Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Selasa, 11 Juni 2013

2 Sya’ban 1434 H - 4 Go Gwee 2564

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Hasil Kerajinan Kalbar Diakui Sarawak Ketua Dekranasda Kalbar, Ny. Frederika Cornelis, S.Pd mengatakan hasil kerajinan Indonesia, khususnya di Provinsi Kalbar berupa kerajinan anyaman dari pemanfaatan alam seperti daun pandan, rotan/ bambu, hasil tenun dan hasil kerajinan yang terbuat dari kayu baik itu ukuran maupun karajinan lainnya saat ini sebenarnya sudah mampu bersaing dipasaran baik lokal maupun internasional.

Permintaan Dunia Besar, Produk Kurang Slamet Ardiansyah Borneo Tribune, Pontianak NAMUN, ujarnya hingga kini kegiatan kerajianan anyaman, tenun maupun ukiran oleh sebagian besar para pengrajin hanya dibuat untuk kerjaan sambilan saja. Hal ini, mem-

buat hasil kerajinan tidak dapat berkembang. Padahal, bila hal ini benar-benar di tekuni maka hasilnya dapat menambah penghasilan bahkan dapat lebih mensejahterakan masyarakat pengrajini. ”Pengrajin kita ini tidak pernah fokus dalam mengerjakan

hasil kerajian. Pada hal, banyak bakat-bakat alam dalam mengelola dan menghasilkan kerajian yang bernilai jual tinggi ada dan tersebar di Kalbar ini. Peluang ini yang tidak disadari oleh para pengrajin, terbukti mereka menghasilkan ....Ke Halaman -11

Ketua Dekranasda Kalbar, Ny, Frederika Cornelis, S.Pd. meninjau langsung proses pelatihan produk kerajinan yang diselenggarakan oleh UP-IKM Disperindag Provinsi Kalbar, Senin (10/6). Foto : Ist

Hipmi Optimis Pemberlakuan AEC 2015 Rakernas HIPMI Ke XV Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak BADAN Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Minggu (9/6) hingga Selasa (11/ 6) melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke XV di Pontianak dengan tema “Menjaga Soliditas dan Mewujudkan Optimisme Nasional Dalam Menyambut ASEAN Economic Community (AEC) 2015. “Rakernas ke XV ini secara resmi sudah dibuka oleh Wakil Presiden Boediono beberapa waktu lalu di Istana Wapres,” kata Ketua Umum BPP Hipmi Raja Sapta Oktohari, saat RAKERNAS. Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya didampingi Ketua Umum BPP Hipmi, Raja Sapta Oktohari memukul kangkuang sebagai pelaksanaan Rakernas ke XV Hipmi. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

B uah Bibir Tingkatkan Nilai UN SEKRETARIS Komisi C DPRD Sekadau, Hasan, menghimbau kepada sekolahsekolah untuk lebih kreatif membangun mutu pendidikan di sekolah masing-masing. Menurut Hasan salah satu caranya adalah memperbanyak buku-buku bacaan siswa di sekolah, selain rutin menambah waktu belajar atau les. Hasan, SE

Film Sang Kyai

Muda Nonton Bareng Yenny Wahid, Pemeran Utama dan Ribuan Santri

mengawali sambutannya di Hotel Aston Pontianak. Dikatakannya, melalui tema tersebut, Hipmi ingin menyuarakan kepada pemerintah, agar agenda politik tidak mengganggu agenda-agenda perekonomian nasional dalam menghadapi AEC 2015, karena tahun 2013 dan 2014 konsentrasi bangsa Indonesia akan tertuju pada prosesi politik nasional, Pemilu dan Pilpres. “Peluang konflik kepentingan, serta regenarasi pucuk pimpinan nasional sempat menimbulkan ancaman bagi konsistensi pembangunan ekonomi nasioanl,” jelasnya. ....Ke Halaman -11

Rakor MP3EI Koridor Ekonomi Kalimantan

HKTI Kalbar Sumbang Saran di Bidang Pertanian Budi Rahman Borneo Tribune, Pontianak

....Ke Halaman -11

JELANG pelaksanaan rapat koordinasi Masterplan Percepatan Perluasan dan Pembangunan (MP3EI), Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) memberikan masukan-masukan konstruktif untuk pembangunan perekonomian daerah ini, khususnya di sektor pertanian. ....Ke Halaman -11

Hairul Mikrad Borneo Tribune, Pontianak BUPATI Kubu Raya, Muda Mahendrawan, Senin (10/6) pagi kemarin menggelar nonton

Asy’ari yang juga anak almarhum Abdurahman Wahid (Gusdur), Yenny Wahid dan pemeran utama, Ikrar Negara dan pemeran istri KH Hasyim ....Ke Halaman -11

WTP Pontianak Jadi Motivasi Kabupaten/Kota Lain Raih Prestasi

Sosialisasi Pedoman Penyusunan APBD

....Ke Halaman -11

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

PEMBUKAAN. Sekda Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie mewakili Gubernur Cornelis membuka Sosialisasi Permendagri Nomor 27 tahun 2013 Tentang Pedoman Penyusunan APBD Kalbar. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

DIRAIH kembalinya predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Pemerintah Kota Pontianak atas penilaian BPK RI terhadap penilaian kinerja laporan Keuangan Tahun Anggaran 2012 akan menjadi motivasi bagi Kabupaten/Kota. “Saya harap, prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi Ka-

bupaten/Kota yang lain dalam rangka pelaksanaan APBD secara efektif, transparan dan akuntabel,” kata Gubernur Cornelis, Senin (10/6) dalam sambutan yang dibacakan Sekda Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie pada Pembukaan Sosialisasi Permendagri No 27/2013 Tentang Pedoman Penyusunan APBD, di Hotel Kapuas Palace. Dikatakannya, APBD merupakan rencana keuangan ta-

Kini

Lebih Aman Dengan Dual SRS Airbag

hunan pemerintah daerah yang harus dibahas dan disetujui bersama Pemerintah daerah dan DPRD dan di tetapkan dengan Perda. Dalam APBD tergambar semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintah daerah yang dapat dinilai dengan uang, termasuk di dalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan ....Ke Halaman -11

Showroom Buka s.d. Jam 8 Malam. Hari Libur Minggu s.d. Pukul 13.00 WIB

hadir lebih aman dan nyaman

KANTOR PUSAT: Jl. A. Yani No. 89, Pontianak Telp. (0561) 734280

Kursi Lebih Tebal dan Lebih Nyaman

CABANG: - Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000 - Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1 Telp. (0531) 31558

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Rem Anak yang sombong “Cerita Humor Lucu” Sebagai hadiah tahun baru, seorang anak baru saja di belikan sebuah motor Harley David Son oleh ayahnya, padahal dia sendiri tidak mahir mengendarai sepeda motor. Tentu saja dia sangat senang sekali. Pada saat malam tahun baru tersebut, si anak berniat mengendarai Harley David Son nya keliling kota. Saking enaknya

massal bersama ribuan santri dan pelajar film ‘Sang Kyai’ di studio XXI A Yani Megamall Pontianak. Nonton massal tersebut juga dihadiri cicit KH Hasyim

Selasa, 11 Juni 2013

T

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

AJUK

Pembangunan Jalan di Pedalaman Jalan merupakan nadi kehidupan. Kehidupan berdenyut jika jalan penghubung daerah ada. Denyutnya akan semakin baik jika jalannya baik. Karena itulah, ketika pemerintah ingin melihat denyut kehidupan masyarakat baik dan normal, maka pembangunan jalan harus diperhatikan. Pemerintah harus menjadikan pembangunan sector ini sebagai skala prioritas. Harapan seperti ini terus tersemai, disampaikan dan diaspirasikan. Pemerintah sudah berusaha. Pembangunan dilakukan tiada henti. Seluruh lokasi dijangkau pada setiap tahun anggaran. Namun, hasilnya belum seperti yang diharapkan. Masih banyak bagian daerah yang jalannya belum dibangun. Masih banyak yang terisolir di ceruk ketinggian dan di rawa dan bantaran sungai. Susah payah warga melakukan mobilitas agar mereka bisa berhubungan dengan dunia luar. Selain itu, masih sangat banyak daerah yang memiliki jalan rusak parah. Pelintasan menjadi bak kubangan. Kendaraan sering terperangkap. Kecelakaan kecil terjadi. Lebih ironi lagi, jalan yang diperbaiki hari ini, beberapa bulan ke depan sudah rusak lagi. Kualitas pengerjaan di satu sisi, di sisi lain pengawasan yang kurang, menjadi penyebabnya. Mana mungkin jalan bisa kokoh jika anggaran pembangunannya tidak maksimal dan bocor di sana-sini. Masalah ini semakin menjadi-jadi ketika masyarakat sendiri tidak ikut menjaga proyek pembangunan ini. Contoh yang paling kasat mata adalah ketika jalan dengan kekuatan 4 ton, dilewati dengan kendaraan warga yang mengangkut beban seberat 8 ton. Tentulah ‘bende’ itu berkecaikecai. Lalu selanjutnya keluhan soal jalan rusak muncul kembali. Penderitaan muncul kembali. Akibatnya, nadi kehidupan yang berdenyut baik, menjadi tersendat. Masyarakat jadi kembali terisolir. Kemajuan yang diharapkan dan kesejahteraan yang diimpikan tidak terwujud. Sampai kapan? Pemerintah dan warga tahu jawabannya.

S

ENGET

Seorang balu menyampaikan harapannya memperoleh bantuan pembangunan rumah - Cermin kepedulian sosial kita sudah kurang Bang Tribune

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

Diduga Ada yang Main Uang

BPN : Prona dan Redistribusi Tanah Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Dalam pembuatan sertifikat PRONA dan Redistribusi tanah yang dilaksanakan oleh kantor BPN Kayong Utara tampaknya ada yang sengaja bermain api. Alih-alih untuk pengurusan dan fasilitasi petugas, masyarakat yang seharusnya gratis dalam mengurus pembuatan sertifikat harus menanggung biaya yang besarnya hingga Rp.600 ribu persertifikat

Kondisi demikian dikelurhkan ketua BPD Desa Riam Berasap Jaya Burhan yang mempertanyakan kebenaran adanya pungutan oleh BPN atau ada pihak yang mengatas namakan BPN untuk ambil untung. ”Masyarakat dipungut enam ratus ribu, kami curiga ada yang bermain, karena sampai saat ini tidak ada informasi besaran biaya yang resmi,” kata Burhan. Adanya pungutan yang dilakukan oleh oknum desa tersebut sangat meresahkan masyarakat karena tidak

ada transparasi data dan juga sosialisasi kepada masyarakat oleh pihak desa Dikatakannya pula Desa Riam Berasap (RBJ) pada tahun 2013 mendapat kuota sebanyak 100 bidang, dan 34 diantaranya diberikan kepada Dusun Pangkalan Tapang. Namun sayang lantaran masuk dalam kawasan hutan khusus maka dusun tersebut tidak jadi menerima program prona. ”Mereka yang sudah menyerahkan uang kepada desa dan tidak jadi menerima program sampai saat

ini uangnya belum dikembalikan,” keluh Burhan. Sementara saat dikonfirmasi kepada pihak BPN KKU melalui Plt. Retno Gunadi tegas mengatakan BPN dalam prona dan redistribusi tidak pernah memungut biaya serupiah pun kepada masyarakat. ”Prona dan redistribusi tidak ada pungutan dan itu sudah disosialisasikan kepada masyarakatn” kata Retno Gunadi, Senin (11/6). Dikatakannya, ada beberapa hal yang memang harus dibiayai oleh masyarakat sendiri yakni masalah

pengurusan SKT, materai dan merintis. Pihak BPN justru telah menanggung biaya pengukuran dan sebagainya bahkan biaya transportasi juga sudah dibiayai oleh negara. ”Kami sudah tegaskan dan mewanti-wanti kepada para petugas untuk tidak memungut atau menerima biaya terlait program inin” kata Gunadi. Pada tahun ini, BPN KKU melaksanakan progranm Prona sebanyak 1000 bidang dan Redistribusi sebanyak 3000 bidang dan cuma-cuma.

Cerpen

Perempuan Penghias Malam Karya : Abdul Hamid Rambutnya berkilau terkena sinar lampu. Jari – jemarinya dicat dengan pink merona. Mulutnya sedikit menganga, kemudian dia mengolesi bibirnya de-

ngan lip gloss agar bibirnya terlihat basah dan tampak lebih seksi, tangannya beralih ke blush on dan memulas kedua wajah cantiknya. Ia menengok jam tangan mewah yang menempel dipergelangan tangannya.

Pukul 20.00. Sudah waktunya bekerja. Di saat orangorang di sekeliling kontrakannya pulang dari tempat kerja. Devi baru bersiap untuk berangkat kerja. Di belakang gedung perkantoran dan Mall Kota

Tugu, tepatnya di sebuah sudut gang sempit itu Devi tinggal. Sudah setengah tahun dia mengontrak sebuah rumah minimalis yang ia diami bersama teman kuliahnya, Santi. Seorang teman yang telah mengubah kehidupan Devi, dari gadis desa menjadi gadis metropolitan. Devi tidak betah tinggal di kampung bersama kedua orang tuanya. Apalagi, kedua orang tuanya sudah dianggap tidak mampu lagi mencukupi kebutuhan hidupnya sebagai seorang mahasiswi. Tuntutan gaya hidup membuat Devi mengikuti jejak Santi, mahasiswi yang sukses meraup kemewahan hidup dengan menjadi perempuan penghias malam. Malam ini, Devi mendapat job untuk menemani seorang politisi asal Semayan yang bertandang ke Kota Tugu dalam rangka kunjungan kerja. Dia diberi “tugas” oleh seorang pengusaha tambang yang biasa menjadi langganannya untuk menemani seorang politisi melepas kepenatan di sebuah hotel berbintang lima. Angin malam bertiup, menyusup melalui pori-pori kulitnya yang putih, sesekali rok mininya tersingkap terkena tiupan angin, cahaya lampu gang sempit itu menyoroti langkahnya yang gemulai. Beberapa orang yang lalu lalang di gang sempit itu meliriknya. Seorang pria paruh baya

sudah menunggu kedatangan Devi di loby hotel. “Malam sayangku.” Lelaki itu langsung menyapa Devi begitu dia masuk ke ruangan loby. “Ada layanan untuk kamu malam ini. Tolong layani tamu abang dengan baik ya.” Ucap lelaki yang dua bulan terakhir menjadi langganannya Devi. Lelaki itu kemudian membawanya masuk kedalam kamar 308, mengenalkannya pada politisi asal Semayan. Malam itu, Devi menjalani profesinya dengan profesional. Puluhan lembar ratusan ribu dia dapatkan setelah membuat politisi itu berkeringat.” Besok, pagipagi saya berangkat ke bandara, jadi malam ini kamu pulang pake taksi aja. Terima kasih atas layanannya.” Ucap lelaki itu ketika mengantar Devi sampai ke depan pintu kamar hotel. Sebuah mobil taksi mengantarkan Devi kembali ke depan gang sempit itu. Ia berjalan kaki dengan gontai menyusuri jalanan gang sempit. “Dari mana kamu nak? Kok jam segini baru pulang.” Tanya perempuan paruh baya kepada Devi, begitu dia sampai di depan pagar kontrakannya. Perempuan itu tidak lain adalah tetangga Devi. “Pulang kerja nek.” Jawab Devi seraya mendorong pintu pagar kontrakannya. “Seandainya aku ibumu. Maka alangkah sedihnya aku melihat anaknya harus bekerja sampai larut malam.” “Ibu saya tidak akan sedih karena dia tidak mengerti kebutuhan anaknya.” “Dia pasti sangat mengerti kebutuhanmu nak. Kebutuhanmu akan terpenuhi jika engkau rela menjadi perempuan penghias malam di atas sajadah imanmu.” Devi terhenyak mendengar ucapan perempuan paruh baya itu. Dia seperti diberi cermin bening yang membuat dirinya berkaca dengan jelas betapa berdosanya dia terhadap Sang Penciptanya. Hati dan perasaannya tersentuh. Buliran bening tak terbendung mengalir membasahi pipinya yang halus. Pontianak, 2 Juni 2013

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Direktur: Emiliana Sekretaris Direksi: Erika Sudiardjo Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Pimred: Hawad Sriyanto Wapimred: Yusriadi Sekretaris Redaksi : Aulia Marti Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering, Hairul Mikrad. Redaktur Pelaksana: Ukan Dinata. Wartawan Senior: Andry, Budi Rahman, Agus Wahyuni Wartawan: Andika Lay, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Jubeironi, Slamet Ardiansyah. Staf Redaksi: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, M Taufik, Fery Adeputra, Yulan Mirza.Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Bengkayang: www.borneo-tribune.net Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Aditya ( 085349867788 ). Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Fahri (085750296539 ) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2.Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Biro Kayong Utara : Abdul Khoir. Umum Fitriyana, Ardiansyah. Percetakan/IT: (Manajer) Iwan Siswanto, (Wakil Manajer) Supriyanto, Rustam. Marketing: (Manajer) Hesty Yosana, Kusnan, Aldi C.Sirkulasi : M. Danny, Mulawarman Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Husada Muin. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Asisten Dirut: Khairoedin Pasaribu. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com

Borneo Tribune

CMYK

Seremonial www.borneotribune.com

Borneo Tribune

03

Selasa, 11 Juni 2013

Ny. FREDERIKA Buka Pelatihan Produk Kerajinan Ny, Frederika Cornelis, S.Pd. meninjau langsung proses pelatihan produk kerajinan yang diselenggarakan oleh UP-IKM Disperindag Provinsi Kalbar, Senin (10/6). Foto : Ist

Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar, Ny, Frederika Cornelis, S.Pd menyematkan tanda peserta pada acara pelatihan tenaga pengrajin, foto S. Ardiansyah Borneo Tribune

Slamet Ardiansyah Borneo Tribune, Pontianak

U

nit Pelatihan Industri K e c i l Menengah Dinas Perindag Provinsi Kalbar bekerjasama dengan Dekranasda Provinsi Kalbar, Senin (10/6) pagi kemarin menggelar acara Pelatihan Teknis Pembuatan Tenun Ikat Motif Khas Kalbar dan Pelatihan Teknis Diversifikasi Produk Kerajian Rotan/Bambu. Adapun kegiatan yang dibuka oleh Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar Ny. Frederika Cornelis, S.Pd mengambil tempat di gedung Unit Pe-

latihan-Industri Kecil Menengah (UP-IKM) Provinsi Kalbar. Dalam laporannya Ketua Panitia Penyelenggara Drs. Subaidi mengatakan pelatihan ini akan dibagi menjadi dua bagian yaitu pelatihan Teknis Disverifikasi Produk Kerajinan Rotan/bambu yang akan berlangsung selama 6 hari

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA PONTIANAK PIMPINAN, ANGGOTA DAN SELURUH STAF

Tertanda:

Drs. Hartono Azas L, MBA Ketua

Herri Mustamin, SH Wakil Ketua

H. Eka Kurniawan, SE, MM Wakil Ketua

Thomas, SH

Sekretaris Dewan

H. Arif Joni Prasetyo, ST Wakil Ketua

Pacu Motivasi

yang dimulai dari tanggal 10- 15. Sedangkan pelatihan teknis pembuatan tenun Ikat motif khas Kalbar yang akan diselenggarakan selama 18 hari mulai tanggal 10 hingga 29 Juni 2013. Adapun maksud dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini, yaitu untul menumbuh kembangankan kerajianan rakyat yang berbasih sumber daya lokal khususnya bambu, rotan serat alam sepert pandan dan tenun ikat. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan penrajin dalam hal inovasi dan diversifikasi ptoduk dan finishing. Dan untuk

Kembangkan Kreatifitas Pengrajin Kepala UP-IKM Disprindag Provinsi Kalbar Drs. Subadi, foto S. Ardiansyah/ Borneo Tribune

Slamet Ardiansyah Borneo Tribune, Pontianak

”Ada 2 kegiatan pelatihan yang akan berlangsung kurang lebih 18 hari ke depan, yaitu pelatihan tenun ikat Sintang dengan peserta 10 orang dari Kota Pontianak. Mereka ini, pemula yang kita latih dari nol,”ujar Kepala UP-IKM Disprindag Provinsi Kalbar Drs. Subadi kepada Borneo Tribune saat ditemui diruang kerjannya, Senin (10/6) siang kemarin. Pelatihan ini lebih lanjut dijelaskan Subadi, bertujuan menumbuh kembangkan wirausaha baru khususnya tenun. Selain itu, untuk melakukan kaderisasi, “karena yang kita rekrut ini adalah anakanak muda yang memiliki motivasi berkeinginan untuk mewarisi ketrampilan menenun. Ketrampilan ini juga sangat perlu diwariskan karena merupakan warisan mulia dari turun CMYK

memberikan nilai tabah yang lebih tinggi terhadap produk kerajinan yang dihasilkan oleh perajin. Sedangkan jumlah peserta yang ikut dalam pelatihan ini sebanyak 30 orang, terbagi menjadi 10 orang peserta pemula yang berasal dari kota Pontianak mengkuti pelatihan tenun ikat. Sisanya 20 orang akan menyertai pelatihan teknis diverifikasi produk kerajianan rotan/ bambu yang berasal dari Kabupaten / Kota se-Kalbar. Panitia juga mendatangkan tenaga instruktur sebanyak 4 orang.Satu diantaranya didatangkan khusus dari Malang. Sementara Itu Ny. Frederika Cornelis dalam sambutannya kepada para peserta dan panitia penyelenggaran ia mengatakan, Pemerintah dan Dekranasda Provinsi Kalbar sangat mendukung terselenggaranya acara ini. Dirinya berharap agar para peserta dapat memanfaatkan momen yang berharga ini. “Saya sangat berharap agar para peserta pelatihan ini dapat dengan serius mengikutinya dengan seksama, agar pelatihan yang diberikan dapat diserap dan dikuasai seluruh peserta. Tidak hanya, itu apa yang kita dapat dalam pelatihan ini sekembalinya ke daerah masing-masing, peserta diharapkan mampu mengembangkannya. Diharapkan lebih maju lagi hasilnya di daerah masingmasing,”pintanya. (Probis)

menurun yang yang bernilai sangat tinggi,”imbuhnya. Selain menenun, kegiatan pelatihan ini juga menggelar pelatihan teknis disverifikasi produk kerajinan anyaman rotan/ bambu, yang diikuti 20 orang yang memiliki basic sebagai pengrajin anyaman dari Kabupaten/ Kota se Kalbar. ”Mereka kita latih diversifikasi agar ada motivasi termasuk masalah pengembangan desain dan finishing produk. Dengan tujuan agar adanya nilai

tambah bagi para pengrajin dalam menghasilkan produk kerajinannya. Misalnya selama ini mereka hanya bisa bikin tas, mudahmudahan melalui pelatihan ini mereka terbangkit motivasi inovasinya memproduksi kerajian lain yang memiliki nilai jual yang baik. Untuk itu, instruktur utamanya kita datangkan dari Malang yang telah berhasil mengembangkan kerajinan anyaman dan mampu berkembang usahanya hingga ke manca negara. Mudah-

mudahan instruktur ini dapat menularkan keberhasilannya,” ujarnya. Kepada para peserta khususnya pada pelatihan ketrampilan anyaman berbasis rotan dan bambu momen ini diharap dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dari instruktur. Selain itu, mudah-mudahan juga bapak instruktur utama ini dapat mentransfer informasi dan pengetahuannya dalam pengembangan usaha yang telah maju dan telah mengeksport hasil kerajinannya ke Amerika serta memiliki karyawan lebih dari 60 orang. Hal ini diharapkan dapat menjadi motivasi pengrajin-pengrajin di Provinsi Kalbar dalam mengembangkan usahanya,”pungkasnya.

Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Selasa, 11 Juni 2013

4

Organda Minta Kompensasi BBM 784 Armada Butuh Peremajaan Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kalbar meminta pemerintah memberikan kompensasi atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) khusus angkutan umum. Seperti kompensasi dalam bentuk subsidi suku cadang kendaraan serta biaya peremajaan armada transportasi angkutan. Hal itu dikatakan Ketua DPD Organda Kalbar, Adhy Rumbee, Senin (10/6). Ia mengatakan, saat ini pihaknya tidak dalam posisi menolak atau setuju dari rencana pemerintah akan menaikkan harga BBM. Namun, bila rencana tersebut terealisasi, pemerintah harus memikirkan dampak negatif bagi angkutan umum. Baik penumpang maupun barang yang bersentuhan langsung dengan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. “Selama ini saja, tanpa ada kenaikan harga BBM, pengusaha angkutan harus membeli BBM dengan harga mahal,” kata Adhy. Hal itu disebabkan adanya kekosongan pasokan BBM, khususnya jenis solar di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) yang ada. Sehingga supir angkutan terpaksa membeli BBM di Pertamini alias pengecer BBM dengan harga variasi. Kisaran harga antara Rp 8.000-10.000 per liter. Celakanya lagi, 22 dari 86 SBPU di Kalbar yang ditunjuk Organda untuk menyediakan BBM kepada supir armada bus maupun barang, semuanya sudah disusupi para spekulan alias penimbun BBM. Sehingga BBM yang dicari sukar diperoleh.

“Hanya saja modus para spekulan ini yang tidak kelihatan oleh kami,” katanya. Inilah yang memberatkan pihak Organda selaku penyedia jasa angkutan. Setiap kali terjadi kenaikan harga BBM, Organda selalu dijadikan pihak yang dirugikan. Betapa tidak, setiap kali itu juga lembaga ini belum pernah sama mendapatkan kompensasi. Padahal di negara manapun, peran jasa angkutan sangat vital. Karena melayani penumpang maupun barang yang bersentuhan langsung dengan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. “Yang terjadi, kami tidak punya pilihan. Yakni menaikkan tarif angkutan. Baik barang maupun penumpang,” kata Adhy. Mengenai tarif, bila benar terjadi kenaikan harga BBM, pihak Organda sendiri sudah punya hitung-hitungan. Untuk tarif angkutan orang rencananya akan dinaikkan sebesar 27,3 persen dari harga tiket bus khusus antar kota dalam provinsi (AKDP). Sementara tarif angkutan barang bakal naik sebesar 7,7 persen dari harga tarif sekarang. “Sementara untuk laporan perincian tarif kenaikan jas angkutan nantinya akan kami laporkan kepada pemerintah provinsi,” katanya. Sekretaris Organda Kalbar, Manaf Mufti menambahkan, untuk saat ini saja dari 1.069 jumlah armada bus AKDP di Kalbar yang beroperasi, diantaranya ada 784 armada bus butuh perbaikan dan peremajaan. Boleh dikatakan, kondisi bus tersebut sudah tidak laik jalan. “Lagi-lagi pemerintah terkesan tutup mata dengan permasalahan ini,” kata Manaf. Pihak Organda sendiri su-

dah lama memberikan solusi agar pemerintah bisa membantu biaya peremajaan dan perbaikan armada bus dari pengusaha angkutan yang diakomodir oleh Organda. Misalnya dengan menyisihkan anggaran dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBB-KB), retribusi trayek, retribusi terminal dan lainnya. “Jangan besar-besar. Kami minta 20 persen saja dari pajak yang disebutkan tadi, sudah cukup untuk membantu kami melakukan peremajaan armada kami,” katanya. Karena dari sepengetahuan Manaf, khusus untuk PBB-KB kota Pontianak saja bisa mencapai Rp 48 miliar per tahun. Itu baru di Pontianak, belum dihitung dengan jumlah pajak yang sama dari daerah lain. Manaf juga menyebutkan cara lain untuk menyelamatkan armada bus yang tidak laik jalan adalah dengan meminta kemudahan dari pemerintah memperbolehkan Organda membeli kendaraan dari Malaysia untuk dibawa ke Kalbar. Alasannya, harga per unit armada bus di Malaysia lebih murah dibanding harga armada bus di pulau Jawa. “Untuk ongkos kirim saja melalui kapal laut, kita beli bus dari Jawa ke Pontianak harus merogoh kocek Rp 28 juta. Belum termasuk pajak dan suku cadang lainnya,” katanya. Sementara di Malaysia, untuk membawa bus yang dibeli tidak lagi menggunakan kapal laut. Lantaran akses jalan antara Malaysia-Kalbar sudah bisa dilalui menggunakan jalur darat. “Bentuk-bentuk kompensasi inilah yang kami harapkan dari pemerintah atas rencana menaikkan kembali harga BBM,” kata Manaf. o

Kadin, Asosiasi dan Himpunan Ajukan 9 Isu Strategis Adhy Rumbee dan Manaf Mufti FOTO: Agus Wahyuni/Borneo Tribune

Sipenmaru Poltekkes Pontianak Jalur Reguler Hingga 22 Juni 2013 Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak Seleksi penerimaan mahasisa baru (Sipenmaru) Poltekkes Kemenkes Pontianak tahun ini kembali membuka pendaftaran. Batas akhir pendaftaran berakhir hingga tanggal 22 Juni 2013 mendatang. Yang kemudian akan disusul dengan uji tulis pada tanggal 26 Juni di Poltekkes Pontianak. Seperti pada tahun sebelumnya, Poltekkes Pontianak membuka enam jurusan untuk mahasiswa. Terdiri dari Kesehatan Lingkungan, Gizi, Keperawatan Gigi, Analis Kesehatan, Keperawatan, dan Kebidanan. Enam jurusan tersebut menyisakan masih banyak kuota. Setelah jalur PMDP yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, kini menyisakan jalur reguler. Hingga saat ini, telah 1000 lebih calon mahasiswa yang mendaftar. Enam jurusan yang diselenggarakan Poltekkes Kemenkes Pontianak, melalui jalur regular masing-masing menerima calon mahasiswa. Kesling sebanyak 105 untuk D-III, dan 45 untuk D-IV, gizi sebanyak 45 untuk D-III, dan 45 untuk D-IV, gigi sebanyak 38 calon mahasiswa untuk D-III. Sedangkan Analis Kesehatan kuota tahun ini sebanyak 45 untuk D-III dan 30 untuk D-IV, Keperawatan sebanyak 90 orang untuk DIII dan 30 untuk D-IV. Terakhir Kebidanan dengan kuota 45 orang untuk D-III dan 35 orang untuk D-IV. “Jumlah tersebut termasuk untuk keluarga miskin yang masing-masing jurusan jumlahnya 4 orang, kecuali keperawatan gigi hanya 2 orang karena hanya D-III,” ujar Pudir III Poltekkes Kemenkes Pontianak Asfian saat ditemui di ruang kerjanya kemarin. Asfian menambahkan, kuota di atas juga telah dikurangi melalui jalur PMDP yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Yang jumlahnya mencapai 65 orang untuk semua jurusan. Pendaftaran calon mahasiswa harus melalui online dengan mengakses www.poltekkes-pontianak.ac.id. Segala ketentuan yang persyaratan dijelaskan secara jelas melalui website tersebut. o

Rakor Implementasi MP3EI Koridor Kalimantan Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Rapat Koordinasi (Rakor) Implementasi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Kalimantan yang akan dilaksanakan, Selasa (11/6) hari oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalbar bersama Asosiasi dan Himpunan dengan Menteri terkait yang dikoordinir oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa, di Hotel Kapuas Palace, Kadin bersama Asosiasi dan Himpunan Kalbar telah menyepakati beberapa isu strategis yg akan disampaikan kepada Menteri terkait. Menurut Ketua Umum Kadin Kalbar, Santyoso Tio, kesembilan isu yang diusung oleh Kadin bersama Asosiasi dan Himpunan ini meliputi infrastruktur jalan, karena saat ini, infrastruktur jalan di Provinsi Kalbar sangat buruk dan menganggu perekonomian serta dan menelan biaya yang tingggi. ”Pelabuhan laut di Kalbar dan koridor ekonomi Kalimantan kita harap, ada upaya pemerintaah pusat mengalokasikan anggarkan APBN untuk pelabuhan laut di kalimntan,” pinta Santyoso Tio, Senin (10/6) dalam Press Conference, di Kantor Kadin Kalbar. Disamping itu, Pelabuhan udara (Bandara) juga menjadi perhatian Kadin dan Asosiasi dan Himpunan, karena saat ini, pesawat

Kadin dan Asosiasi Kadin Kalbar yang dipimpin Ketua Umum Kadin Santyoso Tio, bersama Asosiasi dan Himpunan menggelar Press Conference terkait Rakor Implementasi MP3EI Koridor Kalimantan. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. yang masuk di Bandara, Provinsi Kalbar tergolong untuk pesawat kecil. “Bandara kita hanya bisa memasukan pesawat 737, dan kondisi ini sangat menganggu orang yang datang dan pergi,” jelasnya. Dikatakan olehnya, belum terbangunnya pelabuhan darat karena masalah regulasi atau payung hukum yang belum jelas juga menjadi salah satu hambatan bagi Pengusaha Kalbar, dan di Sarawak wisatawannya sekitar 2 juta bisa tarik ke sini. Disamping itu, kurangnya pasokan BBM jenis solar juga menjadi salah satu isu startegis, akrena selama yang terjadi, antrian di SPBU selalu menumpuk, dan meminta pemerintah agar bisa menambah kuota BBM untuk Kalbar. “Antrian panjang di mana-mana masih terjadi, bahkan di daerah tertentu sering kehabisan,” ujarnya. Listrik, air bersih dalam MP3EI, listrik ini sebagai lumbung energi untuk membangun industri, Pertanahan juga menjadi isu strategis yang akan dibahas, karena banyak investor yang datang dan mendapatkannya, namun masyarakat belum dapat pekerjaan. Pertanian, Ketahanan Pangan, termasuk pupuk di Kalbar dan Tataniaga Impor. ”SK Menteri yang terak-

hir untuk kita, dan kita tidak ditunjuk sebagai pintuk ekspor, karena ini sangat menganggu terutama barang modal kita seperti sparepart. Harapan kita, pemerintah dapat menganggarkan dana yang lebih banyak untuk membantu Kalbar,” pinta Santyoso Tio. Kadin bersama Asosiasi dan Himpunan mencoba untuk merangkul dan mendorong dengan isu-isu strategis ini yang menjadi hambatan Provinsi Kalbar agar ada anggaran APBN yang lebih besar. “Kadin bersama asosiasi ini mewakili dunia usaha membutuhkan hal ini,” ujarnya. Sementara itu, Ketua DPW ALFI-ILFI Kalbar, Retno Pramudya mengatakan kelemahan yang selama ini di data, dan Kadin mencoba menyampaikan bahwa fakta yang terjadi adalah 9 isu strsgetis tersebut. ”Kesempatan bersama beberapa menteri ini kita coba membuka fakta bahwa kenyataan seperti ini. Jika perlu, diperlakukan otonomi khusus, diberikan pendanaan seluas-luasnya untuk ekonomi padahal sumber daya alam kita ini sangat luas tapi bukan dinikmati masyarakat melainkan investor asing. Kita harap, ada keterpihakan dengan masyarakat,” kata Retno Pramudya. o

Sertijab Ketua Persit KCK Koorcab Rem 121 Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Ny Endah Binarko Sugihantyo menyerahkan jabatan Ketua Persit KCK Koorcab Rem 121 PD XII/Tpr kepada Ny Linda Tiopan Aritonang, dan Ny Suci Nugroho Budi W menyerahkan jabatan Ketua Persit KCK Cabang X Rindam PD XII/Tpr kepada Ny Diah Fajar Budiman, penyerahan tugas dan tanggung jawaban ini merupakan rangkaian kegiatan Upacara Sertijab Danrem 121/Abw dan Danrindam XII Tanjungpura, Jumat (7/5) lalu. Menurut Ketua Persit KCK PD XII/Tpr Ny Dra Hj Ridwan serah terima jabatan ini, merupakan rangkaian Upacara sertijab jabatan Danrem dan Danrindam, dan pada kesempatan yang berbahagia ini selaku pribadi dan atas nama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD XII/ Tpr ucapkan terima kasih. “Saya menyampaikan teri-

ma kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ny. Endah Binarko dan Ny. Suci Nugroho yang telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam memimpin organisasi Persit Kartika Chandra Kirana masing-masing Koorcabrem 121 dan Cabang X Rindam PD XII/Tpr,” kata Ny Ridwan. Dikatakan olehnya, peran kepemimpinan yang sangat strategis dan penting bagi pencapaian misi, visi dan tujuan suatu organisasi, merupakan salah satu motif yang mendorong manusia untuk selalu menyelidiki seluk-beluk yang terkait dengan kepemimpinan. Begitu pentingnya peran pemimpin dalam suatu organisasi termasuk organisasi Persit Kartika Chandra Kirana PD XII/Tpr maka seorang Pemimpin memegang peran kunci dalam memformulasikan dan mengimplementasikan strategi organisasi. “Jangan kita tinggalkan satu sistem dalam organisa-

si yaitu dengan meningkatkan kerjasama dan koordinasi yang berlandaskan semangat persatuan, kesatuan, persaudaraan dan kekeluargaan antara pemimpin, pengurus dengan anggota organisasi,” jelasnya. Dengan kerjasama dan koordinasi tersebut, saya kira akan berdaya dan berhasil guna secara maksimal, sehingga dapat tercipta suasana kerja yang harmonis dengan penuh rasa kebersamaan. Hal tersebut harus dilandasi dengan rasa saling asah, asih dan asuh, sehingga semua yang dirasakan sulit akan menjadi mudah dan indah. Hadir pada acara tersebut, Wakil Ketua Persit KCK PD XII/Tpr Ny. Hj. Lien Robby Win Kadir, Wakil Ketua Dharma Pertiwi Daerah F, Pengurus Persit KCK PD XII/ Tpr, Pengurus Persit KCK Koorcab Rem 121 PD XII/Tpr, Pengurus Persit KCK Cabang X Rindam PD XII/Tpr dan seluruh anggota. o

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS : TVS Pontianak

: 0853 9320 2778

TVS Rasau

: 0853 9355 5508

TVS Singkawang

: 0823 5178 4446

TVS Ketapang

: 0852 4594 6118

TVS Sintang

: 0812 5746 6666

TVS BM Sintang

: 0852 5260 1948

TVS Pinoh

: 0813 4557 8321

TVS Putussibau

: 0821 5125 9567

TVS Anugrah Sekadau

: 0813 4540 2238

TVS Merdeka Motor PTK

: 0821 5030 6989

TVS Tepuai

: 0813 4528 6562

CMYK

CMYK

Agus Wahuyni Borneo Tribune, Pontianak

Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Selasa, 11 Juni 2013

5

Kelulusan SD Mencapai 99,9 Persen Hasil Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun 2013, Sabtu (8/6), resmi diumumkan. Dari 4.994 peserta UN SD di Kabupaten Pontianak, hanya satu siswa dinyatakan tidak memenuhi nilai kelulusan. Dengan persentase kelulusan mencapai 99,9 persen, hasil ini meningkat dibanding hasil UN tahun lalu, yang hanya 99,6 persen. Namun Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pontianak,

Sukriadi Masri, menjelaskan satu siswa yang tidak memenuhi syarat kelulusan tersebut, masih dalam tahap perjuangan. Dimana Disdikpora Kabupaten Pontianak, telah mengajukan komplen terhadap Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar karena ketidaklulusan siswa tersebut, karena nilai UN ada yang tidak muncul. “Satu anak ini, belum bisa dinyatakan tidak lulus, karena tidak mungkin nilai UN salah stau mata pelajaran tidak muncul. Sedangkan nilai lainnya ada. Jadi kita sudah mengajukan komplen ke Dinas Pendidikan Provinsi, dimana juga sudah ditindak

lanjuti sampai ke pusat. Dan memang ada aturan kita, mempunyai hal untuk menyampai waktu komplen setelah pengumuman kelulusan disampaikan. Saya yakin anak ini lulus, karena nilai-nilai lainya cukup tinggi dna sudahmemenuhi syarat kelulusan,” kata Sukriadi. Sedangkan terkait peningkatan hasil UN SD, Sukriadi, mengaku puas dengan hasil yang dicapai pada UN tahun 2013 ini. Ia menilai, hasil ini tak terlepas kerja keras semua pihak yang sudah maksimal memberikan pembekalan dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi UN 2013.

Yang terpenting itu semua pihak sudah berpartisipasi dan dapat bekerjasama dengan baik mensukseskan pelaksanaan UN. Mulai dari guru, kepala sekolah, siswa, orang tua hingga semua elemen masyarakat terkait

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah

FOTO: Johan W / Borneo Tribune

Sukriadi Masri

“Kita yakin, kedepannya kita mampu mencapai target kelulusan seratus persen di Kabupaten Pontianak,” ujarnya. Keyakinan Sukriadi ini bukan tanpa alasan, bercermin dari hasil kelulusan pada 2013 ini yang hanya menyisakan satu orang siswa tidak lulus, maka ia optimis bukan hal yang sulit untuk mencapai target tersebut pada masa mendatang. “Pastinya tahun mendatang kita akan lebih meningkatkan pembekalan dan persiapan kepada peserta UN. Target kelulusan seratus persen harus dicapai. Saya yakin dan percaya dengan kerja ke-

ras semua pihak, target tersebut bisa terwujud,” ucapnya. Pada kesempatan ini, Sukriadi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mampu bekerjasama dengan pihaknya dalam rangka mensukseskan penyelenggaraan UN tingkat SD di Kabupaten Pontianak. “Yang terpenting itu semua pihak sudah berpartisipasi dan dapat bekerjasama dengan baik mensukseskan pelaksanaan UN. Mulai dari guru, kepala sekolah, siswa, orang tua hingga semua elemen masyarakat terkait,” ungkapnya. o

Dishubbudpar Pasang “Pita Kejut” Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Mengurangi angka kecelakaan dan memperlambat laju kendaraan. Pemerintah Kabupaten Pontianak, melalui Dinas Perhubungan, Kebudayaan dan Parawisata (Dishubbudpar), akan memasang hump road/pita kejut di sejumlah ruas jalan Kota Mempawah. “Pemasangan hump road atau pita kejut ini, diharapkan mampu menekan tingkat kecelakaan lalu lintas, karena fungsinya sebagai rambu bagi pengendara untuk menurunkan laju kendaraan,” kata Kepala Dishubbudpar Kabupaten Pontianak, Suharjo Lie, ditemui saat

melakukan pengukuran pemasangan pita kejut di simpang tiga jalan raya Tugu Pak Tani Mempawah, Senin (10/6), kemarin. Adapun beberapa titik pita kejut yang dipasang khusunya di Kota Mempawah di simpang tiga jalan raja Tugu Pak Tani Mempawah, Jalan Raya Benteng. Sungai Dayak Kecamatan Sungai Pinyuh, serta beberapa titik di Anjongan dan Segedong “Pemasangan pita kejut, juga merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat akibat seringnya terjadi kecelakaan di sejumlah ruas jalan di Kota Mempawah. Bahkan sebelumnya, kita juga telah memasang warning light di sejumlah ruas jalan raya di Kabupaten Pontianak,” katanya. o

Menekan Angka Kecelakaan

Pita Kejut Dinas Perhubungan, Kebudayaan dan Parawisata Kabupaten Pontianak, saat melakukan pengukuran jalan untuk pemasangan Hump Road atau Pita Kejut. Foto : Johan Wahyudi/ Borneo Tribune

Radio Suara Praja Bakal Gelar EDP Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Komisi Peyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalbar bersama Radio Suara Praja (RSP) Mempawah, milik pemerintah daerah Kabupaten Pontianak akan melakukan evaluasi dengar pendapat (EDP) untuk bahan evaluasi pemohonan Izin Penyelengaraan Penyiaran (IPP) pada 13 Juni di Aula Kantor Bupati Pontianak. “EDP ini, dalam rangka menindaklanjuti amanat UU No 32 Tahun 2002 tentang penyiaran dan berdasarkan Peraturan KPI No 3/KPI/08/2006 tentang IPP,” kata Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Pontianak, Suwanda, ditemui di ruang kerjanya,

Senin (10/6), kemarin. Dalam kegiatan tersebut, Suwanda, menjelaskan pihaknya mengundang beberapa element masyarakat, pendengar setia RSP, Lembaga Swadaya Masyarakat, serta lembaga lainnya. Dimana akan dilakukan presentasi dan diskusi tentang RSP Mempawah, baik menyangkut aspek kelengkapan administrasi, manajemen, kelayakan infrastuktur, kelayakan teknis/kanal, serta kelayakan isi program acara yang disiarkan. “Dari proses EDP ini, nanti akan diberikan rekomendasi kelayakan oleh KPID. Serta dilanjutkan dengan pemenuhan syarat-ysarat lainnya dalam upaya RSP Mempawah untuk mendapat IPP,” katanya. o

Bengkayang Borneo Tribune

Selasa, 11 Juni 2013

6

Gawai Nyebang Baruk BiGumbang (1) Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang

Penulis buku dan jurnalis, Nur Iskandar saat tampil sebagai dosen tamu pada kelas Keterampilan Jurnalistik di Prodi PBSI STKIP PGRI Pontianak, Jumat (7/6). Pada kesempatan peraih rekor MURI yang pernah menjadi Pimpinan Redaksi di Harian Borneo Tribune ini menceritakan pengalamannya sebagai penulis dan jurnalis kepada mahasiswa . Foto Yusriadi/Borneo Tribune.

Inspirasi

Mendapatkan Inspirasi dari Penulis (Bagian 4) Motivasi Mengikuti Jejak Penulis

Apriansyah

SETELAH saya mendengar dari pengalaman bapak Nur Iskandar, saya termotivasi mengikuti jejak beliau menjadi penulis terkenal dari Kalbar. Beliau membangun saya untuk giat dalam mencari sesuatu kesuksesan dari segi apapun. Beliau juga mengajarkan kita orang bawah itu tidak

selalu di bawah, tetapi dengan kemauan kita bisa banyak kenal orang-orang di atas kita. Dari itulah saya ingin banyak belajar lagi dalam segi jurnalistik agar bisa mengikuti jejak beliau atau malah melebihi beliau. Oleh karena itu saya ingin menjadi orang berguna bagi orang tua, masyarakat dan

kampung tempat saya dibesarkan, seperti bapak Nur Iskandar yang telah sukses dalam berbagai bidang yang ditempuh dan hampir sebagian nusantara dan senaga yang dijangkau oleh beliau. Pak Nur Iskandar juga mengatakan banyak jalan untuk mencapai sukses. (Apriansyah).

Hentakan yang Membuat Diri Terasa Kosong

Mariana A.

NUR ISKANDAR, sosok penulis yang memulai segalanya dari nol, namun mampu memberikan inspirasi dan motivasi bagi semua. Kekaguman yang luar biasa ketika beliau menceritakan pengalaman hidup, yang bila harus ditulis, maka tidak akan habis buku demi buku digunakan serta tidak akan berhenti jemari ini untuk menuangkannya. Suatu kesan yang amat berharga dan

amat menyenangkan ketika dapat hadr dalam seminar singkat yang diberikan oleh beliau. Atmsosfer dalam diri terasa kosong ketika mendengar hentakan demi hentakan kata-kata yang keluar dari mulut beliau. Apalagi rasa bangga dalam diri ketika mendapatkan buku khusus yang berisikan tanda tangan langsung dari seorang penulis berbakat dan bertaraf nasional.

Setelah semua ini rasanya tidak akan cukup sampai di sini, perjuangan tidak akan selesai, seperti kata beliau, “di mana ada kemauan di situ ada jalan – where there is a will there is a way”. Semangat terus untuk semua karena tanpa semangat segalanya akan terasa sulit. Semoga kami dapat mengikuti jejakmu Master, karena jalan masih terbentang di hadapan. (Mariana A).

Meniti Karir Jurnalistik

Desy

KEHADIRAN Nur Iskandar di kelas kami memberikan inspirasi semua mengenai dunia jurnalistik. Ketika kita memilih bidang jurnalistik kita mendapatkan manfaat intelektual, finansial dan manfaat sosial. Manfaat intelektual dengan kita memilih dunia jurnalistik, pengetahuan kita bertambah, manfaat finansial kietika menulis atau menjadi seorang penulis, tulisan kita bisa menghasilkan uang dengan mengirimkan tulisan tersebut ke media massa—sebab bila tulisan

dimuat ada honornya. Menjadi seorang jurnalistik kita dapat manfaat sosial yang berhubungan dan berinteraksi dengan banyak orang dan dapat bergaul dengan siapa saja, misalnya dari kalangan bahwa sampai kalangan atas. Kiat-kiat sukses untuk menjadi seorang jurnalis adalah diri sendiri. “Kalau ada kemauan pasti ada jalan,” ujar Nur Iskandar, penulis Kalimantan Barat, ketika memberikan pengarahan tentang dunia jurnalistik. Dengan kehadiran beliau

sangat bermanfaat bagi kita yang ingin serius untuk menjalankan dunia jurnalistik dalam bidang tulis menulis. Kita bisa bergerak dengan bebas dan pergi ke mana saja sampai ke ujung dunia, ketika seseorang sukses menjadi wartawan atau sebagai penulis berita. Apa yang tidak dapat kita bayangkan hanya bisa kita rasakan. Ternyata dunia luas bisa kita jalankan dengan senang hati dan ada kemauan, kerja keras untuk mencapai dunia jurnalistik itu. (Desy).

Menjadi Penulis Itu Gampang

Utin Sulyati

PERTAMA kali kedatangan sang penulis, Nur Iskandar, dimaksudkan untuk memberikan motivasi bagi kami. Beliau menjelaskan menjadi penulis itu gampang. Selagi ada kemauan, di situ ada jalan. Mendengar penjelasan Pak Nur Iskandar bahwa selagi kita mempunyai ide untuk menuangkan apa yang

ingin kita sampaikan, maka menulislah. Dengan menulis kita dapat mengekspresikan segala ide yang terpendam di dalam pikiran lalu tuangkan di dalam bentuk sebuah karya tulis. Beliau menceritakan perjalanan selama beliau menjadi seorang wartawan dan telah banyak mewawancarai tokoh-tokoh ya ng terkenal dan

ditulisnya ke dalam sebuah buku, dan buku-buku yang ditulis tersebut diterbitkan. Banyak sekali manfaat yang saya dapatkan yang pertama, bagaimana cara menulis yang baik, dan kedua, bagaimana cara menuangkan pikiran dan ditulis, dan dapat menjadi motivasi bagi orangorang yang membaca buku yang kita tuis. (Utin Sulyati).

Hari yang Mengembirakan

Happy Arini

HARI ini adalah hari yang sangat mengembirakan bagi saya. Karena saya dapat bertemu langsung dengan penulis hebat dan terkenal, Bapak Nur Iskandar. Selain itu, pada hari ini saya mendapatkan hadiah sebuah buku karya beliau yang berjudul “The Change

Maker” karena saya bertanya. Banyak sekali manfaat yang saya peroleh hari ini dari beliau. Banyak cerita seru dan lucu serta pengalaman pribadi yang beliau ceritakan kepada kami. Setelah bertemu dengan beliau saya semakin bersemangat untuk mempelajari ilmu jurnalistik. Saya ingin lebih belajar lagi dan meningkatkan kemampuan saya dalam menulis. Bagi saya saat ini, menulis merupakan suatu peluang besar untuk menuju kesuksesan. Satu hal yang saya ingat dari kata-kata beliau, “di mana ada kemuan di situ pasti ada jalan”. Kalimat tersebut merupakan suatu kiat sukses dari beliau un-

tuk memotivasi kami. Beliau mengatakan bahwa kesuksesan itu tergantung pada diri kita sendiri. Dan beliau mengatakan bahwa “Pengalaman adalah guru yang terbaik, yang tidak pernah marah”. Hal positif seperti inilah yang saya rasa mampu memberikan motivasi serta inspirasi bagi kami para mahasiswa untuk lebih meningkatkan dan menggali lagi potensi yang ada dalam diri kami. Bagi saya, bapak Nur Iskandar adalah orang yang sangat luar biasa, pengalaman-pengalamannya, prestasi dan semangat beliau sangat menambah gairah bagi kami. (Happy Arini).

Dua pekan sebelum acara, Atok Anak Derop, salah seorang panitia atau jawatan kuasa dan keselamatan kampung menyampaikan undangan ke tim exposure Bengkayang untuk menghadiri pesta Nyebang Baruk BiGumbang yang dilaksanakan di Kampung Gumbang, Bau, Sarawak, Malaysia. Undangan panitia itu disampaikan melalui email oleh Atok Anak Derop ke salah satu anggota Exposure, Jamli Panago. Bunyi undangan tersebut berbunyi, “Jawatan kuasa Kemajuan dan Keselamatan Kampung, Kpg Gumbang, Bau Sarawak, Malaysia, dengan segala hormatnya memersilahkan Yb/ Datok/Dato’/Tuan/Puan/Bapak Team Exposure Bengkayang ke Pesta Nyebang Baruk BiGumbang bertempat di KPG Gumbang, Bau, Sarawak, Malaysia pada: 8 HB JUN 2013, Jam 09.00 Pagi”. Sebuah kehormatan, undangan tersebut disikapi dengan serius. Persiapan

pesiapan terus dilakukan hingga satu hari sebelum kegiatan, 7 Juni, team Exposure berangkat menuju Gumbang, Bau. Tercatat ada 24 orang yang berangkat. Exposure sendiri merupakan salah satu perkumpulan fotographer di Kabupaten Bengkayang yang keberadaannya bertujuan untuk mempublikasikan dan mempromusikan potensi yang dimiliki suatu daerah ataupun negara. Perkumpulan ini beranggotakan orangorang dengan latar belakang pekerjaan yang berbeda, mulai dari pejabat daerah, pegawai negeri sipil, pegawai bank, pegawai swasta, fotographer hingga wartawan, termasuk saya. Pada hari keberangkatan, sekitar pukul 07.00 Wib semua peserta yang akan berangkat mulai berkumpul di markas Exposure yang terletak di belakang Kantor Lurah Bumi Emas, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang. Regitrasi peserta dilakukan. Masing- masing peserta diwajibkan untuk menyerahkan fotocopy KTP dan dua lembar pas foto berukuran tiga kali empat. Fotocopy KTP dan foto terse-

but sebagai kelengkapan untuk mengurus izin masuk ke pos imigrasi yang terletak di Kecamatan Jagoi Babang. Setelah semua siap, sekitar pukul sembilan, rombongan Exposure meninggalkan Bengkayang. Lima buah kendaraan roda empat dipergunakan. Semuanya melaju perlahan melewati jalan berliku yang menghubungkan masing- masing kecamatan, mulai dari Kecamatan Bengkayang, Lumar, Ledo, Sanggau Ledo, Seluas hingga Jagoi Babang sebagai kecamatan yang berbatasan langsung dengan Serikin. Apabila kendaraan yang dipacu berkecepatan lebih delapan puluh kilo meter perjam, dari Kota Bengkayang hingga Jagoi Babang, waktu tempuh yang diperlukan berkisar satu jam setengah hingga dua jam. Karena kepergiaan saat itu laju kendaraan hanya berkisar empat puluh hingga enam puluh kilo meter per jam, ditambah lagi berhenti untuk makan siang di Sanggau Ledo, maka waktu perjalan cukup lama mencapai tiga jam setengah untuk sampai di Jagoi Babang. Bersambung o

Selasa, 11 Juni 2013

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

Poskes Patra Kartika Akan Optimalkan Layanan Tiap Hari

Untuk mengisi waktu luang dan pelepas lelah seseorang bisa mendatangi kolam pemancingan di PMS Ngabang, PTPN 13. Kolam ini sering dikunjungi terutamanya bagi karyawan di lingkungan PMS Ngabang yang memanfa’atkan waktu lengangnya untuk memancing ikan. Jenis ikan yang ditebar dan dibudidayakan adalah ikan Nila, bawal, mas, dan ikan lokal lainnya. Pembangunan kolam ini merupakan potret dari pemanfaatan lingkungan yang asri, damai, dan ramah lingkungan. “ FOTO Ya’ Syahdan/Borneo Tribune

Zulkifli: Masih Terkendala Tenaga Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Pos Kesehatan (Poskesdes) Patra Kartika di Desa Lubuk Sabuk Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau akan dioptimalkan dalam memberikan pelayanan setiap hari. Hal itu diungkapkan Dandim 1204 Sanggau, Letkol Inf Zulkifli belum lama ini. Bentuk optimalisasi tersebut terkait pelayanan setiap hari. Sehingga setiap harinya ada penempatan tim kesehatan baik itu dari tentara maupun petugas kesehatan sipil yang bertugas disitu. Namun, hal tersebut masih akan dibicarakan lebih lanjut kepada Pemerintah Daerah. Pos yang diresmikan oleh Dirut Pertamina dan KSAD tersebut akan digunakan untuk pelayanan kesehatan yang sifatnya umum bagi masyarakat. Pihaknya belum bisa memaksimalkan layanan khusus karena memang tekendala tenaga. Namun, pemeriksaan awal kesehatan bisa tetap dilakukan di poskes tersebut, jika tidak bisa ditangani di poskes, maka bisa dirujuk ke RSUD atau rumah sakit lainnya. ”Kita hanya pelayanan kesehatan yang sifatnya umum saja. Jika ada yang perlu penanganan khusus bisa dirujuk ke RSUD atau rumah sakit lainnya yang bisa menanganinya. Kita juga berharap poskes ini dapat berfungsi secara maksimal,” ujarnya. Zulkifli menambahkan, untuk pengawasan dan pelaksanaannya akan dimonitor langsung oleh Koramil di wilayah tersebut. Pihaknya akan melaksanakan koordinasi lebih lanjut kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau seperti penempatan tenaga kesehatan dan obat-obatan. ”Kita berharap memang memaksimalkan poskes ini bersama-sama dengan Pemda Sanggau agar layanan kesehatan di wilayah Lubuk Sabuk dan sekitarnya dapat berjalan dengan baik. Jadi kalau orang mau berobat, lebih mudah, tempatnya sudah ada, tenaga kesehatannya sudah ada, obat-obatannya juga tersedia dengan baik,” pungkasnya.

INFO HOTEL

7

Lokasi Pembangunan Gedung SLTA di Plasma 1 Dipersiapkan

Borneo Tribune, Ngabang Masyarakat peduli dunia pendidikan Dusun Ampar Saga II Desa Amboyo Inti Plsama 1 Ngabang mengajukan usulan pembangunan gedung SLTA. Sebagai persyaratan paling utama dan diutamakan adalah status tanah harus jelas dan lokasi tanah yang dilengkapi dengan surat menyurat tanah. Merujuk ke hal tersebutlah, Minggu, (9/6), para tokoh masyarakat melakukan pendataan tanah umum yang dipersiapkan untuk pembangunan gedung SLTA sebagaimana dimaksudkan. Tidak tanggungtanggung tanah yang dipersiapkan tersebut lebih dari 1 hektar. Menurut ketua panitia, Pandi, dirinya bersama para anggota Panitia Pengusulan Pembangunan telah mempersiapkan lokasi pembangunan gedung SLTA tersebut. Sebelum dilakukan pengukuran lokasi pembangunan gedung SLTA, diawali dengan rapat dengar pendapat, usulan dan saran dari para pemerhati dunia pendidikan, politisi, dan tokoh masyara-

Panitia pengusulan pembangunan SLTA Dusun Ampar Saga II Desa Amboyo Inti melakukan pengukuran lokasi untuk pembangunan gedung sekolah sebagaimana dimaksud. FOTO Ya’ Syahdan/ Borneo Tribune

kat, tokoh adat serta aktivis pers. Sumbang saran, usulan dan masukan terhadap usulan pembangunan gedung SLTA tersebut mengerucut kepada pembentukan kepanitiaan yang bernama, “ Panitia Pengusulan Pembangunan Gedung SLTA. “ Selanjutnya panitia diberi tugas untuk melakukan pengukuran lokasi, menghubungi pihak-pihak yang berbatasan dengan lokasi tersebut, membuat surat menyurat tanah, membuat surat pengajuan

kepada Pemerintah, serta hal lain yang berhubungan dengan pembangunan gedung SLTA ini. Sebelumnya juga oleh para pemerhati dunia pendidikan, tokoh masyarakat, politisi dan aktivis, sepakat meyetujui usulan pembangunan gedung SLTA di Plasma 1, dengan pemikiran bahwa terjadinya perkembangan penduduk sehingga sangat dibutuhkan sebuah sekolah untuk menampung anak-anak yang lulus dari

SLTP. Yang kedua, untuk menghemat biaya transportasi, menghindari kemacetan dan lakalantas, letak pembangunan yang sangat strategis, mudah terjangkau oleh masyarakat dan tamatan SLTP sekitarnya. Sementara itu menurut politisi partai Hanura, Cendra Sunardi, pembangunan gedung SLTA di plasma 1 adalah untuk kebutuhan dunia pendidikan, dimana dengan semakin bertambahnya tamatan dari SLTP, semen-

tara daya tampung sekolah SLTA yang ada sangat terbatas, maka perlu penambahan bangunan gedung SLTA. “ Oleh sebab itu sangat cocok dan sangat strategis pembangunan SLTA tersebut di Ampar Saga II Plasma 1, dimana lokasinya sudah kami persiapkan. Silahkan, dengan senang hati kami menerima bangunan SLTA yang di maksudkan oleh Pemerintah, “ ucapnya dengan mantap. Sependapat dengan Cendra Sunadi, juga disampaikan oleh pemerhati dunia pendidikan, Dasad, sangat setuju pembangunan gedung SLTA itu diletakkan di Ampar Saga II Plasma 1, dimana disamping sangat dekat, strategis, dan lokasinya sudah dipersiapkan oleh masyarakat, dan masyarakat juga dengan senang hati menerima pembangunan ini. “ Kami menyambut baik pembangunan gedung SLTA tersebut dan silahkan dilaksanakan. Bak kata pepatah kecil telapak tangan nyiru kami tadahkan, “ sambutnya. (Kiriman Ya’ Syahdan)

Selama 2013, 6 Orang PNS Dipecat

KEHILANGAN STNK, KB 4148 LK NK: MH328D40DBJ377111 NS: 28D-3376863 AN: NORBIDAH Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK, KB 4066 LK NK: MH35D9204BJ513710 NS: 5D9-1513795 AN: STEPANUS Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

NGL

Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sanggau, Thambie C mengatakan sepanjang tahun 2013, sudah ada sekitar enam orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau yang dipecat secara tidak terhor-

mat. ”Dari awal tahun hingga sekarang, pemberhentian tahun ini ada enam orang,” ujarnya. Keenam orang yang dipecat tersebut merupakan para pegawai yang sudah diproses sejak tahun 2012 sebelumnya. Namun, keputusan sanksi yang diberikan baru tahun ini dilaksanakan. Keenam orang tersebut langsung dilakukan pemecatan.

”Prosesnya sudah lama. Namun, puncaknya tahun 2012 dan tahun 2013 ini dijatuhkan pemecatan atau pemecatan secara tidak hormat,” ungkapnya. Thambie menjelaskan, keenam orang tersebut dipecat dikarenakan tersangkut kasus yang melanggar disiplin dan moral. Bahkan mereka sudah tidak bisa ditegur oleh atasannya. ”Dari keenam orang tersebut, dua diantaranya me-

langgar moral dan selebihnya melanggar PP Nomor 53 tahun 2010,” jelasnya. Thambie menambahkan, selain enam orang PNS tersebut yang dilakukan pemecatan, ada tiga orang PNS lainnya yang diturunkan pangkatnya. Lantaran tersangkut kasus perselingkuhan dan disiplin. ”Sementara untuk kasus tahun 2013, belum ada. Semuanya masih kasus-kasus sebelumnya,” pungkasnya.

Solusi Tepat Terobosan Terbaru TCM

ATASI SEGALA MACAM PENYAKIT PRIA Ciri khas kemanjuran & keunggulan Hongkong Medistra TCM sangat jelas dengan resep kuno kekaisaran, resep rahasia turun temurun serta herbal Tiongkok alami, intinya adalah mengobati berbagai penyakit bandel yang susah disembuhkan, khusus menangani berbagai jenis penyakit kronis, begitu diobati langsung dapat dirasakan manfaatnya. Efektif mengobati berbagai penyakit kronis sampai akarnya, tanpa efek samping, setelah diatasi tidak mudah kambuh lagi. Menurut survey terbaru, disfungsi seksual pria termasuk penyakit yang sangat banyak diderita. Terutama persentase penderita impotensi, ejakulasi dini, radang prostat mengalami kenaikan pesat, berdampak jauh lebih parah bagi psikologi dan jiwa, dibanding penyakit pria lainnya, juga merupakan 30% alasan retaknya keharmonisan rumah tangga, menghancurkan kepercayaan diri pria. Penyakit fungsi seksual menimpa pria pada berbagai kalangan usia dan harus diobati sedini mungkin agar tidak memburuk hingga menimbulkan penyakit komplikasi bandel lainnya yang sangat parah dan berbahaya. Hongkong Medistra TCM ada konsultan Sinshe ahli TCM (Traditional

Chinese Medicine) ternama dari Tiongkok yang siap membantu Anda. Melalui pengalaman kerja keras puluhan tahun akhirnya berhasil menemukan terobosan terbaru, khusus mengatasi disfungsi seksual pria, seperti: Impotensi, Ejakulasi Dini, Radang Prostat, Sperma Mati, Tidak ada Sperma, Alat vital tidak normal, Kemandulan, dll. Hasilnya relatif cepat, aman dan tanpa efek samping. Terobosan metode TCM dengan herbal berharga alami yakni “Qiang Yang Bu Shen Liao Fa” ini dipadukan akupuntur elektroterapi sangat terkenal diberbagai Negara, berfungsi memperkuat ginjal & sperma, menyeimbangkan unsur yin & yang didalam tubuh, setelah diatasi bisa menormalkan fungsi seksual, masa berhubungan bisa lebih lama. Rata-rata setelah 2-3 tahap pengobatan, gejala penyakit seperti kencing terasa sakit, sering kencing, tidak tahan kencing, kencing tidak bertenaga, tidak tuntas, bernanah dan lainnya berangsur menghilang secara nyata, sistem reproduksi kembali normal, bisa diatasi hingga ke akar penyakit dan tidak mudah kambuh lagi.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0812 5279 7888

Hari Minggu & Libur Tetap Buka

Sekadau Borneo Tribune

Selasa, 11 Juni 2013

Jangan Pernah Berhenti Berkarya

Takraw Sekadau Wakili Kalbar O2SN Tingkat SD Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Cabang olah raga sepak takraw asal Kabupaten Sekadau menyumbang prestasi gemilang di kacah Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Sekolah Dasar se-Kalimantan Barat. Kali ini pemain takraw asal SD 26 Kumpang Bis, Kecamatan Belitang Hilir akan mewakili Kalbar dalam ajang O2SN tingkat Nasional pada 29-6 Juli di Balikpapan Kalimantan Timur. “Tim sepak takraw kita

menang lawan kota Pontianak di ajang 02SN tingkat SD se-Provinsi Kalbar. Dan binaan pak Naser dari SD 26 Kumpang Bis, Belitang Hilir akan mewakili Kalbar di O2SN tingkat Nasional di Balikpapan,” jelas Kabid Pemuda dan Olah Raga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sekadau, yang disampaikan Kasi Pemuda dan Olah Raga P. Onem dijumpai diruang kerjanya Senin (10/6). Onem sampaikan dirinya yakin kalau cabang olah raga di Kabupaten Sekadau memiliki potensi gemilang nanti. Sebagai tolak ukur-

nya, dalam ajang O2SN se Provinsi Kalbar beberapa waktu lalu, tim sepak Takraw asal Kabupaten Sekadau bersaing dengan kota Pontianak dan mampu menyisihkan 13 Kabupaten Kota di Kalbar. “Oleh sebab itu, lihat potensi mereka saya yakin kalau Takrwa ini bisa menjadi unggulan olah raga tingkat O2SN usia sekolah Dasar,” jelas Onem. Kata dia, melihat besarnya potensi tersebut, Pemkab Sekadau lewat Disdikpora juga sudah mengusulkan pengcab Takraw di Kabupaten Sekadau untuk menjadi cabang olah raga

Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Sosok Losianus, S.Pd, M.Si dikenal sosok yang sederhana dan ramah. Pria kelahiran di dusun Keladan, Batang Tarang, 23 Juli 1964 ini memang dikenal sosok yang cekatan, cerdas, dan tak mau menunda-nunda pekerjan. Pria ramah yang juga dipercaya menjadi ketua umum pemekaran Kabupaten Tayan Kabupaten Sanggau ini terus berkarya membangun Daerahnya. “Dalam hidup kita memang memiliki talenta masing-masing. Nah, jadi pakailah talenta kita untuk bekarya,” ungkap Mantan Guru SMK 4 Pontianak ini. Menurut dia, sebuah perjuangan merupakan karya yang cukup berarti bahkan boleh dinilai mahal. Misalnya ia memuji perjuangan bersama tim pemekaran Kabupaten Tayan yang punya tekad bulat memperjuangkan daerah

P.Onem. FOTO Bagus Kosminto/ Borneo Tribune baru di KONI Sekadau. “Setelah ada Pengcab Takraw nanti, baru pembentukan pengurus-pengurus di Kecamatan-Kecamatan,” tandasnya. o

MOHON MAAF Telah terjadi kekeliruan penerbitan Harian Borneo Tribune pada tanggal 7 Juni 2013 khususnya di halaman 8 (Sekadau) karena pada hari itu telah terjadi kesalahan saat meng-input berita di server kami. Atas kejadian ini, kami dari manajemen redaksi Harian Borneo Tribune mohon maaf kepada seluruh pembaca di Kabupaten Sekadau khususnya dan pembaca di Kalbar pada umumnya. Redaksi

Tayan menjadi Kabupaten baru. “Pemekaran Kabupaten Tayan adalah perjuangan panjang kita bersama tim, selama beberapa tahun. Ini merupakan hasil positif yang kita nanti-nantikan,” ungkap Mantan Camat Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadau ini. Diluar rutinitas kerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemkab Sekadau sehari, Losianus juga dipercaya menjadi ketua Tim seleksi anggota Komisioner Komsisi pemilihan Umum Kabupaten Sekadau periode 2013-2018. Meski menghadapi kesibukan-kesibukan kerja dan namun ia masih bisa membagi waktu untuk berkarya mengurusi pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Sekadau bahkan di kampung halamananya di Keladan, Batang Tarang Kabupaten Sanggau. Hingga kini kepala Badan Pemeberdayaan Masyarakat Kesatuan Bangsa dan Pemerintah

Desa Kabupaten sekadau ini masih terus membangun Bumi Lawang Kuari lewat tugas-tugasnya menjadi pejabat teras di Lingkungan Pemkab Sekadau. “Tugas utama sebagai PNS yang disebut pelayan masyarakat memang tidak bisa diabaikan. Dan harus diselesaikan dulu baru kerja yang lain,” ucapnya. Bapak yang hobby utak atik program komputer ini juga dikenal sosok yang suka belajar. Dari hasil otodidak ia pun menguasai beberapa program seperti computer seperti Microsoft word, Microsoft office exel, photoshop, PDF bahkan program persentase se kelas Microsoft power point pun ia kuasai. “Belajar computer itu sangat perlu dan menjadi kebutuhan dijaman modern seperti ini. Saya juga hobby, dan segala dokumen penting saya simpan di file khusus seperti dokumen foto, data pribadi, dan dokumen lainnya. Saya kerjakan sendiri,” tandasnya. o

Desa Timpuk Berupaya Perjuangkan Warga Miskin Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Kepala Desa Timpuk Kecamatan Sekadau Hilir, Yosef Tiyos mengatakan masih ada warga Desanya yang terdata berekonomi lemah. Namun mengentaskan masalah tersebut, pihak Pemerintah Kabupaten sekadau lewat Pemerintah Desa akan berupaya memperjuangkan nasib masyarakat miskin. “Ada sekitar 100 KK di Desa Timpuk yang masih belum mapan secara ekonomi, atau sekitar 400 jiwa. Mereka tersebar di sejumlah Dusun,” ujar Yosef Tiyos di Sekadau, belum lama ini. Desa Timpuk memiliki lebih dari 5000 warga dengan 3.800an kepala keluarga. Hampir 2 persen dari jumlah keseluruhan warga Timpuk dalam keadaan kurang mampu.

Wabup Lantik 65 Anggota BPD

Tiyos menuturkan, kondisi rumah warga Timpuk yang dikategorikan tidak mampu, dalam keadaan tidak layak huni. Sebagian besar warga mengandalkan nafkah dari hasil bertani. Ada pula yang bekerja menyadap karet milik orang lain dan menjadi buruh di perkebunan kelapa sawit. “Penghasilan rata-rata per hari mereka berkisar 20 ribu rupiah. Di jaman sekarang, penghasilan sebesar itu tentu kurang memadai, apalagi harga barang semakin naik,” tutur Tiyos. Pemerintah Desa bukannya tidak berusaha membantu warganya yang kurang mampu. Setiap tahun, Tiyos mengaku Pemdes selalu mengajukan kepada Pemkab Sekadau agar KK miskin tersebut diberikan bantuan. Bentuk ajuan bantuan berupa permohonan bantuan sarana prasarana serta finansial. Namun, hingga kini belum ada tanggapan serius dari instansi ter-

kait. “Setiap tahun kami ajukan supaya mereka-mereka ini dapat bantuan dari Pemkab. Kami juga mengajukan untuk bedah rumah bagi warga yang kediamannya sudah tidak layak. Namun sampai sekarang belum ada satupun yang ditanggapi,” ungkapnya. Sebagai bentuk perhatian kepada warga Desa, Pemerintah Desa Timpuk mengambil kebijakan dengan mengucurkan bantuan uang tunai dari Alokasi Dana Desa (ADD) Timpuk kepada warga miskin. Bantuan diberikan kepada sejumlah warga yang dianggap paling membutuhkan. Bantuan tersebut mulai diberikan tahun ini dan akan berlanjut di tahun berikutnya. “Kita bantu 500 ribu rupiah untuk satu orang. Tapi kita tidak bisa membantu semuanya secara bersamaan karena dana terbatas. Kita prioritaskan yang paling butuh terlebih dahulu,” jelas Tiyos.o

Pelantikan BPD di Nanga Mahap Kemarin. FOTO Hartono/Humas Pemkab Sekadau Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

Wakil Bupati Sekadau, Rupinus, melantik 65 orang anggota Badan Permusyawaratan Desa se-Kecamatan Nanga Mahap di aula

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK BHI Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

BANK MEGA KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

Kantor Camat Nanga Mahap, Senin (10/6), kemarin. Turut hadir mendampingi Wabup, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa ,Losianus, Camat Nanga Mahap, Hermanto, Kepala Dinas, Kantor, Badan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sekadau, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kepala desa dan tokoh pemuda se-kecamatan nanga mahap. Para anggota BPD dilantik berbaris rapi menggunakan baju batik warna biru hasil karya masyarakat sekadau. Ada dua srikandi dari 65 anggota BPD seNanga Mahap. Wakil Bupati Sekadau, Rupinus, meminta anggota BPD agar melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab sesuai dengan fungsi dan tugas berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Saudara telah diangkat sumpah dihadapan Tuhan, maka dari itu jalankan tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab,” pesan Rupinus. Rupinus mengingatkan, BPD merupakan mitra kepala desa dalam menjalankan roda pemerintahan. Untuk itu, BPD dan Kades mesti menjalin komunikasi yang harmonis serta bersinergi dengan tetap melakukan koordinasi serta bekerjasama dalam penyelenggaraan pemerintahan. “BPD dan Kades harus kompak supaya pembangunan berjalan lancar,” ingatnya. BPD bersama Pemdes diminta dapat mengelola keuangan Desa secara efektif, transparan dan bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan perundang – undangan. “Tugas BPD yang paling dekat yakni mempersiapkan pemilihan kepala desa, mengingat pada 8 Desember 2013 masa bhakti kades yang lama akan berakhir. Untuk itu BPD harus mempersiapkan diri dari sekarang,” tuntas Rupinus. o

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEKADAU NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG KETERTIBAN UMUM DI KABUPATEN SEKADAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEKADAU, Menimbang

:

a.

b.

bahwa dalam rangka mewujudkan tata kehidupan Kabupaten Sekadau yang tentram, tertib serta menumbuhkan rasa disiplin dalam berprilaku setiap orang/masyarakat diperlukan adanya pengaturan dibidang ketentraman dan ketertiban umum yang mampu melindungi warga, sarana dan prasarana Pemerintah Daerah beserta kelengkapannya ; bahwa penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat menjadi urusan wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah yang dalam pelaksanaannya harus dijalankan sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Sekadau Nomor 7 Tahun 2008 tentang Bidang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Kabupaten Sekadau ;

c.

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, maka perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum.

1.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3699) ; Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sekadau di Provinsi Kalimantan Barat ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 149, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4344 ) ;

13.

14. 15.

16. Mengingat

:

8

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437), sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 132); Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049) ; Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5025 ) ; Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5049); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049) ; Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063) ; Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234) ; Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2010 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 90); Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pedoman Satuan Polisi Pamong Praja

17.

18.

19.

20.

21.

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4428) ; Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 8, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4740) ; Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kode Etik Penyidik Pegawai Negeri Sipil ; Peraturan Daerah Kabupaten Sekadau Nomor 07 Tahun 2007 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Polisi Pamong Praja Kabupaten Sekadau (Lembaran Daerah Kabupaten Sekadau Tahun 2007 Nomor 07 Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Sekadau Nomor 02) ; Peraturan Daerah Kabupaten Sekadau Nomor 7 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Kabupaten Sekadau ( Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 7 ); Peraturan Daerah Kabupaten Sekadau Nomor 8 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Daerah Kabupaten Sekadau Tahun 2011 Nomor 4) ; Peraturan Daerah Kabupaten Sekadau Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah Kabupaten Sekadau (Lembaran Daerah Kabupaten Sekadau Tahun 2011 Nomor 2) ; Peraturan Daerah Kabupaten Sekadau Nomor 6 Tahun 2011 tentang Retribusi Perizinan Tertentu (Lembaran Daerah Kabupaten Sekadau Tahun 2011 Nomor 7 ); Peraturan Daerah Kabupaten Sekadau Nomor 7 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum (Lembaran Daerah Kabupaten Sekadau Tahun 2011 Nomor 8); Peraturan Daerah Kabupaten Sekadau Nomor 1 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha (Lembaran Daerah Kabupaten Sekadau Tahun 2012 Nomor 1).

Bersambung…

Selasa, 11 Juni 2013

10 Calon Anggota KPU Melawi Diseleksi

Sintang-Melawi Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh SETELAH melalui berbagai tahapan seleksi yang dilaksanakan tim seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Melawi, akhirnya didapat sepuluh nama calon anggota

KPU Melawi yang kembali mengikuti seleksi oleh timsel dari KPU Provinsi Kalbar. Pelaksanaan seleksi ini dilaksanakan di Gedung Majelis Adat Budaya Tionghoa Melawi, Senin (10/6). “Seleksi calon anggota KPU Melawi yang dilakukan sekarang, untuk menyeleksi dari sepuluh orang menjadi

lima orang. Penyeleksian ini dilakukan oleh KPU Provinsi,” ungkap ketua tim seleksi anggota KPU Melawi, Clarry Sada, saat ditemui disela-sela kegiatan seleksi, kemarin. Menurutnya, untuk penetapan calon anggota KPU yang terpilih juga akan didasarkan dari hasil seleksi ter-

Borneo T Tribune sebut. Dimana hasil dari seleksi yang dilakukan oleh KPU Provinsi ini nantinya diplenokan oleh KPU Provinsi untuk menetapkan lima orang anggota KPU Melawi yang lolos seleksi. “Termasuk pengumuman terhadap lima orang hasil seleksi juga pihak KPU Provinsi yang mengumum-

9

kannya,” timpalnya. Sementara kapan pengumuman terhadap lima orang anggota KPU Melawi yang lolos seleksi, belum bisa diketahui. Pasalnya saat ingin melakukan koordinasi kepada pihak provinsi, sedang berlangsung kegiatan seleksi terhadap 10 orang calon anggota KPU Melawi. †

Lampu Merah Konslet, Lalu Lintas Kacau Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang TRAFFIC light dalam kota Sintang seyogianya memberikan kenyamanan terhadap pengguna jalan dalam mengantisipasi terjadinya laka lantas. Akan tetapi kondisi tersebut ternyata sebaliknya, bukan malah memberikan kenyamanan melainkan memberikan rasa was-was terhadap pengendara akibat tak berfungsi dengan normal. Di dalam kota Sintang pemasangan traffic light terdapat di empat titik persimpangan dan semuanya tidak berfungsi lagi dengan normal. Bahkan di dua titik sama sekali tidak bisa berfungsi lagi. Keempat traffic light tersebut terdapat dipersimpangan Jalan PKP Mujahidin Sintang, pesimpangan Jalan Kelam, Persimpangan Jalan JC. Oevang Oeray Baning Sintang serta persimpangan tugu Adipura simpang lima Sintang. Pantauan di lapangan, un-

TRAFFIC LIGHT, wilayah Jalan YC. Oevang Oeray Baning Sintang. FOTO: Endang Kusmiyati/Borneo Tribune tuk traffic light yang berada di persimpangan Jalan PKP Mujahidin, yakni tepat di depan Polres Sintang tidak

berjalan dengan normal, terkadang lampu traffic warna hijau hidup secara bersamaan dengan arah jalan yang

Posyandu Bukan Hanya Tempat Timbang Anak dan Imunisasi

berbeda sehingga rawan terjadi tabrakan. Dengan kondisi tersebut para pengendara harus serba hati-hati.

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh PERAN Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sudah tidak diragukan lagi. Keberhasilan posyandu sendiri sangat ditentukan oleh peran aktif kader dalam memberikan pelayanan di Posyandu. Wakil Bupati Melawi, Panji saat membuka Jambore Kader Posyandu Tingkat Kabupaten Melawi di Emaus, Senin (10/6) mengungkapkan, Posyandu saat ini bukan hanya sekadar tempat untuk menimbang anak atau memberikan layanan dasar seperti imunisasi. “Tapi kader Posyandu juga dituntut untuk lebih aktif dalam menyosialisasikan berbagai aspek, mulai dari perilaku hidup bersih, makanan sehat selain dari memberikan pelayanan kesehatan,” katanya. Panji mengungkapkan, ada lima program prioritas di dalam Posyandu. Mulai dari kesehatan ibu dan anak, imunisasi, gizi, keluarga berencana serta penanggulangan diare. Program ini telah terbukti memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap penurunan angka kematian bayi maupun kematian ibu melahirkan sehing-

ga Posyandu memiliki peran yang sangat penting dalam peningkatan status gizi anak balita. “Kader Posyandu juga diharapkan tidak bosan-bosannya selalu mengajak masyarakat, ibu-ibu yang memiliki anak serta ibu hamil karena beberapa tahun terakhir kelihatan bahwa ada penurunan minat masyarakat untuk pergi ke Posyandu,” ungkapnya. Menurutnya, revitalisasi Posyandu sangat diperlukan agar kader-kader Posyandu lebih semangat dalam melaksanakan tugas pelayanan di Posyandu. Dan tentunya juga harus didukung dengan pendanaan. “Peningkatan kualitas kader menjadi hal yang penting. Selain itu juga harus diinventarisir apa yang diperlukan oleh masyarakat,” tutur Panji. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi, Simson menuturkan, pelaksanaan jambore kader Posyandu setiap tahunnya merupakan bentuk perhatian kepada jasa para kader Posyandu. Dimana tujuan jambore adalah untuk memberikan penghargaan dan peningkatan pengetahuan serta penyegaran bagi kader-kader terbaik yang berjasa dalam pengembangan Posyandu dari setiap ke-

camatan. “Kader yang terbaik nantinya juga akan diikutkan dalam jambore serupa di tingkat provinsi,” jelasnya. Simson menambahkan, peran kader Posyandu sendiri memang tidak sebatas memberikan pelayanan kesehatan pada anak dan ibu. Tapi juga bisa menyampaikan masalah gizi yang baik itu seperti apa, termasuk program pos obat desa yang juga ditekankan pada kaderkader Posyandu. “Jadi kader juga diharapkan bisa mengetahui obat apa yang harus mereka siapkan di dalam pos obat desa termasuk pembinaan tanaman obat keluarga (Toga) yang banyak ditanam di sekitar lingkungan rumah,” terangnya. Kata Simson, Posyandu juga tetap mendapat pendampingan dari petugas kesehatan baik dari puskesmas, pustu maupun polindes. Ada program kunjungan dari puskesmas setiap waktu tertentu. “Bahkan Posyandu bisa ada di tingkat dusun sehingga kalau layanan kesehatan jauh dari puskesmas, bisa dicover oleh posyandu. Pada kader posyandu juga kita latih untuk bisa memberikan layanan sederhana seperti pelayanan kb tertentu,” pungkasnya. †

na jalan, Suhardin, Minggu (9/6). Suhardin menuturkan, fungsi dipasangnya traffic light disetiap persimpangan tersebut guna mengatur para pengguna jalan saat melintasi persimpangan agar tidak terjadi kecelakaan. “Sebenarnya fungsinya untuk mengatur. Namun, kalau kita melihat traffic light di Sintang bukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan, tapi justru memicu terjadinya kecelakaan,” lugasnya. Ia juga menyesalkan tidak adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sintang terhadap tidak berfungsinya traffic light di empat titik yang ada di persimpangan jalan. ”Meskipun kerusakan traffic light di sejumlah persimpangan sudah berlangsung lama, namun sampai saat ini sama sekali tidak ada perbaikan. Kalau memang tidak ada lagi biaya untuk memperbaikinya, lebih baik peralatan rambu-rambu lalu lintas tersebut dicabut dari pada menimbulkan kecelakaan,” tegas Suhardin. †

Tiga Calon KPU Incumbent Lolos Seleksi Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang SETELAH melewati tahap demi tahap dalam proses seleksi calon KPUD Kabupaten Sintang periode 2013-2018, akhirnya panitia tim seleksi mengeluarkan nama-nama peserta yang masuk 10 besar calon KPU. Bahkan tiga diantaranya adalah anggota KPU Komisioner. Peserta tes yang lolos masuk 10 besar tersebut adalah Ade M Iswadi, Ade M

KREATIFITAS POSYANDU, Wakil Bupati Melawi, Panji bersama istri didampingi Kepala Dinkes Melawi, Simson melihat hasil kreatifitas kader posyandu dari berbagai kecamatan yang dipamerkan dalam jambore kader posyandu tingkat Kabupaten Melawi. FOTO: Eko Susilo/Borneo Tribune

Begitu juga dengan traffic light yang berada di persimpangan Jalan JC.Oevang Oeray Baning Sintang, mulai

dipasang sampai saat ini tak pernah berfungsi. Padahal daerah tersebut merupakan daerah yang rawanterjadi kecelakaan lalu lintas. Hal sama juga terjadi pada traffic light yang berada di persimpangan Jalan Kelam. Selain itu, traffic light yang berada di persimpangan tugu adipura simpang lima Sintang, ada beberapa lampu tidak bisa hidup lagi sehingga para pengguna jalan sering menyerobot meskipun lampu di seberangnya masih hijau. Semerautnya operasional traffic light di dalam kota Sintang tersebut dikeluhkan oleh para pengguna jalan tersebut, terutama masyarakat yang melintasi jalan tersebut setiap harinya. ”Satu pun tidak ada traffic light di dalam kota Sintang ini yang berfungsi dengan normal. Padahal peralatan rambu-rambu lalu lintas tersebut belum lama dipasang. Kondisi tersebut sangat menggangu kami para pengguna jalan apalagi saat melintasi persimpangan,” keluh salah seorang penggu-

Junaidi, Sunandar Sutisna, Antonius Viktorinus Tian, Kristian Amon, Hazizah, Supranto, Sopian, Saiful Noor dan Zaiur Ihsan. Dari 10 besar terpilih tersebut tiga orang diantaranya merupakan calon incumbent Komisioner KPU Sintang, yakni Ade M Iswadi, Ade M Junaidi dan Sunandar Sutisna. Untuk tahap selanjutnya, peserta yang masuk 10 besar tersebut akan mengikuti mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di KPU Propinsi Kalbar.

Ketua Panitia tim seleksi KPU Sintang, H. Murjono menuturkan, tim seleksi Kabupaten Sintang hanya meloloskan 10 nama sesuai prosudur yang sudah ditentukan. Yakni dengan sistem penilaian skor hasil test. ”Untuk proses seleksi dari 10 nama calon menjadi lima nama bukan lagi menjadi kewenangan panitia tim seleksi dari kabupaten, melainkan sudah menjadi kewenangan KPU provinsi,” ungkap Murjono, baru-baru ini. Murjono menuturkan, untuk pengumuman hasil pro-

ses seleksi dari KPU provinsi untuk 10 nama calon yang sudah disampaikan kepada KPU provinsi, dijadwalkan akan diumumkan paling lambat 10 Juni 2013. Selain Kabupaten Sintang, sembilan kabupaten lain di Kalbar yang melakukan penyeleksian komisioner KPU adalah Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Landak, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Melawi, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara. †

Pondok Pesantren Bustanul Qur’an Terima Santri Baru Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh BERAWAL dari pengajian mandiri yang telah dirintis sejak 2007 silam. Kini Pondok Pesantren Tahfizh Bustanul Qur’an yang beralamat di Jalan Sertu Desa Tanjung Tengang siap menerima santri baru tahun pelajaran 2013/ 2014 pada jenjang pendidikan umum SMP/MTS dan SMA/ Aliyah. “Kita sudah siap menerima santri baru, hanya saja masih terbatas. Yakni hanya menerima santri putra saja. Insya Allah, tahun akan datang baru kita menerima santri putri,” ungkap Pimpinan Pondok, Joko Supeno Mukti, Senin (10/ 6). Lebih lanjut pria lulusan Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Jogjakarta, Universitas Gajah Mada ini menambahkan, pondok pesantren Bustanul Qur’an mempunyai visi yakni ihtiyar mencetak hafizh-hafizh yang alim, amil, muklis dan muslih. Dengan misinya melaksanakan pendidikan menghafal AlQur’an secara terstruktur dan terpogram, melaksanakan pendidikan dengan sistem kolaborasi salat dan modern. Selain itu juga untuk memberantas buta baca tulis AlQur’an, mengembangkan pemahaman syariat Islam dengan pondasi Al-Qur’an dan hadist secara tekstual dan

PEMBANGUNAN PONDOK PESANTREN, Bustanul Qur’an yang terus berjalan. FOTO: Eko Susilo/Borneo Tribune kontekstual. Melaksanakan, pendidikan ekstra kurikuler dan life skills, menyejahterakan masyarakat pesantren serta melayani dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. “Pondok Pesantren Bustanul Qur’a didirikan berdasarkan akta notaris nomor 04 tahun 2011 dan berdasarkan surat keputusan Kementerian Agama Kabupaten Melawi Nomor: Kd.14.12/3/PP.00.7/786/2012 dan nomor statistic pesantren: 510061090002 terletak di Jalan Sertu Desa Tanjung Tengang,” ungkapnya. Para dewan ustadz yang mengajar di Pondok Pesantren tersebut adalah orang-orang yang berkompeten dibidangnya. Sedikitnya ada 5 ustadz yang nantinya akan mengajar para santri dengan kurikulum yang lazim di Pesantren-

Pesantren Salaf. Diantaranya, Tahfizh al-Qur’an, Tafsir AlQur’an, Hadist, Bahasa Arab, Nahwu Shorof dan Muhadharah. Informasi pendaftaran bertempat di Pondok Pesantren Bustanul Qur’an di Jalan Sertu Tanjung Tengang. “Kurikulum umum pondok pesantren sementara masih bekerja sama dengan pihak sekolah-sekolah umum yang sudah ada di sekitar pesantren,” paparnya. Ia menceritakan, berawal dari pengajian mandiri yang menetap di ruko Bustanul Qur’an jalan Juang Km.02 Nanga Pinoh, kemudian pada tahun 2010 mengadakan pengajian simaan al-Quran keliling antar masjid dengan membentuk wadah Majelis Simaan al-Qur’an “Jam’iyatul Qurra’wal Huffazh” yang dipelopori oleh tiga orang

hafizh yang ada di Kabupaten Melawi. Oleh karena itulah menumbuhkan semangat untuk mendirikan sebuah pesantren dengan pondasi dasar dan latar belakang AlQur’an. Dengan motivasi awal tanah hibah dari H. Mansur dengan luas 1600 meter persegi yang terletak di Jalan Sertu Desa Tanjung Tengang dan kini luas areal semakin bertambah serta semakin bertambahnya kepercayaan masyarakat kepada pihak pesantren. “Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak pesantren bisa berdiri. Dan pembangunannya terus berlanjut dan berjalan. Mohon doa dan dukungan kaum muslimin dan muslimat. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan pertolongan dan kemudahan. Amin,” pungkasnya. †

Selasa, 11 Juni 2013

Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

10

Penilaian Lomba Desa

Profil Desa dan Empat Variabel Jadi Indikator

Bupati Kabupaten Kapuas Hulu saat menyerahkan piagam peghargaan secara simbalois kepada perwakilan Pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kapuas Hulu. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

Sejumlah SKPD Dapat Penghargaan Bupati Timotius Borneo Tribune, Putussibau SEJUMLAH Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, sejumlah Camat bahkan ketingkat lurah mendapatkan penghargaan dari Bupati Kabupaten Kapuas Hulu, sebab telah menyelesaikan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan dari pengawasan intern Pemerintah. Penghargaan tersebut diterima secara simbolis oleh sejumlah pimpinan SKPD pada pembukaan Rapat Gelar Pengawasan dan pemutahiran data tindak lanjut hasil pemeriksaan catur wulan II di Kabupaten Kapuas Hulu yang dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Kapuas Hulu, Minggu malam (9/06). ”Secara faktual dan tanggungjawab posisi terdepan dalam pelaksanaan tindak lajut hasil pengawasan adalah pimpinan SKPD sebagai top management di unit kerja masing-masing yang dipimpinnya,” kata Bupati Kabupaten Kapuas Hulu Abang Muhammad

Nasir. Dijelaskan Nasir, peran dari aparat pengawasan pemerintah baik itu internal maupun eksternal, sifatnya hanya mendorong, mengarahkan dan memantau serta memfasilitasi upaya penanganan dan penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan, sehingga tindak lanjut tersebut sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Sekarang, kata Nasir, bukan pada saat seseorang itu menjabat, namun karena tugas pokok dan fungsi yang melekat pada jabatan, kiranya wajib turut serta membantu menyelesaikan tindak lanjut hasil pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku. ”Saya memberikan piagam penghargaan secara khusus kepada SKPD yang menyelesaikan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Provinsi maupun Inspektorat Kabupaten Kapuas Hulu, Penghargaan ini sebagai ucapan terima kasih Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu atas kerja keras dan motivasi yang tinggi dalam penyelesaian tindak lanjut tersebut,” tandasnya. †

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa saat melihat hasil anyaman masyarakat Desa Datah Diaan. FOTO: Timotius/Borneo Tribune Timotius Borneo Tribune, Putussibau BERBEDA dengan tahuntahun sebelumnya, penilaian lomba desa ditahun ini lebih ketat. Profil desa dan empat variabel menjadi faktor utama dalam penilaian lomba desa tingkat nasional yiatu penilaian keberhasilan yang dicapai oleh Pemerintah Daerah, Desa dan kelurahan, Inisiatif dan kreatif daerah dalam pemberdayaan masyarakat dan pemerintah desa, tingkat kepatuhan terhadap penyelenggaran pemerintah dan kinerja camat, kepala desa lurah dan perangkatnya. ”Jadi penilaian lomba desa tahun ini lebih ketat, dari pada tahun sebelumnya, terutama untuk profil desa yang bisa diakses melalui website, ini merupakan syarat utama dalam lomba desa tingkat Nasional,” kata Kepala Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kalimantan Barat, Y. Alexander, saat acara penilaian lomba desa tingkat Provinsi di Desa Datah Diaan, Kecamatan Putussibau Utara, Senin (10/6).

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Kapuas Hulu Agus Mulyana mengatakan bahwa lomba desa merupakan sebuah proses evaluasi terhadap kinerja. Keberhasilan suatu desa mencerminkan keberhasilan suatu daerah. Oleh karenanya, kegiatan lomba desa tersebut mendorong pemberdayaan masyarakat untuk mengoptimalisasi aspek-aspek mendasar pembangunan, seperti kesehatan, pendidikan, perekonomian maupun bidang lainnya. ”Apapun program Pemerintah apakah itu dilaksanakan secara bertahap, ditingkat lokal maupun secara keseluruhan satu tujuan yang ingin dicapai yiatu meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, besar harapan kami Desa Datah Diaan ini menjadi juara satu tingkat provinsi dan bisa mewakili Kalimantan Barat pada tingkat nasional, karena Desa Datah Diaan ini memiliki banyak keunggulan,” pungkasnya. Acara penilaian lomba Desa ini dihadiri sejumlah Pimpinan SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupa-

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

ten Kapuas Hulu, Wakil Bupati beserta rombongan disambut menggunakan prosesi acara adat suku Dayak Kayaan Mendalam. †

Wakil Bupati Kapuas Hulu beserta rombongan saat disambut menggunakan acara adat Suku Daya Kayaan Mandalam di Desa Datah Diaan. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

Bupati Buka Larwasda dan Pemutahiran Data Se-Kalbar

Suasana Pembukaan Rapat Gelar Pengawasan Daerah dan Pemutahiran Data Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan se-Kalbar di Rumah Dinas Bupati Kapuas Hulu. FOTO: Timotius/Borneo Tribune Timotius Borneo Tribune, Putussibau BUPATI Kabupaten Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir secara resmi membuka rapar Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) dan Pemutahiran Data tindak lanjut hasil pemeriksaan caturwulan II Tahun 2013 seKalbar, yang diselenggarakan di Rumah Dinas Bupati Kapuas Hulu pada Minggu malam (9/06). Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Inspektorat Provinsi Kalbar Jhon Itang, Wakil Bupati Kabupaten Kapuas Hulu Agus Mulyana, Kepala Inspektorat Kabupaten Kapuas Hulu Syafaruddin, Ketua Komisi A DPRD Kapuas Hulu Imam Sabirin, Pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kapuas Hulu, para Camat dan sekitar 164 orang inspektur se-Provinsi Kalbar. Ketua Panitia Penyelenggara, Syafaruddin mengatakan maksud dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk meningkatkan fungsi dan peran-

an pengawasan dalam melaksanakan tugas pada satuan kerja terutama dalam hal peningkatan penanganan dan penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP). ”Salah satu tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas, bobot pengawasan fungsional pengawasan masyarakat serta menghindari adanya kesalahan yang berulang-ulang,” ungkapnya. Kepala Inspektorat Provinsi Kalbar, Jhon Itang mengatakan rapat gelar pengawasan serta tindak lanjut dari hasil pemeriksaan ini merupakan salah satu upaya bersama segenap SKPD dalam meningkatkan kualitas pekerjaan , memperbaiki kesalahan untuk menuju kinerja kearah yang lebih baik lagi. “Tindak lanjut hasil pemeriksaan ini sangat penting terutama kepada para SKPD termasuk camat sebagai pengguna anggaran, jadi hati-hati dengan hasil pemeriksaan, jangan main-main terutama saat penandatanganan kontrak suatu pekerjaan, selain itu hal yang ber-

kaitan degan perjalanan Dinas, jika tidak teliti maka salah-salah urusannya dengan Tipikor,” terangnya. Sementara itu, Bupati Kabupaten Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir mengatakan bahwa kegiatan tersebut memiliki arti penting dan strategis sebagai upaya perwujudan tata kelola pemerintahan yang baik, khususnya dalam hal penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan inspektorat Provinsi Kalimantan Barat dan Inspektorat Kabupaten/kota sesuai dengan saran dan rekomendasi yang diberikan atas temuannya. “Pembahasan tindak lanjut hasil pemeriksaan hendaknya dilaksanakan secara professional, proporsional dan bertanggungjawab, dan menjadi motivasi bagi pejabat instansi pemerintah di daerah terus berupaya menyempurnakan dan memperbaiki kinerja, dalam penyelenggaraan pemerintah yang baik. Sehingga fungsi-fungsi manajemen yaitu taat aturan, taat azas, berjenjang dan berkelanjutan dapat diwujudkan,” pungkasnya. †

IKLAN BARIS Biro Sanggau: (085245904505).

Kursus Kursus ilmu perbengkelan motor & mobil smp bisa/SPP 475rb/bln. Hub:085252093327/0561767508

Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Langganan Koran

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688) Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038).

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 )

Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602).

Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Biro Bengkayang: (085245247955).

Mujidi

Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880).

Ratnasari

Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946) Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Biro Kapuas Hulu: (085654585775)

Herdi

Biro Ketapang: (08971600688)

Aldi

Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Ser vice Mobil

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-

Teras Borneo Tribune

Selasa, 11 Juni 2013

Tingkatkan Nilai UN Ia menilai, meski secara matematis prestasi kabupaten Sekadau dalam kelulusan dari tahun ke tahun masih yang terbaik di Kalbar, namun dilihat dari rerata nilai mengalami penurunan meskipun tidak terlalu signifikan. “Kelulusan tingkat SMA SMP, dan SD di daerah kita sudah bagus sejak beberapa tahun ini, namun nilai

mesti harus ditingkatkan,” sarannya, dijumpai diruang kerjanya belum lama ini. Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau melalui instansi terkait tengah menggalakkan pembangunan perpustakaan di sekolah-sekolah. Dengan demikian, Komisi C DPRD Kabupaten Sekadau yang membidangi pendidikan dan kesehatan diharapkan

wawasan anak didik semakin bertambah dengan membaca buku-buku yang tersedia di perpustakaan. “Pihak sekolah mesti jeli menyesuaikan buku apa yang paling sesuai dengan kebutuhan siswa,” ujar politisi Partai Demokrat ini. Pihak sekolah, lanjut Hasan, dapat memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk

membeli buku-buku yang layak untuk meningkatkan kompetensi siswa diluar materi rutin. “Sekolah tentu lebih tahu materi apa yang cocok untuk siswa di setiap jenjang. Dana BOS bisa digunakan untuk membeli buku-buku untuk mengisi lemari perpustakaan,” tandasnya. (Bagus Kosminto/Borneo Tribune, Sekadau) o

HKTI Kalbar Sumbang Saran di Bidang Pertanian Sebagaimana disampaikan Ketua HKTI Kalbar, Awang Sofian Rozali yang didampingin sekretaris umum, Ishak Sulaiman, Senin, (9/6) kemarin. Ada beberapa poin krusial yang disampaikan pengurus organisai yang konsen di bidang pertanian dan ketahanan pangan ini. Disampaikan Awang, petani di Kalimantan Barat secara umum belum sejahtera, hal ini ditunjukkan masih rendahnya nilai tukar petani (NTP) di Kalimantan Barat. Rendahnya kesejahteraan petani ini di duga berkaitan dengan rendahnya produksi dan produktivitas pertanian dan perkebunan rakyat sebagai akibat terbatasnya jaringan irigasi, sulitnya mendapat benih/bibit unggul, sempitnya penguasaan lahan pertanian, terbatasnya akses permodalan, kurangnya penyuluhan, tingginya fluktuasi harga pasar, terbatasnya prasana jalan usaha tani dan terbatasnya

industri pengolahan hasil pertanian. “Terbatasnya jumlah dan kualitas infrastruktur yang mendukung pembangunan pertanian, seperti jalan, yang menghambat pengembangan usaha serta mengganggu daya dukung jaringan jalan di pusatÿ produksi pertanian dan yang menghubungkan pusat produksi dengan daerah pemasaran,” ujar Awang. Secara garis besar persoalan pertanian di Kalimantan Barat diuraikan menurut komoditasnya. Beberapa diantaranya adalah; Sawit. Penguasaan lahan yang begitu luas oleh perkebunan besar sawit menyebabkan perkebunan rakyat semakin termarginalkan. Penguasaan lahan oleh oleh 1 group perusahaan perkebunan besar sawit dapat melebihi 100.000 Ha. Pengusaan lahan perkebunan sawit dan karet oleh rakyat berkisar 12 Ha. Hal ini menyebabkan semakin tingginya

kesenjangan kesejehteraan antara petani dan perkebunan besar; Terindikasi banyaknya perusahaan yang sudah mendapat izin lokasi atau izin usaha perkebunan menjual lahannya kepada perusahaan lain, bahkan pada perusahaan dari manca negara, Terindikasi banyak perusahaan sawit yang sudah memiliki HGU tidak melakukan budidaya sehingga banyak lahan terlantar, Banyaknya konflik antara perusahaan perkebunan besar dengan masayakat, Belum adanya industri hilir yang meningkatkan nilai produk secara signifikan, Rendahnya PAD bagi Kalimantan Barat dari ekspor CPO, karena Kalimantan Barat tidak memiliki pelebuhan ekspor. Karet, memiliki masalah antara lain: Rendahnya mutu bahan olahan karet rakyat (BOKAR), Belum adanya industri hilir bahan olahan karet rakyat (BOKAR) meningkatkan ni-

lai produk secara signifikan, Banyaknya kebun karet rakyat yang kurang produktif, baik disebabkan karena sudah tua, terserang penyakit, atau varitas tanaman karet local yang tidak unggul, Padi, memiliki persoalan antara lain; Produktivitas padi rendah, Sulitnya mengatur air sesuai kebutuhan pertumbuhan padi, Lahan basah sebagian besar mempunyai lapisan pirit yang tinggi yang menyebabkan potensi keracunan tanaman padi., belum tercukupinya kebutuhan pupuk bersubidi untuk tanaman padi, belum optimalnya ketersediaan benih padi unggul. Sementara untuk produk sapi, saat ini menurut Awang masih terkendal beberapa hal antara lain; Produksi dan produktivitas sapi masih rendah, daging sapi sebagian besar masih didatangkan dari luar Kalbar, pedet (bibit sapi) masih kurang dan mahal, biaya produksi beternak sapi masih tinggi. o

kan optimisme Indonesia mampu tampil menjadi juara dalam pemberlakukan AEC 2015,” ujarnya. Dijelaskannya, perbaikan peringkat investasi, keseriusan pemberantasan korupsi, dan punggutan liar, hingga adanya keberpihakan bagi pengusaha pemula dan pengusaha lokal akan mampu mendorong sektor usaha mampu bersaing pelaku usaha di kawasan ASEAN. “Kami sangat optimis dengan adanya AEC 2015, pasar-pasar berbagai produk Indonesia akan semakin terbuka, dan sudah saatnya Indonesia menjadi Raja nya ASEAN,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya bersyukur dengan luas wilayah dan keanekaragaman yang ada di Provinsi Kalbar tentu mem-

bawa berkah untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kalbar, mengingat kekayaan dan potensi sumber daya alam (SDA) Kalbar cukup tersedia dan menjanjikan, walaupun sebagian besar SDA Kalbar masih belum dikelola maksimal terutama di sektor pertambangan. ”Saya cukup yakin, apabila SDA tersebut benar-benar dikelola dengan baik, tentu akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat Kalbar. Saya mengajak, mari kita bahu membahu Provinsi Kalbar yang kita cintai ini,” ajak Christiandy Sanjaya. Diutarakan Christiandy, letak geografis Provinsi Kalbar yang sangat strategis dan berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia Timur, bagi dunia merupakan peluang bisnis, mengingat potensi yang ada

Muda Nonton Bareng Yenny Wahid, Pemeran Utama dan Ribuan Santri Asy’ari, Christine Hakim serta sutradara, Rako Priyanto. Film yang berdurasi hampir 2 jam tersebut mampu menyedot perhatian santri dan pelajar yang menyaksikannya.ÿ Film ini juga mengisahkan bagaimana Jepang masuk dan menjajah Indonesia termasuk Jawa Timur. Film ini juga mengajarkan bagaimana menegakkan aqidah serta hubungan antara agama dengan nasionalis. Pasca menyaksikan bersama, acara kemudian dilanjutkan dengan dialog di kediaman pribadi Muda Mahendrawan. Yenny Wahid ditemui usai nonton massal mengatakan film ini berisikan akan kecintaan anak bangsa kepada Indonesia. “Ini pesan yang sangat kuat, bagaimana pencapaian kemerdekaan dengan susah payah, ini PRÿ bagi generasi muda untuk mengisinya,” ucap Yenny. Film ini, kata Yennyÿ menegaskan bahwa kecintaan pada bangsa dan tanah air adalahÿ sebagian kepada taqwa Allah, cinta tanah air merupakan sebagian dari iman. “Sekarang kita mulai ada upaya-upaya memisahkan diri sehingga ada pemahaman jihad yang keliru, muncul terorisme yang ingin memisahkan negara. Film ini mengajarkan kita jihad yang sebenarnya, bukan jihad yang merusak negara tetapi membela serta mem-

pertahankan negara,” tegas Yenny. Saat menyaksikan film ‘Sang Kyai’, Yenny sempat terharu. “Saya sering diceritakan oleh ayah tentang perjuangan mbah buyut (KH Hasyim Asy’ari) sehingga ketika menonton filmnya terasa teriris. Keteguhan hati beliau dan aqidah jadi suri tauladan, bagi kami beliau sosok yang jadi inspirasi dalam menata kehidupan di alam moderan walau beda jaman. Yang menurun mbah Hasyim, Mbah Wahid dan Gusdur dalam keteguhan menegakkan kebenaran walaupun memiliki resiko besar dan keselamatan,” aku Yenny. Yenny juga sempat menyinggung upaya Bupati Kubu Raya yang mengutamakan pangan. “Ini merupakan jihad dan langkah baik untuk memastikan rakyat cukup pangan,” ucapnya. Sementara itu pemeran utama, Ikrar Negara mengaku memerankan tokoh KH Hasyim Asy’ari tidak cukup bisa akting, tetapi perlu ketempat-tempat kyai semasa hidup. “Ini menarik, saya bertanya-tanya dengan masyarakat yang mengenal sosoknya, lebih banyak dari keluarga. Saya harus mengetahui kebiasaan Kyai Hasyim sehingga saya paham. Beliau, usia 70 tahun masih bisa bekerja dengan baik,” aku Ikrar. Christine Hakim memuji pemeran-pemeran muda yang memiliki totalitas da-

lam memerankan film ini. “Film ini untuk mensyiarkan agama. Artinya, usai menonton perjuangan dan ibadah tidak putus. Biaya film ini tidak kecil, Rp 15 miliar, inilah penting mudah-mudahan yang sudah menonton bisa menyampaikan kepada yang lain bahwa perjuangan dan pengorbanan KH Hasyim Asy’ari harus diteruskan. Pertemuan ini bukan hanya moment dialog namun syiar,” ucap Christine Hakim. Sedangkan Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengakui nonton massalnya digelar untuk lebih menggugah semangat generasi muda terhadap perjuangan dan pengorbanan KH Hasyim Asy’ari. “Sosok KH Hasyim Asy’ari merupakan figur inspirasi yang patut dijadi panutan generasi muda sekarang ini. Saya ingin mengajak anak-anak kita bisa melihat kegigihan seorang anak bangsa,” imbaunya. Muda mengatakan semoga film yang kita saksikan bisa menjadi syiar, spirit dan semangat generasi muda. “Dalam film tersebut juga memiliki pesan mengenai pangan, kita harus produktif jangan sampai kita disandera bangsa lain melalui pangan. Okelah sekarang masih ada generasi Raskin, kita punya mimpi ke depan nanti, jangan ada lagi generasi raskin,” pungkasnya. o

Sosialisasi Pedoman Penyusunan APBD

Hipmi Optimis Pemberlakuan AEC 2015 Selain itu, dalam forum ini, Hipmi akan merumuskan berbagai kebijakan organisasi yang diharapkan bukan hanya bermanfaat bagi para anggota Hipmi, namun untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Dengan konsistensi pembangunan ekonomi nasional Indonesia selama 1 dasawarsa terakhir, masih menurutnya, Hipmi bahwa perekonomian nasional tetap akan terjaga di tengah hingar bingar politik. Diskursus kenaikan BBM, penyesuaian Upah Minimun Provinsi (UMP) maupun gejolak tahun politik harus disikapi secra arif dan bijaksana. ”Dengan serapan pasar domestik yang masih tinggi, serta jumlah penduduk sebesar 40 persen dari total penduduk Asia, memuncul-

11

di daerah ini menjadi semakin terbuka apabila peluang tersebut dapat ditangkap dengan jeli. ”Saya minta, pelaku usaha di daerah ini agar secara cermat membaca peluang yang ada, dan bekerja secara sungguh-sungguh mengelola peluang tersebut,” pintanya. Dijelaskannya, saat ini kita harus membangun daya saing, mengingat di era perdagangan bebas, apabila tidak diikuti dengan daya saing yang tinggi, maka kita tidak akan mampu memenangkan persaingan yang sangat kompetitif. “Saya harap, bertitik tolak dari pemikiran ini, Rakernas XV ini perlu dibahas secara khusus upayaupaya dalam rangka meningkatkan daya saing tersebut,” harap Wagub lagi. o

dengn hak dan kewajiban daerah tersebut dalam kurun waktu satu tahun. Selain sebagai rencana keuangan tahunan pemerintah daerah, APBD juga memiliki fungsi otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi dan stabilitasi. “Saya minta, seluruh unsur penyelenggara pemerintah daerah supaya mengambil langkah-langkah untuk mempercepat peoses penyusunan dan pembahasan APBD, dan persetujuan tentang APBD 2014 dapat dicapai paling lambat satu bulan sebelum APBD dilaksanakan atau ditetapkan 31 Desember,” jelasnya. Pengelolan keuangan daerah pada dasarnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan keuangan negara, maka kebijksanaan pengelolaan keuangan pemerintah pusat merupakan pedoman bagi

pengelolaan keuangan daerah dalam lingkup kepentingan dan situasionaal daerah yang bersangkutan. “Kita perlu mensinergikaan kebijakan Pemerintah dengan pemerintah daerah yang dituagkan dalam APBD,” ucapnya. Sedikit mengulas, penyusunan APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota pada periode sebelumnya tahun anggran 2013, APBD ditetapkan bulan Desember. Provinsi dan 7 Kabupaten/ Kota. APBD ditetaapkan bulan Januari ada 5 Kabupaten, Maret 1 Kabupaten, dan April 1 Kabupaten. “Dapat kita simpulkan, penyusunan APBD di Kalbar belum dapat dilaksanakan dengan tepat waktu. Kuraang bijak kalau kita saling tuding yerhadap penyebab keterlambatan penyusunan APBD,” rincinya. Dijelaskan olehnya, pengelolaan keuangan daerah ha-

rus transparan, mulai dari proses perencanaan, penyusunan dan pelaksanaan anggaran. Akuntabilitas dalam pertanggung jawaban publik juga diperlukan proses penganggaran mulai dari perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan benarbenar dapat dilaporkan dan dipertaanggung jawabkaan, baik kepada DPRD dan msyarakat. “Pengelolaan keuangan daerah juga menganut prinsip value for money yakni dalam proses penganggaran harus ekonomis efektif dan efisien. Saya himbau, prioritaskan alokasi anggaran untuk kegiatan yang menyangkut kepentingan publik dan pelayanan kepada masyarakat. Penetapan Perda APBD sebagian Kabupaten/Kota masih tidak tepat waktu, dan diupayakan agar dapat mempercepat proses penyusunan RAPBD,” ujarnya. o

Hasil Kerajinan Kalbar Diakui Sarawak barang-barang kerajinan hanya sebagai pengisi waktu atau hanya sambilan saja,” jelasnya Senin, (10/6) kemarin. Pada hal, lanjutnya bila hal ini dikerjakan secara serius maka hasilnya dapat menambah pemasukan rumah tangga dan dapat diandalkan sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena, tidak pernah fokus hal ini dimanfaatkan negara tetangga untuk membeli bahan dari kita dan membawa pengrajin kita ke tempatnya. Untuk itu Istri Gubernur Kalbar ini berharap para pengrajin dapat lebih meningkatkan hasil kerajianannya serta terus melakukan inovasi, mengigat peluang dan prospek kerajian anyaman dan tenun cukup menjanjikan maka sudah sewajarnya pengetahuan dan ketrampilan anyaman dan tenun perlu

sekali disebar luaskan, seperti melalui pelatihan. Apa lagi, mengigat untuk bahan baku kita saat ini masih melimpah dan belum diolah secara optimal. Pemerintah dan Dekranasda telah berupaya memfasilitasi, namun besarnya permintaan pasar dunia dan kurangnya hasil kerajinan menyebabkan hal ini terkendala dan berhenti ditengah jalan. “Banyak hasil kerajian kita saat ini seperti hasil tenun, anyaman rotan dan lain telah pindah di Serawak, Malaysia dan diakui sebagai kerajinan mereka. Pada hal, melihat dari coraknya dan para pembuat kerajinan juga tidak jauh dari rumah, makanya kita tahu itu merupakan kerajian kita. Namun, ironisnya, diakui merupakan hasil kerajinan mereka dan dijual ke manca negara. Sehingga hasil kerajian anyaman, tenun dan lainnya dimanca nega-

ra lebih diketahui berasal dari Serawak. Padahal, kebanyakan itu hasil kerajinan kita,”ujarnya. Ia sangat menyayangkan bila hal ini terjadi secara terus menerus. Untuk itu ia menyambut baik dengan adanya kegiatan pelatihan yang diselenggarakan UPIKM Dinas Prindag Provinsi Kalbar. “Mudah-mudahan pelatihan ini dapat lebih meningkatkan kemampuan dan ketrampilan para pengrajin anyaman, tenun dan lainnya dapat terus menyebar luaskan ketrampilan dan mampu berkembang terutama desain dan diversifikasi serta finishing produk. Dengan itu kita nantikan mampu memproduksi sesuai permintaan pasar dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya. o

Pengendara motor : “G gax punya!”, sambil berpikir “Sombong banget tuh anak!” Kemudian si anak melaju lagi sambil menghampiri seorang supir truk. Si anak : “Mas.. mas, Punya Motor kaya motor saya ga? “ Supir truk : “Mana g pu-

nya!!”, sambil berpikir “Wadoh ngeledek g tuh anak!”, kemudian Supir truk kembali bertanya : “Mang kenapa nanya begitu?” Si anak : “Nggak mas, anu.. saya ga tau rem nya dimana?! “ o

Rem naik motor Harley, dia pun mulai kebut-kebutan di jalan. Setelah hampir dua jam kebut-kebutan, si anak tersebut menghampiri seorang pengendara motor lain yang sedang berjalan. Si anak : “Mas.. mas, Punya Motor kaya motor saya ga? “

CMYK

Moment & Activity www.borneotribune.com

Borneo Tribune

12

Selasa, 11 Juni 2013

Pesona Tenun, Potensi Pulau Borneo Borneo adalah sebutan lain dari pulau Kalimantan yang merupakan pulau ketiga terbesar di dunia. Salah satu adat budaya yang sangat khas dari pulau yang dibagi menjadi lima daerah otonom ini adalah Wastra (tenun ikat). Museum Nasional Kalbar bekerjasama dengan Museum Tekstil Jakarta, mengadakan pameran Wastra dengan mengusung tema ‘Wastra Borneo: The Beauty of Diversity’ untuk menyapa pecinta seni di Jakarta mulai tanggal 2 Juni hingga 16 Juni 2013, di Galeri Seni Museum Tekstil Jakarta.

Ny. Frederika memegang salah satu penghargaan yang diterima oleh Dekranasda Prov. Kalbar.

PULAU Kalimantan bukan hanya memiliki keindahan dan kekayaan alamnya, namun juga dihuni oleh masyarakat yang menjaga tradisi dan budayanya. Salah satunya Komunitas Dayak yang merupakan penduduk asli dan tersebar di pulau ini memiliki kekayaan budaya yang unik dan menarik. Keindahan busana tradisional masyarakat Dayak ini bisa ditemukan pada saat perayaan hari besar seperti Pesta padi dan perkawinan. Adat istiadat dan nilai sosial budaya masyarakat adat merupakan salah satu

modal sosial yang dapat dimanfaatkan dalam rangka pelaksanaan pembangunan. Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH mengambil perhatian serius untuk melestarikan dan mengembangkan budaya dan kesenian sesuai dengan karakteristik dari masyarakat adat. Gubernur yang dipilih rakyat Kalbar untuk periode kali kedua ini menyebutkan, bahwa budaya Masyarakat adat telah dimanfaatkan sejak ratusan tahun sehingga telah teruji keandalannya dalam kehidupan masyarakat. Sesuai dengan kepribadian dan filsafat hidup serta merupakan jati diri yang perlu dipelihara. Meski demikian, persentuhan dengan globalisasi tidak dipungkiri juga berdampak terhadap menurunnya nilai-nilai budaya Masyarakat adat. Banyak

cara yang bisa dilakukan untuk melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan. “Potensi dan aset adat istadat dan nilai budaya masyarakat sangat besar, namun belum didayagunakan secara optimal. Khususnya dalam memberi fundamen ke arah peningkatan ekonomi masyarakat secara nyata. Dengan demikian, pemberdayaan kelompok masyarakat adat adalah hal penting guna menopang kehidupan masyarakat khususnya pengembangan adat istiadat dan nilai budaya setempat. Diharapkan melalui pameran ini, semakin terjalin saling pengertian antar budaya dan tradisi yang berbeda serta saling mengisi dan mengapresiasi sehingga tercipta harmonisasi dimana budaya terlestarikan, alam terjaga, dan masyarakat sejahtera,” ujar Cornelis. Kepala Museum Negeri Kalbar Drs. Muhammad Hasyim, M.Hum mengatakan pihaknya secara rutin turut serta dalam pameran-pameran yang bertujuan memperkenalkan kebudayaan Kalimantan Barat. Kegiatan pameran dilaksanakan bertujuan untuk memperkenalkan budaya dan kesenian masyarakat adat khsusnya kain tenun di forum nasional. “Ini bagian dari peran Museum, sebagai cagar

Ketua Dekranasda Kalbar, Ny. Frederika Cornelis, S.Pd menerima penghargaan sebagai Stand Terbaik pada Pekan Budaya Dayak 2013 di Jakarta . budaya yang secara khusus mengumpulkan, mengawetkan, serta memamerkan karya-karya seni. Kegiatan pameran dilaksanakan bertujuan untuk memperkenalkan budaya dan kesenian masyarakat adat khsusnya kain tenun di forum nasional. Kami ingin mengundang ketertarikan publik untuk mempelajarinya yang kemudian bermuara kepada kecintaan mereka akan budaya bumi Khatulistiwa,” katanya. Pameran yang juga didukung museum-museum seKalimantan dan Muzium Sarawak Malaysia ini diharapkan dapat mempromosikan budaya tanah Kalimantan kepada masyarakat luas. Ditampilkan beragam tenun ikat khas pulau Borneo yang mempunyai kekayaan motif dan warna,

DEKRANASDA KONSISTEN MELESTARIKAN BUDAYA MASYARAKAT KETUA Dekranasda Prov. Kalbar Ny. Frederika Cornelis, S.Pd mengakui, persentuhan era globalisasi ditandai perkembangan teknologi dan informasi dengan budaya masyarakat adat khususnya Suku Dayak telah menyebabkan melemahnya nilai-nilai budaya etnis ini. Penguatan dan pelestarian ini, menurut dia, agar budaya Masyarakat adat tidak tergerus akibat adanya perkembangan zaman atau adanya infiltrasi budaya asing karena arus globalisasi. “Melemahnya nilai-nilai budaya Masyarakat Adat karena perkembangan zaman dan era globalisasi menjadi salah satu pertimbangan dilakukannya pembinaan, pendampingan dan pengkaderan baik kelompok maupun individu oleh Dekranasda, untuk penguatan dan

pelestarian budaya Masyarakat adat tersebut,”ujar Frederika. Pada awalnya kerajinan menenun dan menganyam oleh masyarakat adalah kegiatan sampingan sebagai pengisi waktu luang atau senggang serta untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Namun dengan adanya perkembangan dan perubahan gaya hidup masyarakat telah merubah citra kerajinan menenun dan menganyam menjadi barang eksklusif yang semakin di minati Dengan adanya kecenderungan perubahan gaya hidup masyarakat tersebut, berbagai program pemberdayaan yang dilakukan oleh Dekranasda dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kain tenun yang didalamnya terdapat nilai ekonomi, sosial, budaya, serta mengandung

makna edukasi. Kegiatan ini ditujukan agar para pengrajin dapat mengembangkan keterampilan, wawasan, dan berkembang sesuai tren dunia saat ini. Namun tetap konsisten untuk terus menggunakan bahan pewarna alami untuk seluruh proses pewarnaan tenun ikat. “Sampai saat ini Dekranasda telah memberdayakan ratusan pengrajin tenun di 14 Kabupaten dan Kota se Kalbar dengan tetap konsisten menggunakan bahan pewarna alami. Program itu diantaranya Pelatihan Tehnis Pembuatan Tenun Ikat Motif Khas Kalbar dan Pelatihan Tehnis Diversifikasi Produk Kerajinan Rotan/Bambu. Juga membantu para pengrajin untuk membangun jaringan bisnis dan pengembangan usaha,” terang Frederika. o

cerita dibalik motif, beragam proses karyanya dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya pameran, sebagai rangkaian kegiatan akan ditampilkan pertunjukan seni dan budaya seperti beberapa tarian dan musik khas serta workshop dengan menghadirkan sejumlah pembicara sebagai narasumber yang akan memberikan informasi mengenai kegiatan pelestarian warisan budaya Borneo khususnya Suku Dayak, baik dari produk tenun ikat hingga kesenian tradisionalnya. Bahkan makanan khas turut pula dihadirkan sehingga masyarakat dapat menikmati langsung bagaimana rasa kuliner seperti kue Dange, Roti Kap, Bingke dan tak ketinggalan minuman lidah buaya. o

Sejumlah tamu undangan yang terdiri kolektor seni, pengurus dan anggota Komunitas Pencinta Wastra dan akademisi tampak hadir menyaksikan langsung pesona tenun Borneo.

Gubernur dan Ketua Dekranasda melihat langsung pengrajin tenun melakukan aktivitasnya.

Gubernur Drs. Cornelis, MH dan Ketua Dekranasda Ny. Frederika Cornelis,S.Pd disambut acara adat memotong umpang sebelum memasuki ruangan galeri Museum Tekstil Jakarta.

Narasi dan Foto: Museum Negeri dan Dekranasda Prov. Kalbar serta Biro Humpro Setda Prov. Kalbar

Berbagai program pemberdayaan yang dilakukan oleh Dekranasda dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas. CMYK


Harian Borneo Tribune 11 Juni 2013