Page 1

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

KEBERSAMAAN

DA N

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Sabtu, 28 September 2013

22 Dzulkaidah 1434 H - 24 Peh Gwee 2564

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

10 Tahun Buron, Terdakwa Korupsi Ditangkap Hendak Tinggalkan Kalbar, Ditangkap Dibandara Supadio Borneo Tribune, Pontianak Terdakwa menggunakan Pesawat Lion hendak menuju Jakarta, dan saat dilakukan penangkapan oleh Tim Kejagung, Kejati Kalbar, dan Kajari Ketapang, terdakwa tidak melakukan perlawananan dan dengan santai menuruti Tim untuk dibawa pulang ke Kabupaten Ketapang, dan sebelum diterbangkan me-

Terdakwa kasus korupsi pekerjaan peningkatan jalan ruas Teluk Batu Sungai Gawang, Syahrial Hamzah (62), Jumat (27/9), pukul 11.00 ditangkap di ruang tunggu Bandara Supadio saat hendak meninggalkan Provinsi Kalbar dengan pesawat.

nuju Kabupaten Ketapang, terdakwa langsung diamankan di Kejati Kalbar untuk dibawah ke Kejari Ketapang untuk menjalani proses hukum yang sudah ditetapkan oleh Kejari Ketapang. Menurut Asisten Bidang Intelijen Kejati Kalbar Lumumba Tambunan, SH, penangkapan terdakwa selama buron 10 tahun ini berdasarkan putusan

Pengadilan Negeri Ketapang yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap Nomor 49/ Pid.B/2002/PN KTP tanggal 28 Juli 2003 dengan amar putusan pidana penjara selama 6 tahun, dan denda Rp 200 juta, dan subsider 6 bulan kurungan. ”Terdakwa dituntut membayar uang pengganti sebesar ....Ke Halaman -11

Kapolda Mutasi Dua Pejabat Utama dan 3 Kapolres Borneo Tribune, Pontianak Dua Pejabat Utama Polda Kalbar dan tiga Kapolres jajaran Polda Kalbar dimutasikan secara serempak oleh Kapolda Brigjend Pol Arie Sulistyo. Mutasi ini berlangsung di Mapolda Kalimantan Barat, yang dihadiri seluruh pejabat utama Polda Kalbar, Jumat (27/9) kemarin.

Dua pejabat utama Polda Kalbar yang dimutasikan itu pun yakni Kombes Pol Anthony Siahaan dengan jabatan Dir Intelkam Polda Kalbar digantikan oleh Kombes Pol M. Soleh Hidayat dan Kombes Pol Ahmad Alwi dengan jabatan Dir Narkoba Polda Kalbar digantikan oleh Kombes Pol Hendi Handono.

Perbuatan Joni Jingku Dianggap Menghina Gubernur

....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

Pengrusakan Kantor KPU KKR Terus Diselidiki

B uah Bibir LANTARAN dianggap menghina Gubernur Kalbar, Cornelis yang juga merupakan Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Kalbar, Ketua DPC PDIP Kabupaten Sanggau, Krisantus Kurniawan melaporkan Joni Jingku, warga Bodok Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau ke Mapolres Sanggau, Jumat (27/9) siang. Krisantus menuturkan, bahwa ia melaporkan hal itu merupakan

Sedang untuk tiga Kapolres yang dimutasikan Kapolda Kalbar, yakni AKBP Sigit Dedi Purwadi dengan jabatan Kapolres Sanggau digantikan oleh AKBP Samuel Tandi Todongara, dan AKBP Samuel Tandi Todongara dengan jabatan Kapolres Melawi digantikan

Digiring. Syahrial Hamzah (tengah baju putih), Terdakwa kasus korupsi pekerjaan peningkatan jalan ruas Teluk Batu Sungai Gawang saat digiring Tim Intelijen Kejagung, Kejati, dan Kajari menuju Kabupaten Ketapang. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Krisantus Kurniawan

Arti Kata Chaos SEORANG anak yang sedang belajar bahasa Inggris hendak menanyakan arti sebuah kata dalam bahasa Indonesia karena kamusnya sedang dipinjam oleh temannya. Kata tersebuat adalah : “Chaos”. Anak : “Bu, apa arti kata chaos dalam bahasa Rusia?” Ibu : “Oh... itu tergantung siapa pengarang kamusnya nak.” Anak : “Lho kok . . . , apa tiap pengarang berbeda arti bu? (tanya sang anak semakin bingung)” Ibu : “Kalau menurut Pusat Bahasa berarti kacau balau, tapi kalau Pemerintah, itu artinya Aman dan Terkendali nak.” o

Borneo Tribune, Pontianak Pengrusakan yang terjadi di Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Kubu Raya (KKR), oleh aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah massa, pada hari Selasa (24/9) kemarin, masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) dan Polresta Pontianak. “ Kami akan proses hukum dan saat ini sedang dalam penyelidikan pihak kami,” ungkap Kapolda Kalbar Brigjend Pol Arie

Sulistyo, Jumat (27/9) kemarin. Menurut Kapolda Kalbar Brigjend Pol Arie Sulistyo, terkait unjuk rasa yang berujung sifat anarkis sehingga menyebabkan kerusakan Kantor KPU KKR, saat ini sedang ditangani pihaknya, baik Polda Kalbar maupun Polresta Pontianak, di mana dalam kasus pihaknya sedang memilah – milah pada pemicu persoalan dalam insiden itu. “Kami sedang menyelidiki, di mana kami sedang memilah ....Ke Halaman - 11

Oknum Mahasiswa Tiga Fakultas Untan Bentrok Polisi Imbau Selesaikan Permasalahan Dengan Kepala Dingin

Brigjend Pol Arie Sulistyo, FOTO:Achmad Mundzirin/Borneo Tribune.

Pemerintah Imbangi Kenaikan BBM dengan Bantuan Infrastruktur Borneo Tribune, Pontianak Pemerintan pusat melalui APBN-Perubahan tahun 2013, mengalokasikan dana sebesar Rp 2 miliar untuk Kalimantan Barat. Anggaran tersebut berasal dari Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum melalui Program Percepatan

dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Permukiman (P4IP) di perkotaan Kalbar. Program tersebut sebagai bentuk pengimbangan naiknya BBM sekaligus antisipasi dampak negative atas kenaikan harga BBM bagi masyarakat miski baik di wilayah pedesa-

an maupun perkotaan. Dari program yang digawangi oleh PNPM perkotaan ini, tak semua daerah di Kalbar mendapat alokasi. Hanya empat daerah yang mendapat sentuhan danaa Rp 2 miliar. Yakni ....Ke Halaman - 11

Borneo Tribune, Pontianak Oknum mahasiswa di Tiga Fakultas Universitas Tanjung Pura (Untan), yakni Fakultas Hukum, Tehnik dan Fisipol melakukan aksi saling serang atau bentrok, di mana ini terjadi di belakang Fakultas Hukum Untan, Kamis (24/9) sekitar pukul 23.45 kemarin. Kapolsekta Pontianak Selatan Kompol Marhen Yesayas saat dikonfrimasi terkait diduganya telah terjadi bentrok aantar Fakultas di Untan tersebut, dirinya membenarkan bahkan akibat bentroknya oknum mahasiwa dari tiga Fakultas yang ada di Untan tersebut, terdapat sejumlah oknum mahasiwa yang terluka, yakni atas nama Taufik dari Fakultas Tehnik, Floren dari

Kompol Marthen Yesayas, FOTO;Achmad Mundzirin Borneo Tribune.

Fakultas Hukum dan Rahmadi dari Fakultas Fisipol. “ Saat ini tiga oknum mahasiswa dari tiga Fakultas tersebut sedang dalam perawatan, karena mengalai luka akibat bentrokan tersebut,” jelas Kompol Marthen. ....Ke Halaman - 11

Menjuarai Lomba Diskusi/Argumen

SMA Tunas Bangsa Duta Kodam XII/Tpr Borneo Tribune, Kubu Raya, Lomba Diskusi/Uji Argumen dan Menulis Artikel Parade Cinta Tanah Air yang bertemakan “Tingkatkan Prestasi, Cinta Indonesia, Hidupkan Karaktermu” yang dilaksanakan Kementerian Pertahanan RI yang bekerjasama dengan Kodam XII/Tpr dan diikuti 39 peserta untuk mencari yang terbaik sebagai perwakilan Kodam XII/Tpr pada per-

Perwakilan Kemenhan RI di Kalbar Kolonel Inf Edy Santoso menyerahkan piagam kepada perwakilan SMA Tunas Bangsa yang berhasil menjuarai Lomba Diskusi/Argumen dan berhak mewakili Kodam XII Tanjungpura untuk mengikuti perlombaan di Tingkat Pusat. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

tandingan tingkat pusat yang akan dilaksanakan di Jakarta. Dari 39 tim yang bertanding yang masuk 10 besar, dari SMK Imanuel, SMA Imanuel, SMAN 1 Ptk, SMA Taruna, SMA Tunas Bangsa, SMAN 1 Ptk “B”, SMAN 1 Ptk “C”, SMA Imanuel “B”, SMK Imanuel “B”, SMA Santo Petrus. Sedangkan pada babak semifinal yang masuk 6 besar, SMA Imanuel, SMA Taruna, ....Ke Halaman - 4

PT. ANZON AUTOPLAZA

Kunjung i!!! Pameran di Mega M A.Yani Po all ntianak s/d 30 S ept’ 13

Kantor Pusat : Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 Singkawang : Jl. A. Yani No. 8 Telp. (0562) 637000 Ketapang : Jl. R. Suprapto Telp. (0534) 31841 Sanggau : Jl. Jend. Sudirman Telp. 0564 - 2025280 Sintang : Jl. MT. Haryono Telp. 0565 - 24222 Landak : Jl. Pulau Bendu No. 26, Kab. Landak Kec. Ngabang

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -


Kayong Utara

Borneo T Tribune

Sabtu, 28 September 2013

2

DPT KKU Bisa Berubah

1 Bulan Untuk Update Data Borneo Tribune, Sukadana KPU KKU terus melakukan koordinasi dengan menggelar rakor terkait surat edaran nomer 644 KPU Pusat. Dikatakan ketua KPU KKU Dedy Efendy SH Jumat (27/9), berdasarkan surat edaran tersebut, KPU kabupaten kota se Indonesia masih diberikan kesempatan waktu untuk memperbaiki data pemilih, dimana pada 13 September lalu sudah dilakukan pengumuman penetapan daftar pemilih tetap. Dari surat tertanggal 16 September 2013 terkait perbaikan data pemilih tersebut, KPU langsung merapatkan barisan dengan mengundang jajaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) un-

T

tuk mendelegasikan dan menindaklajutinya. ”Kita akan update data pemilih, bisa bertambah bahkan justru berkurang tergantung kondisi dilapangan,” kata Dedy Efendy. Dijelaskannya, Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang akan melakukan detil up date data tersebut, dimana jika diketemukanada data penduduk ganda, meninggal, pindah atau sejenisnya maka wajib dihapus dari DPT, namun demikian jika ada penduduk yang belum terdaftar maka dapat dimasukan dalam daftar pemilih. ”Kita ingin data terbaru dan semua masyarakat dapat memilih,” katanya. Dengan batas waktu yang diberikan hingga perte-

AJUK

Membuktikan Praktek Money Politic dalam Pemilu Pemilukada Kubu Raya menyisakan persoalan besar. Hampir semua media cetak di Kalbar memberitakan hal itu. Tim Muda Mahendrawan menolak mengakui hasil perhitungan KPU karena mereka merasa dicurangi. Banyak kasus pelanggaran pemilu yang ditemukan. Tim ini melaporkan kasus ke Panwas KKR dan mereka juga akan membawa persoalan tersebut ke Mahkamah Konstitusi. Dari sekian banyak persoalan yang diungkap, persoalan money politic merupakan kasus yang banyak disebutsebut. Menurut versi Tim ini, ada orang tertentu yang memberikan uang sebagai cara untuk mendapatkan suara. Namun kemudian, sebelum kasus ini ditangani secara prosedural oleh penegak hukum, publik diberikan jawaban pesimis oleh pihak tertentu, bahwa kasus money politic sukar diungkap. Kasus money politik susah dibuktikan. Lalu, benarkah kasus money politik susah dibuktikan? Mengapa kasus ini susah dibuktikan? Apa yang membuatnya susah? Tidak adakah cara yang mudah untuk membuktikan kasus ini? Bermacam pertanyaan muncul dalam benak kita. Kita bertanya demikian karena merasa heran: bagaimana kejahatan di depan mata, yang sudah menjadi rahasia umum, bisa menjadi kasus yang sulit dan kabur. Pada pendapat kita, bukan kasus money politik yang sulit dibuktikan. Yang sulit dalam kasus ini adalah cara berpikir penegak hukum yang sulit. Aparat penegak hukum -semoga bukan- sedang menyulitkan diri dalam menangani kasus ini. Ketika mereka berpikir sulit, maka semuanya memang akan menjadi sulit. Sebaliknya, jika mereka berpikir bisa, tentu mereka akan bisa mengatasinya. Tentu, mereka tahu bagaimana membuktikannya. Paling tidak, secara nurani mereka bisa menimbangnya sendiri. Karena itulah dalam kasus di Kubu Raya –serta kasus-kasus lain yang sering kita dengar, kita merasa sangat prihatin. Prihatin pada aparat penegak hukum, prihatin kepada pelaku yang memberi uang dan prihatin pada orang yang mau menerima uang haram itu. Prihatin juga pada nurani-nurani yang tumpul.

S

ENGET

Pabrik arak tradisional di Singkawang digerebek tentara *Loh, kok… polisinya mana? Ah, pasti tempatnya di batas-batas. Bang Tribune

· Wartawan, Kontributor, Intensive Programme and Freelancer “ Borneo Tribune” selalu di bekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima / meminta apapun dari narasumber · Setiap artikel atau tulisan berupa laporan kegiatan, cerita pendek, surat pembaca, puisi dan resensi yang dikirim ke redaksi hendaknya di ketik dengan spasi rangkap, maksimal 500 kata, ditandatangi dan disertai identitas ( No Telp / Fax jika ada ) dikirim ke alamat borneotribune@yahoo.com atau yusriadii@yahoo.com. Terimakasih

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

ngahan Oktober itu, KPU melalui jajarannya harus bekerja ekstra, dimana

data tersebut harus sudah masuk sebelum 12 - 13 Oktober, karena tanggal terse-

but menjadi tanggal perkiraan pengumuman daftar pemilih tetap. ”Kami meng-

harapkan partai politik juga dapat menyampaikan informasi terbaru ini kemas-

yarakat, sehingga semua dapat terdaftar,” harapnya.(DL)

Zonasi Ditetapkan

Tak Ikuti Aturan Atribut Dibongkar Borneo Tribune, Sukadana. Menjelang pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan, KPU mulai membuat batasan-batasan untuk pelaksanan pemilu. Jumat (27/9) KPU KKU telah menyebarkan informasi kepada partai politik terkait aturan main dan pemasangan atribut kampanye. ”Kita sudah tetapkan zonasi dan aturan pemasangan atribut kampanye,” kata komisioner KPU KKU Efian Noer di Mahkota Kayong. Dikatakannya, zonasi pemasangan atribut kampanye baik itu baliho sudah ditetapkan dan kesemuanya dilaku-

kan dengan penyesuaian daerah pemilihan. Di KKU terdapat empat daerah pemilihan maka dari ke empat daerah tersebut akan ditetapkan tempat yang diperbolehkan. Untuk dapil 1 Sukadana KPU menetapkan empat wilayah pemasangan atribut kampanye yakni Desa Simpang Tiga Dusun Siduk, Desa Sutera di simpang Serong, Desa Benawai Agung di simpang Pelerang dan Desa Harapan Mulya di Jembatan Rantau Panjang. Untuk dapil 2 Pulau Maya dan Karimata ditetapkan arealnya adalah Pasar Tanjung Satai, Sim-

pang tiga Satai Lestari, Dusun Besar, Dusun Kecil, Desa Pelapis, Desa Padang, dan Desa Betok. Dapil 3 Teluk Batang Seponti areal yang diperbolehkan meliputi Desa Sungai Paduan simpang tiga Alur Bandung, Terminal Teluk Batang, Jembatan perbatasan Seponti - Teluk Batang, lokasi tugu KTM Seponti, simpang Wono Rejo Seponti dan Durian Sebatang. Sedangkan dapil 4 Simpang Hilir adalah Jembatan Rantau Panjang, Simpang Tugu Melano, Jalan Gelora Desa Medan Jaya, Perbatasan Sungai Paduan, Jem-

batan Mata-mata-Lubuk Batu dan desa Matan. ”Intinya itu tempat umum yang diperbolehkan, diluar itu kita sarankan dicabut,” kata Efian Noer. Namun demikian tersapat tempat-tempat pribadi yang telah mendapat izin pemiliknya diperbolehkan untuk memasang atribut. Sementara itu, terkait pemasangan baliho, KPU memberikan batasan terkait jumlah yang diperbolehkan untuk pemasangan baliho yakni ditempat yang telah ditentukan dan juga jumlahnya yakni hanya satu baliho satu desa dan itupun hanya baloho par-

tai yang memuat nama, gambar dan nomor urut serta visi misinya, dan jika dipasang foto hanya dipersilahkan untuk mamasang foto penggurus partai. ”Pengurus partai non caleg,” tegasnya. Dan untuk sepanduk caleg ditentukan ukurannya yakni 1,5 X 7 meter dan juga dipasang di lokasi yang telah ditentukan. Namun jika pemasangan atribut kampanye caleg, KPU tidak melarang jika dipasang di rumah penduduk jika telah mendapat izin pemilik, karena yang dibatasi adalah di wilayah umum. (DL)

Pemenang Kasus Tanah Tanjungpura Lakukan Pemagaran Warga Berdiam di Atas Tanah diberi Toleransi 2 x24 Jam Borneo Tribune, Pontianak Pemilik tanah seluas 3.107 meter persegi (M2), Syarif Mahmud Abdulrrahman Assegaf bersama Kuasa Hukumnya Rudi Prianto SH, melakukan pemagaran tanah miliknya di Jalan Tanjungpura, Pemagaran ini berdasarkan perintah MA dan Pengadilan, sebagai bukti penguasaan fisik, Kamis (26/9) kemarin. Pemagaran yang dilakukan oleh Syarif Mahmud Assegaf sudah berkoordinasi dengan semua pihak, yakni Polri, TNI dan Sat Pol PP, sehingga dalam pemagaran yang dilakukan ini pun dikawal ketat oleh aparat kepolisian dan Satpol-PP, di mana proses pemagaran tersebut tidak ada penolakan dari warga setempat. Proses dilakukan pihak Syarif Mahmud Assegaf ini pun sempat menjadi perhatian warga setempat serta pe-

ngendara yang berlintas di Jalan Tanjung Pura, bahkan sempat menjadi tontonan pengendara maupun warga. Menurut Kuasa Hukum pemilik tanah, Rudi Prianto SH, perkara kasus tanah ini sudah cukup lama dari tahun 1998. Sehingga selesai kasus ini tahun 2013, dimana BPN Kota Pontianak diperintahkan oleh pengadilan untuk menandatangi atas bukti kepemilikan tanah atas nama Syarif Mahmud Assegaf di Jalan Tanjung Pura tersebut. “Kita sudah mendapatkan surat BPN pusat, di mana BPN pusat mengatakan permohonan Syarif Mahmud harus diproses BPN Kota Pontianak. Selain pula kami sudah memenangkan sidang di Pengadilan, bahkan hingga sampai ke Mahkamah Agung (MA), dimana kemenangan kami memerintahkan BPN Kota Pontianak

untuk menandatangani, kami melakukan pemagaran juga merupakan sutau langkah proses hukum sebagai bukti penguasaan fisik,” jelas Rudi Prianto, SH. Lanjut Rudi Prianto, pemagaran yang dilakukan kliennya tersebut, sudah diberitahukan kepada RT serta warga setempat, bahkan pemagaran yang dilakukan kliennya tersebut, juga memberikan toleransi kepada masyarakat setempat terkait atas kepemilikan kliennya atas tanah tersebut, sehingga pemagaran yang dilakukan tidak ada perlawanan dari warga setempat. Kuasa Hukum menuturkan, sampai adanya perkara tanah ini, lantaran dulunya pernah ada yang mengakungaku tanah yang dimiliki kliennya berdasarkan hukum dan kejelasan fakta dilapangan tersebut, adalah milik H. Thaha. Namun setelah melakukan pengecekan siapa nama H Thaha, ternyata tidak ada masyarakat mengenal dan mengetahui

nama tersebut. “Kita juga tidak pernah melihat ada sertifikat dari H.Thaha itu. Maka dari itu sudah jelas tanah seluas 3.107 M2 adalah milik Syarif Mahmud Abdulrrahman Assegaf yang merupakan klien kami, dan kepemilikan ini beradasarkan keputusan pengadilan, MA, dan di mana saat ini BPN diperintahkan untuk menandatangi surat atas kepimilikan tanah klien saya,” ungkapnya. Sementara itu selaku Pemilik tanah, Syarif Mahmud Abdulrrahman Assegaf mengatakan tanah seluas 3.107 M2 itu adalah milik dirinya, namun karena ada yang mengaku – mengaku sebagai pemilik juga, sehingga harus menempuh jalur hukum, dan Ia pun menang dalam proses hukum tersebut, yakni atas berdasarkan Pengadilan maupun di MA. Lanjut Syarif Mahmud Assegaf, pihaknya akan tetap berusaha untuk menyelesaikan tanah miliknya tersebut dengan cara yang baik

– baik dan menghargai warga setempat. “Saya tetap terus memperjuangan tanah milik saya ini, sampai kapanpun, dan tentunya dengan cara yang baik – baik dan sesuai dengan prosedur hukum,” ungkap Syarif Mahmud Assegaf. Selain itu dirinya juga mengatakan, dengan terbuktinya Ia selaku pemilik tersebut oleh Hukum dan fakta serta bukti yang lengkap, dirinya pun melakukan pemagaran tersebut, sehingga tidak ada yang mengaku – ngaku lagi, dan terkait warga yang tinggal di atas tanah tersebut, dirinya memberikan toleransi selama 2x24 Jam untuk bermusyawarah dengannya. “ Saya memberikan toleransi selama 2x24 jam dengan warga setempat untuk berfikir dan mengambil keputusan, yakni seperti maunya warga seperti apa dan bagaimana, dan kami akan menunggu hal tersebut, hingga dua hari akan datang,” tambahnya.(Zrn).

Inspirasi

Harmonisasi Kemakmuran Oleh: Khairul Fuad Beberapa wilayah di Kalimantan Barat telah selesai melaksanakan pilkada untuk memilih wali kota-wakil wali kota dan bupati-wakil bupati. Kenduri daerah ini secara umum terselenggara dengan aman dan lancar meski diwarnai oleh laporan terkait kecurangan pilkada dan sempat terjadi keributan yang mengarah tindakan anarkis. Proses rekapitulasi suara telah dilaksanakan dan dirilis secara resmi oleh KPUD hasilnya di tingkat daerahnya masing-masing. Walaupun, Berita Acaranya ditolak oleh kubu pasangan calon (paslon) petahana (incumbent) di sebuah kabupaten muda hasil pemekaran. Pemilihan ini merupakan tahapan melahirkan para pemimpin untuk mengatur kehidupan sosial masyarakat dan melakukan reformasi birokrasi. Walaupun, proses demokratisasi ini mulai dikeluhkan oleh masyarakat, diakibatkan di antaranya oleh pemberitaan miring dan daya

serap anggaran yang sangat besar terhadap pelaksanaannya di beberapa daerah. Energi masyarakat sepertinya dihabiskan untuk memperhatikan dari pilkada ke pilkada, tidak terkecuali di Kalimantan Barat. Oleh karena itu, sempat muncul pemikiran, pelaksanaan pemilu serentak di pusat dan daerah, baik tingkat I maupun tingkat II sehingga dapat menghemat energi dan biaya. Meskipun demikian, kenduri ini, yang bakal diretas juga tahun depan untuk pemilihan presiden dan wapres 2014, merupakan sarana meraih kepastian hukum demi memutar roda kepemimpinan lokal dan nasional. Kenduri yang menghabiskan besar anggaran Negara wajib dibarengi konsekuensi kepemimpinan yang semestinya oleh para pemenangnya. Pertanggungjawaban moral tetap dikedepankan setelah memegang amanah yang telah dibebankan di atas pundaknya. Kekuasaan (power) sudah saatnya diubah, tidak lagi cenderung ke korupsi (tends to

corrupt), tetapi cenderung ke kemakmuran (tends to prosperity). Kemakmuran menjadi harga mati bagi rakyat setelah mengikuti kendurian tersebut. Rakyat hanya ingin mudah meraih pendidikan yang baik, mendapatkan kesehatan dengan pelayanan yang layak, dan merasakan kenyamanan melalui stabilitas keamanan yang terjaga. Setidaknya, kebutuhan-kebutuhan dasar (basic needs) itu yang sangat dibutuhkan oleh rakyat pascapilkada. Oleh karena itu, berita-berita miring, putus sekolah, layanan buruk kesehatan, dan kesulitan usaha selayaknya sudah tidak lagi mewarnai media-media massa, baik cetak maupun elektronik. Tingkat pemenuhan kebutuhan dasar menjadi tolok-ukur tinggi-rendah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pekerjaan besar ini yang harus tercantum pada urutan skala prioritas yang mendesak untuk digulirkan oleh pemimpin baru hasil pilkada karena kebutuhan-kebutuhan

dasar menjadi faktor asasi menegakkan kemakmuran di tengah masyarakat. Ditambah, pemimpin baru memiliki beban berat mewujudkan kemakmuran pada masa reformasi sehingga masyarakat tidak membanding-bandingkannya dengan masa ordebaru. Kosekuensinya, pemimpin baru harus mewujudkan kemakmuran yang lebih baik daripada kemakmuran yang sebelumnya. Pemimpin-pemimpin baru Kota Pontianak, Kab. Pontianak, Kab. Sanggau, dan KKR harus mewujudkan kemakmuran rakyat melalui peningkatan kebutuhan dasar. Romantisme politik meraih kekuasaan sudah saatnya disingkirkan demi kemakmuran rakyat yang beragam atarbelakangnya. Pilkada usai berarti usai juga pesta politik memilih pemimpin demi menakhodai perahu besar menuju pulau harapan bernama kemakmuran. Semua rakyat yang berada di wilayahnya harus merasakan kemakmuran yang dijanjikan meski terdapat kelompok ma-

syarakat yang berseberangan politik kala masa pilkada. Jargon “kemenangan meraih tampuk pimpinan adalah kemenangan rakyat” harus diimplementasikan dalam kebijakan (policy) setelah resmi dilantik oleh pejabat yang berwenang. Janji-janji saat kampanye politik perlahan-lahan harus dibuktikan seiring berjalannya roda kepemimpinan yang telah diraih. Rakyat di bawah menunggu aksi nyata pemimpinnya untuk mewujudkan kemakmuran yang selalu dinanti demi kesejahteraan kehidupannya. Kesejahteraan rakyat harus dimaktubkan di dalam not-not harmonisasi kemakmuran di dlam partitur kebijakan pemimpin yang telah meraih kemenangan melalui pilkada. Nada-nada harmonisasi kemakmuran pasti akan mewujudkan alunan merdu demi harmoni kehidupan rakyat. Harmonisasi kemakmuran yang dimainkan oleh pemimpin akan menghilangkan labil ekonomi rakyat nantinya. Sudut kantor 250913

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Direktur: Emiliana Sekretaris Direksi: Erika Sudiardjo Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Pimred: Hawad Sriyanto Wapimred: Yusriadi Sekretaris Redaksi : Aulia Marti Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering, Hairul Mikrad. Redaktur Pelaksana: Ukan Dinata. Wartawan Senior: Andry, Budi Rahman, Agus Wahyuni Wartawan: Andika Lay, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Jubeironi, Slamet Ardiansyah. Staf Redaksi: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, M Taufik, Fery Adeputra, Yulan Mirza.Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Bengkayang: www.borneotribunecom Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). Singkawang: Rudi Hariyanto Alamat: Jl. Manggis Rt 026/Rw 009 Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah. TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Aditya ( 085349867788 ). Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Fahri (085750296539 ) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2.Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Biro Kayong Utara : Abdul Khoir. Umum Fitriyana, Ardiansyah. Percetakan/IT: (Manajer) Iwan Siswanto, (Wakil Manajer) Supriyanto, Rustam. Marketing: (Manajer) Hesty Yosana, Kusnan, Aldi C.Sirkulasi : M. Danny, Mulawarman Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Keuangan: Jumi Erlinasari,Linda, Husada Muin. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Asisten Dirut: Khairoedin Pasaribu. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com

Borneo Tribune


cmyk

Serba Serbi

Sabtu, 28 September 2013

Borneo T Tribune

3

KP2KP Gelar Sosialisasi Tax Gathering Borneo Tribune, Sambas KP2KP Sambas menggelar sosialisasi Tax Gathering peran bendahara pemerintah dalam mengamankan penerimaan negara, di Pendopo Balairung Sari Bupati Sambas, Kamis (26/9) 2013 yang diikuti bendahara pemerintah di wilayah Kabupaten Sambas satuan kerja instansi vertikal maupun satuan kerja perangkat daerah Kabupaten Sambas. Kepala KP2KP Sambas Mohammad Khozin, SE mengatakan, di daerahdaerah, peran bendahara sangat vital dalam mengamankan penerimaan negara, target penerimaan pajak tahun 2013 mencapai Rp 1.042,29 triliun (68,14 % dari APBN) ada unsur pajak baik PPH maupun PPN dalam penerimaan negara. “Selain itu APBD daerah tergantung dari dana alokasi umum dan dana alokasi khusus. PPN/PPH dari pajak yang disetor bendahara mencapai kurang lebih 35% dari seluruh pajak yang didapat dari vertikal maupun bendahara SKPD Kabupaten Sambas ditargetkan keseluruhannya tahun 2013 kurang lebih 150 M , “ ucapnya. Dikatakannya dengan diadakan sosialisasi ini, agar bendahara jangan ada kesalahan dalam memenuhi kewajiban pajak unsur internal maupun exsternal. “ mari kita laksanakan benarbenar sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku ,” ujarnya. KP2KP Sambas konsen dalam menjalankan kerjasama dengan para bendahara agar bendahara dapat menjalankan tugasnya dengan benar. “ Jika terjadi kesalahan oleh bendahara untuk pajak bukan kantor pajak saja yang memberikan teguran, tapi inpektorat bahkan kejaksaan ikut

Selain itu APBD daerah tergantung dari dana alokasi umum dan dana alokasi khusus. PPN/ PPH dari pajak yang disetor bendahara mencapai kurang lebih 35% dari seluruh pajak yang didapat dari vertikal maupun bendahara SKPD Kabupaten Sambas ditargetkan keseluruhannya tahun 2013 kurang lebih 150 M

menegur. Maka dari itu mari patuhi dan laksanakan benar-benar sehingga terhindar dari masalah,” imbaunya. KP2KP Sambas, Yudhi Susanto dalam menyampaikan materi Pengertian Pajak menurut UU No.28 Tahun 2007 adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan UU dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. “Adapun peran pajak dalam pembangunan bangsa terdiri dari target penerimaan pajak, hasil

KP2KP Sambas menggelar Sosialisasi Tax Gathering peran bendahara pemerintah dalam mengamankan penerimaan negara. Kegiatan ini di ikuti peserta bendahara pemerintah di wilayah Kabupaten Sambas satuan kerja vertikal maupun satuan kerja perangkat daerah Kabupaten Sambas. Kamis (26/9) di Pendopo Balairung Sari Bupati Sambas.. FOTO Amrul/Borneo Tribune pajak di alokasikan kemana, penggunaan APBN 2013, subsidi, dana transfer ke daerah, peran bendahara di wilayah Sambas dalam penerimaan pajak tahun 2012, kewajiban perpajakan bendahara, penyetoran dan pelaporan pajak, kewajiban perpajakan pemungut,” paparnya.(amr)


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Sabtu, 28 September 2013

4

Tumbuhkan Minat ke Posyandu

Pukesmas Purnama Gelar Lomba Balita Pontianak Selatan dan para kader Posyandu. “Kita sangat mengharapkan kegiatan seperti ini walaupun nantinya tampa perlombaan masyarakat tumbuh kesadarannya untuk membawa bayi dan anak balitanya mulai dari usia 0 hingga 5 tahun ke Posyadu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang ada,”paparnya. Adapun pelayanan yang didapat balita di Posyadu kata Syarifah adalah, penimbangan bayi, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar kepala, lingkar lengan, diteksi dini tumbuh kembang anak, imunisasi, pemberian vitamin A, obat cacing, oralit penyuluhan dan lainnya. “Dalam pelayanan yang kita berikan melalui para kader Posyandu, UPT Pukesmas Purnama lebih kepada secara edukasi. Dan perlu diingat pelayanan di Posyandu dan di Pukesmas yang kami lakukan kepada masyarakat tidak dipungut

bayaran alias gratis,” imbuhnya. Menurut Syarifah di wilayah kerjanya, kesadaran keluarga membawa bayi dan anak balitanya masih kurang. Untuk itu ia menargetkan kesadaran tersebut dapat tumbuh hingga 80 persen. “Untuk kesadaran saat ini masih rendah, sekitar 40-50 persen kesadaran warga untuk membawa balitanya ke Posyandu. Dan target kita tahun ini dapat mencapai 80 persen. Apa lagi hingga mampu mencapai 100 persen, kalau ini mampu kita capai artinya kita tidak ada lagi gizi buruk,”jelasnya. Kepada orang tua Kepala UPK Puskesmas Purnama mengigatkan, anak pada usia balita sangat perlu diberi perhatian khususnya untuk kesehatan dan masa tumbuh kembang anak tersebut. “Melalui para Kader di Posyandu ini sebaiknya anak-anak kita terus kita pantau. Begitu kita pantau di KSM sudah berwarna ku-

ning dengan terus adanya pantauan di Posyadu maka kita akan lakukan antisipasi jangan sampai kondisi anak pada pantauan melalui KSMnya. Hingga turun ke bawah, itu sih sebenarnya intinya. Karena ini sangat berpengaruh mereka kekurangan gizi tentu sangat berpengaruh dengan tumbuh kembangnya dan intelengensi si anak itu sendiri,” ujarnya. Kurangnya kesadaran masyarakat mambawa anaknya ke Posyandu di wilayah kerja Pukesmas Purnama, Syarifah mengakui masih ada anak yang terkena kurang gizi. “Di tempat kita ini masih ada yang terkena gizi buruk. Namun hal ini oleh kami telah ditangani dan penderita telah kita rawat di TFC di Pukesmas Saigon. Kondisinya saat ini sudah membaik tapi dia masih perlu kita pantau terus baik itu kesehatannya, berat badannya, karena yang buat penderita gizi buruk itu drop itu justru

karena penyakitnya,” ujarnya. Terjadinya gizi buruk ini, kata Syarifah disebabkan beberapa faktor di antaranya adalah faktor ekonomi, tapi yang paling sering adalah pola asuh yang menyebabkan gizi buruk terjadi pada balita. “Inilah tantangan berat orang tua. Dimana pola asuh ini berarti menyangkut prilaku hidup, dimana dengan prilaku memberi makanan yang tidak seimbang ini menyebabkan anak mengalami kurang gizi. Atau kita lihat dari latar belakangnya. Dimana anak yang mendapatkan asupan ASI dari 0-6 bulan tanpa makanan tambahan maka anak tersebut jarang terkena gizi buruk. Untuk mencegah hal-hal ini terjadi pada bayi dan anak umur balita maka marilah keluarga khususnya ibu-ibu datangi Posyandu guna bersama-sama meningkatkan kesehatan dan kualitas anak kita sejak dini,” pungkasnya. (Slt)

CMYK

Satpomau Sweeping Anggota Lanud Supadio

Memeriksa Beberapa anggota Satpomau sedang melaksanakan pemeriksaan kelengkapan Anggota yang menggunakan sepeda motor di pintu masuk Lanud supadio. FOTO Andika Lay/BorneoTribune

Borneo Tribune, Kubu Raya Satuan Polisi militer Angkatan Udara (Satpomau) Lanud Supadio, Jumat (27/ 9), melaksanakan sweeping kendaraan, baik roda empat maupun roda dua milik Anggota Lanud Supadio. Sweeping ini dilaksanakan di pintu masuk dan pintu keluar Mako Lanud Supadio mulai pukul 06.00 hingga pukul 07.00. Menertibkan dan meningkatkan kedisiplinan anggota memang harus dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan dan kegiatan ini rutin dilaksanakan terkait dengan tugas pomau sendiri, yakni sebagai penyidik di lingkungan TNI Angakatan Udara, penegak hukum, serta sebagai

Air Mancur Digulis di Uji Coba Telan Dana Rp 4,4 Milyar Borneo Tribune, Pontianak Sejak Kamis (26/9) malam, ada yang berbeda ketika melintasi Bundaran Digulis Untan. Perbedaan tak hanya adanya perombakan kawasan bundaran yang beberapa waktu lalu masih dalam tahap pengerjaan, melainkan tahapan pengerjaan tersebut sudah mulai finishing. Bahkan, air mancur di kawasan tersebut malam tersebut sudah diuji coba. Uji coba pertama kali langsung disaksikan oleh Walikota Pontianak. Pembangunan air mancur sejenis yang ada di Taman Alun

Kapuas tersebut dianggarkan melalui Dinas Tata Kota. Hingga finishing, perbaikan tersebut menelan biaya sebesar Rp 4.4 miliar. “Pembangunan air mancur Tugu Digulis Untan, menelan anggaran sekitar Rp 4,4 miliar,” ujarnya. Dikatakan Ismail, pengerjaan mempercantik kawasan Tugu Digulis masih mencapai 70 persen. Pasalnya, selain masih akan ada perbaikan pada bagian air mancur, kawasan tersebut direncanakan akan dipercantik dengan menabur ribuan kuntum mawar. Pada kesempatan yang

sama, Ismail juga menerangkan rencana perbaikan di kawasan Plaza MTQ Untan. Pasalnya kawasan tersebut juga akan direhab. “Plaza MTQ Untan kita anggarkan tahun 2014, dengan adanya plaza di Untan, nantinya dapat digunakan warga untuk menonton atau tempat parker. Nanti kita juga akan bangun track jogging yang bisa digunakan warga untuk olahraga,” tuturnya. Pada Kamis malam lalu, air mancur di Bundaran Untan hanya sebatas ujicoba. Direncanakan peresmian air mancur tersebut akan dilak-

sanakan bersamaan dengan hari jadi Kota Pontianak tahun ini. Pada tanggal 23 Oktober mendatang. Soal peresmian air mancur Tugu Digulis, Walikota Pontianak Sutarmidji sebelum pemilihan kepala daerah Kota Pontianak lalu, menegaskan tidak akan melakukan peresmian sebelum pelaksanaan pemilihan. Meskipun pengerjaan dapat selesai sebelum pesat demokrasi. Alasannya, khawatir ada pandangan negative dari masyarakat. “Mungkin kita resmikan pad ahari jadi Kota Pontianak,” ujarnya. (Uby)

penegak disiplin dan tata tertib. Sweeping ini juga merupakan wujud penegakan disiplin oleh Satpomau dalam rangka pelaksanaan program kerja rutin Satpomau Lanud Supadio. Sweeping dilaksanakan di beberapa titik yang merupakan akses utama pintu masuk ke Lanud Supadio bagi seluruh Anggota Lanud, Skadron Udara 1 dan Batalyon 465 Paskhas. Dalam pelaksanaan sweeping kali ini, selain memeriksa kelengkapan identitas diri anggota Lanud Supadio, termasuk k e l e n g k a p a n berkendaraan berupa SIM dan STNK, juga kondisi fisik kendaraan seperti kaca spion, lampu sen hingga suara kendaraan tidak luput dari pemeriksaan. Menurut Dansatpomau Lanud Supadio Mayor Pom Edi Cahyadi, sweeping ini dilaksanakan untuk meningkatkan disiplin seluruh anggota Lanud Supadio, sehingga dapat menekan terjadinya pelanggaran sekecil apapun. “Saya harap, dengan sweeping tersebut dapat diketahui pula peningkatan kedisiplinan yang dilaksanakan anggota. Apabila dalam pelaksanaan sweeping tersebut masih ditemukan adanya pelanggaran, maka akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan dan hukum yang berlaku,” kata Mayor Pom Edi Cahyadi. Dikatakannya, dengan adanya penegakan ketertiban, diharapkan kepada seluruh anggota agar memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri dalam berlalu lintas. (Lay).

Cabut Undi Peserta lomba Diskusi/Uji argumen dan menulis artikel Parade Cinta Tanah Air sedang melaksanakan cabut undian dalam penentuan lomba. FOTO Andika Lay/ Borneo Tribune

Lomba Diskusi dan Menulis Artikel Tingkat SLTA Borneo Tribune, Kubu Raya Sebanyak 39 tim bersaing memperebutkan juara pada Lomba Diskusi/Uji Argumen dan Menulis Artikel Parade Cinta Tanah Air Tahun 2013 dengan tema “Bangkitkan Prestasi, Cinta Indonesia, Hidupkan Karaktermu” yang dilaksanakan Kementrian Pertahanan (Kemenhan) yang bekerjasama dengan Kodam XII/ Tpr berlangsung di Aula Makodam XII Tanjungpura. Kamis (26/09). Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Ibrahim Saleh mengatakan dalam era reformasi seperti sekarang ini, Bangsa Indonesia yang didalamnya terdapat generasi muda sangat memerlukan suatu terobosan yang mampu menyatukan emosi kebangsaan guna mewujudkan ketahanan nasional yang kokoh dalam segala bidang dengan tetap mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa. Sebagaimana yang tertuang dalam pasal 27 ayat 3 UUD 45, setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Sikap Bela Negara dan Cinta Tanah Air ini merupakan karakter bangsa Indonesia yang harus melekat pada setiap jiwa warga negara Indonesia. Namun sebaliknya di era reformasi sekarang yang penuh dengan keterbukaan ini berbagai pengaruh yang masuk dari bangsa asing, membuat nila-nilai karakter kebangsaan di tengah-tengah masyarakat Indonesia sudah mulai luntur. “Hal ini ditandai dengan maraknya sikap-sikap anomali sosial, seperti tawuran antar pelajar, pertikaian antar kampung, premanisme dan sikap kurang menghargai budaya asli Indonesia yang kesemuanya itu menunjukkan bahwa pembinaan dan perhatian khusus sangat dibutuhkan dalam pembentukan karakter generasi muda sekarang,” kata Pangdam dalam sambutan yang dibacakan Aster Kasdam XII/Tpr Kolonel Inf M. Affandi, S.IP, MM saat membuka Lomba Diskusi. Bangsa Indonesia telah menyadari bahwa dirinya memang memiliki potensi untuk selalu memandang berbeda satu sama lainnya. Apalagi perbedaan-perbedaan tersebut tidak dikelola dengan baik, sangat dimungkinkan akan menimbulkan perselisihan yang dapat meningkat kearah pertentangan sehingga berpotensi terjadinya disintegrasi bangsa. “Untuk memupuk rasa kebangsaan dan rasa bernegara ikhtiarlah yang tak tak boleh terhenti harus dilakukan oleh setiap generasi. Memelihara rasa kebangsaan Indonesia yang demikian memerlukan kinerja yang mempunyai rasa kebangsaan dan paham akan perlunya memelihara martabat budaya bangsa serta adanya upaya dari setiap generasi muda untuk tetap mencintai apa yang menjadi kebanggaan dari bangsanya sendiri,” jelasnya. Dijelaskannya, guna menyikapi hal tersebut, upaya yang dapat dilakukan oleh TNI dalam menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan dan Bela Negara khususnya di lingkungan pendidikan adalah melaksanakan kegiatan Parade Cinta Tanah Air yang mana merupakan salah satu wadah kegiatan ekstrakulikuler yang diselenggarakan melalui lomba Diskusi/uji Argumen dan lomba Menulis Artikel dengan melibatkan siswa/siswi SLTA terbaik dan guru pembina. “lomba ini bertujuan untuk menumbuhkan kemampuan berargumen secara lisan melalui lomba diskusi/ Uji argumen serta mampu mengekspresikan pemikiran dan pengetahuannya untuk membentuk karakter bangsa yang ulet, tangguh, berwawasan kebangsaan dan memiliki kesadaran bela negara,” ujarnya. Untuk peserta, Pangdam berharap kepada seluruh peserta lomba agar dapat mengekspresikan dan menuangkan segala kemampuan dan pemikirannya secara maksimal dalam perlombaan, sehingga adik-adik sekalian sebagai generasi muda dapat memberikan karya terbaik bagi bangsa Indonesia yang sama-sama kita cintai ini, juga partisipasi aktif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar untuk membantu tercapainya tujuan Pemerintah yaitu membina generasi muda menjadi Bangsa yang berwawasan Kebangsaan dan cinta tanah air. Di samping itu, kegiatan yang positif ini diharapkan Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan dapat menjadikan program tahunan melalui kerjasama TNI dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. (Lay).

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS : TVS Pontianak TVS Rasau TVS Singkawang TVS Ketapang TVS Sintang TVS BM Sintang TVS Pinoh TVS Putussibau TVS Anugrah Sekadau TVS Merdeka Motor PTK TVS Tepuai

: 0853 : 0853 : 0823 : 0852 : 0812 : 0852 : 0813 : 0821 : 0813 : 0821 : 0813

9320 9355 5178 4594 5746 5260 4557 5125 4540 5030 4528

2778 5508 4446 6118 6666 1948 8321 9567 2238 6989 6562

CMYK

Borneo Tribune, Pontianak Untuk menumbuh kembangkan minat keluarga khususnya ibu-ibu untuk datang ke Posyandu, UPK Puskesmas Purnama, Kamis (26/9), menggelar lomba balita. Lomba ini diikuti 15 dari 17 Posyandu yang ada di wilayah UPT Puskesmas Purnama. Kepala UPK Puskesmas Purnama Syarifah Marliana, SKM usai membuka jalannya lomba balita kepada wartawan mengatakan, lomba balita ini merupakan salah satu program Pukesmas Purnama untuk memberikan semangat kepada kepada para kader Posyandu dan keluarga khususnya para ibu untuk membawa anak-anaknya ke Posyandu yang ada di wilayah Posyadu UPT Pukesman Purnama. Hadir dalam pembukaan lomba Balita ini, Sekcam Pontianak Selatan, Kabid. Bimkesja Kota Pontianak, para Lurah, Kepala UPTD Pukesmas Kecamatan


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Sabtu, 28 September 2013

5

Kualitas Air Mempawah Buruk

Petani Ikan Budidaya Merugi Borneo Tribune, Mempawah Kualitas air sungai yang buruk dan diduga tercemar limbah Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) selalu menjadi momok menakutkan bagi para petani ikan yang menjalankan usaha

keramba jaring apung di sepanjang pinggiran Sungai Mempawah. Salahseorang petani ikan keramba jaring apung, Ardi, mengaku kualitas air mulai memburuk saat musim kemarau tiba, akhir-akhir

ini. Meski tak berlangsung lama namun mengakibatkan kerugian materil yang tidak sedikit. “Ribuan ikan emas dan nila yang kami pelihara mati terkena penyakit, mulai dari koreng hingga pe-

nyakit insang. Kami menduga itu disebabkan kualitas air yang buruk dan tercemar,” ungkap dia. Bahkan Ardi menambahkan, apa yang dialaminya juga terjadi pada petani-petani ikan keramba jaring

apung lainnya. Dan persoalan ini acapkali terjadi dan tidak bisa dihindari para petani ikan. “Tentu ini harus menjadi perhatian instansi terkait, agar persoalan air sungai yang diduga terkena limbah dari hulu su-

Rahmad Satria Terharu Lepas Jamaah Haji

Sosialisasi Norma Ketenagakerjaan

Dinsosnakertrans Gelar Lomba Cepat Tepat Borneo Tribune, Mempawah Banyak cara dilakukan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sosnakertrans) Kabupaten Pontianak mensosialisasikan norma ketenagakerjaan. Salahsatunya dengan menggelar Lomba Cepat Tepat Ketenagakerjaan bagi perusahaan Melalui kegiatan yang ada di Kabupaten Pontianak, di Aula Wisma ini, para pekerja Chandramidi. Kasi Pengawasan Tena- bisa memahami dan ga Kerja, Dinas Sosnamemperdalam ketrans Kabupaten pelbagai informasi Pontianak, Tri Djatiningsih, S.Sos, dihadapan tentang norma peserta yang berasal dari dunia 9 perusahaan, menjelaskan tujuan dilaksanakan ketenagakerjaan Cepat Tepat ini, dalam rangka mewujudkan pekerja yang memahami norma maupun peraturan ketenagakerjaan. “Melalui kegiatan ini, para pekerja bisa memahami dan memperdalam pelbagai informasi tentang norma dunia ketenagakerjaan,” katanya. Selain itu, Tri menambahkan, dalam lomba ini 9 tim yang merupakan karyawan perwakilan perusahaan akan melalui tiga babak penyisihan. Regu terbaik berhak maju ke babak final dan pemenangnya mendapatkan hadiah tropi dan piagam penghargaan. “Semula peserta yang kita undang 11 perusahaan, namun yang ambil bagian hanya 9 perusahaan,” jelasnya. (JoE).

Keberangkatan Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria ikut melepas keberangkatan jamaah haji Kabupaten Pontianak di Asrama Haji Batam. Foto : Istimewa

Republik Indonesia. “Pertahankanlah nama negara kita yang sudah dikenal sebagai salah satu negara yang jemaahnya cukup

baik dan tertib,” katanya. Selain itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak ini, juga meminta petugas haji untuk selalu

Pertebal Iman, Tameng Turbulensi Sosial

Biasakan anak untuk dekat dengan Tuhan, dan moment BKSN 2013 ini sangat tepat untuk megajarkan anakanak kita mendekatkan diri kepada Tuhan selain dalam pembinaan seharihari

Borneo Tribune, Sekadau Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau, Yohanes Jhon menekankan pentingnya menghindari hal-hal negatif yang dapat merusak tatanan hidup sosial sehari. Seperti misalnya pergaulan bebas, Narkoba, dan kriminalitas, terutama bagi kaum muda. Tindakan-tindakan tidak terpuji itu datang akibat jiwa seseorang mengalami turbulensi atau kekosongan jiwa yang tidak disi dengan kegiatan positif namun yang terpenting mempertebal ke Imanan umat beragama. Peryataan itu disampaikan Sekda Pemkab Sekadau, Yohanes Jhon, ketika memberikan arahan pembukaan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2013 di lapangan SMP K Sekadau, baru-baru kemarin. “Perilaku negatif datang akibat jiwa seseorang mengalami turbulensi (kekosongan/kehampaan) sehingga mudah terpengaruh dengan roh merusak. Dengan membaca kitab suci sesuai kepercayaan masing-masing, maka sabda-sabda Tuhan yang termuat didalamnya untuk

Bahkan dirinya pernah kehilangan ikan sampai puluhan ribu ekor akibat permasalahan tersebut. “Harus ada solusi, karena sungai ini menjadi tempat kami berusaha dan mencari rezeki,” ucap dia. (JoE).

Borneo Tribune, Mempawah Sebanyak 134 jemaah calon haji (JCH) Kabupaten Pontianak bertolak ke Saudi Arabia, Kamis (26/9), kemarin dan dilepas Asisten Administrasi, Perekonomian, dan Kesra Setda Provinsi Kalimantan Barat, Lensus Kandri, mewakili Gubernur Kalbar, Cornelis di Asrama Haji Batam. Pada pelepasan jamaah haji Kabupaten Pontianak, juga dihadiri Katua DPRD Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria. Ia mengaku terharu menyaksikan keberangkatan 134 jamaah haji Kabupaten Pontianak. “Saya terharu, melihat keberangkatan jamaah haji kita. Ini adalah undangan Allah, tidak semua orang mendapat kesempatan melaksanakan ibadah haji menunaikan panggilan Allah SWT. Saya doakan semoga seluruh jamaah haji kita diberikan kesehatan dan pulang menjadi haji yang mabrur,” kata Rahmad dikonfirmasi via seluler. Selain itu, Rahmad tidak lupa berpesan kepada jamaah haji Kabupaten Pontianak yang begabung pada kloter 17 berharap agar JCH selalu mengedepankan tingkah laku yang baik. Hal ini karena JCH sekaligus menjadi duta-duta negara

ngai bisa diatasi,” ujarnya. Hal senada juga diungkapkan Wanto, petani ikan keramba jaring apung di Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur. Kualitas air yang diduga tercemar selalu membuat dirinya rugi.

mempertebal keimanan kita, mampu mengarahkan seseorang kejalan yang benar,” kata Yohanes Jhon. Menurut Sekda, untuk menghindari agar jiwa seseorang jangan sampai terisi keinginan negatif, salah satu cara ampuh yakni dengan mendekatkan diri dengan Tuhan dengan membaca kitab suci. Untuk itu, Sekda meminta setiap keluarga minimal memiliki satu buah kitab suci. Tidak hanya meng-

hindari hal negatif, manfaat dari menbaca kitab suci mampu membimbing umat manusia menuju jalan terang yang dibenarkan Tuhan. “Jadi, membaca kitab suci sedapat mungkin menjadi rutinitas keluarga dan kita pribadi. Ini penting untuk menjauhkan diri dari pengaruh negatif. Sekarang perangkat elektonik seperti, iPad, hp (handphone) sudah menunjang untuk diisi virtual Alkitab, jadi bisa dibawa kapan pun, dan dimana pun,” pesan pria asal Tiang Tanjung, Kabupaten Landak ini. Dekadensi moral yang melanda kaum muda di era globalisasi dewasa ini cukup berpengaruh karena menurunnya kepeduliaan terhadap kegaiatan-kegiatan rohani. Karenanya, orangtua memiliki peran besar untuk menumbuhkan jiwa religius dalam diri para remaja. “Biasakan anak untuk dekat dengan Tuhan, dan moment BKSN 2013 ini sangat tepat untuk megajarkan anak-anak kita mendekatkan diri kepada Tuhan selain dalam pembinaan seharihari,” ajaknya. (Mto).

menjaga hubungan baik dengan sesama petugas dan jemaah. “Kedepankan rasa kekeluargaan dan kebersamaan. Perhatikan jemaah seca-

ra rutin. Lebih-lebih yang sudah lanjut usia atau sakit. Jika ada masalah selesaikan dengan musyawarah,” pesan Rahmad.(JoE).

Demokrasi di Sekolah

SMA N 1 Pilih Ketua OSIS Ala Pemilu

Pemilihan Ketua OSIS SMA N 1 Sekadau Hilir ala Pemilu.// FOTO Bagus Kosminto/ Borneo Tribune

Bornoe Tribune, Sekadau SMA Negeri 1 Sekadau menggelar pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) periode 20132014, Sabtu lalu (21/9). Ada yang berbeda dari metode pemilihan ketua OSIS. Tak seperti biasanya, pemilihan menggunakan sistem pemungutan suara (voting) layaknya Pemilu. Pihak sekolah bahkan menyediakan dua buah TPS. Satu TPS

untuk dewan guru, satu lainnya untuk siswa. Proses pemungutan suara dimulai sekitar pukul 10.00 pagi. Sebanyak 555 siswa menggunakan hak suaranya untuk memilih calon ketua dan wakil ketua OSIS sesuai kriteria yang menurut mereka ideal untuk menjadi ketua OSIS. Pembina kesiswaan SMAN 1 Sekadau, Yosefis Leo menuturkan, metode pe-

milihan ketua OSIS dengan menjiplak gaya Pemilu sungguhan merupakan salah satu upaya sekolah untuk sekaligus mengenalkan Pemilu kepada siswa. “Ini merupakan salah satu bentuk pengenalan Pemilu kepada siswa. Karena sebagian dari para siswa akan mendapatkan hak suara dalam Pemilu mendatang. Jadi, ini salah satu proses pembelajaran bagi para sis-

wa tentang pemilu,” kata Leo dalam surat elektroniknya kepada wartawan. Ada tiga pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS. Mereka adalah Rizki, yang berpasangan dengan Annisa Kusuma Nurratri, Rio Pratama berpasangan dengan Eka Yulia Nurmalasari, dan Megawati yang berpasangan dengan Bayu Dwiyanto Nugraha. Sebelumnya, mereka dipersilahkan melakukan kampanye dan menyampaikan visi misi masing-masing untuk merebut simpati para siswa. Selain menyelipkan pembelajaran Pemilu, Leo juga meminta para kandidat ketua dan wakil ketua OSIS apabila terpilih nanti dapat menjalankan fungsinya dan menjadi panutan bagi siswa lain. OSIS sebagai organisasi kesiswaan memiliki tanggung jawab besar bagi sekolah. “Oleh karena itu, seorang ketua OSIS haruslah benarbenar kompeten untuk mengatur organisasi ini untuk dapat mewujudkan visi-misi sekolah,” pesan Leo. (Mto).


Bengkayang Borneo Tribune

Sabtu, 28 September 2013

6

TNI Gerebek Rumah Produksi Arak

Waspadai Ijazah Palsu Borneo Tribune, Bengkayang Mudahnya Ijazah diperoleh hingga adanya ijazah palsu menjadi sorotan tersendiri saat di beberapa daerah ramai ramainya membuka lowongan untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), tidak terkeculai juga untuk Kabupaten Bengkayang. Menyikapi banyak Ijazah palsu tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang Dr. Yan mengajak semua pihak, terutama pemerintah daerah yang membuka lamaran CPNS untuk waspada. “Saya mengajak semua pihak untuk waspada, terutama saat menerima berkas lamaran, baik untuk umum dan kategori satu dan dua,” pinta Yan. Yan mengingatkan, untuk pemberkasan bagi tenaga

honor yang masuk Kategori 1 (K1) maupun kategori II (K2) jika pada waktu diangkat menjadi tenaga honor menggunakan ijazah SMA/ SAMK, dan sekarang telah memiliki ijazah sarjana atau diploma dan ijazah itu diperoleh melalui jalur kuliah yang tidak resmi jangan digunakan diharapkan untuk tidak menggunakannya. “Jika menggunakan ijazah S1 atau Diploma maka pihak Dinas Pendidikan akan mengecek keabsahan atau legalitas ijazah dimaksud pada lembaga yang mengeluarkannya. Terlebih untuk guru, karena guru harus betul-betul memiliki jiwa mendidik, ilmu, berpengetahuan dengan ijazah yang sah,” tambanya. Himbauan Yan itu menyikapi adanya laporan masya-

rakat serta mengingat pendaftaran CPNS Tahun 2013 di Kabupaten Bengkayang telah dibuka sejak tanggal 13 s.d 28 September 2013. “Untuk kategori K1 Dinas Pendidikan mendapat formasi paling banyak. Demikian juga formasi CPNS Tahun 2013 dari 78 Formasi, tenaga kependidikan mendapat formasi terbanyak yakni sebanyak 43 orang, tenaga kesehatan 27 formasi dan tenaga teknis lainnya hanya 8 formasi,” tambahnya. Selain mengingatkan penggunaan ijazah palsu, Dr. Yan juga mengingatkan bahwa jangan mendaftar CPNS terutama Tenaga Kependidikan jika hanya ambil NIP di Bengkayang. Hal ini disampaikan karena masih ditemui Guru PNS yang tidak memiliki komitment dan ti-

dak betah mengajar di pedalaman. Di sisi lain, daerah pedalaman sangat kekurangan guru. “Jika hanya ambil Guru PNS dan mengambil formasi di sekolah-sekolah pedalaman dan perbatasan dan tidak mau tinggal menetap di tempat tugas, sebaiknya jangan ikut mendaftar dan jangan ambil formasi tenaga kependidikan. Hal ini bukan berarti diskriminasi dan anti CPNS dari luar daerah tersebut atau luar Kabupaten Bengkayang, tetapi orang setempat tidak akan minta pindah tugas ke daerah lain dengan berbagai alasan seperti mengikuti suami, mengurus orang tua, sering sakit, tidak cocok dengan budaya masyarakat setempat dan lain-lain,” terangnya. (MU)

Mengucapkan:

Atas Terselenggaranya

Reuni Akbar 60 Tahun SMAN 1 Pontianak (1953 - 2013)

“Bangga SMANSA Bagimu Negeri ” Tertanda, -

- Drs. Antonius, SH (Advokat) W. Suwito, SH., MH. (Advokat) - Rusdi Luwie, SH., MH. (Advokat) Fo Yuni S. (Direktur Firma) - Eka, SH. (Advokat) Dwi Syafriyanti, SH., MH. (Advokat) Agustinus Ambo Mangan, SH., MH. (Advokat) - Bagus Subekti, SH. (Assisten Advokat) - Marcelina Lin, SH. (Assisten Advokat) H. R. Sarbani, SH., MH. (Advokat) - Desi, SH. (Assisten Advokat) Sri Nurliza, SH. (Advokat) - Hely Sugianto, SH. (Assisten Advokat) I Sen, SH. (Advokat) - Andi Dewi Juwita, SH. (Assisten Advokat) Kristian, SH. (Advokat)

Selain memberikan informasi, masyarakat juga berhak menangkap, tetapi sebelumnya kami berterima kasih kepada rekanrekan yang sudah membantu

Ratusan drum arak yang diamankan TNI, diserahkan ke Polres Singkawang, guna penindakan lebih lanjut, Kamis (26/9) sore / Foto Rudi Borneo Tribune

Borneo Tribune, Singkawang Ratusan drum arak putih berhasil diamankan anggota Kodim 1202, di sebuah rumah yang beralamat di Jalan Tanjung Batu Harapan, Rt 004 / Rw 001, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kamis (26/9) sekitar pukul 10.00 wib. Dalam penggerebekan yang dilakukan secara mendadak itu, selain tersangka bernama Tjiu Thi Phin, alias A Phin (55) juga beberapa barang bukti berhasil diamankan, antaralain, 105 drum berisikan arak putih, dan 50 drum masih kosong. Tak hanya itu, anggota juga berhasil mengamankan sebanyak 15 buah jerigen berisikan arak putih, kemudian 9 dus dan 12 botol aqua juga berisikan arak putih. Sementara 30 Kg gula pasir, 10 Kg ragi untuk pembuatan arak, 5 Kg beras putih, 2 buah mesin air, 3 buah tabung gas ukuran 3 kg, 4 buah tabung gas ukuran 12 kg, satu set alat masak penyulingan, satu unit kijang pick up warna merah, B 9676 TW. “Kendaraan ini kita amankan, karena disinyalir untuk mengirimkan arak putih tersebut ke arah Pemangkat, Sekura, dan Paloh,” ujar Dandim 1202 Singkawang, Letkol Inf Robby Lukman Leksana, Kamis (26/9) sore. Menurutnya, penyergapan yang dilakukan karena sebelumnya pihaknya menerima

laporan dari masyarakat yang merasa terusik dengan aroma minuman keras itu. Oleh sebab itulah, masyarakat sekitar melaporkannya. Tak berlama-lama lagi, dia pun segera memerintahkan anggotanya untuk meluncur ke TKP dan melakukan penangkapan. Menurut Robby, bisnis ini diperkirakan sudah berjalan cukup lama. Karena, yang awalnya tersangka hanya menggunakan kayu bakar, namun sekarang sudah memakai tabung gas. ”Namun tersangka mengaku kalau bisnis yang dilakoninya itu baru berjalan sekitar dua bulanan,” ujar Robby. Anehnya, pada saat anggota masuk, para pekerja yang berada di TKP samasekali tak menggubris, dan bahkan pekerja sempat menghindar. “Sementara Hp tersangka saya rampas, agar dia tidak bisa menghubungi yang lainnya,” ungkapnya.

Robby mengatakan, semua barang bukti dan tersangka sudah pihaknya amankan di Makodim, dan selanjutnya akan diserahkan ke Polres Singkawang, guna penindakan lebih lanjut. Dalam kesempatan itu, A Phin, mengakui kalau bisnis itu baru dilakoninya sekitar 2 bulanan. Dikatakan Aphin, kalau arak-arak tersebut hanya dipasarkan sekitar Singkawang saja. Sementara ke daerah lain, ada orang yang membawanya. Dalam kesempatan itu, Kapolres melalui Kabag Ops Polres Singkawang, Kompol Bastian menegaskan, pelaku akan tetap diproses sesuai dengan hukum, apalagi yang digerebek itu merupakan tempat produksinya. “Tetap kita proses secara hukum,” tegasnya di selasela memindahkan ratusan drum arak tersebut ke dalam Truk. Terkait dengan tangkapan ini, Bastian meminta informasi masyarakat yang mengetahui lokasi pabrik arak yang lainnya. “Selain memberikan informasi, masyarakat juga berhak menangkap, tetapi sebelumnya kami berterima kasih kepada rekan-rekan yang sudah membantu,” ujarnya. Terkait dengan saksi hukum, Bastian menegaskan, pelaku bisa dikenakan hukuman yang lebih berat apalagi yang diungkap ini merupakan pabrik minuman keras tradisional. (RH)

Lapas Kelas II B Rutin Lakukan Tes Kepada Napi Borneo Tribune, Singkawang Dinas Kesehatan Kota Singkawang bekerja sama dengan Global Fun menggelar tes VCT, IVA, dan IMS kepada Narapidana wanita di Lapas Kelas II B Singkawang. “Kegiatan ini rutin kita lakukan terhadap seluruh Narapidana, baik laki-laki maupun wanita di Lapas Kelas II B Singkawang,” ujar Konselor VCT Puskesmas Singkawang Selatan, Daman Supriadi. Daman menjelaskan, ada tiga macam tes rutin yang dilakukan kepada narapidana, yang pertama, tes VCT atau

tes HIV/AIDS, kedua, tes Infeksi Menular Seksual atau IMS, dan ketiga, tes IVA untuk mengetahui atau mendeteksi kanker rahim sejak dini. Setiap bulan, kata Daman, memang sudah dijadwalkan dengan melakukan tes secara rutin seperti ini. Diharapkan para Narapidana khususnya yang ada di Lapas Kelas II B Singkawang dapat sesegera mungkin berobat apabila hasil tes menunjukkan angka positif. “Tapi untuk tes narapidana wanita hari ini, semua hasilnya negatif,” terang Daman.

Sementara Kepala Lapas Kelas II B Singkawang, Setia Budi Irianto mengatakan, dengan dilakukannya tes secara rutin dan berkala ini, diharapkan dapat mendetekti narapidana yang terinfeksi penyakit baik itu HIV/AIDS maupun penyakit menular lainnya. Apabila ada ditemukan Narapidana yang positif, kata Budi, maka penanganannya akan ditindaklanjuti ke Klinik Mawar RSU Abdul Aziz Singkawang, dimana klinik ini memang konsen terhadap penyakit HIV/ AIDS. (RH)

431 Hewan Kurban Sudah Terdata di Posko Kurban Borneo Tribune, Singkawang Sebanyak 431 hewan yang akan dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 15 Oktober nanti, sudah terdata di Posko Kurban Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang. Sekretaris Posko Kurban Kankemenag Kota Singkawang, Marsina M Daris mengatakan, bahwa jumlah tersebut hanyalah sementara, dan dipastikan bakal bertambah sampai

pelaksanaan hari kurban nanti. Dikatakan Marsina, bahwa jumlah tersebut didapatkan dari Masjid-Masjid yang ada di Kota Singkawang. “Sementara sumbangan dari kelompok masyarakat, instansi ataupun pihak-pihak lainnya belum ada,” ujarnya. Karena menurut pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, banyak yang dari Kantor Pemerintah,

BUMN ataupun swasta dan kelompok masyarakat yang melaksanakan kurban di tempatnya masing-masing. Didirikannya Posko Kurban di Kankemenag, lanjut Marsina, selain sebagai pemberi laporan, juga sebagai upaya pemerataan pendistribusian kurban kepada warga yang berhak menerima, sehingga tidak terjadi penumpukan kurban di satu tempat. (RH)

Musim Kemarau

Masyarakat Jangan Membakar Borneo Tribune, Singkawang Demi menghindari terjadinya kabut asap, masyarakat Kota Singkawang diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Cuaca panas beberapa hari ini sangat mudah untuk memicu terjadinya kebakaran lahan, karena itu masyarakat jangan sampai melakukan pembakaran, baik di sekitar rumah tinggal, tempat penumpukan sampah maupun pembukaan lahan kebun. Sekretaris Badan Lingkungan Hidup Kota Singkawang, Karyadi meminta kepada masyarakat

untuk bersama-sama menghindari pembakaran baik sampah, maupun rumput kering. ”Diharapkan kepada masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan. Karena kalau ada rumput kering dengan adanya puntung rokok yang masih menyala, sangat mudah memicu terjadinya kebakaran,” katanya. Dirinya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk turut mendukung program terciptanya kota yang sejuk, hijau, nyaman dan segar. “Maka dari itu, mari kita hindari dan tetap mempertahankan kota kita agar ja-

ngan menambah lingkungan yang panas di musim kemarau ini dengan melakukan pembakaran,” katanya. Menurut Karyadi, budaya membuang sampah pada tempatnya harus diterapkan. Jika ada sampah organik pembuangannya lebih baik dengan cara mengubur dalam lubang, karena jika telah penuh dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman. “Dengan kita menanam pohon di lingkungan rumah kita, kemudian pupuk sudah tersedia, sehingga penghijauan dan kota bersih akan kita dapatkan,” sarannya. (RH)


Sabtu, 28 September 2013

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Sensus Pertanian 2013

Rumah Tangga Pertanian Sanggau Naik 7,14 Persen Borneo Tribune, Sanggau Jumlah Rumah Tangga Pertanian (RTP) berdasarkan hasil Sensus Pertanian yang ke-enam, 2003-2013 menurut Kecamatan dan cakupan usaha di Kabupaten Sanggau naik 7,14 persen atau sekitar 4.678 ru-

mah tangga dari 65.534 rumah tangga pada tahun 2003 menjadi 70.212 rumah tangga 2013. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sanggau, Alifius ketika ditemui di ruangannya, Jumat (27/9)

BPS Bingung

Data Warga Landak Miskin Jadi Masalah Borneo Tribune, Ngabang Kepala BPS Kabupaten Landak, Haidir, mengaku bingung karena pendataan jumlah penduduk miskin di Landak terus menjadi masalah. Kebingungan inipun ditambah lagi dengan tidak adanya jalan keluar yang diambil oleh Pemerintah Daerah. “Saya sendiri punya ide dalam hal ini. Mengapa kita tidak membangun suatu bangunan untuk menampung masyarakat miskin. Dengan demikian masyarakat miskin tetap terdaftar di penampungan tersebut. Demikian juga dengan segala bentuk program yang bertujuan untuk menanggulangi kemiskinan bisa disampaikan ke tempat penampungan masyarakat miskin itu. Seperti di Kaltim sendiri memang sudah ada bangunan tempat penampungan masyarakat miskin,” katanya, pekan lalu di Ngabang. Dikatakannya, pendataan rumah tangga miskin memang sudah dimulai sejak tahun 2005 lalu yang menghasilkan angka masyarakat miskin penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Kemudian, data tersebut diperbaharui kembali dengan program PPLS pada tahun 2008 lalu. “Selanjutnya, dilakukan lagi PPLS tahun 2011 lalu. Di tahun

2011, kita mendata 40 persen rumah tangga yang berpenghasilan terendah sebagai data terpadu yang dikumpulkan oleh Tim Nasional Penanggulangan Percepatan Kemiskinan (TNP2K). Data inilah yang menjadi dasar panduan untuk menentukan jumlah masyarakat miskin penerima program pengentasan kemiskinan,” jelasnya. Ia menambahkan, proses pendataan oleh TNP2K inipun tentunya melibatkan juga para Kepala Desa (Kades) dan Ketua RT setempat. “Namun pada pendataan tahun 2005 lalu, Ketua RT hanya menunjukan kediaman masyarakat yang tergolong miskin. Kemudian, kita mendata nama penduduk tersebut yang sesuai dengan 13 kriteria masyarakat miskin,” katanya. Kemudian jumlah penduduk miskin memang tidak bisa terlepas dari keputusan tingkat Pusat, terutama dari Tim Nasional Penanggulangan Percepatan Kemiskinan (TNP2K). “Sebab tim TNP2K inilah yang bertindak selaku penentu kriteria penduduk yang tergolong miskin. Tim tersebut melakukan verifikasi data-data masyarakat miskin yang tergantung dari pendanaan yang tersedia untuk masyarakat miskin,” ujar Haidir. (Syah)

pagi. BPS sebelumnya, Kamis (26/9) kemarin menggelar Sosialisasi Hasil Pendataan Sensus Pertanian 2013 di Hotel Grand Narita Sanggau yang dihadiri anggota DPRD Kabupaten Sanggau, SKPD, Ketua Kelompok Tani/Nelayan, tokoh adat, agama dan masyarakat serta Camat Kapuas. ”Peningkatan terbesar terjadi di Kecamatan Bonti dan terendah terjadi di Kecamatan Meliau yaitu masing-masing sebesar 19,28 persen dan -5,02 persen selama sepuluh tahun. Sensus Pertanian ini dilakukan sepuluh tahun sekali,” ujarnya. Diketahui, untuk rumah tangga secara keseluruhan di Kabupaten Sanggau ada se-

kitar 102.562. Rumah tangga usaha pertanian sebanyak 70.212 dan rumah tangga tidak tani yakni 32.350. Komposisi jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Sanggau dan di luar Kabupaten Sanggau selama sepuluh tahun terakhir tidak banyak berubah. Berdasarkan ST2003, 10,67 persen rumah tangga usaha pertanian berada di Kabupaten Sanggau dan sisanya sebesar 89,33 persen berada di luar Kabupaten Sanggau. Sementara menurut hasil ST2013, komposisinya adalah 11,20 persen di Kabupaten Sanggau dan 88,80 persen di luar Kabupaten Sanggau. Alifius menuturkan, bah-

wa Sensus Pertanian ini dilakukan sejak tanggal 1 Mei hingga 30 Mei 2013. Setiap rumah tangga usaha pertanian khusus yang ada di daerah pedesaan di sensus dengan metodologi door to door. Sedangkan untuk di kota menggunakan metodologi snowball. Dengan jumlah petugas sebanyak 524 orang yang dibagi menjadi 131 tim. Masing-masing tim terdiri dari empat orang. Alifius menjelaskan, tujuan utama Sensus Pertanian ini adalah untuk memperoleh data usaha pertanian dan melihat perkembangannya. Konsep rumah tangga usaha pertanian artinya rumah tangga yang salah satu atau lebih anggota rumah

tangganya mengelola usaha pertanian dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual, baik usaha pertanian milik sendiri, secara bagi hasil atau milik orang lain dengan menerima upah dalam hal ini termasuk jasa pertanian. Hasil Sensus Pertanian merupakan potret petani Indonesia yang akurat sehingga dengan itu Pemerintah dapat merumuskan kebijakan sektor pertanian yang tepat sasaran sehingga dapat terwujud kesejahteraan petani yang lebih baik. Selain itu, sosialisasi Hasik Pendataan ST2013 ini dilaksanakan agar masyarakat mengetahui hasil dari Sensus Pertanian 2013. Se-

hingga masyarakat tahu bagaimana potret petani yang lebih akurat. Dengan adanya potret petani yang lebih akurat, diharapkan pemerintah dapat merumuskan kebijakan sektor pertanian yang lebih tepat sasaran sehingga terwujud kesejahteraan petani yang lebih baik. ”Dari data ST2013 dapat dipakai daerah untuk memajukan sektor pertanian bahan perencanaan uuntuk pembangunan sektor pertanian,” ungkapnya. Alifius menambahkan, bahwa dirinya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Kabupaten Sanggau yang telah ikut serta mensukseskan Sensus Pertanian. (rtn)

Pedagang Pasar Rakyat Dimbau Bangunlah Koordinasi Antar Sesama Borneo Tribune, Ngabang Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Landak, Marius Baneng, yang dihubungi kemarin, (27/9), mengimbau para pedagang pasar rakyat agar dapat membangun koordinasi yang baik antar sesama. Ia menambahkan, para pedagang agar dapat membangun komunikasi yang baik guna mendapatkan kekompakan terutama dalam menjaga kebersihan, dan menjaga keamanan. Dalam hal ini pedagang harus dapat membentuk organisasi guna menunjuk siapa yang diberi tugas untuk menjaga kebersihan, terutama kebersihan wc,

Marius Baneng, Kadis Koperindag Kabupaten Landak. FOTO Ya’ Syahdan/ Borneo Tribune dan siapa yang ditunjuk un- cara organisasi. “ Pedagang harus proaktif, tuk menjaga keamanan pasar. Semua harus diatur se- jangan menyerahkan keber-

sihan dan penjagaan keamanan kepada Pemerintah. Karena yang lebih efektif adalah pedagang itu dengan membentuk organisasi untuk melaksanakan hal tersebut, “ ucap Marius. “ Konsekwensinya tentu harus pula dirapatkan berapa honor yang diberikan kepada petugas kebersihan dan petugas keamanan, yang sumber dananya diambil dari iuran anggota para pedagang di pasar rakyat itu sendiri, “ katanya memberikan solusi. Marius Baneng dalam menjawab pertanyaan wartawan terhadap pedagang yang pagi hari berjualan di sepanjang jalan masuk pasar rakyat. Beliau menja-

wab, masalah penertiban itu merupakan domainnya Pol PP, yang memang bertugas untuk melaksanakan penertiban. “ Kita mengharapkan dan meminta dengan amat sangat kepada pedagang pasar rakyat agar selalu kompak dan membangun koordinasi, serta membangun komunikasi yang baik untuk menciptakan situasi pasar yang aman dan tertib. Karena pasar yang tertib akan menarik pembeli, dan bila pembeli sudah tertarik dan betah berbelanja maka keuntungan akan didapat oleh semua pedagang. Kompak, jaga kebersihan dan jaga keamanan selalu, “pungkasnya. (Syah)

Opini

Menjaga Kemabruran Haji 3 Komentar // 18 Oktober 2010 Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya” (HR Bukhari 1819) Dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR Ibnu Majah no 2893, Al Bushairi mengatakan, ‘Sanadnya hasan’ dan dinilai sebagai hadits hasan oleh al Albani dalam Silsilah Shahihah ketika menjelaskan hadits no 1820). “Adapun keluarmu dari rumah untuk berhaji ke Ka’bah maka setiap langkah hewan tungganganmu akan Allah catat sebagai satu kebaikan dan menghapus satu kesalahan. Se-

dangkan wukuf di Arafah maka pada saat itu Allah turun ke langit dunia lalu Allah bangga-banggakan orangorang yang berwukuf di hadapan para malaikat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ‘Mereka adalah hamba-hambaKu yang datang dalam keadaan kusut berdebu dari segala penjuru dunia. Mereka mengharap kasih sayangKu, merasa takut dengan siksaKu padahal mereka belum pernah melihatKu. Bagaimana andai mereka pernah melihatKu?! Andai engkau memiliki dosa sebanyak butir pasir di sebuah gundukan pasir atau sebanyak hari di dunia atau semisal tetes air hujan maka seluruhnya akan Allah bersihkan. Lempar jumrohmu merupakan simpanan pahala. Ketika engkau menggundul kepalamu maka setiap helai rambut yang jatuh bernilai satu kebaikan. Jika engkau thawaf, mengelilingi Ka’bah maka engkau terbebas dari dosa-dosamu sebagaimana ketika kau terlahir dari rahim ibumu” (HR Tabrani dalam Mu’jam Kabir no 13390, dinilai hasan li ghairihi oleh al Albani dalam Shahih

al Jami’ no 1360 dan Shahih Targhib wa Tarhib no 1112). Demikianlah di antara keutamaan orang yang meraih predikat haji mabrur, suatu yang pasti diinginkan oleh setiap orang mengerjakan ibadah haji. Namun apakah yang dimaksud dengan haji mabrur? Dalam Tahrir Alfazh at Tanbih hal 152 karya an Nawawi disebutkan, “Menurut penjelasan Syamr dan lainnya mabrur adalah yang tidak tercampuri maksiat. Mabrur diambil dari katakata birr yang maknanya adalah ketaatan. Sedangkan al Azhari berpendapat bahwa makna mabrur adalah amal yang diterima (mutaqobbal), diambil dari kata-kata birr yang bermakna semua bentuk kebaikan…. Semua amal shalih bisa disebut birr”. Dalam Syarh Muslim 5/16, an Nawawi berkata, “Pendapat yang paling kuat dan yang paling terkenal mabrur adalah yang tidak ternodai oleh dosa, diambil dari kata-kata birr yang bermakna ketaatan. Ada juga yang berpendapat bahwa haji mabrur adalah haji yang diterima. Di antara tanda diterimanya haji seseorang

adalah adanya perubahan menuju yang lebih baik setelah pulang dari pergi haji dan tidak membiasakan diri melakukan berbagai maksiat. Ada pula yang mengatakan bahwa haji mabrur adalah haji yang tidak tercampuri unsur riya’. Ulama yang lain berpendapat bahwa haji mabrur adalah jika sepulang haji tidak lagi bermaksiat. Dua pendapat yang terakhir telah tercakup dalam pendapat-pendapat sebelumnya”. Pendapat yang dipilih oleh an Nawawi di atas dikomentari oleh Ali al Qori, “Inilah pendapat yang paling mendekati kebenaran dan paling selaras dengan kaedahkaedah fiqh. Namun meski demikian pendapat ini mengandung ketidakjelasan karena tidak ada satupun yang berani memastikan bahwa dirinya terbebas dari dosa” (al Dzakhirah al Katsirah hal 27, terbitan Maktab Islami dan Dar al ‘Ammar). Al Qurthubi mengatakan, “Para pakar fiqh menegaskan bahwa yang dimaksud haji mabrur adalah haji yang tidak dikotori dengan kemaksiatan pada saat melaksanakan

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

Kategori: Fiqh dan Muamalah

STNK KB 3720 LJ NR: MH1JB9121BK807552 NM: JB91E-2798721 A/N ANUDIN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 1431 LA NR: MHKG2CJ2JBK044577 NM: DCD1174 A/N RONY,ST Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK KB 2215 LN NR: MH8BG41CACJ686303 NM: G420-ID-746687 A/N RAYMUNDUS BUDIANTO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 3343 LI NR: MH1JBB218BK125152 NM: JBB2E-1129156 A/N ANTONIUS SINAR Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK KB 4678 LJ NR: MH328D40DBJ314711 NM: 28D-3314678 A/N NEO NOVANIUS Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 4602 LM NR: MH1JBE31XCK172782 NM: JBE3E-1166571 A/N IPIN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK KB 2351 LH NR: MH314D004AK980101 NM: 14D-980415 A/N KARNOLIS Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 2664 LG NR: MH8BG41CAAJ395626 NM: G420-ID-456027 A/N ASE Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

rangkaian manasiknya. Sedangkan al Fara’ berpendapat bahwa haji mabrur adalah jika sepulang haji tidak lagi hobi bermaksiat. Dua pendapat ini disebutkan oleh Ibnul ‘Arabi. Menurut hemat kami, haji mabrur adalah haji yang tidak dikotori oleh maksiat saat melaksanakan manasik dan tidak lagi gemar bermaksiat setelah pulang haji” (Tafsir al Qurthubi 2/408). Al Hasan al Bashri berkata, “Haji mabrur adalah jika sepulang haji menjadi orang yang zuhud dengan dunia dan merindukan akherat” (al Dzakhirah al Katsirah hal 28 dan Tafsir al Qurthubi 4/142 dan 2/408). Dari Jabir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang haji yang mabrur, jawaban beliau, “Suka bersedekah dengan bentuk memberi makan dan memiliki tutar kata yang baik” (HR Hakim no 1778, Hakim berkata, “Ini adalah hadits yang sanadnya shahih” dan dinilai hasan oleh al Albani dalam Shahih Targhib wa Tarhib no 1094). Semoga Allah jadikan para jamaah haji kita sebagai orangorang yang berhasil menggapai predikat haji mabrur. Untuk itu dibutuhkan kesabaran ekstra saat melaksanakan rangkaian manasik dan kesungguhan untuk memperbaiki diri sepulang pergi haji. Penulis: Ustadz Aris Munandar, SS (Artikeldari sumber www.muslim.or.id)

KEHILANGAN STNK KB 3202 LK NR: MH1JF5120BK627802 NM: JF51E-2607181 A/N SANTOLIUS Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL


Sekadau Borneo Tribune

Sabtu, 28 September 2013

8

Dewan Kembali Datangi Pabrik PT PAM INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

Indikasi Pencemaran Lingkungan Borneo Tribune, Belitang Hilir Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sekadau melakukan Inspeksi Mendapak (Sidak) ke pabrik pengolahan CPO kelapa sawit, PT Parna Agro Mas (PAM) atau PT LG di Tapang Pulau, Kecamatan Belitang Hilir, Rabu (25/9). Selain dari DPRD Sekadau, ikut serta dalam sidak tersebut sejumlah unsur SKPD, diantaranya dari Inspektorat dan Kantor Lingkungan Hidup. “Dari hasil Sidak, kita menemukan ada pencemaran limbah dari aktivitas pabrik tersebut,” ujar Muhammad, Wakil Ketua Komisi A DPRD Sekadau, kemarin. Sidak dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat terkait aktivitas pabrik CPO PT Parna Agro Mas LG Internasional yang masih diduga mencemari area perkebunan warga ke DPRD Sekadau, beberapa waktu lalu. Laporan itu ditindaklanjuti Ketua DPRD Sekadau, Aloysius kepada lintas komisi yang ada di DPRD Sekadau. Setelah melakukan serangkaian rapat di internal DPRD Sekadau, DPRD pun memutuskan melakukan sidak yang dilangsungkan, Rabu kemarin. Sidak dimaksudkan untuk menguci kebenaran laporan masyarakat. “Setelah kita datang ke lapangan, secara kasat mata kita memang menemukan adanya dugaan pencemaran. Diantaranya, kita menemukan banyak tanam tumbuh yang mati di dekat pabrik akibat terkena air limbah dari pabrik tersebut,” jelas Mangas, sapaan akrab Muhammad. Tim Sidak juga menemukan pembuangan limbah pabrik melalui saluran kecil berbentuk kanal ke Sungai Antu yang berja-

Anggota DPRD Kabupaten Sekadau dari lintas komisi saat melakukan inspeksi mendadak ke pabrik CPO PT. PAM Rabu kemarin. Sidak ini digelar menindaklanjuti ada laporan masyarakat yang menyebutkan limbah pabrik mengakibatkan kerusakan lingkungan di areal perkebunan warga.// FOTO Bagus Kosminto/Borneo Tribune rak sekitar 800 meter dari lokasi kolam limbah CPO mild. Sedangkan Sungai Antu merupakan sumber air bersih bagi masyarakat sekitar dan bermuara ke sungai Sungai Ayak yang dikonsumsi oleh ribuan orang. “Kita juga menemukan bahwa limbah yang dibuang ke kolam penampungan limbah 1 hingga kolam 8, masih menggunakan saluran biasa (kanal). Tidak ada penggunaan alat yang canggih untuk penyaringan limbah, sehingga warna air kolam 1, sampai kolam 8, tidak ada bedanya. Padahal kolam 8, adalah kolam terakhir sebelum limbah dilepaskan ke sungai,” tegas Mangas. Ketua Komisi A DPRD Sekadau, Paulus Subarno menegaskan, selain melakukan pengecekan, mereka juga mengambil sampel air dari sungai yang diduga tercemar limbah pabrik. “Terhadap sampel itu, kita akan meminta pihak terkait melakukan uji laboratorium,” tuturnya. Jika memang hasilnya mem-

bahayakan kehidupan masyarakat sekitar, tambah Barno, akan ada tindak lanjut dari lembaga DPRD Sekadau sesuai wewenangannya. “Bisa saja kita meminta aktivitas pabrik itu dihentikan,” tegasnya. Musa A, anggota Komisi C DPRD Sekadau yang ikut dalam sidak tersebut menegaskan, kami perusahaan CPO tersebut sudah bertindak secara semena-mena terhadap lingkungan setempat. Mereka tidak mengindahkan aturan tentang Amdal, dimana dalam penyusunan Amdal/Ipal wajib memiliki sertifikasi kompetensi. “Sedangkan ijin Ipal perusahaan ini, khususnya untuk limbah, tidak ada. Menurut kami mereka tidak mengindahkan kewajiban Ipal tersebut,” ulas Musa. Dengan demikian, lanjut Musa, perusahaan itu telah melanggar Pasal 110 UU 32 Tahun 2009 tentang penyusunan Amdal. “Itu sanksi pidananya, paling lama penjara 3 tahun dan denda paling banyak Rp 3 miliyar,” kata Musa. Musa mewarning PT LG untuk

segera mengurusi persayaratanpersyaratan Amdalnya (Ipal). “Jika dua izin ini tidak dikantongi, kami meminta pabrik tersebut untuk berhentioperasionalkarenamembahayakanlingkungandanmasyarakat,” tegas Musa. Beberapa waktu lalu, komisi B DPRD Kabupaten Sekadau yangdikomandani oleh ketua Komisi B, Martinus, juga pernah melakukan inspeksi mendadak ke pabrik CPO milik PT PAM LG internasional. Namun, kunjungan tersebut belum dapat menyimpulkan apakah ada indikasi pencemaran lingkungan atau tidak, karena masih akan dilakukan cek laboratorium. Pada kunjungan lalu, Komisi B DPRD Kabupaten Sekadau, yang disampaikan Martinus mengakui kalau hadirnya perusahaan membuka peluang lebar untuk pergerakan dan percepatan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan membuka akses infrastruktur. “Komisi B DPRD Kabupaten Sekadau yang juga menangani bidang ekonomi dan Pembangunan pada dasarnya mendu-

kung apa yang telah dibangun Perusahaan. Dengan kehadiran Perusahaan seperti PT PAM ini tentu membuka peluang ekonomi, membuka lapangan kerja dan membuka akses infrastruktur,” katanya pada kunjungan lalu. Namun demikian, menurut Politisi Golkar ini, tentu pula Perusahaan perlu memperhatikan hal-hal mengenai kondisi sosial masyarakat setempat, misalnya ada aspirasi atau pun menemukan masalah dilapangan antara Perusahaan dan Masyarakat, supayadiselesaikandenganbaikdan musyawarah. Dengan kondisi kemanan dan ketentraman di wilayah Perusahaan tentu menurut Martinus aktivitas berjalan baik. Martinus mengatakan DPRD datang lasung memantau kondisi riil atas laporan masyarakat, bukan bermasud memprovis pihak Perusahaan salah. “Kami datang mewakili masyarakat dan menindaklanjuti aspirasi mereka, jadi bukan bermaksud Memvonis, alangkah lebih baik agar jika ada masalah diselesaikan dengan musyarawarah,” ungkapnya. (Mto)

Manajemen Pabrik PT PAM Tegaskan Kolam Aman Borneo Tribune, Belitang Hilir Manajemen Pabrik CPO Mill PT PAM yakin kalau kolam limbah CPO aman. Sebelumnya, warga yang memiliki areal kebun berdampingan dengan kolam limbah CPO Mill PT Parna Agromas (PT. PAM) LG internasional di Belitang Hilir pernah menyampaikan aspirasi ke DPRD Kabupaten Sekadau soal dugaan pencemaran lingkungan termasuk areal kebun warga. General Manager CPO Mill PT PAM LG internasional, Park Yun Ho, Rabu (25/9) menjelaskan kalau limbah CPO dikolam penampungan aman. “Hasil dari Sucofindo, kolam 8 sudah layak dibuang keluar. Kalau tidak aman, kami tidak berani membuang sembarangan. Hasil dari Sucofindo pada 10 September 2013 ini, sesuai dengan baku mutu limbah cair untuk industri kelapa sawit dinyatakan aman. Dan hasil itu mengacu pada keputusan menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep-51/MENLH/10/95 dinyatakan aman,” jelasnya.

Data laporan baku mutu limbah cair CPO Mill PT PAM hasil laboratorium Sucofindo juga pernah dimintai DPRD Kabupaten Sekadau untuk diuji laboratorium oleh kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau, pada kunjungan lalu. Sementara hasil pengecekan laboratorium oleh instansi terkait di Pemkab Sekadau masih dalam proses. “Kami lakukan pengujian laboratorium setiap enam bulan sekali. Kami yakin aman, sebab di kolam ke depalan sudah ada burung yang mencari makan ikan. Kalau saja ikan tidak disana, atau malah ikan mati, sudah dipastikan tidak aman,” yakin Park Yun Ho warga korea yang sudah pasih berbahasa Indonesia. Di seluruh kolam penampung limbah CPO Mill, ada 180 ribu ton kubik air yang ada di kolam pembuangan limbah PT Parna Agro Mas. Kendati sudah mengantongi data uji laboratorium limbah CPO Mill dari Sucofindo dan mendapat hasil aman, na-

mun manjemen Pabrik PT Parna Agromas berjanji siap belajar kepada Perusahaan lain yang lebih baik mengelolah limbah. “Kalau ada perusahaan yang lebih pintar mengolah limbah, beritahu kami karena kami ingin belajar lagi. Kita mau sharing dan ini baik untuk kami. Kalau masalah teknologi tinggi seperti apa, beritahu kami mungkin kami akan ikuti aturan yang dibuat,” ucap Park Yun Ho. Sementara itu Kapolsek Belitang Hilir Iptu Budhi Eko Prasetyo, mengatakan pihak kepolisian juga sedang menelusuri laporan masyarakat. Aparat kepolisian juga melakukan pemantauan diareal kolam pembuangan limbah CPO PT PAM, terkait laporan pencemaran limbah tersebut. “Berdasarkan informasi dari masyarakat kita lakukan pengecekan. Kita masih melakukan pengumpulan bukti-bukti tambahan jika kolam-kolam itu ternyata tidak aman bagi lingkungan. Aparat juga tidak main-main dalam penegakan hukum,” pungkasnya. (Mto).


Sabtu, 28 September 2013

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

KPU Atur Zona Pemasangan Alat Peraga Kampanye Yovinus: Satu Desa Satu Spanduk Caleg Borneo Tribune, Nanga Pinoh BAK cendawan di musim hujan, alat peraga para calon anggota legislatif (caleg) pun bertebaran menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pilegs) 2014. Bahkan baleho serta spanduk para caleg tersebut sudah memenuhi sejumlah ruas jalan protokol hingga ke ujung-ujung kampung di daerah pedalaman. Hal tersebut dilakukan untuk mengenalkan caleg tersebut kepada para calon pemilih. Namun kini, caleg tidak bisa seenaknya memasang alat peraga tersebut di sembarang tempat. Pasalnya KPU telah mengatur zona atau tempat tertentu yang boleh dipasang alat peraga oleh partai politik maupun caleg. Jumlahnya pun dibatasi. Satu desa hanya ada satu zona dan satu partai atau caleg hanya boleh memasang satu alat peraga di setiap desa. “Hal ini telah diatur di dalam Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013, yang merupakan perubahan atas Peraturan KPU Nomor 01 Tahun 2013

tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD. Di sini diatur pemasangan alat peraga, baik berupa baleho, spanduk, bendera dan umbulumbul partai dan para caleg termasuk calon anggota DPD,” ujar Ketua KPU Kabupaten Melawi, Yovinus, di ruang kerjanya, kemarin. Yovinus menambahkan, pihaknya sudah menyosialisasikan aturan ini kepada para pengurus partai politik. Zona pemasangan alat peraga disepakati untuk satu desa terdapat satu zona. Bentuk alat peraga ini pun dibatasi. Untuk partai politik menggunakan baleho atau papan reklame yang memuat gambar partai dan pengurus partai serta tidak diizinkan memasang tanda nomor urut atau caleg. “Sedangkan untuk caleg hanya diperbolehkan menggunakan spanduk dengan ukuran maksimal 1,5 meter x 7 meter. Satu desa juga hanya boleh ada satu spanduk caleg,” tegas Yovinus. Menurutnya, untuk zona pe-

Rakor Soal Zonasi Pemasangan Alat Peraga Borneo Tribune, Sintang KPU Kabupaten Sintang menggelar rapat koordinasi terkait ketentuan kampaye Pemilu penetapan tempat atau lokasi kampanye Pemilu DPR, DPD dan DPRD pada Pilegs 2014, di Aula KPU Sintang, belum lama ini. Dalam rakor tersebut sempat memunculkan berbagai pertanyaan terkait zonasi pemasangan alat peraga. Sebab saat ini sudah banyak alat peraga yang terpasang di beberapa titik di Kabupaten Sintang. Caleg dari partai PKPI, Toni mempertanyakan, masalah pemasangan alat peraga dan zonasi yang diperbolehkan. “Bagaimana pengaturan pemasangan alat peraga. Sebab saat ini tak sedikit yang sudah membuat alat peraga. Dan bagaimana dengan alat peraga yang sudah dipasang,” ujarnya. Ketua Devisi Teknis Penyelenggaran, Umum, Rumah Tangga dan Orgaisasi KPU Kabupaten Sintang, Ade M Iswadi mengatakan, berdasarkan amanat PKPU No. 15/2013, Pasal 17, KPU telah menetapkan lokasi (zona atau wilayah) dan media pemasangan alat peraga partai politik dan calon legeslatif. KPU Kabupaten Sintang menawarkan draf, memperhatikan aspek keadilan, keindahan dan keamanan. Pemasangan spanduk juga boleh dipasang di rumah caleg yang berada di dalam satu zonasi, tapi hanya satu buahdan tak boleh memasang lagi di zonasi yang sama. Spanduk juga boleh di buat dari bahan apa saja dan boleh mencantumkan foto caleg, media pemasangan di-

serahkan pada masing- masing parpol dan atau caleg. Ketentuan pemasangan tetap memperhatikan Surat Edaran Bupati Sintang, No 273/2450/BKBPPM, perihal tempat atau lokasi untuk kampanye Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD pada Pilegs 2014. Ade M Iswadi menambahkan, mulai 28 September mendatang, Kabupaten Kabupaten Sintang akan memberlakukan surat perintah pencabutan alat peraga kampanye pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD tahun 2014 yang melanggar aturan. ”Hasil rakor menetapkan zonasi pemasangan alat peraga berdasarkan wilayah administrasi setingkat Desa/Kelurahan Baliho (Billboard) hanya untuk parpol 1 buah 1 desa atau kelurahan dan spanduk untuk parpol peserta Pemilu dan calon legeslatif/anggota DPRD kabupaten/kota 1 buah dalam satu zonasi dengan ukuran tinggi 1,5 x 7 meter,” terangnya. Kurniawan mengungkapkan, berdasarkan Surat Edaran Bupati Sintang No 273/2450/BKBPPM perihal tempat atau lokasi pemasangan alat peraga kampanye di Kabupaten Sintang, telah ditetapkan bahwa jalan protokol bersih dari alat peraga. ”Mulai dari tugu Simpang Lima sampai depan Rumah Dinas Bupati bebas dari alat peraga. Bila sampai pada saatnya masih ada terpaksa harus diturunkan,” tegas Kurniawan. Dia mengharapkan, seluruh caleg bisa mematuhi peraturan yang ada sehingga tercipta rasa keadilan, keindahan dan keamanan. (End) †

masangan alat peraga nantinya akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Melawi, termasuk juga di tingkat kecamatan akan dilakukan koordinasi antara PPK dan Pemerintah Kecamatan, termasuk di jajaran Pemerintah Desa yang berkoordinasi dengan PPS setempat. “Penerapan zona ini mulai diberlakukan mulai besok Sabtu (28/9) dan kami juga mengimbau kepada para pengurus partai dan caleg yang sudah memasang baleho maupun alat peraga di luar aturan KPU untuk dapat membersihkan dan membongkarnya,” lugasnya. Yovinus menegaskan, aturan ini berlaku hingga masa tenang saat menjelang pelaksanaan Pilegs 2014 yang berlangsung pada 9 April mendatang. Artinya bila ada caleg yang masih tetap bandel dengan memasang alat peraga berupa baleho atau spanduk di luar dari zona yang ditetapkan maka akan disurati dan diperingatkan untuk membongkar balehonya. “Kalau tidak diindahkan maka Pemda setempat bersama aparat keamanan dengan rekomendasi Panwaslu berwenang untuk mencabut dan memindahkan alat peraga kam-

Ilustrasi Pemasangan Alat Peraga Kampanye panye dengan memberitahukan terlebih dahulu kepada peserta pemilu,” ujarnya. Tempat pemasangan alat peraga ini, sambung Yovinus telah diatur di dalam Peraturan KPU Nomor 15 tersebut. Dimana tempat yang tidak diperbolehkan adalah tempat ibadah, rumah sakit, tempattempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah, lembaga pendidikan, jalan protokol, jalan bebas hambatan, sarana dan prasana publik, taman serta pepohonan. Ruas jalan protokol di Kabupaten Melawi sendiri juga masih

akan dibicarakan bersama antara KPU bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan. “Caleg tetap diperbolehkan untuk memasang spanduk atau alat peraga lain di rumahnya sendiri, karena ini adalah areal pribadi. Termasuk juga pemasangan bendera atau baleho di sekretariat partai. Kalau di luar itu, harus mematuhi aturan KPU dan sesuai dengan zona yang ditetapkan. Yaitu satu desa satu zona,” jelasnya. Walau terkesan kurang adil karena hal ini tentunya akan

mempersempit ruang caleg baru untuk mengenalkan dirinya pada para pemilih, Yovinus justru menilai adanya aturan ketat terkait pemasangan alat peraga bisa membuat caleg lebih proaktif mengenalkan dirinya langsung ke masyarakat. “Maunya kan caleg ini bisa langsung tatap muka dan dialog langsung dengan masyarakat terkait dengan visi misinya. Artinya tidak hanya menggaet pemilih melalui spanduk dan baleho yang terpasang saja,” katanya. Di sisi lain, keberadaan atur-

an tersebut juga akan memberikan keadilan bagi caleg yang memiliki banyak modal dengan caleg yang modalnya hanya pas-pasan. Sehingga caleg yang modalnya kuat tidak semaunya memasang baleho dan spanduk sebanyak-banyaknya. Caleg tetap bisa berkampanye melalui stiker dan pamflet. “Selain itu, ini juga mengatur soal ketertiban dan keindahan kota. Kalau spanduk dan baleho bertebaran disembarang tempat malah memunculkan kesemrawutan kota,” lugasnya. (eko) †

Guru Akan Ditempatkan di Sekolah Pedalaman

Ilustrasi Sekolah di Pedalaman Borneo Tribune, Nanga Pinoh MESKIPUN pelaksanaan tes CPNS belum dimulai, namun dari formasi yang disediakan oleh panitia penerimaan menunjukan bahwa tenaga guru merupakan formasi yang paling mendo-

minasi. Pengumuman formasi CPNS sendiri dibarengi dengan saat CPNS tersebut nantinya akan ditempatkan. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Melawi, Paulus mengungkapkan, formasi CPNS khususnya un-

tuk tenaga kependidikan memang langsung disesuaikan dengan kebutuhan guru di sekolah tersebut. “Jadi di sekolah tersebut guru yang kurang apa, maka di sanalah nantinya para CPNS yang lulus seleksi akan ditempatkan. Pengumuman tempat penugasan CPNS inikan data kebutuhannya dari kita (Disdik) juga,” ucap Paulus, beberapa waktu lalu. Paulus mengatakan, apabila CPNS tersebut lulus seleksi, maka penempatannya juga disesuaikan dengan di sekolah mana dirinya ingin ditugaskan. Sehingga dalam pengumuman CPNS juga dilampirkan sekolah-sekolah yang akan menjadi tujuan penempatan. “Karena sekolah-sekolah

tersebutlah yang saat ini masih mengalami kekurangan guru. Makanya penempatan sudah pasti di sekolah itu pula. Apalagi sebagian besar, sekolah yang masih kekurangan guru merupakan sekolah yang berada di daerah pedalaman,” lugasnya. Dari 73 formasi tenaga kependidikan, tenaga guru sekolah dasar paling banyak dibutuhkan dalam formasi tersebut. Ada 57 formasi guru kelas untuk sejumlah SD yang masih mengalami kekurangan guru. Guru-guru ini akan bertugas di sekolah tersebut dalam kurun waktu minimal lima tahun baru bisa mengajukan pindah. “Itu pun juga tidak bisa langsung kita pindahkan. Kalau memang di sekolah tersebut hanya ada satu

atau dua guru saja, tak masuk akal kalau dinas memindahkan guru tersebut,” ujar Paulus. Yang jadi persoalan, terangnya, yang merusak tatanan aturan kedisiplinan adalah oknum guru itu sendiri. Kadang baru setahun ditugaskan sudah mulai bertingkah. Dengan jarang masuk mengajar. Namun, Paulus menegaskan penindakan terhadap guru yang memang melanggar disiplin atau tidak masuk kerja akan diberikan sesuai dengan tingkat kesalahannya. “Kita juga sudah sering memecat guru yang bermasalah. Kalau memang sudah tidak bisa dibina, maka bisa saja direkomendasikan untuk diberhentikan,” tegasnya. (eko) †

Dorong Penyelenggaran MTQ Kabupaten di Pinoh Utara Borneo Tribune, Nanga Pinoh PENYELENGGARAAN even besar seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sudah pasti berdampak pada akselerasi pembangunan daerah. Seperti yang dialami Melawi saat menjadi tua rumah MTQ Provinsi XXIV atau Kecamatan Sokan yang menjadi pelaksana MTQ Kabupaten Melawi pada tahun lalu. Serta saat ini, Menukung yang menjadi tuan rumah MTQ Kabupaten 2013. Alasan percepatan pembangunan inilah yang seharusnya membuat warga, pemerintah desa dan Pemerintahan Camat Pinoh Utara agar bisa melobi penyelenggaraan MTQ 2015 mendatang supaya bisa dilaksanakan di ke-

camatan ini. “Warga Pinoh Utara terutama tim dan kafilah Pinoh Utara yang tahun 2013 akan bertanding di Menukung bisa menggolkan menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ Kabupaten tahun 2015,” ujar tokoh pemuda Melawi, Armin, beberapa waktu lalu. Armin menambahkan, warga Pinoh Utara mesti belajar dari beberapa kali penyelenggaraan MTQ yang berlangsung di Kabupaten Melawi. Baik yang dilakukan pada tahun ini di Nanga Pinoh, yang menjadi tuan rumah MTQ Provinsi. Maupun penyelengaraan MTQ Kabupaten di Sokan awal tahun 2012. Serta Kecamatan

Menukung lantaran menjadi tuan rumah MTQ Kabupaten 2013. Termasuk Kecamatan Sayan pada 2008 silam. Kata Armin, semua pelaksanaan MTQ selalu dikuti dengan pembangunan-pembangunan infrastruktur. Seperti yang terjadi di Sokan. Dimana saat ini kecamatan paling ujung di Kabupaten Melawi ini telah memiliki sarana olahraga dan pentas yang representatif. Bahkan, sarana olahraga tersebut telah memiliki akses jalan dua jalur yang berbeda. Begitu pula di Kecamatan Sayan dan Kecamatan Nanga Pinoh. Yang telah memiliki stadion dengan akses masuk dari berbagai jalur. Seperti halnya pula yang

dialami Kecamatan Menukung saat ini. Bahkan, bukan hanya membangun jalan akses ke stadion. Namun jalan akses ke Menukung sendiri juga akan dibangun pada tahun 2013. Masingmasing jalan akses tersebut jelas bisa menjadi pemukiman baru. Bertambahnya pemukiman baru di sebuah daerah salah satu indikator kemajuan daerah tersebut. Bukan hanya pemukiman baru, ke depan, pemukiman tersebut akan menjelma menjadi pasar atau kota baru. “Dipastikan kalau jadi tuan rumah MTQ akan ada akselerasi pembangunan yang dialami Pinoh Utara. Tentunya bukan hanya

stadion yang berdiri megah beserta jalan akses menuju lokasi tersebut,” ujarnya. Namun, jelas Armin, akses lain pun diharapkan akan bisa dibangun. Seperti jembatan Melawi II yang saat ini hanya menunggu rangka jembatan saja. Jembatan Melawi II ini sendiri pun merupakan kunci mempercepat pembangunan di Pinoh Utara. “Kita memang berharap agar tahun depan jembatan sudah bisa digunakan. Namun, bila sulit terwujud, maka salah satu jalan untuk mewujudkan digunakan jembatan Melawi II itu dengan pengelanggaraan MTQ tingkat kabupaten,” paparnya. (eko) †

Prosentase Pembangunan Kolam Renang Mencapai 40 Persen Borneo Tribune, Sintang DINAS Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Sintang saat ini sedang membangun kolam renang. Pembangunan kolam renang tersebut ditinjau langsung oleh Bupati Sintang, Milton Crosby yang didampingi Kadis Pariwisata, H. Senen Maryono, belum lama ini. Senen Maryono saat berada di lokasi kolam renang menjelaskan, pihaknya

membangun tiga kolam renang. “Kolam renang diperuntukan bagi kalangan dewasa, remaja dan anak-anak. Ketiga kolam akan diisi dengan air langsung dari Bukit Kelam serta dilengkapi kamar ganti dan WC. Saat ini proses pengerjaan sudah mencapai 40 persen. Hanya saja saat ini kami masih kekurangan dana untuk membangun pagar keliling kolam sehingga keamanan dan ke-

nyamanan pengunjung bisa dijaga. Kita juga akan buat pintu sekaligus loket masuk,” ujar Senen Maryono. ”Di kaki Bukit Kelam ini juga kita sudah programkan untuk dibangun kompleks perkemahan sehingga kalau ada kegiatan pramuka, lokasi untuk kegiatan perkemahan sudah ada. Kita pelan-pelan akan benahi kawasan wisata ini. Kita lengkapi fasilitasnya pelanpelan sesuai dengan ke-

mampuan keuangan daerah,” ucapnya. Sementara itu, Bupati Sintang, Milton Crosby mengapresiasi pekerjaan yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dalam menata kawasan Bukit Kelam. “Saya memang mengharapkan seluruh SKPD untuk kreatif. Dana boleh terbatas, tetapi kita harus tetap kreatif. Harapan saya kawasan wisata Bukit Kelam akan semakin ramai khu-

susnya pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional,” harap Bupati Sintang. ”Kalau soal kekurangan dana untuk membangun pagar, akan kita cek dulu kemampuan anggaran. Mudah-mudahan bisa dibantu sehingga pada Desember 2013 ini bisa diresmikan dan libur panjang akhir tahun sudah bisa dipergunakan oleh para pengunjung,” ucap Bupati.

Milton menambahkan, ke depan kawasan Bukit Kelam akan menjadi magnet pariwisata sehingga terminal yang sudah dibangun menjadi tempat parkir bus besar sekaligus menjangkau dan berkeliling di lokasi wisata juga nantinya akan dipersiapkan kendaraan khusus. (End) † Milton Crosby Foto Endang Kusmiyati/Borneo Tribune


Kapuas Hulu Borneo T Tribune

Sabtu, 28 September 2013

10

Pemilik Ikan dan CV. MJ Ditetapkan Tersangka

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

Munandar. Lanjut Mukson, ada lima supir yang kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus ikan ilegall dan pakaien bekas ilegall asal Malaysia tersebut dan sudah ditahan

Jika memang dalam pemanggilan yang dilakukan kami terhadap pemilik barang – barang Ilegall ini tidak diindahkan oleh para pemilik, maka pihak kami akan melakukan cara paksa, yakni melakukan penangkapan terhadap para pemilik

Borneo Tribune, Pontianak DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Kalbar menetapkan sejumlah tersangka terkait penangkapan yang dilakukan terhadap 13 Ton Ikan asal Malaysia dengan tujuan Kota Pontianak dan 42 Ton Pakaian Bekas (Lelong) dari Malaysia dengan tujuan Semaranag, Jumat (27/9) kemarin. Dir Reskrimsus Polda Kalbar Kombes Pol Widodo melalui Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Mukson Munandar saat dikonfirmai terkait dua penangkapan tersebut, dirinya mengatakan bahwa pihanya sudah menetapkan sejumlah tersangka terkait penangkapan yang dilakukan pihaknya itu, di mana yang menjadikan tersangka adalah supir maupun pemiliknya. “Kami menetapkan sejumlah tersangka dalam kasusa ikan ilegall dan pakaian bekas ilegall, di mana semuanya kami jadikan tersangka baik itu supir maupun pemiliknya,” jelas Mukson

di Polda Kalbar, sedangkan untuk pemiliknya sudah dipanggil pihaknya dan ditetapkan sebagai tersangka, yakni untuk pemilik ikan ilegall atas nama Abdul Samad dan Asong, sedangkan untuk pemilik Pakaian Bekas adalah CV. Merdeka Jaya (MJ). “Jika memang dalam pemanggilan yang dilakukan kami terhadap pemilik barang – barang Ilegall ini tidak diindahkan oleh para pemilik, maka pihak kami akan melakukan cara paksa, yak-

ni melakukan penangkapan terhadap para pemilik,” tegas Mukson Munandar. Selain itu Mukson juga mengatakan, untuk saat ini barang bukti Ikan Ilegall sedang dititipkan pihaknya di wilayah Kecamatan Pontianak Utara, karena di sana memiliki pendingin Ikan, hal ini berguna barang bukti tidak cepat busuk dan hancur, karena jika barang bukti sudah hancur dan busuk akibat dibiarkan, maka barang bukti bisa hilang, sedangkan untuk Pakaien Bekas masih di Polda Kalbar. “Barang bukti ikan kita titipkan di tempat pendingin ikan di Kecamatan Pontiaak Utara sedangkan barang bukti pakain bekas masih di Polda Kalbar,” katanya. Ditambahkan Mukson, terkait barang bukti, pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak kejaksaan, lantaran semua barang bukti akan dimusnahkan oleh pihaknya, dengan cara di bakar. “Barang bukti sebanyal 42 Ton pakaian lelong dan Ikan Ilegall sebanyak 13 Ton akan kita musnahkan, di mana pemusanahan barang bukti sendiri merupakan tahap proses hukum, dan pemusnahan akan dilakukan dengan cara dibakar, namun untuk melakukan pemusnahan pihak kami akan berkoordinasi dengan Jaksa terlebih dahulu,” tambah Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Mukson Munandar. (Zrn) †

POLICE LINE Usai Pemadam Kebakaran berhasil memadam api yang membakar rumah Suprianto warga Jalan Matadinata tersebut, kepolisian dengan cepat memasang Police Line, guna tidak ada yang memasuki TKP, selain pihak kepolisian. FOTO: Achmad Mundzirin/borneo Tribune.

Diduga Karena Listrik, Satu Rumah Warga Tebakar Borneo Tribune, Pontianak KEBAKARAN kembali terjadi di Kota Pontianak, di mana kali ini terjadi di salah satu rumah yang terletak di Jalan Martadinata Kecamatan Pontianak, yakni milik Suprianto (52), di mana kebakaran ini terjadi duduga karena listrik, Jumat (26/9) sekitar pukul 21.30 Wib. Kebakaran yang terjadi di Jalan Martadinata ini pun sempat menghebohkan warga setempat, bahkan warga setempat yang berada di rumah, turun ke jalan untuk menyaksikan kebakaran serta membantu pemilik rumah untuk memadamkan api, namun naasnya, api semakin membesar menjulur dari atap rumah milik Supriyanto. “Saya sedang tidur, dan tiba – tiba saya mendengar orang berteriak kebakaran.. kebakaran.., saya langsung

keluar rumah dan saya melihat api sudah membesar di rumah Pak Suprianto itu, saya dan warga lainnya pun bergegas memberikan pertolongan seadanya, yakni hendak memadamkan api dengan menggunakan ember yang diisikan air,” ungkap Amen saksi mata yang turut membantu memadamkan api dengan alat seadanya sebelum pemadam datang. Sementara itu Ari warga setempat, dirinya juga me-

ngatakan hal yang sama, di mana api terlihat dari atas rumah Supriyanto, di mana api yang dilihat oleh Ari ini memang sudah besar. “Api memang sudah besar, di mana api itu berada dari atas rumah, kemudian membakar seluruh rumah milik Pak Supriyanto,” ungkap Ari. Sedangkan Suprianto alias Supri selaku pemilik rumah saat dikonfirmasi terakit kebakaran yang ter-

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

jadi rumahnya, dirinya mengatakan bahwa kebakaran yang terjadi rumah tersebut terjadi disaat Ia beserta Istri dan anaknya yang berusia 4 tahun sedang tidur. “Kebakaran terjadi saat kami sedang tidur, di mana saat itu lamu sedang mati,” ungkap Supri. Dijelaskan oleh Supri, yang mengetahui kebakaran tersebut pertama kali adalah dirinya sendiri, yakni disaat Ia bangun dari tidurnya hendak pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil, disaat itu pula tiba – tiba adanya bunyi letupan dari atas rumah dan tidak lama kemudian langit – langit rumah yang terbuat dari triplek tersebut jatuh dari tas, melihat api sudah semkin besar. “Saya melihat api sudah besar di atas rumah saya, kemudians aya langsung bergegas membangunkan istri dan anak saya yang berusia 4 tahun itu, dan kami keluar rumah meminta pertolongan warga,” jelasnya. Akibat dari kebakaran tersebut, Suprianto beserta keluarganya tidak sempat menyelamat barang – barang berharga miliknya, yakni seperti televise sebanyak dua unit, pakaian, dan sebagainya, namun dirinya masih bisa menyelamat satu unit sepeda motor jenis Vespa miliknya. “Hanya sepeda motor jenis Vespa yang saya bisa selamatkan, sedang barang – barang lainnya sudah ikut terbakar,” tambahnya. Sedangkan Kapolsekta Pontianak Barat Kompol Reza Simanjuntak saat dijumpai di TKP, dirinya mengatakan bahwa kebakaran yang terjadi di Jalan Martadinata tersebut masih dalam penyelidikan pihaknya, di mana dugaan pemicu kebakaran tersebut adalh listrik. “Kita masih menyelidiki penyebab kebakaran, namun dugaan kita sementara karena listrik, karena banyak kabel – kabel kecil dan tipis tersambung ke rumah korban, namun untuk penyebab pastinya kebakaran ini terjadi, masih dalam penyelidikan,” katanya. (Zrn) †

IKLAN BARIS Dijual Bangunan

DIJUAL

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Tanah Kavling lokasi strategis, siap bangun di Perbatasan Sungai Raya Dalam - Punggur Kecil (lurus Paris2), SHM - aman / tidak bertimpa, dll. Tersedia 62 kavling 10 x 20 m2 (25jt cash), 8 kavling Ruko 5 x 40m2 (50 jt cash). Untuk kredit DP 5jt, sisanya diangsur 3642 bulan. Hanya 5 Km dari Jl.Ayani 3 dan pinggir jalan raya Paris - Parit Buluh. Berminat Hubungi :

0812 5710 225

Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946)

Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683).

Langganan Koran

Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757)

Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688) Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: (085245247955).

Mujidi

Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: (085245904505).

Ratnasari

Biro Kapuas Hulu: (085654585775)

Herdi

Biro Ketapang: (08971600688)

Aldi

Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Ser vice Mobil

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo T Tribune

Sabtu, 28 September 2013

SMA Tunas Bangsa Duta Kodam XII/Tpr SMAN 1 Ptk, SMA Imanuel “B”, SMA Tunas Bangsa dan SMK Imanuel. Para peserta yang melaksanakan perlombaan dengan penuh semangat, saling debat untuk mempertahankan argumentasinya guna mendapatkan nilai yang paling baik dari tim penilai. dilanjut malam harinya para peserta semakin bersemangat untuk saling menyisihkan lawan dengan memberikan jawaban yang meyakinkan dan terjadi perdebatan pendapat antar peserta,

di Aula Makodam XII/Tpr, Kamis (26/9) malam. Dari 6 tim yang mengikuti semifinal yang masuk ke babak final dari SMA 1 Ptk dengan nilai 83,9, SMA Tunas Bangsa dengan nilai 85,9, dan SMA Kristen Imanuel dengan nilai 84,1. Dari 3 tim yang memasuki babak final, para penilai memberikan pertanyaan dengan diberi waktu menjawab setiap peserta selama 1 menit. Para peserta diperintahkan membuat sebuah perta-

nyaan untuk diperdebatkan antar tim. Para peserta selalu memberikan jawaban kepada penilai dengan penuh semangat. Para peserta juga dengan waktu 5 menit saling memberikan sanggahan kepada tim yang menjawab sehingga terjadi perdebatan yang cukup alot antar tim untuk menjadi yang terbaik. Hasil 3 tim yang mengikuti final yang menjadi Juara 1 direbut SMA Tunas Bangsa dengan jumlah nilai 86,9, juara 2 SMA 1 Ptk de-

ngan jumlah nilai 84,8, sedangkan juara 3 SMA Kristen Emanuel dengan jumlah nilai 84,2. “Yang berhak mewakili Kodam XII/ Tpr adalah SMA Tunas Bangsa ikut pada pertandingan Parade Cinta Tanah Air di Jakarta,” kata Kolonel Inf Edy Santoso. Usai perlombaan, para juara mendapatkan uang pembinaan yang diserahkan langsung oleh Perwakilan Kemenhan RI di Kalbar Kolonel Inf Edy Santoso. (Lay) †

dan pemetaan dalam lingkup tugas diwilayah hukum masing - masing. “ Kemudian untuk pejabat yang baru, hal - hal yang positif yang dilakuan pejabat yang lama, harus dilanjutkan dan diberikan gebrakan yang barum sehingga dapat mewujudkan Polri yang bermartabat sesuai harapan masyarakat,” ungkap Kapolda Kalbar Brigjend Pol Arie Sulistyo. Kemudian Kapolda Kalbar juga menegaskan kepada lima pejabat baru yang dilantiknya tersebut, untuk mengemban jabatan sesuai apa yang diamanatkan serta bertanggung jawab atas jabatan tersebut. “ Karena jabatan itu adalah amanah, jadi setiap pejabat baru harus mempertanggungjawabkan atas apa yang dilakukan saat menja-

lankan tugas, baik itu terhadap pimpinan dan masyarakat, melainkan juga bertanggung jawab pula kepada Tuhan Yang Maha Esa,” jelasnya. Selain itu Kapolda Kalbar juge menegaskan, setiap Pejabat Batu harus memiliki perencanaan yang metang dalam menjalan tugas, karena jika tidak membuat membuat perncanaan dengan matang, maka tujuan selama diberikan amanat dan tanggung jawab selaku pejabat Polri khususnya di Polda Kalbar ini tidak didapatkan. “ Perencaaan harus dibuat oleh lima pejabat baru ini, buat suata gebrakan dalam meningkatkan Kamtibmas diwilayah hukum masing masing, dan ingat jangan asal - asalan, karena dnegan membuat program serta

dari sejumlah massa yang berunjuk rasa, sehingga terjadi insiden pengerusakan di KPU KKR. “Pengamanan di KKR masih menjadi proritas oleh pihak kami, mengingat sebelumnya ada insiden aksi protes yang berlebihan di Kantor KPU KKR, sehingga menyebabkan kerusakan di Kantor KPU yang dilakukan sejumlah orang yang tergabung dalam unjuk rasa beberapa hari lalu,” ungkap Karo Ops Polda Kalbar. Dijelaskan Karo Ops Polda Kalbar, mulai dari insiden unjuk rasa yang berujung pada pengerusakan bahkan sempat bentrok dengan anggota kepolisian, hingga sampai saat ini, dirinya sudah meletakan anggota di Kantor KPU KKR, begitu juga dengan anggota Polrestaa Pontianak. “Ada beberapa anggota

yang kita stanby kan di Knator KPU KKR, yakni guna mengantisipasi terjadi aksi protes yang berlebihan terkait Pilkada di KKR sendiri, begitu juga dengan Polresta Pontianak,” ujar Kombes Pol Bobby. Lanjut Kombes Pol Bobby, seua fungsi Polri yang ada di Polda Kalbar, baik itu Sabhara, Lantas, Intelejent dan Brimob, sudah disiagakan, guna mengantisipasi hal - hal yang tidak diinginkan, seperti yang terjadi saat Hari Pleno penghitungan suara yang berlangsung di KKR tersebut. “Semua fungsi Polri yang ada di Polda Kalbar dan Polresta sudah disiagakan, untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan, di mana Pam Pilkada sendiri masih terus berlangsung, yakni hingga saat pelantikan pasangan calon yang ter-

perencaan yang asal asalan akan dapat membuat kerusakan, dan ini yang saya tidak mau,” tegas Kapolda Kalbar. Lebih jauh lagi Brigjend Pol Arie Sulistyo meminta kepada seluruh pejabat baru, untuk bersinergitas dengan siapa pun, baik itu Pemerintah, TNI, Jaksa, dan pihak lain, Karen asinergitas adalah suatu bentuk kerja sama yang nyata dan saling membantu dalam hal apapun. “ Untuk lima pejabat baru pula jangan mencoba - coba untuk menjadikan diri dengan pihak lain sebagai kompetiternya, melainkan mengajak pihak lain untuk bersinergitas dalam menjalan tugas, Karena dengan bersinergitas, maka bentuk kerja sama akan tercapai,” tambahnya. (Zrn) †

Calon Bupati dan Wakil Bupati Sanggau di Desa Goro Kecamatan Kembayan, sesaat kebetulan rombongan Gubernur Kalbar lewat, Joni Jingku meneriaki Gubernur dengan kata-kata kasar. “Pas Pak Gubernur lewat, dia berteriak (maaf) Gubernur ‘Tai Palat’. Tapi itu juga tidak digubris, kita biarkan. Nahÿpuncaknya kemarin, di Bodok pada saat Gubernur lewat hendak ke Pontianak usai menghadiri pelantikan Sekda Sanggau, dia bilang ‘Gubernur Palsu’ dengan nyaring,” ujarnya. Setelah mendengar teriakan dari Joni Jingku tersebut, kemudian rombongan Gubernur berhenti, tak lama kemudian Joni Jingku langsung diamankan oleh Polsek Parindu. Ketika itu, terdapat sekitar 10 unit mobil iring-iringan yang berjalan pelan, termasuk mobil Gubernur Kalbar yang berada di posisi ketiga dari mobil di depan. “Ajudan berhenti, Pak Gub minum kopi disitu, dan Joni Jingku tidak sempat ketemu Pak Gubernur langsung dibawa polisi foreider,” tukasnya. Isu yang beredar pun ajudan Gubernur Kalbar menyiramkan kopi ke kepala Joni Jingku. Bahkan Gubernur sendiri sempat menodongkan pistol ke wajah Joni Jingku. Namun hal itu dibantah oleh Krisantus. Kalau ada cerita nyiram air kopi bukan kelasnya Pak

Cornelis-lah, nodongkan pistol ini omong kosonglah. Saya pikir ini situasi politik, segala hal orang ciptakan untuk mendiskreditkan,” jelasnya. Krisantus mengaku pada saat kejadian, ia tidak berada di tempat. Lantaran masih sedang berada di Sanggau untuk mengikuti rapat partai. Krisantus pun mengaku mendapatkan informasi tersebut dari sejumlah saksi mata dari anggotanya. Atas keyakinan itu, Krisantus juga membantah jika Joni Jingku sempat mendekati Gubernur. “Saya ikut Pak Cornelis dari dia jadi Bupati Landak, tidak pernah orang buat kekacauan bisa dekat langsung dengan beliau, karena memang pengamanan beliau itu luar biasa, baru teriak-teriak dari jauh saja sudah diamankan, jadi kalau bisa tunjuk-tunjuk ke wajah gubernur begitu sudah luar biasa lah Joni Jingku, saya tau kok Joni Jingku,” ujarnya. Namun, berbeda dengan informasi yang diperoleh wartawan sebelumnya, bahwa Joni Jingku sempat menunjuk-nunjuk wajah Gubernur sambil memaki-maki. Karena tidak senang, akhirnya ajudan Gubernur bereaksi dan menyiramkan kopi ke kepala Joni Jingku. Lantas kemudian Joni Jingku melapor ke Polsek setempat. “Pas Gubernur turun dari mobil, masyarakat langsung kumpul. Joni Jingku lang-

(DPT) tingkat kabupaten/kota ™ 21 September 2013 s/d 9 April 2014: Pengumuman DPT ™ 11 Januari 2014 s/d 5 April 2014: Kampanye melalui

pertemuan terbatas, tatap muka, penyebaran bahan kampanye kepada umum, pemasangan alat peraga

™ 6-8 April 2014: Masa Tenang ™ 9 April 2014: Pemungutan dan perhitungan suara (Pemilu

Legislatif) ™ 25 April – 15 Mei 2014: Audit Dana Kampanye ™ 26 April – 6 Mei 2014: Rekapitulasi hasil perhitungan

suara pemilu tingkat nasional ™ 7-9 Mei 2014: Penetapan partai politik memenuhi ambang

batas (PT 3%) ™ 11-18 Mei 2014: Penetapan perolehan kursi dan calon

terpilih tingkat nasional sampai dengan kabupaten/kota ™ Juni-September 2014: Peresmian keanggotaan DPR RI,

DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota. ™ 9 Juli 2014: Pemungutan suara dan perhitungan suara

pilpres (Pemilu Presiden). pilih,” tambahnya. Lebih jauh lagi Karo Ops Polda Kalbar mengimbau kepada seluruh masyarakat di KKR untuk tidak terprovokasi dan segera memberikan informasi kepada pihak kepolisian jika memang ada yang memprovokasi utnuk melakukan hal - hal yang negatif, karena saat KPU sendiri sudah menetapkan pemenang suara terbanyak dalam Pilkada yang berlangsung di KKR. “Saya mengimbau kepad masyarakat untuk tidak terprovokasi hal - hal yang bersifat negatif sepanjang tahapan Pilkada yang berlangsung di KKR, dan jika memang ada yang mengjak ini dan itu untuk berbuat hal - hal yang melanggar hukum serta menyimpang, laporkan kepada pihak kepolisian,” imbau Karo Ops Polda Kalbar. (Zrn) †

Perbuatan Joni Jingku Dianggap Menghina Gubernur kekecewaan pihaknya dari perbuatan Joni Jingku yang dituding kerap memfitnah PDIP maupun Cornelis baik selaku Ketua DPD maupun Gubernur Kalbar. Krisantus menceritakan bahwa awalnya ia melaporkan Joni karena sejak sebelum Pilkada, Joni membuat isu bahwa Krisantus dibayar Paolus Hadi salah satu calon Bupati Sanggau untuk menggunakan PDIP Rp. 1,5 Miliar. “Itu yang pertama Dimana-mana isu itu beredar. Saya resah, dan jangan sampai isu ini masuk ke pimpinan, soalnya Joni Jingku ini sudah ngomong kemana-mana,” ujarnya. Krisantus mengatakan, agar isu itu tidak berkembang dan opini mengiyakan, ia pun kemudian melapor ke polisi secara resmi, dan juga sudah dimintai saksi yang mendengar langsung ketika Joni mengatakan hal itu. Namun, karena Krisantus paham betul dengan track record-nya Joni Jingku, pada akhirnya pelaporan yang ditujukan ke Polres Sanggau sengaja digantungnya. “Kami juga tidak tega, jadi kami tahan tidak melanjutkan, kami tidak cabut. Ya artinya kita tidak mendesak-desak lagi pihak polres intuk memproses itu,” ungkapnya. Namun, selang beberapa waktu kemudian, tepatnya pada tanggal 14 September, masa kampanye Pilkada

™ 7-13 September 2013: Penetapan daftar pemilih tetap

dan iklan di media massa

Pengrusakan Kantor KPU KKR Terus Diselidiki milah, karena dalam insiden ini pihaknya tidak boleh gegabah, namun tetap diproses atas pengrusakan,” tambahnya. Dirinya juga mengatakan, persoalan yang sudah kondusif saat ini, jangan dibuat buat menjadi tidak kondusif. “Suasana yang sudah kondusif saat ini di Kalbar, jangan dibuat untuk tidak kondusif, karena hal tersebut dapat mengacaukan suasana yang sudah aman dan damai, khususnya dalam Pilkada,” katanya. Sementara itu secara tekhnis pengamanan Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Kalbar Kombes Pol Bobby, mengatakan khusus pelaksanaan Pilkada di KKR, pihaknya masih melakukan pengamanan yang diproritaskan, mengingat sebelumnya sempat terjadi aksi protes yang berlebihan

JADWAL DAN TAHAPAN PEMILU 2014

™ 16 Maret s/d 5 April 2014: Kampanye melalui rapat umum

Kapolda Mutasi Dua Pejabat Utama dan 3 Kapolres oleh AKBP Dra.Nowo Winarti, dan AKBP Hotma Victor Sihombing dengan jabatan Kapolres Landak digantikan olehAKBP Franscisus Tjahyono. Mutasi dengan Serah Terima Jabatan ini pun dipimpin langsung oleh Kapolda Kalbar Brigjend Pol Arie Sulistyo, dan seluruh pejabat baru dan yang lama yang melaksanakan Sertijab yang dilakukan Kapolda Kalbar ini pun, disuruh Kapolda untuk bersumpah atas tugas dan jabatan yang diamanatkan. Menurut Kapolda Kalbar Brigjend Pol Arie Sulistyo, untuk lima pejabat yang baru dilantik selaku Pejabat Utama Polda Kalbar dan tiga Kapolres jajaran Polda Kalbar, harus mampu dengan cepat menyesuaikan diri, melakukan orientasi

11

sung diamankan ke Mapolsek, kapan dia (ajudan) nyiramnya? Kapan pesan kopinya? Ajudannya banyak, disitu ada Kapolsek, Danramil dan Camat,” jelasnya. Terkait dengan pelaporan di Polres Sanggau, Krisantus meminta kepada Polres untuk menindaklanjuti pelaporannya, baik pelaporan dirinya yang secara pribadi dituduh menerima bayaran dari Paolus Hadi maupun pelaporan kejadian di Bodok, karena dianggap telah menghina pejabat publik yang juga sekaligus atasannya di PDI P.”Saya sebagai ketua DPC PDIP dan bawahan beliau di partai, kami tidak bisa terima, saya katakan itu di polres. Kami minta Polres Sanggau menindak lanjuti itu. Untuk pelaporan ini (kejadian di Bodok) saya sudah koordinasi dengan Pak Cornelis, jawabnya sikat saja, memang itu gaya bahasa dia,” tegasnya. Krisantus pun menghimbau dengan tegas kepada seluruh massa PDIP di Kabupaten Sanggau untuk tidak membuat gerakan-gerakan masif untuk mengadili atau main hakim sendiri kepada Joni Jingku. Namun percayakanlah sepenuhnya proses ini kepada pihak kepolisian. ”Karena kalau Joni Jingku tidak cepat diamankan pada waktu itu, kami khawatir Joni Jingku jadi sasaran amuk massa,” pungkasnya. (rtn) †

Sumber: Diolah dari Peraturan KPU No. 6 Tahun 2013 (Hawad Sriyanto)

10 Tahun Buron, Terdakwa Korupsi Ditangkap Rp 232 juta, karena terbukti melanggar pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 UU No 31/1999 Jo pasal 55ayat 1 ke-1Jo Pasl 64 ayat 1 KUHP,” kata Lumumba Tambunan, pada Konfrensi persnya usai mengiring Terdakwa ke Kabupaten Ketapang. Dikatakannya, Terdakwa merupakan Direktur Utama CV Suka Sungai Mulia Ketapang selaku pelaksana

pekerjan peningkatan Jalan ruas Teluk Batu Sungai Gawang tahun anggaran 1999/ 2000, sumber dana pinjaman Bank Dunia. “Terdakwa selaku pelaksana, tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak, sementara dana anggaran sudah dicairkan 100 persen, sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp 232.592.537, dan to-

tal proyek Rp 897.000.000,” jelasnya. Terdakwa asal Jalan H Murni Gang Jeruk No 73 Kelurahan Tengah, Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang, dan usai diamankan di Kejari Kalbar, Terdakwa langsung diterbangkan pulang ke Kabupaten Ketapang untuk menjalani proses hukumnya. (Lay) †

Pemerintah Imbangi Kenaikan BBM dengan Bantuan Infrastruktur Pontianak, Singkawang, Sambas dan Bengkayang. Masing-masing daerah mendapatkan jatah 2 kelurahan dengan besaran bantuan infrastruktur Rp 250 juta per kelurahan. Tim Leader PNPM Mandiri Perkotaan Komala Erwan dalam jumpa pers di Hotel Kapuas Dharma, Jumat (27/9) siang kemarin memaparkan, pada dasarnya dari program tersebut tidak ada criteria khusus untuk menerima bantuan program. Namun, pertimbangannya disebabkan terbatasnya kuota yang diperoleh. Karenanya desa yang ditetapkan berdasarkan skala prioritas. “Dari program ini, kita harapkan masyarakat ikut terlibat secara langsung, baik dalam pengawasan, dengan mengadopsi pola penerapan PNPM yang telah berjalan selama ini,” ujar

Erwan. Dalam press release yang disampaikan Tim Leader kemarin, P4-IP di perkotaan memberikan peluang dan mendorong munculnya peran aktif masyarakat, terutama masyarakat miski dan kaum perempuan untuk merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, serta memanfaatkan dan mengelolanya sendiri dalam setiap tahapan pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan P4-IP di perkotaan juga diharapkan dapat membangun munculnya kesadaran kritis dan kemandirian masyarakat dalam mengatasi permasalahan dan ketertinggalan desanya secara mandiri melalui penyusunan kegiatan yang dituangkan dalam perencanaan masyarakat. Selain itu, Tim Leader program tersebut juga merilis, kebijakan APBN

2013 masih memberikan alokasi yang cukup besar terhadap subsidi energy seperti BBM sekitar Rp 193.8 triliun atau 11.5% dialokasikan untuk BBM. Pada APBN 2013 nyatanya dari 50% subsidi tersebut dinikmati oleh 20%ÿ lebih orangorang kategori mampu. Sementara hanya 2% dari APBN dinikmati masyarakat sangat miskin, miskin, dan hampir miskin. Itupun melalui anggaran program social berbasis rumah tangga seperti BLSM, Raskin, Bantuan Siswa Miskin (BSM) Program keluaraga Harapan, Jamkesmas. “Karenanya, kebijaka subsidi perlu diubah dari subsidi komoditas menjadi subsidi yang lebih tepat sasaran kepada kelompok masyarakat sangat miski, miski, dan hampir miskin yang membutuhkan,” pungkas Erwan. (Uby) †

Oknum Mahasiswa Tiga Fakultas Untan Bentrok Kompol Marthen juga mengatakan, pemicu bentroknya oknum mahasiswa dari tiga fakultas tersebut masih dalam penyelidikan pihaknya, karena benytoknya oknum mahasiswa tersebut yang terjadi malam kemarin tersebut, tidak ada pihak yang membuat laporan. “ ÿKita masih menyelidiki diblaik bentroknya oknum mahasiswa ini, karena usia bentroknya oknum mahasiswa ini, tidak ada yang membuat laporan, walaupun begitu kami tetap melakukan penyelidikan,” tegasnya. Selain itu Kapolsekta

Pontianak Selatan juga mengatakan, bahwa untuk mengantisipasi hal - hal yang tidak diingin terjadi lagi di Untan, dirinya meletakan 10 anggota di Untan, guna melakukan penjagaan, sehingga hal sedini mungkin dapat diantisipasi. “ Mengenai pengamanan ada 10 anggota yang saya tempatkan di Untan, yakni bertujuan agar dapat mengantisipasi hal kecil sedini mungkin, sehingga Universitas tetap kondusif dan damai,” ujar Kompol Marthen. Kompol Marthen pun

mengimbau kepada oknum mahasiswa yang terlibat dalam bentrok tersebut, utnuk segera menyelsaikan permalasahan, di mana penyelesaian permasalahan diharapkan berkepala dingin, musyawarah serta dengan cara Intelektual. “Saya mengimbau kepada oknum mahasiswa yang terlibat dalam bentrok, untuk segera menyelesaikan permasalahan dengan baik baik, berkepala dingin, musyawarh serta denganc ara - cara yang intelektual,” imbau Kompol Marthen. (Zrn) †


CMYK

www.borneotribune.com

Borneo Tribune

Sabtu, 28 September 2013

SETELAH 60 TAHUN, BANGGA BERSAMA ALUMNI SMAN I PONTIANAK Pontianak – Enam puluh tahun, bukan usia yang muda lagi. Ada catatan sejarah di dalam perjalanan usia itu, maka wajar jika disambut dengan suka cita. 60 tahun untuk usia sekolah lanjutan atas pertama yang berdiri di Kota Pontianak, untuk SMAN I. SMAN I Pontianak telah berdiri sejak 1953. Pada 2013 ini, usianya menginjak ke 60 tahun dan menjadi almamater dari 55 angkatan alumni. Peringatan HUT ke-60, akan digelar sekaligus dirangkaikan dengan Reuni Akbar SMAN I Pontianak pada Sabtu (28/9) malam. Momentum itu sangat penting diperingati. Menjadi momen para alumni untuk membangun ikatan kembali pada almamater. Peringatannya dalam rangkaian kegiatan Reuni Akbar SMA Negeri I Pontianak, bertema “Bangga SMANSA Bagimu Negeri”. Adanya tema itu diharapkan dapat memperkuat silaturahmi antaralumni, mengingatkan alumni pada jasa para guru dan pengabdian mereka, serta menggugah kepedulian sosial alumni. Ketua Panitia Reuni Akbar, Hurry Amar Sidqi mengatakan kegiatan yang akan dilaksanakan diupayakan selaras dengan tema, merangkul dan mengundang alumni seluruh angkatan, siswa, guru dan pensiunan guru. Sebagai pembuka dari kegiatan tersebut, pada Selasa (24/9), panitia reuni menyerahkan bantuan buku perpustakaan kepada SMAN 1 Pontianak. Bantuan ini hasil kerja sama dengan rumahku Property, menyerahkan bantuan buku senilai Rp5 juta. Kemudian pada Sabtu (28/9) pukul 11.30 – 13.00 WIB, diadakan “Sharing Session” Alumni SMA Negeri 1 Pontianak di Aula SMA Negeri 1 Pontianak. Pada kesempatan ini, para alumni dari berbagai angkatan, menceritakan pengalaman kerjanya dari berbagai bidang yang digeluti. Sementara itu, mengenai kesiapan panitia untuk acara puncak, yakni Malam Temu Kangen, menurut Hurry, sesuai rencana yang disusun. Sebuah panggung untuk malam Temu Kangen, sudah disiapkan di Function Hall Hotel Kapuas Palace Pontianak, Jl Imam Bonjol, No. 289. Malam temu kangen diadakan Sabtu (28/9) malam ini. Begitu pula panggung untuk acara hiburan seusai jalan santai alumni, para guru, pensiunan guru dan siswa SMAN I Pontianak. Juga sudah berdiri sejak beberapa hari lalu di halaman SMAN I Pontianak di Jalan Kalimantan. Acara jalan sehat, bazaar dan bakti sosial akan digelar Minggu (29/9) pagi. Hurry menambahkan, lebih dari 1.000 alumni akan hadir dalam kedua acara tersebut. “Itu diketahui dari pengambilan undangan dan kepastian kehadiran,” katanya. Adapun yang diharapkan dari reuni ini, sesuai tema, pasti alumni akan membalikkan kembali rasa kebanggaan pada SMAN I yang direalisasikan dalam reuni akbar, dengan format acara mengingat dan menumbuhkan kembali rasa itu. Menurut Hurry, panitia reuni akbar dibentuk dari dua angkatan, yakni 1991-1992. Dan berkolaborasi dengan koordinator dari seluruh angkatan dari tahun kelulusan 1956 hingga 2013. Koordinator angkatan dimintai perannya membantu panitia mengumpulkan donasi dan menyambung simpul-simpul angkatan tersebut. Sementara itu, salah satu alumni SMAN I Pontianak, H Mas’ud Abdullah, menyambut baik kegiatan tersebut. Mantan Bupati Ketapang itu mengaku salut dengan panitia yang penuh semangat menyiapkan acara reuni sejak beberapa bulan lalu. Alumni SMAN I Pontianak, dari berbagai lapisan masyarakat. Kini pun sudah tersebar di banyak tempat, baik di wilayah Kalbar, luar Kalbar bahkan luar negeri. Tidak sedikit dari mereka yang meraih kesuksesan di bidang kerjanya masing-masing. Sebagian dari mereka yang berada di luar Kalbar itu, bahkan berkenan hadir saat malam temu kangen. Mereka sudah menyiapkan diri, meluangkan waktunya untuk kembali bernostalgia dengan almamaternya. Sementara itu, pengamat pendidikan dari Universitas Tanjungpura, Dr Aswandi, mengatakan ada kebanggaan tersendiri bagi pelajar dan para orang tua yang anak-anaknya bisa masuk ke SMAN I Pontianak. SMAN I Pontianak sudah dikenal sejak lama sebagai sekolah terfavorit untuk tingkat lanjutan atas. Bagi mereka yang dapat masuk ke sekolah tersebut, ada rasa bangga. Ia bahkan mengatakan, kebanggaan sebagai siswa SMAN I di kalangan pelajar, menjadi virus mental yang positif bagi sesama murid di SMAN tersebut. Ada keinginan pada diri anak-anak untuk belajar dan bersaing secara sehat saat duduk di bangku sekolah itu. Efeknya juga dirasakan para orang tua mereka. Orang tua merasa bangga anak-anaknya bisa bersekolah di SMAN I dan memiliki prestasi yang baik atau bahkan di atas rata-rata. Hurry menambahkan, adanya reuni akbar juga diharapkan bisa menjadi “virus mental” yang positif bagi siswa SMANSA untuk selalu berprestasi dan lulusannya mampu memberikan kontribusi terbaik bagi daerah. Karena para siswa akan bertemu banyak alumni dari berbagai bidang pekerjaan yang sudah digeluti mereka, setelah menamatkan studi di SMAN I tersebut. “Harapan lainnya, semoga Reuni Akbar ini menjadi contoh positif bagi alumni sekolah lainnya, sehingga menimbulkan potensi semangat untuk berkontribusi bagi sekolah yang ditinggalkan dan daerah pada umumnya,” kata alumni tahun 1991 itu. ***

Ketua dan Wakil Ketua Panitia

Ketua Ikatan Alumni SMANSA Pontianak beserta alumni senior dan panitia reuni akbar

Bersama Guru Senior lainnya Panitia bersama alumni senior

JALAN SANTAI KARNAVAL SEHAT Untuk acara Minggu (29/9) pagi, dimulai pukul 06.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di SMAN I Pontianak. Berupa Jalan Santai Karnaval Sehat bagi keluarga besar alumni guru dan mantan guru, staf tata usaha dan siswa SMA Negeri 1 Pontianak. Kemudian ada gerakan penghijauan, menanan 200 batang pohon di sekitar sekolah yang melibatkan para alumni. Juga ada bakti sosial donor darah yang juga melibatkan para alumni. Puluhan alumni menyatakan kesiapannya mengikuti kegiatan donor yang bekerja sama dengan PMI Kota Pontianak. Menurut Wakil Ketua Panitia Reuni Akbar, M. Farid Riza, SE MM di UNTAN, yang sempat menjadi tuan rumah berkumpulnya panitia yang membahas persiapan acara, menyampaikan “Menjelang kegiatan bakti sosial donor darah pada hari Minggu, 29 September 2013 nanti di sekolah, panitia membuka kesempatan bagi para alumni, siswa dan guru SMAN 1 yang berkeinginan untuk mendonorkan darahnya agar dapat memberikan data nama & nomor HPnya ke panitia. Hal ini diperlukan agar pelaksanaan donor darah nanti dapat berjalan dengan lancar tanpa kurang suatu apapun. Adapun nomor kontak panitia yang dapat ditelpon atau SMS yaitu: Melda 0813 5224 4848, Afifah 0852 5267 4536, Farid 0812 5658 234, Hurry 0878 1811 1118, dan Erman 0812 5644 232”. Panggung hiburan yang sudah disiapkan sejak beberapa hari lalu, akan digunakan untuk acara musik, games dan pemberian doorprize. Panitia menyiapkan satu doorprize menarik berupa sepeda motor. Adapun rute karnaval sehat, meliputi start di gerbang SMAN I, kemudian ke Jalan Gusti Johan Idrus, Jl Sutan Syarif Abdurrahman, Jl Sulawesi, dan finish di SMAN I.

Bersama Guru Senior

Alumni SMAN 1 & Rumahku Property serahkan bantuan buku diterima Drs H Nurali MPd Kepala SMAN 1 Pontianak

MALAM TEMU KANGEN Sementara berkaitan dengan malam temu kangen yang digelar Sabtu ini, sejumlah acara sudah disusun panitia. Malam temu kangen yang diadakan di hotel Kapuas Palace, merupakan acara puncak reuni akbar. Panitia mengundang para alumni, gur u, pensiunan guru, dan staf tata usaha pukul 18.30 sampai dengan selesai. Tamu yang hadir diperkirakan mencapai 1.000 orang. Puluhan tamu bahkan datang dari luar Kalbar, seperti Jakarta, Bandung, dan Singapura. Selain membeli tiket masuk, memberikan donasi, mereka juga memesan beberapa kamar hotel untuk tempat menginap selama beberapa hari. Ketua Alumni SMAN I Pontianak, dr H Buchary A Rahman mengatakan reuni akbar yang bersamaan dengan peringatan HUT ke-60 SMAN 1 yang berdiri pada 14 September 1953, merupakan momen yang ditunggu-tunggu sejak lama oleh para alumni dari angkatan kelulusan tahun 1955 hingga saat ini. “Para alumni sudah tersebar ke banyak tempat di Indonesia bahkan hingga di luar negeri, jadi momen ini memang yang paling tepat untuk bertemu, berkumpul, mengenang masa sekolah dan silaturrahmi,” Buchary yang juga mantan Wali Kota Pontianak 1999-2008. Ia mengatakan, reuni “emas” atau 50 tahun pernah dilaksanakan pada 10 tahun lalu saat ia masih menjabat sebagai wali kota Pontianak. Ketika itu pula Bucharry, alumni angkatan 1962, ditunjuk sebagai ketua ikatan alumni SMAN I Pontianak. Saat ini kepengurusan Ikatan Alumni sudah 10 tahun dan digelarnya Reuni Akbar 60 tahun, ia mengharapkan ada pergantian pengurus alumni kepada generasi muda. Ia juga mengharapkan para alumni ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan hadir dalam beberapa kegiatan dan memberikan donasi atau sumbangan. “Selain itu reuni 60 tahun ini bisa dibentuk perkumpulan yang kegiatannya ke depan untuk kepentingan sosial kemasyarakatan,” katanya. Buchary menyatakan sejumlah tokoh di tingkat nasional yang pernah bersekolah dan menjadi

12

alumni pada SMAN I Pontianak, di antaranya mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, Direktur Pelayanan PT Askes drg H Fajriadinur MM. Kemudian beberapa anggota DPR RI daerah pemilihan Kalbar salah satunya Ir Zulfadhlie. Sementara di tingkat daerah, menurut Ketua Alumni angkatan tahun 1987, Wahyu Asmidi, banyak yang menduduki jabatan strategis dan sukses. “Mereka ada yang menjadi pejabat pemerintahan, pengusaha, dan politisi,” katanya. Wahyu mengatakan, alumni angkatan tahun 1987 menyambut baik kegiatan itu dan mengharapkan para alumni lainnya ikut berpar tisipasi untuk memeriahkannya. “Kami menunggu kesempatan ini. Untuk panitia ini merupakan kerja berat karena harus mengumpulkan 50 angkatan,” katanya. Menurut Hurry, acara kali ini dirancang penuh keakraban dan kekeluargaan untuk meningkatkan kedekatan dan tali silaturahmi. Acara dimulai dengan sambutan dari berbagai pihak dan akan diisi dengan sesi penghormatan kepada para guru dengan menyerahkan cinderamata secara simbolis. Kemudian acara hiburan berupa band musik melibatkan alumni, pembagian suvenir dan doorprize, peluncuran website dan facebook Ikatan Alumni SMAN I Pontianak. Pada acara ini, panitia juga menyiapkan sejumlah acara hiburan dan bingkisan bagi tamu yang hadir. Juga disediakan doorprize menarik, berupa satu kapling tanah ukuran 200 meter dari pihak sponsor. Cinderamata untuk para guru yang diharapkan dapat menjadi “tali asih” ataupun tanda kenangkenangan dari para alumni kepada pendidik. Meski nilainya tidak besar, namun diharapkan makna dari “tali asih” itu tetap ada, bahwa tidak ada murid yang melupakan guru-gurunya. Dari pendataan yang masuk lebih dari 70 persen angkatan kelulusan mengkonfirmasikan kehadiran sehingga dipastikan lebih dari 1.000 alumni akan meramaikan Malam Temu Kangen & Reuni AkbaR.

Rapat Panitia di rumah salah satu alumni

Panitia foto bersama setelah rapat CMYK

SEJARAH SMAN I PONTIANAK Sejarahnya diawali pada tahun 1953. Menurut situs resmi http://www.sman1ptk.sch.id, ketika itu Kalimantan Barat baru ada SLTA yang berstatus swasta dan di dalamnya ada dua jenis sekolah, yakni SMA dan SGA Pontianak. Sekolah berada di bawah lingkungan “Yayasan Pendidikan Kalbar”. Sekolahnya menumpang di gedung Sekolah Rakyat Kampung Bali. Gedung ini tidak ada lagi bekas-bekasnya, sekarang sudah menjadi kompleks rumah toko. Atas tuntutan Residen Bambang Soeparto dan Wali Kota Soemartojo, pada 14 September 1953 beralih status menjadi sekolah negeri, terbentuk dua sekolah yakni SMA Negeri 1 Pontianak dan SPG Negeri Pontianak. Pada 1954, kedua sekolah itu pindah tempat dari sekolah rakyat Kampung Bali ke SMP Negeri di Jalan Bintara. Saat ini sudah menjadi SLTP Negeri 1 Jalan Urip Soemoharjo. Waktu belajar sore sampai malam hari. SGA menempati lantai bawah. Keduanya dipimpin seorang kepala Sekolah yaitu Djaisman. Pada 1955, prakarsa dari “Yayasan Karet” didirikan gedung SMA di Jalan Sumatra yang saat ini menjadi Jalan Gusti Johan Idrus. Kemudian atas usulan “Yayasan Kopra”, didirikan gedung SGA di Jalan Ekonomi, yang saat ini menjadi jalan Kalimantan. Sejak saat itu kedua skeolah berpisah dan menempati gedung masing-masing. SMA tetap dipimpin Djaisman dan SGA dipimpin Yusuf Tjun. Pada 1959, SMA Negeri Pontianak mempunyai “adik kandung” SMA sore diberi nama SMA Khatulistiwa. Namun pada tahun 1965 SMA Khatulistiwa beralih status menjadi SMA negeri. Sejak saat itu SMA Negeri ini menjadi SMA Negeri 1, dan adiknya, SMA Negeri 2 yang sekarang berada di Jalan R.E. Martadinata. Kemudian sekitar 1989/1990, gedung SPG Negeri di jalan Kalimantan diserahkan pengelolaannya kepada SMA Negeri 1 Pontianak. Sejak saat itu dikenal istilah kampus I di jalan Johan Idrus, dan Kampus II di Jalan Kalimantan. Pada awal tahun pelajaran 1990/1991 gedung SPG Negeri (Kampus 2) dinyatakan bovaleg, untuk selanjutnya dirobohkan dan dibangun gedung yang diproyeksikan sebagai wajah depan SMA Negeri 1 Pontianak. Maka pada 16 Agustus 1991 atau menjelang HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-46, gedung baru itu diresmikan Gubernur KDH Tk. I Provinsi Kalimantan Barat, H. Parjoko Soerjokusumo. Sehingga awal tahun pelajaran 1991/1992, alamat SMAN I berputar dari Jalan Gusti Johan Idrus ke Jalan Kalimantan Pontianak. Dan saat itu hampir ber tepatan, berakhirlah riwayat saudara kembar SMA Negeri 1 Pontianak, karena kebijaksanaan pemerintah telah menghapuskan keberadaan Sekolah Pendidikan Guru. Sejak berdiri tahun 1953, SMAN I Pontianak sudah berganti 16 kali kepala sekolah. Mereka adalah Djaisman (Alm) dari 1953 sampai dengan 1955; Kiswirat, dari 1955 s/d 1957; Soewardjo, dari 1957 s/d 1960; Herman Sowargo, dari 1960 s/d 1962; Uray Aliudin Yusba (Alm) dari 1962 s/d 1972; Walidi (alm) dari 1072 s/d 1976; Gusti Syamsumin, dari 1976 s/d 1982; Ibu Zainidar, dari 1982 s/d 1983; H. Matnusin Harahap, BA, (Alm) dari 1984 s/d 1987; H.Sunarpo, SH (Alm) dari 1987 s/d 1989; Dra. Rr. Sri Soekatidjah (Almh) dari 1989 s/ d 1996; Drs. Susilo, dari Juli 1996 s/d April 1997; Drs. H.Ade Sulaiman, dari 1997 s/d 2001; Drs. H.Marjono, dari 2001 s/d 2004; Drs. H. Fadhil Hazimat dari 2004 s/d 2008 dan Drs. H. Nurali, M.Pd. dari 2009 hingga sekarang. (Pan-reuni SMANSA)

Harian Borneo Tribune 28 September 2013  

Harian Borneo Tribune 28 September 2013

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you