Page 1

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

KEBERSAMAAN

DA N

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Rabu, 26 Februari 2014

26 Rabiul Tsani 1435 H - 27 Chia Gwee 2565

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Sepuluh Truk Malaysia Masuk Indonesia Diduga Tanpa Dokumen B uah Bibir Ada Miskomunikasi Pemerintah dengan KPK

Borneo Tribune, Putussibau Irnoisnya kesepuluh truk asal Malaysia tersebut tidak masuk melalui pintu Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) melainkan masuk melalui jalan CPO milik PT. Sinar Mas, yang berada di samping pagar PPLB. Truk-truk

Sebanyak sepuluh truk bermuatan Material jenis batu sertu asal Negara Malaysia masuk ke wilayah Indonesia, bahkan truk tersebut juga menggunakan truk Malaysia dengan masing-masing plat bernomor : QAQ 1986. QCC 7792, GAT 6260, QAN 5950, QAY 8732, QAA 152 F, QAV 7792, QAA 1410 B, QBA 3600 dan QAP 5698. Kesepuluh truk tersebut tiba di border Nanga Badau sekitar pukul 05.00 wib dini hari pada Selasa (25/02).

tersebut sempat terparkir sekitar dua jam, sebab pihak Petugas PPLB Nanga Badau enggan membukakan pagar jalan CPO tersebut sebab sebelumnya tidak ada koordinasi dan tidak ....Ke Halaman -11

Abdullah Hehamahua PENASIHAT Komisi Pemberantasan Korupsi, Abdullah Hehamahua, menilai ada miskomunikasi antara pemerintah dengan KPK terkait pembahasan RUU KUHP dan KUHAP. Menurut Abdullah, pemerintah seharusnya melibatkan KPK secara langsung dalam pembahasan itu. ....Ke Halaman -11

Sepuluh truk bermuatan material asal Malaysia antre masuk lokasi jalan perkebunan sawit milik PT.Sinar Mas

Dua Tenaga Honorer Nekat Datangi Menpan RI

S uara Enggang Bahasa Inggris

Nur Iskandar

DUDUK di kursi rotan sambil sarapan dan menikmati pemandangan kolam renang di Saripan Pacifik hari ini, Senin (25/ 2/14) pagi saya secara tak langsung mendengarkan sepasang orang bicara dengan asyik. Seorang pria berkulit putih dengan

Senior Editor HBT

....Ke Halaman -11

Lelaki Beranting Suatu hari waktu masuk kerja, Morris memperhatikan George telah mengenakan sebuah anting-anting, merasakan hal ini cukup ganjil, karena ia tahu benar dalam hal berdandan, George termasuk anak muda yang masih patuh kepada tradisi. Ia menanya dengan setengah berteriak: “George, mengapa kamu kok tiba-tiba mengikuti trend mode?” George berkata: “Apa maksudmu?” ”Kamu mulai mengenakan perhiasan wanita, selanjutnya apakah juga akan memelihara rambut yang panjang dan mengenakan pakaian yang warnanya mencolok?” ”Ah, jangan meributkan sesuatu yang sebenarnya biasabiasa saja. Yang kamu maksud anting-anting yang kukenakan ini, bukan?” ”Hai, George, kapan kamu mulai mengenakan anting-anting ini?” tanya Morris tetap dengan penuh keheranan. ”Sejak istriku tiba-tiba menemukan anting-anting yang bukan miliknya di atas ranjang kami.” o

Laporkan Kejanggalan Pengumuman CPNS K2 Truk bermuatan material jenis batu sertu saat berada di Material jenis batu sertu asal Malaysia tersebut dibawa lokasi PLB Nanga Badau hendak masuk melalui jalan ke lokasi Pabrik milik PT. Sinar Mas di Kecamatan Badau. Foto : Timotius/Borneo Tribune CPO milik PT.Sinar Mas

Inspektorat Diminta Kroscek Program Cetak Sawah Borneo Tribune, Pontianak Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus meminta kepada Inspektorat Kabupaten Kubu Raya (KKR) untuk mengkroscek program cetak sawah 2013 KKR yang diduga menuai korupsi tersebut, Selasa (25/2) kemarin. “ Saya belum mendapat laporan dari Dinas terkait, dan saya belum bisa berkomentar banyak, tentunya ini akan menjadi informasi bagi kami yang baru menjabat, dan saya akan menanyakan langsung mengenai permasa-

lahan ini kepada Dinas terkait,” ujar Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus saat diwawancarai via telepon, kemarin, sekitar pukul 15.30 Wib. Menurut Hermanus, tentunya dugaan tindak korupsi dalam program cetak sawah KKR pada tahun 2013 tersebut, harus dikedepankan asas praduga tak bersalah, namun tetap harus dilakukan pengecekan mendalam, terkait dasar dugaan tersebut, lantaran sudah diselidiki Polda Kalbar.

Borneo Tribune, Pontianak Syarif Feriansyah dan Sudarmanto tenaga honorer asal Kota Pontianak, nekat mendatangi nekat mendatangi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) RI, lantaran para honorer di Kota Pontianak yang tidak lulus dalam mengikuti tes CPNS K2 merasa dicurangi dan terjadi manipulasi nomor peserta dan masa kerja honorer, Selasa (25/2) kemarin. ....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

Persiapan Pontianak Airshow Rampung 100 Persen

Lanud Pastikan Tiga Negara Datang Borneo Tribune, Kubu Raya Mendekati pelaksanaan Pontianak Air Show, berbagai persiapan sudah dilakukan oleh panitia pelaksana. Mulai dari tenda, panggung artis ibu kota serta berbagai simulasi atraksi udara yang akan dilakukan dalam membuka even spektakuler di Kabupaten Kubu Raya itu. ”Semua persiapan dalam membuka Even Pontianak Air Show itu telah rampung. Mulai dari panggung, tenda serta atraksi terjun payung yang merupakan acara pembuka dalam mensukseskan even pontianak air show itu,” kata Danlanud Supadio Kolonel Pnb Ir. Novyan Samyoga, Selasa (25/2). Atraksi terjun payung, kata dia merupakan salah satu olahraga yang memerlukan keahlian khusus dan meruLatihan rutin dilakukan Time Aeromodelling Kalbar guna pakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh sememantapkan persiapan saat mengikuti acara orang prajurit. Dimana atraksi ini pun akan dilaksanakan Pontianak Airshow 2014, foto Slamet Ardiansyah ....Ke Halaman -11

Syarif Feriansyah dan Sudarmanto tenaga honorer Kota Pontianak, nekat mendatangi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) RI, untuk menyuarakan nasib honorer yang merasa dicurangi dalam tes pengumuman CPNS K2, FOTO:Achmad Mundzirin/Borneo Tribune.

PT. ANZON AUTOPLAZA Kantor Pusat : Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 Singkawang : Jl. A. Yani No. 8 Telp. (0562) 637000 Ketapang : Jl. R. Suprapto Telp. (0534) 31841 Sanggau : Jl. Jend. Sudirman Telp. 0564 - 2025280 Sintang : Jl. MT. Haryono Telp. 0565 - 24222 Landak : Jl. Pulau Bendu No. 26, Kec. Ngabang

Showroom Buka Pukul 08.00-20.00 Minggu/Libur Buka Pukul 09.00-13.00

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -


Kayong Utara Rabu, 26 Februari 2014

Inspirasi

Fasilitas Pendidikan

Oleh: Susana Mita

Sore hari itu saya sedang bekerja Rumah Makan 33 di Jalan Gajahmada, Pontianak. Ketika itu saya sedang membungkus nasi pesanan seorang ibu, tibatiba ada suara panggilan, yang memanggil saya dengan sebutan kakak. Rupanya dua anak SMA. Mereka memakai pakaian seragam pramuka. Dua pelajar ini memesankan minuman. Saya mengambilkan minuman dingin yang ada di kulkas, dan menyodorkan minuman kepada keduanya. Setelah itu saya agak menjauh. Sementara itu, dua pelajar ini bercerita-certa tentang pengalaman-pengalaman keseharian mereka ketika magang. Mendengar mereka bercerita tentang pendidikan saya pun menghampiri lagi. Awal-awalnya saya hanya diam-diam saja sambil duduk-duduk di samping mereka. Mau kenalan ada rasa-rasa malunya. Tapi saya kepikiran dengan kata-kata Bang Rozi. Dia pernah bilang, malu itu jangan selalu dipelihara dalam hidup kita. Kalau malu itu dipelihara maka kita tidak bisa berkembang dan maju. Akhirnya saya pun berusaha bertanya sedikit demi sedikit kepada dua orang pelajar. Kami pun saling berkenalan. Agus dan Dini. Mereka bersekolah di sebuah SMK di Pontianak, kelas 2. Saat ini sedang magang di sebuah media. Mereka mengambil jurusan Desain Komputer. Mereka memang hebat, berani mengambil jurusan Desain Komputer. “Bukankah jurusan Desain Komputer itu sangat-sangat susah?” pancing saya. Mereka menjawabnya dengan santai dan enjoy, “Tidak juga, Kak,” kata Agus menjawab pertanyaan saya. Agus dan Dini pun sangat banyak bercerita kepada saya. Padahal saya baru saja kenalan dengan Agus dan Dini. Mereka dua kayak sudah akrab dengan saya. Tanpa saya bertanya kepada Agus dan Dini, mereka berdua langsung menjelaskan kepada saya. Tapi saya menangkap ada galau pada diri mereka. “Tak taulah masa depan kami mau jadi apa ke depannya Kak,” kata Agus. “Mau melanjutkan kuliah, jurusan kami tidak ada di Pontianak ini. Terpaksa kalau kami mau kuliah kami harus kuliah ke Bandung atau ke Jogyakarta. Hanya di sana baru anda jurusannya”. Menurut Agus dan Dini rencananya mereka berdua tidak melanjutkan kuliah. Karena menurut Agus mau melanjutkan kuliah di luar kota susah. Biayanyanya sangat mahal, mereka tidak mampu untuk mencari biaya untuk melanjutkan pendidikannya. Kasihan, bukan? (*)

Air Dibutuhkan Oleh: Sulistia Ningsih Musim kemarau di Pontianak khususnya di Jalan Kom Yos Sudarso tidak hanya menganggu pada saluran pernapasan dikarenakan debu yang berterbangan, tetapi juga membuat resah masyarakarakat setempat yang menggunakan air hujan sebagai salah satu alat pemenuhan kebutuhan. Masyarakat menjadi kesusahan untuk menggunakan air hujan sehingga banyak yang menganti air hujan dengan air galon, dan yang pastinya menggeluarkan sebagian uang untuk membeli air. Sebagian dari mereka ada yang meminta air hujan pada tetangga atau orang terdekat. Masyarakat yang tidak menggunakan air ledeng juga menghadapi masalah karena air sungai, parit, dan sumur yang selama ini digunakan kering. Kekerangan air di sungai, parit, dan sumur membuat sebagian masyarakat terganggu dalam melaksanakan aktifitas mereka. Kemarau juga bisa mengakibatkan air sungai dan sejenisnya menjadi asin atau payau, sehingga membuat sabun tidak begitu berkerja dengan baik. Badan menjadi lengket. Ibu Atiek salah satu warga Jeruju yang masih memiliki persediaan air mengaku cemas jika sampai bulan-bulan ini hujan belum turun. Beberapa hari yang lalu hujan sempat datang di kawasan Jeruju ini tetapi hanya gerimis dan mendung saja, hujan yang lebat belum ada. Seandaian hujan lebat datang di kawasan ini airnya juga belum bisa di manfaatkan dikarenakan debu – debu yang bercampur dengan air hujan, sehingga air terlihat tidak jernih dan akan memperngaruhi rasa air tersebut. (*)

Borneo T Tribune

2

Sampaikan Keluhan Masyarakat

Pemkab Luncurkan SMS Centre

Borneo Tribune, Sukadana Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dalam waktu dekat akan meluncurkan fasilitas komunikasi yang menghubungkan antara masyarakat dan sang kepala daerah. Dikatakan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kayong Utara Drs. Joni Tarigan, Pemkab menyiapkan satu layanan khusus Short Massage Service (SMS) yang dapat dijadikan sebagai fasilitas untuk menyampaikan segala bentuk keluhan terkait pelayanan pemerintahan

dan pembangunan yang dialami masyakat. ”Saat ini dibuka layanan aduan masyarakat melalui sms, dan pesan tersebut akan langsung diterima oleh bupati,” kata Joni saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (25/2). Dikatakan Joni, nomor yang dapat dipergunakan sebagai nomor tujuan 082254508212 dimana nomor tersebut hanya dapat menerima sms dan tidak menerima panggilan telpone. ”Silahkan sampaikan di nomor tersebut, dan diharapkan keluhan yang disampaikan tidak berupa

berita bohong atau fitnah,” pesannya. Di nomor tersebut, lanjut Joni juga dapat dijadikan tempat untuk menyampaikan kritik dan saran, sehingga selain memberikan keluhan atas pelayanan pemerintah, juga dapat memberikan gambaran kedepan seperti apa yang sebaiklnya dilakukan termasuk memberikan pilihan solusi atas permasalahan yang diadukan tersebut. ”Untuk saat ini kami baru menerima layanan sms, dan ke depan akan dilakukan upaya penam-

bahan layanan call centre,” imbuhnya. Salah satu alasan belum dapat dibuka layanan call centre dikarenakan di Kayong Utara sampai saat ini belum tersedia layanan telepon kabel sehingga menyulitkan saat dibuka layanan call centre tersebut. Namun demikian, Kabag Humas dan Protokol ini memastikan keefektifan layanan tersebut dimana pihaknya akan menyebar brosur dan spanduk ke seluruh desa dan kecamatan yang berisikan informasi tersebut sehingga dipastikan semua

lapisan masyarakat dapat mengetahui informasi itu dan dapat menyampaikan keluhan, kritik dan saran langsung kepada bupati dan wakilnya. Sementara itu, Safiun warga desa Tanjung Satai menyambut baik dengan adanya layanan sms centre tersebut dan diharapkan layanan itu benar-benar dapat langsung diterima dan diambil langkah oleh bupati dan wakil sebagai tindaklanjut sms yang dikirim. ”Semoga langsung dapat respon dan tidak ditunda-tunda lagi,” katanya. (DL).

Salah satu contoh spanduk yang akan disebarkan ke masyarakat agar masyarakat tahu tentang nomor SMS centre pengaduan, kritik dan saran. FOTO: Abdul Khoir/Borneo Tribune

KPU Belum Terima Surat Suara Borneo Tribune, Sukadana Hingga minggu terakhir Februari, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kayong Utara sampai saat ini belum menerima

kiriman logistik pemilu berupa surat suara. Hal tersebut disampaikan Ketua KPU KKU H. Dedy Efendy SH saat dikonfirmasi, Selasa (25/ 2) yang menyampaikan

bahwa pihanya belum menerima surat suara pemilu. ”Biasanya logistik KKU sama dengan Ketapang, dan mungkin ini akan dikirim sama-sama

dengan logistik KPU Ketapang,” kata Dedy. Namun dirinya membenarkan sebelumnya sudah datang logistik lain seperti sampul, kotak suara, fotmulir termasuk

tinta. ”Kabupaten lain di perhuluan sudah dikirim, mungkin diprioritaskan wilayah perhuluan terlebih dahulu,” kata Dedy. (DL).

Asap Kembali Menebal, Dinkes Himbau Pergunakan Masker Borneo Tribune, Sukadana Kabut asap di Sukadana dan sekitarnya beberapa hari terakhir kembali menebal, alhasil kualitas udara pun menurun sehingga Dinas Kesehatan menghimbau masyarakat

untuk mempergunakan masker jika keluar rumah. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Agus Rudi Suandi mengatakan belum lama ini, bahwa kabut asap yang ada di Kayong Utara mulai menebal walau sejatinya sumber asap

bukan dari KKU namun kiriman. Apapun penyebab dan asalnya, namun jika kondisi asap menebal dan mulai dirasakan mengkhawatirkan diharapkan masyarakat untuk mempergunakan masker dan

mengurangi untuk beraktivitas di luar rumah. Pihanya juga menyampaikan, di seluruh puskesmas sudah disediakan masker untuk masyarakat guna mengantisipasi kabut asap. ”Sudah disiapkan masker di setiap puskesmas dan

dipersilahkan untuk mengambil,” tambahnya. Dari data yang dihimpun, Dinas Kesehatan mempersiapkan lebih dari 80 ribu masker yang disebar ke seluruh puskesmas, puskesdes dan pustu. (DL).

KPU Siapkan Tempat Susu Borneo Tribune, Bengkayang Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bengkayang telah menyaipkan dua tempat untuk mengamankan logistik pemilu mulai dari kotak suara, bilik suara hingga surat suara. ”Ada dua tempat yang kita siapkan, pertema di gudang KPU serta

digedung Pesparawi Bengkayang,” demikian dijelaskan Martinus Khiu, Ketua KPU Kabupaten Bengkayang. Khiu menjelaskan, sejauh ini sebagian besar logistik pemilu telah ada di Gudang KPU, terutama logistik berupa kota dan bilik suara. ”Logistik berupa Surat suara dimungkinkan akan

tiba di Bengkayang pada hari Kamis atau Jumat pekan ini,” kata Khiu. Ia menambahkan, saat ini KPU Provinsi Kalimantan Barat telah menerima surat suara dan sebagian sudah disalurkan terutama Kabupaten yang berada di wilayah timur. ”Kapanpun surat suara itu disalurkan kita sudah untuk menerima dan

menampungnya,” jelas Khiu. Terkait dengan fungsi masing masing gedung yang akan digunakan, khiu mengungkapkan, untuk gudang KPU dijadikan sebagai tempat pertama. Pada tempat ini akan dilakukan sortir logistik. ”Termasuk mensortik logistik logistik yang tidak

layak digunakan,” katanya. Setelah di sortir, semua logistik itu akan dibawa ke pesparawi untuk dilakukan pemilihan sesuai dengan tempat dimana TPS. ”Dua lokasi ini kami rasa sangat tepat dan tentunya terus dalam pengawasan kami,” jelas Khiu. (Mu)

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Direktur: Emiliana Sekretaris Direksi: Erika Sudiardjo Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Pimred: Hawad Sriyanto Wapimred: Yusriadi Sekretaris Redaksi : Aulia Marti Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering, Hairul Mikrad. Redaktur Pelaksana: Ukan Dinata. Wartawan Senior: Andry, Budi Rahman, Agus Wahyuni Wartawan: Andika Lay, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Jubeironi, Slamet Ardiansyah. Staf Redaksi: Fahmi Ichwan, M Taufik, Fery Ade putra, Yulan Mirza.Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Bengkayang: Mujidi, www.borneotribunecom Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). Singkawang: Rudi Hariyanto Alamat: Jl. Manggis Rt 026/Rw 009 Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah. TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Aditya ( 085349867788 ). Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Fahri (085750296539 ) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2.Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Biro Kayong Utara : Abdul Khoir. Umum Fitriyana, Ardiansyah. Percetakan/IT: (Manajer) Iwan Siswanto, (Wakil Manajer) Supriyanto, Rustam. Marketing: (Manajer) Hesty Yosana, Kusnan, Aldi C.Sirkulasi : M. Danny, Mulawarman Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Keuangan: Jumi Erlinasari,Linda, Husada Muin. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Asisten Dirut: Khairoedin Pasaribu. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com

Borneo Tribune


CMYK

Pemilu 2014 www.borneotribune.com

Borneo Tribune

03

Rabu, 26 Februari 2014

Suara Sah Pemilu 2014

KPU Kota Pontianak Ajak Samakan Persepsi Borneo Tribune, Pontianak Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pontianak, Sujadi menghimbau agar dalam pelangsanaan pemungutan suara pada hari H Pemilu 2014, yaitu 9 April nanti agar menghindari adanya perdebatan antara petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan dengan para saksi-saksi utusan dari partai politik peserta Pemilu. Demikian hal ini dilontarkan Sujadi kepada Komisi A DPRD Kota Pontianak yang melakukan kunjungan kerja ke KPU, terkait persiapan Pemilu 2014, Selasa (24/2) kemarin.

S

ujadi mengatakan, dengan adanya persamaan persepsi antara petugas TPS dan para saksi, dari Parpol tentang suara sah dan suara tidak sah ini dipandang sangat perlu. Mengigat hal ini penting untuk kelancaran proses perhitungan suara yang dilakukan di setiap TPS.

”Kami sangat berharap kepada para saksi ini oleh Parpol yang mengutuskannya, ada kesamaan presepsi tentang suara sah dan suara tidak sah, dengan para petugas TPS. Agar dalam perhitungan suara dapat berjalan lancar dan tidak menjadi bahan perdebatan,”ungkap Sujadi. Menurutnya, KPU kepada para petugas dilapangan khususnya para petugas TPS telah

melakukan sosialisasi, termasuk sosialisasi terkait suara sah dan suara tidak sah. Hal ini dimaksudkan agar suara pilihan masyarakat yang telah diberikan. Tidak menjadi sia-sia. ”Kita ingin menangkap kemana pikiran para pemilih agar suara pemilih ini dapat sah. Namun tetap masuk dalam peraturan yang berlaku,”ujarnya. Ketua KPU Kota Pon-

tianak ini mencontohkan suara sah masyarakat yang melakukan pencoblosan yaitu di dalam satu surat suara terdapat 2 kali pencoblosan namun masih dalam satu kolom partai. Dengan mencoblos 2 nama atau nomor urut. “Nah bila terjadi seperti itu, maka surat suara tersebut sah. Dan hasil suaranya dilihat dulu lari kemana, dan biasanya bila seperti itu hasil suaranya akan masuk ke partai, namun kalau dia hanya 1 coblosan maka suara akan masuk ke Caleg,”paparnya. Hal sebaliknya lanjut Sujadi, bila tanda coblosan dari pemilih lebih dari satu dan terdapat di 2 kolom atau 2 partai maka suara tersebut dianggap tidak sah. ”Nah hal-hal seperti inilah yang perlu disingkrongkan antara petugas TPS kami dengan para saksi dari partai peserta Pemilu,”tandasnya. (Slt)

Komisi A DPRD Kota Pontianak bersama KPU serta instansi terkait saat melakukan dialog dalam kesempatan Kunker terkait persiapan penyelenggaraan Pemilu 2014 oleh KPU, Foto Slamet Ardiansyah/ Borneo Tribune.

Dewan Pantau Persiapan KPU Kota Pontianak Borneo Tribune, Pontianak Untuk menjalankan fungsi pengawasan, Komisi A DPRD Kota Pontianak, Selasa (25/2) melakukan kunjungan Kerja (Kunker) ke Kantor KPU guna melihat langsung kesiapan, pihak penyelenggara Pemilu tersebut menjelang Pemilu 2014. Dipimpin oleh Ketua Komisi A DPRD Kota Pontianak, H Nanang Setia Budi beserta 7 anggotanya, Komisi A di terima Langsung oleh Ketua KPU Kota Pontianak Sujadi beserta 4 komisioner KPU Kota Pontianak. Dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak saling berbagi informasi dengan melakukan dialog terkait segala kesiapan menghadapi Pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota 2014. Ikut hadir dalam pertemuan tersebut, Panwaslu, Kesbangpol, Pol PP Sekertaris KPU Kota Pontianak dan instansi terkait. ”Kami menjalankan fungsi kami, pertama ada fungsi penganggaran. Karena disini ada dana APBD yang kita anggarakan dan fungsi kami yang lainnya adalah fungsi pengawasan dan fungsi legeslasi,”ujar ketua Komisi A DPRD Kota Pontianak kepada awak media saat ditemui usai melakukan dialog. Sehingga lanjut Setia Budi, tentu perlu pihaknya sebagai wakil rakyat yang akan menghadapi pesta Pemilu legislatif seIndonesdia, melihat langsung bagaimana kesiapan KPU Kota Pontianak yang sudah dianggarakan di APBD Kota Pontianak ini bisa menjalankan tugasnya dengan baik. ”Dan sejauh mana tugas yang sudah mereka jalankan. Tentu kesiapan ini yang hanya tinggal sekitar

CMYK

30-40 hari lagi. Diharapkan dari kenerja KPU semuanya dapat berjalan dengan baik,”ujarnya. Menurut Setia Budi, distribusi-distribusi yang telah ditugaskan atau diamanatkan kepada KPU ini telah terdistribusi dengan baik. Ditanya masalah adanya permasalahan kurangnya dana bagi oprasional keseluruhannya di KPU, Ketua Komisi A ini menjelaskan, dana yang dianggarkan tersebut memang tidak bisa secara penuh memuaskan. “Karena menyangkut PAD kita juga. Namun tentu hal ini karena sudah hasil ketok palu, bagaimana juga harus dijalankan tugas dan kegiatan ini. Dan hasil dari dialog yang telah dilakukan dengan KPU, akan kami sampaikan kepada pemerintah kota, mungkin ada dana-dana yang bisa terbantu untuk menutupi kekurangan dana bagi oprasional KPU,”ujarnya. Walau bagaimanapun, Setia Budi menilai KPU Kota Pontianak dengan kekurangan dana ini dalam menjalankan tugasnya cukup baik. “Kalau saya lihat sudah baik ya, kinerja KPU tentu dengan melakukan kerjasama dengan instansi-isntansi yang di pemerintah kota. Dengan dana yang minim mereka tetap bekerja dengan semangat, dan ini yang perlu kita garis bawahi, mereka betul-betul menjalankan amanah yang dibebankan pemerintah dan masyarakat kepada mereka sebagai pelaksanaan Pemilu ini,” ujarnya. Sementara itu ditemui diruangannya, Ketua KPU Kota Pontianak Sujadi kepada awak media mengatakan, dalam dialog yang dilakukan bersama Komisi A tersebut pihaknya menjelaskan kesiapan dalam

menghadapi Pemilu. ” Mereka datang ini ingin melihat kesiapan kita dari penyelenggaraan Pemilu 2014 nanti. Yaitu kesiapan logistik, data pemilih, penyiapan petugas PPK dan PPS serta KPPS, mekanisme perhitungan suara, rekapitlasi sampai pemberian hak suara. Ya sebagai salah satu yang membidangi pemerintahan, Komisi A ini ingin melihat kesiapan dan apa saja kendala-kendalanya, “ paparnya. Melalui dialog lanjut Sujadi, Komisi A DPRD Kota Pontianak dalam kunjungan juga ingin mengetahui langkah-langkah atau solusi apa yang KPU ambil supaya Pemilu ini bisa terlaksana dengan aman, damai dan lancar di Kota Pontianak. ”Fungsi dewan itukan adalah pengawasan. Dan memang seharusnya setiap pelaksanaan Pemilu itu dewan melakukan fungsi pengawasan terhadap tahapantahapan pada penyelenggaraan Pemilu. Seperti kemarin kita baru saja menyelenggarakan Pilwako. Setiap tahapan itu seharusnya dilakukan monitoring dan evaluasi,”ujarnya. Menurut Sujadi selama ini pihaknya yang selalu melapor ke dewan, “dan sepengetahuan saya dari tahun 2004 hingga hari ini dewan belum pernah datang berkunjung ke KPU dalam kontek melakukan pengawasan, mengevalusi dan melakukan monitoring palaksanaan tahapan penyelenggaraan Pemuli. Untuk itu saya bersukur hari ini mereka bisa hadir dan kita jelaskan tahapan yang telah kita lakukan serta segala permasalahan yang ada. Dengan harapan harapan kedepannya akan ada perbaikan-perbaikan dalam penyelenggaraan Pemilu,”tandasnya. (Slt)


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Belasan Sajam dan Senpi Ditemukan di Pelabuhan

CMYK

Polisi temukan belasan sajam dan satu senpi milik penumpang Kapal FOTO:Achmad Mundzirin/Borneo Tribune

Borneo Tribune, Pontianak Sebanyak 12 senjata tajam dengan berbagai jenis serta satu unit senpi jenis senapan angin, berhasil ditemukan dan diamankan Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan Laut (KP3L) Pontianak, ketika melakukan razia, guna mengantisipasi aksi kriminalitas di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Senin (24/2) kemarins sekitar pukul 20.30 Wib kemarin. Razia yang dilakukan

oleh KP3L Pontianak ini pun didampingi oleh pihak KPLP serta Syahbandar, di mana razia ini bertujuan untuk menekan angka tindak kriminalitas di kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak, khususnya area 02 jalur penumpang yang hendak keluar masuk antar Provinsi. Satu persatu penumpang langsung diperiksa belasan anggota KP3L yang dipimpin langsung oleh Kapolsek KP3L AKP Firdaus dan pi-

hak KPLP, al hasil dari pemeriksaan terhadap ratusan penumpang itu, KP3L berhasil menemukan 12 senjata tajam (sajam) dan satu senpi jenis senapan angin, semuanya barang – barang bahaya itu pun langsung diamankan di Mapolsek KP3L. Kapolsek KP3L AKP Firdaus saat ditemui di Mapolsek KP3L, dirinya mengatakan bahwa razia yang dilakukannya tersebut, merupakan suatu kegiatan ru-

tin untuk mengantisipasi tindak kriminalitas di wilayah hukum Polsek KP3L, khususnya kali ini targetnya di area 02 Pelabuhan Dwikora yang merupakan jalu penumpang. “ Sebanyak 12 sajam dan satu senpi jenis senapan angin kita berhasil amankan di area 02, di mana para pbarang – barang berhaya ini kita temukan dari seumlah penumpang,” ungkap Kapolsek KP3L AKP Fiordaus. Lanjut AKP Firdaus, sejumlah sajam dan senpi tesebut ditemukan, ketika pihaknya melakukan pemeriksaan dan ada juga yang menyerahkan kepada pihaknya, setelah diberikan imbauan. “ Saya tadi sebelum melakukan razia saya memberikan imbauan kepada seluruh penumpang, ntuk menyerahkan sajam jika ada yang membawa, dan ada beberapa yang menyerahkan secara langsung, ada juga yang ditemukan ketika dilakukan pemeriksaan,” jelasnya. Dengan temua banyaknya sajam dari tangan penumpang Pelabuhan Dwikora Pontianak yang hendak berangkat ke Pulau Jawa saat itu, Firdaus akan mengagendakan razia rutin di area 02 tersebut, guna tidak ada lagi ditemukan penumpang yang membawa barang – barang berbahaya. “ Kita akan rutinkan kegiatan ini, kalau kalau hanya sekali atau dua kali melaku-

kan razia, tidak akan efektif mencegah para penumpang membawa barang – barang bahaya, maka dari itu perlu dilakuan secara rutinitas”tambahnya. Hal – hal yang diantisipasi dengan temuan barang berbahaya tersebut, Firdaus mengatakan, guna tidak disalah gunakan penumpang. “ Misalnya saja ada cek cok antar penumpang, kemudian sajam yang yang dibawa itu digunakan saat cek cok, kan ini berbahaya, bukan hanya membahayakan penumpang yang cek cok saja, melinkan penumpang lainnya juga dibahayakan, maka dari itu kita sita dan kita amankan, begitu juga dengan senpinya,”ujar Firdaus lagi. Lebih jauh lagi Firdaus mengatakan, pihaknya juga sudha memasang imbauan di pelabuhan area 02, untuk tidak membawa sajam, senpi serta miras, karena hal tesebut dilarang untuk di bawa dalam keberangkatan saat di dalam Kapal. “ Kita sudah pasang imbauan bahwa penumpang itu tidak boleh membawa sajam, senpi dan miras, jadi saya harap para penumpang tidak membawa hal tersebut, dan apabila ditemukan dikemudian hari tanpa menyerahkan pihak kami terlebih dahulu, maka kami akan proses hukum sesuai UU yang berlaku, karena untuk sajam dan senpi bisa dijerat dengan UU darurat,”imbaunya.(Zrn).

Persit dan Dharma Pertiwi Dibekali Ilmu Pemberdayaan Perempuan Borneo Tribune, Kubu Raya Dalam rangka rangkaian kegiatan HUT Ke-68 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) dan HUT Dharma Pertiwi Ke-50 dilaksanakan ceramah tentang pemberdayaan perempuan yang disampaikan Kepala BP3AKB Kalbar Ir Anna Verdiana Imam Kalis, MP di Aula Makodam XII/Tpr Jalan Mayor M. Alianyang Kabupaten Kubu Raya, Senin (24/2). Kepala BP3AKB Kalbar Ir Anna Verdiana Imam Kalis mengatakan, pengertian Gender adalah perbedaan peran Laki-laki dan Perempuan yang dibentuk dan dibuat serta dikontruksikan oleh masyarakat dan dapat berubah sesuai perkembangan jaman. Subordinasi artinya, suatu penilaian atau anggapan bahwa suatu peran yang dilakukan oleh satu jenis kelamin lebih rendah dari yang lain. ”Nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, juga telah memisahkan dan memilahmilah peran-peran gender, laki-laki dan perempuan. Perempuan dianggap bertanggung jawab dan memiliki peran dalam urusan domestik atau reproduksi, se-

mentara laki-laki dalam urusan public atau produksi,” kata Anna Verdiana Imam Kalis. Dikatakannya, skesadaran baru yang diperoleh tentang gender, dan membuat mereka berpendapat, seharusnya pengetahuan tentang gender harus diberikan kepada laki-laki juga, sehingga muncul kesadaran gender. Oleh karenanya, pesertarakan memulai dari suaminya. Perubahan, terutama menyangkut masalah keadilan gender memang tidak bisa dilakukan dalam sekejapmata, namun merupakan proses yang harus terus dilakukan. Berbicara tentang ketidakadilan gender, bukan kemudian menghadapkan lakilaki dan perempuan sebagai lawan, namun melawan terhadap ketidakadilan yang terjadi akibat pembakuan peran gender dalam masyarakat patriarkis. ”Kekerasan (violence) adalah suatu serangan (assault) terhadap fisik maupun integritas mental psikologis seseorang. Kekerasan terhadap manusia ini sumbernya macam-macam, namun ada

Plakat Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD XII Ny Qurida Ibrahim Saleh memberikan Plakat kepada Kepala BP3AKB Kalbar Ir. Anna Verdiana Persit usai memberikan ceramah kepada Pengurus Persit dan Pengurus Dharma Pertiwi. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

salah satu jenis kekerasan yang bersumber anggapan gender,” jelasnya. Kekerasan ini disebut sebagai “Gender-related Violence “, yang pada dasarnya disebabkan oleh kekuasaan. Berbagai macam dan bentuk kejahatan yang bisa dikategorikan kekerasan gender ini, baik dilakukan di tingkat rumah tangga sampai ditingkat negara, bahkan dari tafsiran agama. Dijelaskannya, ketidakadilan gender merupakan bentuk perbedaan perlakuan berdasarkan alasan gender, seperti pembatasan peran, penyingkiran atau pilih kasih yang mengkibatkan terjadinya pelanggaran atas pengakuan hak asasi, persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, maupun hak dasar dalam bidang sosial, politik, ekonomi, budaya dan lain-lain. ”Bentuk-bentuk ketidakadilan gender itu antara lain peminggiran (Marginalisasi), penomorduaan (Subordinasi), pelebelan (Stereotip), kekerasan (Violence), beban kerja berlebihan (Multiple Burden),” ujarnya. (Lay).

4

Hingga 2015 Ratusan Guru Pensiun Borneo Tribune, Putussibau Diperkirakan sekitar 500-an orang guru akan pensiun hingga tahun 2015 mendatang, kondisi ini tentunya membuat dunia pendidikan di Bumi Uncak Kapuas kehilangan banyak guru, sementara guru yang tersedia saat ini masih sangat jauh dari cukup, rata-rata Sekolah Dasar yang berada di daerah pelosok kekurangan Guru dan hal tersebut selalu menjadi keluhan masyarakat. “ Dengan adanya guru yang pensiun mendatang jumlahnya hampir 500-an guru tentunya ini menjadi “PR” tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Kapuas Abang M Nasir Hulu, ucap Bupati Kabupaten Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir, saat membuka Porseni se-Kecamatan Putussibau Selatan belum lama ini. Menurut, Nasir saat ini Pemerintah daerah tidak ada diberikan kewenangan dalam pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dan tenaga honor. Kewenangan tersebut ada di Pemerintah Pusat, namun Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu sudah berkali-kali mengajukan permohonan dengan kondisi kekurangan guru yang terjadi di Kapuas Hulu. “Pngangkatan dan penerimaan Pegawai saat ini sagat sulit, dengan kouta formasi saja kemarin tidak mencukup untuk wilayah Kapuas Hulu, namun kita tidak ada kewenangan untuk hal itu, daerah hanya mengajukan sementara kewenangan penuh ada di pusat,dan untuk menghadapi ratusan guru yang akan pensiun ini menjadi persoalan serius bagi Kapuas Hulu.”pungkasnya. (Timo)

Kapuas Hulu Miliki 133 Desa Sangat Tertinggal Borneo Tribune, Putussibau Tidak bisa dipungkiri Kabupaten Kapuas Hulu yang memiliki wilayah sangat luas salah satu faktor yang menghambat pemerataan pembangunan. Luas wilayah tersebut menjadi persoalan serius yang di hadapi Kabupaten Kapuas Hulu dalam melaksanakan roda pembangunan. Bahkan ratusan desa saat ini kondisinya masih sangat memperihatinkan dan sangat tertinggal. “ Kapuas Hulu ini sebagai Kabupaten Tertinggal dimana terdapat 133 desa sangat tertinggal dan 34 desa tertinggal, salah satu penyebabnya dikarenakan Agus Mulyana luas wilayah yang sangat luas,”ucap Wakil Bupati Kapuas Hulu, Agus Mulyana saat kunjungan Komite I DPD RI di calon Kabupaten Banua Landjak, belum lama ini. Dikatakan Agus, dalam pelaksanaan pembangunan di daerah wilayah Kabupaten Kapuas Hulu terdapat tiga isu startegis yaitu Kapuas Hulu sebagai Kabupaten perbatasan dimana terdapat 7 kecamatan yang berbatasan langsung dengan negara Malayasia, Kapuas Hulu sebagai Kabupaten Konservasi dimana 51,21 persen dari luas wilayah merupakan kawasan yang berfungsi sebagai lindung atau konservasi, dan Kapuas Hulu sebagai kabupaten tertinggal terdapat 133 desa sangat tertinggal dan 34 desa tertinggal. Sementara, lanjut Agus luas Kapuas Hulu keseluruhan seluas 31.162,75 kilometer persegi, yang merupakan 20,33 persen dari luas provinsi Kalimantan Barat, luas wilayah tersebut dibandingkan dengan jumlah penduduk sebanyak 254.062 jiwa, sehingga rata-rata kepadatan penduduk 8 orang perkilometer persegi. Secara administrasi kabupaten Kapuas Hulu dibagi menjadi 23 kecamatan 4 kelurahan dan 278 desa. “ Ini gambaran kondisi Kabupaten Kapuas Hulu yang memiliki wilayah sangat luas, dan menjadi kendala dalam pelaksanaan pembangunan sehingga sampai saat ini masih terdapat ratusan daerah sangat tertinggal,”cetusnya. (Timo)

TVS Pontianak

: 0853 9320 2778

TVS Ketapang

: 0852 4945 5790

TVS Pinoh

: 0813 4557 8321

TVS Merdeka Motor PTK : 0821 5030 6989

TVS Rasau

: 0853 9355 5508

TVS Sintang

: 0812 5746 6666

TVS Putussibau

: 0821 5125 9567

TVS Tepuai

TVS Singkawang

: 0857 5069 6740

TVS BM Sintang

: 0852 5260 1948

TVS Anugrah Sekadau

: 0813 4540 2238

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS

: 0813 4528 6562

CMYK

Rabu, 26 Februari 2014


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Rabu, 26 Februari 2014

5

Kabupaten Pontianak Layak Miliki Pelabuhan Peti Kemas Borneo Tribune, Mempawah Secara umum pelabuhan yang ada di Kalimantan Barat, seperti pelabuhan di Pontianak, Ketapang, Pemangkat, dan Singkawang merupakan pelabuhan alam yang berada di dalam sungai. Seiring dengan berjalannya waktu, pelabuhan alam yang berada di dalam sungai ini lambat laut mengalami peningkatan sedimentasi yang berakibat pendangkalan sungai.

Sedimentasi itu sendiri merupakan proses masuknya muatan sedimen ke dalam suatu lingkungan perairan tertentu melalui media air dan diendapkan di dalam lingkungan tersebut. Jika itu terjadi di daerah aliran sungai, maka proses pendangkalan akan menumpuk di muara sungai. Pendangkalan sungai ini tentu saja berdampak buruk terhadap terbatasnya ukuran kapal yang masuk.

Menurut tinjauan teoretis yang disampaikan, Akhmadali, Dosen Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak, draf kapal yang bisa masuk ke Pelabuhan Pontianak hanya 4,5 meter. Dengan besaran draf yang demikian maka ukuran kapal yang masuk ke Pelabuhan Pontianak idealnya di bawah 5000 DWT. Sementara untuk kapal kontainer berkapasitas 30.000 DWT atau

yang biasa mengangkut 2000 kontainer ukuran 20’, memerlukan kedalaman 11,1 meter. “Dilihat dari kondisi yang ada tersebut, pengembangan pelabuhan sungai untuk melayani kapal kontainer bisa dikatakan sudah tidak ekonomis lagi. Menurut saya solusi dari persoalan ini adalah diperlukannya pelabuhan laut yang dapat menyediakan kedalaman di atas 10 meter,” kata Akhmadali saat

memberikan pemaparan tentang perencanaan struktur dermaga Pelabuhan Mempawah, di Gedung Kartini, Mempawah, belum lama ini. Dilihat dari segi geografik dan ketersediaan infrastruktur jalan, Akhmadali menilai posisi Kabupaten Pontianak sangat strategis. Di mana wilayah hulu yang tidak memiliki pantai, seperti Kabupaten Landak, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau, Kabupaten

Indikasi Korupsi Cetak Sawah

Wira : Kekurangan Luas Lahan Tidak Disengaja, Karena Proses Pengukuran Secara Manual Borneo Tribune, Kubu Raya Menanggapi mengenai adanya tudingan-tudingan indikasi korupsi terhadap Lahan Cetak Sawah tahun 2013 di Desa Medan Mas Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya yang merupakan program Nasional yang dikucurkan oleh pemerintah pusat melalui APBN sebesar 500 juta rupiah tersebut yang disinyalir adanya praktek sim salabim oleh pi-

hak yang bertanggung jawab. Menanggapi permasalahan tersebut, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Sari Desa Medan Mas Kecamatan Batu Ampar, Wira melalui via seluler pribadinya menjelaskan ada dua kelompok tani yang mengelola lahan yang dibuka seluas 50 hektar sesuai dengan perencanaan melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.Kubu Raya,

melalui swakelola ataupun pemberdayaan masyarakat tani sekitar, dibuatlah pengajuan untuk mendapatkan program pemerintah pusat tersebut. ”melalui proposal yang kita buat, melalui Distanak KKR, direkomendasikanlah pengajuan tersebut oleh pusat dan akhirnya kelompok tani kita mulai membuka lahan,” katanya, Selasa (25/2).

Ia menjelaskan, sebelumnya direncakan empat kelompok tani yang akan menggarap lahan yang direncanakan, namun hanya dua kelompok tani saja yang terkena realisasinya. “pertimbangan lahan yang terkena hanya pada 2 kelompok saja, maka baru dua gapoktan saja yang mendapatkan kesempatan untuk mengelola lahan cetak sawah itu,” tuturnya.

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BADAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH Jl. Ahmad Yani Komplek Kantor Gubernur Lt. III Telp. (0561) 764616 Fax. (0561) 764616 P O N T I A N A K

Kode Pos 78124

PENGUMUMAN NOMOR : 660.1/06/BLHD - A/2014 TENTANG PERMOHONAN IZIN LINGKUNGAN RENCANA KEGIATAN PERKEBUNAN (LUAS AREAL : ± 13.840 HA) DAN PABRIK PENGOLAHAN KELAPA SAWIT (KAPASITAS PABRIK 60 TON TBS/JAM) OLEH PT. DUMAI INTI UTAMA DI KECAMATAN TERIAK KABUPATEN BENGKAYANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT Sehubungan dengan Pasal 44 dan Pasal 45 Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan, dengan ini diumumkan bahwa PT. Dumai Inti Utama telah mengajukan permohonan Izin Lingkungan kepada Gubernur Kalimantan Barat sesuai Surat Direktur Utama PT. Dumai Inti Utama Nomor 005/LGL/DIU-Kanwil-EKS/XII/2013 tanggal 30 Desember 2013 perihal Mohon Penerbitan Ijin Lingkungan PT. Dumai Inti Utama. Adapun keterangan lebih lanjut tentang PT. Dumai Inti Utama adalah sebagai berikut : 1. Nama Perusahaan 2. Jenis Usaha dan/atau Kegiatan 3. Penanggung Jawab 4. Alamat Kantor 5. Lokasi kegiatan

: PT. Dumai Inti Utama : Perkebunan (Luas Areal : ± 13.840 Ha) dan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (Kapasitas Pabrik : 60 Ton TBS/Jam) : Direktur Utama : Menara Palma JI. H.R. Rasuna Said Blok X2 Kav. 6 Lt. 27 Jakarta Selatan 12950, Telp: (021) 57957575 : Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat

Kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit oleh PT. Dumai Inti Utama tersebut diperkirakan dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif terhadap komponen lingkungan yaitu : geofisik-kimia, biologi, sosial, ekonomi, budaya dan kesehatan masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut, masyarakat dapat memberikan saran, tanggapan dan pendapat atas permohonan Izin Lingkungan rencana usaha dan/atau kegiatan dimaksud kepada Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Kalimantan Barat, atau melalui wakil masyarakat yang terkena dampak dan/atau organisasi masyarakat yang menjadi anggota Komisi Penilai AMDAL Provinsi Kalimantan Barat, paling lambat 10 hari kerja setelah pengumuman ini di publikasikan. Pontianak, 8 Januari 2014

Wira mengatakan, masing-masing gapoktan yang telah terbentuk yaitu dalam satu kelompoknya berkisar 20 sampai 25 kepala keluarga masing-masingnya. Menurutnya, selaku pengelola lahan yang baru dibuka tersebut luas lahan memang benar sebelumnya seluas 45 hektar saja, hal tersebut terkendala karena pada saat pengukuran luas wilayah, masyarakat sekitar hanya menggunakan metode pengukuran manual bukan menggunakan alat canggih yang secara digital dapat mengukur secara tepat. ”Kita akui kendala pengukuran yang mengakibatkan luas lahan meleset dari perencanaan sebelum,” akuinya. Namun, Wira menuturkan kedua gapoktan yang bertanggung jawab dalam mengelola lahan tersebut telah menyelesaikan kekurangan lahan yang diakibatkan salah pengukuran itu. “Kita telah lakukan perluasan mengenai lima hektar yang masih kurang itu, dan sekarang kondisinya telah selesai dikerjakan dan posisi lahan tersebut masih satu rumpun dari lahan 45 hektar sebelumnya,” tungkasnya. Dia menambahkan, dengan adanya laporan masyarakat yang mengatakan luas lahan yang tidak sesuai dengan perencanaan merupakan pengoreksian yang kita tanggapi dengan seksama mengingat peralatan yang digunakan masih dengan cara manual. “Adanya sesalan dari pengerjaan pihak gapoktan mekar sari bagi kami merupakan pengingatan yang bertujuan baik karena lahan ini nantinya dikelola oleh masyarakat desa Medan Mas bersama,” tuturnya. Jujur saja, kami selaku masyarakat desa Medan Mas merasa sangatlah terbantu dengan adanya cetak sawah yang diperuntukan kepada petani di sini, petani merasa terbantu dan mempunyai semangat baru dalam mencari nafkah melalui bertani ini,” ungkapnya. (Adex)

Sintang, Kabupaten Melawi, dan Kabupaten Kapuas Hulu, ke depannya akan mendapat kemudahan akses kegiatan ekspor dan impor. Bagaimana posisi tawar Pelabuhan Mempawah terhadap pelabuhan di wilayah Asia, secara ekonomis letak Pelabuhan Mempawah jauh lebih dekat dengan sejumlah pelabuhan besar dunia, seperti Pelabuhan Singapura, Pelabuhan Port Klang di Kuala Lumpur, Malaysia, dan Pelabuhan Brunei Darussalam. Bicara tentang data, terang Akhmadali, berdasarkan data sistem informasi yang dihimpun dari PT Pelindo II (persero) di Pontianak, arus peti kemas antara tahun 2002–2004 di Pelabuhan Pontianak mengalami peningkatan. Nilainya hampir mencapai 150.000 Teu’s. Karena letaknya yang sangat strategis sebagai pelabuhan peti kemas, di Pelabuhan Mempawah nanti harus tersedia fasilitas dermaga bongkar muat, lapangan tumpuk, marshaling area, alat bongkar muat di dermaga atau quay crane, alat bongkar muat di lapangan tumpuk atau fork lift, straddle, gantry crane, bengkel serta

perkantoran dan ruang inspeksi. Dalam hal perencanaan pembangunan, pihak perencanaan pembangunan hendaknya memperhatikan faktor alam. Faktor alam yang dimaksud di sini adalah arus atau kecepatan dan arah, kedalaman alur, daya dukung tanah, angin dan gelombang, kandungan suspensi dan laju endapan, serta pasang surut air. Selain faktor alam, faktor luar juga tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan. Faktor luar itu meliputi estimasi masuk-keluar barang atau hinterland, ukuran kapal yang akan dilayani, gaya tumbuk saat kapal-kapal merapat, serta beban mati dan beban hidup yang bekerja pada dermaga. “Faktor-faktor tersebut merupakan input data bagi perencana struktur pelabuhan, mulai ukuran pelabuhan, luas areal yang dibutuhkan, jenis struktur yang sesuai serta biaya yang diperlukan untuk pembangunannya,” jelas dosen mata kuliah Rekayasa Pelabuhan di Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak ini. (JoE).

Harga Cabe Merangkak Naik Borneo Tribune, Mempawah Kasi Usaha dan Perdagangan Disperindagkoptamben Kabupaten Pontianak, Torbiansyah menatakan bahan komiditi Kabupaten Pontianak secara umum masih impor dari daerah Jawa. Namun untuk saat ini harga barang masih relatif normal walaupun ada barang komoditi yang naik. “Barang komoditi memang masih banyak impor dari daerah jawa. Tapi walaupun daerah Jawa banyak terjadi bencana, untuk harga kita masih relatif stabil,” kata Torbiansyah, saat ditemui wartawan. Menurutnya harga yang dapat dipengaruhi dari adanya kenaikan harga barang itu pada bagian kebutuhan pokok saja. Untuk sementara imbas dari bencana ini hanya terjadi pada item cabe merah besar. Harga perkilo awalnya Rp 35 ribu perkilo, naik menjadi Rp 50 ribu perkilo. “Adanya bencana banjir di daerah Jakarta dan terjadinya erupsi dari gunung kelud sebenanrnya sangat berdampak kepada harga barang komoditi kita. Namun karena mungkin stock kita masih tercukupi jadi gak ada pengaruhnya sama sekali,” katanya. Beda lagi jika stock barang komoditi sudah habis kemungkinan besar imbasnya harga barang pasti naik. Seperti komiditi cabe, bawang putih, bawang merah, kentang, kacang hijau, kacang tanah, cabe kering banyak dipasok dari Jawa. “Sementara kalau beras sendiri itu ada yang dari lokal ada juga yang impor dari daerah jawa tergantung mereknya sendiri. Sehingga untuk barang komoditi lainnya selaim cabe merah itu masih stabil harga sejak beberapa bulan yang lalu yakni awal februari 2014. Karena pada bulan itu sudah tidak lagi perayaan hari besar,” jelasnya. Untuk itu, Torbiansyah memperkirakan ketersediaan stock barang dari komoditi sendiri masih terbilang aman untuk 2-3 bulan kedepan. Sebab pedagang juga tidak mau menyetok barang terlalu banyak karena dikhawatirkan rusak. “Kita selalu memantau ketersediaan barang dari tokotoko setiap ada barang masuk kita minta laporannya. kita juga memantau dari kualitas barang termasuk juga ke legalan dan batas kadaluarsa,” katanya. (JoE).


Bengkayang Borneo Tribune

Rabu, 26 Februari 2014

58 Tenaga Honorer K-2 Diberikan Pembekalan Borneo Tribune, Singkawang Sebanyak 58 tenaga honorer K-2 yang dinyatakan lulus pada test CPNS di Balairung Kantor Walikota Singkawang beberapa waktu lalu, dipanggil guna diberikan pembekalan sekaligus diberikan ucapan selamat karena telah lulus test CPNS. “Sengaja kita kumpulkan 58 orang yang telah lulus menjadi PNS melalui jalur K2 kemarin, untuk diberikan pembekalan sekaligus ucapan selamat karena telah lulus test,” kata Kepala BKD Kota Singkawang, H. Juandi, Selasa (25/2) . H. Juandi Diakuinya, memang ada persyaratan yang harus dilengkapi oleh CPNS tersebut, namun masih menunggu keputusan dan instruksi dari pemerintah Pusat. Untuk pelantikan, Juandi belum mengetahui secara pasti kapan akan dilantik secara resmi, karena untuk PNS yang telah lulus test dari jalur umum saja masih dikirim berkasnya ke Menpan. ”Kemungkinan yang dilantik terlebih dahulu adalah PNS yang kemarin lulus dari jalur umum (sistem CAT), selanjutnya baru PNS yang baru lulus melalui jalur K2 yang akan dilantik,” jelasnya. Tampak para mantan tenaga honorer yang telah berhasil menjadi PNS secara seksama mendengarkan pembekalan dari pihak BKD. Wajah mereka juga tampak berseri karena setelah sekian tahun menjadi tenaga honorer akhirnya berhasil menjadi PNS sesuai dengan harapan mereka. (RH)

Reklame Tak Berizin Bakal Ditertibkan PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

6

Kampanyekan ASI Eksklusif Borneo Tribune, Bengkayang Pentingnya ASI Eklusif, Inisiasi Menyusu Dini menjadi perhatian bagi Ketua TP PKK Kabupaten Bengkayang, Femi Suryadman Gidot. Beberapa waktu yang lalu, Femi ikut menghadiri kegiatan di Desa Tirta Kencana yang dilaksanakan Dinas Kesehatan bekerjasama dengan PKBI-USAID-Kinerja. Dalam kesempatan itu juga Femi ikut memberikan vitamin A kepada anak balita secara langsung. ”Bu Femi hadir langsung, dia sangat antusias dan ikut berperan aktif,” kata Ridwan, perwakilan PKBI Kalimantan Barat untuk Bengkayang. Ridwan menjelaskan, kegiatan dimaksud bertujuan untu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat umum khususnya bagi ibu hamil dan ibu menyusui tentang pentingnya melakukan IMD dan manfaat ASI eksklusif dalam rangka menurunkan angka kematian bayi, kemtian ibu dan meningkatkan kualitas hidup anak Sedangkan untuk tujuan khususnya untuk memberi-

Borneo Tribune, Singkawang Kasat Pol PP Kota Singkawang, Momie Muljomintarno menyebutkan, berdasarkan pantauan pihaknya di lapangan sekitar 50 persen reklame yang tidak berizin terpasang di Kota Bumi Bertuah Gayung Bersambut. “Ini yang akan kita tertibkan dalam waktu dekat ini,” tegas Momie. Namun, kata Momie, sebelum dilakukan penertiban, pihaknya terlebih dahulu akan mengkoordinasikan hal tersebut ke Dinas Pendapat-

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

Femi memberikan vitamin A//mujidi

kan pengetahuan tentang pentingnya melakukan IMD dan pemberian ASI Eksklusif bagi ibu hamil dan ibu menyusui, menginformasikan kepada masyarakat manfaat dari kandungan Air Susu Ibu sehingga sangat baik untuk bayi. ”Yang diharapkan adalah meningkatnya pengetahuan tentang pentingnya melaku-

an Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Singkawang. “Kita koordinasikan dulu, apakah pemasangan reklame tersebut ada capnya, paraf dan masa waktu kadaluarsanya. Kalau tidak ada, pasti akan kita tertibkan,” tegas Momie lagi. Apalagi itu, jelas Momie, ada kaitannya dengan sumber PAD Kota Singkawang. Kalau yang berizin, jelas Momie, sudah barang tentu reklame tersebut dilengkapi dengan cap, paraf dan tanggal kadaluarsanya. Sehingga, tanpa petugas pun, masyarakat umum bisa mengetahuinya. Terkait dengan baliho Parpol, Momie menyebutkan, pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari Panwas. “Sekarang ini, mereka (Panwas) sedang banyak kegiatan, jadi kita tunggu saja apa tindak lanjut dari mereka,” pungkasnya. (RH)

kan IMD dan pemberian ASI Eksklusif bagi ibu hamil dan ibu menyusui, meningkatnya pemahaman masyarakat tentang manfaat dari kandungan Air Susu Ibu sehingga sangat baik untuk bayi,” jelas Ridwan. Pemerintah Kabupaten Bengkayang yang bekerjasama dengan Program Kinerja-USAID dalam

mendukung peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak mendorong pemeriksaan kehamilan sejak dini (K1) dan secara lebih berkala melalui program persalinan aman. ”Paket kesehatan ini juga mencakup peningkatan kesadaran dan advokasi untuk mempromosikan inisiasi menyusu dini (IMD) dan ASI

eksklusif serta pentingnya persalinan aman. Paket kesehatan ini mencakup komponen-komponen utama diantaranya memperkuat kebijakan kesehatan tingkat kabupaten/kota dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam rangka peningkatan layanan kesehatan khsusnya kesehatan ibu dan anak,” katanya. Dalam upaya untuk mendorong integrasi programprogram kesehatan individual di sektor kesehatan guna memastikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pelayanan kesehatan, telah dilakukan pendampingan baik kepada masyarakat maupun kepada puskesmas sejak bulan Februari 2013, dan dalam tahap ini beberapa capaian penting, diantaranya adalah adanya draft Perbup Bengkayang tentang Persalinan Aman, Inisiasi Menyusu Dini dan Air Susu Ibu Eksklusif. Regulasi/kebijakan yang telah diinisiasi diharapkan mampu memberikan jaminan/ payung hukum dalam pelaksanaan program di lapangan ke depan. (Mu)

SMAN 1 Jagoi Babang Juara Umum LABS//Ist

77 Penegak Pramuka Jelajahi Sebalo Borneo Tribune, Bengkayang 77 Penegak Pramuka dari 11 Gudep Sekwarcab Kabupaten Bengkayang mengikuti Lomba Lintas Alam Bumi Sebalo (LABS). Kegiatan yang dilaksanakan selama beberapa hari pada pertengahan Februari yang lalu dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang, Dr. Yan. ”Pramuka ini adalah kegiatan positif. Ikuti dengat semangat dan kebersamaan,” kata Yan. Lomba- lomba yang diikuti

seperti lomba Hasta Karya, lomba olah makanan berbahan dasar pisang, lomba Lintas Alam, LCT, Atraksi Siswa, Lomba Baca Puisi dan Permainan. Menurut penanggung jawab kegiatan LABS, Frida Kalalo, kegiatan tersebut sebagai pemecah kefakuman selama lebih tiga tahun. ”Dulunya bernama LABB, Lintas Alam Bumi Bengkayang. Mudahmudahan dengan semangat korsa dan nilai kebersamaan, akan kita jadikan

agenda rutin tahunan maksimal dua tahunan dengantujuan untuk membentuk karakternya anak,” kata Frida Kalalo. Padapenutupan hari Minggu diumumkan semua pemenang lomba, sebagai juara umum diraih oleh Gudep Pangeran Natakusuma dari Pangkalan SMAN 1 Jagoi Babang, yang dimenangkan dari lomba Lintas Alam Bumi Sebalo Juara 1, Tenda terbaik Juara 1, Lomba Olah Masakan Juara 3, dan lomba Atraksi juara 2. (Rilis)

IKLAN BARIS Langganan Koran

DIJUAL

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( l07.05 l07.55 l11.10 l14.35 l16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( l07.00 l07.55 l11.55 l15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( l07.30 l11.35 l15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( l08.00 l12.55 l17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Tanah Kavling lokasi strategis, siap bangun di Perbatasan Sungai Raya Dalam - Punggur Kecil (lurus Paris2), SHM - aman / tidak bertimpa, dll. Tersedia 62 kavling 10 x 20 m2 (25jt cash), 8 kavling Ruko 5 x 40m2 (50 jt cash). Untuk kredit DP 5jt, sisanya diangsur 3642 bulan. Hanya 5 Km dari Jl.Ayani 3 dan pinggir jalan raya Paris - Parit Buluh. Berminat Hubungi :

0812 5710 225

Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688) Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi (085245247955). Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946). Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757)

Biro Kapuas (085654585775)

Hulu:

Herdi

Biro Ketapang: Aldi (08971600688) Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Taxi

Service Mobil SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Iklan Baris: 1 baris / hari Rp. 6.000,-


Landak-Sanggau Borneo Tribune

Rabu, 26 Februari 2014

7

Anak PAUD Kedapatan Merokok

BNNK Sanggau Berikan Penyuluhan Bahaya Merokok Borneo Tribune, Sanggau Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sanggau, Selasa (25/2) pagi kemarin memberikan penyuluhan dan pemahaman bahaya merokok kepada 31 anak di salah satu PAUD yang ada di Kecamatan Kapuas beserta orangtuanya di kantor BNNK Sanggau. Penyuluhan ini didasarkan keprihatinan setelah diketahui ada satu diantara murid PAUD merokok layaknya orang dewasa. ”Ada indikasi salah satu anak tersebut sudah merokok di usianya yang mungkin baru 5 tahun dan kedapatan oleh gurunya. Jadi gurunya

PENYULUHAN Anak-anak di salah satu PAUD Kecamatan Kapuas bersama orangtuanya saat mengikuti penyuluhan dan arahan tentang bahaya merokok oleh BNNK Sanggau, Selasa (25/2) pagi. Foto: Istimewa

ke sini (BNNK) mohon pencerahan dan arahan, ada indikasi juga bahwa orangtuanya mendukung, jadi tadi kita berikan penyuluhan sekaligus kepada orangtuanya,” ujar Kepala BNNK Sanggau, Nurwignyo. Nurwignyo menuturkan, bahwa pihaknya memberikan arahan kepada anakanak dan orangtua, merokok itu tidak bagus dan tidak baik untuk kesehatan. Bahkan, narkoba gejala dininya dimulai dari merokok, minum-minuman keras dan akhirnya karena kurang puas jadi lari ke narkoba. Nurwignyo menjelaskan, bahwa awalnya anak terse-

Putusan Kasasi MA Kasus Obat Cacing Sanggau Lebih Berat Kamis Ini, Kejari Sanggau Lakukan Eksekusi Borneo Tribune, Sanggau Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanggau, Kamis (27/2) besok akan mengeksekusi dua dari empat terpidana kasus korupsi pengadaan obat cacing tahun 2006-2007 di Kabupaten Sanggau, Polan Ario Tejo dan Matheus Remang setelah putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) telah ditetapkan dan diterima oleh Kejari Sanggau. ”Kamis ini kita akan eksekusi dua terpidana yang sekarang berada di Rutan Pontianak,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Sanggau, Rya Dilla Fitri ketika ditemui di kantornya, Selasa (25/2) siang kemarin yang didampingi Jaksa Penuntut Umum (JPU), Eriksa Ricardo. Rya mengatakan bahwa putusan kasasi dari MK baru dua dari empat terpidana. Surat putusan MA tertanggal 5 Februari 2014 tersebut baru diterima

oleh Kejaksaan Negeri Sanggau tanggal 24 Februari 2014 belum lama ini. Rya mengungkapkan bahwa surat putusan kasasi dari MA menyatakan bahwa Polan Ario Tejo diputus pidana penjara 6 tahun dan pidana denda Rp. 200 juta subsider 6 bulan kurungan dengan nomor putusan kasasi 2342 K/Pid.Sus/2013. Sebelumnya, putusan di tingkat Pengadilan Negeri (PN) diputus 2,6 tahun denda 50 juta subsider 3 bulan kurungan dan Pengadilan Tinggi pun menguatkan putusan PN. Sedangkan, Matheus Remang putusan kasasi dari MA yakni 6 tahun penjara denda Rp. 200 juta subsider 6 bulan kurungan sesuai dengan bomor surat 2337 K/ Pid.Sus/2013. Sebelumnya, putusan PN yakni 3 tahun denda Rp. 50 juta subsider 3 bulan kurungan dan uang pengganti Rp. 6.701.256.242,50 dan diper-

SURAT Kasi Pidus Kejari Sanggau, Rya Dilla Fitri dan JPU Pidsus, Eriksa Ricardo saat menunjukkan surat putusan dari Mahkamah Agung (MA) terkait kasasi yang diajukan oleh terpidana kasus korupsi obat cacing, Selasa (25/2) siang. Foto: Ratna Sari/Borneo Tribune

kuat oleh putusan Pengadilan Tinggi. Rya menjelaskan, pada kasus ini Polan berperan sebagai PPK tahun 2007. Sedangkan, Mathius Remang sebagai Kepala Cabang PT. Rajawali Nusindo Pontianak. ”Untuk dua terpidana tersebut sudah diputus MA, kalau dua lainnya, Fadli dan Ruth belum diterima putusannya. Sebelumnya, Fadli dan Ruth pun diputus 2,6 tahun oleh PN,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, kerugian negara yang timbulkan dari proyek obat cacing untuk tahun 2006 itu sebesar Rp. 2,457 Miliar dan tahun 2007 sebesar Rp. 4,719 Miliar. Sementara untuk nilai proyek masing-masing Rp. 3,449 Miliar dan Rp. 6,033 Miliar. Modus dalam tindak pidana korupsi pengadaan obat cacing tersebut seolah-olah harga vitamin dan obat cacing itu senilai penetapan

dalam proyek. Yakni untuk tahun 2006 obat cacing seharga Rp. 6.500 dan vitamin Rp. 8.500 padahal harganya jauh lebih murah. ”Setelah dilakukan pengecekan harganya lebih rendah 10 kali lipat. Dokter RJB membuat HPS (harga perkiraan sendiri) yang seolah-olah diminta dari tiga apotek. Tiga apotek tersebut Apotek Mulia, Merdeka Timur, dan Graha,” pungkasnya. (rtn)

but ketahuan oleh guru PAUD-nya merokok di sekolah. Si anak ditegur dan dilarang merokok, namun si anak malah mengancam gurunya tersebut. ”Nah, inikan akibat terpengaruh lingkungan sekitar, baik di keluarga maupun di lingkungan lainnya. Karena anak-anak balita ini daya tangkap dan ingatnya kuat. Jadi mengikuti apa yang dilakukan orangtuanya. Tapi katanya sekarang sudah berhenti merokok,” jelasnya. Nurwignyo pun menghimbau kepada masyarakat yang memiliki anak, agar jangan merokok di depan anak-anaknya. Karena

akan mudah ditangkap dan ditiru oleh mereka. Bahkan rasa ingin mereka pun besar. ”Ini menjadi perhatian kita bersama, karena lingkungan keluarga itu kuncinya. Kasih pemahaman ke anak-anaknya yang baik. Mereka mudah sekali meniru orangtuanya, apalagi hal-hal yang buruk. Lingkungan sekitar juga berpengaruh. Itu yang juga harus diperhatikan,” ungkapnya. ”Selain itu, jika memang ada indikasi seperti ini di sekolah-sekolah lain, baik ditingkat SD, SMP atau SMA, silahkan koordinasikan dengan kami,” pungkasnya. (rtn)

JR Kalbar Bayar Santunan Cacat Tetap Borneo Tribune, Pontianak Wujud Empati sebagai bagian dari PRIME Service Jasa Raharja dan sekaligus bentuk kepedulian, Senin (24/2) PT Jasa Raharja Kalbar mengunjungi korban laka lantas yang menyebabkan korban mengalami kelumpuhan. Kepala Cabang PT Jasa Raharja Kalbar Eko Setyanto bersama Kepala Unit Operasional Edy Subandri dan Penanggung Jawab Pelayanan Klaim, Agus Mariustam, melakukan kunjungan ke rumah keluarga korban cacat tetap atas nama Hasan. Hasan adalah korban laka lantas tabrak lari di Jalan Sultan Hamid II di dekat lampu merah Pontianak Timur. Akibat kecelakaan tersebut, tulang belakang dan saraf Hasan mengalami gangguan sehingga mengalami kelumpuhan. Kelumpuhan yang diderita Hasan nyaris total. Kesehariannya, Hasan hanya bisa berbaring, tidak bisa berjalan. Bahkan bangun dari tempat tidur pun tidak bisa. Ketiadaan dana berobat menjadi salah satu kendala keluarga Hasan melakukan pengobatan. Istri dan anak Hasan yang bekerja dengan penghasilan paspasan adalah alasannya. Selama ini, pengobatan yang dilakukan adalah pengobatan jalan dan hanya berlangsung selama 3 bulan sejak kecelakaan. Bantuan cacat tetap dari Jasa Raharja yang dibayarkan kepada korban maksimal 100 % sejumlah Rp. 25.000.000,- sesuai dengan peraturan Jasa Raharja, bukti penerimaan transfer bank telah ditandatangani oleh istri korban langsung disaksikan oleh Kacab dan disaksikan oleh keluarga korban. Dalam kunjungan singkat yang diterima dengan baik oleh pihak keluarga Hasan, pihak Jasa Raharja menyampaikan rasa simpatinya dan kiranya keluarga dapat memanfaatkan dengan bantuan yang telah diberikan oleh Jasa Raharja. Keluarga Hasan mengucapkan terima kasih atas santunan yang telah diberikan dan merasa sangat terbantu sekali dengan bantuan, simpati, dan dorongan semangat yang diberikan oleh pihak Jasa Raharja. (Lay).

FKUB Kabupaten Sanggau Dikukuhkan Borneo Tribune, Sanggau Pengurus dan anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sanggau periode 2013-2018, Selasa (25/2) pagi kemarin resmi dikukuhkan oleh Sekda Sanggau, AL. Leysandri di ruang Musyawarah Lantai II Kantor Bupati Sanggau. Dalam sambutannya, Leysandri mengatakan bahwa kegiatan ini bermakna strategis dan sangat tepat dengan perkembangan situasi dan kondisi aktual bangsa dewasa ini, khususnya upaya untuk mempererat kerukunan umat beragama dalam rangka menjamin keamanan dan kenyamanan dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinannya. Kerukunan umat beragama adalah keadaan hubungan sesama umat beragama, toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan agamanya, kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbang-

sa dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai sarana untuk bermusyawarah, membicarakan berbagai masalah keagamaan dengan mengacu pada peraturan bersama Menteri Agama Nomor 9 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 tahun 2006. Leysandri mengungkapkan, bahwa pada intinya, lahirnya peraturan bersama menteri mempunyai tujuan untuk memelihara dan mengembangkan kerukunan umat beragama. Kebebasan beragama dan kerukunan umat beragama harus diletakkan dalam konteks persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI Indonesia yang tidak terkotakkotak dan terpisah-pisah. ”Kerukunan umat beragama yang kita miliki sekarang ini adalah modal yang amat berharga bagi kelang-

Foto Ist sungan hidup kita sebagai bangsa. Secara umum untuk di Indonesia kerukunan umat beragama yang kita miliki sekarang ini mungkin juga masih kita rasakan belum sempurna. Namun dalam segala suka dukanya kerukunan umat beragama di Indonesia dianggap sebagai yang terbaik dalam pengamatan masyarakat internasional. khususnya di Kabupaten Sanggau ini kerukunan umat beragama senantiasa terjaga dan terpelihara,” ujarnya. Leysandri menuturkan kerukunan umat beragama merupakan bagian penting

dari kerukunan nasional. Kerukunan hidup umat beragama merupakan syarat mutlak bagi persatuan dan kesatuan bangsa serta pemantapan stabilitas nasional dan tegaknya kerukunan umat beragama, maka pengembangan dan penyiaran agama serta pendirian rumah ibadat suatu agama harus dilaksanakan dengan semangat kerukunan, tenggang rasa, saling menghargai, hormat-menghormati antar umat beragama sesuai jiwa Pancasila. Kerukunan hidup yang semakin terjalin dengan baik diantara sesama umat ber-

agama pada gilirannya akan mendorong tercapainya stabilitas dan keamanan nasional yang sehat dan kondusif. ”Adapun kemudian agama dijadikan bagian dari konflik terutama dimaksudkan untuk menggalang solidaritas antar pihak yang bertikai. Berkenaan dengan itu untuk menjadi perhatian kita bersama perlu dilakukan hal-hal seperti para pembina formal dan non formal perlu memperkuat kerjasama dalam pembinaan kerukunan umat beragama, berikut bagi masyarakat perlu peningkatan wawasan, sikap mental dan pemahaman terhadap ajaran agama serta tingkat kedewasaan berpikir agar tidak terjebak dalam sikap eksklusif, kemudian meningkatkan peran tokoh agama dan pemimpin agama dalam FKUB, serta FKUB juga harus merancang dan melaksanakan program kerukunan sesuai dengan kebutuhan dinamika masyarakat,” pungkasnya. (rtn)


Sekadau Borneo Tribune

Rabu, 26 Februari 2014

8

Desa Mungguk Perketat Sosialisasi PBB INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

Borneo Tribune, Sekadau Desa Mungguk Kecamatan Sekadau Hilir cukup serius meningkatkan partisipasi masyarakat diwilayahnya untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Di awal tahun 2014, tepatnya 21 januari lalu, jajaran Pemerintah Desa Mungguk dan pihak kantor KP2KP Sekadau menggelar sosialisasi PBB. Kepala Desa Mungguk, H. A. Ramly mengatakan tahun 2013 realisasi PBB di Desa Mungguk mencapai 60 persen. Tahun 2014, Pemerintah Desa belum berani mematok target sebab, ada banyak objek pajak PBB

yang harus didata ulang. “Untuk meningkatkan realisasi pajak PBB ini perlu sosialisasi dan mendata objek pajak PBB,” kata Ramly dijumpai dikantornya, Selasa (25/2). Menurut Ramly, untuk meningkatkan realisasi PBB diwilayah Desa Mungguk Kecamatan Sekadau Hilir adalah mendata ulang objek pajak PBB yang dimiliki masyarakat. Sebab, ia menilai selama ini masih kurang akuratnya pendataan berupa objek Pajak Bumi dan Bangunan. “Kurang akuratnya data objek pajak itu cukup berpeng-

aruh terhadap pencapaian realisasi PBB di Desa-Desa per tahun,” sebutnya. Desa Mungguk, kata Ramly membuat terobosan bagaimana meningkatkan partisipasi membayar pajak PBB, yakni dengan cara memberikan gratis penerbitan Surat Keterangan Tanah (SKT) bagi masyarakat miskin. Dengan begitu tentu, memberikan kemudahan masyarakat berekonimi lemah mengurus SKT maupun sertifikat tanah. “Tahun ini Pemerintah Desa menerbitkan SKT gratis untuk masyarakat berekonomi lemah

(Miskin),” timpalnya. Ramly merasa senang karena Desa Mungguk adalah Desa pertama yang sudah melaksanakan sosialisasi PBB awal 2014. Menurutnya, jika pemahaman masyarakat sudah jelas terkait dengan tujuan pembayaran pajak PBB itu maka bisa meningkatkan partisipasi masyarakat secara otomatis. “Setau saya, mungkin belum ada Desa yang sudah sosialisasi PBB awal tahun ini. Yang diharapkan, dengan adanya sosialisasi itu, meningkatkan partisipasi masyarakat membayar pajak PBB,” tandasnya.(Mto).

H. Abang Ramly. foto Bagus Kosminto/Borneo Tribune

DPRD Kalbar Pantau Persiapan Pemilu Sekadau

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK BHI Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

BANK MEGA KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

Komisi A DPRD Kalbar berkunjung ke jajaran Pemerintah Kabupaten Sekadau untuk memantau sejauh mana kesiapan Kabupaten Sekadau menjelang penyelenggaraan Pemilu 2014, Selasa (25/2).// foto Ist

Borneo Tribnune, Sekadau Komisi A DPRD Provinsi Kalbar bertandang ke kantor Bupati Sekadau, selasa (25/2) dalam rangka memantau kesiapan Pemilu 2014 di Kabupaten Sekadau. Anggota komisi A DPRD Kalbar yang datang yakni H. Retno Pramudya ketua komisi A DPRD Kalbar, Bonifatius Benny, dan H. Baezuni. Kedatangan ketiga anggota komisi A DPRD Kalbar itu disambut oleh Wakil Bupati Sekadau, Rupinus, di ruang rapat Bupati Sekadau. Adapun kedatangan DPRD Kalbar tersebut untuk mengkonfirmasi kesiapan penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Sekadau. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, ketua KPU Sekadau beserta komisioner KPU, sejumlah anggota Panwaslu Kabupaten Sekadau, Wakapolres Sekadau Kompol Yohanes Andis, perwakilan Kodim 1204 Sanggau, serta sejumlah pimpinan instansi di lingkup Pemkab Sekadau. Ketua KPU Sekadau, Gusti Mahmud Buang memaparkan, KPU Sekadau telah melaksanakan tahapan-tahapan Pemilu sesuai jadwal. Saat ini, proses yang tengah dilakukan KPU adalah pemutakhiran data pemilih karena masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi. “Salah satunya pekerja di perusahaan-perusahaan yang bingung bagaimana cara menggunakan hak pilih mereka. KPU Sekadau telah bekerjasama

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

dengan perusahaan-perusahaan untuk menginput data pekerja yang memiliki hak pemilih untuk meudian dimasukkan kedalam DPT tambahan. Nantinya mereka juga bisa menggunakan hak pilihnya,” papar Mahmud. Selain itu, KPU juga saat ini akan melakukan pembenahan logistic. “Logistik kebetulan sudah datang ke KPU Sekadau. Itu juga yang akan kita kerjakan dalam waktu dekat. Secara umum, semua persiapan lancar,” paparnya. Sementara itu, Wakil Bupati Sekadau, Rupinus menyambut baik kedatangan komisi A DPRD Kalbar ke Sekadau. Pada prinsipnya, kata Wabup, Pemkab Sekadau mendukung sepenuhnya menyuksekan Pemilu 2014. “Tentu kita semua ingin Pemilu berjalan lancar dan kondusif, masyarakat yang sudah berhak memilih, juga diharapkan menggunakan hak suaranya,” kata Wabup. Sementara itu, Panwaslu Kabupaten Sekadau juga mengaku telah melaksanakan tupoksinya sesuai aturan. “Kita sudah dua kali melakukan penertiban terhadap atribut peraga kampanye (APK) yang menyalahi ketentuan,” jelas anggota Panwaslu, Sukendra Sitepu. Wakapolres Sekadau Kompol Yohanes Andis pun mengaku pihaknya juga telah siap melaksanakan tugas pengamanan Pemilu. Dalam memastikan prosesi Pemilu lancar dan

kondusif, Polres Sekadau akan diback-up oleh Polda Kalbar dan Kodim 1204 Sanggau. “Bahkan kita sudah lakukan simulasi pengamanan Pemilu. Potensi-potensi gangguan sudah dipetakan dan sudah disiapkan langkah pengamanan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” ujar Andis. Melihat kesiapan stakeholder penyelenggara pemilu di Kabupaten Sekadau, Komisi A DPRD Kalbar menilai persiapan yang telah dilakukan layak mendapat apresiasi. “Bisa disimpulkan, jalinan koordinasi antar penyelenggara Pemilu di Kabupaten Sekadau berjalan baik. Hal itu terlihat dengan padunya masing-masing pihak dalam mempersiapkan fungsinya masingmasing,” kata ketua komisi A, H. Retno Pramudya yang juga berasal dari Daerah Pemilihan Sanggau-Sekadau. Namun demikian, Retno menggarisbawahi perihal sosialisasi Pemilu. Menurut dia, sosialisasi masih perlu digencarkan secara mendalam. Karena, berdasarkan pengalamannya, masih ada masyarakat di pedalaman Sekadau yang bahkan belum tahu kapan penyelenggaraan pemungutan suara. “Waktu saya berkunjung ke daerah Nanga Mahap, masih ada warga yang tidak tahu tanggal pencoblosan. Artinya, sosialisasi baik oleh KPU, Pemda, maupun partai-partai politik perlu digencarkan lagi,” saran Retno. (Mto).


Sintang-Melawi Borneo Tribune

Rabu, 26 Februari 2014

9

Parpol Deklarasikan Pemilu Damai Borneo Tribune, Nanga Pinoh JAJARAN Polres Melawi, Selasa (25/2) menggelar Deklarasi Pemilu Damai, Aman, Santun dan Bermartabat. Deklarasi tersebut dihadiri Bupati Melawi, Ketua DPRD Kabupaten Melawi, Dandim 1205, Kejari, Pengadilan Negeri, KPU, Panwaslu serta pengurus partai politik (parpol) di Kabupaten Melawi. Kapolres Melawi, AKBP. Nowo Winarti mengatakan, pelaksanaan deklarasi damai bersama dari seluruh parpol di Kabupaten Melawi bukan se-

kadar formalitas semata. Tapi juga harus dipatuhi dan dihayati oleh seluruh peserta pemilu. “Deklarasi ini harus masuk dalam sukma bapak dan ibu peserta pemilu. Jangan habis hanya pada tanda tangan deklarasi damai saja,” ingat Kapolres Melawi, AKBP. Nowo Winarti. Nowo mengatakan, pernyataan deklarasi pemilu damai ini juga harus diteruskan hingga ke jajaran partai politik di tingkat bawah. Terutama soal siap menang dan siap kalah,

karena ini menjadi kunci pelaksanaan pemilu yang aman, damai, santun dan bermartabat. “Setiap partai dan caleg harus siap untuk terpilih dan tidak terpilih. Kalau ada pelanggaran dan kecurangan sampaikan sesuai dengan jalur yang ada. Karena mewujudkan situasi aman bukan tugas polisi semata tapi juga harus dlakukan bersama masyarakat,” ujarnya. Menurut Kapolres, jajarannya harus bersikap netral. Ia juga meminta parpol ja-

ngan sampai “menggoda” masyarakat dan anggota polisi dengan cara yang tidak benar atau penuh kecurangan. Apalagi saat ini masyarakat juga sudah cerdas di dalam menentukan pilihan politik. Permintaan “jangan menggoda” pun muncul dari pernyataan ketua KPU Kabupaten Melawi, Yovinus. Dirinya mengungkapkan, setidaknya ada dua hal yang kerap memunculkan masalah. Mulai dari soal DPT sampai pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara. Pesan jangan Deklarasi Pemilu Damai, foto bersama usai pernyataan Deklarasi Pemilu Damai yang dihadiri sejumlah pengurus parpol. FOTO: Eko Susilo/Borneo Tribune

Kasus Emas Batangan Disperindagkop Emoh Disebut Halangi Proses Hukum Borneo Tribune, Sintang PROSES hukum penangkapan emas batangan milik Ajau alias Jauhari oleh Polres Sintang hingga hari ini belum juga dilanjutkan. Polres Sintang sebagaimana dipublish pada pemberitaan sebelumnya akan meminta keterangan ahli dalam kasus. Yakni Disperindagkop Kabupaten Sintang. Namun hingga kini, permintaan keterangan tersebut belum juga dilakukan. Kendati Disperindagkop Kabupaten Sintang telah menyatakan siap. Bahkan mengaku berkali-kali menghubungi Polres Sintang terkait jadwal keterangan ahli tersebut. Kepala Seksi (Kasi) Perizinan Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, Dapot Siahaan mengungkapkan, selama ini pihaknya telah mempersiapkan diri untuk dipanggil sebagai saksi ahli yang direncanakan pada 10 Februari lalu, sebagaimana permintaan dari Polres Sintang guna kepentingan penyidikan. ”Kita sudah siapkan berkasnya, demikian pula Undang-Undang yang mengatur tentang perizinan sudah

Ilustrasi Emas Batangan kami persiapkan. Bahkan kami telah menghubungi Polres. Namun jawabannya nanti ke nanti. Jadi kalau dikatakan menunggu saksi ahli, kita sudah siap cuma tak dipanggil-panggil juga. Kami tak mau disebut menghalangi kelanjutan proses hukum masalah ini,” tegas Kasi Perizinan Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, Dapot Siahaan, Senin (24/2) lalu. Sebelumnya, Kapolres Sintang, AKBP. Veris Septiansyah menyatakan, proses hukum tersangka Ajau belum dilimpahkan ke kejaksaan, karena masih menung-

gu kelengkapan berkas. Satu diantaranya adalah keterangan dari saksi ahli. Pernyataan Kapolres ini menyiratkan bahwa seolah-olah pihak Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang tidak siap. “Kita meminta dari kepolisian agar tak melempar kesalahan sehingga terkesan Disperindagkop menghambat penyidikan,” lugasnya. Menurutnya, dari sisi perdagangan terkait kasus emas batangan milik Ajau jelas melanggar aturan. Sebab dari izin yang dikatongi merupakan izin toko perhiasan dan bukan pengumpul

emas. “Kalau pengumpul jelas dia mengumpul dari masyarakat. Dan dalam hal ini kita belum ada membuat izin pengumpul. Karena dari mana dia mengumpulkan emas?! Kalau dari PETI tak bisa jadi patokan dari sisi hukumnya,” timpalnya. Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sintang, Riono Budi Santoso, melalui Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Sintang, Rizkinil Jusar mengungkapkan, terkait penanganan perkara emas batangan yang ditangani Polres Sintang, pihaknya sampai sekarang belum menerima SPDP dari penyidik sehingga pihaknya belum memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menangani perkara tersebut. “Memang dalam KUHP itu sendiri tak ada menyatakan berapa lamanya kasus harus dilimpahkan, karena dalam KUHP menyatakan sesegera mungkin melaporkan. Jadi jeda waktunya tak jelas sehingga kita juga tak bisa mengatakan bila sudah sebulan atau lebih tak dilaporkan menyalahi aturan,” ucap Rizkinil Jusar. (end) o

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BADAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH Jl. Ahmad Yani Komplek Kantor Gubernur Lt. III Telp. (0561) 764616 Fax. (0561) 764616 P O N T I A N A K

Kode Pos 78124

PENGUMUMAN NOMOR : 660.1/05/BLHD - A/2014 TENTANG PERMOHONAN IZIN LINGKUNGAN RENCANA KEGIATAN PERKEBUNAN (LUAS AREAL: ± 4.500 HA) DAN PABRIK PENGOLAHAN KELAPA SAWIT (KAPASITAS PABRIK 30 TON TBS/JAM) OLEH PT. BEKATIK LESTARI DI KECAMATAN TUMBANG TITI DAN JELAI HULU KABUPATEN KETAPANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT Sehubungan dengan Pasal 44 dan Pasal 45 Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang lzin Lingkungan, dengan ini diumumkan bahwa PT. Bekatik Lestari telah mengajukan permohonan Izin Lingkungan kepada Gubernur Kalimantan Barat sesuai Surat Direktur PT. Bekatik Lestari Nomor : 008/LGL/BKL-Kanwil-EKS/Xll/2013 tanggal 30 Desember 2013 perihal Mohon Penerbitan Ijin Lingkungan PT. Bekatik Lestari. Adapun keterangan lebih lanjut tentang PT. Bekatik Lestari adalah sebagai berikut : 1. Nama Perusahaan 2. Jenis Usaha dan/atau Kegiatan 3. Penanggung Jawab 4. Alamat Kantor 5. Lokasi kegiatan

: PT. Bekatik Lestari : Perkebunan (Luas Areal : ± 4.500 Ha) dan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (Kapasitas Pabrik : 30 Ton TBS/Jam) : Direktur : Menara Palma JI. H.R. Rasuna Said Blok X2 Kav. 6 Lt. 27 Jakarta Selatan 12950, Telp.: (021) 57957575 : Kecamatan Tumbang Titi dan Jelai Hulu Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat

Kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit oleh PT. Bekatik Lestari tersebut diperkirakan dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif terhadap komponen lingkungan yaitu : geofisik-kimia, biologi, sosial, ekonomi, budaya dan kesehatan masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut, masyarakat dapat memberikan saran, tanggapan dan pendapat atas permohonan Izin Lingkungan rencana usaha dan/atau kegiatan dimaksud kepada Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Kalimantan Barat, atau melalui wakil masyarakat yang terkena dampak dan/atau organisasi masyarakat yang menjadi anggota Komisi Penilai AMDAL Provinsi Kalimantan Barat, paling lambat 10 hari kerja setelah pengumuman ini di publikasikan. Pontianak, 8 Januari 2014

menggoda jajaran KPU, mulai dari tingkat KPPS, PPS dan PPK memang dimaksudkan agar jangan sampai peserta pemilu melakukan tindakan kecurangan dalam pelaksanaan perhitungan. “Jangan goda jajaran kami di bawah. Karena segala sesuatu bila dimulai dengan ketidakjujuran, ada perhitungan yang diubah atau ada manipulasi akan berpengaruh sampai ke atas,” lugasnya. Masa kampanye yang dimulai pada pertengahan Maret juga rentan dengan kecurangan. Yovinus kembali mengingatkan, pada seluruh peserta pemilu yang meliputi parpol dan caleg agar tidak melakukan kampanye gelap. Dengan mengangkat berbagai isu seperti isu SARA. “Angkat isu seperti biasa saja. Jangan lakukan kampanye negatif. Dengan menjelekjelekkan partai dan caleg lain. Kita harus paparkan program kita,” harapnya. Peluang untuk menduduki kursi anggota legislatif di Kabupaten Melawi, sambung Yovinus, memang terbilang kecil. Pasalnya 337 caleg harus memperebutkan 30 kursi DPRD Kabupaten Melawi. Dengan kecilnya peluang, caleg harusnya siap menang dan siap kalah.

“Jangan sampai begitu kalah, lalu bikin rusuh. Paradigma harus dirubah, terutama soal black campain bisa memenangkan pemilu,” lugasnya. Sementara itu, Bupati Melawi, Firman Muntaco mengharapkan, pada seluruh peserta pemilu agar bisa menerima apapun hasil pilihan rakyat. Karena tidak ada satu kekuatan pun yang bisa merubah hasil pilihan rakyat. “Soal kalah dan kecurangan ada jalurnya. Jangan gunakan “Demokrasi Truk”. Kalah lalu bawa massa dua sampai empat truk. Nanti Polres juga kerahkan dua truk aparat,” kelakar Bupati Firman. Firman menuturkan, proses mendapatkan suara rakyat memang bisa bermacam-macam. Ada yang dengan menyampaikan visi misi, faktor figur, pakai uang, bahkan sampai intimidasi. Kelemahan demokrasi di Indonesia, kata mantan dosen Fakultas Hukum ini adalah kerap kali hanya melihat pada hasil, bukan pada prosesnya. “Demokrasi kita ini belum terlalu dewasa. Makanya dari deklarasi damai ini dituntut kedewasaan berpolitik dari seluruh peserta pemilu. Aparat juga harus memahami psikologis massa. Bila ada kecu-

rangan, laporkan,” tegasnya. Firman menegaskan, pada pelaksanaan pemilu legislatif mendatang, semua pihak harus bisa menjalankan perannya dengan baik dan benar sehingga hasil pemilu menghasilkan anggota dewan yang terbaik. Dengan pengawasan dan pelaksana pemilu yang jujur, dan adil serta aparat yang tegas, tentunya apa yang diharapkan dari pelaksanaan deklarasi damai menuju Melawi aman, damai dan sejahtera bisa tercapai. Sementara itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Melawi, Ida Bagus Ktut Bawa Astito mengapresasi, kegiatan deklarasi pemilu damai, karena ini merupakan agenda pengawas pemilu juga. “Mari kita sukseskan penyelenggaran pemilu sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ada sehingga didapat pemimpin berkualitas dan bermartabat,” ajaknya. Kegiatan deklarasi damai ini kemudian diakhiri dengan penandatangan deklarasi damai oleh seluruh perwakilan partai politik di Kabupaten Melawi serta Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Melawi, KPU, Panwas, Polres, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri dan Kodim 1205 Sintang. (eko) o

40 Persen Koperasi di Kalbar Abu-abu Borneo Tribune, Sintang KEPALA Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalbar, Ignasius Ik menegaskan, lebih dari 40 persen koperasi yang ada di Provinsi Kalbar tidak jelas. “Ada sekitar 4.610 koperasi di Kalbar. Namun hanya 59 persen saja yang melaksanakan RAT. Selebihnya tak jelas,” tegas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalbar, Ignasius Ik saat membuka RAT CU Keling Kumang, di Desa Tapang Sambas Sekadu, belum lama ini. 40 persen lebih dari jumlah koperasi tersebut tersebar di seluruh kabupaten/kota di seantero Provisni Kalbar. Disebut tak jelas, menurutnya lantaran tak ada papan nama, tak pernah melaksanakan RAT dan anggotanya juga tak jelas.

“Ini adalah tugas pemerintah. Akan didata ulang, mana yang masih bisa dibina akan kita revitalisasi. Tapi kalau memang sudah tak bisa dibina lagi, karena tak jelas maka akan kita bubarkan atau bekukan,” tegasnya. Ignasius mengharapkan, supaya masyarakat mewaspadai keberadaan koperasi yang memberikan pinjaman dan berpraktek rentenir. Ia berharap agar masyarakat pro aktif dan melaporkan hal tersebut kepada pemerintah untuk diambil tindakan. “Keberadaan koperasi seperti itu hanya menyusahkan masyarakat saja,” timpalnya. Terkait dengan pengawasan kegiatan koperasi, Ignasius mengatakan, bahwa hal itu dilakukan secara berjenjang. Koperasi yang berbadan hu-

kum pemerintah provinsi maka pengawasanya akan dilakukan oleh pemerintah provinsi. Begitu juga dengan koperasi yang berbadan hukum di kabupaten/kota, maka pengawasannya akan dilakukan oleh pemerintah kabupaten kota. Sementara menyangkut masalah pajak bagi lembaga berbadan hukum termasuk di dalamnya koperasi sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012, Ignasius mengatakan bahwa akan dilakukan komunikasi dengan Pemerintah Pusat terkait hal tersebut. “Perlu diingat bahwa koperasi ini adalah kumpulan orang-orang, bukan kumpulan kapital atau modal. Maka perlakuannya harus beda,” lugasnya. (end) o

Peserta OSN Sintang Ditarget Juara Nasional Borneo Tribune, Sintang SEBANYAK 54 pelajar tingkat SD/MI dari 9 kecamatan se-Kabupaten Sintang mengikuti Seleksi Olimpiade Sains Nasional (SOSN) MIPA tingkat kabupaten, Senin (24/2), di Aula SMPN 2 Sintang. Mereka adalah pelajar yang lolos seleksi OSN tingkat kecamatan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, YAT Lukman Riberu, usai membuka kegiatan mengatakan, pihaknya sangat berharap peserta dari Kabupaten Sintang mampu berkiprah hingga ke tingkat nasional. Mengingat persiapan telah lama dilakukan. Baik melalui pelatihan dan memperkenalkan berbagai hal tentang apa yang diperlukan untuk lomba tersebut. “Saya berharap para peserta bisa merebut juara hingga ke tingkat nasioanal. Mengingat berbagai persiapan telah lama kita lalukan. Guru peng-

ajar di masing-masing sekolah juga telah memberikan pelatihan yang maksimal,” tegas Lukman. Selain untuk mencetak pretasi dan mengharumkan nama Sintang di level nasional apabila berhasil, Lukman juga mengatakan, OSN menjadi momentum bagi para pelajar untuk meningkatkan prestasi dan mutu pendidikan. Terkait dengan tidak ikut sertanya 5 kecamatan, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, M. Afen mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi lebih lanjut. “Kita akan evaluasi apa yang menjadi persoalan dan kendalanya, karena ini merupakan rutinitas tahunan. Mudah-mudahan pada tahun yang akan datang semua kecamatan bisa ikut meramaikan kegiatan serupa, karena kegiatan tersebut didanai oleh dana BOS,” timpalnya. Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Dikdas Dinas

Pendidikan Kabupaten Sintang, Magdalena Ukis mengatakan, lomba yang digelar saat ini merupakan seleksi olimpiade sains nasional yang nantinya dari masing–masing kecamatan akan diambil 3 orang dan 3 bidang yang dilombakan untuk mengikuti olimpiade sains di tingkat provinsi. Selanjutnya peserta akan diseleksi lagi di tingkat provinsi dan yang lolos akan dipersiapkan mengikuti ajang lomba di tingkat pusat. Ia juga mengatakan, potensi dan semangat siswa-siswi Sintang sangat luar biasa dari tahun ke tahun. ”Peserta yang menang nantinya akan kita kirim ke tingkat provinsi untuk mengikuti seleksi kembali. Jika masih ada yang mampu menempati posisi 1, 2 dan 3, maka selanjutnya akan kita ikutkan ke tingkat nasional yang akan digelar di Pulau Bali pada bulan Juni mendatang,” ucapnya. (end) o


CMYK

Moment & Activity

10

www.borneotribune.com

Borneo Tribune

Rabu, 26 Februari 2014

Pembukaan MTQ V Tingkat Kabupaten Melawi di Menukung K

ecamatan Menukung akhirnya menggelar MTQ V tingkat kabupaten Melawi pada 24 Februari sampai 27 Februari. Menukung tercatat pertama kalinya menggelar even tingkat MTQ tingkat kabupaten sejak Melawi terbentuk menjadi kabupaten baru sepuluh tahun silam. Kendati baru pertama kali, kemeriahan pelaksanaan MTQ tetap terlihat, tak kalah dari pelaksanaan MTQ di beberapa kecamatan lain sebelumnya. Bupati Melawi, Firman Muntaco juga mengucapkan selamat pada masyarakat Menukung yang sudah antusias mendukung pelaksanaan MTQ ke V. Menurutnya partisipasi masyarakat untuk mensukseskan pelaksanaan MTQ bahkan tanpa melihat agama dan suku apapun. “Disini saya lihat masyarakat sangat kompak dalam berbagai kegiatan. Tak hanya MTQ, tapi juga pada even-even lainnya,� ucap-

nya. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Melawi, Azharuddin Nawawi dalam kesempatan yang sama juga berharap MTQ tidak hanya sekedar menjadi ajang lomba, berlatih dan bertanding semata, tapi juga yang terpenting adalah memahami ayat Al Qur’an yang benar dan tepat sehingga kedepannya banyak masyarakat yang berakhlakul karimah. Camat Menukung, Kapetete mengungkapkan, terpilihnya Menukung menjadi tuan rumah penyelenggaran MTQ V tingkat kabupaten Melawi juga memberikan dampak yang sangat baik pada pembangunan infrastruktur di Menukung. Dirinya pun berharap pelaksanaan MTQ bisa sukses hingga hari akhir penyelenggaraan. Dengan kebersamaan dan kerja keras dari masyarakat semua bisa tercapai dan pelaksanaan MTQ bisa berjalan sesuai rencana. Narasi dan Foto : Eko Susilo

Bupati Pukul Bedug tanda MTQ dimulai

Ketua Panitia MTQ M. Yamin

Camat Menukung- Kapetete

Kepala Kemenag MelawiAzharuddin Nawawi

Barongsai pun ikut meriahkan acara pembukaan

Kafilah Belimbing saat defile

Qori Lantunkan ayat suci Al Qur'an

Barisan Kafilah sebelas kecamatan

Foto berrsama panitia MTQ- Bupati- dan tamu undangan

Deretan tamu undangan dan Forkopimda

Penonton padati tribun MTQ Display Menukung Mendukung dalam seremonial pembukaan

Tarian kolosal oleh para pelajar Menukung

Bupati menerima Al Qur'an dari Tokoh Masyarakat Menukung CMYK

Bupati serahkan piala bergilir pada camat Menukung


Teras Borneo Tribune

Rabu, 26 Februari 2014

11

Rapat RKPD Provinsi Kalbar

Pangdam Paparkan 3 Fungsi TNI Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Andi Ibrahim Saleh memaparkan tentang kondisi 3 Fungsi TNI dalam menjaga pertahanan NKRI khususnya Kalbar . FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Sepuluh Truk Malaysia Masuk Indonesia Diduga Tanpa Dokumen ada dokumen resmi yang disempaikan kepada petugas PLB. Dengan kondisi tersebut salah satu petugas PLB sempat menghubungi pimpinananya melalui via telepon, pimpinan pihak PLB sempat menanyakan masalahnya apa ? sehingga dijelaskan oleh petugas PLB tersebut bahwa dirinya tidak bisa mengambil keputusan tanpa perintah pimpinan. “ Mereka ingin memasukan batu skuit ke pabrik, jadi saya sampaikan kemereka pak saya menunggu perintah dari bapak, sebab mereka menggunakan jalan diluar PLB, jadi saya tidak berani tanpa perintah Bapak,”ucap salah satu petugas PLB saat menelpon pimpinannya yang sempat terekam oleh Borneo Tribune di lokasi. Menanggapi hal tersebut, pimpinan PLB Nanga Badau meminta stafnya agar pihak PT. Sinar Mas menelpon dirinya terlebih dahulu. “Pihak Sinar Mas lah yang harus menelopon saya terlebih dahulu,”cetusnya. Namun karena pihak PT. Sinar Mas bernama Suryanto berada dilokasi telepon tersebut langsung diberikan petugas PLB kepada pihak Sinar Mas dan langsung melakukan koordinasi dengan Pimpinan

PLB Nanga Badau melalui via telepon. “ Mohon maaf pak saya ingin menyampaikan bahwa barang tersebut akan dibawa kepabrik kita, seperti yang biasa lewat, seperti yang sudahsudah pak, kita mengambil material dari Malaysia karena mesin yang kita punya rusak sehingga sekitar 2 bulan tidak ada kegiatan, dan banyak juga yang masih kurang sehingga pimpinan mengizinkan untuk sementara mengambil dari Sarawak dan yang dari local juga masuk pak.Sebenarnya bukan wewenang saya tetapi saya berada dilapangan apakah ini lancar atau nggak pak,”ucap Suryanto. Ucapan Suryanto mendapat respon dari pimpinan PLB yang mengatakan bahwa dalam pengawasan yang dilakukan pihaknya bukanlah mengada-ngada namun menurutnya harus jelas seperti halnya dokumen-dokumennya. Setelah koordinasi yang dilakukan pihak PT. Sinar Mas dan pimpinan PLB kesepuluh truk tersebut diperbolehkan masuk namun diwajibkan pada pukul 07.00 wib. Tetapi pantauan Borneo Tribune dilapangan pihak PT. Sinar Mas tidak menunjukan dokmen-dokumen terhadap petugas PLB, berdasarkan pe-

rintah pimpinan para staf di PLB akhirnya membukakan pintu pagar jalan CPO milik Sinar Mas yang berada di samping pintu PLB Nanga Badau. Kepada Borneo Tribune, Suryanto mengaku bahwa mesin yang berada di pabrik mengalami kerusakan mengakibatkan dua bulan tidak beroperasi, sementara material lokal menurutnya tidak cukup untuk kebutuhan pabrik, sehingga pihaknya mengambil material ke Malaysia. ÿ “ Mesin kami mengalami kerusakan selain itu material lokal tidak cukup, jadi terpaksa kami menggunakan material dari Malaysia, dan inipun digunakan untuk pembangunan pabrik, jangan hanya kami yang dilihat mas, masyarakat disini juga menggunakan tong gas, minyak dan sembako Malaysia, cetusnya. Ketika dipertanyakan dokumen-dokumenya, Suryanto mengatakan pihaknya mengantongi dokumen hanya saja tidak ada secara fisik dipegang hanya ada di blackberry yang dikirim dari pusat via email. Dilokasi pabrik dua orang petugas intelijen juga sempat mempertanyakan dokumendokumen tersebut, namun Suryanto lagi-lagi menunjukan dokmen yang

ada di blackberry miliknya, dan Suryanto berdalih pihaknya sudah membayar pajak. “ Kalau pajak jelas bos, anda dikenalkan pajak semua orang kena pajak, tetapi saya ingin melihat dokumendokumennya mana, kedepan jika tidak ada dokumen seperti ini saya akan tahan barangbarang asal Malaysia yang kalian bawa itu,”tegas seorang Intelijen tersebut. Ditempat terpisah, ditemui Borneo Tribune, Danramil Badau Kapten.Inf Tumin mengatakan bahwa kunci dari semua ini adanya pada pihak Imigrasi dan Beacukai, jika memang pihak Sinar Mas tidak membawa dokumen seharusnya jangan dibiarkan masuk. “ Ini urusan antar dua Negara, tidak bisa main-main harus ada dokumen resmi yang mereka tunjukan, saya sudah sering melakukan koordinasi dengan pihak PLB hal tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja, jika memang mereka punya dokumen yang sudah diurus di Jakarta tolong tunjukan mana dokumennya, kedepan bagi yang tidak menunjukan dokumen lengkap seperti itu kita akan lakukan penahanan barangnya dan kita akan melihat dokumennya,” tegas Tumin. (Timo)

Lanud Pastikan Tiga Negara Datang di Hanggar Lanud Supadi. “Kegiatan refreshing terjun payung dilaksanakan dalam rangka menyambut Pontianak Airshow yang akan digelar pada tanggal 27 Februari hingga 2 Maret mendatang. Di sisi lain, menjadi momen untuk membina dan meningkatkan kesiapan prajurit-prajurit Paskhas secara perorangan sekaligus menambah jam terbang bagi para atlet,” katanya. Disamping itu juga, kata dia, acara ini sekaligus menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Kalimantan Barat, karena tidak setiap hari mereka bisa menyaksikan momen terjun payung. “Dengan adanya

kegiatan ini, besar harapan kami masyarakat pecinta dunia kedirgantaraan di Kalimantan Barat akan bertambah sekaligus memotivasi para atlet untuk bisa lebih berprestasi dan membawa nama harum Kalbar”, terangnya.ÿ Selain terjun payung acara Pontianak Airshow juga akan menampilkan Aeromodelling yang masih tergabung dalam olahraga dirgantara. Even yang rencananya akan dilaksanakan 2 tahun sekali tersebut sekaligus akan memanjakan masyarakat Kalimantan Barat dengan atraksi static show dan dynamic show oleh pesawat Hawk 100/200 dari Skadron

Udara 1 Lanud Supadio. Selain itu, dia pun memastikan akan ada tiga negara yang akan memeriahkan Pontianak Air Show 2014 yang dibuka secara resmi Kamis (27/2/) mendatang. Tiga negara tersebut adalah Polandia, Malaysia dan Singapura. “Konsep utama pergelaran akbar ini adalah sosial, edukasi dan entertainment. Kegiatan sosial pun berupa pelayanan kesehatan gratis di Rumah Sakit Angkatan Udara. Sisi edukasi, akan ada banyak media pembelajaran selama pergelaran bahkan pelajar diharapkan memenuhi acara serta sisi entertainment berupa hiburan tersendiri bagi pe-

ngunjung yang datang,” katanya. “Sejauh ini sudah 90 persen persiapan selesai dilakukan. Untuk perwakilan luar negeri sudah ada tiga negara yang memastikan akan datang yakni Singapura, Malaysia dan Polandia,” ujarnya. Novyan mengatakan, masyarakat tidak usah kwatir. Karena akan ada tiga unit bus untuk membawa masyarakat ke Lanud. Bus tersebut akan diparkir di Gedung Taspen yang bersebelahan dengan Megamal. Masyarakat yang tak memiliki kendaraan atau berada di seputar wilayah itu dapat berangkat ke Lanud dengan tumpangan gratis. (Adex)

bukti di majelis breakfast pagi ini, selain sepasang orang bicara bisnis ala Singapura tersebut, juga di sebelah kiri saya orang-orang Jepang. Sesama mereka berbahasa Inggris. Padahal tidak ada salahnya toh mereka berbahasa ibu? Kendati terdengar unik karena aksen Jepangnya, begitupula tetangga meja rotan saya yang lain di belakang kental dengan Bahasa Inggris aksen China-nya, si kakak berkerudung lawan bicara pria Singapura itu pun juga kental aksen Melayu Indonesianya. Untuk itu kita yang mau menggunakan Bahasa Inggris tak usah sungkan dan malu, apalagi ragu-ragu kalau Bahasa Inggris kita tidak sehebat aksentuasi penutur asli. Dulu, ketika ketemu warga Arab pengguna Bahasa Inggris, aksen Arabnya pun kental. So? Dont worry! Let it be. Tak masalah. Biarkan saja. The show must go on. Semua pasti berjalan. Pengalaman pagi ini saya tuangkan karena banyak di kalangan kita keteteran berbaha-

sa internasional yang satu itu lantaran takut salah. Takut tidak sama dengan penutur asli. Itu sebenarnya keliru. Lihatlah para pramusaji Saripan Pacific ini. Mereka ada yang Jawa, Sunda, bahkan mungkin juga Melayu, tak sungkan dan ragu berbahasa Inggris. Langgam bahasa ibu mereka tetap saja keluar. Terpenting tetamu dari mana saja bisa mereka layani dengan baik. Siapa yang minta kopi, teh, atau request khusus. Bayangkan jika mereka tak mengerti Bahasa Inggris? Pelayanan tak akan sempurna. Apalagi petugas resepsionis. Jika tak bisa Bahasa Inggris, bisa-bisa tamu hotel keluar tak bayar. Pupuslah uang masuk?! Tertutuplah lapangan kerja. Apalagi pertumbuhan hotel di Kalbar-khususnya Kota Pontianak-kini terbilang tinggi. Bahasa Inggris haruslah dikuasai. Kini zaman makin canggih. Pergulatan bangsa-bangsa makin dekat. Bahasa internasional khususnya Inggris semakin tanpa batas. Tengoklah Bandara Soepadio, ruas

penerbangan Singapura dan Malaysia sudah lama terbuka. Untuk itu anak-anak kita mestilah dibekali kemampuan, serta keberanian mempraktikkan Bahasa Inggris. Untuk itu bahasa pergaulan dunia itu sepatutnya dipraktikkan di setiap lingkungan terkecil. Seperti di kelas, di rumah, di organisasi, maupun kompleks perumahan. Saya dengan kemampuan Bahasa Inggris ibarat bebek pantompan-yang hanya pas buat makan-mau menularkan sedikit kemampuan melalui bimbingan belajar gratis. Maksudnya tiada lain menularkan skill atau keterampilan berbahasa Inggris. Kenapa? Agar kelak generasi muda kita tak gentar berdiplomasi, berbisnis, bahkan mempengaruhi negara-negara tetangga sampai ufuk Barat di seberang sana. Semoga lapangan kerja mereka juga semakin terbuka di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, dan sangat mensyaratkan kemampuan berbahasa Inggris ini. So, how? Hallo? *

Bahasa Inggris wanita cantik berkerudung. Si wanita masih muda, sedangkan sang pria sudah setengah baya. Keduanya jelas warna kulit Asia, namun bukan bahasa Melayu Nusantara yang digunakannya, melainkan Bahasa Inggris. Agaknya si pria adalah warga Singapura. Sebab dari pembicaraan di meja sebelah kanan saya, keduanya banyak bicara soal bisnis negeri tetangga yang kaya tersebut. Misalnya si pria membantah bahwa Anita Sarawak adalah namanya saja yang Sarawak. Anita bukan warga Malaysia, melainkan Singapura. Ah, dalam hal ini pun saya baru tahu. Oh begitu rupanya. Pantaslah si wanita tertawa renyah. Saya pun tersipu sendiri. Sebagai salah seorang pegiat bahasa Inggris di Kota Pontianak melalui Pusdiklat TOP Indonesia saya jadi semakin yakin, bahwa Bahasa Inggris sangat penting untuk dikuasai. Bukan sekedar untuk berkomunikasi dengan negeri Eropa, Amerika, atau Australia, namun juga Asia. Ter-

Borneo Tribune, Pontianak Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Andi Ibrahim Saleh S,E memberikan paparan tentang pertahanan Negara khususnya daerah Provinsi Kalbar. Pemaparan Pangdam Mayjen TNI Andi Ibrahim Saleh disampaikan dihadapan Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH, Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arie Sulistyo, Kajati Kalbar Anna Resy Napitupulu, Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Kalbar dan Walikota/Bupati se-Kalbar, di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar. Menurut Pangdam mayjen TNI Andi Ibrahim Saleh, Ada 3 (tiga) fungsi TNI dalam menjaga pertahanan NKRI khususnya Kalbar yaitu

Pertama, TNI berfungsi melakukan penangkalan dalam arti setiap ancaman baik dari luar maupun dari dalam. Kedua, melakukan penindakan, apabila ancaman penangkalan tidak bisa diatasi maka akan dilaksanakan penindakan, dan ketiga melaksanakan pemulihan akibat perang maka TNI melaksanakan pemulihan disemua aspek. ”Konteks tugas TNI yaitu menegakkan kedaulatan Negara, mengamankan NKRI dan melindungi segenap tumpah darah Indonesia,” kata Mayjen TNI Andi Ibrahim Saleh, Senin (24/2), dalam paparan Rapat Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD), di Balai Petitih,

Kantor Governor Kalbar. Pada sesi lain setelah paparan Pangdam, Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH dalam amanatnya, menyampaikan diantaranya yaitu dalam pelaksanaan pemilu tahun ini supaya berjalan dengan aman, tertib dan lancar. “Saya berharap agar pelaksanaan UU Desa akan diberlakukan segera, UU tentang jaminan sosial pada Januari lalu dimulai berjalan dengan lancar, tenaga kerja diluar Negeri harus diperhatikan, segera adakan penyuluhan Narkoba oleh Instansi terkait dan mewaspadai teroris yang mengancam keamanan Bangsa dan Negara,” kata Cornelis. (Lay).

Dua Tenaga Honorer Nekat Datangi Menpan RI Keberangkatan Syarif Feriansyah dan Sudarmanto ke Jakarta untuk mendatangi Menpan RI itu pun, didukung penuh oleh sebanyak 210 tenaga honorer yang tidak lulus dalam mengikuti tes CPNS K2 di Kota Pontianak, bahkan untuk pembiayaan keberangkatan ke Jakarta, para honorer ini rela mengumpulkan uang secara patungan, untuk memberangkatan dua orang perawakilan mereka tersebut. Selain itu pula, Syarif Feriansyah dan Sudarmanto selaku perwakilan, juga membawa satu baliho yang bertuliskan 4 tuntutan dari 210 tenaga honorer yang tidak lulus ÿdalam mengikuti tres CPNS K2 tersebut. “ Saya bersama Sudarmanto ini tenaga honoerer yang ada di Kota Pontianak, kami selaku perwakilan dari tenaga honorer Kota Pontianak yang tidak lulus dalam tes, di mana dalam tes dan pengumuman CPNS K2 itu terjadi kecurangan, yakni manipulasi masa kerja dan nomor peserta,” ungkap Syarif Feriansyah. Lanjut Syarif Feriansyah,

manipulasi masa kerja yang dimaksudnya tersebut, di mana yang dapat mengikuti tes CPNS K2 ini sesuai dengan TMT pada tanggal 3 Januari 2005, lebih dari tanggal, bulan dan tahun tersebut tidak dapat mengikuti CPNS K2 pada tahun 2013 kemarin, tapi nyatanya ada yang TMT pada tahun 2010 dapat mengikuti tes CPNS K2 pda tahun 2013 kemarin. “ Sedangkan untuk manipulasi nomor peserta yang kami maksud, yakni para peserta yang lulus dengan kelipatan 9 dibelakang nomor peserta, kelipatan angka ini terjadi bukan hanya di Kota Pontianak, melainkan sama halnya dengan Kota dan Provinsi lainnya, kan aneh, jika yang lulusÿ nomor pesertanya dengan kelipatan 9, misalnya nomor peserta yang lulus itu terdapat dibelakang angkanya 9, 18, 27,36 dan setersnya kelipatan 9, tidak ada nomor lainnya, ini kan aneh,”jelas Syarif Feriansyah. Selain itu kedatangan Feriansyah untuk menghadap Menpan RI, juga untuk mempertanyakan terkait kuota CPNS K2 Tahun 2013, apakah

Kuoatannya 30% ÿse Indonesia atau Kuota 30% per Kota/ Kabupaten, karena ini juga belum jelas. “ Kami juga ingin menanyakan terkait Kuoata tes CPNS K2 ini, apakah 30% se Indonesia atau 30% per Provinsi, Kota/Kabupaten, karena informasi terkait kuota itu juga belum jelas,” tegasnya. Sementara itu Sudarmanto mengakatakan, nantinya sampai di Jakarta, akan bertemu dengan Front Pembela Honoerer Indonesia (FPHI) se Indonesia, dan bersama - bersama untuk bertemu dengan Menpan mempertanyakan permasalahan ini. “Untuk FPHI Kota Pontianak, memberikan 4 tuntutan untuk yakni Menolak PP No.56 Tahun 2012 dan UU ASN, menolak pengumuman CPNS K2 khususnya di Kota Pontianak, lantaran adanya maipulasi masa kerja (cacat hukum), honorer K2 harus diangkat seluruhnya menjadi PNS (TMT 3 Januari 2005), Keluarga Besar K2 yang tidak lulusÿ menyatakan Golput Pemilu 2014,” tambah Sudarmanto.(Zrn).

Inspektorat Diminta Kroscek Program Cetak Sawah “ Saya ini kan baru saja dilantik, dan saya belum tahu, jadi saya mengedepankan asas praduga tak bersalah, namun program tersebut harus dilakukan pengecekan mendalam, mengapa bisa sampai ada dugaan tersebut, kan begitu pertanyaannya,” ujarnya lagi. Lanjutnya, karena dirinya baru saja mengetahui hal ini, setelah dihubungi Borneo Tribune, dirinya pun mengambil langkah - langkah kedepan, guna mencari kebenaran tersebut, apakah memang ada dugaan korupsi atau tidak, yakni dengan meminta Inspektorat untuk turun ke lapangan. “ Kita kan punya Inspektorat, kita minta mereka untuk melakukan kroscek

program cetak sawah 2013 itu, karena dengan kroscek dilapangan yang dilakukan Inspektorat, akan diketahui benar atau tidak dugaan tersebut, sambil menunggu perintah audit yang dilayangkan Polda Kalbar,” tambahnya. Dikatakan pula oleh orang nomor dua di KKR itu, secara teknis, Dinas terkait akan dipanggilnya, guna menjelaskan dugaan korupsi tersebut, guna mengetahui duduk persoalannya seperti apa. “ Saya akan panggil dinas terkait, karena secara teknis mereka yang tahu, sedangkan saya dan Pak Rusman baru saja dilantik, sehingga saya yang baru ini mengetahui duduk persoalannya seperti apa,” katanya.

Terkait adanya dugaan korupsi ini, Hermanus pun akan mengambil langkah - langkah internal terhadap jajarannya, dan mengimbau kepada seluruh jajaran SKPD yang ada di KKR untuk bekerja maksimal dan sesuai ketentuan atau prosedur. “ Saya imbau kepada jajaran SKPD yang ada di KKR untuk bekerja maksimal dan sesuai prosedur, dan jangan melakukan penyimpangan dalam menjalan tugas, dan saya akan mengambil langkah - langkah internal terkait adanya dugaan korupsi ini, guna kedepannya tidak ada lagi penyimpangan yang terjadi di jajaran SPKD KKR,” imbaunya kepada seluruh SKPD yang ada di KKR.(Zrn).

Ada Miskomunikasi Pemerintah dengan KPK “Sehingga kalau yang dimaksud pemerintah bahwa RUU KUHP dan KUHAP itu lex generalis, kalau itu dijelaskan nanti KPK bisa mengerti. Sebab, KPK kan lex spesialis,” kata Abdullah saat ditemui di Gedung Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Jalan Veteran 11, Jakarta, Selasa 25 Februari 2014. Abdullah mengatakan selama ini tidak ada penjelasan bahwa RUU KUHP dan KUHAP adalah lex generalis, sehingga tetap menjamin eksistensi KPK seperti seka-

rang dengan segala kewenangannya. “Jadi itu saya lihat persoalan komunikasi,” tuturnya. Meskipun demikian, Abdullah mengakui ada orang atau pihak yang tidak suka dengan eksistensi dan sepak terjang KPK selama ini. Mereka berasal dari lintas instansi dan profesi baik pemerintah, legislatif, ataupun kalangan pengusaha. “Kita nggak bisa menutup mata mengenai itu,” imbuhnya. Salah satu contoh, kata dia,

adanya pihak yang mengusulkan agar kewenangan penyadapan KPK diserahkan kepada pengadilan. Apabila itu terjadi, lanjut Abdullah, maka bagaimana jika KPK bermaksud menyadap pejabat di pengadilan tersebut. “Terus KPK bilang, maaf Pak Ketua Pengadilan, kami mau menyadap Anda. Pakai izin, logis nggak? Berarti kan ada potensi seperti itu (tidak suka). Berarti kan wajar kalau orang KPK termasuk saya mencurigai ada apa ini,” tuturnya. (vivanews)


CMYK

Moment & Activity www.borneotribune.com

Borneo Tribune

Bank Kalbar Syariah saat diumumkan sebagai Best of The Best.

The Winner.

Kiri ke kanan, Muhammad Hadad, Dharmawati dan M Faridan Munawar Kalahan.

12

Rabu, 26 Februari 2014

Kiri ke kanan, Muhammad Hadad, Dharmawati dan M Faridan Munawar Kalahan.

Bank Kalbar Syariah Sabet 6 IFAC 2014 NAMA Kalbar kembali berkibar di perhelatan bergengsi Bank Pembangunan Daerah (BPD) unit syariah. Tidak tanggung-tanggung enam penghargaan bergengsi nasional berhasil disabet. Tepatnya pada Islamic Finance Award and Cup (IFAC) 2014 bertempat di Thamrin Nine Balroom, UOB, Jakarta, Senin (24/2/2014) malam. Kabar gembira ini menjadi hadiah spesial sehari menjelang PT Bank Pembangunan Daerah Bank Kalbar mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). RUPS Luar Biasa pada hari Selasa (25/2/14) itu sendiri merupakan ajang meeting para pemilik modal, yakni para kepala daerah, mulai dari pemerintah kabupaten, pemerintah kota, hingga pemerintah provinsi dalam rangka

evaluasi sekaligus proyeksi kemajuan. Oleh karena itu Muhammad Hadad, M Faridan Munawar Kalahan dan Dharmawati dengan bangga berdiri mewakili Dirut Sudirman HMY maupun Komisaris Utama Murdjani Abdullah yang berhalangan hadir lantaran RUPS untuk menerima award. Mereka satu persatu naik panggung kehormatan bersama elit bankir syariah nasional lainnya. Keenam penghargaan yang diukir Bank Kalbar syariah adalah: 1st Rank the Most Profitable, 1st Rank the Most Efficient Sharia Unit BPD, 2nd Rank the Best Sharia Unit BPD, 3rd Rank Top Growth Financing Sharia Unit Asset < IDR 1 Trillion, 3rd Top Growth Funding, dan 3rd Top Growth Financing. Keenam penghargaan ini

jauh melamAset Rp 767,99 Miliar. paui penghargaan yang DPK Rp 270,81 Miliar. dicapai Bank Pembiayaan. Rp 391,56 Miliar. K a l b a r Setelah Bagi Hasil Rp 49,39 Miliar. Syariah pada tahun sebeLaba Tahun Berjalan Rp 38,74 Miliar. lumnya. ”Per tumbuhan dan perkembangan ser ta lah tumbuh 42,83% (Rp 768 mililaba kami memang jauh lebih tinggi ar—dengan posisi per akhir Desempada tahun 2012 yang dinilai pada ber 2012) dana pihak ketiga/DPK ajang paling bergengsi untuk bank 36,53% (Rp 270,8 miliar), pembiasyariah,” ungkap Pemimpin Cabang yaan 80,25% (Rp 391,56 miliar), Bank Kalbar Syariah, Dharmawati. Ia pendapatan setelah bagi hasil tampil mengenakan jubah hitam 43,27% (Rp 60,52 miliar), laba taserta jilbab keemasan. hun berjalan 48,10% (Rp 38,74 Hasil yang ditorehkan di tahun miliar). buku 2012 menurut mahasiswa ”Jadi ini penilaian tahun 2012 diMagister Manajemen Untan ini ada- bandingkan dengan tahun 2011,”

tambah ibu empat anak yang akrab disapa Wati ser a y a menegasikan bahwa modal Bank Kalbar Syariah sudah mencapai Rp 300 miliar. Adapun penghargaan IFAC 2014 menurutnya bisa diraih dengan kerja keras seluruh pihak. Mulai dari besarnya motivasi yang disuntikkan pemilik modal, dalam hal ini pemerintah provinsi, pemkot dan pemkab, maupun para direksi, komisaris, seluruh nasabah, serta karyawan-karyawati. Pada tahun buku 2013 tantangannya semakin berat terkait

(42,69%) (36,53) (80,25%) (43,29%) (45,15%)

kompetitifnya perbankan syariah di Bumi Khatulistiwa. Untuk itu taktik, strategi, serta kerja keras harus semakin diperkuat. Harus semakin kreatif dan inovatif dalam bingkai syariah. Sedikitnya 150 bankir dari 61 lembaga perbankan syariah seluruh Indonesia memenuhi Nine Balroom UOB, dan dihadiri juga para pimpinan lembaga asuransi syariah, BPR Syariah, maupun Baitul Maal wa Tamwil alias BMT. IFAC 2014 ini semakin meriah dengan penampilan musik akustik Senada yang mendendangkan lagu-lagu midlay. Balroom yang mewah dengan tata cahayanya semakin membahana dengan tampilnya para jawara musik dalam lomba koor syariah. Mereka melantunkan lagu bernada jihad

Raih enam penghargaan tahun buku 2012.

Dharmawati registrasi.

Gedung UOB tempat pelaksanaan IFAC 2014.

Koor musik.

Shalat berjamaah sebelum acara.

Wawancara dari Republika.

Sambutan kreatif Karim Consulting Indonesia.

Tembang Nasyid Senada.

CMYK

fi sabilillah serta lagu-lagu daerah. Tak urung sebagai penghormatan bagi Kalimantan Barat, dendang lagu cit cit periuk pun diracik cantik sehingga memukau hadirin. Delegasi Kalbar pun semakin bangga. Selain bangga meraih 6 IFAC 2014, juga lagu daerahnya dipromosikan dengan gegap gempita. Semoga kebanggaan bersama itu melecut semangat kita semua untuk terus berprestasi mengharumkan nama Kalimantan Barat di pentas nasional. * Narasi dan Foto: NUR ISKANDAR


Harian Borneo Tribune 26 Februari 2014  

Harian Borneo Tribune 26 Februari 2014

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you