrasi Kebangsaan, PPPI, dan Partai Kasih Demokrasi Indonesia. Dalam deklarasi yang dimulai sekitar pukul 09.00, Senin (17/6) kemarin, hadir beberapa perwakilan peng-

urus wilayah partai pengusung. Berkas dukungan berupa bukti pemberian dukungan yang telah ditandatangani, dibacakan langsung oleh Sutarmidji didampingi Edi Rusdi Kamtono di hadapan ratusan pendukung sejatinya. Usai penyampaikan berkas deklarasi, pasangan Sutarmidji-Edi Kamtono melakukan ramah tamah dengan para pendukungnya sekaligus makan siang. Pada hari yang sama, pasangan tersebut juga mendaftar ke KPU Kota Pontianak sebagai bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Pontianak pada Pilwako 2013, yang dihelat 19 September mendatang. Selanjutnya, usai deklarasi kemarin, kepada sejumlah awak media, Sutarmidji mengatakan niatnya mencalonkan kembali sebagai Walikota untuk periode kedua tak lain, hanya ingin melanjutkan program-program yang belum selesai di periode pertama. Salah satu yang disebutkan

program yang belum selesai adalah mengenai infrastruktur dan pembangunan rumah sakit. Sutarmidji juga menambahkan, soal pendidikan juga merupakan program

yang belum selesai. Khususnya dalam penambahkan sekolah negeri di beberapa kecamatan di Pontianak. Sutarmidji yakin, soal pendidikan dan air bersih,

Pembacaan Tatib oleh KPU Kota Pontianak kepada calon pasangan incumbent

Calon Walikota Incumbent Sutarmidji membacakan deklarasi

Pendaftaran bakal pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Pontianak

Deklarasi Sutarmidji-Edi Kamtono

bila dirinya terpilih kembali mendatang. Dua tahun pertama jabatannya dua hal tersebut akan selesai. Selain itu, dirinya mengaku diminta Gubernur Kalbar untuk mempersiapkan pembangunan Jembatan Kapuas III. Sedangkan Edi Rusdi Kamtono usai deklarasi kemarin, kepada awak media

Selasa, 18 Juni 2013

Edi R Kamtono kembali menegaskan sangat siap mendampingi Sutarmidji untuk lima tahun ke depan. “20 tahun sudah saya bekerja untuk Pontianak. Dan bila dipercaya masyarakat untuk mendampingi Bapak Sutarmidji, ke-all out-an saya tidak akan berubah, untuk Kota Pontianak,” ujarnya. o

Narasi dan Foto: Ubay KPI

Ketua DPC PDIP Kota Pontianak Eka Kurniawan menyampaikan deklarasi dukungan

Pengurus DPC Kota Pontianak M. Arif dari PKS menyampaikan deklarasi dukungan kepada pasangan calon incumbent Penyerahan Berkas

Deklarasi Sutarmidji-Edi Kamtono

Bang Midji balas dukungan ribuan massa

Ribuan massa pendukung CMYK

Sekretaris DPC PDIP Kota Pontianak Satarudin didampingi kader pendukung dari PDIP


Harian Borneo Tribune 18 Juni 2013